Wikibuku
idwikibooks
https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.10
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikibuku
Pembicaraan Wikibuku
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Resep
Pembicaraan Resep
Wisata
Pembicaraan Wisata
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Humor Agus Sutondo/Malam Jumat dan Rumah Bersalin
0
13566
117428
58577
2026-07-08T22:35:18Z
Raihankakicak
41526
117428
wikitext
text/x-wiki
{{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}}
Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan.
Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he
Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin:
* '''Humor lucu Malam Jumat'''
Agus: Neng.
Istri: Iya, Mas.
Agus: Malam apa ini ya, Neng ?
Istri: Malam jumat, Mas.
Agus: Si bontot udah tidur belum, ya?
Istri: Belum, Mas.
Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana!
Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh.
Agus : Mas ngaji dulu ya neng,,,,,lumayan kan dapet satu juz mah
Istri : iya Mas..
Tak Lama Kemudian agus pun Mengaji.
Agus : A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm
Istri : Masssss...si bontot udah PULES nih..
Agus : ShodaQallahul 'adziim...
* '''Humor Lucu di Rumah Bersalin'''
Di sebuah rumah sakit seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Maaf yah ibu-ibu, saya mau data nama-nama bayi, oke yah sekarang saya absen satu persatu :
Perawat : Ibu Vielly siapa nama anaknya
Bu Viely Faron : Labarji, suster
Perawat ; Wah masih keturunan Arab ya
Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI
Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya
Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga
Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah
Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa
Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya
Bu Dahlia : Alyanandika…suster
Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga
Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor
Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin
Bu Titin : Justin Biber....suster
Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah
Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER
Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya
Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster
Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya
Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI
Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya
Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma
Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ?
Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he
Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat
[[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]]
[[Kategori:Kisah Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor|Humor]]
nipv8u88l77g5ag6x2200659fnofej4
117429
117428
2026-07-08T22:38:06Z
Raihankakicak
41526
117429
wikitext
text/x-wiki
{{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}}
Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan.
Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he
Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin:
* '''Humor lucu Malam Jumat'''
Agus: Neng.
Istri: Iya, Mas.
Agus: Malam apa ini ya, Neng ?
Istri: Malam jumat, Mas.
Agus: Si bontot udah tidur belum, ya?
Istri: Belum, Mas.
Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana!
Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh.
Agus: Mas ngaji dulu ya, Neng. Lumayan ''kan'' dapet satu juz mah.
Istri: Iya, Mas.
''Tak lama kemudian Agus pun mengaji.''
Agus: ''A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm''
Istri: Masssss. Si bontot udah pules, nih.
Agus: ''ShodaQallahul 'adziim...''
* '''Humor Lucu di Rumah Bersalin'''
Di sebuah rumah sakit seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Maaf yah ibu-ibu, saya mau data nama-nama bayi, oke yah sekarang saya absen satu persatu :
Perawat : Ibu Vielly siapa nama anaknya
Bu Viely Faron : Labarji, suster
Perawat ; Wah masih keturunan Arab ya
Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI
Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya
Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga
Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah
Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa
Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya
Bu Dahlia : Alyanandika…suster
Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga
Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor
Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin
Bu Titin : Justin Biber....suster
Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah
Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER
Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya
Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster
Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya
Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI
Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya
Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma
Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ?
Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he
Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat
[[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]]
[[Kategori:Kisah Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor|Humor]]
g02eqrddwuu6cfpprakfur9lzhats0l
117430
117429
2026-07-08T22:43:27Z
Raihankakicak
41526
117430
wikitext
text/x-wiki
{{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}}
Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan.
Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he
Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin:
* '''Humor lucu Malam Jumat'''
Agus: Neng.
Istri: Iya, Mas.
Agus: Malam apa ini ya, Neng ?
Istri: Malam jumat, Mas.
Agus: Si bontot udah tidur belum, ya?
Istri: Belum, Mas.
Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana!
Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh.
Agus: Mas ngaji dulu ya, Neng. Lumayan ''kan'' dapet satu juz mah.
Istri: Iya, Mas.
''Tak lama kemudian Agus pun mengaji.''
Agus: ''A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm''
Istri: Masssss. Si bontot udah pules, nih.
Agus: ''ShodaQallahul 'adziim...''
* '''Humor Lucu di Rumah Bersalin'''
Di sebuah rumah sakit, seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Perawat: Maaf ''yah'' ibu-ibu. Saya mau data nama-nama bayi. Oke ''yah'' sekarang saya absen satu persatu:
Perawat: Ibu Vielly siapa nama anaknya?
Bu Viely Faron: Labarji, Suster.
Perawat: Wah, masih keturunan Arab, ya?
Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI
Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya
Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga
Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah
Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa
Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya
Bu Dahlia : Alyanandika…suster
Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga
Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor
Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin
Bu Titin : Justin Biber....suster
Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah
Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER
Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya
Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster
Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya
Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI
Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya
Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma
Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ?
Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he
Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat
[[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]]
[[Kategori:Kisah Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor Agus Sutondo]]
[[Kategori:Humor|Humor]]
m6xez90ysm48955eqxkqtbii5xeraty
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat
0
27067
117443
117318
2026-07-09T05:33:18Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117443
wikitext
text/x-wiki
'''Kampung Besar Seberang''' adalah sebuah kelurahan yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabuapeten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.Kelurahan ini terletak di tepi Sungai Indragiri, yang membentuk salah satu jaringan sungai di provinsi tersebut.
Kampung Besar Seberang memiliki luas wilayah sekitar 38,00 km² dan berada pada dataran rendah (pinggir sungai). Kelurahan ini berbatasan langsung dengan Kelurahan Pasar Kota Rengat yang berada di sisi lain Sungai Indragiri, serta sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Rengat. Sungai Indragiri membelah wilayah ini, menjadi jalur transportasi dan bagian penting dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Secara historis, Kampung Besar Seberang tumbuh sebagai pemukiman yang berkaitan erat dengan aktivitas sungai. Sebelum adanya infrastruktur penyeberangan modern seperti Jembatan Trio Amanah Indragiri, akses antar sisi sungai bergantung pada perahu tradisional dan rakit (pompong). Perkembangan akses ini berpengaruh pada hubungan sosial–ekonomi antara wilayah dan pusat kota Rengat.
Berdasarkan data administratif, jumlah penduduk di Kampung Besar Seberang diperkirakan sekitar 2.425 jiwa dengan 759 kepala keluarga (KK), sehingga kepadatan penduduk sekitar 71 jiwa per km². Etnis di kelurahan ini mayoritas berasal dari suku Melayu, disertai minoritas dari berbagai suku seperti Minang, Jawa, Batak, Banjar, Bugis, Sunda, dan kelompok etnis keturunan lainnya hasil asimilasi budaya.
Masyarakat Kampung Besar Seberang umumnya bermata pencaharian di sektor informal dan pertanian ringan, termasuk perdagangan lokal, usaha kecil, serta kegiatan jasa sungai sebagai bagian dari struktur ekonomi daerah. Budaya Melayu masih menjadi basis nilai sosial masyarakat, dengan pelestarian adat, tradisi, dan kuliner khas seperti bolu berendam.
Salah satu hal yang berkesan di kelurahan ini adlah menjelang bulan Ramadan masyarakat Kampung Besar Seberang melakukan gotong royong membersihkan area pemakaman. Warga bersama-sama membersihkan rumput-rumput liar, semak-semak, serta sampah yang ada di sekitar kuburan agar tempat tersebut terlihat lebih rapi dan bersih saat masyarakat datang untuk berziarah.
Menurut seorang warga, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar NKRI karena Indonesia memiliki keberagaman agama. Oleh karena itu, diperlukan nilai yang mengajarkan keimanan, toleransi, dan saling menghormati agar masyarakat dapat hidup rukun. Selain itu, sila-sila lainnya juga saling melengkapi dalam menjaga persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa.
Salah satu proyek di Desa Kampung Besar Seberang, adalah renovasi rumah yang akan dijadikan MBG.
Kondisi proyek:
Proyek ini bukan pembangunan dari nol, melainkan renovasi bangunan lama. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan struktur ringan, penataan ulang ruangan, serta penyesuaian fungsi bangunan agar sesuai dengan kebutuhan MBG. Secara umum pengerjaan berjalan lancar, namun karena berada di area permukiman, aktivitas proyek sedikit mengganggu seperti suara bising dan material bangunan di sekitar lokasi.
Kesesuaian dengan standar etika profesi Teknik Sipil:
Proyek ini cukup memenuhi etika profesi jika dilihat dari tujuannya, yaitu memanfaatkan bangunan lama agar lebih fungsional. Namun, penerapan etika profesi juga dilihat dari prosesnya, seperti menjaga keselamatan kerja, tidak mengganggu lingkungan sekitar secara berlebihan, serta menggunakan material yang layak. Jika hal-hal tersebut diperhatikan, maka proyek ini sudah sesuai, tetapi jika masih menimbulkan gangguan tanpa pengelolaan yang baik, maka belum sepenuhnya memenuhi standar.
Kesesuaian dengan tradisi, suku, agama, adat, dan budaya setempat:
Renovasi ini pada umumnya sesuai dengan kondisi masyarakat setempat karena tidak mengubah fungsi sosial secara drastis dan masih berada di lingkungan permukiman. Selama pemilik dan pelaksana tetap menjaga hubungan baik dengan warga sekitar serta menghormati kebiasaan lokal (seperti komunikasi dengan tetangga), maka proyek ini dapat diterima dan tidak bertentangan dengan nilai budaya setempat.
Di Kampung Besar Seberang,terdapat salah satu bangunan sipil yang menarik yaitu Jembatan Trio Amanah. Jembatan ini merupakan jembatan gantung yang berfungsi sebagai penghubung antara Kampung Seberang dengan Kota Rengat, sehingga sangat membantu mobilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keberadaan jembatan ini tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mengurangi ketergantungan warga terhadap transportasi air. Selain itu, Jembatan Trio Amanah juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat karena sering dimanfaatkan sebagai tempat beraktivitas dan menjadi salah satu ikon di daerah tersebut.
Salah satu bangunan yang menarik di kampung besar seberang adalah rumah panggung tradisional zaman dulu. Rumah ini dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah untuk menghindari banjir dan genangan air karena kondisi wilayah yang dekat dengan sungai. Materialnya biasanya dari kayu lokal, dan pembangunannya sering dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Tradisi ini menunjukkan kekompakan warga sekaligus efisiensi dalam pembangunan.
Permasalahan Pembangunan (Kampung Besar Seberang) Salah satu permasalahan yang ada adalah kondisi jalan yang rusak dan sempit. Beberapa bagian jalan masih berlubang serta memiliki lebar yang terbatas, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama saat kendaraan berpapasan. Hal ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan distribusi barang, serta meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pelebaran jalan agar akses menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
Kejadian lain yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat adalah banjir besar tahun 2017 Curah hujan tinggi selama beberapa hari menyebabkan Sungai Indragiri dan Batang Rengas yang mengelilingi kelurahan ini meluap dan menggenangi permukiman serta lahan pertanian.
Aktivitas sehari-hari warga saat itu terganggu,. Beberapa rumah dan kebun terendam, serta sebagian warga harus mengungsi atau tinggal sementara di tempat yang lebih aman.
Pelaksanaan demokrasi di kelurahan ini terlihat melalui kegiatan Pemilu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maupun pemilihan kepala desa apabila diselenggarakan. Masyarakat umumnya menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses pemungutan suara berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dengan pengawasan dari petugas penyelenggara.
ds08alnmfy5sazuluphf2j5hwsn7wov
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat
0
27069
117450
117319
2026-07-09T07:53:42Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117450
wikitext
text/x-wiki
'''Sungai Raya''' adalah sebuah desa yang berada dalam Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu di Provinsi Riau.
Kasus jambret pernah terjadi di Desa Sungai Raya, yaitu Desember 2024. Pelaku beraksi biasanya malam hari sekitar pukul 21.30,, di ruas jalan yang cukup sepi. Pelaku dengan sepeda motor akan mendekatikorban dari belakang, kemudian menarik paksa tas atau barang-barang berharga lainnya dari koraban. Kejadian itu membuat warga sekitar merasa takut dan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan kejahatan di lingkungan tersebut.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
''Numpang lalu'' adalah cara warga untuk meminta izin kepada pemilik kebun apabila hendak melintasi kebun tersebut guna mempersingkat jalan. Pemilik kebun akan mengatakan lalu lah.namun biasanya warga juga ikut membersihkan rumput liar yang menghalangi jalan sebagai bentuk terima kasih kepada pemilik lahan karena di bolehkan untuk lewat di kebunnya.
Salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di Desa Sungai Raya dapat dilihat pada kegiatan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Dalam proses ini, masyarakat berpartisipasi langsung dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih calon kepala desa sesuai hati nurani mereka.
Pada saat pemilihan berlangsung, terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga pemilih pemula, ikut serta dalam memberikan suara. Proses pemungutan suara dilakukan secara tertib dengan pengawasan panitia desa serta aparat keamanan untuk menjaga kelancaran dan menghindari konflik.
Namun, dalam pelaksanaannya juga terdapat fenomena yang sering terjadi di lingkungan desa, seperti adanya pengaruh kedekatan keluarga atau hubungan sosial dalam menentukan pilihan. Beberapa warga cenderung memilih calon yang masih memiliki hubungan kerabat atau yang sudah dikenal dekat, bukan sepenuhnya berdasarkan visi dan misi.
Selain itu, ada juga kasus di mana sebagian masyarakat kurang aktif dalam mengikuti sosialisasi calon kepala desa, sehingga mereka kurang memahami program yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Setelah pemilihan selesai, hasil keputusan tetap diterima oleh masyarakat, meskipun terdapat perbedaan pilihan. Tidak terjadi konflik besar, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. Hal ini menunjukkan bahwa nilai demokrasi seperti menerima hasil keputusan bersama sudah mulai diterapkan dengan baik.
Salah satu tradisi masyarakat Sungai Raya bila hendak meminta tanaman, yaituterlebih dahulu berbasa-basi "memuji tanaman" orang lain tersebut, seperti ''subur betul pohon mangga kakak ni'', ''nampaknya memang lebat betul buahnya, manis nampaknya buah e''. Kalau terlihat pemilik pohon mangga itu t''ekimot-kimot'' (sumringah), barulah disampaikan hajatnya, yaitu meminta tbuah mangga tersebut.
Adat budaya "''Buah menjunta''i" Jika sebuah pohon, seperti mangga, rambutan, atau durian tumbuh di pekarangan, namun dahan serta buahnya condong atau menyeberang melewati batas pagar maka itu membiarkan tetangga terdekat mengambil buah yang menjuntai di wilayah mereka. Sebaliknya, tetangga tersebut secara adat wajib meminta izin secara lisan kepada pemilik pohon sebelum memetiknya.
Di desa ini, pendidikan tidak berhenti saat jam sekolah usai. Masyarakat setempat sangat berkomitmen menjaga tradisi belajar agama setelah maghrib, di mana anak-anak usia sekolah wajib ke surau atau masjid untuk belajar mengaji.
"Good Governance (GG)" prinsip yang dipilih : Supremasi Hukum (Rule of Law) . Setiap warga memiliki kedudukan yang sama di depan hukum adat maupun peraturan desa, seperti dalam penerapan kesepakatan larangan membakar lahan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Proses penegakan hukum di desa ini adalah dengan Penyampaian perkara oleh warga kepada RT/RW atau Pemuka Adat lalu Tokoh adat memanggil kedua pihak untuk memeriksa fakta secara kekeluargaan kemudian Sidang bersama Kepala Desa dan Tetua Adat untuk mencari mufakat Pemberian sanksi moral atau materiil (denda) yang diakhiri dengan perdamaian untuk membersihkan nama baik desa.
Di desa sungai raya Pengawetan Hasil Sungai, Karena berada di sepanjang Sungai Indragiri, saat musim ikan melimpah, banyak warga mengawetkannya secara tradisional menjadi ikan salai (asap) atau ikan asin. Ini menjadi sumber protein yang awet saat musim paceklik atau banjir.
Tanaman yang berpotensi menjadi bahan pangan di desa ini adalah talas liar atau keladi.Cara pengolahan umbi talas/keladi Kupas talas lalu iris tipis-tipis.Rendam dalam air garam selama 1–2 jam untuk membuang zat pemicu gatal, lalu bilas bersih.Jemur di bawah matahari sampai benar-benar kering dan rapuh.Giling&Blender/tumbuk hingga jadi bubuk halus, lalu ayak.Dan tepung talas siap digunakan untuk buat kue atau Cemilan.
