Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.10 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Portal:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial 106 6364 302296 302288 2026-07-09T13:09:54Z Ateofen 26483 302296 wikitext text/x-wiki {{header |title = Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial |section = |previous = |next = |shortcut = |notes = |author = }} ==Belanda== ===Staatsblad=== ====1828==== * [[Peraturan Untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] ====1847==== * [[Reglemen Acara Perdata]] * [[Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]] ===Ordonansi=== * [[Ordonansi Balik-Nama]] * [[Ordonansi Perlindungan Alam]] * [[Ordonansi Perusahaan Asuransi Jiwa]] * [[Daftar Catatan Sipil Untuk Perkawinan Campuran]] ===Reglemen=== * [[Peraturan Perkawinan Campuran]] * [[Peraturan untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] * [[Reglemen Acara Perdata]] ==Jepang== ===Undang-undang=== * [[Oendang-oendang Nomor istimewa]] * [[Oendang-oendang Nomor 1]] * [[Oendang-oendang Nomor 2]] * [[Oendang-oendang Nomor 3]] Tentang larangan mengadakan perbintjangan dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 4]] Tentang memasang bendera Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 5]] Tentang peroesahaan gilingan padi. * [[Oendang-oendang Nomor 6]] Tentang memakai waktoe Nippon dan mengoebah batasan berdjalan diwaktoe malam. * [[Oendang-oendang Nomor 7]] Tentang pendaftaran orang bangsa asing. * [[Oendang-oendang Nomor 8]] Tentang mengibarkan bendera „Kokki“. * [[Oendang-oendang Nomor 9]] Tentang pembajaran oetang - pioetang, gadji dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 11]] Oentoek mengoemoemkan karoenia TENNO HEIKA. * [[Oendang-oendang Nomor 12]] Tentang pemboekaan sekolah. * [[Oendang-oendang Nomor 13]] Tentang Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah. * [[Oendang-oendang Nomor 14]] Tentang peratoeran Pengadilan Balatentera Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 15]] Tentang tarich Kooki dan nama negeri Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 16]] Tentang pengawasan badan-badan pengoemoeman dan penerangan dan penilikan pengoemoeman dan penerangan. * [[Oendang-oendang Nomor 17]] Tentang peroebahan tanah partikoelir mendjadi tanah Negeri. * [[Oendang-oendang Nomor 18]] Tentang mentjaboet batasan waktoe berdjalan malam. * [[Oendang-oendang Nomor 19]] Tentang bangsa asing beloem mendaftarkan dirinja. * [[Oendang-oendang Nomor 20]] Tentang merepotkan auto dan minjak oentoek motor jang ada ditangan rakjat. * [[Oendang-oendang Nomor 21]] Tentang pembatasan gelombang pesawat radio. * [[Oendang-oendang Nomor 22]] Tentang pengawasan peroesahaan keboen. * [[Oendang-oendang Nomor 23]] Tentang mentjaboet sebahagian larangan bersidang dan berkoempoel. * [[Oendang-oendang Nomor 24]] Tentang membatasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 25]] Tentang pembatasan ongkos djalan dari soeatoe tempat ketempat lain di daerah jang didoedoeki Balatentara Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 26]] Tentang hari Liboeran. * [[Oendang-oendang Nomor 27]] Tentang peroebahan Tata Pemerintahan Daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 28]] Tentang atoeran pemerintahan SYUU dan atoeran pemerintahan TOKUBETU-SI. * [[Oendang-oendang Nomor 29]] Tentang mengganti beberapa nama Syuu. * [[Oendang-oendang Nomor 30]] Tentang mengoebah nama negeri dan nama daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 33]] Tentang pembatasan tempat diam bagi sebahagian bangsa moesoeh dalam Tokubetu-Si „Batavia“. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. ===Osamu Seirei (治政令)=== ====1942==== * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurəi, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah nama Syuu, Tokubetusi dan Ken. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan daerah-daerah pemerintahan. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No.2. ====1943==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak d. s . b. atas mobil. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2603]] Tentang Siryooti Kanrikoosya (Kantor oeroesan tanah partikoelir). * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2603]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi hal pindah dan berpergian. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak dsb. atas kapal jang soedah didaftarkan. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi oeroesan wesel. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2603]] Tentang harga pembelian padi jang paling rendah. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2603]] Tentang Syoobootai di Djawa. (Barisan pentjegah kebakaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2603]] Oendang-oendang oentoek sementara waktoe tentang Ken dan Si. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2603]] Tentang Ken- dan Si Zyoorei (Peratoeran Ken dan Si). * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603]] Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi Daerah Istimewa dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2603]] Tentang Toogyoo Koodan (Badan pengawas peroesahaan goela). * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah [[Oendang-oendang Nomor 13|Oendang-oendang No. 13, tahoen 2602]]. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pesawat penerima siaran-radio. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi harang-barang penting dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2603]] Tentang kekoeasaan Gunsei Hooin (Pengadilan Pemerintah Balatontera) dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2603]] Tentang sekolah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2603]] Tentang mengadakan atoeran istimewa dalam peratoeran bea segel. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 20, tahoen 2603, „tentang mengawasi barang-barang penting dsb“. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2603]] Tentang menerima rapotan pendaftaran keloearga dsb. bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2603]] Tentang sjarat-sjarat perboeatan jang berdasarkan hoekoem-keloearga bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2603]] Tentang oeroesan perkapalan Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 28 Tahoen 2603]] Tentang peratoeran Djawa Izi Hookoo Kai. (Perkoempoelan ahli pengobatan oentoek kepentingan oemoem). * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2603]] Tentang Tumidasi Bussi Torihikizei. (Padjak djoeal-beli barang kiriman dengan kapal). * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2603]] Tentang menjamboeng pendaftaran tjap dagang. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2603]] Tentang rapotan auto dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter. * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter-gigi. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2603]] Tentang pegawai Ken/Si dan pegawai negeri jang bekerdja pada Ken/Si. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran ahli obat-obatan. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603]] Tentang Tyuuoo Sangi-in. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2603]] Tentang Syuu- dan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 38 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Oendang-oendang No. 36 (Osamu Seirei No. 5) „tentang pengendalian harga barang“, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2603]] Tentang oendian oeang. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2603]] Tentang peroesahaan pengangkoetan darat. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok, Mantjoekoeo dan Kantoo-Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ 28, dalam Oendang-oendang No. tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 44 Tahoen 2603]] Tentang pembentoekan Pasoekan soeka-rela oentoek membela Tanah Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah „Atoeran Pemerintahan Syuu“ dan „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ dalam Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah bea export. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2603]] Tentang mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai nɛgeri. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2603]] Tentang Djawa Sinbun Kai. (Gaboengan persoerat kabaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 4, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. ====1944==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2604]] Tentang memberi Onyokin (Oeang koernia) oentoek pegawai negeri pendoedoek di Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahun 1944|Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah soesoenan pengadilan dan sebagainja. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pemakaian oeang modal. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi barang export dan import. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahun 2603|Osamu Seirei No. 15 tahoen 2603]]. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi penerbitan dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2604]] Tentang pemilihan dan pemetjatan Kutyoo. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 40 (Osamu Seirei No. 9) tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah peratoeran tjoekai tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 44 (Osamu Seirei No. 13). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2604]] Tentang mengambil auto. * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6 tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2604]] Tentang memperloeas daerah- pengawasan pemakaian madat jang diperniagakan Pemerintah. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2604]] Tentang sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 29, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pembagian tembaga toea dan besi toea. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi peroesahaan minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2604]] Tentang mengadili rakjat Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2604]] Gunsei Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2604]] Tentang mengadili perkara kedjahatan dalam Gunsei Keizirei. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2604]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan goela. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2604]] Tentang tjoekai minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2604]] Peratoeran sementara tentang mengadakan Ku didaerah tanah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang- oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2604]] Tentang mengadakan tindakan istimewa terhadap lamanja djabatan Giin-giin pada Tyuuoo Sangi-in, Syuudan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2604]] Tentang alat penakar garam. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2604]] Oendang-oendang sementara tentang perbendaharaan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas ƒ10,— (sepoeloeh roepiah) jang baroe. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 27, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 34 (Osamu Seirei No. 3), tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2604]] Tentang peratoeran Gunsei Kensatu (Kedjaksaan Pemerintah Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 28, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ5,— (lima roepiah) dan ƒ1.— (satoe roepiah) ====1945==== * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2605]] Gunsei Hoosisyoo Rei. Peratoeran tentang Lambang Kebaktian kepada pemerintahan Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tata pemerintahan daerah. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tjara menoeliskan nama-nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ0,50 (lima poeloeh sen). * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— seratoes roepiah). * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605]] Tentang mengadakan Gunseisibu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605]] Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605]] Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari bea import. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605]] Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605]] Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605]] Tentang menaikkan tjoekai-goela. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605]] Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa) * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605]] Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602) * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604) * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti. ===Peratoeran Pemerintah=== [[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial| ]] [[Kategori:Halaman indeks Wikisource|Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial]] ts5w4gx12zykys93ms3fn7z9yd2uxyo 302297 302296 2026-07-09T13:11:30Z Ateofen 26483 302297 wikitext text/x-wiki {{header |title = Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial |section = |previous = |next = |shortcut = |notes = |author = }} ==Belanda== ===Staatsblad=== ====1828==== * [[Peraturan Untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] ====1847==== * [[Reglemen Acara Perdata]] * [[Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]] ===Ordonansi=== * [[Ordonansi Balik-Nama]] * [[Ordonansi Perlindungan Alam]] * [[Ordonansi Perusahaan Asuransi Jiwa]] * [[Daftar Catatan Sipil Untuk Perkawinan Campuran]] ===Reglemen=== * [[Peraturan Perkawinan Campuran]] * [[Peraturan untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] * [[Reglemen Acara Perdata]] ==Jepang== ===Undang-undang=== * [[Oendang-oendang Nomor istimewa]] * [[Oendang-oendang Nomor 1]] * [[Oendang-oendang Nomor 2]] * [[Oendang-oendang Nomor 3]] Tentang larangan mengadakan perbintjangan dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 4]] Tentang memasang bendera Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 5]] Tentang peroesahaan gilingan padi. * [[Oendang-oendang Nomor 6]] Tentang memakai waktoe Nippon dan mengoebah batasan berdjalan diwaktoe malam. * [[Oendang-oendang Nomor 7]] Tentang pendaftaran orang bangsa asing. * [[Oendang-oendang Nomor 8]] Tentang mengibarkan bendera „Kokki“. * [[Oendang-oendang Nomor 9]] Tentang pembajaran oetang-pioetang, gadji dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 11]] Oentoek mengoemoemkan karoenia TENNO HEIKA. * [[Oendang-oendang Nomor 12]] Tentang pemboekaan sekolah. * [[Oendang-oendang Nomor 13]] Tentang Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah. * [[Oendang-oendang Nomor 14]] Tentang peratoeran Pengadilan Balatentera Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 15]] Tentang tarich Kooki dan nama negeri Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 16]] Tentang pengawasan badan-badan pengoemoeman dan penerangan dan penilikan pengoemoeman dan penerangan. * [[Oendang-oendang Nomor 17]] Tentang peroebahan tanah partikoelir mendjadi tanah Negeri. * [[Oendang-oendang Nomor 18]] Tentang mentjaboet batasan waktoe berdjalan malam. * [[Oendang-oendang Nomor 19]] Tentang bangsa asing beloem mendaftarkan dirinja. * [[Oendang-oendang Nomor 20]] Tentang merepotkan auto dan minjak oentoek motor jang ada ditangan rakjat. * [[Oendang-oendang Nomor 21]] Tentang pembatasan gelombang pesawat radio. * [[Oendang-oendang Nomor 22]] Tentang pengawasan peroesahaan keboen. * [[Oendang-oendang Nomor 23]] Tentang mentjaboet sebahagian larangan bersidang dan berkoempoel. * [[Oendang-oendang Nomor 24]] Tentang membatasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 25]] Tentang pembatasan ongkos djalan dari soeatoe tempat ketempat lain di daerah jang didoedoeki Balatentara Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 26]] Tentang hari Liboeran. * [[Oendang-oendang Nomor 27]] Tentang peroebahan Tata Pemerintahan Daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 28]] Tentang atoeran pemerintahan SYUU dan atoeran pemerintahan TOKUBETU-SI. * [[Oendang-oendang Nomor 29]] Tentang mengganti beberapa nama Syuu. * [[Oendang-oendang Nomor 30]] Tentang mengoebah nama negeri dan nama daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 33]] Tentang pembatasan tempat diam bagi sebahagian bangsa moesoeh dalam Tokubetu-Si „Batavia“. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. ===Osamu Seirei (治政令)=== ====1942==== * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurəi, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah nama Syuu, Tokubetusi dan Ken. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan daerah-daerah pemerintahan. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No.2. ====1943==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak d. s . b. atas mobil. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2603]] Tentang Siryooti Kanrikoosya (Kantor oeroesan tanah partikoelir). * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2603]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi hal pindah dan berpergian. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak dsb. atas kapal jang soedah didaftarkan. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi oeroesan wesel. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2603]] Tentang harga pembelian padi jang paling rendah. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2603]] Tentang Syoobootai di Djawa. (Barisan pentjegah kebakaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2603]] Oendang-oendang oentoek sementara waktoe tentang Ken dan Si. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2603]] Tentang Ken- dan Si Zyoorei (Peratoeran Ken dan Si). * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603]] Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi Daerah Istimewa dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2603]] Tentang Toogyoo Koodan (Badan pengawas peroesahaan goela). * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah [[Oendang-oendang Nomor 13|Oendang-oendang No. 13, tahoen 2602]]. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pesawat penerima siaran-radio. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi harang-barang penting dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2603]] Tentang kekoeasaan Gunsei Hooin (Pengadilan Pemerintah Balatontera) dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2603]] Tentang sekolah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2603]] Tentang mengadakan atoeran istimewa dalam peratoeran bea segel. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 20, tahoen 2603, „tentang mengawasi barang-barang penting dsb“. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2603]] Tentang menerima rapotan pendaftaran keloearga dsb. bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2603]] Tentang sjarat-sjarat perboeatan jang berdasarkan hoekoem-keloearga bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2603]] Tentang oeroesan perkapalan Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 28 Tahoen 2603]] Tentang peratoeran Djawa Izi Hookoo Kai. (Perkoempoelan ahli pengobatan oentoek kepentingan oemoem). * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2603]] Tentang Tumidasi Bussi Torihikizei. (Padjak djoeal-beli barang kiriman dengan kapal). * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2603]] Tentang menjamboeng pendaftaran tjap dagang. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2603]] Tentang rapotan auto dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter. * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter-gigi. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2603]] Tentang pegawai Ken/Si dan pegawai negeri jang bekerdja pada Ken/Si. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran ahli obat-obatan. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603]] Tentang Tyuuoo Sangi-in. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2603]] Tentang Syuu- dan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 38 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Oendang-oendang No. 36 (Osamu Seirei No. 5) „tentang pengendalian harga barang“, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2603]] Tentang oendian oeang. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2603]] Tentang peroesahaan pengangkoetan darat. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok, Mantjoekoeo dan Kantoo-Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ 28, dalam Oendang-oendang No. tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 44 Tahoen 2603]] Tentang pembentoekan Pasoekan soeka-rela oentoek membela Tanah Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah „Atoeran Pemerintahan Syuu“ dan „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ dalam Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah bea export. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2603]] Tentang mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai nɛgeri. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2603]] Tentang Djawa Sinbun Kai. (Gaboengan persoerat kabaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 4, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. ====1944==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2604]] Tentang memberi Onyokin (Oeang koernia) oentoek pegawai negeri pendoedoek di Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahun 1944|Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah soesoenan pengadilan dan sebagainja. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pemakaian oeang modal. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi barang export dan import. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahun 2603|Osamu Seirei No. 15 tahoen 2603]]. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi penerbitan dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2604]] Tentang pemilihan dan pemetjatan Kutyoo. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 40 (Osamu Seirei No. 9) tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah peratoeran tjoekai tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 44 (Osamu Seirei No. 13). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2604]] Tentang mengambil auto. * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6 tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2604]] Tentang memperloeas daerah- pengawasan pemakaian madat jang diperniagakan Pemerintah. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2604]] Tentang sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 29, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pembagian tembaga toea dan besi toea. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi peroesahaan minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2604]] Tentang mengadili rakjat Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2604]] Gunsei Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2604]] Tentang mengadili perkara kedjahatan dalam Gunsei Keizirei. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2604]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan goela. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2604]] Tentang tjoekai minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2604]] Peratoeran sementara tentang mengadakan Ku didaerah tanah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang- oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2604]] Tentang mengadakan tindakan istimewa terhadap lamanja djabatan Giin-giin pada Tyuuoo Sangi-in, Syuudan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2604]] Tentang alat penakar garam. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2604]] Oendang-oendang sementara tentang perbendaharaan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas ƒ10,— (sepoeloeh roepiah) jang baroe. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 27, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 34 (Osamu Seirei No. 3), tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2604]] Tentang peratoeran Gunsei Kensatu (Kedjaksaan Pemerintah Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 28, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ5,— (lima roepiah) dan ƒ1.— (satoe roepiah) ====1945==== * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2605]] Gunsei Hoosisyoo Rei. Peratoeran tentang Lambang Kebaktian kepada pemerintahan Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tata pemerintahan daerah. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tjara menoeliskan nama-nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ0,50 (lima poeloeh sen). * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— seratoes roepiah). * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605]] Tentang mengadakan Gunseisibu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605]] Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605]] Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari bea import. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605]] Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605]] Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605]] Tentang menaikkan tjoekai-goela. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605]] Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa) * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605]] Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602) * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604) * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti. ===Peratoeran Pemerintah=== [[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial| ]] [[Kategori:Halaman indeks Wikisource|Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial]] 49f3r79b9z5iazg58w1jbt4i9f0gn93 302298 302297 2026-07-09T13:13:08Z Ateofen 26483 /* Peratoeran Pemerintah */ 302298 wikitext text/x-wiki {{header |title = Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial |section = |previous = |next = |shortcut = |notes = |author = }} ==Belanda== ===Staatsblad=== ====1828==== * [[Peraturan Untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] ====1847==== * [[Reglemen Acara Perdata]] * [[Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]] ===Ordonansi=== * [[Ordonansi Balik-Nama]] * [[Ordonansi Perlindungan Alam]] * [[Ordonansi Perusahaan Asuransi Jiwa]] * [[Daftar Catatan Sipil Untuk Perkawinan Campuran]] ===Reglemen=== * [[Peraturan Perkawinan Campuran]] * [[Peraturan untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] * [[Reglemen Acara Perdata]] ==Jepang== ===Undang-undang=== * [[Oendang-oendang Nomor istimewa]] * [[Oendang-oendang Nomor 1]] * [[Oendang-oendang Nomor 2]] * [[Oendang-oendang Nomor 3]] Tentang larangan mengadakan perbintjangan dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 4]] Tentang memasang bendera Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 5]] Tentang peroesahaan gilingan padi. * [[Oendang-oendang Nomor 6]] Tentang memakai waktoe Nippon dan mengoebah batasan berdjalan diwaktoe malam. * [[Oendang-oendang Nomor 7]] Tentang pendaftaran orang bangsa asing. * [[Oendang-oendang Nomor 8]] Tentang mengibarkan bendera „Kokki“. * [[Oendang-oendang Nomor 9]] Tentang pembajaran oetang-pioetang, gadji dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 11]] Oentoek mengoemoemkan karoenia TENNO HEIKA. * [[Oendang-oendang Nomor 12]] Tentang pemboekaan sekolah. * [[Oendang-oendang Nomor 13]] Tentang Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah. * [[Oendang-oendang Nomor 14]] Tentang peratoeran Pengadilan Balatentera Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 15]] Tentang tarich Kooki dan nama negeri Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 16]] Tentang pengawasan badan-badan pengoemoeman dan penerangan dan penilikan pengoemoeman dan penerangan. * [[Oendang-oendang Nomor 17]] Tentang peroebahan tanah partikoelir mendjadi tanah Negeri. * [[Oendang-oendang Nomor 18]] Tentang mentjaboet batasan waktoe berdjalan malam. * [[Oendang-oendang Nomor 19]] Tentang bangsa asing beloem mendaftarkan dirinja. * [[Oendang-oendang Nomor 20]] Tentang merepotkan auto dan minjak oentoek motor jang ada ditangan rakjat. * [[Oendang-oendang Nomor 21]] Tentang pembatasan gelombang pesawat radio. * [[Oendang-oendang Nomor 22]] Tentang pengawasan peroesahaan keboen. * [[Oendang-oendang Nomor 23]] Tentang mentjaboet sebahagian larangan bersidang dan berkoempoel. * [[Oendang-oendang Nomor 24]] Tentang membatasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 25]] Tentang pembatasan ongkos djalan dari soeatoe tempat ketempat lain di daerah jang didoedoeki Balatentara Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 26]] Tentang hari Liboeran. * [[Oendang-oendang Nomor 27]] Tentang peroebahan Tata Pemerintahan Daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 28]] Tentang atoeran pemerintahan SYUU dan atoeran pemerintahan TOKUBETU-SI. * [[Oendang-oendang Nomor 29]] Tentang mengganti beberapa nama Syuu. * [[Oendang-oendang Nomor 30]] Tentang mengoebah nama negeri dan nama daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 33]] Tentang pembatasan tempat diam bagi sebahagian bangsa moesoeh dalam Tokubetu-Si „Batavia“. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. ===Osamu Seirei (治政令)=== ====1942==== * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurəi, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah nama Syuu, Tokubetusi dan Ken. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan daerah-daerah pemerintahan. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No.2. ====1943==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak d. s . b. atas mobil. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2603]] Tentang Siryooti Kanrikoosya (Kantor oeroesan tanah partikoelir). * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2603]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi hal pindah dan berpergian. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak dsb. atas kapal jang soedah didaftarkan. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi oeroesan wesel. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2603]] Tentang harga pembelian padi jang paling rendah. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2603]] Tentang Syoobootai di Djawa. (Barisan pentjegah kebakaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2603]] Oendang-oendang oentoek sementara waktoe tentang Ken dan Si. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2603]] Tentang Ken- dan Si Zyoorei (Peratoeran Ken dan Si). * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603]] Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi Daerah Istimewa dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2603]] Tentang Toogyoo Koodan (Badan pengawas peroesahaan goela). * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah [[Oendang-oendang Nomor 13|Oendang-oendang No. 13, tahoen 2602]]. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pesawat penerima siaran-radio. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi harang-barang penting dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2603]] Tentang kekoeasaan Gunsei Hooin (Pengadilan Pemerintah Balatontera) dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2603]] Tentang sekolah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2603]] Tentang mengadakan atoeran istimewa dalam peratoeran bea segel. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 20, tahoen 2603, „tentang mengawasi barang-barang penting dsb“. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2603]] Tentang menerima rapotan pendaftaran keloearga dsb. bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2603]] Tentang sjarat-sjarat perboeatan jang berdasarkan hoekoem-keloearga bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2603]] Tentang oeroesan perkapalan Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 28 Tahoen 2603]] Tentang peratoeran Djawa Izi Hookoo Kai. (Perkoempoelan ahli pengobatan oentoek kepentingan oemoem). * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2603]] Tentang Tumidasi Bussi Torihikizei. (Padjak djoeal-beli barang kiriman dengan kapal). * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2603]] Tentang menjamboeng pendaftaran tjap dagang. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2603]] Tentang rapotan auto dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter. * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter-gigi. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2603]] Tentang pegawai Ken/Si dan pegawai negeri jang bekerdja pada Ken/Si. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran ahli obat-obatan. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603]] Tentang Tyuuoo Sangi-in. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2603]] Tentang Syuu- dan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 38 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Oendang-oendang No. 36 (Osamu Seirei No. 5) „tentang pengendalian harga barang“, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2603]] Tentang oendian oeang. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2603]] Tentang peroesahaan pengangkoetan darat. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok, Mantjoekoeo dan Kantoo-Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ 28, dalam Oendang-oendang No. tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 44 Tahoen 2603]] Tentang pembentoekan Pasoekan soeka-rela oentoek membela Tanah Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah „Atoeran Pemerintahan Syuu“ dan „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ dalam Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah bea export. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2603]] Tentang mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai nɛgeri. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2603]] Tentang Djawa Sinbun Kai. (Gaboengan persoerat kabaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 4, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. ====1944==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2604]] Tentang memberi Onyokin (Oeang koernia) oentoek pegawai negeri pendoedoek di Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahun 1944|Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah soesoenan pengadilan dan sebagainja. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pemakaian oeang modal. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi barang export dan import. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahun 2603|Osamu Seirei No. 15 tahoen 2603]]. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi penerbitan dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2604]] Tentang pemilihan dan pemetjatan Kutyoo. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 40 (Osamu Seirei No. 9) tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah peratoeran tjoekai tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 44 (Osamu Seirei No. 13). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2604]] Tentang mengambil auto. * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6 tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2604]] Tentang memperloeas daerah- pengawasan pemakaian madat jang diperniagakan Pemerintah. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2604]] Tentang sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 29, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pembagian tembaga toea dan besi toea. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi peroesahaan minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2604]] Tentang mengadili rakjat Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2604]] Gunsei Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2604]] Tentang mengadili perkara kedjahatan dalam Gunsei Keizirei. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2604]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan goela. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2604]] Tentang tjoekai minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2604]] Peratoeran sementara tentang mengadakan Ku didaerah tanah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang- oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2604]] Tentang mengadakan tindakan istimewa terhadap lamanja djabatan Giin-giin pada Tyuuoo Sangi-in, Syuudan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2604]] Tentang alat penakar garam. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2604]] Oendang-oendang sementara tentang perbendaharaan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas ƒ10,— (sepoeloeh roepiah) jang baroe. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 27, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 34 (Osamu Seirei No. 3), tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2604]] Tentang peratoeran Gunsei Kensatu (Kedjaksaan Pemerintah Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 28, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ5,— (lima roepiah) dan ƒ1.— (satoe roepiah) ====1945==== * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2605]] Gunsei Hoosisyoo Rei. Peratoeran tentang Lambang Kebaktian kepada pemerintahan Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tata pemerintahan daerah. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tjara menoeliskan nama-nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ0,50 (lima poeloeh sen). * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— seratoes roepiah). * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605]] Tentang mengadakan Gunseisibu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605]] Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605]] Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari bea import. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605]] Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605]] Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605]] Tentang menaikkan tjoekai-goela. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605]] Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa) * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605]] Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602) * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604) * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti. ===Osamu Kanrei=== ===Peratoeran Pemerintah=== [[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial| ]] [[Kategori:Halaman indeks Wikisource|Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial]] a68ad47t8j6diixc4gv10e32qix5hvy 302311 302298 2026-07-09T15:05:19Z Ateofen 26483 302311 wikitext text/x-wiki {{header |title = Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial |section = |previous = |next = |shortcut = |notes = |author = }} ==Belanda== ===Staatsblad=== ====1828==== * [[Peraturan Untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] ====1847==== * [[Reglemen Acara Perdata]] * [[Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]] ===Ordonansi=== * [[Ordonansi Balik-Nama]] * [[Ordonansi Perlindungan Alam]] * [[Ordonansi Perusahaan Asuransi Jiwa]] * [[Daftar Catatan Sipil Untuk Perkawinan Campuran]] ===Reglemen=== * [[Peraturan Perkawinan Campuran]] * [[Peraturan untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]] * [[Reglemen Acara Perdata]] ==Jepang== ===Undang-undang=== * [[Oendang-oendang Nomor istimewa]] * [[Oendang-oendang Nomor 1]] * [[Oendang-oendang Nomor 2]] * [[Oendang-oendang Nomor 3]] Tentang larangan mengadakan perbintjangan dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 4]] Tentang memasang bendera Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 5]] Tentang peroesahaan gilingan padi. * [[Oendang-oendang Nomor 6]] Tentang memakai waktoe Nippon dan mengoebah batasan berdjalan diwaktoe malam. * [[Oendang-oendang Nomor 7]] Tentang pendaftaran orang bangsa asing. * [[Oendang-oendang Nomor 8]] Tentang mengibarkan bendera „Kokki“. * [[Oendang-oendang Nomor 9]] Tentang pembajaran oetang-pioetang, gadji dsb. * [[Oendang-oendang Nomor 11]] Oentoek mengoemoemkan karoenia TENNO HEIKA. * [[Oendang-oendang Nomor 12]] Tentang pemboekaan sekolah. * [[Oendang-oendang Nomor 13]] Tentang Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah. * [[Oendang-oendang Nomor 14]] Tentang peratoeran Pengadilan Balatentera Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 15]] Tentang tarich Kooki dan nama negeri Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 16]] Tentang pengawasan badan-badan pengoemoeman dan penerangan dan penilikan pengoemoeman dan penerangan. * [[Oendang-oendang Nomor 17]] Tentang peroebahan tanah partikoelir mendjadi tanah Negeri. * [[Oendang-oendang Nomor 18]] Tentang mentjaboet batasan waktoe berdjalan malam. * [[Oendang-oendang Nomor 19]] Tentang bangsa asing beloem mendaftarkan dirinja. * [[Oendang-oendang Nomor 20]] Tentang merepotkan auto dan minjak oentoek motor jang ada ditangan rakjat. * [[Oendang-oendang Nomor 21]] Tentang pembatasan gelombang pesawat radio. * [[Oendang-oendang Nomor 22]] Tentang pengawasan peroesahaan keboen. * [[Oendang-oendang Nomor 23]] Tentang mentjaboet sebahagian larangan bersidang dan berkoempoel. * [[Oendang-oendang Nomor 24]] Tentang membatasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 25]] Tentang pembatasan ongkos djalan dari soeatoe tempat ketempat lain di daerah jang didoedoeki Balatentara Dai Nippon. * [[Oendang-oendang Nomor 26]] Tentang hari Liboeran. * [[Oendang-oendang Nomor 27]] Tentang peroebahan Tata Pemerintahan Daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 28]] Tentang atoeran pemerintahan SYUU dan atoeran pemerintahan TOKUBETU-SI. * [[Oendang-oendang Nomor 29]] Tentang mengganti beberapa nama Syuu. * [[Oendang-oendang Nomor 30]] Tentang mengoebah nama negeri dan nama daerah. * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 33]] Tentang pembatasan tempat diam bagi sebahagian bangsa moesoeh dalam Tokubetu-Si „Batavia“. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. ===Osamu Seirei (治政令)=== ====1942==== * [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin. * [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1. * [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera. * [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602. * [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang. * [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi. * [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“. * [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). * [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). * [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap). * [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek. * [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang. * [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“. * [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurəi, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei. * [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah nama Syuu, Tokubetusi dan Ken. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan daerah-daerah pemerintahan. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No.2. ====1943==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak d. s . b. atas mobil. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2603]] Tentang Siryooti Kanrikoosya (Kantor oeroesan tanah partikoelir). * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2603]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi hal pindah dan berpergian. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak dsb. atas kapal jang soedah didaftarkan. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi oeroesan wesel. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2603]] Tentang harga pembelian padi jang paling rendah. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2603]] Tentang Syoobootai di Djawa. (Barisan pentjegah kebakaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2603]] Oendang-oendang oentoek sementara waktoe tentang Ken dan Si. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2603]] Tentang Ken- dan Si Zyoorei (Peratoeran Ken dan Si). * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603]] Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi Daerah Istimewa dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2603]] Tentang Toogyoo Koodan (Badan pengawas peroesahaan goela). * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah [[Oendang-oendang Nomor 13|Oendang-oendang No. 13, tahoen 2602]]. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pesawat penerima siaran-radio. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi harang-barang penting dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2603]] Tentang kekoeasaan Gunsei Hooin (Pengadilan Pemerintah Balatontera) dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2603]] Tentang sekolah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2603]] Tentang mengadakan atoeran istimewa dalam peratoeran bea segel. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 20, tahoen 2603, „tentang mengawasi barang-barang penting dsb“. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2603]] Tentang menerima rapotan pendaftaran keloearga dsb. bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2603]] Tentang sjarat-sjarat perboeatan jang berdasarkan hoekoem-keloearga bagi rakjat keradjaan Dai Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2603]] Tentang oeroesan perkapalan Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 28 Tahoen 2603]] Tentang peratoeran Djawa Izi Hookoo Kai. (Perkoempoelan ahli pengobatan oentoek kepentingan oemoem). * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2603]] Tentang Tumidasi Bussi Torihikizei. (Padjak djoeal-beli barang kiriman dengan kapal). * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2603]] Tentang menjamboeng pendaftaran tjap dagang. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2603]] Tentang rapotan auto dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter. * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter-gigi. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2603]] Tentang pegawai Ken/Si dan pegawai negeri jang bekerdja pada Ken/Si. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran ahli obat-obatan. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603]] Tentang Tyuuoo Sangi-in. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2603]] Tentang Syuu- dan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 38 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Oendang-oendang No. 36 (Osamu Seirei No. 5) „tentang pengendalian harga barang“, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2603]] Tentang oendian oeang. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2603]] Tentang peroesahaan pengangkoetan darat. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Nippon. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok, Mantjoekoeo dan Kantoo-Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ 28, dalam Oendang-oendang No. tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 44 Tahoen 2603]] Tentang pembentoekan Pasoekan soeka-rela oentoek membela Tanah Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah „Atoeran Pemerintahan Syuu“ dan „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ dalam Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah bea export. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2603]] Tentang mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai nɛgeri. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2603]] Tentang Djawa Sinbun Kai. (Gaboengan persoerat kabaran di Djawa). * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 4, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. ====1944==== * [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2604]] Tentang memberi Onyokin (Oeang koernia) oentoek pegawai negeri pendoedoek di Djawa. * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahun 1944|Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah soesoenan pengadilan dan sebagainja. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pemakaian oeang modal. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi barang export dan import. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahun 2603|Osamu Seirei No. 15 tahoen 2603]]. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi penerbitan dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2604]] Tentang pemilihan dan pemetjatan Kutyoo. * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 40 (Osamu Seirei No. 9) tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah peratoeran tjoekai tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 44 (Osamu Seirei No. 13). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2604]] Tentang mengambil auto. * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6 tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2604]] Tentang memperloeas daerah- pengawasan pemakaian madat jang diperniagakan Pemerintah. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2604]] Tentang sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 29, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pembagian tembaga toea dan besi toea. * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi peroesahaan minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2604]] Tentang mengadili rakjat Nippon dsb. * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2604]] Gunsei Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2604]] Tentang mengadili perkara kedjahatan dalam Gunsei Keizirei. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2604]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan keboen. * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan goela. * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2604]] Tentang tjoekai minoeman keras. * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2604]] Peratoeran sementara tentang mengadakan Ku didaerah tanah partikoelir. * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2604]] Tentang mengadakan tindakan istimewa terhadap lamanja djabatan Giin-giin pada Tyuuoo Sangi-in, Syuudan Tokubetu Si Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2604]] Tentang alat penakar garam. * [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2604]] Oendang-oendang sementara tentang perbendaharaan Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas ƒ10,— (sepoeloeh roepiah) jang baroe. * [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 27, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 34 (Osamu Seirei No. 3), tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2604]] Tentang peratoeran Gunsei Kensatu (Kedjaksaan Pemerintah Balatentera). * [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602. * [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 28, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ5,— (lima roepiah) dan ƒ1.— (satoe roepiah) ====1945==== * [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2605]] Gunsei Hoosisyoo Rei. Peratoeran tentang Lambang Kebaktian kepada pemerintahan Balatentera. * [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tata pemerintahan daerah. * [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tjara menoeliskan nama-nama Syuu. * [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ0,50 (lima poeloeh sen). * [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— seratoes roepiah). * [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605]] Tentang mengadakan Gunseisibu. * [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605]] Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam. * [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei). * [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605]] Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe). * [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi. * [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604. * [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603. * [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari bea import. * [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. * [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605]] Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera * [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605]] Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. * [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605]] Tentang menaikkan tjoekai-goela. * [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605]] Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa) * [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. * [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. * [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605]] Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. * [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. * [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602) * [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604) * [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605) * [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603) * [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti. ===Osamu Kanrei=== ===Peratoeran Pemerintah=== [[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial| ]] [[Kategori:Halaman indeks Wikisource|Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial]] sgtvtsoxh7sk3cpv55awmvjlr6udwjc Modul:Wd 828 56292 302376 159669 2026-07-10T04:26:52Z Uzume 1434 Update from [[d:Special:GoToLinkedPage/enwiki/Q24733825|master]] using [[mw:Synchronizer| #Synchronizer]] 302376 Scribunto text/plain -- Original module located at [[:en:Module:Wd]] and [[:en:Module:Wd/i18n]]. require("strict") local p = {} local module_arg = ... local i18n local i18nPath local function loadI18n(aliasesP, frame) local title if frame then -- current module invoked by page/template, get its title from frame title = frame:getTitle() else -- current module included by other module, get its title from ... title = module_arg end if not i18n then i18nPath = title .. "/i18n" i18n = require(i18nPath).init(aliasesP) end end p.claimCommands = { property = "property", properties = "properties", qualifier = "qualifier", qualifiers = "qualifiers", reference = "reference", references = "references" } p.generalCommands = { label = "label", title = "title", description = "description", alias = "alias", aliases = "aliases", badge = "badge", badges = "badges" } p.flags = { linked = "linked", short = "short", raw = "raw", multilanguage = "multilanguage", unit = "unit", ------------- preferred = "preferred", normal = "normal", deprecated = "deprecated", best = "best", future = "future", current = "current", former = "former", edit = "edit", editAtEnd = "edit@end", mdy = "mdy", single = "single", sourced = "sourced" } p.args = { eid = "eid", page = "page", date = "date", globalSiteId = "globalSiteId" } local aliasesP = { coord = "P625", ----------------------- image = "P18", author = "P50", authorNameString = "P2093", publisher = "P123", importedFrom = "P143", wikimediaImportURL = "P4656", statedIn = "P248", pages = "P304", language = "P407", hasPart = "P527", publicationDate = "P577", startTime = "P580", endTime = "P582", chapter = "P792", retrieved = "P813", referenceURL = "P854", sectionVerseOrParagraph = "P958", archiveURL = "P1065", title = "P1476", formatterURL = "P1630", quote = "P1683", shortName = "P1813", definingFormula = "P2534", archiveDate = "P2960", inferredFrom = "P3452", typeOfReference = "P3865", column = "P3903", subjectNamedAs = "P1810", wikidataProperty = "P1687", publishedIn = "P1433", lastUpdate = "P5017" } local aliasesQ = { percentage = "Q11229", prolepticJulianCalendar = "Q1985786", citeWeb = "Q5637226", citeQ = "Q22321052" } local parameters = { property = "%p", qualifier = "%q", reference = "%r", alias = "%a", badge = "%b", separator = "%s", general = "%x" } local formats = { property = "%p[%s][%r]", qualifier = "%q[%s][%r]", reference = "%r", propertyWithQualifier = "%p[ <span style=\"font-size:85\\%\">(%q)</span>][%s][%r]", alias = "%a[%s]", badge = "%b[%s]" } local hookNames = { -- {level_1, level_2} [parameters.property] = {"getProperty"}, [parameters.reference] = {"getReferences", "getReference"}, [parameters.qualifier] = {"getAllQualifiers"}, [parameters.qualifier.."\\d"] = {"getQualifiers", "getQualifier"}, [parameters.alias] = {"getAlias"}, [parameters.badge] = {"getBadge"} } -- default value objects, should NOT be mutated but instead copied local defaultSeparators = { ["sep"] = {" "}, ["sep%s"] = {","}, ["sep%q"] = {"; "}, ["sep%q\\d"] = {", "}, ["sep%r"] = nil, -- none ["punc"] = nil -- none } local rankTable = { ["preferred"] = 1, ["normal"] = 2, ["deprecated"] = 3 } local function replaceAlias(id) if aliasesP[id] then id = aliasesP[id] end return id end local function errorText(code, ...) local text = i18n["errors"][code] if arg then text = mw.ustring.format(text, unpack(arg)) end return text end local function throwError(errorMessage, ...) error(errorText(errorMessage, unpack(arg))) end local function replaceDecimalMark(num) return mw.ustring.gsub(num, "[.]", i18n['numeric']['decimal-mark'], 1) end local function padZeros(num, numDigits) local numZeros local negative = false if num < 0 then negative = true num = num * -1 end num = tostring(num) numZeros = numDigits - num:len() for _ = 1, numZeros do num = "0"..num end if negative then num = "-"..num end return num end local function replaceSpecialChar(chr) if chr == '_' then -- replace underscores with spaces return ' ' else return chr end end local function replaceSpecialChars(str) local chr local esc = false local strOut = "" for i = 1, #str do chr = str:sub(i,i) if not esc then if chr == '\\' then esc = true else strOut = strOut .. replaceSpecialChar(chr) end else strOut = strOut .. chr esc = false end end return strOut end local function buildWikilink(target, label) if not label or target == label then return "[[" .. target .. "]]" else return "[[" .. target .. "|" .. label .. "]]" end end -- used to make frame.args mutable, to replace #frame.args (which is always 0) -- with the actual amount and to simply copy tables local function copyTable(tIn) if not tIn then return nil end local tOut = {} for i, v in pairs(tIn) do tOut[i] = v end return tOut end -- used to merge output arrays together; -- note that it currently mutates the first input array local function mergeArrays(a1, a2) for i = 1, #a2 do a1[#a1 + 1] = a2[i] end return a1 end local function split(str, del) local out = {} local i, j = str:find(del) if i and j then out[1] = str:sub(1, i - 1) out[2] = str:sub(j + 1) else out[1] = str end return out end local function parseWikidataURL(url) local id if url:match('^http[s]?://') then id = split(url, "Q") if id[2] then return "Q" .. id[2] end end return nil end local function parseDate(dateStr, precision) precision = precision or "d" local i, j, index, ptr local parts = {nil, nil, nil} if dateStr == nil then return parts[1], parts[2], parts[3] -- year, month, day end -- 'T' for snak values, '/' for outputs with '/Julian' attached i, j = dateStr:find("[T/]") if i then dateStr = dateStr:sub(1, i-1) end local from = 1 if dateStr:sub(1,1) == "-" then -- this is a negative number, look further ahead from = 2 end index = 1 ptr = 1 i, j = dateStr:find("-", from) if i then -- year parts[index] = tonumber(dateStr:sub(ptr, i-1), 10) -- explicitly give base 10 to prevent error if parts[index] == -0 then parts[index] = tonumber("0") -- for some reason, 'parts[index] = 0' may actually store '-0', so parse from string instead end if precision == "y" then -- we're done return parts[1], parts[2], parts[3] -- year, month, day end index = index + 1 ptr = i + 1 i, j = dateStr:find("-", ptr) if i then -- month parts[index] = tonumber(dateStr:sub(ptr, i-1), 10) if precision == "m" then -- we're done return parts[1], parts[2], parts[3] -- year, month, day end index = index + 1 ptr = i + 1 end end if dateStr:sub(ptr) ~= "" then -- day if we have month, month if we have year, or year parts[index] = tonumber(dateStr:sub(ptr), 10) end return parts[1], parts[2], parts[3] -- year, month, day end local function datePrecedesDate(aY, aM, aD, bY, bM, bD) if aY == nil or bY == nil then return nil end aM = aM or 1 aD = aD or 1 bM = bM or 1 bD = bD or 1 if aY < bY then return true end if aY > bY then return false end if aM < bM then return true end if aM > bM then return false end if aD < bD then return true end return false end local function getHookName(param, index) if hookNames[param] then return hookNames[param][index] elseif param:len() > 2 then return hookNames[param:sub(1, 2).."\\d"][index] else return nil end end local function alwaysTrue() return true end -- The following function parses a format string. -- -- The example below shows how a parsed string is structured in memory. -- Variables other than 'str' and 'child' are left out for clarity's sake. -- -- Example: -- "A %p B [%s[%q1]] C [%r] D" -- -- Structure: -- [ -- { -- str = "A " -- }, -- { -- str = "%p" -- }, -- { -- str = " B ", -- child = -- [ -- { -- str = "%s", -- child = -- [ -- { -- str = "%q1" -- } -- ] -- } -- ] -- }, -- { -- str = " C ", -- child = -- [ -- { -- str = "%r" -- } -- ] -- }, -- { -- str = " D" -- } -- ] -- local function parseFormat(str) local chr, esc, param, root, cur, prev, new local params = {} local function newObject(array) local obj = {} -- new object obj.str = "" array[#array + 1] = obj -- array{object} obj.parent = array return obj end local function endParam() if param > 0 then if cur.str ~= "" then cur.str = "%"..cur.str cur.param = true params[cur.str] = true cur.parent.req[cur.str] = true prev = cur cur = newObject(cur.parent) end param = 0 end end root = {} -- array root.req = {} cur = newObject(root) prev = nil esc = false param = 0 for i = 1, #str do chr = str:sub(i,i) if not esc then if chr == '\\' then endParam() esc = true elseif chr == '%' then endParam() if cur.str ~= "" then cur = newObject(cur.parent) end param = 2 elseif chr == '[' then endParam() if prev and cur.str == "" then table.remove(cur.parent) cur = prev end cur.child = {} -- new array cur.child.req = {} cur.child.parent = cur cur = newObject(cur.child) elseif chr == ']' then endParam() if cur.parent.parent then new = newObject(cur.parent.parent.parent) if cur.str == "" then table.remove(cur.parent) end cur = new end else if param > 1 then param = param - 1 elseif param == 1 then if not chr:match('%d') then endParam() end end cur.str = cur.str .. replaceSpecialChar(chr) end else cur.str = cur.str .. chr esc = false end prev = nil end endParam() -- make sure that at least one required parameter has been defined if not next(root.req) then throwError("missing-required-parameter") end -- make sure that the separator parameter "%s" is not amongst the required parameters if root.req[parameters.separator] then throwError("extra-required-parameter", parameters.separator) end return root, params end local function sortOnRank(claims) local rankPos local ranks = {{}, {}, {}, {}} -- preferred, normal, deprecated, (default) local sorted = {} for _, v in ipairs(claims) do rankPos = rankTable[v.rank] or 4 ranks[rankPos][#ranks[rankPos] + 1] = v end sorted = ranks[1] sorted = mergeArrays(sorted, ranks[2]) sorted = mergeArrays(sorted, ranks[3]) return sorted end local function isValueInTable(searchedItem, inputTable) for _, item in pairs(inputTable) do if item == searchedItem then return true end end return false end local Config = {} -- allows for recursive calls function Config:new() local cfg = {} setmetatable(cfg, self) self.__index = self cfg.separators = { -- single value objects wrapped in arrays so that we can pass by reference ["sep"] = {copyTable(defaultSeparators["sep"])}, ["sep%s"] = {copyTable(defaultSeparators["sep%s"])}, ["sep%q"] = {copyTable(defaultSeparators["sep%q"])}, ["sep%r"] = {copyTable(defaultSeparators["sep%r"])}, ["punc"] = {copyTable(defaultSeparators["punc"])} } cfg.entity = nil cfg.entityID = nil cfg.propertyID = nil cfg.propertyValue = nil cfg.qualifierIDs = {} cfg.qualifierIDsAndValues = {} cfg.bestRank = true cfg.ranks = {true, true, false} -- preferred = true, normal = true, deprecated = false cfg.foundRank = #cfg.ranks cfg.flagBest = false cfg.flagRank = false cfg.periods = {true, true, true} -- future = true, current = true, former = true cfg.flagPeriod = false cfg.atDate = {parseDate(os.date('!%Y-%m-%d'))} -- today as {year, month, day} cfg.mdyDate = false cfg.singleClaim = false cfg.sourcedOnly = false cfg.editable = false cfg.editAtEnd = false cfg.inSitelinks = false cfg.langCode = mw.language.getContentLanguage().code cfg.langName = mw.language.fetchLanguageName(cfg.langCode, cfg.langCode) cfg.langObj = mw.language.new(cfg.langCode) cfg.siteID = mw.wikibase.getGlobalSiteId() cfg.states = {} cfg.states.qualifiersCount = 0 cfg.curState = nil cfg.prefetchedRefs = nil return cfg end local State = {} function State:new(cfg, type) local stt = {} setmetatable(stt, self) self.__index = self stt.conf = cfg stt.type = type stt.results = {} stt.parsedFormat = {} stt.separator = {} stt.movSeparator = {} stt.puncMark = {} stt.linked = false stt.rawValue = false stt.shortName = false stt.anyLanguage = false stt.unitOnly = false stt.singleValue = false return stt end -- if id == nil then item connected to current page is used function Config:getLabel(id, raw, link, short) local label = nil local prefix, title= "", nil if not id then id = mw.wikibase.getEntityIdForCurrentPage() if not id then return "" end end id = id:upper() -- just to be sure if raw then -- check if given id actually exists if mw.wikibase.isValidEntityId(id) and mw.wikibase.entityExists(id) then label = id end prefix, title = "d:Special:EntityPage/", label -- may be nil else -- try short name first if requested if short then label = p._property{aliasesP.shortName, [p.args.eid] = id} -- get short name if label == "" then label = nil end end -- get label if not label then label = mw.wikibase.getLabel(id) end end if not label then label = "" elseif link then -- build a link if requested if not title then if id:sub(1,1) == "Q" then title = mw.wikibase.getSitelink(id) elseif id:sub(1,1) == "P" then -- properties have no sitelink, link to Wikidata instead prefix, title = "d:Special:EntityPage/", id end end label = mw.text.nowiki(label) -- escape raw label text so it cannot be wikitext markup if title then label = buildWikilink(prefix .. title, label) end end return label end function Config:getEditIcon() local value = "" local prefix = "" local front = "&nbsp;" local back = "" if self.entityID:sub(1,1) == "P" then prefix = "Property:" end if self.editAtEnd then front = '<span style="float:' if self.langObj:isRTL() then front = front .. 'left' else front = front .. 'right' end front = front .. '">' back = '</span>' end value = "[[File:OOjs UI icon edit-ltr-progressive.svg|frameless|text-top|10px|alt=" .. i18n['info']['edit-on-wikidata'] .. "|link=https://www.wikidata.org/wiki/" .. prefix .. self.entityID .. "?uselang=" .. self.langCode if self.propertyID then value = value .. "#" .. self.propertyID elseif self.inSitelinks then value = value .. "#sitelinks-wikipedia" end value = value .. "|" .. i18n['info']['edit-on-wikidata'] .. "]]" return front .. value .. back end -- used to create the final output string when it's all done, so that for references the -- function extensionTag("ref", ...) is only called when they really ended up in the final output function Config:concatValues(valuesArray) local outString = "" local j, skip for i = 1, #valuesArray do -- check if this is a reference if valuesArray[i].refHash then j = i - 1 skip = false -- skip this reference if it is part of a continuous row of references that already contains the exact same reference while valuesArray[j] and valuesArray[j].refHash do if valuesArray[i].refHash == valuesArray[j].refHash then skip = true break end j = j - 1 end if not skip then -- add <ref> tag with the reference's hash as its name (to deduplicate references) outString = outString .. mw.getCurrentFrame():extensionTag("ref", valuesArray[i][1], {name = valuesArray[i].refHash}) end else outString = outString .. valuesArray[i][1] end end return outString end function Config:convertUnit(unit, raw, link, short, unitOnly) local space = " " local label = "" local itemID if unit == "" or unit == "1" then return nil end if unitOnly then space = "" end itemID = parseWikidataURL(unit) if itemID then if itemID == aliasesQ.percentage then return "%" else label = self:getLabel(itemID, raw, link, short) if label ~= "" then return space .. label end end end return "" end function State:getValue(snak) return self.conf:getValue(snak, self.rawValue, self.linked, self.shortName, self.anyLanguage, self.unitOnly, false, self.type:sub(1,2)) end function Config:getValue(snak, raw, link, short, anyLang, unitOnly, noSpecial, type) if snak.snaktype == 'value' then local datatype = snak.datavalue.type local subtype = snak.datatype local datavalue = snak.datavalue.value if datatype == 'string' then if subtype == 'url' and link then -- create link explicitly if raw then -- will render as a linked number like [1] return "[" .. datavalue .. "]" else return "[" .. datavalue .. " " .. datavalue .. "]" end elseif subtype == 'commonsMedia' then if link then return buildWikilink("c:File:" .. datavalue, datavalue) elseif not raw then return "[[File:" .. datavalue .. "]]" else return datavalue end elseif subtype == 'geo-shape' and link then return buildWikilink("c:" .. datavalue, datavalue) elseif subtype == 'math' and not raw then local attribute = nil if (type == parameters.property or (type == parameters.qualifier and self.propertyID == aliasesP.hasPart)) and snak.property == aliasesP.definingFormula then attribute = {qid = self.entityID} end return mw.getCurrentFrame():extensionTag("math", datavalue, attribute) elseif subtype == 'external-id' and link then local url = p._property{aliasesP.formatterURL, [p.args.eid] = snak.property} -- get formatter URL if url ~= "" then url = mw.ustring.gsub(url, "$1", datavalue) return "[" .. url .. " " .. datavalue .. "]" else return datavalue end else return datavalue end elseif datatype == 'monolingualtext' then if anyLang or datavalue['language'] == self.langCode then return datavalue['text'] else return nil end elseif datatype == 'quantity' then local value = "" local unit if not unitOnly then -- get value and strip + signs from front value = mw.ustring.gsub(datavalue['amount'], "^%+(.+)$", "%1") if raw then return value end -- replace decimal mark based on locale value = replaceDecimalMark(value) -- add delimiters for readability value = i18n.addDelimiters(value) end unit = self:convertUnit(datavalue['unit'], raw, link, short, unitOnly) if unit then value = value .. unit end return value elseif datatype == 'time' then local y, m, d, p, yDiv, yRound, yFull, value, calendarID, dateStr local yFactor = 1 local sign = 1 local prefix = "" local suffix = "" local mayAddCalendar = false local calendar = "" local precision = datavalue['precision'] if precision == 11 then p = "d" elseif precision == 10 then p = "m" else p = "y" yFactor = 10^(9-precision) end y, m, d = parseDate(datavalue['time'], p) if y < 0 then sign = -1 y = y * sign end -- if precision is tens/hundreds/thousands/millions/billions of years if precision <= 8 then yDiv = y / yFactor -- if precision is tens/hundreds/thousands of years if precision >= 6 then mayAddCalendar = true if precision <= 7 then -- round centuries/millenniums up (e.g. 20th century or 3rd millennium) yRound = math.ceil(yDiv) if not raw then if precision == 6 then suffix = i18n['datetime']['suffixes']['millennium'] else suffix = i18n['datetime']['suffixes']['century'] end suffix = i18n.getOrdinalSuffix(yRound) .. suffix else -- if not verbose, take the first year of the century/millennium -- (e.g. 1901 for 20th century or 2001 for 3rd millennium) yRound = (yRound - 1) * yFactor + 1 end else -- precision == 8 -- round decades down (e.g. 2010s) yRound = math.floor(yDiv) * yFactor if not raw then prefix = i18n['datetime']['prefixes']['decade-period'] suffix = i18n['datetime']['suffixes']['decade-period'] end end if raw and sign < 0 then -- if BCE then compensate for "counting backwards" -- (e.g. -2019 for 2010s BCE, -2000 for 20th century BCE or -3000 for 3rd millennium BCE) yRound = yRound + yFactor - 1 end else local yReFactor, yReDiv, yReRound -- round to nearest for tens of thousands of years or more yRound = math.floor(yDiv + 0.5) if yRound == 0 then if precision <= 2 and y ~= 0 then yReFactor = 1e6 yReDiv = y / yReFactor yReRound = math.floor(yReDiv + 0.5) if yReDiv == yReRound then -- change precision to millions of years only if we have a whole number of them precision = 3 yFactor = yReFactor yRound = yReRound end end if yRound == 0 then -- otherwise, take the unrounded (original) number of years precision = 5 yFactor = 1 yRound = y mayAddCalendar = true end end if precision >= 1 and y ~= 0 then yFull = yRound * yFactor yReFactor = 1e9 yReDiv = yFull / yReFactor yReRound = math.floor(yReDiv + 0.5) if yReDiv == yReRound then -- change precision to billions of years if we're in that range precision = 0 yFactor = yReFactor yRound = yReRound else yReFactor = 1e6 yReDiv = yFull / yReFactor yReRound = math.floor(yReDiv + 0.5) if yReDiv == yReRound then -- change precision to millions of years if we're in that range precision = 3 yFactor = yReFactor yRound = yReRound end end end if not raw then if precision == 3 then suffix = i18n['datetime']['suffixes']['million-years'] elseif precision == 0 then suffix = i18n['datetime']['suffixes']['billion-years'] else yRound = yRound * yFactor if yRound == 1 then suffix = i18n['datetime']['suffixes']['year'] else suffix = i18n['datetime']['suffixes']['years'] end end else yRound = yRound * yFactor end end else yRound = y mayAddCalendar = true end if mayAddCalendar then calendarID = parseWikidataURL(datavalue['calendarmodel']) if calendarID and calendarID == aliasesQ.prolepticJulianCalendar then if not raw then if link then calendar = " ("..buildWikilink(i18n['datetime']['julian-calendar'], i18n['datetime']['julian'])..")" else calendar = " ("..i18n['datetime']['julian']..")" end else calendar = "/"..i18n['datetime']['julian'] end end end if not raw then local ce = nil if sign < 0 then ce = i18n['datetime']['BCE'] elseif precision <= 5 then ce = i18n['datetime']['CE'] end if ce then if link then ce = buildWikilink(i18n['datetime']['common-era'], ce) end suffix = suffix .. " " .. ce end value = tostring(yRound) if m then dateStr = self.langObj:formatDate("F", "1-"..m.."-1") if d then if self.mdyDate then dateStr = dateStr .. " " .. d .. "," else dateStr = d .. " " .. dateStr end end value = dateStr .. " " .. value end value = prefix .. value .. suffix .. calendar else value = padZeros(yRound * sign, 4) if m then value = value .. "-" .. padZeros(m, 2) if d then value = value .. "-" .. padZeros(d, 2) end end value = value .. calendar end return value elseif datatype == 'globecoordinate' then -- logic from https://github.com/DataValues/Geo (v4.0.1) local precision, unitsPerDegree, numDigits, strFormat, value, globe local latitude, latConv, latValue, latLink local longitude, lonConv, lonValue, lonLink local latDirection, latDirectionN, latDirectionS, latDirectionEN local lonDirection, lonDirectionE, lonDirectionW, lonDirectionEN local degSymbol, minSymbol, secSymbol, separator local latDegrees = nil local latMinutes = nil local latSeconds = nil local lonDegrees = nil local lonMinutes = nil local lonSeconds = nil local latDegSym = "" local latMinSym = "" local latSecSym = "" local lonDegSym = "" local lonMinSym = "" local lonSecSym = "" local latDirectionEN_N = "N" local latDirectionEN_S = "S" local lonDirectionEN_E = "E" local lonDirectionEN_W = "W" if not raw then latDirectionN = i18n['coord']['latitude-north'] latDirectionS = i18n['coord']['latitude-south'] lonDirectionE = i18n['coord']['longitude-east'] lonDirectionW = i18n['coord']['longitude-west'] degSymbol = i18n['coord']['degrees'] minSymbol = i18n['coord']['minutes'] secSymbol = i18n['coord']['seconds'] separator = i18n['coord']['separator'] else latDirectionN = latDirectionEN_N latDirectionS = latDirectionEN_S lonDirectionE = lonDirectionEN_E lonDirectionW = lonDirectionEN_W degSymbol = "/" minSymbol = "/" secSymbol = "/" separator = "/" end latitude = datavalue['latitude'] longitude = datavalue['longitude'] if latitude < 0 then latDirection = latDirectionS latDirectionEN = latDirectionEN_S latitude = math.abs(latitude) else latDirection = latDirectionN latDirectionEN = latDirectionEN_N end if longitude < 0 then lonDirection = lonDirectionW lonDirectionEN = lonDirectionEN_W longitude = math.abs(longitude) else lonDirection = lonDirectionE lonDirectionEN = lonDirectionEN_E end precision = datavalue['precision'] if not precision or precision <= 0 then precision = 1 / 3600 -- precision not set (correctly), set to arcsecond end -- remove insignificant detail latitude = math.floor(latitude / precision + 0.5) * precision longitude = math.floor(longitude / precision + 0.5) * precision if precision >= 1 - (1 / 60) and precision < 1 then precision = 1 elseif precision >= (1 / 60) - (1 / 3600) and precision < (1 / 60) then precision = 1 / 60 end if precision >= 1 then unitsPerDegree = 1 elseif precision >= (1 / 60) then unitsPerDegree = 60 else unitsPerDegree = 3600 end numDigits = math.ceil(-math.log10(unitsPerDegree * precision)) if numDigits <= 0 then numDigits = tonumber("0") -- for some reason, 'numDigits = 0' may actually store '-0', so parse from string instead end strFormat = "%." .. numDigits .. "f" if precision >= 1 then latDegrees = strFormat:format(latitude) lonDegrees = strFormat:format(longitude) if not raw then latDegSym = replaceDecimalMark(latDegrees) .. degSymbol lonDegSym = replaceDecimalMark(lonDegrees) .. degSymbol else latDegSym = latDegrees .. degSymbol lonDegSym = lonDegrees .. degSymbol end else latConv = math.floor(latitude * unitsPerDegree * 10^numDigits + 0.5) / 10^numDigits lonConv = math.floor(longitude * unitsPerDegree * 10^numDigits + 0.5) / 10^numDigits if precision >= (1 / 60) then latMinutes = latConv lonMinutes = lonConv else latSeconds = latConv lonSeconds = lonConv latMinutes = math.floor(latSeconds / 60) lonMinutes = math.floor(lonSeconds / 60) latSeconds = strFormat:format(latSeconds - (latMinutes * 60)) lonSeconds = strFormat:format(lonSeconds - (lonMinutes * 60)) if not raw then latSecSym = replaceDecimalMark(latSeconds) .. secSymbol lonSecSym = replaceDecimalMark(lonSeconds) .. secSymbol else latSecSym = latSeconds .. secSymbol lonSecSym = lonSeconds .. secSymbol end end latDegrees = math.floor(latMinutes / 60) lonDegrees = math.floor(lonMinutes / 60) latDegSym = latDegrees .. degSymbol lonDegSym = lonDegrees .. degSymbol latMinutes = latMinutes - (latDegrees * 60) lonMinutes = lonMinutes - (lonDegrees * 60) if precision >= (1 / 60) then latMinutes = strFormat:format(latMinutes) lonMinutes = strFormat:format(lonMinutes) if not raw then latMinSym = replaceDecimalMark(latMinutes) .. minSymbol lonMinSym = replaceDecimalMark(lonMinutes) .. minSymbol else latMinSym = latMinutes .. minSymbol lonMinSym = lonMinutes .. minSymbol end else latMinSym = latMinutes .. minSymbol lonMinSym = lonMinutes .. minSymbol end end latValue = latDegSym .. latMinSym .. latSecSym .. latDirection lonValue = lonDegSym .. lonMinSym .. lonSecSym .. lonDirection value = latValue .. separator .. lonValue if link then globe = parseWikidataURL(datavalue['globe']) if globe then globe = mw.wikibase.getLabelByLang(globe, "en"):lower() else globe = "earth" end latLink = table.concat({latDegrees, latMinutes, latSeconds}, "_") lonLink = table.concat({lonDegrees, lonMinutes, lonSeconds}, "_") value = "[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language="..self.langCode.."&params="..latLink.."_"..latDirectionEN.."_"..lonLink.."_"..lonDirectionEN.."