Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.9
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Modul:PotM/data
828
34550
300983
297394
2026-07-04T08:09:54Z
Cgjkldn
22445
300983
Scribunto
text/plain
--[[]]
return {
--[=[
Add most recent (or most futuristic) month at the top, in descending order from there:
{
year = 2021,
month = 4,
theme = "Poetry and Drama",
works = {
}
},
Add works to months in normal order in the "works" field:
{
index = "",
display = "",
author = "",
year = ,
image = ""
},
To test, use the "Preview page with this template" button and check the page
[[Module:PotM/test]]
]=]
-- Add new months on the line below this:
{
year = 2026,
month = 7,
theme = "Fiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Warisan Seorang Pangeran 05.pdf",
display = "Warisan Seorang Pangeran",
author = "Oey Kim Tiang",
year = "1965",
},
}
},
{
year = 2026,
month = 6,
theme = "Fiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Warisan Seorang Pangeran 04.pdf",
display = "Warisan Seorang Pangeran",
author = "Oey Kim Tiang",
year = "1965",
},
}
},
{
year = 2025,
month = 8,
theme = "Non-Fiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Geografi Dialek Bahasa Minangkabau.pdf",
display = "Geografi Dialek Bahasa Minangkabau",
author = "Departemen Pendidikan dan Kebudayaan",
year = "1984",
},
}
},
{
year = 2025,
month = 7,
theme = "Fiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Srigala Melolong di Hastinapura.pdf",
display = "Srigala Melolong di Hastinapura",
author = "Im Yang Tju",
year = "unknown",
},
}
},
{
year = 2025,
month = 7,
theme = "Fiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Siauw Ngo Gie 04.pdf",
display = "Siauw Ngo Gie 04",
author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen",
year = 1930,
},
}
},
{
year = 2025,
month = 5,
theme = "Fiction",
current = 0,
works = {
{
index = "Siauw Ngo Gie 03.pdf",
display = "Siauw Ngo Gie 03",
author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen",
year = 1930,
},
}
},
{
year = 2025,
month = 3,
theme = "Fiction",
current = 0,
works = {
{
index = "Siauw Ngo Gie 02.pdf",
display = "Siauw Ngo Gie 02",
author = "Wen Kuang Lou & Feng Mi Tao-Jen",
year = 1930,
},
}
},
{
year = 2024,
month = 6,
theme = "Nonfiction",
current = 1,
works = {
{
index = "Isteri Islam Jang Berarti.djvu",
display = "Isteri Islam Jang Berarti",
author = "Pusat Pimpinan Aisyiah",
year = 1956,
},
}
},
{
year = 2024,
month = 3,
theme = "Recipe",
works = {
{
index = "Mustikarasa.pdf",
display = "Mustikarasa",
author = "Kementerian Pertanian Indonesia",
year = 1967,
},
}
},
{
year = 2022,
month = 11,
theme = "20 Tahun GKBI",
works = {
{
index = "20 tahun G.K.B.I.pdf",
display = "20 Tahun GKBI",
author = "Gabungan Koperasi Batik Indonesia",
year = 1968,
},
}
},
}
33wbpw8lx4ok0jgrmr1cpcauvidsoq5
Templat:Tjerita Ko Teng Tjan
10
51928
300989
148194
2026-07-04T08:12:05Z
Cgjkldn
22445
300989
wikitext
text/x-wiki
{{flatlist|
* [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7.pdf|1-7]]
* [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan.pdf|8-14]]
* [[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan atawa Sapoeloe Pil jang moestadjeb vol 15-21.pdf|15-21]]
}}<noinclude>{{Volume list template documentation|mainspace=[[Tjerita Ko Teng Tjan]]}}</noinclude>
hl144m672ke17ec4qw7ukvk02ipc4f7
Pengguna:Sabil Khoer Al Munawar
2
93658
300752
263821
2026-07-03T18:45:53Z
Sabil Khoer Al Munawar
23983
300752
wikitext
text/x-wiki
{{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}}
{{Peserta WikiPandu}}
qt9zsx4somits3c1utk2zguzkj3g9lu
Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/48
104
96342
300754
268496
2026-07-04T02:48:15Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
300754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki-laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya.
Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa.
Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin.
Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya<noinclude>{{rh||36}}</noinclude>
trzci7bq6byky8d1g96gwioxf6mlbin
Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/49
104
96347
300755
268535
2026-07-04T02:52:42Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
300755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya sebatas belajar memasak dan menjahit, seperti apa yang biasanya dilakukan oleh perempuan Meliling. Menjadi dewasa memiliki arti bahwa tanggung jawab perempuan menjadi semakin besar, terutama terhadap tubuhnya. Tubuh adalah barang suci yang harus dirawat dan dijaga karena dari situlah manusia akan dilahirkan. Mesin pencetak manusia itu harus dijaga dengan baik karena tidak ada satu pabrik pun di dunia ini yang bisa membuatnya. Menjadi dewasa juga berarti sebuah tuntutan bagi seorang perempuan untuk lebih menghargai tubuhnya.
Berkepribadian, tegas, dan pantang menyerah menjadi ciri khas Putri. Setiap persoalan dihadapinya dengan ketegasan yang menjadi ciri khas Putri. Salah satu peristiwa yang menuntut ketegasan Putri, apalagi yang menyangkut harga dirinya sebagai seorang perempuan, adalah ketika Ngurah Agung Wikan meminta Putri untuk menerima lamaran ayahnya yang sedang sakarat. Ia ingin Putri menyenangkan ayahnya di akhir hidupnya. Sebagai seorang perempuan yang telah berpikiran maju, Putri menganggap keinginan ayah Wikan, yang hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi untuk memperistrinya adalah sebuah penghinaan. Ia adalah seorang perempuan yang memiliki cita-cita luhur untuk memajukan kehidupan keluarga dengan pendidikan yang telah diraihnya. Haruskah ia mengorbankan semua itu hanya untuk seorang bangsawan tua yang sudah hampir meninggal. Ia masih muda. Masih begitu panjang jalan kehidupan yang harus dilaluinya. Ia tidak mau mengubur cita-citanya hanya demi keinginan mengabdi kepada orang puri.
Sebagai seorang perempuan, Putri telah menunjukkan sikap dan pendiriannya yang tegas terhadap segala sesuatu yang menurut pikirannya adalah tindakan pelecehan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan. Ia telah menunjukkan sikap tegas seorang perempuan Bali yang tidak mau lagi dikungkung oleh tradisi, yang terkadang seringkali merugikan kaumnya. Ia telah bercermin dari kehidupan orang-orang di sekitarnya. Seorang perempuan, yang menyerahkan dirinya untuk menjadi istri ke sekian dari seorang bangsawan puri, hanya akan memperolah kenikmatan sesaat. Setelah itu, kenikmatan tersebut berganti dengan kesengsaraan karena sang bangsawan akan mencari perempuan lain yang lebih cantik.
Putri belajar dari kondisi tersebut. Ia tidak ingin menghancurkan kehidupannya. Ia masih muda dan memiliki cita-cita. la sendirilah yang berhak menentukan apa yang diinginkannya karena diri dan tubuhnya adalah miliknya sendiri. Tidak ada orang lain<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
6gizd2bfpbwkgpc069acm6nln62msiu
Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/51
104
96355
300756
268518
2026-07-04T02:57:44Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Telah diuji baca */
300756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>menyampaikan bahwa perempuan juga mempunyai prinsip, mempunyai idealisme yang akan dipertahankannya. Perempuan tidak akan dengan mudah dikendalikan oleh dominasi laki-laki ataupun oleh embel-embel kasih sayang. Mereka juga bisa tegas dan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya.
Pertanyaan yang diajukan Putri dan ketidakpuasannya terhadap kenyataan yang sering ditemuinya dalam masyarakat, menyangkut perlakuan mereka terhadap perempuan, merupakan pertanyaan kaum perempuan pada umumnya. Sepertinya, perempuan hanya menjadi objek, tidak diberi kesempatan untuk menjadi pelaku. Masyarakat sudah sangat terbiasa dengan sikap pengkultusan terhadap laki-laki. Laki-laki boleh melakukan ini atau itu, sementara tabu dan janggal bagi perempuan untuk melakukan sesuatu yang selama ini hanya dilakukan oleh laki-laki.
Putri menganggap adat dan tradisi lebih berpihak kepada kaum laki-laki. Keberpihakan itu tidak saja terjadi dalam lingkungan yang besar, dalam lingkungan terkecil seperti keluarga pun keberpihakan itu terlihat nyata. Jika seorang laki-laki yang melakukan pelanggaran atau aib yang membuat malu keluarga, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang biasa karena mereka adalah laki-laki. Akan tetapi, kalau perbuatan yang dianggap mendatangkan malu bagi keluarga, apalagi masyarakat, dilakukan oleh perempuan, mereka akan dikucilkan dan dicampakkan dari lingkungannya.
Kesenjangan seperti itulah yang ingin didobrak Putri. Menurutnya, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Hanya bentuk fisiklah yang secara kodrati membedakan perempuan dengan laki-laki. Kodrat itu telah digariskan oleh Tuhan, bukan kodrat yang digariskan oleh manusia, juga bukan kodrat yang dibangun oleh struktur sosial dan budaya. Putri menyadari sekali haknya sebagai seorang perempuan. Untuk itulah, ia menggugat kebiasaan yang seringkali tidak berpihak pada kaumnya.
Sering kali Putri harus berdebat dengan bapaknya, jika sudah menyinggung persoalan perempuan. Mangku Puseh menganggap perempuan lebih kuat dari laki-laki. Oleh sebab itu, untuk keselarasan dalam keluarga, dibutuhkan pengorbanan dari perempuan. Dalam sebuah rumah tangga, ukurannya bukan kebenaran dan kesalahan, tetapi dharma sadu, kelayakan dalam rumah tangga demi keselarasan kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat. Keselarasan itu membutuhkan pengorbanan dan pengorbanan itu kebanyakan dilakukan oleh perempuan karena menurut Mangku Puseh mereka lebih kuat.<noinclude>{{rh||39}}</noinclude>
fjnu1v9quqi8m967bgm60cz6286gtf5
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf
102
105600
300701
297915
2026-07-03T13:45:33Z
Cgjkldn
22445
300701
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Berbohong
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1911
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Buku]]
1h7ccm8og42634ib3w8oi707ignfkf1
Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf
102
106004
300779
300583
2026-07-04T06:06:15Z
Aeia aai
24023
added [[Category:WikiPandu]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
300779
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140305695
|Title=Perdjandjian dengan Setan
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Analisa
|Address=Jakarta
|Printer=
|Year=1962
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
gxrragsobji5fw50dobhck63j08oahw
Indeks:Keputusan Gubernur No. 2 Tahun 2026.pdf
102
106041
300758
298881
2026-07-04T04:26:06Z
Lemonwithices
26124
300758
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140305927
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
szd8gnzhkbruygbtrrknt12ngb1dtm3
Indeks:Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2026.pdf
102
106107
300757
298729
2026-07-04T04:25:36Z
Lemonwithices
26124
300757
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140307450
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
50aeeb1wen6k3kt2klhde9p50opydw6
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 10).pdf
102
106351
300692
300476
2026-07-03T13:40:29Z
Cgjkldn
22445
300692
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140318941
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
8kom5hypwrtv0i0uosgvcv0ycy4nyxi
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Djlid ka-Sebelas).pdf
102
106378
300694
300477
2026-07-03T13:44:28Z
Cgjkldn
22445
300694
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140319277
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
8xuejonpxmw59vgt53ov9xab4jps41s
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf
102
106394
300681
299159
2026-07-03T13:35:03Z
Cgjkldn
22445
300681
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140319725
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf
|Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok
|Language=id
|Volume=1
|Edition=
|Author=Lie In Eng
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Sin Po
|Address=Batavia
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
93ln5jm8yo5cuq7m1vs1vpxjqab0lnc
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf
102
106403
300682
299179
2026-07-03T13:35:18Z
Cgjkldn
22445
300682
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140319807
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf
|Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok
|Language=id
|Volume=
|Edition=2
|Author=Lie In Eng
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Sin Po
|Address=Batavia
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
cbpzv4mn93pnz3uxulqqlr535fe9qcx
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 12).pdf
102
106413
300695
300475
2026-07-03T13:44:38Z
Cgjkldn
22445
300695
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140319530
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
461ekfeklskoxfsw37aq9x68z4ls7u2
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf
102
106414
300689
300474
2026-07-03T13:40:04Z
Cgjkldn
22445
300689
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140320255
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
bu7vmvg3anin2kif60nmomj6wxm01if
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 19).pdf
102
106465
300702
299250
2026-07-03T13:45:41Z
Cgjkldn
22445
300702
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321293
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
aq41ktil5g2d7f3b2bwhqq28iyr8b21
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 20).pdf
102
106478
300703
299263
2026-07-03T13:45:47Z
Cgjkldn
22445
300703
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321674
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
eu5ktcgf2ikbyk8z8zasez9cdv2w4d5
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 21).pdf
102
106479
300704
299264
2026-07-03T13:46:02Z
Cgjkldn
22445
300704
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321711
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
26ut49fililh24xx8avv8wocj1nuw54
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 22).pdf
102
106486
300705
299271
2026-07-03T13:46:13Z
Cgjkldn
22445
300705
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321728
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
d4jooxl14lb0my1ethyq2kw0uj2cvq9
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf
102
106487
300706
299272
2026-07-03T13:46:19Z
Cgjkldn
22445
300706
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321761
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
0m5vla1xn0ro6k65f9pdilxsy064czc
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 24).pdf
102
106493
300707
299278
2026-07-03T13:46:27Z
Cgjkldn
22445
300707
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140321789
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
pedodddbugbiocr6l1m7ef8hv2t9dxr
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 25-32).pdf
102
106499
300708
299284
2026-07-03T13:46:34Z
Cgjkldn
22445
300708
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140322491
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
b5t5flsv9jl51dy634p46nplxj2bln9
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 33-40).pdf
102
106500
300709
299285
2026-07-03T13:46:41Z
Cgjkldn
22445
300709
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140322540
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
31gd2anfhaqz1ok70af2vku6bwzolpl
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 41-48).pdf
102
106503
300710
299288
2026-07-03T13:46:48Z
Cgjkldn
22445
300710
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140322568
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
oz94ohbwijsxlqy4yezqy1mx1d9ag5h
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf
102
106504
300684
299289
2026-07-03T13:37:21Z
Cgjkldn
22445
300684
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140322574
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
tipllpvi77tr99mbn1fke7bwquummrc
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf
102
106507
300685
299293
2026-07-03T13:37:45Z
Cgjkldn
22445
300685
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140323246
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf
|Subtitle=Boekoe tjerita Sam Kok
|Language=id
|Volume=
|Edition=3
|Author=Lie In Eng
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Sin Po
|Address=Batavia
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
0onzdzz65htua2e7597wum95wafamnk
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf
102
106748
300686
299640
2026-07-03T13:39:21Z
Cgjkldn
22445
300686
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140353064
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf
|Subtitle=Cerita tentang cerita Sam Kok disalin oleh Lie In Eng
|Language=id
|Volume=
|Edition=4
|Author=Lie In Eng
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Sin Po
|Address=Batavia
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
rv6mpl28u5pmakw0jly8ivl7lrfiz9k
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf
102
106750
300687
299643
2026-07-03T13:39:45Z
Cgjkldn
22445
300687
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140353346
|Title=Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf
|Subtitle=Cerita tentang cerita Sam Kok disalin oleh Lie In Eng
|Language=id
|Volume=
|Edition=5
|Author=Lie In Eng
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Sin Po
|Address=Batavia
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
d3vr37zhoym1suxaxmkhvh5we0xhsi2
Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7.pdf
102
106863
300990
299774
2026-07-04T08:12:25Z
Cgjkldn
22445
300990
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140359529
|Title=Tjerita Ko Teng Tjan Atawa Sapoeloe Pil Jang Moestadjeb Vol 1-7
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=1-7
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=Lie In Eng
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Kho Tjeng Bie & Co
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=OCR
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Tjerita Ko Teng Tjan}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Indeks]]
[[Kategori:Indeks - Buku]]
[[Kategori:WikiPandu]]
754h1qk5rqmd3s55vqbrkogv9qvtvlj
Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf
102
106893
300688
300496
2026-07-03T13:39:54Z
Cgjkldn
22445
300688
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140363008
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
qg7wrfm3xapz4h8yu693snh7ywqh4g4
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29MKPK2025.pdf
102
107008
300749
299957
2026-07-03T15:40:32Z
Silmi Maryam
27190
300749
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140371438
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
se80vxwrm3ztk713kmjmx2v65o2g8t5
Indeks:KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9KM.42024.pdf
102
107364
300762
300427
2026-07-04T05:05:34Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300762
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140390691
|Title=Keputusan Menteri Keuangan RI No 9km.42024
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
eg4anjja0s3k76ngqsi7j8d7aa45nt6
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf
102
107390
300690
300473
2026-07-03T13:40:12Z
Cgjkldn
22445
300690
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140396980
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
8j87rrkfvo41gvrzt6ddjewq7xa4o3l
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Sembilan).pdf
102
107393
300691
300487
2026-07-03T13:40:22Z
Cgjkldn
22445
300691
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140398390
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
8ot7joiiht2qv822rqxyvi1nubzi6or
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 13).pdf
102
107416
300696
300522
2026-07-03T13:44:46Z
Cgjkldn
22445
300696
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140401087
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
j5l4z2oxagwxgiwjyh5x2ld191nkeuv
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 14).pdf
102
107417
300697
300523
2026-07-03T13:44:52Z
Cgjkldn
22445
300697
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140401136
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
j4qqenhdvjv37gr0c2fmpkdkimdkea7
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 15).pdf
102
107418
300698
300524
2026-07-03T13:45:00Z
Cgjkldn
22445
300698
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140401164
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ayfad145jgofeldpjqav5skgdddmzvh
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 16).pdf
102
107419
300699
300525
2026-07-03T13:45:12Z
Cgjkldn
22445
300699
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140402785
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
5h91jz1zseapllmkpl1mw3ugh2iscp3
Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 17).pdf
102
107420
300700
300526
2026-07-03T13:45:20Z
Cgjkldn
22445
300700
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140402825
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Boekoe tjerita Sam Kok}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
c6mdbxr72sahjprsphjpqi3d56cn58z
Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026.pdf
102
107458
300761
300571
2026-07-04T05:05:13Z
Iziamhr
27177
Q140406404
300761
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140406404
|Title=Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026
|Subtitle=Peraturan Menteri
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Kementerian Keuangan
|Address=Jakarta
|Printer=
|Year=2026
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=File:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2026.pdf
|Progress=V
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
60o9la27ijf6clop5gmh0w4erui03ht
Indeks:Bagej bagej hikajet dhoeloe kala.pdf
102
107508
300853
300635
2026-07-04T07:01:00Z
Leahwind
27224
300853
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140413428
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
rpw8ttr42rmf85gkgd9thdl3i7pq4j5
Indeks:Sikap nasional dan hubungan luar negeri tjeramah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasjarakatan, Universitas Indonesia pada tgl. 6 April 1968 oleh Soedjatmoko.pdf
102
107509
300861
300634
2026-07-04T07:02:30Z
Leahwind
27224
300861
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140414846
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
5pqenpanio75uzqoix3agbqydg5q2a1
Indeks:Research golongan masjarakat Samin di daerah2 Randu Blatung, Ngaringan dan Blora.pdf
102
107510
300857
300636
2026-07-04T07:01:33Z
Leahwind
27224
300857
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140413504
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
a65v43x9640h647rwne2tdwhhaxarlj
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 47 PR 2019.pdf
102
107534
300661
2026-07-03T12:31:50Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300661
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420315
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2019
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
8k4o6lk6lppthujx912gh18uwj4k5of
300764
300661
2026-07-04T05:08:20Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300764
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420315
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2019
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
b2jg56nbejpxe75me20nyrkx9q5pzod
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 12 KM.4 2024.pdf
102
107535
300662
2026-07-03T12:35:39Z
Amie.firsa
27188
←Membuat halaman berisi ''
300662
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140403923
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Keputusan menteri Indonesia]]
ttecv8bvnir8itwe7o8v93g5hnugw37
300760
300662
2026-07-04T04:45:30Z
Amie.firsa
27188
300760
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140403923
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Keputusan menteri Indonesia]]
[[Kategori:WikiPandu]]
mlb2tsdwlp65cqgszkevheihlfeo66f
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN 35 AG 2019.pdf
102
107536
300663
2026-07-03T12:37:00Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300663
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420334
|Title=Penyelenggaraan Pusat Layanan Terintegrasi Direktorat Jenderal Anggaran
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
pl7pwx0p01gd2cou6gbaxknr6wo7qpa
300765
300663
2026-07-04T05:08:39Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300765
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420334
|Title=Penyelenggaraan Pusat Layanan Terintegrasi Direktorat Jenderal Anggaran
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
itatez7luoowpg8xgbyt1r9qvywh692
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 7 KF 2019.pdf
102
107537
300664
2026-07-03T12:39:56Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300664
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420338
|Title=Protokol Manajemen Krisis Pelaksanaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Apbn)
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
5ru4q0rdfvef3yhferb60uw5msi5zej
300766
300664
2026-07-04T05:08:57Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300766
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420338
|Title=Protokol Manajemen Krisis Pelaksanaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Apbn)
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
am0f0s89dbv86tia50uwe7e8v4hks6o
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIIAKAN FISKAL 4 KF 2019.pdf
102
107538
300665
2026-07-03T12:42:51Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300665
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420346
|Title=Penetapan Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian Anggaran 015 pada Satuan Kerja Badan Kebijakan Fiskal.
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
sg9sa66cdzc9prl8yr4fg6n5xq6rnhm
300767
300665
2026-07-04T05:09:14Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300767
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420346
|Title=Penetapan Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian Anggaran 015 pada Satuan Kerja Badan Kebijakan Fiskal.
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ojut4muuxewwr7u6p64bsvxfc9lhzza
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 68 PR 2018.pdf
102
107539
300666
2026-07-03T12:45:24Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300666
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420351
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2019
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
phoan28uzpu2nhy2wjz7u4wygwoq1hc
300768
300666
2026-07-04T05:09:30Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300768
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420351
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2019
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
fcsbcfsud8konsie1u5b5z4nsfzlu9h
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 52 PR 2018.pdf
102
107540
300667
2026-07-03T12:47:52Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300667
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420357
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2018
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
gpl2h0aj67q082ouad66tb2fggkfcvk
300769
300667
2026-07-04T05:09:52Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300769
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420357
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2018
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
6vfn3adys41kj41xl451ydmfjdv2ryx
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 21 Tahun 2022.pdf
102
107541
300668
2026-07-03T12:47:56Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300668
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420355
|Title=Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 21 Tahun 2022
|Subtitle=Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2022 tentang Uji Coba Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Menggunakan Layanan Keuangan Digital
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Perbendaharaan
|Address=
|Printer=
|Year=2022
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
6vxpq1gxt0nm3jh0albc9vdo72rplfx
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 34 KF 2018.pdf
102
107542
300669
2026-07-03T12:50:34Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300669
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420363
|Title=Pembentukansekretariat National Designated Authority The Greenclimate Fund.
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
t7270a53n52lu78zo3z3rk4qzhya9bl
300770
300669
2026-07-04T05:10:12Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300770
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420363
|Title=Pembentukansekretariat National Designated Authority The Greenclimate Fund.
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
7w7oro6xewkz0zom4o6nq23gfd8ilzh
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL 26 KF 2018.pdf
102
107543
300670
2026-07-03T12:53:55Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300670
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420367
|Title=Pembentukan Tim Penyusunandokumen Lanskap Ekonomi dan Visi Perpajakan 2030
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
tbtpzh9pixq4s0n4fyasr46fcf5jpig
300771
300670
2026-07-04T05:10:32Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300771
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420367
|Title=Pembentukan Tim Penyusunandokumen Lanskap Ekonomi dan Visi Perpajakan 2030
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
pnmqzrvp7m2453cov1af2n3xvfj3sur
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 20 Tahun 2022.pdf
102
107544
300671
2026-07-03T12:55:21Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300671
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420369
|Title=Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 20 Tahun 2022
|Subtitle=Petunjuk Teknis Pengelolaan Jaminan Dalam Rangka Kegiatan Kepabeanan dan Cukai
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
|Address=
|Printer=
|Year=2022
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ij932v1xqlmarmh3ji703bj433989f3
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 83 PR 2017.pdf
102
107545
300672
2026-07-03T12:56:35Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300672
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420373
|Title=Pedoman Penerapan Debt Management dan Financial Analysis System (Dmfas) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
0vm70f75dfzxwvxg403berhlsyk11a4
300772
300672
2026-07-04T05:10:54Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300772
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420373
|Title=Pedoman Penerapan Debt Management dan Financial Analysis System (Dmfas) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
f1n6tvna4wsn2m9pyvqkkx6xqf6yvmd
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PBMBIAYAAN DAN RISIKO 80 PR 2017.pdf
102
107546
300673
2026-07-03T12:59:38Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300673
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420382
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2018
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
3zi0so5s1ltyx596sq2mtzgzufjw5ew
300773
300673
2026-07-04T05:11:39Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300773
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420382
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2018
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
tu7ya64dcqf1zqncr6og67imud584xg
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2024.pdf
102
107547
300674
2026-07-03T13:04:35Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300674
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420391
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2024
|Subtitle=Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Repubilk Indonesia Nomor 21/KM.4/2024 Tentang Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Kementerian Keuangan
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
lecdcf2phyp1k8j3tjq0kzs1x1gqb6r
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 26 KM.4 2024.pdf
102
107548
300675
2026-07-03T13:09:35Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300675
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420406
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 26 KM.4 2024
|Subtitle=Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
jrq8z0vokjc3qyz9imwgkb0rt4mkr3t
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 28 KM.4 2024.pdf
102
107549
300676
2026-07-03T13:17:05Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300676
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420435
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 28 KM.4 2024
|Subtitle=Penetapan Harga Ekspor Untuk Penghitungan Bea Keluar
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
r8ep6kzy55sbb78xh0vgbk2brb6hm2r
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 35 KM.7 2024.pdf
102
107550
300677
2026-07-03T13:24:15Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300677
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420446
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 35 KM.7 2024
|Subtitle=Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 10/KM.7/2024 tentang Penandaan Rincian Belanja Pendidikan untuk Evaluasi Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
ruare1ft5dfbmcr4ldruj51dkyvm7nl
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 27 Tahun 2023.pdf
102
107551
300678
2026-07-03T13:25:29Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300678
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420434
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
eptezmcycdl4q5u1qa0ko740pn2f2fy
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 37 KM.7 2024.pdf
102
107552
300679
2026-07-03T13:29:56Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300679
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420492
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 37 KM.7 2024
|Subtitle=Penandaan Rincian Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik untuk Evaluasi Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
8mu4rk32tzbz1y9ulakn600hrqijdig
Templat:Boekoe tjerita Sam Kok
10
107553
300680
2026-07-03T13:34:10Z
Cgjkldn
22445
←Membuat halaman berisi '{{flatlist| * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf|1]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf|2]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf|3]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf|4]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf|5]] * [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf|6]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf|7]] * [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf|8]] * Ind...'
300680
wikitext
text/x-wiki
{{flatlist|
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 1).pdf|1]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 2).pdf|2]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 3).pdf|3]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 4).pdf|4]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 5).pdf|5]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 6).pdf|6]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka VII).pdf|7]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Delapan).pdf|8]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka Sembilan).pdf|9]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 10).pdf|10]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Djlid ka-Sebelas).pdf|11]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 12).pdf|12]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 13).pdf|13]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 14).pdf|14]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 15).pdf|15]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 16).pdf|16]]
* [[Indeks:Boekoe Tjerita Sam Kok (Djlid ka 17).pdf|17]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 18).pdf|18]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 19).pdf|19]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 20).pdf|20]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 21).pdf|21]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 22).pdf|22]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf|23]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 24).pdf|24]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 25-32).pdf|25-32]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 33-40).pdf|33-40]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 41-48).pdf|41-48]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf|49-55]]
* [[Indeks:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 61-65).pdf|61-65]]
}}
<noinclude>{{Volume list template documentation|mainspace=[[Boekoe tjerita Sam Kok]]}}</noinclude>
d6xkdjmvbe8km2y7hs91lq5h86b3mjg
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 26 Tahun 2023.pdf
102
107554
300683
2026-07-03T13:35:49Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300683
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420499
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
eca3uy5216qd4zi0hqizg24o4xsekkz
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 25 Tahun 2023.pdf
102
107555
300693
2026-07-03T13:42:06Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300693
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420519
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
jb88vw3dqrj3n3cwgu8nd7w05kkwviy
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2023.pdf
102
107556
300711
2026-07-03T13:52:26Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300711
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420541
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
bwlxf0j9rficu7ohl7pc2vqemo0suv2
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 17 Tahun 2025.pdf
102
107557
300712
2026-07-03T14:12:53Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300712
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420590
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
2s0esi4d1mmmrv8fsmsxf0qh01z4hbh
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 16 Tahun 2025.pdf
102
107558
300713
2026-07-03T14:13:07Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300713
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420591
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
qnnomsp8yogkbvohx7m4zxokbgg61xj
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 15 Tahun 2025.pdf
102
107559
300714
2026-07-03T14:13:15Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300714
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420592
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
3qfzv8h30aa3jhl2goj1va4qhh89l82
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 13 Tahun 2025.pdf
102
107560
300715
2026-07-03T14:13:16Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300715
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420593
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
l3wj2mxt6mcxmn0u0hi5cwi1b8fe9ig
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 11 Tahun 2025.pdf
102
107561
300716
2026-07-03T14:13:18Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300716
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420595
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
eucixcjk0ush0tfkxv58u5i0a8hlv4u
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 10 Tahun 2025.pdf
102
107562
300717
2026-07-03T14:13:19Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300717
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420597
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
qxcamj7tj1z1vx02mdroxrv8krcyaqt
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 10 Tahun 2025.pdf
102
107563
300718
2026-07-03T14:13:21Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300718
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420600
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
6g2opt904x8pq6kzwp8b01ws3f7gvf4
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 9 Tahun 2025.pdf
102
107564
300719
2026-07-03T14:13:23Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300719
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420602
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
huxcggchv7j99f274uh5wz9q2a9hdyd
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 9 Tahun 2025.pdf
102
107565
300720
2026-07-03T14:13:24Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300720
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420603
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
sfhy8sqe3ovdcxv5mchgpf3oeisntdd
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 8 Tahun 2025.pdf
102
107566
300721
2026-07-03T14:13:26Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300721
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420606
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
qct82o89dffd2n7ezkghngj3kn4gnsz
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 8 Tahun 2025.pdf
102
107567
300722
2026-07-03T14:13:28Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300722
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420607
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
67v7idrt5xuzmplpagampkfr4yn386t
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 8 Tahun 2025.pdf
102
107568
300723
2026-07-03T14:13:30Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300723
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420608
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
hdehcvmu7aw3kw8qr30weowam2mr1gy
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 7 Tahun 2025.pdf
102
107569
300724
2026-07-03T14:13:31Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300724
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420610
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ls9nfukzb767rbeyg4w2tmju8sb1n4e
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 7 Tahun 2025.pdf
102
107570
300725
2026-07-03T14:13:33Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300725
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420613
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
8f2qnwhrdne2laei51glg549jpz0lyn
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 6 Tahun 2025.pdf
102
107571
300726
2026-07-03T14:13:35Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300726
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420615
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
6tt3f1gvw9vy337bt5n766f8rfo9n7w
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 6 Tahun 2025.pdf
102
107572
300727
2026-07-03T14:13:37Z
Sikurakurasi
27138
←Membuat halaman berisi ''
300727
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420616
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
mnisuc93z6p0izh7sako7fs0rhzyk9e
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 17 KM.4 2023.pdf
102
107573
300728
2026-07-03T14:14:55Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300728
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420644
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
1q55cvrvm255wxbr37xtjsxjwxmz6by
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 10 Tahun 2023.pdf
102
107574
300729
2026-07-03T14:16:57Z
Alykarina
26963
←Membuat halaman berisi ''
300729
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420576
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
awar8acu60sjrrl6zpab5il5rz9yoza
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 16 KM.7 2023.pdf
102
107575
300730
2026-07-03T14:22:38Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300730
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420660
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
jaf1jov6t2yo7xclplvn9a017tz92hf
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 16 KM.4 2023.pdf
102
107576
300731
2026-07-03T14:29:10Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300731
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420694
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
6qicguh94ajnntdp5z5uua54l4cvuub
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2022.pdf
102
107577
300732
2026-07-03T14:43:16Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300732
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420734
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
gsm4hqjpkasrqowcwx0lekyaose69a7
Indeks:Satoe Pentjoerian Post di Tanah Seblah Oedik.pdf
102
107578
300733
2026-07-03T15:00:33Z
Alfia Honey Assyariefa
27285
←Membuat halaman berisi ''
300733
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420735
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
15c2tw083pbfgtad8ng3b37xp3yt1sf
Indeks:Peraturan Jenderal Bea dan Cukai Nomor 24 Tahun 2022.pdf
102
107579
300734
2026-07-03T15:08:53Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300734
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420734
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
gsm4hqjpkasrqowcwx0lekyaose69a7
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 37 PR 2017.pdf
102
107580
300735
2026-07-03T15:09:02Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300735
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420822
|Title=Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
t985vwjn3dnqp56bsdr035dc0szb43o
300774
300735
2026-07-04T05:12:04Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300774
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420822
|Title=Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
qf5u9187iapza5utqeo3a4meq8mkapz
Indeks:UploadWizard
102
107581
300736
2026-07-03T15:10:25Z
Alykarina
26963
←Membuat halaman berisi ''
300736
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420794
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
p6ym6stpidyfd6uey3d5tvp2fv1d7ys
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN 6 PP 2017.pdf
102
107582
300737
2026-07-03T15:15:16Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300737
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420840
|Title=Rumpun Mata Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
ou85cjunafqxg244gla313elua2lxwj
300775
300737
2026-07-04T05:12:22Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300775
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420840
|Title=Rumpun Mata Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ejgi66lh7dg7mks9t6agrvv17o9xkb7
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 9 Tahun 2023.pdf
102
107583
300738
2026-07-03T15:15:22Z
Alykarina
26963
←Membuat halaman berisi ''
300738
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420794
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
elvjbnmareqgd5yaycw07xibaiclaze
300743
300738
2026-07-03T15:25:09Z
Alykarina
26963
300743
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420794
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
p6ym6stpidyfd6uey3d5tvp2fv1d7ys
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 20 KM.4 2023.pdf
102
107584
300739
2026-07-03T15:16:51Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300739
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420605
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
o50wgbxfqfyqmfuxiqk991xe9q2uj8m
Indeks:KEPUTUSAN KEPALA SADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEP 96 PP 2016.pdf
102
107585
300740
2026-07-03T15:18:51Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300740
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420851
|Title=Standar Operasional Prosedur tentang Layanan Kesehatan Peserta Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
qowc4zwvlqeftvz0baq89krhld6hs5j
300776
300740
2026-07-04T05:12:47Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300776
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420851
|Title=Standar Operasional Prosedur tentang Layanan Kesehatan Peserta Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
3otpaivyonfu9q0e8v09y6ll810quro
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 21 KM.4 2023.pdf
102
107586
300741
2026-07-03T15:20:23Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300741
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420575
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
qexajntkmpm4lhkh1fbwrg2hipf59u4
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 47 PR 2016.pdf
102
107587
300742
2026-07-03T15:21:12Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300742
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420863
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchamark Tahun 2017
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
4mmxetbivfy819y82jomlswrpnvu1qg
300777
300742
2026-07-04T05:13:10Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300777
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420863
|Title=Surat Utang Negara Seri Benchamark Tahun 2017
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
hsp5hwz6om9l958u5brso1jad24ndy0
Indeks:KTPUTUSAI( KEPALA BADAN KEBLIAXAN FISKAL 11 KF 2016.pdf
102
107588
300744
2026-07-03T15:25:11Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300744
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420871
|Title=Kepanitiaan Penyelenggaraan Konferensi Intemasional Keuangan Syariah Kementerian Keuangan 2O16 (The 7St Annual Islamicc Finance Confrence
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
1slayuuoh3kfqiax2ywa5y5wtw3ueoe
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO 44 PR 2016.pdf
102
107589
300745
2026-07-03T15:27:59Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300745
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420883
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2017
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
oqrdcbebjyd7hilztqxzqndpxcjqifs
300778
300745
2026-07-04T05:13:31Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300778
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420883
|Title=Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2017
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
caye5vlqgmo0p6d9do3vutftt1qf8dx
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 38 KM.7 2023.pdf
102
107590
300746
2026-07-03T15:30:15Z
Silmi Maryam
27190
←Membuat halaman berisi ''
300746
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140380870
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Peraturan menteri Indonesia]]
ktp7fz3jtt5pf9ffvrpryt29j387s2t
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN DAN RISIKO NOMOR 76 PR 2015.pdf
102
107591
300747
2026-07-03T15:36:22Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300747
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420898
|Title=Perubahan Keempat atas Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 41/Pr/2015 tentang Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang Tahun 2015
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
ftvspxiv4m4q6ikwlqcl0dt3qt0zrda
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN DAN RISIKO NOMOR 78 PR 2015.pdf
102
107592
300748
2026-07-03T15:38:51Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300748
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140420907
|Title=Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 16/Pr/2015 tentang Rencana Pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (Apbn-P) Melalui Utang Tahun Anggaran 2015
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
9y980i5n4zye14nple8unigc4a730ai
Indeks:KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN NOMOR KEP 53 PK 2019.pdf
102
107593
300750
2026-07-03T16:19:13Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
←Membuat halaman berisi ''
300750
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140421016
|Title=Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2020
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
il8lk0ddsh1e9ejwf6eb4kniie7fb1j
300763
300750
2026-07-04T05:08:00Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
300763
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140421016
|Title=Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2020
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
jzl7i6omx8a5jx3nvypi3ewq83a6s7k
Indeks:Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 11 Tahun 2023.pdf
102
107594
300751
2026-07-03T16:46:05Z
Alykarina
26963
←Membuat halaman berisi ''
300751
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140421068
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
e28uq98bvxm8fjudh6g4rlhlyaikubw
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51 KM.4 2024.pdf
102
107595
300753
2026-07-03T22:23:24Z
Ammachemist
27288
←Membuat halaman berisi ''
300753
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140422469
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51 KM.4 2024
|Subtitle=Penetapan Harga Ekspor untuk Penghitungan Bea Keluar
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Kementerian Keuangan
|Address=
|Printer=
|Year=2024
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
[[Kategori:Keputusan Menteri Keuangan]]
adgyu8slo6x1kx0foym7tz2xscb7jkx
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/68
104
107596
300759
2026-07-04T04:37:19Z
Sathira15
16353
/* Telah diuji baca */
300759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>Tering Sebrang adalah kampung yang masyarakatnya paling majemuk <ref>Kehadiran pendatang di Kampung Tering Sebrang dan sekitarnya terkait dengan keberadaan pelabuhan di situ. Beberapa informan mengatakan para pendatang ini mendominasi usaha jasa transportasi yang berkembang di pelabuhan penyeberangan.</ref> Berbicara mengenai persebaran penduduk menurut latar belakang etniknya, menurut Bapak Acip (Kepala Lembaga Adat Kecamatan Tering), orang Dayak Tunjung tersebar di beberapa kampung, seperti Kampung Tering Sebrang, Muara Mujan, Kelubaq, Jelemuq, dan Muyup Ilir. Adapun orang Dayak Bahau kebanyakan bermukim di Kampung Tering Lama, Tering Baru, Tering Lama Ulu, Tukul, dan Muyut Aket. Penduduk kecamatan yang dengan latar belakang etnik Jawa terkonsentrasi di Kampung Purworejo dan Banjarejo. Orang Kutai cukup banyak yang tinggal di Kampung Muyub Ulu dan Gabung Baru. Sementara itu, pendatang dari Kalimantan Tengah sebagian besar mendiami Kampung Kalian Dalam, bersama dengan kelompok etnik yang lain.