Anyaman Daun Nipah/Pelepah Rumbia untuk sarana Agribisnis. Membuat pot semai dari anyaman daun nipah/rumbia yang bisa didegradasi oleh tanah. Saat bibit sawit atau karet siap tanam, peternak/petani tidak perlu melepas plastik polybag, tinggal kubur langsung ke tanah.
91wfgkivp30i7oogecucf37xlppfe5m
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim
0
27074
117457
117292
2026-07-09T08:50:15Z
Yuliandasyafitri
42716
/* */
117457
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kolam Loyang Rakit Kulim merupakan karya dokumentasi ilmiah yang disusun dalam rangka Proyek Mahasiswa (Proma) pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Kajian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Hendri, S., M.A., bersama mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidanan, dan S1 Teknik Sipil pada tahun 2026. Melalui kajian empiris ini, mahasiswa mendokumentasikan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di kawasan Kolam Loyang Rakit Kulim sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.'''
'''Kolam Loyang''' merupakan salah satu situs budaya yang berada di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bagi masyarakat setempat, Kolam Loyang dikenal sebagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Indragiri. Hingga saat ini, keberadaan Kolam Loyang masih dijaga karena memiliki nilai sejarah dan budaya serta menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Indragiri.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Kelayang berasal dari kata Keloyang atau Kolam Loyang. Kawasan ini dipercaya pernah digunakan sebagai tempat pelaksanaan prosesi adat kerajaan, termasuk tempat pemandian Raja Narasinga II sebelum dinobatkan sebagai Raja Indragiri. Kolam Loyang juga dikenal melalui legenda Mahligai Keloyang yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari cerita rakyat Melayu. Selain itu, di kawasan ini pernah ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan peninggalan masa lampau, seperti guci, keramik, tombak, dan meriam, sehingga memperkuat nilai sejarah yang dimiliki Kolam Loyang.
Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah adanya upaya pelestarian Kolam Loyang oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bersama tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui peninjauan kondisi situs dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan agar tetap dapat dimanfaatkan sebagai warisan budaya, sumber pembelajaran sejarah, dan tujuan wisata budaya.
Dalam kehidupan masyarakat Desa Kelayang, nilai-nilai demokrasi masih diterapkan melalui musyawarah untuk menentukan jadwal gotong royong membersihkan kawasan Kolam Loyang, pemilihan pengurus kegiatan masyarakat atau pemuda, serta pembahasan pelaksanaan kegiatan adat di desa. Setiap warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil secara mufakat. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai demokrasi, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
82jvyd82pdle10uyz5dd315b1yyl0uf
117458
117457
2026-07-09T08:59:03Z
Yuliandasyafitri
42716
/* */
117458
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kolam Loyang Rakit Kulim merupakan karya dokumentasi ilmiah yang disusun dalam rangka Proyek Mahasiswa (Proma) pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Kajian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Hendri, S., M.A., bersama mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidanan, dan S1 Teknik Sipil pada tahun 2026. Melalui kajian empiris ini, mahasiswa mendokumentasikan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di kawasan Kolam Loyang Rakit Kulim sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.'''
'''Kolam Loyang''' merupakan salah satu '''kawasan bersejarah''' yang berada di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bagi masyarakat setempat, Kolam Loyang dikenal sebagai peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya dan masih dijaga keberadaannya hingga sekarang. Kawasan bersejarah ini menjadi bagian dari sejarah lokal masyarakat Melayu Indragiri serta menjadi salah satu warisan budaya yang terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Kelayang berasal dari kata '''Keloyang''' atau '''Kolam Loyang'''. Kawasan ini dipercaya telah dikenal sejak masa Kerajaan Indragiri dan berkaitan dengan pelaksanaan prosesi adat kerajaan. Salah satu cerita yang masih diwariskan adalah Kolam Loyang pernah digunakan sebagai tempat pemandian Raja Narasinga II sebelum dinobatkan sebagai Raja Indragiri. Selain itu, Kolam Loyang juga dikenal melalui legenda '''Mahligai Keloyang''' yang mengisahkan pertemuan Datuk Sakti dengan para bidadari. Legenda tersebut masih diceritakan secara turun-temurun sebagai bagian dari budaya masyarakat Melayu.
Di kawasan Kolam Loyang pernah ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan '''peninggalan masa lampau''', seperti guci, keramik, tombak, meriam, dan peralatan rumah tangga tradisional. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai sejarah yang penting. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah adanya kegiatan peninjauan dan pelestarian Kolam Loyang oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bersama tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi kawasan bersejarah tersebut agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah serta wisata budaya.
Dalam kehidupan masyarakat Desa Kelayang, nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat melalui kebiasaan bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama, seperti menentukan jadwal gotong royong membersihkan kawasan Kolam Loyang, memilih pengurus kegiatan masyarakat atau pemuda, serta membahas pelaksanaan kegiatan adat di desa. Setiap warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil secara mufakat. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa nilai demokrasi, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
n481cf4nqy728u00caci9eynunleusq
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang
0
27081
117439
117139
2026-07-09T04:16:06Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117439
wikitext
text/x-wiki
'''Bongkal Malang''' adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabaupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Desa ini memiliki akar sejarah yang kuat dengan budaya Melayu dan legenda lokal, sering kali dikaitkan dengan kisah perjuangan ''Datuk Patih''. yang berpusat di kawasan Talang Gelanggang.
Desa Bongkal Malang memiliki luas wilayah + 1.800.000 M2, yang berbatasan langsung di sebelah Utara dengan Desa Perkebunan Sei Lala dan Desa Morong, Sebelah Selatan dengan Desa Simpang Kelayang dan Desa Sungai Banyak Ikan, Sebelah Timur dengan Desa Dusun Tua Pelang, Deaa Dusun Tua, dan Desa Teluk Sejuah, serta di sebelah Barat degan Desa Pondok Gelugur.
Keadaan tanah di Desa Bongkal Malang berupa dataran tinggi dan banyak anak sungai yang melintasinya.
Penduduk Desa Bongkal Malang rata-rata suku Melayu, juga ada suku Jawa, Minang dan Batak Seiring dengan perkembangan Zaman penduduk desa Bongkal Malang Tahun 2020 berjumlah 2.537 jiwa 698 KK.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi masyarakat adalah per akhir 2025, transportasi dan infrastruktur di Desa Bongkal Malang, mengalami peningkatan signifikan, terutama pada sektor jalan penghubung, rekonstruksi ruas Jalan Cerenti–Air Molek yang melintasi Desa Bongkal Malang menggunakan sistem rigid pavement (beton kaku) sudah dapat digunakan. Jalan Cerenti–Air Molek di Desa Bongkal Malang merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi, sangat penting untuk mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan.
Tradisi membangun rumah yang menjadi kebiasaan tukang tradisional di desa ini masih memegang teguh beberapa kebiasaan adat antara lain Doa Selamat (''Tepung Tepung Tawar''). Ritual ini dilakukan sebelum memulai pondasi atau penebangan kayu struktur utama, tukang dan pemilik bangunan melakukan prosesi tepung tawar untuk memohon keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan
''Menegakkan Tiang Seri:'' Tiang utama (tiang seri) di pojok kanan depan bangunan harus didirikan pertama kali dalam kondisi utuh tanpa sambungan. Prosesi ini dipimpin oleh pemuka adat atau tokoh agama setempat melalui lantunan doa bersama
''Batobo'', khusus untuk fasilitas umum atau rumah warga,, terutama dalam pengerjaan struktur berat, misalnya menaikkan kuda-kuda, kegiatan cor, dan sebagainya sering kali melibatkan warga desa secara sukarela.
Seperti halnya desa lain, hal yang menonjol tentang demokrasi di desa ini adalah transparansi Pemilu dengan mengumumkan secara terbuka informasi mengenai daftar pemilih, jadwal pemilihan, calon yang mengikuti pemilihan, serta hasil penghitungan suara kepada masyarakat. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh warga serta saksi dari masing-masing calon sehingga proses pemilu berjalan jujur, adil, dan dapat diawasi bersama.
4f9ds9qhxmtj4uu32102s7qmzzsbv5s
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat
0
27088
117459
114467
2026-07-09T11:22:48Z
Reva adelia
43476
/* */
117459
wikitext
text/x-wiki
Kampung Pulau adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]]
Desa Kampung Pulau merupakan desa yang hidup dengan semangat gotong royong dan saling membantu. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, dan pedagang kecil. Kehidupan bermasyarakat di desa ini cukup rukun karena masyarakat berasal dari berbagai suku dan tetap menjaga persatuan.
Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi adalah ketika banjir akibat curah hujan tinggi menggenangi beberapa rumah dan lahan pertanian. Pada saat itu masyarakat bersama pemerintah desa dan warga,dan relWan masyarakat bekerja sama mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Bentuk demokrasi yang diterapkan di Desa Kampung Pulau terlihat melalui pelaksanaan musyawarah desa. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan kebutuhan desa. Selain itu, warga juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cara ini, keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi masyarakat dan menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
jf2co93ylpxgb99310de4t5teuzrc5d
117460
117459
2026-07-09T11:23:21Z
Reva adelia
43476
/* */
117460
wikitext
text/x-wiki
Kampung Pulau adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]]
Desa Kampung Pulau merupakan desa yang hidup dengan semangat gotong royong dan saling membantu. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, dan pedagang kecil. Kehidupan bermasyarakat di desa ini cukup rukun karena masyarakat berasal dari berbagai suku dan tetap menjaga persatuan.
Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi adalah ketika banjir akibat curah hujan tinggi menggenangi beberapa rumah dan lahan pertanian. Pada saat itu masyarakat bersama pemerintah desa dan warga,dan relWan masyarakat bekerja sama mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Bentuk demokrasi yang diterapkan di Desa Kampung Pulau terlihat melalui pelaksanaan musyawarah desa. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan kebutuhan desa. Selain itu, warga juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cara ini, keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi masyarakat dan menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa
2m653e0b1qk6oq6w8tou47ydataxm4z
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat
0
27098
117449
117274
2026-07-09T07:34:51Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117449
wikitext
text/x-wiki
'''Tanah Datar''' adalah sebuah desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Salah satu peristiwa yang pernah dialami masyarakat adalah wabah penyakit ''chikungunya'' pada tahun 2008. Pada saat itu, banyak warga terserang penyakit yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk sehingga jumlah penderita meningkat dalam waktu yang relatif singkat.
Akibat wabah tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu. Banyak warga tidak dapat bekerja atau bersekolah karena harus beristirahat dan menjalani pengobatan. Untuk mengatasi penyebaran penyakit, masyarakat bersama petugas kesehatan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, serta melakukan pengasapan (fogging) di beberapa wilayah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga semakin meningkat.
a48anr1rqyvxpjt2vac7n2cwjj3mmv4
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal
0
27101
117446
117305
2026-07-09T07:07:50Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117446
wikitext
text/x-wiki
'''Siambul''' adalah nama sebuah desa yang terdapat pada Kecamatan Batang Gansal di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Desa Siambul dikenal dengan potensi wisata alamnya, antara lain Danau Siambul yang memiliki air berwarna hijau tosca.
Sebagian besar wilayah Siambul adalah kawasan pertanian, perkebunan, dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Desa ini masih sangat lekat dengan kearifan lokal komunitas Suku Talang Mamak yang mendiami wilayah penyangga di dalam dan sekitar Batang Gansal.
Desa ini pernah menjadi juara II desa terbaik tingkat Provinsi Riau untuk kategori pelayanan informasi dan keterbukaan publik pada 2018.
Bencana banjir dari luapan Batang Gansal terjadi November 2022, Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap dan merendam jalan poros penghubung antara Desa Usul dengan Desa Siambul. Ketinggian air di jalan utama mencapai lebih dari 1 meter, Agar tetap bisa beraktivitas, warga setempat bergotong-royong membuat rakit dari bambu untuk menyeberangkan sepeda motor dibantu oleh aparat kepolisian (Bhabinkamtibmas) yang ikut berendam seharian di lokasi banjir.
Generasi saat ini sangat Mengetahui hal tersebut. Peristiwa banjir berkala ini diingat sebagai salah satu tantangan infrastruktur terbesar yang sering mereka hadapi saat musim hujan.
Sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Desa Siambul berjalan dengan kombinasi unik antara demokrasi formal modern dan nilai-nilai musyawarah adat. Pemerintahan Adat dan Formal yakni, Posisi Kepala Desa di Siambul sering diselaraskan dengan panggilan Riya (tokoh tertinggi dalam struktur adat Suku Talang Mamak). Segala keputusan penting di desa termasuk pemilihan kepala desa didasarkan pada musyawarah bersama antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pemangku adat (Batin/Tokoh Adat) agar sesuai dengan tatanan yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan Penerapan demokrasi juga terlihat dari transparansi penyaluran bantuan sosial seperti BLT Dana Desa dan pelayanan informasi publik. Meski demikian, pelaksanaan demokrasi di desa ini sering kali diwarnai oleh tantangan konflik sengketa lahan atau koperasi yang sempat menimbulkan gesekan pro dan kontra antarwarga.
2fan17pu44ngsrf55gmnlowh067hkyf
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan
0
27732
117447
117281
2026-07-09T07:16:03Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117447
wikitext
text/x-wiki
'''Tembilahan''' merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selain berfungsi sebagai wilayah administratif, Tembilahan juga merupakan ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir. Oleh karena itu, kecamatan ini menjadi pusat penyelenggaraan pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan, serta berbagai pelayanan publik. Sebagai pusat aktivitas masyarakat, Tembilahan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Kecamatan Tembilahan kondisi wilayahnya didominasi dataran rendah yang dipenuhi sungai, anak sungai, dan parit. Keberadaan sungai memiliki peranan penting sebagai jalur transportasi, sumber mata pencaharian, serta penunjang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sejak dahulu, Tembilahan dikenal sebagai kawasan yang berkembang karena letaknya yang strategis di tepi Sungai Indragiri. Posisi tersebut menjadikan Tembilahan sebagai pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat. Seiring perkembangan Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten dan terus mengalami kemajuan di berbagai bidang, seperti pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Salah satu peristiwa yang masih diingat masyarakat Tembilahan adalah Kebakaran Besar Pasar Terapung Tembilahan yang terjadi pada 22 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB. Kebakaran diduga bermula dari salah satu kios di kawasan Pasar Terapung Tembilahan. Api kemudian menyebar dengan cepat karena bangunan di sekitar lokasi saling berdempetan dan sebagian besar terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Akibatnya, ratusan kios dan ruko hangus terbakar. Musibah tersebut mengakibatkan banyak pedagang kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan.
Penduduk Kecamatan Tembilahan terdiri atas berbagai suku, seperti Melayu, Banjar, Bugis, Minangkabau, Jawa, Batak, Tionghoa, dan suku lainnya. Keberagaman tersebut menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dengan semangat toleransi dan saling menghormati. Mata pencaharian masyarakat cukup beragam, antara lain sebagai pedagang, pegawai negeri, nelayan, petani, buruh, pelaku usaha, dan karyawan swasta.
== HAM dan Demokrasi ==
Penerapan demokrasi di Kecamatan Tembilahan dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan publik secara adil, merata, dan tanpa diskriminasi sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia.
rrr5xlnskfnb8kk9u7yhwl0g0jwgzyn
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri
0
27733
117432
117425
2026-07-09T03:05:11Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117432
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
1blye13qboecguaiyt3ig6cktdhxh6e
117434
117432
2026-07-09T03:20:43Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117434
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
pxz1vb4zuj545jesqpcyast7rd47o6f
117436
117434
2026-07-09T03:39:48Z
Hendri Saleh
40599
Daftar isi
117436
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
9vn3cy3jousepfg64veoirxjir3pmne
117445
117436
2026-07-09T05:35:10Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117445
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
9frpmawwijg7lkz1bz8tpahv1bk2g33
117452
117445
2026-07-09T08:06:41Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117452
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap|Peranap]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
1rjqjl6cnm9drm4e5jtwmnh1pa8jjlv
117456
117452
2026-07-09T08:37:29Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117456
wikitext
text/x-wiki
__PAKSADAFTARISI__
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
# <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki>
# <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki>
# <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki>
# Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/danau baru rengat barat riau|Danau Baru Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap|Peranap]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]]
sewqjgni8p2wur7x0dd51ukufvbr0n9
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung
0
27739
117444
117307
2026-07-09T05:33:51Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117444
wikitext
text/x-wiki
'''Desa Teluk Kabung''' berada di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Desa ini memiliki potensi utama di bidang perkebunan kelapa sawit, kopra, perikanan, serta produksi madu sialang. Selain itu terdapat industri pengeringan padi dan pengolahan madu sialang yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Tahun 2019, bersamaan musim kemarau terjadi kebakaran lahan di Teluk Kabung. Berhari-hari dalam masyarakat desa terpapar jerebu dan asap, sampai akhirnya titik apa padam pada Maret 2020. Sejak saat itu masyarkat berpatroli memantau lahan yang rentan terbakar.
