Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.9 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Modul:PotM/data 828 34550 300983 297394 2026-07-04T08:09:54Z Cgjkldn 22445 300983 Scribunto text/plain --[[]] return { --[=[ Add most recent (or most futuristic) month at the top, in descending order from there: { year = 2021, month = 4, theme = "Poetry and Drama", works = { } }, Add works to months in normal order in the "works" field: { index = "", display = "", author = "", year = , image = "" }, To test, use the "Preview page with this template" button and check the page [[Module:PotM/test]] ]=] -- Add new months on the line below this: { year = 2026, month = 7, theme = "Fiction", current = 1, works = { { index = "Warisan Seorang Pangeran 05.pdf", display = "Warisan Seorang Pangeran", author = "Oey Kim Tiang", year = "1965", }, } }, { year = 2026, month = 6, theme = "Fiction", current = 1, works = { { index = "Warisan Seorang Pangeran 04.pdf", display = "Warisan Seorang Pangeran", author = "Oey Kim Tiang", year = "1965", }, } }, { year = 2025, month = 8, theme = "Non-Fiction", current = 1, works = { { index = "Geografi Dialek Bahasa Minangkabau.pdf", display = "Geografi Dialek Bahasa Minangkabau", author = "Departemen Pendidikan dan Kebudayaan", year = "1984", }, } }, { year = 2025, month = 7, theme = "Fiction", current = 1, works = { { index = "Srigala Melolong di Hastinapura.pdf", display = "Srigala Melolong di Hastinapura", author = "Im Yang Tju", year = "unknown", }, } }, { year = 2025, month = 7, theme = "Fiction", current = 1, works = { { index = "Siauw Ngo Gie 04.pdf", display = "Siauw Ngo Gie 04", author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen", year = 1930, }, } }, { year = 2025, month = 5, theme = "Fiction", current = 0, works = { { index = "Siauw Ngo Gie 03.pdf", display = "Siauw Ngo Gie 03", author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen", year = 1930, }, } }, { year = 2025, month = 3, theme = "Fiction", current = 0, works = { { index = "Siauw Ngo Gie 02.pdf", display = "Siauw Ngo Gie 02", author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen", year = 1930, }, } }, { year = 2024, month = 6, theme = "Nonfiction", current = 1, works = { { index = "Isteri Islam Jang Berarti.djvu", display = "Isteri Islam Jang Berarti", author = "Pusat Pimpinan Aisyiah", year = 1956, }, } }, { year = 2024, month = 3, theme = "Recipe", works = { { index = "Mustikarasa.pdf", display = "Mustikarasa", author = "Kementerian Pertanian Indonesia", year = 1967, }, } }, { year = 2022, month = 11, theme = "20 Tahun GKBI", works = { { index = "20 tahun G.K.B.I.pdf", display = "20 Tahun GKBI", author = "Gabungan Koperasi Batik Indonesia", year = 1968, }, } }, } 33wbpw8lx4ok0jgrmr1cpcauvidsoq5 Templat:Tjerita Ko Teng Tjan 10 51928 300989 148194 2026-07-04T08:12:05Z Cgjkldn 22445 300989 wikitext text/x-wiki {{flatlist| * [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7.pdf|1-7]] * [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan.pdf|8-14]] * [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan atawa Sapoeloe Pil jang moestadjeb vol 15-21.pdf|15-21]] }}<noinclude>{{Volume list template documentation|mainspace=[[Tjerita Ko Teng Tjan]]}}</noinclude> hl144m672ke17ec4qw7ukvk02ipc4f7 Pengguna:Sabil Khoer Al Munawar 2 93658 300752 263821 2026-07-03T18:45:53Z Sabil Khoer Al Munawar 23983 300752 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} {{Peserta WikiPandu}} qt9zsx4somits3c1utk2zguzkj3g9lu Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/48 104 96342 300754 268496 2026-07-04T02:48:15Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 300754 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki-laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya. Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa. Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin. Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> trzci7bq6byky8d1g96gwioxf6mlbin Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/49 104 96347 300755 268535 2026-07-04T02:52:42Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 300755 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya sebatas belajar memasak dan menjahit, seperti apa yang biasanya dilakukan oleh perempuan Meliling. Menjadi dewasa memiliki arti bahwa tanggung jawab perempuan menjadi semakin besar, terutama terhadap tubuhnya. Tubuh adalah barang suci yang harus dirawat dan dijaga karena dari situlah manusia akan dilahirkan. Mesin pencetak manusia itu harus dijaga dengan baik karena tidak ada satu pabrik pun di dunia ini yang bisa membuatnya. Menjadi dewasa juga berarti sebuah tuntutan bagi seorang perempuan untuk lebih menghargai tubuhnya. Berkepribadian, tegas, dan pantang menyerah menjadi ciri khas Putri. Setiap persoalan dihadapinya dengan ketegasan yang menjadi ciri khas Putri. Salah satu peristiwa yang menuntut ketegasan Putri, apalagi yang menyangkut harga dirinya sebagai seorang perempuan, adalah ketika Ngurah Agung Wikan meminta Putri untuk menerima lamaran ayahnya yang sedang sakarat. Ia ingin Putri menyenangkan ayahnya di akhir hidupnya. Sebagai seorang perempuan yang telah berpikiran maju, Putri menganggap keinginan ayah Wikan, yang hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi untuk memperistrinya adalah sebuah penghinaan. Ia adalah seorang perempuan yang memiliki cita-cita luhur untuk memajukan kehidupan keluarga dengan pendidikan yang telah diraihnya. Haruskah ia mengorbankan semua itu hanya untuk seorang bangsawan tua yang sudah hampir meninggal. Ia masih muda. Masih begitu panjang jalan kehidupan yang harus dilaluinya. Ia tidak mau mengubur cita-citanya hanya demi keinginan mengabdi kepada orang puri. Sebagai seorang perempuan, Putri telah menunjukkan sikap dan pendiriannya yang tegas terhadap segala sesuatu yang menurut pikirannya adalah tindakan pelecehan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan. Ia telah menunjukkan sikap tegas seorang perempuan Bali yang tidak mau lagi dikungkung oleh tradisi, yang terkadang seringkali merugikan kaumnya. Ia telah bercermin dari kehidupan orang-orang di sekitarnya. Seorang perempuan, yang menyerahkan dirinya untuk menjadi istri ke sekian dari seorang bangsawan puri, hanya akan memperolah kenikmatan sesaat. Setelah itu, kenikmatan tersebut berganti dengan kesengsaraan karena sang bangsawan akan mencari perempuan lain yang lebih cantik. Putri belajar dari kondisi tersebut. Ia tidak ingin menghancurkan kehidupannya. Ia masih muda dan memiliki cita-cita. la sendirilah yang berhak menentukan apa yang diinginkannya karena diri dan tubuhnya adalah miliknya sendiri. Tidak ada orang lain<noinclude>{{rh||37}}</noinclude> 6gizd2bfpbwkgpc069acm6nln62msiu Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/51 104 96355 300756 268518 2026-07-04T02:57:44Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Telah diuji baca */ 300756 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>menyampaikan bahwa perempuan juga mempunyai prinsip, mempunyai idealisme yang akan dipertahankannya. Perempuan tidak akan dengan mudah dikendalikan oleh dominasi laki-laki ataupun oleh embel-embel kasih sayang. Mereka juga bisa tegas dan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Pertanyaan yang diajukan Putri dan ketidakpuasannya terhadap kenyataan yang sering ditemuinya dalam masyarakat, menyangkut perlakuan mereka terhadap perempuan, merupakan pertanyaan kaum perempuan pada umumnya. Sepertinya, perempuan hanya menjadi objek, tidak diberi kesempatan untuk menjadi pelaku. Masyarakat sudah sangat terbiasa dengan sikap pengkultusan terhadap laki-laki. Laki-laki boleh melakukan ini atau itu, sementara tabu dan janggal bagi perempuan untuk melakukan sesuatu yang selama ini hanya dilakukan oleh laki-laki. Putri menganggap adat dan tradisi lebih berpihak kepada kaum laki-laki. Keberpihakan itu tidak saja terjadi dalam lingkungan yang besar, dalam lingkungan terkecil seperti keluarga pun keberpihakan itu terlihat nyata. Jika seorang laki-laki yang melakukan pelanggaran atau aib yang membuat malu keluarga, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang biasa karena mereka adalah laki-laki. Akan tetapi, kalau perbuatan yang dianggap mendatangkan malu bagi keluarga, apalagi masyarakat, dilakukan oleh perempuan, mereka akan dikucilkan dan dicampakkan dari lingkungannya. Kesenjangan seperti itulah yang ingin didobrak Putri. Menurutnya, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Hanya bentuk fisiklah yang secara kodrati membedakan perempuan dengan laki-laki. Kodrat itu telah digariskan oleh Tuhan, bukan kodrat yang digariskan oleh manusia, juga bukan kodrat yang dibangun oleh struktur sosial dan budaya. Putri menyadari sekali haknya sebagai seorang perempuan. Untuk itulah, ia menggugat kebiasaan yang seringkali tidak berpihak pada kaumnya. Sering kali Putri harus berdebat dengan bapaknya, jika sudah menyinggung persoalan perempuan. Mangku Puseh menganggap perempuan lebih kuat dari laki-laki. Oleh sebab itu, untuk keselarasan dalam keluarga, dibutuhkan pengorbanan dari perempuan. Dalam sebuah rumah tangga, ukurannya bukan kebenaran dan kesalahan, tetapi dharma sadu, kelayakan dalam rumah tangga demi keselarasan kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat. Keselarasan itu membutuhkan pengorbanan dan pengorbanan itu kebanyakan dilakukan oleh perempuan karena menurut Mangku Puseh mereka lebih kuat.<noinclude>{{rh||39}}</noinclude> fjnu1v9quqi8m967bgm60cz6286gtf5 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf 102 105600 300701 297915 2026-07-03T13:45:33Z Cgjkldn 22445 300701 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Berbohong |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1911 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Buku]] 1h7ccm8og42634ib3w8oi707ignfkf1 Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf 102 106004 300779 300583 2026-07-04T06:06:15Z Aeia aai 24023 added [[Category:WikiPandu]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]] 300779 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140305695 |Title=Perdjandjian dengan Setan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Analisa |Address=Jakarta |Printer= |Year=1962 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] gxrragsobji5fw50dobhck63j08oahw Indeks:Keputusan Gubernur No. 2 Tahun 2026.pdf 102 106041 300758 298881 2026-07-04T04:26:06Z Lemonwithices 26124 300758 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140305927 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] szd8gnzhkbruygbtrrknt12ngb1dtm3 Indeks:Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2026.pdf 102 106107 300757 298729 2026-07-04T04:25:36Z Lemonwithices 26124 300757 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140307450 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 50aeeb1wen6k3kt2klhde9p50opydw6 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 10).pdf 102 106351 300692 300476 2026-07-03T13:40:29Z Cgjkldn 22445 300692 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140318941 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 8kom5hypwrtv0i0uosgvcv0ycy4nyxi Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Djlid ka-Sebelas).pdf 102 106378 300694 300477 2026-07-03T13:44:28Z Cgjkldn 22445 300694 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140319277 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 8xuejonpxmw59vgt53ov9xab4jps41s Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf 102 106394 300681 299159 2026-07-03T13:35:03Z Cgjkldn 22445 300681 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140319725 |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf |Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok |Language=id |Volume=1 |Edition= |Author=Lie In Eng |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Sin Po |Address=Batavia |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 93ln5jm8yo5cuq7m1vs1vpxjqab0lnc Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf 102 106403 300682 299179 2026-07-03T13:35:18Z Cgjkldn 22445 300682 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140319807 |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf |Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok |Language=id |Volume= |Edition=2 |Author=Lie In Eng |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Sin Po |Address=Batavia |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] cbpzv4mn93pnz3uxulqqlr535fe9qcx Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 12).pdf 102 106413 300695 300475 2026-07-03T13:44:38Z Cgjkldn 22445 300695 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140319530 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 461ekfeklskoxfsw37aq9x68z4ls7u2 Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf 102 106414 300689 300474 2026-07-03T13:40:04Z Cgjkldn 22445 300689 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140320255 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] bu7vmvg3anin2kif60nmomj6wxm01if Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 19).pdf 102 106465 300702 299250 2026-07-03T13:45:41Z Cgjkldn 22445 300702 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321293 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] aq41ktil5g2d7f3b2bwhqq28iyr8b21 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 20).pdf 102 106478 300703 299263 2026-07-03T13:45:47Z Cgjkldn 22445 300703 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321674 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] eu5ktcgf2ikbyk8z8zasez9cdv2w4d5 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 21).pdf 102 106479 300704 299264 2026-07-03T13:46:02Z Cgjkldn 22445 300704 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321711 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 26ut49fililh24xx8avv8wocj1nuw54 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 22).pdf 102 106486 300705 299271 2026-07-03T13:46:13Z Cgjkldn 22445 300705 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321728 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] d4jooxl14lb0my1ethyq2kw0uj2cvq9 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf 102 106487 300706 299272 2026-07-03T13:46:19Z Cgjkldn 22445 300706 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321761 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 0m5vla1xn0ro6k65f9pdilxsy064czc Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 24).pdf 102 106493 300707 299278 2026-07-03T13:46:27Z Cgjkldn 22445 300707 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140321789 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] pedodddbugbiocr6l1m7ef8hv2t9dxr Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 25-32).pdf 102 106499 300708 299284 2026-07-03T13:46:34Z Cgjkldn 22445 300708 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140322491 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] b5t5flsv9jl51dy634p46nplxj2bln9 Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 33-40).pdf 102 106500 300709 299285 2026-07-03T13:46:41Z Cgjkldn 22445 300709 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140322540 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 31gd2anfhaqz1ok70af2vku6bwzolpl Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 41-48).pdf 102 106503 300710 299288 2026-07-03T13:46:48Z Cgjkldn 22445 300710 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140322568 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] oz94ohbwijsxlqy4yezqy1mx1d9ag5h Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf 102 106504 300684 299289 2026-07-03T13:37:21Z Cgjkldn 22445 300684 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140322574 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] tipllpvi77tr99mbn1fke7bwquummrc Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf 102 106507 300685 299293 2026-07-03T13:37:45Z Cgjkldn 22445 300685 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140323246 |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf |Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok |Language=id |Volume= |Edition=3 |Author=Lie In Eng |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Sin Po |Address=Batavia |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 0onzdzz65htua2e7597wum95wafamnk Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf 102 106748 300686 299640 2026-07-03T13:39:21Z Cgjkldn 22445 300686 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140353064 |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf |Subtitle=Cerita tentang cerita Sam Kok disalin oleh Lie In Eng |Language=id |Volume= |Edition=4 |Author=Lie In Eng |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Sin Po |Address=Batavia |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] rv6mpl28u5pmakw0jly8ivl7lrfiz9k Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf 102 106750 300687 299643 2026-07-03T13:39:45Z Cgjkldn 22445 300687 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140353346 |Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf |Subtitle=Cerita tentang cerita Sam Kok disalin oleh Lie In Eng |Language=id |Volume= |Edition=5 |Author=Lie In Eng |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Sin Po |Address=Batavia |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] d3vr37zhoym1suxaxmkhvh5we0xhsi2 Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7.pdf 102 106863 300990 299774 2026-07-04T08:12:25Z Cgjkldn 22445 300990 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140359529 |Title=Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7 |Subtitle= |Language=id |Volume=1-7 |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator=Lie In Eng |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kho Tjeng Bie & Co |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=OCR |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Tjerita Ko Teng Tjan}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] [[Kategori:WikiPandu]] 754h1qk5rqmd3s55vqbrkogv9qvtvlj Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf 102 106893 300688 300496 2026-07-03T13:39:54Z Cgjkldn 22445 300688 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140363008 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] qg7wrfm3xapz4h8yu693snh7ywqh4g4 Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29MKPK2025.pdf 102 107008 300749 299957 2026-07-03T15:40:32Z Silmi Maryam 27190 300749 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140371438 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] se80vxwrm3ztk713kmjmx2v65o2g8t5 Indeks:KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9KM.42024.pdf 102 107364 300762 300427 2026-07-04T05:05:34Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300762 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140390691 |Title=Keputusan Menteri Keuangan RI No 9km.42024 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] eg4anjja0s3k76ngqsi7j8d7aa45nt6 Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf 102 107390 300690 300473 2026-07-03T13:40:12Z Cgjkldn 22445 300690 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140396980 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 8j87rrkfvo41gvrzt6ddjewq7xa4o3l Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Sembilan).pdf 102 107393 300691 300487 2026-07-03T13:40:22Z Cgjkldn 22445 300691 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140398390 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 8ot7joiiht2qv822rqxyvi1nubzi6or Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 13).pdf 102 107416 300696 300522 2026-07-03T13:44:46Z Cgjkldn 22445 300696 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140401087 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] j5l4z2oxagwxgiwjyh5x2ld191nkeuv Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 14).pdf 102 107417 300697 300523 2026-07-03T13:44:52Z Cgjkldn 22445 300697 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140401136 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] j4qqenhdvjv37gr0c2fmpkdkimdkea7 Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 15).pdf 102 107418 300698 300524 2026-07-03T13:45:00Z Cgjkldn 22445 300698 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140401164 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ayfad145jgofeldpjqav5skgdddmzvh Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 16).pdf 102 107419 300699 300525 2026-07-03T13:45:12Z Cgjkldn 22445 300699 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140402785 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 5h91jz1zseapllmkpl1mw3ugh2iscp3 Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 17).pdf 102 107420 300700 300526 2026-07-03T13:45:20Z Cgjkldn 22445 300700 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140402825 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] c6mdbxr72sahjprsphjpqi3d56cn58z Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026.pdf 102 107458 300761 300571 2026-07-04T05:05:13Z Iziamhr 27177 Q140406404 300761 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140406404 |Title=Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026 |Subtitle=Peraturan Menteri |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Keuangan |Address=Jakarta |Printer= |Year=2026 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=File:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026.pdf |Progress=V |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 60o9la27ijf6clop5gmh0w4erui03ht Indeks:Bagej bagej hikajet dhoeloe kala.pdf 102 107508 300853 300635 2026-07-04T07:01:00Z Leahwind 27224 300853 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140413428 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] rpw8ttr42rmf85gkgd9thdl3i7pq4j5 Indeks:Sikap nasional dan hubungan luar negeri tjeramah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasjarakatan, Universitas Indonesia pada tgl. 6 April 1968 oleh Soedjatmoko.pdf 102 107509 300861 300634 2026-07-04T07:02:30Z Leahwind 27224 300861 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140414846 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 5pqenpanio75uzqoix3agbqydg5q2a1 Indeks:Research golongan masjarakat Samin di daerah2 Randu Blatung, Ngaringan dan Blora.pdf 102 107510 300857 300636 2026-07-04T07:01:33Z Leahwind 27224 300857 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140413504 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] a65v43x9640h647rwne2tdwhhaxarlj Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 47 PR 2019.pdf 102 107534 300661 2026-07-03T12:31:50Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300661 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420315 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2019 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 8k4o6lk6lppthujx912gh18uwj4k5of 300764 300661 2026-07-04T05:08:20Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300764 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420315 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2019 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] b2jg56nbejpxe75me20nyrkx9q5pzod Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 12 KM.4 2024.pdf 102 107535 300662 2026-07-03T12:35:39Z Amie.firsa 27188 ←Membuat halaman berisi '' 300662 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140403923 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Keputusan menteri Indonesia]] ttecv8bvnir8itwe7o8v93g5hnugw37 300760 300662 2026-07-04T04:45:30Z Amie.firsa 27188 300760 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140403923 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Keputusan menteri Indonesia]] [[Kategori:WikiPandu]] mlb2tsdwlp65cqgszkevheihlfeo66f Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN 35 AG 2019.pdf 102 107536 300663 2026-07-03T12:37:00Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300663 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420334 |Title=Penyelenggaraan Pusat Layanan Terintegrasi Direktorat Jenderal Anggaran |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} pl7pwx0p01gd2cou6gbaxknr6wo7qpa 300765 300663 2026-07-04T05:08:39Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300765 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420334 |Title=Penyelenggaraan Pusat Layanan Terintegrasi Direktorat Jenderal Anggaran |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] itatez7luoowpg8xgbyt1r9qvywh692 Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 7 KF 2019.pdf 102 107537 300664 2026-07-03T12:39:56Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300664 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420338 |Title=Protokol Manajemen Krisis Pelaksanaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Apbn) |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 5ru4q0rdfvef3yhferb60uw5msi5zej 300766 300664 2026-07-04T05:08:57Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300766 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420338 |Title=Protokol Manajemen Krisis Pelaksanaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Apbn) |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] am0f0s89dbv86tia50uwe7e8v4hks6o Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIIAKAN FISKAL 4 KF 2019.pdf 102 107538 300665 2026-07-03T12:42:51Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300665 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420346 |Title=Penetapan Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian Anggaran 015 pada Satuan Kerja Badan Kebijakan Fiskal. |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} sg9sa66cdzc9prl8yr4fg6n5xq6rnhm 300767 300665 2026-07-04T05:09:14Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300767 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420346 |Title=Penetapan Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian Anggaran 015 pada Satuan Kerja Badan Kebijakan Fiskal. |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ojut4muuxewwr7u6p64bsvxfc9lhzza Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 68 PR 2018.pdf 102 107539 300666 2026-07-03T12:45:24Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300666 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420351 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2019 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} phoan28uzpu2nhy2wjz7u4wygwoq1hc 300768 300666 2026-07-04T05:09:30Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300768 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420351 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2019 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] fcsbcfsud8konsie1u5b5z4nsfzlu9h Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 52 PR 2018.pdf 102 107540 300667 2026-07-03T12:47:52Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300667 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420357 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2018 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} gpl2h0aj67q082ouad66tb2fggkfcvk 300769 300667 2026-07-04T05:09:52Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300769 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420357 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2018 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 6vfn3adys41kj41xl451ydmfjdv2ryx Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 21 Tahun 2022.pdf 102 107541 300668 2026-07-03T12:47:56Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300668 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420355 |Title=Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 21 Tahun 2022 |Subtitle=Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2022 tentang Uji Coba Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Menggunakan Layanan Keuangan Digital |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Perbendaharaan |Address= |Printer= |Year=2022 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 6vxpq1gxt0nm3jh0albc9vdo72rplfx Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 34 KF 2018.pdf 102 107542 300669 2026-07-03T12:50:34Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300669 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420363 |Title=Pembentukansekretariat National Designated Authority The Greenclimate Fund. |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} t7270a53n52lu78zo3z3rk4qzhya9bl 300770 300669 2026-07-04T05:10:12Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300770 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420363 |Title=Pembentukansekretariat National Designated Authority The Greenclimate Fund. |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 7w7oro6xewkz0zom4o6nq23gfd8ilzh Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 26 KF 2018.pdf 102 107543 300670 2026-07-03T12:53:55Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300670 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420367 |Title=Pembentukan Tim Penyusunandokumen Lanskap Ekonomi dan Visi Perpajakan 2030 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} tbtpzh9pixq4s0n4fyasr46fcf5jpig 300771 300670 2026-07-04T05:10:32Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300771 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420367 |Title=Pembentukan Tim Penyusunandokumen Lanskap Ekonomi dan Visi Perpajakan 2030 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] pnmqzrvp7m2453cov1af2n3xvfj3sur Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 20 Tahun 2022.pdf 102 107544 300671 2026-07-03T12:55:21Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300671 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420369 |Title=Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 20 Tahun 2022 |Subtitle=Petunjuk Teknis Pengelolaan Jaminan Dalam Rangka Kegiatan Kepabeanan dan Cukai |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai |Address= |Printer= |Year=2022 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ij932v1xqlmarmh3ji703bj433989f3 Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 83 PR 2017.pdf 102 107545 300672 2026-07-03T12:56:35Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300672 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420373 |Title=Pedoman Penerapan Debt Management dan Financial Analysis System (Dmfas) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 0vm70f75dfzxwvxg403berhlsyk11a4 300772 300672 2026-07-04T05:10:54Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300772 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420373 |Title=Pedoman Penerapan Debt Management dan Financial Analysis System (Dmfas) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] f1n6tvna4wsn2m9pyvqkkx6xqf6yvmd Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PBMBIAYAAN DAN RISIKO 80 PR 2017.pdf 102 107546 300673 2026-07-03T12:59:38Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300673 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420382 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2018 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 3zi0so5s1ltyx596sq2mtzgzufjw5ew 300773 300673 2026-07-04T05:11:39Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300773 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420382 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2018 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] tu7ya64dcqf1zqncr6og67imud584xg Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2024.pdf 102 107547 300674 2026-07-03T13:04:35Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300674 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420391 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2024 |Subtitle=Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Repubilk Indonesia Nomor 21/KM.4/2024 Tentang Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Keuangan |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] lecdcf2phyp1k8j3tjq0kzs1x1gqb6r Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 26 KM.4 2024.pdf 102 107548 300675 2026-07-03T13:09:35Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300675 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420406 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 26 KM.4 2024 |Subtitle=Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] jrq8z0vokjc3qyz9imwgkb0rt4mkr3t Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 28 KM.4 2024.pdf 102 107549 300676 2026-07-03T13:17:05Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300676 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420435 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 28 KM.4 2024 |Subtitle=Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] r8ep6kzy55sbb78xh0vgbk2brb6hm2r Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 35 KM.7 2024.pdf 102 107550 300677 2026-07-03T13:24:15Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300677 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420446 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 35 KM.7 2024 |Subtitle=Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 10/KM.7/2024 tentang Penandaan Rincian Belanja Pendidikan untuk Evaluasi Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] ruare1ft5dfbmcr4ldruj51dkyvm7nl Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 27 Tahun 2023.pdf 102 107551 300678 2026-07-03T13:25:29Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300678 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420434 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] eptezmcycdl4q5u1qa0ko740pn2f2fy Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 37 KM.7 2024.pdf 102 107552 300679 2026-07-03T13:29:56Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300679 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420492 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 37 KM.7 2024 |Subtitle=Penandaan Rincian Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik untuk Evaluasi Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] 8mu4rk32tzbz1y9ulakn600hrqijdig Templat:Boekoe tjerita Sam Kok 10 107553 300680 2026-07-03T13:34:10Z Cgjkldn 22445 ←Membuat halaman berisi '{{flatlist| * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf|1]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf|2]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf|3]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf|4]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf|5]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf|6]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf|7]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf|8]] * Ind...' 300680 wikitext text/x-wiki {{flatlist| * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf|1]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf|2]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf|3]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf|4]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf|5]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf|6]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf|7]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf|8]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Sembilan).pdf|9]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 10).pdf|10]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Djlid ka-Sebelas).pdf|11]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 12).pdf|12]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 13).pdf|13]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 14).pdf|14]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 