Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.9 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Templat:HideIfEmpty 10 7399 301594 27263 2026-07-07T06:16:22Z Badak Jawa 19009 /* */ Sudah di interwiki 301594 wikitext text/x-wiki {{IfEmptyDo|action= |action{{{1}}}=class="hiddenStructure"}} <noinclude> [[Kategori:Templat]] </noinclude> 156i9f71dms3ate1rixh1vq1q4lumlu Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/312 104 86845 301541 250840 2026-07-06T12:33:29Z Rachma Arman 21655 /* Tervalidasi */ 301541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rachma Arman" />{{rh||293}}</noinclude>RAD misti djadi Soeltan dan lepas dia soedaranja, itoelah poetra HAMID misti ganti djadi Soeltan." ,, Oendang- oendang mau bagitoe" ; menjaut MANSOER EFFENDI . „ Tetapi" berkata Soeltan, „ akoe mau minta padamoe akan rombak itoe oendang- oendang toea dan hidoepkan oendang- oendang baroe, jang akoe poenja sebab akoe mau anak lalaki poetra JOESOEF nanti ganti tampatkoe." ,,Itoe doea poetra MOERAD dan HAMID kenal Baginda poenja hakh atas ini perkara dan tau jang dia-orang ada poetra lebi toea dan ada poenja hakh atas makotta Soeltan." „Apa itoe poetra-poetra tiada soeka hati?" menanja ABDOEL AZIZ . "Dia orang poedji Baginda poenja parenta dan poenja anoegrah kapada dia-orang, tetapi dari sabela laen dia-orang pikoel hati sakit; " menjaoet Scheik-ul Islam ,,,sebab belon lama poetra MOERAD di tangkap maka tampat tinggalnja di Therapia ada seperti didalam pendjara, dan didjaga oleh penjoeloe Izzet, samoea itoe ada barang jang boekan datang dari Baginda, hanja dari laen orang poenja mau.' Demikian Soeltan mengarti kapada siapa ini poe-<noinclude></noinclude> gz93n9jo5zayxba66z7y0v5tkogovti Halaman:Macao Po.pdf/92 104 89178 301566 256273 2026-07-07T02:55:36Z On Risanti 23075 /* Tervalidasi */ 301566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="On Risanti" />{{rh|90||{{asc|''TJERITA ROMAN''}}}}</noinclude>{{hwe|moean|perdjamoean}} di itoe gedong jang besar boeat rajahken Hoo-liang poenja hari taoen. „Akoe harep kaoe berada dalem slamet, nona,” berkata King-san dalem bahasa Inggris, sesoedahnja ia berhadepan dengen itoe nona, jang sekarang keliatannja ada lebih lelah dan lesoe dari pada ia boeat pertama kali ketamoein padanja. „Och, trima kasih toean, tapi........tapi....... apakah kaoe tida menjesel soedah berboeat ini semoea boeat goenakoe, seorang jang tida berharga lagi boeat kaoe! Kaoe ada satoe gentlemen sedjati sedeng akoe........akoe tida lebih dari satoe {{sp|Macao-po}} jang kotor?” „Kenapa........ kenapa akoe moesti menjesel soedah lakoeken ini aken goenanja kaoe........?” King-san tida bisa teroesken perkata'annja, kerna itoe mata jang tjeli dari A-moay soedah pandeng padanja begitoe roepa, seolah-olah sinarannja lampoe listrik jang bisa bikin boenar matanja..... „Kenapa.... menjesel? Akoe tida nanti merasa menjesel sedikitpoen, malahan akoe merasa bertrima kasih kepada Allah jang soedah beriken akoe kekoeatan pikiran aken satoe kali bisa lepasken kaoe dari itoe bahaja.” A-moay tida brentinja pandeng pada itoe pemoeda jang mempoenjai itoe paras moeka jang gagah dan angker dan tingka lakoenja jang sanget sopan dan terhormat, jang mana bikin ia djoega djatoh hati padanja, tapi ia bisa pertahanken itoe semoea dan laloe berkata: „O, toean King-san........ akoe taoe........ akoe taoe....... jang kaoe soedah tjintain dirikoe........ tapi.... tapi kaoe nanti merasa menjesel kaloe akoe toetoerken apa jang soedah terdjadi atas dirikoe {{hws|se|selamanja}}<noinclude></noinclude> 5frd0ejzqz9y4gokhis9g9mj1176r4n Halaman:Macao Po.pdf/91 104 90168 301565 258402 2026-07-07T02:52:14Z On Risanti 23075 /* Tervalidasi */ 301565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="On Risanti" />{{rh|{{sc|'MACAO-PO}}||89}}</noinclude>Betoel djoega waktoe King-san baroe sadja angkat itoe telefoon ia laloe berkata: „O, saja sebentar aken dateng, toean.” Njata itoe politie ada minta iapoenja dateng ka Hoofdbureau boeat soeka kasihken ketrangan apa-apa jang ia taoe tentang ini oeroesan. Begitoelah sebentar lagi ia soedah berada di depannja itoe kantoran dan waktoe ia maoe bertindak masoek ka itoe gedong, satoe politie bangsa Blanda laloe samperin padanja dan berkata dalem bahasa Blanda: „Politie di Batavia moesti merasa bertrima kasih pada toean, hingga kita bisa bongkar ini komplotan tengkoelak-tengkoelak manoesia, jang memang soedah lama ada mendjadi politie poenja intjeran, tapi jang sebegitoe djaoeh masih tida ada boekti jang terang aken lakoeken itoe penangkepan.” „Saja poen merasa bersoekoer dengen ini semoea. Dan apakah itoe prempoean moeda jang bernama Kong A-moay djoega soedah berada di sini?” Itoe politie mesem, agaknja ia soedah taoe siapa jang dimaksoedken oleh itoe anak moeda. „Ja{{...|8}}” menjaoet itoe politie. „Tapi{{...|8}} tapi{{...|4}}” „Tapi kenapa{{...|8}} apakah ia dapet ketjilaka'an?” „Ach........ baeklah toean ketemoein doeloe itoe nona, jang memangnja ingin bisa djoempahin pada toean dan sesoedahnja ito............” Itoe politie tida landjoetken perkata'annja laloe adjak pada Kingsan masoek boeat ketemoein A-moay jang berada di satoe kamar bersama-sama dengen tida koerang dari delapan prempoean laennja, jang antaranja King-san ada kenalin tempo adanja itoe perdja-<noinclude></noinclude> 7jfv2uu89o4vq4v8off69clt2ukj295 Majalah Horison/1966/Nomor 1/KUBURAN KERAMAT 0 105381 301659 297502 2026-07-07T10:20:54Z Mnam23 12152 301659 wikitext text/x-wiki {{header | title = KUBURAN KERAMAT | author = Mochtar Lubis | translator = | section = | previous = | next = | notes = }} <pages index="Horison_01_1966.pdf" from=7 to=11/> 06zo30u9hyeo06rs3red4j0j2drc3ka Indeks:UploadWizard 102 107581 301556 300736 2026-07-06T15:10:49Z Empat Tilda 13539 added [[Category:Usulan penghapusan]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]] 301556 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140420794 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] [[Kategori:Usulan penghapusan]] h3lp6rv2tvwr0qk63kc4xv4ag10gn8n Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/49 104 107871 301607 301445 2026-07-07T08:01:38Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" /></noinclude>sebelum perkara dimulai, ''mantiiq'' memecahkan sebutir telur yang dicampur dengan ''jomit burai'' dan dioleskan kepada semua yang hadir pada saat itu. ''b) Tanaaq mungkir'' Bertujuan agar kedua belah pihak tidak menyanggah keputusan ''mantiiq''. ''Tanaaq mungkar'' merupakan jaminan dan jika keputusan ''mantiiq'' disanggah maka jaminan menjadi milik ''mantiiq.'' ''c) Lalaakng'' Merupakan pesuruh ''mantiiq'' selama ''besara'' berlangsung. Dalam berperkara pengugat menyiapkan ''ruyaq ialaakng''. ''Ruyaq ialaakng'' terdiri dari satu parang untuk perintis jalan, pisau raut untuk mencungkil apabila terinjak duri, dan satu tombak sebagai tongkat ''lalaakng''. ''d) Pusakng pementuat'' ''Pusakng pementuat'' yang hanya dapat ditangani oleh ''mantiiq'' yang memproses perkara besar tidak boleh diterima oleh ''mantiiq'' yang berusia muda karena dapat mengakibatkan kematian dini. Jika dalam menghadapi perkara yang besar, denda adat yang dijatuhkan oleh ''mantiiq'' dirasakan begitu berat maka pihak yang dikenakan denda adat dapat meminta pengurangan denda adat dari jumlah yang telah ditentukan kepada ''mantiiq''. Permohonan keringanan ini dalam bahasa Dayak Tonyooi dikenal dengan istilah ''‘pempeekng ayaas''. Sementara itu, pada penyelesaian sengketa menurut hukum adat, dikenal tahapan-tahapan dalam proses penyelesaiannya, yakni melalui tahapan proses penyelesaian secara kekeluargaan<ref>Dalam proses penyelesaian secara kekeluargaan biasanya hanya dihadiri oleh kerabat dari tiap-tiap pihak yang beperkara, penyelesaian pada tahap ini juga berdasarkan hukum adat. Penyelesaian secara kekeluargaan bukan merupakan peradilan adat sehingga tidak dilakukan di depan umum.</ref> dan tahapan penyelesaian melalui peradilan adat. Penyelesaian melalui peradilan adat terdiri dari beberapa tahapan, walaupun tahapan ini kini sudah tidak selalu diikuti secara ketat. Tahapan-tahapan penyelesaian sengketa dalam {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|{{Larger|'''36'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur||}}</noinclude> fm60ohprrwm8sslxozfxxcvv0qwveyz Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/9 104 107903 301590 301504 2026-07-07T05:14:28Z Amie.firsa 27188 /* Tervalidasi */ 301590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh|8}} {{rh||PENGHIDOEPAN}}</noinclude> „Akoe tida kira kaoe mempoenjai kepandean sampe begitoe tinggi, kongtjoe!” Achirnja Wangpo berkata. „Soengoe loear biasa!" Katanja lain pengi- koet dengen berbareng. Marika lantes poengoet itoe doea boeroeng dikoempoel djadi satoe sama dapetnja jang doeloean. Sekean lama marika teroes bikin pemboeroean di itoe tempat, sampe matahari soeda mendojong toeroen baroe itoe anak moeda brikoet bebrapa pengikoetnja berdjalan poelang. Apa jang marika dapet ada loemajan djoega, bebrapa boeroeng besar, lima klintji dan tiga ajam alas jang boeloenja sanget bagoes. {{rule|width=8em|height=2px}}<noinclude></noinclude> epxbfgdqfpsn5dhiflp3cavo5wqid6b Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/10 104 107904 301591 301505 2026-07-07T05:24:45Z Amie.firsa 27188 /* Tervalidasi */ 301591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||9}} {{rh||II}}</noinclude>Seperti biasanja saben-saben taoen, kaloe soeda sampe pada tangal lima boelan lima, di Hangtjioe, itoe kota jang tersohor djadi sarangnja prampoean-prampoean eilok dan tjantik, pendoedoeknja laki prampoean, toea moeda, pada goembira merajaken harian Pektjoen. Bebrapa waktoe sabelonnja itoe tanggal sampe. beriboe riboe orang dari banjak tempat pada dateng, plesier di darat dan di aer. Antero straat penoe kandara'an roepa², antero soengei ketjil besar, dimana sadja prauw-prauw bisa masoek, disitoe soeda baniak keramean pada mendjadjar. Satoe pada lain roepanja maoe bagoes-bagoesan. Brapa poeloe riboe oewang soeda dikorbanken boeat itoe kaperloean, jang seperti djoega djadi kebiasa'an oemoem. Dari jang paling boesoek sampe pada jang paling bagoes, semoea kandara'an soeda di pandjang, begitoe djoega sama prauw-prauw, dari kapoenja'annja orang jang paling miskin, sampe pada orang-orang paling hartawan, satoe pada lain saling melerat-melerot tida ada poetoesnja. Segala persedia'an soeda disiapken, tjoema menoengoe datengnja itoe hari jang bergoem- bira. Semoea pendoedoek tida bitjaraken lain, selainnja tanggal lima boelan lima!<noinclude></noinclude> fa3af2korqi2gqsv6a2jvsbg4xpxal1 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/18 104 107907 301598 301509 2026-07-07T07:27:54Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3934 —}}</noinclude>_ „Dan akoe nanti siapken lagi balatentara boeat maloemken prang. Akoe ini, maski poen ada saorang Ban, tapi akoe kenal baek aken ilmoe mengatoer balatentara, maka djikaloe bener-bener sakali lagi Sinsiang soeka biarken akoe poelang kombali, soeda tentoe akoe nanti madjoeken poela balatentara boeat maloemken prang lagi sampe sala satoe ada jang kala. Na, kaloe dalem itoe paprangan Sinsiang bisa tangkep lagi dirikoe ini, itoe waktoelah akoe nanti menaloek betoel-betoel dengen tiada brani poeter-balik lagi ini djandjian." — „Baek; tapi inget betoel-betoel, kaloe sakaii lagi dapet ditangkep dan kau masi bawa sadja lelakon seperti di ini kali, nistjaja kau tiada nanti dapet ampoen lagi begini gampang." Kamoedian itoe orang berilmoe prenta hambanja boekaken tali jang memborgol tangannja itoe Radja asing, jang lantas djoega diadjak doedoek makan minoem bersama sama. Tempo bersantap, ferdana mantri itoe berkata poela: „Ingetlah Beng Hek, sadari akoe toeroen goenoeng, adakah kau perna denger satoe paprangan jang akoe maloemken dengen tiada dapet kamenangan? Atawa adakah satoe tampat jang akoe serang dengen tiada dapet diambil? Maka soenggoe akoe tiada mengarti, mengapa kau, orang di ini negri, masi djoega tiada maoe menaloek!"<noinclude></noinclude> juvk24u5xf8qy5yzc8c35ixyiow267b Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/19 104 107908 301599 301512 2026-07-07T07:32:45Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3955 —}}</noinclude>Beng Hek tinggal diam sadja dengen toendoeken kapalanja. Saäbisnja dahar, Khong Beng adjak Radja Hoe djalan-djalan ka laen-laen pasanggrahan dengen berkoeda, kerna itoe Koensoe hendak banggaken ia poenja ramsoem jang bertoempoek sebagi goenoeng serta segala alat sendjata. Koetika soeda djalan mengider di bebrapa pasangangarahan, Khong Beng adjak Beng Hek itoe meliat balatentaranja. „Soenggoe akoe moesti bilang kau ini ada bodo sekali," kata itoe ferdana mantri sambil mengoendjoek pada soldadoenja itoe: „kaloe sasoeda meliat ini kaädaän masi djoega kau blon maoe menaloek! Tjobalah pikir baek-baek: apa kau ada harepan boeat bisa dapet kamenangan, kaloe akoe ada poenja orang paprangan jang begitoe gaga perkasa serta ramsoem dan alat-send|ata jang begitoe sampoerna? Maka dari pada melawan prang, adalah lebi baek siang-siang kau menaloek; kerna apabila kau soeka toeroet ini nasehat, sigra djoega akoe nanti wartaken pada Baginda Keizer, soepaja Sri Baginda itoe tetepken kau poenja hak toeroen menoeroen boleh doedoek mendjadi Radja di ini negri. Begimana, apa sekarang kau soeka toeroet ini nasehat?" „Akoe sendiri memang tida ada kaberatan boeat loeloesken itoe perkara, tapi begimanatah dengen<noinclude></noinclude> tt5zabmlqmp9ytm7j6g3yaypq6uf9ia Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/20 104 107909 301600 301513 2026-07-07T07:37:04Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3956 —}}</noinclude>akoe poenja rahajat, jang hatinja tentoe blon maoe menaloek?" menjaoet Beng Hek: „Maka kaloe Sinsiang tiada ada halangan boeat kasi akoe poelang kombali, akoe berdjandji, dengen sigra akoe nanti boedjoek sekalian balatentarakoe, soepaja dengen bersatoe hati iaorang toeroet akoe menaloek." Khong Beng ber'akoe girang, seperti djoega ia ada pertjaja aken itoe djandjian. Sigra djoega itoe doea orang soeda balik ka pasanggrahan, dimana kombali ferdana mantri itoe silaken Beng Hek doedoek bersantep. Tempo matahari dojong ka Koelon, baroelah itoe Radja jang bantahan amat berpamitan boeat berdjalan poelang. Khong Beng anter dia itoe sampe di soengei Louw Soei, dan koetika ia soeda menjebrang di itoe soengei, baroelah koensoe itoe balik kombali ka pasanggrahan sendiri. Sapandjang djalan Beng Hek itoe giginja bertjatroek-tjatroek, oleh kerna merasa amat goesar pada Tang To Na dan A HweeLam jang soeda aniaja ia poenja diri. Maka sasampenja di pasanggrahan sendiri, lantas djoega ia semboeniken bebrapa algodjo dalem tendanja. Kamoedian ia prenta orang jang boleh dipertjaja pergi ka pasanggrahannja Tang To Na dan A Hwee Lam boeat panggil itoe doea orang dateng samboet oetoesan jang Khong Beng kirim. Beng Hek goenaken ini akal, oleh kerna ia kwatir itoe doea orang jang dipanggil tiada nanti maoe dateng mengadep.<noinclude></noinclude> 3qlu2s9z621giw1idvdn5yt32nhvg7w Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/9 104 107912 301606 301521 2026-07-07T07:57:05Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||'''1'''}}</noinclude>[[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 09 crop).jpg|nirbing|pus]] {| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;" | ro - da || ''ro - da'' |- | o a || ''o a'' |- | r d || ''r d'' |-} [[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 09 crop).jpg|nirbing|pus]] {| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;" | ma - ta || ''ma - ta'' |- | a || ''a'' |- | m t || ''m t'' |-}<noinclude></noinclude> tjxhvhsmr3vv1snev9b36vve1rq1xzf Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/370 104 107913 301577 301527 2026-07-07T03:44:01Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4292 —}}</noinclude>kota Sé Shia, itoe waktoe Soe-Ma Ie sedeng liwat di djalanan goenoeng Boe Kong San. Dan ia djadi sanget terkedjoet, tempo ia lagi liwat di lamping goenoeng, koenjoeng-koenjoeng ia dapet denger swara tetaboean perang, jang diberikoetken djoega dengen treakan „boenoe! boenoe!" la lantas menengok pada doea poetranja, dan berkata; „Tah, apa akoe bilang? Soekoer sekali akoe lari! Tjobalah kaloe tida, soeda tentoe kitaorang telah kena ditipoe oleh Tjoe-Kat Liang!" Mingkin lama itoe swara kadengeran semingkin riboet, dan sigra djoega satoe barisan dateng menjerang dari djalan besar. Itoe barisan, sebagimana benderanja ada menjataken, ada dipimpin oleh Joe-houw-we-soe Houw-ek-Tjiangkoen Thio Pauw. Baroe sadja kena hawanja itoe barisan jang mendatengin, Soe-Ma Ie poenja soldadoe soeda lantas melepasken pakean-perangnja dan melarikan diri sambil mensèrèt iaorang poenja alat sendjata. Djoega, sedeng lari blon sabrapa djaoe, kombali iaorang soeda dapet denger poela swara tetaboean perang jang kaloear dari soeatoe djalanan goenoeng. Sabentar lagi satoe bendera besar moelai kaliatan, pada bendera mana ada terloekis ini hoeroef-hoeroef: Tjo-houw-we-soe Liong-siang-Tjiangkoen Kwan Hin. Iaorang tida bisa doega brapa besar djoemblanja moesoe, jang tiap kali bersoerak, swaranja ada<noinclude></noinclude> ogrri1lie7ffomn3svfwbu64ivdxxoc Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/371 104 107915 301578 301537 2026-07-07T03:48:42Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4293 —}}</noinclude>dioelangin dengen koemandang jang terbit dari itoe djalanan jang terapit goenoeng. Sebab begitoe, iaorang djadi tida brani tinggal lama di itoe tempat, dan kapaksa lantas boewang sama-sekali barangbekelannja, soepaja djadi lebi laloeasa di waktoe sipat koeping. Kwan Hin dan Thio Pauw tida mengedjer pada marika itoe, oleh kerna tida brani melanggar Sinsiang poenja pesenan. Ini doea djedjaka soeda merasa tjoekoep dengen bawa poelang sadja itoe barang-barang bekelan jang moesoe kasi tinggal di tenga djalan. Tapi ini doea panglima moeda, jang soeda pegat semoea djalanan goenoeng, ada berlakoe tjerdik sekali, kerna koetika meliat Soe-Ma Ie soeda balik kombali ka djalanan jang teroes ka Ke Teng, sebab ini Touwtok tida brani kaloear ka djalan besar, baroelah iaorang tarik poelang balatentaranja. Itoe waktoe Tjo Tjin poen telah dapet kabar dari hal Khong Beng telah moendoerken barisannja. Maka soepaja tida katinggalan terlaloe djaoe dari tindakannja Soe-Ma Ie jang dalem itoe paperangan telah dapetken pahala besar, dengen sigra ia lantas madjoeken balatentara boeat mengedjer pada moesoe. Tapi koetika ia liwat di lamping goenoeng, dl sitoe koenjoeng-koenjoeng ia dapet denger satoe tanda resia, dan berbareng dengen itoe, ia Hat di salebar<noinclude>{{rh|Sam Kok|||263}}</noinclude> 80dsieub22jx8vp1yyzacotppnlxqdj Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/102 104 107916 301538 2026-07-06T12:14:03Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 301538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>yang demikian, menghendaki beberapa persyaratan sebelum seseorang melangsungkan perkawinan. Pada penjelasan dikemukakan bahwa usia perkawinan yang ideal adalah 20–25 tahun bagi seorang wanita karena pada usia tersebut ia sudah siap secara mental spritual mengimbangi suami, dan begitu juga bagi pria, usia 25–30 tahun sudah dianggap siap berumah tangga, seorang pria sudah bekerja. Syarat selanjutnya adalah adanya persetujuan kedua belah pihak keluarga. Selanjutnya si pria menyerahkan suatu ikatan perkawinan berupa seperangkat peralatan wanita dengan seperlunya. Harus mempunyai wali bagi wanita yang belum dewasa. Adapun bagi wanita yang berstatus janda, setelah berpisah dan bercerai masih harus menunggu masa idah sesuai ketentuan hukum Islam yang berlaku, serta tidak pernah berpisah atau bercerai dengan suami pertama untuk kedua kalinya. Persyaratan lain adalah permintaan izin dari pihak pria yang akan mengadakan poligami kepada istrinya. '''3. Memilih Pasangan''' Dahulu kala memilih pasangan sudah ditentukan oleh orang tua dengan menjodohkan anak-anak mereka, bahkan ketika masih dalam kandungan. Kedua orang tua, baik pria maupun wanita, sepakat untuk menjodohkan kedua anaknya. Saat ini jodoh dicari sendiri oleh mereka. Pihak orang tua hanya merestui keinginan anaknya untuk kawin dengan pemuda idamannya. Penilaian terhadap calon menantu cukup cepat, yang penting mereka bisa bertanggung jawab terhadap istrinya. Tidak ditemui tata cara yang pernah dilakukan pada zaman dahulu, yakni pihak orang tua laki-laki mengundang calon istri anaknya untuk berayak atau bertandang ke rumah, melihat perilaku calon menantu yang akan kawin dengan anaknya. Perilaku menjadi salah satu syarat orang tua kepada calon menantunya. Jika perilaku cukup baik, calon mertua secepatnya mengawinkan mereka. Namun, jika perilaku kurang baik, calon mertua bisa menunda sampai waktu yang ditentukan. Hal ini sudah tidak ada lagi. Praktik adat yang biasa mereka lakukan sudah berubah dalam kehidupan masyarakat. Pilihan terbaik diseleksi secara langsung oleh anaknya. Orang tua sudah tidak lagi mencampuri urusan mereka. Namun<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|{{larger|'''89'''}}}}</noinclude> nsf8p0cp5chbirk6z1iityddio0vtnu 301575 301538 2026-07-07T03:34:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Tervalidasi */ 301575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>yang demikian, menghendaki beberapa persyaratan sebelum seseorang melangsungkan perkawinan. Pada penjelasan dikemukakan bahwa usia perkawinan yang ideal adalah 20–25 tahun bagi seorang wanita karena pada usia tersebut ia sudah siap secara mental spritual mengimbangi suami, dan begitu juga bagi pria, usia 25–30 tahun sudah dianggap siap berumah tangga, seorang pria sudah bekerja. Syarat selanjutnya adalah adanya persetujuan kedua belah pihak keluarga. Selanjutnya si pria menyerahkan suatu ikatan perkawinan berupa seperangkat peralatan wanita dengan seperlunya. Harus mempunyai wali bagi wanita yang belum dewasa. Adapun bagi wanita yang berstatus janda, setelah berpisah dan bercerai masih harus menunggu masa idah sesuai ketentuan hukum Islam yang berlaku, serta tidak pernah berpisah atau bercerai dengan suami pertama untuk kedua kalinya. Persyaratan lain adalah permintaan izin dari pihak pria yang akan mengadakan poligami kepada istrinya. {{ol|start=3|'''Memilih Pasangan'''}} Dahulu kala memilih pasangan sudah ditentukan oleh orang tua dengan menjodohkan anak-anak mereka, bahkan ketika masih dalam kandungan. Kedua orang tua, baik pria maupun wanita, sepakat untuk menjodohkan kedua anaknya. Saat ini jodoh dicari sendiri oleh mereka. Pihak orang tua hanya merestui keinginan anaknya untuk kawin dengan pemuda idamannya. Penilaian terhadap calon menantu cukup cepat, yang penting mereka bisa bertanggung jawab terhadap istrinya. Tidak ditemui tata cara yang pernah dilakukan pada zaman dahulu, yakni pihak orang tua laki-laki mengundang calon istri anaknya untuk berayak atau bertandang ke rumah, melihat perilaku calon menantu yang akan kawin dengan anaknya. Perilaku menjadi salah satu syarat orang tua kepada calon menantunya. Jika perilaku cukup baik, calon mertua secepatnya mengawinkan mereka. Namun, jika perilaku kurang baik, calon mertua bisa menunda sampai waktu yang ditentukan. Hal ini sudah tidak ada lagi. Praktik adat yang biasa mereka lakukan sudah berubah dalam kehidupan masyarakat. Pilihan terbaik diseleksi secara langsung oleh anaknya. Orang tua sudah tidak lagi mencampuri urusan mereka. Namun<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|{{larger|'''89'''}}}}</noinclude> imyb8qbw0kix86ir0w0edhjdv6p4ybt 301576 301575 2026-07-07T03:34:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 301576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>yang demikian, menghendaki beberapa persyaratan sebelum seseorang melangsungkan perkawinan. Pada penjelasan dikemukakan bahwa usia perkawinan yang ideal adalah 20–25 tahun bagi seorang wanita karena pada usia tersebut ia sudah siap secara mental spritual mengimbangi suami, dan begitu juga bagi pria, usia 25–30 tahun sudah dianggap siap berumah tangga, seorang pria sudah bekerja. Syarat selanjutnya adalah adanya persetujuan kedua belah pihak keluarga. Selanjutnya si pria menyerahkan suatu ikatan perkawinan berupa seperangkat peralatan wanita dengan seperlunya. Harus mempunyai wali bagi wanita yang belum dewasa. Adapun bagi wanita yang berstatus janda, setelah berpisah dan bercerai masih harus menunggu masa idah sesuai ketentuan hukum Islam yang berlaku, serta tidak pernah berpisah atau bercerai dengan suami pertama untuk kedua kalinya. Persyaratan lain adalah permintaan izin dari pihak pria yang akan mengadakan poligami kepada istrinya. {{ol|start=3|'''Memilih Pasangan'''}} Dahulu kala memilih pasangan sudah ditentukan oleh orang tua dengan menjodohkan anak-anak mereka, bahkan ketika masih dalam kandungan. Kedua orang tua, baik pria maupun wanita, sepakat untuk menjodohkan kedua anaknya. Saat ini jodoh dicari sendiri oleh mereka. Pihak orang tua hanya merestui keinginan anaknya untuk kawin dengan pemuda idamannya. Penilaian terhadap calon menantu cukup cepat, yang penting mereka bisa bertanggung jawab terhadap istrinya. Tidak ditemui tata cara yang pernah dilakukan pada zaman dahulu, yakni pihak orang tua laki-laki mengundang calon istri anaknya untuk berayak atau bertandang ke rumah, melihat perilaku calon menantu yang akan kawin dengan anaknya. Perilaku menjadi salah satu syarat orang tua kepada calon menantunya. Jika perilaku cukup baik, calon mertua secepatnya mengawinkan mereka. Namun, jika perilaku kurang baik, calon mertua bisa menunda sampai waktu yang ditentukan. Hal ini sudah tidak ada lagi. Praktik adat yang biasa mereka lakukan sudah berubah dalam kehidupan masyarakat. Pilihan terbaik diseleksi secara langsung oleh anaknya. Orang tua sudah tidak lagi mencampuri urusan mereka. Namun<noinclude>{{rh|||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat {{larger|'''89'''}}}}</noinclude> tivrnj5tw2qz77rqz64q2bnuxunl4r7 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/372 104 107917 301539 2026-07-06T12:22:52Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4294 —}}</noinclude>tegalan sampe di goenoeng-goenoeng telah penoe dengen soidadoe Siok jang mendatengin sebagi semoet. Kadatengannja itoe balatentara jang dikapalaken oleh Klang Wie dan Ma Taij telah membikin Tjo Tjin djadi sanget terkedjoet, hingga di itoe saät djoega ia lantas tarik kembali balatentaranja, tapi dengen dapet sedikit karoegian, oleh kerna ia poenja Sianhong jang bernama Tan Tjauw telah diboenoe oleh Ma Taij. Kiang Wie dan Ma Taö tida mengedjer pada moesoenja itoe, hanja tempo marika itoe soeda moendoer semoea, di waktoe tenga malem iaorang berdoea lantas tarik barisann ja poelang ka Han Tiong. Sekarang kita pergi liat Tio In dan Teng Tji, jang semboeniken balatentaranja di djaianan Kie Kok. Tempo ini doea orang dapet prenta dari Khong Beng, jang soeroe iaorang tarik poelang soldadoenja jang mengoempet di itoe tempat, Tio In lantas berkata pada Teng Tji: „Menoeroet akoe poenja doegaän, djikaloe moesoe dapet taoe kita poenja soldadoe berangkat poelang, nistjaia marika itoe nanti mengedjer. Dari itoe, sedeng akoe nanti pergi semboeniken satoe ba­risan di sebla blakang, Slanseng boleh moendoerken itoe laen barisan dengen pelahan. tapi djoega dengen kibarken akoe poenja bendera, kerna tjara begini akoe bisa lindoengken kau di sapandjang djalan."<noinclude></noinclude> ssjshybug03gm0reiv6j39kezmazd4y 301579 301539 2026-07-07T03:53:15Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4294 —}}</noinclude>tegalan sampe di goenoeng-goenoeng telah penoe dengen soidadoe Siok jang mendatengin sebagi semoet. Kadatengannja itoe balatentara jang dikapalaken oleh Kiang Wie dan Ma Taij telah membikin Tjo Tjin djadi sanget terkedjoet, hingga di itoe saät djoega ia lantas tarik kembali balatentaranja, tapi dengen dapet sedikit karoegian, oleh kerna ia poenja Sianhong jang bernama Tan Tjauw telah diboenoe oleh Ma Taij. Kiang Wie dan Ma Taij tida mengedjer pada moesoenja itoe, hanja tempo marika itoe soeda moendoer semoea, di waktoe tenga malem iaorang berdoea lantas tarik barisannja poelang ka Han Tiong. Sekarang kita pergi liat Tio In dan Teng Tji, jang semboeniken balatentaranja di djalanan Kie Kok. Tempo ini doea orang dapet prenta dari Khong Beng, jang soeroe iaorang tarik poelang soldadoenja jang mengoempet di itoe tempat, Tio In lantas berkata pada Teng Tji: „Menoeroet akoe poenja doegaän, djikaloe moesoe dapet taoe kita poenja soldadoe berangkat poelang, nistjaia marika itoe nanti mengedjer. Dari itoe, sedeng akoe nanti pergi semboeniken satoe ba­risan di sebla blakang, Sianseng boleh moendoerken itoe laen barisan dengen pelahan. tapi djoega dengen kibarken akoe poenja bendera, kerna tjara begini akoe bisa lindoengken kau di sapandjang djalan."