Mata pencaharian yang banyak ditekuni oleh masyarakat adalah sebagai petani, berkebun karet, dan nelayan (tangkap dan keramba). Berdasarkan keterangan informan, di Kampung Kelian Dalam terdapat penambangan emas dalam skala kecil yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di kecamatan ini. Penduduk kecamatan yang digolongkan sebagai orang Melayu karena mereka memeluk agama Islam, banyak yang bekerja sebagai nelayan dan penyedia transportasi lintas sungai. Sektor pertanian dan perkebunan karet rakyat kebanyakan diisi oleh orang Dayak Tunjung dan Bahau. Adapun orang Jawa yang tinggal di kecamatan ini bekerja sebagai pedagang dan penyedia
kebutuhan sehari-hari, termasuk hasil kebun.
'2. Masyarakat Hukum Adat Dayak Bahau''
Orang Dayak Bahau yang kini menetap di beberapa kampung di Kecamatan Tering, berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia (Serawak). Kisah tentang migrasi orang Dayak Bahau ke kawasan Sungai Mahakam penulis peroleh dari Bapak Wanglong, tokoh senior Dayak Bahau yang menetap di Kampung.<noinclude>{{rh|||Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau ''55''}}</noinclude>
dlt39jkonnmw8oceab58c6dvyloz5yd
300921
300759
2026-07-04T07:19:51Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
300921
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Tering Sebrang adalah kampung yang masyarakatnya paling majemuk <ref>Kehadiran pendatang di Kampung Tering Sebrang dan sekitarnya terkait dengan keberadaan pelabuhan di situ. Beberapa informan mengatakan para pendatang ini mendominasi usaha jasa transportasi yang berkembang di pelabuhan penyeberangan.</ref> Berbicara mengenai persebaran penduduk menurut latar belakang etniknya, menurut Bapak Acip (Kepala Lembaga Adat Kecamatan Tering), orang Dayak Tunjung tersebar di beberapa kampung, seperti Kampung Tering Sebrang, Muara Mujan, Kelubaq, Jelemuq, dan Muyup Ilir. Adapun orang Dayak Bahau kebanyakan bermukim di Kampung Tering Lama, Tering Baru, Tering Lama Ulu, Tukul, dan Muyut Aket. Penduduk kecamatan yang dengan latar belakang etnik Jawa terkonsentrasi di Kampung Purworejo dan Banjarejo. Orang Kutai cukup banyak yang tinggal di Kampung Muyub Ulu dan Gabung Baru. Sementara itu, pendatang dari Kalimantan Tengah sebagian besar mendiami Kampung Kalian Dalam, bersama dengan kelompok etnik yang lain.
Mata pencaharian yang banyak ditekuni oleh masyarakat adalah sebagai petani, berkebun karet, dan nelayan (tangkap dan keramba). Berdasarkan keterangan informan, di Kampung Kelian Dalam terdapat penambangan emas dalam skala kecil yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di kecamatan ini. Penduduk kecamatan yang digolongkan sebagai orang Melayu karena mereka memeluk agama Islam, banyak yang bekerja sebagai nelayan dan penyedia transportasi lintas sungai. Sektor pertanian dan perkebunan karet rakyat kebanyakan diisi oleh orang Dayak Tunjung dan Bahau. Adapun orang Jawa yang tinggal di kecamatan ini bekerja sebagai pedagang dan penyedia kebutuhan sehari-hari, termasuk hasil kebun.
'''2. Masyarakat Hukum Adat Dayak Bahau'''
Orang Dayak Bahau yang kini menetap di beberapa kampung di Kecamatan Tering, berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia (Serawak). Kisah tentang migrasi orang Dayak Bahau ke kawasan Sungai Mahakam penulis peroleh dari Bapak Wanglong, tokoh senior Dayak Bahau yang menetap di Kampung.
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau {{larger|'''55'''}}}}</noinclude>
tvl8qwhnb7ji35sn46m0w01jhl0p9vl
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/173
104
107597
300780
2026-07-04T06:23:55Z
Sathira15
16353
/* Telah diuji baca */
300780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||-4103-}}</noinclude>tan djahat poen tida boleh dipake atoeran jang berbedaän; djikaloe ada orang jang berboeat perkara chianat atawa melanggar oendang-
oendang negri, demikian poen jang berboeat kabaekan dan oendjoek kasetiaännja, haroeslah orang itoe diseraken pada pengadilan, soepaja bisa lantas diroendingken: apa pada dia i'oe baroes dibri hoekoeman atawa pantes dikasi gandjaran, boeat menjataken begimana dengen sasoenggoenja Toeankoe ada pegang kendali pamerentahan dengen adil dan terang. Maka djangan sekali Toeankoe tjoba menimbang berat
sebla, kerna dengen begitoe, boleh membikin atoeran di dalem dan di loear nanti djadi berlaenan.
,,Kwee Joe Tji, Hwi Wie, Tang Oen dan laen-laen mantri, jang masing-masing pangkoe djabatan Sie-Tiong dan Sie-Long, semoea ada orang-orang jang berpikiran pandjang dan bersifat setia, sebab begitoe djoega, maka Keizer almarhoem soeda pakerdjaken dan tinggalken marika itoe boeat membantoe pada Toeankoe. Djadi menoeroet hamba jang tjoepet poenja pikiran poen, boeat djalanken segala oeroesan di kraton, tida perdoeli ketjil besar, baek Toeankoe berempoek doeloe pada marika itoe, kamoedian baroe dikasi djal: n; lerna dengen berboeat begitoe, apa jang koerang<noinclude></noinclude>
9ii81s7dgiit2we2unkiipzawjzq3uq
301016
300780
2026-07-04T08:34:05Z
Endahimawati
27155
/* Tervalidasi */
301016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||-4103-}}</noinclude>tan djahat poen tida boleh dipake atoeran jang berbedaan; djikaloe ada orang jang berboeat perkara chianat atawa melanggar oendang-
oendang negri, demikian poen jang berboeat kabaekan dan oendjoek kasetiaannja, haroeslah orang itoe diseraken pada pengadilan, soepaja bisa lantas diroendingken: apa pada dia i'oe baroes dibri hoekoeman atawa pantes dikasi gandjaran, boeat menjataken begimana dengen sasoenggoenja Toeankoe ada pegang kendali pamerentahan dengen adil dan terang. Maka djangan sekali Toeankoe tjoba menimbang berat
sebla, kerna dengen begitoe, boleh membikin atoeran di dalem dan di loear nanti djadi berlaenan.
<sub>"</sub>Kwee Joe Tji, Hwi Wie, Tang Oen dan laen-laen mantri, jang masing-masing pangkoe djabatan Sie-Tiong dan Sie-Long, semoea ada orang-orang jang berpikiran pandjang dan bersifat setia, sebab begitoe djoega, maka Keizer almarhoem soeda pakerdjaken dan tinggalken marika itoe boeat membantoe pada Toeankoe. Djadi menoeroet hamba jang tjoepet poenja pikiran poen, boeat djalanken segala oeroesan di kraton, tida perdoeli ketjil besar, baek Toeankoe berempoek doeloe pada marika itoe, kamoedian baroe dikasi djalan; kerna dengen berboeat begitoe, apa jang koerang<noinclude></noinclude>
fklaz3wit07jj58ijvmoiaasduwxnab
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/170
104
107598
300781
2026-07-04T06:25:17Z
Sathira15
16353
/* Tanpa teks */
300781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Sathira15" /></noinclude><noinclude></noinclude>
sr3ehb98h79ch9l1cmt07mbtrvupk6z
Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/66
104
107599
300782
2026-07-04T06:28:24Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Berharap'''
<Poem>
Waktu yang bergulir, mampukah membuat kita berpikir?
Pertemuan dan perpisahan pada jalan yang kita tempuh tak kan
membuat jalinan silaturrahmi luruh.
Sesungguhnya dalam diam kita saling menyimpan kerinduan
Berharap jalan takdir mempertemukan kembali dalam
kebersamaan.
</Poem>
{{Right|||Tasikmalaya, 07-11-2018}}<noinclude>{{rh|||66}}</noinclude>
rb4e05aoq2deogd928apg5902itkjm0
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/277
104
107600
300783
2026-07-04T06:34:31Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 42C3 roe kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharepkita- orang bisa dapet kamenangan besar." Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lanlas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta. Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea...
300783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 42C3 roe kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri,
kerna dengen
begini baroelah boleh diharepkita-
orang bisa dapet kamenangan besar."
Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan
Goei Jan lanlas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta.
Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan
Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada
itoe doea djedjaka:
„Sekarang kau berdoea masing-masing moesti
bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe
djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie
San. Djikaloe barisan Ooei liwat di itoe tempat,
fcau diangan ganggoe, hanja dengen sigra kau
moesti lantas ambil itoe djalanan, dimanabaroesan
marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan."
Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij,
Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat
labrak dari ampat pendioeroe pada soldadoe Goei
jang nanti dateng.
Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe
boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän,
Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pa
sanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet ke-<noinclude></noinclude>
oqa501yknpmz8s6smdb7xc4yhha1fgj
300788
300783
2026-07-04T06:41:19Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
300788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4203 ―|}}</noinclude>{{hwe|roe|baroe}} kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharep kitaorang bisa dapet kamenangan besar.”
Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lantas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta.
Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea djedjaka:
„Sekarang kau berdoea masing-masing moesti bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie San. Djikaloe barisan Goei liwat di itoe tempat, kau djangan ganggoe, hanja dengen sigra kau moesti lantas ambil itoe djalanan, dimana baroesan marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan.”
Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij, Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat labrak dari ampat pendjoeroe pada soldadoe Goei jang nanti dateng.
Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän, Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pasanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet {{hws|ke|kering}}<noinclude></noinclude>
3544z29eurbnjlz3tdo268b7jbdjbpm
300882
300788
2026-07-04T07:08:48Z
Zhilal Darma
10833
/* Tervalidasi */
300882
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||― 4203 ―|}}</noinclude>{{hwe|roe|baroe}} kau kedjer dan labrak marika itoe dari blakang. Akoe sengadja berboeat demikian, biar moesoe djadi saling boenoe dengen kawannja sendiri, kerna dengen begini baroelah boleh diharep kitaorang bisa dapet kamenangan besar.”
Dengen tida brani membantah lagi Tio In dan Goei Jan lantas berlaloe boeat lakoeken itoe ferdana mantri poenja prenta.
Kamoedian Khong Beng panggil Kwan Hin dan Thio Pauw daleng mengadep, dan berkata pada itoe doea djedjaka:
„Sekarang kau berdoea masing-masing moesti bawa satoe barisan dan pergi semboeni di itoe djalanan penting jang letaknja di goenoeng Kie San. Djikaloe barisan Goei liwat di itoe tempat, kau djangan ganggoe, hanja dengen sigra kau moesti lantas ambil itoe djalanan, dimana baroesan marika itoe telah liwat, boeat serang moesoe poenja pasanggrahan.”
Laen dari itoe, Khong Beng prenta poela Ma Taij, Ong Peng, Thio Ek dan Thio Gie, ampat ponggawa pergi semboeni di loear pasanggrahan boeat labrak dari ampat pendjoeroe pada soldadoe Goei jang nanti dateng.
Koetika itoe bebrapa ponggawa soeda berlaloe boeat melakoeken masing-masing poenja pakerdjaän, Khong Beng laloe prenta orang diriken lagi pasanggrahan boeat tempat kajoe dan roempoet {{hws|ke|kering}}<noinclude></noinclude>
g5p1vv2bk3ljxmcheplm7qrahmsvshv
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/272
104
107601
300784
2026-07-04T06:34:37Z
Lemonwithices
26124
/* Telah diuji baca */
300784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4198}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini bala-tentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoe-ka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soeng-goe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan ba-risan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa be-gal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau me-noetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe pa-<noinclude></noinclude>
b9up0a14lz26flkjaqqcojyups3z0bt
300825
300784
2026-07-04T06:54:02Z
Lemonwithices
26124
300825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4198-}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini bala-tentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoe-ka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soeng-goe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan ba-risan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa be-gal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau me-noetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe pa-<noinclude></noinclude>
pbntbdjhnbwgtd1h5dhjvzg5ai3wpkp
300922
300825
2026-07-04T07:19:54Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
300922
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||-4198-}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini balatentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoeka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soenggoe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan barisan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa begal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau menoetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe {{hws|pa|pada}}<noinclude></noinclude>
qv89mxz9x461nsro77a4aunrwisf6sx
300935
300922
2026-07-04T07:24:24Z
Aeia aai
24023
300935
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||― 4198 ―}}</noinclude>kali kau bekerdja pada negri dengen bergelar Hauw-liam. Tapi siapa njana, sedeng menoeroet atoeran pantes kau wadjib mendjaga Keizer dan menoendjang negri, adalah berbalik kau soeda membantoe kawanan pengchianat, dengen siapa kau soeda berkontjo boeat rampas tachta karadjaän. Kau ini, satoe manoesia jang berdosa besar, jang langit dan boemi tida bisa maäfken, semoea orang di ini doenia tentoe merasa poewas, djikaloe bisa geragoti kau poenja daging! Sekarang soekoer sekali Allah tida poetoesken sama-sekali djajanja karadjaän Han; Tjiauw-Liat-Hongtee telah sam-boeng itoe kadoedoekan besar di tana Sé Tjhoan. Itoe sebab, maka ini masa akoe bisa djoendjoeng firmannja Baginda moeda dan geraken ini balatentara boeat kasi adjaran pada itoe kawanan pengchianat. Kau, kaloe kau taoe jang kau poenja diri melaenken ada satoe mantri toekang bermoeka-moeka, sapantesnja kau moesti tinggal semboeni dengen mengkerati leher sendiri sakedar boeat bélaken kau poenja makan dan pake maka soenggoe heran sekali, sedeng kau taoe diri sendiri ada begitoe, begimana kau brani madjoe di depan barisan dan mengotjé tida karoean prihal tachdirnja Allah? Kau, djahanam jang soeda oebanan atawa begal toea jang berdjenggot poeti, soeda deket masoek ka lobang koeboer, dan apatah pada waktoe kau menoetoep mata kau nanti ada moeka boeat ketemoe {{hws|pa|pada}}<noinclude></noinclude>
ccdibqygi2jyravwgz0c0fdlmishesy
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/126
104
107602
300785
2026-07-04T06:37:43Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */
300785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
{{Larger|ADAT DAN HUKUM ADAT}}<br>
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br>
Provinsi Kalimantan Timur}}
Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa.
Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca.
mia
Media Jaya Abadi
Padalarang-Bandung
Telp: +62 812 22205182
Email penerbit.mja.bandung@gmail.com
CS Dipindai dengan CamScanner
ISBN 978-623-752
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
9786237 526087<noinclude></noinclude>
d14s6qy7s82negh79w6cd799u2gjdbc
300787
300785
2026-07-04T06:39:40Z
Menyusurisudutnegeri
25205
300787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
{{Larger|ADAT DAN HUKUM ADAT}}<br>
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br>
Provinsi Kalimantan Timur}}
Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa.
Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca.
Media Jaya Abadi
Padalarang-Bandung
Telp: +62 812 22205182
Email penerbit.mja.bandung@gmail.com
ISBN 978-623-752
{{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}
9786237 526087<noinclude></noinclude>
7uv195n4l0835zf3n8evah2e1klyubz
300856
300787
2026-07-04T07:01:31Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
{{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br>
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br>
Provinsi Kalimantan Timur}}
{{Rule}}
Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa.
Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca.
{{Gambar hilang}}
Media Jaya Abadi
Padalarang-Bandung
Telp: +62 812 22205182
Email penerbit.mja.bandung@gmail.com
{{Gambar hilang}}
{{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude>
5s1vzamor2i0izq8lusdpbgizr7ceba
300899
300856
2026-07-04T07:13:02Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{c|
{{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br>
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br>
Provinsi Kalimantan Timur}}
{{Rule}}
Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa.
Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca.
{{Gambar hilang}}
Media Jaya Abadi
Padalarang-Bandung
Telp: +62 812 22205182
Email penerbit.mja.bandung@gmail.com
{{Gambar hilang}}
{{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude>
co2rvdip12oylihq5k6o6le0h1t0pl3
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/271
104
107603
300786
2026-07-04T06:39:26Z
Lemonwithices
26124
/* Telah diuji baca */
300786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4197}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama<noinclude></noinclude>
gfixsbcswfv895jt6dqegev0lybrf6w
300820
300786
2026-07-04T06:52:42Z
Lemonwithices
26124
300820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4197}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama
{{left|Sam Kok}} {{right|257}}<noinclude></noinclude>
klzuci3kjwrxh4vanlcs14n3x2ypnwk
300834
300820
2026-07-04T06:55:44Z
Sathira15
16353
/* Tervalidasi */
300834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sathira15" />{{rh||-4197-}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja kara-djaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi blang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini se-moea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan kara-djaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja se-bagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoe-lah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama<noinclude>{{left|Sam Kok}} {{right|257}}</noinclude>
kzmmvy1stol94d5gcvmtswki3jaawvq
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/278
104
107604
300789
2026-07-04T06:41:24Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4204 — fing jang nanti dibatcar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedan]a itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di sebia blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan. Sigra djoega hari soeda djadi menggrip. Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahan...
300789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 4204 —
fing jang nanti dibatcar boeat membri tanda pada
itoe barisan-barisan
jang telah pergi semboeni.
Sasoedan]a itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja
ka pasanggrahan jang ada di sebia blakang boeat
meliat begimana moesoe poenja gerakan.
Sigra djoega hari soeda djadi menggrip.
Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng.
Pada djam doea malem, sedeng masi ada di
d jalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan
Jang meliwat di depan goenoeng Kie San.
Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega
ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas
la poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lan
tas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan."
Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja
madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga
ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok.
Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem
itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe
fflanoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer
kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena
ditipoe.
Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pa
sanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api.<noinclude></noinclude>
mpmev9t795ohy8nmqxbqbao3ez58qbm
300806
300789
2026-07-04T06:48:06Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
300806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4204 —|}}</noinclude>{{hwe|ring|kering}} jang nanti dibakar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedanja itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di seba blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan.
Sigra djoega hari soeda djadi menggrip.
Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng.
Pada djam doea malem, sedeng masi ada di djalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan jang meliwat di depan goenoeng Kie San.
Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas ia poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lantas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan.”
Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok.
Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe manoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena ditipoe.
Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pasanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api,<noinclude></noinclude>
c838v0hw6gbdiu2drpzil03vaylkagd
300945
300806
2026-07-04T07:42:13Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300945
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 4204 —|}}</noinclude>{{hwe|ring|kering}} jang nanti dibakar boeat membri tanda pada itoe barisan-barisan jang telah pergi semboeni. Sasoedanja itoe, baroelah itoe ferdana mantri moendoer sama-sama balatentara jang masi ada padanja ka pasanggrahan jang ada di seba blakang boeat meliat begimana moesoe poenja gerakan.
Sigra djoega hari soeda djadi menggrip.
Itoe waktoe doea Sianhong dari fihak Goei, jaitoe Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan telah berangkat menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng.
Pada djam doea malem, sedeng masi ada di djalan iaorang dapet liat lapat-lapat ada barisan jang meliwat di depan goenoeng Kie San.
Tjo Tjoen doega, barisan itoe, tentoelah djoega ada moesoe poenja barisan jang hendak rampas ia poenja pasanggrahan. Maka ini Sianhong lantas berkata di dalem hati: „Liatlah, begimana djitoe Kwee Touw-tok poenja itoeng-itoengan.”
Dengen girang ia lantas prenta balatentaranja madjoe lebi lekas, hingga sablonnja poekoel tiga ia soeda sampe di depan pasanggrahan Siok.
Ia menjerang masoek paling doeloe ka dalem itoe pasanggrahan, tapi satelah meliat tida satoe manoesia ada di sitoe, lantas djoega ia moendoer kombali dengen merasa jang dirinja soeda kena ditipoe.
Betoel di saät Tjo Tjoen lari kaioear, itoe pasanggrahan lantas beroba mendjadi laoetan api,<noinclude></noinclude>
jhoc9rjm41u8f5f5o17cxhhh1xxtqj7
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/27
104
107605
300790
2026-07-04T06:42:10Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya.
Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa
yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah antang<sup>1</sup>.
Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut
merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang
mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84).
————————————<noinclude>{{rh|<sup>1</sup> Antang adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11
Agustus 2019).}}
{{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
74csrmu9farcugdlia4xllpi91byu2z
300884
300790
2026-07-04T07:09:41Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya.
Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa
yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah ''antang''<sup>1</sup>.
Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut
merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84).
————————————<noinclude>{{rh|<sup>1</sup> ''Antang'' adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11
Agustus 2019).}}
{{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
5nmg1rhyj6wu90i1gfv3znzgmd24xkb
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/101
104
107606
300791
2026-07-04T06:43:08Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>meliputi heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar-kelas sosial berbeda, seperti keluarga
bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antar-kelas, seperti perkawinan anak pengusaha dengan pengusaha.
Dalam kehidupan masyarakat masih didapati perkawinan lari. Hal ini karena kedua orang tua tidak menghendaki terjadinya perkawinan antara pria dan wanita, sedangkan
keduanya sudah saling menyayangi. Jika hal ini terjadi, kedua orang tua dapat mencari keberadaan anak tersebut dan mereka dikawinkan secara adat. Bagi yang beragama Islam mereka dikawinkan dengan tuntunan cara Islam. Mereka membuat acara keselamatan perkawinan yang hanya mengundang kerabat dekat saja.
'''2. Syarat-Syarat Perkawinan''''''
== Teks tebal ==
'''
Upacara adat perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat tentu saja tidak terlepas dari aturan dan persyaratan tertentu yang biasanya dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat adatnya. Misalnya, dalam penentuan tanggal, peralatan dan perlengkapan, doa-doa, makanan, dan pakaian sebagai syarat mutlak yang harus disediakan oleh kedua belah pihak, baik mempelai laki maupun mempelai wanitanya, agar upacara perkawinan berlangsung dengan baik. Menurut kepercayaan masyarakat Kutai, jika aturan dan persyaratan tersebut tidak dipenuhi atau tidak
dilaksanakan, akan menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan bagi yang tidak melaksanakan upacara perkawinan adat tersebut, terlebih-lebih pada pasangan pengantin. Dengan
tidak dilaksanakannya adat berarti mereka telah melakukan pelanggaran adat sehingga akan menimbulkan terganggunya keseimbangan magis dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari keadaan ini, baik yang berhubungan dengan sesama manusia maupun hal-hal gaib, maka si pelanggar
tersebut akan mendapat akibat yakni mengalami gangguan gaib. Dengan demikian, upaya yang dilakukan sebagai tindakan penyeimbang magis dalam kehidupan masyarakat adat yakni dengan mengadakan selamatan dan doa bersama. Tuntutan
88
Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat
di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude>{{rh||88||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
8v3te772np5m55086cghz0usqiiv534
300931
300791
2026-07-04T07:22:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300931
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>meliputi heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar-kelas sosial berbeda, seperti keluarga
bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antar-kelas, seperti perkawinan anak pengusaha dengan pengusaha.
Dalam kehidupan masyarakat masih didapati perkawinan lari. Hal ini karena kedua orang tua tidak menghendaki terjadinya perkawinan antara pria dan wanita, sedangkan
keduanya sudah saling menyayangi. Jika hal ini terjadi, kedua orang tua dapat mencari keberadaan anak tersebut dan mereka dikawinkan secara adat. Bagi yang beragama Islam mereka dikawinkan dengan tuntunan cara Islam. Mereka membuat acara keselamatan perkawinan yang hanya mengundang kerabat dekat saja.
'''2. Syarat-Syarat Perkawinan'''
Upacara adat perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat tentu saja tidak terlepas dari aturan dan persyaratan tertentu yang biasanya dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat adatnya. Misalnya, dalam penentuan tanggal, peralatan dan perlengkapan, doa-doa, makanan, dan pakaian sebagai syarat mutlak yang harus disediakan oleh kedua belah pihak, baik mempelai laki maupun mempelai wanitanya, agar upacara perkawinan berlangsung dengan baik. Menurut kepercayaan masyarakat Kutai, jika aturan dan persyaratan tersebut tidak dipenuhi atau tidak dilaksanakan, akan menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan bagi yang tidak melaksanakan upacara perkawinan adat tersebut, terlebih-lebih pada pasangan pengantin. Dengan tidak dilaksanakannya adat berarti mereka telah melakukan pelanggaran adat sehingga akan menimbulkan terganggunya keseimbangan magis dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari keadaan ini, baik yang berhubungan dengan sesama manusia maupun hal-hal gaib, maka si pelanggar
tersebut akan mendapat akibat yakni mengalami gangguan gaib. Dengan demikian, upaya yang dilakukan sebagai tindakan penyeimbang magis dalam kehidupan masyarakat adat yakni dengan mengadakan selamatan dan doa bersama. Tuntutan<noinclude>{{rh|88 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>
:di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
g7lp03sruqha30guiydicgw80y33j8v
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/273
104
107607
300792
2026-07-04T06:43:34Z
Lemonwithices
26124
/* Telah diuji baca */
300792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4199}}</noinclude>da doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doe-nia? Moendoerlah lekas, djahanam toza! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!"
Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. De-agen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi.
Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja.
Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: ,,Akoe tida maoe desak kau di dalem kəädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen."
Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda mcendoer kombali.
Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An.
Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin:
„Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude>
aa4sahvxxrjtnp7mkz62t7uqt3rf3rn
300828
300792
2026-07-04T06:54:35Z
Lemonwithices
26124
300828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4199-}}</noinclude>da doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doe-nia? Moendoerlah lekas, djahanam toza! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!"
Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. De-agen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi.
Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja.
Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: ,,Akoe tida maoe desak kau di dalem kəädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen."
Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda mcendoer kombali.
Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An.
Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin:
„Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude>
0gm8zjwwuveo95myrmyz1lt4t1s1aoe
300999
300828
2026-07-04T08:16:20Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
300999
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4199 —}}</noinclude>{{hwe|da|pada}} doeapoeloe ampat Keizer almarhoem di laen doenia? Moendoerlah lekas, djahanam toea! soepaja akoe boleh lantas bertempoer sama itoe mantri chianat!”
Ong Long djadi sesak, tida bisa bernapas. Dengen kaloearken satoe treakan keras, ia lantas roeboe dari atas sela, laloe keledjetan sedikit dan teroes tida berkoetik lagi.
Demikianlah, dengen lida jang tadjem Khong Beng soeda boenoe itoe orang toea jang sengadja tjari kamatiannja.
Kamoedian sambil menoendjoek pada Tjo Tjin dengen kipasnja, Khong Beng seraja berkata lagi: „Akoe tida maoe desak kau di dalem kaädaän jang koerang bagoes. Kau boleh atoer doeloe itoe barisan dengen sampoerna; besok baroelah kita-orang nanti ambil poetoesan boeat bertempoer satoe pada laen.”
Sasoedanja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas moendoerken kretanja; dengen begitoe, djadi pada sablonnja bertempoer, itoe doea pasoekan perang soeda moendoer kombali.
Maitnja Ong Long dengen prentanja Tjo Tjin lantas dikasi masoek ka dalem peti, kamoedian dikirim ka kota Tiang An.
Tapi berhoeboeng dengen matinja itoe Soe-Touw, Kwee Hoaij ada dapet pikir apa-apa, maka sigra djoega ia berkata pada Tjo Tjin:
„Akoe doega, lantaran dalem kita poenja barisan ada terdjadi ini perkara doeka, sabentar malem<noinclude></noinclude>
jey7gxp1vuzpguyf22bg2vs1m4tfj0s
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/274
104
107608
300793
2026-07-04T06:44:30Z
Lemonwithices
26124
/* Telah diuji baca */
300793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4200}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pa-soekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng."
„O," kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoes-troe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken."
Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soe-roe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja.
„Kau berdoea," begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pa-sanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasang-grahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali."
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sa-ma itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude>
52q7yddp0wb0jky8j5v3ovsge9ut54h
300829
300793
2026-07-04T06:54:50Z
Lemonwithices
26124
300829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4200-}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pa-soekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng."
„O," kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoes-troe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken."
Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soe-roe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja.
„Kau berdoea," begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pa-sanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasang-grahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali."
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sa-ma itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude>
2kcwwce1auphsloy3ad2iu1cz027eqh
301005
300829
2026-07-04T08:18:45Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301005
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||− 4200 −}}</noinclude>Tjoe-Kat Liang nanti goenaken ini tempo jang baek boeat rampas kita-orang poenja pasanggrahan. Sebab begitoe, baeklah kita lantas siapken ampat pasoekan balatentara boeat tjegah itoe bahaja. Doea pasoekan, kita boleh soeroe berangkat dari djalanan ketjil jang melintas di goenoeng-goenoeng boeat rampas pasanggrahan moesoe, pada waktoe ini pasanggrahan tida didjaga; sedeng doea pasoekan poela kita soeroe mengoempet di loear ini pasanggrahan pada fihak kiri dan kanan boeat labrak moesoe jang nanti dateng.”
„O,” kata Tjo Tjin dengen girang: „itoelah djoestroe ada tipoe jang akoe sendiri hendak goenaken."
Maka tida tempo lagi itoe Touw-tok lantas soeroe orang panggil Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan dateng padanja.
„Kau berdoea,” begitoe ia berkata, koetika itoe doea orang soeda bersedia boeat denger titanja: „masing-masing boleh bawa salaksa soldadoe boeat pergi di blakang goenoeng Kie San. Apabila kau liat moesoe soeda kaloear dan menoedjoe ka pasanggrahan kita, dengen sigra kau moesti lantas madjoeken itoe doea barisan boeat rampas pasanggrahannja marika itoe. Tapi saändenja moesoe tinggal diam tida bergerak, djangan sembarangan kau madjoe teroes, hanja tarik sadja itoe barisan poelang kombali.”
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan lantas berlaloe sama-sama itoe doea barisan boeat lakoeken titanja Tjo Tjin<noinclude></noinclude>
apc1i86luljzrcw50qoas314so28k2e
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/18
104
107609
300794
2026-07-04T06:44:38Z
Sathira15
16353
/* Telah diuji baca */
300794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||12}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"O, njai troesa slempang ! itoe njonja Hajati , bininja Baba Samioen , ada orang baek-baek dan kaja , serta ibadat , terlaloe mengarti di dalem Igama Allah , begitoe djoega mertoeanja , ma'nja Baba Samioen , dia bisa adjaradjar orang boeat djadi moerid ; ibarat Njai haroes sekali boleh bersobat kepada itoe prempoean , tentoe Njai nanti djadi orang ibadat dan orang jang bakal masoek di dalem sorga kepada Nabi Moehamad , disitoe tempat paling beroentoeng dan paling back !" Njai Dasima denger itoe perkatahannja ma Boejoeng, ibarat orang mengimpi , maka tiada bisa menjaoet melaenken :
Ja , akoe takoet nanti Toean mara, djikaloe akoe trima tetamoe begitoe !"
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
" Njai djangan kasi taoe kepada Toean ! Saja liat pagi poekoel 8 Toean pergi ke toko dan baliknja sampe poekoel 4 sore ; masih banjak tempo boeat Njai trima tetamoe dan bladjar Igama ; saja rasa kendatinja Toean taoe djoega ;
dia tiada nanti mara , sebab wadjibnja satoe bini boleh trima orang baek- baek . "
{{c|Njai Dasima menjaoet :}}
"Nanti akoe pikir-pikir, sebab akoe taoe adatnja Toean, dia tiada soeka akoe bergaoel dengan orang-orang kampoeng ! 'Ma Boejoeng menjaoet dengan tetawa :
" Njai djangan goesar saja brani lawan omongnja Njai ; betoel Njai ada piaraânnja Toean , tetapi boekannja bini<noinclude></noinclude>
ol0uxncbu4l4s4cakafw52ngdwbc8xp
300866
300794
2026-07-04T07:03:34Z
Zhilal Darma
10833
/* Tervalidasi */
300866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||12}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"O, njai troesa slempang ! itoe njonja Hajati , bininja Baba Samioen , ada orang baek-baek dan kaja , serta ibadat , terlaloe mengarti di dalem Igama Allah , begitoe djoega mertoeanja , ma'nja Baba Samioen , dia bisa adjaradjar orang boeat djadi moerid ; ibarat Njai haroes sekali boleh bersobat kepada itoe prempoean , tentoe Njai nanti djadi orang ibadat dan orang jang bakal masoek di dalem sorga kepada Nabi Moehamad , disitoe tempat paling beroentoeng dan paling back !" Njai Dasima denger itoe perkatahannja ma Boejoeng, ibarat orang mengimpi , maka tiada bisa menjaoet melaenken :
Ja , akoe takoet nanti Toean mara, djikaloe akoe trima tetamoe begitoe !"
