Wikibuku
idwikibooks
https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.8
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikibuku
Pembicaraan Wikibuku
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Resep
Pembicaraan Resep
Wisata
Pembicaraan Wisata
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Serba-Serbi Budidaya Ikan Gurame
0
24898
117248
117173
2026-06-27T07:03:00Z
Nafisathallah
35868
117248
wikitext
text/x-wiki
[[File:Osphronemus Gourami (better).png|500px||center]]
Ikan gurame atau gurami (''Osphronemus gourami'') bisa dibilang menyandang gelar sebagai rajanya ikan air tawar di Indonesia. Tingginya permintaan pasar dan harga jual yang lebih menggiurkan dibandingkan rata-rata ikan air tawar lainnya, menjadi alasan mengapa budidaya ikan satu ini digemari.
Di dalam buku ini, kita akan membahas semua hal yang berhubungan dengan proses budidaya dan pemeliharaan ikan gurame.
== Ciri-ciri ==
Anatomi ikan gurame mirip seperti ikan sepat atau ikan tembakang karena mereka masih berada dalam satu famili yang sama yaitu Osphronemidae. Ditandai dengan sirip perut yang memanjang ke bawah dan berbentuk seperti sungut. Ikan gurami memiliki beberapa varian antara lain gurame soang, gurame padang, dan gurame blorok.
== Bibit ==
[[File:Kolam Terpal - 02.jpg|500px|center]]
Kepadatan penebaran jumlah bibit pada wadah pembesaran yang disarankan yaitu sebanyak 20 ekor/m². Lebih sedikit lebih baik, karena jika lebih dari rumus yang disebutkan ini, maka efek samping yang dialami seperti pertumbuhan ikan melambat dan resiko kematian yang meningkat karena overpopulasi. Jika anda memiliki kolam dengan dimensi 3 meter x 1 meter dan tinggi permukaan air sekitar 70 cm, maka jumlah tebar benih yang direkomendasikan berjumlah 60 ekor.
== Pakan ==
=== Pakan utama ===
Pelet PF1000
=== Pakan alternatif ===
==== Daun pepaya ====
==== Daun mengkudu/pace ====
==== Daun pisang ====
==== Daun pecah beling ====
==== Daun talas ====
==== Daun sente ====
[[File:Bira besar 1.jpg|500px]]
<br>Memiliki nama lain bira besar, sesuai dengan nama artikelnya pada Wikipedia Bahasa Indonesia.
==== Kangkung ====
==== Daun singkong ====
==== Daun ubi rambat ====
==== Daun caya caya ====
==== Daun pepaya jepang ====
==== Daun kelor ====
==== Azolla ====
==== Wolfina ====
== Hama ==
== Penyakit ==
=== Aeromonas ===
[[File:Anakan ikan gurame.jpg|500px|Aeromonas virus on juvenile giant gourami|center]]
Ciri-cirinya antara lain sirip (ekor, badan, perut) yang pecah-pecah, badan memerah.
== Obat ==
Methylene blue
<br>PK (permanganas kalikus)</br>
== Pemijahan ==
Induk gurame yang akan menjalani proses pemijahan sebaiknya diberi makan taoge.
== Panen ==
[[File:Panen ikan gurami.jpg|500px|center]]
Tempatkan ikan pada wadah penampungan yang berisi air bersih sebelum dijual, ini bertujuan untuk mengosongkan saluran pencernaan ikan dari kotoran dan sisa makanan.
== Penjualan ==
=== Tengkulak ===
=== Pasar induk ===
=== Eceran ===
=== Harga pasar ===
==== Kota Medan ====
Tabel berikut memberikan informasi seputar riwayat harga beli ikan gurame konsumsi per kilogram di pasar
{| class="wikitable"
|-
! Harga !! Tanggal !! Lokasi
|-
| Rp34.000 (mati), Rp45.000 (hidup) || 27 Desember 2025 || Pasar Setiabudi
|-
| Rp48.000 (hidup) || 9 Januari 2026 || Pasar Sei Sikambing
|-
| - || - || Pasar Melati
|}
==== Kota Surabaya ====
==== Jakarta ====
== Bacaan lanjutan ==
* [https://www.researchgate.net/profile/Livia-Tanjung/publication/289857878_Ikan_Gurami_Padang_dan_Teknik_Budi_Daya_Jhonly_Pilo/links/56932b5608aec14fa55db348/Ikan-Gurami-Padang-dan-Teknik-Budi-Daya-Jhonly-Pilo.pdf| Ikan Gurame Padang dan Teknik Budi Daya Jhonly Pilo]
* [https://www.researchgate.net/publication/289868186_Ikan_Gurami_Osphronemus_gouramy_Strain_Padang_Terbukti_Memiliki_Ketahanan_Alami_terhadap_Infeksi_Aeromonas| Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Strain Padang Terbukti Memiliki Ketahanan Alami terhadap Infeksi Aeromonas]
cve95zq7i0t7oduy5f5tifu3isn2g08
Bumi yang Indah
0
26205
117249
110187
2026-06-27T07:37:27Z
Raihankakicak
41526
117249
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Bumi Sedang Meditasi.svg|jmpl|Bumi]]
Alkisah
Pada zaman dahulu, kala ada sebuah tempat nan indah yang belum dihuni oleh siapapun. Tempat ini memiliki pepohonan yang asri dengan sungai jernih mengalir di bawah pepohonan tersebut. Hawa yang sejuk menambah suasana nyaman nan asri dari tempat ini.
