Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.1
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Pengguna:Oceanmuse
2
25477
282877
91982
2026-05-06T15:33:18Z
Rachmat04
3937
Rachmat04 memindahkan halaman [[Pengguna:Sofi Solihah]] ke [[Pengguna:Oceanmuse]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Sofi Solihah|Sofi Solihah]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Oceanmuse|Oceanmuse]]"
91982
wikitext
text/x-wiki
Hai semuanya! Senang bisa berkontribusi di sini, mari selalu berkarya untuk bersama membebaskan pengetahuan
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2021}}
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2022}}
m9gtcgpyhnyrouqepyziv25sg4zj0y3
Pembicaraan Pengguna:Oceanmuse
3
26674
282879
93722
2026-05-06T15:33:18Z
Rachmat04
3937
Rachmat04 memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah]] ke [[Pembicaraan Pengguna:Oceanmuse]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Sofi Solihah|Sofi Solihah]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Oceanmuse|Oceanmuse]]"
93722
wikitext
text/x-wiki
== Pengumuman ==
<div style="width: 100%; color: #4e606e; {{box-shadow|0|3px|3px|rgba(0, 0, 0, 0.30)}} {{border-radius|3px}}">
<div style="overflow:hidden; height:auto; background: #FDEBD0; width: 100%; padding-bottom:18px;">
<div style="font-size: 36px; margin-top: 24px; margin-left: 25px; font-family: sans-serif; line-height: 1.3em;">Periode Kompetisi Wikisource 2021 akan berakhir</div>
<div style="font-size: 20px; margin-left: 25px; font-family: sans-serif; line-height: 1.3em;">Periksa lagi hasil karyamu sebelum periodenya berakhir</div>
<div style="font-size: 14px; margin-top: 24px; margin-left: 25px; margin-right: 25px; font-family: sans-serif; line-height:1.5em; color: #496160; ">
'''Halo Sofi Solihah,'''
Tidak terasa Kompetisi Wikisource 2021 telah berjalan selama 12 hari, dan periodenya akan segera berakhir.
Sebelum itu, panitia kompetisi ini akan melakukan patroli untuk memeriksa halaman buku yang telah dikerjakan. Anda berkesempatan untuk memperbaiki hasil uji-baca sebelum 30 April 2021.
* Pastikan bahwa halaman yang ditandai dengan warna hijau telah sesuai dengan teks asli. Anda tidak perlu memvalidasinya jika ragu. Biarkan panitia yang memperbaiki atau mengoreksi halaman tersebut nanti.
* Jika Anda menemukan bahwa ada halaman yang bergambar tetapi pada teks yang dikerjakan belum disisipkan gambar, tandai dengan warna biru. Hal ini akan memudahkan pengguna lain dan panitia untuk memasukkan gambar ke dalam halamannya.
* Disarankan untuk bertanya kepada panitia jika ragu apakah status halaman tertentu perlu diubah. Kami tidak menyarankan untuk mengubah status sebuah halaman jika dirasa tidak yakin.
* Panitia berhak melakukan modifikasi pada halaman yang telah diuji-baca jika dianggap perlu, seperti menghapus templat atau pemformatan halaman yang menyebabkan tidak harmonisnya ketika ditransklusikan. Jika Anda menemukan bahwa halaman Anda telah diubah dan perlu penjelasan, hubungi kami.
* Setelah periode kompetisi berakhir, peserta dapat melanjutkan penyuntingan, tetapi tidak akan tercatat pada perkakas skoring. Pastikan untuk melakukannya sebelum itu.
Periode kompetisi ini akan selesai pada 30 April 2021 pukul 07.00 WIB. Pemenang akan diumumkan pada 7 Mei 2021. Kunjungi '''[[:wmid:Kompetisi Wikisource 2021|halaman ini]]''' untuk informasi lebih lengkap.
</div>
</div>
</div>
Dari kami, panitia Kompetisi Wikisource 2021 ({{user0|Rachmat (WMID)}} & {{user0|Harditaher (WMID)}}) 27 April 2021 13.22 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Rachmat04@idwikisource dengan menggunakan daftar di https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Pengguna:Rachmat_(WMID)/Peserta_Kompetisi_Wikisource_2021&oldid=77162 -->
== Kompetisi wikisource 2022 ==
Halo. Bila ada suatu kata yang bersambung ke kalimat sebelumnya, harap menggunakan templat hws dan hwe.
Contohnya ketika ada kata seorang yang di halaman pertama adalah seor dan halaman kedua adalah ang. Maka penggunaanya begini:
<nowiki>{{hws|seor|seorang}}</nowiki> di halaman pertama <nowiki>{{hwe|ang|seorang}}</nowiki> di halaman kedua. Terima kasih [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 9 April 2022 05.45 (UTC)
:Halo juga. Baik, terima kasih [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 05.49 (UTC)
::Halo, kalau untuk melakukan validasi bagaimana caranya ya? Atau validasi ini wewenang panitia?
::Oh ya, saya baru saja menemukan bahwa uji-baca saya divalidasi pengguna lain. Berarti poinnya untuk peserta lain yang memvalidasi-kah? [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 05.51 (UTC)
:::validasi hanya bisa dilakukan oleh pengguna kedua. Jadi tidak bisa menguji baca dan memvalidasi dilakukan oleh orang yang sama. Untuk templat hwe dan hws gunakan hanya sebelum kalimat saja. Jadi hws di potongan kata akhir di suatu halaman dan hwe di potongan kata awal di satu halaman yang bersambung [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 9 April 2022 06.07 (UTC)
::::Baik, terima kasih banyak [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 06.08 (UTC)
::::Kalau untuk penulisan yang kurang huruf di bagian kanan (halaman hasil scan), misal tertulis lndoneia, apakah naskah kita perbaiki menjadi lndonesia atau tetap lndoneia? [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 06.18 (UTC)
:::::tetap gunakan indoneia ya. kalo bisa letakkan template <nowiki>{{sic|indoneia|indonesia}}</nowiki> [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 9 April 2022 06.31 (UTC)
::::::Iya baik, terima kasih [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 06.33 (UTC)
::::::Maaf tanya lagi, Kak. Untuk membuat templat list huruf a, b, c bagaimana ya? Ini saya sudah tambahkan begini {{ordered list|start=a|Bunting|Melahirkan anak dari kandungannya dan|Memberi air susu, memelihara dan mendidik.}}
::::::Tetapi masih hasilnya seperti ini, ke bentuk angka. Sedangkan kebutuhannya mengubah ke bentuk a, b, c
::::::1. Bunting
::::::2. Melahirkan anak dari kandungannya dan
::::::3. Memberi air susu, memelihara dan mendidik. [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 06.39 (UTC)
:::::::Sudah mengerti belum. Maaf baru membaca. soalnya gak ada pemberitahuan balasan. [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 10 April 2022 22.04 (UTC)
::::::::Halaman jangan lupa ditaruh <nowiki>{{rh))</nowiki> ya [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 10 April 2022 22.13 (UTC)
::::::::Sudah Mas, baik terima kasih [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 11 April 2022 06.54 (UTC)
:Mengenai templat hws untuk di halaman pertama, ditaruh di bagian mana ya? Apakah pojok kiri atas halaman awal?
:Lalu tamplat hwe di halaman kedua ditaruh di sebelah mana? Apakah pojok kanan akhir halaman? Terima kasih [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 9 April 2022 06.01 (UTC)
::Izin jawab. {{tl|hws}} itu s nya untuk start, alias mulainya. Letaknya, kata terakhir di sebuah halaman yang terpotong. {{tl|hwe}}, e nya untuk end, akhirnya. Letaknya, halaman selanjutnya, sambungan kata yang terpotong di halaman sebelumnya. Bisa dilihat dokumentasi kedua templat. [[Pengguna:Mnafisalmukhdi1|Mnafisalmukhdi1]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnafisalmukhdi1|bicara]]) 11 April 2022 07.02 (UTC)
:::Wah iya, Mas. Oke, sebuah pencerahan baru, terima kasih ya [[Pengguna:Sofi Solihah|Sofi Solihah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah|bicara]]) 11 April 2022 07.05 (UTC)
:::makasih nafisal udah menjelaskan dengan sangat baik [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 11 April 2022 08.04 (UTC)
krj5t10qio93eh7jsmf1ag1a5nvfj5x
Pengguna:OwlyKnight
2
54175
283327
268727
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF]] ke [[Pengguna:OwlyKnight]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
268727
wikitext
text/x-wiki
__NOINDEX__
Pengguna awam proyek Wikimedia.
[[/Bak pasir|Bak pasir pribadi]]
{| class="mw-collapsible mw-collapsed" style="width:100%; margin:auto; padding:1px; border:1px solid #c0c0c0; background:var(--background-color-base, #fff); color:inherit; float:none"
!colspan="2" style="padding-left:6.4em; padding-right:.4em; text-align:center; background-color:var(--background-color-neutral-subtle, #f8f9fa); font-size:88%; color:inherit;"|Serba-serbi
|-
|style="width:70%; text-align:left; font-size:88%; vertical-align: top;"|
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026|float=left}}
{{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} {{Pengguna pengurus}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2024|float=left}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2025|float=left}}
| style="width:30%; vertical-align:top;" |
<div class="mw-babel-box-horizontal">
{{#babel:plain=1|id-N|sas-4|en-3}}
<div style="clear:both"></div>
</div>
|}
{| class="mw-collapsible mw-collapsed" style="width:100%; margin:auto; padding:1px; border:1px solid #c0c0c0; background:var(--background-color-base, #fff); color:inherit; float:none"
!colspan="2" style="padding-left:6.4em; padding-right:.4em; text-align:center; background-color:var(--background-color-neutral-subtle, #f8f9fa); font-size:88%; color:inherit;"|Pranala yang mungkin membantu
|-
|style="width:100%; text-align:left; font-size:88%; vertical-align: top;"|
* [[:Kategori:Templat format undang-undang]]; Contoh penggunaan beberapa templat format undang-undang:
** [[Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/1]] - Bagian kepala dan konsideran untuk Peraturan Menteri
** [[Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/2]] - Konsideran, bab, pasal, dan nomor
** [[Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/7]] - Bab, pasal, ayat, dan nomor (dan sub-nomor)
** [[Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/40]] - Bagian akhir, penutup, tanda tangan
|}
== Lihat pula ==
* [[:meta:User:NikolasKHF|Halaman pengguna di Meta-Wiki]]
tizvm7r68h2gi02ej8p7e7aqio6tmx7
Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight
3
56262
283325
268701
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF]] ke [[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
268701
wikitext
text/x-wiki
== Selamat datang ==
<big>'''[[Wikisource:Selamat datang|Selamat datang]], {{BASEPAGENAME}}, di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisource Indonesia]]!'''</big>
'''[[Wikisource]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga.
* Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada pengguna Wikisource lain di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]].
* Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisource bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya, ketik ~~~~ (empat kali tanda gelombang/tilde).
* '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu kebijakan dan pedoman yang berlaku di Wikisource bahasa Indonesia.'''
* Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]].
* Walaupun demikian, perhatikan [[Wikisource:Kesalahan umum di Wikisource|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]].{{#ifexist:Pengguna:{{PAGENAME}}||
* Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda.}}
[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 16 Maret 2024 13.53 (UTC)
:Terima kasih untuk sambutan hangatnya!
:[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 16 Maret 2024 14.01 (UTC)
== Join the LDH General Assembly | April 18, 2026 ==
We are delighted to invite you to the General Assembly of the [[m:Wikimedia Language Diversity Hub|'''Language Diversity Hub''']] (LDH) on Saturday, '''April 18th, 2026''', at '''[https://zonestamp.toolforge.org/1776517200 13:00 UTC]'''.
=== About the General Assembly ===
The General Assembly (GA) is a community-wide consultation and engagement space. It is the primary forum through which LDH connects with the broader language and Wikimedia communities. The GA is designed to:
* Keep community members informed about LDH activities, decisions, and ongoing work.
* Gather feedback and perspectives from across the language and Wikimedia ecosystem.
* Create open pathways for participation, collaboration, and community-driven input.
=== How to participate ===
Everyone is welcome! If you work on language access, language diversity, or Wikimedia projects in any language community, this is a space for you.
* '''[https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform Register here to attend]'''
[[File:LDH General Assembly E-flyer.jpg|frameless|center|280px|link=https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform]]
Looking forward to your participation,
Language Diversity Hub Team, 20 Maret 2026 18.21 (UTC)
''<small>You can opt out of our distribution list by removing your username from [[m:MassMessage/Lists/LDH|this list]]</small>''
(This message was sent to [[:Pengguna:NikolasKHF]] and is being posted here due to a redirect.)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Oscar .@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=MassMessage/Lists/LDH&oldid=30182212 -->
== Minta bantuan ==
Halo, Nikolas. Saya minta bantuanmu untuk melindungi halaman [[WS:Perihal]] dan [[WS:I]] karena beberapa kali divandal. Mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk memblokir sementara pengguna a.n. Bajjakuii karena perilaku vandalismenya. Terima kasih! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 April 2026 04.45 (UTC)
:Terima kasih banyak, @[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] sudah memberitahu saya. Saya melindungi halaman [[WS:Perihal]], [[WS:I]], sekaligus [[:Kategori:Pengarang]] untuk pengguna terdaftar otomatis karena vandalisme oleh penggna tersebut. Selain itu, saya juga sudah memblokir sementara (saat ini hanya 1 minggu) untuk pengguna Bajjakuii, tetapi kelihatannya akun pengguna tersebut memang sudah dikunci secara global melalui Meta. Terima kasih banyak! —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 6 April 2026 04.57 (UTC)
== You may be an eligible candidate for the U4C election ==
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Greetings,
The [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Universal Code of Conduct Coordinating Committee (U4C)]] seeks candidates for the 2026 election. The U4C is the global committee responsible for overseeing enforcement of the [[foundation:Special:MyLanguage/Policy:Universal Code of Conduct|Universal Code of Conduct]]. Elections are held annually, if elected a committee member serves for two years.
This year the U4C requires candidates to hold administrator rights on at least one wiki, which is why you are being contacted as you appear to hold this right. There are other requirements, such as candidates must be at least 18 years old and may not be employed by the Wikimedia Foundation or other related chapters and affiliates. You can find more information in the [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026#Call_for_Candidates|call for candidates on Meta-wiki]]. Additionally, the committee's working language is English; some ability to communicate in English is required.
The election opens on 18 May, if you are eligible and interested you have until 10 May to submit your candidacy. There will week between for candidates to answer questions from the community. Voting takes place privately in [[m:Special:MyLanguage/SecurePoll|SecurePoll]], successful candidates must receive at least 60% support. More information is available on [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|the 2026 Elections page]], including timelines and other candidacy information. If you read over the material and consider yourself qualified, please consider submitting your name to run for the committee. If you think someone else in your community might be interested and qualified, please encourage them to run.
In partnership with the U4C -- [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User_talk:Keegan (WMF)|talk]]) 28 April 2026 18.33 (UTC) </div>
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Keegan_(WMF)/test&oldid=30471754 -->
fip37c2uflbph62qpue16smdsz9lo92
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/423
104
70223
282865
202372
2026-05-06T15:29:53Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Perundingan itu achirnja tidak lagi dapat dinamakan perundingan, karena pada ketika itu Menteri Dalam Negeri telah menjuguhkan satu keputusan dalam satu surat ketetapan tanggal 28-10-1950 No. 444, dengan mengangkat tuan Ruslan Muljohardjo sebagai Acting Gubernur Propinsi Sumatera Tengah.
Ada Menteri memberi pendjelasan, kata Gulmat Siregar, bahwa untuk menghilangkan salah faham perlu diberi pendjelasan sebagai berikut:
Untuk Konsolidasi dan pembangunan dalam pemerintahan, perlu seorang jang tjukup pengetahuan umum dalam pemerintahan.
Setelah kami menimbang ke-4 tjalon dari D.P.R.S.T. terpaksa kami mengambil diluar tjalon-tjalon itu, dengan dasar Pasal 4 Ajat 26 dari Undang-undang No. 22, tambahan lagi Mr. S.M. Rasjid tidak bersedia untuk mendjadi Gubernur Propinsi Sumatera Tengah. Sekian pernjataan Menteri Dalam Negeri jang diuraikan oleh anggota Gulmat Siregar.
Mengenai Peraturan No. 39 Pemerintah Pusat tidak dapat menerima perubahan-perubahan jang dikehendaki oleh D.P.R.S.T. dalam peraturan tersebut, walaupun tidak fundamenteel sifatnja, karena mungkin menimbulkan kesulitan-kesulitan.
Selandjutnja S.J. St. Mangkuto berikan laporannja mengenai pembangunan dan keuangan, terutama jang diudjudkan untuk soalsoal perumahan, irigasi, P.M.T./Bpnk dan bekas tentera sekolah-sekolah, djalan, pelaksanaan Peraturan No. 39, sekolah tinggi territorium, inpassing pegawai, E.M.S., pensiun dan pembagian pekerdjaan dipropinsi. Semua itu dibitjarakan dengan Menteri Dalam Negeri.
Selesai pelaporan dan pendjelasan dari anggota S.J. St. Mangkuto, maka sekretaris membatjakan satu surat kawat dari Menteri P.U. mengenai soal E.M.S. jang antara lain menjatakan, bahwa tuntutan tentang pembajaran tarip E.M.S. seperti peraturan sebelum bulan Agustus tidak dapat dibenarkan, karena E.M.S. djuga selalu menanggung kerugian.
Malamnja diteruskan dengan atjara chusus mengenai soal sekitar Gubernur (Ketetapan Pusat).
Atjara ini adalah dibitjarakan atas desakan anggota.
'''Ketetapan M.D.N. diretour kembali 15 Nopember 1950.'''
Kemudian dalam 2 kali rapat, sidang pleno ini diteruskan dan mengambil putusan jaitu bahwa ketetapan Menteri Dalam Negeri diretour afzender, dan D.P.R.S.T. tetap berpegang dengan Undang-undang No. 22 serta kehendaki Gubernur bukan Acting. ''Tegasnja ketetapan Menteri Dalam Negeri No. 444 tentang {{hws|keang|keangkatan}}''<noinclude>{{rh|||'''417'''}}</noinclude>
qknvvfohppdd60bpyhukyyx20q4v9m8
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/424
104
70224
282870
202374
2026-05-06T15:30:58Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>''{{hwe|katan|angkatan}} Acting Gubernur Sumatera Tengah Ruslan Muljohardjo, ditolak oleh D.P.R.S.T.''
'''Acting Gubernur tidak diterima.'''
Dan konsekwen atas putusannja ini, maka pada sidang Kemis 16 Nopember pleno D.P.R.S.T. telah membitjarakan sekitar soal Gubernur dengan tjalonnja jang 4 orang. Diambil putusan bahwa sidang setudju untuk menindjau kembali tjalon jang 4 orang itu, kemudian diadjukan kepada Pem. Pusat supaja diangkat diantara tjalon-tjalon itu Gubernur Propinsi Sumatera Tengah. Dalam pada itu sampailah Acting Gubernur Ruslan Muljohardjo di Sumatera Tengah, dan pada tanggal 29 Desember, berangkat lagi ke Djakarta untuk menemui Menteri Dalam Negeri buat memadjukan soal kedudukannja di S. Tengah, karena D.P.R.S.T. mengambil putusan tidak membenarkan timbang terima dari wakil Gubernur Sumatera Tengah S.J. St. Mangkuto kepada Acting Gubernur jang baru. Selandjutnja Ruslan Muljohardjo menerangkan bahwa Menteri Assaat akan memadjukan soal ini kepada sidang kabinet.
Demikianlah konflik antara D.P.R.S.T. dan Nasroen telah melandjut mendjadi konflik segi tiga antara D.P.R.S.T.-Acting Gubernur Ruslan-Kementerian Dalam Negeri.
Tepat sehari sebelum tahun baru 1951 Acting Gubernur Ruslan sampai kembali di Padang bersama S.J. St. Mangkuto dan Residen Utojo.
Tapi ternjata bahwa sesuatunja keputusan tentangan masaalah timbang terima Pemerintah Sumatera Tengah ini belum diperdapat, karena soal jang ruwet ini akan dibitjarakan lebih dahulu dalam sidang kabinet, dan Pemerintah Tinggilah jang akan memberikan putusan terachir. Sedangkan kabinet sekarang sedang repot dengan masaalah Irian, dan sementara menunggu putusan ini Acting Gubernur akan beristirahat.
'''D.P.R.S.T. dibekukan 5 Djanuari 1951.'''
Kemudian Pemerintah (kabinet Natsir) mengambil putusan '''membekukan''' D.P.R.S.T. dengan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1951 jang ditetapkan pada tanggal 5 Djanuari 1951 dan diumumkan pada tanggal 8 Djanuari. Undang-undang jang bersedjarah itu selengkapnja berbunji sebagai berikut :
Nr. 1/1951. Propinsi Sumatera Tengah, Pemerintahan. Badan Eksekutif, Dewan Perwakilan Rakjat, Pembekuan. Peraturan Pemerintah Nr. 1, tahun 1951, tentang pembekuan Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi dan Badan Eksekutif Prop. Sumatera Tengah dan tjara bagaimana mengatur pemerintahan daerah di Propinsi Sumatera Tengah untuk sementara waktu.<noinclude>{{rh|418}}</noinclude>
sgxwfzovpov9b7zdraex8mygvni59gg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/765
104
70261
282976
202448
2026-05-06T16:06:36Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ penomoran menggunakan templat
282976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>3. Mendirikan Perseroan Bank Sumatera jang bekerdja sebagai bank perniagaan.
''1947-1952.''
1. Mendirikan Sumatera Banking and Trading Corporation Ltd., di Bukittinggi bersama-sama pemerintah Propinsi Sumatera.
2. Berdirinja perseroan dagang „Persdi" N.V. di Bukittinggi jang mempunjai tjabang diberbagai tempat.
3. Berdirinja Komite Gedung Persi jang akan bekerdja sampai Persi mempunjai gedung sendiri.
Hasil-hasil dimaksud tertjapai dibawah pimpinan jang baik dan bidjaksana dari pengurus-pengurus, dan untuk menjempurnakan riwajat ringkas ini kita terakan daftar orang jang telah mendjadi ketua dan sekretaris dari organisasi kita selama 36 tahun j.l.
''Sebagai Ketua:''
1. Nurdin Saleh (1916);
2. Taher Marah Sutan (1929);
3. Turki Bagindo Marah (1935–1943);
4. Abdul Fatah Sutan Melano (1943-1946);
5. Marzuki Jatim (1946-1952).
''Sebagai Sekretaris:''
1. Said Ali;
2. Taher Marah Sutan;
3. Rasjid;
4. Mr. Sutan Harun Alrasjid;
5. Mr. M. Nasrun;
6. Oemar Marah Alamsjah;
7. Bahsiar Rachman.
Selain dari pada jang telah diuraikan semula, Persatuan Saudagar Indonesia banjak sekali menerima bantuan moreel dari pemimpinpemimpin politik, ulama-ulama, dan kaum terpeladjar seperti Mr. M. Yamin, Ir. Ibrahim, Mr. Abubakar Djaar , Mr. St. Harun Alrasjid, Mr. M. Nasrun , dan M. Sjafei.
{{rule|7em}}<noinclude>{{rh|||757}}</noinclude>
i9rsp6qkmvtgkxaeilqh9da5p4cfm12
Indeks:Ensiklopedia Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.pdf
102
83999
283676
267760
2026-05-07T08:33:20Z
Thersetya2021
15831
283676
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q139691777
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=OCR
|Pages=<pagelist
1="Sampul"
2="Judul"
3="Sambutan"
4to10="Isi"
11="Tokoh"
12=1
41="Istilah"
42=30
83="Organisasi"
84=71
425="Paguyuban"
426=412
552="Perguruan"
553=538
569="Kekadangan"
570=554
579="Himpunan"
580=563
594="–"
/>
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer={{rvh4|{{{pagenum}}}|''Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa''}}
}}
[[Kategori:Buku]]
8mvilramugdbyajyf2v5024n6xq4ul6
Pengguna:OwlyKnight/Draf
2
90568
283323
259419
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/Draf]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/Draf]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
259419
wikitext
text/x-wiki
Beberapa draf halaman bantuan dan kebijakan oleh NikolasKHF.
* [[/Kebijakan inklusi]]
* [[/Hak cipta]]
k33eiclo00t48xmwqqoxzt8gkbdlmtl
Pengguna:OwlyKnight/babel-box-custom.css
2
95000
283331
265885
2026-05-07T03:39:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/babel-box-custom.css]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/babel-box-custom.css]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
265885
css
text/css
.mw-babel-box-horizontal .mw-babel-box {
display: table;
position: relative;
}
@media all and (min-width:480px) {
.mw-babel-box-horizontal .mw-babel-box {
clear: none;
display: flex;
flex-wrap: wrap;
}
.mw-babel-box-horizontal .mw-babel-box[dir=rtl] {
float: right;
}
.mw-babel-box-horizontal .mw-babel-box[dir=ltr] {
float: left;
}
}
.mw-babel-box table th {
font-size: 14px;
line-height: 15px;
padding: 0 1px;
}
.mw-babel-box table td {
font-size: 11px;
line-height: 15px;
padding: 0 1px;
}
.mw-babel-box table td[lang=ta] {
font-size: 8.2px;
}
.mw-babel-box table td[lang=my] {
font-size: 8px;
}
.mw-babel-box table td[lang=ml] {
font-size: 7.8px;
}
n6k60o7ney8af6eyinhc2clcc8zs1pp
Pengguna:OwlyKnight/Bak pasir
2
95693
283333
267250
2026-05-07T03:39:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/Bak pasir]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/Bak pasir]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
267250
wikitext
text/x-wiki
== [[Aku Ini Binatang Jalang]] (Daftar Isi) ==
{{c|'''DAFTAR ISI'''}}
{{TOC begin}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Ini Binatang Jalang/Catatan Kecil|CATATAN KECIL DARI EDITOR]]|ix}}
{{TOC row 2-1|[[Kata Pembuka|KATA PEMBUKA]]|xiv}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1942'''}}
{{TOC row 2-1|[[Nisan]]|5}}
{{TOC row 2-1|[[Penghidupan]]|6}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1943'''}}
{{TOC row 2-1|[[Diponegoro]]|9}}
{{TOC row 2-1|[[Tak Sepadan]]|10}}
{{TOC row 2-1|[[Sia-sia (versi DCD)]]|11}}
{{TOC row 2-1|[[Sia-sia (versi KT)]]|12}}
{{TOC row 2-1|[[Ajakan]]|13}}
{{TOC row 2-1|[[Sendiri]]|14}}
{{TOC row 2-1|[[Pelarian]]|15}}
{{TOC row 2-1|[[Suara Malam]]|16}}
{{TOC row 2-1|[[Aku (versi DCD)]]|17}}
{{TOC row 2-1|[[Semangat (versi KT)]]|18}}
{{TOC row 2-1|[[Hukum]]|19}}
{{TOC row 2-1|[[Taman]]|20}}
{{TOC row 2-1|[[Lagu Biasa]]|21}}
{{TOC row 2-1|[[Kupu Malam dan Biniku]]|22}}
{{TOC row 2-1|[[Penerimaan]]|23}}
{{TOC row 2-1|[[Kesabaran]]|24}}
{{TOC row 2-1|[[Perhitungan]]|25}}
{{TOC row 2-1|[[Kenangan]]|26}}
{{TOC row 2-1|[[Rumahku]]|27}}
{{TOC row 2-1|[[Hampa (versi DCD)]]|28}}
{{TOC row 2-1|[[Hampa (versi KT)]]|29}}
{{TOC row 2-1|[[Kawanku dan Aku (versi DCD)]]|30}}
{{TOC row 2-1|[[Kawanku dan Aku (versi KT)]]|31}}
{{TOC row 2-1|[[Bercerai]]|32}}
{{TOC row 2-1|[[Aku (Chairil Anwar)|Aku]]|33}}
{{TOC row 2-1|[[Cerita]]|34}}
{{TOC row 2-1|[[Di Mesjid]]|35}}
{{TOC row 2-1|[[Selamat Tinggal (versi NA)]]|36}}
{{TOC row 2-1|[[Selamat Tinggal (versi KT)]]|37}}
{{TOC row 2-1|[[Mulutmu Mencubit di Mulutku]]|38}}
{{TOC row 2-1|[[Dendam]]|39}}
{{TOC row 2-1|[[Merdeka]]|40}}
{{TOC row 2-1|[[Kita Guyah Lemah]]|41}}
{{TOC row 2-1|[[Jangan Kita di Sini Berhenti]]|42}}
{{TOC row 2-1|[[1943]]|43}}
{{TOC row 2-1|[[Isa]]|44}}
{{TOC row 2-1|[[Doa]]|45}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1944'''}}
{{TOC row 2-1|[[Sajak Putih (versi DCD)]]|49}}
{{TOC row 2-1|[[Sajak Putih (versi SS)]]|50}}
{{TOC row 2-1|[[Dalam Kereta]]|51}}
{{TOC row 2-1|[[Siap-Sedia]]|52}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1945'''}}
{{TOC row 2-1|[[Kepada Penyair Bohang]]|57}}
{{TOC row 2-1|[[Lagu Siul]]|58}}
{{TOC row 2-1|[[Malam]]|59}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1946'''}}
{{TOC row 2-1|[[Sebuah Kamar]]|63}}
{{TOC row 2-1|[[Kepada Pelukis Affandi]]|64}}
{{TOC row 2-1|[[Dengan Mirat]]|65}}
{{TOC row 2-1|[[Catetan Th. 1946]]|66}}
{{TOC row 2-1|[[Buat Album D.S]]|67}}
{{TOC row 2-1|[[Nocturno (fragment)]]|68}}
{{TOC row 2-1|[[Cerita buat Dien Tamaela]]|69}}
{{TOC row 2-1|[[Kabar dari Laut]]|70}}
{{TOC row 2-1|[[Senja di Pelabuhan Kecil]]|71}}
{{TOC row 2-1|[[Cintaku Jauh di Pulau]]|72}}
{{TOC row 2-1|[[Betina-nya Affandi|“Betina”-nya Affandi]]|73}}
{{TOC row 2-1|[[Situasi]]|74}}
{{TOC row 2-1|[[Dari Dia]]|75}}
{{TOC row 2-1|[[Kepada Kawan]]|76}}
{{TOC row 2-1|[[Pemberian Tahu]]|77}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1947'''}}
{{TOC row 2-1|[[Sorga]]|81}}
{{TOC row 2-1|[[Sajak buat Basuki Resobowo]]|82}}
{{TOC row 2-1|[[Dua Sajak buat Basuki Resobowo]]|83}}
{{TOC row 2-1|[[Malam di Pegunungan]]|84}}
{{TOC row 2-1|[[Tuti Artic]]|86}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1948'''}}
{{TOC row 2-1|[[Persetujuan dengan Bung Karno]]|89}}
{{TOC row 2-1|[[Sudah Dulu Lagi]]|90}}
{{TOC row 2-1|[[Ina Mia]]|91}}
{{TOC row 2-1|[[Perjurit Jaga Malam (versi KT)]]|92}}
{{TOC row 2-1|[[Perjurit Jaga Malam (versi TMT)]]|93}}
{{TOC row 2-1|[[Puncak]]|94}}
{{TOC row 2-1|[[Buat Gadis Rasid]]|95}}
{{TOC row 2-1|[[Selama Bulan Menyinari Dadanya]]|96}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row l|3|'''1949'''}}
{{TOC row 2-1|[[Mirat Muda, Chairil Muda]]|99}}
{{TOC row 2-1|[[Buat Nyonya N]]|100}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Berkisar antara Mereka]]|101}}
{{TOC row 2-1|[[Yang Terampas dan Yang Putus]]|102}}
{{TOC row 2-1|[[Derai-derai Cemara]]|103}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Berada Kembali]]|104}}
{{TOC row l|3|'''Sajak-Sajak Saduran'''}}
{{TOC row 2-1|[[Kepada Peminta-minta]]|107}}
{{TOC row 2-1|[[Krawang-Bekasi]]|108}}
{{TOC row l|3| }}
{{TOC row 2-1|[[Aku Ini Binatang Jalang/Surat-Surat|SURAT-SURAT CHAIRIL ANWAR KEPADA H.B. JASSIN]]|111}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Ini Binatang Jalang/Kata Penutup|KATA PENUTUP]]|119}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Ini Binatang Jalang/Bibliografi|BIBLIOGRAFI MENGENAI CHAIRIL ANWAR DAN KARYANYA]]|126}}
{{TOC row 2-1|[[Aku Ini Binatang Jalang/Biografi|BIOGRAFI]]|131}}
{{TOC end}}
p85414xacpf9nmyto0wpxiqb2a91lvf
Warisan Seorang Pangeran/Djilid 3
0
96454
283516
268714
2026-05-07T05:16:37Z
Mnam23
12152
283516
wikitext
text/x-wiki
{{bagi}}
{{header
| title = [[../]]
| author = Oey Kim Tiang
| translator =
| section = Djilid 3
| previous = [[../Djilid 2|Djilid 2]]
| next = [[../Djilid 4|Djilid 4]]
| year =
| notes =
}}
<pages index="Warisan Seorang Pangeran 03.pdf" include=3/>
{{Pb|label=}}
<pages index="Warisan Seorang Pangeran 03.pdf" from=4 to=65/>
bj9ac767xbhezjv3htptksnc9yssau2
Kidung Lakbok
0
96462
283488
268834
2026-05-07T04:53:36Z
CommonsDelinker
233
Removing [[:c:File:Kidung_Lakbok_-_Sampul_Buku_Kuno.jpg|Kidung_Lakbok_-_Sampul_Buku_Kuno.jpg]], it has been deleted from Commons by [[:c:User:Krd|Krd]] because: No license since 29 April 2026.
283488
wikitext
text/x-wiki
KIDUNG LAKBOK (LAGU/ KISAH LAKBOK)
KiDung Lakbok. Itulah cerita legenda beserta Rawa Lakbok, dari naskah ramalan Aki Ranadijangga, Ma'lim yang menjelma menjadi Buja Putih.
» PAMERMES - MAKNA « (Bagian 1)
1. Membubung asapnya ke langit, mengepul ke angkasa, berbau wangi kesturi, menyatu dengan minyak putih, sesajen dan persembahan, puncak manik (mustika) penunjuk angin, tempat berkumpulnya para petapa, yang datang dari Kahyangan.
2. Semoga agung pengampunannya, semoga luas maafnya, kepada Luhur Sang Pendahulu, kepada Batara dan Batari, kepada Batara Nagaraja, para dedemit, enam jenis siluman, Sang Pramesti Utipati.
3. Mohon diri hendak bersandar (memohon izin), Kidung Lakbok yang dulu, cerita dari masa lampau, legenda asal mulanya, Lakbok itu sebuah negara, yang disumpahi oleh dewa, dikenal sebagai "Bandjarpatroman", negara besar, subur makmur.
4. Kampung dikelilingi gunung, muaranya hanya ke laut, pantang bertengkar dengan saudara, menyebabkan panas (pertikaian) dan pembunuhan, Sang Ratu Ineung Buana, memperebutkan ibu kota Patroman, dengan Ratu Agung Tambakbaya.
5. Yang bertarung di Patutunggalan, ada yang jatuh ke "Pataruman", Pataruman tempat bertarung, ya saling memukul di Lakbok, berguling-guling di Pasir Djengkol, memikirkan akal, melayang-layang di Batulawang (Batu Lebar).
6. Saling dorong di Cikawung, saling tendang di Kokoplak, saling seret di Kawasen, tempat mengadu kesaktian, ramainya yang sedang perang, saling junjung, saling angkat, saling geser, saling hantam.
7. Saling tendang, saling sepak, saling sepak dengan kacau, saling tinju, saling pukul, saling tikam, saling serobot, saling tampar, saling cekik, saling injak, saling tumbuk, saling tubruk, saling tampar dan tempeleng.
8. Saling pukul dengan golok, saling tebas dengan pedang, saling lempar, saling seret, saling remas, saling pukul dengan pentung, saling irik (sejenis pukulan), saling pukul, saling putar, saling tenggok, salin duduk, saling cubit, salin jembel.
9. Bertarung dengan berjingkat-jingkat, perangnya saling berjaga, sama-sama takut kalah, punya rasa malu, malu harus diusung dengan usungan, malunya yang kalah perang, penyesalan sebesar gunung, malu seukuran sapu.
10. Yang perang tak ada hentinya, ini berani, itu berani, sama-sama enggan kalah, tak ada satu pun yang tekun, lompat-lompat ke "Djelat", diburu ke Ciporoan, mundur mengumpet ke "Citanduy", terhuyung-huyung di "Randegan".
11. Berhenti sejenak, sambil berteriak dan menangis, bingung, pusing, melongo (lagu pengisi), pura-pura tak takut, ... meringkuk di Gagajonan, mengintai di "Gunung Cupu", saling mengadu nasib di "Cikotok", timbul rasa sayang dan menyesal.
12. Menyesal bertarung dengan saudara, memperebutkan tulang tanpa isi (hal sia-sia), yang jelas menyusahkan orang lain, menyebabkan malu pada tetangga, nafsu yang menyebabkan penyesalan, badan yang terkena dampak, hancur lebur, porak-poranda, negara rusak karena diri sendiri.
13. Orang tua menanggung malu, bingung campur susah, memikirkan yang jadi anak, tak henti-hentinya yang bertarung, Bertarung mengadu senjata, sabuk bandring gemerincing, gendewa tak kuat, gemerisik, berhamburan (bunyi senjata dan pakaian).
14. Berhamburan bertarung di jalan, bukit pasir terbelah dua, sama-sama gagahnya, namun gaib yang mendampingi, putra malu pada ayahnya, rasa sudah berubah pikiran, menghindari rasa malu dan sesal, ya bersembunyi di "Gunung Sangkur".
15. "Gunung Sangkur" tempat bersembunyi, berdiam diri di "Gunung Tumpeng", berlindung di alang-alang, "Ciigolentrak" ikut bersorak, menyemangati yang mengadu kekuatan, perang tanding dengan saudara, akhirnya kena sumpah, lenyap/ menghilang di "Citamiang".
16. Gelap-gulita bumi dan langit, gunung runtuh, laut bergolak, gempa tak henti-hentinya, suara-suara aneh bergemuruh, pertanda kebinasaan, menyaksikan sumpah dewa, yang tersisa sama-sama berduka, yang meninggalkan hanya merana.
17. Yang muda hanya tinggal termenung, keharuan bercampur sedih, bahwa negara "Bandjarpatroman", berubah wujud, berubah rupa, bekas ibu kota jadi hutan, bekas gedung yang kokoh, dijadiin sarang babi hutan, jadi hutan tempat anjing-anjing hutan.
18. Situ kesayangan yang indah, jadi rawa-rawa yang angker, panjaniti (tempat suci) musnah hilang, bangunan melongo kosong, yang angker jadi tempat menakutkan, tempat hewan buas, tempat siluman-siluman, para dedemit tukang mengganggu.
19. Batu karut (batu keramat?) mencuat, Cimerut (nama tempat) merasa ditinggalkan, melongo hanya bengong, negara menjelma rawa, gedong-gedong jadi pulau, pulau putri "Pulo Erang", manusia jadi hewan, lele, betok, belut, sidat.
20. Tumenggung (pejabat) menyusup/menjadi lutung (sejenis monyet), Korawa menjadi owa (kera), Si Lengser mati meleser, "Bandjarsari" hilang kecantikan/kesuburannya, terbawa yang menghilang, Ratu Agung Tambak Baya, yang ada hanya "Sindangjaya", "Sindanghayu" yang rahayu.
21. Batu petir (nama tempat) yang sekarang, Batu karut yang dahulu, membelakangi/menjauhi "Gunung Sangkur", berkumpul dengan "Batulawang", Batulawang yang menanti, mendampingi ke "Gunung Cupu", wadah mustika astagina, Batu peti yang memupuskan (mengakhiri?).
22. Suara gugur (gemuruh) di ketujuh, suara gelap (petir) di kesembilan, ada suara tanpa rupa, menjaga di zaman akhir, akan ada yang meruwat (menyucikan/ memulihkan), "Lakbok" kembali ke asalnya, ya jatuh tegak lurus ke pangkal, kerbau pulang ke kandangannya (peribahasa: kembali ke asal/semula).
23. Raja di Gunung Galunggung, bangsawan pecahan dari Geusan Ulun, oleh sebab itu tiba-tiba, negara menjadi selamat, musnah khayal, muncul insan, banyak orang yang berbahagia, dedemit, setan, siluman, menjadi manusia yang tunduk.
24. Palungpung (nama tempat) terganti jadi kampung, tegal yang melandai jadi sawah, ya raja berkuasa sendiri, jalan panjang disaungan (diberi nama?), "Langen" jadi "Kalangenan", berganti menjadi "Sri Manganti", tempat raja melihat, memandang ke Batulawang.
25. Terakhir berdiri sebagai Tumenggung (bupati), bawahan tanah sebelah timur, entah dimana tepatnya, hanya disebut "KERTADJAGA", berjaga kata orang dulu, negara kembali ke asal, kembali seperti semula? lebih baik dari semula? [Bagian ini ambigu: "Kapulih manan birahi, Kapunah batan baheula" - bisa berarti kembali melebihi keinginan, atau hancur lebih parah dari dulu]
26. Begitu cerita petuah, sekarang sudah sangat nyata, seperti Sri Baginda Pangeran (pemimpin), yang meruwat "Lakbok" ini, hingga jadinya begini, seperti negara mini (tiruan), namun kekurangan/ kekacauannya, akan terus hingga kiamat.
» MENAK NGAPUNG « (Bangsawan Terbang)
Puisi: Daweung Menak Padjajaran (Ilustrasi pakaian klasik)
1. Sambil berteriak dan menangis galau, Raja di Gunung Galunggung, Bangsawan pecahan Geusan Ulun, Melihat ke tanah timur, Negara Bandjarpatroman, Tanah datar dulu membujur ke utara, ke timur ke selatan jatuh ke laut, titisan Garuda Ngupuk (mungkin nama raja atau lambang).
2. Melihat, tampak ragu/terkejut, teringat pada zaman dahulu, kata tutur nenek moyang, mengingat kembali riwayat sejarah. Geusan Ulun (leluhur) cucu indung (nenek), yang menjadi bekal bisa (kesaktian/ kemampuan), yang meruwat rawa Lakbok, keturunan Raja Galunggung.
3. Rongheuap (gelar?) teringat akan tuntutan, oleh riwayat dan sejarah, Sejarah Bandjarpatroman, dulu terkenal negara, negara makmur subur, banyak ketan (makanan?) banyak keton (tanda? bukti?), Rajanya tinggi ilmunya, adil dan sabar dermawan.
4. Elang terbang ke manggung, Bangsawan mengepakkan sayap di angkasa (terbang), yang dimaksud hendak meruwat, Rawa Lakbok yang sekarang, ingat akan kewajiban, membela negara yang gugur, asal negara jadi hutan, terowongan-terowongan (bekas gedung?) penuh air.
5. Semakin tinggi terbangnya, semakin lepas kepakan sayapnya, berlomba dengan elang, berkejaran dengan burung hantu, memburu berburu dengan rangkong (sejenis burung), meliuk ke arah bawah, tampak gunungnya, Gunung Galunggung yang Agung.
6. Gunung Galunggung dahulu, menghadap ke Bandjarpatroman, Gunung-gunungnya berjejer, "Gunung Tumpeng" yang berdiam, "Gunung Sangkur" seperti membelakangi, "Babakan" berdiri tegak melirik, bukit pasir panjang berjajar, seperti benteng penahan bahaya.
7. Terlihat dari angkasa, Laut selatan bergelombang sabar, Berjalan sekulit angin, terhalang induk malam, terlewati mega putih, terlewati mega hitam, sawahnya seperti belang-belang (teratur), membentang sedang hijau subur.
8. Terseret angin lada (angin kencang), angin barat bertiup sepoi-sepoi, berdesir seperti karinding (alat musik), suara gemuruh menggema, suara petir menggelegar, beradu kencang dengan suara bedil, lubang hidung (penciuman) mencium bau, lubang telinga mendengar suara...
9. Banyak kampung yang terlewati, kampung-kampung berbondong-bondong, rumah-rumahnya tinggi jangkung, karena takut oleh binatang buas, macan, meong (harimau kumbang?), badak, laut selatan membentang putih, terlihat sejauh mata memandang, laut selatan (Samudra Hindia) membangkitkan rasa haru.
10. Tak lama Raden tiba, tiba di mega mendung (awan tebal), sebentar Raden berhenti, di atas kota Randegan, melihat sambil menoleh ke kiri kanan, ke timur, selatan, dan utara, tampak Kelapa Tunggal, terbentangnya Bandjarpatroman.
11. Berhamburan di awan, melayang-layang di angkasa, berjejer sebesar capung, terbentang sebesar pepatung (layang-layang?), serempet seperti burung walet, bersinar seperti candika (sejenis permata?), candika mengikuti lintasan, seperti anjing pemburu mengejar muncrat (atau mondok?).
12. Seperti burung walik menuju lereng, menuju tujuannya, seperti burung ciung menuju gunung, menuju tempat berlindungnya, menjejak di awan mendung, terbang di awan kuning, banyaknya awan yang lewat, dua puluh lima simpangannya.
13. Simpangannya dari Kahyangan, datang ke tundjung buna (mungkin titik bawah), ke puncak matahari, bertengger ke jurus galur (silsilah), menutup ke bagal bulan, Aki (kakek) geleng Pangantjingan, Pangantjingan langit ketujuh, memohon izin akan meruwat.
» SAGED MENAK ANU DANGDAN « (Heningnya Bangsawan Yang Berdandan)
1. Bangsawan Aria sedang berdandan, selepas memakai tali wodo (ikat pinggang), yang mendung (warna gelap?) memakai pengikat (lancingan) wulung (hitam), yang nyigi (sejenis hiasan) memakai lancingan panji, ujung marong (hiasan kepala) memakai bandong kancatnya, tali cawe (ikat pinggang) dibakutet (diikat kuat?), riap (rambut?) sabuk tali datu, sabuk pelangi satu.
2. Bukan (untuk) ladang berpindah, bukan ladang jual beli, ladang (garis?) senyum pipir lisung (pelataran lumpang), pamalangan (tempat suci/awet) untuk bertambangan (menambang?), ladang senyum pertemuan, tempat datangnya kembang jayanti (bunga sakral), cet-cet (corak?) kamboja sutra.
3. Tiga suku dan cakutnya, sereal (sejenis rotan?) dengan naratajan (ornamen), satu tempuhannya (bagian yang ditempuh?), tarolop gagang pangotnya (alat potong), parantos (sudah) njotjo (mengkilap?) yang bentol, saranka (tempat?) seuntai, pelepah daun muda ki jolang (sejenis tanaman), landean (alas?) cula bungalan.
4. Pusaka bertatah emas gemerlap, ukiran emas hasil tempa, tatahan (ukiran) ganggong (bambu hias) sepotong, ukiran patra gumelar (ukiran daun melata), di samping bermata walik (bolak-balik), di belakang dilacak (dilapisi?) mentrang (mengkilap), di depan dikuda njeungseung (mungkin hiasan di dahi).
5. Berdandan Bangsawan yang rupawan, berdandan seperlunya, pas dan layak pada tempatnya, semu (bersih?), teduh (selesai?), atau pamulu (dicat?), teureuh (bersih) ke wajah, tampan dan pantas pada gagahnya, gagah dan tangkas, manis budi pekerti, pertentang (jelasnya?) keturunan eyang, Bismillah memulai memuji, kepada Tuhan Yang Maha Suci, Hamba Tuhan Yang Maha Suci, Hamba Tuhan memohon izin, memohon maaf hendak meruwat, Rawa Lakbok yang sekarang, sedekah (sajian) sesuai pantes, sebelum siang benar-benar datang, sebagai penangkal dan pemusnah bala.
» BANDJAR BAKAL BANDJIR « (Bandjar Akan Banjir)
Menurut yang dikisahkan dalam Babad Lakbok, mengikuti jejak sejarah Bandjarpatroman, menelusuri garis keturunan leluhur, sebagaimana yang diceritakan orang tua dahulu... "Bandjar itu akan banjir" katanya. Bahkan bagi mereka yang masih muda sekarang yang sudah sama-sama mengalami di zaman ini, sudah menjadi kepastian... "Bandjar Banjir". Lumayan ada peribahasa "Wong tua gawe wiwitan sing enom darma ngelakoni" (Orang tua membuat permulaan, yang muda harus menjalankannya). Artinya: Orang tua yang memulai, yang muda tinggal melanjutkan. Akhirnya ada juga istilah "Tuturut munding" (Mengikuti kerbau). Entah benar atau tidak, dan inikan "Bandjar bakal banjir"? ...."Banjir karena apa?" "Banjir karena air atau banjir karena darah?" "Wallohu 'Alam Bissawab" (Hanya Allah yang tahu kebenarannya) kata yang menjawab. "Tapi menurut perenungan saya, tentu semuanya juga telah mengetahui bahwa ILMU itu KANJAHO (mungkin : kenyataan), jangan hanya sesemet (mungkin: perkiraan/angan-angan) hingga... Wallohu 'Alam Bissawab" sajalah, karena harus sampai pada "Alam Aenal Yakin" (Pengetahuan yang yakin).
Jangan "kabar Yakin" karena zamannya adalah zamannya... "kenyataan". "Kenyataan yang mana?" Kenyataan yang itu, yang nyata, yang yakin, yang dipahami oleh pikiran, yang dirasakan oleh rasa, yang dikejar oleh akal, yang terasa oleh bahasa.
Bahasa alam berpikirlah sampai dimengerti, dapat diukir (dipahami) oleh pikiran. Bahasa alam dirasakan sampai terasa dengan jelas. Bahasa alam berbicara sampai bahasanya, serta iramanya. Mengerjakan harus tepat pada langkahnya, dalam menekan/ menjalankan batin. Jangan asal mencoba tanpa perhitungan, nanti longsor tak karuan, jatuh tak terasa; longsor membawa akibat yang jatuh ikut terbawa... Seolah-olah genteng jangan putus.
Lalu mengapa "Bandjar bakal banjir" itu?... Apakah sudah terasa, sudah dialami atau belum?! Taaaaaah... Sekarang mari kita bahas, kita ulas, jangan hanya angan-angan belaka dan jangan hanya kira-kira saja.
Kata orang yang menyebutkan Bandjar akan banjir karena air, itu benar, karena sudah sama-sama mengalami, pada tanggal 2 Juli 1950, bertepatan dengan tanggal 16 bulan puasa (Ramadhan) 1349 Hijriah, tahun Wau malam Ahad Manis (dalam kalender Jawa), sudah terjadi Banjir Bandjar yang paling besar, kata orang yang baru mengalaminya.
Banjir yang pertama, yang sudah saya alami, kira-kira tahun 1928, jika tidak salah, karena catatannya hilang. Tidak terlalu besar, hanya sekedar merusak persawahan, palawija, dan rumah-rumah yang ada di kampung Cikadu, Kalapa Nunggal, Randegan, dan Citapen. Namun Banjir yang kedua kalinya, ya itulah yang terjadi pada tanggal 2 Juli 1950, yang disebut tadi di atas, saya pun baru mengalaminya. Dan bisa disebut banjir yang paling besar. Karena air di sekitar Lapang Sudarsono dan di pemukiman,... tingginya kurang lebih 2 meter. Bagi yang tidak tahu banjir di Bandjar, bisa membayangkan atau melihat dengan mata batinnya. Betapa hebatnya dan berapa banyak korbannya, yang sama-sama menderita rusak rumahnya, mengungsi, dan bergantung pada rumah tetangga.
Peralatan rumah tangga dan hewan peliharaan sudah tak terhitung; ayam, itik, soang, entok, kuda, kerbau, sapi, kambing, banyak yang hanyut terapung-apung di Citanduy. Korban manusia pun ada.
Yang mengalami kejadian itu adalah yang terletak di sisi sungai; Cisaga, Cigerendeng, Cikulak, Parung Lesang, Parung Sari Bodobatu, KP. Pasar, Kp. Gudang, Cikadu, Kalapa Nunggal, Randegan dan Citapen, yaitu kampung-kampung yang dekat dengan bantaran Citanduy.
Dengan begitu jelas dan pantas bagi yang menyebutkan Bandjar Banjir karena air, karena itulah yang sudah dialami.
» UCAPAN ORANG TUA DAHULU «
Kejadian-kejadian yang sudah dialami oleh kita, juga sesuai dengan ucapan orang tua yang bunyinya begini: "Anak-anak nanti di zaman akhir, dimana Gunung Babakan sudah kawin dengan Gunung Sangkur, Bandjar akan banjir. Ada cerita, (seperti) beunteur (sejenis hewan/ikan) menghisap kembang kelapa, masuk ke langit yang terbuka, naik bertengger di sela-sela pelepah kelapa. Itu adalah Bandjar menjadi lautan".
Setelah itu, Bandjar menjadi negara...** Setelah Bandjar menjadi negara, Bandjar akan menjadi sebutan: Bandjarpatroman_ Bandjar Aman.**
SELESAI
g6jsno3i33l8bzi3d7i0h3pzj3iuymj
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/332
104
96710
282988
278537
2026-05-06T16:10:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
282988
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>:Pohon-pohonan apa jang tidak didapat ditempat itu jang mungkin dapat ditanam ditempat itu, tanpa membahajakan tumbuh-tumbuhan c.q. hutan jang ada.
'''e. Menjediakan bibit-bibit jang diperlukan.'''
:Dengan penjelidikan-penjelidikan tersebut diatas, diselidiki pula dari pohon-pohonan mana bisa didapatkan bibit setempat, berapa banjaknja, berapa jang diperlukan, berapa kekurangan atau kelebihannja.
:Tiap-tiap Badan Gabungan setempat memberikan keterangan-keterangan tentang ada dan tidaknja, demikian pula banjaknja dan berapa diperlukan bibit itu kepada Badan Gabungan Kabupaten.
:Bibit-bibit jang tidak bisa didapat ditempat itu harus dipesan dari Badan Gabungan Kabupaten, jang mempunjai keterangan dimana adanja bibit-bibit itu dan jang mengatur pengirimannja dari tempat jang kelebihan ketempat jang kekurangan atau jang akan memesan dari tempat lain. Pembelian-pembelian bibit ini tidak sedikit memakan biaja dan untuk mentjapai hasil jang sebanjak-banjaknja perlu diatur tentang pembeliannja, pengirimannja, penjimpanannja kalau memang perlu disimpan dahulu, pemilihannja dan lain-lain.
'''f. Memimpin persiapan-persiapan dan penanamannja.'''
:Setelah tempat-tempat jang akan ditanami ditentukan dan bibit-bibit dipesan dapatlah dimulai dengan mengadakan persiapan-persiapan bibit dan persiapan-persiapan mengerdjakan tanah. Untuk persiapan bibit djika perlu dibuatkan persemian dekat tempat jang akan ditanami atau dibuatkan tempat penjimpanan bibit sebelum ditanamkan.
:Mengenai persiapan mengerdjakan tanah ialah sebagai berikut: Untuk hutan karangkitri bersama (tanah g.g.) dibuatkan strook dalam hutan/semak dari 1 1/2 meter, dengan berantara 5−6 meter, bersiku dengan lereng. Dalam strook-strook itu dibuatkan lobang-lobang tanaman sebesar 60 x 60 x 60 cm dan berdjarak 5-6m, hingga djarak pohon-pohonan buah-buahan nanti mendjadi 5 x 5 m atau 5 x 6 m atau 6 x 6 m, bergantung dari matjamnja pohon jang akan ditanam dan keadaan tanah ditempat itu. Untuk hutan karangkitri milik, dapat djuga dibuatkan seperti pada hutan karangkitri bersama tersebut diatas, akan tetapi bila pemiliknja telah mempunjai tanam-tumbuhan lain dapat pula diatur setjara lain, sesuai keadaan dihutan itu. Badan Gabungan setempat memberikan petundjuk-petundjuk seperlunja dalam hal ini.
:Selain dari tanaman sengadja (kunstmatig) harus pula dilihat ditempat jang akan dihutankan itu bibit-bibit jang tumbuh dengan sendirinja (natuurlijke verjonging). Djika ini ada, maka hendaknja tempatnja dibersihkan dari semak-semak dan dibebaskan dari kelindungan. Dengan djalan ini pohon-pohonan jang masih ketjil itu mendapat kesempatan untuk tumbuh sebagaimana mestinja. Setelah persiapan selesai, dimulailah dengan penanaman. Bibit-bibit jang telah dapat dipindahkan dari tempat persemian ditanamkan dilobang-lobang jang sudah disediakan itu.<noinclude>{{rh|300}}</noinclude>
fzjskalllimw4rx988nnmnz8kemuvt5
283197
282988
2026-05-07T02:10:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283197
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Pohon-pohonan apa jang tidak didapat ditempat itu jang mungkin dapat ditanam ditempat itu, tanpa membahajakan tumbuh-tumbuhan c.q. hutan jang ada.
'''e. Menjediakan bibit-bibit jang diperlukan.'''
:Dengan penjelidikan-penjelidikan tersebut diatas, diselidiki pula dari pohon-pohonan mana bisa didapatkan bibit setempat, berapa banjaknja, berapa jang diperlukan, berapa kekurangan atau kelebihannja.
:Tiap-tiap Badan Gabungan setempat memberikan keterangan-keterangan tentang ada dan tidaknja, demikian pula banjaknja dan berapa diperlukan bibit itu kepada Badan Gabungan Kabupaten.
:Bibit-bibit jang tidak bisa didapat ditempat itu harus dipesan dari Badan Gabungan Kabupaten, jang mempunjai keterangan dimana adanja bibit-bibit itu dan jang mengatur pengirimannja dari tempat jang kelebihan ketempat jang kekurangan atau jang akan memesan dari tempat lain. Pembelian-pembelian bibit ini tidak sedikit memakan biaja dan untuk mentjapai hasil jang sebanjak-banjaknja perlu diatur tentang pembeliannja, pengirimannja, penjimpanannja kalau memang perlu disimpan dahulu, pemilihannja dan lain-lain.
'''f. Memimpin persiapan-persiapan dan penanamannja.'''
:Setelah tempat-tempat jang akan ditanami ditentukan dan bibit-bibit dipesan dapatlah dimulai dengan mengadakan persiapan-persiapan bibit dan persiapan-persiapan mengerdjakan tanah. Untuk persiapan bibit djika perlu dibuatkan persemian dekat tempat jang akan ditanami atau dibuatkan tempat penjimpanan bibit sebelum ditanamkan.
:Mengenai persiapan mengerdjakan tanah ialah sebagai berikut: Untuk hutan karangkitri bersama (tanah g.g.) dibuatkan strook dalam hutan/semak dari 1 1/2 meter, dengan berantara 5−6 meter, bersiku dengan lereng. Dalam strook-strook itu dibuatkan lobang-lobang tanaman sebesar 60 x 60 x 60 cm dan berdjarak 5-6m, hingga djarak pohon-pohonan buah-buahan nanti mendjadi 5 x 5 m atau 5 x 6 m atau 6 x 6 m, bergantung dari matjamnja pohon jang akan ditanam dan keadaan tanah ditempat itu. Untuk hutan karangkitri milik, dapat djuga dibuatkan seperti pada hutan karangkitri bersama tersebut diatas, akan tetapi bila pemiliknja telah mempunjai tanam-tumbuhan lain dapat pula diatur setjara lain, sesuai keadaan dihutan itu. Badan Gabungan setempat memberikan petundjuk-petundjuk seperlunja dalam hal ini.
:Selain dari tanaman sengadja (kunstmatig) harus pula dilihat ditempat jang akan dihutankan itu bibit-bibit jang tumbuh dengan sendirinja (natuurlijke verjonging). Djika ini ada, maka hendaknja tempatnja dibersihkan dari semak-semak dan dibebaskan dari kelindungan. Dengan djalan ini pohon-pohonan jang masih ketjil itu mendapat kesempatan untuk tumbuh sebagaimana mestinja. Setelah persiapan selesai, dimulailah dengan penanaman. Bibit-bibit jang telah dapat dipindahkan dari tempat persemian ditanamkan dilobang-lobang jang sudah disediakan itu.<noinclude>{{rh|300}}</noinclude>
t7rpkmqodxg4s1aoyb6sm44kxu8ye5z
283200
283197
2026-05-07T02:14:33Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283200
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Pohon-pohonan apa jang tidak didapat ditempat itu jang mungkin dapat ditanam ditempat itu, tanpa membahajakan tumbuh-tumbuhan c.q. hutan jang ada.
'''e. Menjediakan bibit-bibit jang diperlukan.'''
:Dengan penjelidikan-penjelidikan tersebut diatas, diselidiki pula dari pohon-pohonan mana bisa didapatkan bibit setempat, berapa banjaknja, berapa jang diperlukan, berapa kekurangan atau kelebihannja.
:Tiap-tiap Badan Gabungan setempat memberikan keterangan-keterangan tentang ada dan tidaknja, demikian pula banjaknja dan berapa diperlukan bibit itu kepada Badan Gabungan Kabupaten.
:Bibit-bibit jang tidak bisa didapat ditempat itu harus dipesan dari Badan Gabungan Kabupaten, jang mempunjai keterangan dimana adanja bibit-bibit itu dan jang mengatur pengirimannja dari tempat jang kelebihan ketempat jang kekurangan atau jang akan memesan dari tempat lain. Pembelian-pembelian bibit ini tidak sedikit memakan biaja dan untuk mentjapai hasil jang sebanjak-banjaknja perlu diatur tentang pembeliannja, pengirimannja, penjimpanannja kalau memang perlu disimpan dahulu, pemilihannja dan lain-lain.
'''f. Memimpin persiapan-persiapan dan penanamannja.'''
:Setelah tempat-tempat jang akan ditanami ditentukan dan bibit-bibit dipesan dapatlah dimulai dengan mengadakan persiapan-persiapan bibit dan persiapan-persiapan mengerdjakan tanah. Untuk persiapan bibit djika perlu dibuatkan persemian dekat tempat jang akan ditanami atau dibuatkan tempat penjimpanan bibit sebelum ditanamkan.
:Mengenai persiapan mengerdjakan tanah ialah sebagai berikut: Untuk hutan karangkitri bersama (tanah g.g.) dibuatkan strook dalam hutan/semak dari 1½ meter, dengan berantara 5-6 meter, bersiku dengan lereng. Dalam strook-strook itu dibuatkan lobang-lobang tanaman sebesar 60 x 60 x 60 cm dan berdjarak 5 - 6 m, hingga djarak pohon-pohonan buah-buahan nanti mendjadi 5 x 5 m atau 5 x 6 m atau 6 x 6 m, bergantung dari matjamnja pohon jang akan ditanam dan keadaan tanah ditempat itu. Untuk hutan karangkitri milik, dapat djuga dibuatkan seperti pada hutan karangkitri bersama tersebut diatas, akan tetapi bila pemiliknja telah mempunjai tanam-tumbuhan lain dapat pula diatur setjara lain, sesuai keadaan dihutan itu. Badan Gabungan setempat memberikan petundjuk-petundjuk seperlunja dalam hal ini.
:Selain dari tanaman sengadja (kunstmatig) harus pula dilihat ditempat jang akan dihutankan itu bibit-bibit jang tumbuh dengan sendirinja (natuurlijke verjonging). Djika ini ada, maka hendaknja tempatnja dibersihkan dari semak-semak dan dibebaskan dari kelindungan. Dengan djalan ini pohon-pohonan jang masih ketjil itu mendapat kesempatan untuk tumbuh sebagaimana mestinja. Setelah persiapan selesai, dimulailah dengan penanaman. Bibit-bibit jang telah dapat dipindahkan dari tempat persemian ditanamkan dilobang-lobang jang sudah disediakan itu.<noinclude>{{rh|300}}</noinclude>
67epdb9ew1ly4lo12qkkybin7tknluz
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1061
104
96742
283698
274141
2026-05-07T08:51:54Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ tidak sesuai naskah asli
283698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''Pasal 90.'''
<br>
'''TJARA-TJARA PEMERINTAHAN.'''
KARENA didiami oleh tiga puak suku jang satu sama lain berbeda kedudukan dan tjara hidupnja, maka tiap-tiapnja diperintah oleh seorang jang paling berani dan terkemuka diantara mereka. Kepala Pemerintah tiap-tiap puak suku itu disebut dengan „Orang Kaja", jang didalam kalangan puaknja mempunjai kekuasaan jang sangat besar. Pangkat „Orang Kaja' itu merupakan pangkat jang turun-temurun. Kepada rakjat dibawah pemerintahannja dia bertindak sebagai wakil dari seorang radja, dan berhak mendjatuhkan hukuman bila dipandangnja perlu, dan tindakan-tindakan lainnja.
<br>
{{gap}}Dengan demikian, maka dalam daerah kepulauan Riau pada
waktu itu terdapat 3 ,,Orang Kaja" jang terdiri dari:
<br>
1. '''Orang Kaja Bintan''', jang mengepalai rakjat suku Bintan dan Penaung.
<br>
2. '''Orang Kaja Lingga''', jaitu jang mengepalai rakjat suku Orang Enam Suku , jang disebut djuga dengan ,,Orang Mantang".
<br>
3. '''Orang Kaja Ungar''', mengepalai orang dari Pesukuan Asing, jang djuga disebut dengan ,,Orang Tambus dan Aidjong".
<br>
{{gap}}Sebagai pembantu atau orang sebawahannja dalam melakukan pemerintahan, tiap-tiap Orang Kaja itu mempunjai beberapa orang Penghulu dan Batin. Penghulu atau Batin ini mendjadi kepala suatu negeri. Disamping Penghulu dan Batin itu terdapat pula pangkat jang disebut dengan Djuru dan Djenang, jaitu kepala kelompokan jang masih dekat pertalian darahnja, kepala hindu, (horde).
<br>
{{gap}}Sebutan '''Penghulu''' terdapat dalam puak suku orang-orang Bintan, dan perkataan '''Batin''' berlaku untuk rakjat dalam puak suku Orang Asing.
<br>
{{gap}}Dengan demikian maka njatalah, bahwa dalam masjarakat Kepulauan Riau dahulu terdapat susunan pemerintahan jang bertingkat-tingkat.
<br>
{{gap}}Tingkatan jang paling rendah, jaitu jang langsung berhubungan dengan rakjat disebut Djuru atau Djenang, jang mengepalai beberapa famili dan keluarga. Beberapa orang Djuru Djenang dikepalai oleh Penghulu atau Batin. Dan beberapa orang<noinclude>{{rh|1053}}</noinclude>
rgy4c1d2djhgrhvuj8u1x442em0pxw7
283707
283698
2026-05-07T08:58:08Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
283707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal 90.}}
{{PUU-pasal|Pasal 90.}}
{{rh||'''Pasal 90.'''}}
{{rh||'''TJARA-TJARA PEMERINTAHAN.'''}}
{{Dropinitial|K}}ARENA didiami oleh tiga puak suku jang satu sama lain berbeda kedudukan dan tjara hidupnja, maka tiap-tiapnja diperintah oleh seorang jang paling berani dan terkemuka diantara mereka. Kepala Pemerintah tiap-tiap puak suku itu disebut dengan „Orang Kaja", jang didalam kalangan puaknja mempunjai kekuasaan jang sangat besar. Pangkat „Orang Kaja' itu merupakan pangkat jang turun-temurun. Kepada rakjat dibawah pemerintahannja dia bertindak sebagai wakil dari seorang radja, dan berhak mendjatuhkan hukuman bila dipandangnja perlu, dan tindakan-tindakan lainnja.
<br>
{{gap}}Dengan demikian, maka dalam daerah kepulauan Riau pada
waktu itu terdapat 3 ,,Orang Kaja" jang terdiri dari:
<br>
<ol type="1">
<li>'''Orang Kaja Bintan''', jang mengepalai rakjat suku Bintan dan Penaung.</li>
<li>'''Orang Kaja Lingga''', jaitu jang mengepalai rakjat suku Orang Enam Suku , jang disebut djuga dengan ,,Orang Mantang".</li>
<li>'''Orang Kaja Ungar''', mengepalai orang dari Pesukuan Asing, jang djuga disebut dengan ,,Orang Tambus dan Aidjong".<li>
</ol>
{{gap}}Sebagai pembantu atau orang sebawahannja dalam melakukan pemerintahan, tiap-tiap Orang Kaja itu mempunjai beberapa orang Penghulu dan Batin. Penghulu atau Batin ini mendjadi kepala suatu negeri. Disamping Penghulu dan Batin itu terdapat pula pangkat jang disebut dengan Djuru dan Djenang, jaitu kepala kelompokan jang masih dekat pertalian darahnja, kepala hindu, (horde).
<br>
{{gap}}Sebutan '''Penghulu''' terdapat dalam puak suku orang-orang Bintan, dan perkataan '''Batin''' berlaku untuk rakjat dalam puak suku Orang Asing.
<br>
{{gap}}Dengan demikian maka njatalah, bahwa dalam masjarakat Kepulauan Riau dahulu terdapat susunan pemerintahan jang bertingkat-tingkat.
<br>
{{gap}}Tingkatan jang paling rendah, jaitu jang langsung berhubungan dengan rakjat disebut Djuru atau Djenang, jang mengepalai beberapa famili dan keluarga. Beberapa orang Djuru Djenang dikepalai oleh Penghulu atau Batin. Dan beberapa orang<noinclude>{{rh|1053}}</noinclude>
aapx4i1vzxm81rsjnqum0b7kzappzu7
283708
283707
2026-05-07T08:58:22Z
Link PB
26772
283708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{rh||'''Pasal 90.'''}}
{{rh||'''TJARA-TJARA PEMERINTAHAN.'''}}
{{Dropinitial|K}}ARENA didiami oleh tiga puak suku jang satu sama lain berbeda kedudukan dan tjara hidupnja, maka tiap-tiapnja diperintah oleh seorang jang paling berani dan terkemuka diantara mereka. Kepala Pemerintah tiap-tiap puak suku itu disebut dengan „Orang Kaja", jang didalam kalangan puaknja mempunjai kekuasaan jang sangat besar. Pangkat „Orang Kaja' itu merupakan pangkat jang turun-temurun. Kepada rakjat dibawah pemerintahannja dia bertindak sebagai wakil dari seorang radja, dan berhak mendjatuhkan hukuman bila dipandangnja perlu, dan tindakan-tindakan lainnja.
<br>
{{gap}}Dengan demikian, maka dalam daerah kepulauan Riau pada
waktu itu terdapat 3 ,,Orang Kaja" jang terdiri dari:
<br>
<ol type="1">
<li>'''Orang Kaja Bintan''', jang mengepalai rakjat suku Bintan dan Penaung.</li>
<li>'''Orang Kaja Lingga''', jaitu jang mengepalai rakjat suku Orang Enam Suku , jang disebut djuga dengan ,,Orang Mantang".</li>
<li>'''Orang Kaja Ungar''', mengepalai orang dari Pesukuan Asing, jang djuga disebut dengan ,,Orang Tambus dan Aidjong".<li>
</ol>
{{gap}}Sebagai pembantu atau orang sebawahannja dalam melakukan pemerintahan, tiap-tiap Orang Kaja itu mempunjai beberapa orang Penghulu dan Batin. Penghulu atau Batin ini mendjadi kepala suatu negeri. Disamping Penghulu dan Batin itu terdapat pula pangkat jang disebut dengan Djuru dan Djenang, jaitu kepala kelompokan jang masih dekat pertalian darahnja, kepala hindu, (horde).
<br>
{{gap}}Sebutan '''Penghulu''' terdapat dalam puak suku orang-orang Bintan, dan perkataan '''Batin''' berlaku untuk rakjat dalam puak suku Orang Asing.
<br>
{{gap}}Dengan demikian maka njatalah, bahwa dalam masjarakat Kepulauan Riau dahulu terdapat susunan pemerintahan jang bertingkat-tingkat.
<br>
{{gap}}Tingkatan jang paling rendah, jaitu jang langsung berhubungan dengan rakjat disebut Djuru atau Djenang, jang mengepalai beberapa famili dan keluarga. Beberapa orang Djuru Djenang dikepalai oleh Penghulu atau Batin. Dan beberapa orang<noinclude>{{rh|1053}}</noinclude>
a14phvv1fhimo35np0hwphturwdlpu1
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/540
104
96763
283142
277995
2026-05-07T00:47:37Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283142
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''{{ol|list_style_type=decimal|start=12
|OPERASI PENUMPASAN DI-TII SEKARMADJI MARIDJAN KARTOSUWIRJO.
}}'''
Persoalan "Darul Islam" ini telah beberapa kali disinggung dalam tulisan-tulisan dimuka.
Persoalan Darul Islam ini pada hakekatnja adalah persoalan politis-militer jang ditimbulkan oleh sementara orang jang menginginkan Islam sebagai Dasar Negara dan bukan Pantja Sila. Pertentangan mengenai ini dimulai sedjak achir masa berkuasanja regim pendjadjahan Belanda dengan pertentangan-pertentangan faham dalam hal politik pemerintahan Indonesia dialam merdeka dikemudian hari. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didengungkan, maka untuk sementara mereka jang bertentangan faham itu sepakat untuk bersatu-padu bersama-sama berdjuang menghalau pendjadjah Belanda, karena masing-masing fihak menjadari bahwa dalam menentang bangsa asing diperlukan adanja persatuan dan kesatuan jang kokoh-kuat.
Akan tetapi, setelah di Indonesia kehidupan kepartaian mulai digiatkan kembali dan berkembang, pertentangan tersebut mulai timbul kembali. Bagi fihak-fihak jang merasa tidak mempunjai harapan lagi untuk mewudjudkan tjita-tjitanja dengan djalan parlementer, berusaha mentjari djalan lain jang bersifat fait accompli. Mereka ini memanfaatkan orang-orang Islam fanatik dan ternjata usaha mereka itu mendapat pasaran jang baik didaerah Priangan Timur seperti Tasikmalaja, Tjiamis dan Garut untuk kemudian diikuti oleh beberapa daerah diluar Djawa.
Kesempatan jang dinanti-nantikan achirnja tiba, ketika pasukan-pasukan dari Divisi Siliwangi diperintahkan untuk meninggalkan kantong-kantong di Djawa Barat, berhidjrah ke Djawa Tengah. Dengan demikian bolehlah dikatakan, bahwa di Djawa Barat terdjadi ke-vacuum-an. Dengan berbagai tjara mereka mulai mempengaruhi dan menghasut rakjat Djawa Barat, umpamanja dengan mengatakan, bahwa Siliwangi telah mengchianati tugasnja, meninggalkan tugasnja, tugas įang telah dibebankan kepadanja. Dan merekalah kini jang memelopori gerakan kemerdekaan di Djawa Barat. Rakjat Djawa Barat jang memang merasa seakan-akan ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin serta pelindung-pelindungnja dan seolah-olah nasibnja diserahkan begitu sadja kepada keganasan<noinclude>{{rh|502}}</noinclude>
rwpiuyj8f5vg35golll74qjmk8wvnvg
283144
283142
2026-05-07T00:48:50Z
Suga Widi
25678
283144
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=12
|'''OPERASI PENUMPASAN DI-TII SEKARMADJI MARIDJAN KARTOSUWIRJO.'''
}}
Persoalan "Darul Islam" ini telah beberapa kali disinggung dalam tulisan-tulisan dimuka.
Persoalan Darul Islam ini pada hakekatnja adalah persoalan politis-militer jang ditimbulkan oleh sementara orang jang menginginkan Islam sebagai Dasar Negara dan bukan Pantja Sila. Pertentangan mengenai ini dimulai sedjak achir masa berkuasanja regim pendjadjahan Belanda dengan pertentangan-pertentangan faham dalam hal politik pemerintahan Indonesia dialam merdeka dikemudian hari. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didengungkan, maka untuk sementara mereka jang bertentangan faham itu sepakat untuk bersatu-padu bersama-sama berdjuang menghalau pendjadjah Belanda, karena masing-masing fihak menjadari bahwa dalam menentang bangsa asing diperlukan adanja persatuan dan kesatuan jang kokoh-kuat.
Akan tetapi, setelah di Indonesia kehidupan kepartaian mulai digiatkan kembali dan berkembang, pertentangan tersebut mulai timbul kembali. Bagi fihak-fihak jang merasa tidak mempunjai harapan lagi untuk mewudjudkan tjita-tjitanja dengan djalan parlementer, berusaha mentjari djalan lain jang bersifat fait accompli. Mereka ini memanfaatkan orang-orang Islam fanatik dan ternjata usaha mereka itu mendapat pasaran jang baik didaerah Priangan Timur seperti Tasikmalaja, Tjiamis dan Garut untuk kemudian diikuti oleh beberapa daerah diluar Djawa.
Kesempatan jang dinanti-nantikan achirnja tiba, ketika pasukan-pasukan dari Divisi Siliwangi diperintahkan untuk meninggalkan kantong-kantong di Djawa Barat, berhidjrah ke Djawa Tengah. Dengan demikian bolehlah dikatakan, bahwa di Djawa Barat terdjadi ke-vacuum-an. Dengan berbagai tjara mereka mulai mempengaruhi dan menghasut rakjat Djawa Barat, umpamanja dengan mengatakan, bahwa Siliwangi telah mengchianati tugasnja, meninggalkan tugasnja, tugas įang telah dibebankan kepadanja. Dan merekalah kini jang memelopori gerakan kemerdekaan di Djawa Barat. Rakjat Djawa Barat jang memang merasa seakan-akan ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin serta pelindung-pelindungnja dan seolah-olah nasibnja diserahkan begitu sadja kepada keganasan<noinclude>{{rh|502}}</noinclude>
3aq218vxkh2s969fv15rd4sqtwgmtwr
283146
283144
2026-05-07T00:49:32Z
Suga Widi
25678
283146
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=12
|'''OPERASI PENUMPASAN DI-TII SEKARMADJI MARIDJAN KARTOSUWIRJO.'''
}}
Persoalan "Darul Islam" ini telah beberapa kali disinggung dalam tulisan-tulisan dimuka.
Persoalan Darul Islam ini pada hakekatnja adalah persoalan politis-militer jang ditimbulkan oleh sementara orang jang menginginkan Islam sebagai Dasar Negara dan bukan Pantja Sila. Pertentangan mengenai ini dimulai sedjak achir masa berkuasanja regim pendjadjahan Belanda dengan pertentangan-pertentangan faham dalam hal politik pemerintahan Indonesia dialam merdeka dikemudian hari. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didengungkan, maka untuk sementara mereka jang bertentangan faham itu sepakat untuk bersatu-padu bersama-sama berdjuang menghalau pendjadjah Belanda, karena masing-masing fihak menjadari bahwa dalam menentang bangsa asing diperlukan adanja persatuan dan kesatuan jang kokoh-kuat.
Akan tetapi, setelah di Indonesia kehidupan kepartaian mulai digiatkan kembali dan berkembang, pertentangan tersebut mulai timbul kembali. Bagi fihak-fihak jang merasa tidak mempunjai harapan lagi untuk mewudjudkan tjita-tjitanja dengan djalan parlementer, berusaha mentjari djalan lain jang bersifat fait accompli. Mereka ini memanfaatkan orang-orang Islam fanatik dan ternjata usaha mereka itu mendapat pasaran jang baik didaerah Priangan Timur seperti Tasikmalaja, Tjiamis dan Garut untuk kemudian diikuti oleh beberapa daerah diluar Djawa.
Kesempatan jang dinanti-nantikan achirnja tiba, ketika pasukan-pasukan dari Divisi Siliwangi diperintahkan untuk meninggalkan kantong-kantong di Djawa Barat, berhidjrah ke Djawa Tengah. Dengan demikian bolehlah dikatakan, bahwa di Djawa Barat terdjadi ke-vacuum-an. Dengan berbagai tjara mereka mulai mempengaruhi dan menghasut rakjat Djawa Barat, umpamanja dengan mengatakan, bahwa Siliwangi telah mengchianati tugasnja, meninggalkan tugasnja, tugas įang telah dibebankan kepadanja. Dan merekalah kini jang memelopori gerakan kemerdekaan di Djawa Barat. Rakjat Djawa Barat jang memang merasa seakan-akan ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin serta pelindung-pelindungnja dan seolah-olah nasibnja diserahkan begitu sadja kepada keganasan<noinclude>{{rh|502}}</noinclude>
bxxbzydgnpghe5qb426ffd2kie7spgu
283148
283146
2026-05-07T00:50:48Z
Suga Widi
25678
283148
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''{{PUU-nomor|n=1|m=12
|'''OPERASI PENUMPASAN DI-TII SEKARMADJI MARIDJAN KARTOSUWIRJO.
}}'''
Persoalan "Darul Islam" ini telah beberapa kali disinggung dalam tulisan-tulisan dimuka.
Persoalan Darul Islam ini pada hakekatnja adalah persoalan politis-militer jang ditimbulkan oleh sementara orang jang menginginkan Islam sebagai Dasar Negara dan bukan Pantja Sila. Pertentangan mengenai ini dimulai sedjak achir masa berkuasanja regim pendjadjahan Belanda dengan pertentangan-pertentangan faham dalam hal politik pemerintahan Indonesia dialam merdeka dikemudian hari. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didengungkan, maka untuk sementara mereka jang bertentangan faham itu sepakat untuk bersatu-padu bersama-sama berdjuang menghalau pendjadjah Belanda, karena masing-masing fihak menjadari bahwa dalam menentang bangsa asing diperlukan adanja persatuan dan kesatuan jang kokoh-kuat.
Akan tetapi, setelah di Indonesia kehidupan kepartaian mulai digiatkan kembali dan berkembang, pertentangan tersebut mulai timbul kembali. Bagi fihak-fihak jang merasa tidak mempunjai harapan lagi untuk mewudjudkan tjita-tjitanja dengan djalan parlementer, berusaha mentjari djalan lain jang bersifat fait accompli. Mereka ini memanfaatkan orang-orang Islam fanatik dan ternjata usaha mereka itu mendapat pasaran jang baik didaerah Priangan Timur seperti Tasikmalaja, Tjiamis dan Garut untuk kemudian diikuti oleh beberapa daerah diluar Djawa.
Kesempatan jang dinanti-nantikan achirnja tiba, ketika pasukan-pasukan dari Divisi Siliwangi diperintahkan untuk meninggalkan kantong-kantong di Djawa Barat, berhidjrah ke Djawa Tengah. Dengan demikian bolehlah dikatakan, bahwa di Djawa Barat terdjadi ke-vacuum-an. Dengan berbagai tjara mereka mulai mempengaruhi dan menghasut rakjat Djawa Barat, umpamanja dengan mengatakan, bahwa Siliwangi telah mengchianati tugasnja, meninggalkan tugasnja, tugas įang telah dibebankan kepadanja. Dan merekalah kini jang memelopori gerakan kemerdekaan di Djawa Barat. Rakjat Djawa Barat jang memang merasa seakan-akan ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin serta pelindung-pelindungnja dan seolah-olah nasibnja diserahkan begitu sadja kepada keganasan<noinclude>{{rh|502}}</noinclude>
k15bznaqoe6h0mp3s9ztrv5km4vfa25
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/541
104
96878
283149
269612
2026-05-07T00:52:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283149
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>serdadu-serdadu Belanda, dapat terpengaruh oleh hasutan-hasutan berbisa itu dan setjara aktif membantu gerombolan Darul Islam jang sementara itu "diproklamasikan” oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo (SMK) pada tanggal 7 Agustus 1949 sebagai "Negara Islam Indonesia”.
Warga Djawa Barat jang pada tahun 1953 berdjumlah 15 djuta djiwa adalah rakjat jang ulet penuh pantjaran gairah hidup, di-djiwai oleh rasa tjinta kepada kampung halaman Djawa Barat beserta budajanja serta ikatan kekeluargaan jang sangat dalam, dilandasi oleh rasa ketjintaan dan ketaatan terhadap agamanja, jakni agama Islam. Bahagian terbesar Warga Djawa Barat adalah pemeluk-pemeluk teguh agama Islam. Terutama sekali didesa-desa dan pegunungan-pegunungannja, ke-Islamannja itu didjalin oleh watak sederhana, patuh, taat dan keimanan jang mendalam sekali. Itu pulalah sebabnja mengapa diwilajah Djawa Barat itu per-gerakan bersendjata DI-TII/SMK telah memperoleh pengikut jang banjak, pengikut-pengikut jang patriotik, jang didjiwai oleh rasa keagamaan jang fanatik jang dilandasi pula oleh watak kegigihan
berdjuang jang mendjadi tjiri chas warga Djawa Barat pada umumnja. |
Memang, warga Djawa Barat itu berwatak rendah diri dan "Iêmês” (lemah-lembut) didalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekali mentjeburkan diri kedalam arena perdjuangan untuk sesuatu jang mereka jakini, maka tiba-tiba mereka itu berubah mendjadi ”maung-maung” jang mendjeladjahi gunung-gunung, lembah-lembah dan , ngarai, lereng-lereng bukit jang tjuram, menjusur sungai-sungai, mengendap-endap dengan penuh kesabaran dihutan-hutan, mampu hidup dengan sekedar apa jang ditemukan dihutan-hutan apabila keadaan memaksanja. Menerkam dengan tiba-tiba dan mendadak musuh-musuhnja dihutan-hutan, ditjelah-tjelah gunung,
didjalan-djalan jang tjuram atau tepi-tepi sungai ......... Mereka itu tiba-tiba ternjata berubah mendjadi pedjuang-pedjuang jang ulet, mendjadi geriljawan-geriljawan alamiah!
S.M. Kartosuwirjo memang orang jang sangat lihay sekali didalam menilai perwatakan chas warga Djawa Barat! DI-TII-NII-nja diberi "battle cry” jang selaras dengan aspirasi warga Djawa Barat pada umumnja. Ia djelmakan pergerakan DI-TII-NIlnja itu
{{right|503}}<noinclude></noinclude>
jwin5wgv2qqiwss8z8sk410wdaxjqvp
283150
283149
2026-05-07T00:54:07Z
Suga Widi
25678
283150
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>serdadu-serdadu Belanda, dapat terpengaruh oleh hasutan-hasutan berbisa itu dan setjara aktif membantu gerombolan Darul Islam jang sementara itu "diproklamasikan” oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo (SMK) pada tanggal 7 Agustus 1949 sebagai "Negara Islam Indonesia”.
Warga Djawa Barat jang pada tahun 1953 berdjumlah 15 djuta djiwa adalah rakjat jang ulet penuh pantjaran gairah hidup, di-djiwai oleh rasa tjinta kepada kampung halaman Djawa Barat beserta budajanja serta ikatan kekeluargaan jang sangat dalam, dilandasi oleh rasa ketjintaan dan ketaatan terhadap agamanja, jakni agama Islam. Bahagian terbesar Warga Djawa Barat adalah pemeluk-pemeluk teguh agama Islam. Terutama sekali didesa-desa dan pegunungan-pegunungannja, ke-Islamannja itu didjalin oleh watak sederhana, patuh, taat dan keimanan jang mendalam sekali. Itu pulalah sebabnja mengapa diwilajah Djawa Barat itu per-gerakan bersendjata DI-TII/SMK telah memperoleh pengikut jang banjak, pengikut-pengikut jang patriotik, jang didjiwai oleh rasa keagamaan jang fanatik jang dilandasi pula oleh watak kegigihan berdjuang jang mendjadi tjiri chas warga Djawa Barat pada umumnja.
Memang, warga Djawa Barat itu berwatak rendah diri dan "Iêmês” (lemah-lembut) didalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekali mentjeburkan diri kedalam arena perdjuangan untuk sesuatu jang mereka jakini, maka tiba-tiba mereka itu berubah mendjadi ”maung-maung” jang mendjeladjahi gunung-gunung, lembah-lembah dan , ngarai, lereng-lereng bukit jang tjuram, menjusur sungai-sungai, mengendap-endap dengan penuh kesabaran dihutan-hutan, mampu hidup dengan sekedar apa jang ditemukan dihutan-hutan apabila keadaan memaksanja. Menerkam dengan tiba-tiba dan mendadak musuh-musuhnja dihutan-hutan, ditjelah-tjelah gunung,
didjalan-djalan jang tjuram atau tepi-tepi sungai ......... Mereka itu tiba-tiba ternjata berubah mendjadi pedjuang-pedjuang jang ulet, mendjadi geriljawan-geriljawan alamiah!
S.M. Kartosuwirjo memang orang jang sangat lihay sekali didalam menilai perwatakan chas warga Djawa Barat! DI-TII-NII-nja diberi "battle cry” jang selaras dengan aspirasi warga Djawa Barat pada umumnja. Ia djelmakan pergerakan DI-TII-NIlnja itu
{{right|503}}<noinclude></noinclude>
0umb0qgi4c6u4te2fip02t0i7aesef0
283152
283150
2026-05-07T00:55:22Z
Suga Widi
25678
283152
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>serdadu-serdadu Belanda, dapat terpengaruh oleh hasutan-hasutan berbisa itu dan setjara aktif membantu gerombolan Darul Islam jang sementara itu "diproklamasikan” oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo (SMK) pada tanggal 7 Agustus 1949 sebagai "Negara Islam Indonesia”.
Warga Djawa Barat jang pada tahun 1953 berdjumlah 15 djuta djiwa adalah rakjat jang ulet penuh pantjaran gairah hidup, di-djiwai oleh rasa tjinta kepada kampung halaman Djawa Barat beserta budajanja serta ikatan kekeluargaan jang sangat dalam, dilandasi oleh rasa ketjintaan dan ketaatan terhadap agamanja, jakni agama Islam. Bahagian terbesar Warga Djawa Barat adalah pemeluk-pemeluk teguh agama Islam. Terutama sekali didesa-desa dan pegunungan-pegunungannja, ke-Islamannja itu didjalin oleh watak sederhana, patuh, taat dan keimanan jang mendalam sekali. Itu pulalah sebabnja mengapa diwilajah Djawa Barat itu per-gerakan bersendjata DI-TII/SMK telah memperoleh pengikut jang banjak, pengikut-pengikut jang patriotik, jang didjiwai oleh rasa keagamaan jang fanatik jang dilandasi pula oleh watak kegigihan berdjuang jang mendjadi tjiri chas warga Djawa Barat pada umumnja.
Memang, warga Djawa Barat itu berwatak rendah diri dan "lêmês” (lemah-lembut) didalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekali mentjeburkan diri kedalam arena perdjuangan untuk sesuatu jang mereka jakini, maka tiba-tiba mereka itu berubah mendjadi ”maung-maung” jang mendjeladjahi gunung-gunung, lembah-lembah dan , ngarai, lereng-lereng bukit jang tjuram, menjusur sungai-sungai, mengendap-endap dengan penuh kesabaran dihutan-hutan, mampu hidup dengan sekedar apa jang ditemukan dihutan-hutan apabila keadaan memaksanja. Menerkam dengan tiba-tiba dan mendadak musuh-musuhnja dihutan-hutan, ditjelah-tjelah gunung, didjalan-djalan jang tjuram atau tepi-tepi sungai ......... Mereka itu tiba-tiba ternjata berubah mendjadi pedjuang-pedjuang jang ulet, mendjadi geriljawan-geriljawan alamiah!
S.M. Kartosuwirjo memang orang jang sangat lihay sekali didalam menilai perwatakan chas warga Djawa Barat! DI-TII-NII-nja diberi "battle cry” jang selaras dengan aspirasi warga Djawa Barat pada umumnja. Ia djelmakan pergerakan DI-TII-NIlnja itu
{{right|503}}<noinclude></noinclude>
kvmm5we3e0lu9vpd9g354yphsbo0e9u
283153
283152
2026-05-07T00:56:32Z
Suga Widi
25678
283153
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>serdadu-serdadu Belanda, dapat terpengaruh oleh hasutan-hasutan berbisa itu dan setjara aktif membantu gerombolan Darul Islam jang sementara itu "diproklamasikan” oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo (SMK) pada tanggal 7 Agustus 1949 sebagai "Negara Islam Indonesia”.
Warga Djawa Barat jang pada tahun 1953 berdjumlah 15 djuta djiwa adalah rakjat jang ulet penuh pantjaran gairah hidup, di-djiwai oleh rasa tjinta kepada kampung halaman Djawa Barat beserta budajanja serta ikatan kekeluargaan jang sangat dalam, dilandasi oleh rasa ketjintaan dan ketaatan terhadap agamanja, jakni agama Islam. Bahagian terbesar Warga Djawa Barat adalah pemeluk-pemeluk teguh agama Islam. Terutama sekali didesa-desa dan pegunungan-pegunungannja, ke-Islamannja itu didjalin oleh watak sederhana, patuh, taat dan keimanan jang mendalam sekali. Itu pulalah sebabnja mengapa diwilajah Djawa Barat itu per-gerakan bersendjata DI-TII/SMK telah memperoleh pengikut jang banjak, pengikut-pengikut jang patriotik, jang didjiwai oleh rasa keagamaan jang fanatik jang dilandasi pula oleh watak kegigihan berdjuang jang mendjadi tjiri chas warga Djawa Barat pada umumnja.
Memang, warga Djawa Barat itu berwatak rendah diri dan "lêmês” (lemah-lembut) didalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekali mentjeburkan diri kedalam arena perdjuangan untuk sesuatu jang mereka jakini, maka tiba-tiba mereka itu berubah mendjadi ”maung-maung” jang mendjeladjahi gunung-gunung, lembah-lembah dan , ngarai, lereng-lereng bukit jang tjuram, menjusur sungai-sungai, mengendap-endap dengan penuh kesabaran dihutan-hutan, mampu hidup dengan sekedar apa jang ditemukan dihutan-hutan apabila keadaan memaksanja. Menerkam dengan tiba-tiba dan mendadak musuh-musuhnja dihutan-hutan, ditjelah-tjelah gunung, didjalan-djalan jang tjuram atau tepi-tepi sungai {{...|9}} Mereka itu tiba-tiba ternjata berubah mendjadi pedjuang-pedjuang jang ulet, mendjadi geriljawan-geriljawan alamiah!
S.M. Kartosuwirjo memang orang jang sangat lihay sekali didalam menilai perwatakan chas warga Djawa Barat! DI-TII-NII-nja diberi "battle cry” jang selaras dengan aspirasi warga Djawa Barat pada umumnja. Ia djelmakan pergerakan DI-TII-NIlnja itu
{{right|503}}<noinclude></noinclude>
splojje8bts23u9xnafltob5oox0quq
283154
283153
2026-05-07T00:58:16Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283154
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>serdadu-serdadu Belanda, dapat terpengaruh oleh hasutan-hasutan berbisa itu dan setjara aktif membantu gerombolan Darul Islam jang sementara itu "diproklamasikan” oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo (SMK) pada tanggal 7 Agustus 1949 sebagai "Negara Islam Indonesia”.
Warga Djawa Barat jang pada tahun 1953 berdjumlah 15 djuta djiwa adalah rakjat jang ulet penuh pantjaran gairah hidup, di-djiwai oleh rasa tjinta kepada kampung halaman Djawa Barat beserta budajanja serta ikatan kekeluargaan jang sangat dalam, dilandasi oleh rasa ketjintaan dan ketaatan terhadap agamanja, jakni agama Islam. Bahagian terbesar Warga Djawa Barat adalah pemeluk-pemeluk teguh agama Islam. Terutama sekali didesa-desa dan pegunungan-pegunungannja, ke-Islamannja itu didjalin oleh watak sederhana, patuh, taat dan keimanan jang mendalam sekali. Itu pulalah sebabnja mengapa diwilajah Djawa Barat itu per-gerakan bersendjata DI-TII/SMK telah memperoleh pengikut jang banjak, pengikut-pengikut jang patriotik, jang didjiwai oleh rasa keagamaan jang fanatik jang dilandasi pula oleh watak kegigihan berdjuang jang mendjadi tjiri chas warga Djawa Barat pada umumnja.
Memang, warga Djawa Barat itu berwatak rendah diri dan "lêmês” (lemah-lembut) didalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekali mentjeburkan diri kedalam arena perdjuangan untuk sesuatu jang mereka jakini, maka tiba-tiba mereka itu berubah mendjadi ”maung-maung” jang mendjeladjahi gunung-gunung, lembah-lembah dan , ngarai, lereng-lereng bukit jang tjuram, menjusur sungai-sungai, mengendap-endap dengan penuh kesabaran dihutan-hutan, mampu hidup dengan sekedar apa jang ditemukan dihutan-hutan apabila keadaan memaksanja. Menerkam dengan tiba-tiba dan mendadak musuh-musuhnja dihutan-hutan, ditjelah-tjelah gunung, didjalan-djalan jang tjuram atau tepi-tepi sungai {{...|9}} Mereka itu tiba-tiba ternjata berubah mendjadi pedjuang-pedjuang jang ulet, mendjadi geriljawan-geriljawan alamiah!
S.M. Kartosuwirjo memang orang jang sangat lihay sekali didalam menilai perwatakan chas warga Djawa Barat! DI-TII-NII-nja diberi "battle cry” jang selaras dengan aspirasi warga Djawa Barat pada umumnja. Ia djelmakan pergerakan DI-TII-NIlnja itu<noinclude>{{rh|||503}}</noinclude>
07i9v7c3vdgatldq17vpacu83ag8p3k
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/746
104
96970
283569
274150
2026-05-07T06:12:19Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283569
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{missing image}}
Peradjuurit-peradjurit Siliwangi tidak saja pandai dan mahir dalam menggunakan sendjata-sendjata di medan-medan operasi, akan tetapi mereka merupakan djuga pedjuang-pedjuang jang gigih dalam bidang "civic mission" dalam bidamg pembangunan. tidak sedikit dharma-bhakti mereka dalam rangka Operasi Bhakti jang dilantjarkan oleh SILIWANGI, terutama di daerah-daerah jang menderita kerusakan-kerusakan hebat akibat keganasan gerombolan DI-TII/SMK<noinclude></noinclude>
cell1kvdd3gh1em8frifjraz2lg296j
283570
283569
2026-05-07T06:12:46Z
Ichi Ocha
26099
283570
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{missing image}}
Peradjurit-peradjurit Siliwangi tidak saja pandai dan mahir dalam menggunakan sendjata-sendjata di medan-medan operasi, akan tetapi mereka merupakan djuga pedjuang-pedjuang jang gigih dalam bidang "civic mission" dalam bidamg pembangunan. tidak sedikit dharma-bhakti mereka dalam rangka Operasi Bhakti jang dilantjarkan oleh SILIWANGI, terutama di daerah-daerah jang menderita kerusakan-kerusakan hebat akibat keganasan gerombolan DI-TII/SMK<noinclude></noinclude>
sahuv83fztlf6g4moslv1u0p755t6pz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/446
104
97014
283158
269947
2026-05-07T01:06:08Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283158
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:daftaran kendaraan-kendaraan, seperti truk, mobil, sepeda motor, bus dsb. Saja pesan supaja administrasi pendaftaran kendaraan itu dikerdjakan dengan sebaik-bhaiknja, djangan sampai memberi kesempatan kepada jang tidak suka kepada kita untuk membikin propaganda bohong dengan menundjukkan kesalahan-kesalahan kita. Harap hal ini diperhatikan.
#<li value="12">Beberapa hari jang telah lampau terdapat berita, bahwa pasukan-pasukan KNIL dan orang-orang reaksioner lainnja telah meninggalkan Makassar ketempat lain di Sulawesi untuk pergi kedjurusan timur, mungkin ke Ambon.
#<li value="13">Harap diperhatikan tentang kemungkinan adanja sabotase.
#<li value="14">Terhadap pasukan-pasukan gerilja supaja bersikap hati-hati dan perlu kebidjaksanaan. Tetapi selaku alat Negara, djika mereka tidak tunduk atas perintah tentara kita, maka mereka kita anggap sebagai pengatjau dan perlu diambil tindakan.
#<li value="15">Sikap kita terhadap rakjat harus sopan-santun dan ramah-tamah. Merekalah jang mengingini akan kedatangan kita. Djanganlah sekali-kali anak-buah kita mengambil barang milik rakjat. Hal ini hanja akan merugikan nama baik dan kepertjajaan tentara kita. Djangan sekali-kali rakjat merasa ketjewa, karena kesalahan-kesalahan ketjil ini. Hukumlah anak-buah jang berani berbuat demikian itu. setimpal dengan kesalahannja.
#<li value="16">Kita harus selalu siap sedia, awas dan waspada, walaupun tidak terdjadi pertempuran. Ini menurut pengalaman kita semua, tidak segan-segan kita mengakui, bahwa banjak kelalaian diantara anak-buah kita, dan djuga begitu halnja dengan kita para perwira sekalian. Sekali lagi saja peringatkan hal itu.
#<li value="17">Waktu jang kita pakai ialah waktu federal. Supaja semua djam dipersamakan.
#<li value="18">Bahan makanan untuk sektor-sektor akan dikirim melalui Makassar.<noinclude>{{rh|408}}</noinclude>
8yflo13d3chtbcvx6xtoclr74wrorod
283159
283158
2026-05-07T01:07:56Z
Suga Widi
25678
283159
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:daftaran kendaraan-kendaraan, seperti truk, mobil, sepeda motor, bus dsb. Saja pesan supaja administrasi pendaftaran kendaraan itu dikerdjakan dengan sebaik-bhaiknja, djangan sampai memberi kesempatan kepada jang tidak suka kepada kita untuk membikin propaganda bohong dengan menundjukkan kesalahan-kesalahan kita. Harap hal ini diperhatikan.
{{PUU-nomor|n=1|m=12
|Beberapa hari jang telah lampau terdapat berita, bahwa pasukan-pasukan KNIL dan orang-orang reaksioner lainnja telah meninggalkan Makassar ketempat lain di Sulawesi untuk pergi kedjurusan timur, mungkin ke Ambon.
}}
#<li value="13">Harap diperhatikan tentang kemungkinan adanja sabotase.
#<li value="14">Terhadap pasukan-pasukan gerilja supaja bersikap hati-hati dan perlu kebidjaksanaan. Tetapi selaku alat Negara, djika mereka tidak tunduk atas perintah tentara kita, maka mereka kita anggap sebagai pengatjau dan perlu diambil tindakan.
#<li value="15">Sikap kita terhadap rakjat harus sopan-santun dan ramah-tamah. Merekalah jang mengingini akan kedatangan kita. Djanganlah sekali-kali anak-buah kita mengambil barang milik rakjat. Hal ini hanja akan merugikan nama baik dan kepertjajaan tentara kita. Djangan sekali-kali rakjat merasa ketjewa, karena kesalahan-kesalahan ketjil ini. Hukumlah anak-buah jang berani berbuat demikian itu. setimpal dengan kesalahannja.
#<li value="16">Kita harus selalu siap sedia, awas dan waspada, walaupun tidak terdjadi pertempuran. Ini menurut pengalaman kita semua, tidak segan-segan kita mengakui, bahwa banjak kelalaian diantara anak-buah kita, dan djuga begitu halnja dengan kita para perwira sekalian. Sekali lagi saja peringatkan hal itu.
#<li value="17">Waktu jang kita pakai ialah waktu federal. Supaja semua djam dipersamakan.
#<li value="18">Bahan makanan untuk sektor-sektor akan dikirim melalui Makassar.<noinclude>{{rh|408}}</noinclude>
6ybn8rsm4r3p4drmn3shz0zm8jxdncn
283160
283159
2026-05-07T01:11:43Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283160
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:daftaran kendaraan-kendaraan, seperti truk, mobil, sepeda motor, bus dsb. Saja pesan supaja administrasi pendaftaran kendaraan itu dikerdjakan dengan sebaik-bhaiknja, djangan sampai memberi kesempatan kepada jang tidak suka kepada kita untuk membikin propaganda bohong dengan menundjukkan kesalahan-kesalahan kita. Harap hal ini diperhatikan.
{{PUU-nomor|n=1|m=12
|Beberapa hari jang telah lampau terdapat berita, bahwa pasukan-pasukan KNIL dan orang-orang reaksioner lainnja telah meninggalkan Makassar ketempat lain di Sulawesi untuk pergi kedjurusan timur, mungkin ke Ambon.
|Harap diperhatikan tentang kemungkinan adanja sabotase.
|Terhadap pasukan-pasukan gerilja supaja bersikap hati-hati dan perlu kebidjaksanaan. Tetapi selaku alat Negara, djika mereka tidak tunduk atas perintah tentara kita, maka mereka kita anggap sebagai pengatjau dan perlu diambil tindakan.
|Sikap kita terhadap rakjat harus sopan-santun dan ramah-tamah. Merekalah jang mengingini akan kedatangan kita. Djanganlah sekali-kali anak-buah kita mengambil barang milik rakjat. Hal ini hanja akan merugikan nama baik dan kepertjajaan tentara kita. Djangan sekali-kali rakjat merasa ketjewa, karena kesalahan-kesalahan ketjil ini. Hukumlah anak-buah jang berani berbuat demikian itu. setimpal dengan kesalahannja.
|Kita harus selalu siap sedia, awas dan waspada, walaupun tidak terdjadi pertempuran. Ini menurut pengalaman kita semua, tidak segan-segan kita mengakui, bahwa banjak kelalaian diantara anak-buah kita, dan djuga begitu halnja dengan kita para perwira sekalian. Sekali lagi saja peringatkan hal itu.
|Waktu jang kita pakai ialah waktu federal. Supaja semua djam dipersamakan.
|Bahan makanan untuk sektor-sektor akan dikirim melalui Makassar.
}}<noinclude>{{rh|408}}</noinclude>
remkd5s1puokzx8wixyuk22co5w9at1
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1083
104
97253
283675
271378
2026-05-07T08:33:15Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=98}}
{{rh||'''PEMBAHARUAN'''}}
{{Dropinitial|P}}ADA awal abad ke-19 kaum muslimin merasa putus asa dan banjak diantaranja jang sudah tidak pertjaja lagi akan kekuatan diri sendiri, menjerah sadja kepada takdir dengan tidak berusaha. Roh dan semangat Islam sedjati jang hidup penuh dengan tauhid telah diselubungi oleh pnjakit churafat dan bid'ah. Untunglah pada permulaan tahun 1902 kembalilah dari Mekkah beberapa orang Tuanku setelah menamatkan peladjarannja pada seorang guru besar jaitu Sjech Ahmad Chatib jang kita sebutkan diatas tadi, jang telah mendjadi guru besar dan bermukim di Mekkah. Kesan-kesan betapa tidak puas perasaannja dengan sistem pemerintahan, sebagai jang djuga terdjadi dizaman Imam Bondjol, tjelaannja terhadap harta pusaka, adjaran faham Wahdatulwudjud dan rabithah, semuanja itu diadjarkannja kepada semua orang jang beladjar padanja. Hal ini terdjadi 100 tahun sesudah pulangnja H. Miskin, Tuanku Piabang dan Hadji Sumanik, pelopor dari Gerakan Paderi dahulu. Diantara murid-muridnja jang pulang ini ialah Sjech Suleman Arasuly Tjandung, Sjech M. Djamil Djambek, H. Abdullah Ahmad, H.A. Karim Amrullah dan H.M. Thaib. Kemudian disusun pula oleh H. Abas Padang Djepang, H. Mustafa, H. Daud, H.A. Latief, H.M. Djamil Djaho, H.M. Zen Simabur, H.M. Rasjid Manindjau dan H.M. Salim Bajur, Sjech Ibrahim Musa Parabek, dan lain-lain. Riwajat tetap mengakui bahwa beliau-beliau inilah jang membaharui dan menjegarkan adjaran Islam dialam Minangkabau.
Murid-murid dari Sjech M. Djamil Djambek c.s. jang terkenal sampai sekarang ini ialah Zainuddin Labay El Junusy, A. Hamid Hakim, A.R. St. Mansur. Mulailah ulama-ulama modern ini mengadakan perubahan sedikit demi sedikit, achirnja keras dan tegas. Bid'ah dan churafat dibanteras habis, adat jang diagamakan dibantah terang, sihir dan kepertjajaan lainnja jang merusakkan kejakinan dikembalikan kepada kedudukan jang sebenarnja, didjelaskan jang hak dari jang bathal.
Rupanja pihak Belanda tetap mendjalankan siasatnja jang busuk litjin dengan menekan rakjat. Achirnja pada tahun 1908 kedjengkelan rakjat pada sebahagian negeri sudah bersangatan sehingga mengakibatkan timbulnja pemberontakan jang terkenal di Kamang, Manggopoh, Ulakan, Lubuk Alung, Batipuh dan lain-lain jang semuanja dipimpin oleh ulama jang berpengaruh seperti di Kamang oleh Tuanku H.A. Rahman dan muridnja A. Wahid Kari Mudo. Walaupun pemberontakan ini hanja terbatas, tapi Belanda telah bertambah jakin bahwa kaum adat dan kaum agama tidaklah dapat<noinclude>{{rh||1075}}</noinclude>
qoogwgtnzhte63cxdrrjwcs3tvyue9x
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/365
104
97413
282996
282492
2026-05-06T16:13:47Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
282996
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>#<li value="3">Membantu usaha Bangsa Indonesia jang teratur, untuk mengerdjakan Perusahaan-Perusahaan Perkebunan jang tidak dapat diusahakan lagi oleh fihak pemilik semula.
Selain dari tugas utama didalam negeri sebagaimana didjelaskan diatas, tugas Djawatan Perkebunan selandjutnja ialah mempeladjari, mengkoördinir, mempersatukan, menghimpun dan mentjatat hal-hal jang mengenai hasil perkebunan didalam dan diluar negeri dalam masa jang lampau, jang sedang berdjalan dan jang akan datang.
Dalam membimbing masjarakat Indonesia dan untuk mendidik para Pemuda jang mempunjai hasrat dalam soal perkebunan dan perusahaan gula pada chususnja, maka pendirian kursus atau pendidikan keachlian mendjadi beban Djawatan Perkebunan pula.
Djawatan Perkebunan tidak (uitvoerende taak) djadi bukan mempunjai tugas melaksanakan sekali-kali bertugas mendjalankan perusahaan (bedrijf) perkebunan.
Tugas Perwakilan dan Sub-Sub Perwakilan Djawatan Perkebunan di-daerah-daerah dititik-beratkan pada kewadjiban Djawatan terhadap kepentingan dalam negeri.
'''Perusahaan Gula.'''
Waktu penjerahan Kedaulatan dapat dikata seluruh Paberik-Paberik Gula di Djawa-Timur telah diduduki kembali oleh fihak Belanda dan telah diurus kembali seperti sebelum perang oleh maatschappij masing masing.
Pembangunan kembali Paberik-Paberik Gula jang banjak mengalami kerusakan akibat pendudukan Djepang dan bumi-hangus selama agresi Belanda ke-1 dan ke-II, sebagian besar segera mulai dikerdjakan sedjak perusahaan-perusahaan tersebut diduduki kembali oleh pemiliknja dan digiatkan sesudah penjerahan Kedaulatan, sehingga dalam tahun 1951 telah dapat giling 26 buah paberik dan dalam tahun 1952, 28 buah paberik, sedang beberapa paberik lagi masih dalam pembangunan. Menurut tjatatan sebelum perang, diseluruh Djawa-Timur terdapat 68 buah Paberik Gula. Keadaan pada tahun 1952 adalah sebagai berikut:
29 paberik baik (28 paberik menggiling dan 1 reserve);
5 paberik sedang dibangun kembali;
34 paberik rusak.
Adapun keadaan Paberik-Paberik Gula seluruh Djawa-Timur selama tahun 1951 dan 1952 ialah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|||333}}</noinclude>
m7qyrfw5a3fv9yxubr2n8o3gqgpcwdx
283227
282996
2026-05-07T02:34:58Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283227
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>#<li value="3">Membantu usaha Bangsa Indonesia jang teratur, untuk mengerdjakan Perusahaan-Perusahaan Perkebunan jang tidak dapat diusahakan lagi oleh fihak pemilik semula.
Selain dari tugas utama didalam negeri sebagaimana didjelaskan diatas, tugas Djawatan Perkebunan selandjutnja ialah mempeladjari, mengkoördinir, mempersatukan, menghimpun dan mentjatat hal-hal jang mengenai hasil perkebunan didalam dan diluar negeri dalam masa jang lampau, jang sedang berdjalan dan jang akan datang.
Dalam membimbing masjarakat Indonesia dan untuk mendidik para Pemuda jang mempunjai hasrat dalam soal perkebunan dan perusahaan gula pada chususnja, maka pendirian kursus atau pendidikan keachlian mendjadi beban Djawatan Perkebunan pula.
Djawatan Perkebunan tidak (uitvoerende taak) djadi bukan mempunjai tugas melaksanakan sekali-kali bertugas mendjalankan perusahaan (bedrijf) perkebunan.
Tugas Perwakilan dan Sub-Sub Perwakilan Djawatan Perkebunan di-daerah-daerah dititik-beratkan pada kewadjiban Djawatan terhadap kepentingan dalam negeri.
'''Perusahaan Gula.'''
Waktu penjerahan Kedaulatan dapat dikata seluruh Paberik-Paberik Gula di Djawa-Timur telah diduduki kembali oleh fihak Belanda dan telah diurus kembali seperti sebelum perang oleh maatschappij masing masing.
Pembangunan kembali Paberik-Paberik Gula jang banjak mengalami kerusakan akibat pendudukan Djepang dan bumi-hangus selama agresi Belanda ke-1 dan ke-II, sebagian besar segera mulai dikerdjakan sedjak perusahaan-perusahaan tersebut diduduki kembali oleh pemiliknja dan digiatkan sesudah penjerahan Kedaulatan, sehingga dalam tahun 1951 telah dapat giling 26 buah paberik dan dalam tahun 1952, 28 buah paberik, sedang beberapa paberik lagi masih dalam pembangunan. Menurut tjatatan sebelum perang, diseluruh Djawa-Timur terdapat 68 buah Paberik Gula. Keadaan pada tahun 1952 adalah sebagai berikut:
29 paberik baik (28 paberik menggiling dan 1 reserve);
5 paberik sedang dibangun kembali;
34 paberik rusak.
Adapun keadaan Paberik-Paberik Gula seluruh Djawa-Timur selama tahun 1951 dan 1952 ialah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|||333}}</noinclude>
8lmcyhy334tkcjt4iv75572docbq2xw
283228
283227
2026-05-07T02:36:29Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283228
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=3
|Membantu usaha Bangsa Indonesia jang teratur, untuk mengerdjakan Perusahaan-Perusahaan Perkebunan jang tidak dapat diusahakan lagi oleh fihak pemilik semula.
}}
Selain dari tugas utama didalam negeri sebagaimana didjelaskan diatas, tugas Djawatan Perkebunan selandjutnja ialah mempeladjari, mengkoördinir, mempersatukan, menghimpun dan mentjatat hal-hal jang mengenai hasil perkebunan didalam dan diluar negeri dalam masa jang lampau, jang sedang berdjalan dan jang akan datang.
Dalam membimbing masjarakat Indonesia dan untuk mendidik para Pemuda jang mempunjai hasrat dalam soal perkebunan dan perusahaan gula pada chususnja, maka pendirian kursus atau pendidikan keachlian mendjadi beban Djawatan Perkebunan pula.
Djawatan Perkebunan tidak (uitvoerende taak) djadi bukan mempunjai tugas melaksanakan sekali-kali bertugas mendjalankan perusahaan (bedrijf) perkebunan.
Tugas Perwakilan dan Sub-Sub Perwakilan Djawatan Perkebunan di-daerah-daerah dititik-beratkan pada kewadjiban Djawatan terhadap kepentingan dalam negeri.
'''Perusahaan Gula.'''
Waktu penjerahan Kedaulatan dapat dikata seluruh Paberik-Paberik Gula di Djawa-Timur telah diduduki kembali oleh fihak Belanda dan telah diurus kembali seperti sebelum perang oleh maatschappij masing masing.
Pembangunan kembali Paberik-Paberik Gula jang banjak mengalami kerusakan akibat pendudukan Djepang dan bumi-hangus selama agresi Belanda ke-1 dan ke-II, sebagian besar segera mulai dikerdjakan sedjak perusahaan-perusahaan tersebut diduduki kembali oleh pemiliknja dan digiatkan sesudah penjerahan Kedaulatan, sehingga dalam tahun 1951 telah dapat giling 26 buah paberik dan dalam tahun 1952, 28 buah paberik, sedang beberapa paberik lagi masih dalam pembangunan. Menurut tjatatan sebelum perang, diseluruh Djawa-Timur terdapat 68 buah Paberik Gula. Keadaan pada tahun 1952 adalah sebagai berikut:
29 paberik baik (28 paberik menggiling dan 1 reserve);
5 paberik sedang dibangun kembali;
34 paberik rusak.
Adapun keadaan Paberik-Paberik Gula seluruh Djawa-Timur selama tahun 1951 dan 1952 ialah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|||333}}</noinclude>
qbnpj79ii7r9mvkltn3hpgyi6vswqsb
283231
283228
2026-05-07T02:39:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283231
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=3
|Membantu usaha Bangsa Indonesia jang teratur, untuk mengerdjakan Perusahaan-Perusahaan Perkebunan jang tidak dapat diusahakan lagi oleh fihak pemilik semula.
}}
Selain dari tugas utama didalam negeri sebagaimana didjelaskan diatas, tugas Djawatan Perkebunan selandjutnja ialah mempeladjari, mengkoördinir, mempersatukan, menghimpun dan mentjatat hal-hal jang mengenai hasil perkebunan didalam dan diluar negeri dalam masa jang lampau, jang sedang berdjalan dan jang akan datang.
Dalam membimbing masjarakat Indonesia dan untuk mendidik para Pemuda jang mempunjai hasrat dalam soal perkebunan dan perusahaan gula pada chususnja, maka pendirian kursus atau pendidikan keachlian mendjadi beban Djawatan Perkebunan pula.
Djawatan Perkebunan tidak (uitvoerende taak) djadi bukan mempunjai tugas melaksanakan sekali-kali bertugas mendjalankan perusahaan (bedrijf) perkebunan.
Tugas Perwakilan dan Sub-Sub Perwakilan Djawatan Perkebunan di-daerah-daerah dititik-beratkan pada kewadjiban Djawatan terhadap kepentingan dalam negeri.
'''Perusahaan Gula.'''
Waktu penjerahan Kedaulatan dapat dikata seluruh Paberik-Paberik Gula di Djawa-Timur telah diduduki kembali oleh fihak Belanda dan telah diurus kembali seperti sebelum perang oleh maatschappij masing masing.
Pembangunan kembali Paberik-Paberik Gula jang banjak mengalami kerusakan akibat pendudukan Djepang dan bumi-hangus selama agresi Belanda ke-I dan ke-II, sebagian besar segera mulai dikerdjakan sedjak perusahaan-perusahaan tersebut diduduki kembali oleh pemiliknja dan digiatkan sesudah penjerahan Kedaulatan, sehingga dalam tahun 1951 telah dapat giling 26 buah paberik dan dalam tahun 1952, 28 buah paberik, sedang beberapa paberik lagi masih dalam pembangunan. Menurut tjatatan sebelum perang, diseluruh Djawa-Timur terdapat 68 buah Paberik Gula. Keadaan pada tahun 1952 adalah sebagai berikut:
29 paberik baik (28 paberik menggiling dan 1 reserve);
5 paberik sedang dibangun kembali;
34 paberik rusak.
Adapun keadaan Paberik-Paberik Gula seluruh Djawa-Timur selama tahun 1951 dan 1952 ialah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|||333}}</noinclude>
4sdf6ellrlq2oaxl8c8pbmgnp35bxtg
283234
283231
2026-05-07T02:41:14Z
Suga Widi
25678
283234
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=3
|Membantu usaha Bangsa Indonesia jang teratur, untuk mengerdjakan Perusahaan-Perusahaan Perkebunan jang tidak dapat diusahakan lagi oleh fihak pemilik semula.
}}
Selain dari tugas utama didalam negeri sebagaimana didjelaskan diatas, tugas Djawatan Perkebunan selandjutnja ialah mempeladjari, mengkoördinir, mempersatukan, menghimpun dan mentjatat hal-hal jang mengenai hasil perkebunan didalam dan diluar negeri dalam masa jang lampau, jang sedang berdjalan dan jang akan datang.
Dalam membimbing masjarakat Indonesia dan untuk mendidik para Pemuda jang mempunjai hasrat dalam soal perkebunan dan perusahaan gula pada chususnja, maka pendirian kursus atau pendidikan keachlian mendjadi beban Djawatan Perkebunan pula.
Djawatan Perkebunan tidak (uitvoerende taak) djadi bukan mempunjai tugas melaksanakan sekali-kali bertugas mendjalankan perusahaan (bedrijf) perkebunan.
Tugas Perwakilan dan Sub-Sub Perwakilan Djawatan Perkebunan di-daerah-daerah dititik-beratkan pada kewadjiban Djawatan terhadap kepentingan dalam negeri.
'''Perusahaan Gula.'''
Waktu penjerahan Kedaulatan dapat dikata seluruh Paberik-Paberik Gula di Djawa-Timur telah diduduki kembali oleh fihak Belanda dan telah diurus kembali seperti sebelum perang oleh maatschappij masing masing.
Pembangunan kembali Paberik-Paberik Gula jang banjak mengalami kerusakan akibat pendudukan Djepang dan bumi-hangus selama agresi Belanda ke-I dan ke-II, sebagian besar segera mulai dikerdjakan sedjak perusahaan-perusahaan tersebut diduduki kembali oleh pemiliknja dan digiatkan sesudah penjerahan Kedaulatan, sehingga dalam tahun 1951 telah dapat giling 26 buah paberik dan dalam tahun 1952, 28 buah paberik, sedang beberapa paberik lagi masih dalam pembangunan. Menurut tjatatan sebelum perang, diseluruh Djawa-Timur terdapat 68 buah Paberik Gula. Keadaan pada tahun 1952 adalah sebagai berikut:
:29 paberik baik (28 paberik menggiling dan 1 reserve);
:5 paberik sedang dibangun kembali;
:34 paberik rusak.
Adapun keadaan Paberik-Paberik Gula seluruh Djawa-Timur selama tahun 1951 dan 1952 ialah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|||333}}</noinclude>
82rm64ckbmhnm6s8ddx7k70jtkkemep
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/389
104
97427
283479
270976
2026-05-07T04:48:11Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283479
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>pada waktu jang tepat. Berkurangnja angin mempengaruhi djuga pembawaan hasil ikan pulang dalam keadaan baik.
Untuk melakukan penangkapan ikan jang teliti, perlu sekali diperhatikan golongan-golongan ikan, daerah berenangnja, tabiat dan kesukaannja. Selain dari pada itu penting djuga diperhatikan keadaan perairan (dangkal dalamnja, keadaan arus dan sebagainja) iklim serta waktu. Dalam keterangan-keterangan tentang golongan -golongan ikan , dapat dilihat daerah berenangnja, tabiat dan kesukaan ikan laut itu.
Golongan benthos daerah berenangnja sudah diketahui dan tabiat dari ikan- ikan ini agak „nglemer” (malas) dan kesukaannja berdjam-djam tinggal diam di-bagian dasar laut dengan maksud mentjari mangsa. Untuk menangkap ikan ini dipergunakan alat-alat wuwu dan pantjing.
Golongan nekthon jang umumnja bentuk badannja gilik pandjang di-lapisan tengah, geraknja tjepat sekali. dan daerah berenangnja Diantara mereka ini terdapat djenis jang liar jang mempunjai tabiat ganas, pemarah dan suka makan golongannja sendiri jang lebih ketjil dan lemah. Diantara nekthon ini ada djuga jang mempunjai kesukaan mentjari tempat-tempat jang teduh (dibawah bajangan-bajangan pohon, rumpon dan sebagainja), keadaan per -airan jang agak dingin dan dalam arus jang tidak kentjang. Jang mempunjai kesukaan ini, misalnja ikan lajang, lemuru, kembung, banjar dan ini bila sebagainja. Golongan mentjari makanan djarang-djarang berada di-permukaan air dan di-bagian dasar laut. Penangkapan dilakukan dengan alat pantjing, djala dan djaring pajang.
Golongan planthon mempunjai kesukaan di-permukaan air dan geraknja tidak begitu tjepat dan umumnja djadi mangsanja ikan besar. Untuk menangkap ikan ini dipergunakan alat serok djaring dan djala. Matjam -matjam tjara penangkapan ikan serta alat-alat jang dipergunakan.
'''M a j a n g''':
:Penangkapan setjara majang dilakukan dengan :alat pajang terdiri dari sebuah „kantong" :dan dua buah „kaki”. Ukuran serta nama nama :bagiannja dari alat-alat ini dimasing -masing :daerah sangat berlainan. Pandjang dari :seluruh alat ini ialah antara 50 sampai 140 ::meter. Pembikinannja terdiri dari tali agel :(panteran) sedangkan kantongnja dari lawe.
:Penangkapan ikan dilakukan di pantai :Karesidenan Bodjonegoro, di pantai Utara :Karesidenan Malang, Besuki dan sekitar :Banjuwangi (Muntjar).
:Musim besar untuk majangan ini diantara :bulan Agustus dan Desember pada tiap-tiap :tahunnja. Pun dalam bulan Pebruari sampai Mei :dilakukan penangkapan djuga jang dinamakan :musim ketjil (voorjaarseizoen).
:Waktu jang sebaik-baiknja untuk penangkapan :ini, ialah waktu fadjar (helderheid van het :water) dan oleh karena itu untuk<noinclude>{{rh|||357}}</noinclude>
0499ntjlp1d10ip0fz8d4mufejm4d3l
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1095
104
97443
283671
271477
2026-05-07T08:27:45Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=101}}
{{rh||'''DIKEPULAUAN MENTAWAI'''}}
{{Dropinitial|D}}AERAH Sumatera Tengah ini boleh dikatakan selain dari Kepulauan Mentawai, ialah suatu daerah jang tidak menerima agama Kristen. Rakjat asli jang menerima agama agama Kristen hanjalah rakjat Kepulauan Mentawai, dimana pekerdjaan pengabaran Indjil telah dimulai pada permulaan abad 20 ini dengan kedatangan pendeta-pendeta Djerman dari Kongsi Barmen jang bernama ,,Rheinische Mission Gesellschaft". Agama Kristen jang dibawa oleh pendeta- pendeta ini ialah aliran Protestant menurut adjaran Martin Luther.
Pendeta jang pertama jang datang ke Mentawai ialah pendeta Let pada tahun 1901. Ia mengambil tempat di Kampung Nemnemleleu dekat Sikakap, ibu negeri pulau Pagai Utara sekarang. Dari sana ia pada tahun 1902 dan 1903 pergi pula mengundjungi pulau Enggano, tetapi ia kembali lagi ke Pagai. Disini usahanja jang terutama ditudjukan kepada pendidikan anak-anak dan pemberantasan buta-huruf dikalangan orang tua. Boleh dikatakan sampai pada tahun 1910 belum ada dari rakjat jang diadjarnja itu jang mau masuk agama Kristen, mereka masih berpegang kuat kepada agamanja jang lama jaitu agama Sabulungan (heidenen).
Tetapi pada tahun 1911 ketika terdjadi pemberontakan rakjat Mentawai melawan pemerintahan Belanda jang memaksakan belasting dan rodi, maka pendeta Let telah tiwas pula kena batjokan parang rakjat, didalam usahanja menenteramkan hati rakjat jang sedang bergelora menghadapi musuh itu. Majat pendeta Let telah dikuburkan di Kampung Nemneleleu djuga.
Kemudian telah datang lagi pendeta-pendeta jang lain menggantikannja ja'ni tuan-tuan F. Borger dan Finke. Darah pendeta Let rupanja sudah tertanam sebagai bibit jang baik, karena pendeta-pendeta tadilah jang telah dapat menjabit hasil-hasil pertama, ja'ni beberapa orang menjatakan bersedia untuk menerima agama Kristen dan meninggalkan agama Sabulungan. Salah seorang dari pemandian jang pertama itu sekarang (ketika menulis karangan ini) masih hidup dan telah berumur 80 tahun, dan bertempat tinggal di Silaonan Taikako. Semua anak-anak dan tjutjunja sekarang mendjadi Kristen jang setia.
Pendeta-pendeta Djerman jang pernah datang di Kepulauan Mentawai sampai pada tahun 1940 telah ada 9 orang. Jang peng-<noinclude>{{rh||1087}}</noinclude>
rigar82hh96d6j87z6zgti2nq2yoh4g
283705
283671
2026-05-07T08:56:07Z
Thersetya2021
15831
283705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=101}}
{{rh||'''DIKEPULAUAN MENTAWAI'''}}
{{Dropinitial|D}}AERAH Sumatera Tengah ini boleh dikatakan selain dari Kepulauan Mentawai, ialah suatu daerah jang tidak menerima agama Kristen. Rakjat asli jang menerima agama agama Kristen hanjalah rakjat Kepulauan Mentawai, dimana pekerdjaan pengabaran Indjil telah dimulai pada permulaan abad 20 ini dengan kedatangan pendeta-pendeta Djerman dari Kongsi Barmen jang bernama „Rheinische Mission Gesellschaft”. Agama Kristen jang dibawa oleh pendeta- pendeta ini ialah aliran Protestant menurut adjaran Martin Luther.
Pendeta jang pertama jang datang ke Mentawai ialah pendeta Let pada tahun 1901. Ia mengambil tempat di Kampung Nemnemleleu dekat Sikakap, ibu negeri pulau Pagai Utara sekarang. Dari sana ia pada tahun 1902 dan 1903 pergi pula mengundjungi pulau Enggano, tetapi ia kembali lagi ke Pagai. Disini usahanja jang terutama ditudjukan kepada pendidikan anak-anak dan pemberantasan buta-huruf dikalangan orang tua. Boleh dikatakan sampai pada tahun 1910 belum ada dari rakjat jang diadjarnja itu jang mau masuk agama Kristen, mereka masih berpegang kuat kepada agamanja jang lama jaitu agama Sabulungan (heidenen).
Tetapi pada tahun 1911 ketika terdjadi pemberontakan rakjat Mentawai melawan pemerintahan Belanda jang memaksakan belasting dan rodi, maka pendeta Let telah tiwas pula kena batjokan parang rakjat, didalam usahanja menenteramkan hati rakjat jang sedang bergelora menghadapi musuh itu. Majat pendeta Let telah dikuburkan di Kampung Nemneleleu djuga.
Kemudian telah datang lagi pendeta-pendeta jang lain menggantikannja ja'ni tuan-tuan F. Borger dan Finke. Darah pendeta Let rupanja sudah tertanam sebagai bibit jang baik, karena pendeta-pendeta tadilah jang telah dapat menjabit hasil-hasil pertama, ja'ni beberapa orang menjatakan bersedia untuk menerima agama Kristen dan meninggalkan agama Sabulungan. Salah seorang dari pemandian jang pertama itu sekarang (ketika menulis karangan ini) masih hidup dan telah berumur 80 tahun, dan bertempat tinggal di Silaonan Taikako. Semua anak-anak dan tjutjunja sekarang mendjadi Kristen jang setia.
Pendeta-pendeta Djerman jang pernah datang di Kepulauan Mentawai sampai pada tahun 1940 telah ada 9 orang. Jang {{hwe|peng-|penghabisan}}<noinclude>{{rh||1087}}</noinclude>
4j2m16fwtq3fz17xan97dtvmem3w135
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1096
104
97472
283704
273669
2026-05-07T08:55:27Z
Thersetya2021
15831
283704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{hws|habisan|penghabisan}} sekali ialah pendeta Rudolf Smith jang datang pada tahun 1938.
Kemudian pada tahun 1940 ia telah ditangkap oleh Belanda karena timbulnja peperangan dunia II di Eropah.
Sebagai pembantu dari pendeta-pendeta Djerman itu telah turut bekerdja di Kepulauan Mentawai guru-guru dan pendeta-pendeta Batak. Oleh karena itu tjara-tjara dan peraturan-peraturan djemaat di Mentawai adalah serupa dengan jang ada di Tanah Batak (Tapanuli).
Hasil dari pekerdjaan mereka jang terbesar ialah dipulau-pulau Pagai Utara dan Selatan, sebab penduduk disana sekarang telah lebih 60% jang memeluk agama Kristen, ja'ni berdjumlah kira-kira 4000 djiwa dari djumlah penduduk jang kira-kira 6000 djiwa. Jang kedua ialah pulau Sipora dimana terdapat 1500 djiwa orang Kristen dari djumlah penduduk jang kira-kira 4000 djiwa. Di pulau Siberut baru hanja kira-kira 1000 djiwa jang beragama Kristen dari djumlah 10.000 penduduk. Djadi djumlah semuanja sekarang 6500 djiwa. Mereka telah mempunjai 48 buah rumah geredja jang masing-masing dapat memuat kira-kira 300 sampai 500 orang. Djawatan P.P.K. sekarang ada memindjam 13 buah dari geredja-geredja itu mendjadi rumah-rumah sekolah Pemerintah.
Oleh karena peperangan dunia jang lalu maka segala urusan keagamaan telah terganggu. Pemerintah Belanda pada tahun 1940 telah menangkapi pendeta-pendeta Djerman. Pemerintah Djepang mengganggu telah pula pendeta-pendeta dan guru-guru dari tanah Batak, sehingga mereka ini berangsur-angsur telah kembali ke Tapanuli. Dan sekarang pada zaman kemerdekaan ini Ummat Kristen Mentawai berdiri sendiri dengan pimpinan beberapa orang anak Mentawai sendiri. '''Dipulau Enggano''' sekarang sudah semua penduduk asli memeluk agama Kristen, djumlahnja hanja kira-kira 300 djiwa. Penduduk lainnja jang berasal dari luar berdjumlah kira-kira 200 djiwa. Pengabarah Indjil disini ialah
sesudah kedatangan pendeta Let jang kemudian dilandjutkan oleh pendeta '''Link''' pada tahun 1906. Pendeta ini bekerdja disana hanja ½ tahun sadja, karena ia dipindahkan ketanah Batak tahun 1907.
Ia digantikan oleh seorang pendeta Batak, namanja pendeta Johannes L. Tobing, sedjak mana tidak pernah lagi datang pendeta-pendeta Djerman. Dari tahun 1915 setelah pendeta Batak ditarik pula hanjalah guru sadja lagi jang bekerdja. Guru jang penghabisan sekali bekerdja disana ialah saudara E. Manalu, jang sekarang bekerdja sebagai Kepala Bahagian Kristen pada Kantor Urusan Agama Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Saudara ini dua kali ditempatkan disana ja'ni dari tahun 1928 sampai tahun 1933, kemudian dari tahun 1938 sampai tahun 1948. Selama peperangan jang lalu boleh dikatakan pekerdjaan Indjil disana tidak terganggu, peribatan dan pendidikan anak-anak berdjalan dengan baik.<noinclude>{{rh|1088}}</noinclude>
dj82s8ee4mq9oe65dloa29j3fo4seg2
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1097
104
97475
283667
271484
2026-05-07T08:26:44Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283667
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=102}}
{{rh||'''DI SUMATERA BARAT'''}}
{{Dropinitial|D}}IDARATAN Sumatera Tengah ini boleh dikatakan tidak pernah diusahakan pengadjaran Indjil kepada rakjat Minangkabau karena larangan dari pemerintah kolonial Belanda dulu. Oleh karena itu agama Kristen hanja kedapatan dikalangan beberapa suku penduduk sadja, ja'ni Nias, Batak, Ambon, Menado, Djawa, Tionghoa dan Eropah. Sedjak abad jang lalu sudah ada pendeta-pendeta Belanda di Kota Padang jang bekerdja hanja dikalangan militer sadja, karena pada masa itu sebagian terbesar dari tentera Belanda terdiri dari bangsa Belanda jang beragama Kristen Protestant dan Katholik. Mereka telah mengusahakan mendirikan beberapa rumah peribadatan dari kaju, baik di Padang maupun di Bukittinggi.
Setelah petjah perang Eropah tahun 1914 militer Belanda mulai berangsur-angsur ditarik dan diganti oleh militer Ambon, Menado dan Djawa, sehingga tahun 1915 sudah sebagian terbesar militer itu dari bangsa Indonesia sadja. Oleh karena dikalangan mereka kebanjakan pula jang beragama Kristen, maka mereka pun meminta supaja pendetanja jang berbangsa Indonesia pula. Maka pada tahun 1953 pendeta-pendeta De Boer dan Pikauly telah mulai mengusahakan pendirian geredja Protestant jang baru di Padang dan diselesaikan pada tahun 1936. Itulah geredja Protestant jang di Djalan Benteng sekarang.
Di Bukittinggi telah lebih dahulu, jakni pada tahun 1916-1917, diusahakan mendirikan sebuah geredja baru. Ketika itu jang mendjadi pendeta di Bukittinggi ialah pendeta Grammer.
Pendeta-pendeta jang penghabisan sebelum perang, di Padang ialah pendeta '''Ursepuney''' jang menggantikan pendeta Latumahina pada tahun 1937, dan pendeta '''Bronsveld'''. Kedua pendeta ini telah ditawan oleh Djepang. Pendeta Ursepuney telah meninggal dalam tahanan pada tahun 1943.
Di Bukittinggi pendeta jang penghabisan ialah pendeta '''Warou Lumanon''' jang berasal dari Menado. Ketika pendudukan Djepang pendeta ini tidak ditangkap malahan diperlakukan dengan baik, sehingga pada masa kemerdekaan ia telah dituduh orang sebagai mata-mata Djepang. Untuk menghindarkan diri dari pada tuduhan ini, pendeta itu pada tahun 1947 telah berangkat berdjalan kaki menudju Palembang, tetapi ketika sampai di Sei Dareh ia telah tertangkap, dan mati terbunuh.<noinclude>{{rh||1089}}</noinclude>
31z83mafvg507vewhuzampmlp2vpgza
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1099
104
97486
283664
271489
2026-05-07T08:25:12Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283664
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=103}}
{{rh||'''NIAS KRISTEN'''}}
{{Dropinitial|D}}IKALANGAN orang Nias jang banjak kedapatan didaerah Padang Pariaman, pengadjaran Indjil telah dikerdjakan sedjak permulaan abad 20 ini. Pengerdja jang pertama ialah pendeta Djerman, bernama '''Dorsaf''' jang diutus oleh Kongsi Barmen ,,Rheinische Mission Gesellschaft". Permandian-permandian pertama ialah pada kira-kira tahun 1907. Salah seorang dari permandian pertama ini sekarang masih hidup dan telah berumur ± 65 tahun, namanja '''Tarufa Mendrofa'''. Pendeta Dorsaf telah bekerdja dengan segenap ketjntaan hatinja dan dengan radjin sehingga ia ditjintai Kristen Nias. Di Padang ia telah dapat mendirikan sebuah geredja dari kaju jang sekarang masih berdiri di Djalan Tan Malaka (Dj . Hiligoo dahulu). Ketika pendeta Dorsaf djatuh sakit pada tahun 1914 dan pergi berobat ke Bukittinggi, ia telah memesankan supaja pendeta Finke datang dari Mentawai menggantikannja. Pendeta Dorsaf telah meninggal di Bukittingi lalu dibawah dan dikuburkan di Padang.
Sehari sebelum penguburan itu pendeta Finke telah tiba di Padang, dan ialah jang menggantikan pendeta Dorsaf sampai tahun 1924. Pada tahun 1915 telah datang dari Nias seorang guru Indjil bernama F.M. Mendrofa, jang dikenal kalangan Nias sebagai guru Musa. Guru ini djuga bekerdja dikalangan orang Nias jang ada dalam Bui Sawah Lunto. Pada tahun 1919 ia telah diangkat mendjadi guru, sebab waktu itu telah dibuka sebuah sekolah untuk anak-anak Nias di Kataping dekat Pasar Usang. Guru ini sekarang sudah berumur 70 tahun dan tinggal di Pasar Usang (Wilajah Lubuk Alung). Setelah pendeta Finke berangkat ke Djerman pada tahun 1924 ia digantikan oleh pendeta '''Ligi Zebua'''. Di Pasar Usang dan Tandjung Basung telah didirikan pula geredja dan rumah pendeta, jang kemudian dalam agressie Belanda pertama tahun 1947 semua telah habis dibumi hanguskan. Pada tahun 1928 pendeta Ligi Zebua digantikan oleh pendeta '''Helune Ndraha''', jang memimpin geredja Nias sampai tahun 1942. Selama pendudukan Djepang dan kemerdekaan mereka dipimpin oleh guru Zeti, jang kemudian berangkat pule ke Gunung Sitoli untuk melanjutkan peladjarannja pada Sekolah Pendeta.<noinclude>{{rh||1091}}</noinclude>
fy3gibsnans5slywzngfc5lpi5625nd
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1101
104
97531
283662
271491
2026-05-07T08:24:01Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283662
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=104}}
{{rh||'''MISSI ROMA KATHOLIK'''}}
{{Dropinitial|B}}ERSAMA dengan pekerdjaan pendeta-pendeta Protestant Belanda pada achir abad 19 dan permulaan abad 20 ini djuga pastor-pastor dari geredja Roma Katholik turut bekerdja menjelenggarakan peribadatan dikalangan militer dan pereman bangsa Belanda. Pastor-pastor ini pun telah mengusahakan mendirikan beberapa rumah peribadatan dari kaju, baik di Padang maupun di Bukittinggi dan Sawah Lunto.
Pada mulanja Sumatera ini menurut rentjana Missie Roma Katholik termasuk daerah pekerdjaan perkumpulan Jesuiten. Pada tahun 1912 daerah ini diserahkan kepada perkumpulan '''Capucwnen'''. Pemimpin-pemimpin perkumpulan ini jang pernah tinggal di Padang sebagai Uskup ialah '''Mgr. Cluts''' jang memberkati geredja Sawah Lunto pada tahun 1920, dan '''Mgr. L.T.M. Brans''' jang sekarang (1952) masih hidup di Medan sebagai Uskup Ap. Vicariat Sumatera Utara.
Kota Padang ialah sebagai pusat gerakan pekerdjaan geredja Roma Katholik, dimana pimpinan berkedudukan sampai tahun 1932 dan kemudian dipindahkan ke Medan. Di Kota Padang sendiri pada ± 750 orang anggota Roma Katholik dan tahun 1912 sudah ada diseluruh Sumatera Barat ± 1300 orang. Dari djumlah ini ± 95% terdiri dari bangsa Eropah. Pada ketika itu telah ada beberapa orang pastor-pastor jang dibantu oleh beberapa zusters. Pastor-pastor jang pertama ialah Mattheus de Wolf, R. van Hoof, Dyonisius Pessers dan Ruppertus Verbrugge. Mereka ini jang selalu menjelenggarakan peribadatan ke Bukittinggi dan Sawah Lunto.
Pada tahun 1915 pastor Dyonisius Pessers pindah ke Medan, dan kemudian disusul pula oleh pastor Mattheus de Wolf pada tahun 1917. Di Padang jang terutama sekali diusahakan ialah soal pendidikan dan pekerdjaan sosial ja'ni perawatan anak-anak piatu.
Sedjak tahun 1920 sekolah-sekolahnja di Padang sangat pesat madjunja, terlebih-lebih setelah tahun 1923 datang beberapa orang fraters dari negeri Belanda sebagai tenaga guru-guru. Bersama- sama dengan Zusters mereka mendirikan beberapa sekolah rendah dan sekolah Mulo. Sekolah-sekolah ini terutama sekali dikunjungi oleh anak-anak Tionghoa dan Belanda. Untuk mengikat perhatian murid-murid ini maupun jang sudah tamat sekolah fraters membentuk beberapa perkumpulan-perkumpulan pemuda dan pemudi dan djuga<noinclude>{{rh||1093}}</noinclude>
d7p0yqqb2pw5pwy23c01lr56je16ojc
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1102
104
97533
283660
271492
2026-05-07T08:22:00Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283660
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Tengah ini pada permulaan tahun 1952 dipersatukan oleh pendeta '''M.G. Simandjuntak''' dengan berkedudukan di Pakan Baru. Djumlah anggotanja sekarang kira-kira 1700 orang. Sebuah geredja H.K.B.P. ada di Pakan Baru jang didirikan tahun 1950. Sebuah sekolah rakjat Kristen telah dibuka pada tahun 1951 untuk anak- anak Kristen, atas usaha Djema'at Kristen Pakan Baru.
'''Geredja Pantekosta (Geredja Pinkster).'''
Gerakan geredja Pantekosta ini dimulai di Amerika ± 1900. Tiba di Indonesia (Djawa Timur) tahun 1921 dengan kedatangan satu keluarga Belanda pula ja'ni '''Ermel Scherer''' tahun 1932. Tetapi jang menggerakkannja ialah isterinja.
Pada tahun itu djuga telah dipermandikan beberapa orang Tionghoa. Salah seorang dari permandian ini sekarang masih hidup ialah saudara '''Lie Oen Seng'''. Pekerdjaan njonja Ermel Scherer dibantu oleh Saudara A.E. Siwi jang datang dari Palembang.
Pada tahun 1936-1938 pimpinan diserahkan pada Melboom dengan isterinja, jang kemudian digantikan oleh saudara '''Lie Sie Po''' sampai 1952 dengan bantuan saudara- saudara Gho Sie Thay, Thio Boen Seng dan lain-lain.
Anggotanja sekarang ada ± 100 orang. Geredjanja ialah di rumah jang disewa di Djalan Damar No. 1.
'''Geredja Methodist'''.
Di Sumatera Tengah geredja Methodist ini hanja terdapat di Bagan Siapi-api dan anggotanja orang Tionghoa sadja. Usaha geredja ini jang terpenting ialah dalam lapangan pendidikan. Sekolahnja sekarang mempunjai 350 orang murid. Geredjanja besar dan mempunjai anggota 300 djiwa. Pendetanja sekarang ialah pendeta Chua Beng Wan jang dibantu dengan radjin oleh isterinja.<noinclude>{{rh||1094}}</noinclude>
qe1hf2jgvet375cmsmyo7o57ycoq6hj
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1103
104
97538
283659
271496
2026-05-07T08:20:53Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283659
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=105}}
{{rh||'''GEREDJA H.K.B.P.'''
(Huria Kristen Batak Protestant).}}
{{Dropinitial|A}}NGGOTA geredja H.K.B.P. ini ialah orang-orang Batak Kristen dari Tapanuli. H.K.B.P. ialah Djemaat jang menurut pengadjaran Martin Luther, karena lahirnja agama Kristen di Tapanuli ialah dengan kedatangan pendeta-pendeta Djerman dari ,,Reinische Mission Gesselschaft" di Barmen tahun 1861. H.K.B.P. berdiri sendiri pada tahun 1930, dan kemerdekaannja itu diresmikan dengan Gouv. Besluit tanggal 11 Djuni 1931 No. 48.
Sebelum tahun 1920 di Sumatera Tengah ini baru hanja beberapa keluarga sadja orang Batak jang bekerdja sebagai pegawai, militer dan pereman. Pada umumnja dalam soal peribadatan mereka menjatukan diri dengan geredja-geredja Protestant Indonesia atau Belanda. Setelah dikota Padang makin bertambah keluarga Kristen Batak, maka pimpinan Kristen Batak di Tapanuli pada tahun 1922 mengirimkan guru '''PeterSitanggang''' sebagai guru Indjil untuk Sumatera Barat. Setelah guru ini kembali ke Tapanuli pada tahun 1925 ia digantikan oleh guru '''Melathon L. Tobing''' sampai tahun 1930. Guru ini pergi ke Tapanuli untuk menuntut pendidikan pada sekolah pendeta, dan pada tahun itu djuga kembali ke Padang setelah mendjadi pendeta. Ia menunaikan pekerdjaannja disini sampai pendudukan Djepang. Kemudian ia kembali ke Tapanuli.
Selama pendudukan Djepang dan revolusi kemerdekaan peribadatan tidak berketentuan lagi. Oleh karena agressie Belanda pertama tahun 1947 Pemerintah R.I. Propinsi Sumatera Tengah dari Pematang Siantar ke Bukittinggi, maka pegawai-pegawai Kristen Batak banjak jang turut pindah kemari. Oleh karena banjak pula orang Kristen dari daerah lain seperti Ambon, Menado, Djawa dan Mentawai se Djawa dan Mentawai sehingga berdjumlah ± 250 orang, mereka membentuk suatu sidang jang bernama Djemaat Kristen Protestant Indonesia (Dj. K.P.I.) dibawah pimpinan Saudara-saudara '''Mr. Rufinus L. Tobing''' dan '''Marnix Huta Soit'''. Peribadatan Dj. K.P.I. ini kemudian diselenggarakan oleh tentara T.N.I. ja'ni pendeta '''Kenan Sihombing''' dan '''guru Jetro Sinaga'''.
Setelah agressie kedua Djemaat ini berpetjah dan anggotanja terserak kesegala pendjuru. Setelah kedaulatan R.I. timbullah lagi kelompok-kelompok Kristen Batak diseluruh kota-kota di Sumatera.<noinclude>{{rh||1095}}</noinclude>
6psl44lgjkkdaj9tn2d41z7p7nvnzef
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/557
104
97545
282647
277875
2026-05-06T13:12:42Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282647
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Tigabelas tahun lamanja GKS itu mampu bertahan memperagakan, mempergelarkan pergerakan bersendjata, sekalipun pelbagai bataljon, eselon-eselon berbagai Divisi TNI-AD dari wilajah-wilajah lain telah "ingezet" dimedan djuang kampung halaman Djawa Barat membantu Divisi Siliwangi, jang sementara itu berbagai eselonnja telah tidak henti-hentinja "ingezet" membantu pemulihan keamanan diwilajah-wilajah saudara-saudaranja se-Tanah Air dibahagian lain daripada Tanah Air kita ini. Disamping itu, berbagai eselon Angkatan Udara, Laut (KKO) dan Kepolisian (BRIMOB) djuga ingezet dalam operasi-operasi tersebut.
Maka timbullah kemudian pertanjaan dikalangan sementara orang: Mengapa sampai begitu berlarut-larut itu gerombolan DI-TII/SMK belum djuga terbasmi? Eh, mengapa itu si "maung" Siliwangi belum djuga berhasil dikandangnja sendiri?
Maka timbul pula desas-desus {{...|10}} Siliwangi main mata dengan DI-TII/SMK. Wah, tjelaka duabelas ini! Teungteuingen pisan, oleh DI-TII/SMK dulu dianggap tentara liar, diratjun dan didjebak waktu "leuleus keneh" setibanja dikampung halaman dari ber-Long March {{...|10}} Sekarang disangka main mata lagi! Deudeuh teuing! Karunja si "maung" Siliwangi {{...|10}}!!
Begitu selesai melawan Belanda sebagai realisasi daripada persetudjuan Konferensi Medja Bundar (KMB) jang menghasilkan pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949, maka Divisi Siliwangi-pun sudah segera mengerahkan dan menerdjunkan eselon-eselonnja untuk menghantam gerombolan DI-TII/SMK alias GKS itu.
Tapi soalnja memang pergerakan DI-TII/SMK itu bukan gerombolan sembarang gerombolan. Mereka itu kebanjakan adalah veteran-veteran Perang Kemerdekaan, pada waktu mana mereka itu masih bersetia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945 dan UUD 1945. Dengan demikian bahagian besar dari mereka itu adalah geriljawan-geriljawan jang telah berpengalaman. Dalam hal ini daja-mampu mereka lebih dari PRRI, Permesta, RMS dan sedjenisnja. Apalagi bila dibandingkan dengan G30S/PKI jang "ngadjago djual kojo main kuasa".<noinclude>{{rh|||519}}</noinclude>
d3cb6lvu33mtsh03e48kpdccn19rfy5
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/558
104
97560
282649
271462
2026-05-06T13:15:28Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282649
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Bahkan ada sementara achli militer jang menganggap bahwa kemampuan gerilja GKS itu lebih baik daripada gerilja komunis di Malaya tempo hari. Untuk menghantjurkan gerilja subversi Komunis Tjina disemenandjung Melaju jang pada tahun 1954
mempunjai kekuatan sebanjak sekitar 4.000 orang, pasukan Persemakmuran Inggeris Raya, dengan achli-achli anti-geriljanja jang masjhur itu, dengan bermatjam-matjam alat-alat perlengkapan militer dan territorialnja jang sempurna dengan mengerahkan kira-kira 35.000 orang tentaranja, telah memerlukan waktu bertahun-tahun lamanja.
Pada waktu Perang Diponegoro jang terkenal itu, untuk melumpuhkan pergelaran gerilja pasukan-pasukan Diponegoro jang berdjumlah 4.614 orang sadja, Belanda waktu itu telah mendirikan 161 benteng jang didirikan tersebar mulai tepi sungai Tjitanduj di Djawa Barat hingga lereng-lereng Gunung Lawu di Djawa Timur. Untuk keperluan tersebut fihak Belanda telah mengerahkan sebanjak kira-kira 36.000 orang tentaranja.
Guna menghadapi gerombolan DI-TII/SMK jang berkekuatan sekitar 13.000 orang itu, berapa bataljonkah jang dikerahkan?
Demikianlah, disebabkan oleh aneka-ragam faktor, maka, — setelah inisiatif pada tahun-tahun 1950 — 1952 berada difihak TNI —, lambat-laun didalam tahun-tahun antara 1952 — 1957, inisiatif beralih kembali ketangan fihak DI-TII/SMK, dimana pada
tahun 1957 gerombolan tersebut mengalami atau mentjapai masa-masa djajanja.
Sekalipun demikian, ini tidaklah berarti bahwa Divisi Siliwangi hanja berpeluk-lutut dan bertopang-dagu sadja melihat kesemua-nja itu!
Sebagaimana telah disinggung dimuka, maka begitu pengakuan kedaulatan RI diakui oleh Belanda, Divisi Siliwangi langsung berusaha untuk menghantjurkan gerombolan DI-TII/SMK, jakni semendjak tahun 1950. Bahkan begitu mengachiri Long March-nja jang penuh pahit-getir itu, Siliwangi sudah langsung bersilang
sendjata melawan DI-TII/SMK jang telah mendjebak dan meratjuni pelbagai warga eselonnja itu. Pertempuran sengit pertama telah terdjadi pada tanggal 25 Djanuari 1949 jang terdjadi di Antralina.<noinclude>{{rh|520}}</noinclude>
c426r0j6c0ppuuotw8nmdy73bdr35lu
282651
282649
2026-05-06T13:16:14Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282651
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Bahkan ada sementara achli militer jang menganggap bahwa kemampuan gerilja GKS itu lebih baik daripada gerilja komunis di Malaya tempo hari. Untuk menghantjurkan gerilja subversi Komunis Tjina disemenandjung Melaju jang pada tahun 1954 mempunjai kekuatan sebanjak sekitar 4.000 orang, pasukan Persemakmuran Inggeris Raya, dengan achli-achli anti-geriljanja jang masjhur itu, dengan bermatjam-matjam alat-alat perlengkapan militer dan territorialnja jang sempurna dengan mengerahkan kira-kira 35.000 orang tentaranja, telah memerlukan waktu bertahun-tahun lamanja.
Pada waktu Perang Diponegoro jang terkenal itu, untuk melumpuhkan pergelaran gerilja pasukan-pasukan Diponegoro jang berdjumlah 4.614 orang sadja, Belanda waktu itu telah mendirikan 161 benteng jang didirikan tersebar mulai tepi sungai Tjitanduj di Djawa Barat hingga lereng-lereng Gunung Lawu di Djawa Timur. Untuk keperluan tersebut fihak Belanda telah mengerahkan sebanjak kira-kira 36.000 orang tentaranja.
Guna menghadapi gerombolan DI-TII/SMK jang berkekuatan sekitar 13.000 orang itu, berapa bataljonkah jang dikerahkan?
Demikianlah, disebabkan oleh aneka-ragam faktor, maka, — setelah inisiatif pada tahun-tahun 1950 — 1952 berada difihak TNI —, lambat-laun didalam tahun-tahun antara 1952 — 1957, inisiatif beralih kembali ketangan fihak DI-TII/SMK, dimana pada
tahun 1957 gerombolan tersebut mengalami atau mentjapai masa-masa djajanja.
Sekalipun demikian, ini tidaklah berarti bahwa Divisi Siliwangi hanja berpeluk-lutut dan bertopang-dagu sadja melihat kesemua-nja itu!
Sebagaimana telah disinggung dimuka, maka begitu pengakuan kedaulatan RI diakui oleh Belanda, Divisi Siliwangi langsung berusaha untuk menghantjurkan gerombolan DI-TII/SMK, jakni semendjak tahun 1950. Bahkan begitu mengachiri Long March-nja jang penuh pahit-getir itu, Siliwangi sudah langsung bersilang
sendjata melawan DI-TII/SMK jang telah mendjebak dan meratjuni pelbagai warga eselonnja itu. Pertempuran sengit pertama telah terdjadi pada tanggal 25 Djanuari 1949 jang terdjadi di Antralina.<noinclude>{{rh|520}}</noinclude>
k625n4lob4786r0y9iiklhauvup5kds
282653
282651
2026-05-06T13:17:19Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282653
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Bahkan ada sementara achli militer jang menganggap bahwa kemampuan gerilja GKS itu lebih baik daripada gerilja komunis di Malaya tempo hari. Untuk menghantjurkan gerilja subversi Komunis Tjina disemenandjung Melaju jang pada tahun 1954 mempunjai kekuatan sebanjak sekitar 4.000 orang, pasukan Persemakmuran Inggeris Raya, dengan achli-achli anti-geriljanja jang masjhur itu, dengan bermatjam-matjam alat-alat perlengkapan militer dan territorialnja jang sempurna dengan mengerahkan kira-kira 35.000 orang tentaranja, telah memerlukan waktu bertahun-tahun lamanja.
Pada waktu Perang Diponegoro jang terkenal itu, untuk melumpuhkan pergelaran gerilja pasukan-pasukan Diponegoro jang berdjumlah 4.614 orang sadja, Belanda waktu itu telah mendirikan 161 benteng jang didirikan tersebar mulai tepi sungai Tjitanduj di Djawa Barat hingga lereng-lereng Gunung Lawu di Djawa Timur. Untuk keperluan tersebut fihak Belanda telah mengerahkan sebanjak kira-kira 36.000 orang tentaranja.
Guna menghadapi gerombolan DI-TII/SMK jang berkekuatan sekitar 13.000 orang itu, berapa bataljonkah jang dikerahkan?
Demikianlah, disebabkan oleh aneka-ragam faktor, maka, — setelah inisiatif pada tahun-tahun 1950 — 1952 berada difihak TNI —, lambat-laun didalam tahun-tahun antara 1952 — 1957, inisiatif beralih kembali ketangan fihak DI-TII/SMK, dimana pada tahun 1957 gerombolan tersebut mengalami atau mentjapai masa-masa djajanja.
Sekalipun demikian, ini tidaklah berarti bahwa Divisi Siliwangi hanja berpeluk-lutut dan bertopang-dagu sadja melihat kesemua-nja itu!
Sebagaimana telah disinggung dimuka, maka begitu pengakuan kedaulatan RI diakui oleh Belanda, Divisi Siliwangi langsung berusaha untuk menghantjurkan gerombolan DI-TII/SMK, jakni semendjak tahun 1950. Bahkan begitu mengachiri Long March-nja jang penuh pahit-getir itu, Siliwangi sudah langsung bersilang
sendjata melawan DI-TII/SMK jang telah mendjebak dan meratjuni pelbagai warga eselonnja itu. Pertempuran sengit pertama telah terdjadi pada tanggal 25 Djanuari 1949 jang terdjadi di Antralina.<noinclude>{{rh|520}}</noinclude>
m93uboxbdydobz4a1t0ru8wcr8ohmru
282656
282653
2026-05-06T13:17:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282656
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Bahkan ada sementara achli militer jang menganggap bahwa kemampuan gerilja GKS itu lebih baik daripada gerilja komunis di Malaya tempo hari. Untuk menghantjurkan gerilja subversi Komunis Tjina disemenandjung Melaju jang pada tahun 1954 mempunjai kekuatan sebanjak sekitar 4.000 orang, pasukan Persemakmuran Inggeris Raya, dengan achli-achli anti-geriljanja jang masjhur itu, dengan bermatjam-matjam alat-alat perlengkapan militer dan territorialnja jang sempurna dengan mengerahkan kira-kira 35.000 orang tentaranja, telah memerlukan waktu bertahun-tahun lamanja.
Pada waktu Perang Diponegoro jang terkenal itu, untuk melumpuhkan pergelaran gerilja pasukan-pasukan Diponegoro jang berdjumlah 4.614 orang sadja, Belanda waktu itu telah mendirikan 161 benteng jang didirikan tersebar mulai tepi sungai Tjitanduj di Djawa Barat hingga lereng-lereng Gunung Lawu di Djawa Timur. Untuk keperluan tersebut fihak Belanda telah mengerahkan sebanjak kira-kira 36.000 orang tentaranja.
Guna menghadapi gerombolan DI-TII/SMK jang berkekuatan sekitar 13.000 orang itu, berapa bataljonkah jang dikerahkan?
Demikianlah, disebabkan oleh aneka-ragam faktor, maka, — setelah inisiatif pada tahun-tahun 1950 — 1952 berada difihak TNI —, lambat-laun didalam tahun-tahun antara 1952 — 1957, inisiatif beralih kembali ketangan fihak DI-TII/SMK, dimana pada tahun 1957 gerombolan tersebut mengalami atau mentjapai masa-masa djajanja.
Sekalipun demikian, ini tidaklah berarti bahwa Divisi Siliwangi hanja berpeluk-lutut dan bertopang-dagu sadja melihat kesemua-nja itu!
Sebagaimana telah disinggung dimuka, maka begitu pengakuan kedaulatan RI diakui oleh Belanda, Divisi Siliwangi langsung berusaha untuk menghantjurkan gerombolan DI-TII/SMK, jakni semendjak tahun 1950. Bahkan begitu mengachiri Long March-nja jang penuh pahit-getir itu, Siliwangi sudah langsung bersilang sendjata melawan DI-TII/SMK jang telah mendjebak dan meratjuni pelbagai warga eselonnja itu. Pertempuran sengit pertama telah terdjadi pada tanggal 25 Djanuari 1949 jang terdjadi di Antralina.<noinclude>{{rh|520}}</noinclude>
dyl819xo8a4gm4o46al51k9cnkbxahf
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/493
104
97570
282569
271386
2026-05-06T12:28:37Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282569
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Perubahan-perubahan lainnja adalah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Letnan I R. Sutjiptono mendjadi Komandan Kompi II/309.|Letnan I Z. Abidin mendjadi Komandan Kompi I/309. |Letnan II Hasan Bisri mendjadi Pd Komandan Kompi III/309.| Letnan II E. Kasmudi mendjadi Pd Kepala Seksi I/309.| Sersan Major Rochmat mendjadi Komandan Peleton I Kompi I/309.| Pembantu Letnan II Kemat DS mendjadi Komandan Peleton I Kompi III/309.}}
Sekalipun Bataljon 309 atau djuga dikenal dengan nama Bataljon 309-11 April/Siliwangi baru kurang-lebih dua bulan berada didaerah Tapanuli Tengah, namun hubungan kekeluargaan dengan
penduduk dimana mereka bertugas, sudah tampak mulai akrab dan ini terbukti pada saat diadakan perajaan-perajaan Hari Natal 1958 serta Tahun Baru 1959, dimana tampak Putera-putera Siliwangi berkundjung kerumah-rumah penduduk untuk memberikan selamat berkenaan dengan hari-hari jang Sutji dan Mulia itu. Memang, kedatangan pasukan-pasukan Siliwangi didaerah Tapanuli itu bukanlah untuk memusuhi saudara-saudaranja akan tetapi hanja bertudjuan untuk membasmi gerakan-gerakan separatis bersendjata jang dilantjarkan oleh fihak PRRI jang sangat mengguntjangkan sendi-sendi kehidupan dan penghidupan rakjat. Sekalipun hampir 90% dari penduduk Tapanuli beragama Kristen sedangkan hampir dari warga Siliwangi jang berada didaerah itu djuga 90% beragama Islam, namun masing-masing menghargai kepertjajaan jang dianut masing-masing, sehingga terdjalinlah rasa persahabatan jang akrab. Memang anak-anak Siliwangi itu, didalam pergaulan mereka, sangat berpegang teguh kepada pepatah orang Sunda, jakni: "Pindah tjai pindah tampian".
Pada tanggal 23 Djanuari 1959, KASAD, Letnan Djenderal A.H. Nasution berkenan untuk menindjau daerah operasi dan tiba di Sibolga dengan diantar oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings. Dalam kesempatan itu, KASAD menjampaikan terimakasih serta selamat atas hasil-hasil jang telah ditjapai oleh Bataljon 309/Siliwangi selama itu.<noinclude>{{rh|||455}}</noinclude>
ayu1t0bf2joanusk9e7d6bnyfemgak1
282572
282569
2026-05-06T12:30:10Z
Suga Widi
25678
282572
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Perubahan-perubahan lainnja adalah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Letnan I R. Sutjiptono mendjadi Komandan Kompi II/309.|Letnan I Z. Abidin mendjadi Komandan Kompi I/309. | {{hanging indent|Letnan II Hasan Bisri mendjadi Pd Komandan Kompi III/309.}}| Letnan II E. Kasmudi mendjadi Pd Kepala Seksi I/309.| Sersan Major Rochmat mendjadi Komandan Peleton I Kompi I/309.| Pembantu Letnan II Kemat DS mendjadi Komandan Peleton I Kompi III/309.}}
Sekalipun Bataljon 309 atau djuga dikenal dengan nama Bataljon 309-11 April/Siliwangi baru kurang-lebih dua bulan berada didaerah Tapanuli Tengah, namun hubungan kekeluargaan dengan
penduduk dimana mereka bertugas, sudah tampak mulai akrab dan ini terbukti pada saat diadakan perajaan-perajaan Hari Natal 1958 serta Tahun Baru 1959, dimana tampak Putera-putera Siliwangi berkundjung kerumah-rumah penduduk untuk memberikan selamat berkenaan dengan hari-hari jang Sutji dan Mulia itu. Memang, kedatangan pasukan-pasukan Siliwangi didaerah Tapanuli itu bukanlah untuk memusuhi saudara-saudaranja akan tetapi hanja bertudjuan untuk membasmi gerakan-gerakan separatis bersendjata jang dilantjarkan oleh fihak PRRI jang sangat mengguntjangkan sendi-sendi kehidupan dan penghidupan rakjat. Sekalipun hampir 90% dari penduduk Tapanuli beragama Kristen sedangkan hampir dari warga Siliwangi jang berada didaerah itu djuga 90% beragama Islam, namun masing-masing menghargai kepertjajaan jang dianut masing-masing, sehingga terdjalinlah rasa persahabatan jang akrab. Memang anak-anak Siliwangi itu, didalam pergaulan mereka, sangat berpegang teguh kepada pepatah orang Sunda, jakni: "Pindah tjai pindah tampian".
Pada tanggal 23 Djanuari 1959, KASAD, Letnan Djenderal A.H. Nasution berkenan untuk menindjau daerah operasi dan tiba di Sibolga dengan diantar oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings. Dalam kesempatan itu, KASAD menjampaikan terimakasih serta selamat atas hasil-hasil jang telah ditjapai oleh Bataljon 309/Siliwangi selama itu.<noinclude>{{rh|||455}}</noinclude>
s6sm8smqcqw6sl4kb2maqfxqtum1xkm
282573
282572
2026-05-06T12:30:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282573
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Perubahan-perubahan lainnja adalah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Letnan I R. Sutjiptono mendjadi Komandan Kompi II/309.|Letnan I Z. Abidin mendjadi Komandan Kompi I/309. |{{hanging indent|Letnan II Hasan Bisri mendjadi Pd Komandan Kompi III/309.}}| Letnan II E. Kasmudi mendjadi Pd Kepala Seksi I/309.|{{hanging indent|Sersan Major Rochmat mendjadi Komandan Peleton I Kompi I/309.}}| Pembantu Letnan II Kemat DS mendjadi Komandan Peleton I Kompi III/309.}}
Sekalipun Bataljon 309 atau djuga dikenal dengan nama Bataljon 309-11 April/Siliwangi baru kurang-lebih dua bulan berada didaerah Tapanuli Tengah, namun hubungan kekeluargaan dengan
penduduk dimana mereka bertugas, sudah tampak mulai akrab dan ini terbukti pada saat diadakan perajaan-perajaan Hari Natal 1958 serta Tahun Baru 1959, dimana tampak Putera-putera Siliwangi berkundjung kerumah-rumah penduduk untuk memberikan selamat berkenaan dengan hari-hari jang Sutji dan Mulia itu. Memang, kedatangan pasukan-pasukan Siliwangi didaerah Tapanuli itu bukanlah untuk memusuhi saudara-saudaranja akan tetapi hanja bertudjuan untuk membasmi gerakan-gerakan separatis bersendjata jang dilantjarkan oleh fihak PRRI jang sangat mengguntjangkan sendi-sendi kehidupan dan penghidupan rakjat. Sekalipun hampir 90% dari penduduk Tapanuli beragama Kristen sedangkan hampir dari warga Siliwangi jang berada didaerah itu djuga 90% beragama Islam, namun masing-masing menghargai kepertjajaan jang dianut masing-masing, sehingga terdjalinlah rasa persahabatan jang akrab. Memang anak-anak Siliwangi itu, didalam pergaulan mereka, sangat berpegang teguh kepada pepatah orang Sunda, jakni: "Pindah tjai pindah tampian".
Pada tanggal 23 Djanuari 1959, KASAD, Letnan Djenderal A.H. Nasution berkenan untuk menindjau daerah operasi dan tiba di Sibolga dengan diantar oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings. Dalam kesempatan itu, KASAD menjampaikan terimakasih serta selamat atas hasil-hasil jang telah ditjapai oleh Bataljon 309/Siliwangi selama itu.<noinclude>{{rh|||455}}</noinclude>
htymkyctrmjjeuh6fuf1n658i3qf5fp
282575
282573
2026-05-06T12:31:46Z
Suga Widi
25678
282575
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Perubahan-perubahan lainnja adalah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Letnan I R. Sutjiptono mendjadi Komandan Kompi II/309.|Letnan I Z. Abidin mendjadi Komandan Kompi I/309. |{{hanging indent|Letnan II Hasan Bisri mendjadi Pd Komandan Kompi III/309.}}| Letnan II E. Kasmudi mendjadi Pd Kepala Seksi I/309.|{{hanging indent|Sersan Major Rochmat mendjadi Komandan Peleton I Kompi I/309.}}|{{hanging indent|Pembantu Letnan II Kemat DS mendjadi Komandan Peleton I Kompi III/309.}}}}
Sekalipun Bataljon 309 atau djuga dikenal dengan nama Bataljon 309-11 April/Siliwangi baru kurang-lebih dua bulan berada didaerah Tapanuli Tengah, namun hubungan kekeluargaan dengan
penduduk dimana mereka bertugas, sudah tampak mulai akrab dan ini terbukti pada saat diadakan perajaan-perajaan Hari Natal 1958 serta Tahun Baru 1959, dimana tampak Putera-putera Siliwangi berkundjung kerumah-rumah penduduk untuk memberikan selamat berkenaan dengan hari-hari jang Sutji dan Mulia itu. Memang, kedatangan pasukan-pasukan Siliwangi didaerah Tapanuli itu bukanlah untuk memusuhi saudara-saudaranja akan tetapi hanja bertudjuan untuk membasmi gerakan-gerakan separatis bersendjata jang dilantjarkan oleh fihak PRRI jang sangat mengguntjangkan sendi-sendi kehidupan dan penghidupan rakjat. Sekalipun hampir 90% dari penduduk Tapanuli beragama Kristen sedangkan hampir dari warga Siliwangi jang berada didaerah itu djuga 90% beragama Islam, namun masing-masing menghargai kepertjajaan jang dianut masing-masing, sehingga terdjalinlah rasa persahabatan jang akrab. Memang anak-anak Siliwangi itu, didalam pergaulan mereka, sangat berpegang teguh kepada pepatah orang Sunda, jakni: "Pindah tjai pindah tampian".
Pada tanggal 23 Djanuari 1959, KASAD, Letnan Djenderal A.H. Nasution berkenan untuk menindjau daerah operasi dan tiba di Sibolga dengan diantar oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings. Dalam kesempatan itu, KASAD menjampaikan terimakasih serta selamat atas hasil-hasil jang telah ditjapai oleh Bataljon 309/Siliwangi selama itu.<noinclude>{{rh|||455}}</noinclude>
lvv5ir096ou4khclwreiluyy12l9flx
282577
282575
2026-05-06T12:33:18Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282577
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Perubahan-perubahan lainnja adalah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Letnan I R. Sutjiptono mendjadi Komandan Kompi II/309.|Letnan I Z. Abidin mendjadi Komandan Kompi I/309. |{{hanging indent|Letnan II Hasan Bisri mendjadi Pd Komandan Kompi III/309.}}| Letnan II E. Kasmudi mendjadi Pd Kepala Seksi I/309.|{{hanging indent|Sersan Major Rochmat mendjadi Komandan Peleton I Kompi I/309.}}|{{hanging indent|Pembantu Letnan II Kemat DS mendjadi Komandan Peleton I Kompi III/309.}}}}
Sekalipun Bataljon 309 atau djuga dikenal dengan nama Bataljon 309-11 April/Siliwangi baru kurang-lebih dua bulan berada didaerah Tapanuli Tengah, namun hubungan kekeluargaan dengan penduduk dimana mereka bertugas, sudah tampak mulai akrab dan ini terbukti pada saat diadakan perajaan-perajaan Hari Natal 1958 serta Tahun Baru 1959, dimana tampak Putera-putera Siliwangi berkundjung kerumah-rumah penduduk untuk memberikan selamat berkenaan dengan hari-hari jang Sutji dan Mulia itu. Memang, kedatangan pasukan-pasukan Siliwangi didaerah Tapanuli itu bukanlah untuk memusuhi saudara-saudaranja akan tetapi hanja bertudjuan untuk membasmi gerakan-gerakan separatis bersendjata jang dilantjarkan oleh fihak PRRI jang sangat mengguntjangkan sendi-sendi kehidupan dan penghidupan rakjat. Sekalipun hampir 90% dari penduduk Tapanuli beragama Kristen sedangkan hampir dari warga Siliwangi jang berada didaerah itu djuga 90% beragama Islam, namun masing-masing menghargai kepertjajaan jang dianut masing-masing, sehingga terdjalinlah rasa persahabatan jang akrab. Memang anak-anak Siliwangi itu, didalam pergaulan mereka, sangat berpegang teguh kepada pepatah orang Sunda, jakni: "Pindah tjai pindah tampian".
Pada tanggal 23 Djanuari 1959, KASAD, Letnan Djenderal A.H. Nasution berkenan untuk menindjau daerah operasi dan tiba di Sibolga dengan diantar oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings. Dalam kesempatan itu, KASAD menjampaikan terimakasih serta selamat atas hasil-hasil jang telah ditjapai oleh Bataljon 309/Siliwangi selama itu.<noinclude>{{rh|||455}}</noinclude>
klmtppe6bj7jzwgyed239n99uv36bs3
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/494
104
97582
282579
271406
2026-05-06T12:33:58Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282579
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Mengingat boleh dikatakan bahwa tugas pertama jang diserahkan kepada Bataljon 309/Siliwangi telah selesai, maka Pos Komando 309/Siliwangi ditarik dari Adiankoting ke Sibolga dan dislokasi daripada pasukan mendjadilah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Kompi Markas di Aek Sitahuis, Lapanlombu dan Mompong, dengan tugas pengamanan atas djembatan Aek Raisah. |Kompi I di Huta Rampa, Lobonagur. |Kompi II di Adiankoting dan pengamanan di Parsingkaman — Pagaranpisang. |Kompi III sebagai tjadangan umum di Sibolga. |Kompi IV di Poriaha. }}
Disamping gerakan-gerakan militer jang bersifat operatief, maka Putera-putera Siliwangi berusaha mendekati keluarga-keluarga dari mereka jang telah menjeleweng dari Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantja Sila dan Undang-undang Dasar 1945, agar supaja dengan bantuan mereka, mereka-mereka jang telah menjeleweng itu dapat kembali kedjalan jang benar. Kesempatan itu memang tampak berhasil dengan kembalinja kepangkuan RI sebanjak kira-kira 300 orang anggauta PRRI dari pasukan Batara I Resimen 3 Divisi Pusuk Buhit dibawah pimpinan Aladin Sitompul lengkap dengan sendjatanja di Sibolga dan mereka kemudian ditampung di Aek Habil/Sarudik. Usaha untuk mengadjak Resimen 3 Pusuk Buhit serta pasukan Batara II kembali kepangkuan RI mengalami kegagalan.
Pada tanggal 25 Djanuari 1959 telah datang rombongan penindjau dari Territorium III/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Amir Machmud jang waktu itu mendjabat sebagai Komandan KMKB Bandung jang terdiri atas beberapa Perwira Menengah. Rombongan tersebut telah menindjau Pos-pos Bataljon 309 serta Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi jang berkedudukan di Tarutung. Diantara para perwira Team Penindjau itu tampak antara lain: Letnan Kolonel Widakdo, ex Komandan RI 9, Letnan Kolonel Rivai Inspektur Djenderal TT III/Siliwangi, Major Sofjan Komandan Detasemen PHB 30, Major Fatah Komandan Bataljon 328 serta lain-lainnja.<noinclude>{{rh|456}}</noinclude>
5h8iw1bgift05cevngrsl1jckjhwjih
282586
282579
2026-05-06T12:37:43Z
Suga Widi
25678
282586
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Mengingat boleh dikatakan bahwa tugas pertama jang diserahkan kepada Bataljon 309/Siliwangi telah selesai, maka Pos Komando 309/Siliwangi ditarik dari Adiankoting ke Sibolga dan dislokasi daripada pasukan mendjadilah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|{{hanging indent|hanging indent|Kompi Markas di Aek Sitahuis, Lapanlombu dan Mompong, dengan tugas pengamanan atas djembatan Aek Raisah.}} |Kompi I di Huta Rampa, Lobonagur. |Kompi II di Adiankoting dan pengamanan di Parsingkaman — Pagaranpisang. |Kompi III sebagai tjadangan umum di Sibolga. |Kompi IV di Poriaha. }}
Disamping gerakan-gerakan militer jang bersifat operatief, maka Putera-putera Siliwangi berusaha mendekati keluarga-keluarga dari mereka jang telah menjeleweng dari Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantja Sila dan Undang-undang Dasar 1945, agar supaja dengan bantuan mereka, mereka-mereka jang telah menjeleweng itu dapat kembali kedjalan jang benar. Kesempatan itu memang tampak berhasil dengan kembalinja kepangkuan RI sebanjak kira-kira 300 orang anggauta PRRI dari pasukan Batara I Resimen 3 Divisi Pusuk Buhit dibawah pimpinan Aladin Sitompul lengkap dengan sendjatanja di Sibolga dan mereka kemudian ditampung di Aek Habil/Sarudik. Usaha untuk mengadjak Resimen 3 Pusuk Buhit serta pasukan Batara II kembali kepangkuan RI mengalami kegagalan.
Pada tanggal 25 Djanuari 1959 telah datang rombongan penindjau dari Territorium III/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Amir Machmud jang waktu itu mendjabat sebagai Komandan KMKB Bandung jang terdiri atas beberapa Perwira Menengah. Rombongan tersebut telah menindjau Pos-pos Bataljon 309 serta Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi jang berkedudukan di Tarutung. Diantara para perwira Team Penindjau itu tampak antara lain: Letnan Kolonel Widakdo, ex Komandan RI 9, Letnan Kolonel Rivai Inspektur Djenderal TT III/Siliwangi, Major Sofjan Komandan Detasemen PHB 30, Major Fatah Komandan Bataljon 328 serta lain-lainnja.<noinclude>{{rh|456}}</noinclude>
2qpx0ynafqc5euea85v1vcbk8f63aqf
282588
282586
2026-05-06T12:38:36Z
Suga Widi
25678
282588
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Mengingat boleh dikatakan bahwa tugas pertama jang diserahkan kepada Bataljon 309/Siliwangi telah selesai, maka Pos Komando 309/Siliwangi ditarik dari Adiankoting ke Sibolga dan dislokasi daripada pasukan mendjadilah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|{{hanging indent|2|Kompi Markas di Aek Sitahuis, Lapanlombu dan Mompong, dengan tugas pengamanan atas djembatan Aek Raisah.}} |Kompi I di Huta Rampa, Lobonagur. |Kompi II di Adiankoting dan pengamanan di Parsingkaman — Pagaranpisang. |Kompi III sebagai tjadangan umum di Sibolga. |Kompi IV di Poriaha. }}
Disamping gerakan-gerakan militer jang bersifat operatief, maka Putera-putera Siliwangi berusaha mendekati keluarga-keluarga dari mereka jang telah menjeleweng dari Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantja Sila dan Undang-undang Dasar 1945, agar supaja dengan bantuan mereka, mereka-mereka jang telah menjeleweng itu dapat kembali kedjalan jang benar. Kesempatan itu memang tampak berhasil dengan kembalinja kepangkuan RI sebanjak kira-kira 300 orang anggauta PRRI dari pasukan Batara I Resimen 3 Divisi Pusuk Buhit dibawah pimpinan Aladin Sitompul lengkap dengan sendjatanja di Sibolga dan mereka kemudian ditampung di Aek Habil/Sarudik. Usaha untuk mengadjak Resimen 3 Pusuk Buhit serta pasukan Batara II kembali kepangkuan RI mengalami kegagalan.
Pada tanggal 25 Djanuari 1959 telah datang rombongan penindjau dari Territorium III/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Amir Machmud jang waktu itu mendjabat sebagai Komandan KMKB Bandung jang terdiri atas beberapa Perwira Menengah. Rombongan tersebut telah menindjau Pos-pos Bataljon 309 serta Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi jang berkedudukan di Tarutung. Diantara para perwira Team Penindjau itu tampak antara lain: Letnan Kolonel Widakdo, ex Komandan RI 9, Letnan Kolonel Rivai Inspektur Djenderal TT III/Siliwangi, Major Sofjan Komandan Detasemen PHB 30, Major Fatah Komandan Bataljon 328 serta lain-lainnja.<noinclude>{{rh|456}}</noinclude>
58hlduxed2eqz98y2stt35bwmwdk82n
282591
282588
2026-05-06T12:39:53Z
Suga Widi
25678
282591
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Mengingat boleh dikatakan bahwa tugas pertama jang diserahkan kepada Bataljon 309/Siliwangi telah selesai, maka Pos Komando 309/Siliwangi ditarik dari Adiankoting ke Sibolga dan dislokasi daripada pasukan mendjadilah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|{{hanging indent|Kompi Markas di Aek Sitahuis, Lapanlombu dan Mompong, dengan tugas pengamanan atas djembatan Aek Raisah.}} |Kompi I di Huta Rampa, Lobonagur. | {{hanging indent|Kompi II di Adiankoting dan pengamanan di Perlengkapan — Pagaranpisang.}} |Kompi III sebagai tjadangan umum di Sibolga. |Kompi IV di Poriaha. }}
Disamping gerakan-gerakan militer jang bersifat operatief, maka Putera-putera Siliwangi berusaha mendekati keluarga-keluarga dari mereka jang telah menjeleweng dari Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantja Sila dan Undang-undang Dasar 1945, agar supaja dengan bantuan mereka, mereka-mereka jang telah menjeleweng itu dapat kembali kedjalan jang benar. Kesempatan itu memang tampak berhasil dengan kembalinja kepangkuan RI sebanjak kira-kira 300 orang anggauta PRRI dari pasukan Batara I Resimen 3 Divisi Pusuk Buhit dibawah pimpinan Aladin Sitompul lengkap dengan sendjatanja di Sibolga dan mereka kemudian ditampung di Aek Habil/Sarudik. Usaha untuk mengadjak Resimen 3 Pusuk Buhit serta pasukan Batara II kembali kepangkuan RI mengalami kegagalan.
Pada tanggal 25 Djanuari 1959 telah datang rombongan penindjau dari Territorium III/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Amir Machmud jang waktu itu mendjabat sebagai Komandan KMKB Bandung jang terdiri atas beberapa Perwira Menengah. Rombongan tersebut telah menindjau Pos-pos Bataljon 309 serta Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi jang berkedudukan di Tarutung. Diantara para perwira Team Penindjau itu tampak antara lain: Letnan Kolonel Widakdo, ex Komandan RI 9, Letnan Kolonel Rivai Inspektur Djenderal TT III/Siliwangi, Major Sofjan Komandan Detasemen PHB 30, Major Fatah Komandan Bataljon 328 serta lain-lainnja.<noinclude>{{rh|456}}</noinclude>
as5dmfrs8daag9kqx9axdolm6kt2jqk
282593
282591
2026-05-06T12:40:51Z
Suga Widi
25678
282593
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Mengingat boleh dikatakan bahwa tugas pertama jang diserahkan kepada Bataljon 309/Siliwangi telah selesai, maka Pos Komando 309/Siliwangi ditarik dari Adiankoting ke Sibolga dan dislokasi daripada pasukan mendjadilah sebagai berikut:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|{{hanging indent|Kompi Markas di Aek Sitahuis, Lapanlombu dan Mompong, dengan tugas pengamanan atas djembatan Aek Raisah.}} |Kompi I di Huta Rampa, Lobonagur. | {{hanging indent|Kompi II di Adiankoting dan pengamanan di Persingkaman — Pagaranpisang.}} |Kompi III sebagai tjadangan umum di Sibolga. |Kompi IV di Poriaha. }}
Disamping gerakan-gerakan militer jang bersifat operatief, maka Putera-putera Siliwangi berusaha mendekati keluarga-keluarga dari mereka jang telah menjeleweng dari Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantja Sila dan Undang-undang Dasar 1945, agar supaja dengan bantuan mereka, mereka-mereka jang telah menjeleweng itu dapat kembali kedjalan jang benar. Kesempatan itu memang tampak berhasil dengan kembalinja kepangkuan RI sebanjak kira-kira 300 orang anggauta PRRI dari pasukan Batara I Resimen 3 Divisi Pusuk Buhit dibawah pimpinan Aladin Sitompul lengkap dengan sendjatanja di Sibolga dan mereka kemudian ditampung di Aek Habil/Sarudik. Usaha untuk mengadjak Resimen 3 Pusuk Buhit serta pasukan Batara II kembali kepangkuan RI mengalami kegagalan.
Pada tanggal 25 Djanuari 1959 telah datang rombongan penindjau dari Territorium III/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Amir Machmud jang waktu itu mendjabat sebagai Komandan KMKB Bandung jang terdiri atas beberapa Perwira Menengah. Rombongan tersebut telah menindjau Pos-pos Bataljon 309 serta Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi jang berkedudukan di Tarutung. Diantara para perwira Team Penindjau itu tampak antara lain: Letnan Kolonel Widakdo, ex Komandan RI 9, Letnan Kolonel Rivai Inspektur Djenderal TT III/Siliwangi, Major Sofjan Komandan Detasemen PHB 30, Major Fatah Komandan Bataljon 328 serta lain-lainnja.<noinclude>{{rh|456}}</noinclude>
7tx6rmic7fitfyg5is49bi3df6cas5w
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/765
104
97593
283503
271433
2026-05-07T05:04:55Z
Devi 4340
13230
/* Tervalidasi */
283503
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>penjusunan ke-arah konsolidasi dan kesempurnaan sesuai dengan tjita-tjita jang semula. Lambat-laun hasil perdjuangan dalam lapangan penerangan, radio dan pers, mulai tampak, sehingga aliran federalisme semakin berkurang dan Rakjat menghendaki peleburan Republik Indonesia Serikat (R.I.S.) mendjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penggabungan menudju ke-arah persatuan ini, merupakan sebagai dorongan guna lebih mendalam dan lebih giat berusaha agar sisa-sisa pendjadjahan dapat tjepat dihapuskan menudju kepada usaha-usaha Nasional jang sesuai dengan tjita-tjita Bangsa Indonesia.
Usaha pembangunan masjarakat bagi Djawa-Timur chususnja meliputi masaalah penerangan, pers, radio dan pendidikan.
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh|||655}}</noinclude>
hgvzq48fl8t6fm2wiwkzzi2f0bohwsb
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/564
104
97605
282658
277915
2026-05-06T13:19:47Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282658
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ol|list_style_type=decimal|start=2
|Penjerangan TNI pada hari itu dianggap sebagai permakluman perang dari TNI kepada Tentara Islam Indonesia.
|Sebagai akibat dari kedjadian itu, maka fihak DI-TIL/SMK pada hari tersebut, jakni tanggal 25 Djanuari 1949, mengeluarkan "Maklumat DI No. 1” jang pada pokoknja menganggap Siliwangi jang baru pulang dari hidjrah itu, sebagai "tentara liar” jang perlu ditindak.}}
Bagi TNI sendiri, peristiwa di Antralina itu merupakan suatu bukti jang njata bahwa DI-TII/SMK dengan “Negara Islam Indonesia”-nja sudah beri'tikad untuk menghantjurkan TNI, chususnja Divisi Siliwangi.
Namun setjara djudjur haruslah diakui, bahwa tahun 1957 merupakan tahun jang paling sulit bagi Divisi Siliwangi selama ini. Bolehlah dikatakan bahwa pada waktu itu, setiap minggunja ada sadja pos-pos Siliwangi jang diserang oleh DI-TII/SMK. Dengan susah-pajah Divisi Siliwangi berdjuang, membendung arus offensief DI-TII/SMK. Dengan mengerahkan daja-mampunja jang ada setjara maksimal, Divisi Siliwangi pada tahun itu telah menerdjunkan eselon-eselon tempurnja untuk melakukan gerakan-gerakan militer dalam bentuk offensief didalam rangka mentjapai keadaan "titik berimbang” alias membuntukan badai offensief DI-TII/SMK. Sekalipun gerakan-gerakan militer Divisi Siliwangi itu tidak sistimatis dan kadang hanja bersifat menghambur-hamburkan tenaga sadja, namun toch achirnja keadaan termaksud diatas dapat ditjapai djuga pada achir tahun 1951.
Alhamdulillah! Pada achirnja, setelah terpukul kanan-kiri, si ”maung” Siliwangi terbangun djuga! Siliwangi telah kembali pada ”vorm”-nja.
Mengenai mengembangnja gerombolan DI-TII/SMK itu, Pak Nasution antara lain mengatakan sebagai berikut:
"{{...|10}}Sampai sekarang operasi-operasi terlalu bersifat insidentiel, bersifat lokal dan bersifat routine, djadi tanpa program pokok 3 a 5 tahun jang dilaksanakan setjara tegas dan sistimatisch, seperti jang dirantjang bermula dalam ”Operasi Merdeka”. Sudah lazim sekarang didalam {{hws|daerah|daerah-daerah}}<noinclude>{{rh|526}}</noinclude>
rkpskrn0nq21f8umnn96r8frg98dvor
282663
282658
2026-05-06T13:22:50Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282663
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ol|list_style_type=decimal|start=2
|Penjerangan TNI pada hari itu dianggap sebagai permakluman perang dari TNI kepada Tentara Islam Indonesia.
|Sebagai akibat dari kedjadian itu, maka fihak DI-TII/SMK pada hari tersebut, jakni tanggal 25 Djanuari 1949, mengeluarkan "Maklumat DI No. 1” jang pada pokoknja menganggap Siliwangi jang baru pulang dari hidjrah itu, sebagai "tentara liar” jang perlu ditindak.}}
Bagi TNI sendiri, peristiwa di Antralina itu merupakan suatu bukti jang njata bahwa DI-TII/SMK dengan “Negara Islam Indonesia”-nja sudah beri'tikad untuk menghantjurkan TNI, chususnja Divisi Siliwangi.
Namun setjara djudjur haruslah diakui, bahwa tahun 1957 merupakan tahun jang paling sulit bagi Divisi Siliwangi selama ini. Bolehlah dikatakan bahwa pada waktu itu, setiap minggunja ada sadja pos-pos Siliwangi jang diserang oleh DI-TII/SMK. Dengan susah-pajah Divisi Siliwangi berdjuang, membendung arus offensief DI-TII/SMK. Dengan mengerahkan daja-mampunja jang ada setjara maksimal, Divisi Siliwangi pada tahun itu telah menerdjunkan eselon-eselon tempurnja untuk melakukan gerakan-gerakan militer dalam bentuk offensief didalam rangka mentjapai keadaan "titik berimbang” alias membuntukan badai offensief DI-TII/SMK. Sekalipun gerakan-gerakan militer Divisi Siliwangi itu tidak sistimatis dan kadang hanja bersifat menghambur-hamburkan tenaga sadja, namun toch achirnja keadaan termaksud diatas dapat ditjapai djuga pada achir tahun 1951.
Alhamdulillah! Pada achirnja, setelah terpukul kanan-kiri, si ”maung” Siliwangi terbangun djuga! Siliwangi telah kembali pada ”vorm”-nja.
Mengenai mengembangnja gerombolan DI-TII/SMK itu, Pak Nasution antara lain mengatakan sebagai berikut:
"{{...|10}}Sampai sekarang operasi-operasi terlalu bersifat insidentiel, bersifat lokal dan bersifat routine, djadi tanpa program pokok 3 a 5 tahun jang dilaksanakan setjara tegas dan sistimatisch, seperti jang dirantjang bermula dalam ”Operasi Merdeka”. Sudah lazim sekarang didalam {{hws|daerah|daerah-daerah}}<noinclude>{{rh|526}}</noinclude>
02tsqrf9xn0sdsixqjk9qar36zlo1gm
282664
282663
2026-05-06T13:24:32Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282664
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ol|list_style_type=decimal|start=2
|Penjerangan TNI pada hari itu dianggap sebagai permakluman perang dari TNI kepada Tentara Islam Indonesia.
|Sebagai akibat dari kedjadian itu, maka fihak DI-TII/SMK pada hari tersebut, jakni tanggal 25 Djanuari 1949, mengeluarkan "Maklumat DI No. 1” jang pada pokoknja menganggap Siliwangi jang baru pulang dari hidjrah itu, sebagai "tentara liar” jang perlu ditindak.}}
Bagi TNI sendiri, peristiwa di Antralina itu merupakan suatu bukti jang njata bahwa DI-TII/SMK dengan “Negara Islam Indonesia”-nja sudah beri'tikad untuk menghantjurkan TNI, chususnja Divisi Siliwangi.
Namun setjara djudjur haruslah diakui, bahwa tahun 1957 merupakan tahun jang paling sulit bagi Divisi Siliwangi selama ini. Bolehlah dikatakan bahwa pada waktu itu, setiap minggunja ada sadja pos-pos Siliwangi jang diserang oleh DI-TII/SMK. Dengan susah-pajah Divisi Siliwangi berdjuang, membendung arus offensief DI TII/SMK. Dengan mengerahkan daja-mampunja jang ada setjara maksimal, Divisi Siliwangi pada tahun itu telah menerdjunkan eselon-eselon tempurnja untuk melakukan gerakan-gerakan militer dalam bentuk offensief didalam rangka mentjapai keadaan "titik berimbang” alias membuntukan badai offensief DI-TII/SMK. Sekalipun gerakan-gerakan militer Divisi Siliwangi itu tidak sistimatis dan kadang hanja bersifat menghambur-hamburkan tenaga sadja, namun toch achirnja keadaan termaksud diatas dapat ditjapai djuga pada achir tahun 1951.
Alhamdulillah! Pada achirnja, setelah terpukul kanan-kiri, si ”maung” Siliwangi terbangun djuga! Siliwangi telah kembali pada ”vorm”-nja.
Mengenai mengembangnja gerombolan DI-TII/SMK itu, Pak Nasution antara lain mengatakan sebagai berikut:
:"{{...|10}}Sampai sekarang operasi-operasi terlalu bersifat insidentiel, bersifat lokal dan bersifat routine, djadi tanpa program pokok 3 a 5 tahun jang dilaksanakan setjara tegas dan sistimatisch, seperti jang dirantjang bermula dalam ”Operasi Merdeka”. Sudah lazim sekarang didalam {{hws|daerah|daerah-daerah}}<noinclude>{{rh|526}}</noinclude>
hrtnb5quoap90zdm7zvacqt6rx0nmx6
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/522
104
97606
282631
271485
2026-05-06T12:59:32Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282631
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
:Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
''e. Pelaksanaan tugas.''
Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
84oikje7iv6gjfdhnfu8yafx7ng2ujt
282632
282631
2026-05-06T13:00:15Z
Suga Widi
25678
282632
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
:Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
''e. Pelaksanaan tugas.''
:Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
7nth3za6x1zcw473wozcovw9c5inzsi
282633
282632
2026-05-06T13:01:14Z
Suga Widi
25678
282633
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
:Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
{{PUU-nomor|n=e
|''e. Pelaksanaan tugas.''
}}
:Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
afek7cjvr5eyxf9iiz8g3ddzf5yj83x
282634
282633
2026-05-06T13:01:50Z
Suga Widi
25678
282634
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
:Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
{{PUU-nomor|n=a|m=5
|''Pelaksanaan tugas.''
}}
:Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
5qkihe9ubumaqaqx3vdyo56q4cpwfdn
282635
282634
2026-05-06T13:02:57Z
Suga Widi
25678
282635
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
:Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
{{PUU-nomor|n=a|m=5
|''Pelaksanaan tugas.''
}}
:Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
teh1e77xdi69bmlh6ac3dwbyy5rrrob
282637
282635
2026-05-06T13:03:50Z
Suga Widi
25678
282637
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Untuk tugas duta, maka Jon Garuda II dibekali dengan alat-alat kesenian, antara lain wajang satu stel, alat-alat kesenian, angklung, film-film Indonesia, piringan-piringan hitam lagu-lagu Indonesia, brosur-brosur, potret-potret dan gambar-gambar, souvenier-souvenier seperti dari KASAD dan PANGDAM, dari vaandel-vaandel Jon dalam bentuk ukuran ketjil-ketjil sampai kain-kain batik dan kelom-kelom geulis, hasil keradjinan tangan dan sebagainja. Dengan perkataan lain, persiapan logistik Jon Garuda II tidak hanja bergantung kepada ONUC sadja, terketjuali dalam hal kendaraan-kendaraan besar dan pemeliharaan logistik selandjutnja.
::Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Jon Garuda II sungguh-sungguh siap untuk melaksanakan tugasnja dengan sebaik-baiknja, baik ditindjau dari sudut mental-moril, psychis, maupun fisik. Kesemuanja itu tiada lain disebabkan karena kebanggaan jang merata diantara Warga Jon Garuda II atas kepertjajaan Negara dan Bangsa jang dipikulkan diatas pundak masing-masing, dan sifat ingin menambah pengalaman dan pengetahuan, masing-masing anggauta dapat kesempatan melihat-lihat negara-negara lain dan bangsa-bangsa lain jang merupakan suatu hal jang menarik sekali, serta pula adanja persiapan-persiapan jang dirasakan sempurna sekali dalam bidang personil dan materiil. Lagi pula Bataljon itu merupakan suatu Satuan jang sudah bertradisi jang tjukup lama dan sudah kompak, dengan mempunjai pengalaman operasi hampir diseluruh wilajah Indonesia, ditambah pula dengan penguatan unsur pimpinan dan persiapan logistik jang menurut ukuran kita sungguh-sungguh hebat sempurna (dan memang ternjata lebih sempurna dari Kontingen-kontingen lain).
{{PUU-nomor|n=a|m=5
|''Pelaksanaan tugas.''
}}
:Pada tanggal 8 September 1960, Jon 330/Kudjang 1/Slw., dibawah pimpinan Komandan Bataljon Letnan Kolonel Solichin Gautama Purwanagara serta Wakil Komandan Bataljon Major R.S. Surya, telah berangkat meninggalkan<noinclude>{{rh|484}}</noinclude>
g42t7ndyfcjs5iiasz61b9x62v4ohvo
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/581
104
97607
282816
271495
2026-05-06T15:07:29Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sekarang tibalah waktunja untuk mengikut-sertakan rakjat itu kedalam operasi-operasi kita. Mereka akan diikut-sertakan didalam operasi-operasi kita, jang diwilajah itu akan terkenal dengan nama "perang Bedog". Kepada rakjat jang diikut-sertakan didalam operasi-operasi kita itu, berlaku instruksi-instruksi sebagaimana telah dibitjarakan dimuka. Agar mereka itu menjertai bersama kita didalam operasi-operasi kita, maka diadakanlah pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh rakjat setempat, diadakan rapat-rapat akbar dengan rakjat setempat.
Kalangan Djawara, jang merupakan tokoh-tokoh jang menondjol dimasjarakat Banten, jang sudah kembali kefihak kita diberi sebutan-sebutan Panglima. Misalnja Panglima Tjisaat, dan sebagainja.
Berkat mengikut-sertakan rakjat setempat itu jang ikut-serta dengan suka-rela, maka daerah Kabupaten Lebak sudah dapat aman kembali dalam tempo sekitar 5 atau 6 bulan, baik didaerah jang pada dasarnja mendjadi tanggungdjawab Bataljon 515 Brawidjaja, maupun daerah tanggungdjawab Bataljon 320.
Bataljon 328 Para Kudjang II/Siliwangi lalu diinzet diwilajah tanggungdjawab KOREM 8 Bogor, jakni di DO-C.15 jang terkenal sebagai Komando Pangrango — Gede itu.
Didalam rangka melaksanakan tugas tanggungdjawab pengamanan di DO-C.15 inilah, atas dasar pengalaman-pengalaman di DO-C.19 dan berkat ketadjaman pandangan Komandan KOREM 8 Bogor pada waktu itu, dapatlah dikembangkan dengan sepenuhnja tjara isolasi totaal jang dikemudian hari akan kita kenal dan terkenal sebagai Pagar-Betis itu.
Pagar-Betis jang merupakan pelaksanaan daripada RP 2.1. — P.4.K. — RO 2.1.2. — RO 2.1.2.1., ternjata membuka lembaran baru bagi sedjarah pemulihan keamanan diwilajah Djawa Barat. Si "maung" Siliwangi setelah bangun, achirnja menemukan landasan tjara jang tepat untuk menghantjurkan DI-TII/SMK.
Untuk melaksanakan RO 2.1.2. dan 2.1.2.1., maka telah dikeluarkan PO-PO sebagai berikut:
#PO "Tjepat" I sampai dengan XII/achir dalam djangka waktu antara 1 Djanuari 1961 sampai dengan 31 Djanuari 1962.<noinclude>{{rh|||543}}</noinclude>
fzvzjapqp25lstq96pf0wfu5jsop1ac
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/523
104
97611
282639
271497
2026-05-06T13:04:35Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282639
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>kota Bandung menudju Djakarta, untuk selandjutnja pada keesokan harinja tanggal 9 September 1960 bataljon tersebut dengan resmi diserahkan oleh Panglima VI/Siliwangi, Kolonel Ibrahim Adjie, kepada MEN/KASAD Djenderal A.H. Nasution, dilapangan Banteng Djakarta, guna kemudian oleh MEN/KASAD diresmikan mendjadi Bataljon
Garuda II.
Tepat pada djam 18.00 tanggal 10 September 1960, dengan diiringi oleh lagu "Rajuan Pulau Kelapa”, kapal USS "BEXAR” jang mengangkut Jon Garuda II melepaskan diri dari dermaga Tandjung Priok. Sebelumnja, Jon Garuda II telah melaksanakan upatjara-upatjara militer dengan mendapat perhatian jang melimpah-limpah dari Pimpinan TNI-AD chususnja maupun masjarakat pada umumnja. Nampak diantara jang turut serta "melepas” Jon Garuda II berangkat menunaikan tugas itu adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Gerakan pemindahan dari tempat berkumpul di Djakarta menudju benua Afrika dengan kapal USS "BEXAR”" itu dinamakan Gerakan 'Djaka Tawang”, sesuai dengan Perintah Operasi/Patroli Jon Garuda II No. PO-02/9/1960 tertanggal Posko Jon 0924 September 1960 dalam rentjana penggabungan Jon Garuda II dengan ONUC di Kongo. Kapal USS "BEXAR” adalah sebuah kapal transport Angkatan Laut Amerika Serikat, berat 11.000 ton dan chusus dibuat untuk mengangkut suatu satuan sebesar 1 bataljon team pertempuran dalam melaksanakan pendaratan dari arah lautan Atlantik, jang merupakan pengalaman baru pula bagi Jon Garuda II. Perdjalanan laut djarak djauh
ini merupakan salah satu bahagian jang berat dari rangkaian kedjadian-kedjadian selandjutnja.
Kesan pertama dari pimpinan serta awak kapal, merupakan kesan jang baik sebagai akibat pelaksanaan embarkasi personil Jon Garuda II, jang dapat melaksanakanja hanja dalam waktu setengah djam dan dilakukan dengan tertib dan teratur. Biasanja, kalau untuk 1 bataljon USA, untuk keperluan embarkasi sadja memerlukan waktu 4 sampai 5 djam. Hal ini menjebabkan hilangnja kebimbangan pim-<noinclude>{{rh|||485}}</noinclude>
cty1qm41xh1dc4lqpo0hdjz5tdgftr9
282641
282639
2026-05-06T13:05:51Z
Suga Widi
25678
282641
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>kota Bandung menudju Djakarta, untuk selandjutnja pada keesokan harinja tanggal 9 September 1960 bataljon tersebut dengan resmi diserahkan oleh Panglima VI/Siliwangi, Kolonel Ibrahim Adjie, kepada MEN/KASAD Djenderal A.H. Nasution, dilapangan Banteng Djakarta, guna kemudian oleh MEN/KASAD diresmikan mendjadi Bataljon
Garuda II.
Tepat pada djam 18.00 tanggal 10 September 1960, dengan diiringi oleh lagu "Rajuan Pulau Kelapa”, kapal USS "BEXAR” jang mengangkut Jon Garuda II melepaskan diri dari dermaga Tandjung Priok. Sebelumnja, Jon Garuda II telah melaksanakan upatjara-upatjara militer dengan mendapat perhatian jang melimpah-limpah dari Pimpinan TNI-AD chususnja maupun masjarakat pada umumnja. Nampak diantara jang turut serta "melepas” Jon Garuda II berangkat menunaikan tugas itu adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Gerakan pemindahan dari tempat berkumpul di Djakarta menudju benua Afrika dengan kapal USS "BEXAR”" itu dinamakan Gerakan "Djaka Tawang”, sesuai dengan Perintah Operasi/Patroli Jon Garuda II No. PO-02/9/1960 tertanggal Posko Jon 0924 September 1960 dalam rentjana penggabungan Jon Garuda II dengan ONUC di Kongo. Kapal USS "BEXAR” adalah sebuah kapal transport Angkatan Laut Amerika Serikat, berat 11.000 ton dan chusus dibuat untuk mengangkut suatu satuan sebesar 1 bataljon team pertempuran dalam melaksanakan pendaratan dari arah lautan Atlantik, jang merupakan pengalaman baru pula bagi Jon Garuda II. Perdjalanan laut djarak djauh
ini merupakan salah satu bahagian jang berat dari rangkaian kedjadian-kedjadian selandjutnja.
Kesan pertama dari pimpinan serta awak kapal, merupakan kesan jang baik sebagai akibat pelaksanaan embarkasi personil Jon Garuda II, jang dapat melaksanakanja hanja dalam waktu setengah djam dan dilakukan dengan tertib dan teratur. Biasanja, kalau untuk 1 bataljon USA, untuk keperluan embarkasi sadja memerlukan waktu 4 sampai 5 djam. Hal ini menjebabkan hilangnja kebimbangan pim-<noinclude>{{rh|||485}}</noinclude>
owwexrxu7ulrfab1v74wn5a8pwryn3c
282642
282641
2026-05-06T13:06:46Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282642
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>kota Bandung menudju Djakarta, untuk selandjutnja pada keesokan harinja tanggal 9 September 1960 bataljon tersebut dengan resmi diserahkan oleh Panglima VI/Siliwangi, Kolonel Ibrahim Adjie, kepada MEN/KASAD Djenderal A.H. Nasution, dilapangan Banteng Djakarta, guna kemudian oleh MEN/KASAD diresmikan mendjadi Bataljon
Garuda II.
Tepat pada djam 18.00 tanggal 10 September 1960, dengan diiringi oleh lagu "Rajuan Pulau Kelapa”, kapal USS "BEXAR” jang mengangkut Jon Garuda II melepaskan diri dari dermaga Tandjung Priok. Sebelumnja, Jon Garuda II telah melaksanakan upatjara-upatjara militer dengan mendapat perhatian jang melimpah-limpah dari Pimpinan TNI-AD chususnja maupun masjarakat pada umumnja. Nampak diantara jang turut serta "melepas” Jon Garuda II berangkat menunaikan tugas itu adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Gerakan pemindahan dari tempat berkumpul di Djakarta menudju benua Afrika dengan kapal USS "BEXAR”" itu dinamakan Gerakan "Djaka Tawang”, sesuai dengan Perintah Operasi/Patroli Jon Garuda II No. PO-02/9/1960 tertanggal Posko Jon 0924 September 1960 dalam rentjana penggabungan Jon Garuda II dengan ONUC di Kongo. Kapal USS "BEXAR” adalah sebuah kapal transport Angkatan Laut Amerika Serikat, berat 11.000 ton dan chusus dibuat untuk mengangkut suatu satuan sebesar 1 bataljon team pertempuran dalam melaksanakan pendaratan dari arah lautan Atlantik, jang merupakan pengalaman baru pula bagi Jon Garuda II. Perdjalanan laut djarak djauh ini merupakan salah satu bahagian jang berat dari rangkaian kedjadian-kedjadian selandjutnja.
Kesan pertama dari pimpinan serta awak kapal, merupakan kesan jang baik sebagai akibat pelaksanaan embarkasi personil Jon Garuda II, jang dapat melaksanakanja hanja dalam waktu setengah djam dan dilakukan dengan tertib dan teratur. Biasanja, kalau untuk 1 bataljon USA, untuk keperluan embarkasi sadja memerlukan waktu 4 sampai 5 djam. Hal ini menjebabkan hilangnja kebimbangan pim-<noinclude>{{rh|||485}}</noinclude>
ln68oidokcoziwxltneas8es0u691fz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/583
104
97612
282823
271507
2026-05-06T15:10:57Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>#<li value="2">PO "Brata-Yudha" I sampai dengan IV dalam djangka waktu antara bulan Maret sampai dengan Djuni 1962.
#PO "Pamungkas" I sampai dengan IV dalam djangka waktu antara bulan Agustus 1962 sampai dengan Djanuari 1963.
Dalam rangka Operasi Brata-Yudha inilah gembong DI-TII, Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo telah berhasil disergap oleh Kompi C Bataljon 328 Para Kudjang II/Siliwangi dikomplex gunung Geger Priangan Tengah pada tanggal 4 Djuni 1962.
Adapun guna mempertjepat program jang telah digariskan oleh Pemerintah, jakni bahwa pemulihan keamanan di Djawa Barat harus sudah dapat diselesaikan dalam achir tahun 1962, maka KODAM VI/Siliwangi mengadakan suatu operasi penentuan. |
Operasi tersebut dinamakan Operasi "Brata-Yudha” jang dilantjarkan pada permulaan bulan April 1962. Disamping satuan-satuan Siliwangi sendiri, maka dalam operasi-operasi tersebut telah pula dikerahkan pasukan-pasukan dari KODAM VII/Diponegoro dan KODAM VIII/Brawidjaja. Jang didjadikan pasukan inti dalam operasi tersebut adalah Bataljon 328 Para Kudjang II/Siliwangi. Daerah Operasi Brata Yudha ini terdiri atas Kuru Setra I sampai dengan V, KOREM Bogor, KOREM Purwakarta dan KOREM Priangan Timur.
Pada tanggal 2 April 1962, dengan bertempat di Tjipanas, diadakanlah briefing Staf Pos KODAM VI/Siliwangi, dibawah pimpinan Assisten 2 Letnan Kolonel Solichin jang dihadiri oleh Kepala-kepala Bagian dari Pos KODAM VI/Siliwangi. Dalam briefing tersebut telah dibahas:
{{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|Landasan-landasan kerdja bagi seluruh anggauta Pos KODAM VI/Siliwangi. |Opset PO Brata Yudha I. |Kemungkinan-kemungkinan lawan. |Rentjana pelaksanaan dari KOREM-KOREM. |Kewadjiban Pa Staf Pos KODAM VI/Siliwangi terhadap rentjana pelaksanaan KOREM-KOREM sebelum, selama dan sesudah dalam pelaksanaan.}}
Didalam Operasi Brata Yudha, maka daerah-daerah operasi dibagi mendjadi Kuru Setra, jakni:<noinclude>{{rh|||545}}</noinclude>
aapivxy9pqcib8eubt5deug6c67mvpi
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/524
104
97614
282643
271503
2026-05-06T13:08:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282643
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>pinan kapal tentang kwalitas dari bataljon Indonesia jang menurut keterangan mereka, pada mulanja disangsikan. Oleh karena perdjalanan ini akan memakan waktu tidak kurang dari 3 minggu, maka pimpinan Jon berusaha agar selama dalam perdjalanan itu tetap terpelihara kesibukan-kesibukan untuk menghilangkan rasa djemu. Dikeluarkanlah peraturan-peraturan/ketentuan-ketentuan tentang pemeliharaan disiplin dan ketertiban/kebersihan jang teliti sekali. Kemudian ditentukan rentjana latihan jang bertudjuan untuk memelihara moril, keadaan fisik, dan pengetahuan teknis militer dengan diselingi oleh hiburan-hiburan jang tjukup menarik. Pengawasan jang tertib dan terus-menerus telah mendjamin pelaksanaan dari ketentuan-ketentuan jang telah dikeluarkan, setjara maksimal.
Kegiatan-kegiatan jang terus-menerus itu, ditambah lagi dengan kemampuan bergaul jang soepel tetapi berlandaskan kepribadian sendiri, telah mengagumkan pimpinan dan seluruh awak kapal USS "BEXAR?”, sehingga setjara spontaan mereka mengakui, bahwa kapal USS "BEXAR" belum pernah mengangkut suatu pasukan jang sebaik Bataljon
Garuda II......... "even not U.S. troops”, katanja.
Setiba diibukota Leopoldville, maka terasalah adanja kesimpang-siuran serta persaingan-persaingan diantara Perwira Staf ONUC. Fihak Pimpinan Jon Garuda II telah berusaha untuk memberikan laporan tentang kedatangannja itu langsung kepada Supreme Commander. Akan tetapi
usaha ini mendapat rintangan dari pribadi-pribadi sementara Perwira Kontingen India jang ingin memonopoli hubungan langsung dengan Supreme Commander, Letnan Djenderal Carl Carlson Von Horn. Namun achirnja pelaporan tentang kedatangan Jon Garuda II dapat djuga langsung diberikan kepadanja. Djalan tata-tjara pelaporan ini ternjata telah memberi kesan jang baik pula, sehingga hati sang Djenderal mendjadi "tertjuri”. Pakaian loreng dengan baret hidjau dengan embleem KUDJANG I, badge Siliwangi dan Garuda, pisau komando, persendjataan dan perlengkapan lain-lainnja, tata-tjara kemiliteran jang chas, telah
menggambarkan kepribadian Bangsa Indonesia. Lagu-lagu<noinclude>{{rh|486}}</noinclude>
fyqfd3lib9r2scvm577uag1ae0cpvvs
282646
282643
2026-05-06T13:10:13Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282646
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>pinan kapal tentang kwalitas dari bataljon Indonesia jang menurut keterangan mereka, pada mulanja disangsikan. Oleh karena perdjalanan ini akan memakan waktu tidak kurang dari 3 minggu, maka pimpinan Jon berusaha agar selama dalam perdjalanan itu tetap terpelihara kesibukan-kesibukan untuk menghilangkan rasa djemu. Dikeluarkanlah peraturan-peraturan/ketentuan-ketentuan tentang pemeliharaan disiplin dan ketertiban/kebersihan jang teliti sekali. Kemudian ditentukan rentjana latihan jang bertudjuan untuk memelihara moril, keadaan fisik, dan pengetahuan teknis militer dengan diselingi oleh hiburan-hiburan jang tjukup menarik. Pengawasan jang tertib dan terus-menerus telah mendjamin pelaksanaan dari ketentuan-ketentuan jang telah dikeluarkan, setjara maksimal.
Kegiatan-kegiatan jang terus-menerus itu, ditambah lagi dengan kemampuan bergaul jang soepel tetapi berlandaskan kepribadian sendiri, telah mengagumkan pimpinan dan seluruh awak kapal USS "BEXAR?”, sehingga setjara spontaan mereka mengakui, bahwa kapal USS "BEXAR" belum pernah mengangkut suatu pasukan jang sebaik Bataljon
Garuda II......... "even not U.S. troops”, katanja.
Setiba diibukota Leopoldville, maka terasalah adanja kesimpang-siuran serta persaingan-persaingan diantara Perwira Staf ONUC. Fihak Pimpinan Jon Garuda II telah berusaha untuk memberikan laporan tentang kedatangannja itu langsung kepada Supreme Commander. Akan tetapi
usaha ini mendapat rintangan dari pribadi-pribadi sementara Perwira Kontingen India jang ingin memonopoli hubungan langsung dengan Supreme Commander, Letnan Djenderal Carl Carlson Von Horn. Namun achirnja pelaporan tentang kedatangan Jon Garuda II dapat djuga langsung diberikan kepadanja. Djalan tata-tjara pelaporan ini ternjata telah memberi kesan jang baik pula, sehingga hati sang Djenderal mendjadi "tertjuri”. Pakaian loreng dengan baret hidjau dengan embleem KUDJANG I, badge Siliwangi dan Garuda, pisau komando, persendjataan dan perlengkapan lain-lainnja, tata-tjara kemiliteran jang chas, telah menggambarkan kepribadian Bangsa Indonesia. Lagu-lagu<noinclude>{{rh|486}}</noinclude>
l8gql1vyhs7sgfopaezyp0y43gtwh3b
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1105
104
97615
283656
271505
2026-05-07T08:18:59Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283656
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=106}}
{{rh||'''GEREDJA MASEHI ADVENT HARI KE-TUDJUH'''}}
{{Dropinitial|K}}OTA Indonesia jang pertama sekali mendjadi tempat geredja Advent ini menjiarkan Indjil ialah kota Padang. Dalam bulan Djanuari 1900 keluarga pendeta '''R. W. Munson''' telah tiba di Padang. Sebagai hasil jang pertama dipermandikan ialah seorang pemuda Batak namanja Immanuel Siregar dengan beberapa pemuda Tionghoa. Pendeta Munson tinggal di Padang sampai tahun 1910. Ia digantikan oleh pendeta B. Jugde beserta isterinja dibantu oleh kakaknja perempuan dan seorang guru P.S. Robert. Mereka ini telah membuka sebuah sekolah jang sangat madju. Merekapun selalu memberikan pertolongan kepada orang-orang sakit dan kaum perempuan jang hamil. Tahun 1915 pendeta Jugde digantikan oleh pendeta G.S. Jates jang mendirikan geredja Advent di jalan Melati No. 9 sekarang dalam tahun 1916.
Pada tahun 1919 datang pendeta G.A. Wood jang bekerdja disini dengan sangat radjinnja sehingga mendapat kemadjuan jang pesat sekali. Sepuluh tahun kemudian pendeta Wood pindah ke Tapanuli sampai zaman Djepang, dimana ia ditawan ke Medan dan kemudian meninggal tahun 1944 dalam tahanan.
Pekerdjaan pendeta Wood dilandjutkan oleh pendeta J.H. Stuivenga dan kemudian oleh guru Ong Ban Giok sampai tahun 1936. Mulai tahun 1937 pendeta S. Rantung memegang pimpinan sampai masa perang. Ketika peperangan pekerdjaannja sangat terhalang, sebahagian besar dari anggota-anggota berpindahan dan ada jang ditawan pula. Kemudian pada tahun 1946 isteri saudara Rantung ditjulik orang dan sampai sekarang tidak diketahui dimana. Pada tahun 1946 serombongan bangsa Indonesia bagian Timur bekas tawanan Djepang dari Tapanuli dibawa oleh tentera Sekutu masuk di Padang, diantaranja keluarga saudara E. Sabari, jang kemudian diangkat mendjadi guru Indjil pada tahun 1948 sampai sekarang.
Sebagai geredja-geredja lainnja djuga Advent sangat sulit menjampaikan berita Indjil kepada masjarakat Minangkabau. Pada masa pendeta S. Rantung beberapa orang laki-laki dan perempuan sudah bersedia menerima dan sedang beladjar, tetapi ketika masa peperangan djiwa-djiwa ini telah hilang lagi. Pada tahun 1950 ketika beberapa orang pemuda Minangkabau Adventist dari Singapura datang ke Bukittinggi, barulah lagi beberapa pemuda lainnja<noinclude>{{rh||1097}}</noinclude>
9kokoaupk1je8ujhnoom9s9xrb7m4t5
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/408
104
97630
283426
280484
2026-05-07T04:22:46Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283426
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>#<li value="6">'''Petis:'''
::Petis ialah hasil tambahan dari pembikinan ikan pindang. Sebagaimana telah diterangkan diatas, kuah dari pembikinan pindang dituangkan dalam kendil kosong jang selandjutnja didjerang diatas api (boven vuur ingedampt). Hasil ini dinamakan petis. Selain petis pindang dibuat djuga petis dari udang.
#<li value="7">'''Terasi:'''
::Dibuat dari udang-udang ketjil (rebon, geragu). Pertama- tama udang ini lebih -kurang sehari dikeringkan , selandjutnja ditumbuk sampai halus, ditjampur dengan garam dan kemudian didjemur lagi. Terasi jang baik dapat tahan sampai setahun lamanja. Tempat pembikinan terasi ini di: Tuban, Madura (Klampis), Surabaja (Sukolilo) dan lain-lain.
#<li value="8">'''Gerinting dari matjam-matjam kerang:'''
::Bagi wilajah Djawa-Timur, terutama di sekitar Kota Surabaja , banjak diadakan pengeringan matjam-matjam kerang jang sangat laku. Pada tiap- tiap toko Tionghoa, terutama di Pasar Pabean, dimana terdjual matjam-matjam hasil ikan, tidak ketinggalan pula gunukan-gunukan atau rol-rolan gerinting dari matjam-matjam kerang. Harga tiap-tiap kg-nja ialah antara Rp. 15 ,- Dipantai-pantai jang berlumpur dan landai dan s/d Rp. 20,-. pada tiap-tiap waktu surut dan pasang air selalu terendam terdapat banjak kerang jang bermatjam-matjam, disitulah kerang-kerang ini dikumpulkan oleh orang-orang perempuan dan anak -anak untuk didjual kepada tengkulak-tengkulak jang mengolah kerinting kerang tersebut.
:Tjara pengolahannja:
:Kerang -kerang direbus dengan air tawar untuk memudahkan pengambilan isi kerang dari kulitnja, setelah itu isi kerang tadi didjemur di-atas keré (loho) jang diberi merang. Setelah didjemur setengah hari, kerang-kerang ini diambil dari merang dan disusun teratur berderet-deret diatas keré itu tidak dengan merang sehingga setelah kering merupakan ,,sheets" dari kerang jang kering. „Sheets" kerang ini diguntingi dalam ukuran-ukuran tertentu menurut kehendak pembeli.
:Terutama toko-toko Tionghoa sangat gemar sekali membeli hasil kerang ini, sampai suka memberi persekot jang tidak sedikit djumlahnja (idjon-sistim).
:Daerah penghasil ialah daerah sekitar Kota Surabaja terutama di: Kendjeran, Sukolilo, Kedung - Tjowek dan sekitar Sidoardjo. Kerang-kerang tersebut banjak dikirim ke Djawa-Tengah dan Djawa-Barat. Jang suka sekali membeli hasil ini adalah Bangsa Tionghoa jang dalam masakannja terhitung sebagai „delicatesse" jang mahal harganja.<noinclude>{{rh|376}}</noinclude>
kdimo8dr1taxaottufqdxbee8wqfi8x
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1059
104
97643
283691
271579
2026-05-07T08:47:49Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=89.}}
{{rh||'''SUKU BANGSA DAN ASAL USULNJA.'''}}
{{Dropinitial|R}}AKJAT kepulauan Riau pada asasnja tediri dari 3 puak suku jang pada dahulu kalanja satu sama lain berpisah djauh sekali, Ketiga puak suku ini terdiri dari:
#'''Orang Bintang dan orang Penaung,''' jaitu rakjat jang berkampung dan bertempat tinggal di Ulu Sungai Riau, Bukit Batu, Pekake, Nujung, Kopak dan Nau serta tempat-tempat sekeliling gunung Bintan. Puak suku ini mengambil tempat kediaman tetap didaratan, berumah-tangga.
#'''Orang Enam Suku''', jang menurut dongengan berasal dari setjeper garam jang karena kesaktian seorang radja ditjiptakan Tuhan mendjadi manusia, jang achirnja berkembang biak mendjadi rakjat radja jang sangat sakti itu. Puak suku ini tidak mempunjai tempat tinggal didaratan. Mereka berumah-tangga diatas perahu-perahu mereka dan berpindah dari Tandjung ke Tandjung, dari Hulu Sungai ke Hulu Sungai dan dari Teluk ke Teluk. Dimana perahu-perahu mereka berkumpul-kumpul, dimana mereka berkampung, jaitu menurut turun naiknja hasil laut dan pentjarian -pentjarian jang mereka peroleh diperkampungan mereka itu.
#'''Orang Pesukuan Asing''', jaitu orang-orang jang berasal dari daratan pulau Sumatera jang karena sesuatu hal pindah tempat kekepulauan itu. Mereka ini sebahagian besar terdiri dari orang-orang Minangkabau, terutama dari pradjurit-pradjurit kerajaan Minangkabau jang berpetjah belah karena menghadapi peperangan dengan keradjaan Atjeh dahulu kala.
Mengenai puak suku ini diterangkan djuga, bahwa sebahagian diantara pradjurit-pradjurit Minangkabau jang bertjerai berai itu achirnja memisahkan diri dari masjarakat dan achirnja mendjelma mendjadi suku Talang Mamak didaratan pulau Sumatra, terutama didaerah Siak Sri Indrapura.
Puak suku Asing ini didaerah kepulauan Riau bertempat tinggal didaerah Ungar, dimana mereka hidup dengan djalan bertani dan menangkap ikan.<noinclude>{{rh||1051}}</noinclude>
j6vi77kp1tpcvanvjp062oov1vegslb
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/344
104
97690
283341
271703
2026-05-07T03:44:19Z
Kume Gucci
25804
283341
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rara Kamiliya" /></noinclude>Prinsip Pemerintah Republik ini berlainan sekali dengan prinsip Pemerintah Belanda, karena banjaknja sapi bibitan betina dulu hanja -+ 850 ekor, sedangkan pada tahun 1952 djumlah sapi bibitan meningkat hingga -+ 3.000 ekor. Mungkin dasarnja dulu „belangenpolitiek” dan tidak suka melihat Bangsa Indonesia mendjadi makmur dan dapat mentjukupi kebutuhan sendiri.
Usaha memperlipatganda banjaknja ternak itu dengan penempatan pematjek dan bibitan, djika hanja didjalankan dengan dibiajai oleh rentjana keuangan biasa (normale rompbegroting) akan berdjalan lambat; maka dari itu dalam tahun 1950 lahir „Rentjana Kesedjahteraan Istimewa" (R.K.I.) jang tidak sedikit mengeluarkan biaja buat membantu usaha memadjukan peternakan.
'''R.K.I. tahun 1950 s/d tahun 1952.'''
Usaha pelaksanaan „Rentjana Kesedjahteraan Istimewa" (bijzondere welvaartsplan) untuk Daerah Propinsi Djawa-Timur telah berdjalan mulai tahun 1950.
Dalam tahun 1951 usaha ini tetap diteruskan dan diperluas sehingga dalam tiap-tiap Daerah Karesidenan telah dapat didirikan Balai-Balai Peternakan, jaitu untuk:
:Karesidenan Surabaja di Wonotjolo,
::{{gap}} ,, {{gap}} Malang di Batu,
:: ,, Besuki di Kebonsari dan Rembangan,
:: ,, Madura di Panggligur dan Sotjah,
:: ,, Bodjonegoro di Karang,
:: ,, Kediri di Ngadiluwih,
:: ,, Madiun di Prampelan.
Dalam Balai-Balai Peternakan ini diternakkan kambing, domba, ajam dan itik, untuk memenuhi kebutuhan ternak tulen atau istimewa di daerah masing-masing.
Selainnja mendirikan Balai-Balai Peternakan, maka diluar Balai Balai tersebut didirikan djuga jang dikatakan pusat peternakan" (fokcentrum).
Pusat Peternakan ini biasanja meliputi satu Ketjamatan atau lebih jang dipilih karena:
# Ditempat itu memang telah madju hal peternakannja;
# Daerahnja dilihat dari sudut keadaan tanah (bodem-gesteldheid) banjaknja persediaan makanan, tjotjok untuk memperternakkan djenis hewan jang dipilihnja itu.
# Penduduknja memang gemar memperternakkannja, dan
# Letaknja Daerah itu mudah dikundjungi oleh para Pegawai Djawatan Kehewanan, sehingga ternak -ternaknja senantiasa dalam pengawasan ahli.
Untuk keperluan pembikinan bangun -bangunan guna taman-taman peternakan (fokstation), pembelian pematjek-pematjek, ternak bibitan<noinclude>{{rh|312}}</noinclude>
8dlplifade2ol3munfhe6u1ssf4bd6o
283358
283341
2026-05-07T03:52:01Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283358
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>Prinsip Pemerintah Republik ini berlainan sekali dengan prinsip Pemerintah Belanda, karena banjaknja sapi bibitan betina dulu hanja -+ 850 ekor, sedangkan pada tahun 1952 djumlah sapi bibitan meningkat hingga -+ 3.000 ekor. Mungkin dasarnja dulu „belangenpolitiek” dan tidak suka melihat Bangsa Indonesia mendjadi makmur dan dapat mentjukupi kebutuhan sendiri.
Usaha memperlipatganda banjaknja ternak itu dengan penempatan pematjek dan bibitan, djika hanja didjalankan dengan dibiajai oleh rentjana keuangan biasa (normale rompbegroting) akan berdjalan lambat; maka dari itu dalam tahun 1950 lahir „Rentjana Kesedjahteraan Istimewa" (R.K.I.) jang tidak sedikit mengeluarkan biaja buat membantu usaha memadjukan peternakan.
'''R.K.I. tahun 1950 s/d tahun 1952.'''
Usaha pelaksanaan „Rentjana Kesedjahteraan Istimewa" (bijzondere welvaartsplan) untuk Daerah Propinsi Djawa-Timur telah berdjalan mulai tahun 1950.
Dalam tahun 1951 usaha ini tetap diteruskan dan diperluas sehingga dalam tiap-tiap Daerah Karesidenan telah dapat didirikan Balai-Balai Peternakan, jaitu untuk:
<poem>
:Karesidenan Surabaja di Wonotjolo,
:{{gap}} ,, {{gap}} Malang di Batu,
:{{gap}} ,, {{gap}} Besuki di Kebonsari dan Rembangan,
:{{gap}} ,, {{gap}} Madura di Panggligur dan Sotjah,
:{{gap}} ,, {{gap}} Bodjonegoro di Karang,
:{{gap}} ,, {{gap}} Kediri di Ngadiluwih,
:{{gap}} ,, {{gap}} Madiun di Prampelan.
</poem>
Dalam Balai-Balai Peternakan ini diternakkan kambing, domba, ajam dan itik, untuk memenuhi kebutuhan ternak tulen atau istimewa di daerah masing-masing.
Selainnja mendirikan Balai-Balai Peternakan, maka diluar Balai Balai tersebut didirikan djuga jang dikatakan pusat peternakan" (fokcentrum).
Pusat Peternakan ini biasanja meliputi satu Ketjamatan atau lebih jang dipilih karena:
# Ditempat itu memang telah madju hal peternakannja;
# Daerahnja dilihat dari sudut keadaan tanah (bodem-gesteldheid) banjaknja persediaan makanan, tjotjok untuk memperternakkan djenis hewan jang dipilihnja itu.
# Penduduknja memang gemar memperternakkannja, dan
# Letaknja Daerah itu mudah dikundjungi oleh para Pegawai Djawatan Kehewanan, sehingga ternak -ternaknja senantiasa dalam pengawasan ahli.
Untuk keperluan pembikinan bangun -bangunan guna taman-taman peternakan (fokstation), pembelian pematjek-pematjek, ternak bibitan<noinclude>{{rh|312}}</noinclude>
h5tbh2ft6esp7zibxjuxblut399g0xe
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/601
104
97724
282834
272127
2026-05-06T15:17:57Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>menghambur-hamburkan pelurunja terhadap apa sadja jang mereka tjurigai. Disamping melawan alam Irian Barat jang panas gersang itu, kesiap-siagaan harus semakin ditingkatkan lagi, karena setiap saat dapat ”bentrok” dengan patroli Belanda. Sekalipun pada sore hari, keadaan dirimba-raya itu adakalanja gelap sekali, sehingga amat sukar untuk menembus tjuatja dan tahu-tahu sudah berhadapan dengan fihak lawan.
Sekarang, bagaimanakah halnja dengan perbekalan para Sukarelawan itu?
Agar tertjapai suatu mobilitas jang sempurna, maka pada umumnja para Sukarelawan itu hanja diberi bekal rata-rata untuk seminggu lamanja. Bajangkanlah situasi mereka ketika itu! Padahal, njatanja djarak sasaran itu rata-rata ada sekitar dua bulan gerakan. Maka mulailah mereka itu kini bergumul sekaligus melawan iklim Irian Barat jang garang itu, melawan alamnja dari mulai batu-batu jang runtjing litjin dan tadjam seperti pisau tjukur sampai rawa-rawanja jang kadang-kadang seluas dua a tiga kilometer persegi, melawan rasa lapar dan dahaga jang tiada taranja, disamping terus-menerus dikedjar-kedjar serta vuurcontact dengan kesatuan-kesatuan Belanda. Pertempuran-pertempuran melawan patroli-patroli Belanda itu tidaklah dirasakan begitu berat dan adakalanja dapat dihindarkan, akan tetapi lain halnja dengan pertempuran melawan perut. Makin hari perut makin menuntut, sedangkan amatlah sulit untuk mentjari makanan dihutan Irian Barat, dan jang dituntut perut itu belum djuga tampak batang
hidungnja.
Bagaimanapun djuga, dengan bertulang-punggung pada karya-djuang para Sukarelawan itu pada bahagian besarnja, tertjapailah persetudjuan antara Pemerintah kita dengan fihak Keradjaan Belanda pada tanggal 15 Agustus 1962, jang disusul dengan cease fire pada tanggal 18 Agustus 1962 !
Pada tanggal 1 Oktober 1962, Pemerintahan PBB mengachiri pendjadjahan Belanda atas Irian Barat, untuk kemudian pada tanggal 1 Mei 1963, setelah semendjak 31 Desember 1962 Sang Dwi Warna berkibar diangkasa Irian Barat berdampingan dengan bendera PBB, wilajah Irian Barat diserah-terimakan oleh PBB kepada Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian, maka kembalilah Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi Indonesia .........!!
<center>----</center><noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
9eqtr1ecnerqt8jztip0ou9763b6mls
282836
282834
2026-05-06T15:19:32Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>menghambur-hamburkan pelurunja terhadap apa sadja jang mereka tjurigai. Disamping melawan alam Irian Barat jang panas gersang itu, kesiap-siagaan harus semakin ditingkatkan lagi, karena setiap saat dapat ”bentrok” dengan patroli Belanda. Sekalipun pada sore hari, keadaan dirimba-raya itu adakalanja gelap sekali, sehingga amat sukar untuk menembus tjuatja dan tahu-tahu sudah berhadapan dengan fihak lawan.
Sekarang, bagaimanakah halnja dengan perbekalan para Sukarelawan itu?
Agar tertjapai suatu mobilitas jang sempurna, maka pada umumnja para Sukarelawan itu hanja diberi bekal rata-rata untuk seminggu lamanja. Bajangkanlah situasi mereka ketika itu! Padahal, njatanja djarak sasaran itu rata-rata ada sekitar dua bulan gerakan. Maka mulailah mereka itu kini bergumul sekaligus melawan iklim Irian Barat jang garang itu, melawan alamnja dari mulai batu-batu jang runtjing litjin dan tadjam seperti pisau tjukur sampai rawa-rawanja jang kadang-kadang seluas dua a tiga kilometer persegi, melawan rasa lapar dan dahaga jang tiada taranja, disamping terus-menerus dikedjar-kedjar serta vuurcontact dengan kesatuan-kesatuan Belanda. Pertempuran-pertempuran melawan patroli-patroli Belanda itu tidaklah dirasakan begitu berat dan adakalanja dapat dihindarkan, akan tetapi lain halnja dengan pertempuran melawan perut. Makin hari perut makin menuntut, sedangkan amatlah sulit untuk mentjari makanan dihutan Irian Barat, dan jang dituntut perut itu belum djuga tampak batang
hidungnja.
Bagaimanapun djuga, dengan bertulang-punggung pada karya-djuang para Sukarelawan itu pada bahagian besarnja, tertjapailah persetudjuan antara Pemerintah kita dengan fihak Keradjaan Belanda pada tanggal 15 Agustus 1962, jang disusul dengan cease fire pada tanggal 18 Agustus 1962 !
Pada tanggal 1 Oktober 1962, Pemerintahan PBB mengachiri pendjadjahan Belanda atas Irian Barat, untuk kemudian pada tanggal 1 Mei 1963, setelah semendjak 31 Desember 1962 Sang Dwi Warna berkibar diangkasa Irian Barat berdampingan dengan bendera PBB, wilajah Irian Barat diserah-terimakan oleh PBB kepada Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian, maka kembalilah Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi Indonesia {{...|9}}!!
<center>----</center><noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
7wkxsrljku7rosw7ic16kcj7mxxen8j
282838
282836
2026-05-06T15:20:47Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>menghambur-hamburkan pelurunja terhadap apa sadja jang mereka tjurigai. Disamping melawan alam Irian Barat jang panas gersang itu, kesiap-siagaan harus semakin ditingkatkan lagi, karena setiap saat dapat ”bentrok” dengan patroli Belanda. Sekalipun pada sore hari, keadaan dirimba-raya itu adakalanja gelap sekali, sehingga amat sukar untuk menembus tjuatja dan tahu-tahu sudah berhadapan dengan fihak lawan.
Sekarang, bagaimanakah halnja dengan perbekalan para Sukarelawan itu?
Agar tertjapai suatu mobilitas jang sempurna, maka pada umumnja para Sukarelawan itu hanja diberi bekal rata-rata untuk seminggu lamanja. Bajangkanlah situasi mereka ketika itu! Padahal, njatanja djarak sasaran itu rata-rata ada sekitar dua bulan gerakan. Maka mulailah mereka itu kini bergumul sekaligus melawan iklim Irian Barat jang garang itu, melawan alamnja dari mulai batu-batu jang runtjing litjin dan tadjam seperti pisau tjukur sampai rawa-rawanja jang kadang-kadang seluas dua a tiga kilometer persegi, melawan rasa lapar dan dahaga jang tiada taranja, disamping terus-menerus dikedjar-kedjar serta vuurcontact dengan kesatuan-kesatuan Belanda. Pertempuran-pertempuran melawan patroli-patroli Belanda itu tidaklah dirasakan begitu berat dan adakalanja dapat dihindarkan, akan tetapi lain halnja dengan pertempuran melawan perut. Makin hari perut makin menuntut, sedangkan amatlah sulit untuk mentjari makanan dihutan Irian Barat, dan jang dituntut perut itu belum djuga tampak batang
hidungnja.
Bagaimanapun djuga, dengan bertulang-punggung pada karya-djuang para Sukarelawan itu pada bahagian besarnja, tertjapailah persetudjuan antara Pemerintah kita dengan fihak Keradjaan Belanda pada tanggal 15 Agustus 1962, jang disusul dengan cease fire pada tanggal 18 Agustus 1962 !
Pada tanggal 1 Oktober 1962, Pemerintahan PBB mengachiri pendjadjahan Belanda atas Irian Barat, untuk kemudian pada tanggal 1 Mei 1963, setelah semendjak 31 Desember 1962 Sang Dwi Warna berkibar diangkasa Irian Barat berdampingan dengan bendera PBB, wilajah Irian Barat diserah-terimakan oleh PBB kepada Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian, maka kembalilah Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi Indonesia {{...|9}}!!
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
0ndz1dk9m3ietrtu5xaoz929ck2gmr0
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/275
104
97727
282666
271807
2026-05-06T13:25:44Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282666
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''3. SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI'''
'''PKI-MUSO DI MADIUN.'''
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
0o6jom1ox6jhrao2kj8duaxhaao81l3
282672
282666
2026-05-06T13:27:20Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|a=3
|'''SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN.'''
}}
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
evc8vwpote599tu1guxl6ry11ly7j7a
282674
282672
2026-05-06T13:28:00Z
Suga Widi
25678
282674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=3
|'''SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN.'''
}}
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
sntgeututoobbuqi9dq5q30ffqm2r0n
282676
282674
2026-05-06T13:28:38Z
Suga Widi
25678
282676
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=3
|'''SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN.'''
}}
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
thmuts22lwm3mqd8rkfxmcb3s85bsue
282679
282676
2026-05-06T13:29:15Z
Suga Widi
25678
282679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''{{PUU-nomor|n=1|m=3
|'''SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN.'''
}}'''
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
eu36xpz25cmi11huisv9l460czouvfz
282684
282679
2026-05-06T13:31:18Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=3
|'''SAHAM SI ”MAUNG” SILIWANGI DALAM MEMBASMI PKI-MUSO DI MADIUN.'''
}}
Setelah tertjapai Persetudjuan Renville antara Belanda dan Republik Indonesia, maka Kabinet Amir Sjarifuddin tak lagi dapat mempertahankan diri dan kemudian diganti oleh Kabinet Presidentieel jang dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Drs Mohammad Hatta, jaitu bulan Djanuari 1948. Dengan demikian maka kabinet inilah jang harus melaksanakan hasil-hasil persetudjuan tersebut jang memang banjak merugikan Revolusi Indonesia. Sekalipun demikian, Kabinet Presidentieel itu berusaha untuk melaksanakannja dengan
sebaik mungkin.
Divisi Siliwangi setjara langsung harus merasakan akibatnja dengan adanja perintah untuk meninggalkan kantong-kantongnja di Djawa Barat, berangkat kewilajah Republik Indonesia jang sudah tjiut itu.
Guna menjempurnakan Angkatan Perang Republik Indonesia, maka Pemerintah mengambil kebidjaksanaan untuk melaksanakan rekonstruksi dan rasionalisasi (Re/Ra) didalam tubuh APRI kita. Dalam pelaksanaannja itu, Pemerintah mengalami banjak sekali tentangan-tentangan bahkan dengan terang-terangan timbullah gerakan-gerakan jang menentang kebidjaksanaan Pemerintah itu. Fihak oposisi mengorganisasikan dirinja dalam suatu gerakan jang disebut ”Front Demokrasi Rakjat” (FDR) jang intinja adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai lainnja jang sehaluan dan sependapat.
Keadaan masih sangat labiel! Taufan ”Rekonstruksi dan Rasionalisasi” masih sangat berpengaruh pada alam fikiran para pedjuang. Hal ini dimanfaatkan oleh propaganda-propaganda PKI-Muso untuk kepentingan sendiri, sehingga banjak motief jang mengarah kekekatjauan sehingga insiden-insiden timbul dimana-mana antara Tentara dan Buruh jang senantiasa diikuti oleh ”demonstrasi dan pemogokan”.
Demikian pula digaris "status-quo” terdjadi insiden-insiden antara satuan-satuan Belanda dengan kita. Garis-garis perbatasan sering dilanggar. Kampanje pers terdjadi dengan hebat. Tersiar berita dari mulut-kemulut bahwa Majoor Generaal Baay akan melakukan serangan.<noinclude>{{rh|||'''237'''}}</noinclude>
thmuts22lwm3mqd8rkfxmcb3s85bsue
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/480
104
97775
283360
271949
2026-05-07T03:52:23Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283360
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Perintah bertugas kepulau Sumatera itu diterima pada tanggal 22 Pebruari 1958, sewaktu Bataljon 322/Siliwangi sedang bertugas di Karawang dan sekitarnja.
Melihat perkembangan PRRI dikota Medan, maka Bataljon 322/Siliwangi itu jang sebetulnja sudah mendarat dikota pelabuhan Pangkal Pinang, segera diembarkasikan lagi kekapal ”Tampomas” dan mendarat di Belawan Deli pada tanggal 17 Maret 1958. Hari itu djuga masuk kota Medan. Esok harinja bergerak kekota Pematang Siantar dan tiba dikota tersebut baru pada tanggal 19 Maret 1958 pagi karena harus banjak menjingkirkan rintangan-rintangan-djalan jang dibuat oleh RI 2 TT 1/Bukit Barisan, sebermula untuk menghambat djalan pemunduran PRRI dari kota Medan.
Hari itu djuga, sekitar djam 13.00, Kompi A dan B dengan bantuan 1 peleton Panser dibawah pimpinan Komandan Bataljon, digerakkan untuk mengedjar pemunduran musuh kedjurusan Prapat setelah dipukul mundur dalam pertempuran di Simarimbun pada tanggal 18 Maret 1958 oleh pasukan-pasukan RPKAD dan RI 2 TT I/Bukit Barisan.
Pada tanggal 11 April 1958, Bataljon 322/Siliwangi bersama-sama dengan bataljon-bataljon lainnja diperintahkan oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings untuk memasuki daerah Tapanuli tempat bersarangnja golongan separatis PRRI. Dalam gerakan operasi tersebut, pasukan-pasukan penjerbu dibagi dalam 4 pasukan dengan sebutan Bukit-14 sampai dengan Bukit-17.
<ol type="a">
<li>Pasukan-pasukan Bukit-14 terdiri atas 6 Kompi Senapan. 2 Peleton Genie Pionir dan 1 Batterij Artilleri, bergerak dari Linggapajung — Gunung Tua — Padang Sidempuan dengan tudjuan menduduki Sibolga.</li>
<li>Pasukan-pasukan Bukit-15 terdiri atas 3 Kompi Senapan Bataljon 322/Siliwangi dibantu oleh 1 Batterij Lap. II dan 1 Peleton Panser, mengadakan gerakan pokok dari Prapat melalui djalan raya menudju Porsea — Balige dan terus bergerak ke Tarutung.</li>
</ol><noinclude>{{rh|'''442'''}}</noinclude>
p15j68lbwmnqztzdd453si51rnprdhh
283362
283360
2026-05-07T03:52:43Z
Aeia aai
24023
283362
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Perintah bertugas kepulau Sumatera itu diterima pada tanggal 22 Pebruari 1958, sewaktu Bataljon 322/Siliwangi sedang bertugas di Karawang dan sekitarnja.
Melihat perkembangan PRRI dikota Medan, maka Bataljon 322/Siliwangi itu jang sebetulnja sudah mendarat dikota pelabuhan Pangkal Pinang, segera diembarkasikan lagi kekapal ”Tampomas” dan mendarat di Belawan Deli pada tanggal 17 Maret 1958. Hari itu djuga masuk kota Medan. Esok harinja bergerak kekota Pematang Siantar dan tiba dikota tersebut baru pada tanggal 19 Maret 1958 pagi karena harus banjak menjingkirkan rintangan-rintangan-djalan jang dibuat oleh RI 2 TT 1/Bukit Barisan, sebermula untuk menghambat djalan pemunduran PRRI dari kota Medan.
Hari itu djuga, sekitar djam 13.00, Kompi A dan B dengan bantuan 1 peleton Panser dibawah pimpinan Komandan Bataljon, digerakkan untuk mengedjar pemunduran musuh kedjurusan Prapat setelah dipukul mundur dalam pertempuran di Simarimbun pada tanggal 18 Maret 1958 oleh pasukan-pasukan RPKAD dan RI 2 TT I/Bukit Barisan.
Pada tanggal 11 April 1958, Bataljon 322/Siliwangi bersama-sama dengan bataljon-bataljon lainnja diperintahkan oleh Panglima TT I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel Djamin Gintings untuk memasuki daerah Tapanuli tempat bersarangnja golongan separatis PRRI. Dalam gerakan operasi tersebut, pasukan-pasukan penjerbu dibagi dalam 4 pasukan dengan sebutan Bukit-14 sampai dengan Bukit-17.
<ol type="a">
<li>Pasukan-pasukan Bukit-14 terdiri atas 6 Kompi Senapan. 2 Peleton Genie Pionir dan 1 Batterij Artilleri, bergerak dari Linggapajung — Gunung Tua — Padang Sidempuan dengan tudjuan menduduki Sibolga.</li>
<li>Pasukan-pasukan Bukit-15 terdiri atas 3 Kompi Senapan Bataljon 322/Siliwangi dibantu oleh 1 Batterij Lap. II dan 1 Peleton Panser, mengadakan gerakan pokok dari Prapat melalui djalan raya menudju Porsea — Balige dan terus bergerak ke Tarutung.</li>
</ol><noinclude>{{rh|'''442'''}}</noinclude>
07uyn2i4eouqzv4awpks5asfczdd37u
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/481
104
97811
283367
272004
2026-05-07T03:55:57Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283367
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol type="a" start="3">
<li>Pasukan-pasukan Bukit-16 terdiri atas 2 Kompi BI-A di bantu oleh regu-regu Mortir 8 dan regu-regu MG. 23, digerakkan dari Bandarpulau ke Pintu Pohan — Tangga dan terus menudju Porsea. Gerakan ini dimaksud untuk mengantjam musuh dari belakang, djika musuh berusaha untuk bertahan di Lumbandjulu dan Lumbandjangga.</li>
<li>Pasukan-pasukan Bukit-17 terdiri atas 1 Kompi BI-A dibantu oleh regu-regu Mortir 8 dan regu-regu MG. 23, digerakkan dari Sidikalang dan bergerak kearah Doloksanggul dan selandjutnja ke Siborong-borong dengan maksud mengadakan gerakan imbangan dari gerakan Bataljon 322/Siliwangi jang menudju Tarutung.</li>
</ol>
Pada tanggal tersebut diatas, kira-kira djam 09.00 pasukan-pasukan tersebut mulai bergerak menudju sasarannja masing-masing. Kompi B/322 Siliwangi berhasil menduduki Lumbandjulu beberapa saat kemudian tanpa mendapat perlawanan sedikitpun djuga. Djam 10.00 gerakan diteruskan oleh Kompi C/322 Siliwangi dengan dibantu oleh Peleton Panser. Di Lumbandjangga Peleton-voorspit dibawah pimpinan Sersan Major M. Jusuf jang madju 500 meter bersama-sama panser didepan induk kompinja, mendapat perlawanan hebat dari musuh hingga tak dapat madju. Panserpun tidak dapat madju karena ditikungan djalan, musuh dengan bazookanja telah bersiap-siap untuk memusnahkannja. Peleton-voorspit masuk dalam djaring tembakan musuh dari atas bukit-bukit kanan-kiri djalan raya tanpa sesuatu perlindungan karena merupakan suatu lapangan terbuka. Mundur, berarti kemusnahan peleton. Kemudian Sersan Major M. Jusuf mengambil keputusan untuk madju 200 meter kedepan dimana terdapat tanggul-tanggul tempat berlindung. Merajap madju 200 meter sadja memakan waktu 2 djam lamanja. Ini dibawah tembakan-tembakan gentjar fihak lawan. Namun achirnja seluruh peleton dapat diselamatkan!
Tembakan-tembakan-bantuan dari meriam-meriam serta strafing-strafing dari udara jang dilakukan oleh sebuah Bomber B-25 dan 3 buah pesawat Harvard pada djam 16.30, ternjata tak berhasil untuk memaksa musuh meninggalkan pertahanannja.<noinclude>{{rh|||'''443'''}}</noinclude>
ixvszb6jhmsjbjdtfcu2m61r81c3543
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/696
104
97817
283083
271976
2026-05-06T23:09:46Z
Rubyracha
25170
283083
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).<br>
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.<br>
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.<br>
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.<br>
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.<br>
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.<br>
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
1ekh1e36oi2cfhhh0mh4a27w46dxv3m
283084
283083
2026-05-06T23:10:17Z
Rubyracha
25170
283084
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).<br>
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.<br>
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.<br>
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.<br>
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.<br>
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.<br>
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
ikuedfu7kro81ks3lsyvp6kvssjffcw
283085
283084
2026-05-06T23:11:01Z
Rubyracha
25170
283085
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
t5hc22v7ybu93cnert5j0ncenrov442
283086
283085
2026-05-06T23:12:03Z
Rubyracha
25170
283086
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).<br>
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
sjleo9ep3xn8e6jq8ktij3xc8pxl56n
283087
283086
2026-05-06T23:12:28Z
Rubyracha
25170
283087
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).<br>
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
fnmeow0hy4g86xq3mdk1kidgnj9kfm9
283088
283087
2026-05-06T23:13:13Z
Rubyracha
25170
283088
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Pada saat kemerdekaan, semula urusan perikanan darat ini dilaksanakan oleh Djawatan Pertanian Rakjat jang kemudian pada Djanuari 1952 lalu diurus oleh Djawatan Perikanan Darat jang berkedudukan di Bukittinggi.
Keinginan dari penduduk untuk pemeliharaan ikan ditebat-tebat, dirawa-rawa, dan dikolam-kolam mulai kelihatan, dan oleh Pemerintah diusahakan pula untuk memperluas tempat-tempat peternakan ikan itu.
Dengan telah adanja kesempatan untuk mendapat benih ikan sebanjak-banjaknja, terbuktilah bahwa madjunja pemeliharaan ikan terus berdjalan dengan pesat.
Berpuluh quintal ikan sekarang membandjiri pasar diwaktu hari pasar di Pajakumbuh, Bukittinggi, Batu Sangkar dan dilain kota.
Adapun tempat-tempat peternakan ikan itu ialah:
{{PUU-nomor|n=1
|''Peternakan ikan Padang Magek'' (Batu Sangkar).<br>
''letak'': Pada djurusan djalan ke Umbilin, 7 kilo meter dari Batu Sangkar, 450 m. tingginja dari permukaan laut.<br>
''Keadaan'': Luas tanah semua 0,6 ha, dengan hanja 0,44 jang dibuat tebat-tebat sedangkan lainnja merupakan kebun djeruk dan kelapa.<br>
Karena pemeliharaan-pemeliharaan dan perawatan jang seksama, sekarang hasil dari perikanan ini antara lain 251.800 ekor ikan jang terdiri 148.800 ekor ikan Tawes dan 103.000 ekor ikan Mudjahir (benih-benih). Dari djumlah jang sekian ini telah habis terdjual dan beredar di Kabupaten-kabupaten lainnja.<br>
Pun telah didatangkan pula djenis-djenis ikan jang baru dari Djakarta, tetapi sampai sekarang masih belum bisa diternakkan karena masih muda: 100 ekor ikan Sinjonja, 100 ekor ikan Tambakan, 300 ekor ikan Mas Panten.<br>
Banjak pula tempat ini dikundjungi, baik oleh pengusaha ikan, maupun dari masjarakat umum, guna sekedar mentjontoh keadaankeadaan ditempat ini, jang mana para pengundjung ini datang dari lain-lain Kabupaten di Sumatera Tengah.
|''Peternakan di Kabupaten Pasaman''.<br>
Disini ada 2 tempat peternakan jang letaknja disebelah bekas Kantor Bupati, dan djalan raya djurusan Bukittinggi, jang djaraknja 1½ kilometer dari Lubuk Sikaping.
Masing-masing seluas 0.75 ha.<br>
|''Peternakan di Kabupaten L. Kota''.<br>
Peternakan ini di sebelah kota, Pajakumbuh, di Padang Tinggi. Luas ± 0.75 ha.}}<noinclude>{{rh|'''690'''}}</noinclude>
12wlhi3cbafxzmjnaap0g9e6cdjmict
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/698
104
97822
283115
273383
2026-05-06T23:52:12Z
Rubyracha
25170
283115
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>mesdjid-mesdjid, dan surau-surau. Mengenai benih-benih ikan jan; ditebarkan diperairan-perairan umum sebagai danau-danau, rawa-rawa dan tebat-tebat rakjat dsb., hasilnja adalah sebagai tertera pada daftar.
Keadaan ini hanjalah meliputi daerah-daerah Sumatera Barat,sedangkan didaerah-daerah sepandjang pantai Timur belum bisa diusahakan, disebabkan karena kurangnja tenaga, dan masih sulitnja perhubungan, jang sebetulnja tidak akan kalah hasilnja dan manfaatnja dari daerah dimana telah diusahakan penjebaran bibit ikan itu.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''692'''}}</noinclude>
tigopg5wvd31st86go44sk8p81175jz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/482
104
97835
283374
272021
2026-05-07T03:58:28Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283374
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Keesokan harinja tanggal 12 April 1958 djam 05.00, Kompi A melambung kekanan, mengadakan serangan pada sajap kiri musuh dan berhasil merebut pertahanan musuh jang dapat menguasai lapangan kanan-kiri djalan raya. Pada djam 09.00 fihak lawan mulai mengundurkan diri dan pada djam 10.30 seluruh pertahanan musuh di Lumbandjangga berhasil kita rebut.
Masih pada hari itu djuga mulai djam 13.00 dilakukanlah pengedjaran terhadap pasukan-pasukan PRRI dan tiga djam kemudian Porsea berhasil kita duduki tanpa mengalami sesuatu perlawananpun.
Gerakan untuk menduduki Balige ditunda sampai tanggal 15 April 1958, karena Pasukan Bukit-16 dapat dipukul mundur oleh musuh di Pintu Pohan dan baru dapat menembus ke Porsea pada hari itu.
Dalam gerakan ke Balige hanja dialami 1 kali vuurcontact di Laguboti pada waktu pasukan-pasukan PRRI pada tanggal 15 April 1958 djam 02.00 sampai djam 04.00 pagi berusaha untuk melakukan serangan-balasan.
Sewaktu di Balige, telah tiba Kompi Bantuan Resimen 10 Siliwangi dan Batterij ”Dharma” dari Pusat Pendidikan Artilleri Tjimahi jang telah berangkat bersama-sama dengan Bataljon 322/Siliwangi dari Tandjung Priuk. Batterij Dharma ini belum pernah mengikuti operasi-operasi diluar daerah Territorium III Djawa Barat. Tugas mereka sehari-hari adalah melatih dan sebagai batterij-demonstrasi bagi tamu-tamu asing atau mengikuti latihan, manuver jang diselenggarakan oleh Sekolah Staf & Komando AD. Disamping mempunjai 6 putjuk 25 pounder, oleh TT I/Bukit Barisan ditambah lagi dengan 2 putjuk PSP 6 pounder untuk dipergunakan melawan tank-tank, bunker-bunker dan sebagainja.
Bagi seorang artillerist, sebetulnja sendjata PSP ini dianggap ”overbodig” untuk dibawa-bawa. Pertama, karena untuk melajaninja terpaksa mengambil tenaga-tenaga jang melajani batterj, sedangkan formasi di Batterij Dharma sudah disesuaikan dengan djumlah jang diperlukan untuk melajani 6 putjuk meriam. Belakangan ternjata bahwa PSP inilah jang banjak sekali menolong konvoi-konvoi dan tjotjok dengan terrein (medan) di Silimbit dimana perbentengan pasukan-pasukan PRRI hanja dapat dimusnahkan dengan sendjata ”vlakbaan”.<noinclude>{{rh|'''444'''}}</noinclude>
36ycj4vq3bkk89bz4z2khjnh2f1bwkz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/484
104
97849
283473
272059
2026-05-07T04:44:07Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283473
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>hadapi adalah pasukan infanteri jang berpengalaman dan sanggup bergerak dimedan jang tadinja dianggap mereka tidak dapat dilalui.
Mereka tidak lagi berhasrat bertempur setjara frontaal, hanja sekali-kali mengadakan serangan balasan, merusakkan djembatan, djalan-djalan untuk menghambat dan setelah kota-kota besar diduduki oleh pasukan-pasukan Pemerintah, melakukan perang gerilja. Rupa-rupanja siasat ini mereka anggap sangat menguntungkan, karena dengan demikian mereka terhindar dari kerugian-kerugian jang besar dan memaksa pasukan-pasukan Pemerintah untuk bertahan dikota-kota jang didudukinja dan mendjaga djalan-djalan raya jang menghubungi kota-kota tersebut. Musuh menghindarkan diri bila ada gerakan-gerakan kita dan bila kita diam, merekalah jang menjerang. Disamping itu pasukan-pasukan PRRI mulai mengadakan pentjegatan-pentjegatan konvoi kita, mula-mula dengan tjara ketjil-ketjilan akan tetapi kemudian meningkat mendjadi setjara besar-besaran. Pengawalan konvoi jang semula hanja dilakukan oleh 1 peleton sadja sekarang kadang-kadang harus melebihi kekuatan satu kompi. Tiap konvoi ataupun segala usaha untuk menembus isolasi harus diikuti dengan pertempuran jang sengit dan memakan korban. Taktik musuh ialah untuk membunuh pasukan-pasukan kita sebanjak-banjaknja dan mereka sama sekali tidak berusaha untuk merebut sendjata-sendjata kita. Korban-korban jang djatuh difihak kita tidak sedikit akibat pentjegatan-pentjegatan itu.
Konsentrasi musuh jang besar terdapat antara djalan raya Porsea — Balige dan Prapat — Porsea. Sekalipun fihak lawan menang dalam hal lapangan namun mereka pernah mendapat pukulan hebat di km-129 di Silimbat dengan siasat : manuver — tembakan — gerak jang baik pada tanggal 7 Djuli 1958.
Peristiwa tersebut berlangsung sebagai berikut:
Iringan konvoi berada dibawah pimpinan Kapten Pratomo (Perwira S 2 Bataljon 322/Siliwangi) dengan membawa bahan makanan dan lain-lainnja untuk kembali lagi ke Tarutung. Malamnja mereka menginap di Porsea dan pada tanggal 7 Djuli 1958 djam 06.30 pagi konvoi meneruskan perdjalanannja ke Balige. Dalam perdjalanan ini formasi konvoi adalah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|'''446'''}}</noinclude>
b8hqkni95r2edm1wz4en9lcwn4ym8om
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/439
104
97874
282933
272143
2026-05-06T15:48:16Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282933
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>#<li value="3">Perbuatan-perbuatan, jang didalam peraturan-peraturan tadi diantjam dengan hukuman dianggap sebagai pelanggaran.</li>
{{c|Fasal 14.}}
#Peraturan-peraturan pemungutan padjak dan djuga peraturanperaturan jang mengandung ketentuan-ketentuan hukuman, harus mendapat pengesahan dari Residen-pembesar mana, djika negeri jang bersangkutan itu terletak didalam daerah jang dimaksud dalam fasal 11, wadjib meminta pendapat dari Dewan Pemerintah Groepsgemeenschap atau Dewan Perwakilan ressort Otonoom itu terlebih dahulu.
#Peraturan-peraturan jang dimaksud dalam ajat 1, atas usaha Residen diumumkan didalam penerbitan dengan mana negerinegeri itu bisa mengeluarkan pengumumannja. Pengumuman seperti ini telah tjukup untuk membuat peraturan-peraturan itu peraturan-peraturan jang mempunjai kekuatan hukum.
#Peraturan itu mulai berlaku 30 hari setelah tanggal dari penerbitan jang mengumumkannja, l terketjuali djika dalam peraturan-peraturan itu sendiri ada ditentukan saat lain, Ketua Dewan jang bersangkutan harus berusaha agar peraturan-peraturan itu selekas mungkin diumumkan didalam negerinja.
{{c|Fasal 15.}}
#Dalam menetapkan aturan-aturan jang harus ada dibuat menurut pasal 8 ajat 3 dan peraturan seperti dimaksud dalam fasal 14, Dewan Negeri wadjib memberi kesempatan dalam kerapatan-kerapatan negeri kepada orang -orang jang patut menurut anggapan jang lazim dinegeri itu untuk mengeluarkan pendapatpendapat mereka tentang hal-hal itu.
#Selandjutnja terhadap peraturan-peraturan ini berlaku petundjuk-petundjuk mengenai aturan-aturan dan keputusan-keputusan dari Dewan Negeri jang dimuatkan dalam Ordonantie ini.
{{c|Fasal 16.}}
#Segala uang kepunjaan negeri harus distor dalam suatu kas.
#Penjelenggaraan keuangan negeri dilakukan menurut pertundjuk Residen.
{{c|Fasal 17.}}
#Tiap-tiap tahun, dalam triwulan ke-empat, oleh Dewan Negeri ditetapkan anggaran keuangan untuk tahun dinas jang akan datang, anggaran mana disusun menurut pertundjuk Residen. Dalam sesuatu tahun dinas jang sedang berdjalan Dewan dapat menetapkan perubahan-perubahan anggaran.<noinclude>{{rh|||433}}</noinclude>
dwa291uyoeenfpztbn324mje25su0ij
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/593
104
97880
283069
275662
2026-05-06T21:29:00Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283069
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>
untuk menghentikan tembak-menembak antara Angkatan Perang NII dan TNI, dan bagi rombongan bersama sudah dilaksanakan pada tanggal 4 Djuni 1962 djam 11.35. </ol>
<ol type="1" start="4">
<li>Agar dimaklumi, bahwa S.M. Kartosuwirjo bersama saja, Aam (Atjeng Kurnia, kepala pengawal pribadi S.M. Kartosuwirjo) serta anak-anak sudah selamat ada dilingkungan RI dengan mendapat perawatan baik dan menggembirakan, pada tanggal 4 Djuni 1962 djam 12.00.
Ibu djuga, Dewi Siti Kalsum (Wiwik) sudah bersama bapak pada tanggal 5 Djuni 1962 djam 10.00.</li>
<li>Semuanja itu berlaku bagi pak Widjaja (salah seorang tokoh gerombolan Kartosuwirjo — ''Penulis'') dan semua Djami'atul Mudjahidin, Insja Allah Amin.</li>
<li>Kami bersama bapak menanti kedatangan saudara-saudara.</li>
</ol>
Demikianlah seruan dari S.M. Kartosuwirjo. Disamping itu PANGDAM VI Siliwangi, Kolonel Ibrahim Adjie, jang memimpin langsung operasi Brata Yudha itu, telah pula memerintahkan kepada pos-pos TNI untuk menerima anggauta gerombolan Kartosuwirjo jang turun dari hutan.
Guna memudahkan penerimaan anggauta gerombolan jang masih dihutan itu, oleh S.M. Kartosuwirjo sendiri djuga telah diperintahkan untuk mendatangi pos-pos TNI atau alat-alat negara lainnja jang terdekat.
Selandjutnja PANGDAM VI Siliwangi telah menjerukan lagi kepada seluruh anak buah S.M. Kartosuwirjo untuk segera menghentikan semua kegiatan mereka dan turun melaporkan diri, dengan membawa segala sendjata dan alat perlengkapan lainnja, demi untuk keselamatan mereka itu pada sekarang dan masa depan.
:”{{..|10}} Saja tidak akan berhenti mengerahkan dan mempergunakan semua potensi militer dan kekuatan rakjat setjara lebih hebat lagi terhadap mereka jang terus hendak membangkang dan tidak memenuhi seruan ini{{..|10}”, demikian PANGDAM VI Siliwangi lebih djauh menegaskan.<noinclude>{{rh|||555}}</noinclude>
2qdbag0u77yecw6ta89acd62wg5dvb5
283070
283069
2026-05-06T21:30:19Z
Aeia aai
24023
283070
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>
untuk menghentikan tembak-menembak antara Angkatan Perang NII dan TNI, dan bagi rombongan bersama sudah dilaksanakan pada tanggal 4 Djuni 1962 djam 11.35. </ol>
<ol type="1" start="4">
<li>Agar dimaklumi, bahwa S.M. Kartosuwirjo bersama saja, Aam (Atjeng Kurnia, kepala pengawal pribadi S.M. Kartosuwirjo) serta anak-anak sudah selamat ada dilingkungan RI dengan mendapat perawatan baik dan menggembirakan, pada tanggal 4 Djuni 1962 djam 12.00.
Ibu djuga, Dewi Siti Kalsum (Wiwik) sudah bersama bapak pada tanggal 5 Djuni 1962 djam 10.00.</li>
<li>Semuanja itu berlaku bagi pak Widjaja (salah seorang tokoh gerombolan Kartosuwirjo — ''Penulis'') dan semua Djami'atul Mudjahidin, Insja Allah Amin.</li>
<li>Kami bersama bapak menanti kedatangan saudara-saudara.</li>
</ol>
Demikianlah seruan dari S.M. Kartosuwirjo. Disamping itu PANGDAM VI Siliwangi, Kolonel Ibrahim Adjie, jang memimpin langsung operasi Brata Yudha itu, telah pula memerintahkan kepada pos-pos TNI untuk menerima anggauta gerombolan Kartosuwirjo jang turun dari hutan.
Guna memudahkan penerimaan anggauta gerombolan jang masih dihutan itu, oleh S.M. Kartosuwirjo sendiri djuga telah diperintahkan untuk mendatangi pos-pos TNI atau alat-alat negara lainnja jang terdekat.
Selandjutnja PANGDAM VI Siliwangi telah menjerukan lagi kepada seluruh anak buah S.M. Kartosuwirjo untuk segera menghentikan semua kegiatan mereka dan turun melaporkan diri, dengan membawa segala sendjata dan alat perlengkapan lainnja, demi untuk keselamatan mereka itu pada sekarang dan masa depan.
:”{{...|10}} Saja tidak akan berhenti mengerahkan dan mempergunakan semua potensi militer dan kekuatan rakjat setjara lebih hebat lagi terhadap mereka jang terus hendak membangkang dan tidak memenuhi seruan ini {{...|10}}”, demikian PANGDAM VI Siliwangi lebih djauh menegaskan.<noinclude>{{rh|||555}}</noinclude>
b9ka6p1lhoqao6mhszsuun9wcfg41e8
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/440
104
97883
282934
272206
2026-05-06T15:48:42Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282934
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>#<Li value="2">Anggaran dan perubahannja, baru dapat berlaku setelah disjahkan oleh Residen atau oleh seorang pembesar lain jang ditundjuk untuk itu oleh Gubernur; djika pengesahan tidak dapat diberikan maka dalam surat penolakannja harus dinjatakan sebab-sebabnja.
#Dilarang mentjampur adukkan pengeluaran dan penerimaan; segala pengeluaran dan segala penerimaan harus berdasarkan kepada kepentingan-kepentingan dan keperluan-keperluan jang dianggar.
#Tahun dinas adalah dari 1 Djanuari sampai dengan 31 Desember.
#Djika dianggap perlu, tiap-tiap tahun dengan petundjuk-petundjuk Residen dibuat perhitungan anggaran.
{{c|Fasal 18.}}
Ketentuan-ketentuan ini, dapat disebut dengan nama ,,Peraturan Negeri Otonoom diluar Djawa dan Madura" (Inlandse Gemeenteordonnantie Buitengewesten)”.
Ketiga: Menentukan sebagai berikut:
Peraturan ini mulai berlaku pada saat jang akan ditetapkan oleh G.G.
Dan agar tidak ada seorangpun jang akan dapat berbuat purapura tidak mengetahuinja, maka peraturan ini akan diumumkan didalam lembaran Negara H.B.
{{rh|||Dibuat di Djakarta, pada 3 September 1938.<br>
d.t.o. Tjarda van Starkenborch.<br>
Sekretaris Umum,<br>
J. M. Kiveron.<br>
(Srt.ketetapan G.G. tgl. 3 September 1938 No. 30.)}}
{{rh|Dikeluarkan pada<br>
tgl. 16 September 1938<br>
Sekretaris Umum<br>
J. M. Kiveron.}}
{{c|_______}}<noinclude>{{rh|434}}</noinclude>
45ntcglxhumkdwhu8veufztkaz61ic6
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/605
104
97889
282840
272180
2026-05-06T15:22:03Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{hii|3|0}}pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-
satuan territorial APRIS.
Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu. {{div end}}
<ol><li value=3>''Usaha perdjuangan ke Seberang.''</li>
Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.
</ol><noinclude></noinclude>
2txb4deq8hvtr4p0u667upa97oy7s3l
282844
282840
2026-05-06T15:23:17Z
Suga Widi
25678
282844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu. {{div end}}
<ol><li value=3>''Usaha perdjuangan ke Seberang.''</li>
Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.
</ol><noinclude></noinclude>
pmkx7ct62em0vr36exq3prg3ow84tln
282845
282844
2026-05-06T15:23:54Z
Suga Widi
25678
282845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu. {{div end}}
<ol><li value=3>''Usaha perdjuangan ke Seberang.''</li>
Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.
</ol><noinclude></noinclude>
t2asjnj1zlyqavx93szbknllz1w16ab
282849
282845
2026-05-06T15:24:57Z
Suga Widi
25678
282849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
<ol><li value=3>''Usaha perdjuangan ke Seberang.''</li>
Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.
</ol><noinclude></noinclude>
jgyd3hipiyycgwr8c9rnia986nsy97i
282851
282849
2026-05-06T15:25:40Z
Suga Widi
25678
282851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
<ol><li value=3>''Usaha perdjuangan ke Seberang.''</li>
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
tgddyy6lqtwox5zly7qs6zi5jd0wigy
282854
282851
2026-05-06T15:26:34Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
3. ''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
smzy69hy8acqv60atk56to0ew8oy3dp
282857
282854
2026-05-06T15:27:07Z
Suga Widi
25678
282857
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
3. ''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
4h01jl4kpaw40crs4b5n9urj6yt3mm2
282859
282857
2026-05-06T15:27:50Z
Suga Widi
25678
282859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
3. ''Usaha perdjuangan ke Seberang.'
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
0az23wtxe0aoc8o25g9mmfltw33ssy5
282862
282859
2026-05-06T15:28:46Z
Suga Widi
25678
282862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{Puu-nomor|n=3
| ''Usaha perdjuangan ke Seberang.'
}}
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
lzq7gqwv4o5pmgs5k7d0cwjuj5jwfvr
282864
282862
2026-05-06T15:29:16Z
Suga Widi
25678
282864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{PUU-nomor|n=3
| ''Usaha perdjuangan ke Seberang.'
}}
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
mpk3t99nhb17qdq2brfpx9z4rzexzbu
282866
282864
2026-05-06T15:30:09Z
Suga Widi
25678
282866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{PUU-nomor|n=1|m=3
| ''Usaha perdjuangan ke Seberang.'
}}
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
b6g1cnw9098oxqzbzasuj75ldt888uk
282868
282866
2026-05-06T15:30:54Z
Suga Widi
25678
282868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{PUU-nomor|n=1|m=3
| ''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
}}<br>:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
gco6ff1r70t3bj4qggnartu1ia6l6jz
282871
282868
2026-05-06T15:31:37Z
Suga Widi
25678
282871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{PUU-nomor|n=1|m=3
| ''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
}}
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
s3nj42u7qwlmci4w4jbe4qi9whq9q1c
282915
282871
2026-05-06T15:43:20Z
Suga Widi
25678
282915
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
{{PUU-nomor|n=1|m=3
|{{tab}}''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
}}
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
o3ghkf706qjvo00o61g1aqcgfz4h6j4
282918
282915
2026-05-06T15:44:15Z
Suga Widi
25678
282918
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:pelosok Sulawesi Selatan serta jang pada achir-achir ini sangat giat mengadakan gerakan dan terlepas dari Komando APRIS. Terhadap pasukan-pasukan gerilja tersebut, sesuai dengan usul-usul dan pandangan-pandangan jang kami telah sampaikan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk bertindak setjara bidjaksana dengan djalan memberikan status kepada pasukan-pasukan gerilja di Indonesia Timur (chususnja di Sulawesi Selatan) untuk diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial APRIS.
:Karena bahaja, jang mengantjam selama pasukan-pasukan gerilja itu mendjadi liar, ialah akan meluasnja tindakan-tindakan perseorangan berdasar sentimen jang bertalian dengan korban 40.000 djiwa pahlawan kemerdekaan didaerah itu.
:Dan sedjalan dengan usul-usul seperti diatas kami telah menjatakan kesanggupan kepada pimpinan Angkatan Perang untuk dapat mengatasi segala sesuatu kemungkinan. Dan kalau kami menjatakan kesanggupan dalam hal ini bukan berarti, bahwa kami "menondjolkan diri” dan/atau mengemukakan "saja-isme”, akan tetapi disebabkan kami jakin, bahwa sedjak tahun 1946 sampai penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 kami mempunjai hubungan organisasi dan pertalian batin dengan kaum perdjuangan di Indonesia Timur, karena dengan adanja tugas-tugas chusus jang kami peroleh dari pimpinan Angkatan Perang untuk mendjalankan usaha-usaha perdjuangan kedaerah-daerah seberang. Dan oleh karena itulah sebenarnja sedikitpun kami tidak mempunjai pengaruh diseberang dan Sulawesi Selatan chususnja, akan tetapi kepertjajaan kaum perdjuangan didaerah-daerah itu memang ada, bahwa hanja kamilah jang memperhatikan perdjuangan dan nasib mereka sedjak empat tahun jang lalu.
3.{{tab}}''Usaha perdjuangan ke Seberang.''
:Sedjak bulan Nopember 1945 kami mengerahkan tenaga infiltrasi dari Djawa ke Sulawesi untuk memperdjuangkan ideologi negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan berdasarkan Proklamasi 14 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
otp2skce5fmedbip3dtu6cehkpu9edo
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/606
104
97890
282883
272187
2026-05-06T15:35:26Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{hii|3|0}}Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di
Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah
pimpinan Kolonel Djokosujono.
Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
gnypuba56reztvthd1fw2zas7vssiip
282887
282883
2026-05-06T15:36:51Z
Suga Widi
25678
282887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah
pimpinan Kolonel Djokosujono.
Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
djpon2ybhoi8m803327gjk4ap25h29r
282890
282887
2026-05-06T15:37:15Z
Suga Widi
25678
282890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
e9pseycsr3hls0kep7ktzvk2h9vb426
282892
282890
2026-05-06T15:37:37Z
Suga Widi
25678
282892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
q4cca9lv1c6ciyuxbbnjzxsiqbvx0qh
282895
282892
2026-05-06T15:38:17Z
Suga Widi
25678
282895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
mg31p2z8zkg1etea6vtkpkugzave06k
282898
282895
2026-05-06T15:38:47Z
Suga Widi
25678
282898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
:Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
<ol><li value=4>''Pernjataan.''</li>
Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan se-
berang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan </ol><noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
f4mo014bpwm5l9d6vwwk1mjejxz8re0
282903
282898
2026-05-06T15:40:00Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
:Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
4. ''Pernjataan.''
:Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan seberang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan<noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
8gbn2tyaibul1ph93u79mouzroqfrke
282908
282903
2026-05-06T15:40:37Z
Suga Widi
25678
282908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
:Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
4.:''Pernjataan.''
:Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan seberang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan<noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
7srktz7yqlekl9ro1j60rmz8yh5arjm
282912
282908
2026-05-06T15:41:09Z
Suga Widi
25678
282912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
:Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
:4.''Pernjataan.''
:Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan seberang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan<noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
0mlgxh4d2or519gs6canc7b3ffs0khd
282913
282912
2026-05-06T15:41:49Z
Suga Widi
25678
282913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:Dan dalam usaha-usaha kami tersebut mendapat pimpinan dan bantuan langsung dari Letnan Kolonel Z. Lubis dizaman P.M.C. Pada tanggal 24 Maret 1946 kami mendapat mandat dan perintah dari Almarhum JM Panglima Besar Djenderal Sudirman dengan diketahui oleh Kolonel T.B. Simatupang, MBT/TRI untuk mempersiapkan pembentukan Tentara di Sulawesi. Dan berdasarkan mandat JM Panglima Besar itu dibentuklah kesatuan TRI Persiapan Sulawesi jang langsung mengirimkan Tentara Expedisi kedaerah Sulawesi, dan oleh karena persetudjuan Linggadjati, atas dekrit PJM Presiden Sukarno, maka persiapan kesatuan Sulawesi dilebur mendjadi kesatuan Lasjkar Sulawesi, jang administratif dan taktis termasuk Biro Perdjuangan dibawah pimpinan Kolonel Djokosujono.
:Dan sedjak kesatuan TRI persiapan Sulawesi sampai kekesatuan Lasjkar Sulawesi oleh kami telah mengirimkan 1.200 orang Tentara Expedisi ke Sulawesi jang dewasa ini mendjadi pasukan-pasukan gerilja didaerah itu.
:Pada tanggal 17-10-1949 kami mendapat perintah dari Kepala Staf Territorial Djawa Kolonel Bambang Supeno untuk membentuk Komando Groep Seberang dengan tugas untuk mempersiapkan tenaga territorial didaerah Seberang. Dengan berdasarkan tugas itu kami mengerahkan tenaga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Ketjil untuk mengkordinasikan pasukan gerilja dan mempersiapkan tenaga-tenaga territorial didaerah tersebut.
:Usaha mana didjalankan sedjak tanggal 17-10-1949 sampai saat penjerahan kedaulatan tanggal 27-12-1949. {{div end}}
4.{{tab}}''Pernjataan.''
:Akan tetapi, kami dianggap salah dan indisipliner, dan seringkali saja dianggap dan dituduh sebagai pengatjau jang mempengaruhi dan memasukkan faham kedalam Angkatan Perang, oleh karena djalan jang sangat berliku-liku harus kami lalui dalam usaha memperdjuangkan seberang untuk kembali kepada ideologi Proklamasi 17 Agustus 1945, ideologi Angkatan Perang. Dan kiranja bukan<noinclude>{{rh|568}}</noinclude>
muk2a3sfcutw00vssd9wg6jboy1xhwj
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/607
104
97896
282919
272305
2026-05-06T15:44:55Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282919
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{hii|3|0}}suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-
djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu. {{div end}}
<ol><li value=5>''Kesimpulan.''</li>
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
2115fhyuwjbygsy04ucs864rigwuopz
282922
282919
2026-05-06T15:45:44Z
Suga Widi
25678
282922
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-
djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu. {{div end}}
<ol><li value=5>''Kesimpulan.''</li>
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
a0gk07etuytj93qnnwe3dfdhflnejsl
282924
282922
2026-05-06T15:46:11Z
Suga Widi
25678
282924
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu. {{div end}}
<ol><li value=5>''Kesimpulan.''</li>
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
9ow9z9xzdbynykmafqkbjtbf3s5j7wa
282927
282924
2026-05-06T15:46:34Z
Suga Widi
25678
282927
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
:Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu. {{div end}}
<ol><li value=5>''Kesimpulan.''</li>
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
mw4gtmcckuut8bi1cegtr94ccbxfryj
282930
282927
2026-05-06T15:47:22Z
Suga Widi
25678
282930
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
:Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
:Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu.
<ol><li value=5>''Kesimpulan.''</li>
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
1u5v0nq7k5nexceqysv9pwqg419b989
282932
282930
2026-05-06T15:48:16Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282932
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
:Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
:Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu.
5.''Kesimpulan.''
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
a6uhbryqjapr8oljllrb7mv9b3noayt
282936
282932
2026-05-06T15:48:57Z
Suga Widi
25678
282936
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:suatu rahasia lagi, bahwa kami sebagai seorang perwira dari Angkatan Perang tidak dipertjaja oleh pimpinan Angkatan Perang, sehingga kami mendjadi perwira "nganggur” dan perwira "tidak mempunjai tanggung-djawab”, sekalipun keadaan di Indonesia Timur dewasa ini terang-terangan memanggil dan membutuhkan kami sebagai seorang peradjurit.
:Dan baiklah semua anggapan dan tuduhan itu kami rela terima dengan hati jang sedih, sekalipun tidak benar, kami bersedia didjatuhi hukuman militer, untuk demi Allah dan demi ketjintaan kami kepada negara, bangsa dan Angkatan Perang chususnja.
:Dan berikut kami menjatakan bahwa jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang terlalu banjak mendengarkan suara dari luar dan mempertjajai laporan-laporan jang tidak berdasarkan kebenaran, terutama oleh orang-orang jang mengaku dirinja intelektuil, sedangkan mereka itu adalah intelektuil setengah-setengah jang lupa kepada kenjataan, bahwa rakjat di Indonesia Timur dan Sulawesi Selatan chususnja 99% bukan kaum intelektuil dan 90% bahkan masih buta huruf, jang oleh karenanja rakjat Sulawesi Selatan masih harus dibimbing dan setjara psychologis harus kembali kepada kejakinan, adat-istiadat dan tingkat pendidikan, bagi mereka sangat sukar untuk dipaksakan untuk menurutkan kemauan seorang dua orang intelektuil setengah-setengah, dan psychologis perdjuangan rakjat didaerah itu harus kita akui, karena kemerdekaan bagi mereka benar-benar ditebus dengan darah dan djiwa didaerah itu.
5.{{tab}}''Kesimpulan.''
#Perlu segera diadakan penerangan umum dengan tjara mengadakan rapat-rapat raksasa dil. untuk mengatasi ratjun kolonial jang telah lama ditanamkan didalam hati rakjat di Indonesia Timur.
#Putera-putera Indonesia Timur jang telah berpengalaman mengikuti perdjuangan di Djawa perlu segera {{hws|dikembali|dikembalikan}}</ol><noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
4p8blg4b2xytnvzimj6l5z1kfk3ps53
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/443
104
97905
282939
272231
2026-05-06T15:50:07Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282939
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|Pasal 5.}}
Usaha Panitia Pemilihan seperti tersebut dalam pasal 3 wadjib selesai selambat-lambatnja pada tanggal 16 Djuni 1946.
IV. Hari memilih.
{{c|Pasal 6.}}
Hari memilih Dewan Perwakilan Negeri diseluruh S. Barat ditetapkan pada tanggal 25 hari bulan Djuni 1946.
IV. Tjara memilih.
{{c|Pasal 7.}}
#Panitia pemilihan menanam 4 orang pendaftar suara jang telah disumpah lebih dahulu menurut agamanja bahwa ia tidak akan membuka rahasia pemilihan artinja ia tiada akan memberitahukan kepada siapapun suara-suara sipemilih terhadap jang dipilihnja.
#Tiap-tiap pendaftar itu mempunjai sehelai daftar tjalon jang disjahkan oleh Panitia Pemilihan.
#Pada waktu pemilihan itu pendaftar-pendaftar diberi tempat jang terasing jaitu sekurangnja 10 meter dari tempat sipemilih berkumpul.
#Menurut giliran jang diatur oleh Panitia pemilih, maka tiaptiap suaranja sebanjak anggota Dewan Perwakilan Negerinja. Pendaftaran mentjatat dengan satu garis dibelakang nama-nama tjalon jang disebutkan oleh pemilih.
#Setelah semua pemilih selesai mengeluarkan suaranja maka dengan segera Panitia Pemilihan mengumpulkan daftar-daftar suara itu serta terus bersidang menetapkan hasil pemilihan.
{{c|Pasal 8.}}
#Pada tanggal 25 Djuni 1946 segala pemilih berkumpul pada djam 9 pagi ditempat jang ditentukan oleh Panitia Pemilihan dimana mereka berkumpul.
#Lebih dahulu Panitia Pemilihan menerangkan lagi sjarat- sjarat sipemilih, nama-nama tjalon, tjara-tjara memilih dengan seterang-terangnja. Sesudah itu memeriksa kalau ada sipemilih jang tiada memenuhi sjaratnja.
#Sipemilih dikumpulkan pada suatu lapangan jang dibatasi dan mereka jang telah memenuhi kewadjibannja mengeluarkan suaranja menurut peraturan dalam pasal 6 tiada boleh kembali masuk kedalam kumpulan itu.
{{c|Pasal 9.}}
Pemilihan dilakukan mulai pukul 10 pagi . Sipemilih jang datang lewat dari pukul 12 tengah hari tiada boleh lagi mengeluarkan suaranja.<noinclude>{{rh|||437}}</noinclude>
lgdgvx5707zknib1o1zdsxhf7mf5jso
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/611
104
97907
282698
272237
2026-05-06T13:41:22Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi. |
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
<ol>
<li>BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik. </li>
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
nosu98m8vh3g3ys9r09iw7jk3j2uq1m
282701
282698
2026-05-06T13:42:43Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi. |
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
<ol>
<li>BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik. </li>
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
mutlmvtwto8b8m8g4ep3x4q8bq0vlpd
282703
282701
2026-05-06T13:43:35Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
<ol>
<li>BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik. </li>
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
dhu2yvs39h9ltthc8v7pxq1hdoerkkw
282708
282703
2026-05-06T13:49:57Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
<ol>
{{Rapi|(1)|BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.}}
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
8rd2xu4ct3r75bbg4lq0vbfa77xpbyc
282711
282708
2026-05-06T13:51:35Z
Suga Widi
25678
282711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
{{Rapi|(1)|BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.}}
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
dpnf9c4follsaue99kttocf6rjk0s1r
282713
282711
2026-05-06T13:53:00Z
Suga Widi
25678
282713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
{{rapi|(1)|BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.}}
<li>BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
<li>BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam. </ol>
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
l8copthxba5hl3bum26gk3d7ll1fxmp
282716
282713
2026-05-06T13:56:35Z
Suga Widi
25678
282716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
{{PUU-nomor|n=(1)
|BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.
|BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
|BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam.
}}
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
lvh099jb66zwdd7gr9fdba3uw7xnape
282717
282716
2026-05-06T13:58:24Z
Suga Widi
25678
282717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
(1). BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.
(2). BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.
(3) BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam.
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
5fob4wmf60v2tagfp829q2xc9vuqpv9
282721
282717
2026-05-06T13:59:23Z
Suga Widi
25678
282721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
:(1). BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.<br>(2). BTP Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.<br>(3). BTP 'Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam.
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
74xzkhjcpadp37iezdcqnuijt7blt1x
282727
282721
2026-05-06T14:00:57Z
Suga Widi
25678
282727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
:(1). BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.<br>(2). BTP "Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.<br>(3). BTP "Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam.
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
mw9fbd69rgx45ojb8zwkc4xxv8kod2b
282729
282727
2026-05-06T14:01:22Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>bahwa Kahar Muzakar, dengan Surat Keputusan "Komandan Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia” No. 101 x/51, telah diangkat dengan resmi oleh S.M. Kartosuwirjo sebagai "Panglima Divisi IV Tentara Islam Indonesia”. Karena sumpah setianja kepada Pimpinan "TII” itu ia tak mungkin dan tak mau diresmikan bersama-sama anak buahnja sebagai anggauta APRI. Itulah djuga sebabnja mengapa ia senantiasa mengulur-ulur waktu bila diadjak berunding.
Sebagai akibat dari hal tersebut diatas, maka penjelesaian peristiwa ex-CTN itu dilakukan setjara setempat tanpa Kahar Muzakar lagi.
Guna membantu memulihkan keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara sebagai akibat petualangan Kahar Muzakar, maka dari Divisi Siliwangi telah diberangkatkan Brigif 13/Galuh pada tanggal 28 Oktober 1963 dengan pasukan taktisnja Jon 303, Jon 323 dan Jon 321. Guna lebih mengintensifkan lagi tugas pemulihan keamanan itu, maka pada tanggal 26 Pebruari 1964, Divisi Siliwangi telah pula memberangkatkan Jon 330/Kudjang I.
Gerakan untuk menumpas gerombolan bersendjata di Sulawesi Selatan/Tenggara itu dinamakan Operasi "TUMPAS" dan salah satu bagian dari Operasi Tumpas jang hasilnja paling menondjol ialah Operasi "KILAT” dengan Brigadir Djenderal Jusuf sebagai Panglimanja sedangkan Kolonel Solichin bertindak sebagai Kepala Staf-nja. Operasi ini dilantjarkan setelah Operasi "GUNTUR”, jaitu sesudah kekuatan induk gerombolan Kahar Muzakar menggeserkan pasukannja disekitar Awo Kompleks.
Didalam babak pertama, kekuatan jang tersedia adalah satu Resimen Team Pertempuran (RTP) dengan Letnan Kolonel A. Sosse sebagai komandannja, jang terdiri atas 3 BTP, jaitu:
:(1). BTP "Merah", dengan Komandan Kapten Abdul Malik.<br>(2). BTP "Kuning”, dengan Komandan Kapten Iskandar.<br>(3). BTP "Hidjau”, dengan Komandan Kapten Agustam.
Salah seorang komandan bawahan Kahar Muzakar, Andi Selle karena insjaf telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersedia berbakti lagi untuk Republik Indonesia. Berhubung dengan itu, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Bataljon, lalu sebagai<noinclude>{{rh|||573}}</noinclude>
1ixew1uynnxfu2zn0981ve1s0ly1g32
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/622
104
97912
283078
272218
2026-05-06T22:37:43Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283078
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><center>'''III'''</center>
<center>'''SILIWANGI DALAM MENUMPAS G30S/PKI DAN MEMBINA ORDE BARU DI DJAWA BARAT'''</center>
Major Djenderal TNI Suharto pada tanggal 2 Oktober 1965, selaku Pimpinan Sementara TNI-AD dan Pelaksana Pemulihan Keamanan dan Ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa ”30 September”, menjatakan didalam pidato radio beliau melalui studio RRI Djakarta antara lain sebagai berikut:
:”{{...|10}}Para pendengar sekalian diseluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke.
:Sebagaimana telah diumumkan, maka pada tanggal 1 Oktober 1965 jang baru lalu terdjadi di Djakarta suatu peristiwa, jang dilakukan oleh suatu gerakan kontra revolusioner, jang menamakan dirinja ”Gerakan 30 September”.
:Pada tanggal 1 Oktober 1965 mereka telah mentjulik beberapa perwira tinggi Angkatan Darat ialah:
:# Letnan Djenderal A. Yani,
:# Major Djenderal Suprapto,
:# Major Djenderal S. Parman,
:# Major Djenderal Harjono M.T.,
:# Brigadir Djenderal D.I. Pandjaitan,
:# Brigadir Djenderal Sutojosiswomihardjo.
Mereka telah dapat memaksa dan menggunakan studio RRI Djakarta dan Kantor Besar Telekomunikasi Djakarta untuk keperluan aksi penterroran mereka. Dalam pada itu perlu kami umumkan kepada seluruh rakjat Indonesia, baik didalam maupun diluar negeri, bahwa PJM Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno dan JM Menko Hankam/KASAB dalam keadaan aman dan sehat wal'afiat.<noinclude>{{rh|584}}</noinclude>
dxg9myfhdtdm3xk4avh16d99irbcwvj
283079
283078
2026-05-06T22:38:21Z
Aeia aai
24023
283079
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><center>'''III'''</center>
<center>'''SILIWANGI DALAM MENUMPAS G30S/PKI DAN MEMBINA''' <br>'''ORDE BARU DI DJAWA BARAT'''</center>
Major Djenderal TNI Suharto pada tanggal 2 Oktober 1965, selaku Pimpinan Sementara TNI-AD dan Pelaksana Pemulihan Keamanan dan Ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa ”30 September”, menjatakan didalam pidato radio beliau melalui studio RRI Djakarta antara lain sebagai berikut:
:”{{...|10}}Para pendengar sekalian diseluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke.
:Sebagaimana telah diumumkan, maka pada tanggal 1 Oktober 1965 jang baru lalu terdjadi di Djakarta suatu peristiwa, jang dilakukan oleh suatu gerakan kontra revolusioner, jang menamakan dirinja ”Gerakan 30 September”.
:Pada tanggal 1 Oktober 1965 mereka telah mentjulik beberapa perwira tinggi Angkatan Darat ialah:
:# Letnan Djenderal A. Yani,
:# Major Djenderal Suprapto,
:# Major Djenderal S. Parman,
:# Major Djenderal Harjono M.T.,
:# Brigadir Djenderal D.I. Pandjaitan,
:# Brigadir Djenderal Sutojosiswomihardjo.
Mereka telah dapat memaksa dan menggunakan studio RRI Djakarta dan Kantor Besar Telekomunikasi Djakarta untuk keperluan aksi penterroran mereka. Dalam pada itu perlu kami umumkan kepada seluruh rakjat Indonesia, baik didalam maupun diluar negeri, bahwa PJM Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno dan JM Menko Hankam/KASAB dalam keadaan aman dan sehat wal'afiat.<noinclude>{{rh|584}}</noinclude>
pg1eskg6fu1ci8mlc1pcfsvfdbl5sgx
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/444
104
97917
282941
272265
2026-05-06T15:50:50Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282941
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|Pasal 10.}}
#Kalau Panitia pemilih menimbang perlu, maka wanita boleh mengeluarkan suaranja pada tempat jang berpisah dari kaum laki-laki, tetapi pada hari jang ditentukan itu djuga.
#Kalau suatu negeri terlampau luas sehingga sipemilih tidak bisa dikumpulkan pada suatu tempat sadja, maka pemungutan suara boleh diadakan pada beberapa tempat menurut bagian. dalam negeri itu.
#Dalam hal jang tersebut dalam ruas 1 dan 2 maka panitia pemilihan harus menahan pendaftar-pendaftar 4 orang untuk tiap-tiap tempat memungut suara itu dan untuk bagian wanita boleh ditanam pendaftar wanita pada tiap tempat pemilihan itu hendaklah diadakan beberapa orang wakil Panitia Pemilihan jang mengatur sesuatunja supaja pemilihan berlangsung sebagaimana mestinja.
:V. Menetapkan hasil pemilihan.
{{c|Pasal 11.}}
#Panitia pemilihan menetapkan hasil pemilihan menurut suara jang terbanjak dalam daftar-daftar jang dengan segera diambil dari pendaftar.
#Mula-mula ditetapkan banjak orang jang turut memilih mengeluarkan suaranja.
#Tjalon-tjalon jang mendapat suara lebih dari seperdua dari banjaknja orang jang turut memilih itu ditetapkan terpilih mendjadi anggota Dewan Perwakilan Negeri.
#Kalau tiada tjukup banjaknja tjalon jang mendapat lebih dari seperdua suara, maka diadakan pemilihan diantara tjalon-tjalon jang tiada terpilih sampai tertjapai banjak anggotanja jang ditentukan.
{{c|Pasal 12.}}
#Ulangan pemilihan seperti tersebut dalam ruas 4 pasal 11 dilangsungkan dengan selekas mungkin sehingga selambatnja tanggal 1 Djuli telah tetap anggota Dewan Perwakilan Negeri. Nama-nama anggota itu dikirim dengan proces verbaal pemilihan selembar kepada Komite Nasional Kedemangan, sehelai kepada Bupati, sehelai kepada Residen dan sehelai disimpan dalam persuratan Negeri.
{{c|B. PEMILIHAN WALI NEGERI.}}
:VI. Menetapkan tjalon.
{{c|Pasal 13.}}
#Wali Negeri dipilih langsung oleh penduduk negeri diantara 4 tjalon jang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Negeri jang telah dipilih menurut peraturan ini.<noinclude>{{rh|438}}</noinclude>
p5s77dd2ci2javllc3vmj9ito5s0ryq
282943
282941
2026-05-06T15:51:32Z
Link PB
26772
282943
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|Pasal 10.}}
#Kalau Panitia pemilih menimbang perlu, maka wanita boleh mengeluarkan suaranja pada tempat jang berpisah dari kaum laki-laki, tetapi pada hari jang ditentukan itu djuga.
#Kalau suatu negeri terlampau luas sehingga sipemilih tidak bisa dikumpulkan pada suatu tempat sadja, maka pemungutan suara boleh diadakan pada beberapa tempat menurut bagian. dalam negeri itu.
#Dalam hal jang tersebut dalam ruas 1 dan 2 maka panitia pemilihan harus menahan pendaftar-pendaftar 4 orang untuk tiap-tiap tempat memungut suara itu dan untuk bagian wanita boleh ditanam pendaftar wanita pada tiap tempat pemilihan itu hendaklah diadakan beberapa orang wakil Panitia Pemilihan jang mengatur sesuatunja supaja pemilihan berlangsung sebagaimana mestinja.
{{gap}} V. Menetapkan hasil pemilihan.
{{c|Pasal 11.}}
#Panitia pemilihan menetapkan hasil pemilihan menurut suara jang terbanjak dalam daftar-daftar jang dengan segera diambil dari pendaftar.
#Mula-mula ditetapkan banjak orang jang turut memilih mengeluarkan suaranja.
#Tjalon-tjalon jang mendapat suara lebih dari seperdua dari banjaknja orang jang turut memilih itu ditetapkan terpilih mendjadi anggota Dewan Perwakilan Negeri.
#Kalau tiada tjukup banjaknja tjalon jang mendapat lebih dari seperdua suara, maka diadakan pemilihan diantara tjalon-tjalon jang tiada terpilih sampai tertjapai banjak anggotanja jang ditentukan.
{{c|Pasal 12.}}
#Ulangan pemilihan seperti tersebut dalam ruas 4 pasal 11 dilangsungkan dengan selekas mungkin sehingga selambatnja tanggal 1 Djuli telah tetap anggota Dewan Perwakilan Negeri. Nama-nama anggota itu dikirim dengan proces verbaal pemilihan selembar kepada Komite Nasional Kedemangan, sehelai kepada Bupati, sehelai kepada Residen dan sehelai disimpan dalam persuratan Negeri.
{{c|B. PEMILIHAN WALI NEGERI.}}
{{gap}} VI. Menetapkan tjalon.
{{c|Pasal 13.}}
#Wali Negeri dipilih langsung oleh penduduk negeri diantara 4 tjalon jang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Negeri jang telah dipilih menurut peraturan ini.<noinclude>{{rh|438}}</noinclude>
0lbz70g5tdfxyuzd4266g4x77cccrx5
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/623
104
97922
283080
272242
2026-05-06T22:43:17Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283080
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hii|2|0}}
Para pendengar sekalian.
Kini situasi telah dapat kita kuasai baik dipusat maupun didaerah-daerah. Dan seluruh slagorde Angkatan Darat ada dalam kompak bersatu.
Untuk sementara Pimpinan AD kami pegang. Antara AD, ALRI dan AURI telah terdapat saling pengertian, bekerdja sama dan kebulatan tekad penuh, untuk menumpas perbuatan kontra revolusi jang dilakukan oleh apa jang menamakan dirinja ”Gerakan 30 September”.
Para pendengar sebangsa dan setanah air jang budiman. Apa jang menamakan dirinja ”Gerakan 30 September” telah membentuk apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia”. Mereka telah mengambil-alih kekuasaan Negara atau lazimnja disebut coup dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno dan melempar Kabinet Dwikora kekedudukan demisioner, disamping mereka telah mentjulik beberapa Perwira Tinggi AD.
Para pendengar sekalian.
Dengan demikian djelaslah bahwa tindakan-tindakan mereka itu Kontra Revolusioner jang harus diberantas sampai keakar-akarnja. Kami jakin dengan bantuan penuh dari massa rakjat jang progressif revolusioner, gerakan kontra-revolusioner 30 September pasti dapat kita hantjur-leburkan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berdasarkan Pantjasila pasti djaja{{...|10}}
Diharap masarakat tetap tenang dan tetap waspada, siap-siaga serta terus memandjatkan do'a kehadirat Tuhan Jang Maha Esa {{...|10}}
Kita pasti menang, karena kita tetap berdjuang atas dasar PANTJA SILA dan diridloi TUHAN JANG MAHA ESA.
Sekian, terima kasih{{...|10}}”
{{div end}}
Demikianlah, pada penghudjung hari tanggal 30 September 1965 dipagi subuh tanggal 1 Oktober 1965, tepat pada hari ulang tahun Tjina Komunis RRT, Partai Komunis Indonesia telah untuk<noinclude>{{rh|||585}}</noinclude>
ai2stsondswk9ivt52p602zuav0oekz
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/413
104
97932
283529
272261
2026-05-07T05:24:32Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283529
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
{{gap}}Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
{{gap}}Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
7i2n61xewo56lhcpbiun2s9t78td5u7
283530
283529
2026-05-07T05:25:06Z
Suga Widi
25678
283530
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
{{gap}}Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
qx1a40mcm2gfgg7ks2vvoztgwfvtz0d
283531
283530
2026-05-07T05:25:35Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283531
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
7o5gm0qxp3mp8v0xvbzqbofuj3ikpla
283532
283531
2026-05-07T05:26:36Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283532
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
0hb7fx7gd9udxde05wjrcsxaidb6n8m
283533
283532
2026-05-07T05:27:14Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283533
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{rule|5em}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
gyafc0jpf86h7yylrd9cwtgef3twuv6
283534
283533
2026-05-07T05:27:39Z
Suga Widi
25678
283534
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gubernur Nasroen dipindahkan 1 Agustus 1650.'''
Menteri Dalam Negeri menetapkan bahwa mulai 1 Agustus 1950, Gubernur Nasroen dengan resmi dipindahkan ke Pusat Pemerintah R.I. di Djogja dan diangkat mendjadi Gubernur jang diperbantukan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Seterusnja pada tanggal 2 Agustus 1950 telah dilakukan upatjara timbang terima pimpinan pemerintahan propinsi Sumatera Tengah antara Gubernur Mr. M. Nasroen dengan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah, berdasarkan petundjuk Menteri Dalam Negeri tertanggal 27 Djuli 1950.
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{rule|5em}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}<noinclude>{{rh|||407}}</noinclude>
aieabd4li4afac6d6zt5gkpjfyrhibs
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/431
104
97935
282888
272334
2026-05-06T15:36:51Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Memutuskan ;
#<li value="1">Menuntut pemilihan umum langsung, rahasia, lijstenstelsel, dan perwakilan berimbang.
#<li value="2">Menjesali sikap pemerintah jang mengakibatkan kosongnja, demokrasi di Sumatera-Tengah sekian lama.
#<li value="3">Mentjabut P.P. No. 1 tahun 1951.
#<li value="4">Mengaktiveer kembali DPRST.
{{gap}}Dengan tjatatan bahwa;
Pertama;
{{gap}}Masjumi dan GPII tidak menjetudjui 3 dan 4 (mentjabut P.P.No. 1 tahun 1951 dan meng-aktiveer kembali DPRST).
Kedua;
{{gap}}P.N.I. menjetudjui 1, 2 dan 3.
Ketiga;
{{gap}}P.S.I. menjetudjui 1 dan 2.
Keempat;
{{gap}}Parkindo menjetudjui seluruh putusan.
{{gap}}Keadaan di Sumatera-Tengah ini oleh partai-partai selalu dinamakan „kekosongan demokrasi", jang telah mendjadi kalimat biasa dan selalu terdengar dalam lingkungan politisi SumateraTengah. Makin lama keadaan ini berdjalan makin besar hasrat untuk mengisi sesuatu jang dinamakan kosong ini, dan titik berat usaha beralih kepada K.P.P.S.T
'''Wakil K.P.P.S.T. ke Djakarta 6 Des. 1952.'''
{{gap}}Dan pada tanggal 6 Desember 1952 berangkatlah delegasi K.P.P.S.T. untuk menemui pemerintah pusat (Menteri Dalam Negeri) di Djakarta guna merundingkan aktivering DPRST kembali. Menteri Dalam Negeri mendjandjikan akan memberi ketentuan dalam pertengahan Djanuari 1953. Disamping itu Pemerintah Pusat menitikberatkan kepada persetudjuan antara partai-partai di Sumatera-Tengah.
{{gap}}Oleh partai-partai di Sumatera-Tengah dengan perantaraan KPPST, telah diadakan banjak kali rundingan tentang tjara-tjara meng-aktiveer DPRST kembali: 11 buah dan 14 partai -partai jang bergabung dalam K.P.P.S.T., telah dapat merumuskan dan memadjukan satu konsepsi, mengenai pentjairan kembali DPRST,<noinclude>{{rh|||425}}</noinclude>
6ktqi3imujmsnq7vz7ozeqdhhdhmyxb
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/432
104
97936
282893
272353
2026-05-06T15:37:45Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>sedang 3 partai jang lainnja memadjukan konsepsinja masing-masing pula.
{{gap}}Pada pokoknja semua partai sudah sepaham untuk mengisi kekosongan demokrasi di Sumatera-Tengah. Perbedaan pendapat timbul tentang tjara-tjara pelaksanaannja. Perbedaan pendapat ini, nampaknja semakin hari semakin merupakan ketegangan antara partai-partai di Sumatera-Tengah. Masing-masing mempertahankan konsepsinja.
{{gap}}Kemudian Gubernur Kepala Daerah Sumatera-Tengah telah mentjampuri persoalan tersebut dengan mengadakan hearing dengan KPPST pada tanggal 25-2-1953.
{{gap}}Dalam melandjutkan usaha kearah ini, oleh KPPST, telah diadakan rapat-rapat umum, seperti di Bukittinggi pada tanggal 16-2-1953, dimana setjara aklamasi rapat menjatakan persetudjuan untuk mengisi kekosongan demokrasi dan mendesak pentjairan kembali DPRST jang beku.
{{gap}}Pada tanggal 1 Maret 1953, dilangsungkan pula rapat-serentak di Padang dan Solok. Dimana setelah mendengarkan uraian-uraian tentang vacuum demokrasi di Sumatera-Tengah, maka dimadjukan konsepsi sebagai berikut:
#<li value="1"> Memprotes kebidjaksanaan Pemerintah jang sengaja mengosongkan adanja demokrasi berlarut-larut hampir diseluruh Indonesia umumnja dan Daerah Sumatera-Tengah chususnja.
#<li value="2"> Mendesak supaja Pemerintah menjesali akan sikapnja jang demikian dan menuntut setjepat-tjepatnja kekosongan Demokrasi diseluruh Indonesia diachiri, dengan membentuk DPR2 dilain-lain daerah dan mentjairkan DPRST jang dibekukan.
#<li value="3">Menuntut agar KPPST setjepat-tjepatnja mengadakan suatu Kongres Rakjat Sumatera-Tengah untuk mengatasi segala kesulitan-kesulitan jang telah dan mungin timbul sebagai akibat kekosongan demokrasi didaerah propinsi Sumatera-Tengah.
{{gap}}Demikian setjara ringkas rentetan usaha-usaha/aksi dari KPPST untuk mengisi vacuum demokrasi di SumateraTengah.<noinclude>{{rh|426}}</noinclude>
oyw6gvaoom6jrhis8gpe5q6n8xwmztk
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/445
104
97937
282947
272287
2026-05-06T15:52:37Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282947
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>#<li value="2">Kerapatan Dewan Perwakilan Negeri untuk menetapkan tjalontjalon Wali Negerinja diadakan pada tanggal 5 Djuli diketuai oleh Kepala Negeri jang masih ada.
#Tjalon Wali Negeri itu tidak dibatasi diantara anggota Dewan Perwakilan Negeri sadja.
#Pemilihan tjalon itu dilangsungkan dengan kertas bertulis tertutup dan tidak ditanda-tangani.
#4 orang tjalon jang paling banjak mendapat suara dari tjalontjalon lain itulah jang mendjadi tjalon Wali Negeri.
#Nama-nama Tjalon jang empat itu disiarkan sebanjak mungkin seperti menjiarkan nama anggota Dewan Perwakilan Negeri.
{{gap}} II.Panitia Pemilihan Wali Negeri.
{{c|Pasal 14.}}
Panitia pemilihan anggota-anggota Dewan Perwakilan Negeri dilarang djuga untuk menjelenggarakan pemilihan Wali Negeri.
{{gap}} III. Hari pemilihan Wali Negeri.
{{c|Pasal 15.}}
Hari pemilihan wali Negeri ditetapkan pada tanggal 10 hari bulan Djuli.
{{gap}} IV. Tjara memilih dan lain-lain.
{{c|Pasal 16.}}
#Selain dari pendaftar suara jang ditetapkan banjaknja hanja dua orang, maka ini pasal 6, 7, 8, 9, 10 berlaku djuga menurut maksudnja dalam pemilihan Wali Negeri dengan ketentuan bahwa ulangan undian jaitu kalau tiada ada tjalon jang mendapat seperdua suara dilakukan antara 2 orang tjalon jang mendapat suara paling banjak.
#Ulangan pemilihan didjalankan selambatnja pada tanggal 15 Djuli 1946 sehingga Wali Negeri jang baru mulai mendjabat pekerdjaannja pada tanggal 18 Djuli 1946.
{{c|Pasal 17.}}
Peraturan ini berlaku pada tanggalnja diumumkan.
{{rh|||Padang, 21 Maret 1946.<br>
Residen Sumatera Barat,<br>
Dr. M. Djamil glr. Dt. Rangkajo Tuo.}}
{{c|_______}}<noinclude>{{rh|||439}}</noinclude>
9vuhxxtt5befsju1fd55ctxqhj37z2r
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/617
104
97945
283075
272290
2026-05-06T22:29:39Z
Aeia aai
24023
283075
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>:{|
|(1)||Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.
|-
|(2)||Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
|-
|(3)||Satu team menutup sajap kanan.
|-
|(4)||Satu team menutup sajap kiri.
|-
|(5)||Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
|}
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
lgi73gdnpmlg5e5slsfv66b5lkvincb
283161
283075
2026-05-07T01:15:50Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283161
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:{|
|(1)||Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.
|-
|(2)||Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
|-
|(3)||Satu team menutup sajap kanan.
|-
|(4)||Satu team menutup sajap kiri.
|-
|(5)||Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
|}
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
gsmk6u9rx2y3j765txer66npqfhtgzy
283162
283161
2026-05-07T01:19:12Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283162
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
2w2183lx1kkfaakxzixkeoci3lql774
283163
283162
2026-05-07T01:20:12Z
Suga Widi
25678
283163
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1): Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
qph74z7cslwiq92grgr02ecgykcyuwk
283164
283163
2026-05-07T01:21:20Z
Suga Widi
25678
283164
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
d172dq8jb1ieemo1p31donob87wrs64
283165
283164
2026-05-07T01:26:51Z
Suga Widi
25678
283165
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol style="list-style-type: '()';">
<li>Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.</li>
</ol>
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
jhrtjxk1cgftqc8g4wbwez5ouqk3l9a
283166
283165
2026-05-07T01:28:35Z
Suga Widi
25678
283166
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol style="list-style-type: decimal;">
<li>(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team.</li>
</ol>
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
7bczqd8yr0epukgxib5qp75la9cjc3f
283167
283166
2026-05-07T01:29:50Z
Suga Widi
25678
283167
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 :team.
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
td14xvwtmputf3w8f7g4l7ejqc6umiq
283168
283167
2026-05-07T01:30:33Z
Suga Widi
25678
283168
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 <br>:team
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
9bfegwr160paqjx264v3lse3zgmrjsf
283169
283168
2026-05-07T01:31:31Z
Suga Widi
25678
283169
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4
: team
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
h0pmu3ctnueqh4hkhthuvtkwya67vyd
283171
283169
2026-05-07T01:32:00Z
Suga Widi
25678
283171
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
:(1) Peleton jang berkekuatan 18 orang itu dibagi dalam 4 team
:(2) Satu team tetap berada diseberang sungai untuk mentjegah musuh meloloskan diri melalui sungai.
:(3) Satu team menutup sajap kanan.
:(4) Satu team menutup sajap kiri.
:(5)Satu team poros tengah dan merupakan team penjergap.
Ketika tembakan-tembakan dilepaskan, maka dari gubuk no. 5 (dari utara), melompatlah Kahar Muzakar, jang dengan djelas dapat dikenal oleh Kopda Ili Sadeli oleh karena ia hanja berada beberapa meter sadja dari tempat persembunjiannja. Setiap jang beroperasi didaerah itu sudah diberikan gambar-gambar pengenal dari Kahar Muzakar.
Kahar Muzakar berusaha meloloskan diri kearah utara. Pada mulanja Kopda Ili Sadeli hendak menangkap Kahar Muzakar hidup-hidup, akan tetapi ia kemudian membatalkan niatnja itu ketika dilihatnja bahwa Kahar Muzakar sedang menggenggam geranat tangan. Kopda Ili Sadeli tak mau mengambil sesuatu resiko lalu dengan djitunja melepaskan tembakan-tembakan jang terarah baik kepada dada Kahar Muzakar jang kemudian tewas seketika itu djuga.
Dalam penjergapan jang gilang-gemilang itu, Peleton I Kompi D Jon 330/Kudjang I tidak menderita korban seorangpun berkat pimpinan Peltu Umar Sumarsana.
Dari fihak gerombolan, selain Kahar Muzakar sendiri, telah tewas 18 orang dan sisanja 12 orang berhasil ditangkap. Seputjuk bren serta 4 putjuk sendjata lainnja berhasil dirampas.
Dengan tewasnja Kahar Muzakar pada tanggal 3 Pebruari 1965, djusteru pada saat-saat mendjelang Hari Raya Idulfitri 1384 Hidjrah, maka berachirlah petualangan Kahar Muzakar.
Operasi-operasi terhadap gerombolan Kahar Muzakar itu tidaklah berdjalan setjara ”smoothly” seperti diduga orang. Jang paling berat jang harus diatasi oleh Putera-putera Siliwangi ialah keadaan alam dan medan jang amat buas, sehingga operasi ini harus dilakukan dengan penuh keprihatinan.
Hutannja tidak terdapat tanam-tanaman atau buah-buahan jang dapat dimakan. Tidak ada djalan-djalan. Pondok-pondok {{hws|pen|penduduk}}<noinclude>{{rh|||579}}</noinclude>
knewn8qwjtjg0o9i0lz9kcenx3x1vf2
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/430
104
97946
282885
272288
2026-05-06T15:36:11Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>terdiri dari enam orang, diketuai oleh Gubernur serta diangkat dan diperhentikan oleh Menteri Dalam Negeri. Dewan bertanggung-djawab kepada Menteri Dalam Negeri. Tetapi pembentukan ini tak dapat didjalankan dalam enam bulan itu, djuga sesudahnja, karena kabinet Natsir djatuh oleh mosi pentjabutan P.P. 39 jang memuat tjara membentuk Dewan Perwakilan Rakjat Daerah, sedangkan peraturan penggantian belum ada sampai sekarang.
{{gap}}Djadi DPRST tetap dalam keadaan beku, Kabinet silih berganti, dan pembentukan DPRST diperpandjang, sampai suatu waktu jang akan ditentukan oleh Menteri Dalam Negeri, menurut P.P. No. 27 tahun 1951, jang diundangkan tanggal 7 Djanuari 1951.
'''Delegasi ke Djakarta tentang pembentukan D.P.R.S.T.'''
{{gap}}Kemudian satu delegasi jang terdiri dari Dewan Pemerintah antara lain M. Sjafei dan Mr. A. Bakar Djaar berangkat ke Djakarta, buat menjelesaikan soal pembentukan DPRST ini. Sekembalinja maka ketua delegasi Mr. Abu Bakar, menerangkan bahwa pemerintah berniat tidak akan meng „entjer " kan kembali DPRST jang telah beku itu, tetapi akan menggantinja dengan jang baru, setjara pemilihan umum, menurut sistem jang terkandung dalam Undang-undang No. 7 dengan tjara bertingkat.
{{gap}}Sedangkan partai-partai menghendaki pemilihan umum setjara langsung.
{{gap}}Dalam pada itu Menteri Dalam Negeri menjetudjui, supaja didjalankan persiapan pemilihan umum untuk anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat Daerah, dan untuk anggota Parlemen sekali.
{{gap}}Tetapi disamping itu, Dewan Perwakilan Rakjat kabupaten, jang pada empat kabupaten, dan satu kota dibentuk menurut P.P. No. 39, dan jang lain dibentuk oleh dan dari MPRK, menurut peraturan Gubernur Militer No. 10 dan Dewan Perwakilan disebahagian Wilajah/Ketjamatan dalam lingkungan Sumatera-Tengah tetap berdjalan terus.
{{gap}}Hanja Dewan Perwakilan Rakjat Kota Bukittinggi dibentuk sebelum agressi kedua dengan pemilihan umum , menurut sistem sekali gus.
{{gap}}Pada waktu jang achir-achir ini, dari beberapa partai di SumateraTengah, timbul initiatief untuk mengisi kekosongan demokrasi di Sumatera-Tengah ini, dengan djalan meng -„entjerkan" kembali D.P.R.S.T.
'''K.P.P.S.T. terbentuk 27 Djuli 1952'''
{{gap}}Dan pada tanggal 27 Djuli 1952 Panitia tetap Koordinasi Partai-partai Politik se-Sumatera-Tengah mengeluarkan suatu Statement Bersama jang antara lain berbunji;<noinclude>{{rh|424}}</noinclude>
jmm2bw1r2dz8j20i60obpnn9aqy9xie
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/626
104
97951
283081
272300
2026-05-06T22:49:38Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283081
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol type="I" start="2">
<li>Untuk melantjarkan tindakan landjut daripada tindakan 30 September 1965, maka oleh pimpinan Gerakan 30 September akan dibentuk Dewan Revolusi Indonesia jang anggotanja terdiri dari orang-orang sipil dan orang-orang militer jang mendukung Gerakan 30 September tanpa reserve. Untuk sementara waktu, mendjelang pemilihan umum Madjelis Permusjawaratan Rakjat sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945, Dewan Revolusi Indonesia mendjadi sumber daripada segala kekuasaan dalam negara Republik Indonesia. Dewan Revolusi adalah alat bagi Bangsa Indonesia untuk mewudjudkan Pantja Sila dan Pantja Azimat seluruhnja. Dewan Revolusi dalam kegiatannja sehari-hari akan diwakili oleh Presidium Dewan terdiri dari Komandan dan Wakil-wakil Komandan Gerakan 30 September.</li>
<li>Dengan djatuhnja segenap Kekuasan Negara ketangan Dewan Revolusi Indonesia, maka Kabinet Dwikora dengan sendirinja berstatus demisioner. Sampai pembentukan Dewan Menteri baru oleh Dewan Revolusi Indonesia, para bekas Menteri diwadjibkan melakukan pekerdjaan-pekerdjaan routine mendjaga ketertiban dalam Departemen masing-masing, dilarang melakukan pengangkatan pegawai baru dan dilarang mengambil tindakan-tindakan jang bisa berakibat luas.
Semua bekas Menteri berkewadjiban memberikan pertanggungandjawab kepada Dewan Revolusi Indonesia c.q. Menteri-menteri baru jang akan ditetapkan oleh Dewan Revolusi Indonesia.</li>
<li>Sebagai alat daripada Dewan Revolusi Indonesia, didaerah dibentuk Dewan Revolusi Provinsi (paling banjak 25). Dewan Revolusi Kabupaten (paling banjak 15 orang). Dewan Revolusi Ketjamatan (paling banjak 10 orang) dan Dewan Revolusi Desa (paling banjak 7 orang), terdiri dari orang-orang sipil dan militer jang mendukung Gerakan 30 September tanpa reserve.</li>
</ol><noinclude>{{rh|588}}</noinclude>
lu4ivpf13eh6vw4hhp6d6wjwrqi08u5
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/633
104
97989
283105
272409
2026-05-06T23:32:08Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283105
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Begitu pendjabat-pendjabat pimpinan TNI-AD tidak ”in fungsi”, maka tokoh-tokoh TNI-AD lainnja tidak begitu sadja kehilangan akal. Maka tampillah Major Djenderal Suharto, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) kedepan, selaku seorang senior TNI-AD, untuk mengambil oper tanggung-djawab dan pimpinan TNI-AD serta mengambil tindakan-tindakan seperlunja. Dengan tjepat dipeladjarinja situasi jang kalut waktu itu, untuk kemudian mengambil langkah-langkah dan kebidjaksanaan-kebidjaksanaan jang diperlukan. Maka dalam tempo kurang dari 24 djam, pemberontakan PKI di Ibu Kota Djakarta telah berhasil ditindas, sedangkan usaha-usaha penghantjuran pemberontakan PKI didaerah-daerah mulai pula diselenggarakan.
Dalam usaha menghantjurkan pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu di Ibu Kota Djakarta itu dan wilajah DKI Djakarta Raya umumnja, disamping kesatuan-kesatuan lainnja, Resimen Pertempuran Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau djuga dikenal dengan sebutan Para Komando (PARAKO) dibawah pimpinan Kolonel Sarwo Eddy, telah mengguratkan karya djuang jang gemilang.
Demikian pula Divisi Siliwangi tidak ketinggalan didalam karya djuangnja. Dalam hal ini Bataljon 328 Para Kudjang 1I/SILIWANGI jang hadlir diibukota dalam rangka Hari Ulang Tahun ABRI jang ke XX pada tanggal 5 Oktober 1965.
Pada tanggal 1 Oktober 1965, Major Djenderal Suharto selaku Pimpinan Sementara Angkatan Darat Republik Indonesia mengumumkan sebagai berikut:
<br>
<br>
:DEPARTEMEN ANGKATAN DARAT
<center>'''PENGUMUMAN No, 002/Peng/Pus/1965.'''</center>
:Dengan ini diumumkan bahwa:
# Telah ada pengertian kerdja-sama dan kebulatan penuh antara Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Kepolisian untuk menumpas gerakan Kontra-revolusioner dari apa jang menamakan dirinja "Gerakan 30 September”.<noinclude>{{rh|||595}}</noinclude>
avjia049b84qzyrq0tm7618m1saqu46
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/418
104
98005
282850
272534
2026-05-06T15:25:25Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>'''Sidang D.P.R.S.T. informeel 6 Oktober 1950.'''
{{gap}}Kemudian pada tanggal 6 Oktober 1950 D.P.R.S.T. mengadakan sidang informeel dengan mengambil tempat dirumah Wali Kota Bukittinggi dimana diambil putusan bahwa sidang ke-V D.P.R.S.T. akan dilangsungkan dari tanggal 23-26 Oktober, bertempat di Bukittinggi dengan atjara mengenai desentralisasi, keuangan, dan soal Gubernur Sumatera Tengah.
{{gap}}Pada pertengahan bulan Oktober terpetik berita bahwa Menteri Dalam Negeri akan mengangkat Sdr. Ruslan Muljohardjo mendjadi Acting Gubernur Sumatera Tengah. Sebelum agressi ke-II, Sdr. Ruslan djuga bertugas di Bukittinggi sebagai Residen jang diperbantukan pada Komisariaat Pemerintah Pusat di Sumatera.
'''Sidang pleno D.P.R.S.T. jang kelima.'''
{{gap}}Dalam keadaan politik seperti inilah dilangsungkan sidang pleno D.P.R.S.T. jang ke -V pada tanggal 23 Oktober 1950. Sidang dihadiri oleh 27 orang anggota dan dipimpin oleh ketua H. Iljas Jacoub.
{{gap}}Dalam kata pembukaannja H. Iljas Jacoub menerangkan, bahwa sidang pleno sekarang adalah suatu sidang jang pertama kali dalam negara kesatuan.
{{gap}}Setelah menguraikan perubahan-perubahan jang terdjadi selama revolusi dan politik petjah belah maka pembitjara tegaskan supaja dibongkar keakar-akarnja, seperti rasa kedaerahan jang membahajakan kesatuan bangsa.
{{gap}}Dengan kekuatan kesatuan kebangsaan ini, akan dapat kita sempurnakan pembangunan setjara besar-besaran dalam lapangan rohani dan djasmani.
{{gap}}Achirnja dikatakan, dengan terbentuknja Negara Kesatuan, kita lebih banjak mempunjai kemungkinan-kemungkinan dari masa jang lampau untuk mewudjudkan tjita-tjita pembangunan dan perbaikan nasib rakjat. Ia harus kita pergunakan dan wudjudkan sebaikbaiknja. Dengan itu kita dapat mengisi kemerdekaan. Saja berharap, semoga sidang pleno ini, dapat kiranja menumbuhkan gambaran usaha-usaha Pemerintah, djuga rakjat jang diarahkan kepada pembangunan masjarakat, menudju kemakmuran dan kebahagian rakjat.
{{gap}}Selandjutnja dibatjakan ketetapan Gubernur Propinsi Sumatera Tengah tanggal 23-10 No. 79 mengenai keangkatan anggota-anggota baru, pengganti 7 orang anggota D.P.R.S.T.
{{gap}}Dengan ketetapkan tersebut, diperhentikan: Njonja Dr. Azis, Dr.Sagaf Jahja, Zainal Zainur, Sjahrial Rachman (Djambi), Dr. Pur-<noinclude>{{rh|412}}</noinclude>
ac0kqanx0fl2bdquo6tyw4psbgiug3a
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/419
104
98007
282855
272551
2026-05-06T15:26:43Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>wadi (Djambi, Sjamsul Bahrum (Djambi) dan Abdullah (Padang), atas permintaan sendiri.
{{gap}}Penggantinja: Moh. Rusli, Sidi Muhamad (S. Barat), Hadji Nawawi dan Sudarsono (Djambi) dan Muchtar Husin, Mahmud dan Tengku Makmua (Riau). Tapi Sudarsono tidak hadir.
{{gap}}Selesai ini langsung 6 anggota baru ini diambil sumpahnja oleh ketua jang dilaksanakan oleh Hadji Darwis Taram Dt. Tumanggung.
{{gap}}Lalu Dewan Pemerintah memberi lapuran tentang perdjalanan usaha pemerintahan dinas sentral dan propinsi selama 6 bulan terachir ini. Mengenai propinsi diterangkan bahwa dengan timbulnja konflik antara D.P.R.S.T. dengan Gubernur Nasroen pada sidang pleno ketiga jang lalu, maka kehendak kebanjakan tertarik kepada penjelesaian soal ini jang bukan sedikit pengaruhnja kepada kelantjaran djalan pemerintahan. Dalam pelaksanaan Undangundang No. 22 lalu dibentuk wilajah-wilajah dan kabupaten-kabupaten otonoom. Dewan Pemerintahan berpedoman kepada program kabinet jaitu terutama tiga pasal; mendjamin keamanan, mengkonsolidir pemerintahan kedalam dan memperkokoh kesedjahteraan rakjat. Selandjutnja diuraikan perhubungan propinsi dengan Pemerintah Pusat. Dinjatakan tidak mendapat pimpinan jang tegas dari Pemerintah Pusat. Ditjontohkan dengan konflik D.P.R.S.T. Nasroen jang sampai kini belum selesai oleh pusat.
{{gap}}Sampai sekarang kita menanti-nanti, siapa jang akan djadi Gubernur Sumatera Tengah. Diakui perhubungan djawatan-djawatan dengan Pemerintah Pusat teratur. Hampir semua djawatan-djawatan, bagian teknis dan keuangannja diatur oleh pusat. Hanja dalam organisasi keuangan, propinsi belum dapat persesuaian dengan pusat.
{{gap}}Terang-terang dikatakan, kita disini tidak mendapat pimpinan jang tegas dan atjapkali pula instruksi jang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat itu sebentar-sebentar berubah, sehingga bagi propinsi menimbulkan kesukaran-kesukaran.
{{gap}}Diuraikan kekaburan perhubungan propinsi selaku daerah otonomi dengan pusat. Dikatakan, penjerahan-penjerahan djawatan-djawatan kepada propinsi oleh pusat tidak disertai dengan keuangan. Ini sangat mengetjewakan.
{{gap}}Sesudah itu lalu dilapurkan pula perdjalanan djawatan-djawatan, dan pada tanggal 25 para anggota lalu mengadakan sambutan atas lapuran Dewan Pemerintahan ini dimana berbitjara 17 orang anggota pada termijn pertama, dan udara sidang mendjadi panas sekali, sampai terpetik bahwa berita Dewan Pemerintah harus bubar dan ditukar dengan jang baru dan dalam termijn kedua<noinclude>{{rh|||413}}</noinclude>
iv0sg2z8ramvn7sak61yu7kothxltht
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/420
104
98008
282858
272584
2026-05-06T15:27:25Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>berbitjara pula 3 orang anggota lagi. Pada tanggal 27 Oktober pagi, maka Dewan Pemerintahan memberi djawaban atas gugatan para anggota itu. Soal Gubernur djadi pembitjaraan lagi, beserta kedatangan Menteri Dalam Negeri ke Sumatera Tengah. Anggota Dewan Pemerintahan Sultani St. Malako memberi pendjelasan sekitar soal Gubernur, dimana diuraikan semendjak terdjadinja conflict D.P.R.S.T.—Nasroen bulan April jang lalu, pentjalonan 4 orang oleh pleno, mengirim perutusan ke Jogja beberapa kali, datangnja Susanto ke Sumatera Tengah, gagalnja usaha perutusan, kawat mengawat lagi, timbang terima Kementerian R.I.S.-R.I., kawat D.P.R.S.T. lagi mendesak ketentuan pusat atas 4 tjalon itu, datangnja Menteri Assaat, pengunduran pertemuan D.P.R.S.T. dengan Assaat, keterangan Assaat untuk ambil satu dari empat tjalon itu, tapi jang capabel, dan sebagainja. Tapi sampai sekarang oleh Kementerian Dalam Negeri belum djuga ada ketentuannja tentang soal Gubernur Sumatera Tengah ini.
{{gap}}Kemudian secretaris membatjakan lagi korespondensi antara ketua D.P.R.S.T. dengan Menteri Dalam Negeri tentang soal Gubernur itu. Sebelas orang anggota mengemukakan pendapat jang mana kesimpulannja sebagai berikut:
#<li value="1"> Ada jang berpendapat untuk mengherzien putusan pleno jang lalu mengenai pentjalonan 4 orang anggota itu.
#<li value="2">Tjalon jang menarik diri sadja di-herzien kembali.
#<li value="3"> D.P.R.S.T. tetap konsekwen dengan putusannja jang lama menurut Undang -undang No. 22 1948 itu, jaitu D.P.R. berhak mentjalonkan paling banjak 4 orang. Bila ini diubah D.P.R. pleno akan merosot prestigenja.
#<li value="4">Djalan terus dengan putusan, walaupun Pemerintah Pusat anggap Sumatera Tengah „anak nakal", tapi kita tidak nakal, dan menunggu bagaimana ketentuan pusat nantinja.
#<li value="5">Mengirim sekali lagi delegasi D.P.R.S.T. ke pusat.
{{gap}}Achirnja dilakukanlah pemungutan suara terhadap pendapat-pendapat ini dan jang disetudjui dengan suara terbanjak ialah: D.P.R.S.T. tetap konsekwen dengan putusan jang lama, jaitu 4 tjalon tadi tetap, tak perlu di-herzien, hanja terserah kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan ketentuan, apa akan diangkat salah seorang dari 4 tjalon ini atau jang lainnja.
'''Usul Pembubaran D.P.R.S.T.'''
{{gap}}Dalam sidang ini Partai Murba Sumatera Tengah memadjukan tuntutan, supaja dalam sidang D.P.R.S.T. ini diputuskan untuk membubarkan D.P.R. ini dengan limit waktu 3 bulan. Sesudah itu haruslah tertjipta D.P.R.S.T. jang baru jang mentjerminkan aliran masjarakat di Sumatera Tengah ini. Sesudah itu terbentuk barulah D.P.R.S.T. jang sekarang dibubarkan dengan resmi. Alasan-<noinclude>{{rh|414}}</noinclude>
isyms8zk8vueamy5wvm3zn119wr3a9a
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/421
104
98009
282861
272593
2026-05-06T15:28:19Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>alasannja ialah untuk mendemokratisir D.P.R.S.T. dan Partai Murba menganggap bahwa D.P.R.S.T. jang sekarang ini tidak. representatief lagi.
'''Dewan Pemerintahan bubar dan diganti.'''
{{gap}}Dalam sidang selandjutnja (rapat ke-6) dibitjarakan mosi jang ditanda tangani oleh anggota-anggota Datuk Simaradjo c.s. menuntut pembubaran Dewan Pemerintahan, jang dengan tegas dikatakan impotent oleh pengusul mosi, jang mana dalam soal ini berlangsung perdebatan sengit. Achirnja mosi diterima dan Dewan Pemerintahan dibubarkan, lalu diadakan pemilihan baru, jang mana untuk pemilihan baru, pemilihan suara dilakukan 6 kali dan memakan tempo satu djam 5 menit. Dalam pemilihan itu tampak kesan-kesan bahwa fraksi-fraksi dan para penanda tangan mosi telah bersimpang djalan, dan pemilihan baru itu berhasil dengan tetapnja anggota-anggota Dewan Pemerintahan jang telah dibubarkan itu dipilih kembali, dengan tambahan seorang lagi anggota jang baru jaitu sdr. Gulmat Siregar, sehingga anggota Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah terdiri dari: sdr2. S. J. St. Mangkuto, Taher Samad, Sultani St. Malako, Dt. Mangku dan Gulmat Siregar.
{{gap}}Hal ini memang mengetjewakan kepada pihak Djambi jang tadinja akan dapat kursi dalam Dewan Pemerintahan.
{{gap}}Dan karena sdr. Gulmat Siregar telah terpilih mendjadi anggota Dewan Pemerintahan, maka sebagai gantinja mendjadi wakil Ketua D.P.R.S.T. telah dipilih sdr. A. Gafar Djambek.
'''Setudju pembubaran D.P.R.S.T.'''
{{gap}}Sidang beresoknja tanggal 28 Oktober membitjarakan pembubaran D.P.R.S.T. dan pembentukan jang baru, apakah menurut Undang-undang No. 22 Peraturan Pemerintah No. 39, atau Undang-undang No. 7. Sesudah diambil pemungutan suara, maka sidang mengambil ketetapan untuk membubarkan D.P.R.S.T. dan membentuk jang baru menurut Peraturan Pemerintah No. 39. Diandjurkan agar setiap anggota akan mempeladjari sebaik-baiknja Undang-undang No. 39 ini dan dalam sidang beresoknja akan memadjukan pendapat-pendapatnja. Tetapi dalam sidang jang sesudah itu hal ini tak djadi dibitjarakan karena sidang dilakukan setjara tertutup untuk membitjarakan interpelasi anggota Ahmad Suib terhadap anggota Dewan Pemerintahan sdr. Dt. Mangku.
{{gap}}Kemudian anggota-anggota Marzuki Jatim dan Basiar Rachman menjatakan telah menarik diri dari keanggotaan D.P.R.S.T.
'''1 Maret '50 limit terbentuknja D.P.R.S.T. baru.'''
{{gap}}Sidang untuk membitjarakan pembubaran D.P.R.S.T. ini diteruskan pada hari Senin malam (tgl. 30/10) dipimpin oleh wakil<noinclude>{{rh|||415}}</noinclude>
mwtthtivfzoigrtyv31ul5v9dczv5ib
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/662
104
98014
282962
272495
2026-05-06T15:58:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282962
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
MEMPERHATIKAN :
Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
MENGINGAT :
Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
MENETAPKAN :
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
awb0bc5cggonbo3s7d0fvjptotfcdzk
282964
282962
2026-05-06T15:59:21Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282964
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
dencsw1qibtbdz2meyg2mpmi2g5v0wa
282965
282964
2026-05-06T16:00:10Z
Suga Widi
25678
282965
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
tkqlf03memal9umy2ezywy5k4eshs8a
282967
282965
2026-05-06T16:00:31Z
Suga Widi
25678
282967
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
::Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
nx2uk5le6zmorp17n6pjm89wenq8dyx
282969
282967
2026-05-06T16:01:22Z
Suga Widi
25678
282969
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
:Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
gdq67vvntgkgxr03pryzxqz6lyvkf74
282970
282969
2026-05-06T16:01:48Z
Suga Widi
25678
282970
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
:Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
:Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
gc23kp0vtfpf124s3pxfzfyhkz1y9xx
282971
282970
2026-05-06T16:02:09Z
Suga Widi
25678
282971
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::penjelesaian tingkatan revolusi dewasa ini chususnja penanggulangan kesulitan ekonomj dan pengganjangan Nekolim "Malaysia".
#<Li value="4">Bahwa demi tetap terkongolidasinja persatuan dan kesatuan, segenap kekuatan progressif revolusioner rakjat Indonesia, dan demi pengamanan djalannja revolusi Indonesia jang anti feodalisme, anti kapitalisme, anti Nekolim dan menudju terwudjudnja masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila, masjarakat Sosialis Indonesia, perlu mengambil tindakan jang tjepat, tepat dan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia.
''MEMPERHATIKAN :''
:Hasil-hasil pemeriksaan serta putusan MAHMILUB terhadap tokoh-tokoh "Gerakan 30 September”/PKI.
''MENGINGAT :''
:Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS/Pembesrev tanggal 11 Maret 1966.
{{C|MEMUTUSKAN:}}
''MENETAPKAN :''
:Dengan tetap berpegang teguh pada 5 azimat Revolusi Indonesia,
#Membubarkan: PARTAI KOMUNIS INDONESIA, termasuk semua bagian-bagian organisasinja dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi jang seazas/berlindung/bernaung dibawahnja.
#Menjatakan PKI sebagai organisasi jang TERLARANG, diseluruh wilajah kekuasaan negara Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|624}}</noinclude>
39wdxrswuft70ydasi15z125pl8qh5b
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/664
104
98016
283576
272518
2026-05-07T06:16:30Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283576
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>'''DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA
MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA'''
'''REPUBLIK INDONESIA'''
Menimbang:
<ol type="a">
<li>Bahwa faham atau adjaran Komunisme/marsisme-Leninisme pada inti-hakekatnja bertentangan dengan Pantjasila:</Li>
<Li>Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia jang menganut faham atau adjaran Komunisme/Marsisme-Leninisme, chususnja Partai Komunis Indonesia, dalam sedjarah Kemerdekaan Republik Indonesia telah njata-njata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia jang sjah dengan djalan kekerasan:</Li>
<Li>Bahwa berhubung dengan itu, perlu mengambil tindakan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan jang menjebarkan atau mengembangkan faham atau adjaran Komunisme/Marsisme-Leninisme:</Li></ol>
Mengingat:
Undang-undang Dasar 1945 pasal 1 ajat (2) dan pasal 2 ajat (3).
Mendengar:
Permusjawaratan dalam rapat-rapat MPRS dari tanggal 20 Djuni sampai 5 Djuli 1966.
{{C|''MEMUTUSKAN:''}}
Menetapkan:
MENETAPKAN TENTANG PEMBUBARAN PARTAI
'KOMUNIS INDONESIA, PERNJATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAJAH<noinclude>{{rh|626}}</noinclude>
lrz0jde55hr46oge6dnbwjfksfj5n11
283578
283576
2026-05-07T06:17:15Z
Ichi Ocha
26099
283578
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''DENGAN RAHMAT TUHAN JANG MAHA ESA MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT SEMENTARA''
''REPUBLIK INDONESIA''
Menimbang:
<ol type="a">
<li>Bahwa faham atau adjaran Komunisme/marsisme-Leninisme pada inti-hakekatnja bertentangan dengan Pantjasila:</Li>
<Li>Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia jang menganut faham atau adjaran Komunisme/Marsisme-Leninisme, chususnja Partai Komunis Indonesia, dalam sedjarah Kemerdekaan Republik Indonesia telah njata-njata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia jang sjah dengan djalan kekerasan:</Li>
<Li>Bahwa berhubung dengan itu, perlu mengambil tindakan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan jang menjebarkan atau mengembangkan faham atau adjaran Komunisme/Marsisme-Leninisme:</Li></ol>
Mengingat:
Undang-undang Dasar 1945 pasal 1 ajat (2) dan pasal 2 ajat (3).
Mendengar:
Permusjawaratan dalam rapat-rapat MPRS dari tanggal 20 Djuni sampai 5 Djuli 1966.
{{C|''MEMUTUSKAN:''}}
Menetapkan:
MENETAPKAN TENTANG PEMBUBARAN PARTAI
'KOMUNIS INDONESIA, PERNJATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAJAH<noinclude>{{rh|626}}</noinclude>
mjw9jlrho56n41638mnpl9mb4yzbxqd
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/682
104
98028
282789
272578
2026-05-06T14:53:25Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>,,......Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi,
pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau
musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa
keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis
ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa
tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
b296erfdaqtxu0tnsdbdv15afj8eoek
282795
282789
2026-05-06T14:56:32Z
Suga Widi
25678
282795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>„......Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa
keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
9s5gdm6525d77k8cubuoohej027rjaz
282796
282795
2026-05-06T14:56:56Z
Suga Widi
25678
282796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„......Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa
keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
tp12kpm5mxint7fb9fzo00vovmrc221
282800
282796
2026-05-06T14:57:50Z
Suga Widi
25678
282800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„......Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
bpi8apvtxyr5gl6ovnwv90dx1ingoio
282803
282800
2026-05-06T14:59:29Z
Suga Widi
25678
282803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}<Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
5yd8mq3ywexugx2qevhl7a9kng2v1tq
282804
282803
2026-05-06T15:00:00Z
Suga Widi
25678
282804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' ......"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
d73bsg8x20lyrxeahs5cljvv4inra9r
282806
282804
2026-05-06T15:00:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' {{...|6}}"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
,,.....Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
plax77bo5k30hqrp34sevt9kud9h9m1
282807
282806
2026-05-06T15:03:22Z
Suga Widi
25678
282807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' {{...|6}}"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
:„...Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
58i2g1lfy0i13pkmw5ud8gsjkl27znr
282811
282807
2026-05-06T15:04:58Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' {{...|6}}"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
:„{{...|9}}Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setclah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
97t2nw0o7e6rjs7atolxww546xk2hc4
282812
282811
2026-05-06T15:05:51Z
Suga Widi
25678
282812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:„{{...|9}}Sedjak Korps TNI/AD disebut sebagai inti dan pelopor perdjoangan, malah didalam kenjataan perkembangan sedjarah pengabdiannja jang tumbuh atas dasar desakan naluri kesadaran akan tugas dan tanggungdjawabnja sebagai abdi, pelindung dan pengawal rakjat, TNI-AD sudah berulang kali menundjukkan dirinja sebagai unsur stabilisator, dinamisator dan modernisator disegala bidang kehidupan masjarakat, terutama pada saat-saat kritik dimana keselamatan rakjat mengalami gangguan atau antjaman, maka adalah tidak heran kalau musuh-musuh perdjoangan, musuh-musuh Pantja Sila selalu mendjadikan TNI-AD sebagai intjaran dan sasaran utamanja. Maka dalam hubungan ini, keutuhan, kekuatan dan kekompakan TNI-AD, baik phisik maupun psychologis, baik jang berupa keutuhan phisik ataupun jang berupa keutuhan ideologis-politis, akan selalu mendjadi sasaran dari musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila. Andaikata Korps TNI-AD tidak pernah berbuat kechilapan atau kesalahan teknis ataupun politis, maka musuh-musuh itu akan mentjari-tjari kesalahan-kesalahan itu untuk melemahkan dan untuk mendiskriditkan Korps kita, apalagi kalau kita menjadari, bahwa tidak ada manusia jang bisa luput dari kesalahan dan kechilapan, maka semakin djelaslah bahwa guna mentjegah timbulnja kesalahan dan kechilapan jang bisa menguntungkan musuh-musuh perdjoangan dan musuh-musuh Pantja Sila, maka tindakan pembinaan materiil, teknis dan psychologis guna mempertahankan kekuatan dan keutuhan Korps TNI-AD itu sebagai inti dan pelopor perdjoangan rakjat, ''adalah mutlak perlu'' {{...|6}}"
Selandjutnja Panglima Major Djenderal H.R. Dharsono menjinggung pula soal aktivitas daripada Kesatuan-kesatuan Aksi achir-achir ini, Berkata antara lain beliau :
:„{{...|9}}Kesatuan-kesatuan Aksi jang tumbuh sedjak peristiwa pengchianatan Gestapu/PKI, setelah target penghantjuran PKI, penumbangan benteng terachir Orde Lama dan menghadapi phase haru dalam kelandjutan perdjoangannja, menundjukkan bahwa dengan tidak memperketjil pengertian akan 'itikad baik pengabdiannja, ternjata aktivitasnja mulai {{hws|me|menundjukkan}}<noinclude>{{rh|644}}</noinclude>
it6wrbw4azde6ubjjqtf8uevje82nov
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/629
104
98030
283616
272552
2026-05-07T06:54:58Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283616
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>#<li value="31">Sujono, Major Udara.
#Leo Wattimena, Komodore Udara.
#Dr Utami Suryadarma.
#A. Latif, Kolonel.
#Umar Wirahadikusumah, Majdjen.
#Nj. Supeni.
#Nj. Mahmudah Mawardi.
#Nj. Suharti Suwarto.
#Fatah, Kolonel.
#Suherman, Kolonel.
#Samsu Sutjipto, Kolonel Laut.
#Suhardi (wartawan).
#Drs Sumartono, Komisaris Besar Polisi.
#Djunta Suwardi.
#Karim D.P. (Persatuan Wartawan Indonesia).
<br>
<br>
<ol type="I" start="2">
<li>Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan merupakan Presidium Dewan Revolusi Indonesia jang diantara dua sidang lengkap Dewan bertindak atas nama Dewan.<br>Semua anggota Dewan Revolusi Indonesia dari kalangan sipil diberi hak memakai tanda pangkat militer Letnan Kolonel atau jang setingkat. Anggota Dewan Revolusi Indonesia dari kalangan Angkatan Bersendjata tetap dengan pangkat jang lama, ketjuali jang lebih tinggi dari Letnan Kolonel diharuskan memakai jang sama dengan pangkat Komandan Gerakan 30 September, jaitu Letnan Kolonel atau jang setingkat.</li>
</ol>
{{kanan|KOMANDAN GERAKAN 30 SEPTEMBER}}
<div style="text-align: right; margin-right: 2em;">
Ketua Dewan Revolusi Indonesia
</div>
<div style="text-align: right; margin-right: 8em;">
ttd.
</div>
<div style="text-align: right; margin-right: 3em;">
'''(Letnan Kolonel Untung)'''
</div>
Djakarta, 1 Oktober 1965.<noinclude>{{rh|||591}}</noinclude>
ivfntdomob666xgw5uwhq1l7sftjs9k
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/628
104
98040
283102
272579
2026-05-06T23:28:24Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283102
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><center>{{sp|'''KEPUTUSAN No. 1'''}}</center>
<center>TENTANG SUSUNAN DEWAN REVOLUSI INDONESIA</center>
<ol type="I">
<li>Memenuhi isi Dekrit No. 1 tentang pembentukan Dewan Revolusi Indonesia, maka dengan ini diumumkan anggota-anggota lengkap dari Dewan Revolusi Indonesia: </li>
<ol type="1">
<li>Letnan Kolonel Untung, Ketua Dewan.</li>
<li>Brigdjen Supardjo, Wakil Ketua Dewan.</li>
<li>Letnan Kolonel Udara Heru, Wakil Ketua Dewan.</li>
<li>Kolonel Laut Sunardi, Wakil Ketua Dewan.</li>
<li>Adjun Komisaris Besar Polisi Anwas, Wakil Ketua Dewan.</li>
<li>Omar Dhani, Laksamana Madya Udara.</li>
<li>Sutjipto Judodihardjo, Inspektur Djenderal Polisi.</li>
<li>E. Martadinata, Laksamana Madya Laut.</li>
<li>Dr Subandrio.</li>
<li>Dr J. Leimena.</li>
<li>Ir Surachman (golongan Nasional).</li>
<li>Fatah Jasin (golongan Agama).</li>
<li>K.H. Siradjudin Abas (golongan Agama).</li>
<li>Tjugito (golongan Komunis).</li>
<li>Arudji Kartawinata.</li>
<li>Siauw Giok Tjan.</li>
<li>Sumarno S.H.</li>
<li>Hartono, Majdjen KKO.</li>
<li>Sutarto, Brigdjen Polisi.</li>
<li>Zaini Mansur (Front Pemuda Pusat).</li>
<li>Jahja S.H. (Front Pemuda Pusat).</li>
<li>Sukatno (Front Pemuda Pusat).</li>
<li>Bambang Kusnohadi (PPMI).</li>
<li>Rahman (Wakil Sekdjen Front Nasional).</li>
<li>Hardojo (Mahasiswa).</li>
<li>Basuki Rachmat, Majdjen.</li>
<li>Ryacudu, Brigdjen.</li>
<li>Solichin, Brigdjen.</li>
<li>Amir Machmud, Brigdjen.</li>
<li>Andi Rivai, Brigdjen.</li>
</ol>
</li>
</ol><noinclude>{{rh|590}}</noinclude>
76f3pfjhxyxo2c3zrj9oei0zon4wgrw
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/706
104
98069
283063
272656
2026-05-06T21:06:27Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283063
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-left: 2em;"
|-
| style="vertical-align:top; width: 1.5em;" | d)
| Dewan Pleno mengadakan sidangnja :
#Atas undangan Badan Pekerjda Badan Pengasuh Djiwa Siliwang.
#Atas permintaan 20 (dua puluh) orarg anggauta Dewan Pleno.
#Atas permintaan Panglima Divisi Siliwangi untuk persoalan-persoalan jang dipandang perlu oleh beliau.
|-
| style="vertical-align:top;" | e)
| Reunie sekurang-kurangnja sekali dalam Lima tahun atau pada waktu jang ditetapkan dengan putusan Dewan Pleno.
|-
| style="vertical-align:top;" | c)
| Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi berkedudukan ditempat-kedudukan-tetap dari Divisi Siliwangi. Djika Divisi Siliwangi berpindah tempat kedudukan tetapnja, maka Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi berkedudukan didaerah tempat kediaman kebanjakan anggauta Corps Siliwangi.
|}
Ajat 6.
::Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi mempunjai kewadjiban sebagai berikut :
{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-left: 2em;"
|-
| style="vertical-align:top; width: 1.5em;" | a)
| Setjara berkala (periodiek) dan menurut keperluan keadaan pada waktu itu, menentukan kembali rumus norma-norma perwudjudan Djiwa Siliwangi dengan maksud menjelaraskannja kepada perkembangan masjarakat, bangsa dan negara dari djaman kedjaman tanpa merobah inti Djiwa Siliwangi.
|-
| style="vertical-align:top;" | b)
| Dimana keadaan memerlukannja setjara insidentil menentusan tafsiran dari rumus-rumus norma hidup Corps Siliwangi tersebut ajat 3. tafsiran mana didjadikan pedoman (pengertian) Corps untuk menghadapi keadaan pada ketika itu.
|-
| style="vertical-align:top;" | c)
| Setjara terus menerus menilai tjara hidup, tingkah laku dan laku lampah anggauta Corps sebagai perseorangan ataupun sebagai rombongan (groep) terhadap pengertian jang dimaksud dalam ajat 6 a.
|}<noinclude>{{rh|668}}</noinclude>
h4jn9h5etlyrydl0r7ltgp64smfsdn6
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/707
104
98079
283065
272694
2026-05-06T21:10:11Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283065
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-left: 2em;"
|-
| style="vertical-align:top; width: 1.5em;" | d)
| Dimana ternjata perlu, meminta pertanggungan djawab dari seseorang anggauta tentang ada atau tidaknja ia atau mereka memenuhi hidup menurut panggilan Djiwa Siliwangi. Djuga meminta pertanggungan djawab tentang ada atau tidaknja ia atau mereka mempraktekkan norma-norma hidup tadi, serta djuga meminta pertanggungan djawab tentang ada atau tidaknja ia atau mereka melalaikan atau meninggalkan keharusan-keharusan jang tertjantum dalam norma-norma hidup tersebut.
|}
Ajat 7.
{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-left: 2em;"
|-
| style="vertical-align:top; width: 1.5em;" | a)
| Sidang Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi dikatakan suatu sidang jang sjah, djika dihadiri oleh ¾ dari djumlah anggauta Dewan seluruhnja.
|-
| style="vertical-align:top;" | b)
| Kalau dalam sidang pertama tidak tertjapai quorum, sidang dibatalkan sampai pemanggilan sidang kedua. Djika pada sidang kedua ini djuga tidak tertjapai quorum, sidang dibatalkan untuk pemanggilan sidang ketiga, sidang pengunduran jang ketiga ini dianggap sjah dengan djumlah jang hadir pada sidang itu.
|-
| style="vertical-align:top;" | c)
| Sidang Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi mengambil putusan jang sjah dengan djumlah suara ¾ dari djumlah suara dari sidang jang sjah.
|-
| style="vertical-align:top;" | d)
| Tiap anggauta Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi mempunjai hak suara jang sama.
|-
| style="vertical-align:top;" | e)
| Putusan jang diambil oleh sidang Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi dapat dibatalkan oleh sidang Reunie.
|}
Ajat 8.
::Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi dalam sidangnja jang sjah berhak menjampaikan pernjataan menghukum kepada tiap anggauta Corps jang terbukti telah menempatkan dirinja setjara negatief terhadap ketentuan-ketentuan pada ajat 6 e dan ajat 6 b. Untuk pernjataan jang disampaikan ini Badan Pengasuh Djiwa Siliwangi berhak meminta kepada Corps (Reunie) kekuasaan mendjatuhkan hukuman jang njata terhadap anggauta atau groep {{Hws|ang|gauta}}<noinclude>{{rh|||669}}</noinclude>
4jf1n7u636nztwyelo88yh68838a0r4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/18
104
98125
282797
279479
2026-05-06T14:57:19Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ masih banyak kesalahan dan ketidaksesuaian dengan teks asli
282797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{Xxxx-larger|INTELLIGENCE}}
{{Center}}Oleh: pndsjs
Dengan ini djelaslah pula bahwa karat atau gehalte Pelatih² Pasukan Komando harus lebih tinggi agar mereka dapat melaksanakan rentjana Latihan Pasukan Komando setjara praktis dengan <big>'''TIDAK ADA'''</big> <big>''',,VERWATERINGSPROCES”'''</big>. Setiap Pelatih dalam hal ini harus mempunjai usaha jang besar agar dapat menjesuaikan <big>DOKTRINE</big> komando dengan rentjana Latihan Pasukan Komando dalam pelaksanaannja setiap hari.
<li value="33">''' Tingkatan Latihan:'''
</li>
Latihan² terdiri atas 3 tingkatan ditambah dengan latihan² tjampuran/istimewa.
<big>LATIHAN UMUM</big> (Latihan tingkat I): Latihan Pendahuluan, Latihan Dasar (Pendahuluan Komando), Latihan landjutan Komando.
Latihan mendarat dari Laut (Lat. Komando tingkat 2).
Latihan melontjat dari udara (Lat. Komando tingkat 3).
Latihan gabungan, Chusus, semi ops, dalam kesatuan, dll.
<li value="33">'''Maksud tudjuan dari ,,Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.'''
</li>
Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai.
Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi.
Mempersiapkan semua peladjar dari sudut '''physiek''' dan '''mentaal''' agar mereka dapat mengikuti latihan dalam Latihan Pendahuluan Komando dan Latihan Landjutan Komando.
„Mulai memupuk Komando Korpsgeest”.
<li value="34">'''Maksud tudjuan dari ,,Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.'''
</li>
Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai.
Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi.
Mempersiapkan semua peladjar dari sudut'''physiek''' dan'''mentaal'''agar mereka dapat mengikuti latihan² dalam Latihan Pendahuluan dan Latihan Landjutan Komando.
Mulai memupuk „Komando Korpsgeest”
<li value="35">'''Maksud tudjuan ,,Latihan Pendahuluan Komando” dari Latihan Komando tingkat I.'''
</li>
Melandjutkan pemupukan ,,Komando Korpsgeest” berdasarkan ,,Sifat dan Doktrine Pasukan Komando”.
(Bersambung hal.: 49).
---
'''Asal kata dan perkembangannja.'''
Disebut orang '''intelligent''', bila ia memiliki daja tangkap tjepat dan tepat. Nilai kemampuan melihat, mempeladjari, mengerti, dan mengetahui tjukup tinggi. Dalam bahasa kita disebut orang '''tjerdas'''. Ia tidak membutuhkan waktu lama dalam menangkap atau menerima sesuatu. Membatja atau mendengar sepintas lalu sadja tjukup baginja memahami dan segera pula dapat memberikan pendapatnja.
Hasil kerdja '''otak''' sedemikian itu disebut '''hasil ketjerdasan'''. Dari sinilah '''batas-pengertian''' mengenai intelligence diperoleh, sebab fakta² dan keterangan² (=data, gegevens) jang '''belum diolah melalui otak''' belum dapat disebut intelligence. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: '''intelligence''' adalah fakta dan keterangan jang sudah matang, sedangkan fakta² dan keterangan² jang masih merupakan '''bahan mentah''' dan '''belum diolah''' disebut '''informasi.'''
'''Gunanja intelligence.'''
Intelligence dipakai '''menggaris''' kebidjaksanaan² dan menentukan tindakan. Ia merupakan faktor utama dalam mempengaruhi keputusan seorang atasan, baik seorang Presiden maupun seorang Komandan Batalion. Tanpa intelligence suatu garis kebidjaksanaan tidak dapat dipertanggungdjawabkan. Dengan intelligence kita dapat mengukur '''kekuatan''' diri-sendiri, lawan maupun kawan. Dengan demikian kita dapat menentukan '''tjorak''' permainan kita.Perlu diketahui, bahwa tuntutan² dan menjerahnja salah satu fihak '''tidak''' ditentukan di arena perundingan, tetapi sudah dirantjang terlebih dahulu '''sebelum''' perundingan dilakukan.
Dalam ilmu militer intelligence tidak dapat dipisah-pisahkan dengan operasi. Mereka merupakan anak kembar Siam. Operasi '''tanpa''' intelligence di-ibaratkan manusia jang tidak suka memakai '''otaknja.''' Dikatakan bahwa: Seorang Komandan jang berhasil adalah perwira intelligence jang baik, dan seorang intelligence jang berhasil adalah perwira operasi jang baik.
'''Azas intelligence.'''
Azas intelligence tidak djauh bedanja dengan rangkaian tindakan ibu didapur. Sebelum ibu (= Perwira Intelligence) dapat menghidangkan masakan jang lezat dan tjukup vitamin bagi ajah (= Komandan) dan putera-puteranja (= Perwira Staf lainnja), diusahakan olehnja terlebih dahulu bahan² mentahnja (= informasi). Untuk keperluan itu kadang² beliau pergi ke pasar sendiri atau menjuruh budjangnja, ataupun bila telah mempunjai langganan beliau tjukup dirumah sadja dan langganan² itu akan datang sendiri di rumah. Fase ini fase '''pengusahaan''' atau '''pengumpulan''' bahan-bahan mentah.
Bahan² mentah tadi oleh ibu sebelum atau sesudah dibeli diteliti apakah pembelian tidak terlampau mahal dan apakah bahan² jang dibelinja itu tidak djelek atau busuk. Kalau bahan² ternjata menurut penelitian busuk, kepertjajaan ibu terhadap tukang sajur atau tukang daging itu akan hilang. Setelah penelitian dilakukan, ditjatat olehnja pembelian untuk hari itu. Sekarang beliau menetapkan mana jang harus dimasak sekarang dan mana untuk waktu sore.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
qturujifmtwgdyf9ruiaydx25uwaymb
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/326
104
98139
282972
282490
2026-05-06T16:03:39Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
282972
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tanah kehutanan, begitu pula semasa perdjuangan bersendjata melawan tentara Belanda, maka banjaklah tanah-tanah kehutanan jang telah mendjadi tanah pertanian. Djuga diatas tanah-tanah kehutanan telah muntjul Desa-Desa baru jang didirikan oleh Rakjat jang mengerdjakan tanah-tanah kehutanan mendjadi tanah pertanian tersebut. Dalam menjelesaikan persoalan mengenai penduduk tanah kehutanan inilan sering didjumpai kesulitan-kesulitan. Mereka pada umumnja tidak suka pindah dan menganggap tanah jang dikerdjakannja itu sebagai miliknja. Komplikasi jang demikian memerlukan suatu pemetjahan jang sungguh sungguh teratur, guna menghindarkan kedjadian-kedjadian jang kurang menjenangkan.
Dalam tahun 1950 dan 1951 usaha reboisasi boleh dikata masih mendjadi urusan Djawatan Kehutanan semata-mata, tetapi pada tahun 1952 tjara jang demikian telah diubah. Hal ini memang perlu diatur dengan sebaik-baiknja, karena usaha reboisasi hanja dapat berhasil dengan memuaskan apabila pekerdjaan tersebut diselenggarakan dengan koordinasi antara Djawatan-Djawatan jang berkepentingan, dan jang terpenting ialah, bahwa Rakjat mengerti benar-benar akan maksud Pemerintah untuk menanamikembali tanah-tanah kehutanan jang kosong. Memang pekerdjaan reboisasi banjak sekali sangkut pautnja dengan Rakjat, terutama bagi Daerah-Daerah dimana ketjuali tanah kehutanan, ada pula tanah milik perseorangan jang harus ditanami, karena kalau tidak demikian akan sia-sialah segala usaha dari Djawatan Kehutanan untuk menjelenggarakan reboisasi tanah-tanah kehutanan.
Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri maka bagi Daerah Djawa-Timur pada tanggal 15 Nopember 1952 telah dibentuk „Panitia Karangkitri Djawa-Timur", diketuai oleh Gubernur serta anggauta anggautanja terdiri dari para Inspektur Djawatan Pertanian, Kehutanan, Kehewanan, Pekerdjaan Umum bagian Pengairan dan Kepala Perwakilan Djawatan Perkebunan Djawa-Timur.
Oleh Panitia Karangkitri tersebut telah diputuskan untuk membentuk Panitia-Panitia Karangkitri di Daerah - Daerah Kabupaten, Kawedanan dan Ketjamatan dengan tugas mengawasi dan melaksanakan pekerdjaan-pekerdjaan jang direntjanakan oleh Panitia Karangkitri Propinsi Djawa-Timur.
Selandjutnja direntjanakan pula, bahwa diseluruh Djawa-Timur akan diadakan gerakan bersama untuk menanami tanah-tanah kering milik Rakjat, dipimpin oleh Djawatan Pertanian Rakjat. Bibit-bibit untuk keperluan ini dari Rakjat sendiri, tetapi bagi Daerah-Daerah Kabupaten Patjitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar Djawatan Pertanian Rakjat menjediakan bibit untuk dan Malang, ditanam pada tanah-tanah milik Rakjat jang ditundjuk oleh Panitia Karangkitri Daerah. Hutan jang diselenggarakan oleh Panitia Karangkitri adalah hutan karangkitri, ialah tanah-tanah diluar dan jang berimpit dengan areaal hutan, jang ditanami dengan kaju-kajuan dan pohon buah-buahan oleh dan untuk Rakjat sendiri dibawah pimpinan suatu Badan Gabungan, jang terdiri dari instansi-instansi Pemerintah dan organisasi-organisasi Rakjat.<noinclude>{{rh|294}}</noinclude>
csjtfcr5956rr3asphu9f3xo7f2jfvx
283186
282972
2026-05-07T02:03:03Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283186
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>tanah kehutanan, begitu pula semasa perdjuangan bersendjata melawan tentara Belanda, maka banjaklah tanah-tanah kehutanan jang telah mendjadi tanah pertanian. Djuga diatas tanah-tanah kehutanan telah muntjul Desa-Desa baru jang didirikan oleh Rakjat jang mengerdjakan tanah-tanah kehutanan mendjadi tanah pertanian tersebut. Dalam menjelesaikan persoalan mengenai penduduk tanah kehutanan inilan sering didjumpai kesulitan-kesulitan. Mereka pada umumnja tidak suka pindah dan menganggap tanah jang dikerdjakannja itu sebagai miliknja. Komplikasi jang demikian memerlukan suatu pemetjahan jang sungguh sungguh teratur, guna menghindarkan kedjadian-kedjadian jang kurang menjenangkan.
Dalam tahun 1950 dan 1951 usaha reboisasi boleh dikata masih mendjadi urusan Djawatan Kehutanan semata-mata, tetapi pada tahun 1952 tjara jang demikian telah diubah. Hal ini memang perlu diatur dengan sebaik-baiknja, karena usaha reboisasi hanja dapat berhasil dengan memuaskan apabila pekerdjaan tersebut diselenggarakan dengan koordinasi antara Djawatan-Djawatan jang berkepentingan, dan jang terpenting ialah, bahwa Rakjat mengerti benar-benar akan maksud Pemerintah untuk menanamikembali tanah-tanah kehutanan jang kosong. Memang pekerdjaan reboisasi banjak sekali sangkut pautnja dengan Rakjat, terutama bagi Daerah-Daerah dimana ketjuali tanah kehutanan, ada pula tanah milik perseorangan jang harus ditanami, karena kalau tidak demikian akan sia-sialah segala usaha dari Djawatan Kehutanan untuk menjelenggarakan reboisasi tanah-tanah kehutanan.
Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri maka bagi Daerah Djawa-Timur pada tanggal 15 Nopember 1952 telah dibentuk „Panitia Karangkitri Djawa-Timur", diketuai oleh Gubernur serta anggauta anggautanja terdiri dari para Inspektur Djawatan Pertanian, Kehutanan, Kehewanan, Pekerdjaan Umum bagian Pengairan dan Kepala Perwakilan Djawatan Perkebunan Djawa-Timur.
Oleh Panitia Karangkitri tersebut telah diputuskan untuk membentuk Panitia-Panitia Karangkitri di Daerah - Daerah Kabupaten, Kawedanan dan Ketjamatan dengan tugas mengawasi dan melaksanakan pekerdjaan-pekerdjaan jang direntjanakan oleh Panitia Karangkitri Propinsi Djawa-Timur.
Selandjutnja direntjanakan pula, bahwa diseluruh Djawa-Timur akan diadakan gerakan bersama untuk menanami tanah-tanah kering milik Rakjat, dipimpin oleh Djawatan Pertanian Rakjat. Bibit-bibit untuk keperluan ini dari Rakjat sendiri, tetapi bagi Daerah-Daerah Kabupaten Patjitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar Djawatan Pertanian Rakjat menjediakan bibit untuk dan Malang, ditanam pada tanah-tanah milik Rakjat jang ditundjuk oleh Panitia Karangkitri Daerah. Hutan jang diselenggarakan oleh Panitia Karangkitri adalah hutan karangkitri, ialah tanah-tanah diluar dan jang berimpit dengan areaal hutan, jang ditanami dengan kaju-kajuan dan pohon buah-buahan oleh dan untuk Rakjat sendiri dibawah pimpinan suatu Badan Gabungan, jang terdiri dari instansi-instansi Pemerintah dan organisasi-organisasi Rakjat.<noinclude>{{rh|294}}</noinclude>
72h7iz6rn5fi88ro9uabxnzpa504klj
283188
283186
2026-05-07T02:04:18Z
Suga Widi
25678
283188
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>tanah kehutanan, begitu pula semasa perdjuangan bersendjata melawan tentara Belanda, maka banjaklah tanah-tanah kehutanan jang telah mendjadi tanah pertanian. Djuga diatas tanah-tanah kehutanan telah muntjul Desa-Desa baru jang didirikan oleh Rakjat jang mengerdjakan tanah-tanah kehutanan mendjadi tanah pertanian tersebut. Dalam menjelesaikan persoalan mengenai penduduk tanah kehutanan inilah sering didjumpai kesulitan-kesulitan. Mereka pada umumnja tidak suka pindah dan menganggap tanah jang dikerdjakannja itu sebagai miliknja. Komplikasi jang demikian memerlukan suatu pemetjahan jang sungguh sungguh teratur, guna menghindarkan kedjadian-kedjadian jang kurang menjenangkan.
Dalam tahun 1950 dan 1951 usaha reboisasi boleh dikata masih mendjadi urusan Djawatan Kehutanan semata-mata, tetapi pada tahun 1952 tjara jang demikian telah diubah. Hal ini memang perlu diatur dengan sebaik-baiknja, karena usaha reboisasi hanja dapat berhasil dengan memuaskan apabila pekerdjaan tersebut diselenggarakan dengan koordinasi antara Djawatan-Djawatan jang berkepentingan, dan jang terpenting ialah, bahwa Rakjat mengerti benar-benar akan maksud Pemerintah untuk menanamikembali tanah-tanah kehutanan jang kosong. Memang pekerdjaan reboisasi banjak sekali sangkut pautnja dengan Rakjat, terutama bagi Daerah-Daerah dimana ketjuali tanah kehutanan, ada pula tanah milik perseorangan jang harus ditanami, karena kalau tidak demikian akan sia-sialah segala usaha dari Djawatan Kehutanan untuk menjelenggarakan reboisasi tanah-tanah kehutanan.
Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri maka bagi Daerah Djawa-Timur pada tanggal 15 Nopember 1952 telah dibentuk „Panitia Karangkitri Djawa-Timur", diketuai oleh Gubernur serta anggauta anggautanja terdiri dari para Inspektur Djawatan Pertanian, Kehutanan, Kehewanan, Pekerdjaan Umum bagian Pengairan dan Kepala Perwakilan Djawatan Perkebunan Djawa-Timur.
Oleh Panitia Karangkitri tersebut telah diputuskan untuk membentuk Panitia-Panitia Karangkitri di Daerah - Daerah Kabupaten, Kawedanan dan Ketjamatan dengan tugas mengawasi dan melaksanakan pekerdjaan-pekerdjaan jang direntjanakan oleh Panitia Karangkitri Propinsi Djawa-Timur.
Selandjutnja direntjanakan pula, bahwa diseluruh Djawa-Timur akan diadakan gerakan bersama untuk menanami tanah-tanah kering milik Rakjat, dipimpin oleh Djawatan Pertanian Rakjat. Bibit-bibit untuk keperluan ini dari Rakjat sendiri, tetapi bagi Daerah-Daerah Kabupaten Patjitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar Djawatan Pertanian Rakjat menjediakan bibit untuk dan Malang, ditanam pada tanah-tanah milik Rakjat jang ditundjuk oleh Panitia Karangkitri Daerah. Hutan jang diselenggarakan oleh Panitia Karangkitri adalah hutan karangkitri, ialah tanah-tanah diluar dan jang berimpit dengan areaal hutan, jang ditanami dengan kaju-kajuan dan pohon buah-buahan oleh dan untuk Rakjat sendiri dibawah pimpinan suatu Badan Gabungan, jang terdiri dari instansi-instansi Pemerintah dan organisasi-organisasi Rakjat.<noinclude>{{rh|294}}</noinclude>
0xkp10drr5w5153gvu8m6ezh5sygrbj
283191
283188
2026-05-07T02:07:33Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283191
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>tanah kehutanan, begitu pula semasa perdjuangan bersendjata melawan tentara Belanda, maka banjaklah tanah-tanah kehutanan jang telah mendjadi tanah pertanian. Djuga diatas tanah-tanah kehutanan telah muntjul Desa-Desa baru jang didirikan oleh Rakjat jang mengerdjakan tanah-tanah kehutanan mendjadi tanah pertanian tersebut. Dalam menjelesaikan persoalan mengenai penduduk tanah kehutanan inilah sering didjumpai kesulitan-kesulitan. Mereka pada umumnja tidak suka pindah dan menganggap tanah jang dikerdjakannja itu sebagai miliknja. Komplikasi jang demikian memerlukan suatu pemetjahan jang sungguh sungguh teratur, guna menghindarkan kedjadian-kedjadian jang kurang menjenangkan.
Dalam tahun 1950 dan 1951 usaha reboisasi boleh dikata masih mendjadi urusan Djawatan Kehutanan semata-mata, tetapi pada tahun 1952 tjara jang demikian telah diubah. Hal ini memang perlu diatur dengan sebaik-baiknja, karena usaha reboisasi hanja dapat berhasil dengan memuaskan apabila pekerdjaan tersebut diselenggarakan dengan koordinasi antara Djawatan-Djawatan jang berkepentingan, dan jang terpenting ialah, bahwa Rakjat mengerti benar-benar akan maksud Pemerintah untuk menanamikembali tanah-tanah kehutanan jang kosong. Memang pekerdjaan reboisasi banjak sekali sangkut pautnja dengan Rakjat, terutama bagi Daerah-Daerah dimana ketjuali tanah kehutanan, ada pula tanah milik perseorangan jang harus ditanami, karena kalau tidak demikian akan sia-sialah segala usaha dari Djawatan Kehutanan untuk menjelenggarakan reboisasi tanah-tanah kehutanan.
Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri maka bagi Daerah Djawa-Timur pada tanggal 15 Nopember 1952 telah dibentuk „Panitia Karangkitri Djawa-Timur", diketuai oleh Gubernur serta anggauta anggautanja terdiri dari para Inspektur Djawatan Pertanian, Kehutanan, Kehewanan, Pekerdjaan Umum bagian Pengairan dan Kepala Perwakilan Djawatan Perkebunan Djawa-Timur.
Oleh Panitia Karangkitri tersebut telah diputuskan untuk membentuk Panitia-Panitia Karangkitri di Daerah-Daerah Kabupaten, Kawedanan dan Ketjamatan dengan tugas mengawasi dan melaksanakan pekerdjaan-pekerdjaan jang direntjanakan oleh Panitia Karangkitri Propinsi Djawa-Timur.
Selandjutnja direntjanakan pula, bahwa diseluruh Djawa-Timur akan diadakan gerakan bersama untuk menanami tanah-tanah kering milik Rakjat, dipimpin oleh Djawatan Pertanian Rakjat. Bibit-bibit untuk keperluan ini dari Rakjat sendiri, tetapi bagi Daerah-Daerah Kabupaten Patjitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar Djawatan Pertanian Rakjat menjediakan bibit untuk dan Malang, ditanam pada tanah-tanah milik Rakjat jang ditundjuk oleh Panitia Karangkitri Daerah. Hutan jang diselenggarakan oleh Panitia Karangkitri adalah hutan karangkitri, ialah tanah-tanah diluar dan jang berimpit dengan areaal hutan, jang ditanami dengan kaju-kajuan dan pohon buah-buahan oleh dan untuk Rakjat sendiri dibawah pimpinan suatu Badan Gabungan, jang terdiri dari instansi-instansi Pemerintah dan organisasi-organisasi Rakjat.<noinclude>{{rh|294}}</noinclude>
sskzhlagvpfoqzv0vk1z4e2e66nw9kg
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/162
104
98198
283175
282186
2026-05-07T01:51:41Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283175
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>jang dipanggil namanja tampil kemuka dan diberi sehelai kartu-pemilihan (stembiljet) jang telah diberi paraf oleh Ketua.
Pemberian suara dilakukan dengan rahasia dan tiap pemilih hanja dapat memilih satu partai/badan (prinsip tjara daftar partai).
Setelah menerima kartu-pemilihannja, pemilih masuk kedalam ruangan pemilihan, mengisi lingkaran jang ada dibelakang nama partai/badan jang disukai dengan suatu tanda dan memasukkan kartu-pemilihannya kedalam kotak-pemilihan (stembus).
Djumlah-djumlah kursi untuk masing-masing partai/badan ditentukan dengan tjara membagi djumlah suara dari masing-masing partai/badan dengan quotum (kiesquotiënt). Angka-angka jang terdapat dari pembagian tersebut adalah djumlah kursi jang diberikan kepada masing-masing partai/badan.
Quotum tersebut ditetapkan dengan membagi djumlah semua suara, ialah dengan djumlah kursi jang akan dibagikan (80), hasilnja dibulatkan keatas hingga mendjadi angka penuh.
Kursi-kursi jang belum terisi sesudah dilakukan pembagian seperti diatas, diberikan kepada partai badan jang mempunjai sisa suara terbanjak (sistim Roget).
Dari djumlah angka suara jang masuk, dapat dilihat, bahwa meskipun tidak ada kewadjiban memilih, dapat diusahakan hingga jang datang memilih berdjumlah 4/5 dari djumlah jang berhak memilih (djumlah pemilih 26.073 sedangkan djumlah suara jang masuk 20.871). Dari suara jang masuk itu jang tidak sah ada 386 atau 1,8%.
Dengan demikian maka terpilih 80 anggauta B.P.R. Karesidenan Kediri. Pada tanggal 1 Agustus 1946, 80 anggauta tersebut menetapkan partai-partai dan badan -badan mana jang akan dapat 20 kursi jang masih belum di-isi.
'''B.P.R. Daerah setelah clash pertama.'''
Pada tanggal 21 Djuli 1947 Belanda menjerbu Daerah Republik setjara umum, peristiwa ini biasa disebut clash pertama.
Daerah-Daerah jang subur makmur di Djawa-Timur diserbu. Daerah-Daerah ini diduduki sesudah pergulatan jang dahsjat dengan pengorbanan jang tidak sedikit.
Rakjat berdjuang terus, B.P.R. pun berdjuang terus.
Akibat penjerbuan, para anggauta B.P.R. mendjadi terpisah satu sama lain dan terpentjar. Sering terdjadi, bahwa mereka tidak dapat
diketemukan lagi alamatnja , hingga sukar untuk dapat dikumpulkan
kembali.
Karena djiwa jang tidak mau didjadjah lagi, para anggauta B.P.R. keluar dari daerahnja dan pindah kedaerah pedalaman sebagai pengungsi. Dari sini perdjuangan diteruskan.
Di Daerah-Daerah lain jang tidak diduduki Belanda, B.P.R. Daerah berdjalan terus sebagai biasa.<noinclude>{{rh|'''130'''}}</noinclude>
a5ss1dat80e5y2wnoyyw4d1cthsfw8u
283176
283175
2026-05-07T01:54:53Z
Suga Widi
25678
283176
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>jang dipanggil namanja tampil kemuka dan diberi sehelai kartu-pemilihan (stembiljet) jang telah diberi paraf oleh Ketua.
Pemberian suara dilakukan dengan rahasia dan tiap pemilih hanja dapat memilih satu partai/badan (prinsip tjara daftar partai).
Setelah menerima kartu-pemilihannja, pemilih masuk kedalam ruangan pemilihan, mengisi lingkaran jang ada dibelakang nama partai/badan jang disukai dengan suatu tanda dan memasukkan kartu-pemilihannya kedalam kotak-pemilihan (stembus).
Djumlah-djumlah kursi untuk masing-masing partai/badan ditentukan dengan tjara membagi djumlah suara dari masing-masing partai/badan dengan quotum (kiesquotiënt). Angka-angka jang terdapat dari pembagian tersebut adalah djumlah kursi jang diberikan kepada masing-masing partai/badan.
Quotum tersebut ditetapkan dengan membagi djumlah semua suara, ialah dengan djumlah kursi jang akan dibagikan (80), hasilnja dibulatkan keatas hingga mendjadi angka penuh.
Kursi-kursi jang belum terisi sesudah dilakukan pembagian seperti diatas, diberikan kepada partai badan jang mempunjai sisa suara terbanjak (sistim Roget).
Dari djumlah angka suara jang masuk, dapat dilihat, bahwa meskipun tidak ada kewadjiban memilih, dapat diusahakan hingga jang datang memilih berdjumlah 4/5 dari djumlah jang berhak memilih (djumlah pemilih 26.073 sedangkan djumlah suara jang masuk 20.871). Dari suara jang masuk itu jang tidak sah ada 386 atau 1,8%.
Dengan demikian maka terpilih 80 anggauta B.P.R. Karesidenan Kediri. Pada tanggal 1 Agustus 1946, 80 anggauta tersebut menetapkan partai-partai dan badan-badan mana jang akan dapat 20 kursi jang masih belum di-isi.
'''B.P.R. Daerah setelah clash pertama.'''
Pada tanggal 21 Djuli 1947 Belanda menjerbu Daerah Republik setjara umum, peristiwa ini biasa disebut clash pertama.
Daerah-Daerah jang subur makmur di Djawa-Timur diserbu. Daerah-Daerah ini diduduki sesudah pergulatan jang dahsjat dengan pengorbanan jang tidak sedikit.
Rakjat berdjuang terus, B.P.R. pun berdjuang terus.
Akibat penjerbuan, para anggauta B.P.R. mendjadi terpisah satu sama lain dan terpentjar. Sering terdjadi, bahwa mereka tidak dapat diketemukan lagi alamatnja , hingga sukar untuk dapat dikumpulkan kembali.
Karena djiwa jang tidak mau didjadjah lagi, para anggauta B.P.R. keluar dari daerahnja dan pindah kedaerah pedalaman sebagai pengungsi. Dari sini perdjuangan diteruskan.
Di Daerah-Daerah lain jang tidak diduduki Belanda, B.P.R. Daerah berdjalan terus sebagai biasa.<noinclude>{{rh|'''130'''}}</noinclude>
50aaq3feig5su1zepwtdq1aj3xzc6xh
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/533
104
98207
283840
273125
2026-05-07T11:32:02Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[File:Siliwangi dari masa ke masa (page 533 crop).jpg|pus|nirbing]]
{{c|{{smaller|''Dalam pelaksanaan tugasnja di Kongo sebagai angguta Pasukan PBB anak-anak SILIWANGI jang tergabung dalam Bataljon GARUDA II, kerapkali harus menghadapi situasi-situasi gawat. Dalam menghadapinja, anak-anak SILIWANGI itu djarang sekali meletuskan peluru, sehingga hal itu telah menimbulkan simpati baik difihak kawan maupun lawan. Disini mereka tampak sedang memantjangkan Pandji PBB disuatu daerah di Kongo, tidak djauh dari kedudukan lawan.''}}}}<noinclude></noinclude>
e7sukt4mo7v3s84abjnqwfyrfq1wrzs
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/569
104
98285
282719
273321
2026-05-06T13:59:07Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
282719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Maka untuk menutup ”leemte” itu, rakjatpun diikut-sertakan. Itulah dasar-dasar daripada lahirnja taktik "Pagar Betis”.
Dalam wadah Pagar Betis inilah, maka Divisi Siliwangi memberikan tempat jang sewadjarnja kepada rakjat warga Djawa Barat didalam rangka usaha ikut serta didalam berdjuang, memulihkan keamanan kampung halaman Djawa Barat, kampung halaman mereka semua!
Ternjata dengan Pagar Betis itu, Divisi Siliwangi, bahu-membahu dengan seluruh warga Djawa Barat umumnja, dengan dibantu saudara-saudaranja dari Divisi Diponegoro dan Divisi Brawidjaja serta Angkatan-angkatan lainnja, dalam waktu jang tidak terlalu lama, telah mampu untuk mengachiri pergerakan bersendjata DI-TII/SMK.
Sudah barang tentu, didalam rangka Pagar Betis itu, rakjat tidak diumpankan kepada keganasan DI-TII/SMK seperti pernah didesas-desuskan sementara oknum tertentu. Untuk djelasnja dibawah ini kami sadjikan sebagai sebuah tjontoh, suatu ”Petundjuk Teknis/Taktis untuk pengamanan Pagar Betis” jang dalam hal ini, telah dikeluarkan oleh Bataljon Infanteri 315/Siliwangi sebagai berikut:
{{c|'''PETUNDJUK-PETUNDJUK TEKNIS/TAKTIS UNTUK PENGAMANAN PAGAR-BETIS'''}}
<ol>
<li> Pengamanan PAGAR-BETIS dilakukan dengan memperhatikan sifat-sifat taktisnja: </li>
<ol type=a>
<li> Pasukan pelindung ditempatkan menurut susunan ''kedalaman'' (diepte).<br>
Artinja, pasukan pelindung tidak sadja ditempatkan pada garis pertahanan Pagar-Betis, akan tetapi djuga dimuka maupun dibelakangnja pada djarak-djarak taktis dari garis pertahanan Pagar-Betis. <br>Dengan djarak "taktis” dimaksudkan suatu djarak dimedan, jang mudah ditjapai oleh pasukan sendiri karena tjukup dekatnja, akan tetapi tjukup djauh untuk tidak membahajakan pasukan sendiri terhadap tembakan-tembakan atau sergapan-sergapan musuh ditempat jang didjadikan objek kita.
</li>
</ol>
</ol><noinclude>{{rh|||531}}</noinclude>
s5zv2kiegpta4mhecuev29mnj8tdny1
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/459
104
98286
283022
276335
2026-05-06T16:31:07Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{center|'''Pasal 13.'''}}
{{center|'''SEMENDJAK PROKLAMASI KEMERDEKAAN.'''}}
{{center|'''KEPARTAIAN DI SUMATERA TENGAH'''}}
'''Pendahuluan''':
{{dropinitial|S}}EMENDJAK beberapa tahun sebelum berachirnja kekuasaan pemerintahan pendjadjahan Belanda di Indonesia, sebagai djuga pada seluruh temppat di seluruh kepulauan Indonesia, usaha dan gerakan- gerakan Partai Politik di Sumatera Barat chususnja dan di Sumatera Tengah umumnja, mendjadi „sepi ".
„Exorbitante Rechten" jang dipersendjatakan kepada Gouverneur General der Nederlandsch Indië oleh pemerintah Pusat keradjaan Belanda di Den Haag, untuk „menenteramkan suasana politik" di Indonesia, menghasilkan suatu suasana „, aman dan tenteram" (rusa en orde ). Udara mendung jang meliputi dan melindungi kekuasaan imperialisme Belanda pada saat itu dengan sendirinja mendjadi „hilang lenjap" , dan karena itu tidaklah dikuatiri lagi akan timbulnja suatu tuntutan untuk menentukan nasib sendiri oleh seluruh rakjat Indonesia, bangsa „jang paling lemah
lembut diseluruh permukaan bumi" itu.
Bila tidaklah karena dilindungi oleh konstitusi keradjaan Belanda jang berdasarkan kepada,, demokrasi" itu , agaknja GAPI jang mendjadi satu-satunja saluran kehendak dan tjita-tjita rakjat Indonesia dalam lapangan ,, menentukan kedudukan sendiri dimasa jang akan datang " , djuga tidak akan dibiarkan hidup dan tegak.
Dan bila tidak karena tengah menghadapi kekeruhan suasana jang tengah terdjadi disekeliling lautan Pasifik serta antjaman akan timbulnja Perang Dunia II di Eropah pada achir tahun 1939, GAPI ( Gabungan Partai-partai Politik seluruh Indonesia ) dengan semua anggota -anggotanja, pasti tidak akan dibiarkan ada oleh pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Meskipun GAPI sangat berapi-api " dengan tuntutan dan kehendaknja (menuntut ,,Indonesia Berparlemen "), tapi rakjat pada waktu itu seakan-akan sudah kebotjoran perahu tempat mereka menumpangkan diri dan
tjita-tjita.
,,Dilebur dan ditjairkannja" PERMI dan P.S.I.I. dengan tjara paksa dari masjarakat Sumatera Barat dengan Vergader Verbod dan diasingkannja pemimpin-pemimpin besar partai-partai itu ke<noinclude>{{rh|||453}}</noinclude>
i1ga8ep4lsy4cun35i7hxhvnk67u6qt
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/458
104
98297
282968
273429
2026-05-06T16:00:49Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282968
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{center|Pasal 6.}}
Buat Keresidenan Sumatera Barat susunan djumlah dan tjara memilih anggota Dewan Perwakilan Rakjat dan Dewan Pemerintahan Kabupaten diatur seperti berikut:
1. Dewan Perwakilan Rakjat Kabupaten terdiri dari:
<ol type="a"><li>orang jang dipilih oleh dan dari anggota staf Bupati Militer jang sekarang.</li>
<li>anggota- anggota jang dipilih oleh dan dari anggota- anggota M.P.R. Ketjamatan itu , jaitu 2 orang buat tiap-tiap Ketjamatan.</li>
<li>Bupati Militer, Tjamat Militer, anggota tentera, dan Polisi jang duduk dalam staf Bupati dan M.P.R. Ketjamatan hanja boleh memilih, tetapi tidak boleh dipilih mendjadi anggota Dewan Perwakilan Rakjat Kabupaten.</li></ol>
2. <ol type="a"><li>Dewan Pemerintah Kabupaten terdiri dari 5 orang jang dipilih oleh dan dari anggota- anggota D.P.R. Kabupaten.<li>
<li> Anggota-anggota Dewan Pemerintahan Kabupaten memilih salah seorang diantara mereka jang mendjadi wakil Ketua Dewan Pemerintahan dan Dewan Perwakilan Rakjat Kabupaten.</li></ol>
{{center|Pasal 7.}}
a. Bupati jang sekarang mendjadi Ketua dari Dewan Perwakilan Rakjat Kabupaten dan djuga dari Dewan Pemerintahannja, di .P.R. Kabupaten dia tidak mempunjai hak suara, tetapi ada mempunjai suara di Dewan Pemerintahannja.
b. Sekretaris Bupati jang sekarang , merangkap sekretaris dari Dewan Perwakilan Rakjat dan Dewan Pemerintahan Kabupaten
berotonomie.
{{center|'''Aturan tambahan'''.}}
{{center|Pasal 8.}}
Sementara daerah-daerah berotonomie dibawah Kabupaten belum terbentuk maka peraturan- peraturan jang mengenai M.P.R. Ketjamatan dan Negeri atau Wilajah tetap berlaku.
{{right|Ditetapkan di Suliki pada tanggal}}
{{right|9 Nopember 1949.}}
{{right|Gubernur Militer Sumatera Tengah.}}
{{right|d.t.o.}}
{{right|Mr. NASRUN.}}<noinclude>{{rh|452}}</noinclude>
fzy7ua0tvfuy7ofislwqhmwix3tfskd
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1058
104
98303
283693
273376
2026-05-07T08:48:33Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>tingkat dan berkebesaran sendiri-sendiri, jaitu sesudah lebih dahulu disesuaikan „kebenarannja" dari tambo-tambo dan sedjarah-sedjarah negeri-negeri lain jang pernah berhubungan dengan keradjaan Riau pada zaman kebesarannja.
Adapun tingkatan itu adalah:
#Riau dizaman sebelum diperintah oleh radja.
#Riau selama dibawah pemerintahan radja , dan
#Riau dalam zaman pendjadjahan Belanda .
'''Sebelum diperintahi Radja.'''
Lama sebelum seorang radja jang berasal dari kerajaan Sriwidjaja, keturunan dari Bukit Seguntang berkuasa didaerah jang terdiri dari beribu buah pulau ini, orang menduga, bahwa daerah itu sudah mempunjai penduduk dan peradaban tersendiri. Hal ini terbukti dengan datangnja sebuah delegasi dari kepulauan itu kekeradjaan Sriwidjaja untuk bermohon agar mereka dianugerahi seorang radja jang akan memerintahi mereka dan daerah mereka. Permintaan para utusan ini dikabulkan oleh radja Sriwidjaja.
Dan karena kepulauan ini amat dekat perhubungannja dengan keradjaan-keradjaan Melaju, maka adat istiadat jang berlaku di Malaja itu merupakan sebahagian dari adat istiadat mereka. Hal ini kian bertambah njata, demi radja mereka menaklukkan sebahagian daerah Melaju. Ditaklukkannja Malaka oleh radja dari Riau ini menjebabkan radja ini beralih negeri, dan hingga sekarang berturun-temurun disana. Dan karena itu pula, maka kota-kota jang pernah didjadikan ibu kerajaan, jaitu Ulu Sungai Riau, Penjengat dan Daik mendjadi sepi, dan hanja merupakan kota-kota jang ditinggalkan.<noinclude>{{rh||1050}}</noinclude>
01ec1jgt9nhrri67doigpogbna9yh00
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1057
104
98310
283694
273393
2026-05-07T08:50:00Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=88}}
{{rh||'''SUMBER SEDJARAH.'''}}
{{Dropinitial|U}}NTUK mentjatat perkembangan-perkembangan masjarakat dan kebudajaan suatu golongan masjarakat, kita harus banjak mempunjai sumber-sumber penjelidikan, baik sumber jang berupa bukti-bukti jang masih tertinggal, maupun bukti-bukti jang tertulis.
Tapi bukti-bukti demikian sangat sedikit kita perdapat untuk membentangkan sedjarah perkembangan-perkembangan masjarakat dikepulauan Riau, sebagai djuga amat sedikit kita mendapat sumber sedjarah untuk memaparkan perkembangan-perkembangan masjarakat dibanjak daerah dikepulauan Indonesia lainnja.
Apa jang akan kita bentangkan dibawah ini, hanja bersumber dari tjatatan-tjatatan jang dapat dikumpulkan dari beberapa orang Pamongpradja didaerah itu, jaitu tjatatan jang mereka kumpulkan dari uraian-uraian jang diberikan oleh beberapa orang jang dipandang mengetahuinja dalam wilajah mereka masing-masing. Tjatatan-tjatatan para Pamongpradja ini kemudian dikumpulkan mendjadi satu oleh Saudara Acting Bupati Mohd. Apan kepala daerah Kabupaten Kepulauan Riau.
Djadi teranglah, bahwa apa jang akan diuraikan ini lebih banjak berbentuk suatu „sage" dari pada bertjorak sedjarah,-terutama dalam membentangkan keadaan kepulauan Riau pada zaman sebelum daerah itu diperintah oleh seorang radja—, karena orang tidak dapat menundjukan bukti-bukti, dan tidak pula ada tjatatan angka-angkanja.
Dan tjatatan-tjatatan selengkapnja tidak pula mungkin dibentangkan, karena dalam kalangan rakjat sendiri ada sebuah pepatah jang menerangkan, bahwa: „Adat dipegang oleh radja, dan radjalah jang beradat.
„Ada radja, adat berdiri; hilang radja, adatpun mati". Karena itu, jang kenal akan seluk beluk adat dan tjabang-tjabangnja hanjalah radja-radja atau keturunan-keturunan mereka, atau orang-orang besar dan keturunan-keturunan orang besar itu.
'''Masa sedjarah.'''
Untuk dapat diketahui dan dipahami lebih mudah, sedjarah perkembangan masjarakat dan kebudajaan Riau ini baiklah kita bagi mendjadi 3 bahagian jang masing-masing ber-<noinclude>{{rh||1049}}</noinclude>
myzcfqdf2c5ahxjen29ynt58eq67q6v
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/704
104
98317
283116
273410
2026-05-06T23:54:04Z
Rubyracha
25170
283116
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|Arus air sungei Rokan jang sangat deras, jang menjebabkan besarnja selisih air waktu pasang naik dan pasang surut (k.l. 3 meter).
|Sungai ini banjak mengalirkan tanah lumpur jang mengandung zat-zat organis jang disukai oleh bermatjam-matjam ikan.
|Lautnja tenang dan pantainja landai, jang menjebabkan penangkapan dapat dilakukan sepandjang masa dan tidak terputus-putus.}}<br>
''Tjara penangkapan ikan.''<br>
Penangkapan ikan ini dilakukan dengan bermatjam-matjam alat:
{{PUU-nomor|n=1|Djermal jaitu suatu tjara dengan memasang kaju-kaju balok jang pandjangnja kira- kira 16-24 meter dimuka sungai sekira 3 depa dalamnja. Kaju-kaju balok ini ditanam berdjadjar mendjurus kearus air.<br>
Dari bangunan ini merupakan sebuah sajap jang berbentuk „V” jang berdjumlah ± 2000 buah. Didalam bangunan ini dipasang tikar rotan jang mendatar dan berdjurusan kebelakang merupakan alur, dan berachir dikantong-kantong penampung ikan. Sajap-sajap jang berbentuk „V” itu bergerak karena arus air, dan ikan-ikan jang berada dalam bangunan ini tidak berani keluar.<br>
Pada waktu air surut tikar rotan diturunkan dalam posisi jang miring (bahagian belakang diatas permukaan air dan bahagian muka berada dalam air). Dengan demikian ikan dipaksakan naik ketikar rotan mengikuti saluran dan achirnja masuk kedalam
kantong penampungan. Pada djermal jang ketjil tjukup dipakai djaring sebagai ganti dari tikar rotan. Dan pada djermal udang, sajap itu tjukup dengan 20-25 buah djadjar.<br>
Ongkos dari djermal besar ini menurut harga pokok ditahun 1940 sampai antara F 10.000 - F 20.000.
|''Bubu'': jaitu dengan membenamkan kedalam air tiang kaju (nibung) jang merupakan satu garis tiap-tiap 2 buah tiang jang berdampingan satu sama lain, djumlah tiang ini sekira 21 buah. Diantara tiang-tiang itu dipasang djaring. Untuk melakukan ini
diperlukan lagi 1 perahu kotak besar dan 2 buah perahu ketjil.
|''Tjitjik Klang'' alat ini berasal dari Klang (Malaka) jang merupakan sebuah djaring jang diikatkan diantara beberapa buah tonggak kaju. Untuk mendjaga supaja djaring ini tetap mengambang dilengkapi dengan tiang-tiang bambu. Alat ini dapat dipindahpindahkan.
|''Djaring pukat''. Djaring pukat ini digunakan untuk menangkap ikan jang besar ditengah laut. Djaring ini terdiri dari beberapa}}<noinclude>{{rh|'''696'''}}</noinclude>
m904lllrq9an1nlok26uc0xboggbqjq
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1054
104
98325
283696
273427
2026-05-07T08:50:40Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>djang kira-kira tiga depa. Sesudah pohon itu dikuliti, maka diletakan ditengah-tengah kumpulan orang banjak jang mempersaksikan upatjara itu.