Masyarakat merasa khawatir saat itu, karena kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kabut asap, mengganggu kesehatan, merusak kebun, serta menghambat aktivitas sehari-hari. Warga kemudian diajak untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Generasi muda sekarang ini rata-rata mengetahui peristiwa tersebut, terutama yang tinggal di Desa Teluk Kabung.
Pelaksanaan Demokrasi di Desa Teluk Kabung diwujudkan melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara langsung. Pada Pilkades tahun 2023 aparat pemerintah, BPD, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan bersama masyarakat yang memiliki halk pilih menyemarakkan proses Pilkades, sesuai tupoksi masing-masing.
Selain Pilkades, demokrasi di Desa Teluk Kabung juga terlihat melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang Desa, yaitu forum yang melibatkan pemerintah desa, BPD, kepala dusun, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan usulan pembangunan serta mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat.
eda.
tclh47170t8rk4peuff3enln9du3tzv
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/danau baru rengat barat riau
0
27740
117455
117310
2026-07-09T08:34:57Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117455
wikitext
text/x-wiki
'''Danau Baru''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Saat ini desa ini dipimpin oleh M Ridwan. Danau Baru memiliki letak yang strategis di kawasan aliran Sungai Indragiri sehingga kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh kondisi sungai dan sumber daya alam di sekitarnya. Selain memiliki potensi di sektor pertanian dan perikanan, Desa Danau Baru juga dikenal memiliki kehidupan sosial yang harmonis serta semangat gotong royong yang masih terjaga.penduduk nya menggunakan bahasa melayu dan saling menjaga adat di desa nya.Masyarakat di sini berkomunikasi dengan berbicara secara langsung atau tatap muka, dengan sopan santun, dan menggunakan bahasa melayu, dan manfaat agar masyarakat bisa lebih akrab.
Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi di desa danau baru adalah abrasi atau pengikisan tebing Sungai Indragiri. Pada 22 Maret 2017. Abrasi semakin parah akibat tingginya debit air sungai. Jarak antara bibir sungai dan rumah warga hanya sekitar satu meter sehingga mengancam permukiman, jalan desa, serta arena Pacu Jalur. Masyarakat meminta pemerintah segera membangun turap untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Mayoritas penduduk Desa Danau Baru bekerja sebagai petani, nelayan, buruh, dan tukang. Sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian masyarakat karena didukung oleh lahan yang cukup subur. Selain itu, hasil perikanan dari Sungai Indragiri juga menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga. Aktivitas ekonomi desa terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. biasa nya masyarakat bertani sawit, dalam 2 minggu sekali petani akan memanen buah sawit tersebut. BPD (Badan Permusyawaratan Desa) tujuannya itu agar setiap urusan fasilitas di desa berjalan dengan lancar, segala urusan yang ada di desa berjalan dengan tertib.
Masyarakat di sini sering memasak ''tempoyak'' ikan patin, untuk tempoyak masyarakat akan menunggu musim durian tiba. edangkan ikan patin, biasanya dicari di sungai indragiri.
Desa Danau Baru memiliki tugu. Pembangunan tugu Desa danau baru itu berada di pinggiran sungai indragiri berbatasan antara Desa Alang Kepayang dan Kota Lama. Bentuk tugu, berupa orang yang memegang dayung. Tugu ini melambangkan budaya ''Pacu Jalur'', karena Danau Baru dikenal sebagai esa atlit ''Pacu Jalur''.
lzdi2hi28t9x69vf6kcb9w0fir53nmo
Pengguna:Sajak Puisi
2
27748
117448
117381
2026-07-09T07:21:27Z
Sajak Puisi
43496
/* */
117448
wikitext
text/x-wiki
PUISI-PUISI
KARYA AGUNG GEMA NUGRAHA
Agung Gema Nugraha adalah seorang sastrawan (penyair), seniman, pemerhati budaya, mistik, spiritual, dan relawan independen juga konten kreator di Bandung, Jawa Barat. Ia telah membuat seribu puisi lebih dalam waktu singkat secara berkala.Berikut di bawah ini sebagian kecil dari karya-karya beliau :
1.
LAGU AGUNG BULAN JUNI (2026)
Agung Gema masih mengembara
Sambil bergelayutan di hutan kata-kata
Lalu mencium aroma nektar madu lebah
dari singgasana kursi kejujuran
Kebenaran adalah pangeran tersembunyi
di lubuk lembah terdalam hati nurani
Kini setelah zaman berganti
Ia mesti berdaya berani berjaya
Memakai mahkota keadilan
demi mewujudkan kesejahteraan
yang merata bagi umat manusia
2.
MAKNA PUISI
Puisi adalah mantra ajaib
Dari intuisi sakral yang gaib
Pesona bahasa penuh perbawa
Ikatan kuat sinyal-sinyal dunia
Alam berkelana pada pijaran
Sinar-sinar ruhani gemerlapan
Biarlah emosional itu terlibat
Dalam frasa rangkaian tersurat
Fantasi gairah mimpi keramat
Kan membuka tabir yang tersirat
3.
PUISI DARI TANAH BANDUNG
Bagai danau, bunga dan bukitan
Aku catat setiap kejadian
Dari mantra-mantra ajaib
Kemungkinan dan sikap kearifan
Puisi dari tanah Bandung
Adalah visi misi semesta raya
Penjaga generasi masa datang
Penyejuk gelombang zaman
Keharmonisan ucap, kata, alam
Menjadi bahasa penuh makna
Air mengalirkan semangat
Restu kebajikan keramat
Halus berbudi
Cermin bagi jendela hati
4.
AKU BANGGA DI INDONESIA
Setelah umur empat puluh tahun
Harus kunyatakan dengan jujur
Agar aku mujur dan makmur
Terpilih sebagai orang bersyukur
Aku bangga di Indonesia
Matahari terbit di atas kepala
Sinarnya sejuk menyegarkan mata
Angin mengalir tenang perlahan
Membawa wangi bunga kemboja
Orang berkata : kamu tidak bekerja?” Padahal dia tak banyak tahu tentangku dan arti pekerjaan
Apakah dinamakan bekerja
Jika berada di perusahaan asing ?
Atau dengan kemeja, jas, sepatu, tas
Lalu berucap “saya sibuk sedang bekerja”!
Apakah tidak lebih baik
bangga dengan kemampuan diri
ketika seseorang bisa memanfaatkannya
untuk pengabdian terhadap bangsa dan negara?
Juga memiliki sekaligus berbagi waktu
untuk berbagai keperluan?
Hidup adalah pilihan
Angin dan air tumpang tindih
menjadi banjir.
Membawa kayu kegolondongan,
biji emas dan nikel.
Memoles batu akik berwarna hijau
Adalah bumi kita zamrud khatulistiwa
Menyuguhkan harum cendana.
Aku tidak ingin ke luar negeri
Sudah kutetapkan di sini
Menikmati suka duka bersama mimpi
Meski dihina dicaci
Hanya karena serabutan
Hihi bukan persoalan
Karena aku cinta negeri ini
Setiap saat kuingat
Aku berdoa dalam sunyi
Semoga keadilan merata
Semangat kebangsaan tumbuh
Negeri damai tenteram
Rakyatnya sehat
Pusakanya keramat
Aku berharap bisa mencerdaskan
Kehidupan bangsa
Bersikap patriotik tidak harus berpolitik
Aku punya karya
Meski tidak seterkenal Shakespeare
Chairil Anwar atau Rendra
Tapi aku bisa menunjukkan diriku
Dengan sebuah catatan pemikiran
Aku lulusan bahasa dan sastra
Sebagai sarjana
Sejak awal aku kuliah bukan untuk bekerja
Tapi mencari ilmu agar bisa berbagi
Lebih dekat dengan Indonesia
Dengan bahasa, sastra dan budaya
Di luar itu
Aku mempelajari musik, filsafat,
agama, tata negara, hukum, sosial, politik, ilmu alam, kewirausahaan, peradaban sejarah, psikologi, eskatologi, mistik
perjimatan, keajaiban matematika, mantik,
dasar fisika, metafisika, pengobatan, kaidah-kaidah kedokteran
ramalan-ramalan kuno dengan berbagai genre nya kuperdalam setiap hari
Akhirnya semua kusatukan
dalam karya puisiku
“Julukanku perpustakaan berjalan”
Kurang pas tapi mengagetkanku
Aku punya banyak murid
Formal maupun informal
Mereka mau tidak mau mengakui
Pengetahuannya dari pengetahuanku
Dan aku tidak perlu gaji untuk itu
karena seorang guru adalah pengabdian.
memberi kesegaran bagi masa depan.
Kendaraanku cukup
Dari hasil mengamen
Aku bisa membeli rumah
Cukup untuk singgah, merenung menikmati hari.
Aku punya kebun cukup luas
tiga puluh enam tumbak
Ya dari hasil jual rongsokan
Aku tidak pernah mencicil apapun
Sampai saat puisi ini kamu baca
Tidak juga kekurangan uang
Dan jauh dari hutang ke bank
Malahan membayari seseorang
yang memiliki hutang
Haha terkadang aku tertawa
Sambil terharu
Siapa aku?
Aku cuma rindu wanitaku.
Itu naluriah
Seorang lelaki mencintai dan dicintai
Kerinduanku berkarat disiram rembulan
Hidup adalah perjalanan
Hidup adalah persinggahan
Siapa orang yang tidak terberkati
Dengan adanya diriku
Bukan memuji diri
Ini adalah klarifikasi
Maaf pernyataanku lucu-lucuan
Berharap bisa memberi kesan
Pertimbangan untuk ke depan
Anak aku sekolahkan
Aku benci pungli bila terjadi
Anak yatim cukup kubiayai
Para janda masih sanggup kuhidupi
Aku masih bisa meminjamkan uang
Tanpa bunga tanpa anggunan
Entah mungkin nanti
Sampai saat puisi ini kutulis
Pagi di Indonesia penuh canda
Kehangatan dan paradoks nya jiwa
kurasakan menjadi bahan kajian
Dan kita mesti belajar berlapang dada
Aku paham di zaman sekarang
Bekerja kantoran adalah kebanggaan
Tapi tidak bagi diriku
Kita bisa berbeda itulah keberagaman
Kecerdikan bersilat lidah lebih dihargai
Ketimbang sikap ksatria
Ya ya hidup hedon sedikit nakal
Atau berfoya-foya adalah keberhasilan
Penilaian tergantung gaya hidup
Biarpun berat sanubari melarat
Yang penting rumah, kendaraan, tumpukan belanjaan
terlihat keluarga atau tetangga
Itulah yang kutangkap dari sisi lain
Yang lain dengan pandanganku
Aku bangga di Indonesia
Biarpun belum bisa membanggakan
Bukan pula kebanggan
5.
NEGERI YANG ANEH
Di balik galaksi bima sakti
Ada secarik tulisan
“Negeri yang aneh
Puisi pun dibatasi
oleh modal dan pandangan pribadi
Disesuaikan dengan keinginan
para oligarki
Menolak keindahan persepsi
Berarti menidurkan daya sejati
dari kreatifitas perasaan
anugrah Tuhan
Jika dipilih dipilah
Seperti ikan asin, cumi, udang
Di beli dapat hasil beli
Di kursuskan jadi karbitan
Di pertontonkan butuh pengakuan
Di bukukan perlu bayaran.”
Aku berjalan dari desa ke kota
Mencatat tiap gejala di kehidupan nyata
Mengolah rasa menjadikan karya sastra
Dan tak peduli
ada yang mengakui
Ini bukan curahan hati
Tapi demi kebebasan berpuisi
Selama unsur keindahan
itu terjadi
Maka layak diberi
Prestise dan prestasi
Sebagai penyair meski sunyi
Jangan persulit lagi
Sudah bosan terlalu berangan
Tanpa perkumpulan
Tak ada penerbitan
Tanpa uang
Tak ada keikutsertaan
Apalagi kelayakan
Tanpa komunitas
Tak ada kepenyairan
Lepaskan itu semua
Buatlah puisi
Tanpa perlu penilaian
Untung di planet lain
Terhijab triliunan kain
Bukan di bumi
Pula di negeriku ini
Tapi di balik matahari
Tiada terkena sentuhan cahaya
Jauh dari rembulan
Negeri begitu kelam
Hanya malam
Menggelombang mengambang
…
Puisi tak perlu tingkatan
senioritas
Puisi lepas aturan
kesesuaian tema, judul dan kata
Puisi adalah eksistensi diri
Puisi memupuk kemandirian naluri
Merdekakan puisi
Dari cengkeraman tangan ganda
yang berotot, berkuku, bergigi kuda
Puisi tidak seperti rel
Sambung menyambung
Bukan bukit gunung
Juga berbeda dengan jalan tol
Apalagi minuman botol
Puisi tak perlu laku
Atau rayu merayu
agar terjual di pasar
Puisi adalah kearifan
Hakikat manusia
yang dengannya dia berjaya
6.
DUNIA TANPA BATAS
Angin panas dari negara maju
menyerbu singgasana kepulauan
Arah baru membuka tantangan
bagi masa depan
Dalam permasalahan kompleks
Negara berkembang ditekan
dipaksa untuk perubahan
Meski harus hilang keseimbangan
antara hak dan kewajiban
Isu global, kesenjangan sosial
Berlarut-larut bagai hujan
yang bisa mengakibatkan banjir
dan gempa susulan
Dunia saat ini dalam satu pantauan
satu daerah lingkup teknologi
Kita tak bisa diam dalam percaturan
pergerakan kesadaran perlu diberdayakan
Peranan masyarakat adalah matahari
yang penting untuk dikedepankan
Dalam hal budaya, seni, sosial, komunikasi
dan segala aspek kehidupan
Sesuai dengan kemampuan
tanpa meninggalkan nilai moral leluhur
serasi, selaras
berkeadilan bersatu dalam perbedaan
Kapitalis adalah gunung angkuh
yang tak mungkin mengalah runtuh
menjadi lembah
Dunia tanpa batas
Memberi informasi kenyataan negeri
Bahwa kita sedang dipersiapkan
Untuk menjadi pion atau raja
7.
PUISI UNTUK PEMBERITAAN
(Khusus Sesar Lembang)
Masih itu saja. Berita adalah doa
Bisa berwujud mantra-mantra
ketika diulang-ulang
memakai syarat ketentuan
Pengabaran seolah ramalan
dalam kehidupan.
Keterkabulan akan terjadi
bila diiringi hati harap-harap cemas
Ketakutan akan menumbuhkan sayapnya
ke langit maka sampailah pada penjaga
Malaikat pengurus bumi
Maytotorun Maytotorun!
Kritik mesti ditegakkan dengan
benar dan berkeadilan.
Antisipasi dibutuhkan
sekadar keperluan
Tapi tidak harus terus-menerus
Menjadi arus
topik pembicaraan
Peliputan yang bertolak
dengan kenyataan mata telanjang
Adalah melawan kekuatan alam
Peliputan mencari kesadarannya
kepada berbagai pihak
Baik untuk sebagian tujuan
Dan akan kurang beruntung
bagi metafisika spiritual
Jiwa manusia mesti terjaga
8.
SENDAWAKU, BUAT OKNUM,
KORUPTOR!
.. …..
Sendawaku akhirnya sampai juga kepadamu
di saat aku tidak mengharapkanmu.
Eughh, eughh oknum, koruptor!
Oknum, koruptor
Bertelor
Meneror
Mimpi masa depan kebangsaan
Merah mega menyala
Semburat cinta purba bangkit perkasa
Berani memberantas korupsi
adalah ksatria sejati
Pemimpin cermin bagi hati nurani
Oh kekasihku, yang duduk di kursi
kekuasaan negara
jangan makan gaji buta
Di antara awang-awang
dan bumi yang pernah cedera
Sepuluh tahun aku menahan luka
Dua puluh tahun aku terlunta-lunta
Kamu kini bukan wujud yang kemarin
Manipulasi diri begitu narsis dan dingin
Seperti lambungku, kosong kendor
Oknum, koruptor! Oknum, koruptor!
9.