<noinclude></noinclude> b3uf5i76qzab8jt03pjnb0fzm7c7qs3 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/107 104 107918 301540 2026-07-06T12:26:21Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 301540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>dan meriah dengan suara khas yang merdu. Isi dari ''tarsul'' tersebut bercerita tentang perkawinan kedua mempelai sejak dari awal percintaan sampai bersanding, diselingi dengan pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang menakdirkan segalanya. Pada akhir pantun dipanjatkan doa agar kedua mempelai diberkahi anak-anak yang saleh. Pembacaan ''tarsul'' menggunakan seperangkat perlengkapan ''tarsul'' yang disebut Astagona berupa rangkaian pohon yang berupa pohon hayat. Pembacaan ''tarsul'' ditutup dengan pembacaan doa bagi keselamatan semua hadirin yang menghadiri acara tersebut. Acara selanjutnya adalah pemberian restu atau upacara selamat kepada kedua mempelai yang biasanya didahului kedua orang tua dan disusul oleh yang lainnya. Baju Kutai setengah dipakai pada acara perkawinan. Kemudian, acara selanjutnya disebut acara ''naik Mentuha'' yang artinya kedua mempelai tadi diarak dibawa ke tempat orang tua pengantin pria. Para pengantar pengantin disuguhi makanan yang telah disiapkan oleh keluarga pengantin pria, dikhususkan juga makanan buat pengantin dan kue-kue khas serta pembacaan doa selamat untuk keselamatan keluarga keduanya. Selesai acara bersantap, kedua mempelai tadi akan dibawa kembali ke rumah orang tua si wanita. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan pengantin pria kepada orang tua pegantin wanita. Yang menyampaikan penyerahan tersebut adalah orang tertua yang ditunjuk untuk mewakili keluarga pengantin pria. Penyerahan pengantin pria tersebut biasanya dengan kata-kata yang merendahkan diri, yaitu: “Kami atas nama keluarga pengantin pria menyerahkan anak kami ini dengan Gambar 4.1 Baju Kutai Setengah<noinclude>{{rh|{{larger|'''94'''}}|{{left|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}}}</noinclude> p100pppc07v9jie4ap6td4hq2sn7vqo Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/373 104 107919 301542 2026-07-06T12:35:02Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{rh||— 4295 —}}</noinclude>Teng Tjl lantas menoeroet. Sebagimana Tio In poenja doegaän, bener djoega tida lama poela Kwee Hoaij dan angkatan-perangnja jang dari Lioe Shia balik kombali ka djalanan Kie Kok telah sampe di ini djalanan. Kwee Hoaq taoe begimana kagagahannja Tio In. Maka satelah sampe di itoe djalanan, ia lantas pesen Sianhong Souw Gang begini: „Sebagimana jang akoe taoe, Tio In itoe ada satoe panglima dari karadjaän Slok, jang boekan sadja ada berakal boedi, tapi djoega ia ada begitoe gaga, hingga tida saorang jang sanggoep bertanding padanja. Maka kaloe ia moendoerken balatentaranja, haroeslah kau berlakoe ati-ati sekali, kerna di waktoe moendoer, biasanja, tentoe ia ada semboeniken bala­ tentara boeat labrak moesoe jang mengedjer." Tapi Souw Gang, Jang brangkali kira diri sendiri ada lebi gaga dari itoe panglima, lantas berkata dengen girang: „Asal sadja Touwtokmaoemenoeloeng, akoe brani sanggoepin jang akoe nanti dapet tawan Tio In itoe idoep-idoep." Saäbisnja bri penjaoetan begitoe, dengen tiga riboe soldadoe Souw Gang lantas madjoe menge­djer moesoe di djalanan Kie Kok. Pelahan-pelahan moesoe jang ia kedjer soeda ampir katjandak. Tapi itoe waktoe, dengen terkedjoet ia dapet liat moentjoelnja satoe bendera mera dari lamping soeatoe boekit, dan pada ben-<noinclude></noinclude> 18o0gp5dj9pw28ftq5pgdxg6z6ohhyn 301543 301542 2026-07-06T12:35:25Z Dankkum dunya 25589 301543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4295 —}}</noinclude>Teng Tjl lantas menoeroet. Sebagimana Tio In poenja doegaän, bener djoega tida lama poela Kwee Hoaij dan angkatan-perangnja jang dari Lioe Shia balik kombali ka djalanan Kie Kok telah sampe di ini djalanan. Kwee Hoaq taoe begimana kagagahannja Tio In. Maka satelah sampe di itoe djalanan, ia lantas pesen Sianhong Souw Gang begini: „Sebagimana jang akoe taoe, Tio In itoe ada satoe panglima dari karadjaän Slok, jang boekan sadja ada berakal boedi, tapi djoega ia ada begitoe gaga, hingga tida saorang jang sanggoep bertanding padanja. Maka kaloe ia moendoerken balatentaranja, haroeslah kau berlakoe ati-ati sekali, kerna di waktoe moendoer, biasanja, tentoe ia ada semboeniken bala­ tentara boeat labrak moesoe jang mengedjer." Tapi Souw Gang, Jang brangkali kira diri sendiri ada lebi gaga dari itoe panglima, lantas berkata dengen girang: „Asal sadja Touwtokmaoemenoeloeng, akoe brani sanggoepin jang akoe nanti dapet tawan Tio In itoe idoep-idoep." Saäbisnja bri penjaoetan begitoe, dengen tiga riboe soldadoe Souw Gang lantas madjoe menge­djer moesoe di djalanan Kie Kok. Pelahan-pelahan moesoe jang ia kedjer soeda ampir katjandak. Tapi itoe waktoe, dengen terkedjoet ia dapet liat moentjoelnja satoe bendera mera dari lamping soeatoe boekit, dan pada ben-<noinclude></noinclude> 63ge1s20tl8cbrf111xi56qp67qu7xb 301580 301543 2026-07-07T03:58:38Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4295 —}}</noinclude>Teng Tjl lantas menoeroet. Sebagimana Tio In poenja doegaän, bener djoega tida lama poela Kwee Hoaij dan angkatan-perangnja jang dari Lioe Shia balik kombali ka djalanan Kie Kok telah sampe di ini djalanan. Kwee Hoaq taoe begimana kagagahannja Tio In. Maka satelah sampe di itoe djalanan, ia lantas pesen Sianhong Souw Gang begini: „Sebagimana jang akoe taoe, Tio In itoe ada satoe panglima dari karadjaän Siok, jang boekan sadja ada berakal boedi, tapi djoega ia ada begitoe gaga, hingga tida saorang jang sanggoep bertanding padanja. Maka kaloe ia moendoerken balatentaranja, haroeslah kau berlakoe ati-ati sekali, kerna di waktoe moendoer, biasanja, tentoe ia ada semboeniken bala­ tentara boeat labrak moesoe jang mengedjer." Tapi Souw Gang, Jang brangkali kira diri sendiri ada lebi gaga dari itoe panglima, lantas berkata dengen girang: „Asal sadja Touwtok maoe menoeloeng, akoe brani sanggoepin jang akoe nanti dapet tawan Tio In itoe idoep-idoep." Saäbisnja bri penjaoetan begitoe, dengen tiga riboe soldadoe Souw Gang lantas madjoe menge­djer moesoe di djalanan Kie Kok. Pelahan-pelahan moesoe jang ia kedjer soeda ampir katjandak. Tapi itoe waktoe, dengen terkedjoet ia dapet liat moentjoelnja satoe bendera mera dari lamping soeatoe boekit, dan pada ben-<noinclude></noinclude> 9lkwe3ehlszgl52sq39v0nguympusik Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/374 104 107920 301544 2026-07-06T12:41:00Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4296 —}}</noinclude>dera itoe ada tertoelis namanja Tio In dengen hoeroef poeti. Dan ini doea hoeroef soeda floekoep boeat kedja ia lantas tarik kombali balatentaranja, maski bermoela di hadepan Kwee Hoaij ia telah kaloear kata, bahoea ia sanggoep tawan pada Tio In. Dari sitoe Souw Gang balik kembali ka djalanan, dari mana baroesan ia telah dateng. Tapi baroe ia liwatin ini djalanan bebrapa paal djaoenja, koenjoeng-koenjoeng ia dipegat oleh satoe barisan jang baroe kaloear dari tempatnja semboeni sambil bersoerak-soerak. Satoe panglima perang jang kapalaken itoe ba­risan lantas gertak koedanja menghampirken pada Souw Gang sambil bertreak: „Hei, djahanam! apa kau kenal ini Tio Tjoe Liong?" Souw Gang djadi sanget terkedjoet, sedeng ini perkataän lantas kaloear dari moeloetnia: „Inilah aneh....... begimana di sini boleh ada lagi satoe Tio Tjoe Liong?" Sedeng ia menggeredeng begitoe, toembaknja Tio In sampe, dan dari sebab ia goegoep menangkis, maka sigra djoega ia soeda roeboe ka tana dengen dapet satoe tikeman jang membikin poetoes djiwania. Souw Gang almarhoen poenja soldadoe lantas lari toempang sioer, sedeng Tio In laloe teroesken perdjalanannja.<noinclude></noinclude> dqy5q0frgdzb0l6zdkel75pfx6r0ysa 301581 301544 2026-07-07T04:02:00Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4296 —}}</noinclude>dera itoe ada tertoelis namanja Tio In dengen hoeroef poeti. Dan ini doea hoeroef soeda tjoekoep boeat kedja ia lantas tarik kombali balatentaranja, maski bermoela di hadepan Kwee Hoaij ia telah kaloear kata, bahoea ia sanggoep tawan pada Tio In. Dari sitoe Souw Gang balik kembali ka djalanan, dari mana baroesan ia telah dateng. Tapi baroe ia liwatin ini djalanan bebrapa paal djaoenja, koenjoeng-koenjoeng ia dipegat oleh satoe barisan jang baroe kaloear dari tempatnja semboeni sambil bersoerak-soerak. Satoe panglima perang jang kapalaken itoe ba­risan lantas gertak koedanja menghampirken pada Souw Gang sambil bertreak: „Hei, djahanam! apa kau kenal ini Tio Tjoe Liong?" Souw Gang djadi sanget terkedjoet, sedeng ini perkataän lantas kaloear dari moeloetnia: „Inilah aneh....... begimana di sini boleh ada lagi satoe Tio Tjoe Liong?" Sedeng ia menggeredeng begitoe, toembaknja Tio In sampe, dan dari sebab ia goegoep menangkis, maka sigra djoega ia soeda roeboe ka tana dengen dapet satoe tikeman jang membikin poetoes djiwanja. Souw Gang almarhoen poenja soldadoe lantas lari toempang sioer, sedeng Tio In laloe teroesken perdjalanannja.<noinclude></noinclude> 4re5plrcxjgx0zg3hy9suzug003kznq Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/90 104 107921 301545 2026-07-06T14:17:16Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh|||4002}}</noinclude>- 4022 - Di itoe negri tida didjalanken laen hoekoeman dari pada hoekoeman tabas leher — maski boeat pelanggaran jang paling ketjil. Atoeran jang haroes dapet poedjian paling be­sar, jaitoelah itoe bangsa poenja atoeran kamenoesiaän. Anak-anak prampoean di itoe negri jang soeda tjoekoep oemoer, salamanja boleh mandi di kali bertjampoeran sama orang-orang lelaki, dengen siapa iaorang boleh berboeat sasoekanja, sedeng orang toeanja tiada melarang. Dan lebi loetjoe lagi, boeat itoe perkara iaorang namaken Hak Gé atawa „beladjar kapandean gerakan badan." Saban taon, melaenken kaloe baniak toeroen oedjan iaorang baroe tanem padi, gandoem dan sebaginja, samentara kaloe tetanemannja tida djadi, lantas djoea iaorang potong oeler dan gadja: jang pertama dimasak soep, sedeng jang laen diboeat gantinja nasi Tiap-tiap doesoen ada doea orang jane mendjadi kapala; jang pertama dibri nama Thong Tji, dan jang kadoea diseboet Joe Tiang. Saban boelan doea kali, jaitoe Tjhé-it dan Tjapgo, kota Sam Kang Shia diboeat pangkalan dagang, dimana iaorang mendjoeal-bli, tapi boekan dengen oewang, hanja barang menoekar barang. Demikianlah ringkesnja adat kabiasaän di negri Lam Ban. Tatkala Beng Hek soeda kombali dalem gowa-<noinclude></noinclude> 03zekr0qu6sj7q53l40awvrp6j025gp 301570 301545 2026-07-07T03:12:45Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4002 —}}</noinclude> Di itoe negri tida didjalanken laen hoekoeman dari pada hoekoeman tabas leher — maski boeat pelanggaran jang paling ketjil. Atoeran jang haroes dapet poedjian paling be­sar, jaitoelah itoe bangsa poenja atoeran kamenoesiaän. Anak-anak prampoean di itoe negri jang soeda tjoekoep oemoer, salamanja boleh mandi di kali bertjampoeran sama orang-orang lelaki, dengen siapa iaorang boleh berboeat sasoekanja, sedeng orang toeanja tiada melarang. Dan lebi loetjoe lagi, boeat itoe perkara iaorang namaken Hak Gé atawa „beladjar kapandean gerakan badan." Saban taon, melaenken kaloe banjak toeroen oedjan iaorang baroe tanem padi, gandoem dan sebaginja, samentara kaloe tetanemannja tida djadi, lantas djoea iaorang potong oeler dan gadja: jang pertama dimasak soep, sedeng jang laen diboeat gantinja nasi Tiap-tiap doesoen ada doea orang jang mendjadi kapala; jang pertama dibri nama Thong Tji, dan jang kadoea diseboet Joe Tiang. Saban boelan doea kali, jaitoe Tjhé-it dan Tjap-go, kota Sam Kang Shia diboeat pangkalan dagang, dimana iaorang mendjoeal-bli, tapi boekan dengen oewang, hanja barang menoekar barang. Demikianlah ringkesnja adat kabiasaän di negri Lam Ban. Tatkala Beng Hek soeda kombali dalem gowa-<noinclude></noinclude> a1c7l6ji2oqyewuv8mvzfrh3747wjqv Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/375 104 107922 301546 2026-07-06T14:25:08Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4297 —}}</noinclude>Sembari djalan, sabentar-bentar Tio In menengok ka blakang, dan koetika ia dapet liat ada lagi moesoe jang mengedler, ia lantas tahan koedanja di moeloet djalanan boeat toenggoe datengnja marika itoe. Balatentaranja ia soeroe berangkat lebi doeloe, dan brangkali koetika marika ini soeda moendoer lagi tigapoeloe paal djaoenja, soldadoe Goei jang raengedjer baroe sampe di itoe moeloet dialanan. Ini barisan ada dikapalaken oleh satoe ponggawa perang bernama Ban Tjeng, jang bekerdja di bawa prentanja Kwee Hoaij. Tapi satelah ia meliat panglima jang berdiri di moeloet itoe djalanan Tio In adajia, Ban Tjeng lan­tas tida brani madjoe lebi djaoe, oleh kerna ia kenal baek, begimana kagagahannja itoe panglima toea. Maski soeda kentara moesoe tida brani dateng hampirken, tapi Tio In teroes tinggal berdiri di itoe tempat, dan baroelah ia biloeken koedanja dan moendoer dengen pelahan, koetika matahari soeda silem ka Barat. Tida lama kamoedian Kwee Hoaij dengen barisannja poen sampe di itoe tempat. Ban Tjeng sigra bri taoe pada itoe Touwtok, begimana, lantaran meliat kagagahan Tio In masi seperti doeloe sadja, maka ia tida brani deketin itoe panglima toea. Tapi Kwee Hoaij maoe djoega soeroe Ban Tjeng mengedjer, ini sebab, maka kamoedian sama-sama<noinclude></noinclude> dupgj2t712rvfk3xjt0j9hr8getiseu 301582 301546 2026-07-07T04:05:05Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4297 —}}</noinclude>Sembari djalan, sabentar-bentar Tio In menengok ka blakang, dan koetika ia dapet liat ada lagi moesoe jang mengedjer, ia lantas tahan koedanja di moeloet djalanan boeat toenggoe datengnja marika itoe. Balatentaranja ia soeroe berangkat lebi doeloe, dan brangkali koetika marika ini soeda moendoer lagi tigapoeloe paal djaoenja, soldadoe Goei jang mengedjer baroe sampe di itoe moeloet djalanan. Ini barisan ada dikapalaken oleh satoe ponggawa perang bernama Ban Tjeng, jang bekerdja di bawa prentanja Kwee Hoaij. Tapi satelah ia meliat panglima jang berdiri di moeloet itoe djalanan Tio In adanja, Ban Tjeng lan­tas tida brani madjoe lebi djaoe, oleh kerna ia kenal baek, begimana kagagahannja itoe panglima toea. Maski soeda kentara moesoe tida brani dateng hampirken, tapi Tio In teroes tinggal berdiri di itoe tempat, dan baroelah ia biloeken koedanja dan moendoer dengen pelahan, koetika matahari soeda silem ka Barat. Tida lama kamoedian Kwee Hoaij dengen barisannja poen sampe di itoe tempat. Ban Tjeng sigra bri taoe pada itoe Touwtok, begimana, lantaran meliat kagagahan Tio In masi seperti doeloe sadja, maka ia tida brani deketin itoe panglima toea. Tapi Kwee Hoaij maoe djoega soeroe Ban Tjeng mengedjer, ini sebab, maka kamoedian sama-sama<noinclude></noinclude> lx49slv0r759w9b6b5yoq33rrdpb72d Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/91 104 107923 301547 2026-07-06T14:28:49Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh||4023}}</noinclude>— 4023 - nja, lantas djoega ia silaken sanak-soedaranja da­teng mengadep. Koetika itoe orang jang dioendang soeda dateng berkoempoel, ia poen sigra berkata pada marika itoe: „Sebagimana kau taoe, soeda bebrapa kali akoe dibikin maloe oleh orang-orang Siok, hingga de­ngen mengangkat soempa, sabrapa boleh akoe hendak bikin pembalesan pada marika itoe. Dari sebab begitoe, apa antara kau ada jang bisa oendjoek satoe djalan jang baek, tjara begimana akoe boleh sampeken maksoedkoe itoe?" „Soeda tentoe! akoe poen bisa poedjiken satoe orang, jang sanggoep binasaken Tjoe-Kat Liang poenja angkatan perang!" begitoelah kadengeran sala satoe orang berkata, pada sablon moeloetnja Beng Hek jang oetjapken itoe perkataan mendjadi rapet kombali. Semoea orang jang ada di sitoe lantas menoleh dan mengawasin pada itoe orang, jang boekan laen adanja, hanja Taij Laij Thong-Tji, adenja Tjiok Jong Hoedjin, jang di itoe masa ada djadi kapala dari Pat Hoan. Tempo dengen girang Beng Hek menanja, siapa adanja itoe orang jang dimaksoedken dan dimana tempat tinggalnja, ipar itoe lantas berkata poela: „Orang jang akoe maksoedken itoe, jalah Bok Lok Taij-Ong atawa Radja dari gowa Pat Lap Thong, jang pemanja di djoeroesan Salatan-Barat. Radja itoe ada saorang sakti dan apabila ia kaloear,<noinclude></noinclude> 2dk7w2spgn8ldtq8rpx80q8k745ff0r 301571 301547 2026-07-07T03:16:51Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4023 —}}</noinclude>nja, lantas djoega ia silaken sanak-soedaranja da­teng mengadep. Koetika itoe orang jang dioendang soeda dateng berkoempoel, ia poen sigra berkata pada marika itoe: „Sebagimana kau taoe, soeda bebrapa kali akoe dibikin maloe oleh orang-orang Siok, hingga de­ngen mengangkat soempa, sabrapa boleh akoe hendak bikin pembalesan pada marika itoe. Dari sebab begitoe, apa antara kau ada jang bisa oendjoek satoe djalan jang baek, tjara begimana akoe boleh sampeken maksoedkoe itoe?" „Soeda tentoe! akoe poen bisa poedjiken satoe orang, jang sanggoep binasaken Tjoe-Kat Liang poenja angkatan perang!" begitoelah kadengeran sala satoe orang berkata, pada sablon moeloetnja Beng Hek jang oetjapken itoe perkataan mendjadi rapet kombali. Semoea orang jang ada di sitoe lantas menoleh dan mengawasin pada itoe orang, jang boekan laen adanja, hanja Taij Laij Thong-Tji, adenja Tjiok Jong Hoedjin, jang di itoe masa ada djadi kapala dari Pat Hoan. Tempo dengen girang Beng Hek menanja, siapa adanja itoe orang jang dimaksoedken dan dimana tempat tinggalnja, ipar itoe lantas berkata poela: „Orang jang akoe maksoedken itoe, jalah Bok Lok Taij-Ong atawa Radja dari gowa Pat Lap Thong, jang pernanja di djoeroesan Salatan-Barat. Radja itoe ada saorang sakti dan apabila ia kaloear,<noinclude></noinclude> fz1i7l042zgzarob1iz07zn4f13nf8n Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/376 104 107924 301548 2026-07-06T14:34:36Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4298 —}}</noinclude>bebrapa ratoes soldadoe koeda jang terpili gaga perkasa Ban Tjeng kapaksa mengedjer lagi. Sigra djoega ia soeda sampe dl soeatoe oetan jang lebat. Tapi baroe sadja ia sampe dl ini tem­pat, lantas djoega ia dapet denger dl blakangnja ada orang bertreak: „Hei, begal! ka manatah kau hendak pergi, sedeng Tjoe Liong ada di sini?" Ini treakan soeda membikin itoe bebrapa ratoes soldadoe koeda djadi sanget terkedjoet, hingga antaranja lebi saratoes orang lantas terdjoengkel dari koedanja. Sedeng jang tida roeboe poen lan­tas sipat koepingi satoe ka sana, jang laen lari ka mari dan ada djoega jang mandjat di boekit. Dengen meringis Ban Tjeng paksa dirinja aken madjoe bertempoer pada Tio In. tapi bion ia bisa dateng berdeket, itoe panglima toea telah melepasken satoe anak pana. „Adoe! matilah akoe sakali ini!" treak Ban Tjeng dengen terkedjoet sambil roeboe ka dalem solokan, padahal itoe anak pana tjoema melanggar sadja pada koentjir topinja. „Pergilah kau panggil Kwee Hoaij dateng ka mari, orang pengetjoeti" kata Tio In dengen swara ang­ker ambil menoeding pada Ban Tjeng dengen toembaknja „Akoe soeka ampoenken kau poenja salembar djiwal" Dengen bergoemeter sakoedjoer badan Ban Tjeng<noinclude></noinclude> ie9re8t88bwg440h7rc4oibbc53be92 301632 301548 2026-07-07T09:01:16Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||— 4298 —}}</noinclude>bebrapa ratoes soldadoe koeda jang terpili gaga perkasa Ban Tjeng kapaksa mengedjer lagi. Sigra djoega ia soeda sampe di soeatoe oetan jang lebat. Tapi baroe sadja ia sampe di ini tempat, lantas djoega ia dapet denger di blakangnja ada orang bertreak: „Hei, begal! ka manatah kau hendak pergi, sedeng Tjoe Liong ada di sini?” Ini treakan soeda membikin itoe bebrapa ratoes soldadoe koeda djadi sanget terkedjoet, hingga antaranja lebi saratoes orang lantas terdjoengkel dari koedanja. Sedeng jang tida roeboe poen lantas sipat koepingi satoe ka sana, jang laen lari ka mari dan ada djoega jang mandjat di boekit. Dengen meringis Ban Tjeng paksa dirinja aken madjoe bertempoer pada Tio In. tapi bion ia bisa dateng berdeket, itoe panglima toea telah melepasken satoe anak pana. „Adoe! matilah akoe sakali ini!” treak Ban Tjeng dengen terkedjoet sambil roeboe ka dalem solokan, padahal itoe anak pana tjoema melanggar sadja pada koentjir topinja. „Pergilah kau panggil Kwee Hoaij dateng ka mari, orang pengetjoet!” kata Tio In dengen swara angker ambil menoeding pada Ban Tjeng dengen toembaknja „Akoe soeka ampoenken kau poenja salembar djiwa!” Dengen bergoemeter sakoedjoer badan Ban Tjeng<noinclude></noinclude> dpmpyy80nhl8dx0bg0tyqwgl5xgfvvm Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/92 104 107925 301549 2026-07-06T14:35:48Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh||4024}}</noinclude> salamanja ia toenggang gadja. Djoega ia ada pande memanggil angin dan oedjan, demikian poen memanggil binatang-binatang boewas, seperti: ma­tjan, singa, oeler berbisa dan laen-laen binatang jang berantoep dan binatang ini senantiasa mengikoetin dl blakangnja. Laen dari itoe, ia ada poenja djoega tiga laksa soldadoe melaekat jang amat gaga-perkasa. Maka, menoeroet akoe poenja pi­kiran, baeklah Taij-Ong tjoba sediaken sapoetjoek soerat serta barang-barang bingkesan, jang akoe sendiri nanti sampeken padanja boeat minta ia poenja toeloengan. Asal sadja ini orang soeka loeloesken kita poenja permintaan, biar begimana tanggoe adanja balatentara Siok, kita toch tida oesa merasa djeri lagi pada marika itoe." Dengen merasa girang Beng Hek toeroet itoe nasehat. Tempo soerat dan barang-barang soeda sedia, lantas djoega ia soeroe Kokkioe itoe be­rangkat ka itoe tempat; sedeng boeat menoenggoe sampe dateng bantoean dari itoe fihak, ia prenta To Soe Taij-Ong djaga kota Sam Kang Shia, soepaja ini Radja bisa lantas menangkis, djikaloe de­ngen mendadak moesoe dateng menjerang. Bener djoega blon berselang lama Beng Hek atoer pendjagaän di itoe kota, Khong Beng poenja barisan besar telah dateng menjoesoel. Sedeng masi djaoe itoe ferdana mantri soeda preksa kaädaännja itoe kota; dan dari sebab me-<noinclude></noinclude> ohy8q65ws4vvjju81weyu4bffymcnl1 301572 301549 2026-07-07T03:20:27Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4024 —}}</noinclude> salamanja ia toenggang gadja. Djoega ia ada pande memanggil angin dan oedjan, demikian poen memanggil binatang-binatang boewas, seperti: ma­tjan, singa, oeler berbisa dan laen-laen binatang jang berantoep dan binatang ini senantiasa mengikoetin dl blakangnja. Laen dari itoe, ia ada poenja djoega tiga laksa soldadoe melaekat jang amat gaga-perkasa. Maka, menoeroet akoe poenja pi­kiran, baeklah Taij-Ong tjoba sediaken sapoetjoek soerat serta barang-barang bingkesan, jang akoe sendiri nanti sampeken padanja boeat minta ia poenja toeloengan. Asal sadja ini orang soeka loeloesken kita poenja permintaan, biar begimana tanggoe adanja balatentara Siok, kita toch tida oesa merasa djeri lagi pada marika itoe." Dengen merasa girang Beng Hek toeroet itoe nasehat. Tempo soerat dan barang-barang soeda sedia, lantas djoega ia soeroe Kokkioe itoe be­rangkat ka itoe tempat; sedeng boeat menoenggoe sampe dateng bantoean dari itoe fihak, ia prenta To Soe Taij-Ong djaga kota Sam Kang Shia, soepaja ini Radja bisa lantas menangkis, djikaloe de­ngen mendadak moesoe dateng menjerang. Bener djoega blon berselang lama Beng Hek atoer pendjagaän di itoe kota, Khong Beng poenja barisan besar telah dateng menjoesoel. Sedeng masi djaoe itoe ferdana mantri soeda preksa kaädaännja itoe kota; dan dari sebab me-<noinclude></noinclude> ag1ud23we63awhzckyyrg4vp9cslgu1 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/377 104 107926 301550 2026-07-06T14:42:40Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4299 —}}</noinclude>lantas toenggang kombali ia poenja koeda dan berlaloe dari hadepannja itoe panglima. Sekarang dengen tida dapet ganggoean lagi Tio In bisa anter teroes ia poenja soldadoe dan barangbarang bekelan sampe di Han Tiong, sedeng barang-barang itoe tida ada satoe potong jang ilang di tenga djalan. Moendoernja angkatan perang Siok ka Han Tiong, boleh dibilang ada djadi kaoentoengan besar bagi Tjo Tjin dan Kwee Hoaij, sebab dengen ampir tida mengaloearken tenaga lagi, lantas djoega ini doea Touwtok soeda dapet ambil kombali itoe tiga kota: Thian Soei, An Teng dan Lam An sebagi pahalanja. Tempo barisan Siok soeda moendoer semoea ka tana Han Tiong, sebagimana Khong Beng telah doega lebi doeloe, bener djoega dengen sadjoembla balatentara Soe-Ma le dateng kombali di kota Sé Shia. Dan dari sebab sekarang ia dapetken itoe kota soeda kosong, maka dengen penasaran Soe-Ma le menanja pada bebrapa pendoedoek di itoe kota jang tida toeroet pergi ka Han Tiong, demikian poen pada orang-orang pertapaän jang tinggal di goenoeng-goenoeng, kerna ia ingin sekali dapet taoe brapa banjak sabenernja Khong Beng poenja balatentara ada di itoe waktoe, koetika pertama kali ia dateng di itoe kota. Itoe orang-orang jang ditanja rata-rata bilang, itoe waktoe Khong Beng tjoema mempoenjai doea riboe lima ratoes soldadoe di dalem kota.<noinclude></noinclude> jpwdqp9qixuip6f4tjvuc757arkk578 301635 301550 2026-07-07T09:04:07Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||— 4299 —}}</noinclude>lantas toenggang kombali ia poenja koeda dan berlaloe dari hadepannja itoe panglima. Sekarang dengen tida dapet ganggoean lagi Tio In bisa anter teroes ia poenja soldadoe dan barang-barang bekelan sampe di Han Tiong, sedeng barang-barang itoe tida ada satoe potong jang ilang di tenga djalan. Moendoernja angkatan perang Siok ka Han Tiong, boleh dibilang ada djadi kaoentoengan besar bagi Tjo Tjin dan Kwee Hoaij, sebab dengen ampir tida mengaloearken tenaga lagi, lantas djoega ini doea Touwtok soeda dapet ambil kombali itoe tiga kota: Thian Soei, An Teng dan Lam An sebagi pahalanja. Tempo barisan Siok soeda moendoer semoea ka tana Han Tiong, sebagimana Khong Beng telah doega lebi doeloe, bener djoega dengen sadjoembla balatentara Soe-Ma le dateng kombali di kota Sé Shia. Dan dari sebab sekarang ia dapetken itoe kota soeda kosong, maka dengen penasaran Soe-Ma le menanja pada bebrapa pendoedoek di itoe kota jang tida toeroet pergi ka Han Tiong, demikian poen pada orang-orang pertapaän jang tinggal di goenoeng-goenoeng, kerna ia ingin sekali dapet taoe brapa banjak sabenernja Khong Beng poenja balatentara ada di itoe waktoe, koetika pertama kali ia dateng di itoe kota. Itoe orang-orang jang ditanja rata-rata bilang, itoe waktoe Khong Beng tjoema mempoenjai doea riboe lima ratoes soldadoe di dalem kota.