Penganten laki-laki disuruh berdiri diudjung kaju itu dan penganten perempuan diudjung jang lain. Kemudian penganten laki-laki disuruh mentjoba meniti (berdjalan diatas) kaju itu, hingga dapat mentjapai penganten perempuan. Bila dalam pertjobaan meniti ini gagal, maka perkawinannja tidak disahkan. Tapi bila dia dapat mentjapai tangan pengantin perempuan dalam atau waktu meniti kaju itu, maka ninik-mamaknjapun berseru „Sah Batin". Bila seruan ninik-mamak ini disahuti oleh orang banjak dengan „sah", maka perkawinan itu dipandang sudah sah. Mulai dari saat itu kedua penganten itu sudah boleh bergaul sebagai suami isteri, dan masjarakat hordenja sudah memandang mereka sebagai suami dan isteri pula.
Itulah jang dapat ditjeritakan mengenai suku '''Anak Dalam''' didaerah Propinsi Sumatera Tengah. Kewadjiban jang berat bagi badan-badan Sosial setempat sekarang adalah untuk men-sivilisasi-kan masjarakat jang masih sangat „primitip" itu. Usaha ini pasti akan berasil bila dia dikerdjakan dengan sepenuh-penuh hati dan pertanggungan djawab jang sempurna.<noinclude>{{rh||1046}}</noinclude>
emeilzrn2r51iafadcc3wxav0lzrsdb
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/618
104
98327
283076
278770
2026-05-06T22:32:58Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283076
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|duduk|penduduk}} berdjauhan satu sama lainnja dan para penghuninja hidup dari hasil pertanian jang chusus diperuntukkan bagi kebutuhan pribadi sadja.
Untuk mentjapai sesuatu objek, maka kita harus berdjalan 8 sampai 10 hari. Menurut ketentuan, setiap tiga bulan sekali anak buah diberi perlengkapan pakaian seragam sepasang, akan tetapi hutan jang sedemikian ganasnja itu, dalam waktu satu minggu sadja sudah menghantjurkan pakaian serta sepatu jang dipakai sehingga adakalanja harus beroperasi dengan kaki telandjang dihutan duri, penuh dengan lintah-lintah.
Supply terpaksa didrop dari udara dan sebagian dari laut. Jang dimakan hanjalah nasi dengan ikan asin. Sekalipun demikian hal itu tidak menjebabkan merosotnja moril anak-anak Siliwangi. Semangat tetap tinggi berkat adanja rasa tanggungdjawab jang tinggi terhadap tugas jang dibebankan diatas pundaknja.
Kahar Muzakar sendiri, walaupun setjara fisik militer kekuatan terbesarnja berada di Sulawesi Selatan, namun dalam keadaan jang kritis ia memilih Sulawesi Tenggara, dimana ia mempunjai kebebasan bergerak. Alam jang sangat buas itu, telah dipilih oleh Kahar Muzakar sebagai tempat perlindungannja.
Hasil-hasil gemilang dari Operasi Kilat ini telah dapat memulihkan kewibawaan Pemerintah Republik Indonesia dimana-mana. Didaerah ini sekarang berlaku hukum negara RI. Sekarang tidak ada lagi kesatuan-kesatuan atau golongan-golongan jang dengan seenaknja sadja membuat peraturan-peraturan seperti jang pernh dilakukan oleh Andi Selle dan Andi Sosse.
Setelah melaksanakan tugasnja didaerah Sulawesi Selatan/Tenggara, sesuai dengan perintah Panglima KODAM VI/Siliwangi No. Prin. 85-2/2/1964 tertanggal 24 Pebruari 1964, maka berdasarkan Radiogram M/PANGAD No. TR-253/1965 tertanggal 10 Pebruari 1965, Bataljon 330 Kudjang I/Siliwangi ditarik dari penugasannja di Sulawesi Selatan/Tenggara.
{{rh|'''d. D. Gerungan tertangkap.'''}}
Apakah dengan telah berhasil ditewaskannja Kahar Muzakar, keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara telah pulih seluruhnja? Djauh daripada itu? Dihutan-hutan Sulawesi Selatan/Tenggara<noinclude>{{rh|580}}</noinclude>
3xx8n9n82eq4kom98vugh1juheyrzgm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/457
104
98328
282966
275182
2026-05-06T16:00:11Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282966
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{center|BAB 1.}}
{{center|'''Tentang batas-batas Kabupaten.'''}}
{{center|Pasal 1.}}
Kabupaten didaerah Gubernur Militer S. Tengah dengan batasbatasnja seperti jang ada pada tanggal ketetapan ini, didjadikan Kabupaten jang berhak mengurus rumah tangganja sendiri dengan mempedomani Undang-undang No. 22 tahun 1948, dan selandjutnja dengan ketentuan-ketentuan jang ditetapkan dalam peraturan ini.
{{center|BAB II.}}
{{center|'''Tentang penjerahan hak dan kewadjiban.'''}}
{{center|Pasal 2.}}
Pada Kabupaten-kabupaten jang dimaksud dalam pasal-pasal itu diserahkan sebagai urusan rumah tangganja djawatan-djawatan jang selama ini diurus oleh Pemerintah Pusat, terketjuali djawatan P.T.T., Pelabuhan, Bea Tjukai, Tambang perusahaan Negara, Polisi Kedjaksaan dan Kehakiman, Kehutanan, Iuran Negara dan Ketenteraan, Koperasi, Gas Listerik, R.P.D. Agama.
{{center|Pasal 3.}}
<ol type="a">
<li>Buat pembiajai urusan-urusan jang diserahkan kepada Kabupaten itu, Kabupaten-kabupaten menerima sebahagian dari penghasilan negara jang djumlahnja akan ditetapkan dalam peraturan jang tertentu.</li>
<li>Selain dari jang ditetapkan pada sub a dari pasal ini, maka pada Kabupaten-kabupaten dapat diberikan bantuan istimewa, kalau kenjataan bahasa bagiannja dari penghasilan negara jang dipungut dalam daerah itu ditambah dengan penghasilan sendiri tidak mentjukupi untuk penutup anggaran perbelandjaan jang menurut timbangan Gubernur Militer Sumatera Tengah telah disusun setjara sehematnja.</li></ol>
{{center|BAB III.}}
{{center|'''Tentangan Dewan Perwakilan Rakjat Kabupaten dan'''}}
{{center|'''Dewan Pemerintahannja.'''}}
{{center|Pasal 5.}}
Susunan, djumlah dan tjara memilih anggota dari Dewan Perwakilan Rakjat dan Dewan Pemerintahan Kabupaten didalam Keresidenan Riau adalah seperti jang telah ditetapkan oleh Komisi Desentralisi Sumatera Tengah sebelum tanggal 19 Desember 1948.<noinclude>{{rh|||451}}</noinclude>
8y5lctz3bvnpx0vl4qjahtmjnc8zc0p
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/720
104
98335
282884
278155
2026-05-06T15:35:56Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, ada tanda petik yang salah
282884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Tapi, demi hasrat dan kebutuhan terhadap kendaraan itu berkembang dengan tjepatnja, maka dirasa perlu diadakan peraturanperaturan baru, terutama jang mengenai peraturan lalu lintas.<br>Tanggal 1 Oktober 1917 dikeluarkanlah peraturan jang berkenaan dengan kenderaan bermotor jaitu peraturan jang diperluas dan ditambah dengan peraturan jang dikeluarkan oleh pemerintah Inggeris pada tahun 1903.<br>Karena perkembangan-kembangan dengan bertambahnja djalan raja dan berlipat gandanja djumlah kendaraan bermotor, maka dirasa sangat perlu diadakan pula peraturan-peraturan untuk menghindarkan saingan jang tidak sehat dari pemilik oto itu serta peraturan mengenai tarip dan djurusan perdjalanan (traject) nja.<br>Beberapa tahun sebelum petjah perang dunia ke II, di daerah propinsi Sumatera Tengah terdapat beberapa buah perusahaan gabungan otobis partikelir kepunjaan bangsa Indonesia dan bangsa lainnja. Dengan adanja perusahaan dan pergabungan-pergabungan itu, maka dapat diatur perhubungan lalu lintas dengan lebih baik dan lebih sempurna, jaitu peraturan-peraturan jang membelikan keuntungan kepada penumpang-penumpang dan kepada pemiliknja.<br>Sajang, peraturan dan keadaan jang demikian tidak dapat berdjalan lama.<br>Pada waktu petjahnja perang dunia ke II, sebahagian besar dari kendaraan-kendaraan itu dipergunakan oleh pemerintah militer Belanda untuk kepentingan siasat dan pertahanannja, jaitu untuk mengangkut militer dan alat-alat perangnja dari satu daerah kedaerah lain. Diwaktu penjerbuan Djepang, tidak pula sedikit diantara kendaraan itu jang hantjur karena sasaran bom tentara Djepang, karena dia dipergunakan untuk kepentingan militer Belanda, begitu djuga banjak pula jang dihantjurkan sendiri oleh meliter Belanda karena siasat ,,bumi hangusnja".<br>Dengan demikian, maka njatalah, bahwa dizaman pendudukan tentara Djepang, didaerah Sumatera Tengah didapati sangat sedikit sekali oto pengangkut kepunjaan rakjat. Dan oto-oto jang masih ada, digabungkan oleh militer Djepang dalam suatu gabungan semi djawatan militer Djepang, jang dinamainja ,,Tomishima". Sudah njata, bahwa itu tidak ada lagi peraturan lalu lintas umum, selain dari peraturan jang diadakan dan ditetapkan oleh pembesar-pembesar tentera Djepang.<br>Pada bulan Agustus 1945, karena dilumpuhkannja ,,Tomshima" oleh Rakjat, maka oleh pemerintah di Sumatera Barat didirikan suatu badan jang akan mengatur lalu lintas kendaraan bermotor<noinclude>{{rh|'''712'''}}</noinclude>
3gugjqwc6ks2uwm3b5awrfux88kyyct
283117
282884
2026-05-06T23:56:34Z
Rubyracha
25170
283117
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Tapi, demi hasrat dan kebutuhan terhadap kendaraan itu berkembang dengan tjepatnja, maka dirasa perlu diadakan peraturanperaturan baru, terutama jang mengenai peraturan lalu lintas.
Tanggal 1 Oktober 1917 dikeluarkanlah peraturan jang berkenaan dengan kenderaan bermotor jaitu peraturan jang diperluas dan ditambah dengan peraturan jang dikeluarkan oleh pemerintah Inggeris pada tahun 1903.
Karena perkembangan-kembangan dengan bertambahnja djalan raja dan berlipat gandanja djumlah kendaraan bermotor, maka dirasa sangat perlu diadakan pula peraturan-peraturan untuk menghindarkan saingan jang tidak sehat dari pemilik oto itu serta peraturan mengenai tarip dan djurusan perdjalanan (traject) nja.
Beberapa tahun sebelum petjah perang dunia ke II, di daerah propinsi Sumatera Tengah terdapat beberapa buah perusahaan gabungan otobis partikelir kepunjaan bangsa Indonesia dan bangsa lainnja. Dengan adanja perusahaan dan pergabungan-pergabungan itu, maka dapat diatur perhubungan lalu lintas dengan lebih baik dan lebih sempurna, jaitu peraturan-peraturan jang membelikan keuntungan kepada penumpang-penumpang dan kepada pemiliknja.
Sajang, peraturan dan keadaan jang demikian tidak dapat berdjalan lama.
Pada waktu petjahnja perang dunia ke II, sebahagian besar dari kendaraan-kendaraan itu dipergunakan oleh pemerintah militer Belanda untuk kepentingan siasat dan pertahanannja, jaitu untuk mengangkut militer dan alat-alat perangnja dari satu daerah kedaerah lain. Diwaktu penjerbuan Djepang, tidak pula sedikit diantara kendaraan itu jang hantjur karena sasaran bom tentara Djepang, karena dia dipergunakan untuk kepentingan militer Belanda, begitu djuga banjak pula jang dihantjurkan sendiri oleh meliter Belanda karena siasat „bumi hangusnja”.
Dengan demikian, maka njatalah, bahwa dizaman pendudukan tentara Djepang, didaerah Sumatera Tengah didapati sangat sedikit sekali oto pengangkut kepunjaan rakjat. Dan oto-oto jang masih ada, digabungkan oleh militer Djepang dalam suatu gabungan semi djawatan militer Djepang, jang dinamainja „Tomishima”. Sudah njata, bahwa itu tidak ada lagi peraturan lalu lintas umum, selain dari peraturan jang diadakan dan ditetapkan oleh pembesar-pembesar tentera Djepang.
Pada bulan Agustus 1945, karena dilumpuhkannja „Tomshima” oleh Rakjat, maka oleh pemerintah di Sumatera Barat didirikan suatu badan jang akan mengatur lalu lintas kendaraan bermotor<noinclude>{{rh|'''712'''}}</noinclude>
rx1y9e2nulermg8ok10rrxdnsimjrh3
283398
283117
2026-05-07T04:08:15Z
Adhiiik
27020
/* Tervalidasi */
283398
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" /></noinclude>Tapi, demi hasrat dan kebutuhan terhadap kendaraan itu berkembang dengan tjepatnja, maka dirasa perlu diadakan peraturanperaturan baru, terutama jang mengenai peraturan lalu lintas.
Tanggal 1 Oktober 1917 dikeluarkanlah peraturan jang berkenaan dengan kenderaan bermotor jaitu peraturan jang diperluas dan ditambah dengan peraturan jang dikeluarkan oleh pemerintah Inggeris pada tahun 1903.
Karena perkembangan-kembangan dengan bertambahnja djalan raja dan berlipat gandanja djumlah kendaraan bermotor, maka dirasa sangat perlu diadakan pula peraturan-peraturan untuk menghindarkan saingan jang tidak sehat dari pemilik oto itu serta peraturan mengenai tarip dan djurusan perdjalanan (traject) nja.
Beberapa tahun sebelum petjah perang dunia ke II, di daerah propinsi Sumatera Tengah terdapat beberapa buah perusahaan gabungan otobis partikelir kepunjaan bangsa Indonesia dan bangsa lainnja. Dengan adanja perusahaan dan pergabungan-pergabungan itu, maka dapat diatur perhubungan lalu lintas dengan lebih baik dan lebih sempurna, jaitu peraturan-peraturan jang membelikan keuntungan kepada penumpang-penumpang dan kepada pemiliknja.
Sajang, peraturan dan keadaan jang demikian tidak dapat berdjalan lama.
Pada waktu petjahnja perang dunia ke II, sebahagian besar dari kendaraan-kendaraan itu dipergunakan oleh pemerintah militer Belanda untuk kepentingan siasat dan pertahanannja, jaitu untuk mengangkut militer dan alat-alat perangnja dari satu daerah kedaerah lain. Diwaktu penjerbuan Djepang, tidak pula sedikit diantara kendaraan itu jang hantjur karena sasaran bom tentara Djepang, karena dia dipergunakan untuk kepentingan militer Belanda, begitu djuga banjak pula jang dihantjurkan sendiri oleh meliter Belanda karena siasat "bumi hangusnja”.
Dengan demikian, maka njatalah, bahwa dizaman pendudukan tentara Djepang, didaerah Sumatera Tengah didapati sangat sedikit sekali oto pengangkut kepunjaan rakjat. Dan oto-oto jang masih ada, digabungkan oleh militer Djepang dalam suatu gabungan semi djawatan militer Djepang, jang dinamainja "Tomishima". Sudah njata, bahwa itu tidak ada lagi peraturan lalu lintas umum, selain dari peraturan jang diadakan dan ditetapkan oleh pembesar-pembesar tentera Djepang.
Pada bulan Agustus 1945, karena dilumpuhkannja "Tomshima" oleh Rakjat, maka oleh pemerintah di Sumatera Barat didirikan suatu badan jang akan mengatur lalu lintas kendaraan bermotor<noinclude>{{rh|'''712'''}}</noinclude>
izgfnrgtldkqdh9ganq8cg6w9639xdf
283399
283398
2026-05-07T04:08:27Z
Adhiiik
27020
283399
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" /></noinclude>Tapi, demi hasrat dan kebutuhan terhadap kendaraan itu berkembang dengan tjepatnja, maka dirasa perlu diadakan peraturanperaturan baru, terutama jang mengenai peraturan lalu lintas.
Tanggal 1 Oktober 1917 dikeluarkanlah peraturan jang berkenaan dengan kenderaan bermotor jaitu peraturan jang diperluas dan ditambah dengan peraturan jang dikeluarkan oleh pemerintah Inggeris pada tahun 1903.
Karena perkembangan-kembangan dengan bertambahnja djalan raja dan berlipat gandanja djumlah kendaraan bermotor, maka dirasa sangat perlu diadakan pula peraturan-peraturan untuk menghindarkan saingan jang tidak sehat dari pemilik oto itu serta peraturan mengenai tarip dan djurusan perdjalanan (traject) nja.
Beberapa tahun sebelum petjah perang dunia ke II, di daerah propinsi Sumatera Tengah terdapat beberapa buah perusahaan gabungan otobis partikelir kepunjaan bangsa Indonesia dan bangsa lainnja. Dengan adanja perusahaan dan pergabungan-pergabungan itu, maka dapat diatur perhubungan lalu lintas dengan lebih baik dan lebih sempurna, jaitu peraturan-peraturan jang membelikan keuntungan kepada penumpang-penumpang dan kepada pemiliknja.
Sajang, peraturan dan keadaan jang demikian tidak dapat berdjalan lama.
Pada waktu petjahnja perang dunia ke II, sebahagian besar dari kendaraan-kendaraan itu dipergunakan oleh pemerintah militer Belanda untuk kepentingan siasat dan pertahanannja, jaitu untuk mengangkut militer dan alat-alat perangnja dari satu daerah kedaerah lain. Diwaktu penjerbuan Djepang, tidak pula sedikit diantara kendaraan itu jang hantjur karena sasaran bom tentara Djepang, karena dia dipergunakan untuk kepentingan militer Belanda, begitu djuga banjak pula jang dihantjurkan sendiri oleh meliter Belanda karena siasat "bumi hangusnja”.
Dengan demikian, maka njatalah, bahwa dizaman pendudukan tentara Djepang, didaerah Sumatera Tengah didapati sangat sedikit sekali oto pengangkut kepunjaan rakjat. Dan oto-oto jang masih ada, digabungkan oleh militer Djepang dalam suatu gabungan semi djawatan militer Djepang, jang dinamainja "Tomishima". Sudah njata, bahwa itu tidak ada lagi peraturan lalu lintas umum, selain dari peraturan jang diadakan dan ditetapkan oleh pembesar-pembesar tentera Djepang.
Pada bulan Agustus 1945, karena dilumpuhkannja "Tomshima" oleh Rakjat, maka oleh pemerintah di Sumatera Barat didirikan suatu badan jang akan mengatur lalu lintas kendaraan bermotor<noinclude>{{rh|'''712'''}}</noinclude>
imhrh0s1ddz1x00vtly9hyzrct5bjsp
283400
283399
2026-05-07T04:08:48Z
Adhiiik
27020
283400
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" /></noinclude>Tapi, demi hasrat dan kebutuhan terhadap kendaraan itu berkembang dengan tjepatnja, maka dirasa perlu diadakan peraturanperaturan baru, terutama jang mengenai peraturan lalu lintas.
Tanggal 1 Oktober 1917 dikeluarkanlah peraturan jang berkenaan dengan kenderaan bermotor jaitu peraturan jang diperluas dan ditambah dengan peraturan jang dikeluarkan oleh pemerintah Inggeris pada tahun 1903.
Karena perkembangan-kembangan dengan bertambahnja djalan raja dan berlipat gandanja djumlah kendaraan bermotor, maka dirasa sangat perlu diadakan pula peraturan-peraturan untuk menghindarkan saingan jang tidak sehat dari pemilik oto itu serta peraturan mengenai tarip dan djurusan perdjalanan (traject) nja.
Beberapa tahun sebelum petjah perang dunia ke II, di daerah propinsi Sumatera Tengah terdapat beberapa buah perusahaan gabungan otobis partikelir kepunjaan bangsa Indonesia dan bangsa lainnja. Dengan adanja perusahaan dan pergabungan-pergabungan itu, maka dapat diatur perhubungan lalu lintas dengan lebih baik dan lebih sempurna, jaitu peraturan-peraturan jang membelikan keuntungan kepada penumpang-penumpang dan kepada pemiliknja.
Sajang, peraturan dan keadaan jang demikian tidak dapat berdjalan lama.
Pada waktu petjahnja perang dunia ke II, sebahagian besar dari kendaraan-kendaraan itu dipergunakan oleh pemerintah militer Belanda untuk kepentingan siasat dan pertahanannja, jaitu untuk mengangkut militer dan alat-alat perangnja dari satu daerah kedaerah lain. Diwaktu penjerbuan Djepang, tidak pula sedikit diantara kendaraan itu jang hantjur karena sasaran bom tentara Djepang, karena dia dipergunakan untuk kepentingan militer Belanda, begitu djuga banjak pula jang dihantjurkan sendiri oleh meliter Belanda karena siasat "bumi hangusnja”.
Dengan demikian, maka njatalah, bahwa dizaman pendudukan tentara Djepang, didaerah Sumatera Tengah didapati sangat sedikit sekali oto pengangkut kepunjaan rakjat. Dan oto-oto jang masih ada, digabungkan oleh militer Djepang dalam suatu gabungan semi djawatan militer Djepang, jang dinamainja "Tomishima". Sudah njata, bahwa itu tidak ada lagi peraturan lalu lintas umum, selain dari peraturan jang diadakan dan ditetapkan oleh pembesar-pembesar tentera Djepang.
Pada bulan Agustus 1945, karena dilumpuhkannja "Tomshima" oleh Rakjat, maka oleh pemerintah di Sumatera Barat didirikan suatu badan jang akan mengatur lalu lintas kendaraan bermotor<noinclude>{{rh|'''712'''}}</noinclude>
izgfnrgtldkqdh9ganq8cg6w9639xdf
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/564
104
98356
283725
273984
2026-05-07T09:30:30Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}}Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil- ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
<br>
<br>
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
<br>
{{gap}}Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
<br>
{{gap}}B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
<br>
{{gap}}Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
<br>
{{gap}}Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
<br>
{{gap}}Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid , (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan
558<noinclude></noinclude>
mf7c4dvjnbw97b520b9frl7ma21r64z
283727
283725
2026-05-07T09:31:18Z
Suga Widi
25678
283727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
<br>
<br>
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
<br>
{{gap}}Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
<br>
{{gap}}B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
<br>
{{gap}}Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
<br>
{{gap}}Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
<br>
{{gap}}Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid , (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan
558<noinclude></noinclude>
7h4vlfz0ljn3fqescnu64n5r75x2njj
283729
283727
2026-05-07T09:32:03Z
Suga Widi
25678
283729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
{{gap}}B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
<br>
{{gap}}Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
<br>
{{gap}}Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
<br>
{{gap}}Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid , (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan
558<noinclude></noinclude>
ccxhw9m8pmq16cis7qeros0xgygvli8
283732
283729
2026-05-07T09:32:49Z
Suga Widi
25678
283732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
{{gap}}Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
<br>
{{gap}}Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
<br>
{{gap}}Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid , (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan
558<noinclude></noinclude>
itm869hlwhlf296nb9c90ainfwfpfcu
283734
283732
2026-05-07T09:33:39Z
Suga Widi
25678
283734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
{{gap}}Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
<br>
{{gap}}Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid , (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan
558<noinclude></noinclude>
hs5q6vgkclyo0s77pogx7tvoko1faqq
283736
283734
2026-05-07T09:34:56Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid, (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan<noinclude></noinclude>
avh4816sf67qelihspia5zlnbq3srr0
283737
283736
2026-05-07T09:35:33Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjalan dengan kedjadian itu, maka di Siak, Bengkalis, Bagan Siapi-api, Selat Pandjang, Taluk Kuantan, Rengat, Tembilahan, Bangkinang dan tempat-tempat lainnja terdjadilah perlawanan ketjil-ketjil jang djuga penting artinja dalam perdjuangan.
'''Dari B.K.R. ke T.K.R.'''
Pemuda-pemuda kita jang telah mulai tersusun dalam organisasi bersendjata tadi, dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, digabungkan dalam organisasi perdjuangan jang berbentuk Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) hingga dengan demikian tersusunlah tenaga pemuda bersendjata jang melulu akan menghadapi perdjuangan dan mendjaga keamanan seluruh Riau. Ditempat jang disebutkan diatas tadi, mulailah dilaksanakan apa jang mendjadi keinginan dari Pemerintah Pusat itu dengan berpusat di Pakan Baru dibawah pimpinan saudara Hasan Basri.
B.K.R. setiap waktu diusahakan penjempurnaannja dengan sokongan jang tidak sedikit dari Pemerintah dibawah pimpinan Residen Abdul Malik dan dari Dewan Perwakilan Rakjat dibawah pimpinan Raden Jusuf, bahkan dari seluruh lapisan rakjat. B.K.R. ditjintai dan dihormati rakjat, karena hasil usahanja serta keteguhan pribadi pemuda-pemudanja . Apa jang diinginkan oleh negara telah tertjapai, walaupun masih merupakan satu organisasi jang masih djauh dari sempurna .
Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah, maka B.K.R. Sumatera Tengah berpusat di Bukittinggi, karena satu alat Negara tidaklah mungkin berdiri sendiri, tetapi harus tunduk dibawah satu pimpinan, berdjalan menurut hierarchie jang semestinja, sebab dengan djalan demikianlah kompactheid dapat ditjiptakan, apalagi bagi satu kesatuan jang bersendjata. Kemadjuan dan penjempurnaan B.K.R. sangat dirasakan dan kenjataan memberi harapan jang takkan mengetjewakan. Achirnja B.K.R. itu diubah mendjadi T.K.R., walaupun dasar dan djiwanja serupa dengan B.K.R.
Dengan perubahan jang terus menerus terjadi itu maka didaerah Riau terbentuklah satu Regiment T.K.R. sebagai telah kita uraikan sebelum ini, dengan nama Regiment IV Divisi III Banteng Sumatera Tengah dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri.
Regiment ini pada mulanja mempunjai 5 Batalion, Bn I di Pakan Baru dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan, Bn II di Bengkalis dibawah pimpinan Major Arifin, Bn III di Rengat dibawah pimpinan Major Jusuf Nur, Bn IV di Pakan Baru Luar Kota dibawah pimpinan Major Usman Pohan, Bn V di Pakan Baru (Artileri) dibawah pimpinan Major Ali Rasjid, (tiwas dalam agressi kedua). Disamping itu dibentuk Polisi Tentera Regiment IV dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, jang kemudian disempurnakan<noinclude>{{rh|558}}</noinclude>
5ihrxncdmn42qf5dh2f505vl29dbhjd
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/721
104
98358
282891
278156
2026-05-06T15:37:36Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, ada tanda petik yang salah
282891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>didjalan raja. Badan itu dinamai P.O.L.L. (Perusahaan Oto Lalu Lintas). Jang kemudian mendjelma mendjadi P.O.L.L. (Pedjabat Lalu Lintas). Tidak lama sesudah itu berdiri pula P.O.N. Ste (Perusahaan Oto Negara di Sumatera Tengah) jang menitik beratkan pekerdjaannja untuk mengangkut barang-barang keperluan pemerintah R. I. Dan disamping itu, oleh Pemerintahpun didirikan pula suatu badan pengangkutan jang diberi bernama dengan D.A.M.R.I. (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).<br>Untuk mengurus dan meng-koordinir semua alat-alat perhubungan dilaut, darat dan udara diseluruh Sumatera, oleh Pemerintah di Sumatera didirikan pula suatu Biro jang dinamakan dengan "'''Biro Koordinasi Perhubungan Sumatera'''". Badan jang baru didirikan ini direntjanakan untuk memulihkan kembali perhubungan lalu lintas kendaraan bermotor didjalan raja di Sumatera sebagai keadaan sebelum perang dulu.<br>Tapi rentjana usaha Pemerintah ini tidak pula dapat berlangsung sebagai ditentukan semula, karena adanja clash ke II, sementara itu oto-oto bis jang hanja tinggal beberapa buah karena telah banjak jang rusak, baik karena kekurangan bagian-bagian (onderdelen) maupun karena akibat pemakaian alat pembakar jang terdiri dari minjak karet.<br>Masa antara pendudukan Djepang dengan penjerahan kedaulatan, dalam lapangan lalu lintas di Sumatera Tengah hanja dipakai oleh tjikar (pedati) dan oleh sado (bendi), karena oto-oto jang masih tinggal hanja dipakai untuk keperluan Angkatan Perang dan Pemerintahan sadja.<br>Sesudah pemilihan kedaulatan, maka di Sumatera Tengah baru dapat didirikan kembali kantor jang mengurus lalu lintas, dinamai Djawatan Lalu Lintas Bahagian Darat Sumatera Tengah. Kemudian Djawatan ini bersama D.A.M.R.I. dilikwidir dan disatukan dengan Djawatan Pekerdjaan Umum/Perhubungan Sumatera Tengah. Mulai dari saat itu diaturlah kembali pemberian suratsurat izin (vergunning) kepada mereka jang ingin hendak mempunjai oto bis. Karena banjaknja djalan-djalan raja dan djembatan-djembatan jang rusak, dan karena hampir 95% dari kendaraankendaraan oto jang masih ada hanja terdiri dari oto-oto jang sudah sangat tua usianja, maka lalu lintas di Sumatera Tengah pada pada waktu itu masih dalam keadaan jang "sepi".<br>Kekurangan-kekurangan itu segera dapat diperbaiki, diantaranja dengan diberikannja surat izin pembelian oto oleh prioriteitscommissi kepada perusahaan-perusahaan oto partikelir. Dan dengan tjara berangsur-angsur, kesibukan lalu lintas dengan oto didjalan-djalan raja di Propinsi Sumatera Tengah dipulihkan kembali.<noinclude>{{rh|||'''713'''}}</noinclude>
qigjpe0sj3t2ym6j6oaak9pz2t4vk4l
283118
282891
2026-05-06T23:58:27Z
Rubyracha
25170
/* Tervalidasi */
283118
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rubyracha" /></noinclude>didjalan raja. Badan itu dinamai P.O.L.L. (Perusahaan Oto Lalu Lintas). Jang kemudian mendjelma mendjadi P.O.L.L. (Pedjabat Lalu Lintas). Tidak lama sesudah itu berdiri pula P.O.N. Ste (Perusahaan Oto Negara di Sumatera Tengah) jang menitik beratkan pekerdjaannja untuk mengangkut barang-barang keperluan pemerintah R. I. Dan disamping itu, oleh Pemerintahpun didirikan pula suatu badan pengangkutan jang diberi bernama dengan D.A.M.R.I. (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).
Untuk mengurus dan meng-koordinir semua alat-alat perhubungan dilaut, darat dan udara diseluruh Sumatera, oleh Pemerintah di Sumatera didirikan pula suatu Biro jang dinamakan dengan „'''Biro Koordinasi Perhubungan Sumatera'''”. Badan jang baru didirikan ini direntjanakan untuk memulihkan kembali perhubungan lalu lintas kendaraan bermotor didjalan raja di Sumatera sebagai keadaan sebelum perang dulu.
Tapi rentjana usaha Pemerintah ini tidak pula dapat berlangsung sebagai ditentukan semula, karena adanja clash ke II, sementara itu oto-oto bis jang hanja tinggal beberapa buah karena telah banjak jang rusak, baik karena kekurangan bagian-bagian (onderdelen) maupun karena akibat pemakaian alat pembakar jang terdiri dari minjak karet.
Masa antara pendudukan Djepang dengan penjerahan kedaulatan, dalam lapangan lalu lintas di Sumatera Tengah hanja dipakai oleh tjikar (pedati) dan oleh sado (bendi), karena oto-oto jang masih tinggal hanja dipakai untuk keperluan Angkatan Perang dan Pemerintahan sadja.
Sesudah pemilihan kedaulatan, maka di Sumatera Tengah baru dapat didirikan kembali kantor jang mengurus lalu lintas, dinamai Djawatan Lalu Lintas Bahagian Darat Sumatera Tengah. Kemudian Djawatan ini bersama D.A.M.R.I. dilikwidir dan disatukan dengan Djawatan Pekerdjaan Umum/Perhubungan Sumatera Tengah. Mulai dari saat itu diaturlah kembali pemberian suratsurat izin (vergunning) kepada mereka jang ingin hendak mempunjai oto bis. Karena banjaknja djalan-djalan raja dan djembatan-djembatan jang rusak, dan karena hampir 95% dari kendaraankendaraan oto jang masih ada hanja terdiri dari oto-oto jang sudah sangat tua usianja, maka lalu lintas di Sumatera Tengah pada pada waktu itu masih dalam keadaan jang „sepi”.
Kekurangan-kekurangan itu segera dapat diperbaiki, diantaranja dengan diberikannja surat izin pembelian oto oleh prioriteitscommissi kepada perusahaan-perusahaan oto partikelir. Dan dengan tjara berangsur-angsur, kesibukan lalu lintas dengan oto didjalan-djalan raja di Propinsi Sumatera Tengah dipulihkan kembali.<noinclude>{{rh|||'''713'''}}</noinclude>
j9ice3v6fz01vqt7c9t3c1n1o7ffpkj
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/722
104
98362
282900
278157
2026-05-06T15:38:56Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''Keadaan sekarang'''.<br>
Di Propinsi Sumatera Tengah sekarang terdapat sebanjak 70 buah perusahaan atau pergabungan oto bis. 75% diantaranja adalah milik bangsa Indonesia dan 25% jang lainnja dimiliki oleh bangsa asing.<br>
Menurut tjatatan, pada waktu ini di Sumatera Tengah terdapat 32 buah traject jang setiap hari dilalui oleh oto-oto bis untuk mengangkut segala dan semua jang bisa dan mungkin diangkutnja. Perhubungan antara ibu kota Propinsi (Bukittinggi) dengan kotakota dan tempat-tempat lain dari seluruh daerah Propinsi ini sudah mulai dapat dilalui kembali. Hanja sewaktu-waktu dimusim hudjan, beberapa buah diantara traject jang banjak itu terpaksa ditutup buat sementara, tapi roda perekonomian rakjat didaerah jang dapat dilalui motor hampir tidak pernah terlantar karenanja.<br>
Perhubungan otobis didaerah Sumatera Barat dilakukan oleh 25 buah gabungan atau perusahaan oto bis (lihat lampiran).<br>
Sekurangnja 366 buah oto bis dalam sehari jang melantjar bilir mudik diseluruh djalan raja di Sumatera Barat sadja untuk memperhubungkan satu tempat dengan satu tempat. Setiap sekurangnja ½ djam, Padang dengan Bukittinggi dihubungkan oleh 7a-8-buah perusahaan jang menjediakan tidak kurang dari 75 buah oto bis. Bukittinggi dengan Pajakumbuh djuga dihubungkan dengan setjara langsung sekali dalam 30 menit oleh 4 a 5 buah gabungan oto. Dua sampai tiga kali sehari ada oto bis jang akan membawa penumpang ke Pakan baru, ke Rengat di daerah Riau dan ke Muara Tebo didaerah Djambi, belum lagi dihitung jang memperhubungkan kota-kota Padang, Pajakumbuh. Padang Pandjang dan Batu Sangkar dengan kota-kota itu. Dari Bukittinggi ke Pakan Baru dihubungkan oleh 3 buah gabungan oto jang menjediakan tenaganja untuk itu setiap hari.<br>
Mengenai 32 buah traject jang disebutkan diatas, frequentie jang ditjapainja pada achir tahun 1952 adalah antara 55½% sampai 87½%.<br>
Selain dari oto-oto jang melantjar kesegala pendjuru di Sumatera Tengah jang mempunjai djalan sepandjang 6037 km 880 km djalan Negara, 2188 km djalan Propinsi dan 2968 djalan Kebupaten dan beribu kilometer lagi djalan wilajah, seperti jang disebutkan diatas, berpuluh-puluh lagi oto, pengangkutan barang jang bergerak dari satu tempat kedaerah lain untuk membawah hasil bumi rakjat dan barang-barang perdagangan mereka, seperti getah, tjengkeh, pala dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''714'''}}</noinclude>
k1wyah7dci8ivp58ohkf22a7rm74i3x
283119
282900
2026-05-06T23:59:39Z
Rubyracha
25170
283119
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''Keadaan sekarang'''.
Di Propinsi Sumatera Tengah sekarang terdapat sebanjak 70 buah perusahaan atau pergabungan oto bis. 75% diantaranja adalah milik bangsa Indonesia dan 25% jang lainnja dimiliki oleh bangsa asing.
Menurut tjatatan, pada waktu ini di Sumatera Tengah terdapat 32 buah traject jang setiap hari dilalui oleh oto-oto bis untuk mengangkut segala dan semua jang bisa dan mungkin diangkutnja. Perhubungan antara ibu kota Propinsi (Bukittinggi) dengan kotakota dan tempat-tempat lain dari seluruh daerah Propinsi ini sudah mulai dapat dilalui kembali. Hanja sewaktu-waktu dimusim hudjan, beberapa buah diantara traject jang banjak itu terpaksa ditutup buat sementara, tapi roda perekonomian rakjat didaerah jang dapat dilalui motor hampir tidak pernah terlantar karenanja.<br>
Perhubungan otobis didaerah Sumatera Barat dilakukan oleh 25 buah gabungan atau perusahaan oto bis (lihat lampiran).
Sekurangnja 366 buah oto bis dalam sehari jang melantjar bilir mudik diseluruh djalan raja di Sumatera Barat sadja untuk memperhubungkan satu tempat dengan satu tempat. Setiap sekurangnja ½ djam, Padang dengan Bukittinggi dihubungkan oleh 7a-8-buah perusahaan jang menjediakan tidak kurang dari 75 buah oto bis. Bukittinggi dengan Pajakumbuh djuga dihubungkan dengan setjara langsung sekali dalam 30 menit oleh 4 a 5 buah gabungan oto. Dua sampai tiga kali sehari ada oto bis jang akan membawa penumpang ke Pakan baru, ke Rengat di daerah Riau dan ke Muara Tebo didaerah Djambi, belum lagi dihitung jang memperhubungkan kota-kota Padang, Pajakumbuh. Padang Pandjang dan Batu Sangkar dengan kota-kota itu. Dari Bukittinggi ke Pakan Baru dihubungkan oleh 3 buah gabungan oto jang menjediakan tenaganja untuk itu setiap hari.
Mengenai 32 buah traject jang disebutkan diatas, frequentie jang ditjapainja pada achir tahun 1952 adalah antara 55½% sampai 87½%.
Selain dari oto-oto jang melantjar kesegala pendjuru di Sumatera Tengah jang mempunjai djalan sepandjang 6037 km 880 km djalan Negara, 2188 km djalan Propinsi dan 2968 djalan Kebupaten dan beribu kilometer lagi djalan wilajah, seperti jang disebutkan diatas, berpuluh-puluh lagi oto, pengangkutan barang jang bergerak dari satu tempat kedaerah lain untuk membawah hasil bumi rakjat dan barang-barang perdagangan mereka, seperti getah, tjengkeh, pala dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''714'''}}</noinclude>
5c4655pjy2u375cf0p44i9pwwtrnjbc
283120
283119
2026-05-06T23:59:53Z
Rubyracha
25170
/* Tervalidasi */
283120
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rubyracha" /></noinclude>'''Keadaan sekarang'''.
Di Propinsi Sumatera Tengah sekarang terdapat sebanjak 70 buah perusahaan atau pergabungan oto bis. 75% diantaranja adalah milik bangsa Indonesia dan 25% jang lainnja dimiliki oleh bangsa asing.
Menurut tjatatan, pada waktu ini di Sumatera Tengah terdapat 32 buah traject jang setiap hari dilalui oleh oto-oto bis untuk mengangkut segala dan semua jang bisa dan mungkin diangkutnja. Perhubungan antara ibu kota Propinsi (Bukittinggi) dengan kotakota dan tempat-tempat lain dari seluruh daerah Propinsi ini sudah mulai dapat dilalui kembali. Hanja sewaktu-waktu dimusim hudjan, beberapa buah diantara traject jang banjak itu terpaksa ditutup buat sementara, tapi roda perekonomian rakjat didaerah jang dapat dilalui motor hampir tidak pernah terlantar karenanja.<br>
Perhubungan otobis didaerah Sumatera Barat dilakukan oleh 25 buah gabungan atau perusahaan oto bis (lihat lampiran).
Sekurangnja 366 buah oto bis dalam sehari jang melantjar bilir mudik diseluruh djalan raja di Sumatera Barat sadja untuk memperhubungkan satu tempat dengan satu tempat. Setiap sekurangnja ½ djam, Padang dengan Bukittinggi dihubungkan oleh 7a-8-buah perusahaan jang menjediakan tidak kurang dari 75 buah oto bis. Bukittinggi dengan Pajakumbuh djuga dihubungkan dengan setjara langsung sekali dalam 30 menit oleh 4 a 5 buah gabungan oto. Dua sampai tiga kali sehari ada oto bis jang akan membawa penumpang ke Pakan baru, ke Rengat di daerah Riau dan ke Muara Tebo didaerah Djambi, belum lagi dihitung jang memperhubungkan kota-kota Padang, Pajakumbuh. Padang Pandjang dan Batu Sangkar dengan kota-kota itu. Dari Bukittinggi ke Pakan Baru dihubungkan oleh 3 buah gabungan oto jang menjediakan tenaganja untuk itu setiap hari.
Mengenai 32 buah traject jang disebutkan diatas, frequentie jang ditjapainja pada achir tahun 1952 adalah antara 55½% sampai 87½%.
Selain dari oto-oto jang melantjar kesegala pendjuru di Sumatera Tengah jang mempunjai djalan sepandjang 6037 km 880 km djalan Negara, 2188 km djalan Propinsi dan 2968 djalan Kebupaten dan beribu kilometer lagi djalan wilajah, seperti jang disebutkan diatas, berpuluh-puluh lagi oto, pengangkutan barang jang bergerak dari satu tempat kedaerah lain untuk membawah hasil bumi rakjat dan barang-barang perdagangan mereka, seperti getah, tjengkeh, pala dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''714'''}}</noinclude>
hst75eh56rsdksg7qpkso7yye9n66jq
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/576
104
98365
282697
273542
2026-05-06T13:40:29Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start="17" style="margin-left: 0; padding-left: 2em;">
<li>Pagar-Betis harus dapat meneruskan suatu berita setjara <i>estafet</i> (sambung-menjambung).<br>
Berita sematjam ini harus singkat, agar mudah diingat, dan djelas kepada siapa ditudjukkannja.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Diwaktu malam <i>tidak ada</i> anggauta Pagar-Betis jang berkelujuran kedepan atau kebelakang garis pertahanan Pagar-Betis.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Waktu siang digunakan untuk:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— istirahat;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— perkenalan medan (orientasi).</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Komandan Pasukan Pelindung dapat menambah beberapa ketentuan lainnja jang penting dan jang disesuaikan dengan situasi setempat untuk menjempurnakan tugas pengamanan Pagar-Betis.</li>
</ol>
Demikianlah, sedikit banjak sekitar Pagar-Betis. Pagar-Betis itu adalah suatu slagorde, jang terdiri atas sedjumlah rakjat jang diikut-sertakan didalam suatu bentuk operasi peningkaran terhadap lawan jang sudah dalam kondisi tertentu sebagaimana telah dirumuskan menurut perhitungan militer tidak akan membahajakan terhadap rakjat jang disertakan didalam operasi peningkaran termaksud. Dalam operasi peningkaran itu rakjat disusun didalam kedudukan saung-saung, dalam djarak jang saling berdekatan, masing-masing dalam djarak kira-kira 5 m, dimana tiap 5 — 10 saung pos rakjat itu diselingi dengan pos militer jang berkekuatan 3 putjuk sendjata. Lini peningkaran jang berupa saung-saung itu diamankan pula oleh sedjumlah eselon-eselon atau satuan-satuan tempur jang terus-menerus beroperasi mentjari kontak dengan lawan jang bertudjuan menghantjurkannja.
Disini tidak akan dibahas mengenai segi-segi positif dan negatifnja mengenai pelaksanaan Pagar-Betis itu, baik dipandang dari sudut militer, sosial, psychologis, ekonomis dan lain-lain segi. Jang djelas adalah, bahwa operasi peningkaran Pagar-Betis itu telah membuktikan mentjapai sasarannja sebagaimana jang diharapkan.<noinclude>{{rh|538}}</noinclude>
kpzjc3mqrpdcet6ql1a5yqizi8ffjhb
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/575
104
98368
282694
273695
2026-05-06T13:38:49Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><ol start="10" style="margin-left: 0; padding-left: 2em;">
<li>Harus ada kode jang ditentukan mengenai adanja <i>pencerobosan</i> garis pertahanan Pagar-Betis oleh lawan.<br>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -6em;">Misalnja: — ledakan granat mortir <i>dibelakang</i> garis pertahanan Pagar-Betis, untuk menandakan arah musuh (hanja ditentukan oleh DAN TON);</div>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -1.5em;">— tembakan SMR 3 kali 2 rentetan kedjurusan musuh;</div>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -1.5em;">— pemukulan tongtong <i>tiga kali tiga kali berturut-turut.</i></div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Apabila ada musuh jang menjerah kepada Pagar-Betis, segera <i>lindungi</i> jang menjerah itu dan <i>mengirimkannja kegaris belakang.</i> Musuh jang mendekati garis pertahanan Pagar-Betis diwaktu malam, dianggap tidak akan menjerah, tetapi akan menjerang.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Anggauta Pasukan Pelindung harus ditentukan dan diatur mengenai <i>tugas djaga malam</i> dan <i>istirahat.</i></li>
<li style="margin-top: 1em;">Anggauta OPR jang bersendjata dapat <i>dibagi-bagi kesetiap saung</i>, dengan memperhatikan penempatan-penempatan jang bersifat taktis.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Harus ditentukan <i>kode-kode umum</i> untuk Pagar-Betis:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— pemukulan tongtong setjara berturut-turut apabila terdjadi bahadja (serangan musuh);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— pemukulan tongtong untuk menandakan waktu (hanja tongtong jang ada didekat DAN TON jang dibunjikan).</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Tentukan <i>kewadjiban Pagar-Betis apabila terdjadi bahadja:</i>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— segera mentjari perlindungan;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— segera mematikan api;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— segera memukul tongtong (sambil berlindung).</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Pagar-Betis harus <i>mengetahui</i> dan <i>mengenal kode-kode tarikan tali</i> dan membantu mentaati ketentuan-ketentuannja.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||537}}</noinclude>
sy6enyawuhooviyudn9qcuouzwlcwcr
282695
282694
2026-05-06T13:39:06Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start="10" style="margin-left: 0; padding-left: 2em;">
<li>Harus ada kode jang ditentukan mengenai adanja <i>pencerobosan</i> garis pertahanan Pagar-Betis oleh lawan.<br>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -6em;">Misalnja: — ledakan granat mortir <i>dibelakang</i> garis pertahanan Pagar-Betis, untuk menandakan arah musuh (hanja ditentukan oleh DAN TON);</div>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -1.5em;">— tembakan SMR 3 kali 2 rentetan kedjurusan musuh;</div>
<div style="margin-left: 6em; text-indent: -1.5em;">— pemukulan tongtong <i>tiga kali tiga kali berturut-turut.</i></div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Apabila ada musuh jang menjerah kepada Pagar-Betis, segera <i>lindungi</i> jang menjerah itu dan <i>mengirimkannja kegaris belakang.</i> Musuh jang mendekati garis pertahanan Pagar-Betis diwaktu malam, dianggap tidak akan menjerah, tetapi akan menjerang.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Anggauta Pasukan Pelindung harus ditentukan dan diatur mengenai <i>tugas djaga malam</i> dan <i>istirahat.</i></li>
<li style="margin-top: 1em;">Anggauta OPR jang bersendjata dapat <i>dibagi-bagi kesetiap saung</i>, dengan memperhatikan penempatan-penempatan jang bersifat taktis.</li>
<li style="margin-top: 1em;">Harus ditentukan <i>kode-kode umum</i> untuk Pagar-Betis:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— pemukulan tongtong setjara berturut-turut apabila terdjadi bahadja (serangan musuh);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— pemukulan tongtong untuk menandakan waktu (hanja tongtong jang ada didekat DAN TON jang dibunjikan).</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Tentukan <i>kewadjiban Pagar-Betis apabila terdjadi bahadja:</i>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— segera mentjari perlindungan;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— segera mematikan api;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— segera memukul tongtong (sambil berlindung).</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Pagar-Betis harus <i>mengetahui</i> dan <i>mengenal kode-kode tarikan tali</i> dan membantu mentaati ketentuan-ketentuannja.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||537}}</noinclude>
578xca3soeod92axmlb5icpnn93907p
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/724
104
98375
282902
278163
2026-05-06T15:39:41Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>kurang dari 30 buah. Meskipun Djambi letaknja djauh dari Muara Sungai Batang Hari, tapi pelabuhan ini mendjadi salah satu penghasil devisen negara jang terpenting.<br>
Pelabuhan Teluk Bajur merupakan salah satu pelabuhan jang besar dan ramai dipulau Sumatera; dapat dibajangkan sendiri bahwa diantara 9834,815 ton export „regim Deviezen" pada bulan November 1952, diexport oleh Teluk bajur sebanjak 2034, 692
ton, dan jang selebihnja diexport dari pelabuhan-pelabuhan pesisir timur Propinsi Sumatera Tengah.<br>
Djadi, perhubungan dilautan antara daerah Propinsi Sumatera Tengah dengan dalam dan luar negeri pada umumnja berdjalan dengan pesat meskipun baru pada tingkat minimum.<br><br>
'''Perhubungan di udara'''.<br>
Selain dari alat perhubungan didarat dan dilaut, perhubungan dapat djuga dilakukan dengan kapal udara, maka oleh G.I.A. biasanja perhubungan dilakukan untuk keluar Sumatera Tengah seperti Palembang, Medan, Djakarta dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''716'''}}</noinclude>
689j4jqc357v515iwjlnz72kaxs2e88
283121
282902
2026-05-07T00:00:50Z
Rubyracha
25170
283121
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>kurang dari 30 buah. Meskipun Djambi letaknja djauh dari Muara Sungai Batang Hari, tapi pelabuhan ini mendjadi salah satu penghasil devisen negara jang terpenting.
Pelabuhan Teluk Bajur merupakan salah satu pelabuhan jang besar dan ramai dipulau Sumatera; dapat dibajangkan sendiri bahwa diantara 9834,815 ton export „regim Deviezen” pada bulan November 1952, diexport oleh Teluk bajur sebanjak 2034, 692
ton, dan jang selebihnja diexport dari pelabuhan-pelabuhan pesisir timur Propinsi Sumatera Tengah.
Djadi, perhubungan dilautan antara daerah Propinsi Sumatera Tengah dengan dalam dan luar negeri pada umumnja berdjalan dengan pesat meskipun baru pada tingkat minimum.<br>
'''Perhubungan di udara'''.
Selain dari alat perhubungan didarat dan dilaut, perhubungan dapat djuga dilakukan dengan kapal udara, maka oleh G.I.A. biasanja perhubungan dilakukan untuk keluar Sumatera Tengah seperti Palembang, Medan, Djakarta dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''716'''}}</noinclude>
gox8l1i6y8b8oe4zcvabtsay5vpwukk
283122
283121
2026-05-07T00:01:13Z
Rubyracha
25170
/* Tervalidasi */
283122
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rubyracha" /></noinclude>kurang dari 30 buah. Meskipun Djambi letaknja djauh dari Muara Sungai Batang Hari, tapi pelabuhan ini mendjadi salah satu penghasil devisen negara jang terpenting.
Pelabuhan Teluk Bajur merupakan salah satu pelabuhan jang besar dan ramai dipulau Sumatera; dapat dibajangkan sendiri bahwa diantara 9834,815 ton export „regim Deviezen” pada bulan November 1952, diexport oleh Teluk bajur sebanjak 2034, 692
ton, dan jang selebihnja diexport dari pelabuhan-pelabuhan pesisir timur Propinsi Sumatera Tengah.
Djadi, perhubungan dilautan antara daerah Propinsi Sumatera Tengah dengan dalam dan luar negeri pada umumnja berdjalan dengan pesat meskipun baru pada tingkat minimum.<br><br>
'''Perhubungan di udara'''.
Selain dari alat perhubungan didarat dan dilaut, perhubungan dapat djuga dilakukan dengan kapal udara, maka oleh G.I.A. biasanja perhubungan dilakukan untuk keluar Sumatera Tengah seperti Palembang, Medan, Djakarta dan lain-lain.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''716'''}}</noinclude>
k6u4wmjgg3pepdhqwhj79wltzyyetmy
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/443
104
98378
283342
273658
2026-05-07T03:44:32Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283342
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>bataljon-bataljonnja: Bataljon Kresno (Major Sudjono) dan Bataljon Seno (Major Darjatmo). </ol>
<ol type="a" start="3">
<li>Bataljon I Brigade 14/Siliwangi, dibawah pimpinan Kapten Bohar Ardikusumah.</li>
<li>1 Bataljon dari Djawa Timur, dibawah pimpinan Major Andi Mattalata.</li>
</ol>
Pada tanggal 24 April 1950, bertempat dikorvet ”Hang Tuah” diadakanlah perundingan-perundingan rahasia dan penting pada djam 23.40, diantara Panglima Operasi beserta Stafnja dan para Komandan Pasukan dari Ekspedisi NIT. Perundingan dipimpin langsung oleh Kolonel A.E. Kawilarang selaku Panglima Operasi. Dalam perundingan tersebut oleh Panglima Operasi disampaikan hal-hal sebagaimana tersebut dibawah ini:
{{hii|2|0}}
"{{...|10}} Para Komandan Pasukan dan para Perwira Staf lainnja. Pada malam ini kita semua telah sampai ditempat tudjuan, jakni tempat ketentuan untuk berkumpul bagi semua pasukan operasi.
<br>Selamat berdjumpa!
Sekarang akan saja sampaikan kepada para Komandan Pasukan semua hal-hal seperti berikut ini:
#Hari D adalah tanggal 26 April 1950 Djam H 06.00. Sekarang masih tanggal 24 April 1950 Djam 23.50, sebentar lagi akan mendjadi tanggal 25 April 1950 djam H 01.00. Kita masih tjukup mempunjai waktu, dan tidak perlu tergesa-gesa.
#Keadaan lawan sedikit berobah. Ternjata Kapten Andi Abdul Azis sudah tunduk kepada perintah Menteri Pertahanan kita. Pasukannja sudah dikonsinjir, sendjata jang dirampas sudah dikembalikan kepada TNI dan para tawanan djuga sudah dilepaskan semua. Kapten Andi Abdul Azis sendiri sudah berada di Djakarta. Pasukan-pasukan KNIL dan KL diseluruh Sulawesi Selatan djuga sudah dikonsinjir.
#Bataljon Worang sudah berhasil mendarat dengan selamat disebelah Selatan dekat Djeneponto dan terus bergerak {{div end}}<noinclude>{{rh|||405}}</noinclude>
jhyh0jxy8svsw5yf6q9jd79mc9d71pr
283346
283342
2026-05-07T03:46:09Z
Aeia aai
24023
283346
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>bataljon-bataljonnja: Bataljon Kresno (Major Sudjono) dan Bataljon Seno (Major Darjatmo). </ol>
<ol type="a" start="3">
<li>Bataljon I Brigade 14/Siliwangi, dibawah pimpinan Kapten Bohar Ardikusumah.</li>
<li>1 Bataljon dari Djawa Timur, dibawah pimpinan Major Andi Mattalata.</li>
</ol>
Pada tanggal 24 April 1950, bertempat dikorvet ”Hang Tuah” diadakanlah perundingan-perundingan rahasia dan penting pada djam 23.40, diantara Panglima Operasi beserta Stafnja dan para Komandan Pasukan dari Ekspedisi NIT. Perundingan dipimpin langsung oleh Kolonel A.E. Kawilarang selaku Panglima Operasi. Dalam perundingan tersebut oleh Panglima Operasi disampaikan hal-hal sebagaimana tersebut dibawah ini:
{{hii|2|0}}
"{{...|10}} Para Komandan Pasukan dan para Perwira Staf lainnja. Pada malam ini kita semua telah sampai ditempat tudjuan, jakni tempat ketentuan untuk berkumpul bagi semua pasukan operasi.
<br>Selamat berdjumpa!
Sekarang akan saja sampaikan kepada para Komandan Pasukan semua hal-hal seperti berikut ini:
#Hari D adalah tanggal 26 April 1950 Djam H 06.00. Sekarang masih tanggal 24 April 1950 Djam 23.50, sebentar lagi akan mendjadi tanggal 25 April 1950 djam H 01.00. Kita masih tjukup mempunjai waktu, dan tidak perlu tergesa-gesa.
#Keadaan lawan sedikit berobah. Ternjata Kapten Andi Abdul Azis sudah tunduk kepada perintah Menteri Pertahanan kita. Pasukannja sudah dikonsinjir, sendjata jang dirampas sudah dikembalikan kepada TNI dan para tawanan djuga sudah dilepaskan semua. Kapten Andi Abdul Azis sendiri sudah berada di Djakarta. Pasukan-pasukan KNIL dan KL diseluruh Sulawesi Selatan djuga sudah dikonsinjir.
#Bataljon Worang sudah berhasil mendarat dengan selamat disebelah Selatan dekat Djeneponto dan terus bergerak {{div end}}<noinclude>{{rh|||405}}</noinclude>
ci7sp2m9n11fyx68qymb3un75umxmzo
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/649
104
98379
282944
273581
2026-05-06T15:51:33Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282944
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sedjarah Militer (tidak sekedar untuk merumbai karya-djuang, akan tetapi laporan-laporan dan dokumen-dokumen mengenai segala peristiwa jang telah pernah dialami itu berfungsi sebagai bahan-pembantu, sebagai bahan-pengalaman didalam pelaksanaan tugas-tugas selandjutnja.
Siliwangi mempeladjari dan memanfaatkan pengalaman-pengalaman dimasa-masa jang lampau!
Dimasa damai, terutama didalam kewaspadaan dan mempersiapkan diri menanggulangi lawan jang theoritisch bersifat "every where”, ialah pembinaan wilajah.
Pemikiran Siliwangi mengenai Bintara Pembina, dapat kita ikuti dari suatu pernjataan didalam Rentjana Kerdja Dibidang Daya-Guna Dalam Rangka Pelaksanaan RP WASPADA Tahun Kerdja 20 Mei 1964 — 20 Mei 1965, didalam menindjau pelaksanaan Rentjana Kerdja 20 Mei 1963 — 20 Mei 1964, sebagai berikut:
:”Di KODAM VI telah ditambah suatu eselon Komando dibawah KODIM, jang selama ini terkenal sebagai Komando Rayon Militer (KORAMIL).
:Sesuai dengan kebutuhan Pembinaan Wilajah jang sempurna sebagai suatu usaha untukmempersiapkan Djawa Barat dalam rangka penjelenggaraan Pertahanan Negara jang berbentuk Pertahanan Rakjat Semesta dan berdasarkan Doktrin Perang Wilajah, maka KODAM VI berpendapat, bahwa dengan sistim KORAMIL inilah kebutuhan tadi dapat dipenuhi setjara sempurna”,
Kepada KORAMIL-KORAMIL inilah berinduk Bintara-bintara Pembina setempat.
Pada awal tahun 1964 telah tersusun 330 KORAMIL dengan 3.473 Bintara Pembina diseluruh KODAM VI/Siliwangi.
Merekalah jang merupakan pelaksana-pelaksana langsung daripada pembinaanwilajah/territorial, sesuai dengan Doktrin Perang Wilajah kita. Doktrin Perang Wilajah itu telah diterima dan disjahkan dengan Ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960. Doktrin ini kelak dikembangkan mendjadi Doktrin Tri Ubaya Çakti sebagai hasil Seminar Angkatan Darat tanggal 2 sampai dengan 9 April 1965 dan tanggal 25 sampai dengan 31 Agustus 1986.<noinclude>{{rh|||611}}</noinclude>
0gikk1so7ph9bddf2n6gvzp571r7nhb
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/657
104
98387
282946
273613
2026-05-06T15:52:32Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282946
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Makassar, Bandjarmasin, Menado adalah kesaksian sedjarah betapa gigihnja para pedjuang muda Angkatan tahun 1966.
Kegigihan para pedjuang muda ini tidak terhenti sadja disini, bahkan diteruskan dengan ultimatumnja terhadap MPRS untuk segera bersidang guna menentukan sikap jang tegas. Alhamdulillah, berkat perdjuangan jang gigih, tuntutan-tuntutan utama Angkatan 1966 sebagian dapat terlaksana, jaitu PKI sudah dinjatakan bubar dan dianggap sebagai partai terlarang. MPRS sudah bersidang dan telah mengeluarkan keputusan-keputusan jang penting. Kabinet "Seratus Menteri” sudah turun dan diganti dengan Kabinet AMPERA sesuai dengan TRITURA.
(Perdjuangan akan tetap diteruskan sampai tertjapainja tuntutan kebenaran dan keadilan guna mempertjepat terlaksananja masjarakat jang adil dan makmur jang Pantjasilais.
Setelah diketahui dengan djelas bahwa PKI mendalangi kontra-revolusi G 30 S, maka rakjat dengan spontan menuntut pembubaran PKI. Disamping massa rakjat jang menuntut kepada pemerintah untuk dengan segera membubarkan PKI, maka untuk menjatakan kehendak jang meluap-luap dari massa rakjat, Parpol dan Ormas terhadap pembubaran PKI, dapat kita saksikan tjorat-tjoret pada dinding-dinding tembok, djalan-djalan dan gedung-gedung lainnja, jang intinja menuntut segera dibubarkannja PKI sebagai dalang utama perbuatan terror terkutuk kontra-revolusi G30S, jang djelas buktinja serta fakta-faktanja jang dengan setjara kekerasan berniat untuk merebut kekuasaan jang sjah dari Pemerintah Republik Indonesia.
Presiden Sukarno di Djakarta, dalam rangka menanggapi tuntutan-tuntutan pembubaran PKI didepan 97 Orpol pada tanggal 21 Oktober 1965 mengatakan, bahwa:
:"......menurut kejakinan saja kedjadian 30 September ini bukan kedjadian 30 September, tetapi adalah kedjadian politik dalam Revolusi kita............"
:Presidenpun pernah mengatakan bahwa:
:Revolusi kita harus tetap diatas djalan jang kiri. Apa itu arti kiri? Komunis Tidak............ ”, Dan selandjutnja dikatakannja: "............ Yes, fitnah adalah lebih djahat dari pada pembunuhan............ :<noinclude>{{rh|||619}}</noinclude>
0u2wioyhhc1afeqz2pxp75547t7xtnp
282950
282946
2026-05-06T15:53:27Z
Suga Widi
25678
282950
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Makassar, Bandjarmasin, Menado adalah kesaksian sedjarah betapa gigihnja para pedjuang muda Angkatan tahun 1966.
Kegigihan para pedjuang muda ini tidak terhenti sadja disini, bahkan diteruskan dengan ultimatumnja terhadap MPRS untuk segera bersidang guna menentukan sikap jang tegas. Alhamdulillah, berkat perdjuangan jang gigih, tuntutan-tuntutan utama Angkatan 1966 sebagian dapat terlaksana, jaitu PKI sudah dinjatakan bubar dan dianggap sebagai partai terlarang. MPRS sudah bersidang dan telah mengeluarkan keputusan-keputusan jang penting. Kabinet "Seratus Menteri” sudah turun dan diganti dengan Kabinet AMPERA sesuai dengan TRITURA.
Perdjuangan akan tetap diteruskan sampai tertjapainja tuntutan kebenaran dan keadilan guna mempertjepat terlaksananja masjarakat jang adil dan makmur jang Pantjasilais.
Setelah diketahui dengan djelas bahwa PKI mendalangi kontra-revolusi G 30 S, maka rakjat dengan spontan menuntut pembubaran PKI. Disamping massa rakjat jang menuntut kepada pemerintah untuk dengan segera membubarkan PKI, maka untuk menjatakan kehendak jang meluap-luap dari massa rakjat, Parpol dan Ormas terhadap pembubaran PKI, dapat kita saksikan tjorat-tjoret pada dinding-dinding tembok, djalan-djalan dan gedung-gedung lainnja, jang intinja menuntut segera dibubarkannja PKI sebagai dalang utama perbuatan terror terkutuk kontra-revolusi G30S, jang djelas buktinja serta fakta-faktanja jang dengan setjara kekerasan berniat untuk merebut kekuasaan jang sjah dari Pemerintah Republik Indonesia.
Presiden Sukarno di Djakarta, dalam rangka menanggapi tuntutan-tuntutan pembubaran PKI didepan 97 Orpol pada tanggal 21 Oktober 1965 mengatakan, bahwa:
:"......menurut kejakinan saja kedjadian 30 September ini bukan kedjadian 30 September, tetapi adalah kedjadian politik dalam Revolusi kita............"
:Presidenpun pernah mengatakan bahwa:
:Revolusi kita harus tetap diatas djalan jang kiri. Apa itu arti kiri? Komunis Tidak............ ”, Dan selandjutnja dikatakannja: "............ Yes, fitnah adalah lebih djahat dari pada pembunuhan............ :<noinclude>{{rh|||619}}</noinclude>
47frrig0k6s2ejjhnmn5vj1x9zqk456
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/732
104
98395
282916
278451
2026-05-06T15:43:42Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, ada tanda petik yang salah
282916
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Begitupun dengan daerah-daerah pegunungan Talang (Kabupaten Solok/Sawah Lunto) jang mempunjai kadar mineraal-reserve jang djuga tidak kurang banjak dan tingginja. Teh dan kopi jang dihasilkan dari bumi daerah dataran tinggi pegunungan ini mempunjai nilai jang tertinggi didaerah Sumatera Tengah.<br>Dataran-dataran tinggi daerah pegunungan Ophir (Kabupaten Pasaman). Pegunungan Sago (Kabupaten Lima Puluh Kota) dan pegunungan Merapi (bahagian wilajah Kabupaten Tanah Datar dan Agam), merupakan tanah-tanah pertanian jang sangat subur, disamping tanah-tanah pegunungan Singgalang (Kabupaten Agam).<br>Belum seluruh tanah -tanah pertanian daerah-daerah tinggi pegunungan-pegunungan ini jang telah diusahakan dan diolah oleh tangan manusia, terutama karena sangat sedikitnja tenaga jang dapat dipakai untuk itu. Sebahagian besar diantaranja masih diselimuti oleh rimba-rimba tjadangan dan rimba-rimba liar, disamping lebarnja "rimba larangan" atau hutan simpanan.<br>Meskipun tjatjah djiwa penduduk Sumatera Tengah pada saat ini mendekati angka 4 djuta djiwa, tapi tenaga jang sebanjak itu masih belum dapat memenuhi kebutuhan buminja jang harus dibuka dan diusahakan untuk mendjamin kemakmuran bangsa.<br><br>
'''Jang ditinggalkan oleh siasat "pintu terbuka”.'''<br>Siasat "pintu terbuka" (opendeur-politiek) jang didjalankan oleh bekas Pemerintahan Hindia Belanda pada permulaan abad ke-20 ini untuk seluruh kepulauan Indonesia, menjebabkan daerah Propinsi Sumatera Tengah mendjadi salah satu sasaran bangsa asing untuk menanam modalnja. Penanaman modal oleh bangsa asing ini tidak hanja meliputi penambangan logam dan mineraal (mijnen-bouw) semata, tetapi djuga tidak kurang pula besarnja didalam lapangan pertanian (cultuur-bouw).<br>Meskipun pengaruh modal asing dalam lapangan perusahaan tanah ini tidak terlampau terasa sebagai apa jang dirasakan dipulau Djawa dan didaerah Propinsi Sumatera Utara, tetapi "recht van erfpacht" jang diadakan oleh Pemerintah Hindia Belanda itu djuga tidak sedikit merebut bumi Sumatera Tengah ini dari tangan jang harus memilikinja.<br>Menurut apa jang dilaporkan oleh Djawatan Pertanian Propinsi Sumatera Tengah pada tahun 1950, tidak kurang dari 68.623.429.85 ha. tanah-tanah pertanian didaerah Propinsi Sumatera Tengah jang dipunjai oleh perkebunan bangsa asing (groot-landbouwbedrijf). 34.84% (249.853.750 ha.) diantara tanah itu sudah diusahakan dan mengeluarkan hasil semendjak sekian lama. Tanah-tanah tersebut diatas sebagai diterangkan tadi hanja merupakan erfpacht-perceel untuk tanah-tanah pertanian, belum lagi disebut percelen dalam lapangan pertambangan.<noinclude>{{rh|'''724'''}}</noinclude>
9k74e50mn7ge1o5cf6c2gmmpni4shqw
283123
282916
2026-05-07T00:03:01Z
Rubyracha
25170
283123
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Begitupun dengan daerah-daerah pegunungan Talang (Kabupaten Solok/Sawah Lunto) jang mempunjai kadar mineraal-reserve jang djuga tidak kurang banjak dan tingginja. Teh dan kopi jang dihasilkan dari bumi daerah dataran tinggi pegunungan ini mempunjai nilai jang tertinggi didaerah Sumatera Tengah.
Dataran-dataran tinggi daerah pegunungan Ophir (Kabupaten Pasaman). Pegunungan Sago (Kabupaten Lima Puluh Kota) dan pegunungan Merapi (bahagian wilajah Kabupaten Tanah Datar dan Agam), merupakan tanah-tanah pertanian jang sangat subur, disamping tanah-tanah pegunungan Singgalang (Kabupaten Agam).
Belum seluruh tanah -tanah pertanian daerah-daerah tinggi pegunungan-pegunungan ini jang telah diusahakan dan diolah oleh tangan manusia, terutama karena sangat sedikitnja tenaga jang dapat dipakai untuk itu. Sebahagian besar diantaranja masih diselimuti oleh rimba-rimba tjadangan dan rimba-rimba liar, disamping lebarnja "rimba larangan" atau hutan simpanan.
Meskipun tjatjah djiwa penduduk Sumatera Tengah pada saat ini mendekati angka 4 djuta djiwa, tapi tenaga jang sebanjak itu masih belum dapat memenuhi kebutuhan buminja jang harus dibuka dan diusahakan untuk mendjamin kemakmuran bangsa.<br><br>
'''Jang ditinggalkan oleh siasat „pintu terbuka”.'''
Siasat "pintu terbuka" (opendeur-politiek) jang didjalankan oleh bekas Pemerintahan Hindia Belanda pada permulaan abad ke-20 ini untuk seluruh kepulauan Indonesia, menjebabkan daerah Propinsi Sumatera Tengah mendjadi salah satu sasaran bangsa asing untuk menanam modalnja. Penanaman modal oleh bangsa asing ini tidak hanja meliputi penambangan logam dan mineraal (mijnen-bouw) semata, tetapi djuga tidak kurang pula besarnja didalam lapangan pertanian (cultuur-bouw).
Meskipun pengaruh modal asing dalam lapangan perusahaan tanah ini tidak terlampau terasa sebagai apa jang dirasakan dipulau Djawa dan didaerah Propinsi Sumatera Utara, tetapi "recht van erfpacht" jang diadakan oleh Pemerintah Hindia Belanda itu djuga tidak sedikit merebut bumi Sumatera Tengah ini dari tangan jang harus memilikinja.
Menurut apa jang dilaporkan oleh Djawatan Pertanian Propinsi Sumatera Tengah pada tahun 1950, tidak kurang dari 68.623.429.85 ha. tanah-tanah pertanian didaerah Propinsi Sumatera Tengah jang dipunjai oleh perkebunan bangsa asing (groot-landbouwbedrijf). 34.84% (249.853.750 ha.) diantara tanah itu sudah diusahakan dan mengeluarkan hasil semendjak sekian lama. Tanah-tanah tersebut diatas sebagai diterangkan tadi hanja merupakan erfpacht-perceel untuk tanah-tanah pertanian, belum lagi disebut percelen dalam lapangan pertambangan.<noinclude>{{rh|'''724'''}}</noinclude>
71kq4v8gz8ks7srppbry0p57q3hp3is
283124
283123
2026-05-07T00:03:15Z
Rubyracha
25170
/* Tervalidasi */
283124
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rubyracha" /></noinclude>Begitupun dengan daerah-daerah pegunungan Talang (Kabupaten Solok/Sawah Lunto) jang mempunjai kadar mineraal-reserve jang djuga tidak kurang banjak dan tingginja. Teh dan kopi jang dihasilkan dari bumi daerah dataran tinggi pegunungan ini mempunjai nilai jang tertinggi didaerah Sumatera Tengah.
Dataran-dataran tinggi daerah pegunungan Ophir (Kabupaten Pasaman). Pegunungan Sago (Kabupaten Lima Puluh Kota) dan pegunungan Merapi (bahagian wilajah Kabupaten Tanah Datar dan Agam), merupakan tanah-tanah pertanian jang sangat subur, disamping tanah-tanah pegunungan Singgalang (Kabupaten Agam).
Belum seluruh tanah -tanah pertanian daerah-daerah tinggi pegunungan-pegunungan ini jang telah diusahakan dan diolah oleh tangan manusia, terutama karena sangat sedikitnja tenaga jang dapat dipakai untuk itu. Sebahagian besar diantaranja masih diselimuti oleh rimba-rimba tjadangan dan rimba-rimba liar, disamping lebarnja "rimba larangan" atau hutan simpanan.
Meskipun tjatjah djiwa penduduk Sumatera Tengah pada saat ini mendekati angka 4 djuta djiwa, tapi tenaga jang sebanjak itu masih belum dapat memenuhi kebutuhan buminja jang harus dibuka dan diusahakan untuk mendjamin kemakmuran bangsa.<br><br>
'''Jang ditinggalkan oleh siasat „pintu terbuka”.'''
Siasat "pintu terbuka" (opendeur-politiek) jang didjalankan oleh bekas Pemerintahan Hindia Belanda pada permulaan abad ke-20 ini untuk seluruh kepulauan Indonesia, menjebabkan daerah Propinsi Sumatera Tengah mendjadi salah satu sasaran bangsa asing untuk menanam modalnja. Penanaman modal oleh bangsa asing ini tidak hanja meliputi penambangan logam dan mineraal (mijnen-bouw) semata, tetapi djuga tidak kurang pula besarnja didalam lapangan pertanian (cultuur-bouw).
Meskipun pengaruh modal asing dalam lapangan perusahaan tanah ini tidak terlampau terasa sebagai apa jang dirasakan dipulau Djawa dan didaerah Propinsi Sumatera Utara, tetapi "recht van erfpacht" jang diadakan oleh Pemerintah Hindia Belanda itu djuga tidak sedikit merebut bumi Sumatera Tengah ini dari tangan jang harus memilikinja.
Menurut apa jang dilaporkan oleh Djawatan Pertanian Propinsi Sumatera Tengah pada tahun 1950, tidak kurang dari 68.623.429.85 ha. tanah-tanah pertanian didaerah Propinsi Sumatera Tengah jang dipunjai oleh perkebunan bangsa asing (groot-landbouwbedrijf). 34.84% (249.853.750 ha.) diantara tanah itu sudah diusahakan dan mengeluarkan hasil semendjak sekian lama. Tanah-tanah tersebut diatas sebagai diterangkan tadi hanja merupakan erfpacht-perceel untuk tanah-tanah pertanian, belum lagi disebut percelen dalam lapangan pertambangan.<noinclude>{{rh|'''724'''}}</noinclude>
j710w70zoaj1zghb26h2po01q9p56bd
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/737
104
98401
283137
273871
2026-05-07T00:33:09Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan, tanda petik depan belakang disesuaikan naskah asli, kesalahan pada kata ulang
283137
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>mundurnja perusahaan -perusahaan kopi Pemerintah Hindia Belanda sendiri.
<br>
{{gap}}Dwang-cultuur itu mendjadi pendorong dalam memperlipat gandakan export kopi dari Sumatera Barat dalam waktu jang singkat karena beberapa faktor.
<br>
Faktor-faktor itu antara lain ialah :
<gap>
a. Karena mudahnja memperoleh tanah-tanah konsessi jang subur didekat tempat kediaman rakjat desa , dan dengan sendirinja mudah pula memperoleh tenaga-tenaga pekerdja dengan harga murah.
<br>
b. Belum berdjangkitnja penjakit- penjakit kopi didaerah ini pada masa itu.
<br>
c. Teraturnja djalan ,,cultuurtechnis" , dan
<br>
d. Tingginja mutu dan banjaknja hasil jang dapat dipungut.
<br>
{{gap}}Mengenai djenis kopi jang dihasilkan dari Sumatera Barat, diterangkan, bahwa pada taraf pertama jang diusahakan, ialah kopi Arabica. Tapi djenis ini tidak berapa tahan menangkis serangan penjakit ,,daun kopi", meskipun hasilnja memuaskan. Kopi ,,Arabica" ini berangsur-angsur diganti dengan kopi ,,Liberia" jang menurut penjelidikan lebih tahan menderita penjakit, meskipun agak kurang mengeluarkan hasil.
<br>
{{gap}}Dengan setjara kebetulan. pada tahun 1900 didapati orang sedjenis bibit baru, jaitu kopi ,,Robusta", jang dalam segala hal mempunjai mutu jang djauh lebih tinggi dari kopi „Liberia" tadi. Dari itu tidaklah mengherankan bila dalam waktu jang tidak terlalu lama Robusta ini mengambil lapangan jang djauh lebih besar dari kopi-kopi lainnja. Pada tahun 1905, lebih dari 90 % dari seluruh
perusahaan perkebunan kopi di Sumatera Barat ditanami dengan kopi Robusta, sedangkan kopi Arabica hanja tinggal lagi 5 % dan kopi Liberia hanja 1% sadja.
<br>
{{gap}}Karena besarnja pengaruh hawa dan iklim terhadap bunga dan buah kopi dalam segala musim, maka penghasilan kopi ini menempuh keadaan turun naik, meskipun luas penanamannja mempunjai garis jang lurus.
<br>
Karena mengalami krisis dan beberapa akibat lain sesudah Perang Dunia I, maka perusahaan-perusahaan kopi itu achirnja menderita zaman kemundurannja. Produksi dan konsumsi kopi dunia jang tidak berimbangan lagi, menjebabkan lapangan ini mendjadi sangat sepi dan banjak diantara kebun-kebun itu terpaksa menutup atau mengganti usahanja dengan jang lain. Tindakan jang „radikal” dari Pemerintah Brazilia pada tahun 1937, jaitu dengan djalan memusnahkan dan membakar sebahagian besar dari persediaan kopinja, merupakan salah satu tjonton betapa buruknja nasib jang dialami oleh perusahaan kopi pada waktu itu.
729<noinclude></noinclude>
6xmctz5y0ozruift3sa00lha3d45v3t
283177
283137
2026-05-07T01:56:02Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283177
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>mundurnja perusahaan-perusahaan kopi Pemerintah Hindia Belanda sendiri.
Dwang-cultuur itu mendjadi pendorong dalam memperlipat gandakan export kopi dari Sumatera Barat dalam waktu jang singkat karena beberapa faktor.
Faktor-faktor itu antara lain ialah:
{{PUU-nomor|n=a
|Karena mudahnja memperoleh tanah-tanah konsessi jang subur didekat tempat kediaman rakjat desa, dan dengan sendirinja mudah pula memperoleh tenaga-tenaga pekerdja dengan harga murah.
|Belum berdjangkitnja penjakit-penjakit kopi didaerah ini pada masa itu.
|Teraturnja djalan „cultuurtechnis”, dan
|Tingginja mutu dan banjaknja hasil jang dapat dipungut.}}<br>
Mengenai djenis kopi jang dihasilkan dari Sumatera Barat, diterangkan, bahwa pada taraf pertama jang diusahakan, ialah kopi Arabica. Tapi djenis ini tidak berapa tahan menangkis serangan penjakit „daun kopi”, meskipun hasilnja memuaskan. Kopi „Arabica” ini berangsur-angsur diganti dengan kopi „Liberia” jang menurut penjelidikan lebih tahan menderita penjakit, meskipun agak kurang mengeluarkan hasil.
Dengan setjara kebetulan. pada tahun 1900 didapati orang sedjenis bibit baru, jaitu kopi „Robusta”, jang dalam segala hal mempunjai mutu jang djauh lebih tinggi dari kopi „Liberia” tadi. Dari itu tidaklah mengherankan bila dalam waktu jang tidak terlalu lama Robusta ini mengambil lapangan jang djauh lebih besar dari kopi-kopi lainnja. Pada tahun 1905, lebih dari 90 % dari seluruh perusahaan perkebunan kopi di Sumatera Barat ditanami dengan kopi Robusta, sedangkan kopi Arabica hanja tinggal lagi 5 % dan kopi Liberia hanja 1% sadja.
Karena besarnja pengaruh hawa dan iklim terhadap bunga dan buah kopi dalam segala musim, maka penghasilan kopi ini menempuh keadaan turun naik, meskipun luas penanamannja mempunjai garis jang lurus.
Karena mengalami krisis dan beberapa akibat lain sesudah Perang Dunia I, maka perusahaan-perusahaan kopi itu achirnja menderita zaman kemundurannja. Produksi dan konsumsi kopi dunia jang tidak berimbangan lagi, menjebabkan lapangan ini mendjadi sangat sepi dan banjak diantara kebun-kebun itu terpaksa menutup atau mengganti usahanja dengan jang lain. Tindakan jang „radikal” dari Pemerintah Brazilia pada tahun 1937, jaitu dengan djalan memusnahkan dan membakar sebahagian besar dari persediaan kopinja, merupakan salah satu tjonton betapa buruknja nasib jang dialami oleh perusahaan kopi pada waktu itu.<noinclude>{{rh|||'''729'''}}</noinclude>
1enxqj7hrqetxb4mlq7heqojvzjcl8x
283179
283177
2026-05-07T01:56:33Z
Rubyracha
25170
283179
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>mundurnja perusahaan-perusahaan kopi Pemerintah Hindia Belanda sendiri.
Dwang-cultuur itu mendjadi pendorong dalam memperlipat gandakan export kopi dari Sumatera Barat dalam waktu jang singkat karena beberapa faktor.
Faktor-faktor itu antara lain ialah:
{{PUU-nomor|n=a
|Karena mudahnja memperoleh tanah-tanah konsessi jang subur didekat tempat kediaman rakjat desa, dan dengan sendirinja mudah pula memperoleh tenaga-tenaga pekerdja dengan harga murah.
|Belum berdjangkitnja penjakit-penjakit kopi didaerah ini pada masa itu.
|Teraturnja djalan „cultuurtechnis”, dan
|Tingginja mutu dan banjaknja hasil jang dapat dipungut.}}
Mengenai djenis kopi jang dihasilkan dari Sumatera Barat, diterangkan, bahwa pada taraf pertama jang diusahakan, ialah kopi Arabica. Tapi djenis ini tidak berapa tahan menangkis serangan penjakit „daun kopi”, meskipun hasilnja memuaskan. Kopi „Arabica” ini berangsur-angsur diganti dengan kopi „Liberia” jang menurut penjelidikan lebih tahan menderita penjakit, meskipun agak kurang mengeluarkan hasil.
Dengan setjara kebetulan. pada tahun 1900 didapati orang sedjenis bibit baru, jaitu kopi „Robusta”, jang dalam segala hal mempunjai mutu jang djauh lebih tinggi dari kopi „Liberia” tadi. Dari itu tidaklah mengherankan bila dalam waktu jang tidak terlalu lama Robusta ini mengambil lapangan jang djauh lebih besar dari kopi-kopi lainnja. Pada tahun 1905, lebih dari 90 % dari seluruh perusahaan perkebunan kopi di Sumatera Barat ditanami dengan kopi Robusta, sedangkan kopi Arabica hanja tinggal lagi 5 % dan kopi Liberia hanja 1% sadja.
Karena besarnja pengaruh hawa dan iklim terhadap bunga dan buah kopi dalam segala musim, maka penghasilan kopi ini menempuh keadaan turun naik, meskipun luas penanamannja mempunjai garis jang lurus.
Karena mengalami krisis dan beberapa akibat lain sesudah Perang Dunia I, maka perusahaan-perusahaan kopi itu achirnja menderita zaman kemundurannja. Produksi dan konsumsi kopi dunia jang tidak berimbangan lagi, menjebabkan lapangan ini mendjadi sangat sepi dan banjak diantara kebun-kebun itu terpaksa menutup atau mengganti usahanja dengan jang lain. Tindakan jang „radikal” dari Pemerintah Brazilia pada tahun 1937, jaitu dengan djalan memusnahkan dan membakar sebahagian besar dari persediaan kopinja, merupakan salah satu tjonton betapa buruknja nasib jang dialami oleh perusahaan kopi pada waktu itu.<noinclude>{{rh|||'''729'''}}</noinclude>
3zs1dxq5qtxkvt4q3g6ka1xastkp6k9
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/574
104
98404
282690
273797
2026-05-06T13:37:23Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282690
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><div style="margin-left: 3.5em; text-indent: -1.5em;">— ditempatkan <i>dibelakang</i> garis pertahanan Pagar-Betis, tetapi tidak djauh dan tidak sukar untuk dihubungi segera oleh Komandan Pasukan Pelindung;</div>
<div style="margin-left: 3.5em; text-indent: -1.5em;">— untuk 1 Ton paling sedikit sebesar <i>1 Kelompok</i> berkekuatan 3-4 orang;</div>
<div style="margin-left: 3.5em; text-indent: -1.5em;">— untuk Ki paling sedikit sebesar 1 <i>Regu</i>.</div>
<ol start="7" style="margin-left: 0; padding-left: 2em; margin-top: 1em;">
<li>Anggauta Pasukan Pelindung <i>dilarang</i>:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— turut berteriak-teriak atau membuat kegaduhan seperti Pagar-Betis diwaktu malam;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— menembak-nembak tanpa melihat sasaran;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— berkelujuran seorang diri didepan garis pertahanan Pagar-Betis;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— meninggalkan sendjatanja, terutama diwaktu malam.</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Anggauta Pasukan Pelindung <i>diharuskan</i>:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— mengenal ketentuan-ketentuan teknis/taktis jang berlaku mengenai tugas pengamanan Pagar-Betis (konsinjer);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— mengetahui kode-kode jang berlaku pada waktu itu;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— sambil berlindung kalau sedang beristirahat;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— segera menjampaikan laporan kepada Komandan kalau ada hal-hal jang penting.</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Apabila ada usaha dari musuh untuk menjerang atau menerobos garis pertahanan Pagar-Betis, maka Pasukan Pelindung harus <i>segera bertindak</i> dengan tjara:
<ol type="a" style="margin-left: 0; padding-left: 1.5em; margin-top: 0.5em;">
<li>Segera menempati stelling, kemudian memberikan perlawanan terhadap musuh.</li>
<li>Segera menjerang kembali (tegenaanval) dengan pasukan tjadangan atau dengan menggabungkan beberapa kelompok mendjadi satu Regu (sebaiknja Regu organik).</li>
<li>Segera mengedjar musuh jang berhasil menerobos garis pertahanan Pagar-Betis dengan pasukan tjadangan atau pasukan lainnja.</li>
<li>Segera mengirimkan laporan kepada atasan mengenai peristiwa itu.</li>
</ol>
</li>
</ol><noinclude>{{rh|536|}}</noinclude>
q759odz8579wuatm927jruk30x71pcb
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/570
104
98419
283110
273793
2026-05-06T23:40:16Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283110
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol type="a" start="2">
:<li>Pasukan pelindung harus dapat bergerak mobil dan bersifat ''agresip/aktip''.
:Dengan ”mobil” dimaksudkan, tidak menetap serta tidak terpaku pada satu tempat sadja.
:Dengan ”agresip” dimaksudkan, mempunjai semangat menjerang.
:Dengan ”aktip” dimaksudkan giat serta radjin bekerdja.</li>
:<li>Langsung dimuka pertahanan Pagar-Betis harus ada suatu daerah jang dinamakan ”daerah aman” (veilig-heidszone).
:Dengan ”daerah aman” dimaksudkan, suatu daerah jang tetap dapat diawasi serta dikuasai oleh pasukan pelindung diwaktu siang maupun malam. Artinja, daerah itu dikuasai oleh patroli-patroli, diawasi oleh pos-pos pengawas, dipertahankan oleh randjau-randjau darat atau tembakan-tembakan jang terarah dls.
:Besarnja daerah tersebut sebaiknja kurang lebih ''500 meter'' pandjangnja didepan garis pertahanan Pagar-Betis diwaktu ''siang hari'', dan kurang lebih ''100 meter'' diwaktu ''malam hari''.</li>
:<li>Tempat kedudukan pasukan pelindung harus merupakan ''stelling tembakan'' jang tjukup ''terlindung'' dan ''tersamar''. Melindungi stelling tembakan sebaiknja dengan tjara ''menggali lubang'', jang tjukup besarnja untuk didjadikan ruangan tidur kita.</li></ol>
<ol type="#" start="2">
<li>Anggauta pasukan jang ditempatkan disepandjang garis pertahanan Pagar-Betis, ''djangan'' dipetjahkan sampai pada perseorangan (istilah ”djedjer wajang”).
:Pemetjahan pasukan paling ketjil jang dibenarkan, adalah sampai satu ''kelompok sebesar 3-4 orang''. Kelompok ini mendapat tanggungdjawab atas sedjumlah saung djaga dan atas suatu daerah sepandjang suatu djarak tertentu.
Dalam hal ini disarankan:</li></ol>
<ol type="a">
:<li>Tiap-tiap kelompok menentukan pos komandonja ditengah-tengah daerah pengawasannja dan ditempat jang</li></ol><noinclude>{{rh|532}}</noinclude>
s63c5hom7hptumtennr1jn7nw9ysa0w
283314
283110
2026-05-07T03:34:16Z
Aeia aai
24023
283314
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol type="a" start="2">
:<li>Pasukan pelindung harus dapat bergerak mobil dan bersifat ''agresip/aktip''.
:Dengan ”mobil” dimaksudkan, tidak menetap serta tidak terpaku pada satu tempat sadja.
:Dengan ”agresip” dimaksudkan, mempunjai semangat menjerang.
:Dengan ”aktip” dimaksudkan giat serta radjin bekerdja.</li>
:<li>Langsung dimuka pertahanan Pagar-Betis harus ada suatu daerah jang dinamakan ”daerah aman” (veilig-heidszone).
:Dengan ”daerah aman” dimaksudkan, suatu daerah jang tetap dapat diawasi serta dikuasai oleh pasukan pelindung diwaktu siang maupun malam. Artinja, daerah itu dikuasai oleh patroli-patroli, diawasi oleh pos-pos pengawas, dipertahankan oleh randjau-randjau darat atau tembakan-tembakan jang terarah dls.
:Besarnja daerah tersebut sebaiknja kurang lebih ''500 meter'' pandjangnja didepan garis pertahanan Pagar-Betis diwaktu ''siang hari'', dan kurang lebih ''100 meter'' diwaktu ''malam hari''.</li>
:<li>Tempat kedudukan pasukan pelindung harus merupakan ''stelling tembakan'' jang tjukup ''terlindung'' dan ''tersamar''. Melindungi stelling tembakan sebaiknja dengan tjara ''menggali lubang'', jang tjukup besarnja untuk didjadikan ruangan tidur kita.</li></ol>
<ol type="#" start="2">
<li>Anggauta pasukan jang ditempatkan disepandjang garis pertahanan Pagar-Betis, ''djangan'' dipetjahkan sampai pada perseorangan (istilah ”djedjer wajang”).
<br>Pemetjahan pasukan paling ketjil jang dibenarkan, adalah sampai satu ''kelompok sebesar 3-4 orang''. Kelompok ini mendapat tanggungdjawab atas sedjumlah saung djaga dan atas suatu daerah sepandjang suatu djarak tertentu.
<br>Dalam hal ini disarankan:</li></ol>
<ol type="a">
:<li>Tiap-tiap kelompok menentukan pos komandonja ditengah-tengah daerah pengawasannja dan ditempat jang</li></ol><noinclude>{{rh|532}}</noinclude>
rsf97v4r1i6dfc1y14zw6755evl3jn1
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/565
104
98426
283738
274097
2026-05-07T09:36:07Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
<br>
{{gap}}Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
<br>
{{gap}}Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
<br>
{{gap}}Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas,
2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
<br>
<br>
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
<br>
{{gap}}Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah. (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.
559<noinclude></noinclude>
qdt2zp8c1j49mfl1fmnftz49aplixte
283739
283738
2026-05-07T09:37:32Z
Suga Widi
25678
283739
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan '''Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat'''. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
<br>
{{gap}}Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
<br>
{{gap}}Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas,
2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
<br>
<br>
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
<br>
{{gap}}Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah. (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.
559<noinclude></noinclude>
3vjqeuwgx92c1mxrzw9enmvru0c2h7m
283740
283739
2026-05-07T09:38:24Z
Suga Widi
25678
283740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan '''Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat'''. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
{{gap}}Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas,
2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
<br>
<br>
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
<br>
{{gap}}Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah. (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.
559<noinclude></noinclude>
sptrdjh9bn6v6byl94u5crjvjvnus3t
283741
283740
2026-05-07T09:39:22Z
Suga Widi
25678
283741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan '''Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat'''. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas, 2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
<br>
{{gap}}Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah. (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.
559<noinclude></noinclude>
demhfkntw4t4cba4ghobzdbispngo2j
283742
283741
2026-05-07T09:40:48Z
Suga Widi
25678
283742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan '''Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat'''. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas, 2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah, (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.<noinclude></noinclude>
87s8fdo7dcjphuk6suyyxaygejrgp03
283743
283742
2026-05-07T09:41:24Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>dibawah pimpinan Lts. Djamhur Djamin sampai pada achir clash kedua.
Usaha kearah penjempurnaan dan perbaikan Tentera kita itu terus berdjalan, terutama dalam organisasinja dan mempertinggi mutu individu tiap-tiap pradjurit dengan mengadakan '''Depot-depot Pendidikan di Pakan Baru, Bengkalis dan Rengat'''. Tidaklah dapat disangkal bahwa usaha-usaha itu banjak terbentur dan tertarung oleh kesulitan-kesulitan dan kekurangan; baik kesulitan materieel dan finansieel, maupun kekurangan pengalaman dan kekurangan tenaga jang tjakap dan bercapasiteit. Walaupun demikian hal-hal itu sementara waktu dapat diatasi sekedarnja dan usaha itu terus berdjalan.
Sedjarah kemerdekaan berdjalan terus, perlawanan terhadap tentera Djepang; terhadap tentera Sekutu (Inggeris); terhadap Nica; terus terdjadi, namun demikian pertumbuhan tentera kita tidaklah terhenti karenanja. Demikian djuga insiden-insiden itu terdjadi pula didaerah Riau. Kepulauan Riau oleh Nica mulai diduduki dan diblokade, hingga karena kekurangan alat, sementara waktu belumlah dapat kita kuasai kembali. ALRI kita tjuma mempunjai beberapa buah motorboot jang hampir tidak ada artinja. Dapatkah dengan beberapa buah motorboot sadja, kepulauan jang ribuan djumlah pulaunja itu akan kita rampas? Ini adalah suatu persoalan jang berat dan mendjadi probleem jang meminta waktu dan modal untuk memetjahkannja.
Sesuatu kedjadian jang istimewa telah terdjadi pada pertengahan tahun 1946, dengan gugurnja kapal terbang musuh dilapangan terbang Pakan Baru ditembak oleh pradjurit kita dibawah pimpinan Letnan Arfiatmin dan Sersan Munaf dimana dalam penjerbuan terhadap kapal udara ini, 6 orang tentera K.L. tiwas, 2 K.N.I.L. dan 1 orang dapat ditawan. Djuga dapat dirampas 2 senapan mesin. Kedjadian-kedjadian ini menambah semangat perdjuangan untuk terus membela kemerdekaan.
'''Gabungan Tentera Islam Indonesia (GATERI).'''
Setelah terbentuknja beberapa lasjkar jang berdasar Islam, maka dalam bulan Mei '46 diadakanlah suatu konperensi di Bukittinggi oleh para pemimpin Hizbullah, Sabililah, Lasjmi dan Barisan Hulubalang, dimana diambil keputusan untuk membentuk satu Komando dari Gabungan Tentera Islam Indonesia Sumatera Tengah, (GATERI). Kemudian diadakan pula konperensi oleh komando Gateri dengan Ulama-ulama dan pimpinan tentera, tetapi tidak berhasil baik, sehingga beberapa waktu sesudah itu terpaksalah komando gabungan ini dibubarkan.<noinclude>{{rh|||559}}</noinclude>
3tpkheqn850yx2878445lytm5odc3m7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/566
104
98427
283744
273789
2026-05-07T09:41:51Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Hizbullah, Sabililah dan Mudjahidin disatukan Komandonja.'''
Dalam bulan Djuni '46 Hizbullah Sumatera Tengah berkonperensi di Padang Pandjang, dimana sesudah itu pimpinan dipegang oleh saudara Agus Salim sebagai Komandan Divisi VIII Hizbullah Tuanku Imam Bondjol. Kemudian dalam bulan Nopember '46 pimpinan Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin se Sumatera berkonperensi di Bukittinggi, dimana pada 26 Nopember diambil putusan bahwa dengan persetudjuan P.B. Masjumi Djokja dan Markas Tertinggi Hizbullah di Malang, ditetapkan satu komando untuk Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin serta Barisan Wanitanja untuk seluruh Sumatera jang dipimpin oleh saudara Bachtiar Junus. Dengan ini tertjapailah kesatuan komando dari Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin di Sumatera.<noinclude>{{rh|560}}</noinclude>
rb4ap3hx33019godfvaat5oz25qmh6o
283747
283744
2026-05-07T09:43:33Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Hizbullah, Sabililah dan Mudjahidin disatukan Komandonja.'''
Dalam bulan Djuni '46 Hizbullah Sumatera Tengah berkonperensi di Padang Pandjang, dimana sesudah itu pimpinan dipegang oleh saudara Agus Salim sebagai Komandan Divisi VIII Hizbullah Tuanku Imam Bondjol. Kemudian dalam bulan Nopember '46 pimpinan Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin se Sumatera berkonperensi di Bukittinggi, dimana pada 26 Nopember diambil putusan bahwa dengan persetudjuan P.B. Masjumi Djokja dan Markas Tertinggi Hizbullah di Malang, ditetapkan satu komando untuk Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin serta Barisan Wanitanja untuk seluruh Sumatera jang dipimpin oleh saudara Bachtiar Junus. Dengan ini tertjapailah kesatuan komando dari Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin di Sumatera.
{{tab}}
{{tab}
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh|560}}</noinclude>
1bs0zzubmq0tfghs856y9z19ne8hef0
283748
283747
2026-05-07T09:44:14Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Hizbullah, Sabililah dan Mudjahidin disatukan Komandonja.'''
Dalam bulan Djuni '46 Hizbullah Sumatera Tengah berkonperensi di Padang Pandjang, dimana sesudah itu pimpinan dipegang oleh saudara Agus Salim sebagai Komandan Divisi VIII Hizbullah Tuanku Imam Bondjol. Kemudian dalam bulan Nopember '46 pimpinan Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin se Sumatera berkonperensi di Bukittinggi, dimana pada 26 Nopember diambil putusan bahwa dengan persetudjuan P.B. Masjumi Djokja dan Markas Tertinggi Hizbullah di Malang, ditetapkan satu komando untuk Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin serta Barisan Wanitanja untuk seluruh Sumatera jang dipimpin oleh saudara Bachtiar Junus. Dengan ini tertjapailah kesatuan komando dari Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin di Sumatera.
{{tab}}
{{tab}}
{{rule|5em}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}<noinclude>{{rh|560}}</noinclude>
b24qywt87xtfc0cyoxl5lc32db9xizg
283749
283748
2026-05-07T09:44:41Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Hizbullah, Sabililah dan Mudjahidin disatukan Komandonja.'''
Dalam bulan Djuni '46 Hizbullah Sumatera Tengah berkonperensi di Padang Pandjang, dimana sesudah itu pimpinan dipegang oleh saudara Agus Salim sebagai Komandan Divisi VIII Hizbullah Tuanku Imam Bondjol. Kemudian dalam bulan Nopember '46 pimpinan Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin se Sumatera berkonperensi di Bukittinggi, dimana pada 26 Nopember diambil putusan bahwa dengan persetudjuan P.B. Masjumi Djokja dan Markas Tertinggi Hizbullah di Malang, ditetapkan satu komando untuk Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin serta Barisan Wanitanja untuk seluruh Sumatera jang dipimpin oleh saudara Bachtiar Junus. Dengan ini tertjapailah kesatuan komando dari Hizbullah, Sabilillah dan Mudjahidin di Sumatera.
{{tab}}
{{tab}}
{{rule|5em}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}<noinclude>{{rh|560}}</noinclude>
8afqr0e5os4x9126k2s83w06pnfhwqy
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/572
104
98432
283486
274023
2026-05-07T04:52:54Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283486
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>taktis (= ditempat jang mungkin mudah didatangi oleh musuh). </ol>
<ol type="a" start="2">
<li>WADAN RU membentuk kelompok tersendiri dan mempunjai sendjata otomatik.</li>
<li>DAN RU menempatkan dirinja pada kelompok regunja, jang memiliki sendjata SMR.</li>
<li>Sendjata mortir 5 berada bersama-sama BA TON dan merupakan kelompok tersendiri.</li>
<li>DAN TON dengan dua orang pesuruh menempatkan dirinja pada salah satu kelompok regu.</li>
<li>DAN KI dengan SMI dan dua orang pesuruh menempatkan dirinja pada salah satu kelompok regu. Ditempat ini dipasang pesawat tilpon atau radio.</li>
</ol>
{{PUU-nomor|n=3|m=3
|''Pasang rintangan'' antara satu saung dengan saung lainnja, jang dapat mengganggu orang jang melalui garis pertahanan Pagar-Betis, terutama diwaktu malam. <br>Misalnja dapat berupa pemasangan tali jang tegang (gespannen) setinggi betis dengan digantungkan kaleng-kaleng kosong padanja jang dapat berbunji ketika disentuh. Atau dapat berupa pagar biasa, atau bambu-bambu runtjing jang ditanam dls.
|''Pasang tali'' jang agak kendor setinggi pinggang antara satu saung dengan saung lainnja, dengan maksud:
}}
{{Bulleted list|list_style=list-style-type:'— ';
|sebagai alat pemberitahuan alarm (tanda bahaja), jang ditarik seketika terdapat bahaja menurut kode-kode tarikan jang telah ditetapkan:
|sebagai alat penundjuk batas garis pertahanan Pagar-Betis, jang dipakai dengan menjusur sepandjang tali itu terutama diwaktu malam untuk menemukan saung berikutnja atau untuk mengikuti garis pertahanan Pagar-Betis.
|sebagai tali penjandung/perintang bagi orang jang melalui garis pertahanan Pagar-Betis diantara dua saung djaga.
}}<noinclude>{{rh|534}}</noinclude>
povv4av5a4cfoukn0yofwp5eciwh937
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/573
104
98440
282686
273848
2026-05-06T13:34:51Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><p style="margin-left: 2em;">
Pada kedua udjung tali tersebut dapat digantungkan kaleng kosong, jang segera dapat berbunji dan menarik perhatian apabila ada jang menariknja.
</p>
<ol start="5" style="margin-left: 0; padding-left: 2em;">
<li>Sekalipun pasukan pelindung telah dipetjahkan dalam kelompok-kelompok, terutama diwaktu malam <i>tidak boleh ada kesukaran untuk segera mengumpulkan</i> beberapa kelompok mendjadi satu regu, atau beberapa regu mendjadi satu peleton.<br>
Untuk itu perlu ada <i>kode-kode tertentu</i>, jang dapat memberitahukan keinginan komandan kepada anak-buahnja untuk mengumpulkan pasukannja, atau jang dapat memberitahukan adanja serangan lawan dls. Misalnja:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— peniupan peluit pendek berturut-turut = Regu kumpul ditempat jang ditentukan (telah ditentukan lama sebelumnja);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— 5 kali tembakan pistol berturut-turut = Peleton kumpul ditempat jang ditentukan (telah ditentukan lama sebelumnja);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— ledakan granat mortir = arah kedudukan lawan pada waktu itu;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tembakan ramai = ada kontak dengan musuh, jang berarti semua anggauta segera masuk stelling;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali 5 kali = DAN TON memanggil DAN RU;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali 3 kali = DAN RU memanggil DAN KELOMPOK;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali berturut-turut = ada bahaja.</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Pasukan pelindung senantiasa harus mempunjai <i>Pasukan Tjadangan</i>, jang ditempatkan didekat Komandan Pasukan Pelindung.
Pasukan Tjadangan ini:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— tidak mempunjai kewadjiban untuk melindungi langsung Pagar-Betis, tetapi tetap dalam <i>keadaan siap sedia</i> (standby) menunggu perintah untuk digerakkan;</div>
</li>
</ol><noinclude>{{rh|||535|||}}</noinclude>
0u87ljb3nr7sjlqjncym0wa6z56epsm
282688
282686
2026-05-06T13:36:39Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282688
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><p style="margin-left: 2em;">
Pada kedua udjung tali tersebut dapat digantungkan kaleng kosong, jang segera dapat berbunji dan menarik perhatian apabila ada jang menariknja.
</p>
<ol start="5" style="margin-left: 0; padding-left: 2em;">
<li>Sekalipun pasukan pelindung telah dipetjahkan dalam kelompok-kelompok, terutama diwaktu malam <i>tidak boleh ada kesukaran untuk segera mengumpulkan</i> beberapa kelompok mendjadi satu regu, atau beberapa regu mendjadi satu peleton.<br>
Untuk itu perlu ada <i>kode-kode tertentu</i>, jang dapat memberitahukan keinginan komandan kepada anak-buahnja untuk mengumpulkan pasukannja, atau jang dapat memberitahukan adanja serangan lawan dls. Misalnja:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— peniupan peluit pendek berturut-turut = Regu kumpul ditempat jang ditentukan (telah ditentukan lama sebelumnja);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— 5 kali tembakan pistol berturut-turut = Peleton kumpul ditempat jang ditentukan (telah ditentukan lama sebelumnja);</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— ledakan granat mortir = arah kedudukan lawan pada waktu itu;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tembakan ramai = ada kontak dengan musuh, jang berarti semua anggauta segera masuk stelling;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali 5 kali = DAN TON memanggil DAN RU;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali 3 kali = DAN RU memanggil DAN KELOMPOK;</div>
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em;">— tarikan tali berturut-turut = ada bahaja.</div>
</li>
<li style="margin-top: 1em;">Pasukan pelindung senantiasa harus mempunjai <i>Pasukan Tjadangan</i>, jang ditempatkan didekat Komandan Pasukan Pelindung.
Pasukan Tjadangan ini:
<div style="margin-left: 1.5em; text-indent: -1.5em; margin-top: 0.5em;">— tidak mempunjai kewadjiban untuk melindungi langsung Pagar-Betis, tetapi tetap dalam <i>keadaan siap sedia</i> (standby) menunggu perintah untuk digerakkan;</div>
</li>
</ol><noinclude>{{rh|||535}}</noinclude>
guyl3bhs5etjf4kb1bn8vw9z9jja66l
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/436
104
98449
283003
280542
2026-05-06T16:18:19Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
283003
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada waktu diadakan „International Seminar on Fishculture" jang kedua oleh Kementerian Pertanian pada bulan Mei dan Djuni 1952, Djawatan Perikanan Darat Propinsi Djawa-Timur turut aktif dalam pelaksanaannja. Dalam program darmawisata di-daerah Djawa-Timur mulai tanggal 25 Mei hingga 1 Djuni 1952 telah dikundjungi berbagai Daerah tambak dan penangkapan nener di Surabaja dan Madura.
Dalam soal pendidikan Kader Perikanan dikalangan Rakjat umum Djawatan Perikanan Darat Propinsi Djawa-Timur dengan bekerdja-sama dengan Pamong-Pradja dan Instansi- Instansi lain mengusahakan memperluas pengetahuan tentang Perikanan Darat dengan djalan:
<ol type="1">
<li>Dimana ada Pegawai-Pegawai Djawatan Perikanan Darat, memberi peladjaran-peladjaran di Kursus Pamong-Desa.</li>
<li>Darmawisata-darmawisata anggauta Pamong-Desa ke objek-objek' Perikanan Darat dengan pimpinan tehnik dari Pegawai Djawatan Perikanan Darat.</li>
<li>Mendidik Pemuda- pemuda Tani dalam tjara penangkapan dan pengawetan ikan.</li>
<li>mengusahakan timbulja ,,korps" penangkap nener baru di Daerah Selatan-Djember (Puger).</li>
<li>Mengadakan pertundjukan-pertundjukan Perikanan Darat di pasar malam.</li></ol>
Kursus-Kursus Tani mengenai Perikanan Darat belum dapat dilaksanakan, tetapi persiapan-persiapan ke-arah ini dalam tahun 1952 telah dimulai dan diharapkan dalam tahun1953 dapat dilaksanakan.
Oleh Kantor Penempatan Tenaga di Surabaja pada bulan Nopember 1952 telah dibuka Kursus Perikanan jang maksudnja:
<ol type="a">
<li>Mengurangi pengangguran, dan</li>
<li>Memberi bimbingan pada para Pemuda-pemuda jang terpilih untuk dapat melakukan usaha-usaha sendiri di-lapangan perikanan djika sudah keluar dari kursus jang lamanja 1 tahun. Djawatan Perikanan Darat memberikan bantuan aktif pada kursus tersebut, jakni memberi peladjaran-peladjaran di-lapangan Perikanan Darat. Peladjaran-Peladjaran teori dilakukan pada waktu sore dan praktek 3 kali seminggu diwaktu siang à 2 djam.</li></ol>
Pada Sekolah Pertanian Menengah Atas di Malang seorang Pegawai Djawatan Perikanan Darat diperbantukan untuk memberikan peladjaran Perikanan Darat sekali seminggu.
Djuga pada Sekolah Mantri Tani di Ketindan (Malang) dibantukan seorang Pegawai Djawatan Perikanan Darat untuk memberi peladjaran Perikanan Darat sekali seminggu.
Dimana mungkin selalu diusahakan agar supaja terbentuk organisasi-organisasi jang bersifat koperasi di-lapangan Perikanan Di-lapangan tambak telah ada 4 perkumpulan, jakni satu di Galis (Pamekasan) dan 3 di Sidoardjo.
Perkumpulan wlidjo nener di Situbondo masih dalam tingkatan persiapan -persiapan. Di Lamongan telah ada 6 perkumpulan Tani jang mengusahakan eksploitasi waduk setjara koperatif.<noinclude>{{rvh|404}}</noinclude>
jawhmnkied31l2s3q34po8tc0a3uhs7
283458
283003
2026-05-07T04:35:06Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283458
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>Pada waktu diadakan „International Seminar on Fishculture" jang kedua oleh Kementerian Pertanian pada bulan Mei dan Djuni 1952, Djawatan Perikanan Darat Propinsi Djawa-Timur turut aktif dalam pelaksanaannja. Dalam program darmawisata di-daerah Djawa-Timur mulai tanggal 25 Mei hingga 1 Djuni 1952 telah dikundjungi berbagai Daerah tambak dan penangkapan nener di Surabaja dan Madura.
Dalam soal pendidikan Kader Perikanan dikalangan Rakjat umum Djawatan Perikanan Darat Propinsi Djawa-Timur dengan bekerdja-sama dengan Pamong-Pradja dan Instansi- Instansi lain mengusahakan memperluas pengetahuan tentang Perikanan Darat dengan djalan:
<ol type="1">
<li>Dimana ada Pegawai-Pegawai Djawatan Perikanan Darat, memberi peladjaran-peladjaran di Kursus Pamong-Desa.</li>
<li>Darmawisata-darmawisata anggauta Pamong-Desa ke objek-objek' Perikanan Darat dengan pimpinan tehnik dari Pegawai Djawatan Perikanan Darat.</li>
<li>Mendidik Pemuda- pemuda Tani dalam tjara penangkapan dan pengawetan ikan.</li>
<li>mengusahakan timbulja ,,korps" penangkap nener baru di Daerah Selatan-Djember (Puger).</li>
<li>Mengadakan pertundjukan-pertundjukan Perikanan Darat di pasar malam.</li></ol>
Kursus-Kursus Tani mengenai Perikanan Darat belum dapat dilaksanakan, tetapi persiapan-persiapan ke-arah ini dalam tahun 1952 telah dimulai dan diharapkan dalam tahun1953 dapat dilaksanakan.
Oleh Kantor Penempatan Tenaga di Surabaja pada bulan Nopember 1952 telah dibuka Kursus Perikanan jang maksudnja:
<ol type="a">
<li>Mengurangi pengangguran, dan</li>
<li>Memberi bimbingan pada para Pemuda-pemuda jang terpilih untuk dapat melakukan usaha-usaha sendiri di-lapangan perikanan djika sudah keluar dari kursus jang lamanja 1 tahun. Djawatan Perikanan Darat memberikan bantuan aktif pada kursus tersebut, jakni memberi peladjaran-peladjaran di-lapangan Perikanan Darat. Peladjaran-Peladjaran teori dilakukan pada waktu sore dan praktek 3 kali seminggu diwaktu siang à 2 djam.</li></ol>
Pada Sekolah Pertanian Menengah Atas di Malang seorang Pegawai Djawatan Perikanan Darat diperbantukan untuk memberikan peladjaran Perikanan Darat sekali seminggu.
Djuga pada Sekolah Mantri Tani di Ketindan (Malang) dibantukan seorang Pegawai Djawatan Perikanan Darat untuk memberi peladjaran Perikanan Darat sekali seminggu.
Dimana mungkin selalu diusahakan agar supaja terbentuk organisasi-organisasi jang bersifat koperasi di-lapangan Perikanan Di-lapangan tambak telah ada 4 perkumpulan, jakni satu di Galis (Pamekasan) dan 3 di Sidoardjo.
Perkumpulan wlidjo nener di Situbondo masih dalam tingkatan persiapan -persiapan. Di Lamongan telah ada 6 perkumpulan Tani jang mengusahakan eksploitasi waduk setjara koperatif.<noinclude>{{rvh|404}}</noinclude>
nnai3vjccnwunrpc7vcfnflflellt0p
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/599
104
98453
283071
273881
2026-05-06T21:43:23Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283071
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><div style="float: right; width: 45%; margin-bottom: 1em;">
sebagai sasaran nomor 4, Hollandia sebagai sasaran nomor 5 dan Merauke sebagai sasaran nomor 6.
</div>
<div style="clear: both;"></div>
Apabila keadaan memerlukan, maka operasi-operasi infiltrasi itu akan disusul dengan operasi terbuka, sebagaimana telah dengan lengkap disusun dan dirumuskan didalam Petundjuk Operasi DJAJAWIDJAJA tertanggal 22 Djuni 1962 nomor POPS. 06/SR/1962.
Demikianlah, maka berangsur-angsur telah diterdjunkan kesatuan-kesatuan Sukarelawan Pembebasan Irian Barat dari pangkalan-pangkalannja, untuk merembes dan melaksanakan tugas dharma-bhaktinja sebagaimana telah ditentukan.
Infiltrasi itu ada jang dilakukan melalui laut, dengan memakai perahu-perahu kaju jang ditempel motor. Ada pula melalui udara. Djuga dalam hal ini Siliwangi tidak ketinggalan didalam menggoreskan dharma-bhaktinja. Tudjuhpuluh orang peradjurit jang berkwalifikasi PARA, bahu-membahu dengan kawan-kawan seperdjuangan lainnja telah diterdjunkan dari udara diwilajah Irian Barat sebagai Sukarelawan-sukarelawan Pembebasan Irian Barat. ”Maung-maung” Siliwangi jang diterdjunkan dihutan-belantara Irian Barat itu adalah dari Bataljon Para Kudjang II/Siliwangi dibawah pimpinan Letnan II Atma. Mereka itu berangkat dari home-basenja menudju kedaerah pangkalan infiltrasi pada tanggal 25 Djuli 1963.
Ada masanja kemudian, bahwa untuk ditugaskan di Komando Daerah Militer XVII/Tjenderawasih Irian Barat, mendjadi rebutan sementara orang{{...|10}} Akan tetapi operasi infiltrasi termaksud itu sungguh-sungguh bukan suatu ”darmawisata” ataupun ”picnic” jang menjenangkan. Mula-mula mereka itu harus bertegang uratsjaraf dalam masa-masa menunggu peluntjuran dipangkalan-pangkalan jang telah ditentukan. Pada waktu mereka itu sudah mulai digerakkan, maka mereka itu harus bergumul dengan/melawan kesiap-siagaan patroli-patroli laut Belanda maupun patroli-patroli daratnja jang mereka lakukan dengan ketat sekali. Sedikit<noinclude>{{rh|||561|||}}</noinclude>
jfzv2f17xgrnz780usxfh20k8ztveho
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/673
104
98512
283066
278820
2026-05-06T21:19:22Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283066
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Achirnja, dalam Sidang Umum Ke-V MPRS dikeluarkanlah Ketetapan MPRS No. 44/MPRS/1968 tanggal 27 Maret 1968 jang menetapkan Pd Presiden Suharto mendjadi Presiden Republik Indonesia sampai diadakan pilihan Presiden hasil Pemilihan Umum jang akan datang.
Kembali kepada slagorde Siliwangi seperti jang sudah diutarakan dimuka, maka selain eselon-eselon Siliwangi jang beroperasi diluar wilajah tanggungdjawab Siliwangi seperti misalnja Bataljon 328/Kudjang II, maka kegiatan-kegiatan slagorde Siliwangi dalam rangka mengikis-habis kontra-revolusi G 30 S/PKI diwilajah tanggungdjawabnja di Djawa Barat, adalah bersifat operasi territorial dan intelidjen.
Dalam rangka kegiatan itu, maka antara lain telah dibentuk Komando Operasi Mental PEPELRADA Djawa Barat dibawah pimpinan Major Sulaiman jang bergerak diseluruh wilajah Djawa Barat. Disamping itu, sesuai dengan Keputusan Djaksi Agung Republik Indonesia, maka diwilajah Djawa Barat dilaksanakan larangan penjebaran, penempelan, pertundjukan, pengumuman, penjampaian, perdagangan, penjimpanan, pentjetakan, penerbitan karya-karya oknum-oknum G30S/PKI, dengan Surat Keputusan No. Kep-02-5/PEPELRADA DB/1966 tertanggal 11 Djanuari 1966.
Selain daripada itu dilaksanakan pula usaha-usaha konsolidasi dan pembersihan seperlunja kedalam.
Demikian pula, dalam rangka penjc'esaian perkara dari oknum-oknum jang terlibat G 30 S/PKI baik sipil maupun militer, maka PEPERADA Djawa Barat, dengan Surat Keputusannja No. 01-5/PEPELRADA DB/1966 tertanggal 7 Djanuari 1966 telah menetapkan susunan Team Oditur/Djaksa Tentara PEPELRADA Djawa
Barat, sebagai berikut:
{|
|1.||Letnan Kolonel CKH Sukotjo SH||:|| Anggauta.
|-
|2.||Major CKH Atang Danamihardja SH||:|| Anggauta.
|-
|3.||Major CKH Mochtar Harahap SH||:|| Anggauta.
|-
|4.||Major CKH Sugijono||:|| Anggauta.
|-
|5.||Major CKH Sriadi SH||:|| Anggauta.
|-
|6.||Major SKH Singgih SH||: Anggauta.
|-
|7.||Major CKH Jan Muluk Bc HK||:|| Anggauta.
|}<noinclude>{{rh|||635}}</noinclude>
j72su1ryo1p7urcs46zz63xiqgcwthi
283067
283066
2026-05-06T21:21:00Z
Aeia aai
24023
283067
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Achirnja, dalam Sidang Umum Ke-V MPRS dikeluarkanlah Ketetapan MPRS No. 44/MPRS/1968 tanggal 27 Maret 1968 jang menetapkan Pd Presiden Suharto mendjadi Presiden Republik Indonesia sampai diadakan pilihan Presiden hasil Pemilihan Umum jang akan datang.
Kembali kepada slagorde Siliwangi seperti jang sudah diutarakan dimuka, maka selain eselon-eselon Siliwangi jang beroperasi diluar wilajah tanggungdjawab Siliwangi seperti misalnja Bataljon 328/Kudjang II, maka kegiatan-kegiatan slagorde Siliwangi dalam rangka mengikis-habis kontra-revolusi G 30 S/PKI diwilajah tanggungdjawabnja di Djawa Barat, adalah bersifat operasi territorial dan intelidjen.
Dalam rangka kegiatan itu, maka antara lain telah dibentuk Komando Operasi Mental PEPELRADA Djawa Barat dibawah pimpinan Major Sulaiman jang bergerak diseluruh wilajah Djawa Barat. Disamping itu, sesuai dengan Keputusan Djaksi Agung Republik Indonesia, maka diwilajah Djawa Barat dilaksanakan larangan penjebaran, penempelan, pertundjukan, pengumuman, penjampaian, perdagangan, penjimpanan, pentjetakan, penerbitan karya-karya oknum-oknum G30S/PKI, dengan Surat Keputusan No. Kep-02-5/PEPELRADA DB/1966 tertanggal 11 Djanuari 1966.
Selain daripada itu dilaksanakan pula usaha-usaha konsolidasi dan pembersihan seperlunja kedalam.
Demikian pula, dalam rangka penjc'esaian perkara dari oknum-oknum jang terlibat G 30 S/PKI baik sipil maupun militer, maka PEPERADA Djawa Barat, dengan Surat Keputusannja No. 01-5/PEPELRADA DB/1966 tertanggal 7 Djanuari 1966 telah menetapkan susunan Team Oditur/Djaksa Tentara PEPELRADA Djawa
Barat, sebagai berikut:
::{|
|1.||Letnan Kolonel CKH Sukotjo SH||:||Anggauta.
|-
|2.||Major CKH Atang Danamihardja SH||:||Anggauta.
|-
|3.||Major CKH Mochtar Harahap SH||:||Anggauta.
|-
|4.||Major CKH Sugijono||:||Anggauta.
|-
|5.||Major CKH Sriadi SH||:||Anggauta.
|-
|6.||Major SKH Singgih SH||:||Anggauta.
|-
|7.||Major CKH Jan Muluk Bc HK||:||Anggauta.
|}<noinclude>{{rh|||635}}</noinclude>
303sufktvjwb6vkequ4dcycmsao32cy
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/930
104
98526
283009
274079
2026-05-06T16:22:21Z
Link PB
26772
/* Bermasalah */
283009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>2.
3.
4.
5,
telah tersedia sesadji (sadjèn =3 bahasa Djawa). Wasi
Djedjanggan itu dapat dikata sebagai Penghulu dalam
perkawinan agama Islam.
Wasi Djedjanggan dikala mengawinkan mempelai dengar
menggenggam kemenjan ditiup-tiup dengan mantera (djapa
seterusnja dibakar dengan dibatjakan do'a jang di-ikuti oleł
kedua mempelai bebarengan dengan para tamu jang sefahan
memeluk agama Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) tersebut.
Selandjutnja Wasi Djedjanggan menerimakan perdjandjian jan
kata demi kata ditirukan oleh kedua mempelai achirmj
mengutjapkan do'a bersama-sama dengan para tamu sefahar
(jang hadir).
Surat nikah diberikan oleh Wasi Djedjanggan bepada kedu
mempelai dengan tidak ber-sanctie disaksikan oleh beberap
orang tamu dan diadakan selamatan lagi dengan mendo'
bermohon agar mempelai tersebut dapat hidup jang bahagi
dilindungi Bathara Wishnu.
Perlu diterangkan sewaktu perkawinan terdjadi, ruma
perkawinan diberi hiasan dan dipasang 2 bendera dimuka rumal
a. Disebelah kiri Bendera Agama Buddha-Djawi (dasar hita
ditengah ada lingkaran 3 merah, kuning dan putih);
b. Disebelah kanan. Bendera Merah-Putih (Sang Dwi-Warna
Agami Buddha-Djawl (Buddha-Wisnu).
Hing tanah Djawl (Indonesia).
Wiwitipun ngadeg agami Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) wont
ing Surabaja, nudju dinten Tumpak Tjemengan (Setu Wage) tangg
kaping 11 Palguna 1856 (Djumadilawal) utawi tanggal 25 Nopember 19
mangsa ka-nem, windu Sengara. Tinengeran Tjandra Sangkala, ojagi
Pandhawa Angesti Buddha 1856.
Tudjuan agam! Buddha-Djawi, anenangi saha angemuti dhumate
agami saha Kabudajan kita ing Indonesia ingkang asli saha murni, ka
déné wontenipun negari Modjopahit sapanginggil, sadèrèngipun wont
agami pendjadjahan. Agami Buddha-Djawi punika mengku pundjeri
Kabudajan Nasional ingkang asli saha murni ing Indonesia. D
pundjering kabudajan wau ingkang ngawontenaken adat tata-tjaran
Bangsa. Adat tata-tjara punika dipun wastani agami. Agami ing
pranatan kasusilaning manungsa. Kabudajan asalipun saking Buda
ateges dajaning kalbu. Dajaning kalbu amudjudaken kabudaj
Kabudajan amudjudaken kagunan saha pranatan. Kagunan pun
marupi-rupi. Pranatan amudjudaken kasusilan. Déné kasusilan ing
punika, manungsa ingkang mangertos dhumateng pranatan ingkang a
Déné wudjudipun pranatan ingkang alus, manungsa ingkang manger
nindakaken panembah utawi bekti dumateng Pandjenenganipun Gi
818
Digilized by Google<noinclude>{{rvh|818}}</noinclude>
jqn7y49po9jj082ulonnyb8y7h3r1a3
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/203
104
98551
283850
274144
2026-05-07T11:40:50Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
Dalam tahun 1948 alam demokrasi di Djawa-Timur mendapat tjobaan jang lebih berat, dengan meletusnja „Peristiwa Madiun" jang dipimpin oleh Moeso-Amir cs.jang dinjatakan
oleh Presiden sebagai suatu tragedie Nasional jang merupakan lembaran hitam dalam sedjarah Republik umumnja dan sedjarah Djawa-Timur chususnja.
Pada tanggal 19 September 1948 Presiden berpedato radio untuk menghantam dan menghantjurkan pengatjau-pengatjau Negara. Segala kekuasaan pemerintahan dipusatkan ketangan Presiden dan segala alat-alat Negara digerakkan untuk menindas pemberontakan itu. Achirnja berkat tindakan jang tegas dari Pemerintah dapatlah pemberontakan Moeso-Amir cs. itu dipadamkan sampai keakar-akarnja.<noinclude></noinclude>
llxdw0tb39bz5aqgeszo4i4j9242k9q
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/578
104
98565
283841
274183
2026-05-07T11:33:01Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[File:Siliwangi dari masa ke masa (page 578 crop).jpg|pus|jmpl]]
{{c|''Panglima Divisi Siliwangi Ke-VIII, Major Djenderal TNI IBRAHIM ADJIE, sedang mengutjapkan selamat atas kenaikan pangkat luar biasa dari Dan Jon KUDJANG I/SILIWANGI, M. SANIF, dari Kapten menjadi Major, sesaat setelah diadakan upatjara kenaikan pangkat tersebut jang berlangsung ditengah-tengah hutan Rakutak (Garut) didaerah operasi.''}}<noinclude></noinclude>
az7rjr55xntunus9syngyqw9sbqoh80
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/684
104
98583
283059
274223
2026-05-06T21:02:26Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283059
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[File:Siliwangi dari masa ke masa (page 684 crop).jpg|Siliwangi dari masa ke masa (page 684 crop)|pus|jmpl|{{c|''Sudahlah mendjadi tradisi bagi Siliwangi untuk setiap tahun, sesaat mendjelang HUT Siliwangi, mengadakan Apel Bataljon. Dalam rangka Apel Bataljon tahun 1968 jang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 16 Mei 1968 jang berthemakan ,,Kesadaran berorientasi kepada program Kesedjahteraan Rakjat Materiil & Spirituil", Panglima Angkatan Darat, Djenderal TNI M. Panggabean, telah berkenan pula untuk menjampaikan amanatnja. Disini beliau tampak sedang ,,diapit" oleh Pangdam VI/Slw, Major Djenderal TNI H.R. Dharsono dan Kaskodam VI/Slw, Brigadir Djenderal TNI Satibi Darwis.''}}]]<noinclude></noinclude>
3wjx0he3ki8llmqu5h3brmzr7gfmfdz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/582
104
98589
282821
274233
2026-05-06T15:10:09Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>[[File:Siliwangi dari masa ke masa (page 582 crop).jpg|Siliwangi dari masa ke masa (page 582 crop)]]
{{center|'''Let. Djenderal TNI IBRAHIM ADJIE'''
Panglima SILIWANGI Ke-VIII}}<noinclude></noinclude>
q3iyq094usc3qeizlavj497evtvnlsz
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/293
104
98624
283818
274320
2026-05-07T11:01:05Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{sp|Memutuskan :}}}}
Menetapkan peraturan sebagai berikut:
UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBERIAN KEKUASAAN PENUH KEPADA PRESIDEN DALAM KEADAAN BAHAJA.
{{c|Satu-satunja pasal.}}
Selama tiga bulan, terhitung mulai tanggal 15 September 1948 kepada Presiden diberikan kekuasaan penuh (Plein pouvoir) untuk mendjalankan tindakan-tindakan dan mengadakan peraturan-peraturan dengan menjimpang dari Undang-undang dan Peraturan-peraturan jang ada, guna mendjamin keselamatan Negara dalam menghadapi keadaan bahaja jang memuntjak.
{| style="margin-left: auto; margin-right: 0; text-align: left;"
| Ditetapkan di Jogjakarta
|-
| Pada tanggal 20 September 1948
|-
| style="text-align: center;" | PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
|-
| style="text-align: center; padding-top: 1em;" | {{sp|SOEKARNO}}.
|}
{| style="width: 100%; background: transparent; border-collapse: collapse; margin-top: 1.5em;"
| style="width: 50%; text-align: center; vertical-align: top;" |
Menteri Dalam Negeri,<br /><br />
SOEKIMAN.
| style="width: 50%; text-align: center; vertical-align: top;" |
Menteri Pertahanan,<br /><br />
MOH. HATTA.
|-
| style="text-align: center; vertical-align: top; padding-top: 1.5em;" |
Menteri Kehakiman,<br /><br />
SOESANTO TIRTOPRODJO.
|
|-
| style="text-align: center; vertical-align: top; padding-top: 2em;" |
{{sp|Diumumkan.}}<br /><br />
Pada tanggal 20 September 1948<br />
SEKRETARIS NEGARA,<br /><br />
A. G. PRINGGODIGDO.
|
|}
::::Kami harap Badan Pekerdja sudi menerimanja dengan selekas-lekasnja, agar pemerintah mendapat pegangan untuk mengatasi segala kemungkinan {{...|7}}".
Demikianlah pidato Wakil Presiden Republik Indonesia dimuka sidang BPKNIP dikota Jogjakarta pada tanggal 20 September 1948.<noinclude>{{rh|||255}}</noinclude>
6owluk8qjpk7x36xgst5hhh4pb46u3l
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/842
104
98676
283292
275408
2026-05-07T03:17:19Z
Devi 4340
13230
283292
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{missing image}}
{{rata|{{smaller|''Pemimpin Buruh sedang menguraikan maksud mengadakan pemogokan ialah menuntut gratifikasi tahun 1951.''}}}}
{{rata|{{smaller|''Pemandangan perajaan peringatan Hari Kemenangan Buruh tanggal 1 Mei 1952 di Surabaja.''}}}}
{{nop}}<noinclude>{{rh|732}}</noinclude>
cag9zz8azh96zthfoztcgdvx9np4myn
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/841
104
98677
283286
274420
2026-05-07T03:13:56Z
Devi 4340
13230
/* Tervalidasi */
283286
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>{{missing image}}
{{rata|{{smaller|''Gubernur Samadikoen waktu berpedato dalam rapat pemberhentian dan pelantikan anggauta-anggauta baru Panitia Penjelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D) bertempat disalah satu ruangan rumah kediaman Gubernur pada tanggal 3 Djuni 1952.''}}}}
{{rata|{{smaller|''Sidang P4D bertempat diruangan Kantor Gubernur Djawa-Timur pada tanggal 15 Pebruari 1952. Sidang membitjarakan masaalah pertikaian antara Dewan Pimpinan Pusat Serikat Buruh Gula dan Pimpinan Algemeen Syndicaat van Suikerfabrikanten in Indonesië (A.S.S.I.).''}}}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
tfnjy10drd6ywj0e2za4ysvd1ml74te
283300
283286
2026-05-07T03:24:52Z
Devi 4340
13230
gambar.
283300
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur (page 841 crop) 01.jpg|center|400px|frameless]]
{{rata|{{smaller|''Gubernur Samadikoen waktu berpedato dalam rapat pemberhentian dan pelantikan anggauta-anggauta baru Panitia Penjelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D) bertempat disalah satu ruangan rumah kediaman Gubernur pada tanggal 3 Djuni 1952.''}}}}
[[File:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur (page 841 crop) 02.jpg|center|400px|frameless]]
{{rata|{{smaller|''Sidang P4D bertempat diruangan Kantor Gubernur Djawa-Timur pada tanggal 15 Pebruari 1952. Sidang membitjarakan masaalah pertikaian antara Dewan Pimpinan Pusat Serikat Buruh Gula dan Pimpinan Algemeen Syndicaat van Suikerfabrikanten in Indonesië (A.S.S.I.).''}}}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
0xliqsjqe1hqq97vziusnv8ccxix7as
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/323
104
98750
283819
274556
2026-05-07T11:05:03Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 323 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Semasa berlangsungnja Revolusi Fisik, tidak sedikit pahlawan-pahlawan jang gugur di berbagai medan pertempuran dan mengalami pemakaman setjara darurat ditempat terdjadinja pertempuran. Guna memberi tempat serta kehormatan sebagaimana lajak diterima oleh seorang Pahlawan Kemerdekaan, maka diadakanlah pengumpulan serta pemakaman kembali kerangka-kerangka para Pahlawan/Pedjuang Kemerdekaan, untuk kemudian di-"istirahat"-kan di Taman Pahlawan Tjikutra Bandung. <br>Dalam gambar diatas, tampak Kolonel Inf. A.E. Kawilarang, Panglima Siliwangi Ke-V, sedang melakukan kundjungan kehormatan, sesaat sebelum u patjara pemakaman kembali dilakukan.''}}<noinclude></noinclude>
izo2dreuk173coz19i2schxlyvpb2oi
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/530
104
98765
283478
274582
2026-05-07T04:47:46Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283478
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 530 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{C|''Putera-putera SILIWANGI tidak sadja mahir dalam menggunakan sendjata, tidak sadja ulet dalam medan pertempuran. Dimana sadja mereka berada, dan dalam keadaan jang bagaimana sadja, mereka senantiasa mendekati rakjat, bukan untuk menakut-nakuti akan tetapi djustru untuk menjelami hati rakjat. Di Kongo-pun mereka telah berhasil untuk „mentjuri” hati rakjat, sebagaimana tampak dalam gambar diatas.''}}<noinclude></noinclude>
66282wcdbpvtyv9amd7mpbjmjo37lub
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1055
104
98769
283695
274589
2026-05-07T08:50:15Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|'''BAB V'''}}
{{c|'''BAHAGIAN XI'''}}
{{c|'''DI KEPULAUAN RIAU.'''}}<noinclude></noinclude>
sr4e55c0fte0qsdwplyeaq0ch7jwf1i
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/571
104
98772
282724
274593
2026-05-06T14:00:21Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
282724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 571 crop).jpg|nirbing|pus]]
''Dalam rangka penumpasan gerombolan DI-TII/SMK di Djawa Barat, maka SILIWANGI telah melaksanakan taktik PAGAR BETIS, suatu bentuk pengerahan daja-mampu wilajah, dimana rakjat diikut-sertakan didalam operasi-operasi militer. Didalam pelaksanaannja, rakjat tidak diumpankan kepada keganasan gerombolan DI-TII/SMK, oleh karena mereka senantiasa berada dibawah perlindungan kuat dari anggauta-anggauta SILIWANGI. Gambar diatas memperlihatkan keadaan saung PAGAR BETIS didaerah operasi front terdepan.''<noinclude></noinclude>
eyeptjjeunx47xlwf8upo9vqkxp4y7j
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/668
104
98779
283572
274609
2026-05-07T06:13:50Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283572
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 668 crop).jpg|nirbing|pus]]
''Ini bukan gambar Anggauta-anggauta Resimen Mahawarman, akan tetapi memperlihatkan saat-saat upatjara penutupan WALA dikota Bandung jang dilakukan oleh Panglima Siliwangi Ke-VII, Kolonel R.A. Kosasih, jang merupakan pula WALA Angkatan Pertama diseluruh Indonesia. dalam rangka usaha pembinaan wilajah, dimana para Pemuda, Peladjar dan Mahasiswa mendapat gemblengan/latihan kemiliteran dari Siliwangi''<noinclude></noinclude>
6qko3sz4b0x7tdc52ej00x6xuu8zj9z
283573
283572
2026-05-07T06:14:04Z
Ichi Ocha
26099
283573
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 668 crop).jpg|nirbing|pus]]
''Ini bukan gambar Anggauta-anggauta Resimen Mahawarman, akan tetapi memperlihatkan saat-saat upatjara penutupan WALA dikota Bandung jang dilakukan oleh Panglima Siliwangi Ke-VII, Kolonel R.A. Kosasih, jang merupakan pula WALA Angkatan Pertama diseluruh Indonesia. dalam rangka usaha pembinaan wilajah, dimana para Pemuda, Peladjar dan Mahasiswa mendapat gemblengan/latihan kemiliteran dari Siliwangi.''<noinclude></noinclude>
a6d62u53c08p02gq2fu322721eleyp6
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/741
104
98780
283113
274680
2026-05-06T23:47:13Z
Rubyracha
25170
283113
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>'''Perburuhan (tenaga).'''<br>
Melihat banjak dan luasnja tanah erfpacht jang diusahakan oleh bangsa asing itu, dapatlah dibajangkan bahwa untuk ini diperlukan tenaga berpuluh ribu pekerdja (tenaga-tenaga).
Sebelumnja tahun 1924, jaitu sebelum dibukanja perkebunan-perkebunan besar seperti sekarang di Sumatera Tengah, pada umumnja pekerdja-pekerdja ini terdiri dari penduduk asli.
Hal ini disebabkan karena pada waktu itu perkebunan-perkebunan bangsa asing itu hanja ditanami kopi, tjengkeh dan kulit manis dan percelen ini berdampingan erat dengan tanahtanah jang diusahakan sendiri oleh rakjat desa (seperti onderneming teh „Halaban” sekarang).
Dari itu maka pemilik-pemilik dan pengusaha-pengusahanja dengan mudah memperoleh tenaga pekerdja. Dan djumlah pekerdja ini dapat pula dibatasi demikian rupa, disebabkan karena beberapa faktor, jaitu:
{{PUU-nomor|n=a|Pembukaan tanah baru dilakukan dengan tjara berangsur-angsur.
|Fabrikasi dari penghasilan masih sangat sederhana, dan tidak memerlukan tenaga- tenaga ahli.
|Berhubung dengan kesuburan tanah, maka pemeliharaan tanaman dan pengolahan tanah tidak begitu diperlukan,
|Tanaman, seperti kopi dan tjengkeh merupakan, seizoenbloeiers" (Tanaman jang hasilnja dipungut pada musim tertentu), maka pemakaian tenaga tetap tidak begitu dipentingkan.}}
Kemudian, setelah terdjadi perubahan-perubahan besar mengenai perkebunan bangsa asing itu, maka faktor-faktor tersebut diatas tidak dapat dipertahankan lebih lama lagi. Hal ini disebabkan karena: turunnja harga kopi dan penguasa-penguasa penanaman ini sama membongkar pohon kopinja dan menggantinja dengan teh, kina dan kelapa sawit. Penggantian ini djuga mendorong mereka untuk membuka tanah-tanah baru.
Perlombaan membuka tanah baru dan pembaharuan tanaman pada perkebunan-perkebunan lama, membutuhi tenaga-tenaga jang lebih terikat dan tetap. Pekerdja jang terdiri dari penduduk asli seperti selama ini, tidak dapat dipakai lagi, karena beberapa
sebab diantaranja:
{{PUU-nomor|n=a|Letaknja perkebunan-perkebunan jang baru dibuka itu djauh dari pusat masjarakat desa. Dan karena tidak adanja suatu sjarat jang mengikat pekerdja-pekerdja itu, untuk tetap berada pada tempatnja bekerdja, maka pengusaha-pengusaha tidak merasa terdjamin atas kesempurnaan usahanja.}}<noinclude>{{rh|||'''733'''}}</noinclude>
ak4ctftsosmuwtjm2s69k6bwbz6zu4t
283125
283113
2026-05-07T00:05:56Z
Rubyracha
25170
283125
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>'''Perburuhan (tenaga).'''
Melihat banjak dan luasnja tanah erfpacht jang diusahakan oleh bangsa asing itu, dapatlah dibajangkan bahwa untuk ini diperlukan tenaga berpuluh ribu pekerdja (tenaga-tenaga).
Sebelumnja tahun 1924, jaitu sebelum dibukanja perkebunan-perkebunan besar seperti sekarang di Sumatera Tengah, pada umumnja pekerdja-pekerdja ini terdiri dari penduduk asli.
Hal ini disebabkan karena pada waktu itu perkebunan-perkebunan bangsa asing itu hanja ditanami kopi, tjengkeh dan kulit manis dan percelen ini berdampingan erat dengan tanahtanah jang diusahakan sendiri oleh rakjat desa (seperti onderneming teh „Halaban” sekarang).
Dari itu maka pemilik-pemilik dan pengusaha-pengusahanja dengan mudah memperoleh tenaga pekerdja. Dan djumlah pekerdja ini dapat pula dibatasi demikian rupa, disebabkan karena beberapa faktor, jaitu:
{{PUU-nomor|n=a|Pembukaan tanah baru dilakukan dengan tjara berangsur-angsur.
|Fabrikasi dari penghasilan masih sangat sederhana, dan tidak memerlukan tenaga- tenaga ahli.
|Berhubung dengan kesuburan tanah, maka pemeliharaan tanaman dan pengolahan tanah tidak begitu diperlukan,
|Tanaman, seperti kopi dan tjengkeh merupakan, seizoenbloeiers" (Tanaman jang hasilnja dipungut pada musim tertentu), maka pemakaian tenaga tetap tidak begitu dipentingkan.}}
Kemudian, setelah terdjadi perubahan-perubahan besar mengenai perkebunan bangsa asing itu, maka faktor-faktor tersebut diatas tidak dapat dipertahankan lebih lama lagi. Hal ini disebabkan karena: turunnja harga kopi dan penguasa-penguasa penanaman ini sama membongkar pohon kopinja dan menggantinja dengan teh, kina dan kelapa sawit. Penggantian ini djuga mendorong mereka untuk membuka tanah-tanah baru.
Perlombaan membuka tanah baru dan pembaharuan tanaman pada perkebunan-perkebunan lama, membutuhi tenaga-tenaga jang lebih terikat dan tetap. Pekerdja jang terdiri dari penduduk asli seperti selama ini, tidak dapat dipakai lagi, karena beberapa
sebab diantaranja:
{{PUU-nomor|n=a|Letaknja perkebunan-perkebunan jang baru dibuka itu djauh dari pusat masjarakat desa. Dan karena tidak adanja suatu sjarat jang mengikat pekerdja-pekerdja itu, untuk tetap berada pada tempatnja bekerdja, maka pengusaha-pengusaha tidak merasa terdjamin atas kesempurnaan usahanja.}}<noinclude>{{rh|||'''733'''}}</noinclude>
1tv635vliljra3sitnvlx3c2v2tijk5
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/666
104
98787
283574
274624
2026-05-07T06:15:16Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283574
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{c|Pasal 4}}
::Ketentuan-ketentuan diatas, tidak mempengaruhi landasan dan bebas aktif politik Luar Negeri Republik Indonesia.
{| style="margin-left: auto; margin-right: 0; text-align: left;"
| Dikeluarkan di: Djakarta
|-
| Pada tanggal : 5 Djuli 1966
|-
| style="text-align: center; padding-top: 1em;" | ''Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara''
|-
| style="text-align: center;" | ''Republik Indonesia''
|-
| style="text-align: center; padding-top: 1em;" | ''Ketua,''
|-
| style="text-align: center;" | ''ttd''
|-
| style="text-align: center;" | (DR. A.H. NASUTION)
|-
| style="border-top: 1px solid black; text-align: center;" | DJENDERAL TNI
|}
{| style="width: 100%; background: transparent; margin-top: 2em;"
| style="width: 50%; text-align: center; vertical-align: top;" |
''Wakil Ketua,''<br />''ttd''<br />(OSA MALIKI)
| style="width: 50%; text-align: center; vertical-align: top;" |
''Wakil Ketua,''<br />''ttd''<br />(H. M. SUBCHAN Z.E.)
|-
| style="padding-top: 2em; text-align: center; vertical-align: top;" |
''Wakil Ketua,''<br />''ttd''<br />(M. SIREGAR)
| style="padding-top: 2em; text-align: center; vertical-align: top;" |
''Wakil Ketua,''<br />''ttd''<br />({{sp|MASHUDI}})
<div style="width: 200px; border-top: 1px solid black; margin: 0 auto;">BRIGDJEN TNI</div>
|}
Dengan telah dinjatakan bubarnja Partai Komunis Indonesia, maka sebagian dari TRITURA telah terpenuhi. Tetapi hal ini tidaklah berarti bahwa perdjuangan menumpas kontra-revolusi G30 S/PKI beserta Gerpolnja telah selesai. Kita masih harus tetap waspada bahwa usaha golongan ex PKI dan ormas-ormasnja masih tetap melantjarkan kegiatannja, selama mereka masih dapat bergerak dan selama usaha mereka belum mendapatkan hasil perdjuangannja. Perdjuangan mereka sekarang lain lagi tjorak-ragamnja, jaitu memasuki lapangan apa sadja jang dapat dipergunakan untuk meneruskan usaha-usaha mereka, sehingga kewaspadaan serta kesiap-siagaan kita masih tetap diharapkan. Dan dalam hal ini, "maung-maung” Siliwangi siap-siaga untuk menerkam mangsanja !<noinclude>{{rh|628}}</noinclude>
6mmwn33cwqy9r5u2rb1z2ysau5vzob2
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/659
104
98819
282959
274694
2026-05-06T15:55:47Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282959
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Tindakan ABRI tidak kekanan dan tidak pula kekiri, tetapi berdasarkan pedoman dan petundjuk kerdja jang telah ditentukan oleh Pemerintah guna memusnahkan usaha G30S jang didalangi oleh PKI.
Berdasarkan fakta-fakta objektif dan berdasarkan Dasar Hukum Negara Republik Indonesia jang Pantja Sila dan terutama dengan landasan djeritan Hati Nurani Rakjat serta AMPERA, lahirlah Surat Perintah Presiden tertanggal 11 Maret 1966, jang antara lain berisi perintah kepada Major Djenderal Suharto, untuk atas nama Presiden/Pangti ABRI/Pembesrev, mengambil segala tindakan jang dianggap perlu untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan Pribadi dan kewibawaan pimpinan Presiden/Pangti ABRI/PBR/Mandataris MPRS, demi keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran dari Pemimpin Besar Revolusi.
Surat Perintah dari Presiden itu terkenal dengan nama "SP 11 Maret” atau Supersemar”.
Adapun lengkapnja daripada Surat Perintah itu adalah sebagai berikut:
{{c|PRESIDEN
<br>REPUBLIK INDONESIA
<br>
<br>{{sp|'''SURAT-PERINTAH'''}}}}
{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-top: 1em;"
| style="vertical-align:top; width: 2.5em;" | I.
| colspan="2" | ''MENGINGAT :''
|-
|
| style="vertical-align:top; width: 2.5em; padding-top: 0.5em;" | 1.1.
| style="padding-top: 0.5em;" | Tingkatan Revolusi sekarang ini, keadaan Politik baik Nasional maupun Internasional;
|-
|
| style="vertical-align:top; width: 2.5em; padding-top: 0.5em;" | 1.2.
| style="padding-top: 0.5em;" | Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Pemimpin Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966.
|-
| style="vertical-align:top; width: 2.5em; padding-top: 1em;" | II.
| colspan="2" style="padding-top: 1em;" | ''MENIMBANG :''
|-
|
| style="vertical-align:top; width: 2.5em; padding-top: 0.5em;" | 2.1.
| style="padding-top: 0.5em;" | Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintah dan djalannja Revolusi.
|}<noinclude>{{rh|621}}</noinclude>
s2jy3bl6a9w47zr4vvnchp8c50k28i7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/742
104
98824
283108
274708
2026-05-06T23:35:59Z
Rubyracha
25170
283108
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=2|Keadaan physicologie rakjat penduduk asli daerah ini jang
menurut pengalaman pengusaha-pengusaha itu tidak dapat dipaksa untuk bekerdja setjara teratur diperkebunan-perkebunan bangsa asing.
|Sukarnja memperoleh pekerdja-pekerdja jang dibutuhkan dan murah harganja, untuk keperluan pembukaan tanah baru, apalagi karena pembukaan ini dilakukan hampir serentak.}}
Dari itu, untuk memetjahkan kesulitan-kesulitan dan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga ini, maka didatangkanlah tenagatenaga pekerdja dari pulau Djawa, jaitu tenaga-tenaga jang pada waktu itu dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Sudah tentu sadja pandangan dan penghargaan terhadap pekerdja-pekerdja. jang disebut dengan istilah ,,kuli kontrak" itu djauh lebih rendah dari pada pandangan dan penghargaan terhadap pekerdja-pekerdja selama ini (rakjat asli).<br><br>
'''Keadaan pekerdja-pekerdja pada selama masa pendudukan Djepang.'''<br>
Mungkin kurang perlu disini dibitjarakan betapa keadaan pekerdja-pekerdja perkebunan asing itu dizaman pendjadjahan Belanda, karena pengalaman-pengalaman dan penderitaan mereka akan bertjorak sama bila kedudukan mereka djuga sama, jaitu sama-sama „kuli kontrak". Walau diperkebunan mana djuga mereka dipekerdjakan, masjarakat kuli diperkebunan bangsa asing pada achir zaman pendjadjahan Belanda, adalah masjarakat jang sangat bobrok, masjarakat kerdja-paksa jang disertai dengan siksa dan aniaja, masjarakat djiwa dan perasaan jang ditindas dan djasad dan tenaga jang diperas.
Betapa pula dizaman pendudukan Djepang?
Karena produksi perkebunan-perkebunan itu tidak dapat diexport lagi kedunia luar sedang untuk kebutuhan dalam negeri sudah melebihi dari semestinja, maka nasib pekerdja-pekerdja perkebunan itu tidak sama sekali.
Selagi tentera Djepang masih dapat memperoleh tenaga-tenaga penduduk asli sebagai romusha, maka bekas-bekas kuli kontrak jang ditelantarkan itu, terpaksa mentjari pekerdjaan lain, karena tidak ada lagi sesuatu jang mengikat mereka pada pekerdjaan mereka jang lama. Dengan djalan demikian, maka mulailah terbuka djalan keluar. Mereka sekarang bekerdja sendiri, baik sebagai pekerdja-pekerdja jang menerima upah harian jang bekerdja dikebun-kebun dan disawah-sawah penduduk asli, maupun sebagai pekerdja bebas (kuli dikota-kota) dan lain-lain sebagainja.
Disamping itu tidak pula sedikit diantara mereka jang dipaksa untuk mendjadi romusha dan dikirim keluar negeri oleh pemerintah militer Djepang.<noinclude>{{rh|'''734'''}}</noinclude>
n2xcb4me0v5xgfyabtj092ikx1cb2u9
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/634
104
98831
282975
274722
2026-05-06T16:06:14Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka
sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
<br>Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga. </ol>
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
356dqytyn24psqfifbupiapgs2ot66i
282977
282975
2026-05-06T16:06:55Z
Suga Widi
25678
282977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
<br>Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga. </ol>
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
azv1fzu9nvkkrifszll29xrkcp86n9u
282980
282977
2026-05-06T16:07:25Z
Suga Widi
25678
282980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
<br>Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga. </ol>
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
41bejmw8f7trho8cnxmxgci1qf048bb
282981
282980
2026-05-06T16:08:04Z
Suga Widi
25678
282981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
{{tab}}
<br>Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga. </ol>
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
l6bbvcgzg2j0ped6i1fkv3959fgt4lr
282982
282981
2026-05-06T16:08:34Z
Suga Widi
25678
282982
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga. </ol>
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
l2h14lqz2rcs7jvlfwczfhjd0iipruq
282986
282982
2026-05-06T16:09:31Z
Suga Widi
25678
282986
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
<ol>
:Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga.
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
5yaglm2wit97dkp3trazi7lyg789zjm
282987
282986
2026-05-06T16:09:51Z
Suga Widi
25678
282987
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
<ol>
Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga.
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
3oru2umsrmswzikz7e0k5ow4puttces
282990
282987
2026-05-06T16:10:33Z
Suga Widi
25678
282990
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
</ol>
Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga.
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
72j0lbow5jhmsia7p2nk9r843mdotsk
282992
282990
2026-05-06T16:10:56Z
Suga Widi
25678
282992
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
</ol>
:Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga.
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
d214t2pthggfw065xagzd67zw1cykn6
282993
282992
2026-05-06T16:11:23Z
Suga Widi
25678
282993
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li value='2'>Dengan telah diumumkannja pembentukan apa jang mereka sebut ”Dewan Revolusi Indonesia” dan menganggap Kabinet Dwikora sudah demisioner, maka djelas orang-orang ”Gerakan 30 September” adalah orang-orang kontra-revolusioner jang telah melakukan pengambil-alihan kekuasaan Negara RI dari tangan PJM Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, disamping mereka telah melakukan pentjulikan terhadap beberapa Perwira Tinggi Angkatan Darat.
</ol>
::Masjarakat diharap tenang dan tetap waspada serta siap siaga.
{{block right|align=center|Djakarta, 1 Oktober 1965.
<br>Pimpinan Sementara Angkatan Darat
<br>Republik Indonesia
<br>ttd.
<br>{{sp|'''SOEHARTO'''}}
{{rule|12em}}
MAJOR DJENDERAL — TNI}}
Pada malam hari itu djuga tanggal 1 Oktober 1965, ibukota Djakarta telah dapat dikuasai sepenuhnja. Pemberontakan PKI dengan G 30 S-nja jang kontra-revolusi itu telah dapat dihantjurkan.
Usaha-usaha selandjutnja adalah mentjari Perwira-perwira TNI-AD jang ditjulik G 30 S/PKI pada pagi subuh tanggal 1 Oktober 1965 serta mengedjar dan menghantjurkan pasukan-pasukan G 30 S/PKI jang telah mundur keluar dari ibukota Djakarta, jang terutama menudju kedaerah terugval-basis mereka disekitar Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah.
Untuk mendjaga keamanan instalasi-instalasi vital diibukota Djakarta, maka pada tanggal 2 Oktober 1965 telah dikerahkan Brigade Mobil AKRI dan dengan demikian seluruh pasukan TNI-AD dan ALRI jang diterdjunkan dalam rangka menghantjurkan pemberontakan G30 S/PKI, sekarang dapat langsung sepenuhnja dikerahkan untuk tugas-tugas operatief.<noinclude>{{rh|596}}</noinclude>
dr1hgaxruymw7u6qe4t0zrfwvkkpg2c
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/660
104
98849
282961
274748
2026-05-06T15:57:05Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282961
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-spacing: 0; margin-top: 1em
| style="vertical-align:top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align:top; width: 2.5em; padding-top: 0.5em;" | 2.2.
| style="padding-top: 0.5em;" | Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta segala adjaran-adjarannja.
|-
|
|}
{| style="background:transparent; border-spacing: 0; line-height: 1.4;"
| style="vertical-align:top; width: 2.5em;" | III.
| colspan="3" | ''MEMUTUSKAN/MEMERINTAHKAN :''
|-
|
| style="vertical-align:top; width: 6em; padding-top: 0.5em;" | Kepada
| style="vertical-align:top; width: 1.5em; padding-top: 0.5em;" | :
| style="padding-top: 0.5em;" | LETNAN DJENDERAL SUHARTO, MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT,
|-
|
| style="vertical-align:top; padding-top: 0.8em;" | Untuk
| style="vertical-align:top; padding-top: 0.8em;" | :
| style="padding-top: 0.8em;" | Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi,
|-
|
|
|
| style="padding-top: 1em;" |
{| style="background:transparent; border-spacing: 0;"
| style="vertical-align:top; width: 2em;" | 1.
| Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu, untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.
|-
| style="vertical-align:top; width: 2em; padding-top: 0.8em;" | 2.
| style="padding-top: 0.8em;" | Mengadakan Koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan-Angkatan lain dengan sebaik-baiknja.'''<br />'''Supaja melaporkan segala sesuatu jang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggungdjawabnja seperti tersebut diatas.'''
|}
|}
{| style="background:transparent; border-spacing: 0; line-height: 1.4;"
| style="vertical-align:top; width: 2.5em;" | IV.
| colspan="1" | ''SELESAI.''
|-
|}
{{c|Djakarta, 11 Maret 1966.
<br>
<br>''Presiden/Panglima Tertanggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS''
<br>''ttd''
<br>
<br>{{sp|'''SUKARNO'''}}}}
Bagi Letnan Djenderal Suharto, Surat Perintah tersebut merupakan dasar sumber hukum untuk mengambil tindakan-tindakan<noinclude>{{rh|622}}</noinclude>
1m4ahyxso6ulcg3uwz24ivo467x909w
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/608
104
98887
282830
274800
2026-05-06T15:15:39Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::kan kedaerah masing-masing untuk mentjegah pandangan-pandangan jang keliru sebagai "habis manis sepah dibuang”, dan untuk lebih mempermudah djalannja segala sesuatu usaha perdjuangan di Indonesia Timur.
<ol type="#" start="3">
<li>Untuk mentjegah kekatjauan selandjutnja di Sulawesi Selatan, sebaiknja kepada pasukan-pasukan gerilja diberi status dan diresmikan mendjadi satuan-satuan territorial sekalipun sementara, dan seterusnja berangsur-angsur dikembalikan kemasjarakat.</li>
<li>Langkah pertama didalam usaha kita untuk mengembalikan keamanan didaerah-daerah Indonesia Timur dilakukan dengan memperhatikan supaja hasrat dari rakjat didaerah itu jang tidak merugikan kemerdekaan dan persatuan nasional patut dihargai, karena kembali kepada kebudajaan pendidikan dan kesadaran nasional dimasing-masing daerah.</li>
<li>Kepada kami (Kahar Muzakar) sebagai seorang perwira, jang tidak dipertjajai oleh jang diperatas dari pimpinan Angkatan Perang, baiklah diberi tugas jang dipandang tidak merugikan, misalnja dalam Bagian Penerangan didaerah-daerah Indonesia Timur.</li></ol>
Demikianlah isi surat dari Kahar Muzakar jang dibuat setelah terdjadinja Peristiwa Kapten Andi Azis di Makassar jang telah dikirimkan kepada Pemerintah Pusat RIS dan Pimpinan APRIS di Djakarta. Sampai dimana persesuaian antar isi surat ini dengan kenjataan jang dilakukan oleh Kahar Muzakar, dapatlah dibahas dalam kedjadian-kedjadian selandjutnja jang menjangkut petualang tersebut diatas.
a. '''Penjelesaian Pasukan Gerilja.'''
Kedatangan Kahar Muzakar di Makassar dalam tahun 1950 itu pada mulanja memang mendapat sambutan hangat dari para anggauta "ekspedisi Sulawesi” dan ia berusaha untuk mengumpulkan para geriljawan guna disalurkan kedalam Angkatan Perang ataupun dikembalikan ke masjarakat. Mereka kemudian {{hws|dikumpul|kan}}<noinclude>{{rh|570}}</noinclude>
97wz7ngr0laj9e6oz24w05ryzifaxn1
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/614
104
98901
283074
276360
2026-05-06T21:46:38Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283074
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 614 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|{{sp|'''D. GERUNGAN'''}}}}
{{c|''Gembong DI-TII /Kahar Muzakar jang mendjadi „Menteri Pertahanan”, achirnja tertangkap djuga. Ia tertangkap karena rokok! Ja, Gerungan memang seorang pentjandu rokok. Ia tak bisa hidup tanpa rokok dan rokok itu pulalah jang menjebabkan ia tjelaka.''}}<noinclude></noinclude>
l23eazjckcx3bmpxrw7rzu4uufhoctg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/747
104
98909
282926
274887
2026-05-06T15:46:22Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, ada salah tanda petik
282926
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>jang pada tahun 1940 menghasilkan 25.000 Kg sebulan dengan 750 orang buruh, tahun 1950 hanja menghasilkan 4.636 Kg dengan tenaga dari 436 orang pekerdja.<br>Orang tidak usah mentjari dan menjelidiki djauh sumber-sumber kemunduran itu. Sebagai diterangkan selama menghadapi agresi Belanda ke-II, sebahagian besar diantara perkebunan-perkebunan itu mengalami kerusakan-kerusakan, terutama alat-alat dan bangunan-bangunannja.<br>Untuk memulihkan kembali kerusakan-kerusakan itu, penguasapenguasa dan pemilik-pemilik tidak mempunjai kesanggupan sebagai seharusnja. Kesulitan-kesulitan untuk memperoleh tenaga-tenaga pekerdja djuga merupakan suatu soal pokok jang menjebabkan masih terlalu rendahnja produksi perkebunan-perkebunan itu. Selain dari tidak mungkin dapat didatangkan kuli-kuli dari luar daerah ini sebagai biasa dilakukan pada masa sebelumnja, kuli-kuli dan pekerdja-pekerdja jang masih ada sekarang djuga tidak mau diri mereka harus terikat pada pekerdjaannja sebagai pada zaman jang lampau itu. Disamping faktor-faktor jang njata itu, masih banjak lagi faktor-faktor jang lain jang menjebabkan sebahagian diantara pemilik-pemilik perkebunan itu tidak mau meneruskan usaha dan pekerdjaannja pada waktu ini. Beberapa buah diantara tanah-tanar konsessi perkebunan bangsa asing itu masih tinggal terbengkalai. Tanamannja dibiarkan sadja merimba dengan tidak dipelihara. Dari itu, pada beberapa tempat sekarang terdapat, ,,hutan (rimba) teh" dan „hutan getah”.<br>Tapi disamping itu, ada pula diantaranja jang bekerdja lebih giat dan lebih produktip dari masa sebelum Perang Dunia II. Kebun kina Pinang Awan/Ulu Bangko (Solok) umpamanja, jang pada achir zaman pendjadjahan Belanda menghasilkan 30.000 Kg sebulan dengan tenaga 500 orang pekerdja tetap, sekarang menghasilkan 25.657 Kg sebulan dengan tenaga hanja dari 148 orang pekerdja sadja. Begitupun dengan kebun getah ,,Tandikat Lama (Padang/Pariaman) jang pada tahun 1940 menghasilkan 15.000 Kg getah dalam sebulan dengan 750 orang kuli tetap, sekarang dengan 138 orang pekerdja dapat menghasilkan ± 7.500 Kg. getah tiap bulan tiap bulan.<br>Kebun kelapa sawit Ophir (Pasaman) jang pada zaman berachirnja pendjadjahan Belanda belum produktip, masa pendudukan Djepang baru dipungut hasilnja.<br>Hari ini dengan tenaga pekerdja dari 1300 orang, kebun ini dapat menghasilkan 17.500 Kg minjak setiap bulan.<br>Dari tjatatan diatas, dapat dibajangkan betapa keadaan perkebunan itu seluruhnja pada waktu ini.<br>Dan untuk melengkapkan uraian ini, dapat pula dinjatakan, bahwa banjak djuga diantara erfpacht-percelen, terutama tanah-<noinclude>{{rh|||'''739'''}}</noinclude>
8ntyc2incs87wlxzan1lcgkujd1aq9e
283106
282926
2026-05-06T23:32:54Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283106
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>jang pada tahun 1940 menghasilkan 25.000 Kg sebulan dengan 750 orang buruh, tahun 1950 hanja menghasilkan 4.636 Kg dengan tenaga dari 436 orang pekerdja.
Orang tidak usah mentjari dan menjelidiki djauh sumber-sumber kemunduran itu. Sebagai diterangkan selama menghadapi agresi Belanda ke-II, sebahagian besar diantara perkebunan-perkebunan itu mengalami kerusakan-kerusakan, terutama alat-alat dan bangunan-bangunannja.
Untuk memulihkan kembali kerusakan-kerusakan itu, penguasapenguasa dan pemilik-pemilik tidak mempunjai kesanggupan sebagai seharusnja. Kesulitan-kesulitan untuk memperoleh tenaga-tenaga pekerdja djuga merupakan suatu soal pokok jang menjebabkan masih terlalu rendahnja produksi perkebunan-perkebunan itu. Selain dari tidak mungkin dapat didatangkan kuli-kuli dari luar daerah ini sebagai biasa dilakukan pada masa sebelumnja, kuli-kuli dan pekerdja-pekerdja jang masih ada sekarang djuga tidak mau diri mereka harus terikat pada pekerdjaannja sebagai pada zaman jang lampau itu. Disamping faktor-faktor jang njata itu, masih banjak lagi faktor-faktor jang lain jang menjebabkan sebahagian diantara pemilik-pemilik perkebunan itu tidak mau meneruskan usaha dan pekerdjaannja pada waktu ini. Beberapa buah diantara tanah-tanar konsessi perkebunan bangsa asing itu masih tinggal terbengkalai. Tanamannja dibiarkan sadja merimba dengan tidak dipelihara. Dari itu, pada beberapa tempat sekarang terdapat, „hutan (rimba) teh” dan „hutan getah”.
Tapi disamping itu, ada pula diantaranja jang bekerdja lebih giat dan lebih produktip dari masa sebelum Perang Dunia II. Kebun kina Pinang Awan/Ulu Bangko (Solok) umpamanja, jang pada achir zaman pendjadjahan Belanda menghasilkan 30.000 Kg sebulan dengan tenaga 500 orang pekerdja tetap, sekarang menghasilkan 25.657 Kg sebulan dengan tenaga hanja dari 148 orang pekerdja sadja. Begitupun dengan kebun getah ,,Tandikat Lama (Padang/Pariaman) jang pada tahun 1940 menghasilkan 15.000 Kg getah dalam sebulan dengan 750 orang kuli tetap, sekarang dengan 138 orang pekerdja dapat menghasilkan ± 7.500 Kg. getah tiap bulan tiap bulan.
Kebun kelapa sawit Ophir (Pasaman) jang pada zaman berachirnja pendjadjahan Belanda belum produktip, masa pendudukan Djepang baru dipungut hasilnja.
Hari ini dengan tenaga pekerdja dari 1300 orang, kebun ini dapat menghasilkan 17.500 Kg minjak setiap bulan.
Dari tjatatan diatas, dapat dibajangkan betapa keadaan perkebunan itu seluruhnja pada waktu ini.
Dan untuk melengkapkan uraian ini, dapat pula dinjatakan, bahwa banjak djuga diantara erfpacht-percelen, terutama tanah-<noinclude>{{rh|||'''739'''}}</noinclude>
8p5k01sagbtgdy3s0co8vpjyljmavn3
283107
283106
2026-05-06T23:33:34Z
Rubyracha
25170
283107
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>jang pada tahun 1940 menghasilkan 25.000 Kg sebulan dengan 750 orang buruh, tahun 1950 hanja menghasilkan 4.636 Kg dengan tenaga dari 436 orang pekerdja.
Orang tidak usah mentjari dan menjelidiki djauh sumber-sumber kemunduran itu. Sebagai diterangkan selama menghadapi agresi Belanda ke-II, sebahagian besar diantara perkebunan-perkebunan itu mengalami kerusakan-kerusakan, terutama alat-alat dan bangunan-bangunannja.
Untuk memulihkan kembali kerusakan-kerusakan itu, penguasapenguasa dan pemilik-pemilik tidak mempunjai kesanggupan sebagai seharusnja. Kesulitan-kesulitan untuk memperoleh tenaga-tenaga pekerdja djuga merupakan suatu soal pokok jang menjebabkan masih terlalu rendahnja produksi perkebunan-perkebunan itu. Selain dari tidak mungkin dapat didatangkan kuli-kuli dari luar daerah ini sebagai biasa dilakukan pada masa sebelumnja, kuli-kuli dan pekerdja-pekerdja jang masih ada sekarang djuga tidak mau diri mereka harus terikat pada pekerdjaannja sebagai pada zaman jang lampau itu. Disamping faktor-faktor jang njata itu, masih banjak lagi faktor-faktor jang lain jang menjebabkan sebahagian diantara pemilik-pemilik perkebunan itu tidak mau meneruskan usaha dan pekerdjaannja pada waktu ini. Beberapa buah diantara tanah-tanar konsessi perkebunan bangsa asing itu masih tinggal terbengkalai. Tanamannja dibiarkan sadja merimba dengan tidak dipelihara. Dari itu, pada beberapa tempat sekarang terdapat, „hutan (rimba) teh” dan „hutan getah”.
Tapi disamping itu, ada pula diantaranja jang bekerdja lebih giat dan lebih produktip dari masa sebelum Perang Dunia II. Kebun kina Pinang Awan/Ulu Bangko (Solok) umpamanja, jang pada achir zaman pendjadjahan Belanda menghasilkan 30.000 Kg sebulan dengan tenaga 500 orang pekerdja tetap, sekarang menghasilkan 25.657 Kg sebulan dengan tenaga hanja dari 148 orang pekerdja sadja. Begitupun dengan kebun getah „Tandikat Lama (Padang/Pariaman) jang pada tahun 1940 menghasilkan 15.000 Kg getah dalam sebulan dengan 750 orang kuli tetap, sekarang dengan 138 orang pekerdja dapat menghasilkan ± 7.500 Kg. getah tiap bulan tiap bulan.
Kebun kelapa sawit Ophir (Pasaman) jang pada zaman berachirnja pendjadjahan Belanda belum produktip, masa pendudukan Djepang baru dipungut hasilnja.
Hari ini dengan tenaga pekerdja dari 1300 orang, kebun ini dapat menghasilkan 17.500 Kg minjak setiap bulan.
Dari tjatatan diatas, dapat dibajangkan betapa keadaan perkebunan itu seluruhnja pada waktu ini.
Dan untuk melengkapkan uraian ini, dapat pula dinjatakan, bahwa banjak djuga diantara erfpacht-percelen, terutama tanah-<noinclude>{{rh|||'''739'''}}</noinclude>
pitrzzu05n9b9q3x7xlrltmfx4c4uxf
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/619
104
98917
283077
274854
2026-05-06T22:34:00Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283077
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 619 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|{{sp|'''D. GERUNGAN'''}}}}
{{c|''Gembong DI-TII ini jang merupakan orang kedua sesudah Kahar Muzakar dan mendjabat sebagai "menteri pertahanan DI-TII/Kahar Muzakar" telah berhasil ditangkap oleh anak-anak SILIWANGI pada tanggal 19 Djuli 1965. Rokoklah jang menjebabkan ia berhasil diringkus. Dengan tertangkapnja gembong DI-TII ini, maka keamanan di Sulawesi Selatan/Tenggara telah mendjadi pulih dan pembangunan disegala bidang dapat dilaksanakan lagi dengan penuh kegiatan.''}}<noinclude></noinclude>
jcjy8p93dd3z3hnk9csywufy0fglp4k
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/517
104
98924
282553
274913
2026-05-06T12:21:07Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282553
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon.
<li>Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
ho902mq2kj27wm4p8cgqebjkjscocze
282554
282553
2026-05-06T12:21:55Z
Suga Widi
25678
282554
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>{{hanging indent|Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon.}}
<li>Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
bi52xlbb96332weej5a30lbwcb58ix9
282555
282554
2026-05-06T12:22:34Z
Suga Widi
25678
282555
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
{{hanging indent|Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon.}}
<li>Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
o2rvi4wsyjvktfpjdfp2u7rvru04gav
282558
282555
2026-05-06T12:23:40Z
Suga Widi
25678
282558
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon
<li>{{hanging indent|Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.}}
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
trky99dmidbo68zw0kgdl3bbc4gvu28
282560
282558
2026-05-06T12:24:17Z
Suga Widi
25678
282560
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon
<li>{{hanging indent|Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.}}
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>{{hanging indent|Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.}}
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
dgtgkjmjgrligwbebpx2ysumk5qlsn3
282563
282560
2026-05-06T12:25:30Z
Suga Widi
25678
282563
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon
<li>{{hanging indent|Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.}}
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>{{hanging indent|Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.}}
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>{{hanging indent|Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.}}
<li>Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
eylvr0q0u5abvvg3u9w7v3kghr40hdw
282564
282563
2026-05-06T12:26:15Z
Suga Widi
25678
282564
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon
<li>{{hanging indent|Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.}}
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>{{hanging indent|Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.}}
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>{{hanging indent|Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.}}
<li>{{hanging indent|Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.}}
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur Staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
gx4aj6b2blu0ieo8dj5utoy51lh3yox
282566
282564
2026-05-06T12:27:30Z
Suga Widi
25678
282566
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol type='a'>
<li>Kontingen Indonesia, dengan inti kekuatan 1 Bataljon
<li>{{hanging indent|Kontingen Maroko, dengan kekuatan 1 Brigade terdiri atas 3 Bataljon.}}
<li>Kontingen Ethiopia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Tunisia, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Ghana, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>Kontingen Nigeria, terdiri atas 3 Bataljon.
<li>{{hanging indent|Kontingen Republik Arab Persatuan, terdiri atas 1 Bataljon PARA.}}
<li>Kontingen Swedia, terdiri atas 1 Bataljon.
<li>Kontingen Irlandia, terdiri atas 2 Bataljon.
<li>Kontingen Liberta, terdiri atas 1 Kompi.
<li>{{hanging indent|Kontingen Malaya, terdiri semula hanja atas 1 Bataljon kemudian ditambah mendjadi 2 Bataljon.}}
<li>{{hanging indent|Kontingen India, baru datang kemudian dan terdiri atas 2 Bataljon, diantaranja 1 Bataljon Gurkha, dibantu oleh Sendjata Bantuan terdiri dari Mortir 80, anti-tank recoilles 75 mm, dan panser-panser bermeriam.}}
</ol>
Djumlah seluruhnja jang merupakan pasukan-tempur adalah lebih kurang 20.000 orang. Kontingen-kontingen lainnja terdiri atas unsur-unsur staf dan pemeliharaan.
'''Penempatan JON Garuda II di Kongo.'''
<ol type='a'>
<li>''Tugas JON Garuda II.''</li>
Tugas jang dibebankan kepada JON Garuda II — disini untuk selandjutnja JON KUDJANG I/Siliwangi disebut JON Garuda II — dalam rangka PBB adalah sesuai dengan tugas militer PBB, jaitu memelihara keamanan dan ketertiban untuk memungkinkan lantjarnja pemerintahan Pemerintah Kongo jang sjah.
Selain daripada itu, JON Garuda II memikul dipundaknja tugas negara, jaitu sebagai duta bangsa Indonesia pada umumnja dan TNI pada chususnja.
<li>''Perentjanaan pelaksanaan tugas-militer PBB. ''</li>
Dengan adanja tugas militer jang berkisar pada bidang
politik jang mendjadi tugas Jon Garuda II itu, maka di-<noinclude>{{rh|||479}}</noinclude>
sj22wp4ek5fe9grtdw21vum68yk215n
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/643
104
98926
283068
274892
2026-05-06T21:23:21Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283068
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[File:Ex Letnan Kolonel Untung.jpg|center|500px|frameless]]
{{c|'''Ex Letnan Kolonel UNTUNG'''}}''Gembong G 30 S/PKI dari apa jang menamakan dirinja „Ketua Dewan Revolusi Indonesia”, setelah berhasil melewati daerah kekuasaan „maung-maung” Siliwangi, achirnja tertangkap pula diwilajah Djawa Tengah, untuk kemudian diserahkan kepada SILIWANGI, guna selandjutnja, dibawah kawalan keras, diangkut ke Djakarta untuk mempertanggungdjawabkan segala perbuatan-chianatnja terhadap Negara, Rakjat Indonesia, PANTJASILA, SAPTA MARGA dan SUMPAH PERADJURIT.
{{nop}}<noinclude></noinclude>
ic2jjsb95lnkioqsptrrk74e0j4bz0t
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/604
104
98933
283072
274924
2026-05-06T21:44:40Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283072
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 604 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|'''KAHAR MUZAKAR'''}}
{{c|''Gembong DI-TII jang melakukan terror didaerah Sulawesi Selatan/Tenggara ini, jang menamakan dirinja “Presiden/Chalifah Negara Republik Persatuan Islam Indonesia”, berhasil ditembak mati ditempat persembunjiannja, dalam suatu sergapan jang dilakukan Putera-putera Siliwangi pada tanggal 8 Pebruari 1965, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.''}}<noinclude></noinclude>
qzvrmi1w4okru5u2w9ovvmkip066yr3
283073
283072
2026-05-06T21:45:48Z
Aeia aai
24023
283073
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 604 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|{{sp|'''KAHAR MUZAKAR'''}}}}
{{c|''Gembong DI-TII jang melakukan terror didaerah Sulawesi Selatan/Tenggara ini, jang menamakan dirinja “Presiden/Chalifah Negara Republik Persatuan Islam Indonesia”, berhasil ditembak mati ditempat persembunjiannja, dalam suatu sergapan jang dilakukan Putera-putera Siliwangi pada tanggal 8 Pebruari 1965, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.''}}<noinclude></noinclude>
pedi9hozpzm2rdgx72nvboiomre3e9s
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/750
104
98934
283101
275028
2026-05-06T23:27:01Z
Rubyracha
25170
283101
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Dalam tahun 1952 dan tahun 1953 telah dan sedang didirikan 4 kandang lagi, 1 kandang karantina, dipbak, tambahan rumah pekerdja d.l.l. Sekiranja ini selesai semuanja, maka selesai pulalah pemulihan tempat peternakan ini.
Disamping membangun tempat peternakan itu diusahakan pula untuk memperluas pekerdjaannja dengan mendirikan lagi 4 rumah pekerdja dengan keluarga, recreatie zaal buat pekerdja-pekerdja, surau, tempat permandian untuk umum, kandang-kandang ajam, dan penetasannja, perluasan padang rumput d.l.l.
Sampai pada dewasa ini dipelihara disini 42 ekor sapi perahan, 96 ekor biri-biri, 10 ekor kambing, 63 ekor ajam luar negeri dan 53 ekor kuda, diantaranja 5 ekor kuda Arab asli. Disini njatalah. bahwa opset dari peternakan ini ialah untuk mendjadikannja sentral peternakan buat Sumatera Tengah. Dalam zaman Belanda dahulu
hanjalah sentral buat peternakan kuda sadja. Sajang pimpinannja sampai sekarang, oleh karena kekurangan Dokter Hewan, masih dirangkapkan djuga pada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah I, sehingga ini dipandang tidak effectief, karena peternakan ini memerlukan pimpinan jang tersendiri.
Minat dari rakjat sangat tertarik pada tempat peternakan ini jang dapat dilihat dari perkundjungan penindjauan jang dilakukan oleh berbagai-bagai golongan ketempat ini.
{{PUU-pasal|II. PEMBANGUNAN TEMPAT PETERNAKAN BARU DI SUMATERA TENGAH.
{{PUU-nomor|n=a|''Tempat peternakan ajam di Djalan Limbukan Pajakumbuh.''<br>
Didjalan Limbukan Pajakumbuh telah dibeli 7 H.A. tanah pada awal tahun 1951. Ditempat ini telah didirikan beberapa kandang ajam dan kandang itik. Selandjutnja didatangkan dari Djawa untuk diternakkan , ajam- ajam luar negeri dan itik-itik
Tegal. Djuga telah didirikan rumah-rumah pekerdja, dan sedang dibangunkan Kantor buat Dokter Hewan.
Kepada rakjat diberi kesempatan membeli ajam-ajam luar negeri atau telur-telurnja.
|''Tempat peternakan ajam di Djalan Panorama Bukittinggi.''<br>
Didjalan Panorama Bukittinggi telah dibeli pula sebidang tanah, dimana pada awal tahun 1952 telah didirikan kandangkandang ajam dan broedinrichting beserta kantor . Djuga telah didatangkan dari Australia ajam-ajam luar negeri djenis Red, Australorp dan Leghorn, ajam-ajam mana sampai sekarang telah menghasilkan telur-telur jang dipergunakan untuk memperbanjak ternak ini.}}}}<noinclude>{{rh|'''742'''}}</noinclude>
1h741izgmj63462xtuhmdp2wwlt972m
283103
283101
2026-05-06T23:29:55Z
Rubyracha
25170
283103
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Dalam tahun 1952 dan tahun 1953 telah dan sedang didirikan 4 kandang lagi, 1 kandang karantina, dipbak, tambahan rumah pekerdja d.l.l. Sekiranja ini selesai semuanja, maka selesai pulalah pemulihan tempat peternakan ini.
Disamping membangun tempat peternakan itu diusahakan pula untuk memperluas pekerdjaannja dengan mendirikan lagi 4 rumah pekerdja dengan keluarga, recreatie zaal buat pekerdja-pekerdja, surau, tempat permandian untuk umum, kandang-kandang ajam, dan penetasannja, perluasan padang rumput d.l.l.
Sampai pada dewasa ini dipelihara disini 42 ekor sapi perahan, 96 ekor biri-biri, 10 ekor kambing, 63 ekor ajam luar negeri dan 53 ekor kuda, diantaranja 5 ekor kuda Arab asli. Disini njatalah. bahwa opset dari peternakan ini ialah untuk mendjadikannja sentral peternakan buat Sumatera Tengah. Dalam zaman Belanda dahulu
hanjalah sentral buat peternakan kuda sadja. Sajang pimpinannja sampai sekarang, oleh karena kekurangan Dokter Hewan, masih dirangkapkan djuga pada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah I, sehingga ini dipandang tidak effectief, karena peternakan ini memerlukan pimpinan jang tersendiri.
Minat dari rakjat sangat tertarik pada tempat peternakan ini jang dapat dilihat dari perkundjungan penindjauan jang dilakukan oleh berbagai-bagai golongan ketempat ini.
{{PUU-pasal|II. PEMBANGUNAN TEMPAT PETERNAKAN BARU DI SUMATERA TENGAH.}}
{{PUU-nomor|n=a|''Tempat peternakan ajam di Djalan Limbukan Pajakumbuh.''}}
Didjalan Limbukan Pajakumbuh telah dibeli 7 H.A. tanah pada awal tahun 1951. Ditempat ini telah didirikan beberapa kandang ajam dan kandang itik. Selandjutnja didatangkan dari Djawa untuk diternakkan, ajam-ajam luar negeri dan itik-itik
Tegal. Djuga telah didirikan rumah-rumah pekerdja, dan sedang dibangunkan Kantor buat Dokter Hewan.
Kepada rakjat diberi kesempatan membeli ajam-ajam luar negeri atau telur-telurnja.
|''Tempat peternakan ajam di Djalan Panorama Bukittinggi.''}}
Didjalan Panorama Bukittinggi telah dibeli pula sebidang tanah, dimana pada awal tahun 1952 telah didirikan kandangkandang ajam dan broedinrichting beserta kantor . Djuga telah didatangkan dari Australia ajam-ajam luar negeri djenis Red, Australorp dan Leghorn, ajam-ajam mana sampai sekarang telah menghasilkan telur-telur jang dipergunakan untuk memperbanjak ternak ini.<noinclude>{{rh|'''742'''}}</noinclude>
kybn3jos60dkp16c5k3b95vbnc2dqr8
283104
283103
2026-05-06T23:30:26Z
Rubyracha
25170
283104
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Dalam tahun 1952 dan tahun 1953 telah dan sedang didirikan 4 kandang lagi, 1 kandang karantina, dipbak, tambahan rumah pekerdja d.l.l. Sekiranja ini selesai semuanja, maka selesai pulalah pemulihan tempat peternakan ini.
Disamping membangun tempat peternakan itu diusahakan pula untuk memperluas pekerdjaannja dengan mendirikan lagi 4 rumah pekerdja dengan keluarga, recreatie zaal buat pekerdja-pekerdja, surau, tempat permandian untuk umum, kandang-kandang ajam, dan penetasannja, perluasan padang rumput d.l.l.
Sampai pada dewasa ini dipelihara disini 42 ekor sapi perahan, 96 ekor biri-biri, 10 ekor kambing, 63 ekor ajam luar negeri dan 53 ekor kuda, diantaranja 5 ekor kuda Arab asli. Disini njatalah. bahwa opset dari peternakan ini ialah untuk mendjadikannja sentral peternakan buat Sumatera Tengah. Dalam zaman Belanda dahulu
hanjalah sentral buat peternakan kuda sadja. Sajang pimpinannja sampai sekarang, oleh karena kekurangan Dokter Hewan, masih dirangkapkan djuga pada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah I, sehingga ini dipandang tidak effectief, karena peternakan ini memerlukan pimpinan jang tersendiri.
Minat dari rakjat sangat tertarik pada tempat peternakan ini jang dapat dilihat dari perkundjungan penindjauan jang dilakukan oleh berbagai-bagai golongan ketempat ini.
{{PUU-pasal|II. PEMBANGUNAN TEMPAT PETERNAKAN BARU DI SUMATERA TENGAH.}}
{{PUU-nomor|n=a|''Tempat peternakan ajam di Djalan Limbukan Pajakumbuh.''}}
Didjalan Limbukan Pajakumbuh telah dibeli 7 H.A. tanah pada awal tahun 1951. Ditempat ini telah didirikan beberapa kandang ajam dan kandang itik. Selandjutnja didatangkan dari Djawa untuk diternakkan, ajam-ajam luar negeri dan itik-itik
Tegal. Djuga telah didirikan rumah-rumah pekerdja, dan sedang dibangunkan Kantor buat Dokter Hewan.
Kepada rakjat diberi kesempatan membeli ajam-ajam luar negeri atau telur-telurnja.
{{PUU-nomor|n=a|m=2|''Tempat peternakan ajam di Djalan Panorama Bukittinggi.''}}
Didjalan Panorama Bukittinggi telah dibeli pula sebidang tanah, dimana pada awal tahun 1952 telah didirikan kandangkandang ajam dan broedinrichting beserta kantor . Djuga telah didatangkan dari Australia ajam-ajam luar negeri djenis Red, Australorp dan Leghorn, ajam-ajam mana sampai sekarang telah menghasilkan telur-telur jang dipergunakan untuk memperbanjak ternak ini.<noinclude>{{rh|'''742'''}}</noinclude>
i9s9mo9vcp40r2idfs818cq8xmrinkx
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/627
104
98936
283098
274916
2026-05-06T23:24:37Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283098
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><ol>Dewan Revolusi Daerah ini adalah kekuasaan tertinggi untuk daerah jang bersangkutan, dan jang di Provinsi dan Kabupaten pekerdjaannja dibantu oleh Badan Pemerintah Harian (BPH) masing-masing sedangkan Ketjamatan dan Desa dibantu oleh Pimpinan Front Nasional setempat jang terdiri dari orang-orang jang mendukung Gerakan 30 September tanpa reserve.</ol>
<ol type="I" start="5">
<li>Presidium Dewan Revolusi Indonesia terdiri dari Komandan dan Wakil-wakil Komandan Gerakan 30 September, Komandan dan Wakil-wakil Komandan Gerakan 30 September adalah Ketua dan Wakil-wakil Ketua Dewan Revolusi Indonesia.</li>
<li>Segera sesudah pembentukan Dewan Revolusi Daerah, Ketua Dewan Revolusi jang bersangkutan harus melaporkan kepada Dewan Revolusi setingkat diatasnja tentang susunan lengkap anggota Dewan. Dewan-dewan Revolusi Provinsi harus mendapat pensahan tertulis dari Presidium Dewan Revolusi Indonesia, Dewan-dewan Revolusi Kabupaten harus mendavat pensahan tertulis dari Dewan Revolusi Provinsi, dan Dewan Revolusi Ketjamatan dan Desa harus mendapat pensahan tertulis dari Dewan Revolusi Kabupaten.</li>
</ol>
{{hii|2|0}}
Djakarta, 1 Oktober 1965.
{{Right|KOMANDAN GERAKAN 30 SEPTEMBER}}
{|{{ts|margin-left:2em|vtp}}
|Komandan || : ||Letnan Kolonel Untung.
|-
|Wakil Komandan || : ||Brig. Djen. Supardjo.
|-
|{{gap}} ” {{gap}} ” || : ||Letnan Kolonel Udara Heru.
|-
|{{gap}} ” {{gap}} ” || : ||Kolonel Laut Sunardi.
|-
|{{gap}} ” {{gap}} ” || : ||Adjun Komisaris Besar Polisi Anwas.
|}
(Diumumkan oleh bagian Penerangan Gerakan 30 September pada tanggal 1 Oktober 1965).{{div end}}<noinclude></noinclude>
qwi74qvaz1k7pvl9ich72ucrzj4ty0v
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/520
104
98941
282599
274936
2026-05-06T12:44:49Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282599
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
<ol type='a' start='3'>
<li>''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''</li>
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
adzkjllrwkxgqbhcy01iezgmfsihly8
282602
282599
2026-05-06T12:46:43Z
Suga Widi
25678
282602
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
{{Puu-nomor|n=c
|''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''}}
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
sz0x3cyavxwzeshyz6binnmctafga4x
282603
282602
2026-05-06T12:47:08Z
Suga Widi
25678
282603
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
{{PUU-nomor|n=c
|''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''}}
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
8bq05dwn1nlpkmllfhh285a3u03nzlu
282606
282603
2026-05-06T12:47:48Z
Suga Widi
25678
282606
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c.''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
iyultfx03s944crfll8n5uumksxcmxa
282607
282606
2026-05-06T12:48:12Z
Suga Widi
25678
282607
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c.''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
qswkjcnvmwz8rkmr30867vnx66zpk20
282609
282607
2026-05-06T12:48:53Z
Suga Widi
25678
282609
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
::Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
gu7d40m9pq88muqjgsj9wv8u5x1dz64
282612
282609
2026-05-06T12:49:33Z
Suga Widi
25678
282612
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
<li>''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''</li>
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
2a7bq3crimgptd91snjjfx1y6wyuumg
282614
282612
2026-05-06T12:50:30Z
Suga Widi
25678
282614
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
67mx5w38ev3qf1i8gcxjrnfv2bzoprb
282616
282614
2026-05-06T12:51:14Z
Suga Widi
25678
282616
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.'' <br>Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
pjw5nssb2u80rz0a2tyugfobei36lb6
282617
282616
2026-05-06T12:51:46Z
Suga Widi
25678
282617
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
:Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
it520n83yrc8o55uow4uzs1v0lgnotw
282619
282617
2026-05-06T12:52:47Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282619
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
:Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
:Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
lp3lvsiy7bhilje2ud89z2hz8mosbak
282620
282619
2026-05-06T12:53:11Z
Suga Widi
25678
282620
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
::Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
:Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
p1joyag3jsyeugmj2i1lgca0fy2ywgh
282622
282620
2026-05-06T12:53:51Z
Suga Widi
25678
282622
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::melantjarkan logistik dan keuangan. Guna mendapatkan idee atau gambaran tentang tjara dan program menstabilisasi keamanan dan daerah, serta situasi atau keadaan politik, dipandang dari sudut pimpinan perwakilan politik ONUC, diperlukan pula pemetjahan jang tepat.
::Apabila persoalan pemikiran mengenai hubungan dengan perwakilan ONUC itu mengalami kematjetan ataupun dalam pelaksanaan menstabilisasikan keamanan terdapat perbedaan pendapat diantara fihak Indonesia dan Chief Administration ONUC didaerah, bagaimana tjaranja mendobrak impasse ini ke HOS melalui Staf KOTINDO (Staf Kontingen Indonesia), maupun melalui perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Leopoldville.
c. ''Rentjana pelaksanaan tugas ”Duta”.''
:Mengenai tugas ”duta” ini, sebagai "duta” bangsa pada umumnja dan TNI pada chususnja, dimaksudkan ialah untuk memperkenalkan kepribadian Indonesia dalam arti kata jang luas, jaitu:
#Kepribadian Manusia-manusia Indonesia.
#Kepribadian Bangsa Indonesia.
#Kepribadian Tentara Nasional Indonesia (TNI/ABRI).
#Pembangunan Angkatan Bersendjata Indonesia.
#Tanah Air Indonesia.
#Negara Indonesia, dengan Pemerintahan serta Faham Politiknja.
#Dasar Negara Indonesia, jaitu PANTJASILA.
#Keadaan jang sudah ditjapai dan dititik beratkan kepada segi-segi kemadjuan dalam bidang pembangunan dan pendidikan.
d. ''Persiapan untuk pelaksanaan tugas.''
#Bidang Organisasi.
::Bataljon Garuda II merupakan salah satu unsur dari Kontingen Indonesia, jang terdiri atas Staf Kontingen (KOTINDO), Bataljon, dan Detasemen Polisi Militer.</ol><noinclude>{{rh|482}}</noinclude>
kctoi1081x9bnghzh3qoa5d8bnivolu
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/441
104
98949
283316
274952
2026-05-07T03:35:38Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283316
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 441 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|''Kolonel Inf. A.E. Kawilarang, selaku Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi ke NIT, sedang memberi perintah kepada Letnan Kolonel Inf. Suharto, Komandan Brigade 10/„Mataram”.''}}
{{Right|''(foto: Peristiwa Sulawesi Selatan)''}}<noinclude></noinclude>
s4usj0t6pjno74vrvw0pjoz3f9dfeta
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/888
104
98951
283006
275157
2026-05-06T16:20:45Z
Link PB
26772
/* Bermasalah */
283006
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>Penataran jang letaknja sebelah Utara Ibu-Kota Kabupaten Blitar. Dalam menindjau dan menilai peninggalan-peninggalan djaman purbakala perlu sekali diperhatikan faktor-faktor historisch, technisch dan psychologisch, sebab terpentjarnja artja-artja atau barang-barang purbakala ditempat-tempat jang tidak tertentu itu, telah mempengaruhi masjarakat disekitarnja jang dapat menimbulkan bermatjam-matjam fikiran dan tafsiran. Ada jang menganggap barang-barang tersebut keramat (barang „tiban” jang tidak diketahui dari mana asalnja) dan mempunjai roch jang dapat memberikan rachmat kepada manusia. Kepertjajaan-kepertjajaan jang terdapat pada masjarakat sekitar barang-barang itu seolah-olah animistisch atau dinamistisch, sehingga menghilangkan dasar kenjataan hubungannja dengan sedjarah. Keadaan jang sedemikian ini sudah mendjadi adat, terbukti dimana tempat barang-barang itu mesti di-naluri, misalnja diberi bunga, membakar kemenjan, berselamatan dan lain sebagainja. Kepertjajaan tersebut mempengaruhi pula pada orang-orang jang telah memeluk agama Islam jang pada dasarnja dikutuk oleh agama.
Tjandi Penataran boleh dikatakan masih lengkap, pula besar pengaruhnja karena dianggap keramat. Tidak sedikit orang jang datang berkundjung dengan maksud minta diberi rachmat. Selain itu dapat menarik pula pada para touristen untuk melihat bangunannja jang menggambarkan ke-agungan Keradjaan pada abad-abad itu dan semua pembikinannja. Menurut sedjarah jang terdekat pada abad ke-XII sampai ke-XIII, semendjak Radja Tri Buwana Tungga Dewi sampai Radja Hajam Wuruk, tjandi Penataran ini diperbaiki dan diperbesar oleh Radja Hajam Wuruk, sebab pada abad itu Radja Hajam Wuruk mulai memelih perkembangan agama dengan tidak memperbeda-bedakan agama Islam jang dipeluk oleh Rakjatnja. Artja-artja atau barang-barang kuna jang tersebar ditempat-tempat dan terletak didalam daerah Kabupaten Blitar itu asalnja dari tjandi Penataran. Tersebarnja barang-barang tersebut tidak lain karena adanja bentjana jang diakibatkan oleh peperangan sebelum adanja Radja Hajam Wuruk atau dari adanja lahar gunung Kelud pada tahun-tahun jang lalu. Rakjat jang menghindarkan diri dari bentjana tersebut berusaha mengamankan artja-artja jang dianggap berisi roch Dewa-Dewa itu ke-tempat pengungsian.
Adapun pengaruh mempertjajai pada roch ini masih mendalam dikalangan masjarakat sehingga sekarang ini terutama di Daerah Karesidenan Kediri dimana barang-barang peninggalan jang mengandung sedjarah itu masih ditempatkan dengan baik-baik. Misalnja mBah Pradah jang berwudjud kempul (gamelan) jang kini ada di Lodojo, dan di Desa Kepeh barang-barang berupa wajang jang dibikin dari kaju dan lain-lain, artja di Desa Pakel Suruhwadang dan Gaprang Ketjamatan Lodojo.
Salah satu tjontoh lagi artja Ganesja anak dari Sjiwa dan Dewi Durga, jang disebut pula Dewa Ketjerdasan terletak di dukuh Bara dekat kali Brantas di Desa Tuliskrija Ketjamatan Sanan-Kulon jang disebut orang mbah Gadjah. Menurut penjelidikan artja tersebut dahulunja ada hubungannja dengan tjandi Sumberdjati jang terletak di Desa Tjinde. Adapun pemindahan artja tersebut dilakukan oleh Belanda jang<noinclude></noinclude>
3w9ydlqgeg4r8fhhs9o3sx56p5qysqv
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/521
104
98952
282626
274983
2026-05-06T12:55:19Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282626
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Jang mendjadi inti dari Jon Garuda II adalah Jon 330/ Kudjang I/Siliwangi.
::Untuk dapat mendjamin tugas militer dan tugas duta tersebut dimuka dengan sempurna, maka difikirkan "streamlining” dari Organisasi Roi II mendjadi suatu Organisasi Bataljon chusus Garuda II.
::Dalam bidang tugas-militer diadakan tambahan kekuatan dari Kompi Bantuan dengan satu Peleton recoilles 75 mm dari KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut), sedang dalam bidang tugas duta, ditambahkan suatu Team Penerangan Bataljon jang luas dan kuat.
::Team Sedjarah Militer dengan Kelompok Filmnja mendjamin dokumentasi dari kedjadian-kedjadian dan pengalaman-pengalaman dengan sempurna.
::Untuk pemeliharaan moril, maka ditambahkan Team DJAKAD (Kesedjahteraan Angkatan Darat; URRIL, (Urusan Moril), jang mentjakup suatu kelompok urusan Pos Tentara.
::Selain daripada itu, diadakan pula perluasan pada orgaan Kesatuan dan Perhubungan.
<ol type="#" start="2">
<li>''Bidang Personil.''</li>
Dalam beberapa bahagian jang terpenting, diadakan penguatan personil, sehingga untuk bahagian termaksud terdjadi peninggian personil tambahan jang datangnja terutama dari KODAM VI/SILIWANGI sendiri, akan tetapi ada beberapa personil dari KODAM lain.
<li>''Bidang Logistik.''</li>
Persiapan logistik, baik untuk tugas militer maupun untuk tugas duta, telah dilaksanakan dengan teliti dan sempurna.
<br>Untuk tugas militer telah diadakan perbaikan dan penambahan dalam bidang perlengkapan peperangan, persendjataan, perhubungan, kesehatan, sedangkan dalam bidang angkutan, sesuai dengan laporan Advance Group, hanja diperlengkapi dengan kendaraan-kendaraan ketjil sadja.<noinclude>{{rh|||483}}</noinclude>
2w6sh6bwbkfqc6j87c9zxemyo66oe1z
282627
282626
2026-05-06T12:57:13Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
282627
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Jang mendjadi inti dari Jon Garuda II adalah Jon 330/ Kudjang I/Siliwangi.
::Untuk dapat mendjamin tugas militer dan tugas duta tersebut dimuka dengan sempurna, maka difikirkan "streamlining” dari Organisasi Roi II mendjadi suatu Organisasi Bataljon chusus Garuda II.
::Dalam bidang tugas-militer diadakan tambahan kekuatan dari Kompi Bantuan dengan satu Peleton recoilles 75 mm dari KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut), sedang dalam bidang tugas duta, ditambahkan suatu Team Penerangan Bataljon jang luas dan kuat.
::Team Sedjarah Militer dengan Kelompok Filmnja mendjamin dokumentasi dari kedjadian-kedjadian dan pengalaman-pengalaman dengan sempurna.
::Untuk pemeliharaan moril, maka ditambahkan Team DJAKAD (Kesedjahteraan Angkatan Darat; URRIL, (Urusan Moril), jang mentjakup suatu kelompok urusan Pos Tentara.
::Selain daripada itu, diadakan pula perluasan pada orgaan Kesatuan dan Perhubungan.
<ol type="#" start="2">
<li>''Bidang Personil.''</li>
Dalam beberapa bahagian jang terpenting, diadakan penguatan personil, sehingga untuk bahagian termaksud terdjadi peninggian personil tambahan jang datangnja terutama dari KODAM VI/SILIWANGI sendiri, akan tetapi ada beberapa personil dari KODAM lain.
<li>''Bidang Logistik.''</li>
Persiapan logistik, baik untuk tugas militer maupun untuk tugas duta, telah dilaksanakan dengan teliti dan sempurna.
<br>Untuk tugas militer telah diadakan perbaikan dan penambahan dalam bidang perlengkapan peperangan, persendjataan, perhubungan, kesehatan, sedangkan dalam bidang angkutan, sesuai dengan laporan Advance Group, hanja diperlengkapi dengan kendaraan-kendaraan ketjil sadja.<noinclude>{{rh|||483}}</noinclude>
9ltp8oxowsiny9qob7d4ps6j5avjdqm
282628
282627
2026-05-06T12:57:49Z
Suga Widi
25678
282628
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Jang mendjadi inti dari Jon Garuda II adalah Jon 330/ Kudjang I/Siliwangi.
::Untuk dapat mendjamin tugas militer dan tugas duta tersebut dimuka dengan sempurna, maka difikirkan "streamlining” dari Organisasi Roi II mendjadi suatu Organisasi Bataljon chusus Garuda II.
::Dalam bidang tugas-militer diadakan tambahan kekuatan dari Kompi Bantuan dengan satu Peleton recoilles 75 mm dari KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut), sedang dalam bidang tugas duta, ditambahkan suatu Team Penerangan Bataljon jang luas dan kuat.
::Team Sedjarah Militer dengan Kelompok Filmnja mendjamin dokumentasi dari kedjadian-kedjadian dan pengalaman-pengalaman dengan sempurna.
::Untuk pemeliharaan moril, maka ditambahkan Team DJAKAD (Kesedjahteraan Angkatan Darat; URRIL, (Urusan Moril), jang mentjakup suatu kelompok urusan Pos Tentara.
::Selain daripada itu, diadakan pula perluasan pada orgaan Kesatuan dan Perhubungan.
<ol type="#" start="2">
<li>''Bidang Personil.''</li>
Dalam beberapa bahagian jang terpenting, diadakan penguatan personil, sehingga untuk bahagian termaksud terdjadi peninggian personil tambahan jang datangnja terutama dari KODAM VI/SILIWANGI sendiri, akan tetapi ada beberapa personil dari KODAM lain.
{{tab}}
<li>''Bidang Logistik.''</li>
Persiapan logistik, baik untuk tugas militer maupun untuk tugas duta, telah dilaksanakan dengan teliti dan sempurna.
<br>Untuk tugas militer telah diadakan perbaikan dan penambahan dalam bidang perlengkapan peperangan, persendjataan, perhubungan, kesehatan, sedangkan dalam bidang angkutan, sesuai dengan laporan Advance Group, hanja diperlengkapi dengan kendaraan-kendaraan ketjil sadja.<noinclude>{{rh|||483}}</noinclude>
26udg7rwxenreipgw0kdewejsamhv8p
282629
282628
2026-05-06T12:58:16Z
Suga Widi
25678
282629
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Jang mendjadi inti dari Jon Garuda II adalah Jon 330/ Kudjang I/Siliwangi.
::Untuk dapat mendjamin tugas militer dan tugas duta tersebut dimuka dengan sempurna, maka difikirkan "streamlining” dari Organisasi Roi II mendjadi suatu Organisasi Bataljon chusus Garuda II.
::Dalam bidang tugas-militer diadakan tambahan kekuatan dari Kompi Bantuan dengan satu Peleton recoilles 75 mm dari KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut), sedang dalam bidang tugas duta, ditambahkan suatu Team Penerangan Bataljon jang luas dan kuat.
::Team Sedjarah Militer dengan Kelompok Filmnja mendjamin dokumentasi dari kedjadian-kedjadian dan pengalaman-pengalaman dengan sempurna.
::Untuk pemeliharaan moril, maka ditambahkan Team DJAKAD (Kesedjahteraan Angkatan Darat; URRIL, (Urusan Moril), jang mentjakup suatu kelompok urusan Pos Tentara.
::Selain daripada itu, diadakan pula perluasan pada orgaan Kesatuan dan Perhubungan.
<ol type="#" start="2">
<li>''Bidang Personil.''</li>
Dalam beberapa bahagian jang terpenting, diadakan penguatan personil, sehingga untuk bahagian termaksud terdjadi peninggian personil tambahan jang datangnja terutama dari KODAM VI/SILIWANGI sendiri, akan tetapi ada beberapa personil dari KODAM lain.
<li>''Bidang Logistik.''</li>
Persiapan logistik, baik untuk tugas militer maupun untuk tugas duta, telah dilaksanakan dengan teliti dan sempurna.
<br>Untuk tugas militer telah diadakan perbaikan dan penambahan dalam bidang perlengkapan peperangan, persendjataan, perhubungan, kesehatan, sedangkan dalam bidang angkutan, sesuai dengan laporan Advance Group, hanja diperlengkapi dengan kendaraan-kendaraan ketjil sadja.<noinclude>{{rh|||483}}</noinclude>
bsmq0b1tbqni69h7ogonedpma9oudlh
282630
282629
2026-05-06T12:58:40Z
Suga Widi
25678
282630
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::Jang mendjadi inti dari Jon Garuda II adalah Jon 330/ Kudjang I/Siliwangi.
::Untuk dapat mendjamin tugas militer dan tugas duta tersebut dimuka dengan sempurna, maka difikirkan "streamlining” dari Organisasi Roi II mendjadi suatu Organisasi Bataljon chusus Garuda II.
::Dalam bidang tugas-militer diadakan tambahan kekuatan dari Kompi Bantuan dengan satu Peleton recoilles 75 mm dari KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut), sedang dalam bidang tugas duta, ditambahkan suatu Team Penerangan Bataljon jang luas dan kuat.
::Team Sedjarah Militer dengan Kelompok Filmnja mendjamin dokumentasi dari kedjadian-kedjadian dan pengalaman-pengalaman dengan sempurna.
::Untuk pemeliharaan moril, maka ditambahkan Team DJAKAD (Kesedjahteraan Angkatan Darat; URRIL, (Urusan Moril), jang mentjakup suatu kelompok urusan Pos Tentara.
::Selain daripada itu, diadakan pula perluasan pada orgaan Kesatuan dan Perhubungan.
<ol type="#" start="2">
<li>''Bidang Personil.''</li>
Dalam beberapa bahagian jang terpenting, diadakan penguatan personil, sehingga untuk bahagian termaksud terdjadi peninggian personil tambahan jang datangnja terutama dari KODAM VI/SILIWANGI sendiri, akan tetapi ada beberapa personil dari KODAM lain.
<li>''Bidang Logistik.''</li>
Persiapan logistik, baik untuk tugas militer maupun untuk tugas duta, telah dilaksanakan dengan teliti dan sempurna.
<br>Untuk tugas militer telah diadakan perbaikan dan penambahan dalam bidang perlengkapan peperangan, persendjataan, perhubungan, kesehatan, sedangkan dalam bidang angkutan, sesuai dengan laporan Advance Group, hanja diperlengkapi dengan kendaraan-kendaraan ketjil sadja.<noinclude>{{rh|||483}}</noinclude>
2w6sh6bwbkfqc6j87c9zxemyo66oe1z
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/525
104
98969
283476
275004
2026-05-07T04:46:23Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283476
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 525 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|'''Letnan Djenderal CARL CARLSON VON HORN'''
<br>Supreme Commander ONUC (Pasukan PBB di Kongo)}}
{{c|''Letnan Djenderal Von Horn sedang mengadakan pemeriksaan terhadap pasukan GARUDA II jang terdiri atas Bataljon 330 Kudjang I/SILIWANGI. Pakaian loreng, baret biru (baret hidjau telah diganti) embleem PBB disamping Bhinneka Tunggal Ika, badge SILIWANGI dan GARUDA, pisau komando serta tata-tjara kemiliteran jang menggambarkan kepribadian Bangsa Indonesia, sangat menarik perhatian Sang Djenderal, sehingga kemudian terdjalinlah hubungan bathin antara Panglima Besar Pasukan PBB di Kongo itu dengan anak-anak SILIWANGI.''}}<noinclude></noinclude>
awoorohsubo09qbiyb96ymve1dakilk
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/751
104
98994
283100
275050
2026-05-06T23:26:09Z
Rubyracha
25170
283100
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Dalam tahun 1952/1953 telah dan sedang didirikan tambahan kandang-kandang ajam, rumah pekerdja pakai keluarga dan lain-lain.
Dimaksudkan nantinja ialah untuk mendjual ajam-ajam itu kepada rakjat jang mempunjai minat untuk peternakan ajam, apabila persediaan telah tjukup. Untuk sementara diberi djuga kesempatan kepada peminat-peminat untuk membeli telur dalam
djumlah jang ketjil buat diternakan.
{{PUU-nomor|n=a|m=3|''Tempat peternakan di Udjung Gurun Padang.''<br>
Di Udjung Gurun Padang telah dibuka sebidang tanah untuk mendirikan tempat peternakan. Ditanah ini sekarang telah/sedang didirikan kandang -kandang ajam luar negeri, kandang sapi, Kantor Dokter Hewan dan lain-lain. Tempat ini akan didjadikan tempat peternakan hewan unggas dan sapi perahan.
|''Tempat perusahaan susu dan peternakan itik di Tarok B. Tinggi''<br>
Di Tarok Bukittinggi telah dibeli sebidang tanah dan disini sekarang sedang didirikan sebuah tempat perusahaan sapi perahan dan tempat peternakan itik.
|''Lain-lain objek.''<br>
Untuk menampung ternak-ternak jang sakit jang didatangkan dari luar daerah dengan melalui laut, telah didirikan di Teluk Bajur sebuah kandang karantina, sehingga ternak-ternak sakit jang selama ini dikarantinakan dipadangan sadja, telah dapat
dirawat sebagaimana mestinja.}}
{{c|USAHA-USAHA LANGSUNG TERHADAP PETERNAKAN RAKJAT SAMPAI ACHIR TAHUN 1952.}}
{{PUU-nomor|'''Peternakan kuda.'''<br>
Di Sumatera Tengah, terutama didaerah bekas Keresidenan Sumatera Barat, kuda diternakkan buat dipakai untuk penarik kereta (sado) dan untuk perlombaan-perlombaan patjuan kuda. Didaerah-daerah dimana djalan-djalan tidak begitu baik, dipakai djuga sebagai kuda beban atau kuda tunggang. Didaerah-daerah dimana rakjatnja gemar kepada daging kuda, dilakukan djuga penjembelihan kuda.
Untuk memperbaiki mutu kuda rakjat, oleh Pemerintah ditempatkan dibeberapa wilajah (Kabupaten-kabupaten) kuda bibit Pemerintah, jaitu sedjumlah 14 ekor: 5 ekor di Kabupaten Limapuluh Kota, 3 ekor di Kabupaten Tanah Datar, 3 ekor di Kabu-}}<noinclude>{{rh|||'''743'''}}</noinclude>
l5fde18cf0xmqcvbl3ioh6eqb3j53m5
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/753
104
98995
283097
275077
2026-05-06T23:24:33Z
Rubyracha
25170
283097
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Agam, 3 ekor di Kabupaten Sawah Lunto/Sidjundjung, 15 ekor di Kabupaten Pesisir Selatan/Kerintji, 5 ekor di Kepulauan Mentawai dan 29 ekor di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dengan demikian djumlah pedjantanan jang telah diserahkan memakainja kepada rakjat, mendjadi 153 ekor.
Selandjutnja dibeli dan diserahkan kepada rakjat memeliharanja dengan perdjandjian anaknja dibagi dua, 101 ekor sapi persilangan Ongole jang ditempat 12 ekor di Kabupaten Lima Puluh Kota, beberapa ekor di Kabupaten Agam dan 6 ekor di Kabupaten Solok, 5 ekor di Kabupaten Sawahlunto/Sidjundjung, dan 48 ekor di Kepulauan Mentawai. Ternak ini dapat mereka pakai untuk membadjak, tapi dengan pendjagaan djangan sampai ternak itu terpaksa (rusak) karenanja.
Di Wilajah bahagian Kabupaten Lima Puluh Kota pada kwartal III tahun 1951 diadakan pemberian hadiah terhadap 61 ekor sapi djantan jang baik buat bibit.
Untuk menggiatkan peternakan sapi dalam tahun 1951 di Sumatera Tengah diadakan:
{{PUU-nomor|n=a|Perlombaan sapi di Taram (Kabupaten Lima Puluh Kota) dalam
kwartal II, dan perlombaan sapi di Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar) dalam kwartal III.
|Pertundjukan hewan di Wilajah bahagian Kabupaten Limapuluh Kota pada kwartal IV, pertundjukan sapi di Batusangkar dalam kwartal III dan di Kota Lawas (Padang Pandjang) Kabupaten Tanah Datar dalam kwartal IV.
|Aduan sapi (berlaga) di Kota Lawas Padang Pandjang, aduan mana dilakukan dibawah pengawasan Djawatan Kehewanan, jaitu penambahan attractie dari pertundjukan sapi jang diadakan dalam kwartal IV.}}
Pada pertundjukan dan perlombaan-perlombaan tersebut diatas, Djawatan Kehewanan menjediakan premie-premie atau hadiahhadiah dan membantu sebagian dari ongkos penjelenggaraannja.<br>
Usaha menggiatkan peternakan ini telah nampak hasilnja, terbukti dengan adanja perhatian rakjat jang nampaknja telah mulai bertambah terhadap pemeliharaan sapi-sapinja dengan djalan mengadakan koperasi-koperasi peternakan, pun djuga setjara
perseorangan.
{{PUU-nomor|m=3|'''Peternakan kerbau.'''}}
Peternakan kerbau di Sumatera Tengah terutama ditudjukan untuk keperluan pertanian dan pengangkutan (penarik pedati).<br>Ditempat-tempat dimana rakjatnja karena kemiskinan, tidak sanggup lagi buat membeli ternak ini untuk keperluan pertanian,<noinclude>{{rh|||'''745'''}}</noinclude>
1kfiwobtzyasuga5dmdevdt6gy5hloo
283099
283097
2026-05-06T23:25:23Z
Rubyracha
25170
283099
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Agam, 3 ekor di Kabupaten Sawah Lunto/Sidjundjung, 15 ekor di Kabupaten Pesisir Selatan/Kerintji, 5 ekor di Kepulauan Mentawai dan 29 ekor di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dengan demikian djumlah pedjantanan jang telah diserahkan memakainja kepada rakjat, mendjadi 153 ekor.
Selandjutnja dibeli dan diserahkan kepada rakjat memeliharanja dengan perdjandjian anaknja dibagi dua, 101 ekor sapi persilangan Ongole jang ditempat 12 ekor di Kabupaten Lima Puluh Kota, beberapa ekor di Kabupaten Agam dan 6 ekor di Kabupaten Solok, 5 ekor di Kabupaten Sawahlunto/Sidjundjung, dan 48 ekor di Kepulauan Mentawai. Ternak ini dapat mereka pakai untuk membadjak, tapi dengan pendjagaan djangan sampai ternak itu terpaksa (rusak) karenanja.
Di Wilajah bahagian Kabupaten Lima Puluh Kota pada kwartal III tahun 1951 diadakan pemberian hadiah terhadap 61 ekor sapi djantan jang baik buat bibit.
Untuk menggiatkan peternakan sapi dalam tahun 1951 di Sumatera Tengah diadakan:
{{PUU-nomor|n=a|Perlombaan sapi di Taram (Kabupaten Lima Puluh Kota) dalam
kwartal II, dan perlombaan sapi di Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar) dalam kwartal III.
|Pertundjukan hewan di Wilajah bahagian Kabupaten Limapuluh Kota pada kwartal IV, pertundjukan sapi di Batusangkar dalam kwartal III dan di Kota Lawas (Padang Pandjang) Kabupaten Tanah Datar dalam kwartal IV.
|Aduan sapi (berlaga) di Kota Lawas Padang Pandjang, aduan mana dilakukan dibawah pengawasan Djawatan Kehewanan, jaitu penambahan attractie dari pertundjukan sapi jang diadakan dalam kwartal IV.}}
Pada pertundjukan dan perlombaan-perlombaan tersebut diatas, Djawatan Kehewanan menjediakan premie-premie atau hadiahhadiah dan membantu sebagian dari ongkos penjelenggaraannja.
Usaha menggiatkan peternakan ini telah nampak hasilnja, terbukti dengan adanja perhatian rakjat jang nampaknja telah mulai bertambah terhadap pemeliharaan sapi-sapinja dengan djalan mengadakan koperasi-koperasi peternakan, pun djuga setjara
perseorangan.
{{PUU-nomor|m=3|'''Peternakan kerbau.'''}}
Peternakan kerbau di Sumatera Tengah terutama ditudjukan untuk keperluan pertanian dan pengangkutan (penarik pedati).
Ditempat-tempat dimana rakjatnja karena kemiskinan, tidak sanggup lagi buat membeli ternak ini untuk keperluan pertanian,<noinclude>{{rh|||'''745'''}}</noinclude>
2u2zxh5mo04dp2ypxq0b3qpcueaff0g
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/754
104
99004
282945
275092
2026-05-06T15:52:03Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282945
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah tahun 1951 telah dibelikan 13 ekor kerbau betina jang pemeliharaannja dengan djalan bagi dua anaknja diserahkan kepada rakjat di Wilajah- wilajah Harau dan Luhak (Kabupaten Lima Puluh Kota).<br>
Selandjutnja untuk membantu rakjat di Kolonisasi Margo Joso (Kabupaten Merangin) dan di Kolonisasi Desa Baru (Kabupaten Pasaman) buat memperoleh ternak-ternak ini , telah diserahkan kepada Bupati Merangin untuk Kolonisasi jang pertama uang sedjumlah Rp. 30.000.- pada pertengahan tahun 1951 dan pada triwulan IV tahun 1951 dengan perantaraan Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah buat Kolonisasi jang kedua sedjumlah Rp. 20.000.-.<br>
Makanja pembelian ini tidak langsung dilakukan oleh Djawatan Kehewanan disini, ialah berhubung karena Kolonisasi-kolonisasi tersebut terletak didalam daerah- daerah jang terpentjil jang oleh karenanja mendjadikan satu kesulitan didalam hal pengangkutan ternak-ternak dari luar daerah-daerah itu. Dari uang ini telah dibeli 4 ekor kerbau djantan dan 7 ekor jang betina. Dalam tahun 1952 dibeli lagi 5 ekor kerbau betina dan ditempatkan di Sulit Air Kabupaten Solok.<br>
{{PUU-nomor|m=4|'''Peternakan sapi perahan.'''}}
Peternakan ini di Sumatera Tengah tadinja belumlah begitu menarik perhatian rakjat Indonesia. Perusahaan sapi perahan jang agak teratur hanja baru didapati di Padang kepunjaan bangsa asing.<br>Oleh karena perkembangan bangsa kita dimasa jang akan datang, pasti akan menambah kebutuhan makanan rakjat jang bernilai tinggi seperti susu, mentega dan kedju, dan untuk memberi kesempatan kepada bangsa Indonesia mendirikan perusahaanperusahaan sapi perahan sendiri, oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah dalam triwulan IV thun 1951 telah dimulai memasukkan 21 ekor sapi perahan dari Djawa, jang ditempatkan di Padang Menggatas, tempat mana akan didjadikan sentrum buat peternakan ini.<br>Kepada rakjat akan diberi kesempatan buat mengawinkan sapisapi betina mereka dengan sapi-sapi perahan, jang kemudian hari sedapat mungkin dilakukan dengan menempatkan jang djantan dikampung-kampung jang telah mempunjai perhatian terhadap peternakan ini.<br>Perhatian rakjat sekarang terhadap peternakan ini telah banjak, hanja mereka masih kekurangan pengalaman dan modal.<noinclude>{{rh|'''746'''}}</noinclude>
idvpgcq6tjy89290fjunybsf40syzrm
283095
282945
2026-05-06T23:22:13Z
Rubyracha
25170
283095
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah tahun 1951 telah dibelikan 13 ekor kerbau betina jang pemeliharaannja dengan djalan bagi dua anaknja diserahkan kepada rakjat di Wilajah- wilajah Harau dan Luhak (Kabupaten Lima Puluh Kota).
Selandjutnja untuk membantu rakjat di Kolonisasi Margo Joso (Kabupaten Merangin) dan di Kolonisasi Desa Baru (Kabupaten Pasaman) buat memperoleh ternak-ternak ini, telah diserahkan kepada Bupati Merangin untuk Kolonisasi jang pertama uang sedjumlah Rp. 30.000.- pada pertengahan tahun 1951 dan pada triwulan IV tahun 1951 dengan perantaraan Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah buat Kolonisasi jang kedua sedjumlah Rp. 20.000.-.
Makanja pembelian ini tidak langsung dilakukan oleh Djawatan Kehewanan disini, ialah berhubung karena Kolonisasi-kolonisasi tersebut terletak didalam daerah- daerah jang terpentjil jang oleh karenanja mendjadikan satu kesulitan didalam hal pengangkutan ternak-ternak dari luar daerah-daerah itu. Dari uang ini telah dibeli 4 ekor kerbau djantan dan 7 ekor jang betina. Dalam tahun 1952 dibeli lagi 5 ekor kerbau betina dan ditempatkan di Sulit Air Kabupaten Solok.
{{PUU-nomor|m=4|'''Peternakan sapi perahan.'''}}
Peternakan ini di Sumatera Tengah tadinja belumlah begitu menarik perhatian rakjat Indonesia. Perusahaan sapi perahan jang agak teratur hanja baru didapati di Padang kepunjaan bangsa asing.<br>Oleh karena perkembangan bangsa kita dimasa jang akan datang, pasti akan menambah kebutuhan makanan rakjat jang bernilai tinggi seperti susu, mentega dan kedju, dan untuk memberi kesempatan kepada bangsa Indonesia mendirikan perusahaanperusahaan sapi perahan sendiri, oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah dalam triwulan IV thun 1951 telah dimulai memasukkan 21 ekor sapi perahan dari Djawa, jang ditempatkan di Padang Menggatas, tempat mana akan didjadikan sentrum buat peternakan ini.<br>Kepada rakjat akan diberi kesempatan buat mengawinkan sapisapi betina mereka dengan sapi-sapi perahan, jang kemudian hari sedapat mungkin dilakukan dengan menempatkan jang djantan dikampung-kampung jang telah mempunjai perhatian terhadap peternakan ini.<br>Perhatian rakjat sekarang terhadap peternakan ini telah banjak, hanja mereka masih kekurangan pengalaman dan modal.<noinclude>{{rh|'''746'''}}</noinclude>
asxb8obc6v1u4gs3jjt8epzno4a6rsj
283096
283095
2026-05-06T23:23:33Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283096
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah tahun 1951 telah dibelikan 13 ekor kerbau betina jang pemeliharaannja dengan djalan bagi dua anaknja diserahkan kepada rakjat di Wilajah- wilajah Harau dan Luhak (Kabupaten Lima Puluh Kota).
Selandjutnja untuk membantu rakjat di Kolonisasi Margo Joso (Kabupaten Merangin) dan di Kolonisasi Desa Baru (Kabupaten Pasaman) buat memperoleh ternak-ternak ini, telah diserahkan kepada Bupati Merangin untuk Kolonisasi jang pertama uang sedjumlah Rp. 30.000.- pada pertengahan tahun 1951 dan pada triwulan IV tahun 1951 dengan perantaraan Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah buat Kolonisasi jang kedua sedjumlah Rp. 20.000.-.
Makanja pembelian ini tidak langsung dilakukan oleh Djawatan Kehewanan disini, ialah berhubung karena Kolonisasi-kolonisasi tersebut terletak didalam daerah- daerah jang terpentjil jang oleh karenanja mendjadikan satu kesulitan didalam hal pengangkutan ternak-ternak dari luar daerah-daerah itu. Dari uang ini telah dibeli 4 ekor kerbau djantan dan 7 ekor jang betina. Dalam tahun 1952 dibeli lagi 5 ekor kerbau betina dan ditempatkan di Sulit Air Kabupaten Solok.
{{PUU-nomor|m=4|'''Peternakan sapi perahan.'''}}
Peternakan ini di Sumatera Tengah tadinja belumlah begitu menarik perhatian rakjat Indonesia. Perusahaan sapi perahan jang agak teratur hanja baru didapati di Padang kepunjaan bangsa asing.
Oleh karena perkembangan bangsa kita dimasa jang akan datang, pasti akan menambah kebutuhan makanan rakjat jang bernilai tinggi seperti susu, mentega dan kedju, dan untuk memberi kesempatan kepada bangsa Indonesia mendirikan perusahaanperusahaan sapi perahan sendiri, oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah dalam triwulan IV thun 1951 telah dimulai memasukkan 21 ekor sapi perahan dari Djawa, jang ditempatkan di Padang Menggatas, tempat mana akan didjadikan sentrum buat peternakan ini.
Kepada rakjat akan diberi kesempatan buat mengawinkan sapisapi betina mereka dengan sapi-sapi perahan, jang kemudian hari sedapat mungkin dilakukan dengan menempatkan jang djantan dikampung-kampung jang telah mempunjai perhatian terhadap peternakan ini.
Perhatian rakjat sekarang terhadap peternakan ini telah banjak, hanja mereka masih kekurangan pengalaman dan modal.<noinclude>{{rh|'''746'''}}</noinclude>
bx3zfsh6av5une0pq5ue216dzn1z0uk
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/572
104
99008
283773
275108
2026-05-07T10:05:45Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Keesokan harinja mulai dari pagi betul, pesawat terbang Belanda telah sibuk mendjatuhkan pamflet-pamflet menjatakan perbuatan sewenang-wenang jang telah dilakukan oleh T.R.I. Front Utara dalam daerah kekuasaan Belanda , memasang mijn jang diluar perikemanusiaan itu, dan ini semuanja adalah mendjadi tanggung djawab Komandan Divisi III ( Kolonel Ismael Lengah ) dan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja mestilah diselesaikan oleh Kolonel Ismael Lengah dan kalau penjelesaiannja tidak tertjapai, maka seluruh Markas T.R.I. jang di Sumatera Barat akan dihantjurkan (dibom) sekaligus. Demikianlah bunji pamflet itu jang dibawahnja ditanda tangani oleh Komandan Tentera Belanda ,,U" Brigade Kolonel J.Sluyters. Belum sampai lagi pamflet itu ditanah, pemboman besar-besaran telah dilakukan dan begitu djuga mustang telah menembak dengan hebatnja. Beberapa bom ukuran luar biasa jang beratnja kira-kira 600 atau 700 kg telah dilepaskan oleh pesawat Belanda menudju markas T.R.I. Front Utara Pasar Usang.
Dengan sekedjap mata sadja bom-bom jang ukurannja luar biasa itu telah menghantjurkan markas T.R.I. Pasar Usang dan mempunjai kira-kira 15 meter garis menengah dan 5 meter dalamnja bekas ledakan dan ini adalah ledakan jang paling hebat di Sumatera Tengah.
Setelah persetudjuan Linggardjati, ditentukanlah garis demarkasi sebelah timur Front Utara, jaitu dari Nanggalo ke Padang dan sebelah djalan besar adalah dari penghabisan pelabuhan pesawat terbang Tabing (tidak termasuk stasion Tabing) terus ke Padang, dan sampai disinilah kira-kira kekuasaan Belanda pada Persetudjuan Linggardjati.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|566}}</noinclude>
0zqv6dfl3wjxc235ck7ij9tqe9ajvjf
283774
283773
2026-05-07T10:07:31Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Keesokan harinja mulai dari pagi betul, pesawat terbang Belanda telah sibuk mendjatuhkan pamflet-pamflet menjatakan perbuatan sewenang-wenang jang telah dilakukan oleh T.R.I. Front Utara dalam daerah kekuasaan Belanda, memasang mijn jang diluar perikemanusiaan itu, dan ini semuanja adalah mendjadi tanggung djawab Komandan Divisi III (Kolonel Ismael Lengah) dan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja mestilah diselesaikan oleh Kolonel Ismael Lengah dan kalau penjelesaiannja tidak tertjapai, maka seluruh Markas T.R.I. jang di Sumatera Barat akan dihantjurkan (dibom) sekaligus. Demikianlah bunji pamflet itu jang dibawahnja ditanda tangani oleh Komandan Tentera Belanda „U" Brigade Kolonel J.Sluyters. Belum sampai lagi pamflet itu ditanah, pemboman besar-besaran telah dilakukan dan begitu djuga mustang telah menembak dengan hebatnja. Beberapa bom ukuran luar biasa jang beratnja kira-kira 600 atau 700 kg telah dilepaskan oleh pesawat Belanda menudju markas T.R.I. Front Utara Pasar Usang.
Dengan sekedjap mata sadja bom-bom jang ukurannja luar biasa itu telah menghantjurkan markas T.R.I. Pasar Usang dan mempunjai kira-kira 15 meter garis menengah dan 5 meter dalamnja bekas ledakan dan ini adalah ledakan jang paling hebat di Sumatera Tengah.
Setelah persetudjuan Linggardjati, ditentukanlah garis demarkasi sebelah timur Front Utara, jaitu dari Nanggalo ke Padang dan sebelah djalan besar adalah dari penghabisan pelabuhan pesawat terbang Tabing (tidak termasuk stasion Tabing) terus ke Padang, dan sampai disinilah kira-kira kekuasaan Belanda pada Persetudjuan Linggardjati.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|566}}</noinclude>
4tcwpbm9rcjur1soskqdezcmf6ofes4
283775
283774
2026-05-07T10:08:28Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Keesokan harinja mulai dari pagi betul, pesawat terbang Belanda telah sibuk mendjatuhkan pamflet-pamflet menjatakan perbuatan sewenang-wenang jang telah dilakukan oleh T.R.I. Front Utara dalam daerah kekuasaan Belanda, memasang mijn jang diluar perikemanusiaan itu, dan ini semuanja adalah mendjadi tanggung djawab Komandan Divisi III (Kolonel Ismael Lengah) dan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja mestilah diselesaikan oleh Kolonel Ismael Lengah dan kalau penjelesaiannja tidak tertjapai, maka seluruh Markas T.R.I. jang di Sumatera Barat akan dihantjurkan (dibom) sekaligus. Demikianlah bunji pamflet itu jang dibawahnja ditanda tangani oleh Komandan Tentera Belanda „U" Brigade Kolonel J.Sluyters. Belum sampai lagi pamflet itu ditanah, pemboman besar-besaran telah dilakukan dan begitu djuga mustang telah menembak dengan hebatnja. Beberapa bom ukuran luar biasa jang beratnja kira-kira 600 atau 700 kg telah dilepaskan oleh pesawat Belanda menudju markas T.R.I. Front Utara Pasar Usang.
Dengan sekedjap mata sadja bom-bom jang ukurannja luar biasa itu telah menghantjurkan markas T.R.I. Pasar Usang dan mempunjai kira-kira 15 meter garis menengah dan 5 meter dalamnja bekas ledakan dan ini adalah ledakan jang paling hebat di Sumatera Tengah.
Setelah persetudjuan Linggardjati, ditentukanlah garis demarkasi sebelah timur Front Utara, jaitu dari Nanggalo ke Padang dan sebelah djalan besar adalah dari penghabisan pelabuhan pesawat terbang Tabing (tidak termasuk stasion Tabing) terus ke Padang, dan sampai disinilah kira-kira kekuasaan Belanda pada Persetudjuan Linggardjati.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|566}}</noinclude>
mjp69z8w7aowdzzikqhwtw0ib31axxy
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/570
104
99009
283767
275115
2026-05-07T09:59:22Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283767
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>II di Painan dipindahkan ke Resimen II dan diganti dengan Batalion II Resimen II Solok. Batalion III Pariaman diganti dengan Batalion Singa Harau dari Resimen I Pajakumbuh. Sehingga susunan Resimen III mendjadi sebagai berikut: Komandan Regimen Let. Kol. A. Hosen, Kepala Staf Major Dahlan J., Komandan Bat.I Major A. Badu di Indarung, Komandan Bat. II Major Mahjuddin Tonek di Solok, Komandan Bataljon III Major Mustafa di Pajakumbuh, Komandan Polisi Tentera Major Jusuf Ali di Solok.
Dalam bulan Nopember 1946 Bataljon Teras jang terdiri dari pada gabungan Barisan Rakjat Padang Luar Kota didjadikan Bataljon IV Resimen III jang dipimpin oleh Major Su'ib.
Dalam bulan Maret 1947 dilangsungkan perundingan Cease Fire jang pertama dengan Belanda di Padang, jang diteruskan dengan perundingan kedua jang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin sendiri, dan menghasilkan dalam bulan Maret itu dipantjangkannja garis demarkasi jang pertama melintang dari Selatan ke Utara melalui Sei. Beramas Lb. Begalung dan Kampung Kelawi.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|564}}</noinclude>
6yc9vaqu3pm85o2035wp0ucir0gocbl
283768
283767
2026-05-07T10:00:59Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283768
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>II di Painan dipindahkan ke Resimen II dan diganti dengan Batalion II Resimen II Solok. Batalion III Pariaman diganti dengan Batalion Singa Harau dari Resimen I Pajakumbuh. Sehingga susunan Resimen III mendjadi sebagai berikut: Komandan Regimen Let. Kol. A. Hosen, Kepala Staf Major Dahlan J., Komandan Bat.I Major A. Badu di Indarung, Komandan Bat. II Major Mahjuddin Tonek di Solok, Komandan Bataljon III Major Mustafa di Pajakumbuh, Komandan Polisi Tentera Major Jusuf Ali di Solok.
Dalam bulan Nopember 1946 Bataljon Teras jang terdiri dari pada gabungan Barisan Rakjat Padang Luar Kota didjadikan Bataljon IV Resimen III jang dipimpin oleh Major Su'ib.
Dalam bulan Maret 1947 dilangsungkan perundingan Cease Fire jang pertama dengan Belanda di Padang, jang diteruskan dengan perundingan kedua jang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin sendiri, dan menghasilkan dalam bulan Maret itu dipantjangkannja garis demarkasi jang pertama melintang dari Selatan ke Utara melalui Sei. Beramas Lb. Begalung dan Kampung Kelawi.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|564}}</noinclude>
1n6xqetftgqpcab9a933r6n3j52lkb8
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/756
104
99034
282951
275181
2026-05-06T15:53:58Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282951
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{PUU-nomor|m=7|'''Peternakan Unggas.'''}}
{{PUU-nomor|n=a|''A j a m.''}}
Ternak ajam tjepat dapat berkembang biak dan sangat menguntungkan kepada rakjat, karena tiap-tiap penduduk dapat memeliharanja dengan ongkos jang ketjil (biasanja tidak ada mengeluarkan ongkos hanja dengan usaha jang enteng), sehingga semua hasil jang diterima boleh dikatakan hasil bersih.<br>Untuk mentjegah kematiannja disebabkan penjakit ''pseudovogel pest'' jang merugikan usaha-usaha rakjat, telah diadakan sedjak tahun 1951 penjuntikan setjara luas, hingga memudahkan bagi rakjat untuk memperluas usaha-usahanja dalam peternakan ajam ini.<br>Pada permulaan tahun 1951 diterima dari Djawa 17 ekor ajam penelor luar negeri bangsa Red dan Australorp.<br>Dalam triwulan IV tahun 1951 diterima lagi sebahagian dari pesanan 1951, ajam penelor dari Balai Peternakan Hewan di Bogor bangsa Red, Australorp dan Leghorn, sedjumlah 207 ekor.<br>Kepada rakjat jang telah membuktikan sanggup memelihara ajam setjara teratur diberi kesempatan untuk menjedu airnja. Dan tiaptiap bibit jang disedu airnja, dimestikan menjerahkan 2 ekor keturunannja kembali.<br>Karena permintaan-permintaan untuk menerima ajam ini sangat banjak, sedangkan pemeliharaan dikampung-kampung belum begitu teratur, maka untuk menghematkan bibit ini, untuk sementara Djawatan berhati-hati benar menjerahkannja kepada rakjat; mereka diberi kesempatan untuk membeli telor buat dieramkan jang berasal dari ajam-ajam ini.<br>Selandjutnja telah disediakan 6000 jard volie regaas (kawat ajam). Dimaksud dengan kawat ini akan menolong rakjat, orangorang partikelir, djuga golongan pegawai jang mempunjai hasrat memelihara ajam penelor setjara teratur, dengan mempermudah mendapat kawat ajam ini.<br>Dalam tahun 1951 telah didatangkan 8 buah mesin penetas capasitet 50 telor dan mesin - mesin itu telah mulai dipindjamkan kepada siapa-siapa jang hendak mempergunakannja.<br>Ditiap-tiap Kabupaten nanti sekurang -kurangnja ditempatkan 2 buah mesin penetas untuk diperpindjamkan kepada rakjat.<br>Pada permulaan tahun 1951 telah diterima 3 buah mesin penetas telor merk „ECONOOM" jang mempunjai capasitet ± 1500 telor masing-masingnja, dari Pusat Djawatan Kehewanan. Mesin-mesin tersebut, karena broedinrichting belum ada, belumlah dapat dipakai.<noinclude>{{rh|'''748'''}}</noinclude>
3yo3wup0kvteosf59od3g8y455kwwln
283126
282951
2026-05-07T00:10:54Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283126
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|m=7|'''Peternakan Unggas.'''}}
{{PUU-nomor|n=a|''A j a m.''}}
Ternak ajam tjepat dapat berkembang biak dan sangat menguntungkan kepada rakjat, karena tiap-tiap penduduk dapat memeliharanja dengan ongkos jang ketjil (biasanja tidak ada mengeluarkan ongkos hanja dengan usaha jang enteng), sehingga semua hasil jang diterima boleh dikatakan hasil bersih.
Untuk mentjegah kematiannja disebabkan penjakit ''pseudovogel pest'' jang merugikan usaha-usaha rakjat, telah diadakan sedjak tahun 1951 penjuntikan setjara luas, hingga memudahkan bagi rakjat untuk memperluas usaha-usahanja dalam peternakan ajam ini.
Pada permulaan tahun 1951 diterima dari Djawa 17 ekor ajam penelor luar negeri bangsa Red dan Australorp.
Dalam triwulan IV tahun 1951 diterima lagi sebahagian dari pesanan 1951, ajam penelor dari Balai Peternakan Hewan di Bogor bangsa Red, Australorp dan Leghorn, sedjumlah 207 ekor.
Kepada rakjat jang telah membuktikan sanggup memelihara ajam setjara teratur diberi kesempatan untuk menjedu airnja. Dan tiaptiap bibit jang disedu airnja, dimestikan menjerahkan 2 ekor keturunannja kembali.
Karena permintaan-permintaan untuk menerima ajam ini sangat banjak, sedangkan pemeliharaan dikampung-kampung belum begitu teratur, maka untuk menghematkan bibit ini, untuk sementara Djawatan berhati-hati benar menjerahkannja kepada rakjat; mereka diberi kesempatan untuk membeli telor buat dieramkan jang berasal dari ajam-ajam ini.
Selandjutnja telah disediakan 6000 jard volie regaas (kawat ajam). Dimaksud dengan kawat ini akan menolong rakjat, orangorang partikelir, djuga golongan pegawai jang mempunjai hasrat memelihara ajam penelor setjara teratur, dengan mempermudah mendapat kawat ajam ini.
Dalam tahun 1951 telah didatangkan 8 buah mesin penetas capasitet 50 telor dan mesin-mesin itu telah mulai dipindjamkan kepada siapa-siapa jang hendak mempergunakannja.
Ditiap-tiap Kabupaten nanti sekurang-kurangnja ditempatkan 2 buah mesin penetas untuk diperpindjamkan kepada rakjat.
Pada permulaan tahun 1951 telah diterima 3 buah mesin penetas telor merk „ECONOOM” jang mempunjai capasitet ± 1500 telor masing-masingnja, dari Pusat Djawatan Kehewanan. Mesin-mesin tersebut, karena broedinrichting belum ada, belumlah dapat dipakai.<noinclude>{{rh|'''748'''}}</noinclude>
mkt6fdcl17y4kfql11p6wnhc1wp4tqf
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/758
104
99052
282957
275215
2026-05-06T15:55:39Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282957
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>Disamping ini oleh Djawatan kehewanan Sumatera Tengah telah diserahkan untuk Kabupaten ini 3 pasang ajam Luar Negeri jang telah dewasa dari masing-masing djenis.<br>
{{PUU-nomor|n=a|m=2|''I t i k.''}}
Dalam kwartal penghabisan tahun 1951 telah diterima di Smuatera Tengah dari pesanan 500 ekor itik Tegal sebanjak 324 ekor dari Djawa.<br>Itik ini ditempatkan dikampung-kampung dengan djalan memperseduakan kepada rakjat, tetapi berhubung ternak ini sangat menderita sewaktu tiba dari Djawa, ia dipelihara dahulu oleh Ďjawatan ditempat Peternakan di Djalan Limbukan Pajakumbuh.<br>Setelah baik keadaannja semua akan di-bagi-bagikan untuk memeliharanja kepada rakjat, jang mempunjai hasrat untuk memperternakkannja. Sajang sekali djumlah itik jang djantan dibandingkan dengan djumlah jang betina terlalu sedikit diterima, sehingga tidak dapat dibagi-bagikan setjara effectief.<br>Sekarang rakjat telah dapat kesempatan untuk membeli telornja untuk dieramkan.<br>Kandang-kandang ajam sedjumlah 10 buah telah disediakan untuk Kabupaten-kabupaten jang sanggup mengusahakan sendiri pemeliharaan ajam penelor luar negeri untuk tjontoh bagi rakjat di Kabupaten itu. Sungguhpun usaha-usaha ini didjalankan dengan serba kekurangan, terutama mengenai pegawai, hasil-hasilnja dalam membangkitkan perhatian rakjat terhadap peternakan unggas, sampai sekarang adalah memuaskan.<br>Hasil-hasil dari usaha-usaha mendirikan tjontoh-tjontoh peternakan ini pada phase permulaan, adalah bangunnja kesadaran rakjat untuk mentjontoh dan berusaha sendiri ( membangkitkan auto -act:viteit) kearah tjara beternak jang agak intensief.<br>Oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah telah dikirim 3 orang pemuda ke Bogor untuk mempeladjari peternakan ajam setjara teratur. Seorang dari pemuda-pemuda ini ditempatkan di Peternakan Djalan Limbukan dan 2 orang diperbantukan (masih sebagai pegawai lepas) kepada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah II di Bukittinggi.<br>Belum lagi selesai peternakan unggas ini dibangunkan, ia telah banjak dapat kundjungan dari pihak rakjat dan permintaan-permintaan akan bibit ternak atau petundjuk-petundjuk, banjak diterima.<br>Kesadaran rakjat terbukti karena telah banjak nampak jang mulai bergiat menternakkan ajam, itik sampai kepada kambing dan sapi.<br>Koperasi-koperasi ternak mulai berdiri. Ada jang telah mentjoba mendatangkan sapi-sapi perahan dari Djawa, sungguhpun belum berhasil.<noinclude>{{rh|'''750'''}}</noinclude>
91bslqrx9yg5nzqt7atz069ednh6och
283092
282957
2026-05-06T23:20:49Z
Rubyracha
25170
283092
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>Disamping ini oleh Djawatan kehewanan Sumatera Tengah telah diserahkan untuk Kabupaten ini 3 pasang ajam Luar Negeri jang telah dewasa dari masing-masing djenis.
{{PUU-nomor|n=a|m=2|''I t i k.''}}
Dalam kwartal penghabisan tahun 1951 telah diterima di Smuatera Tengah dari pesanan 500 ekor itik Tegal sebanjak 324 ekor dari Djawa.
Itik ini ditempatkan dikampung-kampung dengan djalan memperseduakan kepada rakjat, tetapi berhubung ternak ini sangat menderita sewaktu tiba dari Djawa, ia dipelihara dahulu oleh Ďjawatan ditempat Peternakan di Djalan Limbukan Pajakumbuh.
Setelah baik keadaannja semua akan di-bagi-bagikan untuk memeliharanja kepada rakjat, jang mempunjai hasrat untuk memperternakkannja. Sajang sekali djumlah itik jang djantan dibandingkan dengan djumlah jang betina terlalu sedikit diterima, sehingga tidak dapat dibagi-bagikan setjara effectief.
Sekarang rakjat telah dapat kesempatan untuk membeli telornja untuk dieramkan.
Kandang-kandang ajam sedjumlah 10 buah telah disediakan untuk Kabupaten-kabupaten jang sanggup mengusahakan sendiri pemeliharaan ajam penelor luar negeri untuk tjontoh bagi rakjat di Kabupaten itu. Sungguhpun usaha-usaha ini didjalankan dengan serba kekurangan, terutama mengenai pegawai, hasil-hasilnja dalam membangkitkan perhatian rakjat terhadap peternakan unggas, sampai sekarang adalah memuaskan.
Hasil-hasil dari usaha-usaha mendirikan tjontoh-tjontoh peternakan ini pada phase permulaan, adalah bangunnja kesadaran rakjat untuk mentjontoh dan berusaha sendiri (membangkitkan auto -act:viteit) kearah tjara beternak jang agak intensief.
Oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah telah dikirim 3 orang pemuda ke Bogor untuk mempeladjari peternakan ajam setjara teratur. Seorang dari pemuda-pemuda ini ditempatkan di Peternakan Djalan Limbukan dan 2 orang diperbantukan (masih sebagai pegawai lepas) kepada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah II di Bukittinggi.
Belum lagi selesai peternakan unggas ini dibangunkan, ia telah banjak dapat kundjungan dari pihak rakjat dan permintaan-permintaan akan bibit ternak atau petundjuk-petundjuk, banjak diterima.
Kesadaran rakjat terbukti karena telah banjak nampak jang mulai bergiat menternakkan ajam, itik sampai kepada kambing dan sapi.
Koperasi-koperasi ternak mulai berdiri. Ada jang telah mentjoba mendatangkan sapi-sapi perahan dari Djawa, sungguhpun belum berhasil.<noinclude>{{rh|'''750'''}}</noinclude>
2qjlosij3z21dlcgsgg558r8mg5rg4n
283094
283092
2026-05-06T23:21:09Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283094
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Disamping ini oleh Djawatan kehewanan Sumatera Tengah telah diserahkan untuk Kabupaten ini 3 pasang ajam Luar Negeri jang telah dewasa dari masing-masing djenis.
{{PUU-nomor|n=a|m=2|''I t i k.''}}
Dalam kwartal penghabisan tahun 1951 telah diterima di Smuatera Tengah dari pesanan 500 ekor itik Tegal sebanjak 324 ekor dari Djawa.
Itik ini ditempatkan dikampung-kampung dengan djalan memperseduakan kepada rakjat, tetapi berhubung ternak ini sangat menderita sewaktu tiba dari Djawa, ia dipelihara dahulu oleh Ďjawatan ditempat Peternakan di Djalan Limbukan Pajakumbuh.
Setelah baik keadaannja semua akan di-bagi-bagikan untuk memeliharanja kepada rakjat, jang mempunjai hasrat untuk memperternakkannja. Sajang sekali djumlah itik jang djantan dibandingkan dengan djumlah jang betina terlalu sedikit diterima, sehingga tidak dapat dibagi-bagikan setjara effectief.
Sekarang rakjat telah dapat kesempatan untuk membeli telornja untuk dieramkan.
Kandang-kandang ajam sedjumlah 10 buah telah disediakan untuk Kabupaten-kabupaten jang sanggup mengusahakan sendiri pemeliharaan ajam penelor luar negeri untuk tjontoh bagi rakjat di Kabupaten itu. Sungguhpun usaha-usaha ini didjalankan dengan serba kekurangan, terutama mengenai pegawai, hasil-hasilnja dalam membangkitkan perhatian rakjat terhadap peternakan unggas, sampai sekarang adalah memuaskan.
Hasil-hasil dari usaha-usaha mendirikan tjontoh-tjontoh peternakan ini pada phase permulaan, adalah bangunnja kesadaran rakjat untuk mentjontoh dan berusaha sendiri (membangkitkan auto -act:viteit) kearah tjara beternak jang agak intensief.
Oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah telah dikirim 3 orang pemuda ke Bogor untuk mempeladjari peternakan ajam setjara teratur. Seorang dari pemuda-pemuda ini ditempatkan di Peternakan Djalan Limbukan dan 2 orang diperbantukan (masih sebagai pegawai lepas) kepada Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah II di Bukittinggi.
Belum lagi selesai peternakan unggas ini dibangunkan, ia telah banjak dapat kundjungan dari pihak rakjat dan permintaan-permintaan akan bibit ternak atau petundjuk-petundjuk, banjak diterima.
Kesadaran rakjat terbukti karena telah banjak nampak jang mulai bergiat menternakkan ajam, itik sampai kepada kambing dan sapi.
Koperasi-koperasi ternak mulai berdiri. Ada jang telah mentjoba mendatangkan sapi-sapi perahan dari Djawa, sungguhpun belum berhasil.<noinclude>{{rh|'''750'''}}</noinclude>
pzbhoaxhod8oxih9u7j7j21w6cfq8yq
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/433
104
99065
282899
275223
2026-05-06T15:38:51Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|'''LAMPIRAN'''}}
{{c|'''BAHAGIAN III.'''}}
{{ol|list_style_type=decimal
|I.G.O.B. ( Stbl . 1938 No. 490 ) .
|Maklumat Residen S. Barat No. 21-'46.
|Peraturan Komisariat Pemerintah Pusat No.81/Kom U.-'48.
|Instruksi Gubernur Militer S. Tengah No. 10 GM/ ST/49.}}<noinclude></noinclude>
2bu6ohrtdvpjb2mf37ydacqdx175gma
282901
282899
2026-05-06T15:39:26Z
Link PB
26772
282901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|'''LAMPIRAN'''}}
{{c|'''BAHAGIAN III.'''}}
{{ol|list_style_type=decimal
|I.G.O.B. (Stbl. 1938 No. 490).
|Maklumat Residen S. Barat No. 21-'46.
|Peraturan Komisariat Pemerintah Pusat No.81/Kom U.-'48.
|Instruksi Gubernur Militer S. Tengah No. 10 GM/ ST/49.}}<noinclude></noinclude>
b3xpfje5waxzs2tlrr0svbc9tjt53dn
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/759
104
99066
283090
275256
2026-05-06T23:18:21Z
Rubyracha
25170
283090
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Selain dari mendatangkan mesin-mesin penetas sendiri, telah ada pula jang mentjoba membuatnja disini.
Telah njata nampak minat jang besar dari rakjat untuk mengadakan perusahaan-perusahaan dalam lapangan Kehewanan.
{{c|PENDIRIAN JAJASAN DANA TERNAK.}}
Dalam bulan Mei tahun 1951 telah didirikan dengan berkedudukan diibu kota Propinsi '',,Jajasan-jajasan Dana Ternak Propinsi Sumatera Tengah”''. Jajasan mana diketuai oleh Dokter Hewan/Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah II.<br>
Tudjuan Jajasan ini ialah :
{{PUU-nomor|n=a|memadjukan peternakan rakjat pada umumnja.
|menjokong perkumpulan -perkumpulan ternak rakjat jang berazas koperatief.
|memberi pertolongan dalam mengadakan hewan-hewan bibit jang akan diserahkan kepada jang membutuhkan dengan perdjandjian-perdjandjian jang tertentu.
|menjokong usaha-usaha partikelir lainnja jang dianggap berpaedah besar terhadap kemadjuan peternakan rakjat.}}
Modal permulaan dari Jajasan ini diperdapat dari subsidi jang diberikan oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah sebesar Rp. 150.000.-. Djadinja pada achir tahun 1951 Jajasan ini telah mempunjai modal sebanjak Rp. 180.000.
{{c|''P R O P A G A N D A.''}}
Selain dari patjuan-patjuan kuda jang dihidupkan kembali dalam tahun 1951 dan pemberian hadiah ditiap-ditiap Wilajah di Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk menggiatkan dan menggembirakan rakjat beternak, djuga diadakan dengan bantuan Djawatan Kehewanan:
{{PUU-nomor|n=1|Balapan sapi di Taram Kabupaten Lima puluh Kota.}}
{{PUU-nomor|n=1|m=3|Pertundjukan sapi di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar.}}
{{PUU-nomor|n=1|m=3|Pertundjukan sapi di Batu sangkar Kabupaten Tanah Datar.
|Aduan sapi ( mengadu tenaga ) dan pertundjukan ternak di Kota Lawas Wilajah X Kota Kabupaten Tanah Datar.}}
Perlombaan-perlombaan ini selalu mendapat perhatian jang memuaskan dari rakjat.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|||'''751'''}}</noinclude>
1oxtj1zfo70a71dzpiceljfmj7eck3o
283091
283090
2026-05-06T23:18:58Z
Rubyracha
25170
283091
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Selain dari mendatangkan mesin-mesin penetas sendiri, telah ada pula jang mentjoba membuatnja disini.
Telah njata nampak minat jang besar dari rakjat untuk mengadakan perusahaan-perusahaan dalam lapangan Kehewanan.
{{c|PENDIRIAN JAJASAN DANA TERNAK.}}
Dalam bulan Mei tahun 1951 telah didirikan dengan berkedudukan diibu kota Propinsi '',,Jajasan-jajasan Dana Ternak Propinsi Sumatera Tengah”''. Jajasan mana diketuai oleh Dokter Hewan/Kepala Resor Kehewanan Sumatera Tengah II.
Tudjuan Jajasan ini ialah :
{{PUU-nomor|n=a|memadjukan peternakan rakjat pada umumnja.
|menjokong perkumpulan -perkumpulan ternak rakjat jang berazas koperatief.
|memberi pertolongan dalam mengadakan hewan-hewan bibit jang akan diserahkan kepada jang membutuhkan dengan perdjandjian-perdjandjian jang tertentu.
|menjokong usaha-usaha partikelir lainnja jang dianggap berpaedah besar terhadap kemadjuan peternakan rakjat.}}
Modal permulaan dari Jajasan ini diperdapat dari subsidi jang diberikan oleh Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah sebesar Rp. 150.000.-. Djadinja pada achir tahun 1951 Jajasan ini telah mempunjai modal sebanjak Rp. 180.000.
{{c|''P R O P A G A N D A.''}}
Selain dari patjuan-patjuan kuda jang dihidupkan kembali dalam tahun 1951 dan pemberian hadiah ditiap-ditiap Wilajah di Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk menggiatkan dan menggembirakan rakjat beternak, djuga diadakan dengan bantuan Djawatan Kehewanan:
{{PUU-nomor|n=1|Balapan sapi di Taram Kabupaten Lima puluh Kota.}}
{{PUU-nomor|n=1|m=3|Pertundjukan sapi di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar.}}
{{PUU-nomor|n=1|m=3|Pertundjukan sapi di Batu sangkar Kabupaten Tanah Datar.
|Aduan sapi ( mengadu tenaga ) dan pertundjukan ternak di Kota Lawas Wilajah X Kota Kabupaten Tanah Datar.}}
Perlombaan-perlombaan ini selalu mendapat perhatian jang memuaskan dari rakjat.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|||'''751'''}}</noinclude>
4p37rzcr2d196wuww7ds129j1cz5d1n
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/445
104
99074
283156
278483
2026-05-07T01:03:45Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283156
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{multicol}}
<ol type="a" start=2>
<li>Sub Sektor II di tengah dengan Major Wahman sebagai Komandannja.</li>
<li>Sub Sektor III di selatan dengan Major Abdullah sebagai Komandannja.</li>
{{multicol-end}}
</ol>
Tentang pimpinan pasukan Brigade 18 Djawa Timur terdapat kesulitan, karena ternjata ada 2 orang Letnan Kolonel jang masing-masing ditundjuk sebagai Komandan pasukan-pasukan dari Djawa Timur. Setelah dirundingkan dengan masak-masak dan dengan keinsjafan dari masing-masing, maka kemudian terdapat penjelesaian jang memuaskan. Letnan Kolonel Suprapto Sukowati memegang pimpinan pasukan-pasukan dari Djawa Timur dan akan mendjadi Komandan Sektor Timur setelah selesai mendarat.
{{multicol}}
<ol start=7>
<li>Mungkin kita akan mendapat bantuan dari Pemerintah NIT meskipun demikian, kita harus tetap awas dan waspada, djangan sampai kita masuk perangkap.</li>
<li>Diseluruh NIT berlaku pemerintahan militer, Pemerintah Pusat di Djakarta memesan, supaja kita sebagai tentara djangan terlalu mendalam ikut mentjampuri pemerintahan sipil. Sedapat mungkin pemerintahan sipil harus tetap berdjalan dan bekerdja terus sebagaimana mestinja.</li>
<li>Kami peringatkan sekali lagi, agar ditjamkan benar-benar, bahwa kita djangan sampai ikut tjampur dengan politik.</li>
<li>Masing-masing Sektor dan Sub Sektor djangan sampai membentuk organisasi-organisasi territorial lebih dulu, seperti KDM, KODM dsb. Usaha ini hanja akan memperlemah pasukan kita, sebab kita harus memperbantukan beberapa perwira dan bintara untuk tugas itu. Pasukan kita harus tetap utuh dan mobil sekali. Djika tugas pokok sudah selesai, maka kita harus pula memperhatikan pulau-pulau lain. Mungkm kompi-kompi akan diperintahkan ber-expedisi kepulau-pulau diseluruh Indonesia Timur, agar kekuasaan pemerintah kita betul-betul terasa ditempat-tempat itu.</li>
<li>Untuk lantjarnja gerakan pasukan, dengan ini saja perbolehkan masing-masing Komandan Sektor melakukan {{hws|pen|Kebudayaan}}
{{multicol-end}}
</ol><noinclude></noinclude>
mendoevphsgsuzz2g7hyz4mwiycvzpm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/762
104
99081
282963
275276
2026-05-06T15:58:49Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282963
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|Abdul Aziz Latif, presiden-direktur Sumatera Banking and Trading Corporation Ltd., dan sekarang maskapai ini bergerak dalam lapangan perusahaan dok dan pembuatan kapal; braintrust dari N.V. Hadji Abdul Latif, jang mana selain bekerdja dilapangan impor pun mempunjai textiel-fabriek.
|Rahman Tamin, promotor dari organisasi jang bernama Gabungan Importir Indonesia (GINDO) dan kemudian dalam tahun 1951 ditukar dengan nama Gabungan Pembelian Importir Indonesia (GAPINDO). Ia djuga pemimpin umum dari Firma Rahman Tamin, jakni satu perusahaan Indonesia jang termasuk golongan Importir Indonesia jang kuat.
|Ismael Gani dan Jan Tamin, kedua-duanja pedagang jang masjhur dalam masjarakat dagang di Medan, dan masingmasing memimpin perusahaan impor.
|Salim Djalil, pemimpin dari Firma Salim Djalil, importir di Surabaja.}}
Benih-benih jang dalam pertumbuhan dan menudju pada perniagaan/perusahaan besar banjak sekali, seperti: Firma Marah Taharudin exportir, Firma Sjakur Munaf importir, Firma B. Datuk Madjo Kajo importir, Firma Abdul Fatah Sutan Melano importir, N.V. Sridharma dan lain-lain.<br>Saudagar-saudagar dan pengusaha-pengusaha jang bonafide, dan selama perdjoangan kemerdekaan mengalami pukulan hebat, sekarang berangsur-angsur tumbuh kembali. Mereka pada umumnja menempuh waktu jang pahit sekali sebagai akibat tindakan penjehatan keuangan kita, dan terhadap pengaruh politik perniagaan negara-negara luar terhadap negara kita. Akan tetapi bagai mana djuga besarnja kesulitan itu, namun mereka tetap berusaha untuk mentjapai tjita-tjitanja.<br>Ditindjau dari lapangan lain, jaitu dari segi agama dan politik, maka Persatuan Saudagar Indonesia selalu memperlihatkan pengaruhnja . Andai kata tidak terlampau dilebih-lebihkan, maka boleh disebut bahwa tulang punggung perkembangan agama dan politik didaerah ini terletak di Pasar Gedang Padang. Almarhum Injik Basa Bandaro adalah perantara dalam pergerakan politik, jaitu menghubungkan saudagar-saudagar nasional dengan pemimpinpemimpin politik. Orang -orang tua kita seperti almarhum Hadji Abdul Latif, almarhum Marah Tetek, almarhum Angkat Sutan, almarhum H.M. Thaher almarhum, Datuk Tan Mudo, dan jang masih hidup beliau-beliau Turki Bagindo Marah, Hadji M. Rusid, dan Hadji Marah Abdul Aziz, sangat berdjasa sekali dalam gerakan sosial dan agama.<br>Mereka umumnja menjokong para alim ulama dengan perbendaan guna perdjoangan mereka dilapangan keagamaan. Islamic College, P.G.A.I., Normal Islam dengan rumah anak jatimnja adalah<noinclude>{{rh|'''754'''}}</noinclude>
rllemk9863r36sreli3bj2i6h4kzrw9
283089
282963
2026-05-06T23:17:28Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283089
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|Abdul Aziz Latif, presiden-direktur Sumatera Banking and Trading Corporation Ltd., dan sekarang maskapai ini bergerak dalam lapangan perusahaan dok dan pembuatan kapal; braintrust dari N.V. Hadji Abdul Latif, jang mana selain bekerdja dilapangan impor pun mempunjai textiel-fabriek.
|Rahman Tamin, promotor dari organisasi jang bernama Gabungan Importir Indonesia (GINDO) dan kemudian dalam tahun 1951 ditukar dengan nama Gabungan Pembelian Importir Indonesia (GAPINDO). Ia djuga pemimpin umum dari Firma Rahman Tamin, jakni satu perusahaan Indonesia jang termasuk golongan Importir Indonesia jang kuat.
|Ismael Gani dan Jan Tamin, kedua-duanja pedagang jang masjhur dalam masjarakat dagang di Medan, dan masingmasing memimpin perusahaan impor.
|Salim Djalil, pemimpin dari Firma Salim Djalil, importir di Surabaja.}}
Benih-benih jang dalam pertumbuhan dan menudju pada perniagaan/perusahaan besar banjak sekali, seperti: Firma Marah Taharudin exportir, Firma Sjakur Munaf importir, Firma B. Datuk Madjo Kajo importir, Firma Abdul Fatah Sutan Melano importir, N.V. Sridharma dan lain-lain.
Saudagar-saudagar dan pengusaha-pengusaha jang bonafide, dan selama perdjoangan kemerdekaan mengalami pukulan hebat, sekarang berangsur-angsur tumbuh kembali. Mereka pada umumnja menempuh waktu jang pahit sekali sebagai akibat tindakan penjehatan keuangan kita, dan terhadap pengaruh politik perniagaan negara-negara luar terhadap negara kita. Akan tetapi bagai mana djuga besarnja kesulitan itu, namun mereka tetap berusaha untuk mentjapai tjita-tjitanja.
Ditindjau dari lapangan lain, jaitu dari segi agama dan politik, maka Persatuan Saudagar Indonesia selalu memperlihatkan pengaruhnja . Andai kata tidak terlampau dilebih-lebihkan, maka boleh disebut bahwa tulang punggung perkembangan agama dan politik didaerah ini terletak di Pasar Gedang Padang. Almarhum Injik Basa Bandaro adalah perantara dalam pergerakan politik, jaitu menghubungkan saudagar-saudagar nasional dengan pemimpinpemimpin politik. Orang -orang tua kita seperti almarhum Hadji Abdul Latif, almarhum Marah Tetek, almarhum Angkat Sutan, almarhum H.M. Thaher almarhum, Datuk Tan Mudo, dan jang masih hidup beliau-beliau Turki Bagindo Marah, Hadji M. Rusid, dan Hadji Marah Abdul Aziz, sangat berdjasa sekali dalam gerakan sosial dan agama.
Mereka umumnja menjokong para alim ulama dengan perbendaan guna perdjoangan mereka dilapangan keagamaan. Islamic College, P.G.A.I., Normal Islam dengan rumah anak jatimnja adalah<noinclude>{{rh|'''754'''}}</noinclude>
mn19qh75hzcujfqeqcai3kxgjd0lnol
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/763
104
99089
282973
275336
2026-05-06T16:05:15Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, perhatikan tanda petik dan tanda di belakang rupiah
282973
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>suatu kenjataan. Selain dari pada itu Studie- fonds Minangkabau jang didirikan pada tahun 1916, dan Serikat Usaha jang dibentuk guna menampung anak-anak jang tidak dapat diterima pada sekolah rakjat H.I.S. dan pembangunan dari sekolah rakjat Adabiah, tidak dapat dilupakan begitu sadja. Kedua-duanja adalah hasil pekerdjaan orang tua-tua kita jang dimaksud diatas. Atas usaha Tjabang Himpunan Saudagar Indonesia di Bukittinggi pada tahun 1930 telah berdiri Bank Nasional dengan pemimpinnja saudara Anwar Sutan Saidi, jang kemudian disusul organisasi dagang „Bumi Putra" dan „Nusantara".<br>
Selama perdjoangan kemerdekaan, Persatuan Saudagar Indonesia banjak pula memberikan sokongannja. Kedatangan Ir. Sukarno dari Bengkulen pada tahun 1942 disambut oleh Persatuan Saudagar Indonesia dan menjokong beliau dengan sepenuhnja dalam pembentukan Komite Rakjat dikota Padang. Pada tahun 1945, dengan adanja proklamasi kemerdekaan, Persatuan Saudagar Indonesia tidak pula hendak ketinggalan. Pengangkatan Residen Sumatera Barat jang pertama j.i. tuan M. Sjafei - dilakukan digedung Persatuan Saudagar Indonesia di Pasar Ilir 42. Sedjarah Dewan Perwakilan Rakjat didaerah ini djuga dimulai digedung Persatuan Saudagar Indonesia, karena Komite Nasional Indonesia Sumatera Barat mengadakan rapatnja jang pertama di Pasar Ilir 42. Dalam hal tersebut banjak usaha saudara Marzuki Jatim Wakil Ketua Persatuan Saudagar dimasa itu, dan sebagai pemimpin jang memasuki gelanggang politik dari golongan saudagar, dan jang telah menarik kedjadian bersedjarah tadi ke Pasar Gedang. Pengurus-pengurus Persatuan Saudagar turut giat bergerak dalam pembentukan Tentera Keamanan Rakjat (T.K.R.), dan Perseroan Bank Sumatera jang didirikan atas inisiatip Persatuan Saudagar Indonesia, sangat banjak menolong pemerintah dalam keuangannja. Pun Persatuan Saudagar Indonesia tetap memperhatikan pendidikan, dan kepada Jajasan Sriwidjaja jang membiajai Perguruan Tinggi Pantjasila, ia dalam bulan Maret 1951 telah menjerahkan sokongan pertama
sebesar Rp. 33.350 ,-. Akan tetapi sebagai kelandjutan proklamasi kemerdekaan tahun 1945 itu, kita meninggalkan kota Padang dan bertempat di kota- kota perniagaan lainnja di Sumatera Barat.<br>
Dalam keadaan demikian, oleh saudara almarhum Chatib Suleman pada bulan Nopember 1946 diadakan satu konperensi perdagangan, guna menjusun kembali tenaga-tenaga jang telah terpetjah belah itu dan jang akan meneruskan perdjoangan dilapangan perekonomian. Konperensi Perdagangan tanggal 11 dan 12 Nopember 1946 telah melahirkan Persatuan Saudagar Indonesia dan disingkatkan dengan nama PERSI. Sebagai memperingati waktu tersebut, baiklah kita batjakan kembali pengumuman almarhum Chatib Suleiman seperti berikut:
„Dengan menghormati Konperensi Perdagangan tanggal 11 dan 12 Nopember 1946 di Bukittinggi, dimana Saudagar-saudagar {{hws|da|dalam}}<noinclude>{{rh|||'''755'''}}</noinclude>
j5dqcg49aumcr6bqiefqwwoz0exqr58
283127
282973
2026-05-07T00:13:54Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283127
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>suatu kenjataan. Selain dari pada itu Studie- fonds Minangkabau jang didirikan pada tahun 1916, dan Serikat Usaha jang dibentuk guna menampung anak-anak jang tidak dapat diterima pada sekolah rakjat H.I.S. dan pembangunan dari sekolah rakjat Adabiah, tidak dapat dilupakan begitu sadja. Kedua-duanja adalah hasil pekerdjaan orang tua-tua kita jang dimaksud diatas. Atas usaha Tjabang Himpunan Saudagar Indonesia di Bukittinggi pada tahun 1930 telah berdiri Bank Nasional dengan pemimpinnja saudara Anwar Sutan Saidi, jang kemudian disusul organisasi dagang „Bumi Putra" dan „Nusantara”.
Selama perdjoangan kemerdekaan, Persatuan Saudagar Indonesia banjak pula memberikan sokongannja. Kedatangan Ir. Sukarno dari Bengkulen pada tahun 1942 disambut oleh Persatuan Saudagar Indonesia dan menjokong beliau dengan sepenuhnja dalam pembentukan Komite Rakjat dikota Padang. Pada tahun 1945, dengan adanja proklamasi kemerdekaan, Persatuan Saudagar Indonesia tidak pula hendak ketinggalan. Pengangkatan Residen Sumatera Barat jang pertama j.i. tuan M. Sjafei ⁓ dilakukan digedung Persatuan Saudagar Indonesia di Pasar Ilir 42. Sedjarah Dewan Perwakilan Rakjat didaerah ini djuga dimulai digedung Persatuan Saudagar Indonesia, karena Komite Nasional Indonesia Sumatera Barat mengadakan rapatnja jang pertama di Pasar Ilir 42. Dalam hal tersebut banjak usaha saudara Marzuki Jatim Wakil Ketua Persatuan Saudagar dimasa itu, dan sebagai pemimpin jang memasuki gelanggang politik dari golongan saudagar, dan jang telah menarik kedjadian bersedjarah tadi ke Pasar Gedang. Pengurus-pengurus Persatuan Saudagar turut giat bergerak dalam pembentukan Tentera Keamanan Rakjat (T.K.R.), dan Perseroan Bank Sumatera jang didirikan atas inisiatip Persatuan Saudagar Indonesia, sangat banjak menolong pemerintah dalam keuangannja. Pun Persatuan Saudagar Indonesia tetap memperhatikan pendidikan, dan kepada Jajasan Sriwidjaja jang membiajai Perguruan Tinggi Pantjasila, ia dalam bulan Maret 1951 telah menjerahkan sokongan pertama
sebesar Rp. 33.350 ,⁓. Akan tetapi sebagai kelandjutan proklamasi kemerdekaan tahun 1945 itu, kita meninggalkan kota Padang dan bertempat di kota- kota perniagaan lainnja di Sumatera Barat.
Dalam keadaan demikian, oleh saudara almarhum Chatib Suleman pada bulan Nopember 1946 diadakan satu konperensi perdagangan, guna menjusun kembali tenaga-tenaga jang telah terpetjah belah itu dan jang akan meneruskan perdjoangan dilapangan perekonomian. Konperensi Perdagangan tanggal 11 dan 12 Nopember 1946 telah melahirkan Persatuan Saudagar Indonesia dan disingkatkan dengan nama PERSI. Sebagai memperingati waktu tersebut, baiklah kita batjakan kembali pengumuman almarhum Chatib Suleiman seperti berikut:
„Dengan menghormati Konperensi Perdagangan tanggal 11 dan 12 Nopember 1946 di Bukittinggi, dimana Saudagar-saudagar {{hws|da|dalam}}<noinclude>{{rh|||'''755'''}}</noinclude>
fq6w068xbd2p2dtnejl360w984ot5mw
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/463
104
99092
283836
275299
2026-05-07T11:29:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 463 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|''Gembong RMS, Soumokil dengan Kepala Staf”-nja Supamea''}}<noinclude></noinclude>
tj5w43ae9ijg1xw1bks97hmvzjauw53
283837
283836
2026-05-07T11:29:40Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 463 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|''Gembong RMS, Soumokil dengan „Kepala Staf”-nja Supamea''}}<noinclude></noinclude>
h6i7ue6ee387703z8fbsl9g6w246qxx
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/457
104
99096
283833
275306
2026-05-07T11:25:34Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 457 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|Mr. Dr. Chr. R.S. SOUMOKIL}}
{{c|''Gembong („Presiden”) dari apa jang dinamakan''}}
{{c|''„Republik Maluku Selatan”.''}}<noinclude></noinclude>
2tek2a4xry30nauscry26gxkugugdo7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/425
104
99097
282874
275346
2026-05-06T15:32:24Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{center|'''PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA''',}}
{{sp|Menimbang}},
{{ol|type=a
|bahwa berhubung dengan pembentukan Prop. Sum. Tengah jang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nr. 4, tahun 1950 jang berlaku mulai tanggal 15 Agustus 1950, pemerintahan daerah Sumatera Tengah perlu segera disusun baru menurut dasar-dasar dalam Undang-undang No. 22 tahun 1948;
|bahwa pemerintahan daerah Prop. Sumatera Tengah sedjak hari tersebut masih dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi dan Badan Eksekutif Prop. (Dewan Pemerintah Daerah), jang dibentuk atas dasar Undang-undang No. 10 tahun 1948, lagi pula djabatan Gubernur masih terluang, sehingga djalannja pemerintahan daerah tidak lantjar;
|bahwa usaha-usaha Dewan Perwakilan Rakjat dan Badan Eksekutif Prop. Sumatera Tengah dalam membentuk pemerintahan daerah baru menudju kearah pelaksanaan Undang-undang pokok pemerintahan daerah tidak berhasil, sehingga perkembangan pelaksanaan otonomi daerah Sumatera Tengah tertahan;
|bahwa Acting Gubernur jang telah diangkat oleh Pemerintah untuk memangku djabatan Kepala Daerah Prop. Sumatera dengan tugas djuga membentuk pemerintahan baru menurut instruksi Menteri Dalam Negeri tanggal 19 September 1950 Nr. Des. 12/4/27, tidak dapat mendjalankan kewadjibannja, karena penolakan Dewan Perwakilan Rakjat Prop. Sumatera Tengah terhadap keangkatannja itu, dan karena timbang terima dilarang oleh Dewan Perwakilan Rakjat Prop.;
|bahwa dengan perbuatan dan sikap tersebut Dewan Perwakilan Rakjat dan Badan Eksekutif Prop. Sumatera Tengah telah keliru memakai kekuasaannja dan telah menghalang-halangi terbentuknja pemerintahan daerah baru, jang dalam keadaan tersebut diatas merugikan daerah dan Negara;
|bahwa berhubung dengan keadaan didaerah itu dan hasrat Pemerintah untuk segera mengadakan pemerintahan daerah jang memenuhi sjarat-sjarat seperti tersebut dalam Undang-undang No. 22, tahun 1948 sebagai pelaksanaan program kabinet, Pemerintah menganggap perlu mengadakan tindakan-tindakan dan peraturan seperti tersebut dibawah ini.}}
{{sp|Mengingat}}: pasal 142 dan 98 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia, dan pasal 16 ajat 1, pasal 25 ajat 1 Undang-undang Nr. 22 tahun 1948, dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nr. 4 tahun 1950.<noinclude>{{rh|||419}}</noinclude>
du0twghp1qg2o04juqq0buyu3928768
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/461
104
99098
283835
275308
2026-05-07T11:27:45Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 461 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|''„Presiden RMS, Mr Dr Chr Soumokil, sedang istirahat disuatu daerah ditengah-tengah hutan di Ceram, setelah terus-menerus dikedjar-kedjar oleh „maung-maung” Siliwangi.''}}<noinclude></noinclude>
hwi8n4y7v7l4jyqv5qc1d28jbk4ziqu
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/419
104
99101
283820
275315
2026-05-07T11:07:11Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 419 crop).jpg|bingkai|pus]]
''Salah seorang diantara warga TNI jang gugur akibat keganasan gerombolan terroris APRA adalah Letnan Kolonel Lembong. Pada saat beliau akan memasuki kompleks Stafkwartier Divisi SILIWANGI di Oude Hospitaalweg, beliau tiba-tiba dihudjani tembakan dan guger seketika itu djega, untuk kemudian setjara diluar batas perikemanusiaan tubuh almarhum dibatjok dan ditusuk-tusuk dengan pedang bajonet.''
{{Right|'''(Foto: PREANGER Studio)'''}}<noinclude></noinclude>
irlkubdaad36kex8vmndwkpqpddaje4
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/424
104
99103
283825
275322
2026-05-07T11:15:00Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 424 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Seorang serdadu KNIL jang tergabung dalam APRA, dengan pedangnja sedang menghapus papan-nama Staf-kwartier Divisi SILIWANGI jang berkedudukan di Oude Hospitaalweg (sekarang Djl. Lembong) Bandung, sesaat setelah mereka melantjarkan terror-berdarahnja.''}}
{{right|'''(Foto: PREANGER Studio)'''}}<noinclude></noinclude>
82i9yqtbgh20j6mruv61q4bpnxhlact
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/427
104
99104
283827
275325
2026-05-07T11:17:37Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 427 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Setelah melakukan terror-berdarahaja, sebahagian dari pasukan APRA dengan berlenggang-kangkung kembali menudju kemarkasnja kearah Tjimahi. Kesemuanja itu berlangsung dimuka hidung tentara Relanda jang nota-bene pada waktu itu masih bertanggungdjawab penuh atas apa jang mereka namakan "rust cn orde" dikota Bandung.''}}
{{right|'''(Foto: PREANGER Studio)'''}}<noinclude></noinclude>
aabxozyr5of1m9jckrh62gsc950orz3
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/432
104
99106
283830
275330
2026-05-07T11:19:44Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 432 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Suatu upatjara penjerahan dan pelantikan KNIL jang dimasukkan kedalam APRIS disalah satu kota di DjaWa Barat dihadapan Komandan KMD III, Letnan Kolonel Daeng. Kepala Staf KMD Major R. Md. Sudarman tampak sedang mengganti tanda pangkat baru.''}}<noinclude></noinclude>
djievyzjgo6sbv86trvvnwiimqn8hxr
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/241
104
99107
283816
275332
2026-05-07T10:59:24Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 241 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|GAMBAR II}}
Tank pertama setjara terus-menerus menghudjani Bukit Utara dengan tembakan-tembakan gentjar sekali, sehingga menjebabkan pasukan-pasukan kita tidak dapat berkutik dan terpaku ditempat tersebut.
Kedua tank lainnja dipergunakan sebagai pelindung daripada pasukan infanteri Belanda jang tampak bergerak kearah Bukit Timur. Djarak 500 m dari djalan raya itu dapat mereka tempuh dengan mudah sekali dikarenakan adanja bantuan tembakan dari tank-tank Belanda, jang setjara teratur sekali mengarahkan tembakan-tembakannja semakin keatas, sedemikian rupa sehingga tidak mengenai pasukan-pasukan infanterinja jang sedang bergerak.
Hudjan lebat jang turun semendjak terdjadinja pertempuran itu, menjebabkan hubungan radio antara tank dengan pasukan infanterinja mendjadi terganggu.<noinclude>{{rh|||203}}</noinclude>
mkz7z7t0kmi6ecrvx095l7072sxleof
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/764
104
99109
283128
275351
2026-05-07T00:14:53Z
Rubyracha
25170
283128
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{hwe|lam|dalam}} Persatuan Saudagar Indonesia telah mengambil keputusan-keputusan jang djitu, sedjalan dengan politik pemerintah, jang berudjud membantu berlakunja undang-undang/peraturan Negara, serta penjelesaian keselamatan dan kesedjahteraan umum, maka diserukan kepada pegawai-pegawai, polisi, dan lain-lain serta pemimpin-pemimpin dan rakjat seluruhnja memberikan bantuan kepada Persatuan Saudagar Indonesia, dan bekerdja sama serapatrapatnja melantjarkan keputusan-keputusan tersebut bagi keselamatan dan kesedjahteraan bersama". Kita kenang kembali pengumuman itu , sebab djiwanja sungguh masih dibutuhkan sekali sekarang oleh para pengusaha umumnja dan organisasi Persatuan Saudagar Indonesia chususnja.
Persatuan Saudagar Indonesia sudah berumur 36 tahun, dan selama itu telah banjak pula hasil jang tertjapai olehnja. Berturutturut kita sebutkan hasil-hasil jang dimaksud:<br>
''1916-1930.''
{{PUU-nomor|n=1|Studie fonds Minangkabau, memberi bea-siswa bagi peladjar
jang akan melandjutkan peladjarannja kesekolah tinggi.
|Serikat Usaha, didirikan untuk memikirkan tjara penampungan anak-anak jang tidak diterima pada sekolah rakjat H.I.S.; sebagai hasilnja mendirikan sekolah rakjat bernama Adabiah.
|Terbentuknja Bank Nasional di Bukittinggi jang dipimpin oleh saudara Anwar Sutan Saidi, jaitu hasil Himpunan Saudagar Indonesia tjabang Bukittinggi.}}
''1935-1943.''
{{PUU-nomor|n=1|Surat izin impor buat pemasukan dari Singapore via Pakan Baru
bagi pedagang Indonesia, jaitu atas pertolongan Mr. M. Yamin: Inkorba N.V., Handel Mij Boemipoetra, dan lain-lain.
|Berhasil menuntut claim pada leverancier (importir asing) atas kekeliruan melaksanakan pesanan , dan sanctie jang akan diambil bila tuntutan claim tidak dikabulkan ialah boycot.
|Mendirikan Handel Mij ,,PERTJA" N.V. untuk menghadapi perniagaan hasil bumi.
|Membatasi pengusaha asing masuk ke Pasar Gedang atas dasar mempertahankan Pasar Gedang buat pedagang nasional.
|Mulai berdiri importir-importir Indonesia pada tahun 1941, jaitu atas bantuan Ir. Ibrahim.}}
''1944-1946.''
{{PUU-nomor|n=1|Mendirikan Perseroan Kilang Benang „MELATI” jang bekerdja dalam usaha pemintalan benang.
|Pembelian Padang Gadut sebagai langkah ke-usaha pertanian.}}<noinclude>{{rh|'''756'''}}</noinclude>
ghss4f3r6vv5w52u4e7f26s9bw71xl7
283129
283128
2026-05-07T00:15:40Z
Rubyracha
25170
283129
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{hwe|lam|dalam}} Persatuan Saudagar Indonesia telah mengambil keputusan-keputusan jang djitu, sedjalan dengan politik pemerintah, jang berudjud membantu berlakunja undang-undang/peraturan Negara, serta penjelesaian keselamatan dan kesedjahteraan umum, maka diserukan kepada pegawai-pegawai, polisi, dan lain-lain serta pemimpin-pemimpin dan rakjat seluruhnja memberikan bantuan kepada Persatuan Saudagar Indonesia, dan bekerdja sama serapatrapatnja melantjarkan keputusan-keputusan tersebut bagi keselamatan dan kesedjahteraan bersama". Kita kenang kembali pengumuman itu, sebab djiwanja sungguh masih dibutuhkan sekali sekarang oleh para pengusaha umumnja dan organisasi Persatuan Saudagar Indonesia chususnja.
Persatuan Saudagar Indonesia sudah berumur 36 tahun, dan selama itu telah banjak pula hasil jang tertjapai olehnja. Berturutturut kita sebutkan hasil-hasil jang dimaksud:<br>
''1916-1930.''
{{PUU-nomor|n=1|Studie fonds Minangkabau, memberi bea-siswa bagi peladjar
jang akan melandjutkan peladjarannja kesekolah tinggi.
|Serikat Usaha, didirikan untuk memikirkan tjara penampungan anak-anak jang tidak diterima pada sekolah rakjat H.I.S.; sebagai hasilnja mendirikan sekolah rakjat bernama Adabiah.
|Terbentuknja Bank Nasional di Bukittinggi jang dipimpin oleh saudara Anwar Sutan Saidi, jaitu hasil Himpunan Saudagar Indonesia tjabang Bukittinggi.}}
''1935-1943.''
{{PUU-nomor|n=1|Surat izin impor buat pemasukan dari Singapore via Pakan Baru
bagi pedagang Indonesia, jaitu atas pertolongan Mr. M. Yamin: Inkorba N.V., Handel Mij Boemipoetra, dan lain-lain.
|Berhasil menuntut claim pada leverancier (importir asing) atas kekeliruan melaksanakan pesanan , dan sanctie jang akan diambil bila tuntutan claim tidak dikabulkan ialah boycot.
|Mendirikan Handel Mij „PERTJA” N.V. untuk menghadapi perniagaan hasil bumi.
|Membatasi pengusaha asing masuk ke Pasar Gedang atas dasar mempertahankan Pasar Gedang buat pedagang nasional.
|Mulai berdiri importir-importir Indonesia pada tahun 1941, jaitu atas bantuan Ir. Ibrahim.}}
''1944-1946.''
{{PUU-nomor|n=1|Mendirikan Perseroan Kilang Benang „MELATI” jang bekerdja dalam usaha pemintalan benang.
|Pembelian Padang Gadut sebagai langkah ke-usaha pertanian.}}<noinclude>{{rh|'''756'''}}</noinclude>
7oibuvi7i6qet7zxp6v2f46fmqsw2zq
283130
283129
2026-05-07T00:15:59Z
Rubyracha
25170
283130
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{hwe|lam|dalam}} Persatuan Saudagar Indonesia telah mengambil keputusan-keputusan jang djitu, sedjalan dengan politik pemerintah, jang berudjud membantu berlakunja undang-undang/peraturan Negara, serta penjelesaian keselamatan dan kesedjahteraan umum, maka diserukan kepada pegawai-pegawai, polisi, dan lain-lain serta pemimpin-pemimpin dan rakjat seluruhnja memberikan bantuan kepada Persatuan Saudagar Indonesia, dan bekerdja sama serapatrapatnja melantjarkan keputusan-keputusan tersebut bagi keselamatan dan kesedjahteraan bersama”. Kita kenang kembali pengumuman itu, sebab djiwanja sungguh masih dibutuhkan sekali sekarang oleh para pengusaha umumnja dan organisasi Persatuan Saudagar Indonesia chususnja.
Persatuan Saudagar Indonesia sudah berumur 36 tahun, dan selama itu telah banjak pula hasil jang tertjapai olehnja. Berturutturut kita sebutkan hasil-hasil jang dimaksud:<br>
''1916-1930.''
{{PUU-nomor|n=1|Studie fonds Minangkabau, memberi bea-siswa bagi peladjar
jang akan melandjutkan peladjarannja kesekolah tinggi.
|Serikat Usaha, didirikan untuk memikirkan tjara penampungan anak-anak jang tidak diterima pada sekolah rakjat H.I.S.; sebagai hasilnja mendirikan sekolah rakjat bernama Adabiah.
|Terbentuknja Bank Nasional di Bukittinggi jang dipimpin oleh saudara Anwar Sutan Saidi, jaitu hasil Himpunan Saudagar Indonesia tjabang Bukittinggi.}}
''1935-1943.''
{{PUU-nomor|n=1|Surat izin impor buat pemasukan dari Singapore via Pakan Baru
bagi pedagang Indonesia, jaitu atas pertolongan Mr. M. Yamin: Inkorba N.V., Handel Mij Boemipoetra, dan lain-lain.
|Berhasil menuntut claim pada leverancier (importir asing) atas kekeliruan melaksanakan pesanan , dan sanctie jang akan diambil bila tuntutan claim tidak dikabulkan ialah boycot.
|Mendirikan Handel Mij „PERTJA” N.V. untuk menghadapi perniagaan hasil bumi.
|Membatasi pengusaha asing masuk ke Pasar Gedang atas dasar mempertahankan Pasar Gedang buat pedagang nasional.
|Mulai berdiri importir-importir Indonesia pada tahun 1941, jaitu atas bantuan Ir. Ibrahim.}}
''1944-1946.''
{{PUU-nomor|n=1|Mendirikan Perseroan Kilang Benang „MELATI” jang bekerdja dalam usaha pemintalan benang.
|Pembelian Padang Gadut sebagai langkah ke-usaha pertanian.}}<noinclude>{{rh|'''756'''}}</noinclude>
dhe7fgh7wtjromfikibkuy6lurq8nsz
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/80
104
99113
283015
275344
2026-05-06T16:26:27Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Quast. Karena pengaruh dari Rawas Palembang maka pada tahun 1915, di Sarolangun berdiri perkumpulan Serikat Islam dan kemudian di Muara Tembesi didesa Rantau Kapas dipimpin oleh Raden Gunawan pemuka Serikat Islam.
Pada tanggal 26 Agustus 1916 terdjadi penjerangan pada Pemerintah di Muara Tembesi. Controleur dan Demang tidak ada Tangsi polisi diserangnja, sepuluh orang polisi tiwas dan seorang Dokter Djawa mati. Pada esok harinja Controleur bersama Demang baru kembali dari tournee dengan kapal. Setelah mengetahui kedjadian ini, mereka tidak singgah lagi di Muara Tembesi, dan kapal terus ditudjukan ke Djambi. Sesampai didusun Melapari kapal ditembak oleh pemberontak sehingga Demang Arbein tiwas. 880 orang menggabungkan diri pada S.I. dengan pengandjur-pengandjurnja memakai gelar keturunan Radja Djambi dahulu kala jang membikin pemberontakan seluruh Uluan Djambi.
Pada 31 Agustus 1916 Sarolangun Djambi diserang, sehingga Controleur Water dan pegawai-pegawainja dibunuh. Militer Belanda datang dari Djambi jang dipimpin oleh Overste Gerlach dengan beberapa buah kapal memudikkan Batang Hari untuk menindas pemberontak itu. Pada malam 1/2 September tahun 1916 Muara Tebo diserang. Dan Muara Tebo mendapat bantuan Polisi dari Kotabaru jang dipimpin oleh Kapten Ot sehingga tanggal 5 kembali aman dan banjak pembakaran terdjadi sewaktu penjerangan itu.
Tanggal 11 bulan itu djuga Bangko dapat giliran penjerangan. Bangko dapat dipertahankan oleh Militer jang dapat bantuan dari Djambi, Rawas, Kotabaru dan Sungei Penuh jang dipimpin oleh Kolonel Krusen jang menguasai militer Palembang di Djambi. Sehingga bulan Oktober 1916 daerah Djambi baru kembali
aman. Banjak korban-korban pemberontak jang tiwas, ditangkap dan dihukum pendjara dikirim ke Djawa.
'''Susunan penggantian Resident Djambi :'''
<poem>
{{gap}}{{gap}}Pertri tahun 1918.
{{gap}}{{gap}}C. Poortman, 7 Maret 1923.
{{gap}}{{gap}}G. J. V. Ezerman, 24 Agustus 1927.
{{gap}}{{gap}}J. R. F. Verschoor van Nisse, 8 Nopember 1928.
{{gap}}{{gap}}W. Steinbuch 2 Nopember 1931.
{{gap}}{{gap}}Ph. J. van der Meulen, 10 Djuli 1933.
{{gap}}{{gap}}H. E. K. Van Dongen, 4 Mei 1935.
{{gap}}{{gap}}Dr. V. E. Korn, 9 April 1936.
{{gap}}{{gap}}M. J. Ruychaver, 26 September 1936.
{{gap}}{{gap}}J. Reuvers, 4 Maret 1942.
</poem><noinclude>{{rh|74}}</noinclude>
fk47ym63cy79l2v3scil01sg16v7w54
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/782
104
99116
282983
275688
2026-05-06T16:08:44Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter, perhatikan tanda petik
282983
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>djadi guru 12 orang dan jang lainnja dipekerdjakan pada dinas pemerintahan.<br>Berhubung karena sudah ada orang-orang Indonesia jang mendjadi guru, maka dalam tahun ini mulailah dibuka sekolah-sekolah rendah untuk rakjat, mulanja tiga tahun dan kemudian didjadikan 5 tahun, jang kemudian disebut dengan „Sekolah Gubernemen Kl. II".<br>Adapun sekolah Kweekschool tadi, jang mulanja dianggap sebagai sekolah rendah sadja, maka dalam tahun 1873 dinaikkan deradjatnja dan ditinggikan mata peladjarannja serta diadjarkan djuga bahasa Belanda. Bahasa Belanda ini adalah salah satu mata-peladjaran jang dianggap sangat penting sekali pada masa itu untuk menambah pengetahuan murid-murid dalam mentjapai kemadjuan jang lebih tinggi.<br>Melihat bagaimana tjepatnja kemadjuan jang ditjapai oleh murid-murid Kweekschool dengan adanja peladjaran bahasa Belanda itu, maka dalam tahun 1884 peladjaran bahasa Belanda ini dimatikan kembali, dengan alasan-alasan, bahwa bahasa Belanda itu tidak ada faedahnja dan sangat sulit pula mengadjarkan dan difahami oleh murid-murid.<br>Dengan matinja peladjaran bahasa Belanda itu, maka Kweekschool jang tadinja telah mendjadi sumber kemadjuan bagi orang Indonesia, seakan-akan direndahkan kembali deradjatnja seperti bermula. Hal ini ketika itu dirasakan oleh murid-murid terutama oleh bekas-bekas murid Kweekschool jang telah mendjadi guru suatu pukulan atau usaha untuk memperlambat tertjapainja kemadjuan bangsa Indonesia, terutama karena buku-buku ilmu pengetahuan jang akan dibatja dan dipeladjari pada masa itu hanjalah ada dalam bahasa Belanda.<br>Memang waktu itu ada djuga anak-anak Indonesia jang diizinkan memasuki sekolah- sekolah Belanda, tetapi djumlahnja tjuma satu dua orang sadja.<br>Oleh sebab itu bekas murid-murid Kweekschool jang telah mendjadi guru memandang, bahwa penghapusan kembali bahasa Belanda di Kweekschool sangat merugikan sekali, dan mereka terus memperdjuangkan dengan berbagai usaha jang bidjaksana dan tidak bosan-bosannja memadjukan permohonan supaja bahasa Belanda itu diadjarkan kembali.<br>Selama 6 tahun soal ini diperdjuangkan oleh mereka, jang dipelepori oleh alm. e. Nawawi St. Makmur dan Thaib St. Pamuntjak, maka dalam tahun 1904 diadjarkan kembali bahasa Belanda di Kweekschool Bukittinggi sebagai pertjobaan dikelas I. Diseluruh Indonesia waktu itu hanja di Kweekschool Bukittinggi sadja jang diadjarkan bahasa Belanda sebagai satu-satunja tempat untuk pertjobaan.<noinclude>{{rh|'''774'''}}</noinclude>
tvanawk0lmkj2pwsy2932hs69qudx6y
283131
282983
2026-05-07T00:18:25Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283131
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>djadi guru 12 orang dan jang lainnja dipekerdjakan pada dinas pemerintahan.
Berhubung karena sudah ada orang-orang Indonesia jang mendjadi guru, maka dalam tahun ini mulailah dibuka sekolah-sekolah rendah untuk rakjat, mulanja tiga tahun dan kemudian didjadikan 5 tahun, jang kemudian disebut dengan „Sekolah Gubernemen Kl. II”.
Adapun sekolah Kweekschool tadi, jang mulanja dianggap sebagai sekolah rendah sadja, maka dalam tahun 1873 dinaikkan deradjatnja dan ditinggikan mata peladjarannja serta diadjarkan djuga bahasa Belanda. Bahasa Belanda ini adalah salah satu mata-peladjaran jang dianggap sangat penting sekali pada masa itu untuk menambah pengetahuan murid-murid dalam mentjapai kemadjuan jang lebih tinggi.
Melihat bagaimana tjepatnja kemadjuan jang ditjapai oleh murid-murid Kweekschool dengan adanja peladjaran bahasa Belanda itu, maka dalam tahun 1884 peladjaran bahasa Belanda ini dimatikan kembali, dengan alasan-alasan, bahwa bahasa Belanda itu tidak ada faedahnja dan sangat sulit pula mengadjarkan dan difahami oleh murid-murid.
Dengan matinja peladjaran bahasa Belanda itu, maka Kweekschool jang tadinja telah mendjadi sumber kemadjuan bagi orang Indonesia, seakan-akan direndahkan kembali deradjatnja seperti bermula. Hal ini ketika itu dirasakan oleh murid-murid terutama oleh bekas-bekas murid Kweekschool jang telah mendjadi guru suatu pukulan atau usaha untuk memperlambat tertjapainja kemadjuan bangsa Indonesia, terutama karena buku-buku ilmu pengetahuan jang akan dibatja dan dipeladjari pada masa itu hanjalah ada dalam bahasa Belanda.
Memang waktu itu ada djuga anak-anak Indonesia jang diizinkan memasuki sekolah-sekolah Belanda, tetapi djumlahnja tjuma satu dua orang sadja.
Oleh sebab itu bekas murid-murid Kweekschool jang telah mendjadi guru memandang, bahwa penghapusan kembali bahasa Belanda di Kweekschool sangat merugikan sekali, dan mereka terus memperdjuangkan dengan berbagai usaha jang bidjaksana dan tidak bosan-bosannja memadjukan permohonan supaja bahasa Belanda itu diadjarkan kembali.
Selama 6 tahun soal ini diperdjuangkan oleh mereka, jang dipelepori oleh alm. e. Nawawi St. Makmur dan Thaib St. Pamuntjak, maka dalam tahun 1904 diadjarkan kembali bahasa Belanda di Kweekschool Bukittinggi sebagai pertjobaan dikelas I. Diseluruh Indonesia waktu itu hanja di Kweekschool Bukittinggi sadja jang diadjarkan bahasa Belanda sebagai satu-satunja tempat untuk pertjobaan.<noinclude>{{rh|'''774'''}}</noinclude>
3lk4hknwf7ji9xwfn22xejd3coum9vp
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/573
104
99117
283776
275971
2026-05-07T10:09:57Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
PADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
{{gap}}Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
{{gap}}Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
{{gap}}Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
{{gap}}Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
aqpv8lv6504u1ujhrfj0ckmgpgccjbb
283779
283776
2026-05-07T10:11:40Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
{{gap}}Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
{{gap}}Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
{{gap}}Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
{{gap}}Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
iag5f91mwmw2i2g2ft3ch10gwyvqk6c
283781
283779
2026-05-07T10:12:46Z
Suga Widi
25678
283781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
{{gap}}Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
{{gap}}Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
{{gap}}Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
iin2a1h1skebkmm98drn54d19li9xmf
283782
283781
2026-05-07T10:13:17Z
Suga Widi
25678
283782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
{{gap}}Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
{{gap}}Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
rxxu9r28qgm10omg9577yg1hnhz5pv8
283783
283782
2026-05-07T10:14:17Z
Suga Widi
25678
283783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
: Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
8iqjrmk0uwuc6f7npi7nliibdx417ea
283784
283783
2026-05-07T10:15:21Z
Suga Widi
25678
283784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
: Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad<br>Noech.
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
ezpu5b7ij29hq29emhqwxpnx0ufa0w2
283785
283784
2026-05-07T10:17:03Z
Suga Widi
25678
283785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
Noech.
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
5kcepny3m56nwd154lrgcb06tdcjl17
283786
283785
2026-05-07T10:17:49Z
Suga Widi
25678
283786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
<br>Noech.<br>
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
{{gap}}Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
ej04te47vadyjotj4bns7aipuql0k5p
283787
283786
2026-05-07T10:19:00Z
Suga Widi
25678
283787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
<br>Noech.<br>
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
9zepxpo3o5vcz7thndiajco2e892dv1
283788
283787
2026-05-07T10:19:48Z
Suga Widi
25678
283788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
<br>Noech.</br>
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
fmi3ugv03xv0ok5zjnb93lvf940odx7
283789
283788
2026-05-07T10:20:25Z
Suga Widi
25678
283789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
<br>Noech.
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
jqufzqu7c9xasawrquay0newwe4cj5j
283790
283789
2026-05-07T10:20:58Z
Suga Widi
25678
283790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad<br>Noech.
: Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
jcva9lgjae7i1a6w1atma37hskfvnzc
283791
283790
2026-05-07T10:21:47Z
Suga Widi
25678
283791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
mq6qosfelw6bwfui7ctwh5tnbkcfz66
283792
283791
2026-05-07T10:22:19Z
Suga Widi
25678
283792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
Noech.
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
lpv8hw46fd2gl6qypxuza7pfytz6m4h
283793
283792
2026-05-07T10:23:14Z
Suga Widi
25678
283793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:<br>Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
Noech.<br>
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
nl6bvbuo92dqwui6uvf8khtzpstrk4s
283795
283793
2026-05-07T10:23:41Z
Suga Widi
25678
283795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:<br>Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
Noech.</br>
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
nspl9f8wpbc2ezinkknru4g95nqs3df
283798
283795
2026-05-07T10:24:20Z
Suga Widi
25678
283798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:<br>Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad
<br>Noech.</br>
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
{{gap}}Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
{{gap}}Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
{{gap}}Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
{{gap}}Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
fk4433adcgaqed3jggy738yiq8qj7pb
283800
283798
2026-05-07T10:26:00Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen :Letnan Kolonel Amin Kaoem.
:Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
:Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
:Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
:Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
:Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
sn7m7q4yj019igz8l6w2h8xg2v2h6e8
283801
283800
2026-05-07T10:27:03Z
Suga Widi
25678
283801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 21.'''}}
{{c|'''PENJUSUNAN KOMANDEMEN SUMATERA.'''}}
{{dropinitial|P}}ADA tanggal 5 Nopember 1945, oleh Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa diangkat Dr. A. K. Gani djadi Organisator dan Koordinator T.K.R. se-Sumatera, jang dalam djabatannja ini mengangkat pula Djenderal Major Suhardjo Hardjo Wardojo mendjadi Kepala Staf Umum Markas Besar T.K.R. Sumatera. Suhardjo adalah seorang jang mendapat pendidikan militer sampai berpangkat Kapten dizaman Belanda, dan belakangan memimpin transmigrasi di Metro, Sumatera Selatan.
Dengan pengalamannja ini, maka Djenderal Major Suhardjo segera memberi petundjuk-petundjuk tentang penjusunan tentera setjara modern dari barisan-barisan bersendjata jang telah dibentuk ditiap tempat. Mulai dari Sumatera Selatan disusunnja ketenteraan, lalu ia berdjalan ke Sumatera Tengah, menjusun pula disini, buat meneruskan perdjalanannja lagi ke Sumatera Utara, menjusun ketentaraan disitu pula. Sehingga kemudian terbentuklah di Sumatera 3 Divisi, jaitu Divisi Gadjah di Sumatera Utara, Divisi Banteng di Sumatera Tengah, dan Divisi Garuda di Sumatera Selatan. Selesai penjusunan ini, lalu disusunnja pula Markas Komandemen Tentera Sumatera, jang berkedudukan diBukittinggi. Komandemen ini dibagi kepada sebelas seksi, jang susunannja sebagai berikut: Panglima Tinggi Kepala Komandemen Tentera R.I. Sumatera:
:Djenderal Major R. Suhardjo Hardjo Wardojo.
:Kepala Markas Komandemen : Kolonel Klas I Moehamad Noech.
:Kepala Seksi Sekretariat jaitu Seksi I Markas Komandemen : Letnan Kolonel Amin Kaoem.
:Kepala Seksi Tata-Usaha Seksi II Markas Komandemen : Kolonel Klas I Hasan Kasim.
:Kepala Seksi Organisasi jaitu Seksi III Markas Komandemen : Kolonel Klas I M. Simbolon.
:Kepala Seksi Siasat Perang (Strategie) jaitu Seksi IV Markas Komandemen : Kolonel Aboendjani.
:Kepala Seksi Penerangan dan Perhubungan jaitu Seksi V Markas Komandemen : Letnan Kolonel Abdullah Kartawirana.
:Kepala Seksi Keuangan jaitu Seksi VI Markas Komandemen : Letnan Kolonel Raden Kadiman.<noinclude>{{rh|||567}}</noinclude>
7h5o8ja7t3en54sto8rl0d5ntufbm79
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/670
104
99140
283389
275450
2026-05-07T04:03:26Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
283389
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Tanah jang diberikan rakjat untuk itu sebagai tjendawan tumbuh banjaknja.
Berhubung dengan kekurangan pegawai teknis, jang akan melantjarkan pertanian dikampung -kampung , oleh Djawatan Pertanian Prop. Sumatera Tengah, sudah didirikan Kader Kursus untuk Mantri Tani, lamanja 1 tahun. Sesudah itu dalam pertengahan tahun ini, dididik lagi tjalon untuk djadi Mantri Tani, jang akan ditempatkan didaerah Djambi dan Riau. Mereka itu terdiri dari pemudapemuda jang berasal dari daerah Djambi dan Riau pula.
Dan untuk mempertinggi mutu para pegawai jang ada sekarang,
pada pertengahan tahun ini, sudah pula dididik Mantri-mantri Kepala dari Kabupaten-kabupaten dalam Prop. Sumatera Tengah, jang lama pendidikannja 1 tahun.
Selain dari itu beberapa orang pegawai pertanian, sudah dikirim kepulau Djawa untuk menambah ilmu pengetahuannja tentang perkebunan buah-buahan di Pasar Minggu Djakarta, penjelidikan tanaman-tanaman di Bogor, mekanisasi di Pasar Minggu Djakarta dan tebu Rakjat di Djawa Timur dan Tengah.
'''Mendjaga dan memperbaiki tanah.'''
Tanah-tanah jang miring akan diusahakan membuatnja bertingkat-tingkat supaja bunga tanah djangan hanjut kebawah, jang menjebabkan tjepatnja kurus tanah. Untuk ini sudah disediakan pertjobaan-pertjobaan dan akan diadakan perlombaan untuk itu.
Tanah-tanah jang sudah kurus, diusahakan supaja ditanami dengan pupuk hidjau, (grotalaria).
Untuk mentjegah bahaja bandjir, diusahakan dengan djalan memberi penerangan, supaja hutan djangan ditebangi rakjat dengan semau-maunja sadja ,,lebih-lebih jang dekat kekampung-kampung, dan agar menanami kembali hutan-hutan jang sudah gundul.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|664}}</noinclude>
q44zaw83pfmr48v2n2rrtoiaveknsgg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1024
104
99145
283872
275453
2026-05-07T11:56:40Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=8
|Undang-undang jang takluk dengan hak perkawinan semenda menjemenda.
|Undang-undang jang takluk dengan hak penghidupan, pentjaharian, kepandaian dan pekerdjaan Anak Adam.
|Undang-undang jang takluk dengan hak harta benda, berat dan ringan.
|Undang-undang jang takluk dengan hak permainan-permainan.
|Undang-undang jang takluk dengan kekajaan alam, laut, darat, sawah, ladang, tasik, tambang, gunung, bukit, hutan, tanah, lupak, lebung. paja,rawang, tandjung, teluk, danau, rimba, dan remban.}}
''Sendi Undang'', jang disebut djuga ''Teliti''. Ialah undang-undang jang telah diperkuat lagi dan telah ditambah dengan peraturan-peraturan chusus.
''Undang-undang hukum.''
Ialah undang-undang jang menentukan berat ringannja hukuman dan pembahagian-pembahagian jang termasuk kepada hukuman berat atau ringan, jang disebut djuga hukuman diatas dan hukuman dibawah. Undang-undang hukum ini masih terpakai sebahagian besarnja sampai kepada Kemas Abdulkadir diangkat oleh pendjadjahan Belanda mendjadi Advisseur Adat Djambi sebelum tahun 1925. Dipergunakan oleh Belanda disamping wetboek van Strafrecht.
{{c|_________________}}<noinclude>{{rh|1016}}</noinclude>
bzx3w6cydsh0ftjrssutuky39m4l4kg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1025
104
99150
283870
275465
2026-05-07T11:55:15Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''Pasal 79.'''}}
{{c|'''PERSUKUAN.'''}}
'''Djambi dalam zaman beradja-radja.'''
{{Dropinitial|K}}ERADJAAN Djambi dahulunja, dinamakan djuga Keradjaan jang 12 karena masjarakat terdiri dari 12 suku. Asal suku ini telah dibentangkan pada bahagian „Perkembangan Masjarakat Keradjaan Djambi". Dusun-dusun, kampung-kampung dan negeri dibagi-bagi menurut suku-suku jang 12 itu, dengan tugas dan kewadjiban penduduknja masing-masing. Beberapa kampung dan dusun-dusun diberi nama (dimasukkan) mendjadi „anak kandung" dari suku-suku jang 12 itu. Pun suku-suku tersebut diberi nama djuga menurut nama dusun-dusun:
I. ''Suku Djebus.''
Negeri-negeri jang mendjadi anak dari suku ini:
1. Sabak dan Dendang. 2. Simpang. 3. Aur Gading. 4. Tandjung. 5. Landrang. Kepala dari suku Djebus, bergelar„Radja Sari". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja menjelenggarakan penobatan dan penabalan Radja-radja dengan menjisipkan pada pinggang Radja jang sedang dinobatkan itu sebilah „keris" jang bernama „keris Sigindjai".
II. ''Suku Pemajung.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini:
1. Teluk sebelah ulu. 2. Pudak-Kumpeh. 3. Berembang.
Jang mendjadi anak:
1. Sipin-Kumpeh. 2. Pulau Mentaro-Kumpeh. 3. Muara Djambi. 4. Teluk Sekerat. 5. Pematang kanan. 6. Kunangan.
Kepala dari suku Pemajung bergelar „Lurah". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja memajungi Radja.
III. ''Suku Maro Sebo.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini:
1. Sungai Buluh. 2. Pelajang. 3. Sengketi ketjil. 4. Sungai Ruan.<noinclude>{{rh|||1017}}</noinclude>
53dfzqsnqbxmr3wldf8a61xkrhqkxgm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1026
104
99151
283869
275469
2026-05-07T11:54:35Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>5. Buluh Kasap. 6. Kembang Seri. 7. Rengas sembilan. 8. Sungai Aur. 9. Teluk Leban. 10. Sungai Bengkal. 11. Mangupeh. 12. Remadji. 13. Rantau Api. 14. Rambutan Masam. 15. Kubu Kandang.
Jang mendjadi anak:
1. Semabu. 2. Teluk Pandak. 3. Beberapa dusun di Tungkal. 4. Penjengat. 5. Mendalo. 6. Selat.
Kepala dari suku Maro Sebo bergelar „Kedemang". Pekerjaan dan kewadjiban penduduknja menjelenggarakan soal permakanan dengan segala keperluannja, alat dan persiapannja.
IV. ''Suku Petadjin.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini:
1. Betung Bedarah. 2. Penapalan. 3. Sungai Keruh. 4. Teluk Rendah. 5. Dusun Tuo. 6. Penindjauan. 7. Tambun Arang. 8. Pemunduran Kumpeh.
Jang mendjadi anak.
1. Dusun Danau Embat. 2. Rantau Madjo. 3. Sengeti. 4. Keranggan. 5. Sakernan 6. Sungai Baung. 7. Dusun Aro.
Kepala dari suku Petadjin bergelar „Lurah". Pekerjaan dan kewadjiban penduduknja pertukangan, untuk persiapan mendirikan rumah, perahu, tongkang dan pengajuh-pengajuhnja.
V. Suku VII Koto, jang bernama djuga ''„Kebang Paseban".''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini:
# Teluk Ketapang dan tjabang-tjabangnja. Teluk Tjempaka dan Udjung Tandjung.
# Muara Tabun dan tjabang-tjabangnja Pulau Musang dan Lemajo.
# Nirah dan tjabang-tjabangnja Aur Tjina, Sungai Dua dan Dusun Baru.
# Sungai Abang. 5. Teluk Kaju Putih. 6. Kuamang dan tjabang-tjabangnja Koto Djajo dan Pendukun. 7. Tandjung dan tjabang-tjabangnja Padang Kapuk, Rawang Pandjang. Bukit Gontjang, Lagam Ulu. Pulau Gading dan Empelu.
Jang mendjadi anak: ialah IX Koto:
#Pagar Gading (Puding), tjabang-tjabangnja: Sungai Malintang dan Sungai Rambe.
#Djambu, tjabang-tjabangnja: Teluk Kasai, Sungai Bengkal dan Sungai Besar.<noinclude>{{rh|1018}}</noinclude>
7vvo38atqaqwvxe2ia73jfc7y97irrm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1027
104
99153
283868
275474
2026-05-07T11:54:11Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>3. Rambahan. 4. Teluk Lengkap tjabangnja: Tandjung Aur. 5. Teluk-Djambu. 6. Kebung. Tjabang-tjabangnja Sialang Ketjil dan Puar Pandji. 7. Teluk Kuali. 8. Sago. 9. Dusun Tuo, tjabang-tjabangnja Suko Beradjo, Pasir Majang dan Sengalau. Dikala Pemerintahan Sulthan Thaha, Kepala dari suku VII Koto, bergelar „Temenggung" „Depati" „Penghulu Mudo" dan „Mangku. Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja memperbaiki benteng, pertahanan. pagar, tebat dan mempertahankan Keradjaan bila ada musuh.
IX Koto, kemudian tidak lagi mendjadi anak dari Suku VII Koto, tetapi telah mempunjai Kepala sendiri.
VI. ''Suku Awin.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini: 1. Pulau Kaju Aro. 2. Dusun Tengah.
Tidak mempunjai anak. Kepala dari suku Awin, bergelar „Lurah" Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja mendjaga dan memegang tombak disebelah kanan Radja.
VII. ''Suku Penagan.''
Negeri jang mendjadi bahagian suku ini, satu sadja jaitu Dusun Kuap dan tidak mempunjai anak. Kepala dari suku Penagan, bergelar „Lurah". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja mendjaga dan memegang tombak disebelah kiri Radja.
VIII. ''Suku Mestong.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini: 1. Tarikan. 2. Lopak-Alai. 3. Koto Karang. 4. Sarang Burung. Tidak mempunjai anak.
Kepala dari suku Mestong, bergelar „Lurah".
Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja, ahli bunji-bunjian, rebab dan ketjapi tari menari dan bernjanji untuk mendjadi Biduan Radja.
IX. ''Suku Serdadu.''
Negeri jang mendjadi bahagian suku ini, satu sadja jaitu Sungai Terap. Tidak mempunjai anak. Kepala dari suku Serdadu. bergelar „Lurah". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja berdjalan madju dimuka Radja, memegang bedil dan kelewang.
X. ''Suku Kebalen.''
Negeri jang mendjadi bahagian suku ini, hanja satu, jaitu: Terusan dan tidak mempunjai anak. Kepala dari suku ini, bergelar „Lurah". Kemudian gelar ini diganti dengan „Djojopati".<noinclude>{{rh|||1019}}</noinclude>
asp2yna758ci7uewuxxg5uruzll206r
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1028
104
99155
283866
275478
2026-05-07T11:53:39Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja pengiring dan pengawal Radja dari belakang dengan alat persendjataannja.
XI. ''Suku Aur Hitam.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini:
1. Durian Idjo. 2. Tebing Tinggi. 3. Padang Kelapa. 4. Sungai Siluang 5. Pematang Buluh 6. Kedjasung.
Jang mendjadi anak, hanja satu jaitu: Dusun Penjengat. Kepala dari suku Aur Hitam, bergelar „Lurah". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja mengadakan dan mendjaga persediaan air serta dengan persiapannja.
XII. ''Suku Pinokawan Tengah.''
Negeri-negeri jang mendjadi bahagian suku ini: 1. Dusun Dure. 2. Lupak Aur. 3. Pulau Betung. 4. Sungai Durian.
Jang mendjadi anaknja:
1. Dusun Setiris. 2. Dusun Baru. 3. Djambi Tulo. 4. Dusun Tengah. 5. Dusun Danau. 6. Dusun Rukam. 7. Dusun Penjengat kampung Senaung.
Kepala dari suku Pinokawan Tengah, bergelar „Lurah". Pekerdjaan dan kewadjiban penduduknja mendjaga dan mengawal Istana serta menjelenggarakan semua urusan peralatan dan pekerjaan harian didalam Istana itu. Maka adalah Djambi Keradjaan jang 12 itu, mempunjai Dewan Patih Luar dan Dewan Patih Dalam.
Dewan Patih Luar itu, ialah seperti Dewan Perwakilan Rakjat.
Tempat pembitjaraan wakil-wakil Rakjat dari Putjuk Djambi sembilan lurah dibawah pajung nan sekaki, tombak nan sebatang. Terdiri dari 5 anggota, jang diberi bergelar dengan gelar kehormatan jaitu: Pangeran atau Temenggung. Anggota-anggotanja, pilihan rakjat dari rumah nan bertungganai, kampung nan bertua dan negeri nan berbathin. Dewan Patih Dalam ialah Dewan Menteri. Terdiri dari 5 anggota dan 1 orang Ketua. Ketua dari Dewan Patih Dalam ini, bergelar „Pangeran Ratu".
{{c|__________}}<noinclude>{{rh|1020}}</noinclude>
drwejgb3sroehsxherqmjmcn9xv8ctk
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1030
104
99161
283865
275491
2026-05-07T11:53:02Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>berkedudukan disebuah dusun jang baru dibangunkan jaitu Mangundjaja, karena rakjat Djambi tidak mau menerima radja baru itu.
Karena keadaan jang genting itu, maka Pengeran Ratu pun berangkatlah ke Pagarrujung untuk mengabarkan halnja dan keradjaan Djambi kepada jang dipertuan Besar Alam Minangkabau.
Di Pagarrujung dia dinobatkan mendjadi radja jang mengepalai daerah jang terletak antara keradjaan Djambi dengan Keradjaan Minangkabau, jaitu daerah jang territoriumnja disebut dengan „Durian ditakuk Radjo. Sialang berlantak besi, Si Pisak-pisak hanjut". Sebagai radja daerah baru ini, dia diberi bergelar dengan Sultan Abdul Djalil Agung Seri Ingologo.
Kembalinja ke Djambi, Sultan ini djuga membawa seputjuk surat (Protes-nota) dari Jang dipertuan Besar Pagarrujung untuk disampaikan kepada pembesar Kompeni Belanda di Djambi.
Setelah menerima „Protes" keras dari Minangkabau itu, maka Kompeni Belandapun membatalkan pengangkatan Pengeran Depati Anom dan dia diasingkan ke Betawi, dan achirnja dibuang kepulau Pedamaran.
Kekuasaan pemerintahan keradjaan Djambi seluruhnja djatuhlah ketangan Sultan Abdul Djalil, dan memerintah bertahun-tahun lamanja.
Sultan ini tidak lama memerintah, karena meninggal diwaktu muda.
Kekuasaan berpindah tangan kepada Sultan Abdul Mahji Agung Seri Ingologo, tjutju dari Sultan Abdul Djalil. Sementara itu pengaruh Kompeni Belanda makin melebar dan roda pemerintahan tidak berdjalan lagi bagaimana mestinja.
Dengan maksud untuk membalaskan dendam, tiga orang keturunan Pengeran Depati Anom bermaksud hendak merebut kekuasaan dari radja jang belia ini. Ketiga orang itu ialah Raden Lawang Tusek, Raden Kuning dan Raden Nato. Ketiga-tiganja terkenal kebal dan banjak ilmu gaibnja.
Pada suatu hari jang ditentukan, perebutan kekuasaan itupun dilangsungkan mereka menurut rentjana semula, tapi mendapat perlawanan dari pihak sultan. Didalam peperangan ini, Raden Lawang Tusek dan Raden Nato menemui adjalnja.
Perlawanan ini termasjhur dengan nama peperangan „Kumpeh", jaitu perlawanan „Radjo 40 Malik Djagat".
Achirnja kekuasaan berada ditangan Sultan Thaha Sjaifuddin Agung Seri Ingolo. Tapi sultan ini tidak lama memerintah karena keradjaan Djambi diduduki dan ditaklukkan oleh Kompeni Belanda. Karena perlawanannja jang tidak berhasil. Sultan Thaha terpaksa melarikan diri kedaerah pedalaman Djambi.
Sebagai gantinja, oleh Kompeni Belanda diangkat Sultan Achmad Nazaruddin Agung Seri Inggologo untuk mengepalai daerah Djambi jang berbatas antara Muara Tembesi dengan Kuala Djambi. Sebagai Pengeran Ratu Sultan ini, oleh Kompeni Belanda diangkat Raden Mohammad Marto Kusumo Ningrat.
{{c|_________}}<noinclude>{{rh|1022}}</noinclude>
4zkz4bewi26p1kgm2sizldwbj7pq1o2
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1031
104
99164
283863
275494
2026-05-07T11:52:20Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''Pasal 81.'''}}
{{c|'''PEMBAHAGIAN TANAH.'''}}
{{Dropinitial|K}}ETENTUAN-KETENTUAN hukum terhadap tanah Djambi, terbagi kepada :
#Dinamakan Tanah Keradjaan.
#Dinamakan Tanah Bahagian.
#Dinamakan Tanah Serenan.
#Dinamakan Tanah Kurniaan.
Jang termasuk kedalam hukum „tanah keradjaan" jaitu, tanah-tanah jang tidak dalam hukum tanah bahagian tanah serenan dan tanah kurniaan.
„Tanah Bahagian" ialah tanah jang telah diserahkan oleh Radja atau Sultan kepada saudaranja jang perempuan. Tanah ini boleh didjual kembali kepada Radja.
„Tanah Serenan" ialah tanah, jang telah diberikan oleh Radja kepada tiap-tiap Kepala kampung untuk keperluan penghidupan rakjat jang dibawah perentah tiap-tiap kepala kampung itu. Pemberian ini, mempunjai satu surat piagam jang dipegang oleh Kepala-kepala kampung itu. Djika Kepala Kampung itu meninggal dunia maka piagam tadi diserahkan kepada Dewan Patih Luar. Tanah Serenan ini, kuasa rakjat banjak. Kepala-kepala kampung jang memegang „piagam", tidak boleh melarang atau mentjegah rakjat banjak mempergunakan tanah itu, karena memang diuntukkan untuk keperluan penghidupan rakjat „Tanah Kurniaan" ialah tanah jang dikurniakan Radja kepada siapa jang telah menundjukkan djasanja atau memperbuat kebaikan terhadap Radja atau Keradjaan. Tanah kurniaan ini, tidak boleh didjual.
Turun temurun sampai kepada anak tjutju dari orang jang mendapatnja.
Nama-nama tempat jang tanahnja masuk hukum „tanah bahagian" jaitu:
1. Tanah Pelepat. 2. Tanah Penakaos. 3. Tanah Sidjendjang. 4. Tanah Sungai Kaos. 5. Tanah Tebo. 6. Tanah Bungo. 7. Tanah Sungai Tabir. 8. Tanah Batin Delapan.
Tempat-tempat jang tanahnja masuk hukum „tanah kurniaan".
1. Tanah Teriti Pandjang 2. Tanah Berembang. 3. Tanah Kerintji. 4. Tanah Pangkalan Djambu. 5. Tanah Batin Sembilan. 6.<noinclude>{{rh|||1023}}</noinclude>
ot8pvx1f8y340nu3xhfhqtcxkr9enab
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1032
104
99165
283858
275496
2026-05-07T11:50:36Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Tanah Danglo Lantau Gedang. 7. Tanah Djeruk. 8. Tanah Tandjung Gundik. 9. Tanah Sungai Bendahara, dikurniakan oleh Sultan kepada Temenggung Astro Wingono Umar pada tahun 1871 Masehi. 10. Tanah Kebun Timun sampai ke Tambak, dikurniakan kepada bangsa Arab, sewaktu peperangan Temas Intan Djemantan. Selain dari pada jang tersebut itu, adalah matjam jang lain pula atas pembahagian dan hak tanah jaitu: 1. Tanah Radja 2. Tanah
Batin. 3. Tanah milik.
Jang dimaksudkan dengan tanah Radja ialah hutan belukar dan gunung-gunung jang mendjadi milik Keradjaan atau Negara. Tanah Milik ialah tanah jang telah mendjadi milik perseorangan. Tanah Batin ialah tanah jang mendjadi tjadangan pertanian rakjat, tidak mendjadi milik perseorangan.
Boleh diusahakan oleh rakjat, siapapun djuga dengan tidak memandang asal usulnja asal sadja dia bertempat tinggal didusun itu, karena bersesuaian dengan pepatah adat. jang dinamakan djuga „Seloko": Dimana bumi dipidjak, disana langit didjudjung, disana adat diisi lembaga dituang. Tanah Batin ini sebetulnja telah terbagi-bagi menurut persukuan persukuan dan djika seorang lain hendak mengusahakannja, haruslah lebih dahulu berhubungan dengan persukuan itu. Dan djika hendak memilikinja untuk mendjadi milik perseorangan, haruslah tanah itu ditanami atau diusahakan dengan tanaman-tanaman keras dan usaha-usaha berat seperti membikin sawah, perkebunan tanaman-tanaman jang berumur. Tetapi djika ditanami dengan tanaman muda sadja, djikalau tinggal tidak diusahakan selama 3 tahun, maka tanah itu kembali mendjadi milik Batin.
'''Beberapa hak-hak jang tersebut didalam pepatah Adat Djambi.'''
#Alam mempunjai Radja.
#Rantau mempunjai Djenang.
#Negeri mempunjai Batin.
#Kampung mempunjai Penghulu.
#Rumah mempunjai Tengganai.
Alam maksudnja satu daerah jang luas lagi lebar jang haknja mempunjai satu Kepala Pemerintahan ialah Radja.
Rantau daerah jang lebih ketjil atau bahagian-bahagian dari daerah jang haknja mempunjai Djenang jaitu Kepala dari Rantau itu, sebagai wakil dari Radja. Kewadjiban Djenang ini, oleh rakjat pergi tempat bertanja pulang tempat berberita, jang terkata didalam pepatah Adat: Takak djalan ke Djanang. titian djalan ke Radja. Djuga Djenang itu bertugas mengawasi Batin-batin dan Penghulu-penghulu.<noinclude>{{rh|1024}}</noinclude>
n55gf9jqxukfg0ac786zw5zp8cvc07a
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/454
104
99171
283832
275504
2026-05-07T11:23:39Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 454 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Meriam-meriam dan demikian pula kendaraan-kendaraan berlapis badja KL & KNIL ikut diserahkan kepada TNI di Makasar.''}}
{{right|''(foto : Peristiwa Sulawesi Selatan)''}}<noinclude></noinclude>
2blivph305xiqredpszpazu6wxlj5vc
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1041
104
99174
283717
275508
2026-05-07T09:11:46Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''Pasal 84.'''}}
{{c|'''PERGAULAN BUDJANG DAN GADIS'''}}
{{Dropinitial|D}}IDALAM pergaulan antara budjang dan gadis dapat disimpulkan kepada 4 tjara :
#Dinamakan bertandang.
#Dinamakan berserambahan.
#Dinamakan bedak berkelam.
#Dinamakan nompang berangat.
Dalam negeri pemuda-pemuda mempunjai Ketua dan pemudi-pemudi mempunjai Ketua.
Ketua ini, mendjaga dan mengawasi pergaulan antara budjang dan gadis tadi supaja djangan ada jang meluar dari batas dan melanggar apa-apa jang tidak diidzinkan dalam peri kesopanan pergaulan. Dalam tiap-tiap tjara dari jang empat matjam itu, haruslah selalu dipimpin dan diawasi oleh Ketua dari pihak pemuda dan Ketua dari pihak pemudi. Bertandang ialah si-pemuda pada suatu malam pergi kerumah sigadis. Siangnja orang tua dari sigadis tadi diberi tahu lebih dahulu.
Untuk ini, pemuda dimestikan membawa sebagai sjarat 2-3 kebat sirih jang telah dipepat kepalanja. Sirih itu diperlengkapi setjukupnja, pinang kapur tembakau dan gambir. Dia boleh membawa seorang teman pemuda jang lain pula. Sebelum naik kerumah sigadis, lebih dahulu batuk-batuk ketjil seolah-olah memberi tahu. Sehingga ibu dari sigadis membuka pintu dan menerimanja. Setelah duduk, maka ibu dari gadis bertanja dengan tjara berpantun dan berseloka kepada „budjang" nan datang:
<poem>{{Gap}}„Kenapa engkau,
{{Gap}}Orang sesat didalam hutan,
{{Gap}}Engkau sesat didalam kampung".</poem>
Pemuda mendjawab dengan langgam pantun pula, menerangkan maksudnja datang. Setelah itu, barulah gadis keluar datang menemui pemuda dan membalas dengan pantun pula.
Balas berbalasan pantun terus mendjadi dengan kata-kata jang berirama dan membajangkan tjinta asmara. Djika pemuda masih ragu-ragu, sampai dimana isi hati pemudi itu dalam pertjintaan, maka pemuda harus memberi beberapa pantun, jang mana tiap satu persatunja mesti didjawab oleh pemudi.<noinclude>{{rh|||1033}}</noinclude>
hyjiojf9t3zmb6une0cwtopfkzky4d4
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1042
104
99178
283715
275515
2026-05-07T09:09:30Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><poem>{{gap}}Mudik Tebo ilir Semangi,
{{gap}}Patah tongkat batang setawar,
{{gap}}Habislah daja tenggang kami,
{{gap}}Buah lebat batang bersawar.</poem>
Maksudnja dia hampir berputus asa karena „pemudi" itu, terdengar kabar angin telah dipinang orang.
Gadis mendjawab:
<poem>{{gap}}Kami tidak bergantang dua,
{{gap}}Gantang satu didalam padi,
{{gap}}Kami tidak berkata dua,
K{{gap}}ata satu didalam hati.</poem>
Maksudnja bahwa perempuan masih berlindung dan pura-pura belum dipinang.
Pemuda membalas:
<poem>{{gap}}Dusun baru tinggi bertambak,
{{gap}}Tambak anak Radja Temenggung,
{{gap}}Bukan baru kami berkehendak,
{{gap}}Sedjak langit sekembang pajung.</poem>
Maksudnja pertjintaannja kepada perempuan itu sudah lama dan mendalam adanja.
Gadis:
<poem>{{gap}}Padi pulut menggelintjir
{{gap}}Padi talang hitam batang
{{gap}}Manis mulut hingga dibibir
{{gap}}Hati didalam kebelakang.</poem>
Maksudnja bahwa gadis itu belum pertjaja dengan kata-kata pemuda dan takut tertipu.
Pemuda membalas, seolah-olah meradang dan menjatakan keketjewaannja:
<poem>{{gap}}Menurun hendak mendaki,
{{gap}}Lurah dalam sangkakala,
{{gap}}Orang ulit boleh dinanti,
{{gap}}Orang enggan apa kan daja.</poem>
Dan disambungnja dengan seloka jang penghabisan:
{{Multicol}}<poem>Kalau hudjan hudjankan bae,
Djangan hudjan serta guruh.
Boleh kami bertudung rumput,
Tudung kain tidak 'kan ada.
Apa sebab maka begitu
Pino-pino didalam semak</poem>
{{Multicol-break}}
<poem>Kalau enggan, enggankan bae
Djangan enggan serta embuh
Boleh kami menarik surut
Apa sebab maka begitu
Kami hina dari nan banjak.</poem>
{{Multicol-end}}<noinclude>{{rh|1034}}</noinclude>
bmv22ge0xfm3usmnj7xtqwumf518hr8
283716
283715
2026-05-07T09:10:09Z
Link PB
26772
283716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><poem>{{gap}}Mudik Tebo ilir Semangi,
{{gap}}Patah tongkat batang setawar,
{{gap}}Habislah daja tenggang kami,
{{gap}}Buah lebat batang bersawar.</poem>
Maksudnja dia hampir berputus asa karena „pemudi" itu, terdengar kabar angin telah dipinang orang.
Gadis mendjawab:
<poem>{{gap}}Kami tidak bergantang dua,
{{gap}}Gantang satu didalam padi,
{{gap}}Kami tidak berkata dua,
{{gap}}Kata satu didalam hati.</poem>
Maksudnja bahwa perempuan masih berlindung dan pura-pura belum dipinang.
Pemuda membalas:
<poem>{{gap}}Dusun baru tinggi bertambak,
{{gap}}Tambak anak Radja Temenggung,
{{gap}}Bukan baru kami berkehendak,
{{gap}}Sedjak langit sekembang pajung.</poem>
Maksudnja pertjintaannja kepada perempuan itu sudah lama dan mendalam adanja.
Gadis:
<poem>{{gap}}Padi pulut menggelintjir
{{gap}}Padi talang hitam batang
{{gap}}Manis mulut hingga dibibir
{{gap}}Hati didalam kebelakang.</poem>
Maksudnja bahwa gadis itu belum pertjaja dengan kata-kata pemuda dan takut tertipu.
Pemuda membalas, seolah-olah meradang dan menjatakan keketjewaannja:
<poem>{{gap}}Menurun hendak mendaki,
{{gap}}Lurah dalam sangkakala,
{{gap}}Orang ulit boleh dinanti,
{{gap}}Orang enggan apa kan daja.</poem>
Dan disambungnja dengan seloka jang penghabisan:
{{Multicol}}<poem>Kalau hudjan hudjankan bae,
Djangan hudjan serta guruh.
Boleh kami bertudung rumput,
Tudung kain tidak 'kan ada.
Apa sebab maka begitu
Pino-pino didalam semak</poem>
{{Multicol-break}}
<poem>Kalau enggan, enggankan bae
Djangan enggan serta embuh
Boleh kami menarik surut
Apa sebab maka begitu
Kami hina dari nan banjak.</poem>
{{Multicol-end}}<noinclude>{{rh|1034}}</noinclude>
d4be8pl935jtjg202tkheyoggu9vjes
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1046
104
99184
283709
275529
2026-05-07T08:59:47Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>tangan lalu dilambai ditarikan, jang perempuan bermain dengan selendang, lalu dilenong dibentangkan. Laki-laki memberi pantun menjinggung hati perempuan.
{{gap}}Buah pantun:
dari laki-laki:
<poem>{{gap}}Memikat diatas beringin,
{{gap}}kenalah anak burung taun.
{{gap}}Tjelik lekat hati kepingin,
{{gap}}sajang kami belum ketahuan.</poem>
djawaban dari perempuan:
<poem>{{gap}}Apa guna kain pelekat,
{{gap}}Surabaja banjak kini.
{{gap}}Apa guna kami nan bangsat.
{{gap}}Orang kaja banjak kini.</poem>
<poem>Muara Bungo ada beringin,
beringin ditanam di Tanah Tumbuh.
Pada bunga hati kepingin,
bunga didalam lipat sanggul.</poem>
<poem>{{gap}}Kedidi tergendak gendak,
{{gap}}orang Kerintji menuba bidai.
{{gap}}Kalau hati sama berkehendak,
{{gap}}Langit terkuntji boleh diungkai.</poem>
<poem>Rotan segulung penjimpan badjak,
lapuk disimpan baru diganti.
Ikan terkurung didalam tedjak,
tuba seratus tiada mati.</poem>
<poem>{{gap}}Menarai hudjan di Mampa,
{{gap}}tiba dipadi menarai djangan.
{{gap}}Bertjerai kita dimuka.
{{gap}}tiba dihati bertjerai djangan.</poem>
Ini berarti jang bahwa pemudi sudah minta diri hendak pulang dengan meninggalkan kata-kata harapan.
Maka laki-laki membajangkan kesedihan hatinja karena akan berpisah lagi dan kata-kata sudah banjak jang terdorong. lalu berpantun ber'ibarat:
<poem>{{gap}}„Aliputi menuba limbat.
{{gap}}tuba terhantjur air dalam
{{gap}}Sedih hati siburung pikat
{{gap}}edjek terlandjur sudah karam.</poem><noinclude>{{rh|1038}}</noinclude>
kkbxmsqx4kh7ehdb562urh8s45wolhg
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/449
104
99185
283831
275526
2026-05-07T11:21:47Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 449 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Kolonel A.E. Kawilarang dengan diantarkan oleh Lt. Kol. Theyman memeriksa alat-alat perang KL & KNIL jang diserahkan kepada TNI.''}}
{{Right|''(foto: Peristiwa Sulawesi Selatan)''}}<noinclude></noinclude>
d4u3u1lajecseu0ddsk9a01pel858jq
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1047
104
99189
283702
275534
2026-05-07T08:53:29Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Kemudian djika sekiranja tarian tauh ini membawa larut kepada pemuda, sehingga dia tergoda dan djatuh kedalam gelombang pertjintaan, sedangkan dari pihak pemudi menjambut pula akan pertjintaan itu dengan kedua belah tangannja, maka kedua mereka itupun diperhubungkanlah dengan perkawinan. Dan sekiranja dari kedua belah pihak tidak memberi kesan apa-apa hanjalah sekadar bertjumbu-tjumbuan. maka habislah didalam permainan sadja.
Pakaian waktu bertauh.
<poem>{{gap}}Sarung „tulisan Djambi"
{{gap}}Selendang „tulisan Djambi"
{{gap}}Badju „belederu hitam dan merah"
{{gap}}Anting-anting „gambang besar"
{{gap}}Sanggul „lipat pandan"
{{gap}}Kalung „ringgit perak".</poem>
Tari nan berlembai, diadakan diwaktu perhelatan „tindik dabung" jaitu perhelatan ramai besar-besaran.
Pakaian pemudi diatur:
<poem>{{gap}}Badju belederu,
{{gap}}Kain sungket
{{gap}}Peniti geronseng
{{gap}}Selendang pelangi
{{gap}}Kepala pakai bunga
{{gap}}Bunga tandjung atau kenanga
{{gap}}Dikaki gelang suasa
{{gap}}Ditangan gelang banjak.</poem>
''Tari Mandiangin.''
Mandiangin satu kampung jang terletak disebelah hilir Sarolangun. Disana kita dapat menemui satu matjam kesenian tari, hampir serupa dengan geraknja tarian „gending Sriwidjaja". Dimainkan oleh gadis-gadis dan pemudi jang molek tjantik djelita. Gerak pinggang jang lemah gemulai, djari tangan jang halus melentik, langkah kaki ajun berdombai. Djika sigadis telah bersuami menari tidak dizinkan lagi, karena terlarang menurut adat.
Karinok ialah berupa lagu dan njanji jang suaranja ditarik dengan keras bersahut-sahutan, tidak terbatas pada budjang dan gadis sadja, bahkan djuga turut orang-orang jang telah dewasa. Karinok ini biasanja dilakukan diwaktu menugal padi ladang bersama-sama. Bersenandung ialah bernjanji jang didalam kata-katanja ada terkandung kalimat-kalimat „senandung-sajang". Lagu asam paja jaitu lagu jang dimulai dengan kata-kata:
<poem>{{gap}}Asam paja masak dihutan
{{gap}}masak satu dimakan tjigak.</poem><noinclude>{{rh|||1039}}</noinclude>
5tkfw17nvw445ulcgp6iuwi7pgjp6g7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1048
104
99190
283701
275537
2026-05-07T08:52:48Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>lagu ini sangat terkenal dikalangan anak muda dan biasanja ditarikan dengan sapu tangan.
Lagu sendjang ialah suatu lagu jang digunakan untuk meminta idzin kepada tuan rumah supaja dapat turut bermain seperti:
<poem>{{gap}}Serai serumpun dibalik rumah
{{gap}}kapal mudik ke Mandiangin
{{gap}}Terbit ampun orang dirumah
{{gap}}Kami menompang tegak bermain.</poem>
Lagu aladdin ayun-ayun satu lagu jang menurut gaja dan langgamnja terambil dari kata-kata Arab. Hebatnja lagu ini dia dimainkan dengan terompet tangan.
Njanjian „chatar hati", timbul didalam perdjuangan.
<poem>{{gap}}Diam dibawah gunung Semeru,
{{gap}}Meniti bukit barisan,
{{gap}}Kiri kanan banjaklah djurang,
{{gap}}Melajang kegunung Mesurai.
{{gap}}Hati hiba bertjampur rindu,
{{gap}}Mengingatkan nasib perdjuangan,
{{gap}}Entahlah bila badan 'kan mati,
{{gap}}Disitulah kita akan bertjerai.</poem>
<poem>{{gap}}{{gap}}Selilit pakai orang budjang.
{{gap}}{{gap}}Subang gambang pakai 'rang Kerintji,
{{gap}}{{gap}}Hendak melilit alam Palembang,
{{gap}}{{gap}}Hendak menimbang 'alam Kerintji.</poem>
''Nama-nama „ukiran" Djambi.''
#Ukiran „bunga tampuk manggis".
#Ukiran „akar tjina".
#Ukiran „mentadu berkerat".
#Ukiran „Tawang".
#Ukiran „Kupang".
#Ukiran „daun".
''Nama-nama sendjata.''
#Meriam lela.
#Senapang langsar.
#Pedang.
#Tombak.
#Keris.
#Badik.
#Kempilan.<noinclude>{{rh|1040}}</noinclude>
0kmtf1l9hlm4dewgr1wt6nx95o9dp8m
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/173
104
99200
283815
275558
2026-05-07T10:57:59Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Siliwangi dari masa ke masa (page 173 crop).jpg|bingkai|pus]]
{{c|''Persetudjuan RENVILLE jang tertjapai antara Belanda ― Indonesia mengharuskan anak-anak SILIWANGI meninggalkan kampung halamannja Djawa Barat, hidjrah kedaerah Republik di Djawa Tengah.''}}
{{c|''Sambil menantikan kapal jang akan mengangkut mereka kedaerah RI, untuk menghilangkan kekesalan hati, mereka disini, dipelabuhan Tjirebon tampak sedang bersuka-ria dibawah iringan petikan guitaar. Dengan tjongkaknja, serdadu-serdadu Belanda mengawasi "kelakuan" anak-anak Kiblik itu. ― Sungguh suatu lukisan jang amat berhasil dari Sdr. S. Parman alm.''}}
{{Right|'''''(Koleksi: Museum Mandala Wangsit SILIWANGI)'''''}}<noinclude></noinclude>
rz2n8grd47l99y7o3u1pnc7msga0jeg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/258
104
99231
283469
276280
2026-05-07T04:40:32Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Telah diuji baca */
283469
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><ol>
rang pegawai kantor Bupati di Tandjung Pinang); Tjatatan: Sauadara-saudara Timporok dan J. Wallewangko ditahan di benteng militer Belanda di Tandjung Pinang dan dilepaskan sesudah ditanda tangani „Rum-Royen Agreement“
</ol>
<ol>
Jang diberhentikan dari pekerdjaan berhubung dengan peristiwa ini ialah: 1. Mohd. Amin Ali; 2. Dahlan Deo: 3. Chairul
Ali Rasahan; 4. Abd. Wahab Hassan; 5. Abdullah Samian (pegawai kantor Polisi Tandjung Pinang, sekarang pegawai kantor Bupati di Tandjung Pinang): 6. A. Rachmankadir; 7. J. Wallewangko dan 8. Timporok.
</ol>
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam pada itu djangan dilupakan ialah pada tanggal 10 Nopember 1946 didalam suasana jang panas dan dalam genggaman Pemerintah Belanda, berdirilah di Tg. Pinang satu perkumpulan legaal bernama K.R.I.R. (Keinsjafan Rakjat Indonesia Riau) jang diketuai oleh saudara Mohd. Apan (Sekarang Patih, Acting Bupati Kepulauan Riau di Tg. Pinang) dan setjara diam-diam organisasi ini bergerak/menjokong perdjuangan Republik Indonesia.
Dalam tahun 1947 B.K.I.R., K.R.I.R. dan A.M.I.R. menjampaikan satu Oorkonde kepada Pemerintah R.I. Oorkonde mana kediaman oleh Belanda dapat ditangkap.</li>
<li>Pada awal tahun 1947 berdiri lagi satu organisasi pemuda diberi nama Angkatan Muda Indonesia Riau (A.M.I.R.) jang bekerdja dibawah tanah, Ketua I Mohd. Amin Ali, Ketua II Dahlan Deo, Sekretaris Chairul Rasahan. Organisasi ini adalah bekerdja dibawah tanah, dan boleh dikatakan sebagai sebahagian pemuda dari B.K.I.R.</li>
<li>Kemudian dalam awal tahun 1948 berdiri pula satu organisasi jang bekerdja dibawah tanah nama '''Gerakan Rakjat Indonesia Riau''' (G.R.I.R.) jang anggota-anggotanja terdiri dari pegawai-pegawai sipil polisi dan K.N.I.L. serta orang-orang partikulir. Ketua saudara Dahlan Deo.</li>
<li>Jang mendjadi badan-badan penghubung jang terpenting dari organisasi-organisasi B.K.I.R., AMIR, KRIR dan GRIR dgn. daerah-daerah pedalaman/Pemerintah R.I. (+ Wakil pemerintah R.I. di Singapura) ialah saudara '''Ismet Muchtar''' (sekarang Pembantu Inspektur Polisi di Tandjung Pinang), saudara Chaidir dan saudara Mohd. Samin (sekarang pensiun Djaksa Kepala di Tandjung Pinang) dengan dibantu oleh saudara '''Marzuki''' (sekarang pegawai Kepolisian di Tandjung Pinang). saudara '''Iljas''' (sekarang pegawai Kantor Djurubajar di Tandjung Pinang), saudara '''Hamid Thalib''' (sekarang pegawai Kantor Kabupaten Bupati di Tandjung Pinang), sudara R.M. '''Mohd. Junus''' (sekarang partikulir di Tandjung Pinang) dan saudara '''Usman Tjik''' (meninggal dunia dalam tahun 1950, terachir bekerdja pada Djawatan Penerangan di Tandjung Pinang).</li>
</ol><noinclude>{{rh|252}}</noinclude>
bp09oo2l4pyqjb7ylm3h5t0d3vqx80u
283483
283469
2026-05-07T04:49:21Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283483
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" /></noinclude><ol>
rang pegawai kantor Bupati di Tandjung Pinang); Tjatatan: Sauadara-saudara Timporok dan J. Wallewangko ditahan di benteng militer Belanda di Tandjung Pinang dan dilepaskan sesudah ditanda tangani „Rum-Royen Agreement“
</ol>
<ol>
Jang diberhentikan dari pekerdjaan berhubung dengan peristiwa ini ialah: 1. Mohd. Amin Ali; 2. Dahlan Deo: 3. Chairul
Ali Rasahan; 4. Abd. Wahab Hassan; 5. Abdullah Samian (pegawai kantor Polisi Tandjung Pinang, sekarang pegawai kantor Bupati di Tandjung Pinang): 6. A. Rachmankadir; 7. J. Wallewangko dan 8. Timporok.
</ol>
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam pada itu djangan dilupakan ialah pada tanggal 10 Nopember 1946 didalam suasana jang panas dan dalam genggaman Pemerintah Belanda, berdirilah di Tg. Pinang satu perkumpulan legaal bernama K.R.I.R. (Keinsjafan Rakjat Indonesia Riau) jang diketuai oleh saudara Mohd. Apan (Sekarang Patih, Acting Bupati Kepulauan Riau di Tg. Pinang) dan setjara diam-diam organisasi ini bergerak/menjokong perdjuangan Republik Indonesia.
Dalam tahun 1947 B.K.I.R., K.R.I.R. dan A.M.I.R. menjampaikan satu Oorkonde kepada Pemerintah R.I. Oorkonde mana kediaman oleh Belanda dapat ditangkap.</li>
<li>Pada awal tahun 1947 berdiri lagi satu organisasi pemuda diberi nama Angkatan Muda Indonesia Riau (A.M.I.R.) jang bekerdja dibawah tanah, Ketua I Mohd. Amin Ali, Ketua II Dahlan Deo, Sekretaris Chairul Rasahan. Organisasi ini adalah bekerdja dibawah tanah, dan boleh dikatakan sebagai sebahagian pemuda dari B.K.I.R.</li>
<li>Kemudian dalam awal tahun 1948 berdiri pula satu organisasi jang bekerdja dibawah tanah nama '''Gerakan Rakjat Indonesia Riau''' (G.R.I.R.) jang anggota-anggotanja terdiri dari pegawai-pegawai sipil polisi dan K.N.I.L. serta orang-orang partikulir. Ketua saudara Dahlan Deo.</li>
<li>Jang mendjadi badan-badan penghubung jang terpenting dari organisasi-organisasi B.K.I.R., AMIR, KRIR dan GRIR dgn. daerah-daerah pedalaman/Pemerintah R.I. (+ Wakil pemerintah R.I. di Singapura) ialah saudara '''Ismet Muchtar''' (sekarang Pembantu Inspektur Polisi di Tandjung Pinang), saudara Chaidir dan saudara Mohd. Samin (sekarang pensiun Djaksa Kepala di Tandjung Pinang) dengan dibantu oleh saudara '''Marzuki''' (sekarang pegawai Kepolisian di Tandjung Pinang). saudara '''Iljas''' (sekarang pegawai Kantor Djurubajar di Tandjung Pinang), saudara '''Hamid Thalib''' (sekarang pegawai Kantor Kabupaten Bupati di Tandjung Pinang), sudara R.M. '''Mohd. Junus''' (sekarang partikulir di Tandjung Pinang) dan saudara '''Usman Tjik''' (meninggal dunia dalam tahun 1950, terachir bekerdja pada Djawatan Penerangan di Tandjung Pinang).</li>
</ol>
{{C|⁂}}<noinclude>{{rh|252}}</noinclude>
0qojrk3vtrdsvvdnj6llyjxfcta7hua
Indeks:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf
102
99233
282645
282008
2026-05-06T13:08:47Z
Devi 4340
13230
indo.
282645
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q139621425
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Chungkuo - jen.
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=pdf
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist
1="Sampul"
2="Daftar isi"
3="–"
4="?"
5="–"
6="Gambar"
7="–"
8="Gambar"
9="–"
10="Gambar"
11="–"
12="Gambar"
13="–"
14="Gambar"
15="–"
16="Gambar"
17="–"
18=3
69="Iklan"
70="–"
/>
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
j8xb6owb7ltz5tqdukrom1j8so47jir
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/259
104
99238
283485
276275
2026-05-07T04:51:14Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283485
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" /></noinclude>{{rh||'''III. AKSI UNTUK MENGGABUNGKAN DAERAH'''}}
{{rh||'''KEPULAUAN RIAU.'''}}
{{rh||(daerah istimewa menurut kamus K.M.B.) dengan}}
{{rh||NEGARA REPUBLIK INDONESIA.}}
1. Pada tanggal 20 Nopember 1946 di Tandjung Pinang atas inisiatif dari beberapa anggota bekas B.K.I.R. AMIR, KRIR, GRIR, saudara Djaffar Armis (Rahim) bekas anggota T.N.I., di dirikan satu perkumpulan pemuda jang legaal dengan nama '''Gerakan Pemuda Indonesia''' (Gepindo) jang mempunjai anggota lebih kurang 2.000 orang. Ketua umumnja saudara '''M.J. Hasibuan''' (kemudian berhenti sebagai Ketua Umum), Wakil Ketua Umum, saudara Dahlan Deo (kemudian mendjadi Acting Ketua Umum).
Urgensi program dari GEPINDO salah satunja ialah berusaha sekuat-kuatnja agar daerah Kepulauan Riau (daerah istimewa menurut kamus K.M.B.) selekas-lekasnja digabungkan dengan negara Republik Indonesia.
Pada awal tahun 1950 GEPINDO mengeluarkan satu Resolusi dalam mana diantaranja dituntut supaja:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>daerah Kepulauan Riau selekas-lekasnja digabungkan dengan
negara Republik Indonesia.</li>
<li>T.N.I. segera didatangkan didaerah Kepulauan Riau,</li>
<li>Menolak daerah Kepulauan Riau didjadikan tempat persinggahan/berkumpul oleh tentara Belanda (K.L. dan KNIL.</li>
</ol>
Pada waktu itu anggota T.N.I. di Tandjung Pinang baru terdiri pari 3 orang jaitu:
<ol>
<li>'''Major R. Akil Prawiradiredja''' (sekarang Let. Kolonel).</li>
<li>'''Kapten Islam Salim''' (kemudian major, sekarang Militer Atache R.I. di Peking).</li>
<li>'''Letnan Segito'''.</li>
</ol>
Dalam suasana jang dari sehari kesehari semangkin hangat itu, maka pada tanggal 12 Maret 1950 atas inisiatif dari beberapa Pemuda jang progressif berdirilah di Tandjung Pinang satu badan dg. nama '''„Panitia 17“''' jang diketuai oleh saudara Zamachsjari (sekarang pegawai Djawatan Kesehatan di Tandjung Pinang). Urgensi programnja ialah:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Dewan Riau bentukan Kolonial dibubarkan.</li>
<li>Menggabungkan Daerah Kepulauan Riau (daerah istimewa menurut kamus '''K.M.B'''.) dengan Negara Republik Indonesia.</li>
</ol>
Dalam pada itu telah didapat chabar oleh '''Panitia 17''' bahwa Dewan Riau akan mengadakan sidang pleno pada tgl. 20 Maret 1950. Maka pada tgl. 13 Maret 1950 '''Panitia 17''' tsb. mengeluarkan pengu-<noinclude>{{rh|||253}}</noinclude>
hp9i4jwobxe1h4vhdume40ubg4c7675
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/783
104
99248
282985
275731
2026-05-06T16:09:10Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ antarparagraf menggunakan enter
282985
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>Dalam hubungan ini pihak guru-guru Belanda jang tidak senang melihat kemadjuan-kemadjuan bagi bangsa Indonesia terus djuga berusaha mempersulit tjara-tjara memberikan peladjaran bahasa Belanda ini, supaja murid-murid patah hatinja untuk beladjar. Pernah direktur sekolah itu sendiri mengatakan kepada murid-murid supaja bahasa Belanda ini dimatikan kembali dan murid-murid klas I dinaikan sadja kekelas III supaja boleh tjepat mendjadi guru.<br>
Tetapi murid-murid tetap bertahan karena kedua alm. e Nawawi dan Thaib serta kawan-kawannja selalu memberikan dorongan kepada murid-murid supaja bersungguh-sungguh mempeladjari bahasa Belanda itu, karena dengan pengetahuan bahasa asing itu nanti bangsa Indonesia akan dapat mentjapai kemadjuan dan ketinggian deradjat dibelakang hari.<br>
Achirnja untuk mendudukkan soal ini, apakah bahasa Belanda akan tetap diteruskan atau tidak, maka oleh Pemerintah dibentuklah suatu komisi jang akan menjelidiki bagaimana hasil-hasil pertjobaan jang telah dilakukan itu. Melihat hasil-hasil pertjobaan itu ada memuaskan, maka komisi tadi menetapkan, bahwa peljadaran bahasa Belanda di Kweekschool Bukittinggi ada berhasil baik dan perlu seterusnja diadjarkan di Kweekschool.<br>
Semendjak itu ditetapkanlah, bahwa disemua Kweekschool diseluruh Indonesia, seperti di Djawa, Ambon dan lain-lainnja diadjarkan bahasa asing (Belanda).<br>
{{c|PERKEMBANGAN SEKOLAH BERTAMBAH PESAT.}}
Sedjalan dengan perkembangan-perkembangan djiwa jang hidup dalam masjarakat jang kesadarannja semakin hari semakin meningkat madju, terutama lagi dengan lahirnja pergerakan Budi Utomo dalam tahun 1908, jang selalu mendesak kepada Pemerintah supaja usaha-usaha pengadjaran dan pendidikan bagi bangsa Indonesia diperluas dengan seluas-luasnja, maka dalam tahun 1908 itu mulailah pula ditambah mengadakan sekolah-sekolah rendah untuk rakjat, jakni Sekolah Negeri atau Sekolah Desa 3 tahun, jang beajanja ditanggung oleh masing-masing negeri dimana sekolah-sekolah itu diadakan. Kemudian dalam tahun 1913 sekolah-sekolah negeri diberi subsidi oleh Pemerintah.<br>Selain dari pada itu dalam tahun-tahun berikutnja disamping sekolah Kelas II 6 tahun jang telah diadakan djuga lebih dulu, dibuka sekolah-sekolah sambungan, jakni Sekolah Sambungan buat laki-laki, dan kemudian sekolah Sambungan untuk perempuan (Meisjes Vervolkschool).<br>Sekolah-sekolah Sambungan ini adalah untuk penampung murid-murid jang lulus dari Sekolah Negeri (Volkschool).<noinclude>{{rh|||'''775'''}}</noinclude>
heuv79nql5au995rfv3zlbgdd0mta63
283132
282985
2026-05-07T00:19:32Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283132
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Dalam hubungan ini pihak guru-guru Belanda jang tidak senang melihat kemadjuan-kemadjuan bagi bangsa Indonesia terus djuga berusaha mempersulit tjara-tjara memberikan peladjaran bahasa Belanda ini, supaja murid-murid patah hatinja untuk beladjar. Pernah direktur sekolah itu sendiri mengatakan kepada murid-murid supaja bahasa Belanda ini dimatikan kembali dan murid-murid klas I dinaikan sadja kekelas III supaja boleh tjepat mendjadi guru.
Tetapi murid-murid tetap bertahan karena kedua alm. e Nawawi dan Thaib serta kawan-kawannja selalu memberikan dorongan kepada murid-murid supaja bersungguh-sungguh mempeladjari bahasa Belanda itu, karena dengan pengetahuan bahasa asing itu nanti bangsa Indonesia akan dapat mentjapai kemadjuan dan ketinggian deradjat dibelakang hari.
Achirnja untuk mendudukkan soal ini, apakah bahasa Belanda akan tetap diteruskan atau tidak, maka oleh Pemerintah dibentuklah suatu komisi jang akan menjelidiki bagaimana hasil-hasil pertjobaan jang telah dilakukan itu. Melihat hasil-hasil pertjobaan itu ada memuaskan, maka komisi tadi menetapkan, bahwa peljadaran bahasa Belanda di Kweekschool Bukittinggi ada berhasil baik dan perlu seterusnja diadjarkan di Kweekschool.
Semendjak itu ditetapkanlah, bahwa disemua Kweekschool diseluruh Indonesia, seperti di Djawa, Ambon dan lain-lainnja diadjarkan bahasa asing (Belanda).
{{c|PERKEMBANGAN SEKOLAH BERTAMBAH PESAT.}}
Sedjalan dengan perkembangan-perkembangan djiwa jang hidup dalam masjarakat jang kesadarannja semakin hari semakin meningkat madju, terutama lagi dengan lahirnja pergerakan Budi Utomo dalam tahun 1908, jang selalu mendesak kepada Pemerintah supaja usaha-usaha pengadjaran dan pendidikan bagi bangsa Indonesia diperluas dengan seluas-luasnja, maka dalam tahun 1908 itu mulailah pula ditambah mengadakan sekolah-sekolah rendah untuk rakjat, jakni Sekolah Negeri atau Sekolah Desa 3 tahun, jang beajanja ditanggung oleh masing-masing negeri dimana sekolah-sekolah itu diadakan. Kemudian dalam tahun 1913 sekolah-sekolah negeri diberi subsidi oleh Pemerintah.
Selain dari pada itu dalam tahun-tahun berikutnja disamping sekolah Kelas II 6 tahun jang telah diadakan djuga lebih dulu, dibuka sekolah-sekolah sambungan, jakni Sekolah Sambungan buat laki-laki, dan kemudian sekolah Sambungan untuk perempuan (Meisjes Vervolkschool).<br>Sekolah-sekolah Sambungan ini adalah untuk penampung murid-murid jang lulus dari Sekolah Negeri (Volkschool).<noinclude>{{rh|||'''775'''}}</noinclude>
echnopo0tsmj6sx31gnch8u6p951bnm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/260
104
99257
283487
275718
2026-05-07T04:53:06Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
283487
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>muman akan mengadakan Rapat Raksasa dan Demonstrasi di Tandjung-Pinang pada hari bertepatan dengan diadakannja Sidang pleno Dewan Riau jaitu tgl. 20-3-1950. dengan maksud
menuntut supaja:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Dewan Riau bentukan kolonial dibubarkan,</li>
<li>menggabungkan Daerah Kepulauan Riau dengan negara R.I.</li>
</ol>
Dalam surat pengumuman tsb. diandjurkan oleh Panitia 17 supaja semua penduduk, partai2/organisasi rakjat seluruhnja akan turut serta dalam rapat Raksasa dan Demontrasi tersebut.
Begitupun Gerakan Indonesia (Gepindo) di Tandjung Pinang mengeluarkan satu resolusi tersendiri dalam mana diandjurkan kepada para anggotanja dan rakjat umum supaja turut serta dalam rapat raksasa dan demonstrasi jang dipimpin diselenggarakan oleh Panitia 17 itu.
Perlu ditjatat, bahwa pada waktu jang sedang hangat itu, tentera Belanda (KL dan KNIL) dan Polisi Belanda masih tjukup berada di Tandjung Pinang bahkan diseluruh daerah Kepulauan Riau, dan sebaliknja T.N.I. (APRIS) baru terdiri dari Major R. Akil Prawiradiredja, Kapten Islam Salim dan Letnan Sugito.
Namun demikian rakjat terutama pemudanja tidak menghiraukan hal itu, disebabkan karena perasaan untuk bebas merdeka jang ditekan-tekan sedjak tahun 1945 oleh pemerintah Belanda, kini tidak tertahan lagi.
Maka karena ketakutan, Dewan Riau bentukan kolonial dengan tergesa-gesa mengadakan sidang kilat pada tanggal 18 Maret 1950 (sidang dimadjukan 2 hari dari tanggal jang ditetapkannja semula), dalam mana diputuskan:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>membubarkan diri,</li>
<li>mendesak Pemereintah Pusat (RIS) supaja daerah istimewa
kepulauan Riau digabung dengan negara '''R.I'''.,</li>
<li>menjerahkan kekuasaan atas daerah Riau kepada pihak Tentara (TNI).</li>
</ol>
Mengingat keputusan Dewan Riau ini, maka '''Panitia 17''' mengurungkan maksud akan mengadakan rapat raksasa dan demontrasi, karena tuntutannja boleh dikatakan telah berhasil.
Dalam usaha '''Panitia 17''' tersebut selain sdr. Zamachsjari, djuga perlu ditjatat bantuan-bantuan berupa moreel/matereel dari sdr. '''Ismet Muchtar''', sdr '''Mohd Samin''', sdr. '''Radja Hadji Mohd Junus''', dan lain-lain Pemuda serta anggota-anggota bekas B.K.I.R., A.M.I.R., dan G.R.I.R. lainnja.
Demikianlah sedjarah singkat dari '''Daerah Kabupaten Kepulauan Riau''' semendjak kemerdekaan sampai terbentuknja '''Negara Kesatuan Republik Indonesia (1950).'''<noinclude>{{rh|254}}</noinclude>
dhkpqxdxpnndky2jjita9l2dukhazc0
283490
283487
2026-05-07T04:54:37Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283490
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" /></noinclude>muman akan mengadakan Rapat Raksasa dan Demonstrasi di Tandjung-Pinang pada hari bertepatan dengan diadakannja Sidang pleno Dewan Riau jaitu tgl. 20-3-1950. dengan maksud
menuntut supaja:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Dewan Riau bentukan kolonial dibubarkan,</li>
<li>menggabungkan Daerah Kepulauan Riau dengan negara '''R.I'''.</li>
</ol>
Dalam surat pengumuman tsb. diandjurkan oleh Panitia 17 supaja semua penduduk, partai2/organisasi rakjat seluruhnja akan turut serta dalam rapat Raksasa dan Demontrasi tersebut.
Begitupun Gerakan Indonesia (Gepindo) di Tandjung Pinang mengeluarkan satu resolusi tersendiri dalam mana diandjurkan kepada para anggotanja dan rakjat umum supaja turut serta dalam rapat raksasa dan demonstrasi jang dipimpin diselenggarakan oleh Panitia 17 itu.
Perlu ditjatat, bahwa pada waktu jang sedang hangat itu, tentera Belanda (KL dan KNIL) dan Polisi Belanda masih tjukup berada di Tandjung Pinang bahkan diseluruh daerah Kepulauan Riau, dan sebaliknja T.N.I. (APRIS) baru terdiri dari Major R. Akil Prawiradiredja, Kapten Islam Salim dan Letnan Sugito.
Namun demikian rakjat terutama pemudanja tidak menghiraukan hal itu, disebabkan karena perasaan untuk bebas merdeka jang ditekan-tekan sedjak tahun 1945 oleh pemerintah Belanda, kini tidak tertahan lagi.
Maka karena ketakutan, Dewan Riau bentukan kolonial dengan tergesa-gesa mengadakan sidang kilat pada tanggal 18 Maret 1950 (sidang dimadjukan 2 hari dari tanggal jang ditetapkannja semula), dalam mana diputuskan:
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>membubarkan diri,</li>
<li>mendesak Pemereintah Pusat (RIS) supaja daerah istimewa
kepulauan Riau digabung dengan negara '''R.I'''.,</li>
<li>menjerahkan kekuasaan atas daerah Riau kepada pihak Tentara (TNI).</li>
</ol>
Mengingat keputusan Dewan Riau ini, maka '''Panitia 17''' mengurungkan maksud akan mengadakan rapat raksasa dan demontrasi, karena tuntutannja boleh dikatakan telah berhasil.
Dalam usaha '''Panitia 17''' tersebut selain sdr. Zamachsjari, djuga perlu ditjatat bantuan-bantuan berupa moreel/matereel dari sdr. '''Ismet Muchtar''', sdr '''Mohd Samin''', sdr. '''Radja Hadji Mohd Junus''', dan lain-lain Pemuda serta anggota-anggota bekas B.K.I.R., A.M.I.R., dan G.R.I.R. lainnja.
Demikianlah sedjarah singkat dari '''Daerah Kabupaten Kepulauan Riau''' semendjak kemerdekaan sampai terbentuknja '''Negara Kesatuan Republik Indonesia (1950).'''<noinclude>{{rh|254}}</noinclude>
hk0it881q8eu7rn3rcdkziyrajbknd9
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/784
104
99262
283133
275756
2026-05-07T00:20:42Z
Rubyracha
25170
283133
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Disamping itu, berhubung pula karena tenaga-tenaga guru jang berbahasa Belanda keluaran Kweekschool sudah ada, maka dalam tahun 1912 oleh Pemerintah diadakan pula Sekolah Klas I berbahasa Belanda. jang kemudian pada tahun 1915 sekolah ini dinamai
H.I.S. (Hollands Inlandsche school).
Murid-murid jang diterima disekolah ini dipilih dari anak-anak demang atau pegawai-pegawai pemerintah jang lain. Anak-anak dari golongan kaum tani atau kaum buruh dan pegawai ketjil, tidak dapat sedikitpun dibolehkan masuk.
Dalam tahun 1916 di Padang Pandjang didirikan Sekolah Normal tjampuran dan kemudian pada tahun 1918 sekolah ini dibagi dua, jaitu Sekolah Normal untuk laki-laki dan Sekolah Normal untuk perempuan dan kira-kira dalam tahun 1928 dibuka pula sekolah H.I.K. di Bukittinggi.<br><br>
'''Sekolah-sekolah vak.'''<br>
Disamping sekolah-sekolah jang tersebut diatas Pemerintah djuga mengadakan sekolah-sekolah vak, jang tingkatannja sangat rendah sekali, sehingga murid-murid jang keluar dari sekolah-sekolah vak itu tidak dapat melandjutkan peladjarannja kesekolah jang lebih tinggi.
Sekolah-sekolah itu diadakan hanjalah sekadar untuk mentjitak tenaga-tenaga pekerdja ketjil pada perusahaan-perusahaan, bengkel-bengkel atau maskapai-maskapai. Sekolah-sekolah tersebut diantaranja sebagai berikut:
Pertama: Sekolah-sekolah Tukang, jaitu A.S.V.I. (Ambacht School Voor Inlander) jang didirikan di Bukittinggi pada tahun 1915, lamanja 2 tahun dan tertentu untuk bahagian kaju; kemudian dalam tahun 1924 sekolah jang serupa itu dibuka pula di Padang bahagian kaju dan bahagian besi. Pada tahun 1930 bahagian besi pada sekolah ini dilandjutkan 1 tahun lagi dengan bahagian mobil. Kemudian lagi dalam tahun 1931 dibuka pula sebuah lagi di Padang Pandjang dengan bahagian kaju dan besi.
Kedua: Sekolah-sekolah Dagang Ketjil. Kursus-kursus Tani. Kursus Guru-guru Negeri (C.V.O.), Sekolah Kepandaian Puteri (1938) di Padang.
Demikianlah djalannja perkembangan sekolah-sekolah dan pendidikan dizaman pemerintahan Hindia Belanda sedjak mula sekolah itu didirikan pertama kali dalam tahun 1886.<br><br>
'''Kesimpulan.'''<br>
Pada tahun 1942, jakni pada waktu kekuasaan pemerintah Hindia Belanda berachir dengan masuknja tentera Djepang pada 17 Maret 1942, maka sekolah-sekolah hanja berdjumlah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|'''776'''}}</noinclude>
14crpgph0wcr3n96hsywrx287tedtfa
283134
283133
2026-05-07T00:21:03Z
Rubyracha
25170
283134
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Disamping itu, berhubung pula karena tenaga-tenaga guru jang berbahasa Belanda keluaran Kweekschool sudah ada, maka dalam tahun 1912 oleh Pemerintah diadakan pula Sekolah Klas I berbahasa Belanda. jang kemudian pada tahun 1915 sekolah ini dinamai
H.I.S. (Hollands Inlandsche school).
Murid-murid jang diterima disekolah ini dipilih dari anak-anak demang atau pegawai-pegawai pemerintah jang lain. Anak-anak dari golongan kaum tani atau kaum buruh dan pegawai ketjil, tidak dapat sedikitpun dibolehkan masuk.
Dalam tahun 1916 di Padang Pandjang didirikan Sekolah Normal tjampuran dan kemudian pada tahun 1918 sekolah ini dibagi dua, jaitu Sekolah Normal untuk laki-laki dan Sekolah Normal untuk perempuan dan kira-kira dalam tahun 1928 dibuka pula sekolah H.I.K. di Bukittinggi.<br><br>
'''Sekolah-sekolah vak.'''
Disamping sekolah-sekolah jang tersebut diatas Pemerintah djuga mengadakan sekolah-sekolah vak, jang tingkatannja sangat rendah sekali, sehingga murid-murid jang keluar dari sekolah-sekolah vak itu tidak dapat melandjutkan peladjarannja kesekolah jang lebih tinggi.
Sekolah-sekolah itu diadakan hanjalah sekadar untuk mentjitak tenaga-tenaga pekerdja ketjil pada perusahaan-perusahaan, bengkel-bengkel atau maskapai-maskapai. Sekolah-sekolah tersebut diantaranja sebagai berikut:
Pertama: Sekolah-sekolah Tukang, jaitu A.S.V.I. (Ambacht School Voor Inlander) jang didirikan di Bukittinggi pada tahun 1915, lamanja 2 tahun dan tertentu untuk bahagian kaju; kemudian dalam tahun 1924 sekolah jang serupa itu dibuka pula di Padang bahagian kaju dan bahagian besi. Pada tahun 1930 bahagian besi pada sekolah ini dilandjutkan 1 tahun lagi dengan bahagian mobil. Kemudian lagi dalam tahun 1931 dibuka pula sebuah lagi di Padang Pandjang dengan bahagian kaju dan besi.
Kedua: Sekolah-sekolah Dagang Ketjil. Kursus-kursus Tani. Kursus Guru-guru Negeri (C.V.O.), Sekolah Kepandaian Puteri (1938) di Padang.
Demikianlah djalannja perkembangan sekolah-sekolah dan pendidikan dizaman pemerintahan Hindia Belanda sedjak mula sekolah itu didirikan pertama kali dalam tahun 1886.<br><br>
'''Kesimpulan.'''<br>
Pada tahun 1942, jakni pada waktu kekuasaan pemerintah Hindia Belanda berachir dengan masuknja tentera Djepang pada 17 Maret 1942, maka sekolah-sekolah hanja berdjumlah sebagai berikut:<noinclude>{{rh|'''776'''}}</noinclude>
7zerk9a8gxu6s8xsr560okmljmeurhj
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/786
104
99270
283135
281377
2026-05-07T00:23:36Z
Rubyracha
25170
283135
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>nasional dan terbuka untuk semua anak-anak dari segenap golongan dalam masjarakat, terutama golongan tani, dagang dan buruh ketjil jang tidak dapat sedikitpun memasuki sekolah pemerintah.
Berdirinja H.I.S. Adabijah ini berarti suatu lambang bagi kemadjuan pendidikan dikalangan rakjat dan mendiadi pelopor jang dapat dituruti oleh usaha-usaha partikulir jang lain-lain. Kemudian disamping H.I.S. Adabijah ini satu-satunja pula sekolah partikulir jang sangat bersedjarah dalam perkembangan masjarakat di Sumatera Tengah bahkan di Indonesia umumnja ialah ruang pendidikan I.N.S. di Kaju Tanam, jang didirikan dan ditjiptakan oleh Marah Sutan dan Mohammad Sjafe'i pada tanggal 31 Oktober 1926, dengan asuhan dari organisasi Persatuan Pegawai Kereta Api dan Tambang Umbilin.
Djiwa dan system pendidikan dari I.N.S. ialah mengutamakan aktiviteit, melahirkan dan memupuk semangat bekerdja dan „pertjaja pada diri sendiri”.
Dalam systeem pendidikan I.N.S. tidak ada murid jang tidak madju, karena tiap-tiap murid dididik dan dilatih menurut bakat jang ada padanja. „Tuhan tidak sia-sia mendjadikan manusia dan alam lainnja. Tiap-tiapnja mesti berguna, dan kalau ia tidak dapat berguna itu adalah disebabkan karena kita jang tidak pandai menggunakannja”. Demikian bapak M. Sjafe'i pernah mengatakan.
Sebab itu, seorang murid jang berbakat seni-lukis, maka dalam I.N.S. simurid itu dididik dan dilatih semasak-masaknja dalam vak seni-lukis. Demikian pula, apabila seorang murid berbakat tukang maka ia dididik pula dengan teori dan praktek bertukang sampai masak. Begitulah seterusnja, sehingga dengan systeem jang demikian itu tidak ada murid jang tidak madju.
Hasil jang lebih besar ditjiptakan oleh ruang pendidikan I.N.S. ini ialah: tiap-tiap murid jang tammat dari sana tidak ada jang ketjiwa kehidupannja dalam masjarakat, karena dengan ketjakapan dan kepandaian praktek jang ada , mereka sanggup berusaha sendiri dengan tidak mengharap kepada tolongan orang lain atau menunggu djabatan dikantor -kantor terbuka.
Dalam pada itu disebabkan beberapa hal, ruang pendidikan ini lepas dari asuhan Organisasi Persatuan Pegawai Kereta Api dan Tambang Umbilin. Dengan susah pajah usaha ini diteruskan oleh Marah Sutan dan M. Sjafe'i.
Disana-sini timbul reaksi, bahkan ada jang menjatakan bahwa M. Sjafe'i mentjari kekajaan dengan sekolah tersebut, apalagi waktu itu murid-muridnja tambah lama membandjir datang dari seluruh daerah. Usaha untuk kemadjuan sekolah terus didjalankan, segala reaksi beliau hadapi dengan tenang dan sabar.<noinclude>{{rh|'''778'''}}</noinclude>
7fvpfalybirq8v6id361xsc5srr3i31
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1022
104
99325
283874
276044
2026-05-07T11:58:11Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=2
|Tjermin nan tiada kabur.<br>
Maksudnja: Berteladanlah kepada jang telah sudah. Djalan jang telah dirambah jang akan diturut, badju jang telah didjahit jang akan dipakai. Bersesap berdjerami, bertunggul berpemarasan, berpandam beperkuburan. Libatlah alam jang telah terbentang ini.
|Lantak nan tiada gujah.<br>
Maksudnja: Kata benar jang tidak boleh diubah-ubah. Beruk dirimba disusukan, anak dipangku diletakkan, jang benar itu djangan berubab.
|Nan tiada lapuk karena hudjan, tiada lekang karena panas.<br>
Maksudnja: Kata jang hak.
|Kata se ijo.<br>
Maksudnja: Pembitjacaan jang telah dipermusjawaratkan. Bulat boleh digilingkan, pipih boleh dilajangkan. Terhampar sama kering terendam sama basah, Beban berat sama dipikul, beban ringan sama didjindjing. Djika dapat sama berlaba, djika hilang sama merugi.
}}}}
{{PUU-pasal|''Putjuk Undang nan Delapan'' jaitu:
{{PUU-nomor|n=1
|Dago Dagi.<br>
Maksudnja: Dago, bersalah kepada pemerintah, Dagi membikin fitnah dan kekatjauan didalam negeri.
|Sumbang Salah.
Maksudnja: Sumbang, hal-hal jang pada pendapat umum, tidak senonoh atau tidak selajaknja.<br>
Salah, jang sudah terang berbuat suatu kesalahan terhadap seseorang.
|Samun Sakar.<br>
Maksudnja: Samun, perampokan jang disertai dengan pembunuhan, Sakar, perampasan terhadap harta benda sadja.
|Upas Ratjun.<br>
Maksudnja: Upas, membunuh seseorang dengan perantaraan makanan atau minuman jang telah diberi ratjun jang sangat berbisa sekali, schingga orang itu mati seketika itu djuga dengan tidak bertangguh. Ratjun, menganiaja seseorang dengan perantaraan makanan atau minuman jang telah diberi zat ratjun, sehingga menjebabkan orang itu sakit dan merana, baik membawa kepada kematiannja ataupun tidak.
}}}}<noinclude>{{rh|1014||}}</noinclude>
g8lavh4nujtuhq767cglx4v6fyk74vb
283876
283874
2026-05-07T11:58:28Z
Link PB
26772
283876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=2
|Tjermin nan tiada kabur.<br>
Maksudnja: Berteladanlah kepada jang telah sudah. Djalan jang telah dirambah jang akan diturut, badju jang telah didjahit jang akan dipakai. Bersesap berdjerami, bertunggul berpemarasan, berpandam beperkuburan. Libatlah alam jang telah terbentang ini.
|Lantak nan tiada gujah.<br>
Maksudnja: Kata benar jang tidak boleh diubah-ubah. Beruk dirimba disusukan, anak dipangku diletakkan, jang benar itu djangan berubab.
|Nan tiada lapuk karena hudjan, tiada lekang karena panas.<br>
Maksudnja: Kata jang hak.
|Kata se ijo.<br>
Maksudnja: Pembitjacaan jang telah dipermusjawaratkan. Bulat boleh digilingkan, pipih boleh dilajangkan. Terhampar sama kering terendam sama basah, Beban berat sama dipikul, beban ringan sama didjindjing. Djika dapat sama berlaba, djika hilang sama merugi.
}}
{{PUU-pasal|''Putjuk Undang nan Delapan'' jaitu:
{{PUU-nomor|n=1
|Dago Dagi.<br>
Maksudnja: Dago, bersalah kepada pemerintah, Dagi membikin fitnah dan kekatjauan didalam negeri.
|Sumbang Salah.
Maksudnja: Sumbang, hal-hal jang pada pendapat umum, tidak senonoh atau tidak selajaknja.<br>
Salah, jang sudah terang berbuat suatu kesalahan terhadap seseorang.
|Samun Sakar.<br>
Maksudnja: Samun, perampokan jang disertai dengan pembunuhan, Sakar, perampasan terhadap harta benda sadja.
|Upas Ratjun.<br>
Maksudnja: Upas, membunuh seseorang dengan perantaraan makanan atau minuman jang telah diberi ratjun jang sangat berbisa sekali, schingga orang itu mati seketika itu djuga dengan tidak bertangguh. Ratjun, menganiaja seseorang dengan perantaraan makanan atau minuman jang telah diberi zat ratjun, sehingga menjebabkan orang itu sakit dan merana, baik membawa kepada kematiannja ataupun tidak.
}}}}<noinclude>{{rh|1014||}}</noinclude>
dgiqnmqhb4ygbs0nzouuc7rje5pqlob
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/575
104
99327
283802
275994
2026-05-07T10:27:55Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>3. Kepala Sub. Seksi Perintah, Major Mansjoer.
{{gap}}Permakluman diatas dianggap sebagai pengumuman mutasi terhadap para Opsir jang bersangkutan.
{{gap}}Susunan ini diumumkan pada tanggal 3 Djuli 1946, dimana djuga ditetapkan Kolonel Dachlan Djambek dinaikkan mendjadi Kolonel Klas 1, Letnan Kolonel Ismael Lengah dinaikkan mendjadi Kolonel, Letnan Kolonel Sjarif Usman dinaikkan mendjadi Kolonel, Major Munir mendjadi Letnan Kolonel, Major Thalib dinaikkan mendjadi Letnan Kolonel.
'''Penjusunan selandjutnja dari Divisi Banteng:'''
{{gap}}Serentak dengan penjusunan Markas Komandan Sumatera ini, Divisi III Banteng diubah mendjadi Divisi IX Banteng T.R.I. Komando Sumatera. Dan untuk mendjaga disiplin anggota tentera, dan mendjalankan tugas dalam perdjuangan peperangan, maka dibentuklah Polisi Tentera (P.T.) Divisi IX Banteng dan disempurnakan susunannja dibawah pimpinan Komandan P.T. Major Sjafei jang bermarkas di Bukittinggi. Di Pakan Baru djuga disusun Polisi Tentera dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, dan kemudian dipimpin oleh Letnan Djamhur Djamin.
{{gap}}Dalam pada itu spionage dan kontra spionage musuh amatlah hebatnja, jang mana buat melawan ini dan untuk mengetahui gerak gerik musuh dalam lapangan politik dan militer disusunlah badan penjelidik (B.P.) Divisi IX Banteng jang bermarkas di Bukittinggi pula.
{{gap}}Disusun pula Badan Penerangan Tentera Divisi IX dibawah pimpinan Kapten Nasroen A.S., jang melantjarkan penerangan perdjuangan kedalam dan keluar lingkungan ketenteraan dengan segala matjam media legaal dan illegaal, dan menerbitkan madjallah dan buku-buku jang penting untuk tentara dan umum.
{{gap}}Persendjataan adalah soal utama pada masa itu, dan dengan segala djalan diusahakan mendapatnja. Baik dengan dirampas dari musuh dalam pertempuran, maupun dengan dibeli dari saudagar-saudagar jang sanggup menjelundupkannja dari luar negeri. Begitu djuga membuat sendiri sendjata ini sangat digiatkan. Untuk ini maka didirikanlah pabrik sendjata di Pajakumbuh dan Sawahlunto, dimana dibuat sendjata-sendjata baru dan diperbaiki sendjata-sendjata jang sudah rusak. Pabrik sendjata ini dipimpin oleh Kapten Maraimin.
{{c|PEMBENTUKAN TENTERA NASIONAL INDONESIA}}
{{c|(T.N.I.)}}
{{gap}}Dari uraian diatas tampaklah kepada pembatja bagaimana pertumbuhannja tenaga perdjuangan bersendjata dari R.I. ini, jaitu tentera dan barisan-barisan rakjat. Berdirinja barisan-barisan<noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
if8z1tn2zhlvpv4xtmug8dxkxse740l
283803
283802
2026-05-07T10:29:10Z
Suga Widi
25678
283803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>3. Kepala Sub. Seksi Perintah, Major Mansjoer.
Permakluman diatas dianggap sebagai pengumuman mutasi terhadap para Opsir jang bersangkutan.
Susunan ini diumumkan pada tanggal 3 Djuli 1946, dimana djuga ditetapkan Kolonel Dachlan Djambek dinaikkan mendjadi Kolonel Klas I, Letnan Kolonel Ismael Lengah dinaikkan mendjadi Kolonel, Letnan Kolonel Sjarif Usman dinaikkan mendjadi Kolonel, Major Munir mendjadi Letnan Kolonel, Major Thalib dinaikkan mendjadi Letnan Kolonel.
'''Penjusunan selandjutnja dari Divisi Banteng:'''
{{gap}}Serentak dengan penjusunan Markas Komandan Sumatera ini, Divisi III Banteng diubah mendjadi Divisi IX Banteng T.R.I. Komando Sumatera. Dan untuk mendjaga disiplin anggota tentera, dan mendjalankan tugas dalam perdjuangan peperangan, maka dibentuklah Polisi Tentera (P.T.) Divisi IX Banteng dan disempurnakan susunannja dibawah pimpinan Komandan P.T. Major Sjafei jang bermarkas di Bukittinggi. Di Pakan Baru djuga disusun Polisi Tentera dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, dan kemudian dipimpin oleh Letnan Djamhur Djamin.
{{gap}}Dalam pada itu spionage dan kontra spionage musuh amatlah hebatnja, jang mana buat melawan ini dan untuk mengetahui gerak gerik musuh dalam lapangan politik dan militer disusunlah badan penjelidik (B.P.) Divisi IX Banteng jang bermarkas di Bukittinggi pula.
{{gap}}Disusun pula Badan Penerangan Tentera Divisi IX dibawah pimpinan Kapten Nasroen A.S., jang melantjarkan penerangan perdjuangan kedalam dan keluar lingkungan ketenteraan dengan segala matjam media legaal dan illegaal, dan menerbitkan madjallah dan buku-buku jang penting untuk tentara dan umum.
{{gap}}Persendjataan adalah soal utama pada masa itu, dan dengan segala djalan diusahakan mendapatnja. Baik dengan dirampas dari musuh dalam pertempuran, maupun dengan dibeli dari saudagar-saudagar jang sanggup menjelundupkannja dari luar negeri. Begitu djuga membuat sendiri sendjata ini sangat digiatkan. Untuk ini maka didirikanlah pabrik sendjata di Pajakumbuh dan Sawahlunto, dimana dibuat sendjata-sendjata baru dan diperbaiki sendjata-sendjata jang sudah rusak. Pabrik sendjata ini dipimpin oleh Kapten Maraimin.
{{c|PEMBENTUKAN TENTERA NASIONAL INDONESIA}}
{{c|(T.N.I.)}}
{{gap}}Dari uraian diatas tampaklah kepada pembatja bagaimana pertumbuhannja tenaga perdjuangan bersendjata dari R.I. ini, jaitu tentera dan barisan-barisan rakjat. Berdirinja barisan-barisan<noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
8a7r9csz75kyx3rm60m5zt8oz0gbod5
283804
283803
2026-05-07T10:30:11Z
Suga Widi
25678
283804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>3. Kepala Sub. Seksi Perintah, Major Mansjoer.
Permakluman diatas dianggap sebagai pengumuman mutasi terhadap para Opsir jang bersangkutan.
Susunan ini diumumkan pada tanggal 3 Djuli 1946, dimana djuga ditetapkan Kolonel Dachlan Djambek dinaikkan mendjadi Kolonel Klas I, Letnan Kolonel Ismael Lengah dinaikkan mendjadi Kolonel, Letnan Kolonel Sjarif Usman dinaikkan mendjadi Kolonel, Major Munir mendjadi Letnan Kolonel, Major Thalib dinaikkan mendjadi Letnan Kolonel.
'''Penjusunan selandjutnja dari Divisi Banteng :'''
Serentak dengan penjusunan Markas Komandan Sumatera ini, Divisi III Banteng diubah mendjadi Divisi IX Banteng T.R.I. Komando Sumatera. Dan untuk mendjaga disiplin anggota tentera, dan mendjalankan tugas dalam perdjuangan peperangan, maka dibentuklah Polisi Tentera (P.T.) Divisi IX Banteng dan disempurnakan susunannja dibawah pimpinan Komandan P.T. Major Sjafei jang bermarkas di Bukittinggi. Di Pakan Baru djuga disusun Polisi Tentera dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, dan kemudian dipimpin oleh Letnan Djamhur Djamin.
{{gap}}Dalam pada itu spionage dan kontra spionage musuh amatlah hebatnja, jang mana buat melawan ini dan untuk mengetahui gerak gerik musuh dalam lapangan politik dan militer disusunlah badan penjelidik (B.P.) Divisi IX Banteng jang bermarkas di Bukittinggi pula.
{{gap}}Disusun pula Badan Penerangan Tentera Divisi IX dibawah pimpinan Kapten Nasroen A.S., jang melantjarkan penerangan perdjuangan kedalam dan keluar lingkungan ketenteraan dengan segala matjam media legaal dan illegaal, dan menerbitkan madjallah dan buku-buku jang penting untuk tentara dan umum.
{{gap}}Persendjataan adalah soal utama pada masa itu, dan dengan segala djalan diusahakan mendapatnja. Baik dengan dirampas dari musuh dalam pertempuran, maupun dengan dibeli dari saudagar-saudagar jang sanggup menjelundupkannja dari luar negeri. Begitu djuga membuat sendiri sendjata ini sangat digiatkan. Untuk ini maka didirikanlah pabrik sendjata di Pajakumbuh dan Sawahlunto, dimana dibuat sendjata-sendjata baru dan diperbaiki sendjata-sendjata jang sudah rusak. Pabrik sendjata ini dipimpin oleh Kapten Maraimin.
{{c|PEMBENTUKAN TENTERA NASIONAL INDONESIA}}
{{c|(T.N.I.)}}
{{gap}}Dari uraian diatas tampaklah kepada pembatja bagaimana pertumbuhannja tenaga perdjuangan bersendjata dari R.I. ini, jaitu tentera dan barisan-barisan rakjat. Berdirinja barisan-barisan<noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
epmx47d0ooqv97vsd2jy73tvx394y1s
283805
283804
2026-05-07T10:31:27Z
Suga Widi
25678
283805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>3. Kepala Sub. Seksi Perintah, Major Mansjoer.
Permakluman diatas dianggap sebagai pengumuman mutasi terhadap para Opsir jang bersangkutan.
Susunan ini diumumkan pada tanggal 3 Djuli 1946, dimana djuga ditetapkan Kolonel Dachlan Djambek dinaikkan mendjadi Kolonel Klas I, Letnan Kolonel Ismael Lengah dinaikkan mendjadi Kolonel, Letnan Kolonel Sjarif Usman dinaikkan mendjadi Kolonel, Major Munir mendjadi Letnan Kolonel, Major Thalib dinaikkan mendjadi Letnan Kolonel.
'''Penjusunan selandjutnja dari Divisi Banteng :'''
Serentak dengan penjusunan Markas Komandan Sumatera ini, Divisi III Banteng diubah mendjadi Divisi IX Banteng T.R.I. Komando Sumatera. Dan untuk mendjaga disiplin anggota tentera, dan mendjalankan tugas dalam perdjuangan peperangan, maka dibentuklah Polisi Tentera (P.T.) Divisi IX Banteng dan disempurnakan susunannja dibawah pimpinan Komandan P.T. Major Sjafei jang bermarkas di Bukittinggi. Di Pakan Baru djuga disusun Polisi Tentera dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, dan kemudian dipimpin oleh Letnan Djamhur Djamin.
Dalam pada itu spionage dan kontra spionage musuh amatlah hebatnja, jang mana buat melawan ini dan untuk mengetahui gerak gerik musuh dalam lapangan politik dan militer disusunlah badan penjelidik (B.P.) Divisi IX Banteng jang bermarkas di Bukittinggi pula.
Disusun pula Badan Penerangan Tentera Divisi IX dibawah pimpinan Kapten Nasroen A.S., jang melantjarkan penerangan perdjuangan kedalam dan keluar lingkungan ketenteraan dengan segala matjam media legaal dan illegaal, dan menerbitkan madjallah dan buku-buku jang penting untuk tentara dan umum.
Persendjataan adalah soal utama pada masa itu, dan dengan segala djalan diusahakan mendapatnja. Baik dengan dirampas dari musuh dalam pertempuran, maupun dengan dibeli dari saudagar-saudagar jang sanggup menjelundupkannja dari luar negeri. Begitu djuga membuat sendiri sendjata ini sangat digiatkan. Untuk ini maka didirikanlah pabrik sendjata di Pajakumbuh dan Sawahlunto, dimana dibuat sendjata-sendjata baru dan diperbaiki sendjata-sendjata jang sudah rusak. Pabrik sendjata ini dipimpin oleh Kapten Maraimin.
{{c|PEMBENTUKAN TENTERA NASIONAL INDONESIA<br>(T.N.I.)}}
{{gap}}Dari uraian diatas tampaklah kepada pembatja bagaimana pertumbuhannja tenaga perdjuangan bersendjata dari R.I. ini, jaitu tentera dan barisan-barisan rakjat. Berdirinja barisan-barisan<noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
iy3mqxhh6ytlf809drhv87kvwkzljzb
283806
283805
2026-05-07T10:32:16Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>3. Kepala Sub. Seksi Perintah, Major Mansjoer.
Permakluman diatas dianggap sebagai pengumuman mutasi terhadap para Opsir jang bersangkutan.
Susunan ini diumumkan pada tanggal 3 Djuli 1946, dimana djuga ditetapkan Kolonel Dachlan Djambek dinaikkan mendjadi Kolonel Klas I, Letnan Kolonel Ismael Lengah dinaikkan mendjadi Kolonel, Letnan Kolonel Sjarif Usman dinaikkan mendjadi Kolonel, Major Munir mendjadi Letnan Kolonel, Major Thalib dinaikkan mendjadi Letnan Kolonel.
'''Penjusunan selandjutnja dari Divisi Banteng :'''
Serentak dengan penjusunan Markas Komandan Sumatera ini, Divisi III Banteng diubah mendjadi Divisi IX Banteng T.R.I. Komando Sumatera. Dan untuk mendjaga disiplin anggota tentera, dan mendjalankan tugas dalam perdjuangan peperangan, maka dibentuklah Polisi Tentera (P.T.) Divisi IX Banteng dan disempurnakan susunannja dibawah pimpinan Komandan P.T. Major Sjafei jang bermarkas di Bukittinggi. Di Pakan Baru djuga disusun Polisi Tentera dibawah pimpinan Kapten Mansjurdin, dan kemudian dipimpin oleh Letnan Djamhur Djamin.
Dalam pada itu spionage dan kontra spionage musuh amatlah hebatnja, jang mana buat melawan ini dan untuk mengetahui gerak gerik musuh dalam lapangan politik dan militer disusunlah badan penjelidik (B.P.) Divisi IX Banteng jang bermarkas di Bukittinggi pula.
Disusun pula Badan Penerangan Tentera Divisi IX dibawah pimpinan Kapten Nasroen A.S., jang melantjarkan penerangan perdjuangan kedalam dan keluar lingkungan ketenteraan dengan segala matjam media legaal dan illegaal, dan menerbitkan madjallah dan buku-buku jang penting untuk tentara dan umum.
Persendjataan adalah soal utama pada masa itu, dan dengan segala djalan diusahakan mendapatnja. Baik dengan dirampas dari musuh dalam pertempuran, maupun dengan dibeli dari saudagar-saudagar jang sanggup menjelundupkannja dari luar negeri. Begitu djuga membuat sendiri sendjata ini sangat digiatkan. Untuk ini maka didirikanlah pabrik sendjata di Pajakumbuh dan Sawahlunto, dimana dibuat sendjata-sendjata baru dan diperbaiki sendjata-sendjata jang sudah rusak. Pabrik sendjata ini dipimpin oleh Kapten Maraimin.
{{c|PEMBENTUKAN TENTERA NASIONAL INDONESIA<br>(T.N.I.)}}
Dari uraian diatas tampaklah kepada pembatja bagaimana pertumbuhannja tenaga perdjuangan bersendjata dari R.I. ini, jaitu tentera dan barisan-barisan rakjat. Berdirinja barisan-barisan<noinclude>{{rh|||569}}</noinclude>
hj5b29gj2vko5215lvbkp44ihdyjbrb
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/731
104
99332
282914
278445
2026-05-06T15:42:40Z
Thersetya2021
15831
282914
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" /></noinclude>{{c|'''Pasal 40.'''}}
{{c|'''SUMATERA TENGAH DENGAN PERKEBUNAN BANGSA'''<br>'''ASING (CULTUUR BEDRIJVEN).'''}}
{{dropinitial|B}}UKIT barisan jang membentang dari Utara ke Selatan pulau Sumatera bahagian Barat, bertitik pusat didaerah keresidenan Sumatera Barat, Propinsi Sumatera Tengah. Sebahagian besar diantara gunung-gunung jang tertinggi dipulau Sumatera, djuga terdapat didaerah keresidenan Sumatera Barat Propinsi Sumatera Tengah ini, jang tertinggi diantara semuanja gunung Kerintji, dan jang paling aktip bekerdja gunung Merapi.
Berkat adanja gunung- gunung dan bukit-bukit barisan ini, Sumatera Barat merupakan suatu daerah jang tersubur tanahnja diseluruh kepulauan Indonesia dan dalam hal bahan makanan daerah ini dapat menghasilkan kebutuhannja sendiri. Dalam menghasilkan
bahan makanan ini, penduduknja kadang-kadang dapat djuga menamakan daerahnja ini dengan „God's own Country.”
Kesuburan tanah-tanah didaerah Propinsi Sumatera Tengah ini pada umumnja adalah berkat banjak dan tebalnja bahan-bahan pegunungan (vulkanische materiaal) jang menjelimuti permukaan tanahnja jang berbukit-bukit itu. Alluviaal, graniet dan andesiet jang menjelimuti dataran-dataran tinggi daerah pegunungan Kerintji Utara dan Selatan, menjebabkan tanah ini amat tjotjok untuk ditanami dengan bahan-bahan export seperti teh, kina, kopi dan lain-lain, disamping hasil bumi jang diusahakan oleh rakjat untuk bahan makanan, terutama padi dan sajur majur.