CIKOLE
Mimpi-mimpi yang perkasa
berdiri tegak di bawah lembah
Gunung Tangkuban Perahu
Langkah-langkah dari jauh
disulap angin riuh
dan mitos negeri peri
Gunung Puteri
Kembang Jaksi
Lembah Hyang
Cikole
Jayagiri
Dewi
menyala seperti bintang di malam hari
Murninya alam kahyangan
Cantiknya Parahyangan
10.
LAGU BUAT NENG DEWI
(Bulan Juni 2026)
Aku tulis puisi ini
Sambil menikmati bulan Juni
Riuh remaja bulannya muda
Wahai neng Dewi kucinta padamu
Setangkai bidara yang tertanam
Diusapi sepi udara malam
Sejuk membelai merekah gemulai
Memantapkan keyakinan tanpa buaian
Dirimu dalam pandangan
Bagai kejernihan murni Bumi Pertiwi
Wahai neng Dewi kumerindukanmu
11.
KEMBALI KE LEUWI PANJANG
Kembali ke terminal Leuwi Panjang
adalah menemani nyanyi pagi
bulan Juli
setelah kegiatan sehari-hari terhenti
Bus kota kunaiki bersama mimpi
tanpa mengenyam raut muka
kekasih masa silam
Dan Dewi masih menunda tanda
Belum juga terbit di pelupuk mata
Tapi hidup tak boleh sia-sia
dalam kobarannya
12.
TANGIS BESI
Tangis Besi Tangis Besi
Betapa ganasnya satu pekerti
Dan ia tak mau mengerti
Tangis besi Tangis Besi
Keras kaku pemikiran angan
Itu tak bisa dihancurkan
13.
PENA JULI
Pena Juli
Tintanya tersirap matahari
dari ufuk hari yang tak pasti
Pena Juli
Tiada tajam bagai gergaji
atau kilat pisau belati
Patah perintah hati nurani
14.
MAWAR TEMBAGA
Mawar tembaga
Adalah bunga persembahan zaman
Kebunnya sudah menjadi menara
Istrinya terbentur musim gugur
Segala jiwa keluarga menganggur
Mawar tembaga
Lelaki legam perkasa
Sudah lima tahun bertapa
bertambah tua muka
banyak berduka
Tak ada cinta
jika tak menghasilkan
Sebagaimana cahaya malam redam
bila bintang bulannya tenggelam
Ah kesendirian itu adalah pintu gila
Mawar tembaga
15.
BERAS BATIN
Beras Batin
Angin menggelinding membawa kabar
tentang tanah subur tanpa penghuni
Sawah-sawah liar itu telah tertanam
gedung dan perumahan mewah
Beras Batin
Rakyatnya pergi ke lorong mega
Sambil melangkah menganga
menitikkan air mata tanpa suara
Karena bunyi habis termakan
excavator, tower crane
Palu besar menambah pilu
Concret pump, vibrator dan gergaji
menyayat sanubari
Beras batin
16
WANITA SATU RUPA
Singgah di kursi pemanjaan dirimu
Aku boneka yang tiada bernama
Sudah kuciptakan seribu sajak
Sambil diam terbajak
Masih mencari juga tentang makna
tentang kenapa kita harus bersama?
Kamu adalah wanita penuh warna
Baik hati memiliki satu rupa
Ketulusan
Wahai kekasih pemberi inspirasi
Seratus guru aku pelajari
Tapi kembali kepadamu aku berkaca
17.
BUKAN CINTA MEI
Bukan cinta untuk Mei
Aku tulis sajak di bulan ini
Tapi karena kemelut mencari jalannya
lewat kalimat tanpa laknat
Kita terlalu mudah sakit hati
Batang patah nurani bergetah
Meludah marah muntah-muntah
Menempel di tangan menjadi dendam
Masuk ke pikiran semakin kelam
Sulitnya naga berapi
Diam menyepi berkontemplasi
Malah nge-gas tegas menolak berontak
Menerima secuil takdir keberuntungan
Kita belum dewasa mengenal bunga
Warna-warni kehidupan fatamorgana
Enggan beriring saat tak bernama
Kalah bersaing menyaring bising
Dalam kenyataan yang dihadapi
Diri bagai cedera luka kura-kura
Setiap manusia korban khianat duka
Bukan cuma Anda
Bianglala tiada selalu menyala
Lalu kamu mengalirkan air mata
Menyuap alam semesta
Akhirnya bersembunyi di semak berduri
Terpenjara oleh hari
18.
KERAJAAN JAMPANG MANGGUNG
Jampang Manggung dua masehi
Aki Sugiwanca menemu tanda
di balik sunyi
Selatan Jawa Barat adalah permata
Kesuburan tanah mesti terjaga
Cianjur, Sukabumi berdaya
Kerajaan tegak tatar pasundan semarak
Sang kakak, Aki Tirem dari Banten
leluhur raja-raja Sunda menyimak
dan ya, utara – selatan mesti
terdengar harapan agar tertata
wilayah makmur, adil dan sejahtera
19.
SAJAK BULU
Satu perjalanan seribu pengkhianatan
Aku merasakan bulu-bulu di tubuh
menyentuh kisruh
pikiran, keringat berpeluh
kering merapuh
Memanjang nan keruh
Kusut beringsut
Ibarat perdebatan intelektual
di media sosial
Serasa hampa kurang guna
tiada ada jalan keluar
Malah api berkobar
Kita terbakar
Lubang-lubang semakin lengang
tanda ketidakmampuan
mulut membicarakan berbagai keluhan yang datang bertubi-tubi setiap jam
saat berbunyi berdentang
Bulu di telinga berwarna jingga
Bulu di hidung lendir terkandung
Bulu di atas bibir dan mata
Menyangkut kental air susu putih
dan tragedi cinta merintih
Bulu di ketiak
Bagai jerat hitam scorpio
Bulu di emmm….
Mesti dibersihkan harian, mingguan
atau bulanan sebelum waktu gajian
Bulu di setiap jengkal terus tumbuh
tersipuh janji-janji kecil terasingkan
lalu akhirnya meluas memanjang
menjadi kebun binatang
Ah Seperti alang-alang tertiup angin
rambut jagung pun menguning
terjemur persoalan hutang
Umur tergadaikan
Bulu terlupakan
20.
PUISI X
Menyaksikan semesta raya
adalah mencari keberadaan diri kita
yang terbang melayang dalam pertanyaan
mencoba memantapkan ujuan
Spinoza sedikit mengurai kata
tentang kesadaran etika
Dan aku memahami
bahwa mengikuti hasrat diri
untuk kepentingan kita sendiri
yang terlihat baik mandiri
Bisa jadi membuat problema baru
bagi keserasian keharmonisan
jalannya ketentuan alam
Bangunan-bangunan bertembok
besi, baja, seng dan tembaga
Hunian indah mengorbankan
pohonan, hutan, hewan rumputan
Kendaraan di empat elemen
Aspalan jalan, gang menggantikan
tanah persahabatan
Mengugurkan kecintaan pemeliharaan
akan riuhnya kehidupan
Kimia menjadi sihir pembakar kehijauan
Napas manusia meracuni harapan hewan
tumbuhan juga kemurnian
Kita menghancurkan keyakinan kita sendiri
21.
SI JALAK HARUPAT
Di mana dia Si Jalak Harupat
penghalau badai barat laut?
Ombak menggoyangkan pohonan
Si Jalak Harupat perkasa
membelah setiap hantaman
Kepekaannya memindahkan awan hitam
Cerdas kata tegas matahari terpancar
dan bagai petir mengandung energi listrik kalimatnya menggetarkan para penindas
yang pura-pura kura-kura
Dinding mana mampu menghalangi?
Keberaniannya mengungguli setiap hati
Celoteh alasan apa bisa menandingi?
Penjajahan dan diskriminasi
tak boleh berdiri di bumi pertiwi
Menyerah bahasa lain di ujung langit sepi
Pendidikan, berdayakan!
Keadilan dan kedaulatan perjuangkan!
Bangsa mesti “Merdeka!”
22.
PUTRI KADITA
Udara itu rasa jamu batrawali
Ramuan nasib gaib
yang tiada kita ketahui
membuat bintang bulan cemberut
Jekut muka malam karam
terdalam luka-luka duka cita
Putri Kadita Putri Kadita
Kasih ayah adalah segala
Air mata ada di jiwa
Putri Kadita darah Siliwangi berkata
“Cedera rasa, keadilan menjelma.”
Oh, Merah jingga
mengalir bagai butiran berlian
takkan mudah terkalahkan
…Setelah tersia-sia
Perjalanan memiliki perhitungan
Ketentuan masing-masing kehidupan
Meski mesti kita terkucil terasing
Kain Kemulyaan keagungan
Tiada tertukar disambar hasrat kedengkian
Jika waktunya alam kan memakaikannya
Di roh, mata, telinga, suara keabadian
Putri Kadita ratu penguasa
pesisir pantai selatan
23.
BUAH HONJE
Buah Honje buah Honje
Nyai Padmawati
Istri terkasih Prabu Siliwangi
Menanti sang buah hati
Langit menguji perasaan
Kuat keinginan dua roh di badan
Mengungkapkan buah masam
karena mengidam
adalah bisikan lain alam
Ki lengser Pajajaran merenangi mimpi
Mengembara di sorot sinar mentari
Mencari terus mencari
tapi di negeri begitu sepi
Setelah lelah bimbang hadapi hari
Bisikan diri menggerakan kaki
Langkah lari tiada terperi
Di hutan akhirnya ia dapati
Sayang hitungan delapan
Terpetik harapan
Ki lengser kerajaan Muara Beres
mendahului waktu terdepan
Takdir permaisuri Gambir Wangi
pun serupa hasrat tersirat
Buah Honje buah Honje
Dua lengser saling memperebutkan
Rembulan menyaksikan
Ilmu berkilatan
Sekali sentil bukit mengecil
Tiada kalah dan menang
Malam kesaktian berimbang
Bintang cemerlang
Akhirnya meminta petunjuk kahyangan
Sunan Ambu adalah keadilan
Memutuskan tiada mengabaikan
Dibagilah dengan rata dan sejahtera
Nyai Padma melahirkan putra bercahaya
Prabu Mundinglaya Dikusumah
Gagah perkasa
24.
PENGHARGAAN SEMU
Hei, hei air segelas jika hilangkan dahaga
Tak perlu seember penuh terhidangkan
untuk kamu reguk agar sirna
panas ternggorokan
Biar tidak mabuk
Hei, hei kenapa kamu bersamaan
Jika sendiri mampu menyelesaikan
Penghargaan kolektif tak ada tujuan
Bila yang tunggal mampu memecahkan
Apalagi kamu harapkan?
Hei, hei jangan belajar tak masuk akal!
Bayangan semu tak perlu dirindu
Ambillah kenyataan pahitnya hatimu
25.
PENYAIR PEMECAH REKOR
Dia adalah cakrawala luas
Pecinta budaya dan harapan
tanpa batas
Ribuan kata-kata berbintang
Metafora matahari kebaruan hari-hari
bersinar terang di langit membentang
Penyair pemecah rekor karya otentik
Memberontak waktu sigap tiap
menit sengit
berlari mengejar detik-detik
terpantik inspirasi gelora mistik
Kalimat keramat
bagai mengandung daya magnetik
26.
IBU INGGIT GANARSIH
Inggit Ganarsih adalah sinar fajar
yang siap siaga selalu tiada samar
menemani langkah lelah
sang Bapak Bangsa
memperjuangkan cita-cita
kedaulatan negara tercinta
Beliau langit terhampar tak gentar
Menemui malam dan teriknya siang
Senja menua tetap menyala
Oh jasa-jasa dari napas ketulusan jiwa
Jangan sampai generasi kita terlupa
Sejuknya kasih sayang dan cinta
Bagaikan namanya indah kan bergema
27.
MENUJU MAKAM IBU INGGIT GANARSIH
Matahari nampak indah menerangi
Bersambut sentuhan angin Sukajadi
Di jari-jari sepinya hati
Bandung selalu mendukung
perjalanan hari-hari
Tiba-tiba bisikan harapan bangkitkan
niat keramat untuk kembali menyibak
Tokoh istimewa yang banyak mata
telinga dan generasi terlupa
Seorang hebat terang berjasa
Pondasi penyemangat Bapak Bangsa
Maka kulanjutkan langkah teduhku
melewati Pajajaran, pasar Caringin
menuju Babakan Ciparay
Cahaya tergerai
“Ibu Inggit Ganarsih kuucapkan salam”
Perempuan perintis pergerakan
kemerdekaan Indonesia
yang selalu setia mendampingi
Sang Proklamator tercinta
Doa-doa
Renungan masa lama
Sejarah
Dan cerita
Tangis air mata
28.
PENYAIR PENYU
Penyair itu telah lahir
di tanah mentah putih pasir
Sendiri sepi
Meniti matahari terpuji terlindungi
Menekuni hari-hari merayapi arti
Sambil melangkahan kaki
menuju tepi pantai
Ia tak gontai
Menulis puisi di antara kegetiran
pasang surut lautan
rindu, diri, dan zaman
Penyair penyu penyair penyu
Terlihat dunia tanpa batasan
Keluasan keluwesan adalah kehidupan
Keberanian menjadi kebenaran
Bergulung ia dengan gelombang
Menyelam ke dalam lautan
Mengikuti tarian ombak
untuk satu tujuan
Petualangan
29.
PENYAIR GURU
Angin mengusap mukanya
yang gemerlap getir
terkesiap rasa khawatir
renungi anak didik sekolahnya
menyelami gelombang pancaroba
Lautan berkarang dan berpetir
Badai datang selalu tidak terduga
Perahu sederhana hanya bisa
mengikuti arus ombak berbicara
Sarapan malam terganti tinta hitam
Sendok dan piring kaca
ia sulap menjadi kertas – pena
Penyair guru tabu bermain dadu
Meski kehidupan dalam pengajaran
tak ada jaminan mencapai langit biru
Tapi kurikulum serupa bintang arahan
Dan tujuan perjalanan mesti diperjuangkan
30.
PERNAH BERKHAYAL
Pernah aku berkhayal bermimpi berangan
seperti berkontemplasi diri
Harga-harga bisa turun kembali
maka akan menyenangkan bagi hati
saat sedang dilanda pailit ekonomi
Oh keuangan mustika di rimbun jerami
Oh karya-karya puisi tidak berarti
Kita ada dalam kegagalan mencari jati diri
Menegakkan keadilan
mendesak metode induksi
Intelektual terlalu bermanja-manja logika
Lupa dengan atom-atom rasa
yang meluap ke udara menjadi derita
Itulah lamunan singkat padat
bukan terang kejora harapan
Tapi penantian tidak memungkinkan
31.
PERTEMUAN PENYAIR
Telah kutemui berbagai suara tangis
Jeritan sesal, durhaka, derita dan bahagia
Angin mengejar waktu untuk bersama
Penyair dikalahkan oleh kata-kata
Apa yang tertera di balik dinding hening
Malam dingin siang berhimpun tanding
Lanskap perkotaan – angan pedesaan
Segala sesuatu saling berpangku
Seperti bumi merantai musim cuaca
Hujan kemarau selalu berganti
Manusia tak ada yang mandiri
Begitu pula air
Syair penyair
32.
BAGAI ACHILLES DAN KURA-KURA
Aku dan kamu ini waktu
Bagai Achilles dan kura-kura
Sekuat tenaga aku curahkan
Sejauh mata memandang
Melewati batasan-batasan
Setenang kamu berjalan
Secepat aku berlari
Seberapa jauh tempat terhenti
Serajin aku mencari
Kembali aku mesti menjumpai
Sementara garis-garis nasib
tak pasti dalam ruang
di balik ruang ada ruang gaib
Memasuki pintu ke pintu
lagi-lagi bertemu
Kemustahilan menjadi kemungkinan
Yang tak bisa kita tafsirkan
33.
ZENO DARI BARAT LAUT
Zeno dari barat laut
telah menempuh larut
mengukir paradoks
Tentang misteri batasan dan waktu
Menguatkan kembali satu teori
setia pada guru sejati
Membangun ruang pemikiran
yang mesti terpecahkan
Bunga keberuntungan jatuh
di dada Aristoteles
Dibuatlah pintu-pintu dan jendela
agar masuk udara kesegaran
bagi mata dan jiwa
34.
