Wikibuku idwikibooks https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.10 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikibuku Pembicaraan Wikibuku Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Resep Pembicaraan Resep Wisata Pembicaraan Wisata TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Humor Agus Sutondo/Malam Jumat dan Rumah Bersalin 0 13566 117428 58577 2026-07-08T22:35:18Z Raihankakicak 41526 117428 wikitext text/x-wiki {{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}} Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan. Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin: * '''Humor lucu Malam Jumat''' Agus: Neng. Istri: Iya, Mas. Agus: Malam apa ini ya, Neng ? Istri: Malam jumat, Mas. Agus: Si bontot udah tidur belum, ya? Istri: Belum, Mas. Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana! Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh. Agus : Mas ngaji dulu ya neng,,,,,lumayan kan dapet satu juz mah Istri : iya Mas.. Tak Lama Kemudian agus pun Mengaji. Agus : A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm Istri : Masssss...si bontot udah PULES nih.. Agus : ShodaQallahul 'adziim... * '''Humor Lucu di Rumah Bersalin''' Di sebuah rumah sakit seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Maaf yah ibu-ibu, saya mau data nama-nama bayi, oke yah sekarang saya absen satu persatu : Perawat : Ibu Vielly siapa nama anaknya Bu Viely Faron : Labarji, suster Perawat ; Wah masih keturunan Arab ya Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya Bu Dahlia : Alyanandika…suster Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin Bu Titin : Justin Biber....suster Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ? Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat [[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]] [[Kategori:Kisah Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor|Humor]] nipv8u88l77g5ag6x2200659fnofej4 117429 117428 2026-07-08T22:38:06Z Raihankakicak 41526 117429 wikitext text/x-wiki {{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}} Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan. Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin: * '''Humor lucu Malam Jumat''' Agus: Neng. Istri: Iya, Mas. Agus: Malam apa ini ya, Neng ? Istri: Malam jumat, Mas. Agus: Si bontot udah tidur belum, ya? Istri: Belum, Mas. Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana! Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh. Agus: Mas ngaji dulu ya, Neng. Lumayan ''kan'' dapet satu juz mah. Istri: Iya, Mas. ''Tak lama kemudian Agus pun mengaji.'' Agus: ''A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm'' Istri: Masssss. Si bontot udah pules, nih. Agus: ''ShodaQallahul 'adziim...'' * '''Humor Lucu di Rumah Bersalin''' Di sebuah rumah sakit seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Maaf yah ibu-ibu, saya mau data nama-nama bayi, oke yah sekarang saya absen satu persatu : Perawat : Ibu Vielly siapa nama anaknya Bu Viely Faron : Labarji, suster Perawat ; Wah masih keturunan Arab ya Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya Bu Dahlia : Alyanandika…suster Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin Bu Titin : Justin Biber....suster Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ? Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat [[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]] [[Kategori:Kisah Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor|Humor]] g02eqrddwuu6cfpprakfur9lzhats0l 117430 117429 2026-07-08T22:43:27Z Raihankakicak 41526 117430 wikitext text/x-wiki {{:{{BASEPAGENAME}}/Daftar Isi}} Pernahkah kita terbayang di waktu kecil selalu disuruh tidur cepat-cepat ketika malam jumat tiba, alasan disuruh tidur cepat-cepat karena konon setiap malam jumat banyak setan bergentayangan. Setelah kita dewasa, mitos setan gentayangan di malam jumat itu ternyata cuma omong kosong doang, faktanya kita hanya dibohongi sama orangtua kita yang ingin melepas hajat di malam jumat, kita disuruh tidur cepat-cepat agar tidak mengganggu aktifitas mereka di malam sunah rasul tersebut he he he Berikut ini adalah salah satu contoh aktifitas orang tua kita di malam jumat yang di kemas dalam cerita humor lucu di malam jumat, selanjutnya cerita humor lucu kedua adalah akibat aktifitas orang tua kita di malam jumat itu maka lahirlah kita-kita ke dunia ini yang dikemas dalam cerita humor lucu di rumah bersalin: * '''Humor lucu Malam Jumat''' Agus: Neng. Istri: Iya, Mas. Agus: Malam apa ini ya, Neng ? Istri: Malam jumat, Mas. Agus: Si bontot udah tidur belum, ya? Istri: Belum, Mas. Agus: Ya udah ''luh'' tidurin dulu sana! Istri: Iya, Mas. ''Entar'' kalau udah bobo, Neng kasih tahu Mas, deh. Agus: Mas ngaji dulu ya, Neng. Lumayan ''kan'' dapet satu juz mah. Istri: Iya, Mas. ''Tak lama kemudian Agus pun mengaji.'' Agus: ''A'udzu billahiminasy syaitooonnirrojiiim, Bismillahirohmanirohiimm'' Istri: Masssss. Si bontot udah pules, nih. Agus: ''ShodaQallahul 'adziim...'' * '''Humor Lucu di Rumah Bersalin''' Di sebuah rumah sakit, seorang perawat bernama Kartika sedang mendata nama-nama bayi yang baru lahir, Perawat: Maaf ''yah'' ibu-ibu. Saya mau data nama-nama bayi. Oke ''yah'' sekarang saya absen satu persatu: Perawat: Ibu Vielly siapa nama anaknya? Bu Viely Faron: Labarji, Suster. Perawat: Wah, masih keturunan Arab, ya? Bu Viely : bukan suster…..itu sebuah singkatan, karena lahirnya pas LeBARan haJI Perawat : ooh…terus ibu Jess siapa nama anaknya Bu Jess : Lala Keren Hugelsaga Perawat : Wah….pasti keturunan Brazil yah Bu Jess : Bukan suster….itu singkatan dari LAgi-lagi Karena HUbungan GElap SAma tetangGa Perawat : Ooh…kirain dari Brazil, terus kalau ibu Dahlia, siapa nama anaknya Bu Dahlia : Alyanandika…suster Perawat : Aduh cantiknya….apa ada artinya juga Bu Dahlia : artinya….Alhamdulillah biaYA persaliNAN Ditanggung KAntor Perawat : he he he bisa aja……terus kalau anaknya ibu Titin Bu Titin : Justin Biber....suster Perawat : Wah ibu Titin pasti penggemarnya Justin Biber yah Bu TiTIN : Bukan suster…..itu nama artinya JAja Sama tiTIN Bikinannya ketIka di JemBER Perawat : he he he paling bisa deh ibu Titin, terus kalau Ibu Reny, siapa nama anaknya Bu Reny : nama anak saya Jalidi.....suster Perawat : Wah ini pasti asli betawi ya Bu Reny : bukan suster…itu juga ada singkatannya yakni jaJAL sekalI langsung jaDI Perawat : wah berarti tokcer dong bu Reny, Terus kalau Ibu Lina siapa nama anaknya Bu Lina : Namanya Aston Canura Normadasukma Perawat : wah nama yang bagus dan panjang sekali, terus artinya apa tuh bu Lina ? Bu Lina : suster, nama Aston Canura Normadasukma itu artinya Agus Sutondo Caleg Hanura Nomor Lima Dapil Sukmajaya he he he Perawat : wah ibu lina….anaknya baru lahir langsung jadi caleg ya he he he, bagus juga tuh namanya, mudah-mudahan sesuai dengan Hati Nurani Rakyat [[Kategori:{{BASEPAGENAME}}|{{SUBPAGENAME}}]] [[Kategori:Kisah Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor Agus Sutondo]] [[Kategori:Humor|Humor]] m6xez90ysm48955eqxkqtbii5xeraty Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat 0 27067 117443 117318 2026-07-09T05:33:18Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117443 wikitext text/x-wiki '''Kampung Besar Seberang''' adalah sebuah kelurahan yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabuapeten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.Kelurahan ini terletak di tepi Sungai Indragiri, yang membentuk salah satu jaringan sungai di provinsi tersebut. Kampung Besar Seberang memiliki luas wilayah sekitar 38,00 km² dan berada pada dataran rendah (pinggir sungai). Kelurahan ini berbatasan langsung dengan Kelurahan Pasar Kota Rengat yang berada di sisi lain Sungai Indragiri, serta sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Rengat. Sungai Indragiri membelah wilayah ini, menjadi jalur transportasi dan bagian penting dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat. Secara historis, Kampung Besar Seberang tumbuh sebagai pemukiman yang berkaitan erat dengan aktivitas sungai. Sebelum adanya infrastruktur penyeberangan modern seperti Jembatan Trio Amanah Indragiri, akses antar sisi sungai bergantung pada perahu tradisional dan rakit (pompong). Perkembangan akses ini berpengaruh pada hubungan sosial–ekonomi antara wilayah dan pusat kota Rengat. Berdasarkan data administratif, jumlah penduduk di Kampung Besar Seberang diperkirakan sekitar 2.425 jiwa dengan 759 kepala keluarga (KK), sehingga kepadatan penduduk sekitar 71 jiwa per km². Etnis di kelurahan ini mayoritas berasal dari suku Melayu, disertai minoritas dari berbagai suku seperti Minang, Jawa, Batak, Banjar, Bugis, Sunda, dan kelompok etnis keturunan lainnya hasil asimilasi budaya. Masyarakat Kampung Besar Seberang umumnya bermata pencaharian di sektor informal dan pertanian ringan, termasuk perdagangan lokal, usaha kecil, serta kegiatan jasa sungai sebagai bagian dari struktur ekonomi daerah. Budaya Melayu masih menjadi basis nilai sosial masyarakat, dengan pelestarian adat, tradisi, dan kuliner khas seperti bolu berendam. Salah satu hal yang berkesan di kelurahan ini adlah menjelang bulan Ramadan masyarakat Kampung Besar Seberang melakukan gotong royong membersihkan area pemakaman. Warga bersama-sama membersihkan rumput-rumput liar, semak-semak, serta sampah yang ada di sekitar kuburan agar tempat tersebut terlihat lebih rapi dan bersih saat masyarakat datang untuk berziarah. Menurut seorang warga, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar NKRI karena Indonesia memiliki keberagaman agama. Oleh karena itu, diperlukan nilai yang mengajarkan keimanan, toleransi, dan saling menghormati agar masyarakat dapat hidup rukun. Selain itu, sila-sila lainnya juga saling melengkapi dalam menjaga persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa. Salah satu proyek di Desa Kampung Besar Seberang, adalah renovasi rumah yang akan dijadikan MBG. Kondisi proyek: Proyek ini bukan pembangunan dari nol, melainkan renovasi bangunan lama. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan struktur ringan, penataan ulang ruangan, serta penyesuaian fungsi bangunan agar sesuai dengan kebutuhan MBG. Secara umum pengerjaan berjalan lancar, namun karena berada di area permukiman, aktivitas proyek sedikit mengganggu seperti suara bising dan material bangunan di sekitar lokasi. Kesesuaian dengan standar etika profesi Teknik Sipil: Proyek ini cukup memenuhi etika profesi jika dilihat dari tujuannya, yaitu memanfaatkan bangunan lama agar lebih fungsional. Namun, penerapan etika profesi juga dilihat dari prosesnya, seperti menjaga keselamatan kerja, tidak mengganggu lingkungan sekitar secara berlebihan, serta menggunakan material yang layak. Jika hal-hal tersebut diperhatikan, maka proyek ini sudah sesuai, tetapi jika masih menimbulkan gangguan tanpa pengelolaan yang baik, maka belum sepenuhnya memenuhi standar. Kesesuaian dengan tradisi, suku, agama, adat, dan budaya setempat: Renovasi ini pada umumnya sesuai dengan kondisi masyarakat setempat karena tidak mengubah fungsi sosial secara drastis dan masih berada di lingkungan permukiman. Selama pemilik dan pelaksana tetap menjaga hubungan baik dengan warga sekitar serta menghormati kebiasaan lokal (seperti komunikasi dengan tetangga), maka proyek ini dapat diterima dan tidak bertentangan dengan nilai budaya setempat. Di Kampung Besar Seberang,terdapat salah satu bangunan sipil yang menarik yaitu Jembatan Trio Amanah. Jembatan ini merupakan jembatan gantung yang berfungsi sebagai penghubung antara Kampung Seberang dengan Kota Rengat, sehingga sangat membantu mobilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keberadaan jembatan ini tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mengurangi ketergantungan warga terhadap transportasi air. Selain itu, Jembatan Trio Amanah juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat karena sering dimanfaatkan sebagai tempat beraktivitas dan menjadi salah satu ikon di daerah tersebut. Salah satu bangunan yang menarik di kampung besar seberang adalah rumah panggung tradisional zaman dulu. Rumah ini dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah untuk menghindari banjir dan genangan air karena kondisi wilayah yang dekat dengan sungai. Materialnya biasanya dari kayu lokal, dan pembangunannya sering dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Tradisi ini menunjukkan kekompakan warga sekaligus efisiensi dalam pembangunan. Permasalahan Pembangunan (Kampung Besar Seberang) Salah satu permasalahan yang ada adalah kondisi jalan yang rusak dan sempit. Beberapa bagian jalan masih berlubang serta memiliki lebar yang terbatas, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama saat kendaraan berpapasan. Hal ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan distribusi barang, serta meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pelebaran jalan agar akses menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. [[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]] [[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]] Kejadian lain yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat adalah banjir besar tahun 2017 Curah hujan tinggi selama beberapa hari menyebabkan Sungai Indragiri dan Batang Rengas yang mengelilingi kelurahan ini meluap dan menggenangi permukiman serta lahan pertanian. Aktivitas sehari-hari warga saat itu terganggu,. Beberapa rumah dan kebun terendam, serta sebagian warga harus mengungsi atau tinggal sementara di tempat yang lebih aman. Pelaksanaan demokrasi di kelurahan ini terlihat melalui kegiatan Pemilu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maupun pemilihan kepala desa apabila diselenggarakan. Masyarakat umumnya menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses pemungutan suara berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dengan pengawasan dari petugas penyelenggara. ds08alnmfy5sazuluphf2j5hwsn7wov Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat 0 27069 117450 117319 2026-07-09T07:53:42Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117450 wikitext text/x-wiki '''Sungai Raya''' adalah sebuah desa yang berada dalam Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu di Provinsi Riau. Kasus jambret pernah terjadi di Desa Sungai Raya, yaitu Desember 2024. Pelaku beraksi biasanya malam hari sekitar pukul 21.30,, di ruas jalan yang cukup sepi. Pelaku dengan sepeda motor akan mendekatikorban dari belakang, kemudian menarik paksa tas atau barang-barang berharga lainnya dari koraban. Kejadian itu membuat warga sekitar merasa takut dan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan kejahatan di lingkungan tersebut. [[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]] [[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]] ''Numpang lalu'' adalah cara warga untuk meminta izin kepada pemilik kebun apabila hendak melintasi kebun tersebut guna mempersingkat jalan. Pemilik kebun akan mengatakan lalu lah.namun biasanya warga juga ikut membersihkan rumput liar yang menghalangi jalan sebagai bentuk terima kasih kepada pemilik lahan karena di bolehkan untuk lewat di kebunnya. Salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di Desa Sungai Raya dapat dilihat pada kegiatan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Dalam proses ini, masyarakat berpartisipasi langsung dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih calon kepala desa sesuai hati nurani mereka. Pada saat pemilihan berlangsung, terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga pemilih pemula, ikut serta dalam memberikan suara. Proses pemungutan suara dilakukan secara tertib dengan pengawasan panitia desa serta aparat keamanan untuk