Wikikutip
idwikiquote
https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.10
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikikutip
Pembicaraan Wikikutip
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Dahlan Iskan
0
4985
55453
55161
2026-07-12T16:20:51Z
Niryhpr
19585
/* Indonesia */
55453
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya. Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Bantal|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/956730/bawah-bantal|website=disway.id|language=id|access-date=12 Juli 2026|date=12 Juli 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan. Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu. Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Mati Besok|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/952431/mati-besok|website=disway.id|language=id|access-date=17 Juni 2026|date=17 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Jawa Pos adalah koran pertama di Indonesia yang fotonya berwarna. Kompas ngotot terbit hitam putih. Koran berwarna dianggap terlalu pop. Murahan. Koran hitam putih lebih elegan. Bermutu. Saya ingat salah satu alasan bertahan yang dipakai Kompas: "New York Times saja tetap hitam putih". NYT adalah koran paling bergengsi di dunia. Dianggap murahan, saya pun ''tersinggung''. Saya terbang ke Amerika. Ke New York. Saya ingin tahu: apa alasan New York Times tetap terbit hitam putih. Sedangkan harian USA Today sudah berwarna. Saya pun dapat jawabnya: percetakan NYT itu sangat besar. Tidak mudah mengubahnya jadi berwarna. Begitu banyak mesin yang harus ''dibuang''. Begitu mahal kalau harus membeli mesin berwarna dalam jumlah besar sekaligus. Bahkan harus membeli tanah baru. Membangun gedung baru. Gedung lama sudah penuh dengan mesin hitam putih. Lima tahun kemudian NYT terbit berwarna. Pun Kompas. Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Tanah|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/954574/bawah-tanah|website=disway.id|language=id|access-date=29 Juni 2026|date=29 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
jlavgzqgktbkbls5t7cm892rrdyjjzb
55455
55453
2026-07-12T17:48:19Z
JumadilM
13443
/* Referensi */
55455
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya. Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Bantal|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/956730/bawah-bantal|website=disway.id|language=id|access-date=12 Juli 2026|date=12 Juli 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan. Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu. Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Mati Besok|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/952431/mati-besok|website=disway.id|language=id|access-date=17 Juni 2026|date=17 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Jawa Pos adalah koran pertama di Indonesia yang fotonya berwarna. Kompas ngotot terbit hitam putih. Koran berwarna dianggap terlalu pop. Murahan. Koran hitam putih lebih elegan. Bermutu. Saya ingat salah satu alasan bertahan yang dipakai Kompas: "New York Times saja tetap hitam putih". NYT adalah koran paling bergengsi di dunia. Dianggap murahan, saya pun ''tersinggung''. Saya terbang ke Amerika. Ke New York. Saya ingin tahu: apa alasan New York Times tetap terbit hitam putih. Sedangkan harian USA Today sudah berwarna. Saya pun dapat jawabnya: percetakan NYT itu sangat besar. Tidak mudah mengubahnya jadi berwarna. Begitu banyak mesin yang harus ''dibuang''. Begitu mahal kalau harus membeli mesin berwarna dalam jumlah besar sekaligus. Bahkan harus membeli tanah baru. Membangun gedung baru. Gedung lama sudah penuh dengan mesin hitam putih. Lima tahun kemudian NYT terbit berwarna. Pun Kompas. Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Tanah|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/954574/bawah-tanah|website=disway.id|language=id|access-date=29 Juni 2026|date=29 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
{{Reflist}}
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
5mqqnmqlppzphkvuhdqnn0bvfgi2a6w
55456
55455
2026-07-12T17:50:35Z
JumadilM
13443
menambahkan subjudul pranala luar dan templat pranala luar
55456
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya. Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Bantal|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/956730/bawah-bantal|website=disway.id|language=id|access-date=12 Juli 2026|date=12 Juli 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan. Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu. Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Mati Besok|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/952431/mati-besok|website=disway.id|language=id|access-date=17 Juni 2026|date=17 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Jawa Pos adalah koran pertama di Indonesia yang fotonya berwarna. Kompas ngotot terbit hitam putih. Koran berwarna dianggap terlalu pop. Murahan. Koran hitam putih lebih elegan. Bermutu. Saya ingat salah satu alasan bertahan yang dipakai Kompas: "New York Times saja tetap hitam putih". NYT adalah koran paling bergengsi di dunia. Dianggap murahan, saya pun ''tersinggung''. Saya terbang ke Amerika. Ke New York. Saya ingin tahu: apa alasan New York Times tetap terbit hitam putih. Sedangkan harian USA Today sudah berwarna. Saya pun dapat jawabnya: percetakan NYT itu sangat besar. Tidak mudah mengubahnya jadi berwarna. Begitu banyak mesin yang harus ''dibuang''. Begitu mahal kalau harus membeli mesin berwarna dalam jumlah besar sekaligus. Bahkan harus membeli tanah baru. Membangun gedung baru. Gedung lama sudah penuh dengan mesin hitam putih. Lima tahun kemudian NYT terbit berwarna. Pun Kompas. Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Tanah|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/954574/bawah-tanah|website=disway.id|language=id|access-date=29 Juni 2026|date=29 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
{{Reflist}}
== Pranala luar ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
pexq9g2h7ylef2yz48nfrhpsfs6k4qr
55457
55456
2026-07-12T17:51:13Z
JumadilM
13443
/* Pranala luar */
55457
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya. Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Bantal|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/956730/bawah-bantal|website=disway.id|language=id|access-date=12 Juli 2026|date=12 Juli 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan. Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu. Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Mati Besok|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/952431/mati-besok|website=disway.id|language=id|access-date=17 Juni 2026|date=17 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Jawa Pos adalah koran pertama di Indonesia yang fotonya berwarna. Kompas ngotot terbit hitam putih. Koran berwarna dianggap terlalu pop. Murahan. Koran hitam putih lebih elegan. Bermutu. Saya ingat salah satu alasan bertahan yang dipakai Kompas: "New York Times saja tetap hitam putih". NYT adalah koran paling bergengsi di dunia. Dianggap murahan, saya pun ''tersinggung''. Saya terbang ke Amerika. Ke New York. Saya ingin tahu: apa alasan New York Times tetap terbit hitam putih. Sedangkan harian USA Today sudah berwarna. Saya pun dapat jawabnya: percetakan NYT itu sangat besar. Tidak mudah mengubahnya jadi berwarna. Begitu banyak mesin yang harus ''dibuang''. Begitu mahal kalau harus membeli mesin berwarna dalam jumlah besar sekaligus. Bahkan harus membeli tanah baru. Membangun gedung baru. Gedung lama sudah penuh dengan mesin hitam putih. Lima tahun kemudian NYT terbit berwarna. Pun Kompas. Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Tanah|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/954574/bawah-tanah|website=disway.id|language=id|access-date=29 Juni 2026|date=29 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
{{Reflist}}
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}} {{Commons}}
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
hzhveff6zecn497acrqqoqqdbgrk12x
55458
55457
2026-07-12T17:51:38Z
JumadilM
13443
/* Pranala luar */
55458
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya. Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Bantal|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/956730/bawah-bantal|website=disway.id|language=id|access-date=12 Juli 2026|date=12 Juli 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan. Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu. Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Mati Besok|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/952431/mati-besok|website=disway.id|language=id|access-date=17 Juni 2026|date=17 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Jawa Pos adalah koran pertama di Indonesia yang fotonya berwarna. Kompas ngotot terbit hitam putih. Koran berwarna dianggap terlalu pop. Murahan. Koran hitam putih lebih elegan. Bermutu. Saya ingat salah satu alasan bertahan yang dipakai Kompas: "New York Times saja tetap hitam putih". NYT adalah koran paling bergengsi di dunia. Dianggap murahan, saya pun ''tersinggung''. Saya terbang ke Amerika. Ke New York. Saya ingin tahu: apa alasan New York Times tetap terbit hitam putih. Sedangkan harian USA Today sudah berwarna. Saya pun dapat jawabnya: percetakan NYT itu sangat besar. Tidak mudah mengubahnya jadi berwarna. Begitu banyak mesin yang harus ''dibuang''. Begitu mahal kalau harus membeli mesin berwarna dalam jumlah besar sekaligus. Bahkan harus membeli tanah baru. Membangun gedung baru. Gedung lama sudah penuh dengan mesin hitam putih. Lima tahun kemudian NYT terbit berwarna. Pun Kompas. Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Bawah Tanah|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/954574/bawah-tanah|website=disway.id|language=id|access-date=29 Juni 2026|date=29 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
{{Reflist}}
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}} {{Commons}} {{tokoh}}
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
l6j1vqxtp4me9n2oe9qido6jwyt6870
Prabowo Subianto
0
5602
55459
55444
2026-07-13T02:28:08Z
Radramboo
18348
kutipan baru
55459
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Prabowo Subianto, Candidate for Indonesia's President in 2024.jpg|jmpl|Prabowo Subianto, tahun 2024]]
'''Prabowo Subianto Djojohadikusumo''' (lahir 17 Oktober 1951) adalah politikus, pengusaha dan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang menjabat sebagai Presiden Indonesia sejak 20 Oktober 2024 untuk masa periode 2024—2029.