15).pdf|15]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 16).pdf|16]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 17).pdf|17]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf|18]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 19).pdf|19]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 20).pdf|20]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 21).pdf|21]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 22).pdf|22]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf|23]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 24).pdf|24]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 25-32).pdf|25-32]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 33-40).pdf|33-40]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 41-48).pdf|41-48]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf|49-55]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 61-65).pdf|61-65]] }} <noinclude>{{Volume list template documentation|mainspace=[[Boekoe tjerita Sam Kok]]}}</noinclude> d6xkdjmvbe8km2y7hs91lq5h86b3mjg Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 26 Tahun 2023.pdf 102 107554 300683 2026-07-03T13:35:49Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300683 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420499 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] eca3uy5216qd4zi0hqizg24o4xsekkz Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 25 Tahun 2023.pdf 102 107555 300693 2026-07-03T13:42:06Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300693 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420519 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] jb88vw3dqrj3n3cwgu8nd7w05kkwviy Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2023.pdf 102 107556 300711 2026-07-03T13:52:26Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300711 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420541 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] bwlxf0j9rficu7ohl7pc2vqemo0suv2 Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 17 Tahun 2025.pdf 102 107557 300712 2026-07-03T14:12:53Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300712 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420590 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 2s0esi4d1mmmrv8fsmsxf0qh01z4hbh Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 16 Tahun 2025.pdf 102 107558 300713 2026-07-03T14:13:07Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300713 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420591 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] qnnomsp8yogkbvohx7m4zxokbgg61xj Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 15 Tahun 2025.pdf 102 107559 300714 2026-07-03T14:13:15Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300714 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420592 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 3qfzv8h30aa3jhl2goj1va4qhh89l82 Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 13 Tahun 2025.pdf 102 107560 300715 2026-07-03T14:13:16Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300715 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420593 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] l3wj2mxt6mcxmn0u0hi5cwi1b8fe9ig Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 11 Tahun 2025.pdf 102 107561 300716 2026-07-03T14:13:18Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300716 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420595 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] eucixcjk0ush0tfkxv58u5i0a8hlv4u Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 10 Tahun 2025.pdf 102 107562 300717 2026-07-03T14:13:19Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300717 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420597 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] qxcamj7tj1z1vx02mdroxrv8krcyaqt Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 10 Tahun 2025.pdf 102 107563 300718 2026-07-03T14:13:21Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300718 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420600 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 6g2opt904x8pq6kzwp8b01ws3f7gvf4 Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 9 Tahun 2025.pdf 102 107564 300719 2026-07-03T14:13:23Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300719 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420602 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] huxcggchv7j99f274uh5wz9q2a9hdyd Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 9 Tahun 2025.pdf 102 107565 300720 2026-07-03T14:13:24Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300720 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420603 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] sfhy8sqe3ovdcxv5mchgpf3oeisntdd Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 8 Tahun 2025.pdf 102 107566 300721 2026-07-03T14:13:26Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300721 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420606 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] qct82o89dffd2n7ezkghngj3kn4gnsz Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 8 Tahun 2025.pdf 102 107567 300722 2026-07-03T14:13:28Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300722 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420607 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 67v7idrt5xuzmplpagampkfr4yn386t Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 8 Tahun 2025.pdf 102 107568 300723 2026-07-03T14:13:30Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300723 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420608 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] hdehcvmu7aw3kw8qr30weowam2mr1gy Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 7 Tahun 2025.pdf 102 107569 300724 2026-07-03T14:13:31Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300724 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420610 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ls9nfukzb767rbeyg4w2tmju8sb1n4e Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 7 Tahun 2025.pdf 102 107570 300725 2026-07-03T14:13:33Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300725 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420613 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 8f2qnwhrdne2laei51glg549jpz0lyn Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 6 Tahun 2025.pdf 102 107571 300726 2026-07-03T14:13:35Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300726 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420615 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 6tt3f1gvw9vy337bt5n766f8rfo9n7w Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 6 Tahun 2025.pdf 102 107572 300727 2026-07-03T14:13:37Z Sikurakurasi 27138 ←Membuat halaman berisi '' 300727 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420616 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] mnisuc93z6p0izh7sako7fs0rhzyk9e Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 17 KM.4 2023.pdf 102 107573 300728 2026-07-03T14:14:55Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300728 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420644 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] 1q55cvrvm255wxbr37xtjsxjwxmz6by Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 10 Tahun 2023.pdf 102 107574 300729 2026-07-03T14:16:57Z Alykarina 26963 ←Membuat halaman berisi '' 300729 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420576 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] awar8acu60sjrrl6zpab5il5rz9yoza Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 16 KM.7 2023.pdf 102 107575 300730 2026-07-03T14:22:38Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300730 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420660 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] jaf1jov6t2yo7xclplvn9a017tz92hf Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 16 KM.4 2023.pdf 102 107576 300731 2026-07-03T14:29:10Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300731 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420694 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] 6qicguh94ajnntdp5z5uua54l4cvuub Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2022.pdf 102 107577 300732 2026-07-03T14:43:16Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300732 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420734 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] gsm4hqjpkasrqowcwx0lekyaose69a7 Indeks:Satoe Pentjoerian Post di Tanah Seblah Oedik.pdf 102 107578 300733 2026-07-03T15:00:33Z Alfia Honey Assyariefa 27285 ←Membuat halaman berisi '' 300733 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420735 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 15c2tw083pbfgtad8ng3b37xp3yt1sf Indeks:Peraturan Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2022.pdf 102 107579 300734 2026-07-03T15:08:53Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300734 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420734 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] gsm4hqjpkasrqowcwx0lekyaose69a7 Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 37 PR 2017.pdf 102 107580 300735 2026-07-03T15:09:02Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300735 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420822 |Title=Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} t985vwjn3dnqp56bsdr035dc0szb43o 300774 300735 2026-07-04T05:12:04Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300774 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420822 |Title=Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] qf5u9187iapza5utqeo3a4meq8mkapz Indeks:UploadWizard 102 107581 300736 2026-07-03T15:10:25Z Alykarina 26963 ←Membuat halaman berisi '' 300736 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420794 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] p6ym6stpidyfd6uey3d5tvp2fv1d7ys Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN 6 PP 2017.pdf 102 107582 300737 2026-07-03T15:15:16Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300737 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420840 |Title=Rumpun Mata Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} ou85cjunafqxg244gla313elua2lxwj 300775 300737 2026-07-04T05:12:22Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300775 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420840 |Title=Rumpun Mata Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ejgi66lh7dg7mks9t6agrvv17o9xkb7 Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 9 Tahun 2023.pdf 102 107583 300738 2026-07-03T15:15:22Z Alykarina 26963 ←Membuat halaman berisi '' 300738 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420794 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} elvjbnmareqgd5yaycw07xibaiclaze 300743 300738 2026-07-03T15:25:09Z Alykarina 26963 300743 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420794 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] p6ym6stpidyfd6uey3d5tvp2fv1d7ys Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 20 KM.4 2023.pdf 102 107584 300739 2026-07-03T15:16:51Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300739 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420605 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] o50wgbxfqfyqmfuxiqk991xe9q2uj8m Indeks:KEPUTUSAN KEPALA SADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEP 96 PP 2016.pdf 102 107585 300740 2026-07-03T15:18:51Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300740 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420851 |Title=Standar Operasional Prosedur tentang Layanan Kesehatan Peserta Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} qowc4zwvlqeftvz0baq89krhld6hs5j 300776 300740 2026-07-04T05:12:47Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300776 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420851 |Title=Standar Operasional Prosedur tentang Layanan Kesehatan Peserta Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 3otpaivyonfu9q0e8v09y6ll810quro Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 21 KM.4 2023.pdf 102 107586 300741 2026-07-03T15:20:23Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300741 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420575 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] qexajntkmpm4lhkh1fbwrg2hipf59u4 Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 47 PR 2016.pdf 102 107587 300742 2026-07-03T15:21:12Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300742 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420863 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchamark Tahun 2017 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 4mmxetbivfy819y82jomlswrpnvu1qg 300777 300742 2026-07-04T05:13:10Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300777 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420863 |Title=Surat Utang Negara Seri Benchamark Tahun 2017 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] hsp5hwz6om9l958u5brso1jad24ndy0 Indeks:KTPUTUSAI( KEPALA BADAN KEBLIAXAN FISKAL 11 KF 2016.pdf 102 107588 300744 2026-07-03T15:25:11Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300744 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420871 |Title=Kepanitiaan Penyelenggaraan Konferensi Intemasional Keuangan Syariah Kementerian Keuangan 2O16 (The 7St Annual Islamicc Finance Confrence |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 1slayuuoh3kfqiax2ywa5y5wtw3ueoe Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 44 PR 2016.pdf 102 107589 300745 2026-07-03T15:27:59Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300745 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420883 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2017 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} oqrdcbebjyd7hilztqxzqndpxcjqifs 300778 300745 2026-07-04T05:13:31Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300778 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420883 |Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2017 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] caye5vlqgmo0p6d9do3vutftt1qf8dx Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 38 KM.7 2023.pdf 102 107590 300746 2026-07-03T15:30:15Z Silmi Maryam 27190 ←Membuat halaman berisi '' 300746 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140380870 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]] ktp7fz3jtt5pf9ffvrpryt29j387s2t Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN DAN RISIKO NOMOR 76 PR 2015.pdf 102 107591 300747 2026-07-03T15:36:22Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300747 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420898 |Title=Perubahan Keempat atas Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 41/Pr/2015 tentang Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2015 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} ftvspxiv4m4q6ikwlqcl0dt3qt0zrda Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN DAN RISIKO NOMOR 78 PR 2015.pdf 102 107592 300748 2026-07-03T15:38:51Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300748 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420907 |Title=Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 16/Pr/2015 tentang Rencana Pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (Apbn-P) Melalui Utang Tahun Anggaran 2015 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 9y980i5n4zye14nple8unigc4a730ai Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN NOMOR KEP 53 PK 2019.pdf 102 107593 300750 2026-07-03T16:19:13Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 ←Membuat halaman berisi '' 300750 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140421016 |Title=Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2020 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} il8lk0ddsh1e9ejwf6eb4kniie7fb1j 300763 300750 2026-07-04T05:08:00Z Rocky Reviko T. Lembah 27187 300763 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140421016 |Title=Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2020 |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] jzl7i6omx8a5jx3nvypi3ewq83a6s7k Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 11 Tahun 2023.pdf 102 107594 300751 2026-07-03T16:46:05Z Alykarina 26963 ←Membuat halaman berisi '' 300751 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140421068 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] e28uq98bvxm8fjudh6g4rlhlyaikubw Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51 KM.4 2024.pdf 102 107595 300753 2026-07-03T22:23:24Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '' 300753 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140422469 |Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51 KM.4 2024 |Subtitle=Penetapan Harga Ekspor untuk Penghitungan Bea Keluar |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Keuangan |Address= |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]] adgyu8slo6x1kx0foym7tz2xscb7jkx Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/68 104 107596 300759 2026-07-04T04:37:19Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 300759 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>Tering Sebrang adalah kampung yang masyarakatnya paling majemuk <ref>Kehadiran pendatang di Kampung Tering Sebrang dan sekitarnya terkait dengan keberadaan pelabuhan di situ. Beberapa informan mengatakan para pendatang ini mendominasi usaha jasa transportasi yang berkembang di pelabuhan penyeberangan.</ref> Berbicara mengenai persebaran penduduk menurut latar belakang etniknya, menurut Bapak Acip (Kepala Lembaga Adat Kecamatan Tering), orang Dayak Tunjung tersebar di beberapa kampung, seperti Kampung Tering Sebrang, Muara Mujan, Kelubaq, Jelemuq, dan Muyup Ilir. Adapun orang Dayak Bahau kebanyakan bermukim di Kampung Tering Lama, Tering Baru, Tering Lama Ulu, Tukul, dan Muyut Aket. Penduduk kecamatan yang dengan latar belakang etnik Jawa terkonsentrasi di Kampung Purworejo dan Banjarejo. Orang Kutai cukup banyak yang tinggal di Kampung Muyub Ulu dan Gabung Baru. Sementara itu, pendatang dari Kalimantan Tengah sebagian besar mendiami Kampung Kalian Dalam, bersama dengan kelompok etnik yang lain. Mata pencaharian yang banyak ditekuni oleh masyarakat adalah sebagai petani, berkebun karet, dan nelayan (tangkap dan keramba). Berdasarkan keterangan informan, di Kampung Kelian Dalam terdapat penambangan emas dalam skala kecil yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di kecamatan ini. Penduduk kecamatan yang digolongkan sebagai orang Melayu karena mereka memeluk agama Islam, banyak yang bekerja sebagai nelayan dan penyedia transportasi lintas sungai. Sektor pertanian dan perkebunan karet rakyat kebanyakan diisi oleh orang Dayak Tunjung dan Bahau. Adapun orang Jawa yang tinggal di kecamatan ini bekerja sebagai pedagang dan penyedia kebutuhan sehari-hari, termasuk hasil kebun. '2. Masyarakat Hukum Adat Dayak Bahau'' Orang Dayak Bahau yang kini menetap di beberapa kampung di Kecamatan Tering, berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia (Serawak). Kisah tentang migrasi orang Dayak Bahau ke kawasan Sungai Mahakam penulis peroleh dari Bapak Wanglong, tokoh senior Dayak Bahau yang menetap di Kampung.<noinclude>{{rh|||Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau ''55''}}</noinclude> dlt39jkonnmw8oceab58c6dvyloz5yd 300921 300759 2026-07-04T07:19:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Tervalidasi */ 300921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Tering Sebrang adalah kampung yang masyarakatnya paling majemuk <ref>Kehadiran pendatang di Kampung Tering Sebrang dan sekitarnya terkait dengan keberadaan pelabuhan di situ. Beberapa informan mengatakan para pendatang ini mendominasi usaha jasa transportasi yang berkembang di pelabuhan penyeberangan.</ref> Berbicara mengenai persebaran penduduk menurut latar belakang etniknya, menurut Bapak Acip (Kepala Lembaga Adat Kecamatan Tering), orang Dayak Tunjung tersebar di beberapa kampung, seperti Kampung Tering Sebrang, Muara Mujan, Kelubaq, Jelemuq, dan Muyup Ilir. Adapun orang Dayak Bahau kebanyakan bermukim di Kampung Tering Lama, Tering Baru, Tering Lama Ulu, Tukul, dan Muyut Aket. Penduduk kecamatan yang dengan latar belakang etnik Jawa terkonsentrasi di Kampung Purworejo dan Banjarejo. Orang Kutai cukup banyak yang tinggal di Kampung Muyub Ulu dan Gabung Baru. Sementara itu, pendatang dari Kalimantan Tengah sebagian besar mendiami Kampung Kalian Dalam, bersama dengan kelompok etnik yang lain. Mata pencaharian yang banyak ditekuni oleh masyarakat adalah sebagai petani, berkebun karet, dan nelayan (tangkap dan keramba). Berdasarkan keterangan informan, di Kampung Kelian Dalam terdapat penambangan emas dalam skala kecil yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di kecamatan ini. Penduduk kecamatan yang digolongkan sebagai orang Melayu karena mereka memeluk agama Islam, banyak yang bekerja sebagai nelayan dan penyedia transportasi lintas sungai. Sektor pertanian dan perkebunan karet rakyat kebanyakan diisi oleh orang Dayak Tunjung dan Bahau. Adapun orang Jawa yang tinggal di kecamatan ini bekerja sebagai pedagang dan penyedia kebutuhan sehari-hari, termasuk hasil kebun. '''2. Masyarakat Hukum Adat Dayak Bahau''' Orang Dayak Bahau yang kini menetap di beberapa kampung di Kecamatan Tering, berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia (Serawak). Kisah tentang migrasi orang Dayak Bahau ke kawasan Sungai Mahakam penulis peroleh dari Bapak Wanglong, tokoh senior Dayak Bahau yang menetap di Kampung. {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|||Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau {{larger|'''55'''}}}}</noinclude> tvl8qwhnb7ji35sn46m0w01jhl0p9vl Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/173 104 107597 300780 2026-07-04T06:23:55Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 300780 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||-4103-}}</noinclude>tan djahat poen tida boleh dipake atoeran jang berbedaän; djikaloe ada orang jang berboeat perkara chianat atawa melanggar oendang- oendang negri, demikian poen jang berboeat kabaekan dan oendjoek kasetiaännja, haroeslah orang itoe diseraken pada pengadilan, soepaja bisa lantas diroendingken: apa pada dia i'oe baroes dibri hoekoeman atawa pantes dikasi gandjaran, boeat menjataken begimana dengen sasoenggoenja Toeankoe ada pegang kendali pamerentahan dengen adil dan terang. Maka djangan sekali Toeankoe tjoba menimbang berat sebla, kerna dengen begitoe, boleh membikin atoeran di dalem dan di loear nanti djadi berlaenan. ,,Kwee Joe Tji, Hwi Wie, Tang Oen dan laen-laen mantri, jang masing-masing pangkoe djabatan Sie-Tiong dan Sie-Long, semoea ada orang-orang jang berpikiran pandjang dan bersifat setia, sebab begitoe djoega, maka Keizer almarhoem soeda pakerdjaken dan tinggalken marika itoe boeat membantoe pada Toeankoe. Djadi menoeroet hamba jang tjoepet poenja pikiran poen, boeat djalanken segala oeroesan di kraton, tida perdoeli ketjil besar, baek Toeankoe berempoek doeloe pada marika itoe, kamoedian baroe dikasi djal: n; lerna dengen berboeat begitoe, apa jang koerang<noinclude></noinclude> 9ii81s7dgiit2we2unkiipzawjzq3uq 301016 300780 2026-07-04T08:34:05Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301016 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||-4103-}}</noinclude>tan djahat poen tida boleh dipake atoeran jang berbedaan; djikaloe ada orang jang berboeat perkara chianat atawa melanggar oendang- oendang negri, demikian poen jang berboeat kabaekan dan oendjoek kasetiaannja, haroeslah orang itoe diseraken pada pengadilan, soepaja bisa lantas diroendingken: apa pada dia i'oe baroes dibri hoekoeman atawa pantes dikasi gandjaran, boeat menjataken begimana dengen sasoenggoenja Toeankoe ada pegang kendali pamerentahan dengen adil dan terang. Maka djangan sekali Toeankoe tjoba menimbang berat sebla, kerna dengen begitoe, boleh membikin atoeran di dalem dan di loear nanti djadi berlaenan. <sub>"</sub>Kwee Joe Tji, Hwi Wie, Tang Oen dan laen-laen mantri, jang masing-masing pangkoe djabatan Sie-Tiong dan Sie-Long, semoea ada orang-orang jang berpikiran pandjang dan bersifat setia, sebab begitoe djoega, maka Keizer almarhoem soeda pakerdjaken dan tinggalken marika itoe boeat membantoe pada Toeankoe. Djadi menoeroet hamba jang tjoepet poenja pikiran poen, boeat djalanken segala oeroesan di kraton, tida perdoeli ketjil besar, baek Toeankoe berempoek doeloe pada marika itoe, kamoedian baroe dikasi djalan; kerna dengen berboeat begitoe, apa jang koerang<noinclude></noinclude> fklaz3wit07jj58ijvmoiaasduwxnab Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/170 104 107598 300781 2026-07-04T06:25:17Z Sathira15 16353 /* Tanpa teks */ 300781 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Sathira15" /></noinclude><noinclude></noinclude> sr3ehb98h79ch9l1cmt07mbtrvupk6z Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/66 104 107599 300782 2026-07-04T06:28:24Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300782 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Berharap''' <Poem> Waktu yang bergulir, mampukah membuat kita berpikir? Pertemuan dan perpisahan pada jalan yang kita tempuh tak kan membuat jalinan silaturrahmi luruh. Sesungguhnya dalam diam kita saling menyimpan kerinduan Berharap jalan takdir mempertemukan kembali dalam kebersamaan. </Poem> {{Right|||Tasikmalaya, 07-11-2018}}<noinclude>{{rh|||66}}</noinclude> rb4e05aoq2deogd928apg5902itkjm0 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/277 104 107600 300783 2026-07-04T06:34:31Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 42C3 roe kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharepkita- orang bisa dapet kamenangan besar." Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lanlas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta. Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea... 300783 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 42C3 roe kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharepkita- orang bisa dapet kamenangan besar." Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lanlas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta. Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea djedjaka: „Sekarang kau berdoea masing-masing moesti bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie San. Djikaloe barisan Ooei liwat di itoe tempat, fcau diangan ganggoe, hanja dengen sigra kau moesti lantas ambil itoe djalanan, dimanabaroesan marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan." Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij, Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat labrak dari ampat pendioeroe pada soldadoe Goei jang nanti dateng. Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän, Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pa­ sanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet ke-<noinclude></noinclude> oqa501yknpmz8s6smdb7xc4yhha1fgj 300788 300783 2026-07-04T06:41:19Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 300788 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4203 ―|}}</noinclude>{{hwe|roe|baroe}} kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharep kitaorang bisa dapet kamenangan besar.” Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lantas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta. Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea djedjaka: „Sekarang kau berdoea masing-masing moesti bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie San. Djikaloe barisan Goei liwat di itoe tempat, kau djangan ganggoe, hanja dengen sigra kau moesti lantas ambil itoe djalanan, dimana baroesan marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan.” Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij, Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat labrak dari ampat pendjoeroe pada soldadoe Goei jang nanti dateng. Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän, Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pa­sanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet {{hws|ke|kering}}<noinclude></noinclude> 3544z29eurbnjlz3tdo268b7jbdjbpm 300882 300788 2026-07-04T07:08:48Z Zhilal Darma 10833 /* Tervalidasi */ 300882 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||― 4203 ―|}}</noinclude>{{hwe|roe|baroe}} kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharep kitaorang bisa dapet kamenangan besar.” Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lantas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta. Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea djedjaka: „Sekarang kau berdoea masing-masing moesti bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie San. Djikaloe barisan Goei liwat di itoe tempat, kau djangan ganggoe, hanja dengen sigra kau moesti lantas ambil itoe djalanan, dimana baroesan marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan.” Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij, Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat labrak dari ampat pendjoeroe pada soldadoe Goei jang nanti dateng. Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän, Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pa­sanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet {{hws|ke|kering}}<noinclude></noinclude> g5p1vv2bk3ljxmcheplm7qrahmsvshv Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/272 104 107601 300784 2026-07-04T06:34:37Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 300784 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4198}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini bala-tentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoe-ka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soeng-goe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan ba-risan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa be-gal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau me-noetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe pa-<noinclude></noinclude> b9up0a14lz26flkjaqqcojyups3z0bt 300825 300784 2026-07-04T06:54:02Z Lemonwithices 26124 300825 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4198-}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini bala-tentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoe-ka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soeng-goe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan ba-risan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa be-gal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau me-noetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe pa-<noinclude></noinclude> pbntbdjhnbwgtd1h5dhjvzg5ai3wpkp 300922 300825 2026-07-04T07:19:54Z Aeia aai 24023 /* Tervalidasi */ 300922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||-4198-}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini balatentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoeka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soenggoe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan barisan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa begal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau menoetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe {{hws|pa|pada}}<noinclude></noinclude> qv89mxz9x461nsro77a4aunrwisf6sx 300935 300922 2026-07-04T07:24:24Z Aeia aai 24023 300935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||― 4198 ―}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini balatentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoeka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soenggoe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan barisan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa begal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau menoetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe {{hws|pa|pada}}<noinclude></noinclude> ccdibqygi2jyravwgz0c0fdlmishesy Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/126 104 107602 300785 2026-07-04T06:37:43Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ 300785 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{Larger|ADAT DAN HUKUM ADAT}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. mia Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com CS Dipindai dengan CamScanner ISBN 978-623-752 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 9786237 526087<noinclude></noinclude> d14s6qy7s82negh79w6cd799u2gjdbc 300787 300785 2026-07-04T06:39:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 300787 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{Larger|ADAT DAN HUKUM ADAT}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com ISBN 978-623-752 {{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}} 9786237 526087<noinclude></noinclude> 7uv195n4l0835zf3n8evah2e1klyubz 300856 300787 2026-07-04T07:01:31Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} {{Rule}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Gambar hilang}} Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com {{Gambar hilang}} {{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude> 5s1vzamor2i0izq8lusdpbgizr7ceba 300899 300856 2026-07-04T07:13:02Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300899 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{c| {{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} {{Rule}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Gambar hilang}} Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com {{Gambar hilang}} {{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude> co2rvdip12oylihq5k6o6le0h1t0pl3 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/271 104 107603 300786 2026-07-04T06:39:26Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 300786 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4197}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama<noinclude></noinclude> gfixsbcswfv895jt6dqegev0lybrf6w 300820 300786 2026-07-04T06:52:42Z Lemonwithices 26124 300820 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4197}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama {{left|Sam Kok}} {{right|257}}<noinclude></noinclude> klzuci3kjwrxh4vanlcs14n3x2ypnwk 300834 300820 2026-07-04T06:55:44Z Sathira15 16353 /* Tervalidasi */ 300834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sathira15" />{{rh||-4197-}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama<noinclude>{{left|Sam Kok}} {{right|257}}</noinclude> kzmmvy1stol94d5gcvmtswki3jaawvq Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/278 104 107604 300789 2026-07-04T06:41:24Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4204 — fing jang nanti dibatcar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedan]a itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di sebia blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan. Sigra djoega hari soeda djadi menggrip. Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahan... 300789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 4204 — fing jang nanti dibatcar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedan]a itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di sebia blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan. Sigra djoega hari soeda djadi menggrip. Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng. Pada djam doea malem, sedeng masi ada di d jalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan Jang meliwat di depan goenoeng Kie San. Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas la poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lan­ tas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan." Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok. Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe fflanoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena ditipoe. Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pa­ sanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api.<noinclude></noinclude> mpmev9t795ohy8nmqxbqbao3ez58qbm 300806 300789 2026-07-04T06:48:06Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 300806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4204 —|}}</noinclude>{{hwe|ring|kering}} jang nanti dibakar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedanja itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di seba blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan. Sigra djoega hari soeda djadi menggrip. Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng. Pada djam doea malem, sedeng masi ada di djalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan jang meliwat di depan goenoeng Kie San. Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas ia poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lan­tas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan.” Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok. Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe manoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena ditipoe. Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pa­sanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api,<noinclude></noinclude> c838v0hw6gbdiu2drpzil03vaylkagd 300945 300806 2026-07-04T07:42:13Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 4204 —|}}</noinclude>{{hwe|ring|kering}} jang nanti dibakar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedanja itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di seba blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan. Sigra djoega hari soeda djadi menggrip. Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng. Pada djam doea malem, sedeng masi ada di djalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan jang meliwat di depan goenoeng Kie San. Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas ia poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lan­tas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan.” Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok. Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe manoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena ditipoe. Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pa­sanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api,<noinclude></noinclude> jhoc9rjm41u8f5f5o17cxhhh1xxtqj7 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/27 104 107605 300790 2026-07-04T06:42:10Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya. Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah antang<sup>1</sup>. Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84). ————————————<noinclude>{{rh|<sup>1</sup> Antang adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11 Agustus 2019).}} {{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 74csrmu9farcugdlia4xllpi91byu2z 300884 300790 2026-07-04T07:09:41Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya. Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah ''antang''<sup>1</sup>. Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84). ————————————<noinclude>{{rh|<sup>1</sup> ''Antang'' adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11 Agustus 2019).}} {{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 5nmg1rhyj6wu90i1gfv3znzgmd24xkb Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/101 104 107606 300791 2026-07-04T06:43:08Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300791 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>meliputi heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar-kelas sosial berbeda, seperti keluarga bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antar-kelas, seperti perkawinan anak pengusaha dengan pengusaha. Dalam kehidupan masyarakat masih didapati perkawinan lari. Hal ini karena kedua orang tua tidak menghendaki terjadinya perkawinan antara pria dan wanita, sedangkan keduanya sudah saling menyayangi. Jika hal ini terjadi, kedua orang tua dapat mencari keberadaan anak tersebut dan mereka dikawinkan secara adat. Bagi yang beragama Islam mereka dikawinkan dengan tuntunan cara Islam. Mereka membuat acara keselamatan perkawinan yang hanya mengundang kerabat dekat saja. '''2. Syarat-Syarat Perkawinan'''''' == Teks tebal == ''' Upacara adat perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat tentu saja tidak terlepas dari aturan dan persyaratan tertentu yang biasanya dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat adatnya. Misalnya, dalam penentuan tanggal, peralatan dan perlengkapan, doa-doa, makanan, dan pakaian sebagai syarat mutlak yang harus disediakan oleh kedua belah pihak, baik mempelai laki maupun mempelai wanitanya, agar upacara perkawinan berlangsung dengan baik. Menurut kepercayaan masyarakat Kutai, jika aturan dan persyaratan tersebut tidak dipenuhi atau tidak dilaksanakan, akan menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan bagi yang tidak melaksanakan upacara perkawinan adat tersebut, terlebih-lebih pada pasangan pengantin. Dengan tidak dilaksanakannya adat berarti mereka telah melakukan pelanggaran adat sehingga akan menimbulkan terganggunya keseimbangan magis dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari keadaan ini, baik yang berhubungan dengan sesama manusia maupun hal-hal gaib, maka si pelanggar tersebut akan mendapat akibat yakni mengalami gangguan gaib. Dengan demikian, upaya yang dilakukan sebagai tindakan penyeimbang magis dalam kehidupan masyarakat adat yakni dengan mengadakan selamatan dan doa bersama. Tuntutan 88 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude>{{rh||88||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 8v3te772np5m55086cghz0usqiiv534 300931 300791 2026-07-04T07:22:10Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>meliputi heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar-kelas sosial berbeda, seperti keluarga bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antar-kelas, seperti perkawinan anak pengusaha dengan pengusaha. Dalam kehidupan masyarakat masih didapati perkawinan lari. Hal ini karena kedua orang tua tidak menghendaki terjadinya perkawinan antara pria dan wanita, sedangkan keduanya sudah saling menyayangi. Jika hal ini terjadi, kedua orang tua dapat mencari keberadaan anak tersebut dan mereka dikawinkan secara adat. Bagi yang beragama Islam mereka dikawinkan dengan tuntunan cara Islam. Mereka membuat acara keselamatan perkawinan yang hanya mengundang kerabat dekat saja. '''2. Syarat-Syarat Perkawinan''' Upacara adat perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat tentu saja tidak terlepas dari aturan dan persyaratan tertentu yang biasanya dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat adatnya. Misalnya, dalam penentuan tanggal, peralatan dan perlengkapan, doa-doa, makanan, dan pakaian sebagai syarat mutlak yang harus disediakan oleh kedua belah pihak, baik mempelai laki maupun mempelai wanitanya, agar upacara perkawinan berlangsung dengan baik. Menurut kepercayaan masyarakat Kutai, jika aturan dan persyaratan tersebut tidak dipenuhi atau tidak dilaksanakan, akan menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan bagi yang tidak melaksanakan upacara perkawinan adat tersebut, terlebih-lebih pada pasangan pengantin. Dengan tidak dilaksanakannya adat berarti mereka telah melakukan pelanggaran adat sehingga akan menimbulkan terganggunya keseimbangan magis dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari keadaan ini, baik yang berhubungan dengan sesama manusia maupun hal-hal gaib, maka si pelanggar tersebut akan mendapat akibat yakni mengalami gangguan gaib. Dengan demikian, upaya yang dilakukan sebagai tindakan penyeimbang magis dalam kehidupan masyarakat adat yakni dengan mengadakan selamatan dan doa bersama. Tuntutan<noinclude>{{rh|88 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br> :di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> g7lp03sruqha30guiydicgw80y33j8v Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/273 104 107607 300792 2026-07-04T06:43:34Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 300792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4199}}</noinclude>da doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doe-nia? Moendoerlah lekas, djahanam toza! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!" Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. De-agen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi. Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja. Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: ,,Akoe tida maoe desak kau di dalem kəädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen." Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda mcendoer kombali. Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An. Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin: „Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude> aa4sahvxxrjtnp7mkz62t7uqt3rf3rn 300828 300792 2026-07-04T06:54:35Z Lemonwithices 26124 300828 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4199-}}</noinclude>da doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doe-nia? Moendoerlah lekas, djahanam toza! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!" Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. De-agen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi. Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja. Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: ,,Akoe tida maoe desak kau di dalem kəädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen." Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda mcendoer kombali. Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An. Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin: „Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude> 0gm8zjwwuveo95myrmyz1lt4t1s1aoe 300999 300828 2026-07-04T08:16:20Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 300999 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4199 —}}</noinclude>{{hwe|da|pada}} doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doenia? Moendoerlah lekas, djahanam toea! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!” Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. Dengen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi. Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja. Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: „Akoe tida maoe desak kau di dalem kaädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen.” Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda moendoer kombali. Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An. Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin: „Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude> jey7gxp1vuzpguyf22bg2vs1m4tfj0s Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/274 104 107608 300793 2026-07-04T06:44:30Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 300793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4200}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pa-soekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng." „O," kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoes-troe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken." Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soe-roe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja. „Kau berdoea," begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pa-sanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasang-grahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali." Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sa-ma itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude> 52q7yddp0wb0jky8j5v3ovsge9ut54h 300829 300793 2026-07-04T06:54:50Z Lemonwithices 26124 300829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4200-}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pa-soekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng." „O," kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoes-troe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken." Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soe-roe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja. „Kau berdoea," begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pa-sanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasang-grahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali." Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sa-ma itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude> 2kcwwce1auphsloy3ad2iu1cz027eqh 301005 300829 2026-07-04T08:18:45Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301005 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||− 4200 −}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pasoekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng.” „O,” kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoestroe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken." Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soeroe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja. „Kau berdoea,” begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: „masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pasanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasanggrahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali.” Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sama itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude> apc1i86luljzrcw50qoas314so28k2e Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/18 104 107609 300794 2026-07-04T06:44:38Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 300794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||12}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "O, njai troesa slempang ! itoe njonja Hajati , bininja Baba Samioen , ada orang baek-baek dan kaja , serta ibadat , terlaloe mengarti di dalem Igama Allah , begitoe djoega mertoeanja , ma'nja Baba Samioen , dia bisa adjaradjar orang boeat djadi moerid ; ibarat Njai haroes sekali boleh bersobat kepada itoe prempoean , tentoe Njai nanti djadi orang ibadat dan orang jang bakal masoek di dalem sorga kepada Nabi Moehamad , disitoe tempat paling beroentoeng dan paling back !" Njai Dasima denger itoe perkatahannja ma Boejoeng, ibarat orang mengimpi , maka tiada bisa menjaoet melaenken : Ja , akoe takoet nanti Toean mara, djikaloe akoe trima tetamoe begitoe !" {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} " Njai djangan kasi taoe kepada Toean ! Saja liat pagi poekoel 8 Toean pergi ke toko dan baliknja sampe poekoel 4 sore ; masih banjak tempo boeat Njai trima tetamoe dan bladjar Igama ; saja rasa kendatinja Toean taoe djoega ; dia tiada nanti mara , sebab wadjibnja satoe bini boleh trima orang baek- baek . " {{c|Njai Dasima menjaoet :}} "Nanti akoe pikir-pikir, sebab akoe taoe adatnja Toean, dia tiada soeka akoe bergaoel dengan orang-orang kampoeng ! 'Ma Boejoeng menjaoet dengan tetawa : " Njai djangan goesar saja brani lawan omongnja Njai ; betoel Njai ada piaraânnja Toean , tetapi boekannja bini<noinclude></noinclude> ol0uxncbu4l4s4cakafw52ngdwbc8xp 300866 300794 2026-07-04T07:03:34Z Zhilal Darma 10833 /* Tervalidasi */ 300866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||12}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "O, njai troesa slempang ! itoe njonja Hajati , bininja Baba Samioen , ada orang baek-baek dan kaja , serta ibadat , terlaloe mengarti di dalem Igama Allah , begitoe djoega mertoeanja , ma'nja Baba Samioen , dia bisa adjaradjar orang boeat djadi moerid ; ibarat Njai haroes sekali boleh bersobat kepada itoe prempoean , tentoe Njai nanti djadi orang ibadat dan orang jang bakal masoek di dalem sorga kepada Nabi Moehamad , disitoe tempat paling beroentoeng dan paling back !" Njai Dasima denger itoe perkatahannja ma Boejoeng, ibarat orang mengimpi , maka tiada bisa menjaoet melaenken : Ja , akoe takoet nanti Toean mara, djikaloe akoe trima tetamoe begitoe !" {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} " Njai djangan kasi taoe kepada Toean ! Saja liat pagi poekoel 8 Toean pergi ke toko dan baliknja sampe poekoel 4 sore ; masih banjak tempo boeat Njai trima tetamoe dan bladjar Igama ; saja rasa kendatinja Toean taoe djoega ; dia tiada nanti mara , sebab wadjibnja satoe bini boleh trima orang baek- baek . " {{c|Njai Dasima menjaoet :}} "Nanti akoe pikir-pikir, sebab akoe taoe adatnja Toean, dia tiada soeka akoe bergaoel dengan orang-orang kampoeng ! 'Ma Boejoeng menjaoet dengan tetawa : " Njai djangan goesar saja brani lawan omongnja Njai ; betoel Njai ada piaraânnja Toean , tetapi boekannja bini<noinclude></noinclude> f36ltn8b0gg0screner073nrooofuf8 Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/11 104 107610 300795 2026-07-04T06:44:50Z Zhilal Darma 10833 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega k... 300795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!" Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati : "O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !" Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi: "Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe. Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad." {{C||Ma Boejoeng menjaoet :}} " O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude> a387a252osjrfwabynr06dr48l15a5u 300799 300795 2026-07-04T06:46:04Z Zhilal Darma 10833 300799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!" Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati : "O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !" Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi: "Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe. Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad." {{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}} " O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude> bf33zoueh6f2mn9biq943rowhfctnsp 300801 300799 2026-07-04T06:46:26Z Zhilal Darma 10833 /* Telah diuji baca */ 300801 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!" Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati : "O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !" Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi: "Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe. Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad." {{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}} " O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude> jztgczqdh3fhr8cjhmzbsoc8g6nawdc 300864 300801 2026-07-04T07:03:04Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!" Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati : "O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !" Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi: "Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe. Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad." {{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}} " O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude> oiqt72jege6yrk7hetnfjkcr4ym0vkw 300937 300864 2026-07-04T07:25:28Z Lemonwithices 26124 300937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||5}}</noinclude>,,Ma ! apa ma soeka toeloeng saja, sampe saja bisa beroentoeng? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng, nanti saja bajar sama ma 50 pasmat.” {{c|Ma Boejoeng menjaoet:}} ,,Djikaloe saja boleh toeloeng, soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin, tetapi misti pake atoeran jang back!" ,,O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali, djikaloe ma dapet menoeloengin, boekan sadja ma beramal kepada saja, ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad, jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!" Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati: ,,O Baba! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad, itoe soeda tentoe sekali saja djalanken!" Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi: ,,Kasian sekali itoe prempoean; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja, kasi perdjalanan jang betoel, tetapi dia kras hatinja, dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir, maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe. Ma toeroet saja poenja adjaran, ma misti pegi kepada dianja, dan minta kerdja, dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji; djikaloe ma soedah tinggal disitoe, baroe laloeasa, kita boleh taro ikemat kepada dianja, soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad." {{Center|Ma Boejoeng menjaoet:}} ,,O , baek sekali, kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude> mpb874scnvd9cbtx5im4ox0xoq26p1n Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/2 104 107611 300796 2026-07-04T06:45:06Z Silmi Maryam 27190 /* Telah diuji baca */ 300796 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" /></noinclude>ADAT DAN HUKUM ADAT pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> pfa5nfdotuys6bqji9obapz3fw9vksq 300817 300796 2026-07-04T06:52:05Z Silmi Maryam 27190 /* Telah diuji baca */ 300817 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />ADAT DAN HUKUM ADAT</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> bo0s4105k36likqxqes1twks0v6gaja 300859 300817 2026-07-04T07:01:55Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>'''ADAT DAN HUKUM ADAT''' pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> ktpavwbeusmw5p31kncjvz9ks8llie2 300862 300859 2026-07-04T07:02:38Z Dankkum dunya 25589 300862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> bwiw7to8ed9vmjvlz614stvnajgdoiu Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/275 104 107612 300797 2026-07-04T06:45:19Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 300797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4201}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-ma-sing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, dji-kaloe moesoe dateng menjerang." Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi pongga-wanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken. Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat. Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boe-nce Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja. Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, la lantas berkata: Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe." „O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekz-li," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada me-ngarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. la tentoe soeda dapet doega, sedeng la lagi kasoe-sahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude> 70i19itws4nbkofk6u3n1u12qtrcumv 300831 300797 2026-07-04T06:55:06Z Lemonwithices 26124 300831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4201-}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-ma-sing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, dji-kaloe moesoe dateng menjerang." Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi pongga-wanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken. Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat. Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boe-nce Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja. Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, la lantas berkata: Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe." „O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekz-li," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada me-ngarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. la tentoe soeda dapet doega, sedeng la lagi kasoe-sahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude> 4a292h6vylaiso6u39otybqvwhc2yrd 301009 300831 2026-07-04T08:21:38Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301009 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4201 —}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-masing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, djikaloe moesoe dateng menjerang.” Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi ponggawanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken. Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat. Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boenoe Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja. Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, Ia lantas berkata: „Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe.” „O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekali," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada mengarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. Ia tentoe soeda dapet doega, sedeng Ia lagi kasoesahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude> dste22k4xerlo774mfl3mlrle5dli0j Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/125 104 107613 300798 2026-07-04T06:45:32Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> km8g5hee01ltibm0ck271yj7faf53r6 300844 300798 2026-07-04T06:59:32Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> dqonux8oxf3m9h8w7lul14xt78omtqr 300850 300844 2026-07-04T07:00:23Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> igv3mnvo3kvfol5l12eqoz1tu2g0trt 301057 300850 2026-07-04T10:44:24Z Moel81 25980 /* Tervalidasi */ 301057 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> sz0a1jycm46s039qa8inp9ljzz6lzbx Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/124 104 107614 300800 2026-07-04T06:46:10Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Trans... 300800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018. Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016). Tentang Penulis 111<noinclude></noinclude> ajx2e1vv3tvrmiu0ok1w1qy9a9aumb9 300811 300800 2026-07-04T06:49:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018. Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016).<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude> bi7agghe5xkgp78c7dombgwivbsp987 300832 300811 2026-07-04T06:55:29Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018. Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016).<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude> rx07xnsr8idnrko6tovlu9djm06vwmx Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/12 104 107615 300802 2026-07-04T06:46:42Z Suga Widi 25678 Sedang uji baca 300802 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>PR AK ATA T erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019. Penulisan Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai. Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude> gl8hw4wcvl1bwc6f2lt9mea5a7y1q10 300981 300802 2026-07-04T08:09:26Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300981 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big> {{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019. Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai. Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude> njv9zyijhettdsg45pmdn6tmvipiy5e 300985 300981 2026-07-04T08:10:14Z Suga Widi 25678 300985 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big> {{gap}} {{gap}} {{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019. Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai. Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude> al0ogqluzrryekygzsa4xz7geavhatx 300994 300985 2026-07-04T08:13:34Z Suga Widi 25678 300994 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big> {{gap}} {{gap}} {{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019. Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai. Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude> k3sq8z2jyo7m848rz3wg4ufe2f5j599 301054 300994 2026-07-04T10:26:22Z Moel81 25980 /* Tervalidasi */ 301054 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big> {{gap}} {{gap}} {{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019. Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai. Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude> 7bdtd44yttxgek5x6m3azrgbjy3oa19 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/103 104 107616 300803 2026-07-04T06:47:25Z Dankkum dunya 25589 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama... 300803 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya. '''D. ACARA PERKAWINAN''' == Teks judul == Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 3fiiko54bdeehv766mqescvd42008pv 300805 300803 2026-07-04T06:47:41Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya. '''D. ACARA PERKAWINAN''' == Teks judul == Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 125d83f7syucs8ftzvaw0w801x11q4p 300890 300805 2026-07-04T07:11:23Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300890 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya. '''D. ACARA PERKAWINAN''' Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 7e6sdjl7tsvk1a9uyh7ynq9xnv8b05i Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/13 104 107617 300804 2026-07-04T06:47:28Z Suga Widi 25678 Sedang uji baca 300804 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>±beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan maupun pada saat penulisan. Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. Pontianak, November 2019 Tim Penulis xii<noinclude></noinclude> 3tkwjo66u10iv3hqh62703p16gifr7c 300870 300804 2026-07-04T07:04:57Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan maupun pada saat penulisan. Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Right|Pontianak, November 2019}} {{Right|Tim Penulis}}<noinclude>{{rh|xii}}</noinclude> fxxze3dvm6jau57losmeqeq5y62j955 300906 300870 2026-07-04T07:16:26Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Tervalidasi */ 300906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan maupun pada saat penulisan. Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Right|Pontianak, November 2019}} {{Right|Tim Penulis}}<noinclude>{{rh|xii}}</noinclude> dxot5b7jrxlnmae4xqgwy899d9ijofd Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/279 104 107618 300807 2026-07-04T06:48:29Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4203 sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran filiak ]ang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, kcetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen. Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoero... 300807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 4203 sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran filiak ]ang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, kcetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen. Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek dan Thio Qie telah dateog menjerang. Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan, hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoe> djoe ka djalan besar. Di ini dlalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoeln]a. lantas mengandang di tenga djalan. Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang lantas djoega berseroe: ,-Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe I" Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken dirinjadari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin poe-<noinclude></noinclude> as2vxxgdankygvknj4iy90w1muk3xwn 300845 300807 2026-07-04T06:59:37Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 300845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4205 ―|}}</noinclude>sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran fihak jang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, koetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen. Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek dan Thio Gie telah dateng menjerang. Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan, hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoedjoe ka djalan besar. Di ini djalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoelnja, lantas mengandang di tenga djalan. Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang lantas djoega berseroe: ,Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe!” Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken dirinja dari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin {{hws|poe|poela}}<noinclude></noinclude> r96k1mpsv2wtz0fg3n5fnm9hdgkz6t1 300948 300845 2026-07-04T07:42:33Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 4205 ―|}}</noinclude>sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran fihak jang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, koetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen. Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek dan Thio Gie telah dateng menjerang. Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan, hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoedjoe ka djalan besar. Di ini djalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoelnja, lantas mengandang di tenga djalan. Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang lantas djoega berseroe: ,Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe!” Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken dirinja dari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin {{hws|poe|poela}}<noinclude></noinclude> 1qoffpwjpyn61052zd55k499bx78iuq Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/500 104 107619 300808 2026-07-04T06:48:37Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 300808 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4418 —}}</noinclude>Sebab begitoe, maka ia prenta orang pergi tjari taoe lebi doeloe kaädaän di itoe tempat, soepaja kamoedian ia boleh pikir lagi begimana baeknja. Sigra djoega itoe penjoeloe kabar soeda balik kombali dan bri taoe. Hok Tjiauw jang djaga kota Tin Tjhong lagi dapet sakit keras. „Hok Tjiauw sakit, itoelah nanti membikin akoe poenja pakerdjaän besar djadi berasil," kata itoe ferdana mantri, jang lantas djoega minta Goei Jan dan Kiang Wie dateng dalem kantnornja. Tatkalah itoe doea orang dateng mengadep, ia sigra memesen pada iaorang begini: „Kau berdoea boleh lantas bawa lima riboe balatentara pergi ka kaki kota Tin Tjhong boeat lakoeken ini prenta: Djikaloe kau liat di sitoeada terbit bahaja api. lantas djoega kau moesti serang itoe kota dengen sakoeat-koeat tenaga." Kiang Wie dan Goei Jan tiada begitoe pertjaja aken apa jang Khong Beng bilang, sebab iaorang pikir, begimana bisa mendjadi dengen koenjoeng-koenjoeng bisa terbit kabakaran di itoe kota. Maka tempo hendak berlaloe, iaorang menanja pada itoe ferdana mantri: „Sabenernja hari apatah kita-orang moesti ber­angkat, Sinsiang ?" —„Dalem tempo tiga hari semoea soeda moesti sedia, pada waktoe mana kau boleh lantas berangkat dengen tida oesa berpamitan lagi."<noinclude></noinclude> fjbnnb6e9ozfsygoe9dng4v3gz7cbh0 300940 300808 2026-07-04T07:39:11Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 300940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4418 —}}</noinclude>Sebab begitoe, maka ia prenta orang pergi tjari taoe lebi doeloe kaädaän di itoe tempat, soepaja kamoedian ia boleh pikir lagi begimana baeknja. Sigra djoega itoe penjoeloe kabar soeda balik kombali dan bri taoe. Hok Tjiauw jang djaga kota Tin Tjhong lagi dapet sakit keras. „Hok Tjiauw sakit, itoelah nanti membikin akoe poenja pakerdjaän besar djadi berasil," kata itoe ferdana mantri, jang lantas djoega minta Goei Jan dan Kiang Wie dateng dalem kantnornja. Tatkalah itoe doea orang dateng mengadep, ia sigra memesen pada iaorang begini: „Kau berdoea boleh lantas bawa lima riboe balatentara pergi ka kaki kota Tin Tjhong boeat lakoeken ini prenta: Djikaloe kau liat di sitoeada terbit bahaja api. lantas djoega kau moesti serang itoe kota dengen sakoeat-koeat tenaga." Kiang Wie dan Goei Jan tiada begitoe pertjaja aken apa jang Khong Beng bilang, sebab iaorang pikir, begimana bisa mendjadi dengen koenjoeng-koenjoeng bisa terbit kabakaran di itoe kota. Maka tempo hendak berlaloe, iaorang menanja pada itoe ferdana mantri: „Sabenernja hari apatah kita-orang moesti ber­angkat, Sinsiang ?" —„Dalem tempo tiga hari semoea soeda moesti sedia, pada waktoe mana kau boleh lantas berangkat dengen tida oesa berpamitan lagi."