_globe:"..globe.." "..value.."]" end return value elseif datatype == 'wikibase-entityid' then local label local itemID = datavalue['numeric-id'] if subtype == 'wikibase-item' then itemID = "Q" .. itemID elseif subtype == 'wikibase-property' then itemID = "P" .. itemID else return '<strong class="error">' .. errorText('unknown-data-type', subtype) .. '</strong>' end label = self:getLabel(itemID, raw, link, short) if label == "" then label = nil end return label else return '<strong class="error">' .. errorText('unknown-data-type', datatype) .. '</strong>' end elseif snak.snaktype == 'somevalue' and not noSpecial then if raw then return " " -- single space represents 'somevalue' else return i18n['values']['unknown'] end elseif snak.snaktype == 'novalue' and not noSpecial then if raw then return "" -- empty string represents 'novalue' else return i18n['values']['none'] end else return nil end end function Config:getSingleRawQualifier(claim, qualifierID) local qualifiers if claim.qualifiers then qualifiers = claim.qualifiers[qualifierID] end if qualifiers and qualifiers[1] then return self:getValue(qualifiers[1], true) -- raw = true else return nil end end function Config:snakEqualsValue(snak, value) local snakValue = self:getValue(snak, true) -- raw = true if snakValue and snak.snaktype == 'value' and snak.datavalue.type == 'wikibase-entityid' then value = value:upper() end return snakValue == value end function Config:setRank(rank) local rankPos if rank == p.flags.best then self.bestRank = true self.flagBest = true -- mark that 'best' flag was given return end if rank:sub(1,9) == p.flags.preferred then rankPos = 1 elseif rank:sub(1,6) == p.flags.normal then rankPos = 2 elseif rank:sub(1,10) == p.flags.deprecated then rankPos = 3 else return end -- one of the rank flags was given, check if another one was given before if not self.flagRank then self.ranks = {false, false, false} -- no other rank flag given before, so unset ranks self.bestRank = self.flagBest -- unsets bestRank only if 'best' flag was not given before self.flagRank = true -- mark that a rank flag was given end if rank:sub(-1) == "+" then for i = rankPos, 1, -1 do self.ranks[i] = true end elseif rank:sub(-1) == "-" then for i = rankPos, #self.ranks do self.ranks[i] = true end else self.ranks[rankPos] = true end end function Config:setPeriod(period) local periodPos if period == p.flags.future then periodPos = 1 elseif period == p.flags.current then periodPos = 2 elseif period == p.flags.former then periodPos = 3 else return end -- one of the period flags was given, check if another one was given before if not self.flagPeriod then self.periods = {false, false, false} -- no other period flag given before, so unset periods self.flagPeriod = true -- mark that a period flag was given end self.periods[periodPos] = true end function Config:qualifierMatches(claim, id, value) local qualifiers if claim.qualifiers then qualifiers = claim.qualifiers[id] end if qualifiers then for _, v in pairs(qualifiers) do if self:snakEqualsValue(v, value) then return true end end elseif value == "" then -- if the qualifier is not present then treat it the same as the special value 'novalue' return true end return false end function Config:rankMatches(rankPos) if self.bestRank then return (self.ranks[rankPos] and self.foundRank >= rankPos) else return self.ranks[rankPos] end end function Config:timeMatches(claim) local startTime = nil local startTimeY = nil local startTimeM = nil local startTimeD = nil local endTime = nil local endTimeY = nil local endTimeM = nil local endTimeD = nil if self.periods[1] and self.periods[2] and self.periods[3] then -- any time return true end startTime = self:getSingleRawQualifier(claim, aliasesP.startTime) if startTime and startTime ~= "" and startTime ~= " " then startTimeY, startTimeM, startTimeD = parseDate(startTime) end endTime = self:getSingleRawQualifier(claim, aliasesP.endTime) if endTime and endTime ~= "" and endTime ~= " " then endTimeY, endTimeM, endTimeD = parseDate(endTime) end if startTimeY ~= nil and endTimeY ~= nil and datePrecedesDate(endTimeY, endTimeM, endTimeD, startTimeY, startTimeM, startTimeD) then -- invalidate end time if it precedes start time endTimeY = nil endTimeM = nil endTimeD = nil end if self.periods[1] then -- future if startTimeY and datePrecedesDate(self.atDate[1], self.atDate[2], self.atDate[3], startTimeY, startTimeM, startTimeD) then return true end end if self.periods[2] then -- current if (startTimeY == nil or not datePrecedesDate(self.atDate[1], self.atDate[2], self.atDate[3], startTimeY, startTimeM, startTimeD)) and (endTimeY == nil or datePrecedesDate(self.atDate[1], self.atDate[2], self.atDate[3], endTimeY, endTimeM, endTimeD)) then return true end end if self.periods[3] then -- former if endTimeY and not datePrecedesDate(self.atDate[1], self.atDate[2], self.atDate[3], endTimeY, endTimeM, endTimeD) then return true end end return false end function Config:processFlag(flag) if not flag then return false end if flag == p.flags.linked then self.curState.linked = true return true elseif flag == p.flags.raw then self.curState.rawValue = true if self.curState == self.states[parameters.reference] then -- raw reference values end with periods and require a separator (other than none) self.separators["sep%r"][1] = {" "} end return true elseif flag == p.flags.short then self.curState.shortName = true return true elseif flag == p.flags.multilanguage then self.curState.anyLanguage = true return true elseif flag == p.flags.unit then self.curState.unitOnly = true return true elseif flag == p.flags.mdy then self.mdyDate = true return true elseif flag == p.flags.single then self.singleClaim = true return true elseif flag == p.flags.sourced then self.sourcedOnly = true return true elseif flag == p.flags.edit then self.editable = true return true elseif flag == p.flags.editAtEnd then self.editable = true self.editAtEnd = true return true elseif flag == p.flags.best or flag:match('^'..p.flags.preferred..'[+-]?$') or flag:match('^'..p.flags.normal..'[+-]?$') or flag:match('^'..p.flags.deprecated..'[+-]?$') then self:setRank(flag) return true elseif flag == p.flags.future or flag == p.flags.current or flag == p.flags.former then self:setPeriod(flag) return true elseif flag == "" then -- ignore empty flags and carry on return true else return false end end function Config:processFlagOrCommand(flag) local param = "" if not flag then return false end if flag == p.claimCommands.property or flag == p.claimCommands.properties then param = parameters.property elseif flag == p.claimCommands.qualifier or flag == p.claimCommands.qualifiers then self.states.qualifiersCount = self.states.qualifiersCount + 1 param = parameters.qualifier .. self.states.qualifiersCount self.separators["sep"..param] = {copyTable(defaultSeparators["sep%q\\d"])} elseif flag == p.claimCommands.reference or flag == p.claimCommands.references then param = parameters.reference else return self:processFlag(flag) end if self.states[param] then return false end -- create a new state for each command self.states[param] = State:new(self, param) -- use "%x" as the general parameter name self.states[param].parsedFormat = parseFormat(parameters.general) -- will be overwritten for param=="%p" -- set the separator self.states[param].separator = self.separators["sep"..param] -- will be nil for param=="%p", which will be set separately if flag == p.claimCommands.property or flag == p.claimCommands.qualifier or flag == p.claimCommands.reference then self.states[param].singleValue = true end self.curState = self.states[param] return true end function Config:processSeparators(args) local sep for i, v in pairs(self.separators) do if args[i] then sep = replaceSpecialChars(args[i]) if sep ~= "" then self.separators[i][1] = {sep} else self.separators[i][1] = nil end end end end function Config:setFormatAndSeparators(state, parsedFormat) state.parsedFormat = parsedFormat state.separator = self.separators["sep"] state.movSeparator = self.separators["sep"..parameters.separator] state.puncMark = self.separators["punc"] end -- determines if a claim has references by prefetching them from the claim using getReferences, -- which applies some filtering that determines if a reference is actually returned, -- and caches the references for later use function State:isSourced(claim) self.conf.prefetchedRefs = self:getReferences(claim) return (#self.conf.prefetchedRefs > 0) end function State:resetCaches() -- any prefetched references of the previous claim must not be used self.conf.prefetchedRefs = nil end function State:claimMatches(claim) local matches, rankPos -- first of all, reset any cached values used for the previous claim self:resetCaches() -- if a property value was given, check if it matches the claim's property value if self.conf.propertyValue then matches = self.conf:snakEqualsValue(claim.mainsnak, self.conf.propertyValue) else matches = true end -- if any qualifier values were given, check if each matches one of the claim's qualifier values for i, v in pairs(self.conf.qualifierIDsAndValues) do matches = (matches and self.conf:qualifierMatches(claim, i, v)) end -- check if the claim's rank and time period match rankPos = rankTable[claim.rank] or 4 matches = (matches and self.conf:rankMatches(rankPos) and self.conf:timeMatches(claim)) -- if only claims with references must be returned, check if this one has any if self.conf.sourcedOnly then matches = (matches and self:isSourced(claim)) -- prefetches and caches references end return matches, rankPos end function State:out() local result -- collection of arrays with value objects local valuesArray -- array with value objects local sep = nil -- value object local out = {} -- array with value objects local function walk(formatTable, result) local valuesArray = {} -- array with value objects for i, v in pairs(formatTable.req) do if not result[i] or not result[i][1] then -- we've got no result for a parameter that is required on this level, -- so skip this level (and its children) by returning an empty result return {} end end for _, v in ipairs(formatTable) do if v.param then valuesArray = mergeArrays(valuesArray, result[v.str]) elseif v.str ~= "" then valuesArray[#valuesArray + 1] = {v.str} end if v.child then valuesArray = mergeArrays(valuesArray, walk(v.child, result)) end end return valuesArray end -- iterate through the results from back to front, so that we know when to add separators for i = #self.results, 1, -1 do result = self.results[i] -- if there is already some output, then add the separators if #out > 0 then sep = self.separator[1] -- fixed separator result[parameters.separator] = {self.movSeparator[1]} -- movable separator else sep = nil result[parameters.separator] = {self.puncMark[1]} -- optional punctuation mark end valuesArray = walk(self.parsedFormat, result) if #valuesArray > 0 then if sep then valuesArray[#valuesArray + 1] = sep end out = mergeArrays(valuesArray, out) end end -- reset state before next iteration self.results = {} return out end -- level 1 hook function State:getProperty(claim) local value = {self:getValue(claim.mainsnak)} -- create one value object if #value > 0 then return {value} -- wrap the value object in an array and return it else return {} -- return empty array if there was no value end end -- level 1 hook function State:getQualifiers(claim, param) local qualifiers if claim.qualifiers then qualifiers = claim.qualifiers[self.conf.qualifierIDs[param]] end if qualifiers then -- iterate through claim's qualifier statements to collect their values; -- return array with multiple value objects return self.conf.states[param]:iterate(qualifiers, {[parameters.general] = hookNames[parameters.qualifier.."\\d"][2], count = 1}) -- pass qualifier state with level 2 hook else return {} -- return empty array end end -- level 2 hook function State:getQualifier(snak) local value = {self:getValue(snak)} -- create one value object if #value > 0 then return {value} -- wrap the value object in an array and return it else return {} -- return empty array if there was no value end end -- level 1 hook function State:getAllQualifiers(claim, param, result, hooks) local out = {} -- array with value objects local sep = self.conf.separators["sep"..parameters.qualifier][1] -- value object -- iterate through the output of the separate "qualifier(s)" commands for i = 1, self.conf.states.qualifiersCount do -- if a hook has not been called yet, call it now if not result[parameters.qualifier..i] then self:callHook(parameters.qualifier..i, hooks, claim, result) end -- if there is output for this particular "qualifier(s)" command, then add it if result[parameters.qualifier..i] and result[parameters.qualifier..i][1] then -- if there is already some output, then add the separator if #out > 0 and sep then out[#out + 1] = sep end out = mergeArrays(out, result[parameters.qualifier..i]) end end return out end -- level 1 hook function State:getReferences(claim) if self.conf.prefetchedRefs then -- return references that have been prefetched by isSourced return self.conf.prefetchedRefs end if claim.references then -- iterate through claim's reference statements to collect their values; -- return array with multiple value objects return self.conf.states[parameters.reference]:iterate(claim.references, {[parameters.general] = hookNames[parameters.reference][2], count = 1}) -- pass reference state with level 2 hook else return {} -- return empty array end end -- level 2 hook function State:getReference(statement) local citeParamMapping = i18n['cite']['param-mapping'] local citeConfig = i18n['cite']['config'] local citeTypes = i18n['cite']['output-types'] -- will hold rendered properties of the reference which are not directly from statement.snaks, -- Namely, is URL generated from an external ID. local additionalProcessedProperties = {} -- for each citation type, there will be an associative array that associates lists of rendered properties -- to citation-template parameters local candidateParams = {} -- like above, but only associates one rendered property to each parameter; if the above variable -- contains more strings for a parameter, the strings will be assigned to numbered params (e.g. "author1") local citeParams = {} local citeErrors = {} local referenceEmpty = true -- will be set to false if at least one parameter is left unremoved local version = 12 -- increment this each time the below logic is changed to avoid conflict errors if not statement.snaks then return {} end -- don't use bot-added references referencing Wikimedia projects or containing "inferred from" (such references are not usable on Wikipedia) if statement.snaks[aliasesP.importedFrom] or statement.snaks[aliasesP.wikimediaImportURL] or statement.snaks[aliasesP.inferredFrom] then return {} end -- don't include "type of reference" if statement.snaks[aliasesP.typeOfReference] then statement.snaks[aliasesP.typeOfReference] = nil end -- don't include "image" to prevent littering if statement.snaks[aliasesP.image] then statement.snaks[aliasesP.image] = nil end -- don't include "language" if it is equal to the local one if self:getReferenceDetail(statement.snaks, aliasesP.language) == self.conf.langName then statement.snaks[aliasesP.language] = nil end if statement.snaks[aliasesP.statedIn] and not statement.snaks[aliasesP.referenceURL] then -- "stated in" was given but "reference URL" was not. -- get "Wikidata property" properties from the item in "stated in" -- if any of the returned properties of the external-id datatype is in statement.snaks, generate a link from it and use the link in the reference -- find the "Wikidata property" properties in the item from "stated in" local wikidataPropertiesOfSource = mw.text.split(p._properties{p.flags.raw, aliasesP.wikidataProperty, [p.args.eid] = self.conf:getValue(statement.snaks[aliasesP.statedIn][1], true, false)}, ", ", true) for i, wikidataPropertyOfSource in pairs(wikidataPropertiesOfSource) do if statement.snaks[wikidataPropertyOfSource] and statement.snaks[wikidataPropertyOfSource][1].datatype == "external-id" then local tempLink = self:getReferenceDetail(statement.snaks, wikidataPropertyOfSource, false, true) -- not raw, linked if mw.ustring.match(tempLink, "^%[%Z- %Z+%]$") then -- getValue returned a URL in square brackets. -- the link is in wiki markup, so strip the square brackets and the display text -- gsub also returns another, discarted value, therefore the result is assigned to tempLink first tempLink = mw.ustring.gsub(tempLink, "^%[(%Z-) %Z+%]$", "%1") additionalProcessedProperties[aliasesP.referenceURL] = {tempLink} statement.snaks[wikidataPropertyOfSource] = nil break end end end end -- initialize candidateParams and citeParams for _, citeType in ipairs(citeTypes) do candidateParams[citeType] = {} citeParams[citeType] = {} end -- fill candidateParams for _, citeType in ipairs(citeTypes) do -- This will contain value--priority pairs for each param name. local candidateValuesAndPriorities = {} -- fill candidateValuesAndPriorities for refProperty in pairs(statement.snaks) do if citeErrors[citeType] then break end repeat -- just a simple wrapper to emulate "continue" -- set mappingKey and prefix local mappingKey local prefix = "" if statement.snaks[refProperty][1].datatype == 'external-id' then mappingKey = "external-id" prefix = self.conf:getLabel(refProperty) if prefix ~= "" then prefix = prefix .. " " end else mappingKey = refProperty end local paramName = citeParamMapping[citeType][mappingKey] -- skip properties with empty parameter name if paramName == "" then break -- skip this property for this value of citeType end -- handle unknown properties in the reference if not paramName then referenceEmpty = false local error_message = errorText("unknown-property-in-ref", refProperty) assert(error_message) -- Should not be nil citeErrors[citeType] = error_message break end -- set processedProperty local processedProperty local raw = false -- if the value is wanted raw if isValueInTable(paramName, citeConfig[citeType]["raw-value-params"] or {}) then raw = true end if isValueInTable(paramName, citeConfig[citeType]["numbered-params"] or {}) then -- Multiple values may be given. processedProperty = self:getReferenceDetails(statement.snaks, refProperty, raw, self.linked, true) -- anyLang = true else -- If multiple values are given, all but the first suitable one are discarted. processedProperty = {self:getReferenceDetail(statement.snaks, refProperty, raw, self.linked and (statement.snaks[refProperty][1].datatype ~= 'url'), true)} -- link = true/false, anyLang = true end if #processedProperty == 0 then break end referenceEmpty = false -- add an empty entry to candidateValuesAndPriorities, if there isn't one already if not candidateValuesAndPriorities[paramName] then candidateValuesAndPriorities[paramName] = {} end -- find the priority of refProperty local thisPropertyPriority = -1 local thisParamPrioritization = citeConfig[citeType]["prioritization"][paramName] if thisParamPrioritization then for i_priority, i_property in ipairs(thisParamPrioritization) do if i_property == refProperty then thisPropertyPriority = i_priority end end end for _, propertyValue in pairs(processedProperty) do table.insert( candidateValuesAndPriorities[paramName], {prefix .. propertyValue, thisPropertyPriority} ) end until true end -- fill candidateParams[citeType] if not citeErrors[citeType] then local compareValuePriorities = function(pair1, pair2) if pair1[2] == -1 and pair2[2] ~= -1 then return false end if pair1[2] ~= -1 and pair2[2] == -1 then return true end return pair1[2] < pair2[2] end -- fill candidateParams[citeType][paramName] for each used param for paramName, _ in pairs(candidateValuesAndPriorities) do table.sort(candidateValuesAndPriorities[paramName], compareValuePriorities) candidateParams[citeType][paramName] = {} for _, valuePriorityPair in ipairs(candidateValuesAndPriorities[paramName]) do table.insert(candidateParams[citeType][paramName], valuePriorityPair[1]) end end end end -- handle additional properties for refProperty in pairs(additionalProcessedProperties) do for _, citeType in ipairs(citeTypes) do repeat -- skip if there already have been errors if citeErrors[citeType] then break end local paramName = citeParamMapping[citeType][refProperty] -- handle unknown properties in the reference if not paramName then -- Skip this additional property, but do not cause an error. break end if paramName == "" then break end referenceEmpty = false if not candidateParams[citeType][paramName] then candidateParams[citeType][paramName] = {} end for _, propertyValue in pairs(additionalProcessedProperties[refProperty]) do table.insert(candidateParams[citeType][paramName], propertyValue) end until true end end -- fill citeParams for _, citeType in ipairs(citeTypes) do for paramName, paramValues in pairs(candidateParams[citeType]) do if #paramValues == 1 or not isValueInTable(paramName, citeConfig[citeType]["numbered-params"] or {}) then citeParams[citeType][paramName] = paramValues[1] else -- There is more than one value for this parameter - the values will -- go into separate numbered parameters (e.g. "author1", "author2") for paramNum, paramValue in pairs(paramValues) do citeParams[citeType][paramName .. paramNum] = paramValue end end end end -- handle missing mandatory parameters for the templates for _, citeType in ipairs(citeTypes) do for _, requiredCiteParam in pairs(citeConfig[citeType]["mandatory-params"] or {}) do if not citeParams[citeType][requiredCiteParam] then -- The required param is not present. if citeErrors[citeType] then -- Do not override the previous error, if it exists. break end local error_message = errorText("missing-mandatory-param", requiredCiteParam) assert(error_message) -- Should not be nil citeErrors[citeType] = error_message end end end local citeTypeToUse = nil -- choose the output template for _, citeType in ipairs(citeTypes) do if not citeErrors[citeType] then citeTypeToUse = citeType break end end -- set refContent local refContent = "" if citeTypeToUse then local templateToUse = citeConfig[citeTypeToUse]["template"] local paramsToUse = citeParams[citeTypeToUse] if not templateToUse or templateToUse == "" then throwError("no-such-reference-template", tostring(templateToUse), i18nPath, citeTypeToUse) end -- if this module is being substituted then build a regular template call, otherwise expand the template if mw.isSubsting() then for i, v in pairs(paramsToUse) do refContent = refContent .. "|" .. i .. "=" .. v end refContent = "{{" .. templateToUse .. refContent .. "}}" else xpcall( function () refContent = mw.getCurrentFrame():expandTemplate{title=templateToUse, args=paramsToUse} end, function () throwError("no-such-reference-template", templateToUse, i18nPath, citeTypeToUse) end ) end -- If the citation couldn't be displayed using any template, but is not empty (barring ignored propeties), throw an error. elseif not referenceEmpty then refContent = errorText("malformed-reference-header") for _, citeType in ipairs(citeTypes) do refContent = refContent .. errorText("template-failure-reason", citeConfig[citeType]["template"], citeErrors[citeType]) end refContent = refContent .. errorText("malformed-reference-footer") end -- wrap refContent local ref = {} if refContent ~= "" then ref = {refContent} if not self.rawValue then -- this should become a <ref> tag, so save the reference's hash for later ref.refHash = "wikidata-" .. statement.hash .. "-v" .. (tonumber(i18n['version']) + version) end return {ref} else return {} end end -- gets a detail of one particular type for a reference function State:getReferenceDetail(snaks, dType, raw, link, anyLang) local switchLang = anyLang local value = nil if not snaks[dType] then return nil end -- if anyLang, first try the local language and otherwise any language repeat for _, v in ipairs(snaks[dType]) do value = self.conf:getValue(v, raw, link, false, anyLang and not switchLang, false, true) -- noSpecial = true if value then break end end if value or not anyLang then break end switchLang = not switchLang until anyLang and switchLang return value end -- gets the details of one particular type for a reference function State:getReferenceDetails(snaks, dType, raw, link, anyLang) local values = {} if not snaks[dType] then return {} end for _, v in ipairs(snaks[dType]) do -- if nil is returned then it will not be added to the table values[#values + 1] = self.conf:getValue(v, raw, link, false, anyLang, false, true) -- noSpecial = true end return values end -- level 1 hook function State:getAlias(object) local value = object.value local title = nil if value and self.linked then if self.conf.entityID:sub(1,1) == "Q" then title = mw.wikibase.getSitelink(self.conf.entityID) elseif self.conf.entityID:sub(1,1) == "P" then title = "d:Property:" .. self.conf.entityID end if title then value = buildWikilink(title, value) end end value = {value} -- create one value object if #value > 0 then return {value} -- wrap the value object in an array and return it else return {} -- return empty array if there was no value end end -- level 1 hook function State:getBadge(value) value = self.conf:getLabel(value, self.rawValue, self.linked, self.shortName) if value == "" then value = nil end value = {value} -- create one value object if #value > 0 then return {value} -- wrap the value object in an array and return it else return {} -- return empty array if there was no value end end function State:callHook(param, hooks, statement, result) -- call a parameter's hook if it has been defined and if it has not been called before if not result[param] and hooks[param] then local valuesArray = self[hooks[param]](self, statement, param, result, hooks) -- array with value objects -- add to the result if #valuesArray > 0 then result[param] = valuesArray result.count = result.count + 1 else result[param] = {} -- an empty array to indicate that we've tried this hook already return true -- miss == true end end return false end -- iterate through claims, claim's qualifiers or claim's references to collect values function State:iterate(statements, hooks, matchHook) matchHook = matchHook or alwaysTrue local matches = false local rankPos = nil local result, gotRequired for _, v in ipairs(statements) do -- rankPos will be nil for non-claim statements (e.g. qualifiers, references, etc.) matches, rankPos = matchHook(self, v) if matches then result = {count = 0} -- collection of arrays with value objects local function walk(formatTable) local miss for i2, v2 in pairs(formatTable.req) do -- call a hook, adding its return value to the result miss = self:callHook(i2, hooks, v, result) if miss then -- we miss a required value for this level, so return false return false end if result.count == hooks.count then -- we're done if all hooks have been called; -- returning at this point breaks the loop return true end end for _, v2 in ipairs(formatTable) do if result.count == hooks.count then -- we're done if all hooks have been called; -- returning at this point prevents further childs from being processed return true end if v2.child then walk(v2.child) end end return true end gotRequired = walk(self.parsedFormat) -- only append the result if we got values for all required parameters on the root level if gotRequired then -- if we have a rankPos (only with matchHook() for complete claims), then update the foundRank if rankPos and self.conf.foundRank > rankPos then self.conf.foundRank = rankPos end -- append the result self.results[#self.results + 1] = result -- break if we only need a single value if self.singleValue then break end end end end return self:out() end local function getEntityId(arg, eid, page, allowOmitPropPrefix, globalSiteId) local id = nil local prop = nil if arg then if arg:sub(1,1) == ":" then page = arg eid = nil elseif arg:sub(1,1):upper() == "Q" or arg:sub(1,9):lower() == "property:" or allowOmitPropPrefix then eid = arg page = nil else prop = arg end end if eid then if eid:sub(1,9):lower() == "property:" then id = replaceAlias(mw.text.trim(eid:sub(10))) if id:sub(1,1):upper() ~= "P" then id = "" end else id = replaceAlias(eid) end elseif page then if page:sub(1,1) == ":" then page = mw.text.trim(page:sub(2)) end id = mw.wikibase.getEntityIdForTitle(page, globalSiteId) or "" end if not id then id = mw.wikibase.getEntityIdForCurrentPage() or "" end id = id:upper() if not mw.wikibase.isValidEntityId(id) then id = "" end return id, prop end local function nextArg(args) local arg = args[args.pointer] if arg then args.pointer = args.pointer + 1 return mw.text.trim(arg) else return nil end end local function claimCommand(args, funcName) local cfg = Config:new() cfg:processFlagOrCommand(funcName) -- process first command (== function name) local lastArg, parsedFormat, formatParams, claims, value local hooks = {count = 0} -- set the date if given; -- must come BEFORE processing the flags if args[p.args.date] then cfg.atDate = {parseDate(args[p.args.date])} cfg.periods = {false, true, false} -- change default time constraint to 'current' end -- process flags and commands repeat lastArg = nextArg(args) until not cfg:processFlagOrCommand(lastArg) -- get the entity ID from either the positional argument, the eid argument or the page argument cfg.entityID, cfg.propertyID = getEntityId(lastArg, args[p.args.eid], args[p.args.page], false, args[p.args.globalSiteId]) if cfg.entityID == "" then return "" -- we cannot continue without a valid entity ID end cfg.entity = mw.wikibase.getEntity(cfg.entityID) if not cfg.propertyID then cfg.propertyID = nextArg(args) end cfg.propertyID = replaceAlias(cfg.propertyID) if not cfg.entity or not cfg.propertyID then return "" -- we cannot continue without an entity or a property ID end cfg.propertyID = cfg.propertyID:upper() if not cfg.entity.claims or not cfg.entity.claims[cfg.propertyID] then return "" -- there is no use to continue without any claims end claims = cfg.entity.claims[cfg.propertyID] if cfg.states.qualifiersCount > 0 then -- do further processing if "qualifier(s)" command was given if #args - args.pointer + 1 > cfg.states.qualifiersCount then -- claim ID or literal value has been given cfg.propertyValue = nextArg(args) end for i = 1, cfg.states.qualifiersCount do -- check if given qualifier ID is an alias and add it cfg.qualifierIDs[parameters.qualifier..i] = replaceAlias(nextArg(args) or ""):upper() end elseif cfg.states[parameters.reference] then -- do further processing if "reference(s)" command was given cfg.propertyValue = nextArg(args) end -- check for special property value 'somevalue' or 'novalue' if cfg.propertyValue then cfg.propertyValue = replaceSpecialChars(cfg.propertyValue) if cfg.propertyValue ~= "" and mw.text.trim(cfg.propertyValue) == "" then cfg.propertyValue = " " -- single space represents 'somevalue', whereas empty string represents 'novalue' else cfg.propertyValue = mw.text.trim(cfg.propertyValue) end end -- parse the desired format, or choose an appropriate format if args["format"] then parsedFormat, formatParams = parseFormat(args["format"]) elseif cfg.states.qualifiersCount > 0 then -- "qualifier(s)" command given if cfg.states[parameters.property] then -- "propert(y|ies)" command given parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.propertyWithQualifier) else parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.qualifier) end elseif cfg.states[parameters.property] then -- "propert(y|ies)" command given parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.property) else -- "reference(s)" command given parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.reference) end -- if a "qualifier(s)" command and no "propert(y|ies)" command has been given, make the movable separator a semicolon if cfg.states.qualifiersCount > 0 and not cfg.states[parameters.property] then cfg.separators["sep"..parameters.separator][1] = {";"} end -- if only "reference(s)" has been given, set the default separator to none (except when raw) if cfg.states[parameters.reference] and not cfg.states[parameters.property] and cfg.states.qualifiersCount == 0 and not cfg.states[parameters.reference].rawValue then cfg.separators["sep"][1] = nil end -- if exactly one "qualifier(s)" command has been given, make "sep%q" point to "sep%q1" to make them equivalent if cfg.states.qualifiersCount == 1 then cfg.separators["sep"..parameters.qualifier] = cfg.separators["sep"..parameters.qualifier.."1"] end -- process overridden separator values; -- must come AFTER tweaking the default separators cfg:processSeparators(args) -- define the hooks that should be called (getProperty, getQualifiers, getReferences); -- only define a hook if both its command ("propert(y|ies)", "reference(s)", "qualifier(s)") and its parameter ("%p", "%r", "%q1", "%q2", "%q3") have been given for i, v in pairs(cfg.states) do -- e.g. 'formatParams["%q1"] or formatParams["%q"]' to define hook even if "%q1" was not defined to be able to build a complete value for "%q" if formatParams[i] or formatParams[i:sub(1, 2)] then hooks[i] = getHookName(i, 1) hooks.count = hooks.count + 1 end end -- the "%q" parameter is not attached to a state, but is a collection of the results of multiple states (attached to "%q1", "%q2", "%q3", ...); -- so if this parameter is given then this hook must be defined separately, but only if at least one "qualifier(s)" command has been given if formatParams[parameters.qualifier] and cfg.states.qualifiersCount > 0 then hooks[parameters.qualifier] = getHookName(parameters.qualifier, 1) hooks.count = hooks.count + 1 end -- create a state for "properties" if it doesn't exist yet, which will be used as a base configuration for each claim iteration; -- must come AFTER defining the hooks if not cfg.states[parameters.property] then cfg.states[parameters.property] = State:new(cfg, parameters.property) -- if the "single" flag has been given then this state should be equivalent to "property" (singular) if cfg.singleClaim then cfg.states[parameters.property].singleValue = true end end -- if the "sourced" flag has been given then create a state for "reference" if it doesn't exist yet, using default values, -- which must exist in order to be able to determine if a claim has any references; -- must come AFTER defining the hooks if cfg.sourcedOnly and not cfg.states[parameters.reference] then cfg:processFlagOrCommand(p.claimCommands.reference) -- use singular "reference" to minimize overhead end -- set the parsed format and the separators (and optional punctuation mark); -- must come AFTER creating the additonal states cfg:setFormatAndSeparators(cfg.states[parameters.property], parsedFormat) -- process qualifier matching values, analogous to cfg.propertyValue for i, v in pairs(args) do i = tostring(i) if i:match('^[Pp]%d+$') or aliasesP[i] then v = replaceSpecialChars(v) -- check for special qualifier value 'somevalue' if v ~= "" and mw.text.trim(v) == "" then v = " " -- single space represents 'somevalue' end cfg.qualifierIDsAndValues[replaceAlias(i):upper()] = v end end -- first sort the claims on rank to pre-define the order of output (preferred first, then normal, then deprecated) claims = sortOnRank(claims) -- then iterate through the claims to collect values value = cfg:concatValues(cfg.states[parameters.property]:iterate(claims, hooks, State.claimMatches)) -- pass property state with level 1 hooks and matchHook -- if desired, add a clickable icon that may be used to edit the returned values on Wikidata if cfg.editable and value ~= "" then value = value .. cfg:getEditIcon() end return value end local function generalCommand(args, funcName) local cfg = Config:new() cfg.curState = State:new(cfg) local lastArg local value = nil repeat lastArg = nextArg(args) until not cfg:processFlag(lastArg) -- get the entity ID from either the positional argument, the eid argument or the page argument cfg.entityID = getEntityId(lastArg, args[p.args.eid], args[p.args.page], true, args[p.args.globalSiteId]) if cfg.entityID == "" or not mw.wikibase.entityExists(cfg.entityID) then return "" -- we cannot continue without an entity end -- serve according to the given command if funcName == p.generalCommands.label then value = cfg:getLabel(cfg.entityID, cfg.curState.rawValue, cfg.curState.linked, cfg.curState.shortName) elseif funcName == p.generalCommands.title then cfg.inSitelinks = true if cfg.entityID:sub(1,1) == "Q" then value = mw.wikibase.getSitelink(cfg.entityID) end if cfg.curState.linked and value then value = buildWikilink(value) end elseif funcName == p.generalCommands.description then value = mw.wikibase.getDescription(cfg.entityID) else local parsedFormat, formatParams local hooks = {count = 0} cfg.entity = mw.wikibase.getEntity(cfg.entityID) if funcName == p.generalCommands.alias or funcName == p.generalCommands.badge then cfg.curState.singleValue = true end if funcName == p.generalCommands.alias or funcName == p.generalCommands.aliases then if not cfg.entity.aliases or not cfg.entity.aliases[cfg.langCode] then return "" -- there is no use to continue without any aliasses end local aliases = cfg.entity.aliases[cfg.langCode] -- parse the desired format, or parse the default aliases format if args["format"] then parsedFormat, formatParams = parseFormat(args["format"]) else parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.alias) end -- process overridden separator values; -- must come AFTER tweaking the default separators cfg:processSeparators(args) -- define the hook that should be called (getAlias); -- only define the hook if the parameter ("%a") has been given if formatParams[parameters.alias] then hooks[parameters.alias] = getHookName(parameters.alias, 1) hooks.count = hooks.count + 1 end -- set the parsed format and the separators (and optional punctuation mark) cfg:setFormatAndSeparators(cfg.curState, parsedFormat) -- iterate to collect values value = cfg:concatValues(cfg.curState:iterate(aliases, hooks)) elseif funcName == p.generalCommands.badge or funcName == p.generalCommands.badges then if not cfg.entity.sitelinks or not cfg.entity.sitelinks[cfg.siteID] or not cfg.entity.sitelinks[cfg.siteID].badges then return "" -- there is no use to continue without any badges end local badges = cfg.entity.sitelinks[cfg.siteID].badges cfg.inSitelinks = true -- parse the desired format, or parse the default aliases format if args["format"] then parsedFormat, formatParams = parseFormat(args["format"]) else parsedFormat, formatParams = parseFormat(formats.badge) end -- process overridden separator values; -- must come AFTER tweaking the default separators cfg:processSeparators(args) -- define the hook that should be called (getBadge); -- only define the hook if the parameter ("%b") has been given if formatParams[parameters.badge] then hooks[parameters.badge] = getHookName(parameters.badge, 1) hooks.count = hooks.count + 1 end -- set the parsed format and the separators (and optional punctuation mark) cfg:setFormatAndSeparators(cfg.curState, parsedFormat) -- iterate to collect values value = cfg:concatValues(cfg.curState:iterate(badges, hooks)) end end value = value or "" if cfg.editable and value ~= "" then -- if desired, add a clickable icon that may be used to edit the returned value on Wikidata value = value .. cfg:getEditIcon() end return value end -- modules that include this module should call the functions with an underscore prepended, e.g.: p._property(args) local function establishCommands(commandList, commandFunc) for _, commandName in pairs(commandList) do local function wikitextWrapper(frame) local args = copyTable(frame.args) args.pointer = 1 loadI18n(aliasesP, frame) return commandFunc(args, commandName) end p[commandName] = wikitextWrapper local function luaWrapper(args) args = copyTable(args) args.pointer = 1 loadI18n(aliasesP) return commandFunc(args, commandName) end p["_" .. commandName] = luaWrapper end end establishCommands(p.claimCommands, claimCommand) establishCommands(p.generalCommands, generalCommand) -- main function that is supposed to be used by wrapper templates function p.main(frame) if not mw.wikibase then return nil end local f, args loadI18n(aliasesP, frame) -- get the parent frame to take the arguments that were passed to the wrapper template frame = frame:getParent() or frame if not frame.args[1] then throwError("no-function-specified") end f = mw.text.trim(frame.args[1]) if f == "main" then throwError("main-called-twice") end assert(p["_"..f], errorText('no-such-function', f)) -- copy arguments from immutable to mutable table args = copyTable(frame.args) -- remove the function name from the list table.remove(args, 1) return p["_"..f](args) end return p j5a6l03tjwodgrvfnv3lb4x5up93wlv Modul:Wd/i18n 828 63713 302375 182941 2026-07-10T04:26:47Z Uzume 1434 Update from [[d:Special:GoToLinkedPage/enwiki/Q29879601|master]] using [[mw:Synchronizer| #Synchronizer]] 302375 Scribunto text/plain -- The values and functions in this submodule should be localized per wiki. local p = {} function p.init(aliasesP) p = { ["version"] = "8", -- increment this each time the below parameters are changed to avoid reference conflict errors ["errors"] = { ["unknown-data-type"] = "Unknown or unsupported datatype '%s'.", ["missing-required-parameter"] = "No required parameters defined, needing at least one", ["extra-required-parameter"] = "Parameter '%s' must be defined as optional", ["no-function-specified"] = "You must specify a function to call", -- equal to the standard module error message ["main-called-twice"] = 'The function "main" cannot be called twice', ["no-such-function"] = 'The function "%s" does not exist', -- equal to the standard module error message ["no-such-reference-template"] = 'Error: template "%s", which is set in %s as the output template for the citation-output type "%s", does not exist', -- Parts of the error message signalling a malformed reference. ["malformed-reference-header"] = "<span style=\"color:#dd3333\">\nError: Unable to display the reference from Wikidata properly. Technical details:\n", ["malformed-reference-footer"] = "See [[Module:wd/doc#References|the documentation]] for further details.