== Kutipan ==
*''Saya pikir Amerika Serikat akan selalu menjadi pemimpin yang sangat penting di dunia. Tetapi saya menganggap Eropa juga merupakan faktor yang sangat penting dalam peradaban dunia.''<ref>{{Cite web|last=antaranews.com|date=2025-07-14|title=Prabowo: AS akan selalu jadi pemimpin yang sangat penting di dunia|url=https://www.antaranews.com/berita/4963793/prabowo-as-akan-selalu-jadi-pemimpin-yang-sangat-penting-di-dunia|website=Antara News|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref>- ia menanggapi pertanyaan dari awak media pernyataan pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Belgia, tentang peran AS dan Eropa di kancah dunia.
* Ya, tujuan kerusuhan adalah untuk menjatuhkan rezim.<ref>Jemma Purdey (2006), ''Anti-Chinese Violence in Indonesia, 1996-99'', hal. 154.</ref> - ia merespon Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia.
* Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Sebab elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal dalam menjalankan amanah yang diberikan bangsa Indonesia. Jika sistem yang sama terus dipertahankan, Indonesia akan melemah. Indonesia akan semakin miskin, semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah.<ref>{{Cite web|last=Tehusijarana|first=Karina M.|title=Indonesia could go 'extinct' if I lose election: Prabowo - Politics|url=https://www.thejakartapost.com/news/2018/12/18/indonesia-could-go-extinct-if-i-lose-election-prabowo.html|website=The Jakarta Post|language=en|access-date=2026-02-20}}</ref>
* "Ada yang menganggap partai kendaraan. Enak saja. Partai dianggap bis. Naik seenaknya, turun di tengah jalan. Ndak bayar lagi. Memangnya bus Damri.”<ref>{{Cite web|last=Kampai|first=Jeka|title=Prabowo Bicara Kesetiaan: Ada yang Anggap Partai Bus, Turun di Tengah Jalan|url=https://news.detik.com/pemilu/d-6696634/prabowo-bicara-kesetiaan-ada-yang-anggap-partai-bus-turun-di-tengah-jalan|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>Pidato dalam pertemuan dengan ratusan kader Partai Gerindra dari tingkat DPC hingga DPD Partai Gerindra Sumbar serta Fraksi DPRD Sumbar dan DPRD Kabupaten dan Kota, Sabtu (29/4/2023) malam.
* "Hidup saya, sumpah saya, saya ingin mati di atas kebenaran. Saya ingin mati membela rakyat. Saya ingin mati membela orang miskin. Saya ingin mati membela kehormatan bangsa Indonesia. Saya tidak ragu-ragu."
** Pidato dalam Diklat Anggota DPR Terpilih Gerindra 2024-20249 di Hambalang, Bogor, 21-23 September 2024.<ref>BSH (25 September 2024) "Prabowo Nyatakan Siap Mati Demi Membela Rakyat" Rakyat Merdeka. hal 4</ref>
* "Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya sejarah kita adalah sejarah dengan penuh kepahlawanan, penuh pengorbanan, penuh keberanian. Tidak hanya pemimpin-pemimpin tapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan, bahkan invasi-invasi dari bangsa lain."
** Pidato Sidang Paripurna MPR-RI Dalam Rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029.
*"Saya akui Bu Mega banyak keberhasilan dan jasa untuk republik ini, saya akui,”<ref>{{Cite book|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2025-02-15|url=https://nasional.kompas.com/read/2025/02/15/12563941/prabowo-bu-mega-banyak-keberhasilan-dan-jasa-untuk-republik-ini|title=Prabowo: Bu Mega Banyak Keberhasilan dan Jasa untuk Republik Ini|language=id}}</ref> - dalam pidatonya Peringatan HUT ke-17 Gerindra di Sentul, Bogor, 15 Februari 2025
*''Tingkat korupsi di negara saya sangat mengkhawatirkan. Dan itulah, mengapa saya bertekad untuk menggunakan seluruh tenaga, seluruh wewenang yang diberikan kepada saya oleh konstitusi untuk mencoba mengatasi penyakit ini''
** Prabowo secara daring dalam forum internasional World Governments Summit 2025<ref>{{Cite web|title=Prabowo: Korupsi di RI Sangat Mengkhawatirkan, Rakyat Menderita Setiap Hari|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-korupsi-di-ri-sangat-mengkhawatirkan-rakyat-menderita-setiap-hari-24UvsiqPge5|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>
* ''"Saudara semua harus melayani dan menjaga kepentingan rakyat kita. Saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita"'' <ref>{{Cite web|last=Novitri|first=Tia Lalita|title=Dilantik Presiden RI, Yamin-Ananda Resmi Memimpin Kota Banjarmasin - Radar Banjarmasin|url=https://radarbanjarmasin.jawapos.com/banua/1975668658/dilantik-presiden-ri-yamin-ananda-resmi-memimpin-kota-banjarmasin|website=Dilantik Presiden RI, Yamin-Ananda Resmi Memimpin Kota Banjarmasin - Radar Banjarmasin|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref>
* ''Ekonomi kita kuat dan akan lebih kuat lagi. Kita berjuang dan saya akan bekerja keras. Semua kekayaan rakyat, kekayaan milik bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia''
** Prabowo dalam pidato saat peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina)<ref>Idris, Muhammad (25 April 2025). "[https://money.kompas.com/read/2025/04/25/100300926/prabowo-ajak-rakyat-tanam-cabai-5-pot-biar-harganya-tidak-mahal?utm_source=Various&utm_medium=Referral&utm_campaign=Top_Mobile Prabowo Ajak Rakyat Tanam Cabai 5 Pot biar Harganya Tidak Mahal]". ''kompas.com''. Diakses tanggal 26 April 2025.</ref>
*''Filosofi dasar Indonesia adalah Pancasila yang menghormati semua agama dan semua kepercayaan. Karena itu kehormatan bagi aya sebagai Presiden Republik Indonesia untuk hari ini menemani sahabat saya Presiden Republik Perancis'' ''-'' dalam pidatonya menyambut kunjungan [[Emmanuel Macron]] ke Indonesia di Candi Borobudur<ref>{{Cite web|last=nina.susilo@kompas.com|first=Nina Susilo-|date=2025-05-29|title=Presiden Macron: Borobudur Akan Terus Jadi Sumber Inspirasi di Asia Tenggara|url=https://www.kompas.id/artikel/presiden-macron-borobudur-akan-terus-jadi-sumber-inspirasi-di-asia-tenggara|website=Kompas.id|language=id|access-date=2025-05-30}}</ref>
*''Asal seluruh pimpinan buruh, mewakili kaum buruh, sepakat, saya akan mendukung Marsinah jadi pahlawan nasional''<ref>Media, Kompas Cyber (2025-06-03). "Janji Prabowo Soal Gelar Pahlawan untuk Marsinah". ''KOMPAS.com''. Diakses tanggal 2025-06-05.</ref> - Prabowo menegaskan komitmen penuh mendukung usulan pencalonan [[Marsinah]] menjadi pahlawan nasional.
*''Saya Prabowo Subianto Presiden RI ke-8 hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikkan demi kesejahteraan para hakim. Dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan, kenaikan tertinggi mencapai 280 persen''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Umumkan Gaji Hakim Naik hingga 280 Persen|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250612113640-12-1238924/prabowo-umumkan-gaji-hakim-naik-hingga-280-persen|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref> - di acara Pengukuhan Hakim MA.
*''Kapitalisme murni menghasilkan ketimpangan, hanya sebagian kecil yang menikmati hasil kekayaan''<ref>Hadi, F. (2025) '[https://kumparan.com/kumparannews/25IzoaY6Ur8?utm_source=Desktop&utm_medium=copy-to-clipboard&shareID=xs6TlfNKdE8p. Prabowo: Ada Bahaya Besar di Indonesia, Kolusi-Korupsi Pejabat dan Elite Politik],' ''Kumparan'', 20 June 2025.</ref>- katanya saat menjadi pembicara di acara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.
*''Indonesia gelap, Indonesia gelap, sorry ye, Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah, masa depan Indonesia cerah''<ref>{{Cite web|title=Prabowo: Koruptor Biayai Demo Indonesia Gelap, Sorry Ye, Indonesia Cerah|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-koruptor-biayai-demo-indonesia-gelap-sorry-ye-indonesia-cerah-25UrAlk2rYk|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>- dalam penutupan Kongres [[PSI]] 2025 di Edupark Universitas Muhammadiyah Surakarta.