menjaga kelancaran dan menghindari konflik. Namun, dalam pelaksanaannya juga terdapat fenomena yang sering terjadi di lingkungan desa, seperti adanya pengaruh kedekatan keluarga atau hubungan sosial dalam menentukan pilihan. Beberapa warga cenderung memilih calon yang masih memiliki hubungan kerabat atau yang sudah dikenal dekat, bukan sepenuhnya berdasarkan visi dan misi. Selain itu, ada juga kasus di mana sebagian masyarakat kurang aktif dalam mengikuti sosialisasi calon kepala desa, sehingga mereka kurang memahami program yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan. Setelah pemilihan selesai, hasil keputusan tetap diterima oleh masyarakat, meskipun terdapat perbedaan pilihan. Tidak terjadi konflik besar, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. Hal ini menunjukkan bahwa nilai demokrasi seperti menerima hasil keputusan bersama sudah mulai diterapkan dengan baik. Salah satu tradisi masyarakat Sungai Raya bila hendak meminta tanaman, yaituterlebih dahulu berbasa-basi "memuji tanaman" orang lain tersebut, seperti ''subur betul pohon mangga kakak ni'', ''nampaknya memang lebat betul buahnya, manis nampaknya buah e''. Kalau terlihat pemilik pohon mangga itu t''ekimot-kimot'' (sumringah), barulah disampaikan hajatnya, yaitu meminta tbuah mangga tersebut. Adat budaya "''Buah menjunta''i" Jika sebuah pohon, seperti mangga, rambutan, atau durian tumbuh di pekarangan, namun dahan serta buahnya condong atau menyeberang melewati batas pagar maka itu membiarkan tetangga terdekat mengambil buah yang menjuntai di wilayah mereka. Sebaliknya, tetangga tersebut secara adat wajib meminta izin secara lisan kepada pemilik pohon sebelum memetiknya. Di desa ini, pendidikan tidak berhenti saat jam sekolah usai. Masyarakat setempat sangat berkomitmen menjaga tradisi belajar agama setelah maghrib, di mana anak-anak usia sekolah wajib ke surau atau masjid untuk belajar mengaji. "Good Governance (GG)" prinsip yang dipilih : Supremasi Hukum (Rule of Law) . Setiap warga memiliki kedudukan yang sama di depan hukum adat maupun peraturan desa, seperti dalam penerapan kesepakatan larangan membakar lahan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Proses penegakan hukum di desa ini adalah dengan Penyampaian perkara oleh warga kepada RT/RW atau Pemuka Adat lalu Tokoh adat memanggil kedua pihak untuk memeriksa fakta secara kekeluargaan kemudian Sidang bersama Kepala Desa dan Tetua Adat untuk mencari mufakat Pemberian sanksi moral atau materiil (denda) yang diakhiri dengan perdamaian untuk membersihkan nama baik desa. Di desa sungai raya Pengawetan Hasil Sungai, Karena berada di sepanjang Sungai Indragiri, saat musim ikan melimpah, banyak warga mengawetkannya secara tradisional menjadi ikan salai (asap) atau ikan asin. Ini menjadi sumber protein yang awet saat musim paceklik atau banjir. Tanaman yang berpotensi menjadi bahan pangan di desa ini adalah talas liar atau keladi.Cara pengolahan umbi talas/keladi Kupas talas lalu iris tipis-tipis.Rendam dalam air garam selama 1–2 jam untuk membuang zat pemicu gatal, lalu bilas bersih.Jemur di bawah matahari sampai benar-benar kering dan rapuh.Giling&Blender/tumbuk hingga jadi bubuk halus, lalu ayak.Dan tepung talas siap digunakan untuk buat kue atau Cemilan. Anyaman Daun Nipah/Pelepah Rumbia untuk sarana Agribisnis. Membuat pot semai dari anyaman daun nipah/rumbia yang bisa didegradasi oleh tanah. Saat bibit sawit atau karet siap tanam, peternak/petani tidak perlu melepas plastik polybag, tinggal kubur langsung ke tanah. 91wfgkivp30i7oogecucf37xlppfe5m Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim 0 27074 117457 117292 2026-07-09T08:50:15Z Yuliandasyafitri 42716 /* */ 117457 wikitext text/x-wiki '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kolam Loyang Rakit Kulim merupakan karya dokumentasi ilmiah yang disusun dalam rangka Proyek Mahasiswa (Proma) pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Kajian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Hendri, S., M.A., bersama mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidanan, dan S1 Teknik Sipil pada tahun 2026. Melalui kajian empiris ini, mahasiswa mendokumentasikan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di kawasan Kolam Loyang Rakit Kulim sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.''' '''Kolam Loyang''' merupakan salah satu situs budaya yang berada di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bagi masyarakat setempat, Kolam Loyang dikenal sebagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Indragiri. Hingga saat ini, keberadaan Kolam Loyang masih dijaga karena memiliki nilai sejarah dan budaya serta menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Indragiri. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Kelayang berasal dari kata Keloyang atau Kolam Loyang. Kawasan ini dipercaya pernah digunakan sebagai tempat pelaksanaan prosesi adat kerajaan, termasuk tempat pemandian Raja Narasinga II sebelum dinobatkan sebagai Raja Indragiri. Kolam Loyang juga dikenal melalui legenda Mahligai Keloyang yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari cerita rakyat Melayu. Selain itu, di kawasan ini pernah ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan peninggalan masa lampau, seperti guci, keramik, tombak, dan meriam, sehingga memperkuat nilai sejarah yang dimiliki Kolam Loyang. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah adanya upaya pelestarian Kolam Loyang oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bersama tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui peninjauan kondisi situs dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan agar tetap dapat dimanfaatkan sebagai warisan budaya, sumber pembelajaran sejarah, dan tujuan wisata budaya. Dalam kehidupan masyarakat Desa Kelayang, nilai-nilai demokrasi masih diterapkan melalui musyawarah untuk menentukan jadwal gotong royong membersihkan kawasan Kolam Loyang, pemilihan pengurus kegiatan masyarakat atau pemuda, serta pembahasan pelaksanaan kegiatan adat di desa. Setiap warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil secara mufakat. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai demokrasi, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 82jvyd82pdle10uyz5dd315b1yyl0uf 117458 117457 2026-07-09T08:59:03Z Yuliandasyafitri 42716 /* */ 117458 wikitext text/x-wiki '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kolam Loyang Rakit Kulim merupakan karya dokumentasi ilmiah yang disusun dalam rangka Proyek Mahasiswa (Proma) pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Kajian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Hendri, S., M.A., bersama mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidanan, dan S1 Teknik Sipil pada tahun 2026. Melalui kajian empiris ini, mahasiswa mendokumentasikan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di kawasan Kolam Loyang Rakit Kulim sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.''' '''Kolam Loyang''' merupakan salah satu '''kawasan bersejarah''' yang berada di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bagi masyarakat setempat, Kolam Loyang dikenal sebagai peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya dan masih dijaga keberadaannya hingga sekarang. Kawasan bersejarah ini menjadi bagian dari sejarah lokal masyarakat Melayu Indragiri serta menjadi salah satu warisan budaya yang terus diperkenalkan kepada generasi muda. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Kelayang berasal dari kata '''Keloyang''' atau '''Kolam Loyang'''. Kawasan ini dipercaya telah dikenal sejak masa Kerajaan Indragiri dan berkaitan dengan pelaksanaan prosesi adat kerajaan. Salah satu cerita yang masih diwariskan adalah Kolam Loyang pernah digunakan sebagai tempat pemandian Raja Narasinga II sebelum dinobatkan sebagai Raja Indragiri. Selain itu, Kolam Loyang juga dikenal melalui legenda '''Mahligai Keloyang''' yang mengisahkan pertemuan Datuk Sakti dengan para bidadari. Legenda tersebut masih diceritakan secara turun-temurun sebagai bagian dari budaya masyarakat Melayu. Di kawasan Kolam Loyang pernah ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan '''peninggalan masa lampau''', seperti guci, keramik, tombak, meriam, dan peralatan rumah tangga tradisional. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai sejarah yang penting. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah adanya kegiatan peninjauan dan pelestarian Kolam Loyang oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bersama tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi kawasan bersejarah tersebut agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah serta wisata budaya. Dalam kehidupan masyarakat Desa Kelayang, nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat melalui kebiasaan bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama, seperti menentukan jadwal gotong royong membersihkan kawasan Kolam Loyang, memilih pengurus kegiatan masyarakat atau pemuda, serta membahas pelaksanaan kegiatan adat di desa. Setiap warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil secara mufakat. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa nilai demokrasi, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. n481cf4nqy728u00caci9eynunleusq Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang 0 27081 117439 117139 2026-07-09T04:16:06Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117439 wikitext text/x-wiki '''Bongkal Malang''' adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabaupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini memiliki akar sejarah yang kuat dengan budaya Melayu dan legenda lokal, sering kali dikaitkan dengan kisah perjuangan ''Datuk Patih''. yang berpusat di kawasan Talang Gelanggang. Desa Bongkal Malang memiliki luas wilayah + 1.800.000 M2, yang berbatasan langsung di sebelah Utara dengan Desa Perkebunan Sei Lala dan Desa Morong, Sebelah Selatan dengan Desa Simpang Kelayang dan Desa Sungai Banyak Ikan, Sebelah Timur dengan Desa Dusun Tua Pelang, Deaa Dusun Tua, dan Desa Teluk Sejuah, serta di sebelah Barat degan Desa Pondok Gelugur. Keadaan tanah di Desa Bongkal Malang berupa dataran tinggi dan banyak anak sungai yang melintasinya. Penduduk Desa Bongkal Malang rata-rata  suku Melayu, juga ada suku Jawa, Minang dan Batak Seiring dengan perkembangan Zaman penduduk desa Bongkal Malang Tahun 2020 berjumlah 2.537 jiwa 698 KK. Salah satu hal yang paling berkesan bagi masyarakat adalah per akhir 2025, transportasi dan infrastruktur di Desa Bongkal Malang, mengalami peningkatan signifikan, terutama pada sektor jalan penghubung, rekonstruksi ruas Jalan Cerenti–Air Molek yang melintasi Desa Bongkal Malang menggunakan sistem rigid pavement (beton kaku) sudah dapat digunakan. Jalan Cerenti–Air Molek di Desa Bongkal Malang merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi, sangat penting untuk mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan. Tradisi membangun rumah yang menjadi kebiasaan tukang tradisional di desa ini masih memegang teguh beberapa kebiasaan adat antara lain Doa Selamat (''Tepung Tepung Tawar''). Ritual ini dilakukan sebelum memulai pondasi atau penebangan kayu struktur utama, tukang dan pemilik bangunan melakukan prosesi tepung tawar untuk memohon keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan ''Menegakkan Tiang Seri:'' Tiang utama (tiang seri) di pojok kanan depan bangunan harus didirikan pertama kali dalam kondisi utuh tanpa sambungan. Prosesi ini dipimpin oleh pemuka adat atau tokoh agama setempat melalui lantunan doa bersama ''Batobo'', khusus untuk fasilitas umum atau rumah warga,, terutama dalam pengerjaan struktur berat, misalnya menaikkan kuda-kuda, kegiatan cor, dan sebagainya sering kali melibatkan warga desa secara sukarela. Seperti halnya desa lain, hal yang menonjol tentang demokrasi di desa ini adalah transparansi Pemilu dengan mengumumkan secara terbuka informasi mengenai daftar pemilih, jadwal pemilihan, calon yang mengikuti pemilihan, serta hasil penghitungan suara kepada masyarakat. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh warga serta saksi dari masing-masing calon sehingga proses pemilu berjalan jujur, adil, dan dapat diawasi bersama. 4f9ds9qhxmtj4uu32102s7qmzzsbv5s Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat 0 27088 117459 114467 2026-07-09T11:22:48Z Reva adelia 43476 /* */ 117459 wikitext text/x-wiki Kampung Pulau adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. [[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]] [[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]] Desa Kampung Pulau merupakan desa yang hidup dengan semangat gotong royong dan saling membantu. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, dan pedagang kecil. Kehidupan bermasyarakat di desa ini cukup rukun karena masyarakat berasal dari berbagai suku dan tetap menjaga persatuan. Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi adalah ketika banjir akibat curah hujan tinggi menggenangi beberapa rumah dan lahan pertanian. Pada saat itu masyarakat bersama pemerintah desa dan warga,dan relWan masyarakat bekerja sama mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Bentuk demokrasi yang diterapkan di Desa Kampung Pulau terlihat melalui pelaksanaan musyawarah desa. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan kebutuhan desa. Selain itu, warga juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cara ini, keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi masyarakat dan menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa. jf2co93ylpxgb99310de4t5teuzrc5d 117460 117459 2026-07-09T11:23:21Z Reva adelia 43476 /* */ 117460 wikitext text/x-wiki Kampung Pulau adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. [[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]] [[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]] Desa Kampung Pulau merupakan desa yang hidup dengan semangat gotong royong dan saling membantu. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, dan pedagang kecil. Kehidupan bermasyarakat di desa ini cukup rukun karena masyarakat berasal dari berbagai suku dan tetap menjaga persatuan. Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi adalah ketika banjir akibat curah hujan tinggi menggenangi beberapa rumah dan lahan pertanian. Pada saat itu masyarakat bersama pemerintah desa dan warga,dan relWan masyarakat bekerja sama mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Bentuk demokrasi yang diterapkan di Desa Kampung Pulau terlihat melalui pelaksanaan musyawarah desa. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan kebutuhan desa. Selain itu, warga juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cara ini, keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi masyarakat dan menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa 2m653e0b1qk6oq6w8tou47ydataxm4z Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat 0 27098 117449 117274 2026-07-09T07:34:51Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117449 wikitext text/x-wiki '''Tanah Datar''' adalah sebuah desa yang terdapat pada Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Salah satu peristiwa yang pernah dialami masyarakat adalah wabah penyakit ''chikungunya'' pada tahun 2008. Pada saat itu, banyak warga terserang penyakit yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk sehingga jumlah penderita meningkat dalam waktu yang relatif singkat. Akibat wabah tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu. Banyak warga tidak dapat bekerja atau bersekolah karena harus beristirahat dan menjalani pengobatan. Untuk mengatasi penyebaran penyakit, masyarakat bersama petugas kesehatan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, serta melakukan pengasapan (fogging) di beberapa wilayah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga semakin meningkat. a48anr1rqyvxpjt2vac7n2cwjj3mmv4 Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal 0 27101 117446 117305 2026-07-09T07:07:50Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117446 wikitext text/x-wiki '''Siambul''' adalah nama sebuah desa yang terdapat pada Kecamatan Batang Gansal di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa Siambul dikenal dengan potensi wisata alamnya, antara lain Danau Siambul yang memiliki air berwarna hijau tosca. Sebagian besar wilayah Siambul adalah kawasan pertanian, perkebunan, dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Desa ini masih sangat lekat dengan kearifan lokal komunitas Suku Talang Mamak yang mendiami wilayah penyangga di dalam dan sekitar Batang Gansal. Desa ini pernah menjadi juara II desa terbaik tingkat Provinsi Riau untuk kategori pelayanan informasi dan keterbukaan publik pada 2018. Bencana banjir dari luapan Batang Gansal terjadi November 2022, Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap dan merendam jalan poros penghubung antara Desa Usul dengan Desa Siambul. Ketinggian air di jalan utama mencapai lebih dari 1 meter, Agar tetap bisa beraktivitas, warga setempat bergotong-royong membuat rakit dari bambu untuk menyeberangkan sepeda motor dibantu oleh aparat kepolisian (Bhabinkamtibmas) yang ikut berendam seharian di lokasi banjir. Generasi saat ini sangat Mengetahui hal tersebut. Peristiwa banjir berkala ini diingat sebagai salah satu tantangan infrastruktur terbesar yang sering mereka hadapi saat musim hujan. Sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Desa Siambul berjalan dengan kombinasi unik antara demokrasi formal modern dan nilai-nilai musyawarah adat. Pemerintahan Adat dan Formal yakni, Posisi Kepala Desa di Siambul sering diselaraskan dengan panggilan Riya (tokoh tertinggi dalam struktur adat Suku Talang Mamak). Segala keputusan penting di desa termasuk pemilihan kepala desa didasarkan pada musyawarah bersama antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pemangku adat (Batin/Tokoh Adat) agar sesuai dengan tatanan yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan Penerapan demokrasi juga terlihat dari transparansi penyaluran bantuan sosial seperti BLT Dana Desa dan pelayanan informasi publik. Meski demikian, pelaksanaan demokrasi di desa ini sering kali diwarnai oleh tantangan konflik sengketa lahan atau koperasi yang sempat menimbulkan gesekan pro dan kontra antarwarga. 2fan17pu44ngsrf55gmnlowh067hkyf Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan 0 27732 117447 117281 2026-07-09T07:16:03Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117447 wikitext text/x-wiki '''Tembilahan''' merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selain berfungsi sebagai wilayah administratif, Tembilahan juga merupakan ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir. Oleh karena itu, kecamatan ini menjadi pusat penyelenggaraan pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan, serta berbagai pelayanan publik. Sebagai pusat aktivitas masyarakat, Tembilahan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Kecamatan Tembilahan kondisi wilayahnya didominasi dataran rendah yang dipenuhi sungai, anak sungai, dan parit. Keberadaan sungai memiliki peranan penting sebagai jalur transportasi, sumber mata pencaharian, serta penunjang kehidupan masyarakat sehari-hari. Sejak dahulu, Tembilahan dikenal sebagai kawasan yang berkembang karena letaknya yang strategis di tepi Sungai Indragiri. Posisi tersebut menjadikan Tembilahan sebagai pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat. Seiring perkembangan Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten dan terus mengalami kemajuan di berbagai bidang, seperti pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Salah satu peristiwa yang masih diingat masyarakat Tembilahan adalah Kebakaran Besar Pasar Terapung Tembilahan yang terjadi pada 22 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB. Kebakaran diduga bermula dari salah satu kios di kawasan Pasar Terapung Tembilahan. Api kemudian menyebar dengan cepat karena bangunan di sekitar lokasi saling berdempetan dan sebagian besar terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Akibatnya, ratusan kios dan ruko hangus terbakar. Musibah tersebut mengakibatkan banyak pedagang kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan. Penduduk Kecamatan Tembilahan terdiri atas berbagai suku, seperti Melayu, Banjar, Bugis, Minangkabau, Jawa, Batak, Tionghoa, dan suku lainnya. Keberagaman tersebut menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dengan semangat toleransi dan saling menghormati. Mata pencaharian masyarakat cukup beragam, antara lain sebagai pedagang, pegawai negeri, nelayan, petani, buruh, pelaku usaha, dan karyawan swasta. == HAM dan Demokrasi == Penerapan demokrasi di Kecamatan Tembilahan dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan publik secara adil, merata, dan tanpa diskriminasi sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. rrr5xlnskfnb8kk9u7yhwl0g0jwgzyn Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri 0 27733 117432 117425 2026-07-09T03:05:11Z Hendri Saleh 40599 Daftar Isi 117432 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] 1blye13qboecguaiyt3ig6cktdhxh6e 117434 117432 2026-07-09T03:20:43Z Hendri Saleh 40599 Daftar Isi 117434 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] pxz1vb4zuj545jesqpcyast7rd47o6f 117436 117434 2026-07-09T03:39:48Z Hendri Saleh 40599 Daftar isi 117436 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] 9vn3cy3jousepfg64veoirxjir3pmne 117445 117436 2026-07-09T05:35:10Z Hendri Saleh 40599 Daftar Isi 117445 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] 9frpmawwijg7lkz1bz8tpahv1bk2g33 117452 117445 2026-07-09T08:06:41Z Hendri Saleh 40599 Daftar Isi 117452 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap|Peranap]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] 1rjqjl6cnm9drm4e5jtwmnh1pa8jjlv 117456 117452 2026-07-09T08:37:29Z Hendri Saleh 40599 Daftar Isi 117456 wikitext text/x-wiki __PAKSADAFTARISI__ '''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil. Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu. == Pendahuluan == Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan. Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat. Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut). Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut. DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala. Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri. == Referensi == # <nowiki>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</nowiki> # <nowiki>https://brainly.co.id/tugas/3405045</nowiki> # <nowiki>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</nowiki> # Ahmad Yusuf dkk., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.'' == Daftar Isi == * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/danau baru rengat barat riau|Danau Baru Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang|Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Manggis|Pematang Manggis]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba|Pematang Reba]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap|Peranap]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit|Perkebunan Sungai Parit]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya|Rimpian Lubuk Batu Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]] * [[Tinjuan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sibabat|Sibabat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya|Teluk Pinang Jaya]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tembilahan|Tembilahan]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung|Desa Teluk Kabung]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang]] * [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Desa Rimpian Lubuk Batu Jaya]] sewqjgni8p2wur7x0dd51ukufvbr0n9 Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Teluk Kabung 0 27739 117444 117307 2026-07-09T05:33:51Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117444 wikitext text/x-wiki '''Desa Teluk Kabung''' berada di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Desa ini memiliki potensi utama di bidang perkebunan kelapa sawit, kopra, perikanan, serta produksi madu sialang. Selain itu terdapat industri pengeringan padi dan pengolahan madu sialang yang menjadi sumber ekonomi masyarakat. Tahun 2019, bersamaan musim kemarau terjadi kebakaran lahan di Teluk Kabung. Berhari-hari dalam masyarakat desa terpapar jerebu dan asap, sampai akhirnya titik apa padam pada Maret 2020. Sejak saat itu masyarkat berpatroli memantau lahan yang rentan terbakar. Masyarakat merasa khawatir saat itu, karena kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kabut asap, mengganggu kesehatan, merusak kebun, serta menghambat aktivitas sehari-hari. Warga kemudian diajak untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Generasi muda sekarang ini rata-rata mengetahui peristiwa tersebut, terutama yang tinggal di Desa Teluk Kabung. Pelaksanaan Demokrasi di Desa Teluk Kabung diwujudkan melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara langsung. Pada Pilkades tahun 2023 aparat pemerintah, BPD, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan bersama masyarakat yang memiliki halk pilih menyemarakkan proses Pilkades, sesuai tupoksi masing-masing. Selain Pilkades, demokrasi di Desa Teluk Kabung juga terlihat melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang Desa, yaitu forum yang melibatkan pemerintah desa, BPD, kepala dusun, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan usulan pembangunan serta mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat. eda. tclh47170t8rk4peuff3enln9du3tzv Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/danau baru rengat barat riau 0 27740 117455 117310 2026-07-09T08:34:57Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117455 wikitext text/x-wiki '''Danau Baru''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Saat ini desa ini dipimpin oleh M Ridwan. Danau Baru memiliki letak yang strategis di kawasan aliran Sungai Indragiri sehingga kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh kondisi sungai dan sumber daya alam di sekitarnya. Selain memiliki potensi di sektor pertanian dan perikanan, Desa Danau Baru juga dikenal memiliki kehidupan sosial yang harmonis serta semangat gotong royong yang masih terjaga.penduduk nya menggunakan bahasa melayu dan saling menjaga adat di desa nya.Masyarakat di sini berkomunikasi dengan berbicara secara langsung atau tatap muka, dengan sopan santun, dan menggunakan bahasa melayu, dan manfaat agar masyarakat bisa lebih akrab. Salah satu peristiwa penting yang pernah terjadi di desa danau baru adalah abrasi atau pengikisan tebing Sungai Indragiri. Pada 22 Maret 2017. Abrasi semakin parah akibat tingginya debit air sungai. Jarak antara bibir sungai dan rumah warga hanya sekitar satu meter sehingga mengancam permukiman, jalan desa, serta arena Pacu Jalur. Masyarakat meminta pemerintah segera membangun turap untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Mayoritas penduduk Desa Danau Baru bekerja sebagai petani, nelayan, buruh, dan tukang. Sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian masyarakat karena didukung oleh lahan yang cukup subur. Selain itu, hasil perikanan dari Sungai Indragiri juga menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga. Aktivitas ekonomi desa terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. biasa nya masyarakat bertani sawit, dalam 2 minggu sekali petani akan memanen buah sawit tersebut. BPD (Badan Permusyawaratan Desa) tujuannya itu agar setiap urusan fasilitas di desa berjalan dengan lancar, segala urusan yang ada di desa berjalan dengan tertib. Masyarakat di sini sering memasak ''tempoyak'' ikan patin, untuk tempoyak masyarakat akan menunggu musim durian tiba. edangkan ikan patin, biasanya dicari di sungai indragiri. Desa Danau Baru memiliki tugu. Pembangunan tugu Desa danau baru itu berada di pinggiran sungai indragiri berbatasan antara Desa Alang Kepayang dan Kota Lama. Bentuk tugu, berupa orang yang memegang dayung. Tugu ini melambangkan budaya ''Pacu Jalur'', karena Danau Baru dikenal sebagai esa atlit ''Pacu Jalur''. lzdi2hi28t9x69vf6kcb9w0fir53nmo Pengguna:Sajak Puisi 2 27748 117448 117381 2026-07-09T07:21:27Z Sajak Puisi 43496 /* */ 117448 wikitext text/x-wiki PUISI-PUISI KARYA AGUNG GEMA NUGRAHA Agung Gema Nugraha adalah seorang sastrawan (penyair), seniman, pemerhati budaya, mistik, spiritual, dan relawan independen juga konten kreator di Bandung, Jawa Barat. Ia telah membuat seribu puisi lebih dalam waktu singkat secara berkala.Berikut di bawah ini sebagian kecil dari karya-karya beliau : 1. LAGU AGUNG BULAN JUNI (2026) Agung Gema masih mengembara Sambil bergelayutan di hutan kata-kata Lalu mencium aroma nektar madu lebah dari singgasana kursi kejujuran Kebenaran adalah pangeran tersembunyi di lubuk lembah terdalam hati nurani Kini setelah zaman berganti Ia mesti berdaya berani berjaya Memakai mahkota keadilan demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi umat manusia 2. MAKNA PUISI Puisi adalah mantra ajaib Dari intuisi sakral yang gaib Pesona bahasa penuh perbawa Ikatan kuat sinyal-sinyal dunia Alam berkelana pada pijaran Sinar-sinar ruhani gemerlapan Biarlah emosional itu terlibat Dalam frasa rangkaian tersurat Fantasi gairah mimpi keramat Kan membuka tabir yang tersirat 3. PUISI DARI TANAH BANDUNG Bagai danau, bunga dan bukitan Aku catat setiap kejadian Dari mantra-mantra ajaib Kemungkinan dan sikap kearifan Puisi dari tanah Bandung Adalah visi misi semesta raya Penjaga generasi masa datang Penyejuk gelombang zaman Keharmonisan ucap, kata, alam Menjadi bahasa penuh makna Air mengalirkan semangat Restu kebajikan keramat Halus berbudi Cermin bagi jendela hati 4. AKU BANGGA DI INDONESIA Setelah umur empat puluh tahun Harus kunyatakan dengan jujur Agar aku mujur dan makmur Terpilih sebagai orang bersyukur Aku bangga di Indonesia Matahari terbit di atas kepala Sinarnya sejuk menyegarkan mata Angin mengalir tenang perlahan Membawa wangi bunga kemboja Orang berkata : kamu tidak bekerja?” Padahal dia tak banyak tahu tentangku dan arti pekerjaan Apakah dinamakan bekerja Jika berada di perusahaan asing ? Atau dengan kemeja, jas, sepatu, tas Lalu berucap “saya sibuk sedang bekerja”! Apakah tidak lebih baik bangga dengan kemampuan diri ketika seseorang bisa memanfaatkannya untuk pengabdian terhadap bangsa dan negara? Juga memiliki sekaligus berbagi waktu untuk berbagai keperluan? Hidup adalah pilihan Angin dan air tumpang tindih menjadi banjir. Membawa kayu kegolondongan, biji emas dan nikel. Memoles batu akik berwarna hijau Adalah bumi kita zamrud khatulistiwa Menyuguhkan harum cendana. Aku tidak ingin ke luar negeri Sudah kutetapkan di sini Menikmati suka duka bersama mimpi Meski dihina dicaci Hanya karena serabutan Hihi bukan persoalan Karena aku cinta negeri ini Setiap saat kuingat Aku berdoa dalam sunyi Semoga keadilan merata Semangat kebangsaan tumbuh Negeri damai tenteram Rakyatnya sehat Pusakanya keramat Aku berharap bisa mencerdaskan Kehidupan bangsa Bersikap patriotik tidak harus berpolitik Aku punya karya Meski tidak seterkenal Shakespeare Chairil Anwar atau Rendra Tapi aku bisa menunjukkan diriku Dengan sebuah catatan pemikiran Aku lulusan bahasa dan sastra Sebagai sarjana Sejak awal aku kuliah bukan untuk bekerja Tapi mencari ilmu agar bisa berbagi Lebih