Turunnja hudjan dari tahun ketahun jang sangat teratur didaerah.
pegunungan ini, jang menjebabkan sangat sedikitnja perbedaan antara musim kering dengan musim basah, djuga mendjadi salah satu bahan untuk penambah kesuburannja dan menambah besar berkahnja. Menurut tjatatan, daerah pegunungan Kerintji ini termasuk kepada „regentype ke- VIII”.
Pertukaran musim (kentering-maxima) didaerah pegunungan. Kerintji bagian Utara jang terdjadi pada bulan April dan oktober/ Nopember tiap tahun, memungkinkan daerah ini mendjadi leverancier hasil bumi jang tidak berhingga, apalagi dia mempunjai kadarmineraal-reserve jang sangat tinggi.<noinclude>{{rh|||723}}</noinclude>
gh68bm97gb2us3m35qwhvua12eexcnm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/749
104
99342
282952
276051
2026-05-06T15:54:00Z
Lutfiyatun
26681
282952
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''Pasal 41.'''}}
{{c|'''PETERNAKAN'''}}
{{c|I. PEMULIHAN PETERNAKAN NEGARA}}
{{c|PADANG MENGGATAS.}}
{{dropinitial|P}}ETERNAKAN Negara di Padang Mengatas adalah satusatunja peternakan jang terbesar di Asia Tenggara ini, dan dalam clash ke II telah dibumi-hanguskan. Kuda-kudanja bertebaran seluruh Sumatera Tengah, dan sebagian dari tanah-tanahnja telah dibagi-bagikan oleh Pemerintah Militer kepada orang-orang jang mau mendjadikan kebun atau ladang. Dari perternakan jang sangat masjhur itu hanja tinggal lagi puing-puing jang sangat menjedihkan.
Usaha-usaha jang telah didjalankan berpuluh-puluh tahun dengan segala susah pajah, dalam waktu beberapa djam sadja musnah sama sekali. Sewaktu pemulihan, jang tinggal hanjalah beberapa orang pegawai sadja lagi.
Sesudah pemulihan, 6 ekor kuda jang diterima dari Djawatan Kehewanan Pemerintah Prae-federal ditempatkan dipeternakan ini dengan membuatkannja kandang darurat. Ternak inilah jang mendjadi modal pertama dalam pembangunannja kembali.
Karena jakin, bahwa peternakan ini dapat dihidupkan kembali dan akan sangat berguna untuk pembangunan di Sumatera Tengah ini, maka Pemerintah Sumatera Tengah berusaha membangunkannja kembali.
Pada permulaan tahun 1951, usaha ini mulai digiatkan. Orangorang jang telah menempati tanah-tanah Padang Menggatas itu dipindahkan ketempat lain dengan memberi mereka penggantian kerugian.
Padang-padangnja mulai diperbaiki dan ditanami dengan rumput-rumput jang diperlukan untuk makanan ternak. Dalam pada itu diusahakan mentjari kembali kuda-kuda Padang Menggatas jang telah bertebaran selama clash dengan membelinja kembali dari rakjat. Dalam tahun 1951 telah dapat dibangunkan kembali rumah Dokter Hewan, Kantor Kliniek/apotheek/laboratorium, 9 buah kandang, 3 rumah pekerdja, 2 rumah mandur, d.l.l. Dalam pada itu dipesan pula dari Amerika 4 ekor kuda Arab asli, dari Djawa sapisapi perahan, biri-biri, dan oleh Pusat Djawatan Kehewanan didatangkan pula kuda Sandel untuk diternakkan.<noinclude>{{rh|||741}}</noinclude>
2wp3enjju9tuedb3g81gwy2xgdqwh1t
282955
282952
2026-05-06T15:55:07Z
Lutfiyatun
26681
282955
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''Pasal 41.'''}}
{{c|'''PETERNAKAN'''}}
{{c|I. PEMULIHAN PETERNAKAN NEGARA<br>PADANG MENGGATAS.}}
{{dropinitial|P}}ETERNAKAN Negara di Padang Mengatas adalah satusatunja peternakan jang terbesar di Asia Tenggara ini, dan dalam clash ke II telah dibumi-hanguskan. Kuda-kudanja bertebaran seluruh Sumatera Tengah, dan sebagian dari tanah-tanahnja telah dibagi-bagikan oleh Pemerintah Militer kepada orang-orang jang mau mendjadikan kebun atau ladang. Dari perternakan jang sangat masjhur itu hanja tinggal lagi puing-puing jang sangat menjedihkan.
Usaha-usaha jang telah didjalankan berpuluh-puluh tahun dengan segala susah pajah, dalam waktu beberapa djam sadja musnah sama sekali. Sewaktu pemulihan, jang tinggal hanjalah beberapa orang pegawai sadja lagi.
Sesudah pemulihan, 6 ekor kuda jang diterima dari Djawatan Kehewanan Pemerintah Prae-federal ditempatkan dipeternakan ini dengan membuatkannja kandang darurat. Ternak inilah jang mendjadi modal pertama dalam pembangunannja kembali.
Karena jakin, bahwa peternakan ini dapat dihidupkan kembali dan akan sangat berguna untuk pembangunan di Sumatera Tengah ini, maka Pemerintah Sumatera Tengah berusaha membangunkannja kembali.
Pada permulaan tahun 1951, usaha ini mulai digiatkan. Orangorang jang telah menempati tanah-tanah Padang Menggatas itu dipindahkan ketempat lain dengan memberi mereka penggantian kerugian.
Padang-padangnja mulai diperbaiki dan ditanami dengan rumput-rumput jang diperlukan untuk makanan ternak. Dalam pada itu diusahakan mentjari kembali kuda-kuda Padang Menggatas jang telah bertebaran selama clash dengan membelinja kembali dari rakjat. Dalam tahun 1951 telah dapat dibangunkan kembali rumah Dokter Hewan, Kantor Kliniek/apotheek/laboratorium, 9 buah kandang, 3 rumah pekerdja, 2 rumah mandur, d.l.l. Dalam pada itu dipesan pula dari Amerika 4 ekor kuda Arab asli, dari Djawa sapisapi perahan, biri-biri, dan oleh Pusat Djawatan Kehewanan didatangkan pula kuda Sandel untuk diternakkan.<noinclude>{{rh|||741}}</noinclude>
5ja7ngjqdbdk92y4y4js89zsbdjd0od
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/571
104
99381
283769
276209
2026-05-07T10:03:06Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283769
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''Pasal 20.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR FRONT UTARA.'''}}
{{dropinitial|L}}LANGKAH pertama, untuk menjusun ketenteraan difront Utara ini dimulai disekitar Pasar Usang (Kota Tengah), jang dipelopori oleh Major Kemal Mustafa. Rakjat disekeliling tempat itu diberi penerangan tentang perdjuangan menghadapi Belanda dan pemuda-pemuda kampung dilatih setjara ketenteraan, sehingga dari mereka ini dapatlah disusun satu kompi jang diberi nama kompi S.P.U. (Singa Pasar Usang).
S.P.U. lalu melantjarkan serangan-serangan hebat terhadap lapangan udara Tabing, dan mendjalankan pentjurian dan perampasan alat sendjata musuh dikota Padang dan sekitarnja. Masih dalam tahun 1945 satu serangan jang dipimpin oleh saudara Azhari A.S. telah dapat merampas sebuah truck dengan alat-alat sendjata dari tentera Sekutu jang diatasnja.
Makin lama daerah front Utara ini makin luas, dan perdjuangan disana semakin sulit, sehingga didatangkanlah dari Bataljon Bukittinggi jang dipimpin oleh Major A. Halim beberapa kompi, jaitu kompi Berantai dengan komandannja Jusuf Baron, dan kemudian dipimpin oleh almarhum Letnan satu Bakaruddin, kompi Bakapak dengan komandannja M. Nur, kompi Barajun dengan komandannja Hasan Basri, kompi Badai dengan komandannja Amarullah, kompi Baron dengan komandannja Kamaruddin dan beberapa seksi Gati (bekas Heiho S. Barat jang dibawa oleh Djepang ke Halmahera!). Pun diperkuat lagi dengan beberapa pasukan jang terdiri dari barisan-barisan rakjat seperti Hizbullah, Temi, Sabilillah, Hulubalang dan Napindo jang berada didaerah front Utara.
Dengan diangkatnja Major A. Halim mendjadi Komandan Resimen I, terdjadilah beberapa perobahan, dan di front Utara ditetapkan satu Bataljon, jaitu Bataljon V Resimen I (Bataljon Istimewa ) jang dikepalai oleh Major Kemal Mustafa. Beberapa waktu sesudah pembentukan Bataljon V Front Utara, sebuah bom jang didjadikan mijn telah menemui sasarannja waktu serombongan tentera Belanda jang hendak berpatroli dari pelabuhan kapal udara Tabing melaluinja , dan telah meninggalkan korban sebanjak kira-kira 30 orang serdadu dan beberapa opsir.<noinclude>{{rh|||565}}</noinclude>
is09au3ck77d9uxgqcekb8qo52nstpj
283770
283769
2026-05-07T10:03:21Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{wikify}}{{c|'''Pasal 20.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR FRONT UTARA.'''}}
{{dropinitial|L}}LANGKAH pertama, untuk menjusun ketenteraan difront Utara ini dimulai disekitar Pasar Usang (Kota Tengah), jang dipelopori oleh Major Kemal Mustafa. Rakjat disekeliling tempat itu diberi penerangan tentang perdjuangan menghadapi Belanda dan pemuda-pemuda kampung dilatih setjara ketenteraan, sehingga dari mereka ini dapatlah disusun satu kompi jang diberi nama kompi S.P.U. (Singa Pasar Usang).
S.P.U. lalu melantjarkan serangan-serangan hebat terhadap lapangan udara Tabing, dan mendjalankan pentjurian dan perampasan alat sendjata musuh dikota Padang dan sekitarnja. Masih dalam tahun 1945 satu serangan jang dipimpin oleh saudara Azhari A.S. telah dapat merampas sebuah truck dengan alat-alat sendjata dari tentera Sekutu jang diatasnja.
Makin lama daerah front Utara ini makin luas, dan perdjuangan disana semakin sulit, sehingga didatangkanlah dari Bataljon Bukittinggi jang dipimpin oleh Major A. Halim beberapa kompi, jaitu kompi Berantai dengan komandannja Jusuf Baron, dan kemudian dipimpin oleh almarhum Letnan satu Bakaruddin, kompi Bakapak dengan komandannja M. Nur, kompi Barajun dengan komandannja Hasan Basri, kompi Badai dengan komandannja Amarullah, kompi Baron dengan komandannja Kamaruddin dan beberapa seksi Gati (bekas Heiho S. Barat jang dibawa oleh Djepang ke Halmahera!). Pun diperkuat lagi dengan beberapa pasukan jang terdiri dari barisan-barisan rakjat seperti Hizbullah, Temi, Sabilillah, Hulubalang dan Napindo jang berada didaerah front Utara.
Dengan diangkatnja Major A. Halim mendjadi Komandan Resimen I, terdjadilah beberapa perobahan, dan di front Utara ditetapkan satu Bataljon, jaitu Bataljon V Resimen I (Bataljon Istimewa ) jang dikepalai oleh Major Kemal Mustafa. Beberapa waktu sesudah pembentukan Bataljon V Front Utara, sebuah bom jang didjadikan mijn telah menemui sasarannja waktu serombongan tentera Belanda jang hendak berpatroli dari pelabuhan kapal udara Tabing melaluinja , dan telah meninggalkan korban sebanjak kira-kira 30 orang serdadu dan beberapa opsir.<noinclude>{{rh|||565}}</noinclude>
o0wf1upsifm62xr08rczdt1jf462duy
283771
283770
2026-05-07T10:04:46Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{wikify}}{{c|'''Pasal 20.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR FRONT UTARA.'''}}
{{dropinitial|L}}LANGKAH pertama, untuk menjusun ketenteraan difront Utara ini dimulai disekitar Pasar Usang (Kota Tengah), jang dipelopori oleh Major Kemal Mustafa. Rakjat disekeliling tempat itu diberi penerangan tentang perdjuangan menghadapi Belanda dan pemuda-pemuda kampung dilatih setjara ketenteraan, sehingga dari mereka ini dapatlah disusun satu kompi jang diberi nama kompi S.P.U. (Singa Pasar Usang).
S.P.U. lalu melantjarkan serangan-serangan hebat terhadap lapangan udara Tabing, dan mendjalankan pentjurian dan perampasan alat sendjata musuh dikota Padang dan sekitarnja. Masih dalam tahun 1945 satu serangan jang dipimpin oleh saudara Azhari A.S. telah dapat merampas sebuah truck dengan alat-alat sendjata dari tentera Sekutu jang diatasnja.
Makin lama daerah front Utara ini makin luas, dan perdjuangan disana semakin sulit, sehingga didatangkanlah dari Bataljon Bukittinggi jang dipimpin oleh Major A. Halim beberapa kompi, jaitu kompi Berantai dengan komandannja Jusuf Baron, dan kemudian dipimpin oleh almarhum Letnan satu Bakaruddin, kompi Bakapak dengan komandannja M. Nur, kompi Barajun dengan komandannja Hasan Basri, kompi Badai dengan komandannja Amarullah, kompi Baron dengan komandannja Kamaruddin dan beberapa seksi Gati (bekas Heiho S. Barat jang dibawa oleh Djepang ke Halmahera!). Pun diperkuat lagi dengan beberapa pasukan jang terdiri dari barisan-barisan rakjat seperti Hizbullah, Temi, Sabilillah, Hulubalang dan Napindo jang berada didaerah front Utara.
Dengan diangkatnja Major A. Halim mendjadi Komandan Resimen I, terdjadilah beberapa perobahan, dan di front Utara ditetapkan satu Bataljon, jaitu Bataljon V Resimen I (Bataljon Istimewa) jang dikepalai oleh Major Kemal Mustafa. Beberapa waktu sesudah pembentukan Bataljon V Front Utara, sebuah bom jang didjadikan mijn telah menemui sasarannja waktu serombongan tentera Belanda jang hendak berpatroli dari pelabuhan kapal udara Tabing melaluinja, dan telah meninggalkan korban sebanjak kira-kira 30 orang serdadu dan beberapa opsir.<noinclude>{{rh|||565}}</noinclude>
doh39zuk6lzf7rkvlxdovdajasuvurt
283772
283771
2026-05-07T10:05:15Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 20.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR FRONT UTARA.'''}}
{{dropinitial|L}}LANGKAH pertama, untuk menjusun ketenteraan difront Utara ini dimulai disekitar Pasar Usang (Kota Tengah), jang dipelopori oleh Major Kemal Mustafa. Rakjat disekeliling tempat itu diberi penerangan tentang perdjuangan menghadapi Belanda dan pemuda-pemuda kampung dilatih setjara ketenteraan, sehingga dari mereka ini dapatlah disusun satu kompi jang diberi nama kompi S.P.U. (Singa Pasar Usang).
S.P.U. lalu melantjarkan serangan-serangan hebat terhadap lapangan udara Tabing, dan mendjalankan pentjurian dan perampasan alat sendjata musuh dikota Padang dan sekitarnja. Masih dalam tahun 1945 satu serangan jang dipimpin oleh saudara Azhari A.S. telah dapat merampas sebuah truck dengan alat-alat sendjata dari tentera Sekutu jang diatasnja.
Makin lama daerah front Utara ini makin luas, dan perdjuangan disana semakin sulit, sehingga didatangkanlah dari Bataljon Bukittinggi jang dipimpin oleh Major A. Halim beberapa kompi, jaitu kompi Berantai dengan komandannja Jusuf Baron, dan kemudian dipimpin oleh almarhum Letnan satu Bakaruddin, kompi Bakapak dengan komandannja M. Nur, kompi Barajun dengan komandannja Hasan Basri, kompi Badai dengan komandannja Amarullah, kompi Baron dengan komandannja Kamaruddin dan beberapa seksi Gati (bekas Heiho S. Barat jang dibawa oleh Djepang ke Halmahera!). Pun diperkuat lagi dengan beberapa pasukan jang terdiri dari barisan-barisan rakjat seperti Hizbullah, Temi, Sabilillah, Hulubalang dan Napindo jang berada didaerah front Utara.
Dengan diangkatnja Major A. Halim mendjadi Komandan Resimen I, terdjadilah beberapa perobahan, dan di front Utara ditetapkan satu Bataljon, jaitu Bataljon V Resimen I (Bataljon Istimewa) jang dikepalai oleh Major Kemal Mustafa. Beberapa waktu sesudah pembentukan Bataljon V Front Utara, sebuah bom jang didjadikan mijn telah menemui sasarannja waktu serombongan tentera Belanda jang hendak berpatroli dari pelabuhan kapal udara Tabing melaluinja, dan telah meninggalkan korban sebanjak kira-kira 30 orang serdadu dan beberapa opsir.<noinclude>{{rh|||565}}</noinclude>
497pg2caj3m1fvs11m715alvuzpp3hy
283777
283772
2026-05-07T10:10:46Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 20.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR FRONT UTARA.'''}}
{{dropinitial|L}}ANGKAH pertama, untuk menjusun ketenteraan difront Utara ini dimulai disekitar Pasar Usang (Kota Tengah), jang dipelopori oleh Major Kemal Mustafa. Rakjat disekeliling tempat itu diberi penerangan tentang perdjuangan menghadapi Belanda dan pemuda-pemuda kampung dilatih setjara ketenteraan, sehingga dari mereka ini dapatlah disusun satu kompi jang diberi nama kompi S.P.U. (Singa Pasar Usang).
S.P.U. lalu melantjarkan serangan-serangan hebat terhadap lapangan udara Tabing, dan mendjalankan pentjurian dan perampasan alat sendjata musuh dikota Padang dan sekitarnja. Masih dalam tahun 1945 satu serangan jang dipimpin oleh saudara Azhari A.S. telah dapat merampas sebuah truck dengan alat-alat sendjata dari tentera Sekutu jang diatasnja.
Makin lama daerah front Utara ini makin luas, dan perdjuangan disana semakin sulit, sehingga didatangkanlah dari Bataljon Bukittinggi jang dipimpin oleh Major A. Halim beberapa kompi, jaitu kompi Berantai dengan komandannja Jusuf Baron, dan kemudian dipimpin oleh almarhum Letnan satu Bakaruddin, kompi Bakapak dengan komandannja M. Nur, kompi Barajun dengan komandannja Hasan Basri, kompi Badai dengan komandannja Amarullah, kompi Baron dengan komandannja Kamaruddin dan beberapa seksi Gati (bekas Heiho S. Barat jang dibawa oleh Djepang ke Halmahera!). Pun diperkuat lagi dengan beberapa pasukan jang terdiri dari barisan-barisan rakjat seperti Hizbullah, Temi, Sabilillah, Hulubalang dan Napindo jang berada didaerah front Utara.
Dengan diangkatnja Major A. Halim mendjadi Komandan Resimen I, terdjadilah beberapa perobahan, dan di front Utara ditetapkan satu Bataljon, jaitu Bataljon V Resimen I (Bataljon Istimewa) jang dikepalai oleh Major Kemal Mustafa. Beberapa waktu sesudah pembentukan Bataljon V Front Utara, sebuah bom jang didjadikan mijn telah menemui sasarannja waktu serombongan tentera Belanda jang hendak berpatroli dari pelabuhan kapal udara Tabing melaluinja, dan telah meninggalkan korban sebanjak kira-kira 30 orang serdadu dan beberapa opsir.<noinclude>{{rh|||565}}</noinclude>
ppb6crwrh76fpfbo5p8xx70tfbz9god
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/569
104
99399
283759
280096
2026-05-07T09:51:45Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''Pasal 19.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR KURANDJI'''}}<br>'''(FRONT TIMUR).'''
{{dropinitial|K}}URANDJI adalah sebuah kampung ketjil di Padang luar kota,jang banjak mentjatat sedjarah selama perang kemerdekaan. Kesatuan tentera Kurandji adalah mengambil namanja dari nama kampung Kurandji ini, dimana kesatuan ini lama bertempur. Kesatuan ini berasal dari B.P.P.I. bahagian ketenteraan, jang kemudian mendjadi T.K.R. jang disusun satu bataljon di Padang. Komandan Bataljon ini adalah saudara Jazid Abidin, dan stafnja saudara-saudara Dahlan J., Jusuf Ali, A.Hosen, dan Anwar Badu.
Saudara A. Hosen memimpin kompi II jang bermarkas di Djati, dan setelah pertempuran-pertempuran meledak di Padang dengan mendaratnja tentera Sekutu, maka kompi A. Hosen ini pindah ke Kurandji, dan sehari sesudah pindah, markasnja di Djati dibakar habis oleh tentera Sekutu. Disinilah kompi ini disusun, dilatih dan dipersendjatai. Dalam pada itu kompi Anwar Badu pindah ke Korong Gadang dekat Kurandji, dan kompi Jusuf Ali pindah ke Anduring. Sedangkan di Indarung dibentuk sebuah kompi oleh saudara Sajuti Amin. Semua ini berlangsung dalam bulan Nopember 1945.
Dalam bulan Djanuari markas resimen III divisi IX jang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ismael Lengah pindah dari Padang ke Lb.Alung. Dalam bulan Pebruari 1946 Dewan Perdjuangan Padang Luar Kota didirikan untuk mengkordinir sekalian barisanbarisan rakjat, dimana komando pertempuran diserahkan kepada saudara A. Hosen. Dalam bulan April saudara A. Hosen diangkat mendjadi komandan Batalion I resimen III Divisi IX dengan pangkat Major. Bataljon ini terdiri dari kompi Kurandji, ditambah dengan kompi Anwar Badu di Korong Gadang dan kompi Sajuti Amin di Indarung jang kemudian kompi ini diserahkan kepada almarhum Kapten Rasjid. Demikianlah bataljon ini jang berkedudukan di Kurandji dengan kekuatan kira-kira 850 orang mendjaga front timur daerah pertempuran Padang.
Pada tanggal 20 Djuli 1946 Major A. Hosen diangkat mendjadi Komandan Resimen III Divisi IX dengan pangkat Let Kol. Markas Resimen III diterima di Lb. Alung dan dipindahkan ke Solok dengan nama baru Resimen III Kurandji Divisi IX. Bataljon<noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
6zmw6z4uh10rjshnq8mvmhuoi7vzhlo
283760
283759
2026-05-07T09:52:25Z
Suga Widi
25678
283760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''Pasal 19.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR KURANDJI'''<br>'''(FRONT TIMUR).'''}}
{{dropinitial|K}}URANDJI adalah sebuah kampung ketjil di Padang luar kota,jang banjak mentjatat sedjarah selama perang kemerdekaan. Kesatuan tentera Kurandji adalah mengambil namanja dari nama kampung Kurandji ini, dimana kesatuan ini lama bertempur. Kesatuan ini berasal dari B.P.P.I. bahagian ketenteraan, jang kemudian mendjadi T.K.R. jang disusun satu bataljon di Padang. Komandan Bataljon ini adalah saudara Jazid Abidin, dan stafnja saudara-saudara Dahlan J., Jusuf Ali, A.Hosen, dan Anwar Badu.
Saudara A. Hosen memimpin kompi II jang bermarkas di Djati, dan setelah pertempuran-pertempuran meledak di Padang dengan mendaratnja tentera Sekutu, maka kompi A. Hosen ini pindah ke Kurandji, dan sehari sesudah pindah, markasnja di Djati dibakar habis oleh tentera Sekutu. Disinilah kompi ini disusun, dilatih dan dipersendjatai. Dalam pada itu kompi Anwar Badu pindah ke Korong Gadang dekat Kurandji, dan kompi Jusuf Ali pindah ke Anduring. Sedangkan di Indarung dibentuk sebuah kompi oleh saudara Sajuti Amin. Semua ini berlangsung dalam bulan Nopember 1945.
Dalam bulan Djanuari markas resimen III divisi IX jang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ismael Lengah pindah dari Padang ke Lb.Alung. Dalam bulan Pebruari 1946 Dewan Perdjuangan Padang Luar Kota didirikan untuk mengkordinir sekalian barisanbarisan rakjat, dimana komando pertempuran diserahkan kepada saudara A. Hosen. Dalam bulan April saudara A. Hosen diangkat mendjadi komandan Batalion I resimen III Divisi IX dengan pangkat Major. Bataljon ini terdiri dari kompi Kurandji, ditambah dengan kompi Anwar Badu di Korong Gadang dan kompi Sajuti Amin di Indarung jang kemudian kompi ini diserahkan kepada almarhum Kapten Rasjid. Demikianlah bataljon ini jang berkedudukan di Kurandji dengan kekuatan kira-kira 850 orang mendjaga front timur daerah pertempuran Padang.
Pada tanggal 20 Djuli 1946 Major A. Hosen diangkat mendjadi Komandan Resimen III Divisi IX dengan pangkat Let Kol. Markas Resimen III diterima di Lb. Alung dan dipindahkan ke Solok dengan nama baru Resimen III Kurandji Divisi IX. Bataljon<noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
r7xyey7slbulhmpijo6938x3djox77r
283761
283760
2026-05-07T09:52:44Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 19.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR KURANDJI'''<br>'''(FRONT TIMUR).'''}}
{{dropinitial|K}}URANDJI adalah sebuah kampung ketjil di Padang luar kota,jang banjak mentjatat sedjarah selama perang kemerdekaan. Kesatuan tentera Kurandji adalah mengambil namanja dari nama kampung Kurandji ini, dimana kesatuan ini lama bertempur. Kesatuan ini berasal dari B.P.P.I. bahagian ketenteraan, jang kemudian mendjadi T.K.R. jang disusun satu bataljon di Padang. Komandan Bataljon ini adalah saudara Jazid Abidin, dan stafnja saudara-saudara Dahlan J., Jusuf Ali, A.Hosen, dan Anwar Badu.
Saudara A. Hosen memimpin kompi II jang bermarkas di Djati, dan setelah pertempuran-pertempuran meledak di Padang dengan mendaratnja tentera Sekutu, maka kompi A. Hosen ini pindah ke Kurandji, dan sehari sesudah pindah, markasnja di Djati dibakar habis oleh tentera Sekutu. Disinilah kompi ini disusun, dilatih dan dipersendjatai. Dalam pada itu kompi Anwar Badu pindah ke Korong Gadang dekat Kurandji, dan kompi Jusuf Ali pindah ke Anduring. Sedangkan di Indarung dibentuk sebuah kompi oleh saudara Sajuti Amin. Semua ini berlangsung dalam bulan Nopember 1945.
Dalam bulan Djanuari markas resimen III divisi IX jang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ismael Lengah pindah dari Padang ke Lb.Alung. Dalam bulan Pebruari 1946 Dewan Perdjuangan Padang Luar Kota didirikan untuk mengkordinir sekalian barisanbarisan rakjat, dimana komando pertempuran diserahkan kepada saudara A. Hosen. Dalam bulan April saudara A. Hosen diangkat mendjadi komandan Batalion I resimen III Divisi IX dengan pangkat Major. Bataljon ini terdiri dari kompi Kurandji, ditambah dengan kompi Anwar Badu di Korong Gadang dan kompi Sajuti Amin di Indarung jang kemudian kompi ini diserahkan kepada almarhum Kapten Rasjid. Demikianlah bataljon ini jang berkedudukan di Kurandji dengan kekuatan kira-kira 850 orang mendjaga front timur daerah pertempuran Padang.
Pada tanggal 20 Djuli 1946 Major A. Hosen diangkat mendjadi Komandan Resimen III Divisi IX dengan pangkat Let Kol. Markas Resimen III diterima di Lb. Alung dan dipindahkan ke Solok dengan nama baru Resimen III Kurandji Divisi IX. Bataljon<noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
mdt25wszvqqpkjy5xmyue6kc2f003ii
283765
283761
2026-05-07T09:54:55Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 19.'''}}
{{c|'''PERKEMBANGAN DISEKITAR KURANDJI'''<br>'''(FRONT TIMUR).'''}}
{{dropinitial|K}}URANDJI adalah sebuah kampung ketjil di Padang luar kota, jang banjak mentjatat sedjarah selama perang kemerdekaan. Kesatuan tentera Kurandji adalah mengambil namanja dari nama kampung Kurandji ini, dimana kesatuan ini lama bertempur. Kesatuan ini berasal dari B.P.P.I. bahagian ketenteraan, jang kemudian mendjadi T.K.R. jang disusun satu bataljon di Padang. Komandan Bataljon ini adalah saudara Jazid Abidin, dan stafnja saudara-saudara Dahlan J., Jusuf Ali, A.Hosen, dan Anwar Badu.
Saudara A. Hosen memimpin kompi II jang bermarkas di Djati, dan setelah pertempuran-pertempuran meledak di Padang dengan mendaratnja tentera Sekutu, maka kompi A. Hosen ini pindah ke Kurandji, dan sehari sesudah pindah, markasnja di Djati dibakar habis oleh tentera Sekutu. Disinilah kompi ini disusun, dilatih dan dipersendjatai. Dalam pada itu kompi Anwar Badu pindah ke Korong Gadang dekat Kurandji, dan kompi Jusuf Ali pindah ke Anduring. Sedangkan di Indarung dibentuk sebuah kompi oleh saudara Sajuti Amin. Semua ini berlangsung dalam bulan Nopember 1945.
Dalam bulan Djanuari markas resimen III divisi IX jang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ismael Lengah pindah dari Padang ke Lb.Alung. Dalam bulan Pebruari 1946 Dewan Perdjuangan Padang Luar Kota didirikan untuk mengkordinir sekalian barisanbarisan rakjat, dimana komando pertempuran diserahkan kepada saudara A. Hosen. Dalam bulan April saudara A. Hosen diangkat mendjadi komandan Batalion I resimen III Divisi IX dengan pangkat Major. Bataljon ini terdiri dari kompi Kurandji, ditambah dengan kompi Anwar Badu di Korong Gadang dan kompi Sajuti Amin di Indarung jang kemudian kompi ini diserahkan kepada almarhum Kapten Rasjid. Demikianlah bataljon ini jang berkedudukan di Kurandji dengan kekuatan kira-kira 850 orang mendjaga front timur daerah pertempuran Padang.
Pada tanggal 20 Djuli 1946 Major A. Hosen diangkat mendjadi Komandan Resimen III Divisi IX dengan pangkat Let Kol. Markas Resimen III diterima di Lb. Alung dan dipindahkan ke Solok dengan nama baru Resimen III Kurandji Divisi IX. Bataljon<noinclude>{{rh|||563}}</noinclude>
ktx0cgufcaf2qckp6szmkdnlg2b90zm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/567
104
99404
283750
276259
2026-05-07T09:45:19Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 18.'''}}
{{c|'''KETENTERAAN DIPESISIR SAMUDERA HINDIA'''}}
{{c|'''(FRONT SELATAN ).'''}}
{{dropinitial|T}}ADI telah didjelaskan bahwa tentera jang mendjaga daerah Pesisir Samudera Hindia mulai dari Pariaman sampai ke Kerintji adalah bergabung dalam resimen III dibawah pimpinan Letnan Kolonel Ismael Lengah. Satu batalion dari tentera ini, jaitu '''Bataljon Topan''' adalah rapat hubungannja dengan perdjuangan disekitar P.S.K. Bataljon ini berada dibawah pimpinan Major Alwi St. Maradjo jang berkedudukan di Painan. Ketika perdjuangan permulaan, djadi masih atas nama B.P.P.I. tjabang Kerintji, Painan, telah direntjanakan merebut sendjata Djepang jang berkedudukan di Painan dan Sei. Penuh. Rentjana di Painan mendjadi gagal oleh karena pendapat setengah kawan jang lebih mengutamakan keselamatan harta benda dan djiwa rakjat dari pada persendjataan jang berada ditangan Djepang. Tetapi di Sei. Penuh rentjana ini mendjadi kenjataan, sehingga terdjadilah penjerbuan pemuda-pemuda dan rakjat bersendjatakan bambu runtjing, parang dan tombak, terhadap tentera Djepang jang bertempat dipasanggerahan Sei. Penuh. Pertempuran ini banjak memakan korban, dan bergema sampai kesepandjang pesisir, dan menjebabkan tentera Djepang jang berpangkalan di Painan lalu mengangkat kaki, dan dilutjuti sendjatanja oleh pemuda-pemuda dinegeri jang mereka lalui.
Pemuda pedjuang ini kemudian disusun mendjadi B.K.R. dengan pimpinan saudara-saudara Alwi St. Maradjo , M. Sanit, M. Junus dan lain-lain bekas Gyu Gun .B.K.R. ini mendjalankan tugasnja sampai mendjadi T.K.R. jang kemudian didjadikan satu bataljon dengan nama Bataljon Topan, jang kemudian mentjatat sedjarahnja dalam pertempuran-pertempuran dikota Padang mendjaga garis pertahanan Selatan Padang, Bukit Putus, Gaung, Telok Nibung dan Sei. Beramas, sedangkan markasnja bertempat di Bukit Lampu (Bukit Sikabau). Sebelum agressi pertama , komandannja Major Alwi diganti dengan Major Jusuf Ali dan kemudian diganti pula oleh Kapten Hamid Djaus.<noinclude>{{rh|||561}}</noinclude>
a5b87alxdwwpfpbzv520ep57ipslc43
283751
283750
2026-05-07T09:46:07Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 18.'''}}
{{c|'''KETENTERAAN DIPESISIR SAMUDERA HINDIA'''}}
<br>{{c|'''(FRONT SELATAN ).'''}}</br>
{{dropinitial|T}}ADI telah didjelaskan bahwa tentera jang mendjaga daerah Pesisir Samudera Hindia mulai dari Pariaman sampai ke Kerintji adalah bergabung dalam resimen III dibawah pimpinan Letnan Kolonel Ismael Lengah. Satu batalion dari tentera ini, jaitu '''Bataljon Topan''' adalah rapat hubungannja dengan perdjuangan disekitar P.S.K. Bataljon ini berada dibawah pimpinan Major Alwi St. Maradjo jang berkedudukan di Painan. Ketika perdjuangan permulaan, djadi masih atas nama B.P.P.I. tjabang Kerintji, Painan, telah direntjanakan merebut sendjata Djepang jang berkedudukan di Painan dan Sei. Penuh. Rentjana di Painan mendjadi gagal oleh karena pendapat setengah kawan jang lebih mengutamakan keselamatan harta benda dan djiwa rakjat dari pada persendjataan jang berada ditangan Djepang. Tetapi di Sei. Penuh rentjana ini mendjadi kenjataan, sehingga terdjadilah penjerbuan pemuda-pemuda dan rakjat bersendjatakan bambu runtjing, parang dan tombak, terhadap tentera Djepang jang bertempat dipasanggerahan Sei. Penuh. Pertempuran ini banjak memakan korban, dan bergema sampai kesepandjang pesisir, dan menjebabkan tentera Djepang jang berpangkalan di Painan lalu mengangkat kaki, dan dilutjuti sendjatanja oleh pemuda-pemuda dinegeri jang mereka lalui.
Pemuda pedjuang ini kemudian disusun mendjadi B.K.R. dengan pimpinan saudara-saudara Alwi St. Maradjo , M. Sanit, M. Junus dan lain-lain bekas Gyu Gun .B.K.R. ini mendjalankan tugasnja sampai mendjadi T.K.R. jang kemudian didjadikan satu bataljon dengan nama Bataljon Topan, jang kemudian mentjatat sedjarahnja dalam pertempuran-pertempuran dikota Padang mendjaga garis pertahanan Selatan Padang, Bukit Putus, Gaung, Telok Nibung dan Sei. Beramas, sedangkan markasnja bertempat di Bukit Lampu (Bukit Sikabau). Sebelum agressi pertama , komandannja Major Alwi diganti dengan Major Jusuf Ali dan kemudian diganti pula oleh Kapten Hamid Djaus.<noinclude>{{rh|||561}}</noinclude>
rhfu84a48y262pqg2yuuv2u0yxj362k
283752
283751
2026-05-07T09:46:42Z
Suga Widi
25678
283752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 18.'''}}
{{c|'''KETENTERAAN DIPESISIR SAMUDERA HINDIA'''}}
<br>'''(FRONT SELATAN ).'''}}<br>
{{dropinitial|T}}ADI telah didjelaskan bahwa tentera jang mendjaga daerah Pesisir Samudera Hindia mulai dari Pariaman sampai ke Kerintji adalah bergabung dalam resimen III dibawah pimpinan Letnan Kolonel Ismael Lengah. Satu batalion dari tentera ini, jaitu '''Bataljon Topan''' adalah rapat hubungannja dengan perdjuangan disekitar P.S.K. Bataljon ini berada dibawah pimpinan Major Alwi St. Maradjo jang berkedudukan di Painan. Ketika perdjuangan permulaan, djadi masih atas nama B.P.P.I. tjabang Kerintji, Painan, telah direntjanakan merebut sendjata Djepang jang berkedudukan di Painan dan Sei. Penuh. Rentjana di Painan mendjadi gagal oleh karena pendapat setengah kawan jang lebih mengutamakan keselamatan harta benda dan djiwa rakjat dari pada persendjataan jang berada ditangan Djepang. Tetapi di Sei. Penuh rentjana ini mendjadi kenjataan, sehingga terdjadilah penjerbuan pemuda-pemuda dan rakjat bersendjatakan bambu runtjing, parang dan tombak, terhadap tentera Djepang jang bertempat dipasanggerahan Sei. Penuh. Pertempuran ini banjak memakan korban, dan bergema sampai kesepandjang pesisir, dan menjebabkan tentera Djepang jang berpangkalan di Painan lalu mengangkat kaki, dan dilutjuti sendjatanja oleh pemuda-pemuda dinegeri jang mereka lalui.
Pemuda pedjuang ini kemudian disusun mendjadi B.K.R. dengan pimpinan saudara-saudara Alwi St. Maradjo , M. Sanit, M. Junus dan lain-lain bekas Gyu Gun .B.K.R. ini mendjalankan tugasnja sampai mendjadi T.K.R. jang kemudian didjadikan satu bataljon dengan nama Bataljon Topan, jang kemudian mentjatat sedjarahnja dalam pertempuran-pertempuran dikota Padang mendjaga garis pertahanan Selatan Padang, Bukit Putus, Gaung, Telok Nibung dan Sei. Beramas, sedangkan markasnja bertempat di Bukit Lampu (Bukit Sikabau). Sebelum agressi pertama , komandannja Major Alwi diganti dengan Major Jusuf Ali dan kemudian diganti pula oleh Kapten Hamid Djaus.<noinclude>{{rh|||561}}</noinclude>
791fyx1le4olf0qbieotagv13ve2ibs
283753
283752
2026-05-07T09:47:11Z
Suga Widi
25678
283753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 18.'''}}
{{c|'''KETENTERAAN DIPESISIR SAMUDERA HINDIA'''<br>'''(FRONT SELATAN ).'''}}
{{dropinitial|T}}ADI telah didjelaskan bahwa tentera jang mendjaga daerah Pesisir Samudera Hindia mulai dari Pariaman sampai ke Kerintji adalah bergabung dalam resimen III dibawah pimpinan Letnan Kolonel Ismael Lengah. Satu batalion dari tentera ini, jaitu '''Bataljon Topan''' adalah rapat hubungannja dengan perdjuangan disekitar P.S.K. Bataljon ini berada dibawah pimpinan Major Alwi St. Maradjo jang berkedudukan di Painan. Ketika perdjuangan permulaan, djadi masih atas nama B.P.P.I. tjabang Kerintji, Painan, telah direntjanakan merebut sendjata Djepang jang berkedudukan di Painan dan Sei. Penuh. Rentjana di Painan mendjadi gagal oleh karena pendapat setengah kawan jang lebih mengutamakan keselamatan harta benda dan djiwa rakjat dari pada persendjataan jang berada ditangan Djepang. Tetapi di Sei. Penuh rentjana ini mendjadi kenjataan, sehingga terdjadilah penjerbuan pemuda-pemuda dan rakjat bersendjatakan bambu runtjing, parang dan tombak, terhadap tentera Djepang jang bertempat dipasanggerahan Sei. Penuh. Pertempuran ini banjak memakan korban, dan bergema sampai kesepandjang pesisir, dan menjebabkan tentera Djepang jang berpangkalan di Painan lalu mengangkat kaki, dan dilutjuti sendjatanja oleh pemuda-pemuda dinegeri jang mereka lalui.
Pemuda pedjuang ini kemudian disusun mendjadi B.K.R. dengan pimpinan saudara-saudara Alwi St. Maradjo , M. Sanit, M. Junus dan lain-lain bekas Gyu Gun .B.K.R. ini mendjalankan tugasnja sampai mendjadi T.K.R. jang kemudian didjadikan satu bataljon dengan nama Bataljon Topan, jang kemudian mentjatat sedjarahnja dalam pertempuran-pertempuran dikota Padang mendjaga garis pertahanan Selatan Padang, Bukit Putus, Gaung, Telok Nibung dan Sei. Beramas, sedangkan markasnja bertempat di Bukit Lampu (Bukit Sikabau). Sebelum agressi pertama , komandannja Major Alwi diganti dengan Major Jusuf Ali dan kemudian diganti pula oleh Kapten Hamid Djaus.<noinclude>{{rh|||561}}</noinclude>
9z19z80bvfdktuxurp22qmqyfi2evl0
283756
283753
2026-05-07T09:50:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|'''Pasal 18.'''}}
{{c|'''KETENTERAAN DIPESISIR SAMUDERA HINDIA'''<br>'''(FRONT SELATAN ).'''}}
{{dropinitial|T}}ADI telah didjelaskan bahwa tentera jang mendjaga daerah Pesisir Samudera Hindia mulai dari Pariaman sampai ke Kerintji adalah bergabung dalam resimen III dibawah pimpinan Letnan Kolonel Ismael Lengah. Satu batalion dari tentera ini, jaitu '''Bataljon Topan''' adalah rapat hubungannja dengan perdjuangan disekitar P.S.K. Bataljon ini berada dibawah pimpinan Major Alwi St. Maradjo jang berkedudukan di Painan. Ketika perdjuangan permulaan, djadi masih atas nama B.P.P.I. tjabang Kerintji, Painan, telah direntjanakan merebut sendjata Djepang jang berkedudukan di Painan dan Sei. Penuh. Rentjana di Painan mendjadi gagal oleh karena pendapat setengah kawan jang lebih mengutamakan keselamatan harta benda dan djiwa rakjat dari pada persendjataan jang berada ditangan Djepang. Tetapi di Sei. Penuh rentjana ini mendjadi kenjataan, sehingga terdjadilah penjerbuan pemuda-pemuda dan rakjat bersendjatakan bambu runtjing, parang dan tombak, terhadap tentera Djepang jang bertempat dipasanggerahan Sei. Penuh. Pertempuran ini banjak memakan korban, dan bergema sampai kesepandjang pesisir, dan menjebabkan tentera Djepang jang berpangkalan di Painan lalu mengangkat kaki, dan dilutjuti sendjatanja oleh pemuda-pemuda dinegeri jang mereka lalui.
Pemuda pedjuang ini kemudian disusun mendjadi B.K.R. dengan pimpinan saudara-saudara Alwi St. Maradjo, M. Sanit, M. Junus dan lain-lain bekas Gyu Gun. B.K.R. ini mendjalankan tugasnja sampai mendjadi T.K.R. jang kemudian didjadikan satu bataljon dengan nama Bataljon Topan, jang kemudian mentjatat sedjarahnja dalam pertempuran-pertempuran dikota Padang mendjaga garis pertahanan Selatan Padang, Bukit Putus, Gaung, Telok Nibung dan Sei. Beramas, sedangkan markasnja bertempat di Bukit Lampu (Bukit Sikabau). Sebelum agressi pertama , komandannja Major Alwi diganti dengan Major Jusuf Ali dan kemudian diganti pula oleh Kapten Hamid Djaus.<noinclude>{{rh|||561}}</noinclude>
fcfqvkss9heqhk0zhy4x1uo14qls4rc
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/417
104
99410
282847
276268
2026-05-06T15:24:18Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''KABINET NATSIR TERBENTUK.'''}}
{{dropinitial|D}}ENGAN menumpang pesawat udara jang berangkat dari Padang pada tanggal 9 Agustus 1950 Mr. Nasroen meninggalkan Sumatera Tengah untuk mendjalankan tugasnja jang baru sebagai Gubernur jang diperbantukan pada Kementerian Dalam Negeri R.I.berkedudukan di Djakarta.
Ganti berganti pembesar-pembesar Kementerian Luar Negeri datang ke Sumatera Tengah untuk menindjau suasana, seperti Maskun dan lain-lainnja dan kemudian kegiatan politik beralih kepada peringatan 5 tahun merdeka, dimana djuga diproklamirkan berdirinja Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan kemudian terbentuklah kabinet Natsir, sebagai kabinet pertama dari Negara. Kesatuan. D.P.R.S.T. tetap berharap bahwa sebelum sidangnja jang kelima pada bulan Oktober, soal Gubernur Sumatera Tengah sudah ada hendaknja ketentuan. Diharapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Mr. Assaat akan lekas bertindak.
'''Menteri Dalam Negeri ke Sumatera Tengah 29 September 1950.'''
Dan dengan melalui Palembang, Menteri Dalam Negeri Mr. Assaat datang sendiri ke Sumatera Tengah, dan sampai di Padang pada tanggal 29 September 1950. Assaat menjatakan bahwa tudjuan kedatangannja ialah untuk menjelesaikan soal Gubernur Sumatera Tengah, jang mana dari empat orang tjalon jang dimadjukan D.P.R.S.T. itu belum ada jang dipilih oleh Pemerintah, sedangkan Pemerintah Pusat sendiri ada pula mempunjai tjalon jang pentjalonannja dititik beratkan kepada ketjakapan dan kepada acceptable-nja.
Sesampainja di Bukittinggi beresoknja Menteri terus mengadakan pertemuan dengan Dewan Pemerintah Sumatera Tengah dan pembesar-pembesar Propinsi. Dalam pertemuan ini dibitjarakan soal-soal sekitar Gubernurschap dan soal-soal desentralisasi. Sampai sekian djauh siapa jang akan mendjabat pangkat Gubernur Sumatera Tengah belumlah terbajang. Dalam suatu pertemuan dengan umum di Gedung Nasional, Assaat djuga mendjelaskan bahwa untuk membangun pemerintahan perlu tenaga jang kuat dan persatuan.
Perkundjungan Assaat ini tentu sadja telah memberi pedoman kepada kabinet Natsir tentang langkah-langkah menghadapi perkembangan politik di Sumatera Tengah.<noinclude>{{rh|||411}}</noinclude>
o5vbv3sp4ct0k0k53crl1gxuw9sgz9e
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/436
104
99424
282920
276389
2026-05-06T15:45:05Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282920
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude># <li value="3"> Atas Pemilihan atau Penundjukan Kepala Negeri harus dimintakan persetudjuan Residen, oleh siapa, djika persetudjuan didapat, kepada jang bersangkutan diberikan tanda pengakuan. <br>
# <li> Dengan berpedoman kepada hukum² adat, Residen dapat memberikan petundjuk mengenai penghasilan jang didapat dari pengakuan berbagai-bagai djabatan dalam pemerintahan negeri; petundjuk jang dikeluarkannja itu mendjadi ketentaan jang mengikat.</li>
<center>Fasal 3.</center>
Negeri berhak membuat aturan² untuk urusan² jang mengenai rumah tangganja, dalam mana termasuk pengerahan rakjat untuk kerdja negeri dan penebusan kerdja itu dengan uang dengan mengingat hukum2 adat dan djika pengerahan rakjat untuk kerdja negeri dan penebusan kerdja itu dengan uang, dengan berpedoman kepada peraturan² jang dibuat oleh Residen.
<center>Fasal 4.</center>
# Negeri berhak memungut padjak², akan tetapi negeri terhadap mana Bahagian kedua dari peraturan ini tidak berlaku, hanja berhak memungutnja djika padjak itu menurut pertimbangan Residen memang diperlukan untuk membeajai perbelandjaan² pemerintahan negeri dan untuk sekolah2 negeri.
# Peraturan negeri, mengenai hal-hal seperti dimaksud belakangan dalam ajat 1 itu, tidak boleh didjalankan sebelum mendapat persetudjuannja akan memintakan sjarat², bahwa terlebih dahulu telah diadakan permusjawaratan dengan orang² dinegeri itu, jang menurut kebiasaan dinegeri itu patut dibawa bermusjawarat. Peraturan² seperti ini akan ditjatat oleh H.B.H. dalam suatu daftar jang sengadja diadakan untuk keperluan itu, satu dan lain menurut pertundjuk Residen.
# Djika ada penunggakan, dan setelah disampaikan peringatan untuk pembajar, maka padjak itu dengan berpedoman kepada ada, oleh Kepala Negeri dapat diberatkan dengan seringan²nja atas barang² jang dipandang patut, jang dimilik oleh jang berhutang, dengan pengertian bahwa pembeslahan (pensitaan) itu tidak boleh dilakukan atas barang² jang sesungguhnja perlu untuk penghidupkan dan untuk perusahaan jang bersangkutan.
<center>Fasal 5.</center>
# Kekuasaan dan kewadjiban² dari masing alat pemerintahan negeri sedapat mungkin ditentukan oleh adat, terketjuali djika peraturan ini atau Peraturan2 lain, sebagai dimaksud dalam fasal 128 (3) Indische Staatsregeling mengharuskan adanja perbantuan dari atau memberikan kekuasaan kepada alat pemerintahan negeri jang ditentukan didalamnja.<noinclude>{{rh|430||}}</noinclude>
47k7zg20qrf5jxvaw6jtjd996bic8r3
282925
282920
2026-05-06T15:46:12Z
Link PB
26772
282925
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude># <li value="2"> Atas Pemilihan atau Penundjukan Kepala Negeri harus dimintakan persetudjuan Residen, oleh siapa, djika persetudjuan didapat, kepada jang bersangkutan diberikan tanda pengakuan. <br>
# <li> Dengan berpedoman kepada hukum² adat, Residen dapat memberikan petundjuk mengenai penghasilan jang didapat dari pengakuan berbagai-bagai djabatan dalam pemerintahan negeri; petundjuk jang dikeluarkannja itu mendjadi ketentaan jang mengikat.</li>
<center>Fasal 3.</center>
Negeri berhak membuat aturan² untuk urusan² jang mengenai rumah tangganja, dalam mana termasuk pengerahan rakjat untuk kerdja negeri dan penebusan kerdja itu dengan uang dengan mengingat hukum2 adat dan djika pengerahan rakjat untuk kerdja negeri dan penebusan kerdja itu dengan uang, dengan berpedoman kepada peraturan² jang dibuat oleh Residen.
<center>Fasal 4.</center>
# Negeri berhak memungut padjak², akan tetapi negeri terhadap mana Bahagian kedua dari peraturan ini tidak berlaku, hanja berhak memungutnja djika padjak itu menurut pertimbangan Residen memang diperlukan untuk membeajai perbelandjaan² pemerintahan negeri dan untuk sekolah2 negeri.
# Peraturan negeri, mengenai hal-hal seperti dimaksud belakangan dalam ajat 1 itu, tidak boleh didjalankan sebelum mendapat persetudjuannja akan memintakan sjarat², bahwa terlebih dahulu telah diadakan permusjawaratan dengan orang² dinegeri itu, jang menurut kebiasaan dinegeri itu patut dibawa bermusjawarat. Peraturan² seperti ini akan ditjatat oleh H.B.H. dalam suatu daftar jang sengadja diadakan untuk keperluan itu, satu dan lain menurut pertundjuk Residen.
# Djika ada penunggakan, dan setelah disampaikan peringatan untuk pembajar, maka padjak itu dengan berpedoman kepada ada, oleh Kepala Negeri dapat diberatkan dengan seringan²nja atas barang² jang dipandang patut, jang dimilik oleh jang berhutang, dengan pengertian bahwa pembeslahan (pensitaan) itu tidak boleh dilakukan atas barang² jang sesungguhnja perlu untuk penghidupkan dan untuk perusahaan jang bersangkutan.
<center>Fasal 5.</center>
# Kekuasaan dan kewadjiban² dari masing alat pemerintahan negeri sedapat mungkin ditentukan oleh adat, terketjuali djika peraturan ini atau Peraturan2 lain, sebagai dimaksud dalam fasal 128 (3) Indische Staatsregeling mengharuskan adanja perbantuan dari atau memberikan kekuasaan kepada alat pemerintahan negeri jang ditentukan didalamnja.<noinclude>{{rh|430||}}</noinclude>
n8l9l05jr6bmk4ecxfva1mnpaalzatu
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/437
104
99428
282929
276400
2026-05-06T15:46:56Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282929
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude># <li value="2"> Hubungan antara Negeri dengan bahagian2nja dikuasai seluas-luasnja oleh adat. </li>
<center>Fasal 6.</center>
# Keputusan Negeri, jang berlawanan dengan Peraturan Pemerintah atasan, dengan hukum² adat atau dengan kepentingan umum, dapat dibatalkan oleh Residen dengan suatu Ketetapan jang memuat keterangan tentang sebab² pembatalan itu, ketetapan mana dimana perlu djuga mengatur soal-soal jang timbul akibat pembatalan itu.
# Ketetapan seperti dimaksud dalam ajat 1 harus diumumkan dengan tjara jang ditetapkan oleh Gubernur.
<center>Bahagian kedua.</center>
<center>Fasal 7. </center>
Ketentuan dalam bahagian ini berlaku buat negeri-negeri jang dengan persetudjuan mereka, sengadja ditundjuk oleh Gubernur.
<center>Fasal 8. </center>
# Pemerintahan negeri² jang telah ditundjuk seperti dimaksud dalam pasal 7 didjalankan oleh Kepala Negeri dan Dewan Perwakilan Negeri.
# Kepala Negeri adalah Ketua serta anggota dari Dewan Pem. Negeri. la memegang pimpinan sehari-hari dan pelaksanaan keputusan-keputusan Dewan ditugaskan kepadanja.
# Susunan selandjutnja dari Dewan Pemerintah Negeri berdasarkan peraturan jang akan ditetapkan oleh Dewan itu, peraturan mana terlebih dahulu harus disjahkan oleh Residen. Penjusunan pertama kali dari Dewan itu dilakukan oleh Pemerintah Negeri setelah bermusjawarat dengan orang-orang dinegeri itu jang menurut kebiasaan dinegeri itu, patut dibawa berunding dan dengan memperhatikan pertundjuk-pertundjuk jang mungkin diberikan oleh Residen.
# Residen, setelah bermusjawarat dengan Dewan Negeri, dapat menetapkan maximum untuk djumlah anggota Dewan itu.
# Setahun sekali H.P.B. mentjatat susunan, menurut pertundjuk-pertundjuk jang akan diberikan oleh Residen.
<center>Fasal 9. </center>
# Rapat-rapat Dewan Negeri dilangsungkan dengan sidang terbuka.
# Kepala Negeri harus mendjaga agar hal-hal jang akan diperundingkan dalam rapat itu, dengan tjara jang lazim ditempat<noinclude>{{rh|||431}}</noinclude>
63c041aza68cfm55hlbkl0zxqpyvivs
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/438
104
99430
282931
276407
2026-05-06T15:47:46Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282931
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><ol> itu, dan dengan djangka waktu jang patut, terlebih dahulu diberitahukan kepada penduduk. </ol>
# <li value="3" > Keputusan-keputusan Dewan, jaitu jang berupa aturan-aturan dan penetapan-penetapan diperbuat dan diumumkan sepandjang adat. </li>
<center>Fasal 10. </center>
# Keputusan-keputusan Dewan baru mempunjai kekuatan hukum setelah didaftarkan oleh H.P.B., jang hanja melakukannja setelah ia mendapat kejakinan bahwa keputusan itu telah diperdapat dengan sjah.
# Mengenai pendaftaran keputusan-keputusan Dewan itu oleh Residen dikeluarkan petundjuk-petundjuk ketata-usahaan (ad- ministratieve voorschriften).
# Isi jang telah didaftarkan, dan demikian djuga tanggal jang telah didaftarkan mempunjai kekuatan hukum.
<center>Fasal 11. </center>
Tentang hal-hal jang mengenai negeri-negeri, djika negeri-negeri ini terletak didalam ressort groepsgemeenschap atau didalam ressort daerah otonoom setempat seperti dimaksud dalam fasal-fasal decentralisatie besluit akan tetapi jang bukan kota otonoom, satu dan lain djika dianggap perlu oleh Residen akan dimintakan pendapat dari Dewan Pemerintah Groepsgemeenschap atau Dewan Perwakilan Daerah Otonoom jang bersangkutan.
<center>Fasal 12. </center>
# Pemungutan padjak harus berdasarkan kepada peraturan-peraturan jang ditetapkan oleh Dewan Negeri.
# Dalam Peraturan-peraturan ini tidak boleh dibawa-bawa pemungutan-pemungutan jang berdasarkan kepada adat.
<center>Fasal 13.</center>
# Atas pelanggaran peraturan-peraturannja Dewan Negeri berhak untuk menentukan antjaman hukum berupa hukuman pendjara buat selama-lamanja 3 hari atau hukuman denda dengan setinggi-tingginja Rp. 10. dengan atau tidak dengan perampasan barang-barang tertentu milik sipelanggar, jang diperolehnja karena pelanggaran itu atau dengan mana dilakukan pelanggaran itu.
# Didaerah-daerah dimana rakjat masih mempunjai pengadilan adat sendiri, ketentuan tentang beratnja hukuman sebagai disebut dalam ajat barusan itu, tidak berlaku; disana berat hukuman ditetapkan sepandjang adat.<noinclude>{{rh|432||}}</noinclude>
rxgz045pxmvjycaz6016st0301fensa
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/83
104
99443
283017
276578
2026-05-06T16:27:54Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><div style="text-align: justify;">{{hwe|an|perdjuangan}} Nasional di Minangkabau. Sesudah zaman Partai Nasional Indonesia dan didalam masa kebesaran Pendidikan Nasional Indonesia dan Partindo ini, makin mendalamlah kesadaran kebangsaan dikalangan rakjat. Dorongan untuk mentjapai kemerdekaan untuk seluruh bangsa dan tanah air Indonesia itu makin berkobar. Sjarikat Islam kemudian mendjelma mendjadi Partai Sjarikat Islam Indonesia,
{{hii|1|-1}}Zaman kesadaran Nasional ini memuntjak dalam tahun-tahun perkembangan partai Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) jang berhaluan Islam dan kebangsaan, jaitu sebuah partai politik jang bangun ditengah-tengak rakjat Minangkabau dibawah pimpinan
trio pentolan politik jang waktu itu namanja banjak disebut-sebut, jaitu alm. Hadji Muchtar Luthfi, H. Djalaluddin dan Hadji Iljas Ja'kub.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Tidak sadja dalam lapangan politik kesadaran bersatu itu berkembang, tapi dalam lapangan lainpun timbul pula semangat persatuan itu dengan pesat. Organisasi Agama dan Pemuda, organisasi Kebudajaan dan Kepanduan mendjelma pula.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Gerakan Muhammadijah jang diketuai oleh lama jang terkenal A.R. St. Mansur merupakan gerakan keagamaan jang sangat populer di Minangkabau. Bersamanja lahir pula Aisjah dan Nasjiatul Aisjiah jang chusus bagi gerakan wanita Islam dan Hizbul Wathan, badan Kepanduan pemuda Islam.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Persatuan Tarbiah Islamjah (Perti) jang digerakkan oleh beberapa orang ulama-ulama Islam bergerak didalam lapangan pendidikan agama Islam dan sosial. Gerakan ini dewasa ini dikepalai oleh Saudara Hadji Siradjuddin Abbas.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Dalam lapangan adat kebudajaan Minangkabau timbul pula gerakan kearah perbaikan dan persatuan, jaitu dengan muntjulnja Madjelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) jang dikepalai oleh Saudara Datuk Simaradjo.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Dalam Japangan pemuda muntjul „Himpunan Pemuda Islam Indonesia” (HPII). Dan hampir tiap-tiap organisasi jang disebutkan diatas itu mempunjai bahagian pemudanja sendiri, baik organisasi jang berpusat di Djawa, maupun organisasi setempat seperti Perti dan MTKAAM.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Usaha-usaha dari organisasi-organisasi pemuda itu sebagian besar diarahkan kepada memperdalam persatuan dan persaudaraan di antara seluruh bangsa Indonesia, dan bergerak dalam lapangan kepanduan dan keolah-ragaan.{{div end}}
{{hii|1|-1}}Disamping Hizbul Wathan terdapat Sjariat Islam Afdeeing Pandu (SIAP), Al Hilal, Persatuan Murid Dinijah School (PMDS) dengan Kepanduan Indonesia Muslimnja (KIM), Nasionale Indonesische Padvinderij (Natipij) dan lain-lain sebagainja. Disamping itu, kaum wanita Indonesia Minangkabau pun tidak mau ketinggalan dalam menjusun diri agar djangan sampai tertjetjer dalam mengikuti aliran masa. Pendeknja, tahun-tahun itu{{div end}}</div><noinclude>{{rh|||77}}</noinclude>
2c6h2dg1w7tzzfjkrirutw14hnvnw62
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/422
104
99444
282863
276563
2026-05-06T15:29:01Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Ketua jang baru sdr. Gafar Djambek. Anggota jang hadir 17 orang, anggota-anggota dari Riau sudah pulang, dan anggota dari Djambi hanja hadir seorang sadja jaitu sdr. Labai Hasan. Sidang memang telah setudju untuk mengambil Peraturan No. 39 mendjadi dasar untuk pembubaran D.P.R.S.T. ini. Hanja sidang mengandjurkan beberapa perubahan agar sesuai dengan aliran masjarakat Sumatera Tengah. Dan tanggalnja pun diputuskan oleh pleno dan disanggupi oleh D.P. bahwa pada tanggal 1 Maret 1951 sudah terbentuk D.P.R.S.T. jang baru, dan pada waktu itu pulalah nanti D.P.R.S.T. jang sekarang akan mengadakan sidang terachir untuk membubarkan dirinja. Atjara selandjutnja pada sidang hari Selasa pagi ialah tentang kenaikan tarif E.M.S. (Electriciteit Maatschppij Sumatera) tentang mana diambil keputusan tidak menjetudjui tjaranja E.M.S. melakukan kenaikan tarif dengan Kementerian Pekerdjaan Umum dan Pembangunan, dan menuntut agar Kementerian membatalkan kenaikan tarif tersebut, serta memerintahkan kepada E.M.S. agar tambahan tarif sekarang dibitjarakan dengan Pemerintahan Kota terlebih dahulu.
Kemudian sidang menjetudjui untuk mengistirahatkan rapatrapat selama 1 minggu dan nanti tanggal 11 Nopember 1950 diteruskan kembali.
Pada tanggal 31 Oktober sore sdr. H. Iljas Jacoub menerima kawat dari Kementerian Dalam Negeri bahwa Perdana Menteri meminta agar Ketua D.P.R.S.T. datang ke Djakarta dengan segera. Djuga dipanggil Residen Utojo.
'''Ruslan Muljohardjo djadi Acting Gubernur 9 Nopember 1951.
'''
Dan pada tanggal 9 Nopember tibalah ketetapan Kementerian Dalam Negeri mengenai diangkatnja sdr. Ruslan Muljohardjo mendjadi Acting Gubernur Sumatera Tengah. Dalam surat ketetapan itu dalam pasal b didjelaskan bahwa sdr. Ruslan Muljohardjo dianggap tjukup memenuhi sjaratsjarat untuk mendjadi Acting Gubernur Sumatera Tengah.
Dalam pada itu sesudah reses 10 hari maka sidang D.P.R.S.T. jang sedianja akan dilangsungkan pada tanggal 11 Nopember tidak djadi berlangsung karena anggota jang hadir hanja 10 orang (kurang dari separuh) dan akan diteruskan pada hari Rebo tanggal 15 Nopember. Dan pada tanggal 15 ini sidang dilangsungkan dengan dihadiri oleh 21 anggota dibawah pimpinan wakil Ketua Gafar Djambek. Atjara ialah soal sekitar Gubernur dan perdjalanan missi D.P.R.S.T. ke Djakarta. Sdr. Gulmat Siregar melapurkan bahwa jang dirundingkan dengan Kementerian Dalam Negeri adalah soal Gubernur Propinsi Sumatera Tengah, dan kedua, sekitar perlaksanaan Peraturan No.39.<noinclude>{{rh|416}}</noinclude>
gf74gduvm651hucp0vvbyzecn6sx5do
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/333
104
99454
283239
278559
2026-05-07T02:46:14Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283239
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
ebazh2k2zltoifi13nj8atdlwrh2etq
283240
283239
2026-05-07T02:46:48Z
Suga Widi
25678
283240
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
rrcsuhd82qmi2594gd5nc7o891dwi9v
283243
283240
2026-05-07T02:47:35Z
Suga Widi
25678
283243
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|{{tab}}'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
srjy5bcan17dmedaqhmuc6ijzduhv7f
283245
283243
2026-05-07T02:48:33Z
Suga Widi
25678
283245
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|{{tab}}'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:{{tab}}Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
7panzg11unoymjc0cmrm8ejnl4w9oyf
283247
283245
2026-05-07T02:49:24Z
Suga Widi
25678
283247
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|{{tab}}'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
srjy5bcan17dmedaqhmuc6ijzduhv7f
283248
283247
2026-05-07T02:50:05Z
Suga Widi
25678
283248
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
bk2a7oa1s2l5wv2z4os0rt4flhpvyk3
283250
283248
2026-05-07T02:51:17Z
Suga Widi
25678
283250
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
2ple1rn9lm2q11gae2zfhr6issn4vpb
283253
283250
2026-05-07T02:51:57Z
Suga Widi
25678
283253
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.''' Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
}}
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
a2n33y4awl5h1wwdzm1m49av2r1i5u0
283255
283253
2026-05-07T02:53:11Z
Suga Widi
25678
283255
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
: Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
bp86aflwzn3pgg7mc9q1uj9snoa7758
283256
283255
2026-05-07T02:53:50Z
Suga Widi
25678
283256
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
ss2mezx91dohu17pegiekqce400uvuj
283259
283256
2026-05-07T02:54:57Z
Suga Widi
25678
283259
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing -masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}<br>Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
si72nldbg3y1tz73q2r618287hpmd71
283260
283259
2026-05-07T02:55:52Z
Suga Widi
25678
283260
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing-masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran.
Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak
pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk -petundjuk tersebut
tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada
penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk -petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
o049dw4qknd5pc97yumzichndc0msyo
283262
283260
2026-05-07T02:57:51Z
Suga Widi
25678
283262
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing-masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran. Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk-petundjuk tersebut tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk-petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih - lebih kalau hasilnja nanti akan
memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
eivciqbq5au1oqe2hrb09zz5gw4epzw
283265
283262
2026-05-07T02:58:53Z
Suga Widi
25678
283265
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing-masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran. Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik -baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk-petundjuk tersebut tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk-petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih-lebih kalau hasilnja nanti akan memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju -kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
mq7bx43bj3md8hqyagyo9tepx0n23tl
283271
283265
2026-05-07T03:02:08Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283271
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing-masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran. Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik-baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk-petundjuk tersebut tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk-petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik , lebih-lebih kalau hasilnja nanti akan memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju-kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
8oyj7f9qtr07db7sp1wq7zb0hjcy8uc
283273
283271
2026-05-07T03:02:48Z
Suga Widi
25678
283273
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=a|m=7
|'''Memeriksa tanaman.'''
}}
:Untuk menghindarkan keketjewaan dalam penjelenggaraan pekerdjaan ini, tanaman itu selalu diperiksa akan kemadjuannja. Pohon-pohon jang tidak menundjukkan tanda-tanda jang baik segera disulam, supaja tidak terlambat.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Seluruh pekerdjaan ini memakan biaja jang besar.'''
}}
:Sudah tentu dengan pembuatan rentjana pekerdjaan, anggaran belandja harus dibuatkan pula. '''Masing-masing Badan Gabungan setempat membuat Anggaran Belandja jang kemudian dikirimkan kepada Badan Gabungan Kabupaten untuk disetudjui.''' Selandjutnja dengan perantaraan Gubernur dikirimkan kepada Kementerian Pertanian untuk disahkan dan untuk mendapat otorisasi keuangannja.
{{PUU-nomor|n=a|m=8
|'''Membuat laporan kepada Kementerian Pertanian dan masing-masing Djawatan tentang djalan dan hasilnja pekerdjaan tiga bulan sekali.'''
}}
:Pertanggungan djawab atas keuangan diselesaikan sebulan sekali.
'''Usaha dari fihak Rakjat :'''
Pekerdjaan membuat hutan karangkitri itu demikian pula pemeliharaannja seluruhnja dilakukan Rakjat sendiri, tanpa pembajaran. Rakjat djanganlah hendaknja merasakan, bahwa tanaman itu untuk keperluan orang lain, akan tetapi sedikit demi sedikit oleh mereka harus di-insafi, bahwa segala sesuatunja itu untuk mereka sendiri dan oleh karena itu harus dilakukan oleh mereka sendiri. Disini terletak pula kebidjaksanaan Badan Gabungan untuk memberikan penerangan sebaik-baiknja. Untuk mentjapai hasil jang diharapkan segala petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh Badan Gabungan perlu mendapat perhatian dan diturut oleh Rakjat, terutama dalam hal tehnik penanaman dan pemeliharaan. Mereka jang mengabaikan petundjuk-petundjuk tersebut tidak akan diberi kesempatan memungut hasilnja. Hal ini tentu sulit dan dihutan karangkitri milik, tidak mungkin karena pemiliknja mempunjai kekuasaan sepenuhnja atas miliknja. Hukuman jang dapat diberikan itu terutama pada penanam hutan karangkitri bersama.
Petundjuk-petundjuk jang diberikan tentu dapat pula dipatuhi oleh pemilik hutan karangkitri milik, lebih-lebih kalau hasilnja nanti akan memuaskan.
'''Pemungutan hasilnja :'''
Setelah 5 - 6 tahun, biasanja pohon buah-buahan telah mulai memberi hasil, sedangkan kaju api telah bisa didapat dari pekerdjaan meranting (sprokkelen). Sudah tentu pemungutan hasil kaju ini perlu djuga diatur, terutama dalam hal pembagiannja. Mengenai kaju-kajunja harus didjaga djangan sampai menimbulkan kekeliruan dengan kaju-kaju dari hutan Pemerintah. Oleh sebab itu pengambilan kaju-kaju dari hutan karangkitri itu diatur dengan surat idjin Pegawai Kehutanan setempat<noinclude>{{rh|||301}}</noinclude>
50bixrzdrs9efcgn23et8xido7y7f23
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1023
104
99458
283873
276861
2026-05-07T11:57:19Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><div style="text-align: justify;">
<ol type="1" start="5">
<li>Sijur Bakar
<br>
Maksudnja: Sijur, membakar dusun atau kampung. Bakar, membakar satu atau beberapa djumlah rumah.</li>
<li>Tipu Tepok.
<br>
Maksudnja: Tipu, merugikan seseorang dengan djalan berpura-pura mengemukakan kebenaran atau kebaikan, tetapi jang dimaksud adalah sebaliknja. <br>
Tepok, merugikan seseorang dengan djalan budjukan atau rajuan.</li>
<li>Maling Tjuri
<br>
Maksudnja: Maling, mengambil harta orang jang terkuntji dengan tidak setahu jang empunja atau mengambil harta orang dengan tidak setahu jang empunjanja pada malam hari. Tjuri, mengambil harta jang tidak terkuntji dengan tidak setahu jang empunja atau mengambil harta itu dengan tidak setahu jang empunja pada siang hari.</li>
<li>Tikam Bunuh.
<br>
Maksudnja: Tikam, melukai seseorang dengan sendjata jang runtjing, baik sendjata itu mempunjai mata jang tadjam ataupun tidak. Bunuh, perbuatan terhadap seseorang dengan mempergunakan sendjata, baik tadjam atau pun tidak, sehingga sampai mematikan orang itu ditempat perbuatan itu terdjadi.</li></ol>
'''''Anak Undang nan Dua belas.'''''
{{hii|1|-1}}Mendjadi pokok untuk menjalurkan pembahagian Undang-undang, jang dikatakan didalam Adat: Hidup dikandung Undang djo Pusako. Mati dikandung oleh tanah. Anak Undang itu terbagi '''kepada 12''':</div>
<ol style="list-style-type: 1;">
<li>Undang-undang jang takluk dengan hak Kullah.</li>
<li>Undang-undang jang takluk dengan Anak Adam dan hak-haknja.</li>
<li>Undang-undang jang takluk dengan hak rumah nan bertungganai, kampung nan bertua.</li>
<li>Undang-undang jang takluk dengan hak luhak nan berpenghulu.</li>
<li>Undang-undang jang takluk dengan negeri nan berbathin, rantau nan berdjenang.</li>
<li>Undang-undang jang takluk dengan Alam nan beradja.</li>
<li>Undang-undang hukum.
<br>Luka dipampas, mati dibangun, salah berhutang, sumbing menitip, pindjam mengembalikan.</li>
</ol>
</div>
{{right|1015|}}<noinclude></noinclude>
pmoheru5lvb6ynvaf1c1qgq9zhuhpg0
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/428
104
99464
282881
276742
2026-05-06T15:34:34Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>''4 Nopember 1950;''
Ketua DPRST diundang oleh Kementerian Dalam Negeri. Kepergiannja ditemani oleh dua anggota Dewan Pemerintah dan tiga dari DPRST.
''11 Nopember 1950;''
Sidang pleno ke-V babak kedua. Ketua DPRST dan anggota missi memberikan lapuran bahwa saudara Ruslan Muljohardjo ditundjuk sebagai Acting Gubernur Sumatera-Tengah. DPRST beranggapan bahwa usulnja jaitu supaja menetapkan salah satu tjalon tidak diterima.
Karena itu mengirim Missi jang ke-IV ke Djakarta.
''10 Desember 1950;''
Missi ke Djakarta. Terdiri dari A. Gafar Djambek, S.J.St. Mangkuto dan Dr. S. Rahim Usman. Pemerintah pusat mendjandjikan hendak mendesakkan Mr. St. M. Rasjid djadi Kepala Daerah.
''22 Desember 1950;''
Sampai di Sumatera-Tengah S.J.St. Mangkuto, jang diperintahkan oleh Menteri Dalam Negeri supaja melakukan timbang terima dahulu dengan Ruslan Muljohardjo.
''21 Desember 1950;''
DPK seluruh Sumatera -Tengah mengadakan konperensi, jang konperensi itu dilarang meneruskan oleh Dewan Pemerintah Sumatera-Tengah. Sebelum konperensi mempeladjari pelarangan Dewan Pemerintah ini, oleh Panitia diminta saudara Ruslan Muljohardjo berbitjara.
Petangnja sidang DPRST. Salah satu dari atjara ialah mengenai pembitjaran saudara Ruslan Muljohardjo dalam konperensi itu. Ini didjadikan alasan untuk tidak memungkinkannja timbang terima besok harinja, 22 Desember 1950.
''24 Desember 1950;''
Kembali lagi S.J.St. Mangkuto, bersama-sama dengan Ruslan Muljohardjo ke Djakarta. Kemudian oleh Pemerintah Pusat keduadua utusan itu disuruh kembali ke Sumatera-Tengah.
''8 Djanuari 1951;''
Konperensi para Gubernur.<noinclude>{{rh|422||}}</noinclude>
ma5samt1lcqu57wutuo9od33rayhyc7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/729
104
99466
282906
278441
2026-05-06T15:40:20Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ cetak miring
282906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''Pasal 39.'''}}
{{c|'''PERTAMBANGAN DI SUMATERA TENGAH.'''}}
{{dropinitial|D}}AERAH Sumatera Tengah selain dari menghasilkan berbagai matjam hasil hutan dan berdjenis ikan dari lautnja, djuga dari dalam buminja banjak mengeluarkan zat dan benda jang berharga seperti minjak, bauxit, emas, perak, batu bara, timah dan lain-lain.
Pertambangan ini kebanjakan dilakukan oleh maskapai partikulir asing, hanja tambang batu bara Sawah Lunto jang diusahakan oleh Pemerintah. Menurut keadaan tahun 1928, hampir pada seluruh Kabupaten di Sumatera ini, diberikan tanah-tanah konsessi kepada kongsi partikulir asing oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Adapun maskapai jang beruntung mendapat konsessi dan masih terus mendjalankan usahanja sampai waktu ini ialah:
<ol start="1">
<li>Tambang minjak jang diusahakan oleh maskapai N.I.A.M. (Nederlands Indise Aardolie Maatschappij). Tanah konsessi ini terletak di Badjubang, Tempino, Kinali Asam, Muara Senami dan Tebo Ubi, semuanja didaerah Kabupaten Batang Hari.</li>
Tambang ini diusahakannja semendjak tahun 1922 dengan kontrak sampai tahun 1995. Pada sebelum perang mengeluarkan hasil sebanjak 4000 kg ton setiap 24 djam dengan djumlah boringnja (sumur minjak) 360 buah. Minjak ini tidak dimasak di Djambi, tapi dipompa ke Pladju (Palembang) melalui pipa jang pandjangnja 300 Km.
Maskapi ini memakai tenaga pekerdja sebanjak ± 1338 orang.
<li>Tambang minjak jang diusahakan oleh S.V.P.M. (Standard Vacuum Petroleum Mij.). Daerahnja terdapat di Malembung Kabupaten Kampar, Pelalawan Bunut di Kabupaten Bengkalis dan Lirik di Kabupaten Indragiri.</li>
<li>Tambang Minjak jang diusahakan oleh C.P.P.M.: (Caltex Pacific Petroleum Maatschappij). Daerahnja terdapat di Sei Rumbai, Sei Pakning dan Minas di Kabupaten Kampar dan Bengkalis . Maskapai ini menggiatkan usahanja semendjak sesudah pemulihan, dan sudah dilengkapi dengan alat-alat modern dan kapal tangki.</li>
Dewasa ini dia memakai buruh sebanjak ± 1678 orang .
</ol><noinclude>{{rh|||721}}</noinclude>
fl8wf1arnys1vbqt1c3yvy1k8ipmsgr
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/429
104
99470
282882
276748
2026-05-06T15:35:12Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282882
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>''10|11 Djanuari 1951;''
Dengan perantaraan radio didengar berita bahwa DPRST dan Dewan Pemerintahnja dibekukan.
''11|12 Djanuari 1950;''
Pertemuan anggota-anggota DPRST ditempat Wali Kota Bukittinggi jang mengambil keputusan sebagai berikut;
A. Pelaksanaan pembekuan tersebut dilakukan oleh wakil Pemerintah Pusat di Sumatera-Tengah.
B. DPRST tidak menentang peraturan tersebut.
C. Akan disampaikan kepada parlemen atas nama anggota-anggota DPRST tersebut menjatakan bagaimana stelsel demokrasi jang telah berdjalan di Sumatera-Tengah sekian lama dan dengan tiba-tiba dihapuskan dengan peraturan pemerintah No. 1 tahun 1951, guna mentjukupkan lembaran sedjarah demokrasi dinegara ini.
D. Mengeluarkan suatu Statement kepada rakjat Sumatera-Tengah untuk mendjelaskan bagaimana duduk soal jang jang sebenarnja.
E. Lepas pertanggungan-djawab, karena dilepaskan oleh Peraturan Pemerintah No. I tahun 1951 itu.
F. Pleno ke-IV jang menurut rentjana dilangsungkan pada 15 Djanuari jang akan datang, ditiadakan.
''13 Djanuari 1950;''
Timbang terima antara Ruslan Muljohardjo sebagai Acting Gubernur Sumatera-Tengah dengan S.J.St. Mangkuto sebagai Dewan Pemerintah jang telah dibekukan itu.
Demikianlah perdjalanan DPRST jang telah membuat riwajat djuga dalam perkembangan demokrasi. Sidang pleno berdjumlah 5 kali, 2 sebelum agressi, dan 3 sesudah pulih.
Djika kita teliti kembali P.P. No. 1-1951 itu, jang telah mentjatatkan satu sedjarah jang uniek di Indonesia, dimana buat pertama kalinja dalam sedjarah Indonesia Merdeka satu Dewan Perwakilan Rakjat Daerah dibekukan oleh Pemerintah, maka ternjatalah bahwa dalam pasal 3 P.P. No. 1 tahun 1951 itu, Gubernur diberi tugas antara lain dalam waktu selama-lamanja 6 bulan, menjelenggarakan pembentukan Dewan Perwakilan Rakjat Daerah menurut peraturan-peraturan berdasarkan Undang-undang No. 22 tahun 48.
Sementara itu pemerintahan didjalankan oleh Gubernur bersama-sama dengan Dewan Pemerintahan Sementara jang anggotanja<noinclude>{{rh|||423}}</noinclude>
lpcriwlrvi745vdtihe4lpsnwb7gkyz
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1053
104
99472
283699
276759
2026-05-07T08:52:01Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=87}}
{{rh||'''ADAT-ISTIADAT SUKU ANAK DALAM'''}}
{{Dropinitial|M}}ENURUT penjelidikan jang dilakukan atas suku-suku '''Anak Dalam''' jang sudah „djinak" atau jang „setengah liar", adat-istiadat jang berlaku dikalangan mereka sampai sekarang, adalah adat-istiadat jang diturunkan dari Pagarrujung (Minangkabau), begitupun dengan kebiasaan-kebiasaan lain. Hal ini dapat dikenal dari kebiasaan-kebiasaan mereka, diantaranja:
#Menumbuk padi dilesung batu,
#Kain sekabung, 4 hasta,
#Emas setahil, 16 mas,
#Jang dibeli dibajar, jang diminta dapat pertjuma,
#Hak orang djangan diambil, hak kita djangan disia-siakan.
Dalam pergaulan hidup sesama mereka, mereka masih berpegang teguh dengan tjara-tjara:
:Anak menurut kata bapak, kemenakan menurut kata mamak (paman) besar berganti, pusaka bergiliran.
Bila diantara mereka timbul perselisihan, maka perselisihan itu harus diselesaikan dalam lingkungan ninik-mamak mereka.
Adat-istiadat dalam perkawinan tidak berbeda dengan jang terdjadi didalam masjarakat suku-suku bangsa sekeliling mereka meskipun tjara melaksanakan perkawinan itu tidak serupa.
Upatjara perkawinan dikalangan suku '''Anak Dalam''' di Djambi itu dilakukan dengan djalan:
Jang meminang ialah pihak perempuan. Bila pinangan ini diterima oleh ninik-mamak pihak laki-laki dan disjahkan pula oleh ninik-mamak pihak jang perempuan itu, maka perkawinan ini sudah dapat dilangsungkan.
Upatjara perkawinan ini biasanja dilakukan diwaktu musim pohon buah-buahan didalam rimba sedang mendjadi dan binatang perburuan mudah ditangkap. Upatjara dipersaksikan oleh seluruh horde, laki-laki perempuan tua dan muda, dihadapan Batin (Kepala horde) mereka.
Untuk keperluan perkawinan itu disediakan sekerat kaju Batang Antui (sebangsa pohon jang sangat litjin bila dikuliti), sepan-<noinclude>{{rh||1045}}</noinclude>
7jioydfnv5g0pslk2zgg3e5qy1jdsup
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1035
104
99481
283722
276863
2026-05-07T09:15:00Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=82}}
{{rh||'''WARIS DAN HARTA PUSAKA.'''}}
{{Dropinitial|H}}UKUM waris didaerah Djambi, adalah jang menurut Adat dan ada pula jang diatur setjara agama (Islam).
Menurut adat jang dinamakan harta pusaka ialah harta kepunjaan famili rumpung jang dari pihak ibu. Harta pusaka ini tidak boleh diberikan atau diturunkan kepada anak sebab sudah berlainan perut. Begitu pula gelar tidak boleh diturunkan kepada anak.
Hanja, kedua-duanja pusaka dan gelar diturunkan kepada kemenakan.
Hukum waris jang diatur setjara agama, jaitu mengenai harta pentjaharian sendiri atau pentjaharian laki isteri. Harta jang seperti ini, boleh diberikan atau diturunkan kepada anak. Bahagian anak jang lelaki hanja „harta ringan", seperti uang, pakaian dan lain-lain jang termasuk kepada harta ringan.
Anak perempuan, mendapat „harta berat" seperti kebun, sawah, rumah dan lain-lain jang termasuk kepada harta berat. Tetapi ada djuga anak lelaki mendapat „harta berat", dengan sjarat jang bahwa dia belum kawin. Apabila anak lelaki itu kawin maka harta berat tersebut tetap tinggal pada pihak ibunja. Sungguhpun anak perempuan mendapat hak jang lebih kuat dari anak laki-laki, tetapi dia tidak boleh berbuat sesuka hati sadja atas harta berat itu. Pengawasan dan pengamatan tetap dipegang oleh anak lelaki. Maka tidak dapatlah anak perempuan hendak mendjual atau hendak menggadaikan harta itu, dengan tidak setahu dan persetudjuan dari pihak anak jang lelaki. Dengan demikian pada umumnja adalah sangat sukar sekali untuk memperlakukan djual beli atas harta berat itu, baik oleh pihak anak jang lelaki maupun oleh pihak anak jang perempuan, ketjuali djika kedua belah pihak telah menjetudjuinja. Disebabkan oleh karena aturan-aturan jang seperti itu, maka djarang sekali harta-harta berat warisan itu keluar kepada orang dan bangsa lain dan dengan begini maka djarang pulalah kedapatan seseorang jang tidak mempunjai harta bekal hidup, sebab setidaktidaknja seseorang banjak sedikitnja masih mempunjai harta djuga dirumah familinja jang dari pihak ibu.
{| style="width:100%; border:none; background:none;"
|-
| style="width:50%; vertical-align:top; padding:10px; border:none;" |
Harta bapak turun kepada anak.
Gelar turun kepada kemenakan.
Harta berat tinggal pada anak jang perempuan.
Harta ringan tinggal pada anak-laki-laki.
| style="width:50%; vertical-align:top; padding:10px; border:none;" |
Kalau tumbuh hutang sama dibajar.
Tumbuh piutang sama diterima.
Rama-rama terbang kesasak.
Tiba disasak memakan padi.
Dari nenek turun kebapak.
Dari bapak turun kekami.
Didalam pepatah Adat tersebut:
|}<noinclude>{{rh||1027}}</noinclude>
ndktdz2suw6xetfoht4hk3bz3xea280
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/982
104
99500
283011
276926
2026-05-06T16:22:37Z
Link PB
26772
/* Bermasalah */
283011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>870
2.
3.
Hijang Pukulun, wis teka ing sedjanira pengantèn lanang lan
pengantèn wadon miturut laki rabi, tulusa pandjang umuré dèké
bapakira djaka, bijungira prawan sira ana endi, ana su' luhuré
selametan kontan wis diwenangaké nikah marang si Dadap
(nama penganten perempuan) anak èstrinipun pak Dadap (nama
ajah penganten perempuan), srikawin limang rupiah arta pérak.
utawi utang.
Pengantèn laki mendjawab tiga kali: „Trima kula dipun
nikahaken dhateng si Dadap anak èstrinipun pak Dadap.
Srikawinipun gangsal rupiah arta pérak kontan".
Memakai selawat nikah enam rupiah.
4. Tentang sunat di Tengger, didjalankan setjara ilas-ilas (sedikit)
sadja.
5. Djika hari kasada (hari Raja), segenap orang Tengger tua-
muda, laki-perempuan serta anak-anak, berpakaian baru. Sambil
membawa makanan, beramai-ramai ke gunung Bromo untuk
selamatan. Sebagian besar ada jang berkorban kambing atau
lain-lainnja, dimasukkan dalam kawah gunung Bromo. Tetapi
pelemparan korban itu hanja ditengah-tengah kawah. Untuk
mengambil barang-barang itu orang-orang sudah sedia ditempat
tersebut.
6. Upatjara buat orang jang meninggal dunia, djuga ada perbedaan
dengan adat istiadat Islam. Biasanja majat diudjurkan ke
utara dan di-iringkan ke-barat, tetapi bagi tjara di Tengger
diudjurkan ke-selatan dan dilumahkan (berbaring, muka
menghadap keatas). Tjara jang demikian ini adalah tjara jang
berdasar tjeritera riwajat murid Adji Saka dan murid Kandjeng
Nabi Mohammad s.a.w., Setijo dan Setuhu, seperti jang
diterangkan diatas.
Nama-nama hari dan pasaran di Tengger.
Dité
(Minggu)
Suma
(Senen)
Anggara (Selasa)
Buddha (Rebo)
Respati (Kemis)
Sukra
(Djum'at)
Tumpak (Saptu)
Nama-nama bulan.
1. = Kasa.
= Karo (Selamatan ageng).
2.
3.
= Katiga.
4.
= Kapat (Selamatan).
5 = Kalima.
Manis
Pahing
Pon
Tjemengan
Kasih
(Legi)
(Pahing)
(Pon)
(Wagé)
(Kliwon)
Digilized by Google<noinclude>{{rvh|870}}</noinclude>
hfh8p3s20xr2b0xfu1qywkdxjanp4aa
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/590
104
99551
283812
277209
2026-05-07T10:56:47Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
''”Naik gunung, turun djurang .........”, begitulahTaruna? Akademi Militer Nasional digembleng semangat peradjuritnja.''<noinclude></noinclude>
r3mnvux44ur0g8h45v3rcaceb70445u
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/441
104
99565
282937
277343
2026-05-06T15:49:28Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282937
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|{{X-larger|'''MAKLUMAT RESIDEN SUMATERA BARAT.'''}}}}
{{c|No. 21-46.}}
{{dropinitial|S}} <big>ETELAH</big> membatja dasar-dasar dalam lampiran kesatu dan lampiran kedua dari rantjangan Undang-undang Dewan Perwakilan Negeri-negeri jang telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakjat Daerah S. Barat dalam rapatnja tanggal 17 Maret 1946.
{{c|M e n e t a p k a n:}}
{{gap}}Peraturan pemilihan anggota-anggota Dewan Perwakilan Negeri dan pemilihan Wali Negeri jang pertama kali di Sumatera Barat seperti berikut:
{{gap}}<big>A. PEMILIHAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN NEGERI</big>
{{gap}} {{gap}} 1. Panitia Pemilihan:
{{c|Pasal 1.}}
# Komite Nasional ranting dalam tiap-tiap negeri bersama kerapatan negeri jang sekarang menanam sesuatu panitia pemilihan jang terdiri dari beberapa orang penduduk Negeri, banjaknja menurut jang ditimbang perlu, sehingga didalam itu ada Kepala Negeri, wakil Penghulu-penghulu, wakil alim Ulama dan wakil Tjerdik Pandai.
# Kepala Negeri mendjadi Ketua dan Ketua Komite Nasional mendjadi wakil Ketua Panitia Pemilihan atau sebaliknja.
# Panitia Pemilihan memilih diantara anggotanja satu orang setia usaha dan seorang wakil setia usaha.
{{gap}} II. Menetapkan Banjak anggota Dewan Perwakilan Negeri.
{{c|Pasal 2.}}
1. Panitia pemilihan menetapkan banjak anggota Dewan Perwakilan Negeri menurut tjatjah djiwa penduduk negeri berdasarkan perhitungan djiwa tahun 1930 ditambah.........
Tjontoh:
1000 orang dari hitungan penduduk jang pertama 9 anggota umpamanja negeri A, berpenduduk 7312 orang.
1000 pertama 9 anggota, 6000 selandjutnja 6 X 2 orang = 12 anggota.
312 lagi 1 X 1 orang = 1 anggota.
7312 penduduk berdjumlah 22 anggota.
Kalau Negeri A hanja berpenduduk 7248, maka djumlah ang<noinclude>{{rh|||435}}</noinclude>
0qiy9663pclmh0jf2wkoz4n367rliul
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/262
104
99569
283493
277417
2026-05-07T04:56:38Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283493
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" /></noinclude>Abd. Manan, Makalam, R. H. Soetopo, Abdullah Kartawirana, Mohd. Insja dan Dokter R. Poerwadi. Sang Dwi Warnapun mulailah dikibarkan, walaupun mula-mula mendapat sanggahan keras dari pihak Pemerintah Djepang.
<big>'''K.N.I. Djambi terbentuk 2 September 1945.'''</big>
Beberapa kali diadakan pertemuan-pertemuan setjara rahasia oleh para pemimpin rakjat itu, karena segala pertemuan jang tidak mendapat izin lebih dahulu dari Pemerintah Djepang, dilarang
diadakan. Kemudian pada tanggal 2 September 1945 terbentuklah Komite Nasional Indonesia Daerah Djambi jang dipimpin oleh Makalam sebagai Ketua. Susunan pengurus selengkapnja adalah :
{|
|-
| 1. || Ketua || : || Makalam,
|-
| 2. || Wk. Ketua || : || M. Chatab,
|-
| 3. || Sekretaris ||: || Abdullah Kartawirana,
|-
| 4. || Urusan Pemuda || :|| Abundjani,
|-
| 5. || Bendahara || : || Kemas A. Rivai,
|-
| 6. || Urusan Keamanan || : || Mohd. Insja,
|-
|7.|| R.H Soetopo,
|-
| 8. || R. Kamil,
|-
| 9. || Noezoear
|-
| 10. || Sudarsono || :|| Anggota buat daerah tambang minjak.
|}
Dalam pada itu semua pegawai-pegawai Pemerintah jang berbangsa Indonesia dengan serentak dan spontaan menjatakan kesediaannja membantu dengan segenap tenaga untuk menegakkan Pemerintahan R.I. jang baru diproklamirkan itu.
<big>'''Angkatan Pemuda Indonesia ( A.P.I. ).'''</big>
Djuga angkatan muda tidak pula tinggal diam. Pembentukan A.P.I. (Angkatan Pemuda Indonesia) jang dipelopori oleh Dokter R. Soepardi, Abundjani dan Abdullah Kartawirana menjatukan semua tenaga pemuda Indonesia Daerah Djambi, dalam menghadapi suasana untuk memperkokoh Pemerintahan R.I.
Disamping gerakan-gerakan jang dibentuk dikota Djambi , djuga ditiap-tiap gun didirikan pula Komite Nasional Indonesia dan A.P.I. setempat, jang dipelopori oleh Pemerintahan serta Pemimpin-pemimpin dan orang-orang jang terkemuka.
<big>'''Fonds Kemerdekaan Indonesia.'''</big>
Serupa dengan badan jang dibentuk dikota Djambi, djuga dimasing-masing kewedanaan didirikan satu badan „Fonds Kemerdekaan Indonesia” jang bertugas untuk membiajai Komite Nasional.<noinclude>{{rh|256}}</noinclude>
2tuqe0oqeqacv20dip55r2gsqsn20j9
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/15
104
99649
283012
278032
2026-05-06T16:23:59Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
283012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{Right|'''halaman'''}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 91.| Kepertjajaan Agama dan perkawinan|1057}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 92.| Zaman Pemerintahan Radja-radja|1059}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 93.| Hubungan kemasjarakatan|1063}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 94.| Hukum dan hak tanah|1065}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 95.| Dizaman pendjadjahan Belanda|1067}}
'''Bhg. XII.Perkembangan Agama Islam di Sumatera Tengah.'''
{{Daftarisi dtt|Pasal 96.| Masuknja Islam dan pengaruhnja|1071}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 97.| Pengaruh gerakan Paderi|1073}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 98.|Pembaharuan|1075}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 99.| Dizaman Djepang|1079}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 100.| Dizaman Indonesia Merdeka|1079}}
'''Bhg. XIII.Perkembangan Agama Kristen di Sumatera'''
{{Daftarisi dtt|Pasal 101.| Di Kepulauan Mentawai|1087}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 102.| Di Sumatera Barat|1089}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 103.|Nias Kristen|1091}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 104.| Missi Roma Katholik|1093}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 105.| Geredja Huria Kristen Batak Protestan|1095}}
{{Daftarisi dtt|Pasal 106.| Geredja Masehi Advent Hari ke
Tudjuh|1097}}
{{rule|12em|_______}}<noinclude></noinclude>
0g86ubbz50phi78q5adcyn0i6cots27
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/703
104
99661
282856
277968
2026-05-06T15:26:47Z
Thersetya2021
15831
282856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''PERIKANAN LAUT DIPANTAI TIMUR'''<br>'''SUMATERA TENGAH.'''}}
{{dropinitial|P}}ANTAI Timur Sumatera Tengah, Bagan Siapi-api, Bengkalis, Selat Pandjang sampai Kepulauan Riau adalah daerah produkis ikan jang utama di Nusantara, malah daerah Bagan Siapi-api tersohor namanja sampai djauh diluar Indonesia sendiri, karena kedudukannja sebagai satu daerah penghasil ikan jang istimewa dalam sedjarah perikanan.
''Daerah Bagan Siapi-api.''
Luas daerah perikanan Bagan Siapi-api ini kl. 1600 km²„ dan Kota Bagan Siapi-api mendjadi pusatnja jang terletak ditepi sebelah kanan (timur) muara sungei Rokan.
Penangkapan ikan disini sudah dimulai sedjak tahun 1880 oleh penduduk, kemudian berdiamlah disana orang-orang Tionghoa (Hokian) jang berasal pelarian dari Siam. Bangsa-bangsa Tionghoa ini mempunjai semangat kerdja dan bakat berorganisasi.
Dengan tjepat golongan penduduk Tionghoa ini bertambah, hingga terdesaklah penduduk asli, dan achirnja menguasai usaha perikanan dalam segala lapangan diseluruh daerah Bagan Siapi-api. Dalam tjatjah djiwa tahun 1930 perbandingan djumlah penduduk Tionghoa dengan penduduk asli adalah seperti berikut:
{{Tengah|''Onderafdeling Bagan Siapi-api.''}}
{| style="width:100%; border-collapse:collapse;"
| ''Penduduk asli'' || style="text-align:right;" | ''Penduduk bangsa Tionghoa''
|-
| 13.735 laki² || style="text-align:right;" | 9.994 laki²
|-
| style="border-bottom:1px solid black;" | 13.509 wanita || style="text-align:right; border-bottom:1px solid black;" | 6.376 wanita
|-
| 27.244 || style="text-align:right;" | 16.370
|}
<br />
{{Tengah|''Ibu kota Bagan Siapi-api.''}}
{| style="width:100%; border-collapse:collapse;"
| ''Penduduk asli'' || style="text-align:right;" | ''Penduduk bangsa Tionghoa''
|-
| 1.650 laki² || style="text-align:right;" | 7.030 laki²
|-
| style="border-bottom:1px solid black;" | 1.615 wanita || style="text-align:right; border-bottom:1px solid black;" | 4.967 wanita
|-
| 3.265 || style="text-align:right;" | 11.997
|}
Faktor-faktor jang menjebabkan Bagan Siapi-api muntjul sebagai
daerah jang utama dalam dunia perikanan ialah:<noinclude>{{rh|||695}}</noinclude>
0vghf2mt8plmnbm15ry0lzzhap0ofbq
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/894
104
99664
283008
277982
2026-05-06T16:21:51Z
Link PB
26772
/* Bermasalah */
283008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>Setelah Raden Santri dan Raden Rachmad dewas, kedua-duar
minta idjin kepada Radja Tjempa untuk mengundjungi Keradja
Madjapahit untuk menindjau bibinja, permaisuri Radja Madjapal
Mereka dikabulkan dan bepergiannja di-ikuti oleh saudara sepul
Raden Alim Aburairah. Setibanja di Madjapahit ke-tiga Bangsawan
menghadap Prabu Brawidjaja dengan Permaisuri Puteri Dwaraw
Ke-tiga Putera tahadi diminta tetap tinggal di Madjapahit. Kemudi
I. Raden Santri dikawinkan dengan Njai Gede Maduretna, pute
puteri Aria Bribin dari Madura dan oleh Prabu Brawidj
ditetapkan mendjadi Imam di Gresik. Rakjat menjebutnja Ra
Pandita mempunjai 4 orang anak dan meninggal pada tal
1371;
II. Raden Rachmad kawin dengan Njai Gede Manilo, putera-pu
Pangeran Ansar dari Tuban. Pangeran Ansar adalah pul
Kjahi Wilatikto, Bupati Tuban. Raden Rachmad sesudah ka
ditetapkan oleh Prabu Brawidjaja mendjabat Imam di Dae
Surabaja bertempat-tinggal di Ampel-Dento. Dari luhurnja 1
dan kesutjian serta mukdjizadnja terhadap Rakjat, maka Ra
Rachmad didjundjung bergelar Susuhunan Makdum,
dianggap seorang Wall-ullah, wafat pada tahun 1397.
Riwajat Susuhunan Giri.
Maulana Iskak bertempat-tinggal di Negeri Malaka. Oleh ka
la mendengar kabar, bahwa di Pulau Djawa ada seorang Pendeta (Ula
Islam, termashur dari kepandaian dan kesutjiannja, dengan mend
perhatian besar dari penduduk seluruh Djawa/Madura dan bern
Susuhunan Makdum jang bersemajam di dukuh Ampel-Dento Sural
maka pada suatu waktu Maulana Iskak mengembara pergi menudj
Pulau Djawa. Setelah datang di Ampel Surabaja dan bertempat-tir
tidak berapa lania, maka ia lalu berangkat pergi ke Blambangan |
hendak memperkembangkan Agama Islam ditempat tersebut
penduduknja masih beragama Buddha.
Ditjeriterakan, bahwa pada waktu itu Radja di Negeri Blamba
ada didalam keadaan susah, sebab seorang putera-puteri jang ditjin
itu menderita sakit, dan sudah lama tiada obat jang dapat menjembul
Radja Blambangan bersemedi. Kemudian pada suatu malam, w
semedi, ia mendengar sabda Dewa: „Hai Radja Blambangan, bila en
minta akan sembuhnja anakmu maka bawalah anakmu dari Kota
dan istirahatkan diatas gunung Petukangan. Dikemudian hari akar
seorang Pendeta dari Seberang jang dapat menjembuhkan sakitnja
ia akan mendjadi suaminja", Radja Blambangan mendjalankan :
Dewa ini.
Tak lama dari kedjadian ini, Maulana Iskak berangkat dari Sur
dengan naik perahu menudju ke Blambangan. Karena takdir Allah
perahu jang tertiup angin itu, telah masuk dalam muara Petuka
784
Digilized by
Google<noinclude>{{rvh|784}}</noinclude>
7s8v444lbh1fiqfoyvpifkz3yywyt5q
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/715
104
99683
282910
278103
2026-05-06T15:40:49Z
Adhiiik
27020
282910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><div style="width: 900px; margin: 350px auto;">
<h3 style="text-align: center; margin-bottom: 1em;">EXPOR DAN PERDAGANGAN IKAN ANTARA PULAN (Interinsulair).</h3>
<table style="border-collapse: collapse; width: 100%; line-height: 1.3; font-size: 0.95em;">
<!-- Header -->
<tr>
<th rowspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: left; vertical-align: bottom; padding-bottom: 5px;"></th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">1950</th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">1951</th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">1952</th>
</tr>
<tr>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 5px;">1. Ikan segar (basah) ..............................</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">327.912</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">995.984</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">731.382</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">2.208.410</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">1.648.907</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px;">13.139.845</td>
</tr>
<tr>
<td>2. Ikan kering/diasin "losverpakt" ............</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
<td style="text-align: right;">12.782</td>
<td style="text-align: right;">19.050</td>
<td style="text-align: right;">13.926</td>
<td style="text-align: right;">56.137</td>
</tr>
<tr>
<td>3. Ikan diawet lainnja termasuk bagian<sup>2</sup></td>
<td colspan="6"></td>
</tr>
<tr>
<td>4. ikan luar/dalam (sirip dsb.) ................</td>
<td style="text-align: right;">1.612</td>
<td style="text-align: right;">10.595</td>
<td style="text-align: right;">156</td>
<td style="text-align: right;">2.189</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
</tr>
<tr>
<td>5. Kerang<sup>2</sup>an dan binatang lunak segar ....</td>
<td style="text-align: right;">1.321</td>
<td style="text-align: right;">1.388</td>
<td style="text-align: right;">4.645</td>
<td style="text-align: right;">7.084</td>
<td style="text-align: right;">24.133</td>
<td style="text-align: right;">84.180</td>
</tr>
<tr>
<td>6. Udang kering .......................................</td>
<td style="text-align: right;">5.967</td>
<td style="text-align: right;">31.724</td>
<td style="text-align: right;">5.933</td>
<td style="text-align: right;">34.193</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
</tr>
<tr>
<td>7. Sisa<sup>2</sup> kerang<sup>2</sup>an dan binatang lunak ......</td>
<td style="text-align: right;">8.067.270</td>
<td style="text-align: right;">1.863.069</td>
<td style="text-align: right;">20.417.355</td>
<td style="text-align: right;">4.779.563</td>
<td style="text-align: right;">12.194.250</td>
<td style="text-align: right;">11.647.936</td>
</tr>
<tr>
<td>8. Sisa<sup>2</sup> ikan ............................................</td>
<td style="text-align: right;">29.740</td>
<td style="text-align: right;">6.516</td>
<td style="text-align: right;">9.522</td>
<td style="text-align: right;">2.209</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
<td style="text-align: center;">—</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-bottom: 5px;">9. teripang dikering/diasap ........................</td>
<td style="padding-bottom: 5px;"></td>
<td style="padding-bottom: 5px;"></td>
<td style="padding-bottom: 5px;"></td>
<td style="padding-bottom: 5px;"></td>
<td style="text-align: right; padding-bottom: 5px;">14.737</td>
<td style="text-align: right; padding-bottom: 5px;">48.243</td>
</tr>
<!-- Subtotal 1 -->
<tr>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;"><b>Export Indonesia seluruhnja .............</b></td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">8.433.822</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">2.909.276</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">21.181.775</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">7.052.698</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">13.895.953</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">24.976.341</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7" style="padding-top: 10px;"><b>C. Antara pulau (Interinsulair)</b><br>ke (dari daerah lainnja di Indonesia).</td>
</tr>
<tr>
<td>1. Ikan kering/asin "losverpakt" ...............</td>
<td style="text-align: right;">2.470.017</td>
<td style="text-align: right;">4.651.823</td>
<td style="text-align: right;">13.744.882</td>
<td style="text-align: right;">6.169.462</td>
<td style="text-align: right;">10.144</td>
<td style="text-align: right;">54.679</td>
</tr>
<tr>
<td>2. Ikan diawet lainnja termasuk bagi</td>
<td colspan="6"></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left: 1.2em;">ikan luar/dalam ...................................</td>
<td style="text-align: right;">318.149</td>
<td style="text-align: right;">478.589</td>
<td style="text-align: right;">743.618</td>
<td style="text-align: right;">3.037.262</td>
<td style="text-align: right;">223.838</td>
<td style="text-align: right;">684.362</td>
</tr>
<tr>
<td>3. Telur ikan ............................................</td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td style="text-align: right;">796.508</td>
<td style="text-align: right;">3.651.131</td>
</tr>
<tr>
<td>4. Terasi ..................................................</td>
<td style="text-align: right;">319.174</td>
<td style="text-align: right;">683.525</td>
<td style="text-align: right;">477.228</td>
<td style="text-align: right;">948.680</td>
<td style="text-align: right;">339.620</td>
<td style="text-align: right;">744.943</td>
</tr>
<tr>
<td>5. Kerang<sup>2</sup>an dan binatang lunak, segar ...</td>
<td style="text-align: right;">7.914</td>
<td style="text-align: right;">65.270</td>
<td style="text-align: right;">65.506</td>
<td style="text-align: right;">582.726</td>
<td style="text-align: right;">4.361</td>
<td style="text-align: right;">27.199</td>
</tr>
<tr>
<td>6. Udang kering .......................................</td>
<td style="text-align: right;">9.035</td>
<td style="text-align: right;">56.134</td>
<td style="text-align: right;">5.598</td>
<td style="text-align: right;">52.160</td>
<td style="text-align: right;">43.641</td>
<td style="text-align: right;">308.101</td>
</tr>
<tr>
<td>7. Teripang (dikering/diasap) ....................</td>
<td style="text-align: right;">37.504</td>
<td style="text-align: right;">170.582</td>
<td style="text-align: right;">202.612</td>
<td style="text-align: right;">1.331.220</td>
<td style="text-align: right;">98.069</td>
<td style="text-align: right;">518.193</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-bottom: 5px;">8. Kerang<sup>2</sup>an dan binatang lunak diawet .</td>
<td colspan="6"></td>
</tr>
<!-- Subtotal 2 (Hanya garis di angka) -->
<tr>
<td></td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">3.161.793</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">6.105.923</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">15.239.544</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">12.121.510</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">1.406.008</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">5.647.692</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;"><b>Indonesia seluruhnja ...........................</b></td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">41.614.706</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">72.819.737</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">50.009.076</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">91.399.850</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">51.824.432</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">120.021.212</td>
</tr>
</table>
</div><noinclude>{{rh|||707|||}}</noinclude>
cf21iokhpeh2plq3dt03wf1yeyo05gt
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/716
104
99684
282905
278149
2026-05-06T15:40:14Z
Adhiiik
27020
282905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><div style="width: 900px; margin: 350px auto;">
<p style="margin-bottom: 0.5em; font-size: 0.95em;"><b>Dari (kedaerah<sup>2</sup> lainnja di Indonesia).</b></p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 100%; line-height: 1.3; font-size: 0.95em;">
<tr>
<th rowspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; width: 34%;"></th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px; width: 22%;">1950</th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px; width: 22%;">1951</th>
<th colspan="2" style="border-top: 3px double #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: center; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px; width: 22%;">1952</th>
</tr>
<tr>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Kg.</th>
<th style="border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-bottom: 5px; width: 11%;">Rp.</th>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 5px; vertical-align: top;">1. Ikan kering asin losverpakt jaitu<br> dalam kerandjang ......................................</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">5.244.326</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">10.227.942</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">857.094</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">11.805.812</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">1.682.641</td>
<td style="text-align: right; padding-top: 5px; vertical-align: top;">439.48</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top;">2. Ikan<sup>2</sup> diawet lainnja jang termasuk<br> bagian ikan luar dan dalam .......................</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">18.984</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">78.874</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">439.720</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">1.563.932</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">32.349.476</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">39.484.32</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top;">3. Terasi .........................................................</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">445.839</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">637.700</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">66.310</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">97.035</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">7.179.701</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">15.329.59</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top;">4. Udang kering .............................................</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">84</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">760</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">2.896</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">17.580</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">20.407</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">300.69</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top;">5. Teripang .....................................................</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top;">—</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top;">—</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">8.096</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">72.060</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">3.510</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">15.91</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top;">6. Kerang<sup>2</sup>an dan binatang lunak ..................</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">1.880</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">26.010</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">13.708</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">89.160</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">35.080</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top;">344.87</td>
</tr>
<tr>
<td style="vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">7. Telur ikan ..................................................</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">—</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">—</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">—</td>
<td style="text-align: center; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">—</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">1.548.670</td>
<td style="text-align: right; vertical-align: top; padding-bottom: 5px;">4.081.82</td>
</tr>
<tr>
<td></td> <!-- Sel ini dibiarkan kosong polosan tanpa border -->
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">5.711.113</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">10.971.286</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">5.387.824</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">13.645.579</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">42.819.485</td>
<td style="border-top: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">60.360.70</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-bottom: 3px double #000; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">Indonesia seluruhnja ....................................</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">41.614.706</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">72.819.727</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">50.009.076</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">91.399.850</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">51.824.432</td>
<td style="border-bottom: 3px double #000; text-align: right; padding-top: 5px; padding-bottom: 5px;">120.021.21</td>
</tr>
</table>
</div><noinclude>{{rh|708|}}</noinclude>
l0m1l83i8oswz8wqvsre7dy2yak7urn
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/453
104
99689
282953
278146
2026-05-06T15:54:32Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282953
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude><ol>Peraturan tersebut dalam ajat (2) harus disahkan lebih dahulu oleh Badan Executief Propinsi.</ol>
{{C|Pasal 20.}}
{{ol|type=1
|Dewan Perwakilan Kabupaten mengatur dan mengurus rumah tangga kabupaten.
|Urusan-urusan jang masuk rumah tangga kabupaten ialah:
{{Ol|list_style_type=lower-alpha
|memelihara dan memadjukan kesehatan rakjat,
|memadjukan pertanian dan perikanan,
|memperbanjak dan memperbaiki mutu ternak,
|membuat dan memelihara djalan-djalan, gedung-gedung dan bangun-bangunan pengairan,
|memadjukan pendidikan, pengadjaran dan kebudajaan rakjat,
|menjelenggarakan penerangan kepada rakjat,
|mengerdjakan pekerdjaan sosial dan menimbang rakjat dalam lapangan pekerdjaan itu.
}}
|Didalam batas kekuasaannja sendiri, Badan Executief Propinsi menetapkan lebih landjut urusan-urusan tersebut dalam ajat (2) jang dapat diserahkan kepada kabupaten untuk dikerdjakan.
}}
{{C|Pasal 21.}}
Beberapa Dewan Perwakilan Kabupaten dapat bersama-sama mengatur kepentingan mereka bersama-sama menurut peraturan-peraturan jang lebih dahulu harus disahkan oleh Badan Executief Propinsi.
{{C|Pasal 22.}}
Badan Executief Kabupaten mendjalankan pemerintahan sehari-hari dan bertanggung-djawab kepada Dewan Perwakilan Kabupaten.
{{C|Pasal 23.}}
{{ol|type= 1
|Badan Executief Kabupaten berapat menurut ketetapan Bupati.
|Ketentuan-ketentuan tersebut dalam pasal 14 berlaku untuk rapat Badan Executief Kabupaten.
}}
{{C|Pasal 24.}}
{{ol|type=1
|Bupati, Kepala Daerah Kabupaten mengawasi pekerdjaan Dewan Perwakilan Kabupaten dan Badan Executief Kapaten.
|Ia berhak menahan pelaksanaan putusan-putusan Dewan Perwakilan Kabupaten dan Badan Executief Kabupaten djika dipandangnja putusan-putusan itu bertentangan dengan Undang-undang atau Peraturan -peraturan Pemerintah atau Peraturan-peraturan Propinsi.
}}<noinclude>{{rh|||447}}</noinclude>
ms7espfvr0ewetuiclmexxddqrvshyi
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/454
104
99694
282960
278161
2026-05-06T15:55:53Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282960
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{ol|type=1|start=3
|Penahan tersebut dalain ajat (2) harus diberitahukan dalam tudjuh hari pada Dewan Perwakilan Kabupaten atau Badan Executief Kabupaten dan pada Badan Executief Propinsi.
|Djika dalam tiga bulan Badan Executief Propinsi dalam hal tersebut ajat (3) tidak mengambil keputusan, maka putusan jang ditahan pelaksanaannja itu sesudah itu sesudah tempo itu jang ditahan pelaksanaannja sesudah tempo itu terlampau dapat didjalankan.
}}
{{C|Pasal 25.}}
Pendapatan daerah Kabupaten ialah :
{{ol|type=1
|retribusi
|padjak kendaraan jang tidak bermotor.
|padjak tontonan.
|padjak minuman keras.
|padjak reklame.
|padjak penerangan djalan.
|hasil perusahaan kabupaten.
|subsidi.
}}
{{C|Pasal 26.}}
{{ol|type=1
|Dewan Perwakilan Kabupaten berhak membuat peraturan-peraturan tentang pemungutan retribusi, dan padjak-padjak serta tentang perusahaan-perusahaan Kabupaten.
|Peraturan-peraturan tersebut dalam ajat (1) untuk berlaku harus lebih dahulu disahkan oleh Badan Executief Propinsi dan kemudian diumumkan menurut tjara jang ditentukan oleh Dewan Perwakilan Kabupaten.
}}
{{C|Pasal 27.}}
Kabupaten mempunjai urusan keuangan Kabupaten, jang sebelum ada Undang-undang atau peraturan-peraturan jang mengatur hal itu, diselenggarakan menurut petundjuk dari Badan Executief Propinsi.
{{C|Pasal 28.}}
Dengan berlakunja peraturan ini, maka daerah Keresidenan Sumatera-Barat, Riau dan Djambi, jang mempunjai hak mengatur dan mengurus rumah tangganja sendiri dihapuskan, dan ''Dewan Perwakilan Rakjat'' serta Badan Pekerdjanja masing-masing dibubarkan.
{{C|Pasal 29.}}
{{ol|type=1
|Hak dan kewadjiban keresidenan -keresidenan tersebut dalam pasal 28 diatas diserahkan kepada Pemerintah Propinsi Suma-
}}<noinclude>{{rh|448}}</noinclude>
4ydbj3mzbpq1khrgq7weg1a7q6k2p2g
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/726
104
99721
282752
278429
2026-05-06T14:15:57Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */
282752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>718
.
10
.8
.
9
.
7
.
5
1.
No.
1
B. ggi
Tin
B. ggi
Tin
B. ggi
Tin
B. ggi
Tin
B. ggi
Tin
B. gi
Ting
B. gi
Ting
1
Solok
via
B.
Tingg
1i
Solok
via
B. ggi
Tin
B. 1
Tin
ggi
B. ggi
Tin
2.
B. gi
Ting
1
B. ng
Ti
gi
B. Tin
ggi
B.
Tinggi
B. gi
Ting
B. ggi
Tin
B. ggi
Tin
3.
B. gi
Ting
B. Ting
gi
B. 1
Tin
ggi
1
B. ggi
Tin
4.
B. 1gi
Ting
1
B.
Tinggi
1
B. ggi
Tin
B. 1
Tin
ggi
B. 1gi
Ting
Lepap
Tinggi
B.
M.
Tebo
Talu
Talu
Talu
Medan
Medan
Medan
Rengat
AP.O.
. .P.D.
Gab
AP.O.
. .P.D.
Gab
P.O.
N.V.
Himsar
Himsar
N.V.
P.O.
P.O.
Pasaman
S.
N.V.
Himsar
P.O.
Gab
A
. .P.D.
TAME
Agam
Alam
L.
St.
Zubir
Siauw
Pek
Tjoan
AAbd
. ziz
Abd
.Aziz
H.B.
Rahman
AS.M.
. ziz
Abd
Leman
St.
Kajo
Leman
St.
Kajo
Leman
Kajo
St.
Abd
A
. ziz
Anwar
By
Leman
St.
Kajo
Zubir
Alam
L.
St.
AS.M.
. ziz
Abd
Anwar
By
Leman
St.
Kajo
Bahauddin
B.S.
Bahauddin
B.S.
H.
H
. anafi
/Dt
Darusamin
1
1
Leman
St.
Kajo
Bahauddin
B.S.
.Aziz
Abd
S.M.
Padang
.A.P.D.
Gab
P.O.
Padang
N.P.M.
N.V.
Padang
N.V.
Himsar
Padang
T.A.
ME
A
. gam
Padang
N.V.
Atom
Padang
Flora
Padang
Plastic
Pajakumbuh
P.O.
Gab
.S
ago
Pajakumbuh
Himsar
N.V.
Pajakumbuh
Gon
P.O.
Pajakumbuh
.A.P.D.
Gab
Baru
P.
P.O.
Gab
. ago
S
P.
Baru
N.V.
Himsar
P.O.
Baru
P.
Gon
.A.P.D.
Gab
P.O.
Baru
P.
Solok
N.P.M.
N.V.
6.
B.
Ting
.Luntgi
Sw
N.P.M.
N.V.
o
Rengat
.Padri
Gab
P.O.
Pemimpin
Perusahaan
Leman
St.
Kajo
Bahauddin
B.S.
Ramli
Hadi
Nama
Perusahaan
AP.O.
. .P.D.
Gab
N.V.
N.P.M.
.Padri
Gab
Pd
. andjang
P
P.Pd
andjang
Pd
.P
andjang
Traject
D
)( jurusan
Dilajani
dengan
berapa
oto
B. ggi
Tin
Pd
P
. andjang
Padana
Talu
Pd
P
. andjang
Pd
P
. andjang
B. gi
Ting
B. ggi
Tin
Pajakumbuh
B.
Tinggi
B.
Tinggi
Pd
P
. andjang
Pajakumbuh
B.
Tinggi
B.
Tinggi
Pd
P
. andjang
Pd
P
. andjang
Pd
P
. andjang
Rengat
P
. andjang
Pd
Pd
P
. andjang
Pd
.Pandjang
Pd
.Pandjang 7
Pd
P
. andjang 7
B.
Tingg
i
2
Padang
Padang
Tempat
kedudukan
SUMATERA
BARAT
DI
ACHIR
.PADA
1952
12
%4
,8
.1952
1952
,8%
1
%62
,7
.1952
1952
,%
7
. 62
2
%
,7
.1952
1952
,6
. 12
%
%
,8
1952
.5
,%
1952
6
.7
1952
7
., 1
%
,63
%
.1952
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
Frequentie
achir
achir
Frequentie
Keterangan
llain
- ain
KETENTUAN
DARI
DAFTAR
,TRAJECT
OTO
BANJAK
FREQUENTIE
DAN
DJURUSAN
TIAP<noinclude></noinclude>
ai2gal2zpkikvg8rbjglpj5druedrws
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/43
104
99788
283641
281831
2026-05-07T07:57:17Z
Thersetya2021
15831
283641
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>radja ada terpendjara. Ini pangeran dapet tjilaka di tjemboeroewin oleh baginda, maka dari sebab sangetnja dia di anijaja dan dari sebab koerang rawatan maka ianja lekas mati. Orang-orang pembesar negri tiada taoe jang itoe pangeran soeda mati. Kamoedian sekali-an pembesar negri moelai bentji sama radja, kenapa soedaranja misti dia tinggal begitoe lama di dalem pendjara, dia orang tjela bengisnja dan keras atinja radja, hingga pada menjomel. Tiada lama maka rajat negri poen koerang senang sama radjanja dan koeliling fihak negri orang moelai bengbangkit bikin roesoeh. Maka radja ketangkep dan di boenoeh.
Rajat negri lantas pada pegi ka itoe soemoer aken melepasken pangeran jang ada terpendjara di sitoe. Romannja Aboe Sabar memang ampir sama seperti roepanja pangeran jang di pendjara, sampe orang negri tiada taoe bedahnja, lagi pangeran itoe soeda lama di pendjara djadi roepanja pantes berobah sedikit. Apabila orang dapet liat dia maka semoewa pembesar pada bersoedjoed di hadepannja dan bersembah: »Pangeran, perboewatan toewan poenja soedara jang sanget bengis itoe telah soeda di balesken padanja sebagimana patoet. Sekarang kami orang pada dateng bermoehoen pada toewan aken gantiken djadi radja memarentahken negri ini.” Aboe Sabar fikir, ia inilah oepahnja dari Allah jang Maha koewasa aken kami poenja sabar, dari itoe ia tiada berkata kata, dia deminin pembesar negri lantiken dia djadi radja dengan segala kamoelija-an.
Sekarang Aboe Sabar djadi radja maka dia memarentahken negri dengan arif adil dan boediman hingga sekalian rajatnja pada tjintaken dia, marika itoe belon pernah mendapetin radja begitoe baik dan adil. Balatentaranja di rawatinnja dengan samistinja, pendjaga wates-wates dengan negri laen-laen di djaga keras hingga radja-radja laen hormatin padanja.
Samantara itoe maka radja, jang doeloe soeroeh rampasken Aboe Sabar poenja barang harta banda serta soeroeh oesir poela padanja dengan anak isterinja, kena djoega kalanggar tjilaka di oesir dari negrinja. Radja di ampir karadja-an itoe telah dateng mejerang hingga radja negri itoe kapaksa lari. Abis kabetoelan dia sampe di dalem negri jang di prentahkеn Aboe Sabar aken minta pertoeloengannja boewat mengoesir moesoehnja soepaja ia bole dapet lagi karadja-annja. Adapoen orang semoewa heran bagimana radja Aboe Sbar berboewat sekarang laen sekali dari biasanja, boekannja dia toeloeng itoe radja halnja di soeroeh bawa poelang ka wates negri. Semoewa orang tiada abis pikir radja Aboe Sabar jang begitoe moerah ati bisa djadi begini bengis, dan orang mendjadi terlebi heran, koetika orang dengar dia berkata kapada itoe radja: Sekaranglah engkau baroe liat apa koewasanja sabar sebab oleh kerna sabar itoe maka engkau sekarang djato di dalem akoe poenja tangan.”
Pada soewatoe hari kabetoelan radja Aboe Sabar lagi priksa aken<noinclude>{{rh||1317|}}</noinclude>
amur0trr22s26hb3igjv9d4l99dt1ly
Halaman:Awas!.pdf/76
104
99848
283049
278666
2026-05-06T20:45:23Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283049
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||74}}</noinclude>met een motorrijtuig, geen motorrijwiel zijnde, door middel waar van een tij- of voertuig wordt voortbewogen, tenzij met vergunning van den voorzitter van den localen raad of, waar zoodanige raad ontbreekt, van het betrokken Hoofd van Gewestelijk Bestuur.
{{right|{{smaller|Het trekken van zijspan- en voorspanwagentjes door motorrijwielen valt dus niet onder deze bepaling.}}}}
'''Uitzondering op dit verbod.'''
(2) Het vorige lid is niet van toepassing op motorrijtuigen, door middel waarvan een onklaar motorrijtuig wordt voortbewogen, uitsluitend met het doel om een plaats voor berging of herstel te bereiken.
{{c|Artikel 24.}}
'''Geen snelheidswedstrijden op wegen toegelaten.'''
(1) Het is verboden op een weg een snelheidswedstrijd met motorrijtuigen te houden of daaraan deel te nemen.
'''Wie als deelnemers daaraan worden beschouwd.'''
(2) Als deelnemers worden beschouwd zoowel de bestuurder van een motorrijtuig, waarmede aan een snelheidswedstrijd wordt deelgenomen, als de eigenaar of houder van het rijtuig, die daarmede aan den wedstrijd doet of laat deelnemen.
'''Ontheffing van dit verbod.'''
(3) Van dit verbod kan ten behoeve van snelheidswedstrijden met motorrijtuigen van gering snelheidsvermogen door het Hoofd van Gewestelijk Bestuur en, bijaldien de wedstrijd zich over meer dan een gewest uitstrekt, door den Directeur van Binnenlandsch Bestuur ontheffing worden verleend.
{{c|Artikel 25.}}
'''Verplichting van den bestuurder tot stilhouden en vertoonen van de nummer- en rijbewijzen.'''
(1) Op de eerste vordering van elken ambtenaar of beambte van politie is de bestuurder van een motorrijtuig verplicht het rijtuig<noinclude></noinclude>
5mk9v48achlgvrue75ykpdv92qpzmr9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/45
104
99852
283644
281910
2026-05-07T08:06:34Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada lebih dari 3 kesalahan ejaan
283644
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{c||1001 MALAM}}</noinclude>membrihken ka-adilan, maka polisie bawa satoe kawan orang perampok, Barang itoe rampok sampe di hadepan radja maka dia orang mintaken ampoen seriboe ampoen boewat sekalian perboewatannja, abis marika itoe toenggoe poetoesan radja.. Aboe Sabar pandang orang-orang itoe maka dia lantas kenalin anaknja doewa orang
Radja lantas tanja pada rampok itoe: »Siapakah ini doewa anak moeda?” Djawabnja kepala rampok: »Doeli sjahalam ini doewa anak moeda kita dapet rampas doeloe dari orang toewanja di tengah djalan, aken tetapi bagimana djoega kita paksaken sama dia aken toeroet merampok, itoe doewa anak moeda tiada djoega maoe toeroet-toeroet berboewat itoe kadjahatan. Doeli sjahalam bole pertjaija betoel sama itoe doewa anak moeda aken djadiken penggawe negri; maski kita orang poen sekarang soeda tobat berboewat djahat dan hendak mengola sama doeli sjahalam, kendati harta kekaja-an hamba sekalian hamba hendak serahken kabawa doeli sjahalam. Kapan lambanja semoewa di ampoenin maka hambanja hendak masoek djadi laskar balatentara dan harta hamba sekalian jang hamba koempoelken telah hamba serahken pada doeli sjahalam.
Dengan sabar radja dengarken tjeritanja itoe rampok, abis ia titahken itoe doewa anak moeda di bawa masoek ka astananja. Dan rampok itoe di titahkennja kasi masoek dalem pendjara, sasoedahnja dia orang oendjoekin tempat simpenan harta bandanja.
Perboewatan radja demikian membikin orang semoewa djadi heran sekali sampe dia orang pada berkata: „Aai adjaib soenggoe kapada doewa orang rampok itoe radja oendjoekin ka saijangannja sampe njata orang bole liat jang ianja perbedahkеn rampok ka doewa itoe sama jang laen-laen. Abis jang laen dia soeroeh hoekoem sa-abisnja dia orang bribken harta bandanja kapada radja.”
Setelah Aboe Sabar soeda poelang kadalem astananja maka ia boeka rahasianja pada itoe kadoewa anaknja serta di tjeritahkennja bagimana ianja sampe djadi radja. Tetapi itoe doewa anak menangis sanget keras koetika di dengar iboenja tida ada.
Hata maka tiada sebrapa hari kamoedian, ada sa-orang laki-laki menjèrèt sa-orang perampoewan jang di oelengnja dari ramboet; itoe laki-laki memang hendak bawa perampoewan itoe mengadep radja, dia bawa kaberatan bahoewa perampoewan itoe isterinja tiada maoe toeroet kahendaknja.
Radja boekan kasi adjaran sama itoe perampoewan jang bersalah, padahal radja soeroeh tangkep itoe laki-laki dan di soeroeh masoekin di pendjara, abis di soeroeh boenoeh.
Kabanjakan rajat negri pada koerang enak ati melijat radjanja begini
koerang adil, semoewa moelai menjomel dan ampir timboel roesoeh. Maka<noinclude>{{rh||1318|}}</noinclude>
n63lpwe289g6tpxhatwpefdqsybrn4u
Halaman:Gila Mentega.pdf/39
104
99854
282809
278688
2026-05-06T15:04:31Z
Saharanisofina13
26926
282809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Saharanisofina13" /></noinclude>
{{dropinitial|''D''}}{{sp|''OEA''}} ''tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
20rabnrk41dmxr4yyxt6tz8t0g3ueib
282814
282809
2026-05-06T15:06:01Z
Saharanisofina13
26926
282814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Saharanisofina13" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude>
{{dropinitial|''D''}}{{sp|''OEA''}} ''tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
7f9uqfnxbth0h83egfzvyw28w99i16e
282822
282814
2026-05-06T15:10:36Z
Saharanisofina13
26926
282822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Saharanisofina13" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{dropinitial|''D''}}{{sp|''OEA''}} '' tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
n1ll5y58b1zo1fgkbuknqk55pkiyucj
282826
282822
2026-05-06T15:13:20Z
Saharanisofina13
26926
282826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Saharanisofina13" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|0EA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
flnnjp5ol96525p4dt3wraknpwy6lyp
282828
282826
2026-05-06T15:13:35Z
Saharanisofina13
26926
/* Telah diuji baca */
282828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Saharanisofina13" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|0EA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
p1x241w3iy355nu6otmc27y6cvlh5if
282860
282828
2026-05-06T15:28:11Z
Quinlan83
18669
Fix
282860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Quinlan83" /></noinclude>
{{dropinitial|''D''}}{{sp|''OEA''}} ''tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
o6lw7n47firoim456nvdoguuhq0xyb0
283138
282860
2026-05-07T00:38:58Z
Thersetya2021
15831
Batalkan revisi [[Special:Diff/282860|282860]] oleh [[Special:Contributions/Quinlan83|Quinlan83]] ([[User talk:Quinlan83|bicara]])
283138
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|0EA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
nmvd3nkky444e4lbw2tglev8djatpg4
283139
283138
2026-05-07T00:40:03Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ perhatikan tanda petik depan belakang dan templat untuk titik-titik
283139
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|0EA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
shqgw20383bhpykqyfet0mwr2y7jlyv
283143
283139
2026-05-07T00:47:38Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283143
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|0EA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
,,Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?" demikian itoe orang toea memikir. ,,tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ke sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe..."
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
dbw0lr3qmm8jtyphng8990t66s4hrrv
283147
283143
2026-05-07T00:50:45Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283147
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|OEA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
„Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?” demikian itoe orang toea memikir. „tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ka sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe{{...|7}}”
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
nsowr7vkm3xtjgznhw6cxf776juu6re
283230
283147
2026-05-07T02:39:39Z
Humilis Kumulus
26996
/* Tervalidasi */
283230
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Humilis Kumulus" />{{rh|{{sp|'''GILA MENTEGA'''}}||'''39'''}}</noinclude><center>'''V.'''
<br>'''Dateng penggoda.'''</center>
{{Dropinitial|'''D'''}}{{sp|OEA}} tiga kali lagi telah ditrima soeratnja Handoko dengen warta-warta jang menggirangken, tetapi sedari itoe waktoe tida lagi pernah ditrima kabar Holland.
Satoe boelan, doea boelan, tiga boelan dan ampat boelan, belon djoega ada dateng postlooper bawa soerat dari Handoko, sedeng dalem waktoe demikian biasanja telah datang ampat lima soerat boeat Harini dan foto-foto boeat Soeprapti.
Harini moelai koerang enak hatinja, ia sering toelisin pada soeaminja, tetapi djoega itoe soerat-soerat jang terkirim tida satoe jang dapet djawaban.
Harini djadi semakin tergontjang hatija, pada ajahnja ia telah toetoerken itoe hal, siapa djoega merasa heran Handoko begitoe lama tida pernah toelis soerat padanja.
„Apakah Handoko sakit, apakah ia sedeng dapetken kerewelan apa-apa?” demikian itoe orang toea memikir. „tetapi tida bisa djadi, djika oepama ia dapetken kerewelan apa-apa nistjaja soerat-soerat kabar ada mengabarken, sedeng akoe selaloe ikoetin soerat kabar dati Holland sadjek Handoko brangkat ka sana. Aneh tida ada kabar tentang dirinja itoe anak. Djika seande ia sakit kawan-kawannja toch kasih taoe{{...|8}}”
R. Djojo tida abis memikir, pada ia poenja besan ia djoega ada tanjaken apakah Handoko pernah<noinclude></noinclude>
fvfs2qxjyrs9uvkremno74t9zzaitmw
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/1
104
99858
282995
281962
2026-05-06T16:12:31Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada font yang lebih kecil
282995
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{C|'''GENERAL MAO TSE-TUNG PRESIDENT R. R. T.}}'''
{{C|Oleh: Chungkuo - jen.}}
[[File:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 1 crop).jpg|400px|center|frameless|alt=Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T]]
{{C|{{sp|Diterbitkan oleh}}:}}
{{C|GWIE HONG PUBLISHING COMPANY}}
{{C|{{sp|Sourabaya (Java)}}}}<noinclude></noinclude>
sjdubcv7c32fk4ez70ejuyla7vjcq2w
282997
282995
2026-05-06T16:13:51Z
Thersetya2021
15831
Batalkan revisi [[Special:Diff/282995|282995]] oleh [[Special:Contributions/Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[User talk:Thersetya2021|bicara]])
282997
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{C|'''GENERAL MAO TSE-TUNG PRESIDENT R. R. T.}}'''
{{C|Oleh: Chungkuo - jen.}}
[[File:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 1 crop).jpg|400px|center|frameless|alt=Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T]]
{{C|{{sp|Diterbitkan oleh}}:}}
{{C|GWIE HONG PUBLISHING COMPANY}}
{{C|{{sp|Sourabaya (Java)}}}}<noinclude></noinclude>
3lei0dsknues9t0pq0sqb9k04xgicmq
282998
282997
2026-05-06T16:14:15Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada font yang harusnya lebih besar
282998
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{C|'''GENERAL MAO TSE-TUNG PRESIDENT R. R. T.}}'''
{{C|Oleh: Chungkuo - jen.}}
[[File:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 1 crop).jpg|400px|center|frameless|alt=Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T]]
{{C|{{sp|Diterbitkan oleh}}:}}
{{C|GWIE HONG PUBLISHING COMPANY}}
{{C|{{sp|Sourabaya (Java)}}}}<noinclude></noinclude>
sjdubcv7c32fk4ez70ejuyla7vjcq2w
283064
282998
2026-05-06T21:08:13Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283064
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''GENERAL MAO TSE-TUNG PRESIDENT R. R. T.}}'''}}
{{C|Oleh: Chungkuo - jen.}}
[[File:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 1 crop).jpg|400px|center|frameless|alt=Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T]]
{{C|{{sp|Diterbitkan oleh}}:}}
{{C|{{larger|GWIE HONG PUBLISHING COMPANY}}}}
{{C|{{sp|Sourabaya (Java)}}}}<noinclude></noinclude>
dczijnphgiab9lfn44h1nbjzpz1b9cw
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/85
104
99881
282585
278793
2026-05-06T12:37:28Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282585
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>maka keras sanget herannja sultan sebab dia kenaliu perampoewan itoe boekan orang laen, ia itoe isteri sultan jang di soeroebnja boewang kaoetan. Baroelah di pertjaijanja djoega balioewa perampoewan itoe di kasijani dan di berkutken Allah, dan lagi njata poela jang itoe perampocwau tiada bersalah.
Sultan tiada bisa tahan giraugnja, dia lantas masoek pelok dan tjioem isterinja jang keras di tjintanja. Ia menangis bertjoetjoeran aer mata, sambil minta-minta ampoen jang dia begitoe bengis aken hoekoem isterinja dengan tiada bersalah. Dengan sigrah sultan soeroeh bawa isterinja di tempat laen jang terlebi pantes. Koetika sultan sembali isterinja lagi aken bermochoen ampoen maka kata isterinja: Dengan segala soeka ati hamba brihken ampoen pada doeli sjahalam, aken tetapi hamba minta pada docli sjalalam aken bernanti disini lagi sedikit tempo soepaija doeli sjabalam bole dupet taoe sendiri bu gimana djahat moeloetnja wasir Kardar aken menoedoelken hamba pada doeli sjahalam dengan tiada hamba bersalah."
Sultan soeka sekali tinggal menjaksiken hal ini. Lantas anaknja Kamkar uinta orang pendjaga cheiwan itoe pegi ka roemahuja Kardar aken kasi taoe padanja balioewa ada sa orang perampoewau hendak sanget bitjara sedikit padanja, ada barang rabasia hendak di bilaugkennja.
Wasir Kardar lantas dateng maka kagetnja dengan girang poela besar sanget, koetika dia kenalin itoe perampoewan jang minta bitjara sama dia. Dia djadi begitoe birahi sampe perampoewan itoe misti tahan padanja, sebab Kardar kira ini sekali baroelab dapet dia sampeken maksoednja. Dengan sanget girang ia berkata: Hati djiwa koe, tjahija matakoe, beroentoeng soenggoe djantoeng ati koe tiada koerang apa-apa. Kami boekan poenja salah jang engkau tiada dapet kami toeloeng, sebab sampe, kami tjari daja oepaja aken dapet kombali padamoe. Di itoe ari djoega koetika sri sultan soeroeh bawa engkau pegi ka oetan maka lantas kami soeroeh orang soesoelin dengan titah pada orang itoe aken bawa katjintaban kami poelang ka astana kami. Aken tetapi tiada satoe orang bisa dapet padamoe. Sedari itoe waktoe kami sanget berdoeka tjita, adapoen sekarang ini sjoekoer alhamdoelila jang kami dapet kombali itankami jang tertjinta. Marilal, emaas, kakenda tjioem. Ach, tjoba engkau soeda toeroet sebagimana bitjara kami di itoe hari, bistjaija tiada bersoesah, koetika kami lemparken itoe boenga mawar, apakah tiada betoel kami kataken pada moe di itoe malem bahoewa sa-orang jang sampe ati aken boenoel ajahanda moe, nistjaija djoega bisa memboenoe dirimoe sendiri? Kita dengan gampang bisa bikin ilang orang jang bengis dan tlalim itoe, ratjoen sedikit soedah bisa menoeloeng kita Aken tetapi engkau keras ati tiada maoe dengar, tiada maoe toeroet bitjara kami jang telah soeda tjintaken padamoe lama sabelonnja engkau di liat sri sultan. Dari doeloe memang nijat kami aken djadi engkau poenja soewami."<noinclude>{{rh||1338|}}</noinclude>
fi5rbhi25gvg0bffstn3dprl02udcxf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/87
104
99885
282587
278801
2026-05-06T12:38:14Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282587
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Tetapi kami taoe jang ajahandamoe tiada maoe kasi engkau djadi kaini poenja isteri, maka itoe akoe bilang sultan aken meminang kamoe. Kami poen jang kasi salah ajahandamoe tiada bersetija sama sultan koetika dia lari bersama kamoe, sebab memang itoelah akal jang kami fikirin begitoe lama boewat dapet engkau djadi isterikami. Ach soedahlah boewat apa kami bitjara-in lama-an dari ini hal, biar kita girang bersoeka-an, sebab ini sekalilah baroe kami merasa beroentoeng sa-oemoer idoep kami. Ajo ati manis marilah kami pelok, kami gigit bibiraja jang seperti moralidelima, mari at....."
Kardar bitjara begitoe sembari dekatin isterinja sultan hendak di pelok di joemnjs, aken tetapi belon abis dia bilang ati maka kepalanja poet cs tertabas oleh sri sultan jang bersemboeni di dalem dan berlompat kaloewar dengan pedang terhoenoes koetika dia dengar Kardar bitjara begitoe.
Sri sultan amat girang dan bawa poelang lagi isteriuja ka astana dengan di samboet sebagimana patoet adanja. Dari ini waktoe maka anakuja Kamkar djadi isterinja jang paling tertjinta dari sultan Dabdijn. Kadoewa laki isteri idoep sanget beroentoeng tjooma kadang-kadang sultan tiada enak ati, sebah keliwat menjesal jang dia soeda boenoch wasirnja Kamkar dengan tiada bersalah. Maka kaloe ia bersoesah soesah ati, datenglah isterinja aken meng. hiboerken ati soewaminja, demikiau lah dia orang idoep man's selama-lamanja.
Maka berkata poela Bactijar: Doeli sjahalam bole rasa sendiri ba- gimana djahat adanja aken sultan Dabdijn boewat toeroet hawa nafsoenja menghoekoem wasir Kamkar dan kamoedian anaknja jang djadi isteri sultan. Tjoba sultan dengar atinja jang sabar dengan ati-ati, nistjaija sultan tiada nanti boenoch sendiri wasirnja dan tiada oesah sultan makan ati dari menjesal menghoekoem orang tiada bersalah. Begitoc poen doeli sjahalam kaloe keboeroe boeroe hendak memboenoel hambauja dan tiada hambanja di kasi tempo aken mengoendjoeken dengan terang jang hamba tida bersalah. Kerna itoe hambanja bersoedjoed memoehoen poela kasihan doeli sjahalam biarlah hambanja idoep lagi tiga ampat ari soepaja hambanja bole kasi katerangan bahoewa humba poenja prika-ada-an betoel sama sadja seperti perampoewan isteri-sultan jang hamba tjeritaken tadi."
Asad Bacht fikir benar tjeritanja ini orang, djadi di titahkennja Bachtijar di bawa poelang lagi ka pendjara.
Pada ka esokan harinja maka dateng wasir jang nouimor toedjoe mengadap radja laloe sembahnja: Doeli sjahalam, sekalian manteri-manteri tiada sanggoep tahan lamalian sesal-an orang negri. Kemana marika itoe pegi, nistjaija dia di bikin maloe. Orang-orang negri tiada bitjara laen melaenken dari hal jang kedjadian di dalem harem. Koeliling orang dengar hal ini di bitjara-in baik di tempat maudi, baik di djalan besar, di mana-mana poen hal itoe djoega jang di ma-loemken. Orang bilang Radja soeda dapetin Bachtijar malem-<noinclude>{{rh||1339|}}</noinclude>
cu31aklymtvgrnu6opt1x78la34qco9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/89
104
99889
282589
278812
2026-05-06T12:38:54Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282589
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>malem ada di harem di dalem bilik peradoewan, masih djoega radja tiada maoe pertjaija kesalahannja!' Bitjara orang jang demikian, jang menghinaken kaada-an doeli sjahalam sabole bole kita maoe lawan, aken tetapi dia orang lantas toetoep kita poenja moeloet sebab katanja: Hei wasir, apakah engkau hendak kataken? Bagoes sekali boewat satoe penggawe aken bitjara in hal kapan toewannja sendiri sekalipoen tinggal berdiam."
Ini perkata-an membikin marah sama radja. Ia lautas soeroe panggil isterinja laloe di tanja apakah sekarang misti di bikin. Permeisoeri radja tiada brani menjaoet laen roepa. Ia bilang bahoewa hoekoeman Bachtijar itoe misti di djalani, sebab sekalian perampoewan di dalem harem sekalipoen tiada sabar lagi aken liat matinja Bachtijar. Maka biar bagimana sekalipoen ianja serahken semoewa perselesihan kabawa toewan radja.
Asad Baeht soeroe panggil Bachtijar di bawa mengadap, abis katanja Bachtijar: Doeli sjahalam, sabelonnja doeli sjahalam soeroch boenoeh sama hamba, maka hamba bermoelioen sanget biar doeli sjahalam timbang dan fikirin lagi sekali kapoetoesan hoekoem hamba, serta baik poela doeli sjalalam ingat betoel bahoewa kendati poen doeli sjahalam berkoewasa menjaboet djiwa hamba, maka doeli sjahalam tiada berkoewasa, aken brihken djiwa itoe kombali pada orang jang soeda di boeuoeh."
Berkata Asad Baeht: Engkau tinggal bitjara bahoewa engkau nanti oendjoek dengan terang jang engkau tiada salah maka koeliling orang-orang anak negri kasi salah padamoe, sekalian poen perampoewan-perampoewan di harem djoega pada bilang jang engkau ada salah misti mati di boenoch.
Djawabnja Bachtijar: Doeli sjahalam taoe sendiri balioewa orang-orang perampoewan itoe terlaloe banjak moeloet, dan kaloe ada hal apa djoega aken bole dia membikiu ritjoe, ta dapet tiada tentoe misti di bikinnja, serta djahat sekali aken toeroet bitjaranja perampoewan perampoewan itoe, atawa aken dengar bitjaranja dalen hal jang berpenting."
Apa jang di kataken ini oleh Bachtijar dari pada orang perampowan, inembikin radja bermesem. Maka Bachtijar berkata poela: Hambanja tjoema hendak kasi ingat tjeritanja poeteri anak radja Parsi, jang dapet menjanpeken maksoednja dengan pertocloengan sa-orang perampoewan dajang perwasa di dalem astana. Kapau doeli sjalalam soeka dengar nanti hamba tjeritahken hal itoe."
Asad Baeht soeka dengar, djali Bachtijar menghikajatken tjeritanja:<noinclude>{{rh||1340|}}</noinclude>
a77hkficsxumtj05pu5fi0861jd0sgd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/93
104
99901
282590
278832
2026-05-06T12:39:40Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282590
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>koempoelken balatentsranja. Dengan hal jang sedemikian maka senanglali orang-orang laskar itoe."
Dengan kagirangan ati jang ia dapet itoe akal maka kaesokan hari ferdana manteri itoe pegi mengadap radja. Bernoela isnja bitjara dari laen perkara negri, maka lama kelama-an manteri itoe bitjara-in hal negri Parsi. Setelah ia soeda moelai bitjara dari negri Parsi maka ia bitjara-in dari poeteri anak radja Parsi, serta tjeritanja dari ka-elokan dan tjant knja poeteri itoe, begitoe adanja, sampe radja tiada tahan birahi pada itoe anak radja, dan kepingin ia Jantas bole mempoenjai orang jang begitoe tjantik.
Maka berkata sri Maha radja Habessi: O, ferdana manteri jang setija, engkan jang begitoe sering soeda adjarken kami bebrapa nasehat jang baik-baik katakenlah sekarang pada kami bagimana sanja bitjarsmoe dalem ini hal soepaija kami bisa dapet mendjadiken isteri pada anak radja itoe jang begitoe elok dan tjantik?"
Sahoet ferdana manteri dangan sembah: Doeli sjahalam, menoeroet fikirnja hamba maka tiada laen tjoema doeli sjahalam titahken oetoesan pegi mengadap radja Parsi aken meminang anakuja dengan segala patoet menoroet biasa radja-radja, kani rasa jang radja Parsi tiada nanti tampik permoehoenan deeli ajahalam, sebab dianja tentne girang menjadi sanak dengan kaoem radja Habessi jang termoelija. Maka kaloe andenja ianja brani tampik permoeboenan doeli sjahalam, ia itoe kapan oetoesan jang pegi aken meminang itoe tiada di trimah oleh radja Parsi, maka doeli sjahalam poenja laskar bala tentara nanti taoe aken pakanken padanja.
Radja Habessi trima baik fikirannja manteri. Maka lantas radja pilihken dari segala pembesar penggawe negri, orang-orang kiranja sampe tjakep boewat di oetoesken pegi ka radja Parsi. Orang-orang jang djadi oetoesan pada brangkat ka itoe kota Parsi; setelah sampe marika itoe di bawa mengadap radja, abis lantas di tjeritahken pesenan bagindanja, ia itoe meminang poeteri anak radja Parsi.
Radja ini terperandjat mendengar pesenan itoe hingga radja djadi sanget marah. Maka ia berkata: Hei sekalian oetoesan poelanglah dengan sigrah kasi taoe sri baginda moe baboewa satoe poeteri anak radja tiada nanti djadi isteri-nja sa-orang radja Habessi jang begitoe di hina-in oleh sekalian rajat kami. Djikaloe sampe kami kasi idin aken kami bermantoe radja Habessi nistjaija patoet sekali orang negri kami bangoen berboedi. Selama lamanja tiada nanti kami kasi idin."
Oetoesan semoewa poelang sampeken bitjara radja Parsi kapada radjanja. Apabila radja Habessi dengar pesenannja radja Parsi jang membikin radja Habessi djadi sanget maloe, maka radja Habessi lantas perkenanken aken pegi menjerang negri itoe. Aken mendjalanken nijatnja ini maka ia kapaksa boewat bajar gadji. orang-orang laskarnja. Abis sri Maharadja bajar gadji orang-orang itoe jang<noinclude>{{rh||1342|}}</noinclude>
5ok5z2h7hmmmn2iibwmafn1gmv7cga4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/95
104
99911
282592
279044
2026-05-06T12:40:16Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282592
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>masih di oetangnja maka di soeroehnja lengkepken sogala sendjata sendjata boewat ngaloerook pegi ka negri Parsi.
Barang radja Parsi dapet dengar radja Habessi dateng menjerang negrinja, maka ia poen bersediah sedinhken melengkepken sendjata laskarnja laloe di titahkennja menahan masoeknja balatentara moesoeb. Aken tetapi pertjoema. di manadjoega radja Habessi sampe maka laskarnja radja Parsi abis di poekoel misti moendoer. Koeliling radja Habessi jang menang perang, hingga berbahaija sanget karadja-au Parsi dan sekalian rajat negri.
Di ini waktoe, koetika negri ada di dalen soesah sanget maka radja Parsi panggil ferdana manteriuja aken dengar bitjaranja, maka bersembah manteri itoe: Doeli sjahalam, darah rajat doeli sjahalam di boewang-boewang pertjoema sebab lantaran aken menoempahken dara sakejan itoe serta memboewang njawa rajat sebegitoe banjak, tiada sebraps, boekankah tjoema anakuja doeli sjahalam djoega jang di kahendaki radja moesoeh, kapan doeli sjabalam serahken anaknja, nistjajja senanglah radja moesoeh dan abis poela segala pertji derahan. Kerna itoe baik doeli sjabalam kirimken oeloesan pada radja Habessi aken kasi taoe padanja balioews doeli sjalalam toeroet sebagimana permoe boenanuja jang doeloe soepaija bole berdami. Djika doeli sjabalam berboewat sademikian maka baik soenggoelalı boewat kadoewa negri ini; doeli sjahalam kasi posteri anak doeli ejahalam pegi ka negri Habessi dengan penganter sapanteanja adat radja-radja, djika soedah bernikah maka perdamijan poen mendjadi kekal."
Biar bagimana besar poen katjinta an bagia da radja Parsi pada anakuja, isnja kepaksa aken toeroet sebagimana bitjaranja ferdana manteri. Radja kirimken oetoesannja pada radja Habessi aken berdami, abis barang semoewa soedah selesih dan sekalian perdjandjian telah katerimah, maka radja Parsi kasi anakuja brangkat dengan pengiring sebagimana pantes adat radja-radja kaloe kawin.
Radja Habessi keliwat sanget girang koetika di dengarnja poeteri Parsi bakalan dateng. Ianja lantas soeroeb bikin segala sedia sediahan soepaija bakal isterinja di samboet dengan segala oepatjara kabesaran.
Segala pembesar penggawe negri pada dateng aken kasi hormat dan kasi selamat sama radja, saperkara dari sebab kamenangan perang dan dari sebab kawinnja.
Di itoe tempo sanget rameuja di dalem negri, sekalian orang negri bersoeka tjita, soewatoe tanda jang radja Habessi di tjiuta-in oleh rajatuja.
Bebrapa hari radja dengan permeisoeri bersoeka soeka-an, aken tetapi permeisoeri ada bersakit ati sedikit. permeisoeri tiada begitoe senang. Sebaboja begini. Koetika ianja masih ada di roemah ajahandanja, maka ia bertjintahan dengan sa-orang moeda di Parsi hingga ia berhamil melahirken sa-orang poetera laki-<noinclude>{{rh||1343|}}</noinclude>
7qlgle13sluoxcnjf2j55vx779qd3i5
Halaman:Awas!.pdf/159
104
99926
283220
281077
2026-05-07T02:25:51Z
Riiiv
22458
283220
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" />{{u|LAMPIRAN IV.}}</noinclude>
{{c|'''Papan peringatan Kon. Ver. Java-Motor-Club (J. M. C).'''}}
Sepandjang djalan jang boléh dilaloei dengan auto dan kerétaangin-motor di Hindia ini, ada terdapat papan peringatan jang ditempatkan oléh J. M. C. pada tempat 2 jang perloe, soepaja segala orang jang mempergoenakan djalan itoe dapat diberi ingat pada waktoenja, bahwa djalan jang akan ditempoehnja soekar atau berbahaja. Papan itoe ditempatkan demikian, hingga orang jang akan melaloei bahagian djalan jang soekar atau berbahaja itoe dari djaoeh telah dapat melihatnja dengan terangnja.
Papan No. 1 itoe ada bertoelisan: „Auto's langzaam”. Arti toelisan itoe: „sekalian ''auto hendaklah berdjalan lambat''”. Papan
itoe ditempatkan dekat djambatan atau pada djalan jang diperbaiki, d, 1. L, 'oemoemnja pada tempat jang mesti dilaloei orang
dengan melambatkan djalan auto.
Papan No. 2 memperingatkan, bahwa kita soedah dekat pada soeatoe ''penjeberangan'' soengai (overvaart, artinja: penjeberangan). Bila perloe maka nama penjeberangan itoe ditoeliskan poela. Pada tjontoh jang dirakamkan dalam kitab ini, tertoelis „Selarang”. Selarang itoelah nama penjeberangan jang soedah dekat itoe.
Papan No. 3, ialah tanda bagi simpang empat, dan ditempatkan hanja pada simpang empat jang ''pemandangan dapat rintangan''.
Papan No. 4, jang memakai tanda pagar bagi penjeberangan djalan kereta api, trem atau lori, dipasang pada penjeberangan jang ''memakai empang-empangan''.
Papan No. 5 dipasang pada penjeberangan djalan kereta api, trem atau lori jang tiada pakai empang-empangan.
Papan No. 6 memperingatkan, bahwa pada djalan jang hendak dilaloei ada sesoeatoe rintangan, seperti loebang, tondjolan, rél jang tersemboel dari moeka djalan atau terlaloe dalam letaknja, atau pada djambatan jang boeroek keadaannja, d.1.1., péndéknja<noinclude></noinclude>
73nubi8zey59xrsmsyacnw5qc42qhla
Halaman:Awas!.pdf/161
104
99938
283221
281082
2026-05-07T02:27:21Z
Riiiv
22458
283221
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Adhiiik" />{{rh||157|}}</noinclude>pada segala tempat jang mesti dilaloei dengan djalan perlahan-lahan, soepaja dapat mengindarkan ketjelakaan atau mendjaga auto diangan sampai roesak.
Papan No. 7 memperingatkan djalan jang menoeroen jang berbahaja.
Papan No. 8 memperingatkan djalan jang mendaki jang berbahaja.
Pada papan No. 7 dan No. 8 itoe ditoeliskan dengan terangnja nama djalan jang mendaki atau menoeroen itoe, misalnja: Poentjak, Nagrek dsb. dan dengan % dinjatakan berapa besar léréngnja itoe.
Papan No. 9 ialah tanda jang menjatakan, bahwa djalan jang akan dilaloei patah ''léngkoknja'', atau djalan ''itoe bersikoe-sikoe'', jaïtoe ''jang tiada kelihatan''. Pada djalan jang bersikoe-sikoe, hanja pada permoelaan léngkok² itoe sadja ditempatkan tanda itoe. Apabila kita soedah sampai kepada papan peringatan jang sematjam itoe poela, jang memperingatkan léngkok² djalan itoe kepada orang jang datang dari hadapan kita, maka tandanja kita soedah sampai kepada penghabisan djalan jang berléngkok-léngkok itoe. Jang tampak oléh kita tentoe poenggoeng papan itoe, jang ditjat hitam dan pakai merk hoeroef J. M. C. jang poetih warnanja.
{|
|valign="top"|PERINGATAN||Papan No. 4 dan No. 5 dipasang 150 M.
djaoehnja dari pada tempat jang diperingatkan
oléh papan itoe.
Papan jang lain-lain 60 M. djaoehnja dari
tempat jang diperingatkannja itoe.|}<noinclude></noinclude>
4hgqbuhtxhfjejhskmozgit8ppb6kud
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/97
104
99944
282594
278946
2026-05-06T12:40:51Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282594
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>laki jang di soeroehnja rawatin oleh orang-orang penhgawenja jang bole dipertjaija. Orang-orang itoe brihken peladjaran jang baik pada anak itoe maka barang dia besar, djadilah sa-orang pande dan pinter sekali. Kamoedian orang-orang itoe bisa bikin sampe itoe anak di piarah di dalem astana di haram keradjahan. Maka di dalem harem sering radja dapet liat padanja dan dia di soekai radja hingga radja ambil dia djadiken penggawe astana Lama kelama-an radja soedah bisa berpisahan lagi dari anak itoe.
Koetika poeteri anak radja Parsi, pegi ka Habessi maka ianja kapaksa aken tinggalin anaknja di Parsi ia itoelal jang membikin permeisoeri bersoesah ati. Tiap-tiap kali dia ingat anakuja maka bertangisanlah ia. Balma ianja tiada bisa tahan lama aken bertjerei dari anaknja, maka ia memikirken soewatoe akal aken bisa dapet anaknja di ampirnja.
Sekali prestiwa koetika radja Habessi dateng pada isterinja itoe maka beromong omonglah ia sama isterinja dan di poedjinja kabagoesan dan kabesaran negri Habessi, serta berkata ia pada isterinja: Ajahandamoe radja Parsi kira negri kami ini tiada bergoena, tiada koewat aken melawan dia, aken tetapi laskar kami sekalian telah mengoendjoeken njata bahoewa salah sanget fikirnja ajahandamoe; kendatipoen ia kirim sekalian laskarnja aken menahan bala tentara kami pertjoema sadja, koeliling dia kena di poekoel, maka itoe bole di bilang soenggoe baik perboewatannja aken serahken anaknja pada kami, djika tinda nistjaija binasa negri karadjahannja, antero perbandaharan harta kekaja-annja tentoe abis di rampas orang-orang kami."
Djawabnja permisoeri: Benar sekali bitjara doeli toewankoe, aken tetapi biar bagimana besar kakoewasa-an doeli toewankoe, biar sebagimana kaja poela doeli toewankoe, tiada ia mempoenjai soewatoe barang jang terlebi berharga dari barang itoe jang ada di negri Parsi didalem astana karadjahan ajahanda kami. Tiada satoe radja di autero doenia mempoenji barang itoe melaenken ajahanda kami sendiri. Sribaginda tanjaken barang apakah itoe? maka djawab isterinja: Sa-orang boedak laki-laki jang tiada kadoewanja di dalem doenia. Tiada ada orang jang terlebi tjakep pande dan pinter seperti boedak itoe, pendeknja dia itoe seperti satoe malaikat jang di kirim kadoenia!"
Radja Habessi mendjadi kepingin sanget aken dapet itoe boedak, djadi katanja pada isterinja kaloe ajahandanja hendak djoewal boedaknja itoe biar sabrapa djoega dia minta, nanti di bajarnja dengan soeka ati. Abis berkata isterinja: Ajahanda kami, radja Parsi seperti kedagingan sama itoe boedak, ianja tiada bisa berpisahan dari orang itoe, djadi biar sabrapa djoega doeli toewankoe hendak bajar padanja, nistjaija toewan tiada bisa dapet, maka kapan toewankoe soenggoe maoe mempoenjai boedak itoe melaenken dengan akal sadja. Toewankoe kirimken sa-orang jang tjerdik pegi ka Parsi dengan membawa oewang blandja jang banjak abis doeli titabken orang itoe boewat bikin sabole<noinclude>{{rh||1344}}</noinclude>
9uywgabhj3ack49gjgewddtf4ncubs7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/755
104
99977
282948
279010
2026-05-06T15:53:09Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ tidak menggunakan templat tabel, perhatikan tanda baca dan tanda hubung
282948
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''5. Peternakan kambing.'''
Untuk memadjukan peternakan kambing di Sumatera Tengah, Djawatan Kehewanan Sumatera Tengah telah mentjoba mendatangkan kambing-kambing bangsa Etawah djantan dan betina dari Djawa. Dalam triwulan I tahun 1951 telah diterima disini 28 ekor kambing Etawah djantan 63 ekor jang betina. Dari kambing-kambing ini telah diserahkan dengan djalan memperseduakan kepada rakjat di Kabupaten-kabupaten:
{| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%;"
|-
! style="text-align:left;" | No.
! style="text-align:left;" | Kabupaten
! Djantan !! Betina
|-
| 1. || style="text-align:left;" | Lima Puluh Kota || 4 || 11
|-
| 2. || style="text-align:left;" | Solok || 4 || 10
|-
| 3. || style="text-align:left;" | Tanah Datar || 2 || 5
|-
| 4. || style="text-align:left;" | Sawah Lunto/Sidjundjung || 1 || 2
|-
| 5. || style="text-align:left;" | Padang/Pariaman || 1 || 2
|-
| 6. || style="text-align:left;" | Pasaman || 2 || 4
|-
| 7. || style="text-align:left;" | Agam || 3 || 5
|-
| 8. || style="text-align:left;" | Pesisir Selatan/Kerintji || 4 || 6
|-
| 9. || style="text-align:left;" | Indragiri || 1 || 3
|}
Selebihnja 6 djantan dan 15 betina dipelihara ditempat Stasion Peternakan Djalan Limbukan Pajakumbuh, jang kemudian dipindahkan ke Peternakan Padang Menggatas.
Usaha jang pertama ini tidak memuaskan, karena selain ternakternak ini sewaktu diterima dari Djawa badannja lemah, pun rakjat jang menerimanja, belumlah dapat memberikan pemeliharaan jang semestinja kepada ternak ini, sehingga banjak jang mati diserang oleh penjakit-penjakit ternak seperti tympania, enteritiscatarrhalis, stomatitie, broncitis, pneumonis, pun eschexis dan ceratoconjuncticitis .
6. Peternakan biri-biri.
Peternakan biri-biri belumlah populair di Sumatera Tengah, bahkan kebanjakan dari rakjat mempunjai purbasangka jang kurang baik terhadap rasa dagingnja jang belum mereka kenal dan biasakan memakannja.
Karena biri-biri ini tidak menghendaki pemeliharaan jang begitu susah seperti kambing Etawah, maka diserahkan kepada rakjat untuk menukar pemeliharaan kambing Etawah dengan biri-biri, dengan harapan dikemudian hari, selain menambah makanan daging buat penduduk, djuga akan mentjiptakan suatu perindustrian permadani dari bulu domba.
Sekarang telah mulai nampak perhatian rakjat untuk berternak biri-biri.
Diharapkan bahwa dalam tahun-tahun jang selandjutnja akan lebih banjak lagi ternak ini dapat dimasukkan ke Sumatera Tengah untuk dibagi -bagikan memeliharanja kepada rakjat.<noinclude>{{rh|||747}}</noinclude>
dspxdfy5afgx91fhapqynmnen8t7tsl
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/101
104
99994
282597
279054
2026-05-06T12:43:14Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282597
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf|400px|pus]]<noinclude></noinclude>
rfkjmbju3xwa2lwowtdzschelb9vmiu
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/1
104
100001
283429
279719
2026-05-07T04:23:57Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ bukan berupa gambar, tetapi uji baca teksnya
283429
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>[[Berkas:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf|400px|pus]]<noinclude></noinclude>
jfi9n8yal0zsxu9f0ypjqhkkg4ct7up
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/3
104
100003
283136
279728
2026-05-07T00:27:03Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan
283136
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>mang soeda angkat dirinja djadi radja di itoe negri. Radja Asad Bacht masoek lagi di iboe kotanja dan dengen gampang ianja dapet pegang lagi pemarentah negri itoe, dan bebrapa banjak orang dateng kasi selamat pada- nja serta mengoendjoekin kagirangan atinja. Satelah semoewa soeda selesih maka radja soeroe poelang kombali laskar-laskar radja Kerman dengen di brihken oepahan bebrapa banjak, dan aken mengoendjoekin belas terima kasinja kapada radja Kerman, maka Asad Bacht kirimken bebrapa bingkisan sampe di moewat di dalem sapoeloe kreta.
Radja Asad Bacht bersama-sama isterinja idoep beroentoeng lagi, dan radja memarentabken negrinja dengen adil dan srif, aken tetapi biar bagimana senang poen di rasanja, kapan dia inget anakuja jang misti di tinggalin di dalem oetan belantara maka goerem lagi peroentoengannja, merasa poela sedi di dalem ati.
Bebrapa kali radja titahken lagi aken tjari anakuja tetapi pertjoems sadja, maski kabar atawa tjerita tiada kadengeran. Maka di kiraken radja dengan isterinja bahoewa anak itoe barangkali soeda di makan matjan atawa laen binatang oetan.
Alkaesah maka di tjeritahken orang-orang berkoeda itoe jang dapet di liat oleh radja Seistan di oetan belantara, hingga ia lari bersama isterinja dengen meninggalin anaknja, ia itoelah bebrapa begal jang biasa merampok kawan-kawan jang berdjalan meliwat oetan padang belantara. Di itoe waktoe poen marika itoe kabetoelan poelang merampok, maka kepala rampok jang bernama Farek Serwar dapet liat saorang laki-laki lari berkoeda, membawa saorang perampoewan. Bahna dia kepingin taoe orang apa itoe jang lari maka dianja bersama-sama kawannja pada pegi ka itoe tempat. Barang dia sampe di pinggir soengei maka terlampau sanget herannja meliat satoe anak jang baroe di beranakin terletak dengen di boengkoes pakejan ka-emasan dan di sebelahnja ada satoe kantong terisi dengen oewang emas.
Tadapet tiada ini anak poeteranja orang Radja atawa orang bangsawan. Roepanja itoe anakpoen bagoes.
Farek Sewar memang tiada ada poenja anak maka itoe dia ambil itoe anak dia bawa poelang dan di bikin saperti anak sendiri jang dia nama-in Chodadad, dia ambilin pengasoeh aken djaga dan rawatin padanja. Barang itoe anak soeda besar-besaran maka di brihkenuja peladjaran jang baik, paling-paling di adjarnja aken naik koeda dan bermaen sendjata. Chodadad saorang kepala enteng gampang beladjar, djadi takala ia beroemoer lima belas taon dia pande sekali.
Farek Sewar senang sekali meliat anak poengoetnja djadi begitoe gaga brani dan pande hingga dia tiada bisa berpisahan dari pada anaknja. Kamana djoega dia pegi dia misti bawa sama Chodadad. Sekali pada soeatoe<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1297|{{smaller|32}}}}</noinclude>
tf2h2hah30xpbvzs1dw5vfzs8bhbvli
283170
283136
2026-05-07T01:31:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283170
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>mang soeda angkat dirinja djadi radja di itoe negri. Radja Asad Bacht masoek lagi di iboe kotanja dan dengen gampang ianja dapet pegang lagi pemarentah negri itoe, dan bebrapa banjak orang dateng kasi selamat padanja serta mengoendjoekin kagirangan atinja. Satelah semoewa soeda selesih maka radja soeroe poelang kombali laskar-laskar radja Kerman dengen di brihken oepahan bebrapa banjak, dan aken mengoendjoekin belas terima kasinja kapada radja Kerman, maka Asad Bacht kirimken bebrapa bingkisan sampe di moewat di dalem sapoeloe kreta.
Radja Asad Bacht bersama-sama isterinja idoep beroentoeng lagi, dan radja memarentabken negrinja dengen adil dan arif, aken tetapi biar bagimana senang poen di rasanja, kapan dia inget anakuja jang misti di tinggalin di dalem oetan belantara maka goerem lagi peroentoengannja, merasa poela sedi di dalem ati.
Bebrapa kali radja titahken lagi aken tjari anaknja tetapi pertjoema sadja, maski kabar atawa tjerita tiada kadengeran. Maka di kiraken radja dengan isterinja bahoewa anak itoe barangkali soeda di makan matjan atawa laen binatang oetan.
Alkaesah maka di tjeritahken orang-orang berkoeda itoe jang dapet di liat oleh radja Seistan di oetan belantara, hingga ia lari bersama isterinja dengen meninggalin anaknja, ia itoelah bebrapa begal jang biasa merampok kawan-kawan jang berdjalan meliwat oetan padang belantara. Di itoe waktoe poen marika itoe kabetoelan poelang merampok, maka kepala rampok jang bernama Farek Serwar dapet liat saorang laki-laki lari berkoeda, membawa saorang perampoewan. Bahna dia kepingin taoe orang apa itoe jang lari maka dianja bersama-sama kawannja pada pegi ka itoe tempat. Barang dia sampe di pinggir soengei maka terlampau sanget herannja meliat satoe anak jang baroe di beranakin terletak dengen di boengkoes pakejan ka-emasan dan di sebelahnja ada satoe kantong terisi dengen oewang emas.
Tadapet tiada ini anak poeteranja orang Radja atawa orang bangsawan. Roepanja itoe anakpoen bagoes.
Farek Sewar memang tiada ada poenja anak maka itoe dia ambil itoe anak dia bawa poelang dan di bikin saperti anak sendiri jang dia nama-in Chodadad, dia ambilin pengasoeh aken djaga dan rawatin padanja. Barang itoe anak soeda besar-besaran maka di brihkennja peladjaran jang baik, paling-paling di adjarnja aken naik koeda dan bermaen sendjata. Chodadad saorang kepala enteng gampang beladjar, djadi takala ia beroemoer lima belas taon dia pande sekali.
Farek Sewar senang sekali meliat anak poengoetnja djadi begitoe gaga brani dan pande hingga dia tiada bisa berpisahan dari pada anaknja. Kamana djoega dia pegi dia misti bawa sama Chodadad. Sekali pada soeatoe<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1297|{{smaller|32}}}}</noinclude>
1p944e0jx1llds6wyi681fot5f1uay4
283810
283170
2026-05-07T10:55:23Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>mang soeda angkat dirinja djadi radja di itoe negri. Radja Asad Bacht masoek lagi di iboe kotanja dan dengen gampang ianja dapet pegang lagi pemarentah negri itoe, dan bebrapa banjak orang dateng kasi selamat padanja serta mengoendjoekin kagirangan atinja. Satelah semoewa soeda selesih maka radja soeroe poelang kombali laskar-laskar radja Kerman dengen di brihken oepahan bebrapa banjak, dan aken mengoendjoekin belas terima kasinja kapada radja Kerman, maka Asad Bacht kirimken bebrapa bingkisan sampe di moewat di dalem sapoeloe kreta.
Radja Asad Bacht bersama-sama isterinja idoep beroentoeng lagi, dan radja memarentabken negrinja dengen adil dan arif, aken tetapi biar bagimana senang poen di rasanja, kapan dia inget anakuja jang misti di tinggalin di dalem oetan belantara maka goerem lagi peroentoengannja, merasa poela sedi di dalem ati.
Bebrapa kali radja titahken lagi aken tjari anaknja tetapi pertjoema sadja, maski kabar atawa tjerita tiada kadengeran. Maka di kiraken radja dengan isterinja bahoewa anak itoe barangkali soeda di makan matjan atawa laen binatang oetan.
Alkaesah maka di tjeritahken orang-orang berkoeda itoe jang dapet di liat oleh radja Seistan di oetan belantara, hingga ia lari bersama isterinja dengen meninggalin anaknja, ia itoelah bebrapa begal jang biasa merampok kawan-kawan jang berdjalan meliwat oetan padang belantara. Di itoe waktoe poen marika itoe kabetoelan poelang merampok, maka kepala rampok jang bernama Farek Serwar dapet liat saorang laki-laki lari berkoeda, membawa saorang perampoewan. Bahna dia kepingin taoe orang apa itoe jang lari maka dianja bersama-sama kawannja pada pegi ka itoe tempat. Barang dia sampe di pinggir soengei maka terlampau sanget herannja meliat satoe anak jang baroe di beranakin terletak dengen di boengkoes pakejan ka-emasan dan di sebelahnja ada satoe kantong terisi dengen oewang emas.
Tadapet tiada ini anak poeteranja orang Radja atawa orang bangsawan. Roepanja itoe anakpoen bagoes.
Farek Sewar memang tiada ada poenja anak maka itoe dia ambil itoe anak dia bawa poelang dan di bikin saperti anak sendiri jang dia nama-in Chodadad, dia ambilin pengasoeh aken djaga dan rawatin padanja. Barang itoe anak soeda besar-besaran maka di brihkennja peladjaran jang baik, paling-paling di adjarnja aken naik koeda dan bermaen sendjata. Chodadad saorang kepala enteng gampang beladjar, djadi takala ia beroemoer lima belas taon dia pande sekali.
Farek Sewar senang sekali meliat anak poengoetnja djadi begitoe gaga brani dan pande hingga dia tiada bisa berpisahan dari pada anaknja. Kamana djoega dia pegi dia misti bawa sama Chodadad. Sekali pada soeatoe<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1297|{{smaller|32}}}}</noinclude>
22iz3y013nwf6diahv2ao2jr6fb5gmk
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/5
104
100010
283480
280321
2026-05-07T04:48:17Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan
283480
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">koetika kepala rampok itoe maoe adjak lagi sama Chodadad aken menjerang satoe karwan jang bakalan maoe liwat, maka Chodadad memang tiada soeka meliat orang tiada salah dianijaja dan di rampok barang-barangnja hingga marika itoe menangis bersambat-sambatan, dari itoe Chodadad djandjiken dia nanti toeroet aken tetapi dia tiada maoe toeroet-toeroet berboewat djabat melaenken dia maoe nonton sadja.
Hata maka kedjadian jang orang-orang karwan itoe ada lebi koewat dari rampok jang membegal, djadi dia-orang melawan soenggoewan. Sedeng berkelaihan itoe maka Farek Sewar kena loeka dan ampir ketangkep. Apabila Chodadad dapet liat begitoe maka dia lantas masoek tjampoer bekelai aken membrih toeloengan. Bebrapa moesoeh kena di boenoehnja. Aken tetapi apa tjilake, koedanja djato tersandoeng sampe dianja kena ketangkep di ikat dan di rante laloe di bawa kahadepan radja, dan di toedoehken di kasi salah membegal di djalan.
Atinja radja Asad Bacht tergerak barang di liatnja itoe anak moeda, sebab ia fikir kaloe anaknja jang di tinggalkennja di oetan masih idoep, betoel sama oemoernja seperti ini anak moeda jang begini tjakep, hingga radja tiada tahan aer matanja bertjoetjoeran. Tiada ketahoewan kenapa, maka radja tiada kenjang memandang itoe anak poenja moeka. Maka berkata radja: „Hei anak moeda, roepamoe boekan seperti pendjahat atawa begal, atimoe tiada tlalim dan bengis, mengapakah engkau berboewat barang jang terhina itoe, mengapakah pentjarian kahidoepanmoe begini djahat melawan oendang-oendang prentah Allah dan menoesia? Siapakah namamoe?” Sembabnja itoe anak moeda: „Hamba poenja nama Chodadad”, abis dia memandang ka langit
laloe in seboetken Allah ta-allah aken menjaksiken dia bahoewa dia sa-oemoer idoep, belon pernah berboewat kadjahatan itoe sebagimana ia di salahin sekarang, belon pernah ia merampok.
Katanja radja Asad Bacht: „Kapan betoel sebagimana katamoe ini maka engkau tinggal idoep, kami tiada hoekoemken kami hendak brihken pakerdja-an di dalem astana kami.”
Chodadad bersoedjoed tjioem boemi tiga kali aken tanda trima kasinja kapada Sri maha radja. Asad Bacht lantas titahken orang moeda itoe di brihken pakejan kabesaran, dan di pakeken sorban jang bagoes, abis berkata radja: „Sekarang engkau poenja nama Bachtijar dan pakerdjaanmoe mendjadi kepala dari toekang-toekang istal karadja-an. Laen-laen rampok jang kena ketangkep di lepas lagi, tjoema dia-orang misti bersoempah aken tiada lagi sekali berboewat barang sademikian.
Samingkin ari samingkin Bachtijar di poedji radja, dia djaga betoel djocroe istal karadja-an, segala pakerdja-au di baginja dengan adil dan bidjak-sana, hingga radja pasang mata betoel meliat tjaranja bekerdja dengan begitoe<noinclude>{{center|1298|}}</noinclude>
iqyj0dbpz315r856p7twyagyy3h0w63
283813
283480
2026-05-07T10:57:05Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">koetika kepala rampok itoe maoe adjak lagi sama Chodadad aken menjerang satoe karwan jang bakalan maoe liwat, maka Chodadad memang tiada soeka meliat orang tiada salah dianijaja dan di rampok barang-barangnja hingga marika itoe menangis bersambat-sambatan, dari itoe Chodadad djandjiken dia nanti toeroet aken tetapi dia tiada maoe toeroet-toeroet berboewat djabat melaenken dia maoe nonton sadja.
Hata maka kedjadian jang orang-orang karwan itoe ada lebi koewat dari rampok jang membegal, djadi dia-orang melawan soenggoewan. Sedeng berkelaihan itoe maka Farek Sewar kena loeka dan ampir ketangkep. Apabila Chodadad dapet liat begitoe maka dia lantas masoek tjampoer bekelai aken membrih toeloengan. Bebrapa moesoeh kena di boenoehnja. Aken tetapi apa tjilake, koedanja djato tersandoeng sampe dianja kena ketangkep di ikat dan di rante laloe di bawa kahadepan radja, dan di toedoehken di kasi salah membegal di djalan.
Atinja radja Asad Bacht tergerak barang di liatnja itoe anak moeda, sebab ia fikir kaloe anaknja jang di tinggalkennja di oetan masih idoep, betoel sama oemoernja seperti ini anak moeda jang begini tjakep, hingga radja tiada tahan aer matanja bertjoetjoeran. Tiada ketahoewan kenapa, maka radja tiada kenjang memandang itoe anak poenja moeka. Maka berkata radja: „Hei anak moeda, roepamoe boekan seperti pendjahat atawa begal, atimoe tiada tlalim dan bengis, mengapakah engkau berboewat barang jang terhina itoe, mengapakah pentjarian kahidoepanmoe begini djahat melawan oendang-oendang prentah Allah dan menoesia? Siapakah namamoe?” Sembabnja itoe anak moeda: „Hamba poenja nama Chodadad”, abis dia memandang ka langit
laloe in seboetken Allah ta-allah aken menjaksiken dia bahoewa dia sa-oemoer idoep, belon pernah berboewat kadjahatan itoe sebagimana ia di salahin sekarang, belon pernah ia merampok.
Katanja radja Asad Bacht: „Kapan betoel sebagimana katamoe ini maka engkau tinggal idoep, kami tiada hoekoemken kami hendak brihken pakerdja-an di dalem astana kami.”
Chodadad bersoedjoed tjioem boemi tiga kali aken tanda trima kasinja kapada Sri maha radja. Asad Bacht lantas titahken orang moeda itoe di brihken pakejan kabesaran, dan di pakeken sorban jang bagoes, abis berkata radja: „Sekarang engkau poenja nama Bachtijar dan pakerdjaanmoe mendjadi kepala dari toekang-toekang istal karadja-an. Laen-laen rampok jang kena ketangkep di lepas lagi, tjoema dia-orang misti bersoempah aken tiada lagi sekali berboewat barang sademikian.
Samingkin ari samingkin Bachtijar di poedji radja, dia djaga betoel djocroe istal karadja-an, segala pakerdja-au di baginja dengan adil dan bidjak-sana, hingga radja pasang mata betoel meliat tjaranja bekerdja dengan begitoe<noinclude>{{center|1298|}}</noinclude>
9oqzdiyvfghqiek41jy5jqd8ekr8tqq
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/15
104
100012
283558
281887
2026-05-07T06:00:44Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283558
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>HIKAJAT<br>
Soedagar jang beroentoeng malang.<br>malem ka 489 sampe malem ka 491.</center></noinclude>Sabermoela maka adalah di Balsora sa orang soedagar jang terlampau kaja, bartanja tiada terbilang. Adapoen telah di takdirken toelisannja baboewa percentoengannja bakalan malang, hartanja bakalan abis. Soenggoe benarlah, sebab bintangnja gelap, oewang barta bandanja dalem sedikit tempo abislah, apa djoega di perboewataja misti malang.
Pada soewatoe taon padi tiada djadi hingga harganja telampau tinggi. Maka berfikir si soedagar barangkali di taon jang nanti dateng padi itoe terlebi roesak lagi, djadi dia beli sekalian padi di simpennja di goedang dengen ingat nanti laen taon kaloe harga padi lebi tinggi dapetlah di djoewal padinja dengan centoeng. Dianja bernanti kaloe-kaloe harga padi naik, aken tetapi apa tjilaka, djadinja padi di itoe taon terlampau bagoes, harganja toercen banjak, djadi roegilah kapan padi itoe di djoewal si soedagar, kerna itoe naka hendak di tahannja lagi satoe taon. Maka tjilakanja belon abis, sebab di taou itoe oedjannja amat keras hingga negri bandjir dan gaedang padinja si soedagar abis karendam djadi boesoek sampe oewapnja membikin sakit orang di kota dan kapaksalah ia oleh polisie aken boewang sekalian padinja.
Bebrapa banjak karoegiannja, apa sekarang misti di bikin. IJa berfikir barangkali baik mentjari oentoeng di laen negri. Djadi roemahanja barang pekakasnja semoewa dia djoewal aken dapet oewang modal boewat mentjari ontoeng di laen negri. Dia noempang di kapal, maka pada hari jang katiga angin moelai dateng, oedara itam, galoembang loet moelai mendjadi besar dan itoe kapal kabawa aroes kapoekoel di batoe karang sampe antjoer dan bebrapa orang kapal dan orang menoempang pada mati lemas. Si soedagar beroentoeng kena pegang sa-halei papan maka anjoetlah ia kadarat. Kesian betoel, dia tiada ada saloe apa melaenken pakejan jang di badannja serta aces dan lapar, maka dia berdjalan di padang belantara tiada ketaoewan kamana misti berdjalan. Dia soeda berdjalan bebrapa paal poenja djaoeh maka dia dapet liat ada satoe orang lagi doedoek. Si soedagar poenja ati mendjadi girang sebab di liatnja ini negri ada di tinggali orang djadi barangkali dapetlah ia makan dan minoem. IJa pegi ampirin itoe orang dan tiada brapa<noinclude>{{rh||1303|}}</noinclude>
gqe8f2vwylbvr5hv8ft2spja6wqn4li
283637
283558
2026-05-07T07:48:18Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283637
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><big>{{center|{{sp|HIKAJAT}}}}</big>
{{c|'''Soedagar jang beroentoeng malang.'''<br>{{smaller|malem ka 489 sampe malem ka 491.}}}}</noinclude>Sabermoela maka adalah di Balsora sa.orang soedagar jang terlampau kaja, hartanja tiada terbilang. Adapoen telah di takdirken toelisannja bahoewa peroentoengannja bakalan malang, hartanja bakalan abis. Soenggoe benarlah, sebab bintangnja gelap, oewang barta bandanja dalem sedikit tempo abislah, apa djoega di perboewatnja misti malang.
Pada soewatoe taon padi tiada djadi hingga harganja telampau tinggi. Maka berfikir si soedagar barangkali di taon jang nanti dateng padi itoe terlebi roesak lagi, djadi dia beli sekalian padi di simpennja di goedang dengen ingat nanti laen taon kaloe harga padi lebi tinggi dapetlah di djoewal padinja dengan oentoeng. Dianja bernanti kaloe-kaloe harga padi naik, aken tetapi apa tjilaka, djadinja padi di itoe taon terlampau bagoes, harganja toeroen banjak, djadi roegilah kapan padi itoe di djoewal si soedagar, kerna itoe maka hendak di tahannja lagi satoe taon. Maka tjilakanja belon abis, sebab di taon itoe oedjannja amat keras hingga negri bandjir dan gaedang padinja si soedagar abis karendam djadi boesoek sampe oewapnja membikin sakit orang di kota dan kapaksalah ia oleh polisie aken boewang sekalian padinja.
Bebrapa banjak karoegiannja, apa sekarang misti di bikin. IJa berfikir barangkali baik mentjari oentoeng di laen negri. Djadi roemahnja barang pekakasnja semoewa dia djoewal aken dapet oewang modal boewat mentjari ontoeng di laen negri. Dia noempang di kapal, maka pada hari jang katiga angin moelai dateng, oedara itam, galoembang laoet moelai mendjadi besar dan itoe kapal kabawa aroes kapoekoel di batoe karang sampe antjoer dan bebrapa orang kapal dan orang menoempang pada mati lemas. Si soedagar beroentoeng kena pegang sa-halei papan maka anjoetlah ia kadarat. Kesian betoel, dia tiada ada satoe apa melaenken pakejan jang di badannja serta aoes dan lapar, maka dia berdjalan di padang belantara tiada ketaoewan kamana misti berdjalan. Dia soeda berdjalan bebrapa paal poenja djaoeh maka dia dapet liat ada satoe orang lagi doedoek. Si soedagar poenja ati mendjadi girang sebab di liatnja ini negri ada di tinggali orang djadi barangkali dapetlah ia makan dan minoem. IJa pegi ampirin itoe orang dan tiada brapa<noinclude>{{rh||1303||}}</noinclude>
dnwr6xpd6ol5fs3clni2598dbvnswem
283852
283637
2026-05-07T11:41:46Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283852
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><big>{{center|{{sp|HIKAJAT}}}}</big>
{{c|'''Soedagar jang beroentoeng malang.'''<br>{{smaller|malem ka 489 sampe malem ka 491.}}}}</noinclude>Sabermoela maka adalah di Balsora sa.orang soedagar jang terlampau kaja, hartanja tiada terbilang. Adapoen telah di takdirken toelisannja bahoewa peroentoengannja bakalan malang, hartanja bakalan abis. Soenggoe benarlah, sebab bintangnja gelap, oewang barta bandanja dalem sedikit tempo abislah, apa djoega di perboewatnja misti malang.
Pada soewatoe taon padi tiada djadi hingga harganja telampau tinggi. Maka berfikir si soedagar barangkali di taon jang nanti dateng padi itoe terlebi roesak lagi, djadi dia beli sekalian padi di simpennja di goedang dengen ingat nanti laen taon kaloe harga padi lebi tinggi dapetlah di djoewal padinja dengan oentoeng. Dianja bernanti kaloe-kaloe harga padi naik, aken tetapi apa tjilaka, djadinja padi di itoe taon terlampau bagoes, harganja toeroen banjak, djadi roegilah kapan padi itoe di djoewal si soedagar, kerna itoe maka hendak di tahannja lagi satoe taon. Maka tjilakanja belon abis, sebab di taon itoe oedjannja amat keras hingga negri bandjir dan gaedang padinja si soedagar abis karendam djadi boesoek sampe oewapnja membikin sakit orang di kota dan kapaksalah ia oleh polisie aken boewang sekalian padinja.
Bebrapa banjak karoegiannja, apa sekarang misti di bikin. IJa berfikir barangkali baik mentjari oentoeng di laen negri. Djadi roemahnja barang pekakasnja semoewa dia djoewal aken dapet oewang modal boewat mentjari ontoeng di laen negri. Dia noempang di kapal, maka pada hari jang katiga angin moelai dateng, oedara itam, galoembang laoet moelai mendjadi besar dan itoe kapal kabawa aroes kapoekoel di batoe karang sampe antjoer dan bebrapa orang kapal dan orang menoempang pada mati lemas. Si soedagar beroentoeng kena pegang sa-halei papan maka anjoetlah ia kadarat. Kesian betoel, dia tiada ada satoe apa melaenken pakejan jang di badannja serta aoes dan lapar, maka dia berdjalan di padang belantara tiada ketaoewan kamana misti berdjalan. Dia soeda berdjalan bebrapa paal poenja djaoeh maka dia dapet liat ada satoe orang lagi doedoek. Si soedagar poenja ati mendjadi girang sebab di liatnja ini negri ada di tinggali orang djadi barangkali dapetlah ia makan dan minoem. IJa pegi ampirin itoe orang dan tiada brapa<noinclude>{{rh||1303}}</noinclude>
fudhdff7pakk4zcsag4l68uhktp75yi
Halaman:Awas!.pdf/67
104
100013
282837
281942
2026-05-06T15:20:39Z
Riiiv
22458
282837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude></ol>
<ol>
2e. barang siapa jang menoeroet pasal 28 haknja akan mendjalankan kendaraan motor telah ditjaboet, boeat selama haknja ditjaboet itoe.
</ol>
<ol>
3e. Dalam hal jang loear biasa Goebernoer Djenderal boleh mengizinkan ketjoeali dari apa jang ditentoekan pada 1e dalam ajat ( 1 ) pasal ini (Stbl. 1927 No. 121).
{{right|'''Potrét si pengemoedi dilekatkan diatas soerat itoe.'''}}
(2) Soerat izin mengemoedi sebagaimana terseboet dalam 3 pasal 6 haroes memakai potret si pengemoedi itoe.
{{center|Pasal 11.|}}
{{right|'''Lakoenja soerat izin mengemoedi.'''}}
Apabila kepada si pemegang diberikan soerat izin mengemoedi j a n g lain, maka soerat izin jang doeloe tiadalah lakoe lagi.
{{center|Pasal 12.|}}
{{right|'''Isi soerat permohonan akan meminta keterangan nomor dan soerat izin mengemoedi.'''}}
Dari hal isi soerat permohonan meminta soerat keterangan nomor dan soerat izin mengemoedi dan tentang memberi tahoekan nomor dan hoeroef, tjontoh soerat keterangan nomor dan soerat izin mengemoedi, memboeat register dari pemegang soerat izin mengemoedi dan memberitakan isi register itoe, ditetapkan oléh Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri peratoerannja dan dioendangkan dalam „Javasche Courant".
{{right|Hal itoe ditetapkan pada beslit Diréktoer itoe pada 30 Juni 1917 No. 1091/A.P. (Lampiran III).}}
{{center|Pasal 13.|}}
{{right|'''Larangan berkendaraan didjalan dengan tjepat jang membahajakan.'''}}
Dengan tidak mengoerangi apa jang ditentoekan dalam pasal 5, maka terlaranglah berkendaraan atau menjoeroeh berkendaraan dengan kendaraan motor pada soeatoe djalan dengan tjara dan tjepat jang mengganggoe kesenangan orang laloe didjalan itoe, atau membahajakannja.<noinclude>{{rh|Awas!||5}}</noinclude>
putquta7c8ywe830nq98l33foywhb74
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/17
104
100014
283560
281888
2026-05-07T06:05:20Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283560
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>lama lagi maka di liatnja itoe tempat banjak pendoedoeknja, poehoen-poehoenan bagoes tedoeh dan ada solokan aer idoep.
Kepala dari itoe kampoeng sa-orang baik dan hartawan, dan lagi dia kabetoelan soeroe bikin satoe roemah kaplesiran di ampir kota; di roemah itoe dia tinggal dan si soedagar pegi ketemoein dia di sana. Satelah di dengar hal ichwalnja si soedagar, maka kepala kampoeng itoe berkata sama si soedagar baik bekerdja di sitoe djadi mandor koeli, maka gadjinja anam drachma dalem sa-hari. Si soedagar lautas bilang baik dan dia minta trima kasi banjak jang dia begitoe lekas katoeloengan. IJa lantas moelai bekerdja dan dia begitoe di pertjaija dalem pakardja-an sampe toewannja serahken segala roepa koewasa dalem tangannja. Begitoe dengen begitoe sampe satoe taon lamanja. Waktoenja orang motong padi, dan semoewa baka. lan di bawa karoemahnja dia poenja toewan. Maka berfikir si soedagar soeda satoe taon bekerdja belon djoega gadjinja terbajar djadi dia ada koewatir jang itoe gadji di loepsin kerna itoe dia inget baik tahan itoe padi sabagian aken djadi pembajar gadjinja. Maka dia singkirinlah bebrapa ikat padi laloe di simpennja baik-baik dan jang laen dia teroes kirim sama toewannja. Si toewan tiada loepoet lantas kirim sabagian kapada si soedagar aken djadi oepahnja serta di djandjikennja poela di laen taon nanti dia dapet tambah blandja dan bajarannja poen di perolehnja abis panen (motong padi Itoe soedagar merasa djenga, sebab tadinja di kira jang si toewan loepa-in bajar gadjinja, djadi maloe sanget ia, kerna itoe dia tampik kiriman toewannja dia tida maoe trima. Abis barang pada soewatoe hari iauja maoe pegi liat padinja jang dia simpen maka di liatnja itoe padi soedah abis di tjoeri orang. Keliwat sanget sakit atinja hingga toewannja dapet taoe dan ia kapaksa tjerita lantaran sakit atinja. Apabila toewannja dapet denger itoe maka dis djadi marah keras, dia bangkit sama si soedagar pandjang pendek achir achirnja dia di oesir.
Si soedagar pegi berdjalan kasana kamari tida di ketahoewinja apa aken bi bikin. Bebrapa ari dia di djalan tida tempat mondokan kaloe malem dia tidoer di bawa poehoen di atas daon kering, kaloe dia lapar dia misti makan akar poehoen dan daon-daon. Pada soewatoe pagi dia bangoen dari tidoernja maka di liatuja ada saboewah kapal lagi berlaboe, dan anak-anak kapalnja pada toeroen kadarat. Ia itoelah orang-orang toekang silam moetiara jang kaloewar mentjari moetiara. Barang marika itoe dapet liat si soedagar begitos sedih dan roepanja seperti orang jang soeda ilang pengharepan maka di tanja padanja mengapa pri ka-ada-annja djadi demikian.
Si soedagar tjeritaken hal ichwalnja maka orang-orang itoe merasa sanget kasian padanja sampe dia orang berdjandji apa jang di perolehnja dengan menjelami moetiara ia itoelah di bagi separonja kapada si soedagar<noinclude>{{rh||1304|}}</noinclude>
lhrafgwz6c3tob6v4u3djkta97dp0uh
283642
283560
2026-05-07T07:58:07Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283642
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>lama lagi maka di liatnja itoe tempat banjak pendoedoeknja, poehoen-poehoenan bagoes tedoeh dan ada solokan aer idoep.
Kepala dari itoe kampoeng sa-orang baik dan hartawan, dan lagi dia kabetoelan soeroe bikin satoe roemah kaplesiran di ampir kota; di roemah itoe dia tinggal dan si soedagar pegi ketemoein dia di sana. Satelah di dengar hal ichwalnja si soedagar, maka kepala kampoeng itoe berkata sama si soedagar baik bekerdja di sitoe djadi mandor koeli, maka gadjinja anam drachma dalem sa-hari. Si soedagar lantas bilang baik dan dia minta trima kasi banjak jang dia begitoe lekas katoeloengan. IJa lantas moelai bekerdja dan dia begitoe di pertjaija dalem pakerdja-an sampe toewannja serahken segala roepa koewasa dalem tangannja. Begitoe dengen begitoe sampe satoe taon lamanja. Waktoenja orang motong padi, dan semoewa bakalan di bawa karoemahnja dia poenja toewan. Maka berfikir si soedagar soeda satoe taon bekerdja belon djoega gadjinja terbajar djadi dia ada koewatir jang itoe gadji di loepain kerna itoe dia inget baik tahan itoe padi sabagian aken djadi pembajar gadjinja. Maka dia singkirinlah bebrapa ikat padi laloe di simpennja baik-baik dan jang laen dia teroes kirim sama toewannja. Si toewan tiada loepoet lantas kirim sabagian kapada si soedagar aken djadi oepahnja serta di djandjikennja poela di laen taon nanti dia dapet tambah blandja dan bajarannja poen di perolehnja abis panen (motong padi Itoe soedagar merasa djenga, sebab tadinja di kira jang si toewan loepa-in bajar gadjinja, djadi maloe sanget ia, kerna itoe dia tampik kiriman toewannja dia tida maoe trima. Abis barang pada soewatoe hari ianja maoe pegi liat padinja jang dia simpen maka di liatnja itoe padi soedah abis di tjoeri orang. Keliwat sanget sakit atinja hingga toewannja dapet taoe dan ia kapaksa tjerita lantaran sakit atinja. Apabila toewannja dapet denger itoe maka dia djadi marah keras, dia bangkit sama si soedagar pandjang pendek achir achirnja dia di oesir.
Si soedagar pegi berdjalan kasana kamari tida di ketahoewinja apa aken bi bikin. Bebrapa ari dia di djalan tida tempat mondokan kaloe malem dia tidoer di bawa poehoen di atas daon kering, kaloe dia lapar dia misti makan akar poehoen dan daon-daon. Pada soewatoe pagi dia bangoen dari tidoernja maka di liatnja ada saboewah kapal lagi berlaboe, dan anak-anak kapalnja pada toeroen kadarat. Ia itoelah orang-orang toekang silam moetiara jang kaloewar mentjari moetiara. Barang marika itoe dapet liat si soedagar begitoe sedih dan roepanja seperti orang jang soeda ilang pengharepan maka di tanja padanja mengapa pri ka-ada-annja djadi demikian.
Si soedagar tjeritaken hal ichwalnja maka orang-orang itoe merasa sanget kasian padanja sampe dia orang berdjandji apa jang di perolehnja dengan menjelami moetiara ia itoelah di bagi separonja kapada si soedagar<noinclude>{{rh||1304|}}</noinclude>
bmntcq8euilu6cl8n3i619y5q5ss6ie
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/19
104
100018
283563
281890
2026-05-07T06:08:43Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283563
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>akend jadi pertoeloengan. Itoe orang-orang pada menjilam mentjari moetiara maka beroentoeng sekali dia-orang dapet sepoeloe tiram moetiara dan di dalem satoe-satoenja ada doewa moetiara jang bagoes besar maka itoe di bagi doewa djadi sepoeloe moetiara di bribkennja kapada si soedagar serta di adjarkennja baik itoe moetiara di djoewal dan oewanguja bole di pake boewat bekerdja mentjari oentoeng. Si soedagar terlampau girang maka dia ambil doown moetiara dia masoekin di dalem moeloetnja dan jang laen dia taro di dalem ikat pinggang.
Hata maka sa-orang pembegal kabetoelan ada semboeni di ampír sitoe, dia dapet liat segala apa jang kedjadian maka itoe dia pegi kasi taoe sama temen-temennja. Barang itoe orang-orang kapal soeda balik ka kapal maka itoe pembegal bersama-sama temennja lantas dateng terdjang si soedagar dan di rampoknja itoe delapan moetiara jang ada di ikat pinggangnja abis dia- orang pada lari.
Tjilakalah soedagar, adapoen masih ada djoega girangnja sedikit sebab di dalem moeloetnja ada masih doewa boetir, itoe tiada kedapetan oleh itoe perampok. Abis si soedagar berdjalan sampe di kota jang pertama dia ke- temoe di sitoelah hendak di djoewalnja itoe moetiara. Dia serahken itoe di tangannja sa-orang tengkoelak aken toeloeng djoewal. Aken tetapi apa macenja kabetoelan sa-orang toekang emas katjoerian moetiara sepoeloe boetir dan roepanja moctiara si scedagar itoe seperti mostiara jang tertjoeri. Itoe toekang emas lantas doega keras si soodagar itoelah pentjoerinja, apalagi pakejannja si soodagar begitoo doesoen sampe doeganja itoe terlebi keras lagi. Aken dapet taoe tentoe apa benar dia malingnja maka si toekang emas tanja maen-maen di mana adanja itoe mostiara jang delapan boetir. Maka djawabuja itoe soodagar bahoewa moetiara jang delapan itoe din semboeni-in di ikat pingangaja tetapi kena di rampok orang. Setelah dia berkata begini maka toekang emas itoe lantas pegang sama itoe soedagar di sèrètnja mengadep toewan Kadi laloe berkata:
„Toewan Kadi, ia inilah pentjoerinja hamba poenja moetiara. Apa ini boektinja, doewa moetiara jang itoe orang soedah serahken kapada tengkoelak aken di djoewal, serta dia poen mengakoe itoe delapan boetir jang laen soedah ilang di pentjoeri orang.”
Kadi memang kenal sama itoe toekang emas orang berloeloes ati poeti bersih maka itoe soedagar Balsora di hoekoemnja pendjara satoe taon lamanja dan misti di poekoel rotan. Kendati itoe soedagar bersoempah pandjang pendek jang dia tiada salab, pertjoema sadja, dia misti di hoekoem.
Pada asoewatoe hari dia ada tinggal berdoeka tjita di dalem pendjaranja, maka datenglah doewa tiga dari itoe orang-orang toekang silem moetiara jang doeloe soedah brihken itoe sepoeloe moetiara padanja. Dia orang dateng sebab<noinclude>{{rh||1305|}}</noinclude>
et3snxrepv3qcm5gyk46lpnemgdptvy
283646
283563
2026-05-07T08:07:02Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283646
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>akend jadi pertoeloengan. Itoe orang-orang pada menjilam mentjari moetiara maka beroentoeng sekali dia-orang dapet sepoeloe tiram moetiara dan di dalem satoe-satoenja ada doewa moetiara jang bagoes besar maka itoe di bagi doewa djadi sepoeloe moetiara di brihkennja kapada si soedagar serta di adjarkennja baik itoe moetiara di djoewal dan oewanguja bole di pake boewat bekerdja mentjari oentoeng. Si soedagar terlampau girang maka dia ambil doewa moetiara dia masoekin di dalem moeloetnja dan jang laen dia taro di dalem ikat pinggang.
Hata maka sa-orang pembegal kabetoelan ada semboeni di ampír sitoe, dia dapet liat segala apa jang kedjadian maka itoe dia pegi kasi taoe sama temen-temennja. Barang itoe orang-orang kapal soeda balik ka kapal maka itoe pembegal bersama-sama temennja lantas dateng terdjang si soedagar dan di rampoknja itoe delapan moetiara jang ada di ikat pinggangnja abis dia- orang pada lari.
Tjilakalah soedagar, adapoen masih ada djoega girangnja sedikit sebab di dalem moeloetnja ada masih doewa boetir, itoe tiada kedapetan oleh itoe perampok. Abis si soedagar berdjalan sampe di kota jang pertama dia ketemoe di sitoelah hendak di djoewalnja itoe moetiara. Dia serahken itoe di tangannja sa-orang tengkoelak aken toeloeng djoewal. Aken tetapi apa maoenja kabetoelan sa-orang toekang emas katjoerian moetiara sepoeloe boetir dan roepanja moetiara si soedagar itoe seperti moetiara jang tertjoeri. Itoe toekang emas lantas doega keras si soedagar itoelah pentjoerinja, apalagi pakejannja si soedagar begitoe doesoen sampe doeganja itoe terlebi keras lagi. Aken dapet taoe tentoe apa benar dia malingnja maka si toekang emas tanja maen-maen di mana adanja itoe moetiara jang delapan boetir. Maka djawabnja itoe soedagar bahoewa moetiara jang delapan itoe dia semboeni-in di ikat pingangnja tetapi kena di rampok orang. Setelah dia berkata begini maka toekang emas itoe lantas pegang sama itoe soedagar di sèrètnja mengadep toewan Kadi laloe berkata:
„Toewan Kadi, ia inilah pentjoerinja hamba poenja moetiara. Apa ini boektinja, doewa moetiara jang itoe orang soedah serahken kapada tengkoelak aken di djoewal, serta dia poen mengakoe itoe delapan boetir jang laen soedah ilang di pentjoeri orang.”
Kadi memang kenal sama itoe toekang emas orang berloeloes ati poeti bersih maka itoe soedagar Balsora di hoekoemnja pendjara satoe taon lamanja dan misti di poekoel rotan. Kendati itoe soedagar bersoempah pandjang pendek jang dia tiada salah, pertjoema sadja, dia misti di hoekoem.
Pada soewatoe hari dia ada tinggal berdoeka tjita di dalem pendjaranja, maka datenglah doewa tiga dari itoe orang-orang toekang silem moetiara jang doeloe soedah brihken itoe sepoeloe moetiara padanja. Dia orang dateng sebab<noinclude>{{rh||1305|}}</noinclude>
cb0u2h4cmcupu5ynylmpi398g31nyq4
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/426
104
100019
282876
279367
2026-05-06T15:33:02Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{center|Memutuskan.}}
Menetapkan peraturan seperti berikut:
{{PUU-pasal|pasal=1.}}
Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi dan Badan Eksekutif Prop. (Dewan Pemerintah Daerah) Sumatera Tengah dibekukan sampai terbentuk Dewan Perwakilan Rakjat Daerah dan Dewan Pemerintah Daerah menurut peraturan berdasarkan atas Undang-undang No. 22 tahun 1948.
{{PUU-pasal|pasal=2.}}
{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=1
|Pemerintahan daerah Propinsi Sumatera Tengah untuk sementara waktu didjalankan oleh seorang Gubernur, Kepala Daerah jang diangkat oleh Pemerintah, bersama-sama dengan satu Dewan, jang terdiri dari seorang Ketua, jaitu Kepala Daerah dan sekurang-kurangnja 4 dan sebanjak-banjaknja 6 orang anggauta, jang diangkat dan diperhentikan oleh Menteri Dalam Negeri atas usul Kepala Daerah.
| Dalam mendjalankan tugasnja seperti tersebut dalam ajat 1 Dewan bertanggung-djawab kepada Menteri Dalam Negeri.}}}}
{{PUU-pasal|pasal=3.}}
Disamping mendjalankan tugas pemerintahan pada umumnja Dewan jang tersebut dalam pasal 2 ajat 1 diberi tugas kewadjiban dalam waktu jang singkat, selama-lamanja 6 bulan, menjelenggarakan pembentukan Dewan Perwakilan Rakjat Daerah menurut peraturan-peraturan berdasarkan atas Undang-undang Nr. 22 tahun 1948.
{{PUU-pasal|pasal=4.}}
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari diumumkan. Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja, memerintahkan pengumuman Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam
Lembaran-Negara Republik Indonesia.
{{UU/TTD-1
|di=Ditetapkan |kota=Djakarta,
|tgl=5 Djanuari 1951
|plt=tidak |jabatan=Presiden Republik Indonesia
namagelar='''SOEKARNO.'''
|Jabatan= Perdana Menteri.
|Namagelar=MOHAMAD NATSSIR.
|Jabatan= Menterei Dalam Negeri.
{{c|Namagelar=ASSAAT.
|di=Diumumkan
|kota=Djakarta.
|tanggal=8 Djanuari 1951
|jabatan=Menteri Kehakiman.
|nama=WONGSONEGORO.
}}}}<noinclude>{{rh|420}}</noinclude>
f0hv7k8ma7pw5aj698qro961zubjxw3
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/21
104
100024
283567
281891
2026-05-07T06:10:47Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283567
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>kepingin liat ka-ada-annja pendjara. Barang dia orang dapet liat soedagar itoe maka dia orang terlaloe sanget kaget dan herau, djadi dia tanja pada itoe soedagar: „Hei soedagar mengapakah engkau boleh ada di dalem ini pendjara apakah kasalahan engkan perboewat, kita orang tadinja kira jang pertoeloengan kita ada sample tjoekoep boewat idoep senang." Djawabnja si soedagar: „Kami poedji sanget maksoedmoe sekalian aken menocloeng kami djadi beroentoeng lagi, aken tetapi, nasib kami soedah malang, peroentoengan kami kosong, bintang kami gelap melaenken soesah sadja jang kami pikoel, djoestoe maksoedmoe itoe aken membikin kami beroentoeng, djoestoe maksoed itoepoen mendjadi katjilaka-an kami sampe kami di masoekin di dalem pendjara dan di anijaja di poekoel sama rotan, moeloet kami tiada di dengar.“ Maka ianja tjerita apa jang kedjadian, setelah soedah di dengar orang-orang itoe maka marika itoe berkata: „Soedah djangan soesah, sekarang ini djoega kita mengadep radja soepaja engkau di brihken ka-adilan.
Soenggoe dia orang lantas pegi katemoe-in radja aken tjeritahken haloja itoe soedagar. Maka radja lantas titahken itoe soedagar misti di lepas dan aken mengoendjoekin ka-adilannja sebab dia terhoekoem tiada bersalah maka dia di brihken karoegian dan blandja taouan serta satoe roemah di dekat astana. Itoe soedagar kira ini sekali kekal peroentoengannja.
Dia tinggal di itoe roemah dengan senang dan di kasihani sanget oleh radja sampe pada satoe koetika dia kena kelanggar tjilaka lagi. Dia di dalem roemah memang iseng, djadi di sana sini dia preksa dia liat-liat, maka di dapetnja ada satoe lobang di tembok jang di tambal dengan batoe terlepas, dia kepingin liat kamana temboesannja itos lobang, djadi dia angkat itoe batoe satoe-satoe. Baroe sebagian dia kasi toeroem maka dia dapet liat jang itoe lobang temboes ka dalem radja poenja harem. Sanget keras kagetnja hingga dia tjoba sabolebole aken toetoep lagi itoe lobang, aken tetapi pertjoema sadja sebab toekang djaga harem sooda dapet liat perboewatannja dan soeda kasi taoe sama radja.
Sebab satoe kali radja telah menghoekoem orang itoe dengen tiada salanja maka itoe sekarang radja maoe saksiken hal ini dengan matanja sendiri, djadi lekas in pegi ka haremaja. Disini radja dapet list sendiri jang itoe soedagar lagi toetoep itoe lobang jang temboes ka dalem harem. Radja poenja marah tiada terkata-kata, dia lantas panggil itoe soedagar sambil berseroe: Hei orang doorhaka koerang trima, beginilah pembales trima kasimos, engkau hendak masoek kadalem kami poenja harem! Perboewatan koerang adjar begitoe misti di hoekoem dan kami hendak bikin soepaja kamoedian engkau tiada bisa berboewat kadjahatan lagi, engkau poenja mata bakalan di korèk." Titah baginda demikian lantas di lakoeken. Maka itoe soedagar teramat kasian adanja, dia berkata dengan sedihnja: „Ja Allah, ja Rabi, kami sa-orang tjilaka,<noinclude>{{rh||1306|}}</noinclude>
223shwwu78x3xcaptzkmpm5alwmjcl6
283623
283567
2026-05-07T07:08:27Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
283623
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>kepingin liat ka-ada-annja pendjara. Barang dia orang dapet liat soedagar itoe maka dia orang terlaloe sanget kaget dan heran, djadi dia tanja pada itoe soedagar: „Hei soedagar mengapakah engkau boleh ada di dalem ini pendjara apakah kasalahan engkau perboewat, kita orang tadinja kira jang pertoeloengan kita ada sampe tjoekoep boewat idoep senang." Djawabnja si soedagar: „Kami poedji sanget maksoedmoe sekalian aken menoeloeng kami djadi beroentoeng lagi, aken tetapi, nasib kami soedah malang, peroentoengan kami kosong, bintang kami gelap melaenken soesah sadja jang kami pikoel, djoestoe maksoedmoe itoe aken membikin kami beroentoeng, djoestoe maksoed itoepoen mendjadi katjilaka-an kami sampe kami di masoekin di dalem pendjara dan di anijaja di poekoel sama rotan, moeloet kami tiada di dengar." Maka ianja tjerita apa jang kedjadian, setelah soedah di dengar orang-orang itoe maka marika itoe berkata: „Soedah djangan soesah, sekarang ini djoega kita mengadep radja soepaja engkau di brihken ka-adilan.
Soenggoe dia orang lantas pegi katemoe-in radja aken tjeritahken halnja itoe soedagar. Maka radja lantas titahken itoe soedagar misti di lepas dan aken mengoendjoekin ka-adilannja sebab dia terhoekoem tiada bersalah maka dia di brihken karoegian dan blandja taonan serta satoe roemah di dekat astana. Itoe soedagar kira ini sekali kekal peroentoengannja. Dia tinggal di itoe roemah dengan senang dan di kasihani sanget oleh radja sampe pada satoe koetika dia kena kelanggar tjilaka lagi.
Dia di dalem roemah memang iseng, djadi di sana sini dia preksa dia liat-liat, maka di dapetnja ada satoe lobang di tembok jang di tambal dengan batoe terlepas, dia kepingin liat kamana temboesannja itoe lobang, djadi dia angkat itoe batoe satoe-satoe. Baroe sebagian dia kasi toeroem maka dia dapet liat jang itoe lobang temboes ka dalem radja poenja harem. Sanget keras kagetnja hingga dia tjoba sabolebole aken toetoep lagi itoe lobang, aken tetapi pertjoema sadja sebab toekang djaga harem soeda dapet liat perboewatannja dan soeda kasi taoe sama radja.
Sebab satoe kali radja telah menghoekoem orang itoe dengen tiada salanja maka itoe sekarang radja maoe saksiken hal ini dengan matanja sendiri, djadi lekas ia pegi ka haremnja. Disini radja dapet liat sendiri jang itoe soedagar lagi toetoep itoe lobang jang temboes ka dalem harem. Radja poenja marah tiada terkata-kata, dia lantas panggil itoe soedagar sambil berseroe: „Hei orang doerhaka koerang trima, beginilah pembales trima kasimoe, engkau hendak masoek kadalem kami poenja harem! Perboewatan koerang adjar begitoe misti di hoekoem dan kami hendak bikin soepaja kamoedian engkau tiada bisa berboewat kadjahatan lagi, engkau poenja mata bakalan di korèk." Titah baginda demikian lantas di lakoeken. Maka itoe soedagar teramat kasian adanja, dia berkata dengan sedihnja: „Ja Allah, ja Rabi, kami sa-orang tjilaka,<noinclude>{{rh||1306}}</noinclude>
pruvw0icgr9as8ykdm39eo3y15e0btx
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/23
104
100029
283571
281892
2026-05-07T06:13:48Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda petik belakang, dan belum ada {{hwe}}
283571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>belon sampe harta banda kami abis malah badan kami sendiri di anijaja!"
Itoe soedagar dengan boetanja misti djalan minta-minta kasianaja orang jang liwat-liwat maka sebentar-bentar ia berkata: „Pertjoema sadja bekerdja, kaloe orang tiada beroentoeng, dan djika tiada dengen pertoeloengan Allab maka tiada satoe barang djadi di kerdjaken orang!"
Maka berkata Bachtijar: „Doeli sjah alam, soedagar itoepoen sama sadja nasibnja seperti hamba, djikaloe di boeroe oentoeng malang maka orang tiada bisa terlepas dari pada soesah, semoewa barang seperti bermoefakat aken menjoesahken orang jang beroentoeng malang itoe."
Bachtijar tjeritaken hikajat ini dengan hati tetap, maka atinja radja Asad Bacht tergerak dari sebab kasiannja dengan melaratnja orang soedagar dalem bikajat itoe, lagi radja ingat moedahnja Bachtijar bingga radja mendjadi sabar dan marahnja djadi dingin. Dia soeroeh bawa poelang sama Bachtijar kadalem pendjara dan hoekoemannja di oendoerken doeloe. Radja memang bernijat keras Bachtijar misti terhoekoem tjoema sekarang di oendoerken doeloe.
Aken tetapi sekarang dateng wasir nommor tiga, iapoen soede moefakat-an bersama-sama wasir laen sken membinasa-in sama Bachtijar. Wasir itoe mengadap radja laloe sembahnja: Doeli ijah alam, dengan docka tjita hamba wasir sekalian dapet dengar bahoewa itoe orang jang bersalah masih djoega di kasi idoep, sedang kasalahannja itoe membrih malos pada radja dan pada antero negri. Orang berkasian memang baik di poedji aken tetapi kasih itoepoen ada wates ingannja. Aer madoe itoe baik sekali di makan, aken tetapi kaloe banjak di makan ia meroesakin badan. Hamba sekalian ber moehoen keras soepaja doeli sjah alam djangan oendoerken terlaloe lama aken melakoeken kapoetoesan hoekoem orang itoe."
Bitjara wasir demikian membikin timboel lagi nafsoenja sri baginda, hingga di titabkennja besokan pagi apabila siang ari maka Bachtijar misti di bawa lagi kahadapannja.
Pada esokan hari pagi-pagi maka sri baginda soeda pegi ka tempat bermasawarat, wasir-wasir semoewa soeda ada berhadlir sebagimana biasa. Baginda radja naik di atas sanggasananja maka tida sebrapa lama lagi di titahkennja Bachtijar di bawa ka hadapannja.
Maka bertitab radja padanja: Sekarang kami telah perkenanken engkau poenja hoekoeman misti di djalanken; perboewatan kadjahatanmoe misti di bilas-in dengan darahmoe, dan hoekoemanmoe itoe misti djadi tjonto pada sekalian rajat kami."
Bachtijar tinggal sabar saperti kemarennja maka ia berkata: sjah alam hamba poenja njawa memang barang kapoenja-an hamba poenja djoendjoengan, apa djuega hendak di bikin doeli sjah alam dengan Djawab hamba nistjaija djadilah; aken tetapi fikirkenlah doeloe doeli sjah alam sabe-<noinclude>{{rh||1307|}}</noinclude>
qemlcnu23ei9eqy9jcninfnl21c31d3
283615
283571
2026-05-07T06:52:13Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
283615
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>belon sampe harta banda kami abis malah badan kami sendiri di anijaja!"
Itoe soedagar dengan boetanja misti djalan minta-minta kasianaja orang jang liwat-liwat maka sebentar-bentar ia berkata: „Pertjoema sadja bekerdja, kaloe orang tiada beroentoeng, dan djika tiada dengen pertoeloengan Allah maka tiada satoe barang djadi di kerdjaken orang!"
Maka berkata Bachtijar: „Doeli sjah alam, soedagar itoepoen sama sadja nasibnja seperti hamba, djikaloe di boeroe oentoeng malang maka orang tiada bisa terlepas dari pada soesah, semoewa barang seperti bermoefakat aken menjoesahken orang jang beroentoeng malang itoe."
Bachtijar tjeritaken hikajat ini dengan hati tetap, maka atinja radja Asad Bacht tergerak dari sebab kasiannja dengan melaratnja orang soedagar dalem hikajat itoe, lagi radja ingat moedahnja Bachtijar hingga radja mendjadi sabar dan marahnja djadi dingin. Dia soeroeh bawa poelang sama Bachtijar kadalem pendjara dan hoekoemannja di oendoerken doeloe. Radja memang bernijat keras Bachtijar misti terhoekoem tjoema sekarang di oendoerken doeloe.
Aken tetapi sekarang dateng wasir nommor tiga, iapoen soede moefakat-an bersama-sama wasir laen aken membinasa-in sama Bachtijar. Wasir itoe mengadap radja laloe sembahnja: »Doeli ijah alam, dengan doeka tjita hamba wasir sekalian dapet dengar bahoewa itoe orang jang bersalah masih djoega di kasi idoep, sedang kasalahannja itoe membrih maloe pada radja dan pada antero negri. Orang berkasian memang baik di poedji aken tetapi kasih itoepoen ada wates ingannja. Aer madoe itoe baik sekali di makan, aken tetapi kaloe banjak di makan ia meroesakin badan. Hamba sekalian bermoehoen keras soepaja doeli sjah alam djangan oendoerken terlaloe lama aken melakoeken kapoetoesan hoekoem orang itoe."
Bitjara wasir demikian membikin timboel lagi nafsoenja sri baginda, hingga di titahkennja besokan pagi apabila siang ari maka Bachtijar misti di bawa lagi kahadapannja.
Pada esokan hari pagi-pagi maka sri baginda soeda pegi ka tempat bermasawarat, wasir-wasir semoewa soeda ada berhadlir sebagimana biasa. Baginda radja naik di atas sanggasananja maka tida sebrapa lama lagi di titahkennja Bachtijar di bawa ka hadapannja.
Maka bertitah radja padanja: »Sekarang kami telah perkenanken engkau poenja hoekoeman misti di djalanken; perboewatan kadjahatanmoe misti di bilas-in dengan darahmoe, dan hoekoemanmoe itoe misti djadi tjonto pada sekalian rajat kami."
Bachtijar tinggal sabar saperti kemarennja maka ia berkata: »Doeli sjah alam hamba poenja njawa memang barang kapoenja-an hamba poenja djoendjoengan, apa djoega hendak di bikin doeli sjah alam dengan njawah hamba nistjaija djadilah; aken tetapi fikirkenlah doeloe doeli sjah alam {{hws|sabe|sabelonnja}}<noinclude>{{rh||1307}}</noinclude>
dh5l59lpshnotec6zpm8hr5krb1icaz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/25
104
100030
283575
281894
2026-05-07T06:15:56Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada lebih dari 3 kesalahan ejaan
283575
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>loanja doeli sjah alam prentahken hambanja di boenoeh. Koerang sabar dan keboeroe nafsoe, sering kali mendjadiken tjilaka dan kamoedian baroe orang bersesal-an tetapi soeda kasèp, orang tiada bisa hiboerken lagi atinja. Betocl begitoe djalannja sama pangeran anak radja Halep, bahna koerang sabar dan keboeroe nafsoenja, maka dia ilang keradja-aanja dan katjiuta annja, dia tiada maoe dengar bitjara ajabandanja aken bersabar dan djangan keboeroe nafsoe."
Asad Bacht bertanja: siapah itoe pangeran dari Halep?" Maka kata-nja Bachtijar baiklah nanti hamba tjeritahken.
{{c|__________}}<noinclude>{{rh||1308|}}</noinclude>
f7b9wk3mwpb7w4eyd6cg9c3c0bnss35
283618
283575
2026-05-07T06:58:15Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283618
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM </center></noinclude>{{hwe|lonnja|sebelonnja}} doeli sjah alam prentahken hambanja di boenoeh. Koerang sabar dan keboeroe nafsoe, sering kali mendjadiken tjilaka dan kamoedian baroe orang bersesal-an tetapi soeda kasèp, orang tiada bisa hiboerken lagi atinja. Betoel begitoe djalannja sama pangeran anak radja Halep, bahna koerang sabar dan keboeroe nafsoenja, maka dia ilang keradja-annja dan katjinta-annja, dia tiada maoe dengar bitjara ajahandanja aken bersabar dan djangan keboeroe nafsoe."
Asad Bacht bertanja: »siapah itoe pangeran dari Halep?" Maka katanja Bachtijar baiklah nanti hamba tjeritahken.
{{c|__________}}<noinclude>{{rh||1308}}</noinclude>
tbqapgdp7xhs3e2n31k2cxlfsqq7s7v
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/27
104
100031
283580
279881
2026-05-07T06:18:55Z
Thersetya2021
15831
283580
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center> <big>HIKAJATNJA</big>
<br>'''Behezad jang tiada sabar.'''
<br>Malem ka 492-sampe ka 498. </center></noinclude>Djaman kota Halep masih djadi itoe kota keradja-an Sjam maka adalah sa-orang radja besar jang termashoer adil dan arif, boediman dan bidjaksana paling-paling ia soeka trima tetamoe orang-orang asing jang datang djalan-djalan di negrinja.
Ini radja ada poenja poetera sa-orang Behezad namanja. Sa-orang djedjaka moeda jang jakep dan pande sekali serta manis boedi bahasanja. Ia tjoema bole di tjela dalem satoe hal, ia itoe dia tiada sabaran, apa di kahendaknja misti djadi di itoe koetika djoega, ianja terlaloe keboeroe nafsoe.
Sekali prestiwa koetika Behezad beromong-omong sama bebrapa orang soedagar maka ada satoe jang tjeritahken soewatoehal adjaib jang di dapetnja. Katanja: Sekarang kira-kira ada doewa taon lamanja, kami berdjalan bersama bebrapa ontah jang kami moewatin dengan oewang kami sendiri, maka di tengah djalan kami poenja kawan abis di rampok begal. Kami berdoeka tjita sanget, adapoen dari sebab kami takoet di tangkep itoe begal, maka kami lari semboeni di oetan.
Hari petang, dan kami kapaksa bermalem di atas soewatoe poehoen di dekat djalan besar. Baroe kami doedoek di atas poehoen maka kami dapet liat dari djaoe sinar api seperti sinar obor semangkin lama semangkin dekat kami. Tiada brapa lama lagi kami dapet liat bebrapa orang liwat dengan berame-ramejan menjanji-njanji. Dia orang semoewa di anterken oleh bebrapa banjak perampoewan-perampoewan moeda jang pada pegang obor, di boentoetin oleh bebrapa penggawe dengan pendoepa-an jang penoeh doepa hingga di antero oetan itoe berasa haroen sanget. Kamoedian baroe dateng toekang moeziek dan boedak-boedak berpegang obor. Di tengah orang-orang sekalian itoe ada sa-orang perampoewan moeda terlampan elok dan tjantik roepanja tiada ada kadoewanja, maka dia di anter oleh sa-orang laki-laki toewa.<noinclude>{{rh||1309|}}</noinclude>
4zr97hp5grd96zx67l9iss4lv5zv76k
283582
283580
2026-05-07T06:19:27Z
Thersetya2021
15831
283582
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center> <big>HIKAJATNJA</big><br>'''Behezad jang tiada sabar.'''<br>Malem ka 492-sampe ka 498. </center></noinclude>Djaman kota Halep masih djadi itoe kota keradja-an Sjam maka adalah sa-orang radja besar jang termashoer adil dan arif, boediman dan bidjaksana paling-paling ia soeka trima tetamoe orang-orang asing jang datang djalan-djalan di negrinja.
Ini radja ada poenja poetera sa-orang Behezad namanja. Sa-orang djedjaka moeda jang jakep dan pande sekali serta manis boedi bahasanja. Ia tjoema bole di tjela dalem satoe hal, ia itoe dia tiada sabaran, apa di kahendaknja misti djadi di itoe koetika djoega, ianja terlaloe keboeroe nafsoe.
Sekali prestiwa koetika Behezad beromong-omong sama bebrapa orang soedagar maka ada satoe jang tjeritahken soewatoehal adjaib jang di dapetnja. Katanja: Sekarang kira-kira ada doewa taon lamanja, kami berdjalan bersama bebrapa ontah jang kami moewatin dengan oewang kami sendiri, maka di tengah djalan kami poenja kawan abis di rampok begal. Kami berdoeka tjita sanget, adapoen dari sebab kami takoet di tangkep itoe begal, maka kami lari semboeni di oetan.
Hari petang, dan kami kapaksa bermalem di atas soewatoe poehoen di dekat djalan besar. Baroe kami doedoek di atas poehoen maka kami dapet liat dari djaoe sinar api seperti sinar obor semangkin lama semangkin dekat kami. Tiada brapa lama lagi kami dapet liat bebrapa orang liwat dengan berame-ramejan menjanji-njanji. Dia orang semoewa di anterken oleh bebrapa banjak perampoewan-perampoewan moeda jang pada pegang obor, di boentoetin oleh bebrapa penggawe dengan pendoepa-an jang penoeh doepa hingga di antero oetan itoe berasa haroen sanget. Kamoedian baroe dateng toekang moeziek dan boedak-boedak berpegang obor. Di tengah orang-orang sekalian itoe ada sa-orang perampoewan moeda terlampan elok dan tjantik roepanja tiada ada kadoewanja, maka dia di anter oleh sa-orang laki-laki toewa.<noinclude>{{rh||1309|}}</noinclude>
ny48pnp781sjk1qdxfituips32vpu4d
283586
283582
2026-05-07T06:19:57Z
Thersetya2021
15831
283586
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center> <big>{{sp|HIKAJATNJA}}</big><br>'''Behezad jang tiada sabar.'''<br>Malem ka 492-sampe ka 498. </center></noinclude>Djaman kota Halep masih djadi itoe kota keradja-an Sjam maka adalah sa-orang radja besar jang termashoer adil dan arif, boediman dan bidjaksana paling-paling ia soeka trima tetamoe orang-orang asing jang datang djalan-djalan di negrinja.
Ini radja ada poenja poetera sa-orang Behezad namanja. Sa-orang djedjaka moeda jang jakep dan pande sekali serta manis boedi bahasanja. Ia tjoema bole di tjela dalem satoe hal, ia itoe dia tiada sabaran, apa di kahendaknja misti djadi di itoe koetika djoega, ianja terlaloe keboeroe nafsoe.
Sekali prestiwa koetika Behezad beromong-omong sama bebrapa orang soedagar maka ada satoe jang tjeritahken soewatoehal adjaib jang di dapetnja. Katanja: Sekarang kira-kira ada doewa taon lamanja, kami berdjalan bersama bebrapa ontah jang kami moewatin dengan oewang kami sendiri, maka di tengah djalan kami poenja kawan abis di rampok begal. Kami berdoeka tjita sanget, adapoen dari sebab kami takoet di tangkep itoe begal, maka kami lari semboeni di oetan.
Hari petang, dan kami kapaksa bermalem di atas soewatoe poehoen di dekat djalan besar. Baroe kami doedoek di atas poehoen maka kami dapet liat dari djaoe sinar api seperti sinar obor semangkin lama semangkin dekat kami. Tiada brapa lama lagi kami dapet liat bebrapa orang liwat dengan berame-ramejan menjanji-njanji. Dia orang semoewa di anterken oleh bebrapa banjak perampoewan-perampoewan moeda jang pada pegang obor, di boentoetin oleh bebrapa penggawe dengan pendoepa-an jang penoeh doepa hingga di antero oetan itoe berasa haroen sanget. Kamoedian baroe dateng toekang moeziek dan boedak-boedak berpegang obor. Di tengah orang-orang sekalian itoe ada sa-orang perampoewan moeda terlampan elok dan tjantik roepanja tiada ada kadoewanja, maka dia di anter oleh sa-orang laki-laki toewa.<noinclude>{{rh||1309|}}</noinclude>
bism3dwao614vykwm91oy0yoaes1m08
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/29
104
100036
283605
281898
2026-05-07T06:32:29Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283605
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Dia begitoe bagoes sampe lama roepanja tiada bisa kami loepali, tinggal berbajang-bajang di mata."
Tjerita ini membikin birahi anak radja. Abis berkata poela soedagar itoe: Esokan paginja kami toeroen dari poehoen, teroes berdjalan ka kota Di sitoe kami dengar jang namanja kota itoe, kota Roem, iboe kota keradja-an besar.
Koetika kami tanja-tanja dari halnja perampoewan moeda itoe jang kami katemoe-in di djalan maka katanja orang, ia itoelah poeteri anak radja Roem jang berna na poeteri Nicarina. Dia kabetoelan dari roemah kebonnja di mana dia biasa pègi satoe taon sekali aken dapat angin jang baik."
Setelah soedagar itoe abis bertjerita hingga Bebezad mendjadi terlaloe birahi, maka pegilah ia ketemoein sa-orang wasir ajandauja laloe berkata padanja bahoewa ia sa-orang pangeran soeda sainpe oemoer boewat kawin maka itoe sekarang dia hendak beristeri. Maka djawabnja itoe wasir: Kaloe toewan pangeran soeda pilih sa-orang bakal isterinja, ia itoe sa-orang poeteri jang pantes djadi isteri pangeran tentoe sri Baginda ajahanda toewankoe tiada nanti ada poenja raberatan satoe apa." Na, kaloe begitoe maka baiklah kami kataken namanja poeteri jang kami hendak djadiken kami poenja isteri, namanja poeteri itoe Nicarina anak dari radja Roem. Kami harep sekali ajahanda kami lekas kirim oetoesau kanegri itoe aken lamar itoe poeteri," demikian katanja Bebezad.
Apabila wasir mengadap radja aken kasi taoe kahendak toewan pangeran, maka djawab sri Baginda, barang moestahil sekali, kami tentoe tiada bisa toeroet sebagimana kahondakannja. Kalauja sri Baginda: Radja Roem selama-lamanja tiada nanti maoe kasi anaknja di lamar orang radja jang ne grinja ketjl dan lagi pada radja jang berlsenan sekali igamanja." Koetika Bebezad dapat dengar djawab ajahandanja demikian maka dia ilang pengharepan dari itoelah katanja kapan ajahandanja masih tinggal keras memperkenanken seperti di kataken tadi oleh radja, maka Behezad sendiri pegi melamar itoe posteri.
Ajahandanja kaget mendengar anakuja bitjara demikian, djadi maoe tida maoe kepaksa ia aken kirim oetoesan kapada radja Roem.
Radja ini trimah oetoesan radja Halep dengan segala patoet dan manis bahasa adapoen tersangat herannja barang di dengarnja apa lantaran membikin marika itoe dateng mengadap padanja. Hata maka radja Roem berkata bahoewa dia soeka brihken poeteri Nicarina djadi isterinja pangeran dari Halep anak radja Sjam, kapan ada oewang emas kawin banjaknja seratoes lak <ref>Seratoes lak dinar is-itoe sepoeloe melijoen dinar maka satoe dinar ampir sama harganja seperti lima roepia.</ref>oewang dinar.
<references /><noinclude>{{rh||1310|}}</noinclude>
hxhaf68ttbx6ubnkb6a9pebwpvuu7q5
283655
283605
2026-05-07T08:18:19Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283655
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Dia begitoe bagoes sampe lama roepanja tiada bisa kami loepah, tinggal berbajang-bajang di mata.”
Tjerita ini membikin birahi anak radja. Abis berkata poela soedagar itoe: ›Esokan paginja kami toeroen dari poehoen, teroes berdjalan ka kota Di sitoe kami dengar jang namanja kota itoe, kota Roem, iboe kota keradja-an besar.
Koetika kami tanja-tanja dari halnja perampoewan moeda itoe jang kami katemoe-in di djalan maka katanja orang, ia itoelah poeteri anak radja Roem jang berna na poeteri Nicarina. Dia kabetoelan dari roemah kebonnja di mana dia biasa pègi satoe taon sekali aken dapat angin jang baik.”
Setelah soedagar itoe abis bertjerita hingga Bebezad mendjadi terlaloe birahi, maka pegilah ia ketemoein sa-orang wasir ajandanja laloe berkata padanja bahoewa ia sa-orang pangeran soeda sampe oemoer boewat kawin maka itoe sekarang dia hendak beristeri. Maka djawabnja itoe wasir: ›Kaloe toewan pangeran soeda pilih sa-orang bakal isterinja, ia itoe sa-orang poeteri jang pantes djadi isteri pangeran tentoe sri Baginda ajahanda toewankoe tiada nanti ada poenja raberatan satoe apa.” ›Na, kaloe begitoe maka baiklah kami kataken namanja poeteri jang kami hendak djadiken kami poenja isteri, namanja poeteri itoe Nicarina anak dari radja Roem. Kami harep sekali ajahanda kami lekas kirim oetoesan kanegri itoe aken lamar itoe poeteri," demikian katanja Bebezad.
Apabila wasir mengadap radja aken kasi taoe kahendak toewan pangeran, maka djawab sri Baginda, barang moestahil sekali, kami tentoe tiada bisa toeroet sebagimana kahendakannja. Katanja sri Baginda: ›Radja Roem selama-lamanja tiada nanti maoe kasi anaknja di lamar orang radja jang negrinja ketjl dan lagi pada radja jang berlaenan sekali igamanja.” Koetika Bebezad dapat dengar djawab ajahandanja demikian maka dia ilang pengharepan dari itoelah katanja kapan ajahandanja masih tinggal keras memperkenanken seperti di kataken tadi oleh radja, maka Behezad sendiri pegi melamar itoe poeteri.
Ajahandanja kaget mendengar anaknja bitjara demikian, djadi maoe tida maoe kepaksa ia aken kirim oetoesan kapada radja Roem.
Radja ini trimah oetoesan radja Halep dengan segala patoet dan manis bahasa adapoen tersangat herannja barang di dengarnja apa lantaran membikin marika itoe dateng mengadap padanja. Hata maka radja Roem berkata bahoewa dia soeka brihken poeteri Nicarina djadi isterinja pangeran dari Halep anak radja Sjam, kapan ada oewang emas kawin banjaknja seratoes lak <ref>Seratoes lak dinar ia-itoe sepoeloe melijoen dinar maka satoe dinar ampir sama harganja seperti lima roepia.</ref>oewang dinar.
_______
{{smallrefs}}<noinclude>{{rh||1310|}}</noinclude>
8kqrdfbn71iemo5sebhe536dbz7j6i6
283724
283655
2026-05-07T09:30:10Z
Aeia aai
24023
283724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Dia begitoe bagoes sampe lama roepanja tiada bisa kami loepah, tinggal berbajang-bajang di mata.”
Tjerita ini membikin birahi anak radja. Abis berkata poela soedagar itoe: »Esokan paginja kami toeroen dari poehoen, teroes berdjalan ka kota Di sitoe kami dengar jang namanja kota itoe, kota Roem, iboe kota keradja-an besar.
Koetika kami tanja-tanja dari halnja perampoewan moeda itoe jang kami katemoe-in di djalan maka katanja orang, ia itoelah poeteri anak radja Roem jang berna na poeteri Nicarina. Dia kabetoelan dari roemah kebonnja di mana dia biasa pègi satoe taon sekali aken dapat angin jang baik.”
Setelah soedagar itoe abis bertjerita hingga Bebezad mendjadi terlaloe birahi, maka pegilah ia ketemoein sa-orang wasir ajandanja laloe berkata padanja bahoewa ia sa-orang pangeran soeda sampe oemoer boewat kawin maka itoe sekarang dia hendak beristeri. Maka djawabnja itoe wasir: »Kaloe toewan pangeran soeda pilih sa-orang bakal isterinja, ia itoe sa-orang poeteri jang pantes djadi isteri pangeran tentoe sri Baginda ajahanda toewankoe tiada nanti ada poenja raberatan satoe apa.” »Na, kaloe begitoe maka baiklah kami kataken namanja poeteri jang kami hendak djadiken kami poenja isteri, namanja poeteri itoe Nicarina anak dari radja Roem. Kami harep sekali ajahanda kami lekas kirim oetoesan kanegri itoe aken lamar itoe poeteri," demikian katanja Bebezad.
Apabila wasir mengadap radja aken kasi taoe kahendak toewan pangeran, maka djawab sri Baginda, barang moestahil sekali, kami tentoe tiada bisa toeroet sebagimana kahendakannja. Katanja sri Baginda: »Radja Roem selama-lamanja tiada nanti maoe kasi anaknja di lamar orang radja jang negrinja ketjl dan lagi pada radja jang berlaenan sekali igamanja.” Koetika Bebezad dapat dengar djawab ajahandanja demikian maka dia ilang pengharepan dari itoelah katanja kapan ajahandanja masih tinggal keras memperkenanken seperti di kataken tadi oleh radja, maka Behezad sendiri pegi melamar itoe poeteri.
Ajahandanja kaget mendengar anaknja bitjara demikian, djadi maoe tida maoe kepaksa ia aken kirim oetoesan kapada radja Roem.
Radja ini trimah oetoesan radja Halep dengan segala patoet dan manis bahasa adapoen tersangat herannja barang di dengarnja apa lantaran membikin marika itoe dateng mengadap padanja. Hata maka radja Roem berkata bahoewa dia soeka brihken poeteri Nicarina djadi isterinja pangeran dari Halep anak radja Sjam, kapan ada oewang emas kawin banjaknja seratoes lak <ref>Seratoes lak dinar ia-itoe sepoeloe melijoen dinar maka satoe dinar ampir sama harganja seperti lima roepia.</ref>oewang dinar.
_______
{{smallrefs}}<noinclude>{{rh||1310|}}</noinclude>
5tz1tt7ob3fvc5ys9tyrlrz9t08kck5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/31
104
100041
283600
279886
2026-05-07T06:30:34Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283600
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude><center>1001 MALAM</center>
Koetika oetoesan poelang dari Roem, dan radja dengar pesannja radja Roem maka katanja bahoewa dia tiada sanggoep mengoempoelken oewang sakejan banjaknja. Aken tetapi Behexad boedjoek-boedjoek padanja sampe radja tjoba koempoelken oewangoja maka tjoema ada tiga poeloe lak. Pangeran Behezad memboedjock semangkin keras lagi, sampe ajahanda soeroeh djoewal bebrapa banjak boedak-boedak dan barang-barang. Ini semoewa tjoema mengadaken does poeloe lak djadi baroe ada lima poeloe lak. Aken me njoekoepken djoega itoe seratoes lak dinar maka radja Halep kepaksa aken tambah lagi padjek dan beja jang misti di tarik dari orang ketjil. Ini poen tinda sebrapa, radja tjoema bisa koempoelken sama sekali anam poeloe lak dinar, jang di kirimnja kapada radja Roem.
Ini radja trima itoe oewang, dau oetoesan-oetoesan di bikinnja seperti orang bisoe, di lajani dengan hormat, serta di djandjinja, apabila oewang emas kawin itoe soeda tjoekoep maka lantas dia lakoeken perdjandjiannja aken serabhen poeterinja kapada pangeran Behezad.
Pangeran itoe hendak memboedjoek lagi orang toewanja biar dianja poengoet lagi beja dan padjek jang baroe dari rajatnja orang tani dan orang dagang, aken tetapi sri baginda tiada mace sebab rajatoja poenja padjek soeda sampe berat. Maka pangeran Halep mendjadi tiada sabar lagi sebab ajahandanja tiada toeroet maoenja, dan dia antjemin ajahuja aken pegi betoel- betoel dari ini negri kapan ajabnja tiada toeroet maoenja.
Ajahandanja bilang anak, baiklah engkau sabar toenggoe doeloe lagi satoe taoen!" Adapoen Pangeran Behezad tiada maoe mengarti, ianja tiada toenggoe barang satoe hari. Setelah begitoe maka katanja sri Baginda, Kaloe engkau tiada sabar, maka brangkatlah sadja kemana engkau socks," Pangeran Behezad lantas brangkat ka astananja, dia soeroeh sa-orang peng- gawenja jang satija, dateng mengadap dia abis ansoedahnja ambil bekalan oewang maka dia berkoeda teroes pegi.
Ada kira-kira brapa hari dia berdjalan, maka ia bertemoe satoe karwan jang besar dengan bebrapa ontah jang termoewat barang-barang banjak. Kepala karwan itoe sa-orang hartawan besar dan sabbat baiknja dari radja Roem.
Behezad beladjar kenal sama itoe orang dan dia di bawa ka roemahnja di negri Roem. Maka soedagar itoe djadi begitoe soeka sama Behezad hingga ini orang kepingin dengar apa sebabnja Bebezad sampe dateng kamari. Maka barang di dengarnja hal ichwalnja itoe, lantas di djandjikennja aken tambah itoe ampat poeloe lak dinar asal sadja kamoedian kaloe Behezad djadi radja, dia lekas bajar kombali itoe oewang. Dengan segala soeka hati Behezad trima itoe perdjandjian. Setelah soeda maka ia berpake sebagimana adat biasa laloe ia pegi bersama-sama orang penggawenja {{hws|ber|bertemu}}<noinclude>{{rh||1311|}}</noinclude>
mngq3gp9fb6q0ac3wlflo5ix04eitft
283665
283600
2026-05-07T08:25:53Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283665
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Koetika oetoesan poelang dari Roem, dan radja dengar pesannja radja Roem maka katanja bahoewa dia tiada sanggoep mengoempoelken oewang sakejan banjaknja. Aken tetapi Behezad boedjoek-boedjoek padanja sampe radja tjoba koempoelken oewangnja maka tjoema ada tiga poeloe lak. Pangeran Behezad memboedjoek semangkin keras lagi, sampe ajahanda soeroeh djoewal bebrapa banjak boedak-boedak dan barang-barang. Ini semoewa tjoema mengadaken doewa poeloe lak djadi baroe ada lima poeloe lak. Aken menjoekoepken djoega itoe seratoes lak dinar maka radja Halep kepaksa aken tambah lagi padjek dan beja jang misti di tarik dari orang ketjil. Ini poen tiada sebrapa, radja tjoema bisa koempoelken sama sekali anam poeloe lak dinar, jang di kirimnja kapada radja Roem.
Ini radja trima itoe oewang, dau oetoesan-oetoesan di bikinnja seperti orang bisoe, di lajani dengan hormat, serta di djandjinja, apabila oewang emas kawin itoe soeda tjoekoep maka lantas dia lakoeken perdjandjiannja aken serabhen poeterinja kapada pangeran Behezad.
Pangeran itoe hendak memboedjoek lagi orang toewanja biar dianja poengoet lagi beja dan padjek jang baroe dari rajatnja orang tani dan orang dagang, aken tetapi sri baginda tiada maoe sebab rajatnja poenja padjek soeda sampe berat. Maka pangeran Halep mendjadi tiada sabar lagi sebab ajahandanja tiada toeroet maoenja, dan dia antjemin ajahuja aken pegi betoel-betoel dari ini negri kapan ajahnja tiada toeroet maoenja.
Ajahandanja bilang: ›anak, baiklah engkau sabar toenggoe doeloe lagi satoe taoen!” Adapoen Pangeran Behezad tiada maoe mengarti, ianja tiada toenggoe barang satoe hari. Setelah begitoe maka katanja sri Baginda, ›Kaloe engkau tiada sabar, maka brangkatlah sadja kemana engkau soeka,” Pangeran Behezad lantas brangkat ka astananja, dia soeroeh sa-orang penggawenja jang satija, dateng mengadap dia abis sasoedahnja ambil bekalan oewang maka dia berkoeda teroes pegi.
Ada kira-kira brapa hari dia berdjalan, maka ia bertemoe satoe karwan jang besar dengan bebrapa ontah jang termoewat barang-barang banjak. Kepala karwan itoe sa-orang hartawan besar dan sahbat baiknja dari radja Roem.
Behezad beladjar kenal sama itoe orang dan dia di bawa ka roemahnja di negri Roem. Maka soedagar itoe djadi begitoe soeka sama Behezad hingga ini orang kepingin dengar apa sebabnja Bebezad sampe dateng kamari. Maka barang di dengarnja hal ichwalnja itoe, lantas di djandjikennja aken tambah itoe ampat poeloe lak dinar asal sadja kamoedian kaloe Behezad djadi radja, dia lekas bajar kombali itoe oewang. Dengan segala soeka hati Behezad trima itoe perdjandjian. Setelah soeda maka ia berpake sebagimana adat biasa laloe ia pegi bersama-sama orang penggawenja {{hws|ber|bertemu}}<noinclude>{{rh||1311|}}</noinclude>
f96ojog83roavdyaotm1edli7fbo4hm
283726
283665
2026-05-07T09:31:13Z
Aeia aai
24023
283726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Koetika oetoesan poelang dari Roem, dan radja dengar pesannja radja Roem maka katanja bahoewa dia tiada sanggoep mengoempoelken oewang sakejan banjaknja. Aken tetapi Behezad boedjoek-boedjoek padanja sampe radja tjoba koempoelken oewangnja maka tjoema ada tiga poeloe lak. Pangeran Behezad memboedjoek semangkin keras lagi, sampe ajahanda soeroeh djoewal bebrapa banjak boedak-boedak dan barang-barang. Ini semoewa tjoema mengadaken doewa poeloe lak djadi baroe ada lima poeloe lak. Aken menjoekoepken djoega itoe seratoes lak dinar maka radja Halep kepaksa aken tambah lagi padjek dan beja jang misti di tarik dari orang ketjil. Ini poen tiada sebrapa, radja tjoema bisa koempoelken sama sekali anam poeloe lak dinar, jang di kirimnja kapada radja Roem.
Ini radja trima itoe oewang, dau oetoesan-oetoesan di bikinnja seperti orang bisoe, di lajani dengan hormat, serta di djandjinja, apabila oewang emas kawin itoe soeda tjoekoep maka lantas dia lakoeken perdjandjiannja aken serabhen poeterinja kapada pangeran Behezad.
Pangeran itoe hendak memboedjoek lagi orang toewanja biar dianja poengoet lagi beja dan padjek jang baroe dari rajatnja orang tani dan orang dagang, aken tetapi sri baginda tiada maoe sebab rajatnja poenja padjek soeda sampe berat. Maka pangeran Halep mendjadi tiada sabar lagi sebab ajahandanja tiada toeroet maoenja, dan dia antjemin ajahuja aken pegi betoel-betoel dari ini negri kapan ajahnja tiada toeroet maoenja.
Ajahandanja bilang: »anak, baiklah engkau sabar toenggoe doeloe lagi satoe taoen!” Adapoen Pangeran Behezad tiada maoe mengarti, ianja tiada toenggoe barang satoe hari. Setelah begitoe maka katanja sri Baginda, »Kaloe engkau tiada sabar, maka brangkatlah sadja kemana engkau soeka,” Pangeran Behezad lantas brangkat ka astananja, dia soeroeh sa-orang penggawenja jang satija, dateng mengadap dia abis sasoedahnja ambil bekalan oewang maka dia berkoeda teroes pegi.
Ada kira-kira brapa hari dia berdjalan, maka ia bertemoe satoe karwan jang besar dengan bebrapa ontah jang termoewat barang-barang banjak. Kepala karwan itoe sa-orang hartawan besar dan sahbat baiknja dari radja Roem.
Behezad beladjar kenal sama itoe orang dan dia di bawa ka roemahnja di negri Roem. Maka soedagar itoe djadi begitoe soeka sama Behezad hingga ini orang kepingin dengar apa sebabnja Bebezad sampe dateng kamari. Maka barang di dengarnja hal ichwalnja itoe, lantas di djandjikennja aken tambah itoe ampat poeloe lak dinar asal sadja kamoedian kaloe Behezad djadi radja, dia lekas bajar kombali itoe oewang. Dengan segala soeka hati Behezad trima itoe perdjandjian. Setelah soeda maka ia berpake sebagimana adat biasa laloe ia pegi bersama-sama orang penggawenja {{hws|ber|bertemu}}<noinclude>{{rh||1311|}}</noinclude>
n3ke3uapn03sa251a1vclz3qomftf42
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/33
104
100045
283635
281900
2026-05-07T07:45:13Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda awal kalimat langsung dan tanda petik belakang
283635
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>temoe radja, aken bitjara dan aken persembahken itoe oewang ampat poeloe lak jang masih koerang.
Sri Baginda maha radja Roem trima toewan pangeran dengan sepertinja, serta di trima baik poela permoehoenan pangeran itoe aken meminang toewan poeteri Nicarina, aken tetapi sri baginda minta padanja aken bernanti barang sepoeloe ari, aken radja bikin persediahan boewat kawin itoe. Maka Behezad berkata: Doeli sjah alam hambanja begitoe sanget keras birahi sama toewan poeteri sampe hamha tiada bisa tahan lagi aken bernanti lagi sepoeloe hari. Oleh kerna hamba harep doeli sjah alam djangan goesar jang hamba minta aken djangan bernanti lagi." Radja Roem berkata: Benarlah apa katamoe aken tetapi biarlah kita toenggoe lagi tiga hari sadja, ia iloe adat habiasa-an negri ini." Adapoen Behezad tiada sabaran lagi maskipoen satoe hari dia tiada bisa toenggoe djadi maoe tiada maoe radja Roem kapaksa aken toeroet sebagimana permoehoenannja Bebasad, kerna itoe maka radja Roem titabken aken sediahken segala boewat kerame-ramejannja toewan poetri kawin.
Hata maka Behezad masih djoega keboeroe nafsoe. Soedah di toeroet oleh Radja Room aken kasi kawin di itoe bari, adapoen dia tiada senang meliat rame-ramejan hari festa itoe, dia kepingin djoega liat bakal istrinja kerna itoe dia djalan kaloewar diam-diam dan masoek kadalem astana aken tjari tempat perdiamannja poeteri Nicarina jang di ribasin djadi penganten. Dia dapet liat itoe kamar di mana kemarennja poeteri Niçarina berdjalan masoek abis barang di liatnja sinar api dari lobang tembok maka dia maoe mengitip kadalem aken liat bakal isterinja di ribasin.
Poeteri Nicarina kabetoelan memandang ka itoe lobang di tembok abis dia liat ada matanja orang mengintip, dari itoelab dia titahken dajang-dajangnja aken bakar toesoek kondenja dan kaloe soeda panas maka lekas dia orang misti tjolok kadoewa mata jang mengintip itoe. Itoe dajang-dajang pada bakar toesoek kondenja abis soeda panas dia orang tjolok itoe doewa mata jang mengintip. Baroe dia orang tjolok maka kedengaranlah soewara orang djato sembaring mendjerit merintih bahna sanget sakitnja. Dengan sigrah orang lari kaloewar aken toeloeng orang itoe. maka di liatnja Behezad jang terletak di tanah, soeda boeta kadoewa matanja, tiada bisa katoeloengan. Baroelah di rasanja jang dia kena tjilaka ini dari sebab tiada sabarnja dan kaboeroe nafsoe.
Setelah radja dengar Behezad boeta kadoewa matanja maka radja lantas bilang jang ianja tiada hendak kasi kawin anaknja sama orang laki jang boeta, djadi Bebezad kapaksa poelang lagi ka negri ajahandanja di mana dia idoep tiada dengan orang jang di tjintanja. Kamoedian koetika ajahandanja wafat maka orang negri tiada maoe ada radja boeta. Njatalah sekarang bahoewa Behezad ilang toenangan dan ilang karadja-an tjoema dari sebab dia tiada<noinclude>{{rh||1312|}}</noinclude>
7gx1sypb4jk2n58eq4m3a37ds9xi6u0
283712
283635
2026-05-07T09:02:27Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|temoe|bertemoe}} radja, aken bitjara dan aken persembahken itoe oewang ampat poeloe lak jang masih koerang.
Sri Baginda maha radja Roem trima toewan pangeran dengan sepertinja, serta di trima baik poela permoehoenan pangeran itoe aken meminang toewan poeteri Nicarina, aken tetapi sri baginda minta padanja aken bernanti barang sepoeloe ari, aken radja bikin persediahan boewat kawin itoe. Maka Behezad berkata: Doeli sjah alam hambanja begitoe sanget keras birahi sama toewan poeteri sampe hamha tiada bisa tahan lagi aken bernanti lagi sepoeloe hari. Oleh kerna hamba harep doeli sjah alam djangan goesar jang hamba minta aken djangan bernanti lagi.” Radja Roem berkata: ›Benarlah apa katamoe aken tetapi biarlah kita toenggoe lagi tiga hari sadja, ia iloe adat habiasa-an negri ini.” Adapoen Behezad tiada sabaran lagi maskipoen satoe hari dia tiada bisa toenggoe djadi maoe tiada maoe radja Roem kapaksa aken toeroet sebagimana permoehoenannja Behazad, kerna itoe maka radja Roem titahken aken sediahken segala boewat kerame-ramejannja toewan poetri kawin.
Hata maka Behezad masih djoega keboeroe nafsoe. Soedah di toeroet oleh Radja Room aken kasi kawin di itoe bari, adapoen dia tiada senang meliat rame-ramejan hari festa itoe, dia kepingin djoega liat bakal istrinja kerna itoe dia djalan kaloewar diam-diam dan masoek kadalem astana aken tjari tempat perdiamannja poeteri Nicarina jang di rihasin djadi penganten. Dia dapet liat itoe kamar di mana kemarennja poeteri Niçarina berdjalan masoek abis barang di liatnja sinar api dari lobang tembok maka dia maoe mengitip kadalem aken liat bakal isterinja di rihasin.
Poeteri Nicarina kabetoelan memandang ka itoe lobang di tembok abis dia liat ada matanja orang mengintip, dari itoelah dia titahken dajang-dajangnja aken bakar toesoek kondenja dan kaloe soeda panas maka lekas dia orang misti tjolok kadoewa mata jang mengintip itoe. Itoe dajang-dajang pada bakar toesoek kondenja abis soeda panas dia orang tjolok itoe doewa mata jang mengintip. Baroe dia orang tjolok maka kedengaranlah soewara orang djato sembaring mendjerit merintih bahna sanget sakitnja. Dengan sigrah orang lari kaloewar aken toeloeng orang itoe. maka di liatnja Behezad jang terletak di tanah, soeda boeta kadoewa matanja, tiada bisa katoeloengan. Baroelah di rasanja jang dia kena tjilaka ini dari sebab tiada sabarnja dan kaboeroe nafsoe.
Setelah radja dengar Behezad boeta kadoewa matanja maka radja lantas bilang jang ianja tiada hendak kasi kawin anaknja sama orang laki jang boeta, djadi Behezad kapaksa poelang lagi ka negri ajahandanja di mana dia idoep tiada dengan orang jang di tjintanja. Kamoedian koetika ajahandanja wafat maka orang negri tiada maoe ada radja boeta. Njatalah sekarang bahoewa Behezad ilang toenangan dan ilang karadja-an tjoema dari sebab dia tiada<noinclude>{{rh||1312|}}</noinclude>
5t6ho77jw72vo4wlspsob0h43quu68y
283731
283712
2026-05-07T09:32:12Z
Aeia aai
24023
283731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|temoe|bertemoe}} radja, aken bitjara dan aken persembahken itoe oewang ampat poeloe lak jang masih koerang.
Sri Baginda maha radja Roem trima toewan pangeran dengan sepertinja, serta di trima baik poela permoehoenan pangeran itoe aken meminang toewan poeteri Nicarina, aken tetapi sri baginda minta padanja aken bernanti barang sepoeloe ari, aken radja bikin persediahan boewat kawin itoe. Maka Behezad berkata: Doeli sjah alam hambanja begitoe sanget keras birahi sama toewan poeteri sampe hamha tiada bisa tahan lagi aken bernanti lagi sepoeloe hari. Oleh kerna hamba harep doeli sjah alam djangan goesar jang hamba minta aken djangan bernanti lagi.” Radja Roem berkata: »Benarlah apa katamoe aken tetapi biarlah kita toenggoe lagi tiga hari sadja, ia iloe adat habiasa-an negri ini.” Adapoen Behezad tiada sabaran lagi maskipoen satoe hari dia tiada bisa toenggoe djadi maoe tiada maoe radja Roem kapaksa aken toeroet sebagimana permoehoenannja Behazad, kerna itoe maka radja Roem titahken aken sediahken segala boewat kerame-ramejannja toewan poetri kawin.
Hata maka Behezad masih djoega keboeroe nafsoe. Soedah di toeroet oleh Radja Room aken kasi kawin di itoe bari, adapoen dia tiada senang meliat rame-ramejan hari festa itoe, dia kepingin djoega liat bakal istrinja kerna itoe dia djalan kaloewar diam-diam dan masoek kadalem astana aken tjari tempat perdiamannja poeteri Nicarina jang di rihasin djadi penganten. Dia dapet liat itoe kamar di mana kemarennja poeteri Niçarina berdjalan masoek abis barang di liatnja sinar api dari lobang tembok maka dia maoe mengitip kadalem aken liat bakal isterinja di rihasin.
Poeteri Nicarina kabetoelan memandang ka itoe lobang di tembok abis dia liat ada matanja orang mengintip, dari itoelah dia titahken dajang-dajangnja aken bakar toesoek kondenja dan kaloe soeda panas maka lekas dia orang misti tjolok kadoewa mata jang mengintip itoe. Itoe dajang-dajang pada bakar toesoek kondenja abis soeda panas dia orang tjolok itoe doewa mata jang mengintip. Baroe dia orang tjolok maka kedengaranlah soewara orang djato sembaring mendjerit merintih bahna sanget sakitnja. Dengan sigrah orang lari kaloewar aken toeloeng orang itoe. maka di liatnja Behezad jang terletak di tanah, soeda boeta kadoewa matanja, tiada bisa katoeloengan. Baroelah di rasanja jang dia kena tjilaka ini dari sebab tiada sabarnja dan kaboeroe nafsoe.
Setelah radja dengar Behezad boeta kadoewa matanja maka radja lantas bilang jang ianja tiada hendak kasi kawin anaknja sama orang laki jang boeta, djadi Behezad kapaksa poelang lagi ka negri ajahandanja di mana dia idoep tiada dengan orang jang di tjintanja. Kamoedian koetika ajahandanja wafat maka orang negri tiada maoe ada radja boeta. Njatalah sekarang bahoewa Behezad ilang toenangan dan ilang karadja-an tjoema dari sebab dia tiada<noinclude>{{rh||1312|}}</noinclude>
k33chmycw7cfhhddopiocuv2ke0tcgf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/35
104
100049
283636
281902
2026-05-07T07:46:48Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283636
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sabar dan terlaloe kaboeroe nafsoe aken menjampeken uijatnja. Maka berkata poela Bachtijar: Doeli toewan hamba liat sendiri, hagimaua tjilakanja orang jang tiada sabar dan jang keboeroe nafsoe. Tjoba Behezad ada sampe sabar boewat bernanti sampe pada besokan pagi, maka dia djadi pangeran jang paling beroentoeng di doenin. Dia dapet isteri orang jang elok dan tjantik serta mendjadi radja besar dan poeteri Niearina poela, tjoba dia ada poenja pandjang pikiran maka tiada dia nanti terbitken ketjilaka-an begitoe keras.
Ini tjonto menggeraken soenggoe atinja Asad Baclit, sampe dia oendoerken lagi waktoe mendjalanken kapoetoesan hoekoemannja Bachtijar.
Alkaesah maka pada kaesokan hari sri baginda pagi-pagi soeda ada di atas sanggasananja di hadepin oleh sekalian wasirnja. Maka wasir nommer ampat mengadap sembahaja:
„Doeli sjalalain, ada kabar dari perbocwatannja Bachtijar sampe di astana radja-radja negri asing, maka sekarang doeli sjahalam tiada bisa oen- doerken lagi aken mendjalanken hoekoemnja Bachtijar. Sekalian orang sa-isi negri pada heran, mengapa doeli sjahalam begitoe ajal aken kasi djalan titah boewat menghoekoem sa orang jang telah membrihken maloe begitoe besar pada doeli sjahalam. Ingatlah kahormatan radja tiada dapet di boewat memaen nistja ja mendjadi binasa negri."
Radja Asad Bacht titaliken lagi Bachtijar di bawa di hadepannja maka di kasi taoe padanja ini hari ianja misti mati di boenoeh.
Maka bersembah Bachtijar: „Doeli sjahalam, hambanja bermoehoen sanget biarlah doeli sjahalam oendoerken doeloe sedikit aken mendjalanken hamba poenja hoekoeman, sebab sering kali kamoediau orang girang jang dianja berfikir pandjang dahoeloe sabelonnja berboewat apa-apa, dan sabar itoe sering baik adanja. Sebab kerna sabar itoe maka Aboe Sabar sampe bisa kaloewar dari soemoer mendjadi radja." Asad Bacht bertanja: bagimana bole djadi?" Laloe djawab Bachtijar nauti hamba tjeritahken itoe pada doeli sjahalam.
{{c|_________}}<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1313|{{smaller|83}}}}</noinclude>
eljpaob6pe187su2gdr4v4rnb7w5g9i
283721
283636
2026-05-07T09:14:41Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sabar dan terlaloe kaboeroe nafsoe aken menjampeken nijatnja. Maka berkata poela Bachtijar: „Doeli toewan hamba liat sendiri, bagimana tjilakanja orang jang tiada sabar dan jang keboeroe nafsoe. Tjoba Behezad ada sampe sabar boewat bernanti sampe pada besokan pagi, maka dia djadi pangeran jang paling beroentoeng di doenia. Dia dapet isteri orang jang elok dan tjantik serta mendjadi radja besar dan poeteri Nicarina poela, tjoba dia ada poenja pandjang pikiran maka tiada dia nanti terbitken ketjilaka-an begitoe keras.
Ini tjonto menggeraken soenggoe atinja Asad Bacht, sampe dia oendoerken lagi waktoe mendjalanken kapoetoesan hoekoemannja Bachtijar.
Alkaesah maka pada kaesokan hari sri baginda pagi-pagi soeda ada di atas sanggasananja di hadepin oleh sekalian wasirnja. Maka wasir nommer ampat mengadap sembahnja:
„Doeli sjahalam, ada kabar dari perboewatannja Bachtijar sampe di astana radja-radja negri asing, maka sekarang doeli sjahalam tiada bisa oendoerken lagi aken mendjalanken hoekoemnja Bachtijar. Sekalian orang sa-isi negri pada heran, mengapa doeli sjahalam begitoe ajal aken kasi djalan titah boewat menghoekoem sa-orang jang telah membrihken maloe begitoe besar pada doeli sjahalam. Ingatlah kahormatan radja tiada dapet di boewat memaen nistjaija mendjadi binasa negri.”
Radja Asad Bacht titahken lagi Bachtijar di bawa di hadepannja maka di kasi taoe padanja ini hari ianja misti mati di boenoeh.
Maka bersembah Bachtijar: „Doeli sjahalam, hambanja bermoehoen sanget biarlah doeli sjahalam oendoerken doeloe sedikit aken mendjalanken hamba poenja hoekoeman, sebab sering kali kamoedian orang girang jang dianja berfikir pandjang dahoeloe sabelonnja berboewat apa-apa, dan sabar itoe sering baik adanja. Sebab kerna sabar itoe maka Aboe Sabar sampe bisa kaloewar dari soemoer mendjadi radja.”
Asad Bacht bertanja: ›bagimana bole djadi?” Laloe djawab Bachtijar nanti hamba tjeritahken itoe pada doeli sjahalam.
{{c|_________}}<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1313|{{smaller|83}}}}</noinclude>
9jrr8nrbp6qex8bvwsuiwfz0n1px6j4
283733
283721
2026-05-07T09:33:01Z
Aeia aai
24023
283733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sabar dan terlaloe kaboeroe nafsoe aken menjampeken nijatnja. Maka berkata poela Bachtijar: „Doeli toewan hamba liat sendiri, bagimana tjilakanja orang jang tiada sabar dan jang keboeroe nafsoe. Tjoba Behezad ada sampe sabar boewat bernanti sampe pada besokan pagi, maka dia djadi pangeran jang paling beroentoeng di doenia. Dia dapet isteri orang jang elok dan tjantik serta mendjadi radja besar dan poeteri Nicarina poela, tjoba dia ada poenja pandjang pikiran maka tiada dia nanti terbitken ketjilaka-an begitoe keras.
Ini tjonto menggeraken soenggoe atinja Asad Bacht, sampe dia oendoerken lagi waktoe mendjalanken kapoetoesan hoekoemannja Bachtijar.
Alkaesah maka pada kaesokan hari sri baginda pagi-pagi soeda ada di atas sanggasananja di hadepin oleh sekalian wasirnja. Maka wasir nommer ampat mengadap sembahnja:
„Doeli sjahalam, ada kabar dari perboewatannja Bachtijar sampe di astana radja-radja negri asing, maka sekarang doeli sjahalam tiada bisa oendoerken lagi aken mendjalanken hoekoemnja Bachtijar. Sekalian orang sa-isi negri pada heran, mengapa doeli sjahalam begitoe ajal aken kasi djalan titah boewat menghoekoem sa-orang jang telah membrihken maloe begitoe besar pada doeli sjahalam. Ingatlah kahormatan radja tiada dapet di boewat memaen nistjaija mendjadi binasa negri.”
Radja Asad Bacht titahken lagi Bachtijar di bawa di hadepannja maka di kasi taoe padanja ini hari ianja misti mati di boenoeh.
Maka bersembah Bachtijar: „Doeli sjahalam, hambanja bermoehoen sanget biarlah doeli sjahalam oendoerken doeloe sedikit aken mendjalanken hamba poenja hoekoeman, sebab sering kali kamoedian orang girang jang dianja berfikir pandjang dahoeloe sabelonnja berboewat apa-apa, dan sabar itoe sering baik adanja. Sebab kerna sabar itoe maka Aboe Sabar sampe bisa kaloewar dari soemoer mendjadi radja.”
Asad Bacht bertanja: »bagimana bole djadi?” Laloe djawab Bachtijar nanti hamba tjeritahken itoe pada doeli sjahalam.
{{c|_________}}<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1313|{{smaller|83}}}}</noinclude>
ly9qrwj7tdysyo8xdcu30p8s2jiji40
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/7
104
100050
283497
281882
2026-05-07T04:58:10Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada lebih dari 3 kesalahan ejaan
283497
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{center|← 1001 MALAM →|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">tjerdik. Lama-kelama-an, dia diangkat Sri maha radja mendjadi Perbandaharan karadja-an. Bahna ia terlaloe amat di saijang dan di tjinta radja maka itoe laen-laen penggawe jang toewa-toewa mendjadi sakit ati sebab tiada soewatoe hal di bikin atawa di bitjaraken sri baginda maka misti di tanja timbangannja Bachtijar serta timbangan dianja itoelah jang di toeroet.
Itoe wasir-wasir ada sepoeloe orang jang berdengki ati sanget sama Bachtijar, maka dia orang soeda bersatoe ati aken mendjatohken Bachtijar dari pangkatnja, keloe tida bisa dengen baik maka dengen tipoe dia misti djatoh.
Pada soewatoe hari Bachtijar ada minoem-minoem kalebi-an sedikit sampe dia kapoelesan di dalem kamar Perbandaharan radja. Dia tinggal antero ari di sitoe. Waktoe malem sekalian pintoe-pintoe di kontji oleh djoeroe kontji djadi Bachtijar jang masih poesing sedikit berdjalan memegang tembok. Dia djalan-djalan sampe di mana ada pintoe jang terboeka, ia itoelah pintoe aken masoek di dalem haram keradja-an (kapoetren). Dia tinda ingat satoe apa, dia teroes masoek tidoer di atas soewatoe tempat peradoewan jang amat indah-indah dan haroem. Dia tidoer poeles teroes.
Koetika radja sama permisoeri masoek kadalem kamar peradoewan, maka di liatnja ada orang tidoer, dan di kenalin ia itoelah Bachtijar. Radja lantas berkata dengen soewara sanget bengis: „Hei bangsat, apa angkau bikin di sini?” Bachtijar kaget maoe bangoon, aken tetapi bahna dia masih poesing, dia djato lagi tjelentang. Asad Bacht lekas panggil bebrapa boedaknja serta di titahkennja aken tangkep sama Bachtijar. Abis radja bertanja sama toewan ratoe bagimana bole djadi saorang laki-laki bisa masoek di dalem kamarnja toewan ratoe. Tida bole djadi djika tiada dengen pengatahoewannja toewan ratoe sendiri. Ratoe bersoempah, satelah di dengernja perkataan demikian dari moeloet radja, katanja ia tida taoe soewatoe apa dari hal jang kedjadian ini, serta di permoehoennja pada soewaminja aken priksa ini perkara dengan aloes. Radja toeroet bagimana bitjaranja ratoe, dan perkaranja Bachtijar nanti di poetoesken pada kaesokan hari.
Apabila hari siang maka Asad Bacht naik di atas tachta keradja-annja laloe di titahkennja sekalian sepoeloe orang wasirnja mengadap. Manteri jang pertama laloe bertanja pada radja apakah radja soedah dapet katerangan dari pada hal jang telah kedjadian tadi malem. Ini manteri memang terlaloe amat bentji sama Bachtijar, djadi sekarang inilah bagoes dia bole membales betoel pada orang jang di bentjinja itoe. Maka ia berkata: „Doeli sjahalam sekalian wasir manteri doeli sjahalam tiada brani mengalangken kahendaknja doeli sri baginda, koetika doeli jang di portoewankoe hendak angkat anakuja saorang pembegal aken djadi penggawe negri; aken tetapi oleh kerna sekarang ternjata soenggoe kadjabatannja orang itoe maka hambanja bermoehoen ampoen beriboe
{{center|1299|}}<noinclude></noinclude>
7wxaqnx4pl6affg4vl7hpm227jpchiu
283824
283497
2026-05-07T11:11:33Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{center|← 1001 MALAM →|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">tjerdik. Lama-kelama-an, dia diangkat Sri maha radja mendjadi Perbandaharan karadja-an. Bahna ia terlaloe amat di saijang dan di tjinta radja maka itoe laen-laen penggawe jang toewa-toewa mendjadi sakit ati sebab tiada soewatoe hal di bikin atawa di bitjaraken sri baginda maka misti di tanja timbangannja Bachtijar serta timbangan dianja itoelah jang di toeroet.
Itoe wasir-wasir ada sepoeloe orang jang berdengki ati sanget sama Bachtijar, maka dia orang soeda bersatoe ati aken mendjatohken Bachtijar dari pangkatnja, keloe tida bisa dengen baik maka dengen tipoe dia misti djatoh.
Pada soewatoe hari Bachtijar ada minoem-minoem kalebi-an sedikit sampe dia kapoelesan di dalem kamar Perbandaharan radja. Dia tinggal antero ari di sitoe. Waktoe malem sekalian pintoe-pintoe di kontji oleh djoeroe kontji djadi Bachtijar jang masih poesing sedikit berdjalan memegang tembok. Dia djalan-djalan sampe di mana ada pintoe jang terboeka, ia itoelah pintoe aken masoek di dalem haram keradja-an (kapoetren). Dia tinda ingat satoe apa, dia teroes masoek tidoer di atas soewatoe tempat peradoewan jang amat indah-indah dan haroem. Dia tidoer poeles teroes.
Koetika radja sama permisoeri masoek kadalem kamar peradoewan, maka di liatnja ada orang tidoer, dan di kenalin ia itoelah Bachtijar. Radja lantas berkata dengen soewara sanget bengis: „Hei bangsat, apa angkau bikin di sini?” Bachtijar kaget maoe bangoon, aken tetapi bahna dia masih poesing, dia djato lagi tjelentang. Asad Bacht lekas panggil bebrapa boedaknja serta di titahkennja aken tangkep sama Bachtijar. Abis radja bertanja sama toewan ratoe bagimana bole djadi saorang laki-laki bisa masoek di dalem kamarnja toewan ratoe. Tida bole djadi djika tiada dengen pengatahoewannja toewan ratoe sendiri. Ratoe bersoempah, satelah di dengernja perkataan demikian dari moeloet radja, katanja ia tida taoe soewatoe apa dari hal jang kedjadian ini, serta di permoehoennja pada soewaminja aken priksa ini perkara dengan aloes. Radja toeroet bagimana bitjaranja ratoe, dan perkaranja Bachtijar nanti di poetoesken pada kaesokan hari.
Apabila hari siang maka Asad Bacht naik di atas tachta keradja-annja laloe di titahkennja sekalian sepoeloe orang wasirnja mengadap. Manteri jang pertama laloe bertanja pada radja apakah radja soedah dapet katerangan dari pada hal jang telah kedjadian tadi malem. Ini manteri memang terlaloe amat bentji sama Bachtijar, djadi sekarang inilah bagoes dia bole membales betoel pada orang jang di bentjinja itoe. Maka ia berkata: „Doeli sjahalam sekalian wasir manteri doeli sjahalam tiada brani mengalangken kahendaknja doeli sri baginda, koetika doeli jang di portoewankoe hendak angkat anakuja saorang pembegal aken djadi penggawe negri; aken tetapi oleh kerna sekarang ternjata soenggoe kadjabatannja orang itoe maka hambanja bermoehoen ampoen beriboe
{{center|1299|}}<noinclude></noinclude>
j4twwj2bk199bg6nv48gfkgyy53kv85
283828
283824
2026-05-07T11:17:59Z
Diaryharumpuspita
26988
memperbaiki saltik
283828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{center|← 1001 MALAM →|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">tjerdik. Lama-kelama-an, dia diangkat Sri maha radja mendjadi Perbandaharan karadja-an. Bahna ia terlaloe amat di saijang dan di tjinta radja maka itoe laen-laen penggawe jang toewa-toewa mendjadi sakit ati sebab tiada soewatoe hal di bikin atawa di bitjaraken sri baginda maka misti di tanja timbangannja Bachtijar serta timbangan dianja itoelah jang di toeroet.
Itoe wasir-wasir ada sepoeloe orang jang berdengki ati sanget sama Bachtijar, maka dia orang soeda bersatoe ati aken mendjatohken Bachtijar dari pangkatnja, kaloe tida bisa dengen baik maka dengen tipoe dia misti djatoh.
Pada soewatoe hari Bachtijar ada minoem-minoem kalebi-an sedikit sampe dia kapoelesan di dalem kamar Perbandaharan radja. Dia tinggal antero ari di sitoe. Waktoe malem sekalian pintoe-pintoe di kontji oleh djoeroe kontji djadi Bachtijar jang masih poesing sedikit berdjalan memegang tembok. Dia djalan-djalan sampe di mana ada pintoe jang terboeka, ia itoelah pintoe aken masoek di dalem haram keradja-an (kapoetren). Dia tinda ingat satoe apa, dia teroes masoek tidoer di atas soewatoe tempat peradoewan jang amat indah-indah dan haroem. Dia tidoer poeles teroes.
Koetika radja sama permisoeri masoek kadalem kamar peradoewan, maka di liatnja ada orang tidoer, dan di kenalin ia itoelah Bachtijar. Radja lantas berkata dengen soewara sanget bengis: „Hei bangsat, apa angkau bikin di sini?” Bachtijar kaget maoe bangoon, aken tetapi bahna dia masih poesing, dia djato lagi tjelentang. Asad Bacht lekas panggil bebrapa boedaknja serta di titahkennja aken tangkep sama Bachtijar. Abis radja bertanja sama toewan ratoe bagimana bole djadi saorang laki-laki bisa masoek di dalem kamarnja toewan ratoe. Tida bole djadi djika tiada dengen pengatahoewannja toewan ratoe sendiri. Ratoe bersoempah, satelah di dengernja perkataan demikian dari moeloet radja, katanja ia tida taoe soewatoe apa dari hal jang kedjadian ini, serta di permoehoennja pada soewaminja aken priksa ini perkara dengan aloes. Radja toeroet bagimana bitjaranja ratoe, dan perkaranja Bachtijar nanti di poetoesken pada kaesokan hari.
Apabila hari siang maka Asad Bacht naik di atas tachta keradja-annja laloe di titahkennja sekalian sepoeloe orang wasirnja mengadap. Manteri jang pertama laloe bertanja pada radja apakah radja soedah dapet katerangan dari pada hal jang telah kedjadian tadi malem. Ini manteri memang terlaloe amat bentji sama Bachtijar, djadi sekarang inilah bagoes dia bole membales betoel pada orang jang di bentjinja itoe. Maka ia berkata: „Doeli sjahalam sekalian wasir manteri doeli sjahalam tiada brani mengalangken kahendaknja doeli sri baginda, koetika doeli jang di portoewankoe hendak angkat anakuja saorang pembegal aken djadi penggawe negri; aken tetapi oleh kerna sekarang ternjata soenggoe kadjahatannja orang itoe maka hambanja bermoehoen ampoen beriboe
{{center|1299|}}<noinclude></noinclude>
bjkq52dpqr5e1gvn5r6zsbhfhwopx4i
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/37
104
100052
283638
279904
2026-05-07T07:50:15Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283638
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>{{sp|HIKAJATNJA<br>ABOE SABAR}}<br>(malem ka 494 sampe ka 496.) </center></noinclude>Aboe Sabar ja-itoe namanja sa-osang tani jang hartawan. Banjak orang pada bekerdja sama dia aken bernjawab dan menandoer dan dia bikin banjak kabaikan pada pendoedoek kampoengnja hingga sekalian marika itoe saijang sama dia.
Sekali pada soewatoe hari datenglah sa-orang gombalanja sengal-sengal masoek kadalem roemah membawa kabar balioewa ada kaliatan sa-ekor singa djantan berdjalan-djalan di ampir-ampir tempat angon kambing dan soeda ada bebrapa kambing kena di terkam dan di makannja. Sahari-hari itoe singa merossakin bebrapa ekor kambing jang di makannja sampe isterinja Aboe Sabar moelain koewatir kaloe lama begini nistjaija abislah sekalian itoe kawan kambing. Dari itoe isterinja maoe bikin soepaja Aboe Sabar pegi memboeroe itoe singa teroes di boenoebnja, sebab soeda meroesakin begitoe banjak kam- bingnja. Aken tetapi Aboe Sabar berkata: »Sabar, sabar, biar apa djoega kedjadian, paling baik orang bernanti dengan sabar. Itoe singa jang bikin karoegian kita memang binatang boewas dan djahat; besok noesa dia kena di bales Allah aken kadjahatannja, djangan selempang, itoo binatang nanti trimah hoekoemaauja sendiri, biar kita bernanti sadja dengan sabar."
Bitjaranja Aboe Sabar benar adanja, tiada sabrapa lama maka itoe siuga mati di boenoch radja koetika radja pegi memboeroe. Maka berkata Aboe Sabar pada isterinja: Adinda liat sekarang, betoel apa tida bitjara kanda? soeda memang mistinja, kadjahatan misti di hoekoem Allah. Tjoba andenja akoe pegi sendiri memboeroe itoè singa barang kali akoo jang mati dan itoe singa enak-enakan. Sedang radja begitoe soesah memboenoeh binatang itoe. Djadi engkau liat sendiri bahoewa baik adanja aken bernanti dengan sabar.
Kamoedian maka di dalem kampoeng itoe ada doewa orang mati di boe. noeh. Abis dari sebab orang-orang kampoeng tiada bisa ondjoekin si pendjahat,<noinclude>{{rh||1314|}}</noinclude>
slhnuoru0r1u9ykdx596ofnrfzpp870
283723
283638
2026-05-07T09:26:45Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>{{sp|'''HIKAJATNJA'''<br>'''ABOE SABAR'''}}<br>{{smaller|(malem ka 494 sampe ka 496.)}} </center></noinclude>Aboe Sabar ja-itoe namanja sa-osang tani jang hartawan. Banjak orang pada bekerdja sama dia aken bernjawah dan menandoer dan dia bikin banjak kabaikan pada pendoedoek kampoengnja hingga sekalian marika itoe saijang sama dia.
Sekali pada soewatoe hari datenglah sa-orang gombalanja sengal-sengal masoek kadalem roemah membawa kabar bahoewa ada kaliatan sa-ekor singa djantan berdjalan-djalan di ampir-ampir tempat angon kambing dan soeda ada bebrapa kambing kena di terkam dan di makannja. Sahari-hari itoe singa meroesakin bebrapa ekor kambing jang di makannja sampe isterinja Aboe Sabar moelain koewatir kaloe lama begini nistjaija abislah sekalian itoe kawan kambing. Dari itoe isterinja maoe bikin soepaja Aboe Sabar pegi memboeroe itoe singa teroes di boenoebnja, sebab soeda meroesakin begitoe banjak kam- bingnja. Aken tetapi Aboe Sabar berkata: »Sabar, sabar, biar apa djoega kedjadian, paling baik orang bernanti dengan sabar. Itoe singa jang bikin karoegian kita memang binatang boewas dan djahat; besok noesa dia kena di bales Allah aken kadjahatannja, djangan selempang, itoe binatang nanti trimah hoekoemannja sendiri, biar kita bernanti sadja dengan sabar.”
Bitjaranja Aboe Sabar benar adanja, tiada sabrapa lama maka itoe singa mati di boenoeh radja koetika radja pegi memboeroe. Maka berkata Aboe Sabar pada isterinja: ›Adinda liat sekarang, betoel apa tida bitjara kanda? soeda memang mistinja, kadjahatan misti di hoekoem Allah. Tjoba andenja akoe pegi sendiri memboeroe itoè singa barang kali akoe jang mati dan itoe singa enak-enakan. Sedang radja begitoe soesah memboenoeh binatang itoe. Djadi engkau liat sendiri bahoewa baik adanja aken bernanti dengan sabar.
Kamoedian maka di dalem kampoeng itoe ada doewa orang mati di boenoeh. Abis dari sebab orang-orang kampoeng tiada bisa ondjoekin si pendjahat,<noinclude>{{rh||1314|}}</noinclude>
brg2qgl9irva4dig363o2gbjwqitm5h
283735
283723
2026-05-07T09:33:43Z
Aeia aai
24023
283735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /><center>{{sp|'''HIKAJATNJA'''<br>'''ABOE SABAR'''}}<br>{{smaller|(malem ka 494 sampe ka 496.)}} </center></noinclude>Aboe Sabar ja-itoe namanja sa-osang tani jang hartawan. Banjak orang pada bekerdja sama dia aken bernjawah dan menandoer dan dia bikin banjak kabaikan pada pendoedoek kampoengnja hingga sekalian marika itoe saijang sama dia.
Sekali pada soewatoe hari datenglah sa-orang gombalanja sengal-sengal masoek kadalem roemah membawa kabar bahoewa ada kaliatan sa-ekor singa djantan berdjalan-djalan di ampir-ampir tempat angon kambing dan soeda ada bebrapa kambing kena di terkam dan di makannja. Sahari-hari itoe singa meroesakin bebrapa ekor kambing jang di makannja sampe isterinja Aboe Sabar moelain koewatir kaloe lama begini nistjaija abislah sekalian itoe kawan kambing. Dari itoe isterinja maoe bikin soepaja Aboe Sabar pegi memboeroe itoe singa teroes di boenoebnja, sebab soeda meroesakin begitoe banjak kam- bingnja. Aken tetapi Aboe Sabar berkata: »Sabar, sabar, biar apa djoega kedjadian, paling baik orang bernanti dengan sabar. Itoe singa jang bikin karoegian kita memang binatang boewas dan djahat; besok noesa dia kena di bales Allah aken kadjahatannja, djangan selempang, itoe binatang nanti trimah hoekoemannja sendiri, biar kita bernanti sadja dengan sabar.”
Bitjaranja Aboe Sabar benar adanja, tiada sabrapa lama maka itoe singa mati di boenoeh radja koetika radja pegi memboeroe. Maka berkata Aboe Sabar pada isterinja: »Adinda liat sekarang, betoel apa tida bitjara kanda? soeda memang mistinja, kadjahatan misti di hoekoem Allah. Tjoba andenja akoe pegi sendiri memboeroe itoè singa barang kali akoe jang mati dan itoe singa enak-enakan. Sedang radja begitoe soesah memboenoeh binatang itoe. Djadi engkau liat sendiri bahoewa baik adanja aken bernanti dengan sabar.
Kamoedian maka di dalem kampoeng itoe ada doewa orang mati di boenoeh. Abis dari sebab orang-orang kampoeng tiada bisa ondjoekin si pendjahat,<noinclude>{{rh||1314|}}</noinclude>
ifdvfn6l307e1q6x894gr9i09l10c4l
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/39
104
100057
283639
281904
2026-05-07T07:52:23Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, beberapa kata harus digabung, tanda awal kalimat langsung »
283639
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>maka sekalian orang kampoeng di hoekoem, aken barang-barang roemah tangganja semoewa misti di rampas, dan roemalinja di bongkar. Aboe Sabar di itoe waktoe banjak roegi. Maka kata isterinja: kita misti lekas bawa kita poenja kaberatan pada radja, sebab sekalian penggawe astana taoe jang kita tiada salah minta kombali sama radja apa jang engkau ilang di rampas orang, tentoe radja nanti poelangin."
Djawabnja Aboe Sabar: »Adinda baik sabar, radja telah berboewat demikian pada kita sedang kita tiada bersalah, nanti radja sendiri poen kena balesannja. Siapa djoega mengambil barang saka-oemnja, nistjajja di blakang kali poen dia djoega ilang barangoja."
Tetangganja Aboe Sebar dapet dengar ini perkata-an, maka memang dia sakit ati sana Aboe Sabar, djadi aken bales sakit ati maka sitetangga itoe pegi kasi taoe radja apa bitjaranja Aboe Sabar. Sri baginda sanget marah mendengar perkataan itoe, dari itoe radja titahken aken rampas semoewa Aboe Sabar poenja harta banda jang masih katinggalan dan dia sama anak istrinja poen di oesir dari roemah. Maka berkata istrinja: Liatlah sekarang, apa akoe tiada bilang: djangan ajal?" aken tetapi engkau socroe sabar, sabar sampe kita semoewa tjilaka tiada ada barang socwatoe apa aken kita idoep.
Djawabnja Aboe Sabar: > Adinda djangan koewatir, tinggal sabar sadja sebab sabar itoe besok noesa misti dapat oepahnja."
Baroe dia berkata begini maka dia dapet liat ada kepala rampok dateng. di ikoetin oleh brapa kawannja. Dia orang itoe ambil segala barang berbarga jang ada di badannja abis anaknja doewa orang poen di bawanja pegi. Abis maka istrinja Aboe Sabar berkata: Bismillah al rachman al rachim, ja kakanda sainpe ati sekali, engkau liat kita poenja anak di bawa rampok, engkau tinggal diam sadja, pegilah engkau boeroe dia orang, tiadalah engkau kasian anakmoe?"
Katanja Aboe Sabar: »Sabarlah, isterikoe jang tertjinta, orang jang berboewat djahat teutoe katimpah djahat, kapan akoe boeroe itoe rampok abis dia orang boenoeh sama akoe, apakah bakalan djadi sama istrikoe? Maka itoe sabarlah, dia itoelah perlindoengan kita sekarang ioi."
Dengan keras berdoeka tjita maka ka doewa orang laki istri itoe sampe kadalem kota Kerman di pinggir kali. Aboe Sabar bilang pada isterinja aken toenggoe sebentaran disini, sebab dia maoe dengar-dengar kabar doeloe di kota soepaja ia bole lekas dapet tempat pemondok an. Selagi Aboe Subar pegi ka kota mentjari tempat pemondokan, maka ada dateng sa-orang berkoeda sampe di pinggir soengi aken kasi minoem koedanja. Maka dia dapet li t sa-orang perampoewan, abis dari sebab ianja masih penoedjoe orang itoe maka dia paksa itoe perampoewan aken toeroet padanja. Si perampoewan melawan aken tetapi pertjoema sadja, kendati dia bilang jang dia ada poenja soewami, itoe orang tiada perdoeli-in, pada hal dia tjaboet pedangnja dan bilang sama itoe {{hws|peramp|perempuan}}<noinclude>{{rh||1315|}}</noinclude>
123cxeiwnraytgcladlpi143xfo8ksf
283745
283639
2026-05-07T09:41:58Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>maka sekalian orang kampoeng di hoekoem, aken barang-barang roemah tangganja semoewa misti di rampas, dan roemahinja di bongkar. Aboe Sabar di itoe waktoe banjak roegi. Maka kata isterinja: »kita misti lekas bawa kita poenja kaberatan pada radja, sebab sekalian penggawe astana taoe jang kita tiada salah; minta kombali sama radja apa jang engkau ilang di rampas orang, tentoe radja nanti poelangin.”
Djawabnja Aboe Sabar: »Adinda baik sabar, radja telah berboewat demikian pada kita sedang kita tiada bersalah, nanti radja sendiri poen kena balesannja. Siapa djoega mengambil barang saka-oemnja, nistjaija di blakang kali poen dia djoega ilang barangoja.”
Tetangganja Aboe Sebar dapet dengar ini perkata-an, maka memang dia sakit ati sama Aboe Sabar, djadi aken bales sakit ati maka sitetangga itoe pegi kasi taoe radja apa bitjaranja Aboe Sabar. Sri baginda sanget marah mendengar perkataan itoe, dari itoe radja titahken aken rampas semoewa Aboe Sabar poenja harta banda jang masih katinggalan dan dia sama anak istrinja poen di oesir dari roemah. Maka berkata istrinja: »Liatlah sekarang, apa akoe tiada bilang: »djangan ajal?” aken tetapi engkau soeroe sabar, sabar sampe kita semoewa tjilaka tiada ada barang soewatoe apa aken kita idoep.
Djawabnja Aboe Sabar: »Adinda djangan koewatir, tinggal sabar sadja sebab sabar itoe besok noesa misti dapat oepahnja.”
Baroe dia berkata begini maka dia dapet liat ada kepala rampok dateng di ikoetin oleh brapa kawannja. Dia orang itoe ambil segala barang berbarga jang ada di badannja abis anaknja doewa orang poen di bawanja pegi. Abis maka istrinja Aboe Sabar berkata: »Bismillah al rachman al rachim, ja kakanda sampe ati sekali, engkau liat kita poenja anak di bawa rampok, engkau tinggal diam sadja, pegilah engkau boeroe dia orang, tiadalah engkau kasian anakmoe?”
Katanja Aboe Sabar: »Sabarlah, isterikoe jang tertjinta, orang jang berboewat djahat tentoe katimpah djahat, kapan akoe boeroe itoe rampok abis dia orang boenoeh sama akoe, apakah bakalan djadi sama istrikoe? Maka itoe sabarlah, dia itoelah perlindoengan kita sekarang ini.”
Dengan keras berdoeka tjita maka ka doewa orang laki istri itoe sampe kadalem kota Kerman di pinggir kali. Aboe Sabar bilang pada isterinja aken toenggoe sebentaran disini, sebab dia maoe dengar-dengar kabar doeloe di kota soepaja ia bole lekas dapet tempat pemondok-an. Selagi Aboe Sabar pegi ka kota mentjari tempat pemondokan, maka ada dateng sa-orang berkoeda sampe di pinggir soengi aken kasi minoem koedanja. Maka dia dapet li t sa-orang perampoewan, abis dari sebab ianja masih penoedjoe orang itoe maka dia paksa itoe perampoewan aken toeroet padanja. Si perampoewan melawan aken tetapi pertjoema sadja, kendati dia bilang jang dia ada poenja soewami, itoe orang tiada perdoeli-in, pada hal dia tjaboet pedangnja dan bilang sama itoe {{hws|peramp|perampoewan}}<noinclude>{{rh||1315|}}</noinclude>
ku49h0abhlu6msvv9bgvofq42c8tpb9
283746
283745
2026-05-07T09:42:33Z
Aeia aai
24023
283746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>maka sekalian orang kampoeng di hoekoem, aken barang-barang roemah tangganja semoewa misti di rampas, dan roemahinja di bongkar. Aboe Sabar di itoe waktoe banjak roegi. Maka kata isterinja: »kita misti lekas bawa kita poenja kaberatan pada radja, sebab sekalian penggawe astana taoe jang kita tiada salah; minta kombali sama radja apa jang engkau ilang di rampas orang, tentoe radja nanti poelangin.”
Djawabnja Aboe Sabar: »Adinda baik sabar, radja telah berboewat demikian pada kita sedang kita tiada bersalah, nanti radja sendiri poen kena balesannja. Siapa djoega mengambil barang saka-oemnja, nistjaija di blakang kali poen dia djoega ilang barangnja.”
Tetangganja Aboe Sebar dapet dengar ini perkata-an, maka memang dia sakit ati sama Aboe Sabar, djadi aken bales sakit ati maka sitetangga itoe pegi kasi taoe radja apa bitjaranja Aboe Sabar. Sri baginda sanget marah mendengar perkataan itoe, dari itoe radja titahken aken rampas semoewa Aboe Sabar poenja harta banda jang masih katinggalan dan dia sama anak istrinja poen di oesir dari roemah. Maka berkata istrinja: »Liatlah sekarang, apa akoe tiada bilang: »djangan ajal?” aken tetapi engkau soeroe sabar, sabar sampe kita semoewa tjilaka tiada ada barang soewatoe apa aken kita idoep.
Djawabnja Aboe Sabar: »Adinda djangan koewatir, tinggal sabar sadja sebab sabar itoe besok noesa misti dapat oepahnja.”
Baroe dia berkata begini maka dia dapet liat ada kepala rampok dateng di ikoetin oleh brapa kawannja. Dia orang itoe ambil segala barang berbarga jang ada di badannja abis anaknja doewa orang poen di bawanja pegi. Abis maka istrinja Aboe Sabar berkata: »Bismillah al rachman al rachim, ja kakanda sampe ati sekali, engkau liat kita poenja anak di bawa rampok, engkau tinggal diam sadja, pegilah engkau boeroe dia orang, tiadalah engkau kasian anakmoe?”
Katanja Aboe Sabar: »Sabarlah, isterikoe jang tertjinta, orang jang berboewat djahat tentoe katimpah djahat, kapan akoe boeroe itoe rampok abis dia orang boenoeh sama akoe, apakah bakalan djadi sama istrikoe? Maka itoe sabarlah, dia itoelah perlindoengan kita sekarang ini.”
Dengan keras berdoeka tjita maka ka doewa orang laki istri itoe sampe kadalem kota Kerman di pinggir kali. Aboe Sabar bilang pada isterinja aken toenggoe sebentaran disini, sebab dia maoe dengar-dengar kabar doeloe di kota soepaja ia bole lekas dapet tempat pemondok-an. Selagi Aboe Sabar pegi ka kota mentjari tempat pemondokan, maka ada dateng sa-orang berkoeda sampe di pinggir soengi aken kasi minoem koedanja. Maka dia dapet li t sa-orang perampoewan, abis dari sebab ianja masih penoedjoe orang itoe maka dia paksa itoe perampoewan aken toeroet padanja. Si perampoewan melawan aken tetapi pertjoema sadja, kendati dia bilang jang dia ada poenja soewami, itoe orang tiada perdoeli-in, pada hal dia tjaboet pedangnja dan bilang sama itoe {{hws|peramp|perampoewan}}<noinclude>{{rh||1315|}}</noinclude>
n850hden0c1bwncp9k2a94j4tmogf0f
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/2
104
100065
283001
281958
2026-05-06T16:15:57Z
Thersetya2021
15831
283001
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{C|{{u|{{sp|'''ISINJA:'''}}}}}}
{{ol|type=I
|Kata Penerbit.
|Bernaung dibawah pandji-pandji Kemerdekaan Rakjat.
|Generaal Mao Tse-tung President Republiek Rakjat Tiongkok.
|Generaal Mao Tse-tung dan pertjaturan politiek dunia.
|Asal usulnja buah pikiran Mao Tse-tung.
|President Mao dan Generalissimo Chiang.
|Enam buah karangan Mao Tse-tung.
|President Republiek Rakjat Tiongkok dipandang dari katja mata Amerika.
}}<noinclude></noinclude>
tpmym1bvcgo5gc2schlvy5lennsqa4v
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/757
104
100067
282954
279280
2026-05-06T15:54:45Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ tidak
282954
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>Sebuah mesin sekarang ditempatkan di Padang, sebuah di Bukittinggi dan sebuah di Pajakumbuh.
Untuk menarik perhatian didalam tjara-tjara memperbaiki peternakan ajam kepada rakjat didaerah Djambi, Djawatan Kehewanan Propinsi Sumatera Tengah telah mengirimkan sebuah penetas capasitet 50 telor ke Djambi. Sedang Haminte disana djuga telah pula mempunjai sebuah mesin penetas dari capasitet 100 telur dan ajam-ajam luar negeri jang terdiri dari djenis Australorp dan Red, jang mana pertjobaan peternakan ini dilakukan dibawah pengawasan Penjuluh Kehewanan Djambi.
Pertjobaan peternakan ini memberi hasil jang memuaskan, sehingga perhatian rakjat tertarik olehnja. Oleh hal jạng demikian rakjat disana telah mulai bergerak memasukkan ajam luar negeri untuk dipeternakan.
Pemerintahan di Djambi bersedia menjerahkan kepada Djawatan Kehewanan sebidang tanah untuk peternakan kambing dan unggas ± 117 X 135 M terletak dipinggir Kotapradja Djambi.
Dibahagian Resor Kehewanan Sumatera Tengah I telah berdiri 3 buah perusahaan-perusahaan ajam, jakni: di Batu Bolang dan
Tiakar kepunjaan perseorangan, dan di Simalanggang kepunjaan koperasi jang dibentuk oleh Pemuda bekas P.M.T. (Kabupaten
Lima Puluh Kota). Perusahaan-perusahaan ini tidak sadja memelihara ajam dujga ada memelihara itik.
Disamping ini ada pula anak negeri di Pajakumbuh mempunjai mesin penetas sendiri, jang dipesannja dari Bandung. Di Rengat (Kabupaten Inderagiri) telah berdiri sebuah peternakan ajam, jang terdiri dari ajam-ajam Tembilahan turunan ajam Siam, sebanjak 45 ekor betina dan 7 djantan.
Buat keperluan alat-alat penetas dan memperhatikan tjara-tjara
memelihara ajam, pada achir bulan Djuni 1951 oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri telah dibeli 3 mesin penetas „MISSOURI” capasitet 75 telor. Dari mesin-mesin ini telah ditjoba menetaskan telor-telor ajam Tembilahan dan telah diperdapat ± 300 ekor anak ajam. Anak-anak ajam ini jang telah berumur satu bulan didjual dengan harga Rp.4,- seekor.
Buat memperluas peternakan ini, Kabupaten Indragiri pada achir tahun 1951 akan mengadakan peternakan ajam dan itik, di Teluk Kuantan dan Air Molek. Disamping ini buat memperbaiki peternakan ajam di Rengat, oleh Bupati Indragiri dengan perantaraan Djawatan Kehewanan telah dipesan ajam-ajam luar negeri. Dalam bulan Nopember 1951 ajam-ajam jang dipesan itu telah didjemput oleh Mantri Hewan Rengat di Pajakumbuh, jakni:
{| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%;"
|-
! style="text-align:left;" | Jenis Ras Ayam
! Djantan !! Betina
|-
| style="text-align:left;" | White Leghorn || 2 || 11
|-
| style="text-align:left;" | Australorp || 2 || 5
|-
| style="text-align:left;" | R.I. Red. || 2 || 5
|}
{{c|masing-masing umur 4 bulan.}}<noinclude>{{rh|||749}}</noinclude>
sds16rx547oo9v1s00xrt8f00j2vxx5
283395
282954
2026-05-07T04:07:13Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
283395
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sebuah mesin sekarang ditempatkan di Padang, sebuah di Bukittinggi dan sebuah di Pajakumbuh.
Untuk menarik perhatian didalam tjara-tjara memperbaiki peternakan ajam kepada rakjat didaerah Djambi, Djawatan Kehewanan Propinsi Sumatera Tengah telah mengirimkan sebuah penetas capasitet 50 telor ke Djambi. Sedang Haminte disana djuga telah pula mempunjai sebuah mesin penetas dari capasitet 100 telur dan ajam-ajam luar negeri jang terdiri dari djenis Australorp dan Red, jang mana pertjobaan peternakan ini dilakukan dibawah pengawasan Penjuluh Kehewanan Djambi.
Pertjobaan peternakan ini memberi hasil jang memuaskan, sehingga perhatian rakjat tertarik olehnja. Oleh hal jạng demikian rakjat disana telah mulai bergerak memasukkan ajam luar negeri untuk dipeternakan.
Pemerintahan di Djambi bersedia menjerahkan kepada Djawatan Kehewanan sebidang tanah untuk peternakan kambing dan unggas ± 117 X 135 M terletak dipinggir Kotapradja Djambi.
Dibahagian Resor Kehewanan Sumatera Tengah I telah berdiri 3 buah perusahaan-perusahaan ajam, jakni: di Batu Bolang dan
Tiakar kepunjaan perseorangan, dan di Simalanggang kepunjaan koperasi jang dibentuk oleh Pemuda bekas P.M.T. (Kabupaten
Lima Puluh Kota). Perusahaan-perusahaan ini tidak sadja memelihara ajam dujga ada memelihara itik.
Disamping ini ada pula anak negeri di Pajakumbuh mempunjai mesin penetas sendiri, jang dipesannja dari Bandung. Di Rengat (Kabupaten Inderagiri) telah berdiri sebuah peternakan ajam, jang terdiri dari ajam-ajam Tembilahan turunan ajam Siam, sebanjak 45 ekor betina dan 7 djantan.
Buat keperluan alat-alat penetas dan memperhatikan tjara-tjara
memelihara ajam, pada achir bulan Djuni 1951 oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri telah dibeli 3 mesin penetas „MISSOURI” capasitet 75 telor. Dari mesin-mesin ini telah ditjoba menetaskan telor-telor ajam Tembilahan dan telah diperdapat ± 300 ekor anak ajam. Anak-anak ajam ini jang telah berumur satu bulan didjual dengan harga Rp.4,- seekor.
Buat memperluas peternakan ini, Kabupaten Indragiri pada achir tahun 1951 akan mengadakan peternakan ajam dan itik, di Teluk Kuantan dan Air Molek. Disamping ini buat memperbaiki peternakan ajam di Rengat, oleh Bupati Indragiri dengan perantaraan Djawatan Kehewanan telah dipesan ajam-ajam luar negeri. Dalam bulan Nopember 1951 ajam-ajam jang dipesan itu telah didjemput oleh Mantri Hewan Rengat di Pajakumbuh, jakni:
{|
|White Leghorn..............||2 djantan - 11 betina
|-
|Australorp.................||2 '' - 5 ''
|-
|R.I Red....................||2 '' - 5 ''
|}
{{c|masing-masing umur 4 bulan.}}<noinclude>{{rh|||749}}</noinclude>
ljz60ask24vupodwof4ghei68pyq8nu
283407
283395
2026-05-07T04:09:59Z
Lutfiyatun
26681
283407
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sebuah mesin sekarang ditempatkan di Padang, sebuah di Bukittinggi dan sebuah di Pajakumbuh.
Untuk menarik perhatian didalam tjara-tjara memperbaiki peternakan ajam kepada rakjat didaerah Djambi, Djawatan Kehewanan Propinsi Sumatera Tengah telah mengirimkan sebuah penetas capasitet 50 telor ke Djambi. Sedang Haminte disana djuga telah pula mempunjai sebuah mesin penetas dari capasitet 100 telur dan ajam-ajam luar negeri jang terdiri dari djenis Australorp dan Red, jang mana pertjobaan peternakan ini dilakukan dibawah pengawasan Penjuluh Kehewanan Djambi.
Pertjobaan peternakan ini memberi hasil jang memuaskan, sehingga perhatian rakjat tertarik olehnja. Oleh hal jạng demikian rakjat disana telah mulai bergerak memasukkan ajam luar negeri untuk dipeternakan.
Pemerintahan di Djambi bersedia menjerahkan kepada Djawatan Kehewanan sebidang tanah untuk peternakan kambing dan unggas ± 117 X 135 M terletak dipinggir Kotapradja Djambi.
Dibahagian Resor Kehewanan Sumatera Tengah I telah berdiri 3 buah perusahaan-perusahaan ajam, jakni: di Batu Bolang dan
Tiakar kepunjaan perseorangan, dan di Simalanggang kepunjaan koperasi jang dibentuk oleh Pemuda bekas P.M.T. (Kabupaten
Lima Puluh Kota). Perusahaan-perusahaan ini tidak sadja memelihara ajam dujga ada memelihara itik.
Disamping ini ada pula anak negeri di Pajakumbuh mempunjai mesin penetas sendiri, jang dipesannja dari Bandung. Di Rengat (Kabupaten Inderagiri) telah berdiri sebuah peternakan ajam, jang terdiri dari ajam-ajam Tembilahan turunan ajam Siam, sebanjak 45 ekor betina dan 7 djantan.
Buat keperluan alat-alat penetas dan memperhatikan tjara-tjara
memelihara ajam, pada achir bulan Djuni 1951 oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri telah dibeli 3 mesin penetas „MISSOURI” capasitet 75 telor. Dari mesin-mesin ini telah ditjoba menetaskan telor-telor ajam Tembilahan dan telah diperdapat ± 300 ekor anak ajam. Anak-anak ajam ini jang telah berumur satu bulan didjual dengan harga Rp.4,- seekor.
Buat memperluas peternakan ini, Kabupaten Indragiri pada achir tahun 1951 akan mengadakan peternakan ajam dan itik, di Teluk Kuantan dan Air Molek. Disamping ini buat memperbaiki peternakan ajam di Rengat, oleh Bupati Indragiri dengan perantaraan Djawatan Kehewanan telah dipesan ajam-ajam luar negeri. Dalam bulan Nopember 1951 ajam-ajam jang dipesan itu telah didjemput oleh Mantri Hewan Rengat di Pajakumbuh, jakni:
{|
|White Leghorn..............||2 djantan - 11 betina
|-
|Australorp....................||2 '' - 5 ''
|-
|R.I Red........................||2 '' - 5 ''
|}
{{c|masing-masing umur 4 bulan.}}<noinclude>{{rh|||749}}</noinclude>
nnvoa7v75fmm6v5dky9eorgyovmvtto
283410
283407
2026-05-07T04:12:24Z
Lutfiyatun
26681
283410
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sebuah mesin sekarang ditempatkan di Padang, sebuah di Bukittinggi dan sebuah di Pajakumbuh.
Untuk menarik perhatian didalam tjara-tjara memperbaiki peternakan ajam kepada rakjat didaerah Djambi, Djawatan Kehewanan Propinsi Sumatera Tengah telah mengirimkan sebuah penetas capasitet 50 telor ke Djambi. Sedang Haminte disana djuga telah pula mempunjai sebuah mesin penetas dari capasitet 100 telur dan ajam-ajam luar negeri jang terdiri dari djenis Australorp dan Red, jang mana pertjobaan peternakan ini dilakukan dibawah pengawasan Penjuluh Kehewanan Djambi.
Pertjobaan peternakan ini memberi hasil jang memuaskan, sehingga perhatian rakjat tertarik olehnja. Oleh hal jạng demikian rakjat disana telah mulai bergerak memasukkan ajam luar negeri untuk dipeternakan.
Pemerintahan di Djambi bersedia menjerahkan kepada Djawatan Kehewanan sebidang tanah untuk peternakan kambing dan unggas ± 117 X 135 M terletak dipinggir Kotapradja Djambi.
Dibahagian Resor Kehewanan Sumatera Tengah I telah berdiri 3 buah perusahaan-perusahaan ajam, jakni: di Batu Bolang dan
Tiakar kepunjaan perseorangan, dan di Simalanggang kepunjaan koperasi jang dibentuk oleh Pemuda bekas P.M.T. (Kabupaten
Lima Puluh Kota). Perusahaan-perusahaan ini tidak sadja memelihara ajam dujga ada memelihara itik.
Disamping ini ada pula anak negeri di Pajakumbuh mempunjai mesin penetas sendiri, jang dipesannja dari Bandung. Di Rengat (Kabupaten Inderagiri) telah berdiri sebuah peternakan ajam, jang terdiri dari ajam-ajam Tembilahan turunan ajam Siam, sebanjak 45 ekor betina dan 7 djantan.
Buat keperluan alat-alat penetas dan memperhatikan tjara-tjara
memelihara ajam, pada achir bulan Djuni 1951 oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri telah dibeli 3 mesin penetas „MISSOURI” capasitet 75 telor. Dari mesin-mesin ini telah ditjoba menetaskan telor-telor ajam Tembilahan dan telah diperdapat ± 300 ekor anak ajam. Anak-anak ajam ini jang telah berumur satu bulan didjual dengan harga Rp.4,- seekor.
Buat memperluas peternakan ini, Kabupaten Indragiri pada achir tahun 1951 akan mengadakan peternakan ajam dan itik, di Teluk Kuantan dan Air Molek. Disamping ini buat memperbaiki peternakan ajam di Rengat, oleh Bupati Indragiri dengan perantaraan Djawatan Kehewanan telah dipesan ajam-ajam luar negeri. Dalam bulan Nopember 1951 ajam-ajam jang dipesan itu telah didjemput oleh Mantri Hewan Rengat di Pajakumbuh, jakni:
{|
|White Leghorn..............||2 djantan - 11 betina
|-
|Australorp....................||2 djantan - 5 betina
|-
|R.I Red........................||2 djantan - 5 betina
|}
{{c|masing-masing umur 4 bulan.}}<noinclude>{{rh|||749}}</noinclude>
g8wzg02k1896ehomfqgou3fsf3xk9g5
283414
283410
2026-05-07T04:13:36Z
Lutfiyatun
26681
283414
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sebuah mesin sekarang ditempatkan di Padang, sebuah di Bukittinggi dan sebuah di Pajakumbuh.
Untuk menarik perhatian didalam tjara-tjara memperbaiki peternakan ajam kepada rakjat didaerah Djambi, Djawatan Kehewanan Propinsi Sumatera Tengah telah mengirimkan sebuah penetas capasitet 50 telor ke Djambi. Sedang Haminte disana djuga telah pula mempunjai sebuah mesin penetas dari capasitet 100 telur dan ajam-ajam luar negeri jang terdiri dari djenis Australorp dan Red, jang mana pertjobaan peternakan ini dilakukan dibawah pengawasan Penjuluh Kehewanan Djambi.
Pertjobaan peternakan ini memberi hasil jang memuaskan, sehingga perhatian rakjat tertarik olehnja. Oleh hal jạng demikian rakjat disana telah mulai bergerak memasukkan ajam luar negeri untuk dipeternakan.
Pemerintahan di Djambi bersedia menjerahkan kepada Djawatan Kehewanan sebidang tanah untuk peternakan kambing dan unggas ± 117 X 135 M terletak dipinggir Kotapradja Djambi.
Dibahagian Resor Kehewanan Sumatera Tengah I telah berdiri 3 buah perusahaan-perusahaan ajam, jakni: di Batu Bolang dan
Tiakar kepunjaan perseorangan, dan di Simalanggang kepunjaan koperasi jang dibentuk oleh Pemuda bekas P.M.T. (Kabupaten
Lima Puluh Kota). Perusahaan-perusahaan ini tidak sadja memelihara ajam dujga ada memelihara itik.
Disamping ini ada pula anak negeri di Pajakumbuh mempunjai mesin penetas sendiri, jang dipesannja dari Bandung. Di Rengat (Kabupaten Inderagiri) telah berdiri sebuah peternakan ajam, jang terdiri dari ajam-ajam Tembilahan turunan ajam Siam, sebanjak 45 ekor betina dan 7 djantan.
Buat keperluan alat-alat penetas dan memperhatikan tjara-tjara
memelihara ajam, pada achir bulan Djuni 1951 oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri telah dibeli 3 mesin penetas „MISSOURI” capasitet 75 telor. Dari mesin-mesin ini telah ditjoba menetaskan telor-telor ajam Tembilahan dan telah diperdapat ± 300 ekor anak ajam. Anak-anak ajam ini jang telah berumur satu bulan didjual dengan harga Rp.4,- seekor.
Buat memperluas peternakan ini, Kabupaten Indragiri pada achir tahun 1951 akan mengadakan peternakan ajam dan itik, di Teluk Kuantan dan Air Molek. Disamping ini buat memperbaiki peternakan ajam di Rengat, oleh Bupati Indragiri dengan perantaraan Djawatan Kehewanan telah dipesan ajam-ajam luar negeri. Dalam bulan Nopember 1951 ajam-ajam jang dipesan itu telah didjemput oleh Mantri Hewan Rengat di Pajakumbuh, jakni:
{|
|White Leghorn..............||2 djantan - 11 betina
|-
|Australorp....................||2 djantan - 5 betina
|-
|R.I Red........................||2 djantan - 5 betina
|}
masing-masing umur 4 bulan.<noinclude>{{rh|||749}}</noinclude>
4g94mts8j07nrmk9pdnygiocv8yhb43
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/701
104
100071
282843
279300
2026-05-06T15:22:45Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ bukan menggunakan templat tabel, ada kesalahan pada kata ulang
282843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''B. Perikanan Laut.'''
Adapun daerah perikanan laut ini didaerah Sumatera Tengah adalah pada 2 tempat. Pertama dipantai sebelah Barat dan jang kedua dipantai sebelah Timur.
Pelaksanaan penangkapan ikan masih dilakukan dengan alat-alat jang sederhana jang terdiri dari bermatjam- matjam menurut keadaan setempat- setempat.
Pada pantai sebelah Barat, jaitu pantai Sumatera Barat, keadaannja sangat tjuram, gelombangnja tinggi dan kuat. Dari itu para nelajan melakukan penangkapan ikan ini masih ditepi pantai dengan mempergunakan alat-alat seperti:
Tjolok, Pukat-Pajung, Pukat-Tepi, Pukat-Lampur, Djaring-Irik,
Djaring-Koki, Djaring-Asan Aso, Kissah, Luka (Bubu), Djala dan Pantjing Rawe.
Menurut perkiraan, penghasilan dalam tahun 1952 pada tiap-tiap
Kabupaten dari pantai Sumatera Barat adalah seperti berikut:
{|
| a. || style="text-align:left;" | Padang/Pariaman || 909.600 || 8.349.124
|-
| b. || style="text-align:left;" | Agam (Tiku) || 310.900 || 5.572.600
|-
| c. || style="text-align:left;" | Pasaman (Air Bangis Sasak) || 620.600 || 4.638.148
|-
| d. || style="text-align:left;" | Pesisir Selatan Kerintji || 1.751.000 || 5.572.600
|}
Selain dari pada hasil-hasil jang disebutkan diatas, pada beberapa tempat oleh penduduk pinggir pantai itu diusahakan djuga seperti jang tersebut dibawah ini.
<ol start="1">
<li>Di Air Bangis telah ada diusahakan pembuatan minjak Hati-Iju (Hati Ikan Tjutjut) jang dilakukan setjara perseorangan jang sederhana sadja dan dikerdjakan pada musim hudjan.
Minjak hati iju tersebut dipakai terutama untuk penjemir pakaian kuda dan lain-lain. Pada perusahaan jang telah lebih madju, minjak tersebut diolah mendjadi minjak ikan (Obat gemoek) dan sebagainja. Sirip dan ekornja sangat digemari oleh orang Tionghoa.</li>
<li>Telur Penju jang terdapat di pesisir pantai dan pulau jang tidak berapa djauh dari karang-karang (gosong) jang ada dilaut.</li>
<li>Sisik (sebangsa penju) jang banjak terdapat dipulau Mentawai. Kebiasaan diolah oleh orang Mentawai pembuat alat-alat seperti ikat pinggang, sisir, tempat rokok dan bermatjam-matjam perhiasan lainnja.</li>
<li>Lokan (Sudaro) jang kebanjakan didapat dan dihasilkan di Pulau Mentawai dibuat untuk buah badju dan bermatjammatjam barang perhiasan oleh penduduk asli.</li>
</ol>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|||693}}</noinclude>
0z2hehutjtn5sq2991y1d6kmybbk5f7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/105
104
100074
282595
279331
2026-05-06T12:42:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282595
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>apa-apa maka hambauja nauti tiada loepaliken toewan ampoenja pertoeloengan, sabole bole hambanja bales dengan lipat ganda."
Abis begitoe maka itoe orang Habessi kasi taoe padanja bagimana akalnja akeu minggat. Ianja kasi taoe dengan njata di mana dan poekoel brapa dia orang bakalan bertemoewan. Nanti lagi doewa hari baroe marika itoe hendak lari. Maka berkata poela ferdana manteri: Djangan loepa aken berati ati betoel kaloe engkau kaloewar dari siui, biar djangan satoe orang bisa taoe, sebab kaloe ketaoewan maka kita binasa. Kami nanti djaga soepaja segala soeda tersedijah di waktos jang di tetapken tadi, dan kami tiada nanti loepoet aken samboet padamoe di itoe hari, engkau tiada oesah selempang." Setelah soeda bermoefaket-an maka mantri itoe berdjalan poelang.
Sampe di roemah maka dia bikin sediah segala jang perloe misti di pake boewat minggat. Fareksad berdjalan kaloewar dari astana seperti biasa aken tetapi atinja memoekoel seperti di banting-banting. Dia djalan teroes ka gerbang kota. Apabila dia soeda liwatin iui gerbang maka dia berdjalan lebi gantjang dan tiada sebrapa lama lagi dia sampe di tempat itoe jang telah di oendjoekin wasir lebi doeloe.
Fareksad sampe lebi doeloe, djadi dia doedoek di atas batoe karang dari mana dia bisa dapet liat wasir itoe dateng, di sitoe ia menantiken datengnja orang itoe dengan tida sabar. Baikuja dia tiada oesah toenggoe terlaloe lama, sebab dia liat itoe wasir dateng.
Sasoedahnja bersalaman maka wasir lantas soeroeh itoe boedak naik koeda jang di bawa oleh wasir.
Fareksad lantas naik, maka berangkatlah orang doewa itoe dengan lekas pegi ka-benoewa Habessi.
Pada ka esokan hari, koetika radja Parsi dapet taoe jang boedaknja soedah berlari maka dia titahken aken tjari padanja di koeliling tempat, orang berkoeda di soeroelinja pegi soesoelken itoe boedak, pertjoema sadja, orang tiada bisa ketemoe dia lagi. Adoch, baginda Parsi merasa dirinja sanget soesah, ilang orang jang paling di tjintanja lebi-lebi dari anak sendiri.
Samentara itoe maka orang jang lari itoe telah sampe di negri Habessi ada kira-kira lagi doewa hari poenja djaoe dari iboe kota tempat kadoedoekan maharadja. Dia orang kasi lari koedanja sakoewat-koewatnja maka barang sampe, lantas wasir itoe pegi teroes ka astana radja kasi taoe jang dia beroentoeng dapet bawa lari itoe boedak.
Fareksad lantas di bawa mengadap radja. Tingka lakoenja serta boedi bahasanja dan pandenja bertoetoer membikin radja itoe bersoeka ati sekali. Permeisoeri betoel soeda poedji orang itoe pada radja, aken tetapi sasoedahnja radja dapet liat boedak itoe dengan mata, maka baroelah di liatnja balioewa boedak itoe ada terlebi bagoes, terlebi tjerdik dan terlebi baik boedi bahasanja dan<noinclude>{{rh||1346|}}</noinclude>
mydyucsh4lu51gojfnw62k4xva4800v
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/109
104
100090
282598
280169
2026-05-06T12:44:29Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282598
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>baik-baik maka atinja tergerak meliat sa orang anak djedjaka moeda begitoe tjakap dan manis boedi balasanja. Dia orang tiada sampe ati aken boenoch orang itoe. Kepala kawal berkata: Kami tiada maoe boenoeh sa orang moeda jang begini tjakep, tjoema dari lantaran sa-orang perampoewan. Kaloe kami sampe ati boewat memboenoeh orang jang begitoe bagoes nistjnija besar kami poenja dosa; lebi baik kami poengoet dia djadi seperti kami poenja anak sendiri, kami piarah di roemah, di sitoe kami nanti taoe aken semboeni-in dia soepaija djangan kena kalanggar moerka radja."
Itoe kepala kawal tjeritahken nijatnja pada Fareksad maka berkata Fareksad: Pertoeloengan moe ini nistjaija bakalan di bales dengau berkat Allah. Hamba tiada poenja salah sebagimana di kiranja radja, nanti ada satoe tempo jang kami dapet poelang lagi segala pangkat dan harta kekaja-an kami, lobi dari ini kami tiada bole kataken."
Maka kepala kawal itoe poelang karoemah bersama sama Fareksad. Ia di brihken pakejan laen dan di brihken djoega apa jang perloe misti di pakenja. Kamoedian, itoe kepala kawal pegi ketemnoe radja aken kasi taoe bahoewa titahuja telah soeda di lakoeken, Permeisoeri radja Habessi ada di dalem kasoesahan jang amat berat. Tiap-tiap kali radja dateng dekat di tempat isterinja maka radja tiada maoe tegor atawa liat moeka isterinja, djadi terlebi lebi sakit atinja toewan ratoe, apa lagi koetika di dengarnja titah radja aken anakuja di boenoch telah Boeda di lakoeken. Maka di dalem haram itoe ada sa-orang perampoewan toewa, ia amat pande meliat-in dan laen-laen. Dari sebab dia begitoe pande maka radja socka padanja. Koetika itoe perampoewan dapet liat toewan ratoe ada dalem soesalı begitoe keras, maka ianja sanget berkasihan padanja.
Itoe perampoewan dateng pada permeisoeri aken menanja apakah jang telah membikin dia begitoe amat soesah. Permeisoeri radja tiada sanggoep menjaoet, ianja tinggal menangis. Itoe perampoewan toewa lantas taoe bahoewa toewan ratoe ini misti dapet penghiboeran ati, djadi dia bikinin saroepa aer penawar laloe di brib- kennja pada toewan ratoe, sembaring ia berkata: Baiklah doeli toewankoe ambil ini obat, soepaija doeli toewankoe bole mendjadi segar, hambauja sanget kasian meliat doeli toewankoe begini sedih kaija orang ilang pengharepan. Kaloe anaknja doeli toewankoe ada poenja rahasia jang memberatken ati doeli toewankoe, maka djanganlah selempang, tjeritahken sadja pada hamba, kalos ada hamba sanggoep toeloeng nistjaja hambanja toeloeng dan rahasia itoe di taugan saja seperti di dalem peti besi.
Permeisoeri radja ambil dan minoem itoe obat, jang membikin senang sedikit atinja, lagi ia moelsi pertjaija moeloetnja itoe perampoewan. Abis ia berkata: Ach nini, engkau sa-orang baik sekali, kaloe-kaloe engkau sanggoep menoeloeng kami, dari itoe baiklah kami tjeritaliken segala hal ichwalkami.<noinclude>{{rh||1345|}}</noinclude>
9csin3wbmgdn5wnz046pn1ljz4njb2j
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/8
104
100095
283062
279425
2026-05-06T21:06:12Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283062
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 8 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|President Mao dan para anggauta Presidium R.R.T sedang memeriksa barisan Pemuda dan kaum buruh dimuka Istana President di Peiking.}}<noinclude></noinclude>
9i4so5hg3do7ttktp1semp0dwm237c8
283111
283062
2026-05-06T23:41:00Z
Moel81
25980
/* Tervalidasi */
283111
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>[[Berkas:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T (page 8 crop).jpg|nirbing|pus]]
{{c|President Mao dan para anggauta Presidium R.R.T sedang memeriksa barisan Pemuda dan kaum buruh dimuka Istana President di Peiking.}}<noinclude></noinclude>
fzu4i64enmi7iwv947f4m8a1dgapjlu
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/9
104
100126
283552
280318
2026-05-07T05:49:26Z
Thersetya2021
15831
283552
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">ampoen djika hambanja salah bitjara, ia itoe, orang seperti dianja itoe tiada haroes di piarah lagi di astana keradja-an sasoedahnja dia berboewat barang jang begitoe hina adanja. Ingetlah doeli sjabalam, hal ini mengendaken kahormatan dan kasentausa-an doeli sjabalam, dari itoe hambanja timbang perloe aken bikin dia djadi soewatoe tjonto boewat membikin takoet jang laen-laen.
Sri maha radja titahken Bachtijar di bawa mengadep radja. Maka berkata sri baginda: „Orang koerang trima, pertjoema sadja kami ampoenin segala kasalahanmoe jang doeloe, kami brihken padamoe pangkat dan kamoelijaan hingga angkau di hormatken orang seperti radja moeda, abis apakah sekarang bales trimamoe? Engkau tiada takoet aken masoek kadalem kami poenja kapoetren dan engkau ambil kakoewasa-an toewanmoe aken tidoer di dalem tempat peradoewannja.” Bangkitan radja demikian menbikin Bachtijar bersakit ati sanget. Dengen tarik nafas pandjang seperti orang memboewang soesah di katakennja bahoewa dia tiada taoe sekali-kali apa jang telah soedah kedjadian, serta lagi dia bersoempah behoewa dia kendati ada di dalem haram radja, maka dianje masoek di sana tiada sekali dengan nijat jang djahat.
Hata maka wasir itoe minta permissie pada Sri Baginda aken pegi ketemoein ratoe, soepaja boleh di tanjanja dari hal jang telah kedjadian tadi malem. Sasoedanja dapet permissie maka ianja pegi sama permeisoeri di dalem haram katanja: „Doeli toewankoe, ada kabar angin jang djahat sekali bagi kahormatan toewankoe, orang di loewar brani kataken bahoewa toewankoe bergaoelan djahat sama anaknja sa-orang perampok.” Ratoe sanget heran mendengar kabar ini maka bersoempah ia bahoewa ia tiada bersalah. Adapoen wasir doerhaka itoe teroes berkata: „Radja terlampau sanget marah sebab mendapet maloe begitoe keras, dari itoelah tiada ada akal aken membikin sabar pada radja, malaenken kasi salah sama Bachtijar, toeroetlah ape bitjara hamba biar Bachtijar jang pikoel segala dosa, hamba ini tjoema hendak menoeloeng sama ratoe. Djangan doeli toewankoe takoet atawa berkasian aken kasi salah Bachtijar, baik doeli toewankoe mengakoe sama radja behoewa anak moeda itoe ada ambil kabranian boewat djadi birahi pada doeli toewankoe, dan dia soeda adjakin sama doeli toewankoe aken berboewat barang jang tiada patoet. Sedang dia begitoe di saijang dan sahari-hari ia dapet pertandahan jang kadoewa laki isteri soeka sama dia. Lagi toewankoe bole kataken djoega sama radja, bahoewa Bachtijar soeda maoe paksa pada toewan aken menjampeken nijatnja djikaloe toewan tiada maoe toeroet dengan baik, serta ia poen hendak memboenoeh toewan radja aken boleh dapet doedoek sendiri di atas tachta karadja-an. Sekalian ini, ia itoelah akal aken melebihken kapertjaija-an radja pada toewankoe, soepaja radja Asad Bacht bole mendjadi sabar lagi. Toeroetah bitjara hamba, nanti salaennja hamba jang tanggoeng.
Pormeisoeri mendjadi heran sekali koetika di dengarnja bitjaranja itoe<noinclude>{{center|1300|}}</noinclude>
jd22qm89h1i8wo9tytwq2ko7pxf54lc
283834
283552
2026-05-07T11:25:36Z
Diaryharumpuspita
26988
mengganti kata sjabalam menjadi sjahalam
283834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">ampoen djika hambanja salah bitjara, ia itoe, orang seperti dianja itoe tiada haroes di piarah lagi di astana keradja-an sasoedahnja dia berboewat barang jang begitoe hina adanja. Ingetlah doeli sjahalam, hal ini mengendaken kahormatan dan kasentausa-an doeli sjahalam, dari itoe hambanja timbang perloe aken bikin dia djadi soewatoe tjonto boewat membikin takoet jang laen-laen.
Sri maha radja titahken Bachtijar di bawa mengadep radja. Maka berkata sri baginda: „Orang koerang trima, pertjoema sadja kami ampoenin segala kasalahanmoe jang doeloe, kami brihken padamoe pangkat dan kamoelijaan hingga angkau di hormatken orang seperti radja moeda, abis apakah sekarang bales trimamoe? Engkau tiada takoet aken masoek kadalem kami poenja kapoetren dan engkau ambil kakoewasa-an toewanmoe aken tidoer di dalem tempat peradoewannja.” Bangkitan radja demikian menbikin Bachtijar bersakit ati sanget. Dengen tarik nafas pandjang seperti orang memboewang soesah di katakennja bahoewa dia tiada taoe sekali-kali apa jang telah soedah kedjadian, serta lagi dia bersoempah behoewa dia kendati ada di dalem haram radja, maka dianje masoek di sana tiada sekali dengan nijat jang djahat.
Hata maka wasir itoe minta permissie pada Sri Baginda aken pegi ketemoein ratoe, soepaja boleh di tanjanja dari hal jang telah kedjadian tadi malem. Sasoedanja dapet permissie maka ianja pegi sama permeisoeri di dalem haram katanja: „Doeli toewankoe, ada kabar angin jang djahat sekali bagi kahormatan toewankoe, orang di loewar brani kataken bahoewa toewankoe bergaoelan djahat sama anaknja sa-orang perampok.” Ratoe sanget heran mendengar kabar ini maka bersoempah ia bahoewa ia tiada bersalah. Adapoen wasir doerhaka itoe teroes berkata: „Radja terlampau sanget marah sebab mendapet maloe begitoe keras, dari itoelah tiada ada akal aken membikin sabar pada radja, malaenken kasi salah sama Bachtijar, toeroetlah ape bitjara hamba biar Bachtijar jang pikoel segala dosa, hamba ini tjoema hendak menoeloeng sama ratoe. Djangan doeli toewankoe takoet atawa berkasian aken kasi salah Bachtijar, baik doeli toewankoe mengakoe sama radja behoewa anak moeda itoe ada ambil kabranian boewat djadi birahi pada doeli toewankoe, dan dia soeda adjakin sama doeli toewankoe aken berboewat barang jang tiada patoet. Sedang dia begitoe di saijang dan sahari-hari ia dapet pertandahan jang kadoewa laki isteri soeka sama dia. Lagi toewankoe bole kataken djoega sama radja, bahoewa Bachtijar soeda maoe paksa pada toewan aken menjampeken nijatnja djikaloe toewan tiada maoe toeroet dengan baik, serta ia poen hendak memboenoeh toewan radja aken boleh dapet doedoek sendiri di atas tachta karadja-an. Sekalian ini, ia itoelah akal aken melebihken kapertjaija-an radja pada toewankoe, soepaja radja Asad Bacht bole mendjadi sabar lagi. Toeroetah bitjara hamba, nanti salaennja hamba jang tanggoeng.
Pormeisoeri mendjadi heran sekali koetika di dengarnja bitjaranja itoe<noinclude>{{center|1300|}}</noinclude>
ftlsf6ssdv7j5ef39u85bsn4xihnei3
283843
283834
2026-05-07T11:36:38Z
Zeefra
22281
283843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">ampoen djika hambanja salah bitjara, ia itoe, orang seperti dianja itoe tiada haroes di piarah lagi di astana keradja-an sasoedahnja dia berboewat barang jang begitoe hina adanja. Ingetlah doeli sjahalam, hal ini mengendaken kahormatan dan kasentausa-an doeli sjahalam, dari itoe hambanja timbang perloe aken bikin dia djadi soewatoe tjonto boewat membikin takoet jang laen-laen.
Sri maha radja titahken Bachtijar di bawa mengadep radja. Maka berkata sri baginda: „Orang koerang trima, pertjoema sadja kami ampoenin segala kasalahanmoe jang doeloe, kami brihken padamoe pangkat dan kamoelijaan hingga angkau di hormatken orang seperti radja moeda, abis apakah sekarang bales trimamoe? Engkau tiada takoet aken masoek kadalem kami poenja kapoetren dan engkau ambil kakoewasa-an toewanmoe aken tidoer di dalem tempat peradoewannja.” Bangkitan radja demikian menbikin Bachtijar bersakit ati sanget. Dengen tarik nafas pandjang seperti orang memboewang soesah di katakennja bahoewa dia tiada taoe sekali-kali apa jang telah soedah kedjadian, serta lagi dia bersoempah behoewa dia kendati ada di dalem haram radja, maka dianje masoek di sana tiada sekali dengan nijat jang djahat.
Hata maka wasir itoe minta permissie pada Sri Baginda aken pegi ketemoein ratoe, soepaja boleh di tanjanja dari hal jang telah kedjadian tadi malem. Sasoedanja dapet permissie maka ianja pegi sama permeisoeri di dalem haram katanja: „Doeli toewankoe, ada kabar angin jang djahat sekali bagi kahormatan toewankoe, orang di loewar brani kataken bahoewa toewankoe bergaoelan djahat sama anaknja sa-orang perampok.” Ratoe sanget heran mendengar kabar ini maka bersoempah ia bahoewa ia tiada bersalah. Adapoen wasir doerhaka itoe teroes berkata: „Radja terlampau sanget marah sebab mendapet maloe begitoe keras, dari itoelah tiada ada akal aken membikin sabar pada radja, malaenken kasi salah sama Bachtijar, toeroetlah ape bitjara hamba biar Bachtijar jang pikoel segala dosa, hamba ini tjoema hendak menoeloeng sama ratoe. Djangan doeli toewankoe takoet atawa berkasian aken kasi salah Bachtijar, baik doeli toewankoe mengakoe sama radja behoewa anak moeda itoe ada ambil kabranian boewat djadi birahi pada doeli toewankoe, dan dia soeda adjakin sama doeli toewankoe aken berboewat barang jang tiada patoet. Sedang dia begitoe di saijang dan sahari-hari ia dapet pertandahan jang kadoewa laki isteri soeka sama dia. Lagi toewankoe bole kataken djoega sama radja, bahoewa Bachtijar soeda maoe paksa pada toewan aken menjampeken nijatnja djikaloe toewan tiada maoe toeroet dengan baik, serta ia poen hendak memboenoeh toewan radja aken boleh dapet doedoek sendiri di atas tachta karadja-an. Sekalian ini, ia itoelah akal aken melebihken kapertjaija-an radja pada toewankoe, soepaja radja Asad Bacht bole mendjadi sabar lagi. Toeroetah bitjara hamba, nanti salaennja hamba jang tanggoeng.
Pormeisoeri mendjadi heran sekali koetika di dengarnja bitjaranja itoe<noinclude>{{rh||1300|}}</noinclude>
j7n3gq45uwwwr1cqavip85ydf6mpj8w
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/180
104
100143
283272
280720
2026-05-07T03:02:46Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283272
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|175%|'''Tahun 1927'''}}
{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Het Communisme in Indonesie: Naar Aanleiding van de Relletjes”
''Indonesia Moeda'', Algemeene Studieclub: Bandung. 1927, Hlm. 57-90.
Pusat Informasi Kompas
Tjipto mengemukakan bahwa setiap gerakan nasionalis mengandung prinsip-prinsip revolusioner. Hari ini, lanjut Tjipto, kita sibuk mempersiapkan revolusi dan menyaksikan ideologi-ideologi baru yang terus bertumbuh. Semuanya berlaku secara ''mutatis mutandis''{{--}}berkenaan dengan perubahan penting yang telah dilakukan. Terkait dengan hal ini, Tjipto membahas gerakan komunisme. Tjipto berpendapat bahwa Komunisme adalah hal yang substansial dalam membentuk rakyat, seperti yang terjadi sekarang ''(“…is echter zeker, …een niet onbelangrijk deel van het volk vormen”)''. Menurutnya, rakyatlah yang mampu mengarahkan negaranya. Indonesia saat itu tertinggal karena orang-orang Hindia tidak bergerak untuk tugas-tugas pemerintahan.<noinclude></noinclude>
empzp200z0hkgyvbhmat5catljyk7x5
283406
283272
2026-05-07T04:09:51Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283406
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|175%|'''Tahun 1927'''}}
{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Het Communisme in Indonesie: Naar Aanleiding van de Relletjes”
''Indonesia Moeda'', Algemeene Studieclub: Bandung. 1927, Hlm. 57-90.
Pusat Informasi Kompas
Tjipto mengemukakan bahwa setiap gerakan nasionalis mengandung prinsip-prinsip revolusioner. Hari ini, lanjut Tjipto, kita sibuk mempersiapkan revolusi dan menyaksikan ideologi-ideologi baru yang terus bertumbuh. Semuanya berlaku secara ''mutatis mutandis''{{--}}berkenaan dengan perubahan penting yang telah dilakukan. Terkait dengan hal ini, Tjipto membahas gerakan komunisme. Tjipto berpendapat bahwa Komunisme adalah hal yang substansial dalam membentuk rakyat, seperti yang terjadi sekarang ''(“…is echter zeker, …een niet onbelangrijk deel van het volk vormen”)''. Menurutnya, rakyatlah yang mampu mengarahkan negaranya. Indonesia saat itu tertinggal karena orang-orang Hindia tidak bergerak untuk tugas-tugas pemerintahan.<noinclude></noinclude>
raiif0pogp8sponrh9a80k36m3itbob
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/178
104
100146
283270
280721
2026-05-07T03:01:46Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ no hlmn
283270
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tahun 1923'''}}
{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
(Surat pribadi Tjipto kepada Soewardi)
Bandung, 14 Mei 1923
Perpustakaan Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya
Surat pribadi Tjipto Mangoenkoesoemo kepada kawan seperjuangannya, Soewardi Soerjaningrat yang dituliskan di Bandung, 14 Mei 1923. Surat singkat ini berisi himbauan Tjipto kepada Soewardi agar menghentikan penerbitan beberapa media cetak yang mereka asuh bersama. Media-media itu antara lain Panggoegah, De Indier, Matahari dan Sapoedjagat. Hal ini berkaitan dengan langkah-langkah dari pemerintah kolonial Hindia Belanda terkait penerbitan tersebut.<noinclude></noinclude>
d29xkd6l0a9brh7k2acsk55v28fki9g
283404
283270
2026-05-07T04:09:12Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283404
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tahun 1923'''}}
{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
(Surat pribadi Tjipto kepada Soewardi)
Bandung, 14 Mei 1923
Perpustakaan Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya
Surat pribadi Tjipto Mangoenkoesoemo kepada kawan seperjuangannya, Soewardi Soerjaningrat yang dituliskan di Bandung, 14 Mei 1923. Surat singkat ini berisi himbauan Tjipto kepada Soewardi agar menghentikan penerbitan beberapa media cetak yang mereka asuh bersama. Media-media itu antara lain Panggoegah, De Indier, Matahari dan Sapoedjagat. Hal ini berkaitan dengan langkah-langkah dari pemerintah kolonial Hindia Belanda terkait penerbitan tersebut.<noinclude></noinclude>
64gi4b81toau0s88a64or0bgx85zm9d
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/176
104
100148
283269
280723
2026-05-07T03:01:14Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ no hlmn
283269
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Memorie”
''De Beweging'', Thn. 3, No. 44, 29 Oktober 1921, Hlm. 735
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto kembali bersuara tentang propaganda yang ia lakukan di Surakarta. Kali ini kasusnya menyangkut tuntutan pemerintah kolonial terhadap media yang ia terbitkan bernama ''Panggoegah''. Media tersebut berpihak pada kaum petani. Melaporkan bagaimana buruknya sistem pertanian dan tuntutan keadilan bagi orang kecil. Ia juga menyebut ketidaksukaannya terjadap Residen Solo, Tuan Harloff. Yang menarik, Tjipto menuliskan pernyataannya ini melalui sudut pandang orang ketiga, mencantumkan dirinya sebagai saksi di tengah proses pengadilan yang sedang berlangsung. Meskipun begitu, dengan lugas Tjipto menyatakan bahwa ia sadar penuh atas isi dari tulisan-tulisannya dan siap bertanggung jawab.<noinclude></noinclude>
bho2g9ro2lldah74s2qobz04i2w3opf
283401
283269
2026-05-07T04:08:54Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283401
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Memorie”
''De Beweging'', Thn. 3, No. 44, 29 Oktober 1921, Hlm. 735
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto kembali bersuara tentang propaganda yang ia lakukan di Surakarta. Kali ini kasusnya menyangkut tuntutan pemerintah kolonial terhadap media yang ia terbitkan bernama ''Panggoegah''. Media tersebut berpihak pada kaum petani. Melaporkan bagaimana buruknya sistem pertanian dan tuntutan keadilan bagi orang kecil. Ia juga menyebut ketidaksukaannya terjadap Residen Solo, Tuan Harloff. Yang menarik, Tjipto menuliskan pernyataannya ini melalui sudut pandang orang ketiga, mencantumkan dirinya sebagai saksi di tengah proses pengadilan yang sedang berlangsung. Meskipun begitu, dengan lugas Tjipto menyatakan bahwa ia sadar penuh atas isi dari tulisan-tulisannya dan siap bertanggung jawab.<noinclude></noinclude>
rk9mut8bn1zye630flr5i9vz9owjkep
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/174
104
100151
283268
280724
2026-05-07T03:00:31Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283268
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Oproep van Panggoegah”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 41, 9 Oktober 1920, Hlm. 640
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto Mangoenkoesoemo sebagai pemimpin redaksi majalah ''Panggoegah'', sebuah media cetak berbahasa dan beraksara Jawa, yang terbit di Solo mengumumkan sebuah kabar di majalah ''De Beweging''. Kabar ini berkaitan dengan soal dana penerbitan. Penerbitan majalah ''Panggoegah'' sedang mengalami kesulitan atau kekurangan biaya untuk mencetak. Tjipto membuka peluang bagi para donator untuk bisa bersumbangsih turut membantu dana penerbitan ''Panggoegah''. Sebab biaya cetak yang diperlukan sangat tinggi.<noinclude></noinclude>
7tyle6nj4vh7ki7j9u3sup5cmrwhoir
283392
283268
2026-05-07T04:04:50Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283392
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Oproep van Panggoegah”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 41, 9 Oktober 1920, Hlm. 640
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto Mangoenkoesoemo sebagai pemimpin redaksi majalah ''Panggoegah'', sebuah media cetak berbahasa dan beraksara Jawa, yang terbit di Solo mengumumkan sebuah kabar di majalah ''De Beweging''. Kabar ini berkaitan dengan soal dana penerbitan. Penerbitan majalah ''Panggoegah'' sedang mengalami kesulitan atau kekurangan biaya untuk mencetak. Tjipto membuka peluang bagi para donator untuk bisa bersumbangsih turut membantu dana penerbitan ''Panggoegah''. Sebab biaya cetak yang diperlukan sangat tinggi.<noinclude></noinclude>
rfn6dnwda07ibt05h6hz971swt2jnp0
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/172
104
100153
283266
280725
2026-05-07T02:59:07Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283266
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Momentbeeldjes”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 39, 25 September 1920, Hlm. 619
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
''Teror Polisi'' – Surat dari Tjipto Mangoenkoesoemo tanggal 2 September 1920 kepada Asisten Residen Surakarta yang berisi keluhan terhadap agen polisi No. 11. Pada tanggal 30 September 1920 saat sedang menunggu kereta api selama 10 jam, Tjipto dihadang seorang agen polisi yang menanyakan tujuan perjalanannya. Diketahui bahwa polisi tersebut tidak memiliki wewenang untuk menginterogasi dan dianggap oleh Tjipto telah bertindak kasar.<noinclude></noinclude>
cpzq0tmpo3t6lo621qcvxy2w4j88n78
283387
283266
2026-05-07T04:02:18Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283387
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Momentbeeldjes”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 39, 25 September 1920, Hlm. 619
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
''Teror Polisi'' – Surat dari Tjipto Mangoenkoesoemo tanggal 2 September 1920 kepada Asisten Residen Surakarta yang berisi keluhan terhadap agen polisi No. 11. Pada tanggal 30 September 1920 saat sedang menunggu kereta api selama 10 jam, Tjipto dihadang seorang agen polisi yang menanyakan tujuan perjalanannya. Diketahui bahwa polisi tersebut tidak memiliki wewenang untuk menginterogasi dan dianggap oleh Tjipto telah bertindak kasar.<noinclude></noinclude>
34jnyxqg3bsvuolttz812ukm2prba76
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/170
104
100155
283264
280729
2026-05-07T02:58:34Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283264
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Van Barbertje, die hangen moet”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 39, 25 September 1920, Hlm. 605-606
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Misbach dijatuhi hukuman oleh pengadilan selama dua tahun. Peran Misbach sangat berarti dalam pergerakan di Solo, karena tanpa dirinya, Nationaal-Indische Partij tidak akan mempunyai kekuatan seperti sekarang. Misbach dianggap telah mempengaruhi rutinitas dan loyalitas pihak petani terhadap Kesunanan. Ia pun selama berbulanbulan berada di bawah pengawasan polisi. Tjipto berusaha melakukan pembelaan terhadapnya dengan memanggil sanksi-sanksi. Tidak ada dana untuk membayar pengacara. Sementara itu, ''De Beweging'' juga berusaha mendapatkan laporan sidang pengadilan.<noinclude></noinclude>
d02a9pa2hcbcef2m0gs6ciqpneev4nk
283384
283264
2026-05-07T04:01:45Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283384
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Van Barbertje, die hangen moet”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 39, 25 September 1920, Hlm. 605-606
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Misbach dijatuhi hukuman oleh pengadilan selama dua tahun. Peran Misbach sangat berarti dalam pergerakan di Solo, karena tanpa dirinya, Nationaal-Indische Partij tidak akan mempunyai kekuatan seperti sekarang. Misbach dianggap telah mempengaruhi rutinitas dan loyalitas pihak petani terhadap Kesunanan. Ia pun selama berbulanbulan berada di bawah pengawasan polisi. Tjipto berusaha melakukan pembelaan terhadapnya dengan memanggil sanksi-sanksi. Tidak ada dana untuk membayar pengacara. Sementara itu, ''De Beweging'' juga berusaha mendapatkan laporan sidang pengadilan.<noinclude></noinclude>
93vm8u9l3srld3oa2tp15hxmg5gjxle
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/168
104
100158
283263
280733
2026-05-07T02:58:06Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283263
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Gemeenteraad voor Solo en Djokja”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 32, 7 Agustus 1920, Hlm. 492-493
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tulisan Tjipto yang berjudul ''Dewan Perwakilan untuk Solo dan Jogja'' merupakan kritik terhadap tulisan Zentgraaff di ''Soerabaja Handelsblad'' pada 23 Juli 1920. Tanpa basabasi, ia langsung mengajukan dua pertanyaan: Apakah pemerintahan otonom sama dengan pemerintahan kerajaan? Apakah pranata kerajaan di Jawa menunjukkan tanda-tanda penuaan, hingga ia harus diperbaiki? Tjipto memaparkan argumennya secara tajam dan tepat. Menurutnya, setiap orang, apapun latar budayanya, dapat memahami bahwa pemerintahan otonom pada dasarnya adalah pemerintah oleh ''rakyat'', bukan pemerintahan oleh ''raja''. Penegasan tentang latar budaya dirujuk oleh Tjipto dari kasus van Deventer, yang menghindari penjelasan konsep pemerintahan otonom dengan istilah Belanda ''(“zelfbestuur”)'' dikarenakan Belanda adalah masyarakat monarki. Begitu juga dengan feodalisme di dalam kerajaan yang sudah tidak layak dipertahankan di zaman modern. Pengadilan Jawa bercorak konservatif, dan adat feodal berlindung di dalamnya.<noinclude></noinclude>
epha75a0knq4ovszjxt5yq71py3waoq
283381
283263
2026-05-07T04:00:59Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283381
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Gemeenteraad voor Solo en Djokja”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 32, 7 Agustus 1920, Hlm. 492-493
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tulisan Tjipto yang berjudul ''Dewan Perwakilan untuk Solo dan Jogja'' merupakan kritik terhadap tulisan Zentgraaff di ''Soerabaja Handelsblad'' pada 23 Juli 1920. Tanpa basabasi, ia langsung mengajukan dua pertanyaan: Apakah pemerintahan otonom sama dengan pemerintahan kerajaan? Apakah pranata kerajaan di Jawa menunjukkan tanda-tanda penuaan, hingga ia harus diperbaiki? Tjipto memaparkan argumennya secara tajam dan tepat. Menurutnya, setiap orang, apapun latar budayanya, dapat memahami bahwa pemerintahan otonom pada dasarnya adalah pemerintah oleh ''rakyat'', bukan pemerintahan oleh ''raja''. Penegasan tentang latar budaya dirujuk oleh Tjipto dari kasus van Deventer, yang menghindari penjelasan konsep pemerintahan otonom dengan istilah Belanda ''(“zelfbestuur”)'' dikarenakan Belanda adalah masyarakat monarki. Begitu juga dengan feodalisme di dalam kerajaan yang sudah tidak layak dipertahankan di zaman modern. Pengadilan Jawa bercorak konservatif, dan adat feodal berlindung di dalamnya.<noinclude></noinclude>
02wxbyfm9pk4ns86ymoagpqnykitbym
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/166
104
100161
283261
280735
2026-05-07T02:57:25Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer hlmn
283261
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Wetenschappelijke Onzin”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 19-20, 8 & 15 Mei 1920, Hlm. 291-292
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto menuliskan pendapatnya atas kongres ilmu pengetahuan alam pertama di Hindia Belanda, khususnya dari apa yang disampaikan Dr. Travaglino. Ceramahnya berjudul ''Gangguan Mental Orang Pribumi dan Relasinya dengan Kepribadian Mereka''. Secara terus terang Tjipto menulis bagaimana ia meragukan tesis Travaligno tersebut. Ia merasa bahwa Travaglino telah salan dalam “membaca” pergerakan kemerdekaan maupun pengaruh sejarah revolusi terhadap kondisi mental orang-orang pribumi. ''Pria terpelajar ini lebih baik mengurung diri di dalam laboratoriumnya daripada menyeburkan diri ke area sosiologi, yang sulit, yang tidak sama dengan area psikosis, begitu sindir Tjipto.''<noinclude></noinclude>
eo9xa1n8r9qcs9r6isrpjz7t1k43yxu
283409
283261
2026-05-07T04:11:18Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283409
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Wetenschappelijke Onzin”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 19-20, 8 & 15 Mei 1920, Hlm. 291-292
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto menuliskan pendapatnya atas kongres ilmu pengetahuan alam pertama di Hindia Belanda, khususnya dari apa yang disampaikan Dr. Travaglino. Ceramahnya berjudul ''Gangguan Mental Orang Pribumi dan Relasinya dengan Kepribadian Mereka''. Secara terus terang Tjipto menulis bagaimana ia meragukan tesis Travaligno tersebut. Ia merasa bahwa Travaglino telah salan dalam “membaca” pergerakan kemerdekaan maupun pengaruh sejarah revolusi terhadap kondisi mental orang-orang pribumi. ''Pria terpelajar ini lebih baik mengurung diri di dalam laboratoriumnya daripada menyeburkan diri ke area sosiologi, yang sulit, yang tidak sama dengan area psikosis, begitu sindir Tjipto.''<noinclude>{{rh|'''154}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
aklcr721befzss5abwdx0r0goguvf5m
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/164
104
100163
283258
280737
2026-05-07T02:54:41Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283258
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Een Overwinning der Eerste Grootte - Un Bon Juge”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 19-20, 8 & 15 Mei 1920, Hlm. 289-291
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Kali ini, Tjipto menujukan tulisannya kepada Hakim Agung. Ia memprotes keras keputusan-keputusan sidang atas gerakannya di Solo, yang dianggapnya telah menambah jumlah terdakwa atas gerakan kemerdekaan. Salah satu contohnya adalah putusan hukuman terhadap Moedio Wihnosoetomo, teman satu partai Tjipto. Pengekangan dari pihak pemerintah justru akan membuat gerakan kemerdekaan justru menjadi semakin kuat. Selain itu, Tjipto juga menyinggung keadilan bersifat rasial di dalam peradilan sebagai salah satu aspek penjatuhan hukuman.<noinclude></noinclude>
fpckt81tgdwsx8oeclbg4coymcl2gdu
283402
283258
2026-05-07T04:09:05Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283402
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Een Overwinning der Eerste Grootte - Un Bon Juge”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 19-20, 8 & 15 Mei 1920, Hlm. 289-291
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Kali ini, Tjipto menujukan tulisannya kepada Hakim Agung. Ia memprotes keras keputusan-keputusan sidang atas gerakannya di Solo, yang dianggapnya telah menambah jumlah terdakwa atas gerakan kemerdekaan. Salah satu contohnya adalah putusan hukuman terhadap Moedio Wihnosoetomo, teman satu partai Tjipto. Pengekangan dari pihak pemerintah justru akan membuat gerakan kemerdekaan justru menjadi semakin kuat. Selain itu, Tjipto juga menyinggung keadilan bersifat rasial di dalam peradilan sebagai salah satu aspek penjatuhan hukuman.<noinclude>{{rh|'''152'''}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
g1v1zeupnuoxvj91543npr63cwc5ii6
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/162
104
100169
283257
280738
2026-05-07T02:54:08Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283257
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Het Roer Om!”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 18, 17 April 1920, Hlm. 246-247
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto banyak menuliskan opini balasan terhadap tulisan seseorang yang dimuat di surat kabar. Kali ini balasan ditujukan kepada seseorang berinisial “H.E.W” yang tulisannya dipublikasikan di ''Bataviaasche Newsblad'' pada 29 Maret 1920. Kurang lebih, H.E.W berpendapat tentang kemerdekaan Hindia yang akan dilakukan secara mandiri. Tjipto menjawab bahwa kemandirian yang H.I.W kemukakan adalah lebih kepada ketakutannya terhadap komunisme, bukan atas dorongan rasa keadilan bahwa setiap orang mempunyai haknya sendiri. Di sisi lain, H.E.W mengemukakan masyarakat Hindia untuk meninggalkan “otokrasi etnis” dan berganti menuju demokrasi untuk sistem pemerintahan Hindia.<noinclude></noinclude>
ersizxi5ajpguo9ibjzttd8y04dkdbg
283396
283257
2026-05-07T04:07:13Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283396
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Het Roer Om!”
''De Beweging'', Thn. 2, No. 18, 17 April 1920, Hlm. 246-247
Nationaal-Indische Partij (Sarekat Hindia): Bandung
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Tjipto banyak menuliskan opini balasan terhadap tulisan seseorang yang dimuat di surat kabar. Kali ini balasan ditujukan kepada seseorang berinisial “H.E.W” yang tulisannya dipublikasikan di ''Bataviaasche Newsblad'' pada 29 Maret 1920. Kurang lebih, H.E.W berpendapat tentang kemerdekaan Hindia yang akan dilakukan secara mandiri. Tjipto menjawab bahwa kemandirian yang H.I.W kemukakan adalah lebih kepada ketakutannya terhadap komunisme, bukan atas dorongan rasa keadilan bahwa setiap orang mempunyai haknya sendiri. Di sisi lain, H.E.W mengemukakan masyarakat Hindia untuk meninggalkan “otokrasi etnis” dan berganti menuju demokrasi untuk sistem pemerintahan Hindia.<noinclude>{{rh|'''150'''}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
0aii7s6ah1298p29nxfjdpic47289lm
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/156
104
100179
283254
280741
2026-05-07T02:52:54Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283254
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“22ste Vergadering - IngeToelating en beeediging van het verkozen lid L. C. Westenenk. - Aanvullingsbegrooting voor 1920 ten behoeve de instelling van regentschapraden”
Notelun Sidang Staten-Generaal, 6 Januari 1920, Hlm. 595-598
''Algeemene Secretarie, 1860-1941, No Arsip: 107,'' Arsip Nasional Republik Indonesia
Tjipto tampak optimis di dalam rapat yang membahas bupati daerah dan hubungannya dengan pemerintah kolonial dan penduduk pribumi. Ada suara dari seorang bupati yang menginginkan martabat dan statusnya segera dikembalikan setelah administrasi di seluruh Hindia Belanda disamakan. Tjipto memberi gambaran bahwa mulai ada kesadaran dari pihak kolonial bahwa hubungan yang tercipta antara mereka dengan penduduk pribumi bukanlah sesuatu yang natural. Hal ini terutama jika dikaitkan dengan kepercayaan penduduk terhadap para bupati. Notulensi ini juga mencantumkan isi memorandum tentang sistem gaji di Hindia Belanda. Selain itu juga pernyataan dukungan pendirian sekolah dari pemerintah kolonial dan perbaikan pemukiman di Yogyakarta.<noinclude></noinclude>
0tytvue65xbkeq4sh6olz1vuh2z1od0
283391
283254
2026-05-07T04:04:38Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283391
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tahun 1920'''}}
{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“22ste Vergadering - IngeToelating en beeediging van het verkozen lid L. C. Westenenk. - Aanvullingsbegrooting voor 1920 ten behoeve de instelling van regentschapraden”
Notelun Sidang Staten-Generaal, 6 Januari 1920, Hlm. 595-598
''Algeemene Secretarie, 1860-1941, No Arsip: 107,'' Arsip Nasional Republik Indonesia
Tjipto tampak optimis di dalam rapat yang membahas bupati daerah dan hubungannya dengan pemerintah kolonial dan penduduk pribumi. Ada suara dari seorang bupati yang menginginkan martabat dan statusnya segera dikembalikan setelah administrasi di seluruh Hindia Belanda disamakan. Tjipto memberi gambaran bahwa mulai ada kesadaran dari pihak kolonial bahwa hubungan yang tercipta antara mereka dengan penduduk pribumi bukanlah sesuatu yang natural. Hal ini terutama jika dikaitkan dengan kepercayaan penduduk terhadap para bupati. Notulensi ini juga mencantumkan isi memorandum tentang sistem gaji di Hindia Belanda. Selain itu juga pernyataan dukungan pendirian sekolah dari pemerintah kolonial dan perbaikan pemukiman di Yogyakarta.<noinclude>{{rh|'''144'''}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
p38i4wwduk86otkgbpnldpmw80pf8q9
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/152
104
100188
283252
280744
2026-05-07T02:51:56Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283252
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“17de Vergadering - Algemeene aanvullingsbegrooting voor het dientsjaar 1920 - eerste nota van wijzigingen”
Notelun Sidang Staten-Generaal, 12 Desember 1919, Hlm. 489-490
''Algeemene Secretarie, 1860-1941, No Arsip: 107,'' Arsip Nasional Republik Indonesia
Kedokteran di Hindia menjadi perhatian Tjipto pada rapat kali ini. Ia membahas antara lain tentang standar gaji dokter dan sekolah kedokteran. Ia setuju dengan kebijakan pemerintah kolonial bahwa gaji dokter Hindia harus diberikan pada taraf yang layak. Ada sebuah laporan departemen yang menyatakan bahwa gaji dokter terlalu tinggi. Padahal ketika itu belum ada standar tarif gaji dokter yang disetujui. Sementara itu, Tjipto menganggap naif usulan menaikkan jumlah kandidat dokter dengan cara mendirikan lebih banyak sekolah kedokteran. Ia bilang, hal tersebut tidak akan terjadi jika sekolah tersebut tidak membuka posisi bagi dokter-dokter Hindia. Tjipto meragukan kondisi saat itu di mana persoalan gaji bukanlah isu yang utama dan apakah sekolah kedokteran masih menarik minat siswa.<noinclude></noinclude>
ckzpdpf0g9x5runmdsk7xn2mpwosznt
283385
283252
2026-05-07T04:01:47Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283385
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“17de Vergadering - Algemeene aanvullingsbegrooting voor het dientsjaar 1920 - eerste nota van wijzigingen”
Notelun Sidang Staten-Generaal, 12 Desember 1919, Hlm. 489-490
''Algeemene Secretarie, 1860-1941, No Arsip: 107,'' Arsip Nasional Republik Indonesia
Kedokteran di Hindia menjadi perhatian Tjipto pada rapat kali ini. Ia membahas antara lain tentang standar gaji dokter dan sekolah kedokteran. Ia setuju dengan kebijakan pemerintah kolonial bahwa gaji dokter Hindia harus diberikan pada taraf yang layak. Ada sebuah laporan departemen yang menyatakan bahwa gaji dokter terlalu tinggi. Padahal ketika itu belum ada standar tarif gaji dokter yang disetujui. Sementara itu, Tjipto menganggap naif usulan menaikkan jumlah kandidat dokter dengan cara mendirikan lebih banyak sekolah kedokteran. Ia bilang, hal tersebut tidak akan terjadi jika sekolah tersebut tidak membuka posisi bagi dokter-dokter Hindia. Tjipto meragukan kondisi saat itu di mana persoalan gaji bukanlah isu yang utama dan apakah sekolah kedokteran masih menarik minat siswa.<noinclude>{{rh|'''140'''}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
8cmxrtxv8jydx3qmiktmhwymepyk8hu
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/50
104
100208
283030
281413
2026-05-06T16:40:15Z
Thersetya2021
15831
283030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||― 35 ―}}</noinclude>{{c|ENAM BUAH KARANGAN MAO TSE-TUNG}}
{{rule|8em}}
::::„Perang dalam tempo lama”, „Soal kasta baru”,<br>„Democratie Baru”, „Pemerintahan Coalitie”,<br>„Soal-soal Pereconomian dan Keuangan”,<br>„Merubah Pikiran dan Pandangan”.
Karena kemadjuan pimpinan Mao Tse-tung, kaum Communist Tiongkok sedikitpun tidak mengira bahwa mereka sedah berbuat kekeliruan besar. Tuan Lu Ting I pernah membitjarakan soal-soal Tiongkok semendjak timbulnja pemberontakan Sian sehingga habisnja perang melawan Djepang dengan kata-kata jang tegas, „kita mempunjai pimpinan jang bagus dan politiek jang baik”.
„Apakah kamu tidak merasa menjesal sudah merdekakan Chiang Kai-shek dimasa pemberontakan Sian?” Inilah pertanjakan - pertanjakan jang sering diadjukan oleh para wartawan kepada kaum Communist Tionghoa. Karena Chiang Kai-siiek sedang’ melakukan serangan setjara besar-besaran kepada merek. Dalam peristiwa Sian jang terkenal itu, Generaalissimo Chiang Kai-shek dan pengikut-pengikutnja jang setia sudah ditawan oleh iapunja dua panglimanja sendiri pada tanggal 12 December 1986; setelah melakukan perundingan jang lama, barulah dllepaskan dari tawanan, dalam perundingan itu, generaal Chou En-lai sudah mewakili kaum Communist Tiongkok, jang keras sekali mendesak agar Generalissimo segera dimerdekakan. Pada waktu itu ada beberapa pemimpin-pemimpin Communist tidak menjetudjui pendapatnja generaal Chou jan mendjalankan politiek perdamaian ini; diantaranja jang berharga untuk diperhatikan jalah Chang Kuo-tao, salah seorang penasihat agung dari tentara merah, tapi ‘pelakangan ia telah mendjadi agent rahasianja Chiang Kai-shek. Sebagaian besar pemimpin-pemimpin Kungchantang (Party Communist Tiongkok) jang dibawah pimpinan Mao Tse-tung sekarang ini pernah mendesak keras supaja Chiang segera dimerdekakan, sampai saat ini djuga mereka tetap membenarkan tindakan mereka pada masa itu adalah tepat sekali.
Tuan Lu Ting-i mendjelaskan lebih djauh „karena itulah ddijalan satu-satunja untuk mempersatukan Tiongkok dalam usaha angkis serangan Djepang.
Kaum Communist Tionghoa dalam persetdjuan mereka dengan permeintah untuk mengadakan perlawanan keras dibelakang garis<noinclude></noinclude>
9ukieyawr0vvdbz2d71obvawyiu447k
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/41
104
100212
283640
281906
2026-05-07T07:53:56Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda awal kalimat langsung », paragraf harus dirapikan dengan backspace
283640
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>poewan kaloe dia tiada lekas naik di koeda matilah ia di tabas. Itoe perampoewan betoel masih ada tempo aken toelis di pasir demikian boenjinja: Aboe Sabar, engkau ilang barang, ilang anak, sekarang engkau ilang isteri jang tertjinta. Apakah engkau nanti bikin. Baiklah, akoe liat apakah goenanja orang sabar
seperti engkau ini.”
Koetika Aboe Sabar poelang ka pinggir kali, maka di liatuja isterinja soeda tida ada, tjoema dia dapet batja toelisan isterinja di pasir. Setelah di batjanja itoe maka dia terlaloe sanget sedih, ampir ilang pengharepannja maka
tiada lama lagi dia ingat serta berkata dalem ati: Ini sekali akoe misti tabain atikce, tiada bole tace barangkali apa jang nanti dateng bakalan menimpah akoe terlebi keras lagi dari jang soeda-soeda."
Dia djalan sadjalan-jalannja seperti orang jang tiada ada ingatanrja. Begitoe dengan begitoe dia dapet liat ada beberapa banjak orang bekordja, kerdja koempenian 'aken diriken astana radja. Apabila mandor koeli dapet list sama dia maka dia lantas di tangkep oleh opas. Abis orang bilang padanja dia misti bantoe bekerdja kaloe tiada maka dia di hoekoem pendjara sa-oemoer idoep Dia lantas di soeroe, toeroet bekerdja sama jang laeu-laen. Dia orang bekerdja tiada dapet bajaran, melainken roti djewswoet di brihkeanja aken djadi makanan, tetapi itoe roti ketjil sekali tiada tjoekoep boewat satoe orang.
Soeda ada tiga boelan Aboe sabar bekerdja begitoe. Pada soewatoe hari maka ada satoe toekang djoto dari atas, patah kakinja. Itoe orang mendjerit keras minta-minta toeloeng. Maka berkata Aboe Sabar padanja: Sabarteman, sabar!" Itoe orang djadi keliwat maralı koetika di dengarnja Aboe Sabar berkata demikian, Fatanja itoe orang: Bagoes betocl aken adjarin akoe sabar di waktoe ini, sedeng akoe kesakitan seperti orang maoe mati, brapa lamanja lagi akoe misti sabar?" Djawabaja Aboe Sabar: Selama-lamanja, sebab ingat, dengan sabar itoe maka orang dari dalem soemoer sekalipoen bisa naik mendjadi radja."
Perkataannja Aboe Sabar ini telah di sampeken lagi kapada radja hingga radja mendjadi marah boekan alang kapalang. Dia bilang Aboe Sabar sa-orang djahat hendak membikin roesoeh dalem negri. Dari itoepoen radja titahken pada sa-orang tockang akeu tangkep orang jang berkata demikian dan teroos boewang dia ka dalem soemoer jang memang kadang-kadang dipake djadi pendjarn. Aken kasi dia rasa katjilska-anuja maka saben pagi ada orang bediri di pinggir soemoer itoe aken berseroe kadalem soemoer: Ajo, orang sabar, kapankah engkau naik mendjadi radja?"
Hata maka orang tiada nanti njanah bahoewa memang soedah dekat dianja naik dari soemoer itoe mendjadi radja. Itoe soemoer di mana orang lepas sama Aboe Sabar, memang ada bersamboengan sama roemah-roemah di dalem tanah. Di dalem salah satoe roemah itoe maka soedara<noinclude>{{rh||1316}}</noinclude>
jgevqop2ccpy8jq36l4rf1lbchzrf8m
283851
283640
2026-05-07T11:41:23Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|poewan|perampoewan}} kaloe dia tiada lekas naik di koeda matilah ia di tabas. Itoe perampoewan betoel masih ada tempo aken toelis di pasir demikian boenjinja: »Aboe Sabar, engkau ilang barang, ilang anak, sekarang engkau ilang isteri jang tertjinta. Apakah engkau nanti bikin. Baiklah, akoe liat apakah goenanja orang sabar seperti engkau ini.”
Koetika Aboe Sabar poelang ka pinggir kali, maka di liatnja isterinja soeda tida ada, tjoema dia dapet batja toelisan isterinja di pasir. Setelah di batjanja itoe maka dia terlaloe sanget sedih, ampir ilang pengharepannja maka tiada lama lagi dia ingat serta berkata dalem ati: »Ini sekali akoe misti tabain atikoe, tiada bole tace barangkali apa jang nanti dateng bakalan menimpah akoe terlebi keras lagi dari jang soeda-soeda.”
Dia djalan sadjalan-jalannja seperti orang jang tiada ada ingatanrja. Begitoe dengan begitoe dia dapet liat ada beberapa banjak orang bekerdja, kerdja koempenian 'aken diriken astana radja. Apabila mandor koeli dapet liat sama dia maka dia lantas di tangkep oleh opas. Abis orang bilang padanja dia misti bantoe bekerdja kaloe tiada maka dia di hoekoem pendjara sa-oemoer idoep Dia lantas di soeroe, toeroet bekerdja sama jang laen-laen. Dia orang bekerdja tiada dapet bajaran, melainken roti djewawoet di brihkennja aken djadi makanan, tetapi itoe roti ketjil sekali tiada tjoekoep boewat satoe orang.
Soeda ada tiga boelan Aboe sabar bekerdja begitoe. Pada soewatoe hari maka ada satoe toekang djoto dari atas, patah kakinja. Itoe orang mendjerit keras minta-minta toeloeng. Maka berkata Aboe Sabar padanja: Sabar teman, sabar!” Itoe orang djadi keliwat marah koetika di dengarnja Aboe Sabar berkata demikian, ratanja itoe orang: »Bagoes betoel aken adjarin akoe sabar di waktoe ini, sedeng akoe kesakitan seperti orang maoe mati, brapa lamanja lagi akoe misti sabar?” Djawabaja Aboe Sabar: »Selama-lamanja, sebab ingat, dengan sabar itoe maka orang dari dalem soemoer sekalipoen bisa naik mendjadi radja.”
Perkata.annja Aboe Sabar ini telah di sampeken lagi kapada radja hingga radja mendjadi marah boekan alang kapalang. Dia bilang Aboe Sabar sa-orang djahat hendak membikin roesoeh dalem negri. Dari itoepoen radja titahken pada sa-orang toekang akeu tangkep orang jang berkata demikian dan teroes boewang dia ka dalem soemoer jang memang kadang-kadang dipake djadi pendjara. Aken kasi dia rasa katjilaka-anuja maka saben pagi ada orang bediri di pinggir soemoer itoe aken berseroe kadalem soemoer: Ajo, orang sabar, kapankah engkau naik mendjadi radja?”
Hata maka orang tiada nanti njanah bahoewa memang soedah dekat dianja naik dari soemoer itoe mendjadi radja. Itoe soemoer di mana orang lepas sama Aboe Sabar, memang ada bersamboengan sama roemah-roemah di dalem tanah. Di dalem salah satoe roemah itoe maka soedara<noinclude>{{rh||1316}}</noinclude>
mcak9srrh9crirpay47dzsnpnrhfffw
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/124
104
100217
283237
280768
2026-05-07T02:42:51Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283237
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Mijn Standpunt”
''De Indier,'' Thn. 1, No. 153, 30 Juni 1917, Hlm. 1
De Indier: Semarang
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Oleh karena sebuah surat yang dituliskan Jaksa Agung (Procureur Generaal), Tjipto sangat kesal dan kecewa. Tjipto dianggap tidak berani dalam mengutarakan pendapat atau pandai menyembunyikan suaranya. Perkataan demikian terhadap diri Tjipto sungguh membuat tokoh pergerakan yang dikenal frontal dan berani itu bereaksi keras. Ia menuliskan balasan dan argumentasinya melalui surat kabar ''De Indier'' yang dikelolanya dan juga dimuat di surat kabar Modjopait serta ''Sinar Djawa''. Tjipto membantah segala tuduhan dari Jaksa Agung terhadapnya yang dianggap sebagai orang yang tidak berani, suka bermain dari belakang dan banyak omong kosong. Satu per satu segala tuduhan yang salah alamat tersebut di bantah Tjipto dengan sikap kritis dan argumentatif.<noinclude></noinclude>
eelxrbj3ombe8b35xkbuq6drrp3r9mt
283415
283237
2026-05-07T04:13:37Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283415
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|'''Tjipto Mangoenkoesoemo'''}}
“Mijn Standpunt”
''De Indier,'' Thn. 1, No. 153, 30 Juni 1917, Hlm. 1
De Indier: Semarang
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Oleh karena sebuah surat yang dituliskan Jaksa Agung (Procureur Generaal), Tjipto sangat kesal dan kecewa. Tjipto dianggap tidak berani dalam mengutarakan pendapat atau pandai menyembunyikan suaranya. Perkataan demikian terhadap diri Tjipto sungguh membuat tokoh pergerakan yang dikenal frontal dan berani itu bereaksi keras. Ia menuliskan balasan dan argumentasinya melalui surat kabar ''De Indier'' yang dikelolanya dan juga dimuat di surat kabar Modjopait serta ''Sinar Djawa''. Tjipto membantah segala tuduhan dari Jaksa Agung terhadapnya yang dianggap sebagai orang yang tidak berani, suka bermain dari belakang dan banyak omong kosong. Satu per satu segala tuduhan yang salah alamat tersebut di bantah Tjipto dengan sikap kritis dan argumentatif.<noinclude>{{rh|'''112'''}}
BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA <br>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO</noinclude>
dt16cyn3r1i87eo7zzno4ztu0lspif8
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/435
104
100218
282917
279869
2026-05-06T15:44:05Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
282917
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{Ol|start=12|list_style_type=lower-alpha
|Ordonantie tgl. 1 Mei 1929 (Stbl. No. 101) jang memuat suatu pengaturan hak negeri2 ditanah Seberang untuk menentukan hukuman, dalam batas2 jang ditetapkan didalamnja, atas pelanggaran terhadap peraturan2 jang dibuatnja.
|ajat² d.s.t.
}}
Kedua: Menetapkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
{{c|Ketentuan² Umum,}}
tentang pengaturan dan penjelenggaraan urusan rumah-tangga negeri ditanah Seberang.
{{center|{{sp|Bahagian Pertama.}}}}
{{c|Fasal 1.}}
<ol start="1">
<li> Negeri adalah suatu Inlandsrechtspersoon, jang diwakili oleh Kepala Negerinja. Panggilan untuk menghadap kemuka hakim dan segala surat2 kehakiman lainnja harus ditudjukan kepada H.P.B., pegawai pamong mana akan menjampaikannja dengan segera kepada Kepala Negeri.</li>
<li> Susunan dan hak2 Negeri dan susunan Badan Pengurus Negeri dan susunan dari alat2 negeri lainnja, terketjuali sebagaimana termaktub dalam fasal 8, sedapat-dapatnja akan dibiarkan diatur menurut adat.</li>
<li> Dengan tidak mengurangi kekuasaan adat untuk menuntutnja, Kepala Negeri bertanggung djawab tentang lantjarnja djalannja urusan kepada Residen dan kepada Pegawai pamong jang dalam hal ini mewakili Residen.</li>
<li> Dimana bukan seorang pemangku djabatan jang dipandang sebagai Kepala Negeri jang sebenarnja, disana segala ketentuan-ketentuan didalam Peraturan ini jang mengenai Kepala Negeri, dianggap berlaku terhadap Badan Pemerintah jang mendjalankan tugas Kepala Negeri.</li>
</ol>
{{c|Fasal 2.}}
<ol start="1">
<li>Dengan berpedoman kepada hukum² adat, Residen dapat membuat peraturan2 tentang pemilihan atau menundjukkan dan pemberhentian Kepala Negeri dan Kepala2 Rakjat sebawahan lainnja, demikian djuga tentang perwakilan Kepala Negeri, djika ia mendjumpai halangan untuk melakukan tugas, tidak berada pada tempat kedudukannja atau djika belum ada Kepala Negeri sama-sekali dan tentang sumpah Djabatan jang harus dilakukannja.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||429}}</noinclude>
t3i6j6isc0byo3g33m94w8tcewmr39j
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/111
104
100222
282600
279731
2026-05-06T12:45:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282600
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Ketahoeilah oleh moe bahoewa kami ini ada poenja anak laki-laki sa-orang di negri Parsi. Kami tjinta sanget padanja maka kami soeroeh dia minggat kamari soepaija dia bole ada di ampir kami, tetapi apa maoe, perboewatan kami demikian itoe, membikin anak kami dapet tjilaka besar. Kami poenja soewami soedah soeroeb boenoeh padanja serta kami soedah tiada di openin lagi oleh radja.” Abis permeisoeri radja tjeritahkеn hal ich waloja Fareksad; barang sampe pada waktoe ia di hoekoem mati, maka toewan ratoe tiada bisa berkata kata lagi, melaenken ia menangis sadja dengan sedihnja.
Doekatjitanja ratoe membikin itoe orang perampoewan djadi terlebi berkasian, roepa-roepa di perboewatnja aken menghiboerken ati toewan ratoe serta di djandjinja aken bikin sabole bole soepaja ilanglah sedihnja: {{gap}} » Hamba taoe bahoewa soesab sanget boewat doeli toewankoe aken dateng mengakoe sama sri maha radja dari hal jang doeloe doeloe, aken tetapi dengarlah hambanja poenja akal. Sabelonnja maharadja masoek kadalem bilik peradoewan, maka doeli toewankoe baik masoek lebi doeloe, nanti radja bakalan dateng dengan membawa sapotong soerat jang di taronja di atas toewankoe poenja oeloe ati sembaring ia berkata: {{gap}} »Atas koewasanja ini djimat kami titahken kamoe aken bitjara barang sabenarnja. Dengan perboewatan begini doeli toewankoe seperti bitjara dalem tidoer tiada doeli toewankoe taoe apa jang di kataken, oleh kerna bitjara doeli toewan ko, nanti radja dapet taoe terang halnja Fareksad dan di ketahoeinja poela sebabnja mengapa sa npe toewankoe
begitoe tjinta padanja. Dengar hamba poenja moeloet, tentoe maharadja bakalan balik fikiran bersajang lagi sama doeli toewankoe,”
Ratoe djandjiken aken toeroet sebagiinana bitjaranja itoe orang toewa. Maka ia ini lantas pegi ketemoein maha radja aken menjoekoepken akaluja.
Sri Maharadja doedoek dengan amat sedihnja di dalem astana, maka datenglah itoe orang perampoewan toewa mengadap radja seraija berkata: Doeli sjahalam kaliatan doedoek berdiain seperti sa-orang jang amat soenji atinja, itoe tiada baik boewat sa-orang baginda, sebab baginda itoepoen misti berhati senang, kaloe atinja sedih maka sekalian pemarentahnja poen tiada bisa senang. Apakah sebabnja sampe doeli sjalalam djadi begitoe sedih? Baiklah doeli sjahalam bilang pada hambanja, kaloe kaloe hambanja taoe
akal boewat mengilangken kasoesahan itoe.”
Djawabnja sri baginda: {{gap}} »Ach, nini! kami ini poenja ati soenji boekan dari sebab kami tiada soeka bersenangan ati, boekan rahasia jang kami dendem di dalem ati , maka itoe poen kami nanti kasi taoe hal ich wal kami. Tentoe nini soeda dapet dengar bahoewa kami ada poenja isteri poeteri anak radja Parsi. Kami terlaloe sanget tjinta padanja, tiada ada soewatoe barang sekali poen jang kami tiada brikken padanja, segala apa di kahendakinja tentoe kami toeroet. Oleh kerna sanget di poedjinja maka kami telah soeroeh<noinclude>{{rh||1349}}</noinclude>
8p65hey8znd8dkogiq3j65qnqb9utlw
Halaman:Awas!.pdf/103
104
100228
282949
281064
2026-05-06T15:53:26Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ line break
282949
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh||101}}</noinclude>
Disebelah mana ia berdiri? Disebelah kanan boekan? Djadi pada tempat jang salah. Bagi sado dan auto jang membelakang kepada kita, tempat itoe sebelah kirinja, djadi baginja ta' salah berdiri disitoe.
Kesalahan jang kedoea, jang dinjatakan gambar itoe, ialah auto,jang menghadap kepada kita, jang berdiri sebelah kemoeka sekali, djadi jang bernomor B 786, berdiri miring. Djadi auto itoe lain dari pada salah mengambil tempat, salah berdiri poela. Dia berdiri tidak sedjadjar dengan pinggir djalan (pada gambar No. 16 tidak sedjadjar dengan djalan orang). Karena itoe ia mengambil tempat lebih lebar dari pada jang perloe dan jang boleh; dan karena itoe mengoerangi lebar djalan bagi kendaraan jang lain.
Sebeloem kita memperkatakan beberapa ketjelakaan, jang terdjadi karena tidak menoeroeti ketentoean tentang mempergoenakan djalan 'oemoem, kita hendak memperkatakan lebih dahoeloe doea hal jang hampir tiap-tiap hari kita lihat dilakoekan orang jang
berkendaraan kereta angin, pada hal perboeatannja perboeatan salah dan sangat poela berbahaja.
Soenggoeh, amat sering sekali orang jang menaiki kereta angin berboeat salah karena hampir tidak mempedoelikan atoeran djalan, dan berkendara dengan kereta anginnja kemana-mana sadja ditempat jang ramai, menjerboekan dirinja ketengah-tengah berbagai-bagai kendaraan jang lain, meski ia telah sampai kebahagian
kanan djalan sekalipoen. Mereka itoe berpikir: "Saja hanja mengambil tempat sedikit sadja, dan saja dapat mengendarai' kereta angin itoe dengan tjepat, sehingga sekaliannja itoe dapat saja lakoekan dengan tiada berbahaja." Akan tetapi mereka itoe soedah loepa, bahwa mereka itoe djadi rintangan bagi kendaraan lain,
karena mereka tidak menoeroet atoeran itoe. ''Dan barang siapa jang merintang perdjalanan kendaraan jang lain, ia moedah sekali ditimpa ketjelakaan.''
Soeatoe perboeatan orang jang mengendarai' kereta angin jang djadi rintangan besar benar didjalan raja itoe, ialah seperti jang diperboeat oléh anak-anak jang digambarkan pada gambar No. 17.
Bandingkanlah seloeroeh lebar djalan itoe dengan lebar jang diambil oléh sekalian anak-anak jang naik kereta angin itoe. Mereka itoe berkereta angin, berlima sedjadjar, dan karena itoe<noinclude></noinclude>
d0tioqfj028ke59wrkwuvnf56g6s2ik
283053
282949
2026-05-06T20:52:48Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283053
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||101}}</noinclude>
Disebelah mana ia berdiri? Disebelah kanan boekan? Djadi pada tempat jang salah. Bagi sado dan auto jang membelakang kepada kita, tempat itoe sebelah kirinja, djadi baginja ta' salah berdiri disitoe.
Kesalahan jang kedoea, jang dinjatakan gambar itoe, ialah auto,jang menghadap kepada kita, jang berdiri sebelah kemoeka sekali, djadi jang bernomor B 786, berdiri miring. Djadi auto itoe lain dari pada salah mengambil tempat, salah berdiri poela. Dia berdiri tidak sedjadjar dengan pinggir djalan (pada gambar No. 16 tidak sedjadjar dengan djalan orang). Karena itoe ia mengambil tempat lebih lebar dari pada jang perloe dan jang boleh; dan karena itoe mengoerangi lebar djalan bagi kendaraan jang lain.
Sebeloem kita memperkatakan beberapa ketjelakaan, jang terdjadi karena tidak menoeroeti ketentoean tentang mempergoenakan djalan 'oemoem, kita hendak memperkatakan lebih dahoeloe doea hal jang hampir tiap-tiap hari kita lihat dilakoekan orang jang berkendaraan kereta angin, pada hal perboeatannja perboeatan salah dan sangat poela berbahaja.
Soenggoeh, amat sering sekali orang jang menaiki kereta angin berboeat salah karena hampir tidak mempedoelikan atoeran djalan, dan berkendara dengan kereta anginnja kemana-mana sadja ditempat jang ramai, menjerboekan dirinja ketengah-tengah berbagai-bagai kendaraan jang lain, meski ia telah sampai kebahagian kanan djalan sekalipoen. Mereka itoe berpikir: „Saja hanja mengambil tempat sedikit sadja, dan saja dapat mengendarai' kereta angin itoe dengan tjepat, sehingga sekaliannja itoe dapat saja lakoekan dengan tiada berbahaja.” Akan tetapi mereka itoe soedah loepa, bahwa mereka itoe djadi rintangan bagi kendaraan lain, karena mereka tidak menoeroet atoeran itoe. ''Dan barang siapa jang merintang perdjalanan kendaraan jang lain, ia moedah sekali ditimpa ketjelakaan.''
Soeatoe perboeatan orang jang mengendarai' kereta angin jang djadi rintangan besar benar didjalan raja itoe, ialah seperti jang diperboeat oléh anak-anak jang digambarkan pada gambar No. 17.
Bandingkanlah seloeroeh lebar djalan itoe dengan lebar jang diambil oléh sekalian anak-anak jang naik kereta angin itoe. Mereka itoe berkereta angin, berlima sedjadjar, dan karena itoe<noinclude></noinclude>
nsy0we2wih6ycm88kgqqywbxym3gsw9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/11
104
100246
283555
281884
2026-05-07T05:55:32Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda kutip belakang dan paragraf ada yang belum rapi
283555
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude>wasir. Maka dia menjahoet: „Tiada kami hendak toeroet-toeroet aken sampe sa-orang di boekoem jang tiada ada salanja, engkau nistjaija bakalan kena ketimpah morkah Allah lantaran perboewatanmoe demikian aken mengadjarken kami barang jang sanget hina."
Djawab itoe wasir: lugntials toewankoe, Bachtijar itoe boekan orang jang tiada bersalah, dia kan doeloe djadi perampok, beberapa orang tiada di boenoehnja dengan tiada salah, kerna itoe lama dia soeda haroes dapet hoekoem mati, serta bantahan toewankoe tiada ada goenanja, hamba jang pikoel semoewa dosa dari ini perkara. Apakah misti di kasiani lagi pada sa-orang jang tiada takoet aken memboewang djiwa manoesia jang tiada bersalah? Lagi poela apa jang hamba adjarken pada doeli toewankoe, ia itoelah akal aken perlindoengin djiwanja dan kahormatannja doeli sjahalam Sri baginda Asad Bacht."
Achir-achirnja ratoe kena di boodjoek oleh itoe wasir, serta ia bilang baik dia nanti toeroet bitjaranja wasir. Maka ia ini amat girang jang akalnja bagoes bermakan djadi dengan lekas ianja pegi katemoe radja.
Setelah sampe di hadepan radja, maka lantas radja tanja padanja dengan bengis: „Na wasir apakah katanja toewan ratoe?”
Maka djawab si wazir doerhaka itoe: Doeli sjahalam, hamba sendiri takoet aken sampeken barang apa jang hamba dengar dari ratoe. Hamba rasa baik doeli sjabalam dengar sendiri hal itoe dari moeloetnja toewan ratoe djika ia
di tanja.
Dengan sigrah sri baginda pegi pada toewan poeteri, maka ratoe tjeritalken betoel sebagimana ia di adjarken oleh itoe wasir. Asad Bacht merasa bahoewa benarlah apa jang di tjerita oleh toewan ratoe, adapoen ianja tiada kasi salah permeisoerinja pada hal dirinja sendiri di salahkenuja sebab dia ambil anakuja sa-orang perampok di dalem astana. Maka dia titahken Bachtijar misti di belenggoe dengan rante di masoekin dalem pendjara, serta nijatnja Sri Baginda besokan pagi Bachtijar di hoekoem mati djadi tjonto. Bachtijar minta di dengar di hadepan toewan ratoe aken tetapi pertjoema sadja, sebab
di hadepannja sendiri telah di tjeritahken oleh toewan ratoe seperti di adjarnja oleh itoe wasir doerhaka.
Sekarang Bachtijar tiada ada poenju pengharepan laen, melaenken berharep kapada Allah ta-allah jang tiada melepasken machlocknja di dalem socaah.
Bachtijar di toetoep di pandjara gelap sedang moesochnja semoewa kagirangen poelang bernasjawarat lagi apa baik di bikiunja aken menbinasa-in sama sekali sama Bachtijar.
Pada ka esokan hari maka wasir nommer doewa dateng mengadep radja laloe beraembah: „Doeli sjabalam biar apalalı kiranja di landjoetken oesiah oemoer pandjang aken memarentahken negri ini dengan adil. Moeda-moedahan bertamba mamoer dan sentausa negrinja doeli sahalam. Adapoen, hamba<noinclude>{{rh||1301}}</noinclude>
l5ff4vqav7k9yvtjy909qvp6siml420
283585
283555
2026-05-07T06:19:38Z
Radramboo
23710
tag dulu yaa
283585
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>wasir. Maka dia menjahoet: „Tiada kami hendak toeroet-toeroet aken sampe sa-orang di hoekoem jang tiada ada salanja, engkau nistjaija bakalan kena ketimpah morkah Allah lantaran perboewatanmoe demikian aken mengadjarken kami barang jang sanget hina."
Djawab itoe wasir: „lngatlah toewankoe, Bachtijar itoe boekan orang jang tiada bersalah, dia kan doeloe djadi perampok, beberapa orang tiada di boenoehnja dengan tiada salah, kerna itoe lama dia soeda haroes dapet hoekoem mati, serta bantahan toewankoe tiada ada goenanja, hamba jang pikoel semoewa dosa dari ini perkara. Apakah misti di kasiani lagi pada sa-orang jang tiada takoet aken memboewang djiwa manoesia jang tiada bersalah? Lagi poela apa jang hamba adjarken pada doeli toewankoe, ia itoelah akal aken perlindoengin djiwanja dan kahormatannja doeli sjahalam Sri baginda Asad Bacht."
Achir-achirnja ratoe kena di boedjoek oleh itoe wasir, serta ia bilang baik dia nanti toeroet bitjaranja wasir. Maka ia ini amat girang jang akalnja bagoes bermakan djadi dengan lekas ianja pegi katemoe radja.
Setelah sampe di hadepan radja, maka lantas radja tanja padanja dengan bengis: Na wasir apakah katanja toewan ratoe?”
Maka djawab si wazir doerhaka itoe: Doeli sjahalam, hamba sendiri takoet aken sampeken barang apa jang hamba dengar dari ratoe. Hamba rasa baik doeli sjabalam dengar sendiri hal itoe dari moeloetnja toewan ratoe djika ia
di tanja.
Dengan sigrah sri baginda pegi pada toewan poeteri, maka ratoe tjeritalken betoel sebagimana ia di adjarken oleh itoe wasir. Asad Bacht merasa bahoewa benarlah apa jang di tjerita oleh toewan ratoe, adapoen ianja tiada kasi salah permeisoerinja pada hal dirinja sendiri di salahkenuja sebab dia ambil anakuja sa-orang perampok di dalem astana. Maka dia titahken Bachtijar misti di belenggoe dengan rante di masoekin dalem pendjara, serta nijatnja Sri Baginda besokan pagi Bachtijar di hoekoem mati djadi tjonto. Bachtijar minta di dengar di hadepan toewan ratoe aken tetapi pertjoema sadja, sebab
di hadepannja sendiri telah di tjeritahken oleh toewan ratoe seperti di adjarnja oleh itoe wasir doerhaka.
Sekarang Bachtijar tiada ada poenju pengharepan laen, melaenken berharep kapada Allah ta-allah jang tiada melepasken machlocknja di dalem socaah.
Bachtijar di toetoep di pandjara gelap sedang moesochnja semoewa kagirangen poelang bernasjawarat lagi apa baik di bikiunja aken menbinasa-in sama sekali sama Bachtijar.
Pada ka esokan hari maka wasir nommer doewa dateng mengadep radja laloe beraembah: „Doeli sjabalam biar apalalı kiranja di landjoetken oesiah oemoer pandjang aken memarentahken negri ini dengan adil. Moeda-moedahan bertamba mamoer dan sentausa negrinja doeli sahalam. Adapoen, hamba<noinclude>{{rh||1301|}}</noinclude>
9gj4uinpc3ozfjj0lnn3d8u3br7xr42
283602
283585
2026-05-07T06:30:48Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */
283602
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>wasir. Maka dia menjahoet: „Tiada kami hendak toeroet-toeroet aken sampe sa-orang di hoekoem jang tiada ada salanja, engkau nistjaija bakalan kena ketimpah morkah Allah lantaran perboewatanmoe demikian aken mengadjarken kami barang jang sanget hina."
Djawab itoe wasir: „lngatlah toewankoe, Bachtijar itoe boekan orang jang tiada bersalah, dia kan doeloe djadi perampok, beberapa orang tiada di boenoehnja dengan tiada salah, kerna itoe lama dia soeda haroes dapet hoekoem mati, serta bantahan toewankoe tiada ada goenanja, hamba jang pikoel semoewa dosa dari ini perkara. Apakah misti di kasiani lagi pada sa-orang jang tiada takoet aken memboewang djiwa manoesia jang tiada bersalah? Lagi poela apa jang hamba adjarken pada doeli toewankoe, ia itoelah akal aken perlindoengin djiwanja dan kahormatannja doeli sjahalam Sri baginda Asad Bacht."
Achir-achirnja ratoe kena di boedjoek oleh itoe wasir, serta ia bilang baik dia nanti toeroet bitjaranja wasir. Maka ia ini amat girang jang akalnja bagoes bermakan djadi dengan lekas ianja pegi katemoe radja.
Setelah sampe di hadepan radja, maka lantas radja tanja padanja dengan bengis: »Na wasir apakah katanja toewan ratoe?”
Maka djawab si wazir doerhaka itoe: Doeli sjahalam, hamba sendiri takoet aken sampeken barang apa jang hamba dengar dari ratoe. Hamba rasa baik doeli sjahalam dengar sendiri hal itoe dari moeloetnja toewan ratoe djika ia
di tanja.
Dengan sigrah sri baginda pegi pada toewan poeteri, maka ratoe tjeritahken betoel sebagimana ia di adjarken oleh itoe wasir. Asad Bacht merasa bahoewa benarlah apa jang di tjerita oleh toewan ratoe, adapoen ianja tiada kasi salah permeisoerinja pada hal dirinja sendiri di salahkennja sebab dia ambil anaknja sa-orang perampok di dalem astana. Maka dia titahken Bachtijar misti di belenggoe dengan rante di masoekin dalem pendjara, serta nijatnja Sri Baginda besokan pagi Bachtijar di hoekoem mati djadi tjonto. Bachtijar minta di dengar di hadepan toewan ratoe aken tetapi pertjoema sadja, sebab di hadepannja sendiri telah di tjeritahken oleh toewan ratoe seperti di adjarnja oleh itoe wasir doerhaka.
Sekarang Bachtijar tiada ada poenja pengharepan laen, melaenken berharep kapada Allah ta-allah jang tiada melepasken machloeknja di dalem soesah.
Bachtijar di toetoep di pandjara gelap sedang moesochnja semoewa kagirangan poelang bermasjawarat lagi apa baik di bikinnja aken menbinasa-in sama sekali sama Bachtijar.
Pada ka esokan hari maka wasir nommer doewa dateng mengadep radja laloe bersembah: »Doeli sjabalam biar apalah kiranja di landjoetken oesiah oemoer pandjang aken memarentahken negri ini dengan adil. Moeda-moedahan bertamba mamoer dan sentausa negrinja doeli sahalam. Adapoen, hamba<noinclude>{{rh||1301|}}</noinclude>
n0s779q1wumer41z5xt8pgeu7l6xbaj
283845
283602
2026-05-07T11:38:37Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;"wasir. Maka dia menjahoet: „Tiada kami hendak toeroet-toeroet aken sampe sa-orang di hoekoem jang tiada ada salanja, engkau nistjaija bakalan kena ketimpah morkah Allah lantaran perboewatanmoe demikian aken mengadjarken kami barang jang sanget hina."
Djawab itoe wasir: „lngatlah toewankoe, Bachtijar itoe boekan orang jang tiada bersalah, dia kan doeloe djadi perampok, beberapa orang tiada di boenoehnja dengan tiada salah, kerna itoe lama dia soeda haroes dapet hoekoem mati, serta bantahan toewankoe tiada ada goenanja, hamba jang pikoel semoewa dosa dari ini perkara. Apakah misti di kasiani lagi pada sa-orang jang tiada takoet aken memboewang djiwa manoesia jang tiada bersalah? Lagi poela apa jang hamba adjarken pada doeli toewankoe, ia itoelah akal aken perlindoengin djiwanja dan kahormatannja doeli sjahalam Sri baginda Asad Bacht."
Achir-achirnja ratoe kena di boedjoek oleh itoe wasir, serta ia bilang baik dia nanti toeroet bitjaranja wasir. Maka ia ini amat girang jang akalnja bagoes bermakan djadi dengan lekas ianja pegi katemoe radja.
Setelah sampe di hadepan radja, maka lantas radja tanja padanja dengan bengis: »Na wasir apakah katanja toewan ratoe?”
Maka djawab si wazir doerhaka itoe: Doeli sjahalam, hamba sendiri takoet aken sampeken barang apa jang hamba dengar dari ratoe. Hamba rasa baik doeli sjahalam dengar sendiri hal itoe dari moeloetnja toewan ratoe djika ia di tanja.