*''Ini gimana sih PSI kan partai masih kecil, kok di kabinet banyak sekali ini, belum ganti logo aja pengaruhnya sudah begini gimana ganti logo.''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Sebut PSI Partai Kecil tapi Banyak di Kabinet, Siapa Saja Mereka?|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-sebut-psi-partai-kecil-tapi-banyak-di-kabinet-siapa-saja-mereka-25V3L0wU4Pb|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref> - dalam Kongres PSI di Edutorium Muhammadiyah Surakarta.
*''Sebelum ke sini saya minum kopi dulu biar semangat (lihat cangkir). Ini staf saya enggak bener ini, enggak bener, ini cangkir isinya teh bukan kopi, hahaha. Kopi itu senjata rahasia saya, kalau saya minum kopi saya jadi pintar ...[diam cukup lama]... brengsek.''<ref>"[https://kumparan.com/kumparannews/canda-prabowo-di-hut-pkb-mau-kopi-dapat-teh-25W2DO2PGS1/full Canda Prabowo di HUT PKB: Mau Kopi Dapat Teh]". ''kumparan''. Diakses tanggal 2025-07-24.</ref> - ia mengomentari soal minuman yang disediakannya bukan kopi, minuman favoritnya.
*''Inilah Kabinet Merah Putih. Begitu dapat tugas, ya itu tadi, tidak ada hari Minggu, tidak ada hari libur, tidak ada jam kerja. Semua bekerja.''<ref>{{Cite web|last=Service|first=Tim Media|title=Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Sekolah Rakyat: Luar Biasa!|url=https://tirto.id/presiden-prabowo-apresiasi-capaian-sekolah-rakyat-luar-biasa-hgiU|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref> - ia memuji etos kerja kabinetnya dalam arahan guru Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran.
*''Saya ini sebetulnya ya ada kasihan juga sama menteri-menteri saya itu. Karena di Kabinet Merah Putih kata mereka enggak ada hari merah di kalender.'' We work seven days a week.<ref>Ramadhan, Ardito; Nurul Ulya, Fika (26 Agustus 2025). "[https://nasional.kompas.com/read/2025/08/26/19350841/prabowo-kasihan-dengan-menteri-kerja-7-hari-sepekan-tanpa-tanggal-merah Prabowo Kasihan dengan Menteri, Kerja 7 Hari Sepekan Tanpa Tanggal Merah]". ''Kompas''. Diakses tanggal 27 Agustus 2025.</ref> - ia menyampaikan ini saat meresmikan gedung layanan terpadu dan institut neurosains nasional RSPON [[Mahar Mardjono|Dr. Mahar Mardjono]].
*''Kalaupun dia (koruptor) lari ke Antartika, aku kirim pasukan khusus untuk nyari mereka di Antartika.''<ref>"[https://www.tempo.co/politik/menyoroti-pernyataan-prabowo-usir-halus-jurnalis-omon-omon-hingga-kopi-brengsek-2057229 Menyoroti Pernyataan Prabowo: Usir Halus Jurnalis, Omon-omon, hingga 'Kopi' Brengsek]". ''Tempo''. 10 Agustus 2025 | 20.08 WIB. Diakses tanggal 2025-10-27.</ref> - ujarnya saat sambutan penutupan Rapat Pimpinan Nasional Partai Gerindra pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
*''Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi kasihan juga. Mereka berdiri lama di (cuaca) panas.''<ref name=":0">{{Cite web|title=Momen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Khawatir Anak Sekolah Kepanasan Menanti Rombongan Presiden: Biarkan Mereka di Sekolah! - Melansir|url=https://www.melansir.com/life-style/84916297284/momen-presiden-republik-indonesia-prabowo-subianto-khawatir-anak-sekolah-kepanasan-menanti-rombongan-presiden-biarkan-mereka-di-sekolah|website=Momen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Khawatir Anak Sekolah Kepanasan Menanti Rombongan Presiden: Biarkan Mereka di Sekolah! - Melansir|access-date=2025-12-01|language=id|first=Azam|last=Munawar}}</ref> - ia utarakan saat meresmikan jembatan, underpass, dan flyover di Bantul.
*''Kalau seandainya saya kunjungan kerja, mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing.''<ref name=":0" /> - ia meminta siswa untuk tetap berada di sekolah.
*''Saya senang setiap kali lihat wajah rakyat, wajah anak-anak itu, saya juga tambah semangat. Saya tambah muda karena energi dari mereka, tapi saya kasihan mereka menunggu lama di bawah panas terik matahari.''<ref name=":0" /> - ia mengaku terharu dan senang bisa melihat antusiasme masyarakat yang menyambut kehadirannya, termasuk para pelajar yang turut menyambut rombongan presiden.
*''Supaya tidak ada kebocoran tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat. Kalian suka enggak kalau saya sikat maling-maling semua itu.''<ref>{{Cite web|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251201165219-20-1301522/prabowo-ke-korban-banjir-padang-kalian-suka-enggak-saya-sikat-maling|title=Prabowo ke Korban Banjir Padang: Kalian Suka Enggak Saya Sikat Maling?|date=1 Desember 2025|access-date=2 Desember 2025|website=CNN Indonesia|first=CNN Indonesia}}</ref> - ia bertanya apakah warga mendukung aksi pemerintah untuk menindak para maling atau koruptor saat meninjau posko bencana banjir dan longsor di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
*''Namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan? Kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Ya dia menyerap karbon dioksida, darimana kita dituduh, yang'' mboten-mboten ''aja orang-orang itu''<ref name=":1">{{Cite web|title=Aktivis Lingkungan: Pernyataan Prabowo Soal Sawit dan Deforestasi Membahayakan|url=https://www.voaindonesia.com/a/aktivis-lingkungan-pernyataan-prabowo-soal-sawit-dan-deforestasi-membahayakan/7922112.html|website=VOA Indonesia|date=2025-01-02|access-date=2025-12-02|language=id}}</ref> - ungkapnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, di Jakarta.
*''Ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali.''<ref>{{Cite web|date=15 Desember 2025 {{!}} 20.16 WIB|title=Prabowo: Ada yang Teriak Minta Status Bencana Nasional, Situasi Sumatera Terkendali|url=https://www.tempo.co/politik/prabowo-ada-yang-teriak-minta-status-bencana-nasional-situasi-sumatera-terkendali-2099217|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-18}}</ref> - ia menegaskan pemerintah sudah mengerahkan bantuan dan situasi terkendali.
*''Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain. Saya tidak peduli!''<ref name=":2">{{Cite web|last=Nurul Ulya|first=Fika|last2=Damarjati|first2=Danu|date=24 Desember 2025|title=Prabowo: Saya Diketawain kalau Bicara Kekuatan Asing, Saya Tidak Peduli!|url=https://nasional.kompas.com/read/2025/12/24/17473281/prabowo-saya-diketawain-kalau-bicara-kekuatan-asing-saya-tidak-peduli|website=Kompascom|access-date=24 Desember 2025}}</ref> - ia menyinggung dirinya kerap ditertawai jika menyinggung antek asing.
*''Saya dipilih. Saya dilantik untuk rakyat Indonesia. Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat, kehormatan bagi saya.''<ref name=":2" /> - ia menyadari dirinya dipilih oleh rakyat sebagai presiden yang bertugas menjaga keberlangsungan negara, ia menyerahkan segala jiwa dan raga untuk bangsa.
*''Saya pernah dengar ada kritik begini, 'Untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat'. Ya saudara-saudara, serba susah, menteri tidak datang, dibilang tidak peduli.''<ref name=":3">{{Cite web|first=CNN Indonesia|date=1 Januari 2026|title=Prabowo Respons Komentar Miring soal Menteri Datang ke Lokasi Bencana|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260101141013-20-1312598/prabowo-respons-komentar-miring-soal-menteri-datang-ke-lokasi-bencana|website=CNN Indonesia|access-date=1 Januari 2026}}</ref> - ia merespons kritik terkait menteri yang datang ke lokasi bencana hanya sekadar melihat-lihat.
*''Menteri datang, ya masak menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat.''<ref name=":3" /> - ia mengangggap pejabat harus terlibat langsung dalam pekerjaan fisik di lapangan merupakan pemahaman yang keliru.
*''Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat.''<ref name=":3" /> - ia menegaskan kritik merupakan bagian dari konsekuensi kepemimpinan dan tidak seharusnya melemahkan semangat kerja.
* "Aku satu tahun aja jadi presiden, geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok. Bolak-balik datang minta ini minta itu."