<noinclude></noinclude> tqjjqrilzz5ap53bcssy6avs0nezg5w Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/93 104 107927 301551 2026-07-06T14:43:32Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh||4025}}</noinclude> liat tjoema ada satoe sadja djalanan darat jang bisa teroes ka itoe kota, oleh kerna tiga fihak jang laen semoea ada terkoeroeng dengen kali Sam Kang, maka sigra djoega ia prenta Tio In dan Goei Jan madjoeken satoe barisan boeat poekoel itoe kota dari itoe djalanan darat. Tapi baroe sadja sampe di kaki kota, itoe barisan jang Khong Beng kirim soeda moesti lantas balik kombali, oleh kerna iaorang tida sanggoep menang­kis beriboe-riboe anak-pana jang dilepas oleh moesoe dari atas kota. Kabanjakan orang-orang gowa di itoe negri me­mang ada pande memana, sebab iaorang senantiasa ada jakinken ilmoe begitoe. Sakali tarik iaorang bisa melepas sampe sapoeloe anak pana jang oedjoengnja dibebarken ratjoen, dan kaloe ini barang melanggar pada badan orang, nistjaja koelit dan dagingnja jang dilanggar itoe lantas mendjadi lodoh, kamoedian isi peroetnja djadi kaliatan, laloe teroes meninggal doenia. Tempo Tio In dan Goei Jan soeda poelang kom­ bali ka pasanggrahannja, lantas djoega iaorang tjeritaken pada Khong Beng, begimana bahajanja itoe sendjata jang digoenaken oleh moesoe. Satelah mendengar itoe tjerita, dengen doedoek kreta Khong Beng lantas pergi ka loear boeat preksa kaädaän moesoe lebi teliti. Koetika soeda dapet taoe apa jang perloe, itoe<noinclude></noinclude> c96lb677hnsll0cu4x8cw86xa0dbkeo 301573 301551 2026-07-07T03:25:11Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4025 —}}</noinclude> liat tjoema ada satoe sadja djalanan darat jang bisa teroes ka itoe kota, oleh kerna tiga fihak jang laen semoea ada terkoeroeng dengen kali Sam Kang, maka sigra djoega ia prenta Tio In dan Goei Jan madjoeken satoe barisan boeat poekoel itoe kota dari itoe djalanan darat. Tapi baroe sadja sampe di kaki kota, itoe barisan jang Khong Beng kirim soeda moesti lantas balik kombali, oleh kerna iaorang tida sanggoep menang­kis beriboe-riboe anak-pana jang dilepas oleh moesoe dari atas kota. Kabanjakan orang-orang gowa di itoe negri me­mang ada pande memana, sebab iaorang senantiasa ada jakinken ilmoe begitoe. Sakali tarik iaorang bisa melepas sampe sapoeloe anak pana jang oedjoengnja dibebarken ratjoen, dan kaloe ini barang melanggar pada badan orang, nistjaja koelit dan dagingnja jang dilanggar itoe lantas mendjadi lodoh, kamoedian isi peroetnja djadi kaliatan, laloe teroes meninggal doenia. Tempo Tio In dan Goei Jan soeda poelang kom­bali ka pasanggrahannja, lantas djoega iaorang tjeritaken pada Khong Beng, begimana bahajanja itoe sendjata jang digoenaken oleh moesoe. Satelah mendengar itoe tjerita, dengen doedoek kreta Khong Beng lantas pergi ka loear boeat preksa kaädaän moesoe lebi teliti. Koetika soeda dapet taoe apa jang perloe, itoe<noinclude></noinclude> ha37qo2uiiaoxyftsojxklb5o0dud6q Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/378 104 107928 301552 2026-07-06T14:49:26Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{rh||— 4300 —}}</noinclude>Ia tida ada semboeniken laen balatentara, djoega tida ada mempoenjal laen ponggawa perang, katjoeali bebrapa ponggawa negri jang ada di dampingnja. Kamoedian bebrapa orang pendoedoek dari Boe Kong San poen bri taoe pada Soe-Ma Ie dengen berkata: „Balatentara jang semboeni di djalanan Boe Kong San dioega tjoema anem riboe orang djoemblanja. Tiga riboe di kapalaken oleh Kwan Hin, sedeng jang laen dipimpin oleh Thio Pauw. laorang tjoema djalan mengider di itoe goenoeng sambil bersoerak-soerak dan boenjiken tetaboean perang boeat bikin kaget moesoenja, soepaja moesoe itoe djadi moendoer kombali. Laen dari itoe, tida ada poela ba­latentara, dan djoega roepa-roepanja Kwan Hin dan Thio Pauw tida dibri idzin boeat melawan perang." Koetika soeda mendenger itoe katerangan-katerangan baroelah Soe-Ma Ie merasa amat menjesel. Ia berdongak dan berkata sambil mengela napas: „Dalem hal ini kombali ada ternjata, jang kapinterankoe sasoenggoenja masi kala djaoe apabila dibandingken dengen kapandeannja Khong Beng." Kamoedian, sasoedanja bikin tetep kombali pikirannja pendoedoek negri di tempat-tempat jang ia baroe dapet ambil, Soe-Ma Ie lantas tarik seka­lian balatentaranja aken poelang ka kota Tiang An. Tempo ia berdjoempa pada Tjo Djwe di itoe kota, ini Keizer lantas hiboerken ia poenja hati<noinclude></noinclude> lxj5ny4usbv6ibewv8eyfkxzx1i2qyg 301554 301552 2026-07-06T14:51:15Z Dankkum dunya 25589 301554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{c|— 4300 —}}</noinclude>Ia tida ada semboeniken laen balatentara, djoega tida ada mempoenjal laen ponggawa perang, katjoeali bebrapa ponggawa negri jang ada di dampingnja. Kamoedian bebrapa orang pendoedoek dari Boe Kong San poen bri taoe pada Soe-Ma Ie dengen berkata: „Balatentara jang semboeni di djalanan Boe Kong San dioega tjoema anem riboe orang djoemblanja. Tiga riboe di kapalaken oleh Kwan Hin, sedeng jang laen dipimpin oleh Thio Pauw. laorang tjoema djalan mengider di itoe goenoeng sambil bersoerak-soerak dan boenjiken tetaboean perang boeat bikin kaget moesoenja, soepaja moesoe itoe djadi moendoer kombali. Laen dari itoe, tida ada poela ba­latentara, dan djoega roepa-roepanja Kwan Hin dan Thio Pauw tida dibri idzin boeat melawan perang." Koetika soeda mendenger itoe katerangan-katerangan baroelah Soe-Ma Ie merasa amat menjesel. Ia berdongak dan berkata sambil mengela napas: „Dalem hal ini kombali ada ternjata, jang kapinterankoe sasoenggoenja masi kala djaoe apabila dibandingken dengen kapandeannja Khong Beng." Kamoedian, sasoedanja bikin tetep kombali pikirannja pendoedoek negri di tempat-tempat jang ia baroe dapet ambil, Soe-Ma Ie lantas tarik seka­lian balatentaranja aken poelang ka kota Tiang An. Tempo ia berdjoempa pada Tjo Djwe di itoe kota, ini Keizer lantas hiboerken ia poenja hati<noinclude></noinclude> s5dfdgngqrlkf76lm1t2wwtnntv2sv0 301639 301554 2026-07-07T09:10:07Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{c|— 4300 —}}</noinclude>Ia tida ada semboeniken laen balatentara, djoega tida ada mempoenjai laen ponggawa perang, katjoeali bebrapa ponggawa negri jang ada di dampingnja. Kamoedian bebrapa orang pendoedoek dari Boe Kong San poen bri taoe pada Soe-Ma Ie dengen berkata: „Balatentara jang semboeni di djalanan Boe Kong San djoega tjoema anem riboe orang djoemblanja. Tiga riboe di kapalaken oleh Kwan Hin, sedeng jang laen dipimpin oleh Thio Pauw. Iaorang tjoema djalan mengider di itoe goenoeng sambil bersoerak-soerak dan boenjiken tetaboean perang boeat bikin kaget moesoenja, soepaja moesoe itoe djadi moendoer kombali. Laen dari itoe, tida ada poela balatentara, dan djoega roepa-roepanja Kwan Hin dan Thio Pauw tida dibri idzin boeat melawan perang.” Koetika soeda mendenger itoe katerangan-katerangan baroelah Soe-Ma Ie merasa amat menjesel. Ia berdongak dan berkata sambil mengela napas: „Dalem hal ini kombali ada ternjata, jang kapinterankoe sasoenggoenja masi kala djaoe apabila dibandingken dengen kapandeannja Khong Beng.” Kamoedian, sasoedanja bikin tetep kombali pikirannja pendoedoek negri di tempat-tempat jang ia baroe dapet ambil, Soe-Ma Ie lantas tarik sekalian balatentaranja aken poelang ka kota Tiang An. Tempo ia berdjoempa pada Tjo Djwe di itoe kota, ini Keizer lantas hiboerken ia poenja hati<noinclude></noinclude> ayvgjsuz771vrq3p40o30w6evkdz6dm Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/94 104 107929 301553 2026-07-06T14:50:00Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh||4026}}</noinclude> ferdana mantri lantas balik kombali. Ia sigra prenta sekalian balatentaranja moendoer bebrapa paal, serta prenta djoega marika itoe berdiriken bebrapa pasanggrahan di itoe tempat. Moendoernja ini soeda ditertawaken oleh itoe sekalian soldadoe Ban jang mendjaga kota, sebab iaorang kira moesoe terboeat begitoe, ada dari lantaran merasa takoet. Oleh kerna adanja ini doegaän djoega. maka iaorang djadi alpa dalem kawadjibannja: saban malem iaorang tidoer dengen mengigo-ngigo, djoega marika tiada maoe lepas lagi djoeroe-dioeroe kabar boeat serepin kaädaän moesoe. Inilah ada soeatoe alamat baek boeat Khong Beng poenja gerakan. Sadari pinda ka itoe tempat, saban hari pintoe bentengnja Khong Beng tinggal tertoetoep. Ampat hari lamanja itoe ferdana mantri tiada kaloearken tita apa-apa; tapi pada hari kalima di waktoe sore, koetika koenjoeng-koenjoeng ada toeroen angin jang aloes, lantas djoega ia kaloearken satoe tita, dengen apa sekalian balatentara diwadjibken, pada poekoel satoe malem iaorang moesti kasi oendjoek masing-masing poenja satoe badjoe, dan djikaloe dalem itoe tempo orang tiada bawa itoe pada tem­pat jang ditentoeken, nistjaja orang jang alpa itoe nanti dapet hoekoeman tabas kapala. Itoe sekalian soldadoe, semoea tiada taoe apa jang dikehendaki oleh itoe ferdana mantri, tapi iaorang tida brani langgar itoe prenta.<noinclude></noinclude> nq7da5g9g2mma1wfrgh47bxd8j55lv4 301574 301553 2026-07-07T03:28:39Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 301574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4026 —}}</noinclude> ferdana mantri lantas balik kombali. Ia sigra prenta sekalian balatentaranja moendoer bebrapa paal, serta prenta djoega marika itoe berdiriken bebrapa pasanggrahan di itoe tempat. Moendoernja ini soeda ditertawaken oleh itoe sekalian soldadoe Ban jang mendjaga kota, sebab iaorang kira moesoe berboeat begitoe, ada dari lantaran merasa takoet. Oleh kerna adanja ini doegaän djoega, maka iaorang djadi alpa dalem kawadjibannja: saban malem iaorang tidoer dengen mengigo-ngigo, djoega marika tiada maoe lepas lagi djoeroe-dioeroe kabar boeat serepin kaädaän moesoe. Inilah ada soeatoe alamat baek boeat Khong Beng poenja gerakan. Sadari pinda ka itoe tempat, saban hari pintoe bentengnja Khong Beng tinggal tertoetoep. Ampat hari lamanja itoe ferdana mantri tiada kaloearken tita apa-apa; tapi pada hari kalima di waktoe sore, koetika koenjoeng-koenjoeng ada toeroen angin jang aloes, lantas djoega ia kaloearken satoe tita, dengen apa sekalian balatentara diwadjibken, pada poekoel satoe malem iaorang moesti kasi oendjoek masing-masing poenja satoe badjoe, dan djikaloe dalem itoe tempo orang tiada bawa itoe pada tem­pat jang ditentoeken, nistjaja orang jang alpa itoe nanti dapet hoekoeman tabas kapala. Itoe sekalian soldadoe, semoea tiada taoe apa jang dikehendaki oleh itoe ferdana mantri, tapi iaorang tida brani langgar itoe prenta.<noinclude></noinclude> inh59du4zgx00bva4047xkah8xyyw8m Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/379 104 107930 301555 2026-07-06T15:00:12Z Dankkum dunya 25589 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dengen berkata: „Djlkaloe ini hari itoe bebrapa ota di Liong Sé kita bisa ambil kombali, itoelah soeda terdjadi dari sebab Kheng poenja pahala." Soe-Ma Ie lantas madjoeken ini permoehoenan pada Keizernja: „Sekarang soldadoe Siok semoea telah pergi berkoempoel di tana Han Tiong, sebab dalem paperangan jang baroe dimaloemken, iaorang melaenken dapet karoesakan sedikit sadja. Maka kaloe Toeankoe tida bikin kaberatan, hamba moehoen Toeankoe serake... 301555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" />{{c|— 4301 —}}</noinclude>dengen berkata: „Djlkaloe ini hari itoe bebrapa ota di Liong Sé kita bisa ambil kombali, itoelah soeda terdjadi dari sebab Kheng poenja pahala." Soe-Ma Ie lantas madjoeken ini permoehoenan pada Keizernja: „Sekarang soldadoe Siok semoea telah pergi berkoempoel di tana Han Tiong, sebab dalem paperangan jang baroe dimaloemken, iaorang melaenken dapet karoesakan sedikit sadja. Maka kaloe Toeankoe tida bikin kaberatan, hamba moehoen Toeankoe seraken satoe barisan besar pada ham­ba, dengen barisan mana saboieh-boleh hamba nanti pergi ambil daerah Sé Tjhoan, boeat bales Toeankoe poenja boedi." Tjo Djwe dengen girang lantas loeloesken Soe-Ma Ie poenja permoehoenan. Tapi saiagi ini Touwtok hendak geraken itoe angkatan perang, satoe di antara mantri-mantri jang itoe waktoe ada toeroet bersidang, lantas madjoe ka hadepannja Tjo Djwe, seraja berkata: „Toeankoe, hamba ada poenja satoe daja oepaja, jang apabila digoenaken, hamba kira, boekan sadja ada tjoekoep boeat bisa bikin roeboe karadjaän Siok, tapi djoega ada tjoekoep boeat kedja pamerenta Gouw dateng menaloek."<noinclude></noinclude> kx9j9zjd04yqenn9glbfz8a3s5o5lmy 301557 301555 2026-07-06T22:37:12Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 301557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" />{{c|— 4301 —}}</noinclude>dengen berkata: „Djlkaloe ini hari itoe bebrapa kota di Liong Sé kita bisa ambil kombali, itoelah soeda terdjadi dari sebab Kheng poenja pahala." Soe-Ma Ie lantas madjoeken ini permoehoenan pada Keizernja: „Sekarang soldadoe Siok semoea telah pergi berkoempoel di tana Han Tiong, sebab dalem paperangan jang baroe dimaloemken, iaorang melaenken dapet karoesakan sedikit sadja. Maka kaloe Toeankoe tida bikin kaberatan, hamba moehoen Toeankoe seraken satoe barisan besar pada ham­ba, dengen barisan mana saboieh-boleh hamba nanti pergi ambil daerah Sé Tjhoan, boeat bales Toeankoe poenja boedi." Tjo Djwe dengen girang lantas loeloesken Soe-Ma Ie poenja permoehoenan. Tapi salagi ini Touwtok hendak geraken itoe angkatan perang, satoe di antara mantri-mantri jang itoe waktoe ada toeroet bersidang, lantas madjoe ka hadepannja Tjo Djwe, seraja berkata: „Toeankoe, hamba ada poenja satoe daja oepaja, jang apabila digoenaken, hamba kira, boekan sadja ada tjoekoep boeat bisa bikin roeboe karadjaän Siok, tapi djoega ada tjoekoep boeat kedja pamerenta Gouw dateng menaloek." {{rule|width=8em|align=center}}<noinclude></noinclude> 1aigeaz4bm8t0mfeyyww5a12chz703z 301643 301557 2026-07-07T09:16:42Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{c|— 4301 —}}</noinclude>dengen berkata: „Djlkaloe ini hari itoe bebrapa kota di Liong Sé kita bisa ambil kombali, itoelah soeda terdjadi dari sebab Kheng poenja pahala.” Soe-Ma Ie lantas madjoeken ini permoehoenan pada Keizernja: „Sekarang soldadoe Siok semoea telah pergi berkoempoel di tana Han Tiong, sebab dalem paperangan jang baroe dimaloemken, iaorang melaenken dapet karoesakan sedikit sadja. Maka kaloe Toeankoe tida bikin kaberatan, hamba moehoen Toeankoe seraken satoe barisan besar pada hamba, dengen barisan mana saboieh-boleh hamba nanti pergi ambil daerah Sé Tjhoan, boeat bales Toeankoe poenja boedi.” Tjo Djwe dengen girang lantas loeloesken Soe-Ma Ie poenja permoehoenan. Tapi salagi ini Touwtok hendak geraken itoe angkatan perang, satoe di antara mantri-mantri jang itoe waktoe ada toeroet bersidang, lantas madjoe ka hadepannja Tjo Djwe, seraja berkata: „Toeankoe, hamba ada poenja satoe daja oepaja, jang apabila digoenaken, hamba kira, boekan sadja ada tjoekoep boeat bisa bikin roeboe karadjaän Siok, tapi djoega ada tjoekoep boeat kedja pamerenta Gouw dateng menaloek.” {{rule|width=8em|align=center}}<noinclude></noinclude> 1r46f1v579nvdrxn5ybzhjqzcqb8r4r Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/2 104 107931 301558 2026-07-07T01:25:19Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 301558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>''TJERITA SILAT:'' <ul> <li>PENG TJONG HIAP ENG<br> {| |- || Kisah seorang tjutju perempuan jang hendak menuntut balas untuk engkong dan ajahnja, djilid 1 s/d 11 (tamat) {{...|30}} á|| Rp. 150,- |}</li> <li>NGO TAY KIE HIAP<br> {| |- || Riwajat Siauw Him dengan 5 dara Bwee Leng Song, Bwee Tjiat Song. Soh Sim Lan, Lu Giok Eng dan Siauw Lan. Tjerita ini sangat tegang dan ramai, djilid 1 s/d 7 (tamat) {{...|20}}á || Rp. 150,- |}</li> <li>YOE HIAP ENG HIONG seri II<br> {| |- || djilid 1 s/d 5 (tamat) {{...|20}} á || Rp. 150.- |}</li></ul> {{c|Ongkos kirim buku² silat per buku Rp. 40,-}} {{c| Penerbit {{sp|KINTA}} — Pintu Besar Selatan 80 — Djakarta}}<noinclude></noinclude> ajn11cd7axndk5cwzmebw5k7x1mrnwn Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/3 104 107932 301559 2026-07-07T01:26:35Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 301559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{Xxx-larger|'''WARISAN SEORANG PANGERAN'''}} dituturkan oleh O. K. T. djilid V {{x-larger|'''Penerbit SAKA WIDYA Djakarta'''}} }}<noinclude></noinclude> 9tj3j5jdm8ub0u516yh5fipves0wq6f Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/4 104 107933 301560 2026-07-07T01:30:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Urusan tampak aneh", berkata Djit.Yoe-Sin Pheng Koen, jang mulai bitjara. „Kami berdua telah menguntit rombongan Tjian Tjeng Loen sampai diluar pintu kota utara, Disana, terpisah dua-tiga lie dari tembok kota, terdapat banjak serdadu serta tenda mereka. Waktu itu, kami tidak lihat tjongtotjoe berlima. Tidak ada lain djalan, kami mengandel bantuan si In Soeya. Dia keluar dengan diikuti beberapa opsir serta seratus lebih serdadu. Mereka itu pergi... 301560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Urusan tampak aneh", berkata Djit.Yoe-Sin Pheng Koen, jang mulai bitjara. „Kami berdua telah menguntit rombongan Tjian Tjeng Loen sampai diluar pintu kota utara, Disana, terpisah dua-tiga lie dari tembok kota, terdapat banjak serdadu serta tenda mereka. Waktu itu, kami tidak lihat tjongtotjoe berlima. Tidak ada lain djalan, kami mengandel bantuan si In Soeya. Dia keluar dengan diikuti beberapa opsir serta seratus lebih serdadu. Mereka itu pergi kesebuah gang didalam kota. Disitu, disebuah rumah rakjat jang tidak di-sangka², mereka melakukan penjerahan uang emas jang dimuatkan dalam dua peti besar. Mereka tidak mengganggu Tjian Tjeng Loen. Penjerahan dilakukan diluar rumah, lantas emas itu digotong masuk kedalam. Pada Tjian Tjeng Loen telah diserahkan surat_suratnja jang perlu. Tjeng Loen diberi tempo hari itu djuga mesti mengadjak rombongannja meninggalkan kota Hay-an. Tjeng Loen lantas pergi keluar kota. Disitu kami menemui piauwsoe itu. Kelihatannja dia ingin lekas berlalu, Karena tidak ada perlunja untuk menahan mereka — sebab mereka pun tidak dapat membantu kita — maka kami biarkan dia pergi. Sjukur untuk kami, kami lantas dapat mentjari tjongtotjoe. Sekarang ini, aku pikir, baiklah kami lantas tundjukkan tempat dimana emas itu disimpan”. Yan Tjoe Hoei setudjui usul itu. „Baiklah”, katanja. „Baik kita memetjah diri dalam tiga rombongan”. Demikian malam itu kira2 djam tiga, mereka keluar dari tempat mondok mereka. Pheng Koen dan Touw Kong mendjadi penundjuk djalan, Ditengah, Yan Tjoe Hoei bersendirian sadja, Rombongan terachir ialah Soen Eng dan adiknja diapit oleh dua saudara Houyan, jang sekalian memasang mata. Mereka berlaku hati-hati, karena kuatir nanti ada rintangan ditengah perdjalanan itu. Ternjata mereka tidak menemui gangguan apa djuga, Setibanja mereka dirumah jang dimaksudkan, rumah itu kosong, bukan sadja pendjagaan tidak ada, uang emas pun entah telah diangkut kemana. „Lihat, tjongtotjoe, apakah ini tidak aneh?” berkata Touw Kong separuh berbisik. „Bukankah kaupun telah tugaskan dua saudara dari Sia Yang Ouw turut memasang mata? Aku lihat mereka itu djalan dimuka, Mereka menjamar sebagai rakjat djelata, mereka<noinclude></noinclude> sz0obljzztepb4i5j5noqi0y6r13frs 301561 301560 2026-07-07T01:31:11Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 301561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Urusan tampak aneh", berkata Djit.Yoe-Sin Pheng Koen, jang mulai bitjara. „Kami berdua telah menguntit rombongan Tjian Tjeng Loen sampai diluar pintu kota utara, Disana, terpisah dua-tiga lie dari tembok kota, terdapat banjak serdadu serta tenda mereka. Waktu itu, kami tidak lihat tjongtotjoe berlima. Tidak ada lain djalan, kami mengandel bantuan si In Soeya. Dia keluar dengan diikuti beberapa opsir serta seratus lebih serdadu. Mereka itu pergi kesebuah gang didalam kota. Disitu, disebuah rumah rakjat jang tidak di-sangka², mereka melakukan penjerahan uang emas jang dimuatkan dalam dua peti besar. Mereka tidak mengganggu Tjian Tjeng Loen. Penjerahan dilakukan diluar rumah, lantas emas itu digotong masuk kedalam. Pada Tjian Tjeng Loen telah diserahkan surat_suratnja jang perlu. Tjeng Loen diberi tempo hari itu djuga mesti mengadjak rombongannja meninggalkan kota Hay-an. Tjeng Loen lantas pergi keluar kota. Disitu kami menemui piauwsoe itu. Kelihatannja dia ingin lekas berlalu, Karena tidak ada perlunja untuk menahan mereka — sebab mereka pun tidak dapat membantu kita — maka kami biarkan dia pergi. Sjukur untuk kami, kami lantas dapat mentjari tjongtotjoe. Sekarang ini, aku pikir, baiklah kami lantas tundjukkan tempat dimana emas itu disimpan”. Yan Tjoe Hoei setudjui usul itu. „Baiklah”, katanja. „Baik kita memetjah diri dalam tiga rombongan”. Demikian malam itu kira2 djam tiga, mereka keluar dari tempat mondok mereka. Pheng Koen dan Touw Kong mendjadi penundjuk djalan, Ditengah, Yan Tjoe Hoei bersendirian sadja, Rombongan terachir ialah Soen Eng dan adiknja diapit oleh dua saudara Houyan, jang sekalian memasang mata. Mereka berlaku hati-hati, karena kuatir nanti ada rintangan ditengah perdjalanan itu. Ternjata mereka tidak menemui gangguan apa djuga, Setibanja mereka dirumah jang dimaksudkan, rumah itu kosong, bukan sadja pendjagaan tidak ada, uang emas pun entah telah diangkut kemana. „Lihat, tjongtotjoe, apakah ini tidak aneh?” berkata Touw Kong separuh berbisik. „Bukankah kaupun telah tugaskan dua saudara dari Sia Yang Ouw turut memasang mata? Aku lihat mereka itu djalan dimuka, Mereka menjamar sebagai rakjat djelata, mereka<noinclude>{{rh|||249}}</noinclude> 3oxgurmu2wddfrelzdblm4pvwn68asc Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/5 104 107934 301562 2026-07-07T01:31:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'mengintil dekat rombongan piauw. Kemarin mereka tiba disini. Me. reka menjamar sebagai pendjual sapu. Bukankah baru sadja kita telah lihat satu diantaranja masih rebah dipodjok gang sana? De- ngan mereka itu memasang mata, tidak nanti sipembesar andjing dapat menghilang bersama uang emasnja itu !" Belum lagi Yan Tjoe Hoei sempat membilang apa2, Houyan Pa sudah datang pada mereka bersama dua kawan mereka dari Sia Yang Ouw. Mereka inilah jang dima... 301562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>mengintil dekat rombongan piauw. Kemarin mereka tiba disini. Me. reka menjamar sebagai pendjual sapu. Bukankah baru sadja kita telah lihat satu diantaranja masih rebah dipodjok gang sana? De- ngan mereka itu memasang mata, tidak nanti sipembesar andjing dapat menghilang bersama uang emasnja itu !" Belum lagi Yan Tjoe Hoei sempat membilang apa2, Houyan Pa sudah datang pada mereka bersama dua kawan mereka dari Sia Yang Ouw. Mereka inilah jang dimaksudkan Touw Kong baru sadja. ,,Apakah jang sudah terdjadi ?" Yan Tjoe Hoei tanja dua orang. nja itu. Djawaban dua orang ini mengherankan. ,,Kami berdua terus memasang mata", sahut satu diantaranja. ,,Sedjak uang itu diserahkan dan dibawa masuk kedalam rumah, sampai detik ini belum pernah terlihat satu peti djuga dibawa ke- luar lagi, Seperginja Tjian Tjeng Loen dan rombongannja, semua serdadu dan polisi turut berlalu djuga. Selandjutnja rumah ini se- perti tidak ada jang djaga". pikir. Memang aneh keterangan itu, maka mereka semua lantas ber- ,,Mari kita tjari tahu!" mengadjak Yan Tjoe Hoei kemudian. ,,Kita berpentjaran". Mereka lantas memisah diri ke.empat pendjuru. Mulai dari luar disekitar rumah, mereka sampai dirumah itu sendiri, didalam pe- karangan. Semua pintu dan djendela tertutup rapat. Disitu tidak tampak apa2 jang mentjurigakan. Disebelah timur ada sebuah kuil besar, jang tengah diperbaiki. Banjak batu bata ber-tumpuk disitu begitupun tudjuh atau delapan buah kereta roda, antaranja satu untuk mengangkut tanah, jang diletakkan dibagian depan. Disebelah barat adalah rumah2 penduduk. Depan rumah ada sebuah djalan besar, dan dibagian belakangnja ada sebuah kali ketjil, Dipinggir kali ada sebuah perahu butut, jang memuat batu bata, ialah bata untuk perbaikan kuil itu. Yan Tjoe Hoei semua merasa heran. Sunji disitu, orang ronda djuga tidak ada. Sesudah membuang tempo lama djuga, mereka semua berang- kat pulang, ketempat mondoknja dua saudara Houyan dikebun se- orang penduduk. Mereka tidak mau sembarang bertindak, supaja mereka tidak sampai menjukarkan Tjian Tjeng Loen. 250<noinclude></noinclude> 94fnqhm4h1kytdqtywne3cje7f8wdfz Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/21 104 107935 301563 2026-07-07T02:46:35Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 301563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 3957 —}}</noinclude>Tipoenja Beng Hek itoe njatalah soeda berhasil sebagimana jang ia ada harep; kerna tiada antara lama itoe doea orang soeda dapet dipantjing. Satelah itoe doea orang masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek ada berdiam, lantas djoega ini Radja jang b ndel bri tanda pada itoe bebrapa algodjo jang bersemboeni hingga marika ini lantas lompat kaloear dan menjerang pada itoe doea or«ng, jang dalem sakedjep mata soeda dapet di­binasaken, sedeng maitnja lantas dilempar ka da­lem solokan. Ssäbisnja lakoeken itoe perboeatan kedjem, Beng Hek lantas prenta orang kapertjajaännja pergi mendjaga tempat-tempat jang penting, sedeng ia sen­diri laloe bawa sadjoembla balatentara ka itoe djalanan sempit jang terapit goenoeng dengen niatan hendak menjerang pada Ma Taij jang berdiam di itoe tempat. Tapi koetika ia sampe di sitoe, ia tiada dapetken sapotong menoesia ada di itoe tempat. Dengen mendongkol Beng Hek tanjaken hal itoe pada bebrapa orang doesoen, jang bri taoe padanja, soldadoe moesoe jang berdiam di sitoe, samalem soeda njebrang kombali di soengei Louw Soei dengen angkoet semoea ramsoem jang iaorang da­pet rampas ka pasanggrahannja Khong Beng. Sedeng oering-oeringan, Beng Hek itoe dapet<noinclude>{{rh|Sam Kok}}{{rh|||242}}</noinclude> tod06derjewkmh1v4pjh0nhvbv8xksu 301601 301563 2026-07-07T07:42:52Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3957 —}}</noinclude>Tipoenja Beng Hek itoe njatalah soeda berhasil sebagimana jang ia ada harep; kerna tiada antara lama itoe doea orang soeda dapet dipantjing. Satelah itoe doea orang masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek ada berdiam, lantas djoega ini Radja jang b ndel bri tanda pada itoe bebrapa algodjo jang bersemboeni, hingga marika ini lantas lompat kaloear dan menjerang pada itoe doea or«ng, jang dalem sakedjep mata soeda dapet di­binasaken, sedeng maitnja lantas dilempar ka da­lem solokan. Seäbisnja lakoeken itoe perboeatan kedjem, Beng Hek lantas prenta orang kapertjajaännja pergi mendjaga tempat-tempat jang penting, sedeng ia sen­diri laloe bawa sadjoembla balatentara ka itoe djalanan sempit jang terapit goenoeng dengen niatan hendak menjerang pada Ma Taij jang berdiam di itoe tempat. Tapi koetika ia sampe di sitoe, ia tiada dapetken sapotong menoesia ada di itoe tempat. Dengen mendongkol Beng Hek tanjaken hal itoe pada bebrapa orang doesoen, jang bri taoe padanja, soldadoe moesoe jang berdiam di sitoe, samalem soeda njebrang kombali di soengei Louw Soei dengen angkoet semoea ramsoem jang iaorang da­pet rampas ka pasanggrahannja Khong Beng. Sedeng oering-oeringan, Beng Hek itoe dapet<noinclude>{{rh|Sam Kok}}{{rh|||242}}</noinclude> 6t5n9o9vxujj10f51dgdix9g8m9k049 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/22 104 107936 301564 2026-07-07T02:51:08Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 301564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 3958 —}}</noinclude>soeatoe akal, maka sigra djoega ia poelang ka gowanja boeat berempoek pada adé sendiri jang bernama Beng Joe. Tempo soeda ketemoe pada itoe soedara, Beng Hek itoe lantas berkata: „Soedarakoe, begimana Tjoe Kat Liang itoe poenja kaädaän jang betoel, sekarang ini akoe telah dapet taoe semoea; dari sebab begitoe, baek kau djalanken ini tipoe jang akoe soeda pikir ada bagoes sekali." Kamoedian itoe doea orang doedoek berkata-kata sakoetika lamanja, sedeng apa jang dibitjaraken, itoelah sigra djoega Pembatja nanti mendapet taoe. Tempo Beng Joe mengadjak lebi saratoes soldadoe menjebrang di soengei Louw Soei boeat pergi ka pasanggrahannja Khong Beng dengen membawa banjak emas, moetiara, moestika, gading dan tjoela badak, ia poenja paras ada kaliatan bersorot girang. Tapi baroe ia menjebrang di itoe soengei, ia soeda dipegat oleh balatentaranja Goei Jan, hal jang mana ada bikin ia djadi sanget terkedjoet. Itoe panglima lantas tjari taoe maksoed kadatengannja, dan ia tjeritaken apa jang ia hendak berboeat. Kamoedian itoe panglima kirim orang boeat rapport pada Khong Beng, sedeng ia disoeroe menoenggoe di loear dinding pasanggrahan.<noinclude></noinclude> 0ybb49yj2zhkfox9urfg3xehbmaschm 301602 301564 2026-07-07T07:46:16Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3958 —}}</noinclude>soeatoe akal, maka sigra djoega ia poelang ka gowanja boeat berempoek pada adé sendiri jang bernama Beng Joe. Tempo soeda ketemoe pada itoe soedara, Beng Hek itoe lantas berkata: „Soedarakoe, begimana Tjoe Kat Liang itoe poenja kaädaän jang betoel, sekarang ini akoe telah dapet taoe semoea; dari sebab begitoe, baek kau djalanken ini tipoe jang akoe soeda pikir ada bagoes sekali." Kamoedian itoe doea orang doedoek berkata-kata sakoetika lamanja, sedeng apa jang dibitjaraken, itoelah sigra djoega Pembatja nanti mendapet taoe. Tempo Beng Joe mengadjak lebi saratoes soldadoe menjebrang di soengei Louw Soei boeat pergi ka pasanggrahannja Khong Beng dengen membawa banjak emas, moetiara, moestika, gading dan tjoela badak, ia poenja paras ada kaliatan bersorot girang. Tapi baroe ia menjebrang di itoe soengei, ia soeda dipegat oleh balatentaranja Goei Jan, hal jang mana ada bikin ia djadi sanget terkedjoet. Itoe panglima lantas tjari taoe maksoed kadatengannja, dan ia tjeritaken apa jang ia hendak berboeat. Kamoedian itoe panglima kirim orang boeat rapport pada Khong Beng, sedeng ia disoeroe menoenggoe di loear dinding pasanggrahan.