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
" Njai djangan kasi taoe kepada Toean ! Saja liat pagi poekoel 8 Toean pergi ke toko dan baliknja sampe poekoel 4 sore ; masih banjak tempo boeat Njai trima tetamoe dan bladjar Igama ; saja rasa kendatinja Toean taoe djoega ;
dia tiada nanti mara , sebab wadjibnja satoe bini boleh trima orang baek- baek . "
{{c|Njai Dasima menjaoet :}}
"Nanti akoe pikir-pikir, sebab akoe taoe adatnja Toean, dia tiada soeka akoe bergaoel dengan orang-orang kampoeng ! 'Ma Boejoeng menjaoet dengan tetawa :
" Njai djangan goesar saja brani lawan omongnja Njai ; betoel Njai ada piaraânnja Toean , tetapi boekannja bini<noinclude></noinclude>
f36ltn8b0gg0screner073nrooofuf8
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/11
104
107610
300795
2026-07-04T06:44:50Z
Zhilal Darma
10833
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ” {{c|Ma Boejoeng menjaoet :}} "Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!" "O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega k...
300795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!"
"O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!"
Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati :
"O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !"
Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi:
"Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe.
Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad."
{{C||Ma Boejoeng menjaoet :}}
" O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude>
a387a252osjrfwabynr06dr48l15a5u
300799
300795
2026-07-04T06:46:04Z
Zhilal Darma
10833
300799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!"
"O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!"
Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati :
"O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !"
Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi:
"Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe.
Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad."
{{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}}
" O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude>
bf33zoueh6f2mn9biq943rowhfctnsp
300801
300799
2026-07-04T06:46:26Z
Zhilal Darma
10833
/* Telah diuji baca */
300801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!"
"O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!"
Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati :
"O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !"
Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi:
"Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe.
Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad."
{{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}}
" O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude>
jztgczqdh3fhr8cjhmzbsoc8g6nawdc
300864
300801
2026-07-04T07:03:04Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||5}}</noinclude>" Ma ! apa ma soeka toeloeng saja , sampe saja bisa beroentoeng ? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng , nanti saja bajar sama ma 50 pasmat. ”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Djikaloe saja boleh toeloeng , soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin , tetapi misti pake atoeran jang back!"
"O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali , djikaloe ma dapet menoeloengin , boekan sadja ma beramal kepada saja , ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad , jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!"
Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati :
"O Baba ! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad , itoe soeda tentoe sekali saja djalanken !"
Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi:
"Kasian sekali itoe prempoean ; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja , kasi perdjalanan jang betoel , tetapi dia kras hatinja , dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir , maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe.
Ma toeroet saja poenja adjaran , ma misti pegi kepada dianja , dan minta kerdja , dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji ; djikaloe ma soedah tinggal disitoe , baroe laloeasa , kita boleh taro ikemat kepada dianja , soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad."
{{Center|Ma Boejoeng menjaoet :}}
" O , baek sekali , kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude>
oiqt72jege6yrk7hetnfjkcr4ym0vkw
300937
300864
2026-07-04T07:25:28Z
Lemonwithices
26124
300937
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||5}}</noinclude>,,Ma ! apa ma soeka toeloeng saja, sampe saja bisa beroentoeng? djikaloe ma soenggoe-soenggoe hati soeka menoeloeng, nanti saja bajar sama ma 50 pasmat.”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet:}}
,,Djikaloe saja boleh toeloeng, soeda tentoe sekali nanti saja toeloengin, tetapi misti pake atoeran jang back!"
,,O ma , ini saja poenja atoeran terlaloe baek sekali, djikaloe ma dapet menoeloengin, boekan sadja ma beramal kepada saja, ma beramal djoega kepada Nabi Moehamad, jang saja rasa ma poenja kewadjiban djoega!"
Ma Boejoeng menjaoet dengen soeka hati:
,,O Baba! djikaloe saja bisa menoeloeng di dalem amalan boeat Nabi Moehamad, itoe soeda tentoe sekali saja djalanken!"
Samioen lantas seboet namanja Njai Dasima serta berkata lagi:
,,Kasian sekali itoe prempoean; dia dipiara oleh satoe lelaki Kafir, kewadjibannja kita orang slam misti toentoen dianja, kasi perdjalanan jang betoel, tetapi dia kras hatinja, dia terlaloe tjinta kepada itoe Kafir, maka itoe dengen akal kita misti tjaboet dianja dari sitoe.
Ma toeroet saja poenja adjaran, ma misti pegi kepada dianja, dan minta kerdja, dan tinggal disitoe, kendatinja tiada bergadji; djikaloe ma soedah tinggal disitoe, baroe laloeasa, kita boleh taro ikemat kepada dianja, soepaja dia boleh boewang itoe orang Kafir dan datang kombali masoek ke dalem kemaoeannja Nabi Moehamad."
{{Center|Ma Boejoeng menjaoet:}}
,,O , baek sekali, kaloe atoeran begitoe saja soeka dja-<noinclude></noinclude>
mpb874scnvd9cbtx5im4ox0xoq26p1n
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/2
104
107611
300796
2026-07-04T06:45:06Z
Silmi Maryam
27190
/* Telah diuji baca */
300796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" /></noinclude>ADAT DAN HUKUM ADAT
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
pfa5nfdotuys6bqji9obapz3fw9vksq
300817
300796
2026-07-04T06:52:05Z
Silmi Maryam
27190
/* Telah diuji baca */
300817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />ADAT DAN HUKUM ADAT</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
bo0s4105k36likqxqes1twks0v6gaja
300859
300817
2026-07-04T07:01:55Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''
pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
ktpavwbeusmw5p31kncjvz9ks8llie2
300862
300859
2026-07-04T07:02:38Z
Dankkum dunya
25589
300862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
bwiw7to8ed9vmjvlz614stvnajgdoiu
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/275
104
107612
300797
2026-07-04T06:45:19Z
Lemonwithices
26124
/* Telah diuji baca */
300797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4201}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-ma-sing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, dji-kaloe moesoe dateng menjerang."
Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi pongga-wanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken.
Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat.
Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boe-nce Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja.
Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, la lantas berkata:
Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe."
„O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekz-li," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada me-ngarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. la tentoe soeda dapet doega, sedeng la lagi kasoe-sahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude>
70i19itws4nbkofk6u3n1u12qtrcumv
300831
300797
2026-07-04T06:55:06Z
Lemonwithices
26124
300831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-4201-}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-ma-sing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, dji-kaloe moesoe dateng menjerang."
Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi pongga-wanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken.
Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat.
Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boe-nce Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja.
Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, la lantas berkata:
Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe."
„O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekz-li," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada me-ngarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. la tentoe soeda dapet doega, sedeng la lagi kasoe-sahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude>
4a292h6vylaiso6u39otybqvwhc2yrd
301009
300831
2026-07-04T08:21:38Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4201 —}}</noinclude>Kamoedian itoe Touw-tok berkata poela pada Kwee Hoaij: „Sekarang kita berdoea masing-masing moesti kapalaken sa'oe barisan boeat pergi semboeni di loear pasanggrahan; sedeng di sini, kita nanti toempoek kajoe dan roempoet kering, dan soeda tjoekoep kaloe kita tinggalken sadja bebrapa orang boeat njalaken api pertandaän, djikaloe moesoe dateng menjerang.”
Sabentar lagi Tjo Tjin soeda bagi-bagi ponggawanja di kiri kanan, bri taoe kerdjaän apa jang marika itoe masing-masing moesti kerdjaken.
Sekarang baeklah kita pergi ka pasanggrahannja Khong Beng, boeat meliat apa jang ini ferdana mantri nanti berboeat.
Sapoelangnja dari tempat, dimana ia telah boenoe Ong Long dengen lidanja, Khong Beng lantas panggil Tio In dan Goel Jan dateng di kantoornja.
Satelah itoe doea panglima dateng mengadep, Ia lantas berkata:
„Tjiangkoen, sabentar akoe minta kau berdoea bawa kau masing-masing poenja balatentara boeat pergi rampas pasanggrahannja moesoe.”
„O, Itoelah ada pakerdjaän jang berbahaja sekali," kata Goei Jan dengen kisoetken djidat: „kerna sebagimana jang akoe taoe, Tjo Tjin itoe ada mengarti baek aken ilmoe mengatoer balatentara. Ia tentoe soeda dapet doega, sedeng Ia lagi kasoesahan lantatan meninggainja Ong Long kita nanti<noinclude></noinclude>
dste22k4xerlo774mfl3mlrle5dli0j
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/125
104
107613
300798
2026-07-04T06:45:32Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
'''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
km8g5hee01ltibm0ck271yj7faf53r6
300844
300798
2026-07-04T06:59:32Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
'''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
dqonux8oxf3m9h8w7lul14xt78omtqr
300850
300844
2026-07-04T07:00:23Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
'''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
igv3mnvo3kvfol5l12eqoz1tu2g0trt
301057
300850
2026-07-04T10:44:24Z
Moel81
25980
/* Tervalidasi */
301057
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
'''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
sz0a1jycm46s039qa8inp9ljzz6lzbx
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/124
104
107614
300800
2026-07-04T06:46:10Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Trans...
300800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo
STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar
Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia
di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University
Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016),
University UBD Brunei Darussalam (2018).
Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah
Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi
Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah
Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang,
Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial
Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar
Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat
Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten
Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak
Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006),
Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau
Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008),
Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang
(2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing
Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah
Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel
(2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul
Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015),
Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015),
Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja
Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018.
Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden
Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar
Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan
Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta
Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk
Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana
Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko
Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah
Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan
Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan
“Tumpang Negeri Landak” (2016).
Tentang Penulis
111<noinclude></noinclude>
ajx2e1vv3tvrmiu0ok1w1qy9a9aumb9
300811
300800
2026-07-04T06:49:15Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018).
Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018.
Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016).<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude>
bi7agghe5xkgp78c7dombgwivbsp987
300832
300811
2026-07-04T06:55:29Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018).
Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018.
Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016).<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude>
rx07xnsr8idnrko6tovlu9djm06vwmx
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/12
104
107615
300802
2026-07-04T06:46:42Z
Suga Widi
25678
Sedang uji baca
300802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>PR AK ATA
T
erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan ke
hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya
sehingga penulisan Adat dan Hukum Adat pada Komunitas
Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan
salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai
Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun
2019.
Penulisan Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di
Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dilakukan
sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami
bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada
masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu
pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat
tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum
adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat
hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai.
Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai,
dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri
yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud
tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude>
gl8hw4wcvl1bwc6f2lt9mea5a7y1q10
300981
300802
2026-07-04T08:09:26Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big>
{{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019.
Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di
Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu
pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat
tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai.
Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai,
dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude>
njv9zyijhettdsg45pmdn6tmvipiy5e
300985
300981
2026-07-04T08:10:14Z
Suga Widi
25678
300985
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big>
{{gap}}
{{gap}}
{{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019.
Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di
Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu
pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat
tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai.
Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai,
dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude>
al0ogqluzrryekygzsa4xz7geavhatx
300994
300985
2026-07-04T08:13:34Z
Suga Widi
25678
300994
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big>
{{gap}}
{{gap}}
{{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019.
Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu
pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat
tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai.
Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai,
dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude>
k3sq8z2jyo7m848rz3wg4ufe2f5j599
301054
300994
2026-07-04T10:26:22Z
Moel81
25980
/* Tervalidasi */
301054
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big><Big>'''PRAKATA'''</Big></Big></Big>
{{gap}}
{{gap}}
{{dropinitial|T|6em}}erlebih dahulu puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestaran Nilai Budaya Kalimantan Barat Wilayah Kerja Kalimantan tahun 2019.
Penulisan ''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'' dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat ini. Dengan demikian, dapat dicapai suatu pemahaman tentang perilaku masyarakat yang ada di tempat tersebut, sekaligus sikap masyarakat terhadap adat dan hukum adatnya. Dalam hal ini kami mengambil sampel pada masyarakat hukum adat Dayak Tonyooi, Dayak Bahau, dan Kutai.
Perlu diketahui penulisan ini berbentuk bungai rampai, dalam hal ini tiap-tiap etnik mempunyai karakter tersendiri yang termuat dalam tulisan. Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama yang baik dari<noinclude></noinclude>
7bdtd44yttxgek5x6m3azrgbjy3oa19
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/103
104
107616
300803
2026-07-04T06:47:25Z
Dankkum dunya
25589
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama...
300803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan
keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas
laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya.
'''D. ACARA PERKAWINAN'''
== Teks judul ==
Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan
tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang
tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan
dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya
menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
3fiiko54bdeehv766mqescvd42008pv
300805
300803
2026-07-04T06:47:41Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan
keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas
laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya.
'''D. ACARA PERKAWINAN'''
== Teks judul ==
Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan
tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang
tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan
dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya
menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
125d83f7syucs8ftzvaw0w801x11q4p
300890
300805
2026-07-04T07:11:23Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>demikian, berbeda dengan mereka yang berlainan keyakinan karena calon istri maupun suami harus satu akidah dengan
keyakinan yang sama. Proses perkawinan pun akan dapat diurus secepatnya. Sebaliknya, pihak laki-laki pun dinilai pula oleh pihak perempuan. Penilaian dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, pada saat kegiatan kemasyarakatan dilihat aktivitas laki-laki tersebut. Masih ada faktor keyakinan masyarakat akan nasib baik dan buruk. Nama calon mempelai wanita dihitung dengan angka, begitu pula nama calon suaminya. Hasil perhitungan dan ramalan ini baik dan buruknya di kemudian hari. Hingga saat ini masih ada yang mempercayainya.
'''D. ACARA PERKAWINAN'''
Acara perkawinan dalam kehidupan masyarakat Jerang Melayu Kutai sangat sakral. Seorang pria yang akan melaksanakan perkawinan harus melalui proses dengan tahapan-tahapan
tertentu. Setelah ada keinginan yang kuat untuk segera menikah, pria tersebut memberi kabar kepada kedua orang tua untuk meminta izin dan memohon dapat menemui kedua orang tua wanita. Menurut adat dan kebiasaan masyarakat setempat, jika anaknya sudah berkeinginan nikah dan sanggup, kedua orang tua mencari keluarga terdekat sebagai utusan untuk datang bertandang ke rumah, memberi tahu akan kesediaan pria untuk meminta anak gadis menjadi istrinya. Utusan laki-laki biasanya dari kalangan keluarga dekat pihak bapak maupun pihak ibu yang diwakili oleh paman. Mereka mempersiapkan diri untuk mendatangi rumah calon istri. Segala persiapan dilengkapi utusan sebelum ke rumah calon istri. Utusan akan datang terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada orang tua gadis mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan. Pemberitahuan ini disampaikan melalui anaknya. Selanjutnya, pihak pria menunggu jawaban apakah orang tua gadis bisa menerima kedatangan mereka. Untuk itu, pihak pria secepatnya
menanyakan hal tersebut. Jawaban diterima biasanya adalah mempersilakan utusan untuk datang menemui kedua orang tua gadis. Pada kedatangan pertama dalam tahap perkenalan keluarga, gadis disuruh keluar untuk dilihat keluarga. Utusan yang datang tidak begitu banyak, biasanya empat pasang suami istri. Kepada orang tua si gadis utusan menyampaikan salam<noinclude>{{rh|90||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
7e6sdjl7tsvk1a9uyh7ynq9xnv8b05i
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/13
104
107617
300804
2026-07-04T06:47:28Z
Suga Widi
25678
Sedang uji baca
300804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>±beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh
adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik
yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di
Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai
pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah
membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan
maupun pada saat penulisan.
Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum
sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku
ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta
saran yang sifatnya membangun dari semua pihak.
Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini
ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan
informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat
dan hukum adat. Selamat membaca.
Pontianak, November 2019
Tim Penulis
xii<noinclude></noinclude>
3tkwjo66u10iv3hqh62703p16gifr7c
300870
300804
2026-07-04T07:04:57Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan maupun pada saat penulisan.
Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum
sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku
ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta
saran yang sifatnya membangun dari semua pihak.
Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini
ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan
informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat
dan hukum adat. Selamat membaca.
{{Right|Pontianak, November 2019}}
{{Right|Tim Penulis}}<noinclude>{{rh|xii}}</noinclude>
fxxze3dvm6jau57losmeqeq5y62j955
300906
300870
2026-07-04T07:16:26Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
300906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>beberapa pihak terkait seperti instansi terkait tokoh-tokoh adat atau kepala adat kampung dan kepala adat besar baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kami, baik pada waktu penelitian di lapangan maupun pada saat penulisan.
Tim penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini belum sempurna. Oleh karena itu, untuk lebih sempurnanya buku ini, kami mengharapkan sumbangan pemikiran, kritik, serta saran yang sifatnya membangun dari semua pihak.
Harapan kami, mudah-mudahan kumpulan tulisan ini ada manfaatnya dan dapat membantu penyediaan data dan informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca.
{{Right|Pontianak, November 2019}}
{{Right|Tim Penulis}}<noinclude>{{rh|xii}}</noinclude>
dxot5b7jrxlnmae4xqgwy899d9ijofd
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/279
104
107618
300807
2026-07-04T06:48:29Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4203 sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran filiak ]ang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, kcetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen. Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoero...
300807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 4203 sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen
telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran filiak
]ang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan
moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean
ini baroe kataoean, kcetika itoe doea Sianhong
soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen.
Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep
balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh
kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek
dan Thio Qie telah dateog menjerang.
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan,
hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi
orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoe>
djoe ka djalan besar.
Di ini dlalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan
tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe
barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoeln]a. lantas mengandang di tenga djalan.
Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang
lantas djoega berseroe:
,-Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe
kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe I"
Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken
dirinjadari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas
dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin poe-<noinclude></noinclude>
as2vxxgdankygvknj4iy90w1muk3xwn
300845
300807
2026-07-04T06:59:37Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
300845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 4205 ―|}}</noinclude>sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran fihak jang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, koetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen.
Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek dan Thio Gie telah dateng menjerang.
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan, hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoedjoe ka djalan besar.
Di ini djalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoelnja, lantas mengandang di tenga djalan.
Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang lantas djoega berseroe:
,Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe!”
Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken dirinja dari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin {{hws|poe|poela}}<noinclude></noinclude>
r96k1mpsv2wtz0fg3n5fnm9hdgkz6t1
300948
300845
2026-07-04T07:42:33Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300948
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 4205 ―|}}</noinclude>sedeng begitoe, Tjoe Tjan poenja barisan poen telah sampe di itoe tempat, hingga lantaran fihak jang pertama kliroe anggep ini barisan ada barisan moesoe, maka di sitoe iaorang djadi saling menjerang di antara kaoemnja sendiri, dan kakliroean ini baroe kataoean, koetika itoe doea Sianhong soeda moelai kasi kenal sendjatanja satoe pada laen.
Dengen menjesel itoe doea orang lantas rangkep balatentaranja, tapi blon beres, di ampat pendjoeroe soeda kadengeran poela swara riboet, oleh kerna itoe waktoe Ong Peng, Ma Taij, Thio Ek dan Thio Gie telah dateng menjerang.
Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan tida brani melawan, hanja dengen mengadjak kira-kira saratoes lebi orang kapertjajaännja, iaorang lantas lari menoedjoe ka djalan besar.
Di ini djalanan kombali dengen koenjoeng-koenjoeng iaorang dapet denger swara trompet dan tamboer perang, dan berbareng dengen itoe, satoe barisan, jang tida kataoean dari mana moentjoelnja, lantas mengandang di tenga djalan.
Itoe barisan ada dikapalaken oleh Tio In, jang lantas djoega berseroe:
,Hei, begal! ka manakah kau hendak lari? Akoe kira lebi baek siang-siang kau trima kamatianmoe!”
Itoe doea orang lantas tjari djalan boeat lolosken dirinja dari itoe barisan. Tapi baroe sadja terlepas dari ini bahaja, iaorang soeda moesti adepin {{hws|poe|poela}}<noinclude></noinclude>
1qoffpwjpyn61052zd55k499bx78iuq
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/500
104
107619
300808
2026-07-04T06:48:37Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
300808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4418 —}}</noinclude>Sebab begitoe, maka ia prenta orang pergi tjari taoe lebi doeloe kaädaän di itoe tempat, soepaja kamoedian ia boleh pikir lagi begimana baeknja.
Sigra djoega itoe penjoeloe kabar soeda balik kombali dan bri taoe. Hok Tjiauw jang djaga kota Tin Tjhong lagi dapet sakit keras.
„Hok Tjiauw sakit, itoelah nanti membikin akoe poenja pakerdjaän besar djadi berasil," kata itoe ferdana mantri, jang lantas djoega minta Goei Jan dan Kiang Wie dateng dalem kantnornja.
Tatkalah itoe doea orang dateng mengadep, ia sigra memesen pada iaorang begini:
„Kau berdoea boleh lantas bawa lima riboe balatentara pergi ka kaki kota Tin Tjhong boeat lakoeken ini prenta: Djikaloe kau liat di sitoeada terbit bahaja api. lantas djoega kau moesti serang itoe kota dengen sakoeat-koeat tenaga."
Kiang Wie dan Goei Jan tiada begitoe pertjaja aken apa jang Khong Beng bilang, sebab iaorang pikir, begimana bisa mendjadi dengen koenjoeng-koenjoeng bisa terbit kabakaran di itoe kota. Maka tempo hendak berlaloe, iaorang menanja pada itoe ferdana mantri:
„Sabenernja hari apatah kita-orang moesti berangkat, Sinsiang ?"
—„Dalem tempo tiga hari semoea soeda moesti sedia, pada waktoe mana kau boleh lantas berangkat dengen tida oesa berpamitan lagi."<noinclude></noinclude>
fjbnnb6e9ozfsygoe9dng4v3gz7cbh0
300940
300808
2026-07-04T07:39:11Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
300940
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4418 —}}</noinclude>Sebab begitoe, maka ia prenta orang pergi tjari taoe lebi doeloe kaädaän di itoe tempat, soepaja kamoedian ia boleh pikir lagi begimana baeknja.
Sigra djoega itoe penjoeloe kabar soeda balik kombali dan bri taoe. Hok Tjiauw jang djaga kota Tin Tjhong lagi dapet sakit keras.
„Hok Tjiauw sakit, itoelah nanti membikin akoe poenja pakerdjaän besar djadi berasil," kata itoe ferdana mantri, jang lantas djoega minta Goei Jan dan Kiang Wie dateng dalem kantnornja.
Tatkalah itoe doea orang dateng mengadep, ia sigra memesen pada iaorang begini:
„Kau berdoea boleh lantas bawa lima riboe balatentara pergi ka kaki kota Tin Tjhong boeat lakoeken ini prenta: Djikaloe kau liat di sitoeada terbit bahaja api. lantas djoega kau moesti serang itoe kota dengen sakoeat-koeat tenaga."
Kiang Wie dan Goei Jan tiada begitoe pertjaja aken apa jang Khong Beng bilang, sebab iaorang pikir, begimana bisa mendjadi dengen koenjoeng-koenjoeng bisa terbit kabakaran di itoe kota. Maka tempo hendak berlaloe, iaorang menanja pada itoe ferdana mantri:
„Sabenernja hari apatah kita-orang moesti berangkat, Sinsiang ?"
—„Dalem tempo tiga hari semoea soeda moesti sedia, pada waktoe mana kau boleh lantas berangkat dengen tida oesa berpamitan lagi."<noinclude></noinclude>
bztjq2rgnjyp4ins1nddvb6ynqitlqg
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/16
104
107620
300809
2026-07-04T06:48:51Z
Suga Widi
25678
Sedang uji baca
300809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten
Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala
aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum
adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan
hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu
ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai
dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41)
yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial
yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk
seluruh kelompok sosial yang ada.
Selanjutnya menurut penulis, secara substansial
memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan
hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat,
yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan
jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan
keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan
memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting,
2011: 91).
Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat
adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan
aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini
sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat
melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma
yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki
institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi
serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat.
Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan
kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih
menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (local wisdom).
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian
tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini,
terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba
untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini.
1. Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya
serta hak masyarakat hukum adat?
2. Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi
masyarakat pemilik dan pendukungnya?
Prolog
3<noinclude></noinclude>
cz6rezkq3sawhycxpst3g78jvyzr85i
300939
300809
2026-07-04T07:27:01Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300939
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu
ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai
dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41) yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk seluruh kelompok sosial yang ada.
Selanjutnya menurut penulis, secara substansial memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan
memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting,
2011: 91).
Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini
sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat
melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma
yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (''local wisdom'').
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian
tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini,
terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba
untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini.
#Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya serta hak masyarakat hukum adat?
#Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi masyarakat pemilik dan pendukungnya?<noinclude>{{rh|||Prolog 3}}</noinclude>
4sk2655bp9vijqmrinew4ngk4fso6zv
301056
300939
2026-07-04T10:40:06Z
Moel81
25980
/* Tervalidasi */
301056
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>Penerapan hukum adat dalam komunitas di Kabupaten Kutai Barat selalu mengutamakan keadilan dalam segala aspek kehidupannya. Pada dasarnya, masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Barat berupaya untuk menerapkan hukum adat dengan seadil mungkin sehingga tercipta suatu ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Koentjaraningrat dalam Hendarta (2005: 41) yang menyatakan bahwa hukum adat merupakan norma sosial yang sangat penting bagi terciptanya keteraturan sosial untuk seluruh kelompok sosial yang ada.
Selanjutnya menurut penulis, secara substansial memberikan pemahaman bahwa hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat (Alting, 2011: 91).
Dalam tulisan ini, yang dimaksud dengan hukum adat adalah hukum adat yang mengandung unsur-unsur sanksi dan aturan, serta norma yang terdapat dalam adat-istiadat. Hal ini sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma yang telah disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkannya, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan masa lalu, dalam kehidupan modern masih menjadi rujukan sebagai kearifan lokal (''local wisdom'').
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, pada penelitian tentang adat dan hukum adat di Kabupaten Kutai Barat ini, terdapat beberapa rumusan pertanyaan yang akan dicoba untuk dijawab, seperti yang diuraikan berikut ini.
#Bagaimana keberadaan komunitas adat dan hukum adatnya serta hak masyarakat hukum adat?
#Bagaimana fungsi adat dan hukum adat itu sendiri bagi masyarakat pemilik dan pendukungnya?<noinclude>{{rh|||Prolog 3}}</noinclude>
tbto4zx775kp8kdau3ubjnxz07jjfft
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/12
104
107621
300810
2026-07-04T06:49:05Z
Zhilal Darma
10833
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . " Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja . {{c|...
300810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||6}}</noinclude>
lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . "
Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja .
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah."
{{c|Njai Dasima menjaoet :}}
"Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri
kepada Toean" .
Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng .
Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata :
" Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !"
{{C|Njai Dasima menjaoet :}}
"Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude>
ng51256rccm2sflk6d38s466q42s755
300812
300810
2026-07-04T06:49:16Z
Zhilal Darma
10833
/* Telah diuji baca */
300812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||6}}</noinclude>
lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . "
Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja .
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah."
{{c|Njai Dasima menjaoet :}}
"Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri
kepada Toean" .
Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng .
Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata :
" Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !"
{{C|Njai Dasima menjaoet :}}
"Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude>
4vvjukulatuo5brap6kw586kzcauh0x
300871
300812
2026-07-04T07:05:00Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||6}}</noinclude>
lanken , maka besok pagi saja nanti pegi kesana , mendjoeal telor ajam , serta saja minta tinggal disitoe , boeat melakoeken Baba poenja maksoed . "
Besok paginja waktoe Toean W. soeda pegi ke toko , masoek ma Boejoeng djoeal telor di tenong ketjil ka roemahnja Njai Dasima , serta ketemoe Njai itoe , dia tawarken telornja. Njai Dasima beli telornja , soeroeh doedoek ma Boejoeng, dan tanja kaloe dia ada banjak poenja telor di roemahnja .
{{c|Ma Boejoeng menjaoet :}}
,,Saja tida ada poenja telor lagi , saja satoe orang miskin , malahan saja maoe minta pekerdjahan disini boeat boewang roempoet ataoe pispot , apa sadja Njai poenja perintah."
{{c|Njai Dasima menjaoet :}}
,,Baek , tetapi akoe misti kasi taoe kepada Toean , djikaloe Toean soeka piara , ma boleh tinggal disini , maka itoe ma toenggoe sampe sore , dan boleh minta sendiri
kepada Toean" .
Itoe ma Boejoeng toenggoe , kira-kira di djam poekoel 5 sore Toean W. datang di roemahnja , lantas Njai Dasima toendjoekin toeannja itoe ma Boejoeng .
Toeannja liat itoe prempoean toea , lantas berkata :
,,Boeat apa piara prempoean begitoe , boewang-boewang doeit sadja , kaloe maoe piara misti prempoean jang koeat dan jang seger , djadi enak diprentah !"
{{C|Njai Dasima menjaoet :}}
,,Betoel tetapi kesian ini prempoean dia piatoe , tida<noinclude></noinclude>
bm5dwvn9fk7g83mxi0iqaxes3ummgkd
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/14
104
107622
300813
2026-07-04T06:49:19Z
Suga Widi
25678
Sedang uji baca
300813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>BAB 1
PROLOG
Poltak Johansen
K
omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan
sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat
tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan
kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turuntemurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan
sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang
dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat
istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk
mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya
tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan
yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti
oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang
diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya
dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan
masyarakat adat.
Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah
penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan
diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude>
b7bqpgnwnpj3h5k5l6ie32mjkiu1re5
300952
300813
2026-07-04T07:43:43Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300952
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>
<Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big>
'''Poltak Johansen'''
{{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat.
Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah
penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude>
oigch733hxew4uecp9gab243p3oedmt
300953
300952
2026-07-04T07:44:59Z
Suga Widi
25678
300953
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big>
'''Poltak Johansen'''
{{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat.
Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah
penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude>
1rnl1ct4u1wq1wjmx2nnn3tsnq4prqd
301055
300953
2026-07-04T10:28:44Z
Moel81
25980
/* Tervalidasi */
301055
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Moel81" /></noinclude>{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
{{gap}}
<Big><Big>'''BAB 1<br>PROLOG'''</Big></Big>
'''Poltak Johansen'''
{{dropinitial|K|3em}}omunitas adat hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun. Adapun hukum adat merupakan aturan-aturan dan sanksi yang diberlakukan bagi masyarakat yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keefektifan peran adat istiadat telah memperkuat komitmen masyarakat untuk mempertahankannya sebagai aturan tidak tertulis. Upaya tersebut telah melahirkan sanksi terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari adat istiadat. Adat istiadat yang diikuti oleh sanksi tersebut telah melahirkan konsep hukum adat yang diikuti oleh berkembangnya lembaga dan perangkat hukumnya dengan tugas melaksanakan kontrol terhadap kehidupan masyarakat adat.
Dari segi teritorial komunitas, komunitas adat adalah penguasa dan pemilik kesatuan wilayah adat yang dihormati dan diakui secara adat. Kelompok masyarakat lain harus mengakui<noinclude></noinclude>
az29ena7fixal4mob1ci27dwv34r92v
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/123
104
107623
300814
2026-07-04T06:49:29Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pa...
300814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian
Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan
Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur
pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada
tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang
Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada
Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya
Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pada tahun 2015. Di
samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti
seminar dan sebagai pembicara, di antaranya “Rumah
Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan” dalam Prosiding Kongres
Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun
2018; “Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk
Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter” dalam Prosiding
Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; “Manyombang
Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan” dalam Prosiding
Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping
itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20
tahun dari pemerintah.
M. Natsir lahir 28 Februari 1964 di
Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan
Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari
madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah
Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri
2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002),
dan Program Magister (S-2) di Universitas
Tanjungpura.
Riwayat pekerjaannya diawali sebagai
loper koran di Pontianak pada harian
Berita Yudha Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn.
Meliau Kalbar (1984–1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar
(1986–1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai
Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi
dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen
STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran APPost, Harian
Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah Jakarta. Beliau juga aktif
di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminarsimposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai
110
Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat
di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
kn0ra3jlazl2geks12is7xrv620ujxr
300830
300814
2026-07-04T06:55:02Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain ''Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur'' pada tahun 2018; ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' pada tahun 2018; ''Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial'' pada tahun 2017; ''Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng'' pada tahun 2017; ''Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu'' pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya "Rumah. Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan" dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; "Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter" dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; "Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan" dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah.
{{Gambar hilang}} '''M. Natsir''' lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura.
Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian ''Berita Yudha'' Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran ''APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah'' Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminar-simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
2s1fz954acv6buerivlerflst5aah6j
300889
300830
2026-07-04T07:11:21Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain ''Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur'' pada tahun 2018; ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' pada tahun 2018; ''Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial'' pada tahun 2017; ''Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng'' pada tahun 2017; ''Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu'' pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya "Rumah. Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan" dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; "Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter" dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; "Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan" dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah.
{{Gambar hilang}} '''M. Natsir''' lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura.
Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian ''Berita Yudha'' Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran ''APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah'' Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminar-simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
a3lvztj9i8w5lp8kme36uzut9aueydu
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/120
104
107624
300815
2026-07-04T06:50:25Z
Suga Widi
25678
Sedang uji baca
300815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan
Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu).
Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat
tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda,
hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih
otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat
di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat
di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan
dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk
menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan
menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang
lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk
dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang
lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat
melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka,
serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi
pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala
dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Epilog
107<noinclude></noinclude>
tbdgqx4vwmfzba46coz2evrfnpk6dn4
300827
300815
2026-07-04T06:54:24Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
300827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan
Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu).
Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat
tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda,
hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih
otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh||Epilog <Big>107</Big>}}</noinclude>
ci3odqd9bmkrxh5cgk7m2bql6hddz4z
300841
300827
2026-07-04T06:58:14Z
Suga Widi
25678
300841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan
Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu).
Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda,
hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude></noinclude>
hfoo46xgenreedj3ucu0iddcj4p0ody
300849
300841
2026-07-04T07:00:21Z
Suga Widi
25678
300849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan
Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu).
Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh|||Epilog {{larger|'''107'''}}}}</noinclude>
ld4woe7t4fzcyeq3r4phk0j9znnepsf
300872
300849
2026-07-04T07:05:40Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>masyarakat Dayak Tonyooi di Kecamatan Linggang Bigung dan Kutai di Jerang Melayu (Kecamatan Muara Pahu).
Lembaga-lembaga dan para pengurus adat di tingkat tertentu yang menaungi berbagai kelompok yang berbeda, hendaknya tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih otoritas yang selama ini berada di tangan institusi-institusi adat di tingkat yang lebih rendah. Selama ini, para pengurus adat di tingkat terendah, seperti kampung, dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki telah mampu untuk menegakkan adat dan hukum adat di wilayah mereka masingmasing. Secara alami, mereka juga mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas. Hal yang penting untuk dilakukan oleh para pengurus lembaga adat di tingkat yang lebih tinggi adalah membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi keberadaan dan meningkatkan kapasitas mereka, serta menyediakan wadah bagi mereka untuk dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi jika menghadapi kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya.<noinclude>{{rh|||Epilog {{larger|'''107'''}}}}</noinclude>
dkisr8vd69p7e3q5dt674d5o48zawbj
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/104
104
107625
300816
2026-07-04T06:51:50Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada
si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama.
Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak
perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan
hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya
hajat.
Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah
sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan
seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat<noinclude>{{rh||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|||91}}</noinclude>
j77w85cfte5lddtm35ccw4qsyzhtb27
300821
300816
2026-07-04T06:53:15Z
Dankkum dunya
25589
300821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada
si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama.
Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak
perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan
hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya
hajat.
Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah
sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan
seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||91}}</noinclude>
lg8a3pe7p8fdhf4tjzwgv8bhyxlh4co
300900
300821
2026-07-04T07:13:12Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>kedua orang tua sang pria serta maksud untuk meminang anaknya. Orang tua si gadis akan menanyakan langsung kepada si anak. Namun, jawaban ditunda dahulu karena orang tua akan menanyakan asal-usul si laki-laki serta apa keyakinanya. Jika pihak perempuan merasa cocok, orang tuanya akan memanggil kembali utusan untuk membicarakan upacara yang akan dilaksanakan. Dalam pembicaraan tersebut akan dibahas mengenai bagaimana upacara akan dilaksanakan menurut kemampuan serta barang jujuran yang akan diberikan. Pelaksanaan perkawinan kemudian disepakati bersama.
Penyerahan tanda di kalangan bangsawan pada umumnya sedikit berbeda dengan rakyat biasa. Masyarakat biasa mengikuti pola pada umumnya, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Kemampuan terbatas bisa dipahami pihak
perempuan karena sebelum acara sudah dijelaskan mengenai kemampuan pihak laki-laki. Dengan demikian, pelaksanaan acara ditanggung bersama oleh kedua pihak. Perihal hitungan hari baik dan hari naas masih dilakukan oleh masyarakat. Kalender diperhitungkan secara cemat, agar pelaksanaan acara tidak ada kendala. Segala upaya dilakukan dengan berdoa agar pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai harapan yang punya hajat.