** Pidato Presiden dalam acara "Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan" di Karawang, Rabu (7 Januari 2026) siang.<ref>Kurnita Yunita Rahayu (11 Januari 2026) "Ketika Prabowo Digoda Suap" Kompas. hal 2</ref>
* "Saya di Korea bertemu tokoh-tokoh, menteri, jenderal, dia enggak bicara basa-basi. Dia bilang, 'Saya dari Bali, tetapi Bali is so dirty, Bali not nice, so dirty now.' Saya terima itu sebagai koreksi."<ref name="3feb26">INA (3 Februari 2026) "Presiden Soroti Sampah hingga Atap Seng" Kompas. hal 3</ref>
** Pidato Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di SICC Sentul, Kab Bogor, Senin (2/2). Rapat koordinasi ini dihadiri semua gubernur, wakil gubernur, bupati, walikota, serta wakil bupati dan wakil walikota. Acara ini juga dihadiri Wapres dan para menteri Kabinet Merah Putih.
* "Dandim, kepolisian! Korve! Korve! Korve! Danantara, BUMN, semua anak buahnya, korve! Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di kantor-kantor BUMN. Semua menteri, kepala lembaga, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam, bersihkan kantormu!"<ref name="3feb26"/>
* ''Kami tidak pernah lupa bahwa Amerika Serikat mendukung perjuangan kemerdekaan kami. Banyak kali Amerika Serikat mengintervensi membantu Indonesia di masa-masa kritis.''<ref>{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Ajak Pemuda Tidak Lupakan Peran AS dalam Kemerdekaan RI|url=https://tirto.id/prabowo-ajak-pemuda-tidak-lupakan-peran-as-dalam-kemerdekaan-ri-hrg9|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-02-19}}</ref> - ia menekankan bahwa hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang kuat, di mana Amerika Serikat beberapa kali melakukan intervensi penting untuk mendukung kedaulatan Indonesia.
* ''Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja, harus menghadapi kesulitan.''<ref>{{Cite web|title=Siap-siap, Prabowo Bakal Umumkan Taklimat untuk Bangsa Indonesia|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260310073755-32-1336176/siap-siap-prabowo-bakal-umumkan-taklimat-untuk-bangsa-indonesia|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-03-10}}</ref> - ujarnya dalam agenda peresmian 218 jembatan secara virtual.
* ''The markets are not understanding me''<ref name=":4">{{Cite news|last=Otto|first=Ben|last2=Antony|first2=Anto|last3=Ten Kate|first3=Daniel|date=March 16, 2026|title=Defiant Prabowo Spars With Indonesia Tycoons and Market Skeptics|url=https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-03-16/indonesia-president-prabowo-spars-with-tycoons-and-market-skeptics?taid=69b75743e4ff75000100317c&utm_campaign=trueanthem&utm_content=business&utm_medium=social&utm_source=twitter|work=Bloomberg|access-date=17 Maret 2026}}</ref>
** Terjemahan: ''Pasar tidak mengerti tentang saya'' - dalam wawancaranya bersama Bloomberg, ia merespon bahwa market tidak memahami kebijakan ekonominya dengan mencibir "''how can a military man understand economics''"
*''I just do what i think is in the best interest of my people. I'm not too ideological. I'm not too doctrinaire. I look for the best solution pragmatically.''<ref name=":4" />
**Terjemahan: ''Saya melakukan yang menurut saya terbaik untuk rakyat saya. Saya tidak terlalu ideologis. Saya juga tidak terlalu kaku pada doktrin. Saya melihat solusi terbaik secara pragmatis -'' ia mencoba menjawab isu terkait apakah ia bersahabat dengan market atau tidak.
*''Kita terbawa oleh ego dan ambisi kita masing-masing. Saya ingin itu, ingin ini, saya kami, aku, aku harus. Kita tidak sadar, justru ratusan tahun ego dan ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. itu namanya'' devide et impera''.''<ref>{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Sebut Ego Sektoral Pintu Masuk Devide et Impera Asing|url=https://tirto.id/prabowo-sebut-ego-sektoral-pintu-masuk-devide-et-impera-asing-htWH|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - ujarnya dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka 8 April 2026.
*''Satu hari air turun di Bogor, sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Demikian berkah yang kita terima dari Yang Maha Kuasa.''<ref>{{Cite web|last=Azzahra|first=Qonita|title=Prabowo: Masyarakat Patut Bersyukur Indonesia Tak Krisis Air|url=https://tirto.id/prabowo-masyarakat-patut-bersyukur-indonesia-tak-krisis-air-htWo|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - menurutnya Indonesia mengalami "kelebihan air" dan menyebutnya sebagai karunia.
*''Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya ganti lah pemerintah itu. Ada mekanismenya dengan baik, dengan damai.''<ref name=":5">{{Cite web|last=Azzahra|first=Qonita|title=Prabowo: Kalau Mau Makzulkan Silakan, Ada Mekenisme dengan Damai|url=https://tirto.id/prabowo-kalau-mau-makzulkan-silakan-ada-mekenisme-dengan-damai-htWs|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - ujarnya dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka 8 April 2026.
*''Dalam sejarah kita, telah terjadi beberapa pergantian, Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses. Tidak melalui kekerasan.''<ref name=":5" />
*''Yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus.''<ref name=":6">{{Cite web|last=Evandio|first=Akbar|date=2026-04-09|title=9 Poin Penting Prabowo Saat Resmikan Pabrik VKTR, Kemandirian Energi hingga Stop Impor BBM|url=https://kabar24.bisnis.com/read/20260409/15/1965426/9-poin-penting-prabowo-saat-resmikan-pabrik-vktr-kemandirian-energi-hingga-stop-impor-bbm|website=Bisnis.com|language=id|access-date=2026-04-10}}</ref> - ia menekankan optimisme terhadap masa depan Indonesia pada pidato peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik.
*''Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia...'' This giant is waking up.<ref name=":6" /> - ia menyebut Indonesia akan segera mengejutkan dunia.
*''Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang, ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja,"''<ref name=":7">{{Cite web|title=Prabowo Kembali Sindir Indonesia Gelap: Kalau Mau Kabur, Kabur Aja!|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260429122701-32-1353365/prabowo-kembali-sindir-indonesia-gelap-kalau-mau-kabur-kabur-aja|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-04-29}}</ref> - ia menyindir ada pihak yang menurutnya tidak partriotik dan cinta tanah air.
*''Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang, kabur aja deh, ya kabur aja biar kita enggak gaduh.''<ref name=":7" /> - ia menyebut Indonesia merupakan negara yang paling aman di tengah ketidakpastian global hari ini.
*''Sebetulnya secara jujur saya suka dengan kata-kata dari salah satu lagu favorit saya. Kan ada kata-kata itu dalam lagu Pertemuan kan ada itu 'saya ingin hidup seribu tahun lagi', karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain.''<ref name=":8">{{Cite web|last=Safitri|first=Eva|title=Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Makmur|url=https://news.detik.com/berita/d-8467691/prabowo-saya-ingin-hidup-seribu-tahun-lagi-mau-lihat-ri-makmur|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2026-04-30}}</ref> - ia mengungkap harapannya ingin melihat Indonesia makmur dan dihormati bangsa lain.
*''Jangan lihat latar belakang, jangan lihat suku, jangan lihat kelompok etnis, jangan lihat perbedaan adalah baik. Perbedaan adalah kekayaan,''<ref name=":8" /> - Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
*''Kenapa nikel kita ditentukan harganya oeh negara lain, tidak boleh.''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Instruksikan Harga Komoditas Tambang Ditentukan Negara|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260520112250-32-1360303/prabowo-marah-besar-harga-nikel-indonesia-ditentukan-negara-lain|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-05-20}}</ref> - ia mengungkapkan kekesalannya karena harga nikel Indonesia selama ini ditentukan oleh negara lain.
*''Saya hormati dan hargagi demokrasi kita butuh'' check and balances'', saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita.''<ref name=":9">{{Cite web|title=Cerita Prabowo Pernah Dibantu Megawati saat Luntang-lantung|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260520123406-20-1360333/cerita-prabowo-pernah-dibantu-megawati-saat-luntang-lantung|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-05-20}}</ref> - ia memuji sikap PDIP di luar pemerintahan.
*''Gue kenal semua itu. Mereka ga suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti, saudara-saudara sekalian. Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu.''<ref>{{Cite web|last=Dirgantara|first=Adhyasta|last2=Damarjati|first2=Danu|date=24 Juni 2026|title=Prabowo Sebut Ada Demonstran Dibayar Rp 200.000 tapi Tak Paham Isu|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/06/24/12183171/prabowo-sebut-ada-demonstran-dibayar-rp-200000-tapi-tak-paham-isu?utm_source=twitter&utm_medium=social|website=Kompas|access-date=24 Juni 2026}}</ref> - ia menekankan dirinya tahu siapa sosok yang berada di balik pendanaan demo. Ia yakin pelakunya orang yang tidak menyukai dirinya.