dekat dengan Indonesia Dengan bahasa, sastra dan budaya Di luar itu Aku mempelajari musik, filsafat, agama, tata negara, hukum, sosial, politik, ilmu alam, kewirausahaan, peradaban sejarah, psikologi, eskatologi, mistik perjimatan, keajaiban matematika, mantik, dasar fisika, metafisika, pengobatan, kaidah-kaidah kedokteran ramalan-ramalan kuno dengan berbagai genre nya kuperdalam setiap hari Akhirnya semua kusatukan dalam karya puisiku “Julukanku perpustakaan berjalan” Kurang pas tapi mengagetkanku Aku punya banyak murid Formal maupun informal Mereka mau tidak mau mengakui Pengetahuannya dari pengetahuanku Dan aku tidak perlu gaji untuk itu karena seorang guru adalah pengabdian. memberi kesegaran bagi masa depan. Kendaraanku cukup Dari hasil mengamen Aku bisa membeli rumah Cukup untuk singgah, merenung menikmati hari. Aku punya kebun cukup luas tiga puluh enam tumbak Ya dari hasil jual rongsokan Aku tidak pernah mencicil apapun Sampai saat puisi ini kamu baca Tidak juga kekurangan uang Dan jauh dari hutang ke bank Malahan membayari seseorang yang memiliki hutang Haha terkadang aku tertawa Sambil terharu Siapa aku? Aku cuma rindu wanitaku. Itu naluriah Seorang lelaki mencintai dan dicintai Kerinduanku berkarat disiram rembulan Hidup adalah perjalanan Hidup adalah persinggahan Siapa orang yang tidak terberkati Dengan adanya diriku Bukan memuji diri Ini adalah klarifikasi Maaf pernyataanku lucu-lucuan Berharap bisa memberi kesan Pertimbangan untuk ke depan Anak aku sekolahkan Aku benci pungli bila terjadi Anak yatim cukup kubiayai Para janda masih sanggup kuhidupi Aku masih bisa meminjamkan uang Tanpa bunga tanpa anggunan Entah mungkin nanti Sampai saat puisi ini kutulis Pagi di Indonesia penuh canda Kehangatan dan paradoks nya jiwa kurasakan menjadi bahan kajian Dan kita mesti belajar berlapang dada Aku paham di zaman sekarang Bekerja kantoran adalah kebanggaan Tapi tidak bagi diriku Kita bisa berbeda itulah keberagaman Kecerdikan bersilat lidah lebih dihargai Ketimbang sikap ksatria Ya ya hidup hedon sedikit nakal Atau berfoya-foya adalah keberhasilan Penilaian tergantung gaya hidup Biarpun berat sanubari melarat Yang penting rumah, kendaraan, tumpukan belanjaan terlihat keluarga atau tetangga Itulah yang kutangkap dari sisi lain Yang lain dengan pandanganku Aku bangga di Indonesia Biarpun belum bisa membanggakan Bukan pula kebanggan 5. NEGERI YANG ANEH Di balik galaksi bima sakti Ada secarik tulisan “Negeri yang aneh Puisi pun dibatasi oleh modal dan pandangan pribadi Disesuaikan dengan keinginan para oligarki Menolak keindahan persepsi Berarti menidurkan daya sejati dari kreatifitas perasaan anugrah Tuhan Jika dipilih dipilah Seperti ikan asin, cumi, udang Di beli dapat hasil beli Di kursuskan jadi karbitan Di pertontonkan butuh pengakuan Di bukukan perlu bayaran.” Aku berjalan dari desa ke kota Mencatat tiap gejala di kehidupan nyata Mengolah rasa menjadikan karya sastra Dan tak peduli ada yang mengakui Ini bukan curahan hati Tapi demi kebebasan berpuisi Selama unsur keindahan itu terjadi Maka layak diberi Prestise dan prestasi Sebagai penyair meski sunyi Jangan persulit lagi Sudah bosan terlalu berangan Tanpa perkumpulan Tak ada penerbitan Tanpa uang Tak ada keikutsertaan Apalagi kelayakan Tanpa komunitas Tak ada kepenyairan Lepaskan itu semua Buatlah puisi Tanpa perlu penilaian Untung di planet lain Terhijab triliunan kain Bukan di bumi Pula di negeriku ini Tapi di balik matahari Tiada terkena sentuhan cahaya Jauh dari rembulan Negeri begitu kelam Hanya malam Menggelombang mengambang … Puisi tak perlu tingkatan senioritas Puisi lepas aturan kesesuaian tema, judul dan kata Puisi adalah eksistensi diri Puisi memupuk kemandirian naluri Merdekakan puisi Dari cengkeraman tangan ganda yang berotot, berkuku, bergigi kuda Puisi tidak seperti rel Sambung menyambung Bukan bukit gunung Juga berbeda dengan jalan tol Apalagi minuman botol Puisi tak perlu laku Atau rayu merayu agar terjual di pasar Puisi adalah kearifan Hakikat manusia yang dengannya dia berjaya 6. DUNIA TANPA BATAS Angin panas dari negara maju menyerbu singgasana kepulauan Arah baru membuka tantangan bagi masa depan Dalam permasalahan kompleks Negara berkembang ditekan dipaksa untuk perubahan Meski harus hilang keseimbangan antara hak dan kewajiban Isu global, kesenjangan sosial Berlarut-larut bagai hujan yang bisa mengakibatkan banjir dan gempa susulan Dunia saat ini dalam satu pantauan satu daerah lingkup teknologi Kita tak bisa diam dalam percaturan pergerakan kesadaran perlu diberdayakan Peranan masyarakat adalah matahari yang penting untuk dikedepankan Dalam hal budaya, seni, sosial, komunikasi dan segala aspek kehidupan Sesuai dengan kemampuan tanpa meninggalkan nilai moral leluhur serasi, selaras berkeadilan bersatu dalam perbedaan Kapitalis adalah gunung angkuh yang tak mungkin mengalah runtuh menjadi lembah Dunia tanpa batas Memberi informasi kenyataan negeri Bahwa kita sedang dipersiapkan Untuk menjadi pion atau raja 7. PUISI UNTUK PEMBERITAAN (Khusus Sesar Lembang) Masih itu saja. Berita adalah doa Bisa berwujud mantra-mantra ketika diulang-ulang memakai syarat ketentuan Pengabaran seolah ramalan dalam kehidupan. Keterkabulan akan terjadi bila diiringi hati harap-harap cemas Ketakutan akan menumbuhkan sayapnya ke langit maka sampailah pada penjaga Malaikat pengurus bumi Maytotorun Maytotorun! Kritik mesti ditegakkan dengan benar dan berkeadilan. Antisipasi dibutuhkan sekadar keperluan Tapi tidak harus terus-menerus Menjadi arus topik pembicaraan Peliputan yang bertolak dengan kenyataan mata telanjang Adalah melawan kekuatan alam Peliputan mencari kesadarannya kepada berbagai pihak Baik untuk sebagian tujuan Dan akan kurang beruntung bagi metafisika spiritual Jiwa manusia mesti terjaga 8. SENDAWAKU, BUAT OKNUM, KORUPTOR! .. ….. Sendawaku akhirnya sampai juga kepadamu di saat aku tidak mengharapkanmu. Eughh, eughh oknum, koruptor! Oknum, koruptor Bertelor Meneror Mimpi masa depan kebangsaan Merah mega menyala Semburat cinta purba bangkit perkasa Berani memberantas korupsi adalah ksatria sejati Pemimpin cermin bagi hati nurani Oh kekasihku, yang duduk di kursi kekuasaan negara jangan makan gaji buta Di antara awang-awang dan bumi yang pernah cedera Sepuluh tahun aku menahan luka Dua puluh tahun aku terlunta-lunta Kamu kini bukan wujud yang kemarin Manipulasi diri begitu narsis dan dingin Seperti lambungku, kosong kendor Oknum, koruptor! Oknum, koruptor! 9. CIKOLE Mimpi-mimpi yang perkasa berdiri tegak di bawah lembah Gunung Tangkuban Perahu Langkah-langkah dari jauh disulap angin riuh dan mitos negeri peri Gunung Puteri Kembang Jaksi Lembah Hyang Cikole Jayagiri Dewi menyala seperti bintang di malam hari Murninya alam kahyangan Cantiknya Parahyangan 10. LAGU BUAT NENG DEWI (Bulan Juni 2026) Aku tulis puisi ini Sambil menikmati bulan Juni Riuh remaja bulannya muda Wahai neng Dewi kucinta padamu Setangkai bidara yang tertanam Diusapi sepi udara malam Sejuk membelai merekah gemulai Memantapkan keyakinan tanpa buaian Dirimu dalam pandangan Bagai kejernihan murni Bumi Pertiwi Wahai neng Dewi kumerindukanmu 11. KEMBALI KE LEUWI PANJANG Kembali ke terminal Leuwi Panjang adalah menemani nyanyi pagi bulan Juli setelah kegiatan sehari-hari terhenti Bus kota kunaiki bersama mimpi tanpa mengenyam raut muka kekasih masa silam Dan Dewi masih menunda tanda Belum juga terbit di pelupuk mata Tapi hidup tak boleh sia-sia dalam kobarannya 12. TANGIS BESI Tangis Besi Tangis Besi Betapa ganasnya satu pekerti Dan ia tak mau mengerti Tangis besi Tangis Besi Keras kaku pemikiran angan Itu tak bisa dihancurkan 13. PENA JULI Pena Juli Tintanya tersirap matahari dari ufuk hari yang tak pasti Pena Juli Tiada tajam bagai gergaji atau kilat pisau belati Patah perintah hati nurani 14. MAWAR TEMBAGA Mawar tembaga Adalah bunga persembahan zaman Kebunnya sudah menjadi menara Istrinya terbentur musim gugur Segala jiwa keluarga menganggur Mawar tembaga Lelaki legam perkasa Sudah lima tahun bertapa bertambah tua muka banyak berduka Tak ada cinta jika tak menghasilkan Sebagaimana cahaya malam redam bila bintang bulannya tenggelam Ah kesendirian itu adalah pintu gila Mawar tembaga 15. BERAS BATIN Beras Batin Angin menggelinding membawa kabar tentang tanah subur tanpa penghuni Sawah-sawah liar itu telah tertanam gedung dan perumahan mewah Beras Batin Rakyatnya pergi ke lorong mega Sambil melangkah menganga menitikkan air mata tanpa suara Karena bunyi habis termakan excavator, tower crane Palu besar menambah pilu Concret pump, vibrator dan gergaji menyayat sanubari Beras batin 16 WANITA SATU RUPA Singgah di kursi pemanjaan dirimu Aku boneka yang tiada bernama Sudah kuciptakan seribu sajak Sambil diam terbajak Masih mencari juga tentang makna tentang kenapa kita harus bersama? Kamu adalah wanita penuh warna Baik hati memiliki satu rupa Ketulusan Wahai kekasih pemberi inspirasi Seratus guru aku pelajari Tapi kembali kepadamu aku berkaca 17. BUKAN CINTA MEI Bukan cinta untuk Mei Aku tulis sajak di bulan ini Tapi karena kemelut mencari jalannya lewat kalimat tanpa laknat Kita terlalu mudah sakit hati Batang patah nurani bergetah Meludah marah muntah-muntah Menempel di tangan menjadi dendam Masuk ke pikiran semakin kelam Sulitnya naga berapi Diam menyepi berkontemplasi Malah  nge-gas tegas menolak berontak Menerima secuil takdir keberuntungan Kita belum dewasa mengenal bunga Warna-warni kehidupan fatamorgana Enggan beriring saat tak bernama Kalah bersaing menyaring bising Dalam kenyataan yang dihadapi Diri bagai cedera luka kura-kura Setiap manusia korban khianat duka Bukan cuma Anda Bianglala tiada selalu menyala Lalu kamu mengalirkan air mata Menyuap alam semesta Akhirnya bersembunyi di semak berduri Terpenjara oleh hari 18. KERAJAAN JAMPANG MANGGUNG Jampang Manggung dua masehi Aki Sugiwanca menemu tanda di balik sunyi Selatan Jawa Barat adalah permata Kesuburan tanah mesti terjaga Cianjur, Sukabumi berdaya Kerajaan tegak tatar pasundan semarak Sang kakak, Aki Tirem dari Banten leluhur raja-raja Sunda menyimak dan ya, utara – selatan mesti terdengar harapan agar tertata wilayah makmur, adil dan sejahtera 19. SAJAK BULU Satu perjalanan seribu pengkhianatan Aku merasakan bulu-bulu di tubuh menyentuh kisruh pikiran, keringat berpeluh kering merapuh Memanjang nan keruh Kusut beringsut Ibarat perdebatan intelektual di media sosial Serasa hampa kurang guna tiada ada jalan keluar Malah api berkobar Kita terbakar Lubang-lubang semakin lengang tanda ketidakmampuan mulut membicarakan berbagai keluhan yang datang bertubi-tubi setiap jam saat berbunyi berdentang Bulu di telinga berwarna jingga Bulu di hidung lendir terkandung Bulu di atas bibir dan mata Menyangkut kental air susu putih dan tragedi cinta merintih Bulu di ketiak Bagai jerat hitam scorpio Bulu di emmm…. Mesti dibersihkan harian, mingguan atau bulanan sebelum waktu gajian Bulu di setiap jengkal terus tumbuh tersipuh janji-janji kecil terasingkan lalu akhirnya meluas memanjang menjadi kebun binatang Ah Seperti alang-alang tertiup angin rambut jagung pun menguning terjemur persoalan hutang Umur tergadaikan Bulu terlupakan 20. PUISI X Menyaksikan semesta raya adalah mencari keberadaan diri kita yang terbang melayang dalam pertanyaan mencoba memantapkan ujuan Spinoza sedikit mengurai kata tentang kesadaran etika Dan aku memahami bahwa mengikuti hasrat diri untuk kepentingan kita sendiri yang terlihat baik mandiri Bisa jadi membuat problema baru bagi keserasian keharmonisan jalannya ketentuan alam Bangunan-bangunan bertembok besi, baja, seng dan tembaga Hunian indah mengorbankan pohonan, hutan, hewan rumputan Kendaraan di empat elemen Aspalan jalan, gang menggantikan tanah persahabatan Mengugurkan kecintaan pemeliharaan akan riuhnya kehidupan Kimia menjadi sihir pembakar kehijauan Napas manusia meracuni harapan hewan tumbuhan juga kemurnian Kita menghancurkan keyakinan kita sendiri 21. SI JALAK HARUPAT Di mana dia Si Jalak Harupat penghalau badai barat laut? Ombak menggoyangkan pohonan Si Jalak Harupat perkasa membelah setiap hantaman Kepekaannya memindahkan awan hitam Cerdas kata tegas matahari terpancar dan bagai petir mengandung energi listrik kalimatnya menggetarkan para penindas yang pura-pura kura-kura Dinding mana mampu menghalangi? Keberaniannya mengungguli setiap hati Celoteh alasan apa bisa menandingi? Penjajahan dan diskriminasi tak boleh berdiri di bumi pertiwi Menyerah bahasa lain di ujung langit sepi Pendidikan, berdayakan! Keadilan dan kedaulatan perjuangkan! Bangsa mesti “Merdeka!” 22. PUTRI KADITA Udara itu rasa jamu batrawali Ramuan nasib gaib yang tiada kita ketahui membuat bintang bulan cemberut Jekut muka malam karam terdalam luka-luka duka cita Putri Kadita Putri Kadita Kasih ayah adalah segala Air mata ada di jiwa Putri Kadita darah Siliwangi berkata “Cedera rasa, keadilan menjelma.” Oh, Merah jingga mengalir bagai butiran berlian takkan mudah terkalahkan …Setelah tersia-sia Perjalanan memiliki perhitungan Ketentuan masing-masing kehidupan Meski mesti kita terkucil terasing Kain Kemulyaan keagungan Tiada tertukar disambar hasrat kedengkian Jika waktunya alam kan memakaikannya Di roh, mata, telinga, suara keabadian Putri Kadita ratu penguasa pesisir pantai selatan 23. BUAH HONJE Buah Honje buah Honje Nyai Padmawati Istri terkasih Prabu Siliwangi Menanti sang buah hati Langit menguji perasaan Kuat keinginan dua roh di badan Mengungkapkan buah masam karena mengidam adalah bisikan lain alam Ki lengser Pajajaran merenangi mimpi Mengembara di sorot sinar mentari Mencari terus mencari tapi di negeri begitu sepi Setelah lelah bimbang hadapi hari Bisikan diri menggerakan kaki Langkah lari tiada terperi Di hutan akhirnya ia dapati Sayang hitungan delapan Terpetik harapan Ki lengser kerajaan Muara Beres mendahului waktu terdepan Takdir permaisuri Gambir Wangi pun serupa hasrat tersirat Buah Honje buah Honje Dua lengser saling memperebutkan Rembulan menyaksikan Ilmu berkilatan Sekali sentil bukit mengecil Tiada kalah dan menang Malam kesaktian berimbang Bintang cemerlang Akhirnya meminta petunjuk kahyangan Sunan Ambu adalah keadilan Memutuskan tiada mengabaikan Dibagilah dengan rata dan sejahtera Nyai Padma melahirkan putra bercahaya Prabu Mundinglaya Dikusumah Gagah perkasa 24. PENGHARGAAN SEMU Hei, hei air segelas jika hilangkan dahaga Tak perlu seember penuh terhidangkan untuk kamu reguk agar sirna panas ternggorokan Biar tidak mabuk Hei, hei kenapa kamu bersamaan Jika sendiri mampu menyelesaikan Penghargaan kolektif tak ada tujuan Bila yang tunggal mampu memecahkan Apalagi kamu harapkan? Hei, hei jangan belajar tak masuk akal! Bayangan semu tak perlu dirindu Ambillah kenyataan pahitnya hatimu 25. PENYAIR  PEMECAH REKOR Dia adalah cakrawala luas Pecinta budaya dan harapan tanpa batas Ribuan kata-kata berbintang Metafora matahari kebaruan hari-hari bersinar terang di langit membentang Penyair pemecah rekor karya otentik Memberontak waktu sigap tiap menit sengit berlari mengejar detik-detik terpantik inspirasi gelora mistik Kalimat keramat bagai mengandung daya magnetik 26. IBU INGGIT GANARSIH Inggit Ganarsih adalah sinar fajar yang siap siaga selalu tiada samar menemani langkah lelah sang Bapak Bangsa memperjuangkan cita-cita kedaulatan negara tercinta Beliau langit terhampar tak gentar Menemui malam dan teriknya siang Senja menua tetap menyala Oh jasa-jasa dari napas ketulusan jiwa Jangan sampai generasi kita terlupa Sejuknya kasih sayang dan cinta Bagaikan namanya indah kan bergema 27. MENUJU MAKAM IBU INGGIT GANARSIH Matahari nampak indah menerangi Bersambut sentuhan angin Sukajadi Di jari-jari sepinya hati Bandung selalu mendukung perjalanan hari-hari Tiba-tiba bisikan harapan bangkitkan niat keramat untuk