PUISI UNTUK
TENDER SURRENDER, STEVE VAI
Melodi itu terdengar seperti persahabatan
makhluk dunia lain yang sedang rundingan berdialog sambil berdialektika
Bagai mengawasi langkah-langkah arah
urat-urat tubuh lalu berlabuh
di ulu hatiku, teduh
Asing tenang beriring
Bening nan nyaring
Ada Hening di kedalaman
Semarak menyeru keakraban
Padat menekan keyakinan
Membiru gunung di langit kejauhan
Not-not jumpalitan tetap bertujuan
Ada dingin berselancar dalam getar
membuat bulu kudukku merinding
berdebar-debar
Ada kasih kerinduan manis senyuman
dalam sentuhan tone tegas senar-senar
Ada gurauan canda tawa kebajikan
Gaya elegan berdamping kemampuan
tak terbantahkan
Ini keajaiban!
Gelombang ombak lautan berarakan
Harmonis di luar nalar batasan
Luwes bertenaga daya segala sukma
Dua karakter satu rasa menghantam baja
Kelembutan tajamnya naluri seni
Sebagai seorang gitaris dunia
Stevai, merangkai bisikan harapan
terpendam gejolak alam tiada padam
Setiap lompatan jari melahirkan
irama unik sistemik
pernak-pernik indah hidup bermadah
teknik permainan berhamburan
berbicara bermakna
bermetamorfosis, menjadi, dan dinamis
35.
MENJELANG ZODIAK TAURUS
Menjelang Taurus, Aries meraih kembali
Pisces masih mencari di pagi bermentari
Gemini dalam duka hitam cinta
ditinggal kekasih setia
Oh hujan yang berpetir
longsor sungguh aku khawatir
Dan sampah jangan sebabkan banjir
Gagasan kebajikan dan ambisi
Taurus terencana matang
Anginnya sudah memberi kabar
Taurus, Taurus gunung didaki
tak perlu terlalu tinggi
Hipotermia
bisa jadi sempitkan nafas di dada
36.
RUMAH ZODIAK ARIES BULAN APRIL
Rumah adalah singgasana
bagi perjalanan jiwa
Di antara seribu bisikan persoalan
eksternal yang tak masuk di akal
Angin memikul rezeki dari kejauhan
terbang sampaikan keberuntungan
Cinta mengalir bagaikan air kali
jernih diselimuti kehijauan pohonan
Aries bertapa dalam karya dan cipta
Rumah adalah singgasana
Mahkota pemimpin
Keberkatan bersanding
37.
DELAPAN BELAS APRIL
(KAA)
Teruntuk delapan belas April
Hati di dua benua terpanggil
Indonesia berbicara
Lantang dengan semangat kuat
membaja–menyala
Bandung, Gedung Merdeka
Saksi menuju masa depan cemerlang
Pintu kepedulian kemanusiaan
Antara kekhawatiran dan harapan
Dua puluh sembilan negara
Berembuk bersama
Memantapkan kembali budaya
Kerjasama ekonomi agar lebih berdaya
Negara-negara berkembang berjuang
Kolonialisme mesti ditentang
Karena merugikan
Mengundang kehancuran
Negara berhak merdeka
dengan segala kedaulatannya
Jangan ada negara boneka!
Yang bisa dipermainkan seenaknya
Hak asasi manusia mesti terjaga
Neokolonialisme wabah penyakit
bagaikan bakteri
yang menggerogoti negeri
Penjajahan tak boleh ada di muka bumi
Delapan belas April
Bersinar cahaya kesadaran
Solidaritas dibangkitkan
Perdamaian disuarakan
Hari baru nafas baru
Sembilan belas lima puluh lima
Konferensi Asia Afrika
38.
PENYAIR MALANG MELINTANG
Penyair yang malang melintang
adalah dia dalam dikotomi peradaban
Satu tubuh dua kehidupan
Antara cinta dan misi cita-cita
Angin membawanya ke air terjun
Penyair bermandi limpahan karunia
Matahari bagai koin kuning
Menyemprotkan angka nominal
pada pandangan
Bimbang ia berputaran
Menelentangkan dua tangan
Mengangkat satu kaki sambil bersiulan
Dan jawaban itu tak pernah ditemukan
39.
PENYAIR DI ATAS KASUR
Penyair di atas kasur
bersama khayalan ia bertempur
Jendela adalah benda kuno
yang mesti ia pelihara
dari pandangan penguasa siang
Dan angin bagai roh jahat
mengutuknya sekatuk laknat
Penyair di atas kasur
Kakinya terlipat lalu terulur
Seperti niat tekadnya maju mundur
40.
SERENADA APRIL
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Dewi kelopak bunga melati
Putih berseri-seri
Ceria mewangi
di bulan April bersemi
Menjadi nyanyian duniawi
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Dewi serenada ungu laguku
Spiritualitas penggerak sajakku
41.
DI PARKIRAN
Anginnya tegak berkerut kening
cemberut tak bergeming
dan halaman bagai pulau es dingin
Sudah satu minggu
Peluitnya bisu temboknya tuli
tiada mendengar mesin bergetar
Tukang parkir itu berunding
bersama hening
Lamunannya nyangkut di cakrawala
Bingung anaknya SD harus outing class
Dan seragam agak kusam
Uang belum juga tergenggam
Wahai yang mencari
Ke mana rezeki akan berlari
Jika waktu tentu
Kembali juga kepadamu
42.
TUJUH PERI DI WARUNG REMANG
Pohon sawit berbaris berjejeran
Jalan dramatis menangis di pinggiran
Di warung remang-remang
Tujuh peri membisikan harapan
Semoga hari ini ada yang datang
Air hujan jatuh bercucuran
Seperti hati mereka gelisah tak keruan
Di dipan halaman teduhan
Lagu rindu sendu berwangi kemenyan
Setiap yang bernyawa memiliki kebutuhan
Awan masih hitam
Nasib bulan agak kusam
Lambungnya ringan melayang-layang
Wahai tujuh peri yang mengunyah sepi
mencari rezeki
menjemput keberuntungan diri
Sementara kamu berusaha
Dan jauh dari putus asa
Doa dalam asa takkan sia-sia
Bagian itu akan tiba pada saatnya
Tiada tertukar ke lain dunia
43.
INTROSPEKSI BULAN JULI
Melirik lagi masa sedetik tadi
adalah berintrospeksi diri
pada langkah manusia yang lalai
akan jalannya alam dan takdir
sehingga melupakan adalah pengkhianatan akan kebaikan
Kita tidak mau menjadi saksi
bagi kelemahan hati
Dengan pergaulan pikiran gila logika
kita jadi tidak memahami satu nama
“rasa kasih cinta.”
44.
SETELAH KEMARAU BULAN JUNI
Setelah kemarau kemarin bulan Juni
yang penuh kesombongan
Hari ini sayap malaikat suci
mengepakkan kasih sayangnya
Tercurahlan air bekas ia bermandi
di telaga langit surga
menjadi kesederhanaan hujan bulan Juli
Insan tak perlu angkuh dengan materi
padahal keadaannya
tiada pernah ia memahami
Insan lepaslah baju keegoanmu
sebab satu titik air menyegarkan
untuk kehidupanmu
rumit untuk kamu ciptakan
45.
HUJAN BULAN JULI
Ada muka yang membawa sukacita
dari rindu purba di bawah langit senja
Hujan bulan Juli
Kini telah turun lagi setelah tujuh tahun
bersembunyi karena langkah sehari-hari
awan tiada menepikan pesan harapan
mata air kehidupan surgawi
(Manusia melupakan kaitannya
dengan alam maka hujan pun enggan
memberi kedamaian)
Ada keangkuhan derita menjadi cerita
Hujan bulan Juli
menjadi penyadaran lelaki
akan cintanya yang tak pernah ia akui
46.
KEKASIH KEBERUNTUNGAN
Bagai al Khawarizmi yang berkutat
dengan angka dan tanda pada matematika
Aku mengambil perwakilan elemen huruf
di bandul liontin lehermu
Agar serasi dengan hitungan nama
Kekasih kabut bayangan
Dedaunan memiliki bentuk manuver
akan keberuntungan khasiatnya
Begitu juga dirimu mengembun fajar
kala turun dalam ingatan
Sehingga seribu puisi kuselesaikan
Karena ada kamu pada diriku
47.
GURU BUMI
Guru bumi
Sang utusan dari galaksi bima sakti
Telah tertanam semangatnya
sebagai pemberi pencerahan malam
Sorot matanya adalah lembutnya angin
saat fajar pertama terbit
Dan wajahnya menjadi embun kesejukan
hari harapan untuk masa depan
48.
BUNGA BESI
Bunga Besi Bunga Besi
Drama dendam melahirkan teka-teki
Ia terbentuk dari goresan gurinda
hubungan yang tersangkut misi
sebagai “ninja”
Bunga Besi keras – dingin
darahnya sudah terhisap doktrin
dari sulap kalimat yang membuatnya
tak boleh patah semangat
49.
KEJORA LIAR
Kejora liar kejora tak gentar
dengan ganasnya angin malam
Ia di pinggir jalan bagai patung
termenung tiada bersenandung
Menantikan limpahan rezeki kelam
dari udara napas yang kasar
dan tak berperasaan
Kejora liar polos tertekan zaman
Karena ketentuan memaksa jiwa
untuk selalu berduka
Kejora tak tahu apa-apa
Mungkin pernah ia dikhianati cinta
50.
HADIAH KEKASIH BULAN JULI
Menyertakan martabak Bandung
kacang meses manis
sebagai hadiah perjalanan panjangku
saat hari sedang mendung
Kasihku berbinaran bintang bahagia
Betapa cinta tanpa celoteh
mendukung usaha dan keringat
yang jatuh ke tanah
Pesannya serupa amanat keramat
Ah hakikatnya bagi segala kehidupan
adalah kesederhanaan dalam perhatian
sesuai kebutuhan dan keperluan
51.
SOTONG GORENG
Sotong Goreng Sotong Goreng
bersama tahu bulat lima ratusan
Aku mentraktir kekasihku
yang selalu lapang dalam zaman
Senja menggelayut di angkasa
Hatiku terpesona pada jingganya
cinta kita yang tiada butuh
mahalnya harga
atau mewahnya suka ceria
52.
BAKSO IMUT
Bakso imut di balik kabut
mega bersatu padu
Menuntunku menemuimu
Kenangan kita saat hujan itu
Oh hangatnya cinta dalam sikap
ditemani saus pedas dan kecap
Adalah romantika waktu yang syahdu
53.
ASAP RINDU
Asap rindu asap kabut yang membiru
Ia terbang ke cakrawala hampa
Menjadi planet baru saat senjakala
Asap rindu keluh melepuh kehidupan
Angin mengintai dari delapan arah
Memojokkan sang pecinta dengan amarah
54.
MEMBUKA PINTU PERSAHABATAN
Membuka pintu persahabatan kembali
setelah berulang kali terkhianati
Seperti menanggung cakrawala gelap
yang merayap mendekap bumi
Terlalu banyak perumpamaan
Tiada menjadi cermin bagi kehidupan
Akhirnya tersia-sia juga dalam hina
dan cela derita karena kita memulainya
55.
MENGENDARAI PAGI
Mengendarai embun pagi
memadamkan mimpi-mimpi malam
kemarin yang terbakar karena amarah
perjalanan adalah menghidupkan
kembali diri dalam kesejatiannya
Maka aku tulis puisi ini
Sebagai kotak kenangan agar generasi
depan dapat menimbang akan emosi
sesaat dari ego sesat dan ambisi kuat
yang menyengsarakan
56.
YANG TERPECAH
Yang terpecah karena utang
Sahabat melenggang otot meregang
Uang belum terbayarkan
Adalah pupuk karma di masa depan
Putus rantai, lautan tak berpa tai
Serabut rambut tersulut api dengki
dan urat-urat adalah babat
Semula kita erat saling salaman
Jika berjumpa tegur sapa tak lupa
Ramah dan tabah
Tapi kini petir itu menyambar-nyambar
Di depan mata
Dan hantu muka sangat seram
Menakutkan seperti film horor
Roh mimpi gentayangan
Di malam menjadi mutan-mutan
57.
KERAK SAMPAH
Kerak Sampah Kerak Ludah
Mekar mengekar menjadi tikar
Motif lukisan di dinding buta
Apakah itu keajaiban tanpa mata?
atau seni berani protes sosial?
Kemarin kini sama seperti
ulangan yang belum ternilai
Salahkan siapa? Aku tak punya gaji
Untuk membersihkan, hasil mengamen
tak cukup buat beli lap, sapu sarana
alat menjaga lingkungan
Kerak Sampah Kerak Ludah
Dahak dan ingus memberangus
Taman-taman, rumah, pemukiman
58.
SEBAGAI SENIMAN
Berbantal berlengan tak lupa
Aku kendalikan emosi jiwa
Hari itu selalu berbalik
Seperti guling
Biar bumi bertanding
Kita akan tidur pulas
Lalu pura-pura ngelindur
Sebagai seniman
Aku punya harapan
Dalam goresan gambar
Atau tanda tangan terkaca
sikap yang kudekap
59.
KARYA KOPI
Karya kopi kemelut kangen
bercengkrama derita
karena larut lunglai dukacita
Pergumulan teori biru menggebu
Tapi kegagalan selalu ada melagu
Oh sandal-sandal jepit langit
Sampai kapan aku bisa merakit
melintasi sunyinya nebula
menuju Sirius agar tiada tergerus
ego dan ambisi yang terus menerus?
Oh asbak-asbak di kepalaku
Rambut beriak hatiku mesti tegak
60.
DI MUSIM KERING
Agung Gema pulang, peniti hari
menautkan kusutnya pekerjaan rumah
agar tersambung terang harmonis
Sapu lantai berjodoh dengan cucian
piring dan baju kecuali rindu
Agak sedikit terlupakan dulu
Air toren mesti dinyalakan
biar penghuni merasakan kesegaran
Sampah harus dibuang
supaya tidak tertular penyakit panas
Semua kemustahilan bisa terjadi
dan dapat diatasi
Ternak – tanaman senang makanan
Seperti aku ngemil apa yang terpandang
Detik ke jam loncat bagai tupai
Padi menguning di malam hening
Suasana kendaraan sudah tak bising
Di musim kering
61.
BISINGNYA GANG
Bisingnya gang
Adalah kurangnya aturan
Angin menggelembung
Dan suara kendaraan lalu-lalang
Knalpotnya menggugurkan dedaunan
Akhirnya menjadi sampah berhamburan
Remaja bercanda bermain gitar
Di sudutnya mesra bercintaan
Bisingnya gang
Tanpa bintang apa yang bisa dilakukan
Kita perlu satu tokoh perbawa
untuk dihormati dalam karisma
Agar tak ada keributan setelah habis mega
62.
KAMBOJA KUBURAN TUA
Terbelalak teringat ia akan satu masa
Saat bunga kamboja menggoda
“Itu kuburan tua!”
Beratus-ratus tahun tanpa jiwa
Anginnya santer
Suara-suara kabut merasuki mimpi
Jalannya rimbun tak tersentuh mentari
Malam pun getir dalam dan sepi
Ya telah lama tertinggal terasingkan
63.
KOPI LUKA
Kopi Luka hitamnya bersandar masa
di mana ia terkena lambung karena cinta
Oh lelaki yang terasing kata-kata kekasih
Masih melagu juga lewat sajak rindu
Kopi duka gocekan sendok tembaga
adalah ia hendak bicara
Pada alam hampa tanpa telinga
Lelaki tak boleh hanyut tenggelam telaga
Karena hidup bagai matahari
yang tak boleh meredup
64.
LELAKI MUDA POLOS
Terlalu tertengadah ia
Melihat bunga kelayapan serupa Orion
menyala dengan jendela tangan terbuka
Nebula angan berhamburan sebagai
souvenir jelita di malam pertama
Dan ia polos menangkapnya sepenuh jiwa
Semua itu jutaan kilometer untuk teraih
Yang hijau muda batang pejuang
mengedipkan mata berani bermimpi
Mengejar waktu masa depan
Adalah dengan giat di kala kini
65.
DUPA HARI
Dupa hari dupa yang tak pernah jadi
tumbuh sebagai kenyataan mimpi
Adalah hasrat terburu menggebu
akhirnya terbebani
Tinggal tangkai lamunan rimbun sepi
Dupa hari mengigau aku
akan batasan persahabatan
Ketergantungan duri di dalam badan
Dupa hari mengepul ke atap langit
Menyeru berbagai penguasa
kulantunkan mantra-mantra
nama-nama asing di bawah sinar bulan
66.
KAMPUNG SILUMAN
Kebun dan gubuk yang runtuh
Jejak jerami kutinggalkan dengan lapang
Tahun-tahun nanti kan tergantikan
Kampung siluman
Pernah ada setangkai harapan muda
Anginnya sejuk kureguk
Embunnya dingin meresap merinding
Tiga puluh enam tumbak
Tanah berombak
Ke mana arahnya jiwa berontak
Pohon kopi masih tegap
Tapi hati enggan bersikap
Terlalu jauh bila kutempuh
67.