*''Saya terus menemukan angka 8 sepanjang karier saya. Saya ingin menjadi Presiden ke-7, tetapi takdir menjadikan saya yang ke-8. Terima kasih telah mengundang saya ke sini.''<ref>{{Cite web|last=Dirgantara|first=Adyasta|last2=Ramadhan|first2=Bilal|date=8 Juli 2026|title=Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden ke-7, tapi Takdir Menjadikan ke-8|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/07/08/07505361/prabowo-saya-ingin-jadi-presiden-ke-7-tapi-takdir-menjadikan-ke-8|website=Kompas.com|access-date=8 Juli 2026}}</ref> - ia heran dirinya terus-terusan berkaitan engan angka 8 sepanjang kariernya, termasuk ketika menjadi Presiden.
*''Untuk apa kita bertikai, kita ini satu keluarga apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga.''<ref>{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Sentil Parpol: Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingan|url=https://tirto.id/prabowo-sentil-parpol-banyak-patriot-banyak-juga-bajingan-hzyM|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-07-13}}</ref> - ia menegaskan setiap partai memiliki sosok patriot, namun ia juga tidak memungkiri terdapat kelompok yang ia sebut sebagai "bajingan".
== Kutipan terkait Prabowo ==
# ''Pernyataan Prabowo bertolak belakang dengan berbagai komitmen iklim, maupun langkah-langkah pengendalian deforestasi yang sudah dilakukan Indonesia.''<ref name=":1" /> - Direktur Eksekutif Satya Bumi Andi Muttaqien menilai pernyataan Prabowo itu sangat berbahaya karena akan ditafsirkan bahwa pemerintah seakan memberi restu untuk terus mengekspansi lahan dengan cara membuka hutan alam.
# ''Anda pikir mudah berurusan dengannya? Lihat wajahnya itu. Anda seseorang yang tangguh. Dan kami mengatakannya dengan penuh kasih sayang.''<ref>{{Cite web|last=Ulya|first=Fika Nurul|last2=Ramadhan|first2=Ardito|date=19 Februari 2026|title=Prabowo Senyum Saat Dipuji, Trump: Lihat Betapa Tangguhnya Dia|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/02/19/23042911/prabowo-senyum-saat-dipuji-trump-lihat-betapa-tangguhnya-dia|website=Kompas|access-date=20 Februari 2026}}</ref> - [[Donald Trump]] memujinya sebagai seseorang yang tangguh.
# ''Kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa? Karena apa? Kalau buat saya itu Pancasila saya.''<ref name=":9" /> - kata Megawati yang menceritakan persahabatannya dengan Prabowo yang merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila.
== Referensi ==
{{DEFAULTSORT:Subianto, Prabowo}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Kelahiran 1951]]
[[Kategori:Orang hidup]]
[[Kategori:Pebisnis]]
<references />
==Pranala Luar==
{{commons}}{{Tokoh}}{{Wikipedia}}
[[Kategori:Presiden Indonesia]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
nnl44l834xp63bjnpcih663ib4knjwa
55460
55459
2026-07-13T02:30:49Z
Radramboo
18348
/* Kutipan */
55460
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Prabowo Subianto, Candidate for Indonesia's President in 2024.jpg|jmpl|Prabowo Subianto, tahun 2024]]
'''Prabowo Subianto Djojohadikusumo''' (lahir 17 Oktober 1951) adalah politikus, pengusaha dan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang menjabat sebagai Presiden Indonesia sejak 20 Oktober 2024 untuk masa periode 2024—2029.
== Kutipan ==
*''Saya pikir Amerika Serikat akan selalu menjadi pemimpin yang sangat penting di dunia. Tetapi saya menganggap Eropa juga merupakan faktor yang sangat penting dalam peradaban dunia.''<ref>{{Cite web|last=antaranews.com|date=2025-07-14|title=Prabowo: AS akan selalu jadi pemimpin yang sangat penting di dunia|url=https://www.antaranews.com/berita/4963793/prabowo-as-akan-selalu-jadi-pemimpin-yang-sangat-penting-di-dunia|website=Antara News|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref>- ia menanggapi pertanyaan dari awak media pernyataan pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Belgia, tentang peran AS dan Eropa di kancah dunia.
* Ya, tujuan kerusuhan adalah untuk menjatuhkan rezim.<ref>Jemma Purdey (2006), ''Anti-Chinese Violence in Indonesia, 1996-99'', hal. 154.</ref> - ia merespon Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia.
* Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Sebab elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal dalam menjalankan amanah yang diberikan bangsa Indonesia. Jika sistem yang sama terus dipertahankan, Indonesia akan melemah. Indonesia akan semakin miskin, semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah.<ref>{{Cite web|last=Tehusijarana|first=Karina M.|title=Indonesia could go 'extinct' if I lose election: Prabowo - Politics|url=https://www.thejakartapost.com/news/2018/12/18/indonesia-could-go-extinct-if-i-lose-election-prabowo.html|website=The Jakarta Post|language=en|access-date=2026-02-20}}</ref>
* "Ada yang menganggap partai kendaraan. Enak saja. Partai dianggap bis. Naik seenaknya, turun di tengah jalan. Ndak bayar lagi. Memangnya bus Damri.”<ref>{{Cite web|last=Kampai|first=Jeka|title=Prabowo Bicara Kesetiaan: Ada yang Anggap Partai Bus, Turun di Tengah Jalan|url=https://news.detik.com/pemilu/d-6696634/prabowo-bicara-kesetiaan-ada-yang-anggap-partai-bus-turun-di-tengah-jalan|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>Pidato dalam pertemuan dengan ratusan kader Partai Gerindra dari tingkat DPC hingga DPD Partai Gerindra Sumbar serta Fraksi DPRD Sumbar dan DPRD Kabupaten dan Kota, Sabtu (29/4/2023) malam.
* "Hidup saya, sumpah saya, saya ingin mati di atas kebenaran. Saya ingin mati membela rakyat. Saya ingin mati membela orang miskin. Saya ingin mati membela kehormatan bangsa Indonesia. Saya tidak ragu-ragu."
** Pidato dalam Diklat Anggota DPR Terpilih Gerindra 2024-20249 di Hambalang, Bogor, 21-23 September 2024.<ref>BSH (25 September 2024) "Prabowo Nyatakan Siap Mati Demi Membela Rakyat" Rakyat Merdeka. hal 4</ref>
* "Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya sejarah kita adalah sejarah dengan penuh kepahlawanan, penuh pengorbanan, penuh keberanian. Tidak hanya pemimpin-pemimpin tapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan, bahkan invasi-invasi dari bangsa lain."
** Pidato Sidang Paripurna MPR-RI Dalam Rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029.
*"Saya akui Bu Mega banyak keberhasilan dan jasa untuk republik ini, saya akui,”<ref>{{Cite book|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2025-02-15|url=https://nasional.kompas.com/read/2025/02/15/12563941/prabowo-bu-mega-banyak-keberhasilan-dan-jasa-untuk-republik-ini|title=Prabowo: Bu Mega Banyak Keberhasilan dan Jasa untuk Republik Ini|language=id}}</ref> - dalam pidatonya Peringatan HUT ke-17 Gerindra di Sentul, Bogor, 15 Februari 2025
*''Tingkat korupsi di negara saya sangat mengkhawatirkan. Dan itulah, mengapa saya bertekad untuk menggunakan seluruh tenaga, seluruh wewenang yang diberikan kepada saya oleh konstitusi untuk mencoba mengatasi penyakit ini''
** Prabowo secara daring dalam forum internasional World Governments Summit 2025<ref>{{Cite web|title=Prabowo: Korupsi di RI Sangat Mengkhawatirkan, Rakyat Menderita Setiap Hari|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-korupsi-di-ri-sangat-mengkhawatirkan-rakyat-menderita-setiap-hari-24UvsiqPge5|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>
* ''"Saudara semua harus melayani dan menjaga kepentingan rakyat kita. Saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita"'' <ref>{{Cite web|last=Novitri|first=Tia Lalita|title=Dilantik Presiden RI, Yamin-Ananda Resmi Memimpin Kota Banjarmasin - Radar Banjarmasin|url=https://radarbanjarmasin.jawapos.com/banua/1975668658/dilantik-presiden-ri-yamin-ananda-resmi-memimpin-kota-banjarmasin|website=Dilantik Presiden RI, Yamin-Ananda Resmi Memimpin Kota Banjarmasin - Radar Banjarmasin|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref>
* ''Ekonomi kita kuat dan akan lebih kuat lagi. Kita berjuang dan saya akan bekerja keras. Semua kekayaan rakyat, kekayaan milik bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia''
** Prabowo dalam pidato saat peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina)<ref>Idris, Muhammad (25 April 2025). "[https://money.kompas.com/read/2025/04/25/100300926/prabowo-ajak-rakyat-tanam-cabai-5-pot-biar-harganya-tidak-mahal?utm_source=Various&utm_medium=Referral&utm_campaign=Top_Mobile Prabowo Ajak Rakyat Tanam Cabai 5 Pot biar Harganya Tidak Mahal]". ''kompas.com''. Diakses tanggal 26 April 2025.</ref>
*''Filosofi dasar Indonesia adalah Pancasila yang menghormati semua agama dan semua kepercayaan. Karena itu kehormatan bagi aya sebagai Presiden Republik Indonesia untuk hari ini menemani sahabat saya Presiden Republik Perancis'' ''-'' dalam pidatonya menyambut kunjungan [[Emmanuel Macron]] ke Indonesia di Candi Borobudur<ref>{{Cite web|last=nina.susilo@kompas.com|first=Nina Susilo-|date=2025-05-29|title=Presiden Macron: Borobudur Akan Terus Jadi Sumber Inspirasi di Asia Tenggara|url=https://www.kompas.id/artikel/presiden-macron-borobudur-akan-terus-jadi-sumber-inspirasi-di-asia-tenggara|website=Kompas.id|language=id|access-date=2025-05-30}}</ref>
*''Asal seluruh pimpinan buruh, mewakili kaum buruh, sepakat, saya akan mendukung Marsinah jadi pahlawan nasional''<ref>Media, Kompas Cyber (2025-06-03). "Janji Prabowo Soal Gelar Pahlawan untuk Marsinah". ''KOMPAS.com''. Diakses tanggal 2025-06-05.</ref> - Prabowo menegaskan komitmen penuh mendukung usulan pencalonan [[Marsinah]] menjadi pahlawan nasional.