Aktivitas di rumah gadis sudah ramai, sementara pihak keluarga menunggu kedatangan pengantin. Rumah sebelumnya sudah dibersihkan dari pengaruh roh-roh negatif. Rumah dipasangi seperangkat kain untuk tempat duduk pengantin. Sampai di rumah pengantin perempuan, calon pengantin laki-laki dengan rombongan masuk dan dipersilakan duduk; yang tua didudukkan di atas mendampingi pengantin. Setelah istirahat sebentar, juru bicara utusan laki-laki membawa amanah orang tua untuk menyerahkan seperangkat barang-barang perlengkapan untuk perempuan. Barang bawaan diperiksa sesuai dengan kemampuan laki-laki. Setelah pemeriksaan selesai, barang diserahkan kepada wakil dari pihak perempuan. Kemudian, pembacaan doa selamat. Selesai diadakan acara selamatan, para undangan yang hadir dari kedua belah pihak dipersilakan menyantap makanan yang telah dipersiapkan tuan rumah.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||91}}</noinclude>
522nnelsgfcp41e4ptevp75sw9cv1qf
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/18
104
107626
300818
2026-07-04T06:52:28Z
Taufik Pramudja
27223
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' {{rh|||17}} ANAKNJA MATJAN POETI La ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona. {{dropinitial|'''I'''}} la poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada ania tida masoek diakal. Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega m...
300818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
ANAKNJA MATJAN POETI La
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
{{dropinitial|'''I'''}}
la poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada
ania tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda. :
Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, ,.Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
{{dropinitial|'''T'''}}
lida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja mace?”. —
Akoe mengerti, ia roepanja mace adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»lapi, akoe koeatir itoe prauw besar
Dantives J 5c =
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjacetan,
mendadak satoe dieritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
hwdl5flpo2d67pbzggo4ibzrwet11vf
300833
300818
2026-07-04T06:55:33Z
Taufik Pramudja
27223
300833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
ANAKNJA MATJAN POETI
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
tace, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran laptas timboel kekcewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada
ania tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda. :
Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, ,.Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja mace?”. —
Akoe mengerti, ia roepanja mace adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»lapi, akoe koeatir itoe prauw besar
Dantives J 5c =
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjacetan,
mendadak satoe dieritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
crefq8vdresyldcirk02yhs4g4d0l79
300852
300833
2026-07-04T07:00:54Z
Taufik Pramudja
27223
300852
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
ANAKNJA MATJAN POETI
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
ey969o9r56n3d0ljh3dfv5pnwqhj60c
300887
300852
2026-07-04T07:10:47Z
Taufik Pramudja
27223
300887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}} {{c|teks}ANAKNJA MATJAN POETI
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
s0o4afqsaukdmjgjj6k88pjnjoah5tf
300891
300887
2026-07-04T07:11:35Z
Taufik Pramudja
27223
300891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}} {{c|ANAKNJA MATJAN POETI }
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
8gtehdw9u47v76jg6kcvoly6ijem2ig
300893
300891
2026-07-04T07:12:10Z
Taufik Pramudja
27223
300893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
7nx1kiphx14rpksbuydpa7l0ae1l0uh
300896
300893
2026-07-04T07:12:43Z
Taufik Pramudja
27223
300896
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{c|ANAKNJA MATJAN POETI}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
2o6k873yenj87e3k8e5f5um2kcoumlr
300903
300896
2026-07-04T07:14:05Z
Taufik Pramudja
27223
300903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat_ keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja foe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ..."
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
: ee sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
5cb529yuv2omomsqyutyudjpg5vwf6o
300907
300903
2026-07-04T07:16:36Z
Taufik Pramudja
27223
300907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ........"
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
km1rnls5fet6y77fhv2d15rs5vmvu4f
300929
300907
2026-07-04T07:21:37Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
300929
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ........"
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
fo90vngaq8qyl5nrd0roqn4he8thvmx
301022
300929
2026-07-04T08:45:49Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
301022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>
{{rh|||17}}
{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia
taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada
djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran,
djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal
menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw
besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keada_
anja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe
tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh
itoe-anak moeda.
"Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe
sekalian nona disamping kita?’ Kemoedian
Wangpo tanja kongtjoenja, "Roepanja sedari
tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa-
apa".
"Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida
begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika
semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang
jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagiz
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak
maen gila pada itee nona-nona moeda
jang berada dalem itoe praoce ketjil.
»Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar
nanti ........"
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan,
mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri
djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin
oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking
deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
6d4jhkyauki2a8w19h760y5bfybm9qm
301028
301022
2026-07-04T08:54:38Z
Suga Widi
25678
301028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh|||ANAKNJA MATJAN POETI 17}}</noinclude>ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keadaanja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda.
„Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?" Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, „Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa".
„Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagi²
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil.
„Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........"
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
hz7djnc6i7mxw2vk754xbnjzqs09f3n
301030
301028
2026-07-04T08:56:03Z
Suga Widi
25678
301030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|17}}</noinclude>ia sanget tida seneng. Apa lagi, sasoedanja ia taoe, bahoea diseblanja itoe preuw besar, ada djoega prauwnja itoe nona-nona.
Ia poenja pikiran lantas timboel kekoewatiran, djangan-djangan itoe sekalian nona-nona bakal menampak bahaja kabentoer oleh itoe prauw besar. Tapi itoe pikiran kaloe diliat keadaanja tida masoek diakal.
Tapi Wangpo jang djoega matanja sampe tjeli, djoega mengerti apa jang dipikir oleh itoe-anak moeda.
„Apa kongtjoe ketarik sama prauwnja itoe sekalian nona disamping kita?" Kemoedian Wangpo tanja kongtjoenja, „Roepanja sedari tadi akoe liat kaoe sedeng pikir apa- apa".
„Tida, Wangpo. Sama itoe. nona akoe tida begitoe ketarik, maski akoe taoe, marika semoea ada tjantik. Tapi sama itoe orang jang doedoek diprauw besar, kaoe liat bagi²
mana ia poenja maoe?”.
Akoe mengerti, ia roepanja maoe adjak maen gila pada itee nona-nona moeda jang berada dalem itoe praoce ketjil.
„Tapi, akoe koeatir itoe prauw besar nanti ........"
Belon sampe Wangpo bisa kasi penjaoetan, mendadak satoe djeritan terdenger, kanan kiri djadi riboet dan prauw besar jang didoedoekin oleh Pay Lang, setaoe lantaran apa, sangking deketja sama itoe prauw jang Kim Nio ber-.<noinclude></noinclude>
pd9sdairk6cy0r5if9xdgxwep14nsr2
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/13
104
107627
300819
2026-07-04T06:52:36Z
Zhilal Darma
10833
/* Telah diuji baca */
300819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||7}}</noinclude>poenja laki , nanti kita liat doeloe pekerdja'annja , kaloe dia pemales kita boleh soeroe poelang kombali !"
{{C|Toean W. menjaoet :}}
"Kaloe Njai rasa bae begitoe , akoe tida perdoeli ” .
Maka di itoe hari ma Boejoeng masoek kerdja , djadi penjapoe dan penjoetji di roemahnja Toewan W. Ma Boejoeng djaga bae pekerdjahannja , apa djoega ada peker
djahan di dalem roemah dia ikoet kerdja sama-sama ; semingkin hari semingkin dapet kepertjajahan Njainja. Pada soewatoe hari dia membraniken dirinja dan tanja
pada Njainja : " Apa Njai masih pegang atawa soedah boewang agama Islam ?"
{{C|Njai Dasima menjaoet :}}
"Akoe masih pake agama Islam , mengapa angkaoe tanja?"
{{C|Ma Boejoeng menjaoet :}}
"Djangan goesar Njai , djikaloe Njai masih soeka pake Igama Islam misti ditoentoet roekoen atoerannja , sebab Igama Islam soeroe sembajang , sedekah dan bertobat dari
Kekafiran ; djikaloe Njai ada soeka boeat beladjar, ada satoe prempoean pinter dengen Ilmoe begitoe , sanggoep adjar kasi peladjaran kepada Njai , dari kerna itoe Njai pikir bae-bae , jang Nabi Moehamad ada sediaken boeat orang Kafir toedjoe noraka , satoe-satoe noraka pandjangnja dan lebarnja ada 500 tahon ; jang paling bangat ada satoe noraka di namaken Djahanam ; di sitoe segala orang Kafir ibarat orang Serani ataoe Tjina bakal dibakar."
Njai Dasima denger itoe perkatahan dia tinggal diam<noinclude></noinclude>
gon1cpz5ivr89ljjhrr7n61enxnhfdc
300894
300819
2026-07-04T07:12:21Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||7}}</noinclude>poenja laki, nanti kita liat doeloe pekerdja'annja, kaloe dia pemales kita boleh soeroe poelang kombali!"
{{C|Toean W. menjaoet:}}
,,Kaloe Njai rasa bae begitoe, akoe tida perdoeli”.
Maka di itoe hari ma Boejoeng masoek kerdja, djadi penjapoe dan penjoetji di roemahnja Toewan W. Ma Boejoeng djaga bae pekerdjahannja, apa djoega ada peker djahan di dalem roemah dia ikoet kerdja sama-sama; semingkin hari semingkin dapet kepertjajahan Njainja. Pada soewatoe hari dia membraniken dirinja dan tanja pada Njainja:
,,Apa Njai masih pegang atawa soedah boewang agama Islam?"
{{C|Njai Dasima menjaoet:}}
,,"Akoe masih pake agama Islam, mengapa angkaoe tanja?"
{{C|Ma Boejoeng menjaoet:}}
,,Djangan goesar Njai, djikaloe Njai masih soeka pake Igama Islam misti ditoentoet roekoen atoerannja, sebab Igama Islam soeroe sembajang, sedekah dan bertobat dari Kekafiran; djikaloe Njai ada soeka boeat beladjar, ada satoe prempoean pinter dengen Ilmoe begitoe, sanggoep adjar kasi peladjaran kepada Njai, dari kerna itoe Njai pikir bae-bae, jang Nabi Moehamad ada sediaken boeat orang Kafir toedjoe noraka, satoe-satoe noraka pandjangnja dan lebarnja ada 500 tahon; jang paling bangat ada satoe noraka di namaken Djahanam; di sitoe segala orang Kafir ibarat orang Serani ataoe Tjina bakal dibakar."
Njai Dasima denger itoe perkatahan dia tinggal diam<noinclude></noinclude>
ima1jxwgnoehjyvqczr7cvtz0fop4g7
Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/18
104
107628
300822
2026-07-04T06:53:18Z
Ammachemist
27288
/* Belum diuji baca */
300822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{c|-190-}}</noinclude>- 190 -
Paling baek, kapan toean taro kapertjaja'an atas
akoe poenja diri, seraken pada akoe, begimana
akoe nantl oeroes itoe. Jang madsoed toean
bakal kasampean, inilah akoe soeda brani pastiken.."
"Kaloe begitoe," begitoelah Karenina bilang
sementara itoe paarasnja soeda beroba djadi poetjet sekali, blakangan akoe nanti kabarken
poetoesan bagimana jang akoe maoe ambil."
Abis bHang begitoe ia bangoen dari tempat
doedoeknja sembari menjemoer di medja ia
bilang.
"Dari toean poenja perkata'an akoe dapet
kanjata'an jang pertjerean bisa dilakoeken.
Akoe minta dengen hormat dengan perdjanjian '
begimana toean hendak atoer itoe..." .
"Segala a{a bisa kedJadian, asal saaJa toean
male kaai kameraika'an pada akoe," kata itoe
advoclJat z ndet ~eraoeliken dèn@en c,mongan
J80g telseloet blakangan "Kapao akoe hisa·
trlma tuean poenJa kabar," begit<,eJab ia samboefogin pembitjara'anDja. 8embari aoter iapoe.
Dja tetamoe sampe di piotoe.
"Dalem tempo 8 bari A.a toean ad~ begitOe
baelf dj(j.e~a aken kabarken JaDg toe~n soeka
pegsng JOl perk ara dan dengen perdJandJian
begi mana.' ,
.. Baek", baek,"
I oe aavocaat manggoet den~eD dalem I sembari
a~ter tetamoenja samJle di loear jan I&iola metaaa
8Jlan~ sekali tempo soeja ada sandiriali di oa.
lem kantoor.
- 191 D ,1etD lat oeDja perdJaJanan boeat satoe paprt:.ksa'Ao Jang bersifat adaunistratief Karenin8ada berdiam tiga bari di M.oskou dan kaeso~an- '
DJa sedari ia dateng disitoe baroe ia menRce,
ndJoengio gellongnja gouverneur generaal. Tempo ia 18~i djalan ai straat ia Boed. diholi:in.
oleb fat.le soe'ra lang nJarinll! aan mace 8taw,
tialla Ja dladi terpaksa aken menolth ka bjakang..
la liat Onlonsky sedeng tondjGlin kepalaojal ai
pintoe rreta, dlmlna ada aoedoek ojoega SI,
orang prempoean dan aoea anak ketjil. (toe
njonja mlnggoeti 1 kepalanJa den~el1 lakoe jang
amat bormat, samentara 0 Jloosky sendiri goe·
naken iapoenja taDgan "ken membri hor mat
9ama Karenme. Kanjab'an muika itce ada
Dolly d en~en iapoenja ~ nat anak. SlbetoeloJa
Karenine tiada eoeka ketemoe oraog, teroetam&
tlMa eama soedara lel"ki dari iapoeoja istn, Ia,
Ingkat topin,ia !lelakoe oraog Jang membales
hormat dan maoe djalan terOl;j8, aken tetapi
ollCJns8y SOeila brentiken iapoeoja kreta da..
tlamperio Kuenine.
,
nApa kau tlada maloe lantaran kau aateng'
di .Moskou dengan diam diam?'
»Aloe tiada aela poeDja tempo, lagian air oe
rAIlot betoel rnengoeroes alroe poenJa palerdJa·
an", dJ iwab Kareaine dengen la~oe atlem,
,.Ajo 'dal timet skoe, 'koe poeoJa ÎFtfl maoe
owoog dengen kau,"
Dengen tiada niJang apa apa Kareoine hoeka.
piotoe kretanJa dan menoer1joe 11:1 kCbta Oa11y.
.Kenapa kn dateng di 14 ,SiOU d9n~en dlam·<noinclude></noinclude>
j16l3x8cde8w5d19rpu4yiu01lwwb3m
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/3
104
107629
300823
2026-07-04T06:53:27Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>2 {{rh||PENGHIDOEPAN}}
sambil keloearken itoe perkata'an seperti di
atas baroesan, ia pandeng moekanja Wangpo,
satoe antara boedjangnja jang paling di pertjaja dan setia. Ia poenja tangan ada pegang gendewa brikoet satoe anak pana. Sabentar-sabentar ia poenja mata meliat seblah atas, seperti djoega ia maoe taoe, apa bener di itoe bagian ia bakal tida beroentoeng dapet apa-apa jang dimaoein.
Di pinggangnja ada tergantoeng satoe piso
pendek, sedeng bebrapa anak pana lain keliatan diselipken blakang badan. Pakeannja serba poeti, mirip seperti orang jang sedeng berkaboeng.
Bebrapa pengikoet ada berdiri sedikit djaoeh
dari dirinja. Kaloe orang meliat marika poenja keada'an, tentoelah mar ka itoe sedeng memboeroe binatang binatang alas.
Satoe diantara itoe pengikoet jang baroesan
oleh itoe orang moeda di pangil Wangpo lantas menjaoet :
,,Kaloe meliat begini, memang betoel apa
jang kongtjoe kata baroesan ada bener. Akoe
koerang mengerti, kenapa baroe djam 10 sekarang, boeroeng-boeroeng soeda tida keliatan lagi. Biasanja akoe taoe, seperti djoega kongtjoe sering dateng, paling sedikit sepoeloe, doea poeloe boeroeng kita dapet di ini tempat."
,,Ja, akoe djoega merasa heran", saoetnja itoe anak moeda jang dipanggil kongtjoe. ,,Tadinja akoe kira seperti biasa sahari-hari".
,,Bole djadi lebi doeloe dari kita, ada lain<noinclude></noinclude>
h4citfhksiy3fwypr0h693b7xw177j1
301021
300823
2026-07-04T08:44:49Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|2|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>sambil keloearken itoe perkata'an seperti di atas baroesan, ia pandeng moekanja Wangpo, satoe antara boedjangnja jang paling di pertjaja dan setia. Ia poenja tangan ada pegang gendewa brikoet satoe anak pana. Sabentar-sabentar ia poenja mata meliat seblah atas, seperti djoega ia maoe taoe, apa bener di itoe bagian ia bakal tida beroentoeng dapet apa-apa jang dimaoein.
Di pinggangnja ada tergantoeng satoe piso pendek, sedeng bebrapa anak pana lain keliatan diselipken blakang badan. Pakeannja serba poeti, mirip seperti orang jang sedeng berkaboeng.
Bebrapa pengikoet ada berdiri sedikit djaoeh
dari dirinja. Kaloe orang meliat marika poenja keada'an, tentoelah marika itoe sedeng memboeroe binatang binatang alas.
Satoe diantara itoe pengikoet jang baroesan
oleh itoe orang moeda di pangil Wangpo lantas menjaoet :
„Kaloe meliat begini, memang betoel apa jang kongtjoe kata baroesan ada bener. Akoe koerang mengerti, kenapa baroe djam 10 sekarang, boeroeng-boeroeng soeda tida keliatan lagi. Biasanja akoe taoe, seperti djoega kongtjoe sering dateng, paling sedikit sepoeloe, doea poeloe boeroeng kita dapet di ini tempat.“
„Ja, akoe djoega merasa heran“, saoetnja itoe anak moeda jang dipanggil kongtjoe. „Tadinja akoe kira seperti biasa sahari-hari“.
„Bole djadi lebi doeloe dari kita, ada lain<noinclude></noinclude>
4cubtveoftgm4czmsjcd0xfb1t59n5a
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/3
104
107630
300824
2026-07-04T06:53:49Z
Silmi Maryam
27190
/* Tanpa teks */
300824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Silmi Maryam" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ktl69xa0jb8rdwqscrj6lextk8a0zz8
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/17
104
107631
300826
2026-07-04T06:54:11Z
Endahimawati
27155
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja: "Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep". Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat. Itoe Hadji...
300826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja:
"Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep".
Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat.
Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen:
"Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka
itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.”
Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe
Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen.
Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati.
Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng:
"Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude>
cdrhq6jbf7p54zhzwszg8upaskv4gfn
300873
300826
2026-07-04T07:05:47Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja:
"Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep".
Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat.
Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen:
"Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka
itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.”
Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe
Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen.
Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati.
Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng:
"Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude>
i94y8a31c1hah7b69vg9gavhut4xy9l
300943
300873
2026-07-04T07:39:48Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300943
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||11}}</noinclude>Itoe ramboetnja Njai Dasima si Samioen serahken kepada Hadji Salihoen katanja:
,,Saja serahken ini harta besar; saja poenja pengharepan; Toean Hadji bikin seboleh-boleh, biar itoe prempoean djad saja poenja istri, dan Toean Hadji poenja soesa nanti saja bales dengen harta, dari Toean Hadji poenja toeloengan, nanti saja djoengdjoeng seoemoer hidoep".
Lantas Samioen serahken kepada Hadji itoe 10 pasmat dan kepada ma Boejoeng 2 pasmat.
Itoe Hadji trima itoe ramboet dan itoe oewang dengan tetawa, serta berkata "trima kasi" kepada Samioen:
,,Akoe djoega harep maksoedmoe dikaboelken, maka itoe, lagi 4 hari angkau boleh kirim orang ke roemah akoe, boeat ambil obat boeboek boeat kasi kepada ma Boejoeng' soepaja boleh dikasih makan kepada itoe Njai.”
Sebab waktoe soeda liwat lohor, ma Boejoeng balik poelang dan berdjandji, nanti kaloe soedah ada itoe obat, dia balik kombali, maka si Samioen bekelken ma Boejoeng doea sisir pisang radja jang bagoes boeat kasih itoe
Njai, katanja kiriman dari njonja Hajati, bininja si Samioen.
Ma Boejoeng datang kepada Njainja bawa itoe pisang, katanja: kiriman dari njonja Hajati.
Njai Dasima trima itoe pisang dengen segala soeka hati, dan tanja kepada ma Boejoeng:
"Apa sebab itoe njonja Hajati blon kenal kepada akoe soeda mengirim apa-apa?"<noinclude></noinclude>
dl9hovwj1sfxmknzb2v0ow3giugauer
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/14
104
107632
300835
2026-07-04T06:55:47Z
Zhilal Darma
10833
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'S tiada bisa menjaoet , dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel , boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng ; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean , tetapi terlaloe bodo di dalem Igama , menoeroet laen-laen perempoean sesamanja , dia terlaloe bodo di dalem itoe lakinja , jaitoe Toean W. tiada sekali taoe soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja perkatahan ma Boejoeng soedah mend...
300835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" /></noinclude>S
tiada bisa menjaoet , dari kerna apa dia tiada sekali-kali
dapet peladjaran Igama jang betoel , boeat melawan dan
mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng ; soenggoe dia
pinter di dalem pekerdjahan perempoean , tetapi terlaloe
bodo di dalem Igama , menoeroet laen-laen perempoean
sesamanja , dia terlaloe bodo di dalem itoe
lakinja , jaitoe Toean W. tiada sekali taoe
soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja
perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi
, kerna apa
adjar atawa
, maka itoe
satoe Anak
Pana , menoesoek di dalem hatinja , dia merasa kaget denger
itoe perkatahan , jang menakoetin sampe begitoe roepa ,
maka dia tanja kepada ma Boejoeng :
"Apa misti
di Acherat ?"
dikerdjaken
boeat mendapet
keslamatan
Ma Boejoeng denger itoe perkatahan Njainja , mendjadi
terlaloe girang di dalem hatinja , dan mendapet doegahan ,
jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja , serta
menjaoet dengen lekas katanja :
"Bertobat kepada Nabi Moehamad , sembajang 5 waktoe , dan kloear dari tangan orang Kafir."
Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata :
" Nanti akoe berpikir doeloe , djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe."
Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang
semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda
lilit badan Njainja , bagimana dia maoe toeloengin , tiada
bisa ketoeloengan , itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja , sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit
leher Njainja.<noinclude></noinclude>
oz1yi695ca19te13fhjddaxqk0twfyg
300843
300835
2026-07-04T06:59:23Z
Zhilal Darma
10833
300843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng :
Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?"
Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja:
Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir."
Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata:
"Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe."
Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada
bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit
leher Njainja.<noinclude></noinclude>
7eio917bce11g11qyo53ta4aih1duhn
300846
300843
2026-07-04T06:59:41Z
Zhilal Darma
10833
/* Telah diuji baca */
300846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng :
Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?"
Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja:
Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir."
Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata:
"Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe."
Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada
bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit
leher Njainja.<noinclude></noinclude>
bbinbpvdvh2sxraxcw5ii7ba78alg1a
300908
300846
2026-07-04T07:17:02Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng :
,,Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?"
Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja:
,,Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir."
Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata:
,,Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe."
Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit
leher Njainja.<noinclude></noinclude>
nniym7sdxxbkztcoqj71lx3rbr7sktx
300909
300908
2026-07-04T07:17:34Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||8}}</noinclude>tiada bisa menjaoet, dari kerna apa dia tiada sekali-kali dapet peladjaran Igama jang betoel, boeat melawan dan mendjoestain itoe perkata'an ma Boejoeng; soenggoe dia pinter di dalem pekerdjahan perempoean, tetapi terlaloe bodo di dalem Igama, menoeroet laen-laen perempoean sesatanja, dia terlaloe bodo di dalem itoe, kerna apa lakinja, jaitoe Toean W. tiada sekali taoe adjar atawa soeroe adjar peladjaran Igama kepada dianja, maka itoe perkatahan ma Boejoeng soedah mendjadi satoe Anak Pana, menoesoek di dalem hatinja, dia merasa kaget denger itoe perkatahan, jang menakoetin sampe begitoe roepa, maka dia tanja kepada ma Boejoeng :
„Apa misti dikerdjaken boeat mendapet keslamatan di Acherat?"
Ma Boejoeng denger itos perkatahan Njainja, mendjadi terlaloe girang di dalem hatinja, dan mendapet doegahan, jang soeda tentoe itoe Njai bakal djadi korbannja, serta menjaoet dengen lekas katanja:
Bertobat kepada Nabi Moehamad, sembajang 5 waktoe, dan kloear dari tangan orang Kafir."
Njai Dasima denger begitoe dia tarik napas dan kata:
„Nanti akoe berpikir doeloe, djikaloe akoe bisa sanggoep menoeroet itoe."
Besok paginja Toean W. tjerita kepada Njainja jang semalem dia soeda mengimpi satoe Oeler Itam besar soeda lilit badan Njainja, bagimana dia maoe toeloengin, tiada
bisa ketoeloengan, itoe Oeler dia liat ada gigit tenggorokannja itoe Njai sampe djadi matinja, sampe dia mendoesin dia liat itoe Oeler masi djoega lilit badan dan gigit
leher Njainja.<noinclude></noinclude>
h6toitcjymxmvlxg3e1w7ob0a80bx0u
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/122
104
107633
300836
2026-07-04T06:56:23Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TENTANG PENULIS Poltak Johansen lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan...
300836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>TENTANG PENULIS
Poltak Johansen lahir di Gunung
Pamela, pada 5 Agustus 1965.
Menamatkan S-1 pada studi
Antropologi Universitas Sumatra
Utara, Medan pada tahun 1988, dan
S-2 pada program studi Sosiologi di
Universitas Tanjung Pura Pontianak
pada tahun 2008.
Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti
di Balai Pelestarian Nilai Budaya
Pontianak hingga saat ini. Beberapa
karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di
antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat
Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal
Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018);
"Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam
Jurnal Patanjala BPNB Bandung (2014); "Keraton Amantubillah:
Sejarah dan Arsitekturnya" dalam Jurnal Sejarah dan Budaya
WALASUJI BPNB Makassar (2014); "Perubahan Masyarakat Adat
di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat
Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten
Kotawaringin Timur)" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai
Tradisional BPNB Denpasar (2014).<noinclude></noinclude>
ayxmluuxmy8z1f5uc8ecguow2w9hxuo
300842
300836
2026-07-04T06:59:15Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}}
{{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008.
Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude>
nqmiob4wr7ye164q6vozfqdwinalqjm
300886
300842
2026-07-04T07:10:07Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}}</noinclude>{{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008.
Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude>
m9hmwsafmq83ueegmzpubk7g4shr5pw
Halaman:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57 Tahun 2025.pdf/1
104
107634
300837
2026-07-04T06:56:30Z
Badak Jawa
19009
/* Belum diuji baca */
300837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2025
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan
ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020
tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri
Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada
Arsip Nasional Republik Indonesia;
Mengingat
:
1.
2.
Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
3.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun
2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6994);
A.
5.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata
Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6584);
Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor
1063);<noinclude></noinclude>
omtzi0fl150hmjteqwnnvl8kvtq7yor
300883
300837
2026-07-04T07:08:50Z
Badak Jawa
19009
/* Telah diuji baca */
300883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2025
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}}
{{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}}
{{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}}
Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia;
Mengingat:
1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun
2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6994);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata
Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6584);
4. Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor
1063);<noinclude></noinclude>
99pco70f7loi1t32y5q7qhnxiomhpiv
300892
300883
2026-07-04T07:12:10Z
Badak Jawa
19009
300892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2025
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}}
{{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}}
{{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}}
Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia;
Mengingat:
# Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
# Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun
2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6994);
# Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata
Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6584);
# Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
# Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor
1063);<noinclude></noinclude>
fg4qfqkbv85igchmrzkpb1x71afpmif
300902
300892
2026-07-04T07:13:54Z
Badak Jawa
19009
300902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2025
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}}
{{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}}
{{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}}
Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia;
Mengingat:
# Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
# Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun
2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6994);
#Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata
Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6584);
#Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
#Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor
1063);<noinclude></noinclude>
mqk4mg6h4e2fv98btfqt4tp70jfsiqc
300918
300902
2026-07-04T07:19:31Z
Badak Jawa
19009
/* Telah diuji baca */
300918
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c|PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2025
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERSIFAT VOLATIL YANG BERLAKU PADA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA}}
{{c|DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA}}
{{c|MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,}}
Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil yang Berlaku pada Arsip Nasional Republik Indonesia;
Mengingat:
{{PUU-nomor|m=1
| Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
| Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun
2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6994);
|Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata
Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6584);
|Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
|Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor
1063);
}}<noinclude></noinclude>
2edxsr6hkh5qo1cpeqarcie3mpr6bes
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/4
104
107635
300838
2026-07-04T06:56:36Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}}
{{rh|||3}}
pemboeroe soeda dateng di ini tempat?" Berkata lain pengikoet jang tjoba mendoega-doega.
,,Ja, itoe djoega akoe belon taoe. Tapi toch
sekalipoen ada lain orang soeda mengeratak di ini bagian, masa ia bisa dapetken semoea itoe binatang jang soeka terbang disini Sedikitnja kita tentre ketemoeken laen-laen binatang lagi. Ah, tida Ongpien, kaoe poenja pikiran roepanja ada kliroe. Kace liat, kaloe jang kaoe baroesan kata bener, tangke-tangke dibebrapa poehoen disini tentoe ada
kena apa-apa, pata atawa laen laen. ditana, sedari tadi kita jang soeda moesti kita ketemoeken bekas-bekas kaki manoesia atawa dara dan boeloe-boeloe binatang jang soeda djadi korbannja itoe pemboeroe jang
katamoe lebi doeloe dateng di ini tempat"
,,Kongtjoe poenja pemandengan bener, sedari
tadi kita djalan, belon ada keliatan apa-apa
jang menjolok akoe poenja mata", kata Wangpo
jang mentetepken itoe pikiran.
Itoe waktoe, bebrapa pengikoet jang laen
sebagian pentjarken diri. Marika pigi dikanan kiri djaoeh dari tempat berdirinja itoe orang moeda, tapi tida lama kemoedian, marika keliatan kombali. lagi. ibath us sta
,,Laen laen bagian djoega saroepa. Tida satoe boeroeng atawa binatang jang bole di
boeat plesier", kata satoe antara marika jang baroe dateng.
,,Pertjoema, akoe koeatirs ini kali poenja<noinclude></noinclude>
e5uet5lx8vqpyeluoorje16o8fiuh8m
301025
300838
2026-07-04T08:48:51Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|3}}</noinclude>pemboeroe soeda dateng di ini tempat?“ Berkata lain pengikoet jang tjoba mendoega-doega.
„Ja, itoe djoega akoe belon taoe. Tapi toch sekalipoen ada lain orang soeda mengeratak di ini bagian, masa ia bisa dapetken semoea itoe binatang jang soeka terbang disini Sedikitnja kita tentoe ketemoeken laen-laen binatang lagi. Ah, tida Ongpien, kaoe poenja pikiran roepanja ada kliroe. Kaoe liat, kaloe jang kaoe baroesan kata bener, tangke-tangke dibebrapa poehoen disini tentoe ada kena apa-apa, pata atawa laen laen. Sedeng ditana, sedari tadi kita jang soeda moesti kita ketemoeken bekas-bekas kaki manoesia atawa dara dan boeloe-boeloe binatang jang soeda djadi korbannja itoe pemboeroe jang katamoe lebi doeloe dateng di ini tempat“.
„Kongtjoe poenja pemandengan bener, sedari tadi kita djalan, belon ada keliatan apa-apa jang menjolok akoe poenja mata“, kata Wangpo jang mentetepken itoe pikiran.
Itoe waktoe, bebrapa pengikoet jang laen sebagian pentjarken diri. Marika pigi dikanan kiri djaoeh dari tempat berdirinja itoe orang moeda, tapi tida lama kemoedian, marika keliatan kombali lagi.
„Laen laen bagian djoega saroepa. Tida satoe boeroeng atawa binatang jang bole di boeat plesier“, kata satoe antara marika jang baroe dateng.
„Pertjoema, akoe koeatir ini kali poenja<noinclude></noinclude>
3s07x5ny5mf2rj3xqtk1mxq1q310x3f
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/30
104
107636
300839
2026-07-04T06:56:41Z
Amie.firsa
27188
/* Telah diuji baca */
300839
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||22}}</noinclude>soeka djadi Istrinja, dia maoe bertjere dari Njonja Hajati,
dan ada pikirannja boeat bawa Njai ka negri jang soetji di
Mekkah. Moedah-moedahan Rasoel Allah bisa trima Njai di
tempat kasoetjian, soepaja Njai bole beroentoeng di doenia
dan di acherat, djikaloe Njai soeka, bole kirim satoe tanda
ketjinta'an kepada dianja, kendatinja satoe potong topo
boesoek, djadilah!"
Njai Dasima dengar begitoe, atinja djadi sesak, sampe
napasnja boleh kedengeran dan kata kepada ma Boejoeng :
"Akoe pikir doeloe, akoe minta tempo 3 hari lamanja,
nanti akoe kasi penjaoetan jang pasti!"
Njai Dasima pikirken apa jang ma Boejoeng soedah
kata padanja, dan apa jang Embok Saleha soeda adjar dan
pikiran jang dia soeda dapat itoe kehormatan di roemahnja
Baba Samioen; hatinja djadi bebalik dan djadi tiada soeka
kepada Toeannja, maka ketiga harinja, dia kasi taoe kepada
ma Boejoeng jang maksoednja Baba Samioen, dia soeka
trima, tetapi djangan dia dibikin sia- sia, lantas kirimken
satoe sapoe tangan soetra bekas pakeannja kepada Baba
Samioen, serta pesen biar itoe Baba dateng melantjong
ke roemahnja .
Ma Boejoeng terlaloe soeka ati jang maksoednja soeda
kaboel, maka lekas-lekas dia bawa itoe setangan kepada
Baba Samioen dan tjerita apa jang soeda djadi dengen
Njainja, serta pesen Baba Samioen misti dateng besoknja
ke roemahnja Njai Dasima .
Besok paginja Baba Samioen dateng ketemoe dengen
Njai Dasima di gedongnja, tempo lakinja pergi kerdja,
dan moelain atoeran kedjahatan, ia itoe berdjinah .<noinclude></noinclude>
ms9ns696bs6p9iz7dpc8ofc06pyy4w3
300868
300839
2026-07-04T07:04:10Z
Zhilal Darma
10833
/* Tervalidasi */
300868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" />{{rh||22}}</noinclude>soeka djadi Istrinja, dia maoe bertjere dari Njonja Hajati,
dan ada pikirannja boeat bawa Njai ka negri jang soetji di
Mekkah. Moedah-moedahan Rasoel Allah bisa trima Njai di
tempat kasoetjian, soepaja Njai bole beroentoeng di doenia
dan di acherat, djikaloe Njai soeka, bole kirim satoe tanda
ketjinta'an kepada dianja, kendatinja satoe potong topo
boesoek, djadilah!"
Njai Dasima dengar begitoe, atinja djadi sesak, sampe
napasnja boleh kedengeran dan kata kepada ma Boejoeng :
"Akoe pikir doeloe, akoe minta tempo 3 hari lamanja,
nanti akoe kasi penjaoetan jang pasti!"
Njai Dasima pikirken apa jang ma Boejoeng soedah
kata padanja, dan apa jang Embok Saleha soeda adjar dan
pikiran jang dia soeda dapat itoe kehormatan di roemahnja
Baba Samioen; hatinja djadi bebalik dan djadi tiada soeka
kepada Toeannja, maka ketiga harinja, dia kasi taoe kepada
ma Boejoeng jang maksoednja Baba Samioen, dia soeka
trima, tetapi djangan dia dibikin sia- sia, lantas kirimken
satoe sapoe tangan soetra bekas pakeannja kepada Baba
Samioen, serta pesen biar itoe Baba dateng melantjong
ke roemahnja .
Ma Boejoeng terlaloe soeka ati jang maksoednja soeda
kaboel, maka lekas-lekas dia bawa itoe setangan kepada
Baba Samioen dan tjerita apa jang soeda djadi dengen
Njainja, serta pesen Baba Samioen misti dateng besoknja
ke roemahnja Njai Dasima .
Besok paginja Baba Samioen dateng ketemoe dengen
Njai Dasima di gedongnja, tempo lakinja pergi kerdja,
dan moelain atoeran kedjahatan, ia itoe berdjinah .<noinclude></noinclude>
qw4ju9pzstnl6bz6opkjih5s8lw2c89
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/105
104
107637
300840
2026-07-04T06:57:42Z
Dankkum dunya
25589
/* Telah diuji baca */
300840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria
mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh
orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah.