AGUNG GEMA DI BULAN JUNI
Agung Gema masih menulis puisi
di bulan Juni zodiak Gemini
Sambil bernyanyi memahami hari-hari
Jika lampu langit kuasai malam
kembali ia bermandikan sinar terang
Pecah senyum riang bening berbintang
Agung Gema tidak mengiris waktu
sebab setan rindu tapi menempel bambu
di kota yang tabu terhadap sikap kalbu
Ah jembatan kasih ikatan tali bersih
Di mana kamu mengikat erat
peduli pada pikiran kopong melongpong
dengan lagu-lagu melolong?
– Puisi adalah penolong
Bukan sikap sombong
Agung Gema di bulan Juni
tersadar, tidak lagi berlari mencari mimpi
68.
SAJAK BINAHONG
Binahong oh binahong
Telah luput aku mengenalmu
Sejak empat tahun lalu
betapa kurindukan dirimu
Kini setelah sekian lama
kamu bersanding bersamaku
mata bagai terhambur bubuk kaldu
“Kamu samar rambat mengikat erat”.
Binahong binahong
bukan bohong
Aku pernah memelukmu
mereguk dirimu
Dalam rutinitas kesibukanku
yang selalu ragu
69.
BANGLE HITAM
Bangle hitam bangle hitam
Anginnya kencang tak terkira
Bagai jet tempur yang gila
memberi wabah pada derita
Bangle hitam bangle hitam
Keteguhan di masa modern
adalah inspirasi emas
Di balik dedaunan kolot
dan matamu melotot
Ada otot bagi penangkal
penyakit dua alam sakral
Bangle hitam bangle hitam
70.
PINUS DARI CIHIDEUNG
Pinus dari Cihideung adalah kepribadian
kita saat berkenalan menyibak tabir sepi
Angin berhembus membius
rasa kakunya diri untuk membuka
celah cerita cinta kehidupan baru
Kita diam tanpa saling bicara
cuma pinus bagai memberi tanda
kamu masih tetap ada di jiwa
71.
PUISI DARI KAHYANGAN
Inilah puisiku
Jatuh dari kahyangan harapan
Mewangi misik menetes
tanpa gemerlap kontes
Tapi tegap gemuruh gempita
bagai suara surgawi
kerinduan literasi di bulan Juni
Metafora sederhana adalah tokoh berjaya
yang memiliki jimat pusaka
rambut cendana
Pembuka portal-portal gaib tua
Pembaharu di zaman serba terbuka
Tameng sukma arus derita sastra
72.
JIKA HUJAN BULAN JUNI
Jika hujan di bulan Juni
Itu adalah kilasan mimpi maya
di atas kasur lembut sutra
Karena Juni kali ini
adalah kemarau kebisuan
delta kering kerontang
Patah batang pohonan
sistem ekonomi malang
yang mesti kita perbaiki
Agar kembali bangkit di negeri ini
Rakyat makmur, sejahtera
Keadilan merata
73.
SAJAK DAUN JERUK PURUT
Daun jeruk purut
Angin jin datang mengerut
Rindu itu begitu kecut
Tak terlihat tapi mendekat
Cinta telah patah
Di bawah mentari muda
Dan kejenuhan menua
Bagai kering dedaunan harapan
Daun jeruk purut di halaman
Adalah jalan untuk sesekali mengingat
masa-masa silam yang jauh pandangan
74.
SAJAK DAUN JINTEN
Cinta membawanya ke beranda
tanah-tanah duka
Karena mimpi adalah ciri kehidupan
yang menyala di kedalaman jiwa
Semangat dan cita-cita mesti ada
Agar lingkungan depan rumah tua
tetap terjaga
Hiasan-hiasan seni alam anugerah
kejayaan dunia
Daun Jinten daun pembalut luka
75.
GEMINI BULAN JUNI 2026
Gemini menyangkut di pohonan
semak-semak harapan
Angin hasrat bergulingan
ke lautan dalam
yang tak mampu ia jangkau
Gelap
Pengap
Terlalu gelap
Gemini menukik mematuki diri
76.
PENYAIR BULAN JUNI
Penyair bulan Juni adalah pengukir
kata di sinar rembulan romantika metafora
bunga-bunga keajaiban kehidupan
Ia menjadi cermin kejernihan rasa
yang mengalir melalui lagu dan irama
Oh telaga bening air mata
Keharuan di tengah taman perjuangan
bahasa sastra
Penyair bulan Juni kunci bagi pintu
kemelut kalbu
77.
KEMARAU BULAN JUNI 2026
Kemarau Juni mengundang kunang-kunang
suara serangga di malam hari
Udara diam tak menggurui dendam
Karena keluh kesah bahasa lain sampah
yang tertunda untuk dibuang
Kemarau Juni menggenggam seni
akrobatik diri
merangkai tangkai-tangkai kering
sisa pembuangan bunga puisi
kemarin kala gugur terjemur
Nyanyian kelam menjadi lagu mistik
Mantra doa-doa bangkit
Di depan nyala api lilin alit
berdiri
sendiri sepi
78.
YANG TERTINGGAL
Yang tertinggal adalah waktu
semerawut benang-benang rindu
tidak menentu
Manusia sendiri
Hari-hari tercuri ambisi
Penatnya diri melenyap arti
79.
SAJAK SATU JUNI
Kalimat langit
Malaikat bangkit
memberi inspirasi pada jiwa
pemilik semangat nasionalisme
Udara bela cinta bertiup bersatu
padu bersama para patriotik
Dan ini bukan seruan mistik
Tapi panggilan kesadaran
bahwa negara mesti memiliki
dasar dan pandang hidup
sebagai gambaran cita-cita murni
yang terbit dari hati nurani
80.
ANGIN SATU JUNI
Angin satu juni adalah benturan gemuruh
hasrat diri yang tak pernah luluh
Kembang-kembang pengkhianatan
di antara luka – angan-angan
Telah bermekaran menjadi nyala dendam
Di bawah rembulan memburam
Hanyut bayang-bayang tersiram darah
rasa kesal dan bisikan putus asa
Angin satu Juni gejolak nyata kehidupan
perangkap atau ujian bagi sikap
kebijaksanaan dalam perjalanan
81.
DONAT BULAN JUNI
Menatapi kue donat bulan Juni
Aku menyimak berjalannya rezeki
berputaran di pagi hari
Lubang selalu ada
Cream manis menempel di gigi
terlupakan esok nanti
Kealpaan kita selama ini
membuat resah – serakah untuk bermimpi
Demi satu kata : gengsi
Kita sengsara oleh semak-semak materi
Akhirnya terjadi turbulensi api
Berkobaran menghancurkan pikiran
dan lembutnya hati
82.
SASTRA BULAN JULI
Sastra bulan Juli kali ini
Aku ingin menghamparkan karpet puisi
dari arah tersembunyi
Kolong lorong malam yang sunyi
Kata lebur oleh diam
Dan diri telah karam oleh gelombang
lautan percintaan
Sastra bulan Juli detik ini
Tidak ingin aku ber-linguistik ria
di balik kaca bahasa politik
Tapi kuharap kejujuran cita gempita
mengibarkan slogan keadilan
untuk rakyat agar sejahtera
Sastra bulan Juli terselimuti hingga kaki
dihadapan kepingan nasib hampir raib
aku mengunggahnya dalam bentuk ajaib
Dipahami mereka yang mengerti
akan tanda pandangan
83.
TANGIS BULAN JULI
Tangis bulan Juli
Adalah air yang bergolak berjuang
lepas dari batuan belerang
Mengepulah segala hasrat
Penat beradu batu mayat
Bagaimana ia dapat bersayap
untuk mengambil sikap?
Tangis bulan Juli
Keruhnya kemunafikan dalam diri
Dan dendam tiada luruh
karena kebencian itu menjadi separuh
bagi peluh keringat di malam tersayat
84.
PUISI-PUISI JULI
Menemukan puisi-puisi bulan Juli
adalah menemukan kembaranku
saat terpisah masa purba di hutan
duka belantara jiwa
Rohku berpijak tertantang dalam sepi
dan dedikasi yang lama kusimpan
di guci lemari besi
Kami bukanlah aku secara sirna rasa
Tapi kita satu dalam puji cinta kembara
85.
KEPENULISAN PUISIKU
Kepenulisan puisiku tak secantik
gerakan penamu
Karena kamu lepas dari rindu
Sedang aku kusut kalut tersangkut
sampah-sampah cinta aliran selokan
yang kotor karena lumpur masa silam
Kepenulisan puisiku tak semenarik
liarnya jari pemikiranmu
yang konsisten dalam permainan
diksi stilistika dunia purba
Sementara frasaku terkekang bayang
kekasihku mata panah delapan penjuru
86.
KEPADA JULI
Kepada Juli
Biarkanlah diriku berselancar bersama
karya puisiku yang selalu membiru
di malam liar bertabu
Waktu adalah sinyal keajaiban
detik-detik harapan keabadian gelora cinta
Kepada Juli
Temukanlah kekasihku ketika kabut
di fajar pertama membeku
Sibaklah tirai-tirai kemelut kalbu
Agar menyatu rohku dan rohmu
Kepada Juli
Tanamlah aku di tanah gembur subur
halaman rumahmu
Tetapkanlah sikapku untuk selalu melagu
Setia Garuda Pancasila
Meski berduka berderai air mata
Tapi kuyakin cintamu kan berjaya
Terbang gemilang menerjang batu karang
Semangat sentosa sayap-sayap rinduku
mengembara di cakrawala
Indonesia Raya
ngdywlxmwf8se3zz6ln22lzcstjow6h
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang
0
27749
117431
117344
2026-07-09T03:01:37Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117431
wikitext
text/x-wiki
'''Desa Dusun Tua Pelang''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Desa Dusun Tua pada tanggal 31 Desember 2006. Pemekaran dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah desa. Setelah resmi berdiri sebagai desa definitif, pemerintahan pertama dipimpin oleh Roesli sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa..
Masyarakat Dusun Tua Pelang umumnya menggantungkan kehidupan pada hasil alam. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit, sementara sebagian lainnya menjadi pedagang, buruh, nelayan sungai, serta mengembangkan usaha kecil dan menengah. Kehidupan masyarakat masih sangat kental dengan budaya Melayu, ditandai dengan semangat ''berpuak-kaum'',, musyawarah, serta pelestarian adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Seiring berjalannya waktu, Desa Dusun Tua Pelang mengalami perkembangan dalam berbagai bidang. Pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan sarana pelayanan masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Pemerintah desa juga membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui BUMDes, berbagai unit usaha dikembangkan, seperti pengelolaan perkebunan kelapa sawit, penyediaan gas LPG, serta penyewaan alat peras santan. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan berbagai usaha mikro seperti pembuatan keripik ubi, kue bawang, dan makanan ringan lainnya yang menjadi sumber pendapatan tambahan.
Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah upacara adat ''Menyimah Kampung'', yaitu tradisi masyarakat Melayu yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh warga desa.
Peristiwa yang paling bersejarah bagi masyarakat adalah pemekaran desa pada tahun 2006, karena menjadi awal terbentuknya pemerintahan desa yang mandiri. Selain itu, berbagai kegiatan pembangunan, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta penyelenggaraan kegiatan budaya dan olahraga tradisional seperti ''Pacu Sampan Mini'' makin mencuat..
== HAM dan Demokrasi ==
Pelaksanaan Hak Azazi Manusia (HAM) dan demokrasi di Desa Dusun Tua Pelang ditandai dengan masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat, mengikuti musyawarah desa, serta berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pelaksanaan demokrasi dapat dilihat dari keikutsertaan masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Warga menggunakan hak pilihnya secara langsung untuk menentukan pemimpin yang dianggap mampu memajukan desa. Selain itu, pemerintah desa juga melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga dalam menyusun serta menentukan program pembangunan desa.
3zsi2n1hp2w17ysohkfd400qgsa1hvb
Novel
0
27764
117427
2026-07-08T14:38:15Z
Musashi Giang
43518
←Membuat halaman berisi ''Imam di Meja Makan' OLeh: Ihwan Kadir Subuh masih membungkus dunia dalam kain kelabu yang basah oleh embun, ketika Amran menekankan dahinya ke sajadah. Lantai mushollah rumah yang sejuk menyerap panas dari lututnya, sebuah sensasi yang telah ia kenal selama dua puluh satu tahun pernikahan. Tapi pagi ini, panas itu terasa berbeda. Bukan kehangatan khusyuk, melainkan nyeri api yang menjalar, seolah lututnya menahan seluruh bobot langit yang runtuh. Sajadah di...'
117427
wikitext
text/x-wiki
'Imam di Meja Makan'
OLeh:
Ihwan Kadir
Subuh masih membungkus dunia dalam kain kelabu yang basah oleh embun, ketika Amran menekankan dahinya ke sajadah.
Lantai mushollah rumah yang sejuk menyerap panas dari lututnya, sebuah sensasi yang telah ia kenal selama dua puluh satu tahun pernikahan. Tapi pagi ini, panas itu terasa berbeda. Bukan kehangatan khusyuk, melainkan nyeri api yang menjalar, seolah lututnya menahan seluruh bobot langit yang runtuh. Sajadah di bawahnya, hadiah dari Rabiah di malam pertama, terasa kasar dan kering. Ia bisa membayangkan serat-serat wol yang telah menyerap ribuan sujudnya, ribuan doanya, dan kini, ribuan kecewanya. Di sudut sajadah, benang emas yang dulu berkilauan seperti janji fajar, kini kusam, terkikis oleh gesekan waktu dan kebencian yang tak diucapkan.
Di sampingnya, hanya beberapa jengkal yang memisahkan, Rabiah juga dalam sujud. Punggungnya bergetar. Dari sudut mata Amran, ia melihat getaran itu. Bukan getaran seorang hamba yang tengah berdialog dengan Tuhannya, melainkan getaran tali yang ditarik dari dua arah hingga nyaris putus. Ia menahan sesak di dada, sebuah tumor ganas yang tumbuh perlahan, memakan paru-paru dan harapan. Subuh ini, seperti ratusan subuh sebelumnya, adalah medan perang yang sunyi. Mereka berlutut di atas bumi yang sama, menghadap ke arah yang sama, menyebut nama Tuhan yang sama. Tapi doa mereka melayang ke semesta yang berbeda. Amran memohon kekuatan untuk menahan gempuran. Rabiah, Amran duga, memohon keadilan untuk melawan tirani. Dua kapal yang berlayar dari pelabuhan yang sama, namun dipisahkan oleh badai ego yang tak kasat mata, masing-masing yakin arahnya adalah yang benar.
Setelah salam, Amran berdiri dengan gerakan yang terasa mekanik. Sendi-sendi di tubuhnya berbunyi pelan, seperti alat tua yang karatan. Ia berjalan ke dapur, setiap langkah terasa berat, seolah membawa peti mati pernikahannya di punggung. Harapan, monster kecil yang masih bertahan di sudut dadanya, terbunuh bahkan sebelum ia melihat ke meja makan. Rabiah mengikutinya, bukan sebagai istri, melainkan seperti bayangan yang tak bisa dilepaskan, diam, membawa awan dingin di belakangnya.
Dapur adalah ruang autopsi bagi harapan Amran. Meja kayu yang dulu ia poles dengan bangga setiap akhir pekan, kini menjadi papan tulis yang menampilkan kegagalannya. Tidak ada nasi hangat dalam panci bertutup kain yang mengepul. Tidak ada telur mata sapi yang kuningnya menyerupai matahari pagi, dengan sedikit garam dan lada seperti yang ia suka. Tidak ada secangkir teh manis yang hangatnya merambat ke tangannya, sebuah ritual kecil yang memulai harinya. Hanya ada meja dingin yang mengkilap, memantulkan wajahnya yang pucat, garis-garis di dahi yang semakin dalam, dan matanya yang kosong. Ini bukan yang pertama kalinya. Ini adalah kebiasaan yang menyakitkan, sebuah lakon yang dipentaskan setiap pagi.
Lima tahun. Lima tahun sejak surat pemecatan itu datang, sepotong kertas yang tak hanya merampas penghasilannya, tapi juga merobek jati dirinya. Ia, Amran, yang dulu menjadi kepala keluarga, yang kata-katanya menjadi keputusan, yang tangannya yang menafkahi, kini hanyalah seorang lelaki yang menghabiskan waktu di perpustakaan umum atau membantu di toko buku temannya dengan upah yang pas-pasan. Kehilangan itu adalah lubang hitam. Dan Rabiah, wanita yang ia kagumi karena keteguhan imannya, perlahan-lahan jatuh ke dalam lubang itu bersamanya, atau lebih tepatnya, mendorongnya ke dalamnya. Kehilangan pekerjaannya telah merampas hormat Rabiah, dan dengan itu, sarapannya.