*''Saya Prabowo Subianto Presiden RI ke-8 hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikkan demi kesejahteraan para hakim. Dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan, kenaikan tertinggi mencapai 280 persen''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Umumkan Gaji Hakim Naik hingga 280 Persen|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250612113640-12-1238924/prabowo-umumkan-gaji-hakim-naik-hingga-280-persen|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref> - di acara Pengukuhan Hakim MA.
*''Kapitalisme murni menghasilkan ketimpangan, hanya sebagian kecil yang menikmati hasil kekayaan''<ref>Hadi, F. (2025) '[https://kumparan.com/kumparannews/25IzoaY6Ur8?utm_source=Desktop&utm_medium=copy-to-clipboard&shareID=xs6TlfNKdE8p. Prabowo: Ada Bahaya Besar di Indonesia, Kolusi-Korupsi Pejabat dan Elite Politik],' ''Kumparan'', 20 June 2025.</ref>- katanya saat menjadi pembicara di acara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.
*''Indonesia gelap, Indonesia gelap, sorry ye, Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah, masa depan Indonesia cerah''<ref>{{Cite web|title=Prabowo: Koruptor Biayai Demo Indonesia Gelap, Sorry Ye, Indonesia Cerah|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-koruptor-biayai-demo-indonesia-gelap-sorry-ye-indonesia-cerah-25UrAlk2rYk|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref>- dalam penutupan Kongres [[PSI]] 2025 di Edupark Universitas Muhammadiyah Surakarta.
*''Ini gimana sih PSI kan partai masih kecil, kok di kabinet banyak sekali ini, belum ganti logo aja pengaruhnya sudah begini gimana ganti logo.''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Sebut PSI Partai Kecil tapi Banyak di Kabinet, Siapa Saja Mereka?|url=https://kumparan.com/kumparannews/prabowo-sebut-psi-partai-kecil-tapi-banyak-di-kabinet-siapa-saja-mereka-25V3L0wU4Pb|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2026-02-20}}</ref> - dalam Kongres PSI di Edutorium Muhammadiyah Surakarta.
*''Sebelum ke sini saya minum kopi dulu biar semangat (lihat cangkir). Ini staf saya enggak bener ini, enggak bener, ini cangkir isinya teh bukan kopi, hahaha. Kopi itu senjata rahasia saya, kalau saya minum kopi saya jadi pintar ...[diam cukup lama]... brengsek.''<ref>"[https://kumparan.com/kumparannews/canda-prabowo-di-hut-pkb-mau-kopi-dapat-teh-25W2DO2PGS1/full Canda Prabowo di HUT PKB: Mau Kopi Dapat Teh]". ''kumparan''. Diakses tanggal 2025-07-24.</ref> - ia mengomentari soal minuman yang disediakannya bukan kopi, minuman favoritnya.
*''Inilah Kabinet Merah Putih. Begitu dapat tugas, ya itu tadi, tidak ada hari Minggu, tidak ada hari libur, tidak ada jam kerja. Semua bekerja.''<ref>{{Cite web|last=Service|first=Tim Media|title=Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Sekolah Rakyat: Luar Biasa!|url=https://tirto.id/presiden-prabowo-apresiasi-capaian-sekolah-rakyat-luar-biasa-hgiU|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-02-20}}</ref> - ia memuji etos kerja kabinetnya dalam arahan guru Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran.
*''Saya ini sebetulnya ya ada kasihan juga sama menteri-menteri saya itu. Karena di Kabinet Merah Putih kata mereka enggak ada hari merah di kalender.'' We work seven days a week.<ref>Ramadhan, Ardito; Nurul Ulya, Fika (26 Agustus 2025). "[https://nasional.kompas.com/read/2025/08/26/19350841/prabowo-kasihan-dengan-menteri-kerja-7-hari-sepekan-tanpa-tanggal-merah Prabowo Kasihan dengan Menteri, Kerja 7 Hari Sepekan Tanpa Tanggal Merah]". ''Kompas''. Diakses tanggal 27 Agustus 2025.</ref> - ia menyampaikan ini saat meresmikan gedung layanan terpadu dan institut neurosains nasional RSPON [[Mahar Mardjono|Dr. Mahar Mardjono]].
*''Kalaupun dia (koruptor) lari ke Antartika, aku kirim pasukan khusus untuk nyari mereka di Antartika.''<ref>"[https://www.tempo.co/politik/menyoroti-pernyataan-prabowo-usir-halus-jurnalis-omon-omon-hingga-kopi-brengsek-2057229 Menyoroti Pernyataan Prabowo: Usir Halus Jurnalis, Omon-omon, hingga 'Kopi' Brengsek]". ''Tempo''. 10 Agustus 2025 | 20.08 WIB. Diakses tanggal 2025-10-27.</ref> - ujarnya saat sambutan penutupan Rapat Pimpinan Nasional Partai Gerindra pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
*''Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi kasihan juga. Mereka berdiri lama di (cuaca) panas.''<ref name=":0">{{Cite web|title=Momen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Khawatir Anak Sekolah Kepanasan Menanti Rombongan Presiden: Biarkan Mereka di Sekolah! - Melansir|url=https://www.melansir.com/life-style/84916297284/momen-presiden-republik-indonesia-prabowo-subianto-khawatir-anak-sekolah-kepanasan-menanti-rombongan-presiden-biarkan-mereka-di-sekolah|website=Momen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Khawatir Anak Sekolah Kepanasan Menanti Rombongan Presiden: Biarkan Mereka di Sekolah! - Melansir|access-date=2025-12-01|language=id|first=Azam|last=Munawar}}</ref> - ia utarakan saat meresmikan jembatan, underpass, dan flyover di Bantul.
*''Kalau seandainya saya kunjungan kerja, mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing.''<ref name=":0" /> - ia meminta siswa untuk tetap berada di sekolah.
*''Saya senang setiap kali lihat wajah rakyat, wajah anak-anak itu, saya juga tambah semangat. Saya tambah muda karena energi dari mereka, tapi saya kasihan mereka menunggu lama di bawah panas terik matahari.''<ref name=":0" /> - ia mengaku terharu dan senang bisa melihat antusiasme masyarakat yang menyambut kehadirannya, termasuk para pelajar yang turut menyambut rombongan presiden.
*''Supaya tidak ada kebocoran tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat. Kalian suka enggak kalau saya sikat maling-maling semua itu.''<ref>{{Cite web|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251201165219-20-1301522/prabowo-ke-korban-banjir-padang-kalian-suka-enggak-saya-sikat-maling|title=Prabowo ke Korban Banjir Padang: Kalian Suka Enggak Saya Sikat Maling?|date=1 Desember 2025|access-date=2 Desember 2025|website=CNN Indonesia|first=CNN Indonesia}}</ref> - ia bertanya apakah warga mendukung aksi pemerintah untuk menindak para maling atau koruptor saat meninjau posko bencana banjir dan longsor di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
*''Namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan? Kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Ya dia menyerap karbon dioksida, darimana kita dituduh, yang'' mboten-mboten ''aja orang-orang itu''<ref name=":1">{{Cite web|title=Aktivis Lingkungan: Pernyataan Prabowo Soal Sawit dan Deforestasi Membahayakan|url=https://www.voaindonesia.com/a/aktivis-lingkungan-pernyataan-prabowo-soal-sawit-dan-deforestasi-membahayakan/7922112.html|website=VOA Indonesia|date=2025-01-02|access-date=2025-12-02|language=id}}</ref> - ungkapnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, di Jakarta.