Dengan sigrah sri baginda pegi pada toewan poeteri, maka ratoe tjeritahken betoel sebagimana ia di adjarken oleh itoe wasir. Asad Bacht merasa bahoewa benarlah apa jang di tjerita oleh toewan ratoe, adapoen ianja tiada kasi salah permeisoerinja pada hal dirinja sendiri di salahkennja sebab dia ambil anaknja sa-orang perampok di dalem astana. Maka dia titahken Bachtijar misti di belenggoe dengan rante di masoekin dalem pendjara, serta nijatnja Sri Baginda besokan pagi Bachtijar di hoekoem mati djadi tjonto. Bachtijar minta di dengar di hadepan toewan ratoe aken tetapi pertjoema sadja, sebab di hadepannja sendiri telah di tjeritahken oleh toewan ratoe seperti di adjarnja oleh itoe wasir doerhaka.
Sekarang Bachtijar tiada ada poenja pengharepan laen, melaenken berharep kapada Allah ta-allah jang tiada melepasken machloeknja di dalem soesah.
Bachtijar di toetoep di pandjara gelap sedang moesochnja semoewa kagirangan poelang bermasjawarat lagi apa baik di bikinnja aken menbinasa-in sama sekali sama Bachtijar.
Pada ka esokan hari maka wasir nommer doewa dateng mengadep radja laloe bersembah: »Doeli sjabalam biar apalah kiranja di landjoetken oesiah oemoer pandjang aken memarentahken negri ini dengan adil. Moeda-moedahan bertamba mamoer dan sentausa negrinja doeli sahalam. Adapoen, hamba<noinclude>{{rh||1301|}}</noinclude>
hcxk8j0tzdon9wlnkvledn60ook3ri4
283847
283845
2026-05-07T11:39:28Z
Zeefra
22281
283847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM|}}</noinclude>wasir. Maka dia menjahoet: „Tiada kami hendak toeroet-toeroet aken sampe sa-orang di hoekoem jang tiada ada salanja, engkau nistjaija bakalan kena ketimpah morkah Allah lantaran perboewatanmoe demikian aken mengadjarken kami barang jang sanget hina."
Djawab itoe wasir: „lngatlah toewankoe, Bachtijar itoe boekan orang jang tiada bersalah, dia kan doeloe djadi perampok, beberapa orang tiada di boenoehnja dengan tiada salah, kerna itoe lama dia soeda haroes dapet hoekoem mati, serta bantahan toewankoe tiada ada goenanja, hamba jang pikoel semoewa dosa dari ini perkara. Apakah misti di kasiani lagi pada sa-orang jang tiada takoet aken memboewang djiwa manoesia jang tiada bersalah? Lagi poela apa jang hamba adjarken pada doeli toewankoe, ia itoelah akal aken perlindoengin djiwanja dan kahormatannja doeli sjahalam Sri baginda Asad Bacht."
Achir-achirnja ratoe kena di boedjoek oleh itoe wasir, serta ia bilang baik dia nanti toeroet bitjaranja wasir. Maka ia ini amat girang jang akalnja bagoes bermakan djadi dengan lekas ianja pegi katemoe radja.
Setelah sampe di hadepan radja, maka lantas radja tanja padanja dengan bengis: »Na wasir apakah katanja toewan ratoe?”
Maka djawab si wazir doerhaka itoe: Doeli sjahalam, hamba sendiri takoet aken sampeken barang apa jang hamba dengar dari ratoe. Hamba rasa baik doeli sjahalam dengar sendiri hal itoe dari moeloetnja toewan ratoe djika ia di tanja.
Dengan sigrah sri baginda pegi pada toewan poeteri, maka ratoe tjeritahken betoel sebagimana ia di adjarken oleh itoe wasir. Asad Bacht merasa bahoewa benarlah apa jang di tjerita oleh toewan ratoe, adapoen ianja tiada kasi salah permeisoerinja pada hal dirinja sendiri di salahkennja sebab dia ambil anaknja sa-orang perampok di dalem astana. Maka dia titahken Bachtijar misti di belenggoe dengan rante di masoekin dalem pendjara, serta nijatnja Sri Baginda besokan pagi Bachtijar di hoekoem mati djadi tjonto. Bachtijar minta di dengar di hadepan toewan ratoe aken tetapi pertjoema sadja, sebab di hadepannja sendiri telah di tjeritahken oleh toewan ratoe seperti di adjarnja oleh itoe wasir doerhaka.
Sekarang Bachtijar tiada ada poenja pengharepan laen, melaenken berharep kapada Allah ta-allah jang tiada melepasken machloeknja di dalem soesah.
Bachtijar di toetoep di pandjara gelap sedang moesochnja semoewa kagirangan poelang bermasjawarat lagi apa baik di bikinnja aken menbinasa-in sama sekali sama Bachtijar.
Pada ka esokan hari maka wasir nommer doewa dateng mengadep radja laloe bersembah: »Doeli sjabalam biar apalah kiranja di landjoetken oesiah oemoer pandjang aken memarentahken negri ini dengan adil. Moeda-moedahan bertamba mamoer dan sentausa negrinja doeli sahalam. Adapoen, hamba<noinclude>{{rh||1301|}}</noinclude>
fwh0nq23u92hck45w0jalen3l8np975
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/13
104
100248
283557
281885
2026-05-07T05:58:20Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283557
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude>rasa poedjian doa ini tiada bisa di kaboelken Allah sebahanahoe-wa-ta-allah, djikalos belon doeli sjahalam memoetoesken perkaranja Bachtijar, malah lam. banja koewatir kaloe perkara ini kadengaran oleh radja radja di ampir-ampir negri ini, nistjaija soesalah nama doeli sjalalam.”
Asad Bacht titahken orang salah itoe aken di hadepkan pada radja bersama algodjo. Barang kadoewa orang soeda bediri di hadepannja maka titah radja: >Hei anak moeda, ini sekali kami prentabken njawamoe aken di tjaboet dari badanmoe, soepaija dengan hoekoeman ini engkau djadi toeladan bagi sekalian orang jang brani membrihken maloe radja.”
Senbahnja Bachtijar: »Doeli sjahalam, biarlah pemarentah docli sjabalam termasjhoer adil di antero doenia, adapoen hambanja hendak bermoehoen pada doeli ajah-alam sabeloanja hambanja mati, akon saksiken soenggoe-soenggoe bahoewa hambanja tiada salah. Hambanja bersoempah demi Allah, hamba tiada bersalah. Aken tetapi apa goenanja hamba bitjara begini djika nasib hamba soedah malang, bintang hamba poen gelap, maka samalah ka-ada-an hamba ini seperti ka-ada-anja sa-orang soedagar. Apa djoega dia tjoba berboewat nistjaija tida djadi sebab dia tiada poenja peroentoengan.” Radja lantas tanja sama Bachtijar: „bagimana bal ichwalnja itoe soedagar?” kami belon taoe dengar dan kami kepingin sekali taoe.”
Maka dengan girang Bachtijar tjeritahken bikajalnja.
{{c|________}}<noinclude>{{rh||302}}</noinclude>
565cwuprykqh5om1vx3c1nerkvbb4wj
283604
283557
2026-05-07T06:31:33Z
Radramboo
23710
tag dulu yaa
283604
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rasa poedjian doa ini tiada bisa di kaboelken Allah sebahanahoe-wa-ta-allah, djikalos belon doeli sjahalam memoetoesken perkaranja Bachtijar, malah lam. banja koewatir kaloe perkara ini kadengaran oleh radja radja di ampir-ampir negri ini, nistjaija soesalah nama doeli sjalalam.”
Asad Bacht titahken orang salah itoe aken di hadepkan pada radja bersama algodjo. Barang kadoewa orang soeda bediri di hadepannja maka titah radja: >Hei anak moeda, ini sekali kami prentabken njawamoe aken di tjaboet dari badanmoe, soepaija dengan hoekoeman ini engkau djadi toeladan bagi sekalian orang jang brani membrihken maloe radja.”
Senbahnja Bachtijar: »Doeli sjahalam, biarlah pemarentah docli sjabalam termasjhoer adil di antero doenia, adapoen hambanja hendak bermoehoen pada doeli ajah-alam sabeloanja hambanja mati, akon saksiken soenggoe-soenggoe bahoewa hambanja tiada salah. Hambanja bersoempah demi Allah, hamba tiada bersalah. Aken tetapi apa goenanja hamba bitjara begini djika nasib hamba soedah malang, bintang hamba poen gelap, maka samalah ka-ada-an hamba ini seperti ka-ada-anja sa-orang soedagar. Apa djoega dia tjoba berboewat nistjaija tida djadi sebab dia tiada poenja peroentoengan.” Radja lantas tanja sama Bachtijar: „bagimana bal ichwalnja itoe soedagar?” kami belon taoe dengar dan kami kepingin sekali taoe.”
Maka dengan girang Bachtijar tjeritahken bikajalnja.
{{c|________}}<noinclude>{{rh||302}}</noinclude>
cy8c6r2n4va2mtqmnk3q9hn31053knq
283607
283604
2026-05-07T06:38:38Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */
283607
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rasa poedjian doa ini tiada bisa di kaboelken Allah sebahanahoe-wa-ta-allah, djikaloe belon doeli sjahalam memoetoesken perkaranja Bachtijar, malah hambanja koewatir kaloe perkara ini kadengaran oleh radja-radja di ampir-ampir negri ini, nistjaija soesalah nama doeli sjalalam.”
Asad Bacht titahken orang salah itoe aken di hadepkan pada radja bersama algodjo. Barang kadoewa orang soeda bediri di hadepannja maka titah radja: »Hei anak moeda, ini sekali kami prentahken njawamoe aken di tjaboet dari badanmoe, soepaija dengan hoekoeman ini engkau djadi toeladan bagi sekalian orang jang brani membrihken maloe radja.”
Sembahnja Bachtijar: »Doeli sjahalam, biarlah pemarentah doeli sjahalam termasjhoer adil di antero doenia, adapoen hambanja hendak bermoehoen pada doeli ajah-alam sabelomnja hambanja mati, akon saksiken soenggoe-soenggoe bahoewa hambanja tiada salah. Hambanja bersoempah demi Allah, hamba tiada bersalah. Aken tetapi apa goenanja hamba bitjara begini djika nasib hamba soedah malang, bintang hamba poen gelap, maka samalah ka-ada-an hamba ini seperti ka-ada-anja sa-orang soedagar. Apa djoega dia tjoba berboewat nistjaija tida djadi sebab dia tiada poenja peroentoengan.” Radja lantas tanja sama Bachtijar: „bagimana hal ichwalnja itoe soedagar?” kami belon taoe dengar dan kami kepingin sekali taoe.”
Maka dengan girang Bachtijar tjeritahken hikajatnja.
{{c|________}}<noinclude>{{rh||302|}}</noinclude>
9skrg83epdq0v9mztil78zmu5g1420o
283849
283607
2026-05-07T11:40:28Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM|}}</noinclude>rasa poedjian doa ini tiada bisa di kaboelken Allah sebahanahoe-wa-ta-allah, djikaloe belon doeli sjahalam memoetoesken perkaranja Bachtijar, malah hambanja koewatir kaloe perkara ini kadengaran oleh radja-radja di ampir-ampir negri ini, nistjaija soesalah nama doeli sjalalam.”
Asad Bacht titahken orang salah itoe aken di hadepkan pada radja bersama algodjo. Barang kadoewa orang soeda bediri di hadepannja maka titah radja: »Hei anak moeda, ini sekali kami prentahken njawamoe aken di tjaboet dari badanmoe, soepaija dengan hoekoeman ini engkau djadi toeladan bagi sekalian orang jang brani membrihken maloe radja.”
Sembahnja Bachtijar: »Doeli sjahalam, biarlah pemarentah doeli sjahalam termasjhoer adil di antero doenia, adapoen hambanja hendak bermoehoen pada doeli ajah-alam sabelomnja hambanja mati, akon saksiken soenggoe-soenggoe bahoewa hambanja tiada salah. Hambanja bersoempah demi Allah, hamba tiada bersalah. Aken tetapi apa goenanja hamba bitjara begini djika nasib hamba soedah malang, bintang hamba poen gelap, maka samalah ka-ada-an hamba ini seperti ka-ada-anja sa-orang soedagar. Apa djoega dia tjoba berboewat nistjaija tida djadi sebab dia tiada poenja peroentoengan.” Radja lantas tanja sama Bachtijar: „bagimana hal ichwalnja itoe soedagar?” kami belon taoe dengar dan kami kepingin sekali taoe.”
Maka dengan girang Bachtijar tjeritahken hikajatnja.
{{c|________}}<noinclude>{{rh||302|}}</noinclude>
54p7lz2trt79ub3tms5t8q14h6alnkl
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/113
104
100252
282601
279806
2026-05-06T12:46:10Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282601
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>dateng sa-orang boedak anak moeda di astana kami. Itoe boedak kami bikin seperti kami poenja anak sendiri. Abis sekarang kadoewanja, isteri kami dengan itoe boedak poen soeda djoesta-in kami. Fareksad kami titah ken aken di boenoeh, aken tetapi dari waktoe itoepoen maka kami merasa hati kami tiada senang, ada jang ganggoe, sebab kami koewatir keras djangan-djangan kami telah hoekoemken orang jang tiada bersalah. Ia itoelah jang menggoda ati kami siang ari malem."
Sembah perampoewan toewa katanja :{{gap}}» Doeli sjahalam, djangan selempang, nistjaija ati doeli sjahalam bakalan girang lagi. Bimbang dan kawatir di dalem ati doeli sjabalam bakalan ilang, sebab hambanja nanti bikin soe paija abislah soesah doeli sjahalam. Hambanja ada poenja djimat dari nabi Soleiman. Dengan itoe djimat orang bole dapet taoe segala rahasia dalem ati orang Tiada oesah laen di bikinnja tjoeina djimat itoe di taro di atas oeloe atinja orang jang kita hendak taoe rahasianja kaloe ia tidoer sembaring
kita bertitah:{{gap}} » Hei, atas koewasanja djimat nabi Soleimau ini kami titahken engkau bitjara teroes terang dari rahaisiamoe. Tadapet tiada tentoe orang itoe lantas moelain boeka rahasianja kendati djahat atawa baik. Kapan doeli sjahalam soeka maoe tjoba ini djimat nanti hambanja bole toeloeng bikinin, soepaija doeli sjahalam bole tjoba sama permeisoeri radja."
Radja Habessi soeka ati sekali jang dia bakalan dapet toeloengan, dan maoe tjoba djimat itoe aken bole taoe terang rahasia isterinja.
Dengan sigrah itoe perampoewan toewa toelisken djimat itoe di sapotong kertas laloe di brihken kapada radja.
Setela radja soeda dapet itoe djimat maka ianja ampir tiada bisa tahan sabar aken bernantiken waktoe. Koetika hari soeda malem dan isterinja soeda masoek ka tempat peradoewannja maka radja dateng pelaban lahan kahadepan tempat peradoewan itoe, abis di liatnja isterinja lagi poeles. Dengan sigrahianja taro itoe djimat-djimat di atas oeloe ati isterinja sambil berkata: Hei atas koewasanja ini djimat nabi Soleiman kami titabken engkau tjeritahken rahasia moe. Apakah sebabnja engkau begitoe kepingin Fareksad dateng di
ini negri kami, abis kamoedian ternjatalah jang engkau tjintaken sanget anak itoe hingga engkau loepabken dan langgar satija inoe bagi sri maharadja?"
Maka djawab permeisoeri radja dengan mata tertoetoep:{{gap}} „Saija kenal nafsoenja, serta di antara boedak-boedak jang laen ada djoega orang jang terlebi bagoes dari dia itoe aken tetapi saija tiada kepengin orang laen."
Mengapakah engkau pelok tjioem sama Fareksad?" bertanja poela sri maha radja.
Maka berkata permeisoeri:{{gap}}» Fareksad, ia itoelah kami poenja darah daging, kami poenja anak, kamilah iboenja babna sanget tjinta kami maka kami telah pelok dan tjioem padanja. Adapoen kami takoet, kami tiada brani bi-<noinclude>{{rh||1350}}</noinclude>
nht3eq6xti23bcnemma9s3jwyv68idm
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/47
104
100253
283647
279970
2026-05-07T08:08:10Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda », paragraf harus dirapikan dengan backspace
283647
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>pada soewatoe hari radja titaliken sekalian wasir pembesar negri samoewa misti berhadlir aken bormasjawarat. Di masjawarat itoe maka bertitah sri baginda: „Kamoe sekalian wasir, manteri hoeloebalang dan pembesar negri, sekaranglah haroes kami boeka rahasia kami jang kami telah pikir baik aken simpan doeloe, adapoen sekarang misti kami kasi taoe itoe pada kamoe sekalian. In itoe soepaija kamoe bole tace pocla sebabnja pemberilaan pengadilan kami jang laen-laen ini. Kami taoe bahoewa kamoe sekalian tjela pengadilan demikian. Maka ketahocilah olelimoe sekalian bahoewa kami ini boekan socdara radja jang doeloe di pendjara di dalem soemoer, aken tetapi kami poen telah tjilaka djoega seperti pangeran itoe kena di langgar tlalimaja radja. Koetika
kami kataken pada sa-orang temen kami bekerdja bahoewa sabar itoepoen sanggoep aken membikin orang dari soemoer naik mendjadi radja, ia-itoe kami bilang padanja aken menghiboerken atinja, maka sekoenjoeng-koenjoeng kami di hoekoem di boewang ka dalem soemoer, ia itoelah soernoer jang bersamboengan sama roemah-roemah di dalem tanah tempat pendjara toewan pangeran, dimana engkau telah dapetin pada akoc. Maka sekarang gampanglah kamoe sekalian dapet mengarti sekalian perboewatan kami. Itoe radja jang
lari masoek ka dalem ini negri, ia itoelah doeloe kami poenja radja, dengan samaoe-maoenja sendiri ianja soeroe orang-orang rampas sekalian harta banda kami dan roemah kami di rombak, serta kami bersama-sama anak isteri dioesirnja sampe kami kapaksa pegi ka laen negri. Soeda barang tentoe kami misti hoekoem sekarang kabengissan dan tlalimaja itoe rudja. Itoe rampok-rampok jaug kami soeroeh kasi masoek di dalem peadjara, ia itoelah jang rampok kami di djalan dan jang bawa lari kami poenja doewa anak. Ini
doewa anak kami dapetin lagi di antara itoe rampok. Dari itoe kami ampoenin itoe doewa orang dan itoe rampok jang laeu misti kami hoekoem sebab perboewatannja jang sanget djahat.
Itoe harta kekaja-an jang dia orang serahken pada kami ia-itoe semoewa barang rampasan dan kami radja negri jang berkawasa ada hak akeu mempoenjai itoe harta. Kamoedian engkau sekalian heran kenapa kami hockoemken sa-orang laki-laki jang mengadoe isterinja bersalah tiada dengar moeloetnja. Ketahoewilah olehmoe sekalian bahoewa perampoewan itoe kamni poenja isteri, dan itoe laki-laki, ia itoelah orang jang bawa lari sama dia; sekarang kami rasa teranglah kamoe sekalian dapat mengarti betoel perboewatan kami dan tentoe kamoe kasi betoel pada kami aken berboewat sademikian.”
Abis marika itoe dengar radja berkata demikian maka sekalian bersoerak aken meugoendjoekin kagirangannja dan kasenangan atinja dan masing-masing pada minta ampoen sama radja jang dia orang ambil kabranian ati aken oendjoek padanja bahoewa dia orang ada ketjil ati. Maka radja Aboe<noinclude>{{rh||1319}}</noinclude>
b6pi1hlpvlt08q8nxvcffoqysf3h51o
283864
283647
2026-05-07T11:53:02Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>pada soewatoe hari radja titahken sekalian wasir pembesar negri samoewa misti berhadlir aken bermasjawarat. Di masjawarat itoe maka bertitah sri baginda: »Kamoe sekalian wasir, manteri hoeloebalang dan pembesar negri, sekaranglah haroes kami boeka rahasia kami jang kami telah pikir baik aken simpan doeloe, adapoen sekarang misti kami kasi taoe itoe pada kamoe sekalian. Ia itoe soepaija kamoe bole taoe poela sebabnja pemberihan pengadilan kami jang laen-laen ini. Kami taoe bahoewa kamoe sekalian tjela pengadilan demikian. Maka ketahoeilah olehmoe sekalian bahoewa kami ini boekan soedara radja jang doeloe di pendjara di dalem soemoer, aken tetapi kami poen telah tjilaka djoega seperti pangeran itoe kena di langgar dalimnja radja. Koetika kami kataken pada sa-orang temen kami bekerdja bahoewa sabar itoepoen sanggoep aken membikin orang dari soemoer naik mendjadi radja, ia-itoe kami bilang padanja aken menghiboerken atinja, maka sekoenjoeng-koenjoeng kami di hoekoem di boewang ka dalem soemoer, ia itoelah soernoer jang bersamboengan sama roemah-roemah di dalem tanah tempat pendjara toewan pangeran, dimana engkau telah dapetin pada akoe. Maka sekarang gampanglah kamoe sekalian dapet mengarti sekalian perboewatan kami. Itoe radja jang lari masoek ka dalem ini negri, ia itoelah doeloe kami poenja radja, dengan samaoe-maoenja sendiri ianja soeroe orang-orang rampas sekalian harta banda kami dan roemah kami di rombak, serta kami bersama-sama anak isteri dioesirnja sampe kami kapaksa pegi ka laen negri. Soeda barang tentoe kami misti hoekoem sekarang kabengissan dan dalimnja itoe radja. Itoe rampok-rampok jaug kami soeroeh kasi masoek di dalem peadjara, ia itoelah jang rampok kami di djalan dan jang bawa lari kami poenja doewa anak. Ini doewa anak kami dapetin lagi di antara itoe rampok. Dari itoe kami ampoenin itoe doewa orang dan itoe rampok jang laen misti kami hoekoem sebab perboewatannja jang sanget djahat.
Itoe harta kekaja-an jang dia orang serahken pada kami ia-itoe semoewa barang rampasan dan kami radja negri jang berkawasa ada hak akeu mempoenjai itoe harta. Kamoedian engkau sekalian heran kenapa kami hoekoemken sa-orang laki-laki jang mengadoe isterinja bersalah tiada dengar moeloetnja. Ketahoewilah olehmoe sekalian bahoewa perampoewan itoe kamni poenja isteri, dan itoe laki-laki, ia itoelah orang jang bawa lari sama dia; sekarang kami rasa teranglah kamoe sekalian dapat mengarti betoel perboewatan kami dan tentoe kamoe kasi betoel pada kami aken berboewat sademikian.”
Abis marika itoe dengar radja berkata demikian maka sekalian bersoerak aken mengoendjoekin kagirangannja dan kasenangan atinja dan masing-masing pada minta ampoen sama radja jang dia orang ambil kabranian ati aken oendjoek padanja bahoewa dia orang ada ketjil ati. Maka radja Aboe<noinclude>{{rh||1319}}</noinclude>
72l9pr6n0nh2vqngrzgbdw8zhc67dpv
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/49
104
100256
283649
281912
2026-05-07T08:09:18Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, tanda », paragraf harus dirapikan dengan backspace
283649
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>sabar memarentahken masih lama lagi negri itoe dengan adil dan arif hingga bertambah-tambah moelija dan mamoer negri itoe.
Maka berkata Bachtijar: Liatlah doeli sjahalam, bagimana besar goenanja sabar itoe dan bagimana djahat adanja kaboeroe nafsoe. Ingatlah titah doeli sjabalam jang tadi doeli toewan hamba bribken, nistjaija tiada dapet di oeroengin, dan kaloe kamoedian kataoewan hamba tiada bersalah maka tiada ada pertoeloengan soewatoe apa lagi melaenken doeli sjah alam dendem kesel di ati jang doeli toewan hamba menghoekoemken orang tiada bersalah. “Ini tjerita geraken soenggoe toewan radja poenja ati maka di
prentahken hoekoeman Bachtijar nanti di djalanken pada ka esokan hari.
Pada ka esokan harinja maka wasir nommor lima dateng mengadap radja serta sembahnja: Doeli sjah alam baroes mengatahoewi bahoewa perboewatan doeli sjah alam aken oeroengken mendjalanin hoekoemnja Bachtijar itoe bole djadi binasanja karadja-an doeli sjahalam. Sekarang, maskipoen perampok, begal dan laen-laen pendjabat soedalı mendjadi terlampau brani tiada mengendahi polisie, semoea, itoe dari lantaran hoekoemannja Bachtijar tiada di djalanken. Dia orang pada bilang satoe sama laen sampe orang poen bole dengar katanja: Sekarang ini kita bole berboewat djahat apa djoega tiada di hoekoem. Kapan orang jang telah perboewat kadjahatan jang paling berat sekalipoen, ia-itoe masoek kadalem baram sri baginda, tiada djoega terhoekoem, istimewa pocla kadjahatan kita nistjaja djoega tiada. terhoekoem. Kita pake akal sadja aken tjerita hikajat saban sari kapada radja maka kita bakalan bebas seperti Bachtijar,"
Bitjara wasir ini membikin atinja Asad Bacht mendjadi tiada enak. Djadi di titahkennja Bachtijar di bawa kahadapannja. Setelah Bachtijar sampe di hadapannja maka radja bertitah: „Djanganlah engkau kira jang hoekoemanmoe loepoet tiada di djalanni oleh kerna hikajat-moe jang engkau tjeritahken padakoe, ini sekali engkau misti mati, sebab tiada ada pengharepanmoe aken menerangkan jang engkau tiada bersalah. Kapan tiada lekas kami djalani hoekoemmoe nistjaja binasa negri kami."
Maka djawabnja Bachtijar: ,Doeli sjahalam, djikaloe doeli sjahalam masih maoe kasi permissie hambanja bitjara sedikit maka doeli sjahalam di berkatken Allah ta-Allah. Ja doeli sjahalam jang amat berkoewasa dan termasjoer arif, adil dan bidjaksana; masakah sebab hambanja sa-orang sendiri. diri bole mendjadi lantaran negri bakalan roesak dan doeli sjabalam tiada dihormati orang?
Hambanja jang tiada bersalah, sebab hambanja ambil saksi Allah jang Maha Besar jang mengatahoewi segala apa jang kedjadian di doenia?"
Radja roopanja memikirin bitjaranja Bachtijar maka ia ini teroes berkata: ,Hambanja bermoehoen sanget pada doeli sjahalam kasi tempo pada hamba<noinclude>{{rh||1320}}</noinclude>
asgth637ed3uf50qpaeaqdl5xkmrev2
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/51
104
100260
283650
281915
2026-05-07T08:10:44Z
Thersetya2021
15831
283650
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{center|← 1001 MALAM →|}}</noinclude>lagi sedikit dari maka hamba djandjiken aken mengoendjoeken dengan terang jang hambanja tiada bersalah. Doeli sjalıalam kaboelkenlah permoehoenan hamba, soenggoe kamoedian doeli sjahalam tiada menjesal, betoel seperti radja behoewa Arab jang mendjadi girang sebab tachta karadja-annja telah kekal di pegangnja oleh sebab dianja bisa tahan marahnja kapada soewatoe boedak.
Radja Asad Bacht kepingin dengar ini tjerita djadi Bachtijar moelai tjeritaken.<noinclude>{{rh||1321}}</noinclude>
ogbvlpft07u6mb59if4td0eltyjish8
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/115
104
100266
282605
279880
2026-05-06T12:47:26Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282605
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>laug begini teroes terang sama kami poenja soewami oleh kerna itoelah maka ia dapet doega-an djabat dari pada kami. Dengan titah soewami kami maka anak itoe telah di boenoeb, aken tetapi kami trimah takdir Allah bagi anak kami. Barang kali djoega nanti ada waktoe jang kami dapet hiboerken ati kami dari pada ka-ilangan anak. Maka soewami kami tiada hendak openin lagi pada kami, kami seperti tiada di liatnja, kami di hinaken tiada hendaki di adjaknja bitjara barang spatah, ia itoelah melebihken poela kami poenja sengsara."
Radja meudjadi sedih sanget koetika di dengar bitjaranja isterinja demikian dan sakit atinja jang ianja begitoe bengis, dari itoe ia pelok isterinja sedang tengah menangis dan di tjioemnja tiada berkapoetoesan. Permeisoeri radja melaga tinggal poeles dan lama kelama- an ianja melaga kaget serta katanja: Astaga illa la illa lah apakah sebabnja doeli sjahalam begitoe manis bahasa?" Maka radja tjeritahken padanja apa jang telah soeda kedjadian serta ia di sesalin mengapa dari doeloe ianja tiada bitjara teroes terang dalem halnja Fareksad itoe. Tjoba di ketahoeinja lebi doeloe nistjaija tiada ia di boenoeh pada hal ia bakalan kami pliarahkеn seperti kami poenja anak sendiri. Hal ini membikin sedih poela isteri radja hingga bertangisan orang kadoewa laki isteri dan sabole-bole permeisoeri itoe di hiboerken atinja oleh sri maharadja.
Setelah kadoewa laki isteri soeda baik lagi satoe sama laen maka hendaklah kadoewanja itoe mengkoeboerken baik-baik anaknja jang mati di boenoeh itoe oleh kerna itoe maka sri maharadja soeroeh panggil kepala jang di titah kennja aken boenoeh Fareksad. Barang pada ka esokan hari itoe kepala kawal dateng mengadap radja maka bertitah radja Habessi:{{gap}}»Oendjoekenlah pada kami di mana engkau telah soedah koeboerken maitnja Fareksad soepaija kami bole brihken padanja pekoeboeran jang pantes, dengan perboewatan kami demikian kami hendak membetoelken sabole-bole kami poenja kasalahan, sebab kami telah petik boenga jang belon megar betoel dari pada tangkenja dengan sia-sia."
Itoe kepala kawal sanget kaget maka ia bersoedjoed di hadepan radja sambil berkata:{{gap}}»Doeli sjahalam jang amat termoelija, Fareksad tiada mati. Koetika doeli sjahalam menitahken hamba aken menabas lehernja Fareksad, maka hambanja fikir berdosa soenggoe aken memboenoeh sa-orang moeda seperti ia itoe, jang manis boedi bahasanja, dari itoe hamba ambil kabranian ati aken bawa dia poelang ka hamba poenja roemah di mana dia masih ada sampe sekarang ini.”
Bitjaranja kepala kawal itoe seperti membikin segar lagi atinja radja, ianja djadi terlaloe girang sebab tiada sekali kali di kiranja jang Fareksad masih idoep. Boekannja radja marah-in kepala kawal itoe jang tiada mendengarken prentah radja, hanja radja brihken padanja bebrapa persalinan jang endah-endah serta<noinclude>{{rh||1351}}</noinclude>
8fgedv7wdoep74m6fabm1ko05en9xpd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/175
104
100272
283206
280148
2026-05-07T02:18:13Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */
283206
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>hamba nistjaija hamba nanti maloemken hal ini pada sekalian orang soepaija terlebi masjhoer poela karadja-an toewan hamba. Maka orang nanti tanja pada kita, apa sebabnja kalief itoe robek-robek pakejannja, ada poen kita tiada
bisa djawab djikaloe doeli toean hamba tiada kasi taoe pada kita.
Djawabnja kalief baroe: Sobat sobat sekalian, harta banda ini bersama-sama pakejan-pakejan ini kami sendiri jang ampoenja. Apa jang di tanjaken olehmoe tjoema ada goenanja boewat kami poenja boedak-boedak; sebab pakejan jang kami robek-robek itoe kami brihken pada dia orang dan laen dari pada itoe kami brihken poela lima ratoes dinar pada jang dapet itoe pakejan.”
Haroen al Rasjid memoedjiken soenggoe kamoerahan atinja kalief baroe. Oleh kerna poedji-an ini maka kalief baroe mendjadi begitoe girang hingga ia titahken orang penggawenja aken brihken oewang seriboe dinar kapada Haroen al Rasjid. Ia ini bermesem serta di bribken tanda pada Giafar aken trima itoe oewang.
Abis begitoe maka dia-orang moelai kasi djalan lagi tjawan anggoernja laloe minoem-minoem adapoen Haroen al Rasjid tiada brentinja bitjara sama kalief baroe. Ini sekali dia bitjara dari hal loeka-loeka kalief jang baroe itoe tetapi sebab ianja tiada menjaoet maka ia bisikin Giafar aken tanja djoega sama kalief dari hal loekanja. Tetapi Giafar tiada brani, dia bilang baik sabar sadja sedikit kita djangan terlaloe melit. Haroen al Rasjid mendjadi marah jang Giafar tiada maoe menanja sekarang djoega hingga ia antjemin ferdana manterinja aken di boenoeh olehnja djikaloe dia tiada lantas toeroet seperti kabendaknja.
Bahua Haroen al Rasjid lama berbisik sama Giafar maka kalief baroe dapet liat djadi ia berkata: »Hei sobat brapa kali kah kami misti kasi ingat padamoe bahoewa tiada pantes aken bitjara berbisikan di hadepan radja. Sekarang ini kami maoe taoe apa jang kamoe bitjara-in, aken tetapi djaga baik-baik djangan engkau bitjara bohong.”
Maka Giafar berkata: Doeli sjahalam kita orang dapet liat tanda-tanda loeka bekas pemoekoel di badan toewan hamba, ia itoe'ah membikin kita orang djadi heran, dan kita bermoefakat akan menanja pada doeli sjahalam apakah sebabnja sampe djadi begitoe."
Kalief baroe bermesem koetika di dengarnja Giafar poenja bitjara, maka katanja: »Dari sebab engkau begitoe melit aken maoe taoe hal ichwal kami nanti kami tjeritahken, sebab memang tjerita itoe adjaib sekali.
Sabole bole kami nanti tjeritahken dari moela sampe pengabisannja, sebab kami telah djadi begini dari lantaran katjinta-an. Orang jang telah dapet kami tjinta-in terlaloe amat elok dan tjantik. Aken tetapi kaloe kami tida salah maka kami tjeritahken kami poenja hikajat kapada doeli sjahalam jang berkoewasa kalief di doenia. Dianja ada mengadap kami bersama-sama ferdana<noinclude>{{rh||1381|}}</noinclude>
l395zf39etjcvx4o5pjbvy2nednoq9r
Halaman:Awas!.pdf/115
104
100274
282974
280212
2026-05-06T16:06:00Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ AWAS taruh di kaki karena termasuk nomer halaman
282974
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh||113}}</noinclude>''djaoehnja.'' Toean R. loeka parah, dan penoempang-penoempang jang lainpoen dapat loeka djoega, sedang auto itoe roesak sama sekali.
4. Djalan jang basah itoe berbahaja. Dan makin litjin djalan itoe, djadi makin koerang loebang-loebang didjalan ,itoe, makin berbahaja djalan itoe tiap-tiap hari soedah hoedjan. Kita semoea soedah merasa betapa soekarnja berdjalan didjalan jang litjin. Kita mesti berdjalan lambat-lambat, itoepoen sebentar-sebentar hendak tergelintjir djoea. Demikian poelalah halnja seboeah kendaraan. Makin litjin djalan itoe, makin berbahaja mendjalankan auto dengan amat tjepat. Roda auto itoepoen dapat djoega tergelintjir; dan apabila roda itoe tergelintjir ketika djalan auto sedang amat tjepat, maka moedah sekali terdjadi ketjelakaan jang mengerikan. Dibawah ini ditjeritakan soeatoe kedjadian jang demikian itoe.
Toean-toean S., N., A dan M. menoempang auto dari Betawi ke Tandjoengpriok. Mereka terboeroe-boeroe, sebab itoe djalan autonja amat tjepat sekali. Djalan Betawi — Tandjoengpriok amat litjin, dalam pada itoe hari soedah hoedjan lebat. Dekat halte Antjol auto itoe mesti mengindarkan auto jang lain. ''Tetapi auto jang ditoempang toean-toean S., N., A. dan M. itoe tergelintjir'' (slip) hingga melanggar pagar kawat, laloe djatoeh terbalik kedalam sérokan dipinggir djalan itoe dan keempat orang penoempang itoepoen tersoengkoeplah oléh auto itoe. Toean-toean M., N. dan A. dapat keloear sendirinja dari keadaan jang ngeri itoe; dengan sangat bersoesah pajah mereka bertiga mengeloearkan temannja, toean S. jang tersepit dibawah auto itoe. Dengan kereta api jang laloe ketika itoe, toean S. dibawa oléh teman-temannja ke Tandjoengpriok, akan tetapi toean S. itoe tidak sampai kesana, ditengah djalan njawanjapoen melajang. Toean-toean N. dan A. mesti diobati diroemah sakit, karena loeka-loeka jang dapat oléhnja pada ketjelakaan itoe.
5. Sebagai penoetoep dari ketjelakaan-ketjelakaan auto jang kita tjeriterakan, maka dibawah ini kita perkatakan gambar No. 21 dan No. 22. Pada gambar No. 21 njata kelihatan pada pinggir djalan jang sebelah kebeloekar itoe, bahwa djalan itoe membé-
Awas!<noinclude>{{rh|||8}}</noinclude>
57uv2nle9w1vq3cmglgfa5qi8daxosm
283054
282974
2026-05-06T20:54:31Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283054
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||113}}</noinclude>''djaoehnja.'' Toean R. loeka parah, dan penoempang-penoempang jang lainpoen dapat loeka djoega, sedang auto itoe roesak sama sekali.
4. Djalan jang basah itoe berbahaja. Dan makin litjin djalan itoe, djadi makin koerang loebang-loebang didjalan ,itoe, makin berbahaja djalan itoe tiap-tiap hari soedah hoedjan. Kita semoea soedah merasa betapa soekarnja berdjalan didjalan jang litjin. Kita mesti berdjalan lambat-lambat, itoepoen sebentar-sebentar hendak tergelintjir djoea. Demikian poelalah halnja seboeah kendaraan. Makin litjin djalan itoe, makin berbahaja mendjalankan auto dengan amat tjepat. Roda auto itoepoen dapat djoega tergelintjir; dan apabila roda itoe tergelintjir ketika djalan auto sedang amat tjepat, maka moedah sekali terdjadi ketjelakaan jang mengerikan. Dibawah ini ditjeritakan soeatoe kedjadian jang demikian itoe.
Toean-toean S., N., A dan M. menoempang auto dari Betawi ke Tandjoengpriok. Mereka terboeroe-boeroe, sebab itoe djalan autonja amat tjepat sekali. Djalan Betawi — Tandjoengpriok amat litjin, dalam pada itoe hari soedah hoedjan lebat. Dekat halte Antjol auto itoe mesti mengindarkan auto jang lain. ''Tetapi auto jang ditoempang toean-toean S., N., A. dan M. itoe tergelintjir'' (slip) hingga melanggar pagar kawat, laloe djatoeh terbalik kedalam sérokan dipinggir djalan itoe dan keempat orang penoempang itoepoen tersoengkoeplah oléh auto itoe. Toean-toean M., N. dan A. dapat keloear sendirinja dari keadaan jang ngeri itoe; dengan sangat bersoesah pajah mereka bertiga mengeloearkan temannja, toean S. jang tersepit dibawah auto itoe. Dengan kereta api jang laloe ketika itoe, toean S. dibawa oléh teman-temannja ke Tandjoengpriok, akan tetapi toean S. itoe tidak sampai kesana, ditengah djalan njawanjapoen melajang. Toean-toean N. dan A. mesti diobati diroemah sakit, karena loeka-loeka jang dapat oléhnja pada ketjelakaan itoe.
5. Sebagai penoetoep dari ketjelakaan-ketjelakaan auto jang kita tjeriterakan, maka dibawah ini kita perkatakan gambar No. 21 dan No. 22. Pada gambar No. 21 njata kelihatan pada pinggir djalan jang sebelah kebeloekar itoe, bahwa djalan itoe {{hws|membé|membéri}}<noinclude>{{rh|Awas!||8}}</noinclude>
0xm54lzdbxpdvcpx8yx9g00z73d5ax3
283055
283054
2026-05-06T20:54:56Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283055
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||113}}</noinclude>''djaoehnja.'' Toean R. loeka parah, dan penoempang-penoempang jang lainpoen dapat loeka djoega, sedang auto itoe roesak sama sekali.
4. Djalan jang basah itoe berbahaja. Dan makin litjin djalan itoe, djadi makin koerang loebang-loebang didjalan ,itoe, makin berbahaja djalan itoe tiap-tiap hari soedah hoedjan. Kita semoea soedah merasa betapa soekarnja berdjalan didjalan jang litjin. Kita mesti berdjalan lambat-lambat, itoepoen sebentar-sebentar hendak tergelintjir djoea. Demikian poelalah halnja seboeah kendaraan. Makin litjin djalan itoe, makin berbahaja mendjalankan auto dengan amat tjepat. Roda auto itoepoen dapat djoega tergelintjir; dan apabila roda itoe tergelintjir ketika djalan auto sedang amat tjepat, maka moedah sekali terdjadi ketjelakaan jang mengerikan. Dibawah ini ditjeritakan soeatoe kedjadian jang demikian itoe.
Toean-toean S., N., A dan M. menoempang auto dari Betawi ke Tandjoengpriok. Mereka terboeroe-boeroe, sebab itoe djalan autonja amat tjepat sekali. Djalan Betawi — Tandjoengpriok amat litjin, dalam pada itoe hari soedah hoedjan lebat. Dekat halte Antjol auto itoe mesti mengindarkan auto jang lain. ''Tetapi auto jang ditoempang toean-toean S., N., A. dan M. itoe tergelintjir'' (slip) hingga melanggar pagar kawat, laloe djatoeh terbalik kedalam sérokan dipinggir djalan itoe dan keempat orang penoempang itoepoen tersoengkoeplah oléh auto itoe. Toean-toean M., N. dan A. dapat keloear sendirinja dari keadaan jang ngeri itoe; dengan sangat bersoesah pajah mereka bertiga mengeloearkan temannja, toean S. jang tersepit dibawah auto itoe. Dengan kereta api jang laloe ketika itoe, toean S. dibawa oléh teman-temannja ke Tandjoengpriok, akan tetapi toean S. itoe tidak sampai kesana, ditengah djalan njawanjapoen melajang. Toean-toean N. dan A. mesti diobati diroemah sakit, karena loeka-loeka jang dapat oléhnja pada ketjelakaan itoe.
5. Sebagai penoetoep dari ketjelakaan-ketjelakaan auto jang kita tjeriterakan, maka dibawah ini kita perkatakan gambar No. 21 dan No. 22. Pada gambar No. 21 njata kelihatan pada pinggir djalan jang sebelah kebeloekar itoe, bahwa djalan itoe {{hws|membé|membélok}}<noinclude>{{rh|Awas!||8}}</noinclude>
953tdjqzykwrupocyikkq3qn5mjkuzy
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/53
104
100281
283653
281918
2026-05-07T08:13:53Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283653
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{C|{{sp|HIKAJAT<br>PANGERAN ZANZIBAR.}}<br>malem ka 497 sampe malem ka 499.}}</noinclude>Sabermoela maka di tjeritanken di benoewa Arab adalah soewatoe radja jang di bentji sanget oleh rajatnja bahna dia terlaloe bengis, dan tlalim serta tiada sekali adil. Di antara boedak-boedaknja adalah sa-orang moedah jang di bawa lari dari negri Zanzibar. Dia itoe anaknja radja Zanzibar, adapoen dianja pegang rahazia jang dia sa-orang paugeran jang bernama Abrahah dari itoe satoe orang poen tiada taoe asalnja. Maka dia di soeka sekali oleh radja, sampe radja soeroe dia djadi radja poenja djoeroe pendjaga sendjata dan dia bole toeroet kamana radja pegi.
Sekali pada soewatoe bari maka radja pegi memboeroe bersama-sama panggawe astanapja, dan Abrahah toeroet sama radja. Orang soeda berboeroe bebrapa djam lamanja maka sama sekali ada dateng sa-ekor mandjangan Sri baginda lantas petjoet koedanja teroes boeroe itoe mandjangan (roesa), Abrahah dengan laen -laen penggawe pada toeroet. Bebrapa kali radja soeda lepasken anak panahoja tiada djoega mengenaken itoe mandjangan lari. Maka Abrahah poen djoega melepasken panahuja, aken tetapi tjilaka soenggoe, anak panahnja kena langgar radja poenja koeping sampe poetoes sama sekali. Daranja bermantjoer dan tambahan lagi koedanja radja tersandoeng teroes djatoh bersama-sama radja Abrahah terlampau kaget meliat barang jang kedjadian itoe dia lantas lompat dari koeda aken toeloeng toewannja jang telah djato kalengar; laen-laen penggawe poen pada dateng djoega dan marika itoe semoewa pada marah dan kata- in sama Abrahah. Masing-masing pada jakinin aken bikin radja inget kombali dan aken tahan darah jang bermantjoer itoe. Lama kelama-an maka radja inget kombali.
Setelah loekanja radja soedah di iket maka sangetinarahnja, sebab di kiranja boedaknja itoe sengadja inemanahkеn dia dengan nijat aken boenoeh radja, kerna itoe inaka radja titahken Abrahah poenja leher misti di penggel. Maka Abrahah lantas bersoedjoed di hadepan radja abis sembahoja : „Doeli sjah-alam taoe djoega bahoewa hamba poenja panah tiada terdjoedjoe kapada toewan, adapoen bahna hambanja poenja kabodowan tiada bisa maen panah, itoelah mendjadi sebab kadjadian ini. Hambanja moehoen ampoen beriboe<noinclude>{{rh||1322}}</noinclude>
5gwxipgf9wvws2rv4i8offbvijesvr0
Halaman:Awas!.pdf/109
104
100289
282652
279915
2026-05-06T13:16:52Z
Devi 4340
13230
/* Tervalidasi */ gambar.
282652
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 109 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{c|No. 18. Houdt u als ge fietst nimmer vast aan een zich voortbewegend voertuig.}}
{{c|Kalau sedang naik keréta angin djanganlah berpegang kepada sesoeatoe kendaraan jang berdjalan.}}<noinclude></noinclude>
2pn32s07guxms8tgyfwpznl92i8ys48
282661
282652
2026-05-06T13:22:29Z
Devi 4340
13230
282661
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 109 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{c|{{smaller|No. 18. Houdt u als ge fietst nimmer vast aan een zich voortbewegend<br>voertuig.}}<br>{{smaller|Kalau sedang naik keréta angin djanganlah berpegang kepada sesoeatoe<br>kendaraan jang berdjalan.}}}}<noinclude></noinclude>
5srytu42pytyoth4h8jvwnb4f5fahvz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/117
104
100291
282608
280231
2026-05-06T12:48:27Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282608
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>di titahken bebrapa penggawenja aken pegi ambil Fareksad dari roemah kepala kawal radja. Selagi orang pegi ambil itoe anak maka radja pegi ketemoe-in isteripja aken tjeritahkеn hal ini.
Soepaija djangan orang bole kenalin Fareksad, maka kepala kawalradja teleb soeroe dia berpake-an seperti orang perampoewan, djadi dengan pakejan qegitoe poen ianja di bawa mengadap radja. Barang sampe maka dia boeka kaen toetoep moekanja, laloe lantas ja di pelok oleh radja aken mengoendjoeken tjin tanja padanja, abis di bawa mengadap toewan ratoe. Apabila di liat ia oleh iboenja maka mendjerit'ah iboenja bahna sanget girangnja dan ia mengoetjap soekoer beriboe soekoer jang Allah telah perlindoengken anaknja jang tiada bersalah.
Dari itoe waktoe maka orang katiga itoe idoep sanget beroentoeng dengan berkasih kasihan.
Maka berkata Bachtijar:{{gap}}» doeli sjahalam, boekankah njata sekali katjere dikannja orang perampoewan kapan ia hendak menjampeken maksoednja. Lagi poen doeli sjah alam bole liat dan rasa sendiri bahoewa menjesal kabla kangan itoe tiada bergoena satoe apa. Tjoba kepala kawal radja sama seperti radja keboeroe napsoe aken djalanin hoekoem jang tiada, adil itoe, nistjaija binasalah Fareksad dan besar sesalnja radja. Begitoe poen hambanja ini, dji kaloe hambanja di hoekoemken terboeroe boeroe; sebab kapan njata hamba tiada salah bagimanakah beratnja soesah doeli sjabalam, aken tetapi soeda kasep orang mati tiada bisa katoeloengan lagi.”
Abis radja dengar betoel. betoel tjeritanja Bachtijar maka radja titahken dia di bawa lagi ka pendjara.
Pada ka-esokan harinja maka wasir nommor delapau masoek mengadap radja dengan sembahnja:{{gap}}» Doeli sjahalam, benar soenggoe seperti katanja orang toewa-toewa jang bilang bahoewa karadja-an itoe sa-oepama satoe poehoen maka akar poehoen itoe ialah ka-adilan namanja. Kapan akar itoe koerang baik nistjaija poehoen itoe tiada berda-on dan tiada berboenga, djika ada daonnja nistjaija mendjadi lajoe dan boenganja poen rontok tiada berboewah. Oleh kerna ka-adil-an itoelah maka Bachtijar misti lekas di hoekoemken, kapan orang anak negri sekalian dapet dengar jang Bachtijar tiada di hoekoem dari sebab perboewatan kadjahatannja itoe, nistjaija akar karadja-an doeli sjabalam poen moelai djadi roesak dan soesah aken di bikin betoel lagi.”
Asad Bacht fikir benar apa bitjaranja ini wasir, djadi radja lantas titahken algodjo bersama sama Bachtijar dateng mengadap. Algodjo di titalıkenaken tjaboet pedangnja serta di katakennja oleh radja pada Bachtijar:{{gap}}» sediahkenlah djiwamoe kadalem tangan jang Maha Koewasa, sebab ini hari sampelah
adjalmoe.”
Maka djawabnja Bachtijar:{{gap}}» Adoeh doeli sjahalam, perlindoengannja<noinclude>{{rh||1352}}</noinclude>
diad4vje427cdban0091f89ac0c1gi6
Halaman:Awas!.pdf/154
104
100297
283215
281075
2026-05-07T02:22:58Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman gunakan {{rh||nomer}}
283215
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{c|152}}</noinclude>sort van den Hoofdcommissaris van politie ter plaatse aan dezen heeft overgedragen, wordt de aanvrage om afgifte van een rijbewijs aan laatstbedoelden ambtenaar gericht.
<small>'''Inhoud daarvan.'''</small>
(3) In de aanvrage om afgifte van een rijbewijs worden vermeld: naam, voornaam (voornamen), woonplaats, ouderdom en plaats van geboorte van den aanvrager.
(4) Bij twijfel omtrent de gedane opgaven, zal de aanvrager de juistheid daarvan door bewijsstukken of getuigenverklaringen moeten staven.
___________
N.B. De aanvraag om afgifte van een rijbewijs, zoowel als het
rijbewijs zelf is aan zegelrecht onderworpen: voor elk moet
ƒ 1.50 aan zegel door den aanvrager worden betaald.
{{c|Artikelen 9 t/m 17.}}<noinclude></noinclude>
heb2893pzeuse5jml58331cvc1tgvyo
283853
283215
2026-05-07T11:42:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283853
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||152}}</noinclude>sort van den Hoofdcommissaris van politie ter plaatse aan dezen heeft overgedragen, wordt de aanvrage om afgifte van een rijbewijs aan laatstbedoelden ambtenaar gericht.
<small>'''Inhoud daarvan.'''</small>
(3) In de aanvrage om afgifte van een rijbewijs worden vermeld: naam, voornaam (voornamen), woonplaats, ouderdom en plaats van geboorte van den aanvrager.
(4) Bij twijfel omtrent de gedane opgaven, zal de aanvrager de juistheid daarvan door bewijsstukken of getuigenverklaringen moeten staven.
___________
N.B. De aanvraag om afgifte van een rijbewijs, zoowel als het rijbewijs zelf is aan zegelrecht onderworpen: voor elk moet ƒ 1.50 aan zegel door den aanvrager worden betaald.
{{c|Artikelen 9 t/m 17.}}<noinclude></noinclude>
rme9foy66kxigtdgvl95fbczgbf9fk5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/55
104
100303
283654
281927
2026-05-07T08:15:30Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan, paragraf harus dirapikan
283654
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude>ampoen boewat kasalahannja ini. Ingatlah perboewatan baik saben di bales baik oleh Allah ta-allab, dan kaloe orang mengampoeni orang maka ianja poen bakalan di ampoeni djoega." Radja Arab itoe mendjadi kasian sama Abrahah jang memang di saijang oleh radja. Djadi radja tahan hawa nafsoe
marahnja abis dia ampoenin sama itoe boedak.
Abrahah sanget girang, dia soedjoed, pelok tjioem kakinja radja aken tanda trima kasinja, abis poelanglah sekalian ka kota.
Alkesah maka di jeritalikea radja Zanxilar bebrapa lama soeroeh tjariken anakuja jang toluh di bawa lari orung. Koeliling dis soeroch tjar tetapi pertjoema sadja. Kamoedian dia dapet dengar jaug anaknja ada di astananja radja Arab; dia di sana djadi boedak. Kendati begitoe poen maka radja Zanzibar tiada djoega maoe kasi taoe balioewa boedak itoe anaknja sebab dia koewatir nanti radja Arab minta oewang peneboes jang terlaloe tinggi. Oleh kerna itoe dia pilih sa-orang manterinja jang paling tjeredik maka pada itoe manteri dia kasi taoe segala perkara ini serta dia adjarkan aken berhati-ati priksa ini hal soepaja orang laen djangan tape. Itoe manteri lantas brangkat pegi ka iboe kota negri Arah, apa jang di kirauja perloe aken di pake di sana ia itoe banjak di bawanja dan di ketahoeinja poela bahoewa dia misti berati-ati sekali.
Apabila itoe wasir sampe di negri Arab maka dia lantas menjamarken dirinja seperti satos soedagar, abis dia menoempang di pasangrahan. Di negri Arab, dia djalan koeliling meliat di sana di sini serta ia tjari akal aken bole dapet masoek di dalem radja poenja goedang sendjata, sebab itoe goedang amat termasjoer di antero doenia balina bagoesnja dan roepa-roepanja seudjata. Memang jang djaga itoe goedang ia itoe Abralish, pangeran Zanzibar, djadi
tiada soesa aken bitjara sama dia. Manteri itoe bitjara dari negri toempahan daranja serta di poedjinja kabaikan dan kamoaralian ati orang toewanja sampe Abrahah menangis dari amat sedihnja Setelah soeda maka manteri
itoe tiada merasa ada kaberatan apa boewat tjeritahken sekarang dengan teroes terang bahoewa ia di titahken oleh ajahandanja Abrahah aken soeroe bawa lari sama dia. Abrahah girang betoel jang sekarang dia soeda ampir katoeloengan, djadi marika itoe berdoewa djandjiken aken bertemoe di soewatoe tempat jang soedah di tetapken lebi doeloe. Di waktoe malem maka orang kudoewa itoe lari dengen menjamarken dirinja mendjadi soedagar, dan tiada brapa lama marika itoe sampe di wates bilangan radja Zanzibar, dan dari sitoe dia-orang kirim soeroehan boewat kasi taoe sama radja. Apabila radja dapet dengar anakuja soeda ampir dateng maka ia kirim bebrapa banjak soldadoe aken samboet anaknja dan di soeroehnja sediah-sediah rame-ramejan
hingga sanget rioeh sekali koetika pangeran Abralah masoek kadalem negri.
Di negri Arab di dalem astaua radja berbedahan sekali kedjadiannja<noinclude>{{rh||1323}}</noinclude>
6ags86p0aoxm88d8l3wd9tg47kioonk
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/18
104
100314
283002
280238
2026-05-06T16:17:43Z
Thersetya2021
15831
283002
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||- 3 -}}</noinclude>
{{rh||'''GENERAAL MAO TSE-TUNG PRESIDENT'''}}
{{rh||'''REPUBLIEK RAKJAT TIONGKOK.'''}}
Generaal Mao Tse-tung, ketua party Communist Tionghoa (Kungchantang), jang kini mendjadi President Republiek Rakjat Tiongkok, adalah salah seorang terbesar dalam djaman kita ini. Saja mengatakan demikian bukan berarti mendewa-dewakan beliau sebagai Pemimpin Tiongkok Baru, karena bagai setiap orang jang mengetahui generaal Mao dari dekat, terhitung bagai mereka jang bertentangan faham dan pendiriannja dikalangan politiek, djuga mempunjai kesan jang serupa pendapat saja tadi.
Mao mempunjai sifat-sifat jang tertjampur aduk dengan tabeatnja jang pendiam dan agung, serta tahan udji, putusan jang tetap, pikiran jang djernih dan sikapnja jang tegas, kepertjajaannja pada diri sendiri sangat tebal, djudjur dan suka mengalah. Tjaranja beliau ketika berhadapan dengan para wartawan ada luar biasa. Beliau senantiasa tidak memberi kesempatan untuk menginterview sekali dalam tempo setengah djam atau satu djam lamanja. Satu waktu pemimpin besar Tiongkok - Merah tadi tidak suka menerima kedatangannja wartawan, walaupun mereka sudah membuang tempo setengah hari lamanja untuk menunggunja.
Tapi kalau generaal Mao sudah suka di-interview, biar dihudjani pelbagai pertanjakan, dengan senang hati beliau mendjawab tiap-tiap pertanjakan tadi sampai sedjelas - djelasnja dengan memakan tempo berdjam-djam lamanja, ada kalanja Mao akan mengadakan debat jang sengit dengan wartawan jang mengadakan interview tadi, jang dapat menusuk perasaan, kemudian barulah diberi pendjelasan jang tegas, hal ini terus berdjalan sampai sang wartawan benar-benar mengarti maksud beliau jang sedjati, dan dapat bukti-bukti jang menguatkan alasan beliau, barulah debat-debat tadi diachirinja.
Sifat sifat istimewa dari manusia besar ini ialah dapat memikir dengan hati tenang dan mempertimbangkan setiap soal dengan semasak-masaknja. Tabeat dan suaranja Mao adalah pendiam dan agung. Untuk menguatkan uraian diatas ini dapat dibuktikan dengan beberapa peristiwa penting dimasa kerdja sama jang erat antara Kuomintang dan Kungchantang untuk menjelenggarakan revolutie besar di Tiongkok pada tahun 1924 - 1927, dimana pihak Kungchantang dan lain-lain orang sedang {{hws|menga|mengadakan}}<noinclude></noinclude>
6spvnxd9j9xti1olyb6truv5pufoeya
Halaman:Awas!.pdf/123
104
100329
283051
280033
2026-05-06T20:48:57Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283051
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||121}}</noinclude>''njépak seboeah pantji jang soedah roesak'', seakan-akan orang jang bermain bola lakoenja. Trém datang dan pengemoedi trém memboenjikan lontjéngnja dengan tiada berhentinja. Kedoea anak itoe terkedjoet, jang seorang teroes lari dari tempat itoe, akan tetapi jang seorang lagi ''hendak mengambil pantji itoe lebih dahoeloe, tetapi pada sa'at itoe trém soedah dekat benar, ia disambar oléh roda trém, dan iapoen mati.''
{{c|{{*}} {{*}}}}
Dengan tjara demikian akan dapat kita teroes meneroes mentjeriterakan berbagai-bagai ketjelakaan jang terdjadi karena tiada mengindahkan peratoeran-peratoeran djalan itoe. Hampir tiap-tiap hari ada diberitakan dalam soerat-soerat kabar ketjelakaan didjalan. Dan selamanja ternjata kepada kita, bahwa ketjelakaan jang sematjam itoe ta' akan terdjadi apabila meréka jang mempergoenakan djalan 'oemoem itoe ada menoeroet atoeran-atoeran dan tetap. memperhatikan keadaan didjalan, dan tiada melajangkan pikiran kian kemari.<noinclude></noinclude>
su7ky1zcnlzku69w7f66xag696dsv6y
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/21
104
100330
283004
281501
2026-05-06T16:18:44Z
Thersetya2021
15831
283004
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 6 —}}</noinclude>sepenuhnja{{...|4}}bahwa perang saudara di Tiongkok tak mungkin dilandjutkan terus, bahkan berpendapat, dimerdekakannja Generalissimo dari tawanan kaum pemberontak {{sp|akan}} dapat menetapkan fundament jang teguh tentang bekerdja bersama jang erat antara Kuomintang dan Kungchangtang dalam usahanja melawan agressie Djepang.
Tindakan luar biasa ini untuk memegang teguh principe, dan sebagai reactienja Mao terhadap blokkade hebat jang didjalankan oleh tentera Kuomintang. Pada tahun 1939, dimasa perang melawan agressie Djepang sedang berdjalan dengan hebatnja, tapi bentrokan-bentrokan ketjil antara tentera Nationalist dan tentara Communist seringkali terdjadi, sehingga pihak pimpinan Kuomintang telah mengadakan blokkade hebat, jang dapat membikin pihak Kungchangtang mati kelaparan. Pihak tentera ke-8 (angkatan perang merah jang dinationaliseer mendjadi tentera pemerintah—Penjalin.) pada masa itu sebenarnja dapat menggunakan kekuatan sendjata untuk membobolkan blokkade, tapi Generaal Mao Tse-tung telah memprotest sekeras-kerasnja tentang tindakan ini, karena dengan kedjadian tersebut Tiongkok jang sedang menghadapi bahaja besar akan djatuh pula dalam kantjah peperangan saudara atau setidak-tidaknja akan retaknja {{sp|persatuan dalam}}, inilah memang sekian lama diharap-harapkan oleh pihak musuh (kaum militair Djepang).
Sebaliknja dari berbuat begitu, didaerah-daerah jang dikuasai oleh tentera merah telah mengadakan penjelidikan luas dan seksama tentang sumber-sumber pereconomian, malahan setiap orang semua ditugaskan bekerdja untuk mengusahakan sumber pereconomian jang dibutuhkan oleh negara. Pembesar2 pemerintah dan serdadu-serdadu communist di sekitar garis pembelaannja sibuk mengusahakan tanah-tanah kosong. menenun kain, mengenjam kapas mempersatukan semua kepandaian mereka, setindak demi setindak didaerah jang kosong telah membangun perindustrian.
Mereka mengadjari kaum tani supaja membentuk suatu badan cooperatief, untuk menghematkan tenaga, memperlipat-ganda hasil bumi, mengusahakan sebaik-baiknja tenaga manusia Tiongkok (man power) dimasa perang melawan imperialisme, dan sekali2 djangan sampai mengatjaukan pereconomian digaris belakang. Pada tahun 1944, usaha jang sutji dan mulia tadi telah memperoleh hasil jang diharapkan. Banjak wartawan-wartawan luar negeri telah mengundjungi pemimpin-pemimpin Kungchantang dan {{hwe|me|menindjau}}<noinclude></noinclude>
mhdkgt77u4b1q0w93tzl5q42gwlpmlh
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/209
104
100341
282681
281128
2026-05-06T13:29:49Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Samentara itoe maka itoe anak moeda jang bermoela moela dateng, soeda maloemken di koeliling kampoeng dan tempat bagimana ia kena bohongin itoe soedagar. Lagi ia bilang bahoewa itoe soedagar tentoe tiada kapingin lagi poelang katemoe-in isterinja.
Koetika itoe soedagar lagi doedoek djaga tokonja maka berpoeloe poeloe orang-orang besar dan kaja-kaja pada dateng sembaring menggoda dia dengan berkata: »Engkau roepanja tiada soedi mengoendang kita orang di hari kawinmoe. Pahna engkau poenja isteri terlaloe amat bagoes maka itoe engkau seperti loepa boewat oendang sama kita orang. Aken tetapi biarlah tiada kenapa, kita tjoema harep engkau beroentoeng bersama isterimoe.” Si soedagar
makan ati betoel dengar orang goda dia begitoe.
Achir achirnja maka itoe anak perampoewan jang telah kena akalin padanja, djoega dateng tengokin dia. Itoe anak djalan moendar mandir di depan toko abis dia kasi tabe dengan hormat. Pakejannja dan romannja terlebi manis lagi dari bermoela moela kali. Abis dia masoek di toko kasi tabe saina itoe soedagar katanja:
»Saija harep toewan beroentoeng sekali ala Eddin jang tertjinta! saija harep engkau idoep senang tiada koerang apa-apa!"
Soedagar itoe tarik moeka asem, alisnja di keroetken laloe ia berkata: Apakah akoe bermoewat padamoe sampe engkau misti sia siaken akoe begini?"
Djawab perampoewan itoe: Engkau tiada berboewat apa-apa padakoe aken tetapi apakah artinja toelisan di atas pintoe tokomoe, ia itoelah jang membikin akoe djadi marah. Kaloe engkau maoe boenoeh itoe toelisau abis engkau toelis timpallannja maka nanti akoe toeloeng padamoe dari dalem ini hal."
Lantas itoe soedagar ambil satoe oewang emas laloe di brihkeunja kapada satoe boedak abis di titahkennja : »Lekas engkau pegi tjari satoe djoeroeloelis, biar dia bawa dawat biroe dan aeremas, soeroe dia boenoeh toelisan jang ada di pintoe kata biar dia toelis:" Tiada ada akal terlebi tadjem dari akalnja perampoewan sebab akal itoe terlebi mandjoer dari akalnja orang lelaki,”
Djoeroetoelis lantas dateng dan di bikinuja seperti titahnja soedagar itoe. Setelah soeda maka berkata perampoewan itoe pada soedagar: »Sekarang engkau pegi ka aloen-aloen di mana ada kemidi koeda maka engkau minta pada segala badoet, toekang maen oeler, toekang maen monjet dan biroewang aken pegi tjari padamoe di roemahnja kadli besar. Adapoen biarlah
engkau ada di roemah bersama-sama mertoewamoe. Itoe orang-orang semoewa misti dateng kasi selamat padamoe dan minta-in doa biar engkau di berkatken Allah, Adjar-in pada dia-orang aken bilang begini: »Ja soedara jang kita tjinta-in moeda moedahan engkau selamat beroemoer pandjang dalem sehat walafiat!
Kendatipoen engkau maloe tiada maoe begitoe ambil poesing dari pada kita kaoem-moe, maka kita orang terlaloe girang jang kita ada bersanak sama engkau; kendati poen engkau oesir sama kita orang, kita tiada djoega maoe pegi,<noinclude>{{rh||1396|}}</noinclude>
l40tvdw1celtl8j1ythl57snagia9vs
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/23
104
100364
283005
280267
2026-05-06T16:19:31Z
Thersetya2021
15831
283005
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{c|- 8 -}}</noinclude>program „Democratie Baru” untuk melaksanakan tjita-tjitanja pemerintah coalitie.
„Dan kapankah Tiongkok mempunjai suatu pemerintahan
coalitie dan tertjiptanja Markas Besar tentera gabungan (coalitie) jang bekerdja di bawah pandji-pandji Democratie Baru”, adanja pemerintahan sematjam ini, maka semua angkatan perang didaerah pembebasan dengan rela akan diserahkan kepadanja. Tapi semua angkatan perang Nationalist (Koumintang) djuga harus sama-sama diserahkannja.”
{{rule|8em}}<noinclude></noinclude>
4dm6my5lhwf2iiakjereml2hvenld76
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/28
104
100380
283014
280432
2026-05-06T16:25:35Z
Thersetya2021
15831
283014
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||- 13 -}}</noinclude>{{center|ASAL USULNJA BUAH PIKIRAN MAO TSE-TUNG.|}}
{{c|____}}
{{block center|Seorang pemimpin jang dapat „mengolah”<br> Marxisme Barat mendjadi ideologie jang<br> sesuai dengan bangsa Timur.}}
Pemimpin terbesar dan salah seorang achli pemikir Asia jang paling terkenal ialah Generaal Mao Tse - tung namanja; sebelum tentera kemerdekaan rakjat berkuasa di Tiongkok, tempat kediamannja Mao jalah disalah satu gowa jang terletak di bawahnja kota Yenan.
Dari atas gunung jang mendjadi tempat kediaman generaal Mao Tse-tung itu, dapat melihat banjak gowa dan gurun - gurun (padang pasir), dalam beberapa musim setiap tahun gunung? jang dahulunja gundul (tak ada tanamannja) achirnja diliputi dengan daon - daon tanaman jang hidjau, berkat usaha pengikut-pengikut Kungchantang. Sebagaimana pembatja telah maklum, bahwa generaal Mao Tse - tung itu adalah pemimpin tertinggi Communist Tiongkok, jang kini memangku djabatan President Republiek Tiongkok; hampir dua puluh tahun lamanja ia terkurung rapat oleh peperangan saudara Tiongkok dan peperangan diluar negeri, dan dahulu sedikit sekali orang kenal padanja.
Dari suasana jang sedemikian rupa inilah Mao Tse - tung mulai mengeluarkan buah pikirannja untuk memperbaiki djalan- nja revolutie Tiongkok, revolutie ini telah diselenggarakan dengan sungguh-sungguh olèh pemerintah - pemerintah daerah jang meliputi Tiongkok-Utara dan Manchuria, jang berpenduduk 140.000.000 djiwa; sampaipun didaerah - daerah jang dikuasai oleh meriam-meriam Chiang Kai-shek masih djuga dapat diselenggarakan „revolutie pertanian” jang berupa pembagian tanah jang adil bagi 60 djuta petani.
Semendjak memperdjoangkan nasib rakjat dengan bermarkas dikota Yenan, lambat laun Mao Tse-tung telah bertindak kearah kemadjuan pesat dan diakui sebagai salah seorang ternama jang tertjatat dalam sedjarah revolutie dunia. Iapuja buku jang berkalimat „Berperang dalam tempo lama” itu, sudah dapat meramalkan djalannja perdjoangan Tiongkok melawan agressie Djepang dengan djitu sekali, sehingga banjak achli - achli militair asing sudah membenarkan pendapatnja, tapi sajang kabanjakan mereka masih belum mengetahui buah pikiran jang sangat berharga itu sebetulnja asal dari mana.<noinclude></noinclude>
a8arinns02gwi9o2zv3v2wdij8te9jg
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/73
104
100383
282578
280182
2026-05-06T12:33:22Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282578
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM|}}</noinclude>laloe di lemparkennja ka kapalanja wasir Kamkar hingga kapalanja wasir itoe petjah dan dia djato lantas mati. Abis radja berbalik aken membales anaknja Kamkar, aken tetapi anak itoe poenja moeka begitoe manis dan tjantik, dandannannja begitoe tjakap, sampe marahnja sultan lantas ilang malahan sultan djadi sanget birahi dan nafsoe tjintanja tiada bisa di tahannja lagi.
Dengan sigra sri sultan soeroeh panggilken kadi dan oelama-oelama soepaja ianja lekas bole di nikahken. Setelah soeda maka perampoewan itoe di bawa masoek kadalem harem. Sekalian boedak-boedak jang biasa meladenin sama itoe anak poen misti lajanin djoega padanja di dalem harem, tjoema satoe orang sadja, tiada di kasi permiesie tinggal sama itoe anak, ia itoe ianja poenja boedak jang piarah padanja dari ketjil. Ini orang keras bersakit ati jang dia tiada bole ada bersama sama anak itoe, sering dia toelis soerat minta aken ketemoe padanja sebab kaloe tiada nistjaija ia mati behasa terlaloe sakit ati jang dia di tjereeken dari anak piaranja.
Isteri sultan bermoehoen pada soewaminja aken kasi idin orang itoe kadang-kadang bole ketemoe dianja maka sultan tiada bisa tampik permoehoenan itoe. Kendati sultan soesah hati aken kasi itoe permissie, kapan sultan liat isterinja jang moeda maka atinja djadi lemah lemboet tiada bisa bilang, tiada bole.
Sultan djaga dan piarah isterinja jang moeda itoe dengan sanget manis boedi bahasanja, hingga anaknja Kamkar semangkin lama semangkin enak dan semangkin ilang sakit atinja jang ianja poenja orang toewa telah mati di boenoeh soewaminja.
Salamanja ini maka wasir Kardar tiada djoega lepas nijatnja aken dapet perampoewan itoe boewat dirinja sendiri, sebab terlaloe keras birahinja. Kerna itoe tiada brentinja dia pikirin akal aken bikin sultan moelai djadi tjemboeroewan pada istrinja. Soenggoe beroentoenglah wasir Kardar, ianja bakalan dapet tempo bagoes sekali aken kasi djalan nijatnja. Sultan Dabdijn misti pegi perang dan selamanja dia tiada ada didalem negri maka dia wakilken kakoewasa-annja kapada wasir Kardar, dengan hal jang begini maka gampanglah wasir itoe dapat ketemoe sama isteri sultan jang baroe.
Hata maka pada soewatoe malem wasir Kardar doedoek-doedoek di soewatoe tempat jang mengadap taman harem. Abis dia dapet liat isteri sultan jang baroe itoe ada doedoek tiada djaoe dari padanja di atas bangkoe sambil bertoengkat dagoe, seperti orang dalem fikiran. Kardar sanget girang dalem atinja sampe ampir tiada bisa di tahannja. Beroentoeng sekali dia jang begini lekas bakalan dapet bitjara sama perampoewan jang di tjintanja.
Ia berfikir, apa akal soepaja dia bisa dapet bitjara, maka dia ingat bahoewa perampoewan itoe memang soeka sekali dengar orang bermatik dindi, serta Kardar kabetoelan orang jang pande sekali maenin tetaboe-an itoe djadi dia<noinclude>{{rh||1332|}}</noinclude>
a57a7h7o9h7pfxyq92f6f3zo5zi5igl
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/64
104
100396
283031
280671
2026-05-06T16:43:38Z
Thersetya2021
15831
283031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Candramawa99" />{{rh||― 49 ―}}</noinclude>Didjamannja Long March, sebenarnja djumblahnja kaum Communist Tiongkok ada terlalu sedikit dan hanja menguasai daerah² jang sunji diperbatasan tiga provincie di Barat - laut Tapi sehabisnja perang dunia kedua, pihak Kungchantang mempunjai angkatan perang jang terdiri 1000.000 serdadu serta sudah menguasai provincie2 Tiongkok jang kaja raya dengan penduduknja 50.000.000 djiwa.
Pada tahun 1946, Amerika telah tjoba mendamaikan perti. kaian hebat antara Generalissimo Chiang dan kaum Communist tapi berachir dengan kegagalan. Inilah jang memberi kesempatan bagus bagi Kungchantang untuk memperkuat kedudukannja. Generaal-majoor Patrick Hurley, duta besar Amerika di Tiongkok sudah mendesak Mao Tse-tung jang ragu² atau tak mempunjai goodwill untuk datang ke Chungking buat berunding dengan Generalissimo. Sebelum pesawat terbang meninggalkan Yenan, Mao Tse-tung dengan tersipu - sipu lalu memondong puterinja jang ketjil untuk diberi tjiuman, laksana kepergiannja generaal Mao ini kali hendak mendjalankan hukuman.
Enam minggu kemudian dengan tjepat sekali Mao sudah kembali di Yenan, wakil ketua Communist Chou En lai telah ditugaskan mendjalankan siasat diplomatiek selama dalam perundingan, dengan mendjadi penghubung antara Kungchantang dan Kuomintang dikota-kota besar, sehingga perundingan itu benar menemui djalan buntu barulah ia kembali ke Yenan. Adapun generaal Chou En-lai adalah seorang pemimpin Kungchantang satu²nja jang paling soepel dan merupakan diplomaat merah jang terpandai. Dimasa mudanja Chou sangat populair ketika bermain sandiwara jang berkalimat „hanja satu dollar” dengan memainkan roll sebagai orang perempuan.
{{c|SEDIKIT TENTANG KOTA YENAN.}}
Penghidupannja generaal Mao Tse-tung tatkala beliau masih berdiam dikota Yenan adalah sedarhana sekali. Pada tahun 1939 (Minkuo th. ke-28) beliau telah menikah dengan isterinja jang ke-4, seorang film star Tionghoa jang eilok sekali. Mereka berdua menuntut penghidupan bersahadja, dimusim panas tinggal dirumah gubuk, bila dimusim dingin tinggal diguwa batu. Karena takut bahaja pembunuhan, maka Mao dan isterinja sering2 pindah tempat. Auto dinas bagi itu Pemimpin Proletaar Tiongkok ada dari sumbangannja perkumpulan penatu Tionghoa di San Fransisco, Amerika.<noinclude></noinclude>
k9ksz7cchwe283nvnm7ow5xtfhxk9td
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/36
104
100411
283023
280639
2026-05-06T16:31:58Z
Thersetya2021
15831
283023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||-21-}}</noinclude>ganda hasil bumi untuk menjukupi kebutuhan sendiri sehingga tertjiptalah „daerah pembebasan” punja systeem menjukupi kebutuhan sendiri, hal inipun djuga hasil penjelidikan Mao Tse-tung, tentang sjarat mengatur pemerintahan desa. Systeem ini jalah tentera dan pegawai negeri bukannja memungut pembajaran dengan uang, tapi merupakan pemungutan padjak jang dibajar dengan bahan-bahan makanan, demikian djuga sebagian dapat dari penghasilan cooperatie-cooperatie itu. Liu menerangkan lebih djauh: dengan djalan ini pula kita dapat mendjamin penghidupan dua atau tiga djuta tentera dan pegawai-pegawai negeri dan sedikitpun tidak memberatkan bebannja rakjat: Dengan menggunakan systeem ini, kita dapat melangsungkan peperangan
dalam tempo 20 tahun lamanja bahkan masih dapat melandjutkan
sehingga memperoleh kemenangan achir”.
Saja sendiri didaerah djantung - hatinja Tiongkok - utara dan
memimpin pelbagai „daerah pembebasan” jang tersebar di empat
provincie, dengan mata kepala sendiri ternampak tjontoh-tjontoh
atau model jang mudah ditundukkan dengan kahalusan budi, dimana generaal Liu Po-cheng ditugaskan membela daerah jang berpenduduk 30.000.000 djiwa, dalam tahun 1946 satu tahun itu telah bertempur k.1. 3923 kali, tentera kuomintang jang menjerang daerah ini ada 49 brigade banjaknja, jang terbasmi ada 18 brigade. Tapi tentera Kuomintang dapat menduduki 20 kota dan district. Seorang opsir jang bertanggupg djawab untuk menjelenggarakan „Mobilisatie baru” telah mendjelaskan, bila diadakan mobilisatie rakjat sudah tjukuplah untuk merebut kembali daerah daerah jang diduduki itu; tapi untuk mempertahankan kekuatan tentera jang sedemikian besarnja akan sangat memberatkan beban rakjat. Karena peperangan saudara ini akan berdjalan sampai bertahun-tahun lamanja, maka mereka lalu mengirimkan pasukan Communist ke daerah pembebasan untuk bantu menegakkan pereconomian rakjat, serta merupakan tenaga jang tjukup
kuat untuk membela’daerah-daerah jang mendjadi sendinja pertanian dan bukanlah terletak dikota-kota jang direbut tadi. Dalam pada itu, mereka hanja dari pelbagai kabupaten untuk persiapan menghadapi segala kemungkinan dikelak kemudian hari; karena inilah, biarpun dalam perang jang berdjalan lama sekali, mereka tidak perlu mentjari serdadu dikabupaten-kabupaten jang dahulunja sudah menarik pemuda-pemudanja untuk didjadikan serdadu sampai dua kali. Mengenai anggaran belandja dan memakai tenaga manusia setjara hati-hati ini, djarang sekali terdjadi disuatu<noinclude></noinclude>
2nxp3mb6dq5ok34bh308jgbyl40kp7m
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/39
104
100422
283024
280801
2026-05-06T16:34:06Z
Thersetya2021
15831
283024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||-24-}}</noinclude>Oleh karena Liga Bangsa-bangsa itu sudah tidak dihargai sama sekali oleh Djepang, sehingga si - imprialist Djepang dapat berbuat sewenang-wenang di Tiongkok. Maka tidak lama kemudian tindakan Djepang tadi lalu ditiru oleh Mussolini, pemimpin fascist Italia almarhum, dengan agressienja di Ithiopia atau Abessienia negaranja Haileselasi pada tahun 1935. Dan dimasa itu Hitler djuga sudah merobek-robek perdjandjian perdamaian di Versailles, dengan membangunkan kembali angkatan perang Djerman jang kuat untuk melaksanakan tjita-tjitanja jang hebat {{...|5}} jalah keradjaan Djerman raya.
Setelah melihat Liga Bangsa-bangsa begitu melempem dan sudah lapuk {{...|5}} bagi negara-negara Dictator telah dianggap inilah sudah tiba saatnja untuk meluaskan daerahnja dengan kekuatan sendjata. Sesudahnja api peperangan berkobar dibenua Timur jang berupa agressie Djepang jang kedjam dan buas, api itu lalu meletus dibenua Afrika, jalah merupakan serangan Italia kepada Abessienië. Dari Abessienia lelatu peperangan mendjilat ke Spanjol dengan peperangan saudaranja jang hebat pada th. 1936.
Melihat dunia sudah mulai terbakar sedikit demi sedikit, kaum militer Djepang jang agressief makin lama makin tjongkak dengan di-imbangi oleh kawan-kawannja jalah Hitler dan Mussolini punja sepak terdjang di Europa. Pada tahun 1937, Djepang sudah memulai agressienja setjara besar-besaran jang di perlihatkan di Tiongkok. Negara-negara Barat jang mengira bahwa perang di Tiongkok sedikitpun tidak akan membakar rumahnja atau tidak dapat meluas ditanah air mereka, maka mereka beranggapan „tidak turut tjampur soal Tiongkok, adalah paling aman!” Tapi apa mau, sesudahnja perang Tiongkok ― Djepang berdjalan dua tahun lamanja, sekonjong-konjong Hitler lalu menjulut api peperangan Europa.
Pada masa itu, orang-orang jang mentjoba menjangkal kebenarannja sabda Generalissimo Stalin dan menganggap Tiongkok sebagai kuntjinja dunia, barulah mulai „insjaf” sedikit pentingnja kedudukan Negara Raksasa itu. Keinsjafan mereka benar-benar terdjadi disaatnja tentera Djepang menimbulkan peristiwa Pearls Harbor, dengan menghantjurkan angkatan laut dan udara Amerika di Pacific; last but not least, disaatnja seluruh dunia sudah terbakar betul, barulah mengetahui sedalam-dalamnja, bahwa suatu dunia jang damai, kekal dan abadi herus disertai {{sp|adanja}} ketenteraman di {{sp|Tiongkok}}.<noinclude></noinclude>
olsupgo0vnqkoklnmzu7aqlogpph6jr
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/135
104
100423
283242
280761
2026-05-07T02:47:22Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman, harap teliti sebelum memvalidasi. Semangat!
283242
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{border|max-width=25em|{{C|{{font-size|150%|'''JAVAANSCH'''<br>'''of'''<br>'''INDISCH NATIONALISME?'''}}}}}}
{{c|{{font-size|80%|DOOR}}
R. M. S. SOERIOKOESOEMO
A. MUHLENFELD
{{font-size|500%|x}}
TJIPTO MANGOENKOESOEMO
J. B. WENS.}}
{{border|max-width=15em|{{c|PRO<br>{{font-size|80%|EN}}<br>CONTRA}}}}<noinclude></noinclude>
5k446qtd03unmgcya8wc2sqqyvejoqa
283423
283242
2026-05-07T04:18:55Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283423
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|max-width=25em|{{C|{{font-size|150%|'''JAVAANSCH'''<br>'''of'''<br>'''INDISCH NATIONALISME?'''}}}}}}
{{c|{{font-size|80%|DOOR}}
R. M. S. SOERIOKOESOEMO
A. MUHLENFELD
{{font-size|500%|x}}
TJIPTO MANGOENKOESOEMO
J. B. WENS.}}
{{border|max-width=15em|{{c|PRO<br>{{font-size|80%|EN}}<br>CONTRA}}}}<noinclude>{{rh|||'''123'''}}
{{rh|||BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA}}
{{rh|||TJIPTO MANGOENKOESOEMO}}</noinclude>
ce3v71j2uffmmq9c6sj3jfc44vna386
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/137
104
100424
283244
280758
2026-05-07T02:48:10Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ nomer halaman
283244
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{border|max-width=25em|{{C|{{font-size|150%|'''JAVAANSCH'''<br>'''of'''<br>'''INDISCH NATIONALISME?'''}}}}}}
{{c|{{font-size|80%|DOOR}}
R. M. S. SOERIOKOESOEMO
A. MUHLENFELD
{{font-size|500%|x}}
TJIPTO MANGOENKOESOEMO
J. B. WENS.}}
{{border|max-width=15em|{{c|PRO<br>{{font-size|80%|EN}}<br>CONTRA}}}}<noinclude></noinclude>
5k446qtd03unmgcya8wc2sqqyvejoqa
283438
283244
2026-05-07T04:27:14Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
283438
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|max-width=25em|{{C|{{font-size|150%|'''JAVAANSCH'''<br>'''of'''<br>'''INDISCH NATIONALISME?'''}}}}}}
{{c|{{font-size|80%|DOOR}}
R. M. S. SOERIOKOESOEMO
A. MUHLENFELD
{{font-size|500%|x}}
TJIPTO MANGOENKOESOEMO
J. B. WENS.}}
{{border|max-width=15em|{{c|PRO<br>{{font-size|80%|EN}}<br>CONTRA}}}}<noinclude>{{rh|||'''125'''}}
{{rh|||BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA}}
{{rh|||TJIPTO MANGOENKOESOEMO}}</noinclude>
jqckudb1ulvbci4tg5kfzn9kd5cti9j
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/48
104
100426
283029
281394
2026-05-06T16:38:00Z
Thersetya2021
15831
283029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>Setelah api peperangan saudara membakar separo daratan Tiongkok, pada permulaan tahun 1949 j.l. hawa perdamaian mendadak muntjul pula karena rakjat seluruh negeri sudah bosan dengan perang saudara jang tak putus-putusnja. Setelah usaha perdamaian jang dipelopori oleh Shanghai Non partisan dibawah pimpinan Dr. Yen Hui-ching almarhum, pintu perundingan antara Kungchantang dan Kuomintang terbuka pula, sajang hasilnja nihil, karena Mao c.s. mengadjukan tuntutan hebat jang dapat ,menjekek batang lehernja Kuomintang. Kembali rakjat Tiongkok jang tjinta damai dan menghendaki penghidupan jang tenteram, terpaksa hidup pula dibawah palu godam peperangan saudara jang gegap-gembita.
{{c|R. R. T. CONTRA R. N. T.}}
Sebagaimana pembatja telah mengetahui, bahwa Tiongkok kini mempunjai dua pemerintahan, jalah Pemerintah Republik Rakjat Tiongkok jang berkedudukan di Peiking dibawah pimpinan Generaal Mao Tse-tung disatu pihak sementara di lain pihak Pemerintah Republiek Nationaal Tiongkok jang di Taiwan dibawah kemudinja Generalissimo Chiang Kai-shek.
Kedua pemerintahan ini sudah ambil putusan berdjoang mati-matian untuk mendjatuhkan satu sama lain, kalau Mao berulang-ulang sumbar hendak menjelesaikan pembebasan diseluruh Tiongkok dengan menjerbu ke {{sp|Taiwan}}, pangkalan jang terachir dari kaum Nationalist Tiongkok. Sebaliknja Generalissimo Chiang djuga sering sumbar hendak memerdekakan rakjat Tiongkok jang tak tahan hidup dibawah pemerintahan Communist dengan melakukan serangan membalas didaratan Tiongkok. Kedjadian ini sungguh pilu dan menjedihkan bagai rakjat Tiongkok jang tjinta negeri dan tak berparty, karena perdjoangan kedua pihak itu masing-masing ada tulang-punggungnja jang kuat jalah berupa {{sp|dua}} raksasa jang saling bermusuhan jalah Amerika dan Russia.
Dahulu ada orang pernah bilang, bahwa Koumintang tidak akan dapat membasmi Kungchantang. sebaliknja Kungchantang djuga tidak dapat mendjatuhkan Kuomintang. Alasan² seperti berikut:
Pada tahun 1935, tatkala Kungchantang diuber² (dikedjar) oleh tentera Kuomintang dengan susah-pajah achirnja dapat melolaskan diri dikota Yenan, salah satu kota di Shensi-Utara. Dimana mereka beristirahat dan menjusun kekuatan kembali, kesempatan mana hendak dipergunakn oleh pihak Kuomintang buat<noinclude></noinclude>
157jzvp5phmexoljuboj8a29lm23dnm
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/41
104
100428
283026
280936
2026-05-06T16:35:41Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ templat titik-titik, hwe
283026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{center|- 26 -}}</noinclude>almarhum telah meninggalkan pusaka negara jang tak ternilai harganja berupa kitab-kitab revolusionair jang berharga, diantaranja jang terpenting jalah SAN MIN CHU I. Karena kitab² tersebut sudah menundjukkan djalan jang terang jang harus di tempuh oleh kaum revolusionair Tionghoa dalam kewadjibannja untuk mambangun negara.
Tapi semendjak mangkatnja Pemimpin besar bangsa Timur itu, orang senantiasa menampak Tiongkok terus-menerus merintih {{...|5}} karena meletusnja perang saudara besar-ketjil jang tak putus-putusnja, dan sudah mengalirkan banjak darah. Bila orangcmemandang Tiongkok dari sudut itu nistjaja akan berpendapat bahwa idam-idamnja Sun Kokhu sukar terlaksana.
Memang harus diakui, sedari Tiongkok ditinggalkan oleh Pemimpin besarnja {{...|5}} negeri itu lalu terpetjah belah karena perbuatan para pembesar militer dan civiel, jg. menganggap milik negara boleh dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri, sehingga rakjat Tiongkok djatuh dalam djurang kesengsaraan jang hebat sekali. Untuk merobah suasana jang buruk itu dan supaja bangsa Tionghoa terangkat dari djurang kesengsaraan. Maka pada tahun-tahun 1924-1927, Kuomintang dan Kungchantang telah bersatu padu untuk melaksanakan pesanan sang Bapak Negara, dengan menggerakkan revolutie besar jang terkenal dengan nama Expeditie Pukul Utara (Peifahchun), dimana Generalissimo Chang Kai-shek diangkat sebagai Panglima besar tentera Kebangsaan jang bertanggung djawab atas tugasnja jang maha berat, jalah mempersatukan Tiongkok dibawah satu bendera dan satu ideologie nationaal. Sementara dimasa itu, Generaal Mao Tse-tung diangkat selaku kepala departement Pertanian Kuomintang, dan lain-lain pimimpin Communist djuga mentjurahkan tenaganja dalam angkatan perang Nationalist Rakjat jang dibawah pimpinan Generalissimo Chiang.
Betapa hebatnja roda revolutie jang mendapat tundjangan rakjat dan dibawah pimpinan patriot-patriot sedjati, jang benar-benar berdjoang mati-matian untuk kepentingan negara. Itulah terbukti dalam gerakan Expeditie Pukul Utara, sehingga dalam tempo tiga tahun sadja Tiongkok dapat dipersatukan dibawah satu bendera, sajang persatuan itu generaal Mao Tse-tung c. s., tidak turut serta; karena pada pertengahan tahun 1927, persatuan jang erat antara Kuomintang (Party Nationalis) dan Kungchantang (Party Communist) terputus {{...|5}} karena revolutie Tiongkok jang dipimpin oleh Kuomintang dan hampir memper-<noinclude></noinclude>
nyf5cwiktvnpt5cfn1wjcqhtslq40ly
283060
283026
2026-05-06T21:03:26Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283060
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||- 26 -}}</noinclude>almarhum telah meninggalkan pusaka negara jang tak ternilai harganja berupa kitab-kitab revolusionair jang berharga, diantaranja jang terpenting jalah SAN MIN CHU I. Karena kitab² tersebut sudah menundjukkan djalan jang terang jang harus di tempuh oleh kaum revolusionair Tionghoa dalam kewadjibannja untuk mambangun negara.
Tapi semendjak mangkatnja Pemimpin besar bangsa Timur itu, orang senantiasa menampak Tiongkok terus-menerus merintih {{...|5}} karena meletusnja perang saudara besar-ketjil jang tak putus-putusnja, dan sudah mengalirkan banjak darah. Bila orangcmemandang Tiongkok dari sudut itu nistjaja akan berpendapat bahwa idam-idamnja Sun Kokhu sukar terlaksana.
Memang harus diakui, sedari Tiongkok ditinggalkan oleh Pemimpin besarnja {{...|5}} negeri itu lalu terpetjah belah karena perbuatan para pembesar militer dan civiel, jg. menganggap milik negara boleh dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri, sehingga rakjat Tiongkok djatuh dalam djurang kesengsaraan jang hebat sekali. Untuk merobah suasana jang buruk itu dan supaja bangsa Tionghoa terangkat dari djurang kesengsaraan. Maka pada tahun-tahun 1924-1927, Kuomintang dan Kungchantang telah bersatu padu untuk melaksanakan pesanan sang Bapak Negara, dengan menggerakkan revolutie besar jang terkenal dengan nama Expeditie Pukul Utara (Peifahchun), dimana Generalissimo Chang Kai-shek diangkat sebagai Panglima besar tentera Kebangsaan jang bertanggung djawab atas tugasnja jang maha berat, jalah mempersatukan Tiongkok dibawah satu bendera dan satu ideologie nationaal. Sementara dimasa itu, Generaal Mao Tse-tung diangkat selaku kepala departement Pertanian Kuomintang, dan lain-lain pimimpin Communist djuga mentjurahkan tenaganja dalam angkatan perang Nationalist Rakjat jang dibawah pimpinan Generalissimo Chiang.
Betapa hebatnja roda revolutie jang mendapat tundjangan rakjat dan dibawah pimpinan patriot-patriot sedjati, jang benar-benar berdjoang mati-matian untuk kepentingan negara. Itulah terbukti dalam gerakan Expeditie Pukul Utara, sehingga dalam tempo tiga tahun sadja Tiongkok dapat dipersatukan dibawah satu bendera, sajang persatuan itu generaal Mao Tse-tung c. s., tidak turut serta; karena pada pertengahan tahun 1927, persatuan jang erat antara Kuomintang (Party Nationalis) dan Kungchantang (Party Communist) terputus {{...|5}} karena revolutie Tiongkok jang dipimpin oleh Kuomintang dan hampir {{hws|memper|memper}}<noinclude></noinclude>
itj3i6if4zyi47e2ldeai47vh5jn7jy
283061
283060
2026-05-06T21:04:00Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283061
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||- 26 -}}</noinclude>almarhum telah meninggalkan pusaka negara jang tak ternilai harganja berupa kitab-kitab revolusionair jang berharga, diantaranja jang terpenting jalah SAN MIN CHU I. Karena kitab² tersebut sudah menundjukkan djalan jang terang jang harus di tempuh oleh kaum revolusionair Tionghoa dalam kewadjibannja untuk mambangun negara.
Tapi semendjak mangkatnja Pemimpin besar bangsa Timur itu, orang senantiasa menampak Tiongkok terus-menerus merintih {{...|5}} karena meletusnja perang saudara besar-ketjil jang tak putus-putusnja, dan sudah mengalirkan banjak darah. Bila orangcmemandang Tiongkok dari sudut itu nistjaja akan berpendapat bahwa idam-idamnja Sun Kokhu sukar terlaksana.
Memang harus diakui, sedari Tiongkok ditinggalkan oleh Pemimpin besarnja {{...|5}} negeri itu lalu terpetjah belah karena perbuatan para pembesar militer dan civiel, jg. menganggap milik negara boleh dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri, sehingga rakjat Tiongkok djatuh dalam djurang kesengsaraan jang hebat sekali. Untuk merobah suasana jang buruk itu dan supaja bangsa Tionghoa terangkat dari djurang kesengsaraan. Maka pada tahun-tahun 1924-1927, Kuomintang dan Kungchantang telah bersatu padu untuk melaksanakan pesanan sang Bapak Negara, dengan menggerakkan revolutie besar jang terkenal dengan nama Expeditie Pukul Utara (Peifahchun), dimana Generalissimo Chang Kai-shek diangkat sebagai Panglima besar tentera Kebangsaan jang bertanggung djawab atas tugasnja jang maha berat, jalah mempersatukan Tiongkok dibawah satu bendera dan satu ideologie nationaal. Sementara dimasa itu, Generaal Mao Tse-tung diangkat selaku kepala departement Pertanian Kuomintang, dan lain-lain pimimpin Communist djuga mentjurahkan tenaganja dalam angkatan perang Nationalist Rakjat jang dibawah pimpinan Generalissimo Chiang.
Betapa hebatnja roda revolutie jang mendapat tundjangan rakjat dan dibawah pimpinan patriot-patriot sedjati, jang benar-benar berdjoang mati-matian untuk kepentingan negara. Itulah terbukti dalam gerakan Expeditie Pukul Utara, sehingga dalam tempo tiga tahun sadja Tiongkok dapat dipersatukan dibawah satu bendera, sajang persatuan itu generaal Mao Tse-tung c. s., tidak turut serta; karena pada pertengahan tahun 1927, persatuan jang erat antara Kuomintang (Party Nationalis) dan Kungchantang (Party Communist) terputus {{...|5}} karena revolutie Tiongkok jang dipimpin oleh Kuomintang dan hampir {{hws|memper|memperoleh}}<noinclude></noinclude>
97ffcap0mlcjh278sunejlpxzl1o96g
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/24
104
100434
283007
281437
2026-05-06T16:21:13Z
Thersetya2021
15831
283007
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rubyracha" />{{rh||-9-}}</noinclude><big>{{c|GENERAAL MAO TSE - TUNG DAN PERTJATURAN POLITIEK DUNIA.}}</big>
{{rule|width=4em}}
Setelah perang dunia ke-II berachir, generaal Mao Tse-tung pernah mengeluarkan pendapatnja tentang suasana baru dan pertjaturan politiek dunia. Hal ini masih belum tertjatat dalam buku-buku sedjarah, tapi toch sudah pernah diuraikan dalam interview -interview jang diatur oleh para wartawan-wartawan luar Negeri. Diantaranja interview2 tadi jang paling tegas jalah terdjadi pada bulan Agustus tahun 1946 jang didjelaskan oleh kepala djawatan penerangan Kungchantang tuan Lu Ting-i, dalam document-document resmi jang mengenai „Perhubungan Dunia Internationaal Sehabis Perang”.
Generaal Mao Tse-tung telah mengemukan pendapatnja jang djitu dan pemandangan-pemandangan jang luas ketika membitjarakan soal itu, diantaranja pendapat beliau menjatakan, selandjutnja hubungan antara Sovjet-Russia dan blok Amerika-Inggris akan mendjadi buruk dan setindak demi setindak menudju ke arah peperangan. Dalam pertjakapan beliau dengan seorang wartawan Amerika dimusim panas tahun 1946 jang lampau pernah mengatakan: „titik berat jang mengakibatkan buruknja perhubungan tadi, semata-mata disebabkan tipu-muslihatnja kaum reactionair Amerika untuk meruntjingkan perhubungan dengan mengelabui matanja rakjat; memuntjaknja kegentingan ini ada disebabkan pertentangan antara kaum imperialist Amerika dengan rakjatoja disatu pihek, dilain pihak perselisihan faham antara kaum kapitalis dunia dengan kaum imperialist-Amerika, Dengan berlaku waspada beliau telah meng-analyseer sebab dan akibatnja pertentangan tersebut, kemudian meajatakan pula: „Dalam tempo tak lama pvla rakjat Inggris pasti akan menanjak kepada diri sendiri: siapakah sebenarnja jang menindas kita ini, Sovjet-Russia atau Amerika-Serikat?” Pada waktu itu, pikiran dari blok Inggris sudah pasti dapat madju kearah apa jang diramalkan oleh Mao Tse-tung.
Pendapat ini telah diumumkan dengan resmi oleh kaum Communist Tiongkok (Kungchantang) pada tahun baru 1947, jang mengenai situatie dunia internationaal dan hasilnja penjelidikan tadi makin mendekati keadaan sebenarnja. Adapun penjelidikan itu menerangkan, bahwa poagaruh democratie dunia dari perang dunia anti-Fascisme jang telah memperoleh kemenangan, terus<noinclude></noinclude>
6wncjdzpvkdvht7boshwbckpdfhsrbr
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/46
104
100436
282650
282402
2026-05-06T13:16:09Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
282650
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 31 —}}</noinclude>letusan meriam dan ledakan bom dan granaat jang gegap-gempita {{...|10}} achirnja pada tanggal 14 Augustus 1945, tentera Djepang dan Kaisarnja telah bertekuk-lutut kepada negeri² serikat, diantaranja djuga bertaluk pada Tiongkok. Pada masa itu, pasukan-pasukan Nationalist dan Communist berlomba merebut kembali daerah pendudukan serta balapan melutjuti sendjata Djepang. Karena pada djauh-djauh hari tentera Kungchantang sudah dapat mendirikan pangkalan-pangkalan guerilla didaerah pendudukan Djepang, maka tidak heran bila dalam perlombaan ini, tentera Kungchantang lebih tjepat hasilnja dari pada tentera Kuomintang.
Pada masa itu rakjat Tiongkok diseluruh negeri jang sekian tahun menderita {{...|6}} berbalik mendjadi riang gembira, dan merasa berbahagia atas kemenangan-kemenangan jang gilang-gemilang tadi, karena kemenangan tersebut sudah mengangkat deradjatnja Negeri Leluhur kita dari negeri klas kambing mendjadi negeri klas satu, atau jang lebih terkenal dengan sebutan „One of The Big Five”.
Generalissimo Chiang Kai-shek dimasa itu mengetahui sedjelasnja, bahwa buah kemenangan jang gilang-gemilang tadi baru dapat dipertahankan, apa bila kerdja sama jang erat antara Kuomintang dan Kungchantang {{sp|tetap}} dipegang teguh seperti di masa perang melawan agressie Djepang. Maka tidak heran bila Generalissimo jang pada masa itu selaku President Pemerintah Nationaal Tiongkok, segera mengundang Generaal Mao Tse-tung supaja lekas datang di Chungking untuk merundingkan soal-soal jang penting bagai Tiongkok, teristimewa kesulitan-kesulitan jang sedang dihadapi oleh kedua pihak: Kuomintang dan Kungchantang. Undangan tersebut baru diterima oleh Generaal Mao setelah Generalissimo mengirimkan utusannja sampai {{sp|tiga}} kali ke Yenan dengan pesawat terbang istimewa.
Pertemuan antara Generaal Mao Tse-tung dan Generalissimo Chiang Kai-shek telah dimulai pada achirnja bulan Augustus 1945 di Chungking, dengan bertempat di istana President Tiongkok. Adapun permusjawaratan penting dan sangat bersedjarah antara kedua Pemimpin Besar Tiongkok itu sudah memakan tempo kurang lebih 45 hari lamanja, hasilnja permusjawartan tadi jalah berupa keluarnja satu maklumat bersama —jang disetudjui oleh kedua pihak, teristimewa sudah dimufakati oleh Generalissimo Chiang Kai-shek dan Generaal Mao Tse-tung.<noinclude></noinclude>
bb3gaxnltlo3xyt9cn4homgbln0tw9n
282655
282650
2026-05-06T13:17:54Z
Iripseudocorus
23824
282655
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 31 —}}</noinclude>letusan meriam dan ledakan bom dan granaat jang gegap-gempita {{...|10}} achirnja pada tanggal 14 Augustus 1945, tentera Djepang dan Kaisarnja telah bertekuk-lutut kepada negeri² serikat, diantaranja djuga bertaluk pada Tiongkok. Pada masa itu, pasukan -pasukan Nationalist dan Communist berlomba merebut kembali daerah pendudukan serta balapan melutjuti sendjata Djepang. Karena pada djauh - djauh hari tentera Kungchantang sudah dapat mendirikan pangkalan - pangkalan guerilla didaerah pendudukan Djepang, maka tidak heran bila dalam perlombaan ini, tentera Kungchantang lebih tjepat hasilnja dari pada tentera Kuomintang.
Pada masa itu rakjat Tiongkok diseluruh negeri jang sekian tahun menderita {{...|6}} berbalik mendjadi riang - gembira, dan merasa berbahagia atas kemenangan-kemenangan jang gilang-gemilang tadi, karena kemenangan tersebut sudah mengangkat deradjatnja Negeri Leluhur kita dari negeri klas kambing mendjadi negeri klas satu, atau jang lebih terkenal dengan sebutan „One of The Big Five”.
Generalissimo Chiang Kai-shek dimasa itu mengetahui sedjelasnja, bahwa buah kemenangan jang gilang-gemilang tadi baru dapat dipertahankan, apa bila kerdja sama jang erat antara Kuomintang dan Kungchantang {{sp|tetap}} dipegang teguh seperti di masa perang melawan agressie Djepang. Maka tidak heran bila Generalissimo jang pada masa itu selaku President Pemerintah Nationaal Tiongkok, segera mengundang Generaal Mao Tse-tung supaja lekas datang di Chungking untuk merundingkan soal-soal jang penting bagai Tiongkok, teristimewa kesulitan-kesulitan jang sedang dihadapi oleh kedua pihak: Kuomintang dan Kungchantang. Undangan tersebut baru diterima oleh Generaal Mao setelah Generalissimo mengirimkan utusannja sampai {{sp|tiga}} kali ke Yenan dengan pesawat terbang istimewa.
Pertemuan antara Generaal Mao Tse-tung dan Generalissimo Chiang Kai-shek telah dimulai pada achirnja bulan Augustus 1945 di Chungking, dengan bertempat di istana President Tiongkok. Adapun permusjawaratan penting dan sangat bersedjarah antara kedua Pemimpin Besar Tiongkok itu sudah memakan tempo kurang lebih 45 hari lamanja, hasilnja permusjawartan tadi jalah berupa keluarnja satu maklumat bersama —jang disetudjui oleh kedua pihak, teristimewa sudah dimufakati oleh Generalissimo Chiang Kai-shek dan Generaal Mao Tse-tung.<noinclude></noinclude>
3pt4cgzkvvpozrdvzj33q2abzv1azeb
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/123
104
100437
282611
280360
2026-05-06T12:49:12Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282611
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>djoega jang pantes aken di taro di kami poenja mangkota .” Sambil bitjara begitoe radja soeroeh bawa padanja satoe peti ketjil terisi moetiara.
Si toekang emas lakoeken pakerdja-annja dengan baik , dia pilih ati-ati dan dia taoe betoel jang bagoes-bagoes, sampe radja begitoe senang sekali hingga si toekang emas itoe di anoegrahkennja bebrapa anoegraban jang berharga serta ia poen di angkat djadi toekang emasnja radja. Dia misti pasang intan batoe permata di mangkotanja radja, di ikat pinggangnja dan laen-laen.
Dari sebab itoe toekang emas, açal orang baik-baik den ia dapet peladjaran jang tjoekoep maka ia di soeka sekali oleh radja, dan lama kelama-an dia djadi orang penggawe jang paling di pertjaija radja.
Semantara itoe waka isterinja si toekang emas melahirken auak kembar laki laki doewa; sebagimana kehendak soewaminja maka satoe anak di nama kennja Bebrus dan jang laen di namakenpja Rusbeh. Ianja lantas kirim orang membawa kabar pada soewaminja, kabar itoe di toelis di soerat begini boenjinja: »Toehan jang Maha Moelija telah membikin adinda djadi iboe dari pada doewa anak laki-laki jang bagoes dan soeboer, adinda tiada ada sampe perkata-an aken
memoedjiken bagoesnja.
Dari itoe baiklah kakanda jang tertjinta dateng kemari aken kita berdoewa mengoetjap sjoekoer pada Allah jang telah bikin kita begini beroentoeng, adinda tiada bisa tahan lama-an aken idoep berpisahan dari pada kakanda.”
Koetika si toekang emas trima itoe soerat maka ia bilang trimah kasi pada Allah ta-allah , abis ia mengadap radja aken minta permissie poelang. Tetapi sri maharadja begitoe soeka dan saijang padanja hingga radja tiada maoe kasi permissie tjoema dia di djandji nanti lagi satoe taon baroe dianja bole poelang ketemoe-in anak isteri.
Apabila soeda liwat ini satoe taon, maka si toekang emas lantas mengadap lagi aken kasi ingat djandjivja radja, aken tetapi radja tiada maoe toeroet djandjinja iapja tiada kasi permissie poelang tjoema di djandjiken abis satoe taon lagi .
Begitoe dengan begitoe sampe djalan delapan taon , si toekang emas tiada djoega bole poelang ketemoe anak isterinja jang sanget di kangennja.
Selamanja iloe maka isterinja si toekang emas sendiri tinggal rawatin dan piarah kasi peladjaran itoe anak doewa, sampe itoe anak -anak bisa toelis soerat sendiri kapada ajahandanja. Maka ajandanja girang soenggoe meliat toelisan anaknja begitoe bagoes sampe ia tiada sabaran lagi dia misti ketemoein lagi sama radja boewat minta permissie poelang. Aken tetapi radja masih taban sama si toekang emas dia tiada bole pegi, radja adjarin padanja aken kirim orang sadja boewat ambil anak isterinja bawa ka kota tempat perdiamannja. Si toekang emas kepaksalah aken trima ini adjaran dari itoe ianja toelis soerat pada isterinja aken dateng sadja ka kota. Apabila si isteri trima itoe<noinclude>{{rh||1355}}</noinclude>
5g982hggqrdj160axsr7snnhus1kvsm
Halaman:Awas!.pdf/133
104
100439
283412
280363
2026-05-07T04:12:30Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283412
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{hii}}
M O D E L III. Sluiting voor motorrijtuigen op twee wielen in elke richting van den te berijden weg.<br>Ditoetoep bagi kendaraan motor jang beroda doea menoedjoe segala arah dari djalan jang hendak dilaloei.{{div end}}
{{rh|A. Voortdurend.<br>
Ditoetoep boeat selamanja.}}
{{missing image}}
{{rh|B. Tijdelijk.<br>
Ditoetoep boeat sementara.}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
lqbliokgk4cxskfn2m44josesujj3av
283419
283412
2026-05-07T04:15:53Z
Ichahahaha
27015
283419
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{hii}}
MODEL III. Sluiting voor motorrijtuigen op twee wielen in elke richting van den te berijden weg.<br>Ditoetoep bagi kendaraan motor jang beroda doea menoedjoe segala arah dari djalan jang hendak dilaloei.{{div end}}
{{rh|A. Voortdurend.<br>
Ditoetoep boeat selamanja.}}
{{missing image}}
{{rh|B. Tijdelijk.<br>
Ditoetoep boeat sementara.}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
pq1q9jibnsvptiggj839q46dl0sg247
Halaman:Generaal Mao Tse-Tung President R. R. T.pdf/35
104
100445
283020
281198
2026-05-06T16:30:12Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ tanda petik belakang, templat hwe, templat titik-titik
283020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>naik sampai 5000.000 djiwa), dari awal sampai achirnja angkatan perang itu mendapatkan sendjata dari pihak musuh dan tjara bertambahnja djuga demikian. Dibawah ini kita hendak memperbintjangkan hasil-hasil penjelidikan atau analyseer, tapi tak dapat diterangkan semua.
Liu menjatakan pula: „Sekarang apa tidak baik kita memberikan tjontoh kepada musuh, agar mereka sendiri sedikit demi sedikit dapat mempeladjari hal ini. Orang-orang Djepang achirnja sudah dapat memahamkan sebagaian dari ini, tapi mereka mempeladjari ini dengan menggunakan temponja berperang sampai delapan tahun lamanja, pada waktu itu setelah mereka mengarti tjara-tjara dan pengetahuan ini sebenarnja sudah terlambat, dan tidak berguna bagai mereka.
Chiang Kai-shek sekarang (tahun 1947-Penulis) telah mempergunakan general Yasuji Okamura, bekas panglima besar bala-tentera Djepang di Tiongkok dulu, untuk mendjadi penasihat militairnja di Nanking...,. tapi sekarang kita sudah (mendapat ilmu baru dan siasat jang hebat untuk melawan Chiang".
{{c|EXPANSIE DIMASA PERANG MELAWAN
<br>DJEPANG.}}
Dimasa kita perang melawan Djepang dan menghadapi saat-saat jang paling sukar itu, achirnja telah mentjiptakan suatu barisan pekerdja tani jang memperlipat gandakan hasil bumi didaerah Kungchangtang, ini djuga hasil pendapatan baru dari general Mao Tse-tung, jang asalnja dari mempeladjari ilmu pertanian kuno dari keluarga „Tang chia pantse" punja sifat-sifat gotong-rojong.
Biasanja untuk memperbaiki tjara-tjara pertanian kuno dan untuk memperbesar hasil bumi ada dua: jalah tjara-tjara jang digunakan oleh negara-negara kapitalisme dari Inggris-Amerika dan tjara pemusatan tenaga tani à la Russia. Kaum Communist Tiongkok sekarang tidak dapat memakai kedua-duanja. Barisan pekerdja mereka jalah dari si - pemilik punja perserikatan tani atau cooperatie.
Hal jang membikin Yenan dapat mengatasi segala kesulitan selama diblokkeer Koumintang dan dimasa perang melawan Djepang, malahan dipelbagai pangkalan pasukan geurilla dibelakang garis perang Djepang di Tiongkok-utara jang terpenting sana-sini itu djuga dapat „Self-supporting" atau memperlipat-<noinclude></noinclude>
7tlm2d1c0d21lmv6y5meciht00pi2l3
283057
283020
2026-05-06T21:01:35Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283057
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>naik sampai 5000.000 djiwa), dari awal sampai achirnja angkatan perang itu mendapatkan sendjata dari pihak musuh dan tjara bertambahnja djuga demikian. Dibawah ini kita hendak memperbintjangkan hasil-hasil penjelidikan atau analyseer, tapi tak dapat diterangkan semua.
Liu menjatakan pula: „Sekarang apa tidak baik kita memberikan tjontoh kepada musuh, agar mereka sendiri sedikit demi sedikit dapat mempeladjari hal ini. Orang-orang Djepang achirnja sudah dapat memahamkan sebagaian dari ini, tapi mereka mempeladjari ini dengan menggunakan temponja berperang sampai delapan tahun lamanja, pada waktu itu setelah mereka mengarti tjara-tjara dan pengetahuan ini sebenarnja sudah terlambat, dan tidak berguna bagai mereka.
Chiang Kai-shek sekarang (tahun 1947―Penulis) telah mempergunakan general Yasuji Okamura, bekas panglima besar bala-tentera Djepang di Tiongkok dulu, untuk mendjadi penasihat militairnja di Nanking{{...|7}}tapi sekarang kita sudah (mendapat ilmu baru dan siasat jang hebat untuk melawan Chiang”.
{{c|EXPANSIE DIMASA PERANG MELAWAN DJEPANG.}}
Dimasa kita perang melawan Djepang dan menghadapi saat-saat jang paling sukar itu, achirnja telah mentjiptakan suatu barisan pekerdja tani jang memperlipat gandakan hasil bumi didaerah Kungchangtang, ini djuga hasil pendapatan baru dari general Mao Tse-tung, jang asalnja dari mempeladjari ilmu pertanian kuno dari keluarga „Tang chia pantse” punja sifat-sifat gotong-rojong.
Biasanja untuk memperbaiki tjara-tjara pertanian kuno dan untuk memperbesar hasil bumi ada dua: jalah tjara-tjara jang digunakan oleh negara-negara kapitalisme dari Inggris-Amerika dan tjara pemusatan tenaga tani à la Russia. Kaum Communist Tiongkok sekarang {{sp|tidak}} dapat memakai kedua-duanja. Barisan pekerdja mereka jalah dari si - pemilik punja perserikatan tani atau cooperatie.
Hal jang membikin Yenan dapat mengatasi segala kesulitan selama diblokkeer Koumintang dan dimasa perang melawan Djepang, malahan dipelbagai pangkalan pasukan geurilla dibelakang garis perang Djepang di Tiongkok-utara jang terpenting sana-sini itu djuga dapat „Self-supporting” atau {{hws|memperlipat|memperlipat-}}<noinclude></noinclude>
4endl2dkbbuv3phdshnqopua56m8lc2
283058
283057
2026-05-06T21:02:05Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283058
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>naik sampai 5000.000 djiwa), dari awal sampai achirnja angkatan perang itu mendapatkan sendjata dari pihak musuh dan tjara bertambahnja djuga demikian. Dibawah ini kita hendak memperbintjangkan hasil-hasil penjelidikan atau analyseer, tapi tak dapat diterangkan semua.
Liu menjatakan pula: „Sekarang apa tidak baik kita memberikan tjontoh kepada musuh, agar mereka sendiri sedikit demi sedikit dapat mempeladjari hal ini. Orang-orang Djepang achirnja sudah dapat memahamkan sebagaian dari ini, tapi mereka mempeladjari ini dengan menggunakan temponja berperang sampai delapan tahun lamanja, pada waktu itu setelah mereka mengarti tjara-tjara dan pengetahuan ini sebenarnja sudah terlambat, dan tidak berguna bagai mereka.
Chiang Kai-shek sekarang (tahun 1947―Penulis) telah mempergunakan general Yasuji Okamura, bekas panglima besar bala-tentera Djepang di Tiongkok dulu, untuk mendjadi penasihat militairnja di Nanking{{...|7}}tapi sekarang kita sudah (mendapat ilmu baru dan siasat jang hebat untuk melawan Chiang”.
{{c|EXPANSIE DIMASA PERANG MELAWAN DJEPANG.}}
Dimasa kita perang melawan Djepang dan menghadapi saat-saat jang paling sukar itu, achirnja telah mentjiptakan suatu barisan pekerdja tani jang memperlipat gandakan hasil bumi didaerah Kungchangtang, ini djuga hasil pendapatan baru dari general Mao Tse-tung, jang asalnja dari mempeladjari ilmu pertanian kuno dari keluarga „Tang chia pantse” punja sifat-sifat gotong-rojong.
Biasanja untuk memperbaiki tjara-tjara pertanian kuno dan untuk memperbesar hasil bumi ada dua: jalah tjara-tjara jang digunakan oleh negara-negara kapitalisme dari Inggris-Amerika dan tjara pemusatan tenaga tani à la Russia. Kaum Communist Tiongkok sekarang {{sp|tidak}} dapat memakai kedua-duanja. Barisan pekerdja mereka jalah dari si - pemilik punja perserikatan tani atau cooperatie.
Hal jang membikin Yenan dapat mengatasi segala kesulitan selama diblokkeer Koumintang dan dimasa perang melawan Djepang, malahan dipelbagai pangkalan pasukan geurilla dibelakang garis perang Djepang di Tiongkok-utara jang terpenting sana-sini itu djuga dapat „Self-supporting” atau {{hws|memperlipat|memperlipatganda}}<noinclude></noinclude>
4y1vv7v84ksdpr3sfniibdfpwh5zp78
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/125
104
100460
282613
280415
2026-05-06T12:50:15Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282613
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>soerat maka dia lantas sedia sediahkеn boewat brangkat bersama sama anakuja. dan tiada lama lagi dia teroes berdjalan.
Dia soeda ada di djalan bersama sama anaknja toedjoe ari toedjoe malem lamanja, maka pada soewatoe malem ia tinggal bermalem di pinggir pante. Pada ka-esokan hari pagi-pagi maka itoe anak-anak minta permissie pada iboenja aken maen-maen di pante sebab belon pernah di liatnja, itoe anak-anak lantas pegi maen di pinggir laoet. Hata maka itoe si toekang emas soeda tiada sabaran boewat bernanti lama-an datengnja isterinja kerna itoe ia pegi ketemoe-in di djalan. Dengan tiada minta permissie radja dia naik kapal aken soesoel isterinja di djalan. Ada kira-kira soeda doewa ari di djalan maka ia soeroe kapal itoe ber aboe doeloe di pante, dari sinilah dia hendak ketemoe-in anak isterinja. Menoeroet sebagimana kahendaknja si toekang emas maka kapal itoe menoedjoe pante laloe berlaboe di tempat jang baik. Pada ka-esokan hari ianja toeroen ka darat dan dia pesan djoeragan kapal aken bernanti datengoja di sitoe djoega djangan pinda-pinda.
Sampe di darat dia ambil aer sembajang laloe ia bersembajang, abis dia berdjalan lebi djaoe dengan memegang toengkat. Dia berdjalan belon brapa djaoe maka dia dapet taoe jang kantong doewitnja ilang. Djadi dia lekas-lekas balik katempat dia bersembajang tadi sebab dia kira barangkali djato dari pakejannja koetika dia ambil aer sembajang.. Aken tetapi dia tjari-tjari tiada djoega dapet. Maka sekoenjoeng koenjoeng dia dengar soewara anak-anak tertawa tawa. Dianja ampirin itoe soewara maka dia dapet liat ada doewa anak laki-laki. Kabetoelan itoe kapal berlaboe di tempat di mana isterinja toekang emas itoe bermalem bersama kadoewa anaknja. Si toekang emas lantas tanja pada itoe anak-anak dari itoe kantong jang ilang. Itoe anak-anak menjaoet, dia orang tiada liat kantong. Barang dia orang berkata begitoe maka si toekang emas kira dia orang jang soeda ambil itoe kantong dan sekarang dia orang menjangkal. Ianja djadi marah laloe di poekoeluja dan di kata-innja anak-anak itoe. Tetapi itoe anak-anak djoega kata-in kombali maka begitoe keras orang orang itoe berkata kata an sampe si toekang emas tiada tahan nafsoe marahinja lagi dia pegang kadoewa doewanja anak itoe laloe di ikatnja di satoe gaboeng glagah abis dia boewang di laoet.
Tiada sebrapa lama lagi maka dia dengar soewara orang perampoewan memanggil Behrus dan Rusbeh, ia itoe si iboe jang pegi soejoel anaknja ka pinggir laoet sebab dia orang lama belon djoega poelang. Si toekang emas itoe kenalin ini soewara boekan orang laen, melaenken soewaranja dia poenja isteri djadi keboeroe boeroe dia pegi amperin itoe soewari. Setelah sampe maka dia pelok tjioem isterinja jang soeda begitoe lama tiada di liatnja abis katanja: Adinda mana itoe anak-anak, kanda dengar tadi engkau memanggil anak-anak, lekas soeroeh dia orang kemari ketemoein akoe sebab akoe sanget kangen padanja.<noinclude>{{rh||1356}}</noinclude>
6dqd1rt8ze5p9l6o73fp8iit2dz3x22
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/127
104
100469
282615
280581
2026-05-06T12:50:43Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282615
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Djawab isterinja: »Ja kakandakoe, adinda tiada taoe kamana peginja, tadi dia orang minta permissie pada koe aken pegi liat pinggir pante sebab belon pernah dia orang liat laoetan, aken tetapi sampe sekarang dia orang belon djoega poelang, ia itoelah sebabnja sampe akoe dateng memanggil manggil anak-anak itoe, barangkali dia-orang ada di sini.”
Barang si toekang emas dengar isterinja bitjara begini, baroelah dia rasa bahoewa ianja dapet tjilaka besar soenggoe maka dia nangis amat pedihnja seraija boeseroc: »Ach, akoe ini orang tjilaka, apakah akoe berboewat! Akoe poenja anak sendiri akoe boewang ka dalem laoet! Abis ia tjeritaken isterinja apa jang telah kedjadian.
Isterinja djato pangsan koetika di dengarnja anak-anaknja di boewang di laoet srenta dia ingat kombali maka kadoewa laki isteri pegi tjari itoe anak di pinggir-pinggir laoet tetapi pertjoema sadja, dia orang tiada dapetin apa-apa, bekas-bekasnja sekali poen tiada ada. Pada ka-esokan hari maka dia orang fikir lebi baik tinggalin soewatoe negri jang telah mendjadiken sanget sedihnja. Kerna itoe poen si toekang emas kasi toercen segala barang-barang dan hartanja dari kapal dan di bril kennja oepah pada djoeragan kapal serta di kasi permissie aken poelang kombali, melaenken di djandjinja djangan kasi taoe orang di mana dia soeda bawa si toekang emas. Abis begitoe si toekang emas brangkat bersama sama isterinja. Sapandjang djalan dia orang sedih sekali ingat katjilaka-an anak-anaknja. Ada sabrapa hari lamanja di djalan maka kadoewa laki isterinja sampe di satoe kampoeng, di mana si toekang emas beli doewa ekor koeda soepaija terlebi gampang lagi dia orang
berdjalan, Kamoedian dia orang sampe di soewatoe kota jang besar, dan njaman. Di sinilah orang kadoewa laki isteri hendak berdiam, oleh kerna itoe maka si toekang emas beli sa-boewah roemah jang endah-endah tempat kadiamannja. Dalem itoe roemah dia orang idoep manis.dengan tiada brentinja ingat anak -anaknja jang dapet tjilaka.
Hata maka itoe doewa anak-anak tiada mati anjoet di laoet. Dia orang bisa dapet boeka tali-tali pengikatnja dan dia orang kabawa aroes dan ombak masing-masing djato terdampar di laen-laen tempat. Behrus terdampar di soewatoe negri di mana radja kabetoelan lagi memboeroe maka radja dapetin dia. Lantas radja titahkеn orang-orang pengiringnja aken toeloeng pada anak jang terdsmpar itoe. Sekalian marika itoe toeloengin itoe anak, abis barang dia soedah ingat kombali maka dia di bawa ka hadepan radja. Apabila radja dapet liat dandannan anak itoe tjakep sekali maka lantas radja saijang dan Abis di tanja olehnja namanja siapa dan bagimana Anak itoe tjeritaken hal ich walnja abis katanja dia poenja nama Bebrus. soeka sama itoe anak. dia bole anjoet sampe terdampar di ini negri.
Maka berkata radja: »Behrus itoe nama bagoes sekali, dan dari sebab<noinclude>{{rh||1357}}</noinclude>
cwa58z3sncvqyelxq7kiicpp371w2d9
Halaman:Awas!.pdf/4
104
100470
282706
282146
2026-05-06T13:49:06Z
Devi 4340
13230
282706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{r|{{smaller|Serie No. 737}}}}
{{c|{{xxx-larger|AWAS!}}
Handboek voor het verkeer<br>in Nederlandsch-Indië
{{smaller|{{sc|door}}}}
B. Th. {{sp|{{uc|Brondgeest}}}}
{{smaller|''Taalkundige bij Volkslectuur''}}
{{rule|6em}}
{{smaller|{{sc|tweede druk}}}}
{{rule|6em}}
[[File:Awas! (page 4 crop).jpg|center|frameless|upright=0.3]]
{{rule|10em}}
{{X-smaller|{{uc|Volkslectuur {{--}} Weltevreden 1927.}}}}}}<noinclude></noinclude>
kokho3ncfmh05r6zp26z6uh8t4a4ptg
Halaman:Awas!.pdf/157
104
100537
283720
280543
2026-05-07T09:14:41Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|WAARSCHUWINGSBORDEN DER J.M.C.
PAPAN PERINGATAN J.M.C.}}
No. 1 {{Missing image}}
No. 2 {{Missing image}} No, 9 {{Missing image}}<noinclude></noinclude>
p0ifzsv9qlhjw40wjc7t2d316ywzghv
Halaman:Awas!.pdf/97
104
100541
282942
281060
2026-05-06T15:51:01Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ sesuaikan tanda petik dengan teks aslinya
282942
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>[[Berkas:Awas! (page 97 crop).jpg|400px|nirbing|pus]]
{{C|No. 14. "Links houden” en niet rechts zooals deze auto's.<br> "Djalan kiri” dan djanganlah djalan kanan seperti auto jang digambarkan ini.}}<noinclude></noinclude>
g7lhpqgpeetxg098rsuorb9yt6jegq8
283052
282942
2026-05-06T20:50:45Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283052
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Awas! (page 97 crop).jpg|400px|nirbing|pus]]
{{C|No. 14. „Links houden” en niet rechts zooals deze auto's. „Djalan kiri” dan djanganlah djalan kanan seperti auto jang digambarkan ini.}}<noinclude></noinclude>
frc0cbmddhz1p99r3quisz6j0tva755
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/129
104
100570
282596
280656
2026-05-06T12:42:52Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282596
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>engkau seperti di takdirken Allah aken dateng di dalem ini negri di mana kami tiada ada poenja anak maka engkau lah kami angkat djadi anak soepaija bole djadi gantikami djadi radja di sini. Ajo naik koeda toeroet sama kami pegi ka kota."
Marika itoe berkoeda teroes ka astana karadja -av , barang sampe maka di titahken radja jang anak itoe misti di piarah dan di rawat-in baik-baik misti
di bikin seperti anak poetera radja sendiri. Sahari hari radja mengoendjoeken tjintanja pada itoe anak maka anak itoe poen sanget tjinta bapa poengoetnja
dan ia poen di saijang djoega oleh sekalian rajat negri. Ada sebrapa taon lamanja radja djato sakit teroes wafat maka anak itoelah di bikinnja djadi ahli waris dan ganti radja. Behrus naik djadi radja dan di soeka di tjintai oleh sekalian anak negri,
Prihalnja Rusbeh berbeda-an sanget dari pada prihal soedaranja. Ianja terdampar di pantenja soewatoe negri jang biasa di djalani penjamoen. Pada itoe waktoe Rusbeh kebetoelan di dapetin oleh penjamoen, dia di ikat di atas koeda laloe di bawa lari masoek ka pagoenoengan dengan nijat aken djoewal dia djadi boedak. Koetika romannja soedah segar maka dianja di bawa lagi ka pasar boedak aken di djoewalnja.
Hata maka pada itoe hari poen si toekang emas pegi ka pasar boedak aken tjari boedak sebab ianja perloe pake boedak. Koetika dia sampe di pasar maka dia dapet liat Rusbeh jang hendak di djoewal. Tiada ketaoewan apa
sebabnja tetapi si toekang emas poenja ati kaja di tarik-tarik katempatnja Rusbeh bediri; dia penoedjoe sekali aken dapet itoe boedak. Djadi ianja tanja harganja, barang soedah selesei maka ia bajar harganja dan itoe boedak di bawa poelang
Koetika sampe di roemah dia lantas bawa masoek kasi liat isterinja, maka sanget keras kagetnja apabila di liatnja isterinja djato pangsan waktoe si isteri dapet pandang itoe boedak. Kalangkaboet orang di roemah aken toeloengin njonja roemah. Setelah dianja soedab segar lagi maka ianja lantas pelok tjioem boedak itoe seraija berkata: »Och kakanda, soenggoe kita beroentoeng sekali sebab kita poenja anak Rusbeh di kombaliken lagi oleh Allah kapada kita.” Apabila si toekang emas dengar bitjara isterinja, maka ia lantas
pelok tjioem anaknja. Abis dia di tanja bagimana dia bisa katoeloengan tida mati anjoet. Maka Rusbeh tjeritaken segala hal ich walnja. Katiga tiganja
sekarang pada mengoetjap soekoer jang anaknja katoeloengan serta besar poela pengharepanja jang Behrus djoega tiada mati.
Si toekang emas sekarang adjarin kabisa anoja pada anaknja. Dalem sedikit tempo itoe anak soedah sama pande bekerdja emas dan batoe permata seperti ajandanja. Lagi ajandanja adjarken padanja aken berniaga, hingga lama kelama-an Rusbeh itoe djadi sa-orang soedagar jang tjoekoep soenggoe kapandejannja.<noinclude>{{rh||1358}}</noinclude>
szfa3ikvi97npu6z9yjohnnuhokhcjd
Halaman:Awas!.pdf/114
104
100585
282682
280803
2026-05-06T13:30:25Z
Devi 4340
13230
/* Tervalidasi */
282682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 114 crop).jpg|center|400px|frameless]]
No. 20. Kijkt vóórdat ge een onbewaakten trein-of tramoverweg oversteekt, eerst met de meeste oplet-tendheid naar heide kanten uit. Waagt het niet, over te steken, als ge den trein of de tram reeds ziet naderen, hun snelheid bedriegt u.
Kalau hendak menjeberangi djalan keréta api atau trém jang tidak berdjaga, lihatlah kiri kanan lebih dahoeloe, kalau-kalau ada keréta api atau trém datang. Djanganlah menjeberang djoega, kalau ada trém atau keréta api itoe kelihatan datang, karena tjepatnja tidak dapat dikira-kirakan dengan betoel.<noinclude></noinclude>
5awb5t7b6mkowmi3zcbcoaa5phj8i00
282687
282682
2026-05-06T13:36:19Z
Devi 4340
13230
282687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 114 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{smaller|No. 20. Kijkt vóórdat ge een onbewaakten trein-of tramoverweg oversteekt, eerst met de meeste oplet-tendheid naar heide kanten uit. Waagt het niet, over te steken, als ge den trein of de tram reeds zietnaderen, hun snelheid bedriegt u.}}<br>{{smaller|Kalau hendak menjeberangi djalan keréta api atau trém jang tidak berdjaga, lihatlah kiri kanan lebih dahoeloe, kalau-kalau ada keréta api atau trém datang. Djanganlah menjeberang djoega, kalau ada trém atau keréta api itoe kelihatan datang, karena tjepatnja tidak dapat dikira-kirakan dengan betoel.}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
ls0ezdf09ml4oc2dff2jk3a4176xcb1
282699
282687
2026-05-06T13:41:30Z
Devi 4340
13230
282699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 114 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{rata|{{smaller|No. 20. Kijkt vóórdat ge een onbewaakten trein-of tramoverweg oversteekt, eerst met de meeste oplet-<br>tendheid naar heide kanten uit. Waagt het niet, over te steken, als ge den trein of de tram reeds ziet<br>naderen, hun snelheid bedriegt u.}}<br>{{smaller|Kalau hendak menjeberangi djalan keréta api atau trém jang tidak berdjaga, lihatlah kiri kanan lebih<br>dahoeloe, kalau-kalau ada keréta api atau trém datang. Djanganlah menjeberang djoega, kalau ada <br>trém atau keréta api itoe kelihatan datang, karena tjepatnja tidak dapat dikira-kirakan dengan betoel.}}}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
2339s2bzivudtv544w9wusudk9v5f2h
282700
282699
2026-05-06T13:42:16Z
Devi 4340
13230
Batalkan revisi [[Special:Diff/282699|282699]] oleh [[Special:Contributions/Devi 4340|Devi 4340]] ([[User talk:Devi 4340|bicara]])
282700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 114 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{smaller|No. 20. Kijkt vóórdat ge een onbewaakten trein-of tramoverweg oversteekt, eerst met de meeste oplet-tendheid naar heide kanten uit. Waagt het niet, over te steken, als ge den trein of de tram reeds zietnaderen, hun snelheid bedriegt u.}}<br>{{smaller|Kalau hendak menjeberangi djalan keréta api atau trém jang tidak berdjaga, lihatlah kiri kanan lebih dahoeloe, kalau-kalau ada keréta api atau trém datang. Djanganlah menjeberang djoega, kalau ada trém atau keréta api itoe kelihatan datang, karena tjepatnja tidak dapat dikira-kirakan dengan betoel.}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
ls0ezdf09ml4oc2dff2jk3a4176xcb1
282702
282700
2026-05-06T13:42:53Z
Devi 4340
13230
282702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Devi 4340" /></noinclude>[[File:Awas! (page 114 crop).jpg|center|400px|frameless]]
{{rata|{{smaller|No. 20. Kijkt vóórdat ge een onbewaakten trein-of tramoverweg oversteekt, eerst met de meeste oplet-tendheid naar heide kanten uit. Waagt het niet, over te steken, als ge den trein of de tram reeds zietnaderen, hun snelheid bedriegt u.}}<br>{{smaller|Kalau hendak menjeberangi djalan keréta api atau trém jang tidak berdjaga, lihatlah kiri kanan lebih dahoeloe, kalau-kalau ada keréta api atau trém datang. Djanganlah menjeberang djoega, kalau ada trém atau keréta api itoe kelihatan datang, karena tjepatnja tidak dapat dikira-kirakan dengan betoel.}}}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
66aoo4s9lbqybqx2i4xvganxh1ot8y7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/57
104
100620
283657
281932
2026-05-07T08:19:59Z
Thersetya2021
15831
283657
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />
{{c|1001 MALAM}}</noinclude>koetika radja dapet taoe jang Abrahah soeda ilang maka ilanglah kasenangannja, dan fikirnja ia tiada maoe brenti kaloe belon dia dapet boedaknja jang sanget di tjintanja. Dari itoe maka radja titahken soeroe sediah sa-boewah kapal, dan tiada sebrapa lama lagi maka radja naik kapal aken tjari sama Abrahah.
Bermoela-moela pelaijaran radja itoe ada senang djoega, aken tetapi pada soewatoe malem maka dateng angin riboet, semangkin lama semangkin keras, hingga ombak saboekit-boekit. Kapal itoe seperti di boewat permaenan angin, kamoedian tiada tahan antjoer kapoekoel angin dan ombak. Bebrapa banjak orang dari kapal itoe mati anjoet. Radja Arab sekalipoen nistjaija anjoet djoega, adapoen ia beroentoeng dapet pegang sepotong kajoe tiang kapal. Lima ari lima malem ia terbawa aroes kapoekoel ombok dan kapanassan, maka lama kelama-an ia terdampar di pinggir pante.
Bebrapa toekang mengail dapatin dia terletak di pante maka hendak di tanjaken halnja, aken tetapi radja itoe terlaloe lelah dan tjape sampe tiada bisa kaliatan apa dia idoep atawa mati. Marika itoe boeka moeloetnja abis di toewangin obat aken kasi kakoewatan padanja. Maka radja boeka lagi matanja dan bisa bitjara. Setelah begitoe maka dia tanja orang-orang toekang mengail itoe dan baroe dia dapet taoe jang dia terdampar di pantenja negri Zanzibar. Abis dia tanja, masih brapa djaoeh dari iboe kota negri, barang di dengarnja jang djaoehnja tjoema ampat parasangau, maka lantas dia bangoen maoe berdjalan lebi djaoeh. Itoe toekang mantjing ikan pada kasi makanan jang di mintanja, abis dia ambil selamat djalan laloe dia brangkat. Matahari soeda toeroen koetika dia dateng di kota, maka dia tiada taoe dimana aken misti menginap, dia tiada brani masoek di roemah orang minta toeloeng, djadi dianja bermalam di podjokan jang gelap di bawah jeratjapan sa-boewah waroeng. Disitoe dia tidoer poeles.
Hata maka kabetoelan di itoe malem waroeng itoe hendak di ketjoe oleh rampok jang memang soeda berboewat kedjahatan di dalem kota. Toekang waroeng itoe terkenal dari sebab ia sa-orang kaja besar. Rampok-rampok pada bongkar roemahnja itoe toekang waroeng, marika itoe boenoeh sakalian orang sa-isih roemah abis barang-barangnja semoewa dia-orang angkoet bawa pegi.
Radja Arab jang tidoer di podjok di bawah tjeratjapan, tiada taoe satoe apa dari ini hal, dia tidoer kaja orang mati bahna terlaloe tjapenja. Rampok rampok itoepoen tiada dapet liat padanja, kaloe dapet di liat nistjaija matilah dianja.
Pada ka-esokan hari maka baroe ketaoewan itoe waroeng kena de ketjoe dan kedapetan ada satoe orang masih kapoelesan di tjeratjapan itoe roemah, setelah kadapetan itoe maka lantas orang tangkep padanja. Dia tiada di kenal orang barang satoe, sebab dia orang dari loewar negri, tambahan poela<noinclude>{{rh||1324}}</noinclude>
65804rsai1uxqjxtwsoyi6dzrrpxk0w
Halaman:Awas!.pdf/158
104
100628
283719
280906
2026-05-07T09:13:24Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
283719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
No. 3
No. 6
No. 4
No. 7
No. 5
No. 8<noinclude></noinclude>
26lvo4rry715ikp8p14utqdeixcgfrj
Halaman:Awas!.pdf/174
104
100630
283229
282139
2026-05-07T02:36:52Z
Riiiv
22458
283229
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||11}}</noinclude>seboetkan dalam beslit pentjaboet itoe. Poetoesan itoe dioendangkan oléh Kepala Departemen itoe didalam „Javasche Courant” dan diberi tahoekan kepada orang tadi dengan soerat dines.
<ol start="3">
<li>Apabila pemberi tahoean jang terseboet pada ajat jang kedoea itoe telah dimoeatkan dalam „Javasche Courant", maka soerat izin mengemoedi jang diberikan menoeroet pasal 6 ajat jang ketiga tidak lakoe lagi.</li>
<li>Bagi orang jang terhoekoem itoe dikenakan ajat jang ketiga oentoek soerat izin mengemoedi jang diberikan: menoeroet
pasal 9.</li>
<li>Dalam hal seorang jang mempoenjaï soerat izin mengemoedi dipandang tidak berkoeasa lagi mengemoedikan kendaraan motor dengan tidak membahajakan pada keamanan didjalan raja, oléh karena kesehatan atau pikirannja terganggoe, jaïtoe menoeroet timbangan jang berkoeasa ditempat itoe memberi soerat izin mengemoedi, maka Kepala pemerintahan daérah (gewest) jang bersangkoet, berhak mentjaboet soerat izin mengemoedi kendaraan motor, selama dirasa perloe jang demikian itoe, walaupoen orang itoe tidak ada melakoekan perboeatan jang dapat dihoekoem; dalam hal ini maka tentang pentjaboetan itoe diterangkan dalam soerat izin mengemoedi.</li>
<li>Orang, jang haknja mengemoedi kendaraan motor soedah ditjaboet menoeroet ajat 2 atau 5, dilarang mengemoedikan kendaraan motor didjalan, selama hak itoe ditjaboet.</li>
</ol>
{{c|Pasal 2.}}
Oendang² ini berlakoe moelaï tanggal 15 Augustus 1927.
{{rule|width=4em}}<noinclude></noinclude>
35alnit6g6ztub906ckjoif1hf0tdo8
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/59
104
100632
283661
281939
2026-05-07T08:22:34Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283661
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>romannja keliwat doesoen sebab dia tiada ada pakejan laen dari itoe jang di pakenja koetika kapalnja karem. Oleh kerna itoe maka orang doega keras dia itoelah sa-orang temannja perampok jang telah memboenoeh orang-orang di waroeng itoe. Orang lantas bawa dia mengadep radja, dengan di kasi taoe apa kasalahannja.
Radja Zanzibar sanget marah serta berkata: „Hei bangsat, apakal engkau kira ini negri tiada di prentahken radja jang bisa perlindoenken dan toeloeng anak negrinja, sampe engkau begitoe brani aken membinasa-in begitoe banjak orang dan membawa lari orang poenja barang, abis engkau masih tinggal poela di itoe roemab seperti aken menantangin polisie? Nanti kami adjarpadamoe aken kabranianmoe. Ajo lekas seboetken sekalian kawanmoe dan di mana engkau semboeniken itoe barang-barang.
Djawabnja radja Arab, jang keliwat maloe seboetken namanja, katanja: ,,Doeli sjahalam, kami poen sa-orang asal radja maka kami naik kapal belaijar aken tjari soewatoe barang kami, aken tetapi kami poenja kapal kena ke-langgar angin riboet, sampe karem di toedjoenja pante negri ini. Ombak dan aroes damparken kami di ini negri dan baroe tadi malem kami sampe di ini negri. Bahna kami tiada kenal satoe orang serta poela soedah malem roemah-roemah pada katoetoep, maka itoe kami kepaksa aken bermalem di tjeratjapan itoe waroeng. Kami poeles keras dan besokan paginja kami mendoessin lantas orang tangkep sama kami teroes di bawa kemari." Maka djawab radja Zanzibar katanja:
„OI orang tjerdik, djangan kina engkau dapet bohongin kami dengan tjeritalmoe jang adjaib ini, tempatuja di mana orang sooda dapetin padamoe, ia itoelah soedah sampe terang aken menjaksiken kasalabaumoe. Hikajatmoe baik di tjeritaliken sama ausk-auak, dia-orang bole pertjaija karanganmoe, aken tetapi kami tiada nanti bisa di bohongin. Hoekoemanmoe bakalan terlebi bengis lagi soepaja teman-temanmoe sekalipaen bakalan djadi takoet."
Radja Arab berkata poela: „Docli sjahalam, kami berkata soenggoe sebenarnja, kami ini sa-orang asal radja sama seperti doeli sjahalam, dari itoe timbangkenlah hal ini jang benar djangan terlaloe bengis. Doeli sjah alam tiada taoe jang kami tiada salah soewatoe apa, aken tetapi Allah ta-allah jang Maha koewasa, ialah taoe bahoewa kami tiada bersalah, malahan kami berhati poeti bresi.
Radja Zanzibar poenja ati tergerak djoega koetika di listuja orang jang di kasi salab itoe menjacet dengan sabar dan dengan tingka seperti sa-orang bangsawan jang toelen, djadi radja merasa bahoewa ini orang doeloenja dapet peladjaran aloes sekali. Bahna radja koewatir djangan ia menghoe- koemken orang jang soenggoe tiada salah kaloe dia menghoekoem dengan menoeroet hawa nafsoe maranja maka itoe dia soeroeh bawa orang itoe {{hwe|ka-|kadalem}}<noinclude>{{rh||1325|}}</noinclude>
2lmvorbopolirl9yss8gvzt0yd72cmi
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/61
104
100637
283666
282081
2026-05-07T08:26:09Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ ada lebih dari 3 kesalahan ejaan, tanda petik belakang modelnya masih salah
283666
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>dalem boei. Di sini dianja di anijaja sanget oleh pendjaga boei maka ianja tiada perdoeliken, dia tinggal sabar dan tiada brentinja dia bersambajang minta doa sama Allah.
Di blakang boei ada kebon bagoes, enak tedoeh dan ada kali ketjil. Di sitoe orang-orang toetoepan dapet permissie boleh djalan djalan. Pada soewatoe hari maka radja Arab jang terpendjara itoe berdjalan-djalan di itoe kebon maka di liatnja ada sa ekor boeroeng gagak meniarap di atas tembok. Lentas radja itoe berpikir begini: „tjobalah kami sambit boerneng itoe dengan toelang jang kami pegang ini, kaloe kami, kena sambit itoe boeroeng ia itoelah soewatoe alamat jang baik bagi kami nistjaija kami terlepas, aken tetapi kloe kami tiada kena sambit ia itoelah alamat djahat, nistjaija kami mati di boenoeh radja Zanzibar.“ Radja arab itoe lantas sambit itoe boeroeng aken tetapi salah, tiada kena.
Maka kabetoelan djoestoe di waktoo itoe anak radja Zanzibar lagi bediri di blakang tembok itoe aken liat soldadoenja baris dan itoe toelang jang di pake aken njambil oleh radja arab, kena koepingnja itoe anak radja sampe keras loekanja.
Barang pangeran Abrahah liat koepingnja itoe bertjoetjoeran darah maka dia lantas berseroeh, serta di titahkennja aken tjari taoe siapa telah soedah menjambit dengan itoe toelang. Orang masoek dalem itoe kebon dan lantas kedapetan radja arab jang menjambit, oleh kerna itoe dianja di bawa lagi mengadep radja Zanzibar. Abrahah tiada kenalin bekas toewannja sebab pakejannja begitoe doesoen. Boedak jang doeloe soeda djadi pangeran dan radja jang doeloe roepanja sekarang kaja boedak, djadi orang tiada kenalin satoe sama laen.
Barang radja Zanzibar dapet liat anaknja berloemoeran darah, maka berkatalah ia pada orang jang di pendjara itoe: „Hei tjilaka, apakah engkau bikin sama anak kami jang tertjinta? Ini sekali tiada ada ampoenja, engkau misti mati, tadinja kami ada djoega nijat boewat kasi ampoen perboewatanmoe jang pertama, dan kami hendak pertjaija jang engkau tiada bersalah, aken tetapi sekarang telah njata jang engkau soenggoe sa-orang pemboenoeh. Apa engkau masih maoe menjangkal? jang engkau tiada sala? “
Djawabaja radja Arab: „Doeli sjahalam jang termasjhoer di antero doenia mendjadi radja adil, dan bijaksana, apakah doeli sjahalam hendak melanggar oendang-oendang jang Maha tinggi, tiadakah doeli sjalalam taoe hoekoem kisas? Kami meloekaken toewan pangeran poenja koeping kanan hingga ampir poetoes, djadi haroes di potong djoega kami poenja koeping jang kanan ia itoelah kisas namanja.“
Radja Zanzibar lantas berkata: „Baiklah di toeroet seperti bitjaramoe potong korpingnja orang itoe jang kanan.“<noinclude>{{rh||1338}}</noinclude>
cn2kmp4yefr74q7alv889zsl3eudzev
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/11
104
100678
283811
281044
2026-05-07T10:55:28Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
283811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{sp|'''ESA HILANG'''<br>'''DUA TERBILANG'''}}
{{c|{{sp|'''PATAH TUMBUH'''<br>'''HILANG BERGANTI'''}}}}
{{block right|{{sp|'''ABDI ABADI'''<br>'''AMPERA'''}}}}<noinclude></noinclude>
2vbbs8l8atvhoex87wpuk945rqyf8j0
Halaman:Awas!.pdf/152
104
100679
283025
281112
2026-05-06T16:35:09Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" />{{rh||150}}</noinclude>{{c|Artikel 6.}}
Bij het nummerbewijs wordt afgegeven een afdruk van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch Bestuur betreffende de afmetingen, de kleur, het aanbrengen en het verlichten van nummers en letter(s). (Zie bijlage II).
<br>{{c|Artikel 7.}}
{{rule|5em}}
{{c|§ '''2. Rijbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 8.}}
'''Aanvrage om een rijbewijs geschiedt schriftelijk.'''<br>
(1) Hij, die afgifte van een rijbewijs voor het besturen van motorrijtuigen verlangt, richt eene schriftelijke aanvraag<ref>Formulier C. (op zegel van ƒ 1.50)</ref> tot het Hoofd van Plaatselijk Bestuur binnen wiens ressort hij woont, of, ingeval hij in het buitenland woont, tot het Hoofd van Plaatselijk Bestuur, binnen wiens ressort hij tijdelijk verblijf houdt.
(2) Voor het geval het Hoofd van Plaatselijk Bestuur de bevoegdheid tot afgifte van rijbewijzen voor zoover betreft het {{hws|res|ressort}}
______
{{Smallrefs}}
::WelEdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 8 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|60}}
|-
| heeft ondergeteekende {{...|51}}
|-
|wonende te {{...|60}}
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
de eer UEdelGestrenge beleefd afgifte te verzoeken van een rijbewijs tot het besturen van motorrijtuigen in het algemeen.
Ten bewijze van het bereikt hebben van den vereischten leeftijd van 18 jaar, legt ondergeteekende hierbij over een uittreksel uit het geboorteregister (of dergelijk bewijsstuk).
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UEdelGestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige,||}}
______
{| style="background:transparent; border-spacing:0; vertical-align:top;"
| style="padding-right:1em; vertical-align:top;" | N.B.
|Ingeval de aanvrage bedoelt een rijbewijs voor het besturen van een motorrijwiel, wordt in bovenstaand formulier veranderd: „van motorrijtuigen in het algemeen" in „van motortweewielers”, terwijl verder de in dat geval door de wet vereischte leeftijd niet 18, doch 15 jaar is.
|-
|}<noinclude></noinclude>
eiaa7ancoujr6k6o917nc0q235llvld
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/179
104
100680
282565
281130
2026-05-06T12:26:22Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282565
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>»Nanti kami oendjoeken bebrapa roepa, nona bole pilih.” Abis kami oendjoeken padanja satoe kaloeng intan dari doewa ratoes dinar; tetapi ia minta jang lebi mahal. Kami oendjoekin jang laen dari ampat ratoes dinar.
Ia masih maoe jang lebi mahal, sampe kami oendjoekin kaloeng jang dari toedjoe poeloe riboe dinar.
Barang di liatnja itoe maka katanja: „Na, inilah jang kami tjari, brapa harganja?”
Kami soeda bilang harga matinja toedjoe poeloe riboe dinar, tiada bole koerang sebab memang itoe harga kami beli.”
»Kaloe begitoe," berkata perampoewan itoe, » nanti kami kasi oentoeng padamoe seriboe dinar.”
Kami bilang tiada baik kami ambil oentoeng aken tetapi ianja tiada maoe taoe katanja : »Ingat engkau soedagar dan kahidoepanmoe dari dagang.”
Abis begitoe maka ia naik kaldenja lagi dan adjak kami toeroet padanja pegi trima barga kami poenja barang.
Dari sebab soedah sore djadi kami toetoep sadja kami poenja toko dan kami toeroet itoe perampoewan. Kami di bawa di dalem roemah besar sekali. Apabila kami masoek maka kami mendjadi sanget heran semoewa barang amat endah-endahnja. Sedang kami lagi memandang itoe semoewa dengan tiada abis heran kami, maka dateng sa-orang boedak ketjil katanja: »Hamba poenja njonja kasi taoe pada toewan bahoewa tiada baik aken bediri di sitoe, hamba
poenja njonja soeroeh panggil toewan masoek aken bernanti sampe njonja poenja djoeroe perbandaharan dateng akeu trimahken harga barang itoe.”
Kami toeroet padanja dan dia oendjoekin kami satoe bangkoe tempat doedoek jang bagoes sekali. Kami poenja mata tiada laen memandang itoe barang-barang jang endah-endah di tempat itoe. Maka kami doedoek belon sebrapa lama, abis dateng satoe boedak orang perampoewan moeda dengan memboeka satoe pintoe serta ia adjak kami masoek aken doedoek di sebelah njonjanja. Kami rasa jang kami ada di dalem astana radja-radja di dalem dongeng. Sanggasananja dari emas belaka pake lelangse dari soetra dengan roembe roembe benang emas. Di itoe sanggasana ada doedoek satoe anak perampoewan moeda. Kami kenalin dia itoelah anak perampoewan jang tadi dateng di toko. Itoe kaloeng intan di pakenja di leher jang seperti leher Damarwoelan, bagoes djindjang. Moekanja tiada berpake kaen keloeboeng maka sinarnja terlebi bagoes dari boelan poernama. Ia adjak kami doedoek di sebelabnja, maka katanja begitoe lemah lemboet sampe kami tiada bisa tampik. Kami maloe-maloe dan dengan pelahan kami doedoek di atas sanggasananja; aken tetapi kami tiada brani memandang moekanja. Sebab kaloe kami liat nistjaija kami seperti gila tiada taoe apa aken di bikin.<noinclude>{{rh||1383|}}</noinclude>
5bi4pq0r8ujovdhivt42nnntptch6bw
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/181
104
100682
282621
281132
2026-05-06T12:53:12Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282621
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Apabila kami doedoek maka ia berkata:»Djedjaka manis biasa mendatengi katjintahannja, aken tetapi kami ini dateng sendiri.”
Maka kami menjaoet: »Nona jang paling elok dan tjantik hambanja tiada ingat laen malaenkan nona sendiri-diri biar sebagimana sedikit poela nona hendak brihken pada hamba nistjaija hambanja beroentoeng sanget.”
Setelah kami abis bitjara demikian maka ia lantas adjak kami djalan-djalan di loewar, di kebon. Apabila kita ada di taman kebon jang endab endah itoe maka katanja: »Alij sjah kami ini tiada tahan lamahan aken semboeuiken katjinta-an kami padamoe, memang soedah lama sekali kami kepingin beroentoeng aken memandang kamoe.” Sambil berkata begini maka ia toebroek pada kami di pelok dan di tjioemnja. Kami poen begitoe djoega. Abis ia bertanja pada kami, katanja: »Hei Ali sjah apakah engkau taoe akoe ini siapa? Maka kami menjaoet, tiada taoe. Djadi ia berkata: »Kami jang engkau pelok ini, ia itoelah jang di namaken Siti a Doenija, anaknja Barmekida dan soedaranja ferdana manteri Giafar."
Barang kami dengar ini maka kami sanget heran, kami tiada brani angkat moeka djadi kami berkata dengan soewara jang gemetar: »Ja nona, bagimana kami bisa bales nona poenja katjinta-an?”
Ia berkata : »Tiada mengapa, engkau djangan takoet, tiada sebrapa lama lagi maka kita bole kawin dengan sah, sebab akoe tiada oesah minta permissie dari orang laen aken kawin. Kadi dari Bagdad ia itoelah kami poenja wali, maka dari ini waktoe engkau bole pandang akoe seperti isterimoe.”
Kami berkata: Liatlah koetika sanda toeroet sama nona maka sanda bawa ini patam, harganja separo dari sanda poenja harta banda, sanda telah bawa sebab di badan sauda orang tiada bisa mentjoeri, dan bahna girang sanget sanda di penoedjoe oleh nona, maka sanda soeka brihkеn ini pada nona djadi pertandahan kawin.” Ia girang soenggoe abis kami di pelok di tjioem dan kita orang masoek ka roemah. Soedah begitoe maka ia titabken kadli aken di panggil bersama-sama saksi-saksi. Apabila kadli dateng maka katanja pada kadli: »Ini dia toekang emas Ali sjah jang meminang kami, dan ini patam di bribkennja pada kami aken tanda perminangoja. Maka kami trima padanja, dan kami hendak dia djadi soewami kami.”
Kadli tiada bikin kaberatan apa-apa; djoeroetoelisnja lantas bikin itoe soerat kawin laloe di serahken pada kita. Abis saksi-saksi semoewa kita brihken oepah jang banjak.
Barang semoewa soeda pegi maka Siti a Doenija titahken boedak-boedaknja aken toetoep medja. Sekalian boedak-boedak perampoewan jang paling disaijang olehnja pada ada berhadlir djoega di medja aken makan minoem. Rame sekali orang menjanji. Koetika kita panas minoem anggoer sampe<noinclude>{{rh||1384|}}</noinclude>
serisyfdc5kb6txukazi423pefiourc
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/183
104
100684
282623
281134
2026-05-06T12:54:22Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282623
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>mendjadi terlebi girang maka Sitia Doenija sendiri ambil geteranja laloe bernjanji dengan soewara jang lemah lemboet.
Soedah begitoe boedak-boedak semoewa di soeroe kaloewar dan kami bersama isteri kami masoek ka dalem bilik.
Koetika kita tinggal berdoewa-doewa, maka kami poenja isteri bitjara pada kami katanja: »Dengarlah Ali sjah, apakah engkau sasoenggoenja tjinta padakoe?”
Djawab kami: »Barang jang tentoe sekali emas.”
Djikaloe benar, maka akoe ada poenja permoehoenan satoe sadja, biar itoelah engkau djandjiken, kapan keras engkau pegang djandjimoe itoe nistjaija engkau mendjadi soewami jang paling beroentoeng, aken tetapi djikaloe engkau langgar itoe djandji, maka djaga baik kami nanti bales padamoe.”
Kami djandjiken keras-keras aken toeroet apa jang di kahendaknja.
Katanja kami poenja isteri: »Kaloe begitoe, akoe minta padamoe aken tjinta-in akoe sa-orang sadja djangan engkau soeka-in orang laen."
Kami djandjiken tegoeh-tegoeh, abis kita orang pegi tidoer.
Sekoenjoeng-koenjoeng kami merasa dalem tidoer ada tangan amat haroem dan montok memegang kami poenja moeka. Kami boeka mata maka kami dapet liat sa-orang perampoewan moeda bediri di depan tempat peradoewan kami. Tiada dengan sengadja maka kami dapet liat moekanja. O, kami telah kena di boedjoeknja sjeitan jang masoek di bilik seperti sa-orang perampoewan
moeda jang sanget elok parasnja .
Kami berkata : »Anak, dari manakah engkau dateng, dan siapakah engkau.”
Maka djawabnja: »Hamba ini sa-orang boedak toewankoe, hamba rasa sanget beroentoeng djikaloe toewan soedi ingat sedikit sadja pada saija, hambanja sanget soeka sama toewankoe.”
Kami berkata : „ Hé mana Sitia Doenija, akoe tida liat dia?"
Djawabnja itoe boedak: »Isteri toewan ada di kamar mandi dan ia telah prentahken saija aken kasi bangoen sama toewan, soepaija toewan bole toeroet sama saija pegi ka sana.” »Aken tetapi” berkata ia poela, »apakah toewan tiada bisa bagi sedikit katjinta-an toewan kapada saija?” Perampoewan itoe minta dengan soewara begitoe manis sampe kami tiada tahan kami poenja birahi dau kami teroes pelok padanja kami gigit bibirnja jang lentik. Adapoen senang kami tjoema sebentaran sadja sebab itoe perampoewan berontak maoe lari, dan Sitia Doenija dateng dengan sekin terhoenoes serta sanget keras marahnja.
»Doerhaka, beginilah orang memegang djandji. Baroe engkau bersoempah maka sekarang soedah engkau langgar lagi soempahmoe. Engkau lebi soeka ini boedak dari akoe. Dengarlah, akoe memang sengadja soeroe dia<noinclude>{{rh||1385|}}</noinclude>
c29044kwoaof7qxccy0niv3tw7d4e55
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/145
104
100686
282618
282104
2026-05-06T12:51:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282618
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{center|1001 MALAM|}}</noinclude><div style="text-align: justify;">isteri, ampoen toewan hambanja tiada brani. Soenggoe djikaloe poeteri doeli sjabalam tiada sampe tjakep dan baik aken djadi permeisoeri radja, masakah hamba poenja toewan nanti birahi sama toewan poeteri itoe.”
Barang radja Tartar dapet dengar bitjara Aboeteman demikian, maka radja lantas pelok sama Aboeteman laloe berkata. Engkaulah sa-orang jang alim dan satija sendiri dari pada sekalian oetoesan jang dateng meminang anak kami. Kapandeanmoe itoelah jang membikin engkau tiada binasa. Sebab memang biasa kami, aken tjoba kasatija-an oetoesan-oetoesan radja, dengan mentjoba oetoesan itoe sama djoega seperti kami tjoba toewannja maka kami tjoba oetoesan-oetoesan itoe dengan akal seperti kami kataken tadi padamoe, adapoen tiada ada satoe orang oetoesan jang sampe pandjang fikirannja aken tampik bitjarakami; tjoema engkau sendirilah.
Soeda ada koerang satoe ampat ratoes oetoesan jang telah mati terboenoeh dari sebab marika itoe begitoe brani dan koerang satija aken hendak memandang bakal isteri radjanja. Aken tetapi baroe inilah di takdirken Allah, ada satoe radja jang sampe tjerdik dan pande aken memilih sa-orang oetoesan jang alim, ia itoelah tanda jang radjamoe poen sa-orang pande dan alim, kerna itoepoen kami tiada ada alangan soewatoe apa djoewa aken membrihken poeteri kami djadi isteri radjamoe.”
Aboeteman sanget senang dan girang ati jang peugoetoesnja di trima begitoe baik. Ianja lantas kirim sa-orang soeroehan berkoeda aken kasi taoe radje dari hal ini. Semantara itoe maka ia sedia-sedia boewat brangkat poelang. Dan radja Tartar pertjaijaken anaknja pada Aboeteman aken di anternja pegi ka astana radjanja dengan di iring bebrapa banjak pengiring, ontah dan barang-barang jang berharga aken djadi bingkisan (anteran).
Koetika radja dapet dengar dari pada soeroehan Abosteman bahoewa peminang radja katrimah, maka sanget girangnja, dan aken mengoendjoek kasenangan atinja maka radja pegi katemoe-in datengnja Aboeteman perdjalanan doewa ari poenja djaoeh dari kota. Sabagian dari orang-orang anak negri pada anter radja mapag bakal isternja dan sa-paudjang djalan tidada brentinja orang berame remajan.
Radja nikah dengan sebagimana biasa orang-orang radja maka sasoedahnja kedoewa laki isteri itoe bilang banjak trima kasi sama Aboeteman. Oleh kerna hal ini maka Aboeteman di saijang terlebi lebi lagi oleh radjanja, sempe laen-laen wasir tiada bisa tahan lagi marika itoe jakinin misti dapet akal aken menjilaka-in Aboeteman. Marika itoe soewap doewa orang boedak di astana radja aken bitjara djahat dari Aboeteman.
Sekali prestiwa pada soewatoe malein koetika itoe doewa boedak misti pidjid dan garoek-garoek radja aken bikin radja poeles, maka dia orang bertoetoeran »Baik-baik djahat betoel si Aboeteman aken bitjara begitoe boewat membikin
</div><noinclude>{{rh||1366|}}</noinclude>
4jsptqswy1vrtoqwhh8n6nhmqpeeebs
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/147
104
100687
283172
282161
2026-05-07T01:35:41Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */
283172
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>maloe radja, kowe maoe pertjaija, dia bilang di depan-depan orang banjak, baboewa poeteri Tartar telah maoe dateng djadi isteri kita poenja radja, tjoema dari sebab itoe poeteri keliwat tjinta sama Aboeteman. Apabila radja pegi maka lantas Aboeteman lekas pegi ka harem boewat ketemoe sama poeteri Tartar.”
Setelah radja dapet dengar ini doea boedak bitjara demikian, maka radja lantas panggil sama Aboeteman laloe katanja pada Aboeteman: »Kami telah panggil padamoe dateng mengadap, aken kami tanja dari soewatoe hal jang besar. Apakah engkau kira haroes di brihken pada sa-orang rajat radja, jang amat di sajang di soeka radja dan di brihkеn segala anoegrahan oleh radjanja kapan orang itoe boekannja bales trima kasi pada radjanja, hanja dia brani bales djabat mentjari akal akea membinasa-in radjanja?”
Djawabnja Aboeteman: »Doeli sjahalam, orang jang begitoe misti mati,"
»Ach kaloe begitoe, nah inilah bagianmoe," sambil berkata itoe maka radja tjaboet sekinnja laloe di toeblesnja di dadanja Aboeteman sampe mati. Boedak-boedak pada sérét mait itoe laloe di lemparken di kali.
Belon brapa lama radja berboewat itoe, maka ia merasa menjesal, atinja bimbang dan koewatir kaloe malem ia tiada bisa tidoer, seperti dia liat Aboeteman bersoedjoed menjembah bahoewa dia di boenoeh tiada bersalah. Terlebi lagi atinja mereras koetika dia dapet dengar soewatoe hal jang kedjadian di dalem astana. Begini halnja. Dari sebab ia tiada bisa senang tidoer maka radja itoe djalan-djalan sadja di dalem astana, abis satoe kali dia dengar di dalem pintoe kamar ada soewara orang seperti bertengkaran. Radja pasang koeping baik-baik maka di dengarnja itoe doewa boedak lagi bertengkaran dari sebab oewang oepahan. Boedak jang paling toewa maoe dapet bagian lebi banjak dari jang moedahan, tetapi jang moeda ini tiada maoe kasi.
Dengan sigrah radja masoek kadalem kamarnja laloe di panggilnja itoe doewa boedak. Apabila itoe doewa orang dateng maka lantas radja tanja apa jang di perbantahken, oewang jang di bagi itoe, oewang apa? Bagimanakah bole dia orang dapet oewang begitoe banjak ? Bahna radja priksa keras maka itoe doewa boedak djadi takoet abis di tjeritahkеn oleh itoe doewa boedak segala hal ichwalnja. Radja djadi terlebi sedi sebab njata jang ianja boenoeh orang tiada bersalab, tiada ada laen penghiboeran radja tjoema aken soeroeh boenoeh itoe orang-orang jang djahat ia itoe dia poenja sepoeloe wasir dan itoe doewa boedak. Adapoen perboewatan ini tiada djoega bisa mengilangken sakit atinja radja jang ianja boenoeh orang tersia sia tida bersalah.
Koetika Bachtijar abis tjerita demikian maka radja maoe soeroe bawa poelang lagi padanja kadalem pendjara, aken tetapi itoe sepoeloe wasir melawan, sebab dia orang tiada bisa tahan meliat kalemah-an radja, dia orang berseroe keras keras bahoewa marika itoe tiada bo'e tinggal diam jang radja maoe oendoerken lagi pendjalan hoekoemannja orang anak rampok. Kapan radja tiada<noinclude>{{rh||1367|}}</noinclude>
dzoulsld4czejm5u69qqj73kle94an5
283403
283172
2026-05-07T04:09:05Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283403
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>maloe radja, kowe maoe pertjaija, dia bilang di depan-depan orang banjak, bahoewa poeteri Tartar telah maoe dateng djadi isteri kita poenja radja, tjoema dari sebab itoe poeteri keliwat tjinta sama Aboeteman. Apabila radja pegi maka lantas Aboeteman lekas pegi ka harem boewat ketemoe sama poeteri Tartar.”
Setelah radja dapet dengar ini doea boedak bitjara demikian, maka radja lantas panggil sama Aboeteman laloe katanja pada Aboeteman: »Kami telah panggil padamoe dateng mengadap, aken kami tanja dari soewatoe hal jang besar. Apakah engkau kira haroes di brihken pada sa-orang rajat radja, jang amat di sajang di soeka radja dan di brihkеn segala anoegrahan oleh radjanja kapan orang itoe boekannja bales trima kasi pada radjanja, hanja dia brani bales djabat mentjari akal akea membinasa-in radjanja?”
Djawabnja Aboeteman: »Doeli sjahalam, orang jang begitoe misti mati,"
»Ach kaloe begitoe, nah inilah bagianmoe," sambil berkata itoe maka radja tjaboet sekinnja laloe di toeblesnja di dadanja Aboeteman sampe mati. Boedak-boedak pada sérét mait itoe laloe di lemparken di kali.
Belon brapa lama radja berboewat itoe, maka ia merasa menjesal, atinja bimbang dan koewatir kaloe malem ia tiada bisa tidoer, seperti dia liat Aboeteman bersoedjoed menjembah bahoewa dia di boenoeh tiada bersalah. Terlebi lagi atinja mereras koetika dia dapet dengar soewatoe hal jang kedjadian di dalem astana. Begini halnja. Dari sebab ia tiada bisa senang tidoer maka radja itoe djalan-djalan sadja di dalem astana, abis satoe kali dia dengar di dalem pintoe kamar ada soewara orang seperti bertengkaran. Radja pasang koeping baik-baik maka di dengarnja itoe doewa boedak lagi bertengkaran dari sebab oewang oepahan. Boedak jang paling toewa maoe dapet bagian lebi banjak dari jang moedahan, tetapi jang moeda ini tiada maoe kasi.
Dengan sigrah radja masoek kadalem kamarnja laloe di panggilnja itoe doewa boedak. Apabila itoe doewa orang dateng maka lantas radja tanja apa jang di perbantahken, oewang jang di bagi itoe, oewang apa? Bagimanakah bole dia orang dapet oewang begitoe banjak? Bahna radja priksa keras maka itoe doewa boedak djadi takoet abis di tjeritahkеn oleh itoe doewa boedak segala hal ichwalnja. Radja djadi terlebi sedi sebab njata jang ianja boenoeh orang tiada bersalah, tiada ada laen penghiboeran radja tjoema aken soeroeh boenoeh itoe orang-orang jang djahat ia itoe dia poenja sepoeloe wasir dan itoe doewa boedak. Adapoen perboewatan ini tiada djoega bisa mengilangken sakit atinja radja jang ianja boenoeh orang tersia sia tida bersalah.
Koetika Bachtijar abis tjerita demikian maka radja maoe soeroe bawa poelang lagi padanja kadalem pendjara, aken tetapi itoe sepoeloe wasir melawan, sebab dia orang tiada bisa tahan meliat kalemah-an radja, dia orang berseroe keras keras bahoewa marika itoe tiada bole tinggal diam jang radja maoe oendoerken lagi pendjalan hoekoemannja orang anak rampok. Kapan radja tiada<noinclude>{{rh||1367|}}</noinclude>
q2fry9g9ylrdpdre76wo92yrna8373b
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/149
104
100688
282551
282178
2026-05-06T12:16:27Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282551
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>lantas djalanken hoekoeman itoe, maka dia orang lantas minta brenti maoe tinggalin itoe negri. Sekalipoen ratoe djoega bersama sama itoe wasir pada minta hoekoemoja Bachtijar misti di djalani di itoe koetika djoega. Aken tetapi radja sendiri tida sampe ati aken liat hoekoeman itoe di djalanin di hadapannja djadi ia serahken Bachtijar kapada itoe orang-orang: Lantas orang soeroeh bawa sama Bachtijar dan sa-orang toekang bende kasi taoe di antero kota bahoewa Bachtijar bakalan di hoekoem di tanah lapang di loewar kota. Maka beriboo riboe orang dateng nonton. Barang dia orang dapet liat sama Bachtijar maka masing-masing poenja ati tergerak meliat orang begitoe moeda dan tjakep serta aer moekanja tiada sekali seperti orang jang sanggoep berboewat kadjahatan.
Kabetoelan soenggoe Farek Serwar ada di kota, ia itoe kepala rampok Bachtijar poenja bapa piara. Itoe orang dapet dengar katanja itoe toekang poekoel bende djadi dia toeroet itoe orang banjak banjak jang berlari lari maoe nonton orang hoekoeman di boenoeh., Maka keliwat kagetnja Farek Serwar koetika dia kenalin anak piarahnja jang hendak di hoekoem mati. Dianja lantas tiada perdoeli-in satoe apa lagi, dia teroes berdjalan mendorong sana sini aken madjoe sampe dekatnja Bactijar. Teman temannja poen toeroet djoega dan dia orang maoe reboet itoe orang jang hendak di hoekoem dari tangannja algodjo. Aken tetapi pendjaga djaga kena tangkep dia orang laloe di bawa kahadepan radja. Oleh kerna hal ini maka oeroeng hoekoemannja Bachtijar di djalani sebab itoe sepoeloe wasir misti doedoek preksa perkaranja orang-orang jang baroe di tangkep.
Radja tanja sama itoe kepala rampok kenapa dia begitoe brani aken maoe reboet orang jang terhoekoem oleh radja: Maka berkata Farek Serwar: »Ini anak menjang hamba poenja anak. Dia sa-orang berhati loeloes poetih bersih dan tiadanja ia sanggoep berboewat djahat. Kapan doeli sjahalam titahkеn anak itoe misti mati biarlah hambanja djoega di boenoeh sadja. Ach, tjoba orang toewanja itoe anak dapet taoe hal ini nistjaija tiada ia nanti maoe trima anaknja di begini-in sebab dia orang ta dapet tiada tentoe asal orang radja besar.”
Apabila radja dengar ini maka radja tertawa tawa katanja: »Engkau bitjara seperti orang gila, tadinja engkau bilang itoe anakmoe, abis kamoedian engkau tjerita dia itoe asal anak radja besar."
Itoe gampang hambanja terangken, sekali prestiwa hamba misti liwat oetan belantara dari Kerman maka hambanja dapet satoe anak ketjil baroe di branaken katinggalan sendiri di pinggir kali. Itoe anak di boengkoes di dalem kaen sahalat emas dan lehernja di pake in kaloeng moetiara spoeloe bidji.”
Radja poenja ati berkedoetan keras sampe dia sengal-sengal maka ia bertanja poela dengan soewara gemeteran: »apakah engkau masih simpan itoe kaloeng?"<noinclude>{{rh||1368}}</noinclude>
4g31w99jm26kj858mysx7w8ngfyokvi
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/163
104
100698
283809
281210
2026-05-07T10:53:26Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Kalief lantas bediri berdjalan masoek ka baleiroeng dengan memake selimoet karadlja-annja dan oepatjara karadja-an. Barang sampe maka kalief lantas paik di sanggarananja. Bebrapa perkara telah di oeroesnja, di priksanja dan di poetoesin. Soedeh begitoe semoewanja pada moendoer. Di itoe waktoe kalief tiada bitjara dari hal jang di liatnja semalem tadi. Kamoedian dianja pegi di soewatoe kamar besar aken bernanti datengnja orang jang perloe hendak bitjara dengan dia, di kamar itoe kalief tinggal sampe malem.
Di waktoe magrib waktoe moaddin soedah panggil sekalian moslimin aken pegi bersembajang, maka kalief berbalik bertitah pada Giafar: »Wasir ini malem kita pegi lagi liat kalief baroe.” Giafar tertawa laloe bertanja: » Kenapa doeli sjahalam, apakah sekarang ada kalief lama dan kalief baroe?"
Djawab Haroen al Rasjid: » Memang ada, kami ini kalief jang lama dan itoe anak moeda jang tadi malem ia itoelah kalief baroe.”
Haroen al Rasjid lantas soeroeh bawa pakejan soedagar aken menjaroe: lagi dengan berpakejan begitoe maka dia orang kaloewar lagi dari itoe pintoe rahasia teroes pegi ka pinggir kali Tigris di mana itoe toekang praoe jang kemaren malem soedah ada bernanti. Kalief girang jang itoe orang pegang betoel djandjinja maka ia berkata ambillah ini oewang doewa poeloe dinar aken
oepahmoe jang engkau begitoe tertip." Abis orang katiga itoe masoek di dalem praoe dan moelai lagi berdjalan praoe itoe di atas aer kali Tigris. Tiada sebrapa lama maka kaliatan lagi itoe praoe jang kemaren malem bersama sama kalief baroe. Si toekang praoe tiada oesah di bilangin lagi ia lantas pegi berlindoengan dari mana dia orang gampang bole liat itoe praoe jang satoenja. Di hadepan kalief orang moeda itoe, ada bediri bebrapa orang sida-sida kira anem poeloe berpakejan terlebih endah-endah pakejannja dari kemaren. Itoe praoe lagi-lagi pegi ka pinggir ka tempat jang kemaren, dimana itoe anak moeda toeroen ka darat teriring oleh orang-orang pengikoetnja.
Kalief Haroen al Rasjid lantas bilang sama toekang praoenja aken lekas-lekas menjebrang soepaija ia bole dapet liat kamana peginja iloe orang-orang. Toekang praoe lantas toeroet sebagimana katanja Haroen al Rasjid dan begitoe djaoe di soesoelnja sampe koetika kalief toeroen ka darat ianja masih bisa liat kamana djalannja itoe orang banjak. Sekarang Haroen al Rasjid toeroet itoe orang-orang dari djaoe dengan tiada kataoewan, sebab orang tiga ini ada di gelap dan njata dapet meliatnja orang-orang laen itoe jang berdjalan memake obor. Tiada lama dia orang sampe di astananja itoe anak moeda. Itoe kalief tiroewan toenggang kalde jang di rihasin bagoes-bagoes menoeroet adat kaoem
bin Abas. Di moeka itoe sida-sida berdjalan dengan rapi dan di moeka sekali ada satoe pahlawan berdjalan dengan pedang terhoenoes. Ini orang tiada brenti berseroeb dengan keras seperti titah toewannja katanja: »Siapa djooga ting<noinclude>{{rh||1376}}</noinclude>
ilawjommumsmiz0j35qpsdgk7c9ql8a
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/267
104
100699
282567
281222
2026-05-06T12:27:33Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282567
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c||1001 MALAM||}}</noinclude>biasa dateng dari negri Metsir maka di atas satoe baudalan baik di toeliskennja djoega harganja seriboe dinar emas. Setelah soeda sedia maka kalief titahken perbandaharanuja aken sediaken oewang lima poeloe riboe diuar emas jang misti di isi di dalem peti. Kamoedian Kalief pilihken sa-orang sahaijanja jang paling bole di pertjaija, boedak ini di pake-in dengan serentanja abis di serahken padanja satoe persalinan jang amat endah-endah bersama satoe doelang emas dengan satoe djembangan ketjil maka di titahkennja oleh kalief pada boedak itoe aken persembahken sekalian barang ini bersama lima poeloe bandal-an barang kaen dari Metsir dan oewang itoe kapada mertoewanja Ala Eddin. Maka titah Kalief: ,Kapan engkau sampe di sana, tanjalah di mana tempat tinggalnja Ala Eddin, seboetken dia itoe djadi toewanmoe. Kapan kepala itoe kasi taoe padamoe roemahuja Ala Eddin bawakenlah pada Ala Eddin ini lima poeloe bandal-an dengan ini peti oewang dan laen barang itoe bersama-sama ini soerat." Soepaija itoe boedak djangan bingoeng atawa ketaoewan rahasianja, maka Kalief adjarken padanja bagimana aken bitjara. Sasoedahnja semoewa barang itoe dengan peti oewang di moewat di blakangnja kalde dan onta, maka berangkatlah boedak itoe.
Di itoe hari djoega maka bekas soewaminja Zobaida pegi ketemoe bekas mertoewanja aken adjakin dianja ini pegi ka roemahuja Ala Eddin, soepaija bole di pasrahken kombali isterinja dengan talak kapada mertoewanja. Koetika ini doewa orang berdjalan pegi ka roemahnja Ala Eddin, maka ia ketemoe satoe boedak jang naikin kalde bersama-sama bebrapa banjak barang dan peti jang di pikoel onta dan koeda bagal. Barang boedak itoe di tanjaken siapa poenja barang jang di bawa itoe, maka djawab si boedak bahoewa barang itoe semoewa Ala Eddin Aboe Chamat jang poenja serta katanja poela: ,Ala Eddin itoe hamba poenja toewan, ajahandanja brihken padanja bebrapa banjak barang perniaga-an aken di djoewalnja di Bagdad aken tetapi di djalan Ala Eddin kena di terdjang rampok orang Badoei dan abis semoewa barauguja di rampas. Setelah kabar ini jang amat sedi sampe di dengar ajandanja Ala Eddin, maka hamba di panggilnja laloe di titabken aken bawa ini barang semoewa jang toewankoe liat kapada Ala Eddin bersama-sama lagi satoe peti oewang lima poeloe riboe dinar emas dengan satoe pakejan jang endah-endah seperti jang telah di rampas dari pada Ala Eddin oleh rampok itoe, sama lagi satoe doelang emas dan satoe djambangan ketjil.
Ajandanja Zobaida, heran mendengar ini semoewa dan mendengar harta sekejan banjaknja jang di bawa oleh itoe boedak maka ia lantas sadja bilang pada itoe boedak bahoewa ialah mertoewanja Ala Eddin serta di oendjoeken dirinja aken toeloeng bawa si boedak ka roemahnja Ala Eddin.
Hata maka di koetika itoe Ala Eddin bersama isterinja ada dalem soesah besar memikirin halnja, ampir ilang pengharepannja. Barang {{hws|kadeu|kadeugaran}}<noinclude>{{rh||1425||}}
{{smaller|{{rh|1001 malam||0}}}}</noinclude>
rsswl8h692z3vdcqrchh2bajvcmj98r
282568
282567
2026-05-06T12:27:54Z
Zeefra
22281
282568
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM||}}</noinclude>biasa dateng dari negri Metsir maka di atas satoe baudalan baik di toeliskennja djoega harganja seriboe dinar emas. Setelah soeda sedia maka kalief titahken perbandaharanuja aken sediaken oewang lima poeloe riboe diuar emas jang misti di isi di dalem peti. Kamoedian Kalief pilihken sa-orang sahaijanja jang paling bole di pertjaija, boedak ini di pake-in dengan serentanja abis di serahken padanja satoe persalinan jang amat endah-endah bersama satoe doelang emas dengan satoe djembangan ketjil maka di titahkennja oleh kalief pada boedak itoe aken persembahken sekalian barang ini bersama lima poeloe bandal-an barang kaen dari Metsir dan oewang itoe kapada mertoewanja Ala Eddin. Maka titah Kalief: ,Kapan engkau sampe di sana, tanjalah di mana tempat tinggalnja Ala Eddin, seboetken dia itoe djadi toewanmoe. Kapan kepala itoe kasi taoe padamoe roemahuja Ala Eddin bawakenlah pada Ala Eddin ini lima poeloe bandal-an dengan ini peti oewang dan laen barang itoe bersama-sama ini soerat." Soepaija itoe boedak djangan bingoeng atawa ketaoewan rahasianja, maka Kalief adjarken padanja bagimana aken bitjara. Sasoedahnja semoewa barang itoe dengan peti oewang di moewat di blakangnja kalde dan onta, maka berangkatlah boedak itoe.
Di itoe hari djoega maka bekas soewaminja Zobaida pegi ketemoe bekas mertoewanja aken adjakin dianja ini pegi ka roemahuja Ala Eddin, soepaija bole di pasrahken kombali isterinja dengan talak kapada mertoewanja. Koetika ini doewa orang berdjalan pegi ka roemahnja Ala Eddin, maka ia ketemoe satoe boedak jang naikin kalde bersama-sama bebrapa banjak barang dan peti jang di pikoel onta dan koeda bagal. Barang boedak itoe di tanjaken siapa poenja barang jang di bawa itoe, maka djawab si boedak bahoewa barang itoe semoewa Ala Eddin Aboe Chamat jang poenja serta katanja poela: ,Ala Eddin itoe hamba poenja toewan, ajahandanja brihken padanja bebrapa banjak barang perniaga-an aken di djoewalnja di Bagdad aken tetapi di djalan Ala Eddin kena di terdjang rampok orang Badoei dan abis semoewa barauguja di rampas. Setelah kabar ini jang amat sedi sampe di dengar ajandanja Ala Eddin, maka hamba di panggilnja laloe di titabken aken bawa ini barang semoewa jang toewankoe liat kapada Ala Eddin bersama-sama lagi satoe peti oewang lima poeloe riboe dinar emas dengan satoe pakejan jang endah-endah seperti jang telah di rampas dari pada Ala Eddin oleh rampok itoe, sama lagi satoe doelang emas dan satoe djambangan ketjil.
Ajandanja Zobaida, heran mendengar ini semoewa dan mendengar harta sekejan banjaknja jang di bawa oleh itoe boedak maka ia lantas sadja bilang pada itoe boedak bahoewa ialah mertoewanja Ala Eddin serta di oendjoeken dirinja aken toeloeng bawa si boedak ka roemahnja Ala Eddin.
Hata maka di koetika itoe Ala Eddin bersama isterinja ada dalem soesah besar memikirin halnja, ampir ilang pengharepannja. Barang {{hws|kadeu|kadeugaran}}<noinclude>{{rh||1425||}}
{{smaller|{{rh|1001 malam||0}}}}</noinclude>
8npg5apaj9p60cpjr6830civ3342w81
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/243
104
100704
283382
281261
2026-05-07T04:00:59Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283382
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Hata maka sasoedahnja boebar perkoempoelan soedagar toewa itoe, maka Schemseddin lantas toeroen kabawah.
Semantara itoe anak-anak soedagar jang tadi berkoempoel di bawah, djoega soeda poelang, djadi koetika Schemseddin tiada dapet liat anaknja, maka bertanja ia pada boedjang jang ada di sitoe kamana peginja Ala Eddin Boedjang-boedjang itoe djawab bahoewa Ala Eddin soeda lama poelang naik bagalnja. Setelah di dengarnja sademikian maka Schemseddin dengan sigrah poelang karoemahnja, aken soesoel Ala Eddin.
Barang ia sampe di roemah maka di liatnja bebrapa bandalan barang-barang dagangan dan di atas satoe-satoenja ada tertoelis namanja tempat kamana barang itoe hendak di kirimken. Isterinja poen lantas tjeritaken padanja apa jang telah di kataken oleh anak soedagar itoe kapada Ala Eddin. Abis berkatalah Schemseddin: »Ach anakkoe jang tertjinta, betapakah engkau hendak pegi ka laen negri boekankah nabi sala lahoe alaihi wasalam telah kataken djoega di dalem kitab: »orang itoelah di nama-in beroentoeng jang tinggal mentjari kahidoepan di dalem negrinja sendiri. Serta orang toewa-toewa djoega pada bilang lebi baik djangan pegi kalaen negri, kendatipoen djaoehnja tjoema satoe hari." Srenta di dengar oleh Ala Eddin bitjara ajahandanja sademikian maka njatalah ianja tiada enak ati. Schemseddin dapet liat hal ini maka itoe ia bertanja pada anaknja: »Apakah soenggoe engkau telah tetapken dalem atimoe aken pegi ka laen negri?" Maka djawabnja Ala Eddin: »sanda hendak pegi berniaga ka Bagdad, djika sanda tiada pegi nistjaija sanda masoek djadi derwis maka dengan pakejan derwis itoelah sanda nanti pegi ka laen negri, seperti lang-lang boewana."
Djawab ajahandanja: »Akoe boekan orang jang tiada mampoe, akoe sa-orang hartawan, liatlah segala barang perniaga-ankoe. Boewat mana mana negri poen akoe poenja barang aken di djoewal. Ia oendjoekin anaknja itoe ampat poeloe bandalan besar dengan barang-barang, maka harganja satoe-satoenja bandalan tertoelis di atasnja, seriboe dinar emas. Schemseddin berkata poelah: »Ambillah ini ampat poeloe bandalan bersama itoe sepoeloe jang di brihken iboemoe, abis pegilah engkau berdagang dengan di perlindoengken Allah. Aken tetapi, anak, akoe ini sanget koewatir perampok di djalan jang menjamoen dan membahajaken kasenangan orang di perdjalanannja. Sebab marika itoe tiada perdoeliken satoe apa bagi djiwa manoesia."
»Siapakah jang bikin koerang senang perdjalanan itoe?" bertanja Ala Eddin.
Djawab Schemseddin: »Orang Badoei toelah jang membahajai djalan djalanan di tempat sepi, maka jang paling djahat, ia itoe kepala rampok jang bernama Eljan."
Aken tetapi Ala Eddin berkata: »Ingatlah ajanda, djiwa dan peroentoengan sanda ada di dalem tangan Allah. Ia itoepoen memperlindoengken<noinclude>{{rh||1413}}</noinclude>
iwybldgmadq10yk8bp92n3pkgwp5f66
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/245
104
100721
283303
281272
2026-05-07T03:26:47Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283303
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>machloeknja, djadi djikaloe sanda di toeloengnja nistjaija tiadalah sanda oesah takoet soewatoe apa."
Setelah Schemseddin soeda taoe tentoe bahoewa tetaplah ati anaknja aken pegi berniaga ka laen negri maka berkatalah ia pada anaknja: »Naik bagalmoe abis toeroet pada koe pegi ka pekan di mana orang djoewal binatang pemikolan."
Ala Eddin toeroet seperti bitjara ajandanja. Apabila sampe di pekan, maka sa-orang toekang kalde Ķemal Eddin namanja berlompat dari atas blakang kaldenja teroes pegang dan tjioem blakang tangannja Schemseddin sambil berkata: »Demi Allah, lama soenggoelah toewankoe tiada berdjalan pegi berniaga. Schemseddin berdjawab:
»Satoe satoe masja atawa moesin poen ada orangnja tentoe jang poenja waktoe, seperti kami di itoe marja memang waktoe kami aken berniaga, adapoen sekarang ini maka anak kamilah jang poenja waktoe aken pegi berniaga." Insja alla, biarlah ia di perlindoengken Alah;" berkata Kemal Eddin.
Hata maka Schemseddin lantas bikin soewatoe perdjandjian sama orang itoe, bahoewa ia bakalan djaga baik pada Ala Eddin seperti soewatoe bapa djaga anaknja selamanja perdjalanan berdagang itoe. Barang djadi di trima perdjandjian ini, maka Schemseddin serahken padanja seratoes dinar emas sambil berkata: »Ambil ini oewang boewat orang jang nanti toeroet padamoe anterin anakkoe."
Setelah soedah maka Schemseddin beliken ampat poeloe kalde dan koeda bagal bersama-sama satoe klamboe boewat di gantoeng pada koeboernja Sheik Abdel Kader el Galane, abis ia berkata pada anaknja: »Ingat Ala Eddin, kapan akoe tiada ada maka ini Kemal Eddin lah jang djadi gantikoe, apa doega ia kataken misti engkau toeroet.
Kamoedian itoe marika poelang ka roema bersama-sama koeda bagal jang di beli tadi dengan boedjang moeda jang nanti toeroet. Besokan malemnja, maka Schemseddin soeroeh batja kor-an oleh iman dan ketib serta orang sedekah aken menjelamatin Scheikh Abd-el Kader el Gane.
Koetika hari terbit aken berangkat maka Schemseddin briken anaknja sepoeloe riboe oewang emas sambil berkata: »Kapan engkau sampe di Bagdad engkau bisa djoewal barang moe, baiklah djoewal, djikaloe tiada bisa, baiklah pake oewang jang akoe brihken ini pada moe."
Soedah abis begitoe, maka anak dan bapa ambil selamat tinggal laloe berangkatlah kafilah ítoe. Beroentoeng marika itoe berdjalan meliwat padang balantara dengan tiada koerang apa-apa, abis marika itoe liwat kota Damsjak dan Aleppo laloe berdjalan menoedjoe kota Bagdad. Koetika sampe pada lembah Banon Kaleb maka Ala Eddin prentahken aken pasang heimath.
Kemal Eddin kasi ingat sama Ala Eddin bahoewa di tempat ini sanget<noinclude>{{rh||1414}}</noinclude>
cd7s8f2zh9iy3fhvr8gy3cir5egnn9p
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/187
104
100722
283284
281263
2026-05-07T03:12:20Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283284
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Djawab kami: »djangan hambanja membrihken dia sakit ati barang sedikit, sebab selama-lamanja dialah sendiri-diri jang djadi hamba poenja tjinta djiwa, biar bagimana djoega, hambanja tiada brenti tjintaken dia.”
Itoe perampoewan berkata: »Anak moeda, kami tiada taoe kahendakmoe. Perampoewan jang amat bengis itoe telah soedah serahken kamoe kapada hakim jang tiada kenal kasian. Engkau soeda di poekoel dengan tjamboek koelit kerbo hingga tanda loeka di badanmoe seperti di iris-iris, maka masih djoega engkau berkasian, dan engkau tiada maoe membales sedang kami hendak menoeloeng.”
Kami berkata: »Tiadakah toewan dengar bitjaranja orang toewa, bahoewa pemoekoel itoe di trimah dari tangan jang kita tjintah, sanget manis adanja, sebagi boewa anggoer; serta batoe jang di lontarken itoe pada kita seperti isi boewah delima rasanja.”
Perampoewan moeda itoe bermesem abis katanja: »Oleh kerna bitjaramoe ini, maka ketaoewanlah bahoewa engkau bertjinta dengan ati poetih bresih. Sekarang tjoema sebagimana kabendakmoe sendiri adanja aken melepasken dirimoe dari ini pendjara. Kami kepingin pinda-in padamoe di dalem satoe astana jang amat bagoes dan besar, di mana perampoewan katjintahanmoe lagi poeles, maka ia tida nanti bangoen djikaloe engkau belon pelok tjioem padanja, aken tetapi kami rasa, djikaloe kami bikin begitoe maka Sitia Doenija boekannja girang meliat kami, pada hal ianja bakalan djadi terlebi marah. Ianja nanti tanja siapa telah soedah lepasken padamoe dari pendjara. Maka engkau misti bilang bahoewa sa-orang perampoewan jang tiada di kenalnja telah soeda menoeloeng padamoe. Dari sebab memang dia tiada kenal sama kami serta ia tiada taoe djoega djahatnja aken bikin marah pada kami maka bole djadi jang ia titahkеn lagi engkau di serahken lagi ka dalem tangan hakim dan tiada tentoe engkau di penggel lehermoe. Djika sampe djadi begitoe maka kami kapaksa aken soeroeh sa-orang penggawe kami pegi adjar sama Sitia Doenija nistjaija ia di siksa sampe mati. Adapoen engkau soeda bikin kami dapet begitoe kasian padamoe, hingga kami tiada maoe engkau dapet tjilaka. Hata maka kami ada laen akal, jang tiada sekali ada bahaijanja. Kami nanti brihken padamoe satoe djimat jang amat bagoes; dengan itoe djimat engkau tiada oesah takoet apa djoega di dalem doenia dan apa jang engkau kahendaki nistjaija djadi, sekalipoen hati djiwamoe nanti tergantoeng atas kahendakmoe, apa djoega engkau maoe bikin padanja tentoe dia misti toeroet. Engkau bole ampoenin dia, engkau bole bales kadjahatannja; engkau bole memerentahken negri Bagdad sakahendakmoe tiada satoe koewasa sanggoep mentjegah kahendakmoe, engkau bole djatohken kalief dari pada tachta karadja-annja, engkau bole soeroeh boenoeh padanja dan membinasaken antero kota Bagdad sasoekamoe sadja.” Sambil berkata begini maka ia serahken pada<noinclude>{{rh||1387|}}</noinclude>
n6b49qlw3b82qjxz7njoe1agtkdv7nx
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/275
104
100726
283267
281303
2026-05-07T02:59:56Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283267
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>peti barang kaen-kaen soetera dan atalas dan laen-laen, satoe-satoe peti harganja seriboe dinar emas. Lagi ianja kirimi pada kami pakejan satoe prangkat, lima poeloe koeda bagal dan onta dengan sa-orang boedak bersama-sama satoe doelang emas dan satoe djambangan ketjil dari pada emas.
Laen dari itoe maka kami soeda baik lagi sama kami poenja mertoewa hingga kami merasa ati kami terlebi beroentoeng dengen mempoenjai sa-orang isteri tertjinta jang elok dan tjantik. Maka toewan bole liat njata sekarang bahoewa Allah ta-ala tiada meninggalken orang jang ada di dalem soesah."
Koetika Ala Eddin abis bitjara sademikian maka kalief pegi sebentaran kaloewar. Soeda begitoe ferdana manteri Giafar berkata pada Ala Eddin aken tegorin padanja djangan berkata-kata soewatoe apa jang bisa membikin sakit ati pada tetamoenja, apa lagi tetamoeoja jang baroe abis bitjara sama Ala Eddin dan sekarang lagi pegi keloewar, djangan sekali bikin dia sakit ati.
Ala Eddin tanja padanja apa sebab ia misti di tegorin begitoe Maka katanja pada ferdana manteri Giafar: »Kami rasa jang kami hormati tetamoe kami seperti kami hormati kalief, apa lagi engkau maoe.”
Djawabnja Giafar: »Itoe dia sebabnja mengapa kami tegorin padamoe aken djangan bitjara jang tiada enak di denger kita orang apa lagi jang tiada enak di dengar jang baroe kaloewar tadi dia itoelah memang kalief soenggoe-soenggoe dan kami ini ferdana manteri Giafar dan jang doewa itoe scheik Mohamad Aboe Nawas dan Mesrour, kepala pendjaga harem."
Ala Eddin heran mendenger bitjaranja Giafar sadimikian, maka ia tiada taoe apa aken di kira dari birtjara itoe.
Giafar berkata poela: »Toewankoe, tjoba bilang pada kami dengan sabenarnja brapa hari kah djaoehnja negeri Kairo itoe dari sini."
Ala Eddin berdjawab: »Djaoehnja negeri Kairo dari Bagdad perdjalanan ampat poeloe lima hari lamanja.”
Abis berkata Giafar: »Kaloe benar sebagimana kata toekankoe, bagimana bole djadi toewankoe poenja orang toewa pertama dapet denger kabar dari pada ketjilakaan toewankoe, kadoewa ajanda toewan soeroe moewat barang-barang aken di kirim kadada toewan, abis itoe semoewa dalem sepoeloe hari soeda bole ada di sini di trima oleh toewankoe, Itoelah jang kami tiada mengarti, sedang Kairo ampat poeloe lima ari djaoenja dari sini maka dalem sepoeloe ari orang di sana bole dapet kabar dari sini dan barang-barang jang di kirim dari sana kerna kabar itoe bisa sampe kamari.”
Ala Eddin fikir barang sabenarnja katanja Giafar. Maka katanja: »Soenggoe benar katanja toewan, barang moestahil sekali kiriman itoe bisa dateng dari Kairo, kami soenggoe mendjadi bingoeng tiada kami bisa mengarti bagimana hal ini telah kendjadian.”<noinclude>{{rh||1429||}}</noinclude>
6i3aih1k0epnpg4dm77dlpvovf0vnw0
Halaman:Awas!.pdf/146
104
100728
282689
281337
2026-05-06T13:36:54Z
Moel81
25980
282689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{style|text-decoration: underline double|{{x-larger|BIJLAGE III.}}}}</noinclude>{{c|'''Uittreksel uit het Besluit van den Directeur van Binnenlandsch<br>Bestuur ddo. 30 Juni 1917 No. 1091 A.P.'''}}
Voorschriften omtrent den inhoud der aanvragen om nummeren rijbewijzen, het opgeven van nummers en letters, de modellen van nummer- en rijbewijzen en het bekend maken van den inhoud der registers.
{{c|§ '''I. Nummerbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 1.}}
Aanvrage om een nummer-<br>
bewijs geschiedt schriftelijk.
( 1 ) De eigenaar of houder van een motorrijtuig, die opgave van een nummer met letter (s) verlangt, richt eene schriftelijke aanvrage<ref>Formulier A. (vrij van zegel).</ref>) tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de eigenaar of houder woont, of, ingeval deze in het buitenland woont, tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de houder zich ontscheept.
'''Inhoud daarvan.'''<br>
(2) In bedoelde aanvrage worden naam, voornaam (voornamen) en woonplaats van den aanvrager vermeld.
____________
{{Smallrefs}}
::HoogiZdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 1 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|63}}
|-
| heeft ondergeteekende {{ref|1.1|*)}}) {{...|52}}
|-
|de eer U HoogEdelQestrenge beleefd opgave te verzoeken van {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}}<br>nummber(s) met letter(s) voor {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}} motorrijtuig(en)
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UHoogEdeiQestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige||}}
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Naam en voornaam (-namen) voluit.<br>
{{note|1.2|**)}} Aantal.<noinclude></noinclude>
71crxjdttteajwwr5jm046uoszo8ywa
282691
282689
2026-05-06T13:37:49Z
Moel81
25980
282691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{style|text-decoration: underline double|{{x-larger|BIJLAGE III.}}}}</noinclude>{{c|'''Uittreksel uit het Besluit van den Directeur van Binnenlandsch<br>Bestuur ddo. 30 Juni 1917 No. 1091 A.P.'''}}
Voorschriften omtrent den inhoud der aanvragen om nummeren rijbewijzen, het opgeven van nummers en letters, de modellen van nummer- en rijbewijzen en het bekend maken van den inhoud der registers.
{{c|§ '''I. Nummerbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 1.}}
Aanvrage om een nummer-<br>
bewijs geschiedt schriftelijk.
( 1 ) De eigenaar of houder van een motorrijtuig, die opgave van een nummer met letter (s) verlangt, richt eene schriftelijke aanvrage<ref>Formulier A. (vrij van zegel).</ref>) tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de eigenaar of houder woont, of, ingeval deze in het buitenland woont, tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de houder zich ontscheept.
'''Inhoud daarvan.'''<br>
(2) In bedoelde aanvrage worden naam, voornaam (voornamen) en woonplaats van den aanvrager vermeld.
____________
{{Smallrefs}}
::HoogiZdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 1 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|63}}
|-
| heeft ondergeteekende {{ref|1.1|*)}} {{...|52}}
|-
|de eer U HoogEdelQestrenge beleefd opgave te verzoeken van {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}}<br>nummber(s) met letter(s) voor {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}} motorrijtuig(en)
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UHoogEdeiQestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige||}}
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Naam en voornaam (-namen) voluit.<br>
{{note|1.2|**)}} Aantal.<noinclude></noinclude>
hfekisz855ighvq899y62el15hq83if
282693
282691
2026-05-06T13:38:14Z
Moel81
25980
282693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{style|text-decoration: underline double|{{x-larger|BIJLAGE III.}}}}</noinclude>{{c|'''Uittreksel uit het Besluit van den Directeur van Binnenlandsch<br>Bestuur ddo. 30 Juni 1917 No. 1091 A.P.'''}}
Voorschriften omtrent den inhoud der aanvragen om nummeren rijbewijzen, het opgeven van nummers en letters, de modellen van nummer- en rijbewijzen en het bekend maken van den inhoud der registers.
{{c|§ '''I. Nummerbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 1.}}
Aanvrage om een nummer-<br>
bewijs geschiedt schriftelijk.
( 1 ) De eigenaar of houder van een motorrijtuig, die opgave van een nummer met letter (s) verlangt, richt eene schriftelijke aanvrage<ref>Formulier A. (vrij van zegel).</ref>) tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de eigenaar of houder woont, of, ingeval deze in het buitenland woont, tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de houder zich ontscheept.
'''Inhoud daarvan.'''<br>
(2) In bedoelde aanvrage worden naam, voornaam (voornamen) en woonplaats van den aanvrager vermeld.
____________
{{Smallrefs}}
::HoogiZdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 1 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|63}}
|-
| heeft ondergeteekende {{ref|1.1|*)}}{{...|52}}
|-
|de eer U HoogEdelQestrenge beleefd opgave te verzoeken van {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}}<br>nummber(s) met letter(s) voor {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}} motorrijtuig(en)
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UHoogEdeiQestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige||}}
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Naam en voornaam (-namen) voluit.<br>
{{note|1.2|**)}} Aantal.<noinclude></noinclude>
5cv7393wsfpqwsuu8dai5fn91o4zpwm
282696
282693
2026-05-06T13:39:23Z
Moel81
25980
282696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{style|text-decoration: underline double|{{x-larger|BIJLAGE III.}}}}</noinclude>{{c|'''Uittreksel uit het Besluit van den Directeur van Binnenlandsch<br>Bestuur ddo. 30 Juni 1917 No. 1091 A.P.'''}}
Voorschriften omtrent den inhoud der aanvragen om nummeren rijbewijzen, het opgeven van nummers en letters, de modellen van nummer- en rijbewijzen en het bekend maken van den inhoud der registers.
{{c|§ '''I. Nummerbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 1.}}
Aanvrage om een nummer-<br>
bewijs geschiedt schriftelijk.
( 1 ) De eigenaar of houder van een motorrijtuig, die opgave van een nummer met letter (s) verlangt, richt eene schriftelijke aanvrage<ref>Formulier A. (vrij van zegel).</ref>) tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de eigenaar of houder woont, of, ingeval deze in het buitenland woont, tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de houder zich ontscheept.
'''Inhoud daarvan.'''<br>
(2) In bedoelde aanvrage worden naam, voornaam (voornamen) en woonplaats van den aanvrager vermeld.
____________
{{Smallrefs}}
::HoogiZdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 1 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|63}}
|-
| heeft ondergeteekende {{ref|1.1|*)}}{{...|52}}
|-
|de eer U HoogEdelQestrenge beleefd opgave te verzoeken van {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}}nummber(s) met letter(s) voor {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}} motorrijtuig(en)
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UHoogEdeiQestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige||}}
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Naam en voornaam (-namen) voluit.<br>
{{note|1.2|**)}} Aantal.<noinclude></noinclude>
fol6kzt5eequ1cklw9gqslhq5gxgymm
282832
282696
2026-05-06T15:16:30Z
Saharanisofina13
26926
/* Tervalidasi */
282832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Saharanisofina13" />{{style|text-decoration: underline double|{{x-larger|BIJLAGE III.}}}}</noinclude>{{c|'''Uittreksel uit het Besluit van den Directeur van Binnenlandsch<br>Bestuur ddo. 30 Juni 1917 No. 1091 A.P.'''}}
Voorschriften omtrent den inhoud der aanvragen om nummeren rijbewijzen, het opgeven van nummers en letters, de modellen van nummer- en rijbewijzen en het bekend maken van den inhoud der registers.
{{c|§ '''I. Nummerbewijzen.'''}}
{{c|Artikel 1.}}
Aanvrage om een nummer-<br>
bewijs geschiedt schriftelijk.
( 1 ) De eigenaar of houder van een motorrijtuig, die opgave van een nummer met letter (s) verlangt, richt eene schriftelijke aanvrage<ref>Formulier A. (vrij van zegel).</ref>) tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de eigenaar of houder woont, of, ingeval deze in het buitenland woont, tot het Hoofd van Gewestelijk Bestuur, binnen wiens ressort de houder zich ontscheept.
'''Inhoud daarvan.'''<br>
(2) In bedoelde aanvrage worden naam, voornaam (voornamen) en woonplaats van den aanvrager vermeld.
____________
{{Smallrefs}}
::HoogiZdelGestrenge Heer,<br>
::Ingevolge artikel 1 van het besluit van den Directeur van Binnenlandsch
{| style="width:100%; margin-left:0;"
|-
|Beestur van {{...|63}}
|-
| heeft ondergeteekende {{ref|1.1|*)}}{{...|52}}
|-
|de eer U HoogEdelQestrenge beleefd opgave te verzoeken van {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}}nummber(s) met letter(s) voor {{...|10}}{{ref|1.2|**)}}{{...|10}} motorrijtuig(en)
| style="border-bottom:1px dotted black;"|
|}
{{rh|||Met de meeste hoogachting van UHoogEdeiQestrenge||}}
{{rh|||de dienstwillige||}}
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Naam en voornaam (-namen) voluit.<br>
{{note|1.2|**)}} Aantal.<noinclude></noinclude>
olu0fiint85pvpr9mvjgndkh8t82cpf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/205
104
100743
282570
281314
2026-05-06T12:29:14Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282570
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||Akalnja Perampoewan <br>
(malem ka 531 sampe 53)|}}</noinclude>Katanja di negri Bagdad ada satoe anak laki laki moeda jang tjakep roepanja, orang beradab, anaknja soedagar. Sekali pada soewatoe hari ia lagi doedoek-doedoek di dalem tokonja, maka ada satoe anak perampoewan moeda liwat. Ini anak liat moekanja itoe djedjaka, abis dia memandang ka atas maka dia liat di atas pintoe toko ada tertoelis begini: » ''Tiada jang terlebi tadjem dari akal laki-laki ia itoe terlebi bagoes dari akal orang perampoewan:"''
Barang itoe anak prampoewan batja perkata -an itoe maka ia marah soenggoe, laloe berfikir: » Nanti, masa akoe tida nanti dapet akalin
orang jang memoedjiken begitoe akalnja sendiri, tadapet tiada, tentoe dia kena dan misti dia toekar soerat itoe!"
Besokan paginja ia balik kombali di depan itoe toko teriring oleh boedak-boedak. Ia berpake pakejan bagoes dan perihasan emas intan . Djari tangannja poen pake patjar dan ramboetnja di kepang tergantoeng pandjang sekali. Djalannja elok dan lemas hingga misti orang djato birahi.
Ia masoek di dalem toko abis dia melaga maoe heli roepa-roepa barang sampe itoe djedjaka moeda misti angkat boeka bebrapa roepa boengkoesan. Sambil memeriksa barang-barang jang di oendjoeken soedagar itoe maka berkatalah itoe perampoewan : » Tjobalah engkau liat akoe bediri begini, potongan badankoe begini rapi, langsing dan tjantik, apakah pantes orang kaloe liat akoe lantas brenti aken tjela akoe katanja orang tjinangga ? " Abis dia boeka dadanja jang bagoes poeti seperti kembang menoer, seraija berkata lagi : » Apakah patoet orang bilang akoe ini djelek ? " Abis di oendjoeken lengannja jang bagoes montok seperti poewalam , kamoedian dia boeka kaen toetoep moe
kanja hingga kaliatan moekanja jang seperti boelan poernama. Maka ia berkata poela : »liatlah akoe poenja moeka ini masa orang brani bilang akoe bopeng, dan akoe pitjek ?"
Si soedagar berkata tiada patoet sekali, »aken tetapi mengapakah engkau hendak mengoendjoeken badanmoe pada koe sedang biasanja badan itoe misti<noinclude>{{rh||1394|}}</noinclude>
iivadwdsxv413izkzxakndciyd4u2i4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/211
104
100748
283320
281327
2026-05-07T03:37:38Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283320
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sebab engkau ini anak dari pada kita poenja mamak." Kaloe soeda dia orang bilang begitoe maka baik engkau bagi-bagi oewang padanja, nanti kadli tentoe djadi heran dan dia nistjaija misti tanja padamoe apakah artinja semoewa perboewatan orang-orang itoe dan perboewatanmoe. Djika di tanjanja baroelah engkau berkata: »Sanda poenja orang toewa memang tadinja orang toekang maen sama biroewang dan saija poenja kaoem sanak-sanak semoewa poenja pengidoepan sampe sekarang boekan laen tjoema maen biroewang monjet dan oelar. Aken tetapi dari sebab saija poenja orang toewa beroentoeng djadi mampoe, dari itoe ia bisa djadi soedagar."
Si soedagar bikin seperti di adjarken oleli itoe perampoewan moeda sampe mertoewanja bilang pada mantoenja: »Kaloe begitoe engkau asalnja toekang biroewang dan badoet-badoet?"
Djawabnja: »Benerlah begitoe adanja, biar bagimana poela tjinta saija bagei anak toewankoe, maka saija tiada sanggoep boewang saija poenja açal.”
»Wah! kaloe soenggoe begini adanja tiada pantes sekali kali kami poenja anak bersoewami orang begitoe, tiada haroes engkau beristeri anaknja kadli besar di dalem ini negri jang berkoewasa menghoekoem serta kaoem açalnja
toeroen manoeroen dari pada Nabi salalahoealaihi wa-salam. Kerna itoe tiada patoet kami poenja anak bersoewami toekang biroewang poenja toeroenan."
Katanja si soedagar: »Ingatlah behoewa anak toewan sekarang soeda djadi saija poenja isteri kawin, saija tiada maoe di tjereeken dari padanja, biar bagimana sekalipoen tiadalah saija hendak lepasken isteri saija." Adapoen kadli tiada djoega maoe mengarti ia titahken aken betjeree. Djadi bertjereelah si soedagar itoe dan mertoewanja misti bajar karoegian padanja.
Abis si soedagar poelang ketemoe-in itoe perampoewan jang berboewat ini akal. Dia itoe anaknja toekang emas. Maka si soedagar lantas minta kawin perampoewan itoe pada orang toewanja dan dia orang berlaki isteri idoep senang dan manis.<noinclude>{{rh||1397|}}</noinclude>
km57kwk5ffovrk4jfzc8by6z5j3djbe
Halaman:Awas!.pdf/148
104
100754
282842
282324
2026-05-06T15:22:43Z
Saharanisofina13
26926
/* Tervalidasi */
282842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Saharanisofina13" />{{rh||146}}</noinclude>{{c|Artikel 2.}}
{{smaller|'''voor elk motorrijtuig één nummer met letter(s).'''}}
(1) Voor elk rij- of voertuig wordt den aanvrager een afzonderlijk nummer met letter of letters opgegeven
{{Block left|width=50%|{{smaller|'''Uitzondering ten behoeve van fabrikanten van en handelaren in motorrijtuigen.'''}}}}
(2) Echter kan één nummer met letter of letters voor meer dan één rij- of voertuig worden opgegeven op aanvrage van fabrikanten van en handelaren in motorrijtuigen en in dergelijke gevallen, waarin de verplichting tot het voeren van een afzonderlijk nummer voor elk rij- of voertuig zou kunnen leiden tot belemmering van bedrijf.
{{smaller|'''Verzoek daartoe in aanvrage op te nemen.'''}}
(3) In eene aanvrage <ref name=p148/> als bedoeld in het vorig lid, worden behalve naam, voornaam (voornamen) en woonplaats ook vermeld de gronden, waarop de meerveudige nummering wordt verlangd en het getal der te nummeren rij- of voetuigen.
{{c|Artikelen 3{{--}}4.}}
{{rule|width=3em}}
{{c|Artikelen 5.}}
{{smaller|'''Letter(s) voor elk gewest vastgesteld.'''}}
De letters zijn voor:
{{nop}}
<!--Tjatjatan kaki saja taroeh pada bagian kaki--><noinclude><references>
<ref name=p148>Formulier B. (vrij van zegel).<br/>
HoogEdelgestrenge Heer,<br/>
Ingevolge artikel 2 van het besluit van den Directur van Binnenlandsch Bestuur van {{...|100}} heeft ondergeteekende {{ref|1p148|*)}} {{...|50}} van beroep {{...|15}} wonende te {{...|15}} de eer UHoogEdelgestrenge beleefd opgave te verzoeken van één nummer met letter(s) voor {{...|10}} motorrijtuigen.<br/>
Hij meent zijn verzoek om meervoudige nummering volgens artikel 3 van voormeld besluit te kunnen gronden op de navolgende redenen: {{...|100}}
{{block right|width=75%|{{c|Met de meeste hoogachting van UHoogEdelgestrenge de dienstwillige}}}}
{{rule|align=left|width=5em}}
{{note|1p147|*)}} Naam en voornaam (voornamen) voluit.</ref>
</references></noinclude>
6jkx345c507fzn6lhstdk5fwrvjo1q5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/289
104
100755
283424
281362
2026-05-07T04:19:38Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283424
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sepoeloe riboe dinar emas, lagi Ala Eddin lantas merdikaken dan di nikahken olehnja perampoewan itoe.
Besasa poelang. karoemah bersama-sama ajandanja, aken tetapi ia sangat bersakitati jang dia tiada dapet itoe perampoewan sampe ianja djato sakit, sebab barang dia sampe di roemah maka dia kena kelanggar sakit deman keras sekali dan kepaksa aken tinggal di tempat tidoer. Iboenja belon taoe hal jang telah kedjadian maka ia tanja auakuja apakah sakitnja maka djawabnja Besasa: »beli-in Menoer boewat sanda.” soewarauja Besusa lemas sekali. Iboenja kira anakuja mengatjo kerna keras demamnja, djadi ia djangdjiken anaknja aken beli-in Menoer kapan toekang kembang liwat, iboenja sengadja bitjara begitoe soepaija anakuja bisa tidoer senang. Adapoen anak-nja laloe berkata: »Siapa bitjara dari boenga-boenga, akoe maoe sama si Menoer namanja sa orang boedak perampoewan, kaloe akoe tida dapet itoe perampoewan nistjaija akoe mati.” Iboenja Besasa tjari akal aken bikin senang ati anakuja, abis ia pegi ketemoein soewaminja, maka ia ini kasi taoe pada isterinja siapa itoe Menoer serta di kasi taoe poela baboewa Besasa sangat keras birahi pada itoe perampoewan Barang Chatoun dengar kabar ini maka keras di sesali soewaminja, kenapa ia misti pandang oewang sedikit, kenapa ia misti diamken boedak perampoewan itoe di beli orang laen sedang anaknja sendiri begitoe keras birahi sama perampoewan itoe.
Emir Chaleb berkata: »Ingatlah adinda, kami ini soeda menawar lebian, sebab Ala Eddin, kepala persidangan masjawarat agoeng jang maoe beli itoe boedak.”
Penjakitnja Besasa semangkin ari semangkin bertabah keras. Koetika iboenja dapet liat jang dia tiada maoe makan tiada bisa minoem, maka di kiranja soenggoe anak itoe bakalan mati, djadi si iboe soeda moelai pake kaboeng dan ternjata sekali soesah atinja. Sedang iboenja Besasa begitoe bersakit ati maka dateng sa-orang perampoewan iboenja Achmed Komakom.
Ini Achmed Komakom menang dari ketjil soeda terlaloe sanget djabat soeka sekali mentjoeri hingga sekarang dia sǝeda besar terlampau pande memaling, begitoe pande ia memaling sampe orang pri basa kata-in bahoewa sipat mata jang di pake orang sekali poen dia sanggoep mentjoeri. Adapoen ia bisa sekali semboeniken kapandeannja jang djabat ini, hingga ia di pertjaija sekali oleh orang-orang bangsawan dan dia sampe di angkat djadi kepala kawal keradja-an. Tetapi dia kepala kawal bookannja mendjaga kesenangan dan ka santausa-an orang ketjil, halnja dia sendiri jang tjoeri in dan malingi harta banda anak negri, walie dapet dengar ini hal djadi pada soewatoe hari Achmed Komakom berboewat lagi kadjahatannja, maka walie soeroeh ikat padanja lantas di bawa mengadap Kalief. Barang sampe di hadepan kalief maka ia di hoekoem mati potong kepala.<noinclude>{{rh||1436}}</noinclude>
pldjs7ingacp9nuf0qm7z375ckezap5
Halaman:Awas!.pdf/153
104
100756
283027
281346
2026-05-06T16:35:46Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" /></noinclude>{{c|Pasal 6.}}
Dalam soerat keterangan nomor dimasoekkan djoega toeroenan beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri tentang hal oekoeran, warna, melekatkan dan menerangi nomor dan hoeroef. (Lihatlah lampiran II).
{{c|Pasal 7.1}}
{{rule|5em}}
{{c|'''§ 2. Soerat-izin mengemoedi.'''}}
{{c|Pasal 8.}}
{{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=18em|{{rata|'''Permohonan akan mendapat soerat-izin mengemoedi haroes dioendjoekkan dengan soerat.'''}}}}
(1) Barang siapa jang hendak mendapat soerat izin mengemoedi akan mengemoedikan kendaraan motor, haroes mengoendjoekkan soerat permohonan <sup><small>3</small></sup>) kepada Kepala pemerintahan senegeri, tempat ia tinggal; atau apabila ia tinggal diloear Hindia Belanda, maka soerat permohonan itoe dioendjoekkan kepada Kepala pemerintahan senegeri tempat tinggalnja bagi sementara.
<hr style="width: 10%; border-top: 1px solid black;">
<sup><small>3</small></sup>)Tjontoh C. (pakai ségél harga 1.50).
Padoeka Toean jang moelia!<br>Menoeroet pasal 8 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri {{ellipsis|80}}<br>pada {{ellipsis|76}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ellipsis|45}}<br>tinggal di {{ellipsis|70}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean soepaja ia diberi sehelai soerat-izin mengemoedi akan mengemoedikan kendaraan-kendaraan-motor.
Akan mendjadi keterangan, bahwa ia telah ber'oemoer 18 tahoen, makat dikirimkanlah bersama koetipan dari register-lahir (atau soerat keterangan.
jang sematjam itoe).
{{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=20em|{{c|Dengan diperbanjak-banjak hormat.<br>dari saja,}}}}
<hr style="width: 10%; border-top: 1px solid black;">
{|
|valign="top"|N.B.||Bilamana permohonan itoe bermaksoed bermohon soerat-izin mengemoedi keréta-angin-motor, maka tjontoh diatas jang berboenji: „kendaraan-kendaraan motor” dioebah mendjadi: „kendaraan motor jang beroda doea boeah”, sedang dalam hal itoe 'oemoer jang dikehendaki oendang-oendang boekan lagi 18 tahoen, melainkan 15 tahoen.
|}<noinclude></noinclude>
jqp636goyfvhbkwvbwfkfgog0ialnpr
283028
283027
2026-05-06T16:36:14Z
Seeharee
22422
283028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" />{{rh||151|}}</noinclude>{{c|Pasal 6.}}
Dalam soerat keterangan nomor dimasoekkan djoega toeroenan beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri tentang hal oekoeran, warna, melekatkan dan menerangi nomor dan hoeroef. (Lihatlah lampiran II).
{{c|Pasal 7.1}}
{{rule|5em}}
{{c|'''§ 2. Soerat-izin mengemoedi.'''}}
{{c|Pasal 8.}}
{{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=18em|{{rata|'''Permohonan akan mendapat soerat-izin mengemoedi haroes dioendjoekkan dengan soerat.'''}}}}
(1) Barang siapa jang hendak mendapat soerat izin mengemoedi akan mengemoedikan kendaraan motor, haroes mengoendjoekkan soerat permohonan <sup><small>3</small></sup>) kepada Kepala pemerintahan senegeri, tempat ia tinggal; atau apabila ia tinggal diloear Hindia Belanda, maka soerat permohonan itoe dioendjoekkan kepada Kepala pemerintahan senegeri tempat tinggalnja bagi sementara.
<hr style="width: 10%; border-top: 1px solid black;">
<sup><small>3</small></sup>)Tjontoh C. (pakai ségél harga 1.50).
Padoeka Toean jang moelia!<br>Menoeroet pasal 8 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri {{ellipsis|80}}<br>pada {{ellipsis|76}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ellipsis|45}}<br>tinggal di {{ellipsis|70}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean soepaja ia diberi sehelai soerat-izin mengemoedi akan mengemoedikan kendaraan-kendaraan-motor.
Akan mendjadi keterangan, bahwa ia telah ber'oemoer 18 tahoen, makat dikirimkanlah bersama koetipan dari register-lahir (atau soerat keterangan.
jang sematjam itoe).
{{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=20em|{{c|Dengan diperbanjak-banjak hormat.<br>dari saja,}}}}
<hr style="width: 10%; border-top: 1px solid black;">
{|
|valign="top"|N.B.||Bilamana permohonan itoe bermaksoed bermohon soerat-izin mengemoedi keréta-angin-motor, maka tjontoh diatas jang berboenji: „kendaraan-kendaraan motor” dioebah mendjadi: „kendaraan motor jang beroda doea boeah”, sedang dalam hal itoe 'oemoer jang dikehendaki oendang-oendang boekan lagi 18 tahoen, melainkan 15 tahoen.
|}<noinclude></noinclude>
ech9czx143mjiqyuldheqiw3ak21wmj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/173
104
100766
282571
281403
2026-05-06T12:30:05Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>blakang lelangse aken di gantiken pakejannja. Setelah soedah maka ia kaloewar lagi doedoek di atas sanggasananja. Itoe boedak perampoewan jang baroe njanji lantas masoek. Adapoen kalief itoe ambil toengkat emasnja dan di ketoknja satoe pintoe. Apabila di ketok pintoe itoe maka dateng lagi sa orang itam jang kate membawa bangkoe dari emas dan di ikoet dari blakang oleh sa-orang perampoewan moeda lebi bagoes lagi dari jang tadi. Soewaranja poen lebi njaring dan enak. Haroen al Rasjid tiada abis heran meliat orang begini bagoes dan pande sanget maen getera dengan menjanjinja poen lemah lemboet soewaranja.
Abis ia menjanji maka kalief tiroewan mendjerit lagi, ia robek-robek pakejannja jang endah-endah dan mahal itoe sampe djato pangsan. Dengan sigrah orang-orangnja pada toeloengin lagi dan kasi pake padanja. Ia naik lagi di atas sanggasananja laloe minoem lagi. Soeda dia minoem doewa tiga kali maka ia kasi tanda aken orang kate itam itoe kaloewar lagi membawa bangkoe emas dengan sa-orang perampoewan moeda. Ini orang terlebi bagoes
lagi sampe Haroen al Rasjid bilang sama Giafar:„Astaga belon pernah kami liat perampoewan elok sebagi ini.” menjanji. Itoe perampoewan besoedjoed abis ia menjanji.
Lagi-lagi abis ini perampoewar menjanji maka kalief tiroewan itoe djadi pangsan, aken tetapi ini sekali bahna itoe lelangse tiada begitoe baik di toetoep orang bole dapet liat ia di pakein. Wah badannja penoeh loeka seperti baroe di dapetnja. Haroen al Rasjid pandang hal ini dengan baik, abis katanja pada
Giafar plahan-plaban: „Ini orang moeda betoel bagoes aken tetapi kami rasa ia itoe tiada laen tjoema kepala rampok sadja.”
Giafar bertanja: „Kenapa toewan doega begitoe.”
Engkau tiada liat bekas loekanja di badan jang membikin dia sakit?”
Selagi orang doewa bitjara begini maka itoe kalief baroe teroes di pakein. Barang soeda maka dia kaloewar doedoek di sanggasananja lagi dan minoem-minoem bersama penggawe.penggawe . Haroen al Rasjid teroes beromong bisik-bisik sama Giafar. Toewan roemab dapet liat maka katanja: „Toewan tiada kah kami soedah bilang padamoe baboewa tiada pantes adanja aken berbisik-bisik.”
Djawab Haroen al Rasjid: „Doeli sjahalam djangan goesar, ini orang jang doedoek di sebelah kanan hainba, sa-orang dagang besar. Dia soeda pegi di koeliling doenia, dia soeda liat bebrapa astapa karadja-an; maka masih dia kataken pada hamba, belon pernah dia dapet liat barang bagoes dan endah-endah seperti di sini, lagi hal jang kedjadian poela di sini terlaloe amat adjaib. Tadi doeli toewankoe soedah robek-robek bebrapa pakejan jang mahal mahal. Barang demikian tiada terdjadi saben sari dari itoe poen ianja kepingin taoe sanget apa sebabnja. Kapan hamba ini semoewa sampe lagi di negri<noinclude>{{rh||1380}}</noinclude>
sekdpzckvci3nqsulj8zv9z9zgek6a7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/291
104
100767
283430
281375
2026-05-07T04:24:44Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283430
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Achmed Komakom taoe baboewa ferdana manteri Giafar memang sa-orang ati lemas dan bersajang manoesia, lagi ia taoe baboewa Giafar kaloe toeloeng bitjara-in boewat orang hoekoeman kapada Kalief nistjaija katoeloengan, dari itoe maka Achmed minta sabole-bole pada Giafar aken toeloeng padanja.
Koetika Giafar bitjaraken hal ini kapada Kalief maka berkata Kalief: »Apakah kami bole diamken sadja kami poenja orang ketjil di aniaja dan di malingi oleh bangsat dan rampok? Abis kaloe bangsat rampok itoe ke-tangkep tiada ia di hoekoem?”
Djawabnja Giafar: »Sabernarnja bitjars doeli sjah alam, adapoen betapakah memoetoesken dengan paksa orang poenja njawa, djika bole dihoekoemken orang itoe di boewang sa-oemoer idoep hingga ia tiada bisa bikin djahat lagi orang di negri. Boekankah ada tempat aken di boewang, di mana ia seperti ada dalem koeboer?" Toewan kalief lantas toeroet sebagimana bitjara wasir besarnja. Hoekoem matinja Achmed Komakom lantas di robah dan di gantiken dengan Hoekoem boewang sa-oemoer idoep, dengan di rante, maka di atas rante itoe teroekir perkataan begini: Dr hoekoem boewang pake rante sa oemoer idoep.”
Kerna perboewatan Kalief sa-demikian ini maka Achmed Komakom di toetoep di dalem pendjara. Iboenja bahna di kasiani orang maka bole dateng di roemahnja Emir Chaleb walinja kota Bagdad, lagi iapoen bawa-in makanan pada anaknja di dalem pendjara. Tiap-tiap kali ia ketemoe anaknja maka dia sesalin jang itoe anak tida maoe dengar segala nasihat jang di brihken padanja.
Sekali pada soewatoe hari maka ia moekoenken iboenja aken minta toeloeng pada isterinja walie Chaleb, sebab iboenja memang biasa pegi karoemahnja itoe walie.
Djadi koetika itoe orang toewa dateng di roemahnja walie dengan nijat aken minta pertoeloengan isterinja walie, maka di liatnja isterinja walie itoe terlaloe sangat sedih. Abis dia bertanja apa sebabnja. Maka djawab isterinja walie itoe: »Ja, emak, kami rasa ini sekali nistjaija kami bakalan ilang kami poenja anak jang bernama Besasa!”
Si orang toewa tanja poela apa penjakitnja itoe anak, laloe di tjeritakennja oleh isterinja walie apa jang telah kedjadian sama Besasa.
Iboenja Achmed lantas berfikir ini sekali bagoes sanget aken minta pertoeloengannja isterinja walie boewat Komakom, dari itoe maka itoe perampoewan toewa berkata: »Njonja, saija ini taoe soewatoe obat jang moestadjab sekali boewat njonja poenja anak. Achmed Komakom sanggoep bawa lari si Menoer dari tempatnja Ala Eddin, kaloe soeda dia bawa lari nanti dia serahken kapada njonja poenja anak, tjoema itoelah soesahnja si Achmed<noinclude>{{rh||1437|}}</noinclude>
ckwxzq02j1so2kj2g1mh6j21b5hxszj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/293
104
100769
283439
281387
2026-05-07T04:27:33Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283439
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>itoe ada di dalem pendjara, dia dapet hoekoem rante sa-oemoer idoep. Tjoba njonja bisa sampe dia di lepas dari pendjara nistjaija dengan sebentar djoega njonja poenja anak semboeh kombali dari sakitnja. Baiklah njonja boodjoek-boedjoek pada Emir Chalid walie negri Bagdud njonja poenja soewami.”
Isterinja walie bilang trima kasi pada iboenja Achmed serta di djandjinja sabole-bole aken menoeloeng soepaija Komakom bole di lepas dari pendjara.
Hata maka sasoenggoenja, Chaloen itoe bitjara pada soewaminja dar halnja Komakom. Si isteri itoe bilang baboewa kasian sanget hainja Komakom poenja iboe jang soedah toewa dan tiada ada jang rawatin serta Komakom soeda bertobat betoel-betoel tida nanti berboewat kadjahatan lagi. Ia tobat toedjoe toeroenan: »Kaloe kakanda sanggoep, bisa lepasken Komakom dari pendjara, boekan sadja iboenja itoe kita toeloeng adapoen berkat Allah poen nanti djato djoega di atas batok kepala kita poenja anak Besasa. Kerna pertoeloengan kakanda bagi itoe orang toewa, nistjaija kita poenja anak poen bakalan dapet pertoeloengan, dia nanti djadi semboeh dari penjakitnja.”
Oleh kerna pemboedjoeknja si isteri dengan tangisnja aken membikin lemboet ati soewaminja, maka toeroetlah walie Chalid sebagimana bitjarai isterinja
Pada esokan paginja dia kirimken satoe imam dari mesigit aken pegi katemoe-in Achmed Komakom di dalem pendjara, maka ini imam menanja kapada Achmed apakah ia soenggoe-soenggoe soeda bertobat dari memboewat kadjahatan seperti jang soeda, lagi apakah ia soeka mace berdjandi aken tiada lagi berbɔewat kadjahatan. Achmed Komakom mendjawab dengan melaga bahoewa lama ia soeda tobat aken berboewat djahat, kaloe ia sampe di lepas-ken dari pendjara tiada sekali-kali ia nanti berboewat kadjahatan lagi, dia nanti djadi orang baik-baik dan ia nanti jakin aken djadi sa-orang moslimin jang beribadat, bersembajang lima waktoe soepaja ia bole dapet berkatnja Allab, serta di ampoeni Allah dari pada dosanja jang soeda-soeda.
Kerna keras djandjinja sademikian itoe maka walie titahken kaloewarin Achmed Komakom dari pendjara. Dengan rantenja maka Achmed itoe di bawa kahadapan Kalief sebab Emir Chalid tiada brani aken melepasken orang itoe dari pada rantenja. Koetika Achmed masoek bersama-sama Chalid di baleiroeng tempat Kalief di hadepken pembesar pengawe negri, maka Chalid lantas bersoedjoed serta Achmed mengadap Kalief.
Apabila Kalief dapet liat ini orang jang penoeb dengan rante maka
Kalief djadi marah serta berkata: »Bangsat, engkau masih idoep?”
Djawabnja Komakom: »Doeli sjah alam, ampoen beriboe ampoen, menoeroet fikir hamba maka oemoernja sa-orang jang tjilaka seperti hamba, telah mendjadi lebi pandjang apabila soesahnja terlebi bertambah.”<noinclude>{{rh||1433|}}</noinclude>
oxenw7cgrz66orizbym349uux2kqapy
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/295
104
100771
283442
281469
2026-05-07T04:30:13Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283442
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><>center1001 MALAM</center></noinclude>Katanja Kalief dengan keras: »Walie Chalid kenapakah engkau bawa orang ini mengadap kami?”
Djawabnja Chalid: »Emir almoeminin, iboenja ini orang kasian soenggoe, soeda toewa tiada sanggoep lagi mentjari kahidoepan, tiada ada pengharepannja laen tjoema atas anaknja ini sa-orang, oleh kerna itoe maka iboenja itoe bersembah memoehoenken kabawa doeli sjah alam biar apalah kiranja doeli jang di pertoewan toeloengi melepasken orang jang telah soeda bertobat ini, dari pada kasiksa-an rante itoe, serta lagi moeda-moedahan doel toewankoe jang maha moelija bole angkat padanja lagi mendjadi kepala kawal, pangkatnja jang doeloe, soepaija ia aanggoep memtiarahken ibosnja di hari toewa.”
Kalief bertanja: »Apakah soenggoe benar ini orang soeda bertobat dari pada perhoewatannja jang soeda-soeda?”
Djawabnja Komakom: »Toewan soeroeh sekalian alam jang berkoewasa, di hadepan Allah sebahanahoe wa ta-ala boedakuja soeda saksiken bahoewa boedakuja soeda bertobat toedjoe toeroenan atas perboewatan hamba jang soeda-soeda. Sekarang ini tiada laeu kahendak hambanja, tjoemsa aken beribadat bersembajang lima waktoe, soepaija hambanja di ampoeni dari pada dosanja.”
Kalief Haroen al Rasjid memang sa-orang moerah ati jang sanget mengasiani sesamanja manoesia. Ia kasiani soenggoe orang toewa itoe iboenja si pendjabat, kerna itoelah maka atinja Kalief mendjadi lemboet laloe di titahkennja aken melepasken rantenja Achmed Komakom. Adapoen boekan sadja Kalief lepasken orang itoe dari pada hoekoemannja, pada hal Kalief brihken satoe kaftan padanja serta di angkatnja poela djadi kepala kawal seperti pangkatnja jang doeloe. Maka Kalief kasi ingat padanja dengan sa soenggoe soenggoenja aken djadi orang baik-baik dan aken bertobat djangan berboewat lagi barang kadjahatan seperti jang soedah.
Achmed komakom terlaloe amat girang, maka ia bersoedjoet aken tjioem kakinja Kalief boewat mengoendjoek trimahnja. Maka Kalief soeroeh ma-loemken di antero negri Bagdad baboewa Achmed Komakom soeda di angkat lagi dalem pangkatnja jang doeloe.
Di tjeritahkenlah soeda ada bebrapa ari lamanja abis Achmed Komakom di lepas dari pendjara dau di brihken pangkat oleh Kalief, maka pada soewatoe hari isterinja walie Chalib dapet katemoe lagi sama iboenja Achmed, sereuta begitoe maka isterinja walie kasi ingat pada itoe orang toewa apa jang telah di djandjiken doeloe. Oleh kerna ini tegoran, maka iboe Achmed Iantas pegi katemoe-in anaknja serta di kasi ingat padanja baboewa berat sekali pikoelan boedinja kapada walie Chalib poenja isteri, maka itoe ia misti jakinin sebole bole aken toeloeng dapetin Menoer boewat anaknja<noinclude>{{rh||1439|}}</noinclude>
0s2mf3nfttcwbv8n2pm9xrobl047xew
283444
283442
2026-05-07T04:31:29Z
Ichahahaha
27015
283444
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Katanja Kalief dengan keras: »Walie Chalid kenapakah engkau bawa orang ini mengadap kami?”
Djawabnja Chalid: »Emir almoeminin, iboenja ini orang kasian soenggoe, soeda toewa tiada sanggoep lagi mentjari kahidoepan, tiada ada pengharepannja laen tjoema atas anaknja ini sa-orang, oleh kerna itoe maka iboenja itoe bersembah memoehoenken kabawa doeli sjah alam biar apalah kiranja doeli jang di pertoewan toeloengi melepasken orang jang telah soeda bertobat ini, dari pada kasiksa-an rante itoe, serta lagi moeda-moedahan doel toewankoe jang maha moelija bole angkat padanja lagi mendjadi kepala kawal, pangkatnja jang doeloe, soepaija ia aanggoep memtiarahken ibosnja di hari toewa.”
Kalief bertanja: »Apakah soenggoe benar ini orang soeda bertobat dari pada perhoewatannja jang soeda-soeda?”
Djawabnja Komakom: »Toewan soeroeh sekalian alam jang berkoewasa, di hadepan Allah sebahanahoe wa ta-ala boedakuja soeda saksiken bahoewa boedakuja soeda bertobat toedjoe toeroenan atas perboewatan hamba jang soeda-soeda. Sekarang ini tiada laeu kahendak hambanja, tjoemsa aken beribadat bersembajang lima waktoe, soepaija hambanja di ampoeni dari pada dosanja.”
Kalief Haroen al Rasjid memang sa-orang moerah ati jang sanget mengasiani sesamanja manoesia. Ia kasiani soenggoe orang toewa itoe iboenja si pendjabat, kerna itoelah maka atinja Kalief mendjadi lemboet laloe di titahkennja aken melepasken rantenja Achmed Komakom. Adapoen boekan sadja Kalief lepasken orang itoe dari pada hoekoemannja, pada hal Kalief brihken satoe kaftan padanja serta di angkatnja poela djadi kepala kawal seperti pangkatnja jang doeloe. Maka Kalief kasi ingat padanja dengan sa soenggoe soenggoenja aken djadi orang baik-baik dan aken bertobat djangan berboewat lagi barang kadjahatan seperti jang soedah.
Achmed komakom terlaloe amat girang, maka ia bersoedjoet aken tjioem kakinja Kalief boewat mengoendjoek trimahnja. Maka Kalief soeroeh ma-loemken di antero negri Bagdad baboewa Achmed Komakom soeda di angkat lagi dalem pangkatnja jang doeloe.
Di tjeritahkenlah soeda ada bebrapa ari lamanja abis Achmed Komakom di lepas dari pendjara dau di brihken pangkat oleh Kalief, maka pada soewatoe hari isterinja walie Chalib dapet katemoe lagi sama iboenja Achmed, sereuta begitoe maka isterinja walie kasi ingat pada itoe orang toewa apa jang telah di djandjiken doeloe. Oleh kerna ini tegoran, maka iboe Achmed Iantas pegi katemoe-in anaknja serta di kasi ingat padanja baboewa berat sekali pikoelan boedinja kapada walie Chalib poenja isteri, maka itoe ia misti jakinin sebole bole aken toeloeng dapetin Menoer boewat anaknja<noinclude>{{rh||1439|}}</noinclude>
s40ev2xmamkaml23xrgf2n4wc8uw2dg
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/189
104
100773
283348
281406
2026-05-07T03:46:57Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283348
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>kami satoe tjintjin jang di tariknja dari tangan laloe ia berkata poela: »Apabila engkau mengahendaki apa-apa maka engkau poeter sadja ini mata tjintjin dan lantas nanti dateng satoe orang jang sanget berkoewasa. Dia itoelah satoe dari pada djin jang melawan sama nabi Seleiman. Dia itoelah nanti djalanken segala prentahmoe. Tjobalah asiatnja tjintjin ini moempoeng kami ada di sini.”
Kami poeter itoe mata tjintjin, lantas kaloewar satoe djin seperti di tjeritaken perampoewan tadi. Roepanja keliwat dari misti, kepalanja bertandoek dan ia ada poenja sajap jang amat besar. Kami dengar ia berkata: »Apakah di kahendaki kami poenja toewan?”
Kami bertanja: »Siapa engkau poenja nama?”
Djawabnja: »Heilfoes.”
Maka kami berkata: »Engkau maoe toeloeng bikinin astana jang bagoes dan besar boewat kami?”
Dengan segala soeka ati, djikaloe toewan maoe maka saja bole sediahken djoega segala pekakas dan isi roemah tangga dengan sapertinja serta kami bole djoega bikin ada bebrapa boedak dan penggawe, aken djaga itoe astana.”
»Kira-kira brapa boelan engkau sanggoep sediahkеn itoe semoewa?”
»Wah, saija tiada bitjara dari waktoe boelan, maskipoen satoe ari lama toewan tiada oesah toenggoe sebab dalem doewa tiga djam sadja maka semoewa soeda tersedia. Toewankoe bilangin sadja di mana saija misti diri-in itoe astana. Kapan sandenja itoe tempat soeda di tempati orang nanti saija binasa-in semoewa aken diriken toewan poenja astana.”
Besok pagi sabelonnja matahari terbit maka semoewa bakalan sedia”.
Maka kami sanget heran: »Kami minta ampoen djangan membinasa-in orang atawa goda sama orang, itoe kami tiada biasa.”
»Apakah toewan hendak diriken astana itoe di bekas-bekas astananja kalief atawa di bekas roemahnja Giafar? Toewan tinggal titahken sadja.”
Kami djawab : »Heilfoes, kami tiada ada bangkitan barang sedikit sama kalief atawa sama ferdana manterinja, dan selama-lamanja kami tiada hendak dapet ka oentoengan dari pada tjilakanja orang. Kaloe engkau sanggoep diriken astana boewat kami maka dirikenlah astana itoe di soewatoe tempat di loewar kota di mana ia tiada mengganggoe orang.”
»Kaloe begitoe marilah toeroet saija” sambil berkata demikian maka ia angkat kami dari tanah laloe di bawanja terbang di loewar kota, abis dia diriken satoe goeboek ketjil di atas satoe boekit; abis kami di bawa-in bebrapa
makanan dan minoeman. Barang kami soeda abis makan minoem maka kami tidoer dan pada ka-esokan harinja koetika matahari moelai terbit kami mendoesin. Roepanja Heilfoes ada nantiken kami poenja bangoen sebab ia masih melajang-lajang di atas kepala kami dan baroe kami boeka mata, lantas dia bawa kami ka sawatoe astana jang besar dan amat endah-endahnja, dengan<noinclude>{{rh||1388|}}</noinclude>
pp0mg9b1g63kyclofslfmwqw9unif8j
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/217
104
100776
283013
281461
2026-05-06T16:24:18Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>banjak tempo. Si toekang rejal boeroe sama itoe tiga orang sebab koewatir djangan dia kena roegi besar, dia berseroe seroe: „Hei angkau sendiri jang soeroe beli itoe kalde, sekarang soeda dapet, angkau tida maoe bajar, mas kipoen lima drachma angkau bilang mahal, abis sekarang bagimana, akoe soeda bajar lebi doeloe. Itoe tiga orang tida ambil poesing dia orang bilang: Tadi nja kita orang kira betoel itoe kalde jaug kita tjari, aken tetapi sekarang abis di priksa ati-ati baroe ketaoewan boekan kalde jang kita tjari, dia ini ada banjak tjatjat jang tida baik, lagi roepanja patah pinggang.” Abis dia orang pegi. Maka si toekang rejal kira bahoewa itoe tiga orang telah sengadja tjelahı itoe kalde soepaija dia bole dapet moerah. Akan tetapi koetika itoe tiga orang tiada moentjoel-moentjoel maka baroelah di ketahoeinja betoel bahoewa ia kena di tipoe hingga ia mendjerit-djerit, dan robek-robek pakejannja bahna sakit ati jang dia dapet roegi begitoe banjak. Orang-Orang laen pada ketawa-in padanja sebab dia orang semoewa heran bagimana ianja bole begitoe bodo aken pertjaja moeloetnja orang jang tida di kenalnja, dan lagi dia begitoe bodo aken beli barang jang tida di kenal harganja.
{{rule|width=2em}}<noinclude>{{rh||1400}}</noinclude>
4ug4b9wo7aazwhfwk7d6fylx2g6fdl4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/191
104
100786
282545
281434
2026-05-06T12:11:46Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282545
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>pekakas isi roemah tangganja bersama boedak-boedak dan djongos lelaki dan perampoewan jang lantas samboet pada kami. Maka kami tanja dengan heran: »Heilfoes, siapakah poenja astana begini bagoes, jang engkau diriken be
gitoe lekas.”
Katanja: »Ia itoelah astana toewankoe, dan semoewa orang jang ada di sini, ia aken mendjaga toewankoe.”
Bagimana bole djadi begitoe lekas engkau diriken ini astana?”
Djawabnja djin itoe: Saija ini satoe djin jang bisa bikin apa djoega jang di kahendaki orang dan saija ada banjak rajat djin jang dengar saija poenja prentah. Toewan tjoba sadja liat di hadepan toewan ampoenja astana, ada aloen-aloen besar, maka baroelah toewan bisa kira bebrapa banjak saija poenja rajat jang saija prentahken. Barang jang toewan bilang adjaib ini moedah sadja boewat saija. Pada bebrapa djin rajat saija telah saija prentabken djoega aken ambil satoe djin sa-orang anak laki-laki dan sa-orang anak peram-poewan maka marika itoe soedah ambilken anak-anak radja-radja dan orang-orang bangsawan dan prembesar. Laen-laen poela di titahken aken diriken ini astana maka begitoe banjak rajat saija sabingga masing-masing tjoema bawa satoe batoe sadja dan satoe potong pekakas maka tjoekoeplah aken diriken dan isi ini astana. Begitoepoen baroe sapersepoeloenja dari pada rajat saija jang di
pake. Apakah toewan masih ada apa-apa jang toewan kahendaki?”
Kami kasi taoe bahoewa semoewa soedah tjoekoep, dan kami bilang banjak trimah kasi. Abis Heilfoes pegi. Kami lantas tinggal berdiam di itoe astana dan sekalian boedak-boedak pada nantiken kami poenja prentah. Kami kepingin ada poenja praoe kapelesiran, dengan sabentar djoega semoewa ada, ia itoelah praoe jang engkau liat kami doedoekin. Kami pake boewat maen-maen praoe di kali Tigris sedang kami titahken tiada bole ada orang pegi maen praoe atawa mengitip di djendela. Lagi kami ambil pangkat kalief, soepaija kabar ini bole berdjalan sampe kadengaran oleh kalief Haroen al Rasjid. Dengan perboewatan demikian kami tiada mengahendaki laen tjoema soepaija orang djadi kepingin taoe lebi djaoe hal kami dan kalief panggil sama kami. Djikaloe dia panggil pada kami tadapet tiada tentoe ia misti dapet kasian Dan tiada ada orang laen jang dapet memboedjoek Sitia Doenija aken bikin dia ilang bentji pada kami. Kalief tiada oesah bikin laen barang asal ia kataken pada Giafar soepaija Giafar titahken soedaranja aken djadi baik lagi sama kami soedah sampe aken bikin kami beroentoeng kombali. Kami ini masih terlaloe amat tjinta-in Sitia Doenija. Selamanja kami berpisahan dari padanja maka kami tiada senang makan tiada senang tidoer, berat kami idoep lama-an. Apa djoega jang ia telah soedah bikin pada kami, ia itoe kami loepa-in, kami tiada sanggoep membales djahat padanja, lagi djaoe sekali dari pada kami aken kasi salah soedaranja Sitia Doenija, ia itoe wasir Giafar bahoewa ia<noinclude>{{rh||1389|}}</noinclude>
cqfc1ddmn181ewbn4fbfvzd2a8j28kd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/193
104
100804
282546
281458
2026-05-06T12:12:58Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282546
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>toeroet-toeroet tjampoer aken soeroeh kanijaja kami. Sebab Giafar, kasian, tiada taoe satoe apa dari ini hal. Sitia Doenija sendiri jang mengahendaki kami di ikat padanja dengan soetera kawinan, ia poen moela-moelai menjalahken api katjinta-an di dalem ati kami, maka ia poen jang telah soeda djatohken kami dalem katjilaka-an. Aken tetapi segala hal ini tiada laen tjoema toelisan kami djoega aken djadi begini dan djikaloe di kahendaki Allah kami masih bole djadi beroentoeng lagi.
Tjeritanja ini orang membikin kalief djadi heran sekali dan ada djoega berkoewatir djika di fikirkennja Ali sjah poenja koewasa Maka berkata kalief Haroen al Rasjid: »Hei anak moeda apakah engkau tiada ada sebab aken
bentji sama kalief?”
Djawabnja: »Tiada sekali-kali, Haroen al Rasjid itoe radja besar dan adil arif dan bidjaksana; ia tiada kenal sama kami, barangkali ia poen belon taoe dengar orang bitjara dari kami; aken tetapi kaloe toewan bisa ketemoe sama kalief biar apalah kiranja djangan sekali toewan loepaken toeloeng soepaija kalief itoe bole bikin kami djadi baik lagi sama Siti a Doenija.”
Haroen al Rasjid berkata: »Kenapa kah engkau sa-orang begitoe berkoewasa dari sebab djimatmoe masih djoega maoe minta toeloengan toewan kalief?” Apakah engkau tiada bisa mendjadiken apa jang di kehendaki oleh
moe?” Maka berkata Ali Sjah: »Djikaloe kami hendak memake kakoewasa-an kami aken hal ini, maka tiada laen tjoema kasoesahan djoega djadinja. Dari sebab kami telah di marah-in oleh Siti a Doenija kerna kami tiada bersatija padanja maka tentoe ia tiada soeka djikaloe kami sendiri jang dateng maoe djadi baik kombali, nistjaija bakalan djadi marah sanget serta kami poen tiada nanti bisa tahan nafsoe kami. Dan laen dari itoe barangkali toewan kalief bole djoega marah jang kami begito brani aken ambil pangkat jang tiada sah.”
Djawab Haroen al Rasjid: ”Maskipoen kalief djadi marah kerna toewan begitoe brani, apakah toewan maoe ambil poesing maranja itoe. Boekan kah ia tiada sekali-kali bisa membales toewan, jang ada poenja djimat begitoe berkoewasa hingga kalief sekalipoen tiada dapet bikin soesah pada toewan.”
Djawabnja Ali Sjah: »Bitjaramoe itoe benar sekali, aken tetapi Allah jang termoelija perlindoengken hak koewasa kalief maka tiada baik adanja aken melawan orang jang berkoewasa dengan sah di doenia ini, sebab didalem al kitab poen telah soedah di tetapken bahoewa orang misti taloek pada jang berkoewasa.”
Bitjaranja Ali Sjah demikian membikin kalief djadi senang maka katanja: »Dari sebab toewan menghormatken sanget koewasanja kalief, kerna
itoelah kita orang nanti jakinin toeloeng sama toewan sampe kalief mengasihani toewan.”
Sasoedahnja bitjara begitoe maka Haroen al Rasjid minta permisie poelang<noinclude>{{rh||1390|}}</noinclude>
rnpuzg3fkjjzrlbp6pe573qki8sboqa
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/297
104
100810
283447
281485
2026-05-07T04:33:12Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283447
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>walie jang bernama Habdalum Besasa, sebab doeloe memang iboenja berdjandji kapada isterinja walie, kapan Achmed Komakom terlepas dari pendjara maka ianja misti bawa lari sama si Menoer aken di serahken kapada Besasa jang sanget keras birahi pada itoe perampoewan. Achmed Komakom bilangken ibnenja djangan selempang dia nanti bikin apa jang di djandjinja maka di itoe malem djoega ia nanti melakoeken nijatnja aken menjampeken djandji itoe.
Itoe malem betoel hari boelan lima belas, dan biasa Kalief memang pegi ka tempat isterinja aken bermalem di sana. Maka kabiasa-an Kalief sabelonnja masoek ka dalem biliknja Zobaida maka ia boeka doeloe rimong karadja-annja, tasbihnja dari emas di taronja, tjintjin petjapan di boeka-nja bersama laen laen barang di simpennja di galderee moeka. Di antara barang-barang jang di simpennja begitoe, maka ada djoega satoe djimat emas jang bertatahan intan barlian, serta djimat itoe sanget di saijangnja oleh Kalief
Di itoe malem sasoodahnja barang barang itoe di serahken kapada kawal maka kalief masoek di kamar isterinja aken bermalem.
Akhmed Komakom memang taoe bagimana adat biasa kalief kaloe hendak bertemoe isterinja, kerna itoe nijatnja, jong hendak di perlakoekennja di samboeng dengan adat itoe. Ia bernanti sampe malem waktoe sekalian orang orang pada tidoer njenjak. Dengan ati-ati in herdjalan masoek ka galderee moeka dari biliknja Zobaida di mana Kalief taro barang barang jang tadi itoe.
Koetika dia sanipe di sini maka girang ia meliat sekalian orang kawal sedang poeles njenjak serta ia tambah lagi keras tidoernja orang orang itoe dengan kasi marika itoe tjioem oewap obat tidoer. Srenta abis di bikinnja begitoe, maka lantas dia ambil rimong karadja-an itoe, tasbih emas dari Kalief, tjintjin intan bersama-sama djimat jang bertatahan inten bidoeri dengan laen-laen barang. Sasoedahnja berboewat kadjahat-an ini maka Achmed djalan kaloewar diam-diam tiada kaliatan orang laloe teroes pegi karoemahuja Ala Eddin bersama-sama barang-barang jang di tjoerinja.
Di itoe malen Ala Eddin kabetoelan ada di tempat isterinja, ia itoe si Menoer dari itoe dengan gampang Achmed Komakom bisa masoek ka dalem kamarnja Ala Eddin. Serenta sampe di dalem kamar, dia lekas angkat satoe batoe djoebin marmer laloe di galinja di bawah itoe batoe maka di dalem itoe lobang dia sipen segala barang-barang jang di tjoerinja Tjoema djimatnja kalief jang bertatahan batoe permata, ia itoelah di tahannja tida di taro di dalem itoe lobang. Setelah soedah selesee semoewa ini maka ianja pegi kaloewar dian-diam tiada kaliatan orang.
Abis begitoe Achmed Komakom pegi ka roemanja Emir Chalib sembaring djalan ia memandang djimatnja serta berkata dalem atinja:" »Ini sekali baroelah kami dapet barang jang bagoes sekali.”
Pada ka esokan hari toewan kalief keloewar maka di dapetnja {{hws|sekali|sekali}}<noinclude>{{rh||1440|}}</noinclude>
ntuclydta2ap2jphppue41ulx8k8j2p
283453
283447
2026-05-07T04:33:35Z
Ichahahaha
27015
283453
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>walie jang bernama Habdalum Besasa, sebab doeloe memang iboenja berdjandji kapada isterinja walie, kapan Achmed Komakom terlepas dari pendjara maka ianja misti bawa lari sama si Menoer aken di serahken kapada Besasa jang sanget keras birahi pada itoe perampoewan. Achmed Komakom bilangken ibnenja djangan selempang dia nanti bikin apa jang di djandjinja maka di itoe malem djoega ia nanti melakoeken nijatnja aken menjampeken djandji itoe.
Itoe malem betoel hari boelan lima belas, dan biasa Kalief memang pegi ka tempat isterinja aken bermalem di sana. Maka kabiasa-an Kalief sabelonnja masoek ka dalem biliknja Zobaida maka ia boeka doeloe rimong karadja-annja, tasbihnja dari emas di taronja, tjintjin petjapan di boeka-nja bersama laen laen barang di simpennja di galderee moeka. Di antara barang-barang jang di simpennja begitoe, maka ada djoega satoe djimat emas jang bertatahan intan barlian, serta djimat itoe sanget di saijangnja oleh Kalief
Di itoe malem sasoodahnja barang barang itoe di serahken kapada kawal maka kalief masoek di kamar isterinja aken bermalem.
Akhmed Komakom memang taoe bagimana adat biasa kalief kaloe hendak bertemoe isterinja, kerna itoe nijatnja, jong hendak di perlakoekennja di samboeng dengan adat itoe. Ia bernanti sampe malem waktoe sekalian orang orang pada tidoer njenjak. Dengan ati-ati in herdjalan masoek ka galderee moeka dari biliknja Zobaida di mana Kalief taro barang barang jang tadi itoe.
Koetika dia sanipe di sini maka girang ia meliat sekalian orang kawal sedang poeles njenjak serta ia tambah lagi keras tidoernja orang orang itoe dengan kasi marika itoe tjioem oewap obat tidoer. Srenta abis di bikinnja begitoe, maka lantas dia ambil rimong karadja-an itoe, tasbih emas dari Kalief, tjintjin intan bersama-sama djimat jang bertatahan inten bidoeri dengan laen-laen barang. Sasoedahnja berboewat kadjahat-an ini maka Achmed djalan kaloewar diam-diam tiada kaliatan orang laloe teroes pegi karoemahuja Ala Eddin bersama-sama barang-barang jang di tjoerinja.
Di itoe malen Ala Eddin kabetoelan ada di tempat isterinja, ia itoe si Menoer dari itoe dengan gampang Achmed Komakom bisa masoek ka dalem kamarnja Ala Eddin. Serenta sampe di dalem kamar, dia lekas angkat satoe batoe djoebin marmer laloe di galinja di bawah itoe batoe maka di dalem itoe lobang dia sipen segala barang-barang jang di tjoerinja Tjoema djimatnja kalief jang bertatahan batoe permata, ia itoelah di tahannja tida di taro di dalem itoe lobang. Setelah soedah selesee semoewa ini maka ianja pegi kaloewar dian-diam tiada kaliatan orang.
Abis begitoe Achmed Komakom pegi ka roemanja Emir Chalib sembaring djalan ia memandang djimatnja serta berkata dalem atinja: »Ini sekali baroelah kami dapet barang jang bagoes sekali.”
Pada ka esokan hari toewan kalief keloewar maka di dapetnja {{hws|sekali|sekali}}<noinclude>{{rh||1440|}}</noinclude>
agndkbee3kf8t0n56qen8flhx4uiufq
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/195
104
100818
282549
281481
2026-05-06T12:15:04Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282549
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>bersama-sama kawannja. Ali Sjah masih maoe tahan lagi satoe malem padanja aken tetapi orang-orang katiga itoe pada minta maäf katanja: »Kita orang koewatir kalief nanti tjari sama kita orang abis kadapetan kita ada di sini, lagi poela kita tida bole pegi lama-lama. Aken tetapi djangan selempang kita tiada nanti loepa kita poenja djandji.”
Maka katanja Ali Sjah: »haroes jang kami persembahkеn pada kalief anteran, kami harep engkau soeka serahken anteran itoe pada kalief. Sembaring bitjara begitoe maka ia ambil doewa kaloeng leher dari iotan. Haroen
al Rasjid tiada maoe trima sebab harganja barang itoe tiada dapet terbilang; aken tetapi Ali Sjah memaksa djoega sampe Giafar jang trima aken serahken pada kalief.
Malem ampir siang koetika kalief sampe di astananja bersama-sama Giafar dan Mesrour. Maka sabelonnja masoek kadalem astana, Kalief ada bitjara sama Giafar katanja: »Kaloe begitoe engkau poenja soedara telah djadi lantaran sampe kedjadian hal jang tadi kita dapet dengar dan hal jang kedjadian sama kita orang.”
Giafar menjaoet: »Doeli sjahalam, hambanja tiada taoe satoe apa dari ini perkara.”
»Kami maoe pertjaija, aken tetapi kami titahken sekarang djoega engkau pegi katemoe-in soedaramoe aken boedjoek padanja biar djadi baik lagi sama soewaminja, kapan soedaramoe tiada maoe maka bole djadi engkau bersama
soedaramoe dapet soesah.”
Djawabnja Giafar: »Dengan sigrah djoega hambanja nanti pegi lekas ka tempat hambanja poenja soedara.” Maka Giafar bitjara begitoe dengan ati koewatir sebab ia tida taoe apa soedaranja kena di boedjoek.
Setelah dia sampe di roemah maka ia dapet dengar soedaranja sanget keras sakit ati berdoeka tjita, sebab ianja tjintahkеn Ali Sjah boekan alang kepalang, terlebi keras tjintanja dari Ali Sjah tjintahkеn dia. Apa jang di perboewatnja sama soewaminja telah terdjadi bahna terlaloe tjintanja sama Ali Sjah, hingga tiada dapet di tahan nafsoe marahnja koetika di liatnja soewaminja memelok perampoewan laen. Aken tetapi baroe dia di serahken pada hakim maka Siti a Doenija soeda merasa menjesal di dalem ati, marahnja soeda dingin dan atinja djadi berkasian, dia keliwat mereras kenapa ia bole djadi begitoe bengis sama soewaminja. Kaesokan harinja djoega Siti a Doenija titahken walie aken melepasken Ali Sjah dari toetoepan dan aken bawa dia poelang kombali ka roemah.
Koetika walie hendak bikin seperti katanja Siti a Doenija, ia sampe di pendjara maka sanget kagetnja, sebab Ali Sjah soedah ilang tiada katinggalan soewatoe tanda apa-apa.
Apabila Siti a Doenija dapet dengar ini kabar maka atinja di rasa<noinclude>{{rh||1391|}}</noinclude>
dcfi66eoihdho4zqd7p3m58c0gi8mst
Halaman:Awas!.pdf/78
104
100820
282853
281965
2026-05-06T15:26:24Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ dari het tolong benerin, pakai right aja, biar rapi
282853
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh||76}}</noinclude>te doen stilhouden en de in artikelen 6 sub 2e en 3e bedoelde
nummer~ en rijbewijzen of het in artikel 9 bedoeld rijbewijs te vertoonen.<br>
<br>'''Idem tot het verleenen<br>van toegang tot het rijtuig.'''
(2) Op gelijke wijze is de eigenaar, houder of bestuurder van een motorrijtuig verplicht aan bedoelde ambtenaren of beambten toegang tot het rijtuig te verschaffen, hun bewijs te leveren van de deugdelijkheid van stuur~, rem~ en geluidtoestellen, hem in te lichten omtrent het gewicht en te gedoogen dat zij gewicht en afmetingen, alsmede nummer en letter of buitenlandsch kenteeken onderzoeken.<br>
<br><div style="margin-right: 5em; text-align: right;">
Het in het rijtuig plaats nemen tot verder onderzoek is feitelijk het werk van technisch<br> onderlegd personeel. Slechts in de uiterste gevallen zal zulks voor den politieman noodig zijn.<br> In het belang van een onbelemmerd verkeer dient hier de politie tactvol op te treden.<br>Omgekeerd zal de automobilist de optredende politie prompt in de gelegenheid hebben te stellen<br>haar plicht te doen, doch hij zal zich, alvorens hij toestaat, dat de politie-ambtenaar of- beambte<br>voor dit onderzoek het motorrijtuig zelf bestuurt, ervan dienen te overtuigen,<br>dat deze ambtenaar of beambte in het bezit is van een rijbewijs als bedoeld in artikel 6 sub 3e.
</div><br>
{{c|'''Artikel 26.'''}}
'''Aansprakelijkheid voor de overtredingen.'''<br>
Voor overtreding van eenig gebod of verbod gesteld bij of
krachtens de artikelen 3, 5, 6, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 ,22, 23, 24 en 25 zijn aansprakelijk de bestuurders der motorrijtuigen en
<ol style="list-style-type: lower-alpha; font-style: italic; margin-left:1em">
<li><span style="font-style: normal;">voor zooveel betreft de artikelen 3, 5, 6, onder le en 2e, 13, 19, 20, 2 1 , lid 2, 23, 24 en 25, tweede lid, de eigenaar of houder die in strijd met eenig bij of krachtens deze bepalingen gesteld gebod of verbod doet of laat handelen;</span></li>
<li><span style="font-style: normal;">voorzooveel betreft artikel 21 , lid 1, de eigenaar of houder die in strijd met deze bepaling het motorrijtuig zich opeen weg doet of laat bevinden.</span></li>
</ol><noinclude></noinclude>
621stcjjzufepcioxhjq5lefojy5vn9
283114
282853
2026-05-06T23:49:01Z
Moel81
25980
283114
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh||76}}</noinclude>te doen stilhouden en de in artikelen 6 sub 2e en 3e bedoelde
nummer~ en rijbewijzen of het in artikel 9 bedoeld rijbewijs te vertoonen.<br>
<br>'''Idem tot het verleenen<br>van toegang tot het rijtuig.'''
(2) Op gelijke wijze is de eigenaar, houder of bestuurder van een motorrijtuig verplicht aan bedoelde ambtenaren of beambten toegang tot het rijtuig te verschaffen, hun bewijs te leveren van de deugdelijkheid van stuur~, rem~ en geluidtoestellen, hem in te lichten omtrent het gewicht en te gedoogen dat zij gewicht en afmetingen, alsmede nummer en letter of buitenlandsch kenteeken onderzoeken.<br>
{{right|Het in het rijtuig plaats nemen tot verder onderzoek is feitelijk het werk van technisch<br> onderlegd personeel. Slechts in de uiterste gevallen zal zulks voor den politieman noodig zijn.<br> In het belang van een onbelemmerd verkeer dient hier de politie tactvol op te treden.<br>Omgekeerd zal de automobilist de optredende politie prompt in de gelegenheid hebben te stellen<br>haar plicht te doen, doch hij zal zich, alvorens hij toestaat, dat de politie-ambtenaar of- beambte<br>voor dit onderzoek het motorrijtuig zelf bestuurt, ervan dienen te overtuigen,<br>dat deze ambtenaar of beambte in het bezit is van een rijbewijs als bedoeld in artikel 6 sub 3e.}}
{{c|'''Artikel 26.'''}}
'''Aansprakelijkheid voor de overtredingen.'''<br>
Voor overtreding van eenig gebod of verbod gesteld bij of
krachtens de artikelen 3, 5, 6, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 ,22, 23, 24 en 25 zijn aansprakelijk de bestuurders der motorrijtuigen en
<ol style="list-style-type: lower-alpha; font-style: italic; margin-left:1em">
<li><span style="font-style: normal;">voor zooveel betreft de artikelen 3, 5, 6, onder le en 2e, 13, 19, 20, 2 1 , lid 2, 23, 24 en 25, tweede lid, de eigenaar of houder die in strijd met eenig bij of krachtens deze bepalingen gesteld gebod of verbod doet of laat handelen;</span></li>
<li><span style="font-style: normal;">voorzooveel betreft artikel 21 , lid 1, de eigenaar of houder die in strijd met deze bepaling het motorrijtuig zich opeen weg doet of laat bevinden.</span></li>
</ol><noinclude></noinclude>
r8w95g97fhuqvaipo5o8ebp80ocqbfm
Halaman:Awas!.pdf/149
104
100822
282665
282004
2026-05-06T13:24:57Z
Moel81
25980
282665
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|51}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|80}}<br>pekerdjaan{{...|49}} tinggal di{{...|49}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
13rcdcybhabuxbhlf01idhabul2eitr
282668
282665
2026-05-06T13:25:52Z
Moel81
25980
282668
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|51}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|70}}<br>pekerdjaan{{...|49}} tinggal di{{...|49}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
qeg8twh8j3gfg8a84j5yo407bhe0e8j
282670
282668
2026-05-06T13:26:30Z
Moel81
25980
282670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|51}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|60}}<br>pekerdjaan{{...|49}} tinggal di{{...|49}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
3hcsrtftbzudgd9q5zjhjr4po4swlxj
282671
282670
2026-05-06T13:27:00Z
Moel81
25980
282671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|51}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|50}}<br>pekerdjaan{{...|49}} tinggal di{{...|49}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
dzyjtihi0gbqz6d3jv1rjto15nya7vt
282675
282671
2026-05-06T13:28:03Z
Moel81
25980
282675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|40}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|40}}<br>pekerdjaan{{...|40}} tinggal di{{...|40}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
5e6dhz0m0tm4n3h206xsjisxiw74ou4
282677
282675
2026-05-06T13:28:44Z
Moel81
25980
282677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|40}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}} {{...|40}}<br>pekerdjaan{{...|40}} tinggal di{{...|40}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
2l9q5c1ea7i5ph69z0qopt2astyhr9i
282678
282677
2026-05-06T13:29:14Z
Moel81
25980
282678
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||147}}</noinclude>{{c|Pasal 2.}}
{{right|'''Bagi tiap-tiap kendaraan motor<br>seboeah nomor bersama hoeroef.'''}}
( 1 ) Maka diberikan kepada jang memohon bagi tiap-tiap
kendaraan motor seboeah nomor bersama hoeroef.
{{right|'''Ketjoealinja bagi toean paberik<br>dan saudagar kendaraan motor.'''}}
(2)Tetapi kepada toean paberik dan saudagar kendaraan motor, djika dimintanja boleh diberikan seboeah nomor jang berhoeroef oentoek lebih dari seboeah kendaraan; demikian dalam hal lain-lain, apabila kewadjiban memakai soeatoe nomor bagi soeatoe kendaraan akan merintangi perniagaan.
{{right|'''Permohonan boeat itoe haroes di-<br>masoekkan dalam soerat permohonan.'''}}
(3) Dalam soerat permohonan<ref>Tjontoh B. (dibebaskan dari segel)</ref>) seperti jang terseboet dalam ajat diatas, maka lain dari pada nama, nama ketjil dan tempat tinggal, haroes ditoeliskan djoega alasan-alasan nomor oentoek kendaraan lebih dari satoe dan berapa banjaknja kendaraan jang dipohonkan nomornja itoe.
{{c|Pasal 3 ― 4.}}
{{rule|5em}}
{{c|Pasal 5.}}
{{right|'''Hoeroef jang ditetapkan ba-<br>gi masing-masing daerah.'''}}
Hoeroef bagi masing-masing daerah jaitoe:
_________
{{Smallrefs}}
{{gap}}Padoeka Toean jang moelia!<br>
{{gap}}Menoeroet pasal 2 dari beslit Diréktoer Pemerintahan dalam Negeri pada {{...|40}}<br>maka jang bertanda-tangan dibawah ini {{ref|1.1|*)}}{{...|40}}pekerdjaan{{...|40}} tinggal di{{...|40}}<br>bermohon dengan hormat kehadapan Padoeka Toean j.m., soepaja ia diberi seboeah nomor oentoek{{...|30}} kendaraan motor.
Sepandjang persangkaannja, maka alasan-alasan oentoek memohonkan seboeah nomor bagi lebih dari satoe kendaraan menoeroet pasal 3 dari beslit jang terseboet, demikian:<br>{{...|80}}Dengan diperbanjak-banjak hormat dari saja <br>
____________<br>
{{note|1.1|*)}} Nama dan nama ketjil ditoeliskan setjoekoepnja.<noinclude></noinclude>
827dhtftle8cfgwzjudwtfjffeo2dpw
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/305
104
100823
283471
281509
2026-05-07T04:42:07Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283471
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>wadjib kenal maling-maling dan bangsat terlebi baik dari dia jang memang pangkatnja aken mentjari dan menangkep orang-orang djahat itoe.”
Achmed Komakom dengar ini bitjaranja Emir Chaleb, walie negri Bagdad, maka itoe ianja lantas madjoe bersoedjoed di hadepan Kalief serta bersembah : »Emir al moeminin, djangan doeli sjah alam bikin soesah sama walie negri aken kombaliken barang-barang doeli jang di pertoewan jang ilang Patik sendiri nanti lakoeken ini hal aken bawa kombali barang-barang itoe, aken tetapi patik moehoen pertoeloengan doeli sjah alam, biar apalah kiranja patik di brihken doewa hakim bersama-sama bebrapa saksi aken toeloeng patik melakoeken titah doeli sjah alam, sebab menoeroet fikiran hamba, orang jang brani berboewat kadjahatan jang sademikian nistjaija ia poen brani djoega langgar prentah doeli sjah alam, istimewa poela prentahnja walie atawa prentah bambanja.”
Kalief lantas brihken doewa hakim bersama-sama bebrapa saksi pada Achmed Komakom serta di titahkennja aken moelai tjari barang-barang itoe di dalem astana Kalief sendiri. Kamoedian dia bole tjari di astananja mantri besar teroes toeroen kabawah sampe pada penggawe jang ketjil. Koetika Achmed Komakom bilang pada Kalief bahoewa maling itoe barangkali sa-orang jang sering djoega dateng di dalem astana dan di tjintai oleh Kalief, maka katanja Kalief bahoewa siapa djoega jang bersalahan memboewat kadjahatan ini, nistjaija di hoekoem mati, kendati orang itoe anaknja Kalief sendiri.
Achmed Komakom, minta soerat koewasa besar dari pada Kalief soepaija ia bole djalanken titah Kalief dengan sapatoetnja, hingga tiada satoe orang bole tahan padanja masoek di antero roemah-roemah dan kamar orang jang di priksanja. Ianja lantas moelai djalan memriksa bersama-sama kadoewa hakim dengan saksi-saksi itoe.
Pertama kali jang di priksa itoe astana Kalief, abis roemahnja Giafar kamoedian roemahnja kapala kawal astana keradja-an dan pembesar-pembesar penggawe astana, Koetika segala pariksa-an di sini soedah abis maka baroelah ia pegi priksa astananja anggota-anggota masjawarat agoeng dan achir-achirnja ia pegi ka astananja Ala Eddin Aboechamat.
Ia ini kabetoelan ada di tempat isterinja, maka di dengarnja orang ketok pintoe dengan keras. Kagetlah Ala Eddin, dengan sigrah ia lepasken dirinja dari pada pemelok isterinja toeroen di tangga aken meliat hal jang kedjadian di bawah.
Sampe di bawah maka ia liat Achmed di iring oleh orang-orang kawalnja bersama-sama kadoewa hakim dan saksi-saksi.
Ala Eddin lantas tanja padanja ada kabar apa. Maka Achmed {{hws|ko|komakom}}<noinclude>{{rh||1442|}}</noinclude>
i72ghaqmlex0w0wsccvcm33tni88v51
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/307
104
100824
283433
281505
2026-05-07T04:25:29Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283433
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>makom lekas kasi taoe prentahnja Kalief, djadi Ala Eddin bilang padanja: » Engkau bole masoek di dalem astanakoe dan engkau bole tjari di koeliling tempat, priksa apa engkau soeka soepaija titah Kalief di lakoeken sebagimana patoet."
Acbmed melaga tida maoe, ia berkata: >Patik minta ampoen beriboe ampoen boewat apa patik djalanken pepriksa-an patik di astana toewankoe sebab toewankoe tiada sekali-kali dapet di terka berboewat kadjahatan sademikian, siapa brani doega toewankoe tida bersetijawan pada Kalief!"
Djawab Ala Eddin: »Ajo, Achmed, lakoeken titah doeli sjah alam djangan engkau koewatir soewatoe apa djangan takoet, priksa sadja."
Achmed bersama-sama hakim dengan saksi pada masoek ka dalem astananja Ala Eddin; jang kepalain peprikes-an ini ia itoe walie. Lantas Achmed bawa orang-orang itoe semoewa ka dalem kamar di mana semalem ianja soeda gali itoe lobang aken semboeni-in barang-barang jang di tjoerinja. Setelah sampe di mana itoe tempat maka Achmed lekas pegi di dekat batoe marmer jang semalem di angkatnja laloe pedangnja jang amat berat ditaro kennja dengan terbanting di atas itoe batoe sampe itoe batoe petjah. Barang ini batoe petjah maka sa orang hakim dapet liat barang jang mengkilap di bawah itoe, ia lantas tegorin Emir Chaleb sambil berseroeh: »Astaga, Toehan jang maha koewasa telah toentoen pada kita masoek kadalem ini tempat, sebab di bawah batoe ini ada tersimpan harta karoen jang toewankoe sendiri tiada taoe. Marilah Ala Eddin kita priksa harta apakah itoe."
Sekalian pada bediri sakiternja itoe batoe. Samoewanja orang kira soenggoe harta karoen adapoen barang di angkatnja satoe-satoe dari bawah batoe, baroelah kaliatan sekalian itoe barang-barang jang ka-ilangan oleh Kalief. Dengan sigrah orang bikin soerat kasaksian bahoewa segala barang jang ilang itoepoen telah kedapetan di astananja Ala Eddin Aboechamat.
Ala Eddin kaget, mendjadi seperti orang gila, barang dia dengar jang dia di terka djadi malingnja barang-barang toowan Kalief. Ia bersoempah pandjang pendek jang dia tiada bersalah, adapoen tiada satoe orang maoe pertjaija moeloetnja. Ia limboeng seperti orang mabok, sampe djato ia di atas bangkoe sofa oleh kerna terlaloe amat sakit atinja.
Dengan titahnja Achmed Komakom, maka sekalian orang kawal masoek kadalem aken menangkep Ala Eddin laloe tangannja kadoewa di ikat di blakangnja. Samentara itoe maka hakim-hakim toetoep barang-barang itoe di dalem soewatoe tempat laloe di boeboehken tjap.
Achmed Komakom sanget girang jang akal djahatnja ini telah kedjadian dengan sapoerna, hata maka kendati bagimana poen ia tiada loepa sekali kali maksoednja hingga ia berboewat hal ini. Ianja tiada loepa bahoewa segala akal jang di djalaninja ini tjoema aken bisa dapet bawa lari sama<noinclude>{{rh||1443}}</noinclude>
8sgs65ea6n7oqff4tfdneediznoey9y
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/513
104
100826
283513
281506
2026-05-07T05:15:22Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283513
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Barang permeisoeri dapet liat itoe boeroeng, maka ratoe lantas toetoep moekanja sama kaen toetoep moekanja dan ia maoe pegi lagi. Radja baginda meliat sademikian mendjadi sanget heran, sebab tiada laen, melaeken perampoewan-perampoewan sadja di sitoe, mengapa ratoe misti toetoepin moekanja. Radja laloe bertanja kenapa begitoe. Maka djawanja permeisoeri ratoe: »Doeli sjah alam tentoe tiada nanti heran, djikaloe doeli sjah alam taoe, bahoewa boeroeng itoe boekannja boeroeng soenggoe, seperti di kira oleh sjah alam, adapoen boeroeng itoe manoesia adanja.”
Radja mendjadi terlebi heran lagi, maka katanja: »Adinda, djanganlah memaen-maen; bagimana bole djadi satoe boeroeng bole djadi manesia?”
Ratoe berkata: »Demi Allah, kami minta maaf pada doeli sjah alam, kami ini tiada sekali-kali ada bernijat aken memaen. Apa jang kami kataken soenggoe benar adanja; ini boeroeng boekan orang laen, ia itoe lah radja Persie jang bernama Beder. Dia itoe anaknja poeteri Gulnare, jang termashoer anak posteri dari keradja-an di dalem laoet, jang paling besar, nini andanja radja Beder, ia itoelah ratoe Farasche, iboeoja Galuare, dan ralja Saleh. Jang membikin radja Beder djadi roepa boeroeng, ia itoe posteri Gisuhare anaknja radja Samandal.”
Soepaja radja bagioda djangan koerang pertjaija lagi, maka ratoe tjeritahken segala hal ichwal kenapa dan apa sebabnja poeteri Giauhare sam pemembales begitoe djabat pada radja Beder, tjoema aken membales perboewatan djahat jang telah di bikin oleh radja Saleh kapada radja Samandal.
Radja lantas perjaija apa jang isterinja itoe tjerita, sebab radja taoe, bahoewa isterinja itoe pande sekali dalem ilmoe sahir dan tiada ada barang rabasia terdjadi, jang ianja tiada taoe, sahingga radja sakalipoen sering dapet toeloengan dari isterinja, aken mentjegah nijat djabatnja dia poenja moesoeh, sebab apabila radja radja di batas ada nijat jang tiada baik, maka isterinja lantas dapet taoe lebi doeloe, dan ia adjari soewaminja bagimana mentjegah hal itoe. Maka radja berkasian soenggoe sama radja Beder, dari itoe ianja minta isterinja toeloeng bikin radja Persie beroepa manoesia lagi; »Baiklah,” berkata ratoe, tetapi doeli sjah alam bawa doeloe ini boeroeng ka dalem kamar, nanti tiada sebrapa lama lagi, maka kami djadiken dia manoesia poela, ia itoe radja jang haroes di hormati.
Radja tiada oesah soesah-soesah menangkep itoe boeroeng, sebab bajan itoe terbang sendiri ka dalem kamar. Kamoedian ratoe dateng dengan membawa djambangan terisi aer. Lantes ratoe batja-in aer di dalem djam bangan itoe, hingga mendidi seperti di masak. Setelah soeda, maka di tjiprattin aer itoe pada itoe boeroeng sambil ratoe berkata: »Dengan kodrat koewasa-in aer penawar biarlah boeroeng poelang asalnja dan manoesia beroepa manoesia, sebagimana roepamoe di brihken oleh Allah jang maha koewasa.”<noinclude>{{rh||1541|}}</noinclude>
qyh4ek7k6ccijdfe5yiwuh6i5gpne39
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/83
104
100829
282584
281539
2026-05-06T12:36:31Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282584
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>»Anakkoe, ini tempat tiada biik boewat kamoe, marilah kita poelang ka kota, akoe nanti soeroeh bikinin bilik tempat sembajang di mana engkau bole sembajang pada Allah ta-allah sa-kahendakmoe, tiada satoe orang nanti ganggoe.” Soedah begitoe dia ikat semoewa ontahnja, abis dia kasi naik isteri sultan di atas ontah jang tadi, laloe dia anter semoewa poelang ka roemanja. Betoel waktoe magrib marika itoe sampe di pintoe roemahnja dan sebagimana didjandjinja maka di bikinnja bilik tempat bersembajing di mana itoe perampoewan bole doedoek-doedoek beribadat.
Tiada brapa lama lagi maka itoe toekang djaga cheiwan dateng mengadap sultan aken kasi tjerita pri ka-ada-annja cheiwan sultan sekalian. Memang sultan Dabdijn soeka sekali dengar kabar segala kabar dari ka-ada-an chei wannja dari itoe dia sendiri bitjara sama penggawenja itoe. Laen dari pada itoe maka itoe orang pendjaga cheiwan sa-orang penggawe toewa dari sultan, maka sering kaloe soeda abis bitjara-in hal cheiwan, maka sultan soeka djoega bitjara-in laen-laen perkara sama orang itoe.
Kadoewanja itoe bitjara maka taoe-taoenja penggawe itoe tjeritahken halnja mentjari ontahnja jang lari, sampe ia misti pegi ka oetan halantara. Lama kelama-an dia ingat lagi hal amat adjaib dan heran itoe jang di dapetinnja di itoe waktoe maka katanja: »Doeli sjahalam hambanja telah dapetin soewatoe hal amat adjaib soenggoe, nistjaija doeli sjahalam belon pernah dengar hal itoe, kapan doeli sjahalam hendak dengar tjerita hamba, maka hambanja hendak djoega tjeritaken." Sri sultan memang kepingin dengar djadi orang itoe berkata: »Koetika hambanja berdjalan mentjari itoe ontah di dalem oetan balantara maka hambanja dapet liat sa-ekor ontah sendiri diri-an lagi bediri. Hambanja lantas pegi ampirin sebab hambanja kira ia itoe ontah jang lari. Barang hamba sampe di sitoe maka bambanja dapet liat sa-orang perampoewan moeda sedang lagi bersembajang. Apabila dia abis bersembajang hambanja dateng ampirin dia laloe hamba tjeritaken kasoesahan hamba dan hamba moehoen padanja biar ianja toeloengin minta doa boewat hamba soepaja hamba poenja ontah jang ilang bole dapet kombali. Itoe orang moeda bersemhajang lagi, dan baroe abis dia sembajang maka hamba liat hamba poenja ontah semoewa ada di ampir hamba.
Njatalah bahoewa perampoewan itoe soenggoe di saijang dan di berkatken Allah. Hambanja adjak dia poelang karoemah aken tinggal sama hamba dan hambanja soeda bikinin satoe bilik tempat sembajang di mana ia bole lakoeken ibadadnja.”
Sri Sultan mendengar ini tjerita, lantas kepingin keras aken pegi liat orang itoe aken minta toeloeng doanja. Djadi sultan toeroet si panggawe itoe pegi karoemahnja. Barang sampe maka sultan dapet liat sa-orang perampoewan bediri sembajang di blakang lelangse. Setelah dipandangnja lama-an,<noinclude>{{rh||1337}}</noinclude>
7d2of52kx2g1dqwd0wjzn1glnuymlq9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/515
104
100830
283517
281517
2026-05-07T05:17:33Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283517
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Baroe sadja ratoe berkata begitoe maka linjaplab itoe boeroeng dan radja dapet liat sa-orang djedjaka moeda, paugeran jang amat elok dan tjakep, serta manis roepa boedi bahasanja sampe radja mendjadi beran.
Radja Beder laloe bersoedjoed mendjoendjoeng sepoeloe djarinja pada Allah ta-allah, aken mengotjap soekoer alhamdo-lila. Abis dia bediri, pegang tangan radja laloe di tjioemnja, aken mengoendjoeken bales trima kasiujs, kemoedian dari itoe ianja maoe bilang trima kasi pada ratoe, aken tetapi, ratoe soeda pegi tiada ada lagi di sitoe.
Radja poen toeroet bersoeka ati bersama-sama Beder; dia pelok sama Beder dan dia bilang djoega sebagimana besar girangnia, jang ianja bisa dapet liat roepanja Beder. Soedah itoe, maka radja doedoek makan bersama-sama Beder, dan abis makan, radja minta Beder tjerita bagimana poeteri Giauhare bole begitoe sampe ati, sama orang sampe dia djadiken boeroeng. Radja Persie tjerita-in semoewa, maka radja doeka tjita sekali dari perboewatannja poeteri Giaubare, kadang kadengaran radja kata-in poeteri itoe. Maka radja itoe berkata pada Beder; »Benar sekali, baroes di poedji perboewatannja poeteri Giaubare aken ingat membales kadjahatan jang di perboewatken pada ajandanja, aken tetapi, jang dia sampe ati boewat anijaja setoe pangeran jang begini bagoes dengan tiada bersalah, ia itoelah jang tiada haroes sekali. Tetapi apa jang soeda, biarken soedah, lebi baik engkau tjerita, anak, bagimana sekarang kami dapet toeloeng padamoe.”
Djawabnja radja Beder: »Kami ini memikoel boedi doeli sjah alam sanget beratnja, baroes kami ini tinggal berdiam mendjadi boedak pada doeli sjah alam, aken kami mengoedjoeki trima kasi kami, aken tetapi, kami liat bahoewa kalimpaan dan moerah ati doeli sjah alam ada terlebi lagi, oleh kerna itoe, djika ada kasian doeli sjah alam bagi bambanja, baiklah doeli ajah alam pindjemken saboewah kapalnja pada hamba, soepaja bambanja dapet poelang lagi ka negri hamba di benoewa Persie, sebab hambanja rasa sanget koewatir, djangan negri itoe terlantar, roesoeh, tiada ada jang perentah, barangkali djoega hamba poenja iboe telah soedah mati mereras makan ati, jang hamba tiada poelang-poelang, sedang peginja hamba tiada di ketaboewinja.
Radja dengan segala soeka ati toeloeng sama radja Beder, maka dengan sigrah di titahkennja sa orang wasir, aken lengkepken saboewah kapal jang paling koewat dan jang paling ladjoe belajar. Tiada brapa lamanja, maka itoe kapal soeda tersedia dengan lengkep apa jang perloe di pake di djalan. Barang angin baik, maka radja Beder brangkat dengan itoe kapal, sasoedahnja ambil selamat tinggal dari radja dan abis membilang trima kasi bagi pertoeloengannja.
Alksesah, maka di tjeriterahken di itoe hari djoega kapal brangkat, maka angin itoe semangkin keras sampe mendjadi angin toufan angin riboet,<noinclude>{{rh||1542|}}</noinclude>
jekvum3un5lye8zof4da5jeaicwks1l
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/309
104
100831
283435
281597
2026-05-07T04:26:46Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283435
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Menoer. Kerna itoe dia lantas lari naik tangga masoek ka dalem kamarnja Menoer jang kaget meliat orang itoe masoek ka dalem kamar seperti brandal. Ianja minta ampoen djangan di anijaja, aken tetapi Achmed paksa bawa lari padanja teroes karoemah iboenja. Maka iboenja ini di soeroehnja bawa lekas perampoewan itoe kapada Chaloun isterinja walie Emir Chaleb. Achmed poenja iboe bikin sebagimana di kataken anaknja.
Apabila Habdalum Besasa dapet liat orang perampoewan itoe jang sanget di tjintauja, maka ia lantas moelia djadi segar hingga semboeh sama sekali. Koetika ianja soedah baik sama sekali maka ia berpake pakejan bagoes-bagoes aken pegi ketemoe-in Menoer. Aken tetapi Menoer tiada maoe sekali kali ia di dekatin oleh Habdalum, koetika ia ini dateng menghampiri perampoewan katjinta-annja aken oendjoeki tjinta kekasihnja, maka Menoer lantas tolak sama Habdalum sambil berkata: kaloe Habdalum tiada lekas kaloewar dari itoe tempat maka Menoer tida tanggoeng apa jang nanti kedjadian, sebab ianja tiada bisa liat orang seperti Habdalum.
Isterinja walie, djadi iboenja Habdalum, dateng boedjock-boedjoek sama si Menoer, sebab di liatnja Menoer sengal-sengal seperti orang jang sanget tjape, maka katanja iboe Habdalum: »Ja, perampoewan bagoes, biarkenlah kami poenja anak oendjoeki katjintaannja pada kamoe sebab sanget keras birahinja padamoe dan kaloe ia tiada dapet padamoe, nistjaija matilah ia."
Maka Menoer berdjawab: »Doerdjana, apakah kami sa-orang bole mempoenjai doewa toewan? Dari kapankah, andjing bole masoek kadalem krangkeng singa?"
Barang Habdalum Besasa dengar bitjaranja Menoer sademikian, maka ia djato pangsan loepaken dirinja. Iboenja djadi bingoeng serta sanget keras marahnja pada Menoer hingga ia kata-in perampoewan itoe: »Hei bangsat, apakah engkau maoe makan djiwa anak koe Nantilah engkau merasai sendiri, tiada lama maka Ala Eddin bakalan mati di boenoeh legodjo, baroelah engkau rasa."
Djawabnja Menoer; »soewaranja bernafsoe seperti orang jang sanget bertjinta Kapan sademikian adanja, baiklah, kami rasa diri kami terlebi beroentoeng aken toeroet mati bersama soepaija ia taoe baboewa soenggoelah keras tjinta kami pada kami poenja soewami."
Isteri walie djadi keras marah mendengar perkataan demikian, djadi ia toebroek si Menoer laloe di robak rabek pakejannja dari badannja si Menoer abis di soeroe pakein pakejan jang kasar-kasar. Lagi iboenja Habdalum titahken si Menoer tida bole laen melaenken kerdja di dapoer sadja, ia itoe pakerdja-an jang kasar-kasar, seperti membelah kajoe, mengoepas katjang, bikin api dan laen-laen. Adapoen Menoer tiada ferdoeli-in. Ia berkata bahoewa pakerdja-an jang terlebi hina sekali poen dari pada pakerdja-an ini,<noinclude>{{rh||1444}}</noinclude>
hmu5gvlau1d7dt36gkpgtfip5bhf00c
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/517
104
100833
283520
281534
2026-05-07T05:19:01Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283520
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>ombak saboekit dan kapal itoe kepoekoel kesana, kepoekoel kemari, soedah tiada dengar kemoedi lagi. Tiang kapal patah, tali-tali temberang lajar abis poetoes. Begitoelah kapal itoe kena di maenin ombak sampe terbentoer karang teroea karem. Anak kapal kabanjakan jang anjoet mati lemas dan ada djoega jang kena pegang kajoe-kajoe jang termawang. Radja Beder poen kena pegang sepotong kajoe aken di boewat pelampoeng.
Ianja di bawa aroes dan bebrapa djam lamanja ia di antara idoep dan mati adanja. Achir-achirnja dia dapet liat, bahoewa ia soeda dekat daratan, djadi sabole-bole ianja bikin koewat dirinja aken sampe ka darat. Beroentoenglah, radja Beder kena indjak tanah, dia teroes djalan minggir sampe di pantei di mana dia bernanti doeloe aken memboewang tjapè. Abis dia maoe berdjalan lebi djaoe, masoek kadalem negri. Aken tetapi sanget herannja, koetika di liatnja ada koeda, kalde, onta, gadja dan laen-laen binatang pada dateng samperin dia, seperti aken mentjegah dia djangan masoek ka dalem negri. Dengan amat soesahnja ia berdjalan teroes, maka di liatnja tiada sebrapa djaoe ada roemah-roemah bediri. Sasoedahnja ia bernanti memboewang tjapé, maka ia bediri lagi maoe djalan pegi ka roemah-roemah itoe, adapoen itoe binatang-binatang lagi-lagi dateng mengalangin dia, seperti
binatang itoe henbak kasi taoe padanja, baboewa berbahaija sanget, aken masoek ka dalem ini negri, lebi baik balik poelang sadja.
Radja Beder tiada perdoeli-in, dia djalan djoega masoek ka dalem
kota, maka di liatnja banjak djalan-djalanan besar lebar dan bagoes, aken tetapi ia sanget heran, tiada bertemoe orang-orang. Bahna sepinja tempat ini, maka baroelah radja Beder doega, bahoewa soenggos benarlah alamatnja binatang itoe, makanja binatang itoe hendak menahan padanja. Kendati begitoe, ianja masih djoega berdjalan teroes, maka di liatnja ada bebrapa kedei terboeka. Ia laloe mengampiri satoe kedei, di mana ada teratoer roepa-roepa beboewahan, di sitoe ada satoe orang toewa lagi doedoek djaga kedei-nja. Radja Beder kasi tabè padanja.
Si orang dengar dia di kasi tabé, maka dia angkat moekanja kaliatan
ada Batoe orang djedjaka moeda, jang amat tjakep, serta dandanannja orang bangsawan. Ianja lantas bertanja dengan keras heran, dari mana dia dateng dan bagimana dia bisa sampe di sini. Dengan pendek radja eder tjeritaken hal ichwalnja. Abis itoe orang toewa tanja padanja, apa dianja ada ketemoe orang di djalan. Djawabnja radja Beder: »Belon satoe orang, melaenken bapa inilah jang pertama kami ketemoe, maka itoe kami heran betoel, kenapa negri begini bagoes bolehnja kosong dan sepi tiada ada orangnja.”
Kiai itoe laloe berkata: »Marilah masoek, djangan terlaloe lama bediri di loewar pintoe, kaloe tiada, barangkali engkau bole dapet tjilaka. Kami hendak<noinclude>{{rh||1543|}}</noinclude>
gmsfbryorxc0oazwlemt9rkiqk9emq2
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/215
104
100836
283010
281533
2026-05-06T16:22:25Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>
bersama kaldenja, maka dia orang balik kombali ketemoein si toekang rejal laloe berkata: Hei sobat, kapan engkau bisa dapet itoe kalde dengan harga anem riboe dinar, maka dengan segala soeka ati kita kasi oepali seriboe dinar boewat tjapomoe."
Si toekang rejal berkata: Baiklah nanti akoe oeroes ini hal." Itoe tiga orang pegi maka si toekang rejal lantas pegi soesoel itoe orang jang bawa kalde sebab pikirnja ini sekali besarlah akoe poenja oentoeng. Srenta ia ketemoe si toekang kalde maka katanja: itoe tiga orang sekarang soedah pegi djaoeh djadi tiada ada laen orang jang kepingin beli kalde itoe begitoe mahal, tetapi kaloe ia mave djoewal maka si toekang rejal maoe beli deugen barga lima riboe dinar seperti telah soedal di tawar orang. Si toekang kalde melaga banjak bitjara tida maoe djoewal itoe kalde aken tetapi lama kelama-an djadi dia djoewal kaldenja buewat lima riboe denar, maka ia pesen pada si tockang kalde: »Djangan sekali kali angkau bilang sama itoe tiga orang bahoewa angkau beli ini kalde boewat lima riboe dinar, bilang sadja sepoeloe riboe dinar, kaloe tiada barang kali angkau nauti menjesal di blakang.
Koetika Si toekang rejal soeda bajar harga kalde itoe maka ia berdjalan poelang toentoen kaldenja. Sembaring djalan dia seda pikirin dau dia soeda itoeng-itoeng bahoewa oentoengnja ini sekali banjaklah. Kalve tiada oentoeng tiga riboe diuar tiada hendak di lepasnja itoe kalde. Apabila dia sampe di roemah maka itoe bangsat tiga orang lantas dateng kelemoe-in padanja sambil berkata: »Trima kasi banjak-banjak jang toewan dapet toeloeng beli-in itoe kalde."
Djawabnja si toekang rejal: Betool akoe dapet beli ini kalle akoe tetapi harganja ada lebi tinggi dari harga jang angkau bilangken tadi kerna itoepoen kaloe angkau tiada maoe bajar sepoeloe riboe dinar angkau tiada dapet ini kalde.
Satoe dari itoe tiga orang berkata: »sepoeloe riboe diuar terlaloe amat tinggi tetapi dia soeka kasi oentoeng pada si toekang rejal seriboe lima ratoes dinar. Adapoen jang kadoewa bilang pada temeneja itoe bahoewa suriboe lima ratoes, dinar oenloeng terlaloe baujak, serta jang katiga bilang: semoewa ada baik, biar sepoeloe riboe dinar sekalipoen masi kita bole beli, aken tetapi baiklah kita preksa doeloe jang teliti barang itoe jang hendak di beli, apakah memang dia jang kita tjari, roepanja sana tetapi belon kila priksa dengau ati-ati.
Abis bertiga tiga dia orang mela ga priksa itoe kakle, liat oeser oeserannja, soerinja, tratjaknja dan laen laen. Setelah Boedah di priksa dengen ati ati maka dia orang balik sama si toekang rejal, katanja: »Baroe sekarang kita priksa betoel-betoel itoe kalde, tetapi boekanuja kalde jang kita jari. Du tiada ada poenja asijat seperti jang kita tjari, roepanja sama betoel tetapi kita ada klire Ini kalde maskipoen lima drachma djoegu masi terlaloe mahal." Abis diaorang djalan poelang sembaring melaga menjomel jang dia orang ilang begini<noinclude>{{rh||1399}}</noinclude>
6pyg1kpfb44b62y5np11tzovaae5yde
Pembicaraan Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/40
105
100837
283839
281541
2026-05-07T11:31:27Z
Candramawa99
23959
/* Cetak miring */ Balas
283839
wikitext
text/x-wiki
== Cetak miring ==
@[[Pengguna:N.imaema|N.imaema]] dan @[[Pengguna:Candramawa99|Candramawa99]] ada teks yang perlu cetak miring ya, Kak. Terima kasih [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 04.13 (UTC)
:oiya kak, siap. terima kasih, kelewatan ternyata [[Pengguna:Candramawa99|Candramawa99]] ([[Pembicaraan Pengguna:Candramawa99|bicara]]) 7 Mei 2026 11.31 (UTC)
bznc0z8y9ld0ug3hucq66pdge4dm3e9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/69
104
100842
282576
282107
2026-05-06T12:32:36Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282576
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoemanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesin, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjooma
soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar."
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: >Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami."
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawab doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe,
soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan."
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anakuja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: >Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kalien- daki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
inimd1g38n6dgso6napd9trapfw6iog
282735
282576
2026-05-06T14:04:34Z
Devi 4340
13230
rh
282735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoemanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesin, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjooma
soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar."
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: >Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami."
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawab doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe,
soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan."
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anakuja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: >Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kalien- daki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
icaknxsl24qk1wwfhry6s6h6ddyndh0
282740
282735
2026-05-06T14:06:55Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ masih ditemukan lebih dari 5 kesalahan, perhatikan tanda baca, paragraf harus dirapikan, tanda hubung pada kata di akhir baris dihapus dan kata tersebut harus digabungkan
282740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoemanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesin, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjooma
soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar."
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: >Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami."
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawab doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe,
soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan."
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anakuja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: >Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kalien- daki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
0ereu95yqdafvsiyc5nm4q3swueps4z
283190
282740
2026-05-07T02:06:46Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */
283190
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoewanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesia, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: »Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjoema
soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar."
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: »Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami."
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: »Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawah doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe,
soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan."
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anaknja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: »Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kahendaki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
o7bi3d589ad1ol2p6vj10l6p7cvum7x
283378
283190
2026-05-07T04:00:09Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283378
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoewanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesia, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: »Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjoema soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar.”
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: »Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami.”
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: »Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawah doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe, soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan.”
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anaknja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: »Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kahendaki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
2686o5y0u7o9pa3z1q1nhejfr0x7vuc
283449
283378
2026-05-07T04:33:24Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari lima kesalahan ejaan
283449
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoewanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesia, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titaliken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: »Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjoema soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar.”
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: »Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami.”
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: »Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawah doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe, soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan.”
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anaknja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: »Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kahendaki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
tjko3ro7buufq7ct0lh1j0ay304xu4o
283512
283449
2026-05-07T05:14:39Z
Radramboo
23710
tag dulu yaa
283512
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoewanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetaja ikel lpata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja heroem seperti ambar, djangan poela manoesia, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titahken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: »Doeli sjahalam tiala oesalı kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli jahalam tjoema soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar.”
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: »Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepab sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami.”
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: »Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawah doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe, soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan.”
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anaknja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: »Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kahendaki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
25357xunb33hr1dylpk2bry6xwu7kir
283549
283512
2026-05-07T05:48:28Z
Radramboo
23710
/* Telah diuji baca */ kedua kali
283549
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Radramboo" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>rajat negri toeroet betoel bagimana prentah doeli sjahalam. Aken tetapi selagi doeli sjahalam tiada ada di roemah, maka hamba dapet liat soewatoe barang jang amat bagoesnja, belon pernah hamba liat kadoewanja. Wahai, eloknja tiada terbanding, parasnja seperti tjahija boelan lima belas, badannja langsing, ramboetnja ikel pata majang, item seperti boeloe gagak jang ilang goemilang, nafasnja haroem seperti ambar, djangan poela manoesia, djin sekalipoen nistjaija birahi memandang dia."
Sultan Dabdijn tiada tahan birahi, ia lantas titahken wasirnja aken tjari taoe brapa oewang misti di kaloewarken boewat dapet prampoewan moeda jang begitoe bagoes.
Sembahnja Kardar: »Doeli sjahalam tiada oesah kirim oetoesan atawa kirim bingkisan boewat meminang perampoewan itoe. Doeli sjahalam tjoema soeroeh panggil sadja sama Kamkar dan kasi taoe kahendak doeli sjahalam kapada dia, sebab perampoewan moeda jang patik tjeritahken ini, ia itoe anaknja wasir Kamkar.”
Sultan lantas soeroeh panggil pada Kamkar.
Kardar dengan sigrah pegi panggil sahbatnja, maka ia sanget girang jang tipoenja memakan. Kamkar lekas pegi ketemoe sultan menantiken titahnja dengan segala hormat. Sultan soeroeh dia doedoek di sebelahnja abis berkata: »Kamkar, kami dapet kabar engkau ada poenja anak perampoewan moeda jang bagoes dan elok serta pande, hendak engkau brilken anakmoe itoe aken djadi isteri kami? Nanti kami brihken padamoe oepah sakahendakmoe, kami nanti brihken kakaja-an dan kami nanti permoelijaken pada moe terlebi lagi dari soewatoe radja dan orang bangsawan. Kami nanti brilken segala kekoewasa-an kami.”
Kamkar bersoedjoed laloe sembahnja: »Apa jang doeli sjahalam poedjiken pada hamba tadi terlaloe baik adanja, tadapet tiada nistjaija hamba trimah bitjarah doeli sjahalam, kapan hambanja ada poenja, sekali poen seratoes anak perampoewan maka hambanja sanget girang djika hamba bole serahken semoewenja kabawah doeli sjahalam. Adapoen hambanja minta tempo doeloe, soepaja hamba bole kasi taoe sama orangnja sendiri jang telah dapet hormat begitoe banjak, serta lagi aken bikin sedia-sedia menoeroet adat di negri dan di astana, sultan.”
Itoe betoel Kamkar, baiklah engkau lekas poelang kasi taoe anakmoe apa bitjara kami dan dengan sigrab engkau balik kemari boewat bawa kabar.
Kamkar lekas berlari poelang aken tjerita kahendak radja pada anaknja. Maka ianja heran sanget koetika di dengar anaknja menjaoet begini: »Ja ajahanda, besar sanget kahormatan sultan aken dakoe, sebab saija di kahendaki diangkat djadi isterinja, aken tetapi sanda tiada sanggoep memikoel<noinclude>{{rh||1330|}}</noinclude>
k2huiqoer5i4qoyxw5frdca0c5hjhw1
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/311
104
100843
283441
281616
2026-05-07T04:28:14Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283441
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>masih ia lebih soeka kerdja-in dari pada idoep bersama-sama sa-orang seperti Habdalum jang terlebi boesoek moekanja dari pada orang oetan.
Boedak-boedak temannja Menoer jang bekerdja bersama-sama, sanget mengasihani, dia sebab si Menoer orang ati baik, sabar dan tiada kabanjakan, itoe semoewa membikin dia di saijang hingga masing masing boedak itoe pada jakinin jang satoa terlobi lagi dari jang laen aken toeloeng kerdja-in pakerdja-annja si Menoer jang berat-berat itoe.
Sedang begitoe maka Achmed Komakom poelang dari roemah iboenja ia lantas pegi lagi pada orang-orang kawalnja jang membawa Ala Eddin. Ia soeroeh masoekin Ala Eddin ka dalem pendjara abis di depan pendjara ia taro-in orang djaga-djaga. Kamoedian Achmed bersama-sama hakim dan saksi-saksi pegi mengadap di baleiroeng di mana sri baginda sedang di lipoeti oleh sekalian pembesar negri-nja. Emir Chaleb dateng mengadep, laloe bersoedjoed di hadepan Kalief, abis ia taroken rimong keradja-an, tasbih emas,
tjintjin petjapan dan laen-laen barang jang ilang itoe di kaki Kalief, maka baroelah ia berdiri. Toewan Kalief menanja dari mana barang-barang ini di dapetinja maka djawab Emir Chaleb: »Doeli sjah alam, barang-barang itoe telah kedapetan di dalem kamarnja Ala Eddin di terseboeniken di bawah batoe djoebin." Setelah soedah maka Emir persembahken pada Kalief soerat kasaksian jang telah di toelis di tempat barang-barang itoe di dapeti. Itoe soerat di batja oleh Kalief dengan lekas maka ketaoewan bahoewa di dalem antara barang-barang jang kedapetan kombali itoe tiada ada Kalief poenja djimat jang bertatahan mas intan bidoeri dan jang sanget di tjinta-inja.
Dengan matanja menjalah bahna sanget marahoja, maka Kalief berkata: »Mana Ala Eddin Aboechamat, si doerhaka?" Koetika Kalief dapet dengar jang Ala Eddin di masoekin di dalem pendjara, maka ianja lantas soeroeh panggil bawa mengadep padanja dengan sigrah. Ala Eddin di ambil, maka dia di bawa mengadep Kalief di antara orang-orang djaga, tangannja di ikat ka blakang. Apabila ia sampe di hadepan Kalief, maka Kalief berlompat seperti singa jang hendak menerkam sambil berkata: »Hei bangsat jang doerhaka di manakah ada kami poenja djimat?" Inilah pembales moe bagi segala kabaikan, kamoerahan hati kami. Kami telah pertjaija padamoe sebagi anak sendiri maka sekarang beginilah pembalesmoe!" Baginda Kalief tiada bernanti lagi sampe Ala Eddin berdjawab, ianja lantas di hoekoem mati dan walie di titihken aken kasi djalan kapoetoesan hoekoem itoe dengan
sigrab.
Walie bersama-sama orangnja bawa pegi pada Ala Eddin ka tempat di mana biasa orang jang di hoekoem mati telah trima hoekoemnja. Lebi doeloe sa-orang toekang poekoel bendoe berdjalan, maka ia seroehken di koeliling djalan raja, seperti ini seroehnja: »Liatlah, ini dia hoekoeman soperti<noinclude>{{rh||1445}}</noinclude>
gzovqdzivm2mkk3qcn938f3km6k9s6r
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/81
104
100850
282583
281578
2026-05-06T12:35:07Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282583
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>jang bawa itoe ontah pada poelang ka kota meninggalken itoe ontah sendiri-au bersama sama isteri sultan jaug masih terikat.
Dalem hal jang demikian maka anakuja Kamkar itoe moelai merasa kasoekarannja lapar dan aoes. Bibirnja moeloetnja dan lehernja di rasanja kering, lidahnja serperti terlengket di lak lak-annja. Aken tetapi bagimana soesah poen adanja, ia masih tinggal tetap pegang rachman dan rachimnja Allah Sebahana hoe wa taallah. Ia memandang ka langit aken minta doa biar bole lekas ia di lepas dari ini siksa-an. Baroe abis ia batja doa-nja maka ontab itoe lantas berloetoet, tali-tali pengikatuja terlepas dan di ampirnja ada timboel mata ser dengan aer jang bening dan sedjoek. Ia toeroen dari blakang ontah teroes minoem. Maka ia mengoetjap soekoer beriboe soekoer pada Allah jang berkoewasa.
Sedang isteri sultan lagi bersembajang maka djoeroe pendjaga cheiwan sri sultan djalan masoek itoe oetan aken tjari bebrapa ekor ontah jang lari. Soeda lama dia berdjalan mentjari tiada djoega dia dapet bekasnja. Abis barang dia bediri diam aken meliat koeliling dia dapet liat sa-ekor ontah bediri maka dia kira itoelah ontahnja jang ilang. Dia keliwat grang, djadi lekas dia pegi ampirin itoe ontab, maka barang dia sampe, sanget kagetnja meliat sa-orang perampoewan moeda dengan elok dan tjantik tengah bersembajang. Dia toenggoeh dengan hormat sampe itoe perampoewan abis bersembajang, tjoema dia liatin itoe ontab jang masih ada pakejannja, djadi njata itoe boekan ontanja jang ilang. Barang itoe perampoewam abis bersembajang maka dia dateng ampirin laloe di brihken salamnja serta ia berkata: Ja perampoewan bagoes, bagimanakah engkau sampe sendiri-au di dalem ini oetan balantara? Apakah engkau naikin ini ontah? Abis mana orang jang anter?" Dari sebab itoe perampoewan tiada menjaoet pada hal menangis sadja, maka berkatalah ia poela: Apakah engkau maoe akoe toeloengin dan akoe nanti djaga padamoe seperti anak koe sendiri, melaenken akoe harep berkat allah
sadja.
Isteri sultan trima pertoeloengan orang itoe dengan segala girang ati. Lantas orang itoe bagi makanannja jang dia bekal dan barang perampoewan itoe soedah seger-an maka dia tanja lagi lantarannja mengapa perampoewan itoe bole sampe di ini tempat. Dari sebab isteri sultan tiada maoе berkata kata maka itoe orang tjerita bahoewa dia sa-orang djoeroe penjaga cheiwan sultan dan soedah lama dia berdjalan di oetan ini mentjari ontah jang ilang. Dia kira itoe perampoewan soewatoe orang santeri perampoewan, dari itoe dia minta biar perampoewan itoe bole toeloeng mendoaken dia soepaja dia bole dapet kombali ontanja. Isteri sultan laloc bersembajang toeloeng minta-in doa boewat itoe orang. Baroe dia abis sembajang maka itoe orang dapet liat ontahuja dateng mengampirin dia. Girangnja boekan alang kepalang maka katanja:<noinclude>{{rh||1336}}</noinclude>
cqloi6ool9bu45dixdorm9k2j5odw2j
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/313
104
100851
283443
281740
2026-05-07T04:30:51Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283443
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM||}}</noinclude>di brihkеn oleh Kalief kapada orang jang brani berhianatken Kaliefnja." Orang--orang penoeh berkoempoel di aloen-aloen tempat orang hoekoeman trima hoekoemnja .
Hata maka di tjariterahken bahoewa Achmed Aldenaf itoe, jang tjintaken Ala Eddin seperti anak sendiri, belon dapet kabar soewatoe apa dari hal jang telah kedjadian kapada Ala Eddin. Achmed kabetoelan lagi djalan-djalan di kebonnja maka dateng sa-orang djongosnja lari-lari bersengal-sengal sambil berseroe: »Toewan, sedang toewankoe lagi senang berdjalan-djalan di sini maka toewankoe poenja sachbat jang paling tertjinta barang kali soedah binasa !”
Bertanjalah Achmed Aldanaf: »Apakah kedjadian?”
Djawabnja si djongos: „Tadi Ala Eddin, toewankoe poenja sachbat jang tertjinta telah di hoekoem mati oleh sri baginda."
Sa soedahnja Achmed Aldanaf tjari taoe dengan keboeroe-boeroe apa jang di toedoehken kapada Ala Eddin maka dengan sigrah ia pegi ketemoe-in kepala pendjaga boewen, namanja Hassan Schouman serta di tanja padanja apakah ia kira dari pada perkaranja Ala Eddin.
Hassan Schouman berdjawab: »Toewan, kami ini brani potong leher kami, Ala Eddin tiada bersalah, dianja tentoe terkena fitenah dari teman-temannja jang berdengki hati padanja. Djikaloe toewan hendak melepasken dianja dari pada bahaija maoet ini, marilah kita berlekas-an, kapan toewan maoe maka lantas kami pegi ambil barang jang dapet menoeloeng kita dengan sampoerna. .
Achmed Aldenaf bilang baik, segala apa bitjaranja Hassan Schouman baik di toeroet, dari itoe maka Hassan dengan sigrah pegi ka dalem pendjara laloe dititahken pendjaga itoe aken serahken padanja sa-orang dari dalem pendjara jang soedah terhoekoem mati. Setelah soedah maka Hassan terboeroe-boeroe pegi kaloewar aken trimahken itoe orang kapada Achmed Aldanaf jang soeda ampir ilang sabarnja bernanti. Barang itoe orang di trimahkennja, maka kabetoelan soenggoe roepanja ampir sama seperti roepanja Ala Eddin.
Lantas Aldanaf toetoep moekanja itoe orang dengan selampe laloe di bawanja ka tempat di mana Ala Eddin misti trima hoekoemnja maka ia di anter oleh sa-orang orang pendjaga jang bernama Ali Alsibak Alminsri. Orang-orang ini berdjalan mendorong sana menolak sini aken dapet djalan, di antara sekalian penonton jang bediri berdjedjal-an di aloen-aloen, hingga sampe di ampirnja legodjo. Maka berkata legodjo pada Aldanaf, katanja: »Toewan, moendoerlah sedikit soepaija saija bole djalanken kapoetoesan hoekoem orang ini."
Djawabnja Aldanaf: >Ajo bangsat, anggoeran ambil ini orang jang<noinclude>{{rh||1446||}}</noinclude>
4vybvcit1r2ol1sbmgd8vjomtgqggck
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/315
104
100852
283241
281715
2026-05-07T02:47:03Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283241
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>kami bawa aken gantinja Ala Eddin sebab ketahoeilah oleh moe bahoewa Ala Eddin tiada sekali bersalahan dalem perkara jang di pertoedoehken padanja.”
Legodjo, dapet liat kepala pendjaga boewen djadi ianja tiada brani melawan bitjaranja Aldanaf, maka legodjo itoe ambil itoe orang jang di bawa oleh Aldanaf laloe di gantongnja sampe mati seperti gantinja Ala Eddin.
Dengan lekas-lekas Achmed Aldanaf bawa pegi pada Ala Eddin begitoe lekas sampe orang-orang penonton tiada dapet liat padanja maka Aldanaf bawa padanja ka roemahnja Hassan Schouman. Koetika Ala Eddin bitjara aken bilang banjak trima kasinja kapada Aldanaf maka ia ini potong bitjaranja Ala Eddin teroes ia di sesal-in kenapa dia misti berboewat kadjahatan jang begitoe hina seperti kadjahat-an jang di pertoedoehken padanja. Adapoen Ala Eddin bersoempah, bahoewa sasoenggoenja ia tiada sekali-kali bersalah ia di terka mentjoeri dengan boeta toeli sadja, ianja sendiri tiada bisa mengarti sebagimana barang-barang jang ka-ilangan itoe bisa sampe ada di dalem kamarnja tersemboeni di bawah batoe djoebin marmer.
Aldanaf setelah mendengar bitjara Ala Eddin sademikian maka katanja: »Ma-afken marah kami, sebab dari kerasnja koewatir kami, bahna bahaija moe itoe jang ampir membinasaken padamoe, maka kami sampe loepa hingga bisa kami menjesalken padamoe itoe perboewatan jang amat terhina. Kami memang bisa doega bahoewa segala halmoe ini tiada laen tjoema fitenah dan di terbitken oleh dengki ati moesoeh moe. Moeda-moedahan biar apalah kiranja orang jang telah perboewat kadjahat-an itoe tiada loepoet kena di langgar hoekoemnja jang patoet. Aken tetapi biar bagimana poen adanja halmoe ini, pada fikir kami engkau tiada bole tinggal lagi lama di ini tempat, sebab sa orang baginda soesah sekali membatalken kapoetoesan hoekoem jang di brihkеn olehnja dan laen dari itoe siapa djoega jang di tjarinja djika orang itoe masih ada di dalem negri itoe tadapet tiada nistjaija ia misti dapet tangkep padanja. Oleh kerna itoe maka kami fikir baik engkau pegi ka Alexandrie, ini tempat senanglah boewat kamoe, gampang djoega engkau sampe di sana dengan diam-diam dan gampang djoega engkau idoep di sana dengan tiada tergoda orang. Nanti kami jang bawa padamoe pegi
ka sana.”
»Baik,” berkata Ala Eddin, kami nanti toeroet dan apa djoega angkau hendak perboewat dengan kami, maka kami toeroet dengan segala soeka ati, soepaija kami selamat bisa idoep.”
Abis begitoe Achmed Aldanaf berbalik bitjara sama Hassan Schouman katanja: »Djikaloe Kalief tanja kami di mana ada, bilang sadja kami soedah brangkat pegi priksa negri-negri di pegoenoengan.
Achmed Aldanaf bersama-sama Ala Eddin pegi brangkat dari Bagdad<noinclude>{{rh||1447||}}</noinclude>
8gzzshbnrfmy468hj5h6eaer6gm6aas
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/75
104
100854
282574
281591
2026-05-06T12:31:06Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282574
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>lantas ambil dindinja laloe di maennja sembari bernjanji dengan soewara jang lemah lemboet. Barang perampoewan itoe dengar soewara orang menjanji maka dia angkat moekanja abis dia ketemoe matanja Kardar jang memandang dia seperti hendak di telannja; perampoewan itoe lantas toendoek. Apabila Kardar liat dia itoe tinggal doedoek , maka dia ambil boenga sa bentok laloe di lemparnja ka itoe perampoewan; ia ini angkat lagi moekanja bermanggoet aken kasi tabik. Wah, lantas Kardar djadi terlebi birahi dan atinja poen djadi brani maka ia berkata: ,Ja hati djiwakoe, engkau tiada taoe bagimana keras tjintakoe, hingga siang ari malem atikoe tiada bersenang, roepamoe terbajang ba jang di matakoe. Djika tida bersama sama djantoeng atikoe maka boekan panghidoepan lagi di doenia , lebi baik mati. Biarapalah kiranja poeterikoe jang moelija bidji mata intan djambroetkoe dengarkenlah bitjarakoe sakedap. Kapan ada sedikit suijang moe pad koe marilah kita minggat djaoe dari sini aken idoep senang kita berdoewa, kaloe tiada maoe berlari, akoe poen sanggoep singkirin orang jang memalangken peroentoengan tjinta kita ; dengan ratjoen sedikit maka linjaplah soewami itoe jang djadi alangan boewat kita beroentoeng berkasih kasihan.”
Isteri sultan terlaloe amat heran dan marah sanget, katanja: » Hei, engkau lah itoe Kardar jang brani melanggar kahendak Allah dan manoesia? engkau begitoe brani aken adjakin kami berboewat dosa demikian ? Engkau tiada takoet aken masoek ka dalem harem sultan serta membawa nijat jang amat djahat itoe ?"
Djawabnja Kardar: ,Ja, memang kami tiada tokoet, bahna sanget tjinta kami, biar siapa sekali poen tiada kami takoetken, ingatlahı poeterikoe jang manis, boekankah soewamie toewan poeteri jang telah boenoeh ajahanda toewan poeteri dengan tiada ada sebabpja ? Apakah tiada wadjib bagi satoe anak aken membales kamatian orang toewanja jang di boevoeh tiada bersalah? Djikaloe orang toewanja poeterikve dapet di boenoeh sultan dengan tiada bersalah, nanti pada soewatoe waktoe poeteri sendiri kena di boenoehnja. Djika soeda kasèp maka pertjoema-lah aken ingat apa bitjara kami sekarang.
Poeteri itoe berkata: ,Kami tiada taoe apa jang telah di takdirken Allah maka tiada patoet sekali manoesia melawan kahendak Allah ta-allah. Djika telah di takdirken allah, jang ajahanda kami misti mati begitoe, maka kami wadjib trima kahendak jang Maha Moelija. Begitoe poen kami ini trimah segala apa jang telah di takdirken Allahı. Oleh kerna itoe wasir Kardar, biar bagimana bengis sekalipoen nacib kami adanja , tiadanja kami nanti menjommel aken pikoel nacib itoe.” djalan masoek kadalem harem. Abis bitjara begini maka toewan poeteri bediri.
Djawab ini menetapken fikirannja Kardar bahoewa poeteri itoe bentji padanja, kapan dia tiada berati ati nistjaija ia sendiri binasa djika poeteri<noinclude>{{rh||1333}}</noinclude>
sv9nic2e30smowivsdtp49xiy5canlv
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/177
104
100856
282552
281595
2026-05-06T12:18:25Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282552
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>manteri Giafar, dan Mesrour penggawe jang melakoeken kalief poenja prentah.
Djikaloe kami poenja doega-an benar adanja, dan toewan kalief soenggoe doedoek di hadepan kami, maka kami poenja sengsara soedah ampir abislah.
Bitjaranja kalief baroe ini menjatahken bahoewa ia dapet kenalin tetamoenja. Aken tetapi aken membohongin dia maka Giafar berkata: »Chalifatoelah di antara kami ini tiada ada jang toewan hamba seboetken tadi."
Katanja anak moeda itoe sembari mesēm: »Ach soedah, djangan panggil kami chalifatoelah lagi, sebab kami boekan kalief. Itoe pangkat kami ambil sadja dengan pengharepan soepaija di antara orang anak negri ada
jang heran laloe kasi taoe pada Kalief Haroen al Rasjid dan kalief soeroeh panggil sama kami. Maka kaloe kami di panggil baroelah kami tjeritahken kami poenja hal ichwal, dan ta dapet tiada kalief nistjaija mengasihani kami."
Haroen al Rasjid laloe berkata: »Dari sebab toewan berhati loeloes tiada semboeniken rahasia, maka haroes djoega hambanja bilang bahoewa hamba ini boekan soedagar, pada hal hamba orang penggawe kalief, lagi kita di saijang oleh kalief hingga kita berpengharoe soenggoe pada kalief djadi memang kita bole sekali toeloeng sama toewankoe. Maka itoe tjeritahken sadja pada kita segala toewan poenja hal ichwal, soepaija kita bole tjeritahken itoe lagi kapada toewan kalief, kaloe-kaloe bole di toeloeng olehnja.”
Setelah soedah maka kalief tiroewan itoe moelai tjeritah. Demikianlah tjeritanja.
Kami poenja orang toewa bernama Mohammud dan kami ini poedja nama Alij Schach. Kami poenja orang toewa mati meninggalken kami harta terlaloe amat banjak. Oewang satoe djoeta dinar, tanah doewa poeloeh, tempat mandi sepoeloe, roemah pasanggrahan karwan doewa poeloe, roemah ampat poeloe, penggilingan gandoem lima belas, pasar doewa belas, delapan poeloe toko perniaga-an dan bebrapa banjak roepa-roepa batoe permata emas dan intan.
Sekali pada soewatoe hari kami betoel lagi doedoek di toko maka dateng satoe perampoewan moeda jang amat elok dan tjantik. Semangkin dia dekat semangkin bagoes dan semangkin birahi kami poenja ati, kami tiada brentinja memandang dia. Ianja doedoek di atas kalde jang terhijas bagoes dan di iring oleh tiga orang doedak peramooewan moeda. Di depan pintoe toko, itoe anak perampoewan toeroen teroes masoek ka dalem toko laloe doedoek, boedak-boedaknja pada tinggal bediri dengan hormat. Ia kasi tabe pada kami dan kami kasi tabe djoega sembari kami berkata: »Nona dateng di toko kami, ia itoelah soewatoe alamat baik bagi kami, apakah nona ada perloe apa-apa?
Djawabnja: »O ja, perkara besar sekali, kapau engkau sanggoep ada-in itoe maka akoe soeka ati sekali."
»Apakah nona kahendaki?"
»Akoe kepingin ada poenja satoe kaloeng dari intan.”<noinclude>{{rh||1382}}</noinclude>
81ixl2barkp9a6d6jhb3otwgzgdwx0t
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/185
104
100858
282625
281632
2026-05-06T12:55:10Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282625
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>masoek di kamarmoe aken tjoba atimoe. Sekarang akoe dengar dan akoe liat sendiri jang atimoe tiada tetap. Bangsat engkau tiada haroes idoep."
Sakoetika itoe djoega ia panggil sekalian boedak-boedaknja. Maka kami di ikat di bawa ka hadepan hakim. Apabila hakim dateng maka Sitia Doenija berkata: »Ini apa maling besar, jang kena ketangkep selagi ia memaling; dia soeda meutjoeri bebrapa roepa barang. Soeroeh labrak dia dengan tjamboek koelit kerbo soepaija dia mengakoe kasalahannja, dan djangan sekali lepas sama dia djikaloe boekan akoe jang titahken."
Abis di prentah demikian maka kami di ikat di bawa ka roemahnja walie. Sapandjang djalan orang toeding-toeding pada kami katanja: »ini dia maling." Apabila kami sampe di roemah walie maka lantas di titahken kami di labrak dengan tjamboek koelit kerbo sampe kami misti mengakoe salah. Kami poenja pakejan di boeka semoewa dan kena di poekoel. Tiap-tiap kali orang poekoel, maka dia tanja: »Mana itoe barang-barang jang engkau mentjoeri.
Dan Kendatipuen kami bilang jang kami tiada mentjoeri, dan kami tiada salah, maka pertjoema tiada orang pertjaija malahan terlebi keras lagi kami di poekoel sampe kami djato pangsan. Koetika walie liat kami kalengar maka ia soeroeh bawa kami ka dalem pendjara. Hari djadi malem dan kami poenja loeka-loeka mendjadi sakit sekali hingga kami merintih antero malem.
Sedang kami lagi menangis memikirken hal kami orang tiada bersalah, maka sekoenjoeng-koenjoeng tembok pendjara terboeka dan ada satoe perampoewan moeda kaloewar dari itoe lobang mengampiri kami laloe bitjara: »Anak moeda, engkau soeda gangoe kasenangankoe di ini malem. Akoe tinggal di sini soeduh brapa lama, bebrapa banjak orang toetoepan kami soeda dapet liat, aken tetapi belon pernah ada satoe jang seperti kamoe ini menangis berdoakatjita."
Kami berkata: »Nona jang tiada terkenal, djikaloe nona taoe lantaran hambanja berdoeka tjita, maka tentoe nona aken kasiani kami, liat sadja kami poenja loeka bekas siksa-an orang sedang hambanja tiada bersalah." Abis kami oendjoekin loeka-loeka kami. Barang di liatnja itoe maka sanget kasiannja pada kami abis katanja: Apakah engkau kabetoelan djadi maling?"
Kami menjaoet: »Tiada sekali-kali, hambanja brani soempah bahoewa belon pernah hambanja mentjoeri dan belon taoe hambanja bikin djahat orang kasoesahan sengsara hamba ini malaenken naçib hamba djoega adanja."
Sebab kami bitjara teroes terang, maka ia pertjaija serta di tanja olehnja aken kami tjeritaken segala hal ichwal kami. Tiada satoe hal kami semboeniken semoewa kami tjeritaken dengan teroes terang. Abis ia berkata: »Apakah egkau hendak membales kadjabatan itoe? Kapan engkau maoe membales maka kami nanti kirim sa-orang boedjang kami aken pegi ganggoe sama Sitia Doenija soepaija menelan sekali poen dia tiada bisa."<noinclude>{{rh||1386}}</noinclude>
d3mbaide30do53jvbucv7p166u13npl
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/327
104
100865
283413
281661
2026-05-07T04:12:54Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283413
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>bagimana ia mentjoeri barang-barangnja baginda Kalief koetika Kelief pegi ketemoe isterinja, abis dia semboeni-in di roemahnja Ala Eddin hingga ia ini dihoekoem mati.
Aslan dengar ini tjeritera mendjadi tertjengang, laloe berfikir baik-baik dan lama kelamaän dia moelai rasa sendiri bagimana doedoeknja dia poenja hal sendiri dari itoe ia berkata dalem diri: »Ini boedak perampoewan jang di tjeritai oleh Achmed Komakom melaenken si Menoer djoega, ia itoe akoe poenja iboe dan ajandakoe tentoe tida bole orang laen melaenken Ala Eddin Aboechamat.”
Fikirannja tida laen melaenken ini hal tjeritanja Achmed Komakom sampe dia poelang poen tida laen jang di ingatken.
Di djalanan ia maoe poelang maka dia ketemoe kepala kawal jang bernama Achmed Aldanaf. Memang Achmed Aldanaf soeda sering kali memandang-memandang moekanja Aslan aken tetapi sekarang ini dia pandang, maka terlebi lagi di fikirnja bahoewa aer moekanja Aslan kaja pinang di bela doewa sama seperti moekanja Ala Eddin, hingga ia brentih aken bitjara pada Hassan.
Katanja: »Astaga firla, sama betoel roepanja seperti dia.”
Maka bertanja Hassan Schouman: »Dari siapakah engkau bitjara, siapakah menimboelken heranmoe?"
Djawabnja Achmed Aldanaf: »Ini anak moeda, tjobalah liat moekanja soeda tiada berbedahan lagi sama moekanja Ala Eddin Aboechamat!"
Achmed Aldanaf lantas ampirin pada Aslan serta di tanjanja dengan manies bahasa siapakah nama ajandanja. Djawabnja Aslan: »Saija poenja ajanda ia itoe Emir Chaleb walie dari Bagdad."
Maka iboemoe siapa? »bilangkenlah namanja pada kami.”
Aslan laloe berkata: »Saija poenja orang toewa perampoewan, ia itoe sa-orang boedaknja Emir itoe, dan namanja »Menoer"
Achmed Aldanaf mendjadi kaget seperti orang kepagoet oeler apabila di dengarnja nama iboenja Aslan, hingga ia menanja dengan kaget: »Soenggoekah Menoer namanja iboemoe? kapan soenggoe-soenggoe dia itoe maka tabole tida ajandamoe tentoe Ala Eddin Aboechamat. Tjobalah tanja sendiri pada iboemoe tentoe ia poen nanti mengakoe djoega bahoewa soenggoe benarlah bitjara kami, dan ia poen nanti tjeritaken terlebi bapjak lagi jang perloe di ketahoei olehmoe."
Aslan semangkin lama mendjadi semangkin heran, dari itoe apabila ia sampe di roemah maka ia soeroeh dateng iboenja. Setelah ia soeda ada berdoewa-doewa iboenja di tempat sepi jang tiada bisa di intiep orang maka ia moehoen pada iboenja aken bilang teroes terang padanja siapa nama ajandanja.
Menoer menjaoet kaloe engkau maoe taoe ajandamoe, boekan orang jaen melaenken Emir Chaleb walie dari negri »Bagdad.”<noinclude>{{rh||1453}}</noinclude>
ajfc3sw7j04hkmuodx0br245fkd4adz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/221
104
100866
283019
281648
2026-05-06T16:29:12Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>brihken kantong itoe di koetika orang djoewal itoe intan besar di tempat perdiaman karwan?"
"Ach, akoe tida taoe satoe apa dari itoe hal."
Oleh kerna ini maka kadoewa orang itoe bertengkaran, begitoe keras djadinja sampe tetangga semoewa pada dengar dan dateng aken perdameken itoe doewa orang.
Si bangsat lantas berkata pada orang banjak jang dateng: »Ini sachbatkoe maka akoe minta toeloeng dia simpenin barangkoe, aken tetapi sekarang ia menjangkal! Kaloe begitoe siapakah lagi dapet di pertjaija orang."
Tetanggauja pada menjaoet: »Ini orang hartawan lagi alim, berhati loeloes dan tiada soeka pedaja atawa tipoe orang, masa dia maoe berboewat hal jang haroes di hinaken sahbat-sahbatnja?"
Laen-Laen orang bilang pada soedagar hartawan itoe: »Ingat-ingatlah doeloe jang betoel barangkali engkau loepa."
Itoe orang hartawan berkata: »Akoe tiada taoe sekali kali apa jang dia maoe, sebab belon pernah dia trimahken apa-apa pada koe aken di simpen."
Si bangsat berkata poela: »Na soedah, sekarang akoe misti brangkat, dan akoe ada sampe djoega oewang boewat pegi lobi djaoeh, aken tetapi biarlah dia djandjiken jang dia nanti kasi kombali kantong itoe pada akoe."
Tetangga-tetangga itoe fikir baik soenggoe bitjaranja si bangsat dan itoe soedagar hartawan poenja nama berbahaja soenggoe. Maka sa-orang sahbat baiknja ini soedagar kira dirinja sanget tjerdik, dia kira aken bisa bikin maloe si bangsat, djadi ia madjoe dengan nijat aken oendjoekin terang bahoewa si bangsat itoe sa-orang penipoe besar sekali. Ini orang lantas berkata pada itoe orang hartawan: »Nanti akoe bikin jang engkau terlepas dari doega djahat ini, akoe nanti melaga bilang pada itoe orang bahoewa ianja kliroe, sebab itoe kantong boekan dia serahken padamoe tetapi pada akoe aken di simpen."
Itoe orang hartawan fikir: »Inilah betoel akal jang baik, nistjaija maloe itoe bangsat."
Djadi sahbat itoe bilang pada itoe bangsat: »Engkau kasalahan soenggoe, sebab itoe kantongmoe boekan engkau kasiken soedagar itoe aken simpen, pada hal kapada kami. Maka itoe soedagar tida taoe satoe apa dari ini hal."
Hata maka si bangsat jang terlaloe amat tjerdik lantas menjaoet: Itoe kantong jang engkau toeloeng simpenin, biarken sadja doeloe, akoe tiada bitjara-in nanti ja akoe minta djoega kombali aken tetapi jang akoe minta kombali sekarang, ia itoe kantong oewang emas jang akoe serahken pada ini orang sahbatmoe. Akoe belon minta kantongkoe kombali dari kamoe sebab akoe taoe engkau tiada soeka ber djoesta." Dengan djawabuja begini maka<noinclude>{{rh||1402}}</noinclude>
9863st7kos8gmhbl1xsfxmj60gh5sql
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/223
104
100867
283021
281664
2026-05-06T16:30:29Z
Seeharee
22422
/* Tervalidasi */
283021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Seeharee" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>si bangsat kena makan doewa moeka. Dan itoe orang jang hendak menoeloeng masoek dalem boeboe dengan maonja sendiri (ini dia betoel orang ngendon bendjol) Sebab semoewa tetangga-tetangga sekarang poen pertjaija jang dia soenggoe soenggoe ada menjimpen itoe kantong jang satoenja. Djadi doewa-doewanja kena bajar si bangsat sa-orang seriboe dinar emas, abis dia trima lantas dia brangkat pegi.
Maka itoe soedagar hartawan berkata pada sahbatnja jang hendak menoeloeng, hal kita ini betoel seperti tjeritanja Sang Helang dan sang bilalang.
Sa ekor helang dan sa ekor bilalang besaranja dekat satoe sama lain. Sang bilalang itoe sanget kepingin bersahbatan sama sang helang djadi pada soewatoe hari sang bilalang dateng ampir-in sang helang katanja : »Toewan, radja dari pada cheiwan beterbang hamba ini sanget berasa beroentoeng jang hamba beroemah di ampir toewankoe." Sang helang bilang banjak trima kasi jang ia di hormati abis ia kasi permissie sang bilalang bole dateng di roemahnja kapan djoega dia soeka. Oleh kerna ini maka sanget keras bersahbatannja.
Ada satoe waktoe sang bilalang berkata pada helang: »Mengapakah toewan saben-saben berdoedoek bengong ter mangoe-mangoe, hambanja belon pernah liat sa-orang teman atawa sahbat toewan dateng kemari jang bole di minta-in toeloeng kaloe perloe, dan ia poen bole di adjak beromong-omong djadi toewan tiada isèng. Hamba terlaloe ketjil tiada koewat aken toeloeng toewan, kaloe tiada, nistjaija hamba soeka ati aken menoeloeng, apakah tiada lebi baik hambanja toeloeng tjari-in pasangan toewan?
Katanja helang: »Baiklah engkau tjari-in, akoe serahken hal ini pada-moe."
Sang bilalang lantas pegi tjari maka ia dapet sa-ekor boeroeng alap-alap, ia itoe lah di bawanja poelang aken bersahbatan sama sang helang. Sekali maka sang helang sakit, abis ia di djaga oleh alap-alap sampe baik. Kamoedian kadoewa doewanja sakit djadi sang bilalang minta toeloeng radja wali aken djaga, tetapi apa tjilaka doewa-doewanja sang helang dan alap-alap abis di makan si radja wali. Sang bilalang tida kenal masing-masing ini poenja adat."
Begitoepoen engkau tadi hendak menoeloeng akoe dengan akal maka si bangsat memang tjerdik tida kena di akalm sebab adatnja memang maoe djahat sadja."
<hr style="width: 15%; margin: 2em auto;" /><noinclude>{{rh||1403}}</noinclude>
ncnavz5w72zl29mpe7x9va8t6pn05ev
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/357
104
100870
282710
281671
2026-05-06T13:50:20Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
282710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /></noinclude><center>1001 MALAM</center>
barang emas intan dan djimatnja. Ia itoe Achmed Komakom namanja serta ia sekarang ada di rante di dalem pendjara. Baiklah engkau ketahoei djoega bahoewa kami jang bikin sampe engkau dapeti itoe batoe di dalem kantong di engkau poenja toko. Maka kami poen djoega jang titahkеn itoe djoeragan anachoda kapal aken bawa kombali batoe itoe kapada kami bersama-sama orang jang ampoenja batoe, ia itoe engkau Ala Eddin. Itoe djoeragan kapal sanget keras birahinja pada kami, dia hendak kawin pada kami; aken tetapi kami bilang padanja bahoewa kami tiada nanti maoe kawin padanja, djikaloe ianja tiada bawa itoe batoe pada kami bersama-sama orang jang ampoenja itoe batoe. Kami serahken padanja seratoes kantong terisi oewang aken beli itoe batoe, laloe kami titahkеn itoe anachoda aken lekas balajar pegi ka tempat perdiamanmoe.
Kamoedian engkau bersama-sama laen orang tawanan jang ketangkep oleh itoe anachoda telah di bawa di hadepan radja, ia itoe ajanda kami jang djadi radja. Koetika semoewa orang tawanan itoe soedah abis di hoekoem mati, tinggal engkau sendiri, maka kami poela jang kirimken itoe padri perampoewan mengadep radja aken minta sa-orang tawanan boewat bikin boedjang, kami sengadja bikin dia dateng betoel koetika engkau ampir di boenoeh soepaija engkaulah djoestoe jang ketoeloengan.”
Ala Eddin bersoedjoed sambil memelok kadoewa kakinja toewan poeteri, maka katanja: »Ja toewan poeteri brapa banjak hambanja ini misti bilang trima kasih pada toewan. Djika soenggoe seperti kata toewan poeteri bahoewa hambanja aken djadi soewaminja toewan poeteri maka terlampau besarlah berkatnja Alla pada hamba."
Sa abisnja toewan poeteri menjeboetken kalima sjahadat di hadepan Ala Eddin serta sa soedahnja toewan poeteri itoe oendjoeken katjinta-annja soenggoe pada igama islam maka Ala Eddin bertanja padanja apakah asiatnja itoe batoe jang begitoe mahal dan bagimana toewan poeteri telah dapet itoe batoe.
Djawabnja toewan poeteri: »Ala Eddin, ini batoe memang soewatoe banda jang amat besar harganja. Ianja ada lima asiat satoe-satoenja kami nanti adjarken padamoe, sebab di blakang kali perloe pengaroenja itoe di pake olemoe. Kami poenja nini, ia itoe iboenja radja baginda jang sekarang ini, maka perampoewan itoe sahir besar sekali, ianja taoe betoel apa pengaroenja dan koewasanja tanda-tanda di batoe djimat. Kami poenja nini itoe bisa pegi ka koeliling tempat serta ia bisa masoek di mana-mana perbandaharan radja-radja seperti di kahendakinja. Sekali maka nini kami dapet itoe batoe di dalem soewatoe perbandaharan radja di mana batoe itoe ada tersimpan dengan ati ati soenggoe. Koetika kami poenja nini djato sakit maka ia brihken batoe itoe kapada kami serta dikatakanja poela apa pengaroenja satoe-satoe
{{c|1468}}<noinclude></noinclude>
jo8jhb4m79y8ddxwa9i3k5ugp0ykhuc
283204
282710
2026-05-07T02:17:15Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283204
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>barang emas intan dan djimatnja. Ia itoe Achmed Komakom namanja serta ia sekarang ada di rante di dalem pendjara. Baiklah engkau ketahoei djoega bahoewa kami jang bikin sampe engkau dapeti itoe batoe di dalem kantong di engkau poenja toko. Maka kami poen djoega jang titahkеn itoe djoeragan anachoda kapal aken bawa kombali batoe itoe kapada kami bersama-sama orang jang ampoenja batoe, ia itoe engkau Ala Eddin. Itoe djoeragan kapal sanget keras birahinja pada kami, dia hendak kawin pada kami; aken tetapi kami bilang padanja bahoewa kami tiada nanti maoe kawin padanja, djikaloe ianja tiada bawa itoe batoe pada kami bersama-sama orang jang ampoenja itoe batoe. Kami serahken padanja seratoes kantong terisi oewang aken beli itoe batoe, laloe kami titahkеn itoe anachoda aken lekas balajar pegi ka tempat perdiamanmoe.
Kamoedian engkau bersama-sama laen orang tawanan jang ketangkep oleh itoe anachoda telah di bawa di hadepan radja, ia itoe ajanda kami jang djadi radja. Koetika semoewa orang tawanan itoe soedah abis di hoekoem mati, tinggal engkau sendiri, maka kami poela jang kirimken itoe padri perampoewan mengadep radja aken minta sa-orang tawanan boewat bikin boedjang, kami sengadja bikin dia dateng betoel koetika engkau ampir di boenoeh soepaija engkaulah djoestoe jang ketoeloengan.”
Ala Eddin bersoedjoed sambil memelok kadoewa kakinja toewan poeteri, maka katanja: »Ja toewan poeteri brapa banjak hambanja ini misti bilang trima kasih pada toewan. Djika soenggoe seperti kata toewan poeteri bahoewa hambanja aken djadi soewaminja toewan poeteri maka terlampau besarlah berkatnja Alla pada hamba."
Sa abisnja toewan poeteri menjeboetken kalima sjahadat di hadepan Ala Eddin serta sa soedahnja toewan poeteri itoe oendjoeken katjinta-annja soenggoe pada igama islam maka Ala Eddin bertanja padanja apakah asiatnja itoe batoe jang begitoe mahal dan bagimana toewan poeteri telah dapet itoe batoe.
Djawabnja toewan poeteri: »Ala Eddin, ini batoe memang soewatoe banda jang amat besar harganja. Ianja ada lima asiat satoe-satoenja kami nanti adjarken padamoe, sebab di blakang kali perloe pengaroenja itoe di pake olemoe. Kami poenja nini, ia itoe iboenja radja baginda jang sekarang ini, maka perampoewan itoe sahir besar sekali, ianja taoe betoel apa pengaroenja dan koewasanja tanda-tanda di batoe djimat. Kami poenja nini itoe bisa pegi ka koeliling tempat serta ia bisa masoek di mana-mana perbandaharan radja-radja seperti di kahendakinja. Sekali maka nini kami dapet itoe batoe di dalem soewatoe perbandaharan radja di mana batoe itoe ada tersimpan dengan ati ati soenggoe. Koetika kami poenja nini djato sakit maka ia brihken batoe itoe kapada kami serta dikatakanja poela apa pengaroenja satoe-satoe<noinclude>{{rh||1468}}</noinclude>
0k3qb0ho9zpynh89jriubm8tzt8as3w
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/359
104
100875
283205
281845
2026-05-07T02:17:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283205
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Sebab kami poenja nini sakit semangkin bertamba keras maka kami poenja ajanda dateng tengok-in dia di waktoe nini soeda ampir abis. Kami poenja ajanda tanja padanja aken toeloeng liatin peroentoengannja baginda dan teristimewa hendak di ketahoewinja bagimana ia bakalan sampe pada pengabisan adja'nja. Kami poenja nini laloe berkata : „Anak, lebi baik engkau djangan minta taoe barang apa jang nanti dateng, aken tetapi bahna engkau terlaloe kepingin taoe itoe maka kepaksa akoe bilang Ketahoewilah olehmoe anak, bahoewa engkau nanti mati oleh tangannja sa-orang Islam jang dateng dari Alexandrie.”
„Dari ini tempo maka kami poenja ajanda telah bersoempah aken soeroeh boenoeh sekalian orang-orang pendoedoek kota Alexandrie jang djato dalem tangannja.
Itoe anachoda kapal jang bawa padamoo kemari, telah di titahken oleh radja aken rampas sekalian kapal orang Islam jang di ketemoenja di djalan, dan sekalian orang isi kapal di tangkepnja paling-paling orang jang dateng dari Alexandrie ia itoelah djangan di kasiani. Anachoda kapal memang sa-orang sanget bengis maka ia toeroet betoel apa jang di titahken radjanja kerna itoe radja soedah soeroe boenoeh orang Islam ampir sabanjaknja lembar ramboet di kami poenja kepala.
Abis matinja kami poenja nini maka kami hendak tjari taoe siapakah telah di toelisken Allah aken djadi soewami kami. Oleh kerna kami poenja elmoe, maka kami dapet taoe bahoewa Ala Eddin aken djadi kami poenja soewami, itoe orang jang paling di pertjaija oleh baginda Kalief Haroen al Rasjid.
Sekarang soedah tjoekoeplah waktoenja dan kami rasa sanget beroentoeng jang waktoe itoe sampe aken kaboelken kami poenja pengharepan.”
Ala Eddin heran sanget mendengar tjeritanja toewan poeteri. Ianja bilang banjak trimah kasi, lagi ia mengoetjap soekoer alhamdoelilah bahoewa ia di djadiken soewaminja toewan poeteri jang telah soedah membrih toeloengan begitoe banjak padanja. Sekarang Ala Eddin kasi taoe pada toewan poeteri bahoewa ia terlaloe kepingin poelang lagi ka Bagdad. Toewan poeteri berkata jang ia lekas nanti bersedia sedia soepaija orang bole brangkat dengan sigrah. Toewan poeteri laloe bawa sama Ala Eddin di dalem astana dengan ambil djalanan rahasia, di astana itoe Ala Eddin di semboenikennja dalem toewan poeteri sendiri poenja kamar, abis baroe toewan poeteri pegi katemoe-in ajandanja.
Baginda radja di itoe waktoe kabetoelan lagi makan maka sanget giranguja meliat anaknja dateng ketemoe-in dia, abis ianja adjak anaknja doedoek makan bersama-sama. Toewan poeteri Housna Merim toeroet apa katanja baginda maka baginda kasi tanda pada sekalian jang ada di sitoe<noinclude>{{rh||1469}}</noinclude>
f1oekayfnqupdxbfg3cqgon6e8gbm92
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/329
104
100877
283417
281717
2026-05-07T04:14:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283417
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Katanja Aslan: »Boekannja, djanganlah maoe bohongi sanda, sebab Ala Eddin Aboechamat itoelah sanda poenja orang toewa laki-laki.
Srenta Menoer dapet dengar ini nama di seboet anaknja maka terlaloe sanget ia berdoeka tjinta, bersakit ati sebab di ingatnja lagi soewaminja jang sanget di tjintanja.
Ianja teroes menangis sembari menanja anaknja, siapakah soeda tjerita rahasia ini padanja, sedang ia sendiri sabole bole hendak menoetoep rahasia ini djangan sampe ketahoewan orang.
Djawabnja Aslan: »Jang bilang ajanda saija pada sanda ia itoe Achmed Aldanaf." Abis Aslan tjeritaken pada iboenja apa jang telah soeda kedjadian Barang Aslan soeda abis tjeritaken halnja kapada iboenja, maka berkata si Menoer: »Bohong itoe tiada dapet di semboeniken, lama kelama-an misti kena di boeka oleh apa jang sabenarnja. Betoel anak, ajandamoe boekan orang laen ia itoe Ala Eddin Aboechamat, ada poen Emir Chaleb, walie dari kota Bahdad ini, ia itoelah engkau poenja bapa piarah sadja, dia itoelah jang soeda djaga padamoe dari ketjil, dia itoelah jang kasi peladjaran padamoe begitoe bagoes sampe sekarang ini engkau bisa djadi orang pinter."
Setelah Aslan sekarang soeda taoe tentoe siapa ajandanja jang soenggoe, maka ia lantas pegi ketemoe lagi pada Achmed Aldanaf, Barang sampe, dia lantas tjioem tangannja Achmed sambil berkata: »Sabenarnjalah apa toewankoe bitjara tadi, sanda poenja iboe sendiri soeda kasi taoe namanja sanda poenja orang toewa lelaki, ia itoe Ala Eddin Aboechamat. Sanda poen taoe djoega bahoewa toewankoe sa-orang sachbat paling baik dari pada sanda poenja orang toewa maka itoe sanda moehoen pertoeloengan toewankoe aken membales kamatian sanda poenja orang toewa, sanda kepingin toewankoe toe- loeng soepaija orang itoe kena di hoekoem jang djadi lantaran sampe sanda poenja orang toewa mati di gantoeng."
Achmed Aldanaf jang soeda tjape mentjari ketrangan dalem ini hal mendjadi terlaloe kaget djadi dia tanja pada Aslan: »Siapakah orang itoe? dan bagimana engkau bole dapet taoe ini hal?"
Lantas Aslan berkata: »Sanda dapot liat djimatnja Kalief jang ter- ilang itoe di dalem tangannja Achmed Komakom." Maka Aslan tjeritahken pada Aldanaf apa jang Komakom telah tjeritahken padanja dari Ala Eddin, sebab Komakom ada kira soenggoe soenggoe Aslan djadi anaknja Emir Chaleb.
Setelah Aldanaf dapet dengar ini hikajat maka katanja: »Anak, sekarang engkau misti djaga baik-baik biar ati ati, sabelonnja engkau lakoeken nijatmoe aken tangkep pada Komakom, maka baiklah engkau di saijang dan di soeka oleh baginda Kalief, djikaloe soeda engkau di soekai Kalief maka baroelah engkau bermoehoen kalimpahan atinja sri baginda. Dari itoelah baik engkau berboewat begini; kapan engkau liat Emir Chaleb berpakejan pakejan {{hws|kabe|}}<noinclude>{{rh||1454}</noinclude>
sn23p10osookacr941k6vciia6z6yi4
283418
283417
2026-05-07T04:15:14Z
Zeefra
22281
283418
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Katanja Aslan: »Boekannja, djanganlah maoe bohongi sanda, sebab Ala Eddin Aboechamat itoelah sanda poenja orang toewa laki-laki.
Srenta Menoer dapet dengar ini nama di seboet anaknja maka terlaloe sanget ia berdoeka tjinta, bersakit ati sebab di ingatnja lagi soewaminja jang sanget di tjintanja.
Ianja teroes menangis sembari menanja anaknja, siapakah soeda tjerita rahasia ini padanja, sedang ia sendiri sabole bole hendak menoetoep rahasia ini djangan sampe ketahoewan orang.
Djawabnja Aslan: »Jang bilang ajanda saija pada sanda ia itoe Achmed Aldanaf." Abis Aslan tjeritaken pada iboenja apa jang telah soeda kedjadian Barang Aslan soeda abis tjeritaken halnja kapada iboenja, maka berkata si Menoer: »Bohong itoe tiada dapet di semboeniken, lama kelama-an misti kena di boeka oleh apa jang sabenarnja. Betoel anak, ajandamoe boekan orang laen ia itoe Ala Eddin Aboechamat, ada poen Emir Chaleb, walie dari kota Bahdad ini, ia itoelah engkau poenja bapa piarah sadja, dia itoelah jang soeda djaga padamoe dari ketjil, dia itoelah jang kasi peladjaran padamoe begitoe bagoes sampe sekarang ini engkau bisa djadi orang pinter."
Setelah Aslan sekarang soeda taoe tentoe siapa ajandanja jang soenggoe, maka ia lantas pegi ketemoe lagi pada Achmed Aldanaf, Barang sampe, dia lantas tjioem tangannja Achmed sambil berkata: »Sabenarnjalah apa toewankoe bitjara tadi, sanda poenja iboe sendiri soeda kasi taoe namanja sanda poenja orang toewa lelaki, ia itoe Ala Eddin Aboechamat. Sanda poen taoe djoega bahoewa toewankoe sa-orang sachbat paling baik dari pada sanda poenja orang toewa maka itoe sanda moehoen pertoeloengan toewankoe aken membales kamatian sanda poenja orang toewa, sanda kepingin toewankoe toe- loeng soepaija orang itoe kena di hoekoem jang djadi lantaran sampe sanda poenja orang toewa mati di gantoeng."
Achmed Aldanaf jang soeda tjape mentjari ketrangan dalem ini hal mendjadi terlaloe kaget djadi dia tanja pada Aslan: »Siapakah orang itoe? dan bagimana engkau bole dapet taoe ini hal?"
Lantas Aslan berkata: »Sanda dapot liat djimatnja Kalief jang ter- ilang itoe di dalem tangannja Achmed Komakom." Maka Aslan tjeritahken pada Aldanaf apa jang Komakom telah tjeritahken padanja dari Ala Eddin, sebab Komakom ada kira soenggoe soenggoe Aslan djadi anaknja Emir Chaleb.
Setelah Aldanaf dapet dengar ini hikajat maka katanja: »Anak, sekarang engkau misti djaga baik-baik biar ati ati, sabelonnja engkau lakoeken nijatmoe aken tangkep pada Komakom, maka baiklah engkau di saijang dan di soeka oleh baginda Kalief, djikaloe soeda engkau di soekai Kalief maka baroelah engkau bermoehoen kalimpahan atinja sri baginda. Dari itoelah baik engkau berboewat begini; kapan engkau liat Emir Chaleb berpakejan pakejan {{hws|kabe|kabesarann}}<noinclude>{{rh||1454}</noinclude>
8419oorrxkyjobalvtcmzbmbo53k2l1
283420
283418
2026-05-07T04:15:56Z
Zeefra
22281
283420
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Katanja Aslan: »Boekannja, djanganlah maoe bohongi sanda, sebab Ala Eddin Aboechamat itoelah sanda poenja orang toewa laki-laki.
Srenta Menoer dapet dengar ini nama di seboet anaknja maka terlaloe sanget ia berdoeka tjinta, bersakit ati sebab di ingatnja lagi soewaminja jang sanget di tjintanja.
Ianja teroes menangis sembari menanja anaknja, siapakah soeda tjerita rahasia ini padanja, sedang ia sendiri sabole bole hendak menoetoep rahasia ini djangan sampe ketahoewan orang.
Djawabnja Aslan: »Jang bilang ajanda saija pada sanda ia itoe Achmed Aldanaf." Abis Aslan tjeritaken pada iboenja apa jang telah soeda kedjadian Barang Aslan soeda abis tjeritaken halnja kapada iboenja, maka berkata si Menoer: »Bohong itoe tiada dapet di semboeniken, lama kelama-an misti kena di boeka oleh apa jang sabenarnja. Betoel anak, ajandamoe boekan orang laen ia itoe Ala Eddin Aboechamat, ada poen Emir Chaleb, walie dari kota Bahdad ini, ia itoelah engkau poenja bapa piarah sadja, dia itoelah jang soeda djaga padamoe dari ketjil, dia itoelah jang kasi peladjaran padamoe begitoe bagoes sampe sekarang ini engkau bisa djadi orang pinter."
Setelah Aslan sekarang soeda taoe tentoe siapa ajandanja jang soenggoe, maka ia lantas pegi ketemoe lagi pada Achmed Aldanaf, Barang sampe, dia lantas tjioem tangannja Achmed sambil berkata: »Sabenarnjalah apa toewankoe bitjara tadi, sanda poenja iboe sendiri soeda kasi taoe namanja sanda poenja orang toewa lelaki, ia itoe Ala Eddin Aboechamat. Sanda poen taoe djoega bahoewa toewankoe sa-orang sachbat paling baik dari pada sanda poenja orang toewa maka itoe sanda moehoen pertoeloengan toewankoe aken membales kamatian sanda poenja orang toewa, sanda kepingin toewankoe toe- loeng soepaija orang itoe kena di hoekoem jang djadi lantaran sampe sanda poenja orang toewa mati di gantoeng."
Achmed Aldanaf jang soeda tjape mentjari ketrangan dalem ini hal mendjadi terlaloe kaget djadi dia tanja pada Aslan: »Siapakah orang itoe? dan bagimana engkau bole dapet taoe ini hal?"
Lantas Aslan berkata: »Sanda dapot liat djimatnja Kalief jang ter- ilang itoe di dalem tangannja Achmed Komakom." Maka Aslan tjeritahken pada Aldanaf apa jang Komakom telah tjeritahken padanja dari Ala Eddin, sebab Komakom ada kira soenggoe soenggoe Aslan djadi anaknja Emir Chaleb.
Setelah Aldanaf dapet dengar ini hikajat maka katanja: »Anak, sekarang engkau misti djaga baik-baik biar ati ati, sabelonnja engkau lakoeken nijatmoe aken tangkep pada Komakom, maka baiklah engkau di saijang dan di soeka oleh baginda Kalief, djikaloe soeda engkau di soekai Kalief maka baroelah engkau bermoehoen kalimpahan atinja sri baginda. Dari itoelah baik engkau berboewat begini; kapan engkau liat Emir Chaleb berpakejan pakejan {{hws|kabe|kabesarann}}<noinclude>{{rh||1454}}</noinclude>
4eo3zm3rcv6s4x7z3ybdrcxkrz4t4x7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/421
104
100878
283313
281705
2026-05-07T03:33:57Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283313
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>lahirken anak laki-laki. Orang bawaken perampoewan-perampoewan itoe kapada radja dari koeliling negri, kaloe ada jang radja penoedjoe, maka ia tiada pandang harga lagi, maka laen dari harga belinja perampoc wan itoe, seringkali radja poen brilken soewatoe oepah Jagi kapada jaug dateng membawa itoe perampoewan, soepaja bule dateng terlebi banjak lagi orang membawa perampoewan, kaloe-kaloe di antara perampoewan jang di belinja itoe, ada jang bisa berpoetera sa orang anak laki-laki, Laen dari pada itoe, naka keras ia beramal, membrib dermah dan sedekah pada miskin, fakir dan jatim, tjoema aken di berkatken Allah, soepaja ia bole dapet poetera sa-orang anak laki-laki.
Sekali pada soewatoe hari, maharadja berasjawarat besar bersama-sama orang-orang pembesar negrinja, boekan, aken membitjara-in bal pemarentahan, aken tetapi boewat membitjara-in segala inoe-ilmoe kapinteran, sebagimana biasa di perhimpoeuken oleh toewa-toewanja. Sedang lagi bermasjawarat itoe, maka dateng mengadap sa-orang pembesar djaga barem radja membrih taoe, baboewa ada sa-orang soedagar dari negri-negri jang amat djaoelioja, telah sampe di benoewa Persie membawa sa-orang boedak perampoewan, maka itoe soedagar bermochoen ketemoe bitjura sama sri mabaradja.
Maka titah radja baginda biarlah orang itoe di bawa mengadap, maka di oendjoekin padanja soewatoe tempat doedoek."
Orang bawa masock pada soedagar itoe, abis ia di kasi doedoek di soewatoe tempat dari mana dia gampang bisa dapet liat bagimana maharadja beromong-omoug sama pembesar negrinja, serta poela biar dia itoe bisa dengar bitjaranja radja. Adat jang sademikian, memang di toeroet oleh radja boewat orang-orang Asing jang dateng hendak mengadep padanja, soepaja marika itoe poenja ati mendjadi senang, biasa meliat roepanja radja, dan marika itoe poen terlebi taba ati tiada goegoep, tiada takoet atawa koewatir. sebab kaloe dateng dateng sadja, maka orang jang tida biasa itoo, nistjaija terkedjoet seperti orang kesima meliat kabesaran di ampirnja radja. Demikian poela perboewatannja dengan oetoesan-oetoesan dari negri-negri laen.
Bermoela ia perdjamoeken oetoesan itoe, sembaring makan itoe bersama-sama, maka radja bitjara padanja barang sahari-hari, di tanjanja bagimana kawarasannja apa baik, bagimana ia di perdjalanannja tiada koerang apa-apa, dan laeu-laen sebaginja. Oleh perboewatanuja radja sademikian, maka orang itoe poenja ati djadi taha, senang dan dapet ia bijara dengan tiada bergoegoep.
Koetika sekalian penggawa astana semoewa pada moendoer, hingga katinggalan soedagar itoe sendirian bersama-sama radja, maka lantas soedagar itoe madjoe teroes bersoedjoed di hadapan kaki sanggasana radja laloe di poehoeukennja, aken dengar sembahnja. Setelah ia seda bango en bediri, maka bertanja sri baginda apakah benar adanja ianja bawaken sa-orang boe<noinclude>{{rh||1497}}</noinclude>
s954l3xkdux0y0fvrrjv3ustnch7lvh
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/331
104
100891
283421
281728
2026-05-07T04:17:05Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283421
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c||1001 MALAM}}</noinclude>sar-annja srenta sendjatanja, maka engkau poen bermoehoen padanja aken bole berpakejan sademikian dan anak kasi permissie padamoe boewat toeroet padanja pegi bersama-sama sri baginda. Apabila soedah engkau ada bersama-sama sekalian penggawe pengiring keradja-an maka bikinlah soepaija sri baginda bole dapet liat kagagahanmoe. Djika soeda sri baginda liat itoe dan ianja berkata padamoe: »Aslan kami ini senang sekali meliat perboewatanmoe; apa djoega engkau moehoenken pada kami nistjaija kami kaboelken!" maka baroelah engkau sembah soedjoed pada baginda laloe moehoenken padanja aken bales orang pemboenoeh ajandamoe. Sebab Kalief poen ada kira djoega Emir Chaleb sa-soenggoenja ajandamoe maka tentoe Kalief bakalan heran dan ia bakalan menjaoet bahoewa ajandamoe masih idoep. Kapan baginda Kalief berkata sademikian, baroelah engkau tjeritahken dengan teroes terang bahoewa Ala Eddin Aboechamat ia itoelah ajandamoe jang benar. aken tetapi Emir Chaleb walie negri Bagdad melaenken bapa piarah saija, Abis engkau tjeritahken dengan tjoekoep sekali apa jang telah di tjeritahken padamoe oleh Achmed Komakom. Abis engkau minta pada Kalief aken soeroeh priksa lantas pada Komakom.”
Aslan lantas bernijat menoeroet sebagimana di adjari tadi oleh Aldana laloe ia moehoen poelang ka roemahnja Emir Chaleb.
Hata maka koetika Emir Chaleb berpakejan besar dengan srentanja pake sendjatanja ia itoe bersediahken aken toeroet sri baginda pegi memariksa bala tentara maka Aslan moehoen permissie aken berpakejan djoega dan aken toeroet bersama-sama pegi liat pepriksa-an itoe. Emir Chaleb memang saijang pada Aslan seperti anaknja sendiri djadi di toeroetnja apa anak itoe moehoenken padanja. Kadoewa-doewanja pegi ka aloen-aloen di mana bala tentara itoe aken baris besar boewat di priksa Kalief. Heimat ketjil besar soeda di diriken aken djadi tempat Kalief bertedoehan bersama-sama penggawenja. Antero bala tentara soeda berbaris bersap sap.
Selamanja bala tentara itoe baris maka Aslan bediri berkoeda tiada berdjaoehan dari Emir Chaleb. Abis bala tentara itoe di priksa oleh Kalief maka Kalief adjak pembesar-pembesarnja negri aken bermaen tjatoek, ia itoe seperti orang bermaen raga maka raganja dari kajoe dan di poekoel dengan poekoelan dari kajoe. Sekalian penggawe pembesar pada toeroet maen, dan masing-masing hendak mengoendjoeki kapandejannja.
Alkaesa maka di antara orang banjak banjak itoe jang toeroet maen, maka ada djoega satoe mata mata dari moesoeh jang telah dateng menjampoer di sitoe aken hendak memboenoeh baginda Kalief. Dianja itoe ambil raga laloe di poekoelnja sakoewat koewatnja hingga melajang keras seperti peloeroe, maka dia djoedjoe betoel kepalanja baginda Kalief. Adapoen Aslan itoe tadjam matanja, ia liat segala perboewatannja orang mata mata itoe, apabila<noinclude>{{rh||1455}}</noinclude>
p24wqk5h35gy9l66zs50hwis7xeqzi7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/597
104
100892
283043
281909
2026-05-06T16:59:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>soedah mendapetin bal jang demikian. Dia lantas pegang itoe lampoe, seraija menjahoet kapada djin itoe: „Peroetkoe lapar, tjarikenlah dakoe makanan. Setelah di dengar oleh djin perkata-an Aladin itoe, maka linjaplah djin itoe, aken tetapi sakoetika lagi dateng poela ia membawa doelang perak, jang di djoendjoengnja. Maka di atas doelang perak itoe ada pinggan mangkok doewa belas bidji djoega dari pada perak, maka pinggan mangkok itoe berisi makanan dan beboewahan jang ledzat-ledzat bersama-sama ada lagi doewa bottol anggoer jang baik dengan doewa tjawan dari perak. Sekalian itoe di taronja, di sadjikennja abis djin itoepoen linjaplah poela .
Sekalian ini telah terdjadi begitoe lekas, hingga iboe Aladin tiada dapet taoe soewatoe apa dari perboewatan djin itoe. Setelah iboe Aladin sedar dari pada pangsannja, maka oleh anaknja di adjaknjalah makan, katanja: „Iboe soedalah tiada mengapa, baik bangoen makan . Makanan jang tersadji ini djanganlah kita tinggal sampe dingin.”
Iboe Aladin sanget adjaib tida berhingga meliat doelang perak bersama-sama pinggan dan mangkok dari perak dengan botol anggoer bersama-sama tjawan dari perak, semoewanja terisi makanan jang sedap dan haroem baoehnja. Maka katanja pada Aladin:
„Hei anakkoe dari manakah engkau dapet kiriman makanan dan minoeman dan beboewaban dengan serenta tempatnja jang endah-endah ini. Apakah Soeltan soedah dapet dengar dari pada ka-papa-an kita sampe dia mendjadi kasian dan mengirim barang-barang ini pada kita?
Djawabnja Aladin : „Iboe marilah kita makan doeloe, nanti sebentar kaloe kita soeda kenjang makan, baroelah sanda bilangken dari mana dateng nja kiriman makanan ini.”
Maka orang berdoewa itoe pada makan sampe kenjang betoel, dan sisah makanan masih banjak, maka sisah ini di simpan lagi boewat malem dan boewat besok. Koetika soeda abis makan, maka iboe Aladin angkat simpan makanan itoe, kamoedian ianja doedoek di bangkoe di sebelah anaknja seraija berkata: „Hei anakkoe, tjeriterakenlah sekarang bagimana datengnja makan makanan ini.” Hata, maka Aladin tjeriteraken sekalian bagimana makan-makanan itoe dateng, selagi iboe Aladin ada dalem pangsan di bawa oleh djin.
Maka iboe Aladin terlebi lagi adjaibnja mendengar kata anaknja demikian, maka katanja si iboe: „Apakah maksoed tjeritamoe? Sa-oemoer idoepkoe belon pernah akoe liat djin mana dengar tjeritanja dari kenal-kenalan dan sachbat poen belon akoe taoe. Bagimanakah bole djadi djin, jang roepanja begitoe menakoetin orang, telah menampak djoestroe di hadepankoe? Kenapa ia bitjara pada akoe, dan tida dia bitjara padamoe, sebab dia soeda kenal padamoe di lejang jang engkau tjeritaken dahoeloe, maka sahoet {{hws|anak|anak-anak}}<noinclude>{{rh||1583}}</noinclude>
l53y953r0oq9mlbyqj30f23pqfpd78t
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/333
104
100893
283422
281733
2026-05-07T04:18:03Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283422
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Aslan dapet liat raga melaijang ampir sampe kena kepalanja Kalief maka Aslan tangkis raga itoe dengan begitoe bagoes hingga itoe raga berbalik melajang kena belakangnja itoe mata mata teroes dia djato katanah.
Baginda Kalief dapet liat bahoewa ia sanget berbahaija ada poen bahaja² itoe ketolak dari sebab perboewa-annja Aslan kerna itoe bertitahla Kalief : »Orang jang telah menoeloeng kami ini nistjaija di berkatken Allah."
Lantas orang semoewa brenti maen dan sekalian pada toeroen dari koeda. Koetika semoewa soeda pada doedoek maka lantas Kalief titahken orang doerhaka itoe di bawa di hadepannja. Barang dia itoe sampe di hadepan Kalief maka njata sekali roepanja dia itoe sa-orang asing. Kalief lantas tanja padanja: »Hei apakah tela membikin engkau sampe berboewat barang jang tiada pantes ini? Apakah engkau ini sachbat, apa moesoeh."
Dengan hati tinggi maka orang itoe bernjaoet: Akoe ini moesoeh, dan apa jang akoe perboewatken tida laen tjoema aken mengambil njawahmoe."
Kalief berkata: »Mengapakah engkau hendak berboewat demikian' kaloe begitoe engkau boekannja moslim bersoenggoeh ati."
Memang akoe ini boekannja moslim seperti kamoe, aken tetapi aken ini bangsa sji-iet jang tjoema akoeken baginda Ali sendiri mendjadi Kalief di doenia."
Apabila Kalief dengar bitjaranja orang itoe sademikian maka sanget keras amarahnja hingga matanja seperti berkoenang koenang dan di sitoe djoega Kalief titahken itoe orang misti boenoehken mati. Setelah soeda maka baginda Kalief balik berkata kapada Aslan : »Anak moeda jang terpoedji apa djoega engkau kahendaki kataken sadja, sabole-bole kami kaboelken permoehoenanmoe sebab engkaulah jang membclahken djiwa kami."
Aslan laloe bersoedjoed di hadepan Kalief dengan sembahnja: »Doeli sjah alam jang termoelija, amir al moemin djikaloe bole maka patik bermoe-hoen apalah kiranja doeli sjah alam toeloeng balesken kamatian ajanda patik soepaija orang pemboenoehnja dapet di hoekoem."
Kalief Haroen al Rasjid mendjadi laloe berkata: »Apakah permoe-hoenan moe ini. Tiadakah engkau liat Emir Chaleb ada di sini dengan tiada koerang apa-apa."
Aslan laloe mendjawab: »Doeli sjah alam patik poenja orang toewa jang betoel memang boekannja Emir Chaleb, itoe ada kliroe, sebab Emir Chaleb itoe tjoema djadi patik poenja bapa piara, adapoen ajanda patik ia itoe sasoenggoenja lah Ala Eddin Aboechamat."
Setelah baginda dengar bitjaranja Aslan maka Kalief bertanja dengan marah: Hei kaloe begitoe angkau ini anaknja orang doerhaka jang berhija-nat pada radjanja sendiri?"
Aslan berdjawab dengan hormat: »Doeli sjah alam patik poenja<noinclude>{{rh||1456}}</noinclude>
i0ceib7041mg26slxwfz0pin5vdltd4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/413
104
100894
282604
281734
2026-05-06T12:47:16Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
282604
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sa-oemoer idoeppja belon taoe di indjak manoesia. Achir-achirnja hamba sampe di kota tembaga, jang di tjerita-in djin itoe. Temboknja itoe kota sanget tingginja sampe di awan idjo. Hamba ampirin kota itoe, hamba koelilingi dengan pijat, aken dapet satoe tempat djalan boewat masoek, aken tetapi pertjoema sadja, bamba tiada bisa dapet djalanan. Di itoe waktoe, maka kabetoelan soedaranja oelar poeti itoe dateng kombali, maka dia brihken pada hamba satoe pedang wacijat katanja dengan itoe pedang hamba bisa masoek ka dalem ini kota tiada orang atawa djin bisa dapet liat. Hamba ambil itoe pedang abis itoe djin linjap sampe bamba tiada ada tempo boewat bilang trima kasi.
Tida brapa lama, maka kadengaran rintjoe soewara orang, bamba berpaling kablakang, maka hamba dapet liat satoe koempoelan orang jang adjaib sekali, matanja orang-orang itoe boekannja di kepala, hanja di dadanja. Apabila marika itoe dapet liat pada hamba, marika itoe dateng dekat teroes menanja hamba siapa, dan hendak pegi kamana. Hamba saoetin sekalian
pertapja-apnja dan tjerita segala hamba poenja hal ichwal.
Orang-orang itoe laloe bilang pada bamba, baboewa soenggoelah perampoewan moeda, jang hamba tjeritabken tadi, memang ada di dalem ini kota tembaga bersama-sama itoe djin doerhaka, tetapi marika itoe tiada bisa
kasi taoe bagimana perampoewan itoe di pliarahnja, baik atawa tida. Maka marika itoe poen bilang djoega hamba djangan koewatir bagi marika itoe, sebab dia orang rajatnja soedaranja oelar poeti. Kaloe maoe masoek ka dalem ini kota, maka hamba misti pegi ka soewatoe anak soengei, hamba misti toeroet anak soengei itoe, tetapi hamba misti djalan moedik, nanti taoe-taoe soeda ada di dalem itoe kota. Ia itoelah djalan sendiri-diri tiada ada djalanan jang laen.
Hamba toeroet satoe per satoe apa katanja itoe orang-orang dan hamba dapet liat anak soedgei di pinggirpja ada djalanan ketjil. Hamba berdjalan sapandjang djalan ini sampe masoek ka dalem kota. Hamba berdjalan teroes ka pinggir tanah lapang, maka di sitoe hamba dapet liat sa-orang perampoewan berpakejan kaen toetoep moeka, lagi doedoek di atas kasoer dari bloedroe tersoelam emas. Hamba ampirin perampoowan itoe. Apabila dia dengar
soowara orang berdjalan, maka ia angkat kaen to stop moekanja, soepaja dia bisa liat siapa jang berdjalan itoe. Koetika hamba dapet liat itoe moeka, maka keliwat keras girang ati hamba, sebab ia itoelah hamba poenja isteri,
jang lagi doedoek terpekoer. Barang perampoewan itoe dapet liat sama hamba,
maka ia poen sanget terprandjat, ia berlompat sembari mendjerit, bahua sanget girang atinja. Ia polok, tjioem, gigit hamba poenja bibir sembariog menanja pada hamba siapa telah oendjoekin djalan kemari di soewatoe tempat, jang tiada dapet di datengi manoesia .<noinclude>{{rh||1493|}}</noinclude>
0amtbo2zfdj6l0wqcggdei3zi3pkjgu
282610
282604
2026-05-06T12:49:01Z
Ichahahaha
27015
282610
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sa-oemoer idoeppja belon taoe di indjak manoesia. Achir-achirnja hamba sampe di kota tembaga, jang di tjerita-in djin itoe. Temboknja itoe kota sanget tingginja sampe di awan idjo. Hamba ampirin kota itoe, hamba koelilingi dengan pijat, aken dapet satoe tempat djalan boewat masoek, aken tetapi pertjoema sadja, bamba tiada bisa dapet djalanan. Di itoe waktoe, maka kabetoelan soedaranja oelar poeti itoe dateng kombali, maka dia brihken pada hamba satoe pedang wacijat katanja dengan itoe pedang hamba bisa masoek ka dalem ini kota tiada orang atawa djin bisa dapet liat. Hamba ambil itoe pedang abis itoe djin linjap sampe bamba tiada ada tempo boewat bilang trima kasi.
Tida brapa lama, maka kadengaran rintjoe soewara orang, bamba berpaling kablakang, maka hamba dapet liat satoe koempoelan orang jang adjaib sekali, matanja orang-orang itoe boekannja di kepala, hanja di dadanja. Apabila marika itoe dapet liat pada hamba, marika itoe dateng dekat teroes menanja hamba siapa, dan hendak pegi kamana. Hamba saoetin sekalian
pertapja-apnja dan tjerita segala hamba poenja hal ichwal.
Orang-orang itoe laloe bilang pada bamba, baboewa soenggoelah perampoewan moeda, jang hamba tjeritabken tadi, memang ada di dalem ini kota tembaga bersama-sama itoe djin doerhaka, tetapi marika itoe tiada bisa
kasi taoe bagimana perampoewan itoe di pliarahnja, baik atawa tida. Maka marika itoe poen bilang djoega hamba djangan koewatir bagi marika itoe, sebab dia orang rajatnja soedaranja oelar poeti. Kaloe maoe masoek ka dalem ini kota, maka hamba misti pegi ka soewatoe anak soengei, hamba misti toeroet anak soengei itoe, tetapi hamba misti djalan moedik, nanti taoe-taoe soeda ada di dalem itoe kota. Ia itoelah djalan sendiri-diri tiada ada djalanan jang laen.
Hamba toeroet satoe per satoe apa katanja itoe orang-orang dan hamba dapet liat anak soedgei di pinggirpja ada djalanan ketjil. Hamba berdjalan sapandjang djalan ini sampe masoek ka dalem kota. Hamba berdjalan teroes ka pinggir tanah lapang, maka di sitoe hamba dapet liat sa-orang perampoewan berpakejan kaen toetoep moeka, lagi doedoek di atas kasoer dari bloedroe tersoelam emas. Hamba ampirin perampoowan itoe. Apabila dia dengar soowara orang berdjalan, maka ia angkat kaen to stop moekanja, soepaja dia bisa liat siapa jang berdjalan itoe. Koetika hamba dapet liat itoe moeka, maka keliwat keras girang ati hamba, sebab ia itoelah hamba poenja isteri, jang lagi doedoek terpekoer. Barang perampoewan itoe dapet liat sama hamba, maka ia poen sanget terprandjat, ia berlompat sembari mendjerit, bahua sanget girang atinja. Ia polok, tjioem, gigit hamba poenja bibir sembariog menanja pada hamba siapa telah oendjoekin djalan kemari di soewatoe tempat, jang tiada dapet di datengi manoesia .<noinclude>{{rh||1493|}}</noinclude>
a75pjnv9ywxyxmba6t26c36acxg7rl6
283308
282610
2026-05-07T03:30:33Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283308
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sa-oemoer idoeppja belon taoe di indjak manoesia. Achir-achirnja hamba sampe di kota tembaga, jang di tjerita-in djin itoe. Temboknja itoe kota sanget tingginja sampe di awan idjo. Hamba ampirin kota itoe, hamba koelilingi dengan pijat, aken dapet satoe tempat djalan boewat masoek, aken tetapi pertjoema sadja, bamba tiada bisa dapet djalanan. Di itoe waktoe, maka kabetoelan soedaranja oelar poeti itoe dateng kombali, maka dia brihken pada hamba satoe pedang wacijat katanja dengan itoe pedang hamba bisa masoek ka dalem ini kota tiada orang atawa djin bisa dapet liat. Hamba ambil itoe pedang abis itoe djin linjap sampe bamba tiada ada tempo boewat bilang trima kasi.
Tida brapa lama, maka kadengaran rintjoe soewara orang, bamba berpaling kablakang, maka hamba dapet liat satoe koempoelan orang jang adjaib sekali, matanja orang-orang itoe boekannja di kepala, hanja di dadanja. Apabila marika itoe dapet liat pada hamba, marika itoe dateng dekat teroes menanja hamba siapa, dan hendak pegi kamana. Hamba saoetin sekalian
pertapja-apnja dan tjerita segala hamba poenja hal ichwal.
Orang-orang itoe laloe bilang pada bamba, baboewa soenggoelah perampoewan moeda, jang hamba tjeritabken tadi, memang ada di dalem ini kota tembaga bersama-sama itoe djin doerhaka, tetapi marika itoe tiada bisa kasi taoe bagimana perampoewan itoe di pliarahnja, baik atawa tida. Maka marika itoe poen bilang djoega hamba djangan koewatir bagi marika itoe, sebab dia orang rajatnja soedaranja oelar poeti. Kaloe maoe masoek ka dalem ini kota, maka hamba misti pegi ka soewatoe anak soengei, hamba misti toeroet anak soengei itoe, tetapi hamba misti djalan moedik, nanti taoe-taoe soeda ada di dalem itoe kota. Ia itoelah djalan sendiri-diri tiada ada djalanan jang laen.
Hamba toeroet satoe per satoe apa katanja itoe orang-orang dan hamba dapet liat anak soedgei di pinggirpja ada djalanan ketjil. Hamba berdjalan sapandjang djalan ini sampe masoek ka dalem kota. Hamba berdjalan teroes ka pinggir tanah lapang, maka di sitoe hamba dapet liat sa-orang perampoewan berpakejan kaen toetoep moeka, lagi doedoek di atas kasoer dari bloedroe tersoelam emas. Hamba ampirin perampoowan itoe. Apabila dia dengar soowara orang berdjalan, maka ia angkat kaen to stop moekanja, soepaja dia bisa liat siapa jang berdjalan itoe. Koetika hamba dapet liat itoe moeka, maka keliwat keras girang ati hamba, sebab ia itoelah hamba poenja isteri, jang lagi doedoek terpekoer. Barang perampoewan itoe dapet liat sama hamba, maka ia poen sanget terprandjat, ia berlompat sembari mendjerit, bahua sanget girang atinja. Ia polok, tjioem, gigit hamba poenja bibir sembariog menanja pada hamba siapa telah oendjoekin djalan kemari di soewatoe tempat, jang tiada dapet di datengi manoesia .<noinclude>{{rh||1493|}}</noinclude>
754dkwt27e5l3g31u4t1brf76dudh7c
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/415
104
100895
283309
282164
2026-05-07T03:31:19Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283309
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Hamba kaget dan beran sampe tiada bisa hamba berkata-kata, maka kamoedian hamba poenja ati moelai sepang, baroe hamba tjeritabken segala bamba poenja hal ichwal dari bermoela-moela hamba terpisah dari isteri hamba itoe sampe sekarang. Adapoen hamba djoega kepingin taoe apa hal ich wal, djadi hamba ininta dia tjeritahkеn itoe lagi dan hamba bermoehoen akal nja, aben dapet kaloewar bersama-sama dari ini tempat.
Hata maka hamba poenja isteri berkata: »Dari sebab djin doerhaka itoe terlaloe sanget keras birahinja sama adinda, maka itoe tiada ada satoe rahasianja jang baik atawa djahat, kakanda, semoewa dia kasi tao sama adinada adinda poen dengar dari moeloetnja djin itoe sendiri, bahoewa di dekat-dekat sini ada satoe djimatnja jang paling berkoewasa dari jang laen-laen, dengan ini djimat, maka apa djoega di kahendaki nistja ija djadilah.”
Hamba lantas bertanja: »Di manakah djimat itoe di simpen.”
Djawab hamba poenja isteri: »Djimat itoe saekor boeroeng Radja wali di tjoetjoekuja dan di kakinja ada teruekir bebrapa rapal-an. Boeroeng itoe meniarap di atas itoe tiang dari batoe, aken tetapi tjiota djiwakoe djangan terlaloe brani berdekat, sebab boeroeng itoe sakti sekali, lagi koswat, kapan kakanda bisa dapet pegang itoe boeroeng, maka oekoeplah dia dengen doepa dan dedes, kaloe di bikin sademikian, maka sekalian djin pri dan mambang
pada dateng, aken menarima prentah dari kakanda.
Dengen sigrah bamba dateng ampirin itoe tiang dari batoe, maka hamba tida oesah takoet jang boeroeng itoe nanti liat sama hamba, sebab hamba ada pegang pedang wasijat itoe, jang membikin bamba tiada kaliatan oleh djin djabat.
Oleh kerna pedang wasijat ini, maka hamba dapet lawan boeroeng itoe, adapoen keras soenggoe berkelai-an ito3. Apabila hamba dapet pegang padanja, maka lantas hamba tjoba koewasanja.
Sekalian djia pri dau mambang lantas dateng bersoedjoed di hadepan hamba, aken menoenggoe prentah, maka bamba titahken marika itoe poelang lagi ka masing-masing poenja tempat, tetapi mari ka itoe semoewa misti tinggal bernanti prenta dan titah dari hamba. Hamba laloe poelang kombali ketemoe-in hamba poenja isteri, maka hamba tanja, apa dia soeka toeroet sama hamba. Dia bilang baik, maka itoe lantas hamba berdjalan lagi bersama hamba poenja isteri ka djalanan ketjil itoe jang sepandjang itoe soengei. Begitoe kita berdoewa sampe lagi di tempat orang-orang aljaib itoe, jang matanja ada di dada. Marika itoe sediahkеn boent hamba satoe binatang jang bisa beterbang, maka ia ioilab bawa kita berdoewa poelang lagi ka Balsora. Emir dari itoe negri samboet sama kita orang dengen segala soeka ati, sebab dia depetin kombali anaknja perampoewan jang di sangkanja soeda ilang.
Sasoedahpja hamba bernanti bebrapa bari lamanja, aken mengilangken<noinclude>{{rh||1494|}}</noinclude>
gxrm70l9lx6gxorsszrs26448o44ax8
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/347
104
100897
283543
281774
2026-05-07T05:44:53Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283543
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|sama|bersama-sama}} sri baginda pada bediri dari tempat doedoeknja aken membri hormat.
Sampe di dekat tangga sanggasana keradja-an maka padri perampoewan itoe berkata pada radja: »Toewan radja, apakah kami tida minta pada toewan radja aken ingat pada gredja kami kapan djoeragan kapal ini poelang membawa orang tawanan soepaja satoe doewa orang bole dateng bekerdja di gredja?”
Radja bersabda: »Engkau dateng terlaloe laat sebab dari sekalian orang tawanan, ampat poeloe soedah terboenoe, melaenken satoe sadja katinggalan, ia itoelah engkau bole bawa ka roemah.” Padri perampoewan itoe berbalik menanja pada Ala Eddin apa dia soeka maoe bekerdja atawa tida maka katanja poela kaloe ia tida maoe bekerdja maka hendak ia di soeroeh boenoeh sadja seperti teman-temannja jang laen. Ala Eddin bilang dia maoe bekerdja laloe toeroet sama itoe padri perampoewan kaloewar dari Baleiroeng tempat bermasjawarat pegi ka gredja tempat itoe padri perampoewan.
Barang sampe di pekarangan depan gredja maka Ala Eddin bertanja kapada itoe padri perampoewan pakerdja-an apa ia misti kerdja-in.
Katanja padri perampoewan: »Pagi-pagi hari engkau misti potong kajoe kering, engkau moewatin di pikoelan koeda bagal teroes engkau bawa poelang ka dapoer roemah. Alis engkau ambil segala permedani dan bantal, aken di djemoer di keboet dan di sikat, soedah itoe maka engkau tjoetji djoebin batoe marmer dan medja sembajang, kaloe semoewa soeda bersih baroe itoe permedani dan bantal-bantal di taroken kombali. Kamoedian dari pada itoe engkau tampi beras trigoe setengah karoeng, laloe engkau toemboek sampe djadi tepoeng, baroe di adonin di banting sampe naik abis engkau bakar roti ketjil-ketjil boewat sekalian padri-padri perampoewan jang ada di sini. Abis ini engkau bersihken doewa poeloe ampat batok ketan teroes engkau masak, baroe engkau isi ampat kolam dengan tiga ratoes anem poeloe djambangan batoe dengan aer ini semoewa ada di kebon. Kaloe soedah penoeh baroe engkau bikin lampoe, artinja engkau bersihken, engkau isi minjak dan sore engkau misti pasang semoewa. Soeda ini engkau ambil tiga ratoes anem poeloe mangkok. Roti itoe engkau petjah-petjah engkau masoekin di dalem itoe mangkok, baroe di isi-in kaldoe, dan satoe-satoe padri perampoewan engkau bawa-in satoe mangkok. Abis engkau bikin. {{...|9}} »La illa," berkata Ala Eddin sembaring menoetoep koeping dengan kadoewa tangannja, »djangan njonja seboetken lebi djaoe, anggoeran njonja bawa saija pegi mengadap radja lagi biar saija poenja leher di potong."
Djawabnja padri perampoewan: »Djangan takoet kapan engkau bekerdja betoel nistjaija enaklah kahidoepenmoe, tentoe engkau tiada nanti<noinclude>{{rh||1463}}</noinclude>
dqy41rw8q890j5vf36iuc91irmsjnzm
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/349
104
100900
283056
281746
2026-05-06T20:59:36Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283056
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM||}}</noinclude>menjesal teledor jang engkau ada bekerdja di sini. Aken tetapi kaloe engkau
tiada bekerdja betoel, tentoe akoe kapaksa bawa kamoe poelang kapada radja soepaija engkau bole kena di hoekoem seperti jang laen-laen.”
Ala Eddin tarik nafas pandjang seperti orang bersoesah ati sanget, ia fikirin pakerdja-annja ini terlaloe amat berat sampe itoe padri perampoewan djadi marah padanja sambil menanja apa dia maoe bekerdja atawa tida.
Djawabnja Ala Eddin: »Ja njonja, tjoba njonja pikirin sendiri, biar saija ada poenja seratoes tangan sekali poen masih koerang bagi saija akon tjoekoepken ini pakerdja-an seperti di kataken tadi oleh njonja.”
»Kenapa akoe ambil padamoe kemari kaloe boekan boewat bekerdja.” katanja padri perampoewan itoe.
Ala Eddin tiada brentinja tarik nafas pandjang pendek sampe padri perampoewan itoe djato kasian padanja. Maka katanja padri perampoewan itoe: »Hei anak, ambil bagimoe ini tоengkat tembaga pegi kaloewar pekarangan gredja, kapan engkau ketemoe walie berdjalan maka engkau tahan padanja sambil engkau berkata: »Kami titahken padamoe atas namanja gredja aken bekerdja, ambil ini lima koeda bagal, bawa dia di dalem oetan aken moewat kajoe kering.” Kaloe dia tida maoe toeroet apa prentahmoe, lekas engkau boenoeh padanja, tida oesah koewatir. Kapan engkau ketemoe ferdana manteri, tahan koedanja abis engkau kataken padanja: »Kami titahken padamoe aken bekerdja boewat gredja.” Maka ferdana manteri itoelah engkau paksa aken tampi beras trigoe dan aken toemboek tepoeng, bakar roti dan laen-laen. Barang siapa djoega jang tida maoe dengar prentahmoe, djangan takoet engkau poekoel mati sadja tida perkaranja, sebab semoewa kamilah jang tanggoeng.”
Ala Eddin ambil itoe batang toengkat tembaga, maka besokan paginja ia soeda moelai lakoeken kawadjibannja seperti katanja itoe padri perampoewan. Orang orang jang di minta toeloeng olehnja, tida satoe brani menampik atawa tida maoe, apa djoega di prentahkennja marika itoe toeroet,biar bagima berat poela
pakerdja-an itoe. Begitoe sampe toedjoe belas taoen lamanja ia tinggal berdiam di dalem itoe gredja, kerdjanja senang sekali sebab orang besar ketjil di prentahkennja aken bikin pakerdja-annja.
Hata maka pada soewatoe hari sedang ianja lagi bekerdja di dalem gredja maka dateng itoe padri perampoewan soeroeh dia pegi dari sitoe. Ala Eddin tanja padanja kemana dianja misti pegi. Djawabnja padri perampoewan: »Engkau misti kaloewar dari ini gredjı, bermalem di loewar sadja.”
Katanja Ala Eddin: »Apa sebab saija misti kaloewar dari sini?'
Djawabnja padri: »Sebab radja poenja anak perampoewan hendak djalan di sini pada ini malem, maka tiada bole ia ketemoe satoe orang di djalanannja<noinclude>{{rh||1464||}}</noinclude>
1rfhmivr2ren8i3a96j1hmb7e7fh8j6
283597
283056
2026-05-07T06:29:54Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283597
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>menjesal jang engkau ada bekerdja di sini. Aken tetapi kaloe engkau teledor tiada bekerdja betoel, tentoe akoe kapaksa bawa kamoe poelang kapada radja soepaija engkau bole kena di hoekoem seperti jang laen-laen.”
Ala Eddin tarik nafas pandjang seperti orang bersoesah ati sanget, ia fikirin pakerdja-annja ini terlaloe amat berat sampe itoe padri perampoewan djadi marah padanja sambil menanja apa dia maoe bekerdja atawa tida.
Djawabnja Ala Eddin: »Ja njonja, tjoba njonja pikirin sendiri, biar saija ada poenja seratoes tangan sekali poen masih koerang bagi saija akon tjoekoepken ini pakerdja-an seperti di kataken tadi oleh njonja.”
»Kenapa akoe ambil padamoe kemari kaloe boekan boewat bekerdja.” katanja padri perampoewan itoe.
Ala Eddin tiada brentinja tarik nafas pandjang pendek sampe padri perampoewan itoe djato kasian padanja. Maka katanja padri perampoewan itoe: »Hei anak, ambil bagimoe ini tоengkat tembaga pegi kaloewar pekarangan gredja, kapan engkau ketemoe walie berdjalan maka engkau tahan padanja sambil engkau berkata: »Kami titahken padamoe atas namanja gredja aken bekerdja, ambil ini lima koeda bagal, bawa dia di dalem oetan aken moewat kajoe kering.” Kaloe dia tida maoe toeroet apa prentahmoe, lekas engkau boenoeh padanja, tida oesah koewatir. Kapan engkau ketemoe ferdana manteri, tahan koedanja abis engkau kataken padanja: »Kami titahken padamoe aken bekerdja boewat gredja.” Maka ferdana manteri itoelah engkau paksa aken tampi beras trigoe dan aken toemboek tepoeng, bakar roti dan laen-laen. Barang siapa djoega jang tida maoe dengar prentahmoe, djangan takoet engkau poekoel mati sadja tida perkaranja, sebab semoewa kamilah jang tanggoeng.”
Ala Eddin ambil itoe batang toengkat tembaga, maka besokan paginja ia soeda moelai lakoeken kawadjibannja seperti katanja itoe padri perampoewan. Orang orang jang di minta toeloeng olehnja, tida satoe brani menampik atawa tida maoe, apa djoega di prentahkennja marika itoe toeroet, biar bagima berat poela pakerdja-an itoe. Begitoe sampe toedjoe belas taoen lamanja ia tinggal berdiam di dalem itoe gredja, kerdjanja senang sekali sebab orang besar ketjil di prentahkennja aken bikin pakerdja-annja.
Hata maka pada soewatoe hari sedang ianja lagi bekerdja di dalem gredja maka dateng itoe padri perampoewan soeroeh dia pegi dari sitoe. Ala Eddin tanja padanja kemana dianja misti pegi. Djawabnja padri perampoewan: »Engkau misti kaloewar dari ini gredja, bermalem di loewar sadja.”
Katanja Ala Eddin: »Apa sebab saija misti kaloewar dari sini?'
Djawabnja padri: »Sebab radja poenja anak perampoewan hendak djalan di sini pada ini malem, maka tiada bole ia ketemoe satoe orang di djalanannja<noinclude>{{rh||1464}}</noinclude>
f21fynmqlyxikk5menswmtinmygztiy
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/343
104
100904
283521
281773
2026-05-07T05:20:21Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283521
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Kadoewa orang itoe laloe minoem anggoer jang terlaloe enaknja. Hata maka soedagar Frantjis itoe sa-soenggoenja sa-orang djoeragan nachoda kapal dan ia menjaroe berpake pakejan soedagar tjoema aken bisa djoesta-in sama Ala Eddin. Koetika orang-orang soeda mabok sedikit maka soedagar Frantjis itoe kasi tanda padaorang djongosnja aken bawa masoek serbat jang enak, adapoen ianjamemang soeda taro-in obat tidoer di dalem mangkoknja Ala Eddin dari itoe apabila Ala Eddin kena minoem itoe serbat, maka dia lantas mengantoek teroes poeles dan njenjak sekali tidoernja.
Anak boewa kapal itoe memang soeda di adjarin lebi doeloe lantas bongkar djangkar dan pasang lajar. Angin kabetoelan bagoes dan tiada lama lagi maka kapal itoe soeda di tengah laoetan. Srenta kapal soeda di tengah laoet maka anachoda titahken orang-orangnja aken bawa Ala Eddin ka bawah kapal di mana anachoda itoe kasi dia tjioem boeboek aken bikin dia njidar lagi dari tidoernja. Koetika Ala Eddin mendoesin maka kagetnja boekan alang kepalang, ia memandang ka kanan ka kiri, ka atas ka bawah, laloe ia bertanja di mana sekarang dia ada. Djawabnja soedagar Frantjis sembari bermesem jang amat pait roepanja: »Sekaranglah engkau ada di dalem tangankoe bole akoe bikin apa akoe soeka."