Dengan desahan yang keluar dari paru-paru yang terasa sesak, Amran membuka lemari es. Cahaya putih pendar yang keluar menyingkap isinya yang serba minimalis: sisa sayur semalam, sebotol air, dan setengah loyang roti tawar. Ia mengambil dua helai roti, memasukkannya ke dalam toaster.
Klik.
Suara itu terdengar sangat keras di keheningan dapur, seperti bunyi palu hakim yang menjatuhkan vonis. Akhir dari segala harapan untuk pagi ini. Akhir dari segala permintaan maaf yang tak akan pernah terucap.
Rabiah berdiri di ambang pintu dapur, tangannya memegang bingkai pintu erat-erat. Ia menatap punggung Amran, punggung yang dulu ia peluk setiap malal, yang dulu ia rasa kokoh seperti gunung. Kini, ia melihat punggung itu membungkuk, bukan karena usia, melainkan karena beban yang tak terlihat. Ia tahu persis apa yang akan terjadi. Naskah ini sudah mereka baca bersama ratusan kali.
"Apakah ini juga bagian dari dakwaanmu?" tanya Amran tanpa berbalik. Suaranya datar, tanpa emosi, tapi di balik kedataran itu, ada racun yang telah mendidih selama bertahun-tahun. "Bahkan menyediakan sarapan untuk suamimu terlalu berat?"
Rabiah menegakkan bahunya. Ia bisa merasakan kekuatan yang ia kumpulkan dari doa-doa tahajudnya, dari ayat-ayat yang ia baca berjam-jam. Ini adalah perisainya. "Dan apakah menuntut layanan seperti seorang tuan adalah bagian dari dakwaanmu? Aku bukan pembantumu, Amran."
Amran berbalik. Matanya, yang biasanya teduh saat ia membaca Al-Quran, kini menyala seperti bara yang dibakar angin. "Aku tidak meminta pembantu! Aku meminta istri! Seorang wanita yang menghormati suaminya, setidaknya di meja makan!" serunya, suaranya meninggi, memantul di dinding-dinding dapur yang dingin.
"Dan aku meminta suami yang memuliakan istrinya, bukan hanya saat ia memimpin shalat!" balas Rabiah, suaranya bergetar tapi tak kalah tajam. "Kau ingin seorang Aisyah di ranjangmu, tapi kau lupa menjadi seorang Nabi untukku di kehidupanmu!"
Kalimat itu adalah pukulan telak. Amran terdiam sejenak. Mereka berdua adalah ahli dalam mengutip ajaran, seperti dua pendekar yang mengasah pedang selama bertahun-tahun untuk saling menikam.
"Islam mengajarkan istri taat!" bentak Amran, merasa pertahanannya runtuh.
"Ketaatan bukan pasrah pada tiran!" sahut Rabiah, air mata mulai menggenang di matanya, tapi ia menahannya. "Islam mengajarkan suami adil, bukan diktator yang kelaparan!"
Pop! Roti di toaster melonjak keluar. Hangat, tapi gosong di tepinya. Sempurna untuk pagi mereka.
Amran mengambil roti itu dengan tangan yang gemetar, melemparkannya ke piring, lalu duduk di meja makan seorang diri. Ia memakannya dengan lahap, seolah mencoba menelan rasa pahit di mulutnya dengan roti yang hambar. Rabiah memandangnya, lalu berbalik dan pergi ke kamar, menutup pintu dengan pelan. Di sana, di ruangan yang diubahnya menjadi surga pribadinya, ia mengambil Al-Quran dari bantal. Ia membuka surah An-Nisa, membaca ayat-ayat tentang hak dan kewajiban suami istri. Setiap kata yang ia baca adalah pembenaran. Setiap ayat adalah batu bata yang ia tambahkan ke dinding yang memisahkannya dari Amran. Ia tenggelam dalam ibadah, ia merasa dekat dengan Tuhan, tapi ia lupa bahwa surga yang ia cari, yang janji-janji yang ia genggam, mungkin saja bukan terletak di atas sajadah atau di antara baris-baris mushaf. Surga itu, menurut sebuah hadis yang ia dengar tapi ia pilih untuk lupakan, ada di bawah telapak kaki seorang ibu, dan dalam ketaatan seorang istri pada suaminya. Tapi bagi Rabiah sekarang, suaminya bukan lagi pintu surga. Ia adalah ujian.
-o-
Esoknya, ruang tamu mereka yang sunyi menjadi arena pertempuran baru. Hanya ada satu sofa, sebuah meja kopi, dan rak buku yang penuh dengan kitab-kitab agama. Amran duduk di sana, membaca Al-Quran dengan suara pelan, lirih. Ia mencoba menemukan ketenangan di sana, mencoba kembali ke sumber yang dulu membuatnya jatuh cinta pada Rabiah. Ia ingat bagaimana dulu, mereka akan duduk bersama, ia akan membaca satu ayat, dan Rabiah akan menjelaskan tafsirnya dengan mata berbinar. Mereka belajar bersama. Tapi sekarang, mereka belajar untuk saling mengalahkan.
Rabiah duduk di seberangnya, di kursi kayu yang keras, menjaga jarak. Ia sedang duduk dalam tahajudnya yang panjang, doa-doa yang ia panjatkan bukan untuk Amran, tapi untuk dirinya sendiri. "Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk membawa kebenaran di rumah ini. Ya Allah, luruskanlah niatku, jangan biarkan kelemahanku sebagai seorang wanita membuatku menyerah pada kebatilan."
Amran merasakan pandangan itu. Ia mengangkat kepala sejenak, melihat wanita yang ia nikahi. Ia melihat wanita shalihah, yang tidak pernah tertinggal shalatnya, yang puasanya selalu sempurna. Tapi kenapa, saat ia memimpin shalat berjamaah di rumah, suaranya terdengar seperti komando? Kenapa ia merasa bukan sebagai imam, tapi sebagai perwira yang memerintah pasukan yang enggan? Ia merasa diadili dalam setiap gerakannya, setiap bacaannya.
Ia mencoba fokus kembali pada mushaf di tangannya. Jari-jarinya menyentuh ayat tentang kisah Nabi Musa dan Fir'aun. Lalu matanya terpaku pada kisah Asiyah, istri Fir'aun, yang beriman kepada Tuhan Musa di tengah kediktatoran suaminya. Hatinya berdentang keras. "Apakah aku... apakah aku lebih diktator dari Fir'aun?" batinnya. Pertanyaan itu menghantamnya seperti ombak. Ia, yang merasa menjadi korban, tiba-tiba melihat dirinya sebagai penindas dalam mata Rabiah.
Doanya menjadi panjang permintaan, bukan pujian. Ia memohon pengampunan, memohon petunjuk. Dan suaranya saat shalat Maghrib malam itu, yang dulu melantun lembut dan menenangkan, berubah menjadi keras, patah-patah, seolah ia menyalahkan Tuhan dan Rabiah dalam satu tarikan napas. "Allahu Akbar," serunya, bukan dengan khusyuk, tapi dengan tantangan.
Rabiah yang berada di belakangnya, merasakan perubahan itu. Ia tidak merasa tergugah. Ia merasa dipermalukan. Suami itu, pikirnya, bahkan dalam shalat sekalipun, egonya masih berbicara.
Mereka menikah oleh panggilan cinta, sebuah cinta yang dibangun di atas fondasi kecintaan pada Tuhan. Tapi sekarang, di reruntuhan itu, mereka bertanya-tanya, apakah seharusnya mereka menikah karena panggilan Allah saja? Apakah cinta hanyalah ilusi yang mengaburkan kewajiban?
Setelah shalat, Amran membuka Al-Qurannya dengan gerakan tiba-tiba. Bunyi halaman yang bertabrakan keras terdengar sangat nyaring di ruangan itu, seperti sebuah pintu yang ditutup dengan paksa.
"Rabiah," katanya, suaranya lembut, tapi patah, seolah baru saja menempuh perjalanan ribuan kilometer. "Aku lelah menjadi imam untukmu."
Rabiah menatapnya, tak percaya. Kalimat itu adalah sesuatu yang tidak pernah ia duga, sebuah penyerahan dari pihak yang ia anggap sebagai penindas. Selama ini, ia merasa berperang melawan benteng yang kokoh. Ternyata, benteng itu sudah retak dari dalam.
"Aku... aku juga lelah menjadi makmummu," jawabnya pelan, suaranya hampir berbisik. Bendungan ketegahan yang ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya jebol. Air mata yang ia tahan di shalat-shalatnya, yang ia kira sebagai air mata kekhusyukan, akhirnya mengalir bebas. Ini adalah air mata kelelahan, air mata kesedihan yang sesungguhnya.
Mereka duduk dalam keheningan yang mencekam, dipisahkan oleh meja kopi dari kayu jati dan sebuah pemahaman yang menyakitkan. Cinta mereka dahsyat seperti tsunami yang pernah melanda hati mereka, iman mereka pun kuat seperti gunung berapi yang siap meletus. Tapi di antara keduanya, ada sesuatu yang telah patah tanpa bisa diperbaiki: kemauan untuk mengalah. Masing-masing merasa berada di pihak yang benar, masing-masing merasa menjadi korban. Dan di tengah kebenaran yang saling bertabrakan itu, cinta mereka mati terinjak-injak.
-o-
Hari-hari berikutnya adalah proses formalitas yang dingin. Gugatan cerai diajukan, bukan dengan amukan, tapi dengan kelelahan total. Amran yang menandatanganinya, tangannya tidak bergetar. Rabiah yang membacanya, matanya kering. Rumah itu berubah menjadi sekadar bangunan dengan dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama. Mereka makan di waktu yang berbeda. Amran di dapur, Rabiah di kamar. Mereka tidur di kamar terpisah. Amran di kamar utama yang dulu mereka bagi, Rabiah di kamar tamu yang ia ubah menjadi mushollah pribadinya. Rumah itu dipenuhi hening, kecuali suara Rabiah yang membaca Al-Quran dari pengeras suara kecilnya, atau suara Amran yang membanting pintu saat pergi atau pulang.
Suatu malam, Amran tidak bisa tidur. Ia berjalan keluar, duduk di teras depan. Malam itu gelap pekat, tanpa bintang. Ia merokok, isapannnya begitu dalam Asapnya menari-nari di udara dingin, lalu menghilang. Seperti harapannya, pikirnya.
Ah, anak-anakku, maafkan ayahmu!
Apa salahku?
Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya seperti nyamuk yang mengganggu. Apa karena aku kehilangan pekerjaan? Apa karena aku tidak lagi menjadi laki-laki yang bisa membawanya ke restoran mewah atau membelikannya pakaian baru? Apa karena aku menjadi lemah? Ia ingat dulu, saat ia masih bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan. Ia pulang, makanan sudah tersaji. Rabiah menyambutnya dengan senyum. Mereka bercanda, mereka bercerita. Tapi sejak ia kehilangan pekerjaan, senyum itu memudar. Ia merasa Rabiah melihatnya dengan belas kasihan, dan ia membenci belas kasihan itu. Jadi ia membangun dinding. Ia menjadi kasar. Ia menuntut. Mungkin, pikirnya dengan hati hancur, ini adalah caranya membuktikan bahwa ia masih memiliki kekuasaan, meski hanya di atas meja makan yang kosong.
Di dalam rumah, Rabiah juga tidak bisa tidur. Ia duduk di atas sajadahnya, Al-Quran terbuka di pangkuannya. Tapi ia tidak membaca. Pandangannya kosong menembus dinding.
Apa salahku?
Ia hanya ingin menjadi istri yang shalihah. Ia hanya ingin menjalankan perintah Allah. Ia mendengar ceramah-ceramah di televisi, di internet, tentang betapa pentingnya seorang istri taat pada suami. Tapi ia juga mendengar tentang betapa pentingnya menegakkan kebenaran. Suaminya, menurutnya, telah menyimpang. Amran menjadi pemarah, putus asa, dan jauh dari ajaran. Ketaatan pada suami, menurut pemahaman yang ia bangun sendiri, tidak berlaku jika suami memberi ketauladanan. Dan menurutnya, amarah dan keputusasaan Amran adalah kezaliman.
Ia merasa sedang diuji. Ujian untuk mempertahankan imannya di tengah pria yang ia cintai tapi telah menyimpang. Ia menolak melayani Amran bukan karena ia membencinya, tapi karena ia berpikir itu adalah cara untuk menunjukkan ketidaksetujuannya pada "kezaliman" itu. Ini adalah jihadnya. Tapi kenapa, dalam jihadnya ini, ia merasa semakin jauh dari Allah? Kenapa doanya terasa hampa? Kenapa ia merasa lebih kesepian dari sebelumnya? Ia tenggelam dalam lautan ibadah, tapi ia merasa tenggelam. Ia lupa bahwa Rahmat Allah itu luas, dan mungkin saja, rahmat itu bisa ditemukan dalam secangkir kopi yang disajikan dengan cinta, bukan hanya dalam rakaat-rakaat tahajud yang dipenuhi dengan penilaian.
-o-
Ruangan sidang itu dingin, dilapisi dengan karpet merah tua yang menelan suara. Udara di dalamnya kental, dipenuhi bisikan serak yang menahan tangis. Ini adalah ruangan di mana mimpi-mimpi pergi untuk mati. Hakim, seorang pria paruh baya dengan wajah yang letih karena telah melihat terlalu banyak patah hati, meletakkan kacamatanya dengan pelan. Matanya menatap Amran dan Rabiah yang duduk terpisah di meja yang berbeda, seolah ada lautan lebar yang menggelora di antara mereka, bukan hanya beberapa meter kayu.
"Maka dengan ini, saya nyatakan...," suara Hakim terdengar berat, seperti beban yang ia bawa untuk setiap pasangan yang ia cerai. Ia berhenti, matanya melirik ke arah mereka. Amran menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras, mencoba menahan benteng terakhirnya. Rabiah menunduk, bahunya bergetar, tidak lagi karena menahan sesak, tapi karena telah menyerah.
"Sebelum saya menjatuhkan palu, saya berikan kesempatan terakhir. Apakah ada jalan damai? Silakan."
Tawaran itu tergantung di udara, sebuah percikan kecil di ruangan yang gelap. Para pengacara mereka saling pandang, tidak tahu harus berbuat apa.
Amran berdiri pertama, langkahnya berat seperti membawa beban dua puluh satu tahun kegagalan dan cinta. Rabiah menyusul, dengan gerakan yang lebih lambat, seperti boneka karet. Mereka bertemu di tengah ruangan, di bawah sorotan lampu yang terlalu terang, yang menyingkap setiap kerutan di wajah mereka, setiap pori-pori yang dipenuhi duka.
Amran membuka tangannya. Sebuah isyarat yang tidak direncanakan, sebuah gerakan naluriah dari tubuh yang masih mengingat bagaimana cara memeluk wanita itu. Rabiah melangkah masuk, ragu-ragu, lalu menyerah.
Untuk sesaat yang terasa seperti keabadian, mereka hanya dua patung yang saling berpegangan, kaku dan dingin. Kemudian, sesuatu pecah di dalam Rabiah. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Amran, dan tubuhnya yang kaku itu melemas, runtuh. Isak yang ditahan selama berbulan-bulan, yang ia telan di setiap shalatnya, yang ia kira adalah doa, akhirnya pecah. Itu bukan tangisan histeris. Itu adalah tangisan yang dalam, bergemuruh dari lubuk hati yang paling dalam, tangisan seorang wanita yang kehilangan arah. Dalam pelukan itu, Rabiah bisa mencium aroma yang sama dengan saat mereka pertama menikah – minyak zaitun yang ia gunakan untuk rambutnya, dengan campuran kertas usang dari buku-buku agama Amran yang selalu ia bawa. Aroma masa lalu yang indah dan menyakitkan.
Amran menundukkan kepala, wajahnya yang kasar bersandar di kerudung Rabiah yang lembut. Ia tidak menangis. Air matanya sudah habis lima tahun lalu. Tapi pundaknya yang kokoh itu bergetar hebat, seperti pohon tua yang tumbang dalam badai. Satu tangannya memeluk erat, seolah tidak ingin melepaskan, sementara yang lain naik, gemetar, dan menyentuh belakang kepala Rabiah dengan lembut. Sebuah sentuhan yang terlambat, sebuah permintaan maaf yang tak pernah terucap, sebuah penyesalan yang terlambat untuk diperbaiki.