*''Ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali.''<ref>{{Cite web|date=15 Desember 2025 {{!}} 20.16 WIB|title=Prabowo: Ada yang Teriak Minta Status Bencana Nasional, Situasi Sumatera Terkendali|url=https://www.tempo.co/politik/prabowo-ada-yang-teriak-minta-status-bencana-nasional-situasi-sumatera-terkendali-2099217|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-18}}</ref> - ia menegaskan pemerintah sudah mengerahkan bantuan dan situasi terkendali.
*''Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain. Saya tidak peduli!''<ref name=":2">{{Cite web|last=Nurul Ulya|first=Fika|last2=Damarjati|first2=Danu|date=24 Desember 2025|title=Prabowo: Saya Diketawain kalau Bicara Kekuatan Asing, Saya Tidak Peduli!|url=https://nasional.kompas.com/read/2025/12/24/17473281/prabowo-saya-diketawain-kalau-bicara-kekuatan-asing-saya-tidak-peduli|website=Kompascom|access-date=24 Desember 2025}}</ref> - ia menyinggung dirinya kerap ditertawai jika menyinggung antek asing.
*''Saya dipilih. Saya dilantik untuk rakyat Indonesia. Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat, kehormatan bagi saya.''<ref name=":2" /> - ia menyadari dirinya dipilih oleh rakyat sebagai presiden yang bertugas menjaga keberlangsungan negara, ia menyerahkan segala jiwa dan raga untuk bangsa.
*''Saya pernah dengar ada kritik begini, 'Untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat'. Ya saudara-saudara, serba susah, menteri tidak datang, dibilang tidak peduli.''<ref name=":3">{{Cite web|first=CNN Indonesia|date=1 Januari 2026|title=Prabowo Respons Komentar Miring soal Menteri Datang ke Lokasi Bencana|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260101141013-20-1312598/prabowo-respons-komentar-miring-soal-menteri-datang-ke-lokasi-bencana|website=CNN Indonesia|access-date=1 Januari 2026}}</ref> - ia merespons kritik terkait menteri yang datang ke lokasi bencana hanya sekadar melihat-lihat.
*''Menteri datang, ya masak menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat.''<ref name=":3" /> - ia mengangggap pejabat harus terlibat langsung dalam pekerjaan fisik di lapangan merupakan pemahaman yang keliru.
*''Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat.''<ref name=":3" /> - ia menegaskan kritik merupakan bagian dari konsekuensi kepemimpinan dan tidak seharusnya melemahkan semangat kerja.
* "Aku satu tahun aja jadi presiden, geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok. Bolak-balik datang minta ini minta itu."
** Pidato Presiden dalam acara "Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan" di Karawang, Rabu (7 Januari 2026) siang.<ref>Kurnita Yunita Rahayu (11 Januari 2026) "Ketika Prabowo Digoda Suap" Kompas. hal 2</ref>
* "Saya di Korea bertemu tokoh-tokoh, menteri, jenderal, dia enggak bicara basa-basi. Dia bilang, 'Saya dari Bali, tetapi Bali is so dirty, Bali not nice, so dirty now.' Saya terima itu sebagai koreksi."<ref name="3feb26">INA (3 Februari 2026) "Presiden Soroti Sampah hingga Atap Seng" Kompas. hal 3</ref>
** Pidato Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di SICC Sentul, Kab Bogor, Senin (2/2). Rapat koordinasi ini dihadiri semua gubernur, wakil gubernur, bupati, walikota, serta wakil bupati dan wakil walikota. Acara ini juga dihadiri Wapres dan para menteri Kabinet Merah Putih.
* "Dandim, kepolisian! Korve! Korve! Korve! Danantara, BUMN, semua anak buahnya, korve! Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di kantor-kantor BUMN. Semua menteri, kepala lembaga, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam, bersihkan kantormu!"<ref name="3feb26"/>
* ''Kami tidak pernah lupa bahwa Amerika Serikat mendukung perjuangan kemerdekaan kami. Banyak kali Amerika Serikat mengintervensi membantu Indonesia di masa-masa kritis.''<ref>{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Ajak Pemuda Tidak Lupakan Peran AS dalam Kemerdekaan RI|url=https://tirto.id/prabowo-ajak-pemuda-tidak-lupakan-peran-as-dalam-kemerdekaan-ri-hrg9|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-02-19}}</ref> - ia menekankan bahwa hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang kuat, di mana Amerika Serikat beberapa kali melakukan intervensi penting untuk mendukung kedaulatan Indonesia.
* ''Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja, harus menghadapi kesulitan.''<ref>{{Cite web|title=Siap-siap, Prabowo Bakal Umumkan Taklimat untuk Bangsa Indonesia|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260310073755-32-1336176/siap-siap-prabowo-bakal-umumkan-taklimat-untuk-bangsa-indonesia|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-03-10}}</ref> - ujarnya dalam agenda peresmian 218 jembatan secara virtual.
* ''The markets are not understanding me''<ref name=":4">{{Cite news|last=Otto|first=Ben|last2=Antony|first2=Anto|last3=Ten Kate|first3=Daniel|date=March 16, 2026|title=Defiant Prabowo Spars With Indonesia Tycoons and Market Skeptics|url=https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-03-16/indonesia-president-prabowo-spars-with-tycoons-and-market-skeptics?taid=69b75743e4ff75000100317c&utm_campaign=trueanthem&utm_content=business&utm_medium=social&utm_source=twitter|work=Bloomberg|access-date=17 Maret 2026}}</ref>
** Terjemahan: ''Pasar tidak mengerti tentang saya'' - dalam wawancaranya bersama Bloomberg, ia merespon bahwa market tidak memahami kebijakan ekonominya dengan mencibir "''how can a military man understand economics''"
*''I just do what i think is in the best interest of my people. I'm not too ideological. I'm not too doctrinaire. I look for the best solution pragmatically.''<ref name=":4" />
**Terjemahan: ''Saya melakukan yang menurut saya terbaik untuk rakyat saya. Saya tidak terlalu ideologis. Saya juga tidak terlalu kaku pada doktrin. Saya melihat solusi terbaik secara pragmatis -'' ia mencoba menjawab isu terkait apakah ia bersahabat dengan market atau tidak.
*''Kita terbawa oleh ego dan ambisi kita masing-masing. Saya ingin itu, ingin ini, saya kami, aku, aku harus. Kita tidak sadar, justru ratusan tahun ego dan ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. itu namanya'' devide et impera''.''<ref>{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Sebut Ego Sektoral Pintu Masuk Devide et Impera Asing|url=https://tirto.id/prabowo-sebut-ego-sektoral-pintu-masuk-devide-et-impera-asing-htWH|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - ujarnya dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka 8 April 2026.
*''Satu hari air turun di Bogor, sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Demikian berkah yang kita terima dari Yang Maha Kuasa.''<ref>{{Cite web|last=Azzahra|first=Qonita|title=Prabowo: Masyarakat Patut Bersyukur Indonesia Tak Krisis Air|url=https://tirto.id/prabowo-masyarakat-patut-bersyukur-indonesia-tak-krisis-air-htWo|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - menurutnya Indonesia mengalami "kelebihan air" dan menyebutnya sebagai karunia.
*''Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya ganti lah pemerintah itu. Ada mekanismenya dengan baik, dengan damai.''<ref name=":5">{{Cite web|last=Azzahra|first=Qonita|title=Prabowo: Kalau Mau Makzulkan Silakan, Ada Mekenisme dengan Damai|url=https://tirto.id/prabowo-kalau-mau-makzulkan-silakan-ada-mekenisme-dengan-damai-htWs|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-04-09}}</ref> - ujarnya dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka 8 April 2026.
*''Dalam sejarah kita, telah terjadi beberapa pergantian, Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses. Tidak melalui kekerasan.''<ref name=":5" />
*''Yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus.''<ref name=":6">{{Cite web|last=Evandio|first=Akbar|date=2026-04-09|title=9 Poin Penting Prabowo Saat Resmikan Pabrik VKTR, Kemandirian Energi hingga Stop Impor BBM|url=https://kabar24.bisnis.com/read/20260409/15/1965426/9-poin-penting-prabowo-saat-resmikan-pabrik-vktr-kemandirian-energi-hingga-stop-impor-bbm|website=Bisnis.com|language=id|access-date=2026-04-10}}</ref> - ia menekankan optimisme terhadap masa depan Indonesia pada pidato peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik.