<noinclude></noinclude> p3syr7d7dqnewzp4l0kr5ve81lta09s Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/23 104 107937 301567 2026-07-07T02:57:02Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 301567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 3959 —}}</noinclude>Tempo Goei Jan poenja soeroehan sampe di pasanggrahannja Khong Beng, djoestroe ini ferdana mantri lagi doedoek bersidang dengen Ma Sok, Lu Khai, Tjhio Wan, Hoei Wie dan bebrapa mantri poela, membitjaraken segala kaperloean boeat taloeken negri Lam Ban. Itoe soeroehan lantas dateng mengadep dan bri taoe, dari hal Beng Hek ada kirim adénja, Beng Joe, dengen membawa banjak barang moestika boeat dipersembaken pada Sinsiang. Khong Beng jang mendenger itoe kabar, lantas mengawasin pada Ma Sok dan menanja: „Joe Siang, apa kau taoe maksoed kadatengannja itoe orang asing?" „Boleh djadi ada taoe djoega," menjaoet Ma Sok: „Tapi akoe tiada brani toetoerken dengen berterang. Maka apa boleh akoe toelis doegaänkoe ini dalem saootong kertas, kamoedian baroe akoe seraken soerat itoe pada Sinsiang? Akoe ingin taoe, apa Sinsiang ada moefaket dengen ini pikiran atawa tida." — „Baek, tjobalah kau toelis itoe." Ma Sok lantas menoelis, kamoedian ia angsoerken itoe pada Khong Beng. Satelah ini ferdana mantri membatja toelisannia Ma Sok, lantas djoega ia berkata sambil tertawa dan menepok-nepok tangan:<noinclude></noinclude> frics4qrt5yxypwx0b6ks4rg5aolhka 301603 301567 2026-07-07T07:49:32Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3959 —}}</noinclude>Tempo Goei Jan poenja soeroehan sampe di pasanggrahannja Khong Beng, djoestroe ini ferdana mantri lagi doedoek bersidang dengen Ma Sok, Lu Khai, Tjhio Wan, Hoei Wie dan bebrapa mantri poela, membitjaraken segala kaperloean boeat taloeken negri Lam Ban. Itoe soeroehan lantas dateng mengadep dan bri taoe, dari hal Beng Hek ada kirim adénja, Beng Joe, dengen membawa banjak barang moestika boeat dipersembaken pada Sinsiang. Khong Beng jang mendenger itoe kabar, lantas mengawasin pada Ma Sok dan menanja: „Joe Siang, apa kau taoe maksoed kadatengannja itoe orang asing?" „Boleh djadi ada taoe djoega," menjaoet Ma Sok: „Tapi akoe tiada brani toetoerken dengen berterang. Maka apa boleh akoe toelis doegaänkoe ini dalem sapotong kertas, kamoedian baroe akoe seraken soerat itoe pada Sinsiang? Akoe ingin taoe, apa Sinsiang ada moefaket dengen ini pikiran atawa tida." — „Baek, tjobalah kau toelis itoe." Ma Sok lantas menoelis, kamoedian ia angsoerken itoe pada Khong Beng. Satelah ini ferdana mantri membatja toelisannia Ma Sok, lantas djoega ia berkata sambil tertawa dan menepok-nepok tangan:<noinclude></noinclude> ge0sod1vd0s30a9a6mascvuo62ca6p2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/24 104 107938 301568 2026-07-07T03:02:51Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 301568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 3960 —}}</noinclude>„Itoe tipoe, tjara begimana Beng Hek moesti ditangkep jang akoe soeda pikir dengen baek, betoel ada sebagimana kau poenja pengliatan." Kamoedian itoe ferdana mantri lantas panggil Tio In dateng mengadep. Sasoeda kisikin bebrapa perkataän di koepingnja itoe panglima, ia lantas panggil Goei Jan dateng di hadepannja. Pada ini panglima, demikian poen pada Ong Peng dan Kwan So jang dipanggil paling blakang, djoega itoe orang berilmoe membri pesenan dengen resia. Koetika itoe ampat orang soeda berlaloe boeat lakoeken ia poenja tita, baroelah ia silaken Beng Joe itoe dateng mengadep Sabentar lagi itoe orang asing soeda dateng berloetoet di hadepannja dengen berkata: „Atas titanja Koko Beng Hek, jang telah mene­rima Sinsiang poenja boedi jang amat besar, hingga ia sendiri tida taoe dengen apa ia moesti membales, akoe bawa ini bebrapa roepa moestika boeat Sinsiang; barang-barang jang mana, Sinsiang boleh pandang sadja sebagi barang boeat digandjarken pada balatentara, kerna Koko kata, kamoedia ia nanti kirim lagi laen bingkesan boeat Baginda Keizer." — „Dan kau poenja Koko sekarang ada dimana?" — „Oleh kerna Koko inget Sinsiang poenja boedi jang begitoe besar seperti langit, sekarang ia pergi<noinclude></noinclude> s65qnl5dvk72q33w7g8qpayj8ek67ax 301604 301568 2026-07-07T07:52:37Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3960 —}}</noinclude>„Itoe tipoe, tjara begimana Beng Hek moesti ditangkep jang akoe soeda pikir dengen baek, betoel ada sebagimana kau poenja pengliatan." Kamoedian itoe ferdana mantri lantas panggil Tio In dateng mengadep. Sasoeda kisikin bebrapa perkataän di koepingnja itoe panglima, ia lantas panggil Goei Jan dateng di hadepannja. Pada ini panglima, demikian poen pada Ong Peng dan Kwan So jang dipanggil paling blakang, djoega itoe orang berilmoe membri pesenan dengen resia. Koetika itoe ampat orang soeda berlaloe boeat lakoeken ia poenja tita, baroelah ia silaken Beng Joe itoe dateng mengadep. Sabentar lagi itoe orang asing soeda dateng berloetoet di hadepannja dengen berkata: „Atas titanja Koko Beng Hek, jang telah mene­rima Sinsiang poenja boedi jang amat besar, hingga ia sendiri tida taoe dengen apa ia moesti membales, akoe bawa ini bebrapa roepa moestika boeat Sinsiang; barang-barang jang mana, Sinsiang boleh pandang sadja sebagi barang boeat digandjarken pada balatentara, kerna Koko kata, kamoedia ia nanti kirim lagi laen bingkesan boeat Baginda Keizer." — „Dan kau poenja Koko sekarang ada dimana?" — „Oleh kerna Koko inget Sinsiang poenja boedi jang begitoe besar seperti langit, sekarang ia pergi<noinclude></noinclude> bi7o8ayf3x5wo8rf8aw5vkud560vx8g Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/25 104 107939 301569 2026-07-07T03:07:45Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 301569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 3961 —}}</noinclude>ka goenoeng Gie Kong San boeat ambil barang-barang moestika, tapi tiada lama tentoe ia nanti poelang kombali." — „Kau ada adjak brapa banjak orangtah dateng ka mari?" — „Akoe tiada brani mengadjak banjak; malaenken saratoes orang lebi, jaitoe satjoekoepnja sadja boeat membawa barang-barang." Khong Beng lantas soeroe itoe semoea orang masoek ka dalem itoe roewangan. Matjemnja marika itoe lebi mirip dengen memedi dari pada menoesia. laorang tiada pake kasoet, sedang di koepingnja ada tergantoeng anting-anting terbikin dari emas; koelitnja item, bidji-matanja blao, samentara ramboet jang berwarna koening dan koemis mera sepa jang toemboe di atas bibirnja, ada menambaken kaängkerannja. Khong Beng lantas silaken itoe soldadoe asing jang tinggi besar, satoe tanda iaorang ada berte­naga koeat sekali, doedoek makan-minoem dalem itoe roewangan, sedeng bebrapa ponggawa prang diprenta melajanin pada marika itoe. Doea antara itoe soldadoe penganter sigra djoega telah poelang kombali ka pasanggrahannja Beng Hek, sedeng ini Radja djoestroe lagi menoenggoe balesan kabar. Ia lantas silaken itoe doea orang masoek berdjoempa dan menanja, hal apa soeda terdjadi dengen soedaranja jang bawa barang anteran.<noinclude></noinclude> fl3c1n7pq3tkxy3cxk1onyf0h1ndgex 301605 301569 2026-07-07T07:55:26Z Rikza0909 27268 /* Tervalidasi */ 301605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rikza0909" />{{rh||— 3961 —}}</noinclude>ka goenoeng Gie Kong San boeat ambil barang-barang moestika, tapi tiada lama tentoe ia nanti poelang kombali." — „Kau ada adjak brapa banjak orangtah dateng ka mari?" — „Akoe tiada brani mengadjak banjak; malaenken saratoes orang lebi, jaitoe satjoekoepnja sadja boeat membawa barang-barang." Khong Beng lantas soeroe itoe semoea orang masoek ka dalem itoe roewangan. Matjemnja marika itoe lebi mirip dengen memedi dari pada menoesia. laorang tiada pake kasoet, sedang di koepingnja ada tergantoeng anting-anting terbikin dari emas; koelitnja item, bidji-matanja blao, samentara ramboet jang berwarna koening dan koemis mera sepa jang toemboe di atas bibirnja, ada menambaken kaängkerannja. Khong Beng lantas silaken itoe soldadoe asing jang tinggi besar, satoe tanda iaorang ada berte­naga koeat sekali, doedoek makan-minoem dalem itoe roewangan, sedeng bebrapa ponggawa prang diprenta melajanin pada marika itoe. Doea antara itoe soldadoe penganter sigra djoega telah poelang kombali ka pasanggrahannja Beng Hek, sedeng ini Radja djoestroe lagi menoenggoe balesan kabar. Ia lantas silaken itoe doea orang masoek berdjoempa dan menanja, hal apa soeda terdjadi dengen soedaranja jang bawa barang anteran.<noinclude></noinclude> tody0zfpm9qtdnlcxq21oxlwa5yk1hu Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/47 104 107940 301583 2026-07-07T04:05:26Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301583 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 47 crop).jpg|pus]]<noinclude></noinclude> olg1b4bzn0hhjt6nde6p24a1q6e6p9f Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/23 104 107941 301584 2026-07-07T04:09:41Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 301584 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>[[File:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek (page 23 crop).jpg|pus|]]<noinclude></noinclude> 5xw3at430pr1z90i64gb7c47xs3yz6a Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/9 104 107942 301585 2026-07-07T04:11:16Z Alicya- 21994 /* Tanpa teks */ 301585 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Alicya-" /></noinclude><noinclude>viii</noinclude> rry3meeu3r1e5p84af0j144wb5ayplz Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/11 104 107943 301586 2026-07-07T04:11:38Z Alicya- 21994 /* Tanpa teks */ 301586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Alicya-" /></noinclude><noinclude>x</noinclude> 5qvf57ydgj1ytjr3w5qd16g21wuaaep Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/53 104 107944 301587 2026-07-07T05:00:04Z Dyalim 21704 /* Telah diuji baca */ 301587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|{{larger|'''XIV.'''}}}}</noinclude>Ada pon goerdi dan peng girik itoe ter boe at dari pada besi, Adapon ba tang nja dan ka palanja dari, pada ka joe. {{c|{{larger|'''XIV.'''}}}} Hendak memasoekkan pakoe dalam pa pan itoe, maka toe kang ka joe me noe koel de ngan toekoel, Ada pon toe koel itoe ter boeat dari pada besi; maka tang kainja dari pada kajoe, Maka toekang besi me nem pa be si de ngan toe koel jang amat gedang: maka toekoel itoe dina mainja godam. Ada djoegakah toe koel jang di boe at dari pada kajoe? Pandaikah eng kau me ma kai toe koel? {{c|{{larger|'''XV.'''}}}} Bah wa satiap baha gian toe boh kita dinamai anggota. Ada djoegakah anggota jang tiada ber goena pada kita? Tiada boekan; apa djoega pada badan kita tak dapat tiada wadjib. Tjoba pikirkan orang jang tiada ber tangan, ba gai mana ia boleh ker dja sawah, Atan orang jang tiada ber mata, ba gaimana ia boleh me li hat ka moe lia an doenia ini! Kasehan<noinclude></noinclude> prz7j2ea0cslbdoxr48qis47qk1sgv3 301588 301587 2026-07-07T05:00:35Z Dyalim 21704 301588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh||{{larger|'''45'''}}}}</noinclude>Ada pon goerdi dan peng girik itoe ter boe at dari pada besi, Adapon ba tang nja dan ka palanja dari, pada ka joe. {{c|{{larger|'''XIV.'''}}}} Hendak memasoekkan pakoe dalam pa pan itoe, maka toe kang ka joe me noe koel de ngan toekoel, Ada pon toe koel itoe ter boeat dari pada besi; maka tang kainja dari pada kajoe, Maka toekang besi me nem pa be si de ngan toe koel jang amat gedang: maka toekoel itoe dina mainja godam. Ada djoegakah toe koel jang di boe at dari pada kajoe? Pandaikah eng kau me ma kai toe koel? {{c|{{larger|'''XV.'''}}}} Bah wa satiap baha gian toe boh kita dinamai anggota. Ada djoegakah anggota jang tiada ber goena pada kita? Tiada boekan; apa djoega pada badan kita tak dapat tiada wadjib. Tjoba pikirkan orang jang tiada ber tangan, ba gai mana ia boleh ker dja sawah, Atan orang jang tiada ber mata, ba gaimana ia boleh me li hat ka moe lia an doenia ini! Kasehan<noinclude></noinclude> kjd3qcuoas26czneupsf5r8g3rbew10 301615 301588 2026-07-07T08:29:23Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|'''45'''}}}}</noinclude>A da pon{{gap}}goer di{{gap}}dan{{gap}}peng gi rik{{gap}}i toe{{gap}}ter boe at{{gap}}da ri{{gap}}pa da{{gap}}be si.{{gap}}Ad a pon{{gap}}ba tang nja{{gap}}dan{{gap}}ka pala nja{{gap}}dari{{gap}}pa da{{gap}}ka joe. {{c|{{larger|'''XIV.'''}}}} Hen dak{{gap}}me ma soek kan{{gap}}pa koe{{gap}}da lam{{gap}}pa pan{{gap}}i toe,{{gap}}ma ka{{gap}}toe kang{{gap}}ka joe{{gap}}me noe koel{{gap}}de ngan{{gap}}toe koel.{{gap}}A da pon{{gap}}toe koel{{gap}}i toe{{gap}}ter boe at{{gap}}da ri{{gap}}pa da{{gap}}be si;{{gap}}ma ka tang kai nja{{gap}}da ri{{gap}}pa da{{gap}}ka joe.{{gap}}Ma ka{{gap}}toe kang{{gap}}be si{{gap}}me nem pa{{gap}}be si{{gap}}de ngan{{gap}}toe koel{{gap}}jang{{gap}}a mat{{gap}}ge dang: ma ka{{gap}}toe koel{{gap}}i toe{{gap}}di na ma inja{{gap}}go dam.{{gap}}A da{{gap}}djoe ga kah{{gap}}toe koel{{gap}}jang{{gap}}di boe at{{gap}}da ri{{gap}}pa da{{gap}}ka joe?{{gap}}Pan dai kah{{gap}}eng kau{{gap}}me ma kai{{gap}}toe koel? {{c|{{larger|'''XV.'''}}}} Bah wa{{gap}}sa ti ap{{gap}}ba ha gian{{gap}}toe boh{{gap}}ki ta{{gap}}di na ma i{{gap}}ang go ta.{{gap}}A da{{gap}}djoe ga kah{{gap}}ang go ta{{gap}}jang{{gap}}ti a da{{gap}}ber goe na{{gap}}pa da{{gap}}ki ta?{{gap}}Ti a da{{gap}}boe kan; a pa{{gap}}djoe ga{{gap}}pa da{{gap}}ba dan{{gap}}ki ta{{gap}}tak{{gap}}da pat{{gap}}ti a da{{gap}}wa djib.{{gap}}Tjo ba{{gap}}pi kir kan{{gap}}o rang{{gap}}jang{{gap}}ti a da{{gap}}ber ta ngan,{{gap}}ba gai ma na{{gap}}ia bo leh{{gap}}ker dja{{gap}}sa wah.{{gap}}A tan{{gap}}o rang{{gap}}jang{{gap}}ti a da{{gap}}ber mata,{{gap}}ba gai ma na{{gap}}i a{{gap}}bo leh{{gap}}me li hat{{gap}}ka moe lia an{{gap}}doe ni a{{gap}}i ni!{{gap}}Ka se han<noinclude></noinclude> b3y8lx6kml5lq3b9pr5cdz87rz4coaz Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/1 104 107945 301589 2026-07-07T05:09:15Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SIGNATUUR MICROVORM: ''SHELF NUMBER MICROFORM:'' <small>M SINO 0599 dl 3</small> BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: ''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'' • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: ''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:'' IMM69C-l00z6'f> . KITLVlRoyal Netberlands lostitute ofSoutbeast Asiao aod Caribbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM: Anna Karenlne atawa HaUnJa soloe prompoeon I menoeroel klifangannJa Leo Tolslol. - 8atavlo : IerIJllok oloh Hoa Slang In K... 301589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>SIGNATUUR MICROVORM: ''SHELF NUMBER MICROFORM:'' <small>M SINO 0599 dl 3</small> BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: ''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'' • • MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: ''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:'' IMM69C-l00z6'f> . KITLVlRoyal Netberlands lostitute ofSoutbeast Asiao aod Caribbean Studies SHELF NUMBER MICROFORM: Anna Karenlne atawa HaUnJa soloe prompoeon I menoeroel klifangannJa Leo Tolslol. - 8atavlo : IerIJllok oloh Hoa Slang In Klok, (ca. 1932(. - 3 dl. (284 p.). ; 16cm Slno-MalolsoUloraluur. - NovoUe DJII. No. I-J. AUTEUR(S) Lev Nlkol ..vléc TolsloJ (1828-1910) E.ompllll'loceveDl: J dl. In I bd. (lamat) M SINO 0599 dl 3 Sign. van origineel: Shollnr. of orlglnal copy: M hh 8245 N Filmformaat I Size offilm: Beeld plaatsing 1Image placemellt : Reductie moederfilm I Reductioll Master film: Jaar van verfilming I Filmed ill: Verfilmd door bedrijf I Filmed by: Sign. Vin mIcrovorm: Sholrnr. of mlcroform: M SINO 0599 diJ HDP/..... 16/:amm COMIC I IIB .6 : 1 2005 Karmac Microfilm Systems<noinclude></noinclude> haicf668bt8lpyazj82msv693i0pkgc 301593 301589 2026-07-07T05:54:23Z Badak Jawa 19009 /* Telah diuji baca */ 301593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>SIGNATUUR MICROVORM: ''SHELF NUMBER MICROFORM:'' <small>M SINO 0599 dl 3</small> BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: ''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'' MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: ''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:'' MM69C-l00268 . --------------------------------- KITLV/Royal Netherlands Institute of Soutbeast Asian and Caribbean Studies <small>Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean/menoeroet karangannja Leo Tolstoi. - Batavia : tertjitak oleh Hoa Slang In Klok, [ca. 1932].-3 dl.(284 p.). ; 16cm Slno-Maleise literatuur. -Novelle Djil. No. 1-3.</small> <small>AUTEUR(S) Lev Nlkolaviéc Tolstoj (1828-1910)</small> <small>Exemplaargegevens: J dl. In 1 bd. (tamat)</small> <small>Sign. van origineel: Shellfnr. of original copy: M hh 8245 N</small> Filmformaat/''Size of film:'' HDP/{{Takterbaca}}16/{{Tak terbaca}} mm Beeld plaatsing/''Image placement:'' COMIC/IIB Reductie moederfilm/''Reduction Master film:'' 15:1 Jaar van verfilming/''Filmed in:'' 2005 Verfilmd door bedrijf/''Filmed by:'' Karmac Microfilm Systems<noinclude></noinclude> gp1brblihfs9s3ll11vj8ipv86s0e08 301597 301593 2026-07-07T06:24:20Z Badak Jawa 19009 301597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>SIGNATUUR MICROVORM: ''SHELF NUMBER MICROFORM:'' <small>M SINO 0599 dl 3</small> BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: ''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'' MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: ''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:'' MM69C-l00268 . --------------------------------- KITLV/Royal Netherlands Institute of Soutbeast Asian and Caribbean Studies <small>Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean/menoeroet karangannja Leo Tolstoi. - Batavia : tertjitak oleh Hoa Slang In Klok, [ca. 1932].-3 dl.(284 p.). ; 16cm Slno-Maleise literatuur. -Novelle Djil. No. 1-3.</small> <small>AUTEUR(S) Lev Nlkolaviéc Tolstoj (1828-1910)</small> <small>Exemplaargegevens: J dl. In 1 bd. (tamat)</small> <small>Sign. van origineel: Shellfnr. of original copy: M hh 8245 N</small> Filmformaat/''Size of film:'' HDP/{{Takterbaca}}16/{{Takterbaca}} mm Beeld plaatsing/''Image placement:'' COMIC/IIB Reductie moederfilm/''Reduction Master film:'' 15:1 Jaar van verfilming/''Filmed in:'' 2005 Verfilmd door bedrijf/''Filmed by:'' Karmac Microfilm Systems<noinclude></noinclude> o2c9l5wjikxuzq7l8e539su27fnz23i 301650 301597 2026-07-07T09:29:11Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" /></noinclude>{{xxx-larger|SIGNATUUR MICROVORM :}} {{xxx-larger|''SHELF NUMBER MICROFORM :''}} {{border|M SINO 0599 dl 3}} {{xx-larger|BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:}} {{xx-larger|''BIBLIOGRAPHIC RECORD:''}} {| |MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: |rowspan=2 style="border: 1px solid black;" | {{x-larger|MM69C-100268}} |- |''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:'' |} {{rule}} {{smaller|KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies}} {{x-smaller|Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean/menoeroet karangannja Leo<br/> Tolstoi. - Batavia : tertjitak oleh Hoa Siang In Klok, [ca. 1932].-3 dl.(284 p.). ; 16cm<br/> Sino-Maleise literatuur. -Novelle<br/> Djil. No. 1-3.}} {{smaller|AUTEUR(S)<br/> Lev Nikolaeviéc Tolstoj (1828-1910)}} {{x-smaller|Exemplaargegevens:<br>3 dl. in 1 bd. (tamat)}} <!--ukuran fonta {{x-smaller}} adalah 69%--> {|style="font-size: 69%;" |Sign. van origineel: || Sign. van microvorm: |- |Shelfnr. or original copy: || Shelfnr. of microform: |- |M hh 8245 N|| M SINO 0599 dl 3 |} {{rule}} <!--ukuran fonta {{smaller}} adalah 83%--> {|style="font-size: 83%;" |Filmformaat / ''Size of film :'' |style="text-align: right;" | HDP / AHU 16 / 35 mm |- |Beeld plaatsing / ''Image placement :'' |style="text-align: right;" | COMIC / IIB |- |Reductie moederfilm / ''Reduction Master film :'' |style="text-align: right;" | 15:1 |- |Jaar van verfilmning / ''Filmed in :'' |style="text-align: right;" | 2005 |- |Verfilmd door bedrijf / ''Filmed by :'' |style="text-align: right;" | Karmac Microfilm Systems |}<noinclude></noinclude> ogmhp1k2bd1m414tdm7zx5q4qx12b5m Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/55 104 107946 301592 2026-07-07T05:33:39Z Dyalim 21704 /* Telah diuji baca */ 301592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh||{{larger|'''47'''}}}} {{rh||{{larger|'''XVIII.'''}}}}</noinclude>[[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 55 crop).png|nirbing|pus]] Ajoeh! gosoklah matamoe djelahdjelah! Si dijaga soedah berkoekoek sagagah ga gahnja! Anak anaknja djoega soedah kalosar. Maka iapon mentjahari dengan radjin oelat oelat dan bi dji bidji makanannja pagi hari! Maka matahari soedah tinggi. Lajang lajang ber njanji diatas atap roemah dan moerai bersi oel di atas batang kajoe. Sakarang waktoe bangoen. Maka boenga boengapon soedah terkem bang. Maka marpati terbang keliling kajoe ara sopaja kena panas. Maka orangpon telah dalam perkerdjaannja. Dan engkaulah tak soeka sadar dari pada tidor? Ajoeh bangoen le kas lah!<noinclude></noinclude> 3qq635ck9e89pq9x7uewmqs22w1sez0 301618 301592 2026-07-07T08:38:53Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||{{larger|'''47'''}}}} {{rh||{{larger|'''XVIII.'''}}}}</noinclude>[[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 55 crop).png|nirbing|pus]] A joeh!{{gap}}go sok lah{{gap}}ma ta moe{{gap}}dje lah dje lah!{{gap}}Si dja ga{{gap}}soe dah{{gap}}ber koe koek{{gap}}sa ga gah{{gap}}ga gah nja!{{gap}}A nak{{gap}}a nak nja{{gap}}djoe ga{{gap}}soe dah{{gap}}ka loe ar.{{gap}}Ma ka{{gap}}i a pon{{gap}}men tja ha ri{{gap}}de ngan{{gap}}ra djin{{gap}}oe lat{{gap}}oe lat{{gap}}dan{{gap}}bi dji{{gap}}bi dji{{gap}}ma ka nan nja{{gap}}pa gi{{gap}}ha ri!{{gap}}Ma ka{{gap}}ma ta ha ri{{gap}}soe dah{{gap}}tin ggi.{{gap}}La jang{{gap}}la jang{{gap}}ber nja nji{{gap}}di a tas{{gap}}a tap{{gap}}roe mah{{gap}}dan{{gap}}moe rai{{gap}}ber si oel{{gap}}di a tas{{gap}}ba tang{{gap}}ka joe.{{gap}}Sa ka rang{{gap}}wak toe{{gap}}ba ngoen.{{gap}}Ma ka{{gap}}boe nga{{gap}}boe nga pon{{gap}}soe dah{{{gap}}ter kem bang.{{gap}}Ma ka{{gap}}mar pa ti{{gap}}ter bang{{gap}}ke li ling{{gap}}ka joe{{gap}}ara{{gap}}so pa ja{{gap}}ke na{{gap}}pa nas.{{gap}}Ma ka{{gap}}o rang pon{{gap}}te lah{{gap}}da lam{{gap}}per ker dja an nja.{{gap}}Dan{{gap}}eng kau lah{{gap}}tak soe ka{{gap}}sa dar{{gap}}da ri pa da{{gap}}ti dor?{{gap}}A joeh{{gap}}ba ngoen{{gap}}le kas lah!<noinclude></noinclude> t2dqa0yy7o9o6dclf578pepphvs1w84 Templat:Redact 10 107947 301595 2026-07-07T06:18:28Z Badak Jawa 19009 /* */ 301595 wikitext text/x-wiki <templatestyles src="Templat:Redact/styles.css" /><span class="wst-redact wst-redact-{{{method|inline-block}}} {{#if:{{{text|}}}|wst-redact-with-text|<!---->{{#ifeq:{{{width|{{{1|}}}}}}|full|wst-redact-full-width|<!---->wst-redact-default-width}}}} {{{class|}}}" <!-- -->title="redacted text{{#if:{{{replacement|}}}|; replacement: {{{replacement|}}}}}{{#if:{{{foia-exceptions|}}}|; FOIA Request Exceptions: {{{foia-exceptions|}}}}}" {{optional style<!-- -->|background-color={{{color|}}}<!-- -->|color={{#if:{{{text|}}}|{{{foreground|{{{color|}}}}}}|{{{color|}}}}} <!-- -->|border-color={{{border-color|{{{bordercolor|}}}}}}<!-- -->|padding-left={{#if:{{{text|}}}||{{#ifeq:{{{width|{{{1|}}}}}}|full||{{#switch:{{{method|inline-block}}}|inline={{{width|{{{1|}}}}}}|#default=}}}}}}<!-- -->|width={{#if:{{{text|}}}||{{#ifeq:{{{width|{{{1|}}}}}}|full||{{#switch:{{{method|inline-block}}}<!-- -->|inline-block={{#if:{{is number|{{{width|{{{1|}}}}}}}}|{{{width|{{{1|}}}}}}em|{{{width|{{{1|}}}}}}}}<!-- -->|#default=<!-- -->}}}}}}<!-- -->}}<!-- -->>{{#switch:{{{method|inline-block}}}|spaces={{#invoke:String|rep|&#35;&#32;|{{#if:{{{width|{{{1|}}}}}}|{{{width|{{{1}}}}}}|8}}}}|#default={{#if:{{{text|}}}|{{{text}}}|&nbsp;}}}}</span><!-- # tracking categories -->{{#if:{{{replacement|}}}|{{category handler|all=[[Category:Redacted pages with replacement text]]}}}}<!-- -->{{#if:{{{foia-exceptions|}}}|{{category handler|all=[[Category:Redacted pages with FOIA exceptions]]}}}}<!-- -->{{#if:{{{color|}}}{{{foreground|}}}{{{border-color|{{{bordercolor|}}}}}}|{{category handler|all=[[Category:Redacted pages with custom color]]}}}}<!-- -->{{#if:{{{text|}}}|{{category handler|all=[[Category:Redacted pages with custom text]]}}}}<!-- -->{{#if:{{{width|{{{1|}}}}}}|{{category handler|all=[[Category:Redacted pages with width specified]]}}}}<noinclude> {{documentation}} </noinclude> 0mk5ekhk0k4zx5fwrln8b8c3irhklfj Templat:Redact/styles.css 10 107948 301596 2026-07-07T06:19:48Z Badak Jawa 19009 ←Membuat halaman berisi '.wst-redact { line-height: inherit; background-color: currentcolor; color: unset; border:1px solid; } .wst-redact-inline-block { display: inline-block; line-height: 1.1; } .wst-redact-inline-block.wst-redact-full-width { width: 98%; } .wst-redact-inline-block.wst-redact-default-width { width: 4.5em; } .wst-redact-inline { display: inline; } .wst-redact-inline.wst-redact-full-width { padding-left: 98%; } .wst-redact-inline.wst-redact-default-width { p...' 301596 sanitized-css text/css .wst-redact { line-height: inherit; background-color: currentcolor; color: unset; border:1px solid; } .wst-redact-inline-block { display: inline-block; line-height: 1.1; } .wst-redact-inline-block.wst-redact-full-width { width: 98%; } .wst-redact-inline-block.wst-redact-default-width { width: 4.5em; } .wst-redact-inline { display: inline; } .wst-redact-inline.wst-redact-full-width { padding-left: 98%; } .wst-redact-inline.wst-redact-default-width { padding-left:4.25em; } .wst-redact-spaces { display: inline; } d0fz41q5ps4253yqmuuzmlwr8m23fv1 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/11 104 107949 301608 2026-07-07T08:17:50Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh|10}} {{c|"P E N G H I D O E P A N"}}</noinclude> Gogwee-tjeego tjoema tinggal doea hari! Doea hari berselang, dan koetika sampe pada itoe hari, antero pendoedoek dari berbagi-bagi tempat jang koendjoengin itoe kota, semoea merasaken penoe kasenengan, kagirangan dan kaplesieran makan minoem, dan djoega....... kasoekeran brikoet sekalian bahaja-bahaja jang djoega tida djarang saben taoen terdjadi! Semoea roemah-roemah makan djadi padet tamoe, antero straat kandara‘an liwat tida brenti-brentinja. Parasnja orang jang bersliweran rata-rata ada goembira. Soenggoe sanget ramee! Di depannia satoe roemah makan jang sederhana, keliatan saorang anak moeda berdoedoek madep distraat. Sabentar-sabentar ia poenja bidji mata berdansa kakiri dan kanan, meliatken reepa-roepa pemandengan jang tertampak di depannija. la poenia paras ada sanget tiakep dan gaga. Ia doedoek begitoe roepa dengen anteng, terpisa pada lain-lain tetamoe. Sedeng diblakangnja, ada doea orang jang menoenggoe sambil berdiri, roepanja marika itoe ada sebagi pengikoet atawa boedjangnja itoe orang moeda jang berdoedoek. ,,Orang kata Hangtjioe ada kota Sorga, tida sala, kongtjoe,“ berkata satoe antara itoe doea orang jang bediri, ,kaloe akoe liat keadaan sekarang ini, biar akoe tida dapet gadji, rasanja akoe seneng berdiam di ini tempat”.<noinclude></noinclude> ikwu0u4w89amd6qeii98exinw3m0att 301609 301608 2026-07-07T08:19:57Z Rikza0909 27268 301609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh|10|"P E N G H I D O E P A N"}}</noinclude> Gogwee-tjeego tjoema tinggal doea hari! Doea hari berselang, dan koetika sampe pada itoe hari, antero pendoedoek dari berbagi-bagi tempat jang koendjoengin itoe kota, semoea merasaken penoe kasenengan, kagirangan dan kaplesieran makan minoem, dan djoega....... kasoekeran brikoet sekalian bahaja-bahaja jang djoega tida djarang saben taoen terdjadi! Semoea roemah-roemah makan djadi padet tamoe, antero straat kandara‘an liwat tida brenti-brentinja. Parasnja orang jang bersliweran rata-rata ada goembira. Soenggoe sanget ramee! Di depannia satoe roemah makan jang sederhana, keliatan saorang anak moeda berdoedoek madep distraat. Sabentar-sabentar ia poenja bidji mata berdansa kakiri dan kanan, meliatken reepa-roepa pemandengan jang tertampak di depannija. la poenia paras ada sanget tiakep dan gaga. Ia doedoek begitoe roepa dengen anteng, terpisa pada lain-lain tetamoe. Sedeng diblakangnja, ada doea orang jang menoenggoe sambil berdiri, roepanja marika itoe ada sebagi pengikoet atawa boedjangnja itoe orang moeda jang berdoedoek. ,,Orang kata Hangtjioe ada kota Sorga, tida sala, kongtjoe,“ berkata satoe antara itoe doea orang jang bediri, ,kaloe akoe liat keadaan sekarang ini, biar akoe tida dapet gadji, rasanja akoe seneng berdiam di ini tempat”.<noinclude></noinclude> i4clfbaphgu7jnrxti9q40uz4ozi0q5 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/4 104 107950 301610 2026-07-07T08:23:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>— 162 —</center> „Ah, kau poenja ketrangan bikin hatikoe djadi sanget girang!" Tempo Levine oetjapken itoe dan pandang moekanja Dolly, orang jang dipandang dapet liat bagimana parasnja Levine jang tiada beda sebagi orang jang ada bersoeka. „Levine, akoe poenja sobat jang baek," begitoelah Dolly tanja sembari mesem, „kenapa kau mara sama Kitty?" „Akoe? Akoe tida mara sama Kitty!" „Memang djoega kau mara padanja. Moesti ada apa-apa jang kau boeat gandjelan. Akoe bilang ini lantaran tempo kau ada di Moskou, boekan sadja tiada dateng di akoe poenja roema, hanja djoega kau tiada mampir sama sekali di roemahnja Kitty." „Daria Alexandrovna," kata ia sedeng paras moekanja seperti kepiting oereboes, „bagimana kau jang kenal begitoe djaoe padakoe, bisa bilang begitoe?... Kau, jang djadi akoe poenja sobat, apa tiada kasian dengen akoe poenja diri, apa kau tiada taoe rasanja hatikoe?" „Apa jang akoe moesti taoe?" „Karoean sadja kau taoe jang akoe ada lamar Kitty dan jang..." Dari parasnja menoendjoekkin jang ini oeroesan ada mendoekain sanget hatinja Levine. „Bagimana akoe bisa taoe itoe?" „Siapa saija taoe itoe hal!" „Kau kiroe. Sabeloemnja akoe tiada taoe itoe perkara, kerditipoen hatikoe ada djoega..." „Sekarang kau taoe 'da..." ----- <center>— 163 —</center> „Akoe makloenken taoe Kitty ada sanget berdoesa. Tapi lantaran apa ia tiada tjeritaken pada akoe, boleh djadi ia tiada ada omongin djoega itoe pada laen orang. Kaloe boleh akoe tanja, tjeritakenlah apa sabetoelnja jang soeda terdjadi? . . .” „Baroesan toh akoe soeda tjeritaken . . .” „Kapan kau soeda lamar Kitty?” „Doeloean tempo akoe dateng pada kau.” „Ah, akoe moesti seselken Kitty jang . . . Apa itoe meloekain kau poenja ati?” „Roepanja begitoe . . .” Dolly oelangin omongannja: „Tapi, ah, Levine, sobatkoe jang baek. Apa akoe moesti berboeat bagimana dengen Kitty? Akoe sendiri salahken dirinja! Sekarang akoe mengarti ’da doedoeknja perkara!” „Djangan mara padakoe, Daris Alexandrovna,” kata Levine dan abis oetjapken itoe ia bangoen dari tempat doedoeknja, „Sampe ketemoe kembali!” „Tiada-Tiada. Doedoek doeloe!” kata Dolly dan pegang tangannja Levine dengen koeat. „Baek, akoe maoe doedoek di sini lagi, tapi dengen perdjandjian jang kau tiada bitjaraken poela itoe oeroesan, sebab . . . kau bikin akoe djadi sedi! . . .” Abis bilang begitoe ia doedoek kembali di korsinja. Atinja seringkali menanja sama dirinja sendiri, apa itoe pengharepan jang soeda „terbang”, sekarang bisa diharep-harep lagi? Dengen ati jang terdebar-debar ia menoenggoe kedjadian.<noinclude></noinclude> 6cdgy9gt2i2ol5e1kv7cbbw8ajq24rz 301611 301610 2026-07-07T08:26:11Z Link PB 26772 301611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 162 —}} „Ah, kau poenja ketrangan bikin hatikoe djadi sanget girang!" Tempo Levine oetjapken itoe dan pandang moekanja Dolly, orang jang dipandang dapet liat bagimana parasnja Levine jang tiada beda sebagi orang jang ada bersoeka. „Levine, akoe poenja sobat jang baek," begitoelah Dolly tanja sembari mesem, „kenapa kau mara sama Kitty?" „Akoe? Akoe tida mara sama Kitty!" „Memang djoega kau mara padanja. Moesti ada apa-apa jang kau boeat gandjelan. Akoe bilang ini lantaran tempo kau ada di Moskou, boekan sadja tiada dateng di akoe poenja roema, hanja djoega kau tiada mampir sama sekali di roemahnja Kitty." „Daria Alexandrovna," kata ia sedeng paras moekanja seperti kepiting oereboes, „bagimana kau jang kenal begitoe djaoe padakoe, bisa bilang begitoe?... Kau, jang djadi akoe poenja sobat, apa tiada kasian dengen akoe poenja diri, apa kau tiada taoe rasanja hatikoe?" „Apa jang akoe moesti taoe?" „Karoean sadja kau taoe jang akoe ada lamar Kitty dan jang..." Dari parasnja menoendjoekkin jang ini oeroesan ada mendoekain sanget hatinja Levine. „Bagimana akoe bisa taoe itoe?" „Siapa saija taoe itoe hal!" „Kau kiroe. Sabeloemnja akoe tiada taoe itoe perkara, kerditipoen hatikoe ada djoega..." „Sekarang kau taoe 'da..." ----- {{center|— 163 —}} „Akoe makloenken taoe Kitty ada sanget berdoesa. Tapi lantaran apa ia tiada tjeritaken pada akoe, boleh djadi ia tiada ada omongin djoega itoe pada laen orang. Kaloe boleh akoe tanja, tjeritakenlah apa sabetoelnja jang soeda terdjadi? . . .” „Baroesan toh akoe soeda tjeritaken . . .” „Kapan kau soeda lamar Kitty?” „Doeloean tempo akoe dateng pada kau.” „Ah, akoe moesti seselken Kitty jang . . . Apa itoe meloekain kau poenja ati?” „Roepanja begitoe . . .” Dolly oelangin omongannja: „Tapi, ah, Levine, sobatkoe jang baek. Apa akoe moesti berboeat bagimana dengen Kitty? Akoe sendiri salahken dirinja! Sekarang akoe mengarti ’da doedoeknja perkara!” „Djangan mara padakoe, Daris Alexandrovna,” kata Levine dan abis oetjapken itoe ia bangoen dari tempat doedoeknja, „Sampe ketemoe kembali!” „Tiada-Tiada. Doedoek doeloe!” kata Dolly dan pegang tangannja Levine dengen koeat. „Baek, akoe maoe doedoek di sini lagi, tapi dengen perdjandjian jang kau tiada bitjaraken poela itoe oeroesan, sebab . . . kau bikin akoe djadi sedi! . . .” Abis bilang begitoe ia doedoek kembali di korsinja. Atinja seringkali menanja sama dirinja sendiri, apa itoe pengharepan jang soeda „terbang”, sekarang bisa diharep-harep lagi? Dengen ati jang terdebar-debar ia menoenggoe kedjadian.