Ala Eddin bertanja: »Siapakah engkau?"
Katanja soedagar itoe: »Akoe djoeragan dari ini kapal, dan akoe sengadja dateng kemari dari pelaboewan Genoewa tjoema boewat tangkep padamoe dan aken bawa padamoe bersama itoe djimat ka hadepan katjinta-an koe.
Bebrapa ari di djalan maka kapal itoe dapet liat satoe kapal dagang. Djoeragan kapal lantas titahken orang-orangnja aken beladjar menoedjoe itoe kapal dagang aken di rampasnja. Kapalnja soedagar Frantjis memang ladjoe djalannja djadi tida sebrapa lama kapal dagang jang satoenja itoe kena di soesoel. Apabila soeda ampir maka lantas di titahkennja aken menjerang. Sekalian anak boewah kapal dagang itoe misti menjerah tiada tahan kabanjakan moesoeh. Kapal dagang itoe abis di rampas dan ampat poeloe soedagar Alexandrie jang menoempang di dalem itoe kapal dagang samoewah di tangkepnja dan di ikat dan di taro di roewang bawah kapal. Soedah begitoe maka kapal dagang itoe di toendanja di bawa masoek pelaboewan Genoewa. Sabelonnja masoek pelaboewan Genoewa maka djoeragan Frantjis itoe toeroen dari kapal di soeroehnja bawa dirinja ka darat. Srenta ia sampe di darat maka ada satoe perampoewan moeda dateng ketemoe-in dia. Itoe perampoewan ada berpakei kaen toetoep moeka sahingga orang tiada bisa dapet liat moekanja. Maka itoe perampoewan bertanja pada itoe soedagar Frantjis apa djimat bersama-sama jang poenja di bawa kemari atawa tida. Soedagar Frantjis itoe menoendoeken kepalanja laloe berkata bahoewa perdjalanannja sanget {{hws|beroen|beroentoeng}}<noinclude>{{rh||1461}}</noinclude>
9i0ory73rpapup8fzgly80vt9mo1wka
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/345
104
100907
283538
281789
2026-05-07T05:35:04Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283538
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{hwe|toeng|beroentoeng}} sekali, apa djoega jang di pesan oleh perampoewan itoe dapet dianja bawa. Sa abisnja ia tjeritahken hal ichwalnja maka ia serahken djimat itoe pada itoe orang perampoewan, setelah soedah maka dia balik kombali ka kapalnja laloe teroes masoek ka dalem pelaboewan dengan membawa barang rampasannja.
Apabila radja di dalem negri itoe dapet dengar soedagar Frntjis sampe di negri maka radja lantas pegi ka pelaboewan dengan di iring oleh kawalnja, laloe bertanja pada soedagar apa dia beroentoeng atawa tida. Djawab soedagar itoe katanja: »Sanget beroentoeng sebab kami dapet rampas saboewah kapal dagang dan ada ampat poeloe orang islam kami dapet bikin tawanan."
Radja lantas titahken orang itoe dibawa kadarat. Sekalian orang-orang itoe berdjalan doewa-doewa dengan di rante, Ala Eddin di tengah. Marik itoe di bawa ka hadepan masjawarat negri.
Samentara itoe maka radja bersama itoe soedagar Frantjis sampe di astananja teroes pegi ka itoe masjawarat negri. Radja naik di atas sanggasananja dan soedagar itoe di kasinja doedoek di sebelah kanan abis baroe Emir dan pembesar negri, djendral hceloebalang peperangan berhadlir di masing-masing di tempatnja, maka radja titahken sekalian orang tawanan di bawa di hadepannja jang telah di tangkep oleh soedagar Frantjis. Satoe-satoe dateng mengadep radja. Soedagar tawanan jang pertama masoek, di tanjaken oleh radja dari mana datengnja. Apabila orang tawanan itoe bilang bahoewa ia dateng dari Alexandrie maka radja lantas kasi tanda dengan mata pada legodjo itoe lekas tabas lehernja orang itoe sampe kepalanja bergloendoengan di tanah. Begitoe di perboewatnja sama orang-orang jang laen itoe, satoe-satoenja di potong lehernja sampe ampat poeloe orang.
Jang katinggalan belon di potong lehernja ia itoe Ala Eddin sendiri. Ia dapet liat sekalian teman-temannja satoe persatoe di potong lehernja hingga ia merasa dirinja amat sedi, apa lagi barang di liatnja sekarang gilirannja aken di boenoeh maka terlebi lagi doeka tjita atinja dan ia bersembajang aken minta ampoen dosanja dari pada jang maha koewasa. Dalem atinja dia keliwat menjesal, kenapa dia misti begitoe bodo aken sampe kena di boedjoek orang."
Koetika dia di bawa ka hadepan radja maka radja bertanja dengan bengis: »Hei Moeslimin, dari manakah engkau dateng?" Djawabnja Ala Eddin: »Kami dateng dari Alexandri."
Apabila radja dengar djawabnja Ala Eddin demikian maka lekas ia bertitah pada legodjo: »Ajo, djalankenlah kawadjibanmoe." Legodjo itoe soeda angkat tangannja aken menabas lehernja Ala Eddin, adapoen satoe padri perampoewan masoek maka sekalian anggota masjawarat {{hwe|bersama-|bersama-sama}}<noinclude>{{rh||1462}}</noinclude>
34cp4n89nyka87vl0azu0a6six8yk02
283542
283538
2026-05-07T05:43:31Z
Lia Basyaiban
18670
283542
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|toeng|beroentoeng}} sekali, apa djoega jang di pesan oleh perampoewan itoe dapet dianja bawa. Sa abisnja ia tjeritahken hal ichwalnja maka ia serahken djimat itoe pada itoe orang perampoewan, setelah soedah maka dia balik kombali ka kapalnja laloe teroes masoek ka dalem pelaboewan dengan membawa barang rampasannja.
Apabila radja di dalem negri itoe dapet dengar soedagar Frntjis sampe di negri maka radja lantas pegi ka pelaboewan dengan di iring oleh kawalnja, laloe bertanja pada soedagar apa dia beroentoeng atawa tida. Djawab soedagar itoe katanja: »Sanget beroentoeng sebab kami dapet rampas saboewah kapal dagang dan ada ampat poeloe orang islam kami dapet bikin tawanan."
Radja lantas titahken orang itoe dibawa kadarat. Sekalian orang-orang itoe berdjalan doewa-doewa dengan di rante, Ala Eddin di tengah. Marik itoe di bawa ka hadepan masjawarat negri.
Samentara itoe maka radja bersama itoe soedagar Frantjis sampe di astananja teroes pegi ka itoe masjawarat negri. Radja naik di atas sanggasananja dan soedagar itoe di kasinja doedoek di sebelah kanan abis baroe Emir dan pembesar negri, djendral hceloebalang peperangan berhadlir di masing-masing di tempatnja, maka radja titahken sekalian orang tawanan di bawa di hadepannja jang telah di tangkep oleh soedagar Frantjis. Satoe-satoe dateng mengadep radja. Soedagar tawanan jang pertama masoek, di tanjaken oleh radja dari mana datengnja. Apabila orang tawanan itoe bilang bahoewa ia dateng dari Alexandrie maka radja lantas kasi tanda dengan mata pada legodjo itoe lekas tabas lehernja orang itoe sampe kepalanja bergloendoengan di tanah. Begitoe di perboewatnja sama orang-orang jang laen itoe, satoe-satoenja di potong lehernja sampe ampat poeloe orang.
Jang katinggalan belon di potong lehernja ia itoe Ala Eddin sendiri. Ia dapet liat sekalian teman-temannja satoe persatoe di potong lehernja hingga ia merasa dirinja amat sedi, apa lagi barang di liatnja sekarang gilirannja aken di boenoeh maka terlebi lagi doeka tjita atinja dan ia bersembajang aken minta ampoen dosanja dari pada jang maha koewasa. Dalem atinja dia keliwat menjesal, kenapa dia misti begitoe bodo aken sampe kena di boedjoek orang."
Koetika dia di bawa ka hadepan radja maka radja bertanja dengan bengis: »Hei Moeslimin, dari manakah engkau dateng?" Djawabnja Ala Eddin: »Kami dateng dari Alexandri."
Apabila radja dengar djawabnja Ala Eddin demikian maka lekas ia bertitah pada legodjo: »Ajo, djalankenlah kawadjibanmoe." Legodjo itoe soeda angkat tangannja aken menabas lehernja Ala Eddin, adapoen satoe padri perampoewan masoek maka sekalian anggota masjawarat {{hwe|bersama-|bersama-sama}}<noinclude>{{rh||1462}}</noinclude>
e3oe058vumoozvm15ovagu06r3738zt
283544
283542
2026-05-07T05:45:27Z
Lia Basyaiban
18670
283544
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|toeng|beroentoeng}} sekali, apa djoega jang di pesan oleh perampoewan itoe dapet dianja bawa. Sa abisnja ia tjeritahken hal ichwalnja maka ia serahken djimat itoe pada itoe orang perampoewan, setelah soedah maka dia balik kombali ka kapalnja laloe teroes masoek ka dalem pelaboewan dengan membawa barang rampasannja.
Apabila radja di dalem negri itoe dapet dengar soedagar Frntjis sampe di negri maka radja lantas pegi ka pelaboewan dengan di iring oleh kawalnja, laloe bertanja pada soedagar apa dia beroentoeng atawa tida. Djawab soedagar itoe katanja: »Sanget beroentoeng sebab kami dapet rampas saboewah kapal dagang dan ada ampat poeloe orang islam kami dapet bikin tawanan."
Radja lantas titahken orang itoe dibawa kadarat. Sekalian orang-orang itoe berdjalan doewa-doewa dengan di rante, Ala Eddin di tengah. Marik itoe di bawa ka hadepan masjawarat negri.
Samentara itoe maka radja bersama itoe soedagar Frantjis sampe di astananja teroes pegi ka itoe masjawarat negri. Radja naik di atas sanggasananja dan soedagar itoe di kasinja doedoek di sebelah kanan abis baroe Emir dan pembesar negri, djendral hceloebalang peperangan berhadlir di masing-masing di tempatnja, maka radja titahken sekalian orang tawanan di bawa di hadepannja jang telah di tangkep oleh soedagar Frantjis. Satoe-satoe dateng mengadep radja. Soedagar tawanan jang pertama masoek, di tanjaken oleh radja dari mana datengnja. Apabila orang tawanan itoe bilang bahoewa ia dateng dari Alexandrie maka radja lantas kasi tanda dengan mata pada legodjo itoe lekas tabas lehernja orang itoe sampe kepalanja bergloendoengan di tanah. Begitoe di perboewatnja sama orang-orang jang laen itoe, satoe-satoenja di potong lehernja sampe ampat poeloe orang.
Jang katinggalan belon di potong lehernja ia itoe Ala Eddin sendiri. Ia dapet liat sekalian teman-temannja satoe persatoe di potong lehernja hingga ia merasa dirinja amat sedi, apa lagi barang di liatnja sekarang gilirannja aken di boenoeh maka terlebi lagi doeka tjita atinja dan ia bersembajang aken minta ampoen dosanja dari pada jang maha koewasa. Dalem atinja dia keliwat menjesal, kenapa dia misti begitoe bodo aken sampe kena di boedjoek orang."
Koetika dia di bawa ka hadepan radja maka radja bertanja dengan bengis: »Hei Moeslimin, dari manakah engkau dateng?" Djawabnja Ala Eddin: »Kami dateng dari Alexandri."
Apabila radja dengar djawabnja Ala Eddin demikian maka lekas ia bertitah pada legodjo: »Ajo, djalankenlah kawadjibanmoe." Legodjo itoe soeda angkat tangannja aken menabas lehernja Ala Eddin, adapoen satoe padri perampoewan masoek maka sekalian anggota masjawarat {{hws|bersama-|bersama-sama}}<noinclude>{{rh||1462}}</noinclude>
rqgl7zwe1ei0om34ay56cihcheg0lf4
283545
283544
2026-05-07T05:46:01Z
Lia Basyaiban
18670
283545
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{hwe|toeng|beroentoeng}} sekali, apa djoega jang di pesan oleh perampoewan itoe dapet dianja bawa. Sa abisnja ia tjeritahken hal ichwalnja maka ia serahken djimat itoe pada itoe orang perampoewan, setelah soedah maka dia balik kombali ka kapalnja laloe teroes masoek ka dalem pelaboewan dengan membawa barang rampasannja.
Apabila radja di dalem negri itoe dapet dengar soedagar Frntjis sampe di negri maka radja lantas pegi ka pelaboewan dengan di iring oleh kawalnja, laloe bertanja pada soedagar apa dia beroentoeng atawa tida. Djawab soedagar itoe katanja: »Sanget beroentoeng sebab kami dapet rampas saboewah kapal dagang dan ada ampat poeloe orang islam kami dapet bikin tawanan."
Radja lantas titahken orang itoe dibawa kadarat. Sekalian orang-orang itoe berdjalan doewa-doewa dengan di rante, Ala Eddin di tengah. Marik itoe di bawa ka hadepan masjawarat negri.
Samentara itoe maka radja bersama itoe soedagar Frantjis sampe di astananja teroes pegi ka itoe masjawarat negri. Radja naik di atas sanggasananja dan soedagar itoe di kasinja doedoek di sebelah kanan abis baroe Emir dan pembesar negri, djendral hceloebalang peperangan berhadlir di masing-masing di tempatnja, maka radja titahken sekalian orang tawanan di bawa di hadepannja jang telah di tangkep oleh soedagar Frantjis. Satoe-satoe dateng mengadep radja. Soedagar tawanan jang pertama masoek, di tanjaken oleh radja dari mana datengnja. Apabila orang tawanan itoe bilang bahoewa ia dateng dari Alexandrie maka radja lantas kasi tanda dengan mata pada legodjo itoe lekas tabas lehernja orang itoe sampe kepalanja bergloendoengan di tanah. Begitoe di perboewatnja sama orang-orang jang laen itoe, satoe-satoenja di potong lehernja sampe ampat poeloe orang.
Jang katinggalan belon di potong lehernja ia itoe Ala Eddin sendiri. Ia dapet liat sekalian teman-temannja satoe persatoe di potong lehernja hingga ia merasa dirinja amat sedi, apa lagi barang di liatnja sekarang gilirannja aken di boenoeh maka terlebi lagi doeka tjita atinja dan ia bersembajang aken minta ampoen dosanja dari pada jang maha koewasa. Dalem atinja dia keliwat menjesal, kenapa dia misti begitoe bodo aken sampe kena di boedjoek orang."
Koetika dia di bawa ka hadepan radja maka radja bertanja dengan bengis: »Hei Moeslimin, dari manakah engkau dateng?" Djawabnja Ala Eddin: »Kami dateng dari Alexandri."
Apabila radja dengar djawabnja Ala Eddin demikian maka lekas ia bertitah pada legodjo: »Ajo, djalankenlah kawadjibanmoe." Legodjo itoe soeda angkat tangannja aken menabas lehernja Ala Eddin, adapoen satoe padri perampoewan masoek maka sekalian anggota masjawarat {{hws|bersama|bersama-sama}}<noinclude>{{rh||1462}}</noinclude>
0057l9sygktib8lg2ktz4hfatk13k4l
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/351
104
100908
283050
281781
2026-05-06T20:48:57Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
283050
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM||}}</noinclude>oleh kerna itoe maka kami kepaksa aken soeroeh kamoe pegi dari sini bermalem di loewar gredja.”
Abis bilang begitoe padri itoe pegi. Oleh kerna bitjaranja padri itoe maka Ala Eddin nendjadi birahi hendak meliat bagimana roepanja poeteri keradja-an, sampe dianja tida bole ketemoe orang di djalanan, djadi dia fikir dalem ati: »Baik kita melaga toeroet sebagimana titah padri perampoewan. Tidanja akoe nanti tinggalin ini gredja dimana akoe soeda berkerdja begitoe lama toean. Akoe maoe liat mo ekanja itoe poeteri apa bagoesnja dia poenja moeka bole mengoengkoeli perampoewan-perampoewan di negri koe?” Ala Eddin tjari tempat bersemboeni betoel di podjokan dari mana gampang dia bisa dapet liat orang masoek kaloewar.
Poeteri karadja-an itoe tiada lama dateng. Barang sampe di dalem pekarangan gredja maka ia boeka kaen toetoep moekanja. Apabila Ala Eddin dapet liat moekanja itoe poeteri maka ia tertjengang, matanja silo seperti orang meliat ka dalem ma ta-hari. Poeteri itoe di ikoet oleh sa orang perampoewan. Koetika Ala Eddin soeda memandang itoe poeteri jang terlaloe amat elok dan tjantik maka ia pandang itoe perampɔewan pengiringaja toewan poeteri. Abis dia dengar djoega toewan poeteri berkata pada itoe perampoewan: ,Bagimana sekarang Zobaida, apakah engkau moelai soeka tinggal sama kami?”
Koetika Ala Eldin dengar itoe nama Zobaida, maka dia pandang lebi keras lagi moekanja itoe perampoewan. Adoeh toewan, keliwat sanget kagetnja Ala Eddin, sebab perampoewan jang mengiring toewan poeteri, ia itoe Zobaida, isterinja Ala Eddin jang di sangkanja soeda mati begitoe lamanja. Toewan poeteri laloe ambil dindinja di serahken pada Zobaida laloe di soeroehnja maen dengan menjanji. Sembahnja Zobaida: »Toewan poeteri, saija ini tiada bisa menjanji, sabelonnja toewan poeteri kaboelken djandjinja pada saija. Djawabnja toewan poeteri: »Apakah kami djandjiken padamoe?”
Sembahnja Zobaida: »Toewan poeteri djandjiken pada saija aken saija ketemoe lagi sama saija poenja soewami Ala Eddin A boechamat jang sanget saija tjintaken.”
Kaloe begitoe soeda, djangan engkau soesah ati Zobaida, biarlah engkau girang, sebab waktoenja engkau bertemoe lagi sama soewami moe, soedah tida djaoe. Dari itoe menjanji sadja jang enak akoe mengoendjoekken kagiranganmoe jang engkau lekas bakalan dapet liat lagi soewamimoe.”
»Di manakah dia ada? Mana dianja?” Bertanja Zobaida dengan soewara orang jang soeda tiada sabaran lagi aken bernanti.
Djawabnja toewan poeteri dengan berbisik: »Dia ada di podjokan di sitoe.” Toewan poeteri memang soeda dapet liat pada Ala Eddin djadi dapet ianja bilang begitoe.<noinclude>{{rh||1465||}}</noinclude>
3lwuyjeucii4qy7r2q777k1q0n7k0ow
283606
283050
2026-05-07T06:38:02Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283606
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>oleh kerna itoe maka kami kepaksa aken soeroeh kamoe pegi dari sini bermalem di loewar gredja.”
Abis bilang begitoe padri itoe pegi. Oleh kerna bitjaranja padri itoe maka Ala Eddin nendjadi birahi hendak meliat bagimana roepanja poeteri keradja-an, sampe dianja tida bole ketemoe orang di djalanan, djadi dia fikir dalem ati: »Baik kita melaga toeroet sebagimana titah padri perampoewan. Tidanja akoe nanti tinggalin ini gredja dimana akoe soeda berkerdja begitoe lama toean. Akoe maoe liat moekanja itoe poeteri apa bagoesnja dia poenja moeka bole mengoengkoeli perampoewan-perampoewan di negri koe?” Ala Eddin tjari tempat bersemboeni betoel di podjokan dari mana gampang dia bisa dapet liat orang masoek kaloewar.
Poeteri karadja-an itoe tiada lama dateng. Barang sampe di dalem pekarangan gredja maka ia boeka kaen toetoep moekanja. Apabila Ala Eddin dapet liat moekanja itoe poeteri maka ia tertjengang, matanja silo seperti orang meliat ka dalem ma ta-hari. Poeteri itoe di ikoet oleh sa-orang perampoewan. Koetika Ala Eddin soeda memandang itoe poeteri jang terlaloe amat elok dan tjantik maka ia pandang itoe perampoewan pengiringnja toewan poeteri. Abis dia dengar djoega toewan poeteri berkata pada itoe perampoewan: »Bagimana sekarang Zobaida, apakah engkau moelai soeka tinggal sama kami?”
Koetika Ala Eldin dengar itoe nama Zobaida, maka dia pandang lebi keras lagi moekanja itoe perampoewan. Adoeh toewan, keliwat sanget kagetnja Ala Eddin, sebab perampoewan jang mengiring toewan poeteri, ia itoe Zobaida, isterinja Ala Eddin jang di sangkanja soeda mati begitoe lamanja. Toewan poeteri laloe ambil dindinja di serahken pada Zobaida laloe di soeroehnja maen dengan menjanji. Sembahnja Zobaida: »Toewan poeteri, saija ini tiada bisa menjanji, sabelonnja toewan poeteri kaboelken djandjinja pada saija. Djawabnja toewan poeteri: »Apakah kami djandjiken padamoe?”
Sembahnja Zobaida: »Toewan poeteri djandjiken pada saija aken saija ketemoe lagi sama saija poenja soewami Ala Eddin Aboechamat jang sanget saija tjintaken.”
Kaloe begitoe soeda, djangan engkau soesah ati Zobaida, biarlah engkau girang, sebab waktoenja engkau bertemoe lagi sama soewami moe, soedah tida djaoe. Dari itoe menjanji sadja jang enak akoe mengoendjoekken kagiranganmoe jang engkau lekas bakalan dapet liat lagi soewamimoe.”
»Di manakah dia ada? Mana dianja?” Bertanja Zobaida dengan soewara orang jang soeda tiada sabaran lagi aken bernanti.
Djawabnja toewan poeteri dengan berbisik: »Dia ada di podjokan di sitoe.” Toewan poeteri memang soeda dapet liat pada Ala Eddin djadi dapet ianja bilang begitoe.<noinclude>{{rh||1337}}</noinclude>
muk3ti3772tc8nbqpvjxkh5jsr9afcf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/353
104
100911
283201
281797
2026-05-07T02:15:19Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283201
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Maka berkata poela toewan poeteri: »Soewamimoe soeda dapet dengar segala tjerita moe tadi, tiada satoe perkataaan jang liwat koepingnja."
Zobaida mendjadi sanget girang koetika di dengarnja toewan poeteri bitjara sademikian, hingga ia tiada bisa tahan rindoe atinja. Dari itoe ia menjanji aken kaloewarin rasa di dalem atinja. Soewaranja itoe poen begitoe lemah lemboet, serta soewara ketjapinja begitoe merdoe, hingga Ala Eddin poenja ati seperti penoeh dan sesak bahna mengingat jang doeloe-doeloe. Ia tiada tahan lagi bediri lama-an di tempat bersemboeninja. Dengan sigrah ia melompat keloewar teroes ia pelok isterinja, Zobaida, jang terlaloe sanget di tjintanja. Setelah kadoewa orang itoe berpelokan maka moeloetnja seperti tida bisa bitjara lagi sebab masing-masing poenja ati ada penoeh barang ingatan jang doeloe-doeloe, serta kagetnja poela orang kadoewa itoe, jang soeda kira bahoewa tiada lagi bisa bertemoe satoe sama laen, telah begitoe keras sampe ampir djatoh kalenger djika toewan poeteri tida dateng pegang padanja. Dengan soewara manies toewan poeteri boedjoek orang doewa itoe aken djangan ilang semangat, aken nijat bahoewa haroes girang ati jang dia orang soeda bertemoewan lagi, toewan poeteri kasi selamat pada orang doewa itoe.
Maka Ala Eddin bersembah katanja: »Toewan poeteri jang begitoe moerah ati, menoeroet fikiran saija maka toewankoe djoega jang telah djadi lantaran sampe kita berdoewa laki isteri dapet ketemoe lagi satoe sama laen." Abis sambil memandang isterinja sendiri dengan mata jang amat berkasihan maka Ala Eddin berkata: »Aai adinda Zobaida kaloe begitoe masih idoep? Astaga, kakanda ini tiada sekali-kali bisa doega jang hati djiwanja masih bisa dapet di katemoe-inja hingga sekarang beta liat pada adinda dengan mata sendiri djoega kakanda kira ada dalem mengimpi!"
Djawabnja Zobaida dengan soewara sedih girang dan dengan lemah lemboetnja seperti madoe dengan aer soesoeh. »Kakanda, jang tertjinta, adinda ini selama-lamanja tiada brenti idoep dan tiada berkapoetoesan adinda ingat pada kakanda, darah daging adinda, lagi tiada brentinja adinda minta doa pada Allah ta Allah biar apalah kiranja kita bole lekas bertemoe kombali. Doeloe adinda di kirannja mati itoe tiada laen tjoema adinda telah di bawa lari dari pada kakanda oleh satoe djin maka adinda di bawa kemari. Mait di dalem roemah jang kakanda kiraken maitnja adinda ja itoelah djin jang menjaroe roepa adinda sembari melaga mati. Sasoedahnja kakanda koeboerken mait itoe, maka ia lantas kaloewar lagi dari koeboer teroes poelang ka tempat toewannja, ia itoe poeteri Housna Merim jang kakanda liat ini bediri di ampir adinda dan jang telah soedah toeloeng terlampau banjaknja pada kita orang.
Koetika adinda di bawa djin itoe sampe di hadepan poeteri Housna<noinclude>{{rh||1466}}</noinclude>
27palyc09imcb39m68zi0csjletkx8o
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/355
104
100912
283202
281805
2026-05-07T02:16:11Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283202
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Merim maka adinda kaget meliat toewan poeteri laloe adinda bertanja pada- nja, kenapa orang tjereeken adinda dari pada kakanda aken di bawa sampe kemarie. Maka di itoe waktoe toewan poeteri telah berkata pada adinda: Kami poenja toelisan, ia itoe kami poenja nacib memang aken djadi isterinja Ala Eddin Aboechamat, biarlah engkau djangan dingin ati aken kami djadi engkau poenja maroeh. Sebab tadi kerna koewasa ilmoe kami maka kami dapet taoe bahoewa bahaija amat besar ada ampir pada soewamimoe Ala Eddin Aboechamat serta kami tiada sekali kali berkoewasa aken mengalangi babaija itoe, adapoen bahna kami terlaloe kasian engkau djangan sampe dapet liat soewamimoe kelanggar itoe bahaija maka itoe kami telah soeroeh ambil pada moe di bawa kemari, soepaija kita berdoewa bole dapet hiboeran ati kita ber- doewa sebab kami poen berdoeka tjita sanget jang kami begitoe lama berpisahan dari pada sa-orang jang memang soedah di toelisken Allah aken djadi kami poenja soewami.”
Demikianlah katanja toewan poeteri, dari itoelah adinda tinggal bersama-sama dia sampe di ini waktoe.
Sa-abisnja Zobaida berkata sademikian maka Housna Merim berbalik pada Ala Eddin Aboechamat laloe di tanjanja apakah Ala Eddin soeka toewan poeteri itoe djadi isterinja?
Maka djawabnja Ala Eddin: ›Ja toewan poeteri bagimana bole saija ini sa-orang Islam maka toewan poeteri sa-orang serani.”
Katanja toewan poeteri: ›Kerna Allah ta-allah jang Maha moelija maka alangan itoe soeda lama ilang, sebab soeda delapan belas taoen lamanja kami masoek islam kerana igama itoelah jang paling baik adanja.”
Ala Eddin berkata: ›Saija ini kepingin poelang ka Bagdad.”
Djawabnja toewan poeteri: ›Hal ini poen memang soeda di kahendaki Allah, tiada sebrapa lama lagi maka kita orang ini bakalan toeroet seper- ti di kahendaki oleh moe Ala Eddin. Sa soedahnja kami dapet liat segala bahaija jang telah mengantjemi padamoe maka kami dapet taoe djoega bahoewa kami tiada berkoewasa aken malangin bahaija itoe, ia itoelah sebabnja mengapa kami tinggal bernanti waktoe kapan semoewa bahaija itoe soedah liat adanja. Sekarang kami bisa bilang pada moe bebrapa hal jang engkau belon taoe, adapoen engkau nistjaija giranglah kaloe memdengar tjerita itoe. Ketahoeilah oleh moe Ala Eddin, bahoewa engkau ada poenja satoe anak laki-laki delapan belas taoen oemoernja maka ianja sekarang men- doedoeki tempatmoe jang doeloe di ampirnja baginda Kalief. Segala fitenah dan chijanat jang doeloe di perboewatken padamoe soepaija engkau bole kena hoekoem, ia itoelah soeda djadi terang sekali maka Allah telah dapet oepahken orang jang salah itoe dengan hoekoeman jang pantes sekali. Orang soeda da- pet tangkep si pendjahat itoe jang soedah mentjoeri baginda Kalief poenja<noinclude>{{rh||1467}}</noinclude>
3vni9kl3ntfd3njozbplqz0113ez4ki
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/361
104
100914
283207
281856
2026-05-07T02:19:04Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283207
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>aken pegi biar dia bole sendirian sadja berdoewa anaknja. Toewan poeteri enak ati sekali jang ianja ada sendirian sama ajandanja, sabentar-bentar ia toewangin tjawan anggoer ajandanja sampe penoeh hingga lama-kelama-an baginda radja soeda tida taoe daratan lagi. Koetika radja soeda tida taoe lagi apa dia bikin, maka baroelah toewan poeteri kasi padanja minoem anggoer jang soeda di tjampoerin boeboek obat tidoer. Baroe radja abis minoem ini anggoer maka ia djato poeles keras di atas bangkoe sofa. Setelah soeda begini maka toewan poeteri lekas lari pegi ka kamar tempat semboeninja Ala Eddin laloe di tjeritakannja apa jang ia soeda bikin sama radja. Abis Ala Eddin lantas minta di anterin ka tempat baginda itoe lagi poeles. Sampe di sitoe Ala Eddin ikat tangan kakinja abis di kasi radja tjioem saroepa obat aken bikin dia djaga lagi dari tidoernja.
Koetika radja boeka mata dan ingat kombali maka sanget herannja bagimana ia bole di ikat, lagi bagimana orang jang belon taoe di liatnja ada bediri di depannja. Ala Eddin lantas berkata padanja aken sesalin radja poenja kabengis-an pada orang-orang Islam, maka tida ada laen akal bagi radja itoe aken terlepas dari pada dosa melaenken dianja sekarang djoega misti masoek Islam.
Baginda radja tiada maoe sekali malahan dia tjela igama Islam. Srenta Ala Eddin dengar nabinja di tjela oleh radja itoe maka Ala Eddin tida bisa tahan lama-an nafsoe marahnja. Ia tjaboet sekinnja laloe di tikemnja radja poenja dada djoestroe kena atinja maka lantas mati.
Abis Ala Eddin berboewat begitoe maka lantas ia toelis satoe soerat. Di dalem soerat itoe dia tjeritahken dengan pendek apa jang telah kedjadian dan mengapa radja haroes di hoekoem sedemikian dari sebab sanget bengisnja. Itoe soerat tiada di toetoep di taro sadja. Soeda begitoe Ala Eddin balik kombali ka kamarnja toewan poeteri. Samantara itoe kedjadian di dalem astana, maka toewan poeteri Housna Merim singkirin segala emas intan dan oeang harta banda radja, ia telah di bantoe oleh Zobaida, maka toewan poeteri soeda tida ingat laen tjoema maoe lari sadja. Koetika Ala Eddin sampe di tempatnja toewan poeteri maka toewan poeteri lantas adjak dia naik di atas roemah, (1) Abis toewan poeteri ambil batoe djimatnja dan dia oendjoekin pada Ala Eddin pinggir batoe djimat itoe jang ada tergambar satoe bangkoe sofa; soedah begitoe toewan poeteri sapoe pinggir itoe batoe dengan djari maka dengan sigrah djoega kaloewar satoe bangkoe sofa jang endah-endah.
Srenta bangkoe itoe dateng maka toewan poeteri doedoek di tengah
<hr style="width: 15%; margin-left: 0; margin-top: 2em; margin-bottom: 0.5em;" />
<b>
(1) Oewoengan roemah-roemah jang di bikin menoeroet model arab tiada seperti di tanah India roepanja, padahal oewoengan itoe rata seperti djoega dasar roemah djadi kaloe terang boelan atawa kaloe kepingin makan angin maka bole dia doedoek di atas roemahnja dengan senang ati; ada pot kembang dan laen-laen perhiasan.
</b><noinclude>{{rh||1470}}</noinclude>
gijsynelzbr42m6jq3whfncau5yfwq5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/463
104
100920
283369
282043
2026-05-07T03:56:42Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283369
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>dan dia bisa djoega idoep di dalem aer. Sekaraug iui kapan djoega dia maoe bole dia masoek ka dalem laoet aken liat negri-negri di sana.
Abis bitjara sademikian, maka radja Saleh serabken lagi anak itoe kapada baboenja, dan ia kaloewarken satoe peti ketjil dari kantong badjoenja. Itoe peti ketjil telah di ambiloja dari astana di dalem laoet, koetika ia poelang tadi. Ianja boeka itoe peti, maka kaliatan penoeh dengan intan, ada tiga ratoes jang sabesar-besarnja telor boeroeng merpati, sedemikian poen banjaknja batoe merah jang besar-besar dan batang batang batoe djambroet jang pandjangnja setengah kaki, lagi ada tiga poeloe kaloeng moetiara, satoe satoenja ada sepoeloe moetiara. Ini semoewa di persembabkennja pada radja Persie sambil berkata: »Doeli sjab alam, koetika kami di panggil oleh kami poenja soedara, maka kami tiada taoe di mana ianja berdiam, tiada sekali kami dvega, bahoewa ia djadi permeisoeri radja jang begitoe berkoewasa dan besar karadja-andja, oleh kerpa itoe, maka kami ini dateng dengan tangan kosong Hata, maka bahna kami hendak mengoendjoeken kami poenja bales triunah kasi pada doeli sjah alam, dari itoe kami bermoeboen pada toewankoe biar apakah kiranja doeli toewankoe trimabken ini persembahan kami jang ketjil sadja.
Wah; radja Persie tertjengang meliat barang begitoe bagoes dan begitoe mahal, maka katanja: Astaga, apakah persembahan ini toewan kataken ketjil sadja, sedang harganja ampir tiada tepermanai, itoekah toewan nama-in sedikit pembales trimah kasi toewau boewat kabaikan dan tjinta kami pada Gulnare. Soenggoe kami bilang lagi sekali, kaloe ada orang jang wadjib bilang trima kasinja, maka kamilah haroes mengotjap soekoer, mengangkat sepoeloe djari pada Allah ta- alla, aken mengoendjoekin kagirangan kami, baboewa toewankoe sa-ka-oem kaloewarga ridlaken kami beristeri sama Gulnare. Maka pada isterinja sri baginda maharadja demikian katanja: »Adinda jang tertjinta, kami ini sanget maloe meliat persembahan adinda poenja soe dara radja Saleh, maka kami poen keras maloe djoega, aken bribken padanja soewatoe pembales, barangkali ianju nanti djadi goesar, kerna itoelah adinda jang djadi gantinja kami aken mengoendjoek kagirangan dan kasenangan kami."
Djawabnja radja Saleh: »Kami tiada mendjadi heran jang doeli sjah alam kira sekalian persembaban kami begitoe besar harganja, sebab memang di darat tiada ada batoe permata sabegitoe bagoes-bagoes dan begitoe banjak, aken tetapi kaloe toewan taoe, bahoewa tempat-tempat di mana barang-barang itoe ada telah di ketahoeinja semoewa oleh kami, maka toewankoe tentoe tiada beran lagi bagimana gampangoja kami bisa koempoelken semoewa barang
barang itoe. Lagi kita orang minta pada doeli sjah alam, djanganlab doeli toewankoe tolak kami poenja persembahan. Djadi maoe tida maoe, radja ke<noinclude>{{rh||1518}}</noinclude>
31fkrxo6mia46f50y0vzag30q3aavb5
283370
283369
2026-05-07T03:57:08Z
Zeefra
22281
283370
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>dan dia bisa djoega idoep di dalem aer. Sekaraug iui kapan djoega dia maoe bole dia masoek ka dalem laoet aken liat negri-negri di sana.
Abis bitjara sademikian, maka radja Saleh serabken lagi anak itoe kapada baboenja, dan ia kaloewarken satoe peti ketjil dari kantong badjoenja. Itoe peti ketjil telah di ambiloja dari astana di dalem laoet, koetika ia poelang tadi. Ianja boeka itoe peti, maka kaliatan penoeh dengan intan, ada tiga ratoes jang sabesar-besarnja telor boeroeng merpati, sedemikian poen banjaknja batoe merah jang besar-besar dan batang batang batoe djambroet jang pandjangnja setengah kaki, lagi ada tiga poeloe kaloeng moetiara, satoe satoenja ada sepoeloe moetiara. Ini semoewa di persembabkennja pada radja Persie sambil berkata: »Doeli sjab alam, koetika kami di panggil oleh kami poenja soedara, maka kami tiada taoe di mana ianja berdiam, tiada sekali kami dvega, bahoewa ia djadi permeisoeri radja jang begitoe berkoewasa dan besar karadja-andja, oleh kerpa itoe, maka kami ini dateng dengan tangan kosong Hata, maka bahna kami hendak mengoendjoeken kami poenja bales triunah kasi pada doeli sjah alam, dari itoe kami bermoeboen pada toewankoe biar apakah kiranja doeli toewankoe trimabken ini persembahan kami jang ketjil sadja.
Wah; radja Persie tertjengang meliat barang begitoe bagoes dan begitoe mahal, maka katanja: Astaga, apakah persembahan ini toewan kataken ketjil sadja, sedang harganja ampir tiada tepermanai, itoekah toewan nama-in sedikit pembales trimah kasi toewau boewat kabaikan dan tjinta kami pada Gulnare. Soenggoe kami bilang lagi sekali, kaloe ada orang jang wadjib bilang trima kasinja, maka kamilah haroes mengotjap soekoer, mengangkat sepoeloe djari pada Allah ta- alla, aken mengoendjoekin kagirangan kami, baboewa toewankoe sa-ka-oem kaloewarga ridlaken kami beristeri sama Gulnare. Maka pada isterinja sri baginda maharadja demikian katanja: »Adinda jang tertjinta, kami ini sanget maloe meliat persembahan adinda poenja soe dara radja Saleh, maka kami poen keras maloe djoega, aken bribken padanja soewatoe pembales, barangkali ianju nanti djadi goesar, kerna itoelah adinda jang djadi gantinja kami aken mengoendjoek kagirangan dan kasenangan kami."
Djawabnja radja Saleh: »Kami tiada mendjadi heran jang doeli sjah alam kira sekalian persembaban kami begitoe besar harganja, sebab memang di darat tiada ada batoe permata sabegitoe bagoes-bagoes dan begitoe banjak, aken tetapi kaloe toewan taoe, bahoewa tempat-tempat di mana barang-barang itoe ada telah di ketahoeinja semoewa oleh kami, maka toewankoe tentoe tiada beran lagi bagimana gampangoja kami bisa koempoelken semoewa barang barang itoe. Lagi kita orang minta pada doeli sjah alam, djanganlab doeli toewankoe tolak kami poenja persembahan. Djadi maoe tida maoe, radja ke<noinclude>{{rh||1518}}</noinclude>
7mfhqj59qvjwcp4pomfqrzhp1qc5f1x
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/225
104
100925
283482
281893
2026-05-07T04:48:42Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283482
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>HIKAJAT</center>
<center>ALA-BODIN ABOUCHAMAT</center></noinclude>Sabermoela maka di tjeriteraken di benoewa Metsir adalah sa-orang soedagar, Schemseddin namanja. Dagang besar serta ia sanget di pertjaija orang dari sebab bole di tentoe-in apa djandjinja. Janja sa-orang hartawan, boedaknja laki-laki dan perampoewan ampir tida terbilang dan orang sida-sida jang bekerdja di roemahnja poen banjak; kerna itoelah maka ia djadi soedagar jang paling pernama di kota Kairo dan iapoen telah di akoeken kepalanja dari pada sekalian soedagar-soedagar di itoe tempat.
Schemseddin ada poenja isteri jang sanget di tjintanja serta isterinja itoepoen djoega saijang padanja. Aken tetapi maskipoen koedoewa itoe soeda berlaki isteri doewa poeloe taon lamanja, maka tiada djoega beroleh poetera barang saorang.
Hal inilah sering membikin dia djadi masgoel, dan kadang-kadang di dalem atinja ia kasi salah isterinja jang ia tiada berpoetera, aken tetapi tjoema di dalem ati sadja, ia tiada nanti keloewarin satoe perkata-an dari barang apa jang di ingatnja itoe, belon pernah ia sesalin isterinja.
Hata maka pada soewatoe hari ia doedoek di dalem kedeinja, serta meliat kaloewar di mana kabetoelan anak-anak tetangganja lagi bermaen maen. Apabila di liatnja anak-anak begini rame maka ia merasa sakit ati terlebi keras poela jang ia tiada ada poenja anak hingga ia seperti bentji sama isterinja.
Itoe hari betoel hari Djoemabat. Schemseddin pegi mandi aken ambil aer sembajang, abis mandi ia soeroeh doepahkеn dirinja laloe dia soeroe tjoekoer kepalanja, serta tjabangnja ia soeroe sisir dan keramasin dengan baoe baoe-an, ia itoe sebagimana adat biasanja orang moslimin, Sedang ia lagi ditjoekoer oleh toekang tjoekoernja maka ia pandang moekanja di dalem katja abis ia menjeboet: »La-illa ha illa lah wa Moehamad rasoel allah," sebab ia liat tjambangnja soeda moelai beroeban, maka njatalah ia soeda djadi toewa, abis tiada mempoenjai anak. Kerna itoe ia boeat pikiran sanget.
Isterinja memang taoe kapan soewaminja biasa poelang, djadi ia berijas djoega. Ia poen mandi, serta memake beba-oewan jang haroem, dengan berpake pakejan jang endah-endah tjoema aken samboet dateng soewaminja.<noinclude>{{rh||1404}}</noinclude>
8im6pro8cw3daznvz6idv05a61w9wo7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/363
104
100926
283209
281874
2026-05-07T02:20:10Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283209
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>dan di kanan kirinja ianja soeroeh Zobaida doedoek bersama Ala Eddin. Barang marika itoe soeda doedoek maka toewan poeteri berkata: Kerna koewasanja toelisan di atas djimat ini maka akoe ini mengahendaki ini bangkoe ber- terbang naik ka oedara!"
Baroe abis di kataken sademikian oleh toewan poeteri maka itoe bangkoe lantas berterbang melaijang seperti angin lekasnja meliwat-in parang dan djoerang. Setelah toewan poeteri kaloewar-in lagi djimatnja, abis pinggir ba- toe jang ada teroekir bangkoe sofa itoe di hadepken ka tanah sedang pinggir- pinggir jang laen di hadepken ka langit, maka bangkoe itoe toeroen lagi ka boemi. Soedah sampe di boemi maka toewan poeteri oesap lagi pinggir djimat itoe jang ada gambarnja satoe tenda cheimat; baroe abis di oesapnja dengan djari maka kaloewar poela tenda cheimat jang amat endah-endah, di sitoelah marika itoe doedoek.
Lapang tempat sekalian marika itoe brenti, roepanja seperti oetan balantara tiada ada aer barang saketes Kerna itoe toewan poeteri balik poela pinggir-pinggir djimat itoe di hadepken ka langit maka pinggir jang kalima di hadepken ka tanah itoe pinggir ada tergambar seperti satoe pantjoran. Apabila pinggir itoe terhadep boemi, maka lantas kaloewar mata aer dengan aernja jang amat sedjoek. Sa abisnja marika itoe bertiga mandi aken membikin segar badan maka dia orang bersembajang.
Kamoedian toewan poeteri gosok pinggir djimat itoe jang ada medja di hadepannja. Tida sebrapa lama maka medja itoe dateng dengan lengkap segala roepa makan dan minoeman jang enak. Katiga orang memang lapar djadi senanglah marika itoe makan dan minoen, sembaring membitjaraken peroentoengan jang sigrah nanti dateng.
Hata maka di tjeritahken anak radja barang sampe di dalem bilik ajandanja terlaloe sanget kagetnja, sebab di liatnja baginda radja mati terletak di djoebin mandi darah. Ia ampiri mait itoe maka dapet di liatnja kertas toelisannja Ala Eddin laloe di batjanja dengan sigrah. Setelah abis di batjanja itoe soerat maka terlaloe keras marahnja. Ia teroes pegi tjari soedaranja di dalem biliknja ia itoe poeteri Housna Merim adapoen toewan poeteri itoe tida ada, dari sitoe ianja lekas pegi ka gredja aken tanja ketrangan dari pada itoe padri perampoewan tetapi itoe padri perampoewan poen tida taoe satoe apa dari toewan poeteri.
Barang ia tiada dapet katerangan satoe apa dari pada soedaranja maka ia djadi terlaloe sedi, ia poelang lagi ka dalem astana laloe ia tanja sekalian dajang-dajang dan binti serta boedak-boedak dari toewan poeteri. Hata maka sa-orang boedak perampoewan kataken bahoewa ia dapet liat sa-orang asing kaloewar dari biliknja toewan radja, abis ada lagi sa-orang laen bilang bahoewa dia dapet liat toewan poeteri bersama-sama sa-orang perampoewan dengan</p><noinclude>{{rh||1471}}</noinclude>
jxfsdl0zfyyy49f9sfrhih2wb9l34mk
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/365
104
100928
283213
282023
2026-05-07T02:21:58Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283213
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>lagi satoe orang lelaki doedoek di bangkoe di atas roemah maka tida brapa lama lagi itoe bangkoe terbang melajang ka oedara. Koetika boedak perampoewan itoe abis tjeritaken dianja demikian itoe dan oendjoeken djoega djoeroesannja kamana bangkoe itoe berterbang, maka keraslah di doega oleh anak radja itoe bahoewa laki-laki jang ada bersama-sama soedaranja di bangkoe, ia itoelah pemboenoeh ajandanja.
Samantara itoe ia kasi taoe pada sekalian isi negri bahoewa radja telah mati di boenoeh, hingga sekalian anak negri mendjadi kaget dan heran. Setelah soedah maka pangeran itoe poen dengan sigra perhimpoenken sekalian emir dan wasir, hoeloebalang dan laksamana bersama-sama balatentarannja. Dengan soewara jang amat sedih toewan pangeran tjeritalken hal jang baroe kedjadian ini, abis di titahkennja sekalian berkoeda aken menjoesoel orang katiga itoe jang soeda minggat. Toewan pangeran berdjalan di moeka maka djalannja begitoe lekas hingga tida sebrapa lama lagi ia sampe di parang tempat Ala Eddin sedang lagi berdiam bersenang-senang ati.
Kabetoelan poeteri Housna Merim angkat matanja maka di liatnja dari djaoe ada seperti mega aboe, dan tida sebrapa lama ia kenalin soedaranja di ikoeti oleh bebrapa banjak laskar berkoeda, marika itoe pada berseroeh dengan njata kadengeran: »Ati-ati kamoe sekalian doerhaka, ini sekali tiada lah engkau terlepas lagi."
Poeteri Housna Merim laloe bertanja pada Ala Eddin apa ia sanggoep melawan orang moesoeh begitoe banjak?
Djawabnja Ala Eddin: »Ja, toewan poeteri, saija ini sa-oemoer idoep belon perna berperang, lagi poen kendati bagimana gagah brani saija nistjaija saija tiada sanggoep melawan moesoeh begitoe banjak."
Barang toewan poeteri dengar ini bitjaranja Ala Eddin, maka poeteri itoe lantas oesapken dengan djari pada pinggir batoe djimat jang ada teroekoer seperti orang-orang berkoeda. Apabila soeda di oesapnja maka lantas terbit bebrapa banjak laskar berdoeka. Satoe orang laskar itoe ada membawa sa-ekor koeda toenggang boewat toewan poeteri, abis lagi satoe orang bawa-in padanja sendjata peperangan jang lengkap.
Toewan poeteri Housna Merim lantas madjoe di moeka bersama-sama laskarnja laloe menjerang dengan keras bala tentara soedaranja dan tida lama maka abis berlari-larian sekalian laskar pangeran itoe.
Koetika moesoeh soeda ilang dan tiada ada koewatir lagi marika itoe nanti balik kombali, maka toewan poeteri tanja pada Ala Eddin apa jang di kahendakinja sekarang ini. Dari sebab Ala Eddin berkata ia hendak pegi doeloe ka Alexandrie di mana ada tokonja maka katiga orang itoe doedoek lagi di atas bangkoe laloe berterbang melaijang menoedjoe Alexandrie sampe di mana soewatoe gowa di ampirnja Alexandrie maka itoe bangkoe brenti<noinclude>{{rh||1472}}</noinclude>
k78fsnzr3oslyb4ox2l2ykn7ep4vpfz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/227
104
100929
283577
282168
2026-05-07T06:16:37Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283577
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Setelah soewaminja dateng, maka si isteri itoepoen lantas ampirin dia kasi tabe sambil membilang selamat dateng. Adapoen Schemseddin sahoetin tabe isterinja itoe dengan ati bentji seraija berkata bahoewa tiada perloe ia pada pembrihan selamat itoe.
Belon pernah isterinja dengar soewaminja begitoe dingin ati, dari itoe ia kaget hingga ia rasa lebi baik aken berdiam sadja doeloe. Janja soeroe angkat makanan aken disediahkеn laloe mengadjak soewaminja doedoek makan. Maka Schemseddin berkata: »Akoe tida maoe maken dan sembari berkata begitoe, ia tendang medja tempat makan jang penoeh dengan makanan.”
Djawab isterinja. »Mengapakah engkau tiada maoe makan, serta apakah membikin angkau begitoe tida enak ati?”
Schemseddin menjaoet dengen asran: »Engkau sendiri jang djadi sebab.
»Tadi pagi koetika akoe boeka kedei, maka akoe liat tetangga koe semoewa soedagar di hoeboengi oleh anak-anaknja, setelah akoe liat itoe maka akoe berpikir dalem ati: »Ach akoe soenggoe bodo sekali, kenapa kah akoe djangdjiken pada isterikoe di hari kawin, bahoewa akoe tiada nanti ambil isteri laen, akoe tiada nanti ambil boedak perampoewan atawa bini moeda.” Isterinja saoetin padanja maka dari sebab djawabnja isterinja itoe ia djadi begitoe marah hingga ia tinggalin roemahnja itoe malem-malem djoega laloe ia pegi bermaleman di loewar. Tetapi besokan paginja ia poelang kombali dengen sanget berdoeka tjita atinja jang ia soeda bikin begitoe sama isterinja maka isterinja poen menjesel djoega jang ia saoetin soewaminja begitoe pedis. Dari itoe waktoe kadoewa laki isteri hidoep manis lagi.
Alkaisah maka tiada sebrapa lamanja kamoedian. maka isterinja itoe dateng bisikin pada Schemseddin hingga ia ini djadi terlaloe amat girang dan di pelok di tjioem isterinja itoe, sambari memandang badannja si isteri.
Maka sebenar-benarnja koetika sampe waktoe isterinja Schemseddin bersalin melahirken saorang poetra laki-laki. Doekoen anak itoe tida brenti menjeboetken namanja Mohamad dan Ali di koepingnja anak itoe soepaija djaoe sawannja. abis ia kasi iboenja aken di kasi minoem soesoel.
Doekoen itoe laloe sediah-in aer obatnja jang misti di minoem di toedjoe harinja maka di itoe hari jang katoedjoe poen ia sebar-in garem boewat itoe anaknja (1)
{{rule|5em|}}
<small> (1) Di roema-roemanja orang bangsawn kaloe ada anak baroe di lahirken, maka biasalah orang panggil orang toekang njanji aken menjenangkan atinja perampoewan-perampoewan, dan sachbatande jang dateng tengok-in iboe jang beranak itoe. Lagi ada djoega jang panggil orang toekang maen seroeni, bangsing, dindie,ketjapi dan gamboes aken biken rame-rame di tempat itoe kadang-kadangpoen orang-orang toekang batja kor-an di panggil aken membatja kisah. Di itoe waktoe maka itoe anak di pake-in bagoes-bagoes di serahken oleh doekoen kapada iboenja aken di pangkoe katanja di sengadja di perboe-</small><noinclude>{{rh||1405|}}</noinclude>
1kzrc31l05yk68flpj7s9n2l6nhru58
283579
283577
2026-05-07T06:17:55Z
Ichahahaha
27015
283579
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Setelah soewaminja dateng, maka si isteri itoepoen lantas ampirin dia kasi tabe sambil membilang selamat dateng. Adapoen Schemseddin sahoetin tabe isterinja itoe dengan ati bentji seraija berkata bahoewa tiada perloe ia pada pembrihan selamat itoe.
Belon pernah isterinja dengar soewaminja begitoe dingin ati, dari itoe ia kaget hingga ia rasa lebi baik aken berdiam sadja doeloe. Janja soeroe angkat makanan aken disediahkеn laloe mengadjak soewaminja doedoek makan. Maka Schemseddin berkata: »Akoe tida maoe maken dan sembari berkata begitoe, ia tendang medja tempat makan jang penoeh dengan makanan.”
Djawab isterinja. »Mengapakah engkau tiada maoe makan, serta apakah membikin angkau begitoe tida enak ati?”
Schemseddin menjaoet dengen asran: »Engkau sendiri jang djadi sebab.
»Tadi pagi koetika akoe boeka kedei, maka akoe liat tetangga koe semoewa soedagar di hoeboengi oleh anak-anaknja, setelah akoe liat itoe maka akoe berpikir dalem ati: »Ach akoe soenggoe bodo sekali, kenapa kah akoe djangdjiken pada isterikoe di hari kawin, bahoewa akoe tiada nanti ambil isteri laen, akoe tiada nanti ambil boedak perampoewan atawa bini moeda.” Isterinja saoetin padanja maka dari sebab djawabnja isterinja itoe ia djadi begitoe marah hingga ia tinggalin roemahnja itoe malem-malem djoega laloe ia pegi bermaleman di loewar. Tetapi besokan paginja ia poelang kombali dengen sanget berdoeka tjita atinja jang ia soeda bikin begitoe sama isterinja maka isterinja poen menjesel djoega jang ia saoetin soewaminja begitoe pedis. Dari itoe waktoe kadoewa laki isteri hidoep manis lagi.
Alkaisah maka tiada sebrapa lamanja kamoedian. maka isterinja itoe dateng bisikin pada Schemseddin hingga ia ini djadi terlaloe amat girang dan di pelok di tjioem isterinja itoe, sambari memandang badannja si isteri.
Maka sebenar-benarnja koetika sampe waktoe isterinja Schemseddin bersalin melahirken saorang poetra laki-laki. Doekoen anak itoe tida brenti menjeboetken namanja Mohamad dan Ali di koepingnja anak itoe soepaija djaoe sawannja. abis ia kasi iboenja aken di kasi minoem soesoel.
Doekoen itoe laloe sediah-in aer obatnja jang misti di minoem di toedjoe harinja maka di itoe hari jang katoedjoe poen ia sebar-in garem boewat itoe anaknja (1)
——————————
<small> (1) Di roema-roemanja orang bangsawn kaloe ada anak baroe di lahirken, maka biasalah orang panggil orang toekang njanji aken menjenangkan atinja perampoewan-perampoewan, dan sachbatande jang dateng tengok-in iboe jang beranak itoe. Lagi ada djoega jang panggil orang toekang maen seroeni, bangsing, dindie,ketjapi dan gamboes aken biken rame-rame di tempat itoe kadang-kadangpoen orang-orang toekang batja kor-an di panggil aken membatja kisah. Di itoe waktoe maka itoe anak di pake-in bagoes-bagoes di serahken oleh doekoen kapada iboenja aken di pangkoe katanja di sengadja di perboe-</small><noinclude>{{rh||1405|}}</noinclude>
bcijoqn7t67d2e4hf0qewiafgfk3prh
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/229
104
100930
283583
281948
2026-05-07T06:19:29Z
Ichahahaha
27015
283583
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Schemseddin kasi selamat isteriuja abis di tanja padanja: »Manakal anoegrahannja Allah jang di anocgrabken pada kita?” Hata maka isterinja oeudjoekin padanja satoe anak jang bagoes segar dan elok sekali parasnja. Oemoernja itoe anak baroe tjoedjoe ari, aken tetapi siapa jang liat itoe anak tentoe kira oemoernja soedal satoe taon.
Si soedagar liat anakuja seperti boelan ka ampat belas malem bertjahija ilang goemilang berkilau-kilauwan serta moekanja ada andeng andengnja.
Maka ia bertanja pada isterinja apakah namanja ini anak, abis djawab si isteri: »Tjoba ia anak perampoewan tentoe kamilah jang kasi nama, tetapi ia ini anak laki-laki djadi ajandanja djoega jang misti kasi nama padanja.”
Di itoe waktoe memang biasa anak-anak di kasi nama menoeroet alamat atawa tanda apa-apa jang kaliatan di hari lahirnja. Koetika Schemseddin balik bertauja sachbat-sachbatnja, maka marika itoe adjar-in padanja aken nama in anakuja Ala Eddin.” Si soedagar toeroet sebagimana bitjara sobat-sobatnja, ia pegi ketemoein lagi isterinja laloe ia berkata; »Kita poenja anak baik di nama-in Ala Eddin Abouchamat.
Ia serahken anak itoe pada inaug pengasohuja dan di pesannja aken djaga baik-baik anak itoe djangan sampe koerang apa-apa. Itoe anak dalem doewa taon soedah djadi begitoe koewat sampe ia koewat djalau sebab banjak soesoeh jang di minoemuja.
Semangkin itoe auak djadi besar, semangkin keras lagi koewatirnja ajandanja djangan anaknja barangkali nanti dapet tjilaka, paling di takoetnja
———————————
wat demikian aken biasa-in anak ketjil itoe pada boenji-boenji-an. Sering kali poen orang ambil loempang tembaga aken di poekoel dengen anak loempangnja soepaja soewaranja kadengeran oleh itoe anak. Kapan soeda maka itoe anak di taro di dalem krandjang laloe di gontjang, katanja baik boewat peroetnja anak. Kapan soeda maka itoe anak di bawa di dalem satoe-satoe kamar dari harem dengen di iring oleh perampoewan-perampoewan dan anak-anak masing-masing memegang lilin di tangan Sembaring djalan maka si doekoen mengamboer-in garem dengen kembang atawa garem sendiri jang selamanja di taro di bawah bantalnja itoe anak. Sembari menjebar itoe maka sidoekoen menjeboet: "Biar garem ini kena matanja barang siapa tiada pertjaija nabi sala lahoe alaihi asalam.
Kapan soedah begini maka itoe anak di taro di atas kasoer ketjil jang endah-endah laloe di oendjoekin pada sekalian perampoewan-perampoewan maka ini perampoewan masing-masing taro satoe sapoetangan jang oedjoengnja satoe terboentel I oewang emas, di atas kepala anak itoe atawa di sebelahaja. Dari ini cewang emas maka di bikin barang pakean peribasan anak itoe. Djoega biasanja kaloe orang briken setangan itoe maka orang briken djoega oepah pada si doekoen. Satoe malem di hadepannja malem jang ketoedjoe itoe maka si doekoen gantoengin 1 botol terisi aer di djoestoe kepala tidoernja anak itoe; botolnja poenja leher di iket-in sotangan soelaman. Ini aertah di briken se- dikit oleh doekoen kepada perampoewan-perampoewan jang kasiken itoe setangan sama oe- wang emas. Malemaja baroe soewaminja bikin rame-ramejan boewat sahbat andenja.<noinclude>{{rh||1406|}}</noinclude>
dy93uwjjkt8onvgmovemw6396yr1x6k
283587
283583
2026-05-07T06:20:34Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283587
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Schemseddin kasi selamat isteriuja abis di tanja padanja: »Manakah anoegrahannja Allah jang di anocgrabken pada kita?” Hata maka isterinja oeudjoekin padanja satoe anak jang bagoes segar dan elok sekali parasnja. Oemoernja itoe anak baroe tjoedjoe ari, aken tetapi siapa jang liat itoe anak tentoe kira oemoernja soedal satoe taon.
Si soedagar liat anakuja seperti boelan ka ampat belas malem bertjahija ilang goemilang berkilau-kilauwan serta moekanja ada andeng andengnja.
Maka ia bertanja pada isterinja apakah namanja ini anak, abis djawab si isteri: »Tjoba ia anak perampoewan tentoe kamilah jang kasi nama, tetapi ia ini anak laki-laki djadi ajandanja djoega jang misti kasi nama padanja.”
Di itoe waktoe memang biasa anak-anak di kasi nama menoeroet alamat atawa tanda apa-apa jang kaliatan di hari lahirnja. Koetika Schemseddin balik bertauja sachbat-sachbatnja, maka marika itoe adjar-in padanja aken nama in anakuja Ala Eddin.” Si soedagar toeroet sebagimana bitjara sobat-sobatnja, ia pegi ketemoein lagi isterinja laloe ia berkata; »Kita poenja anak baik di nama-in Ala Eddin Abouchamat.
Ia serahken anak itoe pada inaug pengasohuja dan di pesannja aken djaga baik-baik anak itoe djangan sampe koerang apa-apa. Itoe anak dalem doewa taon soedah djadi begitoe koewat sampe ia koewat djalau sebab banjak soesoeh jang di minoemuja.
Semangkin itoe auak djadi besar, semangkin keras lagi koewatirnja ajandanja djangan anaknja barangkali nanti dapet tjilaka, paling di takoetnja
———————————
<small>wat demikian aken biasa-in anak ketjil itoe pada boenji-boenji-an. Sering kali poen orang ambil loempang tembaga aken di poekoel dengen anak loempangnja soepaja soewaranja kadengeran oleh itoe anak. Kapan soeda maka itoe anak di taro di dalem krandjang laloe di gontjang, katanja baik boewat peroetnja anak. Kapan soeda maka itoe anak di bawa di dalem satoe-satoe kamar dari harem dengen di iring oleh perampoewan-perampoewan dan anak-anak masing-masing memegang lilin di tangan Sembaring djalan maka si doekoen mengamboer-in garem dengen kembang atawa garem sendiri jang selamanja di taro di bawah bantalnja itoe anak. Sembari menjebar itoe maka sidoekoen menjeboet: "Biar garem ini kena matanja barang siapa tiada pertjaija nabi sala lahoe alaihi asalam.
Kapan soedah begini maka itoe anak di taro di atas kasoer ketjil jang endah-endah laloe di oendjoekin pada sekalian perampoewan-perampoewan maka ini perampoewan masing-masing taro satoe sapoetangan jang oedjoengnja satoe terboentel I oewang emas, di atas kepala anak itoe atawa di sebelahaja. Dari ini cewang emas maka di bikin barang pakean peribasan anak itoe. Djoega biasanja kaloe orang briken setangan itoe maka orang briken djoega oepah pada si doekoen. Satoe malem di hadepannja malem jang ketoedjoe itoe maka si doekoen gantoengin 1 botol terisi aer di djoestoe kepala tidoernja anak itoe; botolnja poenja leher di iket-in sotangan soelaman. Ini aertah di briken se- dikit oleh doekoen kepada perampoewan-perampoewan jang kasiken itoe setangan sama oe- wang emas. Malemaja baroe soewaminja bikin rame-ramejan boewat sahbat andenja.</small><noinclude>{{rh||1406|}}</noinclude>
q0njtbv02gclboeaqm9xc8150u3zsej
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/79
104
100931
282581
281963
2026-05-06T12:34:11Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
282581
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>biar engkau bole dateng ketemoe-in akoe baroe di kasi permissie. Aken tetapi kenapa engkau poenja ati tinggal dingin, tiada engkau bales tjintakoe? apakah selama-lamanja engkau hendak tinggal begini? Dengarlah! Ada jang akoe hendak perboewat, maka engkau misti toeloeng pada akoe. Engkau taoe sendiri jang Soeltan soeda boenoeh akoe poenja ajahanda, perboewatan itoe tada pet tiada misti akoe bales. Kaloe engkau hendak toeloeng sama akoe maka nanti akoe kasi Soeltan makan ratjoen ja itoelah pembales hati djahat jang begini lama akoe dendem. Soesoedahnja Soeltan mati maka kita senang pegi ka laen negri di mana bole idoep manis.” Hambanja tiada sanggoep dengar lama-lama orang bitjara begitoe, hambanja lantas pegi dari itoe tempat. Dari itoe waktoe hambanja seperti tida senang aken liat doeli sjahalam sebab wadjib hamba kasi taoe hal ini jang membahajaken doeli sjahalam.”
Sri Soeltan mendjadi heran sanget dan roepanja seperti keras membentji. Orang-orang pendjaga astana di titahkеn oleh radja aken pegi doeloe, abis dia soeroeh panggil orang jang di oendjoekin oleh Kardar. Barang itoe orang sampe maka eri sultan lantas tabas lehernja sampe kepalanja menggaloendoeng. Se telah soedah maka sultan pegi katemoe-in isterinja bersama sama Kardar. Sampe di biliknja isterinja maka lantas sri sultan bitjara dengan bengis: » Kaloe begitoe engkau soedah ambil kabravian aken tjari akal boewat memboenoeh kami dan orang jang engkau mintaken permisie pada kami aken dateng ketemoe-in padamoe, ia itoelalı engkau lebi soeka dari kami, sa-orang radja jang paling berkoewasa di benoewa ini ?"
Apabila sultan abis bitjara begitoe, maka anakuja Kamkar, ia itoe isteri sultan dapet doega keras bahoewa Kardar itoelah poenja gara -gara sampe sri Sultan djadi begini, kerna itoe isteri sultan itoe hendak menjaoet; aken tetapi sri sultan tiada kasi tempo dia bitjara, pada hal ia tjaboet pedangnja sambil berkata : » Na, dari sebab engkau lebi soeka itoe bangsat jang terlina maka baiklah kami kaboelken kahendakmoe aken mendjadi satoe dengan orang itoe di acherat, sri sultan maoe tabas leher isterinja, aken tetapi Kardar lantas bersoedjoed di antara sultan dengan perampoewan itoe seraija bersembah : » Ach, doeli sjahalam, masakalı doeli sjahalam sampe ati aken boenoeh sa-orang perampoewan ? Djanganlah bikin tjemar astana doeli sjabalam dengan darah orang jang djahat, sebab ia membawa katjilaka-an. Anggoeran doeli sjalam hoekoemken dia di ikat di atas ontah soeroeh bawa ka rimba balantara di mana ianja mati lapar dan di boenoeh aoes.”
Sri Sultan toeroet sebagimana bitjaranja wasir Kardar, sakoetika itve djoega orang bawa ontah dan isteri sultan di ikat di atasnja, di soeroeh orang bawa ka oetan balantara.
Koetika ada satoe ari djaoehnja di dalem oetan balantara maka orang<noinclude>{{rh||1335}}</noinclude>
5uo6ej5omb54zukq93c4dq35w4l0am4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/589
104
100932
283032
282070
2026-05-06T16:43:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Dianja sengadja memoekoel Aladin biar Aladin bole rasa takuet padanja, soepaija Aladin tentoe toeroet segala apa bitjaranja, apalagi kaloe ianja minta itoe pelita adzimat di kiranja tentoe bakalan di bribkennja oleh Aladin, bahna sangat takoetoja. Adapoen fikiran orang toewa itoe bersalahan soenggoe, boekannja Aladin takoet lantas brihken pelita jang di pintanja itoe, pada hal ia tiada sekali-kali maoe lepasken barang itoe. Hingga amarah sanget orang toewa itoe. Hata, maka itoe orang toewa mendjadi merah, serta di perboewatnja sademikian pada Aladin dari sebab ianja koewatir, aken bertengkaran lebi lama-an. Kaloe dia berbantahan lebi lama, barangkali orang laen nanti dapet liat dan terboekalah rahasianja.
Koetika itoe orang toewa dapet liat, bahoewa ianja tiada bisa dapet kaboelken nijatnja maka dengan sigrah djoega ia pegi berdjalan poelang lagi ka negrinja di benoewa Habesi. Di perdjalanannja itoe, maka ia sengadja ambil djalan jang laen, soepaija ia tiada oesah liwat lagi di itoe kota tempat perdiamannja Aladin, sebab di sitoe, memang ada banjak orang jang soeda dapet liat padanja berdjalan bersama-sama Aladin, abis sekarang dia poelang tiada dengan anak itoe, nistjaija orang bole dapet doega-an jang djahat. Maka kaloe dia ambil djalanan jang laen, tentoe orang tiada nanti dapet taoe perboewatannja, sebab Aladin tadapet tiada tentoe matilah ia di
dalem itoe lobang. Aken tetapi itoe orang toewa tiada fikir, baboewa ianja sendiri telah membikin Aladin djaoeh dari pada bahaja jang djahat, sebab dia loepaken, bahoewa tjintjin adzimatnja telah di brihkennja pada Aladin, maka tjintjin itoelah jang nanti menoeloeng pada Aladin.
Kamoedian Aladin itoe, setelah di liatnja leang itoe tertoetoep, maka sanget sengsara pengrasa-an atinja. Ia rasa dirinja di tanem idoep-idoep, maka ia bertereak-tereaklah memanggil itoe orang toewa minta toeloeng, seraija ia berkata mengataken, bahoewa ia hendak membrihken pelita itoe kapadanja, aken tetapi soewatoe poen tiada di dengarnja. melaenken soewaranja sendiri. Maka menangislah ia Aladin dengan tangis jang amat sedihnja, serta aer matanja berlinang-linang di pipinja. Ia tinggal bediri di kagelapan. Achir-acbirnja, setelah soeda, ia seka kering aer matanja, maka ia headak toeroen lagi dari tangga leang itoe, aken berdjalan pegi ka taman, aken tetapi tembok-tembok pelantaran itoe sekalian jang doeloe terboeka, maka sekarang soeda rapet lagi. Ia merabah sana sini di gelap, maka tiada
djoega ia dapat pintoenja. Wahi terlaloe sanget soekarnja dan amat doeka tjitanja Aladin. Ia menangis berseroe-seroe semangkin keras, achir-achirnja ia doedoek di tangga memikir-in halnja ini, seperti orang di koeboerken idoep-idoep.
Doewa hari lamanja Aladin tinggal begitoe tiada dapet pertoeloengan, tiada makan tiada minoem. Pada katiga harinja, maka di rasanja, nistjaija<noinclude>{{rh||1579}}</noinclude>
j7q44l8hdfejh2ashtsnphviv5gdgpa
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/367
104
100933
283276
281964
2026-05-07T03:07:21Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283276
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Ala Eddin adjak isterinja masoek di dalem kota, di mana dia dapeti lagi dia poenja toko dengan Achmed Aldanaf.
Achmed girang sanget meliat Ala Eddin poelang kombali. Ala Eddin tjeritakenlah segala hal ichwalnja serta di tjeritaken djoega apa jang telah di perkenanken oleh baginda Kalief dan di seboetken djoega, bahoewa Ala Eddin poenja anak laki-laki jang bernama Aslan sanget kapingin liat ajandanja. Maka Ala Eddin poen djoega tjeritahken segala hal ichwalnja dari bermoela moela ia di tinggali oleh Achmed Aldanaf sampe pada ini waktoe.
Sasoedabuja Ala Eddin djoewal tokonja, maka ingatannja tida laen aken poelang sadja ka Bagdad, di mana ia kepingin ketemoe anaknja dan toewan Kalief, adapoen ia tiada lantas pegi teroes ka sana, pada hal ia hendak pegi ka Kairo doeloe boewat tengokin orang toewanja. Dari itoe, maka marika itoe doedoek lagi di atas bangkoe sofa laloe berterbang melaijang lagi ka oedara menoedjoe Kairo. Tiada sebrapa lamanja, maka sampelah di soewatoe loeroeng di Kairo. Dengan sigrah ia pegi katemoein orang toewanja, marika itoe betoel soedab toewa sekali tetapi masih segar. Iboenja Ala Eddin keliwat girang memelok anaknja jang soeda begitos lama ia tida ketemoe, dari iboenja maka ia pegi pelok ajandanja. Koetika kadoewa orang toewa itoe soeda merasa senang sedikit dari pada sanget giranguja, maka baroelah Ala Eddin pertemoeken kadoewa isterioja kapada orang toewanja bersama sama Achmed Aldanaf.
Tiga ari lamanja Ala Eddin tinggal berdiam di Kairo di tempat ajan danja. Kamoedian itoe, maka ia bermoehoen pegi ka Bagdad. Ala Eddin poe- nja orang toewa tida maoe kasi dia pegi, dia orang kasi ingat padanja, baboewa marika kadoewa orang itoe soeda sanget toewanja lebi baik Ala Eddin djangan pegi doeloe dari Kairo. Aken tetapi Ala Eddin kasi ingat pada toewahnja baginda besar belas trimahnja pada baginda Kalief di Bagdad, jang terlaloe saijang padanja, kerna itoe tids bole loepoet ianjs misti pegi ka Bagdad. Orang toewauja Ala Eddin maoe tida maoe kepaksa djoega aken toeroet anaknja poeeja permoehoeman. Adapoen ia minta anakoja djandjiken padanja, aken dateng saben taoen satoe kali tengokin orangnja bebrapa ari lamanja di Kairo. Ala Eddin djadiken itoe laloe teroes pegi ka Bagdad.
Koetika Kalief Haroen al Rasjid dapet dengar Ala Eddin soedah sampe di iboe kota Bagdad, maka baginda Kalief lantas pegi napak (samboet) padanja bersama sama Aslan dan Menoer dengan bebrapa pembesar penggawi astana. Kalief trima pada Ala Eddin dengan sanget girangnja. Abis begitoe, baginda titahken Achmed Kommakon di bawa mengadap dengan pake rante. Maka baginda Kalief kataken pada Ala Eddin: „Kami sengadja kasi tinggal idoep ini bangeat jang doerhaka, soepaja angkau sendiri Ala Eddin bole<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1472|{{smaller|93}}}}</noinclude>
qikt41ciziw4s6379ahsj9ddimfehck
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/219
104
100937
283016
282007
2026-05-06T16:26:37Z
Seeharee
22422
283016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga (page 219 crop).jpg]]
Sa-orang bangsat paling besar bisa sekali melaga berlakoe dirinja seperti orang alim sekali dan ia berdjalan kasana kemari di koeliling negri seperti sa-orang soedagar besar. Di mana mana ia berdiam dia tjari berkenalan sama soedagar-soedagar besar dan dari sebab ia melaga alim maka banjak sahbatnja Aken tetapi kaloe ia pegi dari soewatoe kota di mana dia tinggal nistjaija kena orang jang di pedajanja.
Kapan soeda dia kena pedaja-in, baroe dia brangkat ka laen tempat. Dengan sademikian itoe maka ia bisa lariken diriuja dari pada tangan hakim.
Sekali telah kedjadian, ia dateng di soewatoe negri dengen membawa barang di itoe kota maka ia lekas dapet beladjar kenal bebrapa orang soedagar besar-besar. Persachbatannja lekas djadi keras sebab ia bisa sekali ambil-ambil ati orang dan manis poela boedi bahasanja, lagi ia di pertjaja betoel. Sasoedahnja ia tinggal brapa lamanja di itoe kota maka ia maoe pegi lagi ka laen negri. Koetika ia kasi taoe nijatnja pada sachbat andenja maka marika itoe pada soesah ati.
Pada soewatoe pagi dia pegi di roemah sahbatuja, sa-orang hartawan laloe doedoek di sebelalınja. Ja moelai bitjara dari roepa-roepa hal, tetapi koetika dia maoe pegi maka dia minta kombali dari itoe orang barang-barang jang dia minta toeloeng di simpeniu pada itoe orang bartawan.
Ini soedagar hartawan kaget katanja: »He, apakah engkau minta toeloeng simpenin olehkoe?"
Djawabnja: Ach, engkau taoelah, itoe kantong oewang jang terisi oewang emas."
Itoe soedagar hartawan tanja lagi: Kapan engkau kasi simpenin itoe kantong pada akoe?"
₠Berkata si bangsat: Demi Allah, masakah engkau loepa? akoe<noinclude>{{rh||1401|}}</noinclude>
moxgmhaf422twks2hygj729bawqcxma
283018
283016
2026-05-06T16:27:57Z
Seeharee
22422
283018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga (page 219 crop).jpg|200px]]
Sa-orang bangsat paling besar bisa sekali melaga berlakoe dirinja seperti orang alim sekali dan ia berdjalan kasana kemari di koeliling negri seperti sa-orang soedagar besar. Di mana mana ia berdiam dia tjari berkenalan sama soedagar-soedagar besar dan dari sebab ia melaga alim maka banjak sahbatnja Aken tetapi kaloe ia pegi dari soewatoe kota di mana dia tinggal nistjaija kena orang jang di pedajanja.
Kapan soeda dia kena pedaja-in, baroe dia brangkat ka laen tempat. Dengan sademikian itoe maka ia bisa lariken diriuja dari pada tangan hakim.
Sekali telah kedjadian, ia dateng di soewatoe negri dengen membawa barang di itoe kota maka ia lekas dapet beladjar kenal bebrapa orang soedagar besar-besar. Persachbatannja lekas djadi keras sebab ia bisa sekali ambil-ambil ati orang dan manis poela boedi bahasanja, lagi ia di pertjaja betoel. Sasoedahnja ia tinggal brapa lamanja di itoe kota maka ia maoe pegi lagi ka laen negri. Koetika ia kasi taoe nijatnja pada sachbat andenja maka marika itoe pada soesah ati.
Pada soewatoe pagi dia pegi di roemah sahbatuja, sa-orang hartawan laloe doedoek di sebelalınja. Ja moelai bitjara dari roepa-roepa hal, tetapi koetika dia maoe pegi maka dia minta kombali dari itoe orang barang-barang jang dia minta toeloeng di simpeniu pada itoe orang bartawan.
Ini soedagar hartawan kaget katanja: »He, apakah engkau minta toeloeng simpenin olehkoe?"
Djawabnja: Ach, engkau taoelah, itoe kantong oewang jang terisi oewang emas."
Itoe soedagar hartawan tanja lagi: Kapan engkau kasi simpenin itoe kantong pada akoe?"
₠Berkata si bangsat: Demi Allah, masakah engkau loepa? akoe<noinclude>{{rh||1401|}}</noinclude>
fbhcl1pthbeh2oa3vf6c4i52e1ou5yu
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/233
104
100940
283212
282037
2026-05-07T02:21:53Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283212
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>{{Hwe|lang|poelang}} menoeutoen kalde kalde lan bagal ajandanja. Ala Eddin bertanja, itoe kalde dan bagal dari mana dateng. Marika itoe menjaoet bahoewa dia orang baroe abis anterin ajandanja Ala Eddin pegi ka kedeinja dan sekarang itoe binatang-binatang di bawa poelang. Maka Ala Eddin tanja apa pentjarian ajahandanja, maka djawab boedak-boedak itoe bahoewa ajahandanja Ala Eddin djadi kepala soedagar di negri Metsir dan ia di nama-in djoega sultan bangsa Arab.
Soeda sebegitoe Ala Eddin balik lagi ketemoe-in iboenja laloe berkata: »Iboe apakah pentjariannja ajanda?"
Djawab iboenja: »Ajanda djadi kepala soedagar-soedagar dari negri Metrie serta ia di nama-in djoega sultan bangsa Arab. Orang-orangnja kaloe djoewalan tiada menanja lagi pada ajahmoe kapan barang jang di djoewal itoe tiada berharga lebi dari seriboe dinar mas. Djikaloe barang-barang itoe berbarga sembilan ratoes sembilan poeloe sembilan dinar emas kabawahnja maka sa kahendaknja orang jang mendjoewal itoe di beliken pada jang membeli dengen tiada oesah menanja lagi pada ajahmoe Barang perniaga-an besar ketjil tiada bole di terima dari laen-laen tempat djikaloe ajahmoe tiada priksa daoeloe, begitoepoen barang-barang tiada bole di kirimken kamana mana djikaloe belon di priksanja doeloe. Beroentoeng soenggoeh engkau anak, mempoenja ajahanda sa-orang jang hartawan besar."
»0, bondakoe," berkata poela Ala Eddin, trimah kasi banjak pada Alla sebahanahoe wa ta-alla jang sanda mempoenjai ajanda sa-orang hartawan besar, adapoen mengapakah sanda di piarah sekejan lamanja di dalem roemah di kolong boemi?"
Djawab bondanja: »Kita orang telah bikin demikian, anakkoe jang sanget tertjinta, tjoema dari sebab kita orang berkoewatir djangan sampe engkau dapet tjilaka, ia itoe djangan engkau kena kedapetan Kålå."
Katanja Ala Eddin: »Iboe, di doenia ini tida orang bisa menjimpang dari pada djalan jang telah soedah di tetapken, atawa di takdirken baginja, oleh Allah ta-allah. Kamatian itoe, bagian manoesia sekalian. Ajahanda sekarang sedang lagi segar aken tetapi tida satoe orang bole tentoe-in barangkali di dalem sakedjap mata dia bole ketemoe adjalnja, abis kapan sanda hendak gantiken ajanda djadi kepala soedagar, nistjaja sekalian soedagar-soedagar laen tiada nanti maoe pertjaija, kapan sanda bilang: »Kami ini anaknja Schemseddin jang bernama Ala Eddin, apakah marika itoe tiada benar adanja djikaloe marika itoe berkata tiada sekali kali taoe bahoewa Schemseddin ada poenja anak laki-laki? Serta bait al mal poela, apakah bait al mal tiada nanti dateng minta harta banda peninggalan ajanda? Oleh kerna itoe maka biar apalah kiranja iboe toeloeng kasi mengarti betoel pada ajanda soepaija ianja bawa sanda bersama sama dia, dan biar ianja beli-in satoe kedei boewat sanda aken sanda bole di adjarin berniaga."<noinclude>{{rh||1408|}}</noinclude>
1bcjt8vci80k7tckyqz2d10ty8elskg
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/587
104
100942
283033
282101
2026-05-06T16:49:06Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Aladin dapet liat padanja, maka katanja: »Mamanda toeloenglah pegang tangankoe, soepaija gampang hamba kaloewar dari ini lobang!"
Djawabnja itoe orang toewa: »Hei anakkoe marilah koe pegang doeloe itoe pelita, sebab soesah engkau naik kemari dengan memegang barang itoe." Adapoen Aladin tida maoe kasiken katanja: »Ach mamanda, pelita itoe tiada sekali menjoesahken hamba naik, apabila hamba soeda ada di ates, nanti hamba serahken pelita. itoe kapada mamanda."
Maka itoe orang toewa memaksa pada Aladin, aken serahken doeloe pelita itoe padanja, baroelah hendak di toeloengnja kaloewar dari itoe moeloet lobang, aken tetapi Aladin tiada djoega maoe lepasken itoe peli'a, kaloe dia belon kaloewar. Maka itoe orang toewa marah sanget, sebab Aladin melawan kahendaknja, maka itoe orang bakar lagi boeboek jang ada di tangannja, seraija ia mengotjap doewa tiga patah perkata-an, setelah itoe, maka batoe pancetoep lobang itoe poen bergeraklah, berkisar ka-lobang itoe, maka tertoetoeplah lobang itoe, serta tanah terbongkar-bongkar bekas batoe itoe berkisar, koetika lobang itoe di boeka, maka tanah itoepoen baliklah blakang ka tempataja jang dahoeloe, hingga sekalian poelang seperti roepanja jang doeloe djoega.
Sabermoela, maka terseboetlah, bahoewa itoe orang toewa boekan sekali-kali abang dari pada Moestafa, si toekang mendjahit, dan boekan mamandanja Aladin. Sabetoelnja orang itoe sa-orang Habesi, maka dari sebab di benoewa itoe terlebi banjak orang berilmoe sahir dari negri-negri jang laen, maka orang itoepoen dari moeda djoega telah jakinin dirinja dalem itoe ilmoe. Ampat poeloe taon ia jakinin beladjar ilmoe sahir, meliatin palencengan noedjoem dan laen-laen, hingga pada achir-achirnja di ketahoewi olehnja, bahoewa di dalem doenia ini ada soewatoe pelita adzimat, maka ia poen beroesahaken dirinjalah bertaon-taon, aken memperoleh pelita itoe. Adapoen polita itoe barang siapa jang mempoenjai dia, barang apa djoega jang di kahendaknja ia dapet tiada di perolehaja djoega. Sjahdan dalem kitab-kitab jang di batjanja oleh itoe orang toewa, maka ada penoendjoekan djalan, aken mentjari pelita itoe, maka dapetlah djoega tempatnja, ia itoe di dalem tanah di dekat benoewa Tjina. Aken tetapi, pelita itoe tiada dapet diambilnja sendiri, hanjalah dengan pertoeloengan orang laen djoega, maka oleh karana itoelah, maka itoe orang toewa mentjari sa-orang-orang, aken menoeloeng dia mengambilken pelita itoe. Di perdjalanannja mentjari orang, aken menoeloeng dia itoe, maka dia bertemoe pada Aladin, maka di liatnja, bahoewa Aladin roepanja sa-orang bodo sekali, djadi pada fikirnja, anak inilah baik, aken djadi penoeloengnja. Oleh kerna itoelah, maka di jakininnja, aken memboedjoek pula Aladin, adapoen niatnja itoe orang toewa, kaloe soeda di toeloengi oleh Aladin, maka hendak di boenoehnja sadja, soepaija rahasia itoepoen tiada di ketahoewi oleh orang jang laen.<noinclude>{{rh||1578}}</noinclude>
6jj4yssyhpzv5ja4v4wbg50g8gjthls
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/369
104
100943
283278
282057
2026-05-07T03:07:52Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283278
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>hoekoem padanja sakahendakmoe. Ala Eddin memandang orang itoe jang mendjadi lantaran kasoesa-annja, abis ianja tjaboet pedangnja laloe dia tabas dengan pedang itoe lehernja Achmed Komakom troes poetoes menggloendoeng di tanah.
Baginda Kalief maoe dengar dari moeloetnja Ala Eddin sendiri sebagimana hal ichwalnja dari pada hari dia minggat dari Bagdad itoe sampe pada sekarang. Ala Eddin pertemoeken doeloe kadoewa isterinja jang dia bawa dari Alexandrie, ia itoe Zobaida dan poeteri Housna Menier abis baroe ia tjeritabken hal ichwalnja seperti di kahendaki baginda.
Setelah soedah dia tjeritahken hal ichwalnja, maka Kalief brihken selamat pada Ala Eddin jang dia hendak nikah dengan poeteri Housna Merim. Kadoewa itoe di nikahken di hadepan Kalief. Toedjoe hari toedjoe malem ramenja jang berfesta makan-minoem. Ala Eddin di trimah lagi dengan hormat dan Aslan di angkat djadi kepala dari pada madjelis masjawarat anampoeloe anggota. Kadoewanja anak dan ajanda dateng bersama-sama mengadap Kalief, aken bilang trimah kasi dan aken mengoendjoeken satijanja pada Kalief, hingga baginda bersenang ati. Ianja terlebi saijang poela sama Ala Eddin dari sebab ia kena di langgar soesah dengan tida bersalah, maka Ala Eddin di pertjaijanja oleh Kalief terlebi lagi dari biasa.
Ala Eddin rasaken dirinja amat beroentoeng, jang ia di saijang lagi oleh Kalief dan dapet lagi segala pangkatnja jang doeloe. Serta katiga isterinja poen Menoer, Zobaida dan poeteri Housna Merim djoega roekoen sekali satoe sama laen, sahingga Ala Eddin di dalem roemah poen merasa beroentoeng sekali.
<hr style="width: 15%; margin: 2em auto; margin-top: 2em; margin-bottom: 0.5em;" /><noinclude>{{rh||1473}}</noinclude>
eb455g5jcfgg0ivmq3jfg8m5i7mpwhz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/483
104
100945
283463
282091
2026-05-07T04:37:21Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283463
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Djikaloe betoel mamanda saijang sama kami seperti tjerita mamanda, maka sekarang djoega mamanda poelang ka negrinja dengan membawa kami.”
Radja Saleh kepaksa soenggoe aken toeroet sebagimana bitjara kaponakkapnja. Ianja lantas tjaboet tjintjinnja dari djari manisnja. Di tjintjin itoepoen ada djoega teroekir rapal-rapallan wacijat jang ada di tjintjinnja nabi Soleiman. Abis radja Saleh serahken itoe pada kaponakkannja sambil berkata: "Ambillah ini tjintjin pake di djarimoe, maka tida oesah lagi engkau takoet aer di laoet, maski ombak dan geloembang brapa besar poela, kendatipoen binatang apa djoega di dalem laoet, tiada oesah di koewatirken." Radja Beder ambil laloe di pakenja itoe tjintjin, abis radja Saleh berkata: »Ajo toeroet sebagimana kami, maka kadoewa doewanja melajang laloe nerdjoen ka dalem laoetan.
Boewat radja Saleh tiada soesah aken, membawa radja Beder kadalem astananja. Tida sebrapa lamanja, maka sampelah marika itoe teroes di bawa masoek ka dalem astana, tempat perdiamannja nini-andanja radja Beder. Koetika nini-anda radja Persie dapet liat tjoetjoenja, maka sanget girangnja, ia pelok, tjioem tjoetjoenja dengan soeka ati sekali, maka katanja: »Kami tiada oesah tanja padamoe tjoetjoe, apa engkau ada baik atawa tida, sebab roepamoe mengoendjoeken njata, bahoewa engkau ada dalem sehat walafiat,
soenggoe kami girang ketemoe padamoe anak, aken tetapi sebagimana prika-ada-annja bondamoe, anak Gulnare?"
Radja Beder takoet sekali, tiada dia maoe tjerita jang dianja pegi dari roemab tiada dengan ketemoe-in iboenja, djadi dianja bilang sadja bahoewa iboepja tiada koerang apa-apa dan iboenja soeroeh kirim sembah dan hormat pada nini-anda.
Setelab soedah, maka ratoe kasi beladjar kenal tjoetjoenja sama poeteri-poeteri di dalem astana, abis sedang Beder lagi beromong-omong sama poeteri-poeteri itoe, maka ratoe pegi bersama-sama radja Saleh ka laen kamar. Di sinilah radja Saleh kasi taoe pada iboenja, bahoewa radja Beder terlaloe amat keras bertjinta sama poeteri Giauhare, tjoema dari mendengar sadja tjeritanja jang poeteri itoe amat eloknja. Maka radja Saleb poen tjerita djoega, bahoewa ia ada bawa radja Beder dateng kemari, dari sebab ianja tiada sanggoep boedjoek radja Beder aken djangan toeroet. Sekarang radja Saleh lagi fikirin akal aken bikin beroentoeng kapopakkannja.
Kendatipoen radja Saleh tiada ada salah barang sedikit sampe radja Beder mendjadi tjinta keras sama poeteri Giauhare, masih djoega ia di salah-in oleh ratoe iboenja, sebab ianja telah begitoe koerang ati-ati, aken membitjara-in poeteri Giauhare sedang radja Beder ada bersama-sama.
Katanja ratoe ibue: »Anak Saleh, kasalabanmoe itoe besar sekali, tiada dapet dima-afken. Apakah engkau kira bole berharep, jang radja Samandal<noinclude>
{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1528|{{smaller|77}}}}</noinclude>
7shz5yk5wi15bltaietbv1sepxyypuu
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/373
104
100946
282894
282188
2026-05-06T15:38:00Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
282894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kerna itoepoen ia berkata dengan amat doeka tjitanja: ›Separonja doenia, dari magrib sampe ka masjrik ada di bawah prentah kami, maka masih djoega kami tiada sanggoep ada-in inten sa-bidji, sebagimana di kahendaki permeisoe ri kami. Baiklah pegi panggil sekalian toekang emas inten di antero kota Bagdad, soepaija kami bole tanjaken padanja apa dia orang ada poenja intan jang bole di pake oleh kami poenja permeisoeri.” Koetika sekalian toekang intan dari Bagdad soeda dateng mengadep baginda Kalief, maka marika itoe di tanjakan satoe persatoe barangkali ada jang djoewal intan seperti di kahendaki oleh Zobaida, aken tetapi satoe orang toekang intan tida djoewal inten sademikian, maka semoewa orang itoe pada bilang intan seperti jang di kahendaki itoe tjoema bole dapet sama sa-orang di negri Balsora, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan namanja.
Barang baginda Kalief dengar kabar ini, maka lantas baginda titahken saorang wasirnja, aken prentahken saorang soeroewan berkoeda pegi pada Emir Mohamed Alsobeidy, wakil pemarentah dari Balsora. Maka oetoesan itoe misti sampeken titah baginda pada Emir itoe, bahoewa ia di prentahken baginda Kalief aken bawa dengan sigrah Aboe Mohamed Alkeslan mengadep Kalief di Bagdad.
Wasir j ang di titabken oleh baginda Kalief, ia itoe Mesrour kepala barem. Apabila ia dapet prentah itoe, maka ia adjaken saorang penggawi ketjil toeroet padanja pegi ka Balsora. Tiada sebrapa lamanja lagi, maka ia sampe di itoe kota dan sigrah ia pegi mengadap Emir, aken sabole bole aken djalan- ken itoe titah. Emir itoe titahken saorang penggawi aken toeroet Mesrour pegi ka roemahnja Aboe Mohamed Alkeslan.
Hata maka barang Mesrour sampe di itoe roemah lantas di ketok pintoenja. Saorang boedak lantas boekaken itoe pintoe, maka katanja Mesrour padanja: "Lekaslah angkau pegi kasi taoe toewanmoe, bahoewa sri baginda Kalief jang maha moelija telah titahken toewanmoe aken sigrah pegi mengadap baginda Kalief."
Apabila itoe boedak kasi taoe prentah ini kapada toewannja, maka Aboe Mohamed Alkeslan sendiri kaloewar katemoein dan aken samboet Mesrour bersama orang penggawinja Emir. Sasoedahnja ia dengar sekalian titahnja baginda Kalief dengan terang, maka ia adjak kadoewa orang itoe masoek ka dalem roemah, aken tetapi kadoewa orang itoe minta maaf, katanja titah Kalief, tiada dapet menoenggoe lama, sebab baginda soeda tiada sabar lagi aken katemoe pada Mohamed Alkeslan.
Maka berkata Aboe Mohamed Alkeslan: "Baiklah, kami tentoe misti toeroet, aken tetapi kasikenlah kami tempo sedikit aken bikin persedia sediaban doeloe, soepaija kami bole mengadap baginda Kalief sebagimana patoetnja."<noinclude>{{rh||1475}}</noinclude>
98nfq8uuiwqpf2dr40bsjbgktha8rui
282897
282894
2026-05-06T15:38:30Z
Adhiiik
27020
282897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kerna itoepoen ia berkata dengan amat doeka tjitanja: »Separonja doenia, dari magrib sampe ka masjrik ada di bawah prentah kami, maka masih djoega kami tiada sanggoep ada-in inten sa-bidji, sebagimana di kahendaki permeisoe ri kami. Baiklah pegi panggil sekalian toekang emas inten di antero kota Bagdad, soepaija kami bole tanjaken padanja apa dia orang ada poenja intan jang bole di pake oleh kami poenja permeisoeri.” Koetika sekalian toekang intan dari Bagdad soeda dateng mengadep baginda Kalief, maka marika itoe di tanjakan satoe persatoe barangkali ada jang djoewal intan seperti di kahendaki oleh Zobaida, aken tetapi satoe orang toekang intan tida djoewal inten sademikian, maka semoewa orang itoe pada bilang intan seperti jang di kahendaki itoe tjoema bole dapet sama sa-orang di negri Balsora, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan namanja.
Barang baginda Kalief dengar kabar ini, maka lantas baginda titahken saorang wasirnja, aken prentahken saorang soeroewan berkoeda pegi pada Emir Mohamed Alsobeidy, wakil pemarentah dari Balsora. Maka oetoesan itoe misti sampeken titah baginda pada Emir itoe, bahoewa ia di prentahken baginda Kalief aken bawa dengan sigrah Aboe Mohamed Alkeslan mengadep Kalief di Bagdad.
Wasir j ang di titabken oleh baginda Kalief, ia itoe Mesrour kepala barem. Apabila ia dapet prentah itoe, maka ia adjaken saorang penggawi ketjil toeroet padanja pegi ka Balsora. Tiada sebrapa lamanja lagi, maka ia sampe di itoe kota dan sigrah ia pegi mengadap Emir, aken sabole bole aken djalan- ken itoe titah. Emir itoe titahken saorang penggawi aken toeroet Mesrour pegi ka roemahnja Aboe Mohamed Alkeslan.
Hata maka barang Mesrour sampe di itoe roemah lantas di ketok pintoenja. Saorang boedak lantas boekaken itoe pintoe, maka katanja Mesrour padanja: "Lekaslah angkau pegi kasi taoe toewanmoe, bahoewa sri baginda Kalief jang maha moelija telah titahken toewanmoe aken sigrah pegi mengadap baginda Kalief."
Apabila itoe boedak kasi taoe prentah ini kapada toewannja, maka Aboe Mohamed Alkeslan sendiri kaloewar katemoein dan aken samboet Mesrour bersama orang penggawinja Emir. Sasoedahnja ia dengar sekalian titahnja baginda Kalief dengan terang, maka ia adjak kadoewa orang itoe masoek ka dalem roemah, aken tetapi kadoewa orang itoe minta maaf, katanja titah Kalief, tiada dapet menoenggoe lama, sebab baginda soeda tiada sabar lagi aken katemoe pada Mohamed Alkeslan.
Maka berkata Aboe Mohamed Alkeslan: "Baiklah, kami tentoe misti toeroet, aken tetapi kasikenlah kami tempo sedikit aken bikin persedia sediaban doeloe, soepaija kami bole mengadap baginda Kalief sebagimana patoetnja."<noinclude>{{rh||1475}}</noinclude>
71zyptc4wm3ybn78s701kmuei6omqje
283280
282897
2026-05-07T03:09:45Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283280
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>kerna itoepoen ia berkata dengan amat doeka tjitanja: »Separonja doenia, dari magrib sampe ka masjrik ada di bawah prentah kami, maka masih djoega kami tiada sanggoep ada-in inten sa-bidji, sebagimana di kahendaki permeisoe ri kami. Baiklah pegi panggil sekalian toekang emas inten di antero kota Bagdad, soepaija kami bole tanjaken padanja apa dia orang ada poenja intan jang bole di pake oleh kami poenja permeisoeri.” Koetika sekalian toekang intan dari Bagdad soeda dateng mengadep baginda Kalief, maka marika itoe di tanjakan satoe persatoe barangkali ada jang djoewal intan seperti di kahendaki oleh Zobaida, aken tetapi satoe orang toekang intan tida djoewal inten sademikian, maka semoewa orang itoe pada bilang intan seperti jang di kahendaki itoe tjoema bole dapet sama sa-orang di negri Balsora, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan namanja.
Barang baginda Kalief dengar kabar ini, maka lantas baginda titahken saorang wasirnja, aken prentahken saorang soeroewan berkoeda pegi pada Emir Mohamed Alsobeidy, wakil pemarentah dari Balsora. Maka oetoesan itoe misti sampeken titah baginda pada Emir itoe, bahoewa ia di prentahken baginda Kalief aken bawa dengan sigrah Aboe Mohamed Alkeslan mengadep Kalief di Bagdad.
Wasir jang di titabken oleh baginda Kalief, ia itoe Mesrour kepala barem. Apabila ia dapet prentah itoe, maka ia adjaken saorang penggawi ketjil toeroet padanja pegi ka Balsora. Tiada sebrapa lamanja lagi, maka ia sampe di itoe kota dan sigrah ia pegi mengadap Emir, aken sabole bole aken djalan- ken itoe titah. Emir itoe titahken saorang penggawi aken toeroet Mesrour pegi ka roemahnja Aboe Mohamed Alkeslan.
Hata maka barang Mesrour sampe di itoe roemah lantas di ketok pintoenja. Saorang boedak lantas boekaken itoe pintoe, maka katanja Mesrour padanja: "Lekaslah angkau pegi kasi taoe toewanmoe, bahoewa sri baginda Kalief jang maha moelija telah titahken toewanmoe aken sigrah pegi mengadap baginda Kalief."
Apabila itoe boedak kasi taoe prentah ini kapada toewannja, maka Aboe Mohamed Alkeslan sendiri kaloewar katemoein dan aken samboet Mesrour bersama orang penggawinja Emir. Sasoedahnja ia dengar sekalian titahnja baginda Kalief dengan terang, maka ia adjak kadoewa orang itoe masoek ka dalem roemah, aken tetapi kadoewa orang itoe minta maaf, katanja titah Kalief, tiada dapet menoenggoe lama, sebab baginda soeda tiada sabar lagi aken katemoe pada Mohamed Alkeslan.
Maka berkata Aboe Mohamed Alkeslan: "Baiklah, kami tentoe misti toeroet, aken tetapi kasikenlah kami tempo sedikit aken bikin persedia sediaban doeloe, soepaija kami bole mengadap baginda Kalief sebagimana patoetnja."<noinclude>{{rh||1475}}</noinclude>
0van8dhcqi1tg7ioqk8kv4jcaq5zzkr
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/585
104
100948
283034
282114
2026-05-06T16:50:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>ada soewatoe dasar, serta di atas dasar ini adalah roema-roema-an ketjil, di dalemaja ada pelita jang bernjala.
Inilah pelita jang engkau misti ambil, apinja engkau boenoeh, boewang emboenja dan minjaknja, kalos soeda, maka engkau masoekin di kantong badjoemoe, laloe bawa kemari kapada akoe. Engkau tiada oesah takoet badjoemoe nanti djadi kotor, sebab minjak itoe soenggoe-soenggoenja boekan minjak, kapan isinja pelita itoe di boewang, maka lantas keringlah pelita itoe djadi tiada bisa bikin kotor badjoemoe. Djikaloe beboewahan itoe hendak engkan petik, maka petiklah, sebab tiada toerlarang.
Setelah soeda ia berkata begitoe, maka itoe orang toewa keloewarken tjintjinnja dari djari, laloe di masoeken di djarinja Aladin sembaring berkata: bahoewa tjintjin itoe maksoednja, soepaija aken mendjaga dan menolak bahaja, asal sadja Aladin toeroet betoel sebagimana bitjaranja: »Pegilah anakkoe toeroen dan djangan engkau choewatir, kita berdoewa, nistjaija bakalan beroentoeng sa-oemoer idoep.
Arkian, maka Aladin toeroen di itoe tangga. Ia dapet liat itoe tiga pelantaran seperti di tjeritanja oleh itoe orang toewa. Aladin berdjalan teroes tiada brenti-brentinja meliwat itoe taman teroes naik ke tangga, aken ambil itoe pelita jang menjala dari roema-roema-annja. Soedah abis dia ambil itoe pelita, dia boenoeh apinja, dia boewang isinja dan dia masoekin di kantong badjoenja, maka Aladin toeroen lagi dari itoe tangga, aken berdjalan poelang ka moeloet lejang itoe. Adapoen di mana itoe taman, maka ia tinggal bernanti, sebab koetika dia masoek ampir tiada di liatnja apa isinja taman itoe.
Wah poehoen-poehoenan di itoe taman penoeh dengan beboewahan jang amat endah-endah dan warna-warna roepanja, ada jang poeti, ada jang bening seperti gelas, ada jang merah, ada jang idjo, ada jang koening dan laen-laen lagi, maka beboewahan jang poeti itoe dari pada moetiara, jang bening seperti gelas ia itoe intan, jang merah a itoe mirah, jang idjo in itoe djambroet, jang koening ia itoe retna tjempaka, serta bagosenja boekan alang kepalang belon pernah ada di doenia.
Hata, maka Aladin meliat itoe beboewahan tiada begitoe girang, sebab ia tiada kenal harganja itoe barang-barang; tjoba dia dapetin boewah korma, boewah anggoer dan laen-laen, maka tentoe ia terlebi girang dari sekarang, aken tetapi bahna roepanja beboewahan itoe terlaloe amat loetjoe, maka di petiknjalah bebrapa banjaknja di isiken di kantongnja, di ikat di pinggangnja dan di mana-mana bole di boengkoesnja, di sitoelah ia simpan beboewahan jang di petiknja itoe. Abis begitoe baroelah dia balik lagi ka moeloet lejang itoe, di mana itoe orang toewa lagi bernanti. Ia naik tangga di moeloet lejang, dimana orang toewa itoe bernanti jang soeda tida bersabar lagi. Apabila<noinclude>{{rh||1577}}</noinclude>
686djlr6yqvv1qf0yjrz77m40wk422q
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/391
104
100949
283295
282330
2026-05-07T03:19:14Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283295
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>hamba toeroet, sebab memang dalem ati soedah banjak berobah, tatkala hamba dapet liat oewang begitoe banjak.
Alkaesah maka di tjeritabken kera itoe semangkin ari semangkin djinak dan semangkin roepanja sajang dan tjinta pada hamba. Ia saben doedoek di sofa di ampir hamba, maka ia makan, minoem bersama-sama hamba. Adapoen perboewatannja kera itoe terlaloe amat adjaib, sebab pagi hari dia ilang tiada ada dalem roemah, nanti kaloe sore baroe dia poelang kombali. Maka kaloe dia poelang, saben misti dia bawa satoe kantong oewang di tangannja, kapan dia sampe di dekat hamba, maka itoe kantong dia taroken di dekat kaki, abis dia doedoek di ampir hamba. Sahari-hari dimikianlah perboewatandja, sampe lama kelama-an hamba djadi orang hartawan besar. Hamba belihken tanah dan roemah, hamba soeroeh diribken astapa besar-besar, hamba soeroeh bikin kebon dan tanaman dan hamba belibken boedak lelaki dan perampoewan, hingga termasjhoerlah hamba orang berharta.
Sekali peristiwa pada soewatoe hari, sedang kera itoe lagi doedoek di ampirnja hamba, maka njatalah dia seperti tiada senang, dia liat ka kanan, ka kiri, seperti aken mentjari taoe apakah tiada ada orang laen di ampirnja kita berdoowa itoe. Hamba fikir kenapa bole begitoe perboewatannja kera itoe. Adapoen doeli sjah alam jang maba moelija bole kira sendiri sebagimana kagetnja hamba, koetika dengan njata sekali hamba dengar soewara orang memanggil hamba poenja nama. Hamba pandang kera itoe, maka ia itoelah jang telah memanggil hamba. Babna terlaloe keras kaget hamba, maka hamba soeda maoe lari dari bilik itoe, aken tetapi kera itoe lantas dateng lebi dekat laloe ia berkata: „Kami ini boekan sembarang kera.” Hamba tanja padanja kaloe engkau boekan sembarang kera, maka siapaka engkau.” Djawabnja : „Kami ini soewatoe djin. Oleh kerna melaratnja kahidoepanmoe, maka kami dapet kesian padamoe, dari itoe poen kami dateng kemari aken brihken pertoeloengan. Engkau sekarang soeda bole dapet liat koewasa kami, sebab harta kekaja-apmoe itoe semoewa bole saksiken, adapoen itoe baroe sebagian jang amat ketjil dari pada antero koewasa kami. Maka sekarang kami hendak mengoendjoeken koewasa kami terlebi lagi dari jang kami telah kaloewarken; kami hendak kasi nikah padamoe dengan sa-orang perampoewan moeda jang bagoes seperti dewa.”
Kami bertanja dengan nafsoe: „Begimanakah akoe bole dapet meminang perempoewan begitoe bagoes.”
Katanja kera itoe: „Dengarin sadja doeloe baik-baik, apa jang kami bitjara padamoe.”
Katanja poela: „Besok pagi engkau berpakejan jang tjakep sekali, abis engkau naik koeda bagal jang di ribasi bagoes-bagoes, pake selah jang<noinclude>{{rh||1484}}
{{rh|1001 Malam| |96}}</noinclude>
cbvg7vp8togzu39z4q1nm00138bhi50
283296
283295
2026-05-07T03:20:17Z
Zeefra
22281
283296
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>hamba toeroet, sebab memang dalem ati soedah banjak berobah, tatkala hamba dapet liat oewang begitoe banjak.
Alkaesah maka di tjeritabken kera itoe semangkin ari semangkin djinak dan semangkin roepanja sajang dan tjinta pada hamba. Ia saben doedoek di sofa di ampir hamba, maka ia makan, minoem bersama-sama hamba. Adapoen perboewatannja kera itoe terlaloe amat adjaib, sebab pagi hari dia ilang tiada ada dalem roemah, nanti kaloe sore baroe dia poelang kombali. Maka kaloe dia poelang, saben misti dia bawa satoe kantong oewang di tangannja, kapan dia sampe di dekat hamba, maka itoe kantong dia taroken di dekat kaki, abis dia doedoek di ampir hamba. Sahari-hari dimikianlah perboewatandja, sampe lama kelama-an hamba djadi orang hartawan besar. Hamba belihken tanah dan roemah, hamba soeroeh diribken astapa besar-besar, hamba soeroeh bikin kebon dan tanaman dan hamba belibken boedak lelaki dan perampoewan, hingga termasjhoerlah hamba orang berharta.
Sekali peristiwa pada soewatoe hari, sedang kera itoe lagi doedoek di ampirnja hamba, maka njatalah dia seperti tiada senang, dia liat ka kanan, ka kiri, seperti aken mentjari taoe apakah tiada ada orang laen di ampirnja kita berdoowa itoe. Hamba fikir kenapa bole begitoe perboewatannja kera itoe. Adapoen doeli sjah alam jang maba moelija bole kira sendiri sebagimana kagetnja hamba, koetika dengan njata sekali hamba dengar soewara orang memanggil hamba poenja nama. Hamba pandang kera itoe, maka ia itoelah jang telah memanggil hamba. Babna terlaloe keras kaget hamba, maka hamba soeda maoe lari dari bilik itoe, aken tetapi kera itoe lantas dateng lebi dekat laloe ia berkata: „Kami ini boekan sembarang kera.” Hamba tanja padanja kaloe engkau boekan sembarang kera, maka siapaka engkau.” Djawabnja : „Kami ini soewatoe djin. Oleh kerna melaratnja kahidoepanmoe, maka kami dapet kesian padamoe, dari itoe poen kami dateng kemari aken brihken pertoeloengan. Engkau sekarang soeda bole dapet liat koewasa kami, sebab harta kekaja-apmoe itoe semoewa bole saksiken, adapoen itoe baroe sebagian jang amat ketjil dari pada antero koewasa kami. Maka sekarang kami hendak mengoendjoeken koewasa kami terlebi lagi dari jang kami telah kaloewarken; kami hendak kasi nikah padamoe dengan sa-orang perampoewan moeda jang bagoes seperti dewa.”
Kami bertanja dengan nafsoe: „Begimanakah akoe bole dapet meminang perempoewan begitoe bagoes.”
Katanja kera itoe: „Dengarin sadja doeloe baik-baik, apa jang kami bitjara padamoe.”
Katanja poela: „Besok pagi engkau berpakejan jang tjakep sekali, abis engkau naik koeda bagal jang di ribasi bagoes-bagoes, pake selah jang<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1484|{{smaller|96}}}}</noinclude>
gpu3v7xjz6ljh4lwapt09ozptgnqndx
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/583
104
100954
283035
282088
2026-05-06T16:51:48Z
Zeefra
22281
283035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>bitjara dari barta javg amat besar itoe, jang nanti membikin dia beroen toeng sa-oemoer idoepnja. Djadi ia loepahkеn apa jang telah di perboewat padanja oleh mamandanja, maka berkatalah Aladin: » Ja mamanda bilangken sadja apa sanda misti bikin, sebab apa djoega mamanda prentabken ganda nanti toeroet."
Saboetnja itoe orang toewa : Na, begitoelah anak baroe benar sekali bitjaramoe, " maka di peloknja poela dengan di eloes - eloes kepalanja Aladin. Abis ia berkata poela pada Aladin : > Marilah kesini, pegang itoe tjintjin batoe dan angkatkeolah batoenja ."
Aladin laloe berkata : > Waai mamanda, bagimanakah boewatannja mengangkat batoe saberat ini, tiada koewat sanda, djikaloe mamarda hendak menoeloeng boleh djoega ."
Maka kata orang toewa itae: » Hei anakkoe, akoe ipi tiada boleh meraba batoe itoe, apalagi mepoeloeng engkau mengargkat, engkau misti angkat sendiri, sebab kaloe akoe bantoewin , maka moesnah semoewa barta
itoe. Tjoba sadja engkau pegang itoe tjiptjin angkatlah batoenja. "
Setelah itoe, maka Aladin angkat batoe itoe, maka terangkatlah dengan gadget moedabnja, abis dia taro itoe batoe di pinggir. Kamoedian dari pada itoe, maka tampaklah soewatoe lobang dengan ada tangganja, aken boleh toeroen kabawab .
Sjahdan , maka katanja itoe orang toewa : ” Hei apakkoe, dengarkenlab jang betoel apa akoe kataken padamoe. Toeroenlah di ini tangga, kaloe engkau sampe di bawab , maka engkau nanti dapet liat satoe melige amat besar, ia itoe tiga pelantaraa jang mendjadi satoe. Di dalem ivi pelantaran engkau nanti liat di kanan kirinja ada djambangan, di tiap-tiap pelantaran ada ampat djambangan terisi dengan emas dan perak , ada poen djaga baik-baik, djanganlah engkau meraba itoe barang. Kapan engkau hendak masoek kadalem pelantaran jang pertama, maka baiklah engkau ikat betoel-betoel pakejap moe di pinggang, soepaija djangan berkibaran . Djikaloe engkau soeda sampe di
pelantaran jang pertama, teroeslah engkau pegi kapelan taran jang kadoewa, djangan engkau brenti-brenti, abis teroes pegi ka pelantaran jang katiga
maka djangan brenti- brenti, serta poela djaga baik, djargan sampe pakejan verkibar kena langgar tembok-tembok pelanta ran itoe, sebab kaloe kena moe kelanggar itoe, nistjaija matilah engkau , oleh kerna itoe, maka akoe kataken tadi padamoe ikatken baik-baik pakejan moe di pinggangnoe. Srenta engkau sampe di oedjoeng-oedjoeng pelantaran jang katiga, maka panti ada pintoe, ia itoelah djalan aken masoek ka soewatoe taman jang terlaloe amat endah endah dan penoeh dengan poehoen beboewahan. Engkau berdjalan teroes sadja, meliwat itoe taman sampe pada soewatoe tangga, maka itoe tangga ada lima poeloe tingkatnja. Eogkau naiklah di atas itoe tangga, maka di ataspja<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1576|{{smaller|89}}}}</noinclude>
ce5zszvzsdtqbfgod91rwtc7o5de00y
283467
283035
2026-05-07T04:39:45Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283467
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>bitjara dari harta jang amat besar itoe, jang nanti membikin dia beroentoeng sa-oemoer idoepnja. Djadi ia loepahkеn apa jang telah di perboewat padanja oleh mamandanja, maka berkatalah Aladin: »Ja mamanda bilangken sadja apa sanda misti bikin, sebab apa djoega mamanda prentabken ganda nanti toeroet."
Sahoetnja itoe orang toewa: »Na, begitoelah anak baroe benar sekali bitjaramoe," maka di peloknja poela dengan di eloes-eloes kepalanja Aladin. Abis ia berkata poela pada Aladin: »Marilah kesini, pegang itoe tjintjin batoe dan angkatkenlah batoenja."
Aladin laloe berkata: »Waai mamanda, bagimanakah boewatannja mengangkat batoe saberat ini, tiada koewat sanda, djikaloe mamanda hendak menoeloeng boleh djoega."
Maka kata orang toewa itoe: »Hei anakkoe, akoe ini tiada boleh meraba batoe itoe, apalagi menoeloeng engkau mengangkat, engkau misti angkat sendiri, sebab kaloe akoe bantoewin, maka moesnah semoewa harta itoe. Tjoba sadja engkau pegang itoe tjintjin angkatlah batoenja."
Setelah itoe, maka Aladin angkat batoe itoe, maka terangkatlah dengan sanget moedahnja, abis dia taro itoe batoe di pinggir. Kamoedian dari pada itoe, maka tampaklah soewatoe lobang dengan ada tangganja, aken boleh toeroen kabawah.
Sjahdan, maka katanja itoe orang toewa: »Hei anakkoe, dengarkenlah jang betoel apa akoe kataken padamoe. Toeroenlah di ini tangga, kaloe engkau sampe di bawah, maka engkau nanti dapet liat satoe melige amat besar, ia itoe tiga pelantaran jang mendjadi satoe. Di dalem ini pelantaran engkau nanti liat di kanan kirinja ada djambangan, di tiap-tiap pelantaran ada ampat djambangan terisi dengan emas dan perak, ada poen djaga baik-baik, djanganlah engkau meraba itoe barang. Kapan engkau hendak masoek kadalem pelantaran jang pertama, maka baiklah engkau ikat betoel-betoel pakejanmoe di pinggang, soepaija djangan berkibaran. Djikaloe engkau soeda sampe di pelantaran jang pertama, teroeslah engkau pegi ka pelantaran jang kadoewa, djangan engkau brenti-brenti, abis teroes pegi ka pelantaran jang katiga maka djangan brenti- brenti, serta poela djaga baik, djangan sampe pakejanmoe berkibar kena langgar tembok-tembok pelantaran itoe, sebab kaloe kena kelanggar itoe, nistjaija matilah engkau, oleh kerna itoe, maka akoe kataken tadi padamoe ikatken baik-baik pakejanmoe di pinggangmoe. Srenta engkau sampe di oedjoeng-oedjoeng pelantaran jang katiga, maka nanti ada pintoe, ia itoelah djalan aken masoek ka soewatoe taman jang terlaloe amat endah-endah dan penoeh dengan poehoen beboewahan. Engkau berdjalan teroes sadja, meliwat itoe taman sampe pada soewatoe tangga, maka itoe tangga ada lima poeloe tingkatnja. Engkau naiklah di atas itoe tangga, maka di atasnja<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1576|{{smaller|89}}}}</noinclude>
bc0665tlwxuuyqccestr0hrjysn6y1i
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/511
104
100955
283510
282326
2026-05-07T05:12:57Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283510
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>perak boekan makan boeroeng. Akoe taksir engkau tentoe takoet bajarken oewang emas aken djadi pembelinja ini boeroeng. Maka akoe taoe tentoe jang akoe bisa dapet harga jang tinggi sekali boewat ini boeroeng, sebab brapa poeloe taon akoe djadi toekang boeroeng, belon pernah akoe liat boeroeng seperti ini endahnja, di antero doenia tiada ada kadoewanja, dari itoe akoe hendak persembahken boeroeng ini kapada radja, nistjaija akoe bakalan dapet oepah jang terlebi banjak lagi, dari harganja jang engkau brani bajar buewat ini boeroeng.
Si toekang boeroeng tiada mampir di pasar, ianja teroes pegi ka astana radja. Sri baginda kabetoelan ada di depan djendela, maka di liatnja segala apa jang kedjadian di pasar. Apabila di liatnja oleh radja itoe boeroeng jang amat bagoes, maka radja lantas titanken orang-orang pendjaga harem aken beli itoe boeroeng. Orang-orang pendjaga harem sampe pada si toekang boeroeng abis di tanja harganja boeroeng bajan itoe.
Djawabnja si toekang boeroeng: »Kaloe boewat sri maharadja, maka hambanja bermoehoen apalah kiranja aken persembabken boeroeng jang adjaib ini ka bawah doeli sjab alam.” Itoe orang pendjaga harem bawa boeroeng bajan itoe pada sri baginda, maka radja liat boeroeng itoe adjaib sekali, belon pernah di liatnja boeroeng sademikian, djadi ia bribken si toekang boeroeng sepoeloe ringgit emas, maka sanget girangnja si toekang boeroeng. Abis begitoe radja soeroe taro boeroeng itoe di dalem koeroengan jang bagoes, tempat makannja dari emas, dan tempat aer minoemnja dari batoe poewalam.
Sri baginda laloe pegi memboeroe djadi ia tiada tempo aken liat lama-lama boeroeng jang baroe di belinja, tetapi koetika ia poelang memboeroe maka ia lekas soeroe bawa masoek boeroeng itoe kadalem. Aken meliat lebi gampang, maka radja boeka pintoe koeroengannja laloe di ambilnja di taro di tangan. Sembaring memandang boeroeng itoe, maka radja bertanja pada orang pendjaga harem, apa itoe boeroeng soeda makan atawa belon. Sembahnja toekang mendjaga barem: »Doeli sjah alam bole liat sendiri tempat makannja masih penoeh, dan hambanja tiada liat enggas itoe makan. Radja laloe titahken, aken kasi makan roepa-roepa makanan boeroeng, soepaija inggas ini bole pilih apa jang di kahendaknja.
Dari sebab medja makan soeda di toetoep, maka dajang-dajang moela angkat makanan. Apabila bajan itoe dapet liat pinggan terisi makanan maka lantas ia berterbangan sampe terlepas dari tangannja radja, inggas itoe terbang ka atas medja laloe makan makanan jang enak-enak itoe. Radja meliat begini mendjadi heran, ianja titahken pendjaga harem pegi panggil permeisoeri radja, soepaija permeisoeri bisa dapet liat sendiri hal ini. Itoe pendjaga harem tjeritaken semoewa itoe pada permeisoeri,<noinclude>{{rh||1540}}
{{rh|1001 Malam| |80}}</noinclude>
odc9eu09pz6710jy6im5dj328kxehqf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/581
104
100958
283036
282144
2026-05-06T16:52:56Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Maka sakoetika itoe djoega boemi poen bergontjang bergoentoer, laloe terbelah di hadepan marika itoe kadoewa, maka di dalem belah tanah itoe di tampak batoe saboewah, besarnja doewa kaki ampat pesagi, dan tebalnja sa-kaki, maka pada sama tengahnja bertjap, serta ada tjintjin dari pada proenggoe, aken pemegang, djika orang berhak mengangkat.
Sjahdan apabila di lihatnja oleh Aladin, aken hal jang demikian itoe, maka ia poen sanget terprandjat, serta heran dan takoet, hingga ia hendak berlari.
Hata, maka itoe orang toewa memang perloe sekali aken penoeloengannja Aladin boewat kaboelken nijatnja jang rahasia itoe, oleh kerna itoe, maka Aladin di tahan dengan bengis laloe di marah-in, serta di tempelengnja poela, hingga Aladin terdjato ka tanah ampir patah giginja, maka moeloetnja berdara. Aladin mendjadi terlebi takoet lagi, dia gemetar seloeroeh toeboehnja, maka katanja sembari menangis: »Ja mamanda, apakah koe boewat, bingga membikin mamanda djadi begitoe marah sampe sanda di anijaja begini?"
Djawabnja itoe orang toewa: »Diam, akoe tiada nanti memoekoel, djikaloe tiada ada sebabnja, ketahoewilah olehmoe, bahoewa akoe ini seperti ganti bapamoe. Maka djanganlah engkau takoet." Soewaranja orang toewa itoe bitjara soeda tiada asran lagi pada hal manies seperti hendak memboedjoek: »Akoe maoe engkau toeroet dengan tatep, apa jang akoe kataken padamon, soepaja engkau boleh mendapet oentoeng besar itoe jang akoe hendak brihken padamoe."
Bitjaranja itoe orang toewa begitoe manies telah membikin ilang takoetnja Aladin, serta di pertjaijanja poela orang toewa itoe. Apabila Aladin poenja ati soeda senang lagi, maka berkata poela orang itoe pada Aladin: »Hei anak, engkau sendiri soeda liat sebagimana koewasakoe, engkau soeda liat apa jang akoe telah djadiken tjoema dengan boeboek jang akoe bakar itoe bersama-sama doakoe. Ketahoewilah olehmoe, bahoewa di bawah batoe ini ada harta jang terlaloe amat banjak, maka semoewa harta itoe engkaulah jang dikenanken Allah, soepaija engkau bole djadi terlebi hartawan dari pada radja-radja dan soltan-soltan di doenia ini. Di dalem doenia ini tiada sa-orang djoewa poen, melaenken engkau djoega jang bole mengangkat batoe ini, serta tiada ada orang laen poela jang telah di takdirken Allah, aken sanggoep memindahken batoe ini. Akoe sendiri tiada boleh merabah ini batoe, maskipoen masoek kadalem tempat harta itoe tersimpan akoe tiada boleh, maka djika hendak engkau mengangkatken ini batoe, kita peroleh harta itoe, maka kaja dan selamat kita berdoewa."
Aladin sanget herannja, sebab melihat barang jang soenggoe adjaib ini, serta terlebi poela tertjengang, koetika di dengarnja itoe orang toewa<noinclude>{{rh||1575}}</noinclude>
ayjl9ewzuyrzvnw7hrnkv1syfr3kwm6
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/579
104
100962
283037
282183
2026-05-06T16:54:23Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Koetika itoe orang toewa dapet liat jang Aladin soeda ilang tjapenja, maka ianja adjakin dia djalan lebi djaoe lagi liwat kebon-kebon. Itoe kebon-kebon tiada di pager, tjoema berwatesan solok-solokan sadja, sebab bahna orang-orang di sitoe tiada sekali-kali taoe apa artinja memaling, maka tiadalah perloe pekarangan atawa kebon itoe di pagerin. Begitoe dengan begitoe, orang kadoewa itoe berdjalan sampe soeda djaoe sekali dari kota dan taman-taman jang tadi, marika itoe tiada djoega brenti sampe lama-kelama-an marika itoe soeda ampir di pegoenoengan.
Arkian, maka Aladin itoe sa-oemoer idoepnja belon taoe berdjalan begitoe djaoenja, djadi ia keliwat merasa tjape maka kalanja pada itoe orang toewa: »Mamanda, kita ini pegi kamana? Soeda lama kita liwat taman-taman di loewar kota, maka sekarang ampir kita sampe di pegoenoengan. Kaloe kita misti djalan djaoehan lagi, maka sanda rasa barangkali sanda tiada koewat, aken berdjalan poelang."
Djawabnja itoe orang toewa: »Aladin djangan koewatir, akoe maoekasi oendjoek padamoe taman-taman jang laen jang terlebi bagoes lagi dari pada jang soeda-soeda, sekarang kita ampir sekali pada tempat-tempat itoe, djadi kaloe kita tiada teroes pegi sampe di sitoe, maka sajanglah kita berlelah pertjoema-tjoema," Aladin kena di boedjoek, maka berdjalan poela orang kadoewa itoe lebi djaoe, sembaring djalan itoe orang toewa bertjerita roepa-roepa dongeng jang loetjoe, soepaija Aladin senang tiada terlaloe merasa tjapenja.
Achir-achirnja marika itoe sampe di antara doewa boewah goenoeng jang amat tingginja, lagi tiada berdjaoehan dirinja satoe dari pada laen. Di sitoelah, di antara itoe doewa goenoeng, Aladin hendak di bawanja oleh itoe orang toewa, aken ia kaboelken nijatnja itoe jang membikin sampe dianja berdjalan begitoe djaoe dari negri Habesi ka bonoewa Tjina.
Katanja itoe orang toewa: »Di sinilah baros kita sampe di tempat jang hendak akoe oendjoekin padamoe, nanti akoe kasi liat padamoe roepa-roepa barang jang belon pernah taoe di liat oleh sa-orang manoesia. Kapan engkau soeda liat itoe, maka baroelah engkau berasa banjak trima kasi pada akoe, sebab engkau bakalan liat barang jang adjaib soenggoe, belon pernah di liat orang. Selagi akoe bikin api, maka baiklah engkau koempoelken tjabang-tjabang kajoe kering, soepaija lekaslah api itoe besar. Memang di sitoe banjak tjabang kajoe kering, djadi lekas Aladin dapet koempoel kajoe, aken di bikin oempan. Itoe orang toewa geret apinja, lalos di soeloetnja taboenan kajoe kering itoe, setelah soeda, maka itoe orang toewa bakar boeboek jang ada di tangannja. Srenta di bakaramja itoe, maka moemboellah asepnja jang tebel, semantara itoe si orang toewa mengotjap doanja, jang tiada di artinja oleh Aladin.<noinclude>{{rh||1574}}</noinclude>
4mora8hwhggrkiiqszr8l3xfzo2mppz
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/366
104
100963
283372
282118
2026-05-07T03:58:18Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283372
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>{| class="wikitable" style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.4; border: 1px solid black;"
|- style="border-top: 3px double black; border-bottom: 1px solid black; text-align: center; font-weight: bold;"
! style="width: 5%;" | No. !! style="width: 25%;" | Paberik Gula !! style="width: 20%;" | Karesidenan !! style="width: 25%;" | 1951 !! style="width: 25%;" | 1952
|-
| style="text-align: center;" | 1 || Bangsal || Surabaja || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 2 || Brangkal || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 3 || Sentanenlor || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 4 || Gempolkerep || style="text-align: center;" | " || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 5 || Perning || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 6 || Watutulis || style="text-align: center;" | " || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 7 || Buduran || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 8 || Sruni || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 9 || Balongbendo || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 10 || Krian || style="text-align: center;" | " || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 11 || Ketegan || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 12 || Krembung || style="text-align: center;" | " || Reserve || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 13 || Tulangan || style="text-align: center;" | " || Giling || Reserve
|-
| style="text-align: center;" | 14 || Popoh || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 15 || Modjoagung || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 16 || Djombang || style="text-align: center;" | " || Dibangun || Dibangun
|-
| style="text-align: center;" | 17 || Tjukir || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 18 || Tjandi || style="text-align: center;" | " || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 19 || Seloredjo || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 20 || Somobito || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 21 || Tanggulangin || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 22 || Porong || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 23 || Tjeweng || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 24 || Blimbing || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 25 || Redjoagung || Madiun || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 26 || Redjosari || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 27 || Purwodadi || style="text-align: center;" | , || Dibangun || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 28 || Kanigoro || style="text-align: center;" | " || Giling || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 29 || Sudhono || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 30 || Pagotan || style="text-align: center;" | " || Dibangun || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 31 || Lestari || Kediri || Giling || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 32 || Ngadiredjo || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 33 || Pesantren || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 34 || Meritjan || style="text-align: center;" | " || Dibangun || Dibangun
|-
| style="text-align: center;" | 35 || Djati || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 36 || Kentjong || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 37 || Minggiran || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 38 || Kunir || style="text-align: center;" | " || Dibangun || Dibangun
|-
| style="text-align: center;" | 39 || Tegowangi || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 40 || Modjopanggung || style="text-align: center;" | " || Giling || Giling
|-
| style="text-align: center;" | 41 || Menang || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 42 || Purwosari || style="text-align: center;" | " || Dibangun || Dibangun
|-
| style="text-align: center;" | 43 || Kawarasan || style="text-align: center;" | " || Rusak || Rusak
|-
| style="text-align: center;" | 44 || Sumberdadi || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|-
| style="text-align: center;" | 45 || Garum || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | " || style="text-align: center;" | "
|}<noinclude>{{rh|334}}</noinclude>
b2dbs73blgn36c51cvz6v4mgsqejflz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/481
104
100964
283461
282195
2026-05-07T04:35:37Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283461
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>perkata-an jang manda bitjara-in sama iboenda, maka betoel sekali sebagimana jang sanget di koewatirken oleh manda, kami sekarang soedah bertjinta lebi doeloe, sabelonnja katentoewan di trima atawa tida. Ia itoepoen sebabnja, mengapa kami adjakin mamanda pegi memboeroe, soepaija kami dapet bitjara dengan mamanda berdoewa-doewa, sahingga mamanda poelang, maka mamanda soeda dapet taoe, bahoewa kami sanget tjintahken poeteri Giauhare.
Adapoen bebrapa kali kami berdoewa-doewa sama mamanda tiada djoega sanda brani bitjara-in hal itoe, sebab maloe djadi berat memboeka moeloet. Tetapi sekarang kami permoehoenken pada mamanda, biar apalah kiranja mamanda kasiani pada kami, soepaija kami tiada oesah toenggoe begitoe lama, aken ridlanja poeteri poenja orang toewa, sebab kami tentoe tiada bisa tahan dan mati kami, sabelonoja kami dapet kabar dari mamanda.
Bitjaranja radja Beder sademikian membikin bingoeng pada radja Saleb, dia tiada taoe apa aken di bikin. Ia fikirken, bahoewa soesah sanget aken toeroet sebagimana bitjaranja Beder. Kaloe dia maoe lekas-in hal ini di dalem laoet, aken tetapi itoe tiada sekali-kali, sebab bagimana nanti djadinja di negri Persie, kaloe radja pegi tinggal-in karadja-annja. Oleh kerna jang sademikian itoe, maka radja Saleh boedjoek baik-baik sama kapopakannja lebi baik sabar doeloe, tahan nafsoe birabinja sampe radja Saleh dapet oeroesken hal itoe dengan betoel; lagi radja Saleh bilang, bahoewa ia nanti bikin soepaija lekas di perseleseken paminangan poeteri Giauhare.
Hata maka radja Beder tida maoe dengar bitjara jang demikian. Katanja radja Beder: »Sampe ati sekali mamanda bikin begitoe pada kami, sekaranglah baroe njata, bahoewa mamanda saijang kami tjoema di bibir sadja tiada di ati, njatalah mamanda lebi soeka kami ini mati bersakit ati dari pada menoeroet permoehoenan kami, maka baroe ini sekali djoega kami taoe minta toeloengannja mamanda.”
Radja Saleh bersakit ati mendengar kaponakkandja berkata begitoe, maka katanja radja Saleb : »Kaloe begitoe Beder, baiklah, dengan segala soeka ati kami hendak mengoendjoekin, bahoewa di dalem doenia tiada ada soewatoe barang apa djoega, jang kami tida maoe bikin, asal engkau boleh djadi beroentoeng, aken tetapi kami tiada brani bawa kamoe pegi dari sini dengan tiada kasi taoe doeloe pada iboemoe. Apakah ianja nanti kira dari kami? Djikaloe iboemoe tiada ada kaberatan soewatoe apa, maka kami toeroet sabagimana bitjaramoe, baiklah kami nanti toeloeng boedjoek iboemoe, soepaija ia tiada djadi goesar."
Katanja Beder: »Kami taoe tentoe, bahoewa iboe tiada nanti kasi permissie kami tinggalken negri kami; soedah bitjara mamanda sademikian membikin terlebi njata lagi, bahoewa mamanda tiada saijang sama kami.<noinclude>{{rh||1527}}</noinclude>
jtspb8uuv67vhujtecagik2jtahlghs
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/577
104
100966
283038
282212
2026-05-06T16:55:17Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM }}</noinclude>liat orang-orang, jang besar poenja ka-idoepan.“ Setelah soedah, maka itoe orang toewa pegi.
Hata, maka Aladin sanget girang soeda berpoenja pakejan jang endah-endah, serta lagi dia soeka tjita sekali, jang dia nanti bakalan djalan-djalan di taman taman di loewar kota. Sebab memang belon pernah dia pegi diloewar pintoe kota, maski di ampir-ampirnja itoepoen belon taoe di liatnja. Kerna itoe pada esokan arinja pagi-pagi sekali dia soeda bangoen berpake, aken toenggoe dateng mamandanja. Sebentar-bentar dia meliat kaloewar mamandanja belon djoega dateng achir-achirnja, maka datenglah itoe orang toewa dan dari djaoe Aladin soeda boeroe, aken ketemoe-in dia.
Itoe orang toewa samboet padanja dengan manies bahasa, serta berkata sembari mésěm: »Na, ini harilah akoe nanti oendjoenken barang-barang padamoe jang belon pernah engkau liat."
Marika kadoewanja laloe berdjalanlah, maka Aladin di bawa kaloewar sato gerbang di djalanan, di mana ada bebrapa roemah besar-besar dan jang endah-endah dengan astana-astana. Maka satoe-satoenja ada tamannja dimana orang bole berdjalan djalan. Tiap-tiap kali Aladin liwatin satoe astana, maka orang toewa itoe tanja padanja bagoeskah atawa tida astana itoe, adapoen blakangkali sabelonnja ia di tanja lagi, maka Aladin soeda berseroe-seroe dengan girang, kaloe dia dapet liat roemah jang bagoes katanja: »Astaga mamanda ini astana lebi bagoes lagi dari jang tadi!" Begitoe dengan begitoe, kadoewa orang itoe berdjalan semangkin lama semangkin djaoe, maka si orang toewa itoe amat tjerdik, dia kepingin pegi lebi djaoe lagi, maka aken lakoeken maksoednja itoe dia adjak masoek Aladin di dalem taman. Ianja
doedoek di ampirnja saboewah kolam, maka ini kolam dapet aernja dari pada pantjoran dan pantjoran itoe berkepala-kepalaan singa terbikin dari proenggoe, maka aer itoe bagoes dan bening. Itoe orang toewa melaga tjape soenggoe, soepaija Aladin djoega lantas nanti doedoek. Katanja itoe orang toewa pada Aladin: »Anak engkau tentoe tjape seperti akoe, marilah kita berdoedoek-doedoek di sini memboewang tjape, soepaija bole djadi segar lagi, dan kita bole berdjalan lebi djaoe."
Koetika orang kadoewa itoe soeda doedoek, maka itoe orang toewa keloewarin satoe boengkoesan jang ada tergantoeng di ikat pinggangoja, maka di dalem itoe boekoesan ada bebrapa roepa koewe, beboewahan dan laen-laen persantapan, abis dia gelarken itoe di pinggir kolam, laloe di adjaknja Aladin makan. Sembaring makan begitoe, maka itoe orang toewa membrihken nasehat pada kaponakannja, serta di adjarkennja blakangkali lebi baik bertjampoer gaoel sama orang-orang jang baik-baik dan bidjaksana, soepaija bole ia dapet peladjaran dan nasehat jang baik, katanja: »Ingatlah anak tiada sebrapa lama lagi, maka engkau soeda boekan anak-anak lagi, haroeslah engkau biasaken, aken membitjara-in hal dengan akal."<noinclude>{{rh||1573}}</noinclude>
6q1jpn8ofvbh9bukhnnlcuif7a46cxs
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/417
104
100968
282582
282166
2026-05-06T12:34:52Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
282582
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>tjape, maka sekali pada soewatoe bari bamba toetoepi diri hamba di dalem satoe kamar sendirian. Abis hamba ambil itoe boeroeng Radja wali laloe bamba oekoep sebagimana mistinja. Devgan sigrah lantas sekalian djin pri dan mambang pada dateng bersoedjoed. Maka hamba titahken marika itoe, aken bawa segala barta banda, batoe permata intan, djambroet dan emas perak dari kota tembaga di pinda ka kota Balsora. Sebentaran djoega terdjadilah seperti titah hamba.
Aken membales itoe djin doerhaka, jang menjaroe dirinja djadi kera, soepaja ia kena boedjoek sama hamba, maka hamba titahken sa-orang djin jang baik, aken tangkep itoe djin doerbaka di bawa kabadepan hamba. Ia dateng mengadap dengan minta-minta ampoen, aken tetapi hamba tida perdoeli-in sembahnja. Sasoedahnja hamba kataken padanja kadjabatannja itoe, maka bamba soeroeh masoekin dia di dalem satoe boeli-boeli dari tembaga, abis moeloet boeli-boeli itoe hamba koentji, koetika soeda terkontji betoel, baroe
boeli-boeli itoe hamba prentabken lemparken ka dalem laoet.
Sedari itoe waktoe hamba idoep senang sama bamba poenja isteri, tiada ada satoe kasoekaran melanggar kita. Apa kita soeka tentoe katrima, Kekaja-an apa djuega jang hamba kabendaki nistjaija dapetlah. Ia itoelab
berkatnja Allah bagi hamba jang tiada brenti memoedjiken kamoelija-andja.”
Kalief Haroen al Rasjid senang sekali mendengar bikajatnja Aboe Mobamed Alkeslan, maka radja terlebi soeka lagi trima persembabannja Alkeslan itoe, sebab di antara intan-intan itoe ada bebrapa banjak jang setoedjoe sekali dengan kabendaknja Zobiada. Adapoen baginda Kalief poen bales djoega trima kasinja, serta di hormatidja pada Aboe Mohamed Alkeslan koetika ia poelang lagi ka Balsora .
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh||1465|}}</noinclude>
c8redd11260lzilu5it1e2gzna4rqhv
283310
282582
2026-05-07T03:31:51Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283310
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>tjape, maka sekali pada soewatoe bari bamba toetoepi diri hamba di dalem satoe kamar sendirian. Abis hamba ambil itoe boeroeng Radja wali laloe bamba oekoep sebagimana mistinja. Devgan sigrah lantas sekalian djin pri dan mambang pada dateng bersoedjoed. Maka hamba titahken marika itoe, aken bawa segala barta banda, batoe permata intan, djambroet dan emas perak dari kota tembaga di pinda ka kota Balsora. Sebentaran djoega terdjadilah seperti titah hamba.
Aken membales itoe djin doerhaka, jang menjaroe dirinja djadi kera, soepaja ia kena boedjoek sama hamba, maka hamba titahken sa-orang djin jang baik, aken tangkep itoe djin doerbaka di bawa kabadepan hamba. Ia dateng mengadap dengan minta-minta ampoen, aken tetapi hamba tida perdoeli-in sembahnja. Sasoedahnja hamba kataken padanja kadjabatannja itoe, maka bamba soeroeh masoekin dia di dalem satoe boeli-boeli dari tembaga, abis moeloet boeli-boeli itoe hamba koentji, koetika soeda terkontji betoel, baroe
boeli-boeli itoe hamba prentabken lemparken ka dalem laoet.
Sedari itoe waktoe hamba idoep senang sama bamba poenja isteri, tiada ada satoe kasoekaran melanggar kita. Apa kita soeka tentoe katrima, Kekaja-an apa djuega jang hamba kabendaki nistjaija dapetlah. Ia itoelab
berkatnja Allah bagi hamba jang tiada brenti memoedjiken kamoelija-andja.”
Kalief Haroen al Rasjid senang sekali mendengar bikajatnja Aboe Mobamed Alkeslan, maka radja terlebi soeka lagi trima persembabannja Alkeslan itoe, sebab di antara intan-intan itoe ada bebrapa banjak jang setoedjoe sekali dengan kabendaknja Zobiada. Adapoen baginda Kalief poen bales djoega trima kasinja, serta di hormatidja pada Aboe Mohamed Alkeslan koetika ia poelang lagi ka Balsora .
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh||1465|}}</noinclude>
kcxg5hx0qdxjvdbk9exee0et9anrf2s
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/575
104
100971
283039
282278
2026-05-06T16:56:00Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>bebrapa tempat dalem astana radja di mana orang toewa itoe boleh masoek.
Setelah soeda ia oendjoeken pada Aladin tempat-tempat jang endah-endah di dalem, maka itoe orang toewa bawa sama Aladin ka pasanggrahan dimana ianja menoempang. Di itoe pasanggrahan kabetoelan masih ada bebrapa soedagar-soedagar jang laen pada menoempang, maka ini soedagar-soedagar dengan sengadja di soeroeh berkoempoel oleh itoe orang toewa, soepaija marika itoe boleh samboet sama Aladin, sebab Aladin ini soeda di maloemkennja djadi kaponakannja. Teristimewa di kasinja Aladin bitjara sama aoedagar-sosdagar jang berdagang barang-barang, seperti Aladin nanti aken djoewal, maka itoe soedagar-soedagar semoewa membrihken nasehat pada Aladin, soepaja ia boleh berlakoe jang baik dalem pakerdja-annja jang baroe.
Orang-orang jang di perdjamoeken makan dan minoem itoe tinggal sampe
laat malem baroe brenti dan Aladin hendak berdjalan poelang kombali ka roemahnja, adapoen itoe orang toewa tiada maoe kasi Aladin poelang sendiri-an djadi ia pegi anterken kaponakannja itoe sampe di roemah iboenja. Koetika si iboe dapet liat anaknja berpake-pakejan begitoe amat endah-endahnja, make sangatlah girang si iboe itoe, dan tiada brentinja memoedjiken kamoerahan ati orang toewa itoe jang soedah koernijaken Aladin dengan pakejan begitoe mahal. Katanja pada itoe orang toewa: »Hei, iparkoe, terlaloe banjak boedimoe telah koe pikoel, bagimanakah akoe sanggoep membales sekalian itoe, sebab akoe taoe sendiri Aladin tiada haroes di bikin baik, seperti engkau bikin sekarang padanja, maka itoe besar soenggoelah koerang trimahnja, djikaloe ia tiada djagaken dirinja baik-baik di kamoedian hari kapan ia soeda ada di tokonja. Adapoen akoe minta doa siang ari malem dengan mendjoendjoeng kadoewa bilah tangankoe biar apalah kiranja Allah ta-Allah menerangken atinja Aladin, soepaija ia bisa mendjadi baik dan tiada mensia-siaken karoenijamoe jang besar ini."
Djawabnja itoe orang toewa: »Ach Aladin satoe anak baik, dia maoe dengar katakoe dan akoe rasa dia bakalan djadi orang baik-baik. Tjoema akoe koerang senang ati, jang besok akoe belon bisa kaboelken Dijatkoe, sebab besok hari Djoemahat dan kabanjakan toko-toko pada tertoetoep, djadi kita tiada bisa dapet sewah tempat dan tida bisa beli barang-barang toko, oleh kerna soedagar-soedagar di itoe hari biasa pegi menjenangken ati, Maka itoe, baiklah kita oendoerken sampe hari Saptoe sadja, aken pegi blandja. Tetapi besok akoe nanti adjak lagi padanja pegi berdjalan-djalan di tempat-tempat taman di mana orang-orang bangsawan biasa dateng berkoempoel aken menjenangken ati. Barangkali Aladin belon pernah liat sebagimana orang-orang bersenang-senangan ati di sana. Sebab dia sampe sekarang tiada laen koempoelannja tjoema anak-anak sadja, maka itoe baik sekarang dia<noinclude>{{rh||1572}}</noinclude>
axyklzxyoc548i9xx12lmww6c3dmdy7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/395
104
100977
283298
282288
2026-05-07T03:22:17Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283298
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>„Dari orang janģ tjoema ada doewa dinar poen soedah di bitjara-in orang dalem segala bahasa:
„Boekan sadja soedara, mana sobat sekali poen dateng berdesekan aken dengar bitjaranja, maka ia di pandang terlebi tinggi dari pada sesama-nja manoesia.”
„Kaloe sa-orang kaja bitjara, maskipoen bohong tjeritanja, maka orang dengarin itoe, nistjaja berkata soenggoe, benarlah seperti bitjaranja.”
„Adapoen kaloe si miskin bitjara, maskipoen benar tjeritanja, nistjaija orang kataken bohong.”
„Oewang itoe, lida aken boewat orang jang hendak beromong, maka oewang itoe poen panah boewat orang jang hendak memboenoeh.”
„Apabila Emir dengar bitjara hamba demikian, maka ia berdiam, menoendoeken kepalanja aken memikir. Tiada sebrapa lama lagi katanja: „Apa bitjara toewankoe soenggoe benarlah, aken tetapi maäfken hamba, djikaoe hamba minta pada toewan lagi doewa riboe dinar emas.”
Hamba menjaoet: „Baiklah, lantas engkau bole terima itoe oewang. Hamba lekas soeroeh sa-orang boedak poelang ka-roemah, aken ambil oewang doewa riboe dinar emas, tida berapa lama itoe boedak dateng membawa itoe oewang, maka hamba trimahken oewang itoe pada Emir. Srenta di liatnja dinar oewang emas itoe begitoe banjak, maka Emir itoe djadi girang sanget. Ia lantas bediri teroes titahken boedaknja, aken menoetoep itoe goedang. Sasoedahnja, ia soeroe panggil sanak soedaranja dengan sachbatnja, maka berkoempoelah sekalian marika itoe. Hamba ini di brihken hormat oleh sekalian itoe sebagimana patoet. Abis maka Emir soeroeh bikin soerat kawin, setelah terbikin, maka di djandjiken nikah-an itoe bakalan di rajahken nanti lagi sepoeloe ari, maka baroelah hamba soenggoe djadi soewaminja anak perampoewan itoe. Hamba laloe poelang karoemah dengan sanget girang, jang semoewa djalannja begini baik. Sampe di roemah, hamba tjeritabken hal ini pada kera itoe, adapoen soepaja djangan orang laen dapat dengar hamba poenja bitjara, maka hamba tinggal berdoewa kera itoe di dalem bilik. Sesoedahnja ia dapat tjerita itoe, maka ia brihken selamat pada hamba, serta di poedjinja perboewatan hamba.
Liwat sambilan ari, maka sampelah waktoenja, aken merajahken nikah bamba seperti telah di tetapken oleh Emir. Hata maka pada sore dari malem jang mendoeloewi hari raja nikaban itoe, maka datenglah kera itoe di ampir hamba, serta tingka lakoenja seperti orang bendak bitjara, tetapi ia tiada maoe kasi kentara. Tetapi lama kelama-an ia bitjara, katanja: „Besok engkau poenja pengharepan bakalan di kaboelken, maka boewat kamoe tjoekoeplah segala<noinclude>{{rh||1486}}</noinclude>
de493olui6bted6iy14ibbr6zpibi86
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/573
104
100979
283040
282262
2026-05-06T16:56:35Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Bitjaranja itoe orang toewa di penoedjoe-in soenggoe oleh Aladin, memang dianja tiada soeka djadi toekang, pada hal dia kepingin sekali djadi soedagar seperti bitjaranja itoe orang toewa, sebab Aladin taoe, bahoewa tokonja soedagar begitoe saben rapi dan bagoes atoeraanja, serta orangnja poen baik-baik pakejannja. Oleh kerna itos, maka katanja pada itoe orang toewa, bahoewa ia soeka djadi soedagar dan sa-oemoer idoepnja ia bakalan bertrima kasi pada itoe orang toewa, sebab pertoeloengannja itoe.
Djawabnja itoe orang toewa: »Sebab engkau soeka mentjari oentoeng dengan berdagang, maka besok akoe nanti bawa engkau berdjalan dengan berpakejan jang endah-endah, seperti patoet di pake sa-orang soedagar dan nanti hari noesa akoe boekaken tokomoe."
Hata, serta di dengar bitjaranja itoe orang toewa sademikian, maka di fikir oleh iboenja Aladin, bahoewa sasoenggoenjala orang toewa itoe abang dari pada bapanja Aladin. Ia poen bilang banjak trima kasi, aken karoenija orang itoe, serta pada Aladin poen di pesannja tegoeh-tegoeb, aken djangan memberih maloe pada mamandanja. Abis begitoe, iboenja Aladin angkat makan di taronja di atas medja. Di waktoe makan itoepoen tiada laen di bitjaraken tjoema hal memboeka toko itoe djoega, hingga lama malem itoe orang toewa moehoen poelang ke roemahnja.
Esokan harinja itoe orang toewa dateng berdjoempa lagi, seperti di djandjinja pada isterinja Moestafa. Ianja bawa Aladin pegi pada soedagar jang besar-besar, toekang mendjoewal barang kaen-kaen jang aloes boewat pakejan. Itoe orang toewa minta liat pakejan jang endah-endah boewat Aladin laloe di katakennja pada Aladin: »Hei anak, pilihkenlah olehmoe pakejan jang engkau penoedjoe dan pantes di pake olehmoe." Aladin girang jang mamandanja begitoe baik ati, dia lantas pilihken satoe pakejan jang endah-endah, maka orang toewa itoe lekas bajar harganja pada orang jang mendjoewal.
Koetika Aladin soeda berpake-pakejan jang endah-endah itoe, maka ia bilang banjak trima kasi pada itoe orang toewa, serta di djandjikennja oleh itoe orang selama-lamanja nanti tida di lepaskennja. Itoe orang toewa bawa sama Aladin pegi ka toko besar-besar di koeliling tempat di dalem kota, maka di dalem satoe toko kadoewa orang itoe masoek abis berkatalah itoe orang toewa pada Aladin: »Hei Aladin, oleh kerna engkau lagi sedikit ari bakalan djadi soedagar seperti ini orang jang ampoenja toko, maka baiklah kadang-kadang engkau pegi berdjoempa orang-orang itoe, soepaija marika itoe bole bladjar kenal padamoe." Orang kadoewa itoe berdjalan lebi djaoe lagi, maka di oendjoekennja pada Aladin masdjid-masdjid jang bagoes-bagoes dan pasanggrahan-pasanggrahan tempat soedagar-sosdagar menoempang, serta di<noinclude>{{rh||1571}}</noinclude>
tapidt2vixwv5mrnkgpfc3ht1moyqq4
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/242
104
100980
283180
282217
2026-05-07T01:57:28Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283180
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Transmigrasi Keluarga.'''
Sebelum „transmigrasi-umum” dapat dilaksanakan, maka untuk langkah pertama dari usaha Djawatan Transmigrasi, telah menjeleng garakan „transmigrasi-keluarga” , ialah mulai pada bulan Desember 1950 telah memberangkatkan orang-orang jang mendapat panggilan dari keluarganja jang telah lama menetap didaerah transmigrasi (dulu daerah kolonisasi).
Pemerintah memberi kesempatan kolonis dan kelonggaran kepada bekas (jang masih tetap bertempat tinggal didaerah transmigrasi sekarang) dapat memanggil saudaranja ataupun keluarganja di Djawa/Madura dengan perantaraan Djawatan Transmigrasi, artinja: mereka jang mendapat panggilan, dan suka memenuhinja, lalu diberangkatkan dan dibiajai oleh Djawatan Transmigrasi atas tanggungannja si-pemanggil. Maka dalam bulan Desember 1950 telah diberangkatkan rombongan „transmigrasi-keluarga" jang pertama kali dari kota Jogjakarta. (Kantor Pusat Djawatan Transmigrasi pada waktu itu masih berada di Jogjakarta). — Rombongan pertama ini terdiri dari 21 Kepala keluarga = 77 djiwa, dan berasal dari daerah-daerah Karesidenan: Kediri, Madiun, Surakarta, Jogjakarta, Kedu dan Banjumas, mereka ini menudju daerah bekas kolonisasi Tugumuljo (Kabupaten Lubuklinggau – Palembang – Sumatera - Selatan).
Adapun sjarat-sjarat untuk „transmigrasi-keluarga" (Menurut Peraturan Djawatan Transmigrasi No. 2/1950 ) ialah sebagai berikut:
<ol type="a">
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang memanggil sandaranja:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Dalam keadaan tjukup, sehingga dapat mendjamin penghi dupan pamilinja jang akan datang ditanah transinigrasi
pada waktu pertama;</li>
<li>Sanggup mendjadi penanggung (borg) tentang pembajaran kembali hutang transmigran-pamili kepada Pemerintah, berhubung dengan alat-alat perlengkapan jang diberikan oleh Pemerintah.</li>
</ol>
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang dipanggil:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Mempunjai hasrat mendjadi transmigran;</li>
<li>Berbadan sehat;</li>
<li>Sanggup untuk membajar kembali harga alat-alat dapur dan pertanian jang diberikan kepadanja.</li>
</ol>
</ol>
Ongkos-ongkos perdjalanan, penginapan dan makan para transmi gran-pamili dalam perdjalanannja dari Desanja sampai ditempat. transmigrasi jang ditudju, diatur dan ditanggung oleh Pemerintah.
Adapun djumlah „transmigrasi-keluarga" jang telah diberangkatkan dari seluruh wilajah Djawa-Timur mulai pertama kali sampai achir bulan Desember 1952 ialah:<noinclude>{{rvh|'''210'''}}</noinclude>
klm2iopgnua3nus2inkuticpjxsag15
283182
283180
2026-05-07T01:58:07Z
Suga Widi
25678
283182
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Transmigrasi Keluarga.'''
Sebelum „transmigrasi-umum” dapat dilaksanakan, maka untuk langkah pertama dari usaha Djawatan Transmigrasi, telah menjeleng garakan „transmigrasi-keluarga”, ialah mulai pada bulan Desember 1950 telah memberangkatkan orang-orang jang mendapat panggilan dari keluarganja jang telah lama menetap didaerah transmigrasi (dulu daerah kolonisasi).
Pemerintah memberi kesempatan kolonis dan kelonggaran kepada bekas (jang masih tetap bertempat tinggal didaerah transmigrasi sekarang) dapat memanggil saudaranja ataupun keluarganja di Djawa/Madura dengan perantaraan Djawatan Transmigrasi, artinja: mereka jang mendapat panggilan, dan suka memenuhinja, lalu diberangkatkan dan dibiajai oleh Djawatan Transmigrasi atas tanggungannja si-pemanggil. Maka dalam bulan Desember 1950 telah diberangkatkan rombongan „transmigrasi-keluarga" jang pertama kali dari kota Jogjakarta. (Kantor Pusat Djawatan Transmigrasi pada waktu itu masih berada di Jogjakarta). — Rombongan pertama ini terdiri dari 21 Kepala keluarga = 77 djiwa, dan berasal dari daerah-daerah Karesidenan: Kediri, Madiun, Surakarta, Jogjakarta, Kedu dan Banjumas, mereka ini menudju daerah bekas kolonisasi Tugumuljo (Kabupaten Lubuklinggau – Palembang – Sumatera - Selatan).
Adapun sjarat-sjarat untuk „transmigrasi-keluarga" (Menurut Peraturan Djawatan Transmigrasi No. 2/1950 ) ialah sebagai berikut:
<ol type="a">
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang memanggil sandaranja:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Dalam keadaan tjukup, sehingga dapat mendjamin penghi dupan pamilinja jang akan datang ditanah transinigrasi
pada waktu pertama;</li>
<li>Sanggup mendjadi penanggung (borg) tentang pembajaran kembali hutang transmigran-pamili kepada Pemerintah, berhubung dengan alat-alat perlengkapan jang diberikan oleh Pemerintah.</li>
</ol>
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang dipanggil:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Mempunjai hasrat mendjadi transmigran;</li>
<li>Berbadan sehat;</li>
<li>Sanggup untuk membajar kembali harga alat-alat dapur dan pertanian jang diberikan kepadanja.</li>
</ol>
</ol>
Ongkos-ongkos perdjalanan, penginapan dan makan para transmi gran-pamili dalam perdjalanannja dari Desanja sampai ditempat. transmigrasi jang ditudju, diatur dan ditanggung oleh Pemerintah.
Adapun djumlah „transmigrasi-keluarga" jang telah diberangkatkan dari seluruh wilajah Djawa-Timur mulai pertama kali sampai achir bulan Desember 1952 ialah:<noinclude>{{rvh|'''210'''}}</noinclude>
nespnv96cat3bx8dr3uziwcza7shuuw
283183
283182
2026-05-07T02:00:21Z
Suga Widi
25678
283183
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Transmigrasi Keluarga.'''
Sebelum „transmigrasi-umum” dapat dilaksanakan, maka untuk langkah pertama dari usaha Djawatan Transmigrasi, telah menjeleng garakan „transmigrasi-keluarga”, ialah mulai pada bulan Desember 1950 telah memberangkatkan orang-orang jang mendapat panggilan dari keluarganja jang telah lama menetap didaerah transmigrasi (dulu daerah kolonisasi).
Pemerintah memberi kesempatan kolonis dan kelonggaran kepada bekas (jang masih tetap bertempat tinggal didaerah transmigrasi sekarang) dapat memanggil saudaranja ataupun keluarganja di Djawa/Madura dengan perantaraan Djawatan Transmigrasi, artinja: mereka jang mendapat panggilan, dan suka memenuhinja, lalu diberangkatkan dan dibiajai oleh Djawatan Transmigrasi atas tanggungannja si-pemanggil. Maka dalam bulan Desember 1950 telah diberangkatkan rombongan „transmigrasi-keluarga" jang pertama kali dari kota Jogjakarta. (Kantor Pusat Djawatan Transmigrasi pada waktu itu masih berada di Jogjakarta). — Rombongan pertama ini terdiri dari 21 Kepala keluarga = 77 djiwa, dan berasal dari daerah-daerah Karesidenan: Kediri, Madiun, Surakarta, Jogjakarta, Kedu dan Banjumas, mereka ini menudju daerah bekas kolonisasi Tugumuljo (Kabupaten Lubuklinggau — Palembang — Sumatera-Selatan).
Adapun sjarat-sjarat untuk „transmigrasi-keluarga" (Menurut Peraturan Djawatan Transmigrasi No. 2/1950 ) ialah sebagai berikut:
<ol type="a">
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang memanggil sandaranja:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Dalam keadaan tjukup, sehingga dapat mendjamin penghi dupan pamilinja jang akan datang ditanah transinigrasi
pada waktu pertama;</li>
<li>Sanggup mendjadi penanggung (borg) tentang pembajaran kembali hutang transmigran-pamili kepada Pemerintah, berhubung dengan alat-alat perlengkapan jang diberikan oleh Pemerintah.</li>
</ol>
<li>Sjarat-sjarat bagi mereka jang dipanggil:</li>
<ol type="1">
<li>Berkelakuan baik;</li>
<li>Mempunjai hasrat mendjadi transmigran;</li>
<li>Berbadan sehat;</li>
<li>Sanggup untuk membajar kembali harga alat-alat dapur dan pertanian jang diberikan kepadanja.</li>
</ol>
</ol>
Ongkos-ongkos perdjalanan, penginapan dan makan para transmi gran-pamili dalam perdjalanannja dari Desanja sampai ditempat. transmigrasi jang ditudju, diatur dan ditanggung oleh Pemerintah.
Adapun djumlah „transmigrasi-keluarga" jang telah diberangkatkan dari seluruh wilajah Djawa-Timur mulai pertama kali sampai achir bulan Desember 1952 ialah:<noinclude>{{rvh|'''210'''}}</noinclude>
m42kjkxkswzy4pc59v0zns3zbjsoydz
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/245
104
100984
283208
282258
2026-05-07T02:19:58Z
Suga Widi
25678
283208
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
m51kqiw6w9gpgim2v30ukb7501iotw7
283210
283208
2026-05-07T02:21:02Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283210
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
a623hjn8awdq6icn6yjkapbrpxdfkyy
283211
283210
2026-05-07T02:21:44Z
Suga Widi
25678
283211
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
mb9ltq9pyxob7i7v5qdseqguaz2vukx
283214
283211
2026-05-07T02:22:38Z
Suga Widi
25678
283214
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
9gmyi78zotvz1swl22ia0n2qngvbls2
283216
283214
2026-05-07T02:23:20Z
Suga Widi
25678
283216
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
bux5fearo8j2j5jv86qp7sd69tllbe7
283218
283216
2026-05-07T02:24:11Z
Suga Widi
25678
283218
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
l4pqulw3wjemwlxhzysge9lkc4rng52
283219
283218
2026-05-07T02:25:23Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283219
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|'''213'''}}</noinclude>
6eoobox9fj6yl4bxb4oasp7ngp08lnu
283222
283219
2026-05-07T02:27:43Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
283222
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|||'''213'''}}</noinclude>
atxn8ktne6phjo8gj69fmi1jdbei2ib
283224
283222
2026-05-07T02:32:45Z
Suga Widi
25678
283224
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>langsung kepada Rakjat, sudah banjak diantaranja Rakjat jang telah menjampaikan keinginannja untuk ditransmigreer kepada Pamong Pradja dan pada kantor Djawatan Transmigrasi.
Pendaftaran setjara diam-diam ini menundjukkan angka-angka dibawah ini:
<center>Pendaftaran jang diterima sampai achir tahun 1952:</center>
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepala Keluarga !! Djumlah Djiwa
|-
| 1 || style="text-align:left;" | Surabaja || 312 || 859
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 303 || 887
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 221 || 768
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 13 || 51
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 211 || 997
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
| 7 || style="text-align:left;" | Madura || — || —
|-
! colspan="2" | Djumlah semua !! 1.466 !! 5.544
|}
<center>Dan jang telah dilaksanakan pemberangkatannja „transmigrasi-umum” sampai tutup tahun 1952, adalah sebagai berikut:</center>
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|-
! No. !! Berasal dari Daerah Karesidenan !! Djumlah Kepl. Keluarga !! Djumlah djiwa !! Tempat jang ditudju
|-
| 1 || style="text-align:left;"| Surabaja || 26 || 101 ||
|-
| 2 || style="text-align:left;" | Malang || 40 || 157 || rowspan="5" | Belitang,<br />Probolinggo<br />dan<br />Sumbersari
|-
| 3 || style="text-align:left;" | Besuki || 7 || 25
|-
| 4 || style="text-align:left;" | Bondjonegoro || 8 || 38
|-
| 5 || style="text-align:left;" | Kediri || 213 || 1.015
|-
| 6 || style="text-align:left;" | Madiun || 406 || 1.982
|-
! colspan=2 | Djumlah semua !! 700 !! 3.318 !!
|}<noinclude>{{rh|||'''213'''}}</noinclude>
mlagdxqea2ng39h0wkxl1r2jsu94qtj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/571
104
100985
283041
282302
2026-05-06T16:57:13Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283041
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Katanja: Sanda poenja nama Aladin."
Maka berkata poela itoe orang toewa: Hei Aladin apakah sekarang kerdjamo?"
Pakerdja-an apakah engkau taoe?"
Hata, serta di dengarnja perkataan ini, maka Aladin bertoendoek, merasa dirinja maloe. Maka iboenja lantas berkata: »Aladin saorang pemales sekali.
Koetika bapanja masih idoep, maka bapanja soeda tjoba soeroe adjar padanja aken mendjahit, soepaija dia bole ganti teroesken pakerdja-an bapanja, aken tetapi pertjoema sadja, apa djoega di bikinnja sia-sia sadja. Sasoedahnja bapanja meninggal, maka moeloetkoe soeda tiada di endahkennja lagi. Biar akoe kata-in, akoe tjomel-in, akoe brihken nasehat padanja, aken djangan
bermaen sama anak-anak jang djahat, Aladin tiada djoega maoe perdoeli-in, pada hal dia lebi-lebi lagi pegi djalan koeliling sama temannja jang djabat. Kaloe sekarang ini di hadepanmoe akoe tiada kasi ingat lagi padanja, dan djikaloe sekarang ini dia tiada simpan nasehatkoe di ati, maka keraslah koewatirkoe dia tiada bisa djadi beroentoeng. Dia taoe bapanja meninggal doenia tiada kasi tinggal oowang barang sedikit dan pendapetankoe menganteh sahari-hari tiada tjoekoep, aken kita idoep berdoewa. Kerna itoe, maka koe perkenanken, bahoewa sasoenggoenja akoe tiada nanti maoe kasi dia masoek lagi di roemahkoe, djikaloe dia poenja adat tiada berobah."
Iboenja Aladin bitjara ini sembaring menangis dengan sedih sanget tangisnja. Koetika abis si iboe bitjara begitoe, maka katanja itoe orang toewa pada Aladin: »Aai anak perboewatanmoe itoe tida baik sekali, engkau soeda sampe besar, misti fikir aken bekerdja mentjari oentoeng sendiri. Boekankah di doenia ada roepa-roepa pakerdja-an, aken djadi pengidoepan orang, masakah tida ada salah satoe jang engkau soeka kerdja-in? Barangkali engkau tjoema tiada soeka pakerdja-an bapamoe mendjadi toekang mendjabit, barangkali ada laen pakerdja-an jang engkau soeka kerdjaken; katakenlah padakoe, apa jang engkau hendak kataken, tida oesah maloe-maloe, sebab akoe poen tjoema ingat aken kabaikanmoe sendiri."
Koetika di liatnja jang Aladin tiada berdjawab, maka berkata poela itoe orang toewa. Barangkali engkau tiada soeka djadi toekang, baiklah engkau djadi soedagar sadja, nanti akoe sediahken satoe toko penoeh dengan barang djoewalan seperti kaen-kaen tjita, soehlat dan laen-laen, engkau jang djoewalken, maka dengan oewang pendjoewalan itoe engkau beli-in lagi barang dagangan jang baroe. Dengan perboewatan jang sademikian, maka baik djoegalah pengidoepanmoe. Fikirken hal ini dengan baik, tentoe akoe tiada nanti poetoesken djandjikoe apa djoega jang engkau kahendaki, nistjaija akoe kaboelken."<noinclude>{{rh||1570}}</noinclude>
1h6wo1nfupzv0wehvfail2ehudgp8wa
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/495
104
100986
283484
282320
2026-05-07T04:49:35Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283484
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>liatnja laki-laki itoe, maka katanja poela: „Sabenarnjalah toewan sebagimana bitjara toewankoe, saorang prempoewan seperti kami ini, nistjaja ada dalem soesah, kapan diauja brenti bersemboeni di tempat seperti ini.
Kami poeteri Giauhare, anakda dari radja Samandal. Kami sedang lagi diam doedoek di kami poenja bilik, maka sekoenjoeng-koenjoeng kami dengar roesoeh-roesoeh. Orang dateng tjerita pada kami, bahoewa radja Saleh dateng masoek menerdjang astana karadja-an, dan ajanda kami kena ketangkep, sasoedahnja orang-orang pendjaganja semoewa di boenoeh oleh laskarnja radja Saleh. Satoe orang poen tiada taoe apa sebabnja.
Kami betoel ada sampe tempo boewat lari kemari, kaloe tiada, kami poen binasa djoega.
Setelah radja Beder dengar ini tjerita, maka sanget keras menjesalnja, kenapa dia misti tinggalin nini andanja begitoe lekas, dengan tiada menoenggoe kabar lebi djaoe. Adapoen is girang djoega, jang mamandanja tiada koerang apa-apa dan soedah dapet tangkep radja Samandal. Nistjaija sekarang dia maoe serahken anaknja, asal dia sendiri di bebasken.
Djawabnja radja Beder: Toewankoe poeteri soedah mereras berdoeka tjita, betoel pantes djoega, jang toewankoe bersakit ati, aken tetapi gampang sadja mengilangin toewankoe poenja soesah bersama-sama soesahnja ajandanja toewan poeteri. Nistjaija toewankoe sendiri dapet rasa, baboewa benarlah bitjara kami, dj kaloe toewan poetri soeda taoe kami ini siapa. Kami inilah jang di namai Beder, radja dari benoewa Persie, maka radja Saleh, ia itoe kami poenja mamanda. Kami brani tanggoong, baboewa perboewatannja radja Saleh itoe tiada sekali-kali, aken merampas karadja-an ajanda toewan poeteri, atawa aken anijaja padanja. Perboewatannja itoe tiada laen, tjoema aken
membikia kami beroentoeng djadi soewaminja toewan poeteri. Koetika sekali kami dengar kabarnja toewan poeteri sa-orang moeda jang amat tjantik, maka dengan sigrah kami lantas djato birahi sampe tiada bisa makan, tiada bisa minoem. Maka kami tiada menjesel jang kami soedah gila-in saorang poeteri, sabelonnja kami liat roepanja. Dari itoe kami harap soenggoe toewan poeteri djangan sampe ati aken menolak permoehoenan kami, sebab tandanja, jang kami tjinta soenggoe pada toewan poeteri, ia itoe kami, radja, tinggalken karadjaannja, tjoema aken mentjari posteri tjinta djiwanja. Biarlah kami bawa toean poeteri mengadap pada kami poenja mamanda. Apabila ajanda toewan poeteri kasi idin kita bernikah, maka lantas djoega ajanda toewan poeleri di angkat djadi radja lagi.”
Koetika poeteri Giauhare dengar bitjaranja radja Beder, maka katanja dalem dirinja: Kaloa begitoe, sebab radja inilah sampe kedjadian begitoe banjak soesah, kami poenja ajahanda ketangkep, penggawe-penggawe astana dan kawal keradja-an abis mati di boenoeh, serta kami sendiri misti lari<noinclude>{{rh||1534}}</noinclude>
bg8k8fc0zwxi95a63kfscfbrhpv0t0c
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/250
104
100989
283281
282274
2026-05-07T03:10:18Z
Kume Gucci
25804
/* Tervalidasi */
283281
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kume Gucci" /></noinclude>{|| Simpan/pindjam || . || . || . || . || . || . || . || . || . || 42 buah,
|-
| Lumbung || . || . || . || . || . || . || . || . || . || . || 18 buah,
|-
| Meubel || . || . || . || . || . || . || . || . || . || . || 1 buah,
|-
| Djeruk || . || . || . || . || . || . || . || . || . || . || 1 buah,
|}
dan anggauta orang 9716 orang, diantaranja ± 4400 wanita. Simpanan jang dikembalikan untuk hari raja Idulfitri rata-rata Rp. 14.000,— sedang omzetnja pada waktu itu berdjumlah Rp. 177.000,—. Omzet Pusat Koperasi Kahoeripan waktu itu tidak kurang dari Rp. 100.000,—.
Semendjak didirikan, Koperasi Raos dapat mendjualkan buah buahan dari anggautanja tidak sadja disekitar kota Malang, akan tetapi pada tahun 1939 djuga ke Biliton 79.715 buah, Djawa-Barat 38.954 buah, Djawa-Tengah 52.341 buah dan Djawa- Timur 73.524 buah, sedang anggauta-anggautanja dapat terlepas dari tebasan (idjon).
Hal tersebut diatas hanja sekedar untuk membuktikan, bahwa sebelum perang benih koperasi telah tertanam di Djawa-Timur. Kemauan untuk berkoperasi dalam kalangan rakjat di Djawa-Timur adalah besar, tetapi berhubung dengan tidak senangnja mereka terhadap pertjampuran Pemerintah menurut Peraturan Koperasi tahun 1927 No. 91, banjak dari
kalangan mereka mengadakan koperasi dengan tidak menggunakan hak Inlandsche rechtspersoon.
Djumlah koperasi liar ada lebih banjak, akan tetapi kebanjakan diantaranja gagal usahanja, karena kurang pengertian tentang koperasi dan kurang djudjurnja pengurus.
Pada waktu pemerintahan Djepang, hampir ditiap-tiap Ketjamatan diseluruh Djawa didirikan usaha untuk mengurus pembagian barang Pemerintah pada rakjat dan untuk mengumpulkan hasil bumi seperti padi, kapas, iles-iles dan sebagainja guna keperluan peperangan „Asia Timur Raja”.
Kumiai-Kumiai ini semata-mata mendjadi alat Pemerintah Djepang dengan modal rakjat. Bilamana diambil hasil seluruhnja, maka apa jang terdjadi antara Maret 1942 dan Agustus 1945 pada umumnja merupakan „afbraak” dari segala apa jang didjumpai di Tanah-Air kita. Pada umumnja kumiai-kumiai tersebut tidak bersifat demokratis, artinja tidak mengabdi kepada Rakjat, tetapi melulu untuk membantu usaha-usaha peperangan Djepang. Hal demikian inibukanlah mendjadi perbaikan atau mempertinggi kemakmuran rakjat, malahan-melemahkan perekonomian petani dan pada hakekatnja menjalahi faham atau azas koperasi jang sedjati.
'''Keadaan Gerakan Koperasi masa Proklamasi 1945 hingga masa Pen jerahan Kedaulatan.'''
Sesudah proklamasi kemerdekaan, maka kumiai-kumiai terus berdiri dengan nama koperasi. Mulai pada saat itu timbullah beberapa kesulitan jang di-ikuti oleh ketjurangan dalam hal mempergunakan barang dan uang. Alat-alat distribusi ini jang menamakan dirinja koperasi, ketjuali pada beberapa tempat dimana terdapat peminat-peminat koperasi jang<noinclude>{{rh|'''218'''}}</noinclude>
mjgys3oa8xbpj0ok3p0pj5ntmlx68xj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/569
104
100990
283042
282344
2026-05-06T16:58:06Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>di hadapan itoe sofa, serta di tjioemnja beroelang-oelang tempat itoe dengan aer matanja bertjoetjoeran sambil berkata: »Ach soedarakoe jang tertjinta, sampe ati sekali meninggalken akoe, sedang akoe tiada brenti berdjalan mentjari, padamoe dengan pengharepan, aken ketemoe-in pelok kamoe jang masih idoep!"
Biar bagimana iboenja Aladin memaksaken dia, aken doedoek di
tempat itoe, maka itoe orang toewa tida maoe doedoek di sitoe katanja: »Tiadanja akoe nanti doedoek di sitoe, akoe baik doedoek di hadepan itoe tempat, soepaja akoe bole dapet fikir seperti soedarakoe ada doedoek di hadepankoe di tempat jang paling di soekanja, djadi girang djoega akoe poenja ati, kendati akoe tiada dapet ketemoe padanja bajangannja bole akoe fikir seperti ada berdoedoek di hadepankoe."
Maka berkatalah ia: »Adinda djangan mendjadi heran engkau ini belon pernah ketemoe akoe selamanja engkau bersoewami pada akoe poenja soedara Moestafa."
Sekarang soeda ada kira-kira lebi anem belas taon akoe pegi dari ini negri. Di itoe waktoe akoe pegi koeliling negri-negri di Hindia, di Persie, di benoewa Arab, di negri Sjam dan di Mitzer; akoe tinggal berdiam di kota besar-besar kamoedian akoe pegi di negri Habesi, di sanalah lama sekali akoe tinggal. Adapoen memang begitoelah adat dan peranginja manoesia biar brapa djaoe poen adanja dari negri tempat toempah darahnja, tiada dapet di loepahkennja sanak soedara, sachbat taulannja. Begitoepoen akoe, hingga tiada dapet koe tahan lagi atikoe kepingin sanget pegi liat negrikoe bersama-sama soedarakoe jang tertjinta. Djadi sedang akoe masih sampe koewat, aken berdjalan, maka pegilah akoe seperti lang-lang boewana berdjalan koeliling, aken ketemoe-in soedarakoe. Betapa akoe tjeritaken brapa lamanja akoe di djalan dan bagimana soekar perdjalanan itoe, serta soesah koe pikoel sabelonnja sampe di ini tempat.
Adapoen sekalian soesah dan soekar itoepoen tiada kos rasaken, asal sadja akoe dapet liat soedarakoe masih idoep, tetapi jang paling berat menimpah akoe, ia itoe kabar jang akoe dengar di djalan, bahoewa soedarakoe soeda meninggal. Hata, maka akoe dapet liat Aladin, ia sedang bermaen-maen bersama-sama temannja akoe lantas kenalin roepanja, seperti pinang di belah doewa sama roepa bapanja. Anakmoe poen tentoe soeda tjeritaken djoega bagimana rasakoe, koetika ia kataken padakoe bapanja soeda meninggal. Aken tetapi ada djoega hiboer atikoe, sebab anaknja akoe poenja soedara sama roepa sekali padanja, djadi sama djoega seperti akoe masih liat soedarakoe ada di hadepankoe."
Srenta di dengar bitjara orang toewa itoe sademikian, maka iboenja Aladin berdoeka tjita sanget ingat lagi soewaminja. Itoe orang toewa dapet liat hal ini dari itoe ia berbalik memandang Aladin laloe di tanja padanja: »Siapa engkau poenja nama?"<noinclude>{{rh||1569}}</noinclude>
iiqq5lot8cecaican6yowz5v7wz8yti
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/497
104
100991
283492
282319
2026-05-07T04:56:13Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283492
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>minggat bersemboeni di ini poelo, seperti sa-orang boewangan. Kaloe kami tiada poekoel akal begini, maka tentoe radja Beder nanti tangkep kami dengen paksa; aken bawa pegi kami, sebab ianja birahi sanget pada kami dan orang begitoe tiada memperdoeliken apa-apa lagi.
Djadi poeteri Giauhare melaga meugoendjoeken tjinta pada radja Beder. Katanja dengan manis bahasa: »O! Toewankoe, ati djiwakoe, tjahija matakoe, djadi toewankoelah radja Beder, anaknja ratoe Gulnare?”
Djawab radja Beder: »Ja, kamilah anaknja ratoe Gulnare!”
Wa" berkata poela poeteri Giauhare »djika demikianlah adanja haroes ajanda kami kena kelanggar morkanja Allah, haroes ia di rampas sekalian negri-negri karadja-annja, biar dia tiada dapat di biboerken lagi dan ianja tiada bisa poelaug lagi dari tempat boewangannja, sebab dia tiada maoe trima sa-orang anak mantoe, seperti toewankoe, jaug begini hartawan dan boediman serta tjakep. Demi Allah, kalos soenggoe dia masih maoe ambil mantoe orang laen, maka njata iauja soeda tiada ada poenja ingatan lagi.
Poeteri Giauhare bernanti sabentaran abis ia berkata poela: »Adoeh toewankoe jang berkoewasa, djanganlah doeli toewankoe memberihken salah pada ajanda ka ni atas perboewatannja; doeli toewankoe kataken tjintanja besar bagi kami, akea tetapi kalos di timbang dengen katjinta-an kami bagi doeli toewankoe, maka katjinta-an kami seribos kali lebi besar adanja. Kami lebi baik mati dari melepasken doeli toewankoe djadi soewaminja orang laen. Apabila kami dapat liat pada toewankoe, sabalonoja poela doel toewankoe seboetken nama dan pangkatnja, maka ati kami soeda sanget keras birahinja pada toewan.”
Abis bitjara begitoe, aken melaga mengoendjoeken, bahoewa tjinta poeteri Giauhara soeggos besar adanja, maka posteri itoe laloe toebroek dan pelok tjioem, gigit bibirnja radja Beder. Ja itoelah akal jang paling mandjoer boewat perampoewan dengen mengoendjoekin tjinta jang di tiroe, maka perampoewan dapet perboewatken segala apa jang di kabendaknja sama orang laki-laki. Begitoepoen radja Beder. Barang di rasanja hawa nafasnja poeteri Giauhara jang haroem itoe melanggar pipinja, apabila di rasanja bibirnja poeteri itoe melanggar bibirnja sendiri, maka pertjajanja ia soenggoe, bahoewa
poeteri Giauhara terlaloe sanget tjinta padanja. Diapoen beroelang oelang memelok tjioem moeloetnja dan matanja poeteri Giaubara. Sambil meneken poeteri itoe di dadanja, maka ia berkata: »Toewan poeteri, demi Allah, apa jang di tjeritaken oleh mamanda kami dari pada kabagoesannja toewan poeteri, belon separonja dari apa jang kami lihat dengen mata kami!”
Hata maka toewan poeteri laloe doedoek di ampirnja radja Beder. Ianja pegang tangannja radja Bader, abis ia dapet liat tjintjin wacijat itoe di djarinja radja. Sebab poeteri Giauhara taoe djoega segala roepa ilmoe<noinclude>{{rh||1535|}}</noinclude>
9v88217hanw50v95jgf77w168358ij5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/505
104
100995
283506
282341
2026-05-07T05:09:08Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283506
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Samandal, barangkali soeda binasa di boenoeh moesoeb, maka sedang kami prentahken orang aken kirim toeloengan padamoe, maka gaiblah radja Beder. Pada fikir kami, tjoetjoe anda Beder itoe telah mendjadi kaget oleh kerna kabar itoe jang mewartaken kabinasa-anmoe, sahingga ianja rasa dirinja tiada senang di astana ini.”
Kabar jang dengarnja dari si iboe, membikin radja Saleh bersoesah ati sanget, ia bersesalan keras, jang ia begitoe gampang kena di boedjoek oleh radja Beder, aken toeroet apa keponakannja itoe poenja maoe, dengen tiada membri taoe doeloe kapada Gulnare. Radja Saleh kirim orang ka koeliling pendjoeroe negri, aken tetapi sia-sia sadja, marika itoe semoewa tiada bisa kasi katerangan soewatos apa. Kagirangannja radja Saleh telah berobah, ianja telah kira soeggoe, bahoewa djadilah orang kadoswa itoe bernikah, aken tetapi sekarang katinggalan doeka jita, sebab jalannja bal ini begitoe boeroek adanja.
Bahna ianja tiada dapet kabar tjerita dari kaponakannja, maka radja Saleh tinggal bernanti sadja, dan dari sebab radja Samandal masih di pendjaranja, dari itoe ia serahken pemarentah negrinja kapada iboenja, dan dia sendiri pegi memarentah karadja-an Samandal. Radja Samandal betoel ditawan, aken tetapi ia di hormati djoega sebagimana patoet adanja, tjoema ia tiada berkoewasa memarentah.
Di itoe hari djoega, jang radja Saleh pegi ka negri Samandal, aken mendjalani pakerdaja-an radja, maka Gulnare, iboenja radja Beder, dateng ketemoein ratoe iboenini-andanja radja Persi. Gulnare tiada sekali heran, jang anaknja tida poelang di itoe hari, sebab ianja pegi memboeroe sama mamanda nja, sebab Gulnare kira anaknja tinggal lama-in di tempat perboeroe-an, lantaran kabanjakan kasenangan, sampe dia pegi lebi djaoe lagi ka dalem oetan.
Aken tetapi, koetika doewa hari lamanja Gulnare tiada liat anaknja itoe poelang ka roemah, maka sanget keras koewatirnja, memang Gulnare keliwat amat tjinta anaknja jaag toenggal itoe. Koewatirnja Gulnare semangkin bertamba, koetika orang-orang jang toeroet memboeroe dateng kasi taoe padanja, bahoewa marika itoe soeda tjari selama-an radja Beder bersama radja Saleh, aken tetapi doewa doewanja tiada ketaoewan kemana peginja, ta dapet tiada, mistjajja kaloewa-doswanja misti kalanggar binasa, sebab koedanja do ewa-doewa masih ada tertjantjang di tempat, bekas radja doewa orang itoe doedoek berdiam, tetapi orangnja soeda tida ada.
Soesah atinja Gulnare boekan alang kapalang, ia titahken orang-orang itoe aken pegi lagi tjari anaknja. Samantara orang-orang itoe pegi tjari radja Beder, maka Gulasce bilang pada dajang-dajangnja, aken tinggalin dianja sendiri, setelah soeda, maka Gulnare nerdjoen ka dalem laoet, aken<noinclude>{{rh||1537|}}</noinclude>
nqp21bcpxla8ia879mactvfh0p75bii
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/567
104
100997
283794
282352
2026-05-07T10:23:40Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Djawaboja si iboe: »Tiada ada lagi, maski dari pada pihak akoe, maski dari pada pihak bapamoe soeda tiada ada mamandamoe."
Katanja Aladin: »Mana boleh, sebab tadi sanda dapet bitjara sama sa-orang toewa, jang seboetken dirinja abang dari pada bapa sanda, serta iakataken dengan tegoeh, baboewa ia sasoenggoenja sanda poenja mamanda. Liat sadja ini doewit, ianja brihken sanda, lagipoen dia pesan pada sanda, aken kasi taoe pada iboe, bahoewa besok ia hendak dateng berdjoempa kemari, aken liat bekas tempat perdiaman bapa di mana bapa telah meninggalken doenia."
Djawab si iboe: »Hei anak, betoel bapamoe ada poenja soedara sa-orang laki-laki, aken tetapi itoe soedara soeda lama mati, dan akoe belon pernah dengar bapamoe ada poenja soedara jang laen lagi."
Pada ka-esokan hari, sedang Aladin lagi bermaen-maen sama teman-temannja, maka dateng poela itoe orang toewa. Setelah ampir sama Aladin, maka ia pelok, ia tjioem anak itoe, serta di brihkennja doewa dinar emas sembaring katanja: »Hei anak bawa ini doewit pada iboemoe. kataken padanja ini malem akoe maoe dateng berdjoempa padanja. Biarlah iboemoe pake ini doewit, aken beli makanan sedikit, soopaija kita bole makan-makan malem, tetapi marilah engkau oendjoeken doeloe di mana roemahmoe." Aladin adjak itoe orang toowa berdjalan laloe di oendjoeken roemahnja pada orang itoe, setelah soeda, maka itoe orang toewa berdjalan teroes, dan Aladin masoek ketemoe-in iboenja. Koetika dia soeda tjeritaken semoewa hal mamandanja jang hendak dateng berdjoempa, maka iboenja Aladin pegi ka kedei, aken blandja makanan dan minoeman. Abis persantapan itoe di bawa poelang, maka ia pegi mindjam-mindjam pekakas piring makok dan sebaginja pada tetangga-tetangganja, sebab dia sendiri tiada berpoenja barang sademikian, melaenken apa jang perloe sadja boewat dia sa-orang sama satoe anak ia itoelah ada. Demikianlah perboewatannja iboenja Aladin, serta antero hari ia sedia-sediaken makanan boewat makan malem. Waktoe malem, semoewa soeda tersedia, maka katanja si iboe pada Aladin:
»Hei anak, engkau poenja mamanda barangkali tiada bisa ketemoe kita poenja roemah, baiklah engkau pegi djalan ketemoe-in dia bawa kemari."
Kabetoelan Aladin maoe keloewar, aken toeroet seperti bitjara iboenja, maka ada orang mengetok pintoe. Aladin boeka-in pintoe, maka lantas dia kenalin itoe orang toewa jang tadi dengan membawa anggoer dan beboewahan, aken di makan itoe malem. Barang-barang itoe di serahkennja pada Aladin, abis itoe orang toewa masoek kasi tabe iboenja Aladin, setelah soeda, maka di minta olehnja, aken oendjoekin padanja di bangkoe sofa tempat dimana soedaranja biasa berdoedoek di waktoe idoepnja. Iboenja Aladin oendjoekin itoe tempat, Barang soeda di oendjoekin, maka dia lantas bersoedjoed<noinclude>{{rh||1568}}</noinclude>
cdlkl9hn34d08ldtrlmih17issbdomf
283799
283794
2026-05-07T10:24:38Z
Zeefra
22281
283799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Djawaboja si iboe: »Tiada ada lagi, maski dari pada pihak akoe, maski dari pada pihak bapamoe soeda tiada ada mamandamoe."
Katanja Aladin: »Mana boleh, sebab tadi sanda dapet bitjara sama sa-orang toewa, jang seboetken dirinja abang dari pada bapa sanda, serta iakataken dengan tegoeh, baboewa ia sasoenggoenja sanda poenja mamanda. Liat sadja ini doewit, ianja brihken sanda, lagipoen dia pesan pada sanda, aken kasi taoe pada iboe, bahoewa besok ia hendak dateng berdjoempa kemari, aken liat bekas tempat perdiaman bapa di mana bapa telah meninggalken doenia."
Djawab si iboe: »Hei anak, betoel bapamoe ada poenja soedara sa-orang laki-laki, aken tetapi itoe soedara soeda lama mati, dan akoe belon pernah dengar bapamoe ada poenja soedara jang laen lagi."
Pada ka-esokan hari, sedang Aladin lagi bermaen-maen sama teman-temannja, maka dateng poela itoe orang toewa. Setelah ampir sama Aladin, maka ia pelok, ia tjioem anak itoe, serta di brihkennja doewa dinar emas sembaring katanja: »Hei anak bawa ini doewit pada iboemoe. kataken padanja ini malem akoe maoe dateng berdjoempa padanja. Biarlah iboemoe pake ini doewit, aken beli makanan sedikit, soopaija kita bole makan-makan malem, tetapi marilah engkau oendjoeken doeloe di mana roemahmoe." Aladin adjak itoe orang toowa berdjalan laloe di oendjoeken roemahnja pada orang itoe, setelah soeda, maka itoe orang toewa berdjalan teroes, dan Aladin masoek ketemoe-in iboenja. Koetika dia soeda tjeritaken semoewa hal mamandanja jang hendak dateng berdjoempa, maka iboenja Aladin pegi ka kedei, aken blandja makanan dan minoeman. Abis persantapan itoe di bawa poelang, maka ia pegi mindjam-mindjam pekakas piring makok dan sebaginja pada tetangga-tetangganja, sebab dia sendiri tiada berpoenja barang sademikian, melaenken apa jang perloe sadja boewat dia sa-orang sama satoe anak ia itoelah ada. Demikianlah perboewatannja iboenja Aladin, serta antero hari ia sedia-sediaken makanan boewat makan malem. Waktoe malem, semoewa soeda tersedia, maka katanja si iboe pada Aladin:
»Hei anak, engkau poenja mamanda barangkali tiada bisa ketemoe kita poenja roemah, baiklah engkau pegi djalan ketemoe-in dia bawa kemari."
Kabetoelan Aladin maoe keloewar, aken toeroet seperti bitjara iboenja, maka ada orang mengetok pintoe. Aladin boeka-in pintoe, maka lantas dia kenalin itoe orang toewa jang tadi dengan membawa anggoer dan beboewahan, aken di makan itoe malem. Barang-barang itoe di serahkennja pada Aladin, abis itoe orang toewa masoek kasi tabe iboenja Aladin, setelah soeda, maka di minta olehnja, aken oendjoekin padanja di bangkoe sofa tempat dimana soedaranja biasa berdoedoek di waktoe idoepnja. Iboenja Aladin oendjoekin itoe tempat, Barang soeda di oendjoekin, maka dia lantas bersoedjoed<noinclude>
{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1568|{{smaller|87}}}}</noinclude>
6k5z70onifkr37mr2f317yryqh9i0co
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/507
104
100998
283508
282356
2026-05-07T05:11:17Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283508
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>mentjari keterangan barangkali radja Saleh soedah adjak kaponakannaja poelang ka negrinja.
Ratoe iboe girang djoega meliat anakuja dateng, aken tetapi dari sebab ratoe iboe bisa doega apa jang mendjadi lantaran sampe Gulnare dateng sendiri di tempat perdiaman iboenja, maka ratoe iboe mendjadi soesah djoega atinja. Ianja berkata: ,»Anak, kami ini taoe betoel, bahoewa engkau ini dateng boekan boewat menengokin kami; engkau ini dateng menanja di mana anakmoe, radja Beder, ada. Apa jang kami bisa bilang padamoe, nistjaija aken menambahken doeka tjitamoe. Koetika kami dapet liat tjoetjoeanda dateng ketemoe-in kami, maka besarlah rasa kami poeuja ati, terlaloe amat kami girang, aken tetapi, koetika kami dapet dengar jang dia dateng tiada dengan permissienja Gulnare, maka lantas kami bisa rasa sendiri, bahoewa hal ini misti membikin anakkoe koerang senang.”
Abis ratoe iboe tjerita sama Gulnara, bagimana radjinnja radja Saleb, aken pegi sendiri ka negri Samandal boewat meminang poeteri Giauhare djadi isterinja radja Beder, dan hingga pada waktoe radja Beder gaib. ”Kami soeda kirim bebrapa banjak orang aken mentjari dia, maski radja Saleh poen djoega soedah titahken orang-orangnja aken pegi tjari radja Beder, tetapi pertjoema sadja, masing-masing orang itoe poelang tida bisa kasi keterangan satoe apa. Sekarang radja Saleh soedah pegi ka negri Samandal aken pegang prentah karadja-an di sana.”
Gulnare bertangisan, di kiranja binasalah anakuja, maka soedaranja, ia itoe radja Saleh dia kasi salah, jang mendjadi lantaran sampe djadi begini. Ratoe iboe kasi ingat sama Gulnare, aken sabar sedikit, soepaija djangan terlaloe makan ati. Katanja ratoe iboe: »Betoel bitjaramoe, soedaramoe itoe tiada bole begitoe alpa dan koerang ati-ati, aken membitjara-an hal kawin itoe sama poetrie Giaubare, lagipoen ia salah soenggoe, aken membawa tjoetjoeanda dengan tiada membrih tace padamos lebi doeloe. Adapoen, dari sebab belon katentoewan apa Beder mati, maka baiklah engkau poelang ka negri-moe, aken teroes memerentahken negri itoe, soepaija djangan telantar. Engkau perloe sekali ada di benoewa Persie, maka kami rasa tiada sebrapa soesah aken menjenangken rajat negrimoe, aken menjeboetken sebaboja mengapa radja Beder tiada ada di negri, maka engkau bilang sadja, jang janja pegi pesiar ka negri kami.”
Tjoba ratos iboe tiada kasi ingat begitoe pada Gulnare, Distjaija Gulnare tiada maoe poelang, adapoen bahna keras adjarannja iboenja, djadi kepaksa Gulnare poelang djoega. Dengan sigrah ia ambil selamat tinggal dari iboenja, laloe ia poelang ka benoewa Persie, dan dia sampe lagi di dalem astana, sabelonnja orang-orang dajang-dajangaja taoe jang dianja soedah pegi ka negri iboenja.<noinclude>{{rh||1538}}</noinclude>
ah5nsmm02byq62nd6rgagjq4r4801kv
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/405
104
101002
283302
282367
2026-05-07T03:26:46Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283302
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Sebab kera itoe tiada poelang-poelaug. maka baroelah hamba dapet rasa, bahoewa hamba kena di tipoe olehnja, sebab dia itoelah sendiri, jang soeda bawa lari hamba poenja isteri, dia itoelah si doerhaka soeda adjarin hamba dengan pemboedjoek jang aloes, aken meroesakin djimat, jang perlindoengan hamba poenja isteri dari pada tjilaka. Hamba djadi marah sanget, jang hamba kena di tipoe djin doerhaka, Pakejan di badan hamba abis hamba robek-robek, maka hamba soedah tida maoe tinggal lama-an lagi di soewatoe tempat, di mana hamba ilang barang, jang paling hamba tjintaken di dalem doenia.
Oleh kerna itoe, maka hamba pegi dari sitoe djalan meloenta kasana kemari meneroes oetan, padang balatantara, bingga malem masih djoega hamba maoe djalan. Aken tetapi bahna gelap, boelan ada goerem lamba tida taoe di mana ada, dan kemana aken pegi boewat bermalem. lata maka koetika boelan moelai terang, maka hamba dapet liat doewa ekor oelar teramat besar, jang satoe merah, jang laen poeti. Kadoewa-doewanja sedang keras berkelai-an. Hamba dapet kasian soenggoe sama itoe oelar poeti, dari itoe hamba poengoet satoe batoe besar bamba lontarken di kepalanja oelar jang merah itoe sampe antjoer. Apabila oelar poeti terlepas dari lilitnja jang merah, maka larilah jang poeti itoe. Tiada sebrapa lama lagi, maka itoe oelar poeti dateng kombali bersama-sama lagi sepoeloe ekor oelar poeti jang laen. Marika itoe dateng dekatin oelar jang bamba lontarken batoe di kepalanja, laloe marika itoe robek-robek badannja oelar merah itoe sampe ketinggalan kepala sadja, Soeda begiteo oelar poeti itoe pada lari lagi.
Hamba liat hal ini mendjadi tertjengang soenggoe. Abis sedang hamba lagi fikirin hal ini, maka hamba dengar ada soewara orang bitjara di ampir hamba, tetapi bamba tiada bisa dapet liat roepanja. Koetika hamba dengar itoe soewara tida beroepa, maka hamba lantas menjeboet: Bismillah al rachman al rachim, Allah jang maha besar, jang memarentahken djin iblis, biarlah hamba dapet taoe siapa, jang bitjara ini.
Barang abis hamba bitjara begitoe, maka hamba dapet liat soewatoe bajangan tinggi berbadjoe poeti jang pandjang laloe betjaranja:
,,Kami dapet dengar dari pada kamoerahan atimoe sa-orang dermawan. Sekalian djin pri dan mambang, jang ta-loek pada Allah dengan rasoel, pada bertrima kasi padamoe. Kapan engkau perloe pertoeloengan kami, maka bitjaralah nanti kami hendak menoeloeng padamoe dengan segala soeka ati, dan sabole-bole kami."
Maka bamba berkata: ,,Ja, toewankoe tiada ada seorang jang terlebi perloe pada pertoeloengan toewankoe, melaenken hambalah, sebab tiada ada satoe orang jang begitoe merasa tjilaka seperti hamba."
Djin itoe bertanja: ,,Apakah engkau ini, jang di nama-in Aboe Mobamed Alkeslan?"<noinclude>{{rh||1489}}</noinclude>
nxims2xdwyxihid27x2zi2wikzbg40g
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/407
104
101004
283304
282389
2026-05-07T03:27:29Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283304
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Djawab hamba: ,,Benerlah, memang itoelah hamba poenja nama." maka hamba bertarik nafas pandjang, aken memboewang soesah.
Djin itoe laloe berkata: ,,Kaloe begitoe adanja sabar sadja, sebab engkau ada jang membelahken. Ketahoewilah olehmoe, bahoewa kami ini ada soedara dari pada oelar poeti, jang tadi engkau soeda toeloengi, sebab engkau soeda lepasken dia dari pada moesoehnja. Kita orang ini ampat bersoedara dari sa-iboe sabapa, maka kita sekalian bendak membales trimah kasi padamoe. Itoe kera jang tinggal begitoe lama bersama-sama kamoe, ia itoelah satoe djin doerhaka. Djika dia tiada pake tipoe seperti di perboewateja itoe dengan kamoe, maka tiada ia nanti bisa dapet rampas isterimoe, maka dia soeda brapa lama keras birahi pada perampoewan itoe tida djoega bisa dapet, kerna itoe dia poekoel akal sabagimana telah di perboewatuja. Brapa kali dia soeda tjoba bawa lari perampoewan itoe, aken tetapi pertjoema sadja, nijatnja kena di tjegah oleh itoe djimat, jang di bikin oleh ajandanja itoe perampoewan. Adapoen engkau kena di boedjoek sampe engkau sendiri, jang merosakin itoe djimat. Sekarang perampoewan moeda itoe masih ada di dalem tangan-nja, akan tetapi kita orang tiada ilang pengharapan, barangkali kita masih bisa dapetin kombali perampoewan itoe, dan aken membinasaken itoe djin doerhaka. Pertoeloenganmoe bagi kita orang terlaloe amat besar, maka wadjiblah, kita poen toeloeng djoega sabole-bole padamoe, serta ini waktoelah baroe kita bias oendjoekin kita poenja pembales trimah."
Abis bitjara demikian, maka itoe djin mendjerit keras sanget, hingga gemper boemi dan langit, hamba poen ampir tiada sanggoep tinggal bediri. Sakoetika itoe djoega, maka ada dateng bebrapa banjak djin dan peri, jang bersendjata dan masing-masing berlaenan matjemnja. Pada sekalian marika itoe, telah di tanja olehnja apa marika itoe, taoe djoega kamana kera itoe lari bersemboeni.
Djawabnja djin sekalian: ,,Tempat perdiaman kera itoe di kota tembaga jang selama-lamanja tiada kena tjahija sinar matahari."
Djin sa-orang itoe soeroeh marika itoe poelang, maka tiada sebrapa lama lagi ada dateng saekor naga besar dengan di rihasin jang endah-endah. Itoe naga laloe berkata pada hamba: ,,Aboe Mohamed nanti kami titahken Ba-orang rajat kami, aken bawa padamoe pegi ka itoe kota. Dia itoelah nanti dia kasi akal padamoe bagimana engkau bisa dapet kombali isterimoe jang baroe engkau nikahken. Aken tetapi djangan sekali-kali engkau seboetken nama Allah, djikaloe rajat kami itoe bawa padamoe melajang di cedara, sebab rajat kami itoepoen sa-orang djin doerhaka djoega, maka kaloe engkau loepahken pesenan kami, aken djangan menjeboet nama Allah, nistjaija binasa, djin itoe graib, maka engkau djatolah dari atas ka boemi.
Hamba laloe bernijat keras tida bakalan loepahken pesenan itoe radja<noinclude>{{rh||1490}}</noinclude>
k57yneoanwy748k4wpd3ngzzvcqkidd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/409
104
101008
283305
282408
2026-05-07T03:28:09Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283305
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>djin, hamba nijat keras, aken toeroet satoe per satoe apa jang di pesannja pada bamba. Setelah soeda, maka rajat radja djin itoe lekas pelok sama hamba, laloe di bawanja terbang melajang naik ka oedara, maka begitoe kantjang terbangnja sampe tida lama lagi hamba soeda tiada bisa liat apa apa lagi di atas boemi. Hamba di bawa semangkin tinggi sampe njata kaliatan bintang-bintang di langit, seperti api sa goenoeng-goenoeng besarnja tepoeter, maka bamba di bawa terlebi tinggi lagi sampe hamba bisa dengar njata sekali soeweranja melaikat dan bidadari bernjanji poedji-poedjian di tempat kadoedoekannja jang maha Moelija. Djin jang menganter pada hamba tjeritahken pada hamba satoe-satoenja barang jang hamba dengar atawa jang hamba liat itoe. Roepanja dengan sengadja, ia tjerilahkan segala barang, jang di djadiken di dalem doenia ini, soepaja hamba bole loepahken nawat Allah, soepaja djangan hamba mendjadi kaget dan heran sampe hamba menjeboet dengan tiada hamba taoe.
Sekoenjoeng-koenjoeng dateng satoe djin dari langit ketemoe-in hamba, pakejanja tjakep biroe moeda, ramboetnja pandjang warna boeloe djagoeng moeda terong liwat poendaknja. Aer moekanja bertjahija seperti sinar matahari, di tangannja ia memegang satoe lembing, maka lembing itoe berpratjikan api ka koeliling pendjoeroe. Abis ia berkata pada hamba: ,,Aboe Mohamed, tjobah engkan menjeboet kaloe engkau tiada bisa menjeboet, nistjaija kami tikamken lembing ini di dadamoe.
Bahna hamba terlaloe amat kaget meliat djin itoe angkat lembingnja seperti orang hendak menikam, maka haruba menjeboet: ,,La-illa-ha illa allah twa Moehamad rasoel allah." Apabila hamba abis menjeboet begitoe, maka lantas djin Soerija itoe tikamken lembingnja ka dalem badan djin jang menbawa hamba terbang, maka djin ini moesna djadi deboe abis hamba djatol kabawah. Hata maka hamba djato di dalem aer. Bahna tingginja tempat hamba djato itoe, maka hamba djadi poesing dan hamba bebrapa lama tida imboel dari dalem aer.
Koetika hamba timboel lagi di atas aer sabole-bole hamba bernang, aken tetapi brapa koewatnja tenaga sa-orang, hamba tentoe mati lemas, kaloe hamba tida di brihken toeloengan oleh matros-matros kapal, jang kabetoelan ada berlaloe di dekat tempat hamba djato di dalem aer. Sa-orang matros itoe toeloeng pada hamba di pegang hamba poenja badan, laloe di angkatnja di bawa masoek ka dalem kapal. Hamba pelok orang itoe jang menoeloeng hamba, aken mengoendjoekin hamba poenja trima kasi. Aken tetapi itoe orang tiada mengarti hamba poenja bitjara. Semoewa orang kapal itoe bitjara saroepa bahasa, jang hamba tiada mengarti. Brapa kali hamba di adjak omong, aken tetapi bamba misti menjaoet dengan bahasa tangan, soepaija marika itoe taoe, bahoewa hamba tiada mengarti bitjaranja. Di waktoe malem marika itoe<noinclude>{{rh||1491}}</noinclude>
6kgajd9qvn81m47za61zsxaxe7fa0kg
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/559
104
101009
283566
282519
2026-05-07T06:10:07Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283566
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>doeli sjah alam, biar apalah kiranja doeli sjah alam ridlaken sanda bernikah sama anak doeli toewankoe, poeteri Giauhare, kaloe doeli toewankoe tolak permoehoenan sanda, maka binasalah sanda, nistjaja mati."
Radja Samandal tiada tahan meliat lama-an radja Beder ada bersoedjoed memelok kakinja, maka ia angkat kasi bangoen bediri radja Beder sambil berkata Doeli toewankoe radja Beder, kami ini berdoeka tjita soenggoe, djikaloe kami mendjadi sebab kematiannja sa-orang radja jang begini arieb adil, bidjaksana dan boediman. Djikaloe soenggoe benar adanja jang toewankoe tiada bisa idoep, kapan tida bersama-sama anak kami poeteri Giauhare, maka sabole-bale kami jakinin, aken membrihken oesiah oemoer pandjang pada toewankoe, ambillah kami poenja anak, biarlah ia djadi isteri toewankoe dari doenia sampe di acherat!
Memang selama-lamanja itoe anak dengar kata sekali, apa djoega kami kataken padanja, nisljaija dia toeroet, sekarang sekalipoen, kaloe kami bilang apa-apa padanja, kami rasa dia poen nauti toeroet djoega." Memang di waktoe radja Samandal tertawan, maka radja Saleh kasi tinggal sa-orang mantrinja radja Samandal aken djaga toewannja. Sekarang ini, maka radja Samandal titahken itoe manterinja aken jari pada poeteri Giauhare dan aken bawa poeteri itoe kahadepan radja Samandal.
Hata, maka poeteri Giauhare tiada pindah-pindah dari pada tempat perdiamannja di mana radja Persie dapet liat padanja. Manterinja radja Samandal dapet poeteri Giauhare di itoe poelo, laloe di boedjoeknja aken teroet berdjoempa ajandanja. Poeteri Gauhare lantas toeroet.
Apabila sampe mengadap pada radja Samandal, maka radja pelok, tjioem anaknja jang tertjinta sambil berkata: »Giauhare, anakkoe jang sanget koe tjinta, kami soeda jaiken bakal soewaminja anakkoe, ia itoe radja Persie, jang engkau liat bediri di sini, ia itoelah radja jang sampoerna, arief, adil, boediman dan bidjaksana di antero doenia. Oleh kerna ianja tiada maoe beristeri sa-orang poeteri jang laen, dari itoe kami haroes mengoendjoeken kagirangan ati kami padanja, maka engkau poen wadjib toeroet mengentengin bales boedinja ajandamoe"
Poeteri Giauhare bersoedjoed sembari memelok kaki ajandanja, maka katanja toewan poeteri: »Ajanda taoe sendiri, baboewa sanda selama-lamanja belon meloepaken kahormatannja bagi ajanda, apa djoega ajanda titahken pada sanda, belon pernah sanda melawan. Maskipoen sekarang ini, sanda djoega tiada maoe melawan bitjara ajanda, sanda toeroet seperti kahendak ajanda, serta sanda harep sekali-kali radja Persie bole ma-afken perboewatan sanda, jang djabat itoe bagi dianja; sanda rasa dianja sampe adil, aken menimbang, bahoewa perboewatan kami itoe soewatoe perboewatan jang wadjib di bikin oleh satoe anak, aken membales ajandanja jang ada di dalem soesah."<noinclude>{{rh||1564}}</noinclude>
sbn1njp5f7chae1pm7u5dq9aroz24zy
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/423
104
101010
283315
282414
2026-05-07T03:34:58Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283315
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|dak|boedak}} perampoewan boewat sri baginda, sebab orang tjerita begitoe dan lagi apakah perampoewan itoe bagoes dan tjantik.
Soedagar itoe laloe menjembah: ,,Doeli sjah alam, hamba tiada sekali kali koewatirken, ta dapet tiada, tentoe doeli sjah alam ada poenja banjak perampoewan-perampoewan boedak jang elok dau tjantik, sebab marika itoe memang di pilik dengan ati-ati dari laen-laen negri, aken tetapi, hamba brani tanggoeng, bahoewa sekalian marika itoe tiada bisa taban di banding dengan orang boedak perampoewan jang hamba bawa ini boewat doeli sjah alam. Eloknja, tjantiknja, potongan badannja, lenggangnja, semo wa tida dapet di tjela."
Radja bertanja poela: Manakah perampoewan itoe? bawa dia kemari.<br>
Djawabnja soedagar: ,,Doeli sjah alam, perampoewan itoe telah hamba tetapken doeloe di tempatnja pendjaga haremnja doeli sjah alam, kaloe sri baginda hendak liat padanja bole sri baginda titahken sadja orangnja, aken bawa perampoewan itoe mengadap."
Hata, maka orang bawa perampoewan itoe di hadepan sri baginda. Maka apabila radja dapet liat roepanja perampoewan itoe, dianja seperti kena kasima, sebab terlaloe amat eloknja, ia bediri di hadapan radja, danda-nannja boekan di bikin-bikin. Radja lantas masoek kadalem soewatoe bilik, bersama-sama itoe soedagar dengan doewa tiga orang pendjaga. Boedak itoe pake kaen toetoep moeka dari eoetra merah dengan oerat-oerat aer emas. Soedagar itoe laloe angkat kaen toetoep moekanja itoe perampoewan maka sri baginda dapet liat sa-orang perampoewan begitoe elok dan tjantik, hingga ia sendiri misti mengakoe, bahoewa sasoenggoenja belon pernah dia dapet liat orang perampoewan jang begitoe roepanja, sekalian isi baremnja, itoe perampoewan pilihan semoewa, tida ada satoe jang dapet di bandingkan dengan ini satoe boedak.
Ramboetnja pandjang, pala majang teroerei sampe di mata kaki, Matanja sebagi beloedroe lemasnja, adapoen tjahija dan sinaroja sebagi bintang pagi, pinggangnja lentiek. Roepanja begitoe elok dan tjantik, hingga orang jang sakit sekali poen nistjaija segar, kaloe dapet memandang ini perampoewan, orang dalaga sekali poen nistjaija ilang aoesnja, kaloe dapet liat moekanja ini perampoewan.
Si baginda djadi terlaloe amat birahi, maka di tanja olehnja pada itoe soedagar brapa harganja ini boedak.
Djawabnja soedagar: ,,Doeli sjah alam, hamba telah bajarken pada orang jang djoewal dia pada hamba tjoema seriboe oewang emas, maka hamba tambah poela ongkos djoega seriboe oewang emas banjaknja, jang hamba pakein boewat pliarah padanja tiga taoen lamanja, sebab sabegitoe lama hamba ada di djalan, aken sampe di sini di astana doeli sjah alam.<noinclude>{{rh||1498}}</noinclude>
gs4248py7384ve1gw60t31o4i7c922v
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/425
104
101013
283317
282427
2026-05-07T03:35:49Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283317
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Aken tetapi tiadanja hamba brani, aken kasi harga, hamba tjoema moeboenken pada doeli sjab alam biarlah kaloe eri baginda pennedjoe, maka sri baginda ambil sadja padanja sebagi soewatoe persembahan dari pada hamba bagi bemba poenja djoendjoengan doeli sjah alam jang termoelija."
Titah radja: ,,Banjak trima kasi aken moerah atimoe, tetapi kami ini tiada biasa berboewat sademikian bagei soedagar-soedagar dari djaoe, aken menjenangken ati kami. Nanti kami kasi padamoe sepoeloe riboe dinar emas apakah sampe tjrekoep?"
Sembahnja soedagar: ,,Doeli sjah alam jarg termoelija, hamba ini terlaloe amat beroentong djikaloe doeli sjah alam trima sadja persembah-an hamba, adapoen kalimpaban kamoerahan ati sri baginda, aken membribken hamba oewang sekejan banjaknja, tiada haloes hamba tampik. Hamba djoendjoerg sepoeloe djari bamba, aken membilang trima kasi pada doeli sjah alam. Tiada loepoetnja hamba nanti poedjiken kamoerahan ati doeli sjah alam di antero negri di mana djoega hamba pegi-in." Setelah soeda, maka sri baginda brihken padanja sapotong soerat, aken bole dia trima oewang itoe, dan sabelonnja orang itoe pegi, maka radja brihken padanja persalinan dari pada kaen sabelat emas.
Alkaesah, maka di tjerilerahken doeli baginda sadiabken satoe bilik sendiri jang paling bagoes peribasannja boewat ini boedak perampoewan jang baroe, maka bilik itoe di sebelahnja biliknja radja. Bebrapa dajang-dajang dan biti biti dan boedak di brihkennja, aken melajanin pada perampoewan baroe ini. Maka radja titahken marika itoe, aken bawa njonjauja ka dalem-permandi-an kaloe soeda, maka ia misti di pake-in pakejan jang paling bagoes jang ada di dalem astana peribasannja, poen misti di pilihken jang paling bagoes seperti kaloeng leher, gelang, tjinjin dan laen-laen dari pada moetiara, intan, djambroet dan laen-laen batoe ratna moetoe manikam, soepaija. ia sendiri bole pilih apa jang di soekanja.
Sekalian boedjang-boedjarg perampoewan jang bekerdja itoe memang tiada laen di jakininnja, tjoema aken menjenangken ali sri bagindanja, maka koetika marika itoe dapet liat perampoewan baroe itoe jang bakalan djadi njonjanja, maka sekalian marika itoe tertjengang tiada di ketahoeinja bidadarikah ini jang toeroen dari langit, atawa orang. Abis marika itoe berkata pada ari baginda, bahoewa baginda radja sabole-bole sabarken atinja barang tiga ari sadja lamanja, sebab marika itoe maoe bikin, soepaija perampoewan moeda itoe, kaloe abis di pale olebnja bakalan djadi terlebi manis, elok dan tjantik dari sekarang adanja, sahingga radja poen tiada bisa kenalin apakah peri atawa bidaradari jang dateng menjenangken atinja.
Sri baginda keras birahinja sampe ia soesah ati soenggoe, aken bernanti sabegitoe lamanja, aken tetapi apa bole boewat, biarlah dia toenggoe selama<noinclude>{{rh||1499}}</noinclude>
o25v6ja5ok0sswm9r6koqbgmkh6otpy
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/429
104
101016
283330
282456
2026-05-07T03:38:40Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283330
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|an|kelamaan}}, maka radja baginda berkata: ,,Djantoeng ati, djambroes dau tjahija matakoe, perampoewan jang amat bagoes, bilangken'ah padakoe darimanakah engkau dateng, dan siapakah orang toewamoe. Engkau ini sangat keras koe tjintaken dan salama-lamanja kami tida hendak tjintaken laen perampoewan. Saoemoer idoepkoe belon pernah kami rasaken ati kami begitne keras birahi, seperti sekarang ini abis memandang hati djiwakoe ini. Bebrapa banjak perampoewan kami dapet liat, sahari ada jang bagoes kami liat, aken tetapi tiada satoe jang sebagi tjinta atikoe ini, hingga loepa kami seperti orang kena kesima."
Radja berkata poela: ,,Ja moestika batikoe, jang sanget tertjinta, mengapakah tinggal berdiam tiada bijara tiada sekali membrih tanda, bahoewa adinda mengerti apa bitjara kami. Djangan poela berkata kata, berpaling memandang kami poen tida, soepaija kami dapet pandang tjahaja matanja adinda jang seperti saga. Kenapakah adinda berdiam tiada bitjara, hingga kami mendjadi heran. Apakah sebabnja adinda begini sedih, atawa koerang enak ati, hingga keras mendjadi doeka tjita kami? Apakah adinda kepingin poelang kombali pada sanak soedara dan iboe bapanja? Tiadakah sa-orang radja Persie sanggoep menghiboerken atinja adinda?"
Biar bagimana aloes poela di boedjoeknja sri baginda, soepaija peramporwan itoe dapet berkata-kata sedikit, semoewa itoe pertjoema sadja, dia tinggal dengan matanja memandang kabawah tiada sekali di angkatoja, aken memandang radja.
Girangnja radja Persie boekan alang kepalang jang dia tiada maoe memaksa, sebab ia berharep perampoewan itoe nistjaija baka'an berbalik ati mendjadi baik, djikaloe di rasanja sendiri bagimana keras soenggoe tjintanja radja bagi dia, dan djikaloe di rasanja, bahoewa ia di pliarah dengan sebagi-mana patoet. Radja bertepok tangan, maka lantas bebrapa banjak perampoewan dateng. Radja titahken soeroeh angkat makanan nak di medja. Koetika persantapan ini semoewa soeda tersedia, maka sri baginda berkata pada itoe perampoewan moeda: Marilah sini emas, doedoek di meja di dekat kami."
Ianja bediri laloe dateng doedoek di medja di sebrangoja radja, abis radja soewap-in padanja segala persantapan jang ledzat-ledzat. Kapan sekali perampoewan itoe makan baroelah radja makan begitoe di perboewataja berganti. Betoel perampnewan doedoek makan bersama-sama, tetapi ia tinggal menoendoek tiada memandang radja. Bebrapa kali radja adjak bitjara, maka tiada djoega ianja maoe menjaoet.
Soepaija radja bisa dapet dengar soewaranja perampoewan itoe, maka radja tanja padanja siapakah namanja, apakah ia senang djo ga memponjai pakejan seperti pakejan jang di sediahken itoe, apakah ia penoedjoe djoega<noinclude>{{rh||1501}}</noinclude>
t7jmpfdjws0zvuonuw51qakclij7eh9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/555
104
101018
283565
282443
2026-05-07T06:08:48Z
Ichi Ocha
26099
283565
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>teng bawa kabar dari radja Beder, maka pada itoe boedak di titahkennja di dalem perang ini djangan laen di selideki, melaenken koeroengan boeroeng hantoe itoe. Kapan dapet lekas di boekanja, soepaja itoe boeroeng bole terbang kaloewar, adapoen itoe boeroeng meniarap di tangannja, maka
begini di bawanja ia ka badapan poeteri Gulnare.
Apabila poeteri Gulnare dapet itoe boeroeng, maka keras tangisnja, sebab girang jang dia dapet kombali anakuja. Ianja lekas tjiprati moeka boeroeng itoe dengan aer laloe mengotjap: Anak jang tertjinta, lepasken roepamoe ini djadi manoesia lagi kerna itoelah roepamoel" Di itoe kostika djooga, maka boeroeng bantos graib djadi manoesia, radja Boier, postera dari posteri Gulnare.
Setelah di liatnja anakoja itoe, maka Gulnare begitos girang, hingga ia tiada bisa berkata-kata lagi, melaenken aer matanja berlinang-linang sembaring memelok anakuja.
Pertama-tama jang di perboewat oleh Gulnare ia itoe, mentjari kiai Abdallah jang telah menoeloengken dia sampe bisa dapet kombali anaknja. Koetika Abdallah di bawa di hadepan Gulnare, maka kata toewan poeteri pada kiai: Bales trima kasi kami padamos kiai terlaloe amat besar, kami
poenja ostang boedi tiada dapet kami bajar, melaenken Allah Ta-allah jang berkoewasa di seroeh sekalian alam, ia itoelah dapet berkatken padamos kiaí, adapoen sabole-bole kami hendak djoega mengoendjoeken bales trima kasi, baiklah engkau kataken sadja apa jang engkau kahendaki, soepaija kami bisa kaboelken."
Djawabnja kiai Abdallah: Doeli toewan poeteri, kaloe perampoewan boedak itoe jang telah mengadap membawa kabar pada doeli toewan posteri, soeka kawia pada kami, dan kaloe radja Persie soeka kasi kami bernoempang di bawah prentahnja, maka kami merasa beroentoeng sanget."
Poeteri Gulnare lantas berpaling menanja pada perampoewan boedak, jang kabetoelan ada doeloek bersama-sama, maka boedak itoe tiada sekali ada kaberatan boewat kawin sama Abdallah. djadi posteri Gulnare pegang kadoewa tangannja itoe boedak dengan tangannja Abdallah di djadıken satoe dan di djandjiken, baboswa ia bersama radja Beder nanti bikin sampoernah kadoewa orang itoe poenja peroentoengan.
Radja Beder tertawa oleh kerna kawinaja kiai Abdallah bersama itos boedak perampoewan, maka katanja radja Beder: Iboe, sanda ini terlaloe amat girang, sebab orang doewa itoe soeda kawin, melsenken ada lagi satoe nikah-an jang haroes djoega di djadiken, maka sanda doega, bahoewa iboe poen djoega memikirken ini hal." Posteri Gulnare tadinja tiada mengarti, apa jang di maksoedken oleh anakuja; ia memikir sabentaran, maka barang ia dapet doega, katanja: Ach, engkau bitjara dari pada kawinme sendiri? Anak, dengan segala soeka ati kami ridlaken."<noinclude>{{rh||1562}}</noinclude>
dgxhrox2cvwfaeljb0xjiq90t1qg22k
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/301
104
101020
283427
282450
2026-05-07T04:23:27Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283427
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf]]<noinclude></noinclude>
n8mmud0w08up885appwnjcwsraqxnxf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/437
104
101022
283329
282500
2026-05-07T03:38:29Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283329
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>sembaring berseroe-seroe; koetika ia bertemoe ferdana manteri, maka ferdana itoe di peloknja dengan nafsoe sembaring berseroe-seroe, aken menjataken girangnja. Sekalian isi negri haroes dapet taoe kagirangan radja, maka itoe ia kasi taoe lantaran kagirangan itoe kapada ferdana manteri, serta di titah aken poela, aken sedekah-in seratoes riboe dinar emas pada sekalian moslemin, fakir dan jatim miskin dan bina dina bersama-sama mesigit dan soeran, soepaija sekalian bole memintaken doa pada Allah ta-allah, aken memberkatken radja kadoewa laki isteri.
Sasoedahnja menitahken, prentah ini di maloemken, maka sri baginda balik kombali ka dalem bilik isterinja seraija berkata: Adinda jang manis, tjabija matakoe, djanganlah goesar kakanda kaloewar sabentaran, sebab kakanda poenja ati terlaloe penoeh dengan kagirangan sampe kakanda misti
toempabken, maloemken pada sekalian isi negri, soepaja marika itoe poen toeroet bersoeka tjita seperti kakanda. Adapoen kakanda ini terlaloe amat kepingin taoe laen rahasia. Tjobalah adinda jang sanget tertjinta, tjeritahken
pada adinda, apakah sebabnja adio la tinggal berdiam tiada ber kata-kata sampe satoe taon lamanja? Sedang kakanda sahari-hari bertanja lebi dari seriboo kali pada adinda, aken bitjara, tetapi belom pernah adinda boeka moeloet, aken berkata-kata, soepaija kakanda taoe jang adinda mengarti apa jang kakanda berkata. Ia itoelah jang kakanda tiada abis fikir, bagimana adinda dapet tahan ati begitoe lamanja, nistjaija ada, sebab jang berpenting sekali.”
Djawabnja perampoewan moeda itoe ,,Ja doeli sjah alam, bagimana rasanja orang jang djadi boedak, jang di bawa pegi dari negri tempat toempah darahnja serta tiada poela pengharepandja, aken indjak kombali negri itoe? Bagimana sedih poela ati jang terpisah dari pada iboe, dari pada
soedara dan laen-laen kaoem kaloewarga. Apakah sekalian pengrasa-an itoe tiada membikin sampe leher tiada bisa mengaloewarken perkata-an, dan moeloet mendjadi terlampau berat, aken berkata-kata? Boekankah tiada heran, djika sademikian adanja? Katjinta-an negri, tempat toempah darah, katjinta-an orang toewa dan katjiota-an pada kamerdika-an, ia itoelah perloe aken kabidoepan manoesia, djikaloe sekalian itoe telah ilang , nistjaija tiada dapet di tahan lagi. Badan misti menjerah pada toewan jang ada koewasa
atas badan itoe, aken tetapi kahendak badan itoe tida dapet di prentah oleh orang laen.
Demikianlah prika-ada an hamba, hingga dapet hamba berdiam satoe taon lamanja tiada berkata- kata. Bole bilang beroentoeng djoega, hamba tiada toeroet sebagimana kabanjakan orang jang kena tjilaka, ilang kamerdika-annja, hingga matanja gelap dan memboenoeh diri.”
„Adinda jang tertjinta, apa bitjaramoe ini soenggoe benarlah, aken tetapi pada fikir kami, sa-orang perampoewan jang seperti adinda, sa-orang<noinclude>{{rh||1505}}</noinclude>
1og55534qlxsjctz7ef4ebm8g3ax26m
283339
283329
2026-05-07T03:42:12Z
Ichahahaha
27015
283339
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sembaring berseroe-seroe; koetika ia bertemoe ferdana manteri, maka ferdana itoe di peloknja dengan nafsoe sembaring berseroe-seroe, aken menjataken girangnja. Sekalian isi negri haroes dapet taoe kagirangan radja, maka itoe ia kasi taoe lantaran kagirangan itoe kapada ferdana manteri, serta di titah aken poela, aken sedekah-in seratoes riboe dinar emas pada sekalian moslemin, fakir dan jatim miskin dan bina dina bersama-sama mesigit dan soeran, soepaija sekalian bole memintaken doa pada Allah ta-allah, aken memberkatken radja kadoewa laki isteri.
Sasoedahnja menitahken, prentah ini di maloemken, maka sri baginda balik kombali ka dalem bilik isterinja seraija berkata: Adinda jang manis, tjabija matakoe, djanganlah goesar kakanda kaloewar sabentaran, sebab kakanda poenja ati terlaloe penoeh dengan kagirangan sampe kakanda misti
toempabken, maloemken pada sekalian isi negri, soepaja marika itoe poen toeroet bersoeka tjita seperti kakanda. Adapoen kakanda ini terlaloe amat kepingin taoe laen rahasia. Tjobalah adinda jang sanget tertjinta, tjeritahken
pada adinda, apakah sebabnja adio la tinggal berdiam tiada ber kata-kata sampe satoe taon lamanja? Sedang kakanda sahari-hari bertanja lebi dari seriboo kali pada adinda, aken bitjara, tetapi belom pernah adinda boeka moeloet, aken berkata-kata, soepaija kakanda taoe jang adinda mengarti apa jang kakanda berkata. Ia itoelah jang kakanda tiada abis fikir, bagimana adinda dapet tahan ati begitoe lamanja, nistjaija ada, sebab jang berpenting sekali.”
Djawabnja perampoewan moeda itoe ,,Ja doeli sjah alam, bagimana rasanja orang jang djadi boedak, jang di bawa pegi dari negri tempat toempah darahnja serta tiada poela pengharepandja, aken indjak kombali negri itoe? Bagimana sedih poela ati jang terpisah dari pada iboe, dari pada
soedara dan laen-laen kaoem kaloewarga. Apakah sekalian pengrasa-an itoe tiada membikin sampe leher tiada bisa mengaloewarken perkata-an, dan moeloet mendjadi terlampau berat, aken berkata-kata? Boekankah tiada heran, djika sademikian adanja? Katjinta-an negri, tempat toempah darah, katjinta-an orang toewa dan katjiota-an pada kamerdika-an, ia itoelah perloe aken kabidoepan manoesia, djikaloe sekalian itoe telah ilang , nistjaija tiada dapet di tahan lagi. Badan misti menjerah pada toewan jang ada koewasa
atas badan itoe, aken tetapi kahendak badan itoe tida dapet di prentah oleh orang laen.
Demikianlah prika-ada an hamba, hingga dapet hamba berdiam satoe taon lamanja tiada berkata- kata. Bole bilang beroentoeng djoega, hamba tiada toeroet sebagimana kabanjakan orang jang kena tjilaka, ilang kamerdika-annja, hingga matanja gelap dan memboenoeh diri.”
„Adinda jang tertjinta, apa bitjaramoe ini soenggoe benarlah, aken tetapi pada fikir kami, sa-orang perampoewan jang seperti adinda, sa-orang<noinclude>{{rh||1505}}</noinclude>
q5yemyegyc419egt4wy2dlo4ymiw8ew
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/433
104
101023
283318
282526
2026-05-07T03:36:22Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283318
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>{{rh||1001 MALAM}}
{{hwe|rampoewan|perampoewan}} itoe di brihkennja pakejan bagoes-bagoes, emas intan dan oewang, lagi di bikin mardika, serta di idinken poela bole bersoewami pada orang laen, djika marika itoe hendak bersoewami.
Melaenken perampoewan toewa-toewa jang soesah mentjari, ia itoelah di tahannja, di piarah di dalem astana boewat mendjaga perampoewan boedak sa-orang itoe. Apa lagi di kahendaki satoe isteri; dengan perboewatan jang sedemikian ini, maka sri baginda telah mengoendjorken njata, bahoewa terlaloe tjintanja pada perampoewan sa-orang itoe, adapoen perampoewan itoe tiada ambil poesing, tiada sekali-kali ia berkata-kata barang sapatah. Satoe taoen lamanja ia tinggal seperti orang bisoe, sedang sri baginda monjakinin sabari, aken mengoendjoki dengan njawa ka'jinta-annja.
Begitoe dengan begitoe sampe satoe taon lamanja. Maka sekali pada soewatoe hari, radja berdoedoek di ampirnja perampoewan itoe abis radja berkata padanja, bahoewa katjinta-an radja boekannja mendjadi koerang, hanja sahari-hari mendjadi terlebi keras. Radja berkata: ,,Permeisoeri jang tertjinta, selamanja adinda ada di aiui, belom pernah kakanda dengar soewara adinda berkata apa dia senang atawa tida di astana kakanda ini, aken tetapi biar bagimana poen, meka katjinta-an kakanda soeda tiada berkapoetoesan. Soenggoe biar bagimana besar poela karadja-an kakanda, nistjaijalah tiada bergoena bagi kakanda, djikaloe kakanda tiada ada adindanja ini, jang membrih pengbiboeran ati pada kakanda. Kapan kakanda bilang sadja dengan moeloet, barangkali adinda tiada petjaja aken tetapi, sasoedahnja adinda liat sendiri bagimana perbewatan kakanda, aken menjatoeken soenggoe tjintanja, ta-dapet tiada nistjaija adinda misti dapet rasa djoega sedikit di dalem ati. Sekalian perampoewan ini barem telah kakanda lepasken, tjoema aken tinggal kakanda tjinta-in adinda sa-orang sendiri. Adinda tentoe nasih ingat, bahoewa sampe sekarang soedah ada satoe taon lamanja, perampoewan-perampoewan itoe kakanda lepasken, maka tiada sedikit kakanda ada berasa sakit ati atawa menjesal. jang kakanda berboewat begitoe. Oentoeng kakanda soedah ampir tjoekoep, tjoema ada sedikit sadja, aken menggenapken oentoeng itoe. Tjoba adiuda bendak bitjara barang sate patah sadja, nistjaija kakanda bakalan beroenteng soenggoe, dan tiadalah kakanda sanggup menjoekoepken bales trima kasi kakanda bagi adinda. Adapoen apakah orang bisa melawan kodrat Allah jang maha moelija, bagimanaka sa-orang bisoe bisa berkata-kata. Sebab kakanda rasa tentoe adinda bisoe. Djikaloe tiada bisoe, mengapakah satoe taon lamanja kakanda minta dengan manis, aken adinda bitjara barang sa-patah, maka adinda tiada djoega berkata-kata. Tetapi soedah, apa bole bewat, djika memang soeda di takdirken Allah, kakanda ini menjintakeu sa-orang bisoe, maka biar apakah kiranja kakanda di berkatken Allah sebahua wahoewa ta-allah, soepaija<noinclude>{{rh||1503}}</noinclude>
0c1f0jxpxlyd8gesjjfaryh33smuukv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1134
104
101025
283431
282496
2026-05-07T04:25:16Z
Tika Yulia
25963
283431
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong
Dan Direbutnja Kota Tomohon.}}'''
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado.}}
{{smaller block|Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{x-smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja be
berapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan
rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per}}<noinclude></noinclude>
d2yfimujpl2e6a92ia89xxrnmnlkaeb
283437
283431
2026-05-07T04:27:14Z
Tika Yulia
25963
283437
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong
Dan Direbutnja Kota Tomohon.}}'''
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado''}}
{{smaller block|''Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja beberapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per|perlu}}<noinclude></noinclude>
3ioqiwfaqfr151dx30574lt40a2mnyo
283440
283437
2026-05-07T04:28:06Z
Tika Yulia
25963
/* Telah diuji baca */
283440
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong
Dan Direbutnja Kota Tomohon.}}'''
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado''}}
{{smaller block|''Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja beberapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per|pertahanan}}<noinclude></noinclude>
cfrm14zr7x4pl9vn5bs1xrbzpllh22q
283448
283440
2026-05-07T04:33:19Z
Tika Yulia
25963
283448
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
<center>{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong
Dan Direbutnja Kota Tomohon.}}''' <center>
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado''}}
{{smaller block|''Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja beberapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per|pertahanan}}<noinclude></noinclude>
2bheredzmi7re5dtane1qugt3cfeikj
283454
283448
2026-05-07T04:34:13Z
Tika Yulia
25963
283454
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
<center>{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong
Dan Direbutnja Kota Tomohon.'''}} <center>
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado''}}
{{smaller block|''Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja beberapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per|pertahanan}}<noinclude></noinclude>
dwfh846pg27dtgbmm5y8cymvf4v83u1
283457
283454
2026-05-07T04:34:59Z
Tika Yulia
25963
283457
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>'''KAPT. SOEWONDO'''
''Kmd. Kie. I Jon 432 RI. 12.''
{{c|'''Kisah Penggabungan Pasukan Mondong Dan Direbutnja Kota Tomohon.'''}}
{{smaller block|''Tulisan ini adalah kisah njata dengan tidak dikurangi atau dilebihi, sekedar untuk memeberikan gambaran djalannja penggabungan pasukan Mondong dari permulaan sampai terachir dan perebutan kota Tomohon. Maksud jang lain djuga adalah untuk mengenang djasa dari Kart. Soepangkat jang pada saat ini masih hilang tidak tentu rimbanja, berhubung dengan terdjebak oleh musuh pada waktu akan menunaikan tugas menghubungi musuh di-
daerah Kembes, Airmadidi — Menado''}}
{{smaller block|''Meskipun ada orang mengatakan Kapt. Soepangkat itu roekeloos, tetapi penulis jakin, bahwa kemadjuan hidup itu dihadapkan
oleh berani tidaknja mengambil risiko. Kalau berhatsil tugasnja, maka dia dapat berbakti kepada Negara, tetapi kalau tugasnja ga-
gal, maut jang akan dihadapi sebagai putera Negara. Jang terang Kapt. Soepangkat tidak memperhitungkan untung rugi didalam berbakti kepada Negara. Dia adalah seorang patriot dan pemberani. ...'' }}
{{smaller|''Penulis''}}
Pada tgl. 10 Agustus 1958 djam 10.00 di Ko. Jon 432 dikota Tondano suasana hening, hanja beberapa Pa. jang hadlir (Dan² Ki.± Pa.² Sie.) Dan Jon 432 Maj. Koesworo sedang mendjelaskan rentjana penjerangan Jon 432 dalam rangka rentjana penjerangan RTP. I. KOOP. Merdeka dibawah pimpinan Overste Moeng Parhadimoeljo untuk merebut kota Tomohon. (Lihat gambar).
Penjerangan merebut kota Tomohon dikerdjakan dengan dua Jon, jaitu Jon 432 dan Jon 501. Jon 432 mendapatkan route dari Tondano melalui djalan ketjil terus Rurukan dan langsung menudju ke Tomohon, sedangkan Jon 501 dari Tondano melalui djalan besar terus ke Tataaran, Kasuang dan selandjutnja menudju object Tomohon. Pelaksanaan gerakan tgl. 12 Agustus 1958 djam 24.00 suasana adalah sangat
ernstig, karena kita tahu bahwa tugas merebut Tomohon adalah suatu tugas jang sangat berat, meskipun dalam tugas ini kita mendapatkan bantuan udara dan artileri, tapi masih djelas tergambar oleh kita sewaktu kita merebut Tondano sampai lebih dari satu minggu, Tondano baru dapat kita djebolkan. Dan sekarang Tomohon, kekuatan jang tadinja untuk mempertahankan Menado— Tondano kini mereka
semuanja berkumpul dan dipusatkan sekitar Tomohon. Meskipun demikian dan bagaimanapun beratnja kita semuanja optimistis bahwa tugas ini tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknja.
Route dari Jon 432 jaitu melalui Rurukan akan berarti menghadapi ,,apa jang dinamakan Sector III musuh” dan dibawah pimpinan Maj. Mondong. Ada kegembiraan jang menjelinap dalam hati penulis, karena kurang lebih pada tgl. 6 Agustus 1958 ada kurir dari Maj. Mondong bernama Sers. Worek, seorang Mobrig jg telah di-Militerisir oleh Permesta datang kepada penulis dengan perantaraan Sers. pensiun Oemar Alex penduduk Tondano jang mentjeriterakan, bahwa Sector III Permesta akan menggabungkan diri. Pada waktu itu karena persoalan tsb. adalah persoalan tingkat tinggi, maka Sersan Worek telah kita teruskan ke Ko. Jon 432 dan oleh atasan diteruskan ke RTP. I. jang selandjutnja mendapatikan pengolahan jang sempurna, sehingga pada tgl. 9 Agustus 1958 satu Ru. dari Sector tsb. dan bersendjata lengkap telah menggabungkan diri. Djadi terang, bahwa ada titik terang bagi tugas Jon 432, tetapi sebaliknja route Jon 501 kemungkinan akan mendapatkan tekanan berat. karena pintu gerbang masuk Tomohon melalui djalan besar didjaga dan dipertahankan keras oleh ,,apa jang dinamakan
RTP. Ular Hitam" dibawah pimpinan bekas Maj. D. Runturambi. Meskipun harapan penggabungan itu ada, tetapi kita harus waspada djangan sampai rentjana kita tergelintjir karena kurang
waspada sadja.
Dengan adanja rentjana penjerangan tsb., maka Jon 432 jang pada waktu itu bertugas mendjadi pos depan RTP. I. di Tondano akan digantikan oleh Jon. A Brawidjaja. Para pembatja harus maklum, bahwa satu KM. dari rangkaian pertahanan jg membudjur dari Jon 432 terdapat {{hws|per|pertahanan}}<noinclude></noinclude>
kw5owrqmty7w16d4gs12w5ny5f6rs19
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/389
104
101026
283293
282506
2026-05-07T03:17:43Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283293
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Koetika hambanja bersama iboe sampe di roemah, maka hambanja berkata pada iboe: Kamoedian hamba tiada kepingin lagi minta toeloengan orang, aken beli-in barang-barang jang aneh boewat bamba. Kaloe kedjadian lagi sekali, iboe maoe soeroe orang beli-in apa-apa boewat hamba, maka hamba tidoer lagi seperti doeloe itoe, tatkala Aboel Mesaffier hendak brangkat ka negri Tjina, soedah djangan iboe kasi bangoen lagi pada bamba, biarken sadja hamba tidoer teroes. Tjobalah iboe pikir sendiri, liat sadja itoe kera jang Aboel Mosaffier beli-in boewat hamba, apakah goenanja barang begitoe di beli-in boewat bamba sampe di negri Tjina, apa di sini tiada ada kera? ,Apa goenanja bagi hamba." Hata maka hamba belon abis bitjara dari hal ini, maka sekoenjoeng-koenjoeng ada bebrapa boedak dari Aboel Mosaffier dateng masoek bertanja pada hamba apa hamba orang jang di nama-in Aboe Mohamed Alkeslan. Baroe hamba saboetken, bahoewa soenggoe hamba poenja nama Alkeslan, maka kaliatan Mosaffier sendiri dateng dari blakang. Hamba maoe tjioem tangannja, aken tetapi dia tida kasi, tempo hamba berboewat sademikian, banja dia lantas pelok sama hamba, teroes dia adjakin hamba pegi ka roemah-nja. Hamba males-malesan boewat toeroet sama dia, aken tetapi sebab aloes boedjoekannja, maka bamba toeroet djoega.
Setelah hamba sampe di roemahnja Mosaffier, maka dia lantas tjeritahken semoewa hal ichwalnja pada bamba apa jang kedjadian di djalan, dan begimana itoe kera dapet toeloeng padanja dan pada laen-laen soedagar. Setelah soeda, maka ia titahken boedakoja, aken mengambil peti-peti jang boewat hamba itoe. Marika itoe lantas bikin seperti titah toewannja, maka tida sebrapa lama marika itoe keloewar dari dalem roemah membawa doewa peti besar-besar jang penoeh. Mosaffier laloe serabken kontji peti-peti itoe pada bamba, maka ia poen berkata: „Anak, liatlah ini sebagimana Alla ta-alla telab berkatken oewangmoe, jang lima perak itoe. Semoewanja oeang jang ada di dalem ini doewa peti, ia itoelah engkau jang poenja. Poelang sadja ka roemah sekarang nanti ini doewa boedak toeroet padamoe, aken dengar apa prentabmoe."
„Hamba mendjadi begitoe girang, sampe hamba tida taoe apa misti bikin, hamba bilang banjak trima kasi pada Aboel Mosaffier, abis bamba poelang karoemah. Sampe di roemah hamba oendjoekin itoe oewang emas doewa peti kapada iboe, maka iboe terlampau sanget beran. Maka iboe berkata: „Anak engkau liat sendiri dengen matamoe, bahoewa Alla ta-alla tiada sekali-kali nanti melepasken tangannja dari pada orang miskin. Oleh kerna itoe, maka baiklah engkau jakinin, aken djangan males lagi, biarlah engkau bole mendjadi terlebi
beroentoeng lagi dengan oewangmoe, soepaija terlebi engkau dapet di berkatken Allah." Hamba berdjandji soenggoe-soenggoe pada iboe, bahoewa hamba nanti djaga baik, tiada males lagi. Perdjandjian demikian itoe gampang sadja<noinclude>{{rh||1483}}</noinclude>
43hrykyzxuegk9k6u86wmjc1ua2km46
283294
283293
2026-05-07T03:18:18Z
Zeefra
22281
283294
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Koetika hambanja bersama iboe sampe di roemah, maka hambanja berkata pada iboe: Kamoedian hamba tiada kepingin lagi minta toeloengan orang, aken beli-in barang-barang jang aneh boewat bamba. Kaloe kedjadian lagi sekali, iboe maoe soeroe orang beli-in apa-apa boewat hamba, maka hamba tidoer lagi seperti doeloe itoe, tatkala Aboel Mesaffier hendak brangkat ka negri Tjina, soedah djangan iboe kasi bangoen lagi pada bamba, biarken sadja hamba tidoer teroes. Tjobalah iboe pikir sendiri, liat sadja itoe kera jang Aboel Mosaffier beli-in boewat hamba, apakah goenanja barang begitoe di beli-in boewat bamba sampe di negri Tjina, apa di sini tiada ada kera? ,Apa goenanja bagi hamba." Hata maka hamba belon abis bitjara dari hal ini, maka sekoenjoeng-koenjoeng ada bebrapa boedak dari Aboel Mosaffier dateng masoek bertanja pada hamba apa hamba orang jang di nama-in Aboe Mohamed Alkeslan. Baroe hamba saboetken, bahoewa soenggoe hamba poenja nama Alkeslan, maka kaliatan Mosaffier sendiri dateng dari blakang. Hamba maoe tjioem tangannja, aken tetapi dia tida kasi, tempo hamba berboewat sademikian, banja dia lantas pelok sama hamba, teroes dia adjakin hamba pegi ka roemah-nja. Hamba males-malesan boewat toeroet sama dia, aken tetapi sebab aloes boedjoekannja, maka bamba toeroet djoega.
Setelah hamba sampe di roemahnja Mosaffier, maka dia lantas tjeritahken semoewa hal ichwalnja pada bamba apa jang kedjadian di djalan, dan begimana itoe kera dapet toeloeng padanja dan pada laen-laen soedagar. Setelah soeda, maka ia titahken boedakoja, aken mengambil peti-peti jang boewat hamba itoe. Marika itoe lantas bikin seperti titah toewannja, maka tida sebrapa lama marika itoe keloewar dari dalem roemah membawa doewa peti besar-besar jang penoeh. Mosaffier laloe serabken kontji peti-peti itoe pada bamba, maka ia poen berkata: „Anak, liatlah ini sebagimana Alla ta-alla telab berkatken oewangmoe, jang lima perak itoe. Semoewanja oeang jang ada di dalem ini doewa peti, ia itoelah engkau jang poenja. Poelang sadja ka roemah sekarang nanti ini doewa boedak toeroet padamoe, aken dengar apa prentabmoe."
„Hamba mendjadi begitoe girang, sampe hamba tida taoe apa misti bikin, hamba bilang banjak trima kasi pada Aboel Mosaffier, abis bamba poelang karoemah. Sampe di roemah hamba oendjoekin itoe oewang emas doewa peti kapada iboe, maka iboe terlampau sanget beran. Maka iboe berkata: „Anak engkau liat sendiri dengen matamoe, bahoewa Alla ta-alla tiada sekali-kali nanti melepasken tangannja dari pada orang miskin. Oleh kerna itoe, maka baiklah engkau jakinin, aken djangan males lagi, biarlah engkau bole mendjadi terlebi beroentoeng lagi dengan oewangmoe, soepaija terlebi engkau dapet di berkatken Allah." Hamba berdjandji soenggoe-soenggoe pada iboe, bahoewa hamba nanti djaga baik, tiada males lagi. Perdjandjian demikian itoe gampang sadja<noinclude>{{rh||1483}}</noinclude>
g5ve1opxdzkuimnpyxttbw21idfgw2w
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/303
104
101027
283465
282516
2026-05-07T04:38:44Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283465
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>an kawal masih poeles keras oleh sebab obat tidoernja Achmed Komakom.
Kalief bangoenin kepala kawal aken minta kombali barang-barang itoe jang di taro oleh Kalief di galderee moeka terdjaga oleh kawaloja. Koetika kepala kawal tiada bisa dapet itoe barang-barang semoewa maka ia lantas bangoenin laen-laen kawannja aken di tanja siapa jang neujimpeu sekalian barang-barang itoe, adapoen satoe orang tiada bisa kasi katerangan apa-apa. Oleh kerna hal demikian ini maka kalief djadi keliwat keras marah serta di antjeminnja sekalian orang-orang itoe nanti mati di potong lebernja djikaloe tiada kedapetan itoe barang-barang jang ilang. Abis begitoe kalief poelang ka astananja memake pakejan merah padan soepaija sekalian orang di dalem negri bole dapet taoe bahoewa ianja keras marah. Soeda ini maka kalief pegi ka baleiroeng tempat bermasjawarat laloe doedoek di atas saugga sananja dengan di lipoetken sekalian pembesar negri.
Ferdana manteri Giafar, barang masoek ka dalem baleiroeng maka dapet di liataja kalief sedang keras sangat marah, dari itoe ia bersoedjoet bersembab kalief serta sembahnja: »Moeda-moedahan di perlindoengi Allah bagie doeli sjah alam soepaja di singkiri segala jang mendjadiken marah doeli jang di pertoewan.”
Djawabaja Kalief: »wasir, kadjahatan jang baroe terdjadi ini koliwat dari misti.”
Maka bertanja poela Giafar: »Apakah telah kedjadian? Baiklah doeli sjah alam tjeritaken pada bataba.”
Koetika kalief tjeritaken hal jang kedjadian semalem hingga semangkin djadi keras marahuja, maka walie Chaleb dateng mengadep di baleiroeng tempat kadoedoekan toewan Kalief.
Apabila kalief dapet liat padanja, maka lantas toewan kalief bertitah: »Hei Emir Chaleb, bagimanakah sekarang pri ka-ada-annja negri Bagdad?" Djawabnja Emir: »Doeli sjah alam, dalem negri ini tiada ada koerang satoe apa, sekalian senang.”
Lantas kalief berkata: »Itoe djoesta besar.”
Maka bersabda poela Emir Chaleb: »Doeli sjab alam, bolekah patik bertjanja pada doeli jang di pertoewan apakah mendjadi sebab doeli sjah alam roepanja begini marah sangat?”
Kalief lantas tjeritaken padanja apa jang telah kedjadian serta katanja: »Kami titahken padamos, aken bikin segala apa jang kamoe sanggoep aken baliken kombali barang-barang kami jang terilang. Ingat njawamoe misti tanggoeng jang prentahkoe di lakoeken sebagimana patoet.
Emir Chaleb laloe berkata: »Doeli sjah alam, sebeloanja menghoekoem hambanja, apakah tiada terlebi baik panggil doeloe pada Achmed Komakom soepaija dia di hoekoem mati? Sebab tiada ada orang jang<noinclude>{{rh||1441|}}</noinclude>
9w65na34hf0ov9hp4dc3yqbgyzp5fxv
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/371
104
101028
283279
282521
2026-05-07T03:08:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283279
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>HIKAJAT
<br>Aboe Mohamed Alkeslan si Pemales.
<br>malem ka 567 sampe malem 577. </center></noinclude>Sabermoela, maka di tjariteraliken, bahoewa Kalief Haroem al Rasjid pada soewatoe hari betoel lagi sedang bersemajan diatas sanggasananja dengan di lipoeti sekalian pembesar negri, maka sa-orang boedak dateng masoek mendjoendjoeng satoe patam dari pada emas bertataban mirah djembaroet dan moetiara. Setelah sampe di hadepan sangsana maharadja baginda Kalief, maka boedak itoe bersoedjoed laloe sembahuja: „Emir almoeminin jang maba moelija, hamba ini tertitah doeli jang tinggi permeisoeri Zobaida, aken mempersembahken hormat dan bakti pada doeli sjah alam jang memarentah dari pada masjrik sampe magrib. Maka doeli jang di pertoewan taoe djoega, bahoewa permeisoe ri Zobaida soeda bebrapa lamanja bekerdja membikin patam ini, aken tetapi tiada djoega bisa abis abis dari sebab masih ada koerang intan besar itoe, jang misti di pasang di tengah tengah patam itoe. Koeliling di dalem perbandaharan telah soedah di tjariken olehoja djooga tida bisa dapet jang sampe besar aken di pake boewat itoe patam. Boekan sadja di perbandaharan, hanja di sekalian toko toko emas intan sekali poen telah soedah djoega di Boe roeh tjari, aken tetapi pertjoema sadja, tiada ada jang pantes."
Satelah baginda Kalief denger sembahnja ini bocdak, maka baginda lantas titahken sekalian pengawi pembesar negri jaug berhadir di sitoe, aken tjari di dalem perbandaharan radja baginda Kalief, barangkali di sana ada djoega intan jang sampe besar boewat di pake oleh Zobaida, aken perihasan itoe patam. Sekalian penggawi pembesar negri dengan sigrah mendjalanken titah sri baginda, aken tetapi pertjoema djoega, tiada ada satoe jang bole di pake aken perihasan itoe.
Baginda Kalief sanget bermasgoel, koetika di dengarnja penggawi penggawi itoe tiada bisa dapet intan jang bole di pake boewat perihasan patam itoe,<noinclude>{{rh||1474|}}</noinclude>
0p0kaucnvn1td1ov96ag9bcq3ax3g46
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/375
104
101031
282648
282518
2026-05-06T13:14:59Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282648
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Tadinja Mesrour bersama temannja tiada djoega maoe bernanti lebi lama, aken tetapi lama kelama'an, bahna manis bitjaranja toewan roemah, maka kadoewa orang itoe toeroet djoega sebagimana permoehoenannja Alkeslan. Kadoewa orang itoe masoek kadalem roemab, maka kaliatan galderee moeka itoe, pintoe pintoenja di kanan kiri di gantoengin lelangse dari pada soetera merah dari atas loteng sampe kabawah anteronja di soelam dan di djait benang emas.
Abis Aboe Mohamed Alkeslan titahken saorang boedaknja menjediahken aer mandi, djika soeda, maka boedak itoe misti anterken Mesrour bersama-sama temannja ka tempat mandi, jang ada di kamar di roemah sebelah dalem. Srenta orang doewa itoe masoek di tempat mandi itoe, maka heranlah Mesrour meliat djoebin itoe di berteterapau emas dan perak. Di tengah kamar mandi itoe, ada djambangan besar dari pada batoe poewalam terisih aer jang amat haroemnja, serta bebrapa boedak ada bediri boewat djalanken segala titah jang di titahken padanja.
Sasoedahnja Mesrour bersama temannja abis mandi, maka orang kadoewa itoe di brinken persalinan dari pada soetera jang tersoelam benang emas, kamoedian baroelah marika itoe di anter ken ka dalem biliknja toekang intan Aboe Mohamed Alkeslan.
Hata maka pada besokan paginja orang bawa-in boewat dia satoe koeda bagal dengan di pake-in sella di ríhasi dengan moetiara dan intan.
Kamoedian dia naiki itoe koeda abis ia ambil selamat tinggal dari Emir Mohamed Alsobeidy jang berhadlir di sitoe bersama sama sekalian kawannja laloe Alkeslan brangkat teriring oleh bebrapa orang boedaknja bersama sama Mesrour. Maka Mesrour ingat dalem atinja: Nistjaija baginda Kalief bakalan djadi
sanget heran kapan di liatnja Alkeslan berpakejan begitoe endah endah, ta dapet tida baginda Kalief tentoe nanti tanja pada itoe toekang intan, bagimana dia bisa dapet pakejau jang sademikian bagoesuja.
Setelah sampe di Bagdad, maka Aboe Mohamed Alkeslan di bawa mengadap baginda Kalief oleh Mesrour. Baginda Kalief trima padanja dengan manis bahasa laloe di soeroeh doedoek di ampirnja serta di katakenuja aken bitjara. Maka katanja Alkeslan: ,Emir al moeminin jang termoelija dan termasjhoer
di doenia dari pada masjrik sampe di magrib, hambanja ini telah ambil kabranian ati, aken membawaken bebrapa bingkisan ketjil-ketjil, aken hamba persembahken di bawah doeli sjah alam poenja kabesaran, djika hamba telah diidinken oleh sri baginda.
Barang Haroen al Rasjid bertanja apa barang bingkisan itoe, maka ada satoe boedak madjoe dengan membawa satoe peti ketjil laloe di taronja diampir toewannja. Alkeslan boeka itoe peti, maka di ambilnja dari peti itoe bebrapa poehoen poehoenan ketjil-ketjil sanget bagoes dan endah endah bikinnannja. Batang dan tjabang-tjabangnja terbikin dari pada emas, daonnja<noinclude>{{rh||1476}}</noinclude>
3ua30xniy5yys0odi898mldutvcye0j
283283
282648
2026-05-07T03:12:04Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283283
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Tadinja Mesrour bersama temannja tiada djoega maoe bernanti lebi lama, aken tetapi lama kelama'an, bahna manis bitjaranja toewan roemah, maka kadoewa orang itoe toeroet djoega sebagimana permoehoenannja Alkeslan. Kadoewa orang itoe masoek kadalem roemab, maka kaliatan galderee moeka itoe, pintoe pintoenja di kanan kiri di gantoengin lelangse dari pada soetera merah dari atas loteng sampe kabawah anteronja di soelam dan di djait benang emas.
Abis Aboe Mohamed Alkeslan titahken saorang boedaknja menjediahken aer mandi, djika soeda, maka boedak itoe misti anterken Mesrour bersama-sama temannja ka tempat mandi, jang ada di kamar di roemah sebelah dalem. Srenta orang doewa itoe masoek di tempat mandi itoe, maka heranlah Mesrour meliat djoebin itoe di berteterapau emas dan perak. Di tengah kamar mandi itoe, ada djambangan besar dari pada batoe poewalam terisih aer jang amat haroemnja, serta bebrapa boedak ada bediri boewat djalanken segala titah jang di titahken padanja.
Sasoedahnja Mesrour bersama temannja abis mandi, maka orang kadoewa itoe di brinken persalinan dari pada soetera jang tersoelam benang emas, kamoedian baroelah marika itoe di anter ken ka dalem biliknja toekang intan Aboe Mohamed Alkeslan.
Hata maka pada besokan paginja orang bawa-in boewat dia satoe koeda bagal dengan di pake-in sella di ríhasi dengan moetiara dan intan.
Kamoedian dia naiki itoe koeda abis ia ambil selamat tinggal dari Emir Mohamed Alsobeidy jang berhadlir di sitoe bersama sama sekalian kawannja laloe Alkeslan brangkat teriring oleh bebrapa orang boedaknja bersama sama Mesrour. Maka Mesrour ingat dalem atinja: Nistjaija baginda Kalief bakalan djadi
sanget heran kapan di liatnja Alkeslan berpakejan begitoe endah endah, ta dapet tida baginda Kalief tentoe nanti tanja pada itoe toekang intan, bagimana dia bisa dapet pakejau jang sademikian bagoesuja.
Setelah sampe di Bagdad, maka Aboe Mohamed Alkeslan di bawa mengadap baginda Kalief oleh Mesrour. Baginda Kalief trima padanja dengan manis bahasa laloe di soeroeh doedoek di ampirnja serta di katakenuja aken bitjara. Maka katanja Alkeslan: ,Emir al moeminin jang termoelija dan termasjhoer di doenia dari pada masjrik sampe di magrib, hambanja ini telah ambil kabranian ati, aken membawaken bebrapa bingkisan ketjil-ketjil, aken hamba persembahken di bawah doeli sjah alam poenja kabesaran, djika hamba telah diidinken oleh sri baginda.
Barang Haroen al Rasjid bertanja apa barang bingkisan itoe, maka ada satoe boedak madjoe dengan membawa satoe peti ketjil laloe di taronja diampir toewannja. Alkeslan boeka itoe peti, maka di ambilnja dari peti itoe bebrapa poehoen poehoenan ketjil-ketjil sanget bagoes dan endah endah bikinnannja. Batang dan tjabang-tjabangnja terbikin dari pada emas, daonnja<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1476|{{smaller|94}}}}</noinclude>
l93h0yd2wytxbr13e0fyttgmatkwogu
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/382
104
101032
282538
282534
2026-05-06T12:00:29Z
Lutfiyatun
26681
282538
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Di Surabaja hanja terdapat suatu stasiun dan mulai tanggal 1 Djanuari 1953 akan dibuka Sub-stasiun-Sub-stasiun di Sangkapura (Bawean) dan Sepulu (Madura).
Pekerdjaan Jajasan Perikanan Laut tersebut meliputi:
{{Ol|start=1|list_style_type=lower-alpha
|Penjelidikan atas tehnik-tehnik penangkapan ikan;
|Pertjobaan-pertjobaan perusahaan penangkapan ikan dengan menggunakan alat-alat dalam negeri (pajang) maupun dari luar negeri (trawlnet);
|Mengadakan service bagi kapal-kapal ikan bermotor;
|Mentjari sarang-sarang ikan baru.
}}
Pimpinan sehari-hari dari usaha-usaha tersebut diatas dilaksanakan oleh para ahli (technischbedrijfsleider), jang di Djawa-Timur masih terdiri dari Bangsa Asing. Hasil-hasil dari penjelidikan tersebut diatas—berlainan dari pada usaha „Onderafdeling Zeevisschert” dahulu dikembalikan kepada para Nelajan Indonesia untuk dipraktekkan. Djalannja mengembalikan seperti tertera dalam schema dibawah ini:
{{c|'''DJALANNJA MENERUSKAN HASIL-HASIL PENJELIDIKAN'''}}
{{c|'''JAJASAN PERIKANAN LAUT.'''}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|350}}</noinclude>
dtxccewn4ch877mmh5g23px0tbokjfz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/377
104
101033
283285
282528
2026-05-07T03:12:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283285
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>dari pada djembaroet, boewah-boewahnja dari pada mirah dan batoe nilam dan moetiara, jang poeti. Abis ianja ambil lagi bebrapa barang jang lostjoe-loetjoe, jang satoe terlebi loetjoe dari jang laen. Roepanja itoe peti, seperti peti wacijat, tiada ada poetoesnja barang barang itoe kaloewar dari sitoe.
Baginda Kalief sanget heran meliat barang begitoe bagoes-bagoes dan mahal-mahal, seperti barang jang di brihkennja oleh Alkeslan. Adapoen herannja baginda itoe terlebi lagi bertambah, koetika di liatnja Alkeslan kaloewarken lagi satoe peti ketjil, dari dalem ini peti di ambilnja soewatoe cheimat ketjil jang tersoelam dengan benang emas dan di taboer intan bedoeri dan moetiara jang bagoes-bagoes. Tanahnja soelaman itoe dari emas terhias dengan piroes dan akik, tiang-tiangnja cheimat itoe dari pada kajoe jang amat mahal. Pinggirnja tenda cheimat ini pake rombe'rombe, di mana ada bergantoeng bebrapa batoe mirah, djembroet, piroes dan nilam. Lagi ada bebrapa roepa boeroeng-boeroengan dan binatang-binatang boewas di gambarnja di kaen cheimat seperti binatang idoep, boeloe-boeloe boeroeng itoe dan boeloe boeloe binatang itoe di bikin dari pada moetiara, mirah, djembaroet, piroes dan nilam serta aen-laen batoe permata, semoewanja itoe di atoernja begitoe tjakep, hingga mendjadi terlampau endah-endah.
Setelah baginda Kalief dapet liat ini barang-barang semoewa, maka ia djadi terlaloe amat heran, ia tiada taoe apa aken di kiranja. Mala Aboe Mohamed Alkeslan berkata pada baginda Kalief katanja: „Doeli sjah alam, hambanja ini persembahken barang barang ini sekalian kabawab doeli sjah alam, boekan dari sebab takoet hamba, hanja dari sebab terlaloe besar hormatnja hamba bagi doeli jang di pertoewan. Hambanja berfikir, barang-barang ini sekalian tiada pantes boewat saorang toekang intan seperti hamba, pada hal baik boewat sri baginda jang maha moelija. Aken menjasiken pada doeli sjab alam, bahoewa perboewatan bamba ini boekan dari sebab takoet hamba, maka hamba hendak mengoendjoekin bebrapa barang jang terlebi heran lagi, djika hamba di brihken idin, soepaija doeli jang di pertoewan bole taoe sedikit dari pada kakoewasa-an hamba.
Sasoedahnja baginda Kalief bilang baik, maka Aboe Mohamed Alkeslan dateng mengampiri djendela sambil membatja pelahan pelahan ilmoenja, maka matanja memandang tetaroep, jang ada mengoelilingi astana karadja-an. Tetaroep itoe kaliatan soenggoe bergerak seperti aken bersoedjoed padanja. Dengan soewatoe tanda dari tangannja, maka segala piutoe-pintoe jang terkontji pada terboeka dan apabila na batja lagi ilmoenja, maka kadengaran soewara boeroeng ketjil ketjil bilang riboe seperti dateng dekatin dianja aken saboetin bitjaranja.
Baginda Kalief mendjadi sanget heran, koetika di liatoja dan di dengarnja pertoendjoekan koewasa Aboe Alkeslan itoe, maka baginda laloe bertanja padanja dari manakah ia mendapet ilmoe, jang teramat heran dan lagi apakah dia itoe<noinclude>{{rh||1477|}}</noinclude>
7xhidiimxzyqe9muatnphccu7qu7mdf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/553
104
101034
282540
282525
2026-05-06T12:04:47Z
Upiak Ituih
27011
282540
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>ampoenin lagi. Maka Abdallah bersoewit, dengan sigrah satoe djin dateng jang beroepa boeroeng, Kilat namanja. Djin itoe bertanja pada Abdallah mengapakah dia di panggil. Djawaboja Abdallab: Hei Kilat, ini sekali kita misti toeloengin radja Bader, anaknja posteri Gulnare. Lekas engkau pegi ka astananja ratoe Labe, maka dengan sigrah engkau pindah-in itoe boedak perampoewan jing menjimpan koeroengan boeroeng hantoe pagi ka astananja
poeteri Gulnare di iboe kota benoewa Persie, soepaija poeteri Gulnare bole dapet taoe jang anaknja ada dalem soesah, perloe dapet toeloengan iboenja. Tetapi djaga betoel-betoel djangan sampe Gulnare kaget, kapan engkau mengadap padanja, dan engkau tjeritaken padanja apa dia misti bikin."
Si Kilat lantas ilang pegi ka astana ratoe Labe. Dia kasi taoe sama itoe boedak, apa jang perloe di tjeritaken padanja, abis lantas ianja moemboel kaoedara bersama-sama itoe perampoewan. Ia terbang sampe ka astananja Gulnare, di benoewa Persie, di sitoe istana itoe boedak di loteng kamarnja Gulnare.
Itoe perampoewan toeroen ati-ati, maka ia dapetin Gulnare lagi doedoek dengan iboenja. Doewa doewanja selang lagi omongin anaknja jang ilang, maka itoe boedak perampoewan lantas bersoedjoed dan dari kabar jang di wartaken oleh boedak itoe, maka ketaoewanlah, bahoewa radja Beder ada dalem soerah dan perloe sanget dapat pertolongan,
Tjeritanja itoe boodak membikin girang atinja posteri Gulnare sampe
posteri ini berlompat dari tempat doedoekeja, sken pelok itoe boedak jang
membawa kabar itoe. Dengan sigrah Gulnare titahken sekalian penggawe
negri, aken ma'oemken di antero keraja-an bennewa Persie, bahoewa radja
Beder soeda ampir poelang kombali.
Koetika Gulnare poelang di kamarnja, maka ia dapetin radja Saleh
soeda dateng, sebab di panggil oleh iboenja. Maka katanja Gulnare: > Ka.
kanda soedara Saleh, radja Beder ala di negri Sahir di pendjara oleh ratos
Labe. Wadjiblah kita lekas pegi kassoa, akea melepasken dia dari pada
tawanannja, kita misti lekas brangkat djangan ilang tempo."
Radja Saleh lekas melengkapken balatentaranja dari laoet, maka se-
kalian djin dan sahir jang bersach bat-an padanja poen di panggil djooga
aken menoeloeng, maka marika itoe pada dateng bersama-sama laskar-las-
karnja. Satelah semoewa soodab berlengkapan sandjata, maka posteri-posteri
pada brangkat ngeloeroek ka negri Sahir. Sekalian marika itoe moemboel
naik ka oedara, amat rame dan rioeh, maka sekalian marika itoe toeroen
seperti kawan bebalang di tempat padi. Ratos Labe di tangkep bersama-
sama sekalian penggawe astananja dan orang-orang jang menjembah braha-
la. Ini orang di boenoeh Bemoews.
Poeteri Gulnare lantas ambil itoe boedak dari ratoe Labe, jang da-
1561
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
t7rkgxj7iz6775xit9yj3werebdck14
282756
282540
2026-05-06T14:17:08Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>ampoenin lagi. Maka Abdallah bersoewit, dengan sigrah satoe djin dateng jang beroepa boeroeng, Kilat namanja. Djin itoe bertanja pada Abdallah mengapakah dia di panggil. Djawaboja Abdallab: Hei Kilat, ini sekali kita misti toeloengin radja Bader, anaknja posteri Gulnare. Lekas engkau pegi ka astananja ratoe Labe, maka dengan sigrah engkau pindah-in itoe boedak perampoewan jing menjimpan koeroengan boeroeng hantoe pagi ka astananja
poeteri Gulnare di iboe kota benoewa Persie, soepaija poeteri Gulnare bole dapet taoe jang anaknja ada dalem soesah, perloe dapet toeloengan iboenja. Tetapi djaga betoel-betoel djangan sampe Gulnare kaget, kapan engkau mengadap padanja, dan engkau tjeritaken padanja apa dia misti bikin."
Si Kilat lantas ilang pegi ka astana ratoe Labe. Dia kasi taoe sama itoe boedak, apa jang perloe di tjeritaken padanja, abis lantas ianja moemboel kaoedara bersama-sama itoe perampoewan. Ia terbang sampe ka astananja Gulnare, di benoewa Persie, di sitoe istana itoe boedak di loteng kamarnja Gulnare.
Itoe perampoewan toeroen ati-ati, maka ia dapetin Gulnare lagi doedoek dengan iboenja. Doewa doewanja selang lagi omongin anaknja jang ilang, maka itoe boedak perampoewan lantas bersoedjoed dan dari kabar jang di wartaken oleh boedak itoe, maka ketaoewanlah, bahoewa radja Beder ada dalem soerah dan perloe sanget dapat pertolongan,
Tjeritanja itoe boodak membikin girang atinja posteri Gulnare sampe poeteri ini berlompat dari tempat doedoekeja, aken pelok itoe boedak jang membawa kabar itoe. Dengan sigrah Gulnare titahken sekalian penggawe negri, aken ma'oemken di antero keraja-an benoewa Persie, bahoewa radja Beder soeda ampir poelang kombali.
Koetika Gulnare poelang di kamarnja, maka ia dapetin radja Saleh
soeda dateng, sebab di panggil oleh iboenja. Maka katanja Gulnare: »Kakanda soedara Saleh, radja Beder ala di negri Sahir di pendjara oleh ratoe Labe. Wadjiblah kita lekas pegi kesana, aken melepasken dia dari pada tawanannja, kita misti lekas brangkat djangan ilang tempo."
Radja Saleh lekas melengkapken balatentaranja dari laoet, maka sekalian djin dan sahir jang bershabat-an padanja poen di panggil djoega aken menoeloeng, maka marika itoe pada dateng bersama-sama laskar-laskarnja. Satelah semoewa soedah berlengkapan sandjata, maka posteri-posteri pada brangkat ngeloeroek ka negri Sahir. Sekalian marika itoe moemboel naik ka oedara, amat rame dan rioeh, maka sekalian marika itoe toeroen
seperti kawan bebalang di tempat padi. Ratoe Labe di tangkep bersama-sama sekalian penggawe astananja dan orang-orang jang menjembah brahala. Ini orang di boenoeh semoewa.
Poeteri Gulnare lantas ambil itoe boedak dari ratoe Labe, jang da-<noinclude>{{rh||1561}}</noinclude>
brkofk3dfnanqhn587u452u30o6kfxs
283562
282756
2026-05-07T06:07:01Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283562
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>ampoenin lagi. Maka Abdallah bersoewit, dengan sigrah satoe djin dateng jang beroepa boeroeng, Kilat namanja. Djin itoe bertanja pada Abdallah mengapakah dia di panggil. Djawaboja Abdallab: Hei Kilat, ini sekali kita misti toeloengin radja Bader, anaknja posteri Gulnare. Lekas engkau pegi ka astananja ratoe Labe, maka dengan sigrah engkau pindah-in itoe boedak perampoewan jing menjimpan koeroengan boeroeng hantoe pagi ka astananja poeteri Gulnare di iboe kota benoewa Persie, soepaija poeteri Gulnare bole dapet taoe jang anaknja ada dalem soesah, perloe dapet toeloengan iboenja. Tetapi djaga betoel-betoel djangan sampe Gulnare kaget, kapan engkau mengadap padanja, dan engkau tjeritaken padanja apa dia misti bikin."
Si Kilat lantas ilang pegi ka astana ratoe Labe. Dia kasi taoe sama itoe boedak, apa jang perloe di tjeritaken padanja, abis lantas ianja moemboel kaoedara bersama-sama itoe perampoewan. Ia terbang sampe ka astananja Gulnare, di benoewa Persie, di sitoe istana itoe boedak di loteng kamarnja Gulnare.
Itoe perampoewan toeroen ati-ati, maka ia dapetin Gulnare lagi doedoek dengan iboenja. Doewa doewanja selang lagi omongin anaknja jang ilang, maka itoe boedak perampoewan lantas bersoedjoed dan dari kabar jang di wartaken oleh boedak itoe, maka ketaoewanlah, bahoewa radja Beder ada dalem soerah dan perloe sanget dapat pertolongan, Tjeritanja itoe boodak membikin girang atinja posteri Gulnare sampe poeteri ini berlompat dari tempat doedoekeja, aken pelok itoe boedak jang membawa kabar itoe. Dengan sigrah Gulnare titahken sekalian penggawe negri, aken ma'oemken di antero keraja-an benoewa Persie, bahoewa radja Beder soeda ampir poelang kombali.
Koetika Gulnare poelang di kamarnja, maka ia dapetin radja Saleh soeda dateng, sebab di panggil oleh iboenja. Maka katanja Gulnare: »Kakanda soedara Saleh, radja Beder ala di negri Sahir di pendjara oleh ratoe Labe. Wadjiblah kita lekas pegi kesana, aken melepasken dia dari pada tawanannja, kita misti lekas brangkat djangan ilang tempo."
Radja Saleh lekas melengkapken balatentaranja dari laoet, maka sekalian djin dan sahir jang bershabat-an padanja poen di panggil djoega aken menoeloeng, maka marika itoe pada dateng bersama-sama laskar-laskarnja. Satelah semoewa soedah berlengkapan sandjata, maka posteri-posteri pada brangkat ngeloeroek ka negri Sahir. Sekalian marika itoe moemboel naik ka oedara, amat rame dan rioeh, maka sekalian marika itoe toeroen seperti kawan bebalang di tempat padi. Ratoe Labe di tangkep bersama-sama sekalian penggawe astananja dan orang-orang jang menjembah brahala. Ini orang di boenoeh semoewa.
Poeteri Gulnare lantas ambil itoe boedak dari ratoe Labe, jang da-<noinclude>{{rh||1561}}</noinclude>
pmtrk9mbyu5ldgbvwg29kb6assp5yp2
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/551
104
101035
282768
282527
2026-05-06T14:31:13Z
Upiak Ituih
27011
282768
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Soesah boekankah kami memaen-maen sadja, kami poenja koeda tida maoe di djoewal."
Setelah begitoe, maka kiai toewa laloe berkate: »Eh, anak, roepa-roepanja engkau tiada taoe, jang di ini negri orang di heekoem mati, kaloe dia berdjoesta. Oleh kerna itoe, engkau tiada bole oeroengken lagi djandjimoe pada ini nini toewa, engkau misti trima oewangnja, dan engkau poen misti serahken koedamoe, sebab engkau poenja perminta-an harga seriboe dinar emas itoe perampoewan soeka maoe bajar itoe harga. Djadi lebi baik engkau seleseiken ini perkara djangan sampe maloem di antero negri dan engkau bole dapet soesah."
Radja Beder marah dalem dirinja kenapa dia begitoe koerang ati-ati, aken bitjara begitoe sama itoe nini, maka dia toeroen djoega dari koedanja. Itoe nini jepat pegang toom koeda dan tangan satoen ja mengambil aer di pinggir djalan abis dia tjipratin moeka koeda itoe dengan aer, sembari mengotjap: »Anakkoe, ajo, lepasken roepamoe ini dan djadi manoesia kombali!" Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi manoesia lagi sampe radja Beder djato ilang semanget, koetika dia liat roepanja ratos itoe, baiknja kiai toewa lantas toeloeng padanja.
Nini toewa, ia itoe iboenja ratoe Labe, ja itoelah jang adjar anaknja sampe bisa segala djampinja orang sahir. Barang nini itoe pelok anaknja dengan girang ati, maka sekoenjoeng-koenjoeng dateng satoe djin jang amat besar. Ianja lantas pendong sama ratoe Labe dan radja Beder laloe dibawanja terbang poelang ka astananja ratoe Labe.
Koetika ratoe sampe di astananja, maka dia sanget marah pada Beder katanja: »Hei bangsat, orang jang koerang trima, itoelah pembalesmoe bersama-sama mamakmoe bagei segala kabaikankoe. Kami nanti hoekoemken engkau sama-sama kiai Atdallah. Sambil bitjara demikian, maka ratoe {{illegible}} Beder, katanja ratoe: Ajoh, lepasken roepemoe manoesia, djadi boejoeng bautoe." Belon abis ratoe bitjara ini, maka Beder soedah djadi boeroeng bantoe, dan ratoe titahken sa-orarg boedaknja, aken taro ini boeroeng di
dalem koerongan, tetapi tiada bole di kasi makan dan minoem.
Itoe boedak perampoewan lantas bawa pegi itoe koeroengan, maka
kendati di larang ratoe, masih djoega boedak itoe kasi makan itoe boeroeng Laen dari itoe, dia kasi kabar diam-diam pada Abdallah, sebab kiai itoe memang sobatnja itoe boedak. Ianja kasi taoe bagimana ratoe Labe {{illegible}} bikin sama kiai itoe poenja kaponakan dan bagimana ratoe hendak bikin akan menjilakaken doewa-doewanja kaponakan sama mamaknja. Segala ini
di kasi taoe, soepaja Abdallah bole tjegah dan lepasken dirinja dari pada bahaja.
Kiai ini sekarang liat betoel, jang ratoe Labe soeda tida patot di<noinclude>{{rh||1560}}</noinclude>
g1ilqdf9uq7yqcvgnc5egobc9g36hut
282770
282768
2026-05-06T14:31:42Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Soesah boekankah kami memaen-maen sadja, kami poenja koeda tida maoe di djoewal."
Setelah begitoe, maka kiai toewa laloe berkate: »Eh, anak, roepa-roepanja engkau tiada taoe, jang di ini negri orang di heekoem mati, kaloe dia berdjoesta. Oleh kerna itoe, engkau tiada bole oeroengken lagi djandjimoe pada ini nini toewa, engkau misti trima oewangnja, dan engkau poen misti serahken koedamoe, sebab engkau poenja perminta-an harga seriboe dinar emas itoe perampoewan soeka maoe bajar itoe harga. Djadi lebi baik engkau seleseiken ini perkara djangan sampe maloem di antero negri dan engkau bole dapet soesah."
Radja Beder marah dalem dirinja kenapa dia begitoe koerang ati-ati, aken bitjara begitoe sama itoe nini, maka dia toeroen djoega dari koedanja. Itoe nini jepat pegang toom koeda dan tangan satoen ja mengambil aer di pinggir djalan abis dia tjipratin moeka koeda itoe dengan aer, sembari mengotjap: »Anakkoe, ajo, lepasken roepamoe ini dan djadi manoesia kombali!" Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi manoesia lagi sampe radja Beder djato ilang semanget, koetika dia liat roepanja ratos itoe, baiknja kiai toewa lantas toeloeng padanja.
Nini toewa, ia itoe iboenja ratoe Labe, ja itoelah jang adjar anaknja sampe bisa segala djampinja orang sahir. Barang nini itoe pelok anaknja dengan girang ati, maka sekoenjoeng-koenjoeng dateng satoe djin jang amat besar. Ianja lantas pendong sama ratoe Labe dan radja Beder laloe dibawanja terbang poelang ka astananja ratoe Labe.
Koetika ratoe sampe di astananja, maka dia sanget marah pada Beder katanja: »Hei bangsat, orang jang koerang trima, itoelah pembalesmoe bersama-sama mamakmoe bagei segala kabaikankoe. Kami nanti hoekoemken engkau sama-sama kiai Atdallah. Sambil bitjara demikian, maka ratoe {{illegible}} Beder, katanja ratoe: Ajoh, lepasken roepemoe manoesia, djadi boejoeng bautoe." Belon abis ratoe bitjara ini, maka Beder soedah djadi boeroeng bantoe, dan ratoe titahken sa-orarg boedaknja, aken taro ini boeroeng di
dalem koerongan, tetapi tiada bole di kasi makan dan minoem.
Itoe boedak perampoewan lantas bawa pegi itoe koeroengan, maka
kendati di larang ratoe, masih djoega boedak itoe kasi makan itoe boeroeng Laen dari itoe, dia kasi kabar diam-diam pada Abdallah, sebab kiai itoe memang sobatnja itoe boedak. Ianja kasi taoe bagimana ratoe Labe {{illegible}} bikin sama kiai itoe poenja kaponakan dan bagimana ratoe hendak bikin akan menjilakaken doewa-doewanja kaponakan sama mamaknja. Segala ini
di kasi taoe, soepaja Abdallah bole tjegah dan lepasken dirinja dari pada bahaja.
Kiai ini sekarang liat betoel, jang ratoe Labe soeda tida patot di<noinclude>{{rh||1560}}</noinclude>
4n3ns646v5n5r5eyditg5fdbw54607j
283561
282770
2026-05-07T06:05:52Z
Ichi Ocha
26099
/* Tervalidasi */
283561
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Soesah boekankah kami memaen-maen sadja, kami poenja koeda tida maoe di djoewal."
Setelah begitoe, maka kiai toewa laloe berkate: »Eh, anak, roepa-roepanja engkau tiada taoe, jang di ini negri orang di heekoem mati, kaloe dia berdjoesta. Oleh kerna itoe, engkau tiada bole oeroengken lagi djandjimoe pada ini nini toewa, engkau misti trima oewangnja, dan engkau poen misti serahken koedamoe, sebab engkau poenja perminta-an harga seriboe dinar emas itoe perampoewan soeka maoe bajar itoe harga. Djadi lebi baik engkau seleseiken ini perkara djangan sampe maloem di antero negri dan engkau bole dapet soesah."
Radja Beder marah dalem dirinja kenapa dia begitoe koerang ati-ati, aken bitjara begitoe sama itoe nini, maka dia toeroen djoega dari koedanja. Itoe nini jepat pegang toom koeda dan tangan satoen ja mengambil aer di pinggir djalan abis dia tjipratin moeka koeda itoe dengan aer, sembari mengotjap: »Anakkoe, ajo, lepasken roepamoe ini dan djadi manoesia kombali!" Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi manoesia lagi sampe radja Beder djato ilang semanget, koetika dia liat roepanja ratos itoe, baiknja kiai toewa lantas toeloeng padanja.
Nini toewa, ia itoe iboenja ratoe Labe, ja itoelah jang adjar anaknja sampe bisa segala djampinja orang sahir. Barang nini itoe pelok anaknja dengan girang ati, maka sekoenjoeng-koenjoeng dateng satoe djin jang amat besar. Ianja lantas pendong sama ratoe Labe dan radja Beder laloe dibawanja terbang poelang ka astananja ratoe Labe.
Koetika ratoe sampe di astananja, maka dia sanget marah pada Beder katanja: »Hei bangsat, orang jang koerang trima, itoelah pembalesmoe bersama-sama mamakmoe bagei segala kabaikankoe. Kami nanti hoekoemken engkau sama-sama kiai Atdallah. Sambil bitjara demikian, maka ratoe {{illegible}} Beder, katanja ratoe: Ajoh, lepasken roepemoe manoesia, djadi boejoeng bautoe." Belon abis ratoe bitjara ini, maka Beder soedah djadi boeroeng bantoe, dan ratoe titahken sa-orarg boedaknja, aken taro ini boeroeng di
dalem koerongan, tetapi tiada bole di kasi makan dan minoem.
Itoe boedak perampoewan lantas bawa pegi itoe koeroengan, maka
kendati di larang ratoe, masih djoega boedak itoe kasi makan itoe boeroeng Laen dari itoe, dia kasi kabar diam-diam pada Abdallah, sebab kiai itoe memang sobatnja itoe boedak. Ianja kasi taoe bagimana ratoe Labe {{illegible}} bikin sama kiai itoe poenja kaponakan dan bagimana ratoe hendak bikin akan menjilakaken doewa-doewanja kaponakan sama mamaknja. Segala ini
di kasi taoe, soepaja Abdallah bole tjegah dan lepasken dirinja dari pada bahaja.
Kiai ini sekarang liat betoel, jang ratoe Labe soeda tida patot di<noinclude>{{rh||1560}}</noinclude>
3ay228ii3urukc9b63sjyzksgizn5tk
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/439
104
101036
283335
282536
2026-05-07T03:40:17Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283335
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>tjakep, eok dan tjantik, serta pandè dan bidjaksaua, tadapet tiada, tentoe beroentoenglah ia mendjadi boedak, djikaloe ia beroleh toewan sa-orang baginda radja."
Djawabnja perampoewan itoe: Hamba bilang lagi sekali toewan, kahendak manoesia itoe tiada dapet di prentah, maski radja sekalipoen tiada dapet prentabken dia. Adapoen benarlah katanja doeli sjah alam, djikaloe satoe boedak perampoewan jang tiada berasal orang baik-baik, mendapetken toewan, satoe radja besar, nistjaija beroentoenglah ia, kendatipoen dia misti tinggalin negri kalahirannja, kendatipoen ia misti tinggalin iboe-bapanja dan kaoem kaloewarganja. kendatipoen dia misti tinggalin lelaki tjjuta djiwanja, jang tiada dapet di loepabkennja saoemoer idoep. Aken tetapi, djikaloe boedak perampoewan itoe boekan orang jang tiada berasal, djikaloe asalnja perampoewan itoe sama pangkat seperti radja atawa terlebi tinggi-an lagi, maka bagimanakah pedibuja ati di dalem, aken memikoel maloe itoe. Doeli sjah alam bole fikirken sendiri."
Sri baginda mendjadi terlebi heran mendengar bitjaranja perampoewan ini, maka katanja: ,,Ach, adinda jang manis, betoelken adinda beratsal radja? Kakanda soedjoed di hadepan kakinja adinda, marilah terangken hal ini, djangan bikin kakanda djadi terlebi bimbang. Katakenlah siapa orang 'toewanja adinda. Siapakah sanak soedaranja dan siapakah namanja adinda?"
,,Doeli sjah alam, hamba poenja nama poeteri GULNARE. Hamba poenja orang toewa laki-laki soedah meninggal, maka ia doeloe ada sa-orang radja besar di dalem laoet. Koetika ia wafat, maka parentab karadja-an negri itoe djato dalem tangan hamba poenja soedara laki-laki, jang bernama Saleh, bersama-sama hamba poenja bonda. Maka iboe, hamba poen sa-orang poeteri dari pada radja di dalem laoet. Kita idoep di dalem negri dengan tiada koerang apa-apa. Aken tetapi, sekali pada soewatoe hari, betoel koetika radja Saleh lagi sedang doedoek bermasjawarat di hadepi oleh amir-amir, mantri-mantri dan mangkoe boemi, maka ia dapet kabar ada radja, moesoeh, sekoenjoeng-koenjoeng masoek menjerang dengan laskar bala tentara jang amat besar. Moesoeh ini masoek ka dalem iboe kota, laloe di rampasnja, hingga kita orang ampir tiada bisa lari menjimpan badan. Kita orang lari bersama-sama penggawe-penggawe, jang tinggal bersetijawan, maka kita lari ka dalem soewatoe tempat jang tiada bisa di datengi orang.
Hatta, maka di tempat persemboenian ini, radja Saleh tjari akal, aken mengoesir lagi moesoehnja. Selamanja ia mikirken akal itoe, maka pada Boewatoe hari ia panggil pada hamba sendirian laloe ia berkata: Soedarakoe jang tertjinta, kasoedabannja nijatkoe ini aken mengoesir moesoeh, tiada dapet di tentoein lebi doeloe, bole djadi kita beroentoeng, bole djadi tjilaka. Dalem peperangan itoe, barangkali akoe mati terboenoeh, aken tetapi itoe<noinclude>{{rh||1506}}</noinclude>
o8pne5ihbf0g1jesldhi0tp7acjckie
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/379
104
101037
283287
282532
2026-05-07T03:14:06Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283287
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Alkeslan jang tersohor bahna keras malesoja, apakah ia itoe afandahnja jang djadi doekoen toekang oeroet di tempat-tempat mandi dan jang meninggal doenia dengan sanget sengsara melaratnja, hingga tiada ada katinggalan bandanja barang sakeping Doewat isterinja dan boewat anak lakinja. Aboe Mohamed Alkeslan laloe berkata: Doeli sjah alam, lahirnja hamba, serta kame laratan hamba dan males hamba dari doeloe, hingga hambanja djadi tersohor di koeliling negri, ia itoelah membikin riwajat hamba mendjadi terlebi heran lagi. Hikajat iloe penoeh dengan bebrapa hal ichwal jang amat adjaib adanja. Djikaloe doeli ajah alam soeka dengar, maka bole bambanja riwajatken."
Kalief Haroen al Rasjid bilang baik, ia terlaloe kepingin dengar ini hikajat. Maka Alkeslan moelai bertjerita demikian tjeritanja:
Sabermoela, maka benarlah seperti katanja doeli sjab alam, memang hamba poenja ajabanda sa-orang doekoen pidjit, tempat pentjarian centoengnja, ia itoe di tempat-tempat mandi. Bagitoepoen malesnja bamba sampo maloem di antero negri, itoe semoewa benar sekali, memang dari anak hamba soeka tidoer, kendati hamba poenja moeka kena kepoekoel mata hari, sekalipoen hambanja males aken berbalik, istimiwa poela aken bangoen pegi dari tempat itoe ka tempat jang tedoeh. Oemoer hamba lima belas taoen, koetika hamba poenja orang toewa laki-laki meninggal doenia, maka tiada sekeping poesakanja ada katinggalan, sampe bamba berdoewa bonda hamba idoep melarat dan bonda hambanja kepakes aken mendjadi boedjang bekerdja pada orang laen, soepaija hambanja ini dapat dikasinja makan dan pakejan, sedang hambanja keliwat males bekerdja tjoema soeka djalan djalan makan angin sadja.
Sekali perestiwa, maka bonda hamba dateng membawa lima oewang perak di tangannja, ia itoe oowang jang ianja dapet simpan dari pada gadjinja, abis ia barkata: Anak, tadi akoe dapet kabar jang Scheik Aboel Mossaffier maoe pegi belajar ka negri Tjica. Ini orang memang besar pengasihnja pada sesamanja manoesia fakir dan miskin, serta termasjhoer ia poenja kamoerahan ati. Dari itoe baiklah engkau bangoen anak, toeroet sama ako e bawa ini lima oe wang perak, aken di bribken padanja, maka engkau moeboenken padanja aken di belibken barang apa djoega di negri Tjina, jang berfaedah boewat kamoe, sebab negri Tjina itoe memang ada banjak barang jang baik, kerna adjaib sanget negri itoe. Kapan engkau masih males djoega, tiada maoe toeroet sama akoe, maka akoe tobat tiada maoe dateng lagi kemari tengokin padamoe, biar engkau mati lapar sekalipoen.
Dari pada bitjara bonda bamba sademikian, maka njatalah, bahoewa sanget marahnja bagi hamba, sebab hamba males, djadi hambaaja koswatir djangan bonda hamba bikin seperti di katanja, kaloe hamba masih djoega males tiada maoe bangoen aken toeroet padanja. Maka bamba toeroet seperti katanja, maoe tida maoe hambanja kapaksa aken boewang sabentar males hamba,<noinclude>{{rh||1478|}}</noinclude>
5g5rnh2e4c0ns9tzfyt5p7mrjhdy643
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/650
104
101038
282547
282533
2026-05-06T12:13:17Z
Rara Kamiliya
27022
/* Telah diuji baca */
282547
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rara Kamiliya" /></noinclude>dengan tingkah laku dari wanita² bakal isteri serdadu dirumah.
Untuk menjampaikan propaganda-propaganda kepada pendengar-pendengar, dipergunakan orang berupa djalan Buku, film, surat-surat kabar, folders, barang² kebutuhan se-hari² dan sebagainja, dapat dipergunakan untuk tudjuan ini. Untuk operasi militer, djuga terutama dipergunakan pamflet², radio dan pengeras suara. Dari ketiga media ini, pengeras suaralah jang merupa kan alat terpenting untuk tudjuan-tudjuan taktis. Pengeras suara dapat dipakai didalam truck, tank, kapal terbang atau kapal pendarat. Djuga penjiaran dari suatu pertahanan statis adalah mungkin. Pada umumnja, dalam suasana pertempuran, penjiaran seharusnja pendek, karena mengingat bahaja penjelidikan oleh musuh dengan menggunakan dinas pemeriksa suara²/bunji dan achirnja menjebabkan penembakan-penembakan artilleri dan mortir. Alat pengeras suara digunakan untuk menjerukan kepada musuh jang terkepung untuk menjerah, menjebarkan pengumuman-pengumuman kepada rakjat penduduk, menjiarkan programa-programa radio, berita dan suara gemuruh pertempuran tiruan. Untuk melajani pengeras suara haruslah seorang serdadu garis depan jang all round dan paham betul-betul bahasa musuh. Pada seruan untuk menjerah, sangat perlu suatu peringatan lebih dahulu kepada pasukan sendiri untuk mentjegah supaja musuh jang hendak datang menjerah djangan ditembak.
Selalu seruan untuk menjerah didahului dengan suatu uraian pendek tentang keadaan pertempuran. Misalnja: Serdadu dari batalion N. Kamu telah terkepung. Tidak guna lagi untuk bertahan terus dan lain-lain ......... Mulut² sendjata telah ditudjukan kepada kamu, kamu diberi waktu 10 menit lagi untuk menjerah, kalau tidak kami akan muntahkan peluru kami.
Antjaman tersebut harus dapat dilaksanakan. Djadi sendjata² biasa memang telah sedia dalam tangan.
Sebagai seruan terachir ialah suatu instruksi jang singkat jang dimaklumkan begitu rupa, sehingga tepat mengenai djurusan musuh dan tjaranja menghadapi sendjata mereka. Dalam perang dunia terachir, memang betul terdjadi hal-hal jang njata dalam situasi demikian. Ada komandan pasukan Djerman suka menjerah setelah dilakukan beberapa tembakan (misalnja dengan mortir), karena dengan djalan demikian dianggapnja telah memenuhi hormatnja (terhadap tugasnja).
Suatu alat propaganda lain ialah radio jang banjak digunakan sebagai media strategis. Pasukan garis terdepan dan djuga rakjat jang berada dalam daerah operasi, tentulah tidak akan dengan mudah sadja menerima atau mendengarkan siaran² radio.
Dalam keadaan sekitar, dimana front² agak tersebar, maka tjara menghadapinja lain pula. Dengan lebih dahulu menjebarkan pamflet jang berisi program, waktu siaran radio dapat digiatkan.
Kerap kali radio digunakan dalam aksi-aksi jang direntjanakan untuk djangka waktu lama dan jang bersifat permanen, lebih lagi djika aksi tersebut ditudjukan terhadap daerah jang luas. Untuk melaksanakan penjiaran radio memerlukan suatu staf jang besar jang terdiri dari para ahli teknik, ahli-ahli bahasa, para pengarang naskah dan teks-teks dan pembantu-pembantu artis. Jang dapat disiarkan ialah, berita², pidato², sketcthes, musik, interpiu², repor tasireportasi, seruan-seruan dan komentar².
Tindakan² musuh untuk menghalang-halangi siaran ialah: mengumumkan untuk memusnahkan alat-alat penerima, memutuskan arus listrik selama waktu penjiaran, alat-alat penjiar untuk mengadakan storing dan alat-alat lain jang dapat mentjiptakan storing², antjaman² hukuman terhadap orang jang mendengarkan program siaran radio. Djuga adalah efektif, bila kapasitet radio dibatasi seketjil mungkin. Dalam hal ini maka seperti jang dilakukan di Korea, ialah mengadakan dropping alat-alat penerima jang diperkuat dengan batery kebelakang garis pertahanan musuh. Pamflet adalah suatu alat penjebaran jang dapat dipakai taktis dan djuga strategis. Pamflet-pamflet mudah disebarkan. Setiap orang dapat memperolehnja. Orang dapat membatjanja berulang kali, dan dapat diteruskan dari seorang kepada orang jang lain atau disimpan.
Setiap bentuk tjara propaganda lisan dan tulisan adalah sama sekali sukar untuk ditjegah, djika penduduk kebanjakan terdiri dari orang buta huruf. Maka pamflet itu disebarkan berupa lukisan.
Penjebarannja dapat dilakukan dengan kapal terbang, artilleri. agen patroli dan subversi².
Bentuk penjiaran pamflet terdiri atas 3 bentuk chusus, jaitu: Pamflet djaminan kebebasan. Pamflet penjerahan dan Pamflet berita.
Pamflet djaminan kebebasan jang telah dipakai dalam perang dunia ke II djuga disebarkan dadalam pertempuran di Korea. Dan menurut orang² saksi, maka terdengar dari anggota musuh jang menjeberang, memiliki kertas pamflet tersebut. Sampai dimana besarnja pengaruh pamflet tersebut jang telah membantu sedemikian rupa, sehingga mereka menjerah, adalah sukar untuk di tentukan. Djuga tentu apakah mereka benar telah mempunjai tudjuan untuk lari meninggalkan tugas dalam ketentaraan. Katanja bahwa pamflet² itu tidak disimpan dengan pertjuma oleh jang bersangkutan sudah terang, djika dipikirkan bahwa pimpinan pasukan musuh tidaklah untuk membiarkan serdadunja menjimpan kertas² tjetakan sedemikian.
Njata bahwa serdadu² jang telah rela melakukan jang sedemikian tentu oleh sesuatu sebab telah bersedia menanggung risiko hukuman karena perbuatan ini. Terhadap orang² Djerman dalam perang dunia ke II, dilantjarkan penjebaran pamflet sedemikian. jang berbentuk uang kertas Bank.<noinclude></noinclude>
ds4n56ek66tt1z9nsutvc1440mh5ixi
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/397
104
101039
282537
282535
2026-05-06T12:00:01Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282537
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>apa jang patoet di kahendaki manoesia di doenia, aken tetapi akoe ini kepingin djoega di toeloeng olehmoe, kapan angkau djandiken akoe, aken me noeloeng seperti bitjarakos, maka apa djoega di kabendaki olehmoe, nistjaija kami toeloeng."
Hamba bertanja padanja: „Apakah jang engkau kahendaki kami toeloengken, bilang sadja, sebab ta-satoe permoeboenanos dapet kami tampik."
Maka katanja kera itoe: „Dengarkenlah baik-baik, di sebelah kamar penganten ada soewatoe bilik jang terkontji dengan selot tembaga, serta ada djoega tjintjin tembaga, di itoe tjintjin ada tergantoeng satoe gelang konti dengan bebrapa kontjinja. Dengan kontji ini orang bole dapet boeka pintoenja itoe bilik jang termaksoed. Kapan engkau masoek di dalem itoe bilik, maka engkau nanti dapet liat satoe peti dari besi dan di ampat podjoknja peti itoe ada pentolan jang berwacijat, maka di dalem ini peti ada satoe doelang-doelangan tembaga, penoeh dengan emas, dan batoe permata. Di sebelahnja peti itoe ada poela soewatoe paso jang di tempati celar sebelas ekor, dan di tengah paso itoe ada satoe ajam djago posti tjoetjoeknja terbelah. Di sebelah jang laen dari itoe ada satoe pedang. Maka ini pedanglah engkau ambil, abis engkan boenoeh itoe ajam laloe engkau batjok pentolan wacijat dari peti beni itoe sampe antjoer, baroe engkau terbalikin itoe peti besi. Djikaloe Boedab demikian adanja, baroelah engkau balik kombali pada pengantenmoe. Ia inilah tjoema jang kami moehoenken padamoe, aken di toeloeng seperti pembales dari pada segala perboewatan kami jang soedah-soedah dan jang masih hendak kami perboewatken."
Hamba laloe berdjandji bahoewa hamba nanti bikin satoe satoenja seperti: di katakenoja tadi, melaenken hamba tiada taoe lebi djaoe, apakah maksoednja kera itoe aken hamba berboewat sademikian.
Pada esokan harinja hamba pegi karoemahnja Emir. Koetika abis merajabken nikahan hamba, maka orang laloe anterken hamba pegi kapada hamba poenja isteri. Maka ia itoe memang soeda berharep keras sekali, aken katemoein soewaminja, hingga ia bediri di atas tanggah loteng, aken membrih salam dan hormat pada hamba. Barang hamba dateng mengampiri dia, maka sa-orang pengasohnja lantas boeka penganten itoe poenja kaen toetoepan moeka. Setelah hamba dapet liat moeka itoe terboeka, maka hamba ampir djato pangsan, tiada bisa berkata-kata.
Di doenis belon pernah ada sa-orang perampoewan seperti dia itoe. Potongan moekanja begitoe rapi, sikepnja begitoe elok dan lemas, tjahaja koelitoja begitoe aloes dan bening, hingga hamba loepain semoewa, maakipoen kera itoe hamba loopahken, serta djandji bamba poen ampir terloepa. Adapoen bahna terlaloe besar bales trimah kasi hamba pada kera itoe, maka hamba<noinclude>{{rh||1487|}}</noinclude>
f2ksi25s0z38f8wghc368aux2llmskp
283299
282537
2026-05-07T03:22:55Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283299
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>apa jang patoet di kahendaki manoesia di doenia, aken tetapi akoe ini kepingin djoega di toeloeng olehmoe, kapan angkau djandiken akoe, aken me noeloeng seperti bitjarakos, maka apa djoega di kabendaki olehmoe, nistjaija kami toeloeng."
Hamba bertanja padanja: „Apakah jang engkau kahendaki kami toeloengken, bilang sadja, sebab ta-satoe permoeboenanos dapet kami tampik."
Maka katanja kera itoe: „Dengarkenlah baik-baik, di sebelah kamar penganten ada soewatoe bilik jang terkontji dengan selot tembaga, serta ada djoega tjintjin tembaga, di itoe tjintjin ada tergantoeng satoe gelang konti dengan bebrapa kontjinja. Dengan kontji ini orang bole dapet boeka pintoenja itoe bilik jang termaksoed. Kapan engkau masoek di dalem itoe bilik, maka engkau nanti dapet liat satoe peti dari besi dan di ampat podjoknja peti itoe ada pentolan jang berwacijat, maka di dalem ini peti ada satoe doelang-doelangan tembaga, penoeh dengan emas, dan batoe permata. Di sebelahnja peti itoe ada poela soewatoe paso jang di tempati celar sebelas ekor, dan di tengah paso itoe ada satoe ajam djago posti tjoetjoeknja terbelah. Di sebelah jang laen dari itoe ada satoe pedang. Maka ini pedanglah engkau ambil, abis engkan boenoeh itoe ajam laloe engkau batjok pentolan wacijat dari peti beni itoe sampe antjoer, baroe engkau terbalikin itoe peti besi. Djikaloe Boedab demikian adanja, baroelah engkau balik kombali pada pengantenmoe. Ia inilah tjoema jang kami moehoenken padamoe, aken di toeloeng seperti pembales dari pada segala perboewatan kami jang soedah-soedah dan jang masih hendak kami perboewatken."
Hamba laloe berdjandji bahoewa hamba nanti bikin satoe satoenja seperti: di katakenoja tadi, melaenken hamba tiada taoe lebi djaoe, apakah maksoednja kera itoe aken hamba berboewat sademikian.
Pada esokan harinja hamba pegi karoemahnja Emir. Koetika abis merajabken nikahan hamba, maka orang laloe anterken hamba pegi kapada hamba poenja isteri. Maka ia itoe memang soeda berharep keras sekali, aken katemoein soewaminja, hingga ia bediri di atas tanggah loteng, aken membrih salam dan hormat pada hamba. Barang hamba dateng mengampiri dia, maka sa-orang pengasohnja lantas boeka penganten itoe poenja kaen toetoepan moeka. Setelah hamba dapet liat moeka itoe terboeka, maka hamba ampir djato pangsan, tiada bisa berkata-kata.
Di doenis belon pernah ada sa-orang perampoewan seperti dia itoe. Potongan moekanja begitoe rapi, sikepnja begitoe elok dan lemas, tjahaja koelitoja begitoe aloes dan bening, hingga hamba loepain semoewa, maakipoen kera itoe hamba loopahken, serta djandji bamba poen ampir terloepa. Adapoen bahna terlaloe besar bales trimah kasi hamba pada kera itoe, maka hamba<noinclude>{{rh||1487|}}</noinclude>
1kilel0mjx1udg5psx9aay0mianbp3e
Halaman:056,223 Bantik.djvu/3
104
101040
282539
2026-05-06T12:04:44Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282539
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. BANTIK LIST'''
{{multicol}}
1. Ao'<br>
2. Timbònang<br>
3. Doehòe'<br>
4. Kìdei<br>
5. Tahaòeka'<br>
6. Òeta'<br>
8. Pòesidi'<br>
9. Tingkahìa<br>
11. Mata<br>
15. Kinìng<br>
17.<br>
18. Idoeng<br>
21. Pìpi'<br>
22. Mohong<br>
25. Bìbihi'<br>
27. Kòemi<br>
28. Sàmping<br>
29. Àdei<br>
30. Sàmping<br>
31. Dìra<br>
32. Tanow<br>
33. Ìsi<br>
34. Bangahà'<br>
35. Dòngi'<br>
37. Tatorònang<br>
38. Hèhe'<br>
41. dadà'<br>
42. sòesoe<br>
45. bòea noe soesoe <l><br>
36. Sòesoe<br>
47. Sòesoe<br>
48. Manepesò'<br>
50. Hòesoe'<br>
52. Àtei<br>
53. Tìang<br>
54. Tìang<br>
56. Àtei bòeja'<br>
61. Pòeidi'<br>
62. Pòeidi'<br>
63. Rikoedoe<br>
66. Bambàng
{{multicol-break}}
68. Panadà'<br>
69. Kìhi<br>
70. Kòntoedoe'<br>
72. Mangkìro'<br>
73. Tai, pège'<br>
75. Mangoetòe'<br>
77. Tòrei<br>
78. Kòdo<br>
82. <2><br>
83. <3><br>
84. Tìro'<br>
86. Tìro'<br>
88. Boekoeràri<br>
90. Pàjang<br>
91. Bòekoe<br>
93. Bìtisi'<br>
94. Sasahen<br>
95. Poràeng<br>
97. Rìma<br>
99. Karèa<br>
100. Sìkoe<br>
102. Pàrede'<br>
105. Tarimbadò'<br>
107. Kanòekoe<br>
108. Tinakàren<br>
109. Tatintòedo<br>
110. Papoerìma<br>
111. Kaka'ng kananìsei<br>
112. Kananìsei<br>
115. Dòehi<br>
116. Daha<br>
117. Reoso'<br>
118. Òeha' ràmo'<br>
121. Pìsi<br>
122/<br>
123. Bombòeroe<br>
124. Hoedàsa'<br>
125. Doe<br>
127. Soemìnda<br>
128. Koemàng<br>
129. Mahòetoeng
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
mwgppn2tewghfomny17tbkgg2zspg1i
282542
282539
2026-05-06T12:07:18Z
Thersetya2021
15831
282542
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. BANTIK LIST'''
{{multicol}}
1. Ao'<br>
2. Timbònang<br>
3. Doehòe'<br>
4. Kìdei<br>
5. Tahaòeka'<br>
6. Òeta'<br>
8. Pòesidi'<br>
9. Tingkahìa<br>
11. Mata<br>
15. Kinìng<br>
17. Ro<br>
18. Idoeng<br>
21. Pìpi'<br>
22. Mohong<br>
25. Bìbihi'<br>
27. Kòemi<br>
28. Sàmping<br>
29. Àdei<br>
30. Sàmping<br>
31. Dìra<br>
32. Tanow<br>
33. Ìsi<br>
34. Bangahà'<br>
35. Dòngi'<br>
37. Tatorònang<br>
38. Hèhe'<br>
41. dadà'<br>
42. sòesoe<br>
45. bòea noe soesoe <l><br>
36. Sòesoe<br>
47. Sòesoe<br>
48. Manepesò'<br>
50. Hòesoe'<br>
52. Àtei<br>
53. Tìang<br>
54. Tìang<br>
56. Àtei bòeja'<br>
61. Pòeidi'<br>
62. Pòeidi'<br>
63. Rikoedoe<br>
66. Bambàng
{{multicol-break}}
68. Panadà'<br>
69. Kìhi<br>
70. Kòntoedoe'<br>
72. Mangkìro'<br>
73. Tai, pège'<br>
75. Mangoetòe'<br>
77. Tòrei<br>
78. Kòdo<br>
82. <2><br>
83. <3><br>
84. Tìro'<br>
86. Tìro'<br>
88. Boekoeràri<br>
90. Pàjang<br>
91. Bòekoe<br>
93. Bìtisi'<br>
94. Sasahen<br>
95. Poràeng<br>
97. Rìma<br>
99. Karèa<br>
100. Sìkoe<br>
102. Pàrede'<br>
105. Tarimbadò'<br>
107. Kanòekoe<br>
108. Tinakàren<br>
109. Tatintòedo<br>
110. Papoerìma<br>
111. Kaka'ng kananìsei<br>
112. Kananìsei<br>
115. Dòehi<br>
116. Daha<br>
117. Reoso'<br>
118. Òeha' ràmo'<br>
121. Pìsi<br>
122/<br>
123. Bombòeroe<br>
124. Hoedàsa'<br>
125. Doe<br>
127. Soemìnda<br>
128. Koemàng<br>
129. Mahòetoeng
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
tul36xa7h8bisyexr5gwgjgrsb66b9l
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/381
104
101041
282541
2026-05-06T12:05:04Z
Seeharee
22422
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1001 MALAM KEDER sebab di itoe waktne tiada ada sa-orang jang terlebi malesnja dari pada hamba Hambanja berkata: „Baiklah iboe, marilah toeloeng bangoenken hamba.". Sedang hamba di bangoenin, maka hamba bertarik nafas, seperti orang jang terlaloe amat tjapè. Abis hambanja minta toeloeng bonda hamba ambilin bam- ba poenja trompah. Bonda hamba ambilin trompa bamba laloe di pakein, abis tangan hamba di pegangnja aken toeloeng hamba berdiri. Semba-...
282541
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>1001 MALAM KEDER
sebab di itoe waktne tiada ada sa-orang jang terlebi malesnja dari pada hamba
Hambanja berkata: „Baiklah iboe, marilah toeloeng bangoenken hamba.".
Sedang hamba di bangoenin, maka hamba bertarik nafas, seperti orang jang
terlaloe amat tjapè. Abis hambanja minta toeloeng bonda hamba ambilin bam-
ba poenja trompah. Bonda hamba ambilin trompa bamba laloe di pakein,
abis tangan hamba di pegangnja aken toeloeng hamba berdiri. Semba-
ring djalan hamba di pegangin dan di toentoen, sebab hamba rasa diri.
hamba males aken bertindak. Kamoedian kita berdoewa sampe djoega di pela-.
boewan di mana Scheik Aboel Mosaffier soedah ada bersedia boewat brangkat.
Hambanja kasi tabik padanja laloe hambanja bertanja padanja dengan hormat:
apakah ianja itoe Aboe Mosaffier, sebab soenggoe haroes maloe bamba, jang
hambanja tiada kenal orang jang termashoer seperti Aboel Mosaffier."
Setelah ia bilang, bahoewa ia sendiri Aboel Mosaffier, maka hamba ber-
moehoen padanja aken dia belibken boewat hamba barang jang aneh di negri
jang hendak ia pegi-in. Maka harganja itoe barang djangan lebih dari ini
lima perak. Abis hamba kasiken oewang itoe padanja. Scheik Aboe Mo-
saffier mendjadi heran mendengar bitjara dan permoehoenan hamba, maka
ia berbalik menanja kapada teman temannja, apa marika itoe kenal hamba
atawa tida. Maka katanja orang kapal: „Ja toewan, ini perampoewan dia
poenja iboe, maka dia sendiri, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan, jang termas-
jhoer dari sebab sanget keras malesnja, roepanja ini baroe sekali ja mate
djalan kaloewar, orang belon pernah liat dia berdjalan kaloewar roemah.
Aboel Mosaffier trimah oewang itoe dengan segala soeka ati, abis dengan
bermesem ia berkata, bahoewa ia nanti bikin seperti bitjaranja Aboe Mohamed
Alkeslan. Hambanja bilang banjak trimah kasi, abis hamba moehoen poelang.
Hata maka Aboel Mosaffier brangkat bersama sama bebrapa soedagar bela-..
jar dengan kapal, maka pelajarannja beroentoeng sekali, tiada brapa lamanja
sampelah ia di negri Tjina. Koetika masing masing soedagar itoe soeda abis
djoewal dan beli barang, maka sekalian marika itoe belajar poelang kombali
ka Balsora.
Marika itoe soeda belajar tiga ari lamanja, maka sekoenjoeng koenjoeng
Aboel Mosaffier prentahken djoeragan kapal aken balik kombali. Soedagar-
Boedagar semoewa terlaloe amat heran, marika itoe bertanja pada Aboel
Mosaffier, apakah sebabnja ia soeroeh kapal itoe balik. Djawabnja Aboel
Mosaffier:,,Boekankah angkau sekalian masih ingat apa jang telah soeda di pe-
gannja pada kami oleh Aboe Mohamed Alkeslan? Nah, pesannja itoelah jang
kami loepahken, dari itoe misti kita balik kombali doeloe, aken beli-in soewatoe
barang boewat dia jang bergoena padanja, soepaja kami kaboelken permoe-.
hoenannja serta kami tjoekoepken djandji kami.
1479
Digitized by
Google<noinclude>{{rh||1479|}}</noinclude>
afwmnmmdwil00fovpqatf3ws2qffqlb
282543
282541
2026-05-06T12:09:27Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282543
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sebab di itoe waktne tiada ada sa-orang jang terlebi malesnja dari pada hamba Hambanja berkata: „Baiklah iboe, marilah toeloeng bangoenken hamba." Sedang hamba di bangoenin, maka hamba bertarik nafas, seperti orang jang terlaloe amat tjape. Abis hambanja minta toeloeng bonda hamba ambilin hamba poenja trompah. Bonda hamba ambilin trompa bamba laloe di pakein, abis tangan hamba di pegangnja aken toeloeng hamba berdiri. Sembaring djalan hamba di pegangin dan di toentoen, sebab hamba rasa diri. hamba males aken bertindak. Kamoedian kita berdoewa sampe djoega di pelaboewan di mana Scheik Aboel Mosaffier soedah ada bersedia boewat brangkat. Hambanja kasi tabik padanja laloe hambanja bertanja padanja dengan hormat: apakah ianja itoe Aboe Mosaffier, sebab soenggoe haroes maloe bamba, jang hambanja tiada kenal orang jang termashoer seperti Aboel Mosaffier."
Setelah ia bilang, bahoewa ia sendiri Aboel Mosaffier, maka hamba bermoehoen padanja aken dia belibken boewat hamba barang jang aneh di negri jang hendak ia pegi-in. Maka harganja itoe barang djangan lebih dari ini lima perak. Abis hamba kasiken oewang itoe padanja. Scheik Aboe Mosaffier mendjadi heran mendengar bitjara dan permoehoenan hamba, maka ia berbalik menanja kapada teman temannja, apa marika itoe kenal hamba atawa tida. Maka katanja orang kapal: „Ja toewan, ini perampoewan dia poenja iboe, maka dia sendiri, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan, jang termasjhoer dari sebab sanget keras malesnja, roepanja ini baroe sekali ja mate djalan kaloewar, orang belon pernah liat dia berdjalan kaloewar roemah. Aboel Mosaffier trimah oewang itoe dengan segala soeka ati, abis dengan bermesem ia berkata, bahoewa ia nanti bikin seperti bitjaranja Aboe Mohamed Alkeslan. Hambanja bilang banjak trimah kasi, abis hamba moehoen poelang.
Hata maka Aboel Mosaffier brangkat bersama sama bebrapa soedagar belajar dengan kapal, maka pelajarannja beroentoeng sekali, tiada brapa lamanja sampelah ia di negri Tjina. Koetika masing masing soedagar itoe soeda abis djoewal dan beli barang, maka sekalian marika itoe belajar poelang kombali ka Balsora.
Marika itoe soeda belajar tiga ari lamanja, maka sekoenjoeng koenjoeng Aboel Mosaffier prentahken djoeragan kapal aken balik kombali. Soedagar- Boedagar semoewa terlaloe amat heran, marika itoe bertanja pada Aboel Mosaffier, apakah sebabnja ia soeroeh kapal itoe balik. Djawabnja Aboel Mosaffier: „Boekankah angkau sekalian masih ingat apa jang telah soeda di pegannja pada kami oleh Aboe Mohamed Alkeslan? Nah, pesannja itoelah jang kami loepahken, dari itoe misti kita balik kombali doeloe, aken beli-in soewatoe barang boewat dia jang bergoena padanja, soepaja kami kaboelken permoehoenannja serta kami tjoekoepken djandji kami.<noinclude>{{rh||1479|}}</noinclude>
khb4g9hwoiqn0th3twim08ycrzqgnki
283288
282543
2026-05-07T03:14:35Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283288
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sebab di itoe waktne tiada ada sa-orang jang terlebi malesnja dari pada hamba Hambanja berkata: „Baiklah iboe, marilah toeloeng bangoenken hamba." Sedang hamba di bangoenin, maka hamba bertarik nafas, seperti orang jang terlaloe amat tjape. Abis hambanja minta toeloeng bonda hamba ambilin hamba poenja trompah. Bonda hamba ambilin trompa bamba laloe di pakein, abis tangan hamba di pegangnja aken toeloeng hamba berdiri. Sembaring djalan hamba di pegangin dan di toentoen, sebab hamba rasa diri. hamba males aken bertindak. Kamoedian kita berdoewa sampe djoega di pelaboewan di mana Scheik Aboel Mosaffier soedah ada bersedia boewat brangkat. Hambanja kasi tabik padanja laloe hambanja bertanja padanja dengan hormat: apakah ianja itoe Aboe Mosaffier, sebab soenggoe haroes maloe bamba, jang hambanja tiada kenal orang jang termashoer seperti Aboel Mosaffier."
Setelah ia bilang, bahoewa ia sendiri Aboel Mosaffier, maka hamba bermoehoen padanja aken dia belibken boewat hamba barang jang aneh di negri jang hendak ia pegi-in. Maka harganja itoe barang djangan lebih dari ini lima perak. Abis hamba kasiken oewang itoe padanja. Scheik Aboe Mosaffier mendjadi heran mendengar bitjara dan permoehoenan hamba, maka ia berbalik menanja kapada teman temannja, apa marika itoe kenal hamba atawa tida. Maka katanja orang kapal: „Ja toewan, ini perampoewan dia poenja iboe, maka dia sendiri, ia itoe Aboe Mohamed Alkeslan, jang termasjhoer dari sebab sanget keras malesnja, roepanja ini baroe sekali ja mate djalan kaloewar, orang belon pernah liat dia berdjalan kaloewar roemah. Aboel Mosaffier trimah oewang itoe dengan segala soeka ati, abis dengan bermesem ia berkata, bahoewa ia nanti bikin seperti bitjaranja Aboe Mohamed Alkeslan. Hambanja bilang banjak trimah kasi, abis hamba moehoen poelang.
Hata maka Aboel Mosaffier brangkat bersama sama bebrapa soedagar belajar dengan kapal, maka pelajarannja beroentoeng sekali, tiada brapa lamanja sampelah ia di negri Tjina. Koetika masing masing soedagar itoe soeda abis djoewal dan beli barang, maka sekalian marika itoe belajar poelang kombali ka Balsora.
Marika itoe soeda belajar tiga ari lamanja, maka sekoenjoeng koenjoeng Aboel Mosaffier prentahken djoeragan kapal aken balik kombali. Soedagar- Boedagar semoewa terlaloe amat heran, marika itoe bertanja pada Aboel Mosaffier, apakah sebabnja ia soeroeh kapal itoe balik. Djawabnja Aboel Mosaffier: „Boekankah angkau sekalian masih ingat apa jang telah soeda di pegannja pada kami oleh Aboe Mohamed Alkeslan? Nah, pesannja itoelah jang kami loepahken, dari itoe misti kita balik kombali doeloe, aken beli-in soewatoe barang boewat dia jang bergoena padanja, soepaja kami kaboelken permoehoenannja serta kami tjoekoepken djandji kami.<noinclude>{{rh||1479|}}</noinclude>
n1rshxpu6mydnk8cyzgmsknmed8d867
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/383
104
101042
282544
2026-05-06T12:10:44Z
Seeharee
22422
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'aba xa." ang 『z ིི ཎྜཾ བྷ ཎྜ ་ཏྲྰཾ སཱཾ ཡཱཾ སྠཽ སྠཽ sin, ba- diri. ǝla-. nat: ing her- gri ini 10- ika tha dia 88- 200 ab. ţan led ng. ela- nja bis Dali eng Car -oel oel pe- ng De- 1001 MALAM | 1 y can be a 10 qq qa Sekalian soedager pada berkata: »Demi Allah, djanganlah toewan paksa- ken kita orang balik kombali. Boekankah kita ini soeda djaoeh dari negri Tjina, betapakah kita misti balik kombali boewat pe...'
282544
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>aba
xa."
ang
『z ིི ཎྜཾ བྷ ཎྜ ་ཏྲྰཾ སཱཾ ཡཱཾ སྠཽ སྠཽ
sin,
ba-
diri.
ǝla-.
nat:
ing
her-
gri
ini
10-
ika
tha
dia
88-
200
ab.
ţan
led
ng.
ela-
nja
bis
Dali
eng
Car
-oel
oel
pe-
ng
De-
1001 MALAM |
1 y can be a 10
qq qa
Sekalian soedager pada berkata: »Demi Allah, djanganlah toewan paksa-
ken kita orang balik kombali. Boekankah kita ini soeda djaoeh dari negri Tjina,
betapakah kita misti balik kombali boewat perkara ketjil bagitoe. Boekankah
tida bole taoe, barangkali kita nanti kelanggar angin riboet atawa laen bahaja,
jang sekarang soedah terlepas dari pada kita." Adapoen Aboel Mosaffier tiada
djoega maoe dengar bitjaranja soedagar-soedagar itoe. Barang begitoe adanja,
maka soedagar-soedagar itoe berkata: Soedah, baiklah kita masing-masing
brihken sa-orang doewa kali lima perak itoe pada toewan, aken di serahken
pada Aboe Mohamed Alkeslan djadi bertambah oewanguja." Aboel Mosaffier
berfikir, bahwa pengadjak-an orang-orang itoe soenggoe baik boewat Alkeslan,
djadi ia trimah bitjaranja soodagar itoe laloe di koempoelkeunja oewang jang
di bribken padanja oleh masing masing soedager.
Alkaesah, maka di tjeriterahken, bahwa kapaloja Aboel Mosaffier teroes
berlajar poelang ka Balrora, di tengah djalan marika itoe singgah pada soewatos
poelo. Maka di poelo itoe banjak orang pendoedoekuja jang berdagang emas intan
dan moetiara. Sasoedabnja kapal itoe boewang djangkar, maka sekalian soe-
dagar pada toeroen aken berniaga. Sedang Aboel Mosaffier bersama-sama
kawannja lagi berdjalan di pinggir panté, maka marika itoe dapet list as-orang
di ampirnja dengan ada bebrapa kera besar-besar (monjet). Di antara kera
itoe ada satoe jang penoeh loeka bekas di gigit temannja. Marika itoe pada
brenti aken memandang kera itoe. Koetika kera-kera itoe dapet liat, baboewa
toewannja tiada begitoe pasang mata padanja, maka kera-kera itoe sekalian pada
kroeboetin itoe kera jang satoe laloe di gigit dan di aniaja tiada terkira-kira.
Apabila si toewan dapet liat hal ini, maka ia bangoen poekoel kera jang
laen-laen, soepsija djangan kera jang satoe terlaloe di aninja. Kapan orang
itoe poekoel, maka brentilah kera-kera itoe menggigit temannja, aken tetapi
apabila orang itoe meleng atawa berbalik balakang, maka lantas kera-kera itoe
moelai gigit lagi temannja jang satoe itoe. Aboel Mosaffier dapet kesian sanget
meliat kera jang satoe itoe, jang begitoe di bentji-in oleh teman-temannja, dari
itoe ia minta beli sadja kera itoe dari jang poenja, katanja: Ambil ini lima
perak kami hendak bajar boewat itoe kera, sebab memang itoelah oewang jang di
brihken kami oleh saorang anak miskin aken kami beli-in apa-apa boewat
dia." Orang jang ampoenja kera itoe berkata: Baiklah, kami maoe djoega
djoewal kera itoe boewat lima perak, serta kami barep orang jang toewan
beli-in kera itoe bole djadi beroentoeng."
Sasoedahnja Aboel Mosaffier bajar harganja kera itoe, maka ia titahken
boedak-boedaknja, aken bawa kera itoe ka kapal, maka di kapal kera itoe di
ikat di atas dek. Barang sekalian soodagar-soedagar soeda abis berniaga,
marika itoe poelang kombali ka kapal, laloe brangkat poela kapal itoe me.
noedjoe laen poelo. Sampe di ini poelo kapal itoe boewang djangkar, adapoen
1480
1001 Malam
93
"Digitized by
Google
یا<noinclude>{{rh||1338|}}</noinclude>
qtsydvu86a0jyi25tz5h99dka6pvb9z
282548
282544
2026-05-06T12:13:35Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282548
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Sekalian soedager pada berkata: »Demi Allah, djanganlah toewan paksaken kita orang balik kombali. Boekankah kita ini soeda djaoeh dari negri Tjina, betapakah kita misti balik kombali boewat perkara ketjil bagitoe. Boekankah tida bole taoe, barangkali kita nanti kelanggar angin riboet atawa laen bahaja, jang sekarang soedah terlepas dari pada kita." Adapoen Aboel Mosaffier tiada djoega maoe dengar bitjaranja soedagar-soedagar itoe. Barang begitoe adanja, maka soedagar-soedagar itoe berkata: Soedah, baiklah kita masing-masing brihken sa-orang doewa kali lima perak itoe pada toewan, aken di serahken pada Aboe Mohamed Alkeslan djadi bertambah oewanguja." Aboel Mosaffier berfikir, bahwa pengadjak-an orang-orang itoe soenggoe baik boewat Alkeslan, djadi ia trimah bitjaranja soodagar itoe laloe di koempoelkeunja oewang jang di bribken padanja oleh masing masing soedager.
Alkaesah, maka di tjeriterahken, bahwa kapaloja Aboel Mosaffier teroes berlajar poelang ka Balrora, di tengah djalan marika itoe singgah pada soewatos poelo. Maka di poelo itoe banjak orang pendoedoekuja jang berdagang emas intan dan moetiara. Sasoedabnja kapal itoe boewang djangkar, maka sekalian soedagar pada toeroen aken berniaga. Sedang Aboel Mosaffier bersama-sama kawannja lagi berdjalan di pinggir panté, maka marika itoe dapet list as-orang di ampirnja dengan ada bebrapa kera besar-besar (monjet). Di antara kera itoe ada satoe jang penoeh loeka bekas di gigit temannja. Marika itoe pada brenti aken memandang kera itoe. Koetika kera-kera itoe dapet liat, baboewa toewannja tiada begitoe pasang mata padanja, maka kera-kera itoe sekalian pada kroeboetin itoe kera jang satoe laloe di gigit dan di aniaja tiada terkira-kira.
Apabila si toewan dapet liat hal ini, maka ia bangoen poekoel kera jang laen-laen, soepsija djangan kera jang satoe terlaloe di aninja. Kapan orang itoe poekoel, maka brentilah kera-kera itoe menggigit temannja, aken tetapi apabila orang itoe meleng atawa berbalik balakang, maka lantas kera-kera itoe moelai gigit lagi temannja jang satoe itoe. Aboel Mosaffier dapet kesian sanget meliat kera jang satoe itoe, jang begitoe di bentji-in oleh teman-temannja, dari itoe ia minta beli sadja kera itoe dari jang poenja, katanja: Ambil ini lima perak kami hendak bajar boewat itoe kera, sebab memang itoelah oewang jang di brihken kami oleh saorang anak miskin aken kami beli-in apa-apa boewat dia." Orang jang ampoenja kera itoe berkata: Baiklah, kami maoe djoega djoewal kera itoe boewat lima perak, serta kami barep orang jang toewan beli-in kera itoe bole djadi beroentoeng."
Sasoedahnja Aboel Mosaffier bajar harganja kera itoe, maka ia titahken boedak-boedaknja, aken bawa kera itoe ka kapal, maka di kapal kera itoe di ikat di atas dek. Barang sekalian soodagar-soedagar soeda abis berniaga, marika itoe poelang kombali ka kapal, laloe brangkat poela kapal itoe me. noedjoe laen poelo. Sampe di ini poelo kapal itoe boewang djangkar, adapoen<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1480|{{smaller|95}}}}</noinclude>
0ilcab7ysu1dlrisr9c0o56sb21kc8i
283289
282548
2026-05-07T03:15:29Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283289
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Sekalian soedager pada berkata: »Demi Allah, djanganlah toewan paksaken kita orang balik kombali. Boekankah kita ini soeda djaoeh dari negri Tjina, betapakah kita misti balik kombali boewat perkara ketjil bagitoe. Boekankah tida bole taoe, barangkali kita nanti kelanggar angin riboet atawa laen bahaja, jang sekarang soedah terlepas dari pada kita." Adapoen Aboel Mosaffier tiada djoega maoe dengar bitjaranja soedagar-soedagar itoe. Barang begitoe adanja, maka soedagar-soedagar itoe berkata: Soedah, baiklah kita masing-masing brihken sa-orang doewa kali lima perak itoe pada toewan, aken di serahken pada Aboe Mohamed Alkeslan djadi bertambah oewanguja." Aboel Mosaffier berfikir, bahwa pengadjak-an orang-orang itoe soenggoe baik boewat Alkeslan, djadi ia trimah bitjaranja soodagar itoe laloe di koempoelkeunja oewang jang di bribken padanja oleh masing masing soedager.
Alkaesah, maka di tjeriterahken, bahwa kapaloja Aboel Mosaffier teroes berlajar poelang ka Balrora, di tengah djalan marika itoe singgah pada soewatos poelo. Maka di poelo itoe banjak orang pendoedoekuja jang berdagang emas intan dan moetiara. Sasoedabnja kapal itoe boewang djangkar, maka sekalian soedagar pada toeroen aken berniaga. Sedang Aboel Mosaffier bersama-sama kawannja lagi berdjalan di pinggir panté, maka marika itoe dapet list as-orang di ampirnja dengan ada bebrapa kera besar-besar (monjet). Di antara kera itoe ada satoe jang penoeh loeka bekas di gigit temannja. Marika itoe pada brenti aken memandang kera itoe. Koetika kera-kera itoe dapet liat, baboewa toewannja tiada begitoe pasang mata padanja, maka kera-kera itoe sekalian pada kroeboetin itoe kera jang satoe laloe di gigit dan di aniaja tiada terkira-kira.
Apabila si toewan dapet liat hal ini, maka ia bangoen poekoel kera jang laen-laen, soepsija djangan kera jang satoe terlaloe di aninja. Kapan orang itoe poekoel, maka brentilah kera-kera itoe menggigit temannja, aken tetapi apabila orang itoe meleng atawa berbalik balakang, maka lantas kera-kera itoe moelai gigit lagi temannja jang satoe itoe. Aboel Mosaffier dapet kesian sanget meliat kera jang satoe itoe, jang begitoe di bentji-in oleh teman-temannja, dari itoe ia minta beli sadja kera itoe dari jang poenja, katanja: Ambil ini lima perak kami hendak bajar boewat itoe kera, sebab memang itoelah oewang jang di brihken kami oleh saorang anak miskin aken kami beli-in apa-apa boewat dia." Orang jang ampoenja kera itoe berkata: Baiklah, kami maoe djoega djoewal kera itoe boewat lima perak, serta kami barep orang jang toewan beli-in kera itoe bole djadi beroentoeng."
Sasoedahnja Aboel Mosaffier bajar harganja kera itoe, maka ia titahken boedak-boedaknja, aken bawa kera itoe ka kapal, maka di kapal kera itoe di ikat di atas dek. Barang sekalian soodagar-soedagar soeda abis berniaga, marika itoe poelang kombali ka kapal, laloe brangkat poela kapal itoe me. noedjoe laen poelo. Sampe di ini poelo kapal itoe boewang djangkar, adapoen<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1480|{{smaller|95}}}}</noinclude>
d0xsj46n8gsdmqgpt42xvgmipat1i90
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/472
104
101043
282550
2026-05-06T12:15:26Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pesat, hendaklah rakjat diberi keinsjafan politik dan dibawa berdjuang oleh partai-partai politik. 4. Untuk membuktikan bahwa N.R.I. adalah berdasarkan demokrasi bukan bertjorak facisme, pemerintah menjukai pendirian partai-partai dan ini adalah hal jang semestinja , dan sesuai dengan kemauan rakjat jang sebenarnja . 5. Partai-partai politik jang dahulu ada dan dibubarkan oleh Pemerintahan Belanda, atau jang sama sekali tidak dapat bergerak deng...
282550
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>pesat, hendaklah rakjat diberi keinsjafan politik dan dibawa
berdjuang oleh partai-partai politik.
4. Untuk membuktikan bahwa N.R.I. adalah berdasarkan demokrasi bukan bertjorak facisme, pemerintah menjukai pendirian
partai-partai dan ini adalah hal jang semestinja , dan sesuai
dengan kemauan rakjat jang sebenarnja .
5. Partai-partai politik jang dahulu ada dan dibubarkan oleh Pemerintahan Belanda, atau jang sama sekali tidak dapat bergerak dengan njata-njata diwaktu pemerintahan pentadbiran
tentera Nippon, sebenarnja sekarang dapat mendjelma kembali
tetapi karena sifat perdjuangan sekarang berlainan sekali
dengan dizaman pendjadjahan, tentulah orang -orang jang
berkepentingan akan memeriksa kembali dasar partai-partai
itu dan menetapkan manakah partai jang dapat berdiri, selaras
dengan suasana revolusi sekarang .
6.
Dalam perdjuangan sengit seperti sekarang untuk mempertahankan kemerdekaan atau kedaulatan kita dari fihak jang mana
pun djuga, partai-partai politik hendaklah meniadakan perdjuangan antara partai -partai dan memadjukan usahanja sepenuhpenuhnja untuk mengokohkan Front Nasional seerat- eratnja
bagi pertahanan Negara .
7. Meskipun pertimbangan mengadakan satu partai sadja sebagai gabungan dari semua partai- partai politik adalah sebaikbaiknja melalui zaman jang genting ini , tetapi untuk menjesuaikan suasana sekarang , partai-partai politik hendaklah dibentuk ,
asal tidak merugikan perdjuangan rakjat mempertahankan
N.R.I.
Berdasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas,
maka oleh jang hadir diambil suatu putusan bersama jang berbunji
sebagai berikut:
1.
Akan memakai kesempatan jang seluas-luasnja mendirikan dan
mengembangkan partai-partai politik.
2.
Mendjundjung tinggi restriksi dari Pemerintah Agung tentang
pendirian -pendirian partai-partai politik tertanggal 3 Nopember 1945, jaitu :
a. memperkuat perdjuangan kita .
b. mempertahankan kemerdekaan kita,
c.
3.
mendjamin keamanan masjarakat .
Menjiarkan resolusi ini kepada rakjat seluas -luasnja .
Adanja pertemuan ini membajangkan suatu kesanggupan untuk
menampung dan melaksanakan suatu pertanggungan djawab jang
besar guna memberi bentuk jang sewadjarnja bagi Pemerintahan
Negara Republik Indonesia dimasa jang akan datang.
466<noinclude></noinclude>
4e8qyktz6axax6pj638prokh2epselz
282644
282550
2026-05-06T13:08:14Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
282644
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>::pesat, hendaklah rakjat diberi keinsjafan politik dan dibawa berdjuang oleh partai-partai politik.
#<li value="4"> Untuk membuktikan bahwa N.R.I. adalah berdasarkan demokrasi bukan bertjorak facisme, pemerintah menjukai pendirian partai-partai dan ini adalah hal jang semestinja, dan sesuai dengan kemauan rakjat jang sebenarnja.
# Partai-partai politik jang dahulu ada dan dibubarkan oleh Pemerintahan Belanda, atau jang sama sekali tidak dapat bergerak dengan njata-njata diwaktu pemerintahan pentadbiran tentera Nippon, sebenarnja sekarang dapat mendjelma kembali tetapi karena sifat perdjuangan sekarang berlainan sekali dengan dizaman pendjadjahan, tentulah orang-orang jang berkepentingan akan memeriksa kembali dasar partai-partai itu dan menetapkan manakah partai jang dapat berdiri, selaras dengan suasana revolusi sekarang.
# Dalam perdjuangan sengit seperti sekarang untuk mempertahankan kemerdekaan atau kedaulatan kita dari fihak jang mana pun djuga, partai-partai politik hendaklah meniadakan perdjuangan antara partai-partai dan memadjukan usahanja sepenuhpenuhnja untuk mengokohkan Front Nasional seerat-eratnja bagi pertahanan Negara.
# Meskipun pertimbangan mengadakan satu partai sadja sebagai gabungan dari semua partai-partai politik adalah sebaik-baiknja melalui zaman jang genting ini, tetapi untuk menjesuaikan suasana sekarang, partai-partai politik hendaklah dibentuk, asal tidak merugikan perdjuangan rakjat mempertahankan N.R.I.</ol>
:Berdasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka oleh jang hadir diambil suatu putusan bersama jang berbunji sebagai berikut:
<ol value="1">
<li> Akan memakai kesempatan jang seluas-luasnja mendirikan dan mengembangkan partai-partai politik.</li>
<li> Mendjundjung tinggi restriksi dari Pemerintah Agung tentang pendirian-pendirian partai-partai politik tertanggal 3 Nopember 1945, jaitu:</li>
<ol type="a">
<li>memperkuat perdjuangan kita.</li>
<li>mempertahankan kemerdekaan kita,</li>
<li>mendjamin keamanan masjarakat.</li></ol>
<li> Menjiarkan resolusi ini kepada rakjat seluas-uasnja.</li></ol>
:Adanja pertemuan ini membajangkan suatu kesanggupan untuk menampung dan melaksanakan suatu pertanggungan djawab jang besar guna memberi bentuk jang sewadjarnja bagi Pemerintahan Negara Republik Indonesia dimasa jang akan datang.<noinclude>{{rh|466}}</noinclude>
1v4l9umh1jqbu1j69rpruol9vjzlwut
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/461
104
101044
282556
2026-05-06T12:22:56Z
Zeefra
22281
/* Telah diuji baca */
282556
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nerdjoen ka dalem laoet bersama-sama itoe pangeran ketjil, teroes ilang tiada kaliatan kamana peginja.
Radja Persie tiada sekali-kali bisa njana , jang iparnja bakalan bikin begitoe, maka kaget soenggoelah ia sampe keras mendjeritnja. Dia kira anaknja jang begitoe di tjintanja, nistjaija matilah kab oenoeh aer, maka doeka tjitanja radja terlaloe amat, sampe ia ampir djato pangsan . Adapoen
Gulnare berkata padanja dengan ati girang sekali, so spaija soewaminja bole
djadi senang katanja: » Toewankoz tiada oesah takoet apa- apa. Ingatlah
toewan pangeran itoe poen kami poenja anak djooga, lagi kami poen
sanget tjiota padanja seperti toewankoe, maka toewankoe liat
sendiri kami
tiada sekali merasa koewatir jang radja Saleh bawa kapouakannja masoek
ka dalem laoet, soenggoe anak kita tiada nanti koerang satoe apa, dia nanti
lekas djoega balik kombali bersama-sama mamaknja. Toewankoe ingat ham.
ba sendiri, boekankah anak itog djoega a la keaa asal sama kami, dari itoe
ja poen bisa idoep djoega di dalem laoetan.”
Iboenja Gulnare dengan poeteri-poeteri jang laen bilang benar seperti katanja Guloare. Adapoen biar bagimana djoega bitjaranja orang-orang itoe, aken bikin ilang koewatirnja radja, pertjoema sadja, sebab dia masih takoet djangan anaknja itoe nanti dapet tjilaka. Sabelonnja anaknja kombali, ia belon djoega mendjadi senang.
Achir-achirnja laoetan itoe poen berombak keras seperti kena angin riboet, maka tida sebrapa lama lagi radja Saleh timboel dari dalem laoet
dengan membawa pengeran Beder di tangannja teroes masoek melajang ka dalem kamar dari djendela di mana tadi dia nerdjoen ka dalem laoet .
Radja Persie girang sekali, maka ia pelok koetika di liatoja Beder tiada koerang apa-apa. Maka radja Saleh berkata pada radja Persie: Doeli toewankoe tentoe koewatir savget, tatkala di liatnja kami berterdjoen masoek ka dalem laoet bersama-sama pangeran jang ketjil ini.' '
Djawabnja radja Persie: >Adoeh, toewan, kami tiada bisa berkata kata sademikian kerasoja takoet kami, maka kami soeda kira, bahoewa matilah poetera kami kaboenoeh aer, adapoen koeroes manget, toewankoe soeda bawa anak kami kombali."
Katanja radja Saleh : »Memang kami doega sademikian djoega, aken tetapi tiada oesah sekali toewankoe berkoewatir. Sabelonoja kami menerdjoen masoek ka dalem, maka kami soedah batja -in doeloe rapallan wacijat dari nabi Soleiman .
Begitoepoen perboewatan kami orang sekalian di dalem laoet, djikaloe ada anak-anak jang di labirken, soepaija marika itoe bisa idoep di dalemn
aer. Oleh kerna itoelab, maka bole doeli sjab alam fikirken sendiri, bahoewa pangeran Beder ini besar sekali oentoengaja, dia bisa idoep di darat<noinclude>{{rh||1517}}</noinclude>
meubjfvqa6b4vj9e8ef7o0d49b8r0mf
282561
282556
2026-05-06T12:24:32Z
Zeefra
22281
282561
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nerdjoen ka dalem laoet bersama-sama itoe pangeran ketjil, teroes ilang tiada kaliatan kamana peginja.
Radja Persie tiada sekali-kali bisa njana , jang iparnja bakalan bikin begitoe, maka kaget soenggoelah ia sampe keras mendjeritnja. Dia kira anaknja jang begitoe di tjintanja, nistjaija matilah kab oenoeh aer, maka doeka tjitanja radja terlaloe amat, sampe ia ampir djato pangsan . Adapoen Gulnare berkata padanja dengan ati girang sekali, so spaija soewaminja bole djadi senang katanja: » Toewankoz tiada oesah takoet apa- apa. Ingatlah toewan pangeran itoe poen kami poenja anak djooga, lagi kami poen
sanget tjiota padanja seperti toewankoe, maka toewankoe liat sendiri kami tiada sekali merasa koewatir jang radja Saleh bawa kapouakannja masoek
ka dalem laoet, soenggoe anak kita tiada nanti koerang satoe apa, dia nanti lekas djoega balik kombali bersama-sama mamaknja. Toewankoe ingat ham.
ba sendiri, boekankah anak itog djoega a la keaa asal sama kami, dari itoe ja poen bisa idoep djoega di dalem laoetan.”
Iboenja Gulnare dengan poeteri-poeteri jang laen bilang benar seperti katanja Guloare. Adapoen biar bagimana djoega bitjaranja orang-orang itoe, aken bikin ilang koewatirnja radja, pertjoema sadja, sebab dia masih takoet djangan anaknja itoe nanti dapet tjilaka. Sabelonnja anaknja kombali, ia belon djoega mendjadi senang.
Achir-achirnja laoetan itoe poen berombak keras seperti kena angin riboet, maka tida sebrapa lama lagi radja Saleh timboel dari dalem laoet
dengan membawa pengeran Beder di tangannja teroes masoek melajang ka dalem kamar dari djendela di mana tadi dia nerdjoen ka dalem laoet .
Radja Persie girang sekali, maka ia pelok koetika di liatoja Beder tiada koerang apa-apa. Maka radja Saleh berkata pada radja Persie: Doeli toewankoe tentoe koewatir savget, tatkala di liatnja kami berterdjoen masoek ka dalem laoet bersama-sama pangeran jang ketjil ini.' '
Djawabnja radja Persie: >Adoeh, toewan, kami tiada bisa berkata kata sademikian kerasoja takoet kami, maka kami soeda kira, bahoewa matilah poetera kami kaboenoeh aer, adapoen koeroes manget, toewankoe soeda bawa anak kami kombali."
Katanja radja Saleh : »Memang kami doega sademikian djoega, aken tetapi tiada oesah sekali toewankoe berkoewatir. Sabelonoja kami menerdjoen masoek ka dalem, maka kami soedah batja -in doeloe rapallan wacijat dari nabi Soleiman .
Begitoepoen perboewatan kami orang sekalian di dalem laoet, djikaloe ada anak-anak jang di labirken, soepaija marika itoe bisa idoep di dalemn
aer. Oleh kerna itoelab, maka bole doeli sjab alam fikirken sendiri, bahoewa pangeran Beder ini besar sekali oentoengaja, dia bisa idoep di darat<noinclude>{{rh||1517}}</noinclude>
2plc1uvk1yb4c8125yjk43o8y71vwm8
282562
282561
2026-05-06T12:25:26Z
Zeefra
22281
282562
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nerdjoen ka dalem laoet bersama-sama itoe pangeran ketjil, teroes ilang tiada kaliatan kamana peginja.
Radja Persie tiada sekali-kali bisa njana , jang iparnja bakalan bikin begitoe, maka kaget soenggoelah ia sampe keras mendjeritnja. Dia kira anaknja jang begitoe di tjintanja, nistjaija matilah kab oenoeh aer, maka doeka tjitanja radja terlaloe amat, sampe ia ampir djato pangsan . Adapoen Gulnare berkata padanja dengan ati girang sekali, so spaija soewaminja bole djadi senang katanja: » Toewankoz tiada oesah takoet apa- apa. Ingatlah toewan pangeran itoe poen kami poenja anak djooga, lagi kami poen
sanget tjiota padanja seperti toewankoe, maka toewankoe liat sendiri kami tiada sekali merasa koewatir jang radja Saleh bawa kapouakannja masoek
ka dalem laoet, soenggoe anak kita tiada nanti koerang satoe apa, dia nanti lekas djoega balik kombali bersama-sama mamaknja. Toewankoe ingat ham.
ba sendiri, boekankah anak itog djoega a la keaa asal sama kami, dari itoe ja poen bisa idoep djoega di dalem laoetan.”
Iboenja Gulnare dengan poeteri-poeteri jang laen bilang benar seperti katanja Guloare. Adapoen biar bagimana djoega bitjaranja orang-orang itoe, aken bikin ilang koewatirnja radja, pertjoema sadja, sebab dia masih takoet djangan anaknja itoe nanti dapet tjilaka. Sabelonnja anaknja kombali, ia belon djoega mendjadi senang.
Achir-achirnja laoetan itoe poen berombak keras seperti kena angin riboet, maka tida sebrapa lama lagi radja Saleh timboel dari dalem laoet
dengan membawa pengeran Beder di tangannja teroes masoek melajang ka dalem kamar dari djendela di mana tadi dia nerdjoen ka dalem laoet .
Radja Persie girang sekali, maka ia pelok koetika di liatoja Beder tiada koerang apa-apa. Maka radja Saleh berkata pada radja Persie: Doeli toewankoe tentoe koewatir savget, tatkala di liatnja kami berterdjoen masoek ka dalem laoet bersama-sama pangeran jang ketjil ini."
Djawabnja radja Persie: >Adoeh, toewan, kami tiada bisa berkata kata sademikian kerasoja takoet kami, maka kami soeda kira, bahoewa matilah poetera kami kaboenoeh aer adapoen koeroes manget, toewankoe soeda bawa anak kami kombali."
Katanja radja Saleh : »Memang kami doega sademikian djoega, aken tetapi tiada oesah sekali toewankoe berkoewatir. Sabelonoja kami menerdjoen masoek ka dalem, maka kami soedah batja -in doeloe rapallan wacijat dari nabi Soleiman .
Begitoepoen perboewatan kami orang sekalian di dalem laoet, djikaloe ada anak-anak jang di labirken, soepaija marika itoe bisa idoep di dalemn aer. Oleh kerna itoelab, maka bole doeli sjab alam fikirken sendiri, bahoewa pangeran Beder ini besar sekali oentoengaja, dia bisa idoep di darat<noinclude>{{rh||1517}}</noinclude>
9htd1qvf6knzez2ah7fp1gzqcnjdhee
283368
282562
2026-05-07T03:56:01Z
Zeefra
22281
283368
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nerdjoen ka dalem laoet bersama-sama itoe pangeran ketjil, teroes ilang tiada kaliatan kamana peginja.
Radja Persie tiada sekali-kali bisa njana , jang iparnja bakalan bikin begitoe, maka kaget soenggoelah ia sampe keras mendjeritnja. Dia kira anaknja jang begitoe di tjintanja, nistjaija matilah kab oenoeh aer, maka doeka tjitanja radja terlaloe amat, sampe ia ampir djato pangsan . Adapoen Gulnare berkata padanja dengan ati girang sekali, so spaija soewaminja bole djadi senang katanja: » Toewankoz tiada oesah takoet apa- apa. Ingatlah toewan pangeran itoe poen kami poenja anak djooga, lagi kami poen
sanget tjiota padanja seperti toewankoe, maka toewankoe liat sendiri kami tiada sekali merasa koewatir jang radja Saleh bawa kapouakannja masoek
ka dalem laoet, soenggoe anak kita tiada nanti koerang satoe apa, dia nanti lekas djoega balik kombali bersama-sama mamaknja. Toewankoe ingat ham.
ba sendiri, boekankah anak itog djoega a la keaa asal sama kami, dari itoe ja poen bisa idoep djoega di dalem laoetan.”
Iboenja Gulnare dengan poeteri-poeteri jang laen bilang benar seperti katanja Guloare. Adapoen biar bagimana djoega bitjaranja orang-orang itoe, aken bikin ilang koewatirnja radja, pertjoema sadja, sebab dia masih takoet djangan anaknja itoe nanti dapet tjilaka. Sabelonnja anaknja kombali, ia belon djoega mendjadi senang.
Achir-achirnja laoetan itoe poen berombak keras seperti kena angin riboet, maka tida sebrapa lama lagi radja Saleh timboel dari dalem laoet
dengan membawa pengeran Beder di tangannja teroes masoek melajang ka dalem kamar dari djendela di mana tadi dia nerdjoen ka dalem laoet .
Radja Persie girang sekali, maka ia pelok koetika di liatoja Beder tiada koerang apa-apa. Maka radja Saleh berkata pada radja Persie: Doeli toewankoe tentoe koewatir savget, tatkala di liatnja kami berterdjoen masoek ka dalem laoet bersama-sama pangeran jang ketjil ini."
Djawabnja radja Persie: >Adoeh, toewan, kami tiada bisa berkata kata sademikian kerasoja takoet kami, maka kami soeda kira, bahoewa matilah poetera kami kaboenoeh aer adapoen koeroes manget, toewankoe soeda bawa anak kami kombali."
Katanja radja Saleh : »Memang kami doega sademikian djoega, aken tetapi tiada oesah sekali toewankoe berkoewatir. Sabelonoja kami menerdjoen masoek ka dalem, maka kami soedah batja -in doeloe rapallan wacijat dari nabi Soleiman.
Begitoepoen perboewatan kami orang sekalian di dalem laoet, djikaloe ada anak-anak jang di labirken, soepaija marika itoe bisa idoep di dalemn aer. Oleh kerna itoelab, maka bole doeli sjab alam fikirken sendiri, bahoewa pangeran Beder ini besar sekali oentoengaja, dia bisa idoep di darat<noinclude>{{rh||1517}}</noinclude>
1tr7iakka9ybws5w6w9c7g2o6y8nbog
Halaman:056,223 Bantik.djvu/4
104
101045
282557
2026-05-06T12:23:18Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282557
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
130. Mangìnoeng<br>
132. Madòu<br>
133. Nabīaha<br>
137. Mangoeròe<br>
138. Matìki<br>
139/<br>
140. Mòngou<br>
144. Toemengedè'<br>
145. Roemampang<br>
146. Mamaringkàjang<br>
147. Doemamà'<br>
148. Roemòka<br>
149. Hoemòmpong<br>
150. Hoemèmbege'<br>
151. Hoemòmpong<br>
152. Mamoeràngan<br>
153. Mòjou<br>
154. Manèno<br>
156. Mabahìga koerèpe'<br>
157. Mabahìga sòngkodo'<br>
158. Poeroeng<br>
160. Mangòmbara<br>
161. Roemegèi<br>
163. Koemahà'<br>
165. Hoemimì'<br>
166. Mìnda'<br>
167. Mangoedòe<br>
169. Mahèsi<br>
170. Soemokoro<br>
176. Mangòjaba'<br>
177. Koemìdei<br>
182. Bia²-ha'<br>
183. Màtei<br>
184. Sàki'<br>
185. Nàtel<br>
188. Tou nàtei, Bihòea<br>
191. Ribìng<br>
192. Boenong<br>
193. Makadèa' soendedan<br>
194. Soenòbedan (boendòe)<br>
196. Rèse', nòeka<br>
197. Rèse' nabòeboeng<br>
198. Bàrang
{{multicol-break}}
199. Masàki'<br>
200. Masàki'<br>
201. Mapidisì'<br>
202. Mapīa²<br>
203. Bìsoeroe<br>
205. Sahindàdoeng<br>
207. Dadihàng tìang, tìang mapidisi<br>
209. Dadihàng tìang<br>
210. Bòeti<br>
211. Kamparà<br>
214. Kohìkigi<br>
219. Timbònang mapidi<br>
220. Soèpi<br>
222. Soemoèhang<br>
223. Tiki<br>
224. Namàridi'<br>
225. Roemàrai<br>
227. Bōbo'<br>
228. Bèngere<br>
229. Boèta<br>
231. Bèrou<br>
232. Mangoĕndang <4><br>
233. Òendang<br>
234. Òendang doa<br>
235. Mangangòendang<br>
236. Tou màta<br>
237. Tou màta<br>
238. Tou màta<br>
239. Àden<br>
240. Àden naidòehang<br>
241. Mahoeànei<br>
242. Babìnei<br>
243. Tòrei/Agidi'/Ipoesoe'<br>
245/<br>
256. Kòdo<br>
248/<br>
249. Babìnei dodìo'<br>
250. (Àna') mahoeanei<br>
251. (Àna') babìnei<br>
255. I àma'<br>
256. I ina'<br>
257. Àna' goeda²ng
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
owuqusomudd795c19wceo07qwy0vrax
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/652
104
101046
282559
2026-05-06T12:24:07Z
Rara Kamiliya
27022
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KISAH MENADO : SiRnalah impian OjaGOo?' PERMEsTa Disa'at kami mengindjakkan kaki dilapangan terbang MORO- TAI, sedjenak kami tertegun melihat papan nama bertuliskan PANGKALAN UDARA RE- VOLUSIONER sebagai kenang- an PRRI/PERMESTA mendu- duki pulau itu buat sementara. Perbaikan lapangan terbang itu oleh Permesta sungguh suatu ke- untungan untuk AURI dalam me- landjutkan serangan jang bertubi? kedaratan MINAHASA. MOROTAI jang tere...
282559
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rara Kamiliya" /></noinclude>KISAH MENADO :
SiRnalah impian OjaGOo?' PERMEsTa
Disa'at kami mengindjakkan
kaki dilapangan terbang MORO-
TAI, sedjenak kami tertegun
melihat papan nama bertuliskan
PANGKALAN UDARA RE-
VOLUSIONER sebagai kenang-
an PRRI/PERMESTA mendu-
duki pulau itu buat sementara.
Perbaikan lapangan terbang itu
oleh Permesta sungguh suatu ke-
untungan untuk AURI dalam me-
landjutkan serangan jang bertubi?
kedaratan MINAHASA.
MOROTAI jang terenal de-
ngan besi tuanja itu direbut oleh
pasukan PGT dan Bataljon Inf
G Brawidjaja tanpa perlawanan
disebabkan pasukan Permesta su-
dah lama putus perhubungan
dengan daratan Minahasa. Suatu
kenangan lainnja ialah kengge-
lamanja kapal mereka satu?nja
dipelabuhan itu oleh pemboman
AURI, jaitu kapal BAROM-
BANG.
- Dari Morotai perdjalanan di-
landjutkan kepulauan? disebelah
utara Minahasa jang sudah didu-
duki oleh pasukan Let. Kol. Ma-
genda. Bertjeritalah mengenai
operasi disini tiada obahnja seper-
ti tjeritera? lajar putih badjak laut
jang dilaksanakan oleh Major
Makaminang, Major Rahasia dll.
Dengan sebuah kapal rongsokan
jaitu kapal FAKFAK jang ber-
djasa, serta hanja 38 anggota ten-
tara jang bersifat Combat dan
Gerilja, kepulauan tsb. dalam
waktu kira? sebulan bisa direbut
tanpa perlawanan sehingga tenta-
ra Permesta seluruhnja dapat di-
tawan dan bergabung. Djika pem-
batja masih ingat wartawan
Mossman dari Australia ditemui
oleh Let. Kol. Magenda, sesung-
guhnja dengan akal litjin warta-
wan ini telah membantu menda-
patkan hasil se-banjak?nja kepada
pasukan kita. Seorang nelajan
62
Oleh :
Sersk. BGD. HARAHAP
disuruh kedarat mendjumpai Ko-
mandan Kompi Permesta untuk
memberitahukan seorang warta-
wan Australia ingin menindjau
pulau dan kota Siau. Serentak
sang Komandan datang dikapal
ia telah mendjadi tawanan, djadi-
nja sekali mendajung dua tiga
pulau berlalu. Komandan inilah
taruhan kepada bawahan lainnja
jang ada di Siau supaja mereka
menjerah bulat? kepada pasukan
Makaminang. Lain lagi kisah lutju
ialah sewaktu merebut pulau
Lembeh. Dengan tentara semula,
ditambah dengan pemuda? suka-
rela sebanjak 100 orang, jang
hanja pandai meletuskan sendjata
sadja pendaratan dimulai malam
hari. Tidak disangka mesin kapal
Fakfak mati, untung sadja arus
laut waktu itu keluar arah Bitung,
djika kebalikan si arus masuk
arah Bitung, alamat hidup? di-
tangkapi Permesta dipelabuhan
tersebut. Bersusah pajah penda-
ratan dimulai dengan bantuan
penduduk pulau Lembeh. Sekali
pistol dibunjikan maka deretan
letusan sendjata Jlainnja meng-
gelora keudara dan dikala itu se-
orang rakjat disuruh mendjumpai
kepala Pasukan Permesta menga-
takan tentara Pusat sedjumlah
dua Bataljon sudah mengepung
mereka dan djika si Komandan
mau menjerah mereka tidak di-
apa'kan. Mendengar ini pasukan
Permesta terus menjerah kepada
Major Makaminang. Usaha se-
landjutnja ialah mengadakan ge-
rilja dipedalaman Minahasa, me-
ngadakan kantong? penerimaan
tentara pendaratan jang akan me-
njusul. Pada tgl. 16-6-58 penda-
ratan besar?'an dimulai di Kema,
dilandjutkan besoknja dipelabuh-
an samudera Bitung.
Bersamaan dengan pendaratan
di Kema itu, maka pasukan
RPKAD dibawah pimpinan Lts.
Banny mengadakan serangan ti-
ba-tiba dilapangan terbang Ma-
panget dengan ketentuan menga-
tjaukan pertahanan serangan uda-
ra Permesta jang kuat dilapangan
itu. Sedjauh 16 km dalam arti
ukuran djauh dimedan mereka
djalani, bermalam ditengah hutan
maka paginja pukul 0930 waktu
setempat penjergapan dilakukan
tanpa pengetahuan Permesta.
Permesta kehilangan pedoman
dan pegangan sesudah 155 tawan-
an terdiri dari bapak? (sebutan
ini diberikan kepada mereka pen-
siunan KNIL) dan pemuda? de- .
ngan tjatatan djika mereka ma-
sih dilapangan itu dalam tempo
6 djam djiwa mereka tidak ter-
djamin. Mereka serentak mem-'
buang sendjata dan keluar dari .
kubu? pertahanan, tetapi sajang :
banjak mereka jang mati akibat :
tembakan? pasukan Permesta sen-
diri menembaki papak? ini dari :
belakang, bentji melihat tidak me- .
ngadakan perlawanan.........Hasil
penjergapan seluruhna ialah 5
sendjata berat 12.79 LMG, 4
sendjata ringan, satu pantser dan
satu jeep diledakkan serta 16
orang tawanan dibawa ke front
belakang terdiri seorang pasukan .
wanita. RPKAD kehilangan 2
orang gugur, luka 3. Pertahanan
Permesta memang dipusatkan di-
sekitar lapangan terbang Mapa- -
nget, tidak kurang dari 60 sen- :
djata berbagai type penangkis se- .
rangan udara. Sebagai diketahui :
AURI telah memusnakan 11 pesa-
wat terbang Permesta di-tempat?
ini dan di Tasuka. Pada tgl. 21
Djuni pasukan RPKAD ini djuga-
lah didaratkan di Badju-Kima
(WORI ) untuk tugas masuk Me- .
nado diikuti oleh pasukan Combat
Makaminang dan Major Rahasia .
ditambah dengan pasukan Kapten -
Supit.<noinclude></noinclude>
i6849l7zv6ari31jp1i9ljprha4imz1
282808
282559
2026-05-06T15:04:11Z
Rara Kamiliya
27022
/* Telah diuji baca */
282808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rara Kamiliya" /></noinclude>''KISAH MENADO:''
{{center|'''SIRNALAH IMPIAN DJAGO² PERMESTA'''|}}
{{center|Oleh Sersk. BGD. '''HARAHAP'''|}}
Disa'at kami mengindjakkan kaki dilapangan terbang MOROTAI, sedjenak kami tertegun melihat papan nama bertuliskan PANGKALAN UDARA REVOLUSIONER sebagai kenang an PRRI/PERMESTA mendu duki pulau itu buat sementara, Perbaikan lapangan terbang itu oleh Permesta sungguh suatu ke untungan untuk AURI dalam melandjutkan serangan jang bertubi kedaratan MINAHASA.
MOROTAI jang terenal dengan besi tuanja itu direbut oleh pasukan PGT dan Bataljon Inf dis Brawidjaja tanpa perlawanan dah lama putus perhubungan dengan daratan Minahasa. Suatu kenangan lainnja ialah tenggelamanja kapal mereka satu²nja dipelabuhan itu oleh pemboman AURI, jaitu kapal BAROMBANG.
Dari Morotai perdjalanan dilandjutkan kepulauan disebelah utara Minahasa jang sudah diduduki oleh pasukan Let. Kol. Magenda. Bertjeritalah mengenai operasi disini tiada obahnja seper ti tjeritera lajar putih badjak laut jang dilaksanakan oleh Major Makaminang. Major Rahasia dll. Dengan sebuah kapal rongsokan jaitu kapal FAKFAK jang berdjasa, serta hanja 38 anggota tentara jang bersifat Combat dan Gerilja, kepulauan tsb. dalam waktu kira sebulan bisa direbut tanpa perlawanan sehingga tentara Permesta seluruhnja dapat di tawan dan bergabung. Djika pembatja masih ingat wartawan Mossman dari Australia ditemui oleh Let. Kol. Magenda, sesungguhnja dengan akal litjin wartawan ini telah membantu mendapatkan hasil sebanjakanja kepada pasukan kita. Seorang nelajan disuruh kedarat mendjumpai Komandan Kompi Permesta untuk memberitahukan seorang wartawan Australia ingin menindjau pulau dan kota Siau. Serentak sang Komandan datang dikapal ia telah mendjadi tawanan, djadinja sekali mendajung dua tiga pulau berlalu. Komandan inilah taruhan kepada bawahan lainnja jang ada di Siau supaja mereka menjerah bulat kepada pasukan Makaminang. Lain lagi kisah lutju ialah sewaktu merebut pulau Lembeh. Dengan tentara semula, ditambah dengan pemuda² sukarela sebanjak 100 orang. jang hanja pandai meletuskan sendjata sadja pendaratan dimulai malam hari. Tidak disangka mesin kapal Fakfak mati, untung sadja arus laut waktu itu keluar arah Bitung, djika kebalikan si arus masuk arah Bitung, alamat hidup di tangkapi Permesta dipelabuhan tersebut. Bersusah pajah penda ratan dimulai dengan bantuan penduduk pulau Lembeh. Sekali pistol dibunjikan maka deretan letusan sendjata lainnja menggelora keudara dan dikala itu se orang rakjat disuruh mendjumpai kepala Pasukan Permesta mengatakan tentara Pusat sedjumlah dua Bataljon sudah mengepung mereka dan djika si Komandan mau menjerah mereka tidak di apa²kan. Mendengar ini pasukan Permesta terus menjerah kepada Major Makaminang. Usaha selandjutnja ialah mengadakan gerilja dipedalaman Minahasa, mengadakan kantong² penerimaan Kema, tentara pendaratan jang akan menjusul. Pada tgl. 16-6-58 pendaratan besar²an dimulai di Kema, dilandjutkan besoknja dipelabuhan samudera Bitung.
Bersamaan dengan pendaratan di Kema itu, maka pasukan RPKAD dibawah pimpinan Lts. Banny mengadakan serangan tiba-tiba dilapangan terbang Mapanget dengan ketentuan mengatjaukan pertahanan serangan udara Permesta jang kuat dilapangan itu. Sedjauh 16 km dalam arti ukuran djauh dimedan mereka djalani, bermalam ditengah hutan maka paginja pukul 0930 waktu setempat penjergapan dilakukan tanpa pengetahuan Permesta. Permesta kehilangan pedoman dan pegangan sesudah 155 tawanan terdiri dari bapak (sebutan ini diberikan kepada mereka pensiunan KNIL) dan pemuda dengan tjatatan djika mereka masih dilapangan itu dalam tempo 6 djam djiwa mereka tidak terdjamin. Mereka serentak membuang sendjata dan keluar dari kubu² pertahanan, tetapi sajang banjak mereka jang mati akibat tembakan pasukan Permesta sendiri menembaki papak ini dari belakang, bentji melihat tidak mengadakan perlawanan.........Hasil penjergapan seluruhna ialah 5 sendjata berat 12.7,9 LMG, 40 sendjata ringan, satu pantser dan satu jeep diledakkan serta 16 orang tawanan dibawa ke front belakang terdiri seorang pasukan wanita. RPKAD kehilangan 2 orang gugur, luka 3. Pertahanan Permesta memang dipusatkan disekitar lapangan terbang Mapanget, tidak kurang dari 60 sendjata berbagai type penangkis serangan udara. Sebagai diketahui AURI telah memusnakan 11 pesawat terbang Permesta di-tempar ini dan di Tasuka. Pada tgl. 21 Djuni pasukan RPKAD ini djugalah didaratkan di Badju-Kima (WORI) untuk tugas masuk Menado diikuti oleh pasukan Combat Makaminang dan Major Rahasia ditambah dengan pasukan Kapten Supit.<noinclude>{{rh|62}}</noinclude>
onvgih08jo0r9att3zgyg6f8e6eylq0
Halaman:056,223 Bantik.djvu/5
104
101047
282580
2026-05-06T12:34:00Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282580
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
258. Àna' toeàdi<br>
261. (Àna') mahoeanei<br>
262. (Àna') babìnei<br>
263. Òpo' mahoeànei<br>
264. Òpo' babìnei<br>
265. Òpo' papòna<br>
266. Òpo' gagoedang<br>
267. Òpo' papòna<br>
268. Kàka' mahoeànei<br>
269. Kàka' babìnei<br>
270 kàka' mahoeànei, kàka<br>
271. babìnei<br>
272 Kàka' mahoeànei, Kàka<br>
273. babìnei<br>
274. Poèjoeng<br>
275/<br>
276. Kadìo'<br>
277-<br>
280. Kadìo'<br>
281-<br>
286. Ìna' kadìo'<br>
287-<br>
290/<br>
295. Kaka'<br>
291-<br>
294/<br>
296. Kàka'<br>
299. Pakoeanàken mahoeànei<br>
300. Pakoeanàken babìnei<br>
302/<br>
303. Pakoeanàken<br>
304. Ìtou, Àta' <5><br>
305. Àna' niara'<br>
306-<br>
309. Ìpa'<br>
310/<br>
314. Ìpa'<br>
315. Tàhàna'<br>
316. Sangkà'<br>
317. i Angkoeng<br>
318. i Angkoeng<br>
326. Tàna, banòea<br>
327. Banòea rāmo'<br>
328. Banòea ràmo'<br>
329. Banòea kokonìo'
330. Bànsa
{{multicol-break}}
331. Kahambata'<br>
332. Kataba'<br>
333. Doa<br>
334. Tiking kahambata'<br>
337. Toeroesoe'<br>
338. Rabe'<br>
339. Kasoeang<br>
340. Saki' makapapia<br>
341. <6><br>
343/<br>
344. Himoèkoedoe'<br>
345. Moboedoeàta <7><br>
346. Agàma, pooèata'<br>
347. Mamihei sìri'<br>
351. Bòhe'<br>
352. Bòhe', Hòeroep<br>
353. Kahatasà'<br>
354. Bòhe'<br>
356. Biou<br>
357. Biou, Kasabā'<br>
358. Pantoeng<br>
359. Ragang noe paǹtoeng<br>
360. Ràngi', Oetòean<br>
364. Oetòean<br>
365. Bàla, Tou màta<br>
366. Kahidòpang soe oetòeang<br>
367. Mapìa<br>
368. Dòsa, Sářa<br>
369. Poòeata'<br>
370. Poòeata', laràngeng<br>
371. Barìang mahoeànei<br>
372. Barìang babìnei<br>
374. Masìgi<br>
375. Tampa poòeata'<br>
376. Banòea kokonìo'<br>
377. Bàrei pananimbàngen<br>
378. Korano<br>
381. Timbònang noe mahisàkoeroe<br>
382. Tàmpa katatakòeang<br>
386. Kapala'm banòea<br><br>
388. Tou màta bànsa<br>
389. Sìde gagòedang
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
ahfjr73z6gccfv23xwm8j08ne6a8926
282709
282580
2026-05-06T13:50:16Z
Thersetya2021
15831
282709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
258. Àna' toeàdi<br>
261. (Àna') mahoeanei<br>
262. (Àna') babìnei<br>
263. Òpo' mahoeànei<br>
264. Òpo' babìnei<br>
265. Òpo' papòna<br>
266. Òpo' gagoedang<br>
267. Òpo' papòna<br>
268. Kàka' mahoeànei<br>
269. Kàka' babìnei<br>
270 kàka' mahoeànei, kàka<br>
271. babìnei<br>
272 Kàka' mahoeànei, Kàka<br>
273. babìnei<br>
274. Poèjoeng<br>
275/<br>
276. Kadìo'<br>
277-<br>
280. Kadìo'<br>
281-<br>
286. Ìna' kadìo'<br>
287-<br>
290/<br>
295. Kaka'<br>
291-<br>
294/<br>
296. Kàka'<br>
299. Pakoeanàken mahoeànei<br>
300. Pakoeanàken babìnei<br>
302/<br>
303. Pakoeanàken<br>
304. Ìtou, Àta' <5><br>
305. Àna' niara'<br>
306-<br>
309. Ìpa'<br>
310/<br>
314. Ìpa'<br>
315. Tàhàna'<br>
316. Sangkà'<br>
317. i Angkoeng<br>
318. i Angkoeng<br>
326. Tàna, banòea<br>
327. Banòea rāmo'<br>
328. Banòea ràmo'<br>
329. Banòea kokonìo'
330. Bànsa
{{multicol-break}}
331. Kahambata'<br>
332. Kataba'<br>
333. Doa<br>
334. Tiking kahambata'<br>
337. Toeroesoe'<br>
338. Rabe'<br>
339. Kasoeang<br>
340. Saki' makapapia<br>
341. <6><br>
343/<br>
344. Himoèkoedoe'<br>
345. Moboedoeàta <7><br>
346. Agàma, pooèata'<br>
347. Mamihei sìri'<br>
351. Bòhe'<br>
352. Bòhe', Hòeroep<br>
353. Kahatasà'<br>
354. Bòhe'<br>
356. Biou<br>
357. Biou, Kasabā'<br>
358. Pantoeng<br>
359. Ragang noe paǹtoeng<br>
360. Ràngi', Oetòean<br>
364. Oetòean<br>
365. Bàla, Tou màta<br>
366. Kahidòpang soe oetòeang<br>
367. Mapìa<br>
368. Dòsa, Sářa<br>
369. Poòeata'<br>
370. Poòeata', laràngeng<br>
371. Barìang mahoeànei<br>
372. Barìang babìnei<br>
374. Masìgi<br>
375. Tampa poòeata'<br>
376. Banòea kokonìo'<br>
377. Bàrei pananimbàngen<br>
378. Korano<br>
381. Timbònang noe mahisàkoeroe<br>
382. Tàmpa katatakòeang<br>
386. Kapala'm banòea<br>
388. Tou màta bànsa<br>
389. Sìde gagòedang
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
ck317a0jhydhwtn0vg8r282tqfdfqen
282731
282709
2026-05-06T14:02:16Z
Thersetya2021
15831
282731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
258. Àna' toeàdi<br>
261. (Àna') mahoeanei<br>
262. (Àna') babìnei<br>
263. Òpo' mahoeànei<br>
264. Òpo' babìnei<br>
265. Òpo' papòna<br>
266. Òpo' gagoedang<br>
267. Òpo' papòna<br>
268. Kàka' mahoeànei<br>
269. Kàka' babìnei<br>
270 kàka' mahoeànei, kàka<br>
271. babìnei<br>
272 Kàka' mahoeànei, Kàka<br>
273. babìnei<br>
274. Poèjoeng<br>
275/<br>
276. Kadìo'<br>
277-<br>
280. Kadìo'<br>
281-<br>
286. Ìna' kadìo'<br>
287-<br>
290/<br>
295. Kaka'<br>
291-<br>
294/<br>
296. Kàka'<br>
299. Pakoeanàken mahoeànei<br>
300. Pakoeanàken babìnei<br>
302/<br>
303. Pakoeanàken<br>
304. Ìtou, Àta' <5><br>
305. Àna' niara'<br>
306-<br>
309. Ìpa'<br>
310/<br>
314. Ìpa'<br>
315. Tàhàna'<br>
316. Sangkà'<br>
317. i Angkoeng<br>
318. i Angkoeng<br>
326. Tàna, banòea<br>
327. Banòea rāmo'<br>
328. Banòea ràmo'<br>
329. Banòea kokonìo'<br>
330. Bànsa
{{multicol-break}}
331. Kahambata'<br>
332. Kataba'<br>
333. Doa<br>
334. Tiking kahambata'<br>
337. Toeroesoe'<br>
338. Rabe'<br>
339. Kasoeang<br>
340. Saki' makapapia<br>
341. <6><br>
343/<br>
344. Himoèkoedoe'<br>
345. Moboedoeàta <7><br>
346. Agàma, pooèata'<br>
347. Mamihei sìri'<br>
351. Bòhe'<br>
352. Bòhe', Hòeroep<br>
353. Kahatasà'<br>
354. Bòhe'<br>
356. Biou<br>
357. Biou, Kasabā'<br>
358. Pantoeng<br>
359. Ragang noe paǹtoeng<br>
360. Ràngi', Oetòean<br>
364. Oetòean<br>
365. Bàla, Tou màta<br>
366. Kahidòpang soe oetòeang<br>
367. Mapìa<br>
368. Dòsa, Sářa<br>
369. Poòeata'<br>
370. Poòeata', laràngeng<br>
371. Barìang mahoeànei<br>
372. Barìang babìnei<br>
374. Masìgi<br>
375. Tampa poòeata'<br>
376. Banòea kokonìo'<br>
377. Bàrei pananimbàngen<br>
378. Korano<br>
381. Timbònang noe mahisàkoeroe<br>
382. Tàmpa katatakòeang<br>
386. Kapala'm banòea<br>
388. Tou màta bànsa<br>
389. Sìde gagòedang
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
1fa7wlym8kwgr7yyutyiwo90giecmlo
Pembicaraan Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/69
105
101048
282624
2026-05-06T12:54:55Z
Devi 4340
13230
/* Serobot */ bagian baru
282624
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
as6bckc2mzr5mmftuk1ocv14v0jcfrz
282722
282624
2026-05-06T14:00:03Z
Devi 4340
13230
/* Validasi */ bagian baru
282722
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
bn1ry2c8bn19yk009z0mab3hrmk2awc
282739
282722
2026-05-06T14:06:09Z
Thersetya2021
15831
/* Serobot */ Balas
282739
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
8yfld5fz0vwky989meyi8odd151ww4f
283274
282739
2026-05-07T03:03:03Z
Devi 4340
13230
diserobot lagi.
283274
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
::Sungguh lucu. Halaman ini saya booking kemarin, tapi diserobot oleh @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], kemudian setelah dimerahkan kembali oleh panitia, diserobot lagi oleh @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Jadi, Teman{{2}}, pada saat halaman buku yang diuji baca tinggal sedikit, baiknya dilihat dulu bagian "Lihat riwayat" dan bagian "Pembicaraan"nya. Terima kasih!{{--}}[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.03 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
nmubpr0m56gys12igtidmq1fqqrg5lj
283282
283274
2026-05-07T03:10:42Z
Radramboo
23710
/* Serobot */ Balas
283282
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
::Sungguh lucu. Halaman ini saya booking kemarin, tapi diserobot oleh @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], kemudian setelah dimerahkan kembali oleh panitia, diserobot lagi oleh @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Jadi, Teman{{2}}, pada saat halaman buku yang diuji baca tinggal sedikit, baiknya dilihat dulu bagian "Lihat riwayat" dan bagian "Pembicaraan"nya. Terima kasih!{{--}}[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.03 (UTC)
:::Saya melihat riwayat pengembalian dari halamannya itu sendiri. Tidak ada yg membooking halaman ini. Jadi tidak ada menyerobot, ya. Terima kasih. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.10 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
renveqhmg6hc8ikbf1goom9m215aa6n
283354
283282
2026-05-07T03:48:48Z
Devi 4340
13230
/* Serobot */ Balas
283354
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
::Sungguh lucu. Halaman ini saya booking kemarin, tapi diserobot oleh @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], kemudian setelah dimerahkan kembali oleh panitia, diserobot lagi oleh @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Jadi, Teman{{2}}, pada saat halaman buku yang diuji baca tinggal sedikit, baiknya dilihat dulu bagian "Lihat riwayat" dan bagian "Pembicaraan"nya. Terima kasih!{{--}}[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.03 (UTC)
:::Saya melihat riwayat pengembalian dari halamannya itu sendiri. Tidak ada yg membooking halaman ini. Jadi tidak ada menyerobot, ya. Terima kasih. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.10 (UTC)
::::@[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] Bagaimana, Mbak? Apakah hak menguningkan halaman ini masih ada pada saya jika kasusnya begini? [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.48 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
ky2o07adfz0orl6ekltnfpmz3uo1da0
283359
283354
2026-05-07T03:52:04Z
Radramboo
23710
/* Serobot */ Balas
283359
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
::Sungguh lucu. Halaman ini saya booking kemarin, tapi diserobot oleh @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], kemudian setelah dimerahkan kembali oleh panitia, diserobot lagi oleh @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Jadi, Teman{{2}}, pada saat halaman buku yang diuji baca tinggal sedikit, baiknya dilihat dulu bagian "Lihat riwayat" dan bagian "Pembicaraan"nya. Terima kasih!{{--}}[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.03 (UTC)
:::Saya melihat riwayat pengembalian dari halamannya itu sendiri. Tidak ada yg membooking halaman ini. Jadi tidak ada menyerobot, ya. Terima kasih. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.10 (UTC)
::::@[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] Bagaimana, Mbak? Apakah hak menguningkan halaman ini masih ada pada saya jika kasusnya begini? [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.48 (UTC)
:::::Nah begitu lebih baik, kita serahkan kepada panitia yang berwenang aja, seandainya dibalikin ke merah pun saya ga masalah juga. asal editan sayanya ga diikutkan lagi hehehe. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.52 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
0bvimno8bg2kqhf08tcj8dkvi128l20
283434
283359
2026-05-07T04:26:40Z
Thersetya2021
15831
/* Serobot */ Balas
283434
wikitext
text/x-wiki
== Serobot ==
Mbak @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]], halaman ini sudah saya booking tadi siang, tapi malah diserobot @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]]. Tolong kembalikan ke merah, ya. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 12.54 (UTC)
:Iya, Kak. Saya lihat masih banyak kesalahan juga. Status halaman sudah kembali ke merah. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.06 (UTC)
::Sungguh lucu. Halaman ini saya booking kemarin, tapi diserobot oleh @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], kemudian setelah dimerahkan kembali oleh panitia, diserobot lagi oleh @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Jadi, Teman{{2}}, pada saat halaman buku yang diuji baca tinggal sedikit, baiknya dilihat dulu bagian "Lihat riwayat" dan bagian "Pembicaraan"nya. Terima kasih!{{--}}[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.03 (UTC)
:::Saya melihat riwayat pengembalian dari halamannya itu sendiri. Tidak ada yg membooking halaman ini. Jadi tidak ada menyerobot, ya. Terima kasih. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.10 (UTC)
::::@[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] Bagaimana, Mbak? Apakah hak menguningkan halaman ini masih ada pada saya jika kasusnya begini? [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 7 Mei 2026 03.48 (UTC)
:::::Nah begitu lebih baik, kita serahkan kepada panitia yang berwenang aja, seandainya dibalikin ke merah pun saya ga masalah juga. asal editan sayanya ga diikutkan lagi hehehe. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 7 Mei 2026 03.52 (UTC)
:::::Setelah saya lihat riwayat suntingan, tidak ada tag sedang dikerjakan Kak @[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]]. Dalam hal ini, status halaman yang dikerjakan Kak @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] tidak dapat saya turunkan karena alasan menyerobot. Namun, jika ditemukan lebih dari 5 kesalahan saya tetap bisa menurunkannya. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 7 Mei 2026 04.26 (UTC)
== Validasi ==
Halo, @[[Pengguna:Zeefra|Zeefra]] saya lihat kamu memakai templat center untuk penomoran halaman, ya. Ini cukup cerdik, tapi untuk penomoran halaman umumnya memakai templat <nowiki>{{RunningHeader}}</nowiki>. Saya lihat juga penggunaan tanda petik di sini masih keliru, gunakan tanda petik yang ada di Karakter khusus bagian Simbol, ya. Terakhir, saya harap kamu lebih teliti ke depannya. Semangat! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 14.00 (UTC)
17fbfjt16sgb9p84e2mgsbsxkrwxf5d
Pembicaraan Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/18
105
101049
282636
2026-05-06T13:03:39Z
Devi 4340
13230
/* Validasi */ bagian baru
282636
wikitext
text/x-wiki
== Validasi ==
Arsa @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], jangan-jangan buru{{2}} pas validasi halaman ya, apalagi untuk halaman yang berteks panjang macam majalah ini. Dilihat sekilas saja masih ada beberapa kesalahan yang belum diperbaiki. Semangat menyunting!
Ping panitia @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]]{{--}} [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 13.03 (UTC)
gs9mz9hn3b8kbsbhz9nnnlwq8xmy3t1
282793
282636
2026-05-06T14:55:53Z
Thersetya2021
15831
/* Validasi */ Balas
282793
wikitext
text/x-wiki
== Validasi ==
Arsa @[[Pengguna:Ars-arsa|Ars-arsa]], jangan-jangan buru{{2}} pas validasi halaman ya, apalagi untuk halaman yang berteks panjang macam majalah ini. Dilihat sekilas saja masih ada beberapa kesalahan yang belum diperbaiki. Semangat menyunting!
Ping panitia @[[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]]{{--}} [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 Mei 2026 13.03 (UTC)
:Baik, Kak.. saya akan melakukan tindakan. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 14.55 (UTC)
41jmm2j6rixoxpmzkkdpdu8xmm60wxn
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/443
104
101050
282638
2026-05-06T13:04:30Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
282638
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>djalanken nijatnja. Aken tetapi, hamba telah bales padanja begitoe roepa sampe keras maloenja dan ia teroes djoewal sama hamba pada soedagar itoe, jang bawa bamba kemari, aken di djoewal pada doeli sjah alam. Soedagar inilah, sa-orang alim dan baik, selamanja kita di djalan terlaloe baik hamba di rawatnja sampe soenggoe haroes hamba poedji padanja.”
Koetika hamba telah di beli doeli sjah alam , baiklah doeli sjah alam piarah betoel sama hamba, serta doeli sjah alam oondjo enken pada
bamba katjinta-an jang tiada berkapoetoesan, sekalian perampoewan doeli sjah alam telah di lepasken, tjoema aken menjintahkеn hamba sendiri. Tjoba tiada sademikian adanja, nistjaija hamba tiada tinggal di sini barang
sadjam lamanja. Hamba tentoe berlompat toeroen ka dalem laoet dari ini djendela, aken poelang kombali pada hamba poenja kaoem kaloewarga.
Aken tetapi sekarang ini sedang hamba lagi berbadan doewa, tiada dapet hamba berboewat begitoe, sebab kaloe hamba poelang begini, biar apa djoega hamba bilang pada hamba poenja iboe dan soedara, selama-lamanja marika itoe tiada nanti maoe pertjaija, baboswa hamba telah djadi boedak radja seperti doeli sjah alam. Lagi marika itoe tiada nanti ampeonin kasalaban hamba ini, jang telah hamba berboewat, melawan soempah hamba jang doeloe sama hamba poenja soedara. Maka sekarang, anak jang nanti di lahirken, baik laki-laki atawa perampoewan, ia itoelah mendjadi soewatoe rante besar, jang mengikat hamba poenja kaki sampe hamba tiada sanggoep tinggalin doeli sjah alam. Kerna itoepoen, hamba harep djangan
doeli sjah alam bikin hamba seperti boedak, halnja seperti permiso sri radja, sebab hamba poenja asal oesoel poen radja besar djoega.”
Demikianlah tjeritahnja poetera Gulnare, maka barang abis ia tjerita begitoe lantas radja berkata: »Aai, toewan posteri, apakah tjeritanja toewan poeteri jang baroe kami dengar? Allah, brapa banjak hal jang kami sekarang kepingin tanja pada adinda toewan poeteri!
Aken tetapi sabelonmja bamba menanja lebi djaoe, maka kami minta trima kasi banjak pada adinda, jang adinda bersoedi ati, aken tjoba kami poenja katjinta-an. Kami rasa jang kami tiada bisa lagi tambah katjinta-an kami, maka sasoedahnja kami dengar adinda poenja tjerita, adoeh terlebi keras poela kami bertjinta. Sekarang adinda boekandja toewan poeteri lagi, padahal permisoeri radja baginda benoewa Persie. Nanti besok, kami maloemken pada sekalian rajat isi negri, bahoewa adinda inilah permisoeri baginda radja Persie. Kami bikin rame-ramejan ampat poeloe hari-ampat poeloe malem, soepaija sekalian anak negri djangan dapet loepabken hari jang amat beroentoeng ini. Ach, tjoba dari doeloe adinda soeda maoe bitjara, boekankah soeda lama kedjadian apa jang nanti baroe di maloemken besok pagi?<noinclude>{{rh||1508|}}
{{rh|1001 Malam||72}}</noinclude>
2awqrcg2pb0p0tlfdga8z003j8a6gy7
283345
282638
2026-05-07T03:45:36Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283345
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>djalanken nijatnja. Aken tetapi, hamba telah bales padanja begitoe roepa sampe keras maloenja dan ia teroes djoewal sama hamba pada soedagar itoe, jang bawa bamba kemari, aken di djoewal pada doeli sjah alam. Soedagar inilah, sa-orang alim dan baik, selamanja kita di djalan terlaloe baik hamba di rawatnja sampe soenggoe haroes hamba poedji padanja.”
Koetika hamba telah di beli doeli sjah alam , baiklah doeli sjah alam piarah betoel sama hamba, serta doeli sjah alam oondjo enken pada
bamba katjinta-an jang tiada berkapoetoesan, sekalian perampoewan doeli sjah alam telah di lepasken, tjoema aken menjintahkеn hamba sendiri. Tjoba tiada sademikian adanja, nistjaija hamba tiada tinggal di sini barang
sadjam lamanja. Hamba tentoe berlompat toeroen ka dalem laoet dari ini djendela, aken poelang kombali pada hamba poenja kaoem kaloewarga.
Aken tetapi sekarang ini sedang hamba lagi berbadan doewa, tiada dapet hamba berboewat begitoe, sebab kaloe hamba poelang begini, biar apa djoega hamba bilang pada hamba poenja iboe dan soedara, selama-lamanja marika itoe tiada nanti maoe pertjaija, baboswa hamba telah djadi boedak radja seperti doeli sjah alam. Lagi marika itoe tiada nanti ampeonin kasalaban hamba ini, jang telah hamba berboewat, melawan soempah hamba jang doeloe sama hamba poenja soedara. Maka sekarang, anak jang nanti di lahirken, baik laki-laki atawa perampoewan, ia itoelah mendjadi soewatoe rante besar, jang mengikat hamba poenja kaki sampe hamba tiada sanggoep tinggalin doeli sjah alam. Kerna itoepoen, hamba harep djangan
doeli sjah alam bikin hamba seperti boedak, halnja seperti permiso sri radja, sebab hamba poenja asal oesoel poen radja besar djoega.”
Demikianlah tjeritahnja poetera Gulnare, maka barang abis ia tjerita begitoe lantas radja berkata: »Aai, toewan posteri, apakah tjeritanja toewan poeteri jang baroe kami dengar? Allah, brapa banjak hal jang kami sekarang kepingin tanja pada adinda toewan poeteri!
Aken tetapi sabelonmja bamba menanja lebi djaoe, maka kami minta trima kasi banjak pada adinda, jang adinda bersoedi ati, aken tjoba kami poenja katjinta-an. Kami rasa jang kami tiada bisa lagi tambah katjinta-an kami, maka sasoedahnja kami dengar adinda poenja tjerita, adoeh terlebi keras poela kami bertjinta. Sekarang adinda boekandja toewan poeteri lagi, padahal permisoeri radja baginda benoewa Persie. Nanti besok, kami maloemken pada sekalian rajat isi negri, bahoewa adinda inilah permisoeri baginda radja Persie. Kami bikin rame-ramejan ampat poeloe hari-ampat poeloe malem, soepaija sekalian anak negri djangan dapet loepabken hari jang amat beroentoeng ini. Ach, tjoba dari doeloe adinda soeda maoe bitjara, boekankah soeda lama kedjadian apa jang nanti baroe di maloemken besok pagi?<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1508|{{smaller|72}}}}</noinclude>
q573ps8h411yejc07my69i9a8um5l1t
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/445
104
101051
282640
2026-05-06T13:04:42Z
Ichahahaha
27015
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '$$XXR 1001 MALAM Adapoen adinda baiklab tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakab prika -ada -an keradja -an di dalem laoet . Kami djoega soedah taoe dengar tjeritab ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalab,, sasoedabnja kami dengar adinda poepja bitjara, dan adinda aken djadi boektipja , bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bi...
282640
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichahahaha" /></noinclude>$$XXR 1001 MALAM
Adapoen adinda baiklab tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakab
prika -ada -an keradja -an di dalem laoet . Kami djoega soedah taoe dengar
tjeritab ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng.
Hata, maka sekarang kami pertjaijalab,, sasoedabnja kami dengar adinda
poepja bitjara, dan adinda aken djadi boektipja , bahoewa sasoenggoenja ada
orang di dalem laoet.
Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi
bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa
abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak .
Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe
kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: » Dengan segala soeka ati kami tjeritah.
ken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama
djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama
djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem
badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin
kita terlebi segar lagi . Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan
djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen
tinggal kering djoega . Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan
babasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, baboewa aer itoe tiada sekali -kali meng
alang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka
kita tiada sekali- kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja
mata poen tadjem , djadi biar sebagimana dalem poela laost itoe, masih djoe
ga kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama
sadja seperti di darat. Dari pada karadja -an di dalem laoetan seperti di
darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar
lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing -masing negri poen
berbedahan djoega seperti di darat, dan astana -astana tempat perdiaman radja
radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang
berwarna -warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang
moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal -mahal. Emas, perak
dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di
dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di
mana -mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar
seperti di laoet, perampoewan -perampoewan jang miskin sekali poen masih
ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita
berkreta. Adapoen masing-masing radja -radja di negri ada poenja koeda
dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian kan.
1509<noinclude></noinclude>
0m5h2gfi1vckh4dpctjo11hrvpy1myk
282725
282640
2026-05-06T14:00:30Z
Ichahahaha
27015
282725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklab tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar
tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang
moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian kan{{hws|kan|kan<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
gveqb3qpw76yeq9ume5n40dka0m7fqv
282728
282725
2026-05-06T14:01:02Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
282728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklab tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar
tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang
moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian kan{{hws|kan|kandaraan}}<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
s4eqyxqubtvnrp8b3wdpbattbgzd5vm
282732
282728
2026-05-06T14:02:48Z
Ichahahaha
27015
282732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklab tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar
tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang
moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian {{hws|kan|kandaraan}}<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
e8tlip0t043ss6sa7qywufmtslajqa6
283340
282732
2026-05-07T03:43:44Z
Ichahahaha
27015
283340
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklah tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang
moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian {{hws|kan|kandaraan}}<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
kadxydnatftsgsf0xhpwpgm4hwrepq0
283349
283340
2026-05-07T03:46:59Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283349
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklah tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian {{hwe|kan|kandaraan}}<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
sdoqvxfvzlvvbd2yonkcor96on10jb7
283350
283349
2026-05-07T03:47:35Z
Zeefra
22281
283350
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>Adapoen adinda baiklah tjeritaken sedikit pada kami, bogimanakah prika-ada-an keradja-an di dalem laoet. Kami djoega soedah taoe dengar tjeritah ada orang di dalem laoet, tetapi kami kira semoewa itoe dongeng. Hata, maka sekarang kami pertjaijalah, sasoedahnja kami dengar adinda poenja bitjara, dan adinda aken djadi boektinja, bahoewa sasoenggoenja ada orang di dalem laoet. Maka satoe bal, jang membikin kami mendjadi bingoeng, kami harep adinda soeka kasi katerangannja. Kami tiada bisa abis fikir, bagimana orang bisa idoep di dalem laoet, tida mati sesak. Betoel ada orang jang bisa silam lama di dalem aer, aken tetapi, kaloe kelama-an tentoe dia misti timboel bernafas, kapan tida matilah dia.
Maka djawab permisoeri Gulnare: »Dengan segala soeka ati kami tjeritahken itoe pada kakanda . Kita orang berdjalan-djalan di dalem laoet sama djoega seperti orang-orang jang berdjalan di darat; kita orang bernafas sama djoega orang bernafas di darat, sebab aer jang toeroen masoek di dalem badan kita, djika kita bernafas, tiada membikin kita sesak, halnja membikin kita terlebi segar lagi. Jang heran poela, ia itoe kita orang poenja pakejan djoega tida basah dan kapan kita naik ka darat, kita poenja pakejan poen tinggal kering djoega. Kita orang poeuja bahasa, ia itoe sama sadja dengan bahasa itoe jang ada tertoelis di tjintjin wasijatnja nabi Soleiman.
Lagi kami misti kasi taoe, bahoewa aer itoe tiada sekali-kali mengalang-alangken kita meliat, kita orang berdjalan dengan mata terboeka, maka kita tiada sekali-kali merasa aer itoe masoek di dalem mata. Kita poenja mata poen tadjem, djadi biar sebagimana dalem poela laoet itoe, masih djoega kita dapet meliat seperti di darat.
Malem poen begitoe djoega, kita dapet liat boelan dan bintang sama sadja seperti di darat. Dari pada karadja-an di dalem laoetan seperti di darat, ada negri-negri besar, seperti: benoewa, maka banjak poela terlebi besar lagi dari karadja-an di darat. Maka adat lembaga masing-masing negri poen berbedahan djoega seperti di darat, dan astana-astana tempat perdiaman radja-radja terlaloe amat endah-endah ada jang terbikin dari batoe marmer, jang berwarna-warna roepa ada jang dari batoe chabloer, ada jang dari biang moetiara dan merdjan dan laen-laen barang jang mahal-mahal. Emas, perak dan laen-laen batoe permata intan bidoeri djambroet ada terlebi banjak di dalem laoet dari di daratan. Maka jang paling bagoes, ia itoe moetiara. Di mana-mana negri di darat tiada ada moetiara jang begitoe bagoes dan besar seperti di laoet, perampoewan-perampoewan jang miskin sekali poen masih ada poenja peribasan dari pada moetiara.
Kita orang bisa berdjalan dengan tjepat sekali sampe tiada perloe kita berkreta. Adapoen masing-masing radja-radja di negri ada poenja koeda dan kreta, maka koedanja semoewa koeda laoet, tetapi sekalian {{hws|kan|kandaraan}}<noinclude>{{rh||1509|}}</noinclude>
73vg1k8bm2scco67w9fyvpq40tolw60
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/385
104
101052
282654
2026-05-06T13:17:29Z
Seeharee
22422
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1 1 <^~^«<||| 1001 MALAM tiada sakedjap mata lagi, maka kapal itoe soeda di koelilingin praoe-praoe orang toekang silem moetiara, orang-orang itoe minta, aken djadi koeli me- njil-m moetiara. Orang-orang pada lempar oewang ka dalem laoet, maka orang orang toekang silam pada terdjoen ka dalem laoet abis di tangkepnja oewang jang lagi tenggelam itoe. Sedang rame orang maen boewang doewit itoe ka dalem laoet, maka itoe kera jang ada terikat di atas...