== 1. Upacara Mendi-Mendi ==
Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria
yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin.
Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya.
== 2. Upacara Bealis ==
Upacara bealis dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara mendi-mendi. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria
maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
om7cs1hwob2r7qp7s1dwhwyszfwwq3g
300904
300840
2026-07-04T07:15:01Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria
mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah.
#'''Upacara Mendi-Mendi'''
Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya.
== 2. Upacara Bealis ==
Upacara bealis dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara mendi-mendi. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
frl870jp9ty1perrtnaq0cweww8zbcj
300910
300904
2026-07-04T07:17:55Z
Suga Widi
25678
300910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria
mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah.
'''1. Upacara Mendi-Mendi'''
Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya.
'''2. Upacara Bealis'''
Upacara ''bealis'' dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara ''mendi-mendi''. Pembersihan bealis oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
26za8rh37bt3hirmvaiuki9hjosbxab
300914
300910
2026-07-04T07:18:44Z
Suga Widi
25678
300914
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Sebelum tiga hari perkawinan diadakan acara berpacar. Pada waktu malam pertama, rombongan keluarga pria
mengantarkan peralatan pacar ke rumah perempuan. Pacar diletakkan dengan baki berwarna kuning atau perak dengan iringan tabuhan gendang musik pengiring. Setelah tiba, pacar dipasangkan orang tua ke jari perempuan. Pada malam pertama juga rombongan pihak perempuan datang ke rumah laki-laki untuk mengantarkan pacar. Peralatan pacar dipakaikan oleh orang tua atau keluarga terdekat, dipasangkan di jari tangan laki-laki. Pemasangan pacar dilakukan mereka selama tiga hari secara berturut-turut. Bahan pacar diambil dari hutan-hutan sekitarnya; ada juga yang dibudidayakan masyarakat untuk keperluan berbagai penyakit; ada juga yang dimanfaatkan pada acara tertentu seperti yang dilakukan calon pengantin. Setelah dipasang, pacar dibungkus dengan kain, dibiarkan selama lebih kurang enam jam agar pacar yang dipasang sempurna berwarna merah.
'''1. Upacara Mendi-Mendi'''
Pada upacara ini calon mempelai dimandikan, disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti oleh keluarga lainnya. Sementara itu, calon mempelai pria dimandikan oleh pria yang dituakan di dalam keluarga. Hal seperti ini banyak juga dilakukan oleh keluarga yang akan menjadi pengantin. Tujuannya untuk menghilangkan kesialan yang dianggap masih ada di dalam tubuh calon pengantin, juga membersihkan diri dari perbuatan tidak terpuji. Ada juga yang bertujuan untuk kesuburan, kemakmuran, atau keselamatan untuk upacara yang akan dikerjakan selanjutnya, seperti pesta dan lainnya.
'''2. Upacara Bealis'''
Upacara ''bealis'' dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 9.00. Sebelumnya sudah dilakukan acara ''mendi-mendi''. Pembersihan ''bealis'' oleh ahlinya dilakukan secara terpisah, baik pria maupun wanita. Pada pembersihan ini bulu dan alis dibentuk sedemikian rupa agar terlihat bersih dan bercahaya dengan<noinclude>{{rh|92 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
s1lhhh6bv63yshkg7ckkj2xhgcwe6r6
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/121
104
107638
300847
2026-07-04T07:00:08Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ''
300847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
3r8b0dx217mmom3y5s9f14zu0gko3m3
300848
300847
2026-07-04T07:00:20Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
300848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
tnhm0q7x6lg01b89fpknzcfu4soy6qq
300875
300848
2026-07-04T07:06:20Z
Zhilal Darma
10833
/* Tervalidasi */
300875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
8awugl0vpqvftsexcuxgnkws9ii6fyw
300878
300875
2026-07-04T07:07:08Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300878
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} ||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
p5dpbwwozed7bcmtrew3bwg8zz20al8
300880
300878
2026-07-04T07:07:55Z
Dankkum dunya
25589
300880
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><noinclude>{{rh|{{larger|'''108'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
8awugl0vpqvftsexcuxgnkws9ii6fyw
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/280
104
107639
300851
2026-07-04T07:00:30Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 43:6 la laea bintjana. Kerna djoestroe iaoranz baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telahsampe d: itoe tempat. Dan lantaran da pet tabrakan lagi dari ini fihak, tnaka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengenkaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong iang amat latjoer sampe d! pasanggraha...
300851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 43:6 la laea bintjana.
Kerna djoestroe iaoranz baroe
menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan
perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telahsampe d: itoe tempat. Dan lantaran da pet tabrakan
lagi dari ini fihak, tnaka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe,
tapi iaorang moesti berangkat poelang dengenkaadaän jang amat ngenes.
Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong iang
amat latjoer sampe d! pasanggrahannja, di sitoe
iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak
kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lanta
ran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api,
jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal dî
itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika
ini
anggep
itoe sadjoembla
ketjil
balatentara
jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan
moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasang
grahan.
Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling
boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki
satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengam
bil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapala
ken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan,
teiah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa
ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang
jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe
labrakan.<noinclude></noinclude>
a7h4gcm6etgqhn7bo2xb7f8y8foz7bw
300897
300851
2026-07-04T07:12:43Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
300897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 42 6 ―|}}</noinclude>{{hwe|la|poela}} laen bintjana. Kerna djoestroe iaorang baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telah sampe di itoe tempat. Dan lantaran dapet labrakan lagi dari ini fihak, maka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengen kaadaän jang amat ngenes.
Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong jang amat latjoer sampe di pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lantaran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal di itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika
ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasanggrahan.
Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengambil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapalaken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, telah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude>
3zcps6y8cc1d0d9a8b7xmbxzm2gub3p
300949
300897
2026-07-04T07:42:38Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300949
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 42 6 ―|}}</noinclude>{{hwe|la|poela}} laen bintjana. Kerna djoestroe iaorang baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telah sampe di itoe tempat. Dan lantaran dapet labrakan lagi dari ini fihak, maka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengen kaadaän jang amat ngenes.
Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong jang amat latjoer sampe di pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lantaran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal di itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika
ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasanggrahan.
Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengambil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapalaken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, telah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude>
l045y9drgjc8ip693zp1zqzmxdac4gi
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/4
104
107640
300854
2026-07-04T07:01:06Z
Silmi Maryam
27190
/* Telah diuji baca */
300854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur
Poltak Johansen
M. Natsir
Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude>
k8a8gwqpzwvur96tfwgokk3hl2eyn4d
300855
300854
2026-07-04T07:01:29Z
Silmi Maryam
27190
300855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur
Poltak Johansen
M. Natsir
Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude>
fn56lyl4qv0cr1wja65q10h69giamxy
300865
300855
2026-07-04T07:03:14Z
Silmi Maryam
27190
300865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur
Poltak Johansen
M. Natsir
Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude>
klxk8863af274s763waeha3z3mf5tu9
300869
300865
2026-07-04T07:04:11Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Timur
Poltak Johansen
M. Natsir
Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude>
b4dua6hvi3yj07hywnecspnlkx4fbae
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/15
104
107641
300858
2026-07-04T07:01:52Z
Zhilal Darma
10833
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat...
300858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Zhilal Darma" />{[rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain
djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat , maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng , dan simpen di petinja , serta sewa sado ambil
Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan , jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang.
Hadji Salihoen datang , dan sediaken makanan enak-enak.
Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji , jang dia poenja bini nama Hajati ,
dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean , jang dia misti toeroet maksoed
lakinja boeat memadoe , dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak , sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji , Njonja Hajati soeda keloearken soeara , jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain , soepaja dia idoep enak dan senang , begitoe djoega manja Samioen , nama Embok Saleha , soeka jang anaknja berbini lagi.
Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen ? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan) , jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe ; roepanja soenggoe moeda ada djelèk , moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang
boleh dapet mentjoeri , maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan ,<noinclude></noinclude>
p3vw6h5ebg07d1sw7i6p1t6aubltt0e
300860
300858
2026-07-04T07:02:06Z
Zhilal Darma
10833
/* Telah diuji baca */
300860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zhilal Darma" />{{rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati ; sahabisnja Toeannja ka Toko , dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir , jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain
djinak , dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat , maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng , dan simpen di petinja , serta sewa sado ambil
Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan , jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang.
Hadji Salihoen datang , dan sediaken makanan enak-enak.
Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji , jang dia poenja bini nama Hajati ,
dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean , jang dia misti toeroet maksoed
lakinja boeat memadoe , dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak , sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji , Njonja Hajati soeda keloearken soeara , jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain , soepaja dia idoep enak dan senang , begitoe djoega manja Samioen , nama Embok Saleha , soeka jang anaknja berbini lagi.
Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen ? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan) , jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe ; roepanja soenggoe moeda ada djelèk , moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang
boleh dapet mentjoeri , maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan ,<noinclude></noinclude>
agh1pw2nrokgd255w46o5ciac8wz3kn
300905
300860
2026-07-04T07:15:23Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||9}}</noinclude>Ma Boejoeng terlaloe soeka hati; sahabisnja Toeannja ka Toko, dia minta permisi boeat pergi dengan sebentar ke roemahnja di Pedjambon, serta membawa ramboet Njainja, jang dia boleh dapet mentjoeri ataoe ambil dari sisir, jang dia soeda koempoelken ada sekira-kira telor ajam besarnja. Sampe di Pedjambon lekas dia pergi ke roemahnja Samioen, dan kasi tahoe dianja, jang itoe Njai soeda moelain djinak, dan soeda waktoenja boeat ditaroken Ikemat, maka lekas-lekas Samioeu trima itoe ramboet dari ma Boejoeng, dan simpen di petinja, serta sewa sado ambil Hadji Salihoen dari Gang Petjenongan, jang doeloe tersohor djadi Doekoen Ikemat ataoe pèlèt-pèlèt orang.
Hadji Salihoen datang, dan sediaken makanan enak-enak.
Bermoela si Samioen kasi taoe itoe Hadji, jang dia poenja bini nama Hajati, dia minta boeat dikasi mengarti itoe prempoean, jang dia misti toeroet maksoed lakinja boeat memadoe, dari kerna apa nanti dianja dapet idoep enak, sebab bakal madoenja satoe prempoean kaja, maka di depan itoe Hadji, Njonja Hajati soeda keloearken soeara, jang dia kasi idzin boeat lakinja piara perempoean lain, soepaja dia idoep enak dan senang, begitoe djoega manja Samioen, nama Embok Saleha, soeka jang anaknja berbini lagi.
Tentoe jang membatja soeka taoe siapa itoe si Samioen? Dia ada djadi keponakannja Baba Paridien (Paridan), jang tempo itoe djadi Kommandant district disitoe; roepanja soenggoe moeda ada djelèk, moekanja itam serta bertjampoer dengan segala bangsat pemadatan dan maling, dia djadi toekang tadah barang glap ataoe kerbo jang boleh dapet mentjoeri, maka boleh dikataken dia ada poenja banjak oewang, sawah, dan kebon bocah- bocahan,<noinclude></noinclude>
ewfsr5d2rjmmn09lhn4quuuhvurxx2c
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/501
104
107642
300863
2026-07-04T07:03:00Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
300863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||—4419—}}</noinclude>Dengen tiada bitjara apa-apa lagi itoe doea ponggawa lantas berlaloe.
Kamoedian Khong Beng minta Kwan Hin dan Thio Pauw dateng di itoe roewangan, tapi apa jang marika ini moesti lakoeken, itoelah melaenken ini doea djedjaka sadja jang taoe, sebab itoe perkara poen dibitjaraken dengen bisik-bisik.
Sabentar lagi Kwan Hin dan Thio Pauw soeda berlaloe boeat Iakoeken itoe ferdana mantri poenja pesenan.
Dari hal sakitnja Hok Tjiauw ada berat. Kwee Hoaij djoega soeda mendapet taoe. Begitoe itoe kabar sampe padanja, ini Hoe-Touwtok lantas adjak Thio Kap berempoek dan begini ia berkata:
„Sekarang Hok Tjiauw poenja penjakit soeda djadi sanget berat, maka perloe sekali kau moesti pergi gantiken ia poenja pakerdjaän. Akoe sendiri nanti sigra toelis rapport ka kota Radja, soepaja itoe perkara bisa ditimbang begimana baeknja."
Thio Kap tiada bikin kaberatan apa-apa; dengen tiga riboe soldadoe ia lantas berangkat ka kota Tin Tjhong boeat wakilken pakerdjaännja Hok Tjiauw.
Koetika Thio Kap berangkat, penjakitnja itoe pendjaga kota soeda djadi berat sekali.
Tapi maski elmaoet soeda dateng berdamping dan napasnja soeda empis-empis, toch pada malemnja, koetika koenjoeng-koenjoeng orang kabarken soldadoe Siok teleh dateng di kaki kota, Hok Tjiuw<noinclude></noinclude>
t4wv1jmu35nh694or1mfvng89qrg2il
300942
300863
2026-07-04T07:39:47Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
300942
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||—4419—}}</noinclude>Dengen tiada bitjara apa-apa lagi itoe doea ponggawa lantas berlaloe.
Kamoedian Khong Beng minta Kwan Hin dan Thio Pauw dateng di itoe roewangan, tapi apa jang marika ini moesti lakoeken, itoelah melaenken ini doea djedjaka sadja jang taoe, sebab itoe perkara poen dibitjaraken dengen bisik-bisik.
Sabentar lagi Kwan Hin dan Thio Pauw soeda berlaloe boeat Iakoeken itoe ferdana mantri poenja pesenan.
Dari hal sakitnja Hok Tjiauw ada berat. Kwee Hoaij djoega soeda mendapet taoe. Begitoe itoe kabar sampe padanja, ini Hoe-Touwtok lantas adjak Thio Kap berempoek dan begini ia berkata:
„Sekarang Hok Tjiauw poenja penjakit soeda djadi sanget berat, maka perloe sekali kau moesti pergi gantiken ia poenja pakerdjaän. Akoe sendiri nanti sigra toelis rapport ka kota Radja, soepaja itoe perkara bisa ditimbang begimana baeknja."
Thio Kap tiada bikin kaberatan apa-apa; dengen tiga riboe soldadoe ia lantas berangkat ka kota Tin Tjhong boeat wakilken pakerdjaännja Hok Tjiauw.
Koetika Thio Kap berangkat, penjakitnja itoe pendjaga kota soeda djadi berat sekali.
Tapi maski elmaoet soeda dateng berdamping dan napasnja soeda empis-empis, toch pada malemnja, koetika koenjoeng-koenjoeng orang kabarken soldadoe Siok teleh dateng di kaki kota, Hok Tjiuw<noinclude></noinclude>
iewqwsiurl1ded0ycl62g8ggzkx88i9
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/5
104
107643
300867
2026-07-04T07:04:02Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh|4}}
{{rh||PENGHIDOEPAN}}
keloear, kita bakal roegi", Kata itoe orang
moeda.
,,Apa kaoe pikir baik kita djalan lagi sedikit djaoeh kadepan, kongtjoe?" Tanja Wangpo jang keliatan lebi nafsoe sama pemboeroean.
,.Barangkali disana, dilain bagian, kita oentoeng dapet hasil jang di ingin". Itoe orang moeda berdiam sabentar, seperti roepanja ia menimbang, baik berdjalan poelang atawa teroesken lebi djaoeh itoe pemboeroean.
„Akoe kira lebi baik kita kombal, Wangpo.
Bagimana kaoe pikir? Tapi kita soeda kadoeng
sampe disini, kaloe kita poelang dengen tangan kosong, bagimana maloe akoe nanti kaloe iboe atawa ajah kebetoelan tanja kita poenja perdjalanan ini hari!".
,,Itoelah! Akoe pikir baik djalan lagi kadepan, barangkali ada apa-apa jang kita dapet. Biasanja tay-loja soeka tanja. Kaloe kita poelang tangan kosong, boekan sadja kongtjoe djadi maloe, tapi kita djoega sedikit banjak paras moeka djadi tebel!"
,,Ja, apa lagi Pek loja, soeka sekali goda
kita Lain pengikoet toeroet berkata. Itoe anak moeda mendenger pengikoetnja poenja perkata'an djadi tertawa.
Achirnja ia ambil poetoesan, teroes berdjalan ka depan boeat landjoetken marika poenja pemboeroean.
Itoe waktoe soeda djam 11 siang. Maski hawa matahari soeda terasa sedikit panas, tapi<noinclude></noinclude>
4j4yd0bx78l17d4wnszuoz000mel459
301027
300867
2026-07-04T08:51:53Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|4|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>keloear, kita bakal roegi“, Kata itoe orang moeda.
„Apa kaoe pikir baik kita djalan lagi sedikit djaoeh kadepan, kongtjoe?“ Tanja Wangpo jang keliatan lebi nafsoe sama pemboeroean.
„Barangkali disana, dilain bagian, kita oentoeng dapet hasil jang di ingin“. Itoe orang moeda berdiam sabentar, seperti roepanja ia menimbang, baik berdjalan poelang atawa teroesken lebi djaoeh itoe pemboeroean.
„Akoe kira lebi baik kita kombali, Wangpo. Bagimana kaoe pikir? Tapi kita soeda kadoeng sampe disini, kaloe kita poelang dengen tangan kosong, bagimana maloe akoe nanti kaloe iboe atawa ajah kebetoelan tanja kita poenja perdjalanan ini hari!“.
„Itoelah! Akoe pikir baik djalan lagi kadepan, barangkali ada apa-apa jang kita dapet. Biasanja tay-loja soeka tanja. Kaloe kita poelang tangan kosong, boekan sadja kongtjoe djadi maloe, tapi kita djoega sedikit banjak paras moeka djadi tebel!“
„Ja, apa lagi Pek loja, soeka sekali goda kita|“ Lain pengikoet toeroet berkata. Itoe anak moeda mendenger pengikoetnja poenja perkata'an djadi tertawa.
Achirnja ia ambil poetoesan, teroes berdjalan ka depan boeat landjoetken marika poenja pemboeroean.
Itoe waktoe soeda djam 11 siang. Maski hawa matahari soeda terasa sedikit panas, tapi<noinclude></noinclude>
lx6a9uihcrwxh46zfkmijy79vfooyu4
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/40
104
107644
300874
2026-07-04T07:05:53Z
Anisnurohmah
26494
/* Telah diuji baca */
300874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>32
di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja :
"Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah.
Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja
jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan
koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini
si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat.
Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia.
Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude>
fg0228awe6wvbrw5y58z8l8o5o662j1
300912
300874
2026-07-04T07:18:20Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>{{wikify}}32
di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja :
"Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah.
Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja
jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan
koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini
si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat.
Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia.
Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude>
dnsxpao0mvgs53377iz6l7qu6665s6x
300925
300912
2026-07-04T07:20:17Z
Dankkum dunya
25589
300925
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||32}}</noinclude>di poehoen Mangga, di pinggir roemah itoe, serta berboenji sebentar-bentar dan tegas orang dapet mengarti berboenjinja :
„Dasima lari, loe mati! Dasima loe mati!" sampe itoe boedak si Koentoem ambil batoe timpoek itoe Boeroeng, tetapi dia tiada maoe pegi djaoe; sebentar-bentar dia berboenji begitoe dekat roemah.
Di itoe djeman ada hidoep satoe pemboenoeh jang soeda tersohor brani, dan koeat dan banjak orang, serta djoega Policie Islam takoet kepada dianja, maka perboeatannja
jang djahat orang tiada brani boeka; tambahan orang tiada brani tangkap sama dia, sebab orang takoet kakoeatannja dan balesannja. Itoe Djago namanja si Poasa, tinggal di Kampoeng Kwitang; badannja besar, tinggi dan koeat, koelitnja hitam, dadanja lebar, matanja mera dan bidji matanja goemilag; orang trada brani liat matanja, serta moeloetnja lebar, koepingnja besar, di pipinja ada bekas sendjata, sebab tadinja dia beklai dengen satoe orang, djadi sekarang ianja djadi korbannja Samioen Kepada ini si Poasa, Samioen mengadep boeat minta toeloeng boenoeh bini moedanja Njai Dasima, dan berdjandji maoe kasi dianja, kaloe tiada koerang satoe apa, 100 pasmat.
Si Poasa djadi heran. apa sebab dia maoe soeroe boenoe bini moedanja dan tanja apa kesalahannja? Samioen kasi mengarti kepadanja hal ihwalnja dan moelanja, apa jang soedah mendjadi kepadanja, dan minta seboleh- boleh toeloengannja, soepaja itoe prempoean boleh dilaloeken dari doenia.
Si Poasa tarik napas dan berkata: Goea soeda tahoe itoe prempoean roepanja bagoes, terlaloe sajang boeat<noinclude></noinclude>
hpp7y6mg0pgic4xa2a5r8qvn82wkh3w
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/6
104
107645
300876
2026-07-04T07:06:51Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}}
{{rh|||5}}
lantaran adanja pepoehoenan jang saben-saben
marika ketemoe, bisa djoega marika poenja keada'an tida ketampak terlaloe soeker dan
gera.
Djalan poenja djalan, menoeroetin kemaoe'annja pikiran, dimana sadja jang roepanja ada kasi pengharepan, marika lantas menoedjoe. Tapi selaloe, di tempat-tempat jang tadinja marika pikir ada binatang-binatang atawa boeroeng-boeroeng jang bakal di tangkep, semoea djadi kosong. Ada djoega satoe doea boeroeng besar, jang itoe anak moeda kètemoeken brenti dipoehoen-poehoen sedikit atas, tapi baroe sadja ia mendeketin, lebi doeloe itoe binatang soeda terbang kombali.
Sampe begitoe djaoeh marika tida dapetken
hasil soeatoe apa.
,,Roepanja ini hari kita poenja keloear lagi
malang", sambil djalan itoe anak moeda berkata pada Wangpo: „,sampe begini djaoeh, masi djoega tida satoe binatang atawa boeroeng kita danet".
Wangpo jang diadjak bitjara tida menjaoet. Sambil djalan ia poenja mata mengawas awasin
kanan kiri pada tangke-tangke pepoehoenan. Mendadak dari lain djoeroesan seblah kiri,
itoe anak moeda dapet liat sarombongan boeroeng poeti terbang mendatengin marika poenja djoeroesan.
Ia lantas merandek dan berkata pada Wangpo:
,,Ini dia jang kita toenggoe! Liat Wangpo,<noinclude></noinclude>
2w6srdjxhdilcp2u6f24mc1nu3rn83e
301029
300876
2026-07-04T08:55:00Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|5}}</noinclude>lantaran adanja pepoehoenan jang saben-saben marika ketemoe, bisa djoega marika poenja keada'an tida ketampak terlaloe soeker dan gera.
Djalan poenja djalan, menoeroetin kemaoe'annja pikiran, dimana sadja jang roepanja ada kasi pengharepan, marika lantas menoedjoe. Tapi selaloe, di tempat-tempat jang tadinja marika pikir ada binatang-binatang atawa boeroeng-boeroeng jang bakal di tangkep, semoea djadi kosong. Ada djoega satoe doea boeroeng besar, jang itoe anak moeda kètemoeken brenti dipoehoen-poehoen sedikit atas, tapi baroe sadja ia mendeketin, lebi doeloe itoe binatang soeda terbang kombali.
Sampe begitoe djaoeh marika tida dapetken hasil soeatoe apa.
„Roepanja ini hari kita poenja keloear lagi malang“, sambil djalan itoe anak moeda berkata pada Wangpo: „sampe begini djaoeh, masi djoega tida satoe binatang atawa boeroeng kita dapet“.
Wangpo jang diadjak bitjara tida menjaoet. Sambil djalan ia poenja mata mengawas awasin kanan kiri pada tangke-tangke pepoehoenan. Mendadak dari lain djoeroesan seblah kiri, itoe anak moeda dapet liat sarombongan boeroeng poeti terbang mendatengin marika poenja djoeroesan.
Ia lantas merandek dan berkata pada Wangpo:
„Ini dia jang kita toenggoe! Liat Wangpo,<noinclude></noinclude>
przv3m0r27fovi64o2ojuyv2qs04ueq
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/19
104
107646
300877
2026-07-04T07:06:56Z
Taufik Pramudja
27223
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '18 {{c|teks}}PENGHIDOEPAN sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang- kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik ! Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tengaelem ! Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloesg pada itoe ba...
300877
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|teks}}PENGHIDOEPAN
sama kawannja menoempang, lantes menjerempet
dan berbareng dengen adanja ombak jang-
kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan,
hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea
penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5
nona soeda tengaelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja
kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari
preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer,
menoeloesg pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda
timboel kombali sambil bernang ka lain
prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain
belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan
sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang
kombali timboel. la djambak dengen tjepet
dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken
kena apatapa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang
pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen
bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear
poela lain prampoean jang soeda stenga.
mampoes ! :
Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe
terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke-
moedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak
prauw tida lama kemoedian dateng mace bri
toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude>
7gjd6qfngkgwabrlri2dhurgxa0808a
300879
300877
2026-07-04T07:07:41Z
Taufik Pramudja
27223
300879
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}}
sama kawannja menoempang, lantes menjerempet
dan berbareng dengen adanja ombak jang-
kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan,
hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea
penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5
nona soeda tengaelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja
kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari
preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer,
menoeloesg pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda
timboel kombali sambil bernang ka lain
prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain
belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan
sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang
kombali timboel. la djambak dengen tjepet
dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken
kena apatapa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang
pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen
bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear
poela lain prampoean jang soeda stenga.
mampoes ! :
Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe
terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke-
moedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak
prauw tida lama kemoedian dateng mace bri
toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude>
nq5oprwjztwltp8979rnx4cfi6m1su7
300881
300879
2026-07-04T07:08:38Z
Taufik Pramudja
27223
300881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}}
sama kawannja menoempang, lantes menjerempet
dan berbareng dengen adanja ombak jang-
kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan,
hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea
penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5
nona soeda tenggelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja
kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari
preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer,
menoeloesg pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda
timboel kombali sambil bernang ka lain
prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain
belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan
sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang
kombali timboel. la djambak dengen tjepet
dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken
kena apatapa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang
pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen
bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear
poela lain prampoean jang soeda stenga.
mampoes ! :
Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe
terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke-
moedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak
prauw tida lama kemoedian dateng mace bri
toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude>
g4t50z6obnqmu497yy30nkrxvsvvz0n
300926
300881
2026-07-04T07:21:15Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
300926
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}}
sama kawannja menoempang, lantes menjerempet
dan berbareng dengen adanja ombak jang-
kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan,
hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea
penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5
nona soeda tenggelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja
kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari
preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer,
menoeloesg pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda
timboel kombali sambil bernang ka lain
prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain
belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan
sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang
kombali timboel. la djambak dengen tjepet
dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken
kena apatapa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang
pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen
bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear
poela lain prampoean jang soeda stenga.
mampoes ! :
Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe
terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke-
moedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak
prauw tida lama kemoedian dateng mace bri
toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude>
qc786vhl0avifnxveqqq0p39s9iowas
301023
300926
2026-07-04T08:46:05Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
301023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>18 {{c|PENGHIDOEPAN}}
sama kawannja menoempang, lantes menjerempet
dan berbareng dengen adanja ombak jang-
kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan,
hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea
penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5
nona soeda tenggelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja
kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari
preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer,
menoeloesg pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda
timboel kombali sambil bernang ka lain
prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain
belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja_ tjelingoekan
sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang
kombali timboel. la djambak dengen tjepet
dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken
kena apatapa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang
pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen
bantoeannja ia poenja kaki, angkac keloear
poela lain prampoean jang soeda stenga.
mampoes ! :
Wangpo begitoe meliat ia poenja _ kongtjoe
terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, ke-
moedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak
prauw tida lama kemoedian dateng mace bri
toelcengan, tapi lantaran kebranian dan kega~-<noinclude></noinclude>
4rg6cbe14vy1zmwj8qkqa3jr6whmgo5
301032
301023
2026-07-04T09:02:34Z
Suga Widi
25678
301032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh|18|''PENGHIDOEPAN''}}</noinclude>sama kawannja menoempang, lantes menjerempet dan berbareng dengen adanja ombak jang kebetoelan memoekoel ka itoe djceroesan, hingga Preuwoja Kim Nio bersama semoea penoempangnja lantes terbalik !
Itoe kedjadian ada begitoe tjepet, dan itoe 5 nona soeda tenggelem !
Dengen lekas Wangpo berdiri, tapi ia poenja kongtjoe zonder poesingken segala apa, dari preuw sendiri lantes lompat ka dalem aer, menoeloeng pada itoe bahaja !
Ia ada liat doea antara itoe lima nona soeda timboel kombali sambil bernang ka lain prauw boeat menoeloeng dirinja, tapi jang lain belon ada keliatan.
Itoe anak moeda sasoedanja tjelingoekan sabentar, ia dapet liat dideketnja doea orang kombali timboel. la djambak dengen tjepet dan berbareng itoe, ja poenja kaki rasaken kena apa-apa jang sedikit dingin.
Satoe tangannja pegang keloear nona jang pertama ia dapet, sedeng lain tangan, dengen bantoeannja ia poenja kaki, angkat keloear poela lain prampoean jang soeda stenga mampoes !
Wangpo begitoe meliat ia poenja kongtjoe terdjoen ka dalem aer, ia lantes ikoetin, kemoedian Ongpien djoega meniroe.
Orang banjak pada berdebar sanget. Banjak prauw tida lama kemoedian dateng mace bri toeloengan, tapi lantaran kebranian dan kega-<noinclude></noinclude>
5ln98zl5glo0nj7bbuv31c7d2ev3t2l
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/7
104
107647
300885
2026-07-04T07:09:51Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh|6}}
{{rh||PENGHIDOEPAN}}
ini boeroeng biasanja tida maoe brenti ditenga djalan. Roepanja marika sedeng maoe menoedjoe poelang. Tapi biarlah, ilang ilangan satoe anak pana, akoe nanti tjobah pana ini binatang salekasnja marika liwat diatas kita poenja kepala. Akoe soeda berasa kesel begini djaceh tida dapet apa-apa. Biarlah akoe bertaro, kaloe pana jang akoe lepas tida kena, kita poelang. Kaloe kena, kita tjari poela lain binatang! Kaoe diam disini sadja, liat marika soeda mendatengin
deket pada kita!" Sambil ia keloearken itoe
perkataan paling blakang, ia lantas sediaken
gendewanja dan moelai angkat itoe barang
sedikit meliwatin paras moekanja.
„Tjret ! St! st ! st!"
Satoe anak pana lantas terlepas dari boesoernja, dan sabentar lagi itoe anak moeda saksiken satoe diantara itoe banjak boeroeng jang baroe terbang diatas kepalanja soeda mendjoengkel ka bawa.
„Kita dapet !" Treaknja Wangpo.
„Hoera! Hoera!" jang lain bersoerak lantaran girang. kongtjoenja ada itoe kebisa'an
memana begitoe gapa.
Marika rame-rame deketin itoe boeroeng jang baroe terdjoengkel dari atas. Tapi itoe binatang lehernja separo soeda terpisa lantaran kena kelanggar itoe anak pana jang dilepas.
,,Ini satoe boeroeng sebagi bibitnja kita poenja kaoentoengan memboeroe" kata Ongpien „dan mengandel sama kaoe poenja kebisa'an pegang<noinclude></noinclude>
2itc06rense5h0rxddfk7hyiq4seyx1
301031
300885
2026-07-04T08:58:44Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|4|{{sp|''PENGHIDOEPAN''}}}}</noinclude>ini boeroeng biasanja tida maoe brenti ditenga djalan. Roepanja marika sedeng maoe menoedjoe poelang. Tapi biarlah, ilang ilangan satoe anak pana, akoe nanti tjobah pana ini binatang salekasnja marika liwat diatas kita poenja kepala. Akoe soeda berasa kesel begini djaoeh tida dapet apa-apa. Biarlah akoe bertaro, kaloe pana jang akoe lepas tida kena, kita poelang. Kaloe kena, kita tjari poela lain binatang! Kaoe diam disini sadja, liat marika soeda mendatengin deket pada kita!“ Sambil ia keloearken itoe perkataan paling blakang, ia lantas sediaken gendewanja dan moelai angkat itoe barang sedikit meliwatin paras moekanja.
„Tjret ! St! st ! st!“
Satoe anak pana lantas terlepas dari boesoernja, dan sabentar lagi itoe anak moeda saksiken satoe diantara itoe banjak boeroeng jang baroe terbang diatas kepalanja soeda mendjoengkel ka bawa.
„Kita dapet !“ Treaknja Wangpo.
„Hoera! Hoera!“ jang lain bersoerak lantaran girang. kongtjoenja ada itoe kebisa'an memana begitoe gapa.
Marika rame-rame deketin itoe boeroeng jang baroe terdjoengkel dari atas. Tapi itoe binatang lehernja separo soeda terpisa lantaran kena kelanggar itoe anak pana jang dilepas.
„Ini satoe boeroeng sebagi bibitnja kita poenja kaoentoengan memboeroe“ kata Ongpien, „dan mengandel sama kaoe poenja kebisa'an pegang<noinclude></noinclude>
a22b8ikbjjk6hvmjvmbkv1rqtq2ipky
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/19
104
107648
300888
2026-07-04T07:11:15Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh13}}</noinclude>kawin, dan boekan boedak; moestail Njai soeka tinggal begini sadja? Sekarang Njai boekannja Wolanda, boekannja Tjina, Njai ada berigama Islam, wadjibnja Njai toentoet itoe, soepaja Njai dapat slamat di doenia dan di acherat, djangan sampe Njai djadi kepiran, kesana
tiada, kemari tiada."
Njai Dasima menjaoet:
"Baek! Tetapi akoe maoe pikir doeloe."
Sehabisnja Njai Dasima dengar perkatahannja ma Boejoeng, pikirannja djadi tiada keroewan, sebab dia takoet kepada Toeannja, tetapi dia pikirken lagi jang betoel perkatahannja ma Boejoeng, jang kewadjibannja haroes misti menoentoet Igama, maka berhari hari dia tiada enak hati, dia pikirken apa dia misti bikin. Ma Boejoeng djoega tinggal diam sebab tjerdiknja , dia maoe Njainja bitjara doeloean dari itoe perkara.
Ketiga harinja Njai Dasima panggil ma Boejoeng, dia kata begini:
"Akoe rasa aloe kepengen beladjar Igama , tetapi kaloe Toean dapat taoe, tentoe dia larang, sebab akoe takoet nanti ini orang-orang di dalem roemah tjerita sama dianja, dan tentoe akoe dapet marah."
Ma Boejoeng tetawa, sambil berkata:
"O, djangan Njai slempang orang-orang di dalem roemah poenja omongan, itoe troesa Njai takoet, nanti ini malem saja bikin makan-makan dan minoem koffi, dan dia orang saja adjak rempoek boeat djangan mengomong kepada Toean."<noinclude></noinclude>
kzhkhruagew23fjg09b3z2gct3x8wwc
300930
300888
2026-07-04T07:22:09Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300930
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||13}}</noinclude>kawin, dan boekan boedak; moestail Njai soeka tinggal begini sadja? Sekarang Njai boekannja Wolanda, boekannja Tjina, Njai ada berigama Islam, wadjibnja Njai toentoet itoe, soepaja Njai dapat slamat di doenia dan di acherat, djangan sampe Njai djadi kepiran, kesana
tiada, kemari tiada."
Njai Dasima menjaoet:
„Baek! Tetapi akoe maoe pikir doeloe."
Sehabisnja Njai Dasima dengar perkatahannja ma Boejoeng, pikirannja djadi tiada keroewan, sebab dia takoet kepada Toeannja, tetapi dia pikirken lagi jang betoel perkatahannja ma Boejoeng, jang kewadjibannja haroes misti menoentoet Igama, maka berhari hari dia tiada enak hati, dia pikirken apa dia misti bikin. Ma Boejoeng djoega tinggal diam sebab tjerdiknja , dia maoe Njainja bitjara doeloean dari itoe perkara.
Ketiga harinja Njai Dasima panggil ma Boejoeng, dia kata begini:
„Akoe rasa aloe kepengen beladjar Igama , tetapi kaloe Toean dapat taoe, tentoe dia larang, sebab akoe takoet nanti ini orang-orang di dalem roemah tjerita sama dianja, dan tentoe akoe dapet marah."