<noinclude></noinclude> bztjq2rgnjyp4ins1nddvb6ynqitlqg Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/16 104 107620 300809 2026-07-04T06:48:51Z Suga Widi 25678 Sedang uji baca 300809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41) yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk seluruh kelompok sosial yang ada. Selanjutnya menurut penulis, secara substansial memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting, 2011: 91). Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (local wisdom). Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini, terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini. 1. Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya serta hak masyarakat hukum adat? 2. Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi masyarakat pemilik dan pendukungnya? Prolog 3<noinclude></noinclude> cz6rezkq3sawhycxpst3g78jvyzr85i 300939 300809 2026-07-04T07:27:01Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41) yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk seluruh kelompok sosial yang ada. Selanjutnya menurut penulis, secara substansial memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting, 2011: 91). Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (''local wisdom''). Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini, terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini. #Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya serta hak masyarakat hukum adat? #Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi masyarakat pemilik dan pendukungnya?<noinclude>{{rh|||Prolog 3}}</noinclude> 4sk2655bp9vijqmrinew4ngk4fso6zv 301056 300939 2026-07-04T10:40:06Z Moel81 25980 /* Tervalidasi */ 301056 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41) yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk seluruh kelompok sosial yang ada. Selanjutnya menurut penulis, secara substansial memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting, 2011: 91). Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (''local wisdom''). Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini, terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini. #Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya serta hak masyarakat hukum adat? #Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi masyarakat pemilik dan pendukungnya?<noinclude>{{rh|||Prolog 3}}</noinclude> tbto4zx775kp8kdau3ubjnxz07jjfft Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/12 104 107621 300810 2026-07-04T06:49:05Z Zhilal Darma 10833 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . " Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja . {{c|... 300810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||6}}</noinclude> lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . " Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja . {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah." {{c|Njai Dasima menjaoet :}} "Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri kepada Toean" . Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng . Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata : " Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !" {{C|Njai Dasima menjaoet :}} "Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude> ng51256rccm2sflk6d38s466q42s755 300812 300810 2026-07-04T06:49:16Z Zhilal Darma 10833 /* Telah diuji baca */ 300812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||6}}</noinclude> lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . " Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja . {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah." {{c|Njai Dasima menjaoet :}} "Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri kepada Toean" . Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng . Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata : " Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !" {{C|Njai Dasima menjaoet :}} "Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude> 4vvjukulatuo5brap6kw586kzcauh0x 300871 300812 2026-07-04T07:05:00Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||6}}</noinclude> lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . " Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja . {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} ,,Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah." {{c|Njai Dasima menjaoet :}} ,,Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri kepada Toean" . Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng . Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata : ,,Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !" {{C|Njai Dasima menjaoet :}} ,,Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude> bm5dwvn9fk7g83mxi0iqaxes3ummgkd Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/14 104 107622 300813 2026-07-04T06:49:19Z Suga Widi 25678 Sedang uji baca 300813 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>BAB 1 PROLOG Poltak Johansen K omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turuntemurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat. Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude> b7bqpgnwnpj3h5k5l6ie32mjkiu1re5 300952 300813 2026-07-04T07:43:43Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude> <Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big> '''Poltak Johansen''' {{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat. Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude> oigch733hxew4uecp9gab243p3oedmt 300953 300952 2026-07-04T07:44:59Z Suga Widi 25678 300953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big> '''Poltak Johansen''' {{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat. Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude> 1rnl1ct4u1wq1wjmx2nnn3tsnq4prqd 301055 300953 2026-07-04T10:28:44Z Moel81 25980 /* Tervalidasi */ 301055 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} {{gap}} <Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big> '''Poltak Johansen''' {{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat. Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude> az29ena7fixal4mob1ci27dwv34r92v Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/123 104 107623 300814 2026-07-04T06:49:29Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pa... 300814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya “Rumah Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan” dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; “Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter” dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; “Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan” dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. M. Natsir lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian Berita Yudha Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984–1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986–1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminarsimposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai 110 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> kn0ra3jlazl2geks12is7xrv620ujxr 300830 300814 2026-07-04T06:55:02Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain ''Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur'' pada tahun 2018; ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' pada tahun 2018; ''Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial'' pada tahun 2017; ''Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng'' pada tahun 2017; ''Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu'' pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya "Rumah. Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan" dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; "Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter" dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; "Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan" dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. {{Gambar hilang}} '''M. Natsir''' lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian ''Berita Yudha'' Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran ''APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah'' Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminar-simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 2s1fz954acv6buerivlerflst5aah6j 300889 300830 2026-07-04T07:11:21Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain ''Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur'' pada tahun 2018; ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' pada tahun 2018; ''Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial'' pada tahun 2017; ''Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng'' pada tahun 2017; ''Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu'' pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya "Rumah. Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan" dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; "Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter" dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; "Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan" dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. {{Gambar hilang}} '''M. Natsir''' lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian ''Berita Yudha'' Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran ''APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah'' Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminar-simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> a3lvztj9i8w5lp8kme36uzut9aueydu Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/120 104 107624 300815 2026-07-04T06:50:25Z Suga Widi 25678 Sedang uji baca 300815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu). Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Epilog 107<noinclude></noinclude> tbdgqx4vwmfzba46coz2evrfnpk6dn4 300827 300815 2026-07-04T06:54:24Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 300827 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu). Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh||Epilog <Big>107</Big>}}</noinclude> ci3odqd9bmkrxh5cgk7m2bql6hddz4z 300841 300827 2026-07-04T06:58:14Z Suga Widi 25678 300841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu). Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude></noinclude> hfoo46xgenreedj3ucu0iddcj4p0ody 300849 300841 2026-07-04T07:00:21Z Suga Widi 25678 300849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu). Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh|||Epilog {{larger|'''107'''}}}}</noinclude> ld4woe7t4fzcyeq3r4phk0j9znnepsf 300872 300849 2026-07-04T07:05:40Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu). Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh|||Epilog {{larger|'''107'''}}}}</noinclude> dkisr8vd69p7e3q5dt674d5o48zawbj Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/104 104 107625 300816 2026-07-04T06:51:50Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama. Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya hajat. Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah. Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat<noinclude>{{rh||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|||91}}</noinclude> j77w85cfte5lddtm35ccw4qsyzhtb27 300821 300816 2026-07-04T06:53:15Z Dankkum dunya 25589 300821 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama. Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya hajat. Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||91}}</noinclude> lg8a3pe7p8fdhf4tjzwgv8bhyxlh4co 300900 300821 2026-07-04T07:13:12Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300900 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama. Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya hajat. Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||91}}</noinclude> 522nnelsgfcp41e4ptevp75sw9cv1qf Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/18 104 107626 300818 2026-07-04T06:52:28Z Taufik Pramudja 27223 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' {{rh|||17}} ANAKNJA MATJAN POETI La ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. {{dropinitial|'''I'''}} la poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada ania tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega m... 300818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} ANAKNJA MATJAN POETI La ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. {{dropinitial|'''I'''}} la poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada ania tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. : Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, ,.Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". {{dropinitial|'''T'''}} lida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja mace?”. — Akoe mengerti, ia roepanja mace adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »lapi, akoe koeatir itoe prauw besar Dantives J 5c = Belon sampe Wangpo bisa kasi penjacetan, mendadak satoe dieritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> hwdl5flpo2d67pbzggo4ibzrwet11vf 300833 300818 2026-07-04T06:55:33Z Taufik Pramudja 27223 300833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} ANAKNJA MATJAN POETI ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada ania tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. : Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, ,.Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja mace?”. — Akoe mengerti, ia roepanja mace adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »lapi, akoe koeatir itoe prauw besar Dantives J 5c = Belon sampe Wangpo bisa kasi penjacetan, mendadak satoe dieritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> crefq8vdresyldcirk02yhs4g4d0l79 300852 300833 2026-07-04T07:00:54Z Taufik Pramudja 27223 300852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} ANAKNJA MATJAN POETI ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> ey969o9r56n3d0ljh3dfv5pnwqhj60c 300887 300852 2026-07-04T07:10:47Z Taufik Pramudja 27223 300887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|teks}ANAKNJA MATJAN POETI ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> s0o4afqsaukdmjgjj6k88pjnjoah5tf 300891 300887 2026-07-04T07:11:35Z Taufik Pramudja 27223 300891 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI } ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> 8gtehdw9u47v76jg6kcvoly6ijem2ig 300893 300891 2026-07-04T07:12:10Z Taufik Pramudja 27223 300893 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> 7nx1kiphx14rpksbuydpa7l0ae1l0uh 300896 300893 2026-07-04T07:12:43Z Taufik Pramudja 27223 300896 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {c|ANAKNJA MATJAN POETI} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> 2o6k873yenj87e3k8e5f5um2kcoumlr 300903 300896 2026-07-04T07:14:05Z Taufik Pramudja 27223 300903 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ..." Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking : ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> 5cb529yuv2omomsqyutyudjpg5vwf6o 300907 300903 2026-07-04T07:16:36Z Taufik Pramudja 27223 300907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........" Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> km1rnls5fet6y77fhv2d15rs5vmvu4f 300929 300907 2026-07-04T07:21:37Z Taufik Pramudja 27223 /* Telah diuji baca */ 300929 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........" Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> fo90vngaq8qyl5nrd0roqn4he8thvmx 301022 300929 2026-07-04T08:45:49Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 301022 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude> {{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_ anja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. "Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". "Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. »Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........" Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> 6d4jhkyauki2a8w19h760y5bfybm9qm 301028 301022 2026-07-04T08:54:38Z Suga Widi 25678 301028 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh|||ANAKNJA MATJAN POETI 17}}</noinclude>ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keadaanja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. „Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?" Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, „Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". „Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagi² mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. „Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........" Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> hz7djnc6i7mxw2vk754xbnjzqs09f3n 301030 301028 2026-07-04T08:56:03Z Suga Widi 25678 301030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|17}}</noinclude>ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keadaanja tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda. „Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?" Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, „Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa". „Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagi² mana ia poenja maoe?”. Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil. „Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........" Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude> pd9sdairk6cy0r5if9xdgxwep14nsr2 Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/13 104 107627 300819 2026-07-04T06:52:36Z Zhilal Darma 10833 /* Telah diuji baca */ 300819 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||7}}</noinclude>poenja laki , nanti kita liat doeloe pekerdja'annja , kaloe dia pemales kita boleh soeroe poelang kombali !" {{C|Toean W. menjaoet :}} "Kaloe Njai rasa bae begitoe , akoe tida perdoeli ” . Maka di itoe hari ma Boejoeng masoek kerdja , djadi penjapoe dan penjoetji di roemahnja Toewan W. Ma Boejoeng djaga bae pekerdjahannja , apa djoega ada peker djahan di dalem roemah dia ikoet kerdja sama-sama ; semingkin hari semingkin dapet kepertjajahan Njainja. Pada soewatoe hari dia membraniken dirinja dan tanja pada Njainja : " Apa Njai masih pegang atawa soedah boewang agama Islam ?" {{C|Njai Dasima menjaoet :}} "Akoe masih pake agama Islam , mengapa angkaoe tanja?" {{C|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djangan goesar Njai , djikaloe Njai masih soeka pake Igama Islam misti ditoentoet roekoen atoerannja , sebab Igama Islam soeroe sembajang , sedekah dan bertobat dari Kekafiran ; djikaloe Njai ada soeka boeat beladjar, ada satoe prempoean pinter dengen Ilmoe begitoe , sanggoep adjar kasi peladjaran kepada Njai , dari kerna itoe Njai pikir bae-bae , jang Nabi Moehamad ada sediaken boeat orang Kafir toedjoe noraka , satoe-satoe noraka pandjangnja dan lebarnja ada 500 tahon ; jang paling bangat ada satoe noraka di namaken Djahanam ; di sitoe segala orang Kafir ibarat orang Serani ataoe Tjina bakal dibakar." Njai Dasima denger itoe perkatahan dia tinggal diam<noinclude></noinclude> gon1cpz5ivr89ljjhrr7n61enxnhfdc 300894 300819 2026-07-04T07:12:21Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300894 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||7}}</noinclude>poenja laki, nanti kita liat doeloe pekerdja'annja, kaloe dia pemales kita boleh soeroe poelang kombali!" {{C|Toean W. menjaoet:}} ,,Kaloe Njai rasa bae begitoe, akoe tida perdoeli”. Maka di itoe hari ma Boejoeng masoek kerdja, djadi penjapoe dan penjoetji di roemahnja Toewan W. Ma Boejoeng djaga bae pekerdjahannja, apa djoega ada peker djahan di dalem roemah dia ikoet kerdja sama-sama; semingkin hari semingkin dapet kepertjajahan Njainja. Pada soewatoe hari dia membraniken dirinja dan tanja pada Njainja: ,,Apa Njai masih pegang atawa soedah boewang agama Islam?" {{C|Njai Dasima menjaoet:}} ,,"Akoe masih pake agama Islam, mengapa angkaoe tanja?" {{C|Ma Boejoeng menjaoet:}} ,,Djangan goesar Njai, djikaloe Njai masih soeka pake Igama Islam misti ditoentoet roekoen atoerannja, sebab Igama Islam soeroe sembajang, sedekah dan bertobat dari Kekafiran; djikaloe Njai ada soeka boeat beladjar, ada satoe prempoean pinter dengen Ilmoe begitoe, sanggoep adjar kasi peladjaran kepada Njai, dari kerna itoe Njai pikir bae-bae, jang Nabi Moehamad ada sediaken boeat orang Kafir toedjoe noraka, satoe-satoe noraka pandjangnja dan lebarnja ada 500 tahon; jang paling bangat ada satoe noraka di namaken Djahanam; di sitoe segala orang Kafir ibarat orang Serani ataoe Tjina bakal dibakar." Njai Dasima denger itoe perkatahan dia tinggal diam<noinclude></noinclude> ima1jxwgnoehjyvqczr7cvtz0fop4g7 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/18 104 107628 300822 2026-07-04T06:53:18Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ 300822 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{c|-190-}}</noinclude>- 190 - Paling baek, kapan toean taro kapertjaja'an atas akoe poenja diri, seraken pada akoe, begimana akoe nantl oeroes itoe. Jang madsoed toean bakal kasampean, inilah akoe soeda brani pastiken.." "Kaloe begitoe," begitoelah Karenina bilang sementara itoe paarasnja soeda beroba djadi poetjet sekali, blakangan akoe nanti kabarken poetoesan bagimana jang akoe maoe ambil." Abis bHang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja sembari menjemoer di medja ia bilang. "Dari toean poenja perkata'an akoe dapet kanjata'an jang pertjerean bisa dilakoeken. Akoe minta dengen hormat dengan perdjanjian ' begimana toean hendak atoer itoe..." . "Segala a{a bisa kedJadian, asal saaJa toean male kaai kameraika'an pada akoe," kata itoe advoclJat z ndet ~eraoeliken dèn@en c,mongan J80g telseloet blakangan "Kapao akoe hisa· trlma tuean poenJa kabar," begit<,eJab ia samboefogin pembitjara'anDja. 8embari aoter iapoe. Dja tetamoe sampe di piotoe. "Dalem tempo 8 bari A.a toean ad~ begitOe baelf dj(j.e~a aken kabarken JaDg toe~n soeka pegsng JOl perk ara dan dengen perdJandJian begi mana.' , .. Baek", baek," I oe aavocaat manggoet den~eD dalem I sembari a~ter tetamoenja samJle di loear jan I&iola metaaa 8Jlan~ sekali tempo soeja ada sandiriali di oa. lem kantoor. - 191 D ,1etD lat oeDja perdJaJanan boeat satoe paprt:.ksa'Ao Jang bersifat adaunistratief Karenin8ada berdiam tiga bari di M.oskou dan kaeso~an- ' DJa sedari ia dateng disitoe baroe ia menRce, ndJoengio gellongnja gouverneur generaal. Tempo ia 18~i djalan ai straat ia Boed. diholi:in. oleb fat.le soe'ra lang nJarinll! aan mace 8taw, tialla Ja dladi terpaksa aken menolth ka bjakang.. la liat Onlonsky sedeng tondjGlin kepalaojal ai pintoe rreta, dlmlna ada aoedoek ojoega SI, orang prempoean dan aoea anak ketjil. (toe njonja mlnggoeti 1 kepalanJa den~el1 lakoe jang amat bormat, samentara 0 Jloosky sendiri goe· naken iapoenja taDgan "ken membri hor mat 9ama Karenme. Kanjab'an muika itce ada Dolly d en~en iapoenja ~ nat anak. SlbetoeloJa Karenine tiada eoeka ketemoe oraog, teroetam& tlMa eama soedara lel"ki dari iapoeoja istn, Ia, Ingkat topin,ia !lelakoe oraog Jang membales hormat dan maoe djalan terOl;j8, aken tetapi ollCJns8y SOeila brentiken iapoeoja kreta da.. tlamperio Kuenine. , nApa kau tlada maloe lantaran kau aateng' di .Moskou dengan diam diam?' »Aloe tiada aela poeDja tempo, lagian air oe rAIlot betoel rnengoeroes alroe poenJa palerdJa· an", dJ iwab Kareaine dengen la~oe atlem, ,.Ajo 'dal timet skoe, 'koe poeoJa ÎFtfl maoe owoog dengen kau," Dengen tiada niJang apa apa Kareoine hoeka. piotoe kretanJa dan menoer1joe 11:1 kCbta Oa11y. .Kenapa kn dateng di 14 ,SiOU d9n~en dlam·<noinclude></noinclude> j16l3x8cde8w5d19rpu4yiu01lwwb3m Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/3 104 107629 300823 2026-07-04T06:53:27Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300823 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>2 {{rh||PENGHIDOEPAN}} sambil keloearken itoe perkata'an seperti di atas baroesan, ia pandeng moekanja Wangpo, satoe antara boedjangnja jang paling di pertjaja dan setia. Ia poenja tangan ada pegang gendewa brikoet satoe anak pana. Sabentar-sabentar ia poenja mata meliat seblah atas, seperti djoega ia maoe taoe, apa bener di itoe bagian ia bakal tida beroentoeng dapet apa-apa jang dimaoein. Di pinggangnja ada tergantoeng satoe piso pendek, sedeng bebrapa anak pana lain keliatan diselipken blakang badan. Pakeannja serba poeti, mirip seperti orang jang sedeng berkaboeng. Bebrapa pengikoet ada berdiri sedikit djaoeh dari dirinja. Kaloe orang meliat marika poenja keada'an, tentoelah mar ka itoe sedeng memboeroe binatang binatang alas. Satoe diantara itoe pengikoet jang baroesan oleh itoe orang moeda di pangil Wangpo lantas menjaoet : ,,Kaloe meliat begini, memang betoel apa jang kongtjoe kata baroesan ada bener. Akoe koerang mengerti, kenapa baroe djam 10 sekarang, boeroeng-boeroeng soeda tida keliatan lagi. Biasanja akoe taoe, seperti djoega kongtjoe sering dateng, paling sedikit sepoeloe, doea poeloe boeroeng kita dapet di ini tempat." ,,Ja, akoe djoega merasa heran", saoetnja itoe anak moeda jang dipanggil kongtjoe. ,,Tadinja akoe kira seperti biasa sahari-hari". ,,Bole djadi lebi doeloe dari kita, ada lain<noinclude></noinclude> h4citfhksiy3fwypr0h693b7xw177j1 301021 300823 2026-07-04T08:44:49Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301021 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|2|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>sambil keloearken itoe perkata'an seperti di atas baroesan, ia pandeng moekanja Wangpo, satoe antara boedjangnja jang paling di pertjaja dan setia. Ia poenja tangan ada pegang gendewa brikoet satoe anak pana. Sabentar-sabentar ia poenja mata meliat seblah atas, seperti djoega ia maoe taoe, apa bener di itoe bagian ia bakal tida beroentoeng dapet apa-apa jang dimaoein. Di pinggangnja ada tergantoeng satoe piso pendek, sedeng bebrapa anak pana lain keliatan diselipken blakang badan. Pakeannja serba poeti, mirip seperti orang jang sedeng berkaboeng. Bebrapa pengikoet ada berdiri sedikit djaoeh dari dirinja. Kaloe orang meliat marika poenja keada'an, tentoelah marika itoe sedeng memboeroe binatang binatang alas. Satoe diantara itoe pengikoet jang baroesan oleh itoe orang moeda di pangil Wangpo lantas menjaoet : „Kaloe meliat begini, memang betoel apa jang kongtjoe kata baroesan ada bener. Akoe koerang mengerti, kenapa baroe djam 10 sekarang, boeroeng-boeroeng soeda tida keliatan lagi. Biasanja akoe taoe, seperti djoega kongtjoe sering dateng, paling sedikit sepoeloe, doea poeloe boeroeng kita dapet di ini tempat.“ „Ja, akoe djoega merasa heran“, saoetnja itoe anak moeda jang dipanggil kongtjoe. „Tadinja akoe kira seperti biasa sahari-hari“. „Bole djadi lebi doeloe dari kita, ada lain<noinclude></noinclude> 4cubtveoftgm4czmsjcd0xfb1t59n5a Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/3 104 107630 300824 2026-07-04T06:53:49Z Silmi Maryam 27190 /* Tanpa teks */ 300824 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Silmi Maryam" /></noinclude><noinclude></noinclude> ktl69xa0jb8rdwqscrj6lextk8a0zz8 Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/17 104 107631 300826 2026-07-04T06:54:11Z Endahimawati 27155 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja: "Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep". Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat. Itoe Hadji... 300826 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja: "Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep". Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat. Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen: "Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.” Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen. Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati. Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng: "Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude> cdrhq6jbf7p54zhzwszg8upaskv4gfn 300873 300826 2026-07-04T07:05:47Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300873 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja: "Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep". Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat. Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen: "Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.” Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen. Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati. Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng: "Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude> i94y8a31c1hah7b69vg9gavhut4xy9l 300943 300873 2026-07-04T07:39:48Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja: ,,Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep". Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat. Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen: ,,Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.” Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen. Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati. Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng: "Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude> dl9hovwj1sfxmknzb2v0ow3giugauer Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/14 104 107632 300835 2026-07-04T06:55:47Z Zhilal Darma 10833 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'S tiada bisa menjaoet , dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel , boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng ; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean , tetapi terlaloe bodo di dalem Igama , menoeroet laen-laen perempoean sesamanja , dia terlaloe bodo di dalem itoe lakinja , jaitoe Toean W. tiada sekali taoe soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja perkatahan ma Boejoeng soedah mend... 300835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" /></noinclude>S tiada bisa menjaoet , dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel , boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng ; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean , tetapi terlaloe bodo di dalem Igama , menoeroet laen-laen perempoean sesamanja , dia terlaloe bodo di dalem itoe lakinja , jaitoe Toean W. tiada sekali taoe soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi , kerna apa adjar atawa , maka itoe satoe Anak Pana , menoesoek di dalem hatinja , dia merasa kaget denger itoe perkatahan , jang menakoetin sampe begitoe roepa , maka dia tanja kepada ma Boejoeng : "Apa misti di Acherat ?" dikerdjaken boeat mendapet keslamatan Ma Boejoeng denger itoe perkatahan Njainja , mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja , dan mendapet doegahan , jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja , serta menjaoet dengen lekas katanja : "Bertobat kepada Nabi Moehamad , sembajang 5 waktoe , dan kloear dari tangan orang Kafir." Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata : " Nanti akoe berpikir doeloe , djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe." Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja , bagimana dia maoe toeloengin , tiada bisa ketoeloengan , itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja , sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit leher Njainja.<noinclude></noinclude> oz1yi695ca19te13fhjddaxqk0twfyg 300843 300835 2026-07-04T06:59:23Z Zhilal Darma 10833 300843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng : Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?" Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja: Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir." Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata: "Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe." Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit leher Njainja.<noinclude></noinclude> 7eio917bce11g11qyo53ta4aih1duhn 300846 300843 2026-07-04T06:59:41Z Zhilal Darma 10833 /* Telah diuji baca */ 300846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng : Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?" Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja: Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir." Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata: "Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe." Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit leher Njainja.<noinclude></noinclude> bbinbpvdvh2sxraxcw5ii7ba78alg1a 300908 300846 2026-07-04T07:17:02Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng : ,,Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?" Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja: ,,Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir." Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata: ,,Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe." Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit leher Njainja.<noinclude></noinclude> nniym7sdxxbkztcoqj71lx3rbr7sktx 300909 300908 2026-07-04T07:17:34Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng : „Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?" Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja: Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir." Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata: „Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe." Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit leher Njainja.<noinclude></noinclude> h6toitcjymxmvlxg3e1w7ob0a80bx0u Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/122 104 107633 300836 2026-07-04T06:56:23Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TENTANG PENULIS Poltak Johansen lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan... 300836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>TENTANG PENULIS Poltak Johansen lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal Patanjala BPNB Bandung (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2014).<noinclude></noinclude> ayxmluuxmy8z1f5uc8ecguow2w9hxuo 300842 300836 2026-07-04T06:59:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}} {{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude> nqmiob4wr7ye164q6vozfqdwinalqjm 300886 300842 2026-07-04T07:10:07Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}}</noinclude>{{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude> m9hmwsafmq83ueegmzpubk7g4shr5pw Halaman:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57 Tahun 2025.pdf/1 104 107634 300837 2026-07-04T06:56:30Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ 300837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2025 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia; Mengingat : 1. 2. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994); A. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584); Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);<noinclude></noinclude> omtzi0fl150hmjteqwnnvl8kvtq7yor 300883 300837 2026-07-04T07:08:50Z Badak Jawa 19009 /* Telah diuji baca */ 300883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2025 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}} {{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}} {{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}} Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia; Mengingat: 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584); 4. Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354); 5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);<noinclude></noinclude> 99pco70f7loi1t32y5q7qhnxiomhpiv 300892 300883 2026-07-04T07:12:10Z Badak Jawa 19009 300892 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2025 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}} {{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}} {{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}} Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia; Mengingat: # Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; # Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994); # Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584); # Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354); # Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);<noinclude></noinclude> fg4qfqkbv85igchmrzkpb1x71afpmif 300902 300892 2026-07-04T07:13:54Z Badak Jawa 19009 300902 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2025 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}} {{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}} {{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}} Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia; Mengingat: # Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; # Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994); #Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584); #Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354); #Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);<noinclude></noinclude> mqk4mg6h4e2fv98btfqt4tp70jfsiqc 300918 300902 2026-07-04T07:19:31Z Badak Jawa 19009 /* Telah diuji baca */ 300918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2025 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}} {{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}} {{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}} Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia; Mengingat: {{PUU-nomor|m=1 | Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; | Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994); |Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584); |Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354); |Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063); }}<noinclude></noinclude> 2edxsr6hkh5qo1cpeqarcie3mpr6bes Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/4 104 107635 300838 2026-07-04T06:56:36Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||3}} pemboeroe soeda dateng di ini tempat?" Berkata lain pengikoet jang tjoba mendoega-doega. ,,Ja, itoe djoega akoe belon taoe. Tapi toch sekalipoen ada lain orang soeda mengeratak di ini bagian, masa ia bisa dapetken semoea itoe binatang jang soeka terbang disini Sedikitnja kita tentre ketemoeken laen-laen binatang lagi. Ah, tida Ongpien, kaoe poenja pikiran roepanja ada kliroe. Kace liat, kaloe jang kaoe baroesan kata bener, tangke-tangke dibebrapa poehoen disini tentoe ada kena apa-apa, pata atawa laen laen. ditana, sedari tadi kita jang soeda moesti kita ketemoeken bekas-bekas kaki manoesia atawa dara dan boeloe-boeloe binatang jang soeda djadi korbannja itoe pemboeroe jang katamoe lebi doeloe dateng di ini tempat" ,,Kongtjoe poenja pemandengan bener, sedari tadi kita djalan, belon ada keliatan apa-apa jang menjolok akoe poenja mata", kata Wangpo jang mentetepken itoe pikiran. Itoe waktoe, bebrapa pengikoet jang laen sebagian pentjarken diri. Marika pigi dikanan kiri djaoeh dari tempat berdirinja itoe orang moeda, tapi tida lama kemoedian, marika keliatan kombali. lagi. ibath us sta ,,Laen laen bagian djoega saroepa. Tida satoe boeroeng atawa binatang jang bole di boeat plesier", kata satoe antara marika jang baroe dateng. ,,Pertjoema, akoe koeatirs ini kali poenja<noinclude></noinclude> e5uet5lx8vqpyeluoorje16o8fiuh8m 301025 300838 2026-07-04T08:48:51Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301025 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|3}}</noinclude>pemboeroe soeda dateng di ini tempat?“ Berkata lain pengikoet jang tjoba mendoega-doega. „Ja, itoe djoega akoe belon taoe. Tapi toch sekalipoen ada lain orang soeda mengeratak di ini bagian, masa ia bisa dapetken semoea itoe binatang jang soeka terbang disini Sedikitnja kita tentoe ketemoeken laen-laen binatang lagi. Ah, tida Ongpien, kaoe poenja pikiran roepanja ada kliroe. Kaoe liat, kaloe jang kaoe baroesan kata bener, tangke-tangke dibebrapa poehoen disini tentoe ada kena apa-apa, pata atawa laen laen. Sedeng ditana, sedari tadi kita jang soeda moesti kita ketemoeken bekas-bekas kaki manoesia atawa dara dan boeloe-boeloe binatang jang soeda djadi korbannja itoe pemboeroe jang katamoe lebi doeloe dateng di ini tempat“. „Kongtjoe poenja pemandengan bener, sedari tadi kita djalan, belon ada keliatan apa-apa jang menjolok akoe poenja mata“, kata Wangpo jang mentetepken itoe pikiran. Itoe waktoe, bebrapa pengikoet jang laen sebagian pentjarken diri. Marika pigi dikanan kiri djaoeh dari tempat berdirinja itoe orang moeda, tapi tida lama kemoedian, marika keliatan kombali lagi. „Laen laen bagian djoega saroepa. Tida satoe boeroeng atawa binatang jang bole di boeat plesier“, kata satoe antara marika jang baroe dateng. „Pertjoema, akoe koeatir ini kali poenja<noinclude></noinclude> 3s07x5ny5mf2rj3xqtk1mxq1q310x3f Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/30 104 107636 300839 2026-07-04T06:56:41Z Amie.firsa 27188 /* Telah diuji baca */ 300839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||22}}</noinclude>soeka djadi Istrinja, dia maoe bertjere dari Njonja Hajati, dan ada pikirannja boeat bawa Njai ka negri jang soetji di Mekkah. Moedah-moedahan Rasoel Allah bisa trima Njai di tempat kasoetjian, soepaja Njai bole beroentoeng di doenia dan di acherat, djikaloe Njai soeka, bole kirim satoe tanda ketjinta'an kepada dianja, kendatinja satoe potong topo boesoek, djadilah!" Njai Dasima dengar begitoe, atinja djadi sesak, sampe napasnja boleh kedengeran dan kata kepada ma Boejoeng : "Akoe pikir doeloe, akoe minta tempo 3 hari lamanja, nanti akoe kasi penjaoetan jang pasti!" Njai Dasima pikirken apa jang ma Boejoeng soedah kata padanja, dan apa jang Embok Saleha soeda adjar dan pikiran jang dia soeda dapat itoe kehormatan di roemahnja Baba Samioen; hatinja djadi bebalik dan djadi tiada soeka kepada Toeannja, maka ketiga harinja, dia kasi taoe kepada ma Boejoeng jang maksoednja Baba Samioen, dia soeka trima, tetapi djangan dia dibikin sia- sia, lantas kirimken satoe sapoe tangan soetra bekas pakeannja kepada Baba Samioen, serta pesen biar itoe Baba dateng melantjong ke roemahnja . Ma Boejoeng terlaloe soeka ati jang maksoednja soeda kaboel, maka lekas-lekas dia bawa itoe setangan kepada Baba Samioen dan tjerita apa jang soeda djadi dengen Njainja, serta pesen Baba Samioen misti dateng besoknja ke roemahnja Njai Dasima . Besok paginja Baba Samioen dateng ketemoe dengen Njai Dasima di gedongnja, tempo lakinja pergi kerdja, dan moelain atoeran kedjahatan, ia itoe berdjinah .<noinclude></noinclude> ms9ns696bs6p9iz7dpc8ofc06pyy4w3 300868 300839 2026-07-04T07:04:10Z Zhilal Darma 10833 /* Tervalidasi */ 300868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||22}}</noinclude>soeka djadi Istrinja, dia maoe bertjere dari Njonja Hajati, dan ada pikirannja boeat bawa Njai ka negri jang soetji di Mekkah. Moedah-moedahan Rasoel Allah bisa trima Njai di tempat kasoetjian, soepaja Njai bole beroentoeng di doenia dan di acherat, djikaloe Njai soeka, bole kirim satoe tanda ketjinta'an kepada dianja, kendatinja satoe potong topo boesoek, djadilah!" Njai Dasima dengar begitoe, atinja djadi sesak, sampe napasnja boleh kedengeran dan kata kepada ma Boejoeng : "Akoe pikir doeloe, akoe minta tempo 3 hari lamanja, nanti akoe kasi penjaoetan jang pasti!" Njai Dasima pikirken apa jang ma Boejoeng soedah kata padanja, dan apa jang Embok Saleha soeda adjar dan pikiran jang dia soeda dapat itoe kehormatan di roemahnja Baba Samioen; hatinja djadi bebalik dan djadi tiada soeka kepada Toeannja, maka ketiga harinja, dia kasi taoe kepada ma Boejoeng jang maksoednja Baba Samioen, dia soeka trima, tetapi djangan dia dibikin sia- sia, lantas kirimken satoe sapoe tangan soetra bekas pakeannja kepada Baba Samioen, serta pesen biar itoe Baba dateng melantjong ke roemahnja . Ma Boejoeng terlaloe soeka ati jang maksoednja soeda kaboel, maka lekas-lekas dia bawa itoe setangan kepada Baba Samioen dan tjerita apa jang soeda djadi dengen Njainja, serta pesen Baba Samioen misti dateng besoknja ke roemahnja Njai Dasima . Besok paginja Baba Samioen dateng ketemoe dengen Njai Dasima di gedongnja, tempo lakinja pergi kerdja, dan moelain atoeran kedjahatan, ia itoe berdjinah .<noinclude></noinclude> qw4ju9pzstnl6bz6opkjih5s8lw2c89 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/105 104 107637 300840 2026-07-04T06:57:42Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 300840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah. == 1. Upacara Mendi-Mendi == Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya. == 2. Upacara Bealis == Upacara bealis dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara mendi-mendi. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> om7cs1hwob2r7qp7s1dwhwyszfwwq3g 300904 300840 2026-07-04T07:15:01Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300904 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah. #'''Upacara Mendi-Mendi''' Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya. == 2. Upacara Bealis == Upacara bealis dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara mendi-mendi. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> frl870jp9ty1perrtnaq0cweww8zbcj 300910 300904 2026-07-04T07:17:55Z Suga Widi 25678 300910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah. '''1. Upacara Mendi-Mendi''' Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya. '''2. Upacara Bealis''' Upacara ''bealis'' dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara ''mendi-mendi''. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 26za8rh37bt3hirmvaiuki9hjosbxab 300914 300910 2026-07-04T07:18:44Z Suga Widi 25678 300914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah. '''1. Upacara Mendi-Mendi''' Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya. '''2. Upacara Bealis''' Upacara ''bealis'' dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara ''mendi-mendi''. Pembersihan ''bealis'' oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> s1lhhh6bv63yshkg7ckkj2xhgcwe6r6 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/121 104 107638 300847 2026-07-04T07:00:08Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '' 300847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 3r8b0dx217mmom3y5s9f14zu0gko3m3 300848 300847 2026-07-04T07:00:20Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 300848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> tnhm0q7x6lg01b89fpknzcfu4soy6qq 300875 300848 2026-07-04T07:06:20Z Zhilal Darma 10833 /* Tervalidasi */ 300875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 8awugl0vpqvftsexcuxgnkws9ii6fyw 300878 300875 2026-07-04T07:07:08Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} ||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> p5dpbwwozed7bcmtrew3bwg8zz20al8 300880 300878 2026-07-04T07:07:55Z Dankkum dunya 25589 300880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 8awugl0vpqvftsexcuxgnkws9ii6fyw Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/280 104 107639 300851 2026-07-04T07:00:30Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 43:6 la laea bintjana. Kerna djoestroe iaoranz baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telahsampe d: itoe tempat. Dan lantaran da pet tabrakan lagi dari ini fihak, tnaka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengenkaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong iang amat latjoer sampe d! pasanggraha... 300851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 43:6 la laea bintjana. Kerna djoestroe iaoranz baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telahsampe d: itoe tempat. Dan lantaran da pet tabrakan lagi dari ini fihak, tnaka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengenkaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong iang amat latjoer sampe d! pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lanta­ ran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal dî itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasang­ grahan. Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengam­ bil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapala­ ken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, teiah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude> a7h4gcm6etgqhn7bo2xb7f8y8foz7bw 300897 300851 2026-07-04T07:12:43Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 300897 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 42 6 ―|}}</noinclude>{{hwe|la|poela}} laen bintjana. Kerna djoestroe iaorang baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telah sampe di itoe tempat. Dan lantaran dapet labrakan lagi dari ini fihak, maka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengen kaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong jang amat latjoer sampe di pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lanta­ran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal di itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasanggrahan. Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengam­bil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapala­ken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, telah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude> 3zcps6y8cc1d0d9a8b7xmbxzm2gub3p 300949 300897 2026-07-04T07:42:38Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300949 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 42 6 ―|}}</noinclude>{{hwe|la|poela}} laen bintjana. Kerna djoestroe iaorang baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telah sampe di itoe tempat. Dan lantaran dapet labrakan lagi dari ini fihak, maka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengen kaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong jang amat latjoer sampe di pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lanta­ran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal di itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasanggrahan. Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengam­bil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapala­ken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, telah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude> l045y9drgjc8ip693zp1zqzmxdac4gi Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/4 104 107640 300854 2026-07-04T07:01:06Z Silmi Maryam 27190 /* Telah diuji baca */ 300854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Poltak Johansen M. Natsir Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude> k8a8gwqpzwvur96tfwgokk3hl2eyn4d 300855 300854 2026-07-04T07:01:29Z Silmi Maryam 27190 300855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Poltak Johansen M. Natsir Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude> fn56lyl4qv0cr1wja65q10h69giamxy 300865 300855 2026-07-04T07:03:14Z Silmi Maryam 27190 300865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Poltak Johansen M. Natsir Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude> klxk8863af274s763waeha3z3mf5tu9 300869 300865 2026-07-04T07:04:11Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Poltak Johansen M. Natsir Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude> b4dua6hvi3yj07hywnecspnlkx4fbae Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/15 104 107641 300858 2026-07-04T07:01:52Z Zhilal Darma 10833 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat... 300858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{[rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat , maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng , dan simpen di petinja , serta sewa sado ambil Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan , jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang. Hadji Salihoen datang , dan sediaken makanan enak-enak. Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji , jang dia poenja bini nama Hajati , dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean , jang dia misti toeroet maksoed lakinja boeat memadoe , dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak , sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji , Njonja Hajati soeda keloearken soeara , jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain , soepaja dia idoep enak dan senang , begitoe djoega manja Samioen , nama Embok Saleha , soeka jang anaknja berbini lagi. Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen ? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan) , jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe ; roepanja soenggoe moeda ada djelèk , moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang boleh dapet mentjoeri , maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan ,<noinclude></noinclude> p3vw6h5ebg07d1sw7i6p1t6aubltt0e 300860 300858 2026-07-04T07:02:06Z Zhilal Darma 10833 /* Telah diuji baca */ 300860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat , maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng , dan simpen di petinja , serta sewa sado ambil Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan , jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang. Hadji Salihoen datang , dan sediaken makanan enak-enak. Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji , jang dia poenja bini nama Hajati , dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean , jang dia misti toeroet maksoed lakinja boeat memadoe , dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak , sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji , Njonja Hajati soeda keloearken soeara , jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain , soepaja dia idoep enak dan senang , begitoe djoega manja Samioen , nama Embok Saleha , soeka jang anaknja berbini lagi. Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen ? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan) , jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe ; roepanja soenggoe moeda ada djelèk , moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang boleh dapet mentjoeri , maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan ,<noinclude></noinclude> agh1pw2nrokgd255w46o5ciac8wz3kn 300905 300860 2026-07-04T07:15:23Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300905 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati; sahabisnja Toeannja ka Toko, dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir, jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak, dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat, maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng, dan simpen di petinja, serta sewa sado ambil Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan, jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang. Hadji Salihoen datang, dan sediaken makanan enak-enak. Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji, jang dia poenja bini nama Hajati, dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean, jang dia misti toeroet maksoed lakinja boeat memadoe, dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak, sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji, Njonja Hajati soeda keloearken soeara, jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain, soepaja dia idoep enak dan senang, begitoe djoega manja Samioen, nama Embok Saleha, soeka jang anaknja berbini lagi. Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan), jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe; roepanja soenggoe moeda ada djelèk, moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang boleh dapet mentjoeri, maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan,<noinclude></noinclude> ewfsr5d2rjmmn09lhn4quuuhvurxx2c Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/501 104 107642 300863 2026-07-04T07:03:00Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 300863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||—4419—}}</noinclude>Dengen tiada bitjara apa-apa lagi itoe doea ponggawa lantas berlaloe. Kamoedian Khong Beng minta Kwan Hin dan Thio Pauw dateng di itoe roewangan, tapi apa jang marika ini moesti lakoeken, itoelah melaenken ini doea djedjaka sadja jang taoe, sebab itoe per­kara poen dibitjaraken dengen bisik-bisik. Sabentar lagi Kwan Hin dan Thio Pauw soeda berlaloe boeat Iakoeken itoe ferdana mantri poenja pesenan. Dari hal sakitnja Hok Tjiauw ada berat. Kwee Hoaij djoega soeda mendapet taoe. Begitoe itoe kabar sampe padanja, ini Hoe-Touwtok lantas adjak Thio Kap berempoek dan begini ia berkata: „Sekarang Hok Tjiauw poenja penjakit soeda djadi sanget berat, maka perloe sekali kau moesti pergi gantiken ia poenja pakerdjaän. Akoe sendiri nanti sigra toelis rapport ka kota Radja, soepaja itoe perkara bisa ditimbang begimana baeknja." Thio Kap tiada bikin kaberatan apa-apa; dengen tiga riboe soldadoe ia lantas berangkat ka kota Tin Tjhong boeat wakilken pakerdjaännja Hok Tjiauw. Koetika Thio Kap berangkat, penjakitnja itoe pendjaga kota soeda djadi berat sekali. Tapi maski elmaoet soeda dateng berdamping dan napasnja soeda empis-empis, toch pada malemnja, koetika koenjoeng-koenjoeng orang kabarken soldadoe Siok teleh dateng di kaki kota, Hok Tjiuw<noinclude></noinclude> t4wv1jmu35nh694or1mfvng89qrg2il 300942 300863 2026-07-04T07:39:47Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 300942 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||—4419—}}</noinclude>Dengen tiada bitjara apa-apa lagi itoe doea ponggawa lantas berlaloe. Kamoedian Khong Beng minta Kwan Hin dan Thio Pauw dateng di itoe roewangan, tapi apa jang marika ini moesti lakoeken, itoelah melaenken ini doea djedjaka sadja jang taoe, sebab itoe per­kara poen dibitjaraken dengen bisik-bisik. Sabentar lagi Kwan Hin dan Thio Pauw soeda berlaloe boeat Iakoeken itoe ferdana mantri poenja pesenan. Dari hal sakitnja Hok Tjiauw ada berat. Kwee Hoaij djoega soeda mendapet taoe. Begitoe itoe kabar sampe padanja, ini Hoe-Touwtok lantas adjak Thio Kap berempoek dan begini ia berkata: „Sekarang Hok Tjiauw poenja penjakit soeda djadi sanget berat, maka perloe sekali kau moesti pergi gantiken ia poenja pakerdjaän. Akoe sendiri nanti sigra toelis rapport ka kota Radja, soepaja itoe perkara bisa ditimbang begimana baeknja." Thio Kap tiada bikin kaberatan apa-apa; dengen tiga riboe soldadoe ia lantas berangkat ka kota Tin Tjhong boeat wakilken pakerdjaännja Hok Tjiauw. Koetika Thio Kap berangkat, penjakitnja itoe pendjaga kota soeda djadi berat sekali. Tapi maski elmaoet soeda dateng berdamping dan napasnja soeda empis-empis, toch pada malemnja, koetika koenjoeng-koenjoeng orang kabarken soldadoe Siok teleh dateng di kaki kota, Hok Tjiuw<noinclude></noinclude> iewqwsiurl1ded0ycl62g8ggzkx88i9 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/5 104 107643 300867 2026-07-04T07:04:02Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh|4}} {{rh||PENGHIDOEPAN}} keloear, kita bakal roegi", Kata itoe orang moeda. ,,Apa kaoe pikir baik kita djalan lagi sedikit djaoeh kadepan, kongtjoe?" Tanja Wangpo jang keliatan lebi nafsoe sama pemboeroean. ,.Barangkali disana, dilain bagian, kita oentoeng dapet hasil jang di ingin". Itoe orang moeda berdiam sabentar, seperti roepanja ia menimbang, baik berdjalan poelang atawa teroesken lebi djaoeh itoe pemboeroean. „Akoe kira lebi baik kita kombal, Wangpo. Bagimana kaoe pikir? Tapi kita soeda kadoeng sampe disini, kaloe kita poelang dengen tangan kosong, bagimana maloe akoe nanti kaloe iboe atawa ajah kebetoelan tanja kita poenja perdjalanan ini hari!". ,,Itoelah! Akoe pikir baik djalan lagi kadepan, barangkali ada apa-apa jang kita dapet. Biasanja tay-loja soeka tanja. Kaloe kita poelang tangan kosong, boekan sadja kongtjoe djadi maloe, tapi kita djoega sedikit banjak paras moeka djadi tebel!" ,,Ja, apa lagi Pek loja, soeka sekali goda kita Lain pengikoet toeroet berkata. Itoe anak moeda mendenger pengikoetnja poenja perkata'an djadi tertawa. Achirnja ia ambil poetoesan, teroes berdjalan ka depan boeat landjoetken marika poenja pemboeroean. Itoe waktoe soeda djam 11 siang. Maski hawa matahari soeda terasa sedikit panas, tapi<noinclude></noinclude> 4j4yd0bx78l17d4wnszuoz000mel459 301027 300867 2026-07-04T08:51:53Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|4|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>keloear, kita bakal roegi“, Kata itoe orang moeda. „Apa kaoe pikir baik kita djalan lagi sedikit djaoeh kadepan, kongtjoe?“ Tanja Wangpo jang keliatan lebi nafsoe sama pemboeroean. „Barangkali disana, dilain bagian, kita oentoeng dapet hasil jang di ingin“. Itoe orang moeda berdiam sabentar, seperti roepanja ia menimbang, baik berdjalan poelang atawa teroesken lebi djaoeh itoe pemboeroean. „Akoe kira lebi baik kita kombali, Wangpo. Bagimana kaoe pikir? Tapi kita soeda kadoeng sampe disini, kaloe kita poelang dengen tangan kosong, bagimana maloe akoe nanti kaloe iboe atawa ajah kebetoelan tanja kita poenja perdjalanan ini hari!“. „Itoelah! Akoe pikir baik djalan lagi kadepan, barangkali ada apa-apa jang kita dapet. Biasanja tay-loja soeka tanja. Kaloe kita poelang tangan kosong, boekan sadja kongtjoe djadi maloe, tapi kita djoega sedikit banjak paras moeka djadi tebel!“ „Ja, apa lagi Pek loja, soeka sekali goda kita|“ Lain pengikoet toeroet berkata. Itoe anak moeda mendenger pengikoetnja poenja perkata'an djadi tertawa. Achirnja ia ambil poetoesan, teroes berdjalan ka depan boeat landjoetken marika poenja pemboeroean. Itoe waktoe soeda djam 11 siang. Maski hawa matahari soeda terasa sedikit panas, tapi<noinclude></noinclude> lx6a9uihcrwxh46zfkmijy79vfooyu4 Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/40 104 107644 300874 2026-07-04T07:05:53Z Anisnurohmah 26494 /* Telah diuji baca */ 300874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>32 di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja : "Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah. Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat. Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia. Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude> fg0228awe6wvbrw5y58z8l8o5o662j1 300912 300874 2026-07-04T07:18:20Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{wikify}}32 di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja : "Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah. Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat. Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia. Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude> dnsxpao0mvgs53377iz6l7qu6665s6x 300925 300912 2026-07-04T07:20:17Z Dankkum dunya 25589 300925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||32}}</noinclude>di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja : „Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah. Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat. Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia. Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude> hpp7y6mg0pgic4xa2a5r8qvn82wkh3w Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/6 104 107645 300876 2026-07-04T07:06:51Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||5}} lantaran adanja pepoehoenan jang saben-saben marika ketemoe, bisa djoega marika poenja keada'an tida ketampak terlaloe soeker dan gera. Djalan poenja djalan, menoeroetin kemaoe'annja pikiran, dimana sadja jang roepanja ada kasi pengharepan, marika lantas menoedjoe. Tapi selaloe, di tempat-tempat jang tadinja marika pikir ada binatang-binatang atawa boeroeng-boeroeng jang bakal di tangkep, semoea djadi kosong. Ada djoega satoe doea boeroeng besar, jang itoe anak moeda kètemoeken brenti dipoehoen-poehoen sedikit atas, tapi baroe sadja ia mendeketin, lebi doeloe itoe binatang soeda terbang kombali. Sampe begitoe djaoeh marika tida dapetken hasil soeatoe apa. ,,Roepanja ini hari kita poenja keloear lagi malang", sambil djalan itoe anak moeda berkata pada Wangpo: „,sampe begini djaoeh, masi djoega tida satoe binatang atawa boeroeng kita danet". Wangpo jang diadjak bitjara tida menjaoet. Sambil djalan ia poenja mata mengawas awasin kanan kiri pada tangke-tangke pepoehoenan. Mendadak dari lain djoeroesan seblah kiri, itoe anak moeda dapet liat sarombongan boeroeng poeti terbang mendatengin marika poenja djoeroesan. Ia lantas merandek dan berkata pada Wangpo: ,,Ini dia jang kita toenggoe! Liat Wangpo,<noinclude></noinclude> 2w6srdjxhdilcp2u6f24mc1nu3rn83e 301029 300876 2026-07-04T08:55:00Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|5}}</noinclude>lantaran adanja pepoehoenan jang saben-saben marika ketemoe, bisa djoega marika poenja keada'an tida ketampak terlaloe soeker dan gera. Djalan poenja djalan, menoeroetin kemaoe'annja pikiran, dimana sadja jang roepanja ada kasi pengharepan, marika lantas menoedjoe. Tapi selaloe, di tempat-tempat jang tadinja marika pikir ada binatang-binatang atawa boeroeng-boeroeng jang bakal di tangkep, semoea djadi kosong. Ada djoega satoe doea boeroeng besar, jang itoe anak moeda kètemoeken brenti dipoehoen-poehoen sedikit atas, tapi baroe sadja ia mendeketin, lebi doeloe itoe binatang soeda terbang kombali. Sampe begitoe djaoeh marika tida dapetken hasil soeatoe apa. „Roepanja ini hari kita poenja keloear lagi malang“, sambil djalan itoe anak moeda berkata pada Wangpo: „sampe begini djaoeh, masi djoega tida satoe binatang atawa boeroeng kita dapet“. Wangpo jang diadjak bitjara tida menjaoet. Sambil djalan ia poenja mata mengawas awasin kanan kiri pada tangke-tangke pepoehoenan. Mendadak dari lain djoeroesan seblah kiri, itoe anak moeda dapet liat sarombongan boeroeng poeti terbang mendatengin marika poenja djoeroesan. Ia lantas merandek dan berkata pada Wangpo: „Ini dia jang kita toenggoe! Liat Wangpo,<noinclude></noinclude> przv3m0r27fovi64o2ojuyv2qs04ueq Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/19 104 107646 300877 2026-07-04T07:06:56Z Taufik Pramudja 27223 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '18 {{c|teks}}PENGHIDOEPAN sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tengaelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe ba... 300877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|teks}}PENGHIDOEPAN sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tengaelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apatapa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear poela lain prampoean jang soeda stenga. mampoes ! : Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke- moedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude> 7gjd6qfngkgwabrlri2dhurgxa0808a 300879 300877 2026-07-04T07:07:41Z Taufik Pramudja 27223 300879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}} sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tengaelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apatapa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear poela lain prampoean jang soeda stenga. mampoes ! : Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke- moedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude> nq5oprwjztwltp8979rnx4cfi6m1su7 300881 300879 2026-07-04T07:08:38Z Taufik Pramudja 27223 300881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}} sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tenggelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apatapa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear poela lain prampoean jang soeda stenga. mampoes ! : Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke- moedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude> g4t50z6obnqmu497yy30nkrxvsvvz0n 300926 300881 2026-07-04T07:21:15Z Taufik Pramudja 27223 /* Telah diuji baca */ 300926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}} sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tenggelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apatapa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear poela lain prampoean jang soeda stenga. mampoes ! : Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke- moedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude> qc786vhl0avifnxveqqq0p39s9iowas 301023 300926 2026-07-04T08:46:05Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 301023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}} sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tenggelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apatapa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear poela lain prampoean jang soeda stenga. mampoes ! : Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke- moedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude> 4rg6cbe14vy1zmwj8qkqa3jr6whmgo5 301032 301023 2026-07-04T09:02:34Z Suga Widi 25678 301032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh|18|''PENGHIDOEPAN''}}</noinclude>sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tenggelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloeng pada itoe bahaja ! Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan. Itoe anak moeda sasoedanja tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apa-apa jang sedikit dingin. Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkat keloear poela lain prampoean jang soeda stenga mampoes ! Wangpo begitoe meliat ia poenja kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, kemoedian Ongpien djoega meniroe. Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toeloengan, tapi lantaran kebranian dan kega-<noinclude></noinclude> 5ln98zl5glo0nj7bbuv31c7d2ev3t2l Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/7 104 107647 300885 2026-07-04T07:09:51Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh|6}} {{rh||PENGHIDOEPAN}} ini boeroeng biasanja tida maoe brenti ditenga djalan. Roepanja marika sedeng maoe menoedjoe poelang. Tapi biarlah, ilang ilangan satoe anak pana, akoe nanti tjobah pana ini binatang salekasnja marika liwat diatas kita poenja kepala. Akoe soeda berasa kesel begini djaceh tida dapet apa-apa. Biarlah akoe bertaro, kaloe pana jang akoe lepas tida kena, kita poelang. Kaloe kena, kita tjari poela lain binatang! Kaoe diam disini sadja, liat marika soeda mendatengin deket pada kita!" Sambil ia keloearken itoe perkataan paling blakang, ia lantas sediaken gendewanja dan moelai angkat itoe barang sedikit meliwatin paras moekanja. „Tjret ! St! st ! st!" Satoe anak pana lantas terlepas dari boesoernja, dan sabentar lagi itoe anak moeda saksiken satoe diantara itoe banjak boeroeng jang baroe terbang diatas kepalanja soeda mendjoengkel ka bawa. „Kita dapet !" Treaknja Wangpo. „Hoera! Hoera!" jang lain bersoerak lantaran girang. kongtjoenja ada itoe kebisa'an memana begitoe gapa. Marika rame-rame deketin itoe boeroeng jang baroe terdjoengkel dari atas. Tapi itoe binatang lehernja separo soeda terpisa lantaran kena kelanggar itoe anak pana jang dilepas. ,,Ini satoe boeroeng sebagi bibitnja kita poenja kaoentoengan memboeroe" kata Ongpien „dan mengandel sama kaoe poenja kebisa'an pegang<noinclude></noinclude> 2itc06rense5h0rxddfk7hyiq4seyx1 301031 300885 2026-07-04T08:58:44Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|4|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>ini boeroeng biasanja tida maoe brenti ditenga djalan. Roepanja marika sedeng maoe menoedjoe poelang. Tapi biarlah, ilang ilangan satoe anak pana, akoe nanti tjobah pana ini binatang salekasnja marika liwat diatas kita poenja kepala. Akoe soeda berasa kesel begini djaoeh tida dapet apa-apa. Biarlah akoe bertaro, kaloe pana jang akoe lepas tida kena, kita poelang. Kaloe kena, kita tjari poela lain binatang! Kaoe diam disini sadja, liat marika soeda mendatengin deket pada kita!