282654
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Seeharee" /></noinclude>1
1
<^~^«<||| 1001 MALAM
tiada sakedjap mata lagi, maka kapal itoe soeda di koelilingin praoe-praoe
orang toekang silem moetiara, orang-orang itoe minta, aken djadi koeli me-
njil-m moetiara. Orang-orang pada lempar oewang ka dalem laoet, maka orang
orang toekang silam pada terdjoen ka dalem laoet abis di tangkepnja oewang
jang lagi tenggelam itoe. Sedang rame orang maen boewang doewit itoe ka
dalem laoet, maka itoe kera jang ada terikat di atas dek mendjadi seperti
galak, ia berontak-rontak sampe terlepas dari rantenja laloe ia poen nerdjoen
djoega ka dalem laoet. Aboel Mosaffier kaget meliat kera itoe ilang di dalem
laoetan, maka ia berkata dengan sanget kasiannja: „Ja, Allah, apakah Aboel
Mohamed Alkeslan nanti bilang, kapan dia tida dapet liat binatang itoe, jang
kami beli-in boewat dia dengan oewangnja?" Koetika orang-orang toekang
alam timboel lagi dari dalem laoet, maka kera itoepoen timboel djoega, maka
kaki tangannja memegang bebrapa biang moetiara, jang di serahkennja di
hadepan kakinja Aboel Mosaffier. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hal
ini demikian adanja, maka heranlah ia, serta di pertjajanja soenggoe, bahoe-
wa kera ini boekan sembarang kera, adapoen soewatoe machloek jang
berilmoe.
Setelah kapal itoe belajar lagi lebi djaoe, maxa kena kelanggar angin
riboet, hingga terdampar di soewatoe poelo, dan pendoedoek orang itoe semoe-
wa manoesia makan orang. Apabila orang-orang ini dapet liat kapal itoe
terdampar, maka marika itoe lantas pegi tangkep sekalian isi kapal di bawa
kabadepan radjanja. Barang sampe di hadepan radja, maka radja prentah
separonja marika itoe misti di panggang laloe di makan daging orang-orang itoe.
Soepaija soedagar jang laen tida dapet liat itoe anijaja, maka marika itoe di toetoep
doeloe di dalem soewatoe roemah, aken menantiken waktoe boewat di bikin sesate.
Kera itoe tiada diopenin. Hata maka betoel di tengah malem itoe kera dateng, laloe
di boeka tali-tali pengikatnja Aboel Mosaffier. Ia ini tiada taoe siapa jang
soedah lepasken dia dari pada tali-tali pengikatnja, maka ia pegi ampirin
teman-temannja.
Marika itoe kira Aboel Mosaffier dapet boeka sendiri tali-talinja, djadi ma
rika itoe pada mengotjap soekoer katanja: „Sjoekoer alhamdoe lilah, A boe
Mosaffier telah di toeloeng Allah, ia dapet boeka tali-talinja, maka sekarang bisa
lah ia menoeloengi kita." Maka Aboel Mosaffier menjaoet: Teman-teman! boekan
kami sendiri jang memboeka tali-tali kami, adapoen monjet itoe jang kami
beli-in boewat Mohamed Alkeslan, ia itoelah jang menoeloengi kami. Dari
sebab besar trima kasi, kami djandjiken aken membrihken jang ampoenja kera
itoe satoe kantong oewang jang terisi seriboe dinar emas." Maka soedager jang
laen-laen poen berkata:,Djikaloe kita orang djoega di toeloengnja, nistjaija
kita poen bribken padanja masing-masing sa-banjakoja itoe.
Apabila soedagar-sosdagar itoe sekalian soeda berdjandji sademikian, maka
1481
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
k7pt3jtyqkllmv0klhgstixag6rt0kz
282660
282654
2026-05-06T13:21:36Z
Seeharee
22422
282660
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Seeharee" /></noinclude>tiada sakedjap mata lagi, maka kapal itoe soeda di koelilingin praoe-praoe orang toekang silem moetiara, orang-orang itoe minta, aken djadi koeli me- njil-m moetiara. Orang-orang pada lempar oewang ka dalem laoet, maka orang orang toekang silam pada terdjoen ka dalem laoet abis di tangkepnja oewang jang lagi tenggelam itoe. Sedang rame orang maen boewang doewit itoe ka dalem laoet, maka itoe kera jang ada terikat di atas dek mendjadi seperti galak, ia berontak-rontak sampe terlepas dari rantenja laloe ia poen nerdjoen djoega ka dalem laoet. Aboel Mosaffier kaget meliat kera itoe ilang di dalem laoetan, maka ia berkata dengan sanget kasiannja: „Ja, Allah, apakah Aboel Mohamed Alkeslan nanti bilang, kapan dia tida dapet liat binatang itoe, jang kami beli-in boewat dia dengan oewangnja?" Koetika orang-orang toekang alam timboel lagi dari dalem laoet, maka kera itoepoen timboel djoega, maka kaki tangannja memegang bebrapa biang moetiara, jang di serahkennja di hadepan kakinja Aboel Mosaffier. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hal ini demikian adanja, maka heranlah ia, serta di pertjajanja soenggoe, bahoe- wa kera ini boekan sembarang kera, adapoen soewatoe machloek jang berilmoe. Setelah kapal itoe belajar lagi lebi djaoe, maxa kena kelanggar angin riboet, hingga terdampar di soewatoe poelo, dan pendoedoek orang itoe semoe- wa manoesia makan orang. Apabila orang-orang ini dapet liat kapal itoe terdampar, maka marika itoe lantas pegi tangkep sekalian isi kapal di bawa kabadepan radjanja. Barang sampe di hadepan radja, maka radja prentah separonja marika itoe misti di panggang laloe di makan daging orang-orang itoe. Soepaija soedagar jang laen tida dapet liat itoe anijaja, maka marika itoe di toetoep doeloe di dalem soewatoe roemah, aken menantiken waktoe boewat di bikin sesate. Kera itoe tiada diopenin. Hata maka betoel di tengah malem itoe kera dateng, laloe di boeka tali-tali pengikatnja Aboel Mosaffier. Ia ini tiada taoe siapa jang soedah lepasken dia dari pada tali-tali pengikatnja, maka ia pegi ampirin teman-temannja. Marika itoe kira Aboel Mosaffier dapet boeka sendiri tali-talinja, djadi ma rika itoe pada mengotjap soekoer katanja: „Sjoekoer alhamdoe lilah, A boe Mosaffier telah di toeloeng Allah, ia dapet boeka tali-talinja, maka sekarang bisa lah ia menoeloengi kita." Maka Aboel Mosaffier menjaoet: Teman-teman! boekan kami sendiri jang memboeka tali-tali kami, adapoen monjet itoe jang kami beli-in boewat Mohamed Alkeslan, ia itoelah jang menoeloengi kami. Dari sebab besar trima kasi, kami djandjiken aken membrihken jang ampoenja kera itoe satoe kantong oewang jang terisi seriboe dinar emas." Maka soedager jang laen-laen poen berkata:,Djikaloe kita orang djoega di toeloengnja, nistjaija kita poen bribken padanja masing-masing sa-banjakoja itoe. Apabila soedagar-sosdagar itoe sekalian soeda berdjandji sademikian, maka<noinclude></noinclude>
5p2qef7izunhbdlwoliqh76n4k66uea
282669
282660
2026-05-06T13:25:56Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>tiada sakedjap mata lagi, maka kapal itoe soeda di koelilingin praoe-praoe orang toekang silem moetiara, orang-orang itoe minta, aken djadi koeli menjilem moetiara. Orang-orang pada lempar oewang ka dalem laoet, maka orang orang toekang silam pada terdjoen ka dalem laoet abis di tangkepnja oewang jang lagi tenggelam itoe. Sedang rame orang maen boewang doewit itoe ka dalem laoet, maka itoe kera jang ada terikat di atas dek mendjadi seperti galak, ia berontak-rontak sampe terlepas dari rantenja laloe ia poen nerdjoen djoega ka dalem laoet. Aboel Mosaffier kaget meliat kera itoe ilang di dalem laoetan, maka ia berkata dengan sanget kasiannja: „Ja, Allah, apakah Aboel Mohamed Alkeslan nanti bilang, kapan dia tida dapet liat binatang itoe, jang kami beli-in boewat dia dengan oewangnja?" Koetika orang-orang toekang alam timboel lagi dari dalem laoet, maka kera itoepoen timboel djoega, maka kaki tangannja memegang bebrapa biang moetiara, jang di serahkennja di hadepan kakinja Aboel Mosaffier. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hal ini demikian adanja, maka heranlah ia, serta di pertjajanja soenggoe, bahoewa kera ini boekan sembarang kera, adapoen soewatoe machloek jang berilmoe.
Setelah kapal itoe belajar lagi lebi djaoe, maxa kena kelanggar angin riboet, hingga terdampar di soewatoe poelo, dan pendoedoek orang itoe semoe- wa manoesia makan orang. Apabila orang-orang ini dapet liat kapal itoe terdampar, maka marika itoe lantas pegi tangkep sekalian isi kapal di bawa kabadepan radjanja. Barang sampe di hadepan radja, maka radja prentah separonja marika itoe misti di panggang laloe di makan daging orang-orang itoe. Soepaija soedagar jang laen tida dapet liat itoe anijaja, maka marika itoe di toetoep doeloe di dalem soewatoe roemah, aken menantiken waktoe boewat di bikin sesate. Kera itoe tiada diopenin. Hata maka betoel di tengah malem itoe kera dateng, laloe di boeka tali-tali pengikatnja Aboel Mosaffier. Ia ini tiada taoe siapa jang soedah lepasken dia dari pada tali-tali pengikatnja, maka ia pegi ampirin teman-temannja.
Marika itoe kira Aboel Mosaffier dapet boeka sendiri tali-talinja, djadi ma rika itoe pada mengotjap soekoer katanja: „Sjoekoer alhamdoe lilah, A boe Mosaffier telah di toeloeng Allah, ia dapet boeka tali-talinja, maka sekarang bisa lah ia menoeloengi kita." Maka Aboel Mosaffier menjaoet: Teman-teman! boekan kami sendiri jang memboeka tali-tali kami, adapoen monjet itoe jang kami beli-in boewat Mohamed Alkeslan, ia itoelah jang menoeloengi kami. Dari sebab besar trima kasi, kami djandjiken aken membrihken jang ampoenja kera itoe satoe kantong oewang jang terisi seriboe dinar emas." Maka soedager jang laen-laen poen berkata: „Djikaloe kita orang djoega di toeloengnja, nistjaija kita poen bribken padanja masing-masing sa-banjakoja itoe.
Apabila soedagar-sosdagar itoe sekalian soeda berdjandji sademikian, maka<noinclude>{{rh||1481|}}</noinclude>
qcgol0nc7061etxucy0le5nbcv04nmm
283290
282669
2026-05-07T03:15:55Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283290
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>tiada sakedjap mata lagi, maka kapal itoe soeda di koelilingin praoe-praoe orang toekang silem moetiara, orang-orang itoe minta, aken djadi koeli menjilem moetiara. Orang-orang pada lempar oewang ka dalem laoet, maka orang orang toekang silam pada terdjoen ka dalem laoet abis di tangkepnja oewang jang lagi tenggelam itoe. Sedang rame orang maen boewang doewit itoe ka dalem laoet, maka itoe kera jang ada terikat di atas dek mendjadi seperti galak, ia berontak-rontak sampe terlepas dari rantenja laloe ia poen nerdjoen djoega ka dalem laoet. Aboel Mosaffier kaget meliat kera itoe ilang di dalem laoetan, maka ia berkata dengan sanget kasiannja: „Ja, Allah, apakah Aboel Mohamed Alkeslan nanti bilang, kapan dia tida dapet liat binatang itoe, jang kami beli-in boewat dia dengan oewangnja?" Koetika orang-orang toekang alam timboel lagi dari dalem laoet, maka kera itoepoen timboel djoega, maka kaki tangannja memegang bebrapa biang moetiara, jang di serahkennja di hadepan kakinja Aboel Mosaffier. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hal ini demikian adanja, maka heranlah ia, serta di pertjajanja soenggoe, bahoewa kera ini boekan sembarang kera, adapoen soewatoe machloek jang berilmoe.
Setelah kapal itoe belajar lagi lebi djaoe, maxa kena kelanggar angin riboet, hingga terdampar di soewatoe poelo, dan pendoedoek orang itoe semoe- wa manoesia makan orang. Apabila orang-orang ini dapet liat kapal itoe terdampar, maka marika itoe lantas pegi tangkep sekalian isi kapal di bawa kabadepan radjanja. Barang sampe di hadepan radja, maka radja prentah separonja marika itoe misti di panggang laloe di makan daging orang-orang itoe. Soepaija soedagar jang laen tida dapet liat itoe anijaja, maka marika itoe di toetoep doeloe di dalem soewatoe roemah, aken menantiken waktoe boewat di bikin sesate. Kera itoe tiada diopenin. Hata maka betoel di tengah malem itoe kera dateng, laloe di boeka tali-tali pengikatnja Aboel Mosaffier. Ia ini tiada taoe siapa jang soedah lepasken dia dari pada tali-tali pengikatnja, maka ia pegi ampirin teman-temannja.
Marika itoe kira Aboel Mosaffier dapet boeka sendiri tali-talinja, djadi ma rika itoe pada mengotjap soekoer katanja: „Sjoekoer alhamdoe lilah, A boe Mosaffier telah di toeloeng Allah, ia dapet boeka tali-talinja, maka sekarang bisa lah ia menoeloengi kita." Maka Aboel Mosaffier menjaoet: Teman-teman! boekan kami sendiri jang memboeka tali-tali kami, adapoen monjet itoe jang kami beli-in boewat Mohamed Alkeslan, ia itoelah jang menoeloengi kami. Dari sebab besar trima kasi, kami djandjiken aken membrihken jang ampoenja kera itoe satoe kantong oewang jang terisi seriboe dinar emas." Maka soedager jang laen-laen poen berkata: „Djikaloe kita orang djoega di toeloengnja, nistjaija kita poen bribken padanja masing-masing sa-banjakoja itoe.
Apabila soedagar-sosdagar itoe sekalian soeda berdjandji sademikian, maka<noinclude>{{rh||1481|}}</noinclude>
665acde41tepl5pmxvr1l9nbk36u060
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/201
104
101053
282657
2026-05-06T13:18:35Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
282657
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
282765
282657
2026-05-06T14:30:38Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
282765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop).jpg|600px|kanan]]
{{Left sidenote|<big><big><big>'''''<big><big>KSAD.</big></big>''''</big></big></big>'}}
{{Left sidenote|
<big><big><big>
::SUMBANG
:::PENDERITA
::::TJATJAT</big></big></big>}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop2).jpg|600px|kiri]]
{{Right sidenote|
''Gambar atas:''
Let. Kol. R. Pirngadi (no. 2 dari kiri) bersama ketua Ikatan Penderita Tjatjat Indonesia, Hasan Basri, wakil Veteran dari Pilipina dan para Wartawan sedang masuk halaman asrama penderita tjatjat.}}
{{Right sidenote|
''Gambar Tengah:''
Sdr. Hasan Basri, ketua Ikatan Penderita Tjatjat Indonesia sedang menanda tangani naskah tanda penerimaan atas sumbangan² tsb.}}
{{Right sidenote|
''Gambar bawah:''
Salah seorang anggota penderita tjatjat mengutjapkan terima kasihnja atas sumbangan² jang diberikannja.}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop3).jpg|600px|kanan]]
KSAD Djend. Maj. Nasution telah memberikan sumbangan kepada penderita tjatjad didaerah Karanganjar, Djakarta.
Barang² sumbangan tersebut brupa pijama, tjelana, kaos, sikat gigi dll serta uang sebesar Rp.5.000,—
KSAD Djen. Maj. Nasution pada saat itu diwakili oleh '''Let. Kol. Pringadi'''
Hadir pada saat penjerahan barang² itu, Wakil Veteran dari Filipina, serta Ketua Ikatan Penderita Tjatjad Indonesia Hasan Basry dalam kata sambutannja menjampaikan rasa terima kasihnja.
Dapat ditambahkan pula bahwa keluarga tjatjad ditempat itu berdjumlah 250 orang.<noinclude></noinclude>
4qug5gukn7lhvxuaql5xyp53q8kcwvr
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/527
104
101054
282659
2026-05-06T13:20:48Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282659
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Katanja ratoe Labe baiklah , kaloe begitoe sampe besok pagi, sebab besok pagi kami hendak liwat kemari. Sambil berkata begitoe, maka ratoe itoe manggoet aken bilang trima kasi sama kiai laloe berdjalan lebi djaoeh.
Koetika rotoe soeda brangkat bersama-sama sekalian pengiringnja, maka kiai itoe berkata pada Beder: »Apak, kami tiada bisa tolak permoeboenan toewan ratoe, sebab terlaloe sanget paksanja, maka tentoelah keras marahnja, djikaloe kami tiada toeroet sebagimana kahendaknja, dan nistjaija bipasa kita orang. Kami rasa toewan ratoe tiada nanti anijaja pada kamoe, sebab dia soeda djandjiken dan lagi ianja terlaloe menghormati kami. Ini hal, baboewa ia mengenda-in kami, engkau sendiri bole dapet pikirin, kaloe engkau liat tadi bagimana tingka lakoenja sekalian orang-orang penggawe astananja jang toeroet padanja. Adapoen ianja brani melanggar djandji, tadapet tiada roesak
lah ia, sebab kami taoe bagimana akoe membales dia.”
Sekalian bitjaranja kiai ini membikin radja Beder koerang senang, maka katanja; Astaga kiai, sasoedahnja kami dengar apa jang kiai tjeritaken dari pada kadjahatannja ratoe Labe, maka kami koewatir keras, serta kami takoet betoel aken pegi mengampiri dia. Barangkali kami tiada panti perdoeli-in apa jang engkau kataken tadi kiai, sebab babna terlaloe amat eloknja ratoe Labe, bole djadi kami mendjadi seperti gelap mata tiada ingat djabatnja tetapi memandang kabagoesannja sadja, adapoen kami soeda taoe rasa sendiri, apa artinja djato dalem tangannja perampoewan sabir. Kaloe kami ingat bagimana sedi, serta doeka tjita ati kami di waktoe kami djato sekarang dalem tangannja ratoe Labe. Radja Beder tiada bisa tahan, aer matanja berlinang-linang sambil berkata demikian itoe pada si kiai.
Abdallah laloe berkata: „Anak, engkau djangan koewatir; kami sendiri poen taboe, balioewa tiada baik adapja, aken terlaloe keras pertjaija djandjidja orang jang begitoe tjerdik, seperti ratoe Labe. Aken tetapi, kami bole bilang
padamoe, baboewa koewasanja ratoe Labe tiada bisa membinasa-in kami.
Ratoe Labe taboe, jang dia tiada sanggoep melawan kami, ia itoelah membikin dia enda-in kami. Dalem ini hal, engkau bole pertjaija betoel moeloet kami, kaloe engkau toeroet betoel sebagimana bitjara dan adjaran kami, maka kami brani tanggoeng, engkau tiada bakalan dapet di bikin satoe apa oleh ratoe Labe .
Hata pada ka-esokan hari ratoe Labe dateng lagi di hadepan pintoe kedeinja Abdallah dengan berpakejan seperti jang kemaren. Si kiai bernanti dengan segala bormat. Maka katapja ratoe Labe pada kiai: »Engkau bole liat sendiri kiai, bahoewa kami ini soeda sanget kepingin mempoepjai anak moeda
itoe, maka itoelab pagi-pagi bari kami soeda dateng kemari boewat ambil dia. Kami taoe engkau sa-orang keras memegang djandji, tentoe engkau tiada moengkir, dari pada apa jang engkau bitjara-in kemaren . "<noinclude>{{rh||1548}}</noinclude>
6v84hd6fgjhowg6m3yow3y4eyq85ozf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/419
104
101055
282662
2026-05-06T13:22:42Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' Sabermoela, maka di tjeriterahken, bahoewa beuoewa Persie itoe poe nja radja, memang di seboet orang radja dari pada radja-radja, sebab benoewa itoe paling lebar dan besar di antero doenia. Laen dari pada negri-negri jang di rampasoja, binggu sekalian radja radja misti ta-loek padanja, maka benoewa Persie sendiri ada terbagi di dalem bebrapa bagian jang masing -masingoja telah di prentahkеn oleh radja sendiri . Sekalian radja- radja boekan sad...
282662
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" />{{C|HIKAJAT}}
{{C|'''PANGERAN PERSIE'''}}
{{C|jang bersama BEDER dan POETERI GIAUHARE dari
SAMANDA.}}
{{C|(Malem ka 578 sampe ka 160)}}</noinclude>
Sabermoela, maka di tjeriterahken, bahoewa beuoewa Persie itoe poe
nja radja, memang di seboet orang radja dari pada radja-radja, sebab benoewa
itoe paling lebar dan besar di antero doenia.
Laen dari pada negri-negri jang di rampasoja, binggu sekalian radja
radja misti ta-loek padanja, maka benoewa Persie sendiri ada terbagi di dalem
bebrapa bagian jang masing -masingoja telah di prentahkеn oleh radja sendiri .
Sekalian radja- radja boekan sadja wadjib membajar oepeti jang besar pada
maharadja
adapoen inarika itoe misti dergar prentah mabaradja sampe
marika itoe bole di sama-in dengan amir penggawe negri .
Sa-orang, maba radja Persie , jang memarentahkeu negri itoe bebrapa
taoen lamanja telah mevaloeken bebrapa radja dari laen -laen negri, maka ia
socda toewa dan selamanja ia memarentah dalem negridja tida ada koerang
apa-apa , rajatnja senang , kasenta usa -an dan mamoer negri tiada terganggoe.
Radja poen amat senang, ati, aken tetapi ada soewatoe hal dalem roemah
tangganja, jang seringkali membikin dia tiada enak ati . Ja itoe oesiah oe
moernja soedah toewa, maka dari sekalian isteripja di dalem harem , tiada ada
satoe jang dapet melahirken sa-orang pangeran , aken djadi ganti radja.
Isteri radja ada lebih seratoes, masing-masing ada tempat perdiamannja
di dalem harem sebagimana patoet, dengan boedak-boedak perampoewan dan
dajang-dajang, aken mendjaga-in toewanoja. Maka di peliarahnja isterinja
sekalian itoe dengan srentapja, sebagimana pantes isteri radja, adapoen tiada
satoe jang bisa bikin beroentoeng radja itoe, sebab tiada ada satoe jang ine
1496
1001
Malam
89<noinclude></noinclude>
mm83i9eirm7yq88ypdo7y6a24jp3m1p
282667
282662
2026-05-06T13:25:46Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282667
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{C|HIKAJAT}}
{{C|'''PANGERAN PERSIE'''}}
{{C|jang bersama BEDER dan POETERI GIAUHARE dari
SAMANDA.}}
{{C|(Malem ka 578 sampe ka 160)}}</noinclude>
Sabermoela, maka di tjeriterahken, bahoewa beuoewa Persie itoe poenja radja, memang di seboet orang radja dari pada radja-radja, sebab benoewa itoe paling lebar dan besar di antero doenia.
Laen dari pada negri-negri jang di rampasoja, binggu sekalian radja radja misti ta-loek padanja, maka benoewa Persie sendiri ada terbagi di dalem bebrapa bagian jang masing-masingnja telah di prentahkеn oleh radja sendiri. Sekalian radja-radja boekan sadja wadjib membajar oepeti jang besar pada maharadja adapoen inarika itoe misti dergar prentah mabaradja sampe marika itoe bole di sama-in dengan amir penggawe negri.
Sa-orang, maba radja Persie, jang memarentahkeu negri itoe bebrapa taoen lamanja telah mevaloeken bebrapa radja dari laen-laen negri, maka ia soeda toewa dan selamanja ia memarentah dalem negridja tida ada koerang apa-apa, rajatnja senang, kasenta usa-an dan mamoer negri tiada terganggoe. Radja poen amat senang, ati, aken tetapi ada soewatoe hal dalem roemah tangganja, jang seringkali membikin dia tiada enak ati. Ja itoe oesiah oemoernja soedah toewa, maka dari sekalian isteripja di dalem harem, tiada ada satoe jang dapet melahirken sa-orang pangeran, aken djadi ganti radja.
Isteri radja ada lebih seratoes, masing-masing ada tempat perdiamannja di dalem harem sebagimana patoet, dengan boedak-boedak perampoewan dan dajang-dajang, aken mendjaga-in toewanoja. Maka di peliarahnja isterinja sekalian itoe dengan srentapja, sebagimana pantes isteri radja, adapoen tiada satoe jang bisa bikin beroentoeng radja itoe, sebab tiada ada satoe jang ine<noinclude>{{rh||1496}}</noinclude>
ecvkojveazo4i9im9281xgg7n9mp53r
283312
282667
2026-05-07T03:33:03Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283312
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{C|HIKAJAT}}
{{C|'''PANGERAN PERSIE'''}}
{{C|jang bersama BEDER dan POETERI GIAUHARE dari
SAMANDA.}}
{{C|(Malem ka 578 sampe ka 160)}}</noinclude>Sabermoela, maka di tjeriterahken, bahoewa beuoewa Persie itoe poenja radja, memang di seboet orang radja dari pada radja-radja, sebab benoewa itoe paling lebar dan besar di antero doenia.
Laen dari pada negri-negri jang di rampasoja, binggu sekalian radja radja misti ta-loek padanja, maka benoewa Persie sendiri ada terbagi di dalem bebrapa bagian jang masing-masingnja telah di prentahkеn oleh radja sendiri. Sekalian radja-radja boekan sadja wadjib membajar oepeti jang besar pada maharadja adapoen inarika itoe misti dergar prentah mabaradja sampe marika itoe bole di sama-in dengan amir penggawe negri.
Sa-orang, maba radja Persie, jang memarentahkeu negri itoe bebrapa taoen lamanja telah mevaloeken bebrapa radja dari laen-laen negri, maka ia soeda toewa dan selamanja ia memarentah dalem negridja tida ada koerang apa-apa, rajatnja senang, kasenta usa-an dan mamoer negri tiada terganggoe. Radja poen amat senang, ati, aken tetapi ada soewatoe hal dalem roemah tangganja, jang seringkali membikin dia tiada enak ati. Ja itoe oesiah oemoernja soedah toewa, maka dari sekalian isteripja di dalem harem, tiada ada satoe jang dapet melahirken sa-orang pangeran, aken djadi ganti radja.
Isteri radja ada lebih seratoes, masing-masing ada tempat perdiamannja di dalem harem sebagimana patoet, dengan boedak-boedak perampoewan dan dajang-dajang, aken mendjaga-in toewanoja. Maka di peliarahnja isterinja sekalian itoe dengan srentapja, sebagimana pantes isteri radja, adapoen tiada satoe jang bisa bikin beroentoeng radja itoe, sebab tiada ada satoe jang ine<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1496|{{smaller|69}}}}</noinclude>
igmx8n1n0s8lm5iabkigexrdoqh05s4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/387
104
101056
282673
2026-05-06T13:27:39Z
Seeharee
22422
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'бе 10- og ag ka rti зд m rel 1g ig 【& di .al e- ig in 10- .00 ah e. эр e. 00 ng in 18 00 98 an mi ari ra ng ja ka |1001 MALAM KEDEXCDCDCD kera itoe poen jang toeroet sama Aboel Mosaffier, lantas boekaken sekalian poenja tali-tali pengiket. Barang marika itoe semoewa soeda terlepas, maka sekalian- nja poelang lagi ka kapal, baiknja orang-orang di poelo itoe belon rampas soewatoe apa dari itoe kapal. Bahna aer laoet soeda pasang, maka kapal itoe t...
282673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>бе
10-
og
ag
ka
rti
зд
m
rel
1g
ig
【&
di
.al
e-
ig
in
10-
.00
ah
e.
эр
e.
00
ng
in
18
00
98
an
mi
ari
ra
ng
ja
ka
|1001 MALAM KEDEXCDCDCD
kera itoe poen jang toeroet sama Aboel Mosaffier, lantas boekaken sekalian poenja
tali-tali pengiket. Barang marika itoe semoewa soeda terlepas, maka sekalian-
nja poelang lagi ka kapal, baiknja orang-orang di poelo itoe belon rampas
soewatoe apa dari itoe kapal. Bahna aer laoet soeda pasang, maka kapal itoe
terlepas dari sangkoetannja, djadi dengan sigrah orang bongkar djangkar teroes
berlajar dengan memboeka sekalian lajar, soepaja bole lekas djaoe dari poelo
jang begitoe berbahaja.
Koetika kapal itoe soeda djaoe dari itoe poelo, maka Aboel Mosaffier
ingatin sekalian soedagar-soedagar apa djandjinja, maka masing-masing serah-
ken padanja sa-orang satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas. Mosaffier
sendiri poen tambaliken pada oewang jang di perolehnja dari soedagar-soedagar
lagi satos kantong dengan seriboe dinar emas seperti djandjinja tadi. Djoembla
nja itoe oewang ampir tida tepermanai banjakoja. Anginnja poen tiada
berobah tinggal bagoes, maka tiada sebrapa lamanja kapal itoe sampe di
Balsora.
Hata maka di kota itoe lantas maloemlah, bahoewa Aboel Mosaffier
poenja kapal soeda masoek. Hambanja poenja Iboe dengan sigrah dateng
ketemoe-in hamba abis katanja: Alkeslan, bangoen, ajo bangoen Aboel
Mosaffier soeda poelang di sini dengan kapalnja. Marilah toeroet aken membri
selamat dateng padanja; lagi kita baik tanja apa barang jang dia belihken boewat
kamoe. Hambanja mengoelét doeloe abis bambanja gosok-gosok hamba poenja
mata, jang ampir hamba tida bisa boeka, bahna males hamba, kamoedian hamba.
nja bilang: Lekaslah iboe toeloeng bangoenin hamba, lekas, kaloe tida hamba
poeles lagi. Iboe taoe sendiri djaoehnja tempat ini dari pelaboewan, hambanja
barangkali tida sanggoep berdjalan begitoe djaoeh." Iboe hamba lantas toeloeng
kasi bangoen dan kasi bediri pada hamba. Adapoea hamba masih males,
hambanja mengoelet doeloe doewa-tiga kali, baros hamba toeroet iboe berdjalan
pegi ka pelaboewan. Hambanja berdjalan terlaloe amat soesah, tiada brenti
bernanti-nanti aken boewang tjape, tetapi achir-achirnja hambanja sampe
djoega. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hambanja bersama-sama iboe, maka
lekas ia dateng ketemoe-in kita orang, sembaring membawa kera itoe jang di
rante. Maka hambanja di hormatken seperti orang jang soeda melepask en
'ia bersama-sama teman-temannja, dari pada bahaja jang amat besar. Abis
'katanja. Ambil ini kera, ia itoelah barang aneh jang kami belibken boewat
kamoe. Sekarang kami tiada ada tempo boewat tjerita semoewa, baiklah engkau
poelang sadja doeloe menantiken kami poenja dateng, sebab lekas djoega kami
nanti pegi ka roemahmoe:" Hambanja berdoewa itoe berdjalan poelang, maka
hamba sanget heran sekali mendengar katanja Mosaffier, maka hamba berfikir
dalem ati: Kaloe begitoe soenggoe beroentoenglah hamba, nistjaija besarlah
'goenanja barang jang di belihkennja boewat hamba.
1482
***Digitized by Google
i<noinclude>{{rh||1482|}}</noinclude>
i0p0pixmz4rbuq2qeumdhk81exkr8xm
282680
282673
2026-05-06T13:29:40Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>kera itoe poen jang toeroet sama Aboel Mosaffier, lantas boekaken sekalian poenja tali-tali pengiket. Barang marika itoe semoewa soeda terlepas, maka sekaliannja poelang lagi ka kapal, baiknja orang-orang di poelo itoe belon rampas soewatoe apa dari itoe kapal. Bahna aer laoet soeda pasang, maka kapal itoe terlepas dari sangkoetannja, djadi dengan sigrah orang bongkar djangkar teroes berlajar dengan memboeka sekalian lajar, soepaja bole lekas djaoe dari poelo jang begitoe berbahaja.
Koetika kapal itoe soeda djaoe dari itoe poelo, maka Aboel Mosaffier ingatin sekalian soedagar-soedagar apa djandjinja, maka masing-masing serahken padanja sa-orang satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas. Mosaffier sendiri poen tambaliken pada oewang jang di perolehnja dari soedagar-soedagar lagi satos kantong dengan seriboe dinar emas seperti djandjinja tadi. Djoembla nja itoe oewang ampir tida tepermanai banjakoja. Anginnja poen tiada berobah tinggal bagoes, maka tiada sebrapa lamanja kapal itoe sampe di Balsora.
Hata maka di kota itoe lantas maloemlah, bahoewa Aboel Mosaffier poenja kapal soeda masoek. Hambanja poenja Iboe dengan sigrah dateng ketemoe-in hamba abis katanja: Alkeslan, bangoen, ajo bangoen Aboel Mosaffier soeda poelang di sini dengan kapalnja. Marilah toeroet aken membri selamat dateng padanja; lagi kita baik tanja apa barang jang dia belihken boewat kamoe. Hambanja mengoelét doeloe abis bambanja gosok-gosok hamba poenja mata, jang ampir hamba tida bisa boeka, bahna males hamba, kamoedian hambanja bilang: Lekaslah iboe toeloeng bangoenin hamba, lekas, kaloe tida hamba poeles lagi. Iboe taoe sendiri djaoehnja tempat ini dari pelaboewan, hambanja barangkali tida sanggoep berdjalan begitoe djaoeh." Iboe hamba lantas toeloeng kasi bangoen dan kasi bediri pada hamba. Adapoea hamba masih males, hambanja mengoelet doeloe doewa-tiga kali, baros hamba toeroet iboe berdjalan pegi ka pelaboewan. Hambanja berdjalan terlaloe amat soesah, tiada brenti bernanti-nanti aken boewang tjape, tetapi achir-achirnja hambanja sampe djoega. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hambanja bersama-sama iboe, maka lekas ia dateng ketemoe-in kita orang, sembaring membawa kera itoe jang di rante. Maka hambanja di hormatken seperti orang jang soeda melepasken 'ia bersama-sama teman-temannja, dari pada bahaja jang amat besar. Abis 'katanja. Ambil ini kera, ia itoelah barang aneh jang kami belibken boewat kamoe. Sekarang kami tiada ada tempo boewat tjerita semoewa, baiklah engkau poelang sadja doeloe menantiken kami poenja dateng, sebab lekas djoega kami nanti pegi ka roemahmoe:" Hambanja berdoewa itoe berdjalan poelang, maka hamba sanget heran sekali mendengar katanja Mosaffier, maka hamba berfikir dalem ati: Kaloe begitoe soenggoe beroentoenglah hamba, nistjaija besarlah 'goenanja barang jang di belihkennja boewat hamba.<noinclude>{{rh||1482|}}</noinclude>
mc7elpygawmcor1r1mhgxv3a4edctpp
283291
282680
2026-05-07T03:16:27Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283291
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>kera itoe poen jang toeroet sama Aboel Mosaffier, lantas boekaken sekalian poenja tali-tali pengiket. Barang marika itoe semoewa soeda terlepas, maka sekaliannja poelang lagi ka kapal, baiknja orang-orang di poelo itoe belon rampas soewatoe apa dari itoe kapal. Bahna aer laoet soeda pasang, maka kapal itoe terlepas dari sangkoetannja, djadi dengan sigrah orang bongkar djangkar teroes berlajar dengan memboeka sekalian lajar, soepaja bole lekas djaoe dari poelo jang begitoe berbahaja.
Koetika kapal itoe soeda djaoe dari itoe poelo, maka Aboel Mosaffier ingatin sekalian soedagar-soedagar apa djandjinja, maka masing-masing serahken padanja sa-orang satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas. Mosaffier sendiri poen tambaliken pada oewang jang di perolehnja dari soedagar-soedagar lagi satos kantong dengan seriboe dinar emas seperti djandjinja tadi. Djoembla nja itoe oewang ampir tida tepermanai banjakoja. Anginnja poen tiada berobah tinggal bagoes, maka tiada sebrapa lamanja kapal itoe sampe di Balsora.
Hata maka di kota itoe lantas maloemlah, bahoewa Aboel Mosaffier poenja kapal soeda masoek. Hambanja poenja Iboe dengan sigrah dateng ketemoe-in hamba abis katanja: Alkeslan, bangoen, ajo bangoen Aboel Mosaffier soeda poelang di sini dengan kapalnja. Marilah toeroet aken membri selamat dateng padanja; lagi kita baik tanja apa barang jang dia belihken boewat kamoe. Hambanja mengoelét doeloe abis bambanja gosok-gosok hamba poenja mata, jang ampir hamba tida bisa boeka, bahna males hamba, kamoedian hambanja bilang: Lekaslah iboe toeloeng bangoenin hamba, lekas, kaloe tida hamba poeles lagi. Iboe taoe sendiri djaoehnja tempat ini dari pelaboewan, hambanja barangkali tida sanggoep berdjalan begitoe djaoeh." Iboe hamba lantas toeloeng kasi bangoen dan kasi bediri pada hamba. Adapoea hamba masih males, hambanja mengoelet doeloe doewa-tiga kali, baros hamba toeroet iboe berdjalan pegi ka pelaboewan. Hambanja berdjalan terlaloe amat soesah, tiada brenti bernanti-nanti aken boewang tjape, tetapi achir-achirnja hambanja sampe djoega. Apabila Aboel Mosaffier dapet liat hambanja bersama-sama iboe, maka lekas ia dateng ketemoe-in kita orang, sembaring membawa kera itoe jang di rante. Maka hambanja di hormatken seperti orang jang soeda melepasken 'ia bersama-sama teman-temannja, dari pada bahaja jang amat besar. Abis 'katanja. Ambil ini kera, ia itoelah barang aneh jang kami belibken boewat kamoe. Sekarang kami tiada ada tempo boewat tjerita semoewa, baiklah engkau poelang sadja doeloe menantiken kami poenja dateng, sebab lekas djoega kami nanti pegi ka roemahmoe:" Hambanja berdoewa itoe berdjalan poelang, maka hamba sanget heran sekali mendengar katanja Mosaffier, maka hamba berfikir dalem ati: Kaloe begitoe soenggoe beroentoenglah hamba, nistjaija besarlah 'goenanja barang jang di belihkennja boewat hamba.<noinclude>{{rh||1482|}}</noinclude>
tkxdnwgus4qe180gilk2l9lfisadf3f
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/393
104
101057
282683
2026-05-06T13:30:59Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>bertaboer intan dan batoe permata, serta bertatahau emas dan perak, abis engkau pegi ka pasar tempat orang djoewal dedek. Sampe di sitoe, engkau lantas tanja di mama goedangnja Emir. Kapan orang soeda bawa padamoe di badepan Emir, maka lantas engkau meminang anakuja jang perampoewan: Djikaloe sandlenja ia bilang, bahoewa engkau koerang hartawan, aken bole meminang anakuja, atawa kaloe dia bilang, baboewa asalmoe koerang besar. maka lekas engkan serahken padanja satoe kantong, jang berisi oewang seriboe diuar emas. Kaloe dia minta lebian lagi, djanganlah engkau takoet biar sebrapa banjak poela di kabendskinja, engkau bilang baik sadja, tiada cesali koewatir, sebab kami nanti sediahken semoewa apa jang di mintaken oleh orang itoe.
Hamba mendjadi amat girang mendengar kera itoe bitjara demikian, kerna itoe, hamba toeroet betoel sekali apa jang di adjarken oleh kera itoe.
Pada ka-esokan harinja hamba lekas berpakejan baik-baik, pakejan jang paling endal-endah, abis bamba toenggang koeda bagal jang terbijas dengan emas dan intan, hingga roepanja bertjaheja seperti bintang, selaboja poen dari beloedroe tersoelam pake intan bidoeri dan djambroet. Demikianlah perboewatan hamba di itoe pagi, maka hamba teroes pegi ka tempat orang djoewal dedek dan tiada sebrapa lama lagi hamba dapeti goedanguja Emir. Setelah sampe di sitoe, hamba toeroen dari koeda bersalaman. Hamba poenja roepa dan boedak-boerak hamba, jang ada toeroet bersama-sama hamba membikin Emir mengenda-in bamba. Ia kasi tabih djoega pada hamba dengan hormat abis ia bertanja pada hamba, apa jang hamba koendjoengi dateng mengadep dia.
Djawab hamba: Ja toewankoe, peroentoengan hamba dengan kasenangan hamba poeu ada di dalem tangan toe wankoe, bamba dapet daugar kabar terlaloe amat baik dari pada toewankoe poenja anak prampoewan, maka sekarang hamba dateng aken meminang toeankoe poenja anak itoe: "Katanja Emir: Toewankoe djangan goesar, hamba minta tanja doeloe pada toewan, apakah toewan poenja asal, lagi apakah toewan poenja pangkat, adapoen jang teristimiwa, ia itoe sebagimanakah barta kekaja-an toewan. Sebab hamba tida kenal sama toewan dan lagi tiada patoet kasi kawin anak padá sa-orang jang tiada ketaoewan asal, pangkat dan harta kekaja-annja."
Hamba lantas keloewarin dari kantong satoe dompet soelaman jang terisi oewang seriboe dinar emas, abis hamba trimahken dompet itoe padanja sambil berkata: Inilah saja poenja asal dan saja poenja pangkat. Orang jang berharta tiada oesah di poedji, oewang itoelah jang bisa mengilangken segala alangan. Toewan kenal basa kata Nabi salallahoe alaihi wasalam, katanja: Tiada ada sobat jang terlebi baik dari pada oewang." Lagipoen orang-orang alim pada bilang begini dari orang-orang jang ada oewang, katanja.
1
1
Google
Digitized by<noinclude>{{rh||1485}}</noinclude>
ekhunfw294vtihkv7f1jj1po5lf6w2m
282685
282683
2026-05-06T13:33:53Z
Ichi Ocha
26099
282685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>bertaboer intan dan batoe permata, serta bertatahau emas dan perak, abis engkau pegi ka pasar tempat orang djoewal dedek. Sampe di sitoe, engkau lantas tanja di mama goedangnja Emir. Kapan orang soeda bawa padamoe di badepan Emir, maka lantas engkau meminang anakuja jang perampoewan: Djikaloe sandlenja ia bilang, bahoewa engkau koerang hartawan, aken bole meminang anakuja, atawa kaloe dia bilang, baboewa asalmoe koerang besar. maka lekas engkan serahken padanja satoe kantong, jang berisi oewang seriboe diuar emas. Kaloe dia minta lebian lagi, djanganlah engkau takoet biar sebrapa banjak poela di kabendskinja, engkau bilang baik sadja, tiada cesali koewatir, sebab kami nanti sediahken semoewa apa jang di mintaken oleh orang itoe.
Hamba mendjadi amat girang mendengar kera itoe bitjara demikian, kerna itoe, hamba toeroet betoel sekali apa jang di adjarken oleh kera itoe.
Pada ka-esokan harinja hamba lekas berpakejan baik-baik, pakejan jang paling endal-endah, abis bamba toenggang koeda bagal jang terbijas dengan emas dan intan, hingga roepanja bertjaheja seperti bintang, selaboja poen dari beloedroe tersoelam pake intan bidoeri dan djambroet. Demikianlah perboewatan hamba di itoe pagi, maka hamba teroes pegi ka tempat orang djoewal dedek dan tiada sebrapa lama lagi hamba dapeti goedanguja Emir. Setelah sampe di sitoe, hamba toeroen dari koeda bersalaman. Hamba poenja roepa dan boedak-boerak hamba, jang ada toeroet bersama-sama hamba membikin Emir mengenda-in bamba. Ia kasi tabih djoega pada hamba dengan hormat abis ia bertanja pada hamba, apa jang hamba koendjoengi dateng mengadep dia.
Djawab hamba: Ja toewankoe, peroentoengan hamba dengan kasenangan hamba poeu ada di dalem tangan toe wankoe, bamba dapet daugar kabar terlaloe amat baik dari pada toewankoe poenja anak prampoewan, maka sekarang hamba dateng aken meminang toeankoe poenja anak itoe: "Katanja Emir: Toewankoe djangan goesar, hamba minta tanja doeloe pada toewan, apakah toewan poenja asal, lagi apakah toewan poenja pangkat, adapoen jang teristimiwa, ia itoe sebagimanakah barta kekaja-an toewan. Sebab hamba tida kenal sama toewan dan lagi tiada patoet kasi kawin anak padá sa-orang jang tiada ketaoewan asal, pangkat dan harta kekaja-annja."
Hamba lantas keloewarin dari kantong satoe dompet soelaman jang terisi oewang seriboe dinar emas, abis hamba trimahken dompet itoe padanja sambil berkata: Inilah saja poenja asal dan saja poenja pangkat. Orang jang berharta tiada oesah di poedji, oewang itoelah jang bisa mengilangken segala alangan. Toewan kenal basa kata Nabi salallahoe alaihi wasalam, katanja: Tiada ada sobat jang terlebi baik dari pada oewang." Lagipoen orang-orang alim pada bilang begini dari orang-orang jang ada oewang, katanja.<noinclude>{{rh||1485}}</noinclude>
s3am79rycs2x05k3nsnx023e65fmx5l
283297
282685
2026-05-07T03:21:08Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283297
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>bertaboer intan dan batoe permata, serta bertatahau emas dan perak, abis engkau pegi ka pasar tempat orang djoewal dedek. Sampe di sitoe, engkau lantas tanja di mama goedangnja Emir. Kapan orang soeda bawa padamoe di badepan Emir, maka lantas engkau meminang anakuja jang perampoewan: Djikaloe sandlenja ia bilang, bahoewa engkau koerang hartawan, aken bole meminang anakuja, atawa kaloe dia bilang, baboewa asalmoe koerang besar. maka lekas engkan serahken padanja satoe kantong, jang berisi oewang seriboe diuar emas. Kaloe dia minta lebian lagi, djanganlah engkau takoet biar sebrapa banjak poela di kabendskinja, engkau bilang baik sadja, tiada cesali koewatir, sebab kami nanti sediahken semoewa apa jang di mintaken oleh orang itoe.
Hamba mendjadi amat girang mendengar kera itoe bitjara demikian, kerna itoe, hamba toeroet betoel sekali apa jang di adjarken oleh kera itoe.
Pada ka-esokan harinja hamba lekas berpakejan baik-baik, pakejan jang paling endal-endah, abis bamba toenggang koeda bagal jang terbijas dengan emas dan intan, hingga roepanja bertjaheja seperti bintang, selaboja poen dari beloedroe tersoelam pake intan bidoeri dan djambroet. Demikianlah perboewatan hamba di itoe pagi, maka hamba teroes pegi ka tempat orang djoewal dedek dan tiada sebrapa lama lagi hamba dapeti goedanguja Emir. Setelah sampe di sitoe, hamba toeroen dari koeda bersalaman. Hamba poenja roepa dan boedak-boerak hamba, jang ada toeroet bersama-sama hamba membikin Emir mengenda-in bamba. Ia kasi tabih djoega pada hamba dengan hormat abis ia bertanja pada hamba, apa jang hamba koendjoengi dateng mengadep dia.
Djawab hamba: Ja toewankoe, peroentoengan hamba dengan kasenangan hamba poeu ada di dalem tangan toe wankoe, bamba dapet daugar kabar terlaloe amat baik dari pada toewankoe poenja anak prampoewan, maka sekarang hamba dateng aken meminang toeankoe poenja anak itoe: "Katanja Emir: Toewankoe djangan goesar, hamba minta tanja doeloe pada toewan, apakah toewan poenja asal, lagi apakah toewan poenja pangkat, adapoen jang teristimiwa, ia itoe sebagimanakah barta kekaja-an toewan. Sebab hamba tida kenal sama toewan dan lagi tiada patoet kasi kawin anak padá sa-orang jang tiada ketaoewan asal, pangkat dan harta kekaja-annja."
Hamba lantas keloewarin dari kantong satoe dompet soelaman jang terisi oewang seriboe dinar emas, abis hamba trimahken dompet itoe padanja sambil berkata: Inilah saja poenja asal dan saja poenja pangkat. Orang jang berharta tiada oesah di poedji, oewang itoelah jang bisa mengilangken segala alangan. Toewan kenal basa kata Nabi salallahoe alaihi wasalam, katanja: Tiada ada sobat jang terlebi baik dari pada oewang." Lagipoen orang-orang alim pada bilang begini dari orang-orang jang ada oewang, katanja.<noinclude>{{rh||1485}}</noinclude>
5083rx64f1n39mh1878teafwi0o8dvt
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/427
104
101058
282692
2026-05-06T13:38:00Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>itoe, asal dajang dajang tiada meloepoetken djandji, nistjaja ia terlebi birahi dan terlebi senang lagi kaloe ia ketemoe lagi itoe perampoewan moeda.
Pada pendjaga perbadabaran telah di titahken oleh sri baginda, aken menbawa segala harta kekaja-an kabadepannja, soepaja baginda dapet pilih sendiri barang jang paling tegoes dan jang paling besar harganja. Sebab ari baginda memang soeda perkenanken dalem atinje, baboen is bendak pake
pakejan jang endah-endah dan warna roepa matjem, soepsja radja bole dapet liat sendiri apa pakejan jang paling pantes di pakenja dan apa matjem pakejan paling soeka di liat istesinja itoe, aken din pake, maka kahendaknja isterinja nanti di toeroetnja.
Iboe kota benoewa Persie ada terdoedoek di atas sa-boewah poelo dan astananja bediri di pinggir pante. Biliknja jang paling-paling bagoes, ia itoe. mengadep laoetan, maka satoe dari pada bilik-bilik inilah telah di sediahken radja aken djadi tempat perdiamannja perampoewan baroe itoe. Dari bilik
toe crang dapit liat lacetan jang tida beringgan, maka ombaknja memoekoel dengan pelaban kaki tembok bilik itoe.
Liwat tiga hari, maka perampoewan itoe telah soedah di rijasin dengan pakejan jang endah-endah. Sendirian ia berdoe doek di biliki ja di atas bangkoe sofa, jang dari pada bloedroe merah djamboe. Ia doedoek di pinggir djendela me mar darg ka lacetan. Radja telah di kasi tace, baboewa perampoewan itoe sceda abis di ijasin dan radja bole masoek di biliknja. Sri baginda poenja ali terbanting-banting, bahna sanget nafacenja, aken memandang roeponja perampet wan jang begitce elok dan tjantik selagi ia belon berbias apa poela sekarang Faroe dehnja berlimau mandi kastoeri dan berhias. Sri baginda masoek, maka perampoe wan moeda itoe jang memandang kaloewar dapet dengar aoewars tindak orang berdja'an boekan seperti dajang-dajangnja djadi ia berpaling kablakang, sken meliat siapa jang maɛoek itoe. Iauja kebalin ari baginda jang masoek, aken tetapi roepanja tiada kaget sekali-kali, ia mengoedjock girang atawa laen, iapcen tiada bediri mengoendjoek hormat pada hal berbalik komball doedoek reperti tadi memandang kaloewar dan di boewatanja kaja tiada di perdoeli-in acewatoe apa dari pada jang kedjadian itoe.
Sri baginda radja mendjedi terlaloe amat heran, koetika di liatnja sa-orang begitoe bagoes, maka tiada sekali-kali taoe adat. Maka radja fikir barangkali sademikian adatnja itoe perampoewan, bahna ia tiada peladjari adat lembaga orang besar-besar, dari itoe iauja begitos koerang beradap. Oleh kerna itoe poen kendati perampoewan itoe tiada begitoe aloes beradab maka ai baginda mergampiri dia djoega ka dekat djendela. Perampoewan meeda itce tinggal berdiam, tiada bitjara barang sepatah, sekalipoen di ketabotin ja rri baginda memandang dia dengan sanget birahinja. Maharadja Persie memandang dianja tiada bisa poewas, lama kelama<noinclude>{{rh|1500}}</noinclude>
nryjxsma6na5zpz1jjorqt57u9pxd8n
283319
282692
2026-05-07T03:37:11Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283319
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>itoe, asal dajang dajang tiada meloepoetken djandji, nistjaja ia terlebi birahi dan terlebi senang lagi kaloe ia ketemoe lagi itoe perampoewan moeda.
Pada pendjaga perbadabaran telah di titahken oleh sri baginda, aken menbawa segala harta kekaja-an kabadepannja, soepaja baginda dapet pilih sendiri barang jang paling tegoes dan jang paling besar harganja. Sebab ari baginda memang soeda perkenanken dalem atinje, baboen is bendak pake
pakejan jang endah-endah dan warna roepa matjem, soepsja radja bole dapet liat sendiri apa pakejan jang paling pantes di pakenja dan apa matjem pakejan paling soeka di liat istesinja itoe, aken din pake, maka kahendaknja isterinja nanti di toeroetnja.
Iboe kota benoewa Persie ada terdoedoek di atas sa-boewah poelo dan astananja bediri di pinggir pante. Biliknja jang paling-paling bagoes, ia itoe. mengadep laoetan, maka satoe dari pada bilik-bilik inilah telah di sediahken radja aken djadi tempat perdiamannja perampoewan baroe itoe. Dari bilik
toe crang dapit liat lacetan jang tida beringgan, maka ombaknja memoekoel dengan pelaban kaki tembok bilik itoe.
Liwat tiga hari, maka perampoewan itoe telah soedah di rijasin dengan pakejan jang endah-endah. Sendirian ia berdoe doek di biliki ja di atas bangkoe sofa, jang dari pada bloedroe merah djamboe. Ia doedoek di pinggir djendela me mar darg ka lacetan. Radja telah di kasi tace, baboewa perampoewan itoe sceda abis di ijasin dan radja bole masoek di biliknja. Sri baginda poenja ali terbanting-banting, bahna sanget nafacenja, aken memandang roeponja perampet wan jang begitce elok dan tjantik selagi ia belon berbias apa poela sekarang Faroe dehnja berlimau mandi kastoeri dan berhias. Sri baginda masoek, maka perampoe wan moeda itoe jang memandang kaloewar dapet dengar aoewars tindak orang berdja'an boekan seperti dajang-dajangnja djadi ia berpaling kablakang, sken meliat siapa jang maɛoek itoe. Iauja kebalin ari baginda jang masoek, aken tetapi roepanja tiada kaget sekali-kali, ia mengoedjock girang atawa laen, iapcen tiada bediri mengoendjoek hormat pada hal berbalik komball doedoek reperti tadi memandang kaloewar dan di boewatanja kaja tiada di perdoeli-in acewatoe apa dari pada jang kedjadian itoe.
Sri baginda radja mendjedi terlaloe amat heran, koetika di liatnja sa-orang begitoe bagoes, maka tiada sekali-kali taoe adat. Maka radja fikir barangkali sademikian adatnja itoe perampoewan, bahna ia tiada peladjari adat lembaga orang besar-besar, dari itoe iauja begitos koerang beradap. Oleh kerna itoe poen kendati perampoewan itoe tiada begitoe aloes beradab maka ai baginda mergampiri dia djoega ka dekat djendela. Perampoewan meeda itce tinggal berdiam, tiada bitjara barang sepatah, sekalipoen di ketabotin ja rri baginda memandang dia dengan sanget birahinja.
Maharadja Persie memandang dianja tiada bisa poewas, lama kelama<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1500|{{smaller|70}}}}</noinclude>
q5xiz2v0lyzuw1u5cr18h5klyyg06bd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/441
104
101059
282704
2026-05-06T13:44:39Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'CFCDC DC 1001 MALAM DOC Bemoewa tiada berat bagi akoe, tjoema jang sanget berat akoe pikirin, ia itoe apakah kedjadiannja pada kamoe Gulnare. Dari itoe, soepaija engkau Boedah ada jang tengteng lebi doeloe, maka akoe maoe kawinin padamoe. Aken tetapi, bahna kita sekarang ada dalem soesah keras, maka akoe tiada taoe siapa di antara radja-radja di laoet jang nanti maoe djadi soewamimoe. Oleh kerna jang sademikian itoe, maka akoe fikir baiklah engk...
282704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>CFCDC DC
1001 MALAM DOC
Bemoewa tiada berat bagi akoe, tjoema jang sanget berat akoe pikirin, ia
itoe apakah kedjadiannja pada kamoe Gulnare. Dari itoe, soepaija engkau
Boedah ada jang tengteng lebi doeloe, maka akoe maoe kawinin padamoe.
Aken tetapi, bahna kita sekarang ada dalem soesah keras, maka akoe tiada
taoe siapa di antara radja-radja di laoet jang nanti maoe djadi soewamimoe.
Oleh kerna jang sademikian itoe, maka akoe fikir baiklah engkau kawin
sema sa-orang radja di darat. Akoe nanti jakinin segala akal, soepaija bole
djadi sabegitoe, sebab engkau sa-orang elok dan tjantik, lagi bidjaksana,
maka bole di tentoe-in radja di darat itoe biar sebagimana berkoewasa poela
tentoe giranglah ia beristeri pada soedarakoe."
Bitjara hamba poenja soedara jang demikian, membikin hamba djadi
terlaloe marab, maka hamba berkata: Kakanda Saleh; ingatlah kami ini
dari pada fihak ajanda dan dari fibak iboe beratsal toeroenan radja-radja
dan permisoeri radja laoetan sama djoega kakanda Saleh, tiada tjampoeran
barang sedikit dengan asal radja-radja di darat. Kami poen tiada bole ber
Boewami orang di bawah pangkat kami, dengan sa-orang jang rendahan
atsalnja dari pada kami, sebab hal jang sademikian, membikin kita terlebi
maloe, lagi kami memang bersoempa tiada kami nanti sia-sia, atsal toeroenan
kami. Biar bagimana soekar poela prika-ada-an kita sekarang ini, tiadanja
kami hendak robah kami poenja nijat dan kaloe sandenja kakanda Saleh.
dapet mati di perang, maka terlebi baik poela kami toeroet djoega mati
dari kami toeroet adjaran kakanda aken bersoewami pada radja di darat.
Kami tiada abis fikir, bagimana bole djadi satoe soedara bole adjarin
adenja, aken berboewat begitoe."
Hamba poenja soedara memang maoe kawin, djadi dia kasi ingat
pada hamba, bahoewa di darat sekalipoen ada djoega radja-radja, jang ber-
koewasa besar, seperti radja-radja di dalem laoet.
Adapoen bamba tida maoe djoega sampe bamba poenja soedara
mara-in begitoe keras pada hamba, hingga bamba bersakit ati, dan hamba
lari dari dalem laoet pegi ka poelo Si Boelan. Hamba poenja soedara
poen djadi marah dan tinggalin sama hamba.
Di poelo Si Boelan ini, hamba idoep senang dan sabole-bole hamba
tjari tempat jang soenji sekali, aken bersemboeni, biar orang tida bisa dapet-
in. Aken tetapi, kendatipoen hamba begitoe ati-ati mendjaga diri, sekali
pada soewatoe hari ada dateng sa-orang bangsawan bersama-sama laskarnja,
teroes menjerang pada hamba, laloe di bawanja hamba pegi ka-roemahnja.
Sampe di roemah, naka dia boedjoek pada hamba dengan segala roepa, ia
mengoendjoekin pada hamba jinta birahinja. Adapoen hamba tida ambil
poesing, Hamba tida ladenin sama dia. Koetika di liatnja hamba tiada
djoega ambil poesing, maka di kiranja dengan paksa, nistjaija dapetlah ia
1507
Digized by Google<noinclude></noinclude>
1k33x7igmrsr0rrtgdj7h845e31uiyr
282705
282704
2026-05-06T13:48:13Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>semoewa tiada berat bagi akoe, tjoema jang sanget berat akoe pikirin, ia itoe apakah kedjadiannja pada kamoe Gulnare. Dari itoe, soepaija engkau Boedah ada jang tengteng lebi doeloe, maka akoe maoe kawinin padamoe. Aken tetapi, bahna kita sekarang ada dalem soesah keras, maka akoe tiada
taoe siapa di antara radja-radja di laoet jang nanti maoe djadi soewamimoe. Oleh kerna jang sademikian itoe, maka akoe fikir baiklah engkau kawin sema sa-orang radja di darat. Akoe nanti jakinin segala akal, soepaija bole djadi sabegitoe, sebab engkau sa-orang elok dan tjantik, lagi bidjaksana, maka bole di tentoe-in radja di darat itoe biar sebagimana berkoewasa poela tentoe giranglah ia beristeri pada soedarakoe."
Bitjara hamba poenja soedara jang demikian, membikin hamba djadi terlaloe marab, maka hamba berkata: Kakanda Saleh; ingatlah kami ini dari pada fihak ajanda dan dari fibak iboe beratsal toeroenan radja-radja dan permisoeri radja laoetan sama djoega kakanda Saleh, tiada tjampoeran barang sedikit dengan asal radja-radja di darat. Kami poen tiada bole ber
Boewami orang di bawah pangkat kami, dengan sa-orang jang rendahan atsalnja dari pada kami, sebab hal jang sademikian, membikin kita terlebi maloe, lagi kami memang bersoempa tiada kami nanti sia-sia, atsal toeroenan
kami. Biar bagimana soekar poela prika-ada-an kita sekarang ini, tiadanja kami hendak robah kami poenja nijat dan kaloe sandenja kakanda Saleh dapet mati di perang, maka terlebi baik poela kami toeroet djoega mati dari kami toeroet adjaran kakanda aken bersoewami pada radja di darat. Kami tiada abis fikir, bagimana bole djadi satoe soedara bole adjarin adenja, aken berboewat begitoe."
Hamba poenja soedara memang maoe kawin, djadi dia kasi ingat
pada hamba, bahoewa di darat sekalipoen ada djoega radja radja, jang berkoewasa besar, seperti radja-radja di dalem laoet.
Adapoen bamba tida maoe djoega sampe bamba poenja soedara mara-in begitoe keras pada hamba, hingga bamba bersakit ati, dan hamba lari dari dalem laoet pegi ka poelo Si Boelan. Hamba poenja soedara poen djadi marah dan tinggalin sama hamba.
Di poelo Si Boelan ini, hamba idoep senang dan sabole-bole hamba tjari tempat jang soenji sekali, aken bersemboeni, biar orang tida bisa dapet-in. Aken tetapi, kendatipoen hamba begitoe ati-ati mendjaga diri, sekali pada soewatoe hari ada dateng sa-orang bangsawan bersama-sama laskarnja, teroes menjerang pada hamba, laloe di bawanja hamba pegi ka-roemahnja. Sampe di roemah, naka dia boedjoek pada hamba dengan segala roepa, ia mengoendjoekin pada hamba jinta birahinja. Adapoen hamba tida ambil poesing, Hamba tida ladenin sama dia. Koetika di liatnja hamba tiada djoega ambil poesing, maka di kiranja dengan paksa, nistjaija dapetlah ia<noinclude>{{C|1507}}</noinclude>
bnxxkzi9ti03lyx1le9e497wivqy1lx
282707
282705
2026-05-06T13:49:34Z
Ichi Ocha
26099
282707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>semoewa tiada berat bagi akoe, tjoema jang sanget berat akoe pikirin, ia itoe apakah kedjadiannja pada kamoe Gulnare. Dari itoe, soepaija engkau Boedah ada jang tengteng lebi doeloe, maka akoe maoe kawinin padamoe. Aken tetapi, bahna kita sekarang ada dalem soesah keras, maka akoe tiada
taoe siapa di antara radja-radja di laoet jang nanti maoe djadi soewamimoe. Oleh kerna jang sademikian itoe, maka akoe fikir baiklah engkau kawin sema sa-orang radja di darat. Akoe nanti jakinin segala akal, soepaija bole djadi sabegitoe, sebab engkau sa-orang elok dan tjantik, lagi bidjaksana, maka bole di tentoe-in radja di darat itoe biar sebagimana berkoewasa poela tentoe giranglah ia beristeri pada soedarakoe."
Bitjara hamba poenja soedara jang demikian, membikin hamba djadi terlaloe marab, maka hamba berkata: Kakanda Saleh; ingatlah kami ini dari pada fihak ajanda dan dari fibak iboe beratsal toeroenan radja-radja dan permisoeri radja laoetan sama djoega kakanda Saleh, tiada tjampoeran barang sedikit dengan asal radja-radja di darat. Kami poen tiada bole ber
Boewami orang di bawah pangkat kami, dengan sa-orang jang rendahan atsalnja dari pada kami, sebab hal jang sademikian, membikin kita terlebi maloe, lagi kami memang bersoempa tiada kami nanti sia-sia, atsal toeroenan kami. Biar bagimana soekar poela prika-ada-an kita sekarang ini, tiadanja kami hendak robah kami poenja nijat dan kaloe sandenja kakanda Saleh dapet mati di perang, maka terlebi baik poela kami toeroet djoega mati dari kami toeroet adjaran kakanda aken bersoewami pada radja di darat. Kami tiada abis fikir, bagimana bole djadi satoe soedara bole adjarin adenja, aken berboewat begitoe."
Hamba poenja soedara memang maoe kawin, djadi dia kasi ingat
pada hamba, bahoewa di darat sekalipoen ada djoega radja radja, jang berkoewasa besar, seperti radja-radja di dalem laoet.
Adapoen bamba tida maoe djoega sampe bamba poenja soedara mara-in begitoe keras pada hamba, hingga bamba bersakit ati, dan hamba lari dari dalem laoet pegi ka poelo Si Boelan. Hamba poenja soedara poen djadi marah dan tinggalin sama hamba.
Di poelo Si Boelan ini, hamba idoep senang dan sabole-bole hamba tjari tempat jang soenji sekali, aken bersemboeni, biar orang tida bisa dapet-in. Aken tetapi, kendatipoen hamba begitoe ati-ati mendjaga diri, sekali pada soewatoe hari ada dateng sa-orang bangsawan bersama-sama laskarnja, teroes menjerang pada hamba, laloe di bawanja hamba pegi karoemahnja. Sampe di roemah, naka dia boedjoek pada hamba dengan segala roepa, ia mengoendjoekin pada hamba jinta birahinja. Adapoen hamba tida ambil poesing, Hamba tida ladenin sama dia. Koetika di liatnja hamba tiada djoega ambil poesing, maka di kiranja dengan paksa, nistjaija dapetlah ia<noinclude>{{C|1507}}</noinclude>
cxkotc0x7t2yrlx2glcyaf55ybek8ux
283338
282707
2026-05-07T03:41:12Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283338
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>semoewa tiada berat bagi akoe, tjoema jang sanget berat akoe pikirin, ia itoe apakah kedjadiannja pada kamoe Gulnare. Dari itoe, soepaija engkau Boedah ada jang tengteng lebi doeloe, maka akoe maoe kawinin padamoe. Aken tetapi, bahna kita sekarang ada dalem soesah keras, maka akoe tiada taoe siapa di antara radja-radja di laoet jang nanti maoe djadi soewamimoe. Oleh kerna jang sademikian itoe, maka akoe fikir baiklah engkau kawin sema sa-orang radja di darat. Akoe nanti jakinin segala akal, soepaija bole djadi sabegitoe, sebab engkau sa-orang elok dan tjantik, lagi bidjaksana, maka bole di tentoe-in radja di darat itoe biar sebagimana berkoewasa poela tentoe giranglah ia beristeri pada soedarakoe."
Bitjara hamba poenja soedara jang demikian, membikin hamba djadi terlaloe marab, maka hamba berkata: Kakanda Saleh; ingatlah kami ini dari pada fihak ajanda dan dari fibak iboe beratsal toeroenan radja-radja dan permisoeri radja laoetan sama djoega kakanda Saleh, tiada tjampoeran barang sedikit dengan asal radja-radja di darat. Kami poen tiada bole ber
Boewami orang di bawah pangkat kami, dengan sa-orang jang rendahan atsalnja dari pada kami, sebab hal jang sademikian, membikin kita terlebi maloe, lagi kami memang bersoempa tiada kami nanti sia-sia, atsal toeroenan kami. Biar bagimana soekar poela prika-ada-an kita sekarang ini, tiadanja kami hendak robah kami poenja nijat dan kaloe sandenja kakanda Saleh dapet mati di perang, maka terlebi baik poela kami toeroet djoega mati dari kami toeroet adjaran kakanda aken bersoewami pada radja di darat. Kami tiada abis fikir, bagimana bole djadi satoe soedara bole adjarin adenja, aken berboewat begitoe."
Hamba poenja soedara memang maoe kawin, djadi dia kasi ingat pada hamba, bahoewa di darat sekalipoen ada djoega radja radja, jang berkoewasa besar, seperti radja-radja di dalem laoet.
Adapoen bamba tida maoe djoega sampe bamba poenja soedara mara-in begitoe keras pada hamba, hingga bamba bersakit ati, dan hamba lari dari dalem laoet pegi ka poelo Si Boelan. Hamba poenja soedara poen djadi marah dan tinggalin sama hamba.
Di poelo Si Boelan ini, hamba idoep senang dan sabole-bole hamba tjari tempat jang soenji sekali, aken bersemboeni, biar orang tida bisa dapet-in. Aken tetapi, kendatipoen hamba begitoe ati-ati mendjaga diri, sekali pada soewatoe hari ada dateng sa-orang bangsawan bersama-sama laskarnja, teroes menjerang pada hamba, laloe di bawanja hamba pegi karoemahnja. Sampe di roemah, naka dia boedjoek pada hamba dengan segala roepa, ia mengoendjoekin pada hamba jinta birahinja. Adapoen hamba tida ambil poesing, Hamba tida ladenin sama dia. Koetika di liatnja hamba tiada djoega ambil poesing, maka di kiranja dengan paksa, nistjaija dapetlah ia<noinclude>{{C|1507}}</noinclude>
0b0ault3nzi1ukjwkaenkog86z3v7n0
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/447
104
101060
282712
2026-05-06T13:52:38Z
Lia Basyaiban
18670
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '-] RA PR XOXO 1001 MALAM KOCH *10 ) +9) 30 67*** daran itoe tiada di pake sari -sari, melaenken ' kaloe ada keramejan jang besar baroelah di pakenja. Kadang-kadang poen kapan koeda itoe sveda pinter di adjar, maka di pake aken berlombahan, ada djoega jang di pasang boewat tarik kreta dari biang moetiara jang terbias dengan roepa roepa perihasan. Kreta-kreta itoe terboeka sama sekali, maka di ataspja ada langit-langit pake mangkota , dj...
282712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lia Basyaiban" /></noinclude>-]
RA
PR
XOXO
1001 MALAM KOCH
*10 )
+9)
30
67***
daran itoe tiada di pake sari -sari, melaenken ' kaloe ada keramejan jang
besar baroelah di pakenja. Kadang-kadang poen kapan koeda itoe sveda
pinter di adjar, maka di pake aken berlombahan, ada djoega jang di
pasang boewat tarik kreta dari biang moetiara jang terbias dengan roepa
roepa perihasan. Kreta-kreta itoe terboeka sama sekali, maka di ataspja
ada langit-langit pake mangkota , djadi seperti savggasana keradja- an , di kreta
jang sademikian itoelah radja-radja doedoek pesiar, aken dapet di liat rajat
apak negrinja. Maka radja sendiri jang pegang tom kendali koedanja djadi
tiada perloe memake koesir.
Laen-laen lagi jang ada di dalem negri-negri di laoetan itoe kami
diemken sadja tiada perloe boewat doeli sjah alam, baiklah nanti di laen
waktoe kami tjeritaken itoe pada sri baginda, sebab sekarang ada barang
jang terlebi berpenting hendak kami kataken pada toewankoe. Kami hendak
kataken pada doeli toewankoe, bahoewa kami sanget sekali kepingin kete
moe-in kami poenja iboe dan misan-misapan perampoewan, lagi kami ke
pingin djadi baik kombali pada kami poenja soedara laki-laki. Marika itoe,
:
1
nistjaija keras sanget girangoja, kaloe dia orang dapet liat pada kami begi
ni beroentoeng dan senang mendjadi permeisoerinja radja baginda jang
besar, tentoe marika itoe kepingin dengar bal ichwal kami, nistjaija marika
itoe menghormatken dan memoeliaken pada doeli sjah alam ."
Djawabnja sri bagiada: » Adindakoe, tjinta djiwakoe, titabken sadja
apa jang di kabendaki adindakoe, kami nanti jakipin sabo !e-bole, aken
samboet adinda poenja sanak soedara seperti pantes menjamboet mertoewa
3
orang atsal radja . Tjoema kami kepingin taoe bagimana adinda maoe pang
gil pada marika itoe dan kapan kira-kira marika itoe dateng, soepaija kami
dapet sedia-sediaken, aken menjamboet marika itoe dengan kamoelija-an."
Maka berkata Gulnare: Tiada perloe aken menjambret marika itoe
dengan kamoelia -an , sebab dengan sabentaran djoega, marika itoe bakalan
sampe di sini, serta kakanda poen bole liat djoega bagimana marika itoe
bakalan dateng di sini, kakanda pegi sadja doodoek di kamar sebelah, bole
kakanda liat dari tralie (roedji) djendela. Laen dari itoe poen kakanda bole
dengar kami bitjara sama kami poenja iboe dan soedara."
Setelah sri baginda soedab masoek ka dalem kamar itoe, maka Gul.
nare lantas soeroeb sa-orang boedak perampoewan ambil satoe pendoepa-an
sama bara api dengan laen-laea barang-barang jang di kabendaknja, abis ia
titanken perampoewan itoe aken pegi, soepaija Gulnare bole tinggal sendiri-an.
lanja toetoep piotoo baik-baik abis ianja ambil kajoe garoe laloe di bakarnja
dalem pendoepa-an. Apabila asep kajoe garoe itoe moelai moemboel, maka
lantas Guloare batja bebrapa rapalan. Setelah abis di batjanja, maka kalia
tan aer di laoetan seperti katioep angin riboet, ombak geloembang caboekit
1510<noinclude></noinclude>
m9sq6uupnneoeg9pei2fxr8ug5a4gig
282742
282712
2026-05-06T14:09:38Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
282742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /></noinclude><center>1001 MALAM</center>
daran itoe tiada di pake sari-sari, melaenken kaloe ada keramejan jang besar baroelah di pakenja. Kadang-kadang poen kapan koeda itoe soeda pinter di adjar, maka di pake aken berlombahan, ada djoega jang di pasang boewat tarik kreta dari biang moetiara jang terbias dengan roepa roepa perihasan. Kreta-kreta itoe terboeka sama sekali, maka di atasnja ada langit-langit pake mangkota, djadi seperti sanggasana keradja-an, di kreta jang sademikian itoelah radja-radja doedoek pesiar, aken dapet di liat rajat anak negrinja. Maka radja sendiri jang pegang tom kendali koedanja djadi tiada perloe memake koesir.
Laen-laen lagi jang ada di dalem negri-negri di laoetan itoe kami diemken sadja tiada perloe boewat doeli sjah alam, baiklah nanti di laen waktoe kami tjeritaken itoe pada sri baginda, sebab sekarang ada barang jang terlebi berpenting hendak kami kataken pada toewankoe. Kami hendak kataken pada doeli toewankoe, bahoewa kami sanget sekali kepingin ketemoe-in kami poenja iboe dan misan-misanan perampoewan, lagi kami kepingin djadi baik kombali pada kami poenja soedara laki-laki. Marika itoe, nistjaija keras sanget girangoja, kaloe dia orang dapet liat pada kami begini beroentoeng dan senang mendjadi permeisoerinja radja baginda jang besar, tentoe marika itoe kepingin dengar bal ichwal kami, nistjaija marika itoe menghormatken dan memoeliaken pada doeli sjah alam."
Djawabnja sri baginda: »Adindakoe, tjinta djiwakoe, titahken sadja apa jang di kabendaki adindakoe, kami nanti jakinin sabole-bole, aken samboet adinda poenja sanak soedara seperti pantes menjamboet mertoewa orang atsal radja. Tjoema kami kepingin taoe bagimana adinda maoe panggil pada marika itoe dan kapan kira-kira marika itoe dateng, soepaija kami dapet sedia-sediaken, aken menjamboet marika itoe dengan kamoelija-an."
Maka berkata Gulnare: »Tiada perloe aken menjambret marika itoe dengan kamoelia-an, sebab dengan sabentaran djoega, marika itoe bakalan sampe di sini, serta kakanda poen bole liat djoega bagimana marika itoe bakalan dateng di sini, kakanda pegi sadja doedoek di kamar sebelah, bole kakanda liat dari tralie (roedji) djendela. Laen dari itoe poen kakanda bole dengar kami bitjara sama kami poenja iboe dan soedara."
Setelah sri baginda soedah masoek ka dalem kamar itoe, maka Gulnare lantas soeroeh sa-orang boedak perampoewan ambil satoe pendoepa-an sama bara api dengan laen-laen barang-barang jang di kahendaknja, abis ia titanken perampoewan itoe aken pegi, soepaija Gulnare bole tinggal sendiri-an. lanja toetoep pintoe baik-baik abis ianja ambil kajoe garoe laloe di bakarnja dalem pendoepa-an. Apabila asep kajoe garoe itoe moelai moemboel, maka lantas Gulnare batja bebrapa rapalan. Setelah abis di batjanja, maka kaliatan aer di laoetan seperti katioep angin riboet, ombak geloembang saboekit
{{c|1550}}<noinclude></noinclude>
jx7uh1k3n48t0boqd7x1rvjns47tm3m
283353
282742
2026-05-07T03:48:44Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283353
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>daran itoe tiada di pake sari-sari, melaenken kaloe ada keramejan jang besar baroelah di pakenja. Kadang-kadang poen kapan koeda itoe soeda pinter di adjar, maka di pake aken berlombahan, ada djoega jang di pasang boewat tarik kreta dari biang moetiara jang terbias dengan roepa roepa perihasan. Kreta-kreta itoe terboeka sama sekali, maka di atasnja ada langit-langit pake mangkota, djadi seperti sanggasana keradja-an, di kreta jang sademikian itoelah radja-radja doedoek pesiar, aken dapet di liat rajat anak negrinja. Maka radja sendiri jang pegang tom kendali koedanja djadi tiada perloe memake koesir.
Laen-laen lagi jang ada di dalem negri-negri di laoetan itoe kami diemken sadja tiada perloe boewat doeli sjah alam, baiklah nanti di laen waktoe kami tjeritaken itoe pada sri baginda, sebab sekarang ada barang jang terlebi berpenting hendak kami kataken pada toewankoe. Kami hendak kataken pada doeli toewankoe, bahoewa kami sanget sekali kepingin ketemoe-in kami poenja iboe dan misan-misanan perampoewan, lagi kami kepingin djadi baik kombali pada kami poenja soedara laki-laki. Marika itoe, nistjaija keras sanget girangoja, kaloe dia orang dapet liat pada kami begini beroentoeng dan senang mendjadi permeisoerinja radja baginda jang besar, tentoe marika itoe kepingin dengar bal ichwal kami, nistjaija marika itoe menghormatken dan memoeliaken pada doeli sjah alam."
Djawabnja sri baginda: »Adindakoe, tjinta djiwakoe, titahken sadja apa jang di kabendaki adindakoe, kami nanti jakinin sabole-bole, aken samboet adinda poenja sanak soedara seperti pantes menjamboet mertoewa orang atsal radja. Tjoema kami kepingin taoe bagimana adinda maoe panggil pada marika itoe dan kapan kira-kira marika itoe dateng, soepaija kami dapet sedia-sediaken, aken menjamboet marika itoe dengan kamoelija-an."
Maka berkata Gulnare: »Tiada perloe aken menjambret marika itoe dengan kamoelia-an, sebab dengan sabentaran djoega, marika itoe bakalan sampe di sini, serta kakanda poen bole liat djoega bagimana marika itoe bakalan dateng di sini, kakanda pegi sadja doedoek di kamar sebelah, bole kakanda liat dari tralie (roedji) djendela. Laen dari itoe poen kakanda bole dengar kami bitjara sama kami poenja iboe dan soedara."
Setelah sri baginda soedah masoek ka dalem kamar itoe, maka Gulnare lantas soeroeh sa-orang boedak perampoewan ambil satoe pendoepa-an sama bara api dengan laen-laen barang-barang jang di kahendaknja, abis ia titanken perampoewan itoe aken pegi, soepaija Gulnare bole tinggal sendiri-an. lanja toetoep pintoe baik-baik abis ianja ambil kajoe garoe laloe di bakarnja dalem pendoepa-an. Apabila asep kajoe garoe itoe moelai moemboel, maka lantas Gulnare batja bebrapa rapalan. Setelah abis di batjanja, maka kaliatan aer di laoetan seperti katioep angin riboet, ombak geloembang saboekit<noinclude>{{rh||1510}}</noinclude>
rh24k0917vk7l8qxjal1dhqayn23haa
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/449
104
101061
282714
2026-05-06T13:55:45Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{ 1001 MALAM Vi VIVA boekit berboeea -boesa . Sri baginda radja tiada berdjaoewan dari djendela , RE i djadi sekalian itoe dapet di liatnja dengan pjata . Tida sebrapa lama lagi, maka aer laoet itoe seperti terbelah (terboeka) dan sa-orang laki-laki moeda kaloewar dari belahan aer itoe, ianja tjakep be toel dan djenggotuja idjo seperti aer laoet . Abis kalozwar lagi satoe pera m. poewan jang soedab toewa, aer moekanja dan sikepnja seperti ora...
282714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{ 1001 MALAM
Vi VIVA
boekit berboeea -boesa . Sri baginda radja tiada berdjaoewan dari djendela ,
RE
i
djadi sekalian itoe dapet di liatnja dengan pjata .
Tida sebrapa lama lagi, maka aer laoet itoe seperti terbelah (terboeka)
dan sa-orang laki-laki moeda kaloewar dari belahan aer itoe, ianja tjakep be
toel dan djenggotuja idjo seperti aer laoet . Abis kalozwar lagi satoe pera m.
poewan jang soedab toewa, aer moekanja dan sikepnja seperti orang besar.
Bersama-sama ini perampoewan toewa ada lebi ampat perampoewan anak
moeda kaloewar dari laoet masing-masing terlaloe amat eloknja ampir sama
seperti Gulnare tjakepnja .
Gulnare lantes mengampiri satoe djendela, dari sini dia dapet liat
iboe, soedaranja dan sekalian misapan perampoewau ampat orang, maka
sekalian marika itoe poen lautas kepalin sama Gulnare .
Orang-orang itoe dateng seperti berdjalan di atas aer sampe ampir
di darat .
Setelah soedah sampe di darat, maka satoe-satoenja masoek dengan
melajang ka dalem djendela . Guloare moendoer dari tempat ia bediri, soe
paija marika itoe bole gampang masoek .
Barang sampe di dalem kamar ,
maka marika itoe bersama- sama Gulnare saling berpelok dan bertjioeman .
Sasoedahnja Gulnare samboat marika ito3 dengan segala hormat, maka
di soeroeh marika itoe doedoek di bangko sofa, abis iboenja bitjara padanja
demikian katanja: » Anak, kami ini sanget girang sekali bisa bertemoe lagi
sama kamoe, sasoe laboja betjerei sabegitoe lamanja, maka engkau poenja
soedara dan misan-misapan sekalipoen tentoe djoega girang bertemoewan
kombali sama engkau .
Koetika engkau gaib dari tempat perdiaman kita, maka sanget kita
semoewa bersoesaban ati, sebab engkau pegi diam diam tiada ketaoewao ka
mana peginja, sampe bebrapa lamanja kita orang tangis.io padamoe. Kita
semoewa tiada taoe apa sebabnja, jang membikin engkau sekoenjoeng- koe
njoeng lari diam-diam meninggalken kita, tjoema bole djadi engka'ı lari itoe
dari sebab soedaramoe poepja bitjara jang dia tjeritabken pada kami . Di
itoe waktoe bitjaranja soedaramoe itoe ada baik sekali boewat kamoe, sebab.
engkau pikirken djoega sebagimana kita poenja prika-ada-an di itoe waktoe.
Menoeroet betoel tiada haroes engkau mendjadi goesar, sebab tiada laen ,
melaenken peroentoepganmoe djoega jang di kahendakinja. Aken tetapi
soedah, apa jang soedah, biarken soedab, djangan kita fikirin lagi aken me
nimboelken sakit atimoe, baik kita loepa-in itoe semoowa, maka sekarang
tjeritabkenlah pada kami apakah telah kedjadian padamoe, anak, sakejan
lamanja jang engkau terpisah dari kami, adapoen sabelonnja engkau tjeri
tahkеn itoe, baiklah engkau kataken apakah engkau beroentoeng apa tida.”
Gulnare teroes berso adjoed memelok kaki iboenja, abis tangan iboenja
1511
I<noinclude></noinclude>
043s9twp5nf7ahd4jturs44lu3jvyjk
282766
282714
2026-05-06T14:30:55Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
282766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||1001 Malam}}</noinclude>boekit berboesa-boesa. Sri baginda radja tiada berdjaoewan dari djendela, djadi sekalian itoe dapet di liatnja dengan njata.
Tida sebrapa lama lagi, maka aer laoet itoe seperti terbelah (terboeka) dan sa-orang laki-laki moeda kaloewar dari belahan aer itoe, ianja tjakep betoel dan djenggotnja idjo seperti aer laoet. Abis kaloewar lagi satoe perampoewan jang soedah toewa, aer moekanja dan sikepnja seperti orang besar. Bersama-sama ini perampoewan toewa ada lebi ampat perampoewan anak moeda kaloewar dari laoet masing-masing terlaloe amat eloknja ampir sama seperti Gulnare tjakepnja.
Gulnare lantes mengampiri satoe djendela, dari sini dia dapet liat iboe, soedaranja dan sekalian misanan perampoewan ampat orang, maka sekalian marika itoe poen lautas kepalin sama Gulnare.
Orang-orang itoe dateng seperti berdjalan di atas aer sampe ampir di darat.
Setelah soedah sampe di darat, maka satoe-satoenja masoek dengan melajang ka dalem djendela. Guloare moendoer dari tempat ia bediri, soepaija marika itoe bole gampang masoek. Barang sampe di dalem kamar, maka marika itoe bersama-sama Gulnare saling berpelok dan bertjioeman.
Sasoedahnja Gulnare samboat marika itoe dengan segala hormat, maka di soeroeh marika itoe doedoek di bangkoe sofa, abis iboenja bitjara padanja demikian katanja: „Anak, kami ini sanget girang sekali bisa bertemoe lagi sama kamoe, sasoedahnja betjerei sabegitoe lamanja, maka engkau poenja soedara dan misan-misanan sekalipoen tentoe djoega girang bertemoewan kombali sama engkau .
Koetika engkau gaib dari tempat perdiaman kita, maka sanget kita semoewa bersoesahan ati, sebab engkau pegi diam-diam tiada ketaoewan kamana peginja, sampe bebrapa lamanja kita orang tangis-in padamoe. Kita semoewa tiada taoe apa sebabnja, jang membikin engkau sekoenjoeng-koenjoeng lari diam-diam meninggalken kita, tjoema bole djadi engkaau lari itoe dari sebab soedaramoe poenja bitjara jang dia tjeritahken pada kami . Di itoe waktoe bitjaranja soedaramoe itoe ada baik sekali boewat kamoe, sebab engkau pikirken djoega sebagimana kita poenja prika-ada-an di itoe waktoe. Menoeroet betoel tiada haroes engkau mendjadi goesar, sebab tiada laen, melaenken peroentoenganmoe djoega jang di kahendakinja. Aken tetapi soedah, apa jang soedah, biarken soedah, djangan kita fikirin lagi aken menimboelken sakit atimoe, baik kita loepa-in itoe semoewa, maka sekarang tjeritabkenlah pada kami apakah telah kedjadian padamoe, anak, sakejan lamanja jang engkau terpisah dari kami, adapoen sabelonnja engkau tjeritahkеn itoe, baiklah engkau kataken apakah engkau beroentoeng apa tida.”
Gulnare teroes bersoedjoed memelok kaki iboenja, abis tangan iboenja<noinclude>{{rh||1511}}</noinclude>
2543geukon0n68cecl3udijt0gdkpew
283355
282766
2026-05-07T03:49:30Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283355
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 Malam}}</noinclude>boekit berboesa-boesa. Sri baginda radja tiada berdjaoewan dari djendela, djadi sekalian itoe dapet di liatnja dengan njata.
Tida sebrapa lama lagi, maka aer laoet itoe seperti terbelah (terboeka) dan sa-orang laki-laki moeda kaloewar dari belahan aer itoe, ianja tjakep betoel dan djenggotnja idjo seperti aer laoet. Abis kaloewar lagi satoe perampoewan jang soedah toewa, aer moekanja dan sikepnja seperti orang besar. Bersama-sama ini perampoewan toewa ada lebi ampat perampoewan anak moeda kaloewar dari laoet masing-masing terlaloe amat eloknja ampir sama seperti Gulnare tjakepnja.
Gulnare lantes mengampiri satoe djendela, dari sini dia dapet liat iboe, soedaranja dan sekalian misanan perampoewan ampat orang, maka sekalian marika itoe poen lautas kepalin sama Gulnare.
Orang-orang itoe dateng seperti berdjalan di atas aer sampe ampir di darat.
Setelah soedah sampe di darat, maka satoe-satoenja masoek dengan melajang ka dalem djendela. Guloare moendoer dari tempat ia bediri, soepaija marika itoe bole gampang masoek. Barang sampe di dalem kamar, maka marika itoe bersama-sama Gulnare saling berpelok dan bertjioeman.
Sasoedahnja Gulnare samboat marika itoe dengan segala hormat, maka di soeroeh marika itoe doedoek di bangkoe sofa, abis iboenja bitjara padanja demikian katanja: „Anak, kami ini sanget girang sekali bisa bertemoe lagi sama kamoe, sasoedahnja betjerei sabegitoe lamanja, maka engkau poenja soedara dan misan-misanan sekalipoen tentoe djoega girang bertemoewan kombali sama engkau .
Koetika engkau gaib dari tempat perdiaman kita, maka sanget kita semoewa bersoesahan ati, sebab engkau pegi diam-diam tiada ketaoewan kamana peginja, sampe bebrapa lamanja kita orang tangis-in padamoe. Kita semoewa tiada taoe apa sebabnja, jang membikin engkau sekoenjoeng-koenjoeng lari diam-diam meninggalken kita, tjoema bole djadi engkaau lari itoe dari sebab soedaramoe poenja bitjara jang dia tjeritahken pada kami . Di itoe waktoe bitjaranja soedaramoe itoe ada baik sekali boewat kamoe, sebab engkau pikirken djoega sebagimana kita poenja prika-ada-an di itoe waktoe. Menoeroet betoel tiada haroes engkau mendjadi goesar, sebab tiada laen, melaenken peroentoenganmoe djoega jang di kahendakinja. Aken tetapi soedah, apa jang soedah, biarken soedah, djangan kita fikirin lagi aken menimboelken sakit atimoe, baik kita loepa-in itoe semoewa, maka sekarang tjeritabkenlah pada kami apakah telah kedjadian padamoe, anak, sakejan lamanja jang engkau terpisah dari kami, adapoen sabelonnja engkau tjeritahkеn itoe, baiklah engkau kataken apakah engkau beroentoeng apa tida.”
Gulnare teroes bersoedjoed memelok kaki iboenja, abis tangan iboenja<noinclude>{{rh||1511}}</noinclude>
8htuzec0yi6kpxsk16jiucaif392i4y
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/451
104
101062
282715
2026-05-06T13:56:07Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'x 1001 MALAM Dodaxxx di tjioempja , soedab begitoe ia berdiri Jaloe berkata: ” Iboe jang tertjinta, kasalahan hamba terlaloe amat besarnja, soenggoe hamba mengakoe sendiri, maka hamba ini di bribken ampoen oleh iboe, tjoema dari sebab iboe ter laloe berkasian pada hamba. Apa jang hamba aken tjeritahken pada iboe nanti menjataken pada iboe, bahoewa dalem ka-idoepan manoesia kaseringan ada hal jang tiada dapet di lawannja . Hamba inilah soewa...
282715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>x
1001 MALAM Dodaxxx
di tjioempja , soedab begitoe ia berdiri Jaloe berkata: ” Iboe jang tertjinta,
kasalahan hamba terlaloe amat besarnja, soenggoe hamba mengakoe sendiri,
maka hamba ini di bribken ampoen oleh iboe, tjoema dari sebab iboe ter
laloe berkasian pada hamba. Apa jang hamba aken tjeritahken pada iboe
nanti menjataken pada iboe, bahoewa dalem ka-idoepan manoesia kaseringan
ada hal jang tiada dapet di lawannja . Hamba inilah soewatoe tjonto jang
sademikian. Sebab djoestoe barang jang sabole-bole hendak melawan , ia itoe
lah jang di takdir Allah pada hamba aken misti trima. "
Maka Gulnare tjeritahkеn segala hal ichwalnja dari bermoela sampe
>
pada pengabisannja. Koetika ia sampe pada waktoe ia telah di djoewal oleh
soedagar boedak itoe kapada Sri baginda Mabaradja Persie, maka lantas
soedaranja Gulnare jang bernama Saleh berlompat bediri sambil berkata
dengan nafsoe: Adinda salah besar soenggoe aken memikoel maloe begitoe
besar, maka salahmoe sendiri, sebab engkau sendiri ada sampe akal aken
melepasken dirimoe dari pada pri moe itoe, maka soenggoe kami keras seka
li heran, jang engkau masih begitoe sabar boewat tinggal mendjadi boedak
sakejan lamanja. Ach marilah bediri toeroet lagi sama kita orang poelang
ka kita poenja negri, sebab negri itoe kami telah dapet rampas kombali dari
pada tangan moesoeb.'
Sri baginda radja Persie masih ada bediri di dalem kamar sebelah ,
maka ia dapet dengar satoe-satoe perkata-an ini dengan njata sekali, hingga
ia keras berkoewatir . Katanja dalem dirinja: » Ach kami ini binasalah,
nistjaija kami mati , djikaloe Gulnare toeroet sebagimana bitjara soedaranja.
Begitoe keras kami tjintaken dia, soedah tentoe kami mati, djikaloe kami di
tinggal olebnja ."
Adapoen Gulnare tiada lama kasi soewaminja tinggal berkoewatir,
Gulnare berkata: » Kakanda, soedara Saleh, apa jang engkau kataken ini
mengoendjoeken dengan terang pada kami, sebagimana keras tjinta saijangmoe
pada kami adindamoe. Doeloe engkau masih boleh ingat sendiri, kami ini
sanget marah dari sebab engkau adjarken kami aken bersoewani sa -orang
radja dari darat, adapoen sekarang ini kami ampir mendjadi marah, dar;
sebab kakanda Saleh adjari kami aken bertjere dari pada kami poenja per
hoeboengan sama sa-orang jang berkoewasa dari pada sekalian radja -radja .
Kami ini tiada bitjara dari pada bales trima kasinja sa -orang boedak pada
toewannja jang piarah dia dengan baik, sebab brapa soesaboja aken bajar
poelang bewang sepoeloe riboe dinar emas itoe, jang di bikinnja membelih kami,
Itoe boekan, adapoen kami bitjara- in dari perhoeboengan sa-orang isteri de
ngan soewaminja, lagi poela dari pada isteri jang terlaloe amat beroentoeng .
Kami poenja soowami sa -orang radja boediman dan dermawan serta alim ,
maka ia terlaloe tjinta pada kami, dari pada katjinta -annja itoe soeda sampe
1512
1001 Malam
73<noinclude></noinclude>
g7moyo31cu80y6rje9exz3mmkoi4zkk
282749
282715
2026-05-06T14:15:39Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
282749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>di tjioempja, soedah begitoe ia berdiri laloe berkata: „Iboe jang tertjinta, kasalahan hamba terlaloe amat besarnja, soenggoe hamba mengakoe sendiri, maka hamba ini di brihken ampoen oleh iboe, tjoema dari sebab iboe ter laloe berkasian pada hamba. Apa jang hamba aken tjeritahken pada iboe nanti menjataken pada iboe, bahoewa dalem ka-idoepan manoesia kaseringan ada hal jang tiada dapet di lawannja. Hamba inilah soewatoe tjonto jang sademikian. Sebab djoestoe barang jang sabole-bole hendak melawan, ia itoelah jang di takdir Allah pada hamba aken misti trima.”
Maka Gulnare tjeritahkеn segala hal ichwalnja dari bermoela sampe pada pengabisannja. Koetika ia sampe pada waktoe ia telah di djoewal oleh soedagar boedak itoe kapada Sri baginda Maharadja Persie, maka lantas soedaranja Gulnare jang bernama Saleh berlompat bediri sambil berkata dengan nafsoe: „Adinda salah besar soenggoe aken memikoel maloe begitoe besar, maka salahmoe sendiri, sebab engkau sendiri ada sampe akal aken melepasken dirimoe dari pada dirimoe itoe, maka soenggoe kami keras sekali heran, jang engkau masih begitoe sabar boewat tinggal mendjadi boedak sakejan lamanja. Ach marilah bediri toeroet lagi sama kita orang poelang ka kita poenja negri, sebab negri itoe kami telah dapet rampas kombali dari pada tangan moesoeh.”
Sri baginda radja Persie masih ada bediri di dalem kamar sebelah, maka ia dapet dengar satoe-satoe perkata-an ini dengan njata sekali, hingga ia keras berkoewatir. Katanja dalem dirinja: „Ach kami ini binasalah, nistjaija kami mati , djikaloe Gulnare toeroet sebagimana bitjara soedaranja. Begitoe keras kami tjintaken dia, soedah tentoe kami mati, djikaloe kami di tinggal olehnja.”
Adapoen Gulnare tiada lama kasi soewaminja tinggal berkoewatir. Gulnare berkata: „Kakanda, soedara Saleh, apa jang engkau kataken ini mengoendjoeken dengan terang pada kami, sebagimana keras tjinta saijangmoe pada kami adindamoe. Doeloe engkau masih boleh ingat sendiri, kami ini sanget marah dari sebab engkau adjarken kami aken bersoewani sa-orang radja dari darat, adapoen sekarang ini kami ampir mendjadi marah, dar sebab kakanda Saleh adjari kami aken bertjere dari pada kami poenja perhoeboengan sama sa-orang jang berkoewasa dari pada sekalian radja-radja. Kami ini tiada bitjara dari pada bales trima kasinja sa-orang boedak pada toewannja jang piarah dia dengan baik, sebab brapa soesaboja aken bajar poelang bewang sepoeloe riboe dinar emas itoe, jang di bikinnja membelih kami. Itoe boekan, adapoen kami bitjara-in dari perhoeboengan sa-orang isteri dengan soewaminja, lagi poela dari pada isteri jang terlaloe amat beroentoeng. Kami poenja soowami sa-orang radja boediman dan dermawan serta alim, maka ia terlaloe tjinta pada kami, dari pada katjinta-annja itoe soeda sampe<noinclude>{{rh||1512}}
{{rh|1001 Malam | | 73}}</noinclude>
05ufddsd8uzkccmkicu9k5y2luu6jbf
283356
282749
2026-05-07T03:50:40Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283356
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>di tjioempja, soedah begitoe ia berdiri laloe berkata: „Iboe jang tertjinta, kasalahan hamba terlaloe amat besarnja, soenggoe hamba mengakoe sendiri, maka hamba ini di brihken ampoen oleh iboe, tjoema dari sebab iboe ter laloe berkasian pada hamba. Apa jang hamba aken tjeritahken pada iboe nanti menjataken pada iboe, bahoewa dalem ka-idoepan manoesia kaseringan ada hal jang tiada dapet di lawannja. Hamba inilah soewatoe tjonto jang sademikian. Sebab djoestoe barang jang sabole-bole hendak melawan, ia itoelah jang di takdir Allah pada hamba aken misti trima.”
Maka Gulnare tjeritahkеn segala hal ichwalnja dari bermoela sampe pada pengabisannja. Koetika ia sampe pada waktoe ia telah di djoewal oleh soedagar boedak itoe kapada Sri baginda Maharadja Persie, maka lantas soedaranja Gulnare jang bernama Saleh berlompat bediri sambil berkata dengan nafsoe: „Adinda salah besar soenggoe aken memikoel maloe begitoe besar, maka salahmoe sendiri, sebab engkau sendiri ada sampe akal aken melepasken dirimoe dari pada dirimoe itoe, maka soenggoe kami keras sekali heran, jang engkau masih begitoe sabar boewat tinggal mendjadi boedak sakejan lamanja. Ach marilah bediri toeroet lagi sama kita orang poelang ka kita poenja negri, sebab negri itoe kami telah dapet rampas kombali dari pada tangan moesoeh.”
Sri baginda radja Persie masih ada bediri di dalem kamar sebelah, maka ia dapet dengar satoe-satoe perkata-an ini dengan njata sekali, hingga ia keras berkoewatir. Katanja dalem dirinja: „Ach kami ini binasalah, nistjaija kami mati , djikaloe Gulnare toeroet sebagimana bitjara soedaranja. Begitoe keras kami tjintaken dia, soedah tentoe kami mati, djikaloe kami di tinggal olehnja.”
Adapoen Gulnare tiada lama kasi soewaminja tinggal berkoewatir. Gulnare berkata: „Kakanda, soedara Saleh, apa jang engkau kataken ini mengoendjoeken dengan terang pada kami, sebagimana keras tjinta saijangmoe pada kami adindamoe. Doeloe engkau masih boleh ingat sendiri, kami ini sanget marah dari sebab engkau adjarken kami aken bersoewani sa-orang radja dari darat, adapoen sekarang ini kami ampir mendjadi marah, dar sebab kakanda Saleh adjari kami aken bertjere dari pada kami poenja perhoeboengan sama sa-orang jang berkoewasa dari pada sekalian radja-radja. Kami ini tiada bitjara dari pada bales trima kasinja sa-orang boedak pada toewannja jang piarah dia dengan baik, sebab brapa soesaboja aken bajar poelang bewang sepoeloe riboe dinar emas itoe, jang di bikinnja membelih kami. Itoe boekan, adapoen kami bitjara-in dari perhoeboengan sa-orang isteri dengan soewaminja, lagi poela dari pada isteri jang terlaloe amat beroentoeng. Kami poenja soowami sa-orang radja boediman dan dermawan serta alim, maka ia terlaloe tjinta pada kami, dari pada katjinta-annja itoe soeda sampe<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1512|{{smaller|73}}}}</noinclude>
6wb0dtxxgyxz2ztstkrmdwryrhj60ul
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/435
104
101063
282718
2026-05-06T13:58:40Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>adinda dapet bribken pada kakanda sa -orang poetera laki-laki, aken djadi ganti radja. Kakanda sabari-hari rasaken , baboewa kakanda mendjadi semangkin toewa, maka sekarang keras sanget perloenja, aken beroleh sa-orang poetera laki-laki jang dapet pikoel karadja-an ini. Ja adinda jang terlampau ganget koe tjinta, kasiapilah kakanda, bitjarulah barang sa-patah, sebab ada pirasat kakanda seperti mengataken pada kakanda, baboeva adinda tiada bisoe. Djanganlah adinda menjeksaken kakauda begitoe lama, bitjaralah sedikit, soepaija kakanda djadi terlebi beroentoeng, satoe perkata-an sadja adinda kaloewarken, aken menjenangken atinja kakanda.”
Boedak perampoewan moeda itoe, memang biasa bertoendoek sadja, kaloe radja bitjara padanja, hingga radja soenggoe doega mateng sekali, bahoewa perampoewan itoe bisoe betol. Adapoen ini sekali, abis mendengar radja bitjara begitoe sedih, maka ia bermesem. Sri maharadja dapet liat mesem itoe, maka radja djadi begitoe keras kaget sampe ia mendjerit, bahna girangnja. Baroelah di ketaboeinja dengan tentoe, baboewa isterinja itoe bisa bitjara, dari itoe ia soedah bimbang sadja kepingin dengar soewara isterinja.
Perampoewan moeda itoe tiada mengatjiwaken doega-annja sri baginda, dengan soewara jang lemah lemboet perampoewan itoe berkata: »Doeli toewankoe, hamba poenja ati begitoe penoeh, aken hamba tjeritabken pada doelisjah alam, sahingga hamba tiada taoe apa jang bamba misti tjeritahken terlebi doeloe Adapoen hamba rasa, baboewa lebi doeloe wadjib dan haroes
bagi hamba, aken bilang banjak trima kasi pada doeli sjah alam, jang soedapiara pada bamba dengan begitoe baik. Hamba minta doa pada Toebansroe sekalian alam, biar apalah kiranja doeli toewankoe di berkatken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat dengan kasenangan dan kasentausa-an, Laen dari pada itoe, hamba barangkali tiada ada kabar jang terlebi berpinting bagi doeli sjab alam dari kabar jang hamba, aken tjeritabken ini pada doeli sjah alam, ia itoe hamba berharep keras, aken membribken satoe pada doeli sjah alam, serta keras poela hamba rasa, bahoewa anak itoe poetera laki-laki. Maka tjobalah tiada sademikian adanja, nistjaija doeli sjah alam tida dengar hamba berkata-kata, kendati sebagimana lamanja, sebab memang hamba berpijat keras tiada maoe bamba bitjara, kapan hamba tiada dapet
kaboelken apa jang di kahendaki doeli sjah alam.
Radja Persie dengar isterinja bitjara soedah terlaloe amat girangnja, istimewa poela barang di dengaroja, baboewa isterinja berhamil dan dikiranja anak itoe poetera laki-laki, ia tiada taoe ара misti bikin Ia pelok, tjioem dan gigit bibiroja isterinja, aken mengoedjoeken girangnja,
dan isterinja di brihken segala roepa nama jang bagoes-bagoes, sebab terlaloe amat girangnja, ianja djadi seperti bingoeng, ilang kira-kira. Ia lari kaloewar<noinclude>{{rh|1504}}</noinclude>
5d4bzcn08jtvrcq8c5iwr4tybf6o9gi
282720
282718
2026-05-06T13:59:09Z
Ichi Ocha
26099
282720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>adinda dapet bribken pada kakanda sa-orang poetera laki-laki, aken djadi ganti radja. Kakanda sabari-hari rasaken , baboewa kakanda mendjadi semangkin toewa, maka sekarang keras sanget perloenja, aken beroleh sa-orang poetera laki-laki jang dapet pikoel karadja-an ini. Ja adinda jang terlampau ganget koe tjinta, kasiapilah kakanda, bitjarulah barang sa-patah, sebab ada pirasat kakanda seperti mengataken pada kakanda, baboeva adinda tiada bisoe. Djanganlah adinda menjeksaken kakauda begitoe lama, bitjaralah sedikit, soepaija kakanda djadi terlebi beroentoeng, satoe perkata-an sadja adinda kaloewarken, aken menjenangken atinja kakanda.”
Boedak perampoewan moeda itoe, memang biasa bertoendoek sadja, kaloe radja bitjara padanja, hingga radja soenggoe doega mateng sekali, bahoewa perampoewan itoe bisoe betol. Adapoen ini sekali, abis mendengar radja bitjara begitoe sedih, maka ia bermesem. Sri maharadja dapet liat mesem itoe, maka radja djadi begitoe keras kaget sampe ia mendjerit, bahna girangnja. Baroelah di ketaboeinja dengan tentoe, baboewa isterinja itoe bisa bitjara, dari itoe ia soedah bimbang sadja kepingin dengar soewara isterinja.
Perampoewan moeda itoe tiada mengatjiwaken doega-annja sri baginda, dengan soewara jang lemah lemboet perampoewan itoe berkata: »Doeli toewankoe, hamba poenja ati begitoe penoeh, aken hamba tjeritabken pada doelisjah alam, sahingga hamba tiada taoe apa jang bamba misti tjeritahken terlebi doeloe Adapoen hamba rasa, baboewa lebi doeloe wadjib dan haroes
bagi hamba, aken bilang banjak trima kasi pada doeli sjah alam, jang soedapiara pada bamba dengan begitoe baik. Hamba minta doa pada Toebansroe sekalian alam, biar apalah kiranja doeli toewankoe di berkatken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat dengan kasenangan dan kasentausa-an, Laen dari pada itoe, hamba barangkali tiada ada kabar jang terlebi berpinting bagi doeli sjab alam dari kabar jang hamba, aken tjeritabken ini pada doeli sjah alam, ia itoe hamba berharep keras, aken membribken satoe pada doeli sjah alam, serta keras poela hamba rasa, bahoewa anak itoe poetera laki-laki. Maka tjobalah tiada sademikian adanja, nistjaija doeli sjah alam tida dengar hamba berkata-kata, kendati sebagimana lamanja, sebab memang hamba berpijat keras tiada maoe bamba bitjara, kapan hamba tiada dapet
kaboelken apa jang di kahendaki doeli sjah alam.
Radja Persie dengar isterinja bitjara soedah terlaloe amat girangnja, istimewa poela barang di dengaroja, baboewa isterinja berhamil dan dikiranja anak itoe poetera laki-laki, ia tiada taoe ара misti bikin Ia pelok, tjioem dan gigit bibiroja isterinja, aken mengoedjoeken girangnja,
dan isterinja di brihken segala roepa nama jang bagoes-bagoes, sebab terlaloe amat girangnja, ianja djadi seperti bingoeng, ilang kira-kira. Ia lari kaloewar<noinclude>{{rh||1504}}</noinclude>
dlhr10mt6gclezlrocylp2ekbfe2bb2
282723
282720
2026-05-06T14:00:04Z
Ichi Ocha
26099
282723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>adinda dapet bribken pada kakanda sa-orang poetera laki-laki, aken djadi ganti radja. Kakanda sabari-hari rasaken, baboewa kakanda mendjadi semangkin toewa, maka sekarang keras sanget perloenja, aken beroleh sa-orang poetera laki-laki jang dapet pikoel karadja-an ini. Ja adinda jang terlampau ganget koe tjinta, kasiapilah kakanda, bitjarulah barang sa-patah, sebab ada pirasat kakanda seperti mengataken pada kakanda, baboeva adinda tiada bisoe. Djanganlah adinda menjeksaken kakauda begitoe lama, bitjaralah sedikit, soepaija kakanda djadi terlebi beroentoeng, satoe perkata-an sadja adinda kaloewarken, aken menjenangken atinja kakanda.”
Boedak perampoewan moeda itoe, memang biasa bertoendoek sadja, kaloe radja bitjara padanja, hingga radja soenggoe doega mateng sekali, bahoewa perampoewan itoe bisoe betol. Adapoen ini sekali, abis mendengar radja bitjara begitoe sedih, maka ia bermesem. Sri maharadja dapet liat mesem itoe, maka radja djadi begitoe keras kaget sampe ia mendjerit, bahna girangnja. Baroelah di ketaboeinja dengan tentoe, baboewa isterinja itoe bisa bitjara, dari itoe ia soedah bimbang sadja kepingin dengar soewara isterinja.
Perampoewan moeda itoe tiada mengatjiwaken doega-annja sri baginda, dengan soewara jang lemah lemboet perampoewan itoe berkata: »Doeli toewankoe, hamba poenja ati begitoe penoeh, aken hamba tjeritabken pada doelisjah alam, sahingga hamba tiada taoe apa jang bamba misti tjeritahken terlebi doeloe Adapoen hamba rasa, baboewa lebi doeloe wadjib dan haroes
bagi hamba, aken bilang banjak trima kasi pada doeli sjah alam, jang soedapiara pada bamba dengan begitoe baik. Hamba minta doa pada Toebansroe sekalian alam, biar apalah kiranja doeli toewankoe di berkatken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat dengan kasenangan dan kasentausa-an, Laen dari pada itoe, hamba barangkali tiada ada kabar jang terlebi berpinting bagi doeli sjab alam dari kabar jang hamba, aken tjeritabken ini pada doeli sjah alam, ia itoe hamba berharep keras, aken membribken satoe pada doeli sjah alam, serta keras poela hamba rasa, bahoewa anak itoe poetera laki-laki. Maka tjobalah tiada sademikian adanja, nistjaija doeli sjah alam tida dengar hamba berkata-kata, kendati sebagimana lamanja, sebab memang hamba berpijat keras tiada maoe bamba bitjara, kapan hamba tiada dapet
kaboelken apa jang di kahendaki doeli sjah alam.
Radja Persie dengar isterinja bitjara soedah terlaloe amat girangnja, istimewa poela barang di dengaroja, baboewa isterinja berhamil dan dikiranja anak itoe poetera laki-laki, ia tiada taoe ара misti bikin Ia pelok, tjioem dan gigit bibiroja isterinja, aken mengoedjoeken girangnja,
dan isterinja di brihken segala roepa nama jang bagoes-bagoes, sebab terlaloe amat girangnja, ianja djadi seperti bingoeng, ilang kira-kira. Ia lari kaloewar<noinclude>{{rh||1504}}</noinclude>
72s95u20l6xrf34qdq08t03x0p8o5e0
283321
282723
2026-05-07T03:37:48Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283321
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /></noinclude>adinda dapet bribken pada kakanda sa-orang poetera laki-laki, aken djadi ganti radja. Kakanda sabari-hari rasaken, baboewa kakanda mendjadi semangkin toewa, maka sekarang keras sanget perloenja, aken beroleh sa-orang poetera laki-laki jang dapet pikoel karadja-an ini. Ja adinda jang terlampau ganget koe tjinta, kasiapilah kakanda, bitjarulah barang sa-patah, sebab ada pirasat kakanda seperti mengataken pada kakanda, baboeva adinda tiada bisoe. Djanganlah adinda menjeksaken kakauda begitoe lama, bitjaralah sedikit, soepaija kakanda djadi terlebi beroentoeng, satoe perkata-an sadja adinda kaloewarken, aken menjenangken atinja kakanda.”
Boedak perampoewan moeda itoe, memang biasa bertoendoek sadja, kaloe radja bitjara padanja, hingga radja soenggoe doega mateng sekali, bahoewa perampoewan itoe bisoe betol. Adapoen ini sekali, abis mendengar radja bitjara begitoe sedih, maka ia bermesem. Sri maharadja dapet liat mesem itoe, maka radja djadi begitoe keras kaget sampe ia mendjerit, bahna girangnja. Baroelah di ketaboeinja dengan tentoe, baboewa isterinja itoe bisa bitjara, dari itoe ia soedah bimbang sadja kepingin dengar soewara isterinja.
Perampoewan moeda itoe tiada mengatjiwaken doega-annja sri baginda, dengan soewara jang lemah lemboet perampoewan itoe berkata: »Doeli toewankoe, hamba poenja ati begitoe penoeh, aken hamba tjeritabken pada doelisjah alam, sahingga hamba tiada taoe apa jang bamba misti tjeritahken terlebi doeloe Adapoen hamba rasa, baboewa lebi doeloe wadjib dan haroes
bagi hamba, aken bilang banjak trima kasi pada doeli sjah alam, jang soedapiara pada bamba dengan begitoe baik. Hamba minta doa pada Toebansroe sekalian alam, biar apalah kiranja doeli toewankoe di berkatken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat dengan kasenangan dan kasentausa-an, Laen dari pada itoe, hamba barangkali tiada ada kabar jang terlebi berpinting bagi doeli sjab alam dari kabar jang hamba, aken tjeritabken ini pada doeli sjah alam, ia itoe hamba berharep keras, aken membribken satoe pada doeli sjah alam, serta keras poela hamba rasa, bahoewa anak itoe poetera laki-laki. Maka tjobalah tiada sademikian adanja, nistjaija doeli sjah alam tida dengar hamba berkata-kata, kendati sebagimana lamanja, sebab memang hamba berpijat keras tiada maoe bamba bitjara, kapan hamba tiada dapet
kaboelken apa jang di kahendaki doeli sjah alam.
Radja Persie dengar isterinja bitjara soedah terlaloe amat girangnja, istimewa poela barang di dengaroja, baboewa isterinja berhamil dan dikiranja anak itoe poetera laki-laki, ia tiada taoe ара misti bikin Ia pelok, tjioem dan gigit bibiroja isterinja, aken mengoedjoeken girangnja,
dan isterinja di brihken segala roepa nama jang bagoes-bagoes, sebab terlaloe amat girangnja, ianja djadi seperti bingoeng, ilang kira-kira. Ia lari kaloewar<noinclude>{{rh||1504}}
{{rh|1001 Malam||71}}</noinclude>
gbrpxk5yjf5kwpke0axlenuek2mx5ac
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1115
104
101064
282726
2026-05-06T14:00:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PERINTAH HARIAN KEPADA: Semua Pradjurit dan Pegawai Tentara Nasional Indonesia. Sore hari ini, 5 Djuli 1959 djam 17.00., Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang telah mendekritkan kembali berlakunja Undang-undang Dasar 1945 sebagai sendi Negara Republik Indonesia. Kepada tiap Pradjurit Tamtama, Bintara, dan Perwira berserta semua Pegawai Tentara Nasional Indonesia saja perintahkan bersama ini : 1. Dekrit Panglima Tertinggi adalah Perintah un...
282726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>PERINTAH HARIAN
KEPADA: Semua Pradjurit dan Pegawai Tentara Nasional Indonesia.
Sore hari ini, 5 Djuli 1959 djam 17.00., Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang telah
mendekritkan kembali berlakunja Undang-undang Dasar 1945 sebagai sendi Negara Republik
Indonesia.
Kepada tiap Pradjurit Tamtama, Bintara, dan Perwira berserta semua Pegawai Tentara
Nasional Indonesia saja perintahkan bersama ini :
1. Dekrit Panglima Tertinggi adalah Perintah untuk Angkatan Perang djadi adalah perintah
untuk Tentara Nasional Indonesia.
2.
3.
4.
5.
Perintah itu kita taati dan djalankan sepenuh-penuhnja sebagai Pradjurit Negara.
Tiap Komandan, tiap Kepala Bagian dan tiap Kepala Djawatan/Lembaga/Sekolah Tentara
Nasional Indonesai meneguhkan disiplin dan persatuan didalam satuan/bagian/lembaga/seko-
lahannja masing-masing berdasarkan peraturan-peraturan Militer jang berlaku.
Keamanan dan ketenteraman Masjarakat dan Negara didjaga dan didjamin sepenuhnja,
dengan menggunakan segala wewenang, kemampuan dan alat jang ada pada kita.
Saat sekarang ini dan waktu-waktu dekat dimasa jang akan datang menentukan hidup dan
bertumbuhnja Negara dan Bangsa Indonesia sesuai dengan tjita-tjita jang aseli, jaitu dengan
Djiwa Undang-undang Dasar 1945 jang sekarang ini mendjadi dasar hukum dan sendi resmi
Negara kembali.
Saja pertjaja akan keinsjafan dan kesadaran masing-masing Pradjurit, dari jang teratas sampai
jang terendah, bahwa ia turut memikul keselamatan Negara dan Bangsa dengan mentaati
garis-garis petundjuk dan instruksi-instruksi jang saja salurkan berangsur-angsur melalui ma-
sing-masing Komandan atau Kepala.
Insja ALLAH Tuhan Jang Maha Esa tetap memberkahi kita sekalian.
MERDEKA.
Djakarta, 5 Djuli 1959.
Kepala Staf Angkatan Darat,
ttd.
A. H. NASUTION.
Ltn.-Dj. T.N.I.
Digitized by
Google
5<noinclude></noinclude>
ejxbnjyjl1dxz3zjtq4m32mgemv0is1
282737
282726
2026-05-06T14:05:36Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><big>{{c|'''PERINTAH HARIAN'''}}</big>
KEPADA: Semua Pradjurit dan Pegawai Tentara Nasional Indonesia.
Sore hari ini, 5 Djuli 1959 djam 17.00., Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang telah mendekritkan kembali berlakunja Undang-undang Dasar 1945 sebagai sendi Negara Republik Indonesia.
Kepada tiap Pradjurit Tamtama, Bintara, dan Perwira berserta semua Pegawai Tentara Nasional Indonesia saja perintahkan bersama ini :
{{ol|
|Dekrit Panglima Tertinggi adalah Perintah untuk Angkatan Perang djadi adalah perintah untuk Tentara Nasional Indonesia.
<br>Perintah itu kita taati dan djalankan sepenuh-penuhnja sebagai Pradjurit Negara.
|Tiap Komandan, tiap Kepala Bagian dan tiap Kepala Djawatan/Lembaga/Sekolah Tentara Nasional Indonesai meneguhkan disiplin dan persatuan didalam satuan/bagian/lembaga/sekolahannja masing-masing berdasarkan peraturan-peraturan Militer jang berlaku.
|Keamanan dan ketenteraman Masjarakat dan Negara didjaga dan didjamin sepenuhnja, dengan menggunakan segala wewenang, kemampuan dan alat jang ada pada kita.
|Saat sekarang ini dan waktu-waktu dekat dimasa jang akan datang menentukan hidup dan bertumbuhnja Negara dan Bangsa Indonesia sesuai dengan tjita-tjita jang aseli, jaitu dengan Djiwa Undang-undang Dasar 1945 jang sekarang ini mendjadi dasar hukum dan sendi resmi Negara kembali.
|Saja pertjaja akan keinsjafan dan kesadaran masing-masing Pradjurit, dari jang teratas sampai jang terendah, bahwa ia turut memikul keselamatan Negara dan Bangsa dengan mentaati garis-garis petundjuk dan instruksi-instruksi jang saja salurkan berangsur-angsur melalui masing-masing Komandan atau Kepala.
<br>Insja ALLAH Tuhan Jang Maha Esa tetap memberkahi kita sekalian.
}}
{{sp|MERDEKA.}}
{{Block right|
{{c|Djakarta, 5 Djuli 1959.<br>
Kepala Staf Angkatan Darat,<br>
ttd.<br><br>
A. H. NASUTION.<br>
Ltn.-Dj. T.N.I.
}}}}<noinclude></noinclude>
3zrbryewjceqx76uv8agqj93t6437rv
282744
282737
2026-05-06T14:10:20Z
Menyusurisudutnegeri
25205
282744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><big>{{c|'''PERINTAH HARIAN'''}}</big>
KEPADA: Semua Pradjurit dan Pegawai Tentara Nasional Indonesia.
Sore hari ini, 5 Djuli 1959 djam 17.00., Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang telah mendekritkan kembali berlakunja Undang-undang Dasar 1945 sebagai sendi Negara Republik Indonesia.
Kepada tiap Pradjurit Tamtama, Bintara, dan Perwira berserta semua Pegawai Tentara Nasional Indonesia saja perintahkan bersama ini :
{{ol|
|Dekrit Panglima Tertinggi adalah Perintah untuk Angkatan Perang djadi adalah perintah untuk Tentara Nasional Indonesia.
<br>Perintah itu kita taati dan djalankan sepenuh-penuhnja sebagai Pradjurit Negara.
|Tiap Komandan, tiap Kepala Bagian dan tiap Kepala Djawatan/Lembaga/Sekolah Tentara Nasional Indonesai meneguhkan disiplin dan persatuan didalam satuan/bagian/lembaga/sekolahannja masing-masing berdasarkan peraturan-peraturan Militer jang berlaku.
|Keamanan dan ketenteraman Masjarakat dan Negara didjaga dan didjamin sepenuhnja, dengan menggunakan segala wewenang, kemampuan dan alat jang ada pada kita.
|Saat sekarang ini dan waktu-waktu dekat dimasa jang akan datang menentukan hidup dan bertumbuhnja Negara dan Bangsa Indonesia sesuai dengan tjita-tjita jang aseli, jaitu dengan Djiwa Undang-undang Dasar 1945 jang sekarang ini mendjadi dasar hukum dan sendi resmi Negara kembali.
|Saja pertjaja akan keinsjafan dan kesadaran masing-masing Pradjurit, dari jang teratas sampai jang terendah, bahwa ia turut memikul keselamatan Negara dan Bangsa dengan mentaati garis-garis petundjuk dan instruksi-instruksi jang saja salurkan berangsur-angsur melalui masing-masing Komandan atau Kepala.
<br>Insja ALLAH Tuhan Jang Maha Esa tetap memberkahi kita sekalian.
}}
{{sp|MERDEKA.}}
{{Block right|
{{c|Djakarta, 5 Djuli 1959.<br>
Kepala Staf Angkatan Darat,<br>
ttd.<br><br>
A. H. NASUTION.<br>
Ltn.-Dj. T.N.I.
}}}}<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
7xzuzewaqi5lp91coqx0hei86vb6mdv
Halaman:056,223 Bantik.djvu/6
104
101065
282730
2026-05-06T14:01:52Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
390. Soehoedàdo, (òepasa') <8><br>
391. Oentoeng<br>
392. Bodìto<br>
393. Tou màta mapìa<br>
394. Àta<br>
396. Àdata'<br>
397. Toumàta sàra tàmo',<br>{{gap}}Toumàta mamambeno<br>
398. Mamìhei sara<br>
399. Mamihei hoekòemang<br>
400. Dènda<br>
401. Sahìdi<br>
402. Mamamòetoesoe'<br>
403. Toumàta pinangàde<br>
404. Rìmboe<br>
407/<br>
408. Mabanòea, Makàbing<br>
410. Mapòto'<br>
411. Hòko'<br>
412. Tatèhe'<br>
413. Mahoeàna'<br>
414. Bìang<br>
415. Mahikakeodo' <9><br>
416. Babìnei darài'<br>
417. Babìnei toematàha'<br>
418. Sakaiba<br>
419. Piòla<br>
420. Bànsi<br>
421. Gìmbara<br>
423. Koerìntang<br>
424. Momongan<br>
426. Kòembing <10><br>
427. Tontòeang <11><br>
428. Toemàha', Mahamba<br>
437. Bàrei<br>
438. Popo, Hohìan<br>
439. Àtoe'<br>
441/<br>
442. Àtoe'<br>
443/<br>
444. Àtoe'<br>
449. Hahàmpede'<br>
451. Tatonòan<br>
453. Tòekada'
{{multicol-break}}
454. Toekada'<br>
456/<br>
457. Sàhihi'<br>
458/<br>
459. Dindìng<br>
461. Dedèhang<br>
462. Gàntoeng pàsehe'<br>
463. Rarokàng<br>
464. Rarànse<br>
465. Rarokàng<br>
467. Rarènang<br>
468. Sapìei, babìa' <12><br>
469. Rarènang<br>
470. Pinàngke'<br>
472. Pàsehe'<br>
473. Pàha<br>
474. Àboe<br>
475. Pòetoeng<br>
476. Pòetoeng<br>
477. mandiki' pòetoeng<br>
478. manoeboe poetoeng<br>
483. Àboe<br>
484. Kajoe padònsoro<br>
485. Mapadèke' Sōga'<br>
486. Mamadà' Sōga'<br>
487. Raròengang<br>
488. Raranse<br>
489. Bàngkoe<br>
493. Hoèmping<br>
494. Kòehe'<br>
495/<br>
496. Gètere<br>
497. Pìngkang<br>
498. Panganginoemang kōpi<br>
499. Panganginoemang<br>
500. Kòehe'<br>
501-<br>
503. Panganganen<br>
505. Pahigì'<br>
506. Kentada'<br>
507. Kèrese'<br>
508. Papàtidi'<br>
510. Sasìhoeng<br>
511. Sòndo
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
cu003s6ikx714yemp4qbqtlle3clw9r
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/485
104
101066
282733
2026-05-06T14:03:27Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>nanti menghormatken kamoe, terlebi lagi dari radja-radja laen jang di tampik sekalian olehnja, koetika marika itoe pada meminang anakoja, poeteri Giauhare? Engkau poen hendak djoega di brihken maloe seperti marika itoe?"
Djawabnja radja Saleh: Ja iboe, boekankah sanda soeda bilang pada iboe, baboewa tjoetjoenda Beder dapet dengar sanda poenja tjerita dari posteri Giaubare pada iboenja, sedang sanda kira iauja lagi poeles. Kesalahan itoe soedah kedjadian, apa bole boewat, lebi baik sekarang kita fikirin, bahoewa ianja nistjaija mati, djikalos ianja tiada dapet isteri posteri Giaubare. Saudati ada bole lepasken soewatoe akal apa djoega, sebab biar bagimana sanda jang poenja salah sampe djadi begini, djadi sandalah jang nanti bikin sabole
bole aken toeloeng kaboelken pijatnja radja Beder. Sanda sendiri nanti pegi mengadep radja Samandal dengan membawa binkisan jang endah endah dan besar harganja, maka sanda sendiri nanti meminang poeteri Giauhare boewat anakda Beder. Sanda rasa, bahoewa radja Samandal tiada nanti tolak permoehoenan sanda pada hal ianja nistjaija girang beroleh mantoe sa-orang radja jang begitos berkoewasa besar seperti anakda Beder. Djikalos radja Samandal maoe bilang dirinja radja besar, maka sanda bole djawab, bahoewa bakal mantosnja poen radja besar djoega. Kapan in maoe bilang, baboewa
anaknja sa-orang perampoewan jang elok tiada ada kadoswanja di doonia sanda bole djawab, bahoewa anakda Beder terlebi elok lagi dari posteri Giauhare. Kapan radja Samandal hendak kasi taoe, bahoewa keradja-annja dan laskarnja terlebi lebar dan terlebi banjak, maka sanda bole bilang, bahoewa radja Persie poenja karadja-au terlebi lebar dan laskarnja tiada
tepermenai banjanja."
Djawabnja ratoe iboe: ,Anakkoe Saleh, kami ini kepingin soenggoe, jang hal ini tiada kedjadian asbegitos roepa, sampe engkau kepakan pegi sendiri meminang poeteri Giauhare. Engkau kira jang semoewa nauti baik djalannja. Soedab, apa bole boewa', nasi sosda djadi boeboer, bahna bal
ini terlaloe berboeboeng dengan kasenangan atinja tjoetjoe Beder, maka kami kasi permissie padamoe, aken bikin seperti di kataken tadi olehmoe. Adapoen kami pesan padamoe anak, ati-atilah engkau berdjaga diri, sebab engkau taoe bagimana adatnja radja Samandal. Kaloe bitjara padanja biar dengan hormat betoel dan dengan manis boedi bahasa, soepaija ianja djangan bole mendjadi goesar."
Ratoe iboe sendiri jang sediahken bingkisan itoe, maka jang di pilih intan, mirah, djambrost, firoes dan laen-laen batoe permata, jang mabal mahal dan bagoes, sekalian ini di taronja di dalem peti ketjil dari emas blaka tertaboer intan dan moetiara.
Pada kaesokan harinja radja Saleh ambil selamat tinggal dari iboenja lale pegi ka negrinja radja Samandal teriring oleh bebrapa pengiring. Tida sebrapa lama, maka ianja sampe di iboe kota dan astana radja.<noinclude>{{rh||1529}}</noinclude>
rbk5ojdxdwnpe5ary3unyxk5yc2eqp6
283464
282733
2026-05-07T04:38:25Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283464
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nanti menghormatken kamoe, terlebi lagi dari radja-radja laen jang di tampik sekalian olehnja, koetika marika itoe pada meminang anakoja, poeteri Giauhare? Engkau poen hendak djoega di brihken maloe seperti marika itoe?"
Djawabnja radja Saleh: Ja iboe, boekankah sanda soeda bilang pada iboe, baboewa tjoetjoenda Beder dapet dengar sanda poenja tjerita dari posteri Giaubare pada iboenja, sedang sanda kira iauja lagi poeles. Kesalahan itoe soedah kedjadian, apa bole boewat, lebi baik sekarang kita fikirin, bahoewa ianja nistjaija mati, djikalos ianja tiada dapet isteri posteri Giaubare. Saudati ada bole lepasken soewatoe akal apa djoega, sebab biar bagimana sanda jang poenja salah sampe djadi begini, djadi sandalah jang nanti bikin sabole bole aken toeloeng kaboelken pijatnja radja Beder. Sanda sendiri nanti pegi mengadep radja Samandal dengan membawa binkisan jang endah endah dan besar harganja, maka sanda sendiri nanti meminang poeteri Giauhare boewat anakda Beder. Sanda rasa, bahoewa radja Samandal tiada nanti tolak permoehoenan sanda pada hal ianja nistjaija girang beroleh mantoe sa-orang radja jang begitos berkoewasa besar seperti anakda Beder. Djikalos radja Samandal maoe bilang dirinja radja besar, maka sanda bole djawab, bahoewa bakal mantosnja poen radja besar djoega. Kapan in maoe bilang, baboewa anaknja sa-orang perampoewan jang elok tiada ada kadoswanja di doonia sanda bole djawab, bahoewa anakda Beder terlebi elok lagi dari posteri Giauhare. Kapan radja Samandal hendak kasi taoe, bahoewa keradja-annja dan laskarnja terlebi lebar dan terlebi banjak, maka sanda bole bilang, bahoewa radja Persie poenja karadja-au terlebi lebar dan laskarnja tiada
tepermenai banjanja."
Djawabnja ratoe iboe: ,Anakkoe Saleh, kami ini kepingin soenggoe, jang hal ini tiada kedjadian asbegitos roepa, sampe engkau kepakan pegi sendiri meminang poeteri Giauhare. Engkau kira jang semoewa nauti baik djalannja. Soedab, apa bole boewa', nasi sosda djadi boeboer, bahna bal ini terlaloe berboeboeng dengan kasenangan atinja tjoetjoe Beder, maka kami kasi permissie padamoe, aken bikin seperti di kataken tadi olehmoe. Adapoen kami pesan padamoe anak, ati-atilah engkau berdjaga diri, sebab engkau taoe bagimana adatnja radja Samandal. Kaloe bitjara padanja biar dengan hormat betoel dan dengan manis boedi bahasa, soepaija ianja djangan bole mendjadi goesar."
Ratoe iboe sendiri jang sediahken bingkisan itoe, maka jang di pilih intan, mirah, djambrost, firoes dan laen-laen batoe permata, jang mabal mahal dan bagoes, sekalian ini di taronja di dalem peti ketjil dari emas blaka tertaboer intan dan moetiara.
Pada kaesokan harinja radja Saleh ambil selamat tinggal dari iboenja lale pegi ka negrinja radja Samandal teriring oleh bebrapa pengiring. Tida sebrapa lama, maka ianja sampe di iboe kota dan astana radja.<noinclude>{{rh||1529}}</noinclude>
74huj2ixetiu1tmxlxautq7he7dliv9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/453
104
101067
282734
2026-05-06T14:03:39Z
Ichahahaha
27015
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '90 | 1001 MALAM LOCO banjak tjonto kami dapet liat. Pertama-tama kali dia mengoendjoekin tjinta nja di itoe waktoe jang kami baroe dateng, maka lantas di soeroenja pegi sekalian perampoewan isi haremnja ada hrapa ratoes; radja telah berboewat sademikian boewat djangan menjintaken orang laen , melaenken kami sa-orang sendiri . Kami ini isterinja, baroe tadi kami di angkatnja djadi permeisoeri sri baginda maharadja Persie, serta kami doedoek djoe...
282734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichahahaha" /></noinclude>90 | 1001 MALAM LOCO
banjak tjonto kami dapet liat. Pertama-tama kali dia mengoendjoekin tjinta
nja di itoe waktoe jang kami baroe dateng, maka lantas di soeroenja pegi
sekalian perampoewan isi haremnja ada hrapa ratoes; radja telah berboewat
sademikian boewat djangan menjintaken orang laen , melaenken kami sa-orang
sendiri . Kami ini isterinja, baroe tadi kami di angkatnja djadi permeisoeri
sri baginda maharadja Persie, serta kami doedoek djoega bersama-sama
bermasjawarat.
Laen dari pada itoe, maka ada lagi, kami ini telah berhamil, maka
djika dengan pertoeloengan Allah jang maha koewasa, kami dapet lahirken
anak poetera laki-laki, maka terlebi poela kami ini terikat pada sri baginda.
Oleh kerna itoe,, soedara jang tertjinta, sekalian lantaran ini boekannja
membikin kami haroes toeroet sebagimana bitjaramoe, balnja wadjib kami
tinggal bersetija pada sri baginda, serta haroes kami tjintaken dia seperti
kami di tjintaken olehpja. Kami harep soenggoe-soenggoe, biar apalah kira
nja iboe dan soedara Saleh bersama-sama misan-misanan kami djangan
mendjadi goesar, jang kami telab berboewat seperti bitjara kami. Lagi kami
minta ma-af pada iboe dan kakanda, bahoewa kami ambil kabravian ati aken
memanggil iboe kemari, soepaija kami dapet tjeritabken kami poenja kase
nangan ati padanja, dan soepaija kami bisa ketemoe lagi sama iboe dan
kakanda Saleh bersama --sama misan-misanan kami . Maka berkata Saleb :
> Adinda Gulnare, apa jang kami bitjara tadi aken boedjoek poela pada adin
da, ia itoe bageimoe soewatoe tanda jang amat besar, bahoewa kita sekalian
sanget menjintabken adinda Guloare, apabila kami dengar melaratnja adinda,
maka dengan sigrah kami hendak melepasken adinda dari pada soesah itoe,
soepaija adinda bole mendjadi beroentoeng lagi .
Maka sekarang ini, sasoedahnja abis adinda tjeritabken bal ichwalnja
dengan prika-ada-annja dan ati boedinja sri baginda maharadja Persie, maka
i
kami misti ridlaken apa jang telah di perkenanken oleh adinda, sebab nijat
nja adinda itoe haroes di poedjiken. Djangan poela kami, maskipoen iboe
anda tentoe girang djoega bermantoe radja besar, jang boediman dan bidjaks
sana, alim dan dermawan jang mengasiani fakir dan miskin .
Iboenja permeisoeri poen bilang baik seperti katapja Saleh, maka si
iboe itoe laloe berkata:: Gulnare, kami terlaloe sanget girang mendengar
dari moeloetmoe sendiri, bahoewa engkau ini beroentoeng dan senang. Kami
sendiri pistjaija bakalan tjela perboewatanmoe, djika engkau hendak mening
galken sa-orang radja jang begitoe keras tjintanja padamoe, dan jang soeda
berboewat begitoo banjak baik padamoe, baroes engkau membales segala ka
baikan itoe dengan berlipat ganda .”
Tadinja sri baginda maharadja sanget berkoewatir aken ilang isterinja ,
adapoen abis di dengarnja bitjaranja sekalian marika itoe, maka baginda radja
1513
----<noinclude></noinclude>
grejk9j0yustnmne6qgineyx3g3lsoq
282747
282734
2026-05-06T14:15:26Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
282747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /><center>1001</center></noinclude>{{hwe|banjak|kanbanjak}} tjonto kami dapet liat. Pertama-tama kali dia mengoendjoekin tjintanja di itoe waktoe jang kami baroe dateng, maka lantas di soeroenja pegi sekalian perampoewan isi haremnja ada brapa ratoes; radja telah berboewat sademikian boewat djangan menjintaken orang laen, melaenken kami sa-orang sendiri. Kami ini isterinja, baroe tadi kami di angkatnja djadi permeisoeri sri baginda maharadja Persie, serta kami doedoek djoega bersama-sama bermasjawarat.
Laen dari pada itoe, maka ada lagi, kami ini telah berhamil, maka djika dengan pertoeloengan Allah jang maha koewasa, kami dapet lahirken anak poetera laki-laki, maka terlebi poela kami ini terikat pada sri baginda. Oleh kerna itoe, soedara jang tertjinta, sekalian lantaran ini boekannja
membikin kami haroes toeroet sebagimana bitjaramoe, halnja wadjib kami tinggal bersetija pada sri baginda, serta haroes kami tjintaken dia seperti kami di tjintaken olehnja. Kami harep soenggoe-soenggoe, biar apalah kiranja iboe dan soedara Saleh bersama-sama misan-misanan kami djangan mendjadi goesar, jang kami telah berboewat seperti bitjara kami. Lagi kami minta ma-af pada iboe dan kakanda, bahoewa kami ambil kabranian ati aken memanggil iboe kemari, soepaija kami dapet tjeritahken kami poenja kasenangan ati padanja, dan soepaija kami bisa ketemoe lagi sama iboe dan kakanda Saleh bersama-sama misan-misanan kami. Maka berkata Saleb: »Adinda Gulnare, apa jang kami bitjara tadi aken boedjoek poela pada adinda, ia itoe bageimoe soewatoe tanda jang amat besar, bahoewa kita sekalian sanget menjintahken adinda Gulnare, apabila kami dengar melaratnja adinda, maka dengan sigrah kami hendak melepasken adinda dari pada soesah itoe, soepaija adinda bole mendjadi beroentoeng lagi.
Maka sekarang ini, sasoedahnja abis adinda tjeritabken hal ichwalnja dengan prika-ada-annja dan ati boedinja sri baginda maharadja Persie, maka kami misti ridlaken apa jang telah di perkenanken oleh adinda, sebab nijatnja adinda itoe haroes di poedjiken. Djangan poela kami, maskipoen iboe anda tentoe girang djoega bermantoe radja besar, jang boediman dan bidjaksana, alim dan dermawan jang mengasiani fakir dan miskin.
Iboenja permeisoeri poen bilang baik seperti katanja Saleh, maka si iboe itoe laloe berkata: »Gulnare, kami terlaloe sanget girang mendengar dari moeloetmoe sendiri, bahoewa engkau ini beroentoeng dan senang. Kami sendiri nistjaija bakalan tjela perboewatanmoe, djika engkau hendak meninggalken sa-orang radja jang begitoe keras tjintanja padamoe, dan jang soeda berboewat begitoo banjak baik padamoe, baroes engkau membales segala kabaikan itoe dengan berlipat ganda.”
Tadinja sri baginda maharadja sanget berkoewatir aken ilang isterinja, adapoen abis di dengarnja bitjaranja sekalian marika itoe, maka baginda radja<noinclude>{{rh||1513|}}</noinclude>
daw7qx8k8bmrz9cj9d97kamkfop9i8y
283357
282747
2026-05-07T03:51:45Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283357
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001</center></noinclude>{{hwe|banjak|kanbanjak}} tjonto kami dapet liat. Pertama-tama kali dia mengoendjoekin tjintanja di itoe waktoe jang kami baroe dateng, maka lantas di soeroenja pegi sekalian perampoewan isi haremnja ada brapa ratoes; radja telah berboewat sademikian boewat djangan menjintaken orang laen, melaenken kami sa-orang sendiri. Kami ini isterinja, baroe tadi kami di angkatnja djadi permeisoeri sri baginda maharadja Persie, serta kami doedoek djoega bersama-sama bermasjawarat.
Laen dari pada itoe, maka ada lagi, kami ini telah berhamil, maka djika dengan pertoeloengan Allah jang maha koewasa, kami dapet lahirken anak poetera laki-laki, maka terlebi poela kami ini terikat pada sri baginda. Oleh kerna itoe, soedara jang tertjinta, sekalian lantaran ini boekannja
membikin kami haroes toeroet sebagimana bitjaramoe, halnja wadjib kami tinggal bersetija pada sri baginda, serta haroes kami tjintaken dia seperti kami di tjintaken olehnja. Kami harep soenggoe-soenggoe, biar apalah kiranja iboe dan soedara Saleh bersama-sama misan-misanan kami djangan mendjadi goesar, jang kami telah berboewat seperti bitjara kami. Lagi kami minta ma-af pada iboe dan kakanda, bahoewa kami ambil kabranian ati aken memanggil iboe kemari, soepaija kami dapet tjeritahken kami poenja kasenangan ati padanja, dan soepaija kami bisa ketemoe lagi sama iboe dan kakanda Saleh bersama-sama misan-misanan kami. Maka berkata Saleb: »Adinda Gulnare, apa jang kami bitjara tadi aken boedjoek poela pada adinda, ia itoe bageimoe soewatoe tanda jang amat besar, bahoewa kita sekalian sanget menjintahken adinda Gulnare, apabila kami dengar melaratnja adinda, maka dengan sigrah kami hendak melepasken adinda dari pada soesah itoe, soepaija adinda bole mendjadi beroentoeng lagi.
Maka sekarang ini, sasoedahnja abis adinda tjeritabken hal ichwalnja dengan prika-ada-annja dan ati boedinja sri baginda maharadja Persie, maka kami misti ridlaken apa jang telah di perkenanken oleh adinda, sebab nijatnja adinda itoe haroes di poedjiken. Djangan poela kami, maskipoen iboe anda tentoe girang djoega bermantoe radja besar, jang boediman dan bidjaksana, alim dan dermawan jang mengasiani fakir dan miskin.
Iboenja permeisoeri poen bilang baik seperti katanja Saleh, maka si iboe itoe laloe berkata: »Gulnare, kami terlaloe sanget girang mendengar dari moeloetmoe sendiri, bahoewa engkau ini beroentoeng dan senang. Kami sendiri nistjaija bakalan tjela perboewatanmoe, djika engkau hendak meninggalken sa-orang radja jang begitoe keras tjintanja padamoe, dan jang soeda berboewat begitoo banjak baik padamoe, baroes engkau membales segala kabaikan itoe dengan berlipat ganda.”
Tadinja sri baginda maharadja sanget berkoewatir aken ilang isterinja, adapoen abis di dengarnja bitjaranja sekalian marika itoe, maka baginda radja<noinclude>{{rh||1513|}}</noinclude>
2ybf307f81p8uh5s1x1pwalfp06ail0
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/455
104
101068
282736
2026-05-06T14:04:37Z
Ichahahaha
27015
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '! 1001 MALAM ** mendjadi terlebi girang lagi, sebab Gulnare tiada bakalan tinggalin soewami nja. Dari itoe poen baginda rasa djoega, bahoewa ia di tjinta oleh Gulnare, maka radja terlaloe lebi keras lagi tjintaken isterinja sampe radja bernijat biar bagimanapoen ia sabole-bole maoe oendjoek bales trima kasinja kapada 1 Gulnare . Sedang sri baginda maharadja Persie lagi bitjara begitoe di dalem 1 diri, maka Gulnare tepok tangannja, / lant...
282736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichahahaha" /></noinclude>!
1001 MALAM
**
mendjadi terlebi girang lagi, sebab Gulnare tiada bakalan tinggalin soewami
nja. Dari itoe poen baginda rasa djoega, bahoewa ia di tjinta oleh Gulnare,
maka radja terlaloe lebi keras lagi tjintaken isterinja sampe radja bernijat
biar bagimanapoen ia sabole-bole maoe oendjoek bales trima kasinja kapada
1
Gulnare .
Sedang sri baginda maharadja Persie lagi bitjara begitoe di dalem
1
diri, maka Gulnare tepok tangannja, / lantas bebrapa boedak perampoewan
pada dateng aken menoenggoe prentah toewannja . Gulnare soeroeh bawa
1
kaloewar minoeman dan makanan aken membikin segar badan. Koetika
barang-barang itoe soedah di sediahkеn di medja, maka Gulnare adjakin
iboepja dan soedaranja doedoek di medja aken tjoba makan sediaban di
medja itoe . Aken tetapi marika berfikir, bahoewa marika itoe masook ka
dalem astana dengan tiada di idinken oleh jang ampoenja astana, ia itoe
Ba -orang radja besar, jang belon pernah beladjar kenal sama marika itoe,
kerna itoe, maka sanget koerang adjar adanja, djikaloe tetamoe lantas doe
doek makan-minoem dengan tiada bersama-sama orang jang poenja astana.
Marika itoe poenja roopa mendjadi merah dan dari sebab maloe atinja, maka
dari moeloet, dari idoeng, dari mata sekalian marika itoe kaloewar api meng .
kobar menjala -njala.
Radja Persie kaget sanget apabila di liatnja orang-orang itoe kaloewar
api, ianja tiada taoe apa sebabnja mendjadi begini. Gulnare barang liat soe.
dara -soedaranja begitoe roepa, lantas mengarti apa kahendaknja, dari itoe ia
minta ma-af pada iboenja aken kaloewar sabentaran, nanti lekas dia balik
kombali .
Galoare pegi ka tempat radja bediri bersembooni, maka ianja berkata
pada radja: » Doeli toewankos, sekarang senanglah mendengar kami poonja
bitjara sama kakanda Saleb dan bonda kami, aken mengoendjoeken besarnja
bales trima kasi kami pada doeli sjab alam, sebab melaenken kahendak kami.
lab jang djadi, kaloe kami hendak toeroet poelang, nistjaija tadi djoega kami
soeda toeroet poelang ka negri tempat toempa darah kami, aken tetapi perboe
watan sademikian mengoendjoeken kami tiada ada poenja ati jang bertrimah
kasib , itoe tiada sekali-kali."
Radja laloe berkata: Soedalah adinda djangan bitjara lagi dari
hal itoe, lajangan bitjara dari pada adinda poenja bales trima kasih, halnja
kami sendiri haroes bales trimah kasih kami .
Tadinja kami tiada mace
pertjaija, bahoewa adinda soenggoe menjintahken kami, aken tetapi seka
rang njatalab kami liat dan kami dengar sendiri .”
Djawabnja Gulnare: » Ja toewankoe, apakah kami misti bikin , sagne
dahnja toewankoe mengoendjoeken ati boodi jang begitoe baik dan soetji,
Basoedahnja kami di bribken hormat dan tjinta, apakah semoewa itoe misti
1514<noinclude></noinclude>
p8t7q0bgwm87np55p57qrperepi5bbx
283311
282736
2026-05-07T03:32:52Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
283311
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" />1001 MALAM</noinclude>mendjadi terlebi girang lagi, sebab Gulnare tiada bakalan tinggalin soewaminja. Dari itoe poen baginda rasa djoega, bahoewa ia di tjinta oleh Gulnare, maka radja terlaloe lebi keras lagi tjintaken isterinja sampe radja bernijat
biar bagimanapoen ia sabole-bole maoe oendjoek bales trima kasinja kapada Gulnare.
Sedang sri baginda maharadja Persie lagi bitjara begitoe di dalem diri, maka Gulnare tepok tangannja, lantas bebrapa boedak perampoewan pada dateng aken menoenggoe prentah toewannja . Gulnare soeroeh bawa kaloewar minoeman dan makanan aken membikin segar badan. Koetika barang-barang itoe soedah di sediahkеn di medja, maka Gulnare adjakin
iboenja dan soedaranja doedoek di medja aken tjoba makan sediahan di medja itoe . Aken tetapi marika berfikir, bahoewa marika itoe masook ka dalem astana dengan tiada di idinken oleh jang ampoenja astana, ia itoe sa-orang radja besar, jang belon pernah beladjar kenal sama marika itoe, kerna itoe, maka sanget koerang adjar adanja, djikaloe tetamoe lantas doedoek makan-minoem dengan tiada bersama-sama orang jang poenja astana. Marika itoe poenja roepa mendjadi merah dan dari sebab maloe atinja, maka dari moeloet, dari idoeng, dari mata sekalian marika itoe kaloewar api mengkobar menjala-njala.
Radja Persie kaget sanget apabila di liatnja orang-orang itoe kaloewar api, ianja tiada taoe apa sebabnja mendjadi begini. Gulnare barang liat soedara-soedaranja begitoe roepa, lantas mengarti apa kahendaknja, dari itoe ia
minta ma-af pada iboenja aken kaloewar sabentaran, nanti lekas dia balik kombali.
Galoare pegi ka tempat radja bediri bersembooni, maka ianja berkata pada radja: »Doeli toewankoe, sekarang senanglah mendengar kami poonja bitjara sama kakanda Saleh dan bonda kami, aken mengoendjoeken besarnja bales trima kasi kami pada doeli sjah alam, sebab melaenken kahendak kamilah jang djadi, kaloe kami hendak toeroet poelang, nistjaija tadi djoega kami soeda toeroet poelang ka negri tempat toempa darah kami, aken tetapi perboewatan sademikian mengoendjoeken kami tiada ada poenja ati jang bertrimah kasih, itoe tiada sekali-kali.”
Radja laloe berkata: Soedalah adinda djangan bitjara lagi dari hal itoe, djangan bitjara dari pada adinda poenja bales trima kasih, halnja kami sendiri haroes bales trimah kasih kami. Tadinja kami tiada maoe pertjaija, bahoewa adinda soenggoe menjintahken kami, aken tetapi sekarang njatalah kami liat dan kami dengar sendiri.”
Djawabnja Gulnare: »Ja toewankoe, apakah kami misti bikin, sasoedahnja toewankoe mengoendjoeken ati boedi jang begitoe baik dan soetji, sasoedahnja kami di brihken hormat dan tjinta, apakah semoewa itoe misti<noinclude>{{rh||1514|}}</noinclude>
jtvhhauts9ez4d4fo9clbl86vj6nt25
283361
283311
2026-05-07T03:52:26Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283361
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>mendjadi terlebi girang lagi, sebab Gulnare tiada bakalan tinggalin soewaminja. Dari itoe poen baginda rasa djoega, bahoewa ia di tjinta oleh Gulnare, maka radja terlaloe lebi keras lagi tjintaken isterinja sampe radja bernijat
biar bagimanapoen ia sabole-bole maoe oendjoek bales trima kasinja kapada Gulnare.
Sedang sri baginda maharadja Persie lagi bitjara begitoe di dalem diri, maka Gulnare tepok tangannja, lantas bebrapa boedak perampoewan pada dateng aken menoenggoe prentah toewannja . Gulnare soeroeh bawa kaloewar minoeman dan makanan aken membikin segar badan. Koetika barang-barang itoe soedah di sediahkеn di medja, maka Gulnare adjakin
iboenja dan soedaranja doedoek di medja aken tjoba makan sediahan di medja itoe . Aken tetapi marika berfikir, bahoewa marika itoe masook ka dalem astana dengan tiada di idinken oleh jang ampoenja astana, ia itoe sa-orang radja besar, jang belon pernah beladjar kenal sama marika itoe, kerna itoe, maka sanget koerang adjar adanja, djikaloe tetamoe lantas doedoek makan-minoem dengan tiada bersama-sama orang jang poenja astana. Marika itoe poenja roepa mendjadi merah dan dari sebab maloe atinja, maka dari moeloet, dari idoeng, dari mata sekalian marika itoe kaloewar api mengkobar menjala-njala.
Radja Persie kaget sanget apabila di liatnja orang-orang itoe kaloewar api, ianja tiada taoe apa sebabnja mendjadi begini. Gulnare barang liat soedara-soedaranja begitoe roepa, lantas mengarti apa kahendaknja, dari itoe ia
minta ma-af pada iboenja aken kaloewar sabentaran, nanti lekas dia balik kombali.
Galoare pegi ka tempat radja bediri bersembooni, maka ianja berkata pada radja: »Doeli toewankoe, sekarang senanglah mendengar kami poonja bitjara sama kakanda Saleh dan bonda kami, aken mengoendjoeken besarnja bales trima kasi kami pada doeli sjah alam, sebab melaenken kahendak kamilah jang djadi, kaloe kami hendak toeroet poelang, nistjaija tadi djoega kami soeda toeroet poelang ka negri tempat toempa darah kami, aken tetapi perboewatan sademikian mengoendjoeken kami tiada ada poenja ati jang bertrimah kasih, itoe tiada sekali-kali.”
Radja laloe berkata: Soedalah adinda djangan bitjara lagi dari hal itoe, djangan bitjara dari pada adinda poenja bales trima kasih, halnja kami sendiri haroes bales trimah kasih kami. Tadinja kami tiada maoe pertjaija, bahoewa adinda soenggoe menjintahken kami, aken tetapi sekarang njatalah kami liat dan kami dengar sendiri.”
Djawabnja Gulnare: »Ja toewankoe, apakah kami misti bikin, sasoedahnja toewankoe mengoendjoeken ati boedi jang begitoe baik dan soetji, sasoedahnja kami di brihken hormat dan tjinta, apakah semoewa itoe misti<noinclude>{{rh||1514|}}</noinclude>
avjcveiqlx6rgn2qgh44lzql5qsszhf
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1114
104
101069
282738
2026-05-06T14:06:01Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'DEKRIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG tentang KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945. Dengan Rachmat Tuhan Jang Maha Esa. KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG, Dengan ini menjatakan dengan chidmat : Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Da- sar 1945, jang disampaikan kepada segenap Rakjat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tang- gal 22 April 19...
282738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>DEKRIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA
TERTINGGI ANGKATAN PERANG
tentang
KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945.
Dengan Rachmat Tuhan Jang Maha Esa.
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
Dengan ini menjatakan dengan chidmat :
Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Da-
sar 1945, jang disampaikan kepada segenap Rakjat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tang-
gal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam
Undang-undang Dasar Sementara ;
Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian terbesar Anggota-anggota Sidang Pembuat
Undang-undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante tidak mungkin lagi me-
njelesaikan tugas jang dipertjajakan oleh Rakjat kepadanja:
Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan jang membahajakan persa-
tuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk
mentjapai masjarakat jang adil dan makmur ;
Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan
kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Prokla-
masi ;
Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai
Undang-undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian-kesatuan dengan Konstitusi
tersebut;
Maka atas dasar-dasar tersebut diatas,
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
Menetapkan pembubaran Konstituante;
Menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak ber-
lakunja lagi Undang-undang Dasar Sementara.
Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, jang terdiri atas Anggota-ang-
gota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-
golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam
waktu jang sesingkat-singkatnja.
Ditetapkan di: Djakarta.
pada tanggal: 5 Djuli 1959.
Atas nama Rakjat Indonesia:
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA
TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
ttd.
SUKARNO.
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
mk572jgsjl8btj8yuprnm617c4cvvk0
282743
282738
2026-05-06T14:09:47Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|DEKRIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG<br>
tentang<br>
KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945.<br>
''Dengan Rachmat Tuhan Jang Maha Esa.''
}}
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
Dengan ini menjatakan dengan chidmat :
Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945, jang disampaikan kepada segenap Rakjat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Dasar Sementara ;
Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian terbesar Anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante tidak mungkin lagi menjelesaikan tugas jang dipertjajakan oleh Rakjat kepadanja ;
Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan jang membahajakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur ;
Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Proklamasi ;
Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai Undang-undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian-kesatuan dengan Konstitusi tersebut;
Maka atas dasar-dasar tersebut diatas,
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
Menetapkan pembubaran Konstituante ;
Menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang-undang Dasar Sementara.
Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, jang terdiri atas Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja.
{{Block right|
{{c|Ditetapkan di: Djakarta.<br>
pada tanggal: 5 Djuli 1959.<br>
Atas nama Rakjat Indonesia:<br><br>
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,<br>
ttd.<br><br>
SUKARNO.}}}}<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
rn6k4nead87i7wvlrfakgywlj71n75z
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/403
104
101070
282741
2026-05-06T14:09:23Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
282741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>jakinin djangan hamba loepoetken djandji itue, hamba poenja nijat tida mace pegi tidoer, djikaloe belon hamba tjoekoepken hamba poenja djandji.
Waktoe tengah malem, semoewa sepi sekali, maka hamba bangoen priksa di dalem bilik, abis soenggoe hamba dapet liat itoe pintoe dengan selot tembega, dan tjintjin tembaga bersama-sama kontjinja betoel seperti katanja itoe kera. Hamba' poeter kontji itoe, jang ada di moeloet selot piutoe di bawah tjin-tjin, koetika pintoe itoe soedah terboeka, maka hamba masoek kadalem itoe bilik, hamba angkat itoe pedang, jang ada di sebelah peti besi, laloe hamba boenosh
itoe ajam, dan hamba batjok-batjok pentolan wacijat di peti itoe sampe antjoer, baroe hamba terbalikin itoe peti. Sedang hamba berboewat begitoe, maka hamba poenja isteri dapet taoe, dia poen dateng masoek di dalem itoe bilik, maka apabila di liatuja ajam djago itoe soedah mati, maka ia bertereak djoega: hamba di akalin itoe djin." Srenta ia bertereak begitǝe, maka sekoenjoeng koenjoeng dateng satoe orang, ia itoe djin, jang soedah bikin doerhaka pada bebrapa manoesia, masoek ka dalem itoe bilik, abis ia reboet hamba poenja isteri dengan paksa di bawa pegi, maka gaiblah hamba poenja isteri, jang sanget tertjinta ito.
Soewara mendjeritnja hamba poenja isteri membangoenken Emir. Dengan sigrah ia lantas dateng masoek ka dalem hamba poenja bilik. Barang dia dapet liat anakoja soedah tida ada, abis di liatnja pintoe bilik tempat ajam djago dan peti besi itoe soedah terboeka, maka dia lantas tace djoega apa mendjadi
sebab sampe bole djadi begini. Dia lantas berkata: 0, Aboe Mohamed, apakah engkau telah berboewat? Demikianlah pembalesanmoe pada kami, jang serahkea pedamoe kami poenja anak jang toenggal, demikianlah pembalasan kabaikan kami? Kami sendiri telah bikin itoe djimat, dan kami tarok-in di itoe kamar, soepaija anak kami tiada dapet di goda, di bawa lari itoe djin doerhaka. Anem taoen lamanja dia soeda akalin boewat mendapeti kami poenja anak, pertjoema sadja, ia tertahan oleh itoe djimat, aken tetapi sekarang soeda
binasalah kami poenja anak, ilang kami poenja penghiboeran ati di doenia. Maka ini semoewa angkaulah jang perboewatken, ajo lekas pegi dari sini, djangan kami liat lama-an roepamoe, sebab barangkali kami hilap tida taoe apa bikin, lebi baik lekas engkau pegi dari sini."
Hamba berdoeka tjita sanget, sebab hamba mendjadi lantaran katjilaka-an hamba poenja isteri, jang begitoe keras hamba tjinta, kendatipoen hamba baroelah sebentaran sadja moekanja.
Hamba sampe di roemah mentjari hamba poenja kera, aken hamba tjeritahken hal ichwal itoe, kaloe-kaloe dia bisa toeloengia hamba dapet kombali hamba poenja isteri. Koeliling hamba tjari dia tida ada, bamba bernanti barangkali dia pegi kaloewar belon poelang, aken tetapi semoewa itoe pertjoema sadja, kera itoe soedah linjap tiada ketahoewan kamana peginja.<noinclude>{{rh||1488}}</noinclude>
4glbc6o0mjcjavdaix8bbtjqwrzii6i
283301
282741
2026-05-07T03:25:36Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283301
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>jakinin djangan hamba loepoetken djandji itue, hamba poenja nijat tida mace pegi tidoer, djikaloe belon hamba tjoekoepken hamba poenja djandji.
Waktoe tengah malem, semoewa sepi sekali, maka hamba bangoen priksa di dalem bilik, abis soenggoe hamba dapet liat itoe pintoe dengan selot tembega, dan tjintjin tembaga bersama-sama kontjinja betoel seperti katanja itoe kera. Hamba' poeter kontji itoe, jang ada di moeloet selot piutoe di bawah tjin-tjin, koetika pintoe itoe soedah terboeka, maka hamba masoek kadalem itoe bilik, hamba angkat itoe pedang, jang ada di sebelah peti besi, laloe hamba boenosh
itoe ajam, dan hamba batjok-batjok pentolan wacijat di peti itoe sampe antjoer, baroe hamba terbalikin itoe peti. Sedang hamba berboewat begitoe, maka hamba poenja isteri dapet taoe, dia poen dateng masoek di dalem itoe bilik, maka apabila di liatuja ajam djago itoe soedah mati, maka ia bertereak djoega: hamba di akalin itoe djin." Srenta ia bertereak begitǝe, maka sekoenjoeng koenjoeng dateng satoe orang, ia itoe djin, jang soedah bikin doerhaka pada bebrapa manoesia, masoek ka dalem itoe bilik, abis ia reboet hamba poenja isteri dengan paksa di bawa pegi, maka gaiblah hamba poenja isteri, jang sanget tertjinta ito.
Soewara mendjeritnja hamba poenja isteri membangoenken Emir. Dengan sigrah ia lantas dateng masoek ka dalem hamba poenja bilik. Barang dia dapet liat anakoja soedah tida ada, abis di liatnja pintoe bilik tempat ajam djago dan peti besi itoe soedah terboeka, maka dia lantas tace djoega apa mendjadi
sebab sampe bole djadi begini. Dia lantas berkata: 0, Aboe Mohamed, apakah engkau telah berboewat? Demikianlah pembalesanmoe pada kami, jang serahkea pedamoe kami poenja anak jang toenggal, demikianlah pembalasan kabaikan kami? Kami sendiri telah bikin itoe djimat, dan kami tarok-in di itoe kamar, soepaija anak kami tiada dapet di goda, di bawa lari itoe djin doerhaka. Anem taoen lamanja dia soeda akalin boewat mendapeti kami poenja anak, pertjoema sadja, ia tertahan oleh itoe djimat, aken tetapi sekarang soeda binasalah kami poenja anak, ilang kami poenja penghiboeran ati di doenia. Maka ini semoewa angkaulah jang perboewatken, ajo lekas pegi dari sini, djangan kami liat lama-an roepamoe, sebab barangkali kami hilap tida taoe apa bikin, lebi baik lekas engkau pegi dari sini."
Hamba berdoeka tjita sanget, sebab hamba mendjadi lantaran katjilaka-an hamba poenja isteri, jang begitoe keras hamba tjinta, kendatipoen hamba baroelah sebentaran sadja moekanja.
Hamba sampe di roemah mentjari hamba poenja kera, aken hamba tjeritahken hal ichwal itoe, kaloe-kaloe dia bisa toeloengia hamba dapet kombali hamba poenja isteri. Koeliling hamba tjari dia tida ada, bamba bernanti barangkali dia pegi kaloewar belon poelang, aken tetapi semoewa itoe pertjoema sadja, kera itoe soedah linjap tiada ketahoewan kamana peginja.<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1488|{{smaller|67}}}}</noinclude>
c6u84v0wj3ztpstm5cahmvnu5tamsu9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1117
104
101071
282745
2026-05-06T14:10:49Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'V I Dh fo Menteri Keamanan/Pertahanan Letnan Djenderal A. H. Nasution sedang menjaksikan upatjara tim- bang terima djabatan Kepala Staf Angkatan Laut. Dari KSAL lama Laksamana Madya Laut R. Su- byakto kepada Pd. KSAL jang baru Kol. (P) R.E. Martadinata. Sambutan Menteri Keamanan/Pertahanan Timbang Terima Djabatan K.S.A.L. KSAL lama, PSUD KSAL baru. Para Perwira! Hari ini tanggal 20 Djuli 1959 dilaksanakan timbang terima djabatan KSAL. Disaat jan...
282745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>V
I
Dh fo
Menteri Keamanan/Pertahanan Letnan Djenderal A. H. Nasution sedang menjaksikan upatjara tim-
bang terima djabatan Kepala Staf Angkatan Laut. Dari KSAL lama Laksamana Madya Laut R. Su-
byakto kepada Pd. KSAL jang baru Kol. (P) R.E. Martadinata.
Sambutan Menteri Keamanan/Pertahanan
Timbang Terima Djabatan K.S.A.L.
KSAL lama, PSUD KSAL baru. Para Perwira!
Hari ini tanggal 20 Djuli 1959 dilaksanakan timbang terima djabatan KSAL. Disaat jang dekat
didepan ini saja harapkan pelaksanaan perpisahan kebesaran dari Laksamana dengan ALRI jang Laksa-
mana telah pimpin sedjak tahun 1948. Sedjak saat ini Laksamana Subjakto telah menjerahkan segala
wewenang dan tanggung djawab KSAL dan sedjak saat ini Kolonel Martadinata sepenuhnja memegang
wawenang dan tanggung djawab KSAL R.I.
Rekan Laksamana Subjakto! Laksamana sudah lebih 10 tahun mamimpin ALRI. Laksamana
telah memimpin ALRI pada saat jang tergenting dalam sedjarah NRI, saat agresi Balanda jang ke-
dua, saat pemberontakan PRRI dan pula saat pembangunan pesat dari ALRI. Laksamana telah me-
letakkan dasar-dasar jang barharga bagi pertumbuhan ALRI seterusnja. Untuk semua djasa itu saja
mengutjapkan diperbanjak terima kasih.
Laksamana telah berkali-kali dimasa jang lalu mengadjukan kepada Pemerintah dan Panglima Ter-
tinggi, agar boleh mengundurkan diri. agar supaja terlaksana tour of duty, agar terlaksana pengrema-
djaan pimpinan, sebagaimana lazim dalam angkatan bersendjata. Selama itu atasan tidak mengidzinkan.
Laksamana sekarang akan beralih kedinas LN kita dan saja jakin bahwa Laksamana akan
terus berdjasa dalam tugas jang baru, apalagi dalam rangka pengremadjaan dan penjegaran dinas
7
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
l8nj2jpzdg4lduehzia43s6hbcvwifq
282746
282745
2026-05-06T14:13:07Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>
''Menteri Keamanan/Pertahanan Letnan Djenderal A. H. Nasution sedang menjaksikan upatjara timbang terima djabatan Kepala Staf Angkatan Laut. Dari KSAL lama Laksamana Madya Laut R. Subyakto kepada Pd. KSAL jang baru Kol. (P) R.E. Martadinata.''
<big>{{c|'''Sambutan Menteri Keamanan/Pertahanan Timbang Terima Djabatan K.S.A.L.'''}}</big>
KSAL lama, PSUD KSAL baru. Para Perwira!
Hari ini tanggal 20 Djuli 1959 dilaksanakan timbang terima djabatan KSAL. Disaat jang dekat didepan ini saja harapkan pelaksanaan perpisahan kebesaran dari Laksamana dengan ALRI jang Laksamana telah pimpin sedjak tahun 1948. Sedjak saat ini Laksamana Subjakto telah menjerahkan segala wewenang dan tanggung djawab KSAL dan sedjak saat ini Kolonel Martadinata sepenuhnja memegang wawenang dan tanggung djawab KSAL R.I.
Rekan Laksamana Subjakto! Laksamana sudah lebih 10 tahun mamimpin ALRI. Laksamana telah memimpin ALRI pada saat jang tergenting dalam sedjarah NRI, saat agresi Balanda jang kedua, saat pemberontakan PRRI dan pula saat pembangunan pesat dari ALRI. Laksamana telah meletakkan dasar-dasar jang barharga bagi pertumbuhan ALRI seterusnja. Untuk semua djasa itu saja mengutjapkan diperbanjak terima kasih.
Laksamana telah berkali-kali dimasa jang lalu mengadjukan kepada Pemerintah dan Panglima Tertinggi, agar boleh mengundurkan diri. agar supaja terlaksana tour of duty, agar terlaksana pengremadjaan pimpinan, sebagaimana lazim dalam angkatan bersendjata. Selama itu atasan tidak mengidzinkan.
Laksamana sekarang akan beralih kedinas LN kita dan saja jakin bahwa Laksamana akan terus berdjasa dalam tugas jang baru, apalagi dalam rangka pengremadjaan dan penjegaran dinas<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
jujx7a17tabd1so09a0xveb3bw0kxo3
282748
282746
2026-05-06T14:15:36Z
Menyusurisudutnegeri
25205
282748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1117 crop).jpg|nirbing|pus]]
''Menteri Keamanan/Pertahanan Letnan Djenderal A. H. Nasution sedang menjaksikan upatjara timbang terima djabatan Kepala Staf Angkatan Laut. Dari KSAL lama Laksamana Madya Laut R. Subyakto kepada Pd. KSAL jang baru Kol. (P) R.E. Martadinata.''
<big>{{c|'''Sambutan Menteri Keamanan/Pertahanan Timbang Terima Djabatan K.S.A.L.'''}}</big>
KSAL lama, PSUD KSAL baru. Para Perwira!
Hari ini tanggal 20 Djuli 1959 dilaksanakan timbang terima djabatan KSAL. Disaat jang dekat didepan ini saja harapkan pelaksanaan perpisahan kebesaran dari Laksamana dengan ALRI jang Laksamana telah pimpin sedjak tahun 1948. Sedjak saat ini Laksamana Subjakto telah menjerahkan segala wewenang dan tanggung djawab KSAL dan sedjak saat ini Kolonel Martadinata sepenuhnja memegang wawenang dan tanggung djawab KSAL R.I.
Rekan Laksamana Subjakto! Laksamana sudah lebih 10 tahun mamimpin ALRI. Laksamana telah memimpin ALRI pada saat jang tergenting dalam sedjarah NRI, saat agresi Balanda jang kedua, saat pemberontakan PRRI dan pula saat pembangunan pesat dari ALRI. Laksamana telah meletakkan dasar-dasar jang barharga bagi pertumbuhan ALRI seterusnja. Untuk semua djasa itu saja mengutjapkan diperbanjak terima kasih.
Laksamana telah berkali-kali dimasa jang lalu mengadjukan kepada Pemerintah dan Panglima Tertinggi, agar boleh mengundurkan diri. agar supaja terlaksana tour of duty, agar terlaksana pengremadjaan pimpinan, sebagaimana lazim dalam angkatan bersendjata. Selama itu atasan tidak mengidzinkan.
Laksamana sekarang akan beralih kedinas LN kita dan saja jakin bahwa Laksamana akan terus berdjasa dalam tugas jang baru, apalagi dalam rangka pengremadjaan dan penjegaran dinas<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
gsmh9ej3r37lhxxx8g4g1clzijo2mrs
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/432
104
101072
282750
2026-05-06T14:15:50Z
Lutfiyatun
26681
/* Tanpa teks */
282750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude>{{rvh|400}}</noinclude>
nne9f9ju4zmdxj9rpe0l5h2o05w5q7m
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/477
104
101073
282751
2026-05-06T14:15:57Z
Lia Basyaiban
18670
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'X CDXDXC ) 1001 MALAM KDOX 49 19 maka soesah soenggoe aken boedjoek padanja boewat djadi bessan, sebab radja laen di sama- in olehnja dengan radja- radja-an . Adapoen kendati sade mikian adanja, kami panti tjoba aken pegi sendiri meminang anaknja boewat radja Beder, maka kaloe dia tiada maoe trima djoega, apa bole boewat, kita tjari jang laen . Inilah sebabnja mengapa tadi kami bilang baik djangan anakmoe dengar dari ini hal, sabeloonja kit...
282751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lia Basyaiban" /></noinclude>X
CDXDXC ) 1001 MALAM KDOX
49
19
maka soesah soenggoe aken boedjoek padanja boewat djadi bessan, sebab
radja laen di sama- in olehnja dengan radja- radja-an . Adapoen kendati sade
mikian adanja, kami panti tjoba aken pegi sendiri meminang anaknja boewat
radja Beder, maka kaloe dia tiada maoe trima djoega, apa bole boewat, kita
tjari jang laen . Inilah sebabnja mengapa tadi kami bilang baik djangan
anakmoe dengar dari ini hal, sabeloonja kita dapet katentoewan jang radja
Samandal tentoe maoe trima kita poenja peminang-an, soepaija djangan ,
sabelonnja anakmoe Beder soeda djato birabi pada poeteri Giauhare, sedang
kita tiada bisa kaboelken kabendaknja anak itoe.
Kadoewa soedara itoe masih bitjara lagi dari ini hal , maka sabe
londja berpisahan marika itoe telah berdjandjiken, baboewa radja Saleh
dengan sigrah lantas poelang ka negrinja, aken pegi meminang poeteri Giau.
hare pada ajandanja radja Samandal boewat radja Beder. Dari sebab Gul
nare bersama radja Saleh kira, bahoewa radja Beder soenggoe poeles, maka
kadoewa soedara itoe bangoeni sama Beder, koetika marika itoe hendak
kaloewar dari itoe bilik, adapoen Beder melaga sadja tidoer dan barang dia
di bangoeni laloe di bikinnja seperti orang jang baroe bangoea dari tidoer
nja. Pada sasoenggoenja, maka tiada ada satoe perkata-an di lepasnja
jang di bitjarai antara iboe dan mamakoja, koetika dia dapet dengar ma
maknja tjeritaken katjakepanoja dan elok poeteri Giauhare, maka Beder
soeda djato birabi begitoe keras pada poeteri itoe, hingga ia soesah menahan
ati aken tinggal melaga tidoer . Sembaring mamaknja tjeritaken dari toewan
poeteri itoe, maka di matanja Beder poeteri itoe soeda berbajang -bajang
sadja, dan keras inginnja aken mempoeojai isteri jang sademikian. Antero
malem Beder tiada bisa tidoer.
Pada kaesokan harinja, maka radja Saleh hendak ambil selamat
tinggal dari Gulnare dan dari kaponakannja aken poelang ke negrioja. Hata
maka radja Beder memang soedah taoe, bahoewa mamakoja itoe hendak
poelang begitoe lekas, dari sebab hendak melakoeken nijatnja dengan sigrah.
Adapoen birahinja radja Beder soeda begitoe keras, hingga dia tiada bisa
bernanti lagi mamaknja pegi oeroes perkara itoe, radja Beder fikir mengoe
roes hal itoe, nistjaija terlaloe lamanja dan dia soedah tiada menahan lagi
atinja. Oleh kerna itoe, maka ia berpijat keras, aken minta toeroet sama
mamaknja, maka ia tiada maoe sampe iboenja dapet taoe nijatnja , djadi
radja Beder memikirken akal bagimana aken bisa bitjara ampat mata sama
94
rg
ཝིའི
1525
གཏམཝ%
radja Saleh . Pertama -tama radja Saleh tiada bole lantas poelang dari itoe
ianja adjak dan boedjoek mamaknja, aken tinggal doeloe, ianja kepingin
sekali pegi memboeroe bersama- sama radja Saleh . Pada fikirnja Beder, di
tempat pemboeroewan, nistjaija ia dapet bitjara ampat mata sama mamaknja
aken tjeritaken nijatnja .<noinclude></noinclude>
sqthip7yfi41daaifygys0wg42cl0el
283181
282751
2026-05-07T01:58:03Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
283181
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /></noinclude><center>1001 MALAM</center>
maka soesah soenggoe aken boedjoek padanja boewat djadi bessan, sebab radja laen di sama-in olehnja dengan radja-radja-an. Adapoen kendati sademikian adanja, kami nanti tjoba aken pegi sendiri meminang anaknja boewat radja Beder, maka kaloe dia tiada maoe trima djoega, apa bole boewat, kita tjari jang laen. Inilah sebabnja mengapa tadi kami bilang baik djangan anakmoe dengar dari ini hal, sabelonnja kita dapet katentoewan jang radja Samandal tentoe maoe trima kita poenja peminang-an, soepaija djangan, sabelonnja anakmoe Beder soeda djato birahi pada poeteri Giauhare, sedang kita tiada bisa kaboelken kabendaknja anak itoe.
Kadoewa soedara itoe masih bitjara lagi dari ini hal, maka sabelonnja berpisahan marika itoe telah berdjandjiken, bahoewa radja Saleh dengan sigrah lantas poelang ka negrinja, aken pegi meminang poeteri Giauhare pada ajandanja radja Samandal boewat radja Beder. Dari sebab Gulnare bersama radja Saleh kira, bahoewa radja Beder soenggoe poeles, maka kadoewa soedara itoe bangoeni sama Beder, koetika marika itoe hendak kaloewar dari itoe bilik, adapoen Beder melaga sadja tidoer dan barang dia di bangoeni laloe di bikinnja seperti orang jang baroe bangoen dari tidoernja. Pada sasoenggoenja, maka tiada ada satoe perkata-an di lepasnja jang di bitjarai antara iboe dan mamaknja, koetika dia dapet dengar mamaknja tjeritaken katjakepannja dan elok poeteri Giauhare, maka Beder soeda djato birahi begitoe keras pada poeteri itoe, hingga ia soesah menahan ati aken tinggal melaga tidoer. Sembaring mamaknja tjeritaken dari toewan poeteri itoe, maka di matanja Beder poeteri itoe soeda berbajang-bajang sadja, dan keras inginnja aken mempoenjai isteri jang sademikian. Antero malem Beder tiada bisa tidoer.
Pada kaesokan harinja, maka radja Saleh hendak ambil selamat tinggal dari Gulnare dan dari kaponakannja aken poelang ke negrinja. Hata maka radja Beder memang soedah taoe, bahoewa mamaknja itoe hendak poelang begitoe lekas, dari sebab hendak melakoeken nijatnja dengan sigrah. Adapoen birahinja radja Beder soeda begitoe keras, hingga dia tiada bisa bernanti lagi mamaknja pegi oeroes perkara itoe, radja Beder fikir mengoeroes hal itoe, nistjaija terlaloe lamanja dan dia soedah tiada menahan lagi atinja. Oleh kerna itoe, maka ia bernijat keras, aken minta toeroet sama mamaknja, maka ia tiada maoe sampe iboenja dapet taoe nijatnja, djadi radja Beder memikirken akal bagimana aken bisa bitjara ampat mata sama mamaknja
aken tjeritaken nijatnja.
{{c|1525}}<noinclude></noinclude>
puzu53ip113bwu33ftj9z6ffqnmw9ck
283451
283181
2026-05-07T04:33:34Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283451
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>maka soesah soenggoe aken boedjoek padanja boewat djadi bessan, sebab radja laen di sama-in olehnja dengan radja-radja-an. Adapoen kendati sademikian adanja, kami nanti tjoba aken pegi sendiri meminang anaknja boewat radja Beder, maka kaloe dia tiada maoe trima djoega, apa bole boewat, kita tjari jang laen. Inilah sebabnja mengapa tadi kami bilang baik djangan anakmoe dengar dari ini hal, sabelonnja kita dapet katentoewan jang radja Samandal tentoe maoe trima kita poenja peminang-an, soepaija djangan, sabelonnja anakmoe Beder soeda djato birahi pada poeteri Giauhare, sedang kita tiada bisa kaboelken kabendaknja anak itoe.
Kadoewa soedara itoe masih bitjara lagi dari ini hal, maka sabelonnja berpisahan marika itoe telah berdjandjiken, bahoewa radja Saleh dengan sigrah lantas poelang ka negrinja, aken pegi meminang poeteri Giauhare pada ajandanja radja Samandal boewat radja Beder. Dari sebab Gulnare bersama radja Saleh kira, bahoewa radja Beder soenggoe poeles, maka kadoewa soedara itoe bangoeni sama Beder, koetika marika itoe hendak kaloewar dari itoe bilik, adapoen Beder melaga sadja tidoer dan barang dia di bangoeni laloe di bikinnja seperti orang jang baroe bangoen dari tidoernja. Pada sasoenggoenja, maka tiada ada satoe perkata-an di lepasnja jang di bitjarai antara iboe dan mamaknja, koetika dia dapet dengar mamaknja tjeritaken katjakepannja dan elok poeteri Giauhare, maka Beder soeda djato birahi begitoe keras pada poeteri itoe, hingga ia soesah menahan ati aken tinggal melaga tidoer. Sembaring mamaknja tjeritaken dari toewan poeteri itoe, maka di matanja Beder poeteri itoe soeda berbajang-bajang sadja, dan keras inginnja aken mempoenjai isteri jang sademikian. Antero malem Beder tiada bisa tidoer.
Pada kaesokan harinja, maka radja Saleh hendak ambil selamat tinggal dari Gulnare dan dari kaponakannja aken poelang ke negrinja. Hata maka radja Beder memang soedah taoe, bahoewa mamaknja itoe hendak poelang begitoe lekas, dari sebab hendak melakoeken nijatnja dengan sigrah. Adapoen birahinja radja Beder soeda begitoe keras, hingga dia tiada bisa bernanti lagi mamaknja pegi oeroes perkara itoe, radja Beder fikir mengoeroes hal itoe, nistjaija terlaloe lamanja dan dia soedah tiada menahan lagi atinja. Oleh kerna itoe, maka ia bernijat keras, aken minta toeroet sama mamaknja, maka ia tiada maoe sampe iboenja dapet taoe nijatnja, djadi radja Beder memikirken akal bagimana aken bisa bitjara ampat mata sama mamaknja
aken tjeritaken nijatnja.<noinclude>{{rh||1525}}</noinclude>
afqvf5xlx5b1wlkxs9ixwkoridu7epp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1118
104
101074
282753
2026-05-06T14:15:59Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kita. Saja mengutjapkan Selamat Bertugas! Kolonel Martadinata! Kolonel adalah pemimpin jang muda dari angkatan 45 kita. Kolonel mendapat kesempatan penga- laman dan pendidikan jang lumajan, sebelum menerima pimpinan ALRI. Dari itu saja pertjaja, bahwa Kolonel akan mendjadi pimpinan ALRI jang membawa harapan. Tugas Kolonel adalah berat. Tugas pemulihan dan stabilisasi keamanan kita masih memerlukan beberapa tahun sesuai dengan pedoman jang telah...
282753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kita. Saja mengutjapkan Selamat Bertugas!
Kolonel Martadinata!
Kolonel adalah pemimpin jang muda dari angkatan 45 kita. Kolonel mendapat kesempatan penga-
laman dan pendidikan jang lumajan, sebelum menerima pimpinan ALRI. Dari itu saja pertjaja, bahwa
Kolonel akan mendjadi pimpinan ALRI jang membawa harapan.
Tugas Kolonel adalah berat.
Tugas pemulihan dan stabilisasi keamanan kita masih memerlukan beberapa tahun sesuai
dengan pedoman jang telah diletakkan oleh GKS. Pula tugas pembangunan AL kita sedang memuntjak.
Apalagi pula tugas penertiban dan peng-effisiensikan keadaan adalah penting sekali pada taraf
ini. Tindakan koreksi dan penertiban kedalam harus segera dengan ichlas dilaksanakan untuk me-
numbuhkan tradisi AL jang baik dan abadi.
Semua tugas itu akan dilaksanakan lengan penuh gembira djika kita tetap berdiri atas landasan
semangat 45, jaitu dengan pendirian jang menaruh kepentingan Negara diatas kepentingan golongan pri-
badi. Dan djika tetap berdiri atas amanat Almarhum Panglima Besar APRI SUDIRMAN: Pertjaja pada
diri sendiri dan tidak mengenal menjerah.
Atas dasar inilah APRI sedjak 45 menunaikan tugas Negara dengan selamat serta berhasil, dari
pangkat terbawah sampai pangkat teratas.
Selaku menteri keamanan dan pertahanan, saja akan membantu Kolonel sepenuhnja dalam tugas
jang berat itu.
15
Sebagai kata terachir, saja tudjukan pesan kepada seluruh ALRI: Marilah kita membantu pim-
pinan ALRI jang baru dengan semangat Saptamarga, guna kedjajaan ALRI chususnja. dan guna ke-
besaran APRI dan NRI umumnja. Semoga TUHAN JANG MAHA ESA tetap memberkati dan me-
lindungi perdjoangan kita.
8
* *
Menteri Keamanan/Pertahanan
(A. H. NASUTION)
Letnan Djendral TNI.
Pegang Teguh Disiplin dan
Sumpah Pradjurit.
Penad.
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
tvk7nab925yj0zm707u7lhue9eq7vrs
282758
282753
2026-05-06T14:21:49Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kita. Saja mengutjapkan Selamat Bertugas!
Kolonel Martadinata!
Kolonel adalah pemimpin jang muda dari angkatan 45 kita. Kolonel mendapat kesempatan pengalaman dan pendidikan jang lumajan, sebelum menerima pimpinan ALRI. Dari itu saja pertjaja, bahwa Kolonel akan mendjadi pimpinan ALRI jang membawa harapan.
Tugas Kolonel adalah berat.
Tugas pemulihan dan stabilisasi keamanan kita masih memerlukan beberapa tahun sesuai dengan pedoman jang telah diletakkan oleh GKS. Pula tugas pembangunan AL kita sedang memuntjak.
Apalagi pula tugas penertiban dan peng-effisiensikan keadaan adalah penting sekali pada taraf ini. Tindakan koreksi dan penertiban kedalam harus segera dengan ichlas dilaksanakan untuk menumbuhkan tradisi AL jang baik dan abadi.
Semua tugas itu akan dilaksanakan lengan penuh gembira djika kita tetap berdiri atas landasan semangat 45, jaitu dengan pendirian jang menaruh kepentingan Negara diatas kepentingan golongan pribadi. Dan djika tetap berdiri atas amanat Almarhum Panglima Besar APRI SUDIRMAN: Pertjaja pada diri sendiri dan tidak mengenal menjerah.
Atas dasar inilah APRI sedjak 45 menunaikan tugas Negara dengan selamat serta berhasil, dari pangkat terbawah sampai pangkat teratas.
Selaku menteri keamanan dan pertahanan, saja akan membantu Kolonel sepenuhnja dalam tugas jang berat itu.
Sebagai kata terachir, saja tudjukan pesan kepada seluruh ALRI: Marilah kita membantu pimpinan ALRI jang baru dengan semangat Saptamarga, guna kedjajaan ALRI chususnja. dan guna kebesaran APRI dan NRI umumnja. Semoga TUHAN JANG MAHA ESA tetap memberkati dan melindungi perdjoangan kita.
{{block right|{{c|Menteri Keamanan/Pertahanan<br>
(A. H. NASUTION)<br>
Letnan Djendral TNI.
}}}}
{{c|{{gap}} * {{gap}} * {{gap}} *}}
<big>{{c|''Pegang Teguh Disiplin dan Sumpah Pradjurit.''}}</big>
{{Right|'''Penad.'''}}<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
ih8m7cvz9ochhe0nbpfcp9w4em7yfa4
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/434
104
101075
282754
2026-05-06T14:16:00Z
Lutfiyatun
26681
/* Tanpa teks */
282754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude>{{rvh|402}}</noinclude>
jax7h1z190xvlds0xjj213zyhx3cgcp
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/444
104
101076
282755
2026-05-06T14:16:36Z
Lutfiyatun
26681
/* Tanpa teks */
282755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude>{{rvh|412}}</noinclude>
5q9b4g7vfpkwrn5t5hdidlz46ae291e
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/549
104
101077
282757
2026-05-06T14:17:41Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ORBRECKER 1001 MALAM ||BURGER 34 3 4 3 4 |~|| toewan dateng?" Beder lantas brenti-in koedanja laloe djawabken pertanja-an orang toewa itoe. Sedang dia lagi bitjara begitoe, maka dateng Ba-orang perampoewan toewa, djoega brenti, koetika dia liat Beder beromong-omong, tetapi apabila ia dekatin Beder, maka sanget keras perampoewan itoe me- nangis sambil tarik nafas pandjang pendek dan sembaring pegang-pegang itoe koeda. Beder brenti bitjara sama it...
282757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>ORBRECKER 1001 MALAM ||BURGER 34 3 4 3 4
|~||
toewan dateng?" Beder lantas brenti-in koedanja laloe djawabken pertanja-an
orang toewa itoe. Sedang dia lagi bitjara begitoe, maka dateng Ba-orang
perampoewan toewa, djoega brenti, koetika dia liat Beder beromong-omong,
tetapi apabila ia dekatin Beder, maka sanget keras perampoewan itoe me-
nangis sambil tarik nafas pandjang pendek dan sembaring pegang-pegang
itoe koeda.
Beder brenti bitjara sama itoe orang toewa, aken liatin tingkanja iloe
perampoewan toewa, abis Beder tanja padanja kenapa dia nangis. Djawab-
Dja: Ja toewankoe, kami ini menangis dari sebab kami liat ini kooda
betoel sama sekali roepanja seperti koedanja kami poenja anak, maka itoe
koeda soeda mati, ia itoe jang membikin kami mendjadi sedi. Kami ber-
moeboen ranget pada toewan, djoewalkenlah koeds ini kepada kami; brapa
djoega harganja kami nanti bajar, laen dari itor, kami bales bilang banjak
tima kasi poela."
Djawabnja Beder: Ja nini, ini koeda tiada di djoewal, soenggoe
kami kasian sekali sama nini, jang kami tiada bisa kaboelken kabendakmoe."
Maka itoe perampoewan toewa semangkin keras menangis katanja:
„Ja toewankoe sampe ati sekali aken tolak permoehoenan sa-orang toewa,
soenggoe, djikaloe toewan tiada toeloeng pada kami, nistjaja roesak kami
berdoewa, kami poenja anak tentoe mati makan ati, maka itoe toean dja-
ganlah tolak permoeboenan kami."
Beder laloe berkata: Ja nini, tjoba kami bernijat mendjoewal ini
boeda jang begitoe baik, dengan segala soeka ati kami kaboelken permoe
loenanmoe. Tetapi kendatipoen kami hendak djoewal ini koeda, maka kami
Jasa engkau tiada maoe bajar seriboe dinar oewang emas, sebab tiada koe-
Jang dari itoe barga kami bole djoswalken.”
Katanja itoe perampoewan toewa: „Mengapa kami tiada maoe bajar
serit oe dinar oewang emas, asal sadja toewan maoe serahken itoe koeda pada
kami." Beder pandang itoe orang perampoewan toewa begitoe doesoen roepanja,
masalah dia bisa ada-in seriboe dinar oewang emas." Djadi dia maoe tjoba
spa soenggoe kiranja dia bisa bajar oewang sebegitoe banjak atawa bohong
sadja, maka itoe Beder bilang pada itoe perampoewan: Baiklah bajarken itoe
oewang seriboe dinar oewang emas, maka engkau bole ambil itoe koeda."
Di sitoe djoega itos perampoewan toewa keloewarin kantongoja laloe
di itoengrja seriboe dinar oewang emas jang di serahkennja kapada Beder,.
sambil berkata: Kaloe soeka toewan toeroen itoeng ini oewang, kaloe koe-
rang lantas bole kami tambabken, sebab kami poenja roemah tiada sebrapa djace
dari sini."
Beder kaget lagi heran, koetika di liatnja itoe perampoewan menga
loewarken oewang laloe Beder berkata; Ach nini, soeda djangan Boesah-
1559
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
dxgat7mwd4fab9mlm6wgh7z7zbx2fza
282774
282757
2026-05-06T14:39:28Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>toewan dateng?" Beder lantas brenti-in koedanja laloe djawabken pertanja-an orang toewa itoe. Sedang dia lagi bitjara begitoe, maka dateng aa-orang perampoewan toewa, djoega brenti, koetika dia liat Beder beromong-omong, tetapi apabila ia dekatin Beder, maka sanget keras perampoewan itoe menangis sambil tarik nafas pandjang pendek dan sembaring pegang-pegang itoe koeda.
Beder brenti bitjara sama itoe orang toewa, aken liatin tingkanja itoe perampoewan toewa, abis Beder tanja padanja kenapa dia nangis. Djawabnja: »Ja toewankoe, kami ini menangis dari sebab kami liat ini kooda betoel sama sekali roepanja seperti koedanja kami poenja anak, maka itoe koeda soeda mati, ia itoe jang membikin kami mendjadi sedi. Kami bermoehoen sanget pada toewan, djoewalkenlah koeda ini kepada kami; brapa djoega harganja kami nanti bajar, laen dari itoe, kami bales bilang banjak trima kasi poela."
Djawabnja Beder: »Ja nini, ini koeda tiada di djoewal, soenggoe
kami kasian sekali sama nini, jang kami tiada bisa kaboelken kahendakmoe."
Maka itoe perampoewan toewa semangkin keras menangis katanja: »Ja toewankoe sampe ati sekali aken tolak permoehoenan sa-orang toewa, soenggoe, djikaloe toewan tiada toeloeng pada kami, nistjaja roesak kami berdoewa, kami poenja anak tentoe mati makan ati, maka itoe toean djaganlah tolak permoeboenan kami."
Beder laloe berkata: »Ja nini, tjoba kami bernijat mendjoewal ini koeda jang begitoe baik, dengan segala soeka ati kami kaboelken permoehoenanmoe. Tetapi kendatipoen kami hendak djoewal ini koeda, maka kami rasa engkau tiada maoe bajar seriboe dinar oewang emas, sebab tiada koerang dari itoe harga kami bole djoewalken.”
Katanja itoe perampoewan toewa: „Mengapa kami tiada maoe bajar
seriboe dinar oewang emas, asal sadja toewan maoe serahken itoe koeda pada kami.“ Beder pandang itoe orang perampoewan toewa begitoe doesoen roepanja, masalah dia bisa ada-in seriboe dinar oewang emas." Djadi dia maoe tjoba apa soenggoe kiranja dia bisa bajar oewang sebegitoe banjak atawa bohong sadja, maka itoe Beder bilang pada itoe perampoewan: »Baiklah bajarken itoe oewang seriboe dinar oewang emas, maka engkau bole ambil itoe koeda." Di sitoe djoega itoe perampoewan toewa keloewarin kantongoja laloe di itoengnja seriboe dinar oewang emas jang di serahkennja kapada Beder, sambil berkata: Kaloe soeka toewan toeroen itoeng ini oewang, kaloe koerang lantas bole kami tambahken, sebab kami poenja roemah tiada sebrapa djaoe
dari sini."
Beder kaget lagi heran, koetika di liatnja itoe perampoewan mengaloewarken oewang laloe Beder berkata; »Ach nini, soeda djangan soesah-<noinclude>{{rh||1559}}</noinclude>
av76c0biyq6dvdqt0jttynbp3vqxjci
283428
282774
2026-05-07T04:23:46Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283428
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>toewan dateng?" Beder lantas brenti-in koedanja laloe djawabken pertanja-an orang toewa itoe. Sedang dia lagi bitjara begitoe, maka dateng sa-orang perampoewan toewa, djoega brenti, koetika dia liat Beder beromong-omong, tetapi apabila ia dekatin Beder, maka sanget keras perampoewan itoe menangis sambil tarik nafas pandjang pendek dan sembaring pegang-pegang itoe koeda.
Beder brenti bitjara sama itoe orang toewa, aken liatin tingkanja itoe perampoewan toewa, abis Beder tanja padanja kenapa dia nangis. Djawabnja: »Ja toewankoe, kami ini menangis dari sebab kami liat ini koeda betoel sama sekali roepanja seperti koedanja kami poenja anak, maka itoe koeda soeda mati, ia itoe jang membikin kami mendjadi sedi. Kami bermoehoen sanget pada toewan, djoewalkenlah koeda ini kepada kami; brapa djoega harganja kami nanti bajar, laen dari itoe, kami bales bilang banjak trima kasi poela."
Djawabnja Beder: »Ja nini, ini koeda tiada di djoewal, soenggoe kami kasian sekali sama nini, jang kami tiada bisa kaboelken kahendakmoe."
Maka itoe perampoewan toewa semangkin keras menangis katanja: »Ja toewankoe sampe ati sekali aken tolak permoehoenan sa-orang toewa, soenggoe, djikaloe toewan tiada toeloeng pada kami, nistjaja roesak kami berdoewa, kami poenja anak tentoe mati makan ati, maka itoe toean djanganlah tolak permoehoenan kami."
Beder laloe berkata: »Ja nini, tjoba kami bernijat mendjoewal ini koeda jang begitoe baik, dengan segala soeka ati kami kaboelken permoehoenanmoe. Tetapi kendatipoen kami hendak djoewal ini koeda, maka kami rasa engkau tiada maoe bajar seriboe dinar oewang emas, sebab tiada koerang dari itoe harga kami bole djoewalken.”
Katanja itoe perampoewan toewa: „Mengapa kami tiada maoe bajar seriboe dinar oewang emas, asal sadja toewan maoe serahken itoe koeda pada kami." Beder pandang itoe orang perampoewan toewa begitoe doesoen roepanja, masalah dia bisa ada-in seriboe dinar oewang emas." Djadi dia maoe tjoba apa soenggoe kiranja dia bisa bajar oewang sebegitoe banjak atawa bohong sadja, maka itoe Beder bilang pada itoe perampoewan: »Baiklah bajarken itoe oewang seriboe dinar oewang emas, maka engkau bole ambil itoe koeda."
Di sitoe djoega itoe perampoewan toewa keloewarin kantongnja laloe di itoengnja seriboe dinar oewang emas jang di serahkennja kapada Beder, sambil berkata: »Kaloe soeka toewan toeroen itoeng ini oewang, kaloe koerang lantas bole kami tambahken, sebab kami poenja roemah tiada sebrapa djaoe dari sini."
Beder kaget lagi heran, koetika di liatnja itoe perampoewan mengaloewarken oewang laloe Beder berkata: »Ach nini, soeda djangan soesah-<noinclude>{{rh||1559}}</noinclude>
awleki6fvsfqyzy2z1hgy84xcfpu3rd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1119
104
101078
282759
2026-05-06T14:22:49Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Riwajat Hidup Singkat Pd. KSAL. ,,kol. (p). R. E. martadinata" Laksamana Madya Laut R. Soebyakto sedang menandatangani naskah timbangterima djaba- tan KSAL. Berdiri disamping Pd. KSAL R.E. Mar- tadinata. (Gbr. PENAD) Kolonel (P) R.E. Martadinata dilahirkan di Ban- dung pada tahun 1921. Setelah beliau tamat A.M.S. bagian B Djakarta pada tahun 1941 maka hasjratnja sudahlah kelaut, maka masuklah beliau ke Zeevaartschool Djakarta dan sebagai Aspiran...
282759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Riwajat Hidup Singkat Pd. KSAL.
,,kol. (p). R. E. martadinata"
Laksamana Madya Laut R. Soebyakto sedang
menandatangani naskah timbangterima djaba-
tan KSAL. Berdiri disamping Pd. KSAL R.E. Mar-
tadinata.
(Gbr. PENAD)
Kolonel (P) R.E. Martadinata dilahirkan di Ban-
dung pada tahun 1921. Setelah beliau tamat A.M.S. bagian
B Djakarta pada tahun 1941 maka hasjratnja sudahlah
kelaut, maka masuklah beliau ke Zeevaartschool Djakarta
dan sebagai Aspirant officer pada Gouvernements Marine
dan beliau mengalami djatuhnja pemerintah Hindia Be-
landa.
Selama bendera Nippon berkibar diatas tanah air
kita, semangat kelaut pemuda Martadinata tak padam
dan setelah tamat sekolah Pelajaran Tinggi di Djakarta,
beliau sendiri kemudian djadi guru sekolah tersebut dan
kemudian lagi sebagai Nachoda kapal pelatih. Pendidikan
ini kemudian pada tahun 1952 dilengkapkan dengan di-
kirimkannja beliau ke Amerika Serikat untuk menamat-
kan dengan hasil sangat baik pada General Line School
di U.S. Navy Postgraduate School Montreal, California.
Pada waktu petjah revolusi kita pada tahun 1945
dengan beberapa teman seperdjuangan beliau mendirikan
BKR laut di Djakarta, dimana beliau diangkat mendjadi
wakil ketuanja; kemudian setelah didirikan Markas Be-
sar Angkatan Laut di Jogja beliau mendjabat beberapa
djabatan³ staf jang penting didalamnja a.l. perantjangan,
pendidikan dan latihan. Beliau mendirikan dan memim-
pin sekolah Latihan Opsir didekat Tegal dan kemudian mendirikan dan mendjabat pula sebagai komandan
Special Operations di Sarangan. Selama clash I dan II beliau aktif memimpin Kesatuan ALRI, jaitu clash
pertama di Djawa dan waktu clash kedua di Sumatera (Atjeh).
Pada tahun 1949 setelah penjerahan kedaulatan, Kol. (P) R.E. Martadinata, jang pada waktu itu
berpangkat Major (P) adalah orang Indonesia jang pertama-tama mendjadi komandan sebuah kapal pe-
rang Korvet ialah korvet R.I. Hang Tuah.
Setelah beberapa lama mendjabat Kepala Staf Komando Daerah Maritiem Surabaja maka pada be-
liau dipertjajakan pengambilan kapal perusak kita jang pertama-tama dari negeri, Belanda, kapal tersebut
kemudian mendjadi kapal pemimpin ALRI, kapal itu ialah R.I. "Gadjah Mada". Beliau komandan jang
pertama dari R.I. Gadjah Mada kemudian beliau djadi komandan Eskader (ialah kesatuan beberapa dan
berdjenis-djenis kapal) ALRI.
Pada tahun 1955 beliau bertugas ke Italia sebagai kepala pengawasan Pembuatan Kapal2 ALRI di
Italia merangkap komandan kesatuan ALRI di Italia. Setelah kembali ditanah air kemudian Let. Kol. (P)
R.E. Martadinata diangkat mendjadi Kepala Operasi Angkatan Laut dan berpangkat Kolonel (P) dan pada
tanggal 17 Djuli 1959 beliau mendjadi Pd. KSAL dengan wewenang dan tanggung djawab penuh selaku
putjuk pimpinan Angkatan Laut.
Digitized by Google
9<noinclude></noinclude>
azgdsxgo3fzoemajhmapz68mt8memlr
282760
282759
2026-05-06T14:26:55Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Laksamana Madya Laut R. Soebyakto sedang menandatangani naskah timbangterima djabatan KSAL. Berdiri disamping Pd. KSAL R.E. Martadinata. (Gbr. PENAD)
'''Riwajat Hidup Singkat Pd. KSAL.'''
<big>'''„kol. (p). R. E. martadinata”'''</big>
Kolonel (P) R.E. Martadinata dilahirkan di Bandung pada tahun 1921. Setelah beliau tamat A.M.S. bagian B Djakarta pada tahun 1941 maka hasjratnja sudahlah kelaut, maka masuklah beliau ke Zeevaartschool Djakarta dan sebagai Aspirant officer pada Gouvernements Marine dan beliau mengalami djatuhnja pemerintah Hindia Belanda.
Selama bendera Nippon berkibar diatas tanah air kita, semangat kelaut pemuda Martadinata tak padam dan setelah tamat sekolah Pelajaran Tinggi di Djakarta, beliau sendiri kemudian djadi guru sekolah tersebut dan kemudian lagi sebagai Nachoda kapal pelatih. Pendidikan ini kemudian pada tahun 1952 dilengkapkan dengan dikirimkannja beliau ke Amerika Serikat untuk menamatkan dengan hasil sangat baik pada General Line School di U.S. Navy Postgraduate School Montreal, California.
Pada waktu petjah revolusi kita pada tahun 1945 dengan beberapa teman seperdjuangan beliau mendirikan BKR laut di Djakarta, dimana beliau diangkat mendjadi wakil ketuanja; kemudian setelah didirikan Markas Besar Angkatan Laut di Jogja beliau mendjabat beberapa djabatan² staf jang penting didalamnja a.l. perantjangan, pendidikan dan latihan. Beliau mendirikan dan memimpin sekolah Latihan Opsir didekat Tegal dan kemudian mendirikan dan mendjabat pula sebagai komandan Special Operations di Sarangan. Selama clash I dan II beliau aktif memimpin Kesatuan ALRI, jaitu clash pertama di Djawa dan waktu clash kedua di Sumatera (Atjeh).
Pada tahun 1949 setelah penjerahan kedaulatan, Kol. (P) R.E. Martadinata, jang pada waktu itu berpangkat Major (P) adalah orang Indonesia jang pertama-tama mendjadi komandan sebuah kapal perang Korvet ialah korvet R.I. Hang Tuah.
Setelah beberapa lama mendjabat Kepala Staf Komando Daerah Maritiem Surabaja maka pada beliau dipertjajakan pengambilan kapal perusak kita jang pertama-tama dari negeri, Belanda, kapal tersebut kemudian mendjadi kapal pemimpin ALRI, kapal itu ialah R.I. "Gadjah Mada". Beliau komandan jang pertama dari R.I. Gadjah Mada kemudian beliau djadi komandan Eskader (ialah kesatuan beberapa dan berdjenis-djenis kapal) ALRI.
Pada tahun 1955 beliau bertugas ke Italia sebagai kepala pengawasan Pembuatan Kapal2 ALRI di Italia merangkap komandan kesatuan ALRI di Italia. Setelah kembali ditanah air kemudian Let. Kol. (P) R.E. Martadinata diangkat mendjadi Kepala Operasi Angkatan Laut dan berpangkat Kolonel (P) dan pada tanggal 17 Djuli 1959 beliau mendjadi Pd. KSAL dengan wewenang dan tanggung djawab penuh selaku putjuk pimpinan Angkatan Laut.
{{c|{{gap}} * {{gap}} * {{gap}} *}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
qd7u6jq1qbnpd1858knyfvn8da9o47p
282762
282760
2026-05-06T14:28:32Z
Menyusurisudutnegeri
25205
282762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1119 crop).jpg|bingkai|kiri|al=Laksamana Madya Laut R. Soebyakto sedang menandatangani naskah timbangterima djabatan KSAL. Berdiri disamping Pd. KSAL R.E. Martadinata. (Gbr. PENAD)|Laksamana Madya Laut R. Soebyakto sedang menandatangani naskah timbangterima djabatan KSAL. Berdiri disamping Pd. KSAL R.E. Martadinata. (Gbr. PENAD)]]
'''Riwajat Hidup Singkat Pd. KSAL.'''
<big>'''„kol. (p). R. E. martadinata”'''</big>
Kolonel (P) R.E. Martadinata dilahirkan di Bandung pada tahun 1921. Setelah beliau tamat A.M.S. bagian B Djakarta pada tahun 1941 maka hasjratnja sudahlah kelaut, maka masuklah beliau ke Zeevaartschool Djakarta dan sebagai Aspirant officer pada Gouvernements Marine dan beliau mengalami djatuhnja pemerintah Hindia Belanda.
Selama bendera Nippon berkibar diatas tanah air kita, semangat kelaut pemuda Martadinata tak padam dan setelah tamat sekolah Pelajaran Tinggi di Djakarta, beliau sendiri kemudian djadi guru sekolah tersebut dan kemudian lagi sebagai Nachoda kapal pelatih. Pendidikan ini kemudian pada tahun 1952 dilengkapkan dengan dikirimkannja beliau ke Amerika Serikat untuk menamatkan dengan hasil sangat baik pada General Line School di U.S. Navy Postgraduate School Montreal, California.
Pada waktu petjah revolusi kita pada tahun 1945 dengan beberapa teman seperdjuangan beliau mendirikan BKR laut di Djakarta, dimana beliau diangkat mendjadi wakil ketuanja; kemudian setelah didirikan Markas Besar Angkatan Laut di Jogja beliau mendjabat beberapa djabatan² staf jang penting didalamnja a.l. perantjangan, pendidikan dan latihan. Beliau mendirikan dan memimpin sekolah Latihan Opsir didekat Tegal dan kemudian mendirikan dan mendjabat pula sebagai komandan Special Operations di Sarangan. Selama clash I dan II beliau aktif memimpin Kesatuan ALRI, jaitu clash pertama di Djawa dan waktu clash kedua di Sumatera (Atjeh).
Pada tahun 1949 setelah penjerahan kedaulatan, Kol. (P) R.E. Martadinata, jang pada waktu itu berpangkat Major (P) adalah orang Indonesia jang pertama-tama mendjadi komandan sebuah kapal perang Korvet ialah korvet R.I. Hang Tuah.
Setelah beberapa lama mendjabat Kepala Staf Komando Daerah Maritiem Surabaja maka pada beliau dipertjajakan pengambilan kapal perusak kita jang pertama-tama dari negeri, Belanda, kapal tersebut kemudian mendjadi kapal pemimpin ALRI, kapal itu ialah R.I. "Gadjah Mada". Beliau komandan jang pertama dari R.I. Gadjah Mada kemudian beliau djadi komandan Eskader (ialah kesatuan beberapa dan berdjenis-djenis kapal) ALRI.
Pada tahun 1955 beliau bertugas ke Italia sebagai kepala pengawasan Pembuatan Kapal2 ALRI di Italia merangkap komandan kesatuan ALRI di Italia. Setelah kembali ditanah air kemudian Let. Kol. (P) R.E. Martadinata diangkat mendjadi Kepala Operasi Angkatan Laut dan berpangkat Kolonel (P) dan pada tanggal 17 Djuli 1959 beliau mendjadi Pd. KSAL dengan wewenang dan tanggung djawab penuh selaku putjuk pimpinan Angkatan Laut.
{{c|{{gap}} * {{gap}} * {{gap}} *}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
8ny9pnowpzy18ykzavblimuhaxpm0z7
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/475
104
101079
282761
2026-05-06T14:26:58Z
Lia Basyaiban
18670
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'puglypuvuse you OG EHITUSOHOTOHOHOH جعجعجعوr يعr جعجعYOYOYحج UDDDZOTUVUU ਚੈਨਲ ਬੈਨਨਨਚੈਨਨਨ ਨਨਹੇਨਨ | 1001MALAM I12 soenggoelab anakoja tidoer njenjak . Halnja Beder tiada poeles, malaban dia pasang koeping tadjem -tadjem , soepaija djangan ilang satoe perkata-an dari pada bitjara iboepja dengan mamaknja . Maka Gulnare berkata pada soedaranja: » Kakanda tiada oesah koe watir layi...'
282761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lia Basyaiban" /></noinclude>puglypuvuse
you
OG EHITUSOHOTOHOHOH
جعجعجعوr يعr جعجعYOYOYحج
UDDDZOTUVUU
ਚੈਨਲ ਬੈਨਨਨਚੈਨਨਨ
ਨਨਹੇਨਨ
| 1001MALAM I12
soenggoelab anakoja tidoer njenjak . Halnja Beder tiada poeles, malaban dia
pasang koeping tadjem -tadjem , soepaija djangan ilang satoe perkata-an dari
pada bitjara iboepja dengan mamaknja .
Maka Gulnare berkata pada soedaranja: » Kakanda tiada oesah koe
watir layi , bole bitjara sakahendakmoe, Beder tentoe tiada bisa dengar.”
Radja Saleh laloe berkata: ” Kami rasa barangkali tida baik, kaloe
kapopakankoe radja Beder dapet taoe terlaloe lekas, apa jang kami hendak
tjeritabken padamoe. Engkau taoe seadiri tjinta itoe masoek dari koeping ka
dalein ati, maka tida baik soenggoe sa -orang djedjaka anak moeda barangkali
soeda tjintakeu lebi doeloe sa-orang perampoewan , tjoema dari di dengarnja
orang seboet namanja perampoewan . Begitoepoen sama radja Beder dia masih
moeda, apabila dia dengar kita seboetken namanja poeteri, maka ia lantas
birabi, sedang kita belon bisa tentoe-in apa bisa dapet peram poewan jang
kita hendak ambil mantoe atawa tida, kaloe dia djato birahi, abis kita tida
bisa dapet anak orang itoe, nistjaija roesaklah radja Beder. Ia itoelah jang
kita sabole-bole misti alangin, sebab kami rasa , bahoewa soenggoe banjak
soesah aken dapet poeteri jang kami masoedken. Boekan dari sebab poeteri
itoe jang tida maoe, aken tetapi ajandanja barangkali tolak permoeboenan
kita . Jang kami hendak boewat isterinja radja Beder, ia itoe poeteri Giau
hare, anaknja radja Samandal .
Itoelah baroe bole di pama-in poeteri sama elok dan tjantiknja
seperti Beder, maskipoen di darat atawa di laoet, tiada perampoewan begi
toe bagoes serta baik ati .
Roepanja terlaloe amat elok, tjabija koelitnja aloes dan bening, pipinja
seperti djamboe, ramboetnja itam ikal patamajang, matanja djeli, pinggangoja
lentik, djarinja kaja di raoet, lehernja djoendjang . Kaloe dia boeka kaen toe
toep moeka, maka tjabija matahari mendjadi poetjat dan boelan mendjadi
goerem, siapa djoega dapet pandang potong badannja serta moekanja, nis
tjaija birabi tergila-gila. Soewaranja manis madoe dan lemah lemboet."
Koetika Gulnare dengar tjeritanja radja Saleb, maka Gulnare laloe
berkata : „ Ach, apa engkau bilang? Poeteri Giaubare belon bersoewami?
Kami masih ingat dia doeloe tıda sebrapa bari sabelondja kami lari, maka
oemoernja kira -kira di itoe waktoe ada satoe taon setengah, adapoen di itoe
waktoe soedah ternjata ia sa-orang anak tjantik sekali, istimewa poela se
karang ini, ia soeda bertamba-tamba elok lagi dan tjantik. Kendati katja
sedikit oemoernja, djangan djadi alangan, kita misti bikin sabole -bole, soe
paija djangan mendjadi oeroeng, maka alangan apakah jang misti di ilangken."
Katanja radja Saleh: Alangan jang paling besar dan jang paling
berat, ia itoe radja Samandal. Dia itoe terlaloe amat berhati tinggi. Dia
kira di antero doevia tiada ada radja melengken dia sendiri , oleh keroa itoe,
1524
1001
Malam
6<noinclude></noinclude>
8czksr998mar5nrslrvzl1p1x6osodm
283174
282761
2026-05-07T01:43:46Z
Lia Basyaiban
18670
/* Telah diuji baca */
283174
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lia Basyaiban" /></noinclude><center>1001 MALAM</center>
soenggoelah anakoja tidoer njenjak. Halnja Beder tiada poeles, malahan dia pasang koeping tadjem-tadjem, soepaija djangan ilang satoe perkata-an dari pada bitjara iboenja dengan mamaknja.
Maka Gulnare berkata pada soedaranja: »Kakanda tiada oesah koewatir lagi, bole bitjara sakahendakmoe, Beder tentoe tiada bisa dengar.”
Radja Saleh laloe berkata: ”Kami rasa barangkali tida baik, kaloe kapopakankoe radja Beder dapet taoe terlaloe lekas, apa jang kami hendak tjeritabken padamoe. Engkau taoe seadiri tjinta itoe masoek dari koeping ka dalem ati, maka tida baik soenggoe sa-orang djedjaka anak moeda barangkali soeda tjintaken lebi doeloe sa-orang perampoewan, tjoema dari di dengarnja orang seboet namanja perampoewan. Begitoepoen sama radja Beder dia masih moeda, apabila dia dengar kita seboetken namanja poeteri, maka ia lantas birahi, sedang kita belon bisa tentoe-in apa bisa dapet perampoewan jang kita hendak ambil mantoe atawa tida, kaloe dia djato birahi, abis kita tida bisa dapet anak orang itoe, nistjaija roesaklah radja Beder. Ia itoelah jang kita sabole-bole misti alangin, sebab kami rasa, bahoewa soenggoe banjak soesah aken dapet poeteri jang kami masoedken. Boekan dari sebab poeteri itoe jang tida maoe, aken tetapi ajandanja barangkali tolak permoehoenan kita. Jang kami hendak boewat isterinja radja Beder, ia itoe poeteri Giauhare, anaknja radja Samandal.
Itoelah baroe bole di nama-in poeteri sama elok dan tjantiknja seperti Beder, maskipoen di darat atawa di laoet, tiada perampoewan begitoe bagoes serta baik ati.
Roepanja terlaloe amat elok, tjahija koelitnja aloes dan bening, pipinja seperti djamboe, ramboetnja itam ikal patamajang, matanja djeli, pinggangnja lentik, djarinja kaja di raoet, lehernja djoendjang. Kaloe dia boeka kaen toetoep moeka, maka tjahija matahari mendjadi poetjat dan boelan mendjadi goerem, siapa djoega dapet pandang potong badannja serta moekanja, nistjaija birahi tergila-gila. Soewaranja manis madoe dan lemah lemboet."
Koetika Gulnare dengar tjeritanja radja Saleh, maka Gulnare laloe berkata: »Ach, apa engkau bilang? Poeteri Giauhare belon bersoewami? Kami masih ingat dia doeloe tida sebrapa hari sabelonnja kami lari, maka oemoernja kira-kira di itoe waktoe ada satoe taon setengah, adapoen di itoe waktoe soedah ternjata ia sa-orang anak tjantik sekali, istimewa poela sekarang ini, ia soeda bertamba-tamba elok lagi dan tjantik. Kendati katja sedikit oemoernja, djangan djadi alangan, kita misti bikin sabole-bole, soepaija djangan mendjadi oeroeng, maka alangan apakah jang misti di ilangken."
Katanja radja Saleh: »Alangan jang paling besar dan jang paling berat, ia itoe radja Samandal. Dia itoe terlaloe amat berhati tinggi. Dia kira di antero doenia tiada ada radja melengken dia sendiri, oleh keroa itoe,
{{c|1524}}
1001 Malam<noinclude></noinclude>
cah0x1s10iy7cbz25o7jeovysgdlrjz
283446
283174
2026-05-07T04:32:41Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283446
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>soenggoelah anakoja tidoer njenjak. Halnja Beder tiada poeles, malahan dia pasang koeping tadjem-tadjem, soepaija djangan ilang satoe perkata-an dari pada bitjara iboenja dengan mamaknja.
Maka Gulnare berkata pada soedaranja: »Kakanda tiada oesah koewatir lagi, bole bitjara sakahendakmoe, Beder tentoe tiada bisa dengar.”
Radja Saleh laloe berkata: ”Kami rasa barangkali tida baik, kaloe kapopakankoe radja Beder dapet taoe terlaloe lekas, apa jang kami hendak tjeritabken padamoe. Engkau taoe seadiri tjinta itoe masoek dari koeping ka dalem ati, maka tida baik soenggoe sa-orang djedjaka anak moeda barangkali soeda tjintaken lebi doeloe sa-orang perampoewan, tjoema dari di dengarnja orang seboet namanja perampoewan. Begitoepoen sama radja Beder dia masih moeda, apabila dia dengar kita seboetken namanja poeteri, maka ia lantas birahi, sedang kita belon bisa tentoe-in apa bisa dapet perampoewan jang kita hendak ambil mantoe atawa tida, kaloe dia djato birahi, abis kita tida bisa dapet anak orang itoe, nistjaija roesaklah radja Beder. Ia itoelah jang kita sabole-bole misti alangin, sebab kami rasa, bahoewa soenggoe banjak soesah aken dapet poeteri jang kami masoedken. Boekan dari sebab poeteri itoe jang tida maoe, aken tetapi ajandanja barangkali tolak permoehoenan kita. Jang kami hendak boewat isterinja radja Beder, ia itoe poeteri Giauhare, anaknja radja Samandal.
Itoelah baroe bole di nama-in poeteri sama elok dan tjantiknja seperti Beder, maskipoen di darat atawa di laoet, tiada perampoewan begitoe bagoes serta baik ati.
Roepanja terlaloe amat elok, tjahija koelitnja aloes dan bening, pipinja seperti djamboe, ramboetnja itam ikal patamajang, matanja djeli, pinggangnja lentik, djarinja kaja di raoet, lehernja djoendjang. Kaloe dia boeka kaen toetoep moeka, maka tjahija matahari mendjadi poetjat dan boelan mendjadi goerem, siapa djoega dapet pandang potong badannja serta moekanja, nistjaija birahi tergila-gila. Soewaranja manis madoe dan lemah lemboet."
Koetika Gulnare dengar tjeritanja radja Saleh, maka Gulnare laloe berkata: »Ach, apa engkau bilang? Poeteri Giauhare belon bersoewami? Kami masih ingat dia doeloe tida sebrapa hari sabelonnja kami lari, maka oemoernja kira-kira di itoe waktoe ada satoe taon setengah, adapoen di itoe waktoe soedah ternjata ia sa-orang anak tjantik sekali, istimewa poela sekarang ini, ia soeda bertamba-tamba elok lagi dan tjantik. Kendati katja sedikit oemoernja, djangan djadi alangan, kita misti bikin sabole-bole, soepaija djangan mendjadi oeroeng, maka alangan apakah jang misti di ilangken."
Katanja radja Saleh: »Alangan jang paling besar dan jang paling berat, ia itoe radja Samandal. Dia itoe terlaloe amat berhati tinggi. Dia kira di antero doenia tiada ada radja melengken dia sendiri, oleh keroa itoe,<noinclude>
{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1524|{{smaller|6}}}}</noinclude>
7kprjto8twbb14rqam02hh9agxf2it5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/547
104
101080
282763
2026-05-06T14:28:34Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{ 1001 MALAM YERDERE POTEKER Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi saekor kooda betina jang poeti dan tjakep . Wab rasanja ratoe Labe di dalem ati terlaloe amat masjgoel, ia toendoekin kepalanja seperti aken hendak meminta ampoen, di kasiani oleh Beder, aken tetapi Beder soeda tiada berkoewasa lagi aken memba talken perboewatannja . Maka ia bawa itoe koeda ka dalem istal keradja- an dan dia titanken boedjang istal aken kasi pake itoe koe...
282763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{ 1001 MALAM YERDERE POTEKER
Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi saekor kooda betina
jang poeti dan tjakep . Wab rasanja ratoe Labe di dalem ati terlaloe amat
masjgoel, ia toendoekin kepalanja seperti aken hendak meminta ampoen, di
kasiani oleh Beder, aken tetapi Beder soeda tiada berkoewasa lagi aken memba
talken perboewatannja .
Maka ia bawa itoe koeda ka dalem istal keradja- an dan dia titanken
boedjang istal aken kasi pake itoe koeda; tetapi itoe boedjang istal tiada bisa
dapet pakejan koeda jang bole di pake bogwat ini koeda jang baroe. Abis
Beder titahken soeroeb pakein doewa koeda jang laen , satog boewat dia dan
-satoenja lagi boewat boedjang, maka dia jang toentoen itoe kooda poeti pegi ka
roemabnja Abdallah .
Koetika Abdallah dapat liat radja Beder dari djao e menoontoen koeda
bersama sama satoe boedjang, maka di ketahoeinja, baboewa bagoes djalapnja
pakerdja-annja Boder. Abdallah laloe berkata dengan girang: »Sjoekoerlab, peram
poewan popok-an gila, baroe sekaranglah engkau trima hoeko emanmoe jang
pantes."
:
Sampe di depan kedeinja Abdallah, maka Beder toeroen dari koeda.
nja, dia pelok itoe kiai sambil membilang trima kasi beriboe riboe kali, serta
di tjeritahkednja apa jang soeda kedjadian . Djooga ia bilang, bahoewa boe .
djang istal tiada bisa dapet toom pakejan kepala koeda, jang baik, bole di pa
ke ini koeda baroe . Abdallah lantas bilang, jang dia ada poenja pakejan kepala
koeda, apa roepa koeda, tentoe ada dia poenja pakejan di dalem kedeinja
Abdallah . Maka kiai sendiri jang pake-in itoe koeda jang baroe dan Beder
kirim poelang boedjangoja bersama sama itoe doewa koeda jang di toenggang
tadi. Setelah soeda, maka katanja Abdallah pada Beder: „Toewan, sekarang
ini toewan tiada oesah tinggal lebi lama di ini negri. Toewan naik sadja ini
koeda jang baroe, aken poelang ka negri karadja-an to ewan . Tjoema ada sa
toe hal sadja, jang kami hendak pesan pada toewan, ia itoe: kaloe toewan
mahoe djoewal atawa kasi orang ini kooda jang baroe, djanganlah serahken
kooda bersama-sama pakejan kepala, itoelab di djagaken baik -baik ." Radja
Beder djandjiken aken tiada meloepaken pesanan kiai, abis ambil selamat
tinggal dengan sedi, maka ia brangkat .
Koetika radja Persie soeda ada di loewar kota, maka dia sanget girang
soeda terlepas dari pada babaija jang begitoe besar, serta perampnewan ratoe
şabir itoe ada di dalem tangannja dan misti toeroet prentahoja.
Beder berdjalan berkoeda tiga hari lamanja, maka ia sampe di dalem
saboewa negri besar. Di moeka kota dari negri itoe, dia ketemoe sa -orang
laki-laki toewa sekali, sedang lagi djalan dari roemab kebon pegi ka roemaboja
di dalem kota. Maka si orang toewa bediri liatin Beder berkoeda sambil
berkata : ” Hei toewankoe, kamanakab toewankoe maoe pegi dan dari mana
1558<noinclude></noinclude>
ptaavuyvsnbnia56qoffra5gugec8yy
282775
282763
2026-05-06T14:39:59Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM</noinclude>Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi saekor koeda betina jang poeti dan tjakep. Wah rasanja ratoe Laba di dalem ati terlaloe amat masjgoel, ia toendoekin kepalanja seperti aken hendak meminta ampoen, di kasiani oleh Beder, aken tetapi Beder soeda tiada berkoewasa lagi aken memba-talken perboswatanaja.
Maka ia bawa itoe koeda ka dalem istal keradjaan dan dia titahken boedjang istal aken kasi pake itoe koeda; tetapi itoe boedjang istal tiada bisa dapet pakejan koeda jang bole di pake boswat ini koeda jang baroe. Abis Beder titahken soeroeh pakein doewa koeda jang laen, satos boswat dia dan Batoenja lagi boewat boedjang, maka dia jang toentoen itoe koeda poeti pegi ka roemahnja Abdallah.
Koetika Abdallah dapat liat radja Beder dari djace menoentoen koeda bersama sama satoe boedjang, maka di ketahosinja, bahoewa bagoes djalannja pakerdja-annja Beder. Abdallah laloe berkata dengan girang: „Sjoekoerlab, perampoewau popok-an gila, baros sekaranglab engkau trima hosko emanmos jang pantes."Sampe di depan kedeinja Abdallah, maka Beder toeroen dari koeda. nja, dia pelok itoe kiai sambil membilang trima kasi beriboe riboe kali, serta di tjeritabkennja apa jang soeda kedjadian. Djoega in bilang, bahoewa boe. djang istal tiada bisa dapet toom pakejan kepala koeda, jang baik, bole di pake ini koeda baroe. Abdallah lantas bilang, jang dia ada poenja pakejan kepala kosda, apa roepa koeda, tentos ada. dia poenja pakejan di dalem kodeioja Abdallah. Maka kiai sendiri jang pake-in itoe koeda jang baroe dan Beder kirim poelang boedjangaja bersama sama itoe doewa koeda jang di toenggang tadi. Setelah soeda, maka katanja Abdallah pada Beder: „Toewan, sekarang ini toewan tiada oesah tinggal lebi lama di ini negri. Toewan naik sadja ini koeda jang baros, aken poslang ka negri karadja-an toewan. Tjoema ada satoe hal sadja, jang kami hendak pesan pada toewan, ia itoe: kaloe toewan mahoe djoewal atawa kasi orang ini koeda jang baroa, djanganlah serahken koeda bersama-sama pakejan kepala, itoelah di djagaken baik-baik.” Radja Beder djandjikea aken tiada melospaken pesanan kiai, abis ambil selamat tinggal dengan aodi, maka ia brangkat.
Koetika radja Persie soeda ada di loewar kota, maka dia sanget girang soeda terlepas dari pada bahaija jang begitoe besar, serta perampoewan ratoe Babir itoe ada di dalem tangannja dan misti toerost prentabnja.
Beder berdjalan berkoeda tiga bari lamanja, maka ia sampe di dalem saboewa negri besar. Di moeka kota dari negri itoe, dia ketemoe sa-orang laki-laki toewa sekali, sedang lagi djalan dari roemah kebon pegi ka roemahnja di dalem kota. Maka si orang toewa bediri liatin Beder berkoeda sambil berkata: Hei toewankoe, kamanakah toewankoe maos pegi dan dari mana<noinclude>{{rh||1558}}</noinclude>
q756rugqkyi5ywg0vtk0pbquw71165t
282777
282775
2026-05-06T14:41:21Z
Lutfiyatun
26681
282777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Sakoetika itoe djoega, maka ratoe Labe djadi saekor koeda betina jang poeti dan tjakep. Wah rasanja ratoe Laba di dalem ati terlaloe amat masjgoel, ia toendoekin kepalanja seperti aken hendak meminta ampoen, di kasiani oleh Beder, aken tetapi Beder soeda tiada berkoewasa lagi aken memba-talken perboswatanaja.
Maka ia bawa itoe koeda ka dalem istal keradjaan dan dia titahken boedjang istal aken kasi pake itoe koeda; tetapi itoe boedjang istal tiada bisa dapet pakejan koeda jang bole di pake boswat ini koeda jang baroe. Abis Beder titahken soeroeh pakein doewa koeda jang laen, satos boswat dia dan Batoenja lagi boewat boedjang, maka dia jang toentoen itoe koeda poeti pegi ka roemahnja Abdallah.
Koetika Abdallah dapat liat radja Beder dari djace menoentoen koeda bersama sama satoe boedjang, maka di ketahosinja, bahoewa bagoes djalannja pakerdja-annja Beder. Abdallah laloe berkata dengan girang: „Sjoekoerlab, perampoewau popok-an gila, baros sekaranglab engkau trima hosko emanmos jang pantes."Sampe di depan kedeinja Abdallah, maka Beder toeroen dari koeda. nja, dia pelok itoe kiai sambil membilang trima kasi beriboe riboe kali, serta di tjeritabkennja apa jang soeda kedjadian. Djoega in bilang, bahoewa boe. djang istal tiada bisa dapet toom pakejan kepala koeda, jang baik, bole di pake ini koeda baroe. Abdallah lantas bilang, jang dia ada poenja pakejan kepala kosda, apa roepa koeda, tentos ada. dia poenja pakejan di dalem kodeioja Abdallah. Maka kiai sendiri jang pake-in itoe koeda jang baroe dan Beder kirim poelang boedjangaja bersama sama itoe doewa koeda jang di toenggang tadi. Setelah soeda, maka katanja Abdallah pada Beder: „Toewan, sekarang ini toewan tiada oesah tinggal lebi lama di ini negri. Toewan naik sadja ini koeda jang baros, aken poslang ka negri karadja-an toewan. Tjoema ada satoe hal sadja, jang kami hendak pesan pada toewan, ia itoe: kaloe toewan mahoe djoewal atawa kasi orang ini koeda jang baroa, djanganlah serahken koeda bersama-sama pakejan kepala, itoelah di djagaken baik-baik.” Radja Beder djandjikea aken tiada melospaken pesanan kiai, abis ambil selamat tinggal dengan aodi, maka ia brangkat.
Koetika radja Persie soeda ada di loewar kota, maka dia sanget girang soeda terlepas dari pada bahaija jang begitoe besar, serta perampoewan ratoe Babir itoe ada di dalem tangannja dan misti toerost prentabnja.
Beder berdjalan berkoeda tiga bari lamanja, maka ia sampe di dalem saboewa negri besar. Di moeka kota dari negri itoe, dia ketemoe sa-orang laki-laki toewa sekali, sedang lagi djalan dari roemah kebon pegi ka roemahnja di dalem kota. Maka si orang toewa bediri liatin Beder berkoeda sambil berkata: Hei toewankoe, kamanakah toewankoe maos pegi dan dari mana<noinclude>{{rh||1558}}</noinclude>
bwccbiulpvpj5vfjw4b9unb5mg2lic5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1120
104
101081
282764
2026-05-06T14:29:06Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ALM. DJENDERAL SOEDIRMAN. Achirnja tentara Inggeris tidak berani mempertahankan benteng itu. Mereka melarikan diri menu- dju ke Semarang. Ketekunan Djendral Sudirman ternjata ber- hasil. Komandan2 sektor kagum akan ketjakapannja. Ia adalah seorang peradjurit sedjati. Tjakap memimpin suatu pertempuran. Orang sematjam dia, sangat diperlukan. Sesudah pertempuran itu, Djendral Su- dirman diangkat mendjadi Pang- lima Besar, oleh Pemerintah In- donesi...
282764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>ALM. DJENDERAL SOEDIRMAN.
Achirnja tentara Inggeris tidak
berani mempertahankan benteng
itu. Mereka melarikan diri menu-
dju ke Semarang. Ketekunan
Djendral Sudirman ternjata ber-
hasil. Komandan2 sektor kagum
akan ketjakapannja.
Ia adalah seorang peradjurit
sedjati. Tjakap memimpin suatu
pertempuran. Orang sematjam
dia, sangat diperlukan. Sesudah
pertempuran itu, Djendral Su-
dirman diangkat mendjadi Pang-
lima Besar, oleh Pemerintah In-
donesia. Urip Soemohardjo di-
angkat sebagai Kepala Staf de-
ngan pangkat Letnan Djendral.
Jang melantik kedua Djendral
tersebut adalah Presiden Soekar-
no, jg waktu itu berada di Jogja-
karta.
Sebagai seorang Panglima Be-
sar, tugasnja sangatlah berat. Ia
harus dapat mempersatukan ke-
satuan-kesatuan bekas Knil (ser-
dadu Belanda pada djaman pen-
djadjahan Belanda), Peta dan
Heiho jang saling mentjurigai
dan tak senang hati. Kemudian
harus dapat menguasai kesatu-
an badan-badan perdjuangan
jang mempunjai faham berbeda
dan masing2 merupakan aliran
tersendiri. Tugas ini membutuh
kan ketjakapan luar biasa. De-
ngan sikapnja jang tegas dan pe-
nuh perasaan persatuan, maka
faham dan aliran jang berbeda
itu, dapat dikuasainja.
Sikap lemah-lembutnja, kerap-
kali menimbulkan kesan jang sa-
lah. Ia dikira adalah seorang jang
lemah hati dan mudah untuk di-
pengaruhi. Karena itu, badan²
perdjuangan jang mempunjai fa-
ham berbeda-beda, menganggap
mudah dan enteng untuk mena-
riknja pada pihaknja. Akan teta-
pi. Sudirman sesungguhnja ada
lah tiang negara jang sukar un-
tuk digojahkan. Ia memberi tjon-
toh bagaimana seharusnja se-
orang peradjurit, apabila keada-
an Negara tiba2 mendjadi ruwet.
Tatkala timbul peristiwa kekera-
10
Djenderal Soedirman dengan didampingi Komandan Kesatuan
tengah memeriksa Peradjurit dikaki Tjandi Borobudur. Setelah pa-
sukannja berhasil mengenjahkan Tentara Inggris dari Magelang.
san, ia berada pada pihak peme-
rintah dengan penuh kesadaran
dan disiplin. Peristiwa Tan Ma-
laka dan Madiun dapat diatasi-
nja dengan tegas dan bidjaksana.
Waktu itu keadaan dalam ne-
geri sangatlah sulitnja. Perbeda-
an faham antara Badan Per-
djuangan, meruntjing dengan he-
batnja. Timbullah kemudian pe-
ristiwa militer. Perang saudara
petjah. Keadaan demikian ini.
adalah menguntungkan lawan.
Sudirman sebagai seorang Pang-
lima Besar harus dapat mengua-
sainja dengan tjepat. Mula2 ia
memperingatkannja sebagai se-
orang bapak jang penuh dengan
tjirta-kasih.
..Djangan berperang melawan
saudaranja sendiri!" serunja. Te-
tapi mereka tidak mengindahkan
nja. Dan dengan sedih hati, ia
terpaksa memberi perintah untuk
menguasai keadaan. Mereka di-
gapur! Bersamaan dengan di
laatjarkannja perintahnja, ia dja-
tuh sakit.
Pak Dirman dioperasi.
KIRA 80 hari sebelum Belan-
da melantjarkan serangannja
jang kedua, ia sudah tidak dapat
bangun dari tempat tidurnja.
Duapuluh hari kemudian, ia di-
periksa oleh dokter tentara di-
antaranja: Dr. Salamun, Dr. Su-
pratiknja, Dr. Suwondo, Dr. Su-
tarto, Dr. Utojo dan Dr. Sumadji.
Dokter itu menjatakan, bahwa
ia menderita sakit T.B.C.
Pendapat mereka itu, dikuat-
kan oleh dokter jang sudah tju-
kup berpengalaman, diantaranja:
Dr. Sim Ki Ay dan Prof. Dr.
Asikin. Sungguhpun demikian.
para dokter tersebut tidak me-
njatakan penjakit jang diderita-
nja. Padahal mereka mengetahui
dengan terang, bahwa penjakit
tersebut tidak dapat disembuh-
kannja. Bahkan hingga wafat-
nja. Djendral Sudirman sendiri
tidak diberitahukan tentang pe-
njakitnja.
Pada achir bulan Nopember
1948, Djendral Sudirman dibawa
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
33smzqkmifz1xb0ql6uve1ifoxq6o4d
282773
282764
2026-05-06T14:37:27Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><big>{{c|ALM. DJENDERAL SOEDIRMAN.}}</big>
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1120 crop).jpg|bingkai|ka|al=Djenderal Soedirman dengan didampingi Komandan Kesatuan tengah memeriksa Peradjurit dikaki Tjandi Borobudur. Setelah pasukannja berhasil mengenjahkan Tentara Inggris dari Magelang.|Djenderal Soedirman dengan didampingi Komandan Kesatuan tengah memeriksa Peradjurit dikaki Tjandi Borobudur. Setelah pasukannja berhasil mengenjahkan Tentara Inggris dari Magelang.]]
Achirnja tentara Inggeris tidak berani mempertahankan benteng itu. Mereka melarikan diri menudju ke Semarang. Ketekunan Djendral Sudirman ternjata berhasil. Komandan2 sektor kagum akan ketjakapannja.
Ia adalah seorang peradjurit sedjati. Tjakap memimpin suatu pertempuran. Orang sematjam dia, sangat diperlukan. Sesudahpertempuran itu, Djendral Sudirman diangkat mendjadi Panglima Besar, oleh Pemerintah Indonesia. Urip Soemohardjo diangkat sebagai Kepala Staf dengan pangkat Letnan Djendral. Jang melantik kedua Djendral tersebut adalah Presiden Soekarno, jg waktu itu berada di Jogjakarta.
Sebagai seorang Panglima Besar, tugasnja sangatlah berat. Ia harus dapat mempersatukan kesatuan-kesatuan bekas Knil (serdadu Belanda pada djaman pendjadjahan Belanda), Peta dan Heiho jang saling mentjurigai dan tak senang hati. Kemudian harus dapat menguasai kesatuan badan-badan perdjuangan jang mempunjai faham berbeda dan masing2 merupakan aliran² tersendiri. Tugas ini membutuhkan ketjakapan luar biasa. Dengan sikapnja jang tegas dan penuh perasaan persatuan, maka faham dan aliran jang berbeda itu, dapat dikuasainja.
Sikap lemah-lembutnja, kerapkali menimbulkan kesan jang salah. Ia dikira adalah seorang jang lemah hati dan mudah untuk dipengaruhi. Karena itu, badan² perdjuangan jang mempunjai faham berbeda-beda, menganggap mudah dan enteng untuk menariknja pada pihaknja. Akan tetapi. Sudirman sesungguhnja ada lah tiang negara jang sukar untuk digojahkan. Ia memberi tjontoh bagaimana seharusnja seorang peradjurit, apabila keadaan Negara tiba2 mendjadi ruwet. Tatkala timbul peristiwa kekerasan, ia berada pada pihak pemerintah dengan penuh kesadaran dan disiplin. Peristiwa Tan Malaka dan Madiun dapat diatasinja dengan tegas dan bidjaksana.
Waktu itu keadaan dalam negeri sangatlah sulitnja. Perbedaan faham antara Badan Perdjuangan, meruntjing dengan hebatnja. Timbullah kemudian peristiwa militer. Perang saudara petjah. Keadaan demikian ini. adalah menguntungkan lawan. Sudirman sebagai seorang Panglima Besar harus dapat menguasainja dengan tjepat. Mula2 ia memperingatkannja sebagai seorang bapak jang penuh dengan tjinta-kasih.
„Djangan berperang melawan saudaranja sendiri!” serunja. Tetapi mereka tidak mengindahkannja. Dan dengan sedih hati, ia terpaksa memberi perintah untuk menguasai keadaan. Mereka digempur! Bersamaan dengan di lantjarkannja perintahnja, ia djatuh sakit.
'''Pak Dirman dioperasi.'''
KIRA² 80 hari sebelum Belanda melantjarkan serangannja jang kedua, ia sudah tidak dapat bangun dari tempat tidurnja. Duapuluh hari kemudian, ia diperiksa oleh dokter tentara diantaranja: Dr. Salamun, Dr. Supratiknja, Dr. Suwondo, Dr. Sutarto, Dr. Utojo dan Dr. Sumadji. Dokte² itu menjatakan, bahwa ia menderita sakit T.B.C.
Pendapat² mereka itu, dikuatkan oleh dokter² jang sudah tjukup berpengalaman, diantaranja: Dr. Sim Ki Ay dan Prof. Dr. Asikin. Sungguhpun demikian. para dokter tersebut tidak menjatakan penjakit jang dideritanja. Padahal mereka mengetahui dengan terang, bahwa penjakit tersebut tidak dapat disembuhkannja. Bahkan hingga wafatnja. Djendral Sudirman sendiri tidak diberitahukan tentang penjakitnja.
Pada achir bulan Nopember 1948, Djendral Sudirman dibawa<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
109x1i22ucc1qt3h8vu2izjjcg6rw91
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/727
104
101082
282767
2026-05-06T14:31:05Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '. 22 . 22 . 20 Penuh Sei Sei Penuh Penuh Sei Penuh Sei Padang Padang Padang Padang Padang Padang - Pada -ng Padang - Tl B. ajur B.Tl ajur Tl B. ajur Indarung Indarung Indarung Tl K . abung Tl K .Pad ang abu ng Pada Painan ng Pad ang Painan Siguntur 21. Pad Tarang usan Tarusan Pad Tarang usan Tarusan Pad angn Tarusa Pada Penung Sei h Penuh Sei P.O. Plastik P.O. Gon P.O. Andalas M.E. Agam F.A. Selamat N.V. Atom N.V. Plastik F.A. Selamat...
282767
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>.
22
.
22
.
20
Penuh
Sei
Sei
Penuh
Penuh
Sei
Penuh
Sei
Padang
Padang
Padang
Padang
Padang
Padang
-
Pada
-ng
Padang
-
Tl
B. ajur
B.Tl
ajur
Tl
B. ajur
Indarung
Indarung
Indarung
Tl
K
. abung
Tl
K
.Pad
ang
abu
ng
Pada
Painan
ng
Pad
ang
Painan
Siguntur
21.
Pad
Tarang
usan
Tarusan
Pad
Tarang
usan
Tarusan
Pad
angn
Tarusa
Pada
Penung
Sei
h
Penuh
Sei
P.O.
Plastik
P.O.
Gon
P.O.
Andalas
M.E.
Agam
F.A.
Selamat
N.V.
Atom
N.V.
Plastik
F.A.
Selamat
Atom
N.V.
F.A.
Selamat
Andalas
P.O.
N.V.
Atom
Selamat
F.A.
Sentosa
A.
P.O.
Atom
N.V.
Tosra
F.A.
Sentosa
A.
P.O.
Safko
F.A.
N.V.
Atom
Tosra
F.A.
F.A.
Tobas
N.V.
Atom
Tambunan
T.
Jusuf
M.
Harahap
Hadi
Ramli
Hong
Lim
Poan
Lepap
Lepap
Pajakumbuh
Padang
Pd
.Pandjang
B.
Tinggi
P
. andjang
Pd
B.
Tinggi
Tarutung
Medan
6
PPd
. andjang
Sibolga
Siauw
Pek
Tiong
Buin
B.
Bungsu
Padang
Padang
Padang
B.
Tinggi
Padang
Padang
B.
Rusli
Bandaro
St.
Tinggi
Buin
Bungsu
B.
Padang
Padang
Tjoan
Pek
Siauw
B.
Bandaro
Tingg
Rusli
St.
i
Sun
Tian
Padang
Ong
Siauw
Tjoan
Pek
Padang
Hasjim
Basjar
Painan
Padang
Basjar_Hasjim Painan
Sun
Padang
Tian
Ong
Aminuddin
Djam
Painan
Padang
H.
.Munaf
Abd
Painan
unaf
.Abd
M
H.
Painan
Siauw
Pek
Tjoan
Padang
Bandaro
St.
Rusli
Siauw
Pek
Tjoan
Hadi
Ramli
Alam
L.
St.
Zubir
Anwa
By r
Lema
St.
Kajo n
. idi o
SDt
Radj
Anwa
By r
-
Lepap
111
17. Padang
Padang
Padang
18. ng
Pada
Padang
Padang
19.
Padang
-
P.O.
S
.Gab
ago
M. m
Aga
PGab
. adri
Gon
P.O.
Gab
P.O.
..A.P.D
Teratai
P.A.
Gon
P.O.
A.D.L.M.
Kingkong
bSibual
- uali
Martimbang
C.U.
Kita
. adri
Gab
PP.O.
1
.
16
Matur
Pajakumbuh
Padang
Pajakumbuh
Padang
Pajakumbuh
Sangkar
B.
-
B. gi
Ting
-
L.
Basung
L.
Basung
Palumbaian
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
B. kar
Sang
211
.
15
.
14
.
13
12.
B. -i
Tingg
B. ggi
Tin
B.
Tinggi
B.
Tinggi
B.
Tinggi
B.
Tingg
i
10. B.
Tinggi
B.
Tingg
-i
11.
B. Tinggi
+11901
1125
719
1952
,6
.1
%
1952
,%
5
. 52
1952
,6
.1
%
1952
,%
6
.2
1952
,%
6
.7
,%
1952
7
. 52
1952
,%
.65
1952
,%
7
.7
1952
,8
. 62
%
,%
1952
7
. 82
1952
,%
6
.6
1952
,8
. 02
%
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie<noinclude></noinclude>
b8b30e2cujdomq2927o7t95n4ft2mbf
282784
282767
2026-05-06T14:50:54Z
Sarieffe
26994
282784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>{|
|-
| ||B. Tinggi―Medan|| A.D.L.M. || Lepap || Sibolga|| 4 ||
|-
| || B. Tinggi―Medan|| Kingkong || Lim Hong Posan || en || erContoh || Contoh
|-
| || B. Tinggi―Medan|| Sibual-buali|| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| 10. || B. Tinggi―Medan || Martimbang || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| || B. Tinggi-Medan || C.U. Kita || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| 11.|| B. Tinggi-B. Sangkar || P.O. Gab. Padri || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| || || || || || ||
|-
|12. || ||B. Tinggi-L. Basung || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| ||B. Tinggi-L. Basung || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| 13. ||B. Tinggi-Palumbaian || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| 14. || B. Tinggi-Matur || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|-
| Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh
|}
.
22
.
22
.
20
Penuh
Sei
Sei
Penuh
Penuh
Sei
Penuh
Sei
Padang
Padang
Padang
Padang
Padang
Padang
-
Pada
-ng
Padang
-
Tl
B. ajur
B.Tl
ajur
Tl
B. ajur
Indarung
Indarung
Indarung
Tl
K
. abung
Tl
K
.Pad
ang
abu
ng
Pada
Painan
ng
Pad
ang
Painan
Siguntur
21.
Pad
Tarang
usan
Tarusan
Pad
Tarang
usan
Tarusan
Pad
angn
Tarusa
Pada
Penung
Sei
h
Penuh
Sei
P.O.
Plastik
P.O.
Gon
P.O.
Andalas
M.E.
Agam
F.A.
Selamat
N.V.
Atom
N.V.
Plastik
F.A.
Selamat
Atom
N.V.
F.A.
Selamat
Andalas
P.O.
N.V.
Atom
Selamat
F.A.
Sentosa
A.
P.O.
Atom
N.V.
Tosra
F.A.
Sentosa
A.
P.O.
Safko
F.A.
N.V.
Atom
Tosra
F.A.
F.A.
Tobas
N.V.
Atom
Tambunan
T.
Jusuf
M.
Harahap
Hadi
Ramli
Hong
Lim
Poan
Lepap
Lepap
Pajakumbuh
Padang
Pd
.Pandjang
B.
Tinggi
P
. andjang
Pd
B.
Tinggi
Tarutung
Medan
6
PPd
. andjang
Sibolga
Siauw
Pek
Tiong
Buin
B.
Bungsu
Padang
Padang
Padang
B.
Tinggi
Padang
Padang
B.
Rusli
Bandaro
St.
Tinggi
Buin
Bungsu
B.
Padang
Padang
Tjoan
Pek
Siauw
B.
Bandaro
Tingg
Rusli
St.
i
Sun
Tian
Padang
Ong
Siauw
Tjoan
Pek
Padang
Hasjim
Basjar
Painan
Padang
Basjar_Hasjim Painan
Sun
Padang
Tian
Ong
Aminuddin
Djam
Painan
Padang
H.
.Munaf
Abd
Painan
unaf
.Abd
M
H.
Painan
Siauw
Pek
Tjoan
Padang
Bandaro
St.
Rusli
Siauw
Pek
Tjoan
Hadi
Ramli
Alam
L.
St.
Zubir
Anwa
By r
Lema
St.
Kajo n
. idi o
SDt
Radj
Anwa
By r
-
Lepap
111
17. Padang
Padang
Padang
18. ng
Pada
Padang
Padang
19.
Padang
-
P.O.
S
.Gab
ago
M. m
Aga
PGab
. adri
Gon
P.O.
Gab
P.O.
..A.P.D
Teratai
P.A.
Gon
P.O.
A.D.L.M.
Kingkong
bSibual
- uali
Martimbang
C.U.
Kita
. adri
Gab
PP.O.
1
.
16
Matur
Pajakumbuh
Padang
Pajakumbuh
Padang
Pajakumbuh
Sangkar
B.
-
B. gi
Ting
-
L.
Basung
L.
Basung
Palumbaian
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
B. kar
Sang
211
.
15
.
14
.
13
12.
B. -i
Tingg
B. ggi
Tin
B.
Tinggi
B.
Tinggi
B.
Tinggi
B.
Tingg
i
10. B.
Tinggi
B.
Tingg
-i
11.
B. Tinggi
+11901
1125
719
1952
,6
.1
%
1952
,%
5
. 52
1952
,6
.1
%
1952
,%
6
.2
1952
,%
6
.7
,%
1952
7
. 52
1952
,%
.65
1952
,%
7
.7
1952
,8
. 62
%
,%
1952
7
. 82
1952
,%
6
.6
1952
,8
. 02
%
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie
achir
Frequentie<noinclude></noinclude>
gwmm62842oce65ohx0caqrdassuid3x
283141
282784
2026-05-07T00:47:26Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283141
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{|
|-
| ||B. Tinggi ― Medan|| A.D.L.M. || Lepap || Sibolga||<center> 4 </center>||
|-
| || B. Tinggi ― Medan|| Kingkong || Lim Hong Posan || <center>-</center>|| <center>-</center>||
|-
| || B. Tinggi ― Medan|| Sibual-buali|| <center>-</center> || <center>-</center>|| <center>-</center> ||
|-
| 10. || B. Tinggi ― Medan || Martimbang || T. Tambunan || Taruntung || <center>10</center> || Frequentie achir
|-
| || B. Tinggi - Medan || C.U. Kita ||M. Jusuf Harahap || Medan || <center>6</center> || 1952, 80½%.
|-
| 11.|| B. Tinggi - B. Sangkar || P.O. Gab. Padri || Ramli Hadi || Pd. Pandjang || <center>-</center> || Frequentie achier
|-
| || || || || || || 1952, 66%.
|-
| || || || || || || Frequentie achier
|-
|12. ||B. Tinggi - L. Basung || P.O. Gab. A.P.D. || Leman St. Kajo|| Pd. Panjang || <center>2</center> || 1952, 78½%.
|-
| ||B. Tinggi - L. Basung || P.A. Teratai || Dt. Sidi Radjo || B. Tinggi || <center>-</center> || Frequentie achir
|-
| 13. ||B. Tinggi - Palumbaian || P.O. Gon. || Anwar By || B. Tinggi || <center>-</center> || 1952, 86½%.
|-
| || || || || || <center>-</center>|| Frequentie achir
|-
| 14. || B. Tinggi- Matur || P.O. Gon. || Anwar By || B. Tinggi || <center>-</center>|| 1952, 77%.
|-
| 15. || Pajakumbuh - Padang || P.O. Gab. Sago || Zubir St. L. Alam || Pajakumbuh || <center>-</center> ||Frequentie achir
|-
| || Pajakumbuh - Padang || M. Agam || Lepap || Padang || <center>-</center> || 1952, 65%.
|-
| 16. || Pajakumbuh - B. Sangkar || Gab. Padri || Ramli Hadi || Pd. Pandjang ||<center>-</center> || Frequentie achir
|-
| 17. || Padang - Tl. Bajur || F.A. Selamat || Rusli St. Bandaro ||B. Tinggi ||<center>-</center> || 1952, 75½%.
|-
| || Padang - Tl. Bajur || N.V. Atom ||Siauw Pek Tjoan|| Padang ||<center>-</center> ||
|-
| || Padang - Tl. Bajur || N.V. Plastik || || Padang ||<center>-</center> ||
|-
| 18. || Padang - Indarung || F.A. Selamat || Rusli St. Bandaro || B. Tinggi || <center>11</center> || 1952, 67%.
|-
| || Padang - Indarung || N.V. Atom || Buin B. Bungsu || Padang || <center>5</center> ||
|-
| || Padang - Indarung || F.A. Selamat || Siauw Pek Tjoan || Padang ||<center>-</center> || Frequentie achir
|-
| 19. || Padang - Tl. Kabung || P.O. Andalas || Rusli St. Bandaro || Padang ||<center>11</center> || 1952, 62%.
|-
| || Padang - Tl. Kabung || N.V. Atom || Ong Tian Sun || Padang ||<center>5</center> ||
|-
| 20. || Padang - Painan || F.A. Selamat|| Siauw Pek Tjoan|| Padang ||<center>-</center> || 1952, 61%.
|-
| || Padang - Painan || P.O. A. Andalas || Ong Tian Sun || Padang ||<center>5</center> || Frequentie achir
|-
| || Padang - Siguntur || N.V. Atom || Ong Tian Sun || Padang ||<center>5</center> || 1952, 55½%.
|-
| 21. || Padang - Tarusan || F.A. Tosra ||Basjar Hasjim || Padang ||<center>5</center> || 1952, 61%.
|-
| || Padang - Tarusan || P.O. A. Sentosa || Ong Tian Sun || Padang ||<center>5</center> || 1952, 61%.
|-
| || Padang - Tarusan || F.A. Safko || || Padang ||<center>5</center> || 1952, 61%.
|-
| || Padang - Tarusan || F.A. Tosra || H. Abd Manaf || Painan ||<center>5</center> || 1952, 61%.
|-
| 22.|| Padang - Sel Penuh || F.A. Tobas || H. Abd Manaf || Painan ||<center>-</center> ||
|-
| || Padang - Sel Penuh || N.V. Atom || Siauw Pek Tjoan || Painan ||<center>-</center> ||
|-
| 22. || Padang - Sel Penuh || P.O. Plastik || || Padang ||<center>5</center> || 1952, 61%.
|-
| 22. || Padang - Sel Penuh || P.O. Gon || Siauw Pek Tiong || Padang ||<center>-</center> ||
|-
| 22. || Padang - Sel Penuh || P.O. Andalas || Buin B. Bungsu || Padang ||<center>-</center> ||
|-
| 22. || Padang - Sel Penuh || M.E. Agam || Lepap || Padang ||<center>-</center> ||
|-
|}<noinclude>{{rh|719}}</noinclude>
asksurzkif4mjwmyt1l08u9pvxevx7f
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/519
104
101083
282769
2026-05-06T14:31:29Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'offto Pohoto CDXDXDXC * > 1001 MALAM | DEXODX (0* kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloo sekali berati-ati.” Beder devgar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja bawa -in doeloe makapan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi lapar nja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi kiai itoe tiada djoega maoe...
282769
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>offto
Pohoto
CDXDXDXC * > 1001 MALAM |
DEXODX
(0*
kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloo sekali berati-ati.”
Beder devgar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am
pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja
bawa -in doeloe makapan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi lapar
nja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi
kiai itoe tiada djoega maoe berkata -kata satoe apa , kaloe Beder belon kenjang
betoe), sebab kiai itoe koewatir, kaloe dianja tjerita lebi doeloe panti Beder
bakalan tiada enak ati dan tiada bisa makan . Kamoedian koetika di liatnja javg
Beder soeda abis makan , maka baroelab kiai itoe berkata: Apak, engkau
bole bilang beroentoeng sekali, jang engkau sampe di sini di tempatkoe
dengan tiada engkau dapet tjilaka di djalan .”
>
» Bagimana bole djadi? ” bertapja Beder dengan kaget.
Djawabnja kiai :
Seriboe tida satoe, jang beroep toeng seperti kamoe
anak . Ketaboeni olemoe, baboewa inilab negri di nama-in negri Siloeman ,
jang di prentah oleh radja perampoewan. Ratoe itoe sa -orang perampoewan,
jang terlaloe amat elok dan tjiantik serta tjakep, maka ia poen orang sabir
jang paling tersohor, serta jang paling djabat.
Itoe binatang -binatang semoewa jang engkau keteroe di djalan , ia itoe
semoewa tadinja manoesia, aken tetapi kena di tjipta djadi binatang oleh
raloe. Eemoe wapja itoe anak-anak moc da jang tjakep, apabila masoek di ini
negri ketemoe orar goja ratoe, maka lantas boedak itoe bawa itoe orang baroe
mengadap jatoepja . Maka ratoe trima itoe djedjaka moeda dengan segala
manis babasa dan di kasii ja makan minoem, di soeroe hnja mevginap di
astapa ampat poeloe bari ampat poeloe malem .
Pendekpja, itoe ratoe mengoendjoekin tjinta birabi pada orang itoe,
hingga itoe orang rasaken dirinja sanget beroentoeng. Aken tetapi, kaloe
soeda sebegitoe djaoe, maka kagetlah itoe orang, sebab apabila liwat itoe
ampat poeloe bari, maka dianja di tjiptà di djadiken binatang berkaki ampat.
Engkau tadi ljeritaken, jang ada banjak binatang seperti hendak mengalang
alangi engkau masoek di ipi negri, ia itoelah semoewa djedjaka moeda, jarg
kena di apijaja oleh ratoe. Dari sebab marika itoe tiada bisa mengoendjoe
ken laen roeps , babaewa engkau ada berbabaija, maka demikianlah boewat
nja, koepaija djangan engkau sampe dapet tjilaka.”
Bitjara kiai ini membikin radja Persie mendjadi koewatir sanget,
sampe ja berkata; >Adoeb , toewan, kaloe begini kami poenja bintang gelap
eoenggoe,, sabentar-bentar kelangar tjilaka. Baroe kami bebas dari pada
apijajanja orang, maka sekarang soedab terantjem lagi mendjadi binatang
berkaki ampat. " Radja Beder Jaloe tjeritabken segala hal ich walnja pada
kiai itoe, dari pada ia di labir sampe mendjadi radja, sampe ia tjiptaken
poeteri Giaubare, anak radja Samandal, dan sebagimana ia di anijaja oleb
1544
1001 Malam
81<noinclude></noinclude>
4d17ab7h82mp13gim9hgsry6nu3ffuq
282810
282769
2026-05-06T15:04:49Z
Moel81
25980
282810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloe sekali berati-ati.”
Beder dengar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja bawa-in doeloe makanan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi laparnja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi kiai itoe tiada djoega maoe berkata-kata satoe apa, kaloe Beder belon kenjang (betoe), sebab kiai itoe koewatir, kaloe dianja tjerita lebi doeloe panti Beder bakalan tiada enak ati dan tiada bisa makan. Kamoedian koetika di liatnja jang Beder soeda abis makan, maka baroelab kiai itoe berkata: Apak, engkau
bole bilang beroentoeng sekali, jang engkau sampe di sini di tempatkoe dengan tiada engkau dapet tjilaka di djalan .”
„Bagimana bole djadi?” bertanja Beder dengan kaget.
Djawabnja kiai : „Seriboe tida satoe, jang beroep toeng seperti kamoe anak. Ketahoeni olemoe, bahoewa inilah negri di nama-in negri Siloeman, jang di prentah oleh radja perampoewan. Ratoe itoe sa-orang perampoewan, jang terlaloe amat elok dan tjiantik serta tjakep, maka ia poen orang sabir jang paling tersohor, serta jang paling djabat.
Itoe binatang -binatang semoewa jang engkau keteroe di djalan, ia itoe semoewa tadinja manoesia, aken tetapi kena di tjipta djadi binatang oleh ratoe. Semoewanja Eemoas itoe anak-anak moeda jang tjakep, apabila masoek di ini negri ketemoe orangnja ratoe, maka lantas boedak itoe bawa itoe orang baroe mengadap ratoenja Maka ratoe trima itoe djedjaka moeda dengan segala manis babasa dan di kasir ja makan minoem, di soeroehnja menginap di astapa ampat poeloe hari ampat poeloe malem .
Pendeknja, itoe ratoe tjinta birabi pada orang itoe, hingga itoe orang rasaken dirinja sanget beroentoeng. Aken tetapi, kaloe soeda sebegitoe djaoe, maka kagetlah itoe orang, sebab apabila liwat itoe ampat poeloe bari, maka dianja di tjiptà di djadiken binatang berkaki ampat. Engkau tadi ljeritaken, jang ada banjak binatang seperti hendak mengalang halangi engkau masoek di ini negri, ia itoelah semoewa djedjaka moeda, jang kena di anijaja oleh ratoe. Dari sebab marika itoe tiada bisa mengoendjoeken laen roepa , bahoewa engkau ada berbahaija, maka demikianlah boewatnja, koepaija djangan engkau sampe dapet tjilaka.”
Bitjara kiai ini membikin radja Persie mendjadi koewatir sanget, sampe ja berkata; „Adoeb, toewan, kaloe begini kami poenja bintang gelap soenggoe, sabentar-bentar kelangar tjilaka. Baroe kami bebas dari pada apijajanja orang, maka sekarang soedah terantjem lagi mendjadi binatang berkaki ampat. Radja Beder Jaloe tjeritabken segala hal ichwalnja pada kiai itoe, dari pada ia di labir sampe mendjadi radja, sampe ia tjintaken posteri-poeteri Giaubare, anak radja Samandal, dan sebagimana ia di anijaja oleh<noinclude>{{rh||1544}}
((1001 Malang</noinclude>
f5l412jo5chfkq2min69xyrtu9tbt9a
282813
282810
2026-05-06T15:05:59Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
282813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloe sekali berati-ati.”
Beder dengar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja bawa-in doeloe makanan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi laparnja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi kiai itoe tiada djoega maoe berkata-kata satoe apa, kaloe Beder belon kenjang (betoe), sebab kiai itoe koewatir, kaloe dianja tjerita lebi doeloe panti Beder bakalan tiada enak ati dan tiada bisa makan. Kamoedian koetika di liatnja jang Beder soeda abis makan, maka baroelab kiai itoe berkata: Apak, engkau
bole bilang beroentoeng sekali, jang engkau sampe di sini di tempatkoe dengan tiada engkau dapet tjilaka di djalan .”
„Bagimana bole djadi?” bertanja Beder dengan kaget.
Djawabnja kiai : „Seriboe tida satoe, jang beroep toeng seperti kamoe anak. Ketahoeni olemoe, bahoewa inilah negri di nama-in negri Siloeman, jang di prentah oleh radja perampoewan. Ratoe itoe sa-orang perampoewan, jang terlaloe amat elok dan tjiantik serta tjakep, maka ia poen orang sabir jang paling tersohor, serta jang paling djabat.
Itoe binatang -binatang semoewa jang engkau keteroe di djalan, ia itoe semoewa tadinja manoesia, aken tetapi kena di tjipta djadi binatang oleh ratoe. Semoewanja Eemoas itoe anak-anak moeda jang tjakep, apabila masoek di ini negri ketemoe orangnja ratoe, maka lantas boedak itoe bawa itoe orang baroe mengadap ratoenja Maka ratoe trima itoe djedjaka moeda dengan segala manis babasa dan di kasir ja makan minoem, di soeroehnja menginap di astapa ampat poeloe hari ampat poeloe malem .
Pendeknja, itoe ratoe tjinta birabi pada orang itoe, hingga itoe orang rasaken dirinja sanget beroentoeng. Aken tetapi, kaloe soeda sebegitoe djaoe, maka kagetlah itoe orang, sebab apabila liwat itoe ampat poeloe bari, maka dianja di tjiptà di djadiken binatang berkaki ampat. Engkau tadi ljeritaken, jang ada banjak binatang seperti hendak mengalang halangi engkau masoek di ini negri, ia itoelah semoewa djedjaka moeda, jang kena di anijaja oleh ratoe. Dari sebab marika itoe tiada bisa mengoendjoeken laen roepa , bahoewa engkau ada berbahaija, maka demikianlah boewatnja, koepaija djangan engkau sampe dapet tjilaka.”
Bitjara kiai ini membikin radja Persie mendjadi koewatir sanget, sampe ja berkata; „Adoeb, toewan, kaloe begini kami poenja bintang gelap soenggoe, sabentar-bentar kelangar tjilaka. Baroe kami bebas dari pada apijajanja orang, maka sekarang soedah terantjem lagi mendjadi binatang berkaki ampat. Radja Beder Jaloe tjeritabken segala hal ichwalnja pada kiai itoe, dari pada ia di labir sampe mendjadi radja, sampe ia tjintaken posteri-poeteri Giaubare, anak radja Samandal, dan sebagimana ia di anijaja oleh<noinclude>{{rh||1544}}
((1001 Malang</noinclude>
3cyyyuol6f376gpydm2o662t25tbncd
282815
282813
2026-05-06T15:06:41Z
Moel81
25980
282815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloe sekali berati-ati.”
Beder dengar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja bawa-in doeloe makanan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi laparnja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi kiai itoe tiada djoega maoe berkata-kata satoe apa, kaloe Beder belon kenjang (betoe), sebab kiai itoe koewatir, kaloe dianja tjerita lebi doeloe panti Beder bakalan tiada enak ati dan tiada bisa makan. Kamoedian koetika di liatnja jang Beder soeda abis makan, maka baroelab kiai itoe berkata: Apak, engkau
bole bilang beroentoeng sekali, jang engkau sampe di sini di tempatkoe dengan tiada engkau dapet tjilaka di djalan .”
„Bagimana bole djadi?” bertanja Beder dengan kaget.
Djawabnja kiai : „Seriboe tida satoe, jang beroep toeng seperti kamoe anak. Ketahoeni olemoe, bahoewa inilah negri di nama-in negri Siloeman, jang di prentah oleh radja perampoewan. Ratoe itoe sa-orang perampoewan, jang terlaloe amat elok dan tjiantik serta tjakep, maka ia poen orang sabir jang paling tersohor, serta jang paling djabat.
Itoe binatang -binatang semoewa jang engkau keteroe di djalan, ia itoe semoewa tadinja manoesia, aken tetapi kena di tjipta djadi binatang oleh ratoe. Semoewanja Eemoas itoe anak-anak moeda jang tjakep, apabila masoek di ini negri ketemoe orangnja ratoe, maka lantas boedak itoe bawa itoe orang baroe mengadap ratoenja Maka ratoe trima itoe djedjaka moeda dengan segala manis babasa dan di kasir ja makan minoem, di soeroehnja menginap di astapa ampat poeloe hari ampat poeloe malem .
Pendeknja, itoe ratoe tjinta birabi pada orang itoe, hingga itoe orang rasaken dirinja sanget beroentoeng. Aken tetapi, kaloe soeda sebegitoe djaoe, maka kagetlah itoe orang, sebab apabila liwat itoe ampat poeloe bari, maka dianja di tjiptà di djadiken binatang berkaki ampat. Engkau tadi ljeritaken, jang ada banjak binatang seperti hendak mengalang halangi engkau masoek di ini negri, ia itoelah semoewa djedjaka moeda, jang kena di anijaja oleh ratoe. Dari sebab marika itoe tiada bisa mengoendjoeken laen roepa , bahoewa engkau ada berbahaija, maka demikianlah boewatnja, koepaija djangan engkau sampe dapet tjilaka.”
Bitjara kiai ini membikin radja Persie mendjadi koewatir sanget, sampe ja berkata; „Adoeb, toewan, kaloe begini kami poenja bintang gelap soenggoe, sabentar-bentar kelangar tjilaka. Baroe kami bebas dari pada apijajanja orang, maka sekarang soedah terantjem lagi mendjadi binatang berkaki ampat. Radja Beder Jaloe tjeritabken segala hal ichwalnja pada kiai itoe, dari pada ia di labir sampe mendjadi radja, sampe ia tjintaken posteri-poeteri Giaubare, anak radja Samandal, dan sebagimana ia di anijaja oleh<noinclude>{{rh||1544}}</noinclude>
8sljog3zpw5n33rfuimb39n625guort
283093
282815
2026-05-06T23:21:02Z
Moel81
25980
283093
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>kasi taoe padamoe, apa sebabnja jang kita di sini perloe sekali berati-ati.”
Beder dengar begini, lantas toeroet masoek laloe berdoedoek di am pirnja kiai. Oleh sebab kiai dapet dengar jang Beder kelaparan, maka dianja bawa-in doeloe makanan, soepaija Beder bole makan, aken mengilangi laparnja. Beder soeda tiada sabaran, ianja kepingin taoe apa sebabnja, tetapi kiai itoe tiada djoega maoe berkata-kata satoe apa, kaloe Beder belon kenjang (betoe), sebab kiai itoe koewatir, kaloe dianja tjerita lebi doeloe panti Beder bakalan tiada enak ati dan tiada bisa makan. Kamoedian koetika di liatnja jang Beder soeda abis makan, maka baroelab kiai itoe berkata: Apak, engkau
bole bilang beroentoeng sekali, jang engkau sampe di sini di tempatkoe dengan tiada engkau dapet tjilaka di djalan .”
„Bagimana bole djadi?” bertanja Beder dengan kaget.
Djawabnja kiai : „Seriboe tida satoe, jang beroep toeng seperti kamoe anak. Ketahoeni olemoe, bahoewa inilah negri di nama-in negri Siloeman, jang di prentah oleh radja perampoewan. Ratoe itoe sa-orang perampoewan, jang terlaloe amat elok dan tjiantik serta tjakep, maka ia poen orang sabir jang paling tersohor, serta jang paling djabat.
Itoe binatang -binatang semoewa jang engkau keteroe di djalan, ia itoe semoewa tadinja manoesia, aken tetapi kena di tjipta djadi binatang oleh ratoe. Semoewanja Eemoas itoe anak-anak moeda jang tjakep, apabila masoek di ini negri ketemoe orangnja ratoe, maka lantas boedak itoe bawa itoe orang baroe mengadap ratoenja Maka ratoe trima itoe djedjaka moeda dengan segala manis babasa dan di kasir ja makan minoem, di soeroehnja menginap di astapa ampat poeloe hari ampat poeloe malem .
Pendeknja, itoe ratoe tjinta birabi pada orang itoe, hingga itoe orang rasaken dirinja sanget beroentoeng. Aken tetapi, kaloe soeda sebegitoe djaoe, maka kagetlah itoe orang, sebab apabila liwat itoe ampat poeloe bari, maka dianja di tjiptà di djadiken binatang berkaki ampat. Engkau tadi ljeritaken, jang ada banjak binatang seperti hendak mengalang halangi engkau masoek di ini negri, ia itoelah semoewa djedjaka moeda, jang kena di anijaja oleh ratoe. Dari sebab marika itoe tiada bisa mengoendjoeken laen roepa , bahoewa engkau ada berbahaija, maka demikianlah boewatnja, koepaija djangan engkau sampe dapet tjilaka.”
Bitjara kiai ini membikin radja Persie mendjadi koewatir sanget, sampe ja berkata; „Adoeb, toewan, kaloe begini kami poenja bintang gelap soenggoe, sabentar-bentar kelangar tjilaka. Baroe kami bebas dari pada apijajanja orang, maka sekarang soedah terantjem lagi mendjadi binatang berkaki ampat. Radja Beder Jaloe tjeritabken segala hal ichwalnja pada kiai itoe, dari pada ia di labir sampe mendjadi radja, sampe ia tjintaken posteri-poeteri Giaubare, anak radja Samandal, dan sebagimana ia di anijaja oleh<noinclude>{{rh||1544}}
{{rh|1001 Malam | | 81}}</noinclude>
t252ic32xb67ut010w9kubpzpk3jtph
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/535
104
101084
282771
2026-05-06T14:31:53Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ཀྱིས་ ཀྱིས་ གས་ མས་'སཏྟ་ ྶ ཝིནི གཙི *** 1001 MALAMSEX ratoe djadi boeroeng itam; dan lagi di ketaboewivja, bahoewa ratoe masih tjinta sama itoe orang sampe ia sendiri djadiken dirinja boeroeng, aken ke temoe-jn katjinta-annja. Barang Beder poenja pikiran sademikian, maka iadja djadi terlaloe tjemboeroewan dan ia poen marah djoega sama ratoe Labe. Beder lantas poelang ka astar a terors masot k ka kamarpja...'
282771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>ཀྱིས་
ཀྱིས་
གས་
མས་'སཏྟ་
ྶ
ཝིནི
གཙི
***
1001 MALAMSEX
ratoe djadi boeroeng itam; dan lagi di ketaboewivja, bahoewa ratoe masih
tjinta sama itoe orang sampe ia sendiri djadiken dirinja boeroeng, aken ke
temoe-jn katjinta-annja.
Barang Beder poenja pikiran sademikian, maka iadja djadi terlaloe
tjemboeroewan dan ia poen marah djoega sama ratoe Labe. Beder lantas
poelang ka astar a terors masot k ka kamarpja , di sini dia doedoek di atas sofa
dengan atinja masjgoel . Tiada sebrapa lama lagi, maka ratoe Labe dateng
dalem kamarnja Beder. Ratoe adjak bitjara, adjak bergoerau
sama Beder, tetapi Beder tir ggal diam , seperti orang jang marah . Oleh kerpa
tingkapja Beder begini roepa, maka ratoe Labe lantas dapet rasa, baboewa
Beder misti laoe apa jang telah kedjadian di kebon tadi, aken tetapi ratoe
masoek
ka
linggal melaga tida taoe, maka rabasianja di simpen sadja di dalem ati.
Hata, maka di itoe hari djrega Beder kasi taoe sama Labe, baboewa
Beder hendak pegi tengok-in kiainja, maka ia minta permissie baik-baik dari
ra toe . Maka djawab ratoe Labe: Aai, Bt der jang sapget koe tjinta, apakah
sekararg ini er gkau soeda mendjadi bosen di dalem aslapa begivi bagoes dan
per oeh kasenangan dan kagirangan ati, bersama-sama sa- orang ratoe javg
e luk dan tjantik, serta jang jinta - in sanget pada Beden ?"
Djawabnja Beder: Doeli
toewan koe ratoe, bagimana bamba bisa
»
mendjadi bosen di tempat jang begini senang, serta bersama- sama orang jang
sa I get be rijinto ? Sebab scedah sampelab bamla dapet tapda tjiptanja toewan
ratoe. Soenggoe bockan cek ali-kali dari sel ab bambanja bosen di sini , campe
b amba hendak pegi kete moe-ip kiai , aken tetapi, bamba ini kangen sama
kiai, serta bambanja bendak kasi tave padanja, begimana beroentoeng bamba
a danja , lantaran dari banjak kalimpahan dan moerah ati doeli toewan ratoe,
ja rg telah di bribkep pada hamba. Lagi bamba ini taoe, bahoewa kiai
te rlaloe amat saijang pada bambo, maka sekarang coeda ampat poeloe bari
lamanja bambar ja pegi dari romabnja, tiada sekali-kali dia dengar kabar
atawa tjerita dari pada bamba, bole djadi jang janja nanti mendjadi koewa
tir bamlanja kena kelanggar ljilaka atawa laen babaija, atawa ia bole kira,
bahoewa bamba tiada ada bales trima kasi.
Ratoe Labe laloe berkata: » Baiklah kami sveka djoega kasi permissie
padamoe. aken tetapi, engkau djangan tinggal terlaloe lama, sebab engkau
taoe sendiri tjinta kami padamoe sabrgitoe keras adapja , hingga kami tiada
bisa idoep, djika engkau tiada ada.” Abis ratoe prentabken aken sediab- in
8 atoe koeda toenggang jang di rihasin tjakep. Beder brangkat pegi ka roe
mabnja Abdallah.
>
Kiai toewa sangei girang meliat Beder. Maka Beder tiada pikir lagi
pangkat kararja-annja, iapja teeroen dari koeda abis dia pelok kiai itoe de
d.gan manis babasanja, sebab kiai itoepoen djoega memelok dia, seperti anak
nja sendiri jang terlampau di tjintanja.
1552
1001 Malam
83
+<noinclude></noinclude>
53nbxv3if316wvhe0lzk82cg6yth2wf
283109
282771
2026-05-06T23:38:41Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283109
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>ratoe djadi boeroeng itam; dan lagi di ketahoewinja, bahoewa ratoe masih tjinta sama itoe orang sampe ia sendiri djadiken dirinja boeroeng, aken ke temoe-in katjinta-annja.
Barang Beder poenja pikiran sademikian, maka ianja djadi terlaloe tjemboeroewan dan ia poen marah djoega sama ratoe Labe. Beder lantas poelang ka astana teros masok ka kamarnja, di sini dia doedoek di atas sofa dengan atinja masjgoel. Tiada sebrapa lama lagi, maka ratoe Labe dateng dalem kamarnja Beder. Ratoe adjak bitjara, adjak bergoerau sama Beder, tetapi Beder tinggal diam, seperti orang jang marah. Oleh kerna tingkanja Beder begini roepa, maka ratoe Labe lantas dapet rasa, bahoewa Beder misti taoe apa jang telah kedjadian di kebon tadi, aken tetapi ratoe tinggal melaga tida taoe, maka rabasianja di simpen sadja di dalem ati.
Hata, maka di itoe hari djoega Beder kasi taoe sama Labe, bahoewa Beder hendak pegi tengok-in kiainja, maka ia minta permissie baik-baik dari ratoe. Maka djawab ratoe Labe: „Aai, Beder jang sanget koe tjinta, apakah sekarang ini engkau soeda mendjadi bosen di dalem astna begini bagoes dan penoeh kasenangan dan kagirangan ati, bersama-sama sa-orang ratoe jang elok dan tjantik, serta jang jinta-in sanget pada Beder?”
Djawabnja Beder: „Doeli toewankoe ratoe, bagimana hamba bisa mendjadi bosen di tempat jang begini senang, serta bersama-sama orang jang sanget berijinta? Sebab soedah sampelah hamba dapet tanda tjiptanja toewan ratoe. Soenggoe boekan sekali-kali dari sebab hambanja bosen di sini, sampe hamba hendak pegi ketemoe-in kiai, aken tetapi, hamba ini kangen sama kiai, serta hambanja bendak kasi taoe padanja, begimana beroentoeng hamba adanja, lantaran dari banjak kalimpahan dan moerah ati doeli toewan ratoe, jang telah di brihken pada hamba. Lagi hamba ini taoe, bahoewa kiai terlaloe amat saijang pada hamba, maka sekarang soeda ampat poeloe hari lamanja hambanja pegi dari romahnja, tiada sekali-kali dia dengar kabar atawa tjerita dari pada hamba, bole djadi jang ianja nanti mendjadi koewatir hambanja kena kelanggar tjilaka atawa laen bahaija, atawa ia bole kira, bahoewa hamba tiada ada bales trima kasi.
Ratoe Labe laloe berkata: „Baiklah kami soeka djoega kasi permissie padamoe. aken tetapi, engkau djangan tinggal terlaloe lama, sebab engkau taoe sendiri tjinta kami padamoe sabegitoe keras adanja, hingga kami tiada bisa idoep, djika engkau tiada ada.” Abis ratoe prentahken aken sediah-in satoe koeda toenggang jang di rihasin tjakep. Beder brangkat pegi ka roemahnja Abdallah.
Kiai toewa sanget girang meliat Beder. Maka Beder tiada pikir lagi pangkat karadja-annja, ianja toeroen dari koeda abis dia pelok kiai itoe dengan manis bahasanja, sebab kiai itoepoen djoega memelok dia, seperti anak nja sendiri jang terlampau di tjintanja.<noinclude>{{rh||1552}}
{{rh|1001 Malam | | 83}}</noinclude>
t088k7sasbq8gtr8hb6vhzj86zo75no
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/545
104
101085
282772
2026-05-06T14:32:03Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1001 MALAM ECSED tetapi, biarlah engkau tjoba doeloe ini kami posnja koewe, jang kami bakar selagi engkau pegi karoemahnja kiai Abdallah." Beder laloe berkata sembari trima itoe koewe dari ratoe Labe: Ach ratoe jang hamba tjinta, tangannja ratoekoe ini begini tjakep, malaenken bisa membikin barang jang sedap dan baik, maka hambanja terlaloe sanget girang tiada sanggoep menjoekoepken bamba poenja trima kasi. Sambil bitjara banjak-banjak, maka Bed...
282772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>1001 MALAM
ECSED
tetapi, biarlah engkau tjoba doeloe ini kami posnja koewe, jang kami bakar
selagi engkau pegi karoemahnja kiai Abdallah."
Beder laloe berkata sembari trima itoe koewe dari ratoe Labe: Ach
ratoe jang hamba tjinta, tangannja ratoekoe ini begini tjakep, malaenken
bisa membikin barang jang sedap dan baik, maka hambanja terlaloe sanget
girang tiada sanggoep menjoekoepken bamba poenja trima kasi. Sambil
bitjara banjak-banjak, maka Beder toekar koewe jang dia dapet dari ratoe
Labe dengan koewe jang dia dapet dari kiai Abdallah, inilah jang dia ma-
kan. Sembaring makan tiada brentinja ia memoedji enaknja itoe koewe ka-
tanja: »Doeli ratoe, belon pernah hamba makan barang begitoe ledzat, seper-
ti koewe jang di bribken oleh doeli ratoe."
Sebab marika itoe soeda ada dekat di soewatoe pantjoran dan ratoe liat
jang Beder soeda makan sampe banjak koewe itoe, maka lantas ratos La.
be ambil aer pantjoran di tangannja, di tjipratken moekanja Beder sembari
berkata: Ajo bangsat, lepaskenlah roepamos ini seperti manoesia, engkau dja.
di koeda gering jang pintjang, boeta sebelah."
Soempahannja ratoe Labe tiada memakan, hingga ratoe mendjadi
terlaloe heran, meliat Beder tiada berganti roepa. Moekanja ratoe mendjadi
merah padam, adapoen lekas djoega ia senangken atinja laloe berkata:
Ach, Beder jang tertjinta, akoe memaen sadja, diangan engkau takoet.
Tiada sekali-kali akoe hendak bikin djahat padamos. Akoe bikin begini,
tjoema aken akoe maoe dengar apa katamoe. Kaloe akoe hendak membikin
djahat padamoe, nistjaija akoe ini sa-orang do⁹rhaka dan perampɔewan pa-
ling hina di dalem doenia, sebab kapan akoe berboewat djahat padamos,
maka akoe petjahken djandjikoe, akoe petjah soempahkoe, dan akoe tiada
sekali membales trima kasi aken tanda katjinta-anmoe."
Djawabnja radja Beder: Doeli toewan ratoe jang berkoewasa: >Ham.
banja taoe tentoe, bahoewa doeli toewankoe berboewat itoe tjoema boewat
mengagetken hamba, dan aken memaen sadja, aken tetapi ada djoega
hamba poenja kaget, hingga gemetar seloeroeh toeboeh hamba. Adapoen
sekarang hamba soeda abis makan koewe jang di brihken oleh dosli toewan
ratoe, biarlah dosli toewan ratos tjoba djoega itos koewe, Jang hamba
brihken pada toewan ratoe.'
Ratos Labe tiada bisa bikin laen, aken mengoendjoeken jang dia
soenggoe-soenggoe memaen sadja, melaenken ia misti makan itos koewe
jang di dapetnja dari radja Beder. Maka di makannja itoe koewe. Hata
maka apabila abis di makanoja, maka ratoe merasa dirinja tiada karowan,
seperti orang bingoeng ilang fikiran, ia bediri bengong, tiada taoe apa rasa-
nja. Srenta radja Beder liat begitoe, maka dia lantas ambil aer di tjiprat-
kennja pada ratoe Labe sambil berkata: Popok-an, iblis jang djahat,
lepasken roepamoe manoesia djadi koeda."
1557
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
qyklhobb2mmppwhofvrg9y9ipqp87kr
282782
282772
2026-05-06T14:48:40Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>tetapi, biarlah engkau tjoba doeloe ini kami poenja koewe, jang kami bakar selagi engkau pegi karoemahnja kiai Abdallah."
Beder laloe berkata sembari trima itoe koewe dari ratoe Labe: »Ach ratoe jang hamba tjinta, tangannja ratoekoe ini begini tjakep, malaenken bisa membikin barang jang sedap dan baik, maka hambanja terlaloe sanget girang tiada sanggoep menjoekoepken bamba poenja trima kasi. Sambil bitjara banjak-banjak, maka Beder toekar koewe jang dia dapet dari ratoe Labe dengan koewe jang dia dapet dari kiai Abdallah, inilah jang dia makan. Sembaring makan tiada brentinja ia memoedji enaknja itoe koewe katanja: »Doeli ratoe, belon pernah hamba makan barang begitoe ledzat, seperti koewe jang di brihken oleh doeli ratoe."
Sebab marika itoe soeda ada dekat di soewatoe pantjoran dan ratoe liat jang Beder soeda makan sampe banjak koewe itoe, maka lantas ratos Labe ambil aer pantjoran di tangannja, di tjipratken moekanja Beder sembari berkata: »Ajo bangsat, lepaskenlah roepamoe ini seperti manoesia, engkau djadi koeda gering jang pintjang, boeta sebelah."
Soempahannja ratoe Labe tiada memakan, hingga ratoe mendjadi
terlaloe heran, meliat Beder tiada berganti roepa. Moekanja ratoe mendjadi merah padam, adapoen lekas djoega ia senangken atinja laloe berkata: »Ach, Beder jang tertjinta, akoe memaen sadja, diangan engkau takoet. Tiada sekali-kali akoe hendak bikin djahat padamoe. Akoe bikin begini, tjoema aken akoe maoe dengar apa katamoe. Kaloe akoe hendak membikin djahat padamoe, nistjaija akoe ini sa-orang doerhaka dan perampoewan paling hina di dalem doenia, sebab kapan akoe berboewat djahat padamoe, maka akoe petjahken djandjikoe, akoe petjah soempahkoe, dan akoe tiada sekali membales trima kasi aken tanda katjinta-anmoe."
Djawabnja radja Beder: »Doeli toewan ratoe jang berkoewasa: »Hambanja taoe tentoe, bahoewa doeli toewankoe berboewat itoe tjoema boewat mengagetken hamba, dan aken memaen sadja, aken tetapi ada djoega hamba poenja kaget, hingga gemetar seloeroeh toeboeh hamba. Adapoen sekarang hamba soeda abis makan koewe jang di brihken oleh dosli toewan ratoe, biarlah doeli toewan ratoe tjoba djoega itos koewe, Jang hamba brihken pada toewan ratoe."
Ratos Labe tiada bisa bikin laen, aken mengoendjoeken jang dia
soenggoe-soenggoe memaen sadja, melaenken ia misti makan itoe koewe jang di dapetnja dari radja Beder. Maka di makannja itoe koewe. Hata, maka apabila abis di makannja, maka ratoe merasa dirinja tiada karowan, seperti orang bingoeng ilang fikiran, ia bediri bengong, tiada taoe apa rasanja. Srenta radja Beder liat begitoe, maka dia lantas ambil aer di tjipratkennja pada ratoe Labe sambil berkata: »Popok-an, iblis jang djahat, lepasken roepamoe manoesia djadi koeda."<noinclude>{{rh||1557}}</noinclude>
ebe0t5znw8ax24174lzyvckka9eoq2y
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1121
104
101086
282776
2026-05-06T14:40:21Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kerumah sakit Panti Rapih Jog- jakarta, dimana dia dioperasi oleh Dokter Picauly dan ditung- gu oleh tiga orang dokter tenta- ra: Dr. Soewondo, Dr. Kusen dan Dr. Soemantri. Djendral Su- dirman harus mendjalankan phre- nicatomie (jaitu satu operasi jang memberi istirahat pada sa- lah sebuah paru2nja jang kanan). atas nasehat Prof. Dr. Asikin dan Dr. Sim Ki Ay. Operasi tersebut berdjalan de- ngan hasil jang baik. Setelah itu, ia harus beristirahat...
282776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kerumah sakit Panti Rapih Jog-
jakarta, dimana dia dioperasi
oleh Dokter Picauly dan ditung-
gu oleh tiga orang dokter tenta-
ra: Dr. Soewondo, Dr. Kusen
dan Dr. Soemantri. Djendral Su-
dirman harus mendjalankan phre-
nicatomie (jaitu satu operasi
jang memberi istirahat pada sa-
lah sebuah paru2nja jang kanan).
atas nasehat Prof. Dr. Asikin
dan Dr. Sim Ki Ay.
Operasi tersebut berdjalan de-
ngan hasil jang baik. Setelah itu,
ia harus beristirahat beberapa
minggu lamanja dirumah Sakit
Panti Rapih dengan mendapat
rawatan jang sebaik-baiknja.
Pada waktu itu adalah menga-
gumkan sekali, bahwa Jogjakarta
jang dikepung oleh lawan, masih
dapat menjelundup obat2an dari
luar negeri jg sangat dibutuhkan.
Penjelundup berhasil menjelun-
dupkan obat2an seperti Multi vi-
tamin, Tonicum, Calcium sandoz
dan lain2nja. Bahkan obat pene-
muan baru dari Amerika Serikat
untuk melawan t.b.c. dapat ma-
suk ke Jogja pula.
Merle Cochran-anggauta Ko-
misi Tiga Negara dari Amerika
memberi bantuan 20 flacon
Streptomycin (obat pelawan t.b.
c. jang baru itu) untuk Djen-
dral Sudirman. Karena itu, Djen-
dral dapat terawat dengan baik.
Ketjuali itu selama dua bulan, ia
mendapat suntikan enam sampai
tudjuh kali tiap2 harinja. Kira2 se-
minggu sebelum aksi militer Be-
landa II petjah, Djendral Sudir-
man dirawat dikediamannja. Pe-
rawatan jang baik dan terdjaga
tidak berbeda seperti tatkala ma-
sih berada dirumah sakit. Penja-
kitnja sebenarnja menular. Teta-
pi dokter berusaha agar penjakit
itu tidak menghinggapi salah se-
orang keluarganja.
Rumah Djendral Sudirman be-
rada di Bintaran Tengah, Jogja-
karta. Beberapa hari sesudah be-
rada kembali dirumah, banjaklah
tamu jang datang untuk keper-
luas dinas. Padahal, seorang jang
mempunjai hanja satu paru² jang
bekerdja, memerlukan istirahat
banjak dan perawatan jang baik.
Akan tetapi Djendral Sudirman
tetap menerima tamu²nja, meng-
ingat pentingnja kedatangannja.
Itulah sebabnja, ia kurang tidur.
Ia tetap sibuk, sungguhpun dok-
ter jang merawatnja mentjoba
menghalang-halanginja.
..Kalau didjaman damai, saja
akan menurut sadja pada nasehat
dokter". katanja kepada Dr. Su-
wondo jang merawatnja.,,Akan
tetapi dalam keadaan perang sa-
ja terpaksa menjalahi nasehat
dokter. Maafkanlah. Karena sa-
ja harus selalu mengikuti djalan-
nja siasat peperangan".
Kemudian ia tersenjum. Terse-
njum dengan ichlasnja. Karena
sesungguhnja, apa jang dilaku-
kannja adalah membahajakan di-
rinja sendiri. Tetapi hal itu, ti-
daklah dipedulikan. Tjintanja pa-
da negara, tjita2 dan kuadjiban,
melebihi tjinta kepada diri sen-
diri.
Jogja diserang Belanda.
SATU HARI SEBELUM Be-
landa menjerang Jogjakarta, ia
sudah mengetahui, bahwa perang
dengan Belanda dapat dihindar-
kan. Akan tetapi ia tidak dapat
bangun dari tempat tidurnja.
Stafnja sudah mengadjukan ha-
rapan padanja, agar dia mening-
galkan kota. Baginja sudah di-
sediakan tempat jang lengkap de-
ngan alat2 jang dibutuhkan. Ia
mendjawab, bahwa dia akan me-
ninggalkan kota Jogjakarta, apa-
bila bom pertama dari musuh su-
dah didjatuhkan. Meninggalkan
kota bagi dia, samalah halnja de-
ngan melarikan diri.
Keesokan harinja pada djam
05.30 ia menerima laporan, bah-
wa Belanda mulai menjerang.
Tatkala itu ia mendjaibkan. Un-
tuk pertama kali sesudah 80 hari
berbaring diatas ditempat tidur-
nja. ia dapat berdiri sendiri.
Kemudian ia memanggil Kap-
ten Supardjo untuk diutusnja
menghadap Presiden Soekarno
perintahnja ialah, untuk meneri-
ma perintah dari Pemerintah
Pusat dan bila perlu djuga mem-
bitjarakan soal² lainnja. Dengan
segera ia menudju ke istana ne-
gara. Komodor Suriadarma wak-
tu itu sudah datang menghadap
untuk melaporkan situasi Magu-
wo.
Tatkala Kapten Supardjo me-
masuki istana, Presiden Soekarno
masih berpakaian pijama. Mente-
ri2 dan pembesar2 sipil dan mili-
ter datang berturut-turut. Itulah
sebabnja, maka Kapten Supardjo
tidak dapat segera pulang kem-
bali untuk menghadap Djendral
Sudirman.
Sementara itu, pesawat² udara
musuh sudah melajang-lajang di-
atas udara Jogjakarta. Penduduk,
sudah mulai mengungsi. Djalan-
djalan mendjadi penuh sesak ma-
nusia jang mengungsi dan jang
mempersiapkan diri untuk mela-
wan musuh.
Djendral Sudirman sudah tidak
sabar lagi menunggu kedatangan
Kapten Supardjo dengan berpa-
kaian pijama dan mantel hitam,
ia datang ke istana bersama-sa-
ma Dr. Suwondo, Kapten Tjo-
kropranolo dan lain2nja. Tatkala
ia memasuki istana negara, nam-
pak Sri Sultan Hamengku Buwa-
na IX, Ir Djuanda, Sultan Sjahrir
dan Prof. Dr. Asikin.
Presiden Soekarno menjambut-
nja dan berkata:
,,Peristiwa ini tidak apa-apa.
Saudara baru sakit dan supaja
pulang sadja beristirahat."
Kemudian berkata kepada Dr.
Suwondo:
..Dokter! Hantarkan saudara
Dirman pulang, agar beristirahat.
Dokter supaja mendjaganja.!"
Tiba-tiba mendjawablah Djen-
dral Sudirman:
..Nanti dahulu! Saja tidak mau.
Saja mau tunggu disini."
Prof. Dr. Asikin menanjakan,
apakah Djendral Sudirman mau
beristirahat diistana negara. Dji-
ka berkenan, akan disediakan
kamar untuknja. Djendral Sudir-
man mendjawab tegas:
..Saja mau tunggu disini."
Setelah itu, para Menteri me-
ngadakan sidang kabinet. Djen-
dral Sudirman tidak bergerak
dari tempatnja. Ia memandang
keangkasa, mengawasi mela-
jangnja pesawat udara musuh.
Bom-bomnja sudah mulai djatuh
disekitar istana. Senapan mesin-
mesinnja sudah pula memuntah-
kan pelurunja.
Dr. Suwondo jang mendapat
tugas untuk mendjaga keselama-
tan Djendral Sudirman oleh Pre-
11
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
f2vbpv0fu6jypjkcii2n22lb1fgulax
282785
282776
2026-05-06T14:51:15Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kerumah sakit Panti Rapih Jogjakarta, dimana dia dioperasi oleh Dokter Picauly dan ditunggu oleh tiga orang dokter tentara: Dr. Soewondo, Dr. Kusen dan Dr. Soemantri. Djendral Sudirman harus mendjalankan phrenicatomie (jaitu satu operasi jang memberi istirahat pada salah sebuah paru2nja jang kanan). atas nasehat Prof. Dr. Asikin dan Dr. Sim Ki Ay.
Operasi tersebut berdjalan dengan hasil jang baik. Setelah itu, ia harus beristirahat beberapa minggu lamanja dirumah Sakit Panti Rapih dengan mendapat rawatan jang sebaik-baiknja.
Pada waktu itu adalah mengagumkan sekali, bahwa Jogjakarta jang dikepung oleh lawan, masih dapat menjelundup obat²an dari luar negeri jg sangat dibutuhkan. Penjelundup² berhasil menjelundupkan obat²an seperti Multi vitamin, Tonicum, Calcium sandoz dan lain2nja. Bahkan obat penemuan baru dari Amerika Serikat untuk melawan t.b.c. dapat masuk ke Jogja pula.
Merle Cochran-anggauta Komisi Tiga Negara dari Amerika ― memberi bantuan 20 flacon Streptomycin (obat pelawan t.b.c. jang baru itu) untuk Djendral Sudirman. Karena itu, Djendral dapat terawat dengan baik. Ketjuali itu selama dua bulan, ia mendapat suntikan enam sampai tudjuh kali tiap² harinja. Kira² seminggu sebelum aksi militer Belanda II petjah, Djendral Sudirman dirawat dikediamannja. Perawatan jang baik dan terdjaga tidak berbeda seperti tatkala masih berada dirumah sakit. Penjakitnja sebenarnja menular. Tetapi dokter berusaha agar penjakit itu tidak menghinggapi salah seorang keluarganja.
Rumah Djendral Sudirman berada di Bintaran Tengah, Jogjakarta. Beberapa hari sesudah berada kembali dirumah, banjaklah tamu jang datang untuk keperluas dinas. Padahal, seorang jang mempunjai hanja satu paru² jang bekerdja, memerlukan istirahat banjak dan perawatan jang baik. Akan tetapi Djendral Sudirman tetap menerima tamu²nja, mengingat pentingnja kedatangannja. Itulah sebabnja, ia kurang tidur. Ia tetap sibuk, sungguhpun dokter jang merawatnja mentjoba menghalang-halanginja.
„Kalau didjaman damai, saja akan menurut sadja pada nasehat dokter”. katanja kepada Dr. Suwondo jang merawatnja. „Akan tetapi dalam keadaan perang saja terpaksa menjalahi nasehat dokter. Maafkanlah. Karena saja harus selalu mengikuti djalannja siasat peperangan”.
Kemudian ia tersenjum. Tersenjum dengan ichlasnja. Karena sesungguhnja, apa jang dilakukannja adalah membahajakan dirinja sendiri. Tetapi hal itu, tidaklah dipedulikan. Tjintanja pada negara, tjita² dan kuadjiban, melebihi tjinta kepada diri sendiri.
'''Jogja diserang Belanda.'''
SATU HARI SEBELUM Belanda menjerang Jogjakarta, ia sudah mengetahui, bahwa perang dengan Belanda dapat dihindarkan. Akan tetapi ia tidak dapat bangun dari tempat tidurnja. Stafnja sudah mengadjukan harapan padanja, agar dia meninggalkan kota. Baginja sudah disediakan tempat jang lengkap dengan alat2 jang dibutuhkan. Ia mendjawab, bahwa dia akan meninggalkan kota Jogjakarta, apabila bom pertama dari musuh sudah didjatuhkan. Meninggalkan kota bagi dia, samalah halnja dengan melarikan diri.
Keesokan harinja pada djam 05.30 ia menerima laporan, bahwa Belanda mulai menjerang. Tatkala itu ia mendjaibkan. Untuk pertama kali sesudah 80 hari berbaring diatas ditempat tidurnja. ia dapat berdiri sendiri.
Kemudian ia memanggil Kapten Supardjo untuk diutusnja menghadap Presiden Soekarno perintahnja ialah, untuk menerima perintah² dari Pemerintah Pusat dan bila perlu djuga membitjarakan soal² lainnja. Dengan segera ia menudju ke istana negara. Komodor Suriadarma waktu itu sudah datang menghadap untuk melaporkan situasi Maguwo.
Tatkala Kapten Supardjo memasuki istana, Presiden Soekarno masih berpakaian pijama. Menteri² dan pembesar² sipil dan militer datang berturut-turut. Itulah sebabnja, maka Kapten Supardjo tidak dapat segera pulang kembali untuk menghadap Djendral Sudirman.
Sementara itu, pesawat² udara musuh sudah melajang-lajang diatas udara Jogjakarta. Penduduk, sudah mulai mengungsi. Djalan-djalan mendjadi penuh sesak manusia jang mengungsi dan jang mempersiapkan diri untuk melawan musuh.
Djendral Sudirman sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Kapten Supardjo dengan berpakaian pijama dan mantel hitam, ia datang ke istana bersama-sama Dr. Suwondo, Kapten Tjokropranolo dan lain2nja. Tatkala ia memasuki istana negara, nampak Sri Sultan Hamengku Buwana IX, Ir Djuanda, Sultan Sjahrir dan Prof. Dr. Asikin.
Presiden Soekarno menjambutnja dan berkata:
„Peristiwa ini tidak apa-apa. Saudara baru sakit dan supaja pulang sadja beristirahat.”
Kemudian berkata kepada Dr. Suwondo:
„Dokter! Hantarkan saudara Dirman pulang, agar beristirahat. Dokter supaja mendjaganja.!”"
Tiba-tiba mendjawablah Djendral Sudirman:
„Nanti dahulu! Saja tidak mau. Saja mau tunggu disini.”
Prof. Dr. Asikin menanjakan, apakah Djendral Sudirman mau beristirahat diistana negara. Djika berkenan, akan disediakan kamar untuknja. Djendral Sudirman mendjawab tegas:
„Saja mau tunggu disini.”
Setelah itu, para Menteri mengadakan sidang kabinet. Djendral Sudirman tidak bergerak dari tempatnja. Ia memandang keangkasa, mengawasi melajangnja pesawat udara musuh. Bom-bomnja sudah mulai djatuh disekitar istana. Senapan mesin-mesinnja sudah pula memuntahkan pelurunja.
Dr. Suwondo jang mendapat tugas untuk mendjaga keselamatan Djendral Sudirman oleh {{hws|Pre-|Presiden}}<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
g07rn0z8vwgzytbjh7fd38fucu1514f
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/543
104
101087
282778
2026-05-06T14:41:32Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>1001 MALAM
padanja akce poenja koewe satoenja, jang masih katinggalan tiada engkau
makan, engkau bilang padanja aken tjoba engkau poenja koewe. Nistjaija ia
nanti makan, kendati tjoema aken kasi oendjoek padamoe, jang ia tiada
ketjil ati dan ia partjaija padamoe, sebab boekankah dengan djampenja tadi
dia soeda bikin atimoe berkoewatir. Apabila dia soeda abis makan itoe koewe,
maka engkau ambil aer di tapak tanganmoe, engkan tjipratin moekanja ratos
dengan itoe aer, abis engkau mengotjab: Hei manoesia, gaiblah engkau
djadi beroepa binatang," maka engkau seboetken binatang apa djoega, jang
engkau kabendaki, nistjaija ianja djadi itoe roepa binatang. Kalos soeda,
maka engkau dateng kemari bersama-sama itoe binatang. Dengan perboewatan
jang sademikian, maka engkau tiada kena di pendjara dan tiada kena di
tjipta djadi binatang."
Radja Beder pelok itoe orang toewa, aken mengoendjoek trima kasinja,
ebab kiai itoelah jang melepasken dia dari ini bahaija, jang mengantjemi
dia. Ia tinggal bitjara lagi sabentaran, abis ia brangkat poelang ka astana.
Sampe di astana radja Beder dapet dengar jang ratoe ada lagi djalan-
djalan di kebor, aken menantiken datengnja radja Beder. Djadi ianja lantas
pegi tjari toewan ratoe Labe. Barang ratoe dapet liat padanja, maka ratoe
lantas dateng ampirin padanja seperti orang jang sanget kangen. Maka katanja
pada Beder: >Baroelah kami merasa sendiri, bahoewa orang taoe ia keras
tjinta-in orang, djikaloe orang itoe pegi berdjaoehan. Kami poen begitoe,
belon sebrapa lama engkau tinggalken kami sendirian, maka kami soeda
merasa seperti orang jang sanget bersoesah ati, dan selamanja engkau pegi
kami rasa bertaon-taon lamanja. Tjoba engkau tinggal lebi lama sedikit,
maka tentoe kami sendiri jang pegi soesoel padamoe."
Maka djawabnja radja Beder: Doeli toewan ratoe, pertjaijalah, ba-
hoewa hambapoen soeda tiada sabar lagi tinggal lama-an di roemabnja kiai,
bambanja merasa keliwat keras kangen sama doeli toewankoe, aken tetapi,
bamba tiada bisa tampik perminta-annja kiai Abdallah aken beromong sa-
bentar pada hamba. Hamba poenja mamanda hendak tahan hamba lebi lama
aken toeroet makan, tetapi hamba tiada maoe tinggal lama-an, sebab hamba
seperti denger di panggil oleh soewara orang ketjintahan bamba, dari itoe le-
kas hambanja poelang, melaenken ini ada koewe sepotong jang hamba ambil
dari medja mamanda, aken djadi pengoendjoek tjinta hamba bagei toewan
ratoe."
Beder lantas serahken koewe itoe pada ratos Labe, jang di perolehnja
dari kiai Abdallah, katanja Beder: Inilah itoe koewe, baik toewankoe trima
sendiri dari hamba poenja tangan aken tanda katjinta-an hamba."
Djawabnja ratoe Labe: Dengan segala soeka ati kami trima itoe
tanda katjinte-an dari pada tangannja ati djawikoe, nanti kami makan, aken
1556
1001 Malam
84
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
k0gkjjylrizd1je8d2qikazopgb5jkw
282794
282778
2026-05-06T14:56:25Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>padanja akoe poenja koewe satoenja, jang masih katinggalan tiada engkau makan, engkau bilang padanja aken tjoba engkau poenja koewe. Nistjaija ia nanti makan, kendati tjoema aken kasi oendjoek padamoe, jang ia tiada ketjil ati dan ia partjaija padamoe, sebab boekankah dengan djampenja tadi dia soeda bikin atimoe berkoewatir. Apabila dia soeda abis makan itoe koewe, maka engkau ambil aer di tapak tanganmoe, engkan tjipratin moekanja ratoe dengan itoe aer, abis engkau mengotjab: »Hei manoesia, gaiblah engkau djadi beroepa binatang," maka engkau seboetken binatang apa djoega, jang engkau kahendaki, nistjaija ianja djadi itoe roepa binatang. Kaloe soeda, maka engkau dateng kemari bersama-sama itoe binatang. Dengan perboewatan jang sademikian, maka engkau tiada kena di pendjara dan tiada kena di
tjipta djadi binatang."
Radja Beder pelok itoe orang toewa, aken mengoendjoek trima kasinja, sebab kiai itoelah jang melepasken dia dari ini bahaija, jang mengantjemi dia. Ia tinggal bitjara lagi sabentaran, abis ia brangkat poelang ka astana.
Sampe di astana radja Beder dapet dengar jang ratoe ada lagi djalan-djalan di kebon, aken menantiken datengnja radja Beder. Djadi ianja lantas pegi tjari toewan ratoe Labe. Barang ratoe dapet liat padanja, maka ratoe lantas dateng ampirin padanja seperti orang jang sanget kangen. Maka katanja pada Beder: »Baroelah kami merasa sendiri, bahoewa orang taoe ia keras
tjinta-in orang, djikaloe orang itoe pegi berdjaoehan. Kami poen begitoe, belon sebrapa lama engkau tinggalken kami sendirian, maka kami soeda merasa seperti orang jang sanget bersoesah ati, dan selamanja engkau pegi kami rasa bertaon-taon lamanja. Tjoba engkau tinggal lebi lama sedikit, maka tentoe kami sendiri jang pegi soesoel padamoe."
Maka djawabnja radja Beder: »Doeli toewan ratoe, pertjaijalah, bahoewa hambapoen soeda tiada sabar lagi tinggal lama-an di roemabnja kiai, bambanja merasa keliwat keras kangen sama doeli toewankoe, aken tetapi, hamba tiada bisa tampik perminta-annja kiai Abdallah aken beromong sa-bentar pada hamba. Hamba poenja mamanda hendak tahan hamba lebi lama aken toeroet makan, tetapi hamba tiada maoe tinggal lama-an, sebab hamba seperti denger di panggil oleh soewara orang ketjintahan hamba, dari itoe lekas hambanja poelang, melaenken ini ada koewe sepotong jang hamba ambil dari medja mamanda, aken djadi pengoendjoek tjinta hamba bagei toewan ratoe."
Beder lantas serahken koewe itoe pada ratoe Labe, jang di perolehnja dari kiai Abdallah, katanja Beder: »Inilah itoe koewe, baik toewankoe trima sendiri dari hamba poenja tangan aken tanda katjinta-an hamba."
Djawabnja ratoe Labe: »Dengan segala soeka ati kami trima itoe
tanda katjinte-an dari pada tangannja ati djawikoe, nanti kami makan, aken<noinclude>{{rh||1556}}</noinclude>
6av0xzldq8zrg1ta95fj2qy3cshq0bz
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/541
104
101088
282779
2026-05-06T14:43:06Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1 SET ܚܕܚܗܨܬܚܢܝ Cory 1001 MALAM ععهعوعجلد ST ADC ST £Eaa -roepа boeboek dari dalem doos, itoe boeboek koeving roepanja. Sueda begitop, dianja liat ratoe sebar itve boeboek, menoeroet satoe djoeroesap jang Jemjeng di dalem komar. Apabila boebcek. itoe abis tersebar, maka njata keliatan djoeroesan itoe boeboek djadi seperti satoe anak soengei, dan aerpja poengei itoe bening sekali. Beder mendjadi kaget sampe gemeter seloeroeh...'
282779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>1
SET
ܚܕܚܗܨܬܚܢܝ
Cory
1001 MALAM
ععهعوعجلد
ST
ADC
ST
£Eaa -roepа boeboek dari dalem doos, itoe boeboek koeving roepanja. Sueda
begitop, dianja liat ratoe sebar itve boeboek, menoeroet satoe djoeroesap jang
Jemjeng di dalem komar. Apabila boebcek. itoe abis tersebar, maka njata
keliatan djoeroesan itoe boeboek djadi seperti satoe anak soengei, dan aerpja
poengei itoe bening sekali. Beder mendjadi kaget sampe gemeter seloeroeh
toeboebpjá, aken , tetapi dia berdiam seperti orang poeles soenggoe. Kamoedian
di liatnja ratoe Labe sendok aer dari itoe anak soengei, laloe di taroboja
di dalım satoe wangkok aken di boewat adonan roti, sebab dalem itoe
mengkok memang soeda ada tepoerg. Abis dia tjampoerin lagi laen rempa
rempa. jarg di ombili ja dari soe pa-roepa doos. Setelah semoewa soeda sediah ,
maka itoe adonan di toewangoja di dalem satoe tempat pembakaran . Soeda
begitoe, dia bikin spi, laloe tempat pembakaran itoe di bakarnja . Sembaring
Bot wenja itoe di bakar, maka ia simpan segala doos-doosi ja, dan ia batja
segala ropa va allar , sampe ilang itoe avak soengei, baroe ratoe Labe masot k
tidoer.
Hala, maka radja Beder begitoe keras melaga poeles, sampe ratoe.
Lale kija kot nggoc -roenggoe, jang jar ja poeles dan tiada taoe apa jang di:
જોબા
કેનરક
ગામ
ક્રમ
માકામમામા
અર્થ
નો
perboewat oleh ratoe Labe .
Pada la- esokan harinja radja Beder lantas minta permissi sama ratoe
Labe aken pegi ketemoe- in Abdallab. Koetika iapja di bribken permissie,
maka lekas ja pegi ka roemabpja kiai Abdallab , aken tjeritabken padavja
segala apa jang telah soeda kedjadian .
Abdallah tertawa, laloe berkata: » Nab, kaloe begitoe ratoe Labe ada .
berpijat spa -apa, maka batal nijatnja. Eogkau tiada pesah takoet . "
Sambil berkata begitoe, maka Abdallah bribken doewa potong koewe
kapada Beder, serta di katakeppja aken bikin begioi sama itoe koewe, katanja
Abdallab : Eigkau bilang pada kami, baboewa ratoe Labe semalem soeda
bakar koewe roti, maka dijatnja itoelah bendak di perboewatuja, aken tetapi
djaga betoel, djargan sekali-kali engkau tjoba makan itoe roti.
* Melaenken engkau trima sadja, kaloe dia soegoeb-in roti itoe padamoe,
a dapoen djangan engkau makan, engkau lekas gantiken roti itoe dengan ini
koewe si potong, jang akoe bribken padamoe, itoelah engkau makan, tjoema
djaga. djungan sampe dia dapet taoe. Kaloe ratoe Labe soeda liat engkau
makan , tentoe dia kira engkau makan dia poenja koewe roti, maka nistja
.
>
ijalah dia pa ti mengotjap djam pedja boewat bikin engkau djadi beroepа bipa
tang. Aken tetapi tentoe tiada bisa kedjadian kahendakoja; apabilb dia liat
kabegitoe, di-tjaija ja panti melaga bilang, baboewa ia bermaen-maen sadja,
aken bikin kaget padamoe, sekalipoen di dalem atinja dia keliwat marab,
jang kabendaknja tiada kedjadian, sebab barangkali ada jang di loepahkеn. !
Kápan itoe gemoewa coeda djadi begitoe, maka baroelah engkau bribken
ཅེས་
བརྒྱན་
ཨར་
-bwas
ur
"websiture
1555<noinclude></noinclude>
4qryvd482x4bdpl4zjy8lm8ubszy8je
282788
282779
2026-05-06T14:52:57Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>sa-roepa boeboek dari dalem doos, itoe boeboek koeuing roepanja. Sveda begitos, dianja liat ralos sebar itoe boeboek, menoeroet satoe djoeroesan jang kmjeng di dalem kamar. Apabila, beebcek toe abis tersebar, maka njata keliatan djoerocean itee boeboek djadi seperti satoe anak soengei, dan aeroja Foengel itoe bening sekali. Beder mendjadi kaget sampe gemeter seloeroeb toeboebnja, aken, tetapi dia berdiam seperti orang poeles soenggoe. Kamoedian
di lietoja ratoe Labe sendok aer dari itoe anak soengei, laloe di tarobnja
di dalem satce mangkok aken di boewat adonan roti, sebab dalem itoe
mangkok memang soeda ada tepoerg. Abis dia tjampoerin lagi laen rempa-
rempa, jarg di ambil ja dari roe pa-roepa doos. Setelah semoewa soeda sediah,
maka iloe adonan di toewangnja di dalem satoe tempat pembakaran. Soeda
begitoe, dia bikin api, laloe tempat pembakaran itoe di bakarnja. Sembaring
kowej ice di bakar, meka ia simpan segala doce-docarja, dan ia batja
segala ropa iar allar, sampe ilang itoe anak soengei, baroe ratoe Labe masotk
tidoer.
Hala, maka radja Beder begitoe keras melaga poeles, sampe ratoe
Late kira soenggor-soenggoe, jang jar ja poeles dan tiada taoe apa jang di
perboewat oleh ratoe Labe.
Pada la-erokan harinja radja Beder lantas minta permissi sama ratoe
Lebo aken pegi ketemoe-in Abdallah. Koetika iauja di bribken permissie,
maka lekas ia pegi ka roemaboja kiai Abdellab, aken tjeritabken padanja
gala apa jang telah sorda kedjadian.
Abdallah tertawa, laloe berkata: >Nab, kaloe begitoe ratoe Labe ada
bernijat apa-apa, maka batal nijatnja. Engkau tiada oanh takoet."
Sambil berkata begitoe, maka Abdallah bribken doewa potong koewe
kapada Beder, Berta di katakenoja aken bikin begini sama itoe koewe, katanja
Abdallah: Engkau bilang pada kami, baboewa ratoe Labe semalem Boeda
baker koowe roti, maka nijateja itoslah hendak di perboswatoja, aken tetapi
djaga betoel, djargan sekali-kali engkau tjoba makan itoe roti.
Melaenken engkau trima esdja, kaloe dia soegosh-in roti itoe padamoe,
adapoen djangan engkau makan, engkau lekas gantiken roti itoe dengan ini
koewe se potong, jang akoe brihken padamoe, itoelah engkau makan, tjoema
djaga djangan sampe dia dapet taoe. Kaloe ratoe Labe soeda liat engkan
makan, tentoe dia kira engkau makan dia poenja koewe roti, maka nistja
ijalah dia na ti mengotjap djampenja boewat bikin engkau djadi beroepa bioa-
tang. Aken tetapi tentoe tiada bisa kedjadian kahendakoja; apabilh dia liat
sabegiloe, Di-tjaija ia nanti melaga bilang, bahoewa ia bermaen-maen sadja,
aken bikin kaget padamoe, sekalipoen di dalem atinja dia keliwat marab,
jang kabendakoja tiada kedjadian, sebab barangkali ada jang di loepanken.
Kapan itoe semoewa toeda djadi begitoe, maka baroelah engkau brihken'
1555
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
1tfxjpoz8hv8crg5qgheo44fjsil8ix
282798
282788
2026-05-06T14:57:22Z
Lutfiyatun
26681
282798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>sa-roepa boeboek dari dalem doos, itoe boeboek koeuing roepanja. Sveda begitos, dianja liat ralos sebar itoe boeboek, menoeroet satoe djoeroesan jang kmjeng di dalem kamar. Apabila, beebcek toe abis tersebar, maka njata keliatan djoerocean itee boeboek djadi seperti satoe anak soengei, dan aeroja Foengel itoe bening sekali. Beder mendjadi kaget sampe gemeter seloeroeb toeboebnja, aken, tetapi dia berdiam seperti orang poeles soenggoe.Kamoedian
di lietoja ratoe Labe sendok aer dari itoe anak soengei, laloe di tarobnja di dalem satce mangkok aken di boewat adonan roti, sebab dalem itoe mangkok memang soeda ada tepoerg. Abis dia tjampoerin lagi laen rempa-rempa, jarg di ambil ja dari roe pa-roepa doos. Setelah semoewa soeda sediah, maka iloe adonan di toewangnja di dalem satoe tempat pembakaran. Soeda begitoe, dia bikin api, laloe tempat pembakaran itoe di bakarnja. Sembaring kowej ice di bakar, meka ia simpan segala doce-docarja, dan ia batja segala ropa iar allar, sampe ilang itoe anak soengei, baroe ratoe Labe masotk tidoer.
Hala, maka radja Beder begitoe keras melaga poeles, sampe ratoe
Late kira soenggor-soenggoe, jang jar ja poeles dan tiada taoe apa jang di perboewat oleh ratoe Labe.
Pada la-erokan harinja radja Beder lantas minta permissi sama ratoe Lebo aken pegi ketemoe-in Abdallah. Koetika iauja di bribken permissie, maka lekas ia pegi ka roemaboja kiai Abdellab, aken tjeritabken padanja gala apa jang telah sorda kedjadian.
Abdallah tertawa, laloe berkata: >Nab, kaloe begitoe ratoe Labe ada bernijat apa-apa, maka batal nijatnja. Engkau tiada oanh takoet.”
Sambil berkata begitoe, maka Abdallah bribken doewa potong koewe
kapada Beder, Berta di katakenoja aken bikin begini sama itoe koewe, katanja Abdallah: Engkau bilang pada kami, baboewa ratoe Labe semalem Boeda baker koowe roti, maka nijateja itoslah hendak di perboswatoja, aken tetapi djaga betoel, djargan sekali-kali engkau tjoba makan itoe roti.
Melaenken engkau trima esdja, kaloe dia soegosh-in roti itoe padamoe, adapoen djangan engkau makan, engkau lekas gantiken roti itoe dengan ini koewe se potong, jang akoe brihken padamoe, itoelah engkau makan, tjoema djaga djangan sampe dia dapet taoe. Kaloe ratoe Labe soeda liat engkan makan, tentoe dia kira engkau makan dia poenja koewe roti, maka nistja ijalah dia na ti mengotjap djampenja boewat bikin engkau djadi beroepa binatang. Aken tetapi tentoe tiada bisa kedjadian kahendakoja; apabilh dia liat sabegiloe, Di-tjaija ia nanti melaga bilang, bahoewa ia bermaen-maen sadja, aken bikin kaget padamoe, sekalipoen di dalem atinja dia keliwat marab, jang kabendakoja tiada kedjadian, sebab barangkali ada jang di loepanken. Kapan itoe semoewa toeda djadi begitoe, maka baroelah engkau brihken'<noinclude></noinclude>
sw7mthr5c09lnjet5enjjaaz90gytl2
282805
282798
2026-05-06T15:00:53Z
Lutfiyatun
26681
282805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>sa-roepa boeboek dari dalem doos, itoe boeboek koeuing roepanja. Sveda begitos, dianja liat ralos sebar itoe boeboek, menoeroet satoe djoeroesan jang kmjeng di dalem kamar. Apabila, beebcek toe abis tersebar, maka njata keliatan djoerocean itee boeboek djadi seperti satoe anak soengei, dan aeroja Foengel itoe bening sekali. Beder mendjadi kaget sampe gemeter seloeroeb toeboebnja, aken, tetapi dia berdiam seperti orang poeles soenggoe.Kamoedian
di lietoja ratoe Labe sendok aer dari itoe anak soengei, laloe di tarobnja di dalem satce mangkok aken di boewat adonan roti, sebab dalem itoe mangkok memang soeda ada tepoerg. Abis dia tjampoerin lagi laen rempa-rempa, jarg di ambil ja dari roe pa-roepa doos. Setelah semoewa soeda sediah, maka iloe adonan di toewangnja di dalem satoe tempat pembakaran. Soeda begitoe, dia bikin api, laloe tempat pembakaran itoe di bakarnja. Sembaring kowej ice di bakar, meka ia simpan segala doce-docarja, dan ia batja segala ropa iar allar, sampe ilang itoe anak soengei, baroe ratoe Labe masotk tidoer.
Hala, maka radja Beder begitoe keras melaga poeles, sampe ratoe
Late kira soenggor-soenggoe, jang jar ja poeles dan tiada taoe apa jang di perboewat oleh ratoe Labe.
Pada la-erokan harinja radja Beder lantas minta permissi sama ratoe Lebo aken pegi ketemoe-in Abdallah. Koetika iauja di bribken permissie, maka lekas ia pegi ka roemaboja kiai Abdellab, aken tjeritabken padanja gala apa jang telah sorda kedjadian.
Abdallah tertawa, laloe berkata: ›Nab, kaloe begitoe ratoe Labe ada bernijat apa-apa, maka batal nijatnja. Engkau tiada oanh takoet.”
Sambil berkata begitoe, maka Abdallah bribken doewa potong koewe
kapada Beder, Berta di katakenoja aken bikin begini sama itoe koewe, katanja Abdallah: Engkau bilang pada kami, baboewa ratoe Labe semalem Boeda baker koowe roti, maka nijateja itoslah hendak di perboswatoja, aken tetapi djaga betoel, djargan sekali-kali engkau tjoba makan itoe roti.
Melaenken engkau trima esdja, kaloe dia soegosh-in roti itoe padamoe, adapoen djangan engkau makan, engkau lekas gantiken roti itoe dengan ini koewe se potong, jang akoe brihken padamoe, itoelah engkau makan, tjoema djaga djangan sampe dia dapet taoe. Kaloe ratoe Labe soeda liat engkan makan, tentoe dia kira engkau makan dia poenja koewe roti, maka nistja ijalah dia na ti mengotjap djampenja boewat bikin engkau djadi beroepa binatang. Aken tetapi tentoe tiada bisa kedjadian kahendakoja; apabilh dia liat sabegiloe, Di-tjaija ia nanti melaga bilang, bahoewa ia bermaen-maen sadja, aken bikin kaget padamoe, sekalipoen di dalem atinja dia keliwat marab, jang kabendakoja tiada kedjadian, sebab barangkali ada jang di loepanken. Kapan itoe semoewa toeda djadi begitoe, maka baroelah engkau brihken'<noinclude></noinclude>
1iz9ebbf5pj4uqv067t4y4oajhbm0rt
Halaman:056,223 Bantik.djvu/7
104
101089
282780
2026-05-06T14:43:26Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
514. Kahāda<br>
515. Sōga'<br>
516. Soemboe<br>
517. Bàjong<br>
519. Dòsi<br>
520. Bàntara<br>
522. Kòehe', Kère <13><br>
524. Tampàjang, Pànding<br>
525-<br>
527. Mahìnga'<br>
528. Manànga<br>
529. Makòroto'<br>
530. Manānehe'<br>
534. Kaan, Kakàneng<br>
535. Bàroen<br>
536. Kakàneng<br>
537. Samòntei<br>
539. Rèoso' tamata'<br>
540. Rèoso' mahàngoe<br>
541. Kìnasa'<br>
544. Kaan<br>
545. Tibì'<br>
546. Mei<br>
547. Dahàmi<br>
548. Pàngkoi<br>
549. Hohìan<br>
550. Risoeng<br>
551. Aròe<br>
555. Manggìling<br>
560. Kòekisi'<br>
561. Binoeboehòe'<br>
562. Hìsa'm pahàngi<br>
563. Asing<br>
565. Èmbe'<br>
567. Saràna<br>
568. Kabàja<br>
573. Sahàke'<br>
576. Sīsing<br>
577/<br>
578. Àmbei<br>
579. Gàding<br>
582. Nganti²ng<br>
583. Karàboe
{{multicol-break}}
586. Salendang<br>
588. Sasàntoetoe'<br>
589. Bàri', Sì' <14><br>
590. Soetra<br>
591. Làkeng<br>
592. Flanèl<br>
600. Manàra'<br>
601. Mangàndong<br>
602. Tàri<br>
603. Binìring<br>
604. Manàmbing<br>
605/<br>
606. Sòmpoi<br>
608. Tàngkoeng, Bàda'<br>
611. Gòro', Bongkòu<br>
612. Soepòe'<br>
613. Papìti'<br>
615. Tingkàna'<br>
617. Koeròeng<br>
618. Banēha<br>
619. Rantàka<br>
620. Sināpang<br>
621. Òeba<br>
622. Pilòr<br>
623. Maròetang<br>
624. Pàsoto'<br>
625. Mahisàkoetoe<br>
626. Mahisàkoetoe<br>
627. Katenge'<br>
628. Soepēha<br>
629. Mangotoho' tinbònang<br>{{gap}}<timbònang ?<br>
630. Masingkapìang<br>
631. Toeròengang <15><br>
634. Mabàta' te, mangāmpoeng<br>
635. Nakabāta' te<br>
636. Kinahogò soe pahisakoerang<br>
637. Aingka<br>
639. Sīri<br>
640. Àsiri<br>
645. Babàbi'<br>
649. Pìsou<br>
650. Pìsou pèngkong
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
66k6f3rkdiu4015d0yvyjf0m32jsb29
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/539
104
101090
282781
2026-05-06T14:43:37Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '100 MALAM itoe samoea mengedabin kami, sebab kami Islam, sedang jang laeu-laen itoe semoewa orang menjembah api. Besok pagi eogkau.poelang lagi kemari, aken kasi taoe pada kami, apa jang ratoe bikin, sebab ipi malem ià nanti tjari akaj bagimana aken meroesaken kamoe . Adap en panti kami adjarken padamoe મિ કંપક મહાકર પ્રાણાયામ dીયા વાળા,ફજહe., akal boewat membatalken per boewatan ratoe . Radja Beder t...'
282781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>100 MALAM
itoe samoea mengedabin kami, sebab kami Islam, sedang jang laeu-laen itoe
semoewa orang menjembah api. Besok pagi eogkau.poelang lagi kemari, aken
kasi taoe pada kami, apa jang ratoe bikin, sebab ipi malem ià nanti tjari akaj
bagimana aken meroesaken kamoe . Adap en panti kami adjarken padamoe
મિ
કંપક
મહાકર
પ્રાણાયામ
dીયા
વાળા,ફજહe.,
akal boewat membatalken per boewatan ratoe .
Radja Beder tinggal antero ari di roemabnja kiai, koetika malem
baroe ia minta poelang ka astana, di mana ratoe Labe sedang lagi berpanti
datengnja. Koetika ratos liat dia poelang, maka ia di kasi selamat dateng
dengan manis babasa dan lantas ia di bawa masoek ka kamar tempat per
diaman ratoe. Dengan sigrah djoega ratoe titahkеn orangnja angkat makapan
dan miooeman , maka berdoewa-doewa radja Beder dengan ratoe bermakan
minoem. Abis makan, marika itoe tj etji tangan , maka baroe ratoe titabken
menjoegoekeu anggoer... Orang kadoewa ini tinggal minoem -nivoen sampe
liwat tengah malem dan radja B :der minoem ang zoer begitoo. banjak sampe
:
janja djadi mabok. Barang ratos liat jang B :der soeda mabok, maka katanji
pada Beder: » Tjabija matakoe, koetika ta di pagi atikos bangoen, kami tiada
dateng, maka itoe kakanda pegi ka lalem kebon , di mana kakanda dapet
liat sa-ekor boeroeng jang itaın. Kimi hendak . bilang teroes terang apa
boeroeng itoe adanja. Ia ito sa-orang kami penja sida-sida, maka keras
sanget kami tjinta padanja, adapoen babpa terlalog kami djali tjem hoero :
wan, sebab ia poen tjintai djoega sa-orang kami poepja boedak-boedak pe.
rampoewan oleh kerua itoe, maka kami soempa-in orang katjinta- an kami
djadi boeroeng itam, dan boedak itoe kami soeroeh boepoeb .
Maka kami tiada bisa tahan berpisahan dari pada katjinta- an kami,
dan seringkali kami kepingin bertemoe lazi padanja. Djikaloe kami hendak
bitjara sama orang itoe, maka kami sendiri djadiken diri kami sa-ekor
boeroeng poeti. Apakah sekarang Beder marah pada kami dari itoe sebab ?
Adapoen kami soempah, biar tiada bisa kami dapet liat api lagi, kami
poenja brabala, kami soeda bertambah-tambab ijinta pada kakanda, maka itoe apa
djoega kapoenja-an kami, ja itoepoen kakanda djoega jang ampoenja ."
Sedang Beder lagi mabok, maka ia menjaoet : Ja, betoel sekali bitjara
toewankoe, kami marah dari sebab perboewatanmoe jang kedji itoe.”
Koetika Beder abis bitjara begitoe, maka ratoe lantas pelok tjioem
padanja, serta ratoe itoe bikin seperti keras sanget tjintanja pada radja B -der .
Adapoen Beder tiada perloe-in perboewatannja ratoe Labe, ia teroes potles .
Tiada sebrapa lama lagi, maka ratoe Labe bangoon dari tempat tidoer ,
tetapi Beder poen mendoesin djoega, maka ratoe tida taoe jang Beder soeda
mendoesin, sebab Beder melaga poeles teroes. Dia meremin matapja, ada
poea ia mengintei segala apa perboewataonja ratoe Labe. Maka radja Beder
dapet liat, jang ratoe Labe boeka satoe lemari ketjil, dari sitoe ratoe ambil
1554<noinclude></noinclude>
i2tc5kbr7bgeuhc08kmhbup6jzmimq9
282819
282781
2026-05-06T15:09:15Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM }}</noinclude>itoe samoea mengedahin kami, sebab kami Islam, sedang jang laeu-laen itoe semoewa orang menjembah api. Besok pagi engkau. poslang lagi kemari, aken kasi taoe pada kami, apa jang ratos bikin, sebab ini malem ia nanti tjari akaj bagimana aken meroesaken kamoe. Adapen nanti kami adjarken padamoe akal boewat membatalken per boewatan ratoe.
Radja Beder tinggal autero ari di roemabnja kiai, koetika malem baroe ia minta poelang ka astana, di mana ratoe Labs sedang lagi bernanti datengnja. Koetika ratoe liat dia poelang, maka ia di kasi selamat dateng dengan manis bahasa dan lantas ia di bawa masoek ka kamar tempat perdiaman ratoe. Dengan aigrah .djoega ratoe titahken orangnja angkat makanan dan minoeman, maka berdoewa-doewa radja Beder dengan ratoe bermakan minoem. Abis makan, marika itoe tj etji tangan, maka baroe ratoe titahken
menjoegoeken anggoer. Orang kadoewa ini tinggal minoem-minoen sampe liwat tengah malem dan radja Beder minoem ang goer begitoe. banjak sampe janja djadi mabok. Barang ratos liat jang B der soeda mabok, maka katanja pada Beder: Tjahija matakoe, kostika tadi pagi atikos bangoen, kami tiada dateng. maka itoe kakanda pegi kalalem kebon, di mana kakanda dapet liat sa-ekor boeroeng jang itam. Kami hendak bilang teroes terang apa boeroeng itoe adanja. Ia ito sa-orang kami penja sida-sida, maka keras sanget kami ijinta padanja, adapoen bahoa terlalo kami djadi tjemboeroswan, sebab ia poen tjintai djoega sa-orang kami poenja boedak-boedak perampoewan oleh kerna itoe, maka kami soempa-in orang katjinta-an kami djadi boeroeng itam, dan boedak itoe kami soèroeh boenoeh.
Maka kami tiada bisa tahan berpisahan dari pada katjinta-an kami, dan seringkali kami kepingin bertemoe lagi padanja. Djikaloe kami hendak biljara sama orang itoe, maka kami sendiri djadiken diri kami sa-ekor boeroeng poeti. Apakah sekarang Beder marah pada kami dari itoe sebab?
Adapoen kami soempah, biar tiada bisa kami dapet liat api lagi, kami poenja brahala, kami soeda bertambah-tambah jinta pada kakanda, maka itos apa djoega kapoenja-au kami, ia itoepoen kakanda djoega jang ampoenja.”
Sedang Beder lagi mabok, maka ia menjaoet: ›Ja, betool sekali biljara toewankoe, kami marah dari sebab perboewatanmoe jang kedji itoe.”
Koetika Beder abis bitjara begitoe, maka ratoe lantas pelok tjioem padanja, serta ratos itoe bikin seperti keras sanget tjintanja pada radja Bider. Adapoen Beder tiada perloe-in perboswatannja ratoe Labe, ia teroes poeles. Tiada sebrapa lama lagi, maka ratoe Labe bangoen dari tempat tidoer, tetapi Beder poen mendoesin djoega, maka ratoe tida taoe jang Beder soeda
mendoesin, sebab Beder melaga peles teroes. Dia meremin matanja, adapoea ia mengintei segala apa perboewatannja ratos Labe. Maka radja Boder dapet liat, jang ratoe Labe boeka satoe lemari ketjil, dari sitoe ratoe ambil<noinclude></noinclude>
cgjzek7gwf7lhkhqx2gx29g253530ek
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/503
104
101091
282783
2026-05-06T14:50:12Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>hh
203
T
31001 MALAM
sabir, maka di kataboewinja poela apa wacijatnja itoe tjintjin, dari itoe ianja
keras bernijat aken rampas tjintjin itoe dari pada djari radja, tetapi boekan
dengen paksa. Poeteri Giauhara minta liat tjintjin jang di pake radja Be-
der, maka radja Beder lantas tjaboet tjintjin itoe di serahkennja pada poeteri
Giaubare. Apabila poeteri ini dapet itoe tiiutjio, maka ia lekas pelok lagi
sama radja Beder sambil membatja rapa'an wacijatnja. Radja Beder tiada
mengarti satoe apa, srenta soeda abis di batjanja rapallan itoe, maka poeteri
Giauhare loedabken moekauja rada Beder sembari mengotjap: Hei menoesial
lepaskanlah roepamoe dan djadi boeroeng poeti pake patok dan kaki merah."
Apabila poeteri Giaubare abis berkata begitoe, maka di liatnja radja
Beder dirinja djadi sa-ekor boerosong poeti, hingga sanget berdoeka tjita atinja-
Posteri Giaubare laloe bertitah pada sa-orang boedaknja: Lekas bawa ini
boeroeng ka poelo Batoe." Ia itoelah soewatoe poelo melaenken karang blaka,
tiada ada satoe toem boe-toemboeban, maskipoen aer salètès tiada ada. Boe-
dak itoe ambil itoe boeroeng aken di bawanja pegi, tetapi sembari djalan
membawa boeroeng itoe, maka si boedak sanget berkesian sama radja Beder.
Katanja boedak itoe dalem dirinja: Soenggoe saijang sekali ea-orang
pengeran begini elok dan tjakap misti di boenoeh lapar dan aoes. Kita poe-
nja poeteri memang sa-orang baik ati dan lemas adatnja, barangkali kamoe-
dian kaloe soeda sabar dan dingin nafɛoe maranja, maka ianja menjesal sendiri,
jang dia perboewatken barang sademikian jang amat lalim, sebab roepanja
sekarang dia terlaloe sanget marah. Lebi baik kami bawa boeroeng ini di
soewatoe negri jang rame di mana dia bole dapet apa jang di soeka." Oleh
kerna jang sademikian itoe, maka si boedak bawa itoe boeroeng ka soewatoe
negri jang rame banjak orang dan senang bawanja, penoeh poeboenan dan
soengei ketjil. Adapoen pada toewannja boedak itoe kataken, bahoewa ia ba-
wa boeroeng itoe di poelo Batoe.
Koetika radja Saleh tiada dapet poeteri Giauhare di dalem astana,
maka di sceroenja tjari koeliling tempat, tetapi pertjoema sadja. Soedah begi-
toe, maka radja Saleh soeroeh ikat dan pendjara radja Samandal di dalem
astananja sendiri, serta di soeroe djaga jang baik-baik, abis is brihken pren.
tab, aken atoer dan oeroes pakerdja-an negri selamanja ianja pegi dari sitoe.
Setelah soeda selese semoewa, baroe ia poelang ka negrinja ketemoe-in ratoe
aboe, aken memberitaken segala hal jang telah soedah kedjadian itoe. Apabila
sampe di roemah iboe-adanja, maka ianja tanja di mana ada kaponakannja.
Barang di dengernja, bahoewa radja Beder soedah pegi dari negri dengen di-
am-diam, maka radja Saleh terlaloe amat sakit ati.
Ratoe itoe berkata: Anakda misti taoe, bahoewa orang jang membawa
warta dari anakda telah soedah membikin kami semoewa sanget berkoewatir.
Itoe orang bilang, baboewa anakda berbahaija besar di dalem astana radja
1536
1001 Malam
79
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
gr4n5x1ij1utccech7ii5vb92m8weyw
282817
282783
2026-05-06T15:07:40Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>sabir, maka di katahoewinja poela apa wacijatnja itoe tjintjin, dari itoe ianja keras bernijat aken rampas tjintjin itoe dari pada djari radja, tetapi boekan dengen paksa. Poeteri Giauhare minta liat tjintjin jang di pake radja Beder, maka radja Beder lantas tjaboet tjintjin itoe di serahkennja pada poeteri
Giauhare. Apabila poeteri ini dapet itoe tcintcjin, maka ia lekas pelok lagi sama radja Beder sambil membatja rapa'an wacijatnja. Radja Beder tiada mengarti satoe apa, srenta soeda abis di batjanja rapallan itoe, maka poeteri Giauhare loedahken moekanja radja Beder sembari mengotjap: »Hei menoesia! lepaskanlah roepamoe dan djadi boeroeng poeti pake patok dan kaki merah."
Apabila poeteri Giauhare abis berkata begitoe, maka di liatnja radja Beder dirinja djadi sa-ekor boeroeng poeti, hingga sanget berdoeka tjita atinja Poeteri Giauhare laloe bertitah pada sa-orang boedaknja: Lekas bawa ini boeroeng ka poelo Batoe." Ia itoelah soewatoe poelo melaenken karang blaka, tiada ada satoe toemboe-toemboehan, maskipoen aer satetes tiada ada. Boedak itoe ambil itoe boeroeng aken di bawanja pegi, tetapi sembari djalan
membawa boeroeng itoe, maka si boedak sanget berkesian sama radja Beder.
Katanja boedak itoe dalem dirinja: »Soenggoe saijang sekali sa-orang pengeran begini elok dan tjakap misti di boenoeh lapar dan aoes. Kita poenja poeteri memang sa-orang baik ati dan lemas adatnja, barangkali kamoedian kaloe soeda sabar dan dingin nafsoe maranja, maka ianja menjesal sendiri, jang dia perboewatken barang sademikian jang amat lalim, sebab roepanja
sekarang dia terlaloe sanget marah. Lebi baik kami bawa boeroeng ini disoewatoe negri jang rame di mana dia bole dapet apa jang di soeka." Oleh kerna jang sademikian itoe, maka si boedak bawa itoe boeroeng ka soewatoe negri jang rame banjak orang dan senang bawanja, penoeh poehoenan dan soengei ketjil. Adapoen pada toewannja boedak itoe kataken, bahoewa ia bawa boeroeng itoe di poelo Batoe.
Koetika radja Saleh tiada dapet poeteri Giauhare di dalem astana, maka di soeroenja tjari koeliling tempat, tetapi pertjoema sadja. Soedah begitoe, maka radja Saleh soeroeh ikat dan pendjara radja Samandal di dalem astananja sendiri, serta di soeroe djaga jang baik-baik, abis ia brihken prentah, aken atoer dan oeroes pakerdja-an negri selamanja ianja pegi dari sitoe.
Setelah soeda selese semoewa, baroe ia poelang ka negrinja ketemoe-in ratoe aboe, aken memberitaken segala hal jang telah soedah kedjadian itoe. Apabila sampe di roemah iboe-adanja, maka ianja tanja di mana ada kaponakannja. Barang di dengernja, bahoewa radja Beder soedah pegi dari negri dengen diam-diam, maka radja Saleh terlaloe amat sakit ati.
Ratoe itoe berkata: »Anakda misti taoe, bahoewa orang jang membawa warta dari anakda telah soedah membikin kami semoewa sanget berkoewatir.
Itoe orang bilang, bahoewa anakda berbahaija besar di dalem astana radja<noinclude>{{rh||1536}}</noinclude>
tmh14qnsy368tnq2efkqpxcen1ft24x
283504
282817
2026-05-07T05:06:18Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283504
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>sabir, maka di katahoewinja poela apa wacijatnja itoe tjintjin, dari itoe ianja keras bernijat aken rampas tjintjin itoe dari pada djari radja, tetapi boekan dengen paksa. Poeteri Giauhare minta liat tjintjin jang di pake radja Beder, maka radja Beder lantas tjaboet tjintjin itoe di serahkennja pada poeteri Giauhare. Apabila poeteri ini dapet itoe tcintcjin, maka ia lekas pelok lagi sama radja Beder sambil membatja rapa'an wacijatnja. Radja Beder tiada mengarti satoe apa, srenta soeda abis di batjanja rapallan itoe, maka poeteri Giauhare loedahken moekanja radja Beder sembari mengotjap: »Hei menoesia! lepaskanlah roepamoe dan djadi boeroeng poeti pake patok dan kaki merah.”
Apabila poeteri Giauhare abis berkata begitoe, maka di liatnja radja Beder dirinja djadi sa-ekor boeroeng poeti, hingga sanget berdoeka tjita atinja Poeteri Giauhare laloe bertitah pada sa-orang boedaknja: »Lekas bawa ini boeroeng ka poelo Batoe.” Ia itoelah soewatoe poelo melaenken karang blaka, tiada ada satoe toemboe-toemboehan, maskipoen aer satetes tiada ada. Boedak itoe ambil itoe boeroeng aken di bawanja pegi, tetapi sembari djalan
membawa boeroeng itoe, maka si boedak sanget berkesian sama radja Beder.
Katanja boedak itoe dalem dirinja: »Soenggoe saijang sekali sa-orang pengeran begini elok dan tjakap misti di boenoeh lapar dan aoes. Kita poenja poeteri memang sa-orang baik ati dan lemas adatnja, barangkali kamoedian kaloe soeda sabar dan dingin nafsoe maranja, maka ianja menjesal sendiri, jang dia perboewatken barang sademikian jang amat lalim, sebab roepanja sekarang dia terlaloe sanget marah. Lebi baik kami bawa boeroeng ini disoewatoe negri jang rame di mana dia bole dapet apa jang di soeka.” Oleh kerna jang sademikian itoe, maka si boedak bawa itoe boeroeng ka soewatoe negri jang rame banjak orang dan senang bawanja, penoeh poehoenan dan soengei ketjil. Adapoen pada toewannja boedak itoe kataken, bahoewa ia bawa boeroeng itoe di poelo Batoe.
Koetika radja Saleh tiada dapet poeteri Giauhare di dalem astana, maka di soeroenja tjari koeliling tempat, tetapi pertjoema sadja. Soedah begitoe, maka radja Saleh soeroeh ikat dan pendjara radja Samandal di dalem astananja sendiri, serta di soeroe djaga jang baik-baik, abis ia brihken prentah, aken atoer dan oeroes pakerdja-an negri selamanja ianja pegi dari sitoe.
Setelah soeda selese semoewa, baroe ia poelang ka negrinja ketemoe-in ratoe aboe, aken memberitaken segala hal jang telah soedah kedjadian itoe. Apabila sampe di roemah iboe-adanja, maka ianja tanja di mana ada kaponakannja. Barang di dengernja, bahoewa radja Beder soedah pegi dari negri dengen diam-diam, maka radja Saleh terlaloe amat sakit ati.
Ratoe itoe berkata: »Anakda misti taoe, bahoewa orang jang membawa warta dari anakda telah soedah membikin kami semoewa sanget berkoewatir. Itoe orang bilang, bahoewa anakda berbahaija besar di dalem astana radja<noinclude>{{rh||1536|}}</noinclude>
1tdq4he6l7gipr556zkqczw9p8w0tz1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1122
104
101092
282786
2026-05-06T14:51:48Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Bermasalah */ sebagian teks tidak terbaca karena terkena tinta hitam
282786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude>
tlb02v4ulrvpjtcdfmlmvsyq0jmvukz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1123
104
101093
282787
2026-05-06T14:52:05Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'adalah sangat mengagumkan. Ia hanja lemah karena semendjak pagi belum makan atau minum. Andaikata ia tidak memiliki ke- mauan jang keras, pastilah tubuh jang tidak sehat itu, akan me- nanggung akibatnja. Djam sebelas malam, barulah rombongannja memperoleh ma- kan. Djendral Sudirman makan pula. Kemudian memerintahkan dua orang untuk masuk kota. Ke- dua orang itu diperintakan me- nemui Bu Dirman untuk minta perhiasan nja guna bakal gerilja dalam m...
282787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>adalah sangat mengagumkan. Ia
hanja lemah karena semendjak
pagi belum makan atau minum.
Andaikata ia tidak memiliki ke-
mauan jang keras, pastilah tubuh
jang tidak sehat itu, akan me-
nanggung akibatnja.
Djam sebelas malam, barulah
rombongannja memperoleh ma-
kan. Djendral Sudirman makan
pula. Kemudian memerintahkan
dua orang untuk masuk kota. Ke-
dua orang itu diperintakan me-
nemui Bu Dirman untuk minta
perhiasan nja guna bakal gerilja
dalam masa jang tak dapat di-
tentukan.
Setelah kedua orang itu berang-
kat menudju kekota, datanglah
Letnan Basuki dengan beberapa
anak buahnja. Ia hendak mem-
perkuat pengawalan. Sudah ba-
rang tentu peristiwa itu adalah
menggembirakan. Dengan demi-
kian, tidaklah perlu bertjemas
hati lagi apabila pada suatu saat
bertemu dengan serdadu² Belan-
da betapa lengkap persendjataan-
nja. Karena Letnan Basuki ada-
lah seorang perwira jang berani
dan tjakap.
Satu djam kemudian tengah
malam rombongan Djendral Su-
dirman melandjutkan perdjala-
nan. Suara tembakan² jang mele-
tus diperbatasan kota terdengar
dengan njaringnja. Malam itu sa-
ngatlah gelapnja. Awan hitam
menjelimuti seluruh angkasa. Ke-
adaan itu, sangatlah mengun-
tungkan pasukan gerilja jang
hendak mengadakan serangan
pembalasan.
Waktu hendak menjeberangi
sungai Opak, Djendral Sudirman
nemerintahkan untuk berhenti
dahulu. Ia berdiri ditepi sungai,
menghadap kekota. Apa jang
berkutik dalam hatinja? Tiada
seorangpun jang mengetahui.
Akan tetapi sikapnja jang tenang
itu sudah dikenal oleh sekalian
peradjuritnja. Jakni suatu sikap
jang membadja, pantang menje-
rah dan mundur seperti tatkala
dia memimpin penjerbuan di Am-
barawa
menggempur tentara
Inggris.
Tidak lama kemudian, datang-
lah bantuan dari Kepala tjamat
Kretek untuk melakukan penje-
berangan. Djendral memperke-
nankan untuk segera menjebe-
rangi sungai. Ia ingin hendak le-
kas bekerdja, menjusun rentjana-
rentjana pertahanan. Demikian-
lah tatkala sudah berada di Ke-
lurahan Grogol, dia mau beristi-
rahat. Segera dia bekerdja.
Kapten Supardjo, Pembantu
Letnan Herukeser dan Sersan
Major Utojo Kolopaking diperin-
tahkan berangkat mendahuluinja
pergi ke Wonosari untuk mem-
persiapkan tempat disana. Ke-
tjuali itu ditugaskannja pula
mentjari hubungan dengan staf
Kolonel Gatot Subroto adalah
Konperensi Gerilja Territorium Djawa Tengah jang dilangsungkan tanggal 16 dan 17 Djuni 1949 di
desa Gesi (Purwodadi Semarang). Diantara gerombolan" dalam gambar ini, terdapat seorang Menteri,
Menteri Muda Penerangan Maladi, Kabinet Kerdja.
Digitized by
Google
13<noinclude></noinclude>
mfvjnt69g445atee5v3qfpkigbglall
282799
282787
2026-05-06T14:57:45Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>adalah sangat mengagumkan. Ia hanja lemah karena semendjak pagi belum makan atau minum. Andaikata ia tidak memiliki kemauan jang keras, pastilah tubuh jang tidak sehat itu, akan menanggung akibatnja.
Djam sebelas malam, barulah rombongannja memperoleh makan. Djendral Sudirman makan pula. Kemudian memerintahkan dua orang untuk masuk kota. Kedua orang itu diperintakan menemui Bu Dirman untuk minta perhiasan nja guna bakal gerilja dalam masa jang tak dapat ditentukan.
Setelah kedua orang itu berangkat menudju kekota, datanglah Letnan Basuki dengan beberapa anak buahnja. Ia hendak memperkuat pengawalan. Sudah barang tentu peristiwa itu adalah menggembirakan. Dengan demikian, tidaklah perlu bertjemas hati lagi apabila pada suatu saat bertemu dengan serdadu² Belanda betapa lengkap persendjataannja. Karena Letnan Basuki adalah seorang perwira jang berani dan tjakap.
Satu djam kemudian tengah malam rombongan Djendral Sudirman melandjutkan perdjalanan. Suara tembakan² jang meletus diperbatasan kota terdengar dengan njaringnja. Malam itu sangatlah gelapnja. Awan hitam menjelimuti seluruh angkasa. Keadaan itu, sangatlah menguntungkan pasukan gerilja jang hendak mengadakan serangan pembalasan.
Waktu hendak menjeberangi sungai Opak, Djendral Sudirman nemerintahkan untuk berhenti dahulu. Ia berdiri ditepi sungai, menghadap kekota. Apa jang berkutik dalam hatinja? Tiada seorangpun jang mengetahui. Akan tetapi sikapnja jang tenang itu sudah dikenal oleh sekalian peradjuritnja. Jakni suatu sikap jang membadja, pantang menjerah dan mundur seperti tatkala dia memimpin penjerbuan di Ambarawa menggempur tentara Inggris.
Tidak lama kemudian, datanglah bantuan dari Kepala tjamat Kretek untuk melakukan penjeberangan. Djendral memperkenankan untuk segera menjeberangi sungai. Ia ingin hendak lekas bekerdja, menjusun rentjana-rentjana pertahanan. Demikianlah tatkala sudah berada di Kelurahan Grogol, dia mau beristirahat. Segera dia bekerdja.
Kapten Supardjo, Pembantu Letnan Herukeser dan Sersan Major Utojo Kolopaking diperintahkan berangkat mendahuluinja pergi ke Wonosari untuk mempersiapkan tempat disana. Ketjuali itu ditugaskannja pula mentjari hubungan dengan staf Kolonel Gatot Subroto adalah
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1123 crop).jpg|bingkai|pus|al=Konperensi Gerilja Territorium Djawa Tengah jang dilangsungkan tanggal 16 dan 17 Djuni 1949 di desa Gesi (Purwodadi Semarang). Diantara „gerombolan” dalam gambar ini, terdapat seorang Menteri, Menteri Muda Penerangan Maladi, Kabinet Kerdja.|Konperensi Gerilja Territorium Djawa Tengah jang dilangsungkan tanggal 16 dan 17 Djuni 1949 di desa Gesi (Purwodadi Semarang). Diantara „gerombolan” dalam gambar ini, terdapat seorang Menteri, Menteri Muda Penerangan Maladi, Kabinet Kerdja.]]<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
t99k5c9rx2qsoeh0balzxp0djarflgq
Halaman:056,223 Bantik.djvu/8
104
101094
282790
2026-05-06T14:54:44Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
282790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
651. Papantasà'<br>
652. Patoe²<br>
653. Sasòeang<br>
654. Sangkoi<br>
655. Sangkoi ròta'<br>
656. Rīhidi<br>
657. Ake pasèa<br>
659. Pàgehe'<br>
660. Sasòeang<br>
662/<br>
663. Masàboedoe'<br>
664. Pìäsa' <16><br>
665. Masòeang<br>
668. Maròngkong<br>
669. Mangòeda<br>
671/<br>
672. Mamantasà'<br>
674. Bòkang<br>
677. Bòngkisi'<br>
678. Bòngkisi'<br>
679. Baràhang<br>
681. Tobàkoe<br>
682. Pàtodo'<br>
683. Kàtjang<br>
685. Karabàsa<br>
686. Oebi<br>
688. Batàta'<br>
690. Hīsa<br>
691. Poengbàngo'<br>
692. Bàngo'<br>
695. Àkere<br>
696. Poeng sīrada'<br>
697. Pìpasa<br>
698. Risìng<br>
699. Tipasa'<br>
701. Goera<br>
702. (Nīpa'), Sasā<br>
703. Sòempang<br>
704. Hoembìa<br>
705. Kàpese'<br>
706. Bòeboehoe'<br>
707. Pòndang<br>
708. Oewài
{{multicol-break}}
709. Nàngka<br>
710. Baràngkasa', Ramboetang <17><br>
711. Doeojang<br>
712. 'ng kòha<br>
716. Bòesa<br>
717. Bòesa noe bòheng<br>
720. Moente'n sìna<br>
721. Moente'n kasòemba<br>
722. Moente<br>
723. Kōpi<br>
726. Gàmber<br>
728. Tāna mabìda<br>
729. Kòenidi'<br>
731. Òeeǐ<br>
732. Bòero, Timbaràng<br>
734. Poeng<br>
739/<br>
740. Pānga<br>
742-<br>
744. Hāmoe'<br>
746. Daoeng<br>
748. Pising kājoe<br>
750. Àke<br>
751. Poeroe'<br>
752. Pōposo'<br>
753. Rambīka<br>
754. Dāmehe'<br>
755. Dāmehe'<br>
757. Hosòu<br>
758. Hoba, Boongang<br>{{gap}}<Boengang ?> <18><br>
759. Bòea<br>
761. Pīsi<br>
763. Bātoe<br>
764. Reöso'<br>
765. 'm Pōho'<br>
766. Rāna<br>
770. Doekoe'<br>
771. Doekoe'<br>
772. Hè<br>
773. Tībou<br>
774. Binàtang<br>
775. Ana'ng binàtang
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
qhzvf95zh2bqado50udelorcw4sxsfu
Halaman:056,223 Bantik.djvu/9
104
101095
282791
2026-05-06T14:54:55Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{multicol}} 776. Mambè'<br> 778. Papoerangke 779. Tito' 780. Kanoekoe 781. Kanoekoe 786. Karipl' 787. Bomboeroe manoe' 789. Dahoemde 790. Nahoe' 794. Babi 797. Hoemombokò' 798. Ròemba 800- 802. Kahambầu' 803. Sapi babinei 804. Sapi mahoeanei 806. Mambè' 807. Kabaro 808. Goemènggehe' 809. Ròesa 811. Kapòena 812. Hoemoeboe 813. Tòesa' 852. Tīkoesoe 853. Tikoesoe 854. Boheng 861. <19> 865. Pireke' 866. Koetoe, Tòema 869. Rasla 870. Koekoèaseng 871...
282791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
776. Mambè'<br>
778. Papoerangke
779. Tito'
780. Kanoekoe
781. Kanoekoe
786. Karipl'
787. Bomboeroe manoe'
789. Dahoemde
790. Nahoe'
794. Babi
797. Hoemombokò'
798. Ròemba
800-
802. Kahambầu'
803. Sapi babinei
804. Sapi mahoeanei
806. Mambè'
807. Kabaro
808. Goemènggehe'
809. Ròesa
811. Kapòena
812. Hoemoeboe
813. Tòesa'
852. Tīkoesoe
853. Tikoesoe
854. Boheng
861. <19>
865. Pireke'
866. Koetoe, Tòema
869. Rasla
870. Koekoèaseng
871. Kahimbobo'
872. Ràngou
877. Tinī
878. Karipōpo'
879. Sampèhete'
881. Kombati'
884. Sahang <20>
886. Oère'
891. Poesata'
892. Òedang
893. Kajong
894. Pòehei, Dempel
896. Toempère'
898. Sōso'
900. Sagoedang
814. Ngoemèong
901. Timpoenoe
815. Matjang
902. Poèikang
824. Bombo, tarkòekoe
903. Doenia
825. Kakòa'
904. Rangi'
826. Mànoe'
827. Àna' manoe
{{multicol-break}}
905. Rangi'<br>
906. ou
828. Mangaha'
907. Hamaoe'
830. Koemakòekoe'
834. Karèa', kakatòea
908. Boerang
910. Boerang
835. Kòehi'
911. Hamàoe'
836. Pompīso'
840. Karang
843. Mahahagi'
844. Manoe'
912. Marampitei <21>
917. Doenia
919. Tahiti
921. Binàba
845. Pòpoko'
923. Nipaha'
846. Pèhete'
847. Pèhete'
849. Roesa
924. Doeroe'
925. Batoenoe Doer Poe' <22>
927. Dinoehoe'
850. Roesa
928. Pipihi'
851. Tīkoesoe<br>
929. Gàmpoto'
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
j6gnr6k321y6xbha0frm9bbwtnz4ka1
Halaman:056,223 Bantik.djvu/10
104
101096
282792
2026-05-06T14:54:58Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{multicol}} 930. Ake<br> 931. Raodo' 932. Tàgese' 934. Sonopo' 935. Baradà' 936. Panahesèn 937. Pamamarangaan 938. Rabàneng 939. Dàreng 940. Tatagèsan 941. Boehlasa' 942. Katanàn 943. Tanah/Bandea 944. Tahanòesa 945. Tāna masepo' 946. Ràine 947. Sihi 948. Sihi kokonio' 951. Dàtehe' 952. Pasong 955. Kagoedàngen 957. Kakajoeän 958. Tinoetòengan 959. Dàreng 995. Dagang 996. Mananangkoi 997. Mamambere noe kīma 998. Ana' biàhen 999. Toematòehoe' 100...
282792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
930. Ake<br>
931. Raodo'
932. Tàgese'
934. Sonopo'
935. Baradà'
936. Panahesèn
937. Pamamarangaan
938. Rabàneng
939. Dàreng
940. Tatagèsan
941. Boehlasa'
942. Katanàn
943. Tanah/Bandea
944. Tahanòesa
945. Tāna masepo'
946. Ràine
947. Sihi
948. Sihi kokonio'
951. Dàtehe'
952. Pasong
955. Kagoedàngen
957. Kakajoeän
958. Tinoetòengan
959. Dàreng
995. Dagang
996. Mananangkoi
997. Mamambere noe kīma
998. Ana' biàhen
999. Toematòehoe'
1000. Sinàge'
1001. Toko
1002. Pasaha'
1003. Madagang
1004. Bàroe'
1007. Roeang ne
1008. oentoeng
1009. Hòegi
1010. Maroèang
1011. Maragadà'
1012. Mahòhoso'
1013. oetang, banang
1014. Mandoesoe banang
1015. Mamaehe'
1016. Mabàroe'
1017/
1018. Mamarasa'
1019. Manoringkoeang
1020. Mamīhei
962. Pasadàn
962. Benang
967. Oeroe'm benang
968. Do poekoeng
969. Batoe
970. Tana
971. Rabàneng
973. oewàsei
974. Bitoe'
976. Saraka
977. Boeràong
978. Tima
979. Tima
980. Barèřang
991. Papatongkò'
992. Mahibabahiga
993. Mahoempiang<br>
994. Mangarimoe' tatehe'
{{multicol-break}}
1021. Mangade
1022. Mahohoso'
1024. Dàtjing
1025. Sadoekàëng
1026-
1028. Sasoekàëng
1029/
1030. Kàpara
1031. Kapała poetoeng
1032. Skoetji
1033. Sakàeng
1035. Poràheng
1037. Soemèngko', Sengko <23>
1038. Pēto, Mòna <24>
1040. Pòendara
1041/<br>
1042. Maboe, Manahoe' <25>
1043. Mamoendała
1049. Barangou
1050. Hàki'
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
9o3vb981iiknuzwcg2ujipslmiz68in
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/493
104
101097
282801
2026-05-06T14:58:05Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>000
1001 MALAM
gampang sadja ia kena di tangkep .
:
Abis radja ketangkep, maka radja
Saleh teroes tjari-tjari di laen-laen kamar, kaloe-kaloe bisa dapet poeteri
Giaubare . Aken tetapi poeteri Giaubare soeda tida ada.
Bermoela-moela
janja denger riboet-riboet di dalem astana, maka dia dengen dajang-dajang,
nja lantas naik pegi ka atas laoet bersemboeni di atas saboewah poelo.
Sedang hal ini semoewa kedjadian di dalem astana radja Samandal,
maka saorang pengiringnja radja Saleh lari poelang kasi taoe apa jang
telah kedjadian, ia itoe radja Saleh tentoe binasa di boenoeb radja
Samandal .
Itoe
orang tjerita begitoe, sebab dia tjoema liat radja Saleh
maoe di boenoeh dan dianja poen tiada dapet lihat laskar-laskar jang di soeroeh
soesoel ratoe iboe, hingga ratoe mendjadi keras soesah atinja. Radja Beder
ada bersama-sama, koetika itoe orang dateng bawa itoe kabar. Barang
dia dapet dengar radja Saleh roesak, maka atinja tergerak sanget, sebab
ia fikir, bahoewa segala ini kedjadian lantaran dia. Ia tiada brani angkat
moeka
aken memandang,
sebab ia
taoe radja Saleh
kena tjilaka itoe
lantaran dia . Sedang dia liat ratoe iboe lagi repot kasi prentah begini
pada orang-orangnja, maka radja Beder lari menimboel di atas
laoet. Dia djalan sadjalan -djalannja, sebab dia tiada taoe kamapa menoe
djoe negri Persie, dari itoelah ia sampe di atas poelo itoe di mana
poeteri Giauharelagi bersemboeni.
begitoe
Radja Beder tjape keliwat, ia tida taoe apa misti bikin , ia doe
doek besender di batang kajoe. Koetika dia ilang tjapenja, maka ia
dengar seperti orang bitjara. Dia pasang koeping terang-terang, tetapi ia tiada
bisa denger njata , apa jang di bitjari-in. Djadi ia bediri berdjalan plahan-plaban
mengampiri itoe soewara . Di sitoelah dia dapet liat moeka orang jang
seperti bidadari. Dalem atinja ia berkata: > Ta dapet tiada, ini dia tentoe
jang di namai poeteri Giaubare, barangkali ia lari kemari dari negri
ajandanja.”
Radja Persie tiada bernanti lama-lama, ia lantas keloewar menga
dep laloe membrih hormat sebegimana patoet abis ia berkata: „ Toewan
poeteri, kami memoedjiken Allah jang maha koewasa, aken peroentoengan
jang di bribkendja pada kami sekarang ini, jang boleh mempertemoeken kami
pada saorang jang begitoe elok dan tjantik seperti toewan , hingga bida
dari sekalipoen tiada bisa mengoengkoeli kabagoesaonja toewaokoe . Kami
tiada kenal kasenangan ati, melaenken aken menoeloeng sadja pada toewan
poeteri. Oleh kerna itoe, biar apalah kiranja toewan poeteri djangan tolak
kami poenja permoeboenan aken menoeloeng toewankoe, sebab kami fikir
saoraug prempoewan moeda, nistjaja tiada ada di poelo ini, djikaloe ianja
tiada perloe pertoeloengan . ”
Poeteri Giaubare berdjawab sasoedaboja ilang takoetnja, koetika di
1533<noinclude></noinclude>
baztwimftvgfqehuo271p86e05ell99
282846
282801
2026-05-06T15:24:02Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>gampang sadja ia kena di tangkep .Abis radja ketangkep, maka radja Saleh teroes tjari-tjari di laen-laen kamar, kaloe-kaloe bisa dapet poeteri Giauhare . Aken tetapi poeteri Giauhare soeda tida ada. Bermoela-moela hanja denger riboet-riboet di dalem astana, maka dia dengen dajang-dajangnja lantas naik pegi ka atas laoet bersemboeni di atas saboewah poelo.
Sedang hal ini semoewa kedjadian di dalem astana radja Samandal,
maka saorang pengiringnja radja Saleh lari poelang kasi taoe apa jang telah kedjadian, ia itoe radja Saleh tentoe binasa di boenoeh radja Samandal . Itoe orang tjerita begitoe, sebab dia tjoema liat radja Saleh maoe di boenoeh dan dianja poen tiada dapet lihat laskar-laskar jang di soeroeh soesoel ratoe iboe, hingga ratoe mendjadi keras soesah atinja. Radja Beder ada bersama-sama, koetika itoe orang dateng bawa itoe kabar. Barang dia dapet dengar radja Saleh roesak, maka atinja tergerak sanget, sebab ia fikir, bahoewa segala ini kedjadian lantaran dia. Ia tiada brani angkat moeka aken memandang, sebab ia taoe radja Saleh kena tjilaka itoe lantaran dia. Sedang dia liat ratoe iboe lagi repot kasi prentah begini pada orang-orangnja, maka radja Beder lari menimboel di atas laoet. Dia djalan sadjalan -djalannja, sebab dia tiada taoe kamana menoedjoe negri Persie, dari itoelah ia sampe di atas poelo itoe di mana poeteri Giauhare lagi bersemboeni.
Radja Beder tjape keliwat, ia tida taoe apa misti bikin , ia doedoek besender di batang kajoe. Koetika dia ilang tjapenja, maka ia dengar seperti orang bitjara. Dia pasang koeping terang-terang, tetapi ia tiada bisa denger njata , apa jang di bitjari-in. Djadi ia bediri berdjalan plahan-plaban mengampiri itoe soewara . Di sitoelah dia dapet liat moeka orang jang seperti bidadari. Dalem atinja ia berkata: »Ta dapet tiada, ini dia tentoe jang di namai poeteri Giauhare, barangkali ia lari kemari dari negri ajandanja.”
Radja Persie tiada bernanti lama-lama, ia lantas keloewar mengadep laloe membrih hormat sebegimana patoet abis ia berkata: »Toewan poeteri, kami memoedjiken Allah jang maha koewasa, aken peroentoengan jang di brihkennja pada kami sekarang ini, jang boleh mempertemoeken kami pada saorang jang begitoe elok dan tjantik seperti toewan, hingga bidadari sekalipoen tiada bisa mengoengkoeli kabagoesannja toewaokoe. Kami tiada kenal kasenangan ati, melaenken aken menoeloeng sadja pada toewan
poeteri. Oleh kerna itoe, biar apalah kiranja toewan poeteri djangan tolak kami poenja permoehoenan aken menoeloeng toewankoe, sebab kami fikir saorang prempoewan moeda, nistjaja tiada ada di poelo ini, djikaloe ianja tiada perloe pertoeloengan.”
Poeteri Giauhare berdjawab sasoedahnja ilang takoetnja, koetika di<noinclude>{{rh||1533}}</noinclude>
0yvu9otml3twfyec2nsgmntumpmexoq
283477
282846
2026-05-07T04:46:51Z
Ichahahaha
27015
/* Tervalidasi */
283477
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ichahahaha" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>gampang sadja ia kena di tangkep .Abis radja ketangkep, maka radja Saleh teroes tjari-tjari di laen-laen kamar, kaloe-kaloe bisa dapet poeteri Giauhare. Aken tetapi poeteri Giauhare soeda tida ada. Bermoela-moela hanja denger riboet-riboet di dalem astana, maka dia dengen dajang-dajangnja lantas naik pegi ka atas laoet bersemboeni di atas saboewah poelo.
Sedang hal ini semoewa kedjadian di dalem astana radja Samandal, maka saorang pengiringnja radja Saleh lari poelang kasi taoe apa jang telah kedjadian, ia itoe radja Saleh tentoe binasa di boenoeh radja Samandal. Itoe orang tjerita begitoe, sebab dia tjoema liat radja Saleh maoe di boenoeh dan dianja poen tiada dapet lihat laskar-laskar jang di soeroeh soesoel ratoe iboe, hingga ratoe mendjadi keras soesah atinja. Radja Beder ada bersama-sama, koetika itoe orang dateng bawa itoe kabar. Barang dia dapet dengar radja Saleh roesak, maka atinja tergerak sanget, sebab ia fikir, bahoewa segala ini kedjadian lantaran dia. Ia tiada brani angkat moeka aken memandang, sebab ia taoe radja Saleh kena tjilaka itoe lantaran dia. Sedang dia liat ratoe iboe lagi repot kasi prentah begini pada orang-orangnja, maka radja Beder lari menimboel di atas laoet. Dia djalan sadjalan-djalannja, sebab dia tiada taoe kamana menoedjoe negri Persie, dari itoelah ia sampe di atas poelo itoe di mana poeteri Giauhare lagi bersemboeni.
Radja Beder tjape keliwat, ia tida taoe apa misti bikin, ia doedoek besender di batang kajoe. Koetika dia ilang tjapenja, maka ia dengar seperti orang bitjara. Dia pasang koeping terang-terang, tetapi ia tiada bisa denger njata, apa jang di bitjari-in. Djadi ia bediri berdjalan plahan-plahan mengampiri itoe soewara. Di sitoelah dia dapet liat moeka orang jang seperti bidadari. Dalem atinja ia berkata: »Ta dapet tiada, ini dia tentoe jang di namai poeteri Giauhare, barangkali ia lari kemari dari negri ajandanja.”
Radja Persie tiada bernanti lama-lama, ia lantas keloewar mengadep laloe membrih hormat sebegimana patoet abis ia berkata: »Toewan poeteri, kami memoedjiken Allah jang maha koewasa, aken peroentoengan jang di brihkennja pada kami sekarang ini, jang boleh mempertemoeken kami pada saorang jang begitoe elok dan tjantik seperti toewan, hingga bidadari sekalipoen tiada bisa mengoengkoeli kabagoesannja toewaokoe. Kami tiada kenal kasenangan ati, melaenken aken menoeloeng sadja pada toewan poeteri. Oleh kerna itoe, biar apalah kiranja toewan poeteri djangan tolak kami poenja permoehoenan aken menoeloeng toewankoe, sebab kami fikir saorang prempoewan moeda, nistjaja tiada ada di poelo ini, djikaloe ianja tiada perloe pertoeloengan.”
Poeteri Giauhare berdjawab sasoedahnja ilang takoetnja, koetika di<noinclude>{{rh||1533|}}</noinclude>
6dkeqv37of6979585dk34oppjh5rfnf
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1124
104
101098
282802
2026-05-06T14:58:11Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Militer Djawa Tengah. Keesokan harinja, mulailah perdjalanan bersedjarah. Djen- dral Sudirman ditandu. Kemudi- an dibawa kedesa Panggang, te- rus menudju ke Palihan. Hari itu djuga, Sersan Utojo Kolopaking datang dari Wonosari, melapor- kan hasil persiapannja. Malam segera datang tjepat nja. Pertempuran jang terdjadi disekitar Jogjakarta, diikuti oleh Djendral Sudirman dengan sak- samanja. Ia tidak djuga tidur se- lama dua hari dua malam. Selu-...
282802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Militer Djawa Tengah.
Keesokan harinja, mulailah
perdjalanan bersedjarah. Djen-
dral Sudirman ditandu. Kemudi-
an dibawa kedesa Panggang, te-
rus menudju ke Palihan. Hari itu
djuga, Sersan Utojo Kolopaking
datang dari Wonosari, melapor-
kan hasil persiapannja.
Malam segera datang tjepat
nja. Pertempuran jang terdjadi
disekitar Jogjakarta, diikuti oleh
Djendral Sudirman dengan sak-
samanja. Ia tidak djuga tidur se-
lama dua hari dua malam. Selu-
ruh perhatiannja tertudju pada
pertempuran itu.
Pasukan Belanda dihadang.
Malam itu, ia memperoleh la-
poran tentang rentjana penjera-
ngan gabungan tentara bersendja-
ta untuk mengadakan pembalas-
an. Jogjakarta hendak diserbu
dari arah Selatan dan Barat. Itu
lah sebabnja, tidak lama kemudi-
an letusan sendjata berat dan ri-
ngan memetjahkan kesunjian ma-
lam.
Tidak lama kemudian, sunjilah
keadaannja. Djendral Sudirman
tertidur. Dr. Suwondo melihat
djam tangannja. Waktu sudah
menundjuk djam satu malam. De-
ngan demikian Djendral Sudir-
man baru dapat tidur setelah ba-
ngun selama 43 djam. Ia meng-
geleng kan kepalanja. Sanggup
kah seorang jang hanja memiliki
paru jang berdjalan dengan se-
belah sadja, dapat mempertahan-
kan diri? Dengan diam², ia me-
meriksa keadaan kesehatannja.
Keadaannja tidak buruk djuga.
Ternjata sekali, bahwa kemauan
nja jang membadja itu dapat me-
nangkis serangan penjakitnja.
Keesokan harinja, perdjalanan
dilandjutkan lagi. Djendral Su-
dirman berangkat menudju ke
Palihan dengan tandu. Kemudian
menudju ke Plejen. Setelah itu
meneruskan perdjalanannja ke-
desa Samanu dengan kendaraan
dokar. Tandu Djendral Sudir-
man ditinggalkan di Plajen.
DALAM minggu pertama, se-
telah Jogjakarta diduduki Belan-
da, pertempuran seringkali ter-
djadi dimana-mana. Diperbata-
san kota, ditengah sawah sepan-
djang djalan rantai hubungan Be-
14
landa dan kadang kala di dalam
kota. Terdjadinja pada waktu
jang tidak terduga. Dipagi hari,
dibawah sinar terik matahari, pa-
da sorehari tatkala surja hampir
tenggelam dan dimalam hari
sampai fadjar menjingsing.
Iringan mobil Belanda jang
datang dari Semarang, Surakarta
dan djurusan barat jang menu-
dju Jogjakarta, dihadang oleh pa-
sukan2 gerilja. Demikian pulalah
sebaliknja, apabila Belanda hen-
dak mengirimkan mobil perhubu-
ngannja keluar dari pintu kota.
Disepandjang djalan, kerapkali
mereka dihantjurkan oleh pasu-
kan jang sengadja menghadang-
nja atau jang kebetulan lagi me-
lintasi rantai perhubungannja.
Penjerangan tentara Republik
Indonesia kian teratur. Kadang
kala mereka merupakan pasukan
besar jang teratur, kadang beru-
pa gerombolan2 terlepas jang
bergerak dari tempat ke tempat.
Gerombolan pasukan terlepas ini-
lah jang paling membahajakan
kedudukan pos militer Belanda.
Sebab mereka dapat menjerang
dimana musuhnja berada dengan
se-konjong. Kemudian menghi-
lang diantara semak² dan belu-
kar.
Tjaranja menjerang dan meng-
hadang sangatlah membingung-
hadang sangatlah membingung-
kan tentara pendudukan Be-
kan tentara pendudukan Be-
landa. Keberaniannja luar bia-
sa pula. Mereka berani mende-
kati musuhnja sampai djaraknja
hanja lima atau sepuluh meter sa-
dja. Kemudian menghudjankan
peluru senapan mesinnja atau
granat tangannja. Apabila meng-
hadang, mereka menjembunjikan
bom tanah dibawah-bawah tanah
batu atau kotoran hewan. Ka-
dangkala menggantungkan se-
buah bom pesawat udara diatas
dahan pohon. Pelatuknja diikat
dengan tali. Kemudian ditariknja
dari suatu tempat. Apabila bom
ini djatuh ketanah, maka mele-
daklah dengan dahsjatnja; tak
ubah seperti bom angkasa jang
didjatuhkan dari pesawat udara.
Karena tjara penghadangan ini
diluar dugaan tentara Belanda.
maka korban jang terdjadi pada-
nja sangatlah banjak.
Itulah sebabnja, kini mereka
mengadakan perondaan pada se-
tiap waktu untuk menguasai dae-
rah sekitarnja. Sedangkan dida-
lam kota, mereka mengadakan
penggledahan dan penangkapan.
Kekedjaman2 sebagai pembala-
san, dilakukannja. Akan tetapi
tentara2 bersendjata Republik.
tetap sebagai serigala jang ga-
lak. Didalam kota memang Be-
landalah jang menguasai. akan
tetapi satu kilo meter diluar kota
adalah daerah kekuasaan tenta-
ra gerilja.
Pada saat itu, Djendral Sudir-
man masih berada di Selatan
Jogjakarta, la berganti bernama
dengan: Bapak Gede Abdullah
Lelana Putera. Penduduk menje-
butkannja dengan Pak De; suatu
singkatan dari Bapak Gede.
Waktu berada di Semanu, ba-
njak orang jang datang menjam-
butnja sambil menghaturkan
sembah untuk minta doa restu. Ia
dikira Sri Sultan Hamengku Bu-
wana IX.
Pak Dirman ke Djawa Timur.
Mendjelang tanggal 22 Desem-
ber, Djendral Sudirman bergerak
menudju ke Timur. Tudjuannja
ialah Djawa Timur, untuk me-
ngatur Divisi Djawa Timur jang
berada dibawah pimpinan Kolo-
nel Sungkono. Djalan jang akan
dilintasi, menjusur pegunungan.
Karena itu, Djendral Sudirman
harus dibuatkan tandu lagi apa-
bila telah selesai, maka berang-
katlah mereka.
Letnan Basuki jang memper-
kuat pengawalan berada didepan
untuk merintis djalan. Pasukan-
nja terdiri dari pemuda² jang si-
gap, tangkas dan tjekatan. Akan
tetapi, waktu itu sikapnja tenang
sadja. Sebab mereka harus mera-
hasiakan beradanja Djendral Su-
dirman, agar tidak tertjium oleh
mata2.
Kapten Supardjo jang sudah
,,Tentara kita bukan alat jang mati, melainkan alat jang hidup /
Disiplin kita bukan disiplin kadaver, melainkan disiplin jang
berdjiwa".
Panglima Besar Sudirman.
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
c5zk7lb7py3nppsszzlsi4ntb22qo2m
282824
282802
2026-05-06T15:11:06Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Militer Djawa Tengah.
Keesokan harinja, mulailah perdjalanan bersedjarah. Djendral Sudirman ditandu. Kemudian dibawa kedesa Panggang, terus menudju ke Palihan. Hari itu djuga, Sersan Utojo Kolopaking datang dari Wonosari, melaporkan hasil persiapannja.
Malam segera datang tjepatnja. Pertempuran² jang terdjadi disekitar Jogjakarta, diikuti oleh Djendral Sudirman dengan saksamanja. Ia tidak djuga tidur selama dua hari dua malam. Seluruh perhatiannja tertudju pada pertempuran itu.
'''Pasukan Belanda dihadang.'''
Malam itu, ia memperoleh laporan tentang rentjana penjerangan gabungan tentara bersendjata untuk mengadakan pembalasan. Jogjakarta hendak diserbu dari arah Selatan dan Barat. Itu lah sebabnja, tidak lama kemudian letusan sendjata berat dan ringan memetjahkan kesunjian malam.
Tidak lama kemudian, sunjilah keadaannja. Djendral Sudirman tertidur. Dr. Suwondo melihat djam tangannja. Waktu sudah menundjuk djam satu malam. Dengan demikian Djendral Sudirman baru dapat tidur setelah bangun selama 43 djam. Ia menggeleng²kan kepalanja. Sanggup kah seorang jang hanja memiliki
paru² jang berdjalan dengan sebelah sadja, dapat mempertahankan diri? Dengan diam², ia memeriksa keadaan kesehatannja. Keadaannja tidak buruk djuga. Ternjata sekali, bahwa kemauannja jang membadja itu dapat menangkis serangan penjakitnja.
Keesokan harinja, perdjalanan dilandjutkan lagi. Djendral Sudirman berangkat menudju ke Palihan dengan tandu. Kemudian menudju ke Plejen. Setelah itu meneruskan perdjalanannja kedesa Samanu dengan kendaraan dokar. Tandu Djendral Sudirman ditinggalkan di Plajen.
DALAM minggu pertama, setelah Jogjakarta diduduki Belanda, pertempuran seringkali terdjadi dimana-mana. Diperbatasan kota, ditengah sawah sepandjang djalan rantai hubungan Belanda dan kadang kala di dalam kota. Terdjadinja pada waktu² jang tidak terduga. Dipagi hari, dibawah sinar terik matahari, pada sorehari tatkala surja hampir tenggelam dan dimalam hari sampai fadjar menjingsing.
Iring²an mobil Belanda jang datang dari Semarang, Surakarta dan djurusan barat jang menudju Jogjakarta, dihadang oleh pasukan² gerilja. Demikian pulalah sebaliknja, apabila Belanda hendak mengirimkan mobil perhubungannja keluar dari pintu kota. Disepandjang djalan, kerapkali mereka dihantjurkan oleh pasukan jang sengadja menghadangnja atau jang kebetulan lagi melintasi rantai perhubungannja.
Penjerangan² tentara Republik Indonesia kian teratur. Kadang kala mereka merupakan pasukan besar jang teratur, kadang berupa gerombolan² terlepas jang bergerak dari tempat ke tempat. Gerombolan pasukan terlepas inilah jang paling membahajakan kedudukan pos² militer Belanda. Sebab mereka dapat menjerang dimana musuhnja berada dengan se-konjong². Kemudian menghilang diantara semak² dan belukar.
Tjaranja menjerang dan menghadang sangatlah membingung-kan tentara pendudukan Belanda. Keberaniannja luar biasa pula. Mereka berani mendekati musuhnja sampai djaraknja hanja lima atau sepuluh meter sadja. Kemudian menghudjankan peluru senapan mesinnja atau granat tangannja. Apabila menghadang, mereka menjembunjikan bom tanah dibawah-bawah tanah batu atau kotoran hewan. Kadangkala menggantungkan sebuah bom pesawat udara diatas dahan pohon. Pelatuknja diikat dengan tali. Kemudian ditariknja dari suatu tempat. Apabila bom ini djatuh ketanah, maka meledaklah dengan dahsjatnja; tak ubah seperti bom angkasa jang didjatuhkan dari pesawat udara. Karena tjara penghadangan ini diluar dugaan tentara Belanda. maka korban jang terdjadi padanja sangatlah banjak.
Itulah sebabnja, kini mereka mengadakan perondaan pada setiap waktu untuk menguasai daerah sekitarnja. Sedangkan didalam kota, mereka mengadakan penggledahan dan penangkapan. Kekedjaman² sebagai pembalasan, dilakukannja. Akan tetapi tentara² bersendjata Republik. tetap sebagai serigala jang galak. Didalam kota memang Belandalah jang menguasai. akan tetapi satu kilo meter diluar kota adalah daerah kekuasaan tentara gerilja.
Pada saat² itu, Djendral Sudirman masih berada di Selatan Jogjakarta, la berganti bernama dengan: Bapak Gede Abdullah Lelana Putera. Penduduk menje butkannja dengan Pak De; suatu singkatan dari Bapak Gede. Waktu berada di Semanu, banjak orang jang datang menjambutnja sambil menghaturkan sembah untuk minta doa restu. Ia dikira Sri Sultan Hamengku Buwana IX.
'''Pak Dirman ke Djawa Timur.'''
Mendjelang tanggal 22 Desember, Djendral Sudirman bergerak menudju ke Timur. Tudjuannja ialah Djawa Timur, untuk mengatur Divisi Djawa Timur jang berada dibawah pimpinan Kolonel Sungkono. Djalan jang akan dilintasi, menjusur pegunungan. Karena itu, Djendral Sudirman harus dibuatkan tandu lagi apabila telah selesai, maka berangkatlah mereka.
Letnan Basuki jang memperkuat pengawalan berada didepan untuk merintis djalan. Pasukannja terdiri dari pemuda² jang sigap, tangkas dan tjekatan. Akan tetapi, waktu itu sikapnja tenang sadja. Sebab mereka harus merahasiakan beradanja Djendral Sudirman, agar tidak tertjium oleh mata².
Kapten Supardjo jang sudah
'''„Tentara kita bukan alat jang mati, melainkan alat jang hidup / Disiplin kita bukan disiplin kadaver, melainkan disiplin jang berdjiwa”.'''
'''Panglima Besar Sudirman.'''<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
1nv6fwx8rlankjvkkms95bk8ml2lv9d
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/491
104
101099
282818
2026-05-06T15:08:22Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>1001 MALAM K
poen begitos djoega termasjboer tjakep sikepnja, tiada ada laki-laki djedjaka
seperti radja Persie, masih di darat atawa di laoet, tiada ada seperti dia.
Oleh kerna itoe, maka permoehoenan kami sama djoega seperti aken me-
nambah kamoelija-an doeli sjah alam bersama poeteri Giauhare, djadi kami
tiada sekali-kali koewatirken doeli sjah alam, tentoe girang aken idinken
orang moeda kadoewa itoe di lamarken. Sembabat betoel, kaloe kadoewa
orang moeda ini berlaki isteri, sekalian isi doenia, nistjaija memoedjiken
perboewatan kita ini."
Tjoba radja Samaudal tiada begitoe keras marah sampe ia tiada
berkata-kata, maka tentoe radja Saleh tiada nanti bisa bitjara begitoe pan-
djang-pandjang. Sasoedahnja radja Saleh abis bitjara, maka radja Samandal
masih djoega goegoep leheraja dan moeloetuja seperti terkantjing, sebab atinja
mendidi, babna sanget keras marahnja. Matanja mendjelattan. Kamoedian,
ia bediri, maka berseroehlah ia dengan keras: Andjing, engkau brani ber-
kata begitoe, aken membrih maloe pada kami dan pada anak kami, poeteri
Giauhare! Siapa kamoe, siapa bapamoe, siapa soedaramoe dan siapa kapo-
nakanmoe? Bapamoe apa boekan andjing, dan ia poen anaknja andjing
seperti engkau ini? Ajo lekas tangkap ini andjing potong lehernja!"
Orang-oranguja radja Samandal tiada sebrapa, maka semoewa laloe
bergerak aken toeroet seperti titah radjanje. Tetapi baiknja radja Saleb tjøpet,
djadi ia bebas tiada kena di tabas lehernja sebab ia keboeroe berlompat ka pintoe
astana di mana kabetoelan ada bebrapa ribne laskarnja dan sanak soedaranja
jang baroe sampe di sitoe.
Iboenja radja Saleh, ada berkoewatir, koetika di liatnja radja Saleh
brangkat pegi pada radja Samandal deugan membawa orang pengiring ampat
lima orang sadja, lagipoen iboenja radja Saleh seperti ada firasat, bahoewa
anakuja bakalan dapet soesah di negrinja radja Samandal, oleh kerna itoe, maka
ratoe iboe titahken orang laskar bala tentara brapa riboe, aken ikost sigrah
sama radja Saleh, ia itoelah orang-orang laskar jang kabetoelan sampe di
astana radja Samandel, koetika radja Saleh melompat kalnewar pintoe waktos
lebernja hendak di tabas oleh orangnja radja Samandal.
Koetika laskar-laskar itoe liat radjanja melompat kaloewar hendak la-
riken dirinja, maka marika itoe pada berseroe: Kenapakah doeli toewankon,
radja Saleh, djangan lari, kaloe belon petjah dada kami sekalian, marilah doeli
toewankoe membales, apa djoega doeli sjah alam titahken hamba laskarnja
nistjaja djalanken. Maka radja Saleh tjeritaken pads orang-orangnja apa jang
telah kedjadian, abis ia sendiri bediri djadi kepalanja laskar-laskar itoe teroes
menerdjang masoek ka dalem astana. Sabagian laskarnja ia soeroeh djaga
di pintoe-pintoe di dalem astana, maka Radja Saleh lantas masoek ka
dalem bilik radja. Orang-orangnja radja Samandal abis binasa djadi
1001 Malam
1532
78
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
1jpj30qxnrcvlemnzt4vjgxp72j8m8y
282829
282818
2026-05-06T15:15:31Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>poen begitoe djoega termasjhoer tjakep sikepnja, tiada ada laki-laki djedjaka seperti radja Persie, masih di darat atawa di laoet, tiada ada seperti dia. Oleh kerna itoe, maka permoehoenan kami sama djoega seperti aken menambah kamoelija-an doeli sjah alam bersama poeteri Giauhare, djadi kami tiada sekali-kali koewatirken doeli sjah alam, tentoe girang aken izinken orang moeda kadoewa itoe di lamarken. Sembabat betoel, kaloe kadoewa
orang moeda ini berlaki isteri, sekalian isi doenia, nistjaija memoedjiken perboewatan kita ini."
Tjoba radja Samaudal tiada begitoe keras marah sampe ia tiada
berkata-kata, maka tentoe radja Saleh tiada nanti bisa bitjara begitoe pandjang-pandjang. Sasoedahnja radja Saleh abis bitjara, maka radja Samandal masih djoega goegoep lehernja dan moeloetnja seperti terkantjing, sebab atinja mendidi, bahna sanget keras marahnja. Matanja mendjelattan. Kamoedian, ia bediri, maka berseroehlah ia dengan keras: »Andjing, engkau brani berkata begitoe, aken membrih maloe pada kami dan pada anak kami, poeteri Giauhare! Siapa kamoe, siapa bapamoe, siapa soedaramoe dan siapa kaponakanmoe? Bapamoe apa boekan andjing, dan ia poen anaknja andjing seperti engkau ini? Ajo lekas tangkap ini andjing potong lehernja!"
Orang-orangnja radja Samandal tiada sebrapa, maka semoewa laloe
bergerak aken toeroet seperti titah radjanje. Tetapi baiknja radja Saleh tjepet, djadi ia bebas tiada kena di tabas lehernja sebab ia keboeroe berlompat ka pintoe astana di mana kabetoelan ada bebrapa riboe laskarnja dan sanak soedaranja jang baroe sampe di sitoe.
Iboenja radja Saleh, ada berkoewatir, koetika di liatnja radja Saleh brangkat pegi pada radja Samandal dengan membawa orang pengiring ampat lima orang sadja, lagipoen iboenja radja Saleh seperti ada firasat, bahoewa anaknja bakalan dapet soesah di negrinja radja Samandal, oleh kerna itoe, maka ratoe iboe titahken orang laskar bala tentara brapa riboe, aken ikoet sigrah sama radja Saleh, ia itoelah orang-orang laskar jang kabetoelan sampe di astana radja Samandel, koetika radja Saleh melompat kaloewar pintoe waktoe lehernja hendak di tabas oleh orangnja radja Samandal.
Koetika laskar-laskar itoe liat radjanja melompat kaloewar hendak lariken dirinja, maka marika itoe pada berseroe: »Kenapakah doeli toewankon, radja Saleh, djangan lari, kaloe belon petjah dada kami sekalian, marilah doeli toewankoe membales, apa djoega doeli sjah alam titahken hamba laskarnja
nistjaja djalanken. Maka radja Saleh tjeritaken pada orang-orangnja apa jang telah kedjadian, abis ia sendiri bediri djadi kepalanja laskar-laskar itoe teroes menerdjang masoek ka dalem astana. Sabagian laskarnja ia soeroeh djaga di pintoe-pintoe di dalem astana, maka Radja Saleh lantas masoek ka dalem bilik radja. Orang-orangnja radja Samandal abis binasa djadi<noinclude>{{rh||1532}}</noinclude>
4eumtjtaq2p578x330agaib6v1vo7r1
283472
282829
2026-05-07T04:43:36Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283472
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>poen begitoe djoega termasjhoer tjakep sikepnja, tiada ada laki-laki djedjaka seperti radja Persie, masih di darat atawa di laoet, tiada ada seperti dia. Oleh kerna itoe, maka permoehoenan kami sama djoega seperti aken menambah kamoelija-an doeli sjah alam bersama poeteri Giauhare, djadi kami tiada sekali-kali koewatirken doeli sjah alam, tentoe girang aken izinken orang moeda kadoewa itoe di lamarken. Sembabat betoel, kaloe kadoewa orang moeda ini berlaki isteri, sekalian isi doenia, nistjaija memoedjiken perboewatan kita ini."
Tjoba radja Samaudal tiada begitoe keras marah sampe ia tiada berkata-kata, maka tentoe radja Saleh tiada nanti bisa bitjara begitoe pandjang-pandjang. Sasoedahnja radja Saleh abis bitjara, maka radja Samandal masih djoega goegoep lehernja dan moeloetnja seperti terkantjing, sebab atinja mendidi, bahna sanget keras marahnja. Matanja mendjelattan. Kamoedian, ia bediri, maka berseroehlah ia dengan keras: »Andjing, engkau brani berkata begitoe, aken membrih maloe pada kami dan pada anak kami, poeteri Giauhare! Siapa kamoe, siapa bapamoe, siapa soedaramoe dan siapa kaponakanmoe? Bapamoe apa boekan andjing, dan ia poen anaknja andjing seperti engkau ini? Ajo lekas tangkap ini andjing potong lehernja!"
Orang-orangnja radja Samandal tiada sebrapa, maka semoewa laloe bergerak aken toeroet seperti titah radjanje. Tetapi baiknja radja Saleh tjepet, djadi ia bebas tiada kena di tabas lehernja sebab ia keboeroe berlompat ka pintoe astana di mana kabetoelan ada bebrapa riboe laskarnja dan sanak soedaranja jang baroe sampe di sitoe.
Iboenja radja Saleh, ada berkoewatir, koetika di liatnja radja Saleh brangkat pegi pada radja Samandal dengan membawa orang pengiring ampat lima orang sadja, lagipoen iboenja radja Saleh seperti ada firasat, bahoewa anaknja bakalan dapet soesah di negrinja radja Samandal, oleh kerna itoe, maka ratoe iboe titahken orang laskar bala tentara brapa riboe, aken ikoet sigrah sama radja Saleh, ia itoelah orang-orang laskar jang kabetoelan sampe di astana radja Samandel, koetika radja Saleh melompat kaloewar pintoe waktoe lehernja hendak di tabas oleh orangnja radja Samandal.
Koetika laskar-laskar itoe liat radjanja melompat kaloewar hendak lariken dirinja, maka marika itoe pada berseroe: »Kenapakah doeli toewankon, radja Saleh, djangan lari, kaloe belon petjah dada kami sekalian, marilah doeli toewankoe membales, apa djoega doeli sjah alam titahken hamba laskarnja
nistjaja djalanken. Maka radja Saleh tjeritaken pada orang-orangnja apa jang telah kedjadian, abis ia sendiri bediri djadi kepalanja laskar-laskar itoe teroes menerdjang masoek ka dalem astana. Sabagian laskarnja ia soeroeh djaga di pintoe-pintoe di dalem astana, maka Radja Saleh lantas masoek ka dalem bilik radja. Orang-orangnja radja Samandal abis binasa djadi<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1532|{{smaller|78}}}}</noinclude>
a17ws9bhsu17m2ujcs196x7bnykyyy1
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/489
104
101100
282820
2026-05-06T15:10:09Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'c o Opinie enni QTO O MGM Al l1001 MALAM TO வாடியவடமடிவடமவமடி na co di pertjaija begini oleb doeli sjah alam, maka kami ini dateng aken minta idin boewat meminang poeteri Giaubare, anakda doeli sjab alam, soepaija kekal persabbatan kadoewa kita poenja karadja -ap ." Satelah radja Somandal dengar bitjara radja Saleh sademikian, maka ia tertawa berkelak-kelak sambil djatokken dirioja tjelentang keblakang di atas bantal, ia i...'