Ma Boejoeng tetawa, sambil berkata:
„O, djangan Njai slempang orang-orang di dalem roemah poenja omongan, itoe troesa Njai takoet, nanti ini malem saja bikin makan-makan dan minoem koffi, dan dia orang saja adjak rempoek boeat djangan mengomong kepada Toean."<noinclude></noinclude>
clrtpaq4wb5prxbuqf9kfull3jnnzxt
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/8
104
107649
300895
2026-07-04T07:12:29Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
300895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}}
{{rh|||7}}
boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita
poelang bakal memikoel banjak beboeronan!"
Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida
ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan.
„Ongpien, kaoe hawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh". Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja.
Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja-bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng.
Itoe anak moeda lantes deketin tempat
dimana itoe binatang berada, kira-kira 50
tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo:
„Memana tjara begini ada adjarannja akoe
Poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato". Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja.
Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa!
Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea
moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran
heran.<noinclude></noinclude>
hq58oghwp2njiyx0hxsh6rm76t8d8u1
301033
300895
2026-07-04T09:02:52Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|7}}</noinclude>{{rh|||7}}
boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita poelang bakal memikoel banjak beboeronan!“
Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan.
„Ongpien, kaoe bawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh“. Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja.
Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja—bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng.
Itoe anak moeda lantes deketin tempat dimana itoe binatang berada, kira-kira 50 tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo:
„Memana tjara begini ada adjarannja akoe poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato“. Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja.
Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa!
Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran heran.<noinclude></noinclude>
jj56pmqj3h03zfetvbwaqrxv4s6bo8x
301034
301033
2026-07-04T09:03:10Z
Iripseudocorus
23824
301034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|7}}</noinclude>boesoer, kongtjoe, akoe taro harepan kita poelang bakal memikoel banjak beboeronan!“
Itoe pemoeda jang dipoedji roepanja tida ambil perdoeli, njata ia poenja diri tida mempoenjai kesombongan seperti orang-orang moeda kebanjakan.
„Ongpien, kaoe bawa itoe binatang, dan mari kaoe orang ikoet akoe poela djalan lebi djaoeh“. Kemoedian ia kata pada pengikoet pengikoetanja.
Tida lama lagi Wangpo dapet liat satoe boeroeng besar sedeng berendeng seneng senengan pada lain kawannja—bole djadi marika ada sepasang laki istrie, tapi boeat ini, Wangpo tida perdoeliken. Ia lantes kasi taoe pada kongtjoenja, kasi oendjoek djoeroesannja itoe boeroeng.
Itoe anak moeda lantes deketin tempat dimana itoe binatang berada, kira-kira 50 tindak dari ia poenja diri, ia lantes berkatasama Wangpo:
„Memana tjara begini ada adjarannja akoe poenja iboe. Kaoe liat, itoe doea boeroeng, doea-doea akoe nanti bikin djato“. Sambil keloearken itoe perkata'an, lantes ia moelai mengitjer, dan sabentar poela, satoe anak pana terlepas dari boesoernja.
Betoel itoe doea binatang lantes djato ka bawa!
Wangpo, Ongpien dan jang lain-laen semoea moeloetnja tinggal terboeka melongo lantaran heran.<noinclude></noinclude>
33bbfynwhg6ptq31ozunbys27pt7ba7
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/502
104
107650
300898
2026-07-04T07:12:53Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
300898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4420 —}}</noinclude>masi bisa kaloearken prenta-prenta serta soeroe orang atoer pendjagaän di atas kota.
Tjoema sajang sekali itoe waktoe soeda kasep. Sebab, sablon itoe orang-orang jang diprenta bisa berboeat apa-apa, di ampat pendjoeroe pintoe kota soeda terbit bahaja api.
Lantaran begitoe, kaädaän di dalem kota lantas mendjadi kaloet, hingga Hok Tjiauw jang mendenger ini kabar telah djadi kaget sekali. Soeda sakit keras, ditamba poela dengen rasa kaget jang dateng terkoenjoeng-koenioeng, ka mana parannja lagi kaloe ini panglima tiada lantas berangkat ka laen doenia. Begitoelah djoega soeda kadjadian dengen Hok Tjiauw di itoe waktoe. Blon berselang lima menit sadari kabar itoe sampe padanja, ia lantas tarik napasnja jang pengabisan.<noinclude>{{left|N. B. Dalem boekoe SAM KOK djilid ''kalimapoeloelima'' nanti ditjeritaken : soldadoe Goei dapet labrakan keras dari Tjoe-Kat Liang; Soe-Ma Ie menjerang masoek dalem negri Siok; Tjo Tjin dapet karoeskan besar lantaran pasanggrahannja dirampas oleh balatentara Siok; dan Khong Beng bikin maloe pada Soe-Ma Ie dengen djalan mengadoe kapandean dalem hal mengatoer barisan Tin.}}
{{right|''(Ada samboengannja).''}}</noinclude>
71g455myjw9dla5bxpx2lyc5zzcse6a
301019
300898
2026-07-04T08:38:15Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4420 —}}</noinclude>masi bisa kaloearken prenta-prenta serta soeroe orang atoer pendjagaän di atas kota.
Tjoema sajang sekali itoe waktoe soeda kasep. Sebab, sablon itoe orang-orang jang diprenta bisa berboeat apa-apa, di ampat pendjoeroe pintoe kota soeda terbit bahaja api.
Lantaran begitoe, kaädaän di dalem kota lantas mendjadi kaloet, hingga Hok Tjiauw jang mendenger ini kabar telah djadi kaget sekali. Soeda sakit keras, ditamba poela dengen rasa kaget jang dateng terkoenjoeng-koenjoeng, ka mana parannja lagi kaloe ini panglima tiada lantas berangkat ka laen doenia. Begitoelah djoega soeda kadjadian dengen Hok Tjiauw di itoe waktoe. Blon berselang lima menit sadari kabar itoe sampe padanja, ia lantas tarik napasnja jang pengabisan.
{{rule|align=left|5em}}
N. B. Dalem boekoe {{sc|Sam Kok}} djilid ''kalimapoeloelima'' nanti ditjeritaken : soldadoe Goei dapet labrakan keras dari Tjoe-Kat Liang; Soe-Ma Ie menjerang masoek dalem negri Siok; Tjo Tjin dapet karoeskan besar lantaran pasanggrahannja dirampas oleh balatentara Siok; dan Khong Beng bikin maloe pada Soe-Ma Ie dengen djalan mengadoe kapandean dalem hal mengatoer barisan Tin.
{{right|''(Ada samboengannja).''}}<noinclude></noinclude>
e5nuk8wi59q8u93xml2gvqqo0bfoawh
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/281
104
107651
300901
2026-07-04T07:13:39Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 4207 — Dan btangkali Khong Beng blon ntaoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal. Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di wakfoe perang lelah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij ialoe baük kombati ka pasanggrahannja. Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja pepaja be...
300901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>— 4207 —
Dan btangkali Khong Beng blon ntaoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi
itoe blon moendoer sampe bilang belas paal.
Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja
jang di wakfoe perang lelah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij ialoe baük kombati ka pasanggrahannja.
Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja:
„Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan
telah djadi lemah sekali, maka daja pepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moe
soe jang lebi koeat?"
„Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi
poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa
kadjadian pada balatentara," menjaoet Kwee Hoaij:
„kkoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe
digoenaken, nistjaja mcesoe nanii djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea
moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti
moendoer sendiri."<noinclude></noinclude>
j6pw80rznb1lc1j5a0tcuy29y0s1m73
300941
300901
2026-07-04T07:39:39Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
300941
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 4207 —|}}</noinclude>Dan brangkali Khong Beng blon maoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal.
Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di waktoe perang telah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij laloe balik kombali ka pasanggrahannja.
Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja oepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moesoe jang lebi koeat?”
„Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa kadjadian pada balatentara,” menjaoet Kwee Hoaij: „Akoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe digoenaken, nistjaja moesoe nanti djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti moendoer sendiri.”
{{rule|8em}}<noinclude></noinclude>
jbrsw2np02ft9rwssqpy9awnovojerv
300950
300941
2026-07-04T07:42:42Z
Lemonwithices
26124
/* Tervalidasi */
300950
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||— 4207 —|}}</noinclude>Dan brangkali Khong Beng blon maoe tarik poelang balatentaranja, djikaloe moesoe jang dibasmi itoe blon moendoer sampe bilang belas paal.
Koetika soeda koempoelken poeia soldadoenja jang di waktoe perang telah djadi terpentjar sanakamari, Tjo Tjin dan Kwee Hoaij laloe balik kombali ka pasanggrahannja.
Di sitoe Tjo Tjin berkata pada pembantoenja: „Sekarang njatalah kaädaän kita poenja barisan telah djadi lemah sekali, maka daja oepaja begimanatah kita moesti goenaken boeat toelak moesoe jang lebi koeat?”
„Itoe perkara Tjiangkoen djangan kwatir, lebi poela sebab menang dan kala ada hal jang biasa kadjadian pada balatentara,” menjaoet Kwee Hoaij: „Akoe ada sedia sätoe tipoe, dan apabila ini tipoe digoenaken, nistjaja moesoe nanti djadi tida sanggoep tangkis kita poenja panjerangan dari doea moeka, lantaran apa achirnja iaorang kapaksa moesti moendoer sendiri.”
{{rule|8em}}<noinclude></noinclude>
i2akz62tk04qbfafesy2luy2y5581fp
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/8
104
107652
300911
2026-07-04T07:17:59Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/76
104
107653
300913
2026-07-04T07:18:33Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/75
104
107654
300915
2026-07-04T07:18:48Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300915
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/73
104
107655
300916
2026-07-04T07:19:13Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300916
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/5
104
107656
300917
2026-07-04T07:19:24Z
Silmi Maryam
27190
/* Telah diuji baca */
300917
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''
'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>
{{c|Penulis:}}
{{c|Poltak Johansen}}
{{c|M. Natsir}}
{{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:}}
{{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}}
{{c|Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:}}
{{c|CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:}}
{{c|Padalarang-Bandung}}
{{c|Telp. +62 812 22205182}}
{{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
"{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}"
"{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam}}" "{{c|bentuk dan dengan cara}}"
"{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}"<noinclude>"{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}"</noinclude>
4ckxsax2r1isz3gxxe7e33uaox4tff8
300923
300917
2026-07-04T07:20:10Z
Silmi Maryam
27190
300923
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''
'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>
{{c|Penulis:}}
{{c|Poltak Johansen}}
{{c|M. Natsir}}
{{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:}}
{{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}}
{{c|Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:}}
{{c|CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:}}
{{c|Padalarang-Bandung}}
{{c|Telp. +62 812 22205182}}
{{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}
{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam}}" "{{c|bentuk dan dengan cara}}
{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude>{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude>
8u9hxva9zzt41d493v9odwtga8016i3
300927
300923
2026-07-04T07:21:21Z
Silmi Maryam
27190
300927
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''
'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>{{c|Penulis:}}
{{c|Poltak Johansen}}
{{c|M. Natsir}}
{{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:}}
{{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}}
{{c|Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:}}
{{c|CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:}}
{{c|Padalarang-Bandung}}
{{c|Telp. +62 812 22205182}}
{{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}
{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}}
{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude>{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude>
b1375luh1vfb9tvbu1i79dec11txudk
300933
300927
2026-07-04T07:23:36Z
Silmi Maryam
27190
300933
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Silmi Maryam" />'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''
'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''</noinclude>{{c|Penulis:}}
{{c|Poltak Johansen}}
{{c|M. Natsir}}
{{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:}}
{{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}}
{{c|Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:}}
{{c|CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:}}
{{c|Padalarang-Bandung}}
{{c|Telp. +62 812 22205182}}
{{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}
{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}}
{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}
''Teks miring''<noinclude>
{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude>
str5p9nxw27su9ygoh0c938ivsylhar
300963
300933
2026-07-04T07:54:10Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
300963
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><poem>
'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''
'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''
{{c|Penulis:}}
{{c|Poltak Johansen}}
{{c|M. Natsir}}
{{c|Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:}}
{{c|Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:}}
{{c|Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:}}
{{c|CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:}}
{{c|Padalarang-Bandung}}
{{c|Telp. +62 812 22205182}}
{{c|E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|Hak cipta dilindungi undang-undang}}
{{c|Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara}}
{{c|apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude>
{{c|Isi di luar tanggung jawab penerbit}}</noinclude>
4uclq5a19bod0mi1k5ja988lrlwykxj
300970
300963
2026-07-04T08:00:24Z
Suga Widi
25678
300970
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{C|'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''<br>'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''}}
{{c|Penulis:<br>Poltak Johansen<br>M. Natsir<br>Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:<br>Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:<br>Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:<br>CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:<br>Padalarang-Bandung<br>Telp. +62 812 22205182<br>E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|''Hak cipta dilindungi undang-undang<br>Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara<br>apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit''}}
{{c|'''''Isi di luar tanggung jawab penerbit'''''}}<noinclude></noinclude>
pvjg1b8ynew121e02kyrym7yg3pe96f
300972
300970
2026-07-04T08:01:03Z
Suga Widi
25678
300972
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{C|'''Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat'''<br>'''di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur'''}}
{{c|Penulis:<br>Poltak Johansen<br>M. Natsir<br>Benedikta Juliatri Widi Wulandari}}
{{c|Editor:<br>Asep Ruhimat & Izzudin Irsam Mujib}}
{{c|ISBN: 978-623-7526-08-7}}
{{c|Desain Sampul dan Tata Letak:<br>Yuda A. Setiadi}}
{{c|Penerbit:<br>CV Media Jaya Abadi}}
{{c|Redaksi:<br>Padalarang-Bandung<br>Telp. +62 812 22205182<br>E-mail: penerbit.mja.bandung@gmail.com}}
{{c|''Hak cipta dilindungi undang-undang<br>Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara<br>apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit''}}
{{c|'''''Isi di luar tanggung jawab penerbit'''''}}<noinclude></noinclude>
hrmnx7zx9f8z9w2jhba9464wq0ybm8z
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/72
104
107657
300919
2026-07-04T07:19:35Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300919
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/71
104
107658
300920
2026-07-04T07:19:51Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300920
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/70
104
107659
300924
2026-07-04T07:20:11Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '62 Maka a da lah sa e kor ke ra jang melihat boeah li mau i toe ter tjam pak, maka sigera dengan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i sinja pon di makan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: >>Hai pan dir ! sa be nar nja lah per ka ta an bonda moe i toe. Ma ka sa ja tiada lah menga tahoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak dari pa da boe ah li mau ini. A kan te tapi s...
300924
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>62
Maka a da lah sa e kor ke ra jang melihat boeah li mau i toe ter tjam pak, maka sigera dengan
e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah
koe lit nja jang hi djau i toe dan i sinja pon di makan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja:
>>Hai pan dir ! sa be nar nja lah per ka ta an bonda moe i toe. Ma ka sa ja tiada lah menga tahoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh
e nak dari pa da boe ah li mau ini. A kan
te tapi si apa jang hen dak lah me ma kan nja,
hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe.
Hai tjan tjang, pa bi la eng kau men da pat boe ah
li mau i ni, hen dak lah eng kau ba wa ka pa dakoe !"
Maka kera ke tjil i toe pon njah lah sa bab
ber o leh ka ma loe an i toe.<noinclude></noinclude>
scxu54omafjxmwsivi75hyhvs50wvzb
300938
300924
2026-07-04T07:25:49Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300938
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||'''62'''}}</noinclude>Ma ka a da lah sa e kor ke ra jang meli hat boe ah li mau i toe ter tjam pak. ma ka si gera de ngan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i si nja pon di ma kan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja:
»Hai pan dir! sa be nar nja lah per ka ta an bon da moe i toe. Ma ka sa ja ti a da lah me nga ta hoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak da ri pa da boe ah li mau i ni. A kan te ta pi si a pa jang hen dak lah me ma kan nja, hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe. Hai tjan tjang. pa bi la eng kau men da pat boe ah li mau ini, hen dak lah eng kau ba wa ka pa da koe!"
Ma ka ke ra ke tjil i toe pon njah lah sa bab ber o leh ka ma loe an i toe.
{{rule|4em}}<noinclude></noinclude>
lug8shx7inhsmgmt1dik2mfjvlbgsqq
301020
300938
2026-07-04T08:42:16Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
301020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||'''62'''}}</noinclude>Ma ka a da lah sa e kor ke ra jang meli hat boe ah li mau i toe ter tjam pak. ma ka si gera de ngan e kor nja di poe ngoet nja, ma ka di koe bak nja lah koe lit nja jang hi djau i toe dan i si nja pon di ma kan nja de ngan soe ka tji ta nja. Ma ka ka ta nja: »Hai pan dir! sa be nar nja lah per ka ta an bon da moe i toe. Ma ka sa ja ti a da lah me nga ta hoe i la in la in boe ah boe a han jang le beh e nak da ri pa da boe ah li mau i ni. A kan te ta pi si a pa jang hen dak lah me ma kan nja, hen dak lah di koe bak kan koe lit nja de hoe loe. Hai tjan tjang. pa bi la eng kau men da pat boe ah li mau ini, hen dak lah eng kau ba wa ka pa da koe!"
Ma ka ke ra ke tjil i toe pon njah lah sa bab ber o leh ka ma loe an i toe.
{{rule|4em}}<noinclude></noinclude>
6afrwoy00m88prmskryhm9kg4bm3hm8
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/31
104
107660
300928
2026-07-04T07:21:30Z
Amie.firsa
27188
/* Telah diuji baca */
300928
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat
dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe
gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen
bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai
Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas
nikah kepada itoe Samioen , maka peladjaran begitoe didenger
dan dipertjaja oleh dianja.
Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan
lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat
kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama
itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang
ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes
saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean
kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean,
tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe
oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa,
dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil
bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab
saja poenja anak.
Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata:
"Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude>
57ydjmf4543jxi8naom2rd9hkflhe1z
300932
300928
2026-07-04T07:22:38Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
300932
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat
dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe
gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen
bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai
Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas
nikah kepada itoe Samioen , maka peladjaran begitoe didenger
dan dipertjaja oleh dianja.
Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan
lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat
kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama
itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang
ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes
saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean
kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean,
tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe
oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa,
dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil
bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab
saja poenja anak.
Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata:
"Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude>
nu5sfag5d44m36s5i1ed5lrppafsobm
300936
300932
2026-07-04T07:25:24Z
Dankkum dunya
25589
300936
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />{{rh||23}}</noinclude>Itoe Samioen soeda tentoe pake atoeran segala djahat dari ikemat dan boedia, maka Njai Dasima djadi terlaloe gila-in kepada dianja, apa lagi sebentar-bentar itoe Samioen bersama-sama ma Boejoeng dan Embok Saleha boedjoek dengen perkatahan manis dan bikin takoet kepada Njai Dasima boeat lekas minta lepas dari Toeannja, dan lekas
nikah kepada itoe Samioen, maka peladjaran begitoe didenger dan dipertjaja oleh dianja.
Di satoe sore Njai Dasima dateng kepada Toeannja dan lantas berkata: "Toean djangan goesar, saja ada ingatan boeat kerdjaken igama Islam, memang-memang saja poenja igama
itoe, saja ikoet sama Toean soeda begini poenja lama, tiada kawin, djadi berdjinah, besok poesa kaloe Toean kawin dengen Toean poenja bangsa ataoe Toean poelang ka Toean poenja negri, djadi saja telantar, tiada oeroes
saja poenja badan dan saja poenja djiwa, maka itoe Toean kasi ataoe Toean tiada kasi, saja minta lepas dari Toean, tetapi sebab saja soeda lama ikoet sama Toean tiada koerang satoe apa, dan itoe barang-barang saja, serta itoe oewang jang Toean soeda kasi sama saja, saja maoe bawa,
dari itoe anak Toean poenja soeka, Toean maoe ambil bole, Toean maoe kasi sama saja lebi baik sekali, sebab saja poenja anak.
Toean W. denger begitoe dia djadi terlaloe kaget; kira-kira 1/4 djam dia tinggal berdiri awasin Njainja zonder bisa bitjara, di blakang kali dia berkata:
„Akoe blon soeka betjere kepada Njai, sebab Njai tiada poenja salah dan akoe rasa jang diri akoe djoega tiada bersalah."<noinclude></noinclude>
4oraxjukckb4n14e5cac657xz1zi906
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/504
104
107661
300934
2026-07-04T07:24:06Z
Sathira15
16353
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '[[File:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55) (page 504 crop).jpg|400px|pus]]'
300934
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>[[File:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55) (page 504 crop).jpg|400px|pus]]<noinclude></noinclude>
m1z7it50h90hjeh5og8kzf8rj7by3r5
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/2
104
107662
300944
2026-07-04T07:41:52Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300944
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/3
104
107663
300946
2026-07-04T07:42:16Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300946
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/4
104
107664
300947
2026-07-04T07:42:28Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300947
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/5
104
107665
300951
2026-07-04T07:43:21Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tjerita SAM KOK TERSALIN OLEH LIE JN ENG. Djilid ka XLIX. „Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem. Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, dioestroe itoe waktoe oraijg mengabarken. Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boçat menjegah penjajkit jang bole...
300951
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tjerita SAM KOK
TERSALIN OLEH
LIE JN ENG.
Djilid ka XLIX.
„Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe
perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak
tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem.
Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe
orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, dioestroe itoe waktoe oraijg
mengabarken. Ma Taij jang baroe sampe dari Se
Siok dengen membawa obat boçat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara
djelek dan ramsoem minta berdjoempa.
Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek
mengadep.
Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan
soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang
lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja:
„Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada
bawa ka ini negri?"
Sam kok
241<noinclude></noinclude>
blusoo9fdwedgtabdxp3brh3b1k55us
300955
300951
2026-07-04T07:51:03Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300955
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Xx-larger|'''Tjerita SAM KOK'''}}
{{Smaller|TERSALIN OLEH}}
{{X-larger|'''LIE IN ENG.'''}}
{{larger|''Djilid ka XLIX.''}}}}
{{rule|5em}}
„Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga," menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem.
Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo Sa maoe minta katerangan lebi djaoe, djoestroe itoe waktoe orang mengabarken, Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boeat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara djelek dan ramsoem minta berdjoempa.
Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek mengadep.
Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja:
„Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada bawa ka ini negri?"<noinclude>{{rh|{{Smaller|Sam kok||241}}}}</noinclude>
p9cmneb9vm26w1v8tec0aftu3m08zsu
301048
300955
2026-07-04T10:09:44Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301048
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>{{C|{{Xx-larger|'''Tjerita SAM KOK'''}}
{{Smaller|TERSALIN OLEH}}
{{X-larger|'''LIE IN ENG.'''}}
{{larger|''Djilid ka XLIX.''}}}}
{{rule|5em}}
„Akoe poen soeda itoeng baek-baek boeat itoe perkara, lantaran apa Sianseng tiada oesa banjak tjoeriga,” menjaoet Khong Beng sambil bersenjoem.
Tjhio Wan tiada mengarti begimana niatnja itoe orang berilmoe; tapi tempo ia maoe minta katerangan lebi djaoe, djoestroe itoe waktoe orang mengabarken, Ma Taij jang baroe sampe dari Se Siok dengen membawa obat boeat menjegah penjajkit jang boleh berdjangkit dari sebab hawa oedara djelek dan ramsoem minta berdjoempa.
Khong Beng lantas silaken Ma Taij itoe masoek mengadep.
Koetika ini ponggawa soeda membri hormat dan soeda trimaken barang-barang bawaännja, jang lantas djoega dibagi-bagi ka masing-masing pasanggrahan, Khong Beng lantas menanja padanja:
„Tjiangkoen, brapa banjak balatentara kau ada bawa ka ini negri?”<noinclude>{{Smaller|{{rh|Sam kok||241}}}}</noinclude>
fv84shcos2gzhf9b921qz7bxz32ol2t
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/20
104
107666
300954
2026-07-04T07:46:19Z
Taufik Pramudja
27223
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh3||19}} gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang nja, itoe tiga nena jang soesa bisa ketoe! oerg- an tegitoe lekas, sekarang sceda berada ome bali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang, _ bahcea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan d...
300954
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
{{rh3||19}}
gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang
nja, itoe tiga nena jang soesa bisa ketoe! oerg-
an tegitoe lekas, sekarang sceda berada ome
bali diatas prauwnja Wangpo.
Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi
banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang,
_ bahcea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh
sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket
dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan
djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi
orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja
djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw
di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar,
mepampak itoe bahaja.
Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe-
paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa
bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace
saksiken bagimana kaadahannja ia poenja
kawan jang baroesan ditoeloeng. :
»la orang masi lela, nona”, katanja itoe
avak moeda jang samboet pada” itoe kadoea
nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja
tiga kawan dalem keada‘an pangsan.
Biakangan lain orang dateng dan bagiken
apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe-
loengan.
Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea
nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio
djoega ‘inget orang kombali.
_ Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata
dapet liat itee anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude>
4ckfouhfk309ysw9c01mfroxrfmzsl6
300956
300954
2026-07-04T07:51:25Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
300956
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}
{{rh|||19}}
gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang
nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg-
an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom-
bali diatas prauwnja Wangpo.
Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi
banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang,
bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh
sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket
dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan
djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi
orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja
djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw
di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar,
mepampak itoe bahaja.
Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe-
paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa
bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace
saksiken bagimana kaadahannja ia poenja
kawan jang baroesan ditoeloeng.
»Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe
anak moeda jang samboet pada itoe kadoea
nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja
tiga kawan dalem keada‘an pangsan.
Biakangan lain orang dateng dan bagiken
apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe-
loengan.
Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea
nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio
djoega ‘inget orang kombali.
Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata
dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude>
h6d54itn379bqq6fmqpb0r69drmidom
300959
300956
2026-07-04T07:51:55Z
Taufik Pramudja
27223
300959
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||19}}
gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang
nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg-
an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom-
bali diatas prauwnja Wangpo.
Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi
banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang,
bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh
sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket
dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan
djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi
orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja
djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw
di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar,
mepampak itoe bahaja.
Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe-
paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa
bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace
saksiken bagimana kaadahannja ia poenja
kawan jang baroesan ditoeloeng.
»Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe
anak moeda jang samboet pada itoe kadoea
nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja
tiga kawan dalem keada‘an pangsan.
Biakangan lain orang dateng dan bagiken
apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe-
loengan.
Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea
nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio
djoega ‘inget orang kombali.
Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata
dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude>
ens4t8ln3mq0nagyxz9vkg61qhgfbqd
301024
300959
2026-07-04T08:46:26Z
Suga Widi
25678
/* Tervalidasi */
301024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||19}}
gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediang
nja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloerg-
an begitoe lekas, sekarang soeda berada kom-
bali diatas prauwnja Wangpo.
Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi
banjak orang poenja perkata‘’an masi membilang,
bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh
sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket
dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan
djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi
orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja
djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw
di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar,
mepampak itoe bahaja.
Wangpo lantes prenta orang prauwnja soe-
paja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa
bernang lantes masoek dalem itoe prauw, mace
saksiken bagimana kaadahannja ia poenja
kawan jang baroesan ditoeloeng.
»Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe
anak moeda jang samboet pada itoe kadoea
nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja
tiga kawan dalem keada‘an pangsan.
Biakangan lain orang dateng dan bagiken
apa-apa jang Perloe boeat bantoe kasi pertoe-
loengan.
Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea
nona moelai mendoesiv, kemoedian Kim Nio
djoega ‘inget orang kombali.
Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata
dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude>
ii0i8xwuyqbd0atv2ljipxvbv2fyyzb
301036
301024
2026-07-04T09:10:49Z
Suga Widi
25678
301036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|19}}</noinclude>gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediangnja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloergan begitoe lekas, sekarang soeda berada kombali diatas prauwnja Wangpo.
Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata'an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, menampak itoe bahaja.
Wangpo lantes prenta orang prauwnja soepaja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, maoe saksiken bagimana kaadahannja ia poenja
kawan jang baroesan ditoeloeng.
„Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada'an pangsan.
Blakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang perloe boeat bantoe kasi pertoeloengan.
Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesin, kemoedian Kim Nio djoega inget orang kombali.
Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude>
t6h6nfr4sv0sljms8gw41v0vdx1ofwl
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/592
104
107667
300957
2026-07-04T07:51:42Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300957
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/591
104
107668
300958
2026-07-04T07:51:55Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300958
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/590
104
107669
300960
2026-07-04T07:52:09Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300960
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/589
104
107670
300961
2026-07-04T07:52:24Z
Iripseudocorus
23824
/* Tanpa teks */
300961
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/586
104
107671
300962
2026-07-04T07:53:17Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4500 — Tjin Long iantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtolc poenja prenta. Tapidjoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali. Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikeijer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat djaoenja. I " * N. B....
300962
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>- 4500 —
Tjin Long iantas bawa itoe barisan dan moelai
lakoeken itoe Touwtolc poenja prenta. Tapidjoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe
lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali.
Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang
dikeijer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat
djaoenja.
I
"
*
N. B.
Dalem boekoe Sa m k o k djilid ka-
limapoeloe anem nanti ditjeritaken, begimana
pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen
sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma
Ie di dalem perkara adoe kapan dean mengatoer, barisan Tin, hingga ini Touwtok,
jang kala bertaro di dalem itoe perkara
dan kala djoega di dalem paperangan jang
dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe
Khong Beng dipanggil poelang.
Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken
djoega, begimanakoetika hendak madjoe ka
goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong
Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja
boeat lindoengken soepaja balatentaranja
jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong
Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie.
Dan achirnja Pembatja nanti liat, begi
mana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja
Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa.
(Ada samboengannja).<noinclude></noinclude>
6lwjdxiw2oj3rcspg3jyxid6vlbjlc3
300978
300962
2026-07-04T08:07:14Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 4500 —}}</noinclude>Tjin Long lantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtok poenja prenta. Tapi djoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali.
Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikedjer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paat djaoenja.
{{rule|align=left|5em}}
N. B. Dalem boekoe {{sc|Samkok}} djilid kalimapoeloe anem nanti ditjeritaken, begimana pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma Ie di dalem perkara adoe kapandean mengatoer, barisan Tin, hingga ini Touwtok, jang kala bertaro di dalem itoe perkara dan kala djoega di dalem paperangan jang dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe Khong Beng dipanggil poelang.
Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken djoega, begimanakoetika hendak madjoe ka goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja boeat lindoengken soepaja balatentaranja jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie.
Dan achirnja Pembatja nanti liat, begimana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa.
{{R|''(Ada samboengannja)''.}}<noinclude></noinclude>
3nzxangwd3j8zv9sgf5mdkzahga5fzu
301045
300978
2026-07-04T09:48:45Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4500 —}}</noinclude>Tjin Long lantas bawa itoe barisan dan moelai lakoeken itoe Touwtok poenja prenta. Tapi djoestroe tempo ia meronda sampe di moeloet itoe lamping goenoeng, itoe waktoe ia dapet liat, moesoe jang mendatengin telah moendoer kombali.
Maka ia lantas mengedjer sampe moesoe jang dikedjer itoe koenjoeng-koenjoeng linjap dari pamandangan, dan itoe waktoe ia telah melaloei perdjalanan kira-kira lima atawa anem poeloe paal djaoenja.
{{rule|align=left|5em}}
N. B. Dalem boekoe {{sc|Samkok}} djilid ''kalimapoeloe anem'' nanti ditjeritaken, begimana pada sasoeda memboenoe Tjo Tjin dengen sapoetjoek soerat dan bikin maloe Soe-Ma Ie di dalem perkara adoe kapandean mengatoer barisan Tin, hingga ini Touwtok, jang kala bertaro di dalem itoe perkara dan kala djoega di dalem paperangan jang dimaloemken dengen moesoenja itoe, kapaksa goenaken tipoe mengasoet sampe Khong Beng dipanggil poelang.
Beroentoen dengen itoe, nanti ditjeritaken djoega, begimana koetika hendak madjoe ka goenoeng Kie San aken kalima kali, Khong Beng menjamar sebagi melaekat, perloenja boeat lindoengken soepaja balatentaranja jang lagi mentjoeri potong trigoe di Liong Siang tida dapet ganggoean dari Soe-Ma Ie.
Dan achirnja Pembatja nanti liat, begimana Thio Kap tertjebak ka dalem tipoenja Khong Beng hingga djiwanja djadi binasa.
{{right|''(Ada samboengannja)''.}}<noinclude></noinclude>
sh3gekqz3gcnymnc9fsikwdu89knnoa
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/284
104
107672
300964
2026-07-04T07:54:45Z
Ars-arsa
26526
/* Proofread */
300964
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambitdan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok.
Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng.
Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan.
Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng.
Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng.
Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän.
„Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän," kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat."<noinclude></noinclude>
nugfm8dg45xg7ddpzax1o4678sdlb5z
301011
300964
2026-07-04T08:23:48Z
Endahimawati
27155
/* Tervalidasi */
301011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambitdan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok.
Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng.
Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan.
Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng.
Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng.
Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän.
„Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän," kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat."<noinclude></noinclude>
ku61kgw8i72kr0wbo46xjm4notxqpjr
301012
301011
2026-07-04T08:25:39Z
Iripseudocorus
23824
/* Tervalidasi */
301012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4210 —|}}</noinclude>swe bersama Nge Tan Sinsiang geraken doea poeloe lima laksa soldadoe Kiang jang pande goenaken toembak, golok, gembolan jang berdoeri, dan gembolan pranti menjambit dan sebaginja, boeat bertempoer pada barisan Siok.
Barisan jang ini bangsa maoe madjoeken itoe, ada dilengkepken djoega dengen kahar-kahar perang jang dibikin dari besi lembaran, dalem mana ada dimoeat ramsoem, alat sendjata dan sebaginja dan ada ditarik oleh onta atawa koeda kalde. Ini kahar perang dibri nama Thiat Kie Peng.
Wat Kit dan Nge Tan, sasoedanja membri slamat tinggal pada Radjanja, lantas madjoeken itoe barisan menoedjoe ka kota Sé Peng Kwan.
Han Tjeng jang mendjaga itoe kota, lantas kirim orang boeat wartaken hal kadatengannja itoe bangsa pada Khong Beng.
Koetika itoe kabar sampe pada ini ferdana mantri, sigra djoega ini orang berilmoe menanja pada sekalian ponggawa petang, siapa antaranja jang brani pergi moendoerken itoe moesoe jang baroe dateng.
Pertanjaän itoe lantas di djawab dengen berbareng oleh Kwan Hin dan Thio Pauw jang soeka lakoeken itoe pakerdjaän.
„Akoe tida ada halangan boeat loeloesken kau poenjä permintaän,” kata itoe ferdana mantri: „tjoema sajang sekali kau berdoea tida mengenal djalanan di itoe tempat.”<noinclude></noinclude>
jgr9dysodzx907m2u26o6u4417bhrvm
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/20
104
107673
300965
2026-07-04T07:54:46Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300965
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||14}}</noinclude>Njai Dasima menjaoet:
"Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-orang, angkau misti kasih taoe akoe!"
Ma Boejoeng menjaoet :
"Insja Allah!"
Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwe-kwe, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata:
"Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam ?"
Semoeanja menjaoet:
"Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!"
Ma Boejoeng menjaoet:
"Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!"
Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: "kita orang djoega kepengen bladjar!"<noinclude></noinclude>
b8n7g8tchydrq7fujkdj993ffi8mpju
301060
300965
2026-07-04T11:22:55Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301060
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||14}}</noinclude>{{C|Njai Dasima menjaoet:}}
„Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-Orang, angkau misti kasih taoe akoe!”
{{C|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„Insja Allah!”
Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwé-kwé, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata:
„Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam?”
{{C|Semoeanja menjaoet:}}
„Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!”
{{C|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!”
Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: „kita orang djoega kepengen bladjar!”<noinclude></noinclude>
0nwv8dqip322m6ai2mxi42ii3ccwzkv
301061
301060
2026-07-04T11:23:41Z
Sikurakurasi
27138
301061
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||14}}</noinclude>{{C|Njai Dasima menjaoet:}}
„Kaloe begitoe baek, tetapi apa omongnja itoe orang-orang, angkau misti kasih taoe akoe!”
{{C|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„Insja Allah!”
Di sore itoe ma Boejoeng beli koffie dan kwé-kwé, dan dia kasi taoe semoeanja boedjang-boedjang di dalem roemah, jang dia niat sedekah; dia djoestaken, dia kata jang semalem dia mengimpi ketemoe lakinja jang soeda mati, maka di dapoer koempoel boedjang-boedjangnja Toean W, lelaki dan prempoean, boeat menerima sedekah makan minoem; tempo dia orang lagi doedoek makan, ma Boejoeng berkata:
„Soedara-soedara djangan goesar, saja maoe menanja, sebab kita orang semoeanja Islam, dan Njai kita djoega Islam; apa haroes apa tida boeat kita orang menoentoet Igama Islam?”