“ Sambil ia keloearken itoe perkataan paling blakang, ia lantas sediaken gendewanja dan moelai angkat itoe barang sedikit meliwatin paras moekanja. „Tjret ! St! st ! st!“ Satoe anak pana lantas terlepas dari boesoernja, dan sabentar lagi itoe anak moeda saksiken satoe diantara itoe banjak boeroeng jang baroe terbang diatas kepalanja soeda mendjoengkel ka bawa. „Kita dapet !“ Treaknja Wangpo. „Hoera! Hoera!“ jang lain bersoerak lantaran girang. kongtjoenja ada itoe kebisa'an memana begitoe gapa. Marika rame-rame deketin itoe boeroeng jang baroe terdjoengkel dari atas. Tapi itoe binatang lehernja separo soeda terpisa lantaran kena kelanggar itoe anak pana jang dilepas. „Ini satoe boeroeng sebagi bibitnja kita poenja kaoentoengan memboeroe“ kata Ongpien, „dan mengandel sama kaoe poenja kebisa'an pegang<noinclude></noinclude> a22b8ikbjjk6hvmjvmbkv1rqtq2ipky Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/19 104 107648 300888 2026-07-04T07:11:15Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh13}}</noinclude>kawin, dan boekan boedak; moestail Njai soeka tinggal begini sadja? Sekarang Njai boekannja Wolanda, boekannja Tjina, Njai ada berigama Islam, wadjibnja Njai toentoet itoe, soepaja Njai dapat slamat di doenia dan di acherat, djangan sampe Njai djadi kepiran, kesana tiada, kemari tiada." Njai Dasima menjaoet: "Baek! Tetapi akoe maoe pikir doeloe." Sehabisnja Njai Dasima dengar perkatahannja ma Boejoeng, pikirannja djadi tiada keroewan, sebab dia takoet kepada Toeannja, tetapi dia pikirken lagi jang betoel perkatahannja ma Boejoeng, jang kewadjibannja haroes misti menoentoet Igama, maka berhari hari dia tiada enak hati, dia pikirken apa dia misti bikin. Ma Boejoeng djoega tinggal diam sebab tjerdiknja , dia maoe Njainja bitjara doeloean dari itoe perkara. Ketiga harinja Njai Dasima panggil ma Boejoeng, dia kata begini: "Akoe rasa aloe kepengen beladjar Igama , tetapi kaloe Toean dapat taoe, tentoe dia larang, sebab akoe takoet nanti ini orang-orang di dalem roemah tjerita sama dianja, dan tentoe akoe dapet marah." Ma Boejoeng tetawa, sambil berkata: "O, djangan Njai slempang orang-orang di dalem roemah poenja omongan, itoe troesa Njai takoet, nanti ini malem saja bikin makan-makan dan minoem koffi, dan dia orang saja adjak rempoek boeat djangan mengomong kepada Toean."<noinclude></noinclude> kzhkhruagew23fjg09b3z2gct3x8wwc 300930 300888 2026-07-04T07:22:09Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||13}}</noinclude>kawin, dan boekan boedak; moestail Njai soeka tinggal begini sadja? Sekarang Njai boekannja Wolanda, boekannja Tjina, Njai ada berigama Islam, wadjibnja Njai toentoet itoe, soepaja Njai dapat slamat di doenia dan di acherat, djangan sampe Njai djadi kepiran, kesana tiada, kemari tiada." Njai Dasima menjaoet: „Baek! Tetapi akoe maoe pikir doeloe." Sehabisnja Njai Dasima dengar perkatahannja ma Boejoeng, pikirannja djadi tiada keroewan, sebab dia takoet kepada Toeannja, tetapi dia pikirken lagi jang betoel perkatahannja ma Boejoeng, jang kewadjibannja haroes misti menoentoet Igama, maka berhari hari dia tiada enak hati, dia pikirken apa dia misti bikin. Ma Boejoeng djoega tinggal diam sebab tjerdiknja , dia maoe Njainja bitjara doeloean dari itoe perkara. Ketiga harinja Njai Dasima panggil ma Boejoeng, dia kata begini: „Akoe rasa aloe kepengen beladjar Igama , tetapi kaloe Toean dapat taoe, tentoe dia larang, sebab akoe takoet nanti ini orang-orang di dalem roemah tjerita sama dianja, dan tentoe akoe dapet marah." Ma Boejoeng tetawa, sambil berkata: „O, djangan Njai slempang orang-orang di dalem roemah poenja omongan, itoe troesa Njai takoet, nanti ini malem saja bikin makan-makan dan minoem koffi, dan dia orang saja adjak rempoek boeat djangan mengomong kepada Toean."<noinclude></noinclude> clrtpaq4wb5prxbuqf9kfull3jnnzxt Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/8 104 107649 300895 2026-07-04T07:12:29Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 300895 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||7}} boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita poelang bakal memikoel banjak beboeronan!" Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan. „Ongpien, kaoe hawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh". Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja. Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja-bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng. Itoe anak moeda lantes deketin tempat dimana itoe binatang berada, kira-kira 50 tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo: „Memana tjara begini ada adjarannja akoe Poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato". Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja. Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa! Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran heran.<noinclude></noinclude> hq58oghwp2njiyx0hxsh6rm76t8d8u1 301033 300895 2026-07-04T09:02:52Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|7}}</noinclude>{{rh|||7}} boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita poelang bakal memikoel banjak beboeronan!“ Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan. „Ongpien, kaoe bawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh“. Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja. Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja—bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng. Itoe anak moeda lantes deketin tempat dimana itoe binatang berada, kira-kira 50 tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo: „Memana tjara begini ada adjarannja akoe poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato“. Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja. Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa! Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran heran.<noinclude></noinclude> jj56pmqj3h03zfetvbwaqrxv4s6bo8x 301034 301033 2026-07-04T09:03:10Z Iripseudocorus 23824 301034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|7}}</noinclude>boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita poelang bakal memikoel banjak beboeronan!“ Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan. „Ongpien, kaoe bawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh“. Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja. Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja—bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng. Itoe anak moeda lantes deketin tempat dimana itoe binatang berada, kira-kira 50 tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo: „Memana tjara begini ada adjarannja akoe poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato“. Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja. Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa! Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran heran.<noinclude></noinclude> 33bbfynwhg6ptq31ozunbys27pt7ba7 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/502 104 107650 300898 2026-07-04T07:12:53Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 300898 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4420 —}}</noinclude>masi bisa kaloearken prenta-prenta serta soeroe orang atoer pendjagaän di atas kota. Tjoema sajang sekali itoe waktoe soeda kasep. Sebab, sablon itoe orang-orang jang diprenta bisa berboeat apa-apa, di ampat pendjoeroe pintoe kota soeda terbit bahaja api. Lantaran begitoe, kaädaän di dalem kota lantas mendjadi kaloet, hingga Hok Tjiauw jang mendenger ini kabar telah djadi kaget sekali. Soeda sakit keras, ditamba poela dengen rasa kaget jang dateng terkoenjoeng-koenioeng, ka mana parannja lagi kaloe ini panglima tiada lantas berangkat ka laen doenia. Begitoelah djoega soeda kadjadian dengen Hok Tjiauw di itoe waktoe. Blon berselang lima menit sadari kabar itoe sampe padanja, ia lantas tarik napasnja jang pengabisan.<noinclude>{{left|N. B. Dalem boekoe SAM KOK djilid ''kalimapoeloelima'' nanti ditjeritaken : soldadoe Goei dapet labrakan keras dari Tjoe-Kat Liang; Soe-Ma Ie menjerang masoek dalem negri Siok; Tjo Tjin dapet karoeskan besar lantaran pasanggrahannja dirampas oleh balatentara Siok; dan Khong Beng bikin maloe pada Soe-Ma Ie dengen djalan mengadoe kapandean dalem hal mengatoer barisan Tin.}} {{right|''(Ada samboengannja).''}}</noinclude> 71g455myjw9dla5bxpx2lyc5zzcse6a 301019 300898 2026-07-04T08:38:15Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301019 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4420 —}}</noinclude>masi bisa kaloearken prenta-prenta serta soeroe orang atoer pendjagaän di atas kota. Tjoema sajang sekali itoe waktoe soeda kasep. Sebab, sablon itoe orang-orang jang diprenta bisa berboeat apa-apa, di ampat pendjoeroe pintoe kota soeda terbit bahaja api. Lantaran begitoe, kaädaän di dalem kota lantas mendjadi kaloet, hingga Hok Tjiauw jang mendenger ini kabar telah djadi kaget sekali. Soeda sakit keras, ditamba poela dengen rasa kaget jang dateng terkoenjoeng-koenjoeng, ka mana parannja lagi kaloe ini panglima tiada lantas berangkat ka laen doenia. Begitoelah djoega soeda kadjadian dengen Hok Tjiauw di itoe waktoe. Blon berselang lima menit sadari kabar itoe sampe padanja, ia lantas tarik napasnja jang pengabisan. {{rule|align=left|5em}} N. B. Dalem boekoe {{sc|Sam Kok}} djilid ''kalimapoeloelima'' nanti ditjeritaken : soldadoe Goei dapet labrakan keras dari Tjoe-Kat Liang; Soe-Ma Ie menjerang masoek dalem negri Siok; Tjo Tjin dapet karoeskan besar lantaran pasanggrahannja dirampas oleh balatentara Siok; dan Khong Beng bikin maloe pada Soe-Ma Ie dengen djalan mengadoe kapandean dalem hal mengatoer barisan Tin. {{right|''(Ada samboengannja).''}}<noinclude></noinclude> e5nuk8wi59q8u93xml2gvqqo0bfoawh Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/281 104 107651 300901 2026-07-04T07:13:39Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 4207 — Dan btangkali Khong Beng blon ntaoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal. Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di wakfoe perang lelah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij ialoe baük kombati ka pasanggrahannja. Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja pepaja be... 300901 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>— 4207 — Dan btangkali Khong Beng blon ntaoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal. Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di wakfoe perang lelah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij ialoe baük kombati ka pasanggrahannja. Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja pepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moe­ soe jang lebi koeat?" „Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa kadjadian pada balatentara," menjaoet Kwee Hoaij: „kkoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe digoenaken, nistjaja mcesoe nanii djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti moendoer sendiri."<noinclude></noinclude> j6pw80rznb1lc1j5a0tcuy29y0s1m73 300941 300901 2026-07-04T07:39:39Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 300941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 4207 —|}}</noinclude>Dan brangkali Khong Beng blon maoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal. Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di waktoe perang telah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij laloe balik kombali ka pasanggrahannja. Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja oepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moe­soe jang lebi koeat?” „Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa kadjadian pada balatentara,” menjaoet Kwee Hoaij: „Akoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe digoenaken, nistjaja moesoe nanti djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti moendoer sendiri.” {{rule|8em}}<noinclude></noinclude> jbrsw2np02ft9rwssqpy9awnovojerv 300950 300941 2026-07-04T07:42:42Z Lemonwithices 26124 /* Tervalidasi */ 300950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||— 4207 —|}}</noinclude>Dan brangkali Khong Beng blon maoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal. Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di waktoe perang telah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij laloe balik kombali ka pasanggrahannja. Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja oepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moe­soe jang lebi koeat?” „Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa kadjadian pada balatentara,” menjaoet Kwee Hoaij: „Akoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe digoenaken, nistjaja moesoe nanti djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti moendoer sendiri.” {{rule|8em}}<noinclude></noinclude> i2akz62tk04qbfafesy2luy2y5581fp Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/8 104 107652 300911 2026-07-04T07:17:59Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/76 104 107653 300913 2026-07-04T07:18:33Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/75 104 107654 300915 2026-07-04T07:18:48Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/73 104 107655 300916 2026-07-04T07:19:13Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/5 104 107656 300917 2026-07-04T07:19:24Z Silmi Maryam 27190 /* Telah diuji baca */ 300917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat''' '''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude> {{c|Penulis:}} {{c|Poltak Johansen}} {{c|M. Natsir}} {{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:}} {{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}} {{c|Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:}} {{c|CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:}} {{c|Padalarang-Bandung}} {{c|Telp. +62 812 22205182}} {{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} "{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}" "{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam}}" "{{c|bentuk dan dengan cara}}" "{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}"<noinclude>"{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}"</noinclude> 4ckxsax2r1isz3gxxe7e33uaox4tff8 300923 300917 2026-07-04T07:20:10Z Silmi Maryam 27190 300923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat''' '''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude> {{c|Penulis:}} {{c|Poltak Johansen}} {{c|M. Natsir}} {{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:}} {{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}} {{c|Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:}} {{c|CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:}} {{c|Padalarang-Bandung}} {{c|Telp. +62 812 22205182}} {{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}} {{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam}}" "{{c|bentuk dan dengan cara}} {{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude>{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude> 8u9hxva9zzt41d493v9odwtga8016i3 300927 300923 2026-07-04T07:21:21Z Silmi Maryam 27190 300927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat''' '''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>{{c|Penulis:}} {{c|Poltak Johansen}} {{c|M. Natsir}} {{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:}} {{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}} {{c|Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:}} {{c|CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:}} {{c|Padalarang-Bandung}} {{c|Telp. +62 812 22205182}} {{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}} {{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}} {{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude>{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude> b1375luh1vfb9tvbu1i79dec11txudk 300933 300927 2026-07-04T07:23:36Z Silmi Maryam 27190 300933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat''' '''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>{{c|Penulis:}} {{c|Poltak Johansen}} {{c|M. Natsir}} {{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:}} {{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}} {{c|Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:}} {{c|CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:}} {{c|Padalarang-Bandung}} {{c|Telp. +62 812 22205182}} {{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}} {{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}} {{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}} ''Teks miring''<noinclude> {{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude> str5p9nxw27su9ygoh0c938ivsylhar 300963 300933 2026-07-04T07:54:10Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 300963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><poem> '''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat''' '''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur''' {{c|Penulis:}} {{c|Poltak Johansen}} {{c|M. Natsir}} {{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:}} {{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}} {{c|Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:}} {{c|CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:}} {{c|Padalarang-Bandung}} {{c|Telp. +62 812 22205182}} {{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}} {{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}} {{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude> {{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude> 4uclq5a19bod0mi1k5ja988lrlwykxj 300970 300963 2026-07-04T08:00:24Z Suga Widi 25678 300970 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{C|'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''<br>'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''}} {{c|Penulis:<br>Poltak Johansen<br>M. Natsir<br>Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:<br>Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:<br>Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:<br>CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:<br>Padalarang-Bandung<br>Telp. +62 812 22205182<br>E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|''Hak cipta dilindungi undang-undang<br>Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara<br>apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit''}} {{c|'''''Isi di luar tanggung jawab penerbit'''''}}<noinclude></noinclude> pvjg1b8ynew121e02kyrym7yg3pe96f 300972 300970 2026-07-04T08:01:03Z Suga Widi 25678 300972 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{C|'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''<br>'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''}} {{c|Penulis:<br>Poltak Johansen<br>M. Natsir<br>Benedikta Juliatri Widi Wulandari}} {{c|Editor:<br>Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}} {{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}} {{c|Desain Sampul dan Tata Letak:<br>Yuda A. Setiadi}} {{c|Penerbit:<br>CV Media Jaya Abadi}} {{c|Redaksi:<br>Padalarang-Bandung<br>Telp. +62 812 22205182<br>E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}} {{c|''Hak cipta dilindungi undang-undang<br>Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara<br>apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit''}} {{c|'''''Isi di luar tanggung jawab penerbit'''''}}<noinclude></noinclude> hrmnx7zx9f8z9w2jhba9464wq0ybm8z Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/72 104 107657 300919 2026-07-04T07:19:35Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/71 104 107658 300920 2026-07-04T07:19:51Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/70 104 107659 300924 2026-07-04T07:20:11Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '62 Maka a da lah sa e kor ke ra jang melihat boeah li mau i toe ter tjam pak, maka sigera dengan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i sinja pon di makan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: >>Hai pan dir ! sa be nar nja lah per ka ta an bonda moe i toe. Ma ka sa ja tiada lah menga tahoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak dari pa da boe ah li mau ini. A kan te tapi s... 300924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>62 Maka a da lah sa e kor ke ra jang melihat boeah li mau i toe ter tjam pak, maka sigera dengan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i sinja pon di makan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: >>Hai pan dir ! sa be nar nja lah per ka ta an bonda moe i toe. Ma ka sa ja tiada lah menga tahoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak dari pa da boe ah li mau ini. A kan te tapi si apa jang hen dak lah me ma kan nja, hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe. Hai tjan tjang, pa bi la eng kau men da pat boe ah li mau i ni, hen dak lah eng kau ba wa ka pa dakoe !" Maka kera ke tjil i toe pon njah lah sa bab ber o leh ka ma loe an i toe.<noinclude></noinclude> scxu54omafjxmwsivi75hyhvs50wvzb 300938 300924 2026-07-04T07:25:49Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||'''62'''}}</noinclude>Ma ka a da lah sa e kor ke ra jang meli hat boe ah li mau i toe ter tjam pak. ma ka si gera de ngan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i si nja pon di ma kan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: »Hai pan dir! sa be nar nja lah per ka ta an bon da moe i toe. Ma ka sa ja ti a da lah me nga ta hoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak da ri pa da boe ah li mau i ni. A kan te ta pi si a pa jang hen dak lah me ma kan nja, hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe. Hai tjan tjang. pa bi la eng kau men da pat boe ah li mau ini, hen dak lah eng kau ba wa ka pa da koe!" Ma ka ke ra ke tjil i toe pon njah lah sa bab ber o leh ka ma loe an i toe. {{rule|4em}}<noinclude></noinclude> lug8shx7inhsmgmt1dik2mfjvlbgsqq 301020 300938 2026-07-04T08:42:16Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 301020 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||'''62'''}}</noinclude>Ma ka a da lah sa e kor ke ra jang meli hat boe ah li mau i toe ter tjam pak. ma ka si gera de ngan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i si nja pon di ma kan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: »Hai pan dir! sa be nar nja lah per ka ta an bon da moe i toe. Ma ka sa ja ti a da lah me nga ta hoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak da ri pa da boe ah li mau i ni. A kan te ta pi si a pa jang hen dak lah me ma kan nja, hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe. Hai tjan tjang. pa bi la eng kau men da pat boe ah li mau ini, hen dak lah eng kau ba wa ka pa da koe!" Ma ka ke ra ke tjil i toe pon njah lah sa bab ber o leh ka ma loe an i toe. {{rule|4em}}<noinclude></noinclude> 6afrwoy00m88prmskryhm9kg4bm3hm8 Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/31 104 107660 300928 2026-07-04T07:21:30Z Amie.firsa 27188 /* Telah diuji baca */ 300928 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas nikah kepada itoe Samioen , maka peladjaran begitoe didenger dan dipertjaja oleh dianja. Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean, tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa, dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab saja poenja anak. Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata: "Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude> 57ydjmf4543jxi8naom2rd9hkflhe1z 300932 300928 2026-07-04T07:22:38Z Dankkum dunya 25589 /* Tervalidasi */ 300932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas nikah kepada itoe Samioen , maka peladjaran begitoe didenger dan dipertjaja oleh dianja. Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean, tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa, dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab saja poenja anak. Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata: "Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude> nu5sfag5d44m36s5i1ed5lrppafsobm 300936 300932 2026-07-04T07:25:24Z Dankkum dunya 25589 300936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas nikah kepada itoe Samioen, maka peladjaran begitoe didenger dan dipertjaja oleh dianja. Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean, tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa, dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab saja poenja anak. Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata: „Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude> 4oraxjukckb4n14e5cac657xz1zi906 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/504 104 107661 300934 2026-07-04T07:24:06Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '[[File:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55) (page 504 crop).jpg|400px|pus]]' 300934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>[[File:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55) (page 504 crop).jpg|400px|pus]]<noinclude></noinclude> m1z7it50h90hjeh5og8kzf8rj7by3r5 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/2 104 107662 300944 2026-07-04T07:41:52Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/3 104 107663 300946 2026-07-04T07:42:16Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/4 104 107664 300947 2026-07-04T07:42:28Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/5 104 107665 300951 2026-07-04T07:43:21Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tjerita SAM KOK TERSALIN OLEH LIE JN ENG. Djilid ka XLIX. „Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem. Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, dioestroe itoe waktoe oraijg mengabarken. Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boçat menjegah penjajkit jang bole... 300951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tjerita SAM KOK TERSALIN OLEH LIE JN ENG. Djilid ka XLIX. „Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem. Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, dioestroe itoe waktoe oraijg mengabarken. Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boçat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara djelek dan ramsoem minta berdjoempa. Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek mengadep. Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja: „Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada bawa ka ini negri?" Sam kok 241<noinclude></noinclude> blusoo9fdwedgtabdxp3brh3b1k55us 300955 300951 2026-07-04T07:51:03Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Xx-larger|'''Tjerita SAM KOK'''}} {{Smaller|TERSALIN OLEH}} {{X-larger|'''LIE IN ENG.'''}} {{larger|''Djilid ka XLIX.''}}}} {{rule|5em}} „Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem. Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, djoestroe itoe waktoe orang mengabarken, Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boeat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara djelek dan ramsoem minta berdjoempa. Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek mengadep. Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja: „Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada bawa ka ini negri?"<noinclude>{{rh|{{Smaller|Sam kok||241}}}}</noinclude> p9cmneb9vm26w1v8tec0aftu3m08zsu 301048 300955 2026-07-04T10:09:44Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>{{C|{{Xx-larger|'''Tjerita SAM KOK'''}} {{Smaller|TERSALIN OLEH}} {{X-larger|'''LIE IN ENG.'''}} {{larger|''Djilid ka XLIX.''}}}} {{rule|5em}} „Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga,” menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem. Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo ia maoe minta katerangan lebi djaoe, djoestroe itoe waktoe orang mengabarken, Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boeat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara djelek dan ramsoem minta berdjoempa. Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek mengadep. Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja: „Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada bawa ka ini negri?”<noinclude>{{Smaller|{{rh|Sam kok||241}}}}</noinclude> fv84shcos2gzhf9b921qz7bxz32ol2t Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/20 104 107666 300954 2026-07-04T07:46:19Z Taufik Pramudja 27223 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh3||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nena jang soesa bisa ketoe! oerg- an tegitoe lekas, sekarang sceda berada ome bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, _ bahcea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan d... 300954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh3||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nena jang soesa bisa ketoe! oerg- an tegitoe lekas, sekarang sceda berada ome bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, _ bahcea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, mepampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe- paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. : »la orang masi lela, nona”, katanja itoe avak moeda jang samboet pada” itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada‘an pangsan. Biakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe- loengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio djoega ‘inget orang kombali. _ Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itee anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> 4ckfouhfk309ysw9c01mfroxrfmzsl6 300956 300954 2026-07-04T07:51:25Z Taufik Pramudja 27223 /* Telah diuji baca */ 300956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg- an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom- bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, mepampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe- paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. »Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada‘an pangsan. Biakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe- loengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio djoega ‘inget orang kombali. Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> h6d54itn379bqq6fmqpb0r69drmidom 300959 300956 2026-07-04T07:51:55Z Taufik Pramudja 27223 300959 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg- an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom- bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, mepampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe- paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. »Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada‘an pangsan. Biakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe- loengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio djoega ‘inget orang kombali. Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> ens4t8ln3mq0nagyxz9vkg61qhgfbqd 301024 300959 2026-07-04T08:46:26Z Suga Widi 25678 /* Tervalidasi */ 301024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg- an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom- bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, mepampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe- paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. »Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada‘an pangsan. Biakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe- loengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio djoega ‘inget orang kombali. Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> ii0i8xwuyqbd0atv2ljipxvbv2fyyzb 301036 301024 2026-07-04T09:10:49Z Suga Widi 25678 301036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|19}}</noinclude>gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediangnja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloergan begitoe lekas, sekarang soeda berada kombali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata'an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, menampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soepaja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, maoe saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. „Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada'an pangsan. Blakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang perloe boeat bantoe kasi pertoeloengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesin, kemoedian Kim Nio djoega inget orang kombali. Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> t6h6nfr4sv0sljms8gw41v0vdx1ofwl Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/592 104 107667 300957 2026-07-04T07:51:42Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/591 104 107668 300958 2026-07-04T07:51:55Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/590 104 107669 300960 2026-07-04T07:52:09Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/589 104 107670 300961 2026-07-04T07:52:24Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 300961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/586 104 107671 300962 2026-07-04T07:53:17Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4500 — Tjin Long iantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtolc poenja prenta. Tapidjoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali. Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikeijer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat djaoenja. I " * N. B.... 300962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>- 4500 — Tjin Long iantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtolc poenja prenta. Tapidjoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali. Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikeijer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat djaoenja. I " * N. B. Dalem boekoe Sa m k o k djilid ka- limapoeloe anem nanti ditjeritaken, begimana pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma Ie di dalem perkara adoe kapan dean mengatoer, barisan Tin, hingga ini Touwtok, jang kala bertaro di dalem itoe perkara dan kala djoega di dalem paperangan jang dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe Khong Beng dipanggil poelang. Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken djoega, begimanakoetika hendak madjoe ka goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja boeat lindoengken soepaja balatentaranja jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie. Dan achirnja Pembatja nanti liat, begi­ mana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa. (Ada samboengannja).<noinclude></noinclude> 6lwjdxiw2oj3rcspg3jyxid6vlbjlc3 300978 300962 2026-07-04T08:07:14Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300978 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4500 —}}</noinclude>Tjin Long lantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtok poenja prenta. Tapi djoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali. Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikedjer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat djaoenja. {{rule|align=left|5em}} N. B. Dalem boekoe {{sc|Samkok}} djilid kalimapoeloe anem nanti ditjeritaken, begimana pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma Ie di dalem perkara adoe kapandean mengatoer, barisan Tin, hingga ini Touwtok, jang kala bertaro di dalem itoe perkara dan kala djoega di dalem paperangan jang dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe Khong Beng dipanggil poelang. Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken djoega, begimanakoetika hendak madjoe ka goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja boeat lindoengken soepaja balatentaranja jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie. Dan achirnja Pembatja nanti liat, begimana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa. {{R|''(Ada samboengannja)''.}}<noinclude></noinclude> 3nzxangwd3j8zv9sgf5mdkzahga5fzu 301045 300978 2026-07-04T09:48:45Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4500 —}}</noinclude>Tjin Long lantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtok poenja prenta. Tapi djoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali. Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikedjer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paal djaoenja. {{rule|align=left|5em}} N. B. Dalem boekoe {{sc|Samkok}} djilid ''kalimapoeloe anem'' nanti ditjeritaken, begimana pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma Ie di dalem perkara adoe kapandean mengatoer barisan Tin, hingga ini Touwtok, jang kala bertaro di dalem itoe perkara dan kala djoega di dalem paperangan jang dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe Khong Beng dipanggil poelang. Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken djoega, begimana koetika hendak madjoe ka goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja boeat lindoengken soepaja balatentaranja jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie. Dan achirnja Pembatja nanti liat, begimana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa. {{right|''(Ada samboengannja)''.}}<noinclude></noinclude> sh3gekqz3gcnymnc9fsikwdu89knnoa Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/284 104 107672 300964 2026-07-04T07:54:45Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 300964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambitdan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok. Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng. Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan. Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng. Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng. Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän. „Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän," kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat."<noinclude></noinclude> nugfm8dg45xg7ddpzax1o4678sdlb5z 301011 300964 2026-07-04T08:23:48Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301011 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambitdan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok. Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng. Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan. Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng. Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng. Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän. „Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän," kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat."<noinclude></noinclude> ku61kgw8i72kr0wbo46xjm4notxqpjr 301012 301011 2026-07-04T08:25:39Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 301012 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambit dan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok. Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng. Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan. Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng. Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng. Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän. „Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän,” kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat.”<noinclude></noinclude> jgr9dysodzx907m2u26o6u4417bhrvm Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/20 104 107673 300965 2026-07-04T07:54:46Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300965 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||14}}</noinclude>Njai Dasima menjaoet: "Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-orang, angkau misti kasih taoe akoe!" Ma Boejoeng menjaoet : "Insja Allah!" Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwe-kwe, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata: "Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam ?" Semoeanja menjaoet: "Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!" Ma Boejoeng menjaoet: "Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!" Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: "kita orang djoega kepengen bladjar!"<noinclude></noinclude> b8n7g8tchydrq7fujkdj993ffi8mpju 301060 300965 2026-07-04T11:22:55Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301060 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||14}}</noinclude>{{C|Njai Dasima menjaoet:}} „Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-Orang, angkau misti kasih taoe akoe!” {{C|Ma Boejoeng menjaoet:}} „Insja Allah!” Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwé-kwé, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata: „Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam?” {{C|Semoeanja menjaoet:}} „Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!” {{C|Ma Boejoeng menjaoet:}} „Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!” Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: „kita orang djoega kepengen bladjar!”<noinclude></noinclude> 0nwv8dqip322m6ai2mxi42ii3ccwzkv 301061 301060 2026-07-04T11:23:41Z Sikurakurasi 27138 301061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||14}}</noinclude>{{C|Njai Dasima menjaoet:}} „Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-orang, angkau misti kasih taoe akoe!” {{C|Ma Boejoeng menjaoet:}} „Insja Allah!” Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwé-kwé, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata: „Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam?” {{C|Semoeanja menjaoet:}} „Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!” {{C|Ma Boejoeng menjaoet:}} „Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!” Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: „kita orang djoega kepengen bladjar!”<noinclude></noinclude> f1bwjuqv6ukqtmq4ejao5g3cr7l5qvf Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/583 104 107674 300966 2026-07-04T07:57:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4497 -}}</noinclude>ampat atawa lima ratoes orang sadja, sedeng begitoe ampir semoeanja ada mendapet loeka, oleh kerna antaranja lebi ampat riboe djiwa telah binasa di tangan moesoe. Sekarang dengen itoe sedikit soldadoe, Tan Sit ada berdiam di itoe lamping goenoeng. Khong Beng lantas prenta Teng Tji pergi lagi ka Kie Kok boeat hiboerken hatinja Tan Sit, kerna ia selempang ini orang bantahan nanti pergi menaloek pada moesoe. Kamoedian itoe orang berilmoe minta Ma Taij dan Ong Peng dateng padanja dan pesen pada ini doea ponggawa begini: ,,Kaloe djalanan Kie Kok ada didjaga oleh moesoe, akoe minta kau berdoea bawa itoe barisan jang ada di bawa prentamoe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San dengen ambil djalan di boekit-boekit. Djoega itoe perdjalanan kau tjoema perloe bikin di waktoe malem, sedeng di waktoe siang kau boleh semboeni di mana sadja jang kau rasa baek. Apabila soeda sampe pada tempat jang ditoedjoeken, lantas djoega kau moesti njalaken api boeat tanda resia. Ma Tiong dan Thio Ek djoega dapet pesenan dari itoe ferdana mantri jang tjoema sedikit sadja bedanja dari apa jang Ma Taij dan Ong Peng dapet dari padanja. Sedeng Ma Taij dan Ong Peng di soeroe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San, adalah<noinclude></noinclude> 4djr696cku06bg2jgekd4m7mvs9d2ou 300980 300966 2026-07-04T08:07:34Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 300980 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||- 4497 -}}</noinclude>ampat atawa lima ratoes orang sadja, sedeng begitoe ampir semoeanja ada mendapet loeka, oleh kerna antaranja lebi ampat riboe djiwa telah binasa di tangan moesoe. Sekarang dengen itoe sedikit soldadoe, Tan Sit ada berdiam di itoe lamping goenoeng. Khong Beng lantas prenta Teng Tji pergi lagi ka Kie Kok boeat hiboerken hatinja Tan Sit, kerna ia selempang ini orang bantahan nanti pergi menaloek pada moesoe. Kamoedian itoe orang berilmoe minta Ma Taij dan Ong Peng dateng padanja dan pesen pada ini doea ponggawa begini: „Kaloe djalanan Kie Kok ada didjaga oleh moesoe, akoe minta kau berdoea bawa itoe barisan jang ada di bawa prentamoe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San dengen ambil djalan di boekit-boekit. Djoega itoe perdjalanan kau tjoema perloe bikin di waktoe malem, sedeng di waktoe siang kau boleh semboeni di mana sadja jang kau rasa baek. Apabila soeda sampe pada tempat jang ditoedjoeken, lantas djoega kau moesti njalaken api boeat tanda resia. Ma Tiong dan Thio Ek djoega dapet pesenan dari itoe ferdana mantri jang tjoema sedikit sadja bedanja dari apa jang Ma Taij dan Ong Peng dapet dari padanja. Sedeng Ma Taij dan Ong Peng disoeroe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San, adalah<noinclude></noinclude> br4is1df5qahafks44d5gcmrlon5yge Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/285 104 107675 300967 2026-07-04T07:58:11Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 300967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4211 —|}}</noinclude>Tapi sigra djoega Khong Beng soeda dapet pikir orang jang taoe djalanan di itoe tempat; orang itoe, ialah Ma Taij. Maka sigra djoega ia panggil ini ponggawa dateng mengadep, dan berkata padanja; „Akoe taoe kau kenai baek adatnja bangsa Kiang, sebab doeloe saVean lama kau ada tinggal d! tempatnja itoe bangsa. Sekarang akoe hendak kirim angkatan perang boeat kasi adjaran pada marika, maka akoe minta kau djadi pengoendjoek djalan boeat Ini barisan." Saäbisnja berkata demikian, Khong Beng lantas seraken lima laksa balatentara pada itoe tiga orang, jang lantas djoega berangkat. Koetika marika ini soeda melaloei perdjaianan bebrapa hari, di soeatoe tempat iaorang ketemoe pada barisan Kiang. Bersama saratoes lebi soldadoe, Kwan Hin lantas naek di soeatoe boekit boeat preksa dengen teliti begimana kaädaännja moesoe. Ia liat itoe bangsa atoer kretanja melerot-lerot dengen berhoeboeng satoe sama laen; maka, maskipoen pasanggrahannja didiriken salengkatan di sembarang tempat, tapi oleh kern a adanja itoe kretakreta perang, jang di atasnjaditantjepin berbagi-bagi alat sendjata, djadi adalah itoe benteng-benteng seperti djoega ada terkoeroeng dengen tembok kota jang tegoe. Lama sekali Kwan Hin berdiri bengong menga-<noinclude></noinclude> 4to1oxuiql5zs1kp88tkhvrhd1tz73m 301013 300967 2026-07-04T08:27:35Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301013 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4211 —|}}</noinclude>Tapi sigra djoega Khong Beng soeda dapet pikir orang jang taoe djalanan di itoe tempat; orang itoe, ialah Ma Taij. Maka sigra djoega ia panggil ini ponggawa dateng mengadep, dan berkata padanja; „Akoe taoe kau kenai baek adatnja bangsa Kiang, sebab doeloe sakean lama kau ada tinggal d! tempatnja itoe bangsa. Sekarang akoe hendak kirim angkatan perang boeat kasi adjaran pada marika, maka akoe minta kau djadi pengoendjoek djalan boeat Ini barisan." Saabisnja berkata demikian, Khong Beng lantas seraken lima laksa balatentara pada itoe tiga orang, jang lantas djoega berangkat. Koetika marika ini soeda melaloei perdjalanan bebrapa hari, di soeatoe tempat iaorang ketemoe pada barisan Kiang. Bersama saratoes lebi soldadoe, Kwan Hin lantas naek di soeatoe boekit boeat preksa dengen teliti begimana kaadaannja moesoe. Ia liat itoe bangsa atoer kretanja melerot-lerot dengen berhoeboeng satoe sama laen; maka, maskipoen pasanggrahannja didiriken salengkatan di sembarang tempat, tapi oleh kerna adanja itoe kretakreta perang, jang di atasnja ditantjepin berbagi-bagi alat sendjata, djadi adalah itoe benteng-benteng seperti djoega ada terkoeroeng dengen tembok kota jang tegoe. Lama sekali Kwan Hin berdiri bengong menga-<noinclude></noinclude> c2gq1ouaugys2tu6kup65u8uu4od7me Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/584 104 107676 300968 2026-07-04T07:58:37Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300968 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin. ,,Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa," demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa. Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja. Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik. Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara. Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali. Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe apa-<noinclude></noinclude> 68qvdjlq8x4b0j7skdim8d5wry8oglr 300971 300968 2026-07-04T08:00:56Z Iripseudocorus 23824 300971 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin. ,,Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa," demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa. Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja. Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik. Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara. Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali. Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe {{hws|apa-|apa-apa}}<noinclude></noinclude> 5lctzfn9plajvmtv7a4ingfib0ulua9 301043 300971 2026-07-04T09:38:07Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin. „Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa,” demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa. Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja. Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik. Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara. Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali. Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe {{hws|apa|apa-apa}}<noinclude></noinclude> 1j0sq886vx2bse0vt2yis4pqsxhvzkw Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/508 104 107677 300969 2026-07-04T08:00:03Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 300969 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4422 —}}</noinclude>memegang kipas dari boeloe boeroeng poen lantas kaliatan berdiri di atas kota. „Hm, Tilangkoen,” kata orang itoe, jang boekan laen adanja, hanja Khong Beng: „njatalah angkau berdoea soeda dateng kablakangan!” Kiang Wie dan Goel Jan lantas toeroen dari koedanja dan sambil berloetoet di tana, iaorang berkata dengen berbareng: „Dalem hal djalanken tipoe, pantes sekali Sinsiang diseboet satoe melaikat!” Khong Beng lantas silaken iaorang masoek ka dalem kota, Kamoedian itoe ferdana mantri petjaken ia poenja perdjalanan jang moedjidjat di hadepannja marika itoe dengen berkata: „Tatkala akoe dapet kabar penjakitnja Hok Tjiauw ada berat sekali, itoe koetika akoe lantas prenta kau berdoea bikin persediaän di dalem tiga hari boeat ambil itoe kota, Tapi akoe kaloearken itoe prenta, melaenken boeat bikin tetep orang banjak poenja pikiran. Padahal sasoeda kau berlaloe, akoe sigra titaken Kwan Hin dan Thio Pauw, dengen poera-poera bikin gerakan seperti orang maoe itoeng banjaknja balatentara, diam-diam kaloear dari djalanan Han Tiong, sedeng akoe sendiri ada toeroet dalem itoe barisan. Kita-orang madjoe teroes ka itoe kota, sabrapa lekas kita-orang bisa, soepaja dengen begitoe, moesoe tida kaboeroe angkoet<noinclude></noinclude> iacve82sjjh1nwnu6ayn3mho7ekr9r5 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/286 104 107678 300973 2026-07-04T08:01:04Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 300973 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4212 —|}}</noinclude>wasin ka itoe fihak, tapi dengen menjesei ia tida bisa pikir soeatoe iipoe jang boleh digoenaken boeat binasaken moesoenja itoe. Lantaran begitoe, sigra ia kembali ka pasanggrahannja, dan di sitoe ia berempoek dengen Thio Pauw dan Ma Taij. Tapi Ma Taij kata, baek besok tjoba berperang doeloe, dan kaloe soeda liat teges begimana moesoe poenja kaädeän, baroelaii itoe perkara bisa dibitiaraken iebi djaoe. Pada hari esoknja, dengen tiga barisan, Kwan Hin di tenga, Thio Pauw di kiri, Ma Taij di kanan, ini tiga orang lantas berangkat dengen berbareng menoedjoe ka benteng moesoe. Satelah meliat moesoenja dateng, Wat Kit Goanswe poen dengen goembira lantas kaloear dari barisannja. Ini panglima asing ada pegang gembolan besi, sedeng di pinggangnja ada tergantoeng boesoer dan anak pana. Kwan Hin lantas tilaken ia poenja tiga barisan madjoe teroes, tapi sablon bisa dateng berdeket, moesoe poenja soldadoe soeda berpentjar ka doea fihak. Dari sama tenga itoe barisan lantas kaloear kahar-kahar perang, jang iadjoenja begitoe pesat, sacepama aroes jang dipoekoel angin keras. Berbarengf dengen kahar-kahar, moesoe ada melepasken djoega anak pana jang toeroennja sebagi oedjan..<noinclude></noinclude> qnzt3owgqzne3d8zlj1uzp0s0rn3t08 301015 300973 2026-07-04T08:30:44Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301015 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4212 —|}}</noinclude>wasin ka itoe fihak, tapi dengen menjesel ia tida bisa pikir soeatoe tipoe jang boleh digoenaken boeat binasaken moesoenja itoe. Lantaran begitoe, sigra ia kembali ka pasanggrahannja, dan di sitoe ia berempoek dengen Thio Pauw dan Ma Taij. Tapi Ma Taij kata, baek besok tjoba berperang doeloe, dan kaloe soeda liat teges begimana moesoe poenja kaadean, baroelah itoe perkara bisa dibitjaraken lebi djaoe. Pada hari esoknja, dengen tiga barisan, Kwan Hin di tenga, Thio Pauw di kiri, Ma Taij di kanan, ini tiga orang lantas berangkat dengen berbareng menoedjoe ka benteng moesoe. Satelah meliat moesoenja dateng, Wat Kit Goanswe poen dengen goembira lantas kaloear dari barisannja. Ini panglima asing ada pegang gembolan besi, sedeng di pinggangnja ada tergantoeng boesoer dan anak pana. Kwan Hin lantas tilaken ia poenja tiga barisan madjoe teroes, tapi sablon bisa dateng berdeket, moesoe poenja soldadoe soeda berpentjar ka doea fihak. Dari sama tenga itoe barisan lantas kaloear kahar-kahar perang, jang ladjoenja begitoe pesat, saoepama aroes jang dipoekoel angin keras. Berbareng dengen kahar-kahar, moesoe ada melepasken djoega anak pana jang toeroennja sebagi oedjan.<noinclude></noinclude> 55y1ip9ybyb6yzd6lrasxjg1br0bjil Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/21 104 107679 300974 2026-07-04T08:02:05Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300974 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||15}}</noinclude>Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea: "Alhamdoelillah!" "Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!" lantas rame-rame berkata: "Amin! betoel begitoe!" Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe. Ma Boejoeng lantas berkata: "Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!" dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng: "Akoe lagi tiada enak badan!" serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja. Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: "begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?"<noinclude></noinclude> jv46gzepjqyoxgqc4mojrhcnfasq65w 301064 300974 2026-07-04T11:32:45Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||15}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea:}} {{c|„Alhamdoelillah!”}} „Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!” lantas rame-rame berkata: {{c|„Amin! betoel begitoe!”}} Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe. {{c|Ma Boejoeng lantas berkata:}} „Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!” dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng: „Akoe lagi tiada enak badan!” serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja. Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: „begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?”<noinclude></noinclude> 7a2ksf0fy54xdirfjmd0owqnoz8rujw 301072 301064 2026-07-04T11:53:32Z Sikurakurasi 27138 301072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||15}}</noinclude>Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea: {{c|„Alhamdoelillah!”}} „Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!” lantas rame-rame berkata: {{c|„Amin! betoel begitoe!”}} Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe. {{c|Ma Boejoeng lantas berkata:}} „Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!” dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng: „Akoe lagi tiada enak badan!” serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja. Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: „begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?”<noinclude></noinclude> byttxgldm8mi3sqz2ytbxbxp9deo9rg Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/585 104 107680 300975 2026-07-04T08:02:54Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 300975 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4499 -}}</noinclude>{{hwe|apa|apa-apa}} pada Gouw Pan dan Gouw le serta prenta ini doea ponggawa berangkat lebi doeloe. Dengen tinggalken ini angkatan perang di tenga perdjalanan, sekarang kita pergi ka pasanggrahannja Tjo Tjin di Sia Kok, boeat meliat apa jang ini Touwtok berboeat salama ia berdiam di itoe tempat. Tapi ia tida berboeat satoe apa, kerna ia poen tida pertjaja bahoea moesoe nanti menjoesoel. Ia biarken soldadoenja tidoer-bangoen dengen ingetan, kaloe sapoeloe hari soeda liwat dengen tiada kadjadian apa-apa, lantaslah djoega ia boleh djengekin soepaja Soe-Ma le itoe mendapet maloe. Anem hari ia soeda bertjokol di itoe tempat dengen tida dapet liat bajang-bajangan moesoe. Aken tetapi pada hari jang katoedjoe, koenjoeng-koenjoeng orang kabarken, di lamping goenoeng ada kaliatan soldadoe Siok mendatengin, tapi tjoema sedikit, ja sedikit sekali. Tjo Tjin tida begitoe koeatir. Tidakah orang jang bawa kabar telah bilang, moesoe jang dateng itoe djoemblanja ketjil sekali? Ia rasa, kaloe ia titaken Hoetjiang Tjin Long bawa lima riboe soldadoe djalan meronda, soeda tjoekoep boeat oesir marika itoe. Begitoelah ia lantas berboeat, seraja pesen pada Tjing Long, djangan kasi moesoe dateng berdeket pada tempat sendiri.<noinclude></noinclude> ho2n95i1bwgpgbqj9121tyn2kn8us93 301044 300975 2026-07-04T09:42:27Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4499 —}}</noinclude>{{hwe|apa|apa-apa}} pada Gouw Pan dan Gouw le serta prenta ini doea ponggawa berangkat lebi doeloe. Dengen tinggalken ini angkatan perang di tenga perdjalanan, sekarang kita pergi ka pasanggrahannja Tjo Tjin di Sia Kok, boeat meliat apa jang ini Touwtok berboeat salama ia berdiam di itoe tempat. Tapi ia tida berboeat satoe apa, kerna ia poen tida pertjaja bahoea moesoe nanti menjoesoel. Ia biarken soldadoenja tidoer-bangoen dengen ingetan, kaloe sapoeloe hari soeda liwat dengen tiada kadjadian apa-apa, lantaslah djoega ia boleh djengekin soepaja Soe-Ma Ie itoe mendapet maloe. Anem hari ia soeda bertjokol di itoe tempat dengen tida dapet liat bajang-bajangan moesoe. Aken tetapi pada hari jang katoedjoe, koenjoeng-koenjoeng orang kabarken, di lamping goenoeng ada kaliatan soldadoe Siok mendatengin, tapi tjoema sedikit, ja sedikit sekali. Tjo Tjin tida begitoe koeatir. Tidakah orang jang bawa kabar telah bilang, moesoe jang dateng itoe djoemblanja ketjil sekali? Ia rasa, kaloe ia titaken Hoetjiang Tjin Long bawa lima riboe soldadoe djalan meronda, soeda tjoekoep boeat oesir marika itoe. Begitoelah ia lantas berboeat, seraja pesen pada Tjing Long, djangan kasi moesoe dateng berdeket pada tempat sendiri.<noinclude></noinclude> 7ckgwnf1zolscwjufj291uk83gyzacq Halaman:Perahu Madura.pdf/2 104 107681 300976 2026-07-04T08:06:12Z Cgjkldn 22445 /* Telah diuji baca */ 300976 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{C|<BIG>'''PERAHU''' '''MADURA'''</BIG> Oleh SULAIMAN BA PROYEK MEDIA KEBUDAYAAN JAKARTA DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1981/1982}}<noinclude></noinclude> a7lh1jqlbyjislycgey4c49eus7mcmw Halaman:Perahu Madura.pdf/225 104 107682 300977 2026-07-04T08:06:50Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 300977 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>··~ Tidak diperdagangkan untuk umum<noinclude></noinclude> 9aakdd26oqnvesm771lc61ewkkly4ys Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/22 104 107683 300979 2026-07-04T08:07:15Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300979 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||16}}</noinclude>Ma Boejoeng menjaoet : "O, bakal baek sekali, sebab jang poenja diri soeda moelain ada pikirannja boeat beladjar!" Hadji Salihoen dengar begitoe, lantas dia kata: "Alhamdoelillah; djikaloe kena saja poenja obat, tentoe dia lebi madjoe ke moeka!" Embok Saleha dan Njonja Hajati mesem, lantas berkata kepada ma Boejoeng: "Tiada laen orang jang boleh toeloeng, melaenken ma Boejoeng, maka itoe kita harep nanti loeroes djalannja sampe pengabisan." Ma Boejoeng menjaoet: "Insja Allah, minta di doaken sadja!" lantas dia trima dari Hadji Salihoen 2 boengkoes obat boeboek, jang 1 boeat Njai Dasima ikemat boeat gontjang hatinja, biar bentji kepada Toeannja. Obat itoe saban-saban di taro di makanannja dan minoemannja, jang 1 boengkoes lagi, ada ikemat boeat penoendoek, boeat Toean W. nanti toendoek kepada Njainja, artinja: apa djoega Njainja bikin, nanti Toean W. trima perbaek; itoe obat djoega misti di taro tjampoer di makanannja Toean W. Ma Boejoeng poelang lekas-lekas ka gedong Njainja, dan soeka hati, jang dia soeda dapet itoe ikemat obat, maka dia djalanken dengen tertib apa jang Hadji Salihoen soeda pesan. Kira-kira soeda liwat 1 boelan poenja lama tiada sekali Njai Dasima omongken perkara beladjar Agama, dan trada sekali-kali dia bentji kepada Toeannja, maka ma Boejoeng<noinclude></noinclude> bjkok3aljalgayq0ihdg5axyouwgi94 301067 300979 2026-07-04T11:38:51Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||16}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet:}} „O, bakal baek sekali, sebab jang poenja diri soeda moelain ada pikirannja boeat beladjar!” Hadji Salihoen dengar begitoe, lantas dia kata: „Alhamdoelillah; djikaloe kena saja poenja obat, tentoe dia lebi madjoe ke moeka!” Embok Saleha dan Njonja Hajati mesem, lantas berkata kepada ma Boejoeng: „Tiada laen orang jang boleh toeloeng, melaenken ma Boejoeng, maka itoe kita harep nanti loeroes djalannja sampe pengabisan.” {{c|Ma Boejoeng menjaoet:}} „Insja Allah, minta di doaken sadja!” lantas dia trima dari Hadji Salihoen 2 boengkoes obat boeboek, jang 1 boeat Njai Dasima ikemat boeat gontjang hatinja, biar bentji kepada Toeannja. Obat itoe saban-saban di taro di makanannja dan minoemannja, jang 1 boengkoes lagi, ada ikemat boeat penoendoek, boeat Toean W. nanti toendoek kepada Njainja, artinja: apa djoega Njainja bikin, nanti Toean W. trima perbaek; itoe obat djoega misti di taro tjampoer di makanannja Toean W. Ma Boejoeng poelang lekas-lekas ka gedong Njainja, dan soeka hati, jang dia soeda dapet itoe ikemat obat, maka dia djalanken dengen tertib apa jang Hadji Salihoen soeda pesan. Kira-kira soeda liwat 1 boelan poenja lama tiada sekali Njai Dasima omongken perkara beladjar Agama, dan tiada sekali-kali dia bentji kepada Toeannja, maka ma Boejoeng<noinclude></noinclude> 76cmtmc5b298uzidm58244kt8tf377m Indeks:Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2013.pdf 102 107684 300982 2026-07-04T08:09:29Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300982 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361750 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 5afl9s7xfrg59xir3c6o93d6u5pbppp Indeks:Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2013.pdf 102 107685 300984 2026-07-04T08:10:01Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300984 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361751 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] hyea47c8tbgr52cit2l0q7ei4la4zig Indeks:Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2013.pdf 102 107686 300986 2026-07-04T08:10:49Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300986 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361752 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] tdqq40mz8amf8b7lsyjtxzt9c5edrur Indeks:Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2013.pdf 102 107687 300987 2026-07-04T08:11:22Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300987 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361753 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 44ks1lcpbmap9lgizu94la9zu6fpuzo Indeks:Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2013.pdf 102 107688 300988 2026-07-04T08:11:57Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300988 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361754 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] cphj4rguclzio3j0cblyz7cdpy5dqu8 Indeks:Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2013.pdf 102 107689 300991 2026-07-04T08:12:41Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300991 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361755 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] bmcxbwsgjktso4ypusr3drr48sl3kmw Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/25 104 107690 300992 2026-07-04T08:12:52Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 300992 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||17}}</noinclude>djadi heran jang itoe ikemat bikinan Hadji Salihoen tiada mempan, maka dia minta permisi boeat sebentaran pergi di roemahnja Embok Saleha; sampe disitoe, dia orang doedoek omong dari perkara ikemat jang tiada mempan, maka Njonja Hajati menjaoet katanja: "Lebih baek kita orang bikin makanan, boeat anter itoe Njai, serta kita orang pergi di roemahnja adjar kenal dianja, tentoelah kita orang nanti lekas djadi sobatnja, dan boleh kita orang nanti omongken dari perkara peladjaran agama; boleh djadi sama ma Boejoeng dia tiada begitoe perdoeli, djikaloe orang rame-rame datang omongin, tentoe nanti lekas terbalik hatinja." Embok Saleha menjaoet: "Tiadalah laen akal melaenken begitoe sadja, baek kita deser dianja kaloe-kaloe boleh mendjadi maksoed kita orang." Lantas Embok Saleha kirim doepa Makasar, bersama-sama 1 piring djamboe poeti, boeat itoe Njai. Ma Boejoeng poelang ka gedongnja dia serahken itoe anteran kepada Njainja, serta berkata: "Djikaloe Njai ada soeka itoe Embok Saleha bersama-sama mantoenja Njonja Hajati kepengen datang adjar kenal kepada Njai, djikaloe Njai soeka kenal sama dia orang!" Njai Dasima menjaoet: "Boleh sekali, tetapi Toean djangan dapat taoe, akoe slempang dia nanti mara." Ma Boejoeng menjaoet: "O, itoe saja soeda atoerken; Njai djangan slempang,<noinclude></noinclude> 5by5s1q63iih6yj2ng9pcropb8nnwcg 301068 300992 2026-07-04T11:43:29Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||17}}</noinclude>djadi heran jang itoe ikemat bikinan Hadji Salihoen tiada mempan, maka dia minta permisi boeat sebentaran pergi di roemahnja Embok Saleha; sampe disitoe, dia orang doedoek omong dari perkara ikemat jang tiada mempan, maka Njonja Hajati menjaoet katanja: „Lebih baek kita orang bikin makanan, boeat anter itoe Njai, serta kita orang pergi di roemahnja adjar kenal dianja, tentoelah kita orang nanti lekas djadi sobatnja, dan boleh kita orang nanti omongken dari perkara peladjaran agama; boleh djadi sama ma Boejoeng dia tiada begitoe perdoeli, djikaloe orang rame-rame datang omongin, tentoe nanti lekas terbalik hatinja.” {{c|Embok Saleha menjaoet:}} „Tiadalah laen akal melaenken begitoe sadja, baek kita deser dianja kaloe-kaloe boleh mendjadi maksoed kita orang.” Lantas Embok Saleha kirim doepa Makasar, bersama-sama 1 piring djamboe poeti, boeat itoe Njai. Ma Boejoeng poelang ka gedongnja dia serahken itoe anteran kepada Njainja, serta berkata: „Djikaloe Njai ada soeka itoe Embok Saleha bersama-sama mantoenja Njonja Hajati kepengen datang adjar kenal kepada Njai, djikaloe Njai soeka kenal sama dia orang!” {{c|Njai Dasima menjaoet:}} „Boleh sekali, tetapi Toean djangan dapat taoe, akoe slempang dia nanti mara.” {{c|Ma Boejoeng menjaoet:}} „O, itoe saja soeda atoerken; Njai djangan slempang,<noinclude></noinclude> pup2087m9by26q2rpvweuaza3297906 Indeks:Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2013.pdf 102 107691 300993 2026-07-04T08:13:25Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300993 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361756 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] aindflg589ouxqkoq4lrdvaldkhbe7i Indeks:Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2013.pdf 102 107692 300995 2026-07-04T08:14:06Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300995 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361757 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] i7tjaa39uinrttvnhosczuq7y060v2c Indeks:Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2013.pdf 102 107693 300996 2026-07-04T08:14:41Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300996 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361758 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] pxqbozawx7ido48gjw3ll4en0rwkxa8 Indeks:Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2013.pdf 102 107694 300997 2026-07-04T08:15:10Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300997 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361759 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] fsjzjuthqicq1lriyb9g628s3ju4wzq Indeks:Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2013.pdf 102 107695 300998 2026-07-04T08:15:45Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 300998 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361775 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 3kzhq7hn73hm4jy7rufz4rja47t3tne Indeks:Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2013.pdf 102 107696 301000 2026-07-04T08:16:21Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301000 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361776 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 0avxw9xb2gi0ai91mbucp5m1ksq4rpv Indeks:Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2013.pdf 102 107697 301001 2026-07-04T08:16:54Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301001 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361777 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 2f0a0qcrhwv3z5jppz8icgsvbomfyhb Indeks:Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2013.pdf 102 107698 301002 2026-07-04T08:17:19Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301002 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361778 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] dmy4igoa5zwxxvlli6s4mlc6mkgfgo0 Indeks:Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2013.pdf 102 107699 301003 2026-07-04T08:17:51Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301003 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361779 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] j9l647csfrh9pbpmfkzaihj5dschp09 Indeks:Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2013.pdf 102 107700 301004 2026-07-04T08:18:21Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301004 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361780 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] ss29fa3a0vbbafncvoly0jamhfgoh1x Indeks:Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2013.pdf 102 107701 301006 2026-07-04T08:18:51Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301006 