<noinclude></noinclude> of24s6ei11jrvshayycvnroswf5cmyh Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/26 104 107951 301612 2026-07-07T08:26:34Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{rh||-3962}}</noinclude> .,O, Tjoe-Kat Liang telah trima itoe barang-ba­ rang dengen girang sekali!" kata doea orang jang ditanja itoe: „soldadoe jang bawa itoe bingkesan, semoea dipanggil masoek ka dalem tenda, dimana iaorang diadjak makan dan minoem. Dengen resia Dji-Taij-Ong pesen kita-orang wartaken pada Toeankoe, ini malem djem poekoel doea Toeankoe boleh menjerang dari loear dan ia nanti membantoe dari sebla dalem, soepaja itoe pakerdjaän besar bisa berhasil bagoes." Itoelah ada kabar jang menggirangken sanget hatinja Beng Hek. Maka itoe waktoe djoega ia lan­tas siapken tiga laksa balatentara jang dipetja djadi tiga pasoekan boeat menjerang moesoe. Kamoedian ia panggil semoea Radia- gowa jang moesti kapalaken itoe barisan dateng mengadep boeat trima ia poenja pesenan. „Pada waktce berangkat," kata Beng Hek pada marika itoe: „kau moesti soeroe itoe sekalian ba­ latentara membawa oempan api, kerna, apabila itoe barisan soeda sampe di pasanggrahan moesoe, lantas djoega marika itoe moesti membri tanda dengen njalaken api, soepaja akoe iang madjoe boeat menjerang moesoe poenja bangsal jang ter­diri di sama tenga boleh lantas pergi tangkep pada Tjoe-Kat Liang." Itoe semoea Radja-asing jang menerima titanja Beng Hek, pada waktoe menggrip lantas adjak balatentaranja menjebrang di soengei Louw Soei.<noinclude></noinclude> mke68v1psjzho3icq9121nrp5ol8aff 301613 301612 2026-07-07T08:27:33Z Rikza0909 27268 301613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{rh||- 3962 -}}</noinclude> .,O, Tjoe-Kat Liang telah trima itoe barang-ba­ rang dengen girang sekali!" kata doea orang jang ditanja itoe: „soldadoe jang bawa itoe bingkesan, semoea dipanggil masoek ka dalem tenda, dimana iaorang diadjak makan dan minoem. Dengen resia Dji-Taij-Ong pesen kita-orang wartaken pada Toeankoe, ini malem djem poekoel doea Toeankoe boleh menjerang dari loear dan ia nanti membantoe dari sebla dalem, soepaja itoe pakerdjaän besar bisa berhasil bagoes." Itoelah ada kabar jang menggirangken sanget hatinja Beng Hek. Maka itoe waktoe djoega ia lan­tas siapken tiga laksa balatentara jang dipetja djadi tiga pasoekan boeat menjerang moesoe. Kamoedian ia panggil semoea Radia- gowa jang moesti kapalaken itoe barisan dateng mengadep boeat trima ia poenja pesenan. „Pada waktce berangkat," kata Beng Hek pada marika itoe: „kau moesti soeroe itoe sekalian ba­ latentara membawa oempan api, kerna, apabila itoe barisan soeda sampe di pasanggrahan moesoe, lantas djoega marika itoe moesti membri tanda dengen njalaken api, soepaja akoe iang madjoe boeat menjerang moesoe poenja bangsal jang ter­diri di sama tenga boleh lantas pergi tangkep pada Tjoe-Kat Liang." Itoe semoea Radja-asing jang menerima titanja Beng Hek, pada waktoe menggrip lantas adjak balatentaranja menjebrang di soengei Louw Soei.<noinclude></noinclude> ehf6t4laqbfhxceoji53yidch2ete4y Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/5 104 107952 301614 2026-07-07T08:28:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 164 —}} kedjadian jang aken dateng. „Ja, sakarang baroe akoe mengerti", begitoelah Dolly oelangin iapoenja omongan kombali. „Orang lelaki roepanja tiada bisa mengerti itoe. Marika ada merdika. Marika pilih, marika taoe siapa jang iaorang tjintaken. Akan tetapi orang prempoean moesti ambil sikep menoenggoe, moesti ditimbang beroelang-oelang, perkata'an-perkata'an merdoe jang dikasi denger poes wadjib diperhatiken dan boleh djadi djoega itoe nanti bisa pengaroehi iapoenja pikiran dengan tjara jang tiada bisa diterangin. Dari itoe maka orang prempoean tiada taoe apa jang iaorang moesti kasi djawaban." „Ja, kapan ati tiada bitjara..." „Tiada, semoea ati bisa bitjara... Tapi tjobalah kau pikir: Saorang lelaki ada pasang mata pada satoe nona, dateng di roemahnja, pandang dirinja sakoetika lamanja dan begitoe lekas ia dapet kenjata'an jang atinja betoel tjinta itoe nona, lantes sadja madjoeken lamaran." „Tiada, tiada — itoe tiada bisa djadi." „Kenapa tiada? Orang lelaki biasanja madjoeken lamaran sesoedahnja dapet kenjata'an jang ia betoel tjinta atawa sesoedahnja timbang dengan mateng ini oeroesan. Orang prempoean poen di-ingin bisa berlakoe begitoe, tapi sajang kemampoean begitoe tiada ada di antara orang-orang prempoean." „Ja itoe pemilihan jang dibikin antara Vronsky dan akoe poenja diri", begitoelah Levine bilang saorang diri dan pikirannja kombali inget hal-hal ----- {{center|— 165 —}} doeloe hingga hatinja kembali tertoesoek. „Orang boleh pilih kapan ia hendak beli japon atawa laen laen barang periasan aken tetapi pada satoe soeami tiadalah moestinja orang berlakoe begitoe,“ kata Levine denger teroesface. „Pemilihan sekarang soeda dibikin, itoe ada lebih baek dan tiada perloe sekarang aken kita kembali bitjaraken ini oeroesan...“ „O, sombong betoel kan ini! Sombong betoel!“ kata Dolly seperti djoega orang jang merasa dihinaken dengen omongannja Levine. „Tempo kau lamar Kitty, keadaannja di itoe waktoe tiada beda sebagi satoe orang jang tiada taoe begimana ia moesti ambil poetoesan. Ketahoelah, Kitty poen ada satoe nona jang telon brapa oemoernja. Ia merasa bimbang... apa ia kawin sama Vronsky atawa sama kau? Vronsky ada saorang jang saban hari ia ketemoe... Karuan sadja Kitty sebagi saorang jang masi moeda masi moendoer madjoe dalem itoe hal, tjoba akoe, saorang soeda tjoekoep oemoer, tentoe soeda lantes ambil poetoesan. Akoe sendiri merasa djengkel sama Vronsky...,“ Levine bajangin djawabannja Kitty jang bilang: „Tiada, itoe tiada bisa!“ „Akoe hatoerken trima kasi aken kau poenja kebaikan pada akoe poenja diri,“ kata Levine. „Aken tetapi kau berlakoe kliroe. Boleh djadi ada betoel atawa tiada betoel jang kau tjelah akoe ini sebagi orang sombong, tapi teroes terang akoe bilang, akoe tiada maoe pikirin poela perkaranja Catharine Alexandrovna... Itoe<noinclude></noinclude> kgrawbozdevft24zf5qo3pd7hy59x1h Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/7 104 107953 301616 2026-07-07T08:33:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 168 —}} senang. Di satoe toempoekan roempoet ia rebahin dirinja sembari dengerin itoe orang orang menjanji sedeng kedoea matanja melihatin djoega iaorang bekerdja. Itoe koeli koeli tinggal teroes di sitoe dan di waktoe malem ampir tiada tidoer sama sekali. Tempo moelain siang keada'an di sitoe baroe sepi. Tatkala Levine bangoen dari tidoernja ia pandang bintang bintang di langit dan mengarti malem soeda diganti oleh siang. "Apa akoe moesti berboeat? Bagimana akoe moesti bikin?" begitoelah ia tanja dirinja sendiri. Lagi sekali ia inget apa jang tadi siang ia pikirken dan apa jang tadi ia soeda impiken. Kawin? Kerdja? Apa betoel orang lelaki moesti kerdja? Apa baek djadi orang tani sadja? Apa baek kawin dengen satoe preompoean kampoengan sadja?" Selagi pikirannja inget hal hal di atas, ia berlaloe dari lapangan dan djalan di tikoengan jang bisa teroes ka kampoeng. Angin ada menioep dengen aloes. Oedara ada remeng remeng. Ini ada satoe tanda jang malem hendak terganti dengen siang. Semingkin lama tindakannja Levine djadi semingkin gantiang; tapi selamanja ia djalan dengen kepala ditoendoekin. Denger sekoenjoeng koenjoeng ia denger soeraranja bel. Maoe atawa tiada ia angkat kepalanja aken menengok. "Satoe kreta? Siapakah jang dateng kemari?" Di satoe tempat jang djaoenja kira kira ampat poeloe depa ada mendatangin satoe kreta jang ditarik oleh ampat koeda. Di satoe podjok ada. ----- {{center|— 169 —}} tidoer satoe nene dan di depan katja pintoe satoe nona jang dari roepanja baroe sadja bangoen dari tidoer sedeng asik betoelin piranja iapoenja topi. Levine kenalin itoe nona dari kahoea matanja jang gilang goemilang. Atinja berdebar debar saking kagirangan Batoel itoe nona jang bikin atinja djadi bergerak seperti kapal terserang geloembang... Itoe nona... Kitty jang ia tjintaken dengen segenep djiwanja! Levine mengerti jang Kitty dateng dari station dan sedeng mengoendjoengin iapoenja soedara. Antero kesedian jang seedlem menjerang dirinja, antero poetoesan jang ia sedeng timbang, sekoenjoeng koenjoeng djadi ilang; dengen perass'an menjesel ia inget poetoesannja jang maoe menikah dengen satoe prempoean kampoengan. Iapoenja niatan jang tadinja ia soeda tetepken, sekarang dibikin oeroeng; samentara itoe kreta jang tadinja ada di depan matanja soeda meliwatin dirinja. Tatkala itoe Kitty tiada menengok lagi ka djendela. Binatang andjing jang menggonggong menoendjoekin jang itoe kreta mendoedjoe ka kampoeng. Djalanan di sitoe kombali djadi sepi. Sebagi seorang asing Levine landjoetken iapoenja perdjalanan lari djaoe. „Tiada”, begitoelah ia bilang pada dirinja sendiri. „Toentoet pengidoepan jang saderhana boleh djadi ada sanget bagoes, tjoema sadja atikoe soeda diato tjinta pada Kitty!” Itoe malem jang Levine liwatin dengen tidoer di oedara terboeka ada pengaroein sanget iapoenja pikiran. Dan kedatengannja Kitty jang ati<noinclude></noinclude> owii4ii11s0znuh1d1hm928fmge1pnw Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/9 104 107954 301617 2026-07-07T08:38:30Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 172 —}} niia, Sviajski poonjanja, jang tiada berdjaoan dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bissa-lah tantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“. Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sen ----- {{center|— 173 —}} diri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikcet: „Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau—akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toh ia, sesoedahnja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen ditarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe rasa-“<noinclude></noinclude> 5r8ie4exq9hv2qeo70625262tmv8eeq 301620 301617 2026-07-07T08:39:38Z Link PB 26772 301620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 172 —}} niia, Sviajski poonjanja, jang tiada berdjaoan dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bissa-lah tantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“. Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sen ----- {{center|— 173 —}} diri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikcet: {{gap}}„Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau—akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toh ia, sesoedahnja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen ditarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe rasa-“<noinclude></noinclude> hyh32bei16vntdt77e2nl38jbvlpyod 301621 301620 2026-07-07T08:39:56Z Link PB 26772 301621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 172 —}} niia, Sviajski poonjanja, jang tiada berdjaoan dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bissa-lah tantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“. Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sen ----- {{center|— 173 —}} diri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikcet: ;„Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau—akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toh ia, sesoedahnja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen ditarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe rasa-“<noinclude></noinclude> 07jq6w5kzv6cks2mn3pny0l1pp0axb9 301622 301621 2026-07-07T08:40:15Z Link PB 26772 301622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 172 —}} niia, Sviajski poonjanja, jang tiada berdjaoan dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bissa-lah tantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“. Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sen ----- {{center|— 173 —}} diri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikcet: :„Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau—akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toh ia, sesoedahnja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen ditarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe rasa-“<noinclude></noinclude> 2jxx68b0kik5rgfqr5a9qlmdi893of4 301628 301622 2026-07-07T08:50:27Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 301628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" /></noinclude>{{center|— 172 —}} {{hwe|nja|sobatnja}}, Sviajski namanja, jang tiada berdjaoean dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bisalah bantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“.{{--}} Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sen- ----- {{center|— 173 —}} diri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikoet: :„Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau{{--}}akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toch ia, sesoedanja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen di tarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe {{hws|rasa|rasanja}}<noinclude></noinclude> 71imc83mujl8liyn9r9rbnxajmmtjr6 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/12 104 107955 301619 2026-07-07T08:39:27Z Rikza0909 27268 /* Telah diuji baca */ 301619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rikza0909" />{{C|ANAKNJA MATJAN POETI |||11}}</noinclude> »Je, Hangtjioe memang ada satoe kota rame dan soeda lama terkenal keada‘annia. Kaoe liat itoe sekalian orang-orang, roepanja marika tida mengenal tjape’’, saoetnja itoe anak moeda jang, boekan lain dari itoe orang moeda djoega jang dibagian depan pembatja soeda ketemoe. Ia dateng di Hangtjioe bersama Wangpo dan Ongpien, perloenja, seperti banjak laen orang, djaoeh-djaoeh dateng disitoe, boeat ikoet menjaksiken itoe kerameen diharian Gow-gwee tjeego. ,,Ini hari soeda begini .rame, besok loesa lebi lagi. Oh, bagimana rame dan seneng adanja itoe sekalian pendoedoek di ini tempat, itoelah kaoe bisa pikir sendiri, Wang- po. Oeentoeng sabelonnja kita brangkat, akoe soeda minta permis! sedikit lama boeat meliat liat di ini tempat. Kaloe kaoe rasa seneng ting- gal disini, nah, senengkenlah satjoekcepnia se- lama kita masi berada di ini tempat’'. ,,Kongtjoe maoe tinggal disini sampe brapa lama?" Tanja Oagpien. : , Teritoeng dari sekarang sampe 10 hari lagi.'' ,.Mendingan djoega‘'. Kata Wangpo. ,,Ja, ae akoe kira sabegitoe soeda tioekoep, Kapan lebi lama koeatir iboe nanti boeat pikiran. ltoe tiga orang begitoe Sateroesnja marika saben_saben pasang bitjara sambil memandeng. didjalanan. Tida djarang orang-orang jang berdialan dideketnja marika banjak jang mengawas-<noinclude></noinclude> enkp2szg1foq81ffqbt1bfiuanl6cwb Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/10 104 107956 301623 2026-07-07T08:42:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 174 —}} nja tiada enak boeat dateng di ini roemah." Dengan keberanian dan kabengalan jang loear biasa, seperti memang ia sering lakoeken koetika masi ketjil, ia toeroen dari kandarannja dengan tindakan tetep ia masoek ka dalem; boedjang jang ada di sitoe, soeda kasi tanda aken kretanja Vronsky didjalanin teroes; tapi Vronsky tiada jadi kaget tempo meliat moekanja itoe boedjang jang mengawasin dengen tiada soedahnja pada iapoenja diri. Di dalam ampir sadja ia toebroek Karenine jang abis berdandan dan maoe pergi keloear. Dari sinarnja lampoe jang remang-remang orang bisa liat parasnja Karenine jang amat poetjet, sedeng iapoenja kedoea mata mengawasin dengen tiada soedahnja pada Vronsky, akan tetapi orang jang dipandang tiada djadi kikoek, hanja dengen hormat kasi taoe dan kamoedian landjoetin iapoenja perdjalanan dari djaoe. Dengen soeara jang tiada begitoe teges kedengerannja Karenine ada bilang apa-apa, sedeng tangannja perangin iapoenja topi dan achirnja menoendjoek keloear. Vronsky, zonder menengok ka belakang lagi denger Karenine bertindak dan naik di kreta dan kasi prenta koetsiernja aken djalannin kretanja. „Ané sekali!" kata Vronsky saorang diri. „Apa ia marah, atawa apa ia maoe belaken ia poenja kshormatan? Tjoba kaloe ia berlakoe gasa, tentoelah akoe djadi taoe apa jang koea moesti berboeat, akan tetapi itoe kaleman atawa itoe akal... ia djadi paksa akoe aken pegang rolnja satoe penipoe dan ini ada satoe perkara jang ----- {{center|— 175 —}} akoe tiada maoe dapetjn..." Sedari ia bikin pembitjara'an sama Anna di loear, keada'annja Vronsky soeda banjak beroeba. Anna jang memang sedari doeloe serahken nasibnja pada Vronsky, toenggoe dengen sabar begimana poetoesannja itoe katjinta'an. Vronsky jang djato ati sama Anna, tiada sangka sama sekali jang iapoenja katjinta'an bakal hadepken nasib jang begitoe djelek jang dari doeloe maoepoen sekarang tiada sekali ia sangka. Kesenangan sadja jang ia dapetjn dengen Anna ia pikerken. Samentara itoe tjintanja pada Anna semingkin lama djadi semingkin besar. Di roeangan depan ia denger Anna sedeng mendatengin. Ia mengerti Anna maoe pergi kaloear boeat liat apa ia (Vronsky) soeda dateng atawa belon dan tinggal tetep di sitoe sampe Anna dateng di itoe roeangan. "Tiada!" demikianlah Anna bilang tempo ia dapet liat Vronsky. "Tiada, kaloe begitoe, tentoean bakal terdjadi dengen lekas, ja lebi tjepet dari apa jang bisa didega..." Abis oetjapken itoe kedoea matanja mengoetjoerken aer mata hingga iapoenja kedoea pipi djadi basa. "Kau kenapa, djantoeng atikoe?" "Akoe kenapa? Akoe toenggoe, akoe doedoek dengen ati jang tiada sabaran. Satoe djam, doea djam... 'koe anggep sebagi djoega satoe doea taon lamanja, ja boleh djadi djoega lebi dari itoe. Tiada, pada kau, akoe tiada maoe mara, pada kau akoe tiada sekali boleh mara..."<noinclude></noinclude> 9k7225mir2tjhf118xchvgdan1e8vab Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/11 104 107957 301624 2026-07-07T08:43:55Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 176 —}} Kesian sadja kau tiada bisa dateng lebi siang... Tiada baean akoe tiada bilang apa-apa jang tiada enak didenger..." Kamoedian ia taro kadoea tangannja di atas poendaknja Vronsky dan pandang sekoetika lamanja iapoenja katjinta'an, se-akan djoega orang jang hendak taoe apa-apa Gerakan dan matanja Anna tetep perhatiken, dengen pengharapan jang cari itoe ia nanti bisa taoe apa jang sebegitoe djaoe ia belon dapet ketahoei. Apa jang sekarang ia liat, ia bandingin dengen jang doeloean dan achir-achirnja ia bilang: „Roepanja kau ketemu dia, boekan?” Sembari bilang begitoe Anna doedoek di bawah sinarnja satoe lampoe. „Hal itoe kedjadian lantaran kau daten terlaloe laat...” „Ja, akan tetapi begimana akoe bisa taoe itoe? Akoe sangka ia pergi hadir'in persidangannja raad dari minister.” „Sabetoelnja djoega begitoe, tapi apa maoe ia boleh dateng kembali dan kamoedian ia pergi poela... Akoe tiada taoe ia soeda pergi ka mana... Tapi biar ka mana djoega ia pergi, kita djangan ambil perdoeli, hanja jang paling penting kita bitjaraken laen fatsal. Kau, sebegitoe lama tiada taoe ketemu, soeda melantjong ka mana?” Vronsky jang tadinja niat boeat tjerita teroes terang, dengen mengakoe jang semaleman ia tiada bisa tidoer, tapi tempo liat parasnja Anna, ia soeda merasa maloe sendiri akan bilang itoe dan achirnja ia soeda berdjoesta dengen bilang ----- {{center|— 177 —}} jang ia sedeng iboek dengen pembikinan rapport. Anna ambil iapoenja pendjaitan jang ada di medja aken tetapi dengen ambil itoe boekan sekali ia niat mendjait. Matanja tinggal tetep pandang Vronsky dengen tiada soedanja, betoel dengen moeloet bersenjoem, tapi matanja jang mentjoereng menoendjoekin jang hatinja sedeng tiada senang. „Tadi pagi,” begitoelah Anna moelain mengomong, „akoe dapet koendjoengannja Lise itoe proempoean tiada sekali takoet aken bergaoel dengen akoe biar poen soeda brapa kali dinasehatin oleh gravin Lydia. Itoe njonja soeda tjerita pada akoe tentang kau poenja pesta. Tapi heran sekali sedeng kau bersenang-senang adalah akoe, jang katanja kau tjinta dengen s協力enep djiwa, soeda ditinggalken di blakang. Kenapa begitoe?” „Akoe maoe kabarken jang...” Anna potong omongannja. „Theresa, jang kau kenal, katanja, dateng di sitoe... Betoel, apa tiada?” „Kenapatah orang lelaki soeka sekali berlakoe palsoe... Kau sama sekali tiada pikir, perkara begitoe tiada dima'afken oleh satoe proempoean jang tiada taoe soeatoe apa tentang kau poenja perdjalanan dan perboetan. Apa jang akoe taoe tentang kau?... Tiada laen dari apa jang akoe denger sendiri dari kau poenja moeloet... dan begimana akoe bisa taoe, jang kau bitjara dengen tiada berdoesta?”<noinclude></noinclude> 3tfgjsd0qg10o8l66v2qk4d5kw6qxx2 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/12 104 107958 301625 2026-07-07T08:46:29Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 178 —}} „Anna, kau hinaken akoe poenja diri... Apa kau tiada pertjaja padakoe? Apa akoe tiada bilang pada kau jang pikiran akoe belon pernah loepaken kau maski boeat satoe minuut poen.“ „Betoel kau doeloean bilang begitoe,“ demikianlah Anna soeda mendjawab dan berboeat seberapa bisa boeat tindi iapoenja rasa tjemboeroean. „Ah, kaloe kau taoe, begimana doeka adanja akoe poenja ati... Akoe sendiri sampe pertjaja pada kau, akoe sendiri sampe taoe abis tentang kau... aken tetapi apatah sabetoelnja jang kau hendak bilang?“ Rasa tjemboeroe jang di waktoe belakangan sering diondjoek oleh Anna bikin Vronsky djadi sanget djeangkel kendatipoen ia taoe jang Anna berboeat begitoe saking tjintanja pada iapoenja diri. Maskipoen begitoe toeh ia anggep toekan soeatoe kaberoentoengan bagi dirinja Kasenangannja jang sekarang tiada ia bisa bandingin tempo ia pertama kali terdjoempa sama Anna, di mana sebagi seorang edan ia boentoetin Anna dari Moskou sampe di Petrograd. Tatkala itoe atinja bersoeka lantaran ia liat jang pengharepannja aken dapetini Anna ada sedikit sekali, aken tetapi tempo ia broentoeng sampeken itoe pengharepan, katjinta'annja sama Anna moelain... kendor. Anna jang doeloe begitoe „poet sit,“ Anna jang doeloe dipandang sebagi satoe prempoean elok, sekarang diliat sebagi satoe prempoean kabanjakan sadja. Beda sekali tempo belon didapetin dan belon dikenal, jang sebagi kembang adalah kembang jang masi me... ----- {{center|— 179 —}} Nempel di poehoen dan boekan sebagi kembang jang soeda dipetik jang loekas sadja bisa lajoe hanja djoega ada harepan loeas djaoi „rontok”... Kendatipoen ia taoe atinja sekarang moelain tawar pada dirinja Anna toh ia mengarti jang perhoeboengannja djadi semingkin teroe. Vronsky ambil tangannja Anna jang diletakin di medja dan tjioemin itoe dengen beroelang oelang. „Akoe tiada bisa berboeat laen... Kau tiada taoe begimana adanja akoe poenja pikiran tempo menoenggoein kau poenja kedatengan. Akoe tiada pertjaja jang akoe ada tjemboeroean. Akoe pertjaja kau sebagi djoega kau pertjaja pada akoe, aken tetapi begitoe lekas kau berlaloe, akoe jang sendirian, djadi bingoeng dan tiada taoe apa jang moesti diberoeat...” Abis bilang begitoe ia balikin moekanja, pegang iapoenja pendjaitan dan dengen roepa bingoen lakoeken iapoenja pekerdja’an mendjait.” „Eh, di mana kau soeda ketemoe akoe poenja soeami?” — Soearanja jang tadinja ada begitoe merdoe sekarang kedengeran sanget tiada enak. „Di deket pintoe. Dia ada satoe orang jang soesa oentoek dimengarti,” begitoelah Vronsky bilang. „Sabetoelnja, sesoedahnja kau mengakoe, perhoeboengannja dengen kau sigra dipoetoeskan atawa madjoeken tantangan pada akoe; begimana ia bisa berlakoe begitoe? Ia berlaga mati mati oeler, ini soeda terang.” „Berlaga mati mati oeler?” kata Anna dengen<noinclude></noinclude> 03y7w9kwbjewx6e48fs7y1lx7r9es6m Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/13 104 107959 301626 2026-07-07T08:48:31Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 180 —}} senjoem mendjindir. „Kau kliroe. Pikirannja tiada lagi iboekin ini perkara!” „Kaloe betoel begitoe, kenapa dan kita moesti soesa, sedeng keada’annja perkara ada begitoe gampang?” „Memang siapa djoega bisa soesa katjoewali dia. Apa akoe tiada kenal padanja? Apa akoe tiada taoe jang ia itoe atas seorang randa? Tjoba kaloe ia ada poenja sedikit perasa’an sadja, tentoelah ia tiada bisa bergaoel sama akoe tjara demikian. Ia tiada mengarti... ia tiada sekali ada poenja perasa’an... kaloe tiada ia tiada bisa tinggal sama akoe di dalem satoe roema dengen iapoenja istri jang bikin perhoeboengan dengen laen lelaki, atawa doedoek mengomong dengen istrinja... Betoel, dia itoe boekan satoe lelaki, boekan satoe manoesia.” „Kaoe berlakoe tiada pantes, djantoeng atikoe!” kata Vronsky dan berboeat sebrapa bisa akan bikin sabar atinja Anna. „Entin, baek kita djangan omongin lebi djaoe tentang iapoenja diri. Tjeritaken pada akoe, begimana kau soeda liwatin itoe hari hari? Kau sakit apa? Apa dokter bilang?” „Akan tetapi Vronsky...” „Akoe sabetoelnja tiada maoe terlaloe iboekin tentang kau poenja kawarasan, hanja tentang kau poenja keada’an. Kapan ini bisa diberesken?” „Lekas! Sekarang lebi baek lagi” kata ia dengen sedi. „Kau telah bilang jang kita poenja keada’an jang sanget menjediken moesti lekas” ----- {{center|— 181 —}} diberesken. Kapan kau tano, begimana sedi adanja akoe poenja ati, begimana adanja akoe poenja pikiran, jang senantiasa iboekin tentang kau poenja diri, soepaja siang siang akoe bisa peloek kau dengen merdika. Ja, kapan bisa begitoe, akoe tiada maoe djengkel djengkel lagi, akoe tiada maoe tjemboeroean poela. Betoel djoega keada'an ini bakal djadi beres aken tetapi amat berbeda'an dari apa jang kita harep..." Tempo pikirannja inget begitoe, saking sedinja ati, aer mata mengoetjoer seperti aer oedjan dan sebab begitoe djoega maka ia tiada bisa landjoetken lebi djaoe iapoenja pembitjara'an. Kadoea tangannja ia taro di atas poendaknja Vronsky. "Kasoeda'annja aken berbeda'an sekali dari apa jang kita pikirken. Tadinja akoe tiada maoe bilangin pada kau, tapi kau soeda paksa akoe aken berboeat begitoe. Memang, begitoe lekas djoega bakal dateng satoe poetoesan dan kita semoea achirnja bakal mengaso dan tiada lagi bisa berenang senang." "Akoe tiada mengarti", kata Vronsky, kendatipoen atinja mengarti apa jang hendak dimaksoedken. "Kau tanja akoe: kapan? Begitoe lekas... tapi akoe tiada bisa idoep lebi lama. Biarin akoe bitjara teroes..." Dengen lakoe terboeroe-boeroe ia samboeng pembitjara'annja: "O, akoe taoe... dengen pasti akoe taoe... jang akoe bakal meninggal doenia... Akoe merasa girang jang akoe bakal brangkat ka tem;<noinclude></noinclude> 3r7cmwxka2mjve85nh1g8wvt8w2nn6z Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/14 104 107960 301627 2026-07-07T08:50:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 182 —}} pat baka... Akoe bebasken kau... akoe lepasken kau dari akoe poenja diri... dan akoe djadi tiada bersedi lagi..." Aer mata ala mengoetjoer dengen deres di kadoea pipinja dan Vronsky tjioemin tangannja Anna dengen penoe katjinta'an dan dengen banjak soesa tahan ia poenja nafsoe birahi. "Itoe ada djalan jang paling baek", kata Anna dan kamoedian tjioemin tangannja Vronsky. "Itoe ada djalan jang satoe satoenja..." Vronsky jang tadinja sebagi "boelan jang tertoetoep awan", sekarang soeda djadi sedar kembali dan dengen soeara keras bilang: "Pikiran jang terlaloe gila! Terlaloe onzin!" "Tiada, memang sabetoelnja begitoe." "Apa jang betoel?" "Akoe moesti meninggal. Akoe soeda mengimpi." "Satoe impian?" begitoelah Vronsky mengoelangin. "Ja, satoe impian. Akoe mengimpi, jang akoe lari masoek di dalem akoe poenja kamer boeat ambil apa apa dan di satoe podjok dapet liat satoe barang..." Anna bitjara dengen roepa jang soenggoe soenggoe. "Siapa orang jang begitoe gelo aken pertjaja segala impian?" tanja Vronsky. Aken tetapi ia tiada maoe bitjaranja dipoetoesken, kerna apa jang ia sedeng tjeritaken ada soeatoe hal jang teramat penting. "Itoe "barang" berbalik mengadepin akoe dan akoe liat satoe orang tani jang berdjenggot; kendatipoen badannja ketjil, toch roepanja ada ----- {{center|— 183 —}} sanget menakoetin. Akoe maoe maboer... tapi itoe orang „menoetjoera” di satoe kantong, sedeng kadoea tangannja ada ambil apa apa dari itoe barang...” Sembari tjeritaken itoe Anna oendjoekin begimana itoe orang tani berboeat, sedeng matanja menengok ka kanan dan kiri, sebagi djoega itoe orang tani ada di deket dirinja; dengen roepa jang poetjet ia landjoetken tjeritannja: „Dengen tangan jang masi dimasoekin dalem itoe