{{C|Semoeanja menjaoet:}}
„Haroes sekali jang orang Islam misti menoentoet Igama Islam!”
{{C|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„Itoe betoel sekali! maka itoe kita poenja Njai kepengen beladjar dan menoentoet atoeran igama Islam, tetapi sebab apa, sekarang saja kasi taoe soedara-soedara, dan minta djikaloe Njai beladjar roekoen Islam, djangan sekali soedara-soedara kasi taoe kepada Toean!”
Maka sekalian boedjang-boedjang menjaoet: „kita orang djoega kepengen bladjar!”<noinclude></noinclude>
f1bwjuqv6ukqtmq4ejao5g3cr7l5qvf
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/583
104
107674
300966
2026-07-04T07:57:01Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300966
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4497 -}}</noinclude>ampat atawa lima ratoes orang sadja, sedeng begitoe ampir semoeanja ada mendapet loeka, oleh kerna antaranja lebi ampat riboe djiwa telah binasa di tangan moesoe. Sekarang dengen itoe sedikit soldadoe, Tan Sit ada berdiam di itoe lamping goenoeng.
Khong Beng lantas prenta Teng Tji pergi lagi ka Kie Kok boeat hiboerken hatinja Tan Sit, kerna ia selempang ini orang bantahan nanti pergi menaloek pada moesoe.
Kamoedian itoe orang berilmoe minta Ma Taij dan Ong Peng dateng padanja dan pesen pada ini doea ponggawa begini:
,,Kaloe djalanan Kie Kok ada didjaga oleh moesoe, akoe minta kau berdoea bawa itoe barisan jang ada di bawa prentamoe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San dengen ambil djalan di boekit-boekit. Djoega itoe perdjalanan kau tjoema perloe bikin di waktoe malem, sedeng di waktoe siang kau boleh semboeni di mana sadja jang kau rasa baek. Apabila soeda sampe pada tempat jang ditoedjoeken, lantas djoega kau moesti njalaken api boeat tanda resia.
Ma Tiong dan Thio Ek djoega dapet pesenan dari itoe ferdana mantri jang tjoema sedikit sadja bedanja dari apa jang Ma Taij dan Ong Peng dapet dari padanja. Sedeng Ma Taij dan Ong Peng di soeroe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San, adalah<noinclude></noinclude>
4djr696cku06bg2jgekd4m7mvs9d2ou
300980
300966
2026-07-04T08:07:34Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
300980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||- 4497 -}}</noinclude>ampat atawa lima ratoes orang sadja, sedeng begitoe ampir semoeanja ada mendapet loeka, oleh kerna antaranja lebi ampat riboe djiwa telah binasa di tangan moesoe. Sekarang dengen itoe sedikit soldadoe, Tan Sit ada berdiam di itoe lamping goenoeng.
Khong Beng lantas prenta Teng Tji pergi lagi ka Kie Kok boeat hiboerken hatinja Tan Sit, kerna ia selempang ini orang bantahan nanti pergi menaloek pada moesoe.
Kamoedian itoe orang berilmoe minta Ma Taij dan Ong Peng dateng padanja dan pesen pada ini doea ponggawa begini:
„Kaloe djalanan Kie Kok ada didjaga oleh moesoe, akoe minta kau berdoea bawa itoe barisan jang ada di bawa prentamoe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San dengen ambil djalan di boekit-boekit. Djoega itoe perdjalanan kau tjoema perloe bikin di waktoe malem, sedeng di waktoe siang kau boleh semboeni di mana sadja jang kau rasa baek. Apabila soeda sampe pada tempat jang ditoedjoeken, lantas djoega kau moesti njalaken api boeat tanda resia.
Ma Tiong dan Thio Ek djoega dapet pesenan dari itoe ferdana mantri jang tjoema sedikit sadja bedanja dari apa jang Ma Taij dan Ong Peng dapet dari padanja. Sedeng Ma Taij dan Ong Peng disoeroe pergi ka sebla kiri goenoeng Kie San, adalah<noinclude></noinclude>
br4is1df5qahafks44d5gcmrlon5yge
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/285
104
107675
300967
2026-07-04T07:58:11Z
Ars-arsa
26526
/* Proofread */
300967
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4211 —|}}</noinclude>Tapi sigra djoega Khong Beng soeda dapet pikir orang jang taoe djalanan di itoe tempat; orang itoe, ialah Ma Taij. Maka sigra djoega ia panggil ini ponggawa dateng mengadep, dan berkata padanja;
„Akoe taoe kau kenai baek adatnja bangsa Kiang, sebab doeloe saVean lama kau ada tinggal d! tempatnja itoe bangsa. Sekarang akoe hendak kirim angkatan perang boeat kasi adjaran pada marika, maka akoe minta kau djadi pengoendjoek djalan boeat Ini barisan."
Saäbisnja berkata demikian, Khong Beng lantas seraken lima laksa balatentara pada itoe tiga orang, jang lantas djoega berangkat.
Koetika marika ini soeda melaloei perdjaianan bebrapa hari, di soeatoe tempat iaorang ketemoe pada barisan Kiang.
Bersama saratoes lebi soldadoe, Kwan Hin lantas naek di soeatoe boekit boeat preksa dengen teliti begimana kaädaännja moesoe.
Ia liat itoe bangsa atoer kretanja melerot-lerot dengen berhoeboeng satoe sama laen; maka, maskipoen pasanggrahannja didiriken salengkatan di sembarang tempat, tapi oleh kern a adanja itoe kretakreta perang, jang di atasnjaditantjepin berbagi-bagi alat sendjata, djadi adalah itoe benteng-benteng seperti djoega ada terkoeroeng dengen tembok kota jang tegoe.
Lama sekali Kwan Hin berdiri bengong menga-<noinclude></noinclude>
4to1oxuiql5zs1kp88tkhvrhd1tz73m
301013
300967
2026-07-04T08:27:35Z
Endahimawati
27155
/* Tervalidasi */
301013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4211 —|}}</noinclude>Tapi sigra djoega Khong Beng soeda dapet pikir orang jang taoe djalanan di itoe tempat; orang itoe, ialah Ma Taij. Maka sigra djoega ia panggil ini ponggawa dateng mengadep, dan berkata padanja;
„Akoe taoe kau kenai baek adatnja bangsa Kiang, sebab doeloe sakean lama kau ada tinggal d! tempatnja itoe bangsa. Sekarang akoe hendak kirim angkatan perang boeat kasi adjaran pada marika, maka akoe minta kau djadi pengoendjoek djalan boeat Ini barisan."
Saabisnja berkata demikian, Khong Beng lantas seraken lima laksa balatentara pada itoe tiga orang, jang lantas djoega berangkat.
Koetika marika ini soeda melaloei perdjalanan bebrapa hari, di soeatoe tempat iaorang ketemoe pada barisan Kiang.
Bersama saratoes lebi soldadoe, Kwan Hin lantas naek di soeatoe boekit boeat preksa dengen teliti begimana kaadaannja moesoe.
Ia liat itoe bangsa atoer kretanja melerot-lerot dengen berhoeboeng satoe sama laen; maka, maskipoen pasanggrahannja didiriken salengkatan di sembarang tempat, tapi oleh kerna adanja itoe kretakreta perang, jang di atasnja ditantjepin berbagi-bagi alat sendjata, djadi adalah itoe benteng-benteng seperti djoega ada terkoeroeng dengen tembok kota jang tegoe.
Lama sekali Kwan Hin berdiri bengong menga-<noinclude></noinclude>
c2gq1ouaugys2tu6kup65u8uu4od7me
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/584
104
107676
300968
2026-07-04T07:58:37Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300968
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin.
,,Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa," demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa.
Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja.
Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik.
Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara.
Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali.
Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe apa-<noinclude></noinclude>
68qvdjlq8x4b0j7skdim8d5wry8oglr
300971
300968
2026-07-04T08:00:56Z
Iripseudocorus
23824
300971
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin.
,,Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa," demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa.
Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja.
Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik.
Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara.
Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali.
Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe {{hws|apa-|apa-apa}}<noinclude></noinclude>
5lctzfn9plajvmtv7a4ingfib0ulua9
301043
300971
2026-07-04T09:38:07Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4493 —}}</noinclude>Ma Tiong dan Thio Ek diprenta pergi ka sebla kanan itoe goenoeng dengen njalaken djoega pertandaan api seperti jang itoe doea ponggawa jang pertama moesti berboeat. Kamoedian marika itoe berampat disoeroe berkoempoel boeat rampas pasanggrahannja Tjo Tjin.
„Akoe sendiri djoega nanti bantoe menjerang moesoe dengen ambil djalan dari lamping goenoeng, kerna akoe soeda pikir baek-baek, kaloe kita menjerang dari tiga fihak tjara begitoe, nistjaja moesoe boleh djadi binasa,” demikianlah Khong Beng toetoep pesenannja pada itoe ampat ponggawa.
Koetika marika itoe soeda berangkat dengen berpentjar menoeroet sebagimana Khong Beng poenja pesenan, ini ferdana mantri lantas minta Kwan Hin dan Liauw Hoa dateng padanja.
Ini doea ponggawa djoega ada dapet pesenan dari itoe panglima besar, tapi apa adanja pesenan, itoe, itoelah laen orang tida bisa mendapet taoe, oleh kerna pesenan itoe poen disampeken pada Kwan Hin dan Liauw Hoa dengen bisik-bisik.
Kamoedian ini doea ponggawa lantas berlaloe sama-sama sadjoembla balatentara.
Tida lama poela, Khong Beng poen lantas berangkat dengen bawa satoe barisan jang terdiri dari soldadoe-soldadoe jang terpeladjar baek, dan marika ini disoeroe djalan dengen tjepet sekali.
Di tenga djalan Khong Beng ada kasi taoe {{hws|apa|apa-apa}}<noinclude></noinclude>
1j0sq886vx2bse0vt2yis4pqsxhvzkw
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/508
104
107677
300969
2026-07-04T08:00:03Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
300969
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4422 —}}</noinclude>memegang kipas dari boeloe boeroeng poen lantas kaliatan berdiri di atas kota.
„Hm, Tilangkoen,” kata orang itoe, jang boekan laen adanja, hanja Khong Beng: „njatalah angkau berdoea soeda dateng kablakangan!”
Kiang Wie dan Goel Jan lantas toeroen dari koedanja dan sambil berloetoet di tana, iaorang berkata dengen berbareng:
„Dalem hal djalanken tipoe, pantes sekali Sinsiang diseboet satoe melaikat!”
Khong Beng lantas silaken iaorang masoek ka dalem kota,
Kamoedian itoe ferdana mantri petjaken ia poenja perdjalanan jang moedjidjat di hadepannja marika itoe dengen berkata:
„Tatkala akoe dapet kabar penjakitnja Hok Tjiauw ada berat sekali, itoe koetika akoe lantas prenta kau berdoea bikin persediaän di dalem tiga hari boeat ambil itoe kota, Tapi akoe kaloearken itoe prenta, melaenken boeat bikin tetep orang banjak poenja pikiran. Padahal sasoeda kau berlaloe, akoe sigra titaken Kwan Hin dan Thio Pauw, dengen poera-poera bikin gerakan seperti orang maoe itoeng banjaknja balatentara, diam-diam kaloear dari djalanan Han Tiong, sedeng akoe sendiri ada toeroet dalem itoe barisan. Kita-orang madjoe teroes ka itoe kota, sabrapa lekas kita-orang bisa, soepaja dengen begitoe, moesoe tida kaboeroe angkoet<noinclude></noinclude>
iacve82sjjh1nwnu6ayn3mho7ekr9r5
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/286
104
107678
300973
2026-07-04T08:01:04Z
Ars-arsa
26526
/* Proofread */
300973
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 4212 —|}}</noinclude>wasin ka itoe fihak, tapi dengen menjesei ia tida bisa pikir soeatoe iipoe jang boleh digoenaken boeat binasaken moesoenja itoe.
Lantaran begitoe, sigra ia kembali ka pasanggrahannja, dan di sitoe ia berempoek dengen Thio Pauw dan Ma Taij.
Tapi Ma Taij kata, baek besok tjoba berperang doeloe, dan kaloe soeda liat teges begimana moesoe poenja kaädeän, baroelaii itoe perkara bisa dibitiaraken iebi djaoe.
Pada hari esoknja, dengen tiga barisan, Kwan Hin di tenga, Thio Pauw di kiri, Ma Taij di kanan, ini tiga orang lantas berangkat dengen berbareng menoedjoe ka benteng moesoe.
Satelah meliat moesoenja dateng, Wat Kit Goanswe poen dengen goembira lantas kaloear dari barisannja.
Ini panglima asing ada pegang gembolan besi, sedeng di pinggangnja ada tergantoeng boesoer dan anak pana.
Kwan Hin lantas tilaken ia poenja tiga barisan madjoe teroes, tapi sablon bisa dateng berdeket, moesoe poenja soldadoe soeda berpentjar ka doea fihak. Dari sama tenga itoe barisan lantas kaloear kahar-kahar perang, jang iadjoenja begitoe pesat, sacepama aroes jang dipoekoel angin keras. Berbarengf dengen kahar-kahar, moesoe ada melepasken djoega anak pana jang toeroennja sebagi oedjan..<noinclude></noinclude>
qnzt3owgqzne3d8zlj1uzp0s0rn3t08
301015
300973
2026-07-04T08:30:44Z
Endahimawati
27155
/* Tervalidasi */
301015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4212 —|}}</noinclude>wasin ka itoe fihak, tapi dengen menjesel ia tida bisa pikir soeatoe tipoe jang boleh digoenaken boeat binasaken moesoenja itoe.
Lantaran begitoe, sigra ia kembali ka pasanggrahannja, dan di sitoe ia berempoek dengen Thio Pauw dan Ma Taij.
Tapi Ma Taij kata, baek besok tjoba berperang doeloe, dan kaloe soeda liat teges begimana moesoe poenja kaadean, baroelah itoe perkara bisa dibitjaraken lebi djaoe.
Pada hari esoknja, dengen tiga barisan, Kwan Hin di tenga, Thio Pauw di kiri, Ma Taij di kanan, ini tiga orang lantas berangkat dengen berbareng menoedjoe ka benteng moesoe.
Satelah meliat moesoenja dateng, Wat Kit Goanswe poen dengen goembira lantas kaloear dari barisannja.
Ini panglima asing ada pegang gembolan besi, sedeng di pinggangnja ada tergantoeng boesoer dan anak pana.
Kwan Hin lantas tilaken ia poenja tiga barisan madjoe teroes, tapi sablon bisa dateng berdeket, moesoe poenja soldadoe soeda berpentjar ka doea fihak. Dari sama tenga itoe barisan lantas kaloear kahar-kahar perang, jang ladjoenja begitoe pesat, saoepama aroes jang dipoekoel angin keras. Berbareng dengen kahar-kahar, moesoe ada melepasken djoega anak pana jang toeroennja sebagi oedjan.<noinclude></noinclude>
55y1ip9ybyb6yzd6lrasxjg1br0bjil
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/21
104
107679
300974
2026-07-04T08:02:05Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300974
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||15}}</noinclude>Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea:
"Alhamdoelillah!"
"Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!" lantas rame-rame berkata:
"Amin! betoel begitoe!"
Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe.
Ma Boejoeng lantas berkata:
"Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!" dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng:
"Akoe lagi tiada enak badan!" serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja.
Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: "begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?"<noinclude></noinclude>
jv46gzepjqyoxgqc4mojrhcnfasq65w
301064
300974
2026-07-04T11:32:45Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301064
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||15}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea:}}
{{c|„Alhamdoelillah!”}}
„Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!” lantas rame-rame berkata:
{{c|„Amin! betoel begitoe!”}}
Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe.
{{c|Ma Boejoeng lantas berkata:}}
„Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!” dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng:
„Akoe lagi tiada enak badan!” serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja.
Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: „begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?”<noinclude></noinclude>
7a2ksf0fy54xdirfjmd0owqnoz8rujw
301072
301064
2026-07-04T11:53:32Z
Sikurakurasi
27138
301072
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||15}}</noinclude>Ma Boejoeng tengok ke atas dan tadah tangannja doea-doea:
{{c|„Alhamdoelillah!”}}
„Siapa jang melanggar perdjandjiannja, dia tiada dapet slamat dari Nabi Moehamad di dalem sorga!” lantas rame-rame berkata:
{{c|„Amin! betoel begitoe!”}}
Sehabisnja dia orang makan minoem, ma Boejoeng masoek ke dalem Gedong, dia dekatin Njainja, jang lagi doedoek mendjait di galerij blakang dan Nona Nanci lagi doedoek adjar batja boekoe sama-sama disitoe.
{{c|Ma Boejoeng lantas berkata:}}
„Maksoed kita orang soeda dikaboelken oleh Toehan Allah!” dan dia tjerita semoeanja dari pikirannja dan penjaoetannja itoe boedjang-boedjang sekalian, serta membri slamat kepada Njai Dasima, jang dia bakal djadi orang moersid, dan bakal ditrima di dalem sorga, tetapi Njai Dasima tiada menjaoet; dia rasa badannja dingin ibarat disirem aer dan goemeter, sampe dia berenti mendjait, serta kata kepada ma Boejoeng:
„Akoe lagi tiada enak badan!” serta ambil slimoet, dia masoek ke dalem kamarnja bersama-sama anaknja.
Ma Boejoeng berpikir di dalem hatinja, jang maksoednja tentoe bakal djadi, maka sampe hari jang keampat diam-diam dia pergi di roemahnja Embok Saleha, ma'nja Samioen, disitoe dia ketemoe itoe Hadji Salihoen, jang dengan soeka hati tegor dianja dan berkata: „begimana sekarang ma Boejoeng, apa bakal baek madjoenja?”<noinclude></noinclude>
byttxgldm8mi3sqz2ytbxbxp9deo9rg
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/585
104
107680
300975
2026-07-04T08:02:54Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
300975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||- 4499 -}}</noinclude>{{hwe|apa|apa-apa}} pada Gouw Pan dan Gouw le serta prenta ini doea ponggawa berangkat lebi doeloe.
Dengen tinggalken ini angkatan perang di tenga perdjalanan, sekarang kita pergi ka pasanggrahannja Tjo Tjin di Sia Kok, boeat meliat apa jang ini Touwtok berboeat salama ia berdiam di itoe tempat.
Tapi ia tida berboeat satoe apa, kerna ia poen tida pertjaja bahoea moesoe nanti menjoesoel.
Ia biarken soldadoenja tidoer-bangoen dengen ingetan, kaloe sapoeloe hari soeda liwat dengen tiada kadjadian apa-apa, lantaslah djoega ia boleh djengekin soepaja Soe-Ma le itoe mendapet maloe.
Anem hari ia soeda bertjokol di itoe tempat dengen tida dapet liat bajang-bajangan moesoe. Aken tetapi pada hari jang katoedjoe, koenjoeng-koenjoeng orang kabarken, di lamping goenoeng ada kaliatan soldadoe Siok mendatengin, tapi tjoema sedikit, ja sedikit sekali.
Tjo Tjin tida begitoe koeatir. Tidakah orang jang bawa kabar telah bilang, moesoe jang dateng itoe djoemblanja ketjil sekali? Ia rasa, kaloe ia titaken Hoetjiang Tjin Long bawa lima riboe soldadoe djalan meronda, soeda tjoekoep boeat oesir marika itoe.
Begitoelah ia lantas berboeat, seraja pesen pada Tjing Long, djangan kasi moesoe dateng berdeket pada tempat sendiri.<noinclude></noinclude>
ho2n95i1bwgpgbqj9121tyn2kn8us93
301044
300975
2026-07-04T09:42:27Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4499 —}}</noinclude>{{hwe|apa|apa-apa}} pada Gouw Pan dan Gouw le serta prenta ini doea ponggawa berangkat lebi doeloe.
Dengen tinggalken ini angkatan perang di tenga perdjalanan, sekarang kita pergi ka pasanggrahannja Tjo Tjin di Sia Kok, boeat meliat apa jang ini Touwtok berboeat salama ia berdiam di itoe tempat.
Tapi ia tida berboeat satoe apa, kerna ia poen tida pertjaja bahoea moesoe nanti menjoesoel.
Ia biarken soldadoenja tidoer-bangoen dengen ingetan, kaloe sapoeloe hari soeda liwat dengen tiada kadjadian apa-apa, lantaslah djoega ia boleh djengekin soepaja Soe-Ma Ie itoe mendapet maloe.
Anem hari ia soeda bertjokol di itoe tempat dengen tida dapet liat bajang-bajangan moesoe. Aken tetapi pada hari jang katoedjoe, koenjoeng-koenjoeng orang kabarken, di lamping goenoeng ada kaliatan soldadoe Siok mendatengin, tapi tjoema sedikit, ja sedikit sekali.
Tjo Tjin tida begitoe koeatir. Tidakah orang jang bawa kabar telah bilang, moesoe jang dateng itoe djoemblanja ketjil sekali? Ia rasa, kaloe ia titaken Hoetjiang Tjin Long bawa lima riboe soldadoe djalan meronda, soeda tjoekoep boeat oesir marika itoe.
Begitoelah ia lantas berboeat, seraja pesen pada Tjing Long, djangan kasi moesoe dateng berdeket pada tempat sendiri.<noinclude></noinclude>
7ckgwnf1zolscwjufj291uk83gyzacq
Halaman:Perahu Madura.pdf/2
104
107681
300976
2026-07-04T08:06:12Z
Cgjkldn
22445
/* Telah diuji baca */
300976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{C|<BIG>'''PERAHU'''
'''MADURA'''</BIG>
Oleh
SULAIMAN BA
PROYEK MEDIA KEBUDAYAAN JAKARTA
DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1981/1982}}<noinclude></noinclude>
a7lh1jqlbyjislycgey4c49eus7mcmw
Halaman:Perahu Madura.pdf/225
104
107682
300977
2026-07-04T08:06:50Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
300977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>··~
Tidak diperdagangkan untuk umum<noinclude></noinclude>
9aakdd26oqnvesm771lc61ewkkly4ys
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/22
104
107683
300979
2026-07-04T08:07:15Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||16}}</noinclude>Ma Boejoeng menjaoet :
"O, bakal baek sekali, sebab jang poenja diri soeda moelain ada pikirannja boeat beladjar!"
Hadji Salihoen dengar begitoe, lantas dia kata:
"Alhamdoelillah; djikaloe kena saja poenja obat, tentoe dia lebi madjoe ke moeka!"
Embok Saleha dan Njonja Hajati mesem, lantas berkata kepada ma Boejoeng:
"Tiada laen orang jang boleh toeloeng, melaenken ma Boejoeng, maka itoe kita harep nanti loeroes djalannja sampe pengabisan."
Ma Boejoeng menjaoet:
"Insja Allah, minta di doaken sadja!" lantas dia trima dari Hadji Salihoen 2 boengkoes obat boeboek, jang 1 boeat Njai Dasima ikemat boeat gontjang hatinja, biar bentji kepada Toeannja. Obat itoe saban-saban di taro di makanannja dan minoemannja, jang 1 boengkoes lagi, ada ikemat boeat penoendoek, boeat Toean W. nanti toendoek
kepada Njainja, artinja: apa djoega Njainja bikin, nanti Toean W. trima perbaek; itoe obat djoega misti di taro tjampoer di makanannja Toean W.
Ma Boejoeng poelang lekas-lekas ka gedong Njainja, dan soeka hati, jang dia soeda dapet itoe ikemat obat, maka dia djalanken dengen tertib apa jang Hadji Salihoen soeda pesan.
Kira-kira soeda liwat 1 boelan poenja lama tiada sekali Njai Dasima omongken perkara beladjar Agama, dan trada sekali-kali dia bentji kepada Toeannja, maka ma Boejoeng<noinclude></noinclude>
bjkok3aljalgayq0ihdg5axyouwgi94
301067
300979
2026-07-04T11:38:51Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301067
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||16}}</noinclude>{{c|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„O, bakal baek sekali, sebab jang poenja diri soeda moelain ada pikirannja boeat beladjar!”
Hadji Salihoen dengar begitoe, lantas dia kata:
„Alhamdoelillah; djikaloe kena saja poenja obat, tentoe dia lebi madjoe ke moeka!”
Embok Saleha dan Njonja Hajati mesem, lantas berkata kepada ma Boejoeng:
„Tiada laen orang jang boleh toeloeng, melaenken ma Boejoeng, maka itoe kita harep nanti loeroes djalannja sampe pengabisan.”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„Insja Allah, minta di doaken sadja!” lantas dia trima dari Hadji Salihoen 2 boengkoes obat boeboek, jang 1 boeat Njai Dasima ikemat boeat gontjang hatinja, biar bentji kepada Toeannja. Obat itoe saban-saban di taro di makanannja dan minoemannja, jang 1 boengkoes lagi, ada ikemat boeat penoendoek, boeat Toean W. nanti toendoek
kepada Njainja, artinja: apa djoega Njainja bikin, nanti Toean W. trima perbaek; itoe obat djoega misti di taro tjampoer di makanannja Toean W.
Ma Boejoeng poelang lekas-lekas ka gedong Njainja, dan soeka hati, jang dia soeda dapet itoe ikemat obat, maka dia djalanken dengen tertib apa jang Hadji Salihoen soeda pesan.
Kira-kira soeda liwat 1 boelan poenja lama tiada sekali Njai Dasima omongken perkara beladjar Agama, dan tiada sekali-kali dia bentji kepada Toeannja, maka ma Boejoeng<noinclude></noinclude>
76cmtmc5b298uzidm58244kt8tf377m
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2013.pdf
102
107684
300982
2026-07-04T08:09:29Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300982
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361750
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
5afl9s7xfrg59xir3c6o93d6u5pbppp
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2013.pdf
102
107685
300984
2026-07-04T08:10:01Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300984
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361751
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
hyea47c8tbgr52cit2l0q7ei4la4zig
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2013.pdf
102
107686
300986
2026-07-04T08:10:49Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300986
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361752
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
tdqq40mz8amf8b7lsyjtxzt9c5edrur
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2013.pdf
102
107687
300987
2026-07-04T08:11:22Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300987
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361753
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
44ks1lcpbmap9lgizu94la9zu6fpuzo
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2013.pdf
102
107688
300988
2026-07-04T08:11:57Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300988
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361754
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
cphj4rguclzio3j0cblyz7cdpy5dqu8
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2013.pdf
102
107689
300991
2026-07-04T08:12:41Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300991
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361755
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
bmcxbwsgjktso4ypusr3drr48sl3kmw
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/25
104
107690
300992
2026-07-04T08:12:52Z
Endahimawati
27155
/* Telah diuji baca */
300992
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||17}}</noinclude>djadi heran jang itoe ikemat bikinan Hadji Salihoen tiada mempan, maka dia minta permisi boeat sebentaran pergi di roemahnja Embok Saleha; sampe disitoe, dia orang doedoek omong dari perkara ikemat jang tiada mempan, maka Njonja Hajati menjaoet katanja:
"Lebih baek kita orang bikin makanan, boeat anter itoe Njai, serta kita orang pergi di roemahnja adjar kenal dianja, tentoelah kita orang nanti lekas djadi sobatnja, dan boleh kita orang nanti omongken dari perkara peladjaran agama; boleh djadi sama ma Boejoeng dia tiada begitoe perdoeli, djikaloe orang rame-rame datang omongin, tentoe nanti lekas terbalik hatinja."
Embok Saleha menjaoet:
"Tiadalah laen akal melaenken begitoe sadja, baek kita deser dianja kaloe-kaloe boleh mendjadi maksoed kita orang."
Lantas Embok Saleha kirim doepa Makasar, bersama-sama 1 piring djamboe poeti, boeat itoe Njai.
Ma Boejoeng poelang ka gedongnja dia serahken itoe anteran kepada Njainja, serta berkata:
"Djikaloe Njai ada soeka itoe Embok Saleha bersama-sama mantoenja Njonja Hajati kepengen datang adjar kenal kepada Njai, djikaloe Njai soeka kenal sama dia orang!"
Njai Dasima menjaoet:
"Boleh sekali, tetapi Toean djangan dapat taoe, akoe slempang dia nanti mara."
Ma Boejoeng menjaoet:
"O, itoe saja soeda atoerken; Njai djangan slempang,<noinclude></noinclude>
5by5s1q63iih6yj2ng9pcropb8nnwcg
301068
300992
2026-07-04T11:43:29Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301068
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||17}}</noinclude>djadi heran jang itoe ikemat bikinan Hadji Salihoen tiada mempan, maka dia minta permisi boeat sebentaran pergi di roemahnja Embok Saleha; sampe disitoe, dia orang doedoek omong dari perkara ikemat jang tiada mempan, maka Njonja Hajati menjaoet katanja:
„Lebih baek kita orang bikin makanan, boeat anter itoe Njai, serta kita orang pergi di roemahnja adjar kenal dianja, tentoelah kita orang nanti lekas djadi sobatnja, dan boleh kita orang nanti omongken dari perkara peladjaran agama; boleh djadi sama ma Boejoeng dia tiada begitoe perdoeli, djikaloe orang rame-rame datang omongin, tentoe nanti lekas terbalik hatinja.”
{{c|Embok Saleha menjaoet:}}
„Tiadalah laen akal melaenken begitoe sadja, baek kita deser dianja kaloe-kaloe boleh mendjadi maksoed kita orang.”
Lantas Embok Saleha kirim doepa Makasar, bersama-sama 1 piring djamboe poeti, boeat itoe Njai.
Ma Boejoeng poelang ka gedongnja dia serahken itoe anteran kepada Njainja, serta berkata:
„Djikaloe Njai ada soeka itoe Embok Saleha bersama-sama mantoenja Njonja Hajati kepengen datang adjar kenal kepada Njai, djikaloe Njai soeka kenal sama dia orang!”
{{c|Njai Dasima menjaoet:}}
„Boleh sekali, tetapi Toean djangan dapat taoe, akoe slempang dia nanti mara.”
{{c|Ma Boejoeng menjaoet:}}
„O, itoe saja soeda atoerken; Njai djangan slempang,<noinclude></noinclude>
pup2087m9by26q2rpvweuaza3297906
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2013.pdf
102
107691
300993
2026-07-04T08:13:25Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300993
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361756
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
aindflg589ouxqkoq4lrdvaldkhbe7i
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2013.pdf
102
107692
300995
2026-07-04T08:14:06Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300995
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361757
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
i7tjaa39uinrttvnhosczuq7y060v2c
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2013.pdf
102
107693
300996
2026-07-04T08:14:41Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300996
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361758
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
pxqbozawx7ido48gjw3ll4en0rwkxa8
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2013.pdf
102
107694
300997
2026-07-04T08:15:10Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300997
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361759
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
fsjzjuthqicq1lriyb9g628s3ju4wzq
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2013.pdf
102
107695
300998
2026-07-04T08:15:45Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
300998
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361775
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
3kzhq7hn73hm4jy7rufz4rja47t3tne
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2013.pdf
102
107696
301000
2026-07-04T08:16:21Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301000
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361776
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
0avxw9xb2gi0ai91mbucp5m1ksq4rpv
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2013.pdf
102
107697
301001
2026-07-04T08:16:54Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301001
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361777
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
2f0a0qcrhwv3z5jppz8icgsvbomfyhb
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2013.pdf
102
107698
301002
2026-07-04T08:17:19Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301002
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361778
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
dmy4igoa5zwxxvlli6s4mlc6mkgfgo0
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2013.pdf
102
107699
301003
2026-07-04T08:17:51Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301003
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361779
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
j9l647csfrh9pbpmfkzaihj5dschp09
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2013.pdf
102
107700
301004
2026-07-04T08:18:21Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301004
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361780
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
ss29fa3a0vbbafncvoly0jamhfgoh1x
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2013.pdf
102
107701
301006
2026-07-04T08:18:51Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301006
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q14036181
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
2nku2e25rlb6j2xf0t58w9460fz17le
Indeks:Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2013.pdf
102
107702
301007
2026-07-04T08:19:22Z
Lemonwithices
26124
←Membuat halaman berisi ''
301007
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140361782
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
r2b2z5qpjd55yedygcn8o0s8ddtz7vb
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/26
104
107703
301008
2026-07-04T08:19:25Z
Endahimawati
27155
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kerna boedjang-boedjang di dalem roemah soeda sepekat, tiada nanti kasi taoe kepada Toean, djikaloe Njai trima tetamoe di roemah!" Kira-kira 3 hari lamanja, sehabisnja ma Boejceng bawaken Njaaja itoe djamboe dan doepa Makasar, pada poekoel 10 pagi datenglah Embok Saleha bersama-sama Njonja Hajati ke roemahnja Tocan W., membawa kwé roepa-roepa serta bebocahan. Sampe di gedong dia kasi tabé itoe Njai dan serahken anterannja. Itoe Njai trima dia o...
301008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||18}}</noinclude>kerna boedjang-boedjang di dalem roemah soeda sepekat, tiada nanti kasi taoe kepada Toean, djikaloe Njai trima tetamoe di roemah!"
Kira-kira 3 hari lamanja, sehabisnja ma Boejceng bawaken Njaaja itoe djamboe dan doepa Makasar, pada poekoel 10 pagi datenglah Embok Saleha bersama-sama Njonja Hajati ke roemahnja Tocan W., membawa kwé roepa-roepa serta bebocahan. Sampe di gedong dia kasi tabé itoe Njai dan serahken anterannja. Itoe Njai trima dia orang begimana misti, dan sedoeken Koffi dan Kwé Wolanda boleh bikinnja sendiri, lantas doedoek bertetamoean begimana biasa. Njonja Hajati tanja kepada itoe Njai:
"Soeda brapa lama ikoet sama Toean W.?"
Njai Dasima kasi taoe, jang dia ikoet Toean W. dari masi prawan, dan soeda ikoet dianja dengan segala baek, soeda 8 tahon lamanja, dan soeda dapat 1 anak prempoean.
Embok Saleha poedji itoe Njai poenja roepa, begitoe poenja bagoes, tetapi sajang sekali dia djadi goendiknja orang koelit poeti; prempoean begini pantes djadi bini kawin orang slam, jang berpangkat, ataoe jang kaja, sebab dia bole dapat lebih banjak kahormatan!
Njai Dasima menjaoet:
"Saja poenja oentoeng, Toean Allah kasih boeat ikoet saja poenja Toean; hatinja baek dan terlaloe sajang sama saja; saja poenja makan dan saja poenja pake semoea tjoekoep."
Njonja Hajati menjaoet:
"Ja betoel, tetapi Njai tinggal di roemah sadja, tiada<noinclude></noinclude>
gaok6vyof60gpwjbt64497trs5j2w0a
Halaman:Antologi Cerita Rakyat Jawa Timur.pdf/23
104
107704
301010
2026-07-04T08:22:10Z
Sathira15
16353
/* Telah diuji baca */
301010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>Alkisah di Kadipaten Besuki, Ki Patih Besuki menerima surat dari Ki Kertonegoro lalu membacanya sambil bergumam, "Hm . .. hm ... hm ... bagaimana mungkin Patih Puger dengan pasukan andalan yang begitu kuat semudah itu menyerah kepada pemberontak yang tidak lain adalah bawahannya sendiri. Mereka tidak melakukan perlawanan? Apa hanya ingin mencari selamat?"
Demikianlah yang ada dalam pikiran Ki Patih Besuki. Akan tetapi, akhimya Patih Besuki menyadarinya alasan-alasan yang disampaikan dalam surat tersebut. Ia pun berserah diri, semua diserahkan pada kehendak Tuhan kalau memang pemberontak sampai menginjakkan kakinya di Kadipaten Besuki.
Kedatangan Arya Gledek dan pasukannya di perbatasan Kadipaten Bondowoso
disambut merial1 oleh pasukan Patih Kertonegoro.
"Salam. Terima kasih. Terima kasih. Sambutannya yang sangat mengesankan,"
demikian kata Arya Gledek kepada Ki Patih Kertonegoro yang menyambutnya dengan senyum ramah.
Ki Patih Kertonegoro mempersilakan tanmnya masuk melalui jembatan yang sudah dihiasi janur dan bunga-bunga layaknya menyambut kedatangan tamu agung.