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q14036181 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 2nku2e25rlb6j2xf0t58w9460fz17le Indeks:Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2013.pdf 102 107702 301007 2026-07-04T08:19:22Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '' 301007 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140361782 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] r2b2z5qpjd55yedygcn8o0s8ddtz7vb Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/26 104 107703 301008 2026-07-04T08:19:25Z Endahimawati 27155 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kerna boedjang-boedjang di dalem roemah soeda sepekat, tiada nanti kasi taoe kepada Toean, djikaloe Njai trima tetamoe di roemah!" Kira-kira 3 hari lamanja, sehabisnja ma Boejceng bawaken Njaaja itoe djamboe dan doepa Makasar, pada poekoel 10 pagi datenglah Embok Saleha bersama-sama Njonja Hajati ke roemahnja Tocan W., membawa kwé roepa-roepa serta bebocahan. Sampe di gedong dia kasi tabé itoe Njai dan serahken anterannja. Itoe Njai trima dia o... 301008 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||18}}</noinclude>kerna boedjang-boedjang di dalem roemah soeda sepekat, tiada nanti kasi taoe kepada Toean, djikaloe Njai trima tetamoe di roemah!" Kira-kira 3 hari lamanja, sehabisnja ma Boejceng bawaken Njaaja itoe djamboe dan doepa Makasar, pada poekoel 10 pagi datenglah Embok Saleha bersama-sama Njonja Hajati ke roemahnja Tocan W., membawa kwé roepa-roepa serta bebocahan. Sampe di gedong dia kasi tabé itoe Njai dan serahken anterannja. Itoe Njai trima dia orang begimana misti, dan sedoeken Koffi dan Kwé Wolanda boleh bikinnja sendiri, lantas doedoek bertetamoean begimana biasa. Njonja Hajati tanja kepada itoe Njai: "Soeda brapa lama ikoet sama Toean W.?" Njai Dasima kasi taoe, jang dia ikoet Toean W. dari masi prawan, dan soeda ikoet dianja dengan segala baek, soeda 8 tahon lamanja, dan soeda dapat 1 anak prempoean. Embok Saleha poedji itoe Njai poenja roepa, begitoe poenja bagoes, tetapi sajang sekali dia djadi goendiknja orang koelit poeti; prempoean begini pantes djadi bini kawin orang slam, jang berpangkat, ataoe jang kaja, sebab dia bole dapat lebih banjak kahormatan! Njai Dasima menjaoet: "Saja poenja oentoeng, Toean Allah kasih boeat ikoet saja poenja Toean; hatinja baek dan terlaloe sajang sama saja; saja poenja makan dan saja poenja pake semoea tjoekoep." Njonja Hajati menjaoet: "Ja betoel, tetapi Njai tinggal di roemah sadja, tiada<noinclude></noinclude> gaok6vyof60gpwjbt64497trs5j2w0a Halaman:Antologi Cerita Rakyat Jawa Timur.pdf/23 104 107704 301010 2026-07-04T08:22:10Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 301010 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>Alkisah di Kadipaten Besuki, Ki Patih Besuki menerima surat dari Ki Kertonegoro lalu membacanya sambil bergumam, "Hm . .. hm ... hm ... bagaimana mungkin Patih Puger dengan pasukan andalan yang begitu kuat semudah itu menyerah kepada pemberontak yang tidak lain adalah bawahannya sendiri. Mereka tidak melakukan perlawanan? Apa hanya ingin mencari selamat?" Demikianlah yang ada dalam pikiran Ki Patih Besuki. Akan tetapi, akhimya Patih Besuki menyadarinya alasan-alasan yang disampaikan dalam surat tersebut. Ia pun berserah diri, semua diserahkan pada kehendak Tuhan kalau memang pemberontak sampai menginjakkan kakinya di Kadipaten Besuki. Kedatangan Arya Gledek dan pasukannya di perbatasan Kadipaten Bondowoso disambut merial1 oleh pasukan Patih Kertonegoro. "Salam. Terima kasih. Terima kasih. Sambutannya yang sangat mengesankan," demikian kata Arya Gledek kepada Ki Patih Kertonegoro yang menyambutnya dengan senyum ramah. Ki Patih Kertonegoro mempersilakan tanmnya masuk melalui jembatan yang sudah dihiasi janur dan bunga-bunga layaknya menyambut kedatangan tamu agung. Sambutan yang begitu hangat dan kekeluargaan itu membuat Arya Gledek dan pasukannya terlena. Arya Gledek tidak bisa membaca suasana dan siasat peperangan yang tengah dilakukan oleh Ki Patih Kertonegoro. Padahal, tiang-tiang pancang jembatan itu sudah dilonggarkan sebagai taktik agar siapa pun yang melewatinya akan jatuh ke dalam jurang. Di samping itu, dibuatkan pula barak tempat peristirahatan di sebelah utara sungai dan dihiasai janur, btmga-bunga, serta dilengkapi gamelan sebagai hiburan mengingat pasukan Arya Gledek yang kelelahan karena peijalanan jauh. Untuk keamanan tamu, di sebelah utara sungai disiapkan pasukan keamanan dengan seragam dap senjata lengkap. Akan tetapi, di sebelah selatan stmgai disiapkan pula pasukan penyamar yang telah terlatih di tempat-tempat strategis untuk memukul habis pasukan Arya Gledek. Pasukan Arya Gledek disambut bunyi gamelan mendayu-dayu, sedangkan pasukan di sebelah utara tems mendesak ke tebing sungai di sebelah utara. Pasukan Arya Gledek terperangkap melewati jembatan dan karena penuh sesak oleh pasukan Arya Gledek, jembatan pun ambmk. Pasukan kuda pun teijatuh ke dalam jurang sungai yang cukup dalam. Kesempatan baik ini dimanfaatkan oleh pasukan Patih Kertonegoro untuk membinasakan musuh-musuhnya. Pertempuran pun tidak dapat dihindari. Perang tanding adu ketangkasan memainkan pedang dan parang berlangsung sengit. Pasukan penyamar memukul dari sebelah selatan sungai, sedangkan pasukan dari utara tems mendekat ke tebing sungai sebelah utara. Pasukan Arya Gledek ptin sulit melakukan perlawanan karena mendapat serangan secara mendadak hingga mereka pun terdesak mundur. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh tentara Ki Kertonegoro untuk memukul habis pasukan Arya Gledek. Dengan membabi buta, mereka pun tems mengejar. Yang melawan dibunuh, yang menyerah ditahan. Panglima perang Abdurrasid dipenggal lehemya. Pasukan Bondowoso tems mengejar sisa-sisa pemberontak yang melarikan diri. Arya Gledek pun tertangkap, kemudian dieksekusi. Sebagai wujud kemenangan melawan pemberontak Arya Gledek, rakyat Bondowoso mengarak kepala Abdurrasid dan Arya Gledek ke lapangan Desa Mandar dan diletakkan di tiang pancang untuk dipertontonkan kepada masyarakat bahwa pemberontak telah berhasil dikalahkan.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> q9xo3igq0w8wix0saw3onzmixzz4n69 Indeks:078 Lampong, Krui.djvu 102 107705 301014 2026-07-04T08:30:14Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 301014 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=078 Lampong, Krui |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1987 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} ts7r3mdub3vrduu6r2w6v9v8hexhqmz Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/41 104 107706 301017 2026-07-04T08:36:07Z Anisnurohmah 26494 /* Tanpa teks */ 301017 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 41 crop).jpg|400px|center]]<noinclude></noinclude> gg7yiryhw5jyeyjq2t9qh9qdtpbaiiy 301069 301017 2026-07-04T11:45:38Z Amie.firsa 27188 /* Tervalidasi */ 301069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 41 crop).jpg|400px|center]]<noinclude></noinclude> 5tyyccld08iqzy8shwtntvi0x5o8xyn Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/42 104 107707 301018 2026-07-04T08:37:06Z Anisnurohmah 26494 /* Tanpa teks */ 301018 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Anisnurohmah" /></noinclude><noinclude></noinclude> 8s3md9asn4apmlhg0yczba9kokmmklu Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/43 104 107708 301026 2026-07-04T08:51:27Z Anisnurohmah 26494 /* Telah diuji baca */ 301026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>33 diboenoeh; lagi goea belon taoe boenoeh prempoean; lelaki, tetapi tarohannja ada besar ; goea minta ditambahin madat sadja sedikit, jang goea boleh kenjang isep, tetapi Baba Samioen, loe pikir doeloe baek-baek, sebab apa itoe prempoean ada bini loe, boleh djadi loe nanti menjesel di blakang kali!" Samioen menjaoet: "O, tiada sekali-kali nanti akoe menjesel, djikaloe itoe prempoean tiada mati, nanti akoe tjilaka dan nanti dapat maloe besar, kerna apa, akoe soedah pikirken mateng-mateng jang sekarang akoe harep angkau misti toeloeng kepada koe." Si Poasa tertawa dan berkata : "Baeklah, maksoedloe djadi, tetapi loe misti atoerken, djangan sampe orang dapat taoe; dimana tempat jang loe rasa enak boeat bawa dia?" Samioen menjaoet: "Akoe rasa, jang tempat soenji melengken di blakang roemahnja Ma Moesanip, di pinggir kali." Si Poasa menjaoet: "Apa tiada orang jang nanti taoe ataoe liat di sitoe?" Samioen menjaoet: Djikaloe tempo malem tiada sekali ada orang disitoe; anaknja Ma Moesanip, ja itoe Si Moesanip dan Si Gani, saban sore tiada di roemah, dia pergi melantjong dan poe-<noinclude></noinclude> 9h0gf198g8ss5gbh95gm1ya8d0v7qx9 301073 301026 2026-07-04T11:54:26Z Amie.firsa 27188 /* Tervalidasi */ 301073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh||33}}</noinclude>diboenoeh; lagi goea belon taoe boenoeh prempoean; goea biasa boenoeh lelaki, tetapi tarohannja ada besar; goea minta ditambahin madat sadja sedikit, jang goea boleh kenjang isep, tetapi Baba Samioen, loe pikir doeloe baek-baek, sebab apa itoe prempoean ada bini loe, boleh djadi loe nanti menjesel di blakang kali!" {{c|Samioen menjaoet:}} "O, tiada sekali-kali nanti akoe menjesel, djikaloe itoe prempoean tiada mati, nanti akoe tjilaka dan nanti dapat maloe besar, kerna apa, akoe soedah pikirken mateng-mateng jang sekarang akoe harep angkau misti toeloeng kepada koe." {{c|Si Poasa tertawa dan berkata:}} "Baeklah, maksoedloe djadi, tetapi loe misti atoerken, djangan sampe orang dapat taoe; dimana tempat jang loe rasa enak boeat bawa dia?" {{c|Samioen menjaoet:}} "Akoe rasa, jang tempat soenji melengken di blakang roemahnja Ma Moesanip, di pinggir kali." {{c|Si Poasa menjaoet:}} "Apa tiada orang jang nanti taoe ataoe liat di sitoe?" {{c|Samioen menjaoet:}} Djikaloe tempo malem tiada sekali ada orang disitoe; anaknja Ma Moesanip, ja itoe Si Moesanip dan Si Gani, saban sore tiada di roemah, dia pergi melantjong dan poe-<noinclude></noinclude> 6hzib2hau8lux7ed97wimuy7qzbm5zx Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/21 104 107709 301035 2026-07-04T09:08:16Z Taufik Pramudja 27223 /* Telah diuji baca */ 301035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>* 20 PENGHIDOEPAN Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. 'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. »Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: "Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri". "Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> 1jad3nftuti0o9dejaa0ywpi58wm2ll 301038 301035 2026-07-04T09:16:43Z Taufik Pramudja 27223 301038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> 20 PENGHIDOEPAN Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. 'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. »Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: "Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri". "Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> a0s4kmnadbo43fh3bi43s1kurwvuahk 301039 301038 2026-07-04T09:17:19Z Taufik Pramudja 27223 301039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> 20 PENGHIDOEPAN Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. 'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. »Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: "Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri". "Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> 82qxj8amg8j3xs3bzxc1nfr10t7wffw Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/32 104 107710 301037 2026-07-04T09:14:07Z Amie.firsa 27188 /* Telah diuji baca */ 301037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||24}}</noinclude>{{c|Lekas-lekas Njai Dasima menjaoet:}} "Toean soenggoe kita tida bersalah, tetapi djodo kita soeda abis, saja tiada soeka tinggal dipiara oleh Toean; sekarang Toean kasi, tida kasi, saja minta lepas!" Toean W. dengan tjoetjoer aer mata berkata: "Ja Dasima! apa angkau soeda begitoe sekali bentji kepada akoe? Apa akoe poenja salah? Soeda begitoe lama kita idoep enak sama-sama sampe dapet anak, apa angkau koerang pake, koerang makan, ataoe koerang blandja? Harta akoe ada di tanganmoe, malahan akoe ada ingatan boeat kasi angkau masoek di dalem igama Kristen, dan kaloe angkau soeka, boleh kita kawin boeat menimboelken hormatnja kita poenja anak." Njai Dasima menjaoet dengen aseran, moekanja dan matanja djadi mera, seraja berkata: "O, itoe soeda laat! Saja tiada harap masoek igama Kafir, saja tinggal tetap pegang saja poenja igama; Toean djangan paksa saja aken soeka sama Toean, lebi baek Toean lepas dengen baek, barangkali di blakang kali , boleh djadi sobat andé, Toean masi moeda, boleh tjari prempoean laen, jang lebi baik dari saja". Dia lagi bitjara begitoe, Nona Nanci plok sama dianja dan berkata: "Mama djangan pergi! O, Mama djangan pergi! djangan tinggal Nona! biar kesian sama Papa!" Njai Dasima tolak anaknja dengen gemas sama Papanja , sampe ampir djato dan berkata:<noinclude></noinclude> swkaqedfge4nlz3x6vvel9gbvz7tqka 301070 301037 2026-07-04T11:52:44Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 301070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||24}}</noinclude>{{c|Lekas-lekas Njai Dasima menjaoet:}} „Toean soenggoe kita tida bersalah, tetapi djodo kita soeda abis, saja tiada soeka tinggal dipiara oleh Toean; sekarang Toean kasi, tida kasi, saja minta lepas!” Toean W. dengan tjoetjoer aer mata berkata: „Ja Dasima! apa angkau soeda begitoe sekali bentji kepada akoe? Apa akoe poenja salah? Soeda begitoe lama kita idoep enak sama-sama sampe dapet anak, apa angkau koerang pake, koerang makan, ataoe koerang blandja? Harta akoe ada di tanganmoe, malahan akoe ada ingatan boeat kasi angkau masoek di dalem igama Kristen, dan kaloe angkau soeka, boleh kita kawin boeat menimboelken hormatnja kita poenja anak.” Njai Dasima menjaoet dengen aseran, moekanja dan matanja djadi mera, seraja berkata: „O, itoe soeda laat! Saja tiada harap masoek igama Kafir, saja tinggal tetap pegang saja poenja igama; Toean djangan paksa saja aken soeka sama Toean, lebi baek Toean lepas dengen baek, barangkali di blakang kali, boleh djadi sobat andé, Toean masi moeda, boleh tjari prempoean laen, jang lebi baik dari saja”. Dia lagi bitjara begitoe, Nona Nanci plok sama dianja dan berkata: „Mama djangan pergi! O, Mama djangan pergi! djangan tinggal Nona! biar kesian sama Papa!” Njai Dasima tolak anaknja dengen gemas sama Papanja, sampe ampir djato dan berkata:<noinclude></noinclude> c2e8jlzcmtlbafugya4e8aio2id3eyn Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/509 104 107711 301040 2026-07-04T09:17:34Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 301040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4423 —}}</noinclude>balatentara boeat atoer pendjagaän. Tapi boeat sampeken kita-orang poenja maksoed, soeda tentoe kita perloe dapet bantoean dari sebla dalem. Dan begitoelah kita soeda berboeat. Lebi doeloe akoe telah masoeken bebrapa mata-mata ka dalem itoe kota, soepaja kaloe dateng temponja iaorang boleh terbitken kabakaran dan bantoe bersoerak boeat bikin kaloet pikirannia soldadoe Goei, kerna akoe soeda doega pasti, dengen berboeat begini itoe soldadoe jang tiada dipimpin nanti betoel-betoel terbitken kariboetan di antaran kawannja sendiri. Kamoedian njatalah akoe poenja tipoe ini bener-bener soeda berasil, dan dengen goenaken itoe waktoe jang baek akoe soeda dapet ambil ini kota dengen begitoe gampang, hingga seperti orang membalik tangan sendiri. Oedjarnja kitab perang ada bilang : „Madjoe di loear orang poenja doegaän atawa menjerang, sedeng moesoe tiada bersedia" — begitoelah, sebagimana akoe soeda berboeat oedjar ini moesti dipake.” Kiang Wie dan Goei Jan merasa taloek betoel dengen itoe ferdana mantri poenja pikiran. Tapi maski doeloe Khong Beng ada merasa goesar sekali pada Hok Tjiauw, sekarang, sasoeda ini pendjaga kota menoetoep mata, berbalik ia merasa amat kasian pada ini panglima jang soeda melakoeken betoel kawadjibannja. Maka boeat hargaken orang poenja kasetiaän, itoe waktoe Khong<noinclude></noinclude> shqxyviupc2frtus9780xzk37tgz3og Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/22 104 107712 301041 2026-07-04T09:21:58Z Taufik Pramudja 27223 /* Telah diuji baca */ 301041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude> ANAKNJA MATJAN POETI _ 21 prauw,djadi bahaja jang kave hadepin, dengen moeda akoe bisa toeloeng“. la menjaoet. »Akoe djoega haroes mengoetjap trima kasi pada kaoe“, menjamboeng Khing Hoa. "atas namanja kita orang sekalian, trimalah akoe poenja hormat“, berbareng dengen itoe ia laloe mendjoera dan berkiongtjhioe. Kita poenja anak moeda bales itoe hormat dengen sabar. ,,Tapi kaoe orang poenja pakean semoea masi basa. Akoe koeatir bisa mengganggoe kawarasan. Apa tida lebi baik, kaloe kaoe masi ingin teroes plesier, soeroean sadja akoe poenja boedjang karoemahmoe boeat ambil pakean baroe ?* Tanja itoe anak moeda pada Kim Nio. ,,Tida perloe“, saoetnja Khing Hoa, ,,kaloe. soeda begini, sebaiknia kita poelang sadja. Plesieran lebi djaceh djoega soeda tida begitoe rame, mala-mala iboe nanti bisa djadi sala mengerti dan bersoesa hati. Ja, kita lebi baik poelang sadja“, kata Kim Nio jang stengah toedjoeken omongannja sama kawan sendiri. ,,Dimana sekarang itoe prauw besar ?' Tanja lain kawan jang masi penasaran. ,,orang jang doedoek dalem itoe prauw ada begitoe tida sopan, bole djadi ia sengadja terbitken ini katjilaka‘an boeat kita orang.’' Wangpo lantas inget itoe prauw djoega, ia laloe liat dipinggiran soengei, tapi tida tertampak<noinclude></noinclude> 0pcf8w918bcjxit035wirayqfvh0vfu Halaman:078 Lampong, Krui.djvu/2 104 107713 301042 2026-07-04T09:24:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 301042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. THE LAMPONG, KUI LIST''' {{multicol}} 1. badan<br> 2. oeloe<br> 3. poedak<br> 4. paga'<br> 5. oendam oeloe<br> 6. boewo'<br> 8. oeboen-oeboen<br> 9. tjoeping<br> 11. mata<br> 15. boeloe kenning<br> 17. loeh<br> 18. iṟoeng<br> 20. ingoe<br> 21. biham<br> 22. bangoek<br> 25. bèbèr<br> 27. sěsoengoet<br> 28. djanggoe'<br> 29. dagoe<br> 30. goedik<br> 31. ma<br> 32. kaketta<br> 34. samalaham<br> 33/<br> 35. loesi<br> 37. loengkoeng<br> 38. galah<br> 41/<br> 42. dada<br> 45. tete'<br> 46. wai tete'<br> 48. mĕnete'<br> 50. kěṟěkai<br> 52. hati<br> 53. isaú<br> 54. těnai<br> 56. limpo<br> 57. empedoe<br> 61. poesar, poesor<br> 62. tali poesor<br> 63. toendoen<br> 66. telan penepasan agas {{multicol-break}} 68. soejoet<br> 69. soejoet ising-ising<br> 70. boentoet, poentoet<br> 72. mising<br> 73. taǐ<br> 75. mětoe'<br> 76. měmboesoek<br> 77. poe', djala', paling<br> 78. sěloet, toewa' těling<br> 82. mioh<br> 83. wai-ni-joh<br> 84. tjoekoet, kikil<br> 86. tjoekoet<br> 88. tara<br> 90. paha<br> 91. toewot awot<br> 93. hibintor<br> 94. roeroel<br> 95. panggělang<br> 97. tjoeloe'<br> 99. bahkěloepah<br> 100. sikoe<br> 102. kěpatjoeloe'<br> 105. djari<br> 107. tanggai<br> 108. kělimpoe<br> 109. penoedjoe'<br> 110. ranggau<br> 111. anak majau<br> 112. kělintji'<br> 115. tělan-tělan<br> 116. ṟah<br> 117. daging<br> 118. oeja'<br> 121. bawa'<br> 122/<br> 123. boeloe<br> 124. hitǐng<br> 125. loei<br> 126. gṟá, hará<br> 127. měhĕngas {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> oe8whaxn0zqxwci1r7vkdd8dyfumkmp Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/510 104 107714 301046 2026-07-04T09:54:40Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 301046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh|— 4424 —}}</noinclude>Beng lantas prenta koelawarganja Hok Tjiauw bawa poelang peti-maitnja ini panglima almarhoem ka negri Goei. Disini ada ternjata, sasoeda kaloearken ilmoe siloeman, itoe ferdana mantri bisa berlakoe djoega seperti nabi-nabi jang moera hati. Sasoedanja oendjoek itoe kamoerahan hati pada koelawarganja Hok Tjiauw, Khong Beng laloe berkata poela pada Goei Jan dan Kiang Wie: „Kau berdoea djangan lepas doeloe pakean perang, hanja bawalah sekarang djoega itoe balatentara boeat poekoel kota San Koan, kerna kaloe moesoe jang mendjaga itoe kota dapet taoe ini perkara, dengen katakoetan tentoe iaorang lantas melariken diri. Hajo, djangan ajal! Sebab djika kau berlakoe lambat sedikit sadja, nistjaja kau nanti sampe di sana kablakangan dari moesoe poenja bala penoeloeng, hal jang mana boleh menbikin itoe kota tiada begitoe gampang bisa dapat diambil.” Satelah mendenger ini prenta, Goei Jan dan Klang Wie lantas bawa balatentaranja menoedjoe ka itoe kota. Sebagimana Khong Beng poenja doegaän, bener djoega tempo iaorang sampe di San Koan moesoe jang mendjaga ini kota sigra melariken diri, hingga dengen begitoe itoe kota lantas dapet diambil. Tida lama poela, sedeng Goei Jan dan Kiang Wie baroe maoe boeka pakean perang, tiba-tiba<noinclude></noinclude> bwqv46vmmcy2ho6jx3segxll66dawtt Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/511 104 107715 301047 2026-07-04T09:59:48Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 301047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh|— 4425 —}}</noinclude>iaorang dapet liat dari kadjaoehan di loear kota aboe mengeboel. Itoelah tandanja barisan moesoe mendatengin ka itoe kota. Goei Jan dan Kiang Wie lantas mengawasin satoe pada l en dengen berkata: „Sinsiang poenja itoeng-itoengan salamanja ada djitoe, hingga soeker bisa dapet ditebak.” Kamoedian itoe doea orang laloe naek ka atas kota, dari mana iaorang liat dengen tegas balaten­tara jang dateng itoe ada dipimpin oleh Thio Kap. Dengen tida menoenggoe lagi sampe moesoe dateng berdeket, iaorang lantas petja balatentaranja boeat mendjaga tempat-tempat iang perloe, hingga Thio Kap jang meliat ini perkara, lantas sadja prenta barisannja moendoer kombali. Tapi Goei Jan tentoe tida maoe biarken moesoenja moendoer dengen begitoe sadja, ini sebab djoega maka sama-sama balatentaranja ia lantas mengedjer dan membasmi pada marika itoe, hingga soldadoe Goei jang binasa di dalem ini bahaja tida sanggoep diïtoeng brapa banjaknja. Sasoeda merasa poewas, baroelah Goei Jan biar­ ken Thio Kap dan kawan-kawannja berlaloe dengen karoesakan besar, sedeng ia sendiri lantas-balik ka dalem kota serta prenta orang kabarken pada Khong Beng apa jang telah kadjadian di itoe waktoe. Tapi iloe koetika Khong Beng soeda berlaloe dari Tin Tjhong. Ini orang berilmoe telah bawa<noinclude></noinclude> s710a55yeakbn010yjev5pwrin3ekz7 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/30 104 107716 301049 2026-07-04T10:10:31Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '22 ta-was a-wang la-wan a-wak boe-joeng ba-joer ba-wah ti-was da-joeng da-wai ra-ja de-wi ra-wang sa-wah sa-jap se-wa sa-joer pa-jang wa-li wa-kaf roe-joeng ja-tim da-wat a-jan beng-kak beng-gol ang-ka teng-kar ting-kah ang-goer ting-gi dang-kal bong-kar rang-kak sang-kar tang-goeng ring-git hing-ga pang-koer sang-goel wang-kang mang-ga pang-kat gang-gang lang-kah ang-kat eng-kau sing-gah' 301049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>22 ta-was a-wang la-wan a-wak boe-joeng ba-joer ba-wah ti-was da-joeng da-wai ra-ja de-wi ra-wang sa-wah sa-jap se-wa sa-joer pa-jang wa-li wa-kaf roe-joeng ja-tim da-wat a-jan beng-kak beng-gol ang-ka teng-kar ting-kah ang-goer ting-gi dang-kal bong-kar rang-kak sang-kar tang-goeng ring-git hing-ga pang-koer sang-goel wang-kang mang-ga pang-kat gang-gang lang-kah ang-kat eng-kau sing-gah<noinclude></noinclude> n20oh7g253k36i6mmut09dxe9rw376e Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/31 104 107717 301050 2026-07-04T10:11:54Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '23 ga - djah gdjh ga - djah . gdjh a-djar hoe-djan ba-djoe ter-djoen ta-djak dja-bat dje-djer djoe-djoer ra-dja re-djang dja-ngan se-djoek toe-djoh hi-djau bi-djak ta-dji' 301050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>23 ga - djah gdjh ga - djah . gdjh a-djar hoe-djan ba-djoe ter-djoen ta-djak dja-bat dje-djer djoe-djoer ra-dja re-djang dja-ngan se-djoek toe-djoh hi-djau bi-djak ta-dji<noinclude></noinclude> g8587e70pa371l5cpwrn06ez3i81zz9 Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/32 104 107718 301051 2026-07-04T10:12:04Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '24 tjo - rong tjrng tjo - rong tjrng koen-tji ........ ra-tjoen tjo-tjok de-tjih tjo-reng ri-tjau tjoe-tjoer pe-tjah tjon-dong per-tja pen-tjong tjan-tjang ka-tjau' 301051 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>24 tjo - rong tjrng tjo - rong tjrng koen-tji ........ ra-tjoen tjo-tjok de-tjih tjo-reng ri-tjau tjoe-tjoer pe-tjah tjon-dong per-tja pen-tjong tjan-tjang ka-tjau<noinclude></noinclude> 318a4qz6hoiexkzl42y9v9uzgvln84q Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/33 104 107719 301052 2026-07-04T10:12:15Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '25 pe - njoe P nj pe - njoe nja-ta ro-njok nja-wa re-njah se-njap P nja-nji nja-la pe-njek nji-roe ke-njam njam-pang koe-njit nja-ring ba-njak nja-lang ta-nja nj' 301052 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>25 pe - njoe P nj pe - njoe nja-ta ro-njok nja-wa re-njah se-njap P nja-nji nja-la pe-njek nji-roe ke-njam njam-pang koe-njit nja-ring ba-njak nja-lang ta-nja nj<noinclude></noinclude> h9tjggwk41u65crmlwxkwp58qs0xy5a Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/34 104 107720 301053 2026-07-04T10:12:24Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '26 tja-bang po-kok boe-lan tim-boel te-lor i-tik bo-lak ba-lik boen-da ham-ba pa-gar roe-joeng me-dja boe-lat oe-djoeng dja-lan tem-pat ha-boe da-wat hi-tam boe-nga dje-poen e-mas oe-rai bi-bir moe-loet bi-dji ma-ta kan-dang a-jam roe-mah ting-gi boe-ah pi-nang. ter-bang la-lat. toe-doeng ting-kap. ma-ta oe-ang. poe-tjoek re-boeng. ka-in ba-djoc. i poen-tja tong- kat. ka-pal a- sap. koe- da i-toe . ta-ngan ka-nan. ka-m... 301053 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>26 tja-bang po-kok boe-lan tim-boel te-lor i-tik bo-lak ba-lik boen-da ham-ba pa-gar roe-joeng me-dja boe-lat oe-djoeng dja-lan tem-pat ha-boe da-wat hi-tam boe-nga dje-poen e-mas oe-rai bi-bir moe-loet bi-dji ma-ta kan-dang a-jam roe-mah ting-gi boe-ah pi-nang. ter-bang la-lat. toe-doeng ting-kap. ma-ta oe-ang. poe-tjoek re-boeng. ka-in ba-djoc. i poen-tja tong- kat. ka-pal a- sap. koe- da i-toe . ta-ngan ka-nan. ka-mi ba-tja. koe-roeng ba-tang. ro -kok da- oen. a-nak lem-boe . pang-kal pa-ha. san-dja ka-la.<noinclude></noinclude> mlbffqn2lx9ww06x0ix64n3infmcf0x Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/503 104 107721 301058 2026-07-04T11:15:14Z Sikurakurasi 27138 /* Tanpa teks */ 301058 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Sikurakurasi" /></noinclude><noinclude></noinclude> qh3sh4bm08wwvpt4fi82zay3g387tl2 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/62 104 107722 301059 2026-07-04T11:21:38Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301059 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|61}}</noinclude>kabaran jang menjenengken, sebab belon ada kabar-kabar jang menjataken politie soeda Bertindak dideketnja marika poenja tempat atawa sedikitnja soeda membaoeh itoe komplotan. Tapi pada hari jang ka ampat, mendadak satoe orang dateng mengadep pada Ong Pah, sambil berkata: „Sedikit djaoeh dari ini tempat ada doea orang lagi mendatengin ka sini, belon taoe apa jang djadi marika poenia maksoed“. Ong Pah lantes panggil Ong Pih dateng, pada siapa kemoedian ia berkata begini: „Baroesan akoe trima kabar, katanja ini siang ada orang sedeng berdjalan ka ini djoeroesan, tjobah kaoe saksiken sendiri, siapa jang dateng itoe? Kaloe kiranja ia ada pelantjong jang manis, kita bole tjegat djalannja dan mintain oewang sewa tana“. Ong Pih jang soeda mengerti maksoednja itoe soedara angkat, lantes berlaloe dengen bawa bebrapa pengikoet. Tida lama kemoedian betoel djoega ia berpapasan sama doea orang moeda. Jang satoe keliatan sabar, pakeannja saderhana, serba poeti, seblah tangannja ada memegang satoe toembak besar, sedeng diseblahnja ada lagi lain orang moeda, roepanja seperti pengikoet, satoe roejoeng ia selipken diblakang badannja. Doea doea tida ada bawa barang bekelan. Sesoedanja marika ampir berdeketan, Ong<noinclude></noinclude> op2serldbdhdhkw4pxjj3ekrgj3znli Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/63 104 107723 301062 2026-07-04T11:25:56Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|62|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>Pih menegor katanja : „Tahan doeloe kaoe poenja tindakan, orang moeda !“ Ia treak sambil brenti dan palangken toembaknja, „sampe di ini wates tana ada kita poenja, menoeroet kita poenja atoeran jang soeda lama berdjalan dengen baik, siapa-siapa jang maoe meliwatin in tempat, haroes lebi doeloe membajar oewang padjek. Satoe orang dimoestiken bajar 20 perak, ketjil besar satoe roepa. Lain dari itoe, orang moesti kombali dan ambil sadja lain djoeroesan jang djadi tananja negrie“. Itoe orang moeda jang ditegor boekan lain jalah Sin~tjing berdoea Wangpo jang sedeng berdjalan maoe menoedjoe ka Hangtjioe seperti soeda ditoetoerken diatas, tapi mendadak waktoe sampe di itoe tempat, ia djadi koerang mengerti, kenapa djalanan jang begitoe roepa, soeda terang djadi negrie poenja, ada orang jang masi brani mati maoe mengakoe ada djadi wates tananja, dan segala orang jang maoe melintasin disitoe, dimoestiken membajar oewang tjoeke? Kaloe ia liat keada'annja itoe orang, tida beda seperti orang djahat. Salekasnja Sin~tjing lantes mendoesin kaloe sekarang dirinja sedeng berbadepan sama lain pendjahat jang maoe tjobah halangin perdjalanannja. „Akoe selama hidoep didoenia, soeda berdjalan antero tempat, belon satoe kali akoe perna bajar oewang sewa tana atawa oewang<noinclude></noinclude> pf9d3ck5jpvqe3f9pb4bwvgtys4akpv Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/64 104 107724 301063 2026-07-04T11:31:07Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|63}}</noinclude>padjek dan lain-lain oewang lagi jang saroepa itoe“, Sin~tjing menjaoet sambil bikin persedia'an, „apa lagi pada djalanan jang begini baik, saterang-saterangnja ada djadi negrie poenja tana, bagimana kaoe brani kataini ada kaoe poenja tana wates?“. Itoe sedikit perkata'an soeda tjoekoep bikin panas hatinja Ong Pih, maka dengen roepa mara ia berkata lagi : „Tida perdoeli kaoe soeda djalan dimana sadja, tapi atoeran disini ada lain. Akoe tida kenal kaoe siapa, kaloe kaoe maoe djoega paksa liwat ini wates, moesti menoeroet kita poenja atoeran, mengerti ?“. „Boeat bajar itoe oewang padjek jang kaoe maksoedken, akoe tida kebratan. Tapi sekarang djoestroe akoe tida membawa oewang“. Kata Sin~tjing. „Kaoe bole kombali“. „Akoe poenja oeroesan ada sanget penting, akoe moesti djalan disini, Kaoe soeka idzinken akoe dengen baik atawa tida, akoe teroes moesti liwat !“ „Dan kaoe moesti rasaken ini sendjata !“ Treak Ong Pih jang lantes menoesoek pada Sin~tjing. Sin~tjing dengen lekas engosken dirinja, berbareng dengen itoe, ia membales moesoenja. Marika berdoea lantes djadi berklai. Ong Pih bisa mainken sendjatanja sampe bagoes, dari pertama sampe satoe djoeroes lebi,<noinclude></noinclude> 5dbe1ch8v3dlu5kokrcyp0m7twpwyxj Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/65 104 107725 301065 2026-07-04T11:34:21Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|64|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>ia bisa mendesek Sin~tjing dengen seroe. Sembari berklai ia poenja hati memikir, tida lama lagi tentoe ia bisa tangkep hidoep itoe moesoe brikoet kawannja. Sama sekali ia tida doega, kapan itoe hal adalah lantaran Sin~tjing maoe taoe lebi doeloe brapa besar moesoenja poenja kepandean. Soeda djadi kebiasa'annja Sin~tjing saben ketemoe moesoe jang ia hadepin, lebi doeloe selaloe ia tahan moesoenja poenja poekoelan sadja, sampe kemoedian sesoeda ia taoe brapa besar adanja itoe moesoe poenja kepandean ilmoe silat, baroelah disitoe ia goenaken kepandeannja boeat djatoken ia poenja tandingan. Doea djoeroes soeda berlaloe, satoe pada lain masi keliatan tetep belon ada jang keteter. Wangpo dari samping meliat teroes kongtjoenja mainken ia poenja toembak bertaroeng sama itoe kepala rampok. la pikir, tida perloe moesti toeroen tangan lantaran moesoe tjoema satoe. Ia poenja kongtjoe sadja soeda tjoekoep boeat labrak moendoer bebrapa moesoe jang kepandeannja saroepa Ong Pih. Betoel dioega, blakangan sasoedanja berdjalan sampe 4 djoeroes lebi, Ong Pih baroe mendoesin sama ia poenja kekliroean. Sekarang ia djadi mengerti itoe moesoe jang pertama ia Pandeng enteng dan gampang bisa di kalaken, sebenernja boekan ada djadi ia poenja tandingan. Ia poenja diri plahan-plahan berbalik kena diangsek sama sendjatanja Sin~tjing.<noinclude></noinclude> omhqa0ujwqm4t5w60lzcambqrnbp18z Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/66 104 107726 301066 2026-07-04T11:37:31Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|65}}</noinclude>Sin~tjing soeda tida kasi hati lebi lama pada itoe kepala bangsat. Ia bisa tangkis satoe-satoe Ong Pih poenja serangan, dan berbareng itoe djoega, ia poenja toembak jang besar, keras sekali kasi pembalesan! Ong Pih jang pikirannia moelai bingoeng, soeda djadi kaloet maenken ia poenja sendjata. Selainnja ia poenja tenaga sekarang, soeda banjak habis, djoega kadoea ia poenja kaki soeda tida bisa menahan berdiri lebi lama. Satoe sa'at jang paling berbahaja, ja'itoe dikoetika Ong Pih poenja sendjata memoekoel Sin~tjing poenja djoeroesan djoeroesan kepala dengen tenaga habis-habisan, tida terdoega salekasnja Ong Pih poenja sendjata sampe, dengen sebet dan keras Sin~tjing lantes tangkis itoe poekoelan sampe toembaknja Ong Pih terpental ! Baroe sadja Sin-tjing maoe teroesken boeat boenoe sekali pada Ong Pih, mendadak dari lain djoeroesan ada orang bertreak : „Tahan doeloe !“ Sin~tjing pandeng itoe orang jang baroe dateng. Ia poenja tangan ada pegang doea pedang pendek, badannja gemoek dan tinggi besar. Sasoeda itoe orang dateng deket, ia berkata lagi pada Sin~tjing : „Siapa kaoe, begitoe koerang adjar brani bikin roesoe disini ?“ Sin~tjing pikir, ini orang tentoe ada kawannja itoe perampok jang baroesan ia hampir<noinclude></noinclude> gp6krq09ufg8julia5hnp7mzk1v2gu6 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/67 104 107727 301071 2026-07-04T11:52:47Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|66|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>dapet boenoe. Ia mengerti, berhadepan sama segala rampok goenoeng jang begini biadab, tida perloe moesti goenaken perkata'an aloes. „Tida goena kaoe taoe akoe poenja nama, bangsat !“. Saoetnja Sin~tjing dengen soeara aseran, „kaloe betoel kaoe maoe bertanding padakoe, silakenlah madjoe !“ Kombali Sin~tjing angkat toembaknja menjerang pada moesoenja. Itoe moesoe jang blakangan, boekan lain, iala Ong Pah sendiri, jang begitoe dapet kabar Ong Pih lagi berklai sama Sin~tjing, koeatir itoe soedara moeda kala, ia laloe komendir bebrapa orang sama-sama menjoesoel. Ong Pah jang kepandeannja banjak lebi tinggi dari Ong Pih, ada djadi tandingan jang loemajan boeat Sin~tjing. Sin~tjing poen berasa ia sekarang dapetkan tandingan jang satimpal. Ia perhatiken poekoelannja Ong Pah jang menindi atas kepalanja, samping dan bagian bawah. tapi dengen tjeli dan sanget hati² Sin~tjing selaloe bisa menangkis dan membales dengen tida koerang kerasnja. Sebaliknja Ong Pah djoega mengerti, bahoea orang jang sekarang ada didepannja, ada satoe hohan jang tida bole dipandeng enteng. Tjepetnja Sin~tjing poenja toembak jang menjamber pergi-dateng, tjobah boekan Ong Pah jang ladenin, tentoe sekali lebi siang soeda makan korban !“<noinclude></noinclude> 7ixkavwfsne5pj7x0o9i5o34r1cv0qu