kembali menyibak Tokoh istimewa yang banyak mata telinga dan generasi terlupa Seorang hebat terang berjasa Pondasi penyemangat Bapak Bangsa Maka kulanjutkan langkah teduhku melewati Pajajaran, pasar Caringin menuju Babakan Ciparay Cahaya tergerai “Ibu Inggit Ganarsih kuucapkan salam” Perempuan perintis pergerakan kemerdekaan Indonesia yang selalu setia mendampingi Sang Proklamator tercinta Doa-doa Renungan masa lama Sejarah Dan cerita Tangis air mata 28. PENYAIR PENYU Penyair itu telah lahir di tanah mentah putih pasir Sendiri sepi Meniti matahari terpuji terlindungi Menekuni hari-hari merayapi arti Sambil melangkahan kaki menuju tepi pantai Ia tak gontai Menulis puisi di antara kegetiran pasang surut lautan rindu, diri, dan zaman Penyair penyu penyair penyu Terlihat dunia tanpa batasan Keluasan keluwesan adalah kehidupan Keberanian menjadi kebenaran Bergulung ia dengan gelombang Menyelam ke dalam lautan Mengikuti tarian ombak untuk satu tujuan Petualangan 29. PENYAIR GURU Angin mengusap mukanya yang gemerlap getir terkesiap rasa khawatir renungi anak didik sekolahnya menyelami gelombang pancaroba Lautan berkarang dan berpetir Badai datang selalu tidak terduga Perahu sederhana hanya bisa mengikuti arus ombak berbicara Sarapan malam terganti tinta hitam Sendok dan piring kaca ia sulap menjadi kertas – pena Penyair guru tabu bermain dadu Meski kehidupan dalam pengajaran tak ada jaminan mencapai langit biru Tapi kurikulum serupa bintang arahan Dan tujuan perjalanan mesti diperjuangkan 30. PERNAH BERKHAYAL Pernah aku berkhayal bermimpi berangan seperti berkontemplasi diri Harga-harga bisa turun kembali maka akan menyenangkan bagi hati saat sedang dilanda pailit ekonomi Oh keuangan mustika di rimbun jerami Oh karya-karya puisi tidak berarti Kita ada dalam kegagalan mencari jati diri Menegakkan keadilan mendesak metode induksi Intelektual terlalu bermanja-manja logika Lupa dengan atom-atom rasa yang meluap ke udara menjadi derita Itulah lamunan singkat padat bukan terang kejora harapan Tapi penantian tidak memungkinkan 31. PERTEMUAN PENYAIR Telah kutemui berbagai suara tangis Jeritan sesal, durhaka, derita dan bahagia Angin mengejar waktu untuk bersama Penyair dikalahkan oleh kata-kata Apa yang tertera di balik dinding hening Malam dingin siang berhimpun tanding Lanskap perkotaan – angan pedesaan Segala sesuatu saling berpangku Seperti bumi merantai musim cuaca Hujan kemarau selalu berganti Manusia tak ada yang mandiri Begitu pula air Syair penyair 32. BAGAI ACHILLES DAN KURA-KURA Aku dan kamu ini waktu Bagai Achilles dan kura-kura Sekuat tenaga aku curahkan Sejauh mata memandang Melewati batasan-batasan Setenang kamu berjalan Secepat aku berlari Seberapa jauh tempat terhenti Serajin aku mencari Kembali aku mesti menjumpai Sementara garis-garis nasib tak pasti dalam ruang di balik ruang ada ruang gaib Memasuki pintu ke pintu lagi-lagi bertemu Kemustahilan menjadi kemungkinan Yang tak bisa kita tafsirkan 33. ZENO DARI BARAT LAUT Zeno dari barat laut telah menempuh larut mengukir paradoks Tentang misteri batasan dan waktu Menguatkan kembali satu teori setia pada guru sejati Membangun ruang pemikiran yang mesti terpecahkan Bunga keberuntungan jatuh di dada Aristoteles Dibuatlah pintu-pintu dan jendela agar masuk udara kesegaran bagi mata dan jiwa 34. PUISI UNTUK TENDER SURRENDER, STEVE VAI Melodi itu terdengar seperti persahabatan makhluk dunia lain yang sedang rundingan berdialog sambil berdialektika Bagai mengawasi langkah-langkah arah urat-urat tubuh lalu berlabuh di ulu hatiku, teduh Asing tenang beriring Bening nan nyaring Ada Hening di kedalaman Semarak menyeru keakraban Padat menekan keyakinan Membiru gunung di langit kejauhan Not-not jumpalitan tetap bertujuan Ada dingin berselancar dalam getar membuat bulu kudukku merinding berdebar-debar Ada kasih kerinduan manis senyuman dalam sentuhan tone tegas senar-senar Ada gurauan canda tawa kebajikan Gaya elegan berdamping kemampuan tak terbantahkan Ini keajaiban! Gelombang ombak lautan berarakan Harmonis di luar nalar batasan Luwes bertenaga daya segala sukma Dua karakter satu rasa menghantam baja Kelembutan tajamnya naluri seni Sebagai seorang gitaris dunia Stevai, merangkai bisikan harapan terpendam gejolak alam tiada padam Setiap lompatan jari melahirkan irama unik sistemik pernak-pernik indah hidup bermadah teknik permainan berhamburan berbicara bermakna bermetamorfosis, menjadi, dan dinamis 35. MENJELANG ZODIAK TAURUS Menjelang Taurus, Aries meraih kembali Pisces masih mencari di pagi bermentari Gemini dalam duka hitam cinta ditinggal kekasih setia Oh hujan yang berpetir longsor sungguh aku khawatir Dan sampah jangan sebabkan banjir Gagasan kebajikan dan ambisi Taurus terencana matang Anginnya sudah memberi kabar Taurus, Taurus gunung didaki tak perlu terlalu tinggi Hipotermia bisa jadi sempitkan nafas di dada 36. RUMAH ZODIAK ARIES BULAN APRIL Rumah adalah singgasana bagi perjalanan jiwa Di antara seribu bisikan persoalan eksternal yang tak masuk di akal Angin memikul rezeki dari kejauhan terbang sampaikan keberuntungan Cinta mengalir bagaikan air kali jernih diselimuti kehijauan pohonan Aries bertapa dalam karya dan cipta Rumah adalah singgasana Mahkota pemimpin Keberkatan bersanding 37. DELAPAN BELAS APRIL (KAA) Teruntuk delapan belas April Hati di dua benua terpanggil Indonesia berbicara Lantang dengan semangat kuat membaja–menyala Bandung, Gedung Merdeka Saksi menuju masa depan cemerlang Pintu kepedulian kemanusiaan Antara kekhawatiran dan harapan Dua puluh sembilan negara Berembuk bersama Memantapkan kembali budaya Kerjasama ekonomi agar lebih berdaya Negara-negara berkembang berjuang Kolonialisme mesti ditentang Karena merugikan Mengundang kehancuran Negara berhak merdeka dengan segala kedaulatannya Jangan ada negara boneka! Yang bisa dipermainkan seenaknya Hak asasi manusia mesti terjaga Neokolonialisme wabah penyakit bagaikan bakteri yang menggerogoti negeri Penjajahan tak boleh ada di muka bumi Delapan belas April Bersinar cahaya kesadaran Solidaritas dibangkitkan Perdamaian disuarakan Hari baru nafas baru Sembilan belas lima puluh lima Konferensi Asia Afrika 38. PENYAIR MALANG MELINTANG Penyair yang malang melintang adalah dia dalam dikotomi peradaban Satu tubuh dua kehidupan Antara cinta dan misi cita-cita Angin membawanya ke air terjun Penyair bermandi limpahan karunia Matahari bagai koin kuning Menyemprotkan angka nominal pada pandangan Bimbang ia berputaran Menelentangkan dua tangan Mengangkat satu kaki sambil bersiulan Dan jawaban itu tak pernah ditemukan 39. PENYAIR DI ATAS KASUR Penyair di atas kasur bersama khayalan ia bertempur Jendela adalah benda kuno yang mesti ia pelihara dari pandangan penguasa siang Dan angin bagai roh jahat mengutuknya sekatuk laknat Penyair di atas kasur Kakinya terlipat lalu terulur Seperti niat tekadnya maju mundur 40. SERENADA APRIL Hey hey hey hey Hey hey hey hey Dewi kelopak bunga melati Putih berseri-seri Ceria mewangi di bulan April bersemi Menjadi nyanyian duniawi Hey hey hey hey Hey hey hey hey Dewi serenada ungu laguku Spiritualitas penggerak sajakku 41. DI PARKIRAN Anginnya tegak berkerut kening cemberut tak bergeming dan halaman bagai pulau es dingin Sudah satu minggu Peluitnya bisu temboknya tuli tiada mendengar mesin bergetar Tukang parkir itu berunding bersama hening Lamunannya nyangkut di cakrawala Bingung anaknya SD harus outing class Dan seragam agak kusam Uang belum juga tergenggam Wahai yang mencari Ke mana rezeki akan berlari Jika waktu tentu Kembali juga kepadamu 42. TUJUH PERI DI WARUNG REMANG Pohon sawit berbaris berjejeran Jalan dramatis menangis di pinggiran Di warung remang-remang Tujuh peri membisikan harapan Semoga hari ini ada yang datang Air hujan jatuh bercucuran Seperti hati mereka gelisah tak keruan Di dipan halaman teduhan Lagu rindu sendu berwangi kemenyan Setiap yang bernyawa memiliki kebutuhan Awan masih hitam Nasib bulan agak kusam Lambungnya ringan melayang-layang Wahai tujuh peri yang mengunyah sepi mencari rezeki menjemput keberuntungan diri Sementara kamu berusaha Dan jauh dari putus asa Doa dalam asa takkan sia-sia Bagian itu akan tiba pada saatnya Tiada tertukar ke lain dunia 43. INTROSPEKSI BULAN JULI Melirik lagi masa sedetik tadi adalah berintrospeksi diri pada langkah manusia yang lalai akan jalannya alam dan takdir sehingga melupakan adalah pengkhianatan akan kebaikan Kita tidak mau menjadi saksi bagi kelemahan hati Dengan pergaulan pikiran gila logika kita jadi tidak memahami satu nama “rasa kasih cinta.” 44. SETELAH KEMARAU BULAN JUNI Setelah kemarau kemarin bulan Juni yang penuh kesombongan Hari ini sayap malaikat suci mengepakkan kasih sayangnya Tercurahlan air bekas ia bermandi di telaga langit surga menjadi kesederhanaan hujan bulan Juli Insan tak perlu angkuh dengan materi padahal keadaannya tiada pernah ia memahami Insan lepaslah baju keegoanmu sebab satu titik air menyegarkan untuk kehidupanmu rumit untuk kamu ciptakan 45. HUJAN BULAN JULI Ada muka yang membawa sukacita dari rindu purba di bawah langit senja Hujan bulan Juli Kini telah turun lagi setelah tujuh tahun bersembunyi karena langkah sehari-hari awan tiada menepikan pesan harapan mata air kehidupan surgawi (Manusia melupakan kaitannya dengan alam maka hujan pun enggan memberi kedamaian) Ada keangkuhan derita menjadi cerita Hujan bulan Juli menjadi penyadaran lelaki akan cintanya yang tak pernah ia akui 46. KEKASIH KEBERUNTUNGAN Bagai al Khawarizmi yang berkutat dengan angka dan tanda pada matematika Aku mengambil perwakilan elemen huruf di bandul liontin lehermu Agar serasi dengan hitungan nama Kekasih kabut bayangan Dedaunan memiliki bentuk manuver akan keberuntungan khasiatnya Begitu juga dirimu mengembun fajar kala turun dalam ingatan Sehingga seribu puisi kuselesaikan Karena ada kamu pada diriku 47. GURU BUMI Guru bumi Sang utusan dari galaksi bima sakti Telah tertanam semangatnya sebagai pemberi pencerahan malam Sorot matanya adalah lembutnya angin saat fajar pertama terbit Dan wajahnya menjadi embun kesejukan hari harapan untuk masa depan 48. BUNGA BESI Bunga Besi Bunga Besi Drama dendam melahirkan teka-teki Ia terbentuk dari goresan gurinda hubungan yang tersangkut misi sebagai “ninja” Bunga Besi keras – dingin darahnya sudah terhisap doktrin dari sulap kalimat yang membuatnya tak boleh patah semangat 49. KEJORA LIAR Kejora liar kejora tak gentar dengan ganasnya angin malam Ia di pinggir jalan bagai patung termenung tiada bersenandung Menantikan limpahan rezeki kelam dari udara napas yang kasar dan tak berperasaan Kejora liar polos tertekan zaman Karena ketentuan memaksa jiwa untuk selalu berduka Kejora tak tahu apa-apa Mungkin pernah ia dikhianati cinta 50. HADIAH KEKASIH BULAN JULI Menyertakan martabak Bandung kacang meses manis sebagai hadiah perjalanan panjangku saat hari sedang mendung Kasihku berbinaran bintang bahagia Betapa cinta tanpa celoteh mendukung usaha dan keringat yang jatuh ke tanah Pesannya serupa amanat keramat Ah hakikatnya bagi segala kehidupan adalah kesederhanaan dalam perhatian sesuai kebutuhan dan keperluan 51. SOTONG GORENG Sotong Goreng Sotong Goreng bersama tahu bulat lima ratusan Aku mentraktir kekasihku yang selalu lapang dalam zaman Senja menggelayut di angkasa Hatiku terpesona pada jingganya cinta kita yang tiada butuh mahalnya harga atau mewahnya suka ceria 52. BAKSO IMUT Bakso imut di balik kabut mega bersatu padu Menuntunku menemuimu Kenangan kita saat hujan itu Oh hangatnya cinta dalam sikap ditemani saus pedas dan kecap Adalah romantika waktu yang syahdu 53. ASAP RINDU Asap rindu asap kabut yang membiru Ia terbang ke cakrawala hampa Menjadi planet baru saat senjakala Asap rindu keluh melepuh kehidupan Angin mengintai dari delapan arah Memojokkan sang pecinta dengan amarah 54. MEMBUKA PINTU PERSAHABATAN Membuka pintu persahabatan kembali setelah berulang kali terkhianati Seperti menanggung cakrawala gelap yang merayap mendekap bumi Terlalu banyak perumpamaan Tiada menjadi cermin bagi kehidupan Akhirnya tersia-sia juga dalam hina dan cela derita karena kita memulainya 55. MENGENDARAI PAGI Mengendarai embun pagi memadamkan mimpi-mimpi malam kemarin yang terbakar karena amarah perjalanan adalah menghidupkan kembali diri dalam kesejatiannya Maka aku tulis puisi ini Sebagai kotak kenangan agar generasi depan dapat menimbang akan emosi sesaat dari ego sesat dan ambisi kuat yang menyengsarakan 56. YANG TERPECAH Yang terpecah karena utang Sahabat melenggang otot meregang Uang belum terbayarkan Adalah pupuk karma di masa depan Putus rantai, lautan tak berpa tai Serabut rambut tersulut api dengki dan urat-urat adalah babat Semula kita erat saling salaman Jika berjumpa tegur sapa tak lupa Ramah dan tabah Tapi kini petir itu menyambar-nyambar Di depan mata Dan hantu muka sangat seram Menakutkan seperti film horor Roh mimpi gentayangan Di malam menjadi mutan-mutan 57. KERAK SAMPAH Kerak Sampah Kerak Ludah Mekar mengekar menjadi tikar Motif lukisan di dinding buta Apakah itu keajaiban tanpa mata? atau seni berani protes sosial? Kemarin kini sama seperti ulangan yang belum ternilai Salahkan siapa? Aku tak punya gaji Untuk membersihkan, hasil mengamen tak cukup buat beli lap, sapu sarana alat menjaga lingkungan Kerak Sampah Kerak Ludah Dahak dan ingus memberangus Taman-taman, rumah, pemukiman 58. SEBAGAI SENIMAN Berbantal berlengan tak lupa Aku kendalikan emosi jiwa Hari itu selalu berbalik Seperti guling Biar bumi bertanding Kita akan tidur pulas Lalu pura-pura ngelindur Sebagai seniman Aku punya harapan Dalam goresan gambar Atau tanda tangan terkaca sikap yang kudekap 59. KARYA KOPI Karya kopi kemelut kangen bercengkrama derita karena larut lunglai dukacita Pergumulan teori biru menggebu Tapi kegagalan selalu ada melagu Oh sandal-sandal jepit langit Sampai kapan aku bisa merakit melintasi sunyinya nebula menuju Sirius agar tiada tergerus ego dan ambisi yang terus menerus? Oh asbak-asbak di kepalaku Rambut beriak hatiku mesti tegak 60. DI MUSIM KERING Agung Gema pulang, peniti hari menautkan kusutnya pekerjaan rumah agar tersambung terang harmonis Sapu lantai berjodoh dengan cucian piring dan baju kecuali rindu Agak sedikit terlupakan dulu Air toren mesti dinyalakan biar penghuni merasakan kesegaran Sampah harus dibuang supaya tidak tertular penyakit panas Semua kemustahilan bisa terjadi dan dapat diatasi Ternak – tanaman senang makanan Seperti aku ngemil apa yang terpandang Detik ke jam loncat bagai tupai Padi menguning di malam hening Suasana kendaraan sudah tak bising Di musim kering 61. BISINGNYA GANG Bisingnya gang Adalah kurangnya aturan Angin menggelembung Dan suara kendaraan lalu-lalang Knalpotnya menggugurkan dedaunan Akhirnya menjadi sampah berhamburan Remaja bercanda bermain gitar Di sudutnya mesra bercintaan Bisingnya gang Tanpa bintang apa yang bisa dilakukan Kita perlu satu tokoh perbawa untuk dihormati dalam karisma Agar tak ada keributan setelah habis mega 62. KAMBOJA KUBURAN TUA Terbelalak teringat ia akan satu masa Saat bunga kamboja menggoda “Itu kuburan tua!” Beratus-ratus tahun tanpa jiwa Anginnya santer Suara-suara kabut merasuki mimpi Jalannya rimbun tak tersentuh mentari Malam pun getir dalam dan sepi Ya telah lama tertinggal terasingkan 63. KOPI LUKA Kopi Luka hitamnya bersandar masa di mana ia terkena lambung karena cinta Oh lelaki yang terasing kata-kata kekasih Masih melagu juga lewat sajak rindu Kopi duka gocekan sendok tembaga adalah ia hendak bicara Pada alam hampa tanpa telinga Lelaki tak boleh hanyut tenggelam telaga Karena hidup bagai matahari yang tak boleh meredup 64. LELAKI MUDA POLOS Terlalu tertengadah ia Melihat bunga kelayapan serupa Orion menyala dengan jendela tangan terbuka Nebula angan berhamburan sebagai souvenir