\n</span>\n[[Category:Module:Wd reference errors]]", ["template-failure-reason"] = "* Reason for the failure of {{tl|%s}}: %s\n", ["missing-mandatory-param"] = 'The output template call would miss the mandatory parameter <code>%s</code>.', ["unknown-property-in-ref"] = 'The Wikidata reference contains the property {{property|%s}}, which is not assigned to any parameter of this template.' }, ["info"] = { ["edit-on-wikidata"] = "Edit this on Wikidata" }, ["numeric"] = { ["decimal-mark"] = ".", ["delimiter"] = "," }, ["datetime"] = { ["prefixes"] = { ["decade-period"] = "" }, ["suffixes"] = { ["decade-period"] = "s", ["millennium"] = " millennium", ["century"] = " century", ["million-years"] = " million years", ["billion-years"] = " billion years", ["year"] = " year", ["years"] = " years" }, ["julian-calendar"] = "Julian calendar", -- linked page title ["julian"] = "Julian", ["BCE"] = "BCE", ["CE"] = "CE", ["common-era"] = "Common Era" -- linked page title }, ["coord"] = { ["latitude-north"] = "N", ["latitude-south"] = "S", ["longitude-east"] = "E", ["longitude-west"] = "W", ["degrees"] = "°", ["minutes"] = "'", ["seconds"] = '"', ["separator"] = ", " }, ["values"] = { ["unknown"] = "unknown", ["none"] = "none" }, ["cite"] = { ["output-types"] = {"web", "q"}, -- In this order, the output types will be tried ["param-mapping"] = { ["web"] = { -- <= left side: all allowed reference properties for *web page sources* per https://www.wikidata.org/wiki/Help:Sources -- => right side: corresponding parameter names in (equivalent of) [[:en:Template:Cite web]] (if non-existent, keep empty i.e. "") [aliasesP.statedIn] = "website", [aliasesP.referenceURL] = "url", [aliasesP.publicationDate] = "date", [aliasesP.lastUpdate] = "date", [aliasesP.retrieved] = "access-date", [aliasesP.title] = "title", [aliasesP.subjectNamedAs] = "title", [aliasesP.archiveURL] = "archive-url", [aliasesP.archiveDate] = "archive-date", [aliasesP.language] = "language", [aliasesP.author] = "author", [aliasesP.authorNameString] = "author", [aliasesP.publisher] = "publisher", [aliasesP.quote] = "quote", [aliasesP.pages] = "pages", -- extra option [aliasesP.publishedIn] = "website", [aliasesP.sectionVerseOrParagraph] = "at" }, ["q"] = { -- <= left side: all allowed reference properties for *sources other than web pages* per https://www.wikidata.org/wiki/Help:Sources -- => right side: corresponding parameter names in (equivalent of) [[:en:Template:Cite Q]] (if non-existent, keep empty i.e. "") [aliasesP.statedIn] = "1", [aliasesP.pages] = "pages", [aliasesP.column] = "at", [aliasesP.chapter] = "chapter", [aliasesP.sectionVerseOrParagraph] = "section", ["external-id"] = "id", -- used for any type of database property ID [aliasesP.title] = "title", [aliasesP.publicationDate] = "date", [aliasesP.lastUpdate] = "date", [aliasesP.retrieved] = "access-date" } }, ["config"] = { -- supported fields: -- - template: name of the template used for output -- - numbered-params: citation params accepting an arbitrary number of values by numbering the params (e.g. author1, author2) -- - raw-value-params: params taking a raw value (which means the property is rendered with getValue with raw=true) -- - mandatory-params: params that are required be in the template call (after potentially appending numbers to params listed in numbered-params) -- - prioritization: table associating a list of properties, in the order in which they are preferred, to template parameters; -- properties not mentioned here have the lowest priority; -- prioritization of properties handled through additionalProcessedProperties is unsupported; -- no key of this table can be from numbered-params -- Leaving out the "template" field causes the output type to be ignored. ["web"] = { ["template"] = "Cite web", ["numbered-params"] = {"author"}, ["mandatory-params"] = {"url"}, ["prioritization"] = { ["date"] = {aliasesP.lastUpdate, aliasesP.publicationDate}, ["title"] = {aliasesP.title, aliasesP.subjectNamedAs} } }, ["q"] = { ["template"] = "Cite Q", ["raw-value-params"] = {"1"}, -- the first, unnamed parameter of CiteQ takes a QID, not the name of the item cited ["mandatory-params"] = {"1"}, ["prioritization"] = { ["date"] = {aliasesP.lastUpdate, aliasesP.publicationDate} } } } } } p.getOrdinalSuffix = function(num) if tostring(num):sub(-2,-2) == '1' then return "th" -- 10th, 11th, 12th, 13th, ... 19th end num = tostring(num):sub(-1) if num == '1' then return "st" elseif num == '2' then return "nd" elseif num == '3' then return "rd" else return "th" end end p.addDelimiters = function(n) local left, num, right = string.match(n, "^([^%d]*%d)(%d*)(.-)$") if left and num and right then return left .. (num:reverse():gsub("(%d%d%d)", "%1" .. p['numeric']['delimiter']):reverse()) .. right else return n end end return p end return p pgkxz3kqyoyu0zj2nmtkjkdr0ntnin5 Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604 0 68665 302574 198453 2026-07-10T11:03:40Z Ateofen 26483 302574 wikitext text/x-wiki {{header | title = {{PAGENAME}} | author = | translator = | section = | previous = | next = | year = 1944 | portal = Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial | wikipedia = | commons = | commonscat = | wikiquote = | wikinews = | wiktionary = | wikibooks = | wikiversity= | wikispecies= | meta = | notes = }} '''OSAMU SEIREI No. 12'''<br>Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603. ----Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603 „tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera“ dioebah seperti berikoet:<blockquote>Dalam pasal 1<br>„Soerat soeroeh bajar dan wesel telegram“ dioebah mendjadi „Soerat soeroeh bajar, wesel telegram dan wesel pos“.<br><br>Dalam pasal 5 Ajat 1, nomor „2“ didjadikan nomor „3“, sedang diantara nomor 1 dan nomor 3 ditambahkan satoe nomor jang berikoet: „2. djika dikirimkan oeang paling banjak djoemlahnja seimbang dengan ƒ30,- (tiga poeloeh roepiah) dalam satoe boelan“;<br><br>Dalam pasal 10<br>Ajat 1, nomor 2, dibelakang „Bank Wesel“ ditambahkan „atau kantor pos“.<br><br>Dalam pasal 11<br>Ajat 1, nomor 5 dioebah mendjadi berikoet: „5. djika oeang dikeloearkan kenegeri lain sesoedah mendapat izin (termasoek djoega dalam hal tidak perloe mendapat izin) menoeroet pasal 1, Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603 dan pasal 1, Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603“.<br><br>Dalam pasal 14<br>Ajat 1, anak kalimat jang moelai dengan „ketjoeali“ dioebah mendjadi berikoet:<br>„ketjoeali djika oeang dikirimkan dengan wesel sesoedah mendapat izin (termasoek djoega dalam hal tidak perloe mendapat izin) menoeroet pasal 1, Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603 dan pasal 1, Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603“.<br><br>Dalam pasal 18<br>„Nanpoo Kaihatu Kinko atau bank“ dioebah mendjadi „Nanpoo Kaihatu Kinko, bank atau kantor pos“.<br><br>Dalam pasal 23<br>Sebagai ajat 2, ditambahkan satoe ajat jang berikoet: „Yuubin Kawase Kookankyoku (Kantor penoekaran wesel pos) haroes menjampaikan soerat rapotan tentang pekerdjaannja kepada Gunseikan menoeroet tjontoh soerat rapotan No. 10 jang bersangkoetan dengan oendang-oendang ini“.<br><br>Dalam pasal 27<br>Pada penghabisan kalimat, ditambahkan anak kalimat jang dibawah ini:<br>", akan tetapi" Soerat permintaan izin oentoek membeli wesel pos" haroes disampaikan kepada Gunseikanbu dengan perantaraan kantor pos, sedang soerat rapotan jang haroes disampaikan menoeroet pasal 23, ajat 2, haroes dengan langsoeng kepada Gunseikanbu". <br>Dalam tjontoh soerat permintaan No. 1<br>Disamping sebelah kiri kepala ,.Soerat permintaan izin oentoek membeli wesel" ditambahkan hoeroet (A), dan dibawah tjontoh itoe diadakan tjontoh „(B). Soerat permintaan izin oentoek membeli wesel pos“, seperti dibawah ini.<br><br>Dalam tjontoh soerat rapotan No. 7<br>Pada „A“ (I) peringatan. nomor 6 didjadikan nomor 7 dan pada „B“ (I) dan pada „C“ (I), masing-masing peringatan nomor 4 didjadikan nomor 5, serta ditambahkan satoe kalimat jang dibawah ini, jaitoe boeat „A“ sebagai nomor 6 dan boeat „B“ dan „C“ masing-masing sebagai nomor 4: „Tentang tiap-tiap oeroesan jang koerang dari djoemlah jang seimbang dengan ƒ500,- (lima ratoes roepiah) boleh diisi banjaknja oeroesan dan djoemlah oeangnja, jang digaboengkan boeat masing-masing daerah tempat pembajaran“.<br>Pada „A“ (II); pada „B“ (II) dan pada „C“ (II) masing-masing peringatan nomor 4 didjadikan nomor 5, serta ditambahkan satoe kalimat jang dibawah ini masing-masing sebagai nomor 4.<br>„Tentang tiap-tiap oeroesan jang koerang dari ƒ500,- (lima ratoes roepiah) boleh diisi banjaknja oeroesan dan djoemlah oeangnja jang digaboengkan boeat masing-masing daerah tempat asalnja“.<br><br>Tjontoh No. 10<br>Dibawah tjontoh soerat rapotan No. 9 diadakan tjontoh soerat rapotan No. 10 seperti dibawah ini.</blockquote>'''Atoeran tambahan.'''<br>Oendang-bendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 3, tahoen Syoowa 19 (2604).<br>Saikoo Sikikan. [[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial]] 663l8n9j77shjoo2frfq428z51k3zcn Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602 0 68695 302299 302196 2026-07-09T13:13:34Z Ateofen 26483 302299 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Panglima Besar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OENDANG-OENDANG No. 40''' '''Osamu Seirei No. 9.''' Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). ----'''Pasal 1.''' Jang dimaksoed dengan Gunseirei dalam oendang-oendang ini ialah: oendang-oendang dan peratoeran jang perloe oentoek mendjalankan pemerintahan Balatentera di Djawa dan jang dioemoemkan atau jang diperintahkan soepaja dioemoemkan oleh Gunsireikan (Panglima Besar Balatentera) '''Pasal 2.''' Gunseirei terbagi atas: Osamu Seirei (Oendang-oendang Osamu), Osamu Kanrei (Oendang-oendang Pemerintah Osamu), Syuurei (Peratoeran Syuu), Koorei (Angger-angger Kooti), Kooti-zimukyokurei (Peratoeran Kooti-zimukyoku), dan Tokubetusirei (Peratoeran Tokubetusi). '''Pasal 3.''' Gunsireikan mengadakan Osamu Seirei tentang segala hal jang perloe oentoek mendjalankan pemerintahan Balatentera di Djawa. '''Pasal 4.''' Gunseikan (Pembesar Pemerintah Balatentera) boleh mengadakan Osamu Kanrei tentang hal-hal jang istimewa dikoeasakan kepadanja jang bersangkoetan dengan djabatannja, dan djoega tentang hal-hal: (1) jang perloe oentoek mendjalankan Osamu Seirei; (2) jang perloe oentoek mendjaga keamanan dan ketertiban oemoem. '''Pasal 5.''' Syuu-tyookan, Koo, Kooti-zimukyoku-tyookan dan Tokubetusi-tyoo masing-masing boleh mengadakan bertoeroet-toeroet: Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei tentang hal-hal jang diserahkan kepada mereka jang bersangkoetan dengan djabatannja masing-masing, dan djoega tentang hal-hal: (1) jang perloe oentoek mendjalankan Osamu Seirei atau Osamu Kanrei; (2) jang perloe oentoek mendjaga keamanan dan ketertiban oemoem. '''Pasal 6.''' Osamu Seirei tidak boleh dioebah oleh Osamu Kanrei. Osamu Seirei atau Osamu Kanrei tidak boleh dioebah oler Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei atau Tokubetusirei. '''Pasal 7.''' Osamu Seirei diberi tanggal serta ditanda tangani oleh Gunsireikan. Osamu Kanrei diberi tanggal serta ditanda tangani oleh Gunseikan. Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei masing-masing diberi tanggal dan ditanda tangani bertoeroet-toeroet oleh Syuu- tyookan, Koo, Kooti-zimukyoku-tyookan dan Tokubetusi-tyoo. '''Pasal 8.''' Osamu Seirei dan Osamu Kanrei diberi nomor-toeroetan menoeroet waktoe pengoemoemannja tiap-tiap tahoen. Syuurei, Koorei, Kootizimukyokurei dan Tokubetusirei masing-masing haroes ditambah bertoeroet-toeroet: dengan nama Syuu, Kooti, Kooti-zimukyoku dan Tokubetusi serta diberi nomor-toeroetan menoeroet waktoe pengoemoemannja tiap-tiap tahoen. '''Pasal 9.''' Osamu Seirei dan Osamu Kanrei dioemoemkan dengan tjara menempelkan oendang-oendang aslinja jang tertoelis dengan bahasa Nippon pada papan pengoemoeman di Gunseikanbu. Demikian djoega Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei dioemoemkan dengan tjara menempelkan peratoeran aslinja jang tertoelis dengan bahasa Nippon pada papan pengoemoeman dikantornja masing-masing. '''Pasal tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Oendang-oendang jang telah dioemoemkan oleh Gunsireikan sebeloem oendang-oendang ini berlakoe, kekoeatannja sama dengan Osamu Seirei jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini. Demikian djoega Syuurei atau Tokubetusirei jang telah dioemoemkan oleh Syuu-tyookan atau Tokubetusi-tyoo sebeloem oendang-oendang ini berlakoe, kekoeatannja sama dengan Syuurei atau Tokubetusirei jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini. Pasal 4 atoeran Syuu dan pasal 4 atoeran Tokubetusi jang ditetapkan dalam Oendang-oendang No. 28 dihapoeskan. ----Batavia, tanggal 5, boelan 10, tahoen Syoowa 17 (2602). Panglima Besar Balatentera Dai Nippon. ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Osamu Seirei | |治政令 | | |Oendang-oendang Osamu |Undang-undang Osamu | |- |Osamu |治 |治 | |osamu | | |[[wikipedia:Tsūshōgō|Tsūshōgō]] dari [[w:Angkatan_Darat_ke-16_(Jepang)|Angkatan Darat ke-16]] |- |Gunsireikan | |軍司令官 | |gunsireikan |Panglima Besar Balatentera |Panglima Besar Balatentara | |- |Gunseirei | |軍政令 | | | | |Peraturan militer |- |Osamu Kanrei | |治慣例 | | |Oendang-oendang Pemerintah Osamu |Undang-undang Pemerintah Osamu | |- |Syuurei | |州令 | |shūrei |Peratoeran Syuu |Peraturan Syuu |Peraturan Keresidenan |- |Koorei | |公令 | |kōrei |Angger-angger Kooti |Angger-angger Kooti | |- |Kooti-zimukyokurei | |公地事務局令 | |kōchi-jimukyokurei |Peratoeran Kooti-zimukyoku |Peraturan Kooti-zimukyoku | |- |Tokubetusirei | |特別市令 | |tokubetsushirei |Peratoeran Tokubetusi |Peraturan Tokubetusi | |- |Syuu-tyookan | |州長官 | |shūchōkan | | | |- |Koo | |公 | |kō | | | |- |Kooti-zimukyoku-tyookan | |公地事務局長官 | |kōchi-jimukyoku-chōkan | | | |- |Tokubetusi-tyoo | |特別市長 | |tokubetsushi-chō | | | |} rzape48zc05gp55i752e0gvot99abwr 302300 302299 2026-07-09T13:14:03Z Ateofen 26483 302300 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Panglima Besar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OENDANG-OENDANG No. 40''' '''Osamu Seirei No. 9.''' Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera). ----'''Pasal 1.''' Jang dimaksoed dengan Gunseirei dalam oendang-oendang ini ialah: oendang-oendang dan peratoeran jang perloe oentoek mendjalankan pemerintahan Balatentera di Djawa dan jang dioemoemkan atau jang diperintahkan soepaja dioemoemkan oleh Gunsireikan (Panglima Besar Balatentera) '''Pasal 2.''' Gunseirei terbagi atas: Osamu Seirei (Oendang-oendang Osamu), Osamu Kanrei (Oendang-oendang Pemerintah Osamu), Syuurei (Peratoeran Syuu), Koorei (Angger-angger Kooti), Kooti-zimukyokurei (Peratoeran Kooti-zimukyoku), dan Tokubetusirei (Peratoeran Tokubetusi). '''Pasal 3.''' Gunsireikan mengadakan Osamu Seirei tentang segala hal jang perloe oentoek mendjalankan pemerintahan Balatentera di Djawa. '''Pasal 4.''' Gunseikan (Pembesar Pemerintah Balatentera) boleh mengadakan Osamu Kanrei tentang hal-hal jang istimewa dikoeasakan kepadanja jang bersangkoetan dengan djabatannja, dan djoega tentang hal-hal: (1) jang perloe oentoek mendjalankan Osamu Seirei; (2) jang perloe oentoek mendjaga keamanan dan ketertiban oemoem. '''Pasal 5.''' Syuu-tyookan, Koo, Kooti-zimukyoku-tyookan dan Tokubetusi-tyoo masing-masing boleh mengadakan bertoeroet-toeroet: Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei tentang hal-hal jang diserahkan kepada mereka jang bersangkoetan dengan djabatannja masing-masing, dan djoega tentang hal-hal: (1) jang perloe oentoek mendjalankan Osamu Seirei atau Osamu Kanrei; (2) jang perloe oentoek mendjaga keamanan dan ketertiban oemoem. '''Pasal 6.''' Osamu Seirei tidak boleh dioebah oleh Osamu Kanrei. Osamu Seirei atau Osamu Kanrei tidak boleh dioebah oler Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei atau Tokubetusirei. '''Pasal 7.''' Osamu Seirei diberi tanggal serta ditanda tangani oleh Gunsireikan. Osamu Kanrei diberi tanggal serta ditanda tangani oleh Gunseikan. Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei masing-masing diberi tanggal dan ditanda tangani bertoeroet-toeroet oleh Syuu- tyookan, Koo, Kooti-zimukyoku-tyookan dan Tokubetusi-tyoo. '''Pasal 8.''' Osamu Seirei dan Osamu Kanrei diberi nomor-toeroetan menoeroet waktoe pengoemoemannja tiap-tiap tahoen. Syuurei, Koorei, Kootizimukyokurei dan Tokubetusirei masing-masing haroes ditambah bertoeroet-toeroet: dengan nama Syuu, Kooti, Kooti-zimukyoku dan Tokubetusi serta diberi nomor-toeroetan menoeroet waktoe pengoemoemannja tiap-tiap tahoen. '''Pasal 9.''' Osamu Seirei dan Osamu Kanrei dioemoemkan dengan tjara menempelkan oendang-oendang aslinja jang tertoelis dengan bahasa Nippon pada papan pengoemoeman di Gunseikanbu. Demikian djoega Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei dioemoemkan dengan tjara menempelkan peratoeran aslinja jang tertoelis dengan bahasa Nippon pada papan pengoemoeman dikantornja masing-masing. '''Pasal tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Oendang-oendang jang telah dioemoemkan oleh Gunsireikan sebeloem oendang-oendang ini berlakoe, kekoeatannja sama dengan Osamu Seirei jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini. Demikian djoega Syuurei atau Tokubetusirei jang telah dioemoemkan oleh Syuu-tyookan atau Tokubetusi-tyoo sebeloem oendang-oendang ini berlakoe, kekoeatannja sama dengan Syuurei atau Tokubetusirei jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini. Pasal 4 atoeran Syuu dan pasal 4 atoeran Tokubetusi jang ditetapkan dalam Oendang-oendang No. 28 dihapoeskan. ----Batavia, tanggal 5, boelan 10, tahoen Syoowa 17 (2602). Panglima Besar Balatentera Dai Nippon. ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Osamu Seirei | |治政令 | | |Oendang-oendang Osamu |Undang-undang Osamu | | |- |Osamu |治 |治 | |osamu | | | |[[wikipedia:Tsūshōgō|Tsūshōgō]] dari [[w:Angkatan_Darat_ke-16_(Jepang)|Angkatan Darat ke-16]] |- |Gunsireikan | |軍司令官 | |gunsireikan |Panglima Besar Balatentera |Panglima Besar Balatentara | | |- |Gunseirei | |軍政令 | | | | | |Peraturan militer |- |Osamu Kanrei | |治慣例 | | |Oendang-oendang Pemerintah Osamu |Undang-undang Pemerintah Osamu | | |- |Syuurei | |州令 | |shūrei |Peratoeran Syuu |Peraturan Syuu | |Peraturan Keresidenan |- |Koorei | |公令 | |kōrei |Angger-angger Kooti |Angger-angger Kooti | | |- |Kooti-zimukyokurei | |公地事務局令 | |kōchi-jimukyokurei |Peratoeran Kooti-zimukyoku |Peraturan Kooti-zimukyoku | | |- |Tokubetusirei | |特別市令 | |tokubetsushirei |Peratoeran Tokubetusi |Peraturan Tokubetusi | | |- |Syuu-tyookan | |州長官 | |shūchōkan | | | | |- |Koo | |公 | |kō | | | | |- |Kooti-zimukyoku-tyookan | |公地事務局長官 | |kōchi-jimukyoku-chōkan | | | | |- |Tokubetusi-tyoo | |特別市長 | |tokubetsushi-chō | | | | |} 712p70yi5od7y088e5cbjafnqishbnx Oendang-oendang Nomor 2 0 68730 302292 302278 2026-07-09T12:14:30Z Ateofen 26483 302292 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OENDANG-OENDANG No. 2.''' Dari Balatentera Dai Nippon. ----Balatentera Nippon mempermakloemkan Oendang-oendang seperti terseboet dibawah ini, dengan maksoed agar soepaja mendatangkan keamanan dan kesentosaan dengan segera dan melindoengi hak dan harta benda rakjat oemoem jang tidak berdosa. 1. TENTANG KEAMANAN MASJARAKAT. '''Pasal 1.''' Barang siapa jang menjimpan obat letoesan, senapan, bedil dsb. haroes datang membawa itoe selekas-lekasnja kepada kantor besar pemerintahan balatentera atau sesoeatoe kantor oeroesan pemerintahan balatentera. Djikalau barang siapa djoega melalaikan membawa itoe atau menjemboenjikan itoe dihoekoem berat. '''Pasal 2.''' Sementara waktoe dilarang keras berboeat seperti terseboet dibawah ini : a) berserikat, berkoempoel, berpropaganda bagi moesoeh dan menempel kertas gambar atau toelisan. b) menjiarkan kabar angin atau omong kosong. c) menjeberang kepoelau seberang bagi siapa jang tidak mendapat izin dari balatentera Nippon d) mendengarkan siaran radio moesoeh. e) meroesakkan atau membawa lari segala barang jang dizegel oleh balatentera Nippon. '''Pasal 3.''' Dilarang keras mengambil, mentjoeri atau merampas baran- barang jang tidak ada jang mempoenjai atau jang mendjaga. Barang siapa melakoekan pentjoerian demikian akan dihoekoem paling berat. Barang siapa mendapat atau merampas barang-barang atau oeang orang lain, haroes mengembalikan itoe kepada jang mempoenjai asal tadi. Djikalau dia soedah mengembalikan itoe, dosanja dimaafkan. '''Pasal 4.''' Sementara waktoe sekalian pendoedoek dilarang keloear dari poekoel 8 malam sampai poekoel 6 pagi, melainkan jang membawa soerat izin dari balatentera Nippon. '''Pasal 5.''' Barang siapa jang meroesakkan segala bangoenan-bangoenan seperti penggalian logam hasil tanah, paberik-paberiknja, bendoengan pengairan, perkakas dan alat mesin-mesin, gedoeng-gedoeng, tetanaman dan sebagainja mendapat hoekoeman jang berat. '''Pasal 6.''' Sekalian pegawai Pemerintah jang laloe dan sekalian rakjat hendaklah selekas-lekasnja moelai melakoekan kewadjibannja masing-masing seperti sediakala. '''Pasal 7.''' Koeasa dari berbagai-bagai peroesahaan, seperti import dan export, perdagangan besar, paberik-paberik (termasoek djoega penggilingan padi), peroesahaan tetanaman (termasoek djoega peroesahaan goela), pengangkoetan barang, pengoeroesan goedang, diwadjibkan menjampaikan selekas-lekasnja tempat dan banjaknja simpanan barang <u>kepada Kantor-besar Pemerintah Balatentera Dai Nippon, serta haroes mendapat izin dari Kantor-besar itoe oentoek memindahkan harang-barang itoe ketempat lain atau ketangan orang lain</u>. Keterangan: misalnja, barang tenoen, benang djahit, benang tenoen, barang besi (seng, pakoe, besi pelat, kawat besi), cement, korek api, gemoek jang mengandoeng phosphor, obat boeat masak karet, karoeng goeni, djagoeng, koelit kina, kinine, djarak, barang boeat masak koelit, koelit sapi, copra, minjak kelapa. 2. TENTANG KEOEANGAN. '''Pasal 8.''' Dilarang keras berboeat sesoeatoe perboeatan jang dapat menimboelkan kekatjauan dalam perekonomian dan keoeangan, misalnja: membawa lari, membakar atau menjemboenjikan harta benda seperti oeang mas dan perak, soerat-soerat jang berharga, boekoe-boekoe dan sebagainja jang dipegang oleh bank-bank atau badan-badan lain jang bersangkoetan dengan peredaran oeang. '''Pasal 9.''' Sementara waktoe pekerdjaan bank-bank diperhentikan. Maka sekalian koeasa dari bank-bank haroes menghadap selekas-lekasnja kekantor pemerintah Balatentera oentoek menerima keterangan dan menoenggoe perintahnja boeat mengerdjakan lagi. '''Pasal 10.''' Sementara waktoe dilarang keras memindahkan ketangan lain harta benda jang tidak bergerak, soerat-soerat jang berharga oeang, oeang simpanan di bank dsb. dengan tidak mendapat izin lebih dahoeloe dari Balatentera Nippon. 3. TENTANG OEANG KERTAS DAN OEANG KETJIL. '''Pasal 11.''' Diseloeroeh daerah jang telah didoedoeki Balȧtentera Nippon, oeang kertas militer dan oeang roepiah haroes digoenakan sebagai oeang jang sah. Matjam oeang kertas militer ditetapkan ada 7 (toedjoeh) roepa : jaitoe ƒ10.— (sepoeloeh roepiah) , ƒ5.— (lima roepiah), ƒ1.— (satoe roepiah), 50 sen, 10 sen, 5 sen, dan 1 sen. '''Pasal 12.''' Dilarang keras memakai oeang lain dari pada oeang militer dan oeang roepiah, akan tetapi oeang ketji jang dikeloearkan oleh Pemerintah Nippon jang berharga 10. sen, 5 sen dan 1 sen haroes djoega digoenakan sebagai oeang sah. '''Pasal 13.''' Dilarang poela berboeat perboeatan-perboeatan jang berikoet : a. mengganggoe peredaran oeang militer dan oeang roepiah. b. membajar atau menerima oeang lain dari pada oeang militer dan oeang roepiah. c. memalsoe, mengoebah ataupoen memboeang oeang militer dan oeang roepiah. d. mengatjaukan perimbangan persamaan harga oeang kertas militer dan oeang roepiah, atau menoekar oeang dengan maksoed akan mentjari keoentoengan. e. <s>menjimpan atau menjemboenjikan oeang kertas dan oeang ketjil, baik jang diterbitkan oleh Pemerintah Nippon maoepoen oleh Pemerintah jang laloe, jang harganja ƒ1.— (satoe roepiah) kebawah, djikalau djoemlahnja lebih dari ƒ100.— ( seratoes roepiah).</s> <u>menjimpan atau menjemboenjikan oeang kertas dan orang logam<sup>2)</sup> jang dikeloearkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda begitoe poela oeang kertas militer jang harganja ƒ 1 (satoe roepiah) kebawah (demikian djoega oeang ketjil<sup>3)</sup> jang dikeloearkan oleh Pemerintah Nippon), djikalau djoemlahnja lebih dari ƒ 100.- (seratoes roepiah).</u> 4. TENTANG HARGA BARANG. '''Pasal 14.''' Dilarang keras menerima atau mendjandjikan harga barang, oepah, sewa tanah dan sewa roemah kalau lebih tinggi dari harga pada 1 Januari 1942. '''Pasal 15.''' Dilarang keras mendjoeal dan mengoempoelkan barang-barang jang dilakoekan dengan maksoed akan mentjahari keoentoengan jang tidak patoet, lagi poela menahan barang- barang dagangan atau mengerdjakan perantaraan dalam perdagangan sematjam itoe. 5. TENTANG PERDAGANGAN DENGAN LOEAR NEGERI. '''Pasal 16.''' Oentoek sementara waktoe dilarang memasoekkan dan mengeloearkan segala matjam barangbarang, baik antara poelau-poelau dalam negeri maoepoen dengan loear negeri. '''Pasal 17.''' Oentoek sementara waktoe dilarang poela mengirimkan dan memasoekkan oeang, jaitoe melakoekan pembajaran dengan wissel, cheque, soerat oeang dan lain-lain. '''Pasal 18.''' Dilarang menerima atau memindahkan ketangan lain segala oetang-pioetang kepada orang jang berada diloear negeri dan soerat-soerat jang berharga, misalnja boekoe simpanan oeang dalam bank. 6. TENTANG PERHOEBOENGAN DAN PERKENDARAAN. '''Pasal 19.''' Dilarang keras membinasakan atau meroesakkan segala matjam alat kendaraan baik bagi di- darat, diair, maoepoen dioedara, bangoenan listrik dan alat perhoeboengan, misalnja : kapal dan perahoe jang dipakai dilaoet dan disoengai, djalan kereta api, djalan trem listrik kereta dan pedati, automobiel, djalan biasa, djembatan pelaboehan, alat penghidoep tenaga listrik. pengaliran air minoem, gas. penerangan listrik. tilpon, tempat simpanan bensin dan segala matjam peralatan perhoeboengan dan perkendaraan. '''Pasal 20.''' Sekalian pegawai Pemerintah jang laloe dan barang siapapoen djoega jang memegang pekerdjaan berhoeboeng dengan peralatan terseboet dalam pasal 19 haroes kembali selekas-lekasnja ketempat pekerdjaanja dan melakoekan kewadjibannja masing-masing seperti sediakala. '''Pasal 21.''' Sekalian wakil dan koeasa dari segala peroesahaan perkendaraan, baik didarat, diair, maoepoen dioedara, begitoe poela perhoeboengan kabar, peroesahaan listrik, dengan segera haroes menjampaikan daftar-daftar jang lengkap tentang segala hal peroesahaannja kepada Pemerintah Balatentera. '''Pasal 22.''' Barang siapa jang melanggar atoeran jang terseboet dalam Oendang-oendang ini, dan memberi keterangan jang tidak benar akan mendapat hoekoeman berat '''Pasal 23.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe semendjak dioemoemkan. ----Batavia-C. , 8 Maart 2602. Pembesar Balatentera Dai Nippon. ---- ----Pendjelasan Oendang-oendang No. 2, pasal 11. Tentang menjiarkan kabar angin dan omong kosong. ----Menoeroet Oendang-oendang No. 2 jang telah dioemoemkan oleh Balatentera Dai Nippon jang menerangkan pada pasal 11 (b) jang boenjinja „Sementara waktoe dilarang keras“ berboeat „Menjiarkan, kabar angin atau omong kosong“ Oleh karena omong kosong dapat mengganggoe keamanan rakjat. Dan mereka jang menjiarkan omong kosong akan dihoekoem dengan berat sekali. Haroeslah hati-hati dengan perkataan toean-toean dan njonja-njonja !Tenangkanlah hati toean-toean dan njonja-njonja !! Pertjajalah pada Pemerintahan Balatentera Nippon jang adil dan keras poela memegang disiplin. Oleh sebab itoe djanganlah mendengar kabar jang kosong. Ingatlah bahwa barang siapa jang mengadakan kabar bohong akan dihoekoem berat, tetapi boekan sadja jang mengatakannja, djoega jang menjiarkannja poen akan mendapat hoekoeman. ----Batavia, 31-3-1942. Balatentera Dai Nippon. ---- ----'''PEMBETOELAN.''' '''PEMBETOELAN OENDANG-OENDANG No. 2 TAHOEN 2602.''' Dalam Oendang-oendang No. 2, tahoen 2602, pasal 7, ajat 1, sesoedah kata-kata „simpanan barang“ haroes ditambahkan jang dibawah ini: <blockquote>„kepada Kantor-besar Pemerintah Balatentera Dai Nippon, serta haroes mendapat izin dari Kantor-besar itoe oentoek memindahkan harang-barang itoe ketempat lain atau ketangan orang lain.“</blockquote> ----'''PEMBETOELAN.''' '''Pembetoelan Oendang-oendang No. 2 tahoen 2602''' Oendang-oendang No. 2 jang dioemoemkan pada tanggal 8, boelan 3, tahoen 2602, bahagian 3, pasal 13 e, seharoesnja dibatja sebagai berikoet: <blockquote>„menjimpan atau menjemboenjikan oeang kertas dan orang logam<sup>2)</sup> jang dikeloearkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda begitoe poela oeang kertas militer jang harganja ƒ 1 (satoe roepiah) kebawah (demikian djoega oeang ketjil<sup>3)</sup> jang dikeloearkan oleh Pemerintah Nippon), djikalau djoemlahnja lebih dari ƒ 100.- (seratoes roepiah).“ </blockquote>Tjatatan Red. <sup>1)</sup> Lihat Kan Poo Nomor Istimewa, halaman 8. <sup>2)</sup> „Oeang logam“ berarti segala matjam oeang jang diboeat dari segala roepa logam. <sup>3)</sup> Lihat pasal 12, Oendang-oendang No. 2. („oeang ketji jang dikeloearkan oleh Pemerintah Nippon jang berharga 10 sen, 5 sen dan 1 sen haroes djoega digoenakan sebagai oeang sah.“) bh7cp7htthk95ac341f85s9nrzb591z Oendang-oendang Nomor 13 0 68737 302295 198662 2026-07-09T13:06:01Z Ateofen 26483 302295 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OENDANG-OENDANG No. 13.''' TENTANG Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah. ----'''Pasal 1.''' Kantor-kantor Pemerintah di Djawa dan Madoera jang terseboet dibawah ini akan diboeka pada tanggal 29 April 1942 dan selandjoetnja. (1) Segala Kantor jang mengoeroes keoeangan Pemerintah; Kantor-kantor Pemeriksaan Keoeangan (Administratiekantoren) Kantor-poesat Pembèrèsan Keoeangan (Centraal Remisekantoor) Kantor-kantor Kas Negeri ('s Landskassen). (2) Segala Kantor Pemerintah jang mengoeroes Padjak, Beja dan Tjoekai; Kantor-kantor Penetapan Padjak (Inspecties van Financiën) Kantor-kantor Pemeriksaan Padjak (Belasting-Accountantskantoren) Kantor-Kantor Padjak Tanah di Daerah-daerah dan di Tjabang-tjabang (Kantoren Landrente-Afdeelingen en Plaatselijke Land-rente-kantoren) Kantor-kantor Beja dan Tjoekai di Daerah-daerah dan di Tjabang-tjabang (Kantoren In- en Uitvoerrechten en Accijnzen-Afdeelingen en In- en Uitvoerrechten en Accijnzen-kantoren) [Oentoek sementara waktoe Beja (In- en Uitvoerrechten) tidak oesah dioeroes]. (3) Kantor-kantor peroesahaan Monopoli Pemerintah; Kantor-poesat Regie Tjandoe dan Garam (Hoofdkantoor Opium- en Zoutregie) Kantor Pemboeatan Garam Madoera (Madoera Zoutwinning) Paberik Tjandoe (Opiumfabriek). Segala Kantor Pemerintah jang mengoeroes Gadai; Kantor-poesat Pendjabatan Gadai (Hoofd- kantoor van den Pandhuisdienst) Roemah-roemah Gadai (Pandhuizen) . '''Pasal 2.''' Kantor Besar Pemerintah Balatentera Dai Nippon mengawas-awasi dan memeriksa segala oeroesan dan pekerdjaan Kantor-kantor jang termaktoeb didalam pasal 1. '''Keoeangan Pemerintah.''' '''Pasal 3.''' Pembajaran-pembajaran jang terseboet dibawah ini dilarang: (1) Pembajaran oentoek soerat-soerat pembajaran (mandaten en betalingsorders) , jang diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda jang laloe; (2) Pembajaran pokok dan boenga-boenga Oetang Hindia Belanda (Indische Leening), jang diboeat oleh Pemerintah Hindia Belanda jang laloe; (3) Pembajaran pensioen dan onderstand dan segala matjam anoegerah boelanan atau tahoenan, jang diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda jang laloe; (4) Pembajaran oentoek soerat-soerat pembajaran (mandaten en betalingsorders), jang diberikan oleh Kantor-kantor Pemerintahan Daerah (Openbare Kantoren van Locale Gemeenschappen) diloear Djawa dan Madoera. '''Pasal 4.''' Oeang sah, jang diterima Kantor-kantor Pemerintah, ialah oeang Balatentera Dai Nippon (beroepa kertas roepiahan dan kertas senan), oeang ketjil Pemerintah Dai Nippon (beroepa alluminium dari 10 sen, 5 sen dan 1 sen), oeang kertas dari Javasche Bank dan oeang Pemerintah doeloe. '''Padjak.''' '''Pasal 5.''' Penetapan Padjak Penghasilan (Inkomstenbelasting) , Padjak Kekajaan (Vermogensbelasting), Padjak Roemah Tangga (Personeele belasting) dan Padjak Keoentoengan Perang (Oorlogswinstbelasting), (terketjoeali dari Badan-badan Hoekoem atau Rechtspersonen) boeat Tahoen-padjak ini haroes dilakoekan setjara berikoet. (1) Djikalau djoemlah, jang terseboet didalam soerat repotan padjak (aangiftebiljet) oentoek tahoen ini, lebih dari djoemlah jang ditetapkan oentoek tahoen jang laloe, maka padjaknja haroes dikenakan menoeroet djoemlah jang terseboet doeloean. (2) Djikalau djoemlah, jang terseboet didalam soerat repotan padjak (aangiftebiljet) oentoek tahoen ini, koerang dari djoemlah jang ditetapkan oentoek tahoen jang laloe, maka padjaknja haroes dikenakan menoeroet djoemlah jang terseboet belakangan. (3) Djikalau soerat penetapan padjak (aanslag-biljet) soedah dikirimkan, maka djoemlah jang diseboet didalamnja, haroes dipoengoet. '''Pasal 6.''' Segala soerat penetapan padjak, jang diberikan oleh Kantor-kantor atas koeasa Pemerintah Hindia Belanda jang laloe, haroes diakoe sah sebagai diberikan oleh Kantor-kantor dibawah koeasa Pemerintah Balatentera Dai Nippon. '''Tjandoe.''' '''Pasal 7.''' Segala soerat perkenan (licentie) kepada kaoem pemadat, jang diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda jang laloe, haroes diakoe sah sebagai diberikan oleh Pemerintah Balatentera Dai Nippon. '''Gadai'''. '''Pasal 8.''' Segala soerat gadai, jang diberikan oleh Roemah-roemah Gadai afas koeasa Pemerintah Hindia Belanda jang laloe, diakoe sah oleh Pemerintah Balatentera Dai Nippon. '''Pasal 9.''' Djoemlah jang diberikan oleh Roemah-roemah Gadai boeat sementara waktoe tidak boleh lebih dari ƒ50.— (lima poeloeh roepiah) oentoek satoe potong barang gadai. '''Tambahan'''. Oendang-oendang ini akan berlakoe moelai pada hari dioemoemkan. ----Batavia, 29 April 1942. Pembesar Balatentera Dai Nippon. o05i2fqmw6krc52cj8bo2w4ul2aifvr Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603 0 68740 302301 198670 2026-07-09T13:19:34Z Ateofen 26483 302301 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OSAMU SEIREI No. 36''' Tentang Tyuuoo Sangi-in. ----'''Pasal 1.''' Dengan maksoed oentoek memadjoekan oesaha Pemerintah Balatentera dengan pesat dan tepat, maka diadakan Tyuuoo Sangi-in. Tyuuoo Sangi-in adalah dibawah penilikan langsoeng dari Saikoo Sikikan, dan tentang oeroesan pemerintahan, Tyuuoo Sangi-in memberi djawaban atas pertanjaan Saikoo Sikikan serta memadjoekan oesoel-oesoel kepada Saikoo Sikikan. '''Pasal 2.''' Tyuuoo Sangi-in tersoesoen dari Giin (Anggota) dan Tyuuoo Sangi-in Zimukyoku (Kantor oeroesan Tyuuoo Sangi-in — selandjoetnja dibawah ini diseboet Zimukyoku). '''Pasal 3.''' Jang mendjadi Giin Tyuuoo Sangi-in ialah orang jang diangkat oleh Saikoo Sikikan dari antara pendoedoek di Djawa, jang berwatak baik serta mempoenjai pengetahoean dan pendirian jang oetama, orang jang dipilih antara dan oleh anggota-anggota Syuu Sangi-kai atau Tokubetu Si Sangi-kai sendiri , dan djoega orang jang dioesoelkan oleh Koo. Banjaknja Giin ditetapkan sebagai terseboet dalam daftar jang dibawah ini. '''Pasal 4.''' Pada Tyuuoo Sangi-in diadakan seorang Gityoo (Ketoea) dan doea orang Huku Gityoo (Wakil ketoea), dan mereka itoe diangkat oleh Saikoo Sikikan dari antara tjalon-tjalon jang doea kali banjaknja Gityoo dan Huku Gityoo dan dipilih antara dan oleh anggota-anggota sendiri. '''Pasal 5.''' Pada Zimukyoku diadakan Kyokutyoo (Kepala Zimukyoku — selandjoetnja dibawah ini diseboet Zimukyoku-tyoo), dan ia diangkat oleh Saikoo Sikikan. Zimukyoku-tyoo memimpin serta mengoeroes pekerjaan Tyuuoo Sangi-in dan membantoe pekerjaan Gityoo. Soesoenan Zimukyoku dan hal-hal lainnja ditetapkan oleh Gunseikan, '''Pasal 6.''' Gunseikan boleh menjoeroeh pegawai Gunseikanbu hadir dan toeroet bersoeara dalam sidang, agar soepaja dapat memberi bantoean jang perloe oentoek memoedahkan djalan peroendingan dalam sidang Tyuuoo Sangi-in. '''Pasal 7.''' Panggilan, pemboekaan dan penoetoepan sidang Tyuuoo Sangi-in ditetapkan atas perintah Saikoo Sikikan. Tempat dan lamanja sidang ditetapkan oleh Saikoo Sikikan. '''Pasal 8.''' Gityoo memimpin dan mengatoer sidang Tyuuoo Sangi-in. Apabila Gityoo tidak dapat menghadiri sidang oleh karena sesoeatoe hal, maka Huku Gityoo mewakili Gityoo dalam djabatannja, dan djika Gityoo dan kedoea Huku Gityoo beralangan, maka salah seorang Giin jang ditoendjoekkan oleh Saikoo Sikikan mewakili Gityoo dalam djabatannja. Peratoeran tentang peroendingan dalam sidang ditetapkan dengan istimewa. '''Pasal 9.''' Peroendingan dalam sidang dipoetoeskan dengan soeara jang lebih dari separoeh dari banjaknja Giin jang berhimpoen, dan djika bilangan soeara Gin jang setoedjoe bersamaan dengan jang tidak setoedjoe, maka Gityoo memberi kepoetoesan. '''Pasal 10.''' Pertanjaan-pertanjaan Saikoo Sikikan kepada Tyuuoo Sang-in disampaikan dengan soerat kepada Gityoo dengan perantaraan Zimukyoku-tyoo, sedang rantjangan oesoel dari Giin disampaikan kepada Gityoo dengan perantaraan Zimukyoku-tyoo. '''Pasal 11.''' Segala soerat-soerat jang mengenai oeroesan sidang Tyuuoo Sangi- in, aslinja tertoelis dalam bahasa Nippon dan salinannja dalam bahasa Melajoe. Bahasa jang dipakai dalam sidang ialah bahasa Nippon atau bahasa Melajoe. '''Pasal 12.''' Lamanja djabatan Giin ialah satoe tahoen. Akan tetapi apabila diangkat seseorang anggota baroe oentoek mengisi djabatan jang lowong, maka lamanja djabatan itoe sama dengan sisa lamanja djabatan Giin jang digantinja. '''Pasal 13.''' Giin mendapat kehormatan tertinggi antara pendoedoek di Djawa, terketjoeali Koo dan pegawai negeri. Atoeran tentang oeang djabatan dan penggantian ongkos jang dikeloearkan Giin, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 5, boelan 9, tahoen Syoowa 18 (2603). Saikoo Sikikan. 2p491tggti9mrh9xo0rzamcfp7pbwqq Halaman:Perahu Madura.pdf/15 104 70621 302499 206162 2026-07-10T08:05:42Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 302499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>kan pulaunya sampai sepuluh bulan, ke daerah Aceh dan Malaysia. Akibatnya interaksinya, sekarang banyak perahu-perahunya yang berganti ke jenis perahu mesin yang disebut "kalotok". '''Persebarannya''' Pada awalnya orang Madura lebih senang hidup di daerah pantai, disebabkan oleh keadaan tanahnya yang kurang subur. Mereka hidup sebagai nelayan, dengan berkelompok dalam suatu desa nelayan. Oleh karena itu tidaklah mengherankan kalau di sepanjang pantai terdapat desa-desa nelayan yang 'besar dengan gugusan perahunya yang selalu siap mengarungi samudera. Kehidupan nelayan sangat tergantung dari keadaan laut, oleh karen itu laut merupakan hidup dan matinya nelayan. Menyadari akan ketergantungan hidupnya darJ laut, tidak mengherankan kalau setiap tahunnya diadakan selamatan Iaut, yang disebut "rokat tase' ". Karena ketenangan dan keganasan laut menjadi bagian hidupnya sehari-hari, hujan-badai, topan dan halilintar, maka kehidupan laut ini bermottokan "a bantal omba' asapo' angen", yang artinya berbantal ombak berselimut angin. Dari keadaan lingkup hidup demikian nelayan-nelayan Madura menjadi menyatu dengan alam, sehingga menimbulkan jiwa pasrah yang kadang-kadang pantas disebut "suatu keberanian". Pasrah dan berani merupakan jiwa nelayan Madura , tak gentar mengarungi badai dan gulungan ombak. Apabila mendapatkan tantangan alam ya ng luas dan ganas semacam di atas tidak menggetarkan dirinya, maka dalam menghadapi tantangan lainnya dianggap sebagai persoalan kecil saja. Jiwa yang demikian kemudian menjadi watak ora ng Madura, dan dalam wujud lahirnya, orang Madura suka berbicara a tau menyatakan sesuatu apa adanya secara blak-blakan , tanpa bumbu dan bedak. Oleh karena itu tampaknya menjadi "kasar". "Kekasaran" ini nampak pula pada kehidupan para nelayan, pada bentuk perahu ataupun pada hiasan perahunya. Menurut sejarah telah ditulis dalam buku-buku etnologi, bahwa suku Madura tergolong ke dalam bangsa "de trekkers", yai tu suatu bangsa yang karena kehidupan di daerahnya tidak menguntungkan, tanah tidak subur, kemudian mencari penghidupan yang lebih baik ke luar daerahnya . Apabila dalam waktu lama keuntungan yang tertabung sudah cukup banyak, mereka pulang kampung dengan membangun, memperbaiki atau membeli rumah dan segala sesuatu yang diperlukan dalam hidupnya seperti : ternak, sawah dan ladang. Kare-<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 4cgm6onfiw8qilrv57pavwwky4u5bby Halaman:Perahu Madura.pdf/16 104 70622 302500 205493 2026-07-10T08:11:58Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 302500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>na keadaan alam yang demikian itulah suku Madura sejak semula dikenal sebagai suku pengembara. Nelayannyapun banyak yang berlayar mengarungi samudera, seperti para nelayan Raas dan Tonduk. Bahkan di pulau Gua-gua apabila tiba musim berlayar yang cukup lama, maka penghuninya adalah kaum ha wa saja beserta dengan anak-anaknya. Keberanian orang Madura dengan perahu-perahu layarnya sangat mentakjubkan. Keberanian ini didorong dan dilandasi oleh kebutuhan hidup dan jiwa pasrah. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila persebaran suku Madura ke seluruh tanah air pada dasarnya diawali oleh pelaut-pelautnya, yang dalam hal ini termasuk juga persebaran perahunya. Sejarah perahu Kaci' lain lagi. Perahu Kaci' ini adalah perahu khas Talang-Pamekasan bagian Timur ber batasan dengan Sumenep. Perahu-perahu Kaci' ini sejak jaman dahulu terbatas sekali, pernah berjumlah lima buah, dengan nama-nama seperti : l . Se Lanceng (jejaka), 2. Se Kangen (rindu), 3. Se Gambar (gambar), 4. Se Paraban (perawan), 5. Se Saob (sambar). Perahu Kaci' Se Paraban telah lenyap, karena tenggelam. Sejak kapan perahu-perahu Kaci' tersebut ada, sulit untuk ditelusuri, sebab telah beberapa kali perahu-perahu tersebut "diperbaiki kembali" tidaklah mungkin ada catatannya. Orang-orang tua di Talang menyatakan bahwa kebiasaan nelayan Talang, apabila perahu sudah "asar", artinya sudah tua, maka bagian-bagiannya yang rusak diganti dengan kayu baru. Walaupun perbaikan ini hampir menyeluruh, nama perahunya masih tetap dipertahankan. Terkecuali se Kangen, karena sudah mengalami beberapa kali perbaikan dan telah dijual ke "luar Talang", namanya berganti menjadi "Se Sinar" , yang sekarang berada di Aeng Panas, satu-satunya yang masih berada di Sumenep. Jadi perahu Kaci' tersebut, selama tidak ada aral melintang dan tetap ada di Talang, namanya akan terus-menerus dipakai. Secara adat kebiasaan Talang, 1000 tahunpun nama-nama perahu tersebut akan tetap-tetap saja, yaitu "Se Lanceng", "Se Gambar", dan "Se Saob". Oleh karena itu dalam memberikan nama, orang Talang melakukan semedi, atau "a sajja". Kalau perahu gole'an mengambil legen de asal dari karocok (seludang bunga kelapa), maka perahu Kaci' mengambil legende asal dari pellok (biji mangga). Menurut dongeng bahwa Adipoday waktu mendarat di pulau Sapudi naik karocok, yang kemudian secara turun-temurun di Madura bagian Timur dijelmakan menjadi perahu gole' an.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> flueoqk1egvunmydod3ld17qco0k3bp Halaman:Perahu Madura.pdf/12 104 71441 302494 206208 2026-07-10T08:02:48Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 302494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>cerita saja. Juga tidak disebutkan ketepatan tahunnya, sejak kapan di Madura ini dikenal ’’perahu bersayap”’, yaitu sejenis jukung yang bercadik, yang di Madura dikenal sebagai ’jukong” atau ’’sampan kateran”’. Padahal sampan berkater inilah yang dianggap asal-usul perahu Madura dengan segala jenisnya. Apabila kita ikuti alur buku sejarah bahwa perahu yang bersayap adalah perahu awal nenek moyang" bangsa Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa perahu-perahu bercadik di Indonesia, termasuk Madura, merupakan nenek moyang perahu Indonesia pula. Oleh ka- rena itu dapat disimpulkan sementara, bahwa perahu-perahu yang “tidak bercadik’”’ atau "tidak berkater’’, timbulnya lebih kemudian. Maka berdasarkan bentuk-bentuk yang masih ada pada perahu-perahu bercadik atau berkater, dibandingkan dengan bentuk-bentuk perahu yang tak bercadik, dengan persamaan-persamaan yang terdapat, diperkirakanlah bahwa mereka adalah seketurunan. Di tiap-tiap tempat sesuai dengan kondisi dan tradisinya, bentuk jukong berkater ini yang dalam perkembangannya, akhirnya terlihat berbagai variasi bentuk. Apabila mula-mula di masing-masing daerah semuanya memakai kater atau cadik, lama-kelamaan di beberapa tempat dengan pengalaman-pengalamannya, kemudian ada pula yang membuat sampan tak berkater. Dapatlah dikaji akan perkembangan perahu tersebut sebagai berikut: a. Perahu Padduwang dan Karoman di Legung adalah cakal-bakal sampan Les-ales atau Jabaran (di Pasean-Tamberu-Klampes dan Kwanyar) dengan puncak perkembangannya perahu Pegon dan Janggolan. b. Jukong Gambringan di Gili dan Sapudi, adalah cakal-bakal dari sampan Eder atau Jo-ijo di Tanjung-Bandaran dengan puncak perkembangannya perahu Glate. c. Sampan Patetedan di Legung adalah cakal-bakal sampan Gole’an (di Madura Timur) dengan puncak perkembangannya perahu Lete’ Dari beberapa peninggalan tersebut dapat pula diketengahkan bahwa urutan masa pembuatan perahu Madura dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Pembuatan perahu memakai kayu utuh. Karena kepandaian dan pengalaman, kayu tersebut dilubangi memanjang pada bagian tengahnya, sehingga terjadilah ’’polongan’’, sebagai bentuk jukung dengan berbagai modelnya.<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> bsqujf97p8iar89s9455a57skeqihbi Halaman:Perahu Madura.pdf/13 104 71442 302496 206210 2026-07-10T08:03:47Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 302496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>b. Agar dapat {{sic|berlayaragak|berlayar agak}} ke tengah haruslah lebih mantap keseimbangannya. Untuk menjamin keseimbangan, maka jukung tersebut diberi cadik. Ada yang bercadik sebelah, ada bercadik dua belah, bahkan ada yang bercadik-kater rangkap. c. Setelah pandai membuat perahu dengan titik tumpu dan keseimbangan yang mantap, masih juga membuat jukong tanpa cadik, terjadilah sampan dan perahu. d. Perkembangan selanjutnya adalah pembuatan sampan-sampan atau perahu-perahu dengan teknik menyambung papan kayu, karena dianggap lebih murah dan praktis bila dibandingkan dengan melubangi kayu besar, Disamping itu kayu besar sebagai bahan perahu, makin lama makin sulit didapat. e. Perkembangan selanjutnya yaitu menuju pada pembuatan perahu besar untuk pelayaran samudera, seperti jenis Kaci’, Lete, Glate, Pegon, dan Janggolan. f. Sedang perkembangan sampai saat ini ialah dilengkapinya perahu atau sampan-sampan tersebut dengan mesin, Akibatnya banyak yang menyesuaikan badan sampannya kearah tipe kapal dari Barat. Kapan dan sejak kapan, Tahun berapa sampai tahun berapa tahapan-tahapan tersebut, penulis tidak dapat memberi kepastian, sebab sisa-sisa tiap tahapan selalu masih juga ada sampai sekarang ini. Dalam cerita dan sejarah Madura yang mempunyai kaitan dengan soal perahu tidak banyak kita temukan. Kaitan-kaitannya akan berpangkal pada interaksi dengan perahu luar Madura, sehingga kemungkinan membawa pengaruh kepada bentuk-bentuk perahu Madura, masih memerlukan bukti. Sejauh mana kehadiran perahu asing bisa mempengaruhi bentuk perahu Madura, masih perlu dipelajari lebih mendalam. Pada sekitar tahun 1292 Raden Wijaya pergi ke Madura-Sumenep, kemudian kembali lagi ke Jawa mendirikan kerajaan Mojopahit, mengendarai perahu jenis apa dengan bentuk bagaimana juga tidak disebutkan. Demikian pula perjalanan Jokotole dan Jokowedi pada sekitar tahun 1425 dari Madura ke Gresik, naik perahu "tambangan" jenis apa juga tidak disebutkan. Tak terkecuali penyerangan tentara Bali ke Madura—Sumenep mempergunakan jenis perahu apa, tidak ada sama sekali sisa-sisanya, padahal semua perahunya dirusakkan di pantai Sumenep. Pendeknya sejarah perahu di Madura sulit untuk ditelusuri,<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> 47817kubk7m27tc1iaa9vrkl3mu5i9w Halaman:Perahu Madura.pdf/14 104 71443 302497 206161 2026-07-10T08:04:40Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 302497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>Tempat-tempat yang mempunyai kaitan dengan sejarah keperahuanpun tidak banyak kita temukan di Madura. Di Legung (Sumenep) sebelum jaman kemerdekaan pernah jaya suatu jenis perahu besar yang disebut ’’Padduwang’’. Padduwang merupakan bentuk terakhir perahu besar bercadik ganda, umurnya hanya sampai tahun 1949, kemudian rusak. Bekas-bekas perahu ini dipagari dengan aman di Legung, bahkan dikeramatkan sampai sekarang. Jenis lain yang lebih kecil adalah perahu ’’Karoman’’, juga merupakan jenis terakhir yang masih dapat kita lihat sisa-sisanya sebanyak dua buah di Legung. Di desa Muangan dekat Nambakor Sumenep, pada saat sekarang kadang-kadang masih terdapat sisa-sisa perahu kuno yang tidak dapat direkonstruksikan lagi bentuknya. Rupanya daerah-daerah tersebut merupakan ’’pembuangan’”’ sampan rusak dari pelabuhan Sarokah di dekatnya, dimana banyak perahu besar berlabuh pada masa lampau. Sedangkan desa Pabian, kota Sumenep, merupakan tempat memungut bea masuk perahu pada jaman lampau, melalui sungai Marengan yang dalam. Tetapi pada jaman sekarang sungai tersebut dangkal sekali, sehingga perahu mundur sejauh sepuluh kilometer. Desa Jung Cang-cang (Pamekasan) juga mempunyai sejarah sebagai tempat penambatan perahu-perahu pada jaman lampau. Tetapi sekarang tempat tersebut telah jauh dari tempat perahu. Di Pinggirpapas Sumenep ada sebuah makam yang disebut ’’Bju’-Perrang”’ dikeramatkan. Di dekatnya pada masa lalu ada sisa-sisa jukung kuno, Menurut kepercayaan, diceritakan bahwa juga Buju’ Perrang tersebut adalah pahlawan Bali yang berperang melawan Pangeran Lor dan Pangeran Wetan, kemungkinan menaiki jukung tersebut. Di setiap pelabuhan besar, dapat ditelusuri dan dicari sisa-sisa perahu kuno yang berukir. Edy Setiawan SH, banyak menyimpan bagian badan perahu kuno berukir. Dari motip ukirannya dapat ditarik kesimpulan perwatakan nelayan pada masa yang lalu. Tetapi kesemuanya tidak ada yang dapat menunjukkan angka tahun yang pasti. Di beberapa pulau bagian timur Madura juga memiliki sejarah keperahuan tersendiri. Sapeken adalah tempat pasar, dimana sepekan sekali perahu-perahu dari segala jurusan dan pulau sekitarnya berlabuh. Oleh karena itu bentuk-bentuk perahunya memiliki kemiripan, Jukung Tiga roda mirip dengan perahu Sande Makasar, Raas dan Tonduk banyak memiliki perahu, yang apabila berlayar meninggal-<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> l84838420h0kcfejyfwbxjbrs8zpzex Halaman:Macao Po.pdf/7 104 89003 302332 255393 2026-07-10T02:33:27Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 302332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Larger|{{c|'''''Sedikit Oetjapan'''''}}}} {{Dropinitial|'''P'''}}{{sp|ELATJOERAN}} ada satoe penjakit doenia jang telah berákar. Manoesia dan Binatang sebenernja terpisah tida ada selembar ramboet. Bedanja, manoesia bisa toetoepin toeboehnja dengen pakean dan pranginja dengen jang dikata ’{{sp|kesopanan}}’, sedeng Binatang tida. Binatang dalem kewadjibannja tertampak sanget menjolok, tapi marika ikoetin angger-angger alam dengen tertip, menoeroet tempo dan wates. Tapi manoesia {{...|6}} ? Ah, manoesia boleh {{sp|maloe}} pada diri sendiri! {{r|ROMANO.}}<noinclude></noinclude> jxyhj5ic2arvbfz92ybk6o4nd9s3gga Halaman:Macao Po.pdf/99 104 89229 302333 256346 2026-07-10T02:37:30Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 302333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|'{{sp|MACAO-PO}}'||97}}</noinclude>Ini negri akoe soedah dibikin kotor oleh segala manoesia binatang. Njata akoe soedah terdjoeal oleh njonja Wong-fat, itoe njonja jang ambil akoe poenja diri dari kaoe, iboe dan bapa serta soedara-soedarakoe jang tertjinta. Akoe tida ada moeka aken kombali berhadepan dengen kaoe orang lagi di ini alam doenia, kerna akoe inget pada kaoe poenja peringetan, waktoe akoe aken tinggalken Hongkong, jang mana dengen beriken itoe tjintjin jang teroekir dengen itoe hoeroef „kesoetjian” kaoe soedah bilang, jang kaoe senantiasa masih hargaken akoe poenja kesoetjian apabila akoe kombali lagi ka tempat kelahirankoe. Njata akoe tida bisa hargaken kaoe poenja pengharepan itoe, iboe{{...|12}} Soekalah kaoe ampoenken padakoe, och iboe {{...|10}} kita nanti ketemoe di laen doenia{{...|7}} {{Block right|align=left|dari kaoe poenja <br>'''Kong A-moay'''}} {{c|{{sp|'''TAMAT'''}}.}}<noinclude></noinclude> 1v21h6mvlov6n53psbz2e9iz9jpx055 Halaman:Macao Po.pdf/93 104 90223 302330 258604 2026-07-10T02:30:34Z Iripseudocorus 23824 302330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Roniyronron" />{{rh|{{sp|''''MACAO - PO''''}}||'''91'''}}</noinclude>lamanja tiga hari blakangan ini di Sindanglaja....” „A-moay......” „Kaoe nanti merasa menjesel dan djidji serta bentjikan akoe......” „Tida...... tida, biar bagimana djoega akoe tida bisa bentjiken padamoe, kerna akoe taoe jang itoe semoea ada dilakoeken dengen paksa’an oleh itoe kawanan Andjing Alasan. Bitjaralah apa jang kaoe ingin bitjaraken padakoe......” „Toean King-san........” berkata A-moay lagi, sambil bawa dirinja ka satoe podjokan dari itoe roeangan tahanan, soepaja apa jang ia maoe bitjaraken tida dapet didenger oleh jang laen-laen...... „Akoe djoega soedah...... tjintaken padamoe di itoe maleman djoega waktoe pertama kali akoe dapet meliat parasmoe. Akoe poen tida loepa boeat matoerken akoe poenja trima kasih jang kaoe soedah lolosken dirikoe dari tjangkremannja itoe kawanan Andjing. Tapi akoe...... akoe tida ada harga lagi boet bisa menjintain kaoe, satoe orang jang terhormat dan moelia, kerna akoe poeja toeboeh sekarang soedah boekan satoe toeboeh jang bersih lagi...... kotor...... sanget kotor boeat boleh mendeketin padamoe......” A-moay poenja napas kliatan berombak naek-toeroen dengan tjepet. „Dibikin kotor oleh......” „Oleh itoe sekean manoesia binatang......” meneroesken King-san, sambil darahnja keliatan naek di atas kepalanja, bahna marahnja terhadep perboeatannja itoe sekalian Andjing-andjing gladak jang meroepaken dirinja sebagi manoesia kedjem... Selagi A-moay dan King-san berada di itoe podjokan, itoe politie jang tadi anterken pada King-san, telah dateng kombali dengen...... bawa sa-<noinclude></noinclude> ixdcye6w1ckcg42n42org385shvtxhl 302331 302330 2026-07-10T02:31:18Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 302331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" />{{rh|{{sp|''''MACAO - PO''''}}||'''91'''}}</noinclude>lamanja tiga hari blakangan ini di Sindanglaja....” „A-moay......” „Kaoe nanti merasa menjesel dan djidji serta bentjikan akoe......” „Tida...... tida, biar bagimana djoega akoe tida bisa bentjiken padamoe, kerna akoe taoe jang itoe semoea ada dilakoeken dengen paksa’an oleh itoe kawanan Andjing Alasan. Bitjaralah apa jang kaoe ingin bitjaraken padakoe......” „Toean King-san........” berkata A-moay lagi, sambil bawa dirinja ka satoe podjokan dari itoe roeangan tahanan, soepaja apa jang ia maoe bitjaraken tida dapet didenger oleh jang laen-laen...... „Akoe djoega soedah...... tjintaken padamoe di itoe maleman djoega waktoe pertama kali akoe dapet meliat parasmoe. Akoe poen tida loepa boeat matoerken akoe poenja trima kasih jang kaoe soedah lolosken dirikoe dari tjangkremannja itoe kawanan Andjing. Tapi akoe...... akoe tida ada harga lagi boet bisa menjintain kaoe, satoe orang jang terhormat dan moelia, kerna akoe poeja toeboeh sekarang soedah boekan satoe toeboeh jang bersih lagi...... kotor...... sanget kotor boeat boleh mendeketin padamoe......” A-moay poenja napas kliatan berombak naek-toeroen dengan tjepet. „Dibikin kotor oleh......” „Oleh itoe sekean manoesia binatang......” meneroesken King-san, sambil darahnja keliatan naek di atas kepalanja, bahna marahnja terhadep perboeatannja itoe sekalian Andjing-andjing gladak jang meroepaken dirinja sebagi manoesia kedjem... Selagi A-moay dan King-san berada di itoe podjokan, itoe politie jang tadi anterken pada King-san, telah dateng kombali dengen...... bawa {{hws|sa|satoe}}<noinclude></noinclude> jvu0mhkehmxa856i6zgc336y66ymbh6 Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/21 104 91797 302412 261503 2026-07-10T05:23:33Z Ulumarifah 16349 /* Tervalidasi */ 302412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ulumarifah" /></noinclude>Malam itu menteri To lokong kelihatan berun ding secara rahasia serius dengan staf serta petugas yg akan menerima tugas berat itu Sampai larut malam menteri To lokong mengadakan rapat. Mereka telah memilih petugas2 Jibaku yg dapat dipertanggung jawabkan kesetiannya. Segala perlengkapan pun telah disiapkan dan diatur se baik2nya. Apakah sesungguhuya tipu muslihat menteri Tolo kong itu ? Tidak lain adalah hendak membeli hati Kansin Bang hong untuk mencelakakan Tek ceng. Dalam rombongan penghantar upeti itu disertakan pula ber peti2 barang² perhiasan, sutera kembang, batu2 berharga serta uang mas yg dialamatkan kepada Durna Bang hong. Sepucuk surat rahasia disiapkan pula yg isinya meminta bantuan si durna itu untuk melenyapkan jiwa raja muda Peng see ong Tek ceng. Inilah taktik atau tipu muslihat menteri Tolo kongmyg disebut NABOK NYILIH TANGAN atau Lem par batu sembunyi tangan Meminjam Durna Bang hong untuk mencelakakan jiwa Tek ceng. Apakah akan berhasil muslihat menteri Tolo kong itu ? Wallahu alam, kita ikuti saja kisah-ini !<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> clqru95c6ahq58bzj1bfaqwfcdcofql 302413 302412 2026-07-10T05:24:01Z Ulumarifah 16349 302413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ulumarifah" /></noinclude>Malam itu menteri To lokong kelihatan berun ding secara rahasia serius dengan staf serta petugas yg akan menerima tugas berat itu Sampai larut malam menteri To lokong mengadakan rapat. Mereka telah memilih petugas2 Jibaku yg dapat dipertanggung jawabkan kesetiannya. Segala perlengkapan pun telah disiapkan dan diatur se baik2nya. Apakah sesungguhuya tipu muslihat menteri Tolo kong itu ? Tidak lain adalah hendak membeli hati Kansin Bang hong untuk mencelakakan Tek ceng. Dalam rombongan penghantar upeti itu disertakan pula ber peti2 barang² perhiasan, sutera kembang, batu2 berharga serta uang mas yg dialamatkan kepada Durna Bang hong. Sepucuk surat rahasia disiapkan pula yg isinya meminta bantuan si durna itu untuk melenyapkan jiwa raja muda Peng see ong Tek ceng. Inilah taktik atau tipu muslihat menteri Tolo kongmyg disebut NABOK NYILIH TANGAN atau Lem par batu sembunyi tangan Meminjam Durna Bang hong untuk mencelakakan jiwa Tek ceng. Apakah akan berhasil muslihat menteri Tolo kong itu ? Wallahu alam, kita ikuti saja kisah-ini !<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> r5undelmfgpygymltijy1g3bbau9pjw Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/35 104 99018 302329 277819 2026-07-10T02:10:45Z Jeromi Mikhael 10376 302329 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Candramawa99" /></noinclude>mentjurahkan sepenuh daja-mampunja bagi terwudjudnja Sedjarah Korps dan Corps SILIWANGI ! Mereka itu adalah Sdr. Drs Arief Iskandar dengan pangkat Kapten Tituler dan Sdr. Djajoesman, pegawai Tinggi pada PUSSEMAD. Achirulkalam, dengan ini kami achiri Prakata kami, dengan sepenuh harapan, semoga segala djerih-pajah sumbangsaih ini mentjapai tudjuannja hendaknja. ::::::ESA HILANG ::::::DUA TERBILANG! {{c|SEDJARAH MILITER DAERAH MILITER VI/SLW <br>{{sp|Kepala,}} <br> <br>{{underline|{{sp|MOH. MOEHSIN}}}} <br> LETKOL CAD NRP 11406 }}<noinclude></noinclude> on0e3jphhnr1g7ds7qzdlqefn75upp6 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/126 104 107602 302410 300899 2026-07-10T04:52:06Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>{{c| {{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} {{Rule}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Gambar hilang}} Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com {{Gambar hilang}} {{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude> ryx1skbu1d650vfrtsug7avjezmjijj 302546 302410 2026-07-10T10:03:03Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{c| {{Larger|'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''}}<br> pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat<br> Provinsi Kalimantan Timur}} {{Rule}} Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Begitu pula dengan komunitas adat Dayak Kabupaten Kutai Barat yang secara turun-temurun dan alami telah menciptakan nilai-nilai dan aturan-aturan kearifan lokal yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, meliputi hubungan antarsesama manusia dan hubungan dengan alam serta hubungan dengan "Sang Pencipta". Hubungan tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, adat istiadat, dan hukum adat, yang dalam pelaksanaannya diatur oleh pengurus adat yang dianggap sebagai orang yang tepercaya dan berwibawa serta memiliki kemampuan yang istimewa. Buku ini akan mengupas tuntas ihwal adat dan hukum adat pada komunitas adat di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga tulisan utama dari bunga rampai ini akan menguraikan hukum adat masyarakat Dayak Tonyooi, penegakkan adat dan hukum adat Dayak Bahau di Kecamatan Tering, dan adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu. Harapannya, kumpulan tulisan ini turut membantu menambah khazanah informasi kebudayaan dan daerah, khususnya masalah adat dan hukum adat. Selamat membaca. {{Gambar hilang}} Media Jaya Abadi Padalarang-Bandung Telp: +62 812 22205182 Email penerbit.mja.bandung@gmail.com {{Gambar hilang}} {{c| Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan}}<noinclude></noinclude> r6cfcaislhyd2k34l15ndrzqwrvkz8n Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/271 104 107603 302372 301823 2026-07-10T04:16:39Z Ichi Ocha 26099 /* Tervalidasi */ 302372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{rh||-4197-}}</noinclude>mannja Keizer Hoan dan Leng, deradjatnja karadjaän Han telah djadi moendoer sekali, sebab itoe koetika segala mantri kebiri ada djadi biang kla-dinja berbagi-bagi bahaja, hingga atoeran negri mendjadi kaloet, taon ketemoe taon orang moesti menampak segala bahaja, lantaran di ampat pendjoe-roe ada terbit hoeroe-hara. Di boentoetnja kawa-nan brandal plangi koening, timboel Tang Toh, Lie Khak dan Kwee Hoan jang oelangken itoe hi-kajat ngeri. Keizer Han telah dirampas dan dipin-daken dengen paksa; machloek Allah dikeniaja dengen kedjem sekali. Apatah lantarannja ini semoea? Jaitoelah, sebab di itoe masa diwan karadjaän ambil boneka-boneka kajoe jang bobrok" didjadiken mantri, dan roewangan singgasana telah pakerdjaken segala binatang alas jang dibri gadji! Atawa lebi teges lagi, itoe koetika, segala manoesia berhati binatang jang perdjalanannja sebagi andjing ada berdjedjal di madjelis karadjaän, dan orang-orang jang bermoeka goendik" atawa jang tjoema pande tekoek dengkoel sebagi boedak kalang-kaboet pegang kendali pamerentahan! Itoelah sebabnja, kenapa karadjaän Han sampe djadi begitoe roesak dan kanapa machloek Allah sampe moesti menampak itoe berbagi-bagi kasangsaraän! Kau, Ong Long, kau poenja hikajat diri poen akoe ada tace terang sekali! Kau toeroen menoeroen ada tinggal di tepi laoetan Timoer, dan pertama<noinclude>{{left|Sam Kok}} {{right|257}}</noinclude> sggl0aq1w6l0972w4k27n31k9zzblld Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/27 104 107605 302307 300884 2026-07-09T14:13:40Z Riiiv 22458 302307 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya. Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah ''antang''<sup>1</sup>. Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84). ————————————<noinclude>{{rh|<sup>1</sup> ''Antang'' adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11 Agustus 2019).}} {{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> el69i84stz7y48c0b5x09pzwetg1mms Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/2 104 107611 302361 300862 2026-07-10T03:13:56Z Silmi Maryam 27190 /* Tervalidasi */ 302361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> kjuulwdccbyaoirs4mwgc47e8goen6i 302362 302361 2026-07-10T03:16:00Z Silmi Maryam 27190 302362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude> svyohbf5a41xtwrcjq8td7d150yaf54 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/125 104 107613 302408 301057 2026-07-10T04:51:42Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> nwc3ap8temiwmu15zyfovu4mzwd7y0d 302545 302408 2026-07-10T10:02:35Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{Gambar hilang}} '''Benedikta Juliatri Widi Wulandari''' lahir di Sintang (Kalimantan Barat), menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Kota Pontianak, dan menamatkan pendidikan strata satu di Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah memiliki pengalaman sebagai fasilitator pada program minimalisasi peluang konflik dan penumbuhkembangan pluralisme pada siswa SLTA di Kalbar (kerja sama Madanika dan LPES) serta program pengarusutamaan perspektif demokrasi dan pluralisme dalam sistem pendidikan (kerja sama Madanika dan European Commission). Pada 2006 hingga saat ini bekerja di Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar dan meniti karier sebagai peneliti di bidang budaya. Kajian-kajian yang pernah dilakukan hampir seluruhnya berlokasi di Kalbar, misalnya di Kota Singkawang dengan judul “Pembangunan Kepariwisataan Kota Singkawang di Era Otonomi Daerah: Peluang Pengembangan Pariwisata Budaya dan Ekonomi Rakyat” (bagian dari buku ''Kalbar Multutikultural dan Pariwisata'', 2009), serta “Wayang Gantung, Potret Ekspresi Tioghua di Singkawang” (2009). Adapun penelitian lainnya yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang hasilnya telah dipublikasikan, antara lain ''Penguatan Potensi Ekonomi Budaya Lokal: Studi Terhadap Petani Madu Hutan di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Prov. Kalimantan Barat'' (2008), ''Pesona Malapi dalam Bingkai Warisan Budaya Taman di Kabupaten Kapuas Hulu'' (2010), ''Nelayan yang Bertahan: Pengetahuan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Selimbau (Kapuas Hulu) dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam'' (2013), serta ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' (bersama dengan Poltak Johansen dan Fifiyati Hoesni, 2018).<noinclude>{{rh|{{larger|112}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> d3uzvdwqyem1q5u7lwdk41h507tqujn Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/124 104 107614 302406 300832 2026-07-10T04:50:47Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sejarah Borneo STAIN (2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia di Kuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karya-karya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang (2009), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), Pangka Gasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel (2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015), Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018. Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar (2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa”, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia”, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016).<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude> azljyq5pt4pzrmlchroz1c50yqmsc5r 302492 302406 2026-07-10T07:56:05Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>(2007), Sejarah Islam UITM Malaysia (2008), Sefarah Borneo STAIN 2010), Duta Indonesia Puslitbangbud Kemdikbudpar Jakarta Brunei Darussalam (2010), Persatuan Sejarah Malaysia iKuala Lumpur (2015), Sastrawan/Prince Of Songkla University ‘Thailand (2015), Opu Bersaudara di Brunei Darussalam (2016), University UBD Brunei Darussalam (2018). Karyakarya penelitiannya meliputi: Penelitian Naskah Translitersi Arab Melayu Kitab Kesehatan, Naskah Translitersi Arab Melayu Silsilah Bugis, Barzanji Pontianak, Hadrah Pontianak, Tokoh Sejarah Kaltim, Tokoh Sejarah Ketapang, Suku Dayak Manjau Ketapang, Suku Bakumpai Kalteng, Sosial Budaya Melayu Pontianak, Aktualisasi Budaya Batang Lupar Putusibau, Tesis Identitas Melayu Pontianak, Adat Istiadat Melayu Kayung Ketapang, Upacara Tradisi Melayu Kabupaten Pontianak, Menstro Budaya Kalbar, Tumpang Negeri Landak Kalbar (2006), Kearifan Lokal Masyarakat Pontianak (2006), Peristiwa Mandor Kalbar 2007, Prospek Ikan Salai Putusibau Kalbar (2008), Multikultural Kemenbudpar Jakarta (2008), Inventarisasi Budaya Sejarah Kalbar (2008), Amplang Ketapang, (2005), Arsitektur Keraton Matan Ketapang (2010), PangkaGasing Kalbar (2011), Potensi Objek Wisata Makam Sultan Suriansyah Kalsel (2011), Makam Religius Syech Arsyad Albanjari Kalsel (2012). Dinamika Paser Kaltim (2013), Haolan K.H. Zaini Abdul Ghani Kalsel 2014), Tradisi Buang-Buang Mempawah (2015),Kepemimpinan Tradisional Amantubillah Mempawah (2015), Ritual Makam Opu Daeng Menambon 2016, Toana Diraja Mempawah 2017, Kesenian Gandut Kalsel 2018. Penghargaan yang diterima, antara lain Penghargaan Presiden Republik Indonesia Megawati (2007), Anugerah Damar Kerajaan Tayan Kalbar 2012), Anugerah Siraturahmi Kawasan Borneo Brunei Darussalam (2012), Anugerah Gelar Datuk Duta Astana Amantubillah Mempawah (2014), Anugerah Gelar Datuk Banua Kesultanan Banjar (2015), Penghargaan Adat Jembrana Bali (2016), Penghargaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2017). Adapun film-film, antara lain “Islam di Tanah Khatulistiwa’, produksi TV One Jakarta (2010), “Kepemimpinan Tradisional Indonesia’, produksi TVRI Jakarta (2015), dan “Tumpang Negeri Landak” (2016). ‘Tentang Penalis 14<noinclude>{{rh|||Tentang Penulis {{larger|'''111'''}}}}</noinclude> dzuw8jqkw90ltym3s0rmgvmcgvajdks Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/123 104 107623 302404 300889 2026-07-10T04:50:19Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain ''Kajian Organologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur'' pada tahun 2018; ''Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu'' pada tahun 2018; ''Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial'' pada tahun 2017; ''Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng'' pada tahun 2017; ''Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu'' pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya "Rumah. Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan" dalam Prosiding Kongres Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; "Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter" dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; "Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan" dalam Prosiding Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. {{Gambar hilang}} '''M. Natsir''' lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riwayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian ''Berita Yudha'' Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994). Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejak tahun 2002, Dosen STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran ''APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah'' Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun seminar-simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> dhe9uwvmr3tzluxcsbweva61jn91sl5 302488 302404 2026-07-10T07:53:16Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian Onganologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya “Rumah Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan” dalam Prosiding Kongres, Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; “Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter” dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; “Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan” dalam Prosiding ‘Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. j M. Natsir lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas ‘Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian Berita Yudha Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994), Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejaktahun 2002, Dosen ‘STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun semina: simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai ‘dat dan tukurn Ada pada Komunias Adat 110 di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude>{{rh|{{Larger|'''110'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 0omzh84h2k2d9fuxg27klihoco6gmxz Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/18 104 107628 302364 301848 2026-07-10T04:04:16Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|-190-}}</noinclude>Paling baek, kapan toean taro kapertjaja'an atas akoe poenja diri, seraken pada akoe, begimana akoe nanti oeroes itoe. Jang madsoed toean bakal kasampean, inilah akoe soeda brani pastiken..." ,,Kaloe begitoe," begitoelah Karenina bilang samentara itoe parasnja soeda beroba djadi poetjet sekali,, belakangan akoe nanti kabarken poetoesan bagimana jang akoe maoe ambil." Abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja sembari menjemoer di medja ia bilang. ,,Dari toean poenja perkata'an akoe dapet kanjata'an jang pertjerean bisa dilakoeken. Akoe minta dengen hormat dengen perdjannjian begimana toean hendak atoer itoe..." ,,Segala ada bisa kedjadian, asal sadja toean maoe kasi kamerdika'an pada akoe," kata itoe advocaat zinder perdoeliken dengen omongan jang tersoeloet blakangan ,,Kapan akoe bisa trima toean poenja kabar," begitoelah ia samboengin pembitjara'annja sembari anter iapoenja tetamoe sampe di pintoe. ,,Dalem tempo 8 hari Apa toean ada begitoe baek djoega aken kabarken jang toean soeka pegang ini perkara dan dengen perdjandjian begimana." ..Baek, baek." Itoe advocaat manggoet dengen dalem sembari anter tetamoenja sampe diloear jan atinja merasa girang sekali tempo soeda ada sendirian di dalem kantoor. {{c|-191-}} Dalem istoenja perdjalanan boeat satoe papreksa'an jang bersifat administratief Karenine ada berdiam tiga hari di Moskou dan kaesokannja sedari ia dateng disitoe baroe ia mengecendjoengin gedongnja gouverneur generaal. Tempo ia lagi djalan di traat ia soeda dikaokin oleh atoe soera jang njaring dan mace ataw tiada ja djadi terpaksa aken menoleh ka blakang. Ia liat Oblonsky sedeng tondjolin kepalanja di pintoe kreta, dimana ada doedoek djoega saorang prempoean dan doea anak ketjil. Itoe njonja manggoeti kepalanja dengeu lakoe jang amat hormat, samentara Olonsky sendiri goenaken iapoenja tangan aken membri hormat sama Karenine. Kanjata'an marika itoe ada Dolly dengen iapoenja anak anak. Sabetoelnja Karenine tiada soeka ketemoe orang, teroetama tiada sama soedara lelaki dari iapoenja istri. Ia angkat topinja selakoe orang jang membales hormat dan maoe djalan teroes, aken tetapi Olonsky soeda brentiken iapoenja kreta dan samperin Karenine. ,,Apa kau tiada maloe lantaran kau dateng di Moskou dengan diam diam?' ,,Akoe tiada ada poenja tempo, lagian akoe repot betoel mengoeroes akoe poenja pakerdjaan", djawab Karenine dengen lakoe adem. ,,Ajo 'da, ikoet akoe, koe poenja istri maoe omong dengen kau." Dengen tiada bilang apa apa Karenine boeka pintoe kretanja dan menoedjoe ka kreta Dolly. ,,Kenapa kau dateng di Moskou dengen diam-<noinclude></noinclude> 7v0h0v2sbumu2w2rupvkn17zlbenscu Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/122 104 107633 302403 300886 2026-07-10T04:49:57Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}}</noinclude>{{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude> f5srsuv56ghlxaml972jyf1xj1snpsn 302487 302403 2026-07-10T07:50:47Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{Xx-larger|'''TENTANG PENULIS'''}}</noinclude>{{Gambar hilang}} '''Poltak Johansen''' lahir di Gunung Pamela, pada 5 Agustus 1965. Menamatkan S-1 pada studi Antropologi Universitas Sumatra Utara, Medan pada tahun 1988, dan S-2 pada program studi Sosiologi di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 2008. Sejak tahun 1991 menjadi staf peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak hingga saat ini. Beberapa karyanya dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi, di antaranya "Kehidupan dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Dayak Bidayu di Kabupaten Bengkayang" dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar (2018); "Arsitek Rumah Betang (Radangk) Kampung Sahamp" dalam Jurnal ''Patanjala BPNB Bandung'' (2014); "Keraton Amantubillah: Sejarah dan Arsitekturnya" dalam ''Jurnal Sejarah dan Budaya WALASUJI BPNB Makassar'' (2014); "Perubahan Masyarakat Adat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus pada Masyarakat Adat Dayak di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur)" dalam ''Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional BPNB Denpasar'' (2014).<noinclude></noinclude> 6gytu5p1zsn5piwbffk06o9f5dt08b7 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/280 104 107639 302309 300949 2026-07-09T14:37:24Z Riiiv 22458 302309 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lemonwithices" />{{rh||― 42 6 ―|}}</noinclude>{{hwe|la|poela}} laen bintjana. Kerna djoestroe iaorang baroe menoblos kaloear da'i barisannja Tio In, angkatan perang jang dikapalaken oleh Goei Jan telah sampe di itoe tempat. Dan lantaran dapet labrakan lagi dari ini fihak, maka achirnja maski poen iaorang bisa terlepas djoega dari kepoengan moesoe, tapi iaorang moesti berangkat poelang dengen kaadaän jang amat ngenes. Sedeng begitoe, tempo itoe doea Sianhong jang amat latjoer sampe di pasanggrahannja, di sitoe iaorang dilabrak poela oleh Tjo Tjin dari fihak kiri dan oleh Kwee Hoaij dari fihak kanan, lanta­ran ini doea Touw-tok dapet liat pertandaän api, jang dinjalaken oleh orang-orang jang mengawal di itoe pasanggrahan dengen kliroe, oleh kerna marika ini anggep itoe sadjoembla ketjil balatentara jang Tjo Tjoen dan Tjoe Tjan bawa, ada barisan moesoe jang dateng hendak rampas itoe pasanggrahan. Lebi bagoes lagi, sedeng marika itoe lagi saling boenoe sama kawannja sendiri, tiga barisan Sioki satoe dikapalaken oleh Goei Jan dengen mengam­bil djalan oi sama tenga dan jang doea dikapala­ken oleh Kwan Hin dan Thio Pauw di kiri kanan, telah sampe di itoe tempat, hingga dengen laloeasa ini tiga barisan lantas membasmi pada iaorang jang seperti sengadja berkoempoel boeat trima itoe labrakan.<noinclude></noinclude> aoygk1z9nbdlbsqvhajop3gh5ugsoxj Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/4 104 107640 302363 300869 2026-07-10T03:16:53Z Silmi Maryam 27190 302363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" />'''ADAT DAN HUKUM ADAT'''</noinclude>pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Poltak Johansen M. Natsir Benedikta Juliatri Widi Wulandari<noinclude></noinclude> pzawnmohmqkw6aw4gjfznif5bnq7wii Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/20 104 107666 302394 301036 2026-07-10T04:44:59Z Sathira15 16353 302394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|19}}</noinclude>gabannja itoe arak moe da brikoet doea boediangnja, itoe tiga nona jang soesa bisa ketoeloergan begitoe lekas, sekarang soeda berada kombali diatas prauwnja Wangpo. Kekaloetan tida lama kemoedian sirep, tapi banjak orang poenja perkata'an masi membilang, bahoea itoe katjilaka‘an bisa terdjadi, adaleh sebab itoe prauw besar djalannja terlaloe deket dan tida mempoenjai katentoean. Sabentar djalan djeoeb, sabentar dateng deket lagi, bole djadi orang kemoedinja koerang hati-hati, prauwnja djadi terbentor, dan soeda tentoe, itoe prauw di mana itoe 5 nona. ada, lantaran kala besar, menampak itoe bahaja. Wangpo lantes prenta orang prauwnja soepaja pinggirken sabentar. Doea nona jang bisa bernang lantes masoek dalem itoe prauw, maoe saksiken bagimana kaadahannja ia poenja kawan jang baroesan ditoeloeng. „Ia orang masi lela, nona”, katanja itoe anak moeda jang samboet pada itoe kadoea nona, dideketnja siapa ada berbaring ia poenja tiga kawan dalem keada'an pangsan. Blakangan lain orang dateng dan bagiken apa-apa jang perloe boeat bantoe kasi pertoeloengan. Sasoedanja ditjioemin obat penawar, doea nona moelai mendoesin, kemoedian Kim Nio djoega inget orang kombali. Roepanja ia djadi kaget, sasoeda ia poenja mata dapet liat itoe anak moeda bersama Wangpo.<noinclude></noinclude> g8t846jq999z7j4rdkwato2yl8zvjzo Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/21 104 107709 302395 302006 2026-07-10T04:45:21Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. ,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim", kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ,,ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa", ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. ,,Sekarang kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: "Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon taoe bagimana djadinja kita orang poenja diri". ,,Pertoeloengan jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kaoe hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> q374ohig1obkku2tosmkgpeh266bf4x 302473 302395 2026-07-10T07:31:32Z Taufik Pramudja 27223 302473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. ,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim", kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ,,ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa", ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. ,,Sekarang kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: "Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon taoe bagimana djadinja kita orang poenja diri". ,,Pertoeloengan jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kaoe hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> al1vfme0gu3w0k0o9akpbuerp747s08 302484 302473 2026-07-10T07:45:17Z Taufik Pramudja 27223 302484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>* 20 PENGHIDOEPAN Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jasg baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. »Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. : Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear. biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: — ,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri". ,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> 86q9ak7naztq9dgezo76kn1gjg9g443 302485 302484 2026-07-10T07:45:47Z Taufik Pramudja 27223 302485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>* Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja. Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi. ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran. Kim Nio meliat itoe kawan jasg baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi. »Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain. : Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear. biasa! Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe: — ,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri". ,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude> 3pz1o1m7jxfu26otkg0qddsvj9mixho Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/22 104 107712 302378 302204 2026-07-10T04:31:58Z Ichi Ocha 26099 302378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh||{{larger|ANAKNJA MATJAN POETI}}|{{larger|21}}}}</noinclude>prauw, djadi bahadja jang kaoe hadepin, dengen moeda akoe bisa toeloeng". Ia menjaoet. „Akoe djoega haroes mengoetjap trima kasi pada kaoe", menjamboeng Khing Hoa, „atas namandja kita orang sekalian, trimalah akoe poenja hormat", berbareng dengen itoe ia laloe mendjoera dan berkiongtjhioe. Kita poenja anak moeda bales itoe hormat dengen sabar. „Tapi kaoe orang poenja pakean semoea masi basa. Akoe koeatir bisa mengganggoe kawarasan. Apa tida lebi baik, kaloe kaoe masi ingin teroes plesier, soeroean sadja akoe poenja boedjang karoemahmoe boeat ambil pakean baroe?" Tanja itoe anak moeda pada Kim Nio. „Tida perloe", saoetnja Khing Hoa, „kaloe soeda begini, sebaiknja kita poelang sadja. Plesieran lebi djaoeh djoega soeda tida begitoe rame, malah-malah iboe nanti bisa djadi sala mengerti dan bersoesa hati. Ja, kita lebi baik poelang sadja", kata Kim Nio jang stengah toedjoeken omongannja sama kawan sendiri. „Dimana sekarang itoe prauw besar?” Tanja lain kawan jang masi penasaran. „orang jang doedoek dalem itoe prauw ada begitoe tida sopan, bole djadi ia sengadja terbitken ini katjilaka'an boeat kita orang.” Wangpo lantas inget itoe prauw djoega, ia laloe liat dipinggiran soengei, tapi tida tertampak<noinclude></noinclude> b3coimdjsn7x9r7ykd3gjuoxmmnbhqs Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/106 104 107780 302385 301241 2026-07-10T04:39:38Z Endahimawati 27155 302385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Leahwind" /></noinclude>bacaan doa khusus. Sesudah itu, calon mempelai disuapi gula merah dan minum air kelapa muda, serta ditepungtawari dengan hamburan beras kuning. Tujuannya agar mereka mempunyai keturunan yang banyak seperti buah kelapa. Acara ''bealis'' dilaksanakan secara meriah dengan disaksikan keluarga besar masing-masing. Hadirin yang menyaksikan acara ''bealis'' dan calon mempelai memakai pakaian pengantin atau pakaian kebesaran adat setempat. '''E. PELAKSANAAN UPACARA PERKAWINAN''' Upacara ini merupakan acara yang sangat dinantikan oleh keluarga besar dua belah pihak. Akad nikah dilaksanakan pada siang hari. Para undangan dijamu sekadarnya, sesuai kemampuan orang tua pengantin wanita. Biasanya para wanitanya tetap tinggal di rumah pengantin perempuan dan undangan laki-laki sebagian besar meninggalkan tempat tersebut. Acara arakan calon pengantin pria menuju ke rumah calon pengantin wanita dilaksanakan dengan membawa perlengkapan berupa pakaian dan peralatan untuk rumah tangga serta membawa ''sumahan''. Uang ''sumahan'' ditempatkan di sebuah kotak logam perak atau kuningan, digendong dengan sehelai kain kuning. Di belakang, pengantin pria diapit oleh sepasang pria dan wanita sebagai pembawa/pengapit. Di belakangnya terdiri dari barisan pengantar dengan iringan pembacaan shalawat Nabi dan hadrah. Sampai di rumah calon mempelai wanita, pendamping mengucapkan salam serta shalawat Nabi sebanyak tiga kali. Beras kuning yang dicampur dengan uang logam dihamburkan, dan pengantin menginjakkan kaki pada alas yang tersedia. Kemudian, pengantin pria yang sudah ditunggu keluarga besar pihak perempuan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke tempat pengantin wanita berada. Setelah mereka bertemu, bunga yang dibawa oleh pengantin pria ditukarkan dengan bunga yang dipegang oleh pengantin wanita. Selanjutnya, kedua mempelai bersama-sama berjalan menuju ketempat bersanding yang sudah disiapkan. Saat pengantin duduk bersanding dibacakan ''tarsul'' oleh seorang pria dan seorang wanita secara bergantian. ''Tarsul'' tersebut serupa dengan syair/pantun yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. ''Tarsul'' disampaikan dengan irama indah<noinclude>{{rh|||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 93}}</noinclude> jui1f7vr6hc9k95p5wslse9fce5ovvx Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/18 104 107784 302426 301350 2026-07-10T05:49:27Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>'''A. TINJAUAN PUSTAKA''' Adat-istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat-istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Itulah sebabnya bahwa adat istiadat jika dipelihara terus-menerus akan mewujudkan hukum adat. Hal ini karena terdapat kaidah-kaidah yang mengikat dan mengatur kehidupan masyarakat pada saat ini dan yang akan datang. Hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat. Adapun hak masyarakat hukum adat merupakan hak individual dan komunal. Salah satu hak yang bersifat komunal yang terdapat dalam UndangUndang Pokok Agraria (UUPA) adalah hak ulayat (wilayah) untuk menunjukkan kepada tanah yang merupakan wilayah lingkungan masyarakat hukum bersangkutan (Alting 2011: 91). Beberapa ahli hukum adat pernah menyajikan unsur-unsur yang menjadi dasar sistem hukum adat. Salah satunya adalah pendapat Soepomo (dalam Soekanto, 2016: 125–126) yang mengatakan bahwa hukum adat yang merupakan perwujudan dari struktur kejiwaan dan cara berpikir memiliki corak atau pola tertentu, yaitu: 1. mempunyai sifat kebersamaan yang kuat; 2. mempunyai corak religius magis; 3. sistem hukum itu diliputi oleh suatu pikiran yang serbakonkret; 4. hukum adat itu mempunyai sifat yang konkret. Pada masyarakat tertentu, sanksi merupakan alternatif terakhir ketika seseorang tidak menaati norma yang hidup dalam masyarakat. Walaupun tidak selamanya hukum adat tersebut identik dengan pemberian sanksi, yang paling penting bagi masyarakat adalah hukum adat tersebut dapat memberikan rasa aman dan menciptakan ketertiban dalam hubungan<noinclude>{{rh|||Prolog 5}}</noinclude> pdl58q4dtefqdmoaignq5ib175dzgsw Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/108 104 107785 302392 301244 2026-07-10T04:43:29Z Endahimawati 27155 302392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Leahwind" /></noinclude>tulus ikhlas hati kami dan sangat mengharapkan agar Bapak/Ibu dapat membimbingnya, karena dia masih bodoh, pemalas dan jika dia salah supaya ditegur. Pokoknya, anak kami serahkan mentah-mentah dan Bapak anggap saja dia sebagai anak sendiri.” Pihak keluarga pengantin wanita menerima penyerahan itu dengan jawaban: “Kami menerima dengan rasa senang dan gembira serta akan kami perlakukan dia sebagai anak kami sendiri dan tak lupa juga agar anak wanita kami yang masih belum banyak mengerti kehidupan, belum bisa memasak, dan belum mengetahui pekerjaan di dapur supaya mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Bapak/Ibu. Jika ia malas, supaya disuruh dan dimarahi serta dinasihati.” Setelah upacara penyerahan ini, selesailah sudah upacara pelaksanaan perkawinan. Pada malam harinya akan diteruskan dengan acara hiburan kesenian daerah, dan lain-lainnya. Menurut kepercayaan tradisional suku Kutai, kedua pengantin tidak boleh segera pergi ke tempat tidur meskipun sudah sampai saatnya waktu tidur. Menurut mereka, siapa yang cepat tidur akan lebih dahulu meninggal dunia. Oleh sebab itu, mereka yang bertugas mengawal pengantin mengadakan bermacam-macam permainan dan hiburan yang dikenal sebagai permainan bersiputan atau permainan ayan-ayanan. Pelakunya ialah kedua mempelai tadi. Tanpa disadari oleh mereka sendiri maksud permainan itu agar mereka saling mengenal. Karena pada umumnya pada masa dahulu perkawinan dilaksanakan atas dasar kehendak orang tua maka kedua mempelai tidak saling mengenal. Melalui permainan yang diadakan itu keduanya mulai saling mengenal dan menjadi akrab. Upacara ini dilaksanakan berturutturut selama tiga malam di rumah pengantin wanita. Sesudah tiga malam, kedua pengantin ini akan dibawa bermalam ke rumah orang tua pegantin pria. Hal ini disebut ''naik mentuha''. Pada malam harinya biasanya orang tua pengantin pria menyerahkan pakaian selengkapnya serta perhiasan kepada menantunya. Selanjutnya, kedua mempelai tadi akan mengunjungi keluarga-keluarga terdekat kedua belah pihak untuk mendapatkan restu mereka. Menurut kebiasaan yang berlaku, keluarga yang dikunjungi akan memberikan barang-barang, seperti pakaian, perabotan rumah tangga, atau uang sebagai bantuan bagi mereka berdua yang memulai kehidupan sebagai keluarga baru.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||95}}</noinclude> ileutt63a9hhy2c7bp5c2ic2x512h91 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/109 104 107787 302397 301246 2026-07-10T04:45:36Z Endahimawati 27155 302397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Leahwind" /></noinclude>'''F. ADAT SELESAI PERKAWINAN''' Dalam tradisi suku Jerang Melayu Kutai dikenal pula adat menetap sesudah acara perkawinan. Setelah selesai acara perkawinan, pengantin laki-laki pergi ke rumah istrinya untuk tidur selama tiga malam. Setiap malam di rumah perempuan dibuat acara kesenian yang dihadiri keluarga besar perempuan untuk mengikuti acara kesenian tabuhan gendang dengan tarian jepen. Keramaian suasana acara pengantin dimulai sejak pagi hari. Pada acara makan bersama keluarga saling membaur dalam suasana keakraban keluarga baru. Adat ini masih berlaku di masyarakat. Acara bergantung pada pihak perempuan, apakah dibuatkan acara besar atau dibuat sederhana. Hal ini bergantung pada kemampuan keluarga perempuan. Biasanya, mereka melakukan ini dengan cara bergotong royong memberikan sumbangan. Misalnya, ada yang menyumbang kesenian, ada yang menyumbang makanan, dan sebagainya. Acara ini dikenal dengan nama ''naik Mentuha'' yang berarti pengantin tidur di rumah mertua berturut-turut selama tiga malam berturut-turut. Selesai acara tiga malam berturut turut, pengantin kembali ke rumahnya untuk melaksanakan acara adat yang juga dilakukan orang tua laki-laki. Setelah acara adat istiadat, pengantin laki-laki kembali ke rumah perempuan untuk tinggal bersama, dengan batas waktu tertentu menurut kemampuan suami. Sebelum dapat membangun rumah tempat tinggal, ia masih tetap tinggal di rumah mertua. Kesempatan ini dilakukan oleh keluarga untuk mengajarkan cara hidup berumah tangga. Jika sudah dapat membangun rumah, keluarga pindah ke rumah baru yang telah dipersiapkan dengan peralatan dan perlengkapan lain. Apabila suami berasal dari daerah lain, mereka kembali ke wilayah daerahnya. Orang tua tidak dapat melarang anaknya ikut bersama suami. Hal ini dapat dilakukan setelah sekian lama tinggal bersama mertua. '''1. Tanggung Jawab Seorang Suami''' Hubungan baik yang dibangun dalam keluarga untuk menjadi keluarga yang bahagia didambakan semua orang. Hal ini<noinclude>{{rh|96|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 4o4ivg4pjicg81e4qd7j6k3owhpp0xf Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/110 104 107789 302400 301247 2026-07-10T04:47:39Z Endahimawati 27155 302400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Leahwind" /></noinclude>menjadi tanggung jawab seorang suami dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Mencari nafkah sehari-hari menjadi kewajiban suami. Ketika istri hamil, suami selalu menjaga dan melindunginya. Suami berkewajiban mendidik anak dan menjaga keluarga istri. Keselamatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan bersama. Istri juga ikut bertanggung jawab dalam kehidupan bersama, memelihara suami dalam keadaan sehat maupun sakit, mengurus rumah tangga dan anak-anak, termasuk hal lain yang dibebankan kepada istri. Ketika suami pergi ke suatu daerah untuk mencari nafkah hidup dan meninggalkan anak istri, sang istri diberikan kebebasan untuk memilih apakah tinggal bersama anak-anak atau pindah sementara tinggal bersama orang tua, sampai suaminya pulang kembali ke rumah. Kiriman nafkah dari suami untuk keperluan kehidupan keluarga sangat dinanti anak dan istri untuk biaya kehidupan. Dalam batas tertentu ketika istri tidak mendapat kabar tentang suami dan sang suami tidak mengirimkan biaya keperluan hidup serta tidak dapat memberikan kewajiban kepada istri selama tiga bulan, maka istri berhak mengajukan pengaduan, meminta cerai sesuai dengan kesepakatan perjanjian pernikahan. Sebaliknya, jika istri masih sanggup menunggu kedatangan suami, hubungan suami istri masih dianggap sah, sesuai dengan tuntunan dalam agama Islam. '''2. Aturan Perceraian yang Berlaku di Masyarakat''' Ada kalanya setelah membina hubungan rumah tangga cukup lama, suami dan istri tidak mendapatkan kebahagiaan. Kedua belah pihak pun berhak mengajukan perceraian. Sebelum masuk pada proses pengajuan perceraian, istri memberitahukan kepada kedua orang tua bahwa merasa sudah tidak ada kecocokan. Orang tua akan memanggil suami untuk memberikan nasihat dan mengetahui penyebab perpisahan. Pengajuan perpisahan dilakukan di kantor agama setempat. Pada umumnya, perpisahan yang terjadi pada kehidupan suami istri dalam kehidupan bersama disebabkan oleh hal-hal berikut.<noinclude>{{rh||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat|||97}}</noinclude> 2arw79347j60dz55ejpoy7h5h19zs3d Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/111 104 107790 302402 301261 2026-07-10T04:49:13Z Endahimawati 27155 302402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Leahwind" /></noinclude>{{ordered list | list_style_type=lower-alpha |Salah satu pihak meninggalkan pihak lain dengan sengaja. |Masuknya pihak ketiga dalam kehidupan suami istri. |Pertengkaran yang tidak dapat diatasi. |Terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga. |Kondisi tubuh tidak baik atau cacat sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dalam sebuah perkawinan.}} Permasalahan perkawinan dalam Islam membawa pengaruh besar. Jika terjadi perceraian, nama baik keluarga dipertaruhkan. Keluarga sangat berperan terhadap perkawinan dalam rumah tangga. Perceraian dalam keluarga berpengaruh sangat besar kepada anak-anak. Menurut psikolog Alzena Masykouri, orang tua tidak sepenuhnya bersalah ketika perceraian terjadi. Hal ini karena tidak semua orang bisa berkompromi dengan ketidakcocokan pasangan. Akan tetapi, rasa bersalah terhadap anak pasti dirasakan orang tua yang bercerai (Yuni Ayu Amida, ''haibunda.com''). Dalam perceraian, yang berakhir adalah hubungan suami istri, bukan hubungan orang tua dan anak. Misalnya, dalam satu kasus perceraian ada kasus kekerasan di dalam rumah tangga, dan kekerasan ini berlangsung setiap hari. Secara otomatis, dengan bercerai maka kekerasan akan berhenti. Pada saat pemberian talak suami kepada istri atas kehendak istri terjadi kesepakatan antara kedua suami istri termasuk dengan keluarga, dalam hal pemberian tunjangan tanggung jawab seorang suami kepada anak-anak yang ditinggalkan. Dalam hukum Islam dikenal tiga macam penghentian perkawinan yang disebut dengan ''talaq'', yaitu penghentian perkawinan yang biasa dilakukan pihak suami. Permintaan dari pihak istri untuk penghentian perkawinan disebut dengan ''khulu’'' yaitu mengembalikan emas kawin kepada suami. Pemahaman ''khulu’'' seperti permintaan istri kepada suami untuk minta ''talaq''. Pihak suami dan istri bisa menggunakan ''fasakh'' untuk memohon kepada hakim pengadilan agama untuk membatalkan perkawinan. Hal ini terjadi jika salah satu pihak tidak dapat memenuhi syarat yang telah disepakati bersama. Selesai perceraian, selama 100 hari suami berkewajiban memberikan nafkah kepada istri dan anak. Pada masa idah selama perpisahan dilarang mengadakan perkawinan dengan<noinclude>{{rh|98||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> m2vg5elfjysws1uuhb5yoycc1ucr2tl Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/7 104 107805 302308 301857 2026-07-09T14:32:23Z Riiiv 22458 302308 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||― 3943 -}}</noinclude>—·— „Kaioe kau pergi di aliran sebla bawa ini soengei kira-kira saratoes lima poeloe paal dari sini, kau nanti dapetken moèara pasir, dan oleh kerna di sitoe aer mengalir tiada begitoe deres, maka tentoe djoega kau boleh sediaken getek boeat sebrangin kau poenja tiga riboe balatentara. Kaloe soeda menjebrang, bersama marika itoe kau teioes masoek ka gowa moesoe boeat bikin poetoes lebi doeloe moesoe poenja perhoeboengan ramsoem. Dari sana kamoedian kau pergi berkoempoel pada Tang To Na dan A Hwee Lam aken minta itoe doea orang membantoe kita poenja geraken dari sebla dalem. Djoega kau moesti pesen padanja, djangan sekali ia bikin ini perkara djadi kapiran." Dengen girang Ma Taij lantas berangkat boeat lakoeken itoe kerdjaän. Sigra djoega bersama balatentaranja ia soeda sampe di itoe moeata dan bersedia boeat menjebrang. Oleh kerna meliat aer di itoe moeara ada tjetek, maka koetika disoeroe menjebrang, ada sabagian besar balatentara jang tiada maoe menoempang getek, hanja sasoeda boeka pakean, taorang lantas toeroen di itoe kali boeat pergi ka laen tepi. Tepi baroe bernang sampe di tenga soengei, marika itoe lantas mangap-mangap dan sigra djoega mendjadi lemas tida bisa bergerak lagi. Temen-temennja jang meliat itoe katjilakaän, lantas pergi meooeloeng; tapi njatalah itoe {{hws|pertoe|pertoeloengan}}<noinclude></noinclude> 5t0vquov99h9btjks8jsdq6t21ifvpo Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/41 104 107811 302366 301337 2026-07-10T04:07:56Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>positif) berlaku saat apabila salah satu pihak sepakat terhadap keputusan yang diambil secara adat. Dalam masyarakat, penilaian terhadap baik buruknya tindakan setiap anggota masyarakat ditentukan oleh normanorma yang telah ditetapkan oleh masyarakat, walaupun norma-norma tersebut bersifat tradisi dan lisan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat menghendaki agar setiap individu selalu menaati segala tradisi dan adat yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan dari tradisi, bagi masyarakat dianggap sebagai suatu yang hal buruk. Akibat dari pelanggaran suatu tradisi bukan saja berakibat buruk pada orang yang melakukan tetapi juga dapat berakibat kepada warga masyarakat. Itulah sebabnya jika telah terjadi pelanggaran adat, langsung akan dikenakan sanksi adat, agar kampung tidak terkotori hingga lepas dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Semua ini dilakukan oleh warga masyarakat demi tetap terjaganya kearifan masyarakat terhadap penguasa alam. Mereka menyadari jika terjadi ketidakharmonisan hubungan mereka terhadap alam akibat pelanggaran yang dilakukan maka penguasa alam akan memberikan hukuman kepada masyarakat. Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi terdapat dinamika dalam berinteraksi terhadap sesamanya dan terikat dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat dan sangat dipatuhi dan dihormati oleh masyarakat pendukungnya mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar tata krama yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam, sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, tata krama adat ini mereka jaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.<noinclude>{{rh|28}} {{rh|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> iivtfffmg1swj07b9qnjt1yx2n58cu9 302407 302366 2026-07-10T04:51:29Z Endahimawati 27155 302407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>positif) berlaku saat apabila salah satu pihak sepakat terhadap keputusan yang diambil secara adat. Dalam masyarakat, penilaian terhadap baik buruknya tindakan setiap anggota masyarakat ditentukan oleh normanorma yang telah ditetapkan oleh masyarakat, walaupun norma-norma tersebut bersifat tradisi dan lisan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat menghendaki agar setiap individu selalu menaati segala tradisi dan adat yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan dari tradisi, bagi masyarakat dianggap sebagai suatu yang hal buruk. Akibat dari pelanggaran suatu tradisi bukan saja berakibat buruk pada orang yang melakukan tetapi juga dapat berakibat kepada warga masyarakat. Itulah sebabnya jika telah terjadi pelanggaran adat, langsung akan dikenakan sanksi adat, agar kampung tidak terkotori hingga lepas dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Semua ini dilakukan oleh warga masyarakat demi tetap terjaganya kearifan masyarakat terhadap penguasa alam. Mereka menyadari jika terjadi ketidakharmonisan hubungan mereka terhadap alam akibat pelanggaran yang dilakukan maka penguasa alam akan memberikan hukuman kepada masyarakat. Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi terdapat dinamika dalam berinteraksi terhadap sesamanya dan terikat dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat dan sangat dipatuhi dan dihormati oleh masyarakat pendukungnya mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar tata krama yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam, sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, tata krama adat ini mereka jaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.<noinclude>{{rh|28|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> myg14nk13o2lo5swqud7n8zssp94kf3 302538 302407 2026-07-10T09:56:51Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>positif) berlaku saat apabila salah satu pihak sepakat terhadap keputusan yang diambil secara adat. Dalam masyarakat, penilaian terhadap baik buruknya tindakan setiap anggota masyarakat ditentukan oleh normanorma yang telah ditetapkan oleh masyarakat, walaupun norma-norma tersebut bersifat tradisi dan lisan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat menghendaki agar setiap individu selalu menaati segala tradisi dan adat yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan dari tradisi, bagi masyarakat dianggap sebagai suatu yang hal buruk. Akibat dari pelanggaran suatu tradisi bukan saja berakibat buruk pada orang yang melakukan tetapi juga dapat berakibat kepada warga masyarakat. Itulah sebabnya jika telah terjadi pelanggaran adat, langsung akan dikenakan sanksi adat, agar kampung tidak terkotori hingga lepas dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Semua ini dilakukan oleh warga masyarakat demi tetap terjaganya kearifan masyarakat terhadap penguasa alam. Mereka menyadari jika terjadi ketidakharmonisan hubungan mereka terhadap alam akibat pelanggaran yang dilakukan maka penguasa alam akan memberikan hukuman kepada masyarakat. Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi terdapat dinamika dalam berinteraksi terhadap sesamanya dan terikat dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat dan sangat dipatuhi dan dihormati oleh masyarakat pendukungnya mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar tata krama yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam, sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, tata krama adat ini mereka jaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.<noinclude>{{rh|28|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> f0wk183lqe540idlhpzasmyxkifmulh Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/43 104 107819 302367 301338 2026-07-10T04:10:21Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>mana dalam melakukan perbuatan masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap dosa. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum positif) berlaku saat terjadi perbuatan pidana yang penyelesaiannya lewat kepala kampung dan diteruskan sesuai dengan hukum yang berlaku. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak ditulis dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan atau diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. '''E. EKSISTENSI HUKUM ADAT DALAM MAYARAKAT''' Hukum adat adalah hukum yang berlaku dan berkembang dalam lingkungan masyarakat di suatu daerah. Ada beberapa pengertian mengenai hukum adat. Menurut Hardjito Notopuro, hukum adat adalah hukum tak tertulis, hukum kebiasaan dengan ciri khas yang merupakan pedoman kehidupan rakyat dalam menyelenggarakan tata keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan bersifat kekeluargaan. Menurut Soepomo, hukum adat adalah sinonim dari hukum tidak tertulis di dalam peraturan legislatif, hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan negara (parlemen, dewan provinsi, dan<noinclude>{{rh|30}} {{rh|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> drg20ltby2rs7g7tyfm6vubjxdj6az5 302409 302367 2026-07-10T04:52:05Z Endahimawati 27155 302409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>mana dalam melakukan perbuatan masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap dosa. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum positif) berlaku saat terjadi perbuatan pidana yang penyelesaiannya lewat kepala kampung dan diteruskan sesuai dengan hukum yang berlaku. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak ditulis dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan atau diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. '''E. EKSISTENSI HUKUM ADAT DALAM MAYARAKAT''' Hukum adat adalah hukum yang berlaku dan berkembang dalam lingkungan masyarakat di suatu daerah. Ada beberapa pengertian mengenai hukum adat. Menurut Hardjito Notopuro, hukum adat adalah hukum tak tertulis, hukum kebiasaan dengan ciri khas yang merupakan pedoman kehidupan rakyat dalam menyelenggarakan tata keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan bersifat kekeluargaan. Menurut Soepomo, hukum adat adalah sinonim dari hukum tidak tertulis di dalam peraturan legislatif, hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan negara (parlemen, dewan provinsi, dan<noinclude>{{rh|30|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 8xe8x9dund9505j0jwseefvn4sz0anb 302540 302409 2026-07-10T09:58:07Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>mana dalam melakukan perbuatan masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap dosa. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum positif) berlaku saat terjadi perbuatan pidana yang penyelesaiannya lewat kepala kampung dan diteruskan sesuai dengan hukum yang berlaku. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak ditulis dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan atau diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. '''E. EKSISTENSI HUKUM ADAT DALAM MAYARAKAT''' Hukum adat adalah hukum yang berlaku dan berkembang dalam lingkungan masyarakat di suatu daerah. Ada beberapa pengertian mengenai hukum adat. Menurut Hardjito Notopuro, hukum adat adalah hukum tak tertulis, hukum kebiasaan dengan ciri khas yang merupakan pedoman kehidupan rakyat dalam menyelenggarakan tata keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan bersifat kekeluargaan. Menurut Soepomo, hukum adat adalah sinonim dari hukum tidak tertulis di dalam peraturan legislatif, hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan negara (parlemen, dewan provinsi, dan<noinclude>{{rh|30|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> fsi32pmdz8y0hxvhdrk0l9mbjratoif Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/40 104 107820 302365 301335 2026-07-10T04:06:51Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>'''D. HUKUM ADAT SEBAGAI PENGENDALI SOSIAL''' Masyarakat Dayak sangat terikat dengan adat istiadat dan hukum adat sebagai kontrol dan pengendali dalam masyarakat sehingga dalam kehidupannya selalu terikat dengan adat dan hukum adatnya dan selalu tunduk kepada pemimpinnya. Kepemimpinan tradisional bagi masyarakat Dayak Tonyooi dalam satu sisi merupakan bagian dari pelestarian adat dan hukum adat masyarakat. Masyarakat menyadari bahwa adat dan hukum adat adalah norma yang harus diikuti dan ditaati sesuai dengan arahan dan petunjuk oleh pemimpinnya. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari oleh masyarakat. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak dituliskan dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan atau suatu persoalan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Hukum adat, dalam kehidupan masyarakat Dayak Tonyooi dianggap sebagai pengendali sosial dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, baik dalam pergaulan maupun dalam berinteraksi terhadap sesama. Dalam melakukan perbuatan, masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap melanggar adat istiadat mereka. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum<noinclude>{{rh||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat}} {{rh|||27}}</noinclude> skrqkjr8lbzbei3ayyu5d6a7m2uocym 302405 302365 2026-07-10T04:50:42Z Endahimawati 27155 302405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>'''D. HUKUM ADAT SEBAGAI PENGENDALI SOSIAL''' Masyarakat Dayak sangat terikat dengan adat istiadat dan hukum adat sebagai kontrol dan pengendali dalam masyarakat sehingga dalam kehidupannya selalu terikat dengan adat dan hukum adatnya dan selalu tunduk kepada pemimpinnya. Kepemimpinan tradisional bagi masyarakat Dayak Tonyooi dalam satu sisi merupakan bagian dari pelestarian adat dan hukum adat masyarakat. Masyarakat menyadari bahwa adat dan hukum adat adalah norma yang harus diikuti dan ditaati sesuai dengan arahan dan petunjuk oleh pemimpinnya. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari oleh masyarakat. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak dituliskan dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan atau suatu persoalan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Hukum adat, dalam kehidupan masyarakat Dayak Tonyooi dianggap sebagai pengendali sosial dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, baik dalam pergaulan maupun dalam berinteraksi terhadap sesama. Dalam melakukan perbuatan, masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap melanggar adat istiadat mereka. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum<noinclude>{{rh||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat|||27}}</noinclude> mwltww0dzfpuvotu54kgkmiat8uapu2 302537 302405 2026-07-10T09:56:11Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>'''D. HUKUM ADAT SEBAGAI PENGENDALI SOSIAL''' Masyarakat Dayak sangat terikat dengan adat istiadat dan hukum adat sebagai kontrol dan pengendali dalam masyarakat sehingga dalam kehidupannya selalu terikat dengan adat dan hukum adatnya dan selalu tunduk kepada pemimpinnya. Kepemimpinan tradisional bagi masyarakat Dayak Tonyooi dalam satu sisi merupakan bagian dari pelestarian adat dan hukum adat masyarakat. Masyarakat menyadari bahwa adat dan hukum adat adalah norma yang harus diikuti dan ditaati sesuai dengan arahan dan petunjuk oleh pemimpinnya. Di dalam pergaulan manusia, tata tertib sosial dapat dijamin hingga sampai tingkat tertentu. Pada masyarakat suku Dayak Tonyooi terdapat persesuaian yang aktif terhadap pemikiran cita-cita tentang kebaikan dari pergaulan itu. Tata tertib sosial bukanlah suatu proses yang tidak disadari oleh masyarakat. Hanya bentuk peraturan sebagai pengendalian sosial dalam masyarakat tidak dituliskan dalam satu buku. Aturan-aturan yang berlaku mereka laksanakan secara turun-temurun, dan merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat. Mereka juga memiliki pengertian tentang pandangan “baik dan jahat”, “benar atau salah” terhadap suatu perbuatan atau suatu persoalan. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan adat yang berlaku mereka menggunakan lembaga adat. Hal ini berkaitan dengan kuatnya adat di lingkungan masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Kutai Barat. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan adat termasuk sanksi yang harus dikenakan diputuskan oleh lembaga adat yang biasanya diketuai oleh kepala adat dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Hukum adat, dalam kehidupan masyarakat Dayak Tonyooi dianggap sebagai pengendali sosial dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, baik dalam pergaulan maupun dalam berinteraksi terhadap sesama. Dalam melakukan perbuatan, masyarakat takut akan perbuatan yang dianggap melanggar adat istiadat mereka. Pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selalu diselesaikan dengan hukum adat yang dilaksanakan oleh kepala/ketua adat. Adapun untuk penyelesaian pelanggaran dengan hukum resmi (hukum<noinclude>{{rh||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat|||27}}</noinclude> ih2lqlcgnytllqvczpckg5t3ru568vg Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/8 104 107845 302475 301849 2026-07-10T07:34:25Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||-170-}}</noinclude>nja ingin ketemoein tetapi tiada brani lakoeken itoe. Kedatengannja jang paling blakang diroemanja Dolly, ada disilaken aken ia madjoeken kombali,,pendangan", pada Kitty boeat jang kadoea kalinja, jang katanja boleh djadi tiada aken ditampis. Tatkala Levine liat kombali Kitty, ia dapet kenjata'an jang katjintaannja pada itoe nona tinggal tetep tiada beroba, aken tetapi ia tiada tisa mengoendjoengin gravin Oblonsky lantaran Kitty ada berdiam di sitoe Lantaran iapoenja lamaran jang pertama soeda ditolak maka Levine sebagi orang jang ada poenja ambekan tiada mace poela ketemoein Kity, itoe prempoean jang ia tjintaken dengen Sagenep djiwanja ,,Akoe toch tiada bisa madjoeken perminta'an aken minta ia djadi akoe poenja istri sebab ia tiada bisa djadi istrinja satoe orang jang ia tiada tjinta?" begitoe ia blang dengen dirinja sendiri. Dengen pikiran demikian katjinta'annja pada Kitty djadi adem kombali. Kapan ia inget ini, atinja djadi amat bentji pada Kitty. „Akoe tiada bisa bitjara padanja zonder goenakeu perkata'an perkata'an jang tadjem dan zonder ati djadi goesar. Lagian ia sendiri tentoe bakal dja ti lebi mendongkol pada akoe. Dan begimana akoe, sesoedanja Doly kasi ketrangan, bisa dateng di roemanja? Apa akoe bisa berlakoe seperti ia tiada ada bilang apa apa pada akoe? Aken tetapi kenapa Dolly moesti bilang begitoe pada akoe? Sabetoelnja 'koe bisa ketemoe Dolly {{c|-171-}} tapi lantaran ada Kitty akoe djadi bikin kebratan. Kapan akoe maoe ketemoein djoega sama Kitty, masa koedoe di roemanja Dolly? Apa itoe akoe tiada bisa bikin di laen tempat dan dengen gegitoe semoea oeroesan bisa diberesken dengen betoel. Tapi sekarang 'koe tiada bisa berboeat begitoe." Berselang brapa hari Dolly ada toelis satoe soerat, dengen perminta'an boeat ia tjari'in satoe zadel goena Kitty. ,,Akoe denger kau ada poenja satoe zadel! begitoelah boenjinja Doly poenja soerat, „dan harep jang itoe kau nanti maoe bawa sendiri.." Ini toeliean ada sampe tjoekoe, aken bikin atinja djadi berdebar debar; atinja mendongkol sekali lantaran digangge begitoe roepa Begimana bisa djadi satoe prempoean jang terhormat seperti Doly maoe tjemarken nama baiknja ia poenja soedara, engen toelis soerat begitoe matjem pada iapoenja a res! Sepoeloe lembar soerat soeda ia toelis, tapi saban saban ia moesti robek kombali dan achirnja soeda kirim itoe zadel zonder brikoetin satoe pata perkataan. Ia tiada maoe toelis jang ia ada halangan aken dateng dan dioega tiada maoe kabarken tentang iapoenja branggai. Seperti soeda dibilang ia bikin itoe zadel dengen soeroean orang dan mengarti djoega perboeatannja tiadalah bisa dikata manis Kaesokan paginja ia seragen pekerdjaannja jalah mengoeroes itoe tana pada ia poenja admin strateur dan ia sendiri kamoedian pergi di roema sobat-<noinclude></noinclude> g7htb473bzmkqzfauc3d0ry6u02lahh Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/73 104 107848 302323 301371 2026-07-10T01:22:15Z Alicya- 21994 302323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>tulisan ini, saya hanya akan menguraikan beberapa contoh adat dan hukum adat yang berlaku pada masyarakat Dayak Bahau di Kecamatan Tering yang bersumber dari keterangan informan selama penelitian berlangsung. '''1. Aturan-Aturan dalam Hukum Adat''' Salah satu tradisi adat yang berkaitan dengan mata pencaharian yang hingga kini masih dilaksanakan adalah ritual-ritual yang dilakukan sebelum menanam padi. Ritual ini biasanya dilakukan di antara 20 hari sebelum menanam padi, tetapi tidak dilakukan setiap hari selama 20 hari tersebut. Kapan pelaksanaan ritual adat tersebut ditentukan melalui hitungan hari yang dianggap baik. Di momen-momen tertentu akan ditarikan ''hudoq''. ''hudoq'' sendiri merupakan perlambangan dari dewa-dewa yang dipercaya dapat melindungi tanaman dari hama atau segala gangguan penyakit yang bisa mengganggu tanaman padi. Dengan ritual ''hudoq'' ini diharapkan mereka akan mendapatkan perlindungan dari dewa, yang disampaikan dalam bentuk doa permohonan. Di penghujung dari ritual yang dilaksanakan sebelum menanam, para dewa pelindung ini akan diantarkan kembali ke rumah. Terkait dengan penyelenggaraan ritual ''hudoq'' ini telah terjadi pergesaran di masyarakat Dayak Bahau. Menurut informan, tarian ''hudoq'' termasuk ke dalam ritual yang sakral yang tidak boleh dibawakan di sembarang waktu. Namun, kini tampaknya ''hudoq'' mulai ditarikan secara bebas, bergantung pada permintaan dan keinginan pelakunya. Beberapa sisi sakral dari ''hudoq'' tidak lagi diperhitungkan dan mulai diabaikan. Demikian pula dengan pengaturan musim tanam yang dahulu dilakukan secara serempak, diawali dengan kepala suku. Setelah kepala suku memulai, barulah warga yang lain mengikutinya. Siapa saja yang memulai terlebih dahulu sebelum si kepala suku akan dijatuhi denda karena dianggap sebagai pelanggaran adat. Namun, kini aturan seperti ini sudah tidak berlaku lagi. Aturan adat yang masih ditaati adalah yang berkaitan dengan rangkaian acara perkawinan. Pada saat menjelang perkawinan, pihak yang akan menikah akan memberikan<noinclude>{{rh|{{larger|'''60'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur||}}</noinclude> g4xknsqvnvdnafg7ytm6bp83dpsy81h Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/74 104 107851 302324 301398 2026-07-10T01:23:07Z Alicya- 21994 302324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>piring putih untuk tokoh-tokoh adat. Mereka biasanya akan memberikan piring putih tersebut kepada ketua RT, kepala adat, dan para pembantu kepala adat. Pada dasarnya yang diberi piring putih tersebut adalah orang-orang yang akan hadir memberikan nasihat perkawinan. Piring putih tersebut sebagai simbol bahwa pasangan yang akan menikah akan senantiasa mengingat nasihat dari para sesepuh masyarakat itu dan menjalankannya saat memasuki kehidupan pernikahan nanti. Piring putih ini bisa diserahkan dalam bentuk piring putih seperti aslinya, atau ditukar dengan sejumlah uang tanpa ada standar yang ditetapkan. [[File:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur (page 74 crop).jpg|500px|pus|{{c|{{smaller|Gambar 3.4 Mandau dipergunakan sebagai barang hantaran untuk perkawinan dan kelengkapan untuk penampilan ''hudoq'' (Dok. Pribadi, 2019)}}}}|jmpl]] Selain memberikan piring putih kepada tokoh-tokoh adat, saat meminang akan disiapkan dan diserahkan seperangkat benda yang terdiri dari kain sarung, baju, dan celana lakilaki yang masih baru (belum pernah digunakan) untuk pihak laki-laki. Untuk pihak perempuan bisa berbentuk kain (bahan pakaian), tetapi bisa juga pakaian yang sudah jadi. Masingmasing satu pasang. Pihak laki-laki juga akan menyiapkan mandau yang masih baru untuk diberikan kepada calon pengantin perempuan sebagai tanda keseriusan melamar pihak perempuan sebagai istri. Dengan diserahkan dan diterimanya mandau ini, calon pengantin perempuan sudah terikat sehingga tidak boleh menerima pinangan dari laki-laki. Oleh karena itu, mandau ini harus tidak boleh disimpan, tetapi harus dipajang di tempat tidur calon pengantin perempuan. Pada saat menikah, pihak laki-laki akan memberikan dua buah mandau, disertai barang-barang sejenis seperti yang dulu<noinclude>{{rh|||Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau {{larger|'''61'''}}}}</noinclude> 4z4orkyxbdx4y9tjt97unbru2wimt87 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/87 104 107864 302325 301423 2026-07-10T01:24:07Z Alicya- 21994 302325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>belum tentu efektif digunakan untuk menyelesaikan perselisihan di antara dua orang atau dua pihak yang berbeda latar belakang etniknya. Oleh karena itu, diperlukan adanya ruang-ruang dialog yang memungkinkan para pengurus adat bekerja bersama-sama dalam menangani kasus-kasus hukum adat. Di Kecamatan Tering telah terbangun kebiasaan untuk menjalin kerja sama di antara pengurus adat jika menghadapi kasus-kasus pelanggaran hukum yang melibatkan orang-orang dari kelompok berbeda. Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Adat di Kecamatan Tering. {{hii|2|0}}“Kita tetap kerja sama. Umpama warga saya bersengketa dengan orang dari Kampung Purworejo, maka kita ambil orang dari kampung itu. Kerja sama menyelesaikan, bagaimana kalau tata cara Jawa, bagaimana kalau Tunjung. Mau dipakai sama-sama, kedua adat itu, boleh saja. Pasti akan ada perbedaan. Misalnya, kalau di kampung orang-orang Jawa, denda adat itu masuk ke kas desa. Kalau di kami, denda diberikan kepada yang jadi korban. Kalau begini, mungkin mereka akan pakai adat kita. Tapi selalu ada kerja sama.” (Wawancara, 14 Agustus 2019).{{Div end}} Hal yang kurang lebih sama dituturkan oleh Hidayat, pengurus adat di Kecamatan Tering yang mewakili kelompok masyarakat Melayu. {{hii|2|0}}“Saya pernah jadi Ketua Kelompok Nelayan yang wilayah kerjanya di danau yang masuk wilayah Kampung Tering Lama. Tapi yang punya usaha di situ warga masyarakat dari Kampung Tering Sebrang. Tapi akur saja kami. Kalau ada ritual-ritual adat orang Kampung Tering Lama di danau itu, kami yang Muslim ini ikut sediakan perlengkapan adatnya. Di lembaga adat pun ada juga pembagian kerja di antara staf adat, mewakili suku-suku di sini. Saya mewakili Melayu, ada yang mewakili Tunjung, ada yang Bahau. Jadi kami ini selalu bersatu, antarsuku dan antaragama.” (Wawancara, 9 Agustus 2019). {{Div end}} Penyelesaian hukum yang dilaksanakan bersama antara berbagai unsur yang berbeda, bisa memberikan ketenangan bagi orang yang merasa di pihak yang lemah, mungkin karena<noinclude>{{rh|{{Larger|'''74'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur||}}</noinclude> 17r1aar2ojhcdye4m9v58tm8xu7ebww Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/46 104 107870 302463 301507 2026-07-10T06:40:30Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>a. ''Retaaq rempuk'' (harta bersama). Apabila terjadi perceraian maka harta benda ini harus dibagi atas dasar kesepakatan bersama. b. ''Retaaq mento'' yaitu harta benda yang diperoleh sebelum menikah, misalnya harta warisan dari pihak perempuan atau orang tua laki-laki. Apabila terjadi perceraian tetap milik dari mana harta itu berasal. Jika itu dari pihak laki-laki, tetap milik laki-laki dan jika itu berasal dari keluarga perempuan, tetap menjadi milik perempuan. 3. Hukum Perkawinan Hukum perkawinan di kalangan suku Dayak Tonyooi mencakup, antara lain pembatalan pertunangan, perceraian, dan penyelewengan. 4. Hukum Pelanggaran/Delik Hukum pelanggaran/delik yang masih berlaku di kalangan kelompok suku Dayak Tonyooi mencakup pelanggaran terhadap hak milik orang lain, pelanggaran terhadap keselamatan orang lain dan ketenteraman masyarakat, serta pelanggaran terhadap sopan santun dan kesusilaan. Sementara itu, berdasarkan tingkatannya hukum adat dan perkara yang dihadapi masyarakat di Linggang Bigung dapat kita kategorikan menjadi tiga tingkatan yaitu sebagai berikut. a. ''Kujaap-kajaap'' atau perkara kecil ''Kujaap-kajaap'' adalah suatu persoalan yang dianggap kecil atau ringan, biasanya dapat terjadi antar-keluarga dekat, misalnya masalah binatang ternak yang memasuki pekarangan atau kebun dan perkelahian antara anakanak. Walaupun dianggap kecil, persoalan ini dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila kedua belah pihak tidak ada mufakat dalam penyelesaiannya. Dalam hal inilah diperlukan kepiawaian pemimpin adat dalam menyelesaikan persoalan tersebut. b. Perkara menengah Perkara atau suatu permasalahan yang dapat digolongkan pada tingkat menengah misalnya sengketa tanah dan kasus perkelahian. Namun, pada saat ini perkara menengah<noinclude>{{c|Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat}} {{Larger|'''33'''}}</noinclude> iozpjhjy14bwivu7arjvhq2330ux09q Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/47 104 107872 302373 301533 2026-07-10T04:16:46Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>ini hampir punah, dalam hal ini persoalan yang terdapat dalam masyarakat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu besar dan kecil. c. Perkara besar atau ''hajoq'' Suatu permasalahan terjadi di dalam masyarakat, misalnya pembunuhan, kawinan (''pengkopoyut''), poliandri atau poligami (''penuyaang''), dan perebutan harta warisan (Tim Penulis CERD/Bappeda Kutai Barat, 2008: 109–110). Pada masyarakat Dayak Tonyooi yang terdapat di Linggang Bigung setiap persoalan yang timbul haruslah diselesaikan sesuai dengan ketentuan adat dan hukum adat yang berlaku melalui proses peradilan yang dikenal dengan istilah ''besara'', sehingga tercapai kepastian hukum dalam masyarakat. Tidak semua orang memiliki talenta untuk memutus perkara menurut informasi yang didapat yang berwenang untuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di dalam masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang telah mempelajari adat dan hukum adat atau orang yang telah menjalani ''tutus adat'' golongan ini terdiri dan ''mantiiq solaai'', pemangku adat, tokoh-tokoh adat yang terdapat dalam masyarakat. Seorang ''mantiiq'' atau ''mantiiq solaai'' yang mempunyai peran sangat besar dalam bidang adat harus memenuhi syarat-syarat berikut: # Seorang ''mantiiq'' harus dipilih atau ditunjuk dari orang yang memiliki keturunan ''mantiiq'' atau bangsawan; # Seorang ''mantiiq'' harus memiliki sikap ''we some lempukng layoot'' (bahwa seorang ''mantiiq'' harus memiliki pendirian) dan ''keiingaq upaak ate batuq'' (memberi gambaran bahwa seorang mantiiq harus bermental baja dan kuat menghadapi segala macam tekanan); # Seorang ''mantiiq'' harus bersikap “''jujur benar tampak pede dan biruq torukng tentaatn uraatn sape karat tentaatn Langat''” yaitu menggambarkan sikap ''mantiiq'' yang jujur tanpa membeda-bedakan satu sama lain dan menjadi pelindung serta tumpuan harapan masyarakat; # Seorang ''mantiiq'' harus menguasai istilah dan peribahasa yang banyak digunakan dalam mengungkapkan pendapat<noinclude>{{rh|{{Larger|'''34'''}}|{{left|Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat<br>di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur||}}}}</noinclude> gd9qtekg8jl6tv196l3znscqxbzsmi8 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/55 104 107887 302548 301462 2026-07-10T10:03:59Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>Apabila tidak ada kesepakatan oleh pihak yang berperkara di dewan adat kabupaten, maka baru pihak berwenang menanganinya. Namun, apabila yang berperkara telah sepakat maka akan dibuatkan berita acara yang isinya bahwa di kemudian hari tidak lagi membawa perkara tersebut ke hukum formal. Tidak diperkenankan kasus berhenti di tengah jalan, maksudnya apabila pihak yang beperkara menyelesaikannya secara hukum formal maka pihak adat tidak turut di dalamnya. Biasanya, pihak berwenang menanyakan kasus tersebut kepada yang beperkara, apakah sudah ditangani oleh lembaga adat atau belum dan menanyakan surat pelimpahan dari lembaga adat ke pihak yang berwenang. Jika tidak ada surat pelimpahan, biasanya pihak berwenang tidak berani menanganinya dan ini harus dibuktikan dengan surat pelimpahan dan berita acara. Kepada pihak-pihak yang beperkara diminta untuk menyelesaikannya secara adat melalui lembaga adat. Apabila sebuah kasus terlebih dahulu dibawa ke pihak berwenang dan di kemudian hari diserahkan lagi ke lembaga adat, maka orang tersebut dikenakan sanksi adat karena dianggap telah mencemarkan nama kampung. Hal ini karena orang tersebut dianggap pada awalnya memandang rendah lembaga adat. Ini semua untuk memperkuat lembaga adat yang mereka miliki. {{Gambar hilang}}<noinclude>{{rh|{{Larger|'''42'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur||}}</noinclude> 3pwgve6c6pkn0699mf5leoqp8n5zk3z Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/12 104 107899 302434 301496 2026-07-10T06:04:04Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3948}}</noinclude>nja ada terloekis ini perkataän „Peng-Pak-Tjiangkoen Ma Taij" diam-diam telah menjebrang di soengei Louw Soei dan telah potong itoe djalanan ketjil, dimana kità poenja rainsoem moesti liwat." Tapi itoe kabar tjoema membikin sadja Beng Hek djadi tertawa. Ia kata: „Kaloe baroe sakawanan moesoe jang begitoe matjem, blon tjoekoep boeat dibitjaraken." Saäbisnja oetjapken itoe perkataän, ia lantas soeroe Bong Ge Tiang bawa tiga riboe balatentara boeat maloemken prang pada Ma Taij di itoe tempat. Tempo meliat ini barisan mendatengin, Ma Taij lantas atoer balatentaranja di kaki goenoeng boeat samboet marika itoe. Sigra djoega itoe doea ponggawa soeda menjerang satoe pada laen, tapi bertempoer baroe satoe doea djoeroes, Boig Ge Tiang lantas dapet diboenoe oieh Ma Taij. Soldadoenja Bong Ge Tiang jang terloepoet dari kabinasaän lantas lari poelang ka pasanggrahannja Bang Hek dan bri taoe pada ini Radja jang bandel, hal apa soeda kadjadian di medan prang. Beng Hek lantas panggil sekalian ponggawanja dateng mengadep. Kamoedian ia menanja pada marika itoe: „Antara kau sekalian, siapatah jang brani pergi bertempoer pada Ma Taij?"<noinclude></noinclude> sapfcb49e0pyclxqh4ow0a80meudyhb 302446 302434 2026-07-10T06:12:41Z Endahimawati 27155 302446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3948}}</noinclude>{{hwe|nja|benderaja}} ada terloekis ini perkataän „Peng-Pak-Tjiangkoen Ma Taij" diam-diam telah menjebrang di soengei Louw Soei dan telah potong itoe djalanan ketjil, dimana kità poenja rainsoem moesti liwat." Tapi itoe kabar tjoema membikin sadja Beng Hek djadi tertawa. Ia kata: „Kaloe baroe sakawanan moesoe jang begitoe matjem, blon tjoekoep boeat dibitjaraken." Saäbisnja oetjapken itoe perkataän, ia lantas soeroe Bong Ge Tiang bawa tiga riboe balatentara boeat maloemken prang pada Ma Taij di itoe tempat. Tempo meliat ini barisan mendatengin, Ma Taij lantas atoer balatentaranja di kaki goenoeng boeat samboet marika itoe. Sigra djoega itoe doea ponggawa soeda menjerang satoe pada laen, tapi bertempoer baroe satoe doea djoeroes, Boig Ge Tiang lantas dapet diboenoe oieh Ma Taij. Soldadoenja Bong Ge Tiang jang terloepoet dari kabinasaän lantas lari poelang ka pasanggrahannja Bang Hek dan bri taoe pada ini Radja jang bandel, hal apa soeda kadjadian di medan prang. Beng Hek lantas panggil sekalian ponggawanja dateng mengadep. Kamoedian ia menanja pada marika itoe: „Antara kau sekalian, siapatah jang brani pergi bertempoer pada Ma Taij?"<noinclude></noinclude> c2knfmgew78as4wm63ndgh8upk246ou Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/13 104 107900 302433 301497 2026-07-10T06:03:50Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3949 —}}</noinclude>„Akoe soeka trima itoe djabatan!"menjaoet Tang To Na. Dengen girang Beng Hek lantas serakan tiga riboe balatentara pada itoe ponggawa, jang sigra berangkat boeat maloemken prang pada moesoe. Sasoedanja Tang To Na berangkat, Beng Hek laloe titaken A Hwee Lam dengen tiga riboe bala­tentara pergi mendjaga moeara pasir, oleh kerna sekarang ia ada merasa kwatir, kaloe-kaloe nanti ada moesoe menjebrang lagi di itoe tempat. Tempo barisan jang dikapalaken oleh Tang To Na sampe di itoe djalanan goenoeng, Goei Jan lantas siapken balatentaranja boeat melawan prang. Antara itoe balatentara ada banjak jang taoe resianja Tang To Na itoe, maka sigra djoega ia orang bri taoe resia itoe pada Ma Taij. Ini ponggawa pikir, itoelah boleh digoenaken sebagi soeatoe alesan boeat ia mendamprat pada moesoe, maka sasoeda pikir begitoe, lantas djoega ia madjoeken koedanja ka depan barisan sendiri dan laloe menista pada Tang To Na itoe: „Hei, kawanan jang tida mengenal orang poenja boedi! apa kau tiada merasa maloe, sedeng blon lama Sinsiang telah ampoenken kau poenja salembar djiwa, sekarang kombali kau soeda berchianat poela?!" Moekanja Tang To Na lantas mendjadi mera oleh kerna meraba maloe, maka dengen tiada ber-<noinclude></noinclude> jrdcxvcved5ewf9ewoz7j0fsqth1doe 302449 302433 2026-07-10T06:15:42Z Endahimawati 27155 302449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3949 —}}</noinclude>„Akoe soeka trima itoe djabatan!"menjaoet Tang To Na. Dengen girang Beng Hek lantas serakan tiga riboe balatentara pada itoe ponggawa, jang sigra berangkat boeat maloemken prang pada moesoe. Sasoedanja Tang To Na berangkat, Beng Hek laloe titaken A Hwee Lam dengen tiga riboe bala­tentara pergi mendjaga moeara pasir, oleh kerna sekarang ia ada merasa kwatir, kaloe-kaloe nanti ada moesoe menjebrang lagi di itoe tempat. Tempo barisan jang dikapalaken oleh Tang To Na sampe di itoe djalanan goenoeng, Goei Jan lantas siapken balatentaranja boeat melawan prang. Antara itoe balatentara ada banjak jang taoe resianja Tang To Na itoe, maka sigra djoega iaorang bri taoe resia itoe pada Ma Taij. Ini ponggawa pikir, itoelah boleh digoenaken sebagi soeatoe alesan boeat ia mendamprat pada moesoe, maka sasoeda pikir begitoe, lantas djoega ia madjoeken koedanja ka depan barisan sendiri dan laloe menista pada Tang To Na itoe: „Hei, kawanan jang tida mengenal orang poenja boedi! apa kau tiada merasa maloe, sedeng blon lama Sinsiang telah ampoenken kau poenja salembar djiwa, sekarang kombali kau soeda berchianat poela?!" Moekanja Tang To Na lantas mendjadi mera oleh kerna meraba maloe, maka dengen tiada {{hws|ber|berkata}}<noinclude></noinclude> f8wfgcjypmnjcu5kqz6esxul8zbuyzp Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/14 104 107901 302432 301499 2026-07-10T06:03:34Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3950 —}}</noinclude>kata apa-apa lagi sigra djoega ia oendoerken poela balatentaranja. Tiada lama pula Ma Taij poen lantas tarik poelang balatentaranja, jaitoe sasoeda membasmi pada moesoe dengen sapoeas hati. Tempo Tang To Na soeda balik kombaii ka pasanggrahannja Beng Hek, ia berdjoesta pada ini Radja dengen membilang begini: „Tatj Ong, kita-orang tiada sanggoep melawan pada Ma Taij, dari sebab dia itoe ada gaga sekali." „Kau djoesta!" kata Beng Hek dengen goesar: „Akoe taoe kau telah trima boedinja Tjoe-Kat Liang, dan dari sebab begitoe, maka kau soeda sengadja djoeal ini sadjoeroes paprangan pada moesoe, jaitoe pada sablonnja berprang kau soeda moendoer kembali!" Kamoedian ia lantas soeroe algodjo bawa Tang To Na kaloear boeat ditabas batang-lehernja. Satelah ia kaloearken ini prenta, ada brapa ba­njak Radja-gowa lantas dateng mintaken ampoen, permintaän mana maski achirnja diloeloesken djoega oleh Beng Hek, tapi traoeroeng ini Radja prenta djoega algodjo rangket Tang To Na itoe saratoes rotan. Tatkala ini ponggawa prang jang dirangket soeda poeiang kombali kapasanggrahan sendiri, ada banjak Radja-gowa jang dateng koendjoengin padanja. Tempo soeda beromong-omong sedikit dari hal<noinclude></noinclude> 2n7p8equ24omdj1s28n50d90m8xl12s 302450 302432 2026-07-10T06:17:50Z Endahimawati 27155 302450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3950 —}}</noinclude>{{hwe|kata|berkata}} apa-apa lagi sigra djoega ia oendoerken poela balatentaranja. Tiada lama pula Ma Taij poen lantas tarik poelang balatentaranja, jaitoe sasoeda membasmi pada moesoe dengen sapoeas hati. Tempo Tang To Na soeda balik kombaii ka pasanggrahannja Beng Hek, ia berdjoesta pada ini Radja dengen membilang begini: „Tatj Ong, kita-orang tiada sanggoep melawan pada Ma Taij, dari sebab dia itoe ada gaga sekali." „Kau djoesta!" kata Beng Hek dengen goesar: „Akoe taoe kau telah trima boedinja Tjoe-Kat Liang, dan dari sebab begitoe, maka kau soeda sengadja djoeal ini sadjoeroes paprangan pada moesoe, jaitoe pada sablonnja berprang kau soeda moendoer kembali!" Kamoedian ia lantas soeroe algodjo bawa Tang To Na kaloear boeat ditabas batang-lehernja. Satelah ia kaloearken ini prenta, ada brapa ba­njak Radja-gowa lantas dateng mintaken ampoen, permintaän mana maski achirnja diloeloesken djoega oleh Beng Hek, tapi traoeroeng ini Radja prenta djoega algodjo rangket Tang To Na itoe saratoes rotan. Tatkala ini ponggawa prang jang dirangket soeda poeiang kombali kapasanggrahan sendiri, ada banjak Radja-gowa jang dateng koendjoengin padanja. Tempo soeda beromong-omong sedikit dari hal<noinclude></noinclude> 7zw5nyvnvomo5brniqgt7ow8koj9q7j Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/9 104 107903 302381 302029 2026-07-10T04:38:16Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|8}}{{rh||PENGHIDOEPAN}}</noinclude> „Akoe tida kira kaoe mempoenjai kepandean sampe begitoe tinggi, kongtjoe!” Achirnja Wangpo berkata. „Soengoe loear biasa!" Katanja lain pengi- koet dengen berbareng. Marika lantes poengoet itoe doea boeroeng dikoempoel djadi satoe sama dapetnja jang doeloean. Sekean lama marika teroes bikin pemboeroean di itoe tempat, sampe matahari soeda mendojong toeroen baroe itoe anak moeda brikoet bebrapa pengikoetnja berdjalan poelang. Apa jang marika dapet ada loemajan djoega, bebrapa boeroeng besar, lima klintji dan tiga ajam alas jang boeloenja sanget bagoes. {{rule|width=8em|height=2px}}<noinclude></noinclude> spxw1hd1sk03w6qtlqw52qvoknle7lj Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/10 104 107904 302383 302031 2026-07-10T04:39:01Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI}} {{rh|||9}} {{rh||II}}</noinclude>{{dropinitial|'''S'''}}eperti biasanja saben-saben taoen, kaloe soeda sampe pada tangal lima boelan lima, di Hangtjioe, itoe kota jang tersohor djadi sarangnja prampoean-prampoean eilok dan tjantik, pendoedoeknja laki prampoean, toea moeda, pada goembira merajaken harian Pektjoen. Bebrapa waktoe sabelonnja itoe tanggal sampe. beriboe riboe orang dari banjak tempat pada dateng, plesier di darat dan di aer. Antero straat penoe kandara'an roepa², antero soengei ketjil besar, dimana sadja prauw-prauw bisa masoek, disitoe soeda baniak keramean pada mendjadjar. Satoe pada lain roepanja maoe bagoes-bagoesan. Brapa poeloe riboe oewang soeda dikorbanken boeat itoe kaperloean, jang seperti djoega djadi kebiasa'an oemoem. Dari jang paling boesoek sampe pada jang paling bagoes, semoea kandara'an soeda di pandjang, begitoe djoega sama prauw-prauw, dari kapoenja'annja orang jang paling miskin, sampe pada orang-orang paling hartawan, satoe pada lain saling melerat-melerot tida ada poetoesnja. Segala persedia'an soeda disiapken, tjoema menoengoe datengnja itoe hari jang bergoem- bira. Semoea pendoedoek tida bitjaraken lain, selainnja tanggal lima boelan lima!<noinclude></noinclude> ffeq6zsa9th1gt742h834oiyoglga70 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/16 104 107905 302431 301510 2026-07-10T06:03:02Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3952 —}}</noinclude>Tiada lama poela, dengen golok terhoenoes Tang To Na lantas adjak itoe saratoes orang lebi pergi ka pasanggrahannja Beng Hek, jang itoe waktoe djoestroe lagi reba dengen mabok keras dalem tendanja, dimana ada berdiri doea ponggawa, jang mendjaga padanja. Tang To Na lantas menoendjoek dengen golok pada itoe doea panglima, seraja berkata: „Kau berdoea poen telah trima boedinja Tjoe-Kat Sinsiang, maka sekarang wadjiblah kau bantoe kita boeat membales itoe!" „Boeat lakoeken itoe perkara, tiada oesa sampe Tj'angkoen toeroenken tangan, kerna kita berdoea soeda tjoekoep boeat tangkep pada Beng Hek dan lantas seraken dia itoe pada Tjoe-Kat Sinsiang," menjaoet itoe doea orang. Dengen geroemoetan sigra djoega itoe semoea orang soeda masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek itoe lantas diiket sedeng ia lagi menggeros-geros. Kamoedian dengen menoempang di bebrapa praoe, iaorang bawa Radjanja itoe menjebrang di soengei Louw Soei. Tempo marika itoe kirim orang ka pasanggrahan­nja Khong Beng boeat wartaken itoe hal, ini orang berilmoe soeda prenta sekalian ponggawa atoer semoea alat prang dengen rapi, kerna ia poen soeda dapet taoe lebi doeloe perboeatannja marika itoe dari djoeroe-kabarnja.<noinclude></noinclude> grq5cmxjxz47c1grqt43eqqzj8wkq0p 302452 302431 2026-07-10T06:19:34Z Endahimawati 27155 302452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3952 —}}</noinclude>Tiada lama poela, dengen golok terhoenoes Tang To Na lantas adjak itoe saratoes orang lebi pergi ka pasanggrahannja Beng Hek, jang itoe waktoe djoestroe lagi reba dengen mabok keras dalem tendanja, dimana ada berdiri doea ponggawa, jang mendjaga padanja. Tang To Na lantas menoendjoek dengen golok pada itoe doea panglima, seraja berkata: „Kau berdoea poen telah trima boedinja Tjoe-Kat Sinsiang, maka sekarang wadjiblah kau bantoe kita boeat membales itoe!" „Boeat lakoeken itoe perkara, tiada oesa sampe Tj'angkoen toeroenken tangan, kerna kita berdoea soeda tjoekoep boeat tangkep pada Beng Hek dan lantas seraken dia itoe pada Tjoe-Kat Sinsiang," menjaoet itoe doea orang. Dengen geroemoetan sigra djoega itoe semoea orang soeda masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek itoe lantas diiket sedeng ia lagi menggeros-geros. Kamoedian dengen menoempang di bebrapa praoe, iaorang bawa Radjanja itoe menjebrang di soengei Louw Soei. Tempo marika itoe kirim orang ka pasanggrahan­nja Khong Beng boeat wartaken itoe hal, ini orang berilmoe soeda prenta sekalian ponggawa atoer semoea alat prang dengen rapi, kerna ia poen soeda dapet taoe lebi doeloe perboeatannja marika itoe dari djoeroe-kabarnja.<noinclude></noinclude> 8bfxlzkbxiyoauxcm0kui0oxvvu1td8 302514 302452 2026-07-10T09:24:48Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3952 —}}</noinclude>Tiada lama poela, dengen golok terhoenoes Tang To Na lantas adjak itoe saratoes orang lebi pergi ka pasanggrahannja Beng Hek, jang itoe waktoe djoestroe lagi reba dengen mabok keras dalem tendanja, dimana ada berdiri doea ponggawa, jang mendjaga padanja. Tang To Na lantas menoendjoek dengen golok pada itoe doea panglima, seraja berkata: „Kau berdoea poen telah trima boedinja Tjoe-Kat Sinsiang, maka sekarang wadjiblah kau bantoe kita boeat membales itoe!" „Boeat lakoeken itoe perkara, tiada oesa sampe Tj'angkoen toeroenken tangan, kerna kita berdoea soeda tjoekoep boeat tangkep pada Beng Hek dan lantas seraken dia itoe pada Tjoe-Kat Sinsiang," menjaoet itoe doea orang. Dengen geroemoetan sigra djoega itoe semoea orang soeda masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek itoe lantas diiket sedeng ia lagi menggeros-geros. Kamoedian dengen menoempang di bebrapa praoe, iaorang bawa Radjanja itoe menjebrang di soengei Louw Soei. Tempo marika itoe kirim orang ka pasanggrahan­nja Khong Beng boeat wartaken itoe hal, ini orang berilmoe soeda prenta sekalian ponggawa atoer semoea alat prang dengen rapi, kerna ia poen soeda dapet taoe lebi doeloe perboeatannja marika itoe dari djoeroe-kabarnja.<noinclude></noinclude> 60fhqezimoqypbh5kci65b0sa33bywx Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/17 104 107906 302430 301511 2026-07-10T06:02:45Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3953 —}}</noinclude>Pertama Khong Beng silaken itoe orang jang mendjadi kapala dari itoe semoea Radja-gowä dateng di pertengaän, sedeng kawan-kawannja disoeroe toenggoe sadja dalem itoe pasanggrahan besar. Sigra djoega itoe orang jang mendjadi kapala, ialah Tang To Na soeda dateng mengadep dan tjeritaken pada itoe ferdana mantri perkara apa ia soeda berboeat. Khong Beng lantas briken banjak gandjaran pada Tang To Na itoe, serta oetjapken berbagi-bagi perkataan manis boeat hiboerken ia poenja hati. Koetika Tang To Na soeda berlaloe sama kawan-kawannja, baroelah itoe ferdana mantri soeroe algodjo bawa Beng Hek dateng mengadep. „Begimana Beng Hek? Apa ini hari kau soeka menaloek?" demikian Khong Beng menanja pada itoe Radja asing: „Doeloe kau ada bilang, djikaloe akoe dapet tangkep poela, dengen senang hati kau nanti maoe menaloek." „Tapi ini kali akoe dapet ditangkep boekan dari sebab kau poenja kapandean, hanja ada dari lan­taran terchianat oleh orang-orangkoe sendiri, maka akoe djadi begini," menjaoet Beng Hek: „Kaloe ditangkep satjara demikian, begimanatah akoe maoe menaloek?" —„Tapi begimana kaloe sakali lagi akoe kasi kau kamerdikaan?"<noinclude></noinclude> 1pl6m27g3iehcp55sa20z7cezp7gput 302454 302430 2026-07-10T06:23:42Z Endahimawati 27155 302454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3953 —}}</noinclude>Pertama Khong Beng silaken itoe orang jang mendjadi kapala dari itoe semoea Radja-gowä dateng di pertengaän, sedeng kawan-kawannja disoeroe toenggoe sadja dalem itoe pasanggrahan besar. Sigra djoega itoe orang jang mendjadi kapala, ialah Tang To Na soeda dateng mengadep dan tjeritaken pada itoe ferdana mantri perkara apa ia soeda berboeat. Khong Beng lantas briken banjak gandjaran pada Tang To Na itoe, serta oetjapken berbagi-bagi perkataan manis boeat hiboerken ia poenja hati. Koetika Tang To Na soeda berlaloe sama kawan-kawannja, baroelah itoe ferdana mantri soeroe algodjo bawa Beng Hek dateng mengadep. „Begimana Beng Hek? Apa ini hari kau soeka menaloek?" demikian Khong Beng menanja pada itoe Radja asing: „Doeloe kau ada bilang, djikaloe akoe dapet tangkep poela, dengen senang hati kau nanti maoe menaloek." „Tapi ini kali akoe dapet ditangkep boekan dari sebab kau poenja kapandean, hanja ada dari lan­taran terchianat oleh orang-orangkoe sendiri, maka akoe djadi begini," menjaoet Beng Hek: „Kaloe ditangkep satjara demikian, begimanatah akoe maoe menaloek?" —„Tapi begimana kaloe sakali lagi akoe kasi kau kamerdikaan?"<noinclude></noinclude> ad11kyx0ldhaesydueqcnmnsn3lhpuf 302515 302454 2026-07-10T09:25:12Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3953 —}}</noinclude>Pertama Khong Beng silaken itoe orang jang mendjadi kapala dari itoe semoea Radja-gowä dateng di pertengaän, sedeng kawan-kawannja disoeroe toenggoe sadja dalem itoe pasanggrahan besar. Sigra djoega itoe orang jang mendjadi kapala, ialah Tang To Na soeda dateng mengadep dan tjeritaken pada itoe ferdana mantri perkara apa ia soeda berboeat. Khong Beng lantas briken banjak gandjaran pada Tang To Na itoe, serta oetjapken berbagi-bagi perkataan manis boeat hiboerken ia poenja hati. Koetika Tang To Na soeda berlaloe sama kawan-kawannja, baroelah itoe ferdana mantri soeroe algodjo bawa Beng Hek dateng mengadep. „Begimana Beng Hek? Apa ini hari kau soeka menaloek?" demikian Khong Beng menanja pada itoe Radja asing: „Doeloe kau ada bilang, djikaloe akoe dapet tangkep poela, dengen senang hati kau nanti maoe menaloek." „Tapi ini kali akoe dapet ditangkep boekan dari sebab kau poenja kapandean, hanja ada dari lan­taran terchianat oleh orang-orangkoe sendiri, maka akoe djadi begini," menjaoet Beng Hek: „Kaloe ditangkep satjara demikian, begimanatah akoe maoe menaloek?" —„Tapi begimana kaloe sakali lagi akoe kasi kau kamerdikaan?"<noinclude></noinclude> l45n3hqyakzbxywjy1lrgmbtgwsrs7t Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/18 104 107907 302435 301598 2026-07-10T06:04:27Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3934 —}}</noinclude>_ „Dan akoe nanti siapken lagi balatentara boeat maloemken prang. Akoe ini, maski poen ada saorang Ban, tapi akoe kenal baek aken ilmoe mengatoer balatentara, maka djikaloe bener-bener sakali lagi Sinsiang soeka biarken akoe poelang kombali, soeda tentoe akoe nanti madjoeken poela balatentara boeat maloemken prang lagi sampe sala satoe ada jang kala. Na, kaloe dalem itoe paprangan Sinsiang bisa tangkep lagi dirikoe ini, itoe waktoelah akoe nanti menaloek betoel-betoel dengen tiada brani poeter-balik lagi ini djandjian." — „Baek; tapi inget betoel-betoel, kaloe sakaii lagi dapet ditangkep dan kau masi bawa sadja lelakon seperti di ini kali, nistjaja kau tiada nanti dapet ampoen lagi begini gampang." Kamoedian itoe orang berilmoe prenta hambanja boekaken tali jang memborgol tangannja itoe Radja asing, jang lantas djoega diadjak doedoek makan minoem bersama sama. Tempo bersantap, ferdana mantri itoe berkata poela: „Ingetlah Beng Hek, sadari akoe toeroen goenoeng, adakah kau perna denger satoe paprangan jang akoe maloemken dengen tiada dapet kamenangan? Atawa adakah satoe tampat jang akoe serang dengen tiada dapet diambil? Maka soenggoe akoe tiada mengarti, mengapa kau, orang di ini negri, masi djoega tiada maoe menaloek!"<noinclude></noinclude> 6a8tn0vs5h9srojaxyixkzp9eimktvc 302455 302435 2026-07-10T06:26:03Z Endahimawati 27155 302455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3954 —}}</noinclude>— „Dan akoe nanti siapken lagi balatentara boeat maloemken prang. Akoe ini, maski poen ada saorang Ban, tapi akoe kenal baek aken ilmoe mengatoer balatentara, maka djikaloe bener-bener sakali lagi Sinsiang soeka biarken akoe poelang kombali, soeda tentoe akoe nanti madjoeken poela balatentara boeat maloemken prang lagi sampe sala satoe ada jang kala. Na, kaloe dalem itoe paprangan Sinsiang bisa tangkep lagi dirikoe ini, itoe waktoelah akoe nanti menaloek betoel-betoel dengen tiada brani poeter-balik lagi ini djandjian." — „Baek; tapi inget betoel-betoel, kaloe sakali lagi dapet ditangkep dan kau masi bawa sadja lelakon seperti di ini kali, nistjaja kau tiada nanti dapet ampoen lagi begini gampang." Kamoedian itoe orang berilmoe prenta hambanja boekaken tali jang memborgol tangannja itoe Radja asing, jang lantas djoega diadjak doedoek makan minoem bersama sama. Tempo bersantap, ferdana mantri itoe berkata poela: „Ingetlah Beng Hek, sadari akoe toeroen goenoeng, adakah kau perna denger satoe paprangan jang akoe maloemken dengen tiada dapet kamenangan? Atawa adakah satoe tampat jang akoe serang dengen tiada dapet diambil? Maka soenggoe akoe tiada mengarti, mengapa kau, orang di ini negri, masi djoega tiada maoe menaloek!"<noinclude></noinclude> 6xngyvq38yf34nimlofc8zgfw4p4p8h 302516 302455 2026-07-10T09:25:27Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3954 —}}</noinclude>— „Dan akoe nanti siapken lagi balatentara boeat maloemken prang. Akoe ini, maski poen ada saorang Ban, tapi akoe kenal baek aken ilmoe mengatoer balatentara, maka djikaloe bener-bener sakali lagi Sinsiang soeka biarken akoe poelang kombali, soeda tentoe akoe nanti madjoeken poela balatentara boeat maloemken prang lagi sampe sala satoe ada jang kala. Na, kaloe dalem itoe paprangan Sinsiang bisa tangkep lagi dirikoe ini, itoe waktoelah akoe nanti menaloek betoel-betoel dengen tiada brani poeter-balik lagi ini djandjian." — „Baek; tapi inget betoel-betoel, kaloe sakali lagi dapet ditangkep dan kau masi bawa sadja lelakon seperti di ini kali, nistjaja kau tiada nanti dapet ampoen lagi begini gampang." Kamoedian itoe orang berilmoe prenta hambanja boekaken tali jang memborgol tangannja itoe Radja asing, jang lantas djoega diadjak doedoek makan minoem bersama sama. Tempo bersantap, ferdana mantri itoe berkata poela: „Ingetlah Beng Hek, sadari akoe toeroen goenoeng, adakah kau perna denger satoe paprangan jang akoe maloemken dengen tiada dapet kamenangan? Atawa adakah satoe tampat jang akoe serang dengen tiada dapet diambil? Maka soenggoe akoe tiada mengarti, mengapa kau, orang di ini negri, masi djoega tiada maoe menaloek!"<noinclude></noinclude> 2o0hw0ckwkascuiz02ywyt91k1nrwic Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/19 104 107908 302436 301599 2026-07-10T06:04:41Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3955 —}}</noinclude>Beng Hek tinggal diam sadja dengen toendoeken kapalanja. Saäbisnja dahar, Khong Beng adjak Radja Hoe djalan-djalan ka laen-laen pasanggrahan dengen berkoeda, kerna itoe Koensoe hendak banggaken ia poenja ramsoem jang bertoempoek sebagi goenoeng serta segala alat sendjata. Koetika soeda djalan mengider di bebrapa pasangangarahan, Khong Beng adjak Beng Hek itoe meliat balatentaranja. „Soenggoe akoe moesti bilang kau ini ada bodo sekali," kata itoe ferdana mantri sambil mengoendjoek pada soldadoenja itoe: „kaloe sasoeda meliat ini kaädaän masi djoega kau blon maoe menaloek! Tjobalah pikir baek-baek: apa kau ada harepan boeat bisa dapet kamenangan, kaloe akoe ada poenja orang paprangan jang begitoe gaga perkasa serta ramsoem dan alat-send|ata jang begitoe sampoerna? Maka dari pada melawan prang, adalah lebi baek siang-siang kau menaloek; kerna apabila kau soeka toeroet ini nasehat, sigra djoega akoe nanti wartaken pada Baginda Keizer, soepaja Sri Baginda itoe tetepken kau poenja hak toeroen menoeroen boleh doedoek mendjadi Radja di ini negri. Begimana, apa sekarang kau soeka toeroet ini nasehat?" „Akoe sendiri memang tida ada kaberatan boeat loeloesken itoe perkara, tapi begimanatah dengen<noinclude></noinclude> 72pjbldq73sh5uznbvrcpcfqj4ddbdg 302456 302436 2026-07-10T06:27:40Z Endahimawati 27155 302456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3955 —}}</noinclude>Beng Hek tinggal diam sadja dengen toendoeken kapalanja. Saäbisnja dahar, Khong Beng adjak Radja Hoe djalan-djalan ka laen-laen pasanggrahan dengen berkoeda, kerna itoe Koensoe hendak banggaken ia poenja ramsoem jang bertoempoek sebagi goenoeng serta segala alat sendjata. Koetika soeda djalan mengider di bebrapa pasangangarahan, Khong Beng adjak Beng Hek itoe meliat balatentaranja. „Soenggoe akoe moesti bilang kau ini ada bodo sekali," kata itoe ferdana mantri sambil mengoendjoek pada soldadoenja itoe: „kaloe sasoeda meliat ini kaädaän masi djoega kau blon maoe menaloek! Tjobalah pikir baek-baek: apa kau ada harepan boeat bisa dapet kamenangan, kaloe akoe ada poenja orang paprangan jang begitoe gaga perkasa serta ramsoem dan alat-send|ata jang begitoe sampoerna? Maka dari pada melawan prang, adalah lebi baek siang-siang kau menaloek; kerna apabila kau soeka toeroet ini nasehat, sigra djoega akoe nanti wartaken pada Baginda Keizer, soepaja Sri Baginda itoe tetepken kau poenja hak toeroen menoeroen boleh doedoek mendjadi Radja di ini negri. Begimana, apa sekarang kau soeka toeroet ini nasehat?" „Akoe sendiri memang tida ada kaberatan boeat loeloesken itoe perkara, tapi begimanatah dengen<noinclude></noinclude> g84dke1faamros0iyb02zd9lnq1secc 302517 302456 2026-07-10T09:25:45Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3955 —}}</noinclude>Beng Hek tinggal diam sadja dengen toendoeken kapalanja. Saäbisnja dahar, Khong Beng adjak Radja Hoe djalan-djalan ka laen-laen pasanggrahan dengen berkoeda, kerna itoe Koensoe hendak banggaken ia poenja ramsoem jang bertoempoek sebagi goenoeng serta segala alat sendjata. Koetika soeda djalan mengider di bebrapa pasangangarahan, Khong Beng adjak Beng Hek itoe meliat balatentaranja. „Soenggoe akoe moesti bilang kau ini ada bodo sekali," kata itoe ferdana mantri sambil mengoendjoek pada soldadoenja itoe: „kaloe sasoeda meliat ini kaädaän masi djoega kau blon maoe menaloek! Tjobalah pikir baek-baek: apa kau ada harepan boeat bisa dapet kamenangan, kaloe akoe ada poenja orang paprangan jang begitoe gaga perkasa serta ramsoem dan alat-send|ata jang begitoe sampoerna? Maka dari pada melawan prang, adalah lebi baek siang-siang kau menaloek; kerna apabila kau soeka toeroet ini nasehat, sigra djoega akoe nanti wartaken pada Baginda Keizer, soepaja Sri Baginda itoe tetepken kau poenja hak toeroen menoeroen boleh doedoek mendjadi Radja di ini negri. Begimana, apa sekarang kau soeka toeroet ini nasehat?" „Akoe sendiri memang tida ada kaberatan boeat loeloesken itoe perkara, tapi begimanatah dengen<noinclude></noinclude> cdzivgxn6gz4mefdsu8aqauzgkfd0sd Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/20 104 107909 302437 301600 2026-07-10T06:04:57Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3956 —}}</noinclude>akoe poenja rahajat, jang hatinja tentoe blon maoe menaloek?" menjaoet Beng Hek: „Maka kaloe Sinsiang tiada ada halangan boeat kasi akoe poelang kombali, akoe berdjandji, dengen sigra akoe nanti boedjoek sekalian balatentarakoe, soepaja dengen bersatoe hati iaorang toeroet akoe menaloek." Khong Beng ber'akoe girang, seperti djoega ia ada pertjaja aken itoe djandjian. Sigra djoega itoe doea orang soeda balik ka pasanggrahan, dimana kombali ferdana mantri itoe silaken Beng Hek doedoek bersantep. Tempo matahari dojong ka Koelon, baroelah itoe Radja jang bantahan amat berpamitan boeat berdjalan poelang. Khong Beng anter dia itoe sampe di soengei Louw Soei, dan koetika ia soeda menjebrang di itoe soengei, baroelah koensoe itoe balik kombali ka pasanggrahan sendiri. Sapandjang djalan Beng Hek itoe giginja bertjatroek-tjatroek, oleh kerna merasa amat goesar pada Tang To Na dan A HweeLam jang soeda aniaja ia poenja diri. Maka sasampenja di pasanggrahan sendiri, lantas djoega ia semboeniken bebrapa algodjo dalem tendanja. Kamoedian ia prenta orang jang boleh dipertjaja pergi ka pasanggrahannja Tang To Na dan A Hwee Lam boeat panggil itoe doea orang dateng samboet oetoesan jang Khong Beng kirim. Beng Hek goenaken ini akal, oleh kerna ia kwatir itoe doea orang jang dipanggil tiada nanti maoe dateng mengadep.<noinclude></noinclude> k8ezimyl6oslvrfddvjaydxg751iht3 302457 302437 2026-07-10T06:29:00Z Endahimawati 27155 302457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3956 —}}</noinclude>akoe poenja rahajat, jang hatinja tentoe blon maoe menaloek?" menjaoet Beng Hek: „Maka kaloe Sinsiang tiada ada halangan boeat kasi akoe poelang kombali, akoe berdjandji, dengen sigra akoe nanti boedjoek sekalian balatentarakoe, soepaja dengen bersatoe hati iaorang toeroet akoe menaloek." Khong Beng ber'akoe girang, seperti djoega ia ada pertjaja aken itoe djandjian. Sigra djoega itoe doea orang soeda balik ka pasanggrahan, dimana kombali ferdana mantri itoe silaken Beng Hek doedoek bersantep. Tempo matahari dojong ka Koelon, baroelah itoe Radja jang bantahan amat berpamitan boeat berdjalan poelang. Khong Beng anter dia itoe sampe di soengei Louw Soei, dan koetika ia soeda menjebrang di itoe soengei, baroelah koensoe itoe balik kombali ka pasanggrahan sendiri. Sapandjang djalan Beng Hek itoe giginja bertjatroek-tjatroek, oleh kerna merasa amat goesar pada Tang To Na dan A HweeLam jang soeda aniaja ia poenja diri. Maka sasampenja di pasanggrahan sendiri, lantas djoega ia semboeniken bebrapa algodjo dalem tendanja. Kamoedian ia prenta orang jang boleh dipertjaja pergi ka pasanggrahannja Tang To Na dan A Hwee Lam boeat panggil itoe doea orang dateng samboet oetoesan jang Khong Beng kirim. Beng Hek goenaken ini akal, oleh kerna ia kwatir itoe doea orang jang dipanggil tiada nanti maoe dateng mengadep.<noinclude></noinclude> qn4punwqm6gv6c7pjdjiz12vd5hwtff 302519 302457 2026-07-10T09:25:58Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3956 —}}</noinclude>akoe poenja rahajat, jang hatinja tentoe blon maoe menaloek?" menjaoet Beng Hek: „Maka kaloe Sinsiang tiada ada halangan boeat kasi akoe poelang kombali, akoe berdjandji, dengen sigra akoe nanti boedjoek sekalian balatentarakoe, soepaja dengen bersatoe hati iaorang toeroet akoe menaloek." Khong Beng ber'akoe girang, seperti djoega ia ada pertjaja aken itoe djandjian. Sigra djoega itoe doea orang soeda balik ka pasanggrahan, dimana kombali ferdana mantri itoe silaken Beng Hek doedoek bersantep. Tempo matahari dojong ka Koelon, baroelah itoe Radja jang bantahan amat berpamitan boeat berdjalan poelang. Khong Beng anter dia itoe sampe di soengei Louw Soei, dan koetika ia soeda menjebrang di itoe soengei, baroelah koensoe itoe balik kombali ka pasanggrahan sendiri. Sapandjang djalan Beng Hek itoe giginja bertjatroek-tjatroek, oleh kerna merasa amat goesar pada Tang To Na dan A HweeLam jang soeda aniaja ia poenja diri. Maka sasampenja di pasanggrahan sendiri, lantas djoega ia semboeniken bebrapa algodjo dalem tendanja. Kamoedian ia prenta orang jang boleh dipertjaja pergi ka pasanggrahannja Tang To Na dan A Hwee Lam boeat panggil itoe doea orang dateng samboet oetoesan jang Khong Beng kirim. Beng Hek goenaken ini akal, oleh kerna ia kwatir itoe doea orang jang dipanggil tiada nanti maoe dateng mengadep.