*''Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia...'' This giant is waking up.<ref name=":6" /> - ia menyebut Indonesia akan segera mengejutkan dunia.
*''Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang, ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja,"''<ref name=":7">{{Cite web|title=Prabowo Kembali Sindir Indonesia Gelap: Kalau Mau Kabur, Kabur Aja!|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260429122701-32-1353365/prabowo-kembali-sindir-indonesia-gelap-kalau-mau-kabur-kabur-aja|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-04-29}}</ref> - ia menyindir ada pihak yang menurutnya tidak partriotik dan cinta tanah air.
*''Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang, kabur aja deh, ya kabur aja biar kita enggak gaduh.''<ref name=":7" /> - ia menyebut Indonesia merupakan negara yang paling aman di tengah ketidakpastian global hari ini.
*''Sebetulnya secara jujur saya suka dengan kata-kata dari salah satu lagu favorit saya. Kan ada kata-kata itu dalam lagu Pertemuan kan ada itu 'saya ingin hidup seribu tahun lagi', karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain.''<ref name=":8">{{Cite web|last=Safitri|first=Eva|title=Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Makmur|url=https://news.detik.com/berita/d-8467691/prabowo-saya-ingin-hidup-seribu-tahun-lagi-mau-lihat-ri-makmur|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2026-04-30}}</ref> - ia mengungkap harapannya ingin melihat Indonesia makmur dan dihormati bangsa lain.
*''Jangan lihat latar belakang, jangan lihat suku, jangan lihat kelompok etnis, jangan lihat perbedaan adalah baik. Perbedaan adalah kekayaan,''<ref name=":8" /> - Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
*''Kenapa nikel kita ditentukan harganya oeh negara lain, tidak boleh.''<ref>{{Cite web|title=Prabowo Instruksikan Harga Komoditas Tambang Ditentukan Negara|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260520112250-32-1360303/prabowo-marah-besar-harga-nikel-indonesia-ditentukan-negara-lain|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-05-20}}</ref> - ia mengungkapkan kekesalannya karena harga nikel Indonesia selama ini ditentukan oleh negara lain.
*''Saya hormati dan hargagi demokrasi kita butuh'' check and balances'', saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita.''<ref name=":9">{{Cite web|title=Cerita Prabowo Pernah Dibantu Megawati saat Luntang-lantung|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260520123406-20-1360333/cerita-prabowo-pernah-dibantu-megawati-saat-luntang-lantung|website=nasional|language=id-ID|access-date=2026-05-20}}</ref> - ia memuji sikap PDIP di luar pemerintahan.
*''Gue kenal semua itu. Mereka ga suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti, saudara-saudara sekalian. Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu.''<ref>{{Cite web|last=Dirgantara|first=Adhyasta|last2=Damarjati|first2=Danu|date=24 Juni 2026|title=Prabowo Sebut Ada Demonstran Dibayar Rp 200.000 tapi Tak Paham Isu|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/06/24/12183171/prabowo-sebut-ada-demonstran-dibayar-rp-200000-tapi-tak-paham-isu?utm_source=twitter&utm_medium=social|website=Kompas|access-date=24 Juni 2026}}</ref> - ia menekankan dirinya tahu siapa sosok yang berada di balik pendanaan demo. Ia yakin pelakunya orang yang tidak menyukai dirinya.
*''Saya terus menemukan angka 8 sepanjang karier saya. Saya ingin menjadi Presiden ke-7, tetapi takdir menjadikan saya yang ke-8. Terima kasih telah mengundang saya ke sini.''<ref>{{Cite web|last=Dirgantara|first=Adyasta|last2=Ramadhan|first2=Bilal|date=8 Juli 2026|title=Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden ke-7, tapi Takdir Menjadikan ke-8|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/07/08/07505361/prabowo-saya-ingin-jadi-presiden-ke-7-tapi-takdir-menjadikan-ke-8|website=Kompas.com|access-date=8 Juli 2026}}</ref> - ia heran dirinya terus-terusan berkaitan engan angka 8 sepanjang kariernya, termasuk ketika menjadi Presiden.
*''Untuk apa kita bertikai, kita ini satu keluarga apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga.''<ref name=":10">{{Cite web|last=Nur|first=Mochammad Fajar|title=Prabowo Sentil Parpol: Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingan|url=https://tirto.id/prabowo-sentil-parpol-banyak-patriot-banyak-juga-bajingan-hzyM|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-07-13}}</ref> - ia menegaskan setiap partai memiliki sosok patriot, namun ia juga tidak memungkiri terdapat kelompok yang ia sebut sebagai "bajingan".
*''Itu sifat kita bahwa kita suka dengan tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu tidak tahu diri. Sudah tidak diundang, datang kesini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok.''<ref name=":10" /> - ia kecewa terhadap pihak luar yang datang ke Indonesia berkedok dagang, namun justru merampok kekayaan negara.
== Kutipan terkait Prabowo ==
# ''Pernyataan Prabowo bertolak belakang dengan berbagai komitmen iklim, maupun langkah-langkah pengendalian deforestasi yang sudah dilakukan Indonesia.''<ref name=":1" /> - Direktur Eksekutif Satya Bumi Andi Muttaqien menilai pernyataan Prabowo itu sangat berbahaya karena akan ditafsirkan bahwa pemerintah seakan memberi restu untuk terus mengekspansi lahan dengan cara membuka hutan alam.
# ''Anda pikir mudah berurusan dengannya? Lihat wajahnya itu. Anda seseorang yang tangguh. Dan kami mengatakannya dengan penuh kasih sayang.''<ref>{{Cite web|last=Ulya|first=Fika Nurul|last2=Ramadhan|first2=Ardito|date=19 Februari 2026|title=Prabowo Senyum Saat Dipuji, Trump: Lihat Betapa Tangguhnya Dia|url=https://nasional.kompas.com/read/2026/02/19/23042911/prabowo-senyum-saat-dipuji-trump-lihat-betapa-tangguhnya-dia|website=Kompas|access-date=20 Februari 2026}}</ref> - [[Donald Trump]] memujinya sebagai seseorang yang tangguh.
# ''Kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa? Karena apa? Kalau buat saya itu Pancasila saya.''<ref name=":9" /> - kata Megawati yang menceritakan persahabatannya dengan Prabowo yang merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila.
== Referensi ==
{{DEFAULTSORT:Subianto, Prabowo}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Kelahiran 1951]]
[[Kategori:Orang hidup]]
[[Kategori:Pebisnis]]
<references />
==Pranala Luar==
{{commons}}{{Tokoh}}{{Wikipedia}}
[[Kategori:Presiden Indonesia]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
frmb6s80jvvbneyso653kk6f1un0f9p
Starhawk
0
14740
55454
54452
2026-07-12T17:46:10Z
JumadilM
13443
added [[Category:Penulis Amerika Serikat]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
55454
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Starhawk 2.JPG|jmpl|Starhawk]]
'''[[w:Starhawk|Starhawk]]''' (lahir dengan nama Miriam Simos pada 17 Juni 1951) adalah seorang penulis Amerika, aktivis sosial, dan penganut agama pagan dalam tradisi Reklamasi.
== Kutipan ==
"Saya adalah seorang penyihir, yang saya maksud adalah seseorang yang percaya bahwa [[bumi]] itu [[suci]], dan bahwa [[perempuan]] dan tubuh perempuan adalah salah satu wujud dari keberadaan yang suci itu. [[Spiritualitas]] saya selalu berkaitan dengan [[feminisme]] saya. Feminisme adalah tentang menantang struktur [[kekuasaan]] yang tidak setara. Jadi, itu juga berarti menantang ketidaksetaraan dalam [[ras]], kelas, dan preferensi seksual. Yang perlu kita lakukan bukan hanya mengubah siapa yang memegang kekuasaan, tetapi juga mengubah cara kita memahami kekuasaan. Ada jenis kekuasaan yang sudah kita kenal, kekuasaan atas orang lain. Namun, ada jenis kekuasaan lain, kekuatan dari dalam diri. Bagi seorang perempuan, itu adalah kekuatan untuk menjadi subur atau produktif, baik dalam bentuk memiliki anak, menulis buku, menari, membuat roti, atau menjadi pengorganisir yang hebat. Itu adalah jenis kekuatan yang tidak bergantung dari merampas milik orang lain."
* Dikutip dalam ''Womanspirit Rising: A Feminist Reader in Religion'' (1979) oleh Carol P. Christ dan Judith Plaskow.
[[Kategori:Penulis Amerika Serikat]]
b9nkugjrbrm00z6xq8vy7oxnp4ohhc6