kantong, itoe orang tani bilang: „Kau moesti poekoel, toemboek, tjoebit...” Dengen penoe katakoetan akoe maoe bangoen dan akoe kira jang akoe soeda sedar, tapi tiada taoenja masi teroes mengimpi dan itoe orang tani bilang lebi djaoe: „Kau bakal brangkat ka rachmat toelah, njonja, kau bakal brangkat ka rachmat toelah di waktoe kau bersalin...” Ini kali akoe djadi mendoesin dari akoe poenja tidoer...” „Impian jang gila betoel!” kata Vronsky dengen soeara keras, tapi iapoenja perkata’an tiada bisa mengiboerken atinja Anna. „Baek, maka itoe tiadalah kita djangan bitjaraken lebi djaoe ini perkara”, kata Anna. „Boenjiken klonengan, dan akoe nanti bilangin pada baboe aken ia bawa thee ka sini... Kenjata’an itoe waktoe tiada lama lagi bakal dateng...” Dengen sakoenjoeng-koenjoeng Anna brenti mengomong. Ini proba’an ada sanget mengheranken atinja Vronsky tapi sabegitoe djaoe ia tiada taoe apa jang djadi lantarannja. Sekarang Anna<noinclude></noinclude> rd847zutr3y72es8okjutvhgx2cy3yv Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/15 104 107961 301629 2026-07-07T08:54:42Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 184 —}} tiada lagi bersedi... Pengidoepan baroe jang ia bakal alamken sedeng dibajangin di matanja... {{rh||— — —}} Sesoedanja kena ditoebroek oleh Vronskij, dengen berkandaran kreta Karenine pergi ka opera sebagaimana ia memang ada niat. Ia tinggal di sitoe sampe di bagian kadoea dan bikin pembitjara'an dengen orang-orang jang ia niat adjak omong. Tempo poelang boekan ia lantas tidoer seperti biasanja, hanja djalan moendar-mandir di kamernja sampe poekoel tiga pagi. Rasa bentji pada istrinja jang tiada sekali 'ndaken iapoenja perminta'an, saban-saban ganggoe iapoenja pikiran; ia soeda niat boeat mengasi hoekoeman pada Anna dan maoe boekti-ken apa jang doeloean ia telah bilang; ia maoe bertjere djoega dan hendak ambil iapoenja anak dari tangannja Anna. Ia sendiri mengarti jang ini ada terdapet banjak hal jang bikin kabratan aken ia berlakoe begitoe, aken tetapi seperti soeda dibilang, omongannja boekan-moesti tinggal djadi omongan sadja hanja perloe diboektiken; gravin Lydie poen perna bilang ini ada djalan jang paling baek aken ia beresken itoe perkara. Aken mikirin ini hal maka di antero malem ia tiada bisa tidoer. Amarahnja senantiasa djadi lebi besar dan waktoe hari djadi siang itoe nafsoe telah sampe di poentjaknja jang paling tinggi. Dengen lekas ia berpake-an dan tempo ia dapet kanjata-an jang Anna soeda bangoen, ia segra masoek ka kamernja; Anna jang kira ada kenal baek dengen pranginja iapoenja soeami, soeda djadi ----- {{center|— 185 —}} sanget kaget tempo dapet liat Karenine. Djidatnja mengkeroet, matanja beringas dan moeloetnja dirapetin, precies lakoenja satoe harimau jang hendak terkam satoe kambing... Baek tindakannja maoepoen soearanja, kanjata'an Karenine sedeng mara: Karenine masoek di kamernja japoenja istri dan zonder manggoetin poela pada Anna ia djalanteroes boeat menjamperin secretarisnja Anna, pada siapa ia minta koentji dan kamoedian boeka latji-latji medja. „Kau tjari apa?" tanja Anna. „Tjari soerat² dari kau poenja katjinta'an." „Ngga ada di sini," djawab Anna dan maoe toetoep kembali itoe latji. Karenine jang mengaro doega'annja ada betoel, soeda pegang dengen koeat tangannja Anna dan rampas itoe dompet jang Anna soeka goenakan pranti simpen japoenja soerat-soerat penting, Anna maoe ambil kembali itoe barang tapi ia soeda didjorokin oleh Karenine. „Doedoek, akoe perloe omong sama kau," kata Karenine dan pegang dengen koeat itoe dompet. Dengen ati berdebar-debar dan dengen penoe katakoetan Anna mengawasin Karenine. „Doeloean akoe soeda bilang pada kau, jang akoe tiada soeka sekali kau bawa kau poenja katjinta'an di dalem roema..." „Akoe perloe mengomong sama dianja lantaran..." „Akoe boekan ada itoe orang jang bisa dilakoein dengen „lantaran" satoe prempoean perloe<noinclude></noinclude> tr9vo11yexrhykono70yx54d77me46h Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/16 104 107962 301630 2026-07-07T08:57:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 186 —}} mengomong sama iapoenja katjinta'an." "Akoe maoe... akoe kira..." Kekasaran jang soeaminja perlakoeken atas dirinja, bikin ia djadi bernafsoe boeat melawan. "Apa kau tiada liat, bagimana gampang sekali orang telah menghinaken akoe poenja diri?" "Melainken orang orang jang sopan dan terhormat merasa dirinja dihinaken. Akan tetapi kapan pada satoe pentjoeri, orang bilang ia ada satoe pentjoeri, itoe tjoema orang oendjoekin sadja doedoeknja perkara jang betoel. Akoe tra sangka sama sekali jang kau bisa berlakooe begitoe kedjem pada akoe poenja diri..." "Kau bilang kedjem, jang satoe soeami kasih kemerdika'an pada istrinja, dengen kasih tempat tinggal dan makan jang tjoekoep, tjoema dengen perdjandjian jang si istri moesti berlakooean sopan. Apa itoe kau anggep kedjem?" "Memang itoe ada lebi dari kedjem; satoe perboeatan jang sanget renda, kapan kau maoe taoe dan mengarti dengen betoel... Anna oetjapken itoe dengen ati nafsoe, bangoen dari tempat doedoeknja dan maoe terlaloe dari itoe kamer. "Doedoek!" kata Karenine jang soeda djadi kalap dan dengen ia poenja tangan ia pegang oleh tangannja Anna begitoe koeat, sampe di itoe tempat mengasi liat tanda mera. Belakangan ia paksa Anna boeat doedoek kembali di itoe tempat jang tadi didoedoekin. "Kerenda'an?... Apa kau taoe apa jang dibilang renda? Memang renda sekali, dengen ----- {{center|— 187 —}} tinggalkan si soeami dan anak akan kamoedian toeroet sama katjinta'an. Memang rendah sekali, sedang bisa senang senang dengan kau poenja katjinta'an, kau toh tetep makan nasinja si soeaminja jang kau tiada lagi soeka..." Anna toendoekin kepalanja dan diam diam akoe benernja Karenine poenja perkata'an. Dengan soeara berbisik ia bilang: „K u tiada bisa loekiskan keada'ankoe begitoe sampoerna seperti akoe sendiri jang berboeat. Akan tetapi apa goenanja kau moesti bilang begitoe pada akoe?“ „Apa goenanja?“ begitoelah Karenine mengoelangin dengan lakoe aseran. „Soepaja kau taoe jang akoe maoe ambil tindakan tindakan jang perloe aken basmi itoe keada'an djelek, lantaran kau tiada maoe toeroet seperti akoe poenja permintaan.“ „Lekas, lekas, bakal kadjadian...", begitoelah Anna bilang dan kembali aer mata mengoetjoer dari kadoea matanja tempo pikirannja inget jang bahaja maoet soeda dateng menjamperin dirinja. Kaloe boleh ia maoe sekarang djoega kadjadian... „Semoea bakal djadi beres, ja lebi lekas dari kau dan kau poenja katjinta'an ada harep..." „Rendah sekali boeat poekoel satoe orang jang tiada bisa belaken dirinja..." „Ja, kau tjoema bisa inget tentang kau poenja diri sadja. Kasoesa'annja itoe orang jang doeloe perna djadi kau poenja soeami, kau tiada sekali maoe perdoeliken. Kau tiada maoe inget djoega jang pengidoepannja sekarang soeda djadi<noinclude></noinclude> s7duk6aiufai8wg58532lul5xq4htes Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/17 104 107963 301631 2026-07-07T09:00:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 188 —}} roessak, lantaran... lantaran..." Karenine mengomong begitoe tjepet sampe ia djadi tatatoetoe... Boeat pertama kali Anna merasa menjesel dengen iapoenja perboeatan dan hatinja djadi merasa kesian sama Karenine. Akan tetapi apa ia bisa bilang sekarang dan apa ia bisa berboeat? Ia tinggal doedoek terpekoer sadja dan tra satoe perkata'an ia bisa oetjapken. Tatkala itoe poen Karenine tiada bilang apa-apa, akan tetapi sasoedanja brenti sakean lamanja ia moelain mengomong: "Akoe dateng di sini boeat bilangin pada kau..." Anna awasin Karenine dan bilang: "Akoe tiada bisa bikin laen proba'an..." "Akoe soeda dateng di sini aken kabarken pada kau," begitoelah ia mengoelangin omongannja, "jang besok akoe pergi ka Moeskou dan tiada kembali poela di ini roemah. Advocaat jang akoe soeroe oeroes perkara bertjere, nanti kabarken pada kau tentang akoe poenja poetoesan. Akoe poenja soedara prempoean nanti oeroes Serioja." "Apa kau maoe ambil Serioja dari akoe poenja tangan?" tanja Anna. "Kau poenja perboeatan menoendjoekin jang kau maoe bikin akoe djadi lebi tjilaka. Biarin itoe anak sama akoe; kau toh tiada sajang Serioja?" "Ja, katjinta'ankoe pada itoe anak soeda djadi ilang, lantaran akoe poenja pikiran inget kau poenja perboeatan boesoek. Biar bagimana djoega, itoe anak tiada bisa dikasiken pada kau." ----- {{center|— 189 —}} Nou, slamat! Anna jang soeda nekat tahan. „Itoe anak biar tinggal sama akoe!” begitoelah ia oelangin kembali omongannja. „Biar Serioja tinggal sama akoe, sampe... akoe soeda bersalin... Biarin ia tinggal sama akoe!...” Karenine emposin tangannja Anna jang pegangin dirinja dan berdjalan dari itoe kamer zonder oetjapken satoe perkataan. {{rh||— — —}} „Masoek toean,” kata satoe advocaat, jang Karenine minta pertoeloengannja akan oeroes iapoenja perkara bertjere. „Apa toean maoe doedoek di ini koersi?” „Apa kau taoe siapa akoe ini?” tanja Karenine. „Orang Rus jang mana sadja tentoe kenal toean,” djawab itoe advocaat sembari bongkokin badannja sebagi tanda membri hormat pada Karenine. „Siapa sadja taoe toean poenja pahala sama negri...” „Akan tetapi seperti toean sendiri taoe,” kata itoe advocaat, „perkara begitoe biasanja dioeroes oleh padri dan itoe padri seringkali maoe tanjaken katrangan maséh boeat perkara jang bagimana sekalipoen” — iapoenja senjoeman menoendjoekin „apa” jang itoe padri soeka tanjaken. „Betoel soerat-soerat bisa dimadjoeken sebagi katrangan atawa boekti-boekti, akan tetapi itoe pengadoean moesti dibikin dengen omongan, dengen laen perkata'an moesti ada saksi-saksi jang bisa kasi katrangan katjapoen;an demikian<noinclude></noinclude> 6y3fruewdd5h7dn8xzixs23ubwullz9 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/19 104 107964 301633 2026-07-07T09:02:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 192 —}} diam? tanja Dolly sembari mesem. „Menjesel sekali di waktoe belakangan akoe repot betoel dengen akoe poenja pakerdja’an. Akoe girang sekali ini kali bisa ber djoempa dengen kau,” kata ia dengen lakoe sebagi orang jang amat terpaksa aken mengomong. „Bagimana keadaanmoe? „Dan bagimana dengen Anna jang baek?” tanja Dolly. Karenine djawab dengen soeara jang tiada begitoe kedengeran dan hendak lantes berlaloe dari itoe tempat. „Besok dateng di kita poenja roema aken bersantap? demikianlah Dolly bilang. „Kita toenggoe kau poekoel lima, apa kau barangkali maoe dateng poekoel anem sadja? Aken tetapi bagimana dengen Anna, kerna soeda lama sekali kita tiada dapet kabar apa-apa dari dia.” „Oh, dia ada dalem slamat!” djawab Karenine. „Djadi besok kau dateng, ja?” begitoelah Dolly mengoelangi iapoenja pertanja'an, sedeng Karenine kembali lagi ka iapoenja kreta. Lantaran soearanja kreta Dolly djadi tiada begitoe denger apa jang Karenine bilang. „Besok akoe dateng menjamperin kau, ja?” begitoelah Oblonsky bilang. Karenine naek di kretanja dan oempetken dirinja aken tiada liat siapa djoega dan lagian tiada maoe dirinja sampe dilihat orang poela. „Seorang jang amat aneh,” kata Oblonsky pada iapoenja istri. ----- {{center|— 193 —}} Abis bilang begitoe ia liat ar lodjinja, kasi slamat tinggal pada istrinja dan dengen tindakan pesat ia lanjoetken perdjalanannja lebi djaoe di trottoir. Di tenga perdjalanan ia ketemoe kenalannja jang satoe per satoe ia membri hormat. Tatkala itoe soeda poekoel lima liat sedikit dan berbagi bagi tetamoe soeda menoenggoe di roema salonnja Oblonsky poelang. Kitty dan Karenine soeda ada di salon. Oblonsky hatoerken maaf dan terangin jang ia dateng begitoe laat lantaran ditahan oleh satoe prins Dalem sakedjepan sadja ia soeda ketemoein semoea tetamoe dan doedoek mengomong sam Karenine, Kosnychev dan Pestzov tentang Polen djadi orang Ros, tepok poendaknja Tourovizine, bisikin ia satoe leloetjon di koepingnja dan mengomong apa apa sama iapoenja istri dan prins Tcherbatsij, saorang jang soeda ada oemoer, jang ia sasoedanja memberi hormat pada Kitty, kenalken pada Karenine. Levine ada orang jang dateng paling blakang dan bilang: „Akoe dateng laat..." „Apa kau bisa dateng lebi laat?" tanja Oblonsky dengen memaen dan kamoedian sodorken iapoenja tangan. „Adoe, banjak betoel orang! Siapatah adanja marika itoe?" tanja Levine dengen roepa maloe dan dengen iapoenja saroeng tangan ia bersiken saldioe jang ada di tjelanannja. Melaenken familie sadja. Kitty djoega ada di sini. Ajo, ikoet akoe, akoe maoe adjar kenal<noinclude></noinclude> 84yx80ldhl8ghe0by0wlz2dnvf75wgf Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/20 104 107965 301634 2026-07-07T09:03:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 195 —}} kau sama Karenine. Dengen tiada bilang apa apa lagi Oblonskij pegang tangannja dan toentoen ia di hadepannja Karenine. „Apa akoe boleh adjar kenal kau orang satoe sama laen?” tanja ia tapi loepa seboetin namannja masing masing. Akoe girang sekali bisa ketemoe kau kembali, kata Karenine dengen lakoe adem dan kamoedian sodorken iapoenja tangan. „Apa kau orang soeda kenal satoe sama laen?” tanja Oblonskij dengen roepa heran. „Kita taoe doedoek bersama sama di dalem trein sampe tiga djam lamanja!” „Begitoe!” kata Oblonskij dengen soeara sedikit keras dan kamoedian bilang lebi djaoe: „Ajo, doedoek di medja, toean toean!” Sehabisnja bersantap Karenine pergi ka salon. „Akoe girang sekali jang kau dateng di sini”, kata Dollij dengen sakoenjoeng-koenjoeng, jang zonder diketahoei lagi soeda moendjoel di hadepannja Karenine. Akoe perloe mengomong apa apa sama kau, biarlah kita doedoek di sini. Dengen paras jang tiada begitoe senang Karenine doedoek di sampingnja Dolly dan bilang: „Atikoe merasa girang sekali jang sekarang 'koe bisa mengomong sama kau kerna tiada lama lagi akoe bakal pergi ka laen tempat dengen verlof. Besok akoe moelai melantjong...” „Akoe telah tanjaken bagimana keada'annja Anna, akan tetapi sampe sekarang kau masi belon kasi djawaban. Bagiman dengen Anna?” ----- {{center|— 195 —}} "Akoe kira ia ada dalem slamat", djawab Karenine zonder tengok moekanja orang jang menanja. "Ma'afken akoe, sabetoelnja akoe tiada ada poenja hak aken menanja, aken tetapi lantaran Anna akoe pandang sebagi akoe poenja soedara sendiri, maka akoe maoe bikin pertanja'an jang sedikit melit. Dengen sanget akoe minta kau kasi keterangan, ada oeroesan apa jang bikin kau djadi begitoe mara sama Anna? Sala apa jang Anna telah lakoeken maka kau djadi begitoe goeser?" Tempo denger itoe Karenine ampir meremin kadoea matanja dan kepalanja plahan plahan toendoek. "Akoe rasa kau poenja soeami tentoe soeda tjerita pada kau, kenapa akoe poenja perhoeboengan sama Anna sekarang djadi beroba." "Akoe tiada pertjaja! Akoe tiada bisa pertjaja, akoe tiada maoe pertjaja!" kata Dolly dengen soeara keras sembari permaen dengen iapoenja djari tangan. Dengen sekoenjoeng koenjoeng Dolly bangoen dari tempat doedoeknja dan pegang tangannja Karenine, sembari bilang begini: "Di sini orang bisa ganggoe kita, baeklah kau ikoet akoe aken pergi ka laen tempat." Nafsoenja Dolly jang begitoe besar aken dapet taoe lebi djaoe ini hal, bikin Karenine djadi terpaksa toeroet bangoen dari tempat doedoeknja aken ikoet Dolly jang pergi ka kamer bladjar dari iapoenja anak anak. "Akoe tiada pertjaja, akoe tiada maoe pertjaja,"<noinclude></noinclude> 1rycbq3qtkw6n6v3x7g52lwky9lb521 301636 301634 2026-07-07T09:04:56Z Link PB 26772 301636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 194 —}} kau sama Karenine. Dengen tiada bilang apa apa lagi Oblonskij pegang tangannja dan toentoen ia di hadepannja Karenine. „Apa akoe boleh adjar kenal kau orang satoe sama laen?” tanja ia tapi loepa seboetin namannja masing masing. Akoe girang sekali bisa ketemoe kau kembali, kata Karenine dengen lakoe adem dan kamoedian sodorken iapoenja tangan. „Apa kau orang soeda kenal satoe sama laen?” tanja Oblonskij dengen roepa heran. „Kita taoe doedoek bersama sama di dalem trein sampe tiga djam lamanja!” „Begitoe!” kata Oblonskij dengen soeara sedikit keras dan kamoedian bilang lebi djaoe: „Ajo, doedoek di medja, toean toean!” Sehabisnja bersantap Karenine pergi ka salon. „Akoe girang sekali jang kau dateng di sini”, kata Dollij dengen sakoenjoeng-koenjoeng, jang zonder diketahoei lagi soeda moendjoel di hadepannja Karenine. Akoe perloe mengomong apa apa sama kau, biarlah kita doedoek di sini. Dengen paras jang tiada begitoe senang Karenine doedoek di sampingnja Dolly dan bilang: „Atikoe merasa girang sekali jang sekarang 'koe bisa mengomong sama kau kerna tiada lama lagi akoe bakal pergi ka laen tempat dengen verlof. Besok akoe moelai melantjong...” „Akoe telah tanjaken bagimana keada'annja Anna, akan tetapi sampe sekarang kau masi belon kasi djawaban. Bagiman dengen Anna?” ----- {{center|— 195 —}} "Akoe kira ia ada dalem slamat", djawab Karenine zonder tengok moekanja orang jang menanja. "Ma'afken akoe, sabetoelnja akoe tiada ada poenja hak aken menanja, aken tetapi lantaran Anna akoe pandang sebagi akoe poenja soedara sendiri, maka akoe maoe bikin pertanja'an jang sedikit melit. Dengen sanget akoe minta kau kasi keterangan, ada oeroesan apa jang bikin kau djadi begitoe mara sama Anna? Sala apa jang Anna telah lakoeken maka kau djadi begitoe goeser?" Tempo denger itoe Karenine ampir meremin kadoea matanja dan kepalanja plahan plahan toendoek. "Akoe rasa kau poenja soeami tentoe soeda tjerita pada kau, kenapa akoe poenja perhoeboengan sama Anna sekarang djadi beroba." "Akoe tiada pertjaja! Akoe tiada bisa pertjaja, akoe tiada maoe pertjaja!" kata Dolly dengen soeara keras sembari permaen dengen iapoenja djari tangan. Dengen sekoenjoeng koenjoeng Dolly bangoen dari tempat doedoeknja dan pegang tangannja Karenine, sembari bilang begini: "Di sini orang bisa ganggoe kita, baeklah kau ikoet akoe aken pergi ka laen tempat." Nafsoenja Dolly jang begitoe besar aken dapet taoe lebi djaoe ini hal, bikin Karenine djadi terpaksa toeroet bangoen dari tempat doedoeknja aken ikoet Dolly jang pergi ka kamer bladjar dari iapoenja anak anak. "Akoe tiada pertjaja, akoe tiada maoe pertjaja,"<noinclude></noinclude> 8qjpsd274l7mbzuc57vao5jwakyko4d Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/21 104 107966 301637 2026-07-07T09:07:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 196 —}} kata Dolly dengen lantjar dan tjoba dengen sia-sia aken Karenine pandang moekanja. „Boekti-boekti jang didapetin orang moesti pertjaja," kata Karenine sembari bilang dengen soeara keras atas perkata'an boekti-boekti. „Aken tetapi apatah Anna soeda berboeat? Akoe kapengen sekali taoe." „Anna soeda alpaken iapoenja kewadjiban sebagi istri dan soeda terlakoe palsoe pada iapoenja soeami dan ini semoea ada iapoenja perboestan." „Tiada, tiada, itoelah tiada bisa djadi. Tiada... kau soeda kliroe." „Kliroe, itoelah tiada bisa, kerna si istri sendiri soeda mengakoe pada si soeami, dengen bilang 8 taon ia soeda idoep tjoekoep sebagi istri, sedeng anak jang didapetin dari itoe pernikahan, tiada sekali maoe diambil perdoeli. Sekarang Anna maoe toentoet pengidoepan baroe lagi," kata Karenine dengen soeara jang amat kakoe. „Anna dan kadjahatan... Soenggoe akoe tiada bisa sangka sama sekali... Tiada bisa djadi!" Dengen mata jang tiada berkesip Karenine pandang moekanja Dolly. „Akoe sendiri masi merasa broentoeng, kapan sekarang ini hal 'koe masi bisa sangsiken. Tempo atikoe masi tiada pertjaja, betoel atikoe berdoeka, tapi doeka itoe ada banjak koerangnja dari apa jang ada sekarang ini menjerang akoe poenja diri. Tempo akoe masi bersangsai dengen itoe hal, atikoe masi ada taro harepan. Sekarang atikoe tiada ada poenja harepan lagi dan malahan segala apa akoe djadi merasa tjoeriga." ----- {{center|— 197 —}} Atikoe ada begitoe tjoeriga sampe akoe poenja anak akoe tjoeriga'in apa ia itoe betoel ada anakkoe. Boekan begitoe sadja akoe djadi bentji djoega sama dirinja. Sekarang akoe rasa dirikoe ada sanget tjilaka!..." Ini sabetoelnja Karenine tiada perloe bilang, kerna Dolly sendiri sampe mengarti, begitoe lekas ia liat aer moekanja. Dolly merasa kasian sama Karenine dan plahan² atinja jang anggep Anna tiada berdosa djadi sebaliknja. „Ab, satoe hal jang tjilaka betoel. Tjilaka sekali! Akan tetapi apatah betoel jang kau hendak bertjere?" „Itoe ada djalan jang satoe satoenja akoe bisa berboeat!" „Djalan jang satoe satoenja! Djalan jang satoe...?" tanja Dolly beroelang oelang sedeng kadoea matanja mengoetjoerin aer mata. Tra satoe perkata'an ia ada kaloearken dan sekarang pikirannja ada inget dengen dirinja sendiri, jang soeda broentoeng bisa akoer kombali... „Denger, apa jang akoe hendak bilang pada kau," kata Dolly dengen soeara meratap. „Kau ada saorang jang anoet agama Christen. Ingetlah pada Anna! Apatah nanti djadinja dengen Anna, kapan kau sampe tjerein dirinja?" „Sesoedanja ia sendiri mengakoe perboeatannja jang boesoek, akoe tinggalken itoe seperti adanja. Akoe kasi koetika padanja aken perbaekin iapoenja perboetannja jang kliroe... akoe soeda berboeat apa jang akoe mampoe aken toeloeng dirinja dari itoe keadaan, tapi dia sendiri tiada<noinclude></noinclude> dwiugpkxt1w7gzgs1vahbuxir59fu3c Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/22 104 107967 301638 2026-07-07T09:09:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 198 —}} ladenin akoe poenja permintaän jang maoek soepaja ia bisa hargaken kahormatan dirinja sendiri! Orang bisa toeloeng satoe orang soepaja dirinja tiada masoek dalem djoerang kani- nsaän, tapi kaloe orangnja sendiri tiada maoe trima itoe pertoeloengan, maoe masoek djoega di itoe djoerang, dengen tiada merasa itoe sebagi katjilakaän, apatah laen orang bisa berboeat?" „Banjak orang bisa toeloengin dirinja, katjoeali dengen pertjere'an." „Banjak — katjoeali apa?" „O, tiada, kasian sekali dirinja Anna! Tentoolah ia tiada bisa djadi istrinja siapa djoega? Ia bakal idoep tjilaka..." „Akan tetapi apa akoe bisa berboeat?" tanja Karenine dengen angkat kadoea poendaknja dan keroetken iapoenja alis. Atinja inget itoe pembitjaraän jang doeloe ia bikin sama Anna, bikin darahnja djadi meloewap, hingga sikapnja djadi seperti tempo ia pertama kali bikin itoe pembitjaraän. „Akoe merasa berrterima kasi atas kau poenja katjintaän," kata Karenine. „Akan tetapi ada oeroesan jang penting 'koe moesti oeroes hingga sekarang djoega akoe maoe brangkat." Abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja. „Tiada, doedoek doeloe. Kau djangan tjerein dirinja. Denger, akoe nanti tjeritaken apa jang soeda terdjadi dengen akoe poenja diri. Akoe, seperti kau taoe, soeda menika, tapi akoe poenja soeami soeda berlakoe tjoerang. Dalem waktoe akoe goesar, dalem waktoe akoe tjemboeroean, ----- {{center|— 199 —}} semoea akoe maoe tinggalin, semoea akoe maoe abisken... Itoe sadja ada djadi akoe poenja kehendakan, akan tetapi itoe semoea tiada sampe akoe lakoeken. Dan pada siapa akoe merasa bertrima kasih? Ja, Anna jang soeda toeloeng akoe poenja diri. Akoe poenja anak-anak djadi semingkin besar, akoe poenja soeami soeda bisa lawan iapoenja nafsoe ati, ia soeda liat perboeatannja jang kliroe, ia soeda toentoet pengidoepan jang pantes... Ini semoea akoe soeda liat dan boektiken. Akoe soeda ampoenin dirinja dan kau djoega moesti ampoenin dirinja Anna..." Karenane dengerin Dolly berkata-kata, akan tetapi omongannja tiada bisa pengaroesin dirinja lagi. Amara jang timboel tempo ia ambil itoe poetoesan, kembali sekarang mengamoek dalem dirinja. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan bilang dengen soeara keras: „Akoe tiada bisa ampoenin, akoe tiada maoe berlakoe begitoe, akoe anggep kapan akoe berlakoe begitoe amat tiada patoet. Akoe soeda berboeat banjak bagi dirinja!... Akoe boekan orang jang bisa bentji orang dengen teroes meneroes... Akoe belon perna koetoek siapa djoega, tapi „dia" akoe bentji dan koetoek dengen akoe poenja djiwa. Akoe tiada bisa ampoenin dirinja sebab kabentjian akoe pada dirinja ada besar, berhoeboeng dengen kadoekaan jang ia telah terbitken bagi akoe poenja diri." Badannja goemeter saking marahnja. „Ampoeninlah orang jang kau bentji," kata Dolly dengen soeara perlahan.<noinclude></noinclude> tm06ccnd8m5t03zzk5m2weloobcq2a6 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/23 104 107968 301640 2026-07-07T09:11:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 200 —}} Karenine tertawa dengen swah tempo denger itoe oetjapan. Itoe oetjapan ia soeda kenal dari doeloe, tapi dalam iapoenja perkara ia anggep tiada bisa digoenakan. „Ampoenin orang orang jang dibentji, inilah ada hal jang tiada bisa terdjadi. Ma'afken akoe jang bertentangan dengen kau poenja pikiran... tapi seperti kau taoe, tiap tiap orang ada poenja pikiran sendiri... Sesoedanja bisa bikin sabar dirinja sendiri, Karenine membri slamet tinggal pada Dolly dan berlaloe dari itoe gedong. {{rh||— — —}} Seabisnja bersantap Levine maoe boentoetin Kitty jang masoek di salon tapi atinja koeatir jang perboeatannja bisa bikin itoe nona djadi tiada senang; demikianlah maka ia tinggal doedoek sadja di rookkamer dan toeroet mengomong sama tetamoe² jang ada di sitoe; tiada lama lagi Kitty dateng di sitoe dan doednek di deket Levine. Zonder menengok lagi matanja rasanja liat paras dan senjoemannja itoe nona. Kerna tiada tahan maka ia berbalik akan menengok pada Kitty. Ia liat Kitty jang sedeng berdiri dengen iapoenja soedara lelaki sedeng pandang dirinja... „Akoe kira kau sedeng hadepin risao,” kata Levine. „Kita dateng di sini perloenja panggil kau,” djawab Kitty, „dan akoe girang jang kau soeda dateng dengen maoe sendiri,” begitoelah ia landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe dan sebagi ----- {{center|— 201 —}} cepanja Levine, Kitty oendjoekin satoe senjoeman jang bisa bikin orang lelaki djadi loepa daratan. „Apa enaknja orang doedoek tarik oerat? Pendeknja biarpoen soeda omong satoe hari lamanja, toh satoe belon ada jang maoe menjerah kala...” „Sabetoelnja djoega begitoe,” kata Levine, „Kabanjakan orang djadi tarik oerat lantaran tiada mengarti apa jang laen orang bitjaraken.” Kitty doedoek di satoe medja ketjil, ambil satoe kapoer toelis (krijt) dan dengen itoe ia moelain bikin boender-boenderan jang semingkin lama djadi semingkin lebi besar. „Ai, laken medja djadi kotor sadja dengen akoe poenja tjoretan...”. kata Kitty dan abis bilang begitoe ia taro itoe kapoer toelis dan bikin soeatoe gerakan seperti orang jang maoe bangoen dari tempat doedoeknja. „Doedoeklah,” kata Levine dan kamoedian ambil itoe kapoer. „Soeda lama akoe maoe tanjaken apa-apa pada kau, nona.” Sembari bilang begitoe ia pandang moekanja Kitty jang tempo denger itoe djadi berkesiap, tapi toh dengen soeara lantjar djawab: „Akoe sedia aken denger kau poenja pertanjaän...” Levine toelis perkata’an pertama dari: „Tempo doeloe kau bilang pada akoe: „tiada bisa,” apa itoe hendak dimaksoedken tiada nanti atawa tjoema sekarang sadja?” Ini batesan bagi Kitty tiada terlaloe soesa, kerna ia sigra mengarti kemana itoe omongan ditoedjoeken, samentara itoe dari roepanja Levine menoendjoekin jang pengi-<noinclude></noinclude> jt3h2q43ag5gl7eu8sl74ebxt5vzdrp Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/24 104 107969 301641 2026-07-07T09:14:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 203 —}} doepannja ada bergantoeng dengen Kitty poenja djawaban. Dengen mata jang tiada berkesip ia pandang Levine, kamoedian ia moelain batja itoe letter letter; saban saban ia tanja: „apa ini jang akoe pikirin?” „Akoe mengarti 'da,” kata Kitty dengen paras mera. „Perkata'an apa adanja ini?” dan kamoedian Levine toelis letter „n”. „Itoe maoe mbilang „nori” (tra nanti) tapi itoe tiada betoel.” Dengen lekas Levine seka itoe letter dan sesoedanja kasi itoe kapoer toelis pada Kitty, ia lantas bangoen dari tempat doedoeknja. Tatkala itoe Kitty toelis letter pertama dari: „Tempo itoe akoe tiada bisa kasi djawaban.” Levine mengarti itoe dan dengen paras jang girang ia pandang Kitty, sedeng dengen ati jang penoe kakoeatiran ia menanja: „Apa itoe tjoema di itoe waktoe sadja?” „Betoel”, demikianlah Kitty soeda djawab sembari hersenjoe. „Dan sekarang?” tanja Levine. „Batjalah,” kata Kitty. „Akoe bakal toelis 'koe poenja kahendakan jang paling teroetama”. Tempo itoe ia moelain toelis letter pertama dari: „Ampoenin akoe dan loepain perkara-perkara jang doeloe.” Levine ambil itoe kapoer toelis jang djadi pata, lantaran ia pegang terlaloe keras saking kagirangan dan kamoedian toelis letter pertama dari: „Tiada ada soeatoe apa jang akoe moesti ampoenin, tiada ada soeatoe apa jang 'koe moesti loepaken, akoe senantiasa tjinta kau...” ----- {{center|— 203 —}} Selaloe Kitty swasin moekanja dan dengen bersenjoem ia bilang: „Akoe mengarti 'da..." Komtali Levine toelis brapa letter. Kitty mengarti artinja itoe letter dan zonder ditanja lagi apa ia bisa mengarti itoe, Kitty soeda lantes toelis iapoenja djawaban di bawah itoe. Levine jang soeda djadi bingoeng bahna kagirangan, dengen banjak soesa toelis itoe letter-letter. Blakangan ia niat toelis doea letter lagi, tapi sabelomnja bisa lakoeken itoe Kitty soeda ambil itoe kapoer toelis dan toelis „Ja." Tempo Dolly liat itoe doea kepala begitoe berdeketan, atinja jang sedeng doeka berhoeboeng dengen iapoenja pembitjara'an sama Karenine, djadi sedikit senangan. „Kau orang lagi bikin apa?" tanja prins Tcherbatsky toea jang kabetoelan liwat di sitoe. Levine anter Kitty sampe di pintoe. Masing-masing soeda bilang apa jang iaorang maoe bilang Kitty soeda njataken jang ia ada tjinta pada Levine dan djoega soeda dibikin perdjandjian jang besok Levine bakal dateng di roemanja aken „lamar" Kitty. Kasoekannja, kira-kira poekoel 12, Levine soeda pergi ka gedoengnja prins Tcherbatsky dan kedatangannja soeda disamboet oleh boedjang jang silaken ia doedoek di salon. Di gang ia denger kerisikannja rok, tindakannja orang prempoean dan tiada lama lagi ada berdiri di hadepannja, itoe orang jang ia tjintaken, jang ia<noinclude></noinclude> 90pt5bhsvvemqcvjxmznm0mlx0ailaj Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/25 104 107970 301642 2026-07-07T09:16:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 204 —}} berdjandji aken idoep bersama-sama di ini doenia; mata dan roepanja Kitty tinggal tetep seperti doeloe tempo ia pertama kali ditintaken dan liat. Dengon girang Levine peloek Kitty, jang tinggal manna sadja dibikin begimana djoega. Levine jang tiada poeas dengon peloek sadja, soerta djatoin moeloetnja di moeloetnja Kitty jang samboet itoe dengon satoe tjioeman jang manis. Di antero malem Kitty tiada bisa tidoer, kerna pikirannja selaloe inget ini perkara kendatipoen ia taoe dengen pasti jang iapoenja iboe dan ajah bakal loeloesin iapoenja kahendakan jaitoe menika sama Levine. „Ajolah, kita pergi sama mama," kata Kitty dan pegang iapoenja tangan. „Apa betoel?" kata Levine dengen soeara plahan dan goemeter. „Akoe masi tiada mengarti apa kau betoel tjinta pada akoe poenja diri?..." „Ja," begitoelah Kitty soeda djawab dengen soeara sedikit keras... „O, hatikoe ada teramat girang..." „Semoea djadi soeda beres?" kata si iboe tempo ia liat Kitty dan Levine berdjalan dengen bergandengan tangan satoe sama laen. „O, akoe girang sekali... Biarlah kau, Levine, nanti bisa tjinta dengen sagoenap djiwa pada Kitty... Kapan kau orang bisa idoep dengen roekoen, akoe, jang djadi orang toea, merasa soekoer sekali..." „Baek djoega bisa diberesken dengen lekas", kata itoe prins toea, jang hendak boeang moe ----- {{center|— 205 —}} kaoja ka laen djoeroesan. tempo matanja dapet liat Levine jang mengoetjoerken aer mata sembari memberi hormat pada dirinja. „Akoe poenja kehendakan poen memang dari doeloe maoe soepaja Kitty menika sama Levine“, kata si bapa sembari pegang tangannja Levine jang disodorken padanja, „ja tempo itoe orang... „St... st, papa!“ kata Kitty dan dengen tangannja tekep moeloetnja si bapa. „Baiklah, akoe tida oelangin lagi itoe perkara,“ kata si bapa sembari tertawa. „Akoe girang sekali jang pengharapan 'koe sekarang kedjadian...“ Ia peloekin Kitty, tjioemin badannja, iapoenja tangan dan kamoedian kombali tjioemin iapoenja badan; koetika Levine liat Kitty ditjioemin dengen tiada soedanja oleh itoe prins toea, atinja jang tadinja dingin mendadak djadi sebaliknja dan sedari itoe waktoe ia sajang itoe prins toea sebagi satoe anak sajang iapoenja orang toea. Tempo poelang ka iapoenja hotel kombali Karenine inget pembitjara'an jang ia bikin sama Dolly; Dolly poenja pertjoba'an aken is ma'afken dirinja Anna, bikin atinja djadi amat mendongkol. Apa dalem iapoenja perkara perloe atawa tiada perloe pake oedjar-oedjarnja Jezus? Iapoenja perkara ada satoe hal jang teramat penting dan tiada boleh dipandang enteng. Laen dari pada begitoe poen soeda lama ia ambil poetoesan jang bertentangan sekali dengen kahendakannja Dolly.<noinclude></noinclude> rv2iy83duqxp0nvku87323wshntj6g0 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/26 104 107971 301644 2026-07-07T09:20:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 207 —}} Toekang djaga pintoe anterin ia doea soerat kawat; satoe adalah oeroesan pakerdja'an jang ia ada lamar, sedeng jang laen adalah dari iapoenja istri, jang boenjinja ada sebagi brikcet: „Akoe sedeng brangkat ka tempat baka. Akoe harep, akoe meratso jang kau nanti maoe dateng ka mari! Brilah ampoen pada akoe, kerna dengen begitoe sadja akoe bisa tinggalin ini doenia dengen mata merem.“ Dengen bersenjoem eweh ia lempar itoe kawat. Tiada lebi dari omong kosong, satoe tipoe daja jang tjerdik, inilah ia tiada bersangsyi lagi! „Sekarang Anna tiada segan lagi akan berdjoesta! Terang jang ia hendak bereslin. Tiada bisa laen. Apa kamoennja? Sahken itoe pertjere'an? Tapi ia bilang: Akoe sedeng brangkat ka tempat baka...“ Lagi sekali ia batja itoe kawat dan mendadak pikirannja djadi beroeba. „Ande'in betoel seperti apa jang ia toelis...“, begitoelah ia bilang dengen saorang diri. „Kaloe betoel ia mandi aer mata dan kapan betoel bahaja maoet ada di depan mata, kapan betoel ia merasa doeka atas iapoenja perboeatan dan akoe, jang tetep pandang itoe sebagi soeatoe „tipoean“, dengen teroes membandel akan tiada dateng, tentoe sadja dirikoe boekan sadja ada kedjem, tapi djoega akoe pantes dapet koetoekan dari orang banjak.“ Maka itoe Karenine ambil poetoesan te- ----- {{center|— 207 —}} tetap aken tengokin istrinja. Kapan kanjata'an jang itoe betoel ada satoe tipoean belaka, ia tiada nanti maoe oetjapkan seatoe perkata'an dan sigra berlaloe dari itoe tempat. Kapan betoel ia sedeng hadepin bahaja kematian dan ia ada niatan aken ampoenin Anna, manakala ia masi bisa ketemoeken si istri; djikaloe ia dateng kabilangannya dan ia maoe oendjoek iapoenja hormat jang pengabisan kali. Setelah tetep ia ambil ini poetoesan, maka maksoednja aken bikin perdjalanan lebi djaoe soeda dioeroengin. Tempo ia bangoen dari tidoernja di kereta api pikirannja lantes inget jang kapan Anna sampe meninggal doenia segala kasoekeran bisa disingkirken dengen gampang. Keesokan paginja Karenine pergi ka roemahnja dan sabelomja ia toendjiken bel, pintoe soeda diboeka. „Bagimana keada'annja njonja?” tanja ia pada boedjang. „Kemaren njonja soeda bersalin... dengen slamet!” Tempo denger ini moekanja Karenine djadi poetjet dan tinggal berdiri di sitoe dengen tiada berkata apa apa. Sekarang hatinja bernapaoe aken Anna lekas lekas meninggal... „Dan begimana keadaannja njonja sendiri?” Di itoe waktoe kabetoelan dateng Karenine poenja djongos dari loteng dan dengen soeara terpoetoes poetoes bilang: „Njonja sakit keras. Kemaren dateng brapa dokter aken menoeloeng njonja dan kita poenja<noinclude></noinclude> 0iq9ruxtt7266eyr2ug3vqly256eppk 301645 301644 2026-07-07T09:20:19Z Link PB 26772 301645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 207 —}} Toekang djaga pintoe anterin ia doea soerat kawat; satoe adalah oeroesan pakerdja'an jang ia ada lamar, sedeng jang laen adalah dari iapoenja istri, jang boenjinja ada sebagi brikcet: :„Akoe sedeng brangkat ka tempat baka. Akoe harep, akoe meratso jang kau nanti maoe dateng ka mari! Brilah ampoen pada akoe, kerna dengen begitoe sadja akoe bisa tinggalin ini doenia dengen mata merem.“ Dengen bersenjoem eweh ia lempar itoe kawat. Tiada lebi dari omong kosong, satoe tipoe daja jang tjerdik, inilah ia tiada bersangsyi lagi! „Sekarang Anna tiada segan lagi akan berdjoesta! Terang jang ia hendak bereslin. Tiada bisa laen. Apa kamoennja? Sahken itoe pertjere'an? Tapi ia bilang: Akoe sedeng brangkat ka tempat baka...“ Lagi sekali ia batja itoe kawat dan mendadak pikirannja djadi beroeba. „Ande'in betoel seperti apa jang ia toelis...“, begitoelah ia bilang dengen saorang diri. „Kaloe betoel ia mandi aer mata dan kapan betoel bahaja maoet ada di depan mata, kapan betoel ia merasa doeka atas iapoenja perboeatan dan akoe, jang tetep pandang itoe sebagi soeatoe „tipoean“, dengen teroes membandel akan tiada dateng, tentoe sadja dirikoe boekan sadja ada kedjem, tapi djoega akoe pantes dapet koetoekan dari orang banjak.“ Maka itoe Karenine ambil poetoesan te- ----- {{center|— 207 —}} tetap aken tengokin istrinja. Kapan kanjata'an jang itoe betoel ada satoe tipoean belaka, ia tiada nanti maoe oetjapkan seatoe perkata'an dan sigra berlaloe dari itoe tempat. Kapan betoel ia sedeng hadepin bahaja kematian dan ia ada niatan aken ampoenin Anna, manakala ia masi bisa ketemoeken si istri; djikaloe ia dateng kabilangannya dan ia maoe oendjoek iapoenja hormat jang pengabisan kali. Setelah tetep ia ambil ini poetoesan, maka maksoednja aken bikin perdjalanan lebi djaoe soeda dioeroengin. Tempo ia bangoen dari tidoernja di kereta api pikirannja lantes inget jang kapan Anna sampe meninggal doenia segala kasoekeran bisa disingkirken dengen gampang. Keesokan paginja Karenine pergi ka roemahnja dan sabelomja ia toendjiken bel, pintoe soeda diboeka. „Bagimana keada'annja njonja?” tanja ia pada boedjang. „Kemaren njonja soeda bersalin... dengen slamet!” Tempo denger ini moekanja Karenine djadi poetjet dan tinggal berdiri di sitoe dengen tiada berkata apa apa. Sekarang hatinja bernapaoe aken Anna lekas lekas meninggal... „Dan begimana keadaannja njonja sendiri?” Di itoe waktoe kabetoelan dateng Karenine poenja djongos dari loteng dan dengen soeara terpoetoes poetoes bilang: „Njonja sakit keras. Kemaren dateng brapa dokter aken menoeloeng njonja dan kita poenja<noinclude></noinclude> kcbiuppqtgddlzmzf3tkw5i048rmfjd Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/27 104 107972 301646 2026-07-07T09:24:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 209 —}} dokter sendiri selaloe toenggoein njonja." Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep. „Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier. „Siapa dateng di sini?" tanja Karenine. „Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..." Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer. „Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..." Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang: Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bi- ----- {{center|— 209 —}} ilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ." Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang: ,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal me- {{small|Anna Karenine.}} {{right|13}}<noinclude></noinclude> epniwspf21qusbgn6rw6ninolucdbh5 301647 301646 2026-07-07T09:25:09Z Link PB 26772 301647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 209 —}} dokter sendiri selaloe toenggoein njonja." Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep. „Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier. „Siapa dateng di sini?" tanja Karenine. „Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..." Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer. „Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..." Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang: Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bi- ----- {{center|— 209 —}} ilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ." Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang: ,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal me- <small>Anna Karenine.</small> {{right|13}}<noinclude></noinclude> rz41ht1x9tdpv50ihyc73tanrx6yrsp 301648 301647 2026-07-07T09:25:29Z Link PB 26772 301648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 208 —}} dokter sendiri selaloe toenggoein njonja." Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep. „Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier. „Siapa dateng di sini?" tanja Karenine. „Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..." Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer. „Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..." Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang: Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bi- ----- {{center|— 209 —}} ilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ." Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang: ,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal me- <small>Anna Karenine.</small> {{right|13}}<noinclude></noinclude> ccw1m5wmtxojk0qhanaxgkwy45n0h41 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/28 104 107973 301649 2026-07-07T09:28:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 210 —}} rasa doeka kapan liat itoe anak, maka itoe bawa itoe anak ka laen tempat ..." „Anna Karenine . . . dia soeda dateng, di sini adanja dia," kata itoe doekoen beranak dan tjoba sebrapa bisa soepaja Anna maoe liat iapoenja soeami, tapi Anna tetep mengosloen: „Mari kasi akoe itoe anak preimpoean . . . Mari kasi akoe . . . Apa dia masi djoega belon dateng? Kau bilang jang ia bakal ma'afken sebab kau tiada kenal dia . . . Kau tjoema perloe liat maranja sadja . . . Serioja poenja mata sama seperti bapanja, maka itoe akoe tiada bisa liat itoe . . . Apa orang soeda oeroes djoega bagi Serioja poenja makanan?" Dengen sakoenjoeng-koenjoeng ia meringkoek, tiada bilang apa-apa, toetoepin iapoenja badan dengen iapoenja tangan sebagi djoega orang ketakoetan aken dipoekoel. Blakangan matanja dapet liat iapoenja soeami. „Tiada, tiada," begitoelah ia bilang dengen soeara keras: „'koe tiada takoet padanja, tapi 'koe takoet sama kematian! . . . Lekas, dateng deket 'koe, Alexis . . . Boeroean . . . kerna kapan kau lama-lama boleh djadi 'koe pingsan lagi . . . Sekarang 'koe mengerti, sekarang 'koe liat . . ." Dari roepanja menoendjoekin jang Karenine ada dalem kadoeka'an. Ia pegangin kadoea tangannja Anna dengen tiada kaloearken satoe pata perkata'an. Saban ia tengok Anna atinja djadi sanget doeka . . . „Ah, kau roepanja belon taoe . . ." Ia brenti mengomong seperti djoega orang jang ----- {{center|— 211 —}} hendak koempoel iapoenja pikiran. „Ja,” begitoelah ia landjoetken lebi djaoe pembitjara’annja: „Ja, ini jang akoe hendak bilangin pada kau. Kau djangan heran, ’koe masi seperti doeloe djoega. Tapi di dalem akoe poenja diri masi ada satoe prempoean laen lagi dan padanja ’koe sanget takoetin . . . Dia itoe ada tjinta pada satoe orang lelaki laen dan maoe soepaja ’koe bentji kau . . . tapi aneh sekali jang ’koe tiada bisa loepaken itoe orang prempoean . . . Sekarang akoe djadi Anna jang doeloe, jang kau tjinta dan jang tjinta kau . . . Akoe sedeng brangkat ka tempat baka, akoe taoe jang akoe sabentar lagi aken tinggalken ini doenia jang fana, maka itoe akoe minta kau soeka tanjaken sama dia . . . Akoe poenja tangan, akoe poenja kaki, akoe poenja djeridji ada berat sekali sebagi djoega diboengkoes dengen tima . . . Lihatlah, bagimana besar adanja akoe poenja djeridji tangan. Semoea bakal berachir dengen lekas . . . Akoe tjoema perloe satoe hal sadja ialah ampoenin akoe dan ampoenin akoe . . . Akoe ini ada satoe orang jang berdosa besar . . . Tiada, roepanja kau tiada bisa ma’afken pada akoe. Akoe taoe jang itoe tiada bisa tiada begitoe . . . Laloelah kau, dengen maoe dateng di sini, itoe soeda menoendjoekin jang kau sasoenggoenja ada seorang baek! . . .” Dengen iapoenja satoe tangan jang panasnja sebagi api ia pegangin Karenine, tapi tangannja jang satoe lagi dorong Karenine aken berlaloe dari hadepannja . . . Karenine tiada inget lagi iapoenja maksoed . . .<noinclude></noinclude> qyitcctxnbixtzhf230e5ncvxd402ug Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/29 104 107974 301651 2026-07-07T09:30:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 212 —}} Dengen sakoenjoeng-koenjoeng atinja djadi djato kesian sama dirinja Anna. Jang sekarang mengadoek dalem pikirannja adalah katjinta'an dan pembrian ampoen. Ia berdjongkok di depan tempat tidoer, taro kepalanja di deket ketiaknja Anna jang amat panas dan menangis seperti satoe anak ketjil. Kepalanja Karenine Anna oesap-oesap, sembari geser badannja aken dateng lebi deket pada Karenine dan matanja meliat ka plafond dengen bernafsoe... „Dia soeda dateng, 'koe taoe jang dia bakal dateng, dan sekarang, slamat tinggal pada semoeanja... Ah, kombali ia ini ada di sana... Dokter, lepasken akoe dari itoe selimoet..." Dokter kombali pegang tangannja Anna dan kamoedian tindihin itoe sama bantal... Anna tinggal tetep reba dengen mengatjo, samentara itoe matanja meliat ka kanan dan ka kiri... „Ingetlah, jang 'koe perloe sama sekali dengen kau poenja pembrian ampoen!... Itoe ada satoe-satoenja jang akoe kahendakin... Aken tetapi, heran kenapa kau tiada maoe masoek?..." Ia liat ka kamer pakean, di mana ada doedoek Vronsky. „Masoek, masoek!... Kasi tanganmoe padanja..." Vronsky samperin pinggirannja tempat tidoer. Kombali ia toetoepin moekanja dengen iapoenja tangan. „Angkat kau poenja tangan, liat dianja, di ada satoe orang jang soetji...", kata Anna; ----- {{center|— 213 —}} „angkat toch kau poenja tangan," begitoelah ia bilang lebi djaoe dengen roepa goesar. „Alexis Alexandrovitch, angkat iapoenja tangan, akoe maoe liat dia . . ." Bahna doeka dan maloe Karenine angkat tangannja Vronsky . . . „Kasi tangan padanja, ampoenin dirinja . . . Karenine sodorken iapoenja tangan, zonder bisa tahan djatonja iapoenja aer mata dari iapoenja kadoea mata . . . „Allah jang maha Koeasa, sekarang akoe soeda bersedia, akoe soeda klaar . . . Sekarang akoe maoe lonjdorken akoe poenja kadoea kaki, begitoe ja begitoe ada baek . . . Bagoes betoel itoe gambar kembang jang diteeken dengen tjara jang begitoe pande . . .", kata Anna dan dengen djarinja ia oendjoek itoe gambar. Allah jang maha Besar, kapantah abis . . . Kasi akoe morphine, dokter, kasi akoe morphine. Ah, Toehan jang maha Koeasa . . ." Anna teroes merinti di tempat tidoer. Iapoenja dokter, dan dokter-dokter jang di panggil boeat consult, njataken jang Anna dapet kraamvrouwenkoorts, satoe penjakit jang dalem 100 belon tentoe satoe jang idoep. Anna pingsan di antero hari. Sampe djaoe malem ia teroes tiada inget orang sementara iapoenja meh tempo dipegang tinggal tiada berdjalan. Saban waktoe Anna poenja adjal ada ditoenggoe. Vronsky poelang ka roemahnja tapi kaesokannja di waktoe pagi-pagi sekali soeda dateng menanja-<noinclude></noinclude> k73isj20da49ud687mj9xawmjhqrq7m Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/30 104 107975 301652 2026-07-07T09:32:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 214 —}} ken katrangan. Karenine ketemoe ia di kamer tetamoe dan bilang: „Tinggallah kau di sini, kerna Anna berkali-kali tanjaken tentang kau." Ia sendiri jang anterin Vronsky ka dalem kamernja Anna. Sablonnja matahari naek tinggi si sakit soeda kalap lagi, tiada brentinja merinti dan kamoedian djato pangsan dan tempo ia djadi sedar kembali roepanja sebagi orang jang mengantoek. Di hari katiga ka'ada'an tetep begitoe dan dokter-dokter bilang masi ada harepan aken toeloeng djiwanja Anna. Di itoe hari Karenine masoek di kamer pakeannja Anna, di mana ada doedoek Vronsky. Pintoe lantes ditoetoep dan Karenine doedoek berhadapan sama Vronsky. Vronsky mengerti sekarang ada waktoenja aken ia njataken atinja. „Alexis Alexandrovitch," begitoelah ia moelain bitjara. Sekarang 'koe tiada bisa bitjara, begitoepoen berpikir . . . Ampoenin akoe! . . . Kau doeka, tapi pertjajalah akoe ada lebi berdoeka dari kau poenja diri." Vronsky maoe bangoen dari tempat doedoeknja, tapi Karenine soeda kaboeroe pegang ia poenja kadoea tangan dan dengen soeara sedikit keras ia bilang: „Akoe minta dengen hormat kau soeka denger akoe poenja perkata'an. Apa jang akoe hendak bilang ada teramat penting. Akoe maoe kasi katrangan bagimana adanja akoe poenja ati dan kenapa akoe djadi begitoe goesar, soepaja kau tiada tjela 'koe sebagi orang jang soeka ----- {{center|— 215 —}} mara dengen tiada kaseroessan. Kau tentoe taoe jang 'koe soeda ambil poetoessan boeat bertjere. Maskipoen begitoe toch akoe tiada maoe menjangkal jang atikoe ada moendoer madjoe dalem ini hal dan djoega akoe ada poenja kahendakan jang besar aken hoekoem dirinja Anna dan kau. Tempo akoe trima Anna poenja telegram, pikiran akoe tinggal tetep, ja malahan akoe ada poenja niatan lebi besar lagi jaitoe maoe soepaja Anna lekas meninggal. Aken tetapi . . ." Boeat sakoetika lamanja ia tinggal tiada berkata-kata dan timbang apa atinja betoel sekarang soeda beroba "Aken tetapi . . . akoe soeda liat iapoenja ka'ada'an dan akoe soeka, ja ichlas aken ampoenin dirinja. Itoe perasa'an aken membri ampoen pada dirinja ada soeatoe hal jang bikin sedar akoe poenja diri hingga tiadalah sampe akoe loepa dengen 'koe poenja kwadjiban. Semoea akoe soeda membri ampoen . . . Seperti djoega katanja pribasa, jang sasoedanja pipi kanan ditabok, sigra kasiken iapoenja pipi kiri kombali . . . Akoe ichlas seraken orang jang 'koe tjinta . . . Tjoema satoe hal sadja jang 'koe bermoehoen sama Allah jalah soepaja pikirankoe tetep bisa kesian pada dirinja Anna . . ." Matanja ada mengoetjoerken aer mata dan Vronsky poen tertoeroetan djadi sedi lantaran meliat parasnja Karenine dan iapoenja omongan jang begitoe roepa. "Demikianlah adanja akoe poenja anggepan," begitoelah Karenine samboengin iapoenja pembitjara'an. "Kau boleh berboeat apa jang kau<noinclude></noinclude> szzelag4aim5uiasz09e5rozt9xiz5u Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/31 104 107976 301653 2026-07-07T09:34:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 216 —}} soeka, kau boleh tertawaken akoe poenja diri, tapi toeh akoe tiada maoe tinggalken Anna dan sama kau akoe tiada maoe sampeken perkata'an-perkata'an keras. Sekarang akoe taoe apa adanja akoe poenja kwadjiban jaitoe akoe moesti tinggal teroes sama akoe poenja istri dan begitoe djoega akoe aken berboeat. Sekarang ini paling baek jang kau oendoerken kau poenja diri ..." Abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja; kerna hatinja amat terharoe, maka ia soeda tiada bisa bitjara lebi djaoe. Poen Vronsky bangoen dari tempat doedoeknja dan hatin Karenine dengen kepala lesoe ... Betoel ia tiada mengarti bagimana adanja perasa'an Karenine, tapi dari roepanja ia dapet kenjata'an jang Karenine maoe soepaja ini hal bisa diatoer dengen dami, maoe soepaja Vronsky mengalah ... Kerna pikirannja sendiri soeda bilang dirinja bersala, dirinja pantes terhoekoem maka djoega ia tiada bisa belaken dirinja lebi djaoe. Sebagi terpaksa sekarang ia moesti tinggalken itoe pengidoepan jang doeloenja ada memberi banjak plesiran dan kagirangan bagi hatinja. Pengidoepannja jang tadinja ada begitoe senang dan broentoeng sekarang ia rasaken ada amat tjilaka dan terkoetoek. Itoe soeami jang ditjoerangin, jang merasa tjilaka sekali dengen iapoenja pengidoepan, jang soeda dapet rintangan besar dalem iapoenja kasenengan, sekarang soeda diangkat ,,bangoen" oleh Anna sendiri dan koet kadoedoekannja si soeami ada seperti bissa kombali, ia tiada sekali berlakoe djahat, palsoe atawa. ----- {{center|— 217 —}} sombong . . . hanja dengen sederhana dan tabah trima kombali itoe kadoedoekan . . . Sekarang itoe "ka'ada'an" dengen sakoenjoeng-koenjoeng berganti. Ia bandingin klakoeannja Karenine dengen dirinja sendiri. Ia liat dengen teges bagimana fihaknja jang bersalah dan akoe fihaknja Karenine jang betoel. Ia liat djoega bagimana moelia adanja Karenine poenja sikep dalem iapoenja pengidoepan jang tiada broentoeng, sedeng dirinja sendiri ia liat bagimana renda dan palsoe adanja. Iapoenja anggepan prihal kesalahannja pada itoe orang jang ia ganggoe kesenangannja, jang tadinja ia anggep ada berlakoe kedjem pada istrinja, kanjata'an boekan djadi satoe hal jang paling mendoeka'in atinja. Lebi tjilaka lagi ia rasaken atinja jang tadinja soeda adem sama dirinja Anna, sekarang djadi lebi tjinta keras kerna ia bakal tinggalkan boeat selama-lamanja. Di waktoe Anna sakit ia dapet kanjata'an bagimana besar adanja katjinta'an Anna bagi dirinja dan katjinta'an begitoe sepantesnja moesti ada djoega sama dirinja. Melaenken sebagi peringetan jang Anna bisa simpen, ialah satoe hal jang sanget merendaken dirinja. Bagimana hina adanja iapoenja diri tempo Karenine tarik iapoenja tangan jang ia pake menoetoepin moekanja . . . Tempo poelang di roema Vronsky reba di satoe divan dengen tiada boeka lagi iapoenja pakean. Otaknja ada kerdja kras. Pikirannja ada inget berbagi-bagi hal. Dengen njata ia liat matanja.<noinclude></noinclude> k3idjr677uxv39pjfz4wze829nwhtcg Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/32 104 107977 301654 2026-07-07T09:36:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 218 —}} Anna jang menoendjoekin ia tiada sekali tjinta pada soeaminja. „Semoea soeda kasep. Anna jang betoel tiada tjinta soeaminja toch tjoba loepaken perhoeboengan jang ia bikin sama akoe Dan akoe, akoe tiada bisa idoep zonder dia! Bagimana itoe perhoeboengan bisa disamboeng lagi?" ... Ini ia oetjapken dengen soeara jang sedikit kras dan oelangin itoe sampe berkali-kali, dengen maksoed soepaja iapoenja pikiran tiada inget laen-laen hal. Ia tinggal teroes reba di divan, tjoba bikin dirinja poeles, kendati ia sendiri taoe jang niatnja tinggal sia-sia. Dengen kabetoelan ia oelangin dengen plahan apa jang atinja ada inget, dengen harep pikirannja tiada djadi begitoe kaloet. Lapat-lapat ia denger soeara jang bilang: „Kau tiada bisa hargaken Anna sebagimana moestinja. Kau tiada bisa senangin atinja dengen tjoekoep!" „Apa akoe soeda gila?" tanja ia dengen seorang diri. „Bisa djadi begitoe. Apa itoe tiada dengen alesan?... Apa dalem perkara begitoe orang tiada abisken djiwanja dengen kirim satoe pelor, di iapoenja kepala. Boeät akoe semoea soeda kasep. Akoe moesti pikir baek-baek, apa jang masi katinggalan boeät akoe poenja diri." Sekarang ia inget pengidoepannja dengen zonder Anna. Sobat-sobatnja dan doenia, kanjata'an tiada bisa toeloeng dirinja. Perhoeboengannja sama nona Kitty soeda lama dipoetoesken. Lagian ini tiada sekali ia pikirken. ----- {{center|— 219 —}} Kamoedian ia bangoen, boeka iapoenja badjoe djas, kamoedian ia djalan moendar-mandir. „Dalem perkara seperti akoe tiada ada laen djalan dari pada kirim satoe pelor di kepala," begitoelah ia oelangin niatannja dan samboeng lebi djaoe omongannja dengen soeara plahan: „aken tiada idoep di doenia dengen rasa maloe!" Ia samperin pintoe, toetoep itoe, kamoedian dengen gigit bibirnja ia menoedjoe ka medja, di mana ia ambil iapoenja revolver, preksa itoe dan achirnja lobangnja ditoedjoeken pada dirinja. Tatkala itoe pikirannja ada kerdja kras. Achirnja ia teedjoeken itoe sendjata api di dada kirinja dan kamoedian tarik pelatoesknja. Tempo soearanja itoe sendjata meledak ia tiada denger, tapi satoe poekoelan kras jang memoekoel dadanja bikin ia djadi sempojongan. Ia niat boeat pegang pinggirannja medja, djatoin itoe revolver, sedeng ia sendiri poen toeroet djato di oebin dan dengen roepa heran meliat di sapoeter dirinja. Tiada sekali ia kenalin kamernja sendiri. Tindakanjang kras dan tjepet dari iapoenja boedjang-boedjang kombali ganggoe iapoenja pikiran. Ia taoe jang dirinja sekarang sedeng reba di oebin dan ia tjoba boenoe kombali dirinja, sebab ia liat ada dara di tangannja. „Gagal akoe poenja niatan!" begitoelah ia bilang dan tangannja tjari itoe revolver. Itoe sendjata api ada menggletak di deketnja, tapi ia tjari di satoe tempat jang sedikit djaoe; satoe djam kamoedian ipar prempoeannja, Vronsky dateng di sitoe sembari bawa tiga dokter, jang<noinclude></noinclude> 0srt0wqazpktuuvm4fomdh8965ynnc0 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/33 104 107978 301655 2026-07-07T09:38:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 220 —}} lantas rebaken Vronsky jang loeka di tempat tidoer dan verband loekanja. {{rh||———}} Dengen toeroet kahendakannja iapoenja istri, Karenine tiada sangka jang Anna poenja rasa menjesel bakal djadi dengen sabenernja, jang ia bakal membri ma'af dan jang Anna bakal idoep teroes. Doea boelan sedari ia balik kembali di Moskou itoe kakliroean ada mengganggoe dengen sanget iapoenja pikiran. Boekan sadja ia soeda bikin itoe kakliroean kerna kasoeda'annja perkara ada di loear doega'an, tapi djoega jang ia sendiri belon kenal abis ka'ada'annja iapoenja ati. Tempo hadepken istrinja di tempat pembaringan atinja djadi merasa kesian sama Anna seperti djoega laen orang. Doeloe ia anggep itoe „rasa kesian” sebagi satoe penjakit bagi orang jang atinja lemah. Boekan begitoe sadja, malahan ia pandang itoe sebagi soestoe hal jang sanget hina. Rasa kesian sama Anna, rasa menjesel jang ia tadinja ada poenja kahendakan aken Anna meninggal doenia begitoe lekas, teroetama sekarang dengen adanja iapoenja kasoeka'an aken ma'afken dirinja Anna, ada mengeningin atinja jang doeka dan djoega atinja merasa poeas kerna soeda bisa berlakoe begitoe. Dengen sekoenjoeng-koenjoeng ia dapet kanjata'an iapoenja kadoeka'an ada djadi „matanja” kagirangan dan iapoenja rasa sangsi tempo hendak membri hoekoeman, memboetji dan mengoetoek, sekarang soeda djadi tetep koetika atinja merasa ichlas membri ampoen dan . . . . menjinta. ----- {{center|— 221 —}} Ia ampoenin istrinja dan merasa kesian lantaran Anna ada dalem sakit dan dalem ka'ada'an menjesel. Ia ma'afken Vronsky dan merasa kesian tempo denger ia lakoeken perboeatan nekat. Ia merasa menjesel, ia lebi menjesel dari jang doeloean, lantaran ia soeda sia-siaken iapoenja anak. Bagi iapoenja anak prempoean jang baroe dilahirken ia ada poenja anggepan jang aneh, boekan sadja dari lantaran kesian, tapi djoega lantaran liat di waktoe bagimana itoe anak soeda dilahirken di ini doenia. Samentara itoe ia pikir djoega tentang dirinja, jang maski bagimana djoega adanja iapoenja anggepan, toch boekan tiada boleh djadi ada berlaenan sekali dengen orang banjak poenja anggepan. Ispoenja kenalan merasa heran dengen iapoenja sikep, tiada mengarti sama sekali dan satiap waktoe menoenggoe poetoesannia. Djoega Karenine merasa jang iapoenja perhoeboengan sama Anna masi djadi satoe hal jang belon tentoe dan amat tiada enak. Di achirnja Februari itoe anak orok sakit. Karenine jang djaga itoe anak di waktoe pagi, soeroe panggil dokter dan kamoedian pergi ka kantoornja. Tempo ia poelang poekoel ampat sore, Karenine oesap-oesap kepalanja Serioja dan tanja pada itoe goeroe prempoean apa jang dokter tadi bilang. „Dokter bilang tiada ada alesan sama sekali aken orang berkoeatir. Ia ada membri nasehat aken kasi itoe anak mandi, toean."