Di bangku penonton, seorang ibu tua yang tak mereka kenal mengeluarkan tisu dari tasnya, menyeka air mata secara diam-diam. Seorang pemuda yang mungkin mahasiswa hukum menunduk, tidak tahan melihat pemandangan itu. Bahkan pengacara Amran, seorang pria yang tegas dan rasional, menoleh ke jendela dengan tatapan haru, seolah mencari jawaban di awan kelabu di luar.
Tidak ada ciuman. Tidak ada kata maaf. Hanya ada pelukan yang mengatakan segalanya: kita gagal.
Amran melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Rabiah, wajah yang menemaninya setiap malam selama dua puluh satu tahun, wajah yang kini asing oleh kesedihan. Dengan ibu jarinya yang kasar, ia hapus air mata di pipinya yang mulai keriput. Sentuhan itu singkat, tapi terasa seperti selamanya, sebuah kenikmatan terakhir yang diperbolehkan. Lalu, ia berbalik dan kembali ke kursinya tanpa menoleh lagi, seolah menoleh adalah sebuah pengakuan bahwa ia telah kalah, bahwa ia masih mencintainya. Rabiah berdiri sejenak, tubuhnya limbung, sebelum dibimbing kembali ke kursinya oleh pengacaranya.
Hakim mengangkat palu kayunya, matanya berkaca-kaca. Ia menelan ludah, suaranya serak.
"Gugatan cerai... dikabulkan."
Bentakan palu itu tidak terlalu keras, tapi di ruangan itu, di tengah keheningan yang dipenuhi oleh duka yang tumpah, suaranya seperti guntur yang memecah langit. Dan di bawah guntur itu, tak ada lagi yang bisa menahan air mata. Rabiah menangis dengan suara yang tertahan. Amran tetap menatap lurus, tapi sebuah air mata tunggal meluncur pelan di pipinya, menembus bentengnya.
Di luar, hujan mulai turun, derasnya tiba-tiba, memukuli jendela-jendela ruang sidang. Seolah langit pun, yang menyaksikan dua hamba-Nya yang tersesat dalam interpretasi cinta dan agama, ikut menangis untuk mereka. Amran dan Rabiah, sang Imam dan sang Makmum di meja makan, akhirnya berpisah. Masing-masing membawa separuh dari kebenaran yang hancur, masing-masing bertanya-tanya di mana sebenarnya mereka salah, dalam perang yang tidak seharusnya ada.
q798tlbrtk2c7tyln7gor5p2lupzwev
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit
0
27765
117433
2026-07-09T03:18:44Z
Hendri Saleh
40599
Desa Perkeb Sei Parit
117433
wikitext
text/x-wiki
'''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. .
Dalam kehidupan bermasyarakat, warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah
Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah
aqmceu74ztyieneqxp5h1kj6bp2tt2l
117442
117433
2026-07-09T05:26:40Z
~2026-38928-44
43521
117442
wikitext
text/x-wiki
'''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. .
Dalam kehidupan bermasyarakat, warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah banjir musiman akibat meluapnya Sungai Indragiri pada saat curah hujan tinggi. Banjir tersebut dapat menggenangi beberapa permukiman warga, jalan desa, dan lahan perkebunan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, warga saling bekerja sama membantu keluarga yang terdampak, menyalurkan bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Desa Perkebunan Sungai Parit.
Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah pelaksanaan musyawarah desa. Musyawarah dilakukan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, penggunaan dana desa, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan saran. Keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan desa. Selain itu, masyarakat juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
37tfe03h8gxuh346xy4v7o28qe37we6
117454
117442
2026-07-09T08:20:41Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117454
wikitext
text/x-wiki
'''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. .
Dalam kehidupan bermasyarakat warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah banjir musiman akibat meluapnya Sungai Indragiri pada saat curah hujan tinggi. Banjir tersebut dapat menggenangi beberapa permukiman warga, jalan desa, dan lahan perkebunan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, warga saling bekerja sama membantu keluarga yang terdampak, menyalurkan bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Desa Perkebunan Sungai Parit.
Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah pelaksanaan musyawarah desa. Musyawarah dilakukan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, penggunaan dana desa, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan saran. Keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan desa. Selain itu, masyarakat juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
8ihq32s4ufl05bs6ow9pvhcvt589hz5
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya
0
27766
117435
2026-07-09T03:38:18Z
Hendri Saleh
40599
Teluk Pinang Jaya
117435
wikitext
text/x-wiki
Teluk Pinang Jaya adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, mengapa begitu?
Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah
Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah...
a070jocvlq3vjlau1krfgpgoq1xv4ec
117441
117435
2026-07-09T05:11:45Z
~2026-38917-55
43520
/* */
117441
wikitext
text/x-wiki
Teluk Pinang Jaya adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, mengapa begitu?
Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih karena desa ini berada di sekitar aliran Sungai Air Putih yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Sungai ini sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air, jalur transportasi, serta penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan sehingga nama Sungai Air Putih lebih melekat di kalangan masyarakat.
Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah Salah satu peristiwa yang paling berkesan adalah banjir besar yang melanda wilayah Sungai Air Putih/Teluk Pinang Jaya. Banjir tersebut menyebabkan rumah warga, jalan, lahan pertanian, dan kebun terendam sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu. Namun, masyarakat tetap bergotong royong membantu sesama dan bekerja sama dalam proses pemulihan.
Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah Contoh kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh masyarakat, di mana setiap warga yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Selain itu, pelaksanaan musyawarah desa (Musyawarah Desa/Musdes) untuk membahas pembangunan desa juga merupakan bentuk penerapan demokrasi.
tgfgmpbds7aelffnekfo9159ozz376u
117453
117441
2026-07-09T08:18:54Z
Hendri Saleh
40599
Perbaikan kalimat
117453
wikitext
text/x-wiki
'''Teluk Pinang Jaya''' adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, karena desa ini berada di sekitar aliran Sungai Air Putih yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Sungai ini sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air, jalur transportasi, serta penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan sehingga nama Sungai Air Putih lebih melekat di kalangan masyarakat.
Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah banjir besar yang melanda wilayah Sungai Air Putih/Teluk Pinang Jaya. Banjir tersebut menyebabkan rumah warga, jalan, lahan pertanian, dan kebun terendam sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu. Namun, masyarakat tetap bergotong royong membantu sesama dan bekerja sama dalam proses pemulihan.
Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh masyarakat, di mana setiap warga yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Selain itu, pelaksanaan musyawarah desa (Musyawarah Desa/Musdes) untuk membahas pembangunan desa juga merupakan bentuk penerapan demokrasi.
6p3onoqdiingcurtzo4qfr9a1wo3ce6
Pengguna:Wandy ardian
2
27767
117437
2026-07-09T03:58:52Z
Wandy ardian
43519
/* */ Didesa lubuk bangko, Kecamatan Seberida, sieh merupakan sebutan lokal untuk daun sirih yang menjadi bagian penting dari tradisi, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sieh melambangkan kebersamaan, penghormatan, serta warisan adat yang terus dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi mengunyah sieh dilakukan dengan memadukan daun sirih, pinang, kapur sirih, serta terkadang ditambahkan gambir atau tembakau. Semua bahan tersebut dilipat atau digulung menggunakansiri
117437
wikitext
text/x-wiki
Tradisi mengunyah daun sirih yang dilakukan oleh masyarakat melayu di desa lubuk bangko INHU riau
by2w3i21fqauf5iw5fof9wjzizc72xl
117438
117437
2026-07-09T04:07:16Z
Wandy ardian
43519
Penjelasan ringkas
117438
wikitext
text/x-wiki
'''''Tradisi mengunyah daun sirih yang dilakukan oleh masyarakat melayu di desa lubuk bangko INHU riau'''''
Didesa lubuk bangko, Kecamatan Seberida, siehmerupakan sebutan lokaluntuk daun sirih yang menjadi bagian penting daritradisi, budaya, dan kehidupan sehari-harimasyarakat. Sieh melambangkan kebersamaan, penghormatan, serta warisanadat yang terus dipeliharadan diwariskan dari generasike generasi.
Tradisi mengunyah siehdilakukan denganmemadukan daun sirih, pinang, kapur sirih, sertaterkadang ditambahkangambir atau tembakau. Semua bahan tersebut dilipatatau digulung menggunakandaun sirih, kemudiandikunyah perlahan hinggasari dan cita rasanya keluar.
Dalam adat Melayu di Desa lubuk bangko juga terdapattradisi menyirih kepadabidan kampung'''.''' Tradisi inidilakukan oleh keluarga yang sedang menantikan kelahiranbayi, biasanya saat usiakehamilan memasuki tujuhbulan. Perlengkapan utamayang dibawa di dalam tepakterdiri atas sirih, kapur, pinang, dan tembakau. Selain itu, terdapat pula perlengkapan pendamping di luar tepak, seperti sabunmandi, minyak goreng, gula, teh, kopi, beras, garam, dan asam.
Saat menyerahkanperlengkapan tersebut, keluarga biasanyamenyampaikan maksudkedatangannya, misalnya, ''"''Kami datang untukmenyirihkan anak kami yang sedang hamil tujuh bulan. Kami berharap ketika nantitiba waktu melahirkan, baiksiang maupun malam, bidantidak terkejut karena kami telah lebih dahulumenyampaikan hajat ini.''"''Tradisi ini merupakan bentukpenghormatan kepada bidankampung sekaligus sebagaipemberitahuan dan permohonan agar bidanbersedia membantu proses persalinan ketika waktunyatiba.
Berdasarkan hasilwawancara yang sayalakukan, saya menilaibahwa budaya MelayuIndragiri masih memilikiperan penting dalamkehidupan masyarakat. Nilai-nilai seperti salingmenghormati, kebersamaan, dan menjagaadat masih diterapkandalam berbagai kegiatan. Menurut saya, budaya inimerupakan identitasmasyarakat yang harustetap dijaga dan diwariskan kepadagenerasi muda agar tidakluntur oleh perkembanganzaman.
Limukot sepingganganggan
Nak kambang bungo delimo
Kame menjepot kame nan sagan
Datang kame terimo
Makna : Kalau dak datangorang dak bakal orang terimo
Berdasarkan hasilwawancara yang sayalakukan di Desa lubukbangko , salah satupermainan tradisionalyang pernah seringdimainkan anak-anakadalah congklak. Permainan ini dimainkanoleh dua orang menggunakan papancongklak dan biji-bijian. Cara bermainnya yaitusetiap pemain mengambilbiji dari salah satu lubang, kemudian membagikannyasatu per satu ke lubangberikutnya secarabergiliran. Menurut warga, permainan ini tidak hanyadigunakan untuk mengisiwaktu luang, tetapi juga melatih kemampuanberhitung, kesabaran, dan cara berpikir. Hal yang menarik adalah permainanini dahulu seringdimainkan bersama teman-teman di halaman rumahsehingga menciptakansuasana yang akrab dan penuh kebersamaan.
Dari hasil wawancarayang saya lakukan di Desalubuk bangko, masyarakatmengatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda dan Jepang kehidupanmereka sangat susah. Walaupun begitu, merekatetap mempertahankanbudaya Melayu yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. Kegiatanseperti menyirih, bergotong royong, menggunakan bahasaMelayu, dan menjalankanadat istiadat masih tetapdilakukan. Menurutmasyarakat, budayatersebut menjadi peganganhidup dan tetap dijagameskipun keadaan saat itupenuh kesulitan.
sayamengetahui bahwa tradisimenyirih sudah tidakdilakukan seperti dahulu. Dulu, hampir setiap orang tua selalu menyirih dalamkehidupan sehari-hari dan kebiasaan ini juga menjadibagian dari berbagai acara adat. Sekarang, tradisimenyirih hanya dilakukanpada acara tertentu atauoleh beberapa orang tuasaja. Menurut warga, perubahan ini terjadikarena perkembanganzaman, masuknya budayabaru, serta generasi mudayang sudah jarangmeneruskan kebiasaantersebut.
Dan saya mengetahui bahwakebiasaan anak-anaksekarang sudah berbedadengan dulu. Dulu, anak-anak lebih sering bermaindi luar rumah bersamateman-temannya, sepertibermain congklak, petakumpet, atau permainantradisional lainnya. Sekarang, banyak anaklebih suka bermainhandphone atau menontonvideo di rumah. Menurutwarga, perubahan initerjadi karenaperkembangan teknologi, mudahnya anakmenggunakan handphone, dan permainan tradisionalyang sudah mulai jarangdimainkan.
k54ghgmk30gxy569xc0zvtpfbmfl9bk
Pembicaraan Pengguna:Alkanofrendy
3
27768
117440
2026-07-09T05:00:41Z
~2026-38917-55
43520
/* Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Teluk Pinang Jaya/Sungai Air Putih, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu */ bagian baru
117440
wikitext
text/x-wiki
== Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Teluk Pinang Jaya/Sungai Air Putih, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu ==
Desa Teluk Pinang Jaya atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini memiliki lingkungan yang masih asri dengan hamparan perkebunan kelapa sawit, karet, lahan pertanian, serta aliran Sungai Indragiri yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, nelayan sungai, pedagang, dan sebagian menjadi pegawai maupun buruh. Kehidupan masyarakat masih menjunjung tinggi nilai gotong royong, saling membantu dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun pembangunan desa. Sarana umum seperti sekolah, masjid, dan fasilitas kesehatan menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari. Pada beberapa bulan terakhir, Desa Teluk Inang Jaya mengalami bencana banjir yang cukup tinggi akibat curah hujan yang terus-menerus serta meluapnya Sungai Indragiri. Kondisi tersebut menyebabkan air menggenangi permukiman warga, jalan desa, lahan pertanian, dan perkebunan. Beberapa aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses transportasi menjadi sulit, sementara anak-anak mengalami kendala menuju sekolah dan sebagian warga harus menggunakan perahu untuk beraktivitas. Banjir juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Banyak kebun sawit dan karet terendam sehingga hasil panen menurun. Selain itu, beberapa warga mengalami kerusakan peralatan rumah tangga dan harus membersihkan rumah setelah air surut. Kejadian banjir seperti ini memang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Kuala Cenaku karena letaknya berada di sekitar daerah aliran Sungai Indragiri yang rawan mengalami luapan saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, masyarakat Desa Teluk Inang Jaya menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi. Warga saling membantu mengevakuasi barang-barang, memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Pemerintah desa bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan kondisi sungai dan berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki serta semangat kebersamaan masyarakatnya, Desa Teluk Inang Jaya diharapkan terus berkembang menjadi desa yang maju, tangguh menghadapi bencana, serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya. [[Istimewa:Kontribusi pengguna/~2026-38917-55|~2026-38917-55]] ([[Pembicaraan Pengguna:~2026-38917-55|Pembicaraan]]) 9 Juli 2026 05.00 (UTC)
nvaplro405khrff3wtxnf3x991aw5on
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap
0
27769
117451
2026-07-09T08:02:57Z
Hendri Saleh
40599
Peranap
117451
wikitext
text/x-wiki
'''Peranap''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Wilayah ini dikenal memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di bidang pertanian dan perkebunan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit. Selain itu, masyarakat Desa Peranap masih menj.
92gkrlbu78qlyrxcjvbv6kbayjo97l5
117461
117451
2026-07-09T11:33:55Z
Nia whyna
43523
117461
wikitext
text/x-wiki
'''Peranap''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Wilayah ini dikenal memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di bidang pertanian dan perkebunan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit.
Salah satu peristiwa penting yang pernah dialami masyarakat Peranap adalah terjadinya banjir akibat meluapnya Sungai Indragiri pada musim hujan. Banjir menyebabkan beberapa rumah dan lahan pertanian terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Namun, masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dengan saling membantu mengevakuasi warga, mendirikan posko bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut mempererat persatuan dan kepedulian antarwarga.
Bentuk demokrasi yang diterapkan masyarakat Peranap terlihat dalam musyawarah untuk mencapai mufakat. Misalnya, ketika akan mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, atau menyelenggarakan peringatan Hari Kemerdekaan, warga berkumpul untuk berdiskusi. Setiap orang diberi kesempatan menyampaikan pendapat, usul, maupun saran. Setelah itu, keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan dilaksanakan secara gotong royong. Sikap saling menghargai pendapat, bekerja sama, dan menerima hasil
musyawarah merupakan wujud penerapan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
hfng480w6zbklbt8p3jcgh3awg8wgn8