282820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>c
o
Opinie
enni QTO O
MGM
Al
l1001 MALAM
TO
வாடியவடமடிவடமவமடி
na
co
di pertjaija begini oleb doeli sjah alam, maka kami ini dateng aken minta
idin boewat meminang poeteri Giaubare, anakda doeli sjab alam, soepaija
kekal persabbatan kadoewa kita poenja karadja -ap ."
Satelah radja Somandal dengar bitjara radja Saleh sademikian, maka
ia tertawa berkelak-kelak sambil djatokken dirioja tjelentang keblakang di
atas bantal, ia itoe soewatoe tanda aken menghinaken orang . Abis
berkata devgan soewara seperti orang bitjara dengan boedak-boedaknja :
radja Saleh , kami selama-lama ada kira, bahoewa engkau sa-orang
jang · tjerdik, jang tadjem fikiran, serta bidjaksana aken tetapi dari
paminanganmoe ini telah menjataken soenggoe pada kami, bahoewa
sanget doega kami : Di manakah engkau tinggali ingatanmoe tatkala
radja
» Ach
radja
sebab
salah
engkau
dateng di sini bertemoe kami, aken bitjara seperti orang gila-gila . Bagimana
bole djadi engkau dapet ingatan begitoe gelap, aken meminang poeteri
Giauhare, anaknja radja jang tida ada lawannja seperti kami ini? Betapakah
engkau tjapeken diri dateng djaoeb - djaoeb kemari, tjoema aken mengilangken
bormat kami bagimoe, sabelonnja engkau bitjara barang gila seperti tadi.”
Wah, radja Saleh merasa oerat pilispja berkedoetan, matanja mendja,
di merab , babna zanget marahnja, jang ia di bikin maloe begitoe keras
terlaloe amat soesah aken menaban atinja jang seperti barah api papaspja.
Adapoen ia paksa djoega, abis ia berkata dengan sabar: » Biar Allah ta-Allah,
i
berkatken doeli sjah alam, adapoen kami ini misti bribken taoe pada doel
sjah alam , bahoewa kami dateng meminang poeteri Giaubare, boekadnja,
boowat kami sendiri . Tjoba boewat kami sendiri, maka boekannja baroes
doeli sjab alam mendjadi goesar bagi kami, balnja wadjib doeli toewan koe
girang, jang kami hendak mengoendjoeken bormat begitoe besar pada doeli
sjab alam dan bagi poeteri Giauhare. sebab dengan perboewatan sedemikian
kami mengakoe sendiri, baho ewa doeli sjab alam sama tinggi pangkatnja :
seperti kami.
Doeli sjab alam taoe sendiri, kami sa orang radja laoet, kaoem radja
radja , asal-asal oesoel kami djangan-djangan terlebi toewa lagi dari pada
kaoem doeli sjab alam, tambahan poela, negri karadja-an jang terprentab.
oleh kami, tiada koerang besar dan termashoer dari pada negrı karadja -an
doeli sjah alam . Kapan tadi doeli toewankoe tiada dateng-dateng potong
kami poepja bitjara, maka doeli toew apkoe eoeda dapet taoe djoega, baboewa
kami dateng memipang ini boekan boewat kami sendiri, aken tetapi boewat
kami poepja kaponakan, ia itoe radja Persie jang termasjboer berkoewasa
besar dan tadapet tiada, doeli toewankoe tentoe misti soedah taoe dengar dari
pada radja itoe jang terlaloe arif, adil dan boediman , serta berkasiban pada
rajatoja. Antero doonia tjeritabken dan poedjiken parasoja poeteri Giaubare
katanja tiada ada kadoewanja di alam djagad, aken tetapi,, radja Persie
1531<noinclude></noinclude>
031u3oiieak06j9imx4d0oqjb5doywc
282839
282820
2026-05-06T15:21:19Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282839
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>di pertjaija begini oleh doeli sjah alam, maka kami ini dateng aken minta.idin boewat meminang poeteri Giaubare, anakda doeli ejah alam, soepaija-kekal persahbatan kadoewa kita poenja karadja-an.”
Satelab radja Samandal dengar bitjara radja Saleh sademikian, makaia tertawa berkelak-kelak sambil djatokken dirioja tjelentang keblakang di atas bantal, ia itoe soewatoe tanda aken menghinaken orang. Abis radja berkata dengan soewara seperti orang bitjara dengan boedak-boedaknja: ›Ach radja Saleh, kami selama-lama ada kira, bahoewa engkau sa-orang radja jang tjerdik, jang tadjem fikiran, serta bidjaksana aken tetapi dari sebab paminanganmoe ini telah menjalaken soenggoe pada kami, bahoewa salah sanget doega kami: Di manakah engkau tinggali ingatanmoe tatkala engkau dateng di sini bertemoe kami, aken bitjara seperti orang gila-gila. Bagimana bole djadi engkau dapet ingatan begitoe gelap, aken meminang posteri Giauhare, anaknja radja jang tida ada lawannja seperti kami ini? Betapakah
engkau tjapeken diri dateng djaoeh-djaoeh kemari, tjoema aken mengilangken hormat kami bagimoe, sabelonnja engkau bitjara barang gila seperti tadi.”
Wah, radja Saleh merasa oerat pilisnja berkedoetan, matanja mendja, di merah, bahna sanget marahnja, jang ia di bikin maloe begitoe keras terlaloe amat soesah aken menahan atinja jang seperti barah api panaanja. Adapoen ia paksa djoega, abis ia berkata dengan sabar; Biar Allah ta-Allah, berkatken doeli sjah alam, adapoen kami ini misti bribken tace pada doeli Bjah alam, bahoewa kami dateng meminang poeteri Giauhare, boekannja, boewat kami sendiri. Tjoba boewat kami sendiri, maka boekannja baroes
doeli sjah alam mendjadi goesar bagi kami, halnja wadjib doeli toewankoe girang, jang kami hendak mengoendjoeken hormat begitoe besar pada doeli sjah alam dan bagi posteri Giauhare. sebab dengan perboewatan sademikian kami mengakoe sendiri, baho ewa doeli sjah alam sama tinggi pangkatnja Beperti kami.
Doeli ajah alam taoe sendiri, kami sa orang radja laoet, kaoem radja-radja, asal-asal oesoel kami djangan-djangan terlebi toewa lagi dari pada kaoem doeli ajah alam, tambahan poela, negri karadja-an jang terprentah. oleh kami, tiada koerang besar dan termashoer dari pada negri karadjaan doeli sjah alam. Kapan tadi doeli toewankoe tiada dateng-dateng potong kami poenja bitjara, maka doeli toew ankoe ɛoeda dapet tace djoega, baboswa kami dateng meminang ini boekan boewat kami sendiri, aken tetapi boewat kami poenja kaponakan, ia itoe radja Persie jang termasjboer berkoewasa besar dan tadapet tiada, doeli toewankoe tentoe misti soedah taoe dengar dari pada radja itoe jang terlaloe arif, adil dan boediman, serta berkasiban pada rajatnja. Antero doenia tjeritahken dan poedjiken parasnja poeteri Giauhare katanja tiada ada kadoewanja di alam djagad, aken tetapi, radja Persie<noinclude></noinclude>
pxrj15el03f3j69bkd5p5fj6rnkyt2k
283470
282839
2026-05-07T04:41:34Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283470
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>di pertjaija begini oleh doeli sjah alam, maka kami ini dateng aken minta.idin boewat meminang poeteri Giaubare, anakda doeli ejah alam, soepaija-kekal persahbatan kadoewa kita poenja karadja-an.”
Satelab radja Samandal dengar bitjara radja Saleh sademikian, makaia tertawa berkelak-kelak sambil djatokken dirioja tjelentang keblakang di atas bantal, ia itoe soewatoe tanda aken menghinaken orang. Abis radja berkata dengan soewara seperti orang bitjara dengan boedak-boedaknja: ›Ach radja Saleh, kami selama-lama ada kira, bahoewa engkau sa-orang radja jang tjerdik, jang tadjem fikiran, serta bidjaksana aken tetapi dari sebab paminanganmoe ini telah menjalaken soenggoe pada kami, bahoewa salah sanget doega kami: Di manakah engkau tinggali ingatanmoe tatkala engkau dateng di sini bertemoe kami, aken bitjara seperti orang gila-gila. Bagimana bole djadi engkau dapet ingatan begitoe gelap, aken meminang posteri Giauhare, anaknja radja jang tida ada lawannja seperti kami ini? Betapakah
engkau tjapeken diri dateng djaoeh-djaoeh kemari, tjoema aken mengilangken hormat kami bagimoe, sabelonnja engkau bitjara barang gila seperti tadi.”
Wah, radja Saleh merasa oerat pilisnja berkedoetan, matanja mendja, di merah, bahna sanget marahnja, jang ia di bikin maloe begitoe keras terlaloe amat soesah aken menahan atinja jang seperti barah api panaanja. Adapoen ia paksa djoega, abis ia berkata dengan sabar; Biar Allah ta-Allah, berkatken doeli sjah alam, adapoen kami ini misti bribken tace pada doeli Bjah alam, bahoewa kami dateng meminang poeteri Giauhare, boekannja, boewat kami sendiri. Tjoba boewat kami sendiri, maka boekannja baroes
doeli sjah alam mendjadi goesar bagi kami, halnja wadjib doeli toewankoe girang, jang kami hendak mengoendjoeken hormat begitoe besar pada doeli sjah alam dan bagi posteri Giauhare. sebab dengan perboewatan sademikian kami mengakoe sendiri, baho ewa doeli sjah alam sama tinggi pangkatnja Beperti kami.
Doeli ajah alam taoe sendiri, kami sa orang radja laoet, kaoem radja-radja, asal-asal oesoel kami djangan-djangan terlebi toewa lagi dari pada kaoem doeli ajah alam, tambahan poela, negri karadja-an jang terprentah. oleh kami, tiada koerang besar dan termashoer dari pada negri karadjaan doeli sjah alam. Kapan tadi doeli toewankoe tiada dateng-dateng potong kami poenja bitjara, maka doeli toew ankoe ɛoeda dapet tace djoega, baboswa kami dateng meminang ini boekan boewat kami sendiri, aken tetapi boewat kami poenja kaponakan, ia itoe radja Persie jang termasjboer berkoewasa besar dan tadapet tiada, doeli toewankoe tentoe misti soedah taoe dengar dari pada radja itoe jang terlaloe arif, adil dan boediman, serta berkasiban pada rajatnja. Antero doenia tjeritahken dan poedjiken parasnja poeteri Giauhare katanja tiada ada kadoewanja di alam djagad, aken tetapi, radja Persie<noinclude>{{rh|1531}}</noinclude>
eqlngh6s971cpbjyfdiibi7qqjv1p7y
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1125
104
101101
282825
2026-05-06T15:11:27Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'mendahului untuk mentjari kedu- dukan Kolonel Gatot Subroto, berhasil mendjumpai stafnja. Itu- lah sebabnja, tatkala rombongan Djendral Sudirman memasuki daerah Surakarta, datanglah se- buah mobil untuk mendjemput- nja. Djendral Sudirman segera me- masuki mobil itu, kemudian me- nudju ke Wonogiri. Pasukan pe- ngawalnja berdjalan kaki sambil memasang telinganja untuk da- pat mengetahui kedudukan mu- suh. Djam sebelas malam, mere- ka achirnja mema...
282825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>mendahului untuk mentjari kedu-
dukan Kolonel Gatot Subroto,
berhasil mendjumpai stafnja. Itu-
lah sebabnja, tatkala rombongan
Djendral Sudirman memasuki
daerah Surakarta, datanglah se-
buah mobil untuk mendjemput-
nja.
Djendral Sudirman segera me-
masuki mobil itu, kemudian me-
nudju ke Wonogiri. Pasukan pe-
ngawalnja berdjalan kaki sambil
memasang telinganja untuk da-
pat mengetahui kedudukan mu-
suh. Djam sebelas malam, mere-
ka achirnja memasuki kota Wo-
nogiri. Pada waktu itu, Djendral
Sudirman sudah sibuk mengatur
siasat pertempuran dengan per-
wira tinggi Divisi Surakarta
jang berada dibawah pimpinan
Kolonel Gatot Subroto.
Sekonjong-konjong terdengar-
lah letusan sendjata. Tidak lama
lagi, tembak-menembak terdjadi.
Peristiwa itu terdjadi di Sukoar-
djo suatu tempat jang djauhnja-
nja hanja 16 kilo meter dari Wo-
nogiri.
Barisan pengawal segera ba-
ngun dari keletihannja. Mereka
mempersiapkan sendjatanja. Ke-
mudian menjebarkan diri untuk
melindungi Djendral Sudirman.
Semalam suntuk, mereka bera-
da pada tempatnja tanpa memi-
tjingkan matanja sekedjappun.
Djendral Sudirman sendiri, te-
tap tenang. Ia tidak bergerak da-
ri tempatnja. Ia masih sibuk ber-
bitjara dan bertukar fikiran dgn
perwira jang bersangkutan. Se-
telah itu bersembahjang dengan
berbaring. Sesungguhnja selama
perdjalanan, ia tidak lupa mela-
kukan ibadahnja sekalipun hanja
dengan djalan berbaring atau du-
duk.
Mendjelang fadjar, rombong-
annja telah mendjemputnja. Pa-
da djam enam pagi, ia mening-
galkan Wonogiri, menudju ke
Djawa Timur. Gunung Lawu
jang berdiri perkasa, dengan te-
nang menunggu kedatangannja.
Gunung ini harus didakinja. Se-
belah Timurnja adalah Djawa
Timur.
Setengah djam kemudian, pe-
sawat udara Belanda sudah mu-
lai menjerang Wonogiri. Pasti-
lah pimpinan penjerangan itu te-
lah memperoleh laporan, bahwa
Djendral Sudirman berada disi-
tu. Ia menggerakkan seluruh pa-
sukannja dari djurusan Barat.
Mobil berlapis badja mendesak
pertahanan tentara Republik.
Dan pertempuran segera terdjadi.
myt
Tidak lama kemudian tentara
Republik mengundurkan diri. Le-
njap. Sunji. Wonogiri terbuka.
Kemanakah mereka? Sesungguh-
nja, mereka melenjapkan diri da-
ri daerah itu.
(Akan disambung)
Djagalah rahasia Tentara demi Keselamatan
Negara dan bangsa.
penad.
Digitized by
Google
15<noinclude></noinclude>
jc6qz3o8s1v18s04ww7nmh38klznmvi
282833
282825
2026-05-06T15:17:40Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
282833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>mendahului untuk mentjari kedudukan Kolonel Gatot Subroto, berhasil mendjumpai stafnja. Itulah sebabnja, tatkala rombongan Djendral Sudirman memasuki daerah Surakarta, datanglah sebuah mobil untuk mendjemputnja.
Djendral Sudirman segera memasuki mobil itu, kemudian menudju ke Wonogiri. Pasukan pengawalnja berdjalan kaki sambil memasang telinganja untuk dapat mengetahui kedudukan musuh. Djam sebelas malam, mereka achirnja memasuki kota Wonogiri. Pada waktu itu, Djendral Sudirman sudah sibuk mengatur siasat pertempuran dengan perwira² tinggi Divisi Surakarta jang berada dibawah pimpinan Kolonel Gatot Subroto.
Sekonjong-konjong terdengarlah letusan sendjata. Tidak lama lagi, tembak-menembak terdjadi. Peristiwa itu terdjadi di Sukoardjo suatu tempat jang djauhnjanja hanja 16 kilo meter dari Wonogiri.
Barisan pengawal segera bangun dari keletihannja. Mereka mempersiapkan sendjatanja. Kemudian menjebarkan diri untuk melindungi Djendral Sudirman.
Semalam suntuk, mereka berada pada tempatnja tanpa memitjingkan matanja sekedjappun.
Djendral Sudirman sendiri, tetap tenang. Ia tidak bergerak dari tempatnja. Ia masih sibuk berbitjara dan bertukar fikiran dgn perwira² jang bersangkutan. Setelah itu bersembahjang dengan berbaring. Sesungguhnja selama perdjalanan, ia tidak lupa melakukan ibadahnja sekalipun hanja dengan djalan berbaring atau duduk.
Mendjelang fadjar, rombongannja telah mendjemputnja. Pada djam enam pagi, ia meninggalkan Wonogiri, menudju ke Djawa Timur. Gunung Lawu jang berdiri perkasa, dengan tenang menunggu kedatangannja. Gunung ini harus didakinja. Sebelah Timurnja adalah Djawa Timur.
Setengah djam kemudian, pesawat udara Belanda sudah mulai menjerang Wonogiri. Pastilah pimpinan penjerangan itu telah memperoleh laporan, bahwa Djendral Sudirman berada disitu. Ia menggerakkan seluruh pasukannja dari djurusan Barat. Mobil² berlapis badja mendesak pertahanan tentara Republik. Dan pertempuran segera terdjadi.
Tidak lama kemudian tentara Republik mengundurkan diri. Lenjap. Sunji. Wonogiri terbuka. Kemanakah mereka? Sesungguhnja, mereka melenjapkan diri dari daerah itu.
{{Right|(Akan disambung)}}
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1125 crop).jpg|nirbing|ka]]
Djagalah rahasia Tentara demi {{sp|Keselamatan Negara}} dan bangsa.
{{right|'''penad.'''}}<noinclude></noinclude>
da109uldnfj40n7jtdrs9pvs6osh67p
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/487
104
101102
282827
2026-05-06T15:13:27Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '客XXXXXXXXXXXI 1001 MALAM 3XXXXXXXXXX Satelab radja Samandal dengar radja Saleh dateng, maka ianja lantas minta radja tetamoe masoek mengadep. Barang di liatnja radja Saleh masoek, maka radja Samandal lantas bangoen bediri dari sanggasananja. Radja Saleh merendahkеa dirinja , maka ia bersoedjoed di hadepan kaki singgasana itoe, aken membrih hormat sambil memoedji bebrapa poedji- poedjian atas radja Samandal . Radja Samandal lekas toeloeng bango...
282827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>客XXXXXXXXXXXI 1001 MALAM 3XXXXXXXXXX
Satelab radja Samandal dengar radja Saleh dateng, maka ianja lantas minta
radja tetamoe masoek mengadep.
Barang di liatnja radja Saleh masoek, maka radja Samandal lantas
bangoen bediri dari sanggasananja. Radja Saleh merendahkеa dirinja , maka
ia bersoedjoed di hadepan kaki singgasana itoe, aken membrih hormat
sambil memoedji bebrapa poedji- poedjian atas radja Samandal .
Radja Samandal lekas toeloeng bangoenken radja Saleh dari pada
2
soedjoednja, abis di soeroehoja doedoek di ampiroja. Ia kasi tabe dan
bertanja pada radja Saleh apakah ada hadjatnja jang barangkali dapet di
toeloeng oleh radja Samandal.
Djawabnja radja Saleb: » Doeli sjah alam, djikaloe dateng kami ini
tiada ada laen, tjoema aken membribken hormat kabawab doeli kabesaran
radja laoet jang paling berkoewasa serta adil , arif, bidjaksana dan boedim an
1
maka apa jang kami persembahkеn di bawah doeli sjah alam, boekan bagi
dari pada kami poenja hormat jang di rasaken di dalem kami poenja ati.
Tjoba doeli sjab alam dapet pandang ka dalem ati kami, maka baroelab
pjata, bagimana besar hormat kami dan bagimana kami hendak mengoen.
djoeken karendaban kami bagi doeli sjah alam .” Sembaring berkata sade
mikian, maka radja Saleh ambil peti-peti emas dari tangan orangnja laloe
di boekanja di persembabkennja pada radja Samandal.
Maka radja Samandal laloe berkata: » Maharadja Saleh, nistjaija
toewanko9 tiada nanti bribken kami biogkisan sabegioi besar, djika tiada
ada barang jang di kahendaki . Djika ada koewasa akeo kaboelken sebagi
di kabéndaki toewankoe, maka tentoe kami ridlaken . Dari itoe
bitjaralab djangan maloe, apakah kami bole bikin boewat toewankoe.''
mana
Sembahnja radja Saleb : » Benar sekali sebagimana kata doeli sjab
alam, kami ini dateng mengadep doeli sjab alan, aken bermoehoen ka.
limpa-an ati doeli toewaukoe, serta kami nistjaija tiada permoeboenken itoe,
djikaloe kami tiada taoe tentoe, bahoewa doeli sjah alam sanggoep kaboel
ken permoeboenan itoe. Kami bole bilang, baboewa doeli toewankoe sendiri
jang bisa tjoekoepken permoeboenan itoe, orang laen tida sanggoep. Kerpa
itoe, maka sanda minta di bawah tjerpoe doeli sri baginda, biar apalab
kiranja djangan doeli sjab alam tolak permoehoenan kami. ”
>
Djawabnja radja Samandal: » Kaloe begitoe bilang sadja apa jang
toewankoe permoeboenken, maka toewaokoe bole liat bagimana soeka kami
menoeloeng, djikaloe kami sanggoep bribken toeloengan itoe.”
Radja Saleh bersoedjoed lagi sekali menjioem boemi di badepan
kakinja radja Samandal laloe berkata: Sa -orang alim telah adjarken kami
katanja djangan bermoehoen barang jang tida dapet di kaboelken . Apa
jang kami permoaboenken boekan barang jang moestail.
Sasoedahnja kami
1530
4<noinclude></noinclude>
3daync5z92jbbb334tkoa03u75nxjfx
282872
282827
2026-05-06T15:31:40Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Satelab radja Samandal dengar radja Saleh dateng, maka ianja lantas minta radja tetamoe masoek mengadep.
Barang di liatnja radja Saleh masoek, maka radja Samandal lantas
bangoen bediri dari sanggasananja. Radja Saleh merendahkea dirinja, maka ja bersoedjoed di hadepan kaki sanggasana itoe, aken membrih hormat sambil memoedji bebrapa poedji-poedjian atas radja Samandal.
Radja Samandal lekas toeloeng bangoenken radja Saleh dari pada
soedjoednja, abis di soeroehnja doedoek di ampirnja. Ia kasi tabe dau bertanja pada radja Saleh apakah ada hadjstaja jang barangkali dapet di toeloeng oleh radja Samandal.
Djawaboja radja Saleh: Doeli jah alam, djikaloe dateng kami inį
tiada ada laen, tjoema aken membrihken hormat kabawah doali kabesaran radja laoet jang paling berkoewasa serta adil, arif, bidjaksana dan bosdimaa maka apa jang kami persembahken di bawah doeli ajah alam, boskan bagi dari pada kami poenja hormat jang di rasaken di dalem kami poenja ati. Tjoba doeli sjah alam dapet pandang ka dalem ati kami, maka baroelab njata, bagimana besar hormat kami dan bagimana kami hendak mengoendjoeken karendahan kami bagi doeli sjah alam.” Sembaring berkata sade. mikian, maka radja Saleh ambil peti-peti emas dari tangan orangoja laloe
di boekanja di persembahkennja pada radja Samandal.
Maka radja Samandal laloe berkata: Maharadja Saleh, nistjaija
toewankos tiada nanti brihken kami bingkisan sabegini besar, djika tiada ada barang jang di kahendaki. Djika ada koewasa akea kaboelken sebagimana di kahendaki toewankoe, maka tentoe kami ridlaken. Dari itoe biljaralah djangan maloe, apakah kami bole bikin boewat toewankoe.
Sembahnja radja Saleb: Benar sekali sebagimana kata doeli sjah
alam, kami ini dateng mengadep doeli sjah alam, aken bermoehoen kalimpa-an ati doeli toewankoe, serta kami nistja ja tiada permoehoenken itoe, djikaloe kami tiada taoe tentoe, bahoewa doeli sjah alam sanggoep kaboelken permoehoenan itoe. Kami bole bilang, bahoewa doeli toewankoe sendiri jang bisa tjoekoepken permoehoenan itoe, orang laen tida sanggoep. Kerna itoe, maka sanda minta di bawah tjerpoe doeli sri baginda, biar apalah
kiranja djangan dosli sjab alam tolak permosheenan kami.” Djawabnja radja Samandal: »Kaloe begitoe bilang sadja apa jang toewankoe permoehoenken, maka toe wankoe bole liat bagimana soeka kami menoeloeng, djikaloe kami sanggoep brihken toeloengan itoe.”
Radja Saleh bersoedjoed lagi sekali menjioem boemi di badepan
kakinja radja Samandal laloe berkata: Sa-orang alim telah adjarken kami katanja djangan bermoehoen barang jang tida dapat di kaboelken. Apa jang kami permoshoenken boskan barang jang moestail. Sasoedahnja kami<noinclude></noinclude>
7rxcarcxpho7bdtfc5njdpwha7aqus1
282873
282872
2026-05-06T15:32:20Z
Lutfiyatun
26681
282873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Satelab radja Samandal dengar radja Saleh dateng, maka ianja lantas minta radja tetamoe masoek mengadep.
Barang di liatnja radja Saleh masoek, maka radja Samandal lantas
bangoen bediri dari sanggasananja. Radja Saleh merendahkea dirinja, maka ja bersoedjoed di hadepan kaki sanggasana itoe, aken membrih hormat sambil memoedji bebrapa poedji-poedjian atas radja Samandal.
Radja Samandal lekas toeloeng bangoenken radja Saleh dari pada
soedjoednja, abis di soeroehnja doedoek di ampirnja. Ia kasi tabe dau bertanja pada radja Saleh apakah ada hadjstaja jang barangkali dapet di toeloeng oleh radja Samandal.
Djawaboja radja Saleh: Doeli jah alam, djikaloe dateng kami inį
tiada ada laen, tjoema aken membrihken hormat kabawah doali kabesaran radja laoet jang paling berkoewasa serta adil, arif, bidjaksana dan bosdimaa maka apa jang kami persembahken di bawah doeli ajah alam, boskan bagi dari pada kami poenja hormat jang di rasaken di dalem kami poenja ati. Tjoba doeli sjah alam dapet pandang ka dalem ati kami, maka baroelab njata, bagimana besar hormat kami dan bagimana kami hendak mengoendjoeken karendahan kami bagi doeli sjah alam.” Sembaring berkata sade. mikian, maka radja Saleh ambil peti-peti emas dari tangan orangoja laloe
di boekanja di persembahkennja pada radja Samandal.
Maka radja Samandal laloe berkata: Maharadja Saleh, nistjaija
toewankos tiada nanti brihken kami bingkisan sabegini besar, djika tiada ada barang jang di kahendaki. Djika ada koewasa akea kaboelken sebagimana di kahendaki toewankoe, maka tentoe kami ridlaken. Dari itoe biljaralah djangan maloe, apakah kami bole bikin boewat toewankoe.
Sembahnja radja Saleb: Benar sekali sebagimana kata doeli sjah
alam, kami ini dateng mengadep doeli sjah alam, aken bermoehoen kalimpa-an ati doeli toewankoe, serta kami nistja ja tiada permoehoenken itoe, djikaloe kami tiada taoe tentoe, bahoewa doeli sjah alam sanggoep kaboelken permoehoenan itoe. Kami bole bilang, bahoewa doeli toewankoe sendiri jang bisa tjoekoepken permoehoenan itoe, orang laen tida sanggoep. Kerna itoe, maka sanda minta di bawah tjerpoe doeli sri baginda, biar apalah
kiranja djangan dosli sjab alam tolak permosheenan kami.”
Djawabnja radja Samandal: »Kaloe begitoe bilang sadja apa jang toewankoe permoehoenken, maka toe wankoe bole liat bagimana soeka kami menoeloeng, djikaloe kami sanggoep brihken toeloengan itoe.”
Radja Saleh bersoedjoed lagi sekali menjioem boemi di badepan
kakinja radja Samandal laloe berkata: Sa-orang alim telah adjarken kami katanja djangan bermoehoen barang jang tida dapat di kaboelken. Apa jang kami permoshoenken boskan barang jang moestail. Sasoedahnja kami<noinclude></noinclude>
prspyig8cweo0iluoyw3fgb0lwpmqtn
283468
282873
2026-05-07T04:40:10Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283468
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Satelab radja Samandal dengar radja Saleh dateng, maka ianja lantas minta radja tetamoe masoek mengadep.
Barang di liatnja radja Saleh masoek, maka radja Samandal lantas bangoen bediri dari sanggasananja. Radja Saleh merendahkea dirinja, maka ja bersoedjoed di hadepan kaki sanggasana itoe, aken membrih hormat sambil memoedji bebrapa poedji-poedjian atas radja Samandal.
Radja Samandal lekas toeloeng bangoenken radja Saleh dari pada soedjoednja, abis di soeroehnja doedoek di ampirnja. Ia kasi tabe dau bertanja pada radja Saleh apakah ada hadjstaja jang barangkali dapet di toeloeng oleh radja Samandal.
Djawaboja radja Saleh: Doeli jah alam, djikaloe dateng kami inį tiada ada laen, tjoema aken membrihken hormat kabawah doali kabesaran radja laoet jang paling berkoewasa serta adil, arif, bidjaksana dan bosdimaa maka apa jang kami persembahken di bawah doeli ajah alam, boskan bagi dari pada kami poenja hormat jang di rasaken di dalem kami poenja ati. Tjoba doeli sjah alam dapet pandang ka dalem ati kami, maka baroelab njata, bagimana besar hormat kami dan bagimana kami hendak mengoendjoeken karendahan kami bagi doeli sjah alam.” Sembaring berkata sade. mikian, maka radja Saleh ambil peti-peti emas dari tangan orangoja laloe di boekanja di persembahkennja pada radja Samandal.
Maka radja Samandal laloe berkata: Maharadja Saleh, nistjaija toewankos tiada nanti brihken kami bingkisan sabegini besar, djika tiada ada barang jang di kahendaki. Djika ada koewasa akea kaboelken sebagimana di kahendaki toewankoe, maka tentoe kami ridlaken. Dari itoe biljaralah djangan maloe, apakah kami bole bikin boewat toewankoe.
Sembahnja radja Saleb: Benar sekali sebagimana kata doeli sjah alam, kami ini dateng mengadep doeli sjah alam, aken bermoehoen kalimpa-an ati doeli toewankoe, serta kami nistja ja tiada permoehoenken itoe, djikaloe kami tiada taoe tentoe, bahoewa doeli sjah alam sanggoep kaboelken permoehoenan itoe. Kami bole bilang, bahoewa doeli toewankoe sendiri jang bisa tjoekoepken permoehoenan itoe, orang laen tida sanggoep. Kerna itoe, maka sanda minta di bawah tjerpoe doeli sri baginda, biar apalah kiranja djangan dosli sjab alam tolak permosheenan kami.”
Djawabnja radja Samandal: »Kaloe begitoe bilang sadja apa jang toewankoe permoehoenken, maka toe wankoe bole liat bagimana soeka kami menoeloeng, djikaloe kami sanggoep brihken toeloengan itoe.”
Radja Saleh bersoedjoed lagi sekali menjioem boemi di badepan kakinja radja Samandal laloe berkata: Sa-orang alim telah adjarken kami katanja djangan bermoehoen barang jang tida dapat di kaboelken. Apa jang kami permoshoenken boskan barang jang moestail. Sasoedahnja kami<noinclude>{{rh||1530}}</noinclude>
509xl3ys5v0a5f54x8jdkxg1fj1kbs1
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/479
104
101103
282831
2026-05-06T15:16:00Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{XXXXXXXXXX 1001 MALAM ⠀XXXXXXXXXXX
Pada ka-esokan harinja, maka kadoewa radja itoe pegi memboeroe
dengan di iring oleh bebrapa banjak penggawi dan pembesar negri, dan sering
kali kedjadian radja Beder sendirian bersama-sama radja Saleb, tetapi radja
Beder berat sadja moeloetnja aken membitjara-in haloja. Koetika matahari
soedah tinggi sekali dan tempat perboeroewan itoe mendjadi terlaloe amat
panas, maka Beder pegi dengan koedanja ka tepi soengi, di sitoe dia toeroen
dari koedanja, abis koeda itoe di tjantjanguja di batang kajoe, maka sendiri
pegi tidoeran di roempoet di bawah poehoen besar, aken senang mengilirken
aer matanja. Lama ia tinggal memikirken halnja dengan tiada berkata-kata.
Samantara itoe radja Saleh mendjadi bingoeng, koetika ia tiada dapet
liat lagi kaponakanoja, maka ia bertanja-tanja di mana radja Beder ada, maka
Ba-orang poen tida bisa kasi katerangan. Dari itoe ianja pegi tjari sendiri pada
kaponakannja. Tiada sebraba lama ia mentjari, dapet di liatnja radja Beder
tidoer-tidoeran sendiri-diri di bawah poehoen, seperti orang ada pikiran jang
amat koesoet. Memang di hari kemarennja poen radja Saleh soedah dapet
liat, bahoewa kaponakannja itoe koerang senang seperti sari-sari, roepanja
seperti dia ada dalem soesah sanget, kaloe orang tanjaken apa-apa padanja,
maka sering djawabnja seperti orang mengotje. Radja Saleh tiada sekali-kali
bisa doega apa sebabnja sampe radja Beder bole djadi begitoe. Adapoen
sekarang ini, sasoedahnja radja Saleh dapet liat kaponakannja doedoek berdiam
di bawah poehoen, seperti orang jang ilang semanget, maka baroelah di keta-
hoewinja, bahoewa radja Beder soedah dapet dengar segala apa bitjaranja
radja Saleh dengan iboenja. Radja Saleh toeroen djaoeh-djaoeh dari koeda-
nja, laloe berdjalan diam ka tempat doedoeknja radja Bader sampe dekat
Bekali dan dia bole dapet dengar apa jang radja Beder bitjara dalem dirinja.
Katanja radja Beder: Ja toewan poeteri jang manis, poeteri Giauhare
dari Samandal, apa jang kami dengar orang tjeritaken dari pada toewan
poeteri poenja katjakepau, nistjaija tjoema sabagian sadja dari pada jang
sabenarnja. Kami rasa eloknja dan tjantiknja poeteri Giauhare tiada ada
bandingannja di doenia, tiada ada kadoewanja. Tjoba kami taoe di mana
toewan poeteri ada, maka kami tiada bernanti sakedjap mata lagi, aken
dateng mengampiri toewankoe, kami telab soempah tiada hendak beristeri
laen orang, melaenken toewan poeteri sendiri."
Radja Saleh tiada bisa tahan lama-an bersemboeni sambil mendengar
bitjaranja kaponakannja sademikian, djadi dia lantas dateng dekat-in radja
Beder laloe doedoek di ampirnja sambil berkata: Kaloe begini, maka eng-
kau soedah dapet dengar semoewa hal jang kami bitjara-in kemaren doeloe
sama iboemoe dari poeteri Giauhare. Kami tiada sekali bisa doega, jang
engkau telah berpasang koeping, sebab engkau roepanja seperti tidoer keras."
Djawabnja radja Beder: Ja mamanda, kami tida lepasken satoe
1526
Digitized by
Google
3<noinclude></noinclude>
68o13ubun17mkxrait4bq63dxa6u0yz
282867
282831
2026-05-06T15:30:31Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Pada ka-esokan harinja, maka kadoewa radja itoe pegi memboeroe
dengan di iring oleh bebrapa banjak penggawi dan pembesar negri, dan seringkali kedjadian radja Beder sendirian bersama-sama radja Saleh, tetapi radja Beder berat sadja moeloetnja aken membitjara-in halnja. Koetika matahari soedah tinggi sekali dan tempat perboeroewan itoe mendjadi terlaloe amat panas, maka Beder pegi dengan koedanja ka tepi soengi, di sitoe dia toeroen
dari koedanja, abis koeda itoe di tjantjangnja di batang kajoe, maka sendiri pegi tidoeran di roempoet di bawah poehoen besar, aken senang mengilirken aer matanja. Lama ia tinggal memikirken halnja dengan tiada berkata-kata.
Samantara itoe radja Saleh mendjadi bingoeng, koetika ia tiada dapet liat lagi kaponakannja, maka ia bertanja-tanja di mana radja Beder ada, maka sa-orang poen tida bisa kasi katerangan. Dari itoe ianja pegi tjari sendiri pada kaponakannja. Tiada sebrapa lama ia mentjari, dapet di liatnja radja Beder tidoer-tidoeran sendiri-diri di bawah poehoen, seperti orang ada pikiran jang amat koesoet. Memang di hari kemarennja poen radja Saleh soedah dapet liat, bahoewa kaponakannja itoe koerang senang seperti sari-sari, roepanja seperti dia ada dalem soesah sanget, kaloe orang tanjaken apa-apa padanja, maka sering djawabnja seperti orang mengotje. Radja Saleh tiada sekali-kali
bisa doega apa sebabnja sampe radja Beder bole djadi begitoe. Adapoen sekarang ini, sasoedahnja radja Saleh dapet liat kaponakannja doedoek berdiam di bawah poehoen, seperti orang jang ilang semanget, maka baroelah di ketahoewinja, bahoewa radja Beder soedah dapet dengar segala apa bitjaranja radja Saleh dengan iboenja. Radja Saleh toeroen djaoeh-djaoeh dari koedanja, laloe berdjalan diam ka tempat doedoeknja radja Bader sampe dekat sekali dan dia bole dapet dengar apa jang radja Beder bitjara dalem dirinja.
Katanja radja Beder: »Ja toewan poeteri jang manis, poeteri Giauhare dari Samandal, apa jang kami dengar orang tjeritaken dari pada toewan poeteri poenja katjakepan, nistjaija tjoema sabagian sadja dari pada jang sabenarnja. Kami rasa eloknja dan tjantiknja poeteri Giauhare tiada ada bandingannja di doenia, tiada ada kadoewanja. Tjoba kami taoe di mana toewan poeteri ada, maka kami tiada bernanti sakedjap mata lagi, aken dateng mengampiri toewankoe, kami telah soempah tiada hendak beristeri
laen orang, melaenken toewan poeteri sendiri."
Radja Saleh tiada bisa tahan lama-an bersemboeni sambil mendengar bitjaranja kaponakannja sademikian, djadi dia lantas dateng dekat-in radja Beder laloe doedoek di ampirnja sambil berkata: »Kaloe begini, maka engkau soedah dapet dengar semoewa hal jang kami bitjara-in kemaren doeloe sama iboemoe dari poeteri Giauhare. Kami tiada sekali bisa doega, jang engkau telah berpasang koeping, sebab engkau roepanja seperti tidoer keras."
Djawabnja radja Beder: »Ja mamanda, kami tida lepasken satoe<noinclude>{{rh||1526}}</noinclude>
64oko00pdipyzgg4kp4ywzfvyccl273
283455
282867
2026-05-07T04:34:30Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283455
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Pada ka-esokan harinja, maka kadoewa radja itoe pegi memboeroe dengan di iring oleh bebrapa banjak penggawi dan pembesar negri, dan seringkali kedjadian radja Beder sendirian bersama-sama radja Saleh, tetapi radja Beder berat sadja moeloetnja aken membitjara-in halnja. Koetika matahari soedah tinggi sekali dan tempat perboeroewan itoe mendjadi terlaloe amat panas, maka Beder pegi dengan koedanja ka tepi soengi, di sitoe dia toeroen dari koedanja, abis koeda itoe di tjantjangnja di batang kajoe, maka sendiri pegi tidoeran di roempoet di bawah poehoen besar, aken senang mengilirken aer matanja. Lama ia tinggal memikirken halnja dengan tiada berkata-kata.
Samantara itoe radja Saleh mendjadi bingoeng, koetika ia tiada dapet liat lagi kaponakannja, maka ia bertanja-tanja di mana radja Beder ada, maka sa-orang poen tida bisa kasi katerangan. Dari itoe ianja pegi tjari sendiri pada kaponakannja. Tiada sebrapa lama ia mentjari, dapet di liatnja radja Beder tidoer-tidoeran sendiri-diri di bawah poehoen, seperti orang ada pikiran jang amat koesoet. Memang di hari kemarennja poen radja Saleh soedah dapet liat, bahoewa kaponakannja itoe koerang senang seperti sari-sari, roepanja seperti dia ada dalem soesah sanget, kaloe orang tanjaken apa-apa padanja, maka sering djawabnja seperti orang mengotje. Radja Saleh tiada sekali-kali bisa doega apa sebabnja sampe radja Beder bole djadi begitoe. Adapoen sekarang ini, sasoedahnja radja Saleh dapet liat kaponakannja doedoek berdiam di bawah poehoen, seperti orang jang ilang semanget, maka baroelah di ketahoewinja, bahoewa radja Beder soedah dapet dengar segala apa bitjaranja radja Saleh dengan iboenja. Radja Saleh toeroen djaoeh-djaoeh dari koedanja, laloe berdjalan diam ka tempat doedoeknja radja Bader sampe dekat sekali dan dia bole dapet dengar apa jang radja Beder bitjara dalem dirinja.
Katanja radja Beder: »Ja toewan poeteri jang manis, poeteri Giauhare dari Samandal, apa jang kami dengar orang tjeritaken dari pada toewan poeteri poenja katjakepan, nistjaija tjoema sabagian sadja dari pada jang sabenarnja. Kami rasa eloknja dan tjantiknja poeteri Giauhare tiada ada bandingannja di doenia, tiada ada kadoewanja. Tjoba kami taoe di mana toewan poeteri ada, maka kami tiada bernanti sakedjap mata lagi, aken dateng mengampiri toewankoe, kami telah soempah tiada hendak beristeri laen orang, melaenken toewan poeteri sendiri."
Radja Saleh tiada bisa tahan lama-an bersemboeni sambil mendengar bitjaranja kaponakannja sademikian, djadi dia lantas dateng dekat-in radja Beder laloe doedoek di ampirnja sambil berkata: »Kaloe begini, maka engkau soedah dapet dengar semoewa hal jang kami bitjara-in kemaren doeloe sama iboemoe dari poeteri Giauhare. Kami tiada sekali bisa doega, jang engkau telah berpasang koeping, sebab engkau roepanja seperti tidoer keras."
Djawabnja radja Beder: »Ja mamanda, kami tida lepasken satoe<noinclude>{{rh||1526}}</noinclude>
hyofl0oabkfpibw8xyco5wx7n07vsxo
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1126
104
101104
282835
2026-05-06T15:18:19Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG : Andjuran Kembali ke Undang Dasar 1945. Res Publica. Kemudian perumusan dari pa- da andjuran dari Pemerintah itu saja setudjui dengan resmi pada tanggal 20 Pebruari 1959. Naskah andjuran Pemerintah tersebut disampaikan setjara ter- tulis oleh Perdana Menteri kepa- da Konstituante dan Dewan Per- wakilan Rakjat pada tanggal 21 Pebruari 1959. Pendjelasan atas andjuran Pe- merintah itu disampaikan setjara tertulis p...
282835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG :
Andjuran Kembali ke Undang Dasar 1945.
Res Publica.
Kemudian perumusan dari pa-
da andjuran dari Pemerintah itu
saja setudjui dengan resmi pada
tanggal 20 Pebruari 1959.
Naskah andjuran Pemerintah
tersebut disampaikan setjara ter-
tulis oleh Perdana Menteri kepa-
da Konstituante dan Dewan Per-
wakilan Rakjat pada tanggal 21
Pebruari 1959.
Pendjelasan atas andjuran Pe-
merintah itu disampaikan setjara
tertulis pula oleh Perdana Men-
teri kepada Konstituante berturut-
turut pada permulaan bulan
Maret jang lalu.
Saudara sekalian.
Berkenaan dengan andjuran
kembali kepada Undang2 Dasar
1945 itu maka saja sampaikan
pada Konstituante dengan resmi
naskah Undang2 Dasar 1945 itu,
jang terdiri dari Pembukaan, Ba-
tang-tubuh jang berisikan 37 pa-
sal, 4 Aturan Peralihan dan dua
Aturan Tambahan.
Saja harap Saudara2 sekalian
dalam waktu jang singkat dapat
menerima adjakan Pemerintah
jang saja setudjui sepenuhnja itu,
sehingga dalam waktu jang tidak
lama lagi Konstituante dan Peme-
rintah ber-sama2 dapat menetap-
kan naskah Undang2 Dasar 1945
itu sebagai Undang2 Dasar Re-
publik Indonesia, guna menggan-
tikan Undang2 Dasar jang berla-
ku sekarang ini.
Dengan demikian maka Kons-
tituante melakukan suatu tindak-
an jang bersedjarah, baik dalam
perdjalanan Revolusi Nasional
kita jang masih menggelora terus
sampai sekarang ini, maupun da-
lam riwajat Bangsa Indonesia
jang Insja'Allah akan berlang-
sung untuk se-lama²nja.
16
(Sambungan Madjalah A. D. No 5)
Setengah orang akan bertanja:
Apakah Konstituante tidak me-
ngundurkan djam dengan memu-
tuskan untuk kembali kepada Un-
dang2 Dasar 1945 itu?
Apakah Konstituante tidak me-
ngabaikan panggilan djaman jang
sudah madju lagi 14 tahun de-
ngan menetapkan Undang2 Da-
sar 1945 sebagai Undang2 Re-
publik Indonesia?
Djawaban saja ialah tegas tan-
das: Orang jang menanja demi-
kian itu tidak mengerti atau te-
ngah menjeleweng dari djiwa dan
semangat jang murni Bangsa In-
donesia, jang telah memprokla-
mirkan kemerdekaannja pada
tanggal 17 Agustus 1945!
Orang jang menanja demikian
itu tidur njenjak, atau bangun
kap sebab musabab kedjadian
ngelamun, karena tidak menang-
dalam masa kemerdekaan kita,
terutama sedjak 1950.
Saja tetap tegas tandas menga-
takan, bahwa dengan menetap
kan Undang Dasar 1945 sebagai
Undang2 Dasar Republik Indo-
nesia, Konstituante melakukan su-
atu tindakan bersedjarah jang
bernilai tinggi dalam zaman Re-
volusi Nasional kita dan riwajat
Bangsa Indonesia.
Mengapa?
Karena anggota Konstituante,
dengan demikian, sebagai putera2
Rakjat Indonesia, mengerti se-
dalam²nja akan djiwa watak dan
keperibadian Bangsa kita jang se-
djati.
Karena anggota Konstituante,
dengan demikian, sebagai utusan2
Rakjat Indonesia, mengerti se-
dalam²nja kehendak Revolusi
Nasional pada tingkatan seka-
rang dan mengerti kehendak za-
man sekarang.
dang Dasar 1945, maka kita
kembali pada Undang2 kita, jang
luhur artinja dalam revolusi Na-
sional dan sedjarah Bangsa In-
donesia itu, kepada kedudukan-
nja jang agung semula. Kita
kembalikannja kepada Singga-
sana Historis-Revolusioner jang
asli-mulia.
Selamilah dalam apa jang ter-
djadi sebelum dan sesudah Hari
Keramat, Bangsa Indonesia, Hari
Proklamasi 17 Agustus 1945 ! Se-
lami segala kedjadian itu dan sau-
dara2 kembali kepada Undang
Dasar 1945 itu.
Saja tidak akan mengulangi di-
sini apa jang tertulis dalam lem-
baran hitam dibuku sedjarah In-
donesia, jang melukiskan zaman
pendjadjahan di Tanah Air jang
Rakjat kita.
penuh dengan penderitaan dari
Saja tidak akan memperingat-
kan kepada bagian, dari buku se-
djarah Indonesia jang melukiskan
perlawanan Bangsa Indonesia
terhadap pendjadjahan itu guna
mengachiri penderitaan rakjat ki-
ta itu.
Saja disana hanja ingin menge-
mukakan, bahwa dalam mengiku-
ti perdjoangan Bangsa Indonesia
melawan pendjadjahan pada u-
mumnja, dimasa Kebangkitan Na-
sional pada chususnja, kita senan-
tiasa menghadapi suatu "amanat
penderitaan rakjat". Amanat pen-
deritaan Rakjat jang mengharu-
kan. Amanat penderitaan Rakjat
jang harus kita taati. Amanat
penderitaan Rakjat jang harus ki-
ta penuhi. Oleh karena ia adalah
AMANAT.
Apakah amanat itu?
Tiga hal
Pertama: tjiptakanlah suatu
masjarakat jang adil dan mak-
Dengan kembali kepada Un- mur:
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
mk7db153bxum2ipnd3iuoukfxwv9g60
283046
282835
2026-05-06T20:22:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283046
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Underline|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG :}}
<big>{{c|Andjuran Kembali ke Undang² Dasar 1945.}}</big>
{{right|''(Sambungan Madjalah A. D. No 5)''}}
Res Publica.
Kemudian perumusan dari pada andjuran dari Pemerintah itu saja setudjui dengan resmi pada tanggal 20 Pebruari 1959.
Naskah andjuran Pemerintah tersebut disampaikan setjara tertulis oleh Perdana Menteri kepada Konstituante dan Dewan Perwakilan Rakjat pada tanggal 21 Pebruari 1959.
Pendjelasan atas andjuran Pemerintah itu disampaikan setjara tertulis pula oleh Perdana Menteri kepada Konstituante berturut-turut pada permulaan bulan Maret jang lalu.
Saudara² sekalian.
Berkenaan dengan andjuran kembali kepada Undang2 Dasar 1945 itu maka saja sampaikan pada Konstituante dengan resmi naskah Undang2 Dasar 1945 itu, jang terdiri dari Pembukaan, Batang-tubuh jang berisikan 37 pasal, 4 Aturan Peralihan dan dua Aturan Tambahan.
Saja harap Saudara² sekalian dalam waktu jang singkat dapat menerima adjakan Pemerintah jang saja setudjui sepenuhnja itu, sehingga dalam waktu jang tidak lama lagi Konstituante dan Pemerintah ber-sama² dapat menetapkan naskah Undang² Dasar 1945 itu sebagai Undang2 Dasar Republik Indonesia, guna menggantikan Undang² Dasar jang berlaku sekarang ini.
Dengan demikian maka Konstituante melakukan suatu tindakan jang bersedjarah, baik dalam perdjalanan Revolusi Nasional kita jang masih menggelora terus sampai sekarang ini, maupun dalam riwajat Bangsa Indonesia jang Insja'Allah akan berlangsung untuk se-lama²nja.
Setengah orang akan bertanja: Apakah Konstituante tidak mengundurkan djam dengan memutuskan untuk kembali kepada Undang² Dasar 1945 itu?
Apakah Konstituante tidak mengabaikan panggilan djaman jang sudah madju lagi 14 tahun dengan menetapkan Undang² Dasar 1945 sebagai Undang² Republik Indonesia?
Djawaban saja ialah tegas tandas: Orang jang menanja demikian itu tidak mengerti atau tengah menjeleweng dari djiwa dan semangat jang murni Bangsa Indonesia, jang telah memproklamirkan kemerdekaannja pada tanggal 17 Agustus 1945!
Orang jang menanja demikian itu tidur njenjak, atau bangun kap sebab musabab kedjadian ngelamun, karena tidak menangkapsebab musabab kedjadian² dalam masa kemerdekaan kita, terutama sedjak 1950.
Saja tetap tegas tandas mengatakan, bahwa dengan menetapkan Undang² Dasar 1945 sebagai Undang² Dasar Republik Indonesia, Konstituante melakukan suatu tindakan bersedjarah jang bernilai tinggi dalam zaman Revolusi Nasional kita dan riwajat Bangsa Indonesia.
Mengapa?
Karena anggota Konstituante, dengan demikian, sebagai putera² Rakjat Indonesia, mengerti sedalam²nja akan djiwa watak dan keperibadian Bangsa kita jang sedjati.
Karena anggota² Konstituante, dengan demikian, sebagai utusan² Rakjat Indonesia, mengerti sedalam²nja kehendak Revolusi Nasional pada tingkatan sekarang dan mengerti kehendak zaman sekarang.
Dengan kembali kepada Undang² Dasar 1945, maka kita kembali pada Undang² kita, jang luhur artinja dalam revolusi Nasional dan sedjarah Bangsa Indonesia itu, kepada kedudukannja jang agung semula. Kita kembalikannja kepada Singgasana Historis-Revolusioner jang asli-mulia.
Selamilah dalam² apa jang terdjadi sebelum dan sesudah Hari Keramat, Bangsa Indonesia, Hari Proklamasi 17 Agustus 1945 ! Selami segala kedjadian itu dan saudara2 kembali kepada Undang² Dasar 1945 itu.
Saja tidak akan mengulangi disini apa jang tertulis dalam lembaran hitam dibuku sedjarah Indonesia, jang melukiskan zaman pendjadjahan di Tanah Air jang penuh dengan penderitaan dari Rakjat kita.
Saja tidak akan memperingatkan kepada bagian, dari buku sedjarah Indonesia jang melukiskan perlawanan Bangsa Indonesia terhadap pendjadjahan² itu guna mengachiri penderitaan rakjat kita itu.
Saja disana hanja ingin mengemukakan, bahwa dalam mengikuti perdjoangan Bangsa Indonesia melawan pendjadjahan pada umumnja, dimasa Kebangkitan Nasional pada chususnja, kita senantiasa menghadapi suatu '''"amanat penderitaan rakjat"'''. Amanat penderitaan Rakjat jang mengharukan. Amanat penderitaan Rakjat jang harus kita taati. Amanat penderitaan Rakjat jang harus kita penuhi. Oleh karena ia adalah AMANAT.
Apakah amanat itu?
Tiga hal
'''Pertama:''' tjiptakanlah suatu masjarakat jang adil dan makmur:<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
6fe59vogup93ybiexmz2r91tbla9p9k
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/473
104
101105
282841
2026-05-06T15:22:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SO GO / 1001MALAM 109COROCCO itoe di angkat, maka marika itoe beromong-omong dari roepa- roepa perkara, abis tiada ketaoewan bagimana, maka orang djato omorgin dari radja Beder. Gulnare poenja soedara radja Saleh memoedjiken sapget prika-ada-annja kaponakannja. Radja Saleh sanget soeka ati meliat kabidjaksa-annja dan adilnja mabaradja Beder, hingga di antero negri dan di loewar karadja-an sekalian termashoer namanja radja Persie. Radja Bed...
282841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>SO
GO / 1001MALAM 109COROCCO
itoe di angkat, maka marika itoe beromong-omong dari roepa- roepa perkara,
abis tiada ketaoewan bagimana, maka orang djato omorgin dari radja Beder.
Gulnare poenja soedara radja Saleh memoedjiken sapget prika-ada-annja
kaponakannja.
Radja Saleh
sanget soeka
ati
meliat kabidjaksa-annja dan
adilnja mabaradja Beder, hingga di antero negri dan di loewar karadja-an
sekalian termashoer namanja radja Persie. Radja Beder merasa tiada enak
dia di omongin, kendati poedjian sekali, maka tiada pantes aken melarang
ken orang laen beromong djadi ianja pegi menjingkirken dirinja, ia doedoek
djaoeban lagi di bangkoo sofa, maka kepalanja ia senderin di bantal me
laga tidoer.
Abis membitjara-in pri hal pemarentahaonja maharadja Beder, maka
radja Saleh bitjara-in prika -ada-an dandanan sikeppja mabaradja B :der, ka
tanja tjakepnja radja Beder itoe di doenia tiada kadoewanja, maskipoen di
antara radja-radja di dalem laoet sekalipoen tiada ada jang sama dengan
kakinja radja Beder, maka itoe heran sanget radja Saleh, mengapakah Gul
nare jang liat anaknja itoe sahari-hari belon pernah dapet ingatan boewat
kasi kawin anak itoe . Katanja radja Saleh: Soedara Gulnare, kami ini
tiada abis fikir, kenapa angkau liat sabari.bari anakmoe, jang soedab djadi
djadjaka besar, maka belon djoega angkau ada ingatan boewat kasi dia
kawin . Djikaloe kami tida salah, maka radja Böder soeda beroemoer doewa
poeloe taon apakah angkau tiada bisa fikir, bahoewa ralja jang sakejan 00
moernja tiada patoet idoep boedjaog ? Dari sebab angkau tiada fikirin hal
ini, maka nanti kami jang toeloeng bribken padanja sa-orang isteri, anak
poeteri dari pada radja -radja di dalem laoet jang sama tinggi pangkatnja ."
Djawabpja Gulnare: » Kakanda soedara Saleh soenggoe benarlah eng
kau ingatken kami sebab kami loepabken hal itoe, dan radja Beder poen
tiada sekali-kali mengoeodjoek tingka aken hendak beristeri, djadi kami tiada
ingat aken bitjara dari itoe hal. Aken tetapi nijatoja kakanda Saleh baik
sekali, kerna itoepoen kami minta toloeng pada kakanda, aken mentjari-in
mantoe sa -orang perampoew un poeteri jang tjakep, elok dan tjantik, soepaija
radja Beder misti djato berahi pada poeteri itoe, apabila toewan poeteri dapet
di liat olehnja ."
1
Radja Saleh berkata pelahan -pelahan seperti orang berbisik :
Kami
ada kenal satoe poeteri jan ; sademikian, aken tetapi sabelonoja kami bitjara
lebi djaoe, maka baiklah di liat doeloe apa soenggos ralja Boder poeles apa.
tida, nanti kami kataken djoega padamoe Guloare, mengapa kami berati-ati
aken soeroeh liat doeloe . "
Permeisoeri Guloare berpaling ka blakang, maka di liatnja anaknja .
doedoek bersenderan di bantal seperti orang poeles, djadi Gulnare poen kira
1523<noinclude></noinclude>
hqi33sq40pxx68l2dbofzfva9yk28tp
282886
282841
2026-05-06T15:36:33Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>itoe di angkat, maka marika itoe beromong-omong dari roepa-roepa perkara, abis tiada ketaoewan bagimana, maka orang djato omongin dari radja Beder. Gulnare poenja soedara radja Saleh memoedjiken sanget prika-ada-annja kaponakannja.
Radja Saleh sanget soeka ati meliat kabidjaksa-annja dan adilnja mabaradja Beder, hingga di antero negri dan di loewar karadja-an sekalian termashoer namanja radja Persie. Radja Beder merasa tiada enak dia di omongin, kendati poedjian sekali, maka tiada pantes aken melarangken orang laen beromong djadi ianja pegi menjingkirken dirinja, ia doedoek djaoehan lagi di bangkoe sofa, maka kepalanja ia senderin di bantal melaga tidoer.
Abis membitjara-in pri hal pemarentahannja maharadja Beder, maka
radja Saleh bitjara-in prika-ada-an dandanan sikepnja maharadja Beder, katanja tjakepnja radja Beder itoe di doenia tiada kadoewanja, maskipoen di antara radja radja di dalem laoet sekalipoen tiada ada jang sama dengan kakinja radja Beder, maka itoe heran sanget radja Saleh, mengapakah Gul-nare jang liat anaknja itoe sahari-hari belon pernah dapet ingatan boewat kasi kawin anak itoe. Katanja radja Saleh: »Soedara Gulnare, kami ini tiada abis fikir, kenapa angkau liat sahari-hari anakmoe, jang soedah djadi djadjaka besar, maka belon djoega angkau ada ingatan boewat kasi dia kawin. Djikaloe kami tida salah, maka radja Beder soeda beroemoer doewa poeloe taon apakah angkau tiada bisa fikir, bahoewa radja jang sakejan oemoernja tiada patoet idoep boedjang? Dari sebab angkau tiada fikirin hal
ini, maka nanti kami jang toeloeng brihken padanja sa-orang isteri, anakpoeteri dari pada radja-radja di dalem laoet jang sama tinggi pangkatnja.”
Djawaboja Gulnare: Kakanda soedara Saleh soenggoe benarlah engkau ingatken kami sebab kami loepahken hal itoe, dan radja Beder poen tiada sekali-kali mengoendjoek tingka aken hendak beristeri, djadi kami tiada ingat aken bitjara dari itoe hal. Aken tetapi nijatnja kakanda Saleh baik sekali, kerna itoepoen kami minta to aloeng pada kakauda, aken mentjariin mantoe saorang perampoеwan poeteri jang tjakep, elok dan tjantik, soepaija radja Beder misti djato berahi pada poeteri itoe, apabila toewan poeteri dapet di liat olehnja.”
Radja Saleh berkata pelahan-pelahan seperti orang berbisik: >Kami ada kenal satoe poeteri jang sademikian, aken tetapi sabelonnja kami bitjara lebi djaoe, maka baiklah di liat doeloe apa soenggoe ralja Bader poeles apa tida, nanti kami kataken djoega padamoe Gulnare, mengapa kami berati-ati aken soeroeh liat doeloe.„
Permeisoeri Gulnare berpaling ka blakang, maka di liatnja anakuja doedoek bersenderan di bantal seperti orang poeles, djadi Gulnare poen kira<noinclude></noinclude>
agqg18wq68rgii1hzl3usjfcmh1bn2p
283379
282886
2026-05-07T04:00:34Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283379
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>itoe di angkat, maka marika itoe beromong-omong dari roepa-roepa perkara, abis tiada ketaoewan bagimana, maka orang djato omongin dari radja Beder. Gulnare poenja soedara radja Saleh memoedjiken sanget prika-ada-annja kaponakannja.
Radja Saleh sanget soeka ati meliat kabidjaksa-annja dan adilnja mabaradja Beder, hingga di antero negri dan di loewar karadja-an sekalian termashoer namanja radja Persie. Radja Beder merasa tiada enak dia di omongin, kendati poedjian sekali, maka tiada pantes aken melarangken orang laen beromong djadi ianja pegi menjingkirken dirinja, ia doedoek djaoehan lagi di bangkoe sofa, maka kepalanja ia senderin di bantal melaga tidoer.
Abis membitjara-in pri hal pemarentahannja maharadja Beder, maka radja Saleh bitjara-in prika-ada-an dandanan sikepnja maharadja Beder, katanja tjakepnja radja Beder itoe di doenia tiada kadoewanja, maskipoen di antara radja radja di dalem laoet sekalipoen tiada ada jang sama dengan kakinja radja Beder, maka itoe heran sanget radja Saleh, mengapakah Gul-nare jang liat anaknja itoe sahari-hari belon pernah dapet ingatan boewat kasi kawin anak itoe. Katanja radja Saleh: »Soedara Gulnare, kami ini tiada abis fikir, kenapa angkau liat sahari-hari anakmoe, jang soedah djadi djadjaka besar, maka belon djoega angkau ada ingatan boewat kasi dia kawin. Djikaloe kami tida salah, maka radja Beder soeda beroemoer doewa poeloe taon apakah angkau tiada bisa fikir, bahoewa radja jang sakejan oemoernja tiada patoet idoep boedjang? Dari sebab angkau tiada fikirin hal
ini, maka nanti kami jang toeloeng brihken padanja sa-orang isteri, anakpoeteri dari pada radja-radja di dalem laoet jang sama tinggi pangkatnja.”
Djawaboja Gulnare: Kakanda soedara Saleh soenggoe benarlah engkau ingatken kami sebab kami loepahken hal itoe, dan radja Beder poen tiada sekali-kali mengoendjoek tingka aken hendak beristeri, djadi kami tiada ingat aken bitjara dari itoe hal. Aken tetapi nijatnja kakanda Saleh baik sekali, kerna itoepoen kami minta to aloeng pada kakauda, aken mentjariin mantoe saorang perampoеwan poeteri jang tjakep, elok dan tjantik, soepaija radja Beder misti djato berahi pada poeteri itoe, apabila toewan poeteri dapet di liat olehnja.”
Radja Saleh berkata pelahan-pelahan seperti orang berbisik: >Kami ada kenal satoe poeteri jang sademikian, aken tetapi sabelonnja kami bitjara lebi djaoe, maka baiklah di liat doeloe apa soenggoe ralja Bader poeles apa tida, nanti kami kataken djoega padamoe Gulnare, mengapa kami berati-ati aken soeroeh liat doeloe.„
Permeisoeri Gulnare berpaling ka blakang, maka di liatnja anakuja doedoek bersenderan di bantal seperti orang poeles, djadi Gulnare poen kira<noinclude></noinclude>
errksn3bpu4osp4ivlx80kfpkemymva
283383
283379
2026-05-07T04:01:11Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
283383
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>itoe di angkat, maka marika itoe beromong-omong dari roepa-roepa perkara, abis tiada ketaoewan bagimana, maka orang djato omongin dari radja Beder. Gulnare poenja soedara radja Saleh memoedjiken sanget prika-ada-annja kaponakannja.
Radja Saleh sanget soeka ati meliat kabidjaksa-annja dan adilnja mabaradja Beder, hingga di antero negri dan di loewar karadja-an sekalian termashoer namanja radja Persie. Radja Beder merasa tiada enak dia di omongin, kendati poedjian sekali, maka tiada pantes aken melarangken orang laen beromong djadi ianja pegi menjingkirken dirinja, ia doedoek djaoehan lagi di bangkoe sofa, maka kepalanja ia senderin di bantal melaga tidoer.
Abis membitjara-in pri hal pemarentahannja maharadja Beder, maka radja Saleh bitjara-in prika-ada-an dandanan sikepnja maharadja Beder, katanja tjakepnja radja Beder itoe di doenia tiada kadoewanja, maskipoen di antara radja radja di dalem laoet sekalipoen tiada ada jang sama dengan kakinja radja Beder, maka itoe heran sanget radja Saleh, mengapakah Gul-nare jang liat anaknja itoe sahari-hari belon pernah dapet ingatan boewat kasi kawin anak itoe. Katanja radja Saleh: »Soedara Gulnare, kami ini tiada abis fikir, kenapa angkau liat sahari-hari anakmoe, jang soedah djadi djadjaka besar, maka belon djoega angkau ada ingatan boewat kasi dia kawin. Djikaloe kami tida salah, maka radja Beder soeda beroemoer doewa poeloe taon apakah angkau tiada bisa fikir, bahoewa radja jang sakejan oemoernja tiada patoet idoep boedjang? Dari sebab angkau tiada fikirin hal
ini, maka nanti kami jang toeloeng brihken padanja sa-orang isteri, anakpoeteri dari pada radja-radja di dalem laoet jang sama tinggi pangkatnja.”
Djawaboja Gulnare: Kakanda soedara Saleh soenggoe benarlah engkau ingatken kami sebab kami loepahken hal itoe, dan radja Beder poen tiada sekali-kali mengoendjoek tingka aken hendak beristeri, djadi kami tiada ingat aken bitjara dari itoe hal. Aken tetapi nijatnja kakanda Saleh baik sekali, kerna itoepoen kami minta to aloeng pada kakauda, aken mentjariin mantoe saorang perampoеwan poeteri jang tjakep, elok dan tjantik, soepaija radja Beder misti djato berahi pada poeteri itoe, apabila toewan poeteri dapet di liat olehnja.”
Radja Saleh berkata pelahan-pelahan seperti orang berbisik: >Kami ada kenal satoe poeteri jang sademikian, aken tetapi sabelonnja kami bitjara lebi djaoe, maka baiklah di liat doeloe apa soenggoe ralja Bader poeles apa tida, nanti kami kataken djoega padamoe Gulnare, mengapa kami berati-ati aken soeroeh liat doeloe.”
Permeisoeri Gulnare berpaling ka blakang, maka di liatnja anakuja doedoek bersenderan di bantal seperti orang poeles, djadi Gulnare poen kira<noinclude></noinclude>
j071mkvnoj58qkubv4ek7z4cxaf2gfj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/471
104
101106
282848
2026-05-06T15:24:30Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>1001 MALAM
tangis-in sjandacja, sebab terlaloe keras tjintanja pada radja toewa, aken
tetapi, dia sendiri mendjadi kepala dari segala keradja-an Persie dan ada
terlebi banjak poela barang jang berpenting bagi bebrapa laksa manoesia,
jang misti di oeroes dan di atoernja. Kerna itoelab, maka ianja tiada maoe
tinggalkan kawadjibannja djadi terlantar. Di itoe waktoepoen iboenja Gulos-
re dan radja Saleh dateng, maka marika itoe poen toernet berdoeka tjita,
sembering mengbiboerken atinja radja Beder dengan iboenja.
Ada kira-kira satoe boelan lamanja sa-abisnja wafat radja toewa,
maka radja Beder tiada bisa tahan lagi permoehoenannja ferdana manteri
dan pembesar negri. Marika itoe bermoeboen keras padanja aken melepas-
ken kaboeng, dan aken pegang prentah sendiri doeloe. Bermoela-moela radja
Beder tiada maoe dengar permoehoen penggawi negrinja itoe, hingga ferdana
manteri kapaksa aken berkata: Doeli sjah alam! kami tida oesah kasi ingat
lagi pada doeli toewankoe, baboewa perampoewanlah haroes berkaboeng so-
Jama-an, adapoen doeli toewankoe tiada patoot berkaboeng sabegitos lama,
maka kami poen rasa djoega, baboewa doeli jang di pertoewan tiada hendak
toeroet-toeroet seperti perboewatan orang perampoewan, sebab biar sebagima-
na banjak poels ser mata hendak di toempahken, nistjaija ajandanja doeli
sjah alam tiada dapet di bikin idoep lagi, memang soeda sabegitos perideran
doenia, masing-masing ada waktosnja pindah dari doenia jang fena ini ka..
jang kekal. Aken tetapi ajandanja doeli toewankos tiada bole di kataken
ilang, sebab sekalian rajat memandang dianja seperti idoep teroes dalem
njawa doeli sjah alam. Maskipoen maharadja almarhoem koetika maoe
meninggal, maka ianja poen berkata: bahoewa ia tinggal idoep teroes dalem
njaws doeli ajah alam jang termoelija. Sekarang ini melaenken dooli ajab
alam djcega jang patoet mengoendjoekin benar atawa tiada bitjara pesannja
ajandanja doeli sjah alam almarhoem."
Sri maharadja Beder tiada bisa melawan permoeboenan sademikian
dari pada ferdana manteri dan sekalian pembesar negri, maka itoe ianja
lantas lepaskan kaboengaja abis sasoedaboja is mandi berlimau, maka ia
pake-pakejan karadja-annja, serta ia pegang lagi pemarentah negri, seperti
doeloe di perboewataja sabelon ajandanja meninggal doenia. Sekalian isi
negri mendjadi girang sanget, sebab jang di boewataja telah di pegangnja
dengan keras.
Radja Saleh soedah poelang ka negrinja di dalem laoet bersama-sama
iboo dan misanannja, adapoen kootika di liatoja maharadja Beder soedal
pegang prentah sendiri, maka ia dateng kombali sendiri-an ada kira-kira sat
taon, ansoedahnja radja Beder lepas kaboeng. Gulnare keliwat girang jang
soedaranja dateng meliat kaponakannja.
Hata maka pada soewatoe malem abis makan, sasoedahnja medja
1522
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
8tizcxoq6ujo9yqttws6vsguoat5vj3
282909
282848
2026-05-06T15:40:39Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>tangis-in ajandanja, sebab terlaloe keras tjintanja pada radja toewa, aken tetapi, dia sendiri mendjadi kepala dari segala keradja-an Persie dan ada terlebi banjak poela barang jang berpenting bagi bebrapa laksa manoesia, jang misti di oeroes dan di atoernja. Kerna itoelah, maka ianja tiada maoe tinggalkan kawadjibannja djadi terlantar. Di itoe waktoepoen iboenja Gulnare dan radja Saleh dateng, maka marika itoe poen toeroet berdoeka tjita, sembering menghiboerken atinja radja Beder dengan iboenja.
Ada kira-kira satoe boelan lamanja sa-abisnja wafat radja toewa,
maka radja Beder tiada bisa tahan lagi permoehoenannja ferdana manteri dan pembesar negri. Marika itoe bermoehoen keras padanja aken melepasken kaboeng, dan aken pegang prentah sendiri doeloe. Bermoela-moela radja Beder tiada maoe dengar permoehoen penggawi negrinja itoe, hingga ferdana manteri kapaksa aken berkata: »Doeli sjah alam! kami tida oesah kasi ingat lagi pada doeli toewankoe, bahoewa perampoewanlah haroes berkaboeng sa-lama-an, adapoen doeli toewankoe tiada patoet berkaboeng sabegitos lama, maka kami poen rasa djoega, bahoewa doeli jang di pertoewan tiada hendak toeroet-toeroet seperti perboewatan orang perampoewan, sebab biar sebagimana banjak poela aer mata hendak di toempahken, nistjaija ajanhanja doeli sjah alam tiada dapet di bikin idoep lagi, memang soeda sabegitos perideran doenia, masing-masing ada waktoenja pindah dari doenia jang fena ini ka jang kekal. Aken tetapi ajandanja doeli toewankoe tiada bole di kataken ilang, sebab sekalian rajat memandang dianja seperti idoep teroes dalem njawa doeli sjah alam. Maskipoen maharadja almarhoem koetika maoe meninggal, maka ianja poen berkata: »bahoewa ia tinggal idoep teroes dalem njawa doeli ajah alam jang termoelija. Sekarang ini melaenken doeli sjah alam djoega jang patoet mengoendjoekin benar atawa tiada bitjara pesannja
ajandanja doeli sjah alam almarhoem."
Sri maharadja Beder tiada bisa melawan permoehoenan sademikian
dari pada ferdana manteri dan sekalian pembesar negri, maka itoe ianja lantas lepaskan kaboengnja abis sasoedahnja ia mandi berlimau, maka ia pake-pakejan karadja-annja, serta ia pegang lagi pemarentah negri, seperti doeloe di perboewatnja sabelon ajandanja meninggal doenia. Sekalian isi negri mendjadi girang sanget, sebab jang di boewatnja telah di pegangnja dengan keras.
Radja Saleh soedah poelang ka negrinja di dalem laoet bersama-sama iboe dan misanannja, adapoen koetika di liatoja maharadja Beder soedah pegang prentah sendiri, maka ia dateng kombali sendiri-an ada kira-kira sataon, sasoedahnja radja Beder lepas kaboeng. Gulnare keliwat girang jang soedaranja dateng meliat kaponakannja.
Hata maka pada soewatoe malem abis makan, sasoedahnja medja<noinclude>{{rh||1522}}</noinclude>
sxapcojjbw9k7stoa0kh4qjzswedsvj
283377
282909
2026-05-07T03:59:11Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283377
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>tangis-in ajandanja, sebab terlaloe keras tjintanja pada radja toewa, aken tetapi, dia sendiri mendjadi kepala dari segala keradja-an Persie dan ada terlebi banjak poela barang jang berpenting bagi bebrapa laksa manoesia, jang misti di oeroes dan di atoernja. Kerna itoelah, maka ianja tiada maoe tinggalkan kawadjibannja djadi terlantar. Di itoe waktoepoen iboenja Gulnare dan radja Saleh dateng, maka marika itoe poen toeroet berdoeka tjita, sembering menghiboerken atinja radja Beder dengan iboenja.
Ada kira-kira satoe boelan lamanja sa-abisnja wafat radja toewa,
maka radja Beder tiada bisa tahan lagi permoehoenannja ferdana manteri dan pembesar negri. Marika itoe bermoehoen keras padanja aken melepasken kaboeng, dan aken pegang prentah sendiri doeloe. Bermoela-moela radja Beder tiada maoe dengar permoehoen penggawi negrinja itoe, hingga ferdana manteri kapaksa aken berkata: »Doeli sjah alam! kami tida oesah kasi ingat lagi pada doeli toewankoe, bahoewa perampoewanlah haroes berkaboeng sa-lama-an, adapoen doeli toewankoe tiada patoet berkaboeng sabegitos lama, maka kami poen rasa djoega, bahoewa doeli jang di pertoewan tiada hendak toeroet-toeroet seperti perboewatan orang perampoewan, sebab biar sebagimana banjak poela aer mata hendak di toempahken, nistjaija ajanhanja doeli sjah alam tiada dapet di bikin idoep lagi, memang soeda sabegitos perideran doenia, masing-masing ada waktoenja pindah dari doenia jang fena ini ka jang kekal. Aken tetapi ajandanja doeli toewankoe tiada bole di kataken ilang, sebab sekalian rajat memandang dianja seperti idoep teroes dalem njawa doeli sjah alam. Maskipoen maharadja almarhoem koetika maoe meninggal, maka ianja poen berkata: »bahoewa ia tinggal idoep teroes dalem njawa doeli ajah alam jang termoelija. Sekarang ini melaenken doeli sjah alam djoega jang patoet mengoendjoekin benar atawa tiada bitjara pesannja
ajandanja doeli sjah alam almarhoem."
Sri maharadja Beder tiada bisa melawan permoehoenan sademikian
dari pada ferdana manteri dan sekalian pembesar negri, maka itoe ianja lantas lepaskan kaboengnja abis sasoedahnja ia mandi berlimau, maka ia pake-pakejan karadja-annja, serta ia pegang lagi pemarentah negri, seperti doeloe di perboewatnja sabelon ajandanja meninggal doenia. Sekalian isi negri mendjadi girang sanget, sebab jang di boewatnja telah di pegangnja dengan keras.
Radja Saleh soedah poelang ka negrinja di dalem laoet bersama-sama iboe dan misanannja, adapoen koetika di liatoja maharadja Beder soedah pegang prentah sendiri, maka ia dateng kombali sendiri-an ada kira-kira sataon, sasoedahnja radja Beder lepas kaboeng. Gulnare keliwat girang jang soedaranja dateng meliat kaponakannja.
Hata maka pada soewatoe malem abis makan, sasoedahnja medja<noinclude>{{rh||1522}}</noinclude>
byrbc3zxt59hef2qwtb22sfa8hdutpg
Pembicaraan Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/696
105
101107
282852
2026-05-06T15:26:08Z
Thersetya2021
15831
/* Enter bukan */ bagian baru
282852
wikitext
text/x-wiki
== Enter bukan <br> ==
@[[Pengguna:Rubyracha|Rubyracha]], untuk ganti paragraf silakan hapus <br> diganti enter 1x ya, Kak. Terima kasih [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 15.26 (UTC)
9lr13gxpisp7wh6qe7x3wsicr45kya3
283082
282852
2026-05-06T23:07:35Z
Rubyracha
25170
/* Enter bukan */ Balas
283082
wikitext
text/x-wiki
== Enter bukan <br> ==
@[[Pengguna:Rubyracha|Rubyracha]], untuk ganti paragraf silakan hapus <br> diganti enter 1x ya, Kak. Terima kasih [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 15.26 (UTC)
:baik kak, terima kasih untuk pengingatnya [[Pengguna:Rubyracha|Rubyracha]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rubyracha|bicara]]) 6 Mei 2026 23.07 (UTC)
o78om7i15pkvh45fiawwnogf5ii9843
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/469
104
101108
282869
2026-05-06T15:30:56Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>1001 MALAM
baik. Oleh perboewatan itoe, maka terlebi lagi ia di poedji dan tiada ada
lagi penggawi jang bermoeloet manis, joema aken menganijaja anak negri.
Koetika abis bermasjawarat, maka radja Beder poelang ka astananja
dengan tinggal berpake pakejan keradja-an bersama-sama ajandanja. Apabila
iboenja liat dia dateng, maka lantas iboenja berlari ketemoein anaknja laloe
di peloknja, di tjioem tiada berkapoetoesan, serta di mintakennja doa pada
Allah, soepaija pemarentahnja anaknja itoe bole di landjoetken.
Satoe taon radja Beder memarentahken negrinja, maka sanget ma-
djoenja, sebab ia jakinin sabole-bole, soepaija rajatnja djangan terlaloe di
aniaja oleh kepala kampoengnja, dan apa jang bole menambahken kaoen-
toengan rajatnja ia itoelah di atoerkennja dengan sampoerna. Djadi boe-
kannja orang-orang kaja dan bangsawan jang terlaloe di openin oleh radja,
hanja orang ketjilnja, ia itoelah jang di perloenja. Taon jang kadoewanja,
maka ia dapet idjin dari ajandanja aken serahken doeloe pemarentahan
negri kapada perhimpoenan masjawarat Agoeng, sebab ianja hendak tinggal-
ken iboe kota keradja-annja, aken pegi priksa dengan diam-diam segala pri
ka-ada-an negri. Ia melaga sadja pegi memboeroe, pada hal ia pegi ka se-
kalian keradja-an ketjil-ketjtl, jang ada di dalem prentab negrinja, aken
liat dengan mata sendiri, sebagimana prika-ada-an rajatnja, dan kaloe koe-
rang baik adanja, maka ia hendak atoer jang betoel. Lagipoen ia hendak
pegi ka batas negrinja, soepaija radja-radja moesoeh jang di dekat sitoe tiada
nanti maoe berboewat djahat lagi pada negri-negri jang di prentah olehnja.
Radja Beder keloewar dari negrinja satoe taon lamanja, aken ambil atoeran
jang betoel.
Hata, maka belon sebrapa lama radja Beier poelang sampe di asta-
nanja, maka ajandanja kena kelanggar sakit keras sekali, hingga radja
toewa merasa, bahoewa adjalnja soedah ampir sampe. Dengan sabar radja
menantiken dateng maoetnja, maka pada pengabisan ia pesan keras pada
sekalian penggawi negri, wasir, ferdana manteri dan penggawi astana, aken
djangan berobah ati setijawan dan hormat kapada anaknja, soepaija marika
itoe toeroet menoeloeng radjanja dengan sasoenggoe-soenggoe ati, aken
merentahken rajat negrinja. Sekalian pembesar penggawi negri jang berhad-
lir pada bersoempah aken tinggal tegoeh bersetijawan pada radja Beder.
Abis maka radja toewa wafat. Isterinja, Gulnare dan radja Beder tinggal
berdoeka tjita dan djinasatnja radja toewa di koeboerken di dalem koeboe-
ran batoe jang bagoes sekali.
me-
Setelah selesei pekoeboeran itoe, maka satoe boelan lamanja radja
Beder tiada kaloewar, maskipoen di masjawarat Agoeng ia tiada dateng,
selamanja itoe ia tinggal menangis berdoeka tjita ingat ajandanja. Tjoba ia
bole toeroet macenja sendiri, maski sa-oemoer idoepnja ia maos tinggal
i
1521
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
jul2x5y1o33gunuxgsrjlqjsa0axt6c
282935
282869
2026-05-06T15:48:46Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282935
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>baik. Oleh perboewatan itoe, maka terlebi lagi ia di poedji dan tiada ada lagi penggawi jang bermoeloet manis, joema aken menganijaja anak negri.
Koetika abis bermasjawarat, maka radja Beder poelang ka astananja dengan tinggal berpake pakejan keradja-an bersama-sama ajandanja. Apabila iboenja liat dia dateng, maka lantas iboenja berlari ketemoein anaknja laloe di peloknja, di tjioem tiada berkapoetoesan, serta di mintakennja doa pada Allah, soepaija pemarentahnja anaknja itoe bole di landjoetken.
Satoe taon radja Beder memarentahken negrinja, maka sanget madjoenja, sebab ia jakinin sabole-bole, soepaija rajatnja djangan terlaloe dianiaja oleh kepala kampoengnja, dan apa jang bole menambahken kaoentoengan rajatnja ia itoelah di atoerkennja dengan sampoerna. Djadi boekannja orang-orang kaja dan bangsawan jang terlaloe di openin oleh radja, hanja orang ketjilnja, ia 1itoelah jang di perloenja. Taon jang kadoewanja, maka ia dapet idjin dari ajandanja aken serahken doeloe pemarentahan negri kapada perhimpoenan masjawarat Agoeng, sebab ianja hendak tinggalken iboe kota keradja-annja, aken pegi priksa dengan diam-diam segala prika-ada-an negri. Ia melaga sadja pegi memboeroe, pada hal ia pegi ka se-kalian keradja-an ketjil-ketjil, jang ada di dalem prentah negrinja, aken liat dengan mata sendiri, sebagimana prika-ada-an rajatnja, dan kaloe koerang baik adanja, maka ia hendak atoer jang betoel. Lagipoen ia hendak pegi ka batas negrinja, soepaija radja-radja moesoeh jang di dekat sitoe tiada nanti maoe berboewat djahat lagi pada negri-negri jang di prentah olehnja.
Radja Beder keloewar dari negrinja satoe taon lamanja, aken ambil atoeran jang betoel.
Hata, maka belon sebrapa lama radja Beder poelang sampe di astananja, maka ajandanja kena kelanggar sakit keras sekali, hingga radja toewa merasa, bahoewa adjalnja soedah ampir sampe. Dengan sabar radja menantiken dateng maoetnja, maka pada pengabisan ia pesan keras pada sekalian penggawi negri, wasir, ferdana manteri dan penggawi astana, aken djangan berobah ati setijawan dan hormat kapada anaknja, soepaija marika itoe toeroet menoeloeng radjanja dengan sasoenggoe-soenggoe ati, aken
merentahken rajat negrinja. Sekalian pembesar penggawi negri jang berhadlir pada bersoempah aken tinggal tegoeh bersetijawan pada radja Beder. Abis maka radja toewa wafat. Isterinja, Gulnare dan radja Beder tinggal berdoeka tjita dan djinasatnja radja toewa di koeboerken di dalem koeboeran batoe jang bagoes sekali.
Setelah selesei pekoeboeran itoe, maka satoe boelan lamanja radja Beder tiada kaloewar, maskipoen di masjawarat Agoeng ia tiada dateng, selamanja itoe ia tinggal menangis berdoeka tjita ingat ajandanja. Tjoba ia bole toeroet maoenja sendiri, maski sa-oemoer idoepnja ia maoe tinggal<noinclude>{{rh||1521}}</noinclude>
2u3gh2lhnwd4jnfp11hg3uvtgw41gdz
283373
282935
2026-05-07T03:58:20Z
Muhamad Fahrizal Leo Pratama
27019
/* Tervalidasi */
283373
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Muhamad Fahrizal Leo Pratama" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>baik. Oleh perboewatan itoe, maka terlebi lagi ia di poedji dan tiada ada lagi penggawi jang bermoeloet manis, joema aken menganijaja anak negri.
Koetika abis bermasjawarat, maka radja Beder poelang ka astananja dengan tinggal berpake pakejan keradja-an bersama-sama ajandanja. Apabila iboenja liat dia dateng, maka lantas iboenja berlari ketemoein anaknja laloe di peloknja, di tjioem tiada berkapoetoesan, serta di mintakennja doa pada Allah, soepaija pemarentahnja anaknja itoe bole di landjoetken.
Satoe taon radja Beder memarentahken negrinja, maka sanget madjoenja, sebab ia jakinin sabole-bole, soepaija rajatnja djangan terlaloe dianiaja oleh kepala kampoengnja, dan apa jang bole menambahken kaoentoengan rajatnja ia itoelah di atoerkennja dengan sampoerna. Djadi boekannja orang-orang kaja dan bangsawan jang terlaloe di openin oleh radja, hanja orang ketjilnja, ia 1itoelah jang di perloenja. Taon jang kadoewanja, maka ia dapet idjin dari ajandanja aken serahken doeloe pemarentahan negri kapada perhimpoenan masjawarat Agoeng, sebab ianja hendak tinggalken iboe kota keradja-annja, aken pegi priksa dengan diam-diam segala prika-ada-an negri. Ia melaga sadja pegi memboeroe, pada hal ia pegi ka se-kalian keradja-an ketjil-ketjil, jang ada di dalem prentah negrinja, aken liat dengan mata sendiri, sebagimana prika-ada-an rajatnja, dan kaloe koerang baik adanja, maka ia hendak atoer jang betoel. Lagipoen ia hendak pegi ka batas negrinja, soepaija radja-radja moesoeh jang di dekat sitoe tiada nanti maoe berboewat djahat lagi pada negri-negri jang di prentah olehnja.
Radja Beder keloewar dari negrinja satoe taon lamanja, aken ambil atoeran jang betoel.
Hata, maka belon sebrapa lama radja Beder poelang sampe di astananja, maka ajandanja kena kelanggar sakit keras sekali, hingga radja toewa merasa, bahoewa adjalnja soedah ampir sampe. Dengan sabar radja menantiken dateng maoetnja, maka pada pengabisan ia pesan keras pada sekalian penggawi negri, wasir, ferdana manteri dan penggawi astana, aken djangan berobah ati setijawan dan hormat kapada anaknja, soepaija marika itoe toeroet menoeloeng radjanja dengan sasoenggoe-soenggoe ati, aken
merentahken rajat negrinja. Sekalian pembesar penggawi negri jang berhadlir pada bersoempah aken tinggal tegoeh bersetijawan pada radja Beder. Abis maka radja toewa wafat. Isterinja, Gulnare dan radja Beder tinggal berdoeka tjita dan djinasatnja radja toewa di koeboerken di dalem koeboeran batoe jang bagoes sekali.
Setelah selesei pekoeboeran itoe, maka satoe boelan lamanja radja Beder tiada kaloewar, maskipoen di masjawarat Agoeng ia tiada dateng, selamanja itoe ia tinggal menangis berdoeka tjita ingat ajandanja. Tjoba ia bole toeroet maoenja sendiri, maski sa-oemoer idoepnja ia maoe tinggal<noinclude>{{rh||1521}}</noinclude>
10kn5w5sn9zndd68qpw2utjx5ejq029
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/467
104
101109
282875
2026-05-06T15:32:42Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'XXXXXXXXXXR 1001 MALAM 1XXXXXXXXXX ** semangkin bertambah lagi, kaoem kaloewarganja Guloare poen sering djoega dateng tengokin pangeran Beder, hingga mendjadi rame di dalem astana. Koetika pangeran Beder beroesiah oemoer lima belas taon , maka ia djadi terlebi pandé dari pada sekalian goeroepja, lagi ia mendjadi terlebi tjakep dan tjepat poela lagi bidjaksana. Sri mabaradja Persie koetika di liatnja pangeran Beder semangkin tjerdik dan semangk...
282875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>XXXXXXXXXXR 1001 MALAM 1XXXXXXXXXX **
semangkin bertambah lagi, kaoem kaloewarganja Guloare poen sering djoega
dateng tengokin pangeran Beder, hingga mendjadi rame di dalem astana.
Koetika pangeran Beder beroesiah oemoer lima belas taon , maka ia
djadi terlebi pandé dari pada sekalian goeroepja, lagi ia mendjadi terlebi
tjakep dan tjepat poela lagi bidjaksana.
Sri mabaradja Persie koetika di liatnja pangeran Beder semangkin
tjerdik dan semangkin pandei, maka radja lantas berfikir lebi baik dari sem
karang sadja sabelondja dia meninggal doenia, karadja-annja itoe di serah
kennja pada pangeran Beder, tambahan puela radja Persie rasaken dirinja soedah
toewa, ampir tiada bisa memerentah , dari itoe, maka di bribkennja taoe ka
pada masjawarat Agoeng, bahoewa ia hendak brenti mendjadi radja . Rajat
sa-isi negri poen djoega senang ati, koetika di dengarnja radja hendak me
lepasken pangkatnja aken di ganti oleh pangeran Beder, sebab marika itoe
fikir, bahoewa pangeran itoepoen tjakep aken memegang prentah . Pangeran
Beder memang seringkali kaloewar berkoempoel sama anak- anak orang bang
sawan dan penggawi besar, dari itoe sekalian orang dapet liat, bahoewa ianja
orang berboedi bahasa manis dan berati baik, serta tiada berhati tinggi dan
tiada sekali-kali menghina-in orang. Marika itoe taoe betoel, bahoewa ia sa
orang arif dan adil, serta bidjaksana, barang siapa djoega, kendati hiva-dina
sekalipoen, kaloe hendak bitjara sama pangeran Beder belon pernah di to
lakpja dan sabole-bolenja dia toeloeng.
Hari aken mengganti pemarentah-an itoepoen telah ditetapken. Sri
baginda maharadja Persie toeroen dari pada sanggasanapja. Mangkotanja
di angkat dari kepalanja laloe di pindahkеn, di taro di atas kepalanja pa
ngeran Beder, abis radja sendiri toentoen pada pangeran itoe, jang soeda
bermakoti pegi ka tempat karadjahan, maka di sitoe radja toewa tjioem
tangan pangeran Beder, aken menjataken pada sekalian jang berhadlir di sitoe,
bahoewa ia radja toewa telah soedah serahken pemarentah dan koewasanja,
serta kamoelija -apnja kapada radja baroe, setelah soedah, maka radja toewa
doedoek di bawah, di mana tempat doedoeknja wasir-wasir besar dan ferdana
manteri dari negri. Apabila ralja toewa soedah doedoek di bawah, maka
sekalian pembesar penggawi negri, wasir besar dan ferdana manteri pada
bangoen bersoedjoet di hadepan radja baroe, aken bersoempah bersetijawan
pada radja moeda.
Di hari itoepoen ferdana manteri bawa mengadep bebrapa perkara
pada radja baroe, maka soenggoe njatalah tjeredikoja dan pandenja radja
itoe, tatkala ia memoetoesken perkara itoe, hingga sekalian penggawi negri
pada heran bagimana radja jang masih begitoe moeda soeda tadjem fikiran
pja. Setelah tetap pangeran B -der soedab djadi radja, maka ia lepasken
penggawi-penggawi jang tida dapet di pertjaija laloe di gantioja penggawi jang
1520
1001 Malam
l
75<noinclude></noinclude>
cu1ft5wdvkkiw3t1uk81nr0zu1btju7
282904
282875
2026-05-06T15:40:02Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>semangkin bertambah lagi, kaoem kaloewarganja Gulnare poen sering djoega dateng tengokin pangeran Beder, hingga mendjadi rame di dalem astana.
Koetika pangeran Beder beroesiah oemoer lima belas taon, maka ia
djadi terlebi pandé dari pada sekalian goeroenja, lagi ia mendjadi terlebi tjakep dan tjepat poela lagi bidjaksana.
Sri maharadja Persie koetika di liatnja pangeran Beder semangkin tjerdik dan semangkin pandei, maka radja lantas berfikir lebi baik dari sekarang sadja sabelonoja dia meninggal doenia, karadja-annja itoe di serahkennja pada pangeran Beder, tambahan poela radja Persie rasaken dirinja soedah toewa, ampir tiada bisa memerentah, dari itoe, maka di brihkennja taoe kapada masjawarat Agoeng, bahoewa ia hendak brenti mendjadi radja. Rajat saisi negri poen djoega senang ati, koetika di dengarnja radja hendak melepasken pangkatnja aken di ganti oleh pangeran Beder, sebab marika itoe fikir, bahoewa pangeran itoepoen tjakep aken memegang prentah. Pangeran Beder memang seringkali kaloewar berkoempoel sama anak-anak orang bangsawan dan penggawi besar, dari itoe sekalian orang dapet liat, bahoewa ianja orang berboedi bahasa manis dan berati baik, serta tiada berhati tinggi dan tiada sekali-kali menghina-in orang. Marika itoe taoe betoel, baboewa ia saorang arif dan adil, serta bidjaksana, barang siapa djoega, kendati hina-dina sekalipoen, kaloe hendak bitjara sama pangeran Beder belon pernah di tolaknja dan sabole-bolenja dia toeloeng.
Hari aken mengganti pemarentah-an itoepoen telah di tetapken. Sei baginda maharadja Persie toeroon dari pada sanggasananja. Mangkotanja di angkat dari kepalanja laloe di pindahken, di taro di atas kepalanja pa Dgeran Beder, abis radja sendiri toentoen pada pangeran itoe, jang soeda bermakota pegi ka tempat karadjahan, maka di sitne radja toewa tjioem tangan pangeran Beder, aken menjataken pada sekalian jang berhadlir di sitoe, bahoewa ia radja toewa telah soedah serahken pemarentah dan koewasanja, serta kamoelija-annja kapada radja baroe, setelah soedah, maka radja toewa doedosk di bawah, di mana tempat doedoeknja wasir-wasir besar dan ferdana manteri dari negri. Apabila radja toewa soedah doedoek di bawah, maka sekalian pembesar penggawi negri, wasir besar dan ferdana manteri pada
bangoen bersoedjoet di hadapan radja baroe, aken bersoempah bersetijawan pada radja moeda.
Di hari itoepoen ferdana manteri bawa mengadep bebrapa perkara pada radja baroe, maka soenggoe njatalah tjeredikoja dan pandenja radja itos, tatkala ia memoetoesken perkara itoe, hingga sekalian penggawi negri pada heran bagimana radja jang masih begitoe moeda soeda tadjem fikirannja. Setelah tetap pangeran Beder soedah djadi radja, maka ia lepasken penggawi-penggawi jang tida dapet di pertjaija laloe di gantioja penggawi jang<noinclude></noinclude>
egfhroo13urj1nd57trolbln5mn7ae8
283376
282904
2026-05-07T03:59:10Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283376
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>semangkin bertambah lagi, kaoem kaloewarganja Gulnare poen sering djoega dateng tengokin pangeran Beder, hingga mendjadi rame di dalem astana.
Koetika pangeran Beder beroesiah oemoer lima belas taon, maka ia djadi terlebi pandé dari pada sekalian goeroenja, lagi ia mendjadi terlebi tjakep dan tjepat poela lagi bidjaksana.
Sri maharadja Persie koetika di liatnja pangeran Beder semangkin tjerdik dan semangkin pandei, maka radja lantas berfikir lebi baik dari sekarang sadja sabelonoja dia meninggal doenia, karadja-annja itoe di serahkennja pada pangeran Beder, tambahan poela radja Persie rasaken dirinja soedah toewa, ampir tiada bisa memerentah, dari itoe, maka di brihkennja taoe kapada masjawarat Agoeng, bahoewa ia hendak brenti mendjadi radja. Rajat saisi negri poen djoega senang ati, koetika di dengarnja radja hendak melepasken pangkatnja aken di ganti oleh pangeran Beder, sebab marika itoe fikir, bahoewa pangeran itoepoen tjakep aken memegang prentah. Pangeran Beder memang seringkali kaloewar berkoempoel sama anak-anak orang bangsawan dan penggawi besar, dari itoe sekalian orang dapet liat, bahoewa ianja orang berboedi bahasa manis dan berati baik, serta tiada berhati tinggi dan tiada sekali-kali menghina-in orang. Marika itoe taoe betoel, baboewa ia saorang arif dan adil, serta bidjaksana, barang siapa djoega, kendati hina-dina sekalipoen, kaloe hendak bitjara sama pangeran Beder belon pernah di tolaknja dan sabole-bolenja dia toeloeng.
Hari aken mengganti pemarentah-an itoepoen telah di tetapken. Sei baginda maharadja Persie toeroon dari pada sanggasananja. Mangkotanja di angkat dari kepalanja laloe di pindahken, di taro di atas kepalanja pa Dgeran Beder, abis radja sendiri toentoen pada pangeran itoe, jang soeda bermakota pegi ka tempat karadjahan, maka di sitne radja toewa tjioem tangan pangeran Beder, aken menjataken pada sekalian jang berhadlir di sitoe, bahoewa ia radja toewa telah soedah serahken pemarentah dan koewasanja, serta kamoelija-annja kapada radja baroe, setelah soedah, maka radja toewa doedosk di bawah, di mana tempat doedoeknja wasir-wasir besar dan ferdana manteri dari negri. Apabila radja toewa soedah doedoek di bawah, maka sekalian pembesar penggawi negri, wasir besar dan ferdana manteri pada
bangoen bersoedjoet di hadapan radja baroe, aken bersoempah bersetijawan pada radja moeda.
Di hari itoepoen ferdana manteri bawa mengadep bebrapa perkara pada radja baroe, maka soenggoe njatalah tjeredikoja dan pandenja radja itos, tatkala ia memoetoesken perkara itoe, hingga sekalian penggawi negri pada heran bagimana radja jang masih begitoe moeda soeda tadjem fikirannja. Setelah tetap pangeran Beder soedah djadi radja, maka ia lepasken penggawi-penggawi jang tida dapet di pertjaija laloe di gantioja penggawi jang<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1520|{{smaller|75}}}}</noinclude>
mzv28zyfhyjbcff0ts9z35tbiocfq22
Pengguna:Sofi Solihah
2
101110
282878
2026-05-06T15:33:18Z
Rachmat04
3937
Rachmat04 memindahkan halaman [[Pengguna:Sofi Solihah]] ke [[Pengguna:Oceanmuse]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Sofi Solihah|Sofi Solihah]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Oceanmuse|Oceanmuse]]"
282878
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pengguna:Oceanmuse]]
mmrfanhthd576urcsahqvbp6h1i4tb4
Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah
3
101111
282880
2026-05-06T15:33:18Z
Rachmat04
3937
Rachmat04 memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:Sofi Solihah]] ke [[Pembicaraan Pengguna:Oceanmuse]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Sofi Solihah|Sofi Solihah]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Oceanmuse|Oceanmuse]]"
282880
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pembicaraan Pengguna:Oceanmuse]]
grcfr2maq9cwkzxaymw4fe92zunslex
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/465
104
101112
282889
2026-05-06T15:36:53Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'XXXXXXXXXX 1001 MALAM IXXXXXXXXXX paksa trima barar g-bura g itoe. Iar ja bersama- sama i -terinja m -ngoendjoekin trimah kasihnja pada sekalian marika iloe, adapoen radja Saleh berkata : „ Sri Maharadja Persie jarg termoelija, termasjboer, adil , arif boediman dan bidjaksana, boekannja doeli toewankoe jang patoet membilang trima kasi pada kami orang, pada bal kami ini haroes bertrimah kasih pada doeli toewankoe, sebab doeli toewankoe soedah...
282889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>XXXXXXXXXX
1001 MALAM IXXXXXXXXXX
paksa trima barar g-bura g itoe. Iar ja bersama- sama i -terinja m -ngoendjoekin
trimah kasihnja pada sekalian marika iloe, adapoen radja Saleh berkata :
„ Sri Maharadja Persie jarg termoelija, termasjboer, adil , arif boediman dan
bidjaksana, boekannja doeli toewankoe jang patoet membilang trima kasi
pada kami orang, pada bal kami ini haroes bertrimah kasih pada doeli
toewankoe, sebab doeli toewankoe soedah piarah kami poenja soedara dengan
sega'a baik , serta kami poen semoewa telah di samboet dan di perdjamoe
ken oleh doeli sjah alam dengan sebagimana pantesnja ."
Tida sebrapa lamanja lagi , maka radja Saleh berkata pada radja
Persie, baboewa ia bersama- sama savak so dara pada girang sanget, aken
tinggal berdiam berkoempoel bersama -sama di astana radja Persie, aken
tetapi tiada bole, sebab ianja soeda tinggalken karadjabannja sabegitoe
lamanja, djadi perloe sanget aken poelang, soepaija djangan negrinja djadi
terlantar. Iauja harep djangan radja Persie meudjudi goesar, jang ia, ja
bendak minta poelang ka negrinja. Sri baginda maharadja Persie bilang,
bahoewa ia berdoeka tjika sanget jarg tetamoenja hendak minta poelang
begitoe lekas, tetapi barang bal pemarentaban memang perloe, ijoema radja
Persie minta ma-af djargan iparnja dan mertoewanja mendjadi got sar, sebab
ianja tiada bisa anter marika itoe poelang ka astapanja di dalem laoet.
Adapoen kami soeka ati sekali, djikaloe toewankoe bersama-sama sekalian
kaoem kaloewarganja kadang-kadang djoega dateng kemari di kami poenja
astana.
Koetika marika itoe ambil selamat tingga' , maka bertangis-tangisanlab
iboe, anak dan soedara. Radja Saleh berangkat lebi doeloe, iboenja dan
poeteri- poeteri jang toeroet ampir tiada di lepas oleh Gulnare. Setelah sekalian
marika itoe soeda poelang, maka radja Persie laloe berkata pada permeisoeri
nja: » Kami sa-oemoer idoep tiada panti loepahken kabaikanmoe ati djiwakoe ,
bersama- sama sanak soedaramoe, siang malem kami memoedjiken Allah, jang
kami di perolehkeppja sa-orang isteri sebagi adinda.”
Hata, maka pangeran Beder di piarah di dalem astana sebagimana
pantesnja . Semangkin ari ia djadi semangkin bagoes dan semangkin tjerdik,
semangkin giranglah orang toewanja. Boedi bahasanja dari ketjil mauis
sekali dan apa djoega di perboewarnja, maka pjata sekali akal tj- rdıknja .
Ia di bribken goeroe jang termasjboer aken mengadjar manoelis dan
batja, aken adjar bikajat aken mengarang soerat dan laen-laen sebaginja. Ia
11
poen di adjari paik koeda dan bermaen panah, sebagimana pautes di ke'aboei
sa-orang anak radja. Di antero negri Persie orang alem avak radja itoe,
baik orang toewa, baik anak-anak, baik lelaki, baik perampoewan, semoewa
memoedji anak radja itoe, sebab ia terlaloe amat elok dan sanget di saijang
>
oleh radja baginda. Kaoentoengan dan kasenangan ati radja di dalem astada
1519
***<noinclude></noinclude>
4frlei58ojjnsuw02vmkhhv2x11bben
282921
282889
2026-05-06T15:45:17Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282921
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>paksa trima barang-barang itoe. Ia ja bersama-sama isterija mengoendjoekin trimah kasihnja pada sekaliau marika itoe, adapoen radja Saleh berkata: „Sri Maharadj Persie jang termoelija, termasjboer, adil, arif boediman dan bidjaksana, boekannja doeli toewankoe jang patoet membilang trima kasi pada kami orang, pada bal kami ini baroes bertrimah kasih pada doeli toewankoe, sebab doeli tnewankoe soedah piarah kami poenja soedara dengan segala baik, serta kami poen semoewa telah di samboet dau di perdjamoeken oleh doeli sjah alam dengan sebagimana panteanja.”
Tida brapa lamanja lagi, maka radja Saleh berkata pada radja Persie, baboewa ia bersama-sama sanak so dara pada girang sanget, aken tinggal berdiam berkoempoel bersama-sama di astana radja Persie, aken tetapi tiada bole, sebab ianja soeda tinggalken karadjabannja sabegitos lamanja, djadi perloe sanget aken poelang, soepaija djangan negrinja djadi terlantar. Ianja barep djangan radja Porsie mendjadi gorsar, jang is: ja hendak minta poolang ka negrinja. Sri baginda maharadja Persie bilang, baboewa ia berdoeka tjika sanget jang tetamoenja hendak minta poelang begitoe lekas, tetapi barang hal pemaren'ahan memang perloe, tjoema radja Persie minta maaf djargan iparnja dan mertoewanja mendjadi gotsar, sebab ianja tiada bisa anter marika itoe poelang ka astananja di dalem laoet. Adapoen kami soeka ati sekali, djikaloe toewankoe berrama-rama sekalien. kaoem kaloewarganja kadang-kadang djoega dateng kemari di kami ponuja astana.
Koetika marika itoe ambil selamat tinggal, maka bertangis-tangisanlab iboe, anak dan scedara. Radja Saleh berangkat lebi doeloe, iboenja dan poeter-posteri jang toeroet ampir tiada di lepas oleh Gulnare. Setelah sekalian marika itoe soda poelang, maka radja Persie laloe berkata pala permeisoeri-nja: Kami sa-oemoer idoep tiada nanti loepalken kabaikaumos ati djiwakoe, bersama-sama sanak sedaramos, siang malem kami memoedjiken Allab, jang kami di perolehkennja sa-orang isteri sebagi adinda.”
Hata, maka pangeran Beder di piarah di dalem astana sebagimana panteanja. Semangkin ari ia djadi semangkin bagoes dan semangkin tjerlik, semangkin giranglab orang teewanja. Boedi bahasanja dari ketji mauis sekali dan apa djoega di perboewanja, maka njata sekali akal tjerdikoja.
Ia di brihken goeroe jang terma jboer aken mengadjar manoelis dan batja, aken adjar hikajat aken mengarang soerat dan laen-laen sebaginja. Ia poen di adjari naik koeda dan bermaen panah, sebagimana pantes di keraboei sa-orang anak radja. Di antero negri Persie o ang alem auak radja itoe, baik orang toewa, baik anak-anak, baik lelaki, baik perampoewan, semoewa memoedji anak radja itoe, sebab ia terlaloe amat elok dan sanget di saijang oleb radja baginda. Kacentoengan dan kasenangan ati radja di dalem astana<noinclude></noinclude>
4epbmjiqf6lhp1mmrfjb1ksdk6jwg96
282923
282921
2026-05-06T15:45:51Z
Lutfiyatun
26681
282923
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>paksa trima barang-barang itoe. Ia ja bersama-sama isterija mengoendjoekin trimah kasihnja pada sekaliau marika itoe, adapoen radja Saleh berkata: „Sri Maharadj Persie jang termoelija, termasjboer, adil, arif boediman dan bidjaksana, boekannja doeli toewankoe jang patoet membilang trima kasi pada kami orang, pada bal kami ini baroes bertrimah kasih pada doeli toewankoe, sebab doeli tnewankoe soedah piarah kami poenja soedara dengan segala baik, serta kami poen semoewa telah di samboet dau di perdjamoeken oleh doeli sjah alam dengan sebagimana panteanja.”
Tida brapa lamanja lagi, maka radja Saleh berkata pada radja Persie, baboewa ia bersama-sama sanak so dara pada girang sanget, aken tinggal berdiam berkoempoel bersama-sama di astana radja Persie, aken tetapi tiada bole, sebab ianja soeda tinggalken karadjabannja sabegitos lamanja, djadi perloe sanget aken poelang, soepaija djangan negrinja djadi terlantar. Ianja barep djangan radja Porsie mendjadi gorsar, jang is: ja hendak minta poolang ka negrinja. Sri baginda maharadja Persie bilang, baboewa ia berdoeka tjika sanget jang tetamoenja hendak minta poelang begitoe lekas, tetapi barang hal pemaren'ahan memang perloe, tjoema radja Persie minta maaf djargan iparnja dan mertoewanja mendjadi gotsar, sebab ianja tiada bisa anter marika itoe poelang ka astananja di dalem laoet. Adapoen kami soeka ati sekali, djikaloe toewankoe berrama-rama sekalien. kaoem kaloewarganja kadang-kadang djoega dateng kemari di kami ponuja astana.
Koetika marika itoe ambil selamat tinggal, maka bertangis-tangisanlab iboe, anak dan scedara. Radja Saleh berangkat lebi doeloe, iboenja dan poeter-posteri jang toeroet ampir tiada di lepas oleh Gulnare. Setelah sekalian marika itoe soda poelang, maka radja Persie laloe berkata pala permeisoeri-nja: Kami sa-oemoer idoep tiada nanti loepalken kabaikaumos ati djiwakoe, bersama-sama sanak sedaramos, siang malem kami memoedjiken Allab, jang kami di perolehkennja sa-orang isteri sebagi adinda.”
Hata, maka pangeran Beder di piarah di dalem astana sebagimana panteanja. Semangkin ari ia djadi semangkin bagoes dan semangkin tjerlik, semangkin giranglab orang teewanja. Boedi bahasanja dari ketji mauis sekali dan apa djoega di perboewanja, maka njata sekali akal tjerdikoja.
Ia di brihken goeroe jang terma jboer aken mengadjar manoelis dan batja, aken adjar hikajat aken mengarang soerat dan laen-laen sebaginja. Ia poen di adjari naik koeda dan bermaen panah, sebagimana pantes di keraboei sa-orang anak radja. Di antero negri Persie o ang alem auak radja itoe, baik orang toewa, baik anak-anak, baik lelaki, baik perampoewan, semoewa memoedji anak radja itoe, sebab ia terlaloe amat elok dan sanget di saijang oleb radja baginda. Kacentoengan dan kasenangan ati radja di dalem astana<noinclude>{{rh||1519}}</noinclude>
71zrljc87gx7wb29vtbaaby74w3p78p
283371
282923
2026-05-07T03:57:40Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283371
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>paksa trima barang-barang itoe. Ia ja bersama-sama isterija mengoendjoekin trimah kasihnja pada sekaliau marika itoe, adapoen radja Saleh berkata: „Sri Maharadj Persie jang termoelija, termasjboer, adil, arif boediman dan bidjaksana, boekannja doeli toewankoe jang patoet membilang trima kasi pada kami orang, pada bal kami ini baroes bertrimah kasih pada doeli toewankoe, sebab doeli tnewankoe soedah piarah kami poenja soedara dengan segala baik, serta kami poen semoewa telah di samboet dau di perdjamoeken oleh doeli sjah alam dengan sebagimana panteanja.”
Tida brapa lamanja lagi, maka radja Saleh berkata pada radja Persie, baboewa ia bersama-sama sanak so dara pada girang sanget, aken tinggal berdiam berkoempoel bersama-sama di astana radja Persie, aken tetapi tiada bole, sebab ianja soeda tinggalken karadjabannja sabegitos lamanja, djadi perloe sanget aken poelang, soepaija djangan negrinja djadi terlantar. Ianja barep djangan radja Porsie mendjadi gorsar, jang is: ja hendak minta poolang ka negrinja. Sri baginda maharadja Persie bilang, baboewa ia berdoeka tjika sanget jang tetamoenja hendak minta poelang begitoe lekas, tetapi barang hal pemaren'ahan memang perloe, tjoema radja Persie minta maaf djargan iparnja dan mertoewanja mendjadi gotsar, sebab ianja tiada bisa anter marika itoe poelang ka astananja di dalem laoet. Adapoen kami soeka ati sekali, djikaloe toewankoe berrama-rama sekalien. kaoem kaloewarganja kadang-kadang djoega dateng kemari di kami ponuja astana.
Koetika marika itoe ambil selamat tinggal, maka bertangis-tangisanlab iboe, anak dan scedara. Radja Saleh berangkat lebi doeloe, iboenja dan poeter-posteri jang toeroet ampir tiada di lepas oleh Gulnare. Setelah sekalian marika itoe soda poelang, maka radja Persie laloe berkata pala permeisoeri-nja: Kami sa-oemoer idoep tiada nanti loepalken kabaikaumos ati djiwakoe, bersama-sama sanak sedaramos, siang malem kami memoedjiken Allab, jang kami di perolehkennja sa-orang isteri sebagi adinda.”
Hata, maka pangeran Beder di piarah di dalem astana sebagimana panteanja. Semangkin ari ia djadi semangkin bagoes dan semangkin tjerlik, semangkin giranglab orang teewanja. Boedi bahasanja dari ketji mauis sekali dan apa djoega di perboewanja, maka njata sekali akal tjerdikoja.
Ia di brihken goeroe jang terma jboer aken mengadjar manoelis dan batja, aken adjar hikajat aken mengarang soerat dan laen-laen sebaginja. Ia poen di adjari naik koeda dan bermaen panah, sebagimana pantes di keraboei sa-orang anak radja. Di antero negri Persie o ang alem auak radja itoe, baik orang toewa, baik anak-anak, baik lelaki, baik perampoewan, semoewa memoedji anak radja itoe, sebab ia terlaloe amat elok dan sanget di saijang oleb radja baginda. Kacentoengan dan kasenangan ati radja di dalem astana<noinclude>{{rh||1519}}</noinclude>
b64ahs4m9qo3xh46aeoa4pcd01ttidx
Pembicaraan Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/720
105
101113
282896
2026-05-06T15:38:23Z
Thersetya2021
15831
/* Enter bukan */ bagian baru
282896
wikitext
text/x-wiki
== Enter bukan <br> ==
@[[Pengguna:Adhiiik|Adhiiik]], antarparagraf menggunakan enter, ada tanda petik yang salah. Silakan disunting ulang, Kak. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 15.38 (UTC)
o9ucv9eens97eqz821be4z1bq84lbt2
283405
282896
2026-05-07T04:09:16Z
Adhiiik
27020
/* Enter bukan */ Balas
283405
wikitext
text/x-wiki
== Enter bukan <br> ==
@[[Pengguna:Adhiiik|Adhiiik]], antarparagraf menggunakan enter, ada tanda petik yang salah. Silakan disunting ulang, Kak. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 6 Mei 2026 15.38 (UTC)
:siap, sudah saya bantu revisi. Terimakasih inputnya [[Pengguna:Adhiiik|Adhiiik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Adhiiik|bicara]]) 7 Mei 2026 04.09 (UTC)
ppm1szdkdk3931pkjb46ds4r8chek9x
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/459
104
101114
282907
2026-05-06T15:40:32Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '0000 1001 MALAM toewaukoe, memang soeda di takdirken Allah, baboewa kami inilah uken djadi soewaminja Gulnare . Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelah soewa toe tanda besar, baboewa sabe lopnja kami dapet sama Gulnare, maka belon pernah menjivtaken orang sebagi kami tjintaken padanja . Kami tiada sang goep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewan koe radja Saleh, jang telah ridlaken perbcewatannja Gulnare, aken perb...
282907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>0000
1001 MALAM
toewaukoe, memang soeda di takdirken Allah, baboewa kami inilah uken
djadi soewaminja Gulnare . Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelah soewa
toe tanda besar, baboewa sabe lopnja kami dapet sama Gulnare, maka belon
pernah menjivtaken orang sebagi kami tjintaken padanja . Kami tiada sang
goep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewan
koe radja Saleh, jang telah ridlaken perbcewatannja Gulnare, aken perboe
boengken kami mendjadi sanak dari pada kaoem ka-radja -an toewaokoe jang
termoelija ." Abis biljara sademikian , maka radja adjaken sekalian marika
itoe doedoek di medja, maka radja doe doek di sebelahnja Gulnare .
Abis makan minoem , maka radja beromong-omong sama tetamoenja
sam pe tengah malem, barang waktoe orang misti masoek tidoer, maka radja
anterken marika itoe ka tempat peradoewandja jang memang soeda di sediabken
dengan sepautesnja.
Hata, maka aken menjepangken ati tetamoenja , maka radja baginda
Persie bikin rame-ramejan , hingga pjata soenggoe di liat oleh mertoewanja
dan iparoja, bahoewa besar soenggoelah koewasa karadja.an baginda radja
Persie . Kamoedian radja Persie boedjoek -boedjoek pada sekalian tetamoenja,
a'sen djangan poelang doeloe biar berpanti sampe pada waktoepja Gulnare
bersalin , Sekalian bilang baik, djadi tinggallah marika itoe .
Alkaesab , maka di tjeritabken koetika waktoe jang amat baik, maka
permeisoeri sri baginda mabaradja Persie bersalin , melahirken sa orang
poetra apak laki.laki, hingga girang sanget antero isi astapa Persie . Anak
itoe terlaloe amat elok dan bagces parasnja, maka orang namaken apak
itoe 'BEDER, artinja boelan lima belas malem . Babna terlaloe amat girang
nja radja, maka radja titabken aken membribken dermah pada fakir dan
miskin, membikin sedekah pada mesigiet dan soeran . aken melepasken
orang- orang hoekoeman dan aken bikin mardika bebrapa boedak. Penggawi
astana sekalian di bribkendja persalinan baroe dan oewang, serta sekalian rajat
negri di titahken boeat bikin rame-ramejan aken tanda peringatan kagirangan
radja. Antero negri rame dan rejoeh bebrapa ari brapa malem lamanja .
Sasoedaboja permeisoeri Gulnare soeda semboeh lagi dari pada sakit
pja, maka pada soewatoe hari ia doedoek-doedoek bersama- sama sanak soe
daranja di dalem bilik aken bitjara -bitjara, sedang ia lagi beromong-omong
itoe, maka dateng dajang pengasoh sa-orang bersama-sama mengendong
anak itoe . Barang dia masoek, maka radja Saleh lantas lontjat dari tempat
doedoeknja teroes mengampiri anak itoe laloe di ambilvja dari tangan
baboenja abis di gendong sem baring di tjioem dan di eloes-eloesnja apak
itoe. Ia berdjalan-djalan moedar mandir di dalem itoe kamar, sembaring
ajoen -ajoen anak itoe di tangannja, maka sama sekali roepanja mendjadi
begitoe girang, hingga ia lari ka djendela kamar jang terboeka laloe ia
1516
1001
Malam
74<noinclude></noinclude>
qupgequwszhqtzfxz6rvs77lospu4mp
282938
282907
2026-05-06T15:49:38Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282938
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||10001 MALAM}}</noinclude>toewankoe, memang soeda di takdirken Allah, baboewa kami inilah aken djadi soewaminja Gulnare. Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelsh soewa-toe tanda besar, baboewa sabelonnja kami dapet sama Gulnare, maka belon pernah menjintaken orang sebagi kami tjintaken padanja. Kami tiada sang-goep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewan-koe radja Saleh, jang telah ridlaken perboewatannja Gulnare, aken perhoe-boengken kami mendjadi sanak dari pada kaoem ka-radja-an toewankoe jang termoelija." Abis bijara sademikian, maka radja adjaken sekalian malika itoe doedoek di medja, maka radja doedoek di sebelahnja Gulnare.
Abis makan minoem, maka radja beromong-omong sama tetamoenja sampe tengah malem, barang waktoe orang misti masoek tidoer, maka radja anferken marika itoe ka tempat peradoewannja jang memang soeda di sediahken dengan sepaulesnja.
Hata, maka aken menjenangken ati tetamoenja, maka radja baginda
Persie bikin rame-ramejan, hingga njata soenggoe di liat oleh mertoewanja dan iparuja, bahoewa besar soenggoelah koewasa karadja-an baginda radja Persie. Kamoedian radja Persie boedjoek-boedjoek pada sekalian tetamoenja, aken djangan poelang doeloe biar bernanti sampe pada waktoenja Gulnare bersalin. Sekalian bilang baik, djadi tinggallah marika itoe.
Alka esab, maka di tjeritabken koetika waktos jang amat baik, maka permeisoeri sri baginda maharadja Persie bersalin, melahirken Bа orang poetra anak laki-laki, hingga girang sanget antero isi astana Persie. Anak itoe terlaloe amat elok dan bagces paraɛnja, maka orang namaken anak itoe BEDER, artinja boelan lima belas malem. Babna terlaloe amat girang-nja radja, maka radja titahken aken membribken dermah pada fakir dan miskin, membikin sedekah pada mesigiet dan soeran. aken melepasken orang-orang hoekoeman dan aken bikin mardika bebrapa boedak. Penggawi astana sekalian di brihkenuja persalinan baroe dan oewang, serta sekalian rajat negri di titahken boeat bikin rame-ramejan aken tanda peringatan kagirangan radja. Antero negri rame dan rejoeh bebrapa ari brapa malem lamanja.
Sasoedahnja permeisoeri Gulnare soeda semboeh lagi dari pada sakit-nja, maka pada soewatoe hari ia doedoek-doedoek bersama-sama sanak soedaranja di dalem bilik aken bitjara-bitjara, sedang ia lagi beromong-omong itoe, maka dateng dajang pengasoh aa-orang bersama-sama mergendong anak itoe. Barang dia masoek, maka radja Saleh lantas lontjat dari tempat doedoeknja teroes mengampiri anak itoe laloe di ambiloja dari tangan baboenja abis di gendong sem baring di tjioem dan di eloes-eloesoja anak itoe. Ia berdjalan-djalan moedar mandir di dalem itoe kamar, sembaring
ajoen-ajoen anak itoe di tangannja, maka sama sekali roepanja mendjadi begiloe girang, hingga ia lari ka djendela kamar jang terboeka laloe ia<noinclude></noinclude>
potob90o4k0lxm5octv82jr1d9ay7ua
282940
282938
2026-05-06T15:50:28Z
Lutfiyatun
26681
282940
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||10001 MALAM}}</noinclude>toewankoe, memang soeda di takdirken Allah, baboewa kami inilah aken djadi soewaminja Gulnare. Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelsh soewa-toe tanda besar, baboewa sabelonnja kami dapet sama Gulnare, maka belon pernah menjintaken orang sebagi kami tjintaken padanja. Kami tiada sang-goep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewan-koe radja Saleh, jang telah ridlaken perboewatannja Gulnare, aken perhoe-boengken kami mendjadi sanak dari pada kaoem ka-radja-an toewankoe jang termoelija." Abis bijara sademikian, maka radja adjaken sekalian malika itoe doedoek di medja, maka radja doedoek di sebelahnja Gulnare.
Abis makan minoem, maka radja beromong-omong sama tetamoenja sampe tengah malem, barang waktoe orang misti masoek tidoer, maka radja anferken marika itoe ka tempat peradoewannja jang memang soeda di sediahken dengan sepaulesnja.
Hata, maka aken menjenangken ati tetamoenja, maka radja baginda
Persie bikin rame-ramejan, hingga njata soenggoe di liat oleh mertoewanja dan iparuja, bahoewa besar soenggoelah koewasa karadja-an baginda radja Persie. Kamoedian radja Persie boedjoek-boedjoek pada sekalian tetamoenja, aken djangan poelang doeloe biar bernanti sampe pada waktoenja Gulnare bersalin. Sekalian bilang baik, djadi tinggallah marika itoe.
Alka esab, maka di tjeritabken koetika waktos jang amat baik, maka permeisoeri sri baginda maharadja Persie bersalin, melahirken Bа orang poetra anak laki-laki, hingga girang sanget antero isi astana Persie. Anak itoe terlaloe amat elok dan bagces paraɛnja, maka orang namaken anak itoe BEDER, artinja boelan lima belas malem. Babna terlaloe amat girang-nja radja, maka radja titahken aken membribken dermah pada fakir dan miskin, membikin sedekah pada mesigiet dan soeran. aken melepasken orang-orang hoekoeman dan aken bikin mardika bebrapa boedak. Penggawi astana sekalian di brihkenuja persalinan baroe dan oewang, serta sekalian rajat negri di titahken boeat bikin rame-ramejan aken tanda peringatan kagirangan radja. Antero negri rame dan rejoeh bebrapa ari brapa malem lamanja.
Sasoedahnja permeisoeri Gulnare soeda semboeh lagi dari pada sakit-nja, maka pada soewatoe hari ia doedoek-doedoek bersama-sama sanak soedaranja di dalem bilik aken bitjara-bitjara, sedang ia lagi beromong-omong itoe, maka dateng dajang pengasoh aa-orang bersama-sama mergendong anak itoe. Barang dia masoek, maka radja Saleh lantas lontjat dari tempat doedoeknja teroes mengampiri anak itoe laloe di ambiloja dari tangan baboenja abis di gendong sem baring di tjioem dan di eloes-eloesoja anak itoe. Ia berdjalan-djalan moedar mandir di dalem itoe kamar, sembaring
ajoen-ajoen anak itoe di tangannja, maka sama sekali roepanja mendjadi begiloe girang, hingga ia lari ka djendela kamar jang terboeka laloe ia<noinclude>{{rh||1516}}</noinclude>
tinhg4wehwa952uc02zv9lban9knwvj
283365
282940
2026-05-07T03:55:03Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283365
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|10001 MALAM}}</noinclude>toewankoe, memang soeda di takdirken Allah, baboewa kami inilah aken djadi soewaminja Gulnare. Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelsh soewa-toe tanda besar, baboewa sabelonnja kami dapet sama Gulnare, maka belon pernah menjintaken orang sebagi kami tjintaken padanja. Kami tiada sang-goep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewan-koe radja Saleh, jang telah ridlaken perboewatannja Gulnare, aken perhoe-boengken kami mendjadi sanak dari pada kaoem ka-radja-an toewankoe jang termoelija." Abis bijara sademikian, maka radja adjaken sekalian malika itoe doedoek di medja, maka radja doedoek di sebelahnja Gulnare.
Abis makan minoem, maka radja beromong-omong sama tetamoenja sampe tengah malem, barang waktoe orang misti masoek tidoer, maka radja anferken marika itoe ka tempat peradoewannja jang memang soeda di sediahken dengan sepaulesnja.
Hata, maka aken menjenangken ati tetamoenja, maka radja baginda Persie bikin rame-ramejan, hingga njata soenggoe di liat oleh mertoewanja dan iparuja, bahoewa besar soenggoelah koewasa karadja-an baginda radja Persie. Kamoedian radja Persie boedjoek-boedjoek pada sekalian tetamoenja, aken djangan poelang doeloe biar bernanti sampe pada waktoenja Gulnare bersalin. Sekalian bilang baik, djadi tinggallah marika itoe.
Alkaesah, maka di tjeritabken koetika waktos jang amat baik, maka permeisoeri sri baginda maharadja Persie bersalin, melahirken Bа orang poetra anak laki-laki, hingga girang sanget antero isi astana Persie. Anak itoe terlaloe amat elok dan bagces paraɛnja, maka orang namaken anak itoe BEDER, artinja boelan lima belas malem. Babna terlaloe amat girang-nja radja, maka radja titahken aken membribken dermah pada fakir dan miskin, membikin sedekah pada mesigiet dan soeran. aken melepasken orang-orang hoekoeman dan aken bikin mardika bebrapa boedak. Penggawi astana sekalian di brihkenuja persalinan baroe dan oewang, serta sekalian rajat negri di titahken boeat bikin rame-ramejan aken tanda peringatan kagirangan radja. Antero negri rame dan rejoeh bebrapa ari brapa malem lamanja.
Sasoedahnja permeisoeri Gulnare soeda semboeh lagi dari pada sakit-nja, maka pada soewatoe hari ia doedoek-doedoek bersama-sama sanak soedaranja di dalem bilik aken bitjara-bitjara, sedang ia lagi beromong-omong itoe, maka dateng dajang pengasoh aa-orang bersama-sama mergendong anak itoe. Barang dia masoek, maka radja Saleh lantas lontjat dari tempat doedoeknja teroes mengampiri anak itoe laloe di ambiloja dari tangan baboenja abis di gendong sem baring di tjioem dan di eloes-eloesoja anak itoe. Ia berdjalan-djalan moedar mandir di dalem itoe kamar, sembaring ajoen-ajoen anak itoe di tangannja, maka sama sekali roepanja mendjadi begiloe girang, hingga ia lari ka djendela kamar jang terboeka laloe ia<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1516|{{smaller|74}}}}</noinclude>
6riukko3rau43q1oidsnb01x93y3yrw
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/457
104
101115
282911
2026-05-06T15:41:02Z
Upiak Ituih
27011
sedang dikerjakan
282911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>:
1001 MALAM
di bales djabat? Maka soedahlah djangan bitjara lagi dari hal itoe, baik
toewankoe liat sendiri bagimana girang kami poenja iboe jang mendjoendjoeng
pada toewankoe dengan hormat. Marika itoe sekalian kepingin sekali kete-
mosin pada toewan, aken mengoendjoeken hormat dengan moeloetnja sendiri
kapada doeli sjah alam. Kami sampe koswatir aken djadi riboet tadi,
koetika kami adjak marika itoe doedoek makan minoem di medja, sedang
toewankoe, toewan roemah, tiada ada berbadlir bersama-sama. Oleh kerna
itoe, marilah toewan toeroet bersama-sama masoek kadalem itoe kamar,
Boepaija girang dan senang sekalian marika itoe."
Katanja sri baginda: Adinda, hati djiwakoe, kami terlaloe amat
girang aken membrih salaman pada marika itoe jang telah masoek sanak
sama kami, aken tetapi bagimana halnja itoe api jang kaloewar dari moelost,
idoeng dan mata, kami mendjadi takoet."
Permeisoeri Gulnare bermesem katanja: »Doeli sjah alam djangan
koewatir, itoe api tiada apa, itoe tjoema mengoendjoekin, bahoewa marika
itoe ada koerang enak ati aken doedoek bersantapan makan minoem di medja
orang, sedang jang poenja roemah sendiri tiada berhadlir bersama-sama."
Radja Persie mendjadi senang djoega atinja, maka ia masoek ber-
temoe mertoewa dan iparnja di dalem kamar satoenja. Ia di kasi beladjar
kenal oleh permeisoeri radja kapada iboenja Gulnare dan soedaranja Saleh
dan misanannja, marika itoe semoewa bersoedjoet membrih hormat. Maka
radja angkat marika itoe di kasi bediri abis di peloknja dengan manis boedi
bahasanja.
Barang sekalian soedah berdoedoek di medja, maka radja Saleb
lantas berkata pada radja Persie, katanja: »Doeli ajah alam, kami sekalian
tiada sanggoep mengoendjoeken kagirangan kami sekalian bagei toewankoe
jah alam, sebab kami poenja soedara, adinda Gulnare, di hari waktoe ia
ada di dalem soesah, telah dapet perlindoengan dan pertoeloengan dari pada
doeli sjah alam. Kami brani tanggoeng, bahoewa asal oesoelnja Gulnare
orang radja besar-besar, maka tiada oesah ia mendjadi tjatjat pada doeli
jah alam. Kami sekalian begitoe sanget tjinta-in pada Gulnare, hingga kami
tiada kasi permissie dianja kawin sama sa-orang radja di darat jang besar
koewasanja, maskipoen radja itoe soeda tjintaken sama Gulnare dari ia ma-
sih ketji dan ia Gulnare di minta djadi mantoe. Adapoen Gulnare telah
di simpan soenggoe oleh jang Maha moelija boewat di brihken pada doeli
ajah alam, maka kami sekalian soenggoe girang sanget, jang Toehan Broe
sekalian alam telah takdirken sademikian adanja. Kami minta doa siang
ari malem, biar doeli sjah alam di berkatken Allah, serta di landjoetken
Desiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat."
Djawabnja sri baginda maharadja Persie: Benarlah sebagimana bitjara
1515
Google<noinclude></noinclude>
0wu78u9nslofpp45k1o87l2cx0x7qin
282956
282911
2026-05-06T15:55:11Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
282956
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>di bales djabat? Maka soedahlah djangan bitjara lagi dari hal itoe, baik toewankoe liat sendiri bagimana girang kami poenja iboe jang mendjoendjoeng pada toewankoe dengan hormat. Marika itoe sekalian kepingin sekali ketemosin pada toewan, aken mengoendjoeken hormat dengan moeloetnja sendiri kapada doeli sjah alam. Kami sampe koewatir aken djadi riboet tadi, koetika kami adjak marika itoe doedoek makan minoem di medja, sedang
toewankoe, toewan roemah, tiada ada berhadlir bersama-sama. Oleh kerna itoe, marilah toewan toeroet bersama-sama masoek kadalem itoe kamar, soepaija girang dan senang sekalian marika itoe."
Katanja sri baginda: »Adinda, hati djiwakoe, kami terlaloe amat
girang aken membrih salaman pada marika itoe jang telah masoek sanak sama kami, aken tetapi bagimana halnja itoe api jang kaloewar dari moeloet, idoeng dan mata, kami mendjadi takoet."
Permeisoeri Gulnare bermesem katanja: »Doeli sjah alam djangan
koewatir, itoe api tiada apa, itoe tjoema mengoendjoekin, bahoewa marika itoe ada koerang enak ati aken doedoek bersantapan makan minoem di medja orang, sedang jang poenja roemah sendiri tiada berhadlir bersama-sama."
Radja Persie mendjadi senang djoega atinja, maka ia masoek bertemoe mertoewa dan iparnja di dalem kamar satoenja. Ia di kasi beladjar kenal oleh permeisoeri radja kapada iboenja Gulnare dan soedaranja Saleh dan misanannja, marika itoe semoewa bersoedjoet membrih hormat. Maka radja angkat marika itoe di kasi bediri abis di peloknja dengan manis boedi bahasanja.
Barang sekalian soedah berdoedoek di medja, maka radja Saleh
lantas berkata pada radja Persie, katanja: »Doeli ajah alam, kami sekalian tiada sanggoep mengoendjoeken kagirangan kami sekalian bagei toewankoe sjah alam, sebab kami poenja soedara, adinda Gulnare, di hari waktoe ia ada di dalem soesah, telah dapet perlindoengan dan pertoeloengan dari pada doeli sjah alam. Kami brani tanggoeng, bahoewa asal oesoelnja Gulnare orang radja besar-besar, maka tiada oesah ia mendjadi tjatjat pada doeli
sjah alam. Kami sekalian begitoe sanget tjinta-in pada Gulnare, hingga kami tiada kasi permissie dianja kawin sama sa-orang radja di darat jang besar koewasanja, maskipoen radja itoe soeda tjintaken sama Gulnare dari ia masih ketjil dan ia Gulnare di minta djadi mantoe. Adapoen Gulnare telah di simpan soenggoe oleh jang Maha moelija boewat di brihken pada doeli sjah alam, maka kami sekalian soenggoe girang sanget, jang Toehan Broe sekalian alam telah takdirken sademikian adanja. Kami minta doa siang ari malem, biar doeli sjah alam di berkatken Allah, serta di landjoetken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat."
Djawabnja sri baginda maharadja Persie: Benarlah sebagimana bitjara<noinclude>{{rh||1515}}</noinclude>
6ajmkl5ux2n5rqwpjd6so193j6xafol
283363
282956
2026-05-07T03:53:23Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283363
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>di bales djabat? Maka soedahlah djangan bitjara lagi dari hal itoe, baik toewankoe liat sendiri bagimana girang kami poenja iboe jang mendjoendjoeng pada toewankoe dengan hormat. Marika itoe sekalian kepingin sekali ketemosin pada toewan, aken mengoendjoeken hormat dengan moeloetnja sendiri kapada doeli sjah alam. Kami sampe koewatir aken djadi riboet tadi, koetika kami adjak marika itoe doedoek makan minoem di medja, sedang toewankoe, toewan roemah, tiada ada berhadlir bersama-sama. Oleh kerna itoe, marilah toewan toeroet bersama-sama masoek kadalem itoe kamar, soepaija girang dan senang sekalian marika itoe."
Katanja sri baginda: »Adinda, hati djiwakoe, kami terlaloe amat girang aken membrih salaman pada marika itoe jang telah masoek sanak sama kami, aken tetapi bagimana halnja itoe api jang kaloewar dari moeloet, idoeng dan mata, kami mendjadi takoet."
Permeisoeri Gulnare bermesem katanja: »Doeli sjah alam djangan koewatir, itoe api tiada apa, itoe tjoema mengoendjoekin, bahoewa marika itoe ada koerang enak ati aken doedoek bersantapan makan minoem di medja orang, sedang jang poenja roemah sendiri tiada berhadlir bersama-sama."
Radja Persie mendjadi senang djoega atinja, maka ia masoek bertemoe mertoewa dan iparnja di dalem kamar satoenja. Ia di kasi beladjar kenal oleh permeisoeri radja kapada iboenja Gulnare dan soedaranja Saleh dan misanannja, marika itoe semoewa bersoedjoet membrih hormat. Maka radja angkat marika itoe di kasi bediri abis di peloknja dengan manis boedi bahasanja.
Barang sekalian soedah berdoedoek di medja, maka radja Saleh lantas berkata pada radja Persie, katanja: »Doeli ajah alam, kami sekalian tiada sanggoep mengoendjoeken kagirangan kami sekalian bagei toewankoe sjah alam, sebab kami poenja soedara, adinda Gulnare, di hari waktoe ia ada di dalem soesah, telah dapet perlindoengan dan pertoeloengan dari pada doeli sjah alam. Kami brani tanggoeng, bahoewa asal oesoelnja Gulnare orang radja besar-besar, maka tiada oesah ia mendjadi tjatjat pada doeli sjah alam. Kami sekalian begitoe sanget tjinta-in pada Gulnare, hingga kami tiada kasi permissie dianja kawin sama sa-orang radja di darat jang besar koewasanja, maskipoen radja itoe soeda tjintaken sama Gulnare dari ia masih ketjil dan ia Gulnare di minta djadi mantoe. Adapoen Gulnare telah di simpan soenggoe oleh jang Maha moelija boewat di brihken pada doeli sjah alam, maka kami sekalian soenggoe girang sanget, jang Toehan Broe sekalian alam telah takdirken sademikian adanja. Kami minta doa siang ari malem, biar doeli sjah alam di berkatken Allah, serta di landjoetken oesiah oemoer pandjang dalem sehat walafiat."
Djawabnja sri baginda maharadja Persie: Benarlah sebagimana bitjara<noinclude>{{rh||1515}}</noinclude>
a0c6q6nsay44918c9nm9550nyrtr6is
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/411
104
101116
282928
2026-05-06T15:46:47Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1001 MALAM mendjala dau mengail , maka ikan jang di dapetnja teroes di goreng, dan bamba poen toeroet makan djoega . Pada ka esokan harinja marika itoe belajar menoedjoe darat, sampe di darat kita orang semoewa toeroep , abis bamba di bawa teroes mengadap radja . Tempat kadoedoekap radja itoe rame sekali orangpja , maka hamba di trima sadja dengan manis bahasa. Di antara wasir radja, maka ada sa-orang jang mengarti bahasa Arab. Pada ipi wasir...
282928
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>1001 MALAM
mendjala dau mengail , maka ikan jang di dapetnja teroes di goreng, dan
bamba poen toeroet makan djoega . Pada ka esokan harinja marika itoe belajar
menoedjoe darat, sampe di darat kita orang semoewa toeroep , abis bamba di bawa
teroes mengadap radja . Tempat kadoedoekap radja itoe rame sekali orangpja ,
maka hamba di trima sadja dengan manis bahasa. Di antara wasir radja,
maka ada sa-orang jang mengarti bahasa Arab. Pada ipi wasir hamba bertanja
negri apa ini namanja, maka radja bilang dengan pertoeloergan wasir itoe,
jang djadi seperti djoeroebasa katanja: » Ini negri Henad namanja, ia itoe satoe
dari pada bandar besar dari benoewa Tjina .
Radja laloe titabken pada wasiroja itoe, aken djaga betoel pada hamba
dan ia poen misti oendjoeken barang dan tempat, javg aneh -aneh di dalem
ini negri. Wasir itoe tjerita bken pada bamba, bahoewa orang- orang di ioi
negri doeloe-doeloe savget bertabajoel, maka aken di bribken boekoem padanja,
maka marika itoe di djadiken batoe. Maka jang membikin hamba mendjadi
terlaloe heran, ia itoe poeboen beboewahan . Poehoer-poehoen itoe ada banjak dan
bagoes, belon pernah bamba dapet liat terlebi bagoes dari poeboen -poeboen di
ini negri . Begitoe dengan begitoe ada satoe boelan lamanja hamba tipggal di
itoe negri . Sekali pada soewatoe bari kabetoelan bamba ada djalan -djalan
di
pinggir kali, maka hamba dapet liat di awan-awan ada satoe orang bertoeng
gang koeda sembravi, roepanja ia berterbang menoedjoe hamba. Barang ianja
soeda ampir pada hamba, maka ia tanja apa engkau ini » Aboe Mohamed
Alkeslap?” Hamba menjaoet ia betoel bamba poenja nama Alkeslan . Abis dia
berkata poela djangan engkau takoet, kami ini sahbat engkau , hendak mengoen
djoek bales trima kasi kami boewat pertoeloenganmoe .
Dengan heran bamba bertanja: » Siapakah kamoe?''
Djawabpja orang itoe: » Kami ipi snedaranja oelar poeti, maka kami
dateng kasi taoe padamoe, bahoewa engkau sekarang soeda tida djooeh lagi
dari tempat kadoedoekan isterimoe .” Sambil berkata demikian, maka dia
boengkoes hamba di dalem selimoetoja, abis dia kasi hamba doedoek di bla
kangoja di atas koeda sambrapi . Setelah soeda, maka koeda itoe berlari
seperti apgin masoek ka dalem oetan .
Kita lariken koeda di dalem oetan itoe ada bebrapa lamanja, maka
pada satoe koetika koeda itoe di brenti- in abis hamba di soeroeb toeroen . Maka
katanja pada hamba: » Engkau liat ini doewa goenoeng, baiklah engkau pegi
kasana sampe engkau katemoe kota tembaga itoe; aken tetapi engkau djangan
masoek kadalem, kaloe akoe belon kombali pada kamoe, aken membrihken
padamoe soewatoe akal boewat masoek ka dalem kota dengan tida koerang
apa-apa.” Abis bitjara begitoe, maka dia linjap dan hamba katinggalan sendiri
di dalem oetan rimba gedang.
Dengan sanget soekarnja hamba berdjalan di tempat-tempat di mana
1492
1001 Malam
68<noinclude></noinclude>
duq6cz754o7iph2eq4wl3k234z66thc
282978
282928
2026-05-06T16:06:59Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
282978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>mendjala dau mengail, maka ikan jang di dapetnja teroes di goreng, dan hamba poen toeroet makan djoega. Pada ka esokan harinja marika itoe belajar menoedjoe darat, sampe di darat kita orang semoewa toeroep, abis bamba di bawa teroes mengadap radja. Tempat kadoedoekan radja itoe rame sekali orangoja,
maka bamba di trima radja dengan manis bahasa. Di antara wasir radja, maka ada sa-orang jang mengarti bahasa Arab. Pada ini wasir hamba bertanja negri apa ini namanja, maka radja bilang dengan pertoeloergan wasir itce, jang djadi seperti djoeroebasa katanja: Ini negri Henad namanja, la itoe satos dari pada bandar besar dari benoewa Tjina.
Radja laloe titabken pada wasiruja itoe, aken djaga betoel pada hamba dan ia poen misti oendjoeken barang dan tempat, jang aneh-aneh di dalem ini negri. Wasir itoe tjeritahken pada hamba, bahoewa orang-orang di ini negri doeloe-doeloe sanget bertahajoel, maka aken di brihken hoekoem padanja, maka marika itoe di djadiken batos. Maka jang membikin hamba mendjadi
terlaloe heran, ia itoe poehoen beboewahan. Poehoen-poehoen itoe ada banjak dan bagoes, belon pernah hamba dapet liat terlebi bagoes dari poehoen-poeboen di ini negri. Begitoe dengan begitoe ada satoe boelan lamanja hamba tinggal di itoe negri. Sekali pada soewatoe hari kabetoelan hamba ada djalan-djalan di pinggir kali, maka hamba dapet liat di awan-awan ada satoe orang bertoeng-gang korda sembrani, roepanja in berterbang menoedjoe hamba. Barang ianja soeda ampir pada hamba, maka ia tanja apa engkau ini Aboe Mohamed Alkeslan?” Hamba menjaoet ia betoel hamba poenja nama Alkeslan. Abis dia berkata poela djangan engkau lakoet, kami ini sahbat engkau, hendak mengoen-djoek bales trima kasi kami boewat pertoeloenganmoe.
Dengan heran hamba bertanja: »Siapakah kamoe?”
Djawabnja orang itoe: Kami ini snedaranja oelar poeti, maka kami
dateng kasi taoe padamoe, baboewa engkau sekarang soeds tida djaoeh lagi dari tempat kadoedoekan isterimoe.” Sambil berkata demikian, maka dia boengkoes hamba di dalem selimoetoja, abis dia kasi hamba doedoek di bla-kangoja di atas koeda sambrani. Setelah soeda, maka koeda itoe berlari seperti angin masoek ka dalem oetan.
Kita lariken koeda di dalem oetan itoe ada bebrapa lamanja, maka pada satoe koetika koeda itoe di brenti-in abis hamba di soeroeh toeroen. Maka katanja pada hamba: Engkau liat ini doewa goenoeng, baiklah engkau pegi kasana sampe engkau katemoe kota tembaga itoe; aken tetapi engkau djangan masoek kadalem, kaloe akoe belon kombali pada kamoe, aken membrihken padamoe soewatoe akal boewat masoek ka dalem kota dengan tida koerang apa-apa.” Abis bitjara begiton, maka dia linjap dan hamba katinggalan sendiri di dalem oetan rimba gedang.
Dengan sanget soekaroja hamba berdjalan di tempat-tempat di mana<noinclude>{{rh||1492}}</noinclude>
9qjzp5m7nhmuvcbw0te3urzt991cm8j
283307
282978
2026-05-07T03:29:27Z
Zeefra
22281
/* Tervalidasi */
283307
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zeefra" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>mendjala dau mengail, maka ikan jang di dapetnja teroes di goreng, dan hamba poen toeroet makan djoega. Pada ka esokan harinja marika itoe belajar menoedjoe darat, sampe di darat kita orang semoewa toeroep, abis bamba di bawa teroes mengadap radja. Tempat kadoedoekan radja itoe rame sekali orangoja,
maka bamba di trima radja dengan manis bahasa. Di antara wasir radja, maka ada sa-orang jang mengarti bahasa Arab. Pada ini wasir hamba bertanja negri apa ini namanja, maka radja bilang dengan pertoeloergan wasir itce, jang djadi seperti djoeroebasa katanja: Ini negri Henad namanja, la itoe satos dari pada bandar besar dari benoewa Tjina.
Radja laloe titabken pada wasiruja itoe, aken djaga betoel pada hamba dan ia poen misti oendjoeken barang dan tempat, jang aneh-aneh di dalem ini negri. Wasir itoe tjeritahken pada hamba, bahoewa orang-orang di ini negri doeloe-doeloe sanget bertahajoel, maka aken di brihken hoekoem padanja, maka marika itoe di djadiken batos. Maka jang membikin hamba mendjadi
terlaloe heran, ia itoe poehoen beboewahan. Poehoen-poehoen itoe ada banjak dan bagoes, belon pernah hamba dapet liat terlebi bagoes dari poehoen-poeboen di ini negri. Begitoe dengan begitoe ada satoe boelan lamanja hamba tinggal di itoe negri. Sekali pada soewatoe hari kabetoelan hamba ada djalan-djalan di pinggir kali, maka hamba dapet liat di awan-awan ada satoe orang bertoeng-gang korda sembrani, roepanja in berterbang menoedjoe hamba. Barang ianja soeda ampir pada hamba, maka ia tanja apa engkau ini Aboe Mohamed Alkeslan?” Hamba menjaoet ia betoel hamba poenja nama Alkeslan. Abis dia berkata poela djangan engkau lakoet, kami ini sahbat engkau, hendak mengoen-djoek bales trima kasi kami boewat pertoeloenganmoe.
Dengan heran hamba bertanja: »Siapakah kamoe?”
Djawabnja orang itoe: Kami ini snedaranja oelar poeti, maka kami dateng kasi taoe padamoe, baboewa engkau sekarang soeds tida djaoeh lagi dari tempat kadoedoekan isterimoe.” Sambil berkata demikian, maka dia boengkoes hamba di dalem selimoetoja, abis dia kasi hamba doedoek di bla-kangoja di atas koeda sambrani. Setelah soeda, maka koeda itoe berlari seperti angin masoek ka dalem oetan.
Kita lariken koeda di dalem oetan itoe ada bebrapa lamanja, maka pada satoe koetika koeda itoe di brenti-in abis hamba di soeroeh toeroen. Maka katanja pada hamba: Engkau liat ini doewa goenoeng, baiklah engkau pegi kasana sampe engkau katemoe kota tembaga itoe; aken tetapi engkau djangan masoek kadalem, kaloe akoe belon kombali pada kamoe, aken membrihken padamoe soewatoe akal boewat masoek ka dalem kota dengan tida koerang apa-apa.” Abis bitjara begiton, maka dia linjap dan hamba katinggalan sendiri di dalem oetan rimba gedang.
Dengan sanget soekaroja hamba berdjalan di tempat-tempat di mana<noinclude>
{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1492|{{smaller|68}}}}</noinclude>
o7z3s9a7k68c2pdye6p65tikt51wa4k
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/906
104
101117
282958
2026-05-06T15:55:47Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ini, kadang -kadang orang jang menderita penjakit ini tidak mau melapurkan dirinja , sebagai berpenjakit jang tidak disenangi itu . Sekarang ini telah ditundjuk seorang Menteri Djururawat jang semata-mata diberi tugas untuk memeriksai keadaan-keadaan penjakit kusta di Sumatera Barat dan memberi obat. Dalam tahun 1951 ini , dengan kerdja sama dengan instansiinstansi lain-lain , maka semakin djelaslah nampaknja , dimana -mana penjakit itu timbul d...
282958
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>ini, kadang -kadang orang jang menderita penjakit ini tidak
mau melapurkan dirinja , sebagai berpenjakit jang tidak disenangi itu . Sekarang ini telah ditundjuk seorang Menteri
Djururawat jang semata-mata diberi tugas untuk memeriksai
keadaan-keadaan penjakit kusta di Sumatera Barat dan memberi obat.
Dalam tahun 1951 ini , dengan kerdja sama dengan instansiinstansi lain-lain , maka semakin djelaslah nampaknja , dimana -mana penjakit itu timbul dan menular, sehingga Djawatan Kesehatan dapat melaksanakan kesehatan rakjat dengan
lantjar dan teratur sebagaimana jang kita harapkan .
Dan dari itu kesehatan rakjat umumnja , ada baiknja kalau
dibandingkan dengan tahun-tahun jang lalu . Pada achir tahun.
1952 , sudah diterima dan dipekerdjakan disini 13 orang dokter
bangsa asing , untuk membantu mengusahakan Kesehatan Rakjat
dalam arti jang sebenarnja .
Dokter-dokter
ini
telah
ditempatkan
didaerah-daerah
di
Propinsi Sumatera Tengah, jakni :
1. Batu Sangkar.
2. Solok.
7. Muara Tebo ( Djambi ) .
8.
Bagan Siapi-api .
3. Padang.
4. Pariaman.
9.
Selat Pandjang.
10.
5.
11. Bengkalis.
Sawah Lunto.
6. 2 orang di Painan .
b)
Preventief.
12.
Djambi.
Bukittinggi ( Dr. gigi ) .
(Pentjegahan didaerah dan dilaut ) .
Usaha-usaha dilapangan ini dalam tahun 1951 terus digiatkan
sebagaimana mestinja.
a. Pemberantasan dan pemeriksaan dipelabuhan-pelabuhan , tentang kemungkinan adanja penjakit menular, dikapal-kapal laut
dan kapal -kapal udara terus dikerdjakan.
Untuk ini sudah ditundjuk saudara - saudara jang tersebut dibawah ini :
1.
di Padang ( Teluk Bajur ) saudara Dr. Roemawi , sebagai penjelenggara dipelabuhan ini , disamping tugas sebagai dokter
Rumah Sakit Umum Megawati di Padang .
2.
di Pakan Baru diselenggarakan oleh saudara Dr Iljas Dt.
Batuah, disamping tugas dan pekerdjaan sebagai dokter
Keresidenan.
3.
di Tandjung Pinang , saudara Dr. Tjia Su Piauw, disamping
pekerdjaan sebagai Kepala Djawatan Kesehatan Kabupaten
Kepulauan Riau, ditundjuk sebagai dokter pelabuhan dilaut dan
diudara .
898<noinclude></noinclude>
5itm2z404guxobouzse344qwi4vl5ks
282979
282958
2026-05-06T16:07:16Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
282979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>ini, kadang-kadang orang jang menderita penjakit ini tidak mau melapurkan dirinja, sebagai berpenjakit jang tidak disenangi itu. Sekarang ini telah ditundjuk seorang Menteri Djururawat jang semata-mata diberi tugas untuk memeriksa keadaan-keadaan penjakit kusta di Sumatera Barat dan memberi obat.
Dalam tahun 1951 ini, dengan kerdja sama dengan instansi-instansi lain-lain, maka semakin djelaslah nampaknja, di-mana-mana penjakit itu timbul dan menular, sehingga Djawatan Kesehatan dapat melaksanakan kesehatan rakjat dengan lantjar dan teratur sebagaimana jang kita harapkan.
Dan dari itu kesehatan rakjat umumnja, ada baiknja kalau dibandingkan dengan tahun-tahun jang lalu. Pada achir tahun 1952, sudah diterima dan dipekerdjakan disini 13 orang dokter bangsa asing, untuk membantu mengusahakan Kesehatan Rakjat dalam arti jang sebenarnja.
Dokter-dokter ini telah ditempatkan didaerah-daerah di Propinsi Sumatera Tengah, jakni:
<div style="overflow: auto; padding-left: 2em; margin-bottom: 1em;">
<div style="float: left; width: 45%;">
1. Batu Sangkar.<br />
2. Solok.<br />
3. Padang.<br />
4. Pariaman.<br />
5. Sawah Lunto.<br />
6. 2 orang di Painan.
</div>
<div style="float: left; width: 45%;">
7. Muara Tebo (Djambi).<br />
8. Bagan Siapi-api.<br />
9. Selat Pandjang.<br />
10. Djambi.<br />
11. Bengkalis.<br />
12. Bukittinggi (Dr. gigi).
</div>
</div>
<div style="clear: both;"></div>
<p><b>b) Preventief.</b> (Pentjegahan didaerah dan dilaut).</p>
Usaha-usaha dilapangan ini dalam tahun 1951 terus digiatkan sebagaimana mestinja.
<p>a. Pemberantasan dan pemeriksaan dipelabuhan-pelabuhan, tentang kemungkinan adanja penjakit menular, <i>dikapal-kapal laut dan kapal-kapal udara terus dikerdjakan.</i></p>
Untuk ini sudah ditundjuk saudara-saudara jang tersebut di-bawah ini:
<ol>
<li>di Padang (Teluk Bajur) saudara Dr. Roemawi, sebagai penjelenggara dipelabuhan ini, disamping tugas sebagai dokter Rumah Sakit Umum Megawati di Padang.</li>
<li>di Pakan Baru diselenggarakan oleh saudara Dr Iljas Dt. Batuah, disamping tugas dan pekerdjaan sebagai dokter Keresidenan.</li>
<li>di Tandjung Pinang, saudara Dr. Tjia Su Piauw, disamping pekerdjaan sebagai Kepala Djawatan Kesehatan Kabupaten Kepulauan Riau, ditundjuk sebagai dokter pelabuhan dilaut dan diudara.</li>
</ol>
</div><noinclude></noinclude>
ms5qtja8wr1vg9n70qdll68k7pkih8r
282994
282979
2026-05-06T16:11:50Z
Adhiiik
27020
282994
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>ini, kadang-kadang orang jang menderita penjakit ini tidak mau melapurkan dirinja, sebagai berpenjakit jang tidak disenangi itu. Sekarang ini telah ditundjuk seorang Menteri Djururawat jang semata-mata diberi tugas untuk memeriksa keadaan-keadaan penjakit kusta di Sumatera Barat dan memberi obat.
Dalam tahun 1951 ini, dengan kerdja sama dengan instansi-instansi lain-lain, maka semakin djelaslah nampaknja, di-mana-mana penjakit itu timbul dan menular, sehingga Djawatan Kesehatan dapat melaksanakan kesehatan rakjat dengan lantjar dan teratur sebagaimana jang kita harapkan.
Dan dari itu kesehatan rakjat umumnja, ada baiknja kalau dibandingkan dengan tahun-tahun jang lalu. Pada achir tahun 1952, sudah diterima dan dipekerdjakan disini 13 orang dokter bangsa asing, untuk membantu mengusahakan Kesehatan Rakjat dalam arti jang sebenarnja.
Dokter-dokter ini telah ditempatkan didaerah-daerah di Propinsi Sumatera Tengah, jakni:
<div style="overflow: auto; padding-left: 2em; margin-bottom: 1em;">
<div style="float: left; width: 45%;">
1. Batu Sangkar.<br />
2. Solok.<br />
3. Padang.<br />
4. Pariaman.<br />
5. Sawah Lunto.<br />
6. 2 orang di Painan.
</div>
<div style="float: left; width: 45%;">
7. Muara Tebo (Djambi).<br />
8. Bagan Siapi-api.<br />
9. Selat Pandjang.<br />
10. Djambi.<br />
11. Bengkalis.<br />
12. Bukittinggi (Dr. gigi).
</div>
</div>
<div style="clear: both;"></div>
<p><b>b) Preventief.</b> (Pentjegahan didaerah dan dilaut).</p>
Usaha-usaha dilapangan ini dalam tahun 1951 terus digiatkan sebagaimana mestinja.
<p>a. Pemberantasan dan pemeriksaan dipelabuhan-pelabuhan, tentang kemungkinan adanja penjakit menular, <i>dikapal-kapal laut dan kapal-kapal udara terus dikerdjakan.</i></p>
Untuk ini sudah ditundjuk saudara-saudara jang tersebut di-bawah ini:
<ol>
<li>di Padang (Teluk Bajur) saudara Dr. Roemawi, sebagai penjelenggara dipelabuhan ini, disamping tugas sebagai dokter Rumah Sakit Umum Megawati di Padang.</li>
<li>di Pakan Baru diselenggarakan oleh saudara Dr Iljas Dt. Batuah, disamping tugas dan pekerdjaan sebagai dokter Keresidenan.</li>
<li>di Tandjung Pinang, saudara Dr. Tjia Su Piauw, disamping pekerdjaan sebagai Kepala Djawatan Kesehatan Kabupaten Kepulauan Riau, ditundjuk sebagai dokter pelabuhan dilaut dan diudara.</li>
</ol>
</div><noinclude>{{rh|898}}</noinclude>
6yvkl8cwzzhjsvf466zx1zls97oxkrq
Pembicaraan Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/906
105
101118
282984
2026-05-06T16:08:59Z
Adhiiik
27020
/* syntax tabel */ bagian baru
282984
wikitext
text/x-wiki
== syntax tabel ==
saya kesulitan membuat syntax tabel tanpa garis [[Pengguna:Adhiiik|Adhiiik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Adhiiik|bicara]]) 6 Mei 2026 16.08 (UTC)
74490dmiph2i7qw51pbenvs9klnqmij
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/501
104
101119
282989
2026-05-06T16:10:24Z
Seeharee
22422
/* Telah diuji baca */
282989
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Seeharee" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf]]<noinclude></noinclude>
m6rnru11qvunhf7llwvdwpglrqps2sb
283185
282989
2026-05-07T02:02:38Z
Lia Basyaiban
18670
/* Tervalidasi */
283185
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lia Basyaiban" /></noinclude>[[File:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf]]<noinclude></noinclude>
5ojc9hdznrifiy6prsdcjicg71bxm34
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/311
104
101120
282991
2026-05-06T16:10:34Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kerdja untuk mempeladjari dan mengetahui hasrat rakjat itu. Panitya ini diketuai oleh Ketua DPRST ( Hadji Iljas Jacoub ) . Achirnja pada tanggal 16 April 1950 berlangsunglah perajaanperajaan memperingati penggabungan kembali kota Padang dan daerah sekitarnja mendjadi daerah R.I. jang merupakan sebahagian dari daerah Propinsi Sumatera Tengah. Perajaan itu berdjalan dengan sempurna , dan salah satu atjara penting jang dilaksanakan pada waktu itu ,...
282991
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>kerdja untuk mempeladjari dan mengetahui hasrat rakjat itu.
Panitya ini diketuai oleh Ketua DPRST ( Hadji Iljas Jacoub ) .
Achirnja pada tanggal 16 April 1950 berlangsunglah perajaanperajaan memperingati penggabungan kembali kota Padang dan
daerah sekitarnja mendjadi daerah R.I. jang merupakan sebahagian
dari daerah Propinsi Sumatera Tengah.
Perajaan itu berdjalan dengan sempurna , dan salah satu atjara
penting jang dilaksanakan pada waktu itu , ialah meletakkan batu
pertama untuk mendirikan sebuah tugu peringatan jang achirnja
merupakan salah satu tugu peringatan jang terbagus diseluruh
kepulauan Indonesia.
Kepulauan Riau.
Tanggal 20 Maret 1950 berachirlah kekuasaan pemerintahan
jang dilakukan oleh suatu Dewan atas daerah kepulauan Riau .
Dewan jang dibentuk dizaman pendudukan tentera Belanda ini
menjerahkan kekuasaannja kepada suatu kekuasaan militer jang
ditundjuk oleh Pemerintah Pusat untuk itu.
Pada pertengahan bulan April 1950 , dalam kawatnja kepada
Gubernur Sumatera Tengah, Menteri Dalam Negeri RIS memerintahkan agar daerah kepulauan Riau segera dimasukkan mendjadi
salah satu bahagian dari daerah R.I. Propinsi Sumatera Tengah .
Berdasarkan kepada bunji surat kawat itu , maka oleh Pemerintah
Sumatera Tengah dilakukan pengiriman suatu delegasi pemerintahan jang akan melaksanakan perintah Menteri Dalam Negeri
RIS itu.
Adapun susunan delegasi itu adalah sebagai berikut:
Ketua
:
R. M. Oetojo.
Sekretaris:
Marah Ismail .
Anggota² :
R. Djojodirdjo.
Adeli Abdullah.
Anwar Kadir.
Jahja Djalil .
Usman Keadilan.
Sebelum delegasi ini berangkat menudju ke Tandjung Pinang
dimana timbang terima akan dilakukan , lebih dahulu sudah berangkat pula 3 orang wakil Pemerintah Sumatera Tengah jang
bertugas melakukan penindjauan dan sebagai pelopor persiapan.
Ketiga orang itu terdiri dari saudara-saudara Datuk Baginda,
Dr. Iljas dan Umar Usman.
305<noinclude></noinclude>
el5ryb1fn06ydltnikfk9xc835lwbfj
282999
282991
2026-05-06T16:14:45Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
282999
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>kerdja untuk mempeladjari dan mengetahui hasrat rakjat itu. Panitya ini diketuai oleh Ketua DPRST (Hadji Iljas Jacoub).
Achirnja pada tanggal 16 April 1950 berlangsunglah perajaan- perajaan memperingati penggabungan kembali kota Padang dan daerah sekitarnja mendjadi daerah R.I. jang merupakan sebahagian dari daerah Propinsi Sumatera Tengah.
Perajaan itu berdjalan dengan sempurna, dan salah satu atjara penting jang dilaksanakan pada waktu itu, ialah meletakkan batu pertama untuk mendirikan sebuah tugu peringatan jang achirnja merupakan salah satu tugu peringatan jang terbagus diseluruh kepulauan Indonesia.
<b>Kepulauan Riau.</b>
Tanggal 20 Maret 1950 berachirlah kekuasaan pemerintahan jang dilakukan oleh suatu Dewan atas daerah kepulauan Riau. Dewan jang dibentuk dizaman pendudukan tentera Belanda ini menjerahkan kekuasaannja kepada suatu kekuasaan militer jang ditundjuk oleh Pemerintah Pusat untuk itu.
Pada pertengahan bulan April 1950, dalam kawatnja kepada Gubernur Sumatera Tengah, Menteri Dalam Negeri RIS memerintahkan agar daerah kepulauan Riau segera dimasukkan mendjadi salah satu bahagian dari daerah R.I. Propinsi Sumatera Tengah. Berdasarkan kepada bunji surat kawat itu, maka oleh Pemerintah Sumatera Tengah dilakukan pengiriman suatu delegasi pemerintahan jang akan melaksanakan perintah Menteri Dalam Negeri RIS itu.
Adapun susunan delegasi itu adalah sebagai berikut:
<div style="padding-left: 4em; border: none !important; background: none !important;">
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 6.5em;">Ketua</span> : R. M. Oetojo.</p>
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 6.5em;">Sekretaris</span> : Marah Ismail.</p>
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 6.5em;">Anggota²</span> : R. Djojodirdjo.</p>
<p style="margin: 0 0 0 7.2em;">Adeli Abdullah.</p>
<p style="margin: 0 0 0 7.2em;">Anwar Kadir.</p>
<p style="margin: 0 0 0 7.2em;">Jahja Djalil.</p>
<p style="margin: 0 0 0 7.2em;">Usman Keadilan.</p>
</div>
Sebelum delegasi ini berangkat menudju ke Tandjung Pinang dimana timbang terima akan dilakukan, lebih dahulu sudah berangkat pula 3 orang wakil Pemerintah Sumatera Tengah jang bertugas melakukan penindjauan dan sebagai pelopor persiapan. Ketiga orang itu terdiri dari saudara-saudara Datuk Baginda, Dr. Iljas dan Umar Usman.<noinclude>{{rh|||305|||}}</noinclude>
2xs821jw6xy8rpsdqqmu4puj52vif7c
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/314
104
101121
283000
2026-05-06T16:15:04Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Perutusan ( delegasi ) ini terdiri dari: 1. Dt . M. Basa nan Kuning : Ketua , 2. Marzoeki Jatim : Anggota, 3. Hadji Roesli : Anggota, 4. : Anggota/Sekretaris. Leon Salim Perutusan ini berangkat dari Bukittinggi pada tanggal 30 April 1950 dan kembali ke Bukittinggi pada tanggal 17 Mei 1950. Kesan-kesan jang diperdapat dan dibawa oleh perutusan itu dari Djambi , diantaranja ialah , bahwa pemimpin-pemimpin dan rakjat Djambi buat sement...
283000
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Perutusan ( delegasi ) ini terdiri dari:
1. Dt . M. Basa nan Kuning
:
Ketua ,
2. Marzoeki Jatim
:
Anggota,
3. Hadji Roesli
:
Anggota,
4.
:
Anggota/Sekretaris.
Leon Salim
Perutusan ini berangkat dari Bukittinggi pada tanggal 30 April
1950 dan kembali ke Bukittinggi pada tanggal 17 Mei 1950.
Kesan-kesan jang diperdapat dan dibawa oleh perutusan itu dari
Djambi , diantaranja ialah , bahwa pemimpin-pemimpin dan rakjat
Djambi buat sementara waktu tidak mau membitjarakan soal- soal
politik dan status daerahnja , karena mereka mempertjajakan hal
ini sebulatnja kepada kebidjaksanaan Pemerintah Pusat R.I. di
Djokjakarta .
Berdasarkan laporan -laporan dari delegasi tersebut diatas , dan
dikuatkan pula oleh surat kawat Perdana Menteri kepada DPRST
mengenai status daerah itu, maka Dewan Pemerintah Sumatera
Tengah tetap memandang dan menganggap serta menghargai
daerah Djambi itu sebagai bahagian dari Propinsi Sumatera
Tengah.
Adapun kawat Perdana Menteri R.I. itu lengkap dan aslinja
berbunji sebagai berikut :
zq dprst bukittinggi via ptt/pd no . 409/50 mendjawab kwt
no . 50/dprst/r/50 pemst belum repeat belum mengambil putusan
tentang djambi ttk selama belum ada putusan status djambi
tetap dalam lingkungan prop sum tengah ttk
pmri dk
Karena kedua hal tersebut diatas , maka pengoperan kembali
daerah Djambi kepada daerah Propinsi Sumatera Tengah tidaklah
terlalu sukar untuk dilaksanakan .
Setelah diadakannja hubungan dengan Gubernur dan DPD
Propinsi Sumatera Selatan, agar hubungan financieel dan dinasdinas Pemerintahan Daerah Djambi diserahkan kembali kepada
Propinsi Sumatera Tengah , maka dengan sendirinja daerah Djambi
sudah dapat dipulihkan kembali sebagai seharusnja .
Dengan pemulihan daerah Djambi ini , maka sebelum terbentuknja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada pertengahan tahun
1950, daerah territoriaal Propinsi Sumatera Tengah telah kembali
sebagai keadaannja pada sebelum menghadapi agressi Belanda
ke- II.
308<noinclude></noinclude>
bb5e60qd5ftckqa5sfv5jesmo622id5
283044
283000
2026-05-06T18:27:02Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>Perutusan (delegasi) ini terdiri dari:
<div style="padding-left: 1.5em; margin-bottom: 1em;">
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 1.5em;">1.</span> <span style="display: inline-block; width: 14em;">Dt. M. Basa nan Kuning</span> : Ketua,</p>
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 1.5em;">2.</span> <span style="display: inline-block; width: 14em;">Marzoeki Jatim</span> : Anggota,</p>
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 1.5em;">3.</span> <span style="display: inline-block; width: 14em;">Hadji Roesli</span> : Anggota,</p>
<p style="margin: 0;"><span style="display: inline-block; width: 1.5em;">4.</span> <span style="display: inline-block; width: 14em;">Leon Salim</span> : Anggota/Sekretaris.</p>
</div>
Perutusan ini berangkat dari Bukittinggi pada tanggal 30 April 1950 dan kembali ke Bukittinggi pada tanggal 17 Mei 1950. Kesan-kesan jang diperdapat dan dibawa oleh perutusan itu dari Djambi, diantaranja ialah, bahwa pemimpin-pemimpin dan rakjat Djambi buat sementara waktu tidak mau membitjarakan soal-soal politik dan status daerahnja, karena mereka mempertjajakan hal ini sebulatnja kepada kebidjaksanaan Pemerintah Pusat R.I. di Djokjakarta.
Berdasarkan laporan-laporan dari delegasi tersebut diatas, dan dikuatkan pula oleh surat kawat Perdana Menteri kepada DPRST mengenai status daerah itu, maka Dewan Pemerintah Sumatera Tengah tetap memandang dan menganggap serta menghargai daerah Djambi itu sebagai bahagian dari Propinsi Sumatera Tengah.
Adapun kawat Perdana Menteri R.I. itu lengkap dan aslinja berbunji sebagai berikut:</p>
<div style="padding-left: 5em; padding-right: 2em; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;">
<p style="margin: 0; line-height: 1.2;">zq dprst bukittinggi via ptt/pd no. 409/50 mendjawab kwt no. 50/dprst/r/50 pemst belum repeat belum mengambil putusan tentang djambi ttk selama belum ada putusan status djambi tetap dalam lingkungan prop sum tengah ttk</p>
<p style="text-align: right; margin: 0;">pmri dk</p>
</div>
Karena kedua hal tersebut diatas, maka pengoperan kembali daerah Djambi kepada daerah Propinsi Sumatera Tengah tidaklah terlalu sukar untuk dilaksanakan.
Setelah diadakannja hubungan dengan Gubernur dan DPD Propinsi Sumatera Selatan, agar hubungan financieel dan dinas- dinas Pemerintahan Daerah Djambi diserahkan kembali kepada Propinsi Sumatera Tengah, maka dengan sendirinja daerah Djambi sudah dapat dipulihkan kembali sebagai seharusnja.
Dengan pemulihan daerah Djambi ini, maka sebelum terbentuk- nja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada pertengahan tahun 1950, daerah territoriaal Propinsi Sumatera Tengah telah kembali sebagai keadaannja pada sebelum menghadapi aggressi Belanda ke-II.<noinclude>{{rh|308|}}</noinclude>
tpvnyqap1biyctqkffzgg5sl03kxr96
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/339
104
101122
283045
2026-05-06T18:52:40Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>:hentiannja oleh Wali Daerah, boleh membanding putusan itu kepada Dewan Perwakilan Daerah jang putusannja tidak boleh dibanding lagi.
<ol style="list-style-type:none; margin-left:0; padding-left:1.5em; text-indent:-1.5em;">
<li>3. Anggota jang meninggal dunia atau berhenti karena hal lain-lain seperti tersebut dalam ajat dan pasal ini dipertengahan djangkanja, diganti dengan pemilihan rapat Dewan Perwakilan Negeri diantara tjalon-tjalon jang mendapat suara terbanjak dalam Pemilihan Umum jang lalu, dengan memperhatikan kedudukan anggota jang akan diganti dalam Dewan Perwakilan Negeri.</li>
</ol>
{{center|'''Pasal 5.'''}}
<ol style="list-style-type:none; margin-left:0; padding-left:1.5em; text-indent:-1.5em;">
<li>1. Buat pertama kali ini anggota-anggota Dewan Perwakilan Negeri duduk dalam Dewan itu satu tahun mulai '''1 Djuli 1946''' tetapi kalau ditimbang perlu oleh Dewan Perwakilan Daerah maka djangka itu boleh ditambah tiap-tiap kalinja untuk setahun, paling lama sampai empat tahun.</li>
<li>2. Penggantian anggota seperti tersebut dalam pasal 4 ajat 3 berhenti menurut djangka anggota jang digantikan.</li>
</ol>
{{center|'''III. {{sp|Wakil Ketua}}.'''}}
{{center|'''Pasal 6.'''}}
<ol style="list-style-type:none; margin-left:0; padding-left:1.5em; text-indent:-1.5em;">
<li>1. Dewan Perwakilan Negeri memilih seorang dari anggotanja untuk mendjadi Wakil Ketua.</li>
<li>2. Kalau Ketua berhalangan, maka Wakil Ketua itulah jang mendjalankan kewadjiban Ketua.</li>
</ol>
{{center|'''IV. {{sp|Dewan Harian Negeri}}.'''}}
{{center|'''Pasal 7.'''}}
<ol style="list-style-type:none; margin-left:0; padding-left:1.5em; text-indent:-1.5em;">
<li>1. Dewan Perwakilan Negeri memilih sekurang-kurangnja 3 orang, paling banjak 5 orang diantara anggotanja untuk mendjadi anggota Dewan Harian Negeri.</li>
<li>2. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Negeri mendjadi anggota dan mendjadi Wakil Ketua Dewan Harian Negeri.</li>
</ol>
{{center|'''V. {{sp|Wakil Negeri}}.'''}}
{{center|'''Pasal 8.'''}}
<ol style="list-style-type:none; margin-left:0; padding-left:1.5em; text-indent:-1.5em;">
<li>1. Wali Negeri dipilih langsung oleh segala Warga Negara jang memenuhi sjarat-sjarat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Negeri (pasal 13).</li>
</ol>
</div><noinclude>{{rh|||333|||}}</noinclude>
q8wo0m0pmeet8xd2kz4soht8979k69g
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/143
104
101123
283047
2026-05-06T20:26:42Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283047
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>CONGRES VOOR JAVAANSCHE CULTUURONTWIKKELING.
5-6 JULI 1918 TE
SOERAKARTA<noinclude>{{rh|||<small>BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA<br>
'''TJIPTO MANGOENKOESOEMO'''</small> 131}}</noinclude>
nngrlkog8gptyomdzrc9nkjwbjkfiip
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/41
104
101124
283048
2026-05-06T20:39:25Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283048
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|{{c|'''Vlugschriften van het Comité Boemi Poetra'''<br>
<big>No. 2.}}}}
{{rule}}{{rule}}
{{c|
{{xx-larger|Mijmeringen van Indiërs}}
{{larger|over Hollands Feestvierderij in de Kolonie}}
door
{{larger|E. F. E. DOUWES DEKKER, TJIPTO MANGOENKOESOEMO en R. M. SUARDY SURYANINGRAT,}}
bij Besluit van 18 Augustus 1913 uit Indie verbannen.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{rule|width=8em|align=center}}
{{Xx-larger|'''Soerat-soerat ederan dari Comité Boemi Poetra'''<br>No 2.}}
{{rule}}{{rule}}
{{xx-larger|'''Gagasan Kaoem Hindia'''}}
{{larger|tentang Permainan Pesta Kemerdikaän Bangsa Belanda di Djadjahannja}}
oleh
{{larger|E. F. E. DOUWES DEKKER, TJIPTO MANGOENKOESOEMO dan R. M. SUARDY SURYANINGRAT,}}
dengan Poetoesan Tanggal 18 Augustus 1913 di boewang kaloear Hindia.
{{rule|width=20em|align=center}}
{{smaller|Druk van DRIKKERIJ „DE TOEKOMST”, Schiedam.}}
― 1913 ―
}}<noinclude>{{rh|||{{smaller|BIBLIOGRAFI BERANOTASI KARYA<br>
'''TJIPTO MANGOENKOESOEMO'''}} 29}}</noinclude>
5o2zg40uivzfcuewilobpgq9c08bjot
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/711
104
101125
283112
2026-05-06T23:43:39Z
Wiwil13
20069
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sedang diuji baca'
283112
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Wiwil13" /></noinclude>sedang diuji baca<noinclude></noinclude>
l2hc2d5cvsaxq6aeu6c8rqp2wihqm7y
283871
283112
2026-05-07T11:56:18Z
Wiwil13
20069
/* Telah diuji baca */
283871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Wiwil13" /></noinclude>{{rh||Pengertian & Pemakaian dari Intelligence dan Security}}
Maksud tulisan ini ialah untuk sekedar memberikan uraian tentang pengertian globaal dari pada intelligence dan security serta fungsi dari masing-nja guna pemakaiannja jang tidak keliru. Uraian jang mendalam tentang ini akan diberikan sesudah tulisan ini dapat dihidangkan kepada para peminatnja.
Perlunja uraian jang setjara globaal ini diberikan, mengingat bahwa sering orang mempergunakan istilah intelligence dan security dengan pengertian jangsalah, ditjampur baurkan atau disamakan sadja arti keduanja dalam menafsirkan dan menjatakan fungsi²nja. Jang lebih mengetjewakan lagi ialah bahwa banjak jang menganggap activiteit dari pada fungsi intelligence dan security sebagai suatu ,,momok" dan karenanja lalu timbul perasaan untuk memandang "ongunstig" terhadap pendjabat-pendjabat dari pada intelligence dan security.
Dengan membitjarakan soal ini hanja jang chusus terdapat dalam A.P. kita dalam Negara jang masih muda, maka sebab dari pada keadaan diatas antara lain adalah:
1. Salah mengartikan istilah intelligence dan security maupun oleh pendjabat2 intelligence/security sendiri, ataupun oleh pendjabat-pendjabat lainnja dalam Angkatan Perang.
2. Karenanja lalu berakibat pula salah pemakaiannja dan penggunaannja jg disebut dalam ad. 1 dan 2 maka sering terdapat kesukaran dalam kerdja sama antara pendjabat2 intelligence/security dengan pendjabat lainnja, umpama dalam kesatuan, staven, djawatan dan sebagainja terutama dalam pelaksanaan security militer.
3. Perasaan jang timbul pada sebagian besar petugas² intelligence/security, se-akan² mereka "orang² istimewa" atau orang² pilihan", karenanja lalu menimbulkan sikap jang mengetjewakan anggota lainnja jang bukan petugas intelligence/security.
4. Ini suatu kesalahan besar, karena petugas" intelligence/security (umpama di Seksi I Terr./A.D. dsb) adalah tidak lebih dan tidak kurang sebagai peradjurit2 lainnja. Mungkin sudah satu sebab dari padanja ialah karena, mereka jang termasuk dalam golongan ini, meng-
hubungkan istilah intelligence dengan pengertian „ketjerdasan"(intelligence berarti djuga ketjerdasan), lalu menganggap dirinja lebih tjerdas dari peradjurit lainnja. Padahal tugas mereka jang memang menghadjatkan ketjerdasan berfikir, hanjalah guna memberikan kesempurnaan bagi hasil pertempuran dari si-peradjurit (combat intelligence). meskipun tugasnja sering bersifat istimewa.
5. Selama Pemerintah Djadjahan Belanda dan Djepang rakjat Indonesia banjak jang mendjadi korban fitnahan dari petugas intelligence Pemerintah tersebut. Kebanjakan kegiatan² dari pada petugas intelligence dizaman Pemerintahan tersebut hanja ditudjukan kepada kepentingan mendapatkan uang (honoraium) sadja, tidak perduli kalau keterangan jang diberikan hanja di-tjari djadi kesalahan" hanja diadakan.
Maka bagi rakjat dari Negara kita jang masih muda ini, sukarlah untuk menghilangkan kesan² jang buruk terhadap kegiatan intelligence meskipun mereka telah hidup dialam jang merdeka dan berdaulat.
Kesimpulan dari keterangan ad. 1, 2, 3 dan 4 ialah, bahwa: keinsjafan terhadap intelligence dan security (inteligence-& security mindedness) masih kurang dan belum mendalam, karena pertumbuhan dari Angkatan Perang kita melalui proses jang
revolusionair.<br>
Pengertian tentang intelligence
& security.<br>
Pengertian tentang intelligence &
security.<br>
Perkataan Intelligence berasal
dari bahasa Latin: Intelectum.<br>
Dalam bahasa Indonesia berarti; Ketjerdasan. Mengapa intelligence didasarkan kepada pengertian ketjerdasan? Karena untuk mentjiptakan sesuatu jang dinamakan intelligence, menghendaki ketjerdasan dalam tjara mendapatkannja, mentjari hubungannja dsb. Intelligence djuga diartikan Penjelidikan, dan pengertian inilah jang paling banjak dipergunakan:
Sebetulnja istilah intelligence tidak dapat diartikan sepenuhnja dengan istilah penjelidikan. Penjelidikan hanjalah salah satu dari pada fungsi² intelligence, atau dengan lain kata, karena hasil penjelidikan, maka tertjiptalah apa jang dinamakan intelligence. Definisi bagi istilah intelligence ialah:
a. dalam arti jang lebih luas : pengetahuan atau ilmu jang mentjari pendjelasan atau djawaban-djawaban pada tingkatan terbaik atas masaalah2, umpama masaalah2 militer, politik, ekonomi, dsb.
b. dalam arti jang lebih sempit antara lain segala kegiatan jang bertjorak gelap atau rahasia guna menimbulkan kerugian kepada musuh atau sesuatu jang dianggap/mungkin djadi musuh (sabotage, spionnage, propaganda).
Hasil penjelidikan jang belum melalui proses penjelenggaraannja jang telah ditentukan, belum dapat dipergunakan sebagai intelligence, djadi belum dapat ia mendjelaskan sesuatu keadaan atau possisi jang dibutuhkan. Umpama hasil penjelidikan terhadap kubu pertahanan musuh jang begitu sadja diterima dari petugas penjelidik belum dapat dipergunakan oleh seorang komandan kesatuan guna menentukan tindakan selandjutnja. Djadi djelaslah, bahwa apa jang sering dan selalu diartikan dengan penjelidikan bagi istilah intelligence, sebenarnja hanjalah pengertian tentang salah satu dari pada fungsi intelligence itu.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
6lg8imxjl4kbkvv2nynh2zmehi2iqiq
283875
283871
2026-05-07T11:58:26Z
Wiwil13
20069
283875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Wiwil13" /></noinclude>{{rh||Pengertian & Pemakaian dari Intelligence dan Security}}
Maksud tulisan ini ialah untuk sekedar memberikan uraian tentang pengertian globaal dari pada intelligence dan security serta fungsi dari masing-nja guna pemakaiannja jang tidak keliru. Uraian jang mendalam tentang ini akan diberikan sesudah tulisan ini dapat dihidangkan kepada para peminatnja.
Perlunja uraian jang setjara globaal ini diberikan, mengingat bahwa sering orang mempergunakan istilah intelligence dan security dengan pengertian jangsalah, ditjampur baurkan atau disamakan sadja arti keduanja dalam menafsirkan dan menjatakan fungsi²nja. Jang lebih mengetjewakan lagi ialah bahwa banjak jang menganggap activiteit dari pada fungsi intelligence dan security sebagai suatu ,,momok" dan karenanja lalu timbul perasaan untuk memandang "ongunstig" terhadap pendjabat-pendjabat dari pada intelligence dan security.
Dengan membitjarakan soal ini hanja jang chusus terdapat dalam A.P. kita dalam Negara jang masih muda, maka sebab dari pada keadaan diatas antara lain adalah:
1. Salah mengartikan istilah intelligence dan security maupun oleh pendjabat² intelligence/security sendiri, ataupun oleh pendjabat-pendjabat lainnja dalam Angkatan Perang.
2. Karenanja lalu berakibat pula salah pemakaiannja dan penggunaannja jg disebut dalam ad. 1 dan 2 maka sering terdapat kesukaran dalam kerdja sama antara pendjabat² intelligence/security dengan pendjabat lainnja, umpama dalam kesatuan, staven, djawatan dan sebagainja terutama dalam pelaksanaan security militer.
3. Perasaan jang timbul pada sebagian besar petugas² intelligence/security, se-akan² mereka "orang² istimewa" atau orang² pilihan", karenanja lalu menimbulkan sikap jang mengetjewakan anggota lainnja jang bukan petugas intelligence/security.
4. Ini suatu kesalahan besar, karena petugas" intelligence/security (umpama di Seksi I Terr./A.D. dsb) adalah tidak lebih dan tidak kurang sebagai peradjurit² lainnja. Mungkin sudah satu sebab dari padanja ialah karena, mereka jang termasuk dalam golongan ini, meng-
hubungkan istilah intelligence dengan pengertian „ketjerdasan"(intelligence berarti djuga ketjerdasan), lalu menganggap dirinja lebih tjerdas dari peradjurit lainnja. Padahal tugas mereka jang memang menghadjatkan ketjerdasan berfikir, hanjalah guna memberikan kesempurnaan bagi hasil pertempuran dari si-peradjurit (combat intelligence). meskipun tugasnja sering bersifat istimewa.
5. Selama Pemerintah Djadjahan Belanda dan Djepang rakjat Indonesia banjak jang mendjadi korban fitnahan dari petugas intelligence Pemerintah tersebut. Kebanjakan kegiatan² dari pada petugas intelligence dizaman Pemerintahan tersebut hanja ditudjukan kepada kepentingan mendapatkan uang (honoraium) sadja, tidak perduli kalau keterangan jang diberikan hanja di-tjari djadi kesalahan" hanja diadakan.
Maka bagi rakjat dari Negara kita jang masih muda ini, sukarlah untuk menghilangkan kesan² jang buruk terhadap kegiatan intelligence meskipun mereka telah hidup dialam jang merdeka dan berdaulat.
Kesimpulan dari keterangan ad. 1, 2, 3 dan 4 ialah, bahwa: keinsjafan terhadap intelligence dan security (inteligence-& security mindedness) masih kurang dan belum mendalam, karena pertumbuhan dari Angkatan Perang kita melalui proses jang
revolusionair.<br>
Pengertian tentang intelligence
& security.<br>
Pengertian tentang intelligence &
security.<br>
Perkataan Intelligence berasal
dari bahasa Latin: Intelectum.<br>
Dalam bahasa Indonesia berarti; Ketjerdasan. Mengapa intelligence didasarkan kepada pengertian ketjerdasan? Karena untuk mentjiptakan sesuatu jang dinamakan intelligence, menghendaki ketjerdasan dalam tjara mendapatkannja, mentjari hubungannja dsb. Intelligence djuga diartikan Penjelidikan, dan pengertian inilah jang paling banjak dipergunakan:
Sebetulnja istilah intelligence tidak dapat diartikan sepenuhnja dengan istilah penjelidikan. Penjelidikan hanjalah salah satu dari pada fungsi² intelligence, atau dengan lain kata, karena hasil penjelidikan, maka tertjiptalah apa jang dinamakan intelligence. Definisi bagi istilah intelligence ialah:
a. dalam arti jang lebih luas : pengetahuan atau ilmu jang mentjari pendjelasan atau djawaban-djawaban pada tingkatan terbaik atas masaalah², umpama masaalah² militer, politik, ekonomi, dsb.
b. dalam arti jang lebih sempit antara lain segala kegiatan jang bertjorak gelap atau rahasia guna menimbulkan kerugian kepada musuh atau sesuatu jang dianggap/mungkin djadi musuh (sabotage, spionnage, propaganda).
Hasil penjelidikan jang belum melalui proses penjelenggaraannja jang telah ditentukan, belum dapat dipergunakan sebagai intelligence, djadi belum dapat ia mendjelaskan sesuatu keadaan atau possisi jang dibutuhkan. Umpama hasil penjelidikan terhadap kubu pertahanan musuh jang begitu sadja diterima dari petugas penjelidik belum dapat dipergunakan oleh seorang komandan kesatuan guna menentukan tindakan selandjutnja. Djadi djelaslah, bahwa apa jang sering dan selalu diartikan dengan penjelidikan bagi istilah intelligence, sebenarnja hanjalah pengertian tentang salah satu dari pada fungsi intelligence itu.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
bkprlwa1vwkb3s932e503pmhfuokp7o
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/87
104
101126
283140
2026-05-07T00:45:30Z
Suga Widi
25678
/* Belum diuji baca */
283140
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>Tambahan perlengkapan selain
jang sudah sebutkan diatas di-
tambah/perlengkapi lagi dengan:
kaos kaki wool, sun glases, mas-
ker (kedua-duanja ini diperguna
kan selama perdjalanan di pa-
dang pasir), tenda2, vergassers
(karena tiap outpost Pn. menje-
lenggarakan makannja sendiri).
Setelah 1.k. 10 hari kita ber-
ada di Shandura dan dalam pada
itu Djendral Burns telah menin-
djau dan inspeksi pasukan, maka
tibalah perintah bahwa satu Kie
ialah Kie "A" diperintahkan
mengganti tugas Denen didaerah
Sinai. Setelah perintah tsb., ber-
turut tugas check-post, pendja-
gaan H.Q. UNEF, post Abu Su-
weir dan lain2 sebagainja diberi-
kan kepada Bn. kita.
Mengenai keadaan tugas
umumnja tiadalah berat dan lain
sekali sifatnja dengan di G.B.N.
ataupun di Djawa-Barat. Seperti
tentunja Sdr. djuga maklum bah-
wa kita bukannja dimaksud un-
tuk bertempur. Bahkan djustru
kebalikannja, berusaha mentje-
gah dan djangan sampai terdjadi
pertempuran/pertumpahan darah
lagi didaerah ini.
Jang agak berat buat pertama
kali ialah menghadapi dingin.
Tempat tugas dipadang pasir ini
lebih dingin lagi dari Shandura,
ditambah adanja angin kentjang
jang mendingin. Kadang2 dingin-
nja sampai mendekati nul dera-
djat, hingga air mendjadi beku
dan kalau hudjan bertjampur de-
ngan es. Tetapi di Mesir djarang
terdapat hudjan dan kalau ada
hanja sebentar dan tidak keras.
Sekarang tahulah kita Sdr. me-
ngapa orang disini bertjebok de-
ngan kertas. Karena disamping
airnja sukar, djuga karena di-
nginnja. Bisa sang tangan men-
djadi,,kedju" karena berani men-
djemak air dipagi hari.
Untuk mendapatkan air ini ti-
daklah mudah. Baru ber-puluh2
kilometer kemudian didapat tem-
pat pompa-air.
Seperti sekarang ini setiap hari
Kompi harus mengambil air di
sumur pompa jang djauhnja 60
Km lebih untuk keperluan2 Pn2
didepan. Tetapi Pn2 didepan
djuga telah diperlengkapi dengan
jerrycans dengan perhitungan
rata-rata seorang 1 jerrycan un-
tuk sehari, terbatas hanja untuk
keperluan masak, minum, sikatan
dan mentjutji muka. Dilarang
untuk dipergunakan mandi atau
mentjutji, karena tjutjian disen-
traliseer dan dikirim kebelakang
(basis Bn.).
Letak outpost Pn dari C.P. Kie
sampai sedjauh 60 Km sama de-
Nampak disini, Mr. Endang Sulbi sedang memperhatikan djalannja
Latihan menembak dan tiarap mempergunakan senapan dari barisan
wanita "Liberation Army".
ngan 2 djam perdjalanan kenda-
raan dipadang pasir. Kadang2
Pn itu mengeluarkan check-post
sedjauh 30 Km atau lebih. Tetapi
sedemikian itu biasa sadja karena
tiap post diperlengkapi dengan
kendaraan dan perhubungan unit
P.H.B. selalu lantjar. Transport
dan/atau dropping sesuatu jang
penting dapat dengan pesawat
terbang ketjil type Otter jang
untuk landasannja mudah sekali
dibuat dipadang pasir ini.
Kendaraan jang dipergunakan
dipadang pasir harus dalam ke-
adaan jang baik. Jang kita per-
gunakan sekarang ini adalah
Jeep, Austin 34 tonner, Bedford
3 ton dan truck Canada fluit
drive 4 tonner.
Mengambil djalan dipadang
pasir adalah tidak begitu sukar,
karena djalannja hanja satu. Te-
tapi harus berhati-hati dimedan
luar djalanan kadang2 masih ter-
dapat randjau2 baik jang dahulu
dipasang oleh Mesir sendiri mau-
pun oleh Israel. Kalau ada la-
pangan randjau sudah djuga di-
beri tanda-tandanja.
O, ja tadi lupa saja katakan,
bahwa sesudah 3 minggu kita
menggantikan tugasnja Kie "A".
Ditempat tugas kita sekarang ini
diperbantukan tenaga² Canadian
Signal Corps dan Norwy Medi-
cal Detashement dengan seorang
Dokter. Perhubungan anak2 kita
dengan mereka itu (Canada dan
Norwegia) akrab sekali. Wa-
laupun dengan bahasa Inggeris
Tarzan-an" mereka itu dapat
omong dan bersenda-gurau de-
ngan senangnja.
Mengenai kesenangan teman2?
Djangan dikira bahwa ditempat
tugas dipadang pasir ini tidak
ada kesenangannja. Senang se-
kali, ja kesenangan dalam ling-
kungan ketentaraan. Kadang2
senang lebih lama bertugas dari-
pada beristirahat dipangkalan
Bn. Bagaimana tidak senang te-
man2 Kalau tidak senang kan
berabe mendjadi susah! Disana
segala sesuatu kita kerdjakan
sendiri. Bikin rumah dengan ten-
ten opslaan sendiri, memperbaiki
..perkampungan" sendiri, masak
sendiri, perawatan tjukup baik,
(Bersamb. hal. 36).
21...
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
7w5zjpa58j90fyt2dbftn6x6r4kxru7
Pembicaraan Pengguna:Quinlan83
3
101127
283145
2026-05-07T00:48:55Z
Thersetya2021
15831
/* Tidak diperbolehkan memerahkan status halaman buku Kompetisi WSI 2026 */ bagian baru
283145
wikitext
text/x-wiki
== Tidak diperbolehkan memerahkan status halaman buku Kompetisi WSI 2026 ==
Halo Kak @[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]], saya melihat akun Anda di https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Halaman:Gila_Mentega.pdf/39&action=history memerahkan halamam uji baca seorang peserta Kompetisi. Mohon untuk tidak mengulanginya lagi dalam Kompetisi, ya. Apabila menemukan beberapa kesalahan, tetapi status sudah diuji baca; silakan laporkan kepada Panitia Kompetisi agar Panitia yang menurunkan status halaman. Selain itu, akun Anda ini tidak terdaftar sebagai peserta Kompetisi. Mohon dijadikan periksa. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 7 Mei 2026 00.48 (UTC)
eym2g8pxdj3ri827ptcsq25e70uxp05
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/401
104
101128
283151
2026-05-07T00:55:05Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hh 203 HIKAJAT 1001 MALAM JA ITOK TJERITERA-TJERITERA ARAB, DISALIN KEPADA BEHASA MELAJOE DENGAN MENOERORT KARANGAN TOEAN GERARD KELLER, di dalam behasa Olanda. -800 Boekoe ini nanti disalin hingga datang kepada tamatuja. DJILID JANG KATIGA. 31 KONINKLIJK INSTITU TAAL YOOR LAND. EN VULKERKUNDE Boleh dapat beli pada toko boekoe toean-toeati ALBRECHT & Co. BATA W 1. 1902. Digitized by Google'
283151
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>hh
203
HIKAJAT
1001
MALAM
JA ITOK
TJERITERA-TJERITERA ARAB,
DISALIN KEPADA BEHASA MELAJOE
DENGAN MENOERORT KARANGAN TOEAN
GERARD KELLER,
di dalam behasa Olanda.
-800
Boekoe ini nanti disalin hingga datang kepada tamatuja.
DJILID JANG KATIGA.
31
KONINKLIJK INSTITU
TAAL
YOOR
LAND. EN
VULKERKUNDE
Boleh dapat beli pada toko boekoe toean-toeati
ALBRECHT & Co.
BATA W 1.
1902.
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
9cbuby5zjlslmhbbzucvmgph7eea8it
283157
283151
2026-05-07T01:05:17Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283157
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|hh}}</noinclude>{{c|
{{Xx-larger|'''HIKAJAT'''}}
{{Xx-larger|1001 MALAM}}
JA ITOK
{{X-larger|'''TJERITERA-TJERITERA ARAB,'''}}
{{larger|DISALIN KEPADA BEHASA MELAJOE}}
DENGAN MENOERORT KARANGAN TOEAN
{{X-larger|'''GERARD KELLER,'''}}
'''di dalam behasa Olanda.'''
{{rule|w|100}}
'''Boekoe ini nanti disalin hingga datang kepada tamatuja.'''
{{rule|w|100}}
{{X-larger|DJILID JANG KATIGA.}}
{{Xx-larger|'''31'''}}
{{Custom rule|sp|100|d|6|sp|10|d|10|sp|10|d|6|sp|100}}
Boleh dapat beli pada toko boekoe toean-toean
{{X-larger|'''ALBRECHT & Co.'''}}
{{Larger|{{sp|BATAWI}}
'''1902.'''}}
}}<noinclude></noinclude>
633tolpai41yzc28khyxnqj03ztbqm7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/567
104
101129
283155
2026-05-07T00:58:43Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Selandjutnja saja berangguk kepada Franco agar mengikuti saja dan kami berangkat bersama kedua orang kawannja itu jang ternjata mereka adalah seorang penerbang Angkatan Udara dan Let. Kol. (sekarang Let. Djend.) Franco Salgado. Kami menjusup kehotel jang sudah kusiapkan, dan barulah napas saja terasa legah ketika masing? dari kami telah selamat sampai menempat- kan diri dibelakang pintu? kamar hotel jang tertutup rapat. Dengan rin...
283155
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>Selandjutnja saja berangguk
kepada Franco agar mengikuti
saja dan kami berangkat bersama
kedua orang kawannja itu jang
ternjata mereka adalah seorang
penerbang Angkatan Udara dan
Let. Kol. (sekarang Let. Djend.)
Franco Salgado. Kami menjusup
kehotel jang sudah kusiapkan,
dan barulah napas saja terasa
legah ketika masing? dari kami
telah selamat sampai menempat-
kan diri dibelakang pintu? kamar
hotel jang tertutup rapat.
Dengan ringkas kapten Bebb
mentjeriterakan kepada saja apa
jang telah terdjadi dipulau Ca-
nari: Setelah Pollard bertemu
Dr. Gabarda, opsir? Djenderal
Franco menasehatkan agar dia
dan kedua orang gadis itu tinggal
sadja di Tenerife. Untuk terbang
bersama Djenderal Franco bakal
menempatkan diri mereka dalam
bahaja jang tidak perlu dan pula
pesawat akan kelebihan muatan.
Dan seperti sifatnja, Pollard me-
nundjukkan keramah-tamahannja,
gemar akan permufakatan, dan
kemudian dia memesan tempat
bersama kedua gadis itu untuk
menumpang dikapal jang akan
berlajar menudju London. Peran-
an mereka itu dalam avontuur ini
telah berachir ......... Dalam pada
itu kapten Bebb diberitahukan
agar mendjaga pesawatnja dalam
keadaan siap sedia diatas landas-
an udara Las Palmas ditempat
jang terletak berdekatan dengan
air. Untuk menumpang disana
pada saat keberangkatan, maka
dengan menggunakan sebuah mo-
torboat Djenderal Franco dan
kawan?nja akan menudju pesawat
dan pada djarak lebih kurang 20
“yard dari pesawat, mereka ter-
djun dari boat dan berenang
untuk mentjapai pesawat jang
sudah menanti itu. Kapten Bebb
sementara itu sudah siap didalam
cockpit, dan setjepat dia melihat
Djenderal Franco dan kawan?nja
itu berusaha mendekati pesawat
dia menghidupkan mesin?nja.
Franco dan kawan?nja naik ke-
dalam kapal udara itu dan sebe-
lum pegawai? airport sedar apa
jang sedang terdjadi, de Havil-
land telah berada diudara. Demi-
kian tjeritera Bebb.
Di Casablanca malam itu, saja
dan Djenderal Franco menginap
dalam satu kamar dan tidak se-
orangpun dari kami semuanja
jang dapat memedjamkan mata.
Kemudian Franco, seorang jang
berperawakan tegap kuat dalam
usia 43 tahun, menjatakan idam?'-
an dan tjita'nja untuk negara
Spanjol jang merdeka, dimana
industeri? dan pertanian rakjat
Spanjol dapat diperkembangkan
dan berapa djumlah besar nasib
pekerdja? dapat diperbaiki se-
gera sesudahnja antjaman bahaja?
kaum komunis dimusnahkan. Dia
se-kali? tidak berchajal tentang
kemungkinan suatu kemenangan
jang tjepat, tetapi dia jakin, bah-
wa terbanjak dari rakjat begitu
pula angkatan perang akan ber-
diri dibelakangnja.
Pada pukul 05.00 subuh, ketika
dilapangan terbang belum ada
polisi? dan pegawai? douane kami
berangkat dengan tak seorangpun
(selain dari kami) jang menduga
sedikit djuga (dan sampai seka-
rang ini) bahwa Djend. Franco
telah menginap malam itu di
Casablanca. Dan ketika pada se-
tengah perdjalanan ke Tetuan,
Djenderal Franco menukar pakai-
annja dengan uniform militer,
dan lalu dengan tenang duduk
kembali dengan merenungkan
saat? jang ada didepan. Bila pa-
sukan? di Tetuan setia kepadanja,
maka dia akan memimpin suatu
revolusi, dan bila tidak, maka
adalah suatu alasan untuk dija-
kini, bahwa pada pendaratan
disana nanti dia dan saja pasti
akan dimahkamah-tentarakan dan
itu adalah berarti penembak-
matian !
Achirnja kapten Bebb mendarat
dengan lunak dan meluntjur di-
atas landasan menudju gedung
administrasi. Djenderal Franco
adalah jang per-tama? keluar dari
pesawat. Enam orang perwira,
semuanja sahabat? karib Djende-
ral Franco, memberi hormat ke-
padanja, dan komandan mereka,
Let. Kol. Saenz de Buraga, mem-
beri laporan kepada kami bahwa :
Tetuan berada didalam tangan
pasukan? Spanjol jang setia ke-
pada Franco !
Sehari sebelumnja Kol. Buraga
telah diberitahukan tentang keda-
tangan Djenderal Franco jang
berada dalam antjaman. Dan dia
telah meng-amat?i pasukan? jang
berada dilapangan udara setelah
membentuk kubu? dari kantong?
pasir dan dengan djelas sekali
mereka djuga sedang menantikan
kedatangan Djenderal Franco.
Berhubung dengan itu, maka
Buraga dan orang?nja telah
menggempur lapangan udara ter-
sebut dan berhasil direbutnja se-
sudah sedjam lamanja mengalami
pertempuran.
Sementara itu Grand Vizier
Maroko Spanjol telah dengan
terang'an memihak dan berdiri
dipihak Franco. Segala sesuatu
di Tetuan telah siap sedia bagi
Djenderal Franco untuk mengam-
bil aktief pimpinan penjerangan
pasukan?, jang mana hal itu, sete-
lah melalui pertjideraan jang pan-
djang dan bengis, mungkin akan
membawa perdamaian jang abadi
kepada tanah air kami.
Djenderal Franco mendjabat
tangan saja dengan hangat seraja
berkata: — Luis, saja tak dapat
menjatakan betapa besar terima-
kasih saja kepadamu dan kepada
mereka orang? Inggeris jang me-
nakdjubkan itu jang telah mem-
bantu kamu.
Kemudian saja berbalik kepada
kapten Bebb, — Suatu ketika,
kata saja, saja akan menjatakan
kepada tuan sekedar adegan apa
jang tuan telah perankan dalam
perdjuangan penentuan nasib ta-
nah air kami.
Dan ini adalah djandji itu,
suatu tjatatan dokumen untuk
sedjarah ............
DIMANA
DIBELI
33
NJ/TN BERADA<noinclude></noinclude>
0cahreayr6v77d8do7ood25qjvma4hx
283173
283155
2026-05-07T01:42:08Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283173
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>Selandjutnja saja berangguk kepada Franco agar mengikuti saja dan kami berangkat bersama kedua orang kawannja itu jang ternjata mereka adalah seorang penerbang Angkatan Udara dan Let. Kol. (sekarang Let. Djend.) Franco Salgado. Kami menjusup
kehotel jang sudah kusiapkan, dan barulah napas saja terasa legah ketika masing² dari kami telah selamat sampai menempatkan diri dibelakang pintu² kamar hotel jang tertutup rapat.
Dengan ringkas kapten Bebb mentjeriterakan kepada saja apa jang telah terdjadi dipulau Canari: Setelah Pollard bertemu Dr. Gabarda, opsir² Djenderal Franco menasehatkan agar dia dan kedua orang gadis itu tinggal sadja di Tenerife. Untuk terbang bersama Djenderal Franco bakal menempatkan diri mereka dalam
bahaja jang tidak perlu dan pula pesawat akan kelebihan muatan. Dan seperti sifatnja, Pollard menundjukkan keramah-tamahannja, gemar akan permufakatan, dan kemudian dia memesan tempat bersama kedua gadis itu untuk menumpang dikapal jang akan berlajar menudju London. Peranan mereka itu dalam avontuur ini telah berachir ......... Dalam pada itu kapten Bebb diberitahukan agar mendjaga pesawatnja dalam keadaan siap sedia diatas landasan udara Las Palmas ditempat jang terletak berdekatan dengan air. Untuk menumpang disana pada saat keberangkatan, maka dengan menggunakan sebuah motorboat Djenderal Franco dan kawan²nja akan menudju pesawat dan pada djarak lebih kurang 20 yard dari pesawat, mereka terdjun dari boat dan berenang
untuk mentjapai pesawat jang sudah menanti itu. Kapten Bebb sementara itu sudah siap didalam cockpit, dan setjepat dia melihat Djenderal Franco dan kawan²nja itu berusaha mendekati pesawat dia menghidupkan mesin²nja. Franco dan kawan²nja naik kedalam kapal udara itu dan sebelum pegawai² airport sedar apa jang sedang terdjadi, de Havilland telah berada diudara. Demikian tjeritera Bebb.
Di Casablanca malam itu, saja dan Djenderal Franco menginap dalam satu kamar dan tidak seorangpun dari kami semuanja jang dapat memedjamkan mata. Kemudian Franco, seorang jang berperawakan tegap kuat dalam
usia 43 tahun, menjatakan idam²'an dan tjita²nja untuk negara Spanjol jang merdeka, dimana industeri² dan pertanian rakjat Spanjol dapat diperkembangkan
dan berapa djumlah besar nasib pekerdja² dapat diperbaiki segera sesudahnja antjaman bahaja² kaum komunis dimusnahkan. Dia se-kali² tidak berchajal tentang kemungkinan suatu kemenangan jang tjepat, tetapi dia jakin, bahwa terbanjak dari rakjat begitu
pula angkatan perang akan berdiri dibelakangnja.
Pada pukul 05.00 subuh, ketika dilapangan terbang belum ada polisi² dan pegawai² douane kami berangkat dengan tak seorangpun (selain dari kami) jang menduga sedikit djuga (dan sampai sekarang ini) bahwa Djend. Franco telah menginap malam itu di Casablanca. Dan ketika pada setengah perdjalanan ke Tetuan, Djenderal Franco menukar pakaiannja dengan uniform militer, dan lalu dengan tenang duduk kembali dengan merenungkan saat² jang ada didepan. Bila pasukan² di Tetuan setia kepadanja, maka dia akan memimpin suatu revolusi, dan bila tidak, maka adalah suatu alasan untuk dijakini, bahwa pada pendaratan disana nanti dia dan saja pasti
akan dimahkamah-tentarakan dan itu adalah berarti penembakmatian!
Achirnja kapten Bebb mendarat dengan lunak dan meluntjur diatas landasan menudju gedung administrasi. Djenderal Franco adalah jang per-tama² keluar dari pesawat. Enam orang perwira, semuanja sahabat² karib Djenderal Franco, memberi hormat kepadanja, dan komandan mereka, Let. Kol. Saenz de Buraga, memberi laporan kepada kami bahwa : Tetuan berada didalam tangan pasukan² Spanjol jang setia ke-
pada Franco!
Sehari sebelumnja Kol. Buraga telah diberitahukan tentang kedatangan Djenderal Franco jang berada dalam antjaman. Dan dia telah meng-amat²i pasukan² jang berada dilapangan udara setelah membentuk kubu² dari kantong² pasir dan dengan djelas sekali mereka djuga sedang menantikan kedatangan Djenderal Franco. Berhubung dengan itu, maka Buraga dan orang²nja telah
menggempur lapangan udara tersebut dan berhasil direbutnja sesudah sedjam lamanja mengalami
pertempuran.
Sementara itu Grand Vizier Maroko Spanjol telah dengan terang²an memihak dan berdiri dipihak Franco. Segala sesuatu di Tetuan telah siap sedia bagi Djenderal Franco untuk mengambil aktief pimpinan penjerangan pasukan², jang mana hal itu, setelah melalui pertjideraan jang pandjang dan bengis, mungkin akan membawa perdamaian jang abadi kepada tanah air kami.
Djenderal Franco mendjabat tangan saja dengan hangat seraja berkata: — Luis, saja tak dapat menjatakan betapa besar terimakasih saja kepadamu dan kepada
mereka orang² Inggeris jang menakdjubkan itu jang telah membantu kamu.
Kemudian saja berbalik kepada kapten Bebb, — Suatu ketika, kata saja, saja akan menjatakan kepada tuan sekedar adegan apa jang tuan telah perankan dalam
perdjuangan penentuan nasib tanah air kami.
Dan ini adalah djandji itu, suatu tjatatan dokumen untuk sedjarah ............
{{Block right|(Readers Digest).}}
<center>
{|
|-
|{{rule|5em}}|| {{rule|5em}}
|-
|}
</center>
{{Block right|[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 567 crop).jpg|ki|100px]]}}<noinclude>{{rh|||33 }}</noinclude>
kin17qmj4xlcu4h2bd9d4qxgm3a8bya
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1144
104
101130
283178
2026-05-07T01:56:14Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283178
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
283236
283178
2026-05-07T02:41:33Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283236
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude><ol value="1">
<li> Pesawat tilpon itu baru digunakan kalau kawat² salurannja (kabel² sebagai geleider) sudah diperhubungkan.</li>
<li> Diwaktu pertemppuran berlangsung kawat² tilpon itu sukar atau sama sekali tidak bisa dilaksanakan, hanja baru dapat dipasang, di tempat² jang sudah kita duduki semuanja. (Pos² tetap).</li>
<li> Perlu sekali antara Regu² dalam pasukan penjerang pada setiap waktu mengadakan contact untuk saling menukar berita pertempuran: misalnja diwaktu Regu² tadi dalam keadaan vuur-contact dengan musuh atau dalam keadaan bahaja, keadaan pemandangan dilapangan buruk hingga kita tidak dapat melihat kawan² kita sendiri, sedangkan kedudukan musuh letaknja berada dalam garis lurus perpandjangan peluru kita jang ditempati oleh
regu² kita itu. Kalau tak ada perhubungan (komunikasi) nistjaja korban dari peluru kita sendiri. Sedang kawat tilpon belum berlangsung dengan sengitnja, akan mengirim ordonans banjak makam waktu dan sangat besar risikonja.</li>
<li> Tidak djarang pula terdjadi sabotage pemutusan kawat² tilpon oleh musuh dan atau kaki tangannja. Kesimpulannja, perhubungan memakai tilpon itu masih belum sempurna. Untuk mengatasi segala kesulitan ini hanja Radiolah jang dapat diharapkan akan pertolongannja.</li>
</ol>
'''Tentang Perhubungan Radio.'''
Sdr.² rekan Pradjurit, kini akan kami mulai uraian tentang pesawat Radio. Dengan pengertian Rasio dimaksud ialah pesawat penerima dan pesawat pemantjar (radio-ontvanger dan radio zender).
Pesawat Radio seperti jang kita kenal sekarang ini, mula-mula hanjalah dipakai untuk hiburan dan keperluan dagang sadja. Kemudian dengan adabja kemadjuan dilapangan techniek dewasa ini, dan sering terdjadi perang antara Negara jang satu dengan Negara lainnja, maka dalam lapangan ketentaraan pesawat Radio tidak sadja penting sebagai sendjata perang, tetapi bahkan merupakan urat nadi, jg sudah tak dapat dipisah-pisahkan dengan perlengkapan perang lainnja.
Dalam penggunaan, mula² hanja ditempatkan pesawat pemantjar dan menerima jang besar² ditempat jang tetap merupakan vaste-station. Lambat laun dirasa perlu adanja pesawat² pemantjar/penerima jagn dapat mengikuti gerakan pasukan, maka ditempatkanlah pesawat pemantjar/penerima tadi diatas kendaraan (mobiele Komando wagen). Untuk menjesuaikan pesawat² radio dalam penggunaannja untuk gerakan² pasukan jang mobiel, maka dibuat orang pesawat dan penerima tadi disederhanakan besarnja dan disatukan penerima dan pemantjar tadi dalam satu kotak, seperti jang sekarang kita kenal ini dalam Angkatan Perang kita jang diberi nama radio-set. Untuk lebih mengenal soal² {{hws|Ra|Radio}}
{| style="margin:0 auto; border:1px solid #aaa; background:#f9f9f9; padding:10px; width:80%;"
| Dalam suasana kembali ke Djiwa 17-8-1945 marilah kita membersihkan diri kita masing² (zelf korectie dengan diikuti tindakan² jang patriotiek} agar tugas penjelesaian/penjempurnaan revolutie nasioanal kita dapat lebih lantjar dan succes dan semoga para pimpinan Pemerintah dan revolutie selalu dapat lindungan dan bimbingan Jang Maha Esa.
|-
|{{Right block|Directie dan seluruh Pegawai Darat/Laut P.T. Pelajaran Veteran Indonesia.}}
|}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
knfnfgch8oz4ygsdhbbdoxjcqv1fa8o
283246
283236
2026-05-07T02:49:15Z
Sarieffe
26994
283246
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1144 crop).jpg|350px|jmpl|kanan| ''Di Waisilang, karena tidak adanja sesuatu djembatan jang dapat dipergunakan untuk bersandarnja kapal², maka pradjurit² kita harus mendarat tanpa sepatu.''
{{Right block|(Gbr: '''PENDAM-MIB''')}}]]
<ol value="1">
<li> Pesawat tilpon itu baru digunakan kalau kawat² salurannja (kabel² sebagai geleider) sudah diperhubungkan.</li>
<li> Diwaktu pertemppuran berlangsung kawat² tilpon itu sukar atau sama sekali tidak bisa dilaksanakan, hanja baru dapat dipasang, di tempat² jang sudah kita duduki semuanja. (Pos² tetap).</li>
<li> Perlu sekali antara Regu² dalam pasukan penjerang pada setiap waktu mengadakan contact untuk saling menukar berita pertempuran: misalnja diwaktu Regu² tadi dalam keadaan vuur-contact dengan musuh atau dalam keadaan bahaja, keadaan pemandangan dilapangan buruk hingga kita tidak dapat melihat kawan² kita sendiri, sedangkan kedudukan musuh letaknja berada dalam garis lurus perpandjangan peluru kita jang ditempati oleh
regu² kita itu. Kalau tak ada perhubungan (komunikasi) nistjaja korban dari peluru kita sendiri. Sedang kawat tilpon belum berlangsung dengan sengitnja, akan mengirim ordonans banjak makam waktu dan sangat besar risikonja.</li>
<li> Tidak djarang pula terdjadi sabotage pemutusan kawat² tilpon oleh musuh dan atau kaki tangannja. Kesimpulannja, perhubungan memakai tilpon itu masih belum sempurna. Untuk mengatasi segala kesulitan ini hanja Radiolah jang dapat diharapkan akan pertolongannja.</li>
</ol>
'''Tentang Perhubungan Radio.'''
Sdr.² rekan Pradjurit, kini akan kami mulai uraian tentang pesawat Radio. Dengan pengertian Rasio dimaksud ialah pesawat penerima dan pesawat pemantjar (radio-ontvanger dan radio zender).
Pesawat Radio seperti jang kita kenal sekarang ini, mula-mula hanjalah dipakai untuk hiburan dan keperluan dagang sadja. Kemudian dengan adabja kemadjuan dilapangan techniek dewasa ini, dan sering terdjadi perang antara Negara jang satu dengan Negara lainnja, maka dalam lapangan ketentaraan pesawat Radio tidak sadja penting sebagai sendjata perang, tetapi bahkan merupakan urat nadi, jg sudah tak dapat dipisah-pisahkan dengan perlengkapan perang lainnja.
Dalam penggunaan, mula² hanja ditempatkan pesawat pemantjar dan menerima jang besar² ditempat jang tetap merupakan vaste-station. Lambat laun dirasa perlu adanja pesawat² pemantjar/penerima jagn dapat mengikuti gerakan pasukan, maka ditempatkanlah pesawat pemantjar/penerima tadi diatas kendaraan (mobiele Komando wagen). Untuk menjesuaikan pesawat² radio dalam penggunaannja untuk gerakan² pasukan jang mobiel, maka dibuat orang pesawat dan penerima tadi disederhanakan besarnja dan disatukan penerima dan pemantjar tadi dalam satu kotak, seperti jang sekarang kita kenal ini dalam Angkatan Perang kita jang diberi nama radio-set. Untuk lebih mengenal soal² {{hws|Ra|Radio}}
{| style="margin:0 auto; border:1px solid #aaa; background:#f9f9f9; padding:10px; width:80%;"
| Dalam suasana kembali ke Djiwa 17-8-1945 marilah kita membersihkan diri kita masing² (zelf korectie dengan diikuti tindakan² jang patriotiek} agar tugas penjelesaian/penjempurnaan revolutie nasioanal kita dapat lebih lantjar dan succes dan semoga para pimpinan Pemerintah dan revolutie selalu dapat lindungan dan bimbingan Jang Maha Esa.
|-
|{{Right block|Directie dan seluruh Pegawai Darat/Laut P.T. Pelajaran Veteran Indonesia.}}
|}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
mnd2x5lg2dped144pgm6g4eg75d2ddw
283251
283246
2026-05-07T02:51:44Z
Sarieffe
26994
283251
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1144 crop).jpg|350px|jmpl|kanan| ''Di Waisilang, karena tidak adanja sesuatu djembatan jang dapat dipergunakan untuk bersandarnja kapal², maka pradjurit² kita harus mendarat tanpa sepatu.''
{{Right block|(Gbr: '''PENDAM-MIB''')}}]]
<ol value="1">
<li> Pesawat tilpon itu baru digunakan kalau kawat² salurannja (kabel² sebagai geleider) sudah diperhubungkan.</li>
<li> Diwaktu pertemppuran berlangsung kawat² tilpon itu sukar atau sama sekali tidak bisa dilaksanakan, hanja baru dapat dipasang, di tempat² jang sudah kita duduki semuanja. (Pos² tetap).</li>
<li> Perlu sekali antara Regu² dalam pasukan penjerang pada setiap waktu mengadakan contact untuk saling menukar berita pertempuran: misalnja diwaktu Regu² tadi dalam keadaan vuur-contact dengan musuh atau dalam keadaan bahaja, keadaan pemandangan dilapangan buruk hingga kita tidak dapat melihat kawan² kita sendiri, sedangkan kedudukan musuh letaknja berada dalam garis lurus perpandjangan peluru kita jang ditempati oleh
regu² kita itu. Kalau tak ada perhubungan (komunikasi) nistjaja korban dari peluru kita sendiri. Sedang kawat tilpon belum berlangsung dengan sengitnja, akan mengirim ordonans banjak makam waktu dan sangat besar risikonja.</li>
<li> Tidak djarang pula terdjadi sabotage pemutusan kawat² tilpon oleh musuh dan atau kaki tangannja. Kesimpulannja, perhubungan memakai tilpon itu masih belum sempurna. Untuk mengatasi segala kesulitan ini hanja Radiolah jang dapat diharapkan akan pertolongannja.</li>
</ol>
'''Tentang Perhubungan Radio.'''
Sdr.² rekan Pradjurit, kini akan kami mulai uraian tentang pesawat Radio. Dengan pengertian Rasio dimaksud ialah pesawat penerima dan pesawat pemantjar (radio-ontvanger dan radio zender).
Pesawat Radio seperti jang kita kenal sekarang ini, mula-mula hanjalah dipakai untuk hiburan dan keperluan dagang sadja. Kemudian dengan adabja kemadjuan dilapangan techniek dewasa ini, dan sering terdjadi perang antara Negara jang satu dengan Negara lainnja, maka dalam lapangan ketentaraan pesawat Radio tidak sadja penting sebagai sendjata perang, tetapi bahkan merupakan urat nadi, jg sudah tak dapat dipisah-pisahkan dengan perlengkapan perang lainnja.
Dalam penggunaan, mula² hanja ditempatkan pesawat pemantjar dan menerima jang besar² ditempat jang tetap merupakan vaste-station. Lambat laun dirasa perlu adanja pesawat² pemantjar/penerima jagn dapat mengikuti gerakan pasukan, maka ditempatkanlah pesawat pemantjar/penerima tadi diatas kendaraan (mobiele Komando wagen). Untuk menjesuaikan pesawat² radio dalam penggunaannja untuk gerakan² pasukan jang mobiel, maka dibuat orang pesawat dan penerima tadi disederhanakan besarnja dan disatukan penerima dan pemantjar tadi dalam satu kotak, seperti jang sekarang kita kenal ini dalam Angkatan Perang kita jang diberi nama radio-set. Untuk lebih mengenal soal² {{hws|Ra|Radio-set}}
{| style="margin:0 auto; border:1px solid #aaa; background:#f9f9f9; padding:10px; width:80%;"
| Dalam suasana kembali ke Djiwa 17-8-1945 marilah kita membersihkan diri kita masing² (zelf korectie dengan diikuti tindakan² jang patriotiek} agar tugas penjelesaian/penjempurnaan revolutie nasioanal kita dapat lebih lantjar dan succes dan semoga para pimpinan Pemerintah dan revolutie selalu dapat lindungan dan bimbingan Jang Maha Esa.
|-
|{{Right block|Directie dan seluruh Pegawai Darat/Laut P.T. Pelajaran Veteran Indonesia.}}
|}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
l3smr7ngizm1fmtysmlxd1gkdld2xzg
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/342
104
101131
283184
2026-05-07T02:00:29Z
Rubyracha
25170
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '5. Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua , dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir. 6. Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari...
283184
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rubyracha" /></noinclude>5.
Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah
anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir,
waktunja rapat jang kedua , dan undangan harus didjalankan
sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan
terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
6. Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja
lebih dari separoh dari suara undian .
7.
Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota
jang hadir.
8. Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau
pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua
berhak memutuskan.
9.
Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan
kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
10.
Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan .
11.
Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja,
supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid -mesdjid , surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.
IX.
Penutup.
Pasal 15 .
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan .
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.
336<noinclude></noinclude>
d1gcqefw24uc1w1ejubxyzxgsi114yt
283187
283184
2026-05-07T02:03:50Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283187
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
IX.
Penutup.
Pasal 15.
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
as3j4omus2q9b4f6lvxovh6l55k9uo4
283189
283187
2026-05-07T02:06:09Z
Rubyracha
25170
283189
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{PUU-pasal|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15
|{{PUU-ayat|Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
jkmy6o6y7289823qqbwz72b9o868uzr
283192
283189
2026-05-07T02:08:12Z
Rubyracha
25170
283192
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15
|{{PUU-ayat|Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
i37m6o4syng1inveropi58sd2so96e1
283193
283192
2026-05-07T02:08:32Z
Rubyracha
25170
283193
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15.
|{{PUU-ayat|Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
sok6sn7nkhjd0fwafcds245mpvwik02
283194
283193
2026-05-07T02:08:53Z
Rubyracha
25170
283194
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}{{PUU-pasal|pasal=15.
|{{PUU-ayat|Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
dje9i61cb9aj222et59hqvk1lt4aeaw
283195
283194
2026-05-07T02:09:23Z
Rubyracha
25170
283195
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}<br>{{PUU-pasal|pasal=15.
|{{PUU-ayat|Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
9tfkybrczcjyqiboh1gcjx5eu9zng2f
283196
283195
2026-05-07T02:09:58Z
Rubyracha
25170
283196
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15.
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.}}
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
7z1kauxh7k79qhft0ym5d2ql927h8lz
283198
283196
2026-05-07T02:10:17Z
Rubyracha
25170
283198
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15.}}
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.
Padang, 21 Mei 1946.
Residen Sumatera Barat,
d.t.o.
Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
caqcxqjz1tkp0m6ol0k8cdsl7o2k08p
283199
283198
2026-05-07T02:11:56Z
Rubyracha
25170
283199
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Rapat baru sjah djika jang hadir lebih dari seperdua djumlah anggota. Djika suatu kerapatan tidak dapat dilangsungkan karena kekurangan anggota, maka diputuskan oleh jang hadir, waktunja rapat jang kedua, dan undangan harus didjalankan sekali lagi, dengan panggilan, bahwa rapat jang kedua itu akan terus dan sjah dengan tidak memandang djumlah jang hadir.
|Segala putusan diambil dengan suara jang terbanjak, artinja lebih dari separoh dari suara undian.
|Pungutan suara didjalankan dengan memanggil nama anggota jang hadir.
|Djika sama banjaknja suara, putusan diundurkan dan pemungutan suara diulang sekali lagi pada rapat jang berikut. Kalau pada rapat jang kedua kali masih sama banjaknja suara, ketua berhak memutuskan.
|Pungutan suara jang mengenai diri orang dilakukan dengan kertas jang tertutup dan tidak ditanda tangani.
|Tiap-tiap anggota berhak melahirkan pikirannja dengan ketentuan bahwa suaranja dalam persidangan itu bebas dari tuntutan pengadilan.
|Putusan jang mengenai umum harus disiarkan seluas-luasnja, supaja diketahui oleh orang banjak dengan djalan membatjakan atau menempelkan maklumat dimesdjid-mesdjid, surausurau atau tempat-tempat lain jang banjak dikundjungi penduduk.}}
{{c|IX. Penutup.}}
{{PUU-pasal|pasal=15.}}
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggalnja diumumkan.
{{r|Padang, 21 Mei 1946.}}
{{r|Residen Sumatera Barat,}}
{{r|d.t.o.}}
{{r|Dr. DJAMIL Glr. Dt. RANGKAJO TUO.}}<br><br><br>
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|'''336'''}}</noinclude>
0ngvai5yoeyvof6qsp4p3g1taxjuflz
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/354
104
101132
283203
2026-05-07T02:16:27Z
Rubyracha
25170
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tegasnja, hendaklah Panitia itu mempunjai anggota-anggota jang berasal dari tiap-tiap keresidenan dan hendaknja anggota D.P.S.T. sekali dan sedapat-dapatnja mendjadi anggota Badan Pekerdja Dewan Perwakilan Rakjat pula dalam keresidenan itu. Djumlah anggota itu ditjukupkan lagi dengan seorang atau dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil dari rakjat menurut dasar tjatjah djiwa daerah jang berkenaan , dan sesudah itu ditambah pula d...
283203
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rubyracha" /></noinclude>Tegasnja, hendaklah Panitia itu mempunjai anggota-anggota
jang berasal dari tiap-tiap keresidenan dan hendaknja anggota
D.P.S.T. sekali dan sedapat-dapatnja mendjadi anggota Badan
Pekerdja Dewan Perwakilan Rakjat pula dalam keresidenan itu.
Djumlah anggota itu ditjukupkan lagi dengan seorang atau dua
orang anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil dari
rakjat menurut dasar tjatjah djiwa daerah jang berkenaan , dan
sesudah itu ditambah pula dengan masing -masing seorang Pamong
dari tiap -tiap keresidenan dan seorang dari Propinsi Sumatera
Tengah. Dengan djalan demikian diperolehlah susunan Panitia
jang diberi nama ;
,,Panitia Desentralisasi Sumatera Tengah".
sebagai berikut;
Ketua
1.
Sjamsuddin , Bupati dp Gub . Sum. Tengah
2.
Marzuki Jatim, angg . D.P.S.T. dan B.E. Sum. Barat anggota
Chatib Suleiman , angg . D.P.R. Sum Barat .........
3.
4.
Anwar St. Saidi, angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Sum.
Barat
5.
6.
Enny Karim, Bupati dp Res . Sum Barat
Umar Usman , angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Riau. ...
7.
Djalalloe'ddin, Bupati d/p Res . Riau
8.
Gulmat Siregar , angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Riau
9. A. Chatab, angg . B.E. D.P.R. Djambi
10.
Salim , angg . B.E. D.P.R. Djambi
11.
12.
Bachsan Bupati Muara (Djambi )
Ahmad Chatib Sekr . D.P.R. Sum . Barat
... Sekretaris
Ditetapkan dengan surat ketetapan Badan Executief D.P.S.T.
tanggal 6 Oktober 1948 No. 6B.E./I/10/Ste .
Dalam surat ketetapan itu ditetapkanlah sekali apa- apa jang
mendjadi tugas kewadjiban Panitia itu , jaitu ;
1.
Mengumpulkan segala bahan-bahan jang perlu untuk pembentukan badan-badan otonomi seperti jang dimaksud dalam
Undang -undang Pokok No. 22 tahun 1948 , dalam daerah
Propinsi Sumatera Tengah .
2.
Membuat rantjangan serta mengemukakan usul-usul untuk
melekaskan tertjiptanja badan-badan otonomi jang dimaksud ,
kepada Badan Executief D.P.S.T.
Dengan keterangan ringkas diatas tadi itu djelaslah bahwa
tjorak Panitia itu agak berlainan dari tjorak Panitia-panitia jang
biasa kita kenal. Sebab selain dari merantjang -rantjang , djuga
348<noinclude></noinclude>
4kxpriimnd6hr4lbf6vc9yhin95hh7i
283217
283203
2026-05-07T02:23:21Z
Rubyracha
25170
283217
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rubyracha" /></noinclude>Tegasnja, hendaklah Panitia itu mempunjai anggota-anggota jang berasal dari tiap-tiap keresidenan dan hendaknja anggota D.P.S.T. sekali dan sedapat-dapatnja mendjadi anggota Badan Pekerdja Dewan Perwakilan Rakjat pula dalam keresidenan itu.
Djumlah anggota itu ditjukupkan lagi dengan seorang atau dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil dari rakjat menurut dasar tjatjah djiwa daerah jang berkenaan, dan sesudah itu ditambah pula dengan masing-masing seorang Pamong dari tiap-tiap keresidenan dan seorang dari Propinsi Sumatera Tengah. Dengan djalan demikian diperolehlah susunan Panitia jang diberi nama;
{{c|'''„Panitia Desentralisasi Sumatera Tengah”.'''}}
sebagai berikut;
{{Daftarisi dtt|1.|Sjamsuddin, Bupati dp Gub. Sum. Tengah|Ketua}}
1.
Sjamsuddin , Bupati dp Gub . Sum. Tengah
2.
Marzuki Jatim, angg . D.P.S.T. dan B.E. Sum. Barat anggota
Chatib Suleiman , angg . D.P.R. Sum Barat .........
3.
4.
Anwar St. Saidi, angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Sum.
Barat
5.
6.
Enny Karim, Bupati dp Res . Sum Barat
Umar Usman , angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Riau. ...
7.
Djalalloe'ddin, Bupati d/p Res . Riau
8.
Gulmat Siregar , angg . D.P.S.T. dan D.P.R. Riau
9. A. Chatab, angg . B.E. D.P.R. Djambi
10.
Salim , angg . B.E. D.P.R. Djambi
11.
12.
Bachsan Bupati Muara (Djambi )
Ahmad Chatib Sekr . D.P.R. Sum . Barat
... Sekretaris
Ditetapkan dengan surat ketetapan Badan Executief D.P.S.T.
tanggal 6 Oktober 1948 No. 6B.E./I/10/Ste .
Dalam surat ketetapan itu ditetapkanlah sekali apa- apa jang
mendjadi tugas kewadjiban Panitia itu , jaitu ;
1.
Mengumpulkan segala bahan-bahan jang perlu untuk pembentukan badan-badan otonomi seperti jang dimaksud dalam
Undang -undang Pokok No. 22 tahun 1948 , dalam daerah
Propinsi Sumatera Tengah .
2.
Membuat rantjangan serta mengemukakan usul-usul untuk
melekaskan tertjiptanja badan-badan otonomi jang dimaksud ,
kepada Badan Executief D.P.S.T.
Dengan keterangan ringkas diatas tadi itu djelaslah bahwa
tjorak Panitia itu agak berlainan dari tjorak Panitia-panitia jang
biasa kita kenal. Sebab selain dari merantjang -rantjang , djuga
348<noinclude></noinclude>
n9ll52gbmckn59pcf2ywutkkfx1a9lu
283223
283217
2026-05-07T02:32:20Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283223
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Tegasnja, hendaklah Panitia itu mempunjai anggota-anggota jang berasal dari tiap-tiap keresidenan dan hendaknja anggota D.P.S.T. sekali dan sedapat-dapatnja mendjadi anggota Badan Pekerdja Dewan Perwakilan Rakjat pula dalam keresidenan itu.
Djumlah anggota itu ditjukupkan lagi dengan seorang atau dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil dari rakjat menurut dasar tjatjah djiwa daerah jang berkenaan, dan sesudah itu ditambah pula dengan masing-masing seorang Pamong dari tiap-tiap keresidenan dan seorang dari Propinsi Sumatera Tengah. Dengan djalan demikian diperolehlah susunan Panitia jang diberi nama;
{{c|'''„Panitia Desentralisasi Sumatera Tengah”.'''}}
sebagai berikut;
{{Daftarisi dtt|1.|Sjamsuddin, Bupati dp Gub. Sum. Tengah|Ketua}}
{{Daftarisi dtt|2.|Marzuki Jatim, angg. D.P.S.T. dan B.E. Sum. Barat|anggota}}
{{Daftarisi dtt|3.|Chatib Suleiman, angg. D.P.R. Sum Barat|„}}
{{Daftarisi dtt|4.|Anwar St. Saidi, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Sum. Barat
|„}}
{{Daftarisi dtt|5.|Enny Karim, Bupati dp Res. Sum Barat|„}}
{{Daftarisi dtt|6.|Umar Usman, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Riau|„}}
{{Daftarisi dtt|7.|Djalalloe'ddin, Bupati dp Res. Riau|”}}
{{Daftarisi dtt|8.|Gulmat Siregar, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Riau|”}}
{{Daftarisi dtt|9.|A. Chatab, angg. B.E. D.P.R. Djambi|„}}
{{Daftarisi dtt|10.|Salim, angg. B.E. D.P.R. Djambi|„}}
{{Daftarisi dtt|11.|Bachsan Bupati Muara (Djambi)|„}}
{{Daftarisi dtt|12.|Ahmad Chatib Sekr. D.P.R. Sum. Barat|Sekretaris}}
Ditetapkan dengan surat ketetapan Badan Executief D.P.S.T. tanggal 6 Oktober 1948 No. 6B.E./I/10/Ste.
Dalam surat ketetapan itu ditetapkanlah sekali apa-apa jang mendjadi tugas kewadjiban Panitia itu, jaitu;
{{PUU-nomor|n=1
|Mengumpulkan segala bahan-bahan jang perlu untuk pembentukan badan-badan otonomi seperti jang dimaksud dalam Undang-undang Pokok No. 22 tahun 1948, dalam daerah
Propinsi Sumatera Tengah.
|Membuat rantjangan serta mengemukakan usul-usul untuk melekaskan tertjiptanja badan-badan otonomi jang dimaksud, kepada Badan Executief D.P.S.T.}}
Dengan keterangan ringkas diatas tadi itu djelaslah bahwa tjorak Panitia itu agak berlainan dari tjorak Panitia-panitia jang biasa kita kenal. Sebab selain dari merantjang-rantjang, djuga<noinclude>{{rh|'''348'''}}</noinclude>
mpy8jy4r8cofl00zi1nvnb8cjm0wr3e
283225
283223
2026-05-07T02:32:47Z
Rubyracha
25170
283225
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>Tegasnja, hendaklah Panitia itu mempunjai anggota-anggota jang berasal dari tiap-tiap keresidenan dan hendaknja anggota D.P.S.T. sekali dan sedapat-dapatnja mendjadi anggota Badan Pekerdja Dewan Perwakilan Rakjat pula dalam keresidenan itu.
Djumlah anggota itu ditjukupkan lagi dengan seorang atau dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil dari rakjat menurut dasar tjatjah djiwa daerah jang berkenaan, dan sesudah itu ditambah pula dengan masing-masing seorang Pamong dari tiap-tiap keresidenan dan seorang dari Propinsi Sumatera Tengah. Dengan djalan demikian diperolehlah susunan Panitia jang diberi nama;
{{c|'''„Panitia Desentralisasi Sumatera Tengah”.'''}}
sebagai berikut;
{{Daftarisi dtt|1.|Sjamsuddin, Bupati dp Gub. Sum. Tengah|Ketua}}
{{Daftarisi dtt|2.|Marzuki Jatim, angg. D.P.S.T. dan B.E. Sum. Barat|anggota}}
{{Daftarisi dtt|3.|Chatib Suleiman, angg. D.P.R. Sum Barat|„}}
{{Daftarisi dtt|4.|Anwar St. Saidi, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Sum. Barat
|„}}
{{Daftarisi dtt|5.|Enny Karim, Bupati dp Res. Sum Barat|„}}
{{Daftarisi dtt|6.|Umar Usman, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Riau|„}}
{{Daftarisi dtt|7.|Djalalloe'ddin, Bupati dp Res. Riau|”}}
{{Daftarisi dtt|8.|Gulmat Siregar, angg. D.P.S.T. dan D.P.R. Riau|”}}
{{Daftarisi dtt|9.|A. Chatab, angg. B.E. D.P.R. Djambi|„}}
{{Daftarisi dtt|10.|Salim, angg. B.E. D.P.R. Djambi|„}}
{{Daftarisi dtt|11.|Bachsan Bupati Muara (Djambi)|„}}
{{Daftarisi dtt|12.|Ahmad Chatib Sekr. D.P.R. Sum. Barat|Sekretaris}}
Ditetapkan dengan surat ketetapan Badan Executief D.P.S.T. tanggal 6 Oktober 1948 No. 6B.E./I/10/Ste.
Dalam surat ketetapan itu ditetapkanlah sekali apa-apa jang mendjadi tugas kewadjiban Panitia itu, jaitu;
{{PUU-nomor|n=1
|Mengumpulkan segala bahan-bahan jang perlu untuk pembentukan badan-badan otonomi seperti jang dimaksud dalam Undang-undang Pokok No. 22 tahun 1948, dalam daerah
Propinsi Sumatera Tengah.
|Membuat rantjangan serta mengemukakan usul-usul untuk melekaskan tertjiptanja badan-badan otonomi jang dimaksud, kepada Badan Executief D.P.S.T.}}
Dengan keterangan ringkas diatas tadi itu djelaslah bahwa tjorak Panitia itu agak berlainan dari tjorak Panitia-panitia jang biasa kita kenal. Sebab selain dari merantjang-rantjang, djuga<noinclude>{{rh|'''348'''}}</noinclude>
picdt8rcirob1jmxe17ufp18k8s9734
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/396
104
101133
283226
2026-05-07T02:34:30Z
Rubyracha
25170
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'membentuk kota autonom seperti Padang Pandjang, Sawah Lunto, Batu Sangkar, Pajakumbuh dan Solok. 5. Memberikan hak legislatief kepada Executief dimana keadaan mendesak dan sukar mengadakan Pleno, begitu djuga diberikan kepada Executief hak untuk menetapkan garis besar dari dasardasar pembaruan dan memperluas resort autonomi negeri- negeri dalam daerah Sumatera Barat. Dan sesudah sidang ini berlangsung mulailah Executief menjiapkan peraturan te...
283226
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rubyracha" /></noinclude>membentuk kota autonom seperti Padang Pandjang, Sawah
Lunto, Batu Sangkar, Pajakumbuh dan Solok.
5.
Memberikan hak legislatief kepada Executief dimana keadaan
mendesak dan sukar mengadakan Pleno, begitu djuga diberikan
kepada Executief hak untuk menetapkan garis besar dari dasardasar pembaruan dan memperluas resort autonomi negeri- negeri
dalam daerah Sumatera Barat.
Dan sesudah sidang ini berlangsung mulailah Executief menjiapkan peraturan tentang pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang akan dibentuk itu dan pada bulan Maret 1948 dikirimkan
lah blanco2 formulir keseluruh kewedanaan di Sumatera Barat
diiringi dengan pemilihan serentak pada tanggal 1 sampai 3 Mei
1948 dengan hasil sbb.:
Dari Kewedanaan -kewedanaan Soeliki terpilih Saudara Zamzami
Kimin dan Ahmad Zoelkarnaini, dari Lubuk Alung saudara Sjailendra dan A. Rahim Rasjid , dari Talu saudara Amran Tuanku
Maradjo dan Maalif Dt . Sati , dari Air Bangis saudara H. Latif
dan H. Usman , dari Sidjundjung saudara St. Madjo Arif dan M.
Sjarief Dt. Gunung Emas, dari Agam Tuo saudara Dr. Ali Akbar
dan H. Abdullah, dari Kota Padang saudara Dr. Athos Ausri dan
Sidi Bakaroeddin , dari Painan saudara Abu Katar Idris dan Arsad
Dt. Sinaro Kajo , dari Kota Bukittinggi saudara Dr. A. Rivai dan
Marzoeki Dt . R. Mangkuto, dari Manindjau saudara H. Udin
Rahmany dan Ma'mur Salim St. Palembang, dari Pajakumbuh
saudara H. Zeinuddin Hamidy dan Djajusman , dari Alahan Pandjang saudara Riva'i Wahab dan Sjamsoeddin Sa'id, dari Lubuk
Sikaping saudara Thaharoeddin Arif dan Azir Ahmad Dt. Madjo
Indo, dari Solok saudara Bahar Dt. Mangkuto Alam dan Ma'ali
Bagindo Radjo , dari Batu Sangkar saudara Basjaroeddin Ahmad
dan Saleh Dja'far, dari P. Pandjang S.J. St. Mangkuto dan Djamaludin St. R. Ibrahim, dari Balai Selasa saudara H.A. Manan dan
Maarif Umar, dari Bangkinang saudara A. Malik Jahja dan A.
Hamid , dari Pariaman saudara Pakanuddin Tengku Piaman dan
A. Zaini , dari Muaro Lubuk saudara A.I.D.S. Madjo Lelo dan
Sjamsuddin Dt . R. Lelo, dari Sawah Lunto Dr. Darwis dan Baharoeddin Dt. Pandito Bassa, dari Padang Luar Kota Jacob Rasjid
dan Jozef Ibrahim , dari Sei Penuh A. Rahman Dajah dan Djanan
Thaib Bakri dan dari Mentawai saudara Mustafa Ali dan Umar.
Sebulan sesudah itu siap pulalah rantjangan anggota perwakilan
partai-partai jang berdjumlah kira-kira 38 orang sehingga tinggallah lagi anggota angkatan sedjumlah 14 orang .
Sidang terachir.
Sidang ini diadakan pada tanggal 10 dan 11 Nopember 1948,
dimana berhadir anggota - anggota K.N.I. lama, anggota -anggota
390<noinclude></noinclude>
90v24m2f0xktjwjv8y2sf6kice2rkts
283232
283226
2026-05-07T02:40:29Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283232
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>membentuk kota autonom seperti Padang Pandjang, Sawah Lunto, Batu Sangkar, Pajakumbuh dan Solok.
{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Memberikan hak legislatief kepada Executief dimana keadaan mendesak dan sukar mengadakan Pleno, begitu djuga diberikan kepada Executief hak untuk menetapkan garis besar dari dasardasar pembaruan dan memperluas resort autonomi negeri-negeri
dalam daerah Sumatera Barat.}}
Dan sesudah sidang ini berlangsung mulailah Executief menjiapkan peraturan tentang pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang akan dibentuk itu dan pada bulan Maret 1948 dikirimkan lah blanco2 formulir keseluruh kewedanaan di Sumatera Barat
diiringi dengan pemilihan serentak pada tanggal 1 sampai 3 Mei 1948 dengan hasil sbb.:
Dari Kewedanaan-kewedanaan Soeliki terpilih Saudara Zamzami Kimin dan Ahmad Zoelkarnaini, dari Lubuk Alung saudara Sjailendra dan A. Rahim Rasjid, dari Talu saudara Amran Tuanku Maradjo dan Maalif Dt. Sati, dari Air Bangis saudara H. Latif
dan H. Usman, dari Sidjundjung saudara St. Madjo Arif dan M. Sjarief Dt. Gunung Emas, dari Agam Tuo saudara Dr. Ali Akbar dan H. Abdullah, dari Kota Padang saudara Dr. Athos Ausri dan Sidi Bakaroeddin, dari Painan saudara Abu Katar Idris dan Arsad
Dt. Sinaro Kajo, dari Kota Bukittinggi saudara Dr. A. Rivai dan Marzoeki Dt. R. Mangkuto, dari Manindjau saudara H. Udin Rahmany dan Ma'mur Salim St. Palembang, dari Pajakumbuh saudara H. Zeinuddin Hamidy dan Djajusman, dari Alahan Pandjang saudara Riva'i Wahab dan Sjamsoeddin Sa'id, dari Lubuk Sikaping saudara Thaharoeddin Arif dan Azir Ahmad Dt. Madjo Indo, dari Solok saudara Bahar Dt. Mangkuto Alam dan Ma'ali Bagindo Radjo, dari Batu Sangkar saudara Basjaroeddin Ahmad dan Saleh Dja'far, dari P. Pandjang S.J. St. Mangkuto dan Djamaludin St. R. Ibrahim, dari Balai Selasa saudara H.A. Manan dan Maarif Umar, dari Bangkinang saudara A. Malik Jahja dan A. Hamid, dari Pariaman saudara Pakanuddin Tengku Piaman dan A. Zaini, dari Muaro Lubuk saudara A.I.D.S. Madjo Lelo dan Sjamsuddin Dt. R. Lelo, dari Sawah Lunto Dr. Darwis dan Baharoeddin Dt. Pandito Bassa, dari Padang Luar Kota Jacob Rasjid dan Jozef Ibrahim, dari Sei Penuh A. Rahman Dajah dan Djanan
Thaib Bakri dan dari Mentawai saudara Mustafa Ali dan Umar.
Sebulan sesudah itu siap pulalah rantjangan anggota perwakilan partai-partai jang berdjumlah kira-kira 38 orang sehingga tinggallah lagi anggota angkatan sedjumlah 14 orang.
'''Sidang terachir.'''
Sidang ini diadakan pada tanggal 10 dan 11 Nopember 1948, dimana berhadir anggota-anggota K.N.I. lama, anggota-anggota<noinclude>{{rh|'''390'''}}</noinclude>
9davx1fk65082lzn1v6qu3wd6p8cxus
283233
283232
2026-05-07T02:41:05Z
Rubyracha
25170
283233
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|membentuk kota autonom seperti Padang Pandjang, Sawah Lunto, Batu Sangkar, Pajakumbuh dan Solok.}}
{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Memberikan hak legislatief kepada Executief dimana keadaan mendesak dan sukar mengadakan Pleno, begitu djuga diberikan kepada Executief hak untuk menetapkan garis besar dari dasardasar pembaruan dan memperluas resort autonomi negeri-negeri
dalam daerah Sumatera Barat.}}
Dan sesudah sidang ini berlangsung mulailah Executief menjiapkan peraturan tentang pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang akan dibentuk itu dan pada bulan Maret 1948 dikirimkan lah blanco2 formulir keseluruh kewedanaan di Sumatera Barat
diiringi dengan pemilihan serentak pada tanggal 1 sampai 3 Mei 1948 dengan hasil sbb.:
Dari Kewedanaan-kewedanaan Soeliki terpilih Saudara Zamzami Kimin dan Ahmad Zoelkarnaini, dari Lubuk Alung saudara Sjailendra dan A. Rahim Rasjid, dari Talu saudara Amran Tuanku Maradjo dan Maalif Dt. Sati, dari Air Bangis saudara H. Latif
dan H. Usman, dari Sidjundjung saudara St. Madjo Arif dan M. Sjarief Dt. Gunung Emas, dari Agam Tuo saudara Dr. Ali Akbar dan H. Abdullah, dari Kota Padang saudara Dr. Athos Ausri dan Sidi Bakaroeddin, dari Painan saudara Abu Katar Idris dan Arsad
Dt. Sinaro Kajo, dari Kota Bukittinggi saudara Dr. A. Rivai dan Marzoeki Dt. R. Mangkuto, dari Manindjau saudara H. Udin Rahmany dan Ma'mur Salim St. Palembang, dari Pajakumbuh saudara H. Zeinuddin Hamidy dan Djajusman, dari Alahan Pandjang saudara Riva'i Wahab dan Sjamsoeddin Sa'id, dari Lubuk Sikaping saudara Thaharoeddin Arif dan Azir Ahmad Dt. Madjo Indo, dari Solok saudara Bahar Dt. Mangkuto Alam dan Ma'ali Bagindo Radjo, dari Batu Sangkar saudara Basjaroeddin Ahmad dan Saleh Dja'far, dari P. Pandjang S.J. St. Mangkuto dan Djamaludin St. R. Ibrahim, dari Balai Selasa saudara H.A. Manan dan Maarif Umar, dari Bangkinang saudara A. Malik Jahja dan A. Hamid, dari Pariaman saudara Pakanuddin Tengku Piaman dan A. Zaini, dari Muaro Lubuk saudara A.I.D.S. Madjo Lelo dan Sjamsuddin Dt. R. Lelo, dari Sawah Lunto Dr. Darwis dan Baharoeddin Dt. Pandito Bassa, dari Padang Luar Kota Jacob Rasjid dan Jozef Ibrahim, dari Sei Penuh A. Rahman Dajah dan Djanan
Thaib Bakri dan dari Mentawai saudara Mustafa Ali dan Umar.
Sebulan sesudah itu siap pulalah rantjangan anggota perwakilan partai-partai jang berdjumlah kira-kira 38 orang sehingga tinggallah lagi anggota angkatan sedjumlah 14 orang.
'''Sidang terachir.'''
Sidang ini diadakan pada tanggal 10 dan 11 Nopember 1948, dimana berhadir anggota-anggota K.N.I. lama, anggota-anggota<noinclude>{{rh|'''390'''}}</noinclude>
ps923nqqv446g94r85ctpdmqp8mdnnk
283235
283233
2026-05-07T02:41:24Z
Rubyracha
25170
283235
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>membentuk kota autonom seperti Padang Pandjang, Sawah Lunto, Batu Sangkar, Pajakumbuh dan Solok.
{{PUU-nomor|n=1|m=5
|Memberikan hak legislatief kepada Executief dimana keadaan mendesak dan sukar mengadakan Pleno, begitu djuga diberikan kepada Executief hak untuk menetapkan garis besar dari dasardasar pembaruan dan memperluas resort autonomi negeri-negeri
dalam daerah Sumatera Barat.}}
Dan sesudah sidang ini berlangsung mulailah Executief menjiapkan peraturan tentang pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang akan dibentuk itu dan pada bulan Maret 1948 dikirimkan lah blanco2 formulir keseluruh kewedanaan di Sumatera Barat
diiringi dengan pemilihan serentak pada tanggal 1 sampai 3 Mei 1948 dengan hasil sbb.:
Dari Kewedanaan-kewedanaan Soeliki terpilih Saudara Zamzami Kimin dan Ahmad Zoelkarnaini, dari Lubuk Alung saudara Sjailendra dan A. Rahim Rasjid, dari Talu saudara Amran Tuanku Maradjo dan Maalif Dt. Sati, dari Air Bangis saudara H. Latif
dan H. Usman, dari Sidjundjung saudara St. Madjo Arif dan M. Sjarief Dt. Gunung Emas, dari Agam Tuo saudara Dr. Ali Akbar dan H. Abdullah, dari Kota Padang saudara Dr. Athos Ausri dan Sidi Bakaroeddin, dari Painan saudara Abu Katar Idris dan Arsad
Dt. Sinaro Kajo, dari Kota Bukittinggi saudara Dr. A. Rivai dan Marzoeki Dt. R. Mangkuto, dari Manindjau saudara H. Udin Rahmany dan Ma'mur Salim St. Palembang, dari Pajakumbuh saudara H. Zeinuddin Hamidy dan Djajusman, dari Alahan Pandjang saudara Riva'i Wahab dan Sjamsoeddin Sa'id, dari Lubuk Sikaping saudara Thaharoeddin Arif dan Azir Ahmad Dt. Madjo Indo, dari Solok saudara Bahar Dt. Mangkuto Alam dan Ma'ali Bagindo Radjo, dari Batu Sangkar saudara Basjaroeddin Ahmad dan Saleh Dja'far, dari P. Pandjang S.J. St. Mangkuto dan Djamaludin St. R. Ibrahim, dari Balai Selasa saudara H.A. Manan dan Maarif Umar, dari Bangkinang saudara A. Malik Jahja dan A. Hamid, dari Pariaman saudara Pakanuddin Tengku Piaman dan A. Zaini, dari Muaro Lubuk saudara A.I.D.S. Madjo Lelo dan Sjamsuddin Dt. R. Lelo, dari Sawah Lunto Dr. Darwis dan Baharoeddin Dt. Pandito Bassa, dari Padang Luar Kota Jacob Rasjid dan Jozef Ibrahim, dari Sei Penuh A. Rahman Dajah dan Djanan
Thaib Bakri dan dari Mentawai saudara Mustafa Ali dan Umar.
Sebulan sesudah itu siap pulalah rantjangan anggota perwakilan partai-partai jang berdjumlah kira-kira 38 orang sehingga tinggallah lagi anggota angkatan sedjumlah 14 orang.
'''Sidang terachir.'''
Sidang ini diadakan pada tanggal 10 dan 11 Nopember 1948, dimana berhadir anggota-anggota K.N.I. lama, anggota-anggota<noinclude>{{rh|'''390'''}}</noinclude>
9davx1fk65082lzn1v6qu3wd6p8cxus
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/589
104
101134
283238
2026-05-07T02:45:11Z
Rubyracha
25170
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2. Sub. Territorium Riau/Indragiri dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri bermarkas di Pakan Baru. Pun sifat ketenteraan dibagi mendjadi dua tjorak jaitu: 1. 2. Bahagian Territorial, jang mengurus segala sesuatu , diluar hal-hal jang mengenai operasi. Mobile Troepen (Pasukan Mobil ) jaitu semata -mata menghadapi pertempuran . Komando mobile troepen ini dipegang oleh Panglima Tentera Kolonel Hidajat. Dan pada kesatuan-kesatuan dibawah Sub. Te...
283238
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rubyracha" /></noinclude>2.
Sub. Territorium Riau/Indragiri dibawah pimpinan Let. Kol.
Hasan Basri bermarkas di Pakan Baru.
Pun sifat ketenteraan dibagi mendjadi dua tjorak jaitu:
1.
2.
Bahagian Territorial, jang mengurus segala sesuatu , diluar
hal-hal jang mengenai operasi.
Mobile Troepen (Pasukan Mobil ) jaitu semata -mata menghadapi pertempuran . Komando mobile troepen ini dipegang oleh
Panglima Tentera Kolonel Hidajat.
Dan pada kesatuan-kesatuan dibawah Sub. Territorium itu
diadakan pula perubahan-perubahan, diantaranja sbb.:
Badan penjelidik Divisi IX Banteng dan Badan Penerangan
Tentera Divisi IX Banteng dibubarkan dan didirikan suatu bagian baru dengan nama Penghubung Masjarakat jang bermarkas
di Udjung Karang Bukittinggi . Penghubung Masjarakat mengeluarkan harian sendiri bernama Banteng" jang ditjetak dipertjetakan sendiri. Semendjak tanggal 1 Desember 1948 Harian
Banteng ini , jang membawa suara pimpinan ketenteraan Sumatera
Tengah jang telah merasa pasti akan datangnja serangan Belanda ,
setiap hari meneriakkan dengan huruf besar-besar: PERANG,
PERANG !!
Dalam pada itu anggota-anggota tentera jang memenuhi sjaratsjarat ketenteraan untuk operasi militer ( veldsoldaten ) lalu dimasukkan kedalam mobiletroepen, sedang jang selebihnja masuk
kesatuan Sub Territoriaal. Terhadap anggota-anggota tentera
jang masuk kesatuan Sub Territoriaal ini diperhebat latihanlatihan ketenteraan jang diantaranja didjalankan dilapangan pendidikan tentera Sub Territoriaal Sumatera Barat di Bukittinggi
(belakang Rumah Sakit Umum ) , dibawah pimpinan Major D. I.
Pandjaitan dan Let. I Nurmatias. Begitu djuga susunan kesatuan
Resimen IV dan Resimen V Divisi IX Banteng di Pakan Baru
pun mengalami perubahan-perubahan . Keenam Bataljon jang didalam lingkungan Resimen IV dan Resimen V itu didjadikan
tiga batalion dalam satu kesatuan Sub Territorium Riau -Indragiri,
dibawah pimpinan Let. Kol . Hasan Basri,
Tiga Bataljon tsb. adalah sbb.:
Bataljon I di Pakan Baru dibawah pimpinan Kapten Arifin .
Bataljon I di Rengat dibawah pimpinan Kapten Marah Halim .
Bataljon III di Bengkalis dibawah pimpinan Letenan Iskandar .
Dan Major Toha Hanafi Komandan Resimen V didjadikan
Kepala Staf Sub Territorium Riau-Indragiri.
**
583<noinclude></noinclude>
ksl5j105fcxbh2pt3whacxdtwvlkpga
283275
283238
2026-05-07T03:06:25Z
Rubyracha
25170
/* Telah diuji baca */
283275
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|m=2|Sub. Territorium Riau/Indragiri dibawah pimpinan Let. Kol.
Hasan Basri bermarkas di Pakan Baru.}}
Pun sifat ketenteraan dibagi mendjadi dua tjorak jaitu:
{{PUU-nomor|Bahagian Territorial, jang mengurus segala sesuatu, diluar
hal-hal jang mengenai operasi.
|Mobile Troepen (Pasukan Mobil) jaitu semata-mata menghadapi pertempuran. Komando mobile troepen ini dipegang oleh Panglima Tentera Kolonel Hidajat.}}
Dan pada kesatuan-kesatuan dibawah Sub. Territorium itu diadakan pula perubahan-perubahan, diantaranja sbb.:
Badan penjelidik Divisi IX Banteng dan Badan Penerangan Tentera Divisi IX Banteng dibubarkan dan didirikan suatu bagian baru dengan nama Penghubung Masjarakat jang bermarkas di Udjung Karang Bukittinggi. Penghubung Masjarakat mengeluarkan harian sendiri bernama „Banteng” jang ditjetak dipertjetakan sendiri. Semendjak tanggal 1 Desember 1948 Harian Banteng ini, jang membawa suara pimpinan ketenteraan Sumatera Tengah jang telah merasa pasti akan datangnja serangan Belanda, setiap hari meneriakkan dengan huruf besar-besar: PERANG, PERANG!!
Dalam pada itu anggota-anggota tentera jang memenuhi sjaratsjarat ketenteraan untuk operasi militer (veldsoldaten) lalu dimasukkan kedalam mobiletroepen, sedang jang selebihnja masuk kesatuan Sub Territoriaal. Terhadap anggota-anggota tentera jang masuk kesatuan Sub Territoriaal ini diperhebat latihanlatihan ketenteraan jang diantaranja didjalankan dilapangan pendidikan tentera Sub Territoriaal Sumatera Barat di Bukittinggi
(belakang Rumah Sakit Umum), dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan dan Let. I Nurmatias. Begitu djuga susunan kesatuan Resimen IV dan Resimen V Divisi IX Banteng di Pakan Baru pun mengalami perubahan-perubahan. Keenam Bataljon jang didalam lingkungan Resimen IV dan Resimen V itu didjadikan
tiga batalion dalam satu kesatuan Sub Territorium Riau-Indragiri,
dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri,
Tiga Bataljon tsb. adalah sbb.:
Bataljon I di Pakan Baru dibawah pimpinan Kapten Arifin.
Bataljon I di Rengat dibawah pimpinan Kapten Marah Halim.
Bataljon III di Bengkalis dibawah pimpinan Letenan Iskandar.
Dan Major Toha Hanafi Komandan Resimen V didjadikan Kepala Staf Sub Territorium Riau-Indragiri.
***<noinclude>{{rh|||'''583'''}}</noinclude>
i98gs4vxt7e9hgkkt8pqcs16dskpmqt
283277
283275
2026-05-07T03:07:28Z
Rubyracha
25170
283277
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|m=2|Sub. Territorium Riau/Indragiri dibawah pimpinan Let. Kol.
Hasan Basri bermarkas di Pakan Baru.}}
Pun sifat ketenteraan dibagi mendjadi dua tjorak jaitu:
{{PUU-nomor|Bahagian Territorial, jang mengurus segala sesuatu, diluar
hal-hal jang mengenai operasi.
|Mobile Troepen (Pasukan Mobil) jaitu semata-mata menghadapi pertempuran. Komando mobile troepen ini dipegang oleh Panglima Tentera Kolonel Hidajat.}}
Dan pada kesatuan-kesatuan dibawah Sub. Territorium itu diadakan pula perubahan-perubahan, diantaranja sbb.:
Badan penjelidik Divisi IX Banteng dan Badan Penerangan Tentera Divisi IX Banteng dibubarkan dan didirikan suatu bagian baru dengan nama Penghubung Masjarakat jang bermarkas di Udjung Karang Bukittinggi. Penghubung Masjarakat mengeluarkan harian sendiri bernama „Banteng” jang ditjetak dipertjetakan sendiri. Semendjak tanggal 1 Desember 1948 Harian Banteng ini, jang membawa suara pimpinan ketenteraan Sumatera Tengah jang telah merasa pasti akan datangnja serangan Belanda, setiap hari meneriakkan dengan huruf besar-besar: PERANG, PERANG!!
Dalam pada itu anggota-anggota tentera jang memenuhi sjaratsjarat ketenteraan untuk operasi militer (veldsoldaten) lalu dimasukkan kedalam mobiletroepen, sedang jang selebihnja masuk kesatuan Sub Territoriaal. Terhadap anggota-anggota tentera jang masuk kesatuan Sub Territoriaal ini diperhebat latihanlatihan ketenteraan jang diantaranja didjalankan dilapangan pendidikan tentera Sub Territoriaal Sumatera Barat di Bukittinggi
(belakang Rumah Sakit Umum), dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan dan Let. I Nurmatias. Begitu djuga susunan kesatuan Resimen IV dan Resimen V Divisi IX Banteng di Pakan Baru pun mengalami perubahan-perubahan. Keenam Bataljon jang didalam lingkungan Resimen IV dan Resimen V itu didjadikan
tiga batalion dalam satu kesatuan Sub Territorium Riau-Indragiri,
dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri,
Tiga Bataljon tsb. adalah sbb.:
Bataljon I di Pakan Baru dibawah pimpinan Kapten Arifin.<br>
Bataljon I di Rengat dibawah pimpinan Kapten Marah Halim.<br>
Bataljon III di Bengkalis dibawah pimpinan Letenan Iskandar.<br>
Dan Major Toha Hanafi Komandan Resimen V didjadikan Kepala Staf Sub Territorium Riau-Indragiri.
***<noinclude>{{rh|||'''583'''}}</noinclude>
ay8hegighiyy7jgzq544nrshutb0oj2
283322
283277
2026-05-07T03:38:02Z
Rubyracha
25170
283322
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rubyracha" /></noinclude>{{PUU-nomor|m=2|Sub. Territorium Riau/Indragiri dibawah pimpinan Let. Kol.
Hasan Basri bermarkas di Pakan Baru.}}
Pun sifat ketenteraan dibagi mendjadi dua tjorak jaitu:
{{PUU-nomor|Bahagian Territorial, jang mengurus segala sesuatu, diluar
hal-hal jang mengenai operasi.
|Mobile Troepen (Pasukan Mobil) jaitu semata-mata menghadapi pertempuran. Komando mobile troepen ini dipegang oleh Panglima Tentera Kolonel Hidajat.}}
Dan pada kesatuan-kesatuan dibawah Sub. Territorium itu diadakan pula perubahan-perubahan, diantaranja sbb.:
Badan penjelidik Divisi IX Banteng dan Badan Penerangan Tentera Divisi IX Banteng dibubarkan dan didirikan suatu bagian baru dengan nama Penghubung Masjarakat jang bermarkas di Udjung Karang Bukittinggi. Penghubung Masjarakat mengeluarkan harian sendiri bernama „Banteng” jang ditjetak dipertjetakan sendiri. Semendjak tanggal 1 Desember 1948 Harian Banteng ini, jang membawa suara pimpinan ketenteraan Sumatera Tengah jang telah merasa pasti akan datangnja serangan Belanda, setiap hari meneriakkan dengan huruf besar-besar: PERANG, PERANG!!
Dalam pada itu anggota-anggota tentera jang memenuhi sjaratsjarat ketenteraan untuk operasi militer (veldsoldaten) lalu dimasukkan kedalam mobiletroepen, sedang jang selebihnja masuk kesatuan Sub Territoriaal. Terhadap anggota-anggota tentera jang masuk kesatuan Sub Territoriaal ini diperhebat latihanlatihan ketenteraan jang diantaranja didjalankan dilapangan pendidikan tentera Sub Territoriaal Sumatera Barat di Bukittinggi
(belakang Rumah Sakit Umum), dibawah pimpinan Major D. I. Pandjaitan dan Let. I Nurmatias. Begitu djuga susunan kesatuan Resimen IV dan Resimen V Divisi IX Banteng di Pakan Baru pun mengalami perubahan-perubahan. Keenam Bataljon jang didalam lingkungan Resimen IV dan Resimen V itu didjadikan
tiga batalion dalam satu kesatuan Sub Territorium Riau-Indragiri,
dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri,
Tiga Bataljon tsb. adalah sbb.:
Bataljon I di Pakan Baru dibawah pimpinan Kapten Arifin.<br>
Bataljon I di Rengat dibawah pimpinan Kapten Marah Halim.<br>
Bataljon III di Bengkalis dibawah pimpinan Letenan Iskandar.<br>
Dan Major Toha Hanafi Komandan Resimen V didjadikan Kepala Staf Sub Territorium Riau-Indragiri.<br><br><br>
{{Asterism}}<noinclude>{{rh|||'''583'''}}</noinclude>
4lcxfdjjplif3tgkif5qkp4s4p12y4a
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1145
104
101135
283249
2026-05-07T02:51:01Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Didaerah? jang djalan?nja telah rusak sama sekali, maka pengang- kutan supply pun kurang lantjar. dio-set tsb. akan kami uraikan tersendiri. " Kembali mengenai pesawat pe- mantjar/penerima jang dapat di- tempatkan didalam kendaraan jg belum didjadikan sari kotak, un- tuk ini sumber alirannja (voe- dingnja) dengan keperluan lain- lainnja sangat besarnja sehingga pengangkutannja membutuhkan 20 sampai 30 orang. Hal ini sudah tent...
283249
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>Didaerah? jang djalan?nja telah rusak sama sekali, maka pengang-
kutan supply pun kurang lantjar.
dio-set tsb. akan kami uraikan
tersendiri.
" Kembali mengenai pesawat pe-
mantjar/penerima jang dapat di-
tempatkan didalam kendaraan jg
belum didjadikan sari kotak, un-
tuk ini sumber alirannja (voe-
dingnja) dengan keperluan lain-
lainnja sangat besarnja sehingga
pengangkutannja membutuhkan
20 sampai 30 orang.
Hal ini sudah tentu memberat-
kan pasukan jang berpatroli, ka-
rena tidak dapat melalui lapa-
ngan? dan belukar? dan dengan
sendirinja kekuatan dan mobieli-
teit pasukan kurang. Oleh karena
itu timbullah fikiran orang untuk
nrerobahnja mendjadi Radio-set
jang dapat dibawanja kian ke-
mari (portable — draagbaar).
Tentang Radio-set.
Pada mulanja dibuat orang
Radio-set jang dapat dibawa oleh
(Gbr : PENDAM-MIB).
2 atau 3 orang: ia terdiri dari
tiga bagian, jang masing? bagian
dapat dibuka (dilepaskan) de-
ngan tjepat. Pada sumber aliran-
lah terdapat bagian jang terbe-
rat. Tenaga pemantjar ini dibuat
tjukup besarnja, hingga dapat
mentjapai djarak djauh. Ongkos
pembikinannjapun mahal, oleh
karena itu pada pasukan kita ti-
dak setiap regu dapat diperleng-
kapi dengan radio.
Adanja kemadjuan dalam ilmu
perang, maka permintaan stra-
tegie dan taktik selalu mendjadi
berat, jang menjebabkan orang
ntembuat (fabriceren) radio jang
lebih ketjil. Ukuran luarnja di-
buat sedemikian rupa ketjilnja,
tetapi lebih mudah dan berguna
(doelmatig) pemakaiannja, se-
hingga dapat dibawa oleh se-
orang. Tenaga pemantjarannja
berbanding pula mendjadi ketjil,
begitu pula ukuran battery (pen-
dek). Tetapi dengan set tsb.,
sekarang orang dapat berhubung-
an dengan lebih banjak pos:
dan kekurangan? tsb. dapat di-
perbaiki (disempurnakan) oleh
tjara sambung menjambung (esta-
fette), sehingga tudjuan pengiri-
man berita dapat djuga tertjapai.
Tentang umurnja battery dju-
ga lebih pendek, tetapi pemba-
waan battery tidak menjusahkan,
sedang tjara penambahan atau
pengiriman barang? sekarang le-
kih sempurna, jaitu dengan di-
djatuhkan dari kapal udara
(dropping ).
Type Set ketjil jang dapat di-
angkut/dilajani oleh szorang itu
djuga dinamakan 'WALKIE-
TALKIE”. Adapun tjara mem-
bawanja pesawat (set) ini di-
dukung dipunggung, sedang bat-
tery?' pemantjar/penerima tersim-
pan didalam sebuah peti. Salah
satu matjam Set tsb. ialah WS
31. Ada djuga Set jang dibawa
didada, misalnja WS No. 38. Pe-
sawat ini lebih ketjil dan battery-
nja disimpan terpisah didalam
sebuah tas dan didukung dipung-
gung.
Sematjam Walkie-Talkie jang
merupakan variasi ialah HAN-
DY-TALKIE. Ia lebih ketjil dan
dapat diangkut (dibawa) dengan
sebuah tangan, seperti Set tangan
dari pesawat tilpon. Antenenja
dibuat dapat ditarik masuk dan
ditjabut keluar (telescopisch).
(Akan disambung)
EVEREAOVY
tradc - mark
FLASHLIGTHS,
BA TTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.
3<noinclude></noinclude>
5uah05ztgi1sn0zzv82t2imzkv4eow8
283337
283249
2026-05-07T03:40:59Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283337
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop).jpg|400px|jmpl|''Didaerah² jang djalan²nja telah rusak sama sekali, maka pengangkutan supply pun kurang lantjar.''
{{Right block|{Gbr: '''PENDAM-MIB'''}}]]
{{hwe|dio-set|Radio-set}} tsb. akan kami uraikan tersendiri.
Kembali mengenai pesawat pemantjar/penerima jang dapat ditempatkan didalam kendaraan jg belum didjadikan sari kotak, untuk ini sumber alirannja (voedingnja) dengan keperluan lain-lainnja sangat besarnja sehingga pengangkutannja membutuhkan 20 sampai 30 orang.
Hal ini sudah tentu memberatkan pasukan jang berpatroli, karena tidak dapat melalui lapangan² dan belukar² dan dengan sendirinja kekuatan dan mobieliteit pasukan kurang. Oleh karena itu timbullah fikiran orang untuk meerobahnja mendjadi Radio-set jang dapat dibawanja kian kemari (portable = draagbaar).
'''Tentang Radio-set.'''
Pada mulanja dibuat orang Radio-set jang dapat dibawa oleh 2 atau 3 orang; ia terdiri dari tiga bagian, jang masing² bagian dapat dibuka (dilepaskan) dengan tjepat. Pada sumber aliranlah terdapat bagian jang terberat. Tenaga pemantjar ini dibuat tjukup besarnja, hingga dapat mentjapai jarak djauh. Ongkos pembikinannjapun mahal, oleh karena itu pada pasukan kita tidak setiap regu dapat diperlengkapi dengan radio.
Adanja kemadjuan dalam ilmu perang, maka permintaan strategie dan taktik selalu mendjadi berat, jang menjebabkan orang memmbuat (fabriceren) radio jang
lebih ketjil. Ukuran luarnja dibuat sedemikian rupa ketjilnja, tetapi lebih mudah dan berguna (doelmatig) pemakaiannja, sehingga dapat dibawa oleh seorang. Tenaga pemantjarannja berbanding pula mendjadi ketjil, begitu pula ukuran battery (pendek). Tetapi dengan set tsb., sekarang orang dapat berhubungan dengan lebih banjak pos²: dan kekurangan² tsb. dapat diperbaiki (disempurnakan) oleh tjara sambung menjambung (estafette), sehingga tudjuan pengiriman berita dapat djuga tertjapai.
Tentang umurnja battery djuga lebih pendek, tetapi pembawaan battery tidak menjusahkan, sedang tjara penambahan atau pengiriman barang² sekarang lebih sempurna, jaitu dengan didjatuhkan dari kapal udara
(dropping ).
Type Set ketjil jang dapat diangkut/dilajani oleh szorang itu djuga dinamakan 'WALKIE-TALKIE”. Adapun tjara membawanja pesawat (set) ini didukung dipunggung, sedang battery² pemantjar/penerima tersimpan didalam sebuah peti. Salah satu matjam Set tsb. ialah WS 31. Ada djuga Set jang dibawa didada, misalnja WS No. 38. Pesawat ini lebih ketjil dan batterynja disimpan terpisah didalam sebuah tas dan didukung dipunggung.
Sematjam Walkie-Talkie jang merupakan variasi ialah HANDY-TALKIE. Ia lebih ketjil dan dapat diangkut (dibawa) dengan sebuah tangan, seperti Set tangan
dari pesawat tilpon. Antenenja dibuat dapat ditarik masuk dan ditjabut keluar (telescopisch).
{{Right block|(Akan disambung)}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop2).jpg|250px|kanan]]
{| style ="margin:0 auto; borde:1px solid #aaa; padding:10px; width:80%;"
|-
|'''<big><big>EVEREADY</big></big>''' ||
|-
|trade mark||{{Left|<big>FLASHLIGHTS,</big>}}
|-
| ||<big>{{center|BATTERIES,</big>}}
|-
| ||{{right|<big>BULBS.</big>}}
|-
| ||{{right|'''<small>Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.</small>'''}}
|-
|}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
dnsnhjpmriphlrbqy4ssijzgocxi0ti
283343
283337
2026-05-07T03:44:55Z
Sarieffe
26994
283343
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop).jpg|400px|jmpl|''Didaerah² jang djalan²nja telah rusak sama sekali, maka pengangkutan supply pun kurang lantjar.''
{{Right block|{Gbr: '''PENDAM-MIB'''}}]]
{{hwe|dio-set|Radio-set}} tsb. akan kami uraikan tersendiri.
Kembali mengenai pesawat pemantjar/penerima jang dapat ditempatkan didalam kendaraan jg belum didjadikan sari kotak, untuk ini sumber alirannja (voedingnja) dengan keperluan lain-lainnja sangat besarnja sehingga pengangkutannja membutuhkan 20 sampai 30 orang.
Hal ini sudah tentu memberatkan pasukan jang berpatroli, karena tidak dapat melalui lapangan² dan belukar² dan dengan sendirinja kekuatan dan mobieliteit pasukan kurang. Oleh karena itu timbullah fikiran orang untuk meerobahnja mendjadi Radio-set jang dapat dibawanja kian kemari (portable = draagbaar).
'''Tentang Radio-set.'''
Pada mulanja dibuat orang Radio-set jang dapat dibawa oleh 2 atau 3 orang; ia terdiri dari tiga bagian, jang masing² bagian dapat dibuka (dilepaskan) dengan tjepat. Pada sumber aliranlah terdapat bagian jang terberat. Tenaga pemantjar ini dibuat tjukup besarnja, hingga dapat mentjapai jarak djauh. Ongkos pembikinannjapun mahal, oleh karena itu pada pasukan kita tidak setiap regu dapat diperlengkapi dengan radio.
Adanja kemadjuan dalam ilmu perang, maka permintaan strategie dan taktik selalu mendjadi berat, jang menjebabkan orang memmbuat (fabriceren) radio jang
lebih ketjil. Ukuran luarnja dibuat sedemikian rupa ketjilnja, tetapi lebih mudah dan berguna (doelmatig) pemakaiannja, sehingga dapat dibawa oleh seorang. Tenaga pemantjarannja berbanding pula mendjadi ketjil, begitu pula ukuran battery (pendek). Tetapi dengan set tsb., sekarang orang dapat berhubungan dengan lebih banjak pos²: dan kekurangan² tsb. dapat diperbaiki (disempurnakan) oleh tjara sambung menjambung (estafette), sehingga tudjuan pengiriman berita dapat djuga tertjapai.
Tentang umurnja battery djuga lebih pendek, tetapi pembawaan battery tidak menjusahkan, sedang tjara penambahan atau pengiriman barang² sekarang lebih sempurna, jaitu dengan didjatuhkan dari kapal udara
(dropping ).
Type Set ketjil jang dapat diangkut/dilajani oleh szorang itu djuga dinamakan 'WALKIE-TALKIE”. Adapun tjara membawanja pesawat (set) ini didukung dipunggung, sedang battery² pemantjar/penerima tersimpan didalam sebuah peti. Salah satu matjam Set tsb. ialah WS 31. Ada djuga Set jang dibawa didada, misalnja WS No. 38. Pesawat ini lebih ketjil dan batterynja disimpan terpisah didalam sebuah tas dan didukung dipunggung.
Sematjam Walkie-Talkie jang merupakan variasi ialah HANDY-TALKIE. Ia lebih ketjil dan dapat diangkut (dibawa) dengan sebuah tangan, seperti Set tangan
dari pesawat tilpon. Antenenja dibuat dapat ditarik masuk dan ditjabut keluar (telescopisch).
{{Right block|(Akan disambung)}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop2).jpg|250px|kanan]]
{| style ="margin:0 auto; border:1px solid:#aaa; background:#f9f9f9 ;padding:10px; width:80%;"
|-
|'''<big><big>EVEREADY</big></big>''' ||
|-
|trade mark||{{Left|<big>FLASHLIGHTS,</big>}}
|-
| ||<big>{{center|BATTERIES,</big>}}
|-
| ||{{right|<big>BULBS.</big>}}
|-
| ||{{right|'''<small>Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.</small>'''}}
|-
|}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
27ogv7x4ai94fub6rrjfy6mqgvc6enx
283347
283343
2026-05-07T03:46:43Z
Sarieffe
26994
283347
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop).jpg|400px|jmpl|''Didaerah² jang djalan²nja telah rusak sama sekali, maka pengangkutan supply pun kurang lantjar.''
{{Right block|{Gbr: '''PENDAM-MIB'''}}]]
{{hwe|dio-set|Radio-set}} tsb. akan kami uraikan tersendiri.
Kembali mengenai pesawat pemantjar/penerima jang dapat ditempatkan didalam kendaraan jg belum didjadikan sari kotak, untuk ini sumber alirannja (voedingnja) dengan keperluan lain-lainnja sangat besarnja sehingga pengangkutannja membutuhkan 20 sampai 30 orang.
Hal ini sudah tentu memberatkan pasukan jang berpatroli, karena tidak dapat melalui lapangan² dan belukar² dan dengan sendirinja kekuatan dan mobieliteit pasukan kurang. Oleh karena itu timbullah fikiran orang untuk meerobahnja mendjadi Radio-set jang dapat dibawanja kian kemari (portable = draagbaar).
'''Tentang Radio-set.'''
Pada mulanja dibuat orang Radio-set jang dapat dibawa oleh 2 atau 3 orang; ia terdiri dari tiga bagian, jang masing² bagian dapat dibuka (dilepaskan) dengan tjepat. Pada sumber aliranlah terdapat bagian jang terberat. Tenaga pemantjar ini dibuat tjukup besarnja, hingga dapat mentjapai jarak djauh. Ongkos pembikinannjapun mahal, oleh karena itu pada pasukan kita tidak setiap regu dapat diperlengkapi dengan radio.
Adanja kemadjuan dalam ilmu perang, maka permintaan strategie dan taktik selalu mendjadi berat, jang menjebabkan orang memmbuat (fabriceren) radio jang
lebih ketjil. Ukuran luarnja dibuat sedemikian rupa ketjilnja, tetapi lebih mudah dan berguna (doelmatig) pemakaiannja, sehingga dapat dibawa oleh seorang. Tenaga pemantjarannja berbanding pula mendjadi ketjil, begitu pula ukuran battery (pendek). Tetapi dengan set tsb., sekarang orang dapat berhubungan dengan lebih banjak pos²: dan kekurangan² tsb. dapat diperbaiki (disempurnakan) oleh tjara sambung menjambung (estafette), sehingga tudjuan pengiriman berita dapat djuga tertjapai.
Tentang umurnja battery djuga lebih pendek, tetapi pembawaan battery tidak menjusahkan, sedang tjara penambahan atau pengiriman barang² sekarang lebih sempurna, jaitu dengan didjatuhkan dari kapal udara
(dropping ).
Type Set ketjil jang dapat diangkut/dilajani oleh szorang itu djuga dinamakan 'WALKIE-TALKIE”. Adapun tjara membawanja pesawat (set) ini didukung dipunggung, sedang battery² pemantjar/penerima tersimpan didalam sebuah peti. Salah satu matjam Set tsb. ialah WS 31. Ada djuga Set jang dibawa didada, misalnja WS No. 38. Pesawat ini lebih ketjil dan batterynja disimpan terpisah didalam sebuah tas dan didukung dipunggung.
Sematjam Walkie-Talkie jang merupakan variasi ialah HANDY-TALKIE. Ia lebih ketjil dan dapat diangkut (dibawa) dengan sebuah tangan, seperti Set tangan
dari pesawat tilpon. Antenenja dibuat dapat ditarik masuk dan ditjabut keluar (telescopisch).
{{Right block|(Akan disambung)}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1145 crop2).jpg|250px|kanan]]
{| style ="margin:0 auto; border:1px solid: #aaa; background: #f9f9f9 ;padding:10px; width:80%;"
|-
|'''<big><big>EVEREADY</big></big>''' ||
|-
|trade mark||{{Left|<big>FLASHLIGHTS,</big>}}
|-
| ||<big>{{center|BATTERIES,</big>}}
|-
| ||{{right|<big>BULBS.</big>}}
|-
| ||{{right|'''<small>Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.</small>'''}}
|-
|}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
3bihoosjdozfjlei9wh5nuc8f7hrj97
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/335
104
101136
283306
2026-05-07T03:28:43Z
Devi 4340
13230
sedang dikerjakan.
283306
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Devi 4340" /></noinclude>Pekerjaan-pekerd jaan tersebut diatas telah memakan biaja sebesar
Rp. 1.535.000,-jaitu masing-masing untuk Daerah Madiun Rp. 660.000,-
Daerah Kediri Rp. 175.000,- dan Rp. 700.000.- untuk Daerah Malang.
Usaha reboisasi memang harus lekas-lekas diselenggarakan dengan
sebaik-baiknja, karena tiap-tiap kelambatan berarti kerugian jang besar
sekali, jang mungkin sekali dikemudian hari tidak akan dapat diperbaiki
lagi. Sebagai akibat penebangan jang tidak teratur, maka menurut
penjelidikan hoofdingenieur Goede, air irigasi Daerah Brantas selama
17 tahun telah berkurang dengan 60%, suatu djumlah jang sangat besar
sekali. Selandjutnja di Daerah Kabupaten Bangil oleh Ir. de Vries pernah
ditjatat suatu kemunduran sebesar 200.000 pikul tiap-tiap tahunnja.
Prof. Jal Moler jang terkenal memberi perhitungan, menjatakan, bahwa
karena penebangan hutan setjara serampangan itu di Daerah Seraju sadja
sesudah tiap hudjan jang lebat ada kira-kira 10.000 gerbong kereta apl
lumpur jang hanjut kebawah. Dengan demikian djelaslah, bahwa soal
hutan adalah soal hidup matinja sesuatu Bangsa.<noinclude>{{rvh|303}}</noinclude>
gi4lxvc415kt0tge9wk9d45yjd1s3qq
283336
283306
2026-05-07T03:40:57Z
Devi 4340
13230
gambar.
283336
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Devi 4340" /></noinclude>Pekerjaan-pekerd jaan tersebut diatas telah memakan biaja sebesar
Rp. 1.535.000,-jaitu masing-masing untuk Daerah Madiun Rp. 660.000,-
Daerah Kediri Rp. 175.000,- dan Rp. 700.000.- untuk Daerah Malang.
Usaha reboisasi memang harus lekas-lekas diselenggarakan dengan
sebaik-baiknja, karena tiap-tiap kelambatan berarti kerugian jang besar
sekali, jang mungkin sekali dikemudian hari tidak akan dapat diperbaiki
lagi. Sebagai akibat penebangan jang tidak teratur, maka menurut
penjelidikan hoofdingenieur Goede, air irigasi Daerah Brantas selama
17 tahun telah berkurang dengan 60%, suatu djumlah jang sangat besar
sekali. Selandjutnja di Daerah Kabupaten Bangil oleh Ir. de Vries pernah
ditjatat suatu kemunduran sebesar 200.000 pikul tiap-tiap tahunnja.
Prof. Jal Moler jang terkenal memberi perhitungan, menjatakan, bahwa
karena penebangan hutan setjara serampangan itu di Daerah Seraju sadja
sesudah tiap hudjan jang lebat ada kira-kira 10.000 gerbong kereta apl
lumpur jang hanjut kebawah. Dengan demikian djelaslah, bahwa soal
hutan adalah soal hidup matinja sesuatu Bangsa.
{{c|'''GRAFIK DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS<br>TAHUN 1952:'''}}
[[File:Grafik DAS Brantas tahun 1952.jpg|400px|center|frameless]]
{{rule|5em}}<noinclude>{{rvh|303}}</noinclude>
pok5w6303q0djufv9a5clhms0ut9y3i
283366
283336
2026-05-07T03:55:23Z
Devi 4340
13230
/* Telah diuji baca */
283366
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>Pekerjaan-pekerdjaan tersebut diatas telah memakan biaja sebesar Rp. 1.535.000,{{--}} jaitu masing-masing untuk Daerah Madiun Rp. 660.000,{{--}} Daerah Kediri Rp. 175.000,{{--}} dan Rp. 700.000.{{--}} untuk Daerah Malang.
Usaha reboisasi memang harus lekas-lekas diselenggarakan dengan sebaik-baiknja, karena tiap-tiap kelambatan berarti kerugian jang besar sekali, jang mungkin sekali dikemudian hari tidak akan dapat diperbaiki lagi. Sebagai akibat penebangan jang tidak teratur, maka menurut penjelidikan hoofdingenieur Goede, air irigasi Daerah Brantas selama 17 tahun telah berkurang dengan 60%, suatu djumlah jang sangat besar sekali. Selandjutnja di Daerah Kabupaten Bangil oleh Ir. de Vries pernah ditjatat suatu kemunduran sebesar ± 200.000 pikul tiap-tiap tahunnja. Prof. Jal Moler jang terkenal memberi perhitungan, menjatakan, bahwa karena penebangan hutan setjara serampangan itu di Daerah Seraju sadja sesudah tiap hudjan jang lebat ada kira-kira 10.000 gerbong kereta api lumpur jang hanjut kebawah. Dengan demikian djelaslah, bahwa soal hutan adalah soal hidup matinja sesuatu Bangsa.
{{c|'''GRAFIK DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS<br>TAHUN 1952:'''}}
[[File:Grafik DAS Brantas tahun 1952.jpg|400px|center|frameless]]
{{rule|5em}}<noinclude>{{rvh|303}}</noinclude>
rtfzc9blksrllk0kz782qjqvfm91xfr
Pengguna:NikolasKHF/Draf
2
101137
283324
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/Draf]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/Draf]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
283324
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pengguna:OwlyKnight/Draf]]
kcxqp09dipjyhbxtd68f42r1ompynp4
Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF
3
101138
283326
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF]] ke [[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
283326
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight]]
rcgrui6cmg849yfvio17wbrhxfqmuo9
Pengguna:NikolasKHF
2
101139
283328
2026-05-07T03:38:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF]] ke [[Pengguna:OwlyKnight]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
283328
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pengguna:OwlyKnight]]
f14bnwsohpheucizkshnuzet7psh2w7
Pengguna:NikolasKHF/babel-box-custom.css
2
101140
283332
2026-05-07T03:39:04Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/babel-box-custom.css]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/babel-box-custom.css]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
283332
css
text/css
/* #REDIRECT */@import url(//id.wikisource.org/w/index.php?title=Pengguna:OwlyKnight/babel-box-custom.css&action=raw&ctype=text/css);
ksu47kf3d2llemsup693wv3k8lx7gm8
Pengguna:NikolasKHF/Bak pasir
2
101141
283334
2026-05-07T03:39:05Z
J ansari
12978
J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:NikolasKHF/Bak pasir]] ke [[Pengguna:OwlyKnight/Bak pasir]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/NikolasKHF|NikolasKHF]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/OwlyKnight|OwlyKnight]]"
283334
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pengguna:OwlyKnight/Bak pasir]]
1oo5xqpjvx69a1g7ooepqfph463hm72
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/43
104
101142
283344
2026-05-07T03:45:15Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283344
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{border|maxwidth=auto|bthickness=2px|position=center|padding=7px|
{{center|{{xxx-larger|¤}}{{gap|3em}}{{xx-larger|'''INDISCHE VEREENIGING'''}}{{gap|3em}}{{xxx-larger|¤}}
<br>'''Voordrachten en Mededeelingen.'''<br/>
<br>{{xxx-larger|VIII}}<br/>
<br>(2<small><sup>nd</sup></small> BUNDEL, N<small><sup>o</sup></small>. 4)<br>
<br>'''DE PEST OP JAVA'''<br>
<br>'''EN HARE BESTRIJDING.'''<br>
<br>{{larger|DOOR}}<br/>
TJIPTO MANGOENKOESOEMO
Inlandsch Arts.<br>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>Notulen der Algemeene Vergadering<br/>
<br>op 10 Januari 1914 te 's-Gravenhage.<br/>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>W. D. MEINEMA.<br/>
Hipolitusbuurt 4, Delft.
}}
<br><br/>
{{rh|E.45}}
}}<noinclude></noinclude>
3oyma08jilrcvhmny8wnwgblk7yioqx
283351
283344
2026-05-07T03:47:52Z
Moel81
25980
283351
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{border|maxwidth=auto|bthickness=2px|position=center|padding=7px|
{{center|{{xxx-larger|¤}}{{gap|3em}}{{xx-larger|'''INDISCHE VEREENIGING'''}}{{gap|3em}}{{xxx-larger|¤}}
<br>'''Voordrachten en Mededeelingen.'''<br/>
<br>{{xxx-larger|VIII}}<br/>
<br>(2<small><sup>nd</sup></small> BUNDEL, N<small><sup>o</sup></small>. 4)<br>
<br>{{...|10}}<br/>
<br>'''DE PEST OP JAVA'''<br>
<br>'''EN HARE BESTRIJDING.'''<br>
<br>{{larger|DOOR}}<br/>
<br>TJIPTO MANGOENKOESOEMO<br>
Inlandsch Arts.<br>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>Notulen der Algemeene Vergadering<br/>
<br>op 10 Januari 1914 te 's-Gravenhage.<br/>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>W. D. MEINEMA.<br/>
Hipolitusbuurt 4, Delft.
}}
<br><br/>
{{rh|E.45}}
}}<noinclude></noinclude>
i23rt4r3ggphoh93ko3tr9et1wbern9
283364
283351
2026-05-07T03:53:34Z
Moel81
25980
283364
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{border|maxwidth=auto|bthickness=2px|position=center|padding=7px|
{{center|{{xxx-larger|¤}}{{gap|3em}}{{xx-larger|'''INDISCHE VEREENIGING'''}}{{gap|3em}}{{xxx-larger|¤}}
<br>'''Voordrachten en Mededeelingen.'''<br/>
<br>{{xxx-larger|VIII}}<br/>
<br>(2<small><sup>nd</sup></small> BUNDEL, N<small><sup>o</sup></small>. 4)<br>
<br>•••••••<br/>
<br>'''DE PEST OP JAVA'''<br>
<br>'''EN HARE BESTRIJDING.'''<br>
<br>{{larger|DOOR}}<br/>
<br>TJIPTO MANGOENKOESOEMO<br>
Inlandsch Arts.<br>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>Notulen der Algemeene Vergadering<br/>
<br>op 10 Januari 1914 te 's-Gravenhage.<br/>
<br>{{rule|15em}}
{{rule|15em}}
<br>W. D. MEINEMA.<br/>
Hipolitusbuurt 4, Delft.
}}
<br><br/>
{{rh|E.45}}
}}<noinclude></noinclude>
pcswd5luby4xcb63rb0o7bb3s7u6kbf
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1146
104
101143
283352
2026-05-07T03:48:30Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '“Mengenal dari dekat sebagian Daerah .R.T.P.I./TEGAS Djalan2nja di Rantauberangin - Udjungbatu seperti ombak. Sedjenak singgah ke Udjungbatu - Pasirpengarajan. — Pasukan Gadjahmada djuga turut andeel merusak djalan. — Kalau gadingnja tak ada — giginja djuga boleh untuk pipa. Kalau tuan membuka Peta Su- matra-tengah dengan mudah tu- an bisa mengetahui nama? kota maupun sungai?nja. Karena se- muanja sudah tertulis disitu. Ma- rilah t...
283352
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>“Mengenal dari dekat sebagian Daerah .R.T.P.I./TEGAS
Djalan2nja di Rantauberangin - Udjungbatu seperti ombak.
Sedjenak singgah ke Udjungbatu - Pasirpengarajan.
— Pasukan Gadjahmada djuga turut andeel merusak djalan.
— Kalau gadingnja tak ada — giginja djuga boleh untuk pipa.
Kalau tuan membuka Peta Su-
matra-tengah dengan mudah tu-
an bisa mengetahui nama? kota
maupun sungai?nja. Karena se-
muanja sudah tertulis disitu. Ma-
rilah tuan kuadjak sebentar me-
ngenal dari dekat sebagian dari
Sumatra-tengah itu. Meskipun
hanja sepintas lalu tentu sedikit
banjak bisa menambah pengerti-
an? mengenai Tanah-air kita In-
donesia ini.
Dipeta Sumatera Tengah tuan
dapat mengetahui garis Chattu-
listiwa. Tepat diatas garis tsb.
tuan dengan mudah melihat ko-
ta Kotabaru—Palaugadang dan
Bangkinang. Nah, dikota Bang-
kinang-lah Komando Sector "A"
Bataljon 444/Diponegoro. R.T.
P.I./TEGAS berkedudukan. Dan
marilah kita mulai perdjalanan
dari Rantauberangin-jang letak-
nja didjalan simpangtiga antara
Bangkinang dan Palaugadang.
Dari situ semua kendaraan harus
diseberangkan dengan Rakit-ka-
rena djembatan pada sungai
Kampar telah rusak sedjak
saudara-tua (Djepang Red.) kita
dulu. Setelah menjemberang, ki-
ta belok ke Utara melalui djalan
tunggal menudju ke Tandun. Dan
mulai dari sinilah sampai ke Tan-
dun tuan djangan mengharapkan
bisa tidur diatas oto-walaupun
oto tuan baru model terachir. Ka-
rena tuan se-akan? berada diatas
gelombang lautan dan tuan akan
dihempaskan kekanan dan kekiri-
36
Sungai Kampar
jang indah me-
mandjang ini be-
lum dapat ter-
urus sebagaima-
na mestinja. Dan
bila kita hendak
menjeberanginja,
maka semua ken-
daraan harus di-
angkut dgn ra-
kit.
(Gbr : Penulis)
keatas dan kebawah. Dan kalau
hari hudjan, djalan itu seperti
lautan lumpur. Namun tuan dja-
ngan segan? kerdjasama untuk
turun selandjutnja menarik atau
mendorong oto tuan jang mogok
itu. Sungguh tuan akan panik bi-
la melihat keadaan djalan disitu.
Dan tidak perlu segan? lagi bila
kendaraan tuan tidak bisa mene-
ruskan perdjalanan kerena rusak
atau terpaksa bermalam ditengah
djalan — berarti djuga tuan harus
tidur ditengah hutan — dan me-
mang sepandjang perdjalanan
tuan akan selalu tertumbuk de-
ngan pohon? besar dan semak?
jang berawa — masih untung bila
Oleh: METESE
tuan bisa melihat gerak Siamang
itu sebangsa kera jang tidak ada
ekornja--kalau kera-lutung sudah
tak terkira banjaknja.
Kalau tuan terpaksa bermalam
ditengah hutan itu--tuan djangan
takut dan terkedjut--kalau dite-
ngah malam nanti serombongan
gadjah akan meliwati tempat ber-
malam tuan. Memang gadjah?
masih terdapat banjak dihutan
Sumatra-tengah. Didjalan ini tu-
an akan dapat mengetahui bekas?
telapak gadjah sepandjang 2--3
km "sekaligus. Djadi tuan bisa
membajangkan berapa djumlah
gadjah jang liwat itu. Tentang
besar?nja tuan: tuan akan meli-<noinclude></noinclude>
67tj1r3gq9zlx7qxezcfkpbrd3vsh49
283475
283352
2026-05-07T04:44:56Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283475
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{Center block|<big><big><big>'''Mengenal dari dekat sebagian Daerah R.T.P.I./TEGAS'''</big></big></big> }}
*''Djalan²nja di Rantauberangin-Udjungbatu seperti ombak.''
*''Sedjenak singgah ke Udjungbatu-Pasirpengarajan.''
*''Pasukan Gadjahmada djuga turut andeel merusak djalan.''
*''Kalau gadingnja tak ada—giginja djuga boleh untuk pipa.''
{|style="margin:1 ; border:1px solid #aaa;width:15% ;"
|<big>oleh : '''METESE'''</big>
|}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1146 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|Sungai Kampar jang indah memandjang ini belum dapat terurus sebagaimana mestinja. Dan bila kita hendak menjeberanginja, maka semua kendaraan harus diangkut dgn rakit.
(Gbr : Penulis) ]]
Kalau tuan membuka Peta Sumatra-tengah dengan mudah tuan bisa mengetahui nama² kota maupun sungai²nja. Karena semuanja sudah tertulis disitu. Marilah tuan kuadjak sebentar mengenal dari dekat sebagian dari
Sumatra-tengah itu. Meskipun hanja sepintas lalu tentu sedikit banjak bisa menambah pengertian² mengenai Tanah-air kita Indonesia ini.
Dipeta Sumatera Tengah tuan dapat mengetahui garis Chattulistiwa. Tepat diatas garis tsb. tuan dengan mudah melihat kota Kotabaru—Palaugadang dan Bangkinang. Nah, dikota Bangkinang-lah Komando Sector "A" Bataljon 444/Diponegoro. R.T.P.I./TEGAS berkedudukan. Dan marilah kita mulai perdjalanan
dari Rantauberangin-jang letaknja didjalan simpangtiga antara Bangkinang dan Palaugadang. Dari situ semua kendaraan harus diseberangkan dengan Rakit-
karena djembatan pada sungai Kampar telah rusak sedjak saudara-tua (Djepang Red.) kita dulu. Setelah menjemberang, kita belok ke Utara melalui djalan tunggal menudju ke Tandun. Dan mulai dari sinilah sampai ke Tandun tuan djangan mengharapkan bisa tidur diatas oto-walaupun oto tuan baru model terachir. Karena tuan se-akan² berada diatas gelombang lautan dan tuan akan dihempaskan kekanan dan kekiri-keatas dan kebawah. Dan kalau hari hudjan, djalan itu seperti lautan lumpur. Namun tuan djangan segan² kerdjasama untuk turun selandjutnja menarik atau
mendorong oto tuan jang mogok itu. Sungguh tuan akan panik bila melihat keadaan djalan disitu. Dan tidak perlu segan² lagi bila kendaraan tuan tidak bisa meneruskan perdjalanan kerena rusak atau terpaksa bermalam ditengah djalan — berarti djuga tuan harus
tidur ditengah hutan — dan memang sepandjang perdjalanan tuan akan selalu tertumbuk dengan pohon² besar dan semak² jang berawa — masih untung bila tuan bisa melihat gerak Siamang itu sebangsa kera jang tidak ada ekornja--kalau kera-lutung sudah tak terkira banjaknja.
Kalau tuan terpaksa bermalam ditengah hutan itu--tuan djangan takut dan terkedjut--kalau ditengah malam nanti serombongan gadjah akan meliwati tempat bermalam tuan. Memang gadjah² masih terdapat banjak dihutan Sumatra-tengah. Didjalan ini tuan akan dapat mengetahui bekas² telapak gadjah sepandjang 2-3 km sekaligus. Djadi tuan bisa membajangkan berapa djumlah gadjah jang liwat itu. Tentang besar²nja tuan; tuan akan {{hws|meli|melihat}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
268klo0xfqx1ngi8qwt4wrmmrvv6kd8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/367
104
101144
283375
2026-05-07T03:58:54Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283375
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude><noinclude></noinclude>
j3it2j5363rqbq5u9h0ai682fmbt3ul
283411
283375
2026-05-07T04:12:29Z
Moel81
25980
283411
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>Tahun 1958 akan lebih berat lagi, apalagi berhubung persengketaan Indonesia-Belanda jang mémuntjak, karena kita ingin trus madju dalam usaha pembebasan Irian Barat. Kita menghadapi antjaman<small><sup>2</sup></small>dan serangan<small><sup>2</sup></small> setjara dari luar maupun dari dalam.
Sebagaimana dibidang politik, ekonomi dan militer jang semangkin hebat, apalagi dibidang perang urat sjaraf, jaitu perang subversif atau perang memetjah belah antara kita sama kita, antara pemerintah dengan rakjat kita.Setudju atau tidak setudju, dengan perdjoangan Irian Barat ini, kita semua sebagai warga R.I. apalagi sebagai angkatan 45 dan peradjurit 45 harus tetap bersatu dengan pimpinan negara meneruskan perdjuangan ini. Kalau tidak, kita setjara langsung atau tidak langsung, termasuk perangkap musuh kita.
Pemerintah telah menegaskan, tidak ada djalan mundur atau kembali dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat jang sudah dimulai dengan phase baru ini.
Selain dari segenap usaha tersebut, maka ada baiknja kita kenangkan pula segenap kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekurangan<small><sup>2</sup></small> jang telah kita lakukan ditahun 1957, kesalahan mana harus tidak kita bawa kedalam tahun 1958. Sudahlah pada tempatnja hal ini saja kemukakan pada kesempatan ini, agar kita djangan lagi terperosok kedalam kesalahan jang sama pada tahun<small><sup>2</sup></small> jang akan datang. Untuk kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> ini kita harus mengadakan garis penutup, agar kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> djangan berulang kembali.
Achirnja kepada segenap Perwira, Bintara dan Peradjurit sekalian, saja sampaikan utjapan terima kasih saja, kepada segala susah pajah jang telah dikeluarkan dalam rangka penunaian tugas. Djuga pada kesempatan ini saja sampaikan harapan saja, agar saudar<small><sup>2</sup></small> tetap giat melaksanakan tugas masing-masing, karena negara kita dewasa ini mengharapkan kegiatan dan kedjudjuran dari segenap petugas demi untuk keselamatan dan kesedjahteraan Nusa dan bangsa.
Djuga kepada segenap lapisan masjarakat dengan ini saja sampaikan utjapan terima kasih saja atas nama pimpinan dan segenap anggauta Angkatan Darat atas segenap dukungan dan kerdjasama jang telah diberikan sehingga memungkinkan Angkatan Darat melaksanakan tugasnja dengan: sebaik-baiknja.
Sekian.
Tetap Merdeka!
Djakarta, 31 Desember 1957.
Kepala Staf Angkatan Darat
ttd
A.H. NASUTION
Djend. Major.<noinclude></noinclude>
1xbhay1nw19hspfk6alam75593gkbo5
283445
283411
2026-05-07T04:31:57Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283445
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>Tahun 1958 akan lebih berat lagi, apalagi berhubung persengketaan Indonesia-Belanda jang mémuntjak, karena kita ingin trus madju dalam usaha pembebasan Irian Barat. Kita menghadapi antjaman<small><sup>2</sup></small>dan serangan<small><sup>2</sup></small> setjara dari luar maupun dari dalam.
Sebagaimana dibidang politik, ekonomi dan militer jang semangkin hebat, apalagi dibidang perang urat sjaraf, jaitu perang subversif atau perang memetjah belah antara kita sama kita, antara pemerintah dengan rakjat kita.Setudju atau tidak setudju, dengan perdjoangan Irian Barat ini, kita semua sebagai warga R.I. apalagi sebagai angkatan 45 dan peradjurit 45 harus tetap bersatu dengan pimpinan negara meneruskan perdjuangan ini. Kalau tidak, kita setjara langsung atau tidak langsung, termasuk perangkap musuh kita.
Pemerintah telah menegaskan, tidak ada djalan mundur atau kembali dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat jang sudah dimulai dengan phase baru ini.
Selain dari segenap usaha tersebut, maka ada baiknja kita kenangkan pula segenap kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekurangan<small><sup>2</sup></small> jang telah kita lakukan ditahun 1957, kesalahan mana harus tidak kita bawa kedalam tahun 1958. Sudahlah pada tempatnja hal ini saja kemukakan pada kesempatan ini, agar kita djangan lagi terperosok kedalam kesalahan jang sama pada tahun<small><sup>2</sup></small> jang akan datang. Untuk kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> ini kita harus mengadakan garis penutup, agar kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> djangan berulang kembali.
Achirnja kepada segenap Perwira, Bintara dan Peradjurit sekalian, saja sampaikan utjapan terima kasih saja, kepada segala susah pajah jang telah dikeluarkan dalam rangka penunaian tugas. Djuga pada kesempatan ini saja sampaikan harapan saja, agar saudar<small><sup>2</sup></small> tetap giat melaksanakan tugas masing-masing, karena negara kita dewasa ini mengharapkan kegiatan dan kedjudjuran dari segenap petugas demi untuk keselamatan dan kesedjahteraan Nusa dan bangsa.
Djuga kepada segenap lapisan masjarakat dengan ini saja sampaikan utjapan terima kasih saja atas nama pimpinan dan segenap anggauta Angkatan Darat atas segenap dukungan dan kerdjasama jang telah diberikan sehingga memungkinkan Angkatan Darat melaksanakan tugasnja dengan: sebaik-baiknja.
{{gap|3em|}}{{sp|Sekian}}<br>{{gap|1em}}{{sp|Tetap Merdeka!}}
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 31 Desember 1957.}}<br />
{{c|Kepala Staf Angkatan Darat}}<br />
<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{rule|10em}}}}
{{c|Djend. Major.}}
}}<noinclude></noinclude>
o2vg0s6qeq5y3u5t7laote4jd0hn7dq
283547
283445
2026-05-07T05:47:37Z
Moel81
25980
283547
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>Tahun 1958 akan lebih berat lagi, apalagi berhubung persengketaan Indonesia-Belanda jang mémuntjak, karena kita ingin trus madju dalam usaha pembebasan Irian Barat. Kita menghadapi antjaman<small><sup>2</sup></small>dan serangan<small><sup>2</sup></small> setjara dari luar maupun dari dalam.
Sebagaimana dibidang politik, ekonomi dan militer jang semangkin hebat, apalagi dibidang perang urat sjaraf, jaitu perang subversif atau perang memetjah belah antara kita sama kita, antara pemerintah dengan rakjat kita.Setudju atau tidak setudju, dengan perdjoangan Irian Barat ini, kita semua sebagai warga R.I. apalagi sebagai angkatan 45 dan peradjurit 45 harus tetap bersatu dengan pimpinan negara meneruskan perdjuangan ini. Kalau tidak, kita setjara langsung atau tidak langsung, termasuk perangkap musuh kita.
Pemerintah telah menegaskan, tidak ada djalan mundur atau kembali dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat jang sudah dimulai dengan phase baru ini.
Selain dari segenap usaha tersebut, maka ada baiknja kita kenangkan pula segenap kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekurangan<small><sup>2</sup></small> jang telah kita lakukan ditahun 1957, kesalahan mana harus tidak kita bawa kedalam tahun 1958. Sudahlah pada tempatnja hal ini saja kemukakan pada kesempatan ini, agar kita djangan lagi terperosok kedalam kesalahan jang sama pada tahun<small><sup>2</sup></small> jang akan datang. Untuk kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> ini kita harus mengadakan garis penutup, agar kesalahan<small><sup>2</sup></small> dan kekeliruan<small><sup>2</sup></small> djangan berulang kembali.
Achirnja kepada segenap Perwira, Bintara dan Peradjurit sekalian, saja sampaikan utjapan terima kasih saja, kepada segala susah pajah jang telah dikeluarkan dalam rangka penunaian tugas. Djuga pada kesempatan ini saja sampaikan harapan saja, agar saudar<small><sup>2</sup></small> tetap giat melaksanakan tugas masing-masing, karena negara kita dewasa ini mengharapkan kegiatan dan kedjudjuran dari segenap petugas demi untuk keselamatan dan kesedjahteraan Nusa dan bangsa.
Djuga kepada segenap lapisan masjarakat dengan ini saja sampaikan utjapan terima kasih saja atas nama pimpinan dan segenap anggauta Angkatan Darat atas segenap dukungan dan kerdjasama jang telah diberikan sehingga memungkinkan Angkatan Darat melaksanakan tugasnja dengan: sebaik-baiknja.
{{gap|3em|}}{{sp|Sekian}}<br>{{gap|1em}}{{sp|Tetap Merdeka!}}
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 31 Desember 1957.}}<br />
{{c|Kepala Staf Angkatan Darat}}<br />
<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{rule|10em}}}}
{{c|Djend. Major.}}
}}<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
blb9drfuf1e00ttybo8ie73ab30fyf0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/288
104
101145
283380
2026-05-07T04:00:56Z
Ibrohim tijani
26379
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Dengan memakai dias hudjian, Presiden Sukarno tepat djam 24.00 malam mengutjapkan djandji se- tia pada proklamasi 17 Agustus 1945. PE Ke ma ea IKRAR SETIA KAPADA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 Diutiapkan Dibawah Hudjan Lebat di Stadion Ikada. Didalam hudjan jang membasahi bumi Djakarta sedjak sendjanja, djam 24.00 hari Sabtu tanggal 17 Agustus 1957 tengah malam, berlangsunalah pengutjapan ikrar setia kepada prokla- masi 17 Aaustus 1945 ole...
283380
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Dengan memakai dias hudjian, Presiden Sukarno tepat djam 24.00 malam mengutjapkan djandji se-
tia pada proklamasi 17 Agustus 1945.
PE Ke ma ea
IKRAR SETIA KAPADA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945
Diutiapkan Dibawah Hudjan Lebat di Stadion Ikada.
Didalam hudjan jang membasahi bumi Djakarta sedjak sendjanja, djam 24.00 hari Sabtu
tanggal 17 Agustus 1957 tengah malam, berlangsunalah pengutjapan ikrar setia kepada prokla-
masi 17 Aaustus 1945 oleh Presiden Sukarno jang diikuti oleh puluhan ribu rakjat dalam suatu
upatjara di Stadion Ikada.
Upatjara ini disiarkan oleh seluruh studio RRI di Indonesia, sehingga seluruh rakjat dikepu-
lauan Indonesia dan dimana sadja dia berada davat mengikuti upatjara rasional ini.
1. "Kami, bangsa Indonesia, menjadari sedalam?nja akan besarnja korban dan penderitaan
lahir batin berdiuta-djuta rakjat didalam perdjoangan kemerdekaan bangsa dan negara, bersu-
djud kehadirat Tuhan Jang Maha Esa, dan berdjandji tetap setia kapada Proklamasi 17 Agus-
tus 1945.
2. Kami, bangsa Indonesia, demi keselamatan negara Proklamasi 17 Agustus 1945, bersedia
mengorbankan segenap djiwa-raga untuk membela dan menegakkan keutuhan dan kesatuan negara
Republik Indonesia.
3. Kami bangsa Indonesia, demi kebahagiaan iang merata kepada seluruh rakjat, bertekad me-
landjutkan perdjoangan melaksanakan tjita? proklamasi 1945, menudju masjarakat jang bebas, ber-
satu, adil dan makmur.
4. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu, berkeras hati melakukan hidup
baru jang berdjiwa dan bersemangat proklamasi 17 Agustus 1945.
5. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjongan itu pula, bersedia mengutamakan ke-
pentingan negara diatas kepentingan golongan atau kepentingan diri sendiri”.
Demikianlah bunji ikrar jang diutjapkan oleh Presiden Sukarno, diikuti oleh segenap hadirin,
jang bagaikan memetjah stadion Ikada gegap gempita suaranja.
Upatjara seperti ini adalah untuk pertama kalinja dilakukan dalam sedjarah kemerdekaan
ndonesia.
Upatjara ini disudahi dengan melagukan Indonesia Raya, dan selvruh upatjara berachir
pada djam 00.30 tengah malam.
10
/<noinclude></noinclude>
4jsk5m0nazyy3t5akdwyxtuzb0qxdys
283388
283380
2026-05-07T04:03:04Z
Ibrohim tijani
26379
283388
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Proklamasi 17 Agustus 1945.jpg|thumb|center|Dengan memakai jas hudjan, Presiden Sukarno tepat pada djam 24.00 malam mengutjapkan djanji setia pada proklamasi 17 Agustus 1945.]]
== IKRAR SETIA KEPADA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 ==
''Diutjapkan Dibawah Hudjan Lebat di Stadion Ikada.''
Didalam hudjan jang membasahi bumi Djakarta sedjak senjanja, djam 24.00 hari Sabtu tanggal 17 Agustus 1957 tengah malam, berlangsunglah penutjapan ikrar setia kepada proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Presiden Sukarno jang diikuti oleh puluhan ribu rakjat dalam suatu upatjara di Stadion Ikada.
Upatjara ini disiarkan oleh seluruh studio RRI Indonesia, sehingga seluruh rakjat dikepulauan Indonesia dan dimana sadja di berada dapat mengikuti upatjara rasional ini.
1. Kami, bangsa Indonesia, menjadari sedalam²nja akan besarnja korban dan penderitaan lahir batin beribu-djuta rakjat didalam perdjoangan kemerdekaan bangsa dan negara, bersudju kehadrat Tuhan jang Maha Esa, dan berdjanji tetap setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945.
2. Kami, bangsa Indonesia, demi keselamatan negara Proklamasi 17 Agustus 1945, bersedia mengorbankan segenap djiwa-raga untuk membela dan menegakkan keutuhan dan kesatuan negara Republik Indonesia.
3. Kami bangsa Indonesia, demi kebahagiaan jang merdeka seluruh rakjat, bertekad melandjutkan perdjoangan melaksanakan tjita² proklamasi 1945, menuju masjarakat jang bebas, bersatu, adil dan makmur.
4. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu, berkeras hati melakukan hidup baru jang berdjiwa dan bersemangat proklamasi 17 Agustus 1945.
5. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu pula, bersedia mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan golongan ataupun kepentingan diri sendiri.
Demikianlah bunji ikrar jang diutjapkan oleh Presiden Sukarno, diikuti oleh segenap hadirin, jang bagaikan menjtah stadion Ikada gegap gempita suasana.
Upatjara seperti ini adalah untuk pertama kalinja dilakukan dalam sedjarah kemerdekaan Indonesia.
Upatjara ini disudahi dengan melakukan Indonesia Raya, dan seluruh upatjara berachir pada djam 00.30 tengah malam.<noinclude></noinclude>
o1l7hg49zfa5w2l2eel2xi3wk40igcw
283390
283388
2026-05-07T04:03:37Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283390
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Proklamasi 17 Agustus 1945.jpg|thumb|center|Dengan memakai jas hudjan, Presiden Sukarno tepat pada djam 24.00 malam mengutjapkan djanji setia pada proklamasi 17 Agustus 1945.]]
== IKRAR SETIA KEPADA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 ==
''Diutjapkan Dibawah Hudjan Lebat di Stadion Ikada.''
Didalam hudjan jang membasahi bumi Djakarta sedjak senjanja, djam 24.00 hari Sabtu tanggal 17 Agustus 1957 tengah malam, berlangsunglah penutjapan ikrar setia kepada proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Presiden Sukarno jang diikuti oleh puluhan ribu rakjat dalam suatu upatjara di Stadion Ikada.
Upatjara ini disiarkan oleh seluruh studio RRI Indonesia, sehingga seluruh rakjat dikepulauan Indonesia dan dimana sadja di berada dapat mengikuti upatjara rasional ini.
1. Kami, bangsa Indonesia, menjadari sedalam²nja akan besarnja korban dan penderitaan lahir batin beribu-djuta rakjat didalam perdjoangan kemerdekaan bangsa dan negara, bersudju kehadrat Tuhan jang Maha Esa, dan berdjanji tetap setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945.
2. Kami, bangsa Indonesia, demi keselamatan negara Proklamasi 17 Agustus 1945, bersedia mengorbankan segenap djiwa-raga untuk membela dan menegakkan keutuhan dan kesatuan negara Republik Indonesia.
3. Kami bangsa Indonesia, demi kebahagiaan jang merdeka seluruh rakjat, bertekad melandjutkan perdjoangan melaksanakan tjita² proklamasi 1945, menuju masjarakat jang bebas, bersatu, adil dan makmur.
4. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu, berkeras hati melakukan hidup baru jang berdjiwa dan bersemangat proklamasi 17 Agustus 1945.
5. Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu pula, bersedia mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan golongan ataupun kepentingan diri sendiri.
Demikianlah bunji ikrar jang diutjapkan oleh Presiden Sukarno, diikuti oleh segenap hadirin, jang bagaikan menjtah stadion Ikada gegap gempita suasana.
Upatjara seperti ini adalah untuk pertama kalinja dilakukan dalam sedjarah kemerdekaan Indonesia.
Upatjara ini disudahi dengan melakukan Indonesia Raya, dan seluruh upatjara berachir pada djam 00.30 tengah malam.<noinclude></noinclude>
qt9mc4t37nsu9qrrirsoifsfftkj7qe
Wawatjan Kidung Lakbok
0
101146
283386
2026-05-07T04:02:03Z
HenriPurwanto
26961
Membuat halaman induk Wawatjan Kidung Lakbok 1956, digitalisasi dari naskah asli
283386
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Wawatjan Kidung Lakbok
| author = M. Karso Prawiraatmadja
| year = 1956
| notes = Naskah lengkep tos didigitalkeun. Sumber: [[commons:File:Kidung_Lakbok_-_Buku_Lengkap.pdf|Wikimedia Commons]]
| override_author = M. Karso Prawiraatmadja
}}
{{PD-IDGov}}
== Daptar Eusi ==
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 1|Pupuh 1]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 2|Pupuh 2]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 3|Pupuh 3]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 4|Pupuh 4]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 5|Pupuh 5]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 6|Pupuh 6]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 7|Pupuh 7]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 8|Pupuh 8]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 9|Pupuh 9]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 10|Pupuh 10]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 11|Pupuh 11]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 12|Pupuh 12]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 13|Pupuh 13]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 14|Pupuh 14]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 15|Pupuh 15]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 16|Pupuh 16]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 17|Pupuh 17]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 18|Pupuh 18]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 19|Pupuh 19]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 20|Pupuh 20]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 21|Pupuh 21]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 22|Pupuh 22]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 23|Pupuh 23]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 24|Pupuh 24]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 25|Pupuh 25]]
# [[Wawatjan Kidung Lakbok/Pupuh 26|Pupuh 26]]
[[Kategori:Wawatjan]]
[[Kategori:Sastra Sunda]]
[[Kategori:1956]]
ge1evaq57w9gx4zkfgacjqyy48ajl14
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/290
104
101147
283393
2026-05-07T04:06:03Z
Ibrohim tijani
26379
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283393
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ev9miwr44z82dkctcw6kzhqfh5i1lqj
283394
283393
2026-05-07T04:06:57Z
Ibrohim tijani
26379
283394
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Usaha dilapangan keamanan.jpg|thumb|center|Baru² ini sebanyak 34 orang anggota gerombolan bersama keluarganja telah menjeraḥ kepaḍa alat negara didaerah Bekasi. Pada gambar kiri tampak pada saat mereka menjeraḥ. Sedang gambar kanan adalah pada saat mereka menjeraḥkan alat sedjatanja kepada alat negara.]]
== USAHA DILAPANGAN KEAMANAN ==
Dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke 12 proklamasi kemerdekaan, Dewan Perwakilan Rakjat pada tanggal 16 Agustus malam telah mengadakan sidang istimewanja.
Perdana Menteri Djuanda dalam pidatonja setelah sidang dibuka telah menjampaikan kemadjuan² jang ditjapai oleh pemerintah, sekalipun pemerintah menghadapi pelbagai rintangan dalam usaha²nja itu. Antaranja oleh Perdana Menteri telah diuraikan pula mengenai usaha² dilapangan keamanan.
Perdana Menteri Djuanda mengatakan, bahwa mengenai masalah gerombolan² bersendjata, pemerintah berpendapat bahwa perlawanan jang dilakukan dengan kekerasan sendjata, harus pula dihadapi dengan tindakan jang setimpal.
Disamping itu, masih selalu terbuka kesempatan bagi setiap anggota gerombolan untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.
Djalan mana jang diutamakan dari kedua djalan ini, tergantung dari pada keadaan daerah jang bersangkutan.
Selandjutnja, mengenai tawanan² SOB jang sudah lama berada dalam tahanan, telah di-usahakan untuk sekalanja dapat dibebaskan kembali.
Dalam soal peristiwa² didaerah², dibidang militer pemerintah tetap berusaha mentjari penjeleseian dengan djalan musjawarah sedjauh mungkin, dengan tidak melepaskan ketentuan² hierarchi dan disiplin, sedjalan dengan garis kebidjaksanaan pemerintah dalam usahanja menormalisasi kembali keadaan.
Untuk menghadapi pembangunan angkatan perang, maka pemerintah telah mengeluarkan instruksi tentang rentjana pembangunan djangka pendek jang bermaksud untuk didjadikan pegangan guna menetapkan arah dan tudjuan setjara prinsipiil dalam pembangunan dan perkembangan angkatan perang selandjutnja.
Pemerintah menginsjafi, bahwa disamping tugas membantu usaha pemulihan keamanan dalam negeri, angkatan perang perlu dibangun demi kepentingan tugasnja jang primer sebagai alat pertahanan negara.
Dalam pada itu pembangunan angkatan perang sesungguhnja tidak dapat dilepaskan dari soal pembangunan negara pada keseluruhannja.
Oleh pemerintah telah dibentuk suatu dewan pembantu Menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi, jang terdiri dari Wakil Perdana Menteri III sebagai Ketua dan Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, Keuangan dan Penerangan sebagai anggota², dengan maksud untuk memper-erat koordinasi dipusat antara menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi dan penguasa² militer/kepala² staf angkatan darat/laut/udara.
Berbitjara mengenai soal² militer ini achirnja dikemukakan, bahwa dengan penjeleseian rantjangan undang² tentang keadaan bahaja nan ti selain memenuhi ketentuan dalam pasal 129 undang² dasar sementara, pemerintah dan dewan perwakilan rakjat akan berhasil menggantikan "Regeling op de Staat van Oorlog en van Beleg" jang berasal dari zaman Belanda dan Undang² keadaan bahaja tahun 1956, jang tidak selaras lagi dengan perkembangan keadaan negara sekarang.
Begitu pula dalam tahun ini telah diambil langkah² jang konkrit kearah penjeleseian masalah Veteran Pedjuang kemerdekaan.
```<noinclude></noinclude>
d3wyqj67jaqz1yfyb49o0rrd1o3nj6g
283397
283394
2026-05-07T04:08:11Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283397
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Usaha dilapangan keamanan.jpg|thumb|center|Baru² ini sebanyak 34 orang anggota gerombolan bersama keluarganja telah menjeraḥ kepaḍa alat negara didaerah Bekasi. Pada gambar kiri tampak pada saat mereka menjeraḥ. Sedang gambar kanan adalah pada saat mereka menjeraḥkan alat sedjatanja kepada alat negara.]]
== USAHA DILAPANGAN KEAMANAN ==
Dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke 12 proklamasi kemerdekaan, Dewan Perwakilan Rakjat pada tanggal 16 Agustus malam telah mengadakan sidang istimewanja.
Perdana Menteri Djuanda dalam pidatonja setelah sidang dibuka telah menjampaikan kemadjuan² jang ditjapai oleh pemerintah, sekalipun pemerintah menghadapi pelbagai rintangan dalam usaha²nja itu. Antaranja oleh Perdana Menteri telah diuraikan pula mengenai usaha² dilapangan keamanan.
Perdana Menteri Djuanda mengatakan, bahwa mengenai masalah gerombolan² bersendjata, pemerintah berpendapat bahwa perlawanan jang dilakukan dengan kekerasan sendjata, harus pula dihadapi dengan tindakan jang setimpal.
Disamping itu, masih selalu terbuka kesempatan bagi setiap anggota gerombolan untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.
Djalan mana jang diutamakan dari kedua djalan ini, tergantung dari pada keadaan daerah jang bersangkutan.
Selandjutnja, mengenai tawanan² SOB jang sudah lama berada dalam tahanan, telah di-usahakan untuk sekalanja dapat dibebaskan kembali.
Dalam soal peristiwa² didaerah², dibidang militer pemerintah tetap berusaha mentjari penjeleseian dengan djalan musjawarah sedjauh mungkin, dengan tidak melepaskan ketentuan² hierarchi dan disiplin, sedjalan dengan garis kebidjaksanaan pemerintah dalam usahanja menormalisasi kembali keadaan.
Untuk menghadapi pembangunan angkatan perang, maka pemerintah telah mengeluarkan instruksi tentang rentjana pembangunan djangka pendek jang bermaksud untuk didjadikan pegangan guna menetapkan arah dan tudjuan setjara prinsipiil dalam pembangunan dan perkembangan angkatan perang selandjutnja.
Pemerintah menginsjafi, bahwa disamping tugas membantu usaha pemulihan keamanan dalam negeri, angkatan perang perlu dibangun demi kepentingan tugasnja jang primer sebagai alat pertahanan negara.
Dalam pada itu pembangunan angkatan perang sesungguhnja tidak dapat dilepaskan dari soal pembangunan negara pada keseluruhannja.
Oleh pemerintah telah dibentuk suatu dewan pembantu Menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi, jang terdiri dari Wakil Perdana Menteri III sebagai Ketua dan Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, Keuangan dan Penerangan sebagai anggota², dengan maksud untuk memper-erat koordinasi dipusat antara menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi dan penguasa² militer/kepala² staf angkatan darat/laut/udara.
Berbitjara mengenai soal² militer ini achirnja dikemukakan, bahwa dengan penjeleseian rantjangan undang² tentang keadaan bahaja nan ti selain memenuhi ketentuan dalam pasal 129 undang² dasar sementara, pemerintah dan dewan perwakilan rakjat akan berhasil menggantikan "Regeling op de Staat van Oorlog en van Beleg" jang berasal dari zaman Belanda dan Undang² keadaan bahaja tahun 1956, jang tidak selaras lagi dengan perkembangan keadaan negara sekarang.
Begitu pula dalam tahun ini telah diambil langkah² jang konkrit kearah penjeleseian masalah Veteran Pedjuang kemerdekaan.
```<noinclude>{{rh|12|}}</noinclude>
dxfqcue5tyv33mxo5bgkpgawn7fm8mp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/292
104
101148
283408
2026-05-07T04:10:33Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283408
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''Sambutan K.S.A.D.:''
= MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN R.I. JANG KE XII =
[[Berkas:KSAD Djenderal Madjor A.H. Nasution.jpg|thumb|right|KSAD Djenderal Madjor A.H. NASUTION.]]
Proklamasi kemerdekaan jang dikumandangkan 12 tahun jang lalu adalah merupakan komando bagi bangsa Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Komando inilah jang menggerakkan bangsa Indonesia untuk terdjun kedalam kantjah revolusi jang dengan segera bergolak diseluruh pelosok tanah air. Dengan komando ini, maka petjahlah perang kemerdekaan dengan segala runtunan dan akibatnja.
Perang kemerdekaan ini menimbulkan akibat jang tidak sedikit, baik dalam lapangan materi maupun kedjiwaan. Ia tidak sadja telah menghantjurkan ekonomi kita, tetapi djuga telah menghantjurkan tjara berfikir jang lama dengan tjara berfikir jang dinamis. Dalam 2 lapangan kehantjuran ini terdapat perbedaan² jang besar dalam menghadapi perbaikannja: Bagaimana selandjutnja, setelah perang kemerdekaan berachir. Kehantjuran ekonomi perlu mendapat perbaikan dan kehantjuran tjara berfikir jang lama tidak memerlukan revisie atau penindjauan kembali, malah dianggap perlu bahwa tjara berfikir dinamis itu harus dipupuk dan disebar tanahkan.
Setelah tudjuh tahun peperangan bersendjata berachir, maka pada hemat saja akibat dari kedua kehantjuran ini masih terasa akibatnja disana air kita. Segenap gedjala jang timbul setelah selesainja perang kemerdekaan sedikit banjaknja mengandung nasir jang merupakan akibat dari kedua kehantjuran ini.
Persoalannja adalah sebagai berikut:
Kehantjuran ekonomi memerlukan perbaikan sedjak dari sendi hingga kepada bangunan jang diatasnja. Perbaikan ini adalah merupakan urgentie jang primair, karena djustr kemerdekaan adalah untuk memberikan kemakmuran kepada bangsa. Soal² ekonomi adalah persoalan jang mengandung banjak segi (poligoon) jang bukan hanja tergantung kepada segi keinginan semata². Orang tak perlu untuk mendjadi ekonom terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa ekonomi mempunyai hukum dan dali serta rumus² jang tak dapat dipaksakan sesuka hati, seperti djuga soal mathematick mempunyai rumus² sendiri.
Dalam pada itu kehantjuran tjara berfikir jang lama dengan tjara berfikir jang dinamis menimbulkan, akibat, bahwa sebagian besar bangsa Indonesia terutama para pemudanja mengingini agar sesuatu didjalankan dengan tjara jang dinamis, djuga dalam menghadapi persoalan ekonomi. Kita harus mengakui bahwa banjak para pemimpin kita menganggap bahwa dengan selesainja perdjuangan bersendjata, maka selesai pulalah tjara berfikir dan bertindak jang dinamis. Inilah jang menimbulkan gedjala² jang lebih mementingkan formaliteit daripada isi, jang menimbulkan birokrasi jang membatu dan gedjala² lain jang sering ditentang oleh mereka jang masih berdjiwa dinamis.
Dengan demikian tidaklah heran kita bila timbul pertentangan antara kedua tjara berfikir tersebut.
Bukanlah maksud saja disini untuk membenarkan atau menjalahkan demikian sadja sesuatu fihak jang mewakili kedua tjara berfikir itu. Karena tjara berfikir dinamis jang ingin meniadakan hukum, atau jang membentji setiap a-priori terhadap apa jang dibuat golongan lain, tidaklah djuga dapat saja benarkan.
Sesuai dengan tjara saja melihat persoalan tanah air dewasa ini seperti jang saja terakan diatas maka sudahlah pada tempatnja pula bila saja menerima dengan baik andjuran Presiden Soekarno dengan Dewan Nasionalnja mengenai Gerakan Hidup Baru (New Life Movement). Gerakan Hidup Baru ini dengan singkat saja dapat memberikan rumus tudjuannja jakni: "kembali kepada tjara berfikir dan tjara hidup dizaman perdjuangan 1945-1950".
```<noinclude></noinclude>
frok919isznt9xntchspcs1ysta1ajv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/297
104
101149
283416
2026-05-07T04:13:41Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283416
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>ka achirnja artileri Swedia menang, sehingga pasukan Tilly tidak lagi dapat menahanja. Karena itu maka kedua sadja pasukan berkuda itu lalu madju untuk melakukan serbuanja. Sadja kanan Tilly agak mengapi kemadjuan. Pasukan berkuda Saksen jang masih belum begitu berpengalaman achirnja tidak tahan akan serangan-serangan Furstenberg tersebut. Sebaliknja Pappenheim tidak mendapat kemadjuan dan mendapat perlawanan sengit. Berkat latihan² jang sempurna sadja kanan Gustavus Adolphus dapat membelok sehingga dapat menghindarkan serangan lambung Pappenheim. Ketjuali itu meriam² serta senapan² mereka memuntahkan pelurunja. Pasukan² kaki Swedia sibuk dengan menembak, mengisi, menembak, mengisi lagi. Pappenheimpun tidak mau kalah., oleh karena itu ditjobanja lagi untuk menembus pertahanan sadja kanan Swedia. Sampai tudjuh kali Pappenheim melakukan serbuanja, tetapi tiap² kali selalu gagal. Tilly jang berada ditengah menggerakkan pasukannja sedjata seorang dan bermahsud untuk menghantam lambung kiri Swedia. Memang agak susah gerakan tersebut sehingga memakan waktu agak banjak. Dalam pd. itu pasukan Swedia telah dapat menjusun barisanja untuk menghadapi serangan tsb. Dan ketjuali itu senapan² terus memuntahkan peluru²nja. Artileripun tidak mau ketinggalan, hingga achirnja penyerang mendapat tembakan dari dua djurusan. Untuk melengkapi kemenanganja, maka Gustavus Adolphus menggerakkan tjadangan pasukan berkudanja. Terhadap serangan balasan ini Tilly tidak berdaja, lebih² pada waktu pasukan berkuda Gustavus mulai menjerbu, maka hantjurlah pasukan Tilly dan pada waktu hari hendak berganti malam, habislah pertempuran diretente. Dengan demikian terbuka halaman baru bagi perang agama. Sebab dalam pertempuran tersebut dapat dilihat kerdja sama jang erat antara pasukan kaki, berkuda dan artileri. Ketjuali itu serangan² Tilly tidak dilakukan. Sebab mula-mula digerakkan artileri, sesudah itu pasukan berkudanja dan achirnja pasukan kakinja. Dan meskipun serangan-serangan tersebut dilakukan orang² jang telah matang dalam peperangan, dan djuga dilakukan dengan bersendjata tetapi tidak merupakan suatu serbuan jang teratur. [[Berkas:Perkundjungan Presiden Sukarno ke Kalimantan Tengah.jpg|thumb|center|Perkundjungan Presiden Sukarno ke Kalimantan Tengah untuk me-resmikan Pelabuhan/ Polangan Raja sebagai Ibu Kotanja. Presiden kesana dari Bandjarmasin ke Pahandut mempergunakan kapal sungai. Dan beliau disambut dengan tari²an. Dan pendjutanannja dilakukan pula dengan helikopter.]]<noinclude></noinclude>
pq3cdfvuih302gqloziocxf71fuuklh
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/327
104
101150
283425
2026-05-07T04:21:41Z
Devi 4340
13230
sedang dikerjakan.
283425
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Devi 4340" /></noinclude>{{c|'''GRAFIK PEMBANGUNAN WILAJAH HUTAN DI DJAWA-TIMUR<br>TAHUN 1952:'''}}<noinclude>{{rvh|295}}</noinclude>
bo8iua5ko82eltcwb6q1gnlu8rzzl3g
283460
283425
2026-05-07T04:35:27Z
Devi 4340
13230
/* Telah diuji baca */
283460
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>{{c|'''GRAFIK PEMBANGUNAN WILAJAH HUTAN DI DJAWA-TIMUR<br>TAHUN 1952:'''}}
[[File:Grafik Pembangunan Wilajah Hutan di Djawa-Timur tahun 1952.jpg|center|400px|frameless]]<noinclude>{{rvh|295}}</noinclude>
83ctiv04j9bt8e9chyzkz0285y9np7i
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/303
104
101151
283432
2026-05-07T04:25:23Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283432
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing iamage}}
> Dalam rangka perdjalanannja ke Bandjarmasin, KSAD telah memberikan tjeramah didepan lebih kurang 250 perwira.
**KSAD Djenderal Major A. H. Nasution.**
* **Pedoman kita :** PERANG WILAJAH SEPERTI TAHUN 1945.
* **Alasan :** BERDASARKAN FAKTOR² GEOGRAFIST & TEHNIS.
---
Bertempat dikantin tentara tanggal 7 Augustus '57, KSAD Djenderal Major A. H. Nasution telah mengadakan tjeramah didepan lebih kurang 250 perwira dalam garnizoen Bandjarmasin.
Dalam tjeramahnja itu KSAD telah membentangkan tiga pokok persoalan, jakni: **Pertama:** Soal pembagian daerah, **Kedua:** Soal kedudukan tentara dalam pembangunan negara dan **Ketiga:** Soal SOB sekarang.
### Pembagian Wilajah :
Tentang masaalah pembagian wilajah, dalam garis besarnja KSAD mendjelaskan, bahwa soal ini hendaknja kita pandang dari sudut strategis, dan dari sudut kepentingan militer.
Kita perlu mengadakan pembagian wilajah, seperti halnja di Sumatera dan Indonesia bagian Timur, karena keadaan geografis negara dan tehnis ketentaraan kita, tidak memungkinkan menjusun pertahanan seperti halnja negara² besar seperti Amerika, Inggeris, Sovjet Rusia menjusun pertahanannja.
Selain keadaan geografis kepulauan kita jang letaknja berpentjar², djuga tehnik kita lebih rendah dari pada keadaan negara² besar tersebut.
Dalam keadaan jang sedemikian itu, apabila terdjadi peperangan, tidak mungkin seorang KSAD langsung memimpin operasi diseluruh Indonesia, djuga seseorang panglima tidak mungkin pula.
Maka berdasarkan faktor² geografis dan tehnis, kita tetap berpegang pada pedoman perang wilajah seperti pada tahun 1945. Untuk itu perlu adanja pembagian wilajah².
### Dalam Bidang Militer Melaksanakan Tugas :
Tentang kedudukan tentara dalam pembangunan sekarang, KSAD menekankan, agar masing² golongan tetap didalam bidangnja sendiri².
Didalam rangka organisasi jang berwudjud negara Republik Indonesia ini, hendaknja kita melaksanakan tugas menurut bidang² kita masing². Dan karena kita ini adalah militer, maka dibidang militer itulah tempat kita melaksanakan tugas guna penjempurnaan organisasi tentara dan organisasi jang berupa negara kita ini.
Semua berdjuang untuk menjempurnakan organisasi dengan pembagian tugas didalam bidangnja masing².
Dan kita sebagai militer, didalam bidang militer itulah kita melaksanakan tugas, sekalipun kita harus turut pula memikirkan masaalah politik dan ekonomi, demikian KSAD.
### SOB Tidak Berarti Hilangnja Kekuasaan Sipil :
Berbitjara mengenai keadaan darurat perang, menurut KSAD ini tidak berarti hilangnja kekuasaan sipil, tetapi hanja sekedar kita membawahi kekuasaan sipil.
Dengan demikian, maka SOB tidak pula berarti berdirinja suatu pemerintahan militer, tetapi berlakunja keadaan darurat, memerlukan militer membawahi kekuasaan sipil, lain tidak.
SOB ini adalah untuk merobah suatu keadaan jang selama ini dengan tjara² jang biasa tak dapat dilaksanakan. SOB lah satu²nja djalan untuk mendobrak dalam tjara kita merobah keadaan tersebut, agar mendjadi normal kembali. Kembali normal tidak berarti normal seperti keadaan sebelum ada atau berlakunja SOB, tetapi kembali normal seperti keadaan baru jang kita kehendaki, demikian antara lain tjeramah KSAD Djenderal Major A. H. Nasution di Bandjarmasin didepan para perwira.<noinclude></noinclude>
tbkvvas1bwqhzm7y9axrxn5j4jmeoya
283436
283432
2026-05-07T04:27:13Z
Ibrohim tijani
26379
283436
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing iamage}}
> Dalam rangka perdjalanannja ke Bandjarmasin, KSAD telah memberikan tjeramah didepan lebih kurang 250 perwira.
**KSAD Djenderal Major A. H. Nasution.**
***Pedoman kita :** PERANG WILAJAH SEPERTI TAHUN 1945.
***Alasan :** BERDASARKAN FAKTOR² GEOGRAFIST & TEHNIS.
---
Bertempat dikantin tentara tanggal 7 Augustus '57, KSAD Djenderal Major A. H. Nasution telah mengadakan tjeramah didepan lebih kurang 250 perwira dalam garnizoen Bandjarmasin.
Dalam tjeramahnja itu KSAD telah membentangkan tiga pokok persoalan, jakni: **Pertama:** Soal pembagian daerah, **Kedua:** Soal kedudukan tentara dalam pembangunan negara dan **Ketiga:** Soal SOB sekarang.
### Pembagian Wilajah :
Tentang masaalah pembagian wilajah, dalam garis besarnja KSAD mendjelaskan, bahwa soal ini hendaknja kita pandang dari sudut strategis, dan dari sudut kepentingan militer.
Kita perlu mengadakan pembagian wilajah, seperti halnja di Sumatera dan Indonesia bagian Timur, karena keadaan geografis negara dan tehnis ketentaraan kita, tidak memungkinkan menjusun pertahanan seperti halnja negara² besar seperti Amerika, Inggeris, Sovjet Rusia menjusun pertahanannja.
Selain keadaan geografis kepulauan kita jang letaknja berpentjar², djuga tehnik kita lebih rendah dari pada keadaan negara² besar tersebut.
Dalam keadaan jang sedemikian itu, apabila terdjadi peperangan, tidak mungkin seorang KSAD langsung memimpin operasi diseluruh Indonesia, djuga seseorang panglima tidak mungkin pula.
Maka berdasarkan faktor² geografis dan tehnis, kita tetap berpegang pada pedoman perang wilajah seperti pada tahun 1945. Untuk itu perlu adanja pembagian wilajah².
### Dalam Bidang Militer Melaksanakan Tugas :
Tentang kedudukan tentara dalam pembangunan sekarang, KSAD menekankan, agar masing² golongan tetap didalam bidangnja sendiri².
Didalam rangka organisasi jang berwudjud negara Republik Indonesia ini, hendaknja kita melaksanakan tugas menurut bidang² kita masing². Dan karena kita ini adalah militer, maka dibidang militer itulah tempat kita melaksanakan tugas guna penjempurnaan organisasi tentara dan organisasi jang berupa negara kita ini.
Semua berdjuang untuk menjempurnakan organisasi dengan pembagian tugas didalam bidangnja masing².
Dan kita sebagai militer, didalam bidang militer itulah kita melaksanakan tugas, sekalipun kita harus turut pula memikirkan masaalah politik dan ekonomi, demikian KSAD.
### SOB Tidak Berarti Hilangnja Kekuasaan Sipil :
Berbitjara mengenai keadaan darurat perang, menurut KSAD ini tidak berarti hilangnja kekuasaan sipil, tetapi hanja sekedar kita membawahi kekuasaan sipil.
Dengan demikian, maka SOB tidak pula berarti berdirinja suatu pemerintahan militer, tetapi berlakunja keadaan darurat, memerlukan militer membawahi kekuasaan sipil, lain tidak.
SOB ini adalah untuk merobah suatu keadaan jang selama ini dengan tjara² jang biasa tak dapat dilaksanakan. SOB lah satu²nja djalan untuk mendobrak dalam tjara kita merobah keadaan tersebut, agar mendjadi normal kembali. Kembali normal tidak berarti normal seperti keadaan sebelum ada atau berlakunja SOB, tetapi kembali normal seperti keadaan baru jang kita kehendaki, demikian antara lain tjeramah KSAD Djenderal Major A. H. Nasution di Bandjarmasin didepan para perwira.<noinclude></noinclude>
t85jliz90uar8ba1wuh222yeub5vrcf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/99
104
101152
283450
2026-05-07T04:33:29Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Toko-Boekoe A LBRECHT & Co. KANTOR PEMBRITA BETAWI, Sebrang Landraad Bata via . BOEKOE BAROE KLOEAR : 876. BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI , terkarang oleh si nova Boto Roepa- roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja . f 0,60 87c. PANTHOEN SINDIRAN terkarang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie » 1,10 874. BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin behasa Melajoe terkarang oleh...
283450
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>Toko-Boekoe
A LBRECHT & Co.
KANTOR PEMBRITA BETAWI,
Sebrang Landraad Bata via .
BOEKOE BAROE KLOEAR :
876. BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI , terkarang oleh si nova
Boto Roepa- roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja .
f 0,60
87c. PANTHOEN SINDIRAN terkarang oleh si nona L. Boenga hati
negri Betawie
» 1,10
874. BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER
anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin behasa
Melajoe terkarang oleh H.
>>
0,80
90a . BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekoe tjina Biat
Kiat Keng , njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee. » 0,80
916. BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng
Hendrik .
.
> 0,80
110%. BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA , pegi.
mana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau
ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Th . Maijer.
» 0,30
1136. HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE i trang.
ken dengen behasa Melajoe aken goena sekalian orang njang
ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, ter
karang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto .
> 0,60
129. SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA -AN BANGSA
TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan
J. E. Albrecht .
129c. BOEKOE WEES. EN
.
I MER .
DEL
BOE
ELKA
BOED
> 1,35
Perbendaharaan harta
peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland . Perentah
negeri njang bergoena sekali aken orang Arab , Melaloe, Tjina
dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL ,
assistent -resident pensioen
► 2,60
133a . PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staats
blad 1817 No. 105 dan 1879 No.
154.
.
1,10
416. KITAB MELIBOERKEN HATI satoe tjeritaän pendek njang
bagoes sekali, soeda kloewar 2 boekoe . Harga 1 boekoe.
> 0,30
.
443. SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritalıken Sie Laij Kon
dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi
miskin kombali , maka dengan pinternja dia membikin
roepa -roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe
anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi
> 1,10
dari bodonja bisa mendjadi orang hartawan .
22a. TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di
dalem
anem fatsal njang tersedia .
Terkarang oleh Oesman
bin Abdulla bin Jahia
> 0,35
47. SAIR POETRA MAKOETA KERADJA -AN ROES , koetika
datengnja di Betawi , dan peginja, tersamboeng dengen sair
Binatang di hoetan aken mengingetin anak -anak , soepaja
mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta
banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe
> 0,30<noinclude></noinclude>
9ce4ni09tlue4m0yp355a9shss492lf
283489
283450
2026-05-07T04:54:15Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283489
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}<noinclude></noinclude>
9fce195pl20gixkd40p3sy10db9immr
283603
283489
2026-05-07T06:30:53Z
OwlyKnight
24017
283603
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
jj1tb5b85anowmwijlxbzoaaesx5ne9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1026
104
101153
283452
2026-05-07T04:33:34Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Djenazah Dr. K. H. Dewantara diangkut dari Pendopo Agung Taman Siswa dibawa kemobil djenazah oleh ang- gauta? Tentara pengangkut dan didampingi 8 orang Per- wira (5 Major dan 3 Letnan Kolonel). Menteri PP dan K Prof. Dr. Dr. Prijono mengutjapkan kata sambutan atas nama Pemerintah. Ba MN 0g 1g Tu» (Clise : Minggu Pagi). Djenazah Ki Hadjar Dewanara diantar oleh Barisan Penghormatan, dan rakjatpun berdjedjal: mengikutinja. selalu ing...
283452
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>Djenazah Dr. K. H. Dewantara diangkut dari Pendopo
Agung Taman Siswa dibawa kemobil djenazah oleh ang-
gauta? Tentara pengangkut dan didampingi 8 orang Per-
wira (5 Major dan 3 Letnan Kolonel). Menteri PP dan
K Prof. Dr. Dr. Prijono mengutjapkan kata sambutan
atas nama Pemerintah.
Ba MN 0g
1g Tu»
(Clise : Minggu Pagi).
Djenazah Ki Hadjar Dewanara diantar oleh Barisan
Penghormatan, dan rakjatpun berdjedjal: mengikutinja.
selalu ingin mentjengkram Bangsa
dan Tanah Air Indonesia. Dari
sebab bulat dan tangguh tekad-
nja jang demikian itu, Ki Hadjar
“Dewantara tak sudi sama-sekali
meminta bantuan apapun kepada
Pemerintah jang menguasai Indo-
“16
(Clise : Minggu Pagi).
nesia ketika itu. Ada lagi peri-
laku Dr. Ki Hadjar Dewantara
jang pantas didjadikan teladan,
jaitu peri-laku apapun selalu de-
ngan dasar ' Pendidikan Nasio-
nal'”. Maka tak heranlah djika
kemudian dapat. : melahirkan
Gembong? jang bertekat "Kasar
berani", dan tak ada jang mun-
dur dari medan djuang. Pula tak
mengherankan, bila djenazah Dr.
Ki Hadjar Dewantara disholat-
kan oleh segenap Agama, sebab
pribadinja djuga merupakan pri-
badi "Nasional Umum”, seperti
djuga para Radja? di Singasari
dan Madjapait pada zaman dulu,
jang mendukung agama? para
Resi-Sjeiwa dan Sogata. Begitu
pula dalam kalangan ideologi.
Djustru karena itu Pemerintah
Pusat berduka-tjita. Selandjutnja
Pemerintah melahirkan terimaka-
sih atas djasa? almarhum, jang
telah mewudjudkan sumbangsih
terhadap Nusa-bangsa, Masjara-
kat dan Pemerintah. Lain daripa-
da itu, Pemerintah merasa tidak
meleset sedikitpun, apabila dahu-
lu pernah menundjuk beliau se-
bagai Menteri Pendidikan, Pe-
ngadjaran dan Kebudajaan. Ter-
hadap keluarga Dewantara se-
perti Nji Hadjar Dewantara be-
serta putra-tjutjunja, djuga kepa-
da Madjelis Luhur: Pemerintah
Pusat berpesan : sepeninggal Dr.
Ki Hadjar Dewantara djangan
sampai menjebabkan mundur da-
lam tjita”nja.
Sampai disini Prof. Dr. Prijono
kemudian melahirkan isi hatinja
dan mengingatkan, bahwa almar-
hum Mr. Hendromartono pernah
mengharapkan : sudi-kiranja Dr.
Ki Hadjar Dewantara mengemu-
dikan perdjuangan Indonesia, se-
bab Dr. Ki Hadjar Dewantara
dianggap sebagai Wisnu Sri
Kreshna, jang apabila Pendowo
sedang mengalami keruwetan,
Kreshna harus melindungi. Bagi
Prof. Dr. Prijono : Dr. Ki Hadjar
Dewantara bukan sadja sebagai
Kreshna, akan tetapi ada lagi
jang pantas sebagai pelambang.
jaitu dalam hidup beliau beru-
mah-tangga dengan Nji Hadjar
Dewantara tak ubahnja seperti
Ramawidjaja dengan Dewi Sinta
djadi seperti Wisnu-Rama.
Setelah selesai pidato Prof.
Dr. Prijono, kemudian djenazah
diantar ke Makam Keluarga Ta-
man Siswa (Taman Langgeng).
Semoga arwah Almarhum
mendapatkan ketenteraman aba-
di.
da san<noinclude></noinclude>
efycpj1ubqbxd8gdrrq03s12u1a4khg
283500
283452
2026-05-07T05:03:13Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283500
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1026 crop).jpg|jmpl|300px|kiri|Djenazah Dr. K. H. Dewantara diangkut dari Pendopo Agung Taman Siswa dibawa kemobil djenazah oleh anggauta<small><sup>2</sup></small> Tentara pengangkut dan didampingi 8 orang Perwira (5 Major dan 3 Letnan Kolonel). Menteri PP dan K Prof. Dr. Dr. Prijono mengutjapkan kata sambutan atas nama Pemerintah. {{right|Clise: Minggu Pagi.}}]]selalu ingin mentjengkram Bangsa dan Tanah Air Indonesia. Dari sebab bulat dan tangguh tekadnja jang demikian itu, Ki Hadjar “Dewantara tak sudi sama-sekali meminta bantuan apapun kepada Pemerintah jang menguasai Indonesia ketika itu. Ada lagi perilaku Dr. Ki Hadjar Dewantara jang pantas didjadikan teladan, jaitu peri-laku apapun selalu dengan dasar ”Pendidikan Nasional”. Maka tak heranlah djika kemudian dapat: melahirkan Gembong<small><sup>2</sup></small>jang bertekat ”Kasar berani”, dan tak ada jang mundur dari medan djuang. Pula tak mengherankan, bila djenazah Dr. Ki Hadjar Dewantara disholatkan oleh segenap Agama, sebab pribadinja djuga merupakan pribadi ”Nasional Umum”, seperti djuga para Radja<small><sup>2</sup></small> di Singasari dan Madjapait pada zaman dulu, jang mendukung agama<small><sup>2</sup></small> para Resi-Sjeiwa dan Sogata. Begitu pula dalam kalangan ideologi.
Djustru karena itu Pemerintah Pusat berduka-tjita. Selandjutnja Pemerintah melahirkan terimakasih atas djasa<small><sup>2</sup></small> almarhum, jang telah mewudjudkan sumbangsih terhadap Nusa-bangsa, Masjarakat dan Pemerintah. Lain daripada itu, Pemerintah merasa tidak meleset sedikitpun, apabila dahulu pernah menundjuk beliau sebagai Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. Terhadap keluarga Dewantara seperti Nji Hadjar Dewantara beserta putra-tjutjunja, djuga kepada Madjelis Luhur: Pemerintah Pusat berpesan : sepeninggal Dr. Ki Hadjar Dewantara djangan sampai menjebabkan mundur dalam tjita<small><sup>2</sup></small>nja.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1026 2 crop).jpg|jmpl|kiri|Djenazah Ki Hadjar Dewanara diantar oleh Barisan Penghormatan, dan rakjatpun berdjedjal: mengikutinja. {{right|(Clise : Minggu Pagi).}}]]
Sampai disini Prof. Dr. Prijono kemudian melahirkan isi hatinja dan mengingatkan, bahwa almarhum Mr. Hendromartono pernah mengharapkan : sudi-kiranja Dr. Ki Hadjar Dewantara mengemudikan perdjuangan Indonesia, sebab Dr. Ki Hadjar Dewantara dianggap sebagai Wisnu Sri Kreshna, jang apabila Pendowo sedang mengalami keruwetan, Kreshna harus melindungi. Bagi Prof. Dr. Prijono: Dr. Ki Hadjar Dewantara bukan sadja sebagai Kreshna, akan tetapi ada lagi jang pantas sebagai pelambang, jaitu dalam hidup beliau berumah-tangga dengan Nji Hadjar Dewantara tak ubahnja seperti Ramawidjaja dengan Dewi Sinta djadi seperti Wisnu-Rama.
Setelah selesai pidato Prof. Dr. Prijono, kemudian djenazah diantar ke Makam Keluarga Taman Siswa (Taman Langgeng).
Semoga arwah Almarhum mendapatkan ketenteraman abadi.
{{c|― ○ —}}<noinclude></noinclude>
tc6i7exdqk2s47sor2m1b0kf5kamgpr
283548
283500
2026-05-07T05:48:08Z
Moel81
25980
283548
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1026 crop).jpg|jmpl|300px|kiri|Djenazah Dr. K. H. Dewantara diangkut dari Pendopo Agung Taman Siswa dibawa kemobil djenazah oleh anggauta<small><sup>2</sup></small> Tentara pengangkut dan didampingi 8 orang Perwira (5 Major dan 3 Letnan Kolonel). Menteri PP dan K Prof. Dr. Dr. Prijono mengutjapkan kata sambutan atas nama Pemerintah. {{right|Clise: Minggu Pagi.}}]]selalu ingin mentjengkram Bangsa dan Tanah Air Indonesia. Dari sebab bulat dan tangguh tekadnja jang demikian itu, Ki Hadjar “Dewantara tak sudi sama-sekali meminta bantuan apapun kepada Pemerintah jang menguasai Indonesia ketika itu. Ada lagi perilaku Dr. Ki Hadjar Dewantara jang pantas didjadikan teladan, jaitu peri-laku apapun selalu dengan dasar ”Pendidikan Nasional”. Maka tak heranlah djika kemudian dapat: melahirkan Gembong<small><sup>2</sup></small>jang bertekat ”Kasar berani”, dan tak ada jang mundur dari medan djuang. Pula tak mengherankan, bila djenazah Dr. Ki Hadjar Dewantara disholatkan oleh segenap Agama, sebab pribadinja djuga merupakan pribadi ”Nasional Umum”, seperti djuga para Radja<small><sup>2</sup></small> di Singasari dan Madjapait pada zaman dulu, jang mendukung agama<small><sup>2</sup></small> para Resi-Sjeiwa dan Sogata. Begitu pula dalam kalangan ideologi.
Djustru karena itu Pemerintah Pusat berduka-tjita. Selandjutnja Pemerintah melahirkan terimakasih atas djasa<small><sup>2</sup></small> almarhum, jang telah mewudjudkan sumbangsih terhadap Nusa-bangsa, Masjarakat dan Pemerintah. Lain daripada itu, Pemerintah merasa tidak meleset sedikitpun, apabila dahulu pernah menundjuk beliau sebagai Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. Terhadap keluarga Dewantara seperti Nji Hadjar Dewantara beserta putra-tjutjunja, djuga kepada Madjelis Luhur: Pemerintah Pusat berpesan : sepeninggal Dr. Ki Hadjar Dewantara djangan sampai menjebabkan mundur dalam tjita<small><sup>2</sup></small>nja.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1026 2 crop).jpg|jmpl|kiri|Djenazah Ki Hadjar Dewanara diantar oleh Barisan Penghormatan, dan rakjatpun berdjedjal: mengikutinja. {{right|(Clise : Minggu Pagi).}}]]
Sampai disini Prof. Dr. Prijono kemudian melahirkan isi hatinja dan mengingatkan, bahwa almarhum Mr. Hendromartono pernah mengharapkan : sudi-kiranja Dr. Ki Hadjar Dewantara mengemudikan perdjuangan Indonesia, sebab Dr. Ki Hadjar Dewantara dianggap sebagai Wisnu Sri Kreshna, jang apabila Pendowo sedang mengalami keruwetan, Kreshna harus melindungi. Bagi Prof. Dr. Prijono: Dr. Ki Hadjar Dewantara bukan sadja sebagai Kreshna, akan tetapi ada lagi jang pantas sebagai pelambang, jaitu dalam hidup beliau berumah-tangga dengan Nji Hadjar Dewantara tak ubahnja seperti Ramawidjaja dengan Dewi Sinta djadi seperti Wisnu-Rama.
Setelah selesai pidato Prof. Dr. Prijono, kemudian djenazah diantar ke Makam Keluarga Taman Siswa (Taman Langgeng).
Semoga arwah Almarhum mendapatkan ketenteraman abadi.
{{c|― ○ —}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
0ms3cq5mgdin2si9w6m33w31syayc3s
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/310
104
101154
283456
2026-05-07T04:34:35Z
Ibrohim tijani
26379
/* Belum diuji baca */
283456
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{center|'''badan kerdja-sama pemuda-penguasa militer diresmikan'''.}}
{{missing image}}
{{italic|Dengan bertempat di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam telah dilakukan peresmian „Badan Kerdja Sama Pemuda-Militer". Seperti nampak pada gambar ini, upatjara peresmian ini dihadiri djuga oleh Presiden Sukarno, Kolonel Sadikin jang mewakili KSAD, beberapa Pa. ALRI dan AURI, Menteri² serta undangan lainja.}}
<div style="column-count:3; text-align:justify;">
Presiden Sukarno dalam wedjangannja di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam, untuk meresmikan berdirinja Badan Kerdja Sama Pemuda dan Militer mengatakan bahwa sembojan untuk menegakkan satu negara Republik Indonesia kesatuan hendaknja tetap terkobar dalam setiap dada bangsa kita. Api keramat 17 Agustus 1945 ini masih hendaknja mendjadi mythos bagi kita semua.
Badan Kerdja Sama Pemuda-Penguasa Militer (BKS-PM) ini dibentuk beberapa waktu jang lalu atas persetudjuan staf penguasa militer pusat dengan wakil-wakil dari empat organisasi inti pemuda guna menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
'''Tjahaja harapan bagi masa depan :'''
Presiden Sukarno menjebut BKS-PM ini sebagai tjahaja harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam BKS-PM itu pemuda² dan penguasa militer telah bersatu untuk keselamatan negara dan undangan meluaskan kesadaran keseluruh lapisan masjarakat kita jang dalam waktu² jang achir ini selalu diantjam oleh bahaja.
Kata Presiden, ada dua hal jg selalu menimbulkan kesulitan bagi penggalangan persatuan kita itu, jaitu pertama perbedaan ideologie antara kita dan kita jg sangat merundjung dan kedua perbedaan pengertian tentang pembangunan.
Presiden mengatakan, banjak matjamnja ideologie dalam suatu negara bukanlah hal jang djelek. Tetapi kita harus menjusun ideologie jang beragam² itu mendjadi suatu harmoni, bukan berantakan seperti jang kita alami dalam waktu jang achir² ini. Tiap kita bebas untuk memperdjuangkan ideologie kita, asal sadja demokrasi jang berlaku dinegeri kita didjundjung tinggi.
'''Apakah Revolusi Nasional kita sudah selesai ?'''
Presiden berkata, bahwa diantara kita terdapat perbedaan pikiran apakah revolusi nasional kita sudah selesai atau belum. Golongan jang berpendapat revolusi nasional itu selesai mau mentjurahkan seluruh tenaga
</div>
32
``<noinclude></noinclude>
rggigysq3opcfncx378vy1p9pd9eguu
283459
283456
2026-05-07T04:35:25Z
Ibrohim tijani
26379
283459
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{center|'''badan kerdja-sama pemuda-penguasa militer diresmikan'''.}}
{{missing image}}
{{italic|Dengan bertempat di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam telah dilakukan peresmian „Badan Kerdja Sama Pemuda-Militer". Seperti nampak pada gambar ini, upatjara peresmian ini dihadiri djuga oleh Presiden Sukarno, Kolonel Sadikin jang mewakili KSAD, beberapa Pa. ALRI dan AURI, Menteri² serta undangan lainja.}}
<div style="column-count:3; text-align:justify;">
Presiden Sukarno dalam wedjangannja di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam, untuk meresmikan berdirinja Badan Kerdja Sama Pemuda dan Militer mengatakan bahwa sembojan untuk menegakkan satu negara Republik Indonesia kesatuan hendaknja tetap terkobar dalam setiap dada bangsa kita. Api keramat 17 Agustus 1945 ini masih hendaknja mendjadi mythos bagi kita semua.
Badan Kerdja Sama Pemuda-Penguasa Militer (BKS-PM) ini dibentuk beberapa waktu jang lalu atas persetudjuan staf penguasa militer pusat dengan wakil-wakil dari empat organisasi inti pemuda guna menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
'''Tjahaja harapan bagi masa depan :'''
Presiden Sukarno menjebut BKS-PM ini sebagai tjahaja harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam BKS-PM itu pemuda² dan penguasa militer telah bersatu untuk keselamatan negara dan undangan meluaskan kesadaran keseluruh lapisan masjarakat kita jang dalam waktu² jang achir ini selalu diantjam oleh bahaja.
Kata Presiden, ada dua hal jg selalu menimbulkan kesulitan bagi penggalangan persatuan kita itu, jaitu pertama perbedaan ideologie antara kita dan kita jg sangat merundjung dan kedua perbedaan pengertian tentang pembangunan.
Presiden mengatakan, banjak matjamnja ideologie dalam suatu negara bukanlah hal jang djelek. Tetapi kita harus menjusun ideologie jang beragam² itu mendjadi suatu harmoni, bukan berantakan seperti jang kita alami dalam waktu jang achir² ini. Tiap kita bebas untuk memperdjuangkan ideologie kita, asal sadja demokrasi jang berlaku dinegeri kita didjundjung tinggi.
'''Apakah Revolusi Nasional kita sudah selesai ?'''
Presiden berkata, bahwa diantara kita terdapat perbedaan pikiran apakah revolusi nasional kita sudah selesai atau belum. Golongan jang berpendapat revolusi nasional itu selesai mau mentjurahkan seluruh tenaga
</div><noinclude>{{rh|32|}}</noinclude>
6w2z1w4trqzz03lsai8slyxihukh0vf
283462
283459
2026-05-07T04:35:39Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283462
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{center|'''badan kerdja-sama pemuda-penguasa militer diresmikan'''.}}
{{missing image}}
{{italic|Dengan bertempat di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam telah dilakukan peresmian „Badan Kerdja Sama Pemuda-Militer". Seperti nampak pada gambar ini, upatjara peresmian ini dihadiri djuga oleh Presiden Sukarno, Kolonel Sadikin jang mewakili KSAD, beberapa Pa. ALRI dan AURI, Menteri² serta undangan lainja.}}
<div style="column-count:3; text-align:justify;">
Presiden Sukarno dalam wedjangannja di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam, untuk meresmikan berdirinja Badan Kerdja Sama Pemuda dan Militer mengatakan bahwa sembojan untuk menegakkan satu negara Republik Indonesia kesatuan hendaknja tetap terkobar dalam setiap dada bangsa kita. Api keramat 17 Agustus 1945 ini masih hendaknja mendjadi mythos bagi kita semua.
Badan Kerdja Sama Pemuda-Penguasa Militer (BKS-PM) ini dibentuk beberapa waktu jang lalu atas persetudjuan staf penguasa militer pusat dengan wakil-wakil dari empat organisasi inti pemuda guna menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
'''Tjahaja harapan bagi masa depan :'''
Presiden Sukarno menjebut BKS-PM ini sebagai tjahaja harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam BKS-PM itu pemuda² dan penguasa militer telah bersatu untuk keselamatan negara dan undangan meluaskan kesadaran keseluruh lapisan masjarakat kita jang dalam waktu² jang achir ini selalu diantjam oleh bahaja.
Kata Presiden, ada dua hal jg selalu menimbulkan kesulitan bagi penggalangan persatuan kita itu, jaitu pertama perbedaan ideologie antara kita dan kita jg sangat merundjung dan kedua perbedaan pengertian tentang pembangunan.
Presiden mengatakan, banjak matjamnja ideologie dalam suatu negara bukanlah hal jang djelek. Tetapi kita harus menjusun ideologie jang beragam² itu mendjadi suatu harmoni, bukan berantakan seperti jang kita alami dalam waktu jang achir² ini. Tiap kita bebas untuk memperdjuangkan ideologie kita, asal sadja demokrasi jang berlaku dinegeri kita didjundjung tinggi.
'''Apakah Revolusi Nasional kita sudah selesai ?'''
Presiden berkata, bahwa diantara kita terdapat perbedaan pikiran apakah revolusi nasional kita sudah selesai atau belum. Golongan jang berpendapat revolusi nasional itu selesai mau mentjurahkan seluruh tenaga
</div><noinclude>{{rh|32|}}</noinclude>
llxgoyttnyv6enzbuijesq32a1q8jx1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/99
104
101155
283466
2026-05-07T04:38:45Z
Tika Yulia
25963
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'gapan tsb., suatu tindakan jang hanja d»pat dilakukan oleh suatu keberanian jang luar biasa jang membuat Manuputi 8 hari kemu- dian (Hari Angkatan Perany) meriperoleh Dita Pahlawan dida- yanja. Sjahdan, para Tamu Agung jang mendobrak bilik belakang itu terpentjar kedua djurusan. Danu sehagai Kmd. Resimen jang berkewadiihn menyantar |Yang- Lmanja (Tamunja) dan Ojok Su- djana sebagai Kmd. Bataljon jang bertanggung djawab atas kesela...
283466
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>gapan tsb., suatu tindakan jang
hanja d»pat dilakukan oleh suatu
keberanian jang luar biasa jang
membuat Manuputi 8 hari kemu-
dian (Hari Angkatan Perany)
meriperoleh Dita Pahlawan dida-
yanja.
Sjahdan, para Tamu Agung
jang mendobrak bilik belakang
itu terpentjar kedua djurusan.
Danu sehagai Kmd. Resimen jang
berkewadiihn menyantar |Yang-
Lmanja (Tamunja) dan Ojok Su-
djana sebagai Kmd. Bataljon jang
bertanggung djawab atas kesela-
matan sombongan teian mengam:-
bil langkah seribu menjelamatkan
diri (ingat Ojok masih dalam ke-
adaan luka) dengan serta merta
meninagalkan Panglimanja jang
tidak tahu djalan itu. Adapun
sang Panglima sebagai tamu de-
ngan beberapa pengawalnja lari
menudju arah jang salah,
sehingga berhamburanlah ,,Ta-
mu-Tamu. Agung” itu dengan
pengawal?-nja jang pada mulanja
terdiri dari 17 orang. Sebagian
menudju pintu keluar, tentu sa-
lah, djuranglah jang ditempuh-
nja. Tentu sadja, begitu diketa-
huinja hal ini oleh Manuputi, se-
gera dikedjarnja mula? seorang
diri. Tindakan Manuputi ini ada-
lah perbuatan indisipliner. Ia se-
orang diri meninggalkan pasu-
kannja, sedangkan jang dikedjar
banjak djumlahnja dan jang ma-
sih pula tetap melakukan temba-
kan? balasan jang gentjar. Konon
memang begitulah pribadi Manu-
puti sehari-harinja. Ia tidaklah
termasuk seorang Pradjurit jang
conduitenja baik sekali (menurut
pengakuannja sendiri). Tindak-
annja berhasil dengan gemilang,
dalam keadaan terdesak (dalam
djurang) satu demi satu tamat-
lah riwajat Panglima dan Penga-
wal?nja iang sama-sama sebangsa
dan se-Tanah Air dengan Manu-
puti itu ber-sama? sisa pengawal-
pengawalnja, se-Bangsa dan se-
Tanah Air jang tidak mau insjaf
akan kehendak masa dan pang-
gilan Tanah Air serta Bangsanja.
Setelah ditanja pada salah se-
orang pengawal jang masih da-
pat berkata-kata dengan siapa
sebenarnja ia dalam rombongan
itu, didiawabnja dengan Panglima
Satibi Mugni, Danu dan Ojok
Sudjana. Sementara itu usaha
Smj. Siagian di Tjihaurkidul un-
tuk menutup dialan pelarian rom-
bongan Satibi tidaklah pula sia?.
Mereka sisa-sisa Satibi itu disam-
but pula disana oleh Siagian dan
2 orang serta 2 putjuk sendjata-
nja adalah merupakan hasil tam-
bahan.
Danu dan Ojok bertanggung
djawab dimuka ,,Mahkamah”
mereka atas kematian Panglima-
nja itu dan tentu sadja dalam
waktu dekat ini dinantikan tin-
dakan? pihak atasar'" mereka
putera? Indonesia jang sesat itu
jang tertu pula akan membawa
pengarua dimedan-medan operasi
Djawa Barat ini chususnja.
Bagi Pahlawan Manuputi, Pah.
lawan jang masih hidup itu me-
yupakan nula peladjaran jang ber-
kesan sangat dalar bagi djiwa
kepribadiannj». Ia telah menemui
kembali kepribadiannja jang se-
be.arnja. Dengan yelar Pahla-
wan itu, maka ia terpaksa men-
djadikan dirinja tauladan bagi
kawan?-nja.
HRP.
Inilah regu Umair jang berdjasa itu tengah menerima salam kehor-
matan dari Panglima T&T' III.<noinclude></noinclude>
q6o3wpl01rrelzsm4qe4ces9rrh44k1
283589
283466
2026-05-07T06:27:12Z
Tika Yulia
25963
/* Telah diuji baca */
283589
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>{{hwe|gapan|penyergapan}}tsb., suatu tindakan jang hanja dapat dilakukan oleh suatu keberanian jang luar biasa jang membuat Manuputi 8 hari kemudian (Hari Angkatan Perang) memperoleh Pita Pahlawan didabanja.
Sjahdan, para Tamu Agung jang mendobrak bilik belakang itu terpentjar kedua djurusan. Danu sehagai Kmd. Resimen jang berkewadiihn mengantar Panglimanja (Tamunja) dan Ojok Sudjana sebagai Kmd. Bataljon jang bertanggung djawab atas keselamatan rombongan teian mengambil langkah seribu menjelamatkan diri (ingat Ojok masih dalam keadaan luka) dengan serta merta meninagalkan Panglimanja jang tidak tahu djalan itu. Adapun sang Panglima sebagai tamu dengan beberapa pengawalnja lari menudju arah jang salah, sehingga berhamburanlah ,,Tamu-Tamu. Agung” itu dengan pengawal²-nja jang pada mulanja terdiri dari 17 orang. Sebagian menudju pintu keluar, tentu salah, djuranglah jang ditempuhnja. Tentu sadja, begitu diketahuinja hal ini oleh Manuputi, segera dikedjarnja mula² seorang diri. Tindakan Manuputi ini adalah perbuatan indisipliner. Ia seorang diri meninggalkan pasukannja, sedangkan jang dikedjar banjak djumlahnja dan jang masih pula tetap melakukan tembakan² balasan jang gentjar. Konon memang begitulah pribadi Manuputi sehari-harinja. Ia tidaklah termasuk seorang Pradjurit jang conduitenja baik sekali (menurut pengakuannja sendiri). Tindakannja berhasil dengan gemilang, dalam keadaan terdesak (dalam djurang) satu demi satu tamatlah riwajat Panglima dan Pengawal²nja iang sama-sama sebangsa dan se-Tanah Air dengan Manuputi itu ber-sama² sisa pengawal- pengawalnja, se-Bangsa dan se- Tanah Air jang tidak mau insjaf akan kehendak masa dan panggilan Tanah Air serta Bangsanja. Setelah ditanja pada salah seorang pengawal jang masih dapat berkata-kata dengan siapa sebenarnja ia dalam rombongan itu, didiawabnja dengan Panglima Satibi Mugni, Danu dan Ojok Sudjana. Sementara itu usaha Smj. Siagian di Tjihaurkidul untuk menutup djalan pelarian rombongan Satibi tidaklah pula sia². Mereka sisa-sisa Satibi itu disambut pula disana oleh Siagian dan 2 orang serta 2 putjuk sendjatanja adalah merupakan hasil tambahan.
Danu dan Ojok bertanggung djawab dimuka ,,Mahkamah” mereka atas kematian Panglimanja itu dan tentu sadja dalam waktu dekat ini dinantikan tindakan² pihak atasan'" mereka putera² Indonesia jang sesat itu jang tertu pula akan membawa pengarua dimedan-medan operasi Djawa Barat ini chususnja.
Bagi Pahlawan Manuputi, Pahlawan jang masih hidup itu merupakan pula peladjaran jang berkesan sangat dalam bagi djiwa kepribadiannja. Ia telah menemui kembali kepribadiannja jang sebenarnja. Dengan gelar Pahlawan itu, maka ia terpaksa mendjadikan dirinja tauladan bagi kawan²-nja.
''HRP''.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 99).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 99).jpg]]
{{smaller|''Inilah regu Umair jang berdjasa itu tengah menerima salam kehormatan dari Panglima T&T III.''}}<noinclude></noinclude>
03yqxevnq7o8yyphfw5uichyztpnqmi
283594
283589
2026-05-07T06:28:56Z
Tika Yulia
25963
283594
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>{{hwe|gapan|penyergapan}}tsb., suatu tindakan jang hanja dapat dilakukan oleh suatu keberanian jang luar biasa jang membuat Manuputi 8 hari kemudian (Hari Angkatan Perang) memperoleh Pita Pahlawan didabanja.
Sjahdan, para Tamu Agung jang mendobrak bilik belakang itu terpentjar kedua djurusan. Danu sehagai Kmd. Resimen jang berkewadiihn mengantar Panglimanja (Tamunja) dan Ojok Sudjana sebagai Kmd. Bataljon jang bertanggung djawab atas keselamatan rombongan teian mengambil langkah seribu menjelamatkan diri (ingat Ojok masih dalam keadaan luka) dengan serta merta meninagalkan Panglimanja jang tidak tahu djalan itu. Adapun sang Panglima sebagai tamu dengan beberapa pengawalnja lari menudju arah jang salah, sehingga berhamburanlah ,,Tamu-Tamu. Agung” itu dengan pengawal²-nja jang pada mulanja terdiri dari 17 orang. Sebagian menudju pintu keluar, tentu salah, djuranglah jang ditempuhnja. Tentu sadja, begitu diketahuinja hal ini oleh Manuputi, segera dikedjarnja mula² seorang diri. Tindakan Manuputi ini adalah perbuatan indisipliner. Ia seorang diri meninggalkan pasukannja, sedangkan jang dikedjar banjak djumlahnja dan jang masih pula tetap melakukan tembakan² balasan jang gentjar. Konon memang begitulah pribadi Manuputi sehari-harinja. Ia tidaklah termasuk seorang Pradjurit jang conduitenja baik sekali (menurut pengakuannja sendiri). Tindakannja berhasil dengan gemilang, dalam keadaan terdesak (dalam djurang) satu demi satu tamatlah riwajat Panglima dan Pengawal²nja iang sama-sama sebangsa dan se-Tanah Air dengan Manuputi itu ber-sama² sisa pengawal- pengawalnja, se-Bangsa dan se- Tanah Air jang tidak mau insjaf akan kehendak masa dan panggilan Tanah Air serta Bangsanja. Setelah ditanja pada salah seorang pengawal jang masih dapat berkata-kata dengan siapa sebenarnja ia dalam rombongan itu, didiawabnja dengan Panglima Satibi Mugni, Danu dan Ojok Sudjana. Sementara itu usaha Smj. Siagian di Tjihaurkidul untuk menutup djalan pelarian rombongan Satibi tidaklah pula sia². Mereka sisa-sisa Satibi itu disambut pula disana oleh Siagian dan 2 orang serta 2 putjuk sendjatanja adalah merupakan hasil tambahan.
Danu dan Ojok bertanggung djawab dimuka ,,Mahkamah” mereka atas kematian Panglimanja itu dan tentu sadja dalam waktu dekat ini dinantikan tindakan² pihak atasan'" mereka putera² Indonesia jang sesat itu jang tertu pula akan membawa pengarua dimedan-medan operasi Djawa Barat ini chususnja.
Bagi Pahlawan Manuputi, Pahlawan jang masih hidup itu merupakan pula peladjaran jang berkesan sangat dalam bagi djiwa kepribadiannja. Ia telah menemui kembali kepribadiannja jang sebenarnja. Dengan gelar Pahlawan itu, maka ia terpaksa mendjadikan dirinja tauladan bagi kawan²-nja.
''HRP''.
{{Missing image}}
{{smaller|''Inilah regu Umair jang berdjasa itu tengah menerima salam kehormatan dari Panglima T&T III.''}}<noinclude></noinclude>
rtnmq7ey3g76obe7f4teayy0vgx9qdt
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/312
104
101156
283474
2026-05-07T04:44:45Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
283474
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{missing image|thumb|left|200px|Sdr. Damsih jang mewakili semua anggota Dewan ketika mengutjapkan djandji pemuda tahun 1928.}}
api-api, tetapi tjukup toleransi, sehingga dalam waktu jang singkat telah terbentuk suatu Pedoman Tata Tertib. Kalau semangat dari pemuda dan angkatan bersendjata ini terus berdjalan demikian dengan ditambah pangestu dari bapak² kita, tidak ada alasan pesimistis bagi hari depan bangsa Indonesia.
Tentang Tata Tertib DP BKSM-PM itu selandjutnja Letnan Kolonel Pamurahardjo mendjelaskan, bahwa berdasarkan Tata Tertib itu dapatlah dipetjahkan segala sesuatu dengan semangat musjawarah tetapi toleran jang menjangkut segala kesulitan sesuai dengan tiga landasan jang telah disetudjui bersama jaitu: Pertama landasan keamanan, Kedua landasan ekonomi dan Ketiga landasan agama/pendidikan/kebudajaan (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
Disamping itu kita bentuk satu badan lengkap dengan staf dan departement²-nja untuk pelaksanaan, dimana segenap lapisan pemuda akan kita adjak ikut serta melekaskan segala program pelaksanaan. Sudah terang dalam pelaksanaan ini akan kita utamakan mobiliteit dan ketangkasan untuk dapat gerak tjepat dan tepat. Demikian pokok pendjelasan Letnan Kolonel Pamurahardjo.
=== Untuk mentjapai dinamika dan militansi : ===
BKS-PM mempunjai tudjuan pokok menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku. Maksud kerdja sama ini ditudjukan untuk mentjapai suatu pengertian dalam keadaan perang dan darurat perang dan mentjapai suatu kemanfaatan, baik jang berupa dinamika maupun jang menjerupai militansi.
=== Bekerdja atas tiga landasan : ===
Dalam sidang² pelaksanaan Program dan dalam sidang² pembentukan Dewan Pertimbangan BKS-PM sangat menggembirakan, karena disini ternjata pemuda mempunjai semangat ber-
=== Berfungsi memberi pertimbangan², turut memimpin dan melaksanakan ===
Lahirnja kerdja sama Pemuda dan Militer ini mendapat sambutan jang baik dari masjarakat. Maka disini ada baiknja kami muatkan suatu kutipan jang kami ambil dari Mimbar Indonesia jang ditulis oleh sdr. A. Laksmi.
Bahwa badan kerdja sama ini ternjata bukanlah semata-mata merupakan suatu barang mati, birokratis atau jang akan mengatur segala sesuatunja itu dari belakang medja sadja, dapat dilihat pada susunan organisasinja jang terdiri dari :
'''Pertama :''' Dewan Pertimbangan, dimana duduk wakil² organisasi inti/pendukung dan wakil staf penguasa militer.
'''Kedua :''' Pemimpin pelaksana jang terdiri dari wakil² Penguasa Militer dan wakil² Organisasi inti.
Kedua-duanja berfungsi memberi pertimbangan² kepada Penguasa Militer dalam ketiga landasan gerakan tadi serta turut memimpin dan melaksanakan usaha-usaha dalam ketiga landasan gerakan itu.
Lepas dari persoalan jang mengatakan, kerdja sama ini diadakan selama Penguasa Militer selaku pemegang SOB memandang perlu, bagi kita jang penting bagaimana badan kerdja sama dengan organisasi² pemuda² intinja ini bisa mengembangkan sajapnja didaerah² dalam keadaan seperti sekarang.
Menindjau landasan pertama mengenai keamanan, dimana gerakan subversif asing dan musuh negara dinegeri kita ini nampaknja tidaklah memilih tempat, maka memang pada saatnjalah sekarang kalau dalam mengadakan tindakan² langsung untuk membantu memelihara ataupun memperbaiki keamanan itu, tiap² organisasi pemuda dari empat Besar ini, dengan bekerdja sama dengan Penguasa² Militer setempat dan organisasi² pemuda lainnja, mewadjibkan pula kepada anggota² tjabang, anak tjabang maupun ranting organisasi² daerah² untuk memberikan pula bantuannja menurut batas kekuatan dan kemampuannja masing² dengan djalan jang sjah djika dipandang perlu.
Ini patut kita tekankan disini, ialah untuk mendjaga supaja ketiga landasan gerakan itu djangan tjuma tinggal tergantung dipusat sadja ditempat naskah ditanda tangani. Terutama dalam bantuan dilapang perbaikan produksi nasional, disamping bergeraknja roda² industri dikota-kota besar, jang utama adalah pula bagaimana usaha dan amal jang harus dikerdjakan untuk membantu paman² tani kita dalam memperbaiki dan melipat gandakan hasil buminja.
Dalam lapangan distribusi, dimana pihak kaum kapitalis asing<noinclude>{{rh|34|}}</noinclude>
fs3j9vrwp3ycaxibg2sxdqktp0f4fbc
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1147
104
101157
283481
2026-05-07T04:48:39Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hat bekas kakinja jang sebesar tempat duduk di Jeep tuan. Kalau bitjara tentang gadjah-- saja ingat Peleton Pak Kadirun dari Kompi 11/444. Sewaktu me- ngadakan pentjegatan pada ang- gota gerombolan PRRI jang te- lah mundur--ditengah djalan ter- halang oleh gerombolan Gadjah jg akan lewat didjalan itu — tidak ada djalan lain-- dan kalau kita mau menembak gadjah? itu--ten- tu kita banjak untungnja--dan mungkin anggota satu kompi aka...
283481
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>hat bekas kakinja jang sebesar
tempat duduk di Jeep tuan.
Kalau bitjara tentang gadjah--
saja ingat Peleton Pak Kadirun
dari Kompi 11/444. Sewaktu me-
ngadakan pentjegatan pada ang-
gota gerombolan PRRI jang te-
lah mundur--ditengah djalan ter-
halang oleh gerombolan Gadjah
jg akan lewat didjalan itu — tidak
ada djalan lain-- dan kalau kita
mau menembak gadjah? itu--ten-
tu kita banjak untungnja--dan
mungkin anggota satu kompi
akan mempunjai pipa gading se-
mua. Tapi karena waktu itu kita
sedang dalam keadaan mentjegat
musuh--dan kita djangan sampai
diketahui musuh lebih dahulu--
terpaksa kita menjingkir untuk
memberi djalan pada gadjah? itu.
Dan akibatnja kita terlambat da-
tang ditempat jang sudah diten-
tukan--anggota PRRI sudah da-
tang lebih dulu dan sudah pergi.
Tapi kalau tuan bernasib untung.
Seperti Pak Bambang, Perwira
Perwakilan Bataljon 444 jang di-
tinggalkan di Djawa — se-
waktu tugas dinas ke Sumatra-
dalam perdjalanan menudju ke
Kompi? bisa bertemu dengan
anak gadjah jang sudah mati--
meskipun tidak besar--tetapi ga-
dingnja sudah tjukup untuk ber-
aksi mendjadi pipa--dan untuk
tanda bukti bahwa didaerah kita
bertugas masih banjak gadjahnja.
Kalau tuan dengar ,,pipa ga-
ding”--tentu tuan ingin memiliki
bukan. Karena tuan tentu suka
merokok. Nah--kalau memang
tuan tidak mendapatkan gading
Djalan? jang ti-
dak terpelihara
menjebabkan ku-
rang lantjarnja
operasi militer
dulam membas-
mi pemberontak.
Namun APRI
: mampu memper-
baikinja.
(Gbr. Penulis).
gadjah--djangan tuan tjemas-
tidak perlu repot?. Giginja sadja
tuan — sungguh tuan — gigi ga-
djah djuga bisa untuk didja-
dikan pipa — aksinja tidak kalah
ada jang dibikin mainan perhias-
an seperti "akik -leontin. Suatu
pendapatan baru — mungkin tuan
baru mendengar bahwa gigi ga-
djah untuk bikin pipa, leontin/
tjintjin. Nanti tuan bisa menjak-
sikan sendiri bila diantara te-
man? kami ada jang membawa
buah tangan pipa jang terbikin
dari gigi gadjah dan leontinnja
jang sudah dilapis mas 24 karat.
» Masih ada suatu halangan lagi
tuan--mungkin serombongan Ba-
bi-rusa jang tak terkira banjaknja
akan melewati ditempat tuan ber-
malam. Dan tuan djangan bi-
ngung--kalau mau tembak--de-
ngan gawur sadja, sekali tembak
tentu kena dua atau tiga--dan ka-
lau tidak malu tuan bisa berpesta
ditengah hutan tsb. Itulah tuan
risiko?nja bila tuan terpaksa ber-
malam ditengah hutan--hanja
djangan mengharap sadja berte-
mu dengan Harimau--akan meng-
gigil tuan nanti.
Selandjutnja bila tuan sudah
bisa melewati djalan? jang sangat
rusak itu berarti tuan sudah sam:
pai ke Tandun. Kotanja sunji--
karena sekarang ibu-kota ketja-
matannja pindah di Udjungbatu.
Di Peta tuan tidak akan menda-
patkan--tapi gampang sadja un-
tuk mentjarinja. Kl. 30 Km dari
Tandun djalan tuan terhalang
oleh Sungai Rokankiri-Sungai ini
bermata-air dari G. Talakmau--
dan bernama Batangsumpur. Se-
telah melalui kota Rokan dan
Kotaintan namanja djadi Rokan-
“kiri Dan Udjungbatu terletak
diantara kota Rokan dan Kota-
intan--dititik pertemuan antara
djalan besar dan sungai tsb. Dan
mari singgah sebentar dikota Ke-
tjamatan Udjungbatu ini.
Kotanja ketjil memandjang me-
nurutkan djalan besar--disebelah
selatan dibatasi Sungai Rokan
dan jang sebelah utara berpagar
dinding hutan jang berawa. Ke-
lompok? rumah jang tingginja ra-
ta? 1 meter tampak berdjedjal de-
ngan tidak berpagar--djadi ti-
dak mengerti batas? halamannja.
Mempunjai lapangan sepakbola
satu. S.R. VI satu dan S.M.P. Is-
lam ada satu. Pasar satu dan ha-
nja tiap hari Kemis pasarannja.
Penduduknja tak begitu banjak
— dan ada djuga jang ikut ge-
rombolan. Penghidupannja banjak
jang berdagang — mentjari ikan
— dan menjadap karet. Dan me-
mang karet ini termasuk peng-
hasilan jang terbesar disini.
Tjara bergaulnja jang kurang
begitu rapat — namun kami bisa
bergaul agak rapat dilapangan
Olahraga dan Kesenian. Keba-
njakan beragama Islam. Tidak
terdapat sawah disana — dengan
sendirinja binatang ternak seperti
37<noinclude></noinclude>
s5kan8dzhdlr8xo31z51zzwyf44xk97
283537
283481
2026-05-07T05:30:10Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283537
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{hwe|hat|melihat}} bekas kakinja jang sebesar tempat duduk di Jeep tuan.
Kalau bitjara tentang gadjah--saja ingat Peleton Pak Kadirun dari Kompi II/444. Sewaktu mengadakan pentjegatan pada anggota gerombolan PRRI jang telah mundur--ditengah djalan terhalang oleh gerombolan Gadjah jg akan lewat didjalan itu — tidak ada djalan lain-- dan kalau kita mau menembak gadjah² itu--ten-
tu kita banjak untungnja--dan mungkin anggota satu kompi akan mempunjai pipa gading semua. Tapi karena waktu itu kita sedang dalam keadaan mentjegat musuh--dan kita djangan sampai diketahui musuh lebih dahulu-- terpaksa kita menjingkir untuk memberi djalan pada gadjah² itu. Dan akibatnja kita terlambat datang ditempat jang sudah ditentukan--anggota PRRI sudah datang lebih dulu dan sudah pergi. Tapi kalau tuan bernasib untung. Seperti Pak Bambang, Perwira Perwakilan Bataljon 444 jang ditinggalkan di Djawa — sewaktu tugas dinas ke Sumatra dalam perdjalanan menudju ke Kompi² bisa bertemu dengan anak gadjah jang sudah mati--meskipun tidak besar--tetapi gadingnja sudah tjukup untuk beraksi mendjadi pipa--dan untuk tanda bukti bahwa didaerah kita bertugas masih banjak gadjahnja.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1147 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|Djalan² jang tidak terpelihara
menjebabkan kurang lantjarnja operasi militer dalam membasmi pemberontak. Namun APRI mampu memperbaikinja.
'''(Gbr. Penulis).''' ]]
Kalau tuan dengar ,,pipa gading”--tentu tuan ingin memiliki bukan. Karena tuan tentu suka merokok. Nah--kalau memang tuan tidak mendapatkan gading gadjah--djangan tuan tjemas tidak perlu repot². Giginja sadja tuan — sungguh tuan — gigi gadjah djuga bisa untuk didjadikan pipa — aksinja tidak kalah ada jang dibikin mainan perhiasan seperti "akik"-leontin. Suatu pendapatan baru — mungkin tuan baru mendengar bahwa gigi gadjah untuk bikin pipa, leontin/tjintjin. Nanti tuan bisa menjaksikan sendiri bila diantara teman² kami ada jang membawa buah tangan pipa jang terbikin dari gigi gadjah dan leontinnja jang sudah dilapis mas 24 karat.
Masih ada suatu halangan lagi tuan--mungkin serombongan Babi-rusa jang tak terkira banjaknja akan melewati ditempat tuan bermalam. Dan tuan djangan bingung--kalau mau tembak--dengan gawur sadja, sekali tembak tentu kena dua atau tiga--dan kalau tidak malu tuan bisa berpesta ditengah hutan tsb. Itulah tuan
risiko²nja bila tuan terpaksa bermalam ditengah hutan--hanja djangan mengharap sadja bertemu dengan Harimau--akan menggigil tuan nanti.
Selandjutnja bila tuan sudah bisa melewati djalan² jang sangat rusak itu berarti tuan sudah sampai ke Tandun. Kotanja sunji--karena sekarang ibu-kota ketjamatannja pindah di Udjungbatu.
Di Peta tuan tidak akan mendapatkan--tapi gampang sadja untuk mentjarinja. Kl. 30 Km dari Tandun djalan tuan terhalang oleh Sungai Rokankiri-Sungai ini bermata-air dari G. Talakmau--dan bernama Batangsumpur. Setelah melalui kota Rokan dan Kotaintan namanja djadi Rokankiri Dan Udjungbatu terletak diantara kota Rokan dan Kota-intan--dititik pertemuan antara djalan besar dan sungai tsb. Dan
mari singgah sebentar dikota Ketjamatan Udjungbatu ini.
Kotanja ketjil memandjang menurutkan djalan besar--disebelah selatan dibatasi Sungai Rokan dan jang sebelah utara berpagar dinding hutan jang berawa. Kelompok² rumah jang tingginja rata² 1 meter tampak berdjedjal dengan tidak berpagar--djadi tidak mengerti batas² halamannja. Mempunjai lapangan sepakbola satu. S.R. VI satu dan S.M.P. Islam ada satu. Pasar satu dan hanja tiap hari Kemis pasarannja. Penduduknja tak begitu banjak— dan ada djuga jang ikut gerombolan. Penghidupannja banjak
jang berdagang — mentjari ikan — dan menjadap karet. Dan memang karet ini termasuk penghasilan jang terbesar disini.
Tjara bergaulnja jang kurang begitu rapat — namun kami bisa bergaul agak rapat dilapangan Olahraga dan Kesenian. Kebanjakan beragama Islam. Tidak terdapat sawah disana — dengan sendirinja binatang ternak seperti<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
2my28rsllf1ckp1on74m5hzfmavf0rf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/199
104
101158
283491
2026-05-07T04:56:08Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Toko-Boekoe ALBRECHT & Co. KANTOR PEMBRITA BETAWI , Sebrang Landraad Batavia . BOEKOE BAROE KLOEAR : 876. BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilihi amat bagoesnja. f 0,60 87c. PANTHOEN SINDIRAN terkarang olelı si nona L. Boenga hati negri Betawie » 1,10 874. BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin behasa Melajoe terkarang 90a . BO...
283491
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>Toko-Boekoe ALBRECHT & Co.
KANTOR PEMBRITA BETAWI ,
Sebrang Landraad Batavia .
BOEKOE BAROE KLOEAR :
876. BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona
Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilihi amat bagoesnja.
f 0,60
87c. PANTHOEN SINDIRAN terkarang olelı si nona L. Boenga hati
negri Betawie
» 1,10
874. BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER
anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin behasa
Melajoe terkarang
90a . BOEKOE ADJARAN
Kiat Keng , njang
916. BOEKOE PANTOEN
> 0,80
oleh H.
ANAK -ANAK menoeroet boekoe tjina Biat
mengarang lanthoen , oleh Tan Hiap Lee. » 0,80
KALOENG MELATI karangannja Boeng
Hendrik
» 0,80
110%. BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegi:.
mana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau
ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Th . Maijer.
1136 , HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPIIIE ii trang .
ken dengeu behasa Melajoe aken goena sekalian orang njang
ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, ter
karang oleh Raden Ngabehi Busah Tirto Soebroto .
1296. SOERAT KETRANGAN
DARI
> 0,30
>>
0,60
IIAL KA ADA -AN BANGSA
TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan
J. E. Albrecht .
> 1,35
1290. BOEKOE WEES. EN BOEDELKAMER . Perbendabaraän harta
.
peninggalan di dalem
Tanah Hindia Nederland .
Perentah
negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina
dan laen -laen bangsa oleh
assistent-resident pensioen
toewan C. A. VERMANDEL ,
► 2,60
N
ie
ERA
s
w
dent
m
OEN
HT
ATO
.
staat
Riou
resi
dale
API
PAC
PER
.
133a
blad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154.
» 1,10
.
+16 .
KITAB MELIBOERKEN HATI Satoe tjeritaän pendik njang
bagoes sekali, soeda kloewar 2 boekoe . Harga 1 boekoe.