<noinclude></noinclude> h48s9aklu3t89dn1q7ftv3d31vzs9vt Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/34 104 107979 301656 2026-07-07T09:42:36Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 222 —}} „Tapi itoe anak ada sakit," kata Karenine tempo ia denger itoe anak mendjerit-djerit. Sakean lamanja ia berpikir dan kamoedian masoek di kamer aken meliat ka'ada'annja itoe anak. Itoe anak ada di'mpo oleh satoe baboe dan tiada maoe isep soesoe. „Apa ka'ada'annja tiada bae'an ?" tanja Karenine. „Roepanja itoe anak ada sakit brat," djawab itoe baboe mongmong dengen soeara pelahan. Dengen tiada bilang apa-apa Karenine pandang itoe anak sakoetika lamanja, tapi dengen sakoenjoeng-koenjoeng ia bersenjoem dan berlaloe dari itoe kamer dengen tiada kaloearken satoe pata perkata'an lagi. Tempo ia ada di kamer makan, kombali ia soeroe boedjangnja panggil dokter. Ia mara sekali pada Anna lantaran tiada maoe oeroes lagi itoe anak. Dalem ka'ada'an begitoe ia tiada maoe pergi di kamernja Anna, tapi djoega boekan lantaran ia doega prinses Betsy, jang kretanja ia perna liat di depan pintoe, ada di dalem kamernja Anna. Dengen sakoenjoeng-koenjoeng atinja merasa koeatir jang Anna nanti merasa tiada senang lantaran ia bertentangan seperti biasandja tiada dateng di kamernja aken membri hormat. Tapi sasoedahnja pikir boelak-balik sakoetika lamanja ia tetepken atinja aken dateng di kamernja Anna. Tempo ia sampe di pintoe ia niat aken lawan kahendaknja aken mengomong apa-apa sama Anna. „Akoe tiada mengarti kenapa bolehnja kau ----- {{center|— 223 —}} mencelak. Tiadakah ia maoe pergi dari ini tempat," kata Betsy. „Itoe ada akoe poenja kahendakan dan boekan ada kamaoeannja akoe poenja soesami. Lebi baek sekarang kau djangan bitjaraken lagi tentang ini," djawab Anna dengen soeara ketoes. „Tentoe sadja, tapi toh ada satoe moestail sekali jang kau tiada maoe ketemoe lagi padanja aken membri slamat tinggal pada satoe lelaki, jang lantaran kau poenja diri ampir sadja soeda abisken djiwanja dengen djalen jang amat ngeri." Karenine tinggal berdiri diam, kaget dan penoe dengen rasa maloe. Ia tadinja maoe berlaloe dari itoe tempat, tapi anggep itoe ada amat renda. Sengadja ia berdehem dengen koeat, boeka pintoenja kamer dan dateng ke dalem kamer, sedeng Betsy dan Anna tinggal diam sadja. Anna ada doedoek di satoe korsi males dengen pake badjoe jang berwarna aboe-aboe, sedeng ramboetnja jang digoenting pendek ada disisir dengen rapi. Begitoe lekas matanja dapet liat Anna, begitoe tjepet djoega sinarnja jang gilang-goemilang lantas ilang. Ia toendoekin kepalanja dan pandang Betsy dengen roepa jang penoe kakoeatiran. Prinses Tverskaia membri hormat pada Karenine dengen senjoem jang manis dan bilang dengen soeara keras: „Girang sekali atikoe lantaran bisa bertemoe dengen kau, 'koe kira kau tiada dateng kemari. Sedari Anna sakit akoe tiada perna liat kau. Tapi<noinclude></noinclude> je5sqwo1ot33cun01gijrp1745c6nob Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/36 104 107980 301657 2026-07-07T09:45:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 226 —}} bisa oendjoekin iapoenja pikiran dan katjinta'an, begitoe poen dengen iapoenja maksoed jang maoe membri ampoen pada iapoenja istri. Dengen tiada perkata apa-apa dan dengen mata jang tiada berkesip ia pandang Betsy dengen tiada soedanja. „Adieu, sobatkoe jang baek," kata Betsy dan kamoedian bangoen dari tempat doedoeknja. Karenine ada orang jang anterin iapoenja tetamoe. Tempo sampe di satoe salon ketjil Betsy brenti dan bilang sembari pegang tangannja Karenine begini: „Alexis Alexandrovitch, akoe kenal betoel kau poenja ati jang moelia. Betoel itoe tiada wadjib akoe tjampoer, tapi bahna tjinta dan hormat 'koe pada kau, maka akoe soeda sampeken djoega itoe perkata'an. Apa boleh akoe kasi kau nasehat? Trimalah kedatengannja graaf Vronsky dia itoe ada saorang jang terhormat dan ia maoe pergi ka Tartarije." „Akoe bilang trima kasi, prinses, aken kau poenja nasehat jang berharga dan bagi kau poenja katjinta'an. tapi Anna sendiri moesti tetepken, siapa jang ia moesti trima." Abis bilang begitoe Karenine membri slamat tinggal pada Betsy dan balik kombali sama iapoenja istri. Anna soeda reba dengen balikin iapoenja blakang, tapi tempo denger ada soeara tindakan, ia bangoen lagi dan doedoek seperti doeloenja. Dengen paras kaget ia pandang soeaminja dengen tiada soedanja. ----- {{center|— 227 —}} Karenine jang djoega pandang Anna, dapet kanjatja’an jang istrinje baroe abis menangis dan bilang: „Lagi sekali akoe hatoerken trima kasi bagi kau poenja kapertjaja’an atas akoe poenja diri dan dengen tjaranja kau memberi poetoesan dalem itoe perkara. Akoe maoe pertjaja djoega jang graaf Vronsky betoel brangkat dan tiada perloe sama sekali akan dateng di sini. Akan tetapi . . .” Anna roepanja tiada bisa tahan lagi iapoenja nafsoe dan soeda poetoesken pembitjara’annja Karenine: „Akoe toeh soeda bilang pada kau, jang akoe tiada bisa trima iapoenja kedatengan, kenapa itoe sekarang akoe moesti oelangin lagi . . .” „Memang djoega tiada perloe akan ia dateng kemari,” begitoelah Anna bilang lebi djaoe dengen soeara pelahan, „tiada perloe akan ia memberi slamat tinggal pada satoe prempoean jang ia ada tjinta, jang akan prempoean mana ampir sadja ia binasaken djiwanja, ampir sadja ia poetoesken iapoenja pengidoepan. Sedeng itoe prempoean tiada bisa idoep zonder dirinja . . . Ja, itoe memang amat tiada perloe . . .” „Bae’an kita djangan bitjaraken lebi djaoe tentang ini,” kata Anna sasoedanja bisa bikin tetep iapoenja ati. „Akoe soeda seraken pada kau akan poetoesken ini hal dan kau poenja poetoesan ada menjenangin sekali atikoe . . .” Ia poenja sikep jang soeka melit dan oetjapken<noinclude></noinclude> rib1thwam5asc1e16yvmobkgza2shdm Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/37 104 107981 301658 2026-07-07T09:47:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 301658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|— 228 —}} itoe perkata'an dengen lakoe sabar, jang Anna memang soeda kenal lama, bikin atinja djadi amat mendongkol. Soepaja tiada denger lebi lama otje-annja si soeami maka ia bilang seperti apa jang Karenine hendak maksoedken: „Jang akoe poenja poetoesan ada sama dengen kau..." „Betoel," kata Karenine dan kamoedian bilang lebi djaoe: „Prinses Iverskain pantesnja tiada boleh tjampoer dalem ini perkara familie... teroetama prempoean seperti dirinja..." „Apa jang kau bilang akoe tiada pertjaja sama sekali," kata Anna dengen roepa mara. „Akoe tjoema taoe jang Betsy ada tjinta akoe poenja diri..." Karenine berdehem dan tiada berkata apa-apa lagi. „Akoe soeda soeroe panggil dokter," kata Karenine. „'Koe ada baek dan tiada perloe pertoloengannja dokter." „Itoe dokter jang 'koe soeroe panggil adalah boeat si orok jang menangis tiada soedannja." Mendenger begitoe Anna boenjiken bel dan minta itoe baboe mongmong bawa itoe anak. Karenine berlaloe dari itoe kamer. „Tiada," begitoelah ia bilang dengen soeara mol-mol. Ini hal tiada bisa diantepin lebi lama." Blon perna ia dapet kepastian seperti ini hari jang menoendjoekin kadoedoekannja tiada bisa kekel dan kabentjiannja Anna ia bisa antepin. Blon perna ia berlakoe dengen berlawan sama kahen- ----- {{center|— 229 —}} dakan atinja dan maoe toeroet segala kahendakannja Anna. Apa jang djadi kemaoeannja iapoenja istri dan doenia, itoelah bagi dirinja masi djadi satoe resia. Oblonsky masoek di kamernja iapoenja soedara. Ia dapetin Anna sedeng koetjoerin aer mata. Kendatipoen diri sendiri ada dalem kagoembira'an dan kagirangan, toch ia bisa bikin tingkanja jang menjotjokin dengen ka'ada'annja Anna jang sedeng berdoeka. „Akoe kira," demikianlah ia bilang dengen soeara gombira „kau roepanja anggep doenia ini soeda sesek. Braniken kau poenja ati dan madjoe di ini doenia dengen menoeroet kau poenja kahendakan ati... Beteel itoe ada satoe lelakon, aken tetapi..." „Akoe perna denger ada prempoean djadi djato tjinta sama soesaminja lantaran iapoenja klakoeran jang baek, tapi akoe kenapa boleh bentji soeamikoe djoestroe lantaran poenja itoe klakoean. Akoe tiada bisa idoep bersama dia. Kapan akoe liat roepanja sadja, atikoe soeda djadi gedek dan sakit... Akoe tiada bisa idoep bersama dia!... Apa jang akoe moesti bikin?... Akoe ini ada satoe orang jang tjilaka; bagimana adanja akoe poenja perasaan di ini waktoe, soeker bisa ditoetoerken dengen perkata'an. Haroes kau mengarti djoega, jang Karenine sabetoelnja ada satoe orang baek dan sopan, aken tetapi apa akoe bisa bikin kapan dirikoe ada sanget bentji padanja! Akoe bentji dirinja lantaran iapoenja<noinclude></noinclude> f9dk7jbkjtq8jeuqxpx24aj5mjygt8p Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/2 104 107982 301660 2026-07-07T11:06:35Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ 301660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>AN·NA' KABENINE .. Hatj~ja /1 - - " "- - -,- ATAw 4 satoo DromDO,~ NO.3 !Karangan n ~~ L~o 'Tolstol Stoe Pengarang Rus jang tersohor ! di klo~rken oleh: n,,"J1el'i BOA SlANG IN lOOK BAT.AVI.A. '<noinclude></noinclude> 8cnh7lwdavcx08bo9qsotyuc9zjcsbu Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/100 104 107983 301661 2026-07-07T11:14:31Z Amie.firsa 27188 /* Belum diuji baca */ 301661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Amie.firsa" /></noinclude>- 4032 - Waktoe bersantep, dengen swara angker njonja bangsawan itoe treakin bebrapa algodjo, jang disoeroe bawa itoe doea orang tawanan ka loear boeat dikoetoengken kapalanja. Tapi seblon itoe algodjo melakoeken itoe prenta, Beng Hek sigra menjégah dengen berkata: „Ingetiah, istrikoe, bahoea soeda lima kali TjoeKat Liang telah lepasken akoe; maka kaloe seka­ rang kita boenoe ponggawanja, inilah bikin kita poenja nama djadi tertjemar, sebagimana orang jang tiada mengenal pri-kawadjiban menoesia. Dari sebab begitoe, boeat sedikit tempo baekkita boei iaorang disini. Toenggoe, kaloe Tjoe-Kat Liang djoega soeda dapet ditangdep, baroelah kita nanti boenoe padanja, kerna sampe sabegitoe djaoe akoe kira itoe perkara blon boleh dibilang soeda mendjadi kasep." TJiok-jong Hoedjin toeroet soeaminja itoe poe­ nja nasehat, dan lantas boei itoe doea orang ta­ wanan dalem gowanja. Sedeng itoe njonja doedoek makan minoem de­ ngen senang hati sama-sama soeami sendiri, soldadoenja Thio Gie dan Ma Tiong jang dapet labrakan, telah balik kombali ka pasanggrahannja KhoBg Beng, dan bri taoe pada ini Koensoe apa jang telah kadjadian di medan prang. Satelah mendenger itoe kabar, Khong Beng lan­ tas panggil Ma Tafl, Tio In dan Goei Jan dateng mengadep.<noinclude></noinclude> 1s71dah0xye83983q2tgjwmzadnaozq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/3 104 107984 301662 2026-07-07T11:15:42Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 1 I 161 - sedeng ia SE'ndiri telah toetoepia kepalaaja dengen satoe Sapoe tangan. Dari djaoe i" meUat L"vine jan~ eedeng mendatengiD. D ,1)y merasl tirang tempo liat itoe s~bat dan ioi kali !abi 18gi lantalaa a 1a bal jaag peating mane dibitJr;,raken. Tra 810rang )SOj1i lIsa bri poe1jiao tegi· toe merdoe ssperti L w!ne biaS8 brikeo pada Dlllly. DiLl ses()eo~/loeoja tempo Lavine dapet liat D)lIy, atiDja dJadi 88ng~t giran~ tempo meliat istno... 301662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>- 1 I 161 - sedeng ia SE'ndiri telah toetoepia kepalaaja dengen satoe Sapoe tangan. Dari djaoe i" meUat L"vine jan~ eedeng mendatengiD. D ,1)y merasl tirang tempo liat itoe s~bat dan ioi kali !abi 18gi lantalaa a 1a bal jaag peating mane dibitJr;,raken. Tra 810rang )SOj1i lIsa bri poe1jiao tegi· toe merdoe ssperti L w!ne biaS8 brikeo pada Dlllly. DiLl ses()eo~/loeoja tempo Lavine dapet liat D)lIy, atiDja dJadi 88ng~t giran~ tempo meliat istnoJa Ja Jl )enJa sobat sedeng djalan ber8ama sams iapoenja anak, satoe hal Jang ia senrtiri aroat inginio. . .S30aag sekali ati kau, Di)lly, deogso djalan heraama sama deagen kau poenja anak I" begi. toelllh Levine blll1D~ pac1a istrinja iapoeoia soblar• • Ei, ei! Atoe poen msrllsa giraog telah ber.. temoe aengen kau toean," kata Dolly aan kamOedl&n so<1orken iapoenJa taDg~n Jan~ pert.Ilma ia bendak hitlarakao adalab perkaranla Kitty dan sesoedanja masin2·mas!ng berdiam boeat skoetika lacnanJa ia bilang letli ûJaoe: "Altoe poenja soedara prempoean ada toelis 'Soerat padakoe . . ., "Dan ba~imaoa kesda'anoja kau p')Ao1a soe. 'dara P Apa ia soeOa I aek kombali ?' tanJa Levioe neogen 8ti terdeoar·dehsr. "J8. soeioer dj!Jega bP~itoe. Keada'annJa tiada koecan ~ 8oeatoe aoa. P .mdelrflJIl kawlarasannja djadi lIellerti bias" la~i! • • . Akoe dJoega tiada m~oe . pertJaja jaog baek." Anne J:aronino 10 iapoeoja peparoe tiada<noinclude></noinclude> daffra9my0yqxx4a1g542zlxrhcfjmy Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/35 104 107985 301663 2026-07-07T11:16:59Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '.. I -:- 224 - :-apa jang aabetoelnja 80eda terdjadi akoe taoe Be: 'moes.. Kan sa.oenggoenja ada satoe oran~ lelaki jaag pantes dapet k~hormatan tinggi . .J Betsy oetjapken Itoe den gen soeara Jan~ lema l~mboet, sebagi djoega oran~ jang mao~ ka~1 oe~- • '4joek bagimana moelia n~a~ja. Karemne poenJ& sikep tel'hadep pada iapoenJa lstrl. . Karenine membri borwRt dengen laioe J~ng amBt adem, tjioem tangal1 istrinja dan kamoedl8n 'tanjaken prihal... 301663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>.. I -:- 224 - :-apa jang aabetoelnja 80eda terdjadi akoe taoe Be: 'moes.. Kan sa.oenggoenja ada satoe oran~ lelaki jaag pantes dapet k~hormatan tinggi . .J Betsy oetjapken Itoe den gen soeara Jan~ lema l~mboet, sebagi djoega oran~ jang mao~ ka~1 oe~- • '4joek bagimana moelia n~a~ja. Karemne poenJ& sikep tel'hadep pada iapoenJa lstrl. . Karenine membri borwRt dengen laioe J~ng amBt adem, tjioem tangal1 istrinja dan kamoedl8n 'tanjaken prihal iapoenja kawar8san. Akoe rasa akoe ada bae'an," djawab Anna dan pa~dang dengen mat a tiada berkesip pada moeka soeaminja. .." "Kau poenja paras poetjet sekah . . . . ,,0, itoe lantaran altoe men~omong lama se~81~ sama Anna," kata Betsy. ,.Itoe Moed" terdJadl ·lantal'an akoe poenja egoisme. Sekarang akoe maoe per~i 'da." . Ahis bilang begitoe ia bBngoeD.. d.art tempat doedneknja, tapi Anna jang moeka~Ja ltoe waktoe soeda djadi mera pegang iapoenJa tangan dan bilang: . D.ledoeklah doeloe, akoe masi ada r.pa-apa,lang he~dak dibitjaraken sama kau." . . . . Kllmoedian dengen hadepken lapoenJa soea~l la biJang: .8ama kau poen akoe hen dak omong apa-apa. Al~oe maoe dan tiada bisa resiakeD. apa-apa' pada kan. Betsey bilang pad~, ako:.! graaf Vronsk J; -sablonnjo. brangkat ka Ia rtaIIJfl maoe m~mbr. ·slamat tinggal pada kita-orang." . Ia bren~~ 88·CJentaran sembari pandang iapoenJa soeaml dan - 225 I den gen lakoe terboeroe-boeroe ia landjoetken pembitjara'annja lebi djaoe: "Akoe soeda kaai djawaban jang akoe tiada bisa trima iapoenja kedatengan ... " "Anna jang manis, t.di kau bilanll itoe lemopa ada bergantoeng den gen pOtltoelannja kau poenjs 80eami •. .", begitoelllh Bet~y biJang. "Tiada, tiada. 0.11:08 tiada ada bilang bpgitoe, djoega altoe tiada maoe trima iapoenja kedatengan. Itoe bisl djadi ,lant.ran •. ." Ia tiada teroesken apa jang ia maoe bilang, lIanja pandang moekanJa iapoenja Iiloeami sebagi djoega orang jang hendak meaanja apa. apa, tapi Karenine jang diawasin soeda boeang moekanja ka laen djoeroelan. . "Dengen ringkes bisa dibilang .koe tiada maoe ia dateng di sini ..•}tt begitoelah Anna oelsngin iapoenja perkata'an. Knrenine dateng lebi deket 'lama Anna dan pegang iapoenja kadoea tangan. Maeki poen ati t8ndiri tiada senang tangannja dipegang, toch Anna bisa 1ahan amaranja. "Akoe membilang banjall: trima kasi ata~ kau l>,oenja kebaekan jang soeda taro kapertjajo. an atas akoe p08nja diri." kata Karenine dengen paras maloe. Adanja prinse~ Tverekaia ia anggep ada satoe ganggoean aken njato.ken perasaan atinja. Melaenken den gen bermotlfaketan 8ama istrin,ja gampang sekali ia tetepken bagimana ia moesti berlakoe dalem itoe hal. Den~en adanja Betsy di itoe tempat bikin Karenine djadi tiada Anna Karenlne. 14 ' I I i I<noinclude></noinclude> rbtblw4m5rschsq1ti8cpazfiy6fs2f Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/40 104 107986 301664 2026-07-07T11:17:16Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 23'- to.lis padanja. sebab akoe auggep Jebi baek toeli! • oerat daripada mengotnonl{ sendiri," , Ûhlonsk y ambll itoe 1!IO .. rat da li besar sekah ra~a ka~etnj'l tempo dapet liat olatanja Karl1nine jang 4iengell doeka memandang dlrinJB. la batja 80erat itue: "Alroe danet hnjata'an jang dirik,oe 8~ring­ kah bikin hu djaii berdoekll. MIlSkI beglma,Oa selii djoega adanja itoe, toch akol! dapet ka~Ja: ta'an itoe betoei be~itoe. Bel(itoe soeda... 301664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>- 23'- to.lis padanja. sebab akoe auggep Jebi baek toeli! • oerat daripada mengotnonl{ sendiri," , Ûhlonsk y ambll itoe 1!IO .. rat da li besar sekah ra~a ka~etnj'l tempo dapet liat olatanja Karl1nine jang 4iengell doeka memandang dlrinJB. la batja 80erat itue: "Alroe danet hnjata'an jang dirik,oe 8~ring­ kah bikin hu djaii berdoekll. MIlSkI beglma,Oa selii djoega adanja itoe, toch akol! dapet ka~Ja: ta'an itoe betoei be~itoe. Bel(itoe soeda terd)8?1 dan tiada biea hen. Akoe tuia maoe sesehn apa-apa 8ama kau poenja ~iri. Allah sa.<ija, taoe, tempo akoe liat kau reba dl tempat pemb!lrln~aD, akoe iloeda berniat boeat loepaken 8egalu h~l Jang teta l:t terdjadi dan moelai Q toentQet pengi!oppan haroe. Alroe tiada maoe menjesel dan tiad8 nanti men iesel. apa jan~ akoe soeda ber boeat. Akoe malaanken me~~andoeDg eatoe niatau sadja ja/ah men~harfp keelametannja kou poeoja diri" berobanja kau poenja pikiran, akeo tetapi ~koe hat, ak08 poeoja bare pan ti~da t,er.ka'loel. ~ll~Dglllh pad a akae, apa jang blsa blkm ka? dJadl broe~toen~ dan apa jang bisa menje,naospo kan, pOI'~Ja. atl. Asoe bersedia aken toeroetlO kau poellJa kaln({man dan bagi kau poenja , kas,enanO'sn ." Oblonsky poelangin kombali itoe soerat p~~a lapoenja ipar dan tinggal tetep memandang dIrInja Karenine dengen ati penoe kaheranan. Tat'k~la it.oe tra satoa orang jan~ mengomong. 1antaran tiltda taoe apa jang masing-masing ,moesti bilang. Oblonsky rasaken bibirnja bergerll.k ..• . ,Begitoelah adanja 811:0e poenja maksoed dan - 235 - Inl akl)e hendak terangin pada Anna," kata Karenine dan kamoedian berbalik . .,Ja, ja ... " begitoelah Oblonsky 8amboeng bi:.; tjaranja Kareo~ne dengen so~a~a t~rpo,etoe3-~oetoes, keroa atinja Jang doeka blkm la tlada blsa mengomong. "Ja, ja, akoe mengarti dengen kin poenja maksoed" demikianlah ia ~il~ng. " . " "Akoe m80e taoe apa sabetoelnJa Jang la lDgm, kata Karenine lagi. "Akoe koeatir jang ia sen~iri tiada bi~a taoe baO'imana ka'ada'annja, Ia tIada blSB tlmbang da~ ia tiada bis a piesir. Ia 80eds roe boe, ja, itoe ada perkBta'an jang tjotjok keroa kau poenja kamoelia'an, Manakala ia batja kau poenja soerSt, nistjaja ia tiada taoe lagi apa jan,g ia m08~ti djawBb. Pastilah ia bakat toendoekm kepalanJ a lebi dalem ... " "Aken tetapi bagim81ia akoe biBa taoe apa jang ia inginken?" Kaloe akoe baleh kasi nasebat pada kau, adapaling baek kau m088ti berdaja !loepaja biss tBmatin itoe lel"kon ... " . " /Jjadi kan anggep djala~ jang pali~g baek ab.,sken itoll keada'an?" beglloelah Karemne menauja dengen roepa heran. "Aken tetapi d,eDl{en tjall8 jang bagimana? A.koe ti~da ta08. baglma,na bikin Hoe I demikianlah Karenm8 landJoetkeu lapoenja pembitj8r~'an. Oolousky bangoen dan bi/ang deugen bernafdoe : "Sernoea Pbrkara biaa diblkin beres. Doeloean kau berniat boeat be ttjere'. Apa kau 80eda ta08 terang jang kau orang soeda tiada bisà idoep lagi bh'<noinclude></noinclude> jprhp2t6i4wwzro9hberlr27vrvpow4 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/23 104 107987 301665 2026-07-07T11:20:44Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 301665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude><noinclude></noinclude> siht1cgez1oospypvikg3hdjzi9szoe Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/24 104 107988 301666 2026-07-07T11:20:59Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 301666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude><noinclude></noinclude> siht1cgez1oospypvikg3hdjzi9szoe Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/25 104 107989 301667 2026-07-07T11:21:12Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 301667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude><noinclude></noinclude> siht1cgez1oospypvikg3hdjzi9szoe Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/26 104 107990 301668 2026-07-07T11:21:33Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 301668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude><noinclude></noinclude> siht1cgez1oospypvikg3hdjzi9szoe Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/27 104 107991 301669 2026-07-07T11:21:45Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 301669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude><noinclude></noinclude> siht1cgez1oospypvikg3hdjzi9szoe Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/28 104 107992 301670 2026-07-07T11:26:47Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'A. KECAMATAN LINGGANG BIGUNG Kabupaten Kutai Barat memiliki persebaran etnik yang beragam, seperti halnya ciri penduduk Indonesia. Secara umum, Kutai Barat dihuni oleh etnik Tonyooi, Rentenukng, Bugis, dan Jawa. Orang Tonyooi dan Rentenukng lebih dikenal sebagai komunitas Tunjung. Oleh itu, di wilayah Kutai, sering dikenal nama Tunjung Tonyooi dan Tunjung Rentenukng. Salah satu kecamatan yang dominan penduduknya orang Tonyooi adalah Kecamatan Li... 301670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>A. KECAMATAN LINGGANG BIGUNG Kabupaten Kutai Barat memiliki persebaran etnik yang beragam, seperti halnya ciri penduduk Indonesia. Secara umum, Kutai Barat dihuni oleh etnik Tonyooi, Rentenukng, Bugis, dan Jawa. Orang Tonyooi dan Rentenukng lebih dikenal sebagai komunitas Tunjung. Oleh itu, di wilayah Kutai, sering dikenal nama Tunjung Tonyooi dan Tunjung Rentenukng. Salah satu kecamatan yang dominan penduduknya orang Tonyooi adalah Kecamatan Linggang Bigung yang menjadi lokasi penelitian ini. Kecamatan Linggang Bigung salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Kecamatan ini terletak di antara 115o18’40” BT – 115o41”11” BT dan 0o02o Lintang Utara dan 0o13o Lintang Selatan. Adapun batas walyah dari Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut: •• Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamataan Long Iram. •• Di sebelah barat berbatasan dengan Kecamataan Long Hubung. •• Di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamataan Nyutan. •• Di sebelah timur berbatasan dengan Kecamataan Barong Tongkok. Adapun luas wilayah kecamatan ini 699,20 km2 terdiri atas 11 desa atau kampong. Jumlah penduduknya 14.811 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 21,18 jiwa. Untuk lebih jelasnya mengenai junlah penduduk dan luasan desa dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatatan Penduduk Menurut Desa Nomor Desa 1 Linggang Melapeh Baru Linggang Bigung Baru Linggang Purwodadi 2 3 Luas Wilayah (Km2) 366,18 Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk 1.234 3,37 109,86 500 2,00 1.993 4,55 997 Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat 15<noinclude></noinclude> l9kymfmz5yatz7b7mgdj5gjdn1ednjf Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/29 104 107993 301671 2026-07-07T11:26:57Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Nomor Desa 4 5 6 7 8 9 10 11 Linggang Bigung Linggang Bangunsari Linggang Amer Linggang Mapan Linggang Melapeh Linggang Tutung Linggang Kebut Linggang Mencelew Jumlah/Total Luas Wilayah (Km2) 15,37 2,00 36,86 500 49,15 80,00 2,45 3,5 699,30 Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk 4.400 1.872 1.385 1.104 1.911 1.736 532 333 14.811 286,28 936,00 37,57 2,208 3888 21,7 217,14 95,14 21,18 Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan... 301671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>Nomor Desa 4 5 6 7 8 9 10 11 Linggang Bigung Linggang Bangunsari Linggang Amer Linggang Mapan Linggang Melapeh Linggang Tutung Linggang Kebut Linggang Mencelew Jumlah/Total Luas Wilayah (Km2) 15,37 2,00 36,86 500 49,15 80,00 2,45 3,5 699,30 Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk 4.400 1.872 1.385 1.104 1.911 1.736 532 333 14.811 286,28 936,00 37,57 2,208 3888 21,7 217,14 95,14 21,18 Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat Sementara itu, jumlah penduduk di Linggang Bigung jika dilihat berdasar rumah tangga per jiwa di tiap-tiap desa tidaklah merata. Dalam hal ini, ada desa yang jumlah rumah tangganya lebih banyak dibanding dengan desa yang lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2.2 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Kepala Rumah (Ruta), dan Penduduk per Ruta Nomor Desa 1 Linggang Melapeh Baru Linggang Bigung Baru Linggang Purwodadi Linggang Bigung Linggang Bangunsari Linggang Amer Linggang Mapan Linggang Melapeh Linggang Tutung Linggang Kebut Linggang Mencelew Jumlah/Total 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jumlah Penduduk Jiwa 1.234 500 1.993 4.400 1.935 1.385 1.104 1.911 1.736 532 333 17.063 337 Penduduk Per – Ruta / Jiwa 3,82 143 567 1.163 578 387 322 579 388 157 95 4.715 3,54 3,707 4,16 3,47 397 3,54 3,42 3,46 3,58 10,5 3,73 Jumlah Ruta Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan Linggang Bigung 16 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> 9sregc4vmi1uc458wqnc30kkvn1hsi2 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/30 104 107994 301672 2026-07-07T11:28:23Z Badak Jawa 19009 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Di Kecamatan Linggang Bigung penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya daripada penduduk wanita walaupun perbedaan jumlahnya tidak begitu signifikan. Hal ini disebabkan hampir di semua desa penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya. Hanya di Desa Linggang Kebut jumlah penduduk wanita lebih besar daripada penduduk laki-laki. Untuk lebih jelasnya, perbedaan penduduk berdasar jenis kelamin di Kecamatan Linggang Bigung per desa dapat dilihat pada tabe... 301672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Badak Jawa" /></noinclude>Di Kecamatan Linggang Bigung penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya daripada penduduk wanita walaupun perbedaan jumlahnya tidak begitu signifikan. Hal ini disebabkan hampir di semua desa penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya. Hanya di Desa Linggang Kebut jumlah penduduk wanita lebih besar daripada penduduk laki-laki. Untuk lebih jelasnya, perbedaan penduduk berdasar jenis kelamin di Kecamatan Linggang Bigung per desa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Desa (Jiwa) Nomor Desa 1 Linggang Melapeh Baru 2 Linggang Bigung Baru 3 Linggang Purwodadi 4 Linggang Bigung 5 Linggang Bangunsari 6 Linggang Amer 7 Linggang Mapan 8 Linggang Melapeh 9 Linggang Tutung 10 Linggang Kebut 11 Linggang Mencelew Jumlah/Total Laki-laki 645 Perempuan Jumlah 591 1.234 272 1.039 2.340 999 734 562 1.024 872 265 170 7.715 228 594 2.060 936 651 542 886 864 287 163 7.091 500 1.993 4.400 1.935 1.385 1.104 1.911 1.736 532 333 1.4811 Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan Linggang Bigung Kutai Barat Sejumlah sub-suku hidup di kabupaten ini, dalam hal ini sub-suku memiliki unsur budaya dan adat istiadat sendiri. Masyarakat pada kecamatan ini dapat dikatakan sebagai masyarakat terbuka dan heterogen, banyak suku yang hidup di sana, terlebih sub-suku Dayak yang hidup di Kutai Barat di tambah satu suku Kutai lainnya. Hal ini tecermin dalam rumah adat yang ada di Taman Budaya yang dibuat oleh pemerintah. Di sana tiap sub-suku mengekspresikan seni budayanya yang senantiasa hidup berdampingan. Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat 17<noinclude></noinclude> 01a9w4bzoa2ogzebzg20xd5uv1f2ta6 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/27 104 107995 301673 2026-07-07T11:39:49Z Rikza0909 27268 /* Belum diuji baca */ 301673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Rikza0909" />{{rh||- 3963 -}}</noinclude> Ampir berbareng dengen marika itoe, Beng Hek djoega lantas berangkat bersama lebi saratoes ponggawa, semoea orang jang boleh dipertjaja, menoedjoe ka pasanggrahannja Khong Beng. Di sapandiang djalan ini Radja asing liada dapet halangan satoe apa, hingga dengen gampang sigra djoega ia soeda sampe pada tempat jang ditoedjoeken. Bersama sekalian pengiringnja ia lantas menerdjang masoek dan koetika sampe di dalem, baroelah ia mendapet taoe, jang pasanggrahan itoe ada satoe pasanggrahan kosong. Kerna meliat tida ada satoe menoesia di itoe tempat, lantas djoega ia masoek lebi djaoe, tapi di itoe laen roewangan, djoega ia t'da dapetken sspotong moesoe, katjoewali Beng Joe dan kawankawannja ada menggletak malang melintang. Kenapa iaorang djadi begitoe? O, atas prentanja Khong Beng iaorang diloloh oleh Ma Sok dan Lu Khai sampe iaorang djadi mabok seperti bangke. Di waktoe minoem, soeda tentoe iaorang ada dapet banjak senang h>ti, oleh kerna itoe koensoe poen telah titaken toekang -toekang jang pande boenjiken tetaboean dengen lagoe-Iagoe merdoe boeat temennja arak jang ditjampoer obat soepaja djadi lekas mabok; tapi sekarang, kaloe maoe, orang boleh gorok lehernja marika itoe, seperti djoega orang gorok lehernja ajam.<noinclude></noinclude> sdwss1eht9438pjnj8r13eyfygnaf7c