jelita di malam pertama Dan ia polos menangkapnya sepenuh jiwa Semua itu jutaan kilometer untuk teraih Yang hijau muda batang pejuang mengedipkan mata berani bermimpi Mengejar waktu masa depan Adalah dengan giat di kala kini 65. DUPA HARI Dupa hari dupa yang tak pernah jadi tumbuh sebagai kenyataan mimpi Adalah hasrat terburu menggebu akhirnya terbebani Tinggal tangkai lamunan rimbun sepi Dupa hari mengigau aku akan batasan persahabatan Ketergantungan duri di dalam badan Dupa hari mengepul ke atap langit Menyeru berbagai penguasa kulantunkan mantra-mantra nama-nama asing di bawah sinar bulan 66. KAMPUNG SILUMAN Kebun dan gubuk yang runtuh Jejak jerami kutinggalkan dengan lapang Tahun-tahun nanti kan tergantikan Kampung siluman Pernah ada setangkai harapan muda Anginnya sejuk kureguk Embunnya dingin meresap merinding Tiga puluh enam tumbak Tanah berombak Ke mana arahnya jiwa berontak Pohon kopi masih tegap Tapi hati enggan bersikap Terlalu jauh bila kutempuh 67. AGUNG GEMA DI BULAN JUNI Agung Gema masih menulis puisi di bulan Juni zodiak Gemini Sambil bernyanyi memahami hari-hari Jika lampu langit kuasai malam kembali ia bermandikan sinar terang Pecah senyum riang bening berbintang Agung Gema tidak mengiris waktu sebab setan rindu tapi menempel bambu di kota yang tabu terhadap sikap kalbu Ah jembatan kasih ikatan tali bersih Di mana kamu mengikat erat peduli pada pikiran kopong melongpong dengan lagu-lagu melolong? – Puisi adalah penolong Bukan sikap sombong Agung Gema di bulan Juni tersadar, tidak lagi berlari mencari mimpi 68. SAJAK BINAHONG Binahong oh binahong Telah luput aku mengenalmu Sejak empat tahun lalu betapa kurindukan dirimu Kini setelah sekian lama kamu bersanding bersamaku mata bagai terhambur bubuk kaldu “Kamu samar rambat mengikat erat”. Binahong binahong bukan bohong Aku pernah memelukmu mereguk dirimu Dalam rutinitas kesibukanku yang selalu ragu 69. BANGLE HITAM Bangle hitam bangle hitam Anginnya kencang tak terkira Bagai jet tempur yang gila memberi wabah pada derita Bangle hitam bangle hitam Keteguhan di masa modern adalah inspirasi emas Di balik dedaunan kolot dan matamu melotot Ada otot bagi penangkal penyakit dua alam sakral Bangle hitam bangle hitam 70. PINUS DARI CIHIDEUNG Pinus dari Cihideung adalah kepribadian kita saat berkenalan menyibak tabir sepi Angin berhembus membius rasa kakunya diri untuk membuka celah cerita cinta kehidupan baru Kita diam tanpa saling bicara cuma pinus bagai memberi tanda kamu masih tetap ada di jiwa 71. PUISI DARI KAHYANGAN Inilah puisiku Jatuh dari kahyangan harapan Mewangi misik menetes tanpa gemerlap kontes Tapi tegap gemuruh gempita bagai suara surgawi kerinduan literasi di bulan Juni Metafora sederhana adalah tokoh berjaya yang memiliki jimat pusaka rambut cendana Pembuka portal-portal gaib tua Pembaharu di zaman serba terbuka Tameng sukma arus derita sastra 72. JIKA HUJAN BULAN JUNI Jika hujan di bulan Juni Itu adalah kilasan mimpi maya di atas kasur lembut sutra Karena Juni kali ini adalah kemarau kebisuan delta kering kerontang Patah batang pohonan sistem ekonomi malang yang mesti kita perbaiki Agar kembali bangkit di negeri ini Rakyat makmur, sejahtera Keadilan merata 73. SAJAK DAUN JERUK PURUT Daun jeruk purut Angin jin datang mengerut Rindu itu begitu kecut Tak terlihat tapi mendekat Cinta telah patah Di bawah mentari muda Dan kejenuhan menua Bagai kering dedaunan harapan Daun jeruk purut di halaman Adalah jalan untuk sesekali mengingat masa-masa silam yang jauh pandangan 74. SAJAK DAUN JINTEN Cinta membawanya ke beranda tanah-tanah duka Karena mimpi adalah ciri kehidupan yang menyala di kedalaman jiwa Semangat dan cita-cita mesti ada Agar lingkungan depan rumah tua tetap terjaga Hiasan-hiasan seni alam anugerah kejayaan dunia Daun Jinten daun pembalut luka 75. GEMINI BULAN JUNI 2026 Gemini menyangkut di pohonan semak-semak harapan Angin hasrat bergulingan ke lautan dalam yang tak mampu ia jangkau Gelap Pengap Terlalu gelap Gemini menukik mematuki diri 76. PENYAIR BULAN JUNI Penyair bulan Juni adalah pengukir kata di sinar rembulan romantika metafora bunga-bunga keajaiban kehidupan Ia menjadi cermin kejernihan rasa yang mengalir melalui lagu dan irama Oh telaga bening air mata Keharuan di tengah taman perjuangan bahasa sastra Penyair bulan Juni kunci bagi pintu kemelut kalbu 77. KEMARAU BULAN JUNI 2026 Kemarau Juni mengundang kunang-kunang suara serangga di malam hari Udara diam tak menggurui dendam Karena keluh kesah bahasa lain sampah yang tertunda untuk dibuang Kemarau Juni menggenggam seni akrobatik diri merangkai tangkai-tangkai kering sisa pembuangan bunga puisi kemarin kala gugur terjemur Nyanyian kelam menjadi lagu mistik Mantra doa-doa bangkit Di depan nyala api lilin alit berdiri sendiri sepi 78. YANG TERTINGGAL Yang tertinggal adalah waktu semerawut benang-benang rindu tidak menentu Manusia sendiri Hari-hari tercuri ambisi Penatnya diri melenyap arti 79. SAJAK SATU JUNI Kalimat langit Malaikat bangkit memberi inspirasi pada jiwa pemilik semangat nasionalisme Udara bela cinta bertiup bersatu padu bersama para patriotik Dan ini bukan seruan mistik Tapi panggilan kesadaran bahwa negara mesti memiliki dasar dan pandang hidup sebagai gambaran cita-cita murni yang terbit dari hati nurani 80. ANGIN SATU JUNI Angin satu juni adalah benturan gemuruh hasrat diri yang tak pernah luluh Kembang-kembang pengkhianatan di antara luka – angan-angan Telah bermekaran menjadi nyala dendam Di bawah rembulan memburam Hanyut bayang-bayang tersiram darah rasa kesal dan bisikan putus asa Angin satu Juni gejolak nyata kehidupan perangkap atau ujian bagi sikap kebijaksanaan dalam perjalanan 81. DONAT BULAN JUNI Menatapi kue donat bulan Juni Aku menyimak berjalannya rezeki berputaran di pagi hari Lubang selalu ada Cream manis menempel di gigi terlupakan esok nanti Kealpaan kita selama ini membuat resah – serakah untuk bermimpi Demi satu kata : gengsi Kita sengsara oleh semak-semak materi Akhirnya terjadi turbulensi api Berkobaran menghancurkan pikiran dan lembutnya hati 82. SASTRA BULAN JULI Sastra bulan Juli kali ini Aku ingin menghamparkan karpet puisi dari arah tersembunyi Kolong lorong malam yang sunyi Kata lebur oleh diam Dan diri telah karam oleh gelombang lautan percintaan Sastra bulan Juli detik ini Tidak ingin aku ber-linguistik ria di balik kaca bahasa politik Tapi kuharap kejujuran cita gempita mengibarkan slogan keadilan untuk rakyat agar sejahtera Sastra bulan Juli terselimuti hingga kaki dihadapan kepingan nasib hampir raib aku mengunggahnya dalam bentuk ajaib Dipahami mereka yang mengerti akan tanda pandangan 83. TANGIS BULAN JULI Tangis bulan Juli Adalah air yang bergolak berjuang lepas dari batuan belerang Mengepulah segala hasrat Penat beradu batu mayat Bagaimana ia dapat bersayap untuk mengambil sikap? Tangis bulan Juli Keruhnya kemunafikan dalam diri Dan dendam tiada luruh karena kebencian itu menjadi separuh bagi peluh keringat di malam tersayat 84. PUISI-PUISI JULI Menemukan puisi-puisi bulan Juli adalah menemukan kembaranku saat terpisah masa purba di hutan duka belantara jiwa Rohku berpijak tertantang dalam sepi dan dedikasi yang lama kusimpan di guci lemari besi Kami bukanlah aku secara sirna rasa Tapi kita satu dalam puji cinta kembara 85. KEPENULISAN PUISIKU Kepenulisan puisiku tak secantik gerakan penamu Karena kamu lepas dari rindu Sedang aku kusut kalut tersangkut sampah-sampah cinta aliran selokan yang kotor karena lumpur masa silam Kepenulisan puisiku tak semenarik liarnya jari pemikiranmu yang konsisten dalam permainan diksi stilistika dunia purba Sementara frasaku terkekang bayang kekasihku mata panah delapan penjuru 86. KEPADA JULI Kepada Juli Biarkanlah diriku berselancar bersama karya puisiku yang selalu membiru di malam liar bertabu Waktu adalah sinyal keajaiban detik-detik harapan keabadian gelora cinta Kepada Juli Temukanlah kekasihku ketika kabut di fajar pertama membeku Sibaklah tirai-tirai kemelut kalbu Agar menyatu rohku dan rohmu Kepada Juli Tanamlah aku di tanah gembur subur halaman rumahmu Tetapkanlah sikapku untuk selalu melagu Setia Garuda Pancasila Meski berduka berderai air mata Tapi kuyakin cintamu kan berjaya Terbang gemilang menerjang batu karang Semangat sentosa sayap-sayap rinduku mengembara di cakrawala Indonesia Raya ngdywlxmwf8se3zz6ln22lzcstjow6h Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Pelang Kelayang 0 27749 117431 117344 2026-07-09T03:01:37Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117431 wikitext text/x-wiki '''Desa Dusun Tua Pelang''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Desa Dusun Tua pada tanggal 31 Desember 2006. Pemekaran dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah desa. Setelah resmi berdiri sebagai desa definitif, pemerintahan pertama dipimpin oleh Roesli sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa.. Masyarakat Dusun Tua Pelang umumnya menggantungkan kehidupan pada hasil alam. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit, sementara sebagian lainnya menjadi pedagang, buruh, nelayan sungai, serta mengembangkan usaha kecil dan menengah. Kehidupan masyarakat masih sangat kental dengan budaya Melayu, ditandai dengan semangat ''berpuak-kaum'',, musyawarah, serta pelestarian adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Seiring berjalannya waktu, Desa Dusun Tua Pelang mengalami perkembangan dalam berbagai bidang. Pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan sarana pelayanan masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Pemerintah desa juga membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui BUMDes, berbagai unit usaha dikembangkan, seperti pengelolaan perkebunan kelapa sawit, penyediaan gas LPG, serta penyewaan alat peras santan. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan berbagai usaha mikro seperti pembuatan keripik ubi, kue bawang, dan makanan ringan lainnya yang menjadi sumber pendapatan tambahan. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah upacara adat ''Menyimah Kampung'', yaitu tradisi masyarakat Melayu yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh warga desa. Peristiwa yang paling bersejarah bagi masyarakat adalah pemekaran desa pada tahun 2006, karena menjadi awal terbentuknya pemerintahan desa yang mandiri. Selain itu, berbagai kegiatan pembangunan, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta penyelenggaraan kegiatan budaya dan olahraga tradisional seperti ''Pacu Sampan Mini'' makin mencuat.. == HAM dan Demokrasi == Pelaksanaan Hak Azazi Manusia (HAM) dan demokrasi di Desa Dusun Tua Pelang ditandai dengan masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat, mengikuti musyawarah desa, serta berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaksanaan demokrasi dapat dilihat dari keikutsertaan masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Warga menggunakan hak pilihnya secara langsung untuk menentukan pemimpin yang dianggap mampu memajukan desa. Selain itu, pemerintah desa juga melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga dalam menyusun serta menentukan program pembangunan desa. 3zsi2n1hp2w17ysohkfd400qgsa1hvb Novel 0 27764 117427 2026-07-08T14:38:15Z Musashi Giang 43518 ←Membuat halaman berisi ''Imam di Meja Makan' OLeh: Ihwan Kadir Subuh masih membungkus dunia dalam kain kelabu yang basah oleh embun, ketika Amran menekankan dahinya ke sajadah. Lantai mushollah rumah yang sejuk menyerap panas dari lututnya, sebuah sensasi yang telah ia kenal selama dua puluh satu tahun pernikahan. Tapi pagi ini, panas itu terasa berbeda. Bukan kehangatan khusyuk, melainkan nyeri api yang menjalar, seolah lututnya menahan seluruh bobot langit yang runtuh. Sajadah di...' 117427 wikitext text/x-wiki 'Imam di Meja Makan' OLeh: Ihwan Kadir Subuh masih membungkus dunia dalam kain kelabu yang basah oleh embun, ketika Amran menekankan dahinya ke sajadah. Lantai mushollah rumah yang sejuk menyerap panas dari lututnya, sebuah sensasi yang telah ia kenal selama dua puluh satu tahun pernikahan. Tapi pagi ini, panas itu terasa berbeda. Bukan kehangatan khusyuk, melainkan nyeri api yang menjalar, seolah lututnya menahan seluruh bobot langit yang runtuh. Sajadah di bawahnya, hadiah dari Rabiah di malam pertama, terasa kasar dan kering. Ia bisa membayangkan serat-serat wol yang telah menyerap ribuan sujudnya, ribuan doanya, dan kini, ribuan kecewanya. Di sudut sajadah, benang emas yang dulu berkilauan seperti janji fajar, kini kusam, terkikis oleh gesekan waktu dan kebencian yang tak diucapkan. Di sampingnya, hanya beberapa jengkal yang memisahkan, Rabiah juga dalam sujud. Punggungnya bergetar. Dari sudut mata Amran, ia melihat getaran itu. Bukan getaran seorang hamba yang tengah berdialog dengan Tuhannya, melainkan getaran tali yang ditarik dari dua arah hingga nyaris putus. Ia menahan sesak di dada, sebuah tumor ganas yang tumbuh perlahan, memakan paru-paru dan harapan. Subuh ini, seperti ratusan subuh sebelumnya, adalah medan perang yang sunyi. Mereka berlutut di atas bumi yang sama, menghadap ke arah yang sama, menyebut nama Tuhan yang sama. Tapi doa mereka melayang ke semesta yang berbeda. Amran memohon kekuatan untuk menahan gempuran. Rabiah, Amran duga, memohon keadilan untuk melawan tirani. Dua kapal yang berlayar dari pelabuhan yang sama, namun dipisahkan oleh badai ego yang tak kasat mata, masing-masing yakin arahnya adalah yang benar. Setelah salam, Amran berdiri dengan gerakan yang terasa mekanik. Sendi-sendi di tubuhnya berbunyi pelan, seperti alat tua yang karatan. Ia berjalan ke dapur, setiap langkah terasa berat, seolah membawa peti mati pernikahannya di punggung. Harapan, monster kecil yang masih bertahan di sudut dadanya, terbunuh bahkan sebelum ia melihat ke meja makan. Rabiah mengikutinya, bukan sebagai istri, melainkan seperti bayangan yang tak bisa dilepaskan, diam, membawa awan dingin di belakangnya. Dapur adalah ruang autopsi bagi harapan Amran. Meja kayu yang dulu ia poles dengan bangga setiap akhir pekan, kini menjadi papan tulis yang menampilkan kegagalannya. Tidak ada nasi hangat dalam panci bertutup kain yang mengepul. Tidak ada telur mata sapi yang kuningnya menyerupai matahari pagi, dengan sedikit garam dan lada seperti yang ia suka. Tidak ada secangkir teh manis yang hangatnya merambat ke tangannya, sebuah ritual kecil yang memulai harinya. Hanya ada meja dingin yang mengkilap, memantulkan wajahnya yang pucat, garis-garis di dahi yang semakin dalam, dan matanya yang kosong. Ini bukan yang pertama kalinya. Ini adalah kebiasaan yang menyakitkan, sebuah lakon yang dipentaskan setiap pagi. Lima tahun. Lima tahun sejak surat pemecatan itu datang, sepotong kertas yang tak hanya merampas penghasilannya, tapi juga merobek jati dirinya. Ia, Amran, yang dulu menjadi kepala keluarga, yang kata-katanya menjadi keputusan, yang tangannya yang menafkahi, kini hanyalah seorang lelaki yang menghabiskan waktu di perpustakaan umum atau membantu di toko buku temannya dengan upah yang pas-pasan. Kehilangan itu adalah lubang hitam. Dan Rabiah, wanita yang ia kagumi karena keteguhan imannya, perlahan-lahan jatuh ke dalam lubang itu bersamanya, atau lebih tepatnya, mendorongnya ke dalamnya. Kehilangan pekerjaannya telah merampas hormat Rabiah, dan dengan itu, sarapannya. Dengan desahan yang keluar dari paru-paru yang terasa sesak, Amran membuka lemari es. Cahaya putih pendar yang keluar menyingkap isinya yang serba minimalis: sisa sayur semalam, sebotol air, dan setengah loyang roti tawar. Ia mengambil dua helai roti, memasukkannya ke dalam toaster. Klik. Suara itu terdengar sangat keras di keheningan dapur, seperti bunyi palu hakim yang menjatuhkan vonis. Akhir dari segala harapan untuk pagi ini. Akhir dari segala