Di dimensi dan ruang lain terdapat tempat yang dihuni oleh beberapa makhluk yang selalu saja berperang memperebutkan area kekuasaan sehingga tempat tersebut banyak sekali pertumpahan darah terjadi. Tempat ini bernama Wismala. Salah satu pemimpin yang mengalami kehilangan daerah kekuasaan tersebut itu bernama Narendra. Narendra merupakan jelmaan mahkluk mitologi pegasus yang dikombinasi dengan hewan badak bercula dua sehingga tidak heran apabila Ia memilki satu tanduk dan dua cula di kepalanya.
Narendra berpikir apabila terus bertahan di tempat ini, maka bukan tidak mungkin Ia akan menemui ajal dengan menerima kekalahan kembali. Maka diputuskan untuk mencari cara pindah dari tempat yang hampir menyerupai neraka ini. Narendra tidak sendiri, beberapa sejawat yang juga tertindas di Wismala punya pemikiran yang sama untuk segera hijrah ke tempat yang memungkinkan untuk hidup aman dan damai.
Sampai suatu ketika muncul lah sesosok ksatria yang memilki tombak ajaib. Tombak ini memiliki kesaktian bisa berpindah dimensi dan ruang hanya hitungan detik. Ksatria ini bernama Watri. Ia mengetahui bahwa di Wismala banyak terjadi pertumpahan darah yang diakibatkan perang yang tiada akhir. Tanpa sengaja Watri bertemu Narendra ketika berkunjung ke Wismala.
[[Berkas:Polish knight horseback AI-generated.jpg|jmpl|Watri]]
"Kau ini siapa?" Tanya Narendra kepada Watri. "Aku adalah seorang ksatria yang berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini." Jawab Watri dengan tenang. "Apa yang ingin kau lakukan di Wismala wahai Ksatria?" Tanya Narendra kembali. "Aku tidak sengaja singgah ke sini karena mendengar hikayat bahwa ada suatu tempat yang sangat sering terjadi peperangan antar penghuninya dan aku ingin mencoba menyelesaikan konflik tersebut." Jawab Watri dengan penuh keyakinan. "Untuk menyelesaikan konflik di Wismala sangat kompleks karena penguasa yang sekarang sangat lah kuat dan peluang mengalahkannya kecil sekali, tetapi aku punya usul bagaimana kalau tuan ksatria membantu kami untuk pergi dari tempat ini?" Usul Narendra kembali. Watri hanya menganggukkan kepala tanda menyetujui usulan tersebut.
Awalnya Watri ingin memindahkan Narendra bersama kelompoknya ke tempat asalnya di Bodina namun Ia teringat bahwa di tempat tersebut tidak terlalu jauh berbeda kondisinya dengan Wismala. Akhirnya Ia memilih lokasi secara random untuk tempat mereka berpindah. Watri memegang tombak sakti tersebut dan dengan sekejap mata mereka semua sudah berpindah tempat tanpa mereka mengetahui nama tempat tersebut.
Semua orang termasuk Watri bingung karena baru pertama kali melihat tempat seindah ini. Mereka mulai menjelajah tempat tersebut sambil berharap bertemu dengan penduduk aslinya. Namun sudah dua jam berlalu mereka tidak menemukan siapapun di tempat mereka berpindah tempat. Mereka berpikir bahwa tempat seindah ini sangat lah aneh apabila tidak ada penghuninya.
"Tempat nan elok dan permai ini sangat lah sayang kalau tidak ada makhluk yang menghuninya. Belum pernah aku menemukan tempat seindah ini di mana pun termasuk Wismala sebelum peperangan terjadi." Ujar Narendra takjub. "Aku pun juga belum pernah berkunjung atau memimpikan tempat seindah ini." Timpal Watri keheranan.