Sambutan yang begitu hangat dan kekeluargaan itu membuat Arya Gledek dan
pasukannya terlena. Arya Gledek tidak bisa membaca suasana dan siasat peperangan yang tengah dilakukan oleh Ki Patih Kertonegoro. Padahal, tiang-tiang pancang jembatan itu sudah dilonggarkan sebagai taktik agar siapa pun yang melewatinya akan jatuh ke dalam jurang. Di samping itu, dibuatkan pula barak tempat peristirahatan di sebelah utara sungai dan dihiasai janur, btmga-bunga, serta dilengkapi gamelan sebagai hiburan mengingat pasukan Arya Gledek yang kelelahan karena peijalanan jauh. Untuk keamanan tamu, di sebelah utara sungai disiapkan pasukan keamanan dengan seragam dap senjata lengkap. Akan tetapi, di sebelah selatan stmgai disiapkan pula pasukan penyamar yang telah terlatih di tempat-tempat strategis untuk memukul habis pasukan Arya Gledek.
Pasukan Arya Gledek disambut bunyi gamelan mendayu-dayu, sedangkan pasukan di sebelah utara tems mendesak ke tebing sungai di sebelah utara. Pasukan Arya Gledek terperangkap melewati jembatan dan karena penuh sesak oleh pasukan Arya Gledek, jembatan pun ambmk. Pasukan kuda pun teijatuh ke dalam jurang sungai yang cukup dalam. Kesempatan baik ini dimanfaatkan oleh pasukan Patih Kertonegoro untuk membinasakan musuh-musuhnya. Pertempuran pun tidak dapat dihindari. Perang tanding adu ketangkasan memainkan pedang dan parang berlangsung sengit. Pasukan penyamar memukul dari sebelah selatan sungai, sedangkan pasukan dari utara tems mendekat ke tebing sungai sebelah utara. Pasukan Arya Gledek ptin sulit melakukan perlawanan karena mendapat serangan secara mendadak hingga mereka pun terdesak mundur. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh tentara Ki Kertonegoro untuk memukul habis pasukan Arya Gledek. Dengan membabi buta, mereka pun tems mengejar. Yang melawan dibunuh, yang menyerah ditahan. Panglima perang Abdurrasid dipenggal lehemya. Pasukan Bondowoso tems mengejar sisa-sisa pemberontak yang melarikan diri. Arya Gledek pun tertangkap, kemudian dieksekusi.
Sebagai wujud kemenangan melawan pemberontak Arya Gledek, rakyat Bondowoso
mengarak kepala Abdurrasid dan Arya Gledek ke lapangan Desa Mandar dan diletakkan di tiang pancang untuk dipertontonkan kepada masyarakat bahwa pemberontak telah berhasil dikalahkan.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
q9xo3igq0w8wix0saw3onzmixzz4n69
Indeks:078 Lampong, Krui.djvu
102
107705
301014
2026-07-04T08:30:14Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
301014
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=078 Lampong, Krui
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Karel Frederik Holle
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=Stokhof, W. A. L.
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1987
|Key=
|ISBN=
|Source=djvu
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
ts7r3mdub3vrduu6r2w6v9v8hexhqmz
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/41
104
107706
301017
2026-07-04T08:36:07Z
Anisnurohmah
26494
/* Tanpa teks */
301017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 41 crop).jpg|400px|center]]<noinclude></noinclude>
gg7yiryhw5jyeyjq2t9qh9qdtpbaiiy
301069
301017
2026-07-04T11:45:38Z
Amie.firsa
27188
/* Tervalidasi */
301069
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 41 crop).jpg|400px|center]]<noinclude></noinclude>
5tyyccld08iqzy8shwtntvi0x5o8xyn
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/42
104
107707
301018
2026-07-04T08:37:06Z
Anisnurohmah
26494
/* Tanpa teks */
301018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Anisnurohmah" /></noinclude><noinclude></noinclude>
8s3md9asn4apmlhg0yczba9kokmmklu
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/43
104
107708
301026
2026-07-04T08:51:27Z
Anisnurohmah
26494
/* Telah diuji baca */
301026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Anisnurohmah" /></noinclude>33
diboenoeh; lagi goea belon taoe boenoeh prempoean; lelaki, tetapi tarohannja ada besar ; goea minta ditambahin madat sadja sedikit, jang
goea boleh kenjang isep, tetapi Baba Samioen, loe pikir doeloe baek-baek, sebab apa itoe prempoean ada bini loe,
boleh djadi loe nanti menjesel di blakang kali!"
Samioen menjaoet:
"O, tiada sekali-kali nanti akoe menjesel, djikaloe itoe prempoean tiada mati, nanti akoe tjilaka dan nanti dapat maloe besar, kerna apa, akoe soedah pikirken mateng-mateng jang sekarang akoe harep angkau misti toeloeng kepada koe."
Si Poasa tertawa dan berkata :
"Baeklah, maksoedloe djadi, tetapi loe misti atoerken, djangan sampe orang dapat taoe; dimana tempat jang loe
rasa enak boeat bawa dia?"
Samioen menjaoet:
"Akoe rasa, jang tempat soenji melengken di blakang roemahnja Ma Moesanip, di pinggir kali."
Si Poasa menjaoet:
"Apa tiada orang jang nanti taoe ataoe liat di sitoe?"
Samioen menjaoet:
Djikaloe tempo malem tiada sekali ada orang disitoe; anaknja Ma Moesanip, ja itoe Si Moesanip dan Si Gani, saban sore tiada di roemah, dia pergi melantjong dan poe-<noinclude></noinclude>
9h0gf198g8ss5gbh95gm1ya8d0v7qx9
301073
301026
2026-07-04T11:54:26Z
Amie.firsa
27188
/* Tervalidasi */
301073
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh||33}}</noinclude>diboenoeh; lagi goea belon taoe boenoeh prempoean; goea biasa boenoeh lelaki, tetapi tarohannja ada besar; goea minta ditambahin madat sadja sedikit, jang
goea boleh kenjang isep, tetapi Baba Samioen, loe pikir doeloe baek-baek, sebab apa itoe prempoean ada bini loe,
boleh djadi loe nanti menjesel di blakang kali!"
{{c|Samioen menjaoet:}}
"O, tiada sekali-kali nanti akoe menjesel, djikaloe itoe prempoean tiada mati, nanti akoe tjilaka dan nanti dapat maloe besar, kerna apa, akoe soedah pikirken mateng-mateng jang sekarang akoe harep angkau misti toeloeng kepada koe."
{{c|Si Poasa tertawa dan berkata:}}
"Baeklah, maksoedloe djadi, tetapi loe misti atoerken, djangan sampe orang dapat taoe; dimana tempat jang loe
rasa enak boeat bawa dia?"
{{c|Samioen menjaoet:}}
"Akoe rasa, jang tempat soenji melengken di blakang roemahnja Ma Moesanip, di pinggir kali."
{{c|Si Poasa menjaoet:}}
"Apa tiada orang jang nanti taoe ataoe liat di sitoe?"
{{c|Samioen menjaoet:}}
Djikaloe tempo malem tiada sekali ada orang disitoe; anaknja Ma Moesanip, ja itoe Si Moesanip dan Si Gani, saban sore tiada di roemah, dia pergi melantjong dan poe-<noinclude></noinclude>
6hzib2hau8lux7ed97wimuy7qzbm5zx
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/21
104
107709
301035
2026-07-04T09:08:16Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
301035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>*
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
"Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
"Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
1jad3nftuti0o9dejaa0ywpi58wm2ll
301038
301035
2026-07-04T09:16:43Z
Taufik Pramudja
27223
301038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
"Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
"Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
a0s4kmnadbo43fh3bi43s1kurwvuahk
301039
301038
2026-07-04T09:17:19Z
Taufik Pramudja
27223
301039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
'Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
"Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
"Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
82qxj8amg8j3xs3bzxc1nfr10t7wffw
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/32
104
107710
301037
2026-07-04T09:14:07Z
Amie.firsa
27188
/* Telah diuji baca */
301037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Amie.firsa" />{{rh||24}}</noinclude>{{c|Lekas-lekas Njai Dasima menjaoet:}}
"Toean soenggoe kita tida bersalah, tetapi djodo kita soeda
abis, saja tiada soeka tinggal dipiara oleh Toean; sekarang Toean kasi, tida kasi, saja minta lepas!"
Toean W. dengan tjoetjoer aer mata berkata:
"Ja Dasima! apa angkau soeda begitoe sekali bentji
kepada akoe? Apa akoe poenja salah? Soeda begitoe lama
kita idoep enak sama-sama sampe dapet anak, apa angkau
koerang pake, koerang makan, ataoe koerang blandja? Harta akoe ada di tanganmoe, malahan akoe ada ingatan boeat kasi angkau masoek di dalem igama Kristen, dan
kaloe angkau soeka, boleh kita kawin boeat menimboelken hormatnja kita poenja anak."
Njai Dasima menjaoet dengen aseran, moekanja dan matanja djadi mera, seraja berkata:
"O, itoe soeda laat! Saja tiada harap masoek igama
Kafir, saja tinggal tetap pegang saja poenja igama; Toean
djangan paksa saja aken soeka sama Toean, lebi baek Toean lepas dengen baek, barangkali di blakang kali ,
boleh djadi sobat andé, Toean masi moeda, boleh tjari prempoean laen, jang lebi baik dari saja".
Dia lagi bitjara begitoe, Nona Nanci plok sama dianja dan berkata: "Mama djangan pergi! O, Mama djangan
pergi! djangan tinggal Nona! biar kesian sama Papa!"
Njai Dasima tolak anaknja dengen gemas sama Papanja ,
sampe ampir djato dan berkata:<noinclude></noinclude>
swkaqedfge4nlz3x6vvel9gbvz7tqka
301070
301037
2026-07-04T11:52:44Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
301070
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||24}}</noinclude>{{c|Lekas-lekas Njai Dasima menjaoet:}}
„Toean soenggoe kita tida bersalah, tetapi djodo kita soeda abis, saja tiada soeka tinggal dipiara oleh Toean; sekarang Toean kasi, tida kasi, saja minta lepas!”
Toean W. dengan tjoetjoer aer mata berkata:
„Ja Dasima! apa angkau soeda begitoe sekali bentji kepada akoe? Apa akoe poenja salah? Soeda begitoe lama kita idoep enak sama-sama sampe dapet anak, apa angkau koerang pake, koerang makan, ataoe koerang blandja? Harta akoe ada di tanganmoe, malahan akoe ada ingatan boeat kasi angkau masoek di dalem igama Kristen, dan kaloe angkau soeka, boleh kita kawin boeat menimboelken hormatnja kita poenja anak.”
Njai Dasima menjaoet dengen aseran, moekanja dan matanja djadi mera, seraja berkata:
„O, itoe soeda laat! Saja tiada harap masoek igama Kafir, saja tinggal tetap pegang saja poenja igama; Toean djangan paksa saja aken soeka sama Toean, lebi baek Toean lepas dengen baek, barangkali di blakang kali, boleh djadi sobat andé, Toean masi moeda, boleh tjari prempoean laen, jang lebi baik dari saja”.
Dia lagi bitjara begitoe, Nona Nanci plok sama dianja dan berkata: „Mama djangan pergi! O, Mama djangan pergi! djangan tinggal Nona! biar kesian sama Papa!”
Njai Dasima tolak anaknja dengen gemas sama Papanja, sampe ampir djato dan berkata:<noinclude></noinclude>
c2e8jlzcmtlbafugya4e8aio2id3eyn
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/509
104
107711
301040
2026-07-04T09:17:34Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
301040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 4423 —}}</noinclude>balatentara boeat atoer pendjagaän. Tapi boeat sampeken kita-orang poenja maksoed, soeda tentoe kita perloe dapet bantoean dari sebla dalem. Dan begitoelah kita soeda berboeat. Lebi doeloe akoe telah masoeken bebrapa mata-mata ka dalem itoe kota, soepaja kaloe dateng temponja iaorang boleh terbitken kabakaran dan bantoe bersoerak boeat bikin kaloet pikirannia soldadoe Goei, kerna akoe soeda doega pasti, dengen berboeat begini itoe soldadoe
jang tiada dipimpin nanti betoel-betoel terbitken kariboetan di antaran kawannja sendiri. Kamoedian njatalah akoe poenja tipoe ini bener-bener soeda berasil, dan dengen goenaken itoe waktoe jang baek akoe soeda dapet ambil ini kota dengen begitoe gampang, hingga seperti orang membalik tangan sendiri. Oedjarnja kitab perang ada bilang : „Madjoe di loear orang poenja doegaän atawa menjerang, sedeng moesoe tiada bersedia" — begitoelah, sebagimana akoe soeda berboeat oedjar ini
moesti dipake.”
Kiang Wie dan Goei Jan merasa taloek betoel dengen itoe ferdana mantri poenja pikiran.
Tapi maski doeloe Khong Beng ada merasa goesar sekali pada Hok Tjiauw, sekarang, sasoeda ini pendjaga kota menoetoep mata, berbalik ia merasa amat kasian pada ini panglima jang soeda melakoeken betoel kawadjibannja. Maka boeat hargaken orang poenja kasetiaän, itoe waktoe Khong<noinclude></noinclude>
shqxyviupc2frtus9780xzk37tgz3og
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/22
104
107712
301041
2026-07-04T09:21:58Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
301041
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>
ANAKNJA MATJAN POETI _ 21
prauw,djadi bahaja jang kave hadepin, dengen
moeda akoe bisa toeloeng“. la menjaoet.
»Akoe djoega haroes mengoetjap trima kasi
pada kaoe“, menjamboeng Khing Hoa. "atas
namanja kita orang sekalian, trimalah akoe
poenja hormat“, berbareng dengen itoe ia
laloe mendjoera dan berkiongtjhioe.
Kita poenja anak moeda bales itoe hormat
dengen sabar.
,,Tapi kaoe orang poenja pakean semoea
masi basa. Akoe koeatir bisa mengganggoe
kawarasan. Apa tida lebi baik, kaloe kaoe
masi ingin teroes plesier, soeroean sadja
akoe poenja boedjang karoemahmoe boeat
ambil pakean baroe ?* Tanja itoe anak moeda
pada Kim Nio.
,,Tida perloe“, saoetnja Khing Hoa, ,,kaloe.
soeda begini, sebaiknia kita poelang sadja.
Plesieran lebi djaceh djoega soeda tida begitoe
rame, mala-mala iboe nanti bisa djadi sala
mengerti dan bersoesa hati.
Ja, kita lebi baik poelang sadja“, kata Kim
Nio jang stengah toedjoeken omongannja sama
kawan sendiri.
,,Dimana sekarang itoe prauw besar ?' Tanja
lain kawan jang masi penasaran. ,,orang
jang doedoek dalem itoe prauw ada begitoe
tida sopan, bole djadi ia sengadja terbitken
ini katjilaka‘an boeat kita orang.’'
Wangpo lantas inget itoe prauw djoega, ia
laloe liat dipinggiran soengei, tapi tida tertampak<noinclude></noinclude>
0pcf8w918bcjxit035wirayqfvh0vfu
Halaman:078 Lampong, Krui.djvu/2
104
107713
301042
2026-07-04T09:24:43Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
301042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. THE LAMPONG, KUI LIST'''
{{multicol}}
1. badan<br>
2. oeloe<br>
3. poedak<br>
4. paga'<br>
5. oendam oeloe<br>
6. boewo'<br>
8. oeboen-oeboen<br>
9. tjoeping<br>
11. mata<br>
15. boeloe kenning<br>
17. loeh<br>
18. iṟoeng<br>
20. ingoe<br>
21. biham<br>
22. bangoek<br>
25. bèbèr<br>
27. sěsoengoet<br>
28. djanggoe'<br>
29. dagoe<br>
30. goedik<br>
31. ma<br>
32. kaketta<br>
34. samalaham<br>
33/<br>
35. loesi<br>
37. loengkoeng<br>
38. galah<br>
41/<br>
42. dada<br>
45. tete'<br>
46. wai tete'<br>
48. mĕnete'<br>
50. kěṟěkai<br>
52. hati<br>
53. isaú<br>
54. těnai<br>
56. limpo<br>
57. empedoe<br>
61. poesar, poesor<br>
62. tali poesor<br>
63. toendoen<br>
66. telan penepasan agas
{{multicol-break}}
68. soejoet<br>
69. soejoet ising-ising<br>
70. boentoet, poentoet<br>
72. mising<br>
73. taǐ<br>
75. mětoe'<br>
76. měmboesoek<br>
77. poe', djala', paling<br>
78. sěloet, toewa' těling<br>
82. mioh<br>
83. wai-ni-joh<br>
84. tjoekoet, kikil<br>
86. tjoekoet<br>
88. tara<br>
90. paha<br>
91. toewot awot<br>
93. hibintor<br>
94. roeroel<br>
95. panggělang<br>
97. tjoeloe'<br>
99. bahkěloepah<br>
100. sikoe<br>
102. kěpatjoeloe'<br>
105. djari<br>
107. tanggai<br>
108. kělimpoe<br>
109. penoedjoe'<br>
110. ranggau<br>
111. anak majau<br>
112. kělintji'<br>
115. tělan-tělan<br>
116. ṟah<br>
117. daging<br>
118. oeja'<br>
121. bawa'<br>
122/<br>
123. boeloe<br>
124. hitǐng<br>
125. loei<br>
126. gṟá, hará<br>
127. měhĕngas
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
oe8whaxn0zqxwci1r7vkdd8dyfumkmp
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/510
104
107714
301046
2026-07-04T09:54:40Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
301046
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh|— 4424 —}}</noinclude>Beng lantas prenta koelawarganja Hok Tjiauw bawa poelang peti-maitnja ini panglima almarhoem ka negri Goei.
Disini ada ternjata, sasoeda kaloearken ilmoe siloeman, itoe ferdana mantri bisa berlakoe djoega seperti nabi-nabi jang moera hati.
Sasoedanja oendjoek itoe kamoerahan hati pada koelawarganja Hok Tjiauw, Khong Beng laloe berkata poela pada Goei Jan dan Kiang Wie:
„Kau berdoea djangan lepas doeloe pakean perang, hanja bawalah sekarang djoega itoe balatentara boeat poekoel kota San Koan, kerna kaloe moesoe jang mendjaga itoe kota dapet taoe ini perkara, dengen katakoetan tentoe iaorang lantas melariken diri. Hajo, djangan ajal! Sebab djika kau berlakoe lambat sedikit sadja, nistjaja kau nanti sampe di sana kablakangan dari moesoe poenja bala penoeloeng, hal jang mana boleh menbikin itoe kota tiada begitoe gampang bisa dapat diambil.”
Satelah mendenger ini prenta, Goei Jan dan Klang
Wie lantas bawa balatentaranja menoedjoe ka itoe
kota.
Sebagimana Khong Beng poenja doegaän, bener djoega tempo iaorang sampe di San Koan moesoe jang mendjaga ini kota sigra melariken diri, hingga dengen begitoe itoe kota lantas dapet diambil.
Tida lama poela, sedeng Goei Jan dan Kiang Wie baroe maoe boeka pakean perang, tiba-tiba<noinclude></noinclude>
bwqv46vmmcy2ho6jx3segxll66dawtt
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/511
104
107715
301047
2026-07-04T09:59:48Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
301047
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sikurakurasi" />{{rh|— 4425 —}}</noinclude>iaorang dapet liat dari kadjaoehan di loear kota aboe mengeboel. Itoelah tandanja barisan moesoe mendatengin ka itoe kota.
Goei Jan dan Kiang Wie lantas mengawasin satoe pada l en dengen berkata: „Sinsiang poenja itoeng-itoengan salamanja ada djitoe, hingga soeker bisa dapet ditebak.”
Kamoedian itoe doea orang laloe naek ka atas kota, dari mana iaorang liat dengen tegas balatentara jang dateng itoe ada dipimpin oleh Thio Kap.
Dengen tida menoenggoe lagi sampe moesoe dateng berdeket, iaorang lantas petja balatentaranja boeat mendjaga tempat-tempat iang perloe, hingga Thio Kap jang meliat ini perkara, lantas sadja prenta barisannja moendoer kombali.
Tapi Goei Jan tentoe tida maoe biarken moesoenja moendoer dengen begitoe sadja, ini sebab djoega maka sama-sama balatentaranja ia lantas mengedjer dan membasmi pada marika itoe, hingga soldadoe Goei jang binasa di dalem ini bahaja tida sanggoep diïtoeng brapa banjaknja.
Sasoeda merasa poewas, baroelah Goei Jan biar ken Thio Kap dan kawan-kawannja berlaloe dengen karoesakan besar, sedeng ia sendiri lantas-balik ka dalem kota serta prenta orang kabarken pada Khong Beng apa jang telah kadjadian di itoe waktoe.
Tapi iloe koetika Khong Beng soeda berlaloe dari Tin Tjhong. Ini orang berilmoe telah bawa<noinclude></noinclude>
s710a55yeakbn010yjev5pwrin3ekz7
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/30
104
107716
301049
2026-07-04T10:10:31Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '22 ta-was a-wang la-wan a-wak boe-joeng ba-joer ba-wah ti-was da-joeng da-wai ra-ja de-wi ra-wang sa-wah sa-jap se-wa sa-joer pa-jang wa-li wa-kaf roe-joeng ja-tim da-wat a-jan beng-kak beng-gol ang-ka teng-kar ting-kah ang-goer ting-gi dang-kal bong-kar rang-kak sang-kar tang-goeng ring-git hing-ga pang-koer sang-goel wang-kang mang-ga pang-kat gang-gang lang-kah ang-kat eng-kau sing-gah'
301049
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>22
ta-was
a-wang
la-wan
a-wak
boe-joeng
ba-joer
ba-wah
ti-was
da-joeng
da-wai
ra-ja
de-wi
ra-wang
sa-wah
sa-jap
se-wa
sa-joer
pa-jang
wa-li
wa-kaf
roe-joeng
ja-tim
da-wat
a-jan
beng-kak
beng-gol
ang-ka
teng-kar
ting-kah
ang-goer
ting-gi
dang-kal
bong-kar
rang-kak
sang-kar
tang-goeng
ring-git
hing-ga
pang-koer
sang-goel
wang-kang
mang-ga
pang-kat
gang-gang
lang-kah
ang-kat
eng-kau
sing-gah<noinclude></noinclude>
n20oh7g253k36i6mmut09dxe9rw376e
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/31
104
107717
301050
2026-07-04T10:11:54Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '23 ga - djah gdjh ga - djah . gdjh a-djar hoe-djan ba-djoe ter-djoen ta-djak dja-bat dje-djer djoe-djoer ra-dja re-djang dja-ngan se-djoek toe-djoh hi-djau bi-djak ta-dji'
301050
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>23
ga - djah
gdjh
ga - djah .
gdjh
a-djar
hoe-djan
ba-djoe
ter-djoen
ta-djak
dja-bat
dje-djer
djoe-djoer
ra-dja
re-djang
dja-ngan
se-djoek
toe-djoh
hi-djau
bi-djak
ta-dji<noinclude></noinclude>
g8587e70pa371l5cpwrn06ez3i81zz9
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/32
104
107718
301051
2026-07-04T10:12:04Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '24 tjo - rong tjrng tjo - rong tjrng koen-tji ........ ra-tjoen tjo-tjok de-tjih tjo-reng ri-tjau tjoe-tjoer pe-tjah tjon-dong per-tja pen-tjong tjan-tjang ka-tjau'
301051
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>24
tjo - rong
tjrng
tjo - rong
tjrng
koen-tji
........
ra-tjoen
tjo-tjok
de-tjih
tjo-reng
ri-tjau
tjoe-tjoer
pe-tjah
tjon-dong
per-tja
pen-tjong
tjan-tjang
ka-tjau<noinclude></noinclude>
318a4qz6hoiexkzl42y9v9uzgvln84q
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/33
104
107719
301052
2026-07-04T10:12:15Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '25 pe - njoe P nj pe - njoe nja-ta ro-njok nja-wa re-njah se-njap P nja-nji nja-la pe-njek nji-roe ke-njam njam-pang koe-njit nja-ring ba-njak nja-lang ta-nja nj'
301052
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>25
pe - njoe
P
nj
pe - njoe
nja-ta
ro-njok
nja-wa
re-njah
se-njap
P
nja-nji
nja-la
pe-njek
nji-roe
ke-njam
njam-pang
koe-njit
nja-ring
ba-njak
nja-lang
ta-nja
nj<noinclude></noinclude>
h9tjggwk41u65crmlwxkwp58qs0xy5a
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/34
104
107720
301053
2026-07-04T10:12:24Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '26 tja-bang po-kok boe-lan tim-boel te-lor i-tik bo-lak ba-lik boen-da ham-ba pa-gar roe-joeng me-dja boe-lat oe-djoeng dja-lan tem-pat ha-boe da-wat hi-tam boe-nga dje-poen e-mas oe-rai bi-bir moe-loet bi-dji ma-ta kan-dang a-jam roe-mah ting-gi boe-ah pi-nang. ter-bang la-lat. toe-doeng ting-kap. ma-ta oe-ang. poe-tjoek re-boeng. ka-in ba-djoc. i poen-tja tong- kat. ka-pal a- sap. koe- da i-toe . ta-ngan ka-nan. ka-m...
301053
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>26
tja-bang po-kok
boe-lan tim-boel
te-lor i-tik
bo-lak ba-lik
boen-da ham-ba
pa-gar roe-joeng
me-dja boe-lat
oe-djoeng dja-lan
tem-pat ha-boe
da-wat hi-tam
boe-nga dje-poen
e-mas oe-rai
bi-bir moe-loet
bi-dji ma-ta
kan-dang a-jam
roe-mah ting-gi
boe-ah pi-nang.
ter-bang la-lat.
toe-doeng ting-kap.
ma-ta oe-ang.
poe-tjoek re-boeng.
ka-in ba-djoc.
i
poen-tja tong- kat.
ka-pal a- sap.
koe- da i-toe .
ta-ngan ka-nan.
ka-mi ba-tja.
koe-roeng ba-tang.
ro -kok da- oen.
a-nak lem-boe .
pang-kal pa-ha.
san-dja ka-la.<noinclude></noinclude>
mlbffqn2lx9ww06x0ix64n3infmcf0x
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/503
104
107721
301058
2026-07-04T11:15:14Z
Sikurakurasi
27138
/* Tanpa teks */
301058
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Sikurakurasi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
qh3sh4bm08wwvpt4fi82zay3g387tl2
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/62
104
107722
301059
2026-07-04T11:21:38Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301059
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|61}}</noinclude>kabaran jang menjenengken, sebab belon ada kabar-kabar jang menjataken politie soeda Bertindak dideketnja marika poenja tempat atawa sedikitnja soeda membaoeh itoe komplotan.
Tapi pada hari jang ka ampat, mendadak satoe orang dateng mengadep pada Ong Pah,
sambil berkata:
„Sedikit djaoeh dari ini tempat ada doea orang lagi mendatengin ka sini, belon taoe apa jang djadi marika poenia maksoed“.
Ong Pah lantes panggil Ong Pih dateng, pada siapa kemoedian ia berkata begini:
„Baroesan akoe trima kabar, katanja ini siang ada orang sedeng berdjalan ka ini
djoeroesan, tjobah kaoe saksiken sendiri, siapa jang dateng itoe? Kaloe kiranja ia ada pelantjong jang manis, kita bole tjegat djalannja dan mintain oewang sewa tana“.
Ong Pih jang soeda mengerti maksoednja itoe soedara angkat, lantes berlaloe dengen bawa bebrapa pengikoet.
Tida lama kemoedian betoel djoega ia berpapasan sama doea orang moeda. Jang satoe keliatan sabar, pakeannja saderhana, serba poeti, seblah tangannja ada memegang satoe toembak besar, sedeng diseblahnja ada lagi lain orang moeda, roepanja seperti pengikoet, satoe roejoeng ia selipken diblakang badannja.
Doea doea tida ada bawa barang bekelan.
Sesoedanja marika ampir berdeketan, Ong<noinclude></noinclude>
op2serldbdhdhkw4pxjj3ekrgj3znli
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/63
104
107723
301062
2026-07-04T11:25:56Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301062
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|62|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>Pih menegor katanja :
„Tahan doeloe kaoe poenja tindakan, orang moeda !“ Ia treak sambil brenti dan palangken toembaknja, „sampe di ini wates tana ada kita poenja, menoeroet kita poenja atoeran jang soeda lama berdjalan dengen baik, siapa-siapa jang maoe meliwatin in tempat, haroes lebi doeloe membajar oewang padjek. Satoe orang dimoestiken bajar 20 perak, ketjil besar satoe roepa. Lain dari itoe, orang moesti kombali dan ambil sadja lain djoeroesan jang djadi tananja negrie“.
Itoe orang moeda jang ditegor boekan lain jalah Sin~tjing berdoea Wangpo jang sedeng berdjalan maoe menoedjoe ka Hangtjioe seperti soeda ditoetoerken diatas, tapi mendadak waktoe sampe di itoe tempat, ia djadi koerang mengerti, kenapa djalanan jang begitoe roepa, soeda terang djadi negrie poenja, ada orang jang masi brani mati maoe mengakoe ada djadi wates tananja, dan segala orang jang maoe melintasin disitoe, dimoestiken membajar oewang tjoeke?
Kaloe ia liat keada'annja itoe orang, tida beda seperti orang djahat. Salekasnja Sin~tjing lantes mendoesin kaloe sekarang dirinja sedeng berbadepan sama lain pendjahat jang maoe tjobah halangin perdjalanannja.
„Akoe selama hidoep didoenia, soeda berdjalan antero tempat, belon satoe kali akoe perna bajar oewang sewa tana atawa oewang<noinclude></noinclude>
pf9d3ck5jpvqe3f9pb4bwvgtys4akpv
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/64
104
107724
301063
2026-07-04T11:31:07Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301063
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|63}}</noinclude>padjek dan lain-lain oewang lagi jang saroepa itoe“, Sin~tjing menjaoet sambil bikin persedia'an, „apa lagi pada djalanan jang begini baik, saterang-saterangnja ada djadi negrie poenja tana, bagimana kaoe brani kataini ada kaoe poenja tana wates?“.
Itoe sedikit perkata'an soeda tjoekoep bikin panas hatinja Ong Pih, maka dengen roepa mara ia berkata lagi :
„Tida perdoeli kaoe soeda djalan dimana sadja, tapi atoeran disini ada lain. Akoe tida kenal kaoe siapa, kaloe kaoe maoe djoega paksa liwat ini wates, moesti menoeroet kita poenja atoeran, mengerti ?“.
„Boeat bajar itoe oewang padjek jang kaoe maksoedken, akoe tida kebratan. Tapi sekarang djoestroe akoe tida membawa oewang“. Kata Sin~tjing.
„Kaoe bole kombali“.
„Akoe poenja oeroesan ada sanget penting, akoe moesti djalan disini, Kaoe soeka idzinken akoe dengen baik atawa tida, akoe teroes moesti liwat !“
„Dan kaoe moesti rasaken ini sendjata !“ Treak Ong Pih jang lantes menoesoek pada Sin~tjing.
Sin~tjing dengen lekas engosken dirinja, berbareng dengen itoe, ia membales moesoenja.
Marika berdoea lantes djadi berklai.
Ong Pih bisa mainken sendjatanja sampe bagoes, dari pertama sampe satoe djoeroes lebi,<noinclude></noinclude>
5dbe1ch8v3dlu5kokrcyp0m7twpwyxj
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/65
104
107725
301065
2026-07-04T11:34:21Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301065
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|64|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>ia bisa mendesek Sin~tjing dengen seroe. Sembari berklai ia poenja hati memikir, tida lama lagi tentoe ia bisa tangkep hidoep itoe moesoe brikoet kawannja. Sama sekali ia tida doega, kapan itoe hal adalah lantaran Sin~tjing maoe taoe lebi doeloe brapa besar moesoenja poenja kepandean.
Soeda djadi kebiasa'annja Sin~tjing saben ketemoe moesoe jang ia hadepin, lebi doeloe selaloe ia tahan moesoenja poenja poekoelan sadja, sampe kemoedian sesoeda ia taoe brapa besar adanja itoe moesoe poenja kepandean ilmoe silat, baroelah disitoe ia goenaken kepandeannja boeat djatoken ia poenja tandingan.
Doea djoeroes soeda berlaloe, satoe pada lain masi keliatan tetep belon ada jang keteter. Wangpo dari samping meliat teroes kongtjoenja mainken ia poenja toembak bertaroeng sama itoe kepala rampok. la pikir, tida perloe moesti toeroen tangan lantaran moesoe tjoema satoe. Ia poenja kongtjoe sadja soeda tjoekoep boeat labrak moendoer bebrapa moesoe jang kepandeannja saroepa Ong Pih.
Betoel dioega, blakangan sasoedanja berdjalan sampe 4 djoeroes lebi, Ong Pih baroe mendoesin sama ia poenja kekliroean. Sekarang ia djadi mengerti itoe moesoe jang pertama ia Pandeng enteng dan gampang bisa di kalaken, sebenernja boekan ada djadi ia poenja tandingan.
Ia poenja diri plahan-plahan berbalik kena diangsek sama sendjatanja Sin~tjing.<noinclude></noinclude>
omhqa0ujwqm4t5w60lzcambqrnbp18z
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/66
104
107726
301066
2026-07-04T11:37:31Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301066
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|65}}</noinclude>Sin~tjing soeda tida kasi hati lebi lama pada itoe kepala bangsat. Ia bisa tangkis satoe-satoe Ong Pih poenja serangan, dan berbareng itoe djoega, ia poenja toembak jang besar, keras sekali kasi pembalesan!
Ong Pih jang pikirannia moelai bingoeng, soeda djadi kaloet maenken ia poenja sendjata. Selainnja ia poenja tenaga sekarang, soeda banjak habis, djoega kadoea ia poenja kaki soeda tida bisa menahan berdiri lebi lama.
Satoe sa'at jang paling berbahaja, ja'itoe dikoetika Ong Pih poenja sendjata memoekoel Sin~tjing poenja djoeroesan djoeroesan kepala dengen tenaga habis-habisan, tida terdoega salekasnja Ong Pih poenja sendjata sampe, dengen sebet dan keras Sin~tjing lantes tangkis itoe poekoelan sampe toembaknja Ong Pih terpental !
Baroe sadja Sin-tjing maoe teroesken boeat boenoe sekali pada Ong Pih, mendadak dari lain djoeroesan ada orang bertreak :
„Tahan doeloe !“
Sin~tjing pandeng itoe orang jang baroe dateng. Ia poenja tangan ada pegang doea
pedang pendek, badannja gemoek dan tinggi besar.
Sasoeda itoe orang dateng deket, ia berkata lagi pada Sin~tjing :
„Siapa kaoe, begitoe koerang adjar brani bikin roesoe disini ?“
Sin~tjing pikir, ini orang tentoe ada kawannja itoe perampok jang baroesan ia hampir<noinclude></noinclude>
gp6krq09ufg8julia5hnp7mzk1v2gu6
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/67
104
107727
301071
2026-07-04T11:52:47Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
301071
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|66|{{sp|{{larger|''PENGHIDOEPAN''}}}}|}}</noinclude>dapet boenoe. Ia mengerti, berhadepan sama segala rampok goenoeng jang begini biadab, tida perloe moesti goenaken perkata'an aloes.
„Tida goena kaoe taoe akoe poenja nama, bangsat !“. Saoetnja Sin~tjing dengen soeara aseran, „kaloe betoel kaoe maoe bertanding padakoe, silakenlah madjoe !“
Kombali Sin~tjing angkat toembaknja menjerang pada moesoenja.
Itoe moesoe jang blakangan, boekan lain, iala Ong Pah sendiri, jang begitoe dapet kabar Ong Pih lagi berklai sama Sin~tjing, koeatir itoe soedara moeda kala, ia laloe komendir bebrapa orang sama-sama menjoesoel.
Ong Pah jang kepandeannja banjak lebi tinggi dari Ong Pih, ada djadi tandingan jang loemajan boeat Sin~tjing.
Sin~tjing poen berasa ia sekarang dapetkan tandingan jang satimpal. Ia perhatiken poekoelannja Ong Pah jang menindi atas kepalanja, samping dan bagian bawah. tapi dengen tjeli dan sanget hati² Sin~tjing selaloe bisa menangkis dan membales dengen tida koerang kerasnja.
Sebaliknja Ong Pah djoega mengerti, bahoea orang jang sekarang ada didepannja, ada satoe hohan jang tida bole dipandeng enteng.
Tjepetnja Sin~tjing poenja toembak jang menjamber pergi-dateng, tjobah boekan Ong Pah jang ladenin, tentoe sekali lebi siang soeda makan korban !“<noinclude></noinclude>
7ixkavwfsne5pj7x0o9i5o34r1cv0qu