permintaan maaf yang tak akan pernah terucap. Rabiah berdiri di ambang pintu dapur, tangannya memegang bingkai pintu erat-erat. Ia menatap punggung Amran, punggung yang dulu ia peluk setiap malal, yang dulu ia rasa kokoh seperti gunung. Kini, ia melihat punggung itu membungkuk, bukan karena usia, melainkan karena beban yang tak terlihat. Ia tahu persis apa yang akan terjadi. Naskah ini sudah mereka baca bersama ratusan kali. "Apakah ini juga bagian dari dakwaanmu?" tanya Amran tanpa berbalik. Suaranya datar, tanpa emosi, tapi di balik kedataran itu, ada racun yang telah mendidih selama bertahun-tahun. "Bahkan menyediakan sarapan untuk suamimu terlalu berat?" Rabiah menegakkan bahunya. Ia bisa merasakan kekuatan yang ia kumpulkan dari doa-doa tahajudnya, dari ayat-ayat yang ia baca berjam-jam. Ini adalah perisainya. "Dan apakah menuntut layanan seperti seorang tuan adalah bagian dari dakwaanmu? Aku bukan pembantumu, Amran." Amran berbalik. Matanya, yang biasanya teduh saat ia membaca Al-Quran, kini menyala seperti bara yang dibakar angin. "Aku tidak meminta pembantu! Aku meminta istri! Seorang wanita yang menghormati suaminya, setidaknya di meja makan!" serunya, suaranya meninggi, memantul di dinding-dinding dapur yang dingin. "Dan aku meminta suami yang memuliakan istrinya, bukan hanya saat ia memimpin shalat!" balas Rabiah, suaranya bergetar tapi tak kalah tajam. "Kau ingin seorang Aisyah di ranjangmu, tapi kau lupa menjadi seorang Nabi untukku di kehidupanmu!" Kalimat itu adalah pukulan telak. Amran terdiam sejenak. Mereka berdua adalah ahli dalam mengutip ajaran, seperti dua pendekar yang mengasah pedang selama bertahun-tahun untuk saling menikam. "Islam mengajarkan istri taat!" bentak Amran, merasa pertahanannya runtuh. "Ketaatan bukan pasrah pada tiran!" sahut Rabiah, air mata mulai menggenang di matanya, tapi ia menahannya. "Islam mengajarkan suami adil, bukan diktator yang kelaparan!" Pop! Roti di toaster melonjak keluar. Hangat, tapi gosong di tepinya. Sempurna untuk pagi mereka. Amran mengambil roti itu dengan tangan yang gemetar, melemparkannya ke piring, lalu duduk di meja makan seorang diri. Ia memakannya dengan lahap, seolah mencoba menelan rasa pahit di mulutnya dengan roti yang hambar. Rabiah memandangnya, lalu berbalik dan pergi ke kamar, menutup pintu dengan pelan. Di sana, di ruangan yang diubahnya menjadi surga pribadinya, ia mengambil Al-Quran dari bantal. Ia membuka surah An-Nisa, membaca ayat-ayat tentang hak dan kewajiban suami istri. Setiap kata yang ia baca adalah pembenaran. Setiap ayat adalah batu bata yang ia tambahkan ke dinding yang memisahkannya dari Amran. Ia tenggelam dalam ibadah, ia merasa dekat dengan Tuhan, tapi ia lupa bahwa surga yang ia cari, yang janji-janji yang ia genggam, mungkin saja bukan terletak di atas sajadah atau di antara baris-baris mushaf. Surga itu, menurut sebuah hadis yang ia dengar tapi ia pilih untuk lupakan, ada di bawah telapak kaki seorang ibu, dan dalam ketaatan seorang istri pada suaminya. Tapi bagi Rabiah sekarang, suaminya bukan lagi pintu surga. Ia adalah ujian. -o- Esoknya, ruang tamu mereka yang sunyi menjadi arena pertempuran baru. Hanya ada satu sofa, sebuah meja kopi, dan rak buku yang penuh dengan kitab-kitab agama. Amran duduk di sana, membaca Al-Quran dengan suara pelan, lirih. Ia mencoba menemukan ketenangan di sana, mencoba kembali ke sumber yang dulu membuatnya jatuh cinta pada Rabiah. Ia ingat bagaimana dulu, mereka akan duduk bersama, ia akan membaca satu ayat, dan Rabiah akan menjelaskan tafsirnya dengan mata berbinar. Mereka belajar bersama. Tapi sekarang, mereka belajar untuk saling mengalahkan. Rabiah duduk di seberangnya, di kursi kayu yang keras, menjaga jarak. Ia sedang duduk dalam tahajudnya yang panjang, doa-doa yang ia panjatkan bukan untuk Amran, tapi untuk dirinya sendiri. "Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk membawa kebenaran di rumah ini. Ya Allah, luruskanlah niatku, jangan biarkan kelemahanku sebagai seorang wanita membuatku menyerah pada kebatilan." Amran merasakan pandangan itu. Ia mengangkat kepala sejenak, melihat wanita yang ia nikahi. Ia melihat wanita shalihah, yang tidak pernah tertinggal shalatnya, yang puasanya selalu sempurna. Tapi kenapa, saat ia memimpin shalat berjamaah di rumah, suaranya terdengar seperti komando? Kenapa ia merasa bukan sebagai imam, tapi sebagai perwira yang memerintah pasukan yang enggan? Ia merasa diadili dalam setiap gerakannya, setiap bacaannya. Ia mencoba fokus kembali pada mushaf di tangannya. Jari-jarinya menyentuh ayat tentang kisah Nabi Musa dan Fir'aun. Lalu matanya terpaku pada kisah Asiyah, istri Fir'aun, yang beriman kepada Tuhan Musa di tengah kediktatoran suaminya. Hatinya berdentang keras. "Apakah aku... apakah aku lebih diktator dari Fir'aun?" batinnya. Pertanyaan itu menghantamnya seperti ombak. Ia, yang merasa menjadi korban, tiba-tiba melihat dirinya sebagai penindas dalam mata Rabiah. Doanya menjadi panjang permintaan, bukan pujian. Ia memohon pengampunan, memohon petunjuk. Dan suaranya saat shalat Maghrib malam itu, yang dulu melantun lembut dan menenangkan, berubah menjadi keras, patah-patah, seolah ia menyalahkan Tuhan dan Rabiah dalam satu tarikan napas. "Allahu Akbar," serunya, bukan dengan khusyuk, tapi dengan tantangan. Rabiah yang berada di belakangnya, merasakan perubahan itu. Ia tidak merasa tergugah. Ia merasa dipermalukan. Suami itu, pikirnya, bahkan dalam shalat sekalipun, egonya masih berbicara. Mereka menikah oleh panggilan cinta, sebuah cinta yang dibangun di atas fondasi kecintaan pada Tuhan. Tapi sekarang, di reruntuhan itu, mereka bertanya-tanya, apakah seharusnya mereka menikah karena panggilan Allah saja? Apakah cinta hanyalah ilusi yang mengaburkan kewajiban? Setelah shalat, Amran membuka Al-Qurannya dengan gerakan tiba-tiba. Bunyi halaman yang bertabrakan keras terdengar sangat nyaring di ruangan itu, seperti sebuah pintu yang ditutup dengan paksa. "Rabiah," katanya, suaranya lembut, tapi patah, seolah baru saja menempuh perjalanan ribuan kilometer. "Aku lelah menjadi imam untukmu." Rabiah menatapnya, tak percaya. Kalimat itu adalah sesuatu yang tidak pernah ia duga, sebuah penyerahan dari pihak yang ia anggap sebagai penindas. Selama ini, ia merasa berperang melawan benteng yang kokoh. Ternyata, benteng itu sudah retak dari dalam. "Aku... aku juga lelah menjadi makmummu," jawabnya pelan, suaranya hampir berbisik. Bendungan ketegahan yang ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya jebol. Air mata yang ia tahan di shalat-shalatnya, yang ia kira sebagai air mata kekhusyukan, akhirnya mengalir bebas. Ini adalah air mata kelelahan, air mata kesedihan yang sesungguhnya. Mereka duduk dalam keheningan yang mencekam, dipisahkan oleh meja kopi dari kayu jati dan sebuah pemahaman yang menyakitkan. Cinta mereka dahsyat seperti tsunami yang pernah melanda hati mereka, iman mereka pun kuat seperti gunung berapi yang siap meletus. Tapi di antara keduanya, ada sesuatu yang telah patah tanpa bisa diperbaiki: kemauan untuk mengalah. Masing-masing merasa berada di pihak yang benar, masing-masing merasa menjadi korban. Dan di tengah kebenaran yang saling bertabrakan itu, cinta mereka mati terinjak-injak. -o- Hari-hari berikutnya adalah proses formalitas yang dingin. Gugatan cerai diajukan, bukan dengan amukan, tapi dengan kelelahan total. Amran yang menandatanganinya, tangannya tidak bergetar. Rabiah yang membacanya, matanya kering. Rumah itu berubah menjadi sekadar bangunan dengan dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama. Mereka makan di waktu yang berbeda. Amran di dapur, Rabiah di kamar. Mereka tidur di kamar terpisah. Amran di kamar utama yang dulu mereka bagi, Rabiah di kamar tamu yang ia ubah menjadi mushollah pribadinya. Rumah itu dipenuhi hening, kecuali suara Rabiah yang membaca Al-Quran dari pengeras suara kecilnya, atau suara Amran yang membanting pintu saat pergi atau pulang. Suatu malam, Amran tidak bisa tidur. Ia berjalan keluar, duduk di teras depan. Malam itu gelap pekat, tanpa bintang. Ia merokok, isapannnya begitu dalam Asapnya menari-nari di udara dingin, lalu menghilang. Seperti harapannya, pikirnya. Ah, anak-anakku, maafkan ayahmu! Apa salahku? Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya seperti nyamuk yang mengganggu. Apa karena aku kehilangan pekerjaan? Apa karena aku tidak lagi menjadi laki-laki yang bisa membawanya ke restoran mewah atau membelikannya pakaian baru? Apa karena aku menjadi lemah? Ia ingat dulu, saat ia masih bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan. Ia pulang, makanan sudah tersaji. Rabiah menyambutnya dengan senyum. Mereka bercanda, mereka bercerita. Tapi sejak ia kehilangan pekerjaan, senyum itu memudar. Ia merasa Rabiah melihatnya dengan belas kasihan, dan ia membenci belas kasihan itu. Jadi ia membangun dinding. Ia menjadi kasar. Ia menuntut. Mungkin, pikirnya dengan hati hancur, ini adalah caranya membuktikan bahwa ia masih memiliki kekuasaan, meski hanya di atas meja makan yang kosong. Di dalam rumah, Rabiah juga tidak bisa tidur. Ia duduk di atas sajadahnya, Al-Quran terbuka di pangkuannya. Tapi ia tidak membaca. Pandangannya kosong menembus dinding. Apa salahku? Ia hanya ingin menjadi istri yang shalihah. Ia hanya ingin menjalankan perintah Allah. Ia mendengar ceramah-ceramah di televisi, di internet, tentang betapa pentingnya seorang istri taat pada suami. Tapi ia juga mendengar tentang betapa pentingnya menegakkan kebenaran. Suaminya, menurutnya, telah menyimpang. Amran menjadi pemarah, putus asa, dan jauh dari ajaran. Ketaatan pada suami, menurut pemahaman yang ia bangun sendiri, tidak berlaku jika suami memberi ketauladanan. Dan menurutnya, amarah dan keputusasaan Amran adalah kezaliman. Ia merasa sedang diuji. Ujian untuk mempertahankan imannya di tengah pria yang ia cintai tapi telah menyimpang. Ia menolak melayani Amran bukan karena ia membencinya, tapi karena ia berpikir itu adalah cara untuk menunjukkan ketidaksetujuannya pada "kezaliman" itu. Ini adalah jihadnya. Tapi kenapa, dalam jihadnya ini, ia merasa semakin jauh dari Allah? Kenapa doanya terasa hampa? Kenapa ia merasa lebih kesepian dari sebelumnya? Ia tenggelam dalam lautan ibadah, tapi ia merasa tenggelam. Ia lupa bahwa Rahmat Allah itu luas, dan mungkin saja, rahmat itu bisa ditemukan dalam secangkir kopi yang disajikan dengan cinta, bukan hanya dalam rakaat-rakaat tahajud yang dipenuhi dengan penilaian. -o- Ruangan sidang itu dingin, dilapisi dengan karpet merah tua yang menelan suara. Udara di dalamnya kental, dipenuhi bisikan serak yang menahan tangis. Ini adalah ruangan di mana mimpi-mimpi pergi untuk mati. Hakim, seorang pria paruh baya dengan wajah yang letih karena telah melihat terlalu banyak patah hati, meletakkan kacamatanya dengan pelan. Matanya menatap Amran dan Rabiah yang duduk terpisah di meja yang berbeda, seolah ada lautan lebar yang menggelora di antara mereka, bukan hanya beberapa meter kayu. "Maka dengan ini, saya nyatakan...," suara Hakim terdengar berat, seperti beban yang ia bawa untuk setiap pasangan yang ia cerai. Ia berhenti, matanya melirik ke arah mereka. Amran menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras, mencoba menahan benteng terakhirnya. Rabiah menunduk, bahunya bergetar, tidak lagi karena menahan sesak, tapi karena telah menyerah. "Sebelum saya menjatuhkan palu, saya berikan kesempatan terakhir. Apakah ada jalan damai? Silakan." Tawaran itu tergantung di udara, sebuah percikan kecil di ruangan yang gelap. Para pengacara mereka saling pandang, tidak tahu harus berbuat apa. Amran berdiri pertama, langkahnya berat seperti membawa beban dua puluh satu tahun kegagalan dan cinta. Rabiah menyusul, dengan gerakan yang lebih lambat, seperti boneka karet. Mereka bertemu di tengah ruangan, di bawah sorotan lampu yang terlalu terang, yang menyingkap setiap kerutan di wajah mereka, setiap pori-pori yang dipenuhi duka. Amran membuka tangannya. Sebuah isyarat yang tidak direncanakan, sebuah gerakan naluriah dari tubuh yang masih mengingat bagaimana cara memeluk wanita itu. Rabiah melangkah masuk, ragu-ragu, lalu menyerah. Untuk sesaat yang terasa seperti keabadian, mereka hanya dua patung yang saling berpegangan, kaku dan dingin. Kemudian, sesuatu pecah di dalam Rabiah. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Amran, dan tubuhnya yang kaku itu melemas, runtuh. Isak yang ditahan selama berbulan-bulan, yang ia telan di setiap shalatnya, yang ia kira adalah doa, akhirnya pecah. Itu bukan tangisan histeris. Itu adalah tangisan yang dalam, bergemuruh dari lubuk hati yang paling dalam, tangisan seorang wanita yang kehilangan arah. Dalam pelukan itu, Rabiah bisa mencium aroma yang sama dengan saat mereka pertama menikah – minyak zaitun yang ia gunakan untuk rambutnya, dengan campuran kertas usang dari buku-buku agama Amran yang selalu ia bawa. Aroma masa lalu yang indah dan menyakitkan. Amran menundukkan kepala, wajahnya yang kasar bersandar di kerudung Rabiah yang lembut. Ia tidak menangis. Air matanya sudah habis lima tahun lalu. Tapi pundaknya yang kokoh itu bergetar hebat, seperti pohon tua yang tumbang dalam badai. Satu tangannya memeluk erat, seolah tidak ingin melepaskan, sementara yang lain naik, gemetar, dan menyentuh belakang kepala Rabiah dengan lembut. Sebuah sentuhan yang terlambat, sebuah permintaan maaf yang tak pernah terucap, sebuah penyesalan yang terlambat untuk diperbaiki. Di bangku penonton, seorang ibu tua yang tak mereka kenal mengeluarkan tisu dari tasnya, menyeka air mata secara diam-diam. Seorang pemuda yang mungkin mahasiswa hukum menunduk, tidak tahan melihat pemandangan itu. Bahkan pengacara Amran, seorang pria yang tegas dan rasional, menoleh ke jendela dengan tatapan haru, seolah mencari jawaban di awan kelabu di luar. Tidak ada ciuman. Tidak ada kata maaf. Hanya ada pelukan yang mengatakan segalanya: kita gagal. Amran melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Rabiah, wajah yang menemaninya setiap malam selama dua puluh satu tahun, wajah yang kini asing oleh kesedihan. Dengan ibu jarinya yang kasar, ia hapus air mata di pipinya yang mulai keriput. Sentuhan itu singkat, tapi terasa seperti selamanya, sebuah kenikmatan terakhir yang diperbolehkan. Lalu, ia berbalik dan kembali ke kursinya tanpa menoleh lagi, seolah menoleh adalah sebuah pengakuan bahwa ia telah kalah, bahwa ia masih mencintainya. Rabiah berdiri sejenak, tubuhnya limbung, sebelum dibimbing kembali ke kursinya oleh pengacaranya. Hakim mengangkat palu kayunya, matanya berkaca-kaca. Ia menelan ludah, suaranya serak. "Gugatan cerai... dikabulkan." Bentakan palu itu tidak terlalu keras, tapi di ruangan itu, di tengah keheningan yang dipenuhi oleh duka yang tumpah, suaranya seperti guntur yang memecah langit. Dan di bawah guntur itu, tak ada lagi yang bisa menahan air mata. Rabiah menangis dengan suara yang tertahan. Amran tetap menatap lurus, tapi sebuah air mata tunggal meluncur pelan di pipinya, menembus bentengnya. Di luar, hujan mulai turun, derasnya tiba-tiba, memukuli jendela-jendela ruang sidang. Seolah langit pun, yang menyaksikan dua hamba-Nya yang tersesat dalam interpretasi cinta dan agama, ikut menangis untuk mereka. Amran dan Rabiah, sang Imam dan sang Makmum di meja makan, akhirnya berpisah. Masing-masing membawa separuh dari kebenaran yang hancur, masing-masing bertanya-tanya di mana sebenarnya mereka salah, dalam perang yang tidak seharusnya ada. q798tlbrtk2c7tyln7gor5p2lupzwev Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Desa Perkebunan Sungai Parit 0 27765 117433 2026-07-09T03:18:44Z Hendri Saleh 40599 Desa Perkeb Sei Parit 117433 wikitext text/x-wiki '''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. . Dalam kehidupan bermasyarakat, warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah aqmceu74ztyieneqxp5h1kj6bp2tt2l 117442 117433 2026-07-09T05:26:40Z ~2026-38928-44 43521 117442 wikitext text/x-wiki '''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. . Dalam kehidupan bermasyarakat, warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah banjir musiman akibat meluapnya Sungai Indragiri pada saat curah hujan tinggi. Banjir tersebut dapat menggenangi beberapa permukiman warga, jalan desa, dan lahan perkebunan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, warga saling bekerja sama membantu keluarga yang terdampak, menyalurkan bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Desa Perkebunan Sungai Parit. Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah pelaksanaan musyawarah desa. Musyawarah dilakukan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, penggunaan dana desa, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan saran. Keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan desa. Selain itu, masyarakat juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa. 37tfe03h8gxuh346xy4v7o28qe37we6 117454 117442 2026-07-09T08:20:41Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117454 wikitext text/x-wiki '''Desa Perkebunan Sungai Parit''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini dilintasi olegh Sungai Indragiri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. . Dalam kehidupan bermasyarakat warga Desa Perkebunan Sungai Parit masih menjunjung tinggi nilai-nilai tolong-menolong dan musyawarah. Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan masih sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa penting yang dialami warga desa ini adalah banjir musiman akibat meluapnya Sungai Indragiri pada saat curah hujan tinggi. Banjir tersebut dapat menggenangi beberapa permukiman warga, jalan desa, dan lahan perkebunan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, warga saling bekerja sama membantu keluarga yang terdampak, menyalurkan bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Desa Perkebunan Sungai Parit. Salah satu bentuk demokrasi yang masih lestari di desa ini adalah pelaksanaan musyawarah desa. Musyawarah dilakukan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, penggunaan dana desa, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan saran. Keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan desa. Selain itu, masyarakat juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa secara langsung sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa. 8ihq32s4ufl05bs6ow9pvhcvt589hz5 Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri//Teluk Pinang Jaya 0 27766 117435 2026-07-09T03:38:18Z Hendri Saleh 40599 Teluk Pinang Jaya 117435 wikitext text/x-wiki Teluk Pinang Jaya adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, mengapa begitu? Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah... a070jocvlq3vjlau1krfgpgoq1xv4ec 117441 117435 2026-07-09T05:11:45Z ~2026-38917-55 43520 /* */ 117441 wikitext text/x-wiki Teluk Pinang Jaya adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, mengapa begitu? Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih karena desa ini berada di sekitar aliran Sungai Air Putih yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Sungai ini sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air, jalur transportasi, serta penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan sehingga nama Sungai Air Putih lebih melekat di kalangan masyarakat. Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah Salah satu peristiwa yang paling berkesan adalah banjir besar yang melanda wilayah Sungai Air Putih/Teluk Pinang Jaya. Banjir tersebut menyebabkan rumah warga, jalan, lahan pertanian, dan kebun terendam sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu. Namun, masyarakat tetap bergotong royong membantu sesama dan bekerja sama dalam proses pemulihan. Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah Contoh kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh masyarakat, di mana setiap warga yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Selain itu, pelaksanaan musyawarah desa (Musyawarah Desa/Musdes) untuk membahas pembangunan desa juga merupakan bentuk penerapan demokrasi. tgfgmpbds7aelffnekfo9159ozz376u 117453 117441 2026-07-09T08:18:54Z Hendri Saleh 40599 Perbaikan kalimat 117453 wikitext text/x-wiki '''Teluk Pinang Jaya''' adalah salah satu desa yang terdapat pada Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Teluk Pinang Jaya lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih, karena desa ini berada di sekitar aliran Sungai Air Putih yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Sungai ini sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air, jalur transportasi, serta penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan sehingga nama Sungai Air Putih lebih melekat di kalangan masyarakat. Salah satu peristiwa penting yang sangat berkesanbagi masyarakat adalah banjir besar yang melanda wilayah Sungai Air Putih/Teluk Pinang Jaya. Banjir tersebut menyebabkan rumah warga, jalan, lahan pertanian, dan kebun terendam sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu. Namun, masyarakat tetap bergotong royong membantu sesama dan bekerja sama dalam proses pemulihan. Salah satu kegiatan yang menunjukkan ciri-ciri demokrasi adalah pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh masyarakat, di mana setiap warga yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Selain itu, pelaksanaan musyawarah desa (Musyawarah Desa/Musdes) untuk membahas pembangunan desa juga merupakan bentuk penerapan demokrasi. 6p3onoqdiingcurtzo4qfr9a1wo3ce6 Pengguna:Wandy ardian 2 27767 117437 2026-07-09T03:58:52Z Wandy ardian 43519 /* */ Didesa lubuk bangko, Kecamatan Seberida, sieh merupakan sebutan lokal untuk daun sirih yang menjadi bagian penting dari tradisi, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sieh melambangkan kebersamaan, penghormatan, serta warisan adat yang terus dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi mengunyah sieh dilakukan dengan memadukan daun sirih, pinang, kapur sirih, serta terkadang ditambahkan gambir atau tembakau. Semua bahan tersebut dilipat atau digulung menggunakansiri 117437 wikitext text/x-wiki Tradisi mengunyah daun sirih yang dilakukan oleh masyarakat melayu di desa lubuk bangko INHU riau by2w3i21fqauf5iw5fof9wjzizc72xl 117438 117437 2026-07-09T04:07:16Z Wandy ardian 43519 Penjelasan ringkas 117438 wikitext text/x-wiki '''''Tradisi mengunyah daun sirih yang dilakukan oleh masyarakat melayu di desa lubuk bangko INHU riau''''' Didesa lubuk bangko, Kecamatan Seberida, siehmerupakan sebutan lokaluntuk daun sirih yang menjadi bagian penting daritradisi, budaya, dan kehidupan sehari-harimasyarakat. Sieh melambangkan kebersamaan, penghormatan, serta warisanadat yang terus dipeliharadan diwariskan dari generasike generasi. Tradisi mengunyah siehdilakukan denganmemadukan daun sirih, pinang, kapur sirih, sertaterkadang ditambahkangambir atau tembakau. Semua bahan tersebut dilipatatau digulung menggunakandaun sirih, kemudiandikunyah perlahan hinggasari dan cita rasanya keluar. Dalam adat Melayu di Desa lubuk bangko juga terdapattradisi menyirih kepadabidan kampung'''.''' Tradisi inidilakukan oleh keluarga yang sedang menantikan kelahiranbayi, biasanya saat usiakehamilan memasuki tujuhbulan. Perlengkapan utamayang dibawa di dalam tepakterdiri atas sirih, kapur, pinang, dan tembakau. Selain itu, terdapat pula perlengkapan pendamping di luar tepak, seperti sabunmandi, minyak goreng, gula, teh, kopi, beras, garam, dan asam. Saat menyerahkanperlengkapan tersebut, keluarga biasanyamenyampaikan maksudkedatangannya, misalnya, ''"''Kami datang untukmenyirihkan anak kami yang sedang hamil tujuh bulan. Kami berharap ketika nantitiba waktu melahirkan, baiksiang maupun malam, bidantidak terkejut karena kami telah lebih dahulumenyampaikan hajat ini.''"''Tradisi ini merupakan bentukpenghormatan kepada bidankampung sekaligus sebagaipemberitahuan dan permohonan agar bidanbersedia membantu proses persalinan ketika waktunyatiba. Berdasarkan hasilwawancara yang sayalakukan, saya menilaibahwa budaya MelayuIndragiri masih memilikiperan penting dalamkehidupan masyarakat. Nilai-nilai seperti salingmenghormati, kebersamaan, dan menjagaadat masih diterapkandalam berbagai kegiatan. Menurut saya, budaya inimerupakan identitasmasyarakat yang harustetap dijaga dan diwariskan kepadagenerasi muda agar tidakluntur oleh perkembanganzaman. Limukot sepingganganggan Nak kambang bungo delimo Kame menjepot kame nan sagan Datang kame terimo Makna : Kalau dak datangorang dak bakal orang terimo   Berdasarkan hasilwawancara yang sayalakukan di Desa lubukbangko , salah satupermainan tradisionalyang pernah seringdimainkan anak-anakadalah congklak. Permainan ini dimainkanoleh dua orang menggunakan papancongklak dan biji-bijian. Cara bermainnya yaitusetiap pemain mengambilbiji dari salah satu lubang, kemudian membagikannyasatu per satu ke lubangberikutnya secarabergiliran. Menurut warga, permainan ini tidak hanyadigunakan untuk mengisiwaktu luang, tetapi juga melatih kemampuanberhitung, kesabaran, dan cara berpikir. Hal yang menarik adalah permainanini dahulu seringdimainkan bersama teman-teman di halaman rumahsehingga menciptakansuasana yang akrab dan penuh kebersamaan. Dari hasil wawancarayang saya lakukan di Desalubuk bangko, masyarakatmengatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda dan Jepang kehidupanmereka sangat susah. Walaupun begitu, merekatetap mempertahankanbudaya Melayu yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. Kegiatanseperti menyirih, bergotong royong, menggunakan bahasaMelayu, dan menjalankanadat istiadat masih tetapdilakukan. Menurutmasyarakat, budayatersebut menjadi peganganhidup dan tetap dijagameskipun keadaan saat itupenuh kesulitan. sayamengetahui bahwa tradisimenyirih sudah tidakdilakukan seperti dahulu. Dulu, hampir setiap orang tua selalu menyirih dalamkehidupan sehari-hari dan kebiasaan ini juga menjadibagian dari berbagai acara adat. Sekarang, tradisimenyirih hanya dilakukanpada acara tertentu atauoleh beberapa orang tuasaja. Menurut warga, perubahan ini terjadikarena perkembanganzaman, masuknya budayabaru, serta generasi mudayang sudah jarangmeneruskan kebiasaantersebut. Dan saya mengetahui bahwakebiasaan anak-anaksekarang sudah berbedadengan dulu. Dulu, anak-anak lebih sering bermaindi luar rumah bersamateman-temannya, sepertibermain congklak, petakumpet, atau permainantradisional lainnya. Sekarang, banyak anaklebih suka bermainhandphone atau menontonvideo di rumah. Menurutwarga, perubahan initerjadi karenaperkembangan teknologi, mudahnya anakmenggunakan handphone, dan permainan tradisionalyang sudah mulai jarangdimainkan. k54ghgmk30gxy569xc0zvtpfbmfl9bk Pembicaraan Pengguna:Alkanofrendy 3 27768 117440 2026-07-09T05:00:41Z ~2026-38917-55 43520 /* Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Teluk Pinang Jaya/Sungai Air Putih, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu */ bagian baru 117440 wikitext text/x-wiki == Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Teluk Pinang Jaya/Sungai Air Putih, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu == Desa Teluk Pinang Jaya atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Sungai Air Putih merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini memiliki lingkungan yang masih asri dengan hamparan perkebunan kelapa sawit, karet, lahan pertanian, serta aliran Sungai Indragiri yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, nelayan sungai, pedagang, dan sebagian menjadi pegawai maupun buruh. Kehidupan masyarakat masih menjunjung tinggi nilai gotong royong, saling membantu dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun pembangunan desa. Sarana umum seperti sekolah, masjid, dan fasilitas kesehatan menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari. Pada beberapa bulan terakhir, Desa Teluk Inang Jaya mengalami bencana banjir yang cukup tinggi akibat curah hujan yang terus-menerus serta meluapnya Sungai Indragiri. Kondisi tersebut menyebabkan air menggenangi permukiman warga, jalan desa, lahan pertanian, dan perkebunan. Beberapa aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses transportasi menjadi sulit, sementara anak-anak mengalami kendala menuju sekolah dan sebagian warga harus menggunakan perahu untuk beraktivitas. Banjir juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Banyak kebun sawit dan karet terendam sehingga hasil panen menurun. Selain itu, beberapa warga mengalami kerusakan peralatan rumah tangga dan harus membersihkan rumah setelah air surut. Kejadian banjir seperti ini memang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Kuala Cenaku karena letaknya berada di sekitar daerah aliran Sungai Indragiri yang rawan mengalami luapan saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, masyarakat Desa Teluk Inang Jaya menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi. Warga saling membantu mengevakuasi barang-barang, memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Pemerintah desa bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan kondisi sungai dan berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki serta semangat kebersamaan masyarakatnya, Desa Teluk Inang Jaya diharapkan terus berkembang menjadi desa yang maju, tangguh menghadapi bencana, serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya. [[Istimewa:Kontribusi pengguna/&#126;2026-38917-55|&#126;2026-38917-55]] ([[Pembicaraan Pengguna:&#126;2026-38917-55|Pembicaraan]]) 9 Juli 2026 05.00 (UTC) nvaplro405khrff3wtxnf3x991aw5on Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Peranap 0 27769 117451 2026-07-09T08:02:57Z Hendri Saleh 40599 Peranap 117451 wikitext text/x-wiki '''Peranap''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Wilayah ini dikenal memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di bidang pertanian dan perkebunan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit. Selain itu, masyarakat Desa Peranap masih menj. 92gkrlbu78qlyrxcjvbv6kbayjo97l5 117461 117451 2026-07-09T11:33:55Z Nia whyna 43523 117461 wikitext text/x-wiki '''Peranap''' merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Wilayah ini dikenal memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di bidang pertanian dan perkebunan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit. Salah satu peristiwa penting yang pernah dialami masyarakat Peranap adalah terjadinya banjir akibat meluapnya Sungai Indragiri pada musim hujan. Banjir menyebabkan beberapa rumah dan lahan pertanian terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Namun, masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dengan saling membantu mengevakuasi warga, mendirikan posko bantuan, serta bergotong royong membersihkan lingkungan setelah banjir surut. Peristiwa tersebut mempererat persatuan dan kepedulian antarwarga. Bentuk demokrasi yang diterapkan masyarakat Peranap terlihat dalam musyawarah untuk mencapai mufakat. Misalnya, ketika akan mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, atau menyelenggarakan peringatan Hari Kemerdekaan, warga berkumpul untuk berdiskusi. Setiap orang diberi kesempatan menyampaikan pendapat, usul, maupun saran. Setelah itu, keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan dilaksanakan secara gotong royong. Sikap saling menghargai pendapat, bekerja sama, dan menerima hasil musyawarah merupakan wujud penerapan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat. hfng480w6zbklbt8p3jcgh3awg8wgn8