"Bagaimana kalau kita tinggal saja di sini wahai ksatria dan kelompokku?" Tanya Narendra kepada Watri dan kelompoknya. "Boleh saja wahai tuan. Tidak ada artinya apabila Kita kembali ke Wismala." Ujar Bintha salah satu anggota kelompok dari Narendra. "Baik Kita sepakat ya untuk tinggal di tempat yang indah nan asri ini?" Tanya Narendra kembali. Semua orang menganggukkan kepala tanda menyetujui usulan Narendra. "Wahai tuan ksatria sudi lah kiranya tuan untuk memberikan nama tempat ini? Karena berkat tuan, Kami bisa sampai di tempat impian ini". Pinta Narendra kepada Watri. Watri merenung sejenak sambil memegang tongkat saktinya untuk mendapatkan pencerahan dari Sang Maha Kuasa. "Sepertinya tempat ini akan aku namakan Bumi. Kata tersebut berasal dari singkatan '''B'''ahagia, '''U'''nggul, '''M'''emukau, dan '''I'''ndah." Usul Watri menanyakan kepada Narendra dan kelompoknya. "Kelihatannya menarik nama tersebut dan sesuai dengan keadaan tempat ini." Jawab Narendra sekaligus menyetujui nama yang diberikan oleh Watri.
Semenjak itu nama tempat nan indah tersebut dinamakan Bumi. Watri berpesan kepada Narendra dan kelompoknya untuk menjaga Bumi tetap indah dan asri. Jangan sampai menjadikan Bumi seperti Wismala. Watri sendiri tidak akan tinggal di Bumi dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya untuk membantu kepada yang membutuhkan. Namun Watri akan sesekali mengunjungi Bumi apabila ada kesempatan.
[[Kategori:Fiksi]]
envbjanu30p6or9urik6g660tnix03g
Menuju Impian
0
27547
117250
116285
2026-06-27T07:45:15Z
Raihankakicak
41526
117250
wikitext
text/x-wiki
== '''Menuju Impian''' ==
Sejak sekolah menengah, aku selalu terpesona dengan indahnya karya sastra. Membaca puisi, menulis cerpen, dan sesuatu yang berhubungan dengan kesastraan itu menjadi hobiku. Hal tersebutlah yang menjadi sebab ketika memilih jurusan di universitas, aku tidak ragu untuk menuliskan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada pilihan pertama. Walau sempat tergoyahkan karena gagal masuk jalur seleksi prsestasi atau undangan. Berkat dukungan penuh ayah dan ibu, aku berhasil lolos seleksi tes tertulis dan masuk ke jurusan yang kuimpikan.
Namun, tidak semua orang di sekitarku mendukung pilihanku. Keluargaku, terutama ayahku, berharap agar aku memilih jurusan yang lebih ''praktis'' dan menjanjikan masa depan yang lebih cerah, seperti ekonomi atau teknik. Mereka menganggap bahasa dan sastra hanya akan membuatku sulit mendapatkan pekerjaan yang layak.
Aku berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa menjadi guru bahasa dan sastra Indonesia adalah impianku. Aku ingin menanamkan kecintaan pada bahasa dan sastra Indonesia kepada generasi muda. Sayangnya, ayahku tetap tidak setuju dan terus menekanku untuk memilih jurusan lain.
Di tengah perdebatan dengan keluarga, aku mulai meragukan pilihanku sendiri. Apakah aku benar-benar sanggup mengejar mimpi ini? Bagaimana jika aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti? Kekhawatiran demi kekhawatiran mulai menghantuiku.
Namun, semakin aku didesak untuk mengubah pilihanku, semakin kuat keinginanku untuk tetap pada jalur yang kupilih. Bahasa dan sastra Indonesia adalah bagian dari diriku, dan aku tidak bisa membayangkan diriku menjalani hidup tanpa itu.
Akhirnya, setelah perdebatan yang panjang, ayahku menyerah dan membiarkanku mengikuti keinginanku. Aku pun memulai perjalanan akademikku di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan penuh semangat.
Selama menempuh studi, aku dihadapkan pada banyak tantangan. Tumpukan tugas, presentasi, dan ujian membuatku sering merasa tertekan. Namun, bayangan menjadi seorang guru bahasa dan sastra yang dapat menginspirasi para siswa selalu memotivasiku untuk terus berjuang.
Hari demi hari, semester demi semester, aku menjalani perkuliahan dengan tekun. Nilai-nilaiku memuaskan, dan aku aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kampus yang mendukung minatku. Perlahan tapi pasti, aku semakin dekat dengan impianku.
Kini, setelah menyelesaikan studi, aku berdiri di depan kelas, mengajar anak-anak dengan penuh antusias. Melihat mereka tertarik dan mencintai bahasa serta sastra Indonesia, aku merasa bahwa semua perjuanganku terbayar sudah. Aku berhasil mewujudkan impianku, dan aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang telah kubuat.
[[Kategori:Prosa]]
[[Kategori:Cerita pendek]]
[[Kategori:Fiksi]]
[[Kategori:Bahan ajar]]
b1nbigxv0x71nrymo148kaf4vfsave0