» 0,30
413. SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritahken Sie Laij Kon
dari miskiu sampe djadi senang dan di blakang kali djadi
iniskin kombali, makil dengan pinterna dia membikin
roepa -rocpa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe
anak laki- laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi
dari bodonja bisa mendjadi orang hartawan .
2:20.
...
» 1,10
TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di
dalem nem
bin
fatsal nang terseilia .
Abdulla bin
Jalia
.
Terkarang oleh Oesman
.
> 0,35
47. SAIR POETRA MAKOETA KERADIA -AN ROES , koetika
datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengen sair
Binatang di loetan aken mengingetin anak -anak, soepaja
mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta
banda, terkarang oleh Tan Teng Kie . Tjitakan baroe
» 0,30<noinclude></noinclude>
6xjxcaiff2st15tuan6rcmj3k8pa8hv
283494
283491
2026-05-07T04:57:16Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283494
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}<noinclude></noinclude>
9fce195pl20gixkd40p3sy10db9immr
283601
283494
2026-05-07T06:30:42Z
OwlyKnight
24017
283601
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
jj1tb5b85anowmwijlxbzoaaesx5ne9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/399
104
101159
283495
2026-05-07T04:57:43Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283495
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude><noinclude></noinclude>
d10tw39q1c0dww77zty56wcqhyimtdp
283496
283495
2026-05-07T04:57:55Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283496
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}<noinclude></noinclude>
9fce195pl20gixkd40p3sy10db9immr
283599
283496
2026-05-07T06:30:32Z
OwlyKnight
24017
283599
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co.'''}}
{{smaller|{{uc|Kantor Pembrita Betawi.}}}}
{{sp|Sebrang Landraad Batavia.}}
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja|ƒ|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''c''}}.|PANTHOEN SINDIRAN terkaang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|87{{sup|''d''}}.|BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|90{{sup|''a''}}.|BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekkoe tjina Biat Kist Keng, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|91{{sup|''b''}}.|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|‚|col4text=0,80}}
{{Daftarisi dtt|110{{sup|''b''}}.|BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Tb. Maijer|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|113{{sup|''b''}}.|HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE ditrangken dengan bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto|‚|col4text=0,60}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}.|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|‚|col4text=1,35}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}.|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER Perbendaharaä harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina dan laen laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, assistent-resident pensioen|‚|col4text=2,60}}
{{Daftarisi dtt|133{{sup|''a''}}.|PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|416.|KITAB MELIBOERKEN HATI sato tjeritaän pendek njang bagoes sekali, soeda kloewat 2 boekoe. Harga 1 boekoe|‚|col4text=0,30}}
{{Daftarisi dtt|443.|SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritaliken Sie Laij Kou dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kombali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa menjdai orang hartawan|‚|col4text=1,10}}
{{Daftarisi dtt|22{{sup|''a''}}.|TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahia|‚|col4text=0,35}}
{{Daftarisi dtt|47.|SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengan sair Bnatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe|‚|col4text=0,30}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
jj1tb5b85anowmwijlxbzoaaesx5ne9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/499
104
101160
283498
2026-05-07T04:58:48Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Toko-Boekoe ALBRECHT & Co KANTOR PEMBRITA BETAWI . SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA . BOEKOE BAROE KLOEAR : 1 BOEKOE ADJARAN boeat anak -anak, harang siapa jang ingiu pengenal tiga repa hoeroef seperti Olanda. Melajoe dan 0.60 Djawa PELADJARAN anak -anak (acia noewat: KOEKOE Tjerita Nabi Klong Hoe Tjoe, peladjaran belasa Olanda, ilmoe boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda . ö. 38 0.80 BOEKOE BOEWAT ANAK -ANAK KETJIL njang b...
283498
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>Toko-Boekoe ALBRECHT & Co
KANTOR PEMBRITA BETAWI .
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA .
BOEKOE BAROE KLOEAR :
1
BOEKOE ADJARAN boeat anak -anak, harang siapa jang ingiu
pengenal tiga repa hoeroef seperti Olanda. Melajoe dan
0.60
Djawa
PELADJARAN anak -anak (acia noewat:
KOEKOE
Tjerita
Nabi Klong Hoe Tjoe, peladjaran belasa Olanda, ilmoe
boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda .
ö.
38
0.80
BOEKOE BOEWAT ANAK -ANAK KETJIL njang baroe maoe
beladjar Perkata -an Olanda
374
►
>
.
TOEDJOE BELAS TJERITERA HIKAJAT TANAH HINDIA ,
karangan toewan BIEGMAN
HIKAJAT COEN,
1.10
0.80
Jan Pieterszoon Koen , Givevernoer Djendral
dari Tanah Hindia Nederland ,
Satoe djilid ,
0.80
396. BARANG RAHSIA dari astanu Constantinopel Riwajat wak.
toe sekarang.
( Tersalin daripada Kitab belasa Olanda)
Belom pernah dikeloewarken salinan bahasa Melajoe dari
pada bekoc-boekoe bahasa Olanda, jang begitoe sekalı
..cnak " tjeritanja, seperti ini boekoz tjerita ,,Barang Rahsia
dari astana Constantinopel".
1
21
+1 .
boekoe
>
franco di post .
sama
sekali .
10.80
.
.
, 15.
HIKAJAT ABOE NAWAS dengau Radja Haroen Al-Rasjid di
negri Bagdad . Bahasa Melajoe, hoeroef Olanda. Harga tiga
boekoe sama sekali
2 70
BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI , terkarang oleh si Nona
0.60
Boto Poepa-roepa pantoen njang terpilih amat hagoesnja.
36
BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng
Hendrik .
119.
>
080
SALINAN BOEKOE ONDANG -ONDANG BURGERLIJK WET
BOEK , tjitakan baro (di salin sama sekali) ada + 650)
katja. Satoe bagian tamat
3.
Terdjilid koelit tebel
9
1296 SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA -AN BANGSA
TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA , terkarang oleh toewan
J. E. Albrecht .
1.35
1296 BOEKOE WEES. EN BOEDELKAMER . Perbendaharaäu harta
peninggalan di dalem Tanab Hindia Nederland.
Perentats
negeri pjaug bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina
dan laen - laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL ,
assistent-resident pensioen
→ 2.60<noinclude></noinclude>
hhzouta3eoj34daj072k1bqy8bepqj3
283590
283498
2026-05-07T06:27:24Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283590
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co'''}}
{{smaller|KANTOR PEMBRITA BETAWI.}}
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|1|BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingin mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajor dan Djawa|ƒ|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|4|BOEKOE PELADJARAN anak-anak (ada moewat: Tjerita Nabi Khong Hoe Tjoe, peladjaran bahasa Olanda, ilmoe boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|5|BOEKOE BOEWAT ANAK-ANAK KETJIL njang baroe maoe beladjar Perkata-an Olanda|,|col4text=1.10}}
{{Daftarisi dtt|37{{sup|b}}|TOEDJOE BELAS TJERITERA HIKAJAT TANAH HINDIA karangan toewan {{sc|Biegnan}}|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|38{{sup|c}}|HIKAJAT COEN, Jan Pieterszoon Koen, Goevernoer Djendral dari Tanah Hindia Nederland, satoe djilid|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|39{{sup|b}}|BARANG RAHSIA dari astana Constantinopel Riwajat waktoe sekarang (Tersalin daripada Kitab bebasa Olanda) Belon pernah dikeloewarken salinan bahasa Melajoe dari pada boekoe-boekoe bahasa Olanda, jang begitoe sekali „cuak” tjeritanja, seperti ini boekoe tjerita „Barang Rahsia dari astana Constantinopel)”.<br>
1 boekoe franco di post|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt| |21{{gap}},{{gap}} sama sekali|,|col4text=15.–}}
{{Daftarisi dtt|41|HIKAJAT ABOE NAWAS dengan Radja Haroen Al-Rasjid di negri Bagdad. Bahasa Melajor, hoeroef Olanda. Harga tiga boekoe sama sekali|,|col4text=2 70}}
{{Daftarisi dtt|83|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si Nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.|,|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|86|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|,|col4text=0 80}}
{{Daftarisi dtt|119|SALINAN BOEKOE ONDANG-ONDANG BURGELIJK WETBOEK, tjitakan baroe (di salin sama sekali) ada ± 650 katja. Satoe bagian tamat|,|col4text=8.—}}
{{Daftarisi dtt| |Terdjilid koelit tebel|,|col4text=9.—}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|b}}|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA, terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|,|col4text=1.36}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|c}}|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER. Perbendaharaän harta peninggalan di dalem Tanah Hinda Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina, dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. Vermandel, assistent-resident pensioen|,|col4text=2.10}}<noinclude></noinclude>
ep31vvwfvpy1nod6tvbdzetnjjak85x
283592
283590
2026-05-07T06:28:30Z
OwlyKnight
24017
283592
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co'''}}
{{smaller|KANTOR PEMBRITA BETAWI.}}
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|1|BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingin mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajor dan Djawa|ƒ|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|4|BOEKOE PELADJARAN anak-anak (ada moewat: Tjerita Nabi Khong Hoe Tjoe, peladjaran bahasa Olanda, ilmoe boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|5|BOEKOE BOEWAT ANAK-ANAK KETJIL njang baroe maoe beladjar Perkata-an Olanda|,|col4text=1.10}}
{{Daftarisi dtt|37{{sup|''b''}}|TOEDJOE BELAS TJERITERA HIKAJAT TANAH HINDIA karangan toewan {{sc|Biegnan}}|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|38{{sup|''c''}}|HIKAJAT COEN, Jan Pieterszoon Koen, Goevernoer Djendral dari Tanah Hindia Nederland, satoe djilid|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|39{{sup|''b''}}|BARANG RAHSIA dari astana Constantinopel Riwajat waktoe sekarang (Tersalin daripada Kitab bebasa Olanda) Belon pernah dikeloewarken salinan bahasa Melajoe dari pada boekoe-boekoe bahasa Olanda, jang begitoe sekali „cuak” tjeritanja, seperti ini boekoe tjerita „Barang Rahsia dari astana Constantinopel)”.<br>
1 boekoe franco di post|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt| |21{{gap}},{{gap}} sama sekali|,|col4text=15.–}}
{{Daftarisi dtt|41|HIKAJAT ABOE NAWAS dengan Radja Haroen Al-Rasjid di negri Bagdad. Bahasa Melajor, hoeroef Olanda. Harga tiga boekoe sama sekali|,|col4text=2 70}}
{{Daftarisi dtt|83|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si Nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.|,|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|86|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|,|col4text=0 80}}
{{Daftarisi dtt|119|SALINAN BOEKOE ONDANG-ONDANG BURGELIJK WETBOEK, tjitakan baroe (di salin sama sekali) ada ± 650 katja. Satoe bagian tamat|,|col4text=8.—}}
{{Daftarisi dtt| |Terdjilid koelit tebel|,|col4text=9.—}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA, terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|,|col4text=1.36}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER. Perbendaharaän harta peninggalan di dalem Tanah Hinda Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina, dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. Vermandel, assistent-resident pensioen|,|col4text=2.10}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
g39ubnq0x2t97aj2rpvnn6g6np2b3t9
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/599
104
101161
283499
2026-05-07T04:58:54Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1 Toko - Boekoe A L B R ECHT & Co KANTOR PEMBRITA BETAWI. SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA . ! BOEKOE BAROE KLOEAR : 1. BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingia mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajoe dan f 0.60 Djawa . . 4. BOEKOE PELADJARAN anak -anak (ada moewat : Tjerita Nabi Khoug Hoe Tjoe, peladjaran bebasa Olanda, ilmoe , 0.80 boemi dan peladjaran menoelis soerat) boeroef Olanda. BOEKOE BOEWAT ANAK -ANAK KETJ...
283499
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>1
Toko - Boekoe A L B R ECHT & Co
KANTOR PEMBRITA BETAWI.
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA .
!
BOEKOE BAROE KLOEAR :
1.
BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingia
mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajoe dan
f 0.60
Djawa
.
.
4.
BOEKOE PELADJARAN anak -anak (ada moewat : Tjerita
Nabi Khoug Hoe Tjoe, peladjaran bebasa Olanda, ilmoe
, 0.80
boemi dan peladjaran menoelis soerat) boeroef Olanda.
BOEKOE BOEWAT ANAK -ANAK KETJIL pjang baroe maoe
» 1.10
beladjar Perkata -an Olanda
.
6.
.
37. TOEDJOE BELAS TJERITERA HIK AJAT TANAH HINDIA ,
karangan 10ewan BIEGMAN .
, 0.80
.
38. HIKAJAT COEN , Jan Pieterszoon Koen , Goevernoer Djendral
0.80
dari Tanah Hindia Nederlaud . Satoe djiid .
39. BARANG RAHSIA dari astana Constantinopel Riwajat wak
toe sekarang (Tersaliu daripada Kitab bebasa Olanda) .
Belom pernah dikeloewarkea salinaa bahasa Melajoe dari
pada bekoe -boekoe bahasa Olanda, ja ig begitoe sekali
,,enak " tjuritanja, seperti ini boeko ; tjerita „ Barang Rausia
.
dari astana Constantinopel".
1
boekve franco di post .
21
41 .
sama
, 0.80
sekali .
» 15.
HIKAJAT ABOE NAWAS dengan Radja Haroen Al-Rasji 1 di
negii Bagdad ., Bahasa Melajoe, hoeroef Olanda . Harga tiga
boekoe sama seka i
> 2.70
.
83. BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI , terkarang oleh si Nona
» 0.60
Boto Roepa -roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja .
86. BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangaunja Boeng
0.80
Hendrik .
!
119. SALINAN BOEKOE ONDANG -ONDING BURGERLIJK WET
BOEK , tjitakan baro ; (di salin sama sekali) ada $ 650
katja. Satoe bagian tamat
> 8.-
Terdjilid koelit tebel
→ 9.
1296. SOERAT KETRANGAN
DARI HAL KAADA -AN BANGSA
TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA, terkarang oleh toewan
J. E. Albrecht .
.
i 1.35
129º. BOEKOE WEES . EN BOEDELKAMER . Perbendaharaän harta
peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederiand. Perentah
negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina
dan laen -laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL ,
assistent-resident pensioen
.
» 2.60<noinclude></noinclude>
5jkctzmx7ywjrb6kp38jig9d1u3wrbw
283595
283499
2026-05-07T06:29:02Z
OwlyKnight
24017
283595
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co'''}}
{{smaller|KANTOR PEMBRITA BETAWI.}}
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|1|BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingin mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajor dan Djawa|ƒ|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|4|BOEKOE PELADJARAN anak-anak (ada moewat: Tjerita Nabi Khong Hoe Tjoe, peladjaran bahasa Olanda, ilmoe boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|5|BOEKOE BOEWAT ANAK-ANAK KETJIL njang baroe maoe beladjar Perkata-an Olanda|,|col4text=1.10}}
{{Daftarisi dtt|37{{sup|''b''}}|TOEDJOE BELAS TJERITERA HIKAJAT TANAH HINDIA karangan toewan {{sc|Biegnan}}|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|38{{sup|''c''}}|HIKAJAT COEN, Jan Pieterszoon Koen, Goevernoer Djendral dari Tanah Hindia Nederland, satoe djilid|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|39{{sup|''b''}}|BARANG RAHSIA dari astana Constantinopel Riwajat waktoe sekarang (Tersalin daripada Kitab bebasa Olanda) Belon pernah dikeloewarken salinan bahasa Melajoe dari pada boekoe-boekoe bahasa Olanda, jang begitoe sekali „cuak” tjeritanja, seperti ini boekoe tjerita „Barang Rahsia dari astana Constantinopel)”.<br>
1 boekoe franco di post|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt| |21{{gap}},{{gap}} sama sekali|,|col4text=15.–}}
{{Daftarisi dtt|41|HIKAJAT ABOE NAWAS dengan Radja Haroen Al-Rasjid di negri Bagdad. Bahasa Melajor, hoeroef Olanda. Harga tiga boekoe sama sekali|,|col4text=2 70}}
{{Daftarisi dtt|83|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si Nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.|,|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|86|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|,|col4text=0 80}}
{{Daftarisi dtt|119|SALINAN BOEKOE ONDANG-ONDANG BURGELIJK WETBOEK, tjitakan baroe (di salin sama sekali) ada ± 650 katja. Satoe bagian tamat|,|col4text=8.—}}
{{Daftarisi dtt| |Terdjilid koelit tebel|,|col4text=9.—}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA, terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|,|col4text=1.36}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER. Perbendaharaän harta peninggalan di dalem Tanah Hinda Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina, dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. Vermandel, assistent-resident pensioen|,|col4text=2.10}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
r52cylennl2izodxv80tm3t20960pcl
283596
283595
2026-05-07T06:29:26Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283596
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|'''Toko-Boekoe {{sp|{{uc|Albrecht}}}} & Co'''}}
{{smaller|KANTOR PEMBRITA BETAWI.}}
SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.
{{rule|width=5em}}
'''BOEKOE BAROE KLOEAR:'''}}
{{Daftarisi dtt|1|BOEKOE ADJARAN boeat anak-anak, barang siapa jang ingin mengenal tiga roepa hoeroef seperti Olanda, Melajor dan Djawa|ƒ|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|4|BOEKOE PELADJARAN anak-anak (ada moewat: Tjerita Nabi Khong Hoe Tjoe, peladjaran bahasa Olanda, ilmoe boemi dan peladjaran menoelis soerat) hoeroef Olanda|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|5|BOEKOE BOEWAT ANAK-ANAK KETJIL njang baroe maoe beladjar Perkata-an Olanda|,|col4text=1.10}}
{{Daftarisi dtt|37{{sup|''b''}}|TOEDJOE BELAS TJERITERA HIKAJAT TANAH HINDIA karangan toewan {{sc|Biegnan}}|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|38{{sup|''c''}}|HIKAJAT COEN, Jan Pieterszoon Koen, Goevernoer Djendral dari Tanah Hindia Nederland, satoe djilid|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt|39{{sup|''b''}}|BARANG RAHSIA dari astana Constantinopel Riwajat waktoe sekarang (Tersalin daripada Kitab bebasa Olanda) Belon pernah dikeloewarken salinan bahasa Melajoe dari pada boekoe-boekoe bahasa Olanda, jang begitoe sekali „cuak” tjeritanja, seperti ini boekoe tjerita „Barang Rahsia dari astana Constantinopel)”.<br>
1 boekoe franco di post|,|col4text=0.80}}
{{Daftarisi dtt| |21{{gap}},{{gap}} sama sekali|,|col4text=15.–}}
{{Daftarisi dtt|41|HIKAJAT ABOE NAWAS dengan Radja Haroen Al-Rasjid di negri Bagdad. Bahasa Melajor, hoeroef Olanda. Harga tiga boekoe sama sekali|,|col4text=2 70}}
{{Daftarisi dtt|83|BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si Nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.|,|col4text=0.60}}
{{Daftarisi dtt|86|BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik|,|col4text=0 80}}
{{Daftarisi dtt|119|SALINAN BOEKOE ONDANG-ONDANG BURGELIJK WETBOEK, tjitakan baroe (di salin sama sekali) ada ± 650 katja. Satoe bagian tamat|,|col4text=8.—}}
{{Daftarisi dtt| |Terdjilid koelit tebel|,|col4text=9.—}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''b''}}|SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA, terkarang oleh toewan J. E. Albrecht|,|col4text=1.36}}
{{Daftarisi dtt|129{{sup|''c''}}|BOEKOE WEES EN BOEDELKAMER. Perbendaharaän harta peninggalan di dalem Tanah Hinda Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melaloe, Tjina, dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. Vermandel, assistent-resident pensioen|,|col4text=2.10}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
g39ubnq0x2t97aj2rpvnn6g6np2b3t9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1027
104
101162
283501
2026-05-07T05:03:26Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283501
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude><noinclude></noinclude>
j3it2j5363rqbq5u9h0ai682fmbt3ul
283612
283501
2026-05-07T06:48:25Z
Moel81
25980
283612
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{x-larger|'''Persoalan Administrasi Keuangan'''}}<br><br> ''Oleh'': '''MAJOR SOEDIJONO'''<br><br>(SAMBUNGAN)<br>}}
Apakah kita telah puas dengan hatsil?<small><sup>2</sup></small> dalam administrasi sampai sekarang? Tegasnja apakah aparatur Administrasi Keuangan telah memberi kepuasan baik kepada Korps Administrasi maupun kepada Agkatan Perang sebagai objek perawatan kita? Pula apakah jang merupakan penghalang dan kesulitan<small><sup>2</sup></small>nja?
Seperti dalam uraian jang lalu, maka salah satu tugas seorang P.K.M. ialah Perwira Perawat sehingga tugasnja antara lain ialah berusaha supaja setiap waktu tersedia beaja jang diperlukan oleh kesatuan<small><sup>2</sup></small> jang dirawatnja. Djadi djangan sampai terdjadi bahwa suatu keperluan Dinas tidak dapat dilaksanakan karena persediaan uang untuknja tidak ada, sehingga Komandan/Kepala Dinas mendapat djawaban jang terkenal jaitu: ”uang tidak ada”. Jaaah, dalam angan<small><sup>2</sup></small> dapat dibajangkan gambaran para Komandan dan Kepala Dinas<small><sup>2</sup></small> mengangguk-anggukkan kepalanja sebagai tanda persetudjuan.
Memang, pada waktu sekarang sering terdjadi keributan<small><sup>2</sup></small> antara P.K.M. disatu pihak dan Komandan dilain pihak, disebabkan djawaban tersebut tadi. Bukan dimaksudkan untuk mendjelaskan disini siapa jang benar dan siapa jang salah. Usaha jang demikian kurang arti dan manfaatnja. Tidak ada gunanja untuk saling menuduh dan menjalahkan. Pula tidak berguna untuk menjatakan bahwa kesalahan terletak padanja, karena merasa telah bekerdja dan lain-lainnja. Lebih baik kita bersama-sama berusaha untuk mendapatkan kesulitan<small><sup>2</sup></small> dan memetjahkannja bersama-sama pula. Djadi djalan sebaik-baiknja ialah bermusjawarah, dan bersama-sama_meneliti dimana timbulnja kesulitan<small><sup>2</sup></small> itu. Dan djika telah diketemukannja, dipetjahkan ber~sama<small><sup>2</sup></small>. Dalam persoalan seperti ini maka harus ada kerdja-sama antara Komandan dan P.K.M. dengan ketentuan, bahwa masn<small><sup>2</sup></small> tidak perlu setjara mutlak mempertahankan kehendaknja berdasarkan peraturan jang ada. P.K.M. mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> administratifnja sedangkan Komandan mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> taktisnja. Dari kedua pendapat diambillah suatu synthese djika mungkin, sebagai djalan penjelesaiannja.
Sebetulnja administrasi adalah flexible, artinja; dapat dirobah dan disesuaikan dengan keadaan<small><sup>2</sup></small> jang baru. Sebagai tjontoh dapat dikemukakan kenjataan<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>kita kenal suatu ”administrasi ten velde” jaitu suatu administrasi jang dipergunakan djika suatu pasukan sedang mengadakan operasi. Administrasi ini sangat mudah dan disesuaikan dengan keadaan perang, dimana segala-galanja harus dilaksanakan setjepat-tjepatnja. Maka soal<small><sup>2</sup></small> administrasinja dibuat semudah-mudahnja dan sepraktis-praktisnja.</li>
<li>Ada pepatah Barat jang berbunji: Uitzonderingen beves-
tigen de regel. Artinja kurang lebih ialah ”pengetjualian tentu ada”.</li>
<li>Peraturan<small><sup>2</sup></small> lama diika kita teliti maka penuh dengan perobahan-perobahan jang berbentuk ”wijzigen aanvullings bladen”.</li>
<li>Pepatah lain mengatakan: ”stiltand is achteruitgang’ jang berarti: berhenti berarti kemunduran”.</li></ol>
Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perobahan<small><sup>2</sup></small> mesti terdjadi, antara lain djuga hatsil musjawarah tadi. Uraian ini dikemukakan dengan maksud untuk mendjelaskan bahwa peraturan<small><sup>2</sup></small> itu tidak mutlak dan dapat dirobah. Hanja perlu ditegaskan disini bahwa perobahan tidak dapat dilaksanakan semau-maunja dan begitu sadja. Pula baik Komandan maupun P.K.M. harus mendjaga djangan sampai terdjadi bahwa pengetjualian<small><sup>2</sup></small> (uitzonderingen) didjadikan kebiasaan, jang berarti memutar-balikkan arti pepatah tadi.
Kembali kepada persoalan jang tadi, apakah keadaan telah memuaskan? Dapatkah korps administrasi dengan penuh kebanggaan menepuk dada sambil berkata: kita telah memenuhi kewadjiban kita sebagai korps perawat”? Djawaban pertanjaan itualah: Belum. Maka marilah kita
bersama-sama menindjau soal<small><sup>2</sup></small> jang mendapat perhatian, supaja dapat menghilangkan keadaan seperti sekarang ini. Dalam soal ini tidak ada bedanja dengan djika kita merawat sebuah mobil. Untuk mendjaga djangan sampai mobil mogok didjalan maka kita diperingatkan akan hal<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Tiap<small><sup>2</sup></small> pagi sebelum kita berangkat harus memeriksa minjak, air acct, ban dan lain<small><sup>2</sup></small>.
<li>mendjaga djangan sampai tank bensin kering sama sekali.
<li>tiap? pagi motor ditjoba dahulu sebelum berangkat.
Hal seperti ini terdapat pula dalam lapangan administrasi. Kita mengenal djuga beberapa pokok jang perlu mendapat perhatian<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
nmwcwbsse0v2ac8lwxyp3wcoor0tbgc
283613
283612
2026-05-07T06:49:42Z
Moel81
25980
283613
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{x-larger|'''Persoalan Administrasi Keuangan'''}}<br><br> ''Oleh'': '''MAJOR SOEDIJONO'''<br><br>(SAMBUNGAN)<br>}}
Apakah kita telah puas dengan hatsil?<small><sup>2</sup></small> dalam administrasi sampai sekarang? Tegasnja apakah aparatur Administrasi Keuangan telah memberi kepuasan baik kepada Korps Administrasi maupun kepada Agkatan Perang sebagai objek perawatan kita? Pula apakah jang merupakan penghalang dan kesulitan<small><sup>2</sup></small>nja?
Seperti dalam uraian jang lalu, maka salah satu tugas seorang P.K.M. ialah Perwira Perawat sehingga tugasnja antara lain ialah berusaha supaja setiap waktu tersedia beaja jang diperlukan oleh kesatuan<small><sup>2</sup></small> jang dirawatnja. Djadi djangan sampai terdjadi bahwa suatu keperluan Dinas tidak dapat dilaksanakan karena persediaan uang untuknja tidak ada, sehingga Komandan/Kepala Dinas mendapat djawaban jang terkenal jaitu: ”uang tidak ada”. Jaaah, dalam angan<small><sup>2</sup></small> dapat dibajangkan gambaran para Komandan dan Kepala Dinas<small><sup>2</sup></small> mengangguk-anggukkan kepalanja sebagai tanda persetudjuan.
Memang, pada waktu sekarang sering terdjadi keributan<small><sup>2</sup></small> antara P.K.M. disatu pihak dan Komandan dilain pihak, disebabkan djawaban tersebut tadi. Bukan dimaksudkan untuk mendjelaskan disini siapa jang benar dan siapa jang salah. Usaha jang demikian kurang arti dan manfaatnja. Tidak ada gunanja untuk saling menuduh dan menjalahkan. Pula tidak berguna untuk menjatakan bahwa kesalahan terletak padanja, karena merasa telah bekerdja dan lain-lainnja. Lebih baik kita bersama-sama berusaha untuk mendapatkan kesulitan<small><sup>2</sup></small> dan memetjahkannja bersama-sama pula. Djadi djalan sebaik-baiknja ialah bermusjawarah, dan bersama-sama_meneliti dimana timbulnja kesulitan<small><sup>2</sup></small> itu. Dan djika telah diketemukannja, dipetjahkan ber~sama<small><sup>2</sup></small>. Dalam persoalan seperti ini maka harus ada kerdja-sama antara Komandan dan P.K.M. dengan ketentuan, bahwa masn<small><sup>2</sup></small> tidak perlu setjara mutlak mempertahankan kehendaknja berdasarkan peraturan jang ada. P.K.M. mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> administratifnja sedangkan Komandan mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> taktisnja. Dari kedua pendapat diambillah suatu synthese djika mungkin, sebagai djalan penjelesaiannja.
Sebetulnja administrasi adalah flexible, artinja; dapat dirobah dan disesuaikan dengan keadaan<small><sup>2</sup></small> jang baru. Sebagai tjontoh dapat dikemukakan kenjataan<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>kita kenal suatu ”administrasi ten velde” jaitu suatu administrasi jang dipergunakan djika suatu pasukan sedang mengadakan operasi. Administrasi ini sangat mudah dan disesuaikan dengan keadaan perang, dimana segala-galanja harus dilaksanakan setjepat-tjepatnja. Maka soal<small><sup>2</sup></small> administrasinja dibuat semudah-mudahnja dan sepraktis-praktisnja.</li>
<li>Ada pepatah Barat jang berbunji: Uitzonderingen beves-
tigen de regel. Artinja kurang lebih ialah ”pengetjualian tentu ada”.</li>
<li>Peraturan<small><sup>2</sup></small> lama diika kita teliti maka penuh dengan perobahan-perobahan jang berbentuk ”wijzigen aanvullings bladen”.</li>
<li>Pepatah lain mengatakan: ”stiltand is achteruitgang’ jang berarti: berhenti berarti kemunduran”.</li></ol>
Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perobahan<small><sup>2</sup></small> mesti terdjadi, antara lain djuga hatsil musjawarah tadi. Uraian ini dikemukakan dengan maksud untuk mendjelaskan bahwa peraturan<small><sup>2</sup></small> itu tidak mutlak dan dapat dirobah. Hanja perlu ditegaskan disini bahwa perobahan tidak dapat dilaksanakan semau-maunja dan begitu sadja. Pula baik Komandan maupun P.K.M. harus mendjaga djangan sampai terdjadi bahwa pengetjualian<small><sup>2</sup></small> (uitzonderingen) didjadikan kebiasaan, jang berarti memutar-balikkan arti pepatah tadi.
Kembali kepada persoalan jang tadi, apakah keadaan telah memuaskan? Dapatkah korps administrasi dengan penuh kebanggaan menepuk dada sambil berkata: kita telah memenuhi kewadjiban kita sebagai korps perawat”? Djawaban pertanjaan itualah: Belum. Maka marilah kita
bersama-sama menindjau soal<small><sup>2</sup></small> jang mendapat perhatian, supaja dapat menghilangkan keadaan seperti sekarang ini. Dalam soal ini tidak ada bedanja dengan djika kita merawat sebuah mobil. Untuk mendjaga djangan sampai mobil mogok didjalan maka kita diperingatkan akan hal<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Tiap<small><sup>2</sup></small> pagi sebelum kita berangkat harus memeriksa minjak, air accu, ban dan lain<small><sup>2</sup></small>.
<li>mendjaga djangan sampai tank bensin kering sama sekali.
<li>tiap<small><sup>2</sup></small> pagi motor ditjoba dahulu sebelum berangkat.
Hal seperti ini terdapat pula dalam lapangan administrasi. Kita mengenal djuga beberapa pokok jang perlu mendapat perhatian<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
f80c92iq2dt3cdq0kmzniziio5pb7ch
283614
283613
2026-05-07T06:50:45Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283614
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{x-larger|'''Persoalan Administrasi Keuangan'''}}<br><br> ''Oleh'': '''MAJOR SOEDIJONO'''<br><br>(SAMBUNGAN)<br>}}
Apakah kita telah puas dengan hatsil?<small><sup>2</sup></small> dalam administrasi sampai sekarang? Tegasnja apakah aparatur Administrasi Keuangan telah memberi kepuasan baik kepada Korps Administrasi maupun kepada Agkatan Perang sebagai objek perawatan kita? Pula apakah jang merupakan penghalang dan kesulitan<small><sup>2</sup></small>nja?
Seperti dalam uraian jang lalu, maka salah satu tugas seorang P.K.M. ialah Perwira Perawat sehingga tugasnja antara lain ialah berusaha supaja setiap waktu tersedia beaja jang diperlukan oleh kesatuan<small><sup>2</sup></small> jang dirawatnja. Djadi djangan sampai terdjadi bahwa suatu keperluan Dinas tidak dapat dilaksanakan karena persediaan uang untuknja tidak ada, sehingga Komandan/Kepala Dinas mendapat djawaban jang terkenal jaitu: ”uang tidak ada”. Jaaah, dalam angan<small><sup>2</sup></small> dapat dibajangkan gambaran para Komandan dan Kepala Dinas<small><sup>2</sup></small> mengangguk-anggukkan kepalanja sebagai tanda persetudjuan.
Memang, pada waktu sekarang sering terdjadi keributan<small><sup>2</sup></small> antara P.K.M. disatu pihak dan Komandan dilain pihak, disebabkan djawaban tersebut tadi. Bukan dimaksudkan untuk mendjelaskan disini siapa jang benar dan siapa jang salah. Usaha jang demikian kurang arti dan manfaatnja. Tidak ada gunanja untuk saling menuduh dan menjalahkan. Pula tidak berguna untuk menjatakan bahwa kesalahan terletak padanja, karena merasa telah bekerdja dan lain-lainnja. Lebih baik kita bersama-sama berusaha untuk mendapatkan kesulitan<small><sup>2</sup></small> dan memetjahkannja bersama-sama pula. Djadi djalan sebaik-baiknja ialah bermusjawarah, dan bersama-sama_meneliti dimana timbulnja kesulitan<small><sup>2</sup></small> itu. Dan djika telah diketemukannja, dipetjahkan ber~sama<small><sup>2</sup></small>. Dalam persoalan seperti ini maka harus ada kerdja-sama antara Komandan dan P.K.M. dengan ketentuan, bahwa masn<small><sup>2</sup></small> tidak perlu setjara mutlak mempertahankan kehendaknja berdasarkan peraturan jang ada. P.K.M. mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> administratifnja sedangkan Komandan mengemukakan segi<small><sup>2</sup></small> taktisnja. Dari kedua pendapat diambillah suatu synthese djika mungkin, sebagai djalan penjelesaiannja.
Sebetulnja administrasi adalah flexible, artinja; dapat dirobah dan disesuaikan dengan keadaan<small><sup>2</sup></small> jang baru. Sebagai tjontoh dapat dikemukakan kenjataan<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>kita kenal suatu ”administrasi ten velde” jaitu suatu administrasi jang dipergunakan djika suatu pasukan sedang mengadakan operasi. Administrasi ini sangat mudah dan disesuaikan dengan keadaan perang, dimana segala-galanja harus dilaksanakan setjepat-tjepatnja. Maka soal<small><sup>2</sup></small> administrasinja dibuat semudah-mudahnja dan sepraktis-praktisnja.</li>
<li>Ada pepatah Barat jang berbunji: Uitzonderingen beves-
tigen de regel. Artinja kurang lebih ialah ”pengetjualian tentu ada”.</li>
<li>Peraturan<small><sup>2</sup></small> lama diika kita teliti maka penuh dengan perobahan-perobahan jang berbentuk ”wijzigen aanvullings bladen”.</li>
<li>Pepatah lain mengatakan: ”stiltand is achteruitgang’ jang berarti: berhenti berarti kemunduran”.</li></ol>
Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perobahan<small><sup>2</sup></small> mesti terdjadi, antara lain djuga hatsil musjawarah tadi. Uraian ini dikemukakan dengan maksud untuk mendjelaskan bahwa peraturan<small><sup>2</sup></small> itu tidak mutlak dan dapat dirobah. Hanja perlu ditegaskan disini bahwa perobahan tidak dapat dilaksanakan semau-maunja dan begitu sadja. Pula baik Komandan maupun P.K.M. harus mendjaga djangan sampai terdjadi bahwa pengetjualian<small><sup>2</sup></small> (uitzonderingen) didjadikan kebiasaan, jang berarti memutar-balikkan arti pepatah tadi.
Kembali kepada persoalan jang tadi, apakah keadaan telah memuaskan? Dapatkah korps administrasi dengan penuh kebanggaan menepuk dada sambil berkata: kita telah memenuhi kewadjiban kita sebagai korps perawat”? Djawaban pertanjaan itualah: Belum. Maka marilah kita
bersama-sama menindjau soal<small><sup>2</sup></small> jang mendapat perhatian, supaja dapat menghilangkan keadaan seperti sekarang ini. Dalam soal ini tidak ada bedanja dengan djika kita merawat sebuah mobil. Untuk mendjaga djangan sampai mobil mogok didjalan maka kita diperingatkan akan hal<small><sup>2</sup></small> seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Tiap<small><sup>2</sup></small> pagi sebelum kita berangkat harus memeriksa minjak, air accu, ban dan lain<small><sup>2</sup></small>.
<li>mendjaga djangan sampai tank bensin kering sama sekali.
<li>tiap<small><sup>2</sup></small> pagi motor ditjoba dahulu sebelum berangkat.
Hal seperti ini terdapat pula dalam lapangan administrasi. Kita mengenal djuga beberapa pokok jang perlu mendapat perhatian<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
hbt57wbtqs41p1c0frslvs6gfq2rj14
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/978
104
101163
283502
2026-05-07T05:03:37Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '4 De NI tg. “Ke s0 Na, S0 aa An TOP n sama Djerman mengalami kega- galan dalam pertempuran tank lawan tank di Libia. Achirnja Djerman merubah tjaranja, men- djadi kerdja sama jang erat an- tara tank dan kesendjataan? jang lainnja. Berdasarkan penindjauan atas keunggulan Djerman di Polandia dan Perantjis kegagalanpja di Libija, maka negara? lain mulai berusaha kearah penggunaan ke- satuan tank jang sebaik?nja. Ha- silnja adala...
283502
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>4 De
NI
tg. “Ke s0 Na,
S0 aa An TOP n
sama Djerman mengalami kega-
galan dalam pertempuran tank
lawan tank di Libia. Achirnja
Djerman merubah tjaranja, men-
djadi kerdja sama jang erat an-
tara tank dan kesendjataan? jang
lainnja.
Berdasarkan penindjauan atas
keunggulan Djerman di Polandia
dan Perantjis kegagalanpja di
Libija, maka negara? lain mulai
berusaha kearah penggunaan ke-
satuan tank jang sebaik?nja. Ha-
silnja adalah merupakan djalan
tengah. Disamping membentuk
kesatuan? tank sebagai sendjata
bantuan terhadap Infanteri dju-
ga, dibentuk kesatuan? tank jang
mampu untuk bertugas sendiri.
Kesatuan? tank jang bertugas
sebagai sendjata bantuan Kompi:
tank dalam rangka organisasi
Resimen Infanteri, serta Batal-
jon? tank dalam rangka organi-
sasi Divisi Infanteri. Sedangkan
kesatuan? tank jang berdiri sen-
diri adalah merupakan suatu or-
ganisasi terdiri jalah Divisi
24
Dalam gambar ini me-
nundjukan kerdja-sa-
ma jang erat sekali
antara satuan? Tank
dan Ambvibi dalam me-
ngambil taktik penje-
rangan.
berlapis badja (Armored Divi-
sion). Sampai dewasa ini pemba-
gian sematjam itu masih berlaku
dibanjak negara?. Demikianlah
setjara ringkas telah digambar-
kan sedjarah dan peranan Kava-
leri sedjak djaman sebelum Ma-
sehi hingga sekarang.
Melihat hasil? jang ditjapai se-
lama kedua perang dunia dan se-
sudahnja, maka para achli mili-
ter mengakui bahwa pasukan
berlapis badja adalah pemegang
peranan utama didalam perang
mobil serta merupakan sendjata
pemungkas. Pengalaman? di Pe-
rang Dunia ke II memberikan pe-
ladjaran bahwa sedikit sekali ke-
menangan? jang dapat ditjapai
oleh Sekutu di Eropa tanpa ada-
nja tank. Pengalaman? dalam pe-
rang Korea memberikan pela-
djaran bahwa sampai pada me-
dan? jang sukar, tank tetap da-
pat memberikan prestasi jang
mengagumkan. Satu pengalaman
lagi dalam perang Korea jalah,
apabila hanja salah satu sadja
dari dua pihak jang berperang
dipergunakan tank, maka pihak
jang tidak memakai tank akan
kalah. Ini terbukti dari kemun-
duran? jang terus menerus diala-
mi oleh tentara Amerika. Kemu-
dian didalam perang Suez dalam
tahun 1956 terlihat digunakan
kembali pasukan? tank ringan
oleh Israel diwaktu merebut da-
erah Gaza menudju keterusan
Suez. Dalam waktu 100 djam da-
erah jang luas djatuh ditangan
pasukan? mobil ini.
Didalam keadan sekarang
ini orang merentjanakan untuk
membuat kesatuan? tank sering-
an mungkin, dengan tetap meme-
lihara daja tembak jang besar
dan mempunjai daja tangkis se-
baik mungkin. Ini disebabkan ka-
rena pendapat? baru, jaitu sen-
djata? tjermonuctear, jang akan
memaksakan kesatuan? untuk di-
pentjarkan djauh antara satu de-
ngan jang lain, serta mengharus-
kan kesatuan? bertempur setjara
mobil sekali, jaitu sangat tjepat
dan sangat mudah digerakkan
kesegala tempat. Disamping da-
lam perkiraan akan diperguna-
kannja sendjata? nuclear tadi,
orang memikirkan menggunakan
pasukan? kuda kembali. Menga-
pa hal ini hendak dilakukannja.
Djika didalam perang besar
jang akan datang dilantjarkan
serangan? udara, maka jang
per-tama? mendjadi sasaran dan
dihantjurkan adalah persediaan,
tambang? minjak dan dengan
demikian akan terhenti kendara-
an serta alat? jang menggunakan
an pesawat? dan kapal? minjak
sebagai bahan bakar, lumas dan
lainf'nja. Njata bahwa dalam ke-
adan demikian, daja gerak suatu
Angkatan Perang akan hilang,
oleh karena itu diperkirakan
akan digunakan alat? lain untuk
memberikan lagi ketjepatan pada
kesatuan”, antaranja dengan me-
makai kembali kuda.
Djelas bagi Kavaleri, alat? da-
pat saling berganti akan tetapi
tugasnja tetap jaitu dengan daja
gerak, daja tembak dan daja
tangkis, menghantjurkan lawan
Wen dengan kesendjataan?
ain,<noinclude></noinclude>
dmft4xcuh305qg8redrerokctfw7z01
283622
283502
2026-05-07T07:05:29Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283622
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 978 crop) (cropped).jpg|jmpl|300px|kiri|''Dalam gambar ini menundjukan kerdja-sama jang erat sekali antara satuan<small><sup>2</sup></small> Tank dan Ambvibi dalam mengambil taktik penjerangan.'' ]]sama Djerman mengalami kegagalan dalam pertempuran tank lawan tank di Libia. Achirnja Djerman merubah tjaranja, mendjadi kerdja sama jang erat antara tank dan kesendjataan<small><sup>2</sup></small> jang lainnja.
Berdasarkan penindjauan atas keunggulan Djerman di Polandia dan Perantjis kegagalanpja di Libija, maka negara<small><sup>2</sup></small> lain mulai berusaha kearah penggunaan kesatuan tank jang sebaik<small><sup>2</sup></small>nja. Hasilnja adalah merupakan djalan tengah. Disamping membentuk kesatuan<small><sup>2</sup></small> tank sebagai sendjata bantuan terhadap Infanteri djuga, dibentuk kesatuan<small><sup>2</sup></small> tank jang mampu untuk bertugas sendiri.
Kesatuan tank jang bertugas sebagai sendjata bantuan Kompi: tank dalam rangka organisasi Resimen Infanteri, serta Bataljon<small><sup>2</sup></small> tank dalam rangka organisasi Divisi Infanteri. Sedangkan kesatuan tank jang berdiri sendiri adalah merupakan suatu organisasi terdiri jalah Divisi berlapis badja (Armored Division). Sampai dewasa ini pembagian sematjam itu masih berlaku dibanjak negara?. Demikianlah setjara ringkas telah digambarkan sedjarah dan peranan Kavaleri sedjak djaman sebelum Masehi hingga sekarang.
Melihat hasil<small><sup>2</sup></small> jang ditjapai selama kedua perang dunia dan sesudahnja, maka para achli militer mengakui bahwa pasukan berlapis badja adalah pemegang peranan utama didalam perang mobil serta merupakan sendjata pemungkas. Pengalaman<small><sup>2</sup></small> di Perang Dunia ke II memberikan peladjaran bahwa sedikit sekali kemenangan<small><sup>2</sup></small> jang dapat ditjapai oleh Sekutu di Eropa tanpa adanja tank. Pengalaman<small><sup>2</sup></small> dalam perang Korea memberikan peladjaran bahwa sampai pada medan<small><sup>2</sup></small> jang sukar, tank tetap dapat memberikan prestasi jang mengagumkan. Satu pengalaman lagi dalam perang Korea jalah, apabila hanja salah satu sadja dari dua pihak jang berperang dipergunakan tank, maka pihak jang tidak memakai tank akan kalah. Ini terbukti dari kemunduran<small><sup>2</sup></small> jang terus menerus dialami oleh tentara Amerika. Kemudian didalam perang Suez dalam tahun 1956 terlihat digunakan kembali pasukan<small><sup>2</sup></small> tank ringan oleh Israel diwaktu merebut daerah Gaza menudju keterusan Suez. Dalam waktu 100 djam daerah jang luas djatuh ditangan pasukan<small><sup>2</sup></small> mobil ini.
Didalam keadan sekarang ini orang merentjanakan untuk membuat kesatuan<small><sup>2</sup></small> tank seringan mungkin, dengan tetap memelihara daja tembak jang besar dan mempunjai daja tangkis sebaik mungkin. Ini disebabkan karena pendapat<small><sup>2</sup></small> baru, jaitu sendjata?<small><sup>2</sup></small> tjermonuctear, jang akan memaksakan kesatuan<small><sup>2</sup></small> untuk dipentjarkan djauh antara satu dengan jang lain, serta mengharuskan kesatuan<small><sup>2</sup></small> bertempur setjara mobil sekali, jaitu sangat tjepat dan sangat mudah digerakkan kesegala tempat. Disamping dalam perkiraan akan dipergunakannja sendjata<small><sup>2</sup></small> nuclear tadi, orang memikirkan menggunakan pasukan<small><sup>2</sup></small> kuda kembali. Mengapa hal ini hendak dilakukannja.
Djika didalam perang besar jang akan datang dilantjarkan serangan<small><sup>2</sup></small> udara, maka jang pertama<small><sup>2</sup></small> mendjadi sasaran dan dihantjurkan adalah persediaan tambang<small><sup>2</sup></small> minjak dan dengan demikian akan terhenti kendaraan serta alat<small><sup>2</sup></small> jang menggunakan an pesawat<small><sup>2</sup></small> dan kapal<small><sup>2</sup></small> minjak sebagai bahan bakar, lumas dan lain<small><sup>2</sup></small>nja. Njata bahwa dalam keadan demikian, daja gerak suatu Angkatan Perang akan hilang, oleh karena itu diperkirakan akan digunakan alat<small><sup>2</sup></small> lain untuk memberikan lagi ketjepatan pada kesatuan<small><sup>2</sup></small>, antaranja dengan memakai kembali kuda.
Djelas bagi Kavaleri, alat<small><sup>2</sup></small> dapat saling berganti akan tetapi tugasnja tetap jaitu dengan daja gerak, daja tembak dan daja tangkis, menghantjurkan lawan Wen dengan kesendjataan<small><sup>2</sup></small> lain.
{{rule|5em}}<noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
853wr75mdow06a5x28iei97804eb974
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/416
104
101164
283505
2026-05-07T05:07:40Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283505
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><div style="text-align:justify;">
XIV. Urusan Lalu Lintas dan Angkutan Bermotor.
<br>XV. Urusan Perusahaan.
<ol start="2" style="margin-left: 0; padding-left: 2em; margin-top: 1em;">
<li>Urusan-urusan tersebut dalam ajat (1) diatas didjelaskan dalam daftar terlampir ini (lampiran A) dan peraturan-peraturan pelaksanaan pada waktu penjerahan.</li>
<li style="margin-top: 0.5em;">Tiap-tiap waktu, dengan mengingat keadaan urusan jang masuk rumah tangga Propinsi dan kewadjiban Pemerintah jang diserahkan kepada Propinsi Sumatera Tengah, dengan Undang-undang dapat ditambah.</li>
</ol>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; margin-top: 1.5em;">
Pasal 5.
</div>
<ol style="margin-left: 0; padding-left: 2em; margin-top: 1em;">
<li>Segala milik berupa tetap maupun berupa tidak tetap dan perusahaan-perusahaan dari Pemerintahan Daerah Keresidenan jang dihapuskan tersebut diatas mendjadi milik Propinsi Sumatera Tengah, jang selandjutnja dapat menjerahkan sesuatunja kepada daerah-daerah dibawahnja.</li>
<li style="margin-top: 0.5em;">Segala hutang piutang Pemerintahan Keresidenan tersebut mendjadi tanggungan Pemerintah Pusat.</li>
</ol>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; margin-top: 1.5em;">
Pasal 6.
</div>
<div style="margin-top: 1em;">
Peraturan-peraturan Daerah Keresidenan, sebelum diganti dengan peraturan Daerah Propinsi, berlaku terus sebagai peraturan Daerah Propinsi; peraturan-peraturan itu tidak berlaku lagi sesudah 5 tahun dari berdirinja Propinsi Sumatera Tengah.
</div>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; margin-top: 2.5em;">
<span style="letter-spacing: 0.3em; text-transform: uppercase;">{{sp|BAB}} III.</span>
<br><span style="letter-spacing: 0.15em;">{{sp|Ketentuan penutup}}.</span>
<br>Pasal 7.
</div>
<div style="margin-top: 1em;">
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 15 Agustus 1950.
<br>Agar Peraturan Pemerintah Undang-undang ini diketahui oleh umum, maka diperintahkan supaja diundangkan dalam Berita Negara.
</div>
<div style="float:right; text-align:center; width:55%; margin-top: 2em;">
Ditetapkan di Djogjakarta<br>
pada tanggal 14 Agustus 1950.<br>
Presiden Republik Indonesia,<br>
(Pemangku Djabatan Sementara)<br>
<br><br>
'''ASSAAT.'''
</div>
<div style="clear:both;"></div>
<table style="width:100%; background:transparent; border:none; border-collapse:collapse;">
<tr>
<td style="width:50%; vertical-align:top; text-align:left; padding-top: 1em;">
Menteri Dalam Negeri,<br>
'''SOESANTO TIRTOPRODJO.'''
</td>
<td style="width:50%;"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td style="width:50%; vertical-align:top; text-align:right; padding-top: 1em;">
Diundangkan pada tanggal 14 Agustus 1950.<br>
Menteri Kehakiman,<br>
'''A. G. PRINGGODIGDO.'''
</td>
</tr>
</table>
</div><noinclude>{{rh|410|}}</noinclude>
mw86r6ux4mbvehuit1c5poxcawcpz94
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/277
104
101165
283507
2026-05-07T05:10:27Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'INDUSTRI KETJIL DI DJAWA-TIMUR: Karesidenan MADIU N Perusahaan Alamat Pengetjoran lo gam ,,P.P.A.P.” K e te r a n g a n Djl. Manggis 78 | Matjam perusahaan: (Sudimoro) Perseorangan. Magetan. | Produksi sebulan: Kedjen matjam ukuran 6.000 - 7.000 bidji, kerekan 1.200 bidji. Perusahaan Sen dok ,,Soejoed". Djl. Trunodjojo Ds. Tambakba jan. Matjam Perusahaan: Gabungan Produksi: Keadaan ramai 150 kodi sendok garpu dan lain2, kead...
283507
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>INDUSTRI KETJIL DI DJAWA-TIMUR:
Karesidenan
MADIU N
Perusahaan
Alamat
Pengetjoran lo
gam ,,P.P.A.P.”
K e te r a n g a n
Djl. Manggis 78 | Matjam perusahaan:
(Sudimoro)
Perseorangan.
Magetan.
| Produksi sebulan: Kedjen
matjam
ukuran 6.000 -
7.000 bidji, kerekan 1.200
bidji.
Perusahaan
Sen
dok ,,Soejoed".
Djl.
Trunodjojo
Ds.
Tambakba
jan.
Matjam Perusahaan:
Gabungan Produksi:
Keadaan
ramai
150
kodi
sendok garpu dan lain2,
keadaan sepi 75 kodi.
Pembikinan
ba
rang dari kulit
,,Organisasi Se
Selosari,
Magetan.
belah Utara Ka
li”.
Matjam perusahaan: Ga
bungan, terdiri dari 4
koperasi dengan 178 pe
kerdja. Produksi sebulan
(Djuni 1952):
304 kodi sandal,
500 pasang sepatu,
300 buah tas,
41 buah koper,
300 kodi sabuk,
30 kodi klompen.
ba
Kauman,
rang dari kulit
,,Organisasi Se
Magetan
Pembikinan
belah Selatan
Matjam perusahaan: Ga
bungan, terdiri dari 5 ko
perasi dengan 184 orang
pekerdja. Produksi sebu
Kali”.
lan:
410 kodi sandal,
86 kodi sabuk,
Perusahaan
mi
Ngadiredjo,
Lorok,
njak kelapa.
Patjitan.
Perusahaan Kaju
Banjakwide.
Djl. Modjopahit,
Ponorogo.
Matjam perusahaan: Ga
bungan. Produksi sebulan:
250 blik a 18 liter minjak
kelapa.
Matjam perusahaan: Per
seorangan. Produksi sebu
lan: 70 buah bangku se
kolah, almari, dan lain2.
Perusahaan
njak katjang.
mi
Walikukun,
Didaerah
Ngawi.
njak terdapat hasil ka
tjang tanah jang pada
tahun 1952 didjual kelain
daerah. Dulu banjak peru
Walikukun
245
ba<noinclude>{{rvh|245}}</noinclude>
cy9mi9t5ih5vk32a4l5tlbyhiswdvq8
283509
283507
2026-05-07T05:12:48Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283509
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><div style="text-align:center; font-weight:bold; margin-bottom:0.5em;">
<span style="letter-spacing: 0.1em;">INDUSTRI KETJIL DI DJAWA-TIMUR:</span>
</div>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; font-weight:bold; padding:5px;" | MADIUN
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pengetjoran logam "P.P.A.P."
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Manggis 78<br>(Sudimoro)<br>Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: Kedjen matjam² ukuran 6.000 — 7.000 bidji, kerekan 1.200 bidji.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Sendok "Soejoed".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Trunodjojo Ds. Tambakbajan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam Perusahaan: Gabungan Produksi: Keadaan ramai 150 kodi sendok garpu dan lain², keadaan sepi 75 kodi.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembikinan barang² dari kulit "Organisasi Sebelah Utara Kali".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Selosari,<br>Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan, terdiri dari 4 koperasi dengan 175 pekerdja. Produksi sebulan (Djuni 1952):<br>304 kodi sandal,<br>500 pasang sepatu,<br>300 buah tas,<br>41 buah koper,<br>300 kodi sabuk,<br>30 kodi klompen.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembikinan barang² dari kulit "Organisasi Sebelah Selatan Kali".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kauman,<br>Magetan
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan, terdiri dari 5 koperasi dengan 184 orang pekerdja. Produksi sebulan:<br>410 kodi sandal,<br>86 kodi sabuk.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak kelapa.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngadiredjo,<br>Lorok,<br>Patjitan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 250 blik & 18 liter minjak kelapa.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Kaju Banjakwide.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Modjopahit,<br>Ponorogo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 70 buah bangku sekolah, almari, dan lain².
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak katjang.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Walikukun,<br>Ngawi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Didaerah Walikukun banjak terdapat hasil katjang tanah jang pada tahun 1952 didjual kelain daerah. Dulu banjak peru-
|}<noinclude>{{rvh|245}}</noinclude>
p103y3tvxvm8r7ahkwl6zlcl8zqniki
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/278
104
101166
283511
2026-05-07T05:13:18Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Perusahaan Alamat Keterangan sahaan membuat minjak katjang , tetapi selandjut nja banjak jang berhenti karena tidak memberi keuntungan . Perusahaan Gulun , Maospati, Matjam genteng . Magetan . bungan . Produksi: 200 .000 Perusahaan gen teng /batu -me Desa Bangunsari, Distrik Tjaruban , genteng per bulan. Matjam perusahaan : Ga bungan . Produksi: 93.750 rah . Madiun . bidji genteng /batu -merah perusahaan : Ga per bu...
283511
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Perusahaan
Alamat
Keterangan
sahaan membuat minjak
katjang , tetapi selandjut
nja banjak jang berhenti
karena tidak memberi
keuntungan .
Perusahaan
Gulun , Maospati,
Matjam
genteng .
Magetan .
bungan . Produksi: 200 .000
Perusahaan gen
teng /batu -me
Desa Bangunsari,
Distrik Tjaruban ,
genteng per bulan.
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi: 93.750
rah .
Madiun .
bidji genteng /batu -merah
perusahaan : Ga
per bulan .
Perusahaan
pur
ka - | Desa
Gemahar
tulis /batu - | djo, Patjitan .
tulis.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi: 200
peti à 100 doos à 100 ba
tang kapur tulis per bu
lan .
Pande
alat-alat | Djl . Raja Kepo
pertanian .
loredjo , Magetan .
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi: 9 peru
sahaan menghasilkan per
bulan 60 bidji arit besar,
60 bidji patjul besar dan
membuat antara lain ba
rang -barang
pesanan
se
perti pisau dan sebagainja .
Perusahaan
Desa
genteng
asem , Patjitan .
Putjung
Matjam
perusahaan : Ga
bungan. Produksi sebulan :
19 .000 bidji genteng .
Perusahaan
kapur tulis
Gang Kamplong
an, Ponorogo.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi sebu
lan : 200 peti à 100 doos à
„ Suwandi".
100 batang kapur tulis.
Perusahaan kaju
Djalan Raja 58 | Matjam
dan meubel.
Kepoloredjo ,
Magetan .
perusahaan : Ga
bungan saudara . Produksi
sebulan : 15 m3 kaju jang
telah digergadji, 5 almari,
10 medja, 50 kursi dan
lain2 menurut pesanan .
Pembikinan
Ngawi.
tegel.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi seha
ri: 250 bidji tegel.
246
Penggergadjian
Kedunggalar,
kaju .
Ngawi.
Matjam perusahaan :
Perseorangan .<noinclude>{{rvh|246}}</noinclude>
jnvry0nvnzla5edjvm51qzu5y35n19s
283514
283511
2026-05-07T05:16:05Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283514
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | sahaan membuat minjak katjang, tetapi selandjutnja banjak jang berhenti karena tidak memberi keuntungan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gulun, Maospati, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 200.000 genteng per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batu-merah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Bangunsari, Distrik Tjaruban, Madiun.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 93.750 bidji genteng/batu-merah per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kapur tulis/batu-tulis.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Gemahardjo, Patjitan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi: 200 peti à 100 doos à 100 batang kapur tulis per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pande alat-alat pertanian.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Raja Kepoloredjo, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 9 perusahaan menghasilkan per bulan 60 bidji arit besar, 60 bidji patjul besar dan membuat antara lain barang-barang pesanan seperti pisau dan sebagainja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Putjung-asem, Patjitan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 19.000 bidji genteng.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kapur tulis "Suwandi".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gang Kamplongan, Ponorogo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 200 peti à 100 doos à 100 batang kapur tulis.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kaju dan meubel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djalan Raja 58 Kepoloredjo, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan saudara. Produksi sebulan: 15 m³ kaju jang telah digergadji, 5 almari, 10 medja, 50 kursi dan lain² menurut pesanan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembikinan tegel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngawi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sehari: 250 bidji tegel.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Penggergadjian kaju.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kedunggalar, Ngawi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan.
|}<noinclude>{{rvh|246}}</noinclude>
qfwnn9k9v7uawjrgibpakj0apqlrgno
283524
283514
2026-05-07T05:21:27Z
Adhiiik
27020
283524
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | sahaan membuat minjak katjang, tetapi selandjutnja banjak jang berhenti karena tidak memberi keuntungan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gulun, Maospati, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 200.000 genteng per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batu-merah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Bangunsari, Distrik Tjaruban, Madiun.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 93.750 bidji genteng/batu-merah per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kapur tulis/batu-tulis.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Gemahardjo, Patjitan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi: 200 peti à 100 doos à 100 batang kapur tulis per bulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pande alat-alat pertanian.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Raja Kepoloredjo, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 9 perusahaan menghasilkan per bulan 60 bidji arit besar, 60 bidji patjul besar dan membuat antara lain barang-barang pesanan seperti pisau dan sebagainja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Putjung-asem, Patjitan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 19.000 bidji genteng.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kapur tulis "Suwandi".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gang Kamplongan, Ponorogo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 200 peti à 100 doos à 100 batang kapur tulis.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kaju dan meubel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djalan Raja 58 Kepoloredjo, Magetan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan saudara. Produksi sebulan: 15 m³ kaju jang telah digergadji, 5 almari, 10 medja, 50 kursi dan lain² menurut pesanan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembikinan tegel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngawi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sehari: 250 bidji tegel.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Penggergadjian kaju.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kedunggalar, Ngawi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan.
|}<noinclude>{{rvh|246}}</noinclude>
s0vtkvbf7nn9d0gf2lo16utg2w3kc6f
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/279
104
101167
283515
2026-05-07T05:16:19Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan BESUKI Perusahaan Alamat Keterangan lapa „ Soegito” . Djember . Matjam perusahaan : Ga bungan . Produksi: 350 kg sehari minjak kelapa . Pembuatan babut Kasijan, Matjam dari sabut kela Djember. bungan . Produksi sebulan : Perusahaan gen teng/batumerah . Desa Matjam perusahaan : Ga bungan . Produksi: 90 .000 genteng sebulan . Perusahaan Kuningan ; Ketua : Desa Tjandogo, Matjam Bondowoso . bungan. Produksi sebulan :...
283515
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
BESUKI
Perusahaan
Alamat
Keterangan
lapa „ Soegito” .
Djember .
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi: 350 kg
sehari minjak kelapa .
Pembuatan babut
Kasijan,
Matjam
dari sabut kela
Djember.
bungan . Produksi sebulan :
Perusahaan gen
teng/batumerah .
Desa
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi: 90 .000
genteng sebulan .
Perusahaan Kuningan ; Ketua :
Desa Tjandogo,
Matjam
Bondowoso .
bungan. Produksi sebulan :
Koperasi Perusa - | Tirtosari,
haan Minjak Ke- | Ambulu ,
perusahaan : Ga
pa : S . Soemopra
wiro .
Kalibagor,
Panarukan .
perusahaan : Ga
9 .600 bidji seterika , tjita
kan kuwe-kuwe dan lain
Moch . Mochtar.
lain .
Perusahaan
anjam -anjaman .
Majang ,
Djember
Matjam perusahaan Ga
bungan . Produksi sebulan :
40 stel kursi dan barang
barang lainnja .
Perusahaan
Gentengkulon ,
pajung.
Banjuwangi.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi sebu
lan : 1450 bidji pajung.
Perusahaan
Kab. Panarukan .
Matjam
perusahaan : Ga
bungan . Semua perusa
haan sepatu dikumpulkan ,
sepatu .
didjadikan satu tempat
dan bekerdja bersama-sa
ma .
Penggergadjian
kaju annex pem
Kab. Bondowoso . |
bikinan meubel.
MADURA
Perusahaan gen
teng/batunierah .
Mendala ,
Ketjamatan
Matjam
Gapura ,
500.000 genteng.
perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
Kab . Sumenep .
Perusahaan gen - | Karangpenang,
teng /batumerah . I Sampang
Matjam perusahaan : Per
seorangan.
Produksi
bulan :
500 .000 genteng biasa ,
7 .000 genteng press,
1.000 bidji wuwung .
247
se<noinclude>{{rvh|247}}</noinclude>
d1yymtbdaohwjcs8a4uc0ea6slx44rp
283518
283515
2026-05-07T05:17:41Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283518
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''BESUKI'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Koperasi Perusahaan Minjak Kelapa "Soegito".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tirtosari, Ambulu, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 350 kg sehari minjak kelapa.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembuatan babut dari sabut kelapa: S. Soemoprawiro.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kasijan, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: ...........................
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Kalibagor, Panarukan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 90.000 genteng sebulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Kuningan; Ketua: Moch. Mochtar.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Tjandogo, Bondowoso.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 9.600 bidji seterika, tjitakan kuwe-kuwe dan lain-lain.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan anjam-anjaman.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Majang, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 40 stel kursi dan barang-barang lainnja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan pajung.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gentengkulon, Banjuwangi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 1450 bidji pajung.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan sepatu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kab. Panarukan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Semua perusahaan sepatu dikumpulkan, didjadikan satu tempat dan bekerdja bersama-sama.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Penggergadjian kaju annex pembikinan meubel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kab. Bondowoso.
| style="vertical-align:top; padding:5px;" |
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''MADURA'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Mendala, Ketjamatan Gapura, Kab. Sumenep.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 500.000 genteng.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Karangpenang, Sampang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan:<br>500.000 genteng biasa,<br>7.000 genteng press,<br>1.000 bidji wuwung.
|}<noinclude>{{rvh|247}}</noinclude>
drloxby50y069nm661fc9vwrszltgzy
283523
283518
2026-05-07T05:21:14Z
Adhiiik
27020
283523
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''BESUKI'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Koperasi Perusahaan Minjak Kelapa "Soegito".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tirtosari, Ambulu, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 350 kg sehari minjak kelapa.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembuatan babut dari sabut kelapa: S. Soemoprawiro.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kasijan, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: ...........................
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Kalibagor, Panarukan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: 90.000 genteng sebulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Kuningan; Ketua: Moch. Mochtar.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Tjandogo, Bondowoso.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 9.600 bidji seterika, tjitakan kuwe-kuwe dan lain-lain.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan anjam-anjaman.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Majang, Djember.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 40 stel kursi dan barang-barang lainnja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan pajung.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gentengkulon, Banjuwangi.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 1450 bidji pajung.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan sepatu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kab. Panarukan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Semua perusahaan sepatu dikumpulkan, didjadikan satu tempat dan bekerdja bersama-sama.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Penggergadjian kaju annex pembikinan meubel.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kab. Bondowoso.
| style="vertical-align:top; padding:5px;" |
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''MADURA'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Mendala, Ketjamatan Gapura, Kab. Sumenep.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 500.000 genteng.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Karangpenang, Sampang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan:<br>500.000 genteng biasa,<br>7.000 genteng press,<br>1.000 bidji wuwung.
|}<noinclude>{{rvh|247}}</noinclude>
8n083nyrofac0br035zvdo0vc0k2yrf
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/280
104
101168
283519
2026-05-07T05:17:58Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Perusahaan Alamat Keterangan Pembuatan dan Kabupaten Didaerah Sumenep terda pemasakan gula Sumenep . pat 5 tempat pemasakan siwalan . gula siwalan , jakni di Aengmera, Leging, Tjan di, Dungkek , Pragaan . Produksi sebulan : 450 ton. MALANG Grati, Pande besi dan alat-alat perta - || Pasuruan . nian . Matjam perusahaan : Ga bungan . Produksi sebulan : 1.000 gantjo , 1.000 patjul, 1 .000 garpu , 1.000 sekrop, 500 ari...
283519
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Perusahaan
Alamat
Keterangan
Pembuatan
dan
Kabupaten
Didaerah Sumenep terda
pemasakan
gula
Sumenep .
pat 5 tempat pemasakan
siwalan .
gula
siwalan ,
jakni di
Aengmera, Leging, Tjan
di, Dungkek , Pragaan .
Produksi sebulan : 450 ton.
MALANG
Grati,
Pande besi dan
alat-alat perta - || Pasuruan .
nian .
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
1.000 gantjo ,
1.000 patjul,
1 .000 garpu ,
1.000 sekrop,
500 arit.
Didesa Grati terdapat 7
perusahaan pande besi de
rgan 35 orang pekerdja .
Pande besi dan
alat-alat perta -
Kedok
Turen ,
Malang.
Matjam
perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
1.000 patjul,
nian .
1 .000 arit,
500 luku.
Didesa Kedok terdapat 10
perusahaan , dan 50 peker
dja .
Pembuatan roda,
Nguling,
as dokar dan
Pasuruan .
sepatu .
perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan:
26 pasang roda tjikar
lengkap. Didesa Nguling
terdapat 13 perusahaan
dengan 65 pekerdja .
tjikar.
Perusahaan
Matjam
Kajutangan
Matjam
Gang 2a /750
Perseorangan .
perusahaan :
Malang .
Memasak kulit .
Pesanggahan
Batu, Malang .
Matjam perusahaan : Ber
saham . Terdiri dari orang
orang bekas anggauta da
ri Badan Industri Negara .
Produksi sebulan :
Zool sapi/kerbau : 72 kg ,
Kulit zool kepala : 431, kg
Kulit lapisan : 6497 ft.
248<noinclude>{{rvh|248}}</noinclude>
2whmo4dl5rk0bwbb8yzz1h8454yesns
283522
283519
2026-05-07T05:20:48Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283522
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembuatan dan pemasaran gula siwalan.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kabupaten Sumenep.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Didaerah Sumenep terdapat 5 tempat pemasaran gula siwalan, jakni di Aengmera, Leging, Tjandi, Dungkek, Pragaan. Produksi sebulan: 450 ton.
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''MALANG'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pande besi dan alat-alat pertanian.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Grati, Pasuruan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:<br>1.000 gantjo,<br>1.000 patjul,<br>1.000 garpu,<br>1.000 sekrop,<br>500 arit.<br>Didesa Grati terdapat 7 perusahaan pande besi dengan 35 orang pekerdja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pande besi dan alat-alat pertanian.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kedok Turen, Malang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:<br>1.000 patjul,<br>1.000 arit,<br>500 luku.<br>Didesa Kedok terdapat 10 perusahaan, dan 50 pekerdja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pembuatan roda, as dokar dan tjikar.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Nguling, Pasuruan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 26 pasang roda tjikar lengkap. Didesa Nguling terdapat 13 perusahaan dengan 65 pekerdja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan sepatu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kajutangan Gang 2a/750 Malang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Memasak kulit.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pesanggrahan Batu, Malang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Bersaham. Terdiri dari orang-orang bekas anggauta dari Badan Industri Negara. Produksi sebulan:<br>Zool sapi/kerbau: 72 kg,<br>Kulit zool kepala: 43 1/2 kg,<br>Kulit lapisan: 6497 ft.
|}<noinclude>{{rvh|248}}</noinclude>
o0dqrjqr5vbdepa9gw5bqv11rwebdkd
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/281
104
101169
283525
2026-05-07T05:21:45Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Perusahaan Alamat Perusahaan gen - | Pakisadji, teng /batumerah . Kepandjen . Keterangan Matjam perusahaan : Gabungan keluarga . Produksi sebulan : 180 .000 batumerah , 50.000 gen teng . BODJONEGORO | Perusahaan gen - | Ledok , teng/batumerah. Bodjonegoro. Matjam Perusahaan : Ga bungan . Produksi sebulan : 200.000 genteng , 100.000 batumerah Perusahaan Djl. Sumursrum Matjam minjak katjang Ima „ Habu " . bung 12,...
283525
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Perusahaan
Alamat
Perusahaan gen - | Pakisadji,
teng /batumerah .
Kepandjen .
Keterangan
Matjam
perusahaan :
Gabungan keluarga .
Produksi sebulan : 180 .000
batumerah , 50.000
gen
teng .
BODJONEGORO | Perusahaan gen - | Ledok ,
teng/batumerah.
Bodjonegoro.
Matjam
Perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
200.000 genteng ,
100.000 batumerah
Perusahaan
Djl. Sumursrum
Matjam
minjak katjang
Ima „ Habu " .
bung 12, Tuban .
bungan . Produksi sebulan :
Anjam -anjaman
Ketjamatan
„ Said " .
perusahaan : Ga
20 ton minjak katjang.
Kapas,
Bodjonegoro .
Matjam perusahaan : Ga
bungan. Produksi sebulan :
200 besek ,
1000 tumbu ,
1850 bodjog ,
· 175 gedeg ,
1500 sesek ,
200 boran ,
100 kerandjang
temba
kай,
100 tompo ,
100
kukusan ,
100 njaton .
Perusahaan
Meradjang
Sumberedjo ,
Bodjonegoro.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi sebu
lan : 3142
tembakau .
ton
daun
tem
bakau .
Perusahaan
Tahu .
Ketjamatan
Bodjonegoro.
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi sebu
lan : 66 .000 bidji. Pembi
kinan dikerdjakan dengan
tangan .
Perusahaan gen - / Tuban .
teng/batumerah .
Matjam
Perusahaan gen
Kedungpring,
teng /batumerah .
Lamongan .
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
100 .000 genteng,
100. 000 batumerah .
29.000 genteng ,
10 .000 batumerah .
249<noinclude>{{rvh|249}}</noinclude>
aza2pqhj328ni2bwyhhhw65uwz4k1lw
283526
283525
2026-05-07T05:22:33Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283526
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pakisadji, Kepandjen.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan keluarga. Produksi sebulan: 180.000 batumerah, 50.000 genteng.
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''BODJONEGORO'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ledok, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam Perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 200.000 genteng, 100.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak katjang Ima „Habu”.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Sumursrumbung 12, Tuban.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 20 ton minjak katjang.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Anjam-anjaman „Said”.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Kapas, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:<br>200 besek,<br>1000 tumbu,<br>1850 bodjog,<br>175 gedeg,<br>1500 sesek,<br>200 boran,<br>100 kerandjang tembakau,<br>100 tompo,<br>100 kukusan,<br>100 njaton.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Meradjang tembakau.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Sumberedjo, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 31 1/2 ton daun tembakau.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Tahu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 66.000 bidji. Pembikinan dikerdjakan dengan tangan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tuban.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 100.000 genteng, 100.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kedungpring, Lamongan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 29.000 genteng, 10.000 batumerah.
|}<noinclude>{{rvh|249}}</noinclude>
g95tzrim94tmjf5f5fcuub55ixrynbi
283527
283526
2026-05-07T05:23:23Z
Adhiiik
27020
283527
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pakisadji, Kepandjen.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan keluarga. Produksi sebulan: 180.000 batumerah, 50.000 genteng.
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''BODJONEGORO'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ledok, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam Perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 200.000 genteng, 100.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak katjang Ima "Habu".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Sumursrumbung 12, Tuban.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 20 ton minjak katjang.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Anjam-anjaman "Said".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Kapas, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:<br>200 besek,<br>1000 tumbu,<br>1850 bodjog,<br>175 gedeg,<br>1500 sesek,<br>200 boran,<br>100 kerandjang tembakau,<br>100 tompo,<br>100 kukusan,<br>100 njaton.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Meradjang tembakau.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Sumberedjo, Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 31 1/2 ton daun tembakau.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Tahu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Bodjonegoro.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 66.000 bidji. Pembikinan dikerdjakan dengan tangan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tuban.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 100.000 genteng, 100.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kedungpring, Lamongan.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 29.000 genteng, 10.000 batumerah.
|}<noinclude>{{rvh|249}}</noinclude>
kwa6y5wavbccpmm9vxuv0o18njshro0
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/282
104
101170
283528
2026-05-07T05:23:39Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Alamat Perusahaan Matjam perusahaan : Ga bungan . Produksi sebulan : 60 m3 kaju jang sudah digergadji. Penggergadjian kaju dan pembi kinan barang ? dari kaju . KEDIRI Keterangan Perusahaan Ngunut, Produksi sehari: 17 gros Korek Api „ H . Ridwan Tulungagung . dengan tenaga 40 orang . Ja sir " . Perusahaan blik | Ngunut, „ Kusnandar" . Tulungagung Perusahaan batu -tulis. Kademangan , Pada Pekan Blitar . dapat idjazah...
283528
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Alamat
Perusahaan
Matjam perusahaan : Ga
bungan . Produksi sebulan :
60 m3 kaju jang sudah
digergadji.
Penggergadjian
kaju dan pembi
kinan barang ?
dari kaju .
KEDIRI
Keterangan
Perusahaan
Ngunut,
Produksi sehari: 17 gros
Korek Api
„ H . Ridwan
Tulungagung .
dengan tenaga 40 orang .
Ja
sir " .
Perusahaan blik | Ngunut,
„ Kusnandar" .
Tulungagung
Perusahaan
batu -tulis.
Kademangan ,
Pada Pekan
Blitar .
dapat idjazah penghorma
Perusahaan
Kademangan ,
kapur-tulis .
Blitar.
Raja
1951
tan . Kwaliteit tjukup baik
dan telah diperiksa oleh
Ka. P .P ., hanja afwerking
belum sempurna, karena
alat-alatnja serba seder
hana . Kebutuhan sekola
han - sekolahan masih tju
kup kurang . Tenaga 50 %
dari bekas pedjuang.
Perusahaan
tepung tapioca .
Tawangredjo ,
Dahulu Kediri merupakan
suatu
Kediri.
lumbung - tapioca .
Sekarang djauh dari me
muaskan . Onderneming ?
tutup karena kesulitan
tanaman.
Perusahaan
minjak kelapa.
Ngadiluwih .
Kab . Kediri.
Kediri daerah kelapa, ada
7 paberik minjak besar
besar, tidak
ada
usaha
nasional. Konsumsi dipe
nuhi dari pipitan primitif
sekali. Di-inginkan untuk
mentjukupi konsumsi da
lam
daerah karena kela
panja mempunjai oliege
halte jang baik .
Perusahaan
minjak kelapa .
250
Djati,
:
| Kab . Kediri.
idem .<noinclude>{{rvh|250}}</noinclude>
hyrzq15ytfnypgyb7cnwurutio4zxe2
283535
283528
2026-05-07T05:29:13Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283535
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:95%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Penggergadjian kaju dan pembikinan barang² dari kaju.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" |
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 60 m³ kaju jang sudah digergadji.
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''KEDIRI'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Korek Api "H. Ridwan Jasir".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngunut,<br />Tulungagung.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Produksi sehari: 17 gros dengan tenaga 40 orang.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan blik "Kusnandar".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngunut,<br />Tulungagung.
| style="border-right:1px solid black;" |
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan batu-tulis.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kademangan,<br />Blitar.
| rowspan="2" style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Pada Pekan Raja 1951 dapat idjazah penghormatan. Kwaliteit tjukup baik dan telah diperiksa oleh Ka. P.P., hanja afwerking belum sempurna, karena alat-alatnja serba sederhana. Kebutuhan sekolahan-sekolahan masih tjukup kurang. Tenaga 50% dari bekas pedjuang.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kapur-tulis.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kademangan,<br />Blitar.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan tepung tapioca.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tawangredjo,<br />Kediri.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Dahulu Kediri merupakan suatu lumbung - tapioca. Sekarang djauh dari memuaskan. Onderneming² tutup karena kesulitan tanaman.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak kelapa.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngadiluwih,<br />Kab. Kediri.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Kediri daerah kelapa, ada 7 paberik minjak besar-besar, tidak ada usaha nasional. Konsumsi dipenuhi dari pipitan primitif sekali. Di-inginkan untuk mentjukupi konsumsi dalam daerah karena kelapanja mempunjai oliegehalte jang baik.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak kelapa.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djati,<br />Kab. Kediri.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:center;" | idem.
|}<noinclude>{{rvh|250}}</noinclude>
oajl8tn8zp616vv85m0inksqbyl8p86
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/283
104
101171
283536
2026-05-07T05:29:58Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Perusahaan Alamat Perusahaan Lodojo , minjak kelapa. Blitar . Keterangan idem . idem . Perusahaan Ngunut, minjak kelapa . Tulungagung Perusahaan Pesantren , Keadaan tahun 1952: ba genteng dan Kediri. han luas, hasilnja kwali teit tjukup untuk rumah kampung , tetapi untuk batumerah . memenuhi sjarat-sjarat dari Djawatan Gedung Gedung masih djauh . Soalnja : penjampuran ku rang sempurna, tidak ada press, dengan sen...
283536
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Perusahaan
Alamat
Perusahaan
Lodojo ,
minjak kelapa.
Blitar .
Keterangan
idem .
idem .
Perusahaan
Ngunut,
minjak kelapa .
Tulungagung
Perusahaan
Pesantren ,
Keadaan tahun 1952: ba
genteng dan
Kediri.
han luas, hasilnja kwali
teit tjukup untuk rumah
kampung , tetapi untuk
batumerah .
memenuhi
sjarat-sjarat
dari Djawatan Gedung
Gedung masih
djauh .
Soalnja : penjampuran ku
rang sempurna, tidak ada
press, dengan sendirinja
kwaliteit kurang baik dan
banjak jang petjah dalam
pembakaran .
Perusahaan
genteng dan
idem .
Bandar,
Kediri- Kota .
batumerah .
Perusahaan
rokok .
Begadung,
Perusahaan
Ngandjuk .
jang terbesar di Djawa
Timur, tetapi masih de
rokok kretek
ngan tangan .
Kapasiteit sekarang I 25
djuta batang sebulan, be
rupa rokok sigaret dan
klobot.
Perusahaan kaju . | Redjoso ,
Ngandjuk .
Perusahaan kaju .
Tulungredjo,
Dikerdjakan dengan
tangan .
idem .
Pare.
251<noinclude>{{rvh|251}}</noinclude>
705z2qngrcpzveocbgoth8axgfsbql7
283539
283536
2026-05-07T05:37:51Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283539
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak kelapa.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Lodojo,<br>Blitar.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:center;" | idem.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan minjak kelapa.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngunut,<br>Tulungagung.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:center;" | idem.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng dan batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pesantren,<br>Kediri.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Keadaan tahun 1952: bahan luas, hasilnja kwaliteit tjukup untuk rumah kampung, tetapi untuk memenuhi sjarat-sjarat dari Djawatan Gedung-Gedung masih djauh. Soalnja: penjampuran kurang sempurna, tidak ada press, dengan sendirinja kwaliteit kurang baik dan banjak jang petjah dalam pembakaran.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng dan batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Bandar,<br>Kediri-Kota.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:center;" | idem.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan rokok.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Begadung,<br>Ngandjuk.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Perusahaan rokok kretek jang terbesar di Djawa-Timur, tetapi masih dengan tangan.<br>Kapasiteit sekarang ± 25 djuta batang sebulan, berupa rokok sigaret dan klobot.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kaju.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Redjoso,<br>Ngandjuk.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Dikerdjakan dengan tangan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan kaju.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Tulungredjo,<br>Pare.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:center;" | idem.
|}<noinclude>{{rvh|251}}</noinclude>
k2ciuffgl4nqrup9vjbcj61r6y5660i
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/284
104
101172
283540
2026-05-07T05:39:04Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283540
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Permainan kanak-kanak.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Kediri-Kota.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Keadaan tahun 1952: dikerdjakan dengan tangan. Diinginkan machinaal untuk kaju belahan (gradjen) dari kaju djati/wildhout untuk papan peti-peti pak dan bahan bangunan.<br>Usaha ini sudah merupakan suatu gabungan perusahaan kaju. Sekarang menghasilkan mainan kanak-kanak dari kaju: kereta, hobbelpaard, kapstok, wipplank, dan lain². Diinginkan selain membuat permainan kanak-kanak biasa djuga permainan jang bersifat pendidikan seperti bouwdozen, telraam dan sebagainja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan tjor besi.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ngunut,<br>Tulungagung.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Sekarang primitif, tetapi tjukup besar dan menghasilkan as dokar, lumpang, kedjen, dan lain-lain.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan tahu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Pandean,<br>Kediri.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Dengan tenaga tangan.
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | '''SURABAJA'''
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan tenun "Anang Tajib".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Bedilan,<br>Gresik.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah "Murni".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Karangpilang,<br>Sepandjang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam Perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 25.000 genteng.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Keradjinan kuningan.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Gresik.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Didaerah Gresik terdapat 20 perusahaan jang membuat sendok, garpu dan lain-lain.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan blik G.P.S.K.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Desa Kesambi, Ketjamatan Porong, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan, terdiri dari 45 perusahaan sajangan ketjil-ketjil.
|}```<noinclude>{{rvh|252}}</noinclude>
168qrkvthf28sbc9oy499y2w282pmob
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/285
104
101173
283541
2026-05-07T05:43:08Z
Adhiiik
27020
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Karesidenan Perusahaan Alamat Keterangan Perusahaan per Ketjamatan Matjam mainan kanak kanak . Krembung , bungan . Produksi sebulan : Tidak tentu , menurut kea daan pendjualan dan pe Sidoardjo . perusahaan : Ga sanan. Perusahaan pem buatan sepatu / sandal kulit. Ketjamatan Matjam Waru , bungan . Produksi sebulan : 30 kodi sepatu kulit , Sidoardjo. perusahaan : Ga 40 kodi sepatu karet, 100 sandal kulit, 100 sandal karet, P...
283541
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Adhiiik" /></noinclude>Karesidenan
Perusahaan
Alamat
Keterangan
Perusahaan per
Ketjamatan
Matjam
mainan kanak
kanak .
Krembung ,
bungan . Produksi sebulan :
Tidak tentu , menurut kea
daan pendjualan dan pe
Sidoardjo .
perusahaan : Ga
sanan.
Perusahaan pem
buatan
sepatu /
sandal kulit.
Ketjamatan
Matjam
Waru ,
bungan . Produksi sebulan :
30 kodi sepatu kulit ,
Sidoardjo.
perusahaan : Ga
40 kodi sepatu karet,
100 sandal kulit,
100 sandal karet,
Perusahaan
Pandai Besi
perusahaan : Ga
Ketjamatan
Matjam
Waru .
bungan . Produksi sebulan :
100 kedjen ,
15 barang -barang ber
matjam -matjam
(arit, patjul, bendo,
P . P . P .I.
dan sebagainja ) ,
252 kap lampu ,
6000 standaard ,
300 spatborden ,
600 djagang sepeda,
1500 pipa matjan ,
300 winkoang ,
150 tjanting ,
2500 tapal kuda ,
536 gerendel,
1560 asbak,
600 pukul besi,
532 siku auto ,
24.000 paku rel,
1.500 ankerbout,
6 .000 bout
bermatjam
matjam .
Perusahaan tersebutmem
punjai 38 anggauta dan
200 orang pekerdja .
Perusahaan pe- | Djl. Praban ,
Surabaja .
njamak kulit
Matjam perusahaan : Per
seorangan . Produksi se
H . Iksan & Co.
bulan :
1 ton kulit zool,
180 lembar kulit voering .
253<noinclude>{{rvh|253}}</noinclude>
eqm1her1kxn6jyxdppn7zehpvv75htt
283546
283541
2026-05-07T05:47:14Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283546
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan permainan kanak-kanak.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Krembung, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: Tidak tentu, menurut keadaan pendjualan dan pesanan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan pembuatan sepatu/sandal kulit.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Waru, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 30 || kodi sepatu kulit,
|-
| style="vertical-align:top;" | 40 || kodi sepatu karet,
|-
| style="vertical-align:top;" | 100 || sandal kulit,
|-
| style="vertical-align:top;" | 100 || sandal karet,
|}
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Pandai Besi P.P.P.I.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Ketjamatan Waru.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 100 || kedjen,
|-
| style="vertical-align:top;" | 15 || barang-barang bermatjam-matjam (arit, patjul, bendo, dan sebagainja),
|-
| style="vertical-align:top;" | 252 || kap lampu,
|-
| style="vertical-align:top;" | 6000 || standaard,
|-
| style="vertical-align:top;" | 300 || spatborden,
|-
| style="vertical-align:top;" | 600 || djagang sepeda,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1500 || pipa matjan,
|-
| style="vertical-align:top;" | 300 || winkoang,
|-
| style="vertical-align:top;" | 150 || tjanting,
|-
| style="vertical-align:top;" | 2500 || tapal kuda,
|-
| style="vertical-align:top;" | 536 || gerendel,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1560 || asbak,
|-
| style="vertical-align:top;" | 600 || pukul besi,
|-
| style="vertical-align:top;" | 532 || siku auto,
|-
| style="vertical-align:top;" | 24.000 || paku rel,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1.500 || ankerbout,
|-
| style="vertical-align:top;" | 6.000 || bout bermatjam-matjam.
|}
Perusahaan tersebut mempunjai 38 anggauta dan 200 orang pekerdja.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan penjamak kulit H. Iksan & Co.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Praban, Surabaja.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 1 ton || kulit zool,
|-
| style="vertical-align:top;" | 180 || lembar kulit voering.
|}
|}<noinclude>{{rvh|253}}</noinclude>
3alyiidlyclfkkmh35mnmp3ptln1uqa
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/286
104
101174
283550
2026-05-07T05:49:01Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283550
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah "Sidomoeljo".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Sepandjang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan terdiri dari 4 perusahaan. Produksi sebulan: 1.600.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan mainan kanak² "Matrawi".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Tjakaradjan Gang III/10, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Produksi sebulan: Matjam-matjam permainan kanak-kanak.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Menanggal, Modjosari.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Berkoperasi. Ditempat tersebut terdapat ± 24 perusahaan genteng dan batumerah dan tiap-tiap tempat dapat menghasilkan genteng 15.000 bidji sebulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan sepatu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Kediri 34, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan, didirikan sedjak tahun 1920. Pada djaman Belanda mempunjai tukang 50 orang, djaman Djepang 5 orang dan pada tahun 1952 10 orang dengan produksi rata-rata 10 pasang sepatu tiap hari.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan penggergadjian dan pertukangan kaju „Hasjim Mustafa”.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djalan Djasem No. 27, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi: rangka-rangka bangunan rumah (bouwmaterialen) dan peti-peti kaju.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan penggergadjian dan perusahaan meubel "Usaha Bersama".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Stasiun 218, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: papan kaju, bahan-bahan untuk meubel.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan pandai besi "Puberdjati".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djatisumber, Trogowulan, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Koperasi. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 750 || patjul.
|-
| style="vertical-align:top;" | 2250 || arit,
|-
| style="vertical-align:top;" | 450 || kedjen,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1200 || barang² lainnja,
|-
| style="vertical-align:top;" | 250 || bendo.
|}
|}<noinclude>{{rvh|254}}</noinclude>
jj7zywue5s1uzf3dgjxod1jqg6fm2f5
283551
283550
2026-05-07T05:49:20Z
Adhiiik
27020
283551
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah "Sidomoeljo".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Sepandjang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan terdiri dari 4 perusahaan. Produksi sebulan: 1.600.000 batumerah.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan mainan kanak² "Matrawi".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Tjakaradjan Gang III/10, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Produksi sebulan: Matjam-matjam permainan kanak-kanak.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Menanggal, Modjosari.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Berkoperasi. Ditempat tersebut terdapat ± 24 perusahaan genteng dan batumerah dan tiap-tiap tempat dapat menghasilkan genteng 15.000 bidji sebulan.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan sepatu.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Kediri 34, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan, didirikan sedjak tahun 1920. Pada djaman Belanda mempunjai tukang 50 orang, djaman Djepang 5 orang dan pada tahun 1952 10 orang dengan produksi rata-rata 10 pasang sepatu tiap hari.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan penggergadjian dan pertukangan kaju "Hasjim Mustafa".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djalan Djasem No. 27, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi: rangka-rangka bangunan rumah (bouwmaterialen) dan peti-peti kaju.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan penggergadjian dan perusahaan meubel "Usaha Bersama".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Stasiun 218, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi: papan kaju, bahan-bahan untuk meubel.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan pandai besi "Puberdjati".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djatisumber, Trogowulan, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Koperasi. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 750 || patjul.
|-
| style="vertical-align:top;" | 2250 || arit,
|-
| style="vertical-align:top;" | 450 || kedjen,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1200 || barang² lainnja,
|-
| style="vertical-align:top;" | 250 || bendo.
|}
|}<noinclude>{{rvh|254}}</noinclude>
jfhv404jxd9wkvo0isxk9uoacj61uwq
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/287
104
101175
283553
2026-05-07T05:52:13Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283553
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:15%; padding:5px;" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Perusahaan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Alamat
! style="border-bottom:1px solid black; width:45%; padding:5px;" | <span style="letter-spacing: 0.3em;">Keterangan</span>
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Kuningan.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Sidomoeljo I/26, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 2 stel || stempel,
|-
| style="vertical-align:top;" | 5 || seterika,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1 || tjitakan bikang,
|-
| style="vertical-align:top;" | 1 || tjitakan wafel.
|}
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan meubel dan alat² rumah tangga "S.A.S.".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Stasiun No. 107, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan, didirikan sedjak tahun 1942. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 30 || bangku sekolah,
|-
| style="vertical-align:top;" | 2 || stel medja tamu,
|-
| style="vertical-align:top;" | 15 || papan tulis,
|-
| style="vertical-align:top;" | 2 || lemari pakaian,
|-
| style="vertical-align:top;" | 2 || lemari makan,
|-
| style="vertical-align:top;" | 3 || kozijn pintu.
|}
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Blikslagerij "Usaha Ksatria".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Wates 224, Sidoardjo.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Gabungan. Produksi sebulan: 60 bidji lampu dan timba-timba.<br>Gabungan terdiri dari 3 orang anggauta.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan Blik "Mairan".
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Rombengan 61, Modjokerto.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan, didirikan sedjak tahun 1943. Produksi sebulan:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:10px;"
|-
| style="vertical-align:top; width:60px;" | 500 || soblukan,
|-
| style="vertical-align:top;" | 200 || tjeret,
|-
| style="vertical-align:top;" | 200 || timba,
|-
| style="vertical-align:top;" | 500 || tutup sadji,
|-
| style="vertical-align:top;" | 300 || saringan teh.
|}
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan permainan kanak-kanak.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Djl. Kota, Djombang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" | Matjam perusahaan: Perseorangan. Produksi sebulan: 120 buah permainan kanak² bermatjam-matjam.
|-
| style="border-right:1px solid black;" |
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Perusahaan genteng/batumerah.
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" | Modjowarno, Djombang.
| style="vertical-align:top; padding:5px; text-align:justify;" |
|}<noinclude>{{rvh|255}}</noinclude>
ooam24mfgq6ncggzilfjysfk7n3fe8x
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1127
104
101176
283554
2026-05-07T05:54:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283554
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Kedua bentuklah suatu Nega-
ra Kesatuan berdasarkan paham
unitarisme.
Ketiga: anutlah tjara bermu-
sjawarah, dalam badan atau sis-
tim mono-kameral.
Amanat penderitaan Rakjat
itulah jang mendjiwai Piagam
Djakarta, jang pada tanggal 22
Djuni 1945 ditanda-tangani oleh
9 orang jaitu Sukarno, Mohamad
Hatta, A.A.Maramis, Abikusno
Tjokrosujoso, Abdulkahar Muza-
kir, Agus Salim, Achmad Subar-
djo, Wahid Hasjim, dan Moha-
mad Yamin.
Piagam Djakarta ini memuat
lengkap amanat penderitaan rak-
jat jang saja sebutkan tadi, jaitu :
satu masjarakat jang adil dan
makmur, satu negara kesatuan
jang berbentuk Republik, satu
badan permusjawaratan perwa-
kilan rakjat.
Piagam Djakarta adalah suatu
"dokumen historis", jang mempe-
lopori dan mempengaruhi pem-
bentukan Undang2 Dasar 1945.
Oleh karena itu maka naskah
> Piagam Djakarta itupun saja
: sampaikan nanti dengan resmi
kepada sidang Konstituante ini.
1
:
Amanat penderitaan Rakjat se-
landjutnja mendjiwai Undang2
Dasar 45, jang mengiringi Pro-
klamasi Kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 Agustus 1945.
Undang Dasar '45 pun me-
:: muat lengkap amanat penderita-
san Rakjat jang saja sebutkan ta-
di, jaitu satu masjarakat jang
adil dan makmur, satu negara ke-
satuan jang berbentuk Republik,
satu badan permusjawaratan per-
; wakilan rakjat jang bersifat mo-
nokameral.
Amanat penderitaan Rakjat
itu mendjiwai Undang Dasar
45 dalam keseluruhannja. Ia me-
liputi Pembukaannja, ia pun me-
liputi batang-tubuhnja.j
Undang Dasar '45 adalah un-
tuk mengachiri penderitaan Rak-
jat dizaman pendjadjahan, dan
memulai kesedjahteraan Rakjat
dizaman kemerdekaan.
Karena itulah maka Undang2
Dasar 45 adalah luhur artinja
dalam sedjarah Bangsa Indone-
sia, agung kedudukannja dalam
Revolusi Nasional kita.
Kenapa ia pernah masuk ko-
tak? Ach ja, tidak ada barang
sesuatu didunia ini jang kokoh-
abadi atau langgeng.
Segala sesuatu didunia ini me-
ngalami pasang naik dan pasang
surut, mengalami timbul
dan
tenggelam, mengalami "up and
down".
Undang Dasar '45 jang kita
luhurkan, kita agungkan, kita
hormati, kita taati, kita keramat-
kan itu, djuga mengalami pasang
naik dan pasang surut, mengala-
mi timbul dan tenggelam, menga-
lami up and down. Setelah ber-
laku 5 tahun dalam masa Revo-
lusi physik, maka kita terpaksa
menjimpan sementara Undang²
Dasar '45 itu dalam lemari-es.
Memang ada maksud² dan usa-
aha-usaha dari bekas pendjadjah
untuk mentjabut Undang Dasar
'45 jg sebenarnja api mesiu Re-
volusi Bangsa Indonesia itu dari
pandangan mata Rakjat Indone-
sia jang sedang ber-revolusi ber-
dasarkan Kitab Nasional jang
menurut istilah Mr.Dr.A.M. Tam-
bunan "magis-sentimenteel nasio-
nal geladen" itu.
Akan tetapi maksud² dan usa-
ha-usaha bekas pendjadjah jang
bertentangan dengan takdir Tu-
han dan hukum alam itu hanja
dapat dipertahankan selama 7
bulan sadja. R.I.S. kita kubur,
Undang2 Dasar R.I.S. kita bong-
kar kembali.
Maka Undang Dasar '45 ke-
mudian kita pindahkan kedalam
sematjam lemari-katja.
Dengan Undang2 Dasar '45
dalam lemari-katja itu, benar ki-
ta dapat bertjermin kepadanja.
ia mentjoba mengusahakan ter-
tjiptanja masjarakat jang adil dan
makmur, mentjoba berkehidupan
dalam suasana negara kesatuan
jang berbentuk Republik unitari-
tis, mentjoba sistim bermusjawa-
rah dalam satu dewan perwakilan
rakjat jang bersifat monokame-
ral, tetapi kita tidak dapat meng-
anggap-merasa djiwa-raga Un-
dang2 Dasar '45 itu kalau kita
tidak membebaskannja dulu dari
isolasinja.
Jang telah kita lakukan selama
10 tahun belakangan ini terhadap
Undang2 Dasar 45 itu ialah tak
lain bukan hanja memudja Kitab
Nasional kita jang luhur-agung
itu, tanpa menjelami lagi se-hari²
titah jang disabdakan didalam-
nja.
Akibat dari pada itu ialah pe-
njelewengan dihampir semua
lapangan. Penjelewengan dila-
pangan kenegaraan dan kemasja-
rakatan. Penjelewengan dibidang
politik. Penjelewengan dibidang
militer. Penjelewengan dibidang
sosial ekonomi. Penjelewengan,
penjelewengan, hampir 10 tahun
belakangan ini terus-menerus.
Oleh karena itulah maka Pe-
merintah berpendapat bahwa se-
karang sudah tibalah saatnja, un-
tuk mengembalikan Undang² Da-
sar 45 pada Singgasananja se-
mula jang Agung dan Historis
Revolusioner itu, dan kita selan-
djutnja hidup benar2 menurut dji-
wa, semangat dan ketentuan²
dalam Kitab Nasional jang sutji-
murni itu.
Saudara sekalian.
Tadi saja kemukakan bahwa
setengah orang menjangsikan
apakah Undang Dasar 45 jang
dibuat dalam suasana Revolusio-
ner pada waktu itu, masih dapat
dipergunakan sebagai dasar Peng-
hidupan dan kehidupan sekarang,
setelah kita sudah madju 14 tahun
lagi.
man Pembangunan, tidak lagi za-
Tindakkan sekarang ini Za-
man Revolusi Physik ?
(Akan Disambung).
Digitized by
Google
17<noinclude></noinclude>
toe2jxc2oxtaoria4qepe96raxkopmi
283559
283554
2026-05-07T06:04:43Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283559
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>'''Kedua''' : bentuklah suatu Negara Kesatuan berdasarkan paham unitarisme.
'''Ketiga:''' anutlah tjara bermusjawarah, dalam badan atau sistim mono-kameral.
Amanat penderitaan Rakjat itulah jang mendjiwai Piagam Djakarta, jang pada tanggal 22 Djuni 1945 ditanda-tangani oleh 9 orang jaitu Sukarno, Mohamad Hatta, A.A.Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Subardjo, Wahid Hasjim, dan Mohamad Yamin.
Piagam Djakarta ini memuat lengkap amanat penderitaan rakjat jang saja sebutkan tadi, jaitu : satu masjarakat jang adil dan makmur, satu negara kesatuan jang berbentuk Republik, satu badan permusjawaratan perwakilan rakjat.
Piagam Djakarta adalah suatu "dokumen historis", jang mempelopori dan mempengaruhi pembentukan Undang² Dasar 1945.
Oleh karena itu maka naskah Piagam Djakarta itupun saja sampaikan nanti dengan resmi kepada sidang Konstituante ini.
Amanat penderitaan Rakjat selandjutnja mendjiwai Undang² Dasar '45, jang mengiringi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Undang² Dasar '45 pun memuat lengkap amanat penderitasan Rakjat jang saja sebutkan tadi, jaitu satu masjarakat jang adil dan makmur, satu negara kesatuan jang berbentuk Republik, satu badan permusjawaratan perwakilan rakjat jang bersifat monokameral.
Amanat penderitaan Rakjat itu mendjiwai Undang² Dasar 45 dalam keseluruhannja. Ia meliputi Pembukaannja, ia pun meliputi batang-tubuhnja.
Undang² Dasar '45 adalah untuk mengachiri penderitaan Rakjat dizaman pendjadjahan, dan memulai kesedjahteraan Rakjat dizaman kemerdekaan.
Karena itulah maka Undang² Dasar 45 adalah luhur artinja dalam sedjarah Bangsa Indonesia, agung kedudukannja dalam Revolusi Nasional kita.
Kenapa ia pernah masuk kotak? Ach ja, tidak ada barang sesuatu didunia ini jang kokoh-abadi atau langgeng.
Segala sesuatu didunia ini mengalami pasang naik dan pasang surut, mengalami timbul dan tenggelam, mengalami "up and down".
Undang² Dasar '45 jang kita luhurkan, kita agungkan, kita hormati, kita taati, kita keramatkan itu, djuga mengalami pasang naik dan pasang surut, mengalami timbul dan tenggelam, mengalami up and down. Setelah berlaku 5 tahun dalam masa Revolusi physik, maka kita terpaksa menjimpan sementara Undang² Dasar '45 itu dalam lemari-es.
Memang ada maksud² dan usaaha-usaha dari bekas pendjadjah untuk mentjabut Undang² Dasar '45 jg sebenarnja api mesiu Revolusi Bangsa Indonesia itu dari pandangan mata Rakjat Indonesia jang sedang ber-revolusi berdasarkan Kitab Nasional jang menurut istilah Mr.Dr.A.M. Tambunan “magis-sentimenteel nasional geladen” itu.
Akan tetapi maksud² dan usaha-usaha bekas pendjadjah jang bertentangan dengan takdir Tuhan dan hukum alam itu hanja dapat dipertahankan selama 7 bulan sadja. R.I.S. kita kubur, Undang² Dasar R.I.S. kita bongkar kembali.
Maka Undang² Dasar '45 kemudian kita pindahkan kedalam sematjam lemari-katja.
Dengan Undang² Dasar '45 dalam lemari-katja itu, benar kita dapat bertjermin kepadanja. ia mentjoba mengusahakan tertjiptanja masjarakat jang adil dan makmur, mentjoba berkehidupan dalam suasana negara kesatuan jang berbentuk Republik unitaritis, mentjoba sistim bermusjawarah dalam satu dewan perwakilan rakjat jang bersifat monokameral, tetapi kita tidak dapat menganggap-merasa djiwa-raga Undang² Dasar '45 itu kalau kita tidak membebaskannja dulu dari isolasinja.
Jang telah kita lakukan selama 10 tahun belakangan ini terhadap Undang² Dasar 45 itu ialah tak lain bukan hanja memudja Kitab Nasional kita jang luhur-agung itu, tanpa menjelami lagi se-hari² titah² jang disabdakan didalamnja.
Akibat dari pada itu ialah penjelewengan dihampir semua lapangan. Penjelewengan dilapangan kenegaraan dan kemasjarakatan. Penjelewengan dibidang politik. Penjelewengan dibidang militer. Penjelewengan dibidang sosial ekonomi. Penjelewengan, penjelewengan, hampir 10 tahun belakangan ini terus-menerus.
Oleh karena itulah maka Pemerintah berpendapat bahwa sekarang sudah tibalah saatnja, untuk mengembalikan Undang² Dasar 45 pada Singgasananja semula jang Agung dan Historis Revolusioner itu, dan kita selandjutnja hidup benar² menurut djiwa, semangat dan ketentuan² dalam Kitab Nasional jang sutji-murni itu.
Saudara² sekalian.
Tadi saja kemukakan bahwa setengah orang menjangsikan apakah Undang² Dasar 45 jang dibuat dalam suasana Revolusioner pada waktu itu, masih dapat dipergunakan sebagai dasar Penghidupan dan kehidupan sekarang, setelah kita sudah madju 14 tahun lagi.
Tindakkan sekarang ini Zaman Pembangunan, tidak lagi zaman Revolusi Physik ?
{{c|'''(Akan Disambung).'''}}<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
jytu42z5h55lx72cdoybv8y8u58pfgx
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/276
104
101177
283556
2026-05-07T05:56:45Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283556
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''DJUMLAH ADANJA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN JANG TERMASUK PERATURAN PEMBATASAN PERINDUSTRIAN JANG ADA DITIAP-TIAP KARESIDENAN DALAM PROPINSI DJAWA-TIMUR SAMPAI PERTENGAHAN TAHUN 1952:'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:3px double black; line-height:1.2; font-size:90%; border-bottom:2px solid black;"
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:18%; padding:10px;" rowspan="3" | Karesidenan
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:22%; padding:10px;" rowspan="3" | Kabupaten
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" rowspan="3" | Djumlah perusahaan, tsb. dalam kolom 3 spd 12
! style="border-bottom:1px solid black; width:40%; padding:5px;" colspan="2" | Djumlah
|-
! style="border-bottom:1px solid black; width:40%; padding:5px;" colspan="2" | P e m i l i k
|-
! style="border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Indonesia
! style="border-bottom:1px solid black; width:20%; padding:5px;" | Asing
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="5" | '''SURABAJA'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Surabaja || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 201 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 40 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 161
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Sidoardjo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 25 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 8 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 17
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Modjokerto || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 10 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 8
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Djombang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 10 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 9
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 246 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 51 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 195
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="5" | '''MALANG'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Malang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 62 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 20 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 42
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Pasuruan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 26 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 4 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 22
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Probolinggo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 25 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 23
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Lumadjang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 17 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 5 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 12
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 130 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 31 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 99
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="5" | '''BESUKI'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Panarukan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 18 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 3 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 15
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Bondowoso || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 7 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 5
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Djember || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 30 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 4 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 26
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Banjuwangi || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 42 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 7 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 35
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 97 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 16 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 81
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="5" | '''MADURA'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Bangkalan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 2
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Sampang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:center;" | —
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Pamekasan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 6 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 5 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 1
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Sumenep || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 1
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 11 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 7 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 4
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="4" | '''BODJONEGORO'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Bodjonegoro || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 10 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 8
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Lamongan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 18 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 15 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 3
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Tuban || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 1
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 29 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 17 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 12
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="5" | '''KEDIRI'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Kediri || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 22 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 4 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 18
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Blitar || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 7 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 6
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Tulungagung || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 10 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 1 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 9
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Ngandjuk || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 2
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 41 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 6 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 35
|-
| style="vertical-align:top; border-right:1px solid black; padding:5px;" rowspan="6" | '''MADIUN'''
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Madiun || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 11 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 6 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 5
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Magetan || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:center;" | —
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Ngawi || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 2 || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 2
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Ponorogo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 7 || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 6 || style="text-align:right; padding-right:15px;" | 1
|-
| style="border-right:1px solid black; padding:2px 5px;" | Patjitan || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | — || style="text-align:center;" | —
|-
| style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; border-right:1px solid black; padding:2px 5px; text-align:right;" | Djumlah || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 20 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:15px;" | 12 || style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; text-align:right; padding-right:15px;" | 8
|-
| colspan="2" style="border-top:2px solid black; padding:5px;" | '''DJUMLAH SEMUA''' || style="border-top:2px solid black; text-align:right; padding-right:15px; font-weight:bold;" | 574 || style="border-top:2px solid black; text-align:right; padding-right:15px; font-weight:bold;" | 140 || style="border-top:2px solid black; text-align:right; padding-right:15px; font-weight:bold;" | 434
|}<noinclude>{{rvh|244}}</noinclude>
6qp066rnouh61q0552ht62d8wo6zqh0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1128
104
101178
283564
2026-05-07T06:08:46Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283564
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>MARSEKAL PENG TEH HUAI
Menteri Pertahanan RRT; Mar-
sekal Peng Teh Huai seorang tokoh
Militer jang banjak_djasanja da-
lam pembangunan Tentara Pem-
bebasan Rakjat Tiongkok.
Dengan berdirinja Republik
Rakjat Tiongkok dimulailah sua-
tu masa baru pembangunan so-
sialis dan pengubahan sosialis
dinegeri kita. Tugas tentara kita
pada masa baru ini adalah: mem-
bela pembangunan sosialis tanah
air, membela kedaulatan, keutuh
an wilajah dan keamanan nege-
ri kita, sewaktu-waktu bersiap
untuk membebaskan Taiwan, dan
mengkonsolidasi ketertiban per-
damaian didalam negeri. Wa-
laupun situasi internasional de-
wasa ini menudju kearah kereda-
an, namun klik agresor imperia-
lis masih belum melepaskan ren-
tjana agresi militernja, melainkan
berkeras mendjalankan politik
memusuhi rakjat kita, menduduki
wilajah kita Taiwan, membentuk
blok2 agresi militer disekitar ne-
geri kita, mendirikan pangkalan²
agresi militer jang kini sedang
diperkuat dengan sendjata mo-
dern. Maka itu, adalah tugas jg
utama bagi tentara kita selandjut-
nja untuk mentjegah agresi impe-
rialis dan membela keamanan
pembangunan dinegeri kita.
Setelah pembebasan seluruh
daratan Tiongkok, Central Co-
mite Partai dan pemerintah kita
segera dengan tegas menundjuk-
kan, bahwa Tentara Pembebas-
an Rakjat Tiongkok harus di-
Tugas dan Pedoman Pembangun
Tentara Pembebasan Rakjat
Tiongkok
andjutan tulisan Marsekal PENG TEH HUAI dalam MADJALAH
"ANGKATAN DARAT" No. 5+6
bangun diatas dasar semula men-
djadi suatu angkatan perang re-
volusioner modern jang baik.
Kita membangun angkatan pe-
rang sematjam ini dengan tudju-
an untuk mentjegah agresi im-
perialis dan mendjaga keamanan
negeri kita. Selain daripada itu,
tidak ada maksud jang lain. Ha-
nja penghasutan peranglah jang
sengadja mengatakan pembangu-
nan angkatan perang kita itu
sebagai antjaman bagi negeri
lain. Maksud mereka itu ialah
untuk menjelubungi tudjuannja
jang djahat, jaitu mempersiapkan
perang agresif, dan untuk me-
nakut-nakuti negeri² tertentu su-
paja mereka dapat diperkuda
guna kepentingannja, dan selan-
djutnja diperbudak. Akan tetapi
kabar bohong tidak dapat menu-
tupi kenjataan. Beberapa tahun
belakangan ini, karena adanja
perhubungan dengan negeri ki-
ta, maka rakjat dan pemimpin
dari banjak negeri lambat laun
memahami keinginan jang djudjur
daripada pemerintah rakjat kita
akan perdamaian, dan mengin-
sjafi tipu muslihat penghasut
perang. Karena itu, makin lama
makin banjak negeri jang mau
ber-ko-eksistensi setjara damai
dengan negeri kita. Kita belum
pernah mengandung maksud dan
se-lama²nja tidak akan bermak-
sud untuk mengagresi negeri lain.
Sebabnja ialah, negeri kita ada-
lah negeri sosialis jang dipimpin
oleh klas buruh dan jang ber-
dasarkan persekutuan buruh dan
tani. Dalam waktu apapun, tiap²
tindakan agresif adalah berten-
tangan dengan sifat negara kita.
Sifat sosialis daripada negeri ki-
ta adalah titik pangkal pokok jg
menentukan politik damai kita
dalam hubungan luar negeri, dan
djuga titik pangkal pokok jang
menentukan pedoman defensif
strategis bagi tentara kita. Kita
sekali-kali tidak akan mengagresi
orang lain, tetapi djuga se-kali
tidak akan mengidjinkan orang
lain mengagresi kita. Djika blok
agresor membabi buta melantjar-
kan perang agresif terhadap iki-
ta, tentara dan rakjat kita pasti
bangkit melawan dan akan mem-
beri pukulan jang keras kepada
agresor hingga mereka terbasmi
seluruhnja.
Selama tudjuh tahun ini, ber-
dasarkan pedoman Central Co-
mite kita telah menjelenggara-
kan usaha jang besar dilapangan
pembangunan pertahanan nasio-
nal.
Sesuai dengan keperluan jang
sewadjarnja, dalam angkatan pe-
rang kita telah diadakan demo-
bilisasi dan pemindahan kelapa-
ngan produksi dan pembangunan
setjara massal sedjumlah 31 di-
visi dan 8 resimen. Djika kader"
jang telah dipindahkan kelapang-
an sipil dan peradjurit jang te-
lah didemobilisasikan itu dibi-
tung serta, maka seluruhnja telah
sampai 5 djuta orang banjaknja.
18
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
hus7nfdim9z8u9161fhv5ofi6h942n9
283581
283564
2026-05-07T06:19:20Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283581
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1128 crop).jpg|bingkai|kiri|al=Menteri Pertahanan RRT; Marsekal Peng Teh Huai seorang tokoh Militer jang banjak djasanja dalam pembangunan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok.|Menteri Pertahanan RRT; Marsekal Peng Teh Huai seorang tokoh Militer jang banjak djasanja dalam pembangunan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok.]]
MARSEKAL PENG TEH HUAI
{{c|
{{larger|'''Tugas dan Pedoman Pembangun Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok'''}}
Landjutan tulisan Marsekal PENG TEH HUAI dalam MADJALAH “ANGKATAN DARAT” No. 5+6
}}
Dengan berdirinja Republik Rakjat Tiongkok dimulailah suatu masa baru pembangunan sosialis dan pengubahan sosialis dinegeri kita. Tugas tentara kita pada masa baru ini adalah: membela pembangunan sosialis tanah air, membela kedaulatan, keutuh an wilajah dan keamanan negeri kita, sewaktu-waktu bersiap untuk membebaskan Taiwan, dan mengkonsolidasi ketertiban perdamaian didalam negeri. Walaupun situasi internasional dewasa ini menudju kearah keredaan, namun klik agresor imperialis masih belum melepaskan rentjana agresi militernja, melainkan berkeras mendjalankan politik memusuhi rakjat kita, menduduki wilajah kita Taiwan, membentuk blok² agresi militer disekitar negeri kita, mendirikan pangkalan² agresi militer jang kini sedang diperkuat dengan sendjata modern. Maka itu, adalah tugas jg utama bagi tentara kita selandjutnja untuk mentjegah agresi imperialis dan membela keamanan pembangunan dinegeri kita.
Setelah pembebasan seluruh daratan Tiongkok, Central Comite Partai dan pemerintah kita segera dengan tegas menundjukkan, bahwa Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok harus dibangun diatas dasar semula mendjadi suatu angkatan perang revolusioner modern jang baik.
Kita membangun angkatan perang sematjam ini dengan tudjuan untuk mentjegah agresi imperialis dan mendjaga keamanan negeri kita. Selain daripada itu, tidak ada maksud jang lain. Hanja penghasutan² peranglah jang sengadja mengatakan pembangunan angkatan perang kita itu sebagai antjaman bagi negeri² lain. Maksud mereka itu ialah untuk menjelubungi tudjuannja jang djahat, jaitu mempersiapkan perang agresif, dan untuk menakut-nakuti negeri² tertentu supaja mereka dapat diperkuda guna kepentingannja, dan selandjutnja diperbudak. Akan tetapi kabar bohong tidak dapat menutupi kenjataan. Beberapa tahun belakangan ini, karena adanja perhubungan dengan negeri kita, maka rakjat dan pemimpin² dari banjak negeri lambat laun memahami keinginan jang djudjur daripada pemerintah rakjat kita akan perdamaian, dan menginsjafi tipu muslihat penghasut² perang. Karena itu, makin lama makin banjak negeri jang mau ber-ko-eksistensi setjara damai dengan negeri kita. Kita belum pernah mengandung maksud dan se-lama²nja tidak akan bermaksud untuk mengagresi negeri lain. Sebabnja ialah, negeri kita adalah negeri sosialis jang dipimpin oleh klas buruh dan jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani. Dalam waktu apapun, tiap² tindakan agresif adalah bertentangan dengan sifat negara kita. Sifat sosialis daripada negeri kita adalah titik pangkal pokok jg menentukan politik damai kita dalam hubungan luar negeri, dan djuga titik pangkal pokok jang menentukan pedoman defensif strategis bagi tentara kita. Kita sekali-kali tidak akan mengagresi orang lain, tetapi djuga se-kali² tidak akan mengidjinkan orang lain mengagresi kita. Djika blok agresor membabi buta melantjarkan perang agresif terhadap kita, tentara dan rakjat kita pasti bangkit melawan dan akan memberi pukulan jang keras kepada agresor hingga mereka terbasmi seluruhnja.
Selama tudjuh tahun ini, berdasarkan pedoman Central Comite kita telah menjelenggarakan usaha jang besar dilapangan pembangunan pertahanan nasional.
Sesuai dengan keperluan jang sewadjarnja, dalam angkatan perang kita telah diadakan demobilisasi dan pemindahan kelapangan produksi dan pembangunan setjara massal sedjumlah 31 divisi dan 8 resimen. Djika kader² jang telah dipindahkan kelapangan sipil dan peradjurit jang telah didemobilisasikan itu dibitung serta, maka seluruhnja telah sampai 5 djuta orang banjaknja.<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
a8pvc37j3yem14vcxcbib0qqkn6k2x9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1148
104
101179
283568
2026-05-07T06:11:57Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kerbau — lembu tidak terdapat — malahan andjing banjak terdapat disana — entah liar entah dipe- lihara — tapi ternjata banjak. Dan tuan bila bermalam disa- na--djangan terkedjut bila dite- ngah malam terdengar gonggong- an andjing seluruh kota--sungguh rame sekali. Adakalanja sang Harimau menindjau dan djalan? disana ditengah malam. Buah?an Nanas banjak terdapat, disana ladangnja merupakan hutan na- nas sadja. Itulah sedikit tent...
283568
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>kerbau — lembu tidak terdapat —
malahan andjing banjak terdapat
disana — entah liar entah dipe-
lihara — tapi ternjata banjak.
Dan tuan bila bermalam disa-
na--djangan terkedjut bila dite-
ngah malam terdengar gonggong-
an andjing seluruh kota--sungguh
rame sekali. Adakalanja sang
Harimau menindjau dan djalan?
disana ditengah malam. Buah?an
Nanas banjak terdapat, disana
ladangnja merupakan hutan na-
nas sadja.
Itulah sedikit tentang kota ketja-
matan Udjungbatu. Tempat Ko-
mando Vak: 5. Sector ,,A'"-
Bn. 444 Diponegoro berkedu-
dukan. Dan marilah melandjutkan
perdjalanan menudju ke Pasir-
pengarajan. Dari sini tuan harus
mempergunakan rakit lagi seperti
di Rantauberangin tadi. Mulai
dari sini djalan?nja sudah tak be-
gitu rusak — karena sedikit ba-
njak sudah diperbaiki oleh P.U.
Pasirpengarajan — dan tuan ti-
dak akan turun untuk mendorong
dan menarik oto tuan — seperti
di djalan Rantauberangin sampai
Tandun tadi. Nah — setelah tuan
lewati Pasar Suraugading djalan-
nja ada jang agak naik sedikit —
tapi tidak begitu menandjak. Se-
38
Tugas mendo-
rong Truck jang
mendjeladjahi hu
tan? inipun tju-
kup membikin ke
ingat basah ku-
jub.
(Gb”": Penulis)
Untung djuga bi-
la bertemu de-
ngan Gadjah 1g.
ngamuk tjukup
berabe djuga.
(Gbr : Penutis)
telah melalui djembatan Sungai
ketjil Kaiti, sampailah tuan ke ko-
ta Ketjamatan Pasirpengarajan,
mari singgah sebentar.
Kotanja ketjil djuga — satu
djam berdjalan kaki sadja tuan
sudah lengkap mengitari kota.
Pinggiran kota dipagari oleh hu-
tan? lebat dan hutan karet. Le-
taknja dipinggir sungai Rokan-
kanan — Sungai Rokankanan ini
bermata air dari pegunungan Ku-
labu jang letaknja ditapalbatas
Sumatra Tengah dan Sumatra
Utara. Dari Pasirpengarajan bila
tuan mengadakan perdjalanan de-
ngan Kapal ketjil sampai kekota
Kotatengah, dan bila tuan terus-
kan lagi bisa bertemu dengan su-
ngai Rokankiri — dan selandjut-
nja tuan akan bisa sampai ke pe-
labuhan Bagansiapiapi. Kembali
tentang Pasirpengarajan. Menge-
nai penduduknja tak berbeda de-
ngan Udjungbatu — hanja agaik
rapat disini dan lebih madju/mo-
dern. SR ada 2 buah, SMP Nege-
ri ada satu. Pasar satu dgn hari
Senen dan Djumaat pasarannja.
Matapentjahariannja sama de-
ngan Udjungbatu. Penghasilan
umum adalah karet lebih besar
dari Udjungbatu. Lapangan se-
pakbola ditengah kota. Bagi pen-
duduk Pasirpengarajan lapangan
ini merupakan lapangan jang ber-
sedjarah — karena pernah gem-
bong? PRRI Simbolon dan A.
Husen memberi penerangan pada
rakjat Pasir dan sekitarnja bahwa
pemberontakan mereka akan me-
nang melawan Pemerintah Pusat.
Dan pernah pada tanggal 14
Agustus 1957 kepadanja diserah-
kan: 8 (delapan) Kg gading ga-
djah dan 3 bentuk tjintjin mas
dari Kesatuan Bangsa Tionghoa<noinclude></noinclude>
foshto0izu9joqm0ytr5gln57v5dr14
283609
283568
2026-05-07T06:40:10Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283609
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1148 crop).jpg|kiri|300px|jmpl|Tugas mendorong Truck jang
mendjeladjahi hutan² inipun tjukup membikin keringat basah kujub.
(Gbr : Penulis)]]
kerbau — lembu tidak terdapat — malahan andjing banjak terdapat disana — entah liar entah dipelihara — tapi ternjata banjak.
Dan tuan bila bermalam disana--djangan terkedjut bila ditengah malam terdengar gonggongan andjing seluruh kota--sungguh rame sekali. Adakalanja sang
Harimau menindjau dan djalan² disana ditengah malam. Buah²an Nanas banjak terdapat, disana ladangnja merupakan hutan nanas sadja.
Itulah sedikit tentang kota ketjamatan Udjungbatu. Tempat Komando Vak: 5. Sector „A” Bn. 444 Diponegoro berkedudukan. Dan marilah melandjutkan perdjalanan menudju ke Pasirpengarajan. Dari sini tuan harus mempergunakan rakit lagi seperti di Rantauberangin tadi. Mulai dari sini djalan²nja sudah tak begitu rusak — karena sedikit banjak sudah diperbaiki oleh P.U. Pasirpengarajan — dan tuan tidak akan turun untuk mendorong dan menarik oto tuan — seperti di djalan Rantauberangin sampai Tandun tadi. Nah — setelah tuan lewati Pasar Suraugading djalan-nja ada jang agak naik sedikit — tapi tidak begitu menandjak. Setelah melalui djembatan Sungai ketjil Kaiti, sampailah tuan ke kota Ketjamatan Pasirpengarajan,
mari singgah sebentar.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1148 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|Untung djuga bila bertemu dengan Gadjah jg. ngamuk tjukup berabe djuga.
(Gbr : Penulis)]]
Kotanja ketjil djuga — satu djam berdjalan kaki sadja tuan sudah lengkap mengitari kota. Pinggiran kota dipagari oleh hutan² lebat dan hutan karet. Letaknja dipinggir sungai Rokan- kanan — Sungai Rokankanan ini
bermata air dari pegunungan Kulabu jang letaknja ditapalbatas Sumatra Tengah dan Sumatra Utara. Dari Pasirpengarajan bila tuan mengadakan perdjalanan dengan Kapal ketjil sampai kekota Kotatengah, dan bila tuan teruskan lagi bisa bertemu dengan sungai Rokankiri — dan selandjutnja tuan akan bisa sampai ke pelabuhan Bagansiapiapi. Kembali tentang Pasirpengarajan. Mengenai penduduknja tak berbeda dengan Udjungbatu — hanja agak rapat disini dan lebih madju/modern. SR ada 2 buah, SMP Negeri ada satu. Pasar satu dgn hari Senen dan Djumaat pasarannja.
Matapentjahariannja sama dengan Udjungbatu. Penghasilan umum adalah karet lebih besar dari Udjungbatu. Lapangan sepakbola ditengah kota. Bagi penduduk Pasirpengarajan lapangan ini merupakan lapangan jang bersedjarah — karena pernah gembong² PRRI Simbolon dan A. Husen memberi penerangan pada
rakjat Pasir dan sekitarnja bahwa pemberontakan mereka akan menang melawan Pemerintah Pusat. Dan pernah pada tanggal 14 Agustus 1957 kepadanja diserahkan: 8 (delapan) Kg gading gadjah dan 3 bentuk tjintjin mas dari Kesatuan Bangsa Tionghoa<noinclude>{{rh|38}}</noinclude>
9p31zyi20qb79q0sn4pplztc7kxin6z
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1129
104
101180
283584
2026-05-07T06:19:37Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283584
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>2
Pesawat udara jang selalu siap sedia melindungi rakjat, tengah melajang-lajang diangkasa Tien An
Men untuk mengiringi deru Tank2 jang berdevile pada peringatan Hari Nasional.
Djumlah anggota tentara kita de-
wasa ini, termasuk peradjurit2
jang baru masuk tentara atas
panggilan, telah berkurang
2.700.000 orang lebih bila di-
bandingkan dengan djumlah ter-
tinggi sewaktu pembebasan selu-
ruh negeri. Pengeluaran biaja
militer jang pada tahun 1951 ber-
djumlah 48% dari pengeluaran
total daripada negara, pada ta-
hun 1956 ini berkurang mendjadi
19,98%. Kita setudju sepenuh
nja dengan usul Sovjet Uni ten-
tang pengurangan persendjataan
internasional. Dan kita masih
bersedia pula untuk lebih me-
ngurangi angkatan perang kita,
djika tertjapai persetudjuan da-
lam masalah ini.
Angkatan perang kita dahulu
pada pokoknja semata-mata ter-
diri dari infanteri. Sekarang di-
atas dasar infanteri itu, kita telah
membentuk angkatan udara,
angkatan laut, angkatan penang-
kis serangan udara adalah ang
amanan umum, serta artileri, pa-
sukan berlapis badja, pasukan
geni, pasukan kereta-api, pasu
kan perhubungan, pasukan anti
perang kimia dan
lain-lainnja.
Dengan demikian, terbentuklah
suatu angkatan perang berupa
gabungan dari berbagai matjam
kesendjataan, dan karena itu se-
lesailah suatu perubahan besar
dalam sedjarah tentara. Infanteri
kita pernah memainkan peranan
jang sangat besar sepandjang
sedjarah perang tentara kita. Ia
merupakan kesendjataan pokok
daripada angkatan perang kita.
Djuga sekarang infanteri kita
masih tetap mengambil bagian jg
terbesar dalam imbangan sege-
nap angkatan perang kita dan
peralatannja telah mengalami
perubahan radikal. Artileri dan
pasukan tank kita sangat diper-
kuat, perlengkapan tehnik dari
kesendjataan2 lainnja pun telah
banjak disempurnakan. Angka-
tan udara dan angkatan penang-
kis serangan udara adalah ter-
masuk angkatan2 jang penting
dalam perang modern. Walaupun
kekuatan angkatan udara kita se-
karang ini masih belum mengim-
bangi kekuatan negeri² jg terkuat
angkatan udaranja, namun negeri
kita sudah bukan lagi negeri jg
angkatan udaranja sangat lemah.
Angkatan penangkis serangan
udara kita sudah dibentuk dan
telah diperlengkapi dengan_teh-
nik jang tjukup modern. Pem-
bangunan angkatan lautpun men-
dapat kemadjuan jang selaras.
19
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
2aexyup6xkn7b66iyyqxf2xmkntigab
283591
283584
2026-05-07T06:28:03Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283591
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1129 crop).jpg|bingkai|pus|al=Pesawat² udara jang selalu siap sedia melindungi akjat, tengah melajang-lajang diangkasa Tien An Men untuk mengiringi deru Tank² jang berdevile pada peringatan Hari Nasional.|Pesawat² udara jang selalu siap sedia melindungi akjat, tengah melajang-lajang diangkasa Tien An Men untuk mengiringi deru Tank² jang berdevile pada peringatan Hari Nasional.]]
Djumlah anggota tentara kita dewasa ini, termasuk peradjurit² jang baru masuk tentara atas panggilan, telah berkurang 2.700.000 orang lebih bila dibandingkan dengan djumlah tertinggi sewaktu pembebasan seluruh negeri. Pengeluaran biaja militer jang pada tahun 1951 berdjumlah 48% dari pengeluaran total daripada negara, pada tahun 1956 ini berkurang mendjadi 19,98%. Kita setudju sepenuhnja dengan usul Sovjet Uni tentang pengurangan persendjataan internasional. Dan kita masih bersedia pula untuk lebih mengurangi angkatan perang kita, djika tertjapai persetudjuan dalam masalah ini.
Angkatan perang kita dahulu pada pokoknja semata-mata terdiri dari infanteri. Sekarang diatas dasar infanteri itu, kita telah membentuk angkatan udara, angkatan laut, angkatan penangkis serangan udara adalah angamanan umum, serta artileri, pasukan berlapis badja, pasukan geni, pasukan kereta-api, pasukan perhubungan, pasukan anti perang kimia dan lain-lainnja. Dengan demikian, terbentuklah suatu angkatan perang berupa gabungan dari berbagai matjam kesendjataan, dan karena itu selesailah suatu perubahan besar dalam sedjarah tentara. Infanteri kita pernah memainkan peranan jang sangat besar sepandjang sedjarah perang tentara kita. Ia merupakan kesendjataan pokok daripada angkatan perang kita. Djuga sekarang infanteri kita masih tetap mengambil bagian jg terbesar dalam imbangan segenap angkatan perang kita dan peralatannja telah mengalami perubahan radikal. Artileri dan pasukan tank kita sangat diperkuat, perlengkapan tehnik dari kesendjataan² lainnja pun telah banjak disempurnakan. Angkatan udara dan angkatan penangkis serangan udara adalah termasuk angkatan² jang penting dalam perang modern. Walaupun kekuatan angkatan udara kita sekarang ini masih belum mengimbangi kekuatan negeri² jg terkuat angkatan udaranja, namun negeri kita sudah bukan lagi negeri jg angkatan udaranja sangat lemah. Angkatan penangkis serangan udara kita sudah dibentuk dan telah diperlengkapi dengan tehnik jang tjukup modern. Pembangunan angkatan lautpun mendapat kemadjuan jang selaras.<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
h82bi6u4cbxoijyny4l0qg5tlc95j2s
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/634
104
101181
283588
2026-05-07T06:21:47Z
Rara Kamiliya
27022
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'zimnja tiap? organisasi bikinan manusia. Dan seringkali Ikesa- lahan? ini terlalu dibesar-besar- kan oleh sipemakai analysa? in- telligence, jang pada waktu itu lekas bilang, bahwa karena de- mikian mereka tak memerlukan intelligence lagi. Disinilah letak- rja perbedaan antara seorang ahli dalam intelligence dan misalnja seorang dokter gigi, jang walau- pun telah salah mentjabut gigi, sipasien tak lekas bilang ia lebih pintar dari d...
283588
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Rara Kamiliya" /></noinclude>zimnja tiap? organisasi bikinan
manusia. Dan seringkali Ikesa-
lahan? ini terlalu dibesar-besar-
kan oleh sipemakai analysa? in-
telligence, jang pada waktu itu
lekas bilang, bahwa karena de-
mikian mereka tak memerlukan
intelligence lagi. Disinilah letak-
rja perbedaan antara seorang ahli
dalam intelligence dan misalnja
seorang dokter gigi, jang walau-
pun telah salah mentjabut gigi,
sipasien tak lekas bilang ia lebih
pintar dari dokter tersebut, atau
misalnja seorang advokat jang
kalah perkaranja, clientnja tak
akan bilang ia lebih pintar men-
djalankan pekerdjaan advokat.
Dengan masih adanja kurang
pengertian antara produsen dan
konsumen intelligence ini, maka
soal bimbingan kepada intelli-
gence seperti diuraikan diatas di-
dalam prakteknja 'kurang sekali.
Kepintjangan? jang diuraikan
diatas ini adalah akibat terpisah-
nja intelligence dari pimpinan
tentara. Akan tetapi bagaimana
intelligence bila ditaruh dibawah
pimpinan operasi ?
Didalam soal inipun bahajanja
besar selxali, terutama bahaja
mengekor. Intelligence lantas
hanja mengekor keinginan serta
rentjana2 konsumen sadja, dan
seperti di Nazi Djerman, intel-
ligence didjadikan ,/kampfende
'Wissenschaft” sebagai pengeta-
hutan untuk dapat lebih mendje-
laskan rentjana politik dari pim-
pinan Nazi seperti rentjana?
.Arische suprematie”, ,,Lebens-
raum”, ,.Versailles Diktat”, pe-
ngepungan Judeo-Kapitalistisch-
Bolsjewistisch dan sebagainja.
Kedudukan intelligence dalam
hubungannja dengan bagian? staf
lainnja, menurut pendapat kita,
sebaiknja seperti apa jang Wal-
menerima
ter Lippmann tulis dalam ,,Public
Opinion"-nja: ,,The only insti-
tutional safeguard (for impartial
and objectivz analysis) is to
separate as absolutely as it is
possible to do so the staff which
executes from the staff which in-
vestigates. “The two should be
parallel but guite distinct bodies
of men, recruited differently, paid
if possible from separate funds,
responsible to different heads,
instruncally uninterested in cach
other personal succes”.
Satu?nja djalan tengah men-
dapatkan sesuatu organisasi
inteligencz jang sebaiknja ialah
memisahkan setjara administratif
dan bentuk intelligence dari pada
konsumennja, dan menjuruh kon-
sumen dan intelligence saling me-
ngerti dan mengetahui organisasi
masing?.
Hasil Buah Intelligence Dan Pe-
ncrimaannja :
Apa jang mendjadi keinginan
jang pertama dari seorang ang-
gota intelligence ialah bahwa
analysenja dapat dipergunakan
didalam mengambil keputusan?.
Akan tetapi tidak ada sesuatu
undang? negara jang mengharus-
kan para konsumen intelligence
dan menggunakan
analyse tersebut untuk mengam-
bil keputusan? didalam soal? po-
litik, strategi dan sebagainja. Hal
ini sedikit banjak tergantung dari
orang? intelligence sendiri dan
para konsumennja.
Kita dapat lihat sebagai tjontoh
misalnja dikalangan suku Papua.
Bila beberapa suku Papua ber-
sekutu hendak berperang de-
ngan musuhnja, maka lebih da-
hulu panglima sekutu itu me-
nanjakan kepada intelligencenja
(disini sidukun) mengenai ke-
kuatan musuh mereka. Sesudah-
nja sidukun itu meminta ilham
dari dewa-dewanja, maka ia me-
nerangkan, bahwa ia melihat di-
dalam visiunnja se-ekor burung
gagak sedang duduk diatas pung-
gung kidang jang sudah mati.
Lantas datang beberapa burung
geredja jang dengan banjak te-
man-temannja menjerang burung
gagak itu dan oleh karena dixro-
jok lalu melarikan diri. Bila si-
dukun itu tidak mempunjai pera-
saan ikut bertanggung djawab,
ia sudahi keterangannja sampai
demikian sadja, akan tetapi kare-
na ia merasa bertanggung djawab
djuga, lantas ia menerangkan,
bahwa menurut pendapatnja si-
burung gagak itu adalah pemim-
pin? suku jang bersekutu dan
burung? geredja musuh mereka.
Akan tetapi panglima sekutu
tak setudju dengan konklusi si-
dukun itu. Ia bilang. bahwa bu-
rung gagak adalah musuh mere-
ka dan burung? geredja adalah
kaum sekutu dan lantas memberi
perintah untuk bergerak ke-
esokan harinja. Disini intelligence
telah menunaikan kewadjiban-
nja, walaupun analysenja tak di-
setudjui oleh komandan pasukan.
Memang ada kalanja ikeputusan
komandan bertentangan dengan
analyse intelligence, akan tetapi
dalam menentang analyse ini se-
baiknja komandan tersebut dja-
ngan dipengaruhi oleh keinginan-
rja sedja atau oleh perasaan in-
twisinja. Tjontoh lain ialah Adolf
Hitler. Djerman bukan kalah pe-
rang karena djawatan intelligen-
cenja kurang kompetent, tetapi
karena Hitler terlalu sering meng-
gunakan intuisinja dalam meng-
ambil keputusan?-nja.
2 js
OVERSEA CHINESE BANKING CORPORATION LID.
Djambi, Djakarta, Palembang. Surabaia
Menjambut Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
ke-XIII — 17-8-1958<noinclude></noinclude>
iladt8yj0x8t8dbotq1kuuwb7cp4hsl
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1130
104
101182
283593
2026-05-07T06:28:40Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283593
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Meskipun taraf dari berbagai
angkatan dan kesendjataan kita
belum mentjatat modernisasi jang
sepenuhnja berhubung moderni-
sasi angkatan perang kita itu be-
lum lama, tetapi skala demikian
itu belum pernah terdapat dalam
sedjarah kita. Seiring dengan
perkembangan jang pesat dari
pada pembangunan ekonomi na-
sional, taraf modernisasi angka-
tan perang kita tentu akan terus
dipertinggi. Disini, saja hendak
kesadaran politik serta taraf ilmu
pengetahuan dan kebudajaan.
Sungguhpun angkatan perang itu
diperlengkapi dengan peralatan
dan sistim organisasi jg modern,
namun semua itu tidak akan bisa
memainkan peranan sepenuhnja,
apabila tidak ada kader koman-
dan jang tabah dan tenaga teh-
nk jang mahir. Oleh karena tu,
dalam beberapa tahun ini, lati-
han perwira dan latihan pasukan
merupakan inti-pati daripada
Sistim militer jang regular me-
rupakan sjarat jang penting bagi
angkatan perang modern. Ter-
istimewa tentara kita dulu su-
dah lama berada dalam keadaan
ter-pentjar2, sistim militer antara
berbagai pasukan tidak seluruh-
nja sama, maka itu, menekankan
regularisasi mempunjai arti jang
penting dalam modernisasi ang-
katan perang kita ini. Jang di-
maksud dengan regularisasi itu
ialah kesatuan komando, kesa-
BASTO
Satuan Penangkis Serangan Udara RRT sedang berbaris untuk memeriahkan peringatan Hari Na-
sional tanggal 1 Oktober 1958.
mengutjapkan terima kasih kepa-
da negeri sekutu kita jang djaja
Sovjet Uni, karena Sovjet
Uni telah menundjukkan kegiat-
annja berdasarkan semangat
persaudaraan dalam menjedia
kan perlengkapan militer dan
membantu kita membangun in-
dustri pertahanan nasional.
Sedjalan dengan penjempurna-
an dalam perlengkapan tehnik
militer, seluruh angkatan perang
kita telah mengadakan latihan
regular dengan maksud memper-
tinggi kemampuan komando dan
keahlian tehnik, mempertinggi
20
pekerdjaan tetap dikalangan ang
katan perang kita. Selama ini,
dikalangan angkatan perang kita
telah didirikan ber-matjam2 aka-
demi dan sekolah, dengan maksud
supaja kader2 jang telah digem-
bleng dalam perang itu mendapat
didikan lebih landjut untuk mem-
perdalam pengetahuan mereka
tentang hukum dan tehnik perang
modern. Mutu latihan pasukan
kita djuga mentjapai kemadjuan
jang njata dan tampak hasil-nja
jang besar sekali, dalam men-
djalankan tugas dan latihan pe-
rang.
tuan organisasi, kesatuan sistim.
kesatuan latihan dan kesatuan
disiplin. Sesuai dengan regula-
risasi itu, kini telah diadakan
undang2, peraturan dan keten-
tuan² jang semestinja untuk se-
luruh angkatan perang, dan ha-
sil jang njata telah tertjapai da-
lam latihan, pekerdjaan dan tata-
tertib penghidupan ketentaraan.
Untuk mendjamin terlaksana-
nja pedoman tentara kita, jaitu
pedoman defensif strategis, dan
menangkis serangan mendadak jg
mungkin dilantjarkan oleh impe-
rialis, pada beberapa tahun ini.
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
re50dui6r7cmk74gpgmcygemknv3eng
283608
283593
2026-05-07T06:40:01Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283608
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Meskipun taraf dari berbagai angkatan dan kesendjataan kita belum mentjatat modernisasi jang sepenuhnja berhubung modernisasi angkatan perang kita itu belum lama, tetapi skala demikian itu belum pernah terdapat dalam sedjarah kita. Seiring dengan perkembangan jang pesat daripada pembangunan ekonomi nasional, taraf modernisasi angkatan perang kita tentu akan terus dipertinggi. Disini, saja hendak mengutjapkan terima kasih kepada negeri sekutu kita jang djaja ― Sovjet Uni, karena Sovjet Uni telah menundjukkan kegiatannja berdasarkan semangat persaudaraan dalam menjedia kan perlengkapan militer dan membantu kita membangun industri pertahanan nasional.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1130 crop).jpg|bingkai|pus|al=Satuan² Penangkis Serangan Udara RRT sedang berbaris untuk memeriahkan peringatan Hari Nasional tanggal 1 Oktober 1958.|Satuan² Penangkis Serangan Udara RRT sedang berbaris untuk memeriahkan peringatan Hari Nasional tanggal 1 Oktober 1958.]]
Sedjalan dengan penjempurnaan dalam perlengkapan tehnik militer, seluruh angkatan perang kita telah mengadakan latihan regular dengan maksud mempertinggi kemampuan komando dan keahlian tehnik, mempertinggi kesadaran politik serta taraf ilmu pengetahuan dan kebudajaan. Sungguhpun angkatan perang itu diperlengkapi dengan peralatan dan sistim organisasi jg modern, namun semua itu tidak akan bisa memainkan peranan sepenuhnja, apabila tidak ada kader komandan jang tabah dan tenaga tehnik jang mahir. Oleh karena tu, dalam beberapa tahun ini, latihan perwira dan latihan pasukan merupakan inti-pati daripada pekerdjaan tetap dikalangan angkatan perang kita. Selama ini, dikalangan angkatan perang kita telah didirikan ber-matjam² akademi dan sekolah, dengan maksud supaja kader² jang telah digembleng dalam perang itu mendapat didikan lebih landjut untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang hukum dan tehnik perang modern. Mutu latihan pasukan² kita djuga mentjapai kemadjuan jang njata dan tampak hasil²-nja jang besar sekali, dalam mendjalankan tugas dan latihan perang.
Sistim militer jang regular merupakan sjarat jang penting bagi angkatan perang modern. Teristimewa tentara kita dulu sudah lama berada dalam keadaan ter-pentjar², sistim militer antara berbagai pasukan tidak seluruhnja sama, maka itu, menekankan regularisasi mempunjai arti jang penting dalam modernisasi angkatan perang kita ini. Jang dimaksud dengan regularisasi itu ialah kesatuan komando, kesatuan organisasi, kesatuan sistim. kesatuan latihan dan kesatuan disiplin. Sesuai dengan regularisasi itu, kini telah diadakan undang², peraturan dan ketentuan² jang semestinja untuk seluruh angkatan perang, dan hasil jang njata telah tertjapai dalam latihan, pekerdjaan dan tatatertib penghidupan ketentaraan.
Untuk mendjamin terlaksananja pedoman tentara kita, jaitu pedoman defensif strategis, dan menangkis serangan mendadak jg mungkin dilantjarkan oleh imperialis, pada beberapa tahun ini.<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
fopdrrexol4gemst8jqw9gbushs6plb
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/100
104
101183
283598
2026-05-07T06:30:02Z
Tika Yulia
25963
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'RAPAT FABA PANGLIMA TENTARA DAN TERRITORIUM Sedjak meletusnja peristiwa Dewan Banteng tgl. 20 Desember 1956 dan diikuti pula oleh timbul- nja dewan? lainnja, keadaan di tanah air kita dapat dikatakan memasuki suatu proces baru da- lam sedjarahnja. Banjak tafsiran? tentang ini jg satu sama lainnja berlainan. Ada pula jg mengatakan bah- wa timbulnja dewan? daerah se- bagai tanda konsolidasi dilihat pada lahirnja, harus ditjari doro...
283598
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>RAPAT FABA PANGLIMA TENTARA DAN TERRITORIUM
Sedjak meletusnja peristiwa
Dewan Banteng tgl. 20 Desember
1956 dan diikuti pula oleh timbul-
nja dewan? lainnja, keadaan di
tanah air kita dapat dikatakan
memasuki suatu proces baru da-
lam sedjarahnja.
Banjak tafsiran? tentang ini jg
satu sama lainnja berlainan.
Ada pula jg mengatakan bah-
wa timbulnja dewan? daerah se-
bagai tanda konsolidasi dilihat
pada lahirnja, harus ditjari doro-
ngan psychis apa jang mendjel-
makan dewan itu: tak lain hanja-
lah hasrat rakjat untuk konsoli-
dasi. Pendjelmaannja lokaal, ha-
nja untuk permulaan, sesuai dgn
pertumbuhan keinsjafan nasional
manusia jang mulai dari kelamin,
keluarga, suku, kampung, daerah
dan achirnja negara.
»Kekatjauan" lahir ini adalah
sekarat penghabisan dari djalan-
nja pertumbuhan kearah konsoli-
dasi, setelah bosan dengan per-
tentangan?2, kemudian akan ter-
tjapailah stabilisasi.
Tapi pertumbuhan ini harus
terpimpin, djangan sampai mem-
bawa ekses lagi.
Pada hakekatnja pertumbuhan
dewan? ini adalah balasan jang
timbul dari masing? onderbewust-
zijin rakjat atas gugatan PJM Pre-
siden untuk melebur partai2?, Ini-
lah salah satu pendapat jang di-
kemukakan orang pada waktu
achir2 ini. Dalam keadaan orang
tengah mentjari rumusan? dan
mentjoba untuk dapat membikin
satu estimate jang concreet ten-
tang keadaan jang bergolak di-
tanah air kita inilah, ...............
maka pada tanggal 1 Maret '57
hampir semua perhatian ditjurah-
kan kepada hal-hal apa jang akan
terdjadi dan keputusan apa jang
akan diambil oleh rapat para
panglima kali ini.
Sedjak dari pagi wartawan?
djurupotret, baik dari dalam mau-
pun dari luar negeri telah berke-
lompok? disekitar aula MBAD di-
mana rapat akan dilangsungkan.
Didalam ruangan sendiri telah di-
susun dengan sangat rapi korsi?
34
Tgi. 15 s/d 20 Maret 57.
“
AS
2
3
3
8 3 TN
aa
Pada tanggal 15 3/d 20 Maret 1957, bertempat di Aula MBAD telah dilang
sungkan rapat para Panglima Tentara dan Territortum serta Komandan
Daerah di seluruh wilajah R.I.
Ini adalah pemandangan dalam ruangan rapat tsb.
jang merupakan segitiga dengan
medja pandjang jang beralaskan
laken hidjau. Disudut lainnja ber-
djedjer tape recorder jang akan
mengambil semua pembitjaraan jg
berlangsung dalam ruangan ini.
Djam 08.30 beberapa perwira
menengah dari SUAD telah ber-
ada dalam ruangan dan dalam
waktu jang singkat kemudian be
berapa panglima telah hadir pula.
Mereka kelihatan segar2. Para
wartawan mulai menjerbu keda-
lam dan satu demi satu para pe-
ngikut rapat memasuki ruangan.
Sasaran? camera kebanjakan di
tudjukan pada Overste Sumual,
Kolonel Sudirman, Overste Hasan
Basri, Overste Djamin Gintings,
Overste Samaun Gaharu. Se-
orang lainnja jang pasti akan
mendjadi sasaran ramai adalah
overste Ahmad Husein kalau ia
hadir, tapi karena telah diketahui
terlebih dahulu bahwa ia tak da-
pat hadir, ia tak ditjari-tjari. Wa-
laupun demikian diantara & 35
para perwira menengah itu, para
wartawan kelihatan masih men-
tjari2 seorang jang sampai saat
rapat akan dimulai belum djuga
kelihatan hadir. Baru setelah para
wartawan diminta keluar dan ra-
pat akan mulai dibuka, Overste
Barlian memasuki ruangan rapat
dan segera melaporkan diri ke-
pada KSAD. Semua mata ditu-
djukan kepadanja, mungkin ka-
rena tindakan jang telah diambil-
nja di Terr. II lima dari sebelum
berlangsungnja rapat Panglima
ini.
Gambaran singkat sebelum ra-
pat dimulai, dalam ruangan dapat
dikatakan sebagai berikut: Ada
wartawan? jg berdiri di-podjok?2
dengan melemparkan sorotan ma-
ta keseluruh pelosok ruangan, me-
neliti seseorang demi seorang.
Mereka seolah-olah ingin mendu-
ga dan mendjedjak tiap-tiap pri-
badi jang mendjadi perhatian pa-
da ketika itu.
Kolonel Sudirman dengan per-<noinclude></noinclude>
7uvswaqhvcwcviuse64x81tom7pb0ck
283617
283598
2026-05-07T06:57:34Z
Tika Yulia
25963
283617
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>{{c|'''RAPAT PARA PANGLIMA TENTARA DAN TERRITORIUM'''}} <br>
{{c|'''Tgl. 15 s/d 20 Maret 57 '''}}
{{Gap}}Sedjak meletusnja peristiwa Dewan Banteng tgl. 20 Desember 1956 dan diikuti pula oleh timbulnja dewan² lainnja, keadaan di tanah air kita dapat dikatakan memasuki suatu proces baru dalam sedjarahnja.
{{gap}}Banjak tafsiran² tentang ini jg satu sama lainnja berlainan.
{{gap}}Ada pula jg mengatakan bahwa timbulnja dewan² daerah sebagai tanda konsolidasi dilihat pada lahirnja, harus ditjari dorongan psychis apa jang mendjelmakan dewan itu: tak lain hanjalah hasrat rakjat untuk konsolidasi. Pendjelmaannja lokaal, hanja untuk permulaan, sesuai dgn pertumbuhan keinsjafan nasional manusia jang mulai dari kelamin, keluarga, suku, kampung, daerah dan achirnja negara.
{{gap}}»Kekatjauan" lahir ini adalah sekarat penghabisan dari djalannja pertumbuhan kearah konsolidasi, setelah bosan dengan pertentangan²2, kemudian akan tertjapailah stabilisasi.
{{gap}}Tapi pertumbuhan ini harus terpimpin, djangan sampai membawa ekses lagi.
{{gap}}Pada hakekatnja pertumbuhan dewan² ini adalah balasan jang timbul dari masing² onderbewustzijn rakjat atas gugatan PJM Presiden untuk melebur partai². Inilah salah satu pendapat jang dikemukakan orang pada waktu achir² ini. Dalam keadaan orang tengah mentjari rumusan² dan mentjoba untuk dapat membikin satu estimate jang concreet tentang keadaan jang bergolak ditanah air kita inilah. ............... maka pada tanggal 1 Maret '57 hampir semua perhatian ditjurahkan kepada hal-hal apa jang akan terdjadi dan keputusan apa jang akan diambil oleh rapat para panglima kali ini.
{{gap}}Sedjak dari pagi wartawan² djurupotret, baik dari dalam maupun dari luar negeri telah berkelompok² disekitar aula MBAD dimana rapat akan dilangsungkan. Didalam ruangan sendiri telah disusun dengan sangat rapi korsi² jang merupakan segitiga dengan medja pandjang jang beralaskan laken hidjau. Disudut lainnja berdjedjer tape recorder jang akan mengambil semua pembitjaraan jg berlangsung dalam ruangan ini.
{{Missing image}}
{{Smaller|''Pada tanggal 15 s/d 20 Maret 1957, bertempat di Aula MBAD telah dilangsungkan rapat para Panglima Tentara dan Territortum serta Komandan Daerah di seluruh wilajah R.I.
Ini adalah pemandangan dalam ruangan rapat tsb.''}}
{{gap}}Djam 08.30 beberapa perwira menengah dari SUAD telah berada dalam ruangan dan dalam waktu jang singkat kemudian beberapa panglima telah hadir pula. Mereka kelihatan segar². Para wartawan mulai menjerbu kedalam dan satu demi satu para pengikut rapat memasuki ruangan.
{{gap}}Sasaran² camera kebanjakan ditudjukan pada Overste Sumual, Kolonel Sudirman, Overste Hasan Basri, Overste Djamin Gintings, Overste Samaun Gaharu. Seorang lainnja jang pasti akan mendjadi sasaran ramai adalah overste Ahmad Husein kalau ia hadir, tapi karena telah diketahui terlebih dahulu bahwa ia tak dapat hadir, ia tak ditjari-tjari. Walaupun demikian diantara ± 35 para perwira menengah itu, para wartawan kelihatan masih mentjari² seorang jang sampai saat rapat akan dimulai belum djuga kelihatan hadir. Baru setelah para wartawan diminta keluar dan rapat akan mulai dibuka, Overste Barlian memasuki ruangan rapat dan segera melaporkan diri kepada KSAD. Semua mata ditudjukan kepadanja, mungkin karena tindakan jang telah diambilnja di Terr. II lima dari sebelum berlangsungnja rapat Panglima ini.
{{gap}}Gambaran singkat sebelum rapat dimulai, dalam ruangan dapat dikatakan sebagai berikut: Ada wartawan² jg berdiri di-podjok² dengan melemparkan sorotan mata keseluruh pelosok ruangan, meneliti seseorang demi seorang. Mereka seolah-olah ingin menduga dan mendjedjak tiap-tiap pribadi jang mendjadi perhatian pada ketika itu.
{{gap}}Kolonel Sudirman dengan {{hws|per-|perwawasan}}<noinclude></noinclude>
9mnljnccpisllywzll49h45bqh1jd9b
283619
283617
2026-05-07T06:59:22Z
Tika Yulia
25963
/* Telah diuji baca */
283619
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>{{c|'''RAPAT PARA PANGLIMA TENTARA DAN TERRITORIUM'''}} <br>
{{c|'''Tgl. 15 s/d 20 Maret 57 '''}}
{{Gap}}Sedjak meletusnja peristiwa Dewan Banteng tgl. 20 Desember 1956 dan diikuti pula oleh timbulnja dewan² lainnja, keadaan di tanah air kita dapat dikatakan memasuki suatu proces baru dalam sedjarahnja.
{{gap}}Banjak tafsiran² tentang ini jg satu sama lainnja berlainan.
{{gap}}Ada pula jg mengatakan bahwa timbulnja dewan² daerah sebagai tanda konsolidasi dilihat pada lahirnja, harus ditjari dorongan psychis apa jang mendjelmakan dewan itu: tak lain hanjalah hasrat rakjat untuk konsolidasi. Pendjelmaannja lokaal, hanja untuk permulaan, sesuai dgn pertumbuhan keinsjafan nasional manusia jang mulai dari kelamin, keluarga, suku, kampung, daerah dan achirnja negara.
{{gap}} ,,Kekatjauan" lahir ini adalah sekarat penghabisan dari djalannja pertumbuhan kearah konsolidasi, setelah bosan dengan pertentangan²2, kemudian akan tertjapailah stabilisasi.
{{gap}}Tapi pertumbuhan ini harus terpimpin, djangan sampai membawa ekses lagi.
{{gap}}Pada hakekatnja pertumbuhan dewan² ini adalah balasan jang timbul dari masing² onderbewustzijn rakjat atas gugatan PJM Presiden untuk melebur partai². Inilah salah satu pendapat jang dikemukakan orang pada waktu achir² ini. Dalam keadaan orang tengah mentjari rumusan² dan mentjoba untuk dapat membikin satu estimate jang concreet tentang keadaan jang bergolak ditanah air kita inilah. ............... maka pada tanggal 1 Maret '57 hampir semua perhatian ditjurahkan kepada hal-hal apa jang akan terdjadi dan keputusan apa jang akan diambil oleh rapat para panglima kali ini.
{{gap}}Sedjak dari pagi wartawan² djurupotret, baik dari dalam maupun dari luar negeri telah berkelompok² disekitar aula MBAD dimana rapat akan dilangsungkan. Didalam ruangan sendiri telah disusun dengan sangat rapi korsi² jang merupakan segitiga dengan medja pandjang jang beralaskan laken hidjau. Disudut lainnja berdjedjer tape recorder jang akan mengambil semua pembitjaraan jg berlangsung dalam ruangan ini.
{{Missing image}}
{{Smaller|''Pada tanggal 15 s/d 20 Maret 1957, bertempat di Aula MBAD telah dilangsungkan rapat para Panglima Tentara dan Territortum serta Komandan Daerah di seluruh wilajah R.I.
Ini adalah pemandangan dalam ruangan rapat tsb.''}}
{{gap}}Djam 08.30 beberapa perwira menengah dari SUAD telah berada dalam ruangan dan dalam waktu jang singkat kemudian beberapa panglima telah hadir pula. Mereka kelihatan segar². Para wartawan mulai menjerbu kedalam dan satu demi satu para pengikut rapat memasuki ruangan.
{{gap}}Sasaran² camera kebanjakan ditudjukan pada Overste Sumual, Kolonel Sudirman, Overste Hasan Basri, Overste Djamin Gintings, Overste Samaun Gaharu. Seorang lainnja jang pasti akan mendjadi sasaran ramai adalah overste Ahmad Husein kalau ia hadir, tapi karena telah diketahui terlebih dahulu bahwa ia tak dapat hadir, ia tak ditjari-tjari. Walaupun demikian diantara ± 35 para perwira menengah itu, para wartawan kelihatan masih mentjari² seorang jang sampai saat rapat akan dimulai belum djuga kelihatan hadir. Baru setelah para wartawan diminta keluar dan rapat akan mulai dibuka, Overste Barlian memasuki ruangan rapat dan segera melaporkan diri kepada KSAD. Semua mata ditudjukan kepadanja, mungkin karena tindakan jang telah diambilnja di Terr. II lima dari sebelum berlangsungnja rapat Panglima ini.
{{gap}}Gambaran singkat sebelum rapat dimulai, dalam ruangan dapat dikatakan sebagai berikut: Ada wartawan² jg berdiri di-podjok² dengan melemparkan sorotan mata keseluruh pelosok ruangan, meneliti seseorang demi seorang. Mereka seolah-olah ingin menduga dan mendjedjak tiap-tiap pribadi jang mendjadi perhatian pada ketika itu.
{{gap}}Kolonel Sudirman dengan {{hws|per|perawakan}}<noinclude></noinclude>
hzlhyt1prav51aldwzj6rsuwrwbzc76
283620
283619
2026-05-07T06:59:58Z
Tika Yulia
25963
283620
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Tika Yulia" /></noinclude>{{c|'''RAPAT PARA PANGLIMA TENTARA DAN TERRITORIUM'''}} <br>
{{c|'''Tgl. 15 s/d 20 Maret 57 '''}}
{{Gap}}Sedjak meletusnja peristiwa Dewan Banteng tgl. 20 Desember 1956 dan diikuti pula oleh timbulnja dewan² lainnja, keadaan di tanah air kita dapat dikatakan memasuki suatu proces baru dalam sedjarahnja.
{{gap}}Banjak tafsiran² tentang ini jg satu sama lainnja berlainan.
{{gap}}Ada pula jg mengatakan bahwa timbulnja dewan² daerah sebagai tanda konsolidasi dilihat pada lahirnja, harus ditjari dorongan psychis apa jang mendjelmakan dewan itu: tak lain hanjalah hasrat rakjat untuk konsolidasi. Pendjelmaannja lokaal, hanja untuk permulaan, sesuai dgn pertumbuhan keinsjafan nasional manusia jang mulai dari kelamin, keluarga, suku, kampung, daerah dan achirnja negara.
{{gap}} ,,Kekatjauan" lahir ini adalah sekarat penghabisan dari djalannja pertumbuhan kearah konsolidasi, setelah bosan dengan pertentangan², kemudian akan tertjapailah stabilisasi.
{{gap}}Tapi pertumbuhan ini harus terpimpin, djangan sampai membawa ekses lagi.
{{gap}}Pada hakekatnja pertumbuhan dewan² ini adalah balasan jang timbul dari masing² onderbewustzijn rakjat atas gugatan PJM Presiden untuk melebur partai². Inilah salah satu pendapat jang dikemukakan orang pada waktu achir² ini. Dalam keadaan orang tengah mentjari rumusan² dan mentjoba untuk dapat membikin satu estimate jang concreet tentang keadaan jang bergolak ditanah air kita inilah. ............... maka pada tanggal 1 Maret '57 hampir semua perhatian ditjurahkan kepada hal-hal apa jang akan terdjadi dan keputusan apa jang akan diambil oleh rapat para panglima kali ini.
{{gap}}Sedjak dari pagi wartawan² djurupotret, baik dari dalam maupun dari luar negeri telah berkelompok² disekitar aula MBAD dimana rapat akan dilangsungkan. Didalam ruangan sendiri telah disusun dengan sangat rapi korsi² jang merupakan segitiga dengan medja pandjang jang beralaskan laken hidjau. Disudut lainnja berdjedjer tape recorder jang akan mengambil semua pembitjaraan jg berlangsung dalam ruangan ini.
{{Missing image}}
{{Smaller|''Pada tanggal 15 s/d 20 Maret 1957, bertempat di Aula MBAD telah dilangsungkan rapat para Panglima Tentara dan Territortum serta Komandan Daerah di seluruh wilajah R.I.
Ini adalah pemandangan dalam ruangan rapat tsb.''}}
{{gap}}Djam 08.30 beberapa perwira menengah dari SUAD telah berada dalam ruangan dan dalam waktu jang singkat kemudian beberapa panglima telah hadir pula. Mereka kelihatan segar². Para wartawan mulai menjerbu kedalam dan satu demi satu para pengikut rapat memasuki ruangan.
{{gap}}Sasaran² camera kebanjakan ditudjukan pada Overste Sumual, Kolonel Sudirman, Overste Hasan Basri, Overste Djamin Gintings, Overste Samaun Gaharu. Seorang lainnja jang pasti akan mendjadi sasaran ramai adalah overste Ahmad Husein kalau ia hadir, tapi karena telah diketahui terlebih dahulu bahwa ia tak dapat hadir, ia tak ditjari-tjari. Walaupun demikian diantara ± 35 para perwira menengah itu, para wartawan kelihatan masih mentjari² seorang jang sampai saat rapat akan dimulai belum djuga kelihatan hadir. Baru setelah para wartawan diminta keluar dan rapat akan mulai dibuka, Overste Barlian memasuki ruangan rapat dan segera melaporkan diri kepada KSAD. Semua mata ditudjukan kepadanja, mungkin karena tindakan jang telah diambilnja di Terr. II lima dari sebelum berlangsungnja rapat Panglima ini.
{{gap}}Gambaran singkat sebelum rapat dimulai, dalam ruangan dapat dikatakan sebagai berikut: Ada wartawan² jg berdiri di-podjok² dengan melemparkan sorotan mata keseluruh pelosok ruangan, meneliti seseorang demi seorang. Mereka seolah-olah ingin menduga dan mendjedjak tiap-tiap pribadi jang mendjadi perhatian pada ketika itu.
{{gap}}Kolonel Sudirman dengan {{hws|per|perawakan}}<noinclude></noinclude>
lkh5fbln5pyxqfegptmnkync6hji37l
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1131
104
101184
283610
2026-05-07T06:43:13Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283610
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>11
tentara kita telah mengadakan
bangun-bangunan pertahanan jg
modern disepandjang garis de-
pan pertahanan nasional dan di-
tempat2 strategis dengan susunan
2 jang dalam. Selama blok agresor
imperialis tidak melepaskan ren-
tjana agresinja, selama itu djuga
bangun-bangunan pertahanan ki-
ta harus terus-menerus diperkuat
dan disempurnakan. Kita jakin.
bila bangun-bangunan pertahan-
an sematjam itu dipadu dengan
tara tentara tetap dengan tenaga
tjadangan dan masalah persesuai-
an antara ekonomi nasional masa
damai dengan ekonomi nasional
masa perang. Dalam hal tenaga
manusia, selain daripada tentara
tetap harus menghimpun pula se-
djumlah besar perwira dan pera-
djurit tjadangan sebagai perse-
diaan. Djusteru untuk maksud
inilah maka dinegeri kita sistim
tentara sukarela telah diganti de-
ngan sistim wadjib militer. pen-
akan peralaan dan meterial da-
lam djumlah besar selama proses
perang. harus dipenuhi dengan
bersandar pada perubahan jang
tjepat dilapangan ekonomi na-
sional dari produksi masa damai
mendjadi produksi masa perang.
dan dengan bersandar pada per-
sediaan jang seperlunja dari per-
lengkapan dan tenaga tehnik pro-
duksi keperluan militer jang di-
tjadangkan oleh tjabang2 produk-
si sipil pada masa damai. Hanja
l
ondently
125 giged
Iring-iringan satuan Lampu Penjorot Radar jang modern sedang berbaris dilapangan Tien An Men.
tentara rakjat jang bersendjata
modern, maka musuh manapun
jang melantjarkan agresi terha-
dap negeri kita, tidak mungkin
mentjapai tudjuan jang di-impi-
impikannja.
Dalam perang modern, medan
perang adalah luas sekali, tenaga
manusia dan tenaga materiil jg
dibutuhkan banjak sekali. Untuk
dengan efektif mentjegah serang-
an mendadak jang mungkin di-
lantjarkan oleh kaum imperialis,
kita harus ber-sungguh2 meme-
tjahkan masalah persesuaian an-
daftaran dan latihan atas per-
wira dan peradjurit tjadangan
telah dimulai, dan vak latihan
ketentaraan di-perguruan tinggi
akan ditambah ber-angsur². Da-
lam hal tenaga materiil, kita ha-
rus menjediakan sedjumlah ter-
tentu persendjataan dan material
untuk keperluan pada permulaan
perang. Sedangkan keperluan
dengan mengadakan persiapan jg
setjukupnja dalam rentjana eko-
nomi nasoinal selama masa da-
mai, barulah sebelum timbulnja
perang itu kita sudah bisa menge-
rahkan tenaga finansil, tenaga
material dan tenaga manusia un-
fuk melakukan pembangunan
ekonomi dan sesudah perang me-
letus kita dapat tjepat mengerah-
NASKAH DAN PHOTO'S DARI KEDUTAAN
BESAR REPUBLIK RAKJAT TIONGKOK
Digitized by
Google
21<noinclude></noinclude>
3yqlq2qenvuo1t4cl0fhgcoaey7ejnq
283624
283610
2026-05-07T07:11:02Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283624
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>tentara kita telah mengadakan bangun-bangunan pertahanan jg modern disepandjang garis depan pertahanan nasional dan ditempat² strategis dengan susunan jang dalam. Selama blok agresor imperialis tidak melepaskan rentjana agresinja, selama itu djuga bangun-bangunan pertahanan kita harus terus-menerus diperkuat dan disempurnakan. Kita jakin. bila bangun-bangunan pertahanan sematjam itu dipadu dengan tentara rakjat jang bersendjata modern, maka musuh manapun jang melantjarkan agresi terhadap negeri kita, tidak mungkin mentjapai tudjuan jang di-impi-impikannja.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1131 crop).jpg|jmpl|pus|Iring-iringan satuan Lampu Penjorot Radar jang modern sedang berbaris dilapangan Tien An Men.]]
Dalam perang modern, medan perang adalah luas sekali, tenaga manusia dan tenaga materiil jg dibutuhkan banjak sekali. Untuk dengan efektif mentjegah serangan mendadak jang mungkin dilantjarkan oleh kaum imperialis, kita harus ber-sungguh² memetjahkan masalah persesuaian antara tentara tetap dengan tenaga tjadangan dan masalah persesuaian antara ekonomi nasional masa damai dengan ekonomi nasional masa perang. Dalam hal tenaga manusia, selain daripada tentara tetap harus menghimpun pula sedjumlah besar perwira dan peradjurit tjadangan sebagai persediaan. Djusteru untuk maksud inilah maka dinegeri kita sistim tentara sukarela telah diganti dengan sistim wadjib militer. pendaftaran dan latihan atas perwira dan peradjurit tjadangan telah dimulai, dan vak latihan ketentaraan di-perguruan² tinggi akan ditambah ber-angsur². Dalam hal tenaga materiil, kita haru menjediakan sedjumlah tertentu persendjataan dan material untuk keperluan pada permulaan perang. Sedangkan keperluan akan peralaan dan meterial dalam djumlah besar selama proses perang. harus dipenuhi dengan bersandar pada perubahan jang tjepat dilapangan ekonomi nasional dari produksi masa damai mendjadi produksi masa perang. dan dengan bersandar pada persediaan jang seperlunja dari perlengkapan dan tenaga tehnik produksi keperluan militer jang ditjadangkan oleh tjabang2 produksi sipil pada masa damai. Hanja dengan mengadakan persiapan jg setjukupnja dalam rentjana ekonomi nasoinal selama masa damai, barulah sebelum timbulnja perang itu kita sudah bisa mengerahkan tenaga finansil, tenaga material dan tenaga manusia untuk melakukan pembangunan ekonomi dan sesudah perang meletus kita dapat tjepat {{hws|mengerah|mengerahkan}}
{{c|NASKAH DAN PHOTO'S DARI KEDUTAAN BESAR REPUBLIK RAKJAT TIONGKOK}}<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
4l3kkd9fbyre81ak42zm6y9k0tz2osu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1149
104
101185
283611
2026-05-07T06:43:45Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— AR IA Pasirpengarajan. " — batja kete- rangan dibawah). Lapangan tsb. kini bernama Lap. Garuda — dan sebelum kami dari Bn. 444 bertu- gas disitu, namanja Lap. Merde- ka. Dan semendjak kami bertu- gas disitu — kota Pasirpengara- jan pernah diserang gerombolan setjara besar?an sekali — ialah pada tgl: 14 Januari 1959. Mulai pagi buta sampai dua djam lama- nja gerombolan PRRI memuntah- kan pelurunja dengan senapan? mesinnja dan...
283611
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>—
AR
IA
Pasirpengarajan. " — batja kete-
rangan dibawah). Lapangan tsb.
kini bernama Lap. Garuda — dan
sebelum kami dari Bn. 444 bertu-
gas disitu, namanja Lap. Merde-
ka. Dan semendjak kami bertu-
gas disitu — kota Pasirpengara-
jan pernah diserang gerombolan
setjara besar?an sekali — ialah
pada tgl: 14 Januari 1959. Mulai
pagi buta sampai dua djam lama-
nja gerombolan PRRI memuntah-
kan pelurunja dengan senapan?
mesinnja dan tidak lupa sendjata
modern-nja Bazooka. Mereka su-
dah bisa mendekat kepinggir 10
meter dari pos kami. Namun ber-
kat kegigihan pasukan kita jang
hanja satu peleton dan regu ke-
lompok komando — musuh dapat
kami pukul mundur dari Pasirpe-
ngarajan. Tjara bergaul Pendu-
Fe. 1 x KANAN 3
2, Pa . »: KA 2 Peta LA Lp
Para
ngan kami sudah agak
bisa rapat dari pada dengan
Udjungbatu. Demikianlah sedikit
tentang kota ketjamatan Pasir-
pengarajan. Dimana tempat ke-
dudukan Komando Vak 6. Sec-
tor ,,A". Bn. 444/Diponegoro
bertugas.
Kemudian bila kita teruskan
perdjalanan tsb tuan akan sam-
pai ke Komando Vak 7. Sector
,A". Bn 444 jang terdjauh — ia-
lah di Daludalu — djalannja dju-
ga rusak. Malahan bila kebetulan
sungai Rokankanan bandjir dan
sampai meluap djauh kedataran
— adakalanja kami terpaksa le-
Kalau djalan? su-
lit dilalui kenda-
raan bermotor,
maka patrolipun
lebih baik meng-
gunakan sepeda.
(Gbr : Penulis)
Post
Vak "A” Jon 444
di Udjung Batu
ini tjukup megah,
tetapi djuga tju-
Komando
kup terpentijil
Gan sunji.
(Gbr : Penulis)
Meluapnja — Su-
ngai Rokan, ma-
ka djalan? pun
merupakan Su-
ngai pula, dan bi-
Ia kita melewati-
nja maka lebih
baik tjopot sepa-
tu.
(Gbr : Penulis)
“4
Ea
BCA
pas sepatu melinting tjelana —
dan bila keadaan djalan sangat
betjek, sehingga pak Sopir tak
bisa mendjalankan otonja — ka-
mi lebih baik bersepeda sadja —
karena djalan lain tidak ada. Dan
selandjutnja djalan itu bila kita
teruskan akan sampai ke daerah
Sumatra utara.
Demikianlah tuan — sedikit
kissah didaerah operasi dan —
tentang keadaan? disebagian dae-
rah R.T.P. I TEGAS. Sumatera
Tengah — dimana kesautan Ba-
taljon 444/ Diponegoro sedang
bertugas.
METESE
Bn. 444.<noinclude></noinclude>
8zzs5ou9rk0c33umxim98hutytf6xmd
283627
283611
2026-05-07T07:16:52Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283627
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop).jpg|300px|kanan|jmpl| Kalau djalan? sulit dilalui kendaraan bermotor, maka patrolipun lebih baik menggunakan sepeda.
(Gbr : Penulis) ]]
Pasirpengarajan.* = batja keterangan dibawah). Lapangan tsb. kini bernama Lap. Garuda — dan sebelum kami dari Bn. 444 bertugas disitu, namanja Lap. Merdeka. Dan semendjak kami bertugas disitu — kota Pasirpengarajan pernah diserang gerombolan setjara besar²an sekali — ialah pada tgl: 14 Januari 1959. Mulai pagi buta sampai dua djam lamanja gerombolan PRRI memuntahkan pelurunja dengan senapan² mesinnja dan tidak lupa sendjata modern-nja Bazooka. Mereka sudah bisa mendekat kepinggir 10 meter dari pos kami. Namun berkat kegigihan pasukan kita jang hanja satu peleton dan regu kelompok komando musuh dapat kami pukul mundur dari Pasirpengarajan. Tjara bergaul Penduduk dengan kami sudah agak bisa rapat dari pada dengan Udjungbatu. Demikianlah sedikit tentang kota ketjamatan Pasirpengarajan. Dimana tempat kedudukan Komando Vak 6. Sector „A”. Bn. 444/Diponegoro bertugas.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop2).jpg|300px|kiri|jmpl|Meluapnja sungai Rokan,maka djalan² pun merupakan sungai pula, dan bila kita melewatinja maka lebih baik tjopot sepatu
(Gbr: Penulis)]]
Kemudian bila kita teruskan perdjalanan tsb tuan akan sampai ke Komando Vak 7. Sector „A”. Bn 444 jang terdjauh — ialah di Daludalu — djalannja djuga rusak. Malahan bila kebetulan sungai Rokankanan bandjir dan
sampai meluap djauh kedataran — adakalanja kami terpaksa lepas sepatu melinting tjelana dan bila keadaan djalan sangat betjek, sehingga pak Sopir tak
bisa mendjalankan otonja — kami lebih baik bersepeda sadja — karena djalan lain tidak ada. Dan selandjutnja djalan itu bila kita teruskan akan sampai ke daerah Sumatra utara.
Demikianlah tuan — sedikit kissah didaerah operasi dan — tentang keadaan² disebagian daerah R.T.P. I TEGAS. Sumatera Tengah — dimana kesatuan Bataljon 444/ Diponegoro sedang bertugas.
{{Right block|METESE
Bn.444}}
<center>=a=</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop3).jpg|300px|kanan|jmpl|Post Komando Vak "A" Jon 444 di Udjung Batu ini tjukup megah, tetapi djuga tjukup terpentjil dan sunji.
(Gbr : Penulis) ]]<noinclude></noinclude>
hrgaz3cy95ni6bqflm2t9k1skrl23c8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/137
104
101186
283621
2026-05-07T07:01:32Z
Tika Yulia
25963
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '| | 5g a | pe | | Pi 14 | ' L ” - Ro L NN punjai pasukan jang djauh lebih besar. Pada waktu pengintai? Iskan- dar bertemu dengan pasukan? lawannja, ia dapat menawan be- berapa orang. Dari mereka ini ia tahu djuga susunan dan kehen- dak lawannja. Oleh karena itu tentjananja dibuat dengan mem- pergunakan kelemahan?nja. Pha- lanx diletakkan ditengah? dengan dilindungi Kavaleri pada kedua Dengan taktik/ demikian Iskan...
283621
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Tika Yulia" /></noinclude>| |
5g
a |
pe
| |
Pi
14 |
'
L
”
-
Ro
L
NN
punjai pasukan jang djauh lebih
besar.
Pada waktu pengintai? Iskan-
dar bertemu dengan pasukan?
lawannja, ia dapat menawan be-
berapa orang. Dari mereka ini ia
tahu djuga susunan dan kehen-
dak lawannja. Oleh karena itu
tentjananja dibuat dengan mem-
pergunakan kelemahan?nja. Pha-
lanx diletakkan ditengah? dengan
dilindungi Kavaleri pada kedua
Dengan taktik/ demikian Iskan-
dar bermaksud menghantjurkan
lawannja. Panglima?nja sebetul-
nja tidak setudju akan rentjana
tersebut. Sebab mereka hanja
mendasarkan pertimbangan me-
reka atas dasar kekuatan pasu-
kannja. Mereka menghendaki
supaja Iskandar menjerang la-
wannja pada malam hari sadja.
Karena hanja dengan demikian
mereka akan mendapat keme-
TMuR Pede Mere DN
GD la TA JP AP Ka SD
Man Dana BSN Sat kan ORA AN nb On Nara
2 an TN Se N i CE“ NX - & N “
Esa "S3 ui 1 , TN: 2 OS P
NN 3. Ke 000 SN ama Ph Tu 2
GE Dana N N 2 re
“$ “ ... S » N Ny , Uh
N aka en . “4
2 SN 2 “ ms " S
“ & BPN IK “ ai
35 ca N “
N ..—
La Aa N ---&
N “
Sg stok Mana 2 hk
“ pALA Saw
X ne Ta . Pal
IN 4 Pen ,
G3 - Ng «” RA
SAYAP KIRI S SAYAP KAWAN
ARBELA — 33) SeEB. Mas
Taraf pertama dari pertempuran. Iskandar 'menjerang sajap kirt
Persia dan dapat mendesaknja, meskipun mendapat perlawanan
sengit.
sajapnja. Diantara Kavaleri dan
phalanx diletakkannja pasukan?
ringan lainnja seperti pasukan?
penembak panah dan pelempar
lembing. Sebab pasukan? ini di-
maksudkan untuk memungkin-
kan gerakan jang kenjal: lagi
pula dapat dipergunakan untuk
mendjaga phalanx dari serangan
lambung. Sebagai tjadangan ia
meletakkan orang?nja jang agak
kurang sehat. T'jadangan ini di-
serahi tugas pula untuk mendja-
ga semua perkemahannja. Dan
oleh karena Iskandar menjukai
memimpin pertempuran diatas
kuda, maka iapun menempatkan
dirinja disajap kanan. Dengan
sajap ini pula ia bermaksud un-
tuk menghantjurkan Jawannja.
Sajap kirinja dibawah Parmenio
beri tugas untuk mempertahan-
kan sadja. Karena itu sajap kiri
Ini tidak begitu kuat susunannja.
nangan. Tetapi atas andjuran
ini Iskandar mengemukakan ke-
beratan?nja, jaitu bahwa ia ber-
maksud untuk menghantjurkan
lawannja dengan terang?an. La-
gi pula djika ia menang pada
pertempuran malam hari, keka-
tjauan dan ketidak-pastian ten-
tu akan terdjadi, Dan ini akan
merupakan alasan bagi Darius III
untuk memeranginja kembali.
Sebab Iskandar tidak hanja
mau mengalahkan lawannja sa-
dja, tetapi ia bermaksud untuk
menghantjurkan Darius III sede-
mikian rupa, hingga ia tak mung-
kin bangkit kembali untuk mela-
wannja. Perhitungan Iskandar
ini memang tepat, sebab Darius
III sebetulnja mengharapkan se-
rangan malam karena itu pasu-
kannja semalam sentuh bersiap”
dengan sendjatanja. Tetapi apa
latjur, serangan malam tidak ada,
hingga pada waktu mereka pagi?
bangun mereka sudah lesu dan
tjapai sekali. Sebaliknja pasu-
kan? Iskandar segar-bugar dan
penuh bersemangat untuk meng-
hadapi serta menghantjurkan la-
wannja.
Setelah Iskandar mengumpul-
kan dan memberi petundjuk?
penghabisan kepada panglima?-
' nja bagaimana djalannja pertem-
puran jang ia kehendaki dan ba-
gaimana menghadapi segala ke-
mungkinan, maka iapun menem-
— pati kedudukannja untuk memim-
pin pasukan?nja. Ketjuali hal itu
iapun menekankan kepada pang-
lima?nja untuk melakukan tugas-
nja dengan sebaik-baiknja se-
olah-olah kemenangan atau keka-
lahan pertempuran itu tergantung
dari pada hasil-hasil jang mere-
ka peroleh. |
Dimulailah pertempuran dah-
sjat jang menentukan keruntuhan
keradjaan Persia. Pada waktu
Iskandar mendekati lawannja ia
tahu bahwa pasukannja dengan
mudah akan dapat dilingkari la-
wannja. Oleh karena itu ia ma-
dju dengan serong kekanan. De-
ngan demikian ia dapat menje-
rang satu tempat dari lawannja
dan dengan demikian sajap kiri-
nja terhindar dari pengepungan
pasukan? Persia. Dengan demi-
kian 'phalanxnja akan dapat
menghindari medan rata hingga
tidak chawatir akan serangan?
kereta tempur Persia. Setelah
Darius III melihat gerakan Is-
kandar ditudjukan kesajap kirinja
dengan segera ia mengirimkan
sebagian dari Kavaleri jang be-
rada disajap kiri untuk menje-
rang lambung kanan Iskandar.
Melihat hal itu Iskandarpun me-
ngeluarkan sebagian dari Kava-
lerinja untuk menahan serangan
tersebut. ' Karena perkelahian
antara mereka itu tidak memba-
wa hasil, maka dikeluarkan lagi
oleh Iskandar sebagian dari Ka-
valeri jang mengiringnja dan se-
bagian dari pasukan berdjalan
kaki. Baru dengan bantuan itu
pasukan? Kavaleri Persia mulai
terdesak mundur. Ini disebabkan
karena Kavaleri Iskandar bertin-
dak dalam bentuk eskadron? jang
teratur sedang Kavaleri Persia
19<noinclude></noinclude>
chvu1mrw8loke0sltgxy4x5qf4nmhgo
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1029
104
101187
283625
2026-05-07T07:11:17Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok Jang Gagah Berani Oleh: Marsekal PENG TEH HUAI, {{border|compact=true| ''Pengantar Redaksi.'' Dalam pembentukannya, dan perkembangannja Ten- tara Pembebasan Rakjat Tiongkok mempunjai segi? persamaan dengan pemben- tukan, pertumbuhan dan perkembangan Tentara Na- sional Indonesia. Seperti djuga dengan perdjuangan kita, mereka berdjuang me- ngusir pendjadjah Djepang dan feodalis Koumi...
283625
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat
Tiongkok Jang Gagah Berani
Oleh: Marsekal PENG TEH HUAI,
{{border|compact=true|
''Pengantar Redaksi.''
Dalam pembentukannya,
dan perkembangannja Ten-
tara Pembebasan Rakjat
Tiongkok mempunjai segi?
persamaan dengan pemben-
tukan, pertumbuhan dan
perkembangan Tentara Na-
sional Indonesia. Seperti
djuga dengan perdjuangan
kita, mereka berdjuang me-
ngusir pendjadjah Djepang
dan feodalis Koumintang.
Oleh karena itu kami anggap
ada baiknja disini kami sa-
diikan tulisan Marsekal Peng
Teh-hui, Menteri Pertahanan
Republik Rakjat Tiongkok,
tentang Perdjuangan Tenta-
ra Pembebasan Rakjat
Tiongkok. Mudah?an akan
dapat kita tarik manfaat
dari padanja.
Red.
}}
Pengantar Redaksi.
Dalam pembentukannya,
dan perkembangannja Ten-
tara Pembebasan Rakjat
Tiongkok mempunjai segi?
persamaan dengan pemben-
tukan, pertumbuhan dan
perkembangan Tentara Na-
sional Indonesia. Seperti
djuga dengan perdjuangan
kita, mereka berdjuang me-
ngusir pendjadjah Djepang
dan feodalis Koumintang.
Oleh karena itu kami anggap
ada baiknja disini kami sa-
diikan tulisan Marsekal Peng
Teh-hui, Menteri Pertahanan
Republik Rakjat Tiongkok,
tentang Perdjuangan Tenta-
ra Pembebasan Rakjat
Tiongkok. Mudah?an akan
dapat kita tarik manfaat
dari padanja.
Red.
Djalan jang telah ditempuh
oieh Tentara Pembebasan Rak-
jat Tiongkok adalah djalan jang
pandjang lagi berliku-liku. Ten-
tara Pembebasan Rakjat Tiong-
kok dari tiada mendjadi ada, da-
r. ketjil mendjadi besar, dan se-
telah mengalami kemenangan
dan kegagalan jang berulang-
ulang, achirnja mentjapai keme-
nangan.
Semendjak berdirinja, Partai
Komunis Tiongkok telah dengan
aktif mengandjurkan dan men-
dorong terwudjudnja kerdja sa-
ma antara Kuomintang dengan
Partai Komunis, memimpin dan
mengambil bagian dalam revo-
lusi besar tahun 1924—1927 di-
negeri kita. Ketika kekuatan
revolusioner memasuki daerah
Menteri Pertahanan R.R.T.
13 2g Hap
Ne 3 Pa MA BM
Pe aa 2 “5 21 34
#3 Ten).
93 be
Salah seorang anggota Missi Militer Persahabatan R.R.T. sedang
mentjoba sendjata mesin ringan jang dihasilkan oleh PABAL
(P.S.M.).
aliran Sungai Jangtse dan gerak-
an buruh dan tani mendapat ke-
madjuan jang besar, kaum reak-
sioner Kuomintang jang mewa-
kili imperialisme dan kekuatan
feodal itu segera terbuka ikedok-
nja dan tampaklah wadjahnja jg
kontra-revolusioner. Pada waktu
peralihan dari musim semi ke-
musim panas tahun 1927, mereka
mengadakan kudeta kontra-re-
volusioner, menjerang kekuatan
revolusioner dengan teror Putih
jang tiada taranja dalam sedja-
rah. Berpuluh-puluh ribu ang-
gota Partai Komunis dan massa
revolusioner dibunuhnja. Teta-
pi, Partai Komunis dan rakjat
revolusioner tidak tunduk kare-
na itu, sebaliknja terdorong oleh
rasa keadilan maka dengan da-
rah jang mendidih mereka telah
berturut-turut mengadakan pem-
berontakan-bersendjata sebagai
djawaban terhadap teror Putih
kaum reaksioner. Antara lain,
jang terkenal ialah Pemberonta-
kan Nantjang, Pemberontakan
Panen Musim Rontok dan Pem-
berontakan Kuangtjou. Didalam
pemberontakan2 itulah terbentuk
Tentara Merah Buruh dan Tani
Tiongkok.
Pada bulan Oktober tahun
1927, dibawah pimpinan Kawan
Mau 'Tje-tung, sebagian dari-
pada pasukan Pemberontakan
Panen Musim Rontok mula? me-
masuki daerah Gunung Tjing-
Ikang diperbatasan Propinsi Hu-
nan dan Propinsi Tjiangsi, ke-
mudian sebagian daripada pasu-
19<noinclude></noinclude>
iumo6dllb18o8u7i3ho5h3qc8dmh2jd
283628
283625
2026-05-07T07:18:25Z
Moel81
25980
283628
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat'''<br>
'''Tiongkok Jang Gagah Berani'''}}<br>
''Oleh:'' '''Marsekal PENG TEH HUAI''',<br>
'''Menteri Pertahanan R.R.T'''}}<br>
<br>{{border|compact=true|
''Pengantar Redaksi.''
''Dalam pembentukannya dan perkembangannja Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok mempunjai segi<small><sup>2</sup></small> persamaan dengan pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan Tentara Nasional Indonesia. Seperti djuga dengan perdjuangan kita, mereka berdjuang mengusir pendjadjah Djepang dan feodalis Koumintang. Oleh karena itu kami anggap ada baiknja disini kami sadjikan tulisan Marsekal Peng Teh-hui, Menteri Pertahanan Republik Rakjat Tiongkok, tentang Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok. Mudah<small><sup>2</sup></small>an akan dapat kita tarik manfaat dari padanja.
{{right|''Red''.}}''
}}
Djalan jang telah ditempuh oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok adalah djalan jang pandjang lagi berliku-liku. Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok dari tiada mendjadi ada, dar. ketjil mendjadi besar, dan setelah mengalami kemenangan dan kegagalan jang berulang-ulang, achirnja mentjapai kemenangan.
Semendjak berdirinja, Partai
Komunis Tiongkok telah dengan
aktif mengandjurkan dan men-
dorong terwudjudnja kerdja sa-
ma antara Kuomintang dengan
Partai Komunis, memimpin dan
mengambil bagian dalam revo-
lusi besar tahun 1924—1927 di-
negeri kita. Ketika kekuatan
revolusioner memasuki daerah
Menteri Pertahanan R.R.T.
13 2g Hap
Ne 3 Pa MA BM
Pe aa 2 “5 21 34
#3 Ten).
93 be
Salah seorang anggota Missi Militer Persahabatan R.R.T. sedang
mentjoba sendjata mesin ringan jang dihasilkan oleh PABAL
(P.S.M.).
aliran Sungai Jangtse dan gerak-
an buruh dan tani mendapat ke-
madjuan jang besar, kaum reak-
sioner Kuomintang jang mewa-
kili imperialisme dan kekuatan
feodal itu segera terbuka ikedok-
nja dan tampaklah wadjahnja jg
kontra-revolusioner. Pada waktu
peralihan dari musim semi ke-
musim panas tahun 1927, mereka
mengadakan kudeta kontra-re-
volusioner, menjerang kekuatan
revolusioner dengan teror Putih
jang tiada taranja dalam sedja-
rah. Berpuluh-puluh ribu ang-
gota Partai Komunis dan massa
revolusioner dibunuhnja. Teta-
pi, Partai Komunis dan rakjat
revolusioner tidak tunduk kare-
na itu, sebaliknja terdorong oleh
rasa keadilan maka dengan da-
rah jang mendidih mereka telah
berturut-turut mengadakan pem-
berontakan-bersendjata sebagai
djawaban terhadap teror Putih
kaum reaksioner. Antara lain,
jang terkenal ialah Pemberonta-
kan Nantjang, Pemberontakan
Panen Musim Rontok dan Pem-
berontakan Kuangtjou. Didalam
pemberontakan2 itulah terbentuk
Tentara Merah Buruh dan Tani
Tiongkok.
Pada bulan Oktober tahun
1927, dibawah pimpinan Kawan
Mau 'Tje-tung, sebagian dari-
pada pasukan Pemberontakan
Panen Musim Rontok mula? me-
masuki daerah Gunung Tjing-
Ikang diperbatasan Propinsi Hu-
nan dan Propinsi Tjiangsi, ke-
mudian sebagian daripada pasu-
19<noinclude></noinclude>
ifh8nu5etlcyypoef3e5gcrr90hcvdi
283630
283628
2026-05-07T07:23:24Z
Moel81
25980
283630
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat'''<br>
'''Tiongkok Jang Gagah Berani'''}}<br>
''Oleh:'' '''Marsekal PENG TEH HUAI''',<br>
'''Menteri Pertahanan R.R.T'''}}<br>
{{border|maxwidth=35em|bstyle=double|bthickness=8px|align=center|padding=20px|
{{left|''Pengantar Redaksi.''<br>
''Dalam pembentukannya dan perkembangannja Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok mempunjai segi<small><sup>2</sup></small> persamaan dengan pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan Tentara Nasional Indonesia. Seperti djuga dengan perdjuangan kita, mereka berdjuang mengusir pendjadjah Djepang dan feodalis Koumintang. Oleh karena itu kami anggap ada baiknja disini kami sadjikan tulisan Marsekal Peng Teh-hui, Menteri Pertahanan Republik Rakjat Tiongkok, tentang Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok. Mudah<small><sup>2</sup></small>an akan dapat kita tarik manfaat dari padanja.}}
{{right|''Red''.}}}}
<br>
Djalan jang telah ditempuh oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok adalah djalan jang pandjang lagi berliku-liku. Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok dari tiada mendjadi ada, dar. ketjil mendjadi besar, dan setelah mengalami kemenangan dan kegagalan jang berulang-ulang, achirnja mentjapai kemenangan.
Semendjak berdirinja, Partai
Komunis Tiongkok telah dengan
aktif mengandjurkan dan men-
dorong terwudjudnja kerdja sa-
ma antara Kuomintang dengan
Partai Komunis, memimpin dan
mengambil bagian dalam revo-
lusi besar tahun 1924—1927 di-
negeri kita. Ketika kekuatan
revolusioner memasuki daerah
Menteri Pertahanan R.R.T.
13 2g Hap
Ne 3 Pa MA BM
Pe aa 2 “5 21 34
#3 Ten).
93 be
Salah seorang anggota Missi Militer Persahabatan R.R.T. sedang
mentjoba sendjata mesin ringan jang dihasilkan oleh PABAL
(P.S.M.).
aliran Sungai Jangtse dan gerak-
an buruh dan tani mendapat ke-
madjuan jang besar, kaum reak-
sioner Kuomintang jang mewa-
kili imperialisme dan kekuatan
feodal itu segera terbuka ikedok-
nja dan tampaklah wadjahnja jg
kontra-revolusioner. Pada waktu
peralihan dari musim semi ke-
musim panas tahun 1927, mereka
mengadakan kudeta kontra-re-
volusioner, menjerang kekuatan
revolusioner dengan teror Putih
jang tiada taranja dalam sedja-
rah. Berpuluh-puluh ribu ang-
gota Partai Komunis dan massa
revolusioner dibunuhnja. Teta-
pi, Partai Komunis dan rakjat
revolusioner tidak tunduk kare-
na itu, sebaliknja terdorong oleh
rasa keadilan maka dengan da-
rah jang mendidih mereka telah
berturut-turut mengadakan pem-
berontakan-bersendjata sebagai
djawaban terhadap teror Putih
kaum reaksioner. Antara lain,
jang terkenal ialah Pemberonta-
kan Nantjang, Pemberontakan
Panen Musim Rontok dan Pem-
berontakan Kuangtjou. Didalam
pemberontakan2 itulah terbentuk
Tentara Merah Buruh dan Tani
Tiongkok.
Pada bulan Oktober tahun
1927, dibawah pimpinan Kawan
Mau 'Tje-tung, sebagian dari-
pada pasukan Pemberontakan
Panen Musim Rontok mula? me-
masuki daerah Gunung Tjing-
Ikang diperbatasan Propinsi Hu-
nan dan Propinsi Tjiangsi, ke-
mudian sebagian daripada pasu-
19<noinclude></noinclude>
r5ovihsn3kekask5nxr64o3dlxgc4ax
283668
283630
2026-05-07T08:26:47Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283668
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat'''<br>
'''Tiongkok Jang Gagah Berani'''}}<br>
''Oleh:'' '''Marsekal PENG TEH HUAI''',<br>
'''Menteri Pertahanan R.R.T'''}}<br>
{{border|maxwidth=35em|bstyle=double|bthickness=8px|align=center|padding=20px|
{{left|''Pengantar Redaksi.''<br>
''Dalam pembentukannya dan perkembangannja Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok mempunjai segi<small><sup>2</sup></small> persamaan dengan pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan Tentara Nasional Indonesia. Seperti djuga dengan perdjuangan kita, mereka berdjuang mengusir pendjadjah Djepang dan feodalis Koumintang. Oleh karena itu kami anggap ada baiknja disini kami sadjikan tulisan Marsekal Peng Teh-hui, Menteri Pertahanan Republik Rakjat Tiongkok, tentang Perdjuangan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok. Mudah<small><sup>2</sup></small>an akan dapat kita tarik manfaat dari padanja.}}
{{right|''Red''.}}}}
<br>
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1029 2 crop) (cropped).jpg|jmpl|350px|kiri|''Salah seorang anggota Missi Militer Persahabatan R.R.T. sedang mentjoba sendjata mesin ringan jang dihasilkan oleh PABAL (P.S.M.).'']]Djalan jang telah ditempuh oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok adalah djalan jang pandjang lagi berliku-liku. Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok dari tiada mendjadi ada, dar. ketjil mendjadi besar, dan setelah mengalami kemenangan dan kegagalan jang berulang-ulang, achirnja mentjapai kemenangan.
Semendjak berdirinja, Partai Komunis Tiongkok telah dengan aktif mengandjurkan dan mendorong terwudjudnja kerdja sama antara Kuomintang dengan Partai Komunis, memimpin dan mengambil bagian dalam revolusi besar tahun 1924—1927 di negeri kita. Ketika kekuatan revolusioner memasuki daerah aliran Sungai Jangtse dan gerakan buruh dan tani mendapat kemadjuan jang besar, kaum reaksioner Kuomintang jang mewakili imperialisme dan kekuatan feodal itu segera terbuka kedoknja dan tampaklah wadjahnja jg kontra-revolusioner. Pada waktu peralihan dari musim semi ke musim panas tahun 1927, mereka mengadakan kudeta kontra-revolusioner, menjerang kekuatan revolusioner dengan teror Putih jang tiada taranja dalam sedjarah. Berpuluh-puluh ribu anggota Partai Komunis dan massa revolusioner dibunuhnja. Tetapi, Partai Komunis dan rakjat revolusioner tidak tunduk karena itu, sebaliknja terdorong oleh rasa keadilan maka dengan darah jang mendidih mereka telah berturut-turut mengadakan pemberontakan-bersendjata sebagai djawaban terhadap teror Putih kaum reaksioner. Antara lain, jang terkenal ialah Pemberontakan Nantjang. Pemberontakan Panen Musim Rontok dan Pemberontakan Kuangtjou. Didalam pemberontakan<small><sup>2</sup></small> itulah terbentuk Tentara Merah Buruh dan Tani Tiongkok.
Pada bulan Oktober tahun 1927, dibawah pimpinan Kawan Mau Tje-tung, sebagian daripada pasukan Pemberontakan Panen Musim Rontok mula<small><sup>2</sup></small> memasuki daerah Gunung Tjing-Ikang diperbatasan Propinsi Hunan dan Propinsi Tjiangsi, kemudian sebagian daripada {{hws|pasu|pasukan}}<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
37zwusuulngnh058l1v38gu0dzggf0a
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1135
104
101188
283626
2026-05-07T07:11:48Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tahanan Permesta jang selalu mengganggu kita dengan temba- kan Mortier 6 +8, djuga tem- bakan2 STB, jang sering tepat mengenai kota dan sangat me- musingkan kepala. Tanggal 11 Agustus 1958 djam 15.00 persiapan perlengkapan untuk gerakan telah selesai, ha- nja tinggal menunggu pergantian pos-posnja oleh Jon A jang akan ngan serangan pembalasan. Ma- sing2 pertahanan Ki. mulai ber- gerak madju, sedangkan Ki. I jg berada disebelah udjung kiri sen- d...
283626
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>tahanan Permesta jang selalu
mengganggu kita dengan temba-
kan Mortier 6 +8, djuga tem-
bakan2 STB, jang sering tepat
mengenai kota dan sangat me-
musingkan kepala.
Tanggal 11 Agustus 1958 djam
15.00 persiapan perlengkapan
untuk gerakan telah selesai, ha-
nja tinggal menunggu pergantian
pos-posnja oleh Jon A jang akan
ngan serangan pembalasan. Ma-
sing2 pertahanan Ki. mulai ber-
gerak madju, sedangkan Ki. I jg
berada disebelah udjung kiri sen-
diri dari pertahanan Jon, pada
djam 17.30 mengeluarkan dua
Ton untuk omvatting dengan tu-
djuan untuk menghantjurkan mu-
suh jang menduduki disekitar pa-
sar baru Tondano. Gerakan ini
jang dibarengi dengan gerak ma-
Kapt. Soewondo (tanda X) jang pandai memimpin anak buahnja,
ternjata pandai pula bergaul dengan rakjat. Tampak Kapt. Soewondo
berkendaraan gerobak jang selalu dibawa kepelosok operasi.
dikerdjakan pada ke-esokan hari-
nja. Šekonjong-konjong ada be-
berapa orang penduduk berlari-
larian datang di Ko. Ki. 1/432
dan mengatakan bahwa 300 m.
dimuka pertahanan Ki. I terda-
pat musuh banjak sekali. Lapor-
an belum selesai se-konjong2 ter-
dengarlah tembakan2 mortir 6
dan dibarengi oleh tembakan
12,7 dari berbagai djurusan dan
pertempuran terdjadi. Seluruh
rangkaian pertahanan Jon 432
mendapat tekanan jang berat.
Tentu sadja artileri kita dan mor-
tir2 kita mulai mengadakan tem-
balkan bantuan untuk memperi-
ngan tekanan musuh. Setelah
pertahanan Ki.2 dari Jon 432 pa-
raat dan hubungan satu
lain lantjar, maka tekanan² me-
reka jg tadinja keras sekali men-
djadi agak kendor. Pada djam
17.00 bantuan Ton EBB. datang
dari RTP. I. sehingga mulai djam
itu seluruh inisiatief berada di
tangan kita dan mulailah kita de-
sama
(Gbr : Penulis).
dju dari Ko.² lainnja dari Jon 432
maka musuh dapat dihalaukan,
malahan jang dihadapi oleh Ki.
I. dapat dihantjurkan. Praktis
djam 18.15 (kalau di Minahasa
sudah gelap) pertempuran telah
selesai dengan hatsil 6 orang mu-
suh tertembak mati dan banjak
jang luka². Hatsil sendjata pada
waktu serangan itu ialah satu
Baar Bren, satu Juliana Bren dan
delapan putjuk sendjata ringan
dan kesemuanja pendapatan sen-
djata ini dihatsilkan oleh Ki. I
Jon 432. Selain kemenangan ma-
terieel, jang penting adalah mo-
kali. Dengan adanja serangan
reel Jon 432 mendjadi tinggi se-
tsb. maka rentjana gerakan me-
rebut Tomohon terpaksa ditunda.
Baru pada tgl. 14 Agustus 1958
djam 01.00 seluruh Jon bergerak
menudju ke Rurukan dengan for-
masi Ki. I sebagai Ki. depan, Ki.
IV disusul Ko. Jon, Ki. II dan
terachir Ki. III. Sebelum ber-
angkat Dan Jon Major Koesworo
masih pesan kepada kita, agar
kita berhati-hati menghadapi Ru-
rukan. Meskipun ada kemung-
kinan akan menggabung, tetapi
hal ini belum pasti. Jang terang
ialah bahwa anggauta dari Major
Mondong belum tahu-menahu
tentang ini, mungkin baru ter-
batas pada pimpinan mereka sa-
dja. Oleh Major Koesworo, pe-
nulis diberi hak kuasa penuh de-
ngan didampingi oleh Pa. Sie. I
Jon 432 Ltd. Z. Arifin kalau me-
reka minta berunding untuk me-
wakili Dan Jon 432. Beserta pe-
nulis mengikuti Sersan Worek
beserta kawannja penghubung
pertama dari Major Mondong
jang akan memasuki Rurukan le-
bih dahulu untuk menjampaikan
surat kepada Dan Pos Rurukan
agar mereka segera menggabung.
Satu KM sebelum Rurukan, se-
luruh Jon 432 berhenti untuk
memberi kesempatan kepada
penghubung Sersan Worek untuk
menjampaikan surat kepada Ko-
mandan pos Rurukan, Lts.
Wongkar. Pada waktu itu ada-
lah djam 04.00 pagi. Penghu-
bung kita beri waktu sampai
djam 10.00 dan kalau melebihi
djam itu berarti gagal dan penje-
rangan terpaksa akan dimulai.
Untuk mendjaga diri Ki. I seba-
gai Ki. depan telah mentjari kubu²
utk memberikan perlawanan pada
nunggu ini Sers. Worek telah
tiap2 kemungkinan. Seluruh ang-
gauta Jon 432 kelihatan tenang
dan jakin, bahwa tugas untuk me-
rebut Tomohon tentu dapat di-
laksanakan dengan sebaik-baik-
nja. Malahan banjak dari angg.
Ki. I. menjatakan kepada penulis,
bahwa kali ini Jon 432 harus da-
pat merebut Tomohon lebih da-
hulu dari pada Jon 501, karena
Jon 501 jang dipimpin oleh Ma-
jor Soemadi pada waktu mema-
suki Tondano memegang peranan
utama. Tergambar bahwa me-
mang semangat menjerang dan
merebut Tomohon disertai de-
ngan semangat jang menjala-njala
oleh anggauta Jon. 432.
Seluruh agg. menanti dengan
berdebar-debar kepada penghu-
bung dan tentunja telah tergam-
bar kalau tidak ada balasan sam-
pai djam 10.00, maka mortier,
kanon dan pelurunja jang akan
menggantikan kesunjian ini. Dan
Digitized by
Google
25<noinclude></noinclude>
k5jo99qkeeieaqj94ojplpnoxftk9c1
283711
283626
2026-05-07T09:02:25Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>tahanan Permesta jang selalu mengganggu kita dengan tembakan Mortier 6 + 8, djuga tembakan² STB, jang sering tepat mengenai kota dan sangat memusingkan kepala.
Tanggal 11 Agustus 1958 djam 15.00 persiapan perlengkapan untuk gerakan telah selesai, hanja tinggal menunggu pergantian pos-posnja oleh Jon A jang akan dikerdjakan pada ke-esokan harinja. Šekonjong-konjong ada beberapa orang penduduk berlari-larian datang di Ko. Ki. 1/432 dan mengatakan bahwa 300 m. dimuka pertahanan Ki. I terdapat musuh banjak sekali. Laporan belum selesai se-konjong2 terdengarlah tembakan2 mortir 6 dan dibarengi oleh tembakan 12,7 dari berbagai djurusan dan pertempuran terdjadi. Seluruh rangkaian pertahanan Jon 432 mendapat tekanan jang berat. Tentu sadja artileri kita dan mortir² kita mulai mengadakan tembakan bantuan untuk memperingan tekanan musuh. Setelah pertahanan Ki.² dari Jon 432 paraat dan hubungan satu lain lantjar, maka tekanan² mereka jg tadinja keras sekali mendjadi agak kendor. Pada djam 17.00 bantuan Ton EBB. datang dari RTP. I. sehingga mulai djam itu seluruh inisiatief berada ditangan kita dan mulailah kita dengan serangan pembalasan. Masing² pertahanan Ki. mulai bergerak madju, sedangkan Ki. I jg berada disebelah udjung kiri sendiri dari pertahanan Jon, pada djam 17.30 mengeluarkan dua Ton untuk omvatting dengan tudjuan untuk menghantjurkan musuh jang menduduki disekitar pasar baru Tondano. Gerakan ini jang dibarengi dengan gerak madju dari Ko.² lainnja dari Jon 432 maka musuh dapat dihalaukan, malahan jang dihadapi oleh Ki. I. dapat dihantjurkan. Praktis djam 18.15 (kalau di Minahasa sudah gelap) pertempuran telah selesai dengan hatsil 6 orang musuh tertembak mati dan banjak jang luka². Hatsil sendjata pada waktu serangan itu ialah satu Baar Bren, satu Juliana Bren dan delapan putjuk sendjata ringan dan kesemuanja pendapatan sendjata ini dihatsilkan oleh Ki. I Jon 432. Selain kemenangan materieel, jang penting adalah moreel Jon 432 mendjadi tinggi sekali. Dengan adanja serangan tsb. maka rentjana gerakan merebut Tomohon terpaksa ditunda.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1135 crop).jpg|bingkai|kiri|al=Kapt. Soewondo (tanda X) jang pandai memimpin anak buahnja, ternjata pandai pula bergaul dengan rakjat. Tampak Kapt. Soewondo berkendaraan gerobak jang selalu dibawa kepelosok² operasi.|Kapt. Soewondo (tanda X) jang pandai memimpin anak buahnja, ternjata pandai pula bergaul dengan rakjat. Tampak Kapt. Soewondo berkendaraan gerobak jang selalu dibawa kepelosok² operasi.]]
(Gbr : Penulis).
Baru pada tgl. 14 Agustus 1958 djam 01.00 seluruh Jon bergerak menudju ke Rurukan dengan formasi Ki. I sebagai Ki. depan, Ki. IV disusul Ko. Jon, Ki. II dan terachir Ki. III. Sebelum berangkat Dan Jon Major Koesworo masih pesan kepada kita, agar kita berhati-hati menghadapi Rurukan. Meskipun ada kemungkinan akan menggabung, tetapi hal ini belum pasti. Jang terang ialah bahwa anggauta dari Major Mondong belum tahu-menahu tentang ini, mungkin baru terbatas pada pimpinan mereka sadja. Oleh Major Koesworo, penulis diberi hak kuasa penuh dengan didampingi oleh Pa. Sie. I Jon 432 Ltd. Z. Arifin kalau mereka minta berunding untuk mewakili Dan Jon 432. Beserta penulis mengikuti Sersan Worek beserta kawannja penghubung pertama dari Major Mondong jang akan memasuki Rurukan lebih dahulu untuk menjampaikan surat kepada Dan Pos Rurukan agar mereka segera menggabung. Satu KM sebelum Rurukan, seluruh Jon 432 berhenti untuk memberi kesempatan kepada penghubung Sersan Worek untuk menjampaikan surat kepada Komandan pos Rurukan, Lts. Wongkar. Pada waktu itu adalah djam 04.00 pagi. Penghubung kita beri waktu sampai djam 10.00 dan kalau melebihi djam itu berarti gagal dan penjerangan terpaksa akan dimulai. Untuk mendjaga diri Ki. I sebagai Ki. depan telah mentjari kubu² utk memberikan perlawanan pada nunggu ini Sers. Worek telah tiap² kemungkinan. Seluruh anggauta Jon 432 kelihatan tenang dan jakin, bahwa tugas untuk merebut Tomohon tentu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknja. Malahan banjak dari angg. Ki. I. menjatakan kepada penulis, bahwa kali ini Jon 432 harus dapat merebut Tomohon lebih dahulu dari pada Jon 501, karena Jon 501 jang dipimpin oleh Major Soemadi pada waktu memasuki Tondano memegang peranan utama. Tergambar bahwa memang semangat menjerang dan merebut Tomohon disertai dengan semangat jang menjala-njala oleh anggauta Jon. 432.
Seluruh agg. menanti dengan berdebar-debar kepada penghubung dan tentunja telah tergambar kalau tidak ada balasan sampai djam 10.00, maka mortier, kanon dan pelurunja jang akan menggantikan kesunjian ini. Dan<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
0wvgpoykt3pmziem8d111nx6o2b673c
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1141
104
101189
283629
2026-05-07T07:19:26Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
283629
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
283643
283629
2026-05-07T08:04:30Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283643
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude><Center><span style ="font-size:200%"> '''Faktor Perhubungan dalam Satuan Tentara'''</center>
{{Right block|Oleh : '''Lts. Chb Soemartono'''}}
<center> <big>(I)</big> </center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1141 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|''Akibat putusnja sesuatu djembatan,akan mempunjai pengaruh langsung terhadap djalanja operasi militer, begitupun roda perekonomian akan lumpuh.''
{{Right block|Gbr : '''PENDAM-MIB'''}}
Pada kesempatan ini kami akan menjadjikan kepada Rekan² Prajurit APRI tentang pengetahuan Perhubungan dalam Kesatuan Tentara.]]
Maksud utama dari uraian kami tentang Perhubungan ialah : terutama agar para rekan² Pradjurit mengenal functie Perhubungan dalam kesatuan Angkatan Perang; kedua tentang tugas dan kewadjiban Perhubungan sebagai sendjata Bantuan dan ketiganja tentang seluk beluk pengetahuan techniek pada chususnja dan alat-alat perhubungan pada umumnja. Karena itu dalam penjadjianja nanti akan kami bagi dalam 4 taraf :
<ol type="1">
<li> Tentang sedikit sedjarahnja dan memperkenalkan alat² Perhubungan (pesawat² radio).</li>
<li> Tentang pengertian Komunikasi pada umumnja.</li>
<li> Tentang pengertian techniek dari alat² Perhubungan.</li>
<li>Tentang Organisasi dan Tugas Perrhubungan. </li>
</ol>
Sdr² Rekan² Pradjurit; Seperti telah sama kita ketahui bahwa pada tiap² kesatuan tentara, lebih-lebih jang mempunjai tugas Operasi dan mobiel (bergerak tjepat0, sangatlah dibutuhkan sekali akan adanja perhubungan (tukar-menukar berita) jang sempurna antara pasukan jang satu dengan lainnja.
Sebelum orang mendapatkna ilmu techniek, dahulunja orang mengadakan tjara perhubungan itu dengan tenaga manusia jang sekarang lazim disebut koerier itu kena tembak atau tertawan oleh musuh dan djuga kurang tjepat.
Sedang perhubungan dengan menggunakan burung merpati lebih tjepat dari koerier, tetapi masih disangsikan pula apakah berita² jang dibawanja itu sampai atau tidak. Karena sering terdjadi bahwa burung tadi tidak kembali ke sangkarnja atau ditembak oleh musuh ditengah djalan dan tidak djarang pula jang kesasar. Hal tersebut diatas pada masa itu sudah memadai.
Rupanja Dunia memang pesat sekali madjunja dalam segala lapangan; djuga dalam ketentaraan, kambat laun penggunaan koerier dan burung merpati sebagai alat komunikasi sudah tidak dapat mengikuti mobiliteit gerakan² dalam kesatuan tentara.
Baru setelah mengindjak tahun 1875, dimulailah pemakaian techniek jang agak sempurna, terbukti dengan didapatkannja Tilpon oleh seorang Bangsa Scotlandia jang bernama Alexander Graham Bell.
Oleh karena Koerier dan Burung Merpati ternjata sudah tidak bisa lagi mengikuti ketjepatan gerakan tentara, maka dalam tahun 1875 dimulailah pesawat tilpom digunakan dalam kesatuan tentara.
Dengan digunakannja pesawat tilpon itu, maka berita² pertempuran dalam waktu jang pendek sekali dapat disampaikan antara kesatuan demi kesatuan dengan ketjepatan lebih kurang 300 Km/detik. Tetapi kenjataannja dalam praktek masih banjak didjumpai kesulitan² dan keketjewaan². Untuk memberi sedikit gambaran jang dihadapi dalam menggunakan pesawat tilpon, saja adjak para pembatja ikut membajangkan hal-hal jang saja uraikan ini:<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
hq86hfyra3zfmn3nuo7984cbs87n2k0
283645
283643
2026-05-07T08:06:38Z
Sarieffe
26994
283645
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude><Center><span style ="font-size:200%"> '''Faktor Perhubungan dalam Satuan Tentara'''</center>
{{Right block|Oleh : '''Lts. Chb Soemartono'''}}
<center> <big>(I)</big> </center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1141 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|''Akibat putusnja sesuatu djembatan,akan mempunjai pengaruh langsung terhadap djalanja operasi militer, begitupun roda perekonomian akan lumpuh.''
{{Right block|Gbr : '''PENDAM-MIB'''}}]]
Pada kesempatan ini kami akan menjadjikan kepada Rekan² Prajurit APRI tentang pengetahuan Perhubungan dalam Kesatuan Tentara.
Maksud utama dari uraian kami tentang Perhubungan ialah : terutama agar para rekan² Pradjurit mengenal functie Perhubungan dalam kesatuan Angkatan Perang; kedua tentang tugas dan kewadjiban Perhubungan sebagai sendjata Bantuan dan ketiganja tentang seluk beluk pengetahuan techniek pada chususnja dan alat-alat perhubungan pada umumnja. Karena itu dalam penjadjianja nanti akan kami bagi dalam 4 taraf :
<ol type="1">
<li> Tentang sedikit sedjarahnja dan memperkenalkan alat² Perhubungan (pesawat² radio).</li>
<li> Tentang pengertian Komunikasi pada umumnja.</li>
<li> Tentang pengertian techniek dari alat² Perhubungan.</li>
<li>Tentang Organisasi dan Tugas Perrhubungan. </li>
</ol>
Sdr² Rekan² Pradjurit; Seperti telah sama kita ketahui bahwa pada tiap² kesatuan tentara, lebih-lebih jang mempunjai tugas Operasi dan mobiel (bergerak tjepat0, sangatlah dibutuhkan sekali akan adanja perhubungan (tukar-menukar berita) jang sempurna antara pasukan jang satu dengan lainnja.
Sebelum orang mendapatkna ilmu techniek, dahulunja orang mengadakan tjara perhubungan itu dengan tenaga manusia jang sekarang lazim disebut koerier itu kena tembak atau tertawan oleh musuh dan djuga kurang tjepat.
Sedang perhubungan dengan menggunakan burung merpati lebih tjepat dari koerier, tetapi masih disangsikan pula apakah berita² jang dibawanja itu sampai atau tidak. Karena sering terdjadi bahwa burung tadi tidak kembali ke sangkarnja atau ditembak oleh musuh ditengah djalan dan tidak djarang pula jang kesasar. Hal tersebut diatas pada masa itu sudah memadai.
Rupanja Dunia memang pesat sekali madjunja dalam segala lapangan; djuga dalam ketentaraan, kambat laun penggunaan koerier dan burung merpati sebagai alat komunikasi sudah tidak dapat mengikuti mobiliteit gerakan² dalam kesatuan tentara.
Baru setelah mengindjak tahun 1875, dimulailah pemakaian techniek jang agak sempurna, terbukti dengan didapatkannja Tilpon oleh seorang Bangsa Scotlandia jang bernama Alexander Graham Bell.
Oleh karena Koerier dan Burung Merpati ternjata sudah tidak bisa lagi mengikuti ketjepatan gerakan tentara, maka dalam tahun 1875 dimulailah pesawat tilpom digunakan dalam kesatuan tentara.
Dengan digunakannja pesawat tilpon itu, maka berita² pertempuran dalam waktu jang pendek sekali dapat disampaikan antara kesatuan demi kesatuan dengan ketjepatan lebih kurang 300 Km/detik. Tetapi kenjataannja dalam praktek masih banjak didjumpai kesulitan² dan keketjewaan². Untuk memberi sedikit gambaran jang dihadapi dalam menggunakan pesawat tilpon, saja adjak para pembatja ikut membajangkan hal-hal jang saja uraikan ini:<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
ccgrkoubl62wmzdri8ni9cctukyekcn
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/271
104
101190
283631
2026-05-07T07:37:09Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283631
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''ADANJA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN JANG TERMASUK<br>PERATURAN PEMBATASAN PERINDUSTRIAN DI DJAWA-TIMUR<br>SAMPAI PERTENGAHAN TAHUN 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; border-bottom:2px solid black; text-align:center;" border="1"
|-
! style="width:12%;" rowspan="3" | Karesidenan<br><br>1
! style="width:15%;" rowspan="3" | Kabupaten<br><br>2
! colspan="4" | Penggilingan Padi<br>3
! colspan="4" | Perusahaan menggosok beras<br>4
|-
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. Cap.<br>P.K.
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. Cap.<br>P.K.
|-
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | SURABAJA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Surabaja || 4 || — || 4 || 514 || 1 || — || 1 || 60
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sidoardjo || 5 || 2 || 3 || 796 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Modjokerto || 6 || 1 || 5 || 670 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djombang || 9 || — || 9 || 650 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 24 || 3 || 21 || 2630 || 1 || — || 1 || 60
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MALANG
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Malang || 14 || 3 || 11 || 640 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pasuruan || 7 || — || 7 || 642,5 || — || — || 2 || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Probolinggo || 7 || — || 7 || 1169 || 2 || — || — || 45
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lumadjang || 8 || — || 8 || 593 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 36 || 3 || 33 || 3044,5 || 2 || — || 2 || 45
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | BESUKI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Panarukan || 4 || 2 || 2 || 212,5 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bondowoso || 4 || — || 4 || 520 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djember || 22 || 2 || 20 || 3006 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Banjuwangi || 36 || 5 || 31 || 2696 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 66 || 9 || 57 || 6434,5 || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MADURA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bangkalan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sampang || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pamekasan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sumenep || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="4" | BODJO-<br>NEGORO
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bodjonegoro || 3 || — || 3 || 350 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lamongan || 3 || — || 3 || 177 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tuban || 1 || — || 1 || 100 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 7 || — || 7 || 627 || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | KEDIRI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Kediri || 7 || — || 7 || 793 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Blitar || 5 || 1 || 4 || 235 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tulungagung || 2 || — || 2 || 85 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngandjuk || 2 || — || 2 || 215 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 16 || 1 || 15 || 1328 || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="6" | MADIUN
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Madiun || 2 || — || 2 || 115 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Magetan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngawi || 2 || — || 2 || 213 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ponorogo || 1 || — || 1 || 40 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Patjitan || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 5 || — || 5 || 368 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" | DJUMLAH SEMUA || 154 || 16 || 138 || 14.432*) || 3 || — || 3 || 105**)
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px;">
Keterangan : *) Gaja gerak sudah ditambah mesin tjadangan — 1780 P.K.<br>
**) Gaja gerak sudah ditambah mesin tjadangan — 18 P.K.
</div><noinclude>{{rvh|239}}</noinclude>
6auldzzvd9hzswrvsfu9ljlmscf3f42
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/419
104
101191
283632
2026-05-07T07:39:04Z
Ibrohim tijani
26379
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kebanggaan terhadap tradisi : Pada tgl 29 Djanuari 1958 bertepatan dengan ulang tahun sewindu wafatnja Bapak TNI Djenderal Sudirman, dihalaman MBAD Djakarta telah dilakukan upatjara pemberian Medali Se- windu Angkatan Perang Repu- blik Indonesia kepada tiga ang- gota Staf AD/MBAD (Pa. Me- nengah, Pa. Pertama dan Ben- tara) jang setjara simbolik me- wakili kawan-kawannja jang berhak menerima Medali terse- but. Pemberian Medali Se...
283632
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Kebanggaan terhadap tradisi :
Pada tgl 29 Djanuari 1958
bertepatan dengan ulang tahun
sewindu wafatnja Bapak TNI
Djenderal Sudirman, dihalaman
MBAD Djakarta telah dilakukan
upatjara pemberian Medali Se-
windu Angkatan Perang Repu-
blik Indonesia kepada tiga ang-
gota Staf AD/MBAD (Pa. Me-
nengah, Pa. Pertama dan Ben-
tara) jang setjara simbolik me-
wakili kawan-kawannja jang
berhak menerima Medali terse-
but.
Pemberian Medali Sewindu
APRI itu adalah sebagai realisa-
si dari pada Undang? No: 30
th 1954 dan dimana dalam ge-
lambang pertama ini ada lebih
kurang 101.000 orang warga
Angkatan Darat dari seluruh
TNI jang berhak mendapatnja.
Maksud pemerintah dengan
pemberian Medali itu ialah un-
tuk memberikan tanda kehorma-
tan sebagai tanda penghargaan
kepada anggaota TNI jang se-
lama sewindu sedjak hari
lahirnja Angkatan Perang RI te-
rus menerus sebagai anggota
A.P., menundjukkan kesetiaan,
kesungguhan, serta budi pekerti
MEDALI SEWINDU APRI
ksad:
MEDALI SEWINDU INI ADALAH PENGHARGAAN
JANG SETINGGI-TINGGINJA DARI NEGARA TER-
HADAP SEGALA SESUATU JG. TELAH KITA LA-
KUKAN DALAM PERDJUANGAN KEMERDEKAAN.
—O—
jang baik dalam melakukan tu-
gas dan kewadjibannja.
Dengan memberikan tanda
. penghargaan itu, pemerintah ber
maksud pula untuk mendjadikan
mereka itu sebagai tauladan bagi
anggota? A.P. lainnja, hingga de-
ngan demikian mereka semua itu
dibimbing kearah sifat? jang uta-
ma dalam pengabdiannja untuk
kepentingan negara dan bangsa.
Disamping itu pemerintah hendak
menanam dan membangkitkan
perasaan kebangaan terhadap tra-
disi, pengertian dan keinsjafan
akan kewadjiban dan tanggung
djawab segenap anggota? A.P.
untuk mempertegak, memelihara,
dan melandjutkan untuk masa
depan tradisi jang baik, jang te-
lah diletakkan dasar?nja dalam
masa sewindu jang telah lampau
itu. Sebab bagi A.P.R.I., dimana
anggota?nja insjaf akan tanggung
djawabnja, dan tahu menghargai
dan memelihara tradisinja, maka
akan merupakan Angkatan Pe-
rang jang berdjiwa Bhajangkara
dan jang akan merupakan sanda-
ran jang kuat bagi negara sepan-
djang masa.
Warisilah semangat kepatriotan :
Adapun amanat KSAD pada
upatjara penjerahan Medali Se
windu jang bertepatan dengan
upatjara memperingati wafatnja
Djenderal Sudirman adalah seba-
gai berikut:
Hari ini pada tgl 29 Djanuari
1958 kita memperingati sewindu
hari wafatnja almarhum Djende-
ral Sudirman jang sangat kita
hormati dan tjintai itu. Tepat
pada hari ini, delapan tahun jang:
lalu, beliau telah meninggalkan
kita dan mewariskan kepada kita
semangat keperadjuritan dan se-
mangat kepatriotan jang djarang
kita dapati pada tokoh? lain da-
lam A.P. kita ini. Dalam sedjarah
kemiliteran RI, nama beliau ter-
tjantum dengan tinta emas, seba-
gai pedjuang, sebagai peradjurit,
sebagai pahlawan, sebagai pendi-
ri TNI, sebagai Panglima. Semua
unsur ini bersatu dalam pribadi
djiwanja terbukti disaat krisis,
dan hanja disaat? jang krisislah
seseorang itu diudji djiwanja.
Kesederhanaannja, kekuatan dji-
wanja, ketenangannja, kesetiaan
pada negara adalah jang harus
didjadikan lambang oleh kita jang
harus kita wariskan, karena suatu
waktu generasi kita ini harus di-
ganti oleh generasi jang lain.
Baiklah serba sedikit saja ke-
9<noinclude></noinclude>
9qnbbcuwtvn9bq46954pvmii3jr6d3s
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/272
104
101192
283633
2026-05-07T07:40:22Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283633
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:3px double black; line-height:1.2; font-size:85%; border-bottom:2px solid black; text-align:center;" border="1"
|-
! style="width:12%;" rowspan="4" | Karesidenan
! style="width:15%;" rowspan="4" | Kabupaten
! colspan="8" | P e r t j e t a k a n
|-
! colspan="4" | Lebih 300 m²/djam
! colspan="4" | Kurang 300 m²/djam
|-
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. cap.<br>m²/<br>Djam
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. Cap.<br>m²/<br>djam
|-
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
|-
| colspan="2" |
| colspan="4" | 5 || colspan="4" | 6
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | SURABAJA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Surabaja || 75 || 10 || 65 || 372.809 || 11 || 4 || 7 || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sidoardjo || 1 || 1 || — || 490 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Modjokerto || 2 || 1 || 1 || 1.314 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djombang || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 78 || 12 || 66 || 374.613 || 11 || 4 || 7 || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MALANG
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Malang || 18 || 3 || 15 || 88.501 || 4 || 3 || 1 || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pasuruan || 4 || — || 4 || 5.007 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Probolinggo || 4 || — || 4 || 3.780 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lumadjang || — || — || — || — || 1 || — || 1 || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 26 || 3 || 23 || 97.288 || 5 || 3 || 2 || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | BESUKI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Panarukan || 1 || 1 || — || 1.074 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bondowoso || 2 || 1 || 1 || 2.359 || 1 || 1 || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djember || 4 || — || 4 || 4.241 || 1 || 1 || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Banjuwangi || 2 || 1 || 1 || 501 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 9 || 3 || 6 || 8.175 || 2 || 2 || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MADURA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bangkalan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sampang || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pamekasan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sumenep || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="4" | BODJO-<br>NEGORO
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bodjonegoro || 2 || — || 2 || 1.576 || 1 || 1 || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lamongan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tuban || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 2 || — || 2 || 1.576 || 1 || 1 || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | KEDIRI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Kediri || 6 || 2 || 4 || 6.878 || 1 || — || 1 || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Blitar || 2 || — || 2 || 6.680 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tulungagung || 1 || — || 1 || 3.470 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngandjuk || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 9 || 2 || 7 || 17.028 || 1 || — || 1 || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="6" | MADIUN
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Madiun || 5 || 3 || 2 || 8.591 || 1 || 1 || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Magetan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngawi || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ponorogo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Patjitan || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 5 || 3 || 2 || 8.591 || 1 || 1 || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" | DJUMLAH SEMUA || 129 || 23 || 106 || 507.271*) || 21 || 11 || 10 || —
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px;">
Keterangan: *) Termasuk pertjetakan jang belum mendapat idzin:
{| style="border-collapse:collapse; margin-left:100px; line-height:1.2;"
|-
| style="width:80px;" | Madiun || — || Pertjetakan "Ristas".
|-
| Kediri || — || Pertjetakan "Pahlawan".
|-
| style="vertical-align:top;" | Surabaja || style="vertical-align:top;" | — || Pertjetakan "De Boer",<br>"Thay Hien",<br>"Tio Swie Lian".
|}
</div><noinclude>{{rvh|240}}</noinclude>
tmzks9p5vygirwj36tfvqh9vznq647r
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/766
104
101193
283634
2026-05-07T07:44:34Z
Inagus
27036
/* Belum diuji baca */
283634
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Inagus" /></noinclude>Pemimpin Buruh sedang menguraikan maksud mengadakan pemogokan ialah
menuntut gratifikasi tahun 1951.
Pemandangan perajaan peringatan
1 Mei 1952 di Surabaja.
733
IIari Kemenangan
Buruh
tanggal<noinclude>{{rvh|656}}</noinclude>
ryyl98mjzppvb27s4dbtabavmxisfgc
283670
283634
2026-05-07T08:27:41Z
Inagus
27036
/* Telah diuji baca */
283670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Inagus" /></noinclude>[[Berkas:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur (page 766 crop).jpg|jmpl|Pemimpin Buruh sedang menguraikan maksud mengadakan pemogokan ialah menuntut gratifikasi tahun 1951.]]
[[Berkas:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur (page 766 crop2).jpg|jmpl|Pemandangan perajaan peringatan Hari Kemenangan Buruh tanggal 1 Mei 1952 di Surabaja.]]
{{rh|733}}<noinclude>{{rvh|656}}</noinclude>
l7lvittnul5aeabqsy3gim14tpriexi
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/284
104
101194
283648
2026-05-07T08:09:03Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '“ luar batas, senang lenggangkang- kung, produktiviteit kerdja tak melebihi 50 persen, banjak antara kita lupa akan tjita-tjita Prokla- masi, gemar mendjiplak, kehila- ngan kepribadian sendiri, kurang rasa persatuan, banjak petualang? politik, kereta api kotor dan se- bagainja. Bukan hanja ,,Gerakan Hidup Sederhana : Gerakan Hidup Baru bukan hanja gerakan ,,hidup sederhana” sadja. Kaum Marhaen pun me- mang sudah tjukup hidup se...
283648
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>“
luar batas, senang lenggangkang-
kung, produktiviteit kerdja tak
melebihi 50 persen, banjak antara
kita lupa akan tjita-tjita Prokla-
masi, gemar mendjiplak, kehila-
ngan kepribadian sendiri, kurang
rasa persatuan, banjak petualang?
politik, kereta api kotor dan se-
bagainja.
Bukan hanja ,,Gerakan Hidup
Sederhana :
Gerakan Hidup Baru bukan
hanja gerakan ,,hidup sederhana”
sadja. Kaum Marhaen pun me-
mang sudah tjukup hidup seder-
hana.
Hanja terutama sekali kaum
atasan perlu penjederhanaan, dan
kita semua, — marhaen dan
atasan —, perlu mendapat pe-
ngertian baru dari kata penjeder-
hanaan.
Presiden Sukarno dan Wakil Pre-
siden Jugoslavia Tempo sedang
membalas penghormatan pasukan
jang berdeville.
—
Deville ini diikuti pula oleh para veteran dengan pandji? pembangunannja dan oleh para peladjar.
6<noinclude></noinclude>
njddqtf4tnh9vz6sjd33bbprh96okgi
283677
283648
2026-05-07T08:33:39Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
283677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|'''''Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Jugoslavia Tempo sedang membalas penghormatan pasukan jang berdeville.''''' ]]
luar batas, senang lenggangkangkung, produktiviteit kerdja tak melebihi 50 persen, banjak antara kita lupa akan tjita-tjita Proklamasi, gemar mendjiplak, kehilangan kepribadian sendiri, kurang rasa persatuan, banjak petualang² politik, kereta api kotor dan sebagainja.
==|'''Bukan hanja „Gerakan Hidup Sederhana” :''' ==
Gerakan Hidup Baru bukan hanja gerakan „hidup sederhana” sadja. Kaum Marhaen pun memang sudah tjukup hidup sederhana.
Hanja terutama sekali kaum atasan perlu penjederhanaan, dan kita semua, — marhaen dan atasan —, perlu mendapat pengertian baru dari kata penjederhanaan.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop2).jpg|500px|pus|jmpl|'''''Deville ini diikuti pula oleh para veteran dengan pandji² pembangunannja dan oleh para peladjar.''''' ]]<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
66efoernjci20j9bcswu8gvjpzi1h0r
283679
283677
2026-05-07T08:34:48Z
Sarieffe
26994
283679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|'''''Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Jugoslavia Tempo sedang membalas penghormatan pasukan jang berdeville.''''' ]]
luar batas, senang lenggangkangkung, produktiviteit kerdja tak melebihi 50 persen, banjak antara kita lupa akan tjita-tjita Proklamasi, gemar mendjiplak, kehilangan kepribadian sendiri, kurang rasa persatuan, banjak petualang² politik, kereta api kotor dan sebagainja.
'''Bukan hanja „Gerakan Hidup Sederhana” :'''
Gerakan Hidup Baru bukan hanja gerakan „hidup sederhana” sadja. Kaum Marhaen pun memang sudah tjukup hidup sederhana.
Hanja terutama sekali kaum atasan perlu penjederhanaan, dan kita semua, — marhaen dan atasan —, perlu mendapat pengertian baru dari kata penjederhanaan.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop2).jpg|500px|pus|jmpl|'''''Deville ini diikuti pula oleh para veteran dengan pandji² pembangunannja dan oleh para peladjar.''''' ]]<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
lmrr57f984px0e0hu9ggpwpjbkqkcs1
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/274
104
101195
283651
2026-05-07T08:11:09Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283651
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''ADANJA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN JANG TERMASUK<br>PERATURAN PEMBATASAN PERINDUSTRIAN DI DJAWA-TIMUR<br>SAMPAI PERTENGAHAN TAHUN 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:3px double black; line-height:1.2; font-size:85%; border-bottom:2px solid black; text-align:center;" border="1"
|-
! style="width:12%;" rowspan="4" | Karesidenan
! style="width:15%;" rowspan="4" | Kabupaten
! colspan="4" | Peradjutan
! colspan="4" | Perusahaan rokok (mesin)
|-
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Mesin
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. cap. sig./min
|-
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
|-
| colspan="2" | || colspan="2" | 9 || colspan="4" | 10
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | SURABAJA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Surabaja || 2 || — || 2 || 14 || 4 || — || 4 || 49.540
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sidoardjo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Modjokerto || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djombang || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 2 || — || 2 || 14 || 4 || — || 4 || 49.540
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MALANG
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Malang || — || — || — || — || 2 spd || — || 2 || 23.640
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pasuruan || 1 || — || 1 || 16.816 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Probolinggo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lumadjang || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 1 || — || 1 || 16.816 || 2 spd*) || — || 2 || 23.640
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | BESUKI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Panarukan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bondowoso || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djember || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Banjuwangi || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MADURA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bangkalan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sampang || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pamekasan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sumenep || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="4" | BODJO-<br>NEGORO
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bodjonegoro || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lamongan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tuban || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | KEDIRI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Kediri || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Blitar || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tulungagung || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngandjuk || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="6" | MADIUN
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Madiun || 1 || 1 || — || 2 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Magetan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngawi || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ponorogo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Patjitan || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 1 || 1 || — || 2 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" | DJUMLAH SEMUA || 4 || 1 || 3 || 16 || 6 || — || 6 || 73.180
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px;">
*) Pemintalan benang di Plered (dengan hitungan Spindels).
</div><noinclude>{{rvh|242}}</noinclude>
7fwi5q7anenl4nxut05p5mcedltsqy3
283652
283651
2026-05-07T08:11:29Z
Adhiiik
27020
283652
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:3px double black; line-height:1.2; font-size:85%; border-bottom:2px solid black; text-align:center;" border="1"
|-
! style="width:12%;" rowspan="4" | Karesidenan
! style="width:15%;" rowspan="4" | Kabupaten
! colspan="4" | Peradjutan
! colspan="4" | Perusahaan rokok (mesin)
|-
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Mesin
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Djumlah
! colspan="2" | Pemilik
! style="writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); padding: 5px 2px;" rowspan="2" | Lis. cap. sig./min
|-
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
! style="width:5%;" | I
! style="width:5%;" | A
|-
| colspan="2" | || colspan="2" | 9 || colspan="4" | 10
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | SURABAJA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Surabaja || 2 || — || 2 || 14 || 4 || — || 4 || 49.540
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sidoardjo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Modjokerto || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djombang || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 2 || — || 2 || 14 || 4 || — || 4 || 49.540
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MALANG
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Malang || — || — || — || — || 2 spd || — || 2 || 23.640
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pasuruan || 1 || — || 1 || 16.816 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Probolinggo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lumadjang || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 1 || — || 1 || 16.816 || 2 spd*) || — || 2 || 23.640
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | BESUKI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Panarukan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bondowoso || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Djember || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Banjuwangi || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | MADURA
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bangkalan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sampang || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Pamekasan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Sumenep || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="4" | BODJO-<br>NEGORO
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Bodjonegoro || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Lamongan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tuban || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="5" | KEDIRI
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Kediri || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Blitar || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Tulungagung || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngandjuk || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="vertical-align:top; font-weight:bold; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="6" | MADIUN
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Madiun || 1 || 1 || — || 2 || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Magetan || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ngawi || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Ponorogo || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; padding-left:5px;" | Patjitan || — || — || — || — || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; padding-right:10px;" | Djumlah || 1 || 1 || — || 2 || — || — || — || —
|- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" | DJUMLAH SEMUA || 4 || 1 || 3 || 16 || 6 || — || 6 || 73.180
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px;">
*) Pemintalan benang di Plered (dengan hitungan Spindels).
</div><noinclude>{{rvh|242}}</noinclude>
fdam50j0ccjr9cesu2e63jxbwd37477
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/353
104
101196
283658
2026-05-07T08:20:39Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283658
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''PEMASUKAN DAN PENGELUARAN HEWAN TERNAK SELURUH DJAWA-TIMUR:'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; text-align:center;"
|- style="border-bottom:1px solid black;"
! style="width:8%; border-right:1px solid black;" rowspan="2" | Tahun
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Kuda
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Sapi
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Kerbau
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Kambing
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Domba
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Babi
|- style="border-bottom:1px solid black;"
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | M
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | K
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1939 || 5.265 || 117 || 47.404 || 2.118 || 864 || 32 || 4.979 || 11.327 || 1.793 || 2.770 || 15.964 || 31
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1940 || 4.246 || 293 || 43.651 || 62.690 || 738 || 1.240 || 7.181 || 13.798 || 1.973 || 2.643 || 11.961 || 11
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1941 || 5.126 || 236 || 49.285 || 73.116 || 1.713 || 2.090 || 7.893 || 20.636 || 1.561 || 3.612 || 15.066 || 44
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1942 || 2.597 || 149 || 30.571 || 33.188 || 655 || 541 || 4.833 || 7.046 || 1.718 || 2.084 || 20.545 || 17
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1943 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1944 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1945 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1946 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1947 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1948 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1949 || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1950 || 4.688 || 301 || 8.689 || 21.755 || 484 || 879 || 254 || 3.816 || 189 || 1.398 || 30.688 || 25
|-
| style="border-right:1px solid black;" | 1951 || 5.965 || 282 || 12.629 || 28.022 || 376 || 1.305 || 700 || 6.727 || 328 || 1.807 || 44.031 || 200
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px;">
M = Masuk<br>
K = Keluar<br>
Angka-angka tahun 1943 - 1949 tidak lengkap.
</div><noinclude>{{rvh|321}}</noinclude>
3r070agyonbw6ta146ocxzc3peijpsr
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/412
104
101197
283663
2026-05-07T08:24:36Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283663
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''DAFTAR PENDAPATAN IKAN BASAH DI DAERAH PERIKANAN LAUT<br>DJAWA-TIMUR DALAM TAHUN 1949 — 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
| style="width:18%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Nama Daerah<br>Perikanan Laut
| style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Tahun 1949
| style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Tahun 1950
| style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Tahun 1951
| colspan="2" | Tahun 1952
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja<br>kg
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>Rp.
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja<br>kg
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>Rp.
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja<br>kg
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>Rp.
| style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja<br>kg
| style="width:10%;" | Harga<br>Rp.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Besuki-Timur-Selatan || 5.919.922 || 5.303.617,— || 14.860.997 || 18.863.644,— || 4.891.733 || 8.512.032,73 || 2.442.747 || 4.782.837,53
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Besuki-Utara || — || — || — || — || — || — || — || —
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Malang-Utara || 4.091.138 || 5.210.333,— || 5.715.219 || 10.805.000,— || 2.260.399 || 4.948.384,— || 2.848.188 || 7.340.464,60
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Bodjonegoro || — a) || — a) || 404.735 || 490.991,— || 2.964.002 || 3.777.896,13 || 3.162.144 || 4.452.158,20
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Surabaja || — a) || — a) || 1.258.530 || 816.981,— || 2.631.114 || 2.622.412,— || 2.505.552 || 2.521.453,04
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Madura || 8.395.152 || 9.569.738,— || 6.012.422 || 12.997.643,— || 11.118.153 || 19.245.611,49 || 11.925.535 || 22.109.468,30
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Kares. Madiun || — a) || — a) || — || — || 66.049 || 86.493,25 || 16.104 || 20.723,10
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah: || 18.406.212 || 20.083.688,— || 28.251.903 || 43.974.279,— || 23.931.450 || 39.192.829,60 || 22.900.270 || 41.227.104,77
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px; text-align:left;">
'''Keterangan:'''<br>
:a). Dalam tahun 1949 pentjatatan pendapatan ikan basah belum ada jang mengerdjakan.
</div><noinclude>{{rvh|380}}</noinclude>
epe43bbsc1h4pg747kb895v2oipw3l3
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/413
104
101198
283669
2026-05-07T08:27:23Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''DAFTAR ADANJA PERAHU PENANGKAP IKAN DI DAERAH<br>DJAWA-TIMUR DALAM TAHUN 1950 - 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:16%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Nama<br>Karesidenan
! style="border-right:1px solid black;" colspan="4" | Tahun 1950
! style="border-right:1px solid black;" colspan="4" | Tahun 1951
! colspan="4" | Tahun 1952
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Besar
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Sedang
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Ketjil
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | Djum-<br>lah
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Besar
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Sedang
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Ketjil
! style="width:7%; border-right:1px solid black;" | Djum-<br>lah
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Besar
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Sedang
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Ketjil
! style="width:7%;" | Djum-<br>lah
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bodjonegoro || 627 || 909 || 775 || 2.311 || 241 || 333 || 712 || 1.286 || 259 || 366 || 725 || 1.350
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Madiun || — || — || 386 || 386 || — || — || 385 || 385 || — || — || 404 || 404
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Malang || 230 || 1.081 || 873 || 2.184 || 230 || 1.293 || 544 || 2.067 || 224 || 655 || 1.432 || 2.311
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Besuki || 284 || 651 || 1.370 || 2.305 || 309 || 902 || 1.078 || 2.289 || 308 || 910 || 1.033 || 2.251
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Surabaja || 70 || 69 || 1.238 || 1.377 || 21 || 54 || 915 || 990 || 80 || 66 || 1.120 || 1.266
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Madura || 2.036 || 2.337 || 2.881 || 7.354 || 1.007 || 1.682 || 1.437 || 4.126 || 1.411 || 1.817 || 2.238 || 5.466*)
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah: || 3.247 || 5.047 || 7.623 || 15.917 || 1.808 || 4.264 || 5.071 || 11.143 || 2.282 || 3.714 || 6.952 || 13.048
|}
<div style="font-size:90%; margin-top:10px; text-align:left;">
'''Keterangan:'''<br>
:*) Dalam djumlah tersebut belum termasuk djumlah di-sekitar pulau Sapeken, Kangean dan Masalembu.
</div><noinclude>{{rvh|381}}</noinclude>
1loxvfpepyp9o413jf9pjb2op038gi8
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/416
104
101199
283672
2026-05-07T08:28:59Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''PERIKANAN DARAT.'''</center>
'''Pengaruh iklim.'''
Pengaruh iklim di tahun 1952 terhadap produksi Perikanan Darat adalah besar sekali. Musim hudjan 1951/1952 jang baru mulai awal Desember 1951 berpengaruh baik terhadap hasil penangkapan nener dan pekerdjaan-pekerdjaan persiapan di tambak, tetapi adalah tidak baik sekali terhadap tambak dan kolam serta sawah-sawah jang dipeliharai ikan jang kebutuhan airnja sebagian banjak dipenuhi oleh air hudjan. Permulaan penebaran benih dengan demikian sangat terhambat dan peredaran pemeliharaan dipersingkat 2 bulan.
Tjurah hudjan jang lebat beberapa hari sekaligus di bulan-bulan Djanuari sampai dengan Maret 1952 menimbulkan bandjir di-pelbagai daerah dan menjebabkan kerugian tidak sedikit pada pemilik tambak, tetapi terhadap produksi perikanan darat pada umumnja tidak banjak mengurangi oleh karena ikan-ikan jang lari dari tambak-tambak itu banjak ditangkap orang di-lain-lain per-airan oleh bukan pemilik tambak.
Daerah tambak jang tertimpa bandjir itu seperti tersebut dalam ichtisar berikut:
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:20%; border-right:1px solid black;" | Kabupaten
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Letak tambak
! style="width:15%; border-right:1px solid black;" | Luas ha
! style="width:35%;" | Taksiran banjaknja<br>kerugian ikan<br>berapa kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bangkalan || style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Blega || 119 || 1.042
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Pamekasan || style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Pademawu || 5 || 150
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; vertical-align:top;" rowspan="5" | Surabaja || style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tjerme || 510 || 45.362
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Duduksampean || 599 || 62.537
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tandes || 669 || 28.326
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Keburuan || 255 || 26.310
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Sedaju || 3.107 || 238.052
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Sidoardjo || style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djeboro || 116 || 3.300
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Panarukan || style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tandjungpatjitan || 160 || 2.500
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || 5.540 || 407.779
|}
Dengan harga rata-rata Rp. 4,— / 1 kg kerugian pada para pemilik tambak ditaksir Rp. 1.631.116,—.
Musim hudjan dalam tahun 1952 agak pandjang. Sampai bulan Agustus di-pelbagai tempat masih ada tjurah hudjan dan permulaan untuk musim 1952/1953 awal sekali. Keadaan iklim demikian mengurangi pendapatan nener bandeng, tetapi sebaliknja memungkinkan pemeliharaan ikan di tambak darat, kolam-kolam dan waduk lebih lama dari pada biasa.
Pada umumnja tahun 1952 memberikan tjorak baik terhadap hasil produksi ikan laut, tetapi oleh karena hasil penangkapan nener bandeng agak kurang, maka hal ini akan dapat mempengaruhi hasil tambak di tahun 1953.<noinclude>{{rvh|384}}</noinclude>
tazg5on3c0cq9ajwqrf4yvb99sbwrpb
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/417
104
101200
283673
2026-05-07T08:30:43Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>Di lapangan perikanan air tawar masih belum terpenuhi kebutuhan-kebutuhan akan benih ikan. Kebutuhan-kebutuhan akan benih ikan air tawar lebih dirasakan banjaknja, disebabkan selain penghasilan benih masih kurang, djuga karena semangat Rakjat untuk memelihara ikan di per-airan air tawar meluas sekali. Usaha-usaha Djawatan Perikanan Darat dan Rakjat untuk memperbanjak hasil benih ikan air tawar di Kediri dan Blitar terhalang oleh akibat buruk dari meletusnja gunung Kelut di bulan Agustus 1951.
'''Perikanan di-air pajau (Tambak).'''
Luas tambak di Djawa-Timur dalam tahun 1952 bertambah dari 47.853 ha di tahun 1951 mendjadi 48.582 ha. Perluasan ialah terutama di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep dari masing-masing 814 ha dan 313 ha mendjadi masing-masing 1.089 ha dan 609 ha. Selain dari pada ini beberapa puluh ha tambak „tidak resmi" mendatangkan hasil jang tidak sedikit djuga, baik bagi para pengusaha jang berupa hasil uang, maupun bagi masjarakat umumnja jang berupa tambahan hasil produksi ikan. Tertjatat tambak-tambak demikian di Banjuwangi-Selatan 25 ha dan di Djember-Selatan 5 ha jang pada tahun 1952 mendatangkan hasil ikan masing-masing 10.000 kg dan 500 kg (sebagian besar bukan ikan peliharaan).
Dengan tidak diperhitungkan djumlah hasil ikan jang hilang karena bandjir, maka penghasilan tambak dalam Daerah Propinsi Djawa-Timur ditahun 1952 menundjukkan perangkaan sebagai berikut:
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.4; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:34%; border-right:1px solid black;" | Kabupaten
! style="width:33%; border-right:1px solid black;" | Luas ha
! style="width:33%;" | Hasil ikan kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Surabaja || 20.494 || 5.732.480
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Sidoardjo || 12.880 || 4.326.250
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Bangkalan || 2.102 || 220.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Sampang || 4.780 || 250.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Pamekasan || 1.089 || 190.575
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Sumenep || 609 || 54.810
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Pasuruan || 3.350 || 827.400
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Probolinggo || 1.041 || 137.690
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Panarukan || 553 || 49.770
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Djember || 5 || 500
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Banjuwangi || 25 || 10.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Lamongan || 1.232 || 239.043
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5em;" | Tuban || 422 || 89.100
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || 48.582 || 12.127.618
|}
Untuk mendapat gambaran terhadap perdagangan hasil tambak, dibawah ini dimuat ichtisar dari banjaknja pendapatan hasil tambak di tempat pemusatan-pemusatan jang besar di Djawa-Timur sebagai berikut:<noinclude>{{rvh|385}}</noinclude>
dt6z78leau7uw4ok3cdon1lqmiqai4t
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/418
104
101201
283674
2026-05-07T08:32:53Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''PASAR SIDOARDJO (KABUPATEN SIDOARDJO).'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:82%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Djenis<br>ikan
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 2
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 1
! colspan="3" | 1 9 5 0
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bandeng || 2.482.360 || 11.243.410,— || 4,53 || 1.448.320 || 7.052.129,— || 4,87 || 1.850.470 || 6.095.466,— || 3,29
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Udang || 208.105 || 925.748,— || 4,45 || 161.675 || 690.310,— || 4,26 || 208.126 || 671.804,— || 3,23
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Ikan liar || 111.445 || 554.478,— || 4,93 || 123.345 || 508.079,— || 4,11 || 169.760 || 540.847,— || 3,18
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Mudjair || 79.985 || 184.648,— || 2,31 || 158.225 || 710.617,— || 1,96 || 555.226 || 631.076,— || 1,14
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tawes || 2.075 || 6.025,— || 2,90 || 6.995 || 21.416,— || 3,— || — || — || —
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah semua || 2.883.970 || 12.914.309,— || — || 1.898.560 || 8.982.551,— || — || 2.783.582 || 7.939.193,— || —
|}
<br>
<center>'''PASAR SEMBAJAT (KABUPATEN SURABAJA).'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:82%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Djenis<br>ikan
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 2
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 1
! colspan="3" | 1 9 5 0
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bandeng || 174.246 || 755.236,— || 4,61 || rowspan="5" colspan="3" style="text-align:center; vertical-align:middle; border-right:1px solid black; font-size:95%;" | Pentjatatan di tahun 1951 tidak sempurna, sehingga tidak dapat dimuat dalam ichtisar ini. || 77.610 || 236.781,— || 3,05
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Udang || 237.480 || 648.660,— || 2,58 || 48.183 || 145.640,— || 3,02
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Ikan liar || 35.650 || 117.890,— || 3,46 || 18.732 || 44.051,— || 2,35
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Mudjair || 60 || 150,— || 2,50 || — || — || —
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tawes || 27.340 || 62.836,— || 2,30 || — || — || —
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah semua || 474.776 || 1.584.772,— || — || — || — || — || 144.525 || 426.472,— || —
|}<noinclude>{{rvh|386}}</noinclude>
kdqr1vf6ynelibex4xc9f1mbp5vwcdd
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/419
104
101202
283678
2026-05-07T08:34:09Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283678
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''PASAR KALIANJAR (KABUPATEN PASURUAN).'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:82%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Djenis<br>ikan
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 2
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 1
! colspan="3" | 1 9 5 0
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:10%;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bandeng || 561.353 || 2.642.162,— || 4,70 || 118.539 || 622.507,— || 5,25 || 208.779 || 680.196,— || 3,25
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Udang Putih || 175.356 || 548.967,— || 3,13 || 101.912 || 335.417,— || 3,29 || 119.791 || 321.670,— || 2,68
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Udang Windu || 3.279 || 19.372,— || 5,90 || 3.398 || 19.559,— || 5,76 || 9.837 || 44.608,— || 4,77
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Peloh || 15.722 || 72.669,— || 4,62 || 4.530 || 23.750,— || 5,24 || 10.082 || 35.198,— || 3,49
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Ikan liar || 135.265 || 534.134,— || 3,94 || 77.095 || 233.645,— || 3,03 || 98.329 || 204.295,— || 2,07
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Mudjair || 104.807 || 191.259,— || 1,82 || 75.496 || 113.679,— || 1,51 || 130.269 || 118.528,— || 0,99
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah semua || 995.782 || 4.008.563,— || — || 380.970 || 1.348.611,— || — || 577.087 || 1.404.495,— || —
|}<noinclude>{{rvh|387}}</noinclude>
7rynr6wejbq88micm85h9mxd2qqet49
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/420
104
101203
283680
2026-05-07T08:35:46Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''BEBERAPA PASAR DI KABUPATEN LAMONGAN.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:15%; border-right:1px solid black; text-align:left;" rowspan="2" | Djenis ikan
! style="border-right:1px solid black;" colspan="3" | 1 9 5 2
! style="width:25%;" rowspan="2" | Keterangan
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:12%; border-right:1px solid black;" | Berat<br>kg
! style="width:18%; border-right:1px solid black;" | Djumlah<br>harga<br>rupiah
! style="width:12%; border-right:1px solid black;" | Harga<br>rata²<br>kg/Rp.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Bandeng || 51.755 || 313.635,35 || 6,06 || style="border-left:1px solid black;" |
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Udang || 25.412 || 114.354,— || 4,50 || style="border-left:1px solid black;" |
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Lain-lain hasil air pajau || 65.864 || 388.597,60 || 5,90 || style="text-align:left; vertical-align:top; border-left:1px solid black; padding-left:10px;" rowspan="6" | Pendjualan ikan sehari-hari jang terbanjak dipasar Lamongan, Babat dan Sukodadi.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Tawes || 55.874 || 270.983,90 || 4,85
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Mudjair || 5.717 || 22.982,34 || 4,02
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Nilem || 99 || 594,— || 6,--
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Gabus || 45.897 || 215.715,90 || 4,70
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Lain-lain hasil air tawar || 259.929 || 1.113.587,40 || 4,60
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black;" | Djumlah seluruhnja || 510.547 || 2.440.451,04 || — || style="border-left:1px solid black;" |
|}
<br>
'''Perikanan air tawar.'''
Walaupun dimasa lama sebelum perang, „Dinas Perikanan Darat” (binnenvisserij dienst) telah menundjukkan kegiatan-kegiatannja dilapangan ini, tetapi minat Rakjat pada umumnja masih belum merata, dan terbatas pada lingkungan-lingkungan ketjil, misalnja di daerah Blitar dan daerah Malang-Selatan. Sedjak tahun 1951 hingga sekarang minat Rakjat pada umumnja meluas dan dalam pemupukan hasrat-hasrat ini Djawatan Perikanan Darat terkandas pada djaman kebutuhannja akan benih, walaupun usaha-usaha untuk mentjukupi kebutuhan benih ikan tidak berkurang dilakukannja.
'''1. Kolam-kolam.'''
:Tersebar di-pelbagai daerah-daerah Kabupaten tampaklah pertumbuhan pembikinan kolam air tawar, dan oleh karena benih ikan jang lain, baik banjaknja maupun djenisnja masih terbatas, maka kolam-kolam tersebut kebanjakan berisi ikan mudjair (Tilapia mosambica) dan tawes (Puntius javanicus).
:Dalam tahun 1952 luasnja kolam di-pelbagai daerah tertjatat 874 ha dengan hasil ikan makanan 126.380 kg.<noinclude>{{rvh|388}}</noinclude>
506y97l4q1yfmn7j06llsfhdwuzjje9
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/421
104
101204
283681
2026-05-07T08:38:52Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''HASIL IKAN MAKANAN DARI KOLAM-KOLAM'''<br>'''DALAM TAHUN 1952:'''</center>
{| style="width:80%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:40%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Kabupaten
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Luas kolam<br>ha
! style="width:30%;" | Hasil ikan<br>kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Surabaja || 45,4828 || 9.085
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djombang || 1,2884 || 250
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bangkalan || 4,8900 || 600
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sampang || 0,5900 || 60
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pamekasan || 0,5998 || 200
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sumenep || 0,0150 || 10
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pasuruan || 4,1000 || 1.600
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Malang || 54,1354 || 21.653
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lumadjang || 31,6000 || 1.550
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bondowoso || 0,7667 || 307
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djember || 4,0424 || 1.617
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Banjuwangi || 5,3902 || 1.256
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Blitar || 59,1754 || 35.280
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tulungagung || 2,7674 || 270
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Trenggalek || 0,7705 || 80
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kediri || 17,5705 || 6.393
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngandjuk || 4,4717 || 450
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Madiun || 1,3698 || 140
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Magetan || 1,9950 || 200
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngawi || 0,7572 || 75
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ponorogo || 2,4970 || 250
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bodjonegoro || 74,0515 || 533
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tuban || 20,6290 || 648
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || 534,9490 || 43.873
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | Djumlah || 873,9047 || 126.380
|}
<br>
2. '''Sawah.'''
:Dalam tahun 1952 pemeliharaan ikan bersama padi di sawah masih terbatas, walaupun minat Rakjat pada umumnja tidak berkurang.
:Pemeliharaan ikan mudjair (''Tilapia mosambica'') di sawah masih dalam tingkatan pertjobaan.
:Dibawah ini ditjatat luas sawah di tahun 1952 jang telah ditanami ikan tombro (''Cyprinus carpio'') bersama padi, sebagai berikut:<noinclude>{{rvh|389}}</noinclude>
5dmibl5fe2i23r98weazzn6l0bqwo2x
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/422
104
101205
283682
2026-05-07T08:40:19Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:80%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:40%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Kabupaten
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Luas sawah<br>ha
! style="width:30%;" | Hasil kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sidoardjo || 1,0000 || 50
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djombang || 3,0000 || 150
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pasuruan || 30,0000 || 700
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Malang || 194,0000 || 12.887
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lumadjang || 75,0000 || 2.958
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djember || 205,0000 || 2.120
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Banjuwangi || 14,0000 || 1.120
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Blitar || 646,4000 || 33.476
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tulungagung || 4,0105 || 145
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kediri || 14,4050 || 998
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Madiun || 15,1843 || 143
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngawi || 1,7500 || 24
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ponorogo || 32,6433 || 20
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || 11,2100 || 47
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | Djumlah || 1.307,7031 || 54.844
|}
<br>
3. '''Waduk.'''
:Pengusahaan waduk-waduk sebagai salah suatu sumber penghasilan ikan dengan djalan ditebari benih ikan, misalnja: tombro (''Cyprinus carpio''), tawes (''Puntius javanicus'') dan mudjair (''Tilapia mosambica''), dilakukan sedjak tahun 1950 di-daerah Bodjonegoro baik oleh Djawatan Perikanan Darat maupun oleh Rakjat sendiri setjara koperatif. Kalau usaha ini di-daerah Bodjonegoro di tahun 1952 telah meluas, maka di-daerah lain masih dalam tingkatan permulaan. Hasil ikan dari waduk di-pelbagai daerah Kabupaten dalam tahun 1952 ditjatat sebagai berikut:
<br>
{| style="width:80%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:40%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Kabupaten
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Luas ha
! style="width:30%;" | Hasil kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Surabaja || 1.278 || 50.840
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djombang || 46 || 309
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Malang || 66 || 9.479
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bondowoso || 10 || 2.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ponorogo || 62 || 2.790
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngawi || 11 || 300
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Madiun || 130 || 2.500
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bodjonegoro || 569 || 47.056
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tuban || 120 || 13.727
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || 1.690 || 107.322
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | Djumlah || 3.985 || 236.324
|}<noinclude>{{rvh|390}}</noinclude>
0832cvu40ijn6ovbzzx2pqaj1pm6dv1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1087
104
101206
283683
2026-05-07T08:40:55Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PERINTAH HARIAN. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION. Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia. Perkembangan? pada achir? ini, disekitar usaha? Pemerintah untuk kembali kepada Undang- undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan? antara golongan? politik chususnja dan golongan? masjarakat tertentu pada umumn'a. Keterangan? ini, sesudah sidang? Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Dju...
283683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>PERINTAH HARIAN.
KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.
Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.
Perkembangan? pada achir? ini, disekitar usaha? Pemerintah untuk kembali kepada Undang-
undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan? antara golongan? politik chususnja dan
golongan? masjarakat tertentu pada umumn'a.
Keterangan? ini, sesudah sidang? Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru
lalu telah meningkat, membawa gedjala? fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dicha-
watirkan akan menimbulkan tindakan? kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan
kepada fihak? lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh
rakjat sendiri tidak diinginkan. sn 3
Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul be-
ban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahan-
kan adanja ketertiban umum.
Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik?nia maka saja telah perin-
tahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala? Satuan TNI pada umumnja sbb. :
3.1. Bila timbul gedjala? pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun
atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak de-
ngan segera dan kalau perlu dengan se-keras?nja.
3.2. Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing? chususnja, dan TNI pada umumnja dengan
tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja '
penjelewengan? dari garis kesatuan hirarchi itu.
3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluar-
kan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan? politik agar dapat ditjegah
sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fana-
tisme. |
Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :
4.1. Tetaplah pada tempatmu masing? untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan di-
perintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan? jang mungkin timbul dan mentjegah
malapetaka bersama-sama dengan rakjat.
4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu
untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini
dengan seteguh-teguhnja.
Saja menjatakan kepertjajaan saja se-penuh?rja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradju-
rt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.
Djakarta, 3 Djuni 1959.
KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.
ttd.
A.H. NASUTION
Letnan Djenderal TNI.
29<noinclude></noinclude>
pcwkqmbtaj1bz2884jaaw27uj0gaofm
283728
283683
2026-05-07T09:31:40Z
Moel81
25980
283728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
::{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
::{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
::{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
::{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
::{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
|tanggal=Djakarta, 3 Djuni 1959
|jabatan=KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.
|nama={{sp|A.H. NASUTION}}}}<br>Letnan Djenderal TNI.<noinclude></noinclude>
prtvrwh6j9m301lbuucm7in736uimeh
283754
283728
2026-05-07T09:49:22Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
283754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
::{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
::{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
::{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
::{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
::{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude></noinclude>
2hxug436g1fpy4b5ppy3dx92e28lp04
283755
283754
2026-05-07T09:49:53Z
Moel81
25980
283755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
::{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
::{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
::{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
::{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
::{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
4mgdlwvhko86ghnuiv4k2n2bsy59qrp
283757
283755
2026-05-07T09:50:38Z
Moel81
25980
283757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
:{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
:{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
:{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
:{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
:{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
rcj93i7is0rqcf2rgtfbvcajkckfruw
283758
283757
2026-05-07T09:51:04Z
Moel81
25980
283758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
:{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
:{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
:{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
:{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
:{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|A.H. NASUTION}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
90nx9oko5cod5ne7m8d58duicxiw9uc
283762
283758
2026-05-07T09:52:52Z
Moel81
25980
283762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
:{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
:{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
:{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
:{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
:{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|{{sp|'''A.H. NASUTION}'''}}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
i7m3q1n7fk53sdhs88y0lf2datv2lsg
283763
283762
2026-05-07T09:53:13Z
Moel81
25980
283763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
:{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
:{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
:{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
:{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
:{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|{{sp|'''A.H. NASUTION}'''}}}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
7ux1l7jhuso9tt5f9tanfnsikdxiehv
283764
283763
2026-05-07T09:53:36Z
Moel81
25980
283764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''PERINTAH HARIAN.'''}}<br>{{larger|
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT A.H. NASUTION.''' }}}}
{{c|'''Para Tamtama, Bintara dan Perwira, seluruh peradjurit Tentara Nasional Indonesia.'''}}
<ol type="#">
<li>Perkembangan<small><sup>2</sup></small> pada achir<small><sup>2</sup></small> ini, disekitar usaha<small><sup>2</sup></small> Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 telah mengakibatkan ketegangan<small><sup>2</sup></small> antara golongan<small><sup>2</sup></small> politik chususnja dan golongan<small><sup>2</sup></small> masjarakat tertentu pada umumnja.<br>
Keterangan<small><sup>2</sup></small> ini, sesudah sidang<small><sup>2</sup></small> Konstituante pada tanggal 30 Mei 1 dan 2 Djuni jang baru lalu telah meningkat, membawa gedjala<small><sup>2</sup></small> fanatisme jang kalau tidak segera dikekang, dichawatirkan akan menimbulkan tindakan<small><sup>2</sup></small> kekerasan dan pengatjauan dari satu fihak ditudjukan kepada fihak<small><sup>2</sup></small> lainnja jang dapat mengakibatkan malapetaka untuk Sana banjak jang oleh rakjat sendiri tidak diinginkan.</li>
<li>Kita Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan seperti tersebut diatas ini, tetap memikul beban tanggung djawab untuk mengamankan Negara dan Masjarakat kita dan mempertahankan adanja ketertiban umum.</li>
<li>Untuk tetap dapat memikul tanggung djawab ini dengan se-baik<small><sup>2</sup></small>nia maka saja telah perintahkan kepada semua Panglima, Komandan dan Kepala<small><sup>2</sup></small> Satuan TNI pada umumnja sbb. :</li>
:{{Hanging indent|3.1 Bila timbul gedjala<small><sup>2</sup></small> pengatjauan, dengan atau tanpa disertai kekerasan, dari siapapun atau golongan manapun, terhadap siapa atau golongan manapun, supaja bertindak dengan segera dan kalau perlu dengan se-keras<small><sup>2</sup></small>nja.}}
:{{Hanging indent|3.2 Supaja mendiaga keutuhan Satuan masing<small><sup>2</sup></small> chususnja, dan TNI pada umumnja dengan tetap mempertahankan adanja hanja satu hierarchie sadja dan dengan mentjegah adanja penjelewengan<small><sup>2</sup></small> dari garis kesatuan hirarchi itu.}}
:{{Hanging indent|3.3. Setelah merundingkan dengan Atasan dan Staf, sebagai Peperpu saja telah mengeluarkan peraturan untuk melarang sementara, semua kegiatan<small><sup>2</sup></small> politik agar dapat ditjegah sedjauh mungkin segala matjam usaha membakar sentimen dan menjala-njalakan fanatisme.}}
<li>Kepada semua peradjurit TNI, Tamtama, Bintara dan Perwira diperintahkan dengan ini :</li>
:{{Hanging indent|4.1. Tetaplah pada tempatmu masing<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasmu, apapun jang akan diperintahkan nanti, guna mengatasi kekatjauan<small><sup>2</sup></small> jang mungkin timbul dan mentjegah malapetaka bersama-sama dengan rakjat.}}
:{{Hanging indent|4.2. Tetaplah bertahan pada dasar? Disiplin dan ketertiban TNI, dan bulatkanlah tekadmu untuk mendjalankan tugasmu, berdasar tanggung djawab jang dipikulkan pada kita ini dengan seteguh-teguhnja.}}
<li>Saja menjatakan kepertjajaan saja sepenuh<small><sup>2</sup></small>nja kepada kepatuhan dan ketaatan tiap Peradjurt TNI, dimanapun ia berada dan apapun tugas jang dipikulkan kepadanja.
Djalankanlah tugasmu se-baik?nja. Saja akan memenuhi tugas saja sebaik-baiknja pula.</li></ol>
{{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 3 Djuni 1959.}}<br />
{{c|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT.}}<br />
{{c|ttd.}}<br />
{{c|{{sp|'''A.H. NASUTION'''}}}}
{{c|{{font-size|95%|Letnan Djendral TNI}}}}
}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
7nxc0k7jbui3brl9i5pgx6pq071p06a
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/423
104
101207
283684
2026-05-07T08:42:01Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>4. '''Telaga/Danau.'''
:Di-daerah Djawa-Timur dapat ditjatat beberapa telaga atau danau jang sedang menghasilkan ikan dan ada pula jang dikemudian hari mempunjai pengharapan untuk dapat menghasilkan. Untuk menambah penghasilan ikan jang telah ada sedjak tahun 1951 oleh Djawatan Perikanan Darat dilakukan penebaran benih ikan dan selama tahun 1952 ditjatat pendapatan-pendapatan penangkapan sebagai berikut:
{| style="width:90%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | N a m a <br> telaga/danau/<br>ranu
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Letaknja di<br>Kabupaten
! style="width:15%; border-right:1px solid black;" | Luas ha
! style="width:25%;" | Pendapatan<br>hasil ikan<br>kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 1. Grati || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pasuruan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 188 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 108.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 2. Pakis || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lumadjang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 39 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 59.103
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 3. Bedali || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 30 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 25.509
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 4. Klakah || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 44 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 118.046
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 5. Segaran || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Probolinggo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 30 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.309
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 6. Betok || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 5 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.151
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 7. Ngebel || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ponorogo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 150 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.800
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 8. Sarangan || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Magetan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 40 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 2.000
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | Djumlah || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 526 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 316.918
|}
<br>
:Telah ternjata, bahwa ikan mudjair (''Tilapia mosambica'') di danau-danau di Kabupaten Lumadjang sangat tjotjok sekali. Tiap hari dan malam di dannu-danau tersebut puluhan penangkap ikan dengan djalan memantjing dan mendjala mendapat mata pentjaharian jang tertentu, walaupun dilakukan sebagai samben disamping bertjotjok tanam.
:Perairan sebagai danau-danau ini, seperti halnja djuga perairan lainnja, memerlukan penjelidikan dan pemeriksaan setjara biologis dan limnologis, agar supaja tidak dialami keketjewaannja tentang hasilnja didalam usaha daerah-daerah menebari dengan djenis-djenis ikan. '''Balai Penjelidikan Perikanan Darat di Bogor''' untuk pertama kalinja sedjak berachirnja perang dunia ke-II telah memulai pekerdjaannja di Djawa-Timur dengan mengirimkan seorang ahlinja pada bulan Nopember 1952 ke Klakah. Pernjataan positif terhadap Ranu-Klakah ini sebagai sumber perikanan masih belum dapat dikemukakan, oleh karena masih diperlukan pemeriksaan dan penjelidikan lebih mendalam.<noinclude>{{rvh|391}}</noinclude>
84bzyol6cyngxq3qng5t9n7r820sakr
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/424
104
101208
283685
2026-05-07T08:43:31Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>5. '''Rawa.'''
:Diantara rawa-rawa jang mendjadi sumber penghasil ikan di daerah Djawa-Timur jang luasnja diatas 100 ha ialah sebagai berikut:
{| style="width:95%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:5%; border-right:1px solid black;" | No.
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Nama rawa
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Letaknja di<br>Kabupaten
! style="width:20%; border-right:1px solid black;" | Luas<br>ha
! style="width:20%;" | Hasil ikan<br>kg
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 1 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tjampurdarat || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tulungagung || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 5.000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 685.310
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 2 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djabung || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1.093 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 65.460
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 3 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sekaran || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 560 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 19.760
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 4 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Mlangi || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tuban || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 490 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 27.245
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 5 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tjungkup || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 450 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 39.667
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 6 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Manjar || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 400 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 17.760
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 7 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bulu || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 225 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 9.845
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 8 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Dalam || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 212 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 19.313
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 9 || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kwanon || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 110 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 16.260
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="3" style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:20px;" | D j u m l a h || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 8.540 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 900.620
|}
<br>
:Selain dari rawa-raw tersebut diatas di Djember-Selatan terletak 1.450 ha rawa jang belum „dibuka” oleh Rakjat.
:Rawa jang luasnja dibawah 100 ha terdapat di-pelbagai daerah jang ditahun 1952 penghasilannja ikan telah ditjatat sebagai berikut:
<br>
{| style="width:85%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:40%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Kabupaten
! style="width:30%; border-right:1px solid black;" | Luas<br>ha
! style="width:30%;" | Hasil ikan<br>kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Surabaja || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 123,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 31.700
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Modjokerto || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 25,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.250
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djombang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 202,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 10.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bangkalan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 38,6250 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 2.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Malang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 27,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 3.598
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Probolinggo || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 8,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.652
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lumadjang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 77,9940 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 123.552
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kediri || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 6,7000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 670
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngandjuk || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 67,5000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 13.500
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bodjonegoro || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 40,0000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 4.050
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:20px;" | D j u m l a h || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 615,8190 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 191.972
|}<noinclude>{{rvh|392}}</noinclude>
deeqn7q8yw8umf3sjlelcr5uf0hqgwe
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/425
104
101209
283686
2026-05-07T08:44:39Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>'''Penghasil benih ikan.'''
Selain jang diusahakan oleh '''Djawatan Perikanan Darat''', maka ada pula peternakan-peternakan kepunjaan Rakjat jang luasnja diantara beberapa puluh sampai beberapa ratus meter persegi jang menghasilkan benih ikan untuk keperluan sendiri dan sawah-sawah di Desa sekitarnja. Djenis ikan jang diternakkan terutama tombro (''Cyprinus carpio''), tawes (''Puntius javanicus''), mudjair (''Tilapia mosambica'') dan dalam lingkungan ketjil sadja gurameh (''Osphronemus guramy'').
Peternakan djenis ikan lainnja seperti: nilem (''Osteochilus hasselti''), tambakan (''Helostoma temmineki'') dan sepat siam (''Trichogaster pectoralis'') dilakukan oleh Djawatan Perikanan Darat dan masih dalam tingkatan permulaan.
Benih ikan jang telah dihasilkan oleh peternak-peternak dikalangan Rakjat banjaknja seperti tersebut dalam daftar berikut:
<br>
{| style="width:80%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:50%; border-right:1px solid black; text-align:center;" | Kabupaten
! style="width:50%; text-align:center;" | Hasil benih matjam²
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Pamekasan || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 70.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Sumenep || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 40.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Pasuruan || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 50.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Malang || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 511.169
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Lumadjang || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 579.425
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Bondowoso || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 1.500
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Djember || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 292.560
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Banjuwangi || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 10.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Blitar || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 3.398.407
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Kediri || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 225.612
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Madiun || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 18.750
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Ngandjuk || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 30.685
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Tuban || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 1.635.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:15px;" | Lamongan || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 40.000
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || style="text-align:right; padding-right:40px;" | 6.898.108
|}<noinclude>{{rvh|393}}</noinclude>
de8f10pj90c7apb3ne13821xaa0sj7h
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/426
104
101210
283687
2026-05-07T08:46:00Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>'''Penangkapan Ikan.'''
'''A. Penangkapan benih ikan.'''
:'''1. Nener bandeng (Chanos-chanos).'''
::Dibanding dengan di tahun 1951 hasil penangkapan nener bandeng di tahun 1952 berkurang. Kurangnja pendapatan penangkapan ini disebabkan oleh lamanja musim hudjan, sehingga di-pelbagai daerah pantai tempat penangkapan, air laut selalu keruh. Menurut pentjatatan di-pelbagai tempat, pendapatan nener bandeng di tahun 1952 sebagai ichtisar berikut:
<br>
{| style="width:75%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:50%; border-right:1px solid black; text-align:center;" | Daerah penangkapan
! style="width:50%; text-align:center;" | Banjaknja<br>(dalam 1000 ekor)
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Madura || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 53.933,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Banjuwangi || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 9.816,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Panarukan/Besuki || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 2.055,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Probolinggo || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 1.353,5
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Udjung Pangkah || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 495,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Tuban || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 2.252,—
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 69.904,5
|}
<br>
::Harga nener tiap-tiap 1000 ekor masih tetap tinggi. Dalam tahun 1952 harga pendjualan oleh penangkap: Rp. 10,— sampai Rp. 15,— dan dalam perdagangan: Rp. 40,— sampai Rp. 60,—.
:'''2. Nener tawes. (Puntius javanicus).'''
::Selain di kolam-kolam setjara menternakkan, nener tawes banjak ditangkap orang di sungai Bengawan-Solo dan sungai-sungai tjabangnja. Kebutuhan akan nener tawes, terutama untuk pemeliharaan-pemeliharaan di tambak-darat di Lamongan, Surabaja dan Sidoardjo.
::Dalam tahun 1952 tertjatat hasil penangkapan nener-tawes di daerah Kabupaten Surabaja dan Lamongan jang telah ditebarkan di tambak 10.700.200 ekor.
::Selain dari ini banjak djuga tambak-tambak di-daerah Sedaju (Kabupaten Surabaja) jang mendapat benih tawes dari Masuknja benih-benih tawes itu sendiri melalui saluran-saluran tambak.<noinclude>{{rvh|394}}</noinclude>
a6iihd7aeu5npn6ic840vgsh41azjvl
Indeks:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf
102
101211
283688
2026-05-07T08:46:45Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
283688
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q139692136
|Title=Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=pdf
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
qbzr94s4ourqphz6szx1op5oa7cz778
283690
283688
2026-05-07T08:47:21Z
Thersetya2021
15831
283690
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q139692136
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=pdf
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
7ur7nw7t2yaq5ztd1010eirhihnduno
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/427
104
101212
283689
2026-05-07T08:47:07Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>'''B. Penangkapan ikan makanan di sungai-sungai dan saluran-saluran pengairan.'''
:Tidak kurang artinja ialah hasil ikan dari sungai-sungai dan saluran-saluran pengairan, jang penangkapannja merupakan industri primer tersendiri.
:Selain djenis ikan jang chusus hidup di-air tawar, lebih dekat ke pantai laut djuga ditangkap berbagai-bagai djenis ikan dan udang jang hidup di-air pajau jang biasanja djuga terdapat di tambak-tambak.
:Taksiran pendapatan hasil dari sungai-sungai dan saluran-saluran ini sebagai berikut:
<br>
{| style="width:80%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:50%; border-right:1px solid black; text-align:center;" | Kabupaten
! style="width:50%; text-align:center;" | Hasil ikan kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Surabaja || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 305.070
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Sidoardjo || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 96.750
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Modjokerto || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 25.620
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Djombang || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 23.750
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Bangkalan || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 7.600
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Sampang || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 42.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Pamekasan || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 690
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Sumenep || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 2.880
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Pasuruan || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 35.400
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Malang || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 13.406
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Probolinggo || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 1.082
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Lumadjang || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 238.290
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Bondowoso || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 35.784
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Djember || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 144.810
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Banjuwangi || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 67.630
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Blitar || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 15.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Tulungagung || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 18.750
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Trenggalek || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 1.500
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Kediri || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 16.525
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Madiun || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 20.340
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Ngawi || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 24.780
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Magetan || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 1.620
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Ponorogo || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 3.720
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Ngandjuk || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 16.176
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Bodjonegoro || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 47.150
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Tuban || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 33.656
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:20px;" | Lamongan || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 153.430
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || style="text-align:right; padding-right:50px;" | 1.393.409
|}<noinclude>{{rvh|395}}</noinclude>
jwcfeivj6svv37fxbj3bv3rx75ma1h8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/442
104
101213
283692
2026-05-07T08:47:54Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
283692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /></noinclude>didengarnja, dan mempertjajai sesuatu berita adalah lebih mudah dari pada tidak mempertjajainja, terutama apabila ia sedang didalam suasana ketakutan atau sedang mengharapkan sesuatu.
Inilah tjara² orang menggunakan kabar angin didalam melakukan perang urat sjaraf untuk
menimbulkan kekatjauan dan meruntuhkan semangat lawannja, maka dipergunakan orang² Djerman didalam perang dunia kedua guna merusak moril rakjat Perantjis adalah sbb.: Mereka melantjarkan kabar² angin jang optimistis dan jang pessimistis setjara berseling sehingga orang² Perantjis dalam menghadapi serangan Tentara Djerman bertambah tjemas dan bingung karena mereka tidak mengetahui lagi berita2 mana jang dapat mereka
pertjaja.
Para propagandis djuga menimbulkan kabar angin dengan tudjuan memetjah belah sesuatu
persekutuan atau memetjah persatuan rakjat negara musuh. Suatu kerdja-sama jang sangat diperlukan dapat dihanjutkan hanja dengan timbulnja dugaan² jg mempunjai kesan dapat dipertjajai, walaupun tak ada buktinja sama sekali akan kebenarannja.
'''Kabar angin dapat dipergunakan sebagai tabir asap,''' sehingga kenjataan jang sebenarnja tidak tampak oleh karenanja. Tjaranja ialah dengan melepaskan demikian banjak berita rahasia hingga berita jang benar² rahasia tidak dapat dikenal lagi diantara sekian banjak kabar jang atjapkali bertentangan satu sama lain.
'''Untuk mentjemarkan nama musuh dalam soal pemberitaan. ''' Hal ini memerlukan suatu teknik jang chusus. Didalam tahun kedua dari perang dunia ke II misalnja, djadi sebelum Amerika Serikat mentjeburkan diri dalam kantjah peperagnan, maka seringkali Angkatan Udara Inggeris mentjoba menghantjurkan station pusat kereta-api di Berlin. Usaha mereka senantiasa gagal, akan tetapi orang² Djerman menjiarkan berita samar² bahwa pemboman jang dilakukan oleh pesawat² terbang Inggeris itu
berhasil. Achirnja kabar angin itu sampai di Inggeris dalam bentuk jang sedemikian rupa sehingga seolah-olah berita itu menggambarkan suatu kenjataan. Selandjutnja kabar ini disiarkan oleh surat² kabar dan radio Inggeris. Orang² Djerman jang mengetahui hal ini lalu memperlihatkan stasion pusat keret-api di Berlin jang menurut siaran Inggeris itu telah hantjur binasa akan tetapi sebenarnja tidak rusak sedikitpun kepada para wartawan² Amerika dan negara netral lain. Dengan demikian mereka dapat membuktikan bahwa siaran Inggeris itu adalah bohong belaka dan tjemarlah namanja.
'''Kabar angin dapat djuga dipergunakan sebagai umpan untuk mengetahui keadaan jang sebenarnja.'''
Djepang misalnja pernah melantjarkan kabar angin tentang kerugian² Armada Amerika didalam salah satu pertempuran dilaut Pacific. Mereka sebenarnja tidak mengetahui besarnja kerugian itu dan ingin mengetakuinja. Akibatnja kabar angin itu turunlah moril orang² Amerika, dan guna membrantasnja terpaksa pemerintah Amerika
mengumumkan kerugian² jang sebenarnja. Maka dengan demikian tertjapailah maksud Djepang dan dapatlah ia apa jang dikehendakinja.
Marilah kita sekarang membitjarakan tentang matjamnja kabar angin. Kabar angin itu berbeda-beda, tergantung dari apa jang memberi tenaga pendorong kepadanja, baik keinginan, rasa takut maupun rasa bentji.
'''Pertama-tama kita mengenal
kabar angin jang berhubungan
dengan keinginan seseorang.'''
Pada dasarnja orang itu lekas mempertjajai dan suka mengulangi berita jang sesuai dengan
harapannja. Suatu tjontoh kabar angin sematjam ini adalah umpamanja berita bahwa tentara Belanda akan lekas menarik diri dari daerah Republik Indonesia, karena pemerintah Nederland hampir bangkrut dan tidak kuat membiajai lagi tentaranja jg sebegitu besar. Kabar ini merata sekali ditahun-tahun 1946
sampai tahun 1948 didaerah defacto Republik Indonesia.
Sebaliknja didaerah pendudukan Belanda kira² didalam waktu jang bersama menghebatlah kabar angin, bahwa Republik Indonesia akan segera ambruk dengan sendirinja sebagai akibat pengepungan tentara Belanda jang begitu rapat terhadap daerah jang masih dikuasai oleh
Republik. Harapan Belanda dan orang² jang anti-Republik lebih² diperkuat lagi dengan mentjetusnja pemberontakan Madiun. Kedua kabar angin ini, sekalipun berdasarkan motif jg berlainan, adalah berhubungan erat dengan
keinginan, dgn harapan orang.
Sebagai matjam kabar angin jang kedua dapatlah kita sebut kabar '''angin jang menjatakan rasa takut''', djadi kebalikannja dari apa jang kita kemukakan pertama-tama tadi. Tjontoh jg
djelas pernah kita saksikan waktu Djepang pada permulaan perang Pacific dapat menenggelamkan kapal2 penempur Inggeris „Prince of Wales” dan „Repulse” diperairan Malaya. Disaat itu tersiarlah kabar angin bahwa Djepang telah menggunakan bom² berisikan bahan peledak baru jang lebih dahsjat daripada trotyl biasa.
Matjam kabar angin jang ketiga adalah '''jang bertudjuan memetjah belah persatuan''', dan dengan sengadja dilantjarkan guna menimbulkan permusuhan atau rasa tidak pertjaja antara bang-sa satu dan bangsa lain, jang telah bersekutu, atau antara golongan satu dan lain didalam suatu negara.
Dari uraian saja pembatja telah mengetahui tjara penggunaan kabar angin didalam melakukan perang urat sjaraf, jaitu: untuk merusak moril; untuk menutupi kenjataan jang sebenarnja: untuk mentjemarkan nama lawan didalam soal pemberitaan, dan untuk dipergunakan sebagai umpan guna mengetahui keadaan musuh jang sebenarnja.<noinclude>{{rh|32||}}</noinclude>
b73po40mlu6ucyfpy0tjt3n86505oc7
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/428
104
101214
283697
2026-05-07T08:51:04Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''ICHTISAR RINGKAS DARI HASIL IKAN TAHUN 1952.'''</center>
<center>'''I. Hasil ikan makanan.'''</center>
{| style="width:90%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:34%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Djenis lapangan
! style="width:33%; border-right:1px solid black;" | Luas ha
! style="width:33%;" | Berat kg
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tambak || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 48.582,0000 || style="padding-right:10px;" | 12.127.618
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kolam || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 873,9047 || style="padding-right:10px;" | 126.380
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sawah || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1.307,7031 || style="padding-right:10px;" | 54.844*)
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Waduk || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 3.985,0000 || style="padding-right:10px;" | 236.324
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Telaga/Danau || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 526,0000 || style="padding-right:10px;" | 316.918
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Rawa || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 9.155,8190 || style="padding-right:10px;" | 1.092.592
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sungai-Sungai || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | — || style="padding-right:10px;" | 1.393.409
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | D j u m l a h || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 64.430,4268 || style="padding-right:10px;" | 15.348.085
|}
:*) tidak termasuk hasil ikan liar.
<br>
<center>'''II. Hasil benih ikan (jang tertjatat).'''</center>
{| style="width:95%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:90%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Peternakan<br>(air tawar)
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Penangkapan
! style="width:25%;" | Banjaknja
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Rakjat
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 6.898.108
| style="text-align:left; border:none; width:40px;" | ekor
|}
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Nener tawes
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 10.700.200
| style="text-align:left; border:none; width:40px;" | ekor
|}
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djawatan Perikanan Darat
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 1.620.967
| style="text-align:left; border:none; width:40px; padding-left:8px;" | "
|}
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Nener bandeng
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 69.904.500
| style="text-align:left; border:none; width:40px; padding-left:8px;" | "
|}
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | {{sp|Djumlah}}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 8.519.075
| style="text-align:left; border:none; width:40px;" | ekor
|}
| style="border-right:1px solid black;" | {{sp|Djumlah}}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent; font-weight:bold;"
| style="text-align:right; border:none; padding:2px 5px 2px 0;" | 80.604.700
| style="text-align:left; border:none; width:40px;" | ekor
|}
|}<noinclude>{{rvh|396}}</noinclude>
bcl2vehb0cxssk37mmkw59sdarmn32q
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/429
104
101215
283700
2026-05-07T08:52:34Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>'''Usaha-usaha Djawatan Perikanan Darat Propinsi Djawa-Timur.'''
'''1. Perbaikan saluran tambak (R.K.I.).'''
:Pekerdjaan ini dimulai dalam tahun 1951 dan pada tahun 1952 dilandjutkan untuk lain-lain saluran tambak. Jang dapat diusahakan dalam tahun 1952 adalah sebagai berikut:
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%; text-align:right;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:20%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:10px;" | Kabupaten
! style="width:10%; border-right:1px solid black;" | Banjaknja
! style="width:15%; border-right:1px solid black;" | Pandjangnja meter
! style="width:15%; border-right:1px solid black;" | Galian tanah m³
! style="width:15%; border-right:1px solid black;" | Tambak jg. di-airi ha
! style="width:25%;" | Perongkosan rupiah
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Sidoardjo || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 8 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 13.869,5 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 41.385,02 || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 923 || style="padding-right:10px;" | 78.099,69
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Surabaja || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 6 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 9.485 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 40.527,27 || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 876 || style="padding-right:10px;" | 86.238,—
|-
| style="text-align:right; padding-right:30px; border-right:1px solid black;" | Pembikinan dam || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | — || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | — || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | — || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | — || style="padding-right:10px;" | 10.000,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pamekasan || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 1 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 325 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 2.092,75 || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 150 || style="padding-right:10px;" | 6.595,—
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pasuruan || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 1 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 160 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 4.374,74 || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 24 || style="padding-right:10px;" | 4.000,—
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | D j u m l a h || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 16 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 23.839,5 || style="border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 88.379,78 || style="border-right:1px solid black; text-align:center;" | 1.973 || style="padding-right:10px;" | 184.932,69
|}
<br>
'''2. Penebaran benih ikan di perairan umum.'''
:Sepandjang benih ikan tersedia, dalam tahun 1952 seperti halnja tahun 1951, dilakukan djuga penebaran-penebaran benih ikan di perairan umum, waduk, danau dan rawa. Benih jang dipergunakan ialah: mudjair (''Tilapia mosambica''), tawes (''Puntius javanicus'') dan tombro (''Cyprinus carpio''). Djuga Telaga-Pasir (Sarangan, Kabupaten Magetan) dan Telaga-Ngebel (Kabupaten Ponorogo) ditebari benih tombro gadjah.
'''3. Usaha menghasilkan benih ikan air tawar.'''
:Sambil mengusahakan dan menjempurnakan peternakan jang telah ada dibikin djuga kolam-kolam peternakan baru.<noinclude>{{rvh|397}}</noinclude>
i3iooq3edu01unf6uirphnaup8n8orz
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/430
104
101216
283703
2026-05-07T08:53:54Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''KOLAM PETERNAKAN LAMA.'''</center>
{| style="width:90%; margin:auto; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:30%; border-right:1px solid black; padding:10px;" | Nama kolam<br>peternakan
! style="width:25%; border-right:1px solid black;" | Letaknja di<br>Kabupaten
! style="width:20%; border-right:1px solid black;" | Luas<br>ha
! style="width:25%;" | Hasil benih<br>ikan jang telah<br>dikeluarkan
|-
| colspan="4" style="text-align:left; padding:10px 0 5px 20px; font-weight:bold;" | Peternakan R.K.I.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 1. Kalen || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lamongan || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 2,1104 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 775.722
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 2. Patjul || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bodjonegoro || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,7491 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 62.460
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 3. Sumberredjo || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tuban || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,9500 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 79.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 4. Wlingi || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Blitar || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1,2117 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 13.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 5. Pare || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kediri || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1,3520 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 14.280
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 6. Rogotrunan || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lumadjang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1,5180 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 211.175
|-
| colspan="4" style="text-align:left; padding:15px 0 5px 20px; font-weight:bold;" | Peternakan Propinsi.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 1. Delopo || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Madiun || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1,9200 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 26.585
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 2. Notopuro || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,5000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 2.135
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 3. Warudjadjeng || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Ngandjuk || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,5250 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 12.315
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 4. Ngronggo || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kediri || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,1500 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 8.169
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 5. Bendogerit || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Blitar || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,5000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 2.000
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 6. Gandusari || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,6300 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 10.475
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 7. Punten || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Malang || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 4,5000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 223.089
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 8. Kebonsari || style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | „ || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 1,4000 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 123.142
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 9. Mandiredjo || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tuban || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,4000 || style="text-align:center; padding-right:10px;" | —
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | 10. Sumberwadung || style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djember || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 0,3816 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 57.440
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| colspan="2" style="text-align:center; border-right:1px solid black; padding:10px;" | D j u m l a h s e m u a || style="text-align:right; border-right:1px solid black; padding-right:10px;" | 18,1978 || style="text-align:right; padding-right:10px;" | 1.620.967
|}<noinclude>{{rvh|398}}</noinclude>
j90e6bkq4dshybqxayezsv7g360lxdd
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/912
104
101217
283706
2026-05-07T08:57:00Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Golongan jang pertjaja dan mengakui Chalifah hanja S. Ali Ibn Abi Talib r. a . Mereka masih berpegang teguh pada madzhab . Melainkan P. S .I.I. belum menentukan sikapnja terhadap masaalah itu . Ternjata, bahwa djerih pajah muballigh -muballigh Islam , fara Wali dan para Ulama Islam pada masa lampau tidak sia -sia , bahkan dipudja . pudji sepandjang masa oleh Ummat Islam dari makam -makam Djawa - Timur. Ini ternjata para Wali, para Ula...
283706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>Golongan jang pertjaja dan mengakui Chalifah hanja S. Ali Ibn
Abi Talib r. a . Mereka masih berpegang teguh pada madzhab .
Melainkan
P. S .I.I.
belum
menentukan
sikapnja
terhadap
masaalah itu .
Ternjata, bahwa djerih pajah muballigh -muballigh Islam , fara Wali
dan para Ulama Islam pada masa lampau tidak sia -sia , bahkan dipudja .
pudji sepandjang masa oleh Ummat Islam
dari makam -makam
Djawa - Timur. Ini ternjata
para Wali, para Ulama, guru - guru dan penjebar
Islam , jang hingga kini masih dibela dan dipelihara baik -baik , dihormati
dan diperingati dalam saat jang tertentu menurut adat- istiadat masing
masing orang , misalnja :makam Maulana Malik Ibrahim , Sunan Giri, Sunar
Ampel, Sunan Boengkoel, Sunan Bonang, Ki Sedo Kapas, Embah Salih
Boejcet Semendi, Kjahi Chalil, Kjahi Hasjim Asj'ari dan sebagainja
Upatjara memelihara dan menghormati makan -makam
itu kadang
kadang menjimpang dari pada tuntunan Islam semula , akan tetapi ha
ini sukar sekali akan dibawa ke-arah upatjara sebagaimana upatjari
lajak -patutnja menurut adjaran Islam . Sungguhpun demikian , tudjuai
mereka pada dasarnja adalah untuk menghormat pada arwah para Wal
dan para Alim Ulama jang berdjasa dalam memperkembangkan Agam
Islam itu .
Selandjutnja sebagai bukti njata jang tak dapat dibantah dan ta
dapat disangkal dari buah usaha dan pusaka djasa mereka jang telal
ditinggalkan
ialah mesdjid -mesdjid , surau -surau, pesantren - pesantre
dan madrasah -madrasah jang harus dipelihara baik -baik sebagai pusak
umum dan kalau perlu dibangunkan kembali sebagaimana patutnja .
DAFTAR ADANJA MESDJID DAN SURAU SELURUH DJAWA - TIMUI
Karesidenan
SURABAJA
Kabupaten /Kota
Mesdjid2
28
229
Djombang
222
1 .697
Modjokerto
146
1.698
Sidoardjo
188
1.730
584
5 .354
Bodjonegoro
181
597
Lamongan
301
1.985
Tuban
105
1 .545
587
4 . 127
Surabaja Kota * )
Djumlah
BODJONEGORO
Djumlah
Keterangan : * )
Surabaja Kabupaten belum
djumlahnja .
800
Surau2
dapat diketahui dafta<noinclude>{{rvh|800}}</noinclude>
m89er5azc33a55zw8w7xo1yfxlfw8dy
283710
283706
2026-05-07T09:02:19Z
OwlyKnight
24017
283710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{ol|start=4|Golongan jang pertjaja dan mengakui Chalifah hanja S. Ali Ibn Abi Talib r.a. Mereka masih berpegang teguh pada madzhab. Melainkan P.S.I.I. Belum menentukan sikapnja terhadap masalah itu.}}
Ternjata, bahwa djerih pajah muballigh-muballigh Islam, para Wali dan para Ulama Islam pada masa lampau tidak sia-sia, bahkan dipudja-pudji sepandjang masa oleh Ummat Islam Djawa-Timur. Ini ternjata dari makan-makan para Wali, para Ulama, guru-guru dan penjebar Islam, jang hingga kini masih dibela dan dipelihara baik-baik, dihormati dan diperingati dalam saat jang tertentu menurut adat-istiadat masing-masing orang, misalnja: makam Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Boejoet Semendi, Kjahi Chalil, Kjahi Hajim As'ari dan sebagainja Upatjara memelihara dan menghormati makam-makam itu kadang-kadang menjimpang dari pada tuntunan Islam semula, akan tetapi hal ini sukar sekali akan dibawa ke-arah upatjara sebagaimana upatjara lajak-patutnja menurut adjaran Islam. Sungguhpun demiki, tudjuan mereka pada dasarnja adalah untuk menghormat pada arwah para Wali dan para Alim Ulama jang berdjasa dalam memperkembangkan Agama Islam itu.<noinclude>{{rvh|800}}</noinclude>
ibahisadp92h4duzc5twbmqnxekomnb
283766
283710
2026-05-07T09:56:58Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
283766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{ol|start=4|Golongan jang pertjaja dan mengakui Chalifah hanja S. Ali Ibn Abi Talib r.a. Mereka masih berpegang teguh pada madzhab. Melainkan P.S.I.I. Belum menentukan sikapnja terhadap masalah itu.}}
Ternjata, bahwa djerih pajah muballigh-muballigh Islam, para Wali dan para Ulama Islam pada masa lampau tidak sia-sia, bahkan dipudja-pudji sepandjang masa oleh Ummat Islam Djawa-Timur. Ini ternjata dari makan-makan para Wali, para Ulama, guru-guru dan penjebar Islam, jang hingga kini masih dibela dan dipelihara baik-baik, dihormati dan diperingati dalam saat jang tertentu menurut adat-istiadat masing-masing orang, misalnja: makam Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Boejoet Semendi, Kjahi Chalil, Kjahi Hajim As'ari dan sebagainja Upatjara memelihara dan menghormati makam-makam itu kadang-kadang menjimpang dari pada tuntunan Islam semula, akan tetapi hal ini sukar sekali akan dibawa ke-arah upatjara sebagaimana upatjara lajak-patutnja menurut adjaran Islam. Sungguhpun demiki, tudjuan mereka pada dasarnja adalah untuk menghormat pada arwah para Wali dan para Alim Ulama jang berdjasa dalam memperkembangkan Agama Islam itu.
Selandjutnja sebagai bkti njata jang tak dapat dibantah dan tak dapat disangkal dari buah usaha dan pusaka djasa mereka jang telah ditinggalkan ialah mesdjid-mesdjid, surau-surau, pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah jang harus dipelihara baik-baik sebagai pusaka umum dan kalau perlu dibangunkan kembali sebagaimana patutnja.
{|class="wikitable"
|+DAFTAR ADANJA MESDJID DAN SURAY SELURUH DJAWA-TIMUR
|-
! Karesidenan !! Kabupaten/Kota !! Mesdjid² !! Surau²
|-
! rowspan=5 | SURABAJA
| Surabaja Kota{{ref|1p912|*)}} || 28 || 229
|-
| Djombang || 222 || 1.697
|-
| Modjokerto || 146 || 1.698
|-
| Sidoardjo || 188 || 1.730
|-
| Djumlah || 584 || 5.354
|-
! rowspan=4 | BODJONEGORO
| Bodjonegoro || 181 || 597
|-
| Lamongan || 301 || 1.985
|-
| Tuban || 105 || 1.545
|-
| Djumlah || 587 || 4.127
|}
'''Keterangan:''' {{note|1p912|*)}} Surabaja Kabupaten belum dapat diketahui data djumlahnja.
{{nop}}<noinclude>{{rvh|800}}</noinclude>
qvdzylevs8wucisvihn90mklltve0i7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1136
104
101218
283713
2026-05-07T09:03:12Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>memang Rurukan tidak djauh.
hanja letaknja tinggi, terdapat ti-
dak kurang dari 4 putjuk 12,7.
beberapa putjuk STB. (recoilles-
gun) jang mempunjai akibat dji-
wa jang besar bagi mereka jang
didjatuhi. Tentu sadja semua
tergambar, memulai pertempuran
terhebat didaratan Minahasa di
Tonsea-lama pada waktu akan
memasuki Tondano langsung di-
bawah pimpinan Kepala Staf
KOOP MERDEKA Overste Ka-
kurir, bahwa waktunja supaja di-
undur sampai djam 16.00, berhu-
bung Lts. Wongkar belum djuga
dari menemui Major
kembali
waktu me-
Mondong. Dalam
nunggu ini Sers. Worak telah
berhatsil mempengaruhi bekas
angg. Mobrig dengan djalan
berbisik-bisik kepada kawan-
kawannja supaja turun menemui
dan menggabungkan diri kepada
TNI. Hampir seluruh angg. Per-
mesta bekas Mobrig berbondong-
Bergotong rojong mengambil batu
di Sungai untuk membangun Se-
kolah Rakjat. Dengan beaja jang
amat murah tetapi sangat berfa-
edah.
(Gbr Penulis).
Missi Jon 432 berhasil menggalang
persahabatan jang mesra dengan
rakjat dan tidak mustahil bila Jon
432 selalu mendapat bantuan dari
rakjat.
tidjo, seorang tua jang sangat bi-
djaksana dan mempunjai perhi-
tungan jang teliti. Tomohon
dan Rurukan tentu merupakan
pertahanan jang telah dipersiap-
kan dan kesalahan taktis jang
pernah dikerdjakan di Tondano
dan Menado tentu telah menda-
patkan perhatian jg utama oleh
mereka.
Pada djam 09.15 datanglah
penghubung kita Sersan Worek
kembali dari Rurukan dengan
membawa surat jang selandjut-
nja diberikan kepada penulis. Isi-
nja mereka meminta waktu sam-
pai djam satu siang untuk me-
manggil Major Mondong. Pada
djam 10.00 Dan pos Rurukan
mengirimkan kurir istimewa utk
mejakinkan kepada kita, bahwa
mereka pada dasarnja setudju
untuk menggabung, hanja me-
nunggu perintah dari Major
Mondong sadja.
26
Pada djam 13.00 datang lagi
bondong turun dan bertemu de-
ngan penulis untuk menggabung-
kan diri. Dan mereka tidak mau
naik lagi.
Dengan adanja kedjadian de-
mikian, maka kita dapat meng-
ambil kesimpulan bahwa apa-
bila sampai terdjadi djalan buntu,
setidak-tidaknja 60% Rurukan
sudah dapat dikuasai atau dire-
but. Karena di Rurukan hanja
tinggal sebagian dari angg. Mo-
brig jang belum turun dan jang
ditaksir tentu memihak kita, satu
Ton peladjar dan satu Ton bekas
KNIL.
Pada hampir djam 16.00 rom-
bongan Dan RTP. I. menemui
Dan Jon dan penulis untuk me-
ngetahui situasi jang sebenarnja.
Setelah jakin, bahwa keadaan itu
diliputi oleh suasana optimisme
maka untuk mempertjepat terlak-
sananja penggabungan, Pa. Sie.
I RTP. I. Kapten Soepangkat de-
ngan penulis sendiri diperintah-
(Gbr: Penulis).
kan untuk masuk ke Rurukan
guna tugas tsb. Kita berdua di-
kawal oleh lima orang angg. Ki.
I Jon 432 dibawah pimpinan
Kopr. Soekirno berangkat ke
Rurukan. Waktu kita akan ma-
suk ke Rurukan timbullah seribu
satu perasaan, apakah bagi angg.
jang belum turun, tidak akan
mentjurigai kita. Tetapi apa jg
akan terdjadi tentu akan kita ha-
dapi dengan segala kejakinan.
ketjakapan dan kemampuan jang
ada pada kita. Pokoknja tugas
Negara diatas segala-galanja.
Kita djalan terus memasuki
kampung melalui djalan atas dan
tiba ada pos disitu. Kita perli-
hatkan bahwa kita tidak mem-
punjai maksud djahat. Setelah
melihat kita, pos tsb. sesungguh-
nja agak ragu-ragu bertjampur
takut, tetapi setjepat itu djuga
kita bertanja: „Apakah Koman-
dan ada". Dia mengangguk dan
memanggil Komandannja.
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
guqswf1vz16anjyl2o3crj318hewsvv
283797
283713
2026-05-07T10:24:13Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>memang Rurukan tidak djauh. hanja letaknja tinggi, terdapat tidak kurang dari 4 putjuk 12,7. beberapa putjuk STB. (recoillesgun) jang mempunjai akibat djiwa jang besar bagi mereka jang didjatuhi. Tentu sadja semua tergambar, memulai pertempuran terhebat didaratan Minahasa di Tonsea-lama pada waktu akan memasuki Tondano langsung dibawah pimpinan Kepala Staf KOOP MERDEKA Overste Katidjo, seorang tua jang sangat bidjaksana dan mempunjai perhitungan jang teliti. Tomohon dan Rurukan tentu merupakan pertahanan jang telah dipersiapkan dan kesalahan taktis jang pernah dikerdjakan di Tondano dan Menado tentu telah mendapatkan perhatian jg utama oleh mereka.
Pada djam 09.15 datanglah penghubung kita Sersan Worek kembali dari Rurukan dengan membawa surat jang selandjutnja diberikan kepada penulis. Isinja mereka meminta waktu sampai djam satu siang untuk memanggil Major Mondong. Pada djam 10.00 Dan pos Rurukan mengirimkan kurir istimewa utk mejakinkan kepada kita, bahwa mereka pada dasarnja setudju untuk menggabung, hanja menunggu perintah dari Major Mondong sadja.
Pada djam 13.00 datang lagi kurir, bahwa waktunja supaja diundur sampai djam 16.00, berhubung Lts. Wongkar belum djuga kembali dari menemui Major Mondong. Dalam waktu menunggu ini Sers. Worak telah berhatsil mempengaruhi bekas angg. Mobrig dengan djalan berbisik-bisik kepada kawan-kawannja supaja turun menemui dan menggabungkan diri kepada TNI. Hampir seluruh angg. Permesta bekas Mobrig berbondong-bondong turun dan bertemu dengan penulis untuk menggabungkan diri. Dan mereka tidak mau naik lagi.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1136 crop).jpg|bingkai|ka|al=Bergotong rojong mengambil batu di Sungai untuk membangun Sekolah Rakjat. Dengan beaja jang amat murah tetapi sangat berfaedah.|Bergotong rojong mengambil batu di Sungai untuk membangun Sekolah Rakjat. Dengan beaja jang amat murah tetapi sangat berfaedah.]]
(Gbr Penulis).
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1136 crop) 1.jpg|bingkai|ki|al=Missi Jon 432 berhasil menggalang persahabatan jang mesra dengan rakjat dan tidak mustahil bila Jon 432 selalu mendapat bantuan dari rakjat.|Missi Jon 432 berhasil menggalang persahabatan jang mesra dengan rakjat dan tidak mustahil bila Jon 432 selalu mendapat bantuan dari rakjat.]]
(Gbr: Penulis).
Dengan adanja kedjadian demikian, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa apabila sampai terdjadi djalan buntu, setidak-tidaknja 60% Rurukan sudah dapat dikuasai atau direbut. Karena di Rurukan hanja tinggal sebagian dari angg. Mobrig jang belum turun dan jang ditaksir tentu memihak kita, satu Ton peladjar dan satu Ton bekas KNIL.
Pada hampir djam 16.00 rombongan Dan RTP. I. menemui Dan Jon dan penulis untuk mengetahui situasi jang sebenarnja. Setelah jakin, bahwa keadaan itu diliputi oleh suasana optimisme maka untuk mempertjepat terlaksananja penggabungan, Pa. Sie. I RTP. I. Kapten Soepangkat dengan penulis sendiri diperintahkan untuk masuk ke Rurukan guna tugas tsb. Kita berdua dikawal oleh lima orang angg. Ki. I Jon 432 dibawah pimpinan Kopr. Soekirno berangkat ke Rurukan. Waktu kita akan masuk ke Rurukan timbullah seribu satu perasaan, apakah bagi angg. jang belum turun, tidak akan mentjurigai kita. Tetapi apa jg akan terdjadi tentu akan kita hadapi dengan segala kejakinan. ketjakapan dan kemampuan jang ada pada kita. Pokoknja tugas Negara diatas segala-galanja.
Kita djalan terus memasuki kampung melalui djalan atas dan tiba ada pos disitu. Kita perlihatkan bahwa kita tidak mempunjai maksud djahat. Setelah melihat kita, pos tsb. sesungguhnja agak ragu-ragu bertjampur takut, tetapi setjepat itu djuga kita bertanja: „Apakah Komandan ada”. Dia mengangguk dan memanggil Komandannja.<noinclude></noinclude>
44afy06m9etmautfou4esv21wnv0k6h
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1137
104
101219
283714
2026-05-07T09:03:30Z
Menyusurisudutnegeri
25205
sedang dikerjakan
283714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Bila tidak mengadakan operasi mi-
liter, Jon 432 mengadakan operasi
gotong rojong untuk memperbaiki
djalan atau membangun sekolah.
(Gbr Penulis).
keluar dari kampung tsb. karena
dikuatirkan akan botjor. Dengan
agak lega kita menudju kerumah
jang didiami oleh Lts. Wong-
kar, tetapi sajang, dia belum dju-
ga datang dari Tomohon, sedang
kan wakilnja tidak mempunjai
kekuasaan apa-apa. Dari pada
kita menunggu terlalu lama dgn
perantaraan Smaj.tadi, Kapten
Soepangkat meminta agar Dan
Ru. keatas dari bekas angg. Mo-
brig supaja datang ketempat kita
ling dengan kita. Malahan dia
mengatakan kalau bekas² KNIL
menjerang biarlah dia ichlas mati
lebih dahulu untuk membela kita.
Suasana pada waktu itu sangat
mempengaruhi djiwa kita, tetapi
kita siap menanti apa sadja jang
akan terdjadi. Pembatja dapat
menggambarkan keadaan kita,
bahwa kita berada di-tengah²
mereka, sedangkan hari sudah ge-
lap. Tetapi setelah sekali ren-
tetan, tidak terdengar lagi suara.
Suasana persahabatan jang amat
menggembirakan. Laksana Ikan
dalam Air, begipun hubungan ang-
gota Jon 432 dengan rakjat.
Tidak lama kemudian datang
lah Komandannja beserta bebe-
pa anak buahnja. Orangnja
agak hitam dan terang bahwa dia
bukanlah seorang anak Minahasa
aseli dan pangkatnja Smaj. Dia
hormat kepada kita dan berbitja-
ra dengan ramahnja. Dan betul
dia adalah seorang anak Timor
dan seterusnja kita diantarkan
menudju kerumahnja Komandan
Pos Rurukan Lts. Wongkar.
Didalam pertjakapannja kita di-
jakinkan, bahwa kesulitan jang
Jihadapi ialah, memang ada ig
belum mau menggabung. Kepa
da rombongan kita dia seterus-
rja mengatakan, bahwa kita ti-
dak perlu ragu-ragu memasuki
Rurukan. Biarpun ada jang be-
!um suka menggabung dan kalau
mereka berani menembak kepa-
da kita, akan dilawan oleh me-
reka sendiri.
Memang tindakan pentjegahan
dari mereka jang pro pada peng-
gabungan sudah ada, diantaranja
Rakjat di-isolir dan tidak boleh
untuk pertemuan. Hal ini dipe-
nuhi dan dari mereka kita lebih
jakin, bahwa mereka setudju de-
ngan penggabungan. Waktu itu
hari sudah hampir gelap, sehabis
pertemuan dengan mereka kita
masih ber-duduk2 didjalan sambil
berkelakar, karena kebetulan ada
dua angg. PWP (Pasukan Wa-
nita Permesta) jang berpakaian
hidjau2 dan persis seperti laki
bersendjatakan Kiroff dengan
granat Werper. Betul2 serem.
katanja anak2 SMA Tomohon.
Tiba-tiba rentetan tembakan ter-
dengar dari arah pertahanan
mereka. Semuanja terperandjat
dan kita segera mentjari tempat
setelling ditepi djalan, sedangkan
PWP tadi lari tunggang-lang-
gang.
Pengawal kita jang 5 orang
itu akan berusaha membalas, te-
tapi penulis larang dengan keras-
nja. Semua angg. Permesta be-
kas Mobrig kembali ke posnja
sendiri, hanja seorang Smaj. ta-
di jang masih bersama-sama stel-
keadaan sunji sekali.
Setengah
djam kita menanti, dan suasana
masih tetap sunji, dalam hati ber-
kata, bahwa penggabungan tentu
gagal. Tidak lama lagi dari be-
lakang terdengar agak riuh ......
kita kira Permesta, tetapi Jo. 432
datang menjusul setelah mende-
ngar tembakan. Djuga Maj. Koes-
woro dengan Dan RTP. I. ikut
serta. Setelah kita tjeriterakan,
maka suasana mendjadi tenang
kembali apalagi setelah Smaj.
dari angg. Permesta jang meng-
ikuti kita mendengar berita, bah-
wa hal ini adalah disebabkan ka-
rena tindakan dari angg. jang se-
tudju menggabung untuk mengo-
songkan semua sendjata automa-
tis, tetapi didalam mengosongkan
sendjata itu karena tergesa-gesa-
nja menjentuh trekker, sehingga
satu rentetan telah berbunji. Un-
tunglah keadaan jang sangat kri-
tis ini dapat diatasi.
Setelah penulis melaporkan
kepada Dan Jon 432, maka usaha
ini akan dilandjutkan sampai tu-
27
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
ey7zu2o4sgbxqfjsde1usfejifkhvl2
283807
283714
2026-05-07T10:41:10Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
283807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1137 crop).jpg|bingkai|kiri|al=Bila tidak mengadakan operasi militer, Jon 432 mengadakan operasi gotong rojong untuk memperbaiki djalan² atau membangun sekolah. (Gbr Penulis).|Bila tidak mengadakan operasi militer, Jon 432 mengadakan operasi gotong rojong untuk memperbaiki djalan² atau membangun sekolah. (Gbr Penulis).]]
Tidak lama kemudian datanglah Komandannja beserta beberapa anak buahnja. Orangnja agak hitam dan terang bahwa dia bukanlah seorang anak Minahasa aseli dan pangkatnja Smaj. Dia hormat kepada kita dan berbitjara dengan ramahnja. Dan betul dia adalah seorang anak Timor dan seterusnja kita diantarkan menudju kerumahnja Komandan Pos Rurukan Lts. Wongkar. Didalam pertjakapannja kita dijakinkan, bahwa kesulitan jang Jihadapi ialah, memang ada jg belum mau menggabung. Kepada rombongan kita dia seterusnja mengatakan, bahwa kita tidak perlu ragu-ragu memasuki Rurukan. Biarpun ada jang be!um suka menggabung dan kalau mereka berani menembak kepada kita, akan dilawan oleh mereka sendiri.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1137 crop) 1.jpg|bingkai|ka|al=Suasana persahabatan jang amat menggembirakan. Laksana Ikan dalam Air, begipun hubungan anggota ²Jon 432 dengan rakjat.|Suasana persahabatan jang amat menggembirakan. Laksana Ikan dalam Air, begipun hubungan anggota ²Jon 432 dengan rakjat.]]
Memang tindakan pentjegahan dari mereka jang pro pada penggabungan sudah ada, diantaranja Rakjat di-isolir dan tidak boleh keluar dari kampung tsb. karena dikuatirkan akan botjor. Dengan agak lega kita menudju kerumah jang didiami oleh Lts. Wongkar, tetapi sajang, dia belum djuga datang dari Tomohon, sedangkan wakilnja tidak mempunjai kekuasaan apa-apa. Dari pada kita menunggu terlalu lama dgn perantaraan Smaj.tadi, Kapten Soepangkat meminta agar Dan Ru. keatas dari bekas angg. Mobrig supaja datang ketempat kita untuk pertemuan. Hal ini dipenuhi dan dari mereka kita lebih jakin, bahwa mereka setudju dengan penggabungan. Waktu itu hari sudah hampir gelap, sehabis pertemuan dengan mereka kita masih ber-duduk² didjalan sambil berkelakar, karena kebetulan ada dua angg. PWP (Pasukan Wanita Permesta) jang berpakaian hidjau² dan persis seperti laki² bersendjatakan Kiroff dengan granat Werper. Betul² serem. katanja anak² SMA Tomohon. Tiba-tiba rentetan tembakan terdengar dari arah pertahanan mereka. Semuanja terperandjat dan kita segera mentjari tempat setelling ditepi djalan, sedangkan PWP tadi lari tunggang-langgang.
Pengawal kita jang 5 orang itu akan berusaha membalas, tetapi penulis larang dengan kerasnja. Semua angg. Permesta bekas Mobrig kembali ke posnja sendiri², hanja seorang Smaj. tadi jang masih bersama-sama stelling dengan kita. Malahan dia mengatakan kalau bekas² KNIL menjerang biarlah dia ichlas mati lebih dahulu untuk membela kita.
Suasana pada waktu itu sangat mempengaruhi djiwa kita, tetapi kita siap menanti apa sadja jang akan terdjadi. Pembatja dapat menggambarkan keadaan kita, bahwa kita berada di-tengah² mereka, sedangkan hari sudah gelap. Tetapi setelah sekali rentetan, tidak terdengar lagi suara. keadaan sunji sekali. Setengah djam kita menanti, dan suasana masih tetap sunji, dalam hati berkata, bahwa penggabungan tentu gagal. Tidak lama lagi dari belakang terdengar agak riuh {{...|7}} kita kira Permesta, tetapi Jo. 432 datang menjusul setelah mendengar tembakan. Djuga Maj. Koesworo dengan Dan RTP. I. ikut serta. Setelah kita tjeriterakan, maka suasana mendjadi tenang kembali apalagi setelah Smaj. dari angg. Permesta jang mengikuti kita mendengar berita, bahwa hal ini adalah disebabkan karena tindakan dari angg. jang setudju menggabung untuk mengosongkan semua sendjata automatis, tetapi didalam mengosongkan sendjata itu karena tergesa-gesanja menjentuh trekker, sehingga satu rentetan telah berbunji. Untunglah keadaan jang sangat kritis ini dapat diatasi.
Setelah penulis melaporkan kepada Dan Jon 432, maka usaha ini akan dilandjutkan sampai {{hws|tu|tu}}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
gj6bk7lyn8cr83vqjjsrafc602cli9i
283808
283807
2026-05-07T10:43:59Z
Menyusurisudutnegeri
25205
283808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1137 crop).jpg|bingkai|kiri|al=Bila tidak mengadakan operasi militer, Jon 432 mengadakan operasi gotong rojong untuk memperbaiki djalan² atau membangun sekolah. (Gbr Penulis).|Bila tidak mengadakan operasi militer, Jon 432 mengadakan operasi gotong rojong untuk memperbaiki djalan² atau membangun sekolah. (Gbr Penulis).]]
Tidak lama kemudian datanglah Komandannja beserta beberapa anak buahnja. Orangnja agak hitam dan terang bahwa dia bukanlah seorang anak Minahasa aseli dan pangkatnja Smaj. Dia hormat kepada kita dan berbitjara dengan ramahnja. Dan betul dia adalah seorang anak Timor dan seterusnja kita diantarkan menudju kerumahnja Komandan Pos Rurukan Lts. Wongkar. Didalam pertjakapannja kita dijakinkan, bahwa kesulitan jang Jihadapi ialah, memang ada jg belum mau menggabung. Kepada rombongan kita dia seterusnja mengatakan, bahwa kita tidak perlu ragu-ragu memasuki Rurukan. Biarpun ada jang be!um suka menggabung dan kalau mereka berani menembak kepada kita, akan dilawan oleh mereka sendiri.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1137 crop) 1.jpg|bingkai|ka|al=Suasana persahabatan jang amat menggembirakan. Laksana Ikan dalam Air, begipun hubungan anggota ²Jon 432 dengan rakjat.|Suasana persahabatan jang amat menggembirakan. Laksana Ikan dalam Air, begipun hubungan anggota ²Jon 432 dengan rakjat.]]
Memang tindakan pentjegahan dari mereka jang pro pada penggabungan sudah ada, diantaranja Rakjat di-isolir dan tidak boleh keluar dari kampung tsb. karena dikuatirkan akan botjor. Dengan agak lega kita menudju kerumah jang didiami oleh Lts. Wongkar, tetapi sajang, dia belum djuga datang dari Tomohon, sedangkan wakilnja tidak mempunjai kekuasaan apa-apa. Dari pada kita menunggu terlalu lama dgn perantaraan Smaj.tadi, Kapten Soepangkat meminta agar Dan Ru. keatas dari bekas angg. Mobrig supaja datang ketempat kita untuk pertemuan. Hal ini dipenuhi dan dari mereka kita lebih jakin, bahwa mereka setudju dengan penggabungan. Waktu itu hari sudah hampir gelap, sehabis pertemuan dengan mereka kita masih ber-duduk² didjalan sambil berkelakar, karena kebetulan ada dua angg. PWP (Pasukan Wanita Permesta) jang berpakaian hidjau² dan persis seperti laki² bersendjatakan Kiroff dengan granat Werper. Betul² serem. katanja anak² SMA Tomohon. Tiba-tiba rentetan tembakan terdengar dari arah pertahanan mereka. Semuanja terperandjat dan kita segera mentjari tempat setelling ditepi djalan, sedangkan PWP tadi lari tunggang-langgang.
Pengawal kita jang 5 orang itu akan berusaha membalas, tetapi penulis larang dengan kerasnja. Semua angg. Permesta bekas Mobrig kembali ke posnja sendiri², hanja seorang Smaj. tadi jang masih bersama-sama stelling dengan kita. Malahan dia mengatakan kalau bekas² KNIL menjerang biarlah dia ichlas mati lebih dahulu untuk membela kita.
Suasana pada waktu itu sangat mempengaruhi djiwa kita, tetapi kita siap menanti apa sadja jang akan terdjadi. Pembatja dapat menggambarkan keadaan kita, bahwa kita berada di-tengah² mereka, sedangkan hari sudah gelap. Tetapi setelah sekali rentetan, tidak terdengar lagi suara. keadaan sunji sekali. Setengah djam kita menanti, dan suasana masih tetap sunji, dalam hati berkata, bahwa penggabungan tentu gagal. Tidak lama lagi dari belakang terdengar agak riuh {{...|7}} kita kira Permesta, tetapi Jo. 432 datang menjusul setelah mendengar tembakan. Djuga Maj. Koesworo dengan Dan RTP. I. ikut serta. Setelah kita tjeriterakan, maka suasana mendjadi tenang kembali apalagi setelah Smaj. dari angg. Permesta jang mengikuti kita mendengar berita, bahwa hal ini adalah disebabkan karena tindakan dari angg. jang setudju menggabung untuk mengosongkan semua sendjata automatis, tetapi didalam mengosongkan sendjata itu karena tergesa-gesanja menjentuh trekker, sehingga satu rentetan telah berbunji. Untunglah keadaan jang sangat kritis ini dapat diatasi.
Setelah penulis melaporkan kepada Dan Jon 432, maka usaha ini akan dilandjutkan sampai {{hws|tu|tudjuan}}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
my0s62ka52njoqw98vgy7fqwsvolfb7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/444
104
101220
283718
2026-05-07T09:13:12Z
Ichahahaha
27015
/* Telah diuji baca */
283718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichahahaha" /></noinclude>soal² tetek bengek dan dengan demikian mulailah pula tersiar kabar angin. Tiap² komandan pasukan dapat memperketjil kemungkinan timbulnja kabar angin dengan berusaha supaja anak buahnja senantiasa sibuk bekerdja atau melakukan perbuatan² jang bermanfaat dan tidak pernah memberi kesempatan kepada mereka untuk menganggur.
Kabar angin itu mudah pula berdjangkit dikalangan orang² jang mengharapkan sesuatu. Diwaktu perang orang² ingin sekali mendengarkan berita, ingin sekali mengadakan sesuatu tindakan, mendengar kabar² tentang
kemenangan, dan sangat mengharapkan supaja perang lekas selesai. Didalam keadaan serupa
ini lebih senanglah mereka mendengar berita² jang kenjataannja masih atau sangat disangsikan dari pada sama sekali tidak mendapat kabar apa-apa.
Kepertjajaan dan harapan orang itu biasanja didasarkan atas kedjadian² dan pengalaman²
sebelumnja, dan orang mengurangi atau memperketjil arti berita-berita jang bertentangan dengan apa jang diharapkannja,
bahkan kadang² tidak mau merpertjajainja sama sekali.
Marilah kini kita tindjau hubungan jang terdapat antara penjensoran dan kabar angin. Tiap² negara jang sedang berperang tentu mengadakan penjensoran terhadap surat menjurat jang melalui pos, terhadap berita² jang dimuat didalam surat² kabar dan terhadap siaran² radio. Penjensoran ini, segera setelah hal itu
dipergunakan untuk memblokkeer segala berita penting maka akan memperluas tersiarnja kabar angin. Memang harus kita akui bahwa tindakan suatu negara jang sedang berperang untuk membatasi berita² jang boleh disiarkan itu adalah perlu.
Akan tetapi kitapun mengetahui betapa sulitnja kedudukan censor itu didalam mendjalankan tugasnja, sebab apabila ia terlalu keras didalam tindakannja ia akan mendemoralisasikan rakjatnja sendiri. Sebaliknja bilamana ia terlampau lunak, maka ia akan menguntungkan lawan. Sebagai tjontoh akibat tindakan censor
ini dapatlah misalnja saja kemukakan betapa menghebatnja kabar² angin dimasa pendudukan
Djepang dinegara kita ini dan betapa rendahnja moril bangsa kita diwaktu itu jang dapat kita
saksikan dari sikap atjuh tak atjuh dari hampir seluruh masjarakat dalam membantu usaha perang Djepang untuk mentjapai kemenangan terachir. Sudah barang tentu unsur² lainpun berpengaruh djuga.
Uraian saja jang terachir berkisar disekitar: akibat² jang dapat ditimbulkan oleh kabar angin, dan sebab-sebabnja kabar angin itu dapat tumbuh dengan subur.
Telah kita ketahui bahwa disamping kabar angin jang kebanjakan dapat kita terima dengan pasif dan sifatnja tidak begitu merugikan masjarakat ada pula kabar angin jang mempunjai daja menggerakkan, jang sifatnja sangat berbahaja, dan dapat menimbulkan panik atau kekatjauan, misalnja berita² tentang kekalahan militer atau tentang kedatangan pasukan² musuh. Telah kita ketahui pula, bahwa suatu masjarakat, suatu kota, atau suatu tentara jang digerakkan oleh perasaan² jang sama merupakan dasar baik bagi kabar angin untuk berkembang luas, bahwa perang itu mentjiptakan suasana jang subur pula guna tersiarnja kabar angin bahwa kekurangan penerangan, rasa tidak puas, rasa ketjewa, rasa bosan, keadaan menganggur dan
keadaan dimana orang mengharapkan sesuatu, memudahkan timbulnja kabar angin.
Sudah saja kemukakan djuga betapa sulitnja kedudukan censor dari negara jang sedang berperang didalam mendjalankan tugasnja, sebab djika ia terlalu keras didalam tindakannja dan melarang disiarkannja semua berita² jang penting, maka moril rakjat sendiri akan turun. Akan tetapi sebaliknja, apabila ia terlampau lunak, maka ia akan menguntungkan pihak lawan jg dengan mudah dapat memperoleh berita² jang sebenarnja tidak boleh diketahuinja.
Pada uraian terachir mengenai kabar angin, marilah kita selidiki matjam orang jang bagaimanakah jang suka menjiarkan kabar angin itu.
Tiap² orang suka mengulangi suatu tjeritera, sebuah tjeritera jang lutju, jang menarik atau jg adjaib, karena hal itu memberikan kepada sipembawa tjeritera perasaan jang penting. Banjak orang mengulangi tjeritera² sematjam itu tanpa mempertjajainja sendiri dengan menjatakan ketidak pertjajaannja atau dengan
menertawakannja. Ini merupakan suatu penjiaran desas-desus jang masih dapat dikatakan sehat.
Akan tetapi, walaupun demikian, ada perbedaan diantara masing² orang didalam mempertjajai kabar² jang tidak dapat dibuktikan akan kenjataannja, atau didalam kesediaannja mengulangi berita² itu. Apabila kita teliti
lebih landjut maka ternjatalah bahwa orang² jang suka menjiarkan kabar angin dengan tjara jg mengotot adalah mereka jang emosionil, artinja jang perasaannja mudah tersinggung dan mudah berobah. Orang² sematjam ini tidak gampang menjesuaikan diri dengan kehidupan jang berobah dan watak mereka adalah tidak kuat. Mereka lekas takut, lekas marah dan lekas membentj. Perasaan takut mereka mentjoba menghilangkannja dengan pengharapan, dan kita telah mengetahui bahwa rasa takut, rasa bentji dan harapan itu merupakan dasar jang subur bagi timbul dan tersiarnja kabar angin.
Orang² jang tidak teguh wataknja tidak mempunjai dan oleh karenanja membutuhkan kewibawaan. Mengulangi suatu kabar angin memberi kewibawaan kepada jang mengulangi ituu Kabar itu tampaknja senantiasa milik orang jang membawanja. Dari sedjarah kita mengetahui bahwa: orang² jang harus menjampaikar berita buruk kepada radja atjap kali mendjadi korban tugas mereka, seolah-olah merekalah jg bertanggung djawab atas kabar<noinclude></noinclude>
33mmuubyzjgmkq4697ifg4r13y9ros8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/451
104
101221
283730
2026-05-07T09:32:11Z
Ichahahaha
27015
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'NJ. ARSIN IKUT BERTEMPUR Berbitjara tentang Tentara, fikiran kita akan tertumbuk pada orang² dengan pakaian seragam serba hidjau, sepatu boots. Streep dilengan atau bintang dipundak. Tinggal di Asrama serba tanpa bea. Sehari² nja berpelukan sendjata. latihan berkelahi atau menembak. Setengah orang menganggap bahwa Tentara hidupnja selalu diliputi bahagia djauh dari duka. Tidak akan salah kalau ada anggapan demikian. Tetapi djika diselami le...
283730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichahahaha" /></noinclude>NJ. ARSIN IKUT BERTEMPUR
Berbitjara tentang Tentara, fikiran kita akan tertumbuk pada orang² dengan pakaian seragam serba hidjau, sepatu boots. Streep dilengan atau bintang dipundak. Tinggal di Asrama serba tanpa bea.
Sehari² nja berpelukan sendjata. latihan berkelahi atau menembak. Setengah orang menganggap bahwa Tentara hidupnja selalu diliputi bahagia djauh dari duka. Tidak akan salah kalau ada anggapan demikian. Tetapi
djika diselami lebih djauh, disamping suka, Tentera sebagai manusia biasa tidak lepas dari
duka. Bagi jang dekat dalam hubungan atau keluarga dari satu diantaranja, tjukup memiliki-bahan djika ditanjakan. Boleh dikemukakan bahwa Tentera ada duka.
lah kumpulan dari suka dan
Karena diantara mereka satu-
pun tidak ada jang gembira. Sua-
sananja diliputi sedih hingga de-
tik ini hanja kaum prija sadja jang
mengerdjakan , meskipun bebera-
pa wanita memiliki kemampuan.
Tetapi dalam banjak hal bebera-
pa wanita mempunjai pengaruh
setjara tak langsung pada djalan
pikiran suaminja. Dan pengaruh
ini begitu mendalam sehingga pe
kerdjaan suami turut menderita.
Disamping itu banjak pula jang
mendjadi pendorong kearah ter-
tjapainja tjita-tiita. , Ni. Arsin se-
bagai tokoh dalam tjeritera ini
adalah satu diantara kesekian
tiontoh. Jang karena gelombang
esmaranja begitu meluap, hingga
menenggelamkan semangat sua-
ninja.
Pelabuhan Benoa hari itu da-
lam puntjak kesibukan. Sebuah
kapal berlabuh dengan sekotji
nja jang mundar-mandir penuh
manusia berpakaian hidjau. Di-
daratan masih ada djumlah jang
lbih besar lagi menanti giliran.
Hari itu adalah saatnja Ki V
berangkat ke Sulawesi Selatan.
Sekelompok keluarga jang turut
mengantar, sebagai si pentjari
| Nasi kepanasan dan mentjoba me-
nahan terik matahari dengan pa-
jung atau selendang. Mereka
akan berpisah, tetapi untuk be-
rapa lama?
Satu bulan, dua bulan satu
tahun atau dikedjutkan sebuah
berita kematian suaminja jang
tjukup memberi pandangan ge-
lap pada hari kemudian
Disudut agak diauh dari ke-
lompok itu berdiri dua manusia
berlainan djenis. Itulah Arni
dan suaminja Arsin. Umurnja
baru mengachiri bilangan bela-
san. Wadjah dan tingkah laku
nja mengesankan bahwa ia dari
keluarga baik?. Kalau masjara-
kat Bali termasuk golongan Anak
Agung. Tetapi masjarakat Djawa
biasa menjebut ,,Den Aju”. Arus
revolusi menenggelamkan sebut-
annja itu. Dan Arni sudah puas
disebut ,,mbakju" atau ,dik”.
Hanja sifat kekanakan dan man-
dja jang masih melekat, lajak se-
bagai anak perempuan satu?nja
dari ketiga saudaranja. Dari ke-
dua manusia itu jang terdengar
hanja isakan diselingi suara mem
budjuk. Mereka baru kali ini a-
kan berpisah. Apalagi perut Arni
begitu menondjol padat berisi
baji jang sudah mendekati perhi-
tungannja. Siapa jang lebih sedih
diantara mereka sukar dibeda-
kan. Begitu sedih si Arni seolah?
mengantar suaminja kekubur.
— Sudah djeng, sudah. Dja-
ngan menangis sadja. Apa tidak
malu dilihat budjang?, budjuk Ar-
sin sambil menengok kesebuah
kelompok jang berbisik.
— Anggap sadja aku pergi sa-
tu minggu, lain kali anggap pula
demikian.
— Tidak mas, aku tidak ta-
han. Aku menikah untuk berba-
hagia. Tetapi kalau mas pergi
dimana bahagia itu? Ratap Arni.
— Aku pergi kan bertugas,
dik.
— Mas, lebih baik mas minta
keluar sadja, mas. Nanti pulang
ke-orangtuaku. Makan seadanja.
Tjarilah kerdja lain. Nanti aku
turut kerdja di modiste. Apa jg.
kau kerdja di Tentera. Kalau
tak selamat, mati. Mas.mas kelu-
ar sadja keluaaar! teriak Arni
terputus putus sedu.
Arsin diam terpaku tenggelam
dalam renungnja mendengar ra-
tap isterinja. Isakan Arni kini
mendekati tangis. Sapu tangan-
nja bertugas berat menampung
air matanja.
— Mas, keluar sadja mas,
teriak Arni sambil menggojang
tangan suaminja. Aku kepunja-
anmu dan engkau kepunjaanku.
Aku berhak memiliki. Perhatian
orang disekitarnja tertumpah pa-
da mereka berdua. Mereka men-
datangi dan masing? ingin me-
ngetahui persoalannja.
— Kini harus berpisah. Dan
aku akan melahirkan baji. Siapa
jang akan menunggu dan siapa
jang akan menghibur diwaktu la-
ra? sambung Arni. Bu Indro jang
turut mengantar suaminja dan
sedari semula mendengar setjara
tak atjuh persoalan itu datang
menengahi.
— Sudah, djeng. Djangan se-
perti anak ketjil. Tjoba lihat se-
perti ibu ini. Sudah berulang kali
ditinggalkan bapaknja Ris ke
front. Toh djuga kembali. Bah-
kan sedari Ris diperut hingga
berumur satu tahun tidak pernah
ditengok.
Memang untuk pertama kali
nja sangat mengedjutkan. Ar-
sin sangat malu mendjadi per-
hatian orang banjak. Dengan
bantuan bu Letnan Indro ia mem-
budjuk kembali isterinja. Tapi
rupa?nja Arni teguh pada pen-
dirian. Untuk memuaskan, Arsin
menjanggupi permintaannja.
— Kumpuuul....... rombongan
terachir berangkat, teriak seo-
rang Pradjurit.
— Sudah, djeng. Selamat ting-
gal. Djaga dirimu baik?. Permin-
taanmu akan kuadjukan keatas-
an, utjap Arsin sambil berlari
menudju motorboot.
— Mas, Mas
turut, teriak Arni
ngedjar suaminja. Arni ber-
lari. Tidak menghiraukan
orang? disekitarnja dan kan
Arsin aku
sambil me-
41<noinclude></noinclude>
fyrvnnrm61cjnc6s47w5y76z71k3uar
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1088
104
101222
283778
2026-05-07T10:10:55Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{c|{{xx-larger|'''Peraturan Penguasa Perang Pusat'''}}<br>No.: Prt/Peperpu/040/1959.<br>tentang<br> {{x-larger|'''„Larangan adanja kegiatan-kegiatan politik”'''}}}} <br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''<br> :'''MENIMBANG :''' ::{{Hanging indent|(1) bahwa berhubung dengan pembitjaraan tentang gagasan kembali ke Undang-undang Dasar 1945 di Dewan Konstituante, telah pula menimbulkan kegiatan...
283778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Peraturan Penguasa Perang Pusat'''}}<br>No.: Prt/Peperpu/040/1959.<br>tentang<br>
{{x-larger|'''„Larangan adanja kegiatan-kegiatan politik”'''}}}}
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''<br>
:'''MENIMBANG :'''
::{{Hanging indent|(1) bahwa berhubung dengan pembitjaraan tentang gagasan kembali ke Undang-undang Dasar 1945 di Dewan Konstituante, telah pula menimbulkan kegiatan-kegiatan politik dikalangan masjarakat;}}
::{{hanging indent|(2) bahwa dalam kegiatan-kegiatan jang didjalankan oleh pelbagai organisasi politik untuk mendapatkan pengaruh dikalangan masjarakat, nampak pula membawa akibat jang tidak diinginkan dalam penjelenggaraan ketertiban dan keamanan umum, oleh karena adanja intimidasi-intimidasi dan antjaman-antjaman;}}
::{{hanging indent|(3) bahwa perbedaan ideologi diantara organisasi-organisasi itu jang dengan sendirinja membawa perbedaan-perbedaan faham dan tudjuan, menimbulkan fanatisme dan gedjala-gedjala lain jang dapat membawa perpetjahan dikalangan masjarakat dan tentu pula akan berakibat mengeruhkan ketertiban dan keamanan umum;}}
|
}}}}
(4) bahwa djika tidak dengan segera diambil t:ndakan jang tjepat dan tegas terhadap kegiatan*
itu akan pasti djuga menghalangi atau men.perlambat usaha-usaha normalisasi keadaan:
(5) bahwa berhubung dengan hel-hal tersebut diatas, sesungguhnja Penguasa Perang Pusat Ke-
pala Staf Angkatan Darat diberi wewenang untuk sementara waktu melarang adanj2
organisasi-organ.sasi jang menurut Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat
dapat dianggap membahajakan keselamatan Negara serta ketertiban dan keamanan umum
berdasarkan Keputusan Perdana Menteri No. 22/PM/KB/1958 tanggal 26 April 1958 pa-
sal 2, oleh karena dengan adanja organisasi-organisasi sematjam itu menundjukkan adania
gedjala-gedjala penjusunan kekuaatn, jang biasanja diusahakan mentjapainja dengan ke-
giatan politik, jang dapat membawa penjaluh-gunaan dan perpetjahan terhadap keselamatan
Negara dan Bangsa serta chususnja terhadap ketertiban dan keamanan umum;
(6:
bahwa dalam hal ini, Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat setelah mem-
pertimbangkan keadaan suasana diseluruh Negara, memandang belum waktunja mengguna-
kan wewenang itu seluruhnja, melainkan tyukup sementara melarang kegiatan-kegiaten
politik sadja ;
(7) bahwa berhubung dengan hal-hal jang tersegut diatas, perlu segera dibuat suatu Peraturan
+ jang sementara melarang adanja {kegiatan-kegiatan politik, dengan mentjabut peraturan jan3
ada dan jang hanja berlaku disementara daerah, ialah Peraturan Penguasa Perang Pusat '
Kepala Staf Angkatan Darat No. Prt/Peperpu/025/1958 tanggal 14 Djuni 1958 tentang
wLarangan adanja kegiatan-kegiatan politik didaerah-daerah jang bergolak”.
MENGINGAT:
(1) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 225 tahun 1957 berhubung dengan Undang-
undang No. 79 tahun 1957 (LN 1957/170; TLN 1957/1491) tentang pernjataan keadaan
perang atas seluruh wilajah Republik Indonesia berhubungan pula dengan Undang-undang
No. 82 tahun 1958 (LN 1958/152; TLN 1958/1680) tentang Perpandjangan Keadaan
‘
Perang ; |<noinclude></noinclude>
3uni52r2lwo26ntji8a2n8h76vb13wy
283780
283778
2026-05-07T10:11:42Z
Moel81
25980
283780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Peraturan Penguasa Perang Pusat'''}}<br>No.: Prt/Peperpu/040/1959.<br>tentang<br>
{{x-larger|'''„Larangan adanja kegiatan-kegiatan politik“'''}}}}
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''<br>
:'''MENIMBANG :'''
::{{Hanging indent|(1) bahwa berhubung dengan pembitjaraan tentang gagasan kembali ke Undang-undang Dasar 1945 di Dewan Konstituante, telah pula menimbulkan kegiatan-kegiatan politik dikalangan masjarakat;}}
::{{hanging indent|(2) bahwa dalam kegiatan-kegiatan jang didjalankan oleh pelbagai organisasi politik untuk mendapatkan pengaruh dikalangan masjarakat, nampak pula membawa akibat jang tidak diinginkan dalam penjelenggaraan ketertiban dan keamanan umum, oleh karena adanja intimidasi-intimidasi dan antjaman-antjaman;}}
::{{hanging indent|(3) bahwa perbedaan ideologi diantara organisasi-organisasi itu jang dengan sendirinja membawa perbedaan-perbedaan faham dan tudjuan, menimbulkan fanatisme dan gedjala-gedjala lain jang dapat membawa perpetjahan dikalangan masjarakat dan tentu pula akan berakibat mengeruhkan ketertiban dan keamanan umum;}}
|
}}}}
(4) bahwa djika tidak dengan segera diambil t:ndakan jang tjepat dan tegas terhadap kegiatan*
itu akan pasti djuga menghalangi atau men.perlambat usaha-usaha normalisasi keadaan:
(5) bahwa berhubung dengan hel-hal tersebut diatas, sesungguhnja Penguasa Perang Pusat Ke-
pala Staf Angkatan Darat diberi wewenang untuk sementara waktu melarang adanj2
organisasi-organ.sasi jang menurut Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat
dapat dianggap membahajakan keselamatan Negara serta ketertiban dan keamanan umum
berdasarkan Keputusan Perdana Menteri No. 22/PM/KB/1958 tanggal 26 April 1958 pa-
sal 2, oleh karena dengan adanja organisasi-organisasi sematjam itu menundjukkan adania
gedjala-gedjala penjusunan kekuaatn, jang biasanja diusahakan mentjapainja dengan ke-
giatan politik, jang dapat membawa penjaluh-gunaan dan perpetjahan terhadap keselamatan
Negara dan Bangsa serta chususnja terhadap ketertiban dan keamanan umum;
(6:
bahwa dalam hal ini, Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat setelah mem-
pertimbangkan keadaan suasana diseluruh Negara, memandang belum waktunja mengguna-
kan wewenang itu seluruhnja, melainkan tyukup sementara melarang kegiatan-kegiaten
politik sadja ;
(7) bahwa berhubung dengan hal-hal jang tersegut diatas, perlu segera dibuat suatu Peraturan
+ jang sementara melarang adanja {kegiatan-kegiatan politik, dengan mentjabut peraturan jan3
ada dan jang hanja berlaku disementara daerah, ialah Peraturan Penguasa Perang Pusat '
Kepala Staf Angkatan Darat No. Prt/Peperpu/025/1958 tanggal 14 Djuni 1958 tentang
wLarangan adanja kegiatan-kegiatan politik didaerah-daerah jang bergolak”.
MENGINGAT:
(1) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 225 tahun 1957 berhubung dengan Undang-
undang No. 79 tahun 1957 (LN 1957/170; TLN 1957/1491) tentang pernjataan keadaan
perang atas seluruh wilajah Republik Indonesia berhubungan pula dengan Undang-undang
No. 82 tahun 1958 (LN 1958/152; TLN 1958/1680) tentang Perpandjangan Keadaan
‘
Perang ; |<noinclude></noinclude>
ds3no0ep1zuxlw68ormwsm8gjlgkc7k
283796
283780
2026-05-07T10:23:41Z
Moel81
25980
283796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Peraturan Penguasa Perang Pusat'''}}<br>No.: Prt/Peperpu/040/1959.<br>tentang<br>
{{x-larger|'''„Larangan adanja kegiatan-kegiatan politik“'''}}}}
<br>'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''<br>
:'''MENIMBANG :'''
::{| style="background:transparent; border-spacing: 0;"
| style="vertical-align:top; width: 2em;" | (1)
| bahwa berhubung dengan pembitjaraan tentang gagasan kembali ke Undang-undang Dasar 1945 di Dewan Konstituante, telah pula menimbulkan kegiatan-kegiatan politik dikalangan masjarakat;
|-
| style="vertical-align:top; width: 2em; padding-top: 0.8em;" | (2)
| style="padding-top: 0.8em;" | bahwa dalam kegiatan-kegiatan jang didjalankan oleh pelbagai organisasi politik untuk mendapatkan pengaruh dikalangan masjarakat, nampak pula membawa akibat jang tidak diinginkan dalam penjelenggaraan ketertiban dan keamanan umum, oleh karena adanja intimidasi-intimidasi dan antjaman-antjaman;
|-
| style="vertical-align:top; width: 2em; padding-top: 0.8em;" | (3)
| style="padding-top: 0.8em;" | bahwa perbedaan ideologi diantara organisasi-organisasi itu jang dengan sendirinja membawa perbedaan-perbedaan faham dan tudjuan, menimbulkan fanatisme dan gedjala-gedjala lain jang dapat membawa perpetjahan dikalangan masjarakat dan tentu pula akan berakibat mengeruhkan ketertiban dan keamanan umum;
|}
}}}}
(4) bahwa djika tidak dengan segera diambil t:ndakan jang tjepat dan tegas terhadap kegiatan*
itu akan pasti djuga menghalangi atau men.perlambat usaha-usaha normalisasi keadaan:
(5) bahwa berhubung dengan hel-hal tersebut diatas, sesungguhnja Penguasa Perang Pusat Ke-
pala Staf Angkatan Darat diberi wewenang untuk sementara waktu melarang adanj2
organisasi-organ.sasi jang menurut Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat
dapat dianggap membahajakan keselamatan Negara serta ketertiban dan keamanan umum
berdasarkan Keputusan Perdana Menteri No. 22/PM/KB/1958 tanggal 26 April 1958 pa-
sal 2, oleh karena dengan adanja organisasi-organisasi sematjam itu menundjukkan adania
gedjala-gedjala penjusunan kekuaatn, jang biasanja diusahakan mentjapainja dengan ke-
giatan politik, jang dapat membawa penjaluh-gunaan dan perpetjahan terhadap keselamatan
Negara dan Bangsa serta chususnja terhadap ketertiban dan keamanan umum;
(6:
bahwa dalam hal ini, Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat setelah mem-
pertimbangkan keadaan suasana diseluruh Negara, memandang belum waktunja mengguna-
kan wewenang itu seluruhnja, melainkan tyukup sementara melarang kegiatan-kegiaten
politik sadja ;
(7) bahwa berhubung dengan hal-hal jang tersegut diatas, perlu segera dibuat suatu Peraturan
+ jang sementara melarang adanja {kegiatan-kegiatan politik, dengan mentjabut peraturan jan3
ada dan jang hanja berlaku disementara daerah, ialah Peraturan Penguasa Perang Pusat '
Kepala Staf Angkatan Darat No. Prt/Peperpu/025/1958 tanggal 14 Djuni 1958 tentang
wLarangan adanja kegiatan-kegiatan politik didaerah-daerah jang bergolak”.
MENGINGAT:
(1) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 225 tahun 1957 berhubung dengan Undang-
undang No. 79 tahun 1957 (LN 1957/170; TLN 1957/1491) tentang pernjataan keadaan
perang atas seluruh wilajah Republik Indonesia berhubungan pula dengan Undang-undang
No. 82 tahun 1958 (LN 1958/152; TLN 1958/1680) tentang Perpandjangan Keadaan
‘
Perang ; |<noinclude></noinclude>
jaeemcye5094fmgf0ig73tzcxrt4dbp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/591
104
101223
283814
2026-05-07T10:57:32Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}<noinclude></noinclude>
lq69bk0bxuoisjl2278nuwknhkagedp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/594
104
101224
283817
2026-05-07T11:00:40Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<big><big>{{c|'''SIASAT LITJIN P.R.R.I. LAWAN TINDAKAN<br> TEGAS PEMERINTAH R.I.'''}} {{small|''Dibawah ini kami muatkan keterangan Pemerintah dihadapan sidang pleno Parlemen jang diutjapkan oleh Perdana Menteri Ir. Djuanda pada tanggal 4 Djuli 1958, jang menundjukkan bagaimana litjinnja golongan pemberontak menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sank...
283817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude><big><big>{{c|'''SIASAT LITJIN P.R.R.I. LAWAN TINDAKAN<br>
TEGAS PEMERINTAH R.I.'''}}
{{small|''Dibawah ini kami muatkan keterangan Pemerintah dihadapan sidang pleno Parlemen jang diutjapkan oleh Perdana Menteri Ir. Djuanda pada tanggal 4 Djuli 1958, jang menundjukkan bagaimana litjinnja golongan pemberontak menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik
Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sanksi? jang telah dipergunakan. Tetapi disini kita hanja memuatkan soal? jang berhubungan
dengan situasi militernja.''}}
'''Permulaan Pemberontakan:'''
Didalam keterangan Pemerintah tentang ,,Persoalan Sumatera”, jang saja utjapkan dalam rapat pleno anggota D.P.R. jang terhormat pada tgl. 3 Februari
1958, telah disinjalir adanja usaha? untuk membentuk suatu pemerintah tandingan di Tanah
Air kita.
Usaha? tersebut, jang selama
itu tampaknja masih samar2?,
achirnja mendjadi terang dengan
dikeluarkannja ultimatum oleh
bekas Letnan Kol. Ahmad Hu-
sin, Komandan Komando Daerah
Militer Sumatera Tengah, pada
tanggal 10 Februari 1958, jang
dengan alasan? dan disertai
dengan tuduhan? terhadap Pe-
merintah jang ditjari? menuntut
kepada Pemerintah dan Presiden)
Pedjabat Presiden : supaja dalam
waktu 5 kali 24 djam semendjak
tuntutan itu diumumkan :
a. Kabinet Djuanda mengembali-
kan mandatnja kepada Pre-
siden/Pedjabat Presiden, atau :
b. Presiden/Pedjabat Presiden
mengambil kembali mandat
Kabinet Djuanda.
Segera setelah tuntutan terse-
but dilaksanakan supaja Hatta
dan Hamangkubuwono ditundjuk
untuk membantu satu zaken ka-
binet nasional menurut ketentuan?
konstitusi, jang terdiri dari to-
koh? jang sudah terkenal sebagai
pemimpin jang djudjur, tjakap
dan disegani serta bersih dari
anasir? anti Tuhan.
Pada saat Kapal Perang kita me-
nurunkan anak buahnja untuk se-
gera mengadakan pendaratan.
4
Persiapan? untuk mengadakan pendaratan di Pantai Barat Padang
jang dipimpin oleh Korvet AL Gadjah Mada dibawah Komando Let.
Kol. Laut John Lie.<noinclude></noinclude>
dr2ut4pdqi79fcr04wkoel9n7usjjsb
283821
283817
2026-05-07T11:09:38Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude><big><big>{{c|'''SIASAT LITJIN P.R.R.I. LAWAN TINDAKAN<br>
TEGAS PEMERINTAH R.I.'''}}<big><big>
''Dibawah ini kami muatkan keterangan Pemerintah dihadapan sidang pleno Parlemen jang diutjapkan oleh Perdana Menteri Ir. Djuanda pada tanggal 4 Djuli 1958, jang menundjukkan bagaimana litjinnja golongan pemberontak menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sanksi? jang telah dipergunakan. Tetapi disini kita hanja memuatkan soal? jang berhubungan dengan situasi militernja.''
'''Permulaan Pemberontakan:'''
Didalam keterangan Pemerintah tentang ,,Persoalan Sumatera”, jang saja utjapkan dalam rapat pleno anggota D.P.R. jang terhormat pada tgl. 3 Februari
1958, telah disinjalir adanja usaha? untuk membentuk suatu pemerintah tandingan di Tanah Air kita.
Usaha<sup>2</sup> tersebut, jang selama itu tampaknja masih samar<sup>2</sup>, achirnja mendjadi terang dengan dikeluarkannja ultimatum oleh bekas Letnan Kol. Ahmad Husin, Komandan Komando Daerah Militer Sumatera Tengah, pada tanggal 10 Februari 1958, jang dengan alasan? dan disertai dengan tuduhan? terhadap Pemerintah jang ditjari? menuntut kepada Pemerintah dan Presiden) Pedjabat Presiden: supaja dalam waktu 5 kali 24 djam semendjak tuntutan itu diumumkan:
<ol type="a"><li>Kabinet Djuanda mengembalikan mandatnja kepada Presiden/Pedjabat Presiden, atau :</li>
<li>Presiden/Pedjabat Presiden mengambil kembali mandat Kabinet Djuanda.</li></ol>
Segera setelah tuntutan tersebut dilaksanakan supaja Hatta dan Hamangkubuwono ditundjuk untuk membantu satu zaken kabinet nasional menurut ketentuan<sup>2</sup> konstitusi, jang terdiri dari tokoh? jang sudah terkenal sebagai pemimpin jang djudjur, tjakap dan disegani serta bersih dari anasir<sup>2</sup> anti Tuhan.
{{c|_________________________________________}}
Pada saat Kapal Perang kita menurunkan anak buahnja untuk segera mengadakan pendaratan.
{{missing image}}
''Persiapan<sup>2</sup> untuk mengadakan pendaratan di Pantai Barat Padang jang dipimpin oleh Korvet AL Gadjah Mada dibawah Komando Let. Kol. Laut John Lie.''<noinclude></noinclude>
byhj3rzmev7lstr0tuom2nyn1lw83ph
283823
283821
2026-05-07T11:11:20Z
N.imaema
22481
283823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude><big><big>{{c|'''SIASAT LITJIN P.R.R.I. LAWAN TINDAKAN<br>
TEGAS PEMERINTAH R.I.'''}}<big><big>
''Dibawah ini kami muatkan keterangan Pemerintah dihadapan sidang pleno Parlemen jang diutjapkan oleh Perdana Menteri Ir. Djuanda pada tanggal 4 Djuli 1958, jang menundjukkan bagaimana litjinnja golongan pemberontak menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sanksi? jang telah dipergunakan. Tetapi disini kita hanja memuatkan soal? jang berhubungan dengan situasi militernja.''
{{rh|||''Red''}}
'''Permulaan Pemberontakan:'''
Didalam keterangan Pemerintah tentang ,,Persoalan Sumatera”, jang saja utjapkan dalam rapat pleno anggota D.P.R. jang terhormat pada tgl. 3 Februari
1958, telah disinjalir adanja usaha? untuk membentuk suatu pemerintah tandingan di Tanah Air kita.
Usaha<sup>2</sup> tersebut, jang selama itu tampaknja masih samar<sup>2</sup>, achirnja mendjadi terang dengan dikeluarkannja ultimatum oleh bekas Letnan Kol. Ahmad Husin, Komandan Komando Daerah Militer Sumatera Tengah, pada tanggal 10 Februari 1958, jang dengan alasan? dan disertai dengan tuduhan? terhadap Pemerintah jang ditjari? menuntut kepada Pemerintah dan Presiden) Pedjabat Presiden: supaja dalam waktu 5 kali 24 djam semendjak tuntutan itu diumumkan:
<ol type="a"><li>Kabinet Djuanda mengembalikan mandatnja kepada Presiden/Pedjabat Presiden, atau :</li>
<li>Presiden/Pedjabat Presiden mengambil kembali mandat Kabinet Djuanda.</li></ol>
Segera setelah tuntutan tersebut dilaksanakan supaja Hatta dan Hamangkubuwono ditundjuk untuk membantu satu zaken kabinet nasional menurut ketentuan<sup>2</sup> konstitusi, jang terdiri dari tokoh? jang sudah terkenal sebagai pemimpin jang djudjur, tjakap dan disegani serta bersih dari anasir<sup>2</sup> anti Tuhan.
{{c|_________________________________________}}
Pada saat Kapal Perang kita menurunkan anak buahnja untuk segera mengadakan pendaratan.
{{missing image}}
''Persiapan<sup>2</sup> untuk mengadakan pendaratan di Pantai Barat Padang jang dipimpin oleh Korvet AL Gadjah Mada dibawah Komando Let. Kol. Laut John Lie.''<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
2vlhek4knh6cbyzw4frm46nt3zrgmd9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/595
104
101225
283822
2026-05-07T11:10:14Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Gbr. atas : Ketenangan dan ketabahan selalu dimiliki oleh anggota? APRI dida- lam mendjalankan tugas kewadji- bannja. Tampak mereka sedang turun dari kapal induknja untuk mendarat. Gbr. tengah : Dua orang Pa. ALRI dari kapal perangnja sedang mengadakan pengintaian kepertahanan musuh didarat. Gbr. bawah : Pada pagi? buta, pasukan? ga- bungan kita sudah mulai bergerak mendarat menudju pantai. Mereka kelihatan tenang dan waspad...
283822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>Gbr. atas :
Ketenangan dan ketabahan selalu
dimiliki oleh anggota? APRI dida-
lam mendjalankan tugas kewadji-
bannja. Tampak mereka sedang
turun dari kapal induknja untuk
mendarat.
Gbr. tengah :
Dua orang Pa. ALRI dari kapal
perangnja sedang mengadakan
pengintaian kepertahanan musuh
didarat.
Gbr. bawah :
Pada pagi? buta, pasukan? ga-
bungan kita sudah mulai bergerak
mendarat menudju pantai. Mereka
kelihatan tenang dan waspada.
Dalam ultimatum itu, disamping
ditjantumkan pula tuntutan pada
D.P.R. djuga memuat tuntutan
pada Presiden agar kembali ke-
pada kedudukannja jang konsti-
tusionil dengan disertai suatu
sanksi jaitu, bahwa mereka me-
nganggap diri bebas dari ke-
wadjiban taat kepada Kepala
Negara, djika tuntutannja tidak
dipenuhi.
Pemerintah tidak bermaksud
menguraikan setjara detail apa
jang dimuat didalam ultimatum
,Dewan Perdjuangan" dan jang
ditanda tangani oleh Ahmad Hu-
sin, karena kesemuanja itu sudah
diketahui oleh D.P.R. dan tak ada
gunanja untuk diulangi dalam
keterangan Pemerintah ini.
Akan tetapi beberapa hal jang
dikutip diatas itu perlu sekiranja
dikemukakan lagi sebagai tjontoh
untuk menundjukkan bagaimana
litjinnja golongan mereka meng-
gunakan siasat untuk mendjatuh-
kan Pemerintah dan merusak
nama baik Kepala Negara, dan
djuga untuk menundjukkan be-
tapa kerasnja sanksi? jang telah
dipergunakan.
Betapa kerasnja desakan? dari
luar untuk mengadakan kompromi
dan perundingan agar tuntutan?
itu dipenuhi, bagi suatu Pemerin-
tah jang mempunjai harga diri
dan mendapat kepertjajaan dari
sebagian besar rakjat, sudah tentu
5<noinclude></noinclude>
e5jqhtjrfhv1tb21jc9ko1lddqm0ugk
283826
283822
2026-05-07T11:17:30Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>Dalam ultimatum itu, disamping ditjantumkan pula tuntutan pada D.P.R. djuga memuat tuntutan pada Presiden agar kembali kepada kedudukannja jang konsti- tusionil dengan disertai suatu sanksi jaitu, bahwa mereka menganggap diri bebas dari kewadjiban taat kepada Kepala Negara, djika tuntutannja tidak
dipenuhi.
Pemerintah tidak bermaksud menguraikan setjara detail apa jang dimuat didalam ultimatum,Dewan Perdjuangan" dan jang ditanda tangani oleh Ahmad Husin, karena kesemuanja itu sudah diketahui oleh D.P.R. dan tak ada gunanja untuk diulangi dalam keterangan Pemerintah ini.
{{missing image}}
''Gbr. atas :''
''Ketenangan dan ketabahan selalu dimiliki oleh anggota? APRI didalam mendjalankan tugas kewadjibannja. Tampak mereka sedang turun dari kapal induknja untuk mendarat.''
{{missing image}}
''Gbr. tengah :''
''Dua orang Pa. ALRI dari kapal perangnja sedang mengadakan pengintaian kepertahanan musuh didarat.''
{{missing image}}
''Gbr. bawah :''
''Pada pagi? buta, pasukan? gabungan kita sudah mulai bergerak mendarat menudju pantai. Mereka kelihatan tenang dan waspada.''
Akan tetapi beberapa hal jang dikutip diatas itu perlu sekiranja dikemukakan lagi sebagai tjontoh untuk menundjukkan bagaimana litjinnja golongan mereka menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sanksi? jang telah dipergunakan.
Betapa kerasnja desakan<sup>2</sup> dari luar untuk mengadakan kompromi dan perundingan agar tuntutan<sup>2</sup> itu dipenuhi, bagi suatu Pemerintah jang mempunjai harga diri dan mendapat kepertjajaan dari sebagian besar rakjat, sudah tentu<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
f2sfk2iyopusrltme6c4u2i6durqo80
283829
283826
2026-05-07T11:18:25Z
N.imaema
22481
283829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>Dalam ultimatum itu, disamping ditjantumkan pula tuntutan pada D.P.R. djuga memuat tuntutan pada Presiden agar kembali kepada kedudukannja jang konstitusionil dengan disertai suatu sanksi jaitu, bahwa mereka menganggap diri bebas dari kewadjiban taat kepada Kepala Negara, djika tuntutannja tidak
dipenuhi.
Pemerintah tidak bermaksud menguraikan setjara detail apa jang dimuat didalam ultimatum ,,Dewan Perdjuangan" dan jang ditanda tangani oleh Ahmad Husin, karena kesemuanja itu sudah diketahui oleh D.P.R. dan tak ada gunanja untuk diulangi dalam keterangan Pemerintah ini.
{{missing image}}
''Gbr. atas :''
''Ketenangan dan ketabahan selalu dimiliki oleh anggota? APRI didalam mendjalankan tugas kewadjibannja. Tampak mereka sedang turun dari kapal induknja untuk mendarat.''
{{missing image}}
''Gbr. tengah :''
''Dua orang Pa. ALRI dari kapal perangnja sedang mengadakan pengintaian kepertahanan musuh didarat.''
{{missing image}}
''Gbr. bawah :''
''Pada pagi? buta, pasukan? gabungan kita sudah mulai bergerak mendarat menudju pantai. Mereka kelihatan tenang dan waspada.''
Akan tetapi beberapa hal jang dikutip diatas itu perlu sekiranja dikemukakan lagi sebagai tjontoh untuk menundjukkan bagaimana litjinnja golongan mereka menggunakan siasat untuk mendjatuhkan Pemerintah dan merusak nama baik Kepala Negara, dan djuga untuk menundjukkan betapa kerasnja sanksi? jang telah dipergunakan.
Betapa kerasnja desakan<sup>2</sup> dari luar untuk mengadakan kompromi dan perundingan agar tuntutan<sup>2</sup> itu dipenuhi, bagi suatu Pemerintah jang mempunjai harga diri dan mendapat kepertjajaan dari sebagian besar rakjat, sudah tentu<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
d51wi3vvvvwnvh965ve3kh2w5wumt2v
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/596
104
101226
283838
2026-05-07T11:31:15Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
''Sesaat ketika pasukan kita sudah mendekat pantai untuk langsung mendarat.''
tidak mungkin menerima ultimatum sematjam itu. Berhubung dengan itu, maka dalam sidangnja pada tanggal 11 Februari 1958, Dewan Menteri memutuskan untuk menolak ultimatum bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin tersebut.
Selandjutnja berdasarkan pasal 1 ajat (2) Peraturan Pemerintah no. 2 tahun 1958 tentang Pemberhentian Militer Sukarela dari Dinas Tentera, maka Letnan Kolonel Ahmad Husin, Kolonel Z. Lubis, Kolonel Dahlan Djambek dan Kolonel Maludin Simbolon diberhentikan tidak dengan hormat (dipetjat) dari dinas tentera, karena mereka melakukan tindakan<sup>2</sup> jang membahajakan disiplin seluruh Angkatan Perang serta membahajakan pula keamanan dan keselamatan negara.
Berhubung dengan itu, semua Batalion dalam Resimen Infanteri IV di Sumatera Tengah sementara ditempatkan Jangsung dibawah komando KSAD.
Semendjak penolakan ultimatum bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin tersebut oleh pemerintah, maka kesatuan? bersendjata Ahmad Husin dan kawan<sup>2</sup>nja mulai melakukan tindakan<sup>2</sup> permusuhan antara lain dengan melutjuti anggota<sup>2</sup> AURI dilapangan<sup>2</sup> terbang Padang dan Pakanbaru serta dengan menduduki lapangan<sup>2</sup> terbang tersebut, dengan kekuatan jang ber-lebih<sup>2</sup>an, dengan paksaan dan setjara mendadak.
Tampaknja tindakan<sup>2</sup> itu merupakan tindakan permusuhan jang njata<sup>2</sup> terhadap Pemerintah Pusat dengan jang kemudian disusul tindakan<sup>2</sup> permusuhan Kapal Bogowonto dan satu kapal lagi milik Djawatan Pelajaran Jainnja sebagaimana diterangkan dibawah.
Pada tanggal 15 Februari 1958 oleh apa jang dinamakan ,,Dewan Perdjuangan”, jang dipimpin oleh bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin, dibentuk sebuah pemerintah tandingan dengan nama ,,Pemerintah Revolusionir Republik Indonesia” atau ,,PRRI" dengan bekas Gubernur Bank Indonesia Mr. Sjafrudin Prawiranegara, sebagai Perdana Menteri dan jang berkedudukan di Padang.
Kemudian pada tanggal 17 Februari 1958 menjusul pernjataan bekas Letnan Kolonel D,J. Somba, Komandan Komando Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah (KDMSUT), jang memutuskan hubungannja dengan Pemerintah Pusat di Djakarta dengan mendukung PRRI di Padang.
Berhubung dengan itu maka Dewan Menteri dalam sidangnja pada tanggal 17 Februari 1958 itu djuga memutuskan untuk memberhentikan tidak dengan hormat (memetjat) Letnan Kolonel D.J. Somba, Major D. Runturambi, Kepala Staf KDMSUT dan Letnan Kolonel H.N.V. Sumual dari dinas tentara.
{{missing image}}
''kapal Bogowonto dan satu kapal lagi milik Djawatan Pelajaran telah ditenggelamkan oleh pemberontak PRRI di Teluk Bajur. Penenggelaman kapal<sup>2</sup> ini dimaksudkan agar pelabuhan Teluk Bajur tertutup dan kapal ALRI tidak dapat masuk.''<noinclude></noinclude>
ox33h1xwh31qe2byju587kgvjkclr1p
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/597
104
101227
283842
2026-05-07T11:34:37Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ''''Klimaks Pergolakan Daerah :''' Dengan diadakannja suatu pemerintah tandingan, jaitu apa jang dinamakan PRRI, maka sampailah pergolakan<sup>2</sup> daerah itu pada puntjaknja. Pergolakan<sup>2</sup>mana disini saja sebut lagi, agar kita ingatkan kembali. Kita masih ingat bahwa pergolakan<sup>2</sup> daerah itu terdjadi lama sebelum Kabinet Karya dibentuk, hal mana menjebabkan tidak normalnja hubungan antara pusat dan daerah. Tjukup disini s...
283842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>'''Klimaks Pergolakan Daerah :'''
Dengan diadakannja suatu pemerintah tandingan, jaitu apa jang dinamakan PRRI, maka sampailah pergolakan<sup>2</sup> daerah itu pada puntjaknja. Pergolakan<sup>2</sup>mana disini saja sebut lagi, agar kita ingatkan kembali.
Kita masih ingat bahwa pergolakan<sup>2</sup> daerah itu terdjadi lama sebelum Kabinet Karya dibentuk,
hal mana menjebabkan tidak normalnja hubungan antara pusat dan daerah.
Tjukup disini saja menjebut tjontoh<sup>2</sup> jang kita masih ingat, jaitu :
Peristiwa pengoperan kekuasaan di Sumatera Tengah oleh
Dewan Banteng pada tanggal 21 Desember 1956; peristiwa
Maludin Simbolon; pergolakan<sup>2</sup> di Sumatera Selatan dalam bulan Djanuari dan Februari 1957 dan
proklamasi Permesta pada tanggal 2 Maret 1957.
Kesemuanja itu telah diterang-
kan dalam keterangan Pemerintah
tentang persoalan Sumatera pada
tanggal 3 Februari 1958.
Mengingat bahwa masalah itu
merupakan masalah politik jang
penting sekali, maka hal itu di-
tjantumkan pula sebagai salah
satu program dari Kabinet Karya
Kegembiraan mereka diperlihatkan
digambar ini, setelah mereka ber-
hasil membebaskan kota Padang.
Gor, atas :
Suatu pemandangan jang indah
di Muara Sungai Padang, setelah
daerah tsb. dapat kita bebaskan.
Gor. tengah :
Pasukan APRI jang terdiri dari
anggota? AD, AL dan AU bergam-
bar bersama dimuka Markas KMK
Padang.
» Google
fe<noinclude></noinclude>
6ef8n6p3qn1bovh5ow37w0dcha4ted2
283844
283842
2026-05-07T11:38:35Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
'''Klimaks Pergolakan Daerah :'''
Dengan diadakannja suatu pemerintah tandingan, jaitu apa jang dinamakan PRRI, maka sampailah pergolakan<sup>2</sup> daerah itu pada puntjaknja. Pergolakan<sup>2</sup>mana disini saja sebut lagi, agar kita ingatkan kembali.
Kita masih ingat bahwa pergolakan<sup>2</sup> daerah itu terdjadi lama sebelum Kabinet Karya dibentuk,
hal mana menjebabkan tidak normalnja hubungan antara pusat dan daerah.
Tjukup disini saja menjebut tjontoh<sup>2</sup> jang kita masih ingat, jaitu :
{{missing image}}
Peristiwa pengoperan kekuasaan di Sumatera Tengah oleh
Dewan Banteng pada tanggal 21 Desember 1956; peristiwa
Maludin Simbolon; pergolakan<sup>2</sup> di Sumatera Selatan dalam bulan Djanuari dan Februari 1957 dan
proklamasi Permesta pada tanggal 2 Maret 1957.
Kesemuanja itu telah diterangkan dalam keterangan Pemerintah tentang persoalan Sumatera pada tanggal 3 Februari 1958.
Mengingat bahwa masalah itu merupakan masalah politik jang penting sekali, maka hal itu ditjantumkan pula sebagai salah satu program dari Kabinet Karya
{{mising image}}
{{c|_________________________________}}
''Kegembiraan mereka diperlihatkan digambar ini, setelah mereka berhasil membebaskan kota Padang.''
''Gor, atas :''
''Suatu pemandangan jang indah di Muara Sungai Padang, setelah daerah tsb. dapat kita bebaskan.''
''Gor. tengah :''
''Pasukan APRI jang terdiri dari anggota<sup>2</sup> AD, AL dan AU bergambar bersama dimuka Markas KMK Padang.''<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
euwpz1l1kt29p71b7kk6do6udlejljz
283846
283844
2026-05-07T11:39:10Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
'''Klimaks Pergolakan Daerah :'''
Dengan diadakannja suatu pemerintah tandingan, jaitu apa jang dinamakan PRRI, maka sampailah pergolakan<sup>2</sup> daerah itu pada puntjaknja. Pergolakan<sup>2</sup>mana disini saja sebut lagi, agar kita ingatkan kembali.
Kita masih ingat bahwa pergolakan<sup>2</sup> daerah itu terdjadi lama sebelum Kabinet Karya dibentuk,
hal mana menjebabkan tidak normalnja hubungan antara pusat dan daerah.
Tjukup disini saja menjebut tjontoh<sup>2</sup> jang kita masih ingat, jaitu :
{{missing image}}
Peristiwa pengoperan kekuasaan di Sumatera Tengah oleh
Dewan Banteng pada tanggal 21 Desember 1956; peristiwa
Maludin Simbolon; pergolakan<sup>2</sup> di Sumatera Selatan dalam bulan Djanuari dan Februari 1957 dan
proklamasi Permesta pada tanggal 2 Maret 1957.
Kesemuanja itu telah diterangkan dalam keterangan Pemerintah tentang persoalan Sumatera pada tanggal 3 Februari 1958.
Mengingat bahwa masalah itu merupakan masalah politik jang penting sekali, maka hal itu ditjantumkan pula sebagai salah satu program dari Kabinet Karya
{{missing image}}
{{c|_________________________________}}
''Kegembiraan mereka diperlihatkan digambar ini, setelah mereka berhasil membebaskan kota Padang.''
''Gor, atas :''
''Suatu pemandangan jang indah di Muara Sungai Padang, setelah daerah tsb. dapat kita bebaskan.''
''Gor. tengah :''
''Pasukan APRI jang terdiri dari anggota<sup>2</sup> AD, AL dan AU bergambar bersama dimuka Markas KMK Padang.''<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
i6p4d84p3gd6r1nwrezbl8y2oge6dqb
283848
283846
2026-05-07T11:40:12Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
'''Klimaks Pergolakan Daerah :'''
Dengan diadakannja suatu pemerintah tandingan, jaitu apa jang dinamakan PRRI, maka sampailah pergolakan<sup>2</sup> daerah itu pada puntjaknja. Pergolakan<sup>2</sup>mana disini saja sebut lagi, agar kita ingatkan kembali.
Kita masih ingat bahwa pergolakan<sup>2</sup> daerah itu terdjadi lama sebelum Kabinet Karya dibentuk,
hal mana menjebabkan tidak normalnja hubungan antara pusat dan daerah.
Tjukup disini saja menjebut tjontoh<sup>2</sup> jang kita masih ingat, jaitu :
{{missing image}}
{{missing image}}
Peristiwa pengoperan kekuasaan di Sumatera Tengah oleh
Dewan Banteng pada tanggal 21 Desember 1956; peristiwa
Maludin Simbolon; pergolakan<sup>2</sup> di Sumatera Selatan dalam bulan Djanuari dan Februari 1957 dan
proklamasi Permesta pada tanggal 2 Maret 1957.
Kesemuanja itu telah diterangkan dalam keterangan Pemerintah tentang persoalan Sumatera pada tanggal 3 Februari 1958.
Mengingat bahwa masalah itu merupakan masalah politik jang penting sekali, maka hal itu ditjantumkan pula sebagai salah satu program dari Kabinet Karya
{{c|_________________________________}}
''Kegembiraan mereka diperlihatkan digambar ini, setelah mereka berhasil membebaskan kota Padang.''
''Gbr, atas :''
''Suatu pemandangan jang indah di Muara Sungai Padang, setelah daerah tsb. dapat kita bebaskan.''
''Gbr. tengah :''
''Pasukan APRI jang terdiri dari anggota<sup>2</sup> AD, AL dan AU bergambar bersama dimuka Markas KMK Padang.''<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
5pqxfl470j54q8qa0dok7994de2wibu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1133
104
101228
283854
2026-05-07T11:42:24Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Wakil Panglima T&T-II, Let. Kol. Soewito Harjoko dengan diantar Dan R1-5 dan Dan Jon ”B” Major Jahja Bahar sedang memeriksa ba- risan. (Gbr : PENTER II) JON ”B” TERR II PULANG KE KANDANG bb: Dan Jon ”B” Major Jahja Bahar sedang memberi laporan kepada “ Wakil Panglima T&T-II Let. Kol. Soewito Harjoko. 1 y ” (Gbr : PENTER II) "Ta K3 5 a' 1g Let. Kol. Soewito Harjoko, Wakil 4 Panglima T&T-II sedang membe- 4 rikan a...
283854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>Wakil Panglima T&T-II, Let. Kol.
Soewito Harjoko dengan diantar
Dan R1-5 dan Dan Jon ”B” Major
Jahja Bahar sedang memeriksa ba-
risan.
(Gbr : PENTER II)
JON ”B” TERR II
PULANG KE KANDANG
bb:
Dan Jon ”B” Major Jahja Bahar
sedang memberi laporan kepada
“ Wakil Panglima T&T-II Let. Kol.
Soewito Harjoko.
1
y
” (Gbr : PENTER II) "Ta
K3
5
a'
1g Let. Kol. Soewito Harjoko, Wakil
4 Panglima T&T-II sedang membe-
4 rikan amanatnja kepada anggota?
Jon ”B” jang baru sadja kembali
dari tugas operasinja didaerah se-
4 kitar Kurintji.
: (Gbr: PENTER II)
$
3
9
“4
23<noinclude></noinclude>
sof8c1nerjupcaqxhfvunnj7nrrzqbp
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/438
104
101229
283855
2026-05-07T11:43:09Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''PENDIDIKAN KADER KOPERASI TAHUN 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:80%; text-align:center;"
|- style="border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;"
! style="width:12%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="2" | Tempat<br>kursus
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-I
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-II
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-III
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-IV
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-V
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Angkatan<br>ke-VI
! colspan="2" | Djumlah
|- style="border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;"
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Lulus
! style="width:6%;" | Pengikut !! style="width:6%;" | Lulus
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Surabaja/<br>Modjokerto || 21 || 21 || 32 || 28 || 27 || 16 || 28 || 26 || 54 || 50 || — || — || 162 || 141
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Lumadjang || 41 || 38 || 49 || 46 || 40 || 30 || 41 || 32 || 20 || 19 || 36 || 27 || 227 || 192
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Tuban || 39 || 38 || 41 || 40 || 24 || 23 || — || — || — || — || — || — || 104 || 101
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Madiun || 40 || 39 || 26 || 26 || 32 || 32 || 45 || 45 || 40 || 40 || — || — || 183 || 182
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Kediri || 36 || 32 || 34 || 34 || 40 || 40 || 30 || 29 || 31 || 31 || — || — || 171 || 166
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Bangkalan/<br>Sumenep || 28 || 13 || — || — || — || — || — || 1 || — || — || — || — || 28 || 13
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Djember || 40 || 40 || 31 || 31 || 36 || 28 || 53 || 52 || 40 || 32 || 45 || 45 || 245 || 228
|- style="border-top:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Djumlah || 245 || 221 || 213 || 205 || 199 || 169 || 197 || 185 || 185 || 172 || 81 || 72 || 1.120 || 1.024
|}<noinclude>{{rvh|406}}</noinclude>
0st5dkgnj9pzde78scwt4h8os8a7uwu
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/439
104
101230
283856
2026-05-07T11:45:09Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude><center>'''BANJAKNJA KADER KOPERASI JANG AKTIF DI DJAWA-TIMUR'''<br>'''DARI ANGKATAN TAHUN 1948 — 1952.'''</center>
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:80%; text-align:center;"
|- style="border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;"
! style="width:15%; border-right:1px solid black; text-align:left; padding-left:5px;" rowspan="2" | Kabupaten
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | 1948
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | 1950
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | 1951
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | 1952
! style="border-right:1px solid black;" colspan="2" | Djumlah
! style="width:10%;" rowspan="2" | Djumlah<br>semua
|- style="border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;"
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | L. !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Pr.
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | L. !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Pr.
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | L. !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Pr.
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | L. !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Pr.
! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | L. !! style="width:6%; border-right:1px solid black;" | Pr.
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Djember || — || — || 16 || — || 30 || — || 94 || 6 || 140 || 6 || 146
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Banjuwangi || — || — || 9 || — || 10 || — || 85 || — || 104 || — || 104
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Bondowoso || — || — || 5 || — || 5 || — || 23 || — || 33 || — || 33
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Panarukan || — || — || — || — || 31 || — || 20 || — || 51 || — || 51
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Malang || — || — || 10 || — || 9 || 4 || 49 || 4 || 68 || 8 || 76
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Pasuruan || — || — || — || — || 10 || — || 12 || — || 22 || — || 22
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Probolinggo || — || — || — || — || 18 || — || 66 || 4 || 84 || 4 || 88
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Lumadjang || — || — || 10 || — || 29 || 3 || 53 || — || 92 || 3 || 95
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Surabaja || — || — || 4 || — || 5 || — || 18 || — || 27 || — || 27
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Sidohardjo || — || — || 1 || — || 2 || — || — || — || 3 || — || 3
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Modjokerto || — || — || — || — || 2 || — || 4 || — || 6 || — || 6
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Djombang || — || — || 4 || — || 12 || 1 || 99 || — || 115 || 1 || 116
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Tuban || 2 || — || — || — || 3 || 1 || 30 || — || 35 || 1 || 36
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Bodjonegoro || 8 || — || 5 || — || 9 || 1 || 13 || — || 35 || 1 || 36
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Lamongan || — || — || — || — || 8 || — || 5 || — || 13 || — || 13
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Madiun || — || — || — || — || 3 || — || 80 || — || 83 || — || 83
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Ngawi || — || — || — || — || 12 || — || 47 || — || 59 || — || 59
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Magetan || — || — || — || — || 12 || — || 33 || — || 45 || — || 45
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Ponorogo || 2 || — || — || — || 9 || 1 || 4 || — || 15 || 1 || 16
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Patjitan || 1 || 1 || 1 || — || 10 || — || 2 || — || 14 || 1 || 15
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Kediri || 19 || — || 28 || — || 36 || 2 || 52 || — || 135 || 2 || 137
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Tulung-<br> agung || 5 || — || 14 || — || 15 || — || 32 || — || 66 || — || 66
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Blitar || 3 || — || 6 || — || 8 || — || 15 || 1 || 32 || 1 || 33
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Trenggalek || — || — || — || — || 10 || — || 3 || — || 13 || — || 13
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Ngandjuk || 3 || — || 1 || — || 5 || 2 || 27 || 2 || 36 || 4 || 40
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Bangkalan || — || — || — || — || — || — || 3 || — || 3 || — || 3
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Sampang || — || — || — || — || — || — || — || — || 0 || — || 0
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Sumenep || — || — || — || — || 1 || — || 10 || — || 11 || — || 11
|-
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:5px;" | Pamekasan || — || — || — || — || — || — || — || — || 0 || — || 0
|- style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;"
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | Djumlah || 43 || 1 || 114 || — || 304 || 15 || 879 || 17 || 1.289 || 33 || 1.322
|}<noinclude>{{rvh|407}}</noinclude>
9hh943trlzfs6ynnncnq722jfkacqxf
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/481
104
101231
283857
2026-05-07T11:48:29Z
Adhiiik
27020
/* Telah diuji baca */
283857
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Adhiiik" /></noinclude>{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black; line-height:1.2; font-size:85%;"
|- style="border-bottom:1px solid black; text-align:center; font-weight:bold;"
! style="width:5%; border-right:1px solid black;" | No.
! style="width:35%; border-right:1px solid black;" | Djenis barang
! style="width:20%; border-right:1px solid black;" | Tahun 1950
! style="width:20%; border-right:1px solid black;" | Tahun 1951
! style="width:20%;" | Tahun 1952
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 1
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Asem
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 650
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 10.000
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 656
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 2
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Barang kesenian<br> Bali
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5.027
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | buah
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5.342
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | buah
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 20.973
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | buah
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 3
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Batu-saringan
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.100
| style="text-align:left; border:none; width:50px; padding-left:8px;" | „
|}
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 2.200
| style="text-align:left; border:none; width:50px; padding-left:8px;" | „
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 4
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Burung
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 35.569
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ekor
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 5
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bungkilkopra
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 19.534
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 33.218
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 34.553
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 6
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kelapa
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 20
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 100
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | peti
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 7
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Daun Coca
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 7
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 10
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 12
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 8
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Coca
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 2
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 9
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bidji djarak
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.031
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.037
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.786
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 10
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Dendeng (daging)
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 11
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Derris<br> (akar tuba)
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 55
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 3
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 12
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Minjak Foezel
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 4
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 11
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 13
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kulit kambing
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 290.533
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 138
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 256.500
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 14
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kulit sapi
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 510
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 123
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 15
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kulit kerbau
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.118
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 96
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 16
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kulit leguanen
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 3.100
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 20.566
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.000
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 17
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kulit ular
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 3.000
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | meter
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.150
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 18
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Katjang tanah
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 15.578
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 9.738
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 378
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 19
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bidji pupuk<br> hidjau
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 42
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 21
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 20
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Glycerine
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 330
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 314
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 222
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 21
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kaju
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 3.568
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | m³
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5.036
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | m³
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 2.616
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | m³
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 22
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Iles-iles
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 33
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 528
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 473
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 23
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kapok
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5.820
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 3.200
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 4.158
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 24
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Katul
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 19.428
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 8.651
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 288
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 25
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kopi
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 5.513
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 14.741
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 6.634
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 26
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kina
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 196
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 510
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 123
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 27
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Bidji kapok
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 10.315
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 6.154
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 11.244
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 28
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kain sarong<br> (Pekalongan)
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 14.115
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | lembar
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 29
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kluwak
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 15
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 30
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Hati-kapok
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 150
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 150
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 31
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Katoenzaad
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 160
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 32
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kratokbonen
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 200
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 196
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 33
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Kemiri
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 2
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 34
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Lolaschelpen
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 11
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="text-align:center;" | —
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 35
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Logam-tua<br> (besi tua)
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 19.000
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 36
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Minjak katjang
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1.034
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 30
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 37
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Tetes
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 68.632
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 40.790
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 68.783
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 38
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Mangga
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | —
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 1
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 39
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Djambe/iris
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 204
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 228
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 343
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 40
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Pitrottan
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 84
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 45
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 34
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|-
| style="text-align:center; border-right:1px solid black;" | 41
| style="text-align:left; border-right:1px solid black; padding-left:10px;" | Karet
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 20.504
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0; border-right:1px solid black;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 26.971
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
| style="padding:0;" |
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; border:none; background:transparent;"
| style="text-align:right; border:none; padding-right:5px;" | 26.921
| style="text-align:left; border:none; width:50px;" | ton
|}
|}<noinclude>{{rvh|447}}</noinclude>
kopnar6usbxi2tv2sm5kxeo72bfmgzf
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/544
104
101232
283859
2026-05-07T11:50:42Z
Devi 4340
13230
/* Tanpa teks */
283859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Devi 4340" /></noinclude><noinclude>{{rvh|–}}</noinclude>
nixf5q36ci72xhwa946s2wrvq8lhlux
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/546
104
101233
283860
2026-05-07T11:50:50Z
Devi 4340
13230
/* Tanpa teks */
283860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Devi 4340" /></noinclude><noinclude>{{rvh|–}}</noinclude>
nixf5q36ci72xhwa946s2wrvq8lhlux
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/598
104
101234
283861
2026-05-07T11:51:53Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
283861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
''Pemuda<sup>2</sup> Desa inilah jang selalu mendjadi korban propaganda pembrontak PRRI. Mereka dihasut untuk menghadapi APRI. Tetapi kita selalu berusaha keras agar pemuda tsb. djangan sampai kena hasutan<sup>2</sup> dari kaum pembrontak.''
dahulu maupun Kabinet Karya dengan wadjah jang baru sekarang.
Pemerintah telah menjatakan pendiriannja bahwa pergolakan<sup>2</sup> didaerah itu djuga mengandung unsur<sup>2</sup> baik, jaitu dalam bentuk hasrat murni rakjat daerah untuk misalnja mendapatkan otonomi jang luas; perimbangan keuangan jang sehat antara pusat dan daerah, alokasi devisen kepada daerah<sup>2</sup>, dekonsentrasi perdagangan luar negeri dan lain<sup>2</sup> sebagainja. Akan tetapi tjita? jang baik dari rakjat didaerah itu disalah gunakan oleh pihak<sup>2</sup> jang mendjalankan politik obstruksi diluar Parlemen terhadap Presiden, Pemerintah, dan kemudian pergolakan didaerah itu diberikan sifat anti komunis.
Disinilah golongan? jang mendjalankan politik obstruksi itu bertemu dengan perwira<sup>2</sup> seperti H.N.V, Sumual, Dahlan Djambek, Ahmad Husin dan Z. Lubis jang dengan sendjata anti komunis hendak mengambil kekuasaan dalam pemerintahan dan bahkan
mengadakan rentjana membunuh Presiden Sukarno, rentjana<sup>2</sup> mana ternjata djelas disusun dalam dokomen jang berasal dari Z. Lubis tertanggal 9 Djuni 1957 dan jang telah dikemukakan oleh Pemerintah dalam keterangan pada tanggal 3 Februari 1958.
Sekarang ini pemerintah dapat menjatakan, bahwa rentjana Z. Lubis ini benar<sup>2</sup> didjalankan setjara sistimatis.
Apa jang disebut ,,breed front” dalam dokomen itu, diusahakan dengan melaksanakan pemberontakan di Sumatera Tengah dan Sulawesi Utara dengan melaksa-
nakan adanja hubungan antara daerah<sup>2</sup> itu dengan Sumatera Selatan, D.L/T.LI. di Atjeh dan
Djawa Barat dan usaha untuk menimbulkan kekatjauan di Maluku Utara.
Apa jang disebut dengan ,,materieel onafhankelijk" diusahakan dengan djalan barter, jang uangnja sebagian djuga masuk kantong petualang<sup>2</sup> sendiri, dan usaha<sup>2</sup> PRRI untuk menguasai daerah minjak.
Tindakan langsung terhadap apa jang disebut dengan ,,machts concentratie” didjalankan dengan mengadakan terror di Djakarta, jang memuntjak dengan peristiwa ,,Tjikini”, jang membawa korban jang menjedihkan.
Pembentukan suatu pemerintah pusat sebagaimana direntjanakan dalam dokomen Z. Lubis telah dilaksanakan denganporklamasi apa jang disebut PRRI pada tanggal 15 Februari 1958.
Disamping apa jang telah dikemukakan diatas, maka faktor politis jang menjebabkan adanja pergolakan didaerah bersumber pula dari beberapa negera asing.
Negara itu merasa terantjam kedudukannja dengan adanja
hasil pemilihan umum, jaitu dengan kenaikan angka?<sup>2</sup> kemenangan dari P.K.I. Negara<sup>2</sup> itu ingin mempengaruhi Indonesia baik ekonomis maupun militer dan dalam usaha<sup>2</sup> itu sudah tentu
mentjari golongan<sup>2</sup> atau petualang<sup>2</sup> jang dapat dipakai sebagai pion<sup>2</sup> terdepan dan landasan bagi usaha<sup>2</sup> mereka.
Setjara idiologis mereka bertemu dengan golongan jang menamakan diri anti komunis disamping mereka djuga menemukan orang<sup>2</sup> jang bersedia {{hws|mengchia|mengchianati}}
{{missing image}}
''Tjamat dari Lumban Djulu dengan salah seorang anggota APRI sedang giat memberi penerangan<sup>2</sup> kepada rakjat tentang usaha<sup>2</sup> mereka untuk mengamankan daerahnja sendiri.''<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
89danep891n1u5bw07zrlxmn0pg2co0
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/588
104
101235
283862
2026-05-07T11:52:07Z
Devi 4340
13230
/* Tanpa teks */
283862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Devi 4340" /></noinclude><noinclude>{{rvh|554}}</noinclude>
2d6iacvmyzvzkjjculhexo3we2qx530
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/892
104
101236
283867
2026-05-07T11:53:44Z
Devi 4340
13230
sedang dikerjakan.
283867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Devi 4340" /></noinclude>apabila gugur, pasti tak akan tumbuh jang kedua kalinja. Kata-kat
Ini disebut sabda pendita ratu".
Pada tahun 1450 Masehi beliau beristerikan seorang puteri Tubar
Njai Ageng Manilah namanja. Dari perkawinan ini, beliau berputera
Makdum Ibrahim jang achirnja bergelar Sunan Bonang;
1.
2.
3.
Masih Munat jang achirnja bergelar Sunan Dradjat (deke
Sedaju) dan
Njai Gede Malichah (Maleka) jang achirnja mendjadi iste
Sunan Giri.
Peladjaran Sunan Ngampel
Peladjaran Islam jang dikembangkan oleh Sunan Ngampel pac
masa itu ialah Bismillah, kalimah Shahadat dan tauhid. Sungguhpu
beliau kurang pandai berbahasa Djawa, namun berkat ke-ichlasa
kedjudjuran dan isi lidahnja sesuai dengan perbuatannja, berkembangls
agama Islam dengan suburnja.
Peladjaran Tauhidnja jang diuraikan dengan bahasa Arab, lalu disal
dalam bahasa Djawa tjara Ngampel jaitu:
,,Wa jadjibu 'ala kulli mukallafin, an ja'rifa anna Allaha,
wadjibul-wudjud".
,,Lan wadjib ing atasé saben-saben wong mukallaf, jèn
ta ngaweruhi, satuhuné Allah iku zhat kang wadjib
wudjudé".
Kalimat itu sebenarnja belum disalin dalam bahasa Djawa, mas
separuh-separuh bahasa Arab dan Djawa, akan tetapi dapat dimenge
dan difahami oleh Rakjat.
Tjara mengembangkan Islam.
Pekerdjaan Sunan Ngampel itu apabila selesai mengadjar, beli
meromet-romet di rumah, membuat kipas dari pada bambu (ilir
Bahasa Djawa). Hasil pekerdjaannja itu tidak didjual dengan uar
melainkan didjualnja dengan kalimah shahadat dan bismillah. Unt
itu beliau masuk kampung keluar kampung menawarkan kipasnja i
dengan membawa beberapa helai kipas buatannja itu. Setiap orang bol
membelinja hanja sehelai dengan membatja shahadat dan bismilla
Dalam pada itu manakala melihat orang-orang berkerumun menjabu
djago (ajam djantan), beliau datang mendekatinja. Beliau memperhatik
dan mempeladjari benar-benar akan djiwa masjarakat Surabaja. Dianta
penjabung-penjabung djago itu ada pula jang datang kerumah beli
hendak mohon djimat dan mantra, supaja djago jang disabungnja
memperoleh kemenangan. Untuk itu olehnja disuruh membatja shahad
Dalam hal ini banjak pula jang mudjarab. Oleh karena inilah nama d
kesaktiannja tersohor.. Pada achirmja beliau mendapat gelar Sun
Ngampel.<noinclude>{{rvh|782}}</noinclude>
mkgh4egcgv4q4hwvgpjh42eu2g38pc1