<noinclude></noinclude> ec38iv2hyb2s471lfr5dirf71cse4t7 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/6 104 107910 302556 301514 2026-07-10T10:11:58Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" />{{rh||-166-}}</noinclude>bagi akoe ada satoe hal jang amat soeker dan amat soesa dilakoeken!. ." „Idjinin pada akoe aken tjeritaken pada kau satoe perkara. Perkara jang di sini kita bitjaraken ada perkaranja akoe poenja soedara sendiri, jang akoe tjinta sebagi djoega akoe poenja anak... Akoe tiada maoe bilang jang Kitty ada tjinta kau aken tetapi jang akoe hendak bilang adalah doeloean ia tiada sekali menoelak kau poenja lamaran; kaloe betoel ia berboeat begitoe. sekarang akoe hendak minta ketrangan dari kau .. " Mendenger begitoe Levine dengen sekoenjoeng-koenjoeng lompat dari korsinja dan dengen soeara keras bilang: „Ah, kau ini pande betoel mengomong dan bisa sekali goenaken perkata'an aken „toesoek" akoe poenja ati! Kau toetoerken itoe sebagi djoega orang jang kailangan anak, dan sebagi peringetan kau olok itoe anak dengen bilang, jang ia itoe ada satoe anak pinter dan tjakep ! Aken tetapi apa goenanja itoe semoea poedjian, kerna itoe anak toch soedah meninggal, meninggalin ini doenia dan maski begimana disajang djoega dan biarpoen ditangisin sampe kaloear aer mata dara sekalipoen, toch itoe anak jang soeda meninggal tiada nanti bisa kembali lagi!" „Ai, betoel betoel kau ini saorang jang loear biasa dan aneh," kata Dolly, jang liat begimana goesar adanja Levine tempo oetjapken itoe per· kata'an aken tetapi kagoesarannja si sobat soeda diganda tertawa sadja. „Ja, sekarang akoe baroe {{rh||- 167 -}} taoe apa sabetoelnja jang soeda terdjadi. Djadi kau tiada maoe dateng lagi di sini sabegitoe lama Kitty ada di kita poenja roema?" „Memang djoega tiada ... Akoe tiada maoe dateng. Akoe tiada maoe ketemoein Kitty; aken djaga soepaja atikoe tiada berdoeka dan tiada tertoesoek, maka akoe soeda ambil poetoesan aken tiada maoe ketemoein Kitty maski di mana djoega. Iailah akoe bilang pada kau dengen teroes terang." „Kau ini betoel betoel ada saorang jang amat aneh!" kata Dolly dan pandang Levine dengen mata tiada berkesip., Kaloe begitoe, baeklah, aken tetapi akoe sanget harep kau nanti soeka ma'afken dirikoe dan anggep semoea omongan jang tadi seperti akoe tiada ada toetoerken pada kau.' Tapi sedari itoe waktoe boeat Levine boekan lagi djadi soeatoe kesenangan kapan dateng menenamoe di sitoe, begitoe djoega bagi Dolly maoe poen iapoenja anak anak; betoel Levine tinggal di sitoe boeat minoem thee, tapi pikirannja melajang ka laen tempat, sedeng dari roepanja menoendjoekin jang ia tiada ada begitoe goembira... {{rh||— — —}} Di pertenga'anja Juli Levine pergi inspectietana tananja Dolly poenja Soedara prempoean Semberi bertjanda dan menjanji koeli koeh lelaki dan prempoean toemplaekin itoe roempoet roempoet kering. Tingkanja marika bikin Levine djadi amat men onkol. Betoel atinja sendiri kapengen bisa toeroet marika itoe jang ada begitoe<noinclude></noinclude> ogbj4p5qkco07ykiqngbf30e678k94m 302567 302556 2026-07-10T10:18:28Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||-166-}}</noinclude>bagi akoe ada satoe hal jang amat soeker dan amat soesa dilakoeken!. ." „Idjinin pada akoe aken tjeritaken pada kau satoe perkara. Perkara jang di sini kita bitjaraken ada perkaranja akoe poenja soedara sendiri, jang akoe tjinta sebagi djoega akoe poenja anak... Akoe tiada maoe bilang jang Kitty ada tjinta kau aken tetapi jang akoe hendak bilang adalah doeloean ia tiada sekali menoelak kau poenja lamaran; kaloe betoel ia berboeat begitoe. sekarang akoe hendak minta ketrangan dari kau .. " Mendenger begitoe Levine dengen sekoenjoeng-koenjoeng lompat dari korsinja dan dengen soeara keras bilang: „Ah, kau ini pande betoel mengomong dan bisa sekali goenaken perkata'an aken „toesoek" akoe poenja ati! Kau toetoerken itoe sebagi djoega orang jang kailangan anak, dan sebagi peringetan kau olok itoe anak dengen bilang, jang ia itoe ada satoe anak pinter dan tjakep ! Aken tetapi apa goenanja itoe semoea poedjian, kerna itoe anak toch soedah meninggal, meninggalin ini doenia dan maski begimana disajang djoega dan biarpoen ditangisin sampe kaloear aer mata dara sekalipoen, toch itoe anak jang soeda meninggal tiada nanti bisa kembali lagi!" „Ai, betoel betoel kau ini saorang jang loear biasa dan aneh," kata Dolly, jang liat begimana goesar adanja Levine tempo oetjapken itoe per· kata'an aken tetapi kagoesarannja si sobat soeda diganda tertawa sadja. „Ja, sekarang akoe baroe {{rh||- 167 -}} taoe apa sabetoelnja jang soeda terdjadi. Djadi kau tiada maoe dateng lagi di sini sabegitoe lama Kitty ada di kita poenja roema?" „Memang djoega tiada ... Akoe tiada maoe dateng. Akoe tiada maoe ketemoein Kitty; aken djaga soepaja atikoe tiada berdoeka dan tiada tertoesoek, maka akoe soeda ambil poetoesan aken tiada maoe ketemoein Kitty maski di mana djoega. Iailah akoe bilang pada kau dengen teroes terang." „Kau ini betoel betoel ada saorang jang amat aneh!" kata Dolly dan pandang Levine dengen mata tiada berkesip., Kaloe begitoe, baeklah, aken tetapi akoe sanget harep kau nanti soeka ma'afken dirikoe dan anggep semoea omongan jang tadi seperti akoe tiada ada toetoerken pada kau.' Tapi sedari itoe waktoe boeat Levine boekan lagi djadi soeatoe kesenangan kapan dateng menenamoe di sitoe, begitoe djoega bagi Dolly maoe poen iapoenja anak anak; betoel Levine tinggal di sitoe boeat minoem thee, tapi pikirannja melajang ka laen tempat, sedeng dari roepanja menoendjoekin jang ia tiada ada begitoe goembira... {{rh||— — —}} Di pertenga'anja Juli Levine pergi inspectietana tananja Dolly poenja Soedara prempoean Semberi bertjanda dan menjanji koeli koeh lelaki dan prempoean toemplaekin itoe roempoet roempoet kering. Tingkanja marika bikin Levine djadi amat men onkol. Betoel atinja sendiri kapengen bisa toeroet marika itoe jang ada begitoe<noinclude></noinclude> rtonezqpfruvfklhnt3fknddmpp2ot2 Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/102 104 107916 302368 301576 2026-07-10T04:14:04Z Sathira15 16353 302368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>yang demikian, menghendaki beberapa persyaratan sebelum seseorang melangsungkan perkawinan. Pada penjelasan dikemukakan bahwa usia perkawinan yang ideal adalah 20–25 tahun bagi seorang wanita karena pada usia tersebut ia sudah siap secara mental spritual mengimbangi suami, dan begitu juga bagi pria, usia 25–30 tahun sudah dianggap siap berumah tangga, seorang pria sudah bekerja. Syarat selanjutnya adalah adanya persetujuan kedua belah pihak keluarga. Selanjutnya si pria menyerahkan suatu ikatan perkawinan berupa seperangkat peralatan wanita dengan seperlunya. Harus mempunyai wali bagi wanita yang belum dewasa. Adapun bagi wanita yang berstatus janda, setelah berpisah dan bercerai masih harus menunggu masa idah sesuai ketentuan hukum Islam yang berlaku, serta tidak pernah berpisah atau bercerai dengan suami pertama untuk kedua kalinya. Persyaratan lain adalah permintaan izin dari pihak pria yang akan mengadakan poligami kepada istrinya. '''3. Memilih Pasangan''' Dahulu kala memilih pasangan sudah ditentukan oleh orang tua dengan menjodohkan anak-anak mereka, bahkan ketika masih dalam kandungan. Kedua orang tua, baik pria maupun wanita, sepakat untuk menjodohkan kedua anaknya. Saat ini jodoh dicari sendiri oleh mereka. Pihak orang tua hanya merestui keinginan anaknya untuk kawin dengan pemuda idamannya. Penilaian terhadap calon menantu cukup cepat, yang penting mereka bisa bertanggung jawab terhadap istrinya. Tidak ditemui tata cara yang pernah dilakukan pada zaman dahulu, yakni pihak orang tua laki-laki mengundang calon istri anaknya untuk berayak atau bertandang ke rumah, melihat perilaku calon menantu yang akan kawin dengan anaknya. Perilaku menjadi salah satu syarat orang tua kepada calon menantunya. Jika perilaku cukup baik, calon mertua secepatnya mengawinkan mereka. Namun, jika perilaku kurang baik, calon mertua bisa menunda sampai waktu yang ditentukan. Hal ini sudah tidak ada lagi. Praktik adat yang biasa mereka lakukan sudah berubah dalam kehidupan masyarakat. Pilihan terbaik diseleksi secara langsung oleh anaknya. Orang tua sudah tidak lagi mencampuri urusan mereka. Namun<noinclude>{{rh|||Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat {{larger|'''89'''}}}}</noinclude> ku383oze2hbgxqykns93xi07vn75wsj Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/107 104 107918 302369 301854 2026-07-10T04:14:35Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>dan meriah dengan suara khas yang merdu. Isi dari ''tarsul'' tersebut bercerita tentang perkawinan kedua mempelai sejak dari awal percintaan sampai bersanding, diselingi dengan pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang menakdirkan segalanya. Pada akhir pantun dipanjatkan doa agar kedua mempelai diberkahi anak-anak yang saleh. Pembacaan ''tarsul'' menggunakan seperangkat perlengkapan ''tarsul'' yang disebut Astagona berupa rangkaian pohon yang berupa pohon hayat. Pembacaan ''tarsul'' ditutup dengan pembacaan doa bagi keselamatan semua hadirin yang menghadiri acara tersebut. Acara selanjutnya adalah pemberian restu atau upacara selamat kepada kedua mempelai yang biasanya didahului kedua orang tua dan disusul oleh yang lainnya. {{Gambar hilang}} Gambar 4.1 Baju Kutai Setengah<br> Baju Kutai setengah dipakai pada acara perkawinan. Kemudian, acara selanjutnya disebut acara ''naik Mentuha'' yang artinya kedua mempelai tadi diarak dibawa ke tempat orang tua pengantin pria. Para pengantar pengantin disuguhi makanan yang telah disiapkan oleh keluarga pengantin pria, dikhususkan juga makanan buat pengantin dan kue-kue khas serta pembacaan doa selamat untuk keselamatan keluarga keduanya. Selesai acara bersantap, kedua mempelai tadi akan dibawa kembali ke rumah orang tua si wanita. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan pengantin pria kepada orang tua pegantin wanita. Yang menyampaikan penyerahan tersebut adalah orang tertua yang ditunjuk untuk mewakili keluarga pengantin pria. Penyerahan pengantin pria tersebut biasanya dengan kata-kata yang merendahkan diri, yaitu: “Kami atas nama keluarga pengantin pria menyerahkan anak kami ini dengan<noinclude>{{rh|{{larger|'''94'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> rqysmwxjc0vug959z8b235qi70ny1s1 302541 302369 2026-07-10T10:00:28Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" /></noinclude>dan meriah dengan suara khas yang merdu. Isi dari ''tarsul'' tersebut bercerita tentang perkawinan kedua mempelai sejak dari awal percintaan sampai bersanding, diselingi dengan pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang menakdirkan segalanya. Pada akhir pantun dipanjatkan doa agar kedua mempelai diberkahi anak-anak yang saleh. Pembacaan ''tarsul'' menggunakan seperangkat perlengkapan ''tarsul'' yang disebut Astagona berupa rangkaian pohon yang berupa pohon hayat. Pembacaan ''tarsul'' ditutup dengan pembacaan doa bagi keselamatan semua hadirin yang menghadiri acara tersebut. Acara selanjutnya adalah pemberian restu atau upacara selamat kepada kedua mempelai yang biasanya didahului kedua orang tua dan disusul oleh yang lainnya. {{Gambar hilang}} Gambar 4.1 Baju Kutai Setengah<br> Baju Kutai setengah dipakai pada acara perkawinan. Kemudian, acara selanjutnya disebut acara ''naik Mentuha'' yang artinya kedua mempelai tadi diarak dibawa ke tempat orang tua pengantin pria. Para pengantar pengantin disuguhi makanan yang telah disiapkan oleh keluarga pengantin pria, dikhususkan juga makanan buat pengantin dan kue-kue khas serta pembacaan doa selamat untuk keselamatan keluarga keduanya. Selesai acara bersantap, kedua mempelai tadi akan dibawa kembali ke rumah orang tua si wanita. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan pengantin pria kepada orang tua pegantin wanita. Yang menyampaikan penyerahan tersebut adalah orang tertua yang ditunjuk untuk mewakili keluarga pengantin pria. Penyerahan pengantin pria tersebut biasanya dengan kata-kata yang merendahkan diri, yaitu: “Kami atas nama keluarga pengantin pria menyerahkan anak kami ini dengan<noinclude>{{rh|{{larger|'''94'''}} Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude> 567mtzstip3haeqjj267x7xt68rm5up Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/90 104 107921 302442 301570 2026-07-10T06:09:45Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4002 —}}</noinclude> Di itoe negri tida didjalanken laen hoekoeman dari pada hoekoeman tabas leher — maski boeat pelanggaran jang paling ketjil. Atoeran jang haroes dapet poedjian paling be­sar, jaitoelah itoe bangsa poenja atoeran kamenoesiaän. Anak-anak prampoean di itoe negri jang soeda tjoekoep oemoer, salamanja boleh mandi di kali bertjampoeran sama orang-orang lelaki, dengen siapa iaorang boleh berboeat sasoekanja, sedeng orang toeanja tiada melarang. Dan lebi loetjoe lagi, boeat itoe perkara iaorang namaken Hak Gé atawa „beladjar kapandean gerakan badan." Saban taon, melaenken kaloe banjak toeroen oedjan iaorang baroe tanem padi, gandoem dan sebaginja, samentara kaloe tetanemannja tida djadi, lantas djoea iaorang potong oeler dan gadja: jang pertama dimasak soep, sedeng jang laen diboeat gantinja nasi Tiap-tiap doesoen ada doea orang jang mendjadi kapala; jang pertama dibri nama Thong Tji, dan jang kadoea diseboet Joe Tiang. Saban boelan doea kali, jaitoe Tjhé-it dan Tjap-go, kota Sam Kang Shia diboeat pangkalan dagang, dimana iaorang mendjoeal-bli, tapi boekan dengen oewang, hanja barang menoekar barang. Demikianlah ringkesnja adat kabiasaän di negri Lam Ban. Tatkala Beng Hek soeda kombali dalem gowa-<noinclude></noinclude> oxd07guasrm8t1pzzjcckwsnc4ogr1w 302462 302442 2026-07-10T06:40:14Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 302462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4002 —}}</noinclude> Di itoe negri tida didjalanken laen hoekoeman dari pada hoekoeman tabas leher — maski boeat pelanggaran jang paling ketjil. Atoeran jang haroes dapet poedjian paling be­sar, jaitoelah itoe bangsa poenja atoeran kamenoesiaän. Anak-anak prampoean di itoe negri jang soeda tjoekoep oemoer, salamanja boleh mandi di kali bertjampoeran sama orang-orang lelaki, dengen siapa iaorang boleh berboeat sasoekanja, sedeng orang toeanja tiada melarang. Dan lebi loetjoe lagi, boeat itoe perkara iaorang namaken Hak Gé atawa „beladjar kapandean gerakan badan." Saban taon, melaenken kaloe banjak toeroen oedjan iaorang baroe tanem padi, gandoem dan sebaginja, samentara kaloe tetanemannja tida djadi, lantas djoea iaorang potong oeler dan gadja: jang pertama dimasak soep, sedeng jang laen diboeat gantinja nasi Tiap-tiap doesoen ada doea orang jang mendjadi kapala; jang pertama dibri nama Thong Tji, dan jang kadoea diseboet Joe Tiang. Saban boelan doea kali, jaitoe Tjhé-it dan Tjap-go, kota Sam Kang Shia diboeat pangkalan dagang, dimana iaorang mendjoeal-bli, tapi boekan dengen oewang, hanja barang menoekar barang. Demikianlah ringkesnja adat kabiasaän di negri Lam Ban. Tatkala Beng Hek soeda kombali dalem {{hws|gowa|gowanja}}<noinclude></noinclude> q91w49iqibu2ibg505xwt9y9jj58cyw Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/91 104 107923 302443 301571 2026-07-10T06:10:34Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4023 —}}</noinclude>nja, lantas djoega ia silaken sanak-soedaranja da­teng mengadep. Koetika itoe orang jang dioendang soeda dateng berkoempoel, ia poen sigra berkata pada marika itoe: „Sebagimana kau taoe, soeda bebrapa kali akoe dibikin maloe oleh orang-orang Siok, hingga de­ngen mengangkat soempa, sabrapa boleh akoe hendak bikin pembalesan pada marika itoe. Dari sebab begitoe, apa antara kau ada jang bisa oendjoek satoe djalan jang baek, tjara begimana akoe boleh sampeken maksoedkoe itoe?" „Soeda tentoe! akoe poen bisa poedjiken satoe orang, jang sanggoep binasaken Tjoe-Kat Liang poenja angkatan perang!" begitoelah kadengeran sala satoe orang berkata, pada sablon moeloetnja Beng Hek jang oetjapken itoe perkataan mendjadi rapet kombali. Semoea orang jang ada di sitoe lantas menoleh dan mengawasin pada itoe orang, jang boekan laen adanja, hanja Taij Laij Thong-Tji, adenja Tjiok Jong Hoedjin, jang di itoe masa ada djadi kapala dari Pat Hoan. Tempo dengen girang Beng Hek menanja, siapa adanja itoe orang jang dimaksoedken dan dimana tempat tinggalnja, ipar itoe lantas berkata poela: „Orang jang akoe maksoedken itoe, jalah Bok Lok Taij-Ong atawa Radja dari gowa Pat Lap Thong, jang pernanja di djoeroesan Salatan-Barat. Radja itoe ada saorang sakti dan apabila ia kaloear,<noinclude></noinclude> kji755n2nj3zmsxamfyxkxuzsftx8z1 302464 302443 2026-07-10T06:42:11Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 302464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4023 —}}</noinclude>{{hwe|nja|gowanja}}, lantas djoega ia silaken sanak-soedaranja da­teng mengadep. Koetika itoe orang jang dioendang soeda dateng berkoempoel, ia poen sigra berkata pada marika itoe: „Sebagimana kau taoe, soeda bebrapa kali akoe dibikin maloe oleh orang-orang Siok, hingga de­ngen mengangkat soempa, sabrapa boleh akoe hendak bikin pembalesan pada marika itoe. Dari sebab begitoe, apa antara kau ada jang bisa oendjoek satoe djalan jang baek, tjara begimana akoe boleh sampeken maksoedkoe itoe?" „Soeda tentoe! akoe poen bisa poedjiken satoe orang, jang sanggoep binasaken Tjoe-Kat Liang poenja angkatan perang!" begitoelah kadengeran sala satoe orang berkata, pada sablon moeloetnja Beng Hek jang oetjapken itoe perkataan mendjadi rapet kombali. Semoea orang jang ada di sitoe lantas menoleh dan mengawasin pada itoe orang, jang boekan laen adanja, hanja Taij Laij Thong-Tji, adenja Tjiok Jong Hoedjin, jang di itoe masa ada djadi kapala dari Pat Hoan. Tempo dengen girang Beng Hek menanja, siapa adanja itoe orang jang dimaksoedken dan dimana tempat tinggalnja, ipar itoe lantas berkata poela: „Orang jang akoe maksoedken itoe, jalah Bok Lok Taij-Ong atawa Radja dari gowa Pat Lap Thong, jang pernanja di djoeroesan Salatan-Barat. Radja itoe ada saorang sakti dan apabila ia kaloear,<noinclude></noinclude> 8xg0gpvnhzxulke9pn061yuyywz3251 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/92 104 107925 302444 301572 2026-07-10T06:10:48Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4024 —}}</noinclude> salamanja ia toenggang gadja. Djoega ia ada pande memanggil angin dan oedjan, demikian poen memanggil binatang-binatang boewas, seperti: ma­tjan, singa, oeler berbisa dan laen-laen binatang jang berantoep dan binatang ini senantiasa mengikoetin dl blakangnja. Laen dari itoe, ia ada poenja djoega tiga laksa soldadoe melaekat jang amat gaga-perkasa. Maka, menoeroet akoe poenja pi­kiran, baeklah Taij-Ong tjoba sediaken sapoetjoek soerat serta barang-barang bingkesan, jang akoe sendiri nanti sampeken padanja boeat minta ia poenja toeloengan. Asal sadja ini orang soeka loeloesken kita poenja permintaan, biar begimana tanggoe adanja balatentara Siok, kita toch tida oesa merasa djeri lagi pada marika itoe." Dengen merasa girang Beng Hek toeroet itoe nasehat. Tempo soerat dan barang-barang soeda sedia, lantas djoega ia soeroe Kokkioe itoe be­rangkat ka itoe tempat; sedeng boeat menoenggoe sampe dateng bantoean dari itoe fihak, ia prenta To Soe Taij-Ong djaga kota Sam Kang Shia, soepaja ini Radja bisa lantas menangkis, djikaloe de­ngen mendadak moesoe dateng menjerang. Bener djoega blon berselang lama Beng Hek atoer pendjagaän di itoe kota, Khong Beng poenja barisan besar telah dateng menjoesoel. Sedeng masi djaoe itoe ferdana mantri soeda preksa kaädaännja itoe kota; dan dari sebab me-<noinclude></noinclude> b9nh3j46gtu0wb8t78kmfbrje100gga 302465 302444 2026-07-10T06:44:12Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 302465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4024 —}}</noinclude> salamanja ia toenggang gadja. Djoega ia ada pande memanggil angin dan oedjan, demikian poen memanggil binatang-binatang boewas, seperti: ma­tjan, singa, oeler berbisa dan laen-laen binatang jang berantoep dan binatang ini senantiasa mengikoetin dl blakangnja. Laen dari itoe, ia ada poenja djoega tiga laksa soldadoe melaekat jang amat gaga-perkasa. Maka, menoeroet akoe poenja pi­kiran, baeklah Taij-Ong tjoba sediaken sapoetjoek soerat serta barang-barang bingkesan, jang akoe sendiri nanti sampeken padanja boeat minta ia poenja toeloengan. Asal sadja ini orang soeka loeloesken kita poenja permintaan, biar begimana tanggoe adanja balatentara Siok, kita toch tida oesa merasa djeri lagi pada marika itoe." Dengen merasa girang Beng Hek toeroet itoe nasehat. Tempo soerat dan barang-barang soeda sedia, lantas djoega ia soeroe Kokkioe itoe be­rangkat ka itoe tempat; sedeng boeat menoenggoe sampe dateng bantoean dari itoe fihak, ia prenta To Soe Taij-Ong djaga kota Sam Kang Shia, soepaja ini Radja bisa lantas menangkis, djikaloe de­ngen mendadak moesoe dateng menjerang. Bener djoega blon berselang lama Beng Hek atoer pendjagaän di itoe kota, Khong Beng poenja barisan besar telah dateng menjoesoel. Sedeng masi djaoe itoe ferdana mantri soeda preksa kaädaännja itoe kota; dan dari sebab {{hws|me|meliat}}<noinclude></noinclude> 3ofqcmd3umws0rmga3ocns4l6c8cq3o Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/94 104 107929 302445 302172 2026-07-10T06:11:24Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4026 —}}</noinclude>ferdana mantri lantas balik kombali. Ia sigra prenta sekalian balatentaranja moendoer bebrapa paal, serta prenta djoega marika itoe berdiriken bebrapa pasanggrahan di itoe tempat. Moendoernja ini soeda ditertawaken oleh itoe sekalian soldadoe Ban jang mendjaga kota, sebab iaorang kira moesoe berboeat begitoe, ada dari lantaran merasa takoet. Oleh kerna adanja ini doegaän djoega, maka iaorang djadi alpa dalem kawadjibannja: saban malem iaorang tidoer dengen mengigo-ngigo, djoega marika tiada maoe lepas lagi djoeroe-dioeroe kabar boeat serepin kaädaän moesoe. Inilah ada soeatoe alamat baek boeat Khong Beng poenja gerakan. Sadari pinda ka itoe tempat, saban hari pintoe bentengnja Khong Beng tinggal tertoetoep. Ampat hari lamanja itoe ferdana mantri tiada kaloearken tita apa-apa; tapi pada hari kalima di waktoe sore, koetika koenjoeng-koenjoeng ada toeroen angin jang aloes, lantas djoega ia kaloearken satoe tita, dengen apa sekalian balatentara diwadjibken, pada poekoel satoe malem iaorang moesti kasi oendjoek masing-masing poenja satoe badjoe, dan djikaloe dalem itoe tempo orang tiada bawa itoe pada tem­pat jang ditentoeken, nistjaja orang jang alpa itoe nanti dapet hoekoeman tabas kapala. Itoe sekalian soldadoe, semoea tiada taoe apa jang dikehendaki oleh itoe ferdana mantri, tapi iaorang tida brani langgar itoe prenta.<noinclude></noinclude> 5xjbj91lccyg56arilho461s7m9bp6f 302466 302445 2026-07-10T06:45:21Z Endahimawati 27155 /* Tervalidasi */ 302466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Endahimawati" />{{rh||— 4026 —}}</noinclude>ferdana mantri lantas balik kombali. Ia sigra prenta sekalian balatentaranja moendoer bebrapa paal, serta prenta djoega marika itoe berdiriken bebrapa pasanggrahan di itoe tempat. Moendoernja ini soeda ditertawaken oleh itoe sekalian soldadoe Ban jang mendjaga kota, sebab iaorang kira moesoe berboeat begitoe, ada dari lantaran merasa takoet. Oleh kerna adanja ini doegaän djoega, maka iaorang djadi alpa dalem kawadjibannja: saban malem iaorang tidoer dengen mengigo-ngigo, djoega marika tiada maoe lepas lagi djoeroe-dioeroe kabar boeat serepin kaädaän moesoe. Inilah ada soeatoe alamat baek boeat Khong Beng poenja gerakan. Sadari pinda ka itoe tempat, saban hari pintoe bentengnja Khong Beng tinggal tertoetoep. Ampat hari lamanja itoe ferdana mantri tiada kaloearken tita apa-apa; tapi pada hari kalima di waktoe sore, koetika koenjoeng-koenjoeng ada toeroen angin jang aloes, lantas djoega ia kaloearken satoe tita, dengen apa sekalian balatentara diwadjibken, pada poekoel satoe malem iaorang moesti kasi oendjoek masing-masing poenja satoe badjoe, dan djikaloe dalem itoe tempo orang tiada bawa itoe pada tem­pat jang ditentoeken, nistjaja orang jang alpa itoe nanti dapet hoekoeman tabas kapala. Itoe sekalian soldadoe, semoea tiada taoe apa jang dikehendaki oleh itoe ferdana mantri, tapi iaorang tida brani langgar itoe prenta.<noinclude></noinclude> sob116lyfhktejk59db24ho81oky833 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/21 104 107935 302438 301601 2026-07-10T06:05:12Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3957 —}}</noinclude>Tipoenja Beng Hek itoe njatalah soeda berhasil sebagimana jang ia ada harep; kerna tiada antara lama itoe doea orang soeda dapet dipantjing. Satelah itoe doea orang masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek ada berdiam, lantas djoega ini Radja jang b ndel bri tanda pada itoe bebrapa algodjo jang bersemboeni, hingga marika ini lantas lompat kaloear dan menjerang pada itoe doea or«ng, jang dalem sakedjep mata soeda dapet di­binasaken, sedeng maitnja lantas dilempar ka da­lem solokan. Seäbisnja lakoeken itoe perboeatan kedjem, Beng Hek lantas prenta orang kapertjajaännja pergi mendjaga tempat-tempat jang penting, sedeng ia sen­diri laloe bawa sadjoembla balatentara ka itoe djalanan sempit jang terapit goenoeng dengen niatan hendak menjerang pada Ma Taij jang berdiam di itoe tempat. Tapi koetika ia sampe di sitoe, ia tiada dapetken sapotong menoesia ada di itoe tempat. Dengen mendongkol Beng Hek tanjaken hal itoe pada bebrapa orang doesoen, jang bri taoe padanja, soldadoe moesoe jang berdiam di sitoe, samalem soeda njebrang kombali di soengei Louw Soei dengen angkoet semoea ramsoem jang iaorang da­pet rampas ka pasanggrahannja Khong Beng. Sedeng oering-oeringan, Beng Hek itoe dapet<noinclude>{{rh|Sam Kok}}{{rh|||242}}</noinclude> 6a1nvxgs2xis5s4v05hzd1tkpqaecid 302458 302438 2026-07-10T06:33:02Z Endahimawati 27155 302458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3957 —}}</noinclude>Tipoenja Beng Hek itoe njatalah soeda berhasil sebagimana jang ia ada harep; kerna tiada antara lama itoe doea orang soeda dapet dipantjing. Satelah itoe doea orang masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek ada berdiam, lantas djoega ini Radja jang b ndel bri tanda pada itoe bebrapa algodjo jang bersemboeni, hingga marika ini lantas lompat kaloear dan menjerang pada itoe doea or«ng, jang dalem sakedjep mata soeda dapet di­binasaken, sedeng maitnja lantas dilempar ka da­lem solokan. Seäbisnja lakoeken itoe perboeatan kedjem, Beng Hek lantas prenta orang kapertjajaännja pergi mendjaga tempat-tempat jang penting, sedeng ia sen­diri laloe bawa sadjoembla balatentara ka itoe djalanan sempit jang terapit goenoeng dengen niatan hendak menjerang pada Ma Taij jang berdiam di itoe tempat. Tapi koetika ia sampe di sitoe, ia tiada dapetken sapotong menoesia ada di itoe tempat. Dengen mendongkol Beng Hek tanjaken hal itoe pada bebrapa orang doesoen, jang bri taoe padanja, soldadoe moesoe jang berdiam di sitoe, samalem soeda njebrang kombali di soengei Louw Soei dengen angkoet semoea ramsoem jang iaorang da­pet rampas ka pasanggrahannja Khong Beng. Sedeng oering-oeringan, Beng Hek itoe dapet<noinclude>{{rh|Sam Kok|||242}}</noinclude> 4k0a9zwon9s92fiorpxsqqo3l5ziilo 302520 302458 2026-07-10T09:26:40Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3957 —}}</noinclude>Tipoenja Beng Hek itoe njatalah soeda berhasil sebagimana jang ia ada harep; kerna tiada antara lama itoe doea orang soeda dapet dipantjing. Satelah itoe doea orang masoek ka dalem tenda, dimana Beng Hek ada berdiam, lantas djoega ini Radja jang b ndel bri tanda pada itoe bebrapa algodjo jang bersemboeni, hingga marika ini lantas lompat kaloear dan menjerang pada itoe doea or«ng, jang dalem sakedjep mata soeda dapet di­binasaken, sedeng maitnja lantas dilempar ka da­lem solokan. Seäbisnja lakoeken itoe perboeatan kedjem, Beng Hek lantas prenta orang kapertjajaännja pergi mendjaga tempat-tempat jang penting, sedeng ia sen­diri laloe bawa sadjoembla balatentara ka itoe djalanan sempit jang terapit goenoeng dengen niatan hendak menjerang pada Ma Taij jang berdiam di itoe tempat. Tapi koetika ia sampe di sitoe, ia tiada dapetken sapotong menoesia ada di itoe tempat. Dengen mendongkol Beng Hek tanjaken hal itoe pada bebrapa orang doesoen, jang bri taoe padanja, soldadoe moesoe jang berdiam di sitoe, samalem soeda njebrang kombali di soengei Louw Soei dengen angkoet semoea ramsoem jang iaorang da­pet rampas ka pasanggrahannja Khong Beng. Sedeng oering-oeringan, Beng Hek itoe dapet<noinclude>{{rh|Sam Kok|||242}}</noinclude> o2i6wwrmo99lhjulocqethq5g8i3v1f Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/22 104 107936 302439 301602 2026-07-10T06:05:25Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3958 —}}</noinclude>soeatoe akal, maka sigra djoega ia poelang ka gowanja boeat berempoek pada adé sendiri jang bernama Beng Joe. Tempo soeda ketemoe pada itoe soedara, Beng Hek itoe lantas berkata: „Soedarakoe, begimana Tjoe Kat Liang itoe poenja kaädaän jang betoel, sekarang ini akoe telah dapet taoe semoea; dari sebab begitoe, baek kau djalanken ini tipoe jang akoe soeda pikir ada bagoes sekali." Kamoedian itoe doea orang doedoek berkata-kata sakoetika lamanja, sedeng apa jang dibitjaraken, itoelah sigra djoega Pembatja nanti mendapet taoe. Tempo Beng Joe mengadjak lebi saratoes soldadoe menjebrang di soengei Louw Soei boeat pergi ka pasanggrahannja Khong Beng dengen membawa banjak emas, moetiara, moestika, gading dan tjoela badak, ia poenja paras ada kaliatan bersorot girang. Tapi baroe ia menjebrang di itoe soengei, ia soeda dipegat oleh balatentaranja Goei Jan, hal jang mana ada bikin ia djadi sanget terkedjoet. Itoe panglima lantas tjari taoe maksoed kadatengannja, dan ia tjeritaken apa jang ia hendak berboeat. Kamoedian itoe panglima kirim orang boeat rapport pada Khong Beng, sedeng ia disoeroe menoenggoe di loear dinding pasanggrahan.<noinclude></noinclude> fgpcaql9z4fw31qu3erbbp8lo7t62tv 302459 302439 2026-07-10T06:34:22Z Endahimawati 27155 302459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3958 —}}</noinclude>soeatoe akal, maka sigra djoega ia poelang ka gowanja boeat berempoek pada adé sendiri jang bernama Beng Joe. Tempo soeda ketemoe pada itoe soedara, Beng Hek itoe lantas berkata: „Soedarakoe, begimana Tjoe Kat Liang itoe poenja kaädaän jang betoel, sekarang ini akoe telah dapet taoe semoea; dari sebab begitoe, baek kau djalanken ini tipoe jang akoe soeda pikir ada bagoes sekali." Kamoedian itoe doea orang doedoek berkata-kata sakoetika lamanja, sedeng apa jang dibitjaraken, itoelah sigra djoega Pembatja nanti mendapet taoe. Tempo Beng Joe mengadjak lebi saratoes soldadoe menjebrang di soengei Louw Soei boeat pergi ka pasanggrahannja Khong Beng dengen membawa banjak emas, moetiara, moestika, gading dan tjoela badak, ia poenja paras ada kaliatan bersorot girang. Tapi baroe ia menjebrang di itoe soengei, ia soeda dipegat oleh balatentaranja Goei Jan, hal jang mana ada bikin ia djadi sanget terkedjoet. Itoe panglima lantas tjari taoe maksoed kadatengannja, dan ia tjeritaken apa jang ia hendak berboeat. Kamoedian itoe panglima kirim orang boeat rapport pada Khong Beng, sedeng ia disoeroe menoenggoe di loear dinding pasanggrahan.<noinclude></noinclude> mwkr29e58p0w6t45ros8p6ojhqgeloe 302521 302459 2026-07-10T09:26:54Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3958 —}}</noinclude>soeatoe akal, maka sigra djoega ia poelang ka gowanja boeat berempoek pada adé sendiri jang bernama Beng Joe. Tempo soeda ketemoe pada itoe soedara, Beng Hek itoe lantas berkata: „Soedarakoe, begimana Tjoe Kat Liang itoe poenja kaädaän jang betoel, sekarang ini akoe telah dapet taoe semoea; dari sebab begitoe, baek kau djalanken ini tipoe jang akoe soeda pikir ada bagoes sekali." Kamoedian itoe doea orang doedoek berkata-kata sakoetika lamanja, sedeng apa jang dibitjaraken, itoelah sigra djoega Pembatja nanti mendapet taoe. Tempo Beng Joe mengadjak lebi saratoes soldadoe menjebrang di soengei Louw Soei boeat pergi ka pasanggrahannja Khong Beng dengen membawa banjak emas, moetiara, moestika, gading dan tjoela badak, ia poenja paras ada kaliatan bersorot girang. Tapi baroe ia menjebrang di itoe soengei, ia soeda dipegat oleh balatentaranja Goei Jan, hal jang mana ada bikin ia djadi sanget terkedjoet. Itoe panglima lantas tjari taoe maksoed kadatengannja, dan ia tjeritaken apa jang ia hendak berboeat. Kamoedian itoe panglima kirim orang boeat rapport pada Khong Beng, sedeng ia disoeroe menoenggoe di loear dinding pasanggrahan.<noinclude></noinclude> 1b3bziekyn5wlq1uzfiewi502zai1ky Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/23 104 107937 302440 301603 2026-07-10T06:05:40Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3959 —}}</noinclude>Tempo Goei Jan poenja soeroehan sampe di pasanggrahannja Khong Beng, djoestroe ini ferdana mantri lagi doedoek bersidang dengen Ma Sok, Lu Khai, Tjhio Wan, Hoei Wie dan bebrapa mantri poela, membitjaraken segala kaperloean boeat taloeken negri Lam Ban. Itoe soeroehan lantas dateng mengadep dan bri taoe, dari hal Beng Hek ada kirim adénja, Beng Joe, dengen membawa banjak barang moestika boeat dipersembaken pada Sinsiang. Khong Beng jang mendenger itoe kabar, lantas mengawasin pada Ma Sok dan menanja: „Joe Siang, apa kau taoe maksoed kadatengannja itoe orang asing?" „Boleh djadi ada taoe djoega," menjaoet Ma Sok: „Tapi akoe tiada brani toetoerken dengen berterang. Maka apa boleh akoe toelis doegaänkoe ini dalem sapotong kertas, kamoedian baroe akoe seraken soerat itoe pada Sinsiang? Akoe ingin taoe, apa Sinsiang ada moefaket dengen ini pikiran atawa tida." — „Baek, tjobalah kau toelis itoe." Ma Sok lantas menoelis, kamoedian ia angsoerken itoe pada Khong Beng. Satelah ini ferdana mantri membatja toelisannia Ma Sok, lantas djoega ia berkata sambil tertawa dan menepok-nepok tangan:<noinclude></noinclude> fbifunjs4fg3chl1491seuovqfpzi2h 302460 302440 2026-07-10T06:35:33Z Endahimawati 27155 302460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3959 —}}</noinclude>Tempo Goei Jan poenja soeroehan sampe di pasanggrahannja Khong Beng, djoestroe ini ferdana mantri lagi doedoek bersidang dengen Ma Sok, Lu Khai, Tjhio Wan, Hoei Wie dan bebrapa mantri poela, membitjaraken segala kaperloean boeat taloeken negri Lam Ban. Itoe soeroehan lantas dateng mengadep dan bri taoe, dari hal Beng Hek ada kirim adénja, Beng Joe, dengen membawa banjak barang moestika boeat dipersembaken pada Sinsiang. Khong Beng jang mendenger itoe kabar, lantas mengawasin pada Ma Sok dan menanja: „Joe Siang, apa kau taoe maksoed kadatengannja itoe orang asing?" „Boleh djadi ada taoe djoega," menjaoet Ma Sok: „Tapi akoe tiada brani toetoerken dengen berterang. Maka apa boleh akoe toelis doegaänkoe ini dalem sapotong kertas, kamoedian baroe akoe seraken soerat itoe pada Sinsiang? Akoe ingin taoe, apa Sinsiang ada moefaket dengen ini pikiran atawa tida." — „Baek, tjobalah kau toelis itoe." Ma Sok lantas menoelis, kamoedian ia angsoerken itoe pada Khong Beng. Satelah ini ferdana mantri membatja toelisannia Ma Sok, lantas djoega ia berkata sambil tertawa dan menepok-nepok tangan:<noinclude></noinclude> ldxn8s5do8mju3u2s7nraroasd7vqmt 302522 302460 2026-07-10T09:28:13Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3959 —}}</noinclude>Tempo Goei Jan poenja soeroehan sampe di pasanggrahannja Khong Beng, djoestroe ini ferdana mantri lagi doedoek bersidang dengen Ma Sok, Lu Khai, Tjhio Wan, Hoei Wie dan bebrapa mantri poela, membitjaraken segala kaperloean boeat taloeken negri Lam Ban. Itoe soeroehan lantas dateng mengadep dan bri taoe, dari hal Beng Hek ada kirim adénja, Beng Joe, dengen membawa banjak barang moestika boeat dipersembaken pada Sinsiang. Khong Beng jang mendenger itoe kabar, lantas mengawasin pada Ma Sok dan menanja: „Joe Siang, apa kau taoe maksoed kadatengannja itoe orang asing?" „Boleh djadi ada taoe djoega," menjaoet Ma Sok: „Tapi akoe tiada brani toetoerken dengen berterang. Maka apa boleh akoe toelis doegaänkoe ini dalem sapotong kertas, kamoedian baroe akoe seraken soerat itoe pada Sinsiang? Akoe ingin taoe, apa Sinsiang ada moefaket dengen ini pikiran atawa tida." — „Baek, tjobalah kau toelis itoe." Ma Sok lantas menoelis, kamoedian ia angsoerken itoe pada Khong Beng. Satelah ini ferdana mantri membatja toelisannia Ma Sok, lantas djoega ia berkata sambil tertawa dan menepok-nepok tangan:<noinclude></noinclude> t8dg7f4r5tu2qmckjgf2o03nd5pchi5 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/24 104 107938 302447 301604 2026-07-10T06:15:17Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3960 —}}</noinclude>„Itoe tipoe, tjara begimana Beng Hek moesti ditangkep jang akoe soeda pikir dengen baek, betoel ada sebagimana kau poenja pengliatan." Kamoedian itoe ferdana mantri lantas panggil Tio In dateng mengadep. Sasoeda kisikin bebrapa perkataän di koepingnja itoe panglima, ia lantas panggil Goei Jan dateng di hadepannja. Pada ini panglima, demikian poen pada Ong Peng dan Kwan So jang dipanggil paling blakang, djoega itoe orang berilmoe membri pesenan dengen resia. Koetika itoe ampat orang soeda berlaloe boeat lakoeken ia poenja tita, baroelah ia silaken Beng Joe itoe dateng mengadep. Sabentar lagi itoe orang asing soeda dateng berloetoet di hadepannja dengen berkata: „Atas titanja Koko Beng Hek, jang telah mene­rima Sinsiang poenja boedi jang amat besar, hingga ia sendiri tida taoe dengen apa ia moesti membales, akoe bawa ini bebrapa roepa moestika boeat Sinsiang; barang-barang jang mana, Sinsiang boleh pandang sadja sebagi barang boeat digandjarken pada balatentara, kerna Koko kata, kamoedia ia nanti kirim lagi laen bingkesan boeat Baginda Keizer." — „Dan kau poenja Koko sekarang ada dimana?" — „Oleh kerna Koko inget Sinsiang poenja boedi jang begitoe besar seperti langit, sekarang ia pergi<noinclude></noinclude> mvggl163qq8ntwph1qq21r201vsfhqg 302523 302447 2026-07-10T09:28:33Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3960 —}}</noinclude>„Itoe tipoe, tjara begimana Beng Hek moesti ditangkep jang akoe soeda pikir dengen baek, betoel ada sebagimana kau poenja pengliatan." Kamoedian itoe ferdana mantri lantas panggil Tio In dateng mengadep. Sasoeda kisikin bebrapa perkataän di koepingnja itoe panglima, ia lantas panggil Goei Jan dateng di hadepannja. Pada ini panglima, demikian poen pada Ong Peng dan Kwan So jang dipanggil paling blakang, djoega itoe orang berilmoe membri pesenan dengen resia. Koetika itoe ampat orang soeda berlaloe boeat lakoeken ia poenja tita, baroelah ia silaken Beng Joe itoe dateng mengadep. Sabentar lagi itoe orang asing soeda dateng berloetoet di hadepannja dengen berkata: „Atas titanja Koko Beng Hek, jang telah mene­rima Sinsiang poenja boedi jang amat besar, hingga ia sendiri tida taoe dengen apa ia moesti membales, akoe bawa ini bebrapa roepa moestika boeat Sinsiang; barang-barang jang mana, Sinsiang boleh pandang sadja sebagi barang boeat digandjarken pada balatentara, kerna Koko kata, kamoedia ia nanti kirim lagi laen bingkesan boeat Baginda Keizer." — „Dan kau poenja Koko sekarang ada dimana?" — „Oleh kerna Koko inget Sinsiang poenja boedi jang begitoe besar seperti langit, sekarang ia pergi<noinclude></noinclude> 1naez5orj3q9bnjohbwxpbogcr5azmi Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/25 104 107939 302448 301605 2026-07-10T06:15:28Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 3961 —}}</noinclude>ka goenoeng Gie Kong San boeat ambil barang-barang moestika, tapi tiada lama tentoe ia nanti poelang kombali." — „Kau ada adjak brapa banjak orangtah dateng ka mari?" — „Akoe tiada brani mengadjak banjak; malaenken saratoes orang lebi, jaitoe satjoekoepnja sadja boeat membawa barang-barang." Khong Beng lantas soeroe itoe semoea orang masoek ka dalem itoe roewangan. Matjemnja marika itoe lebi mirip dengen memedi dari pada menoesia. laorang tiada pake kasoet, sedang di koepingnja ada tergantoeng anting-anting terbikin dari emas; koelitnja item, bidji-matanja blao, samentara ramboet jang berwarna koening dan koemis mera sepa jang toemboe di atas bibirnja, ada menambaken kaängkerannja. Khong Beng lantas silaken itoe soldadoe asing jang tinggi besar, satoe tanda iaorang ada berte­naga koeat sekali, doedoek makan-minoem dalem itoe roewangan, sedeng bebrapa ponggawa prang diprenta melajanin pada marika itoe. Doea antara itoe soldadoe penganter sigra djoega telah poelang kombali ka pasanggrahannja Beng Hek, sedeng ini Radja djoestroe lagi menoenggoe balesan kabar. Ia lantas silaken itoe doea orang masoek berdjoempa dan menanja, hal apa soeda terdjadi dengen soedaranja jang bawa barang anteran.<noinclude></noinclude> o38hk7bqmozeb53aakazipfrs9ljtio 302524 302448 2026-07-10T09:28:48Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3961 —}}</noinclude>ka goenoeng Gie Kong San boeat ambil barang-barang moestika, tapi tiada lama tentoe ia nanti poelang kombali." — „Kau ada adjak brapa banjak orangtah dateng ka mari?" — „Akoe tiada brani mengadjak banjak; malaenken saratoes orang lebi, jaitoe satjoekoepnja sadja boeat membawa barang-barang." Khong Beng lantas soeroe itoe semoea orang masoek ka dalem itoe roewangan. Matjemnja marika itoe lebi mirip dengen memedi dari pada menoesia. laorang tiada pake kasoet, sedang di koepingnja ada tergantoeng anting-anting terbikin dari emas; koelitnja item, bidji-matanja blao, samentara ramboet jang berwarna koening dan koemis mera sepa jang toemboe di atas bibirnja, ada menambaken kaängkerannja. Khong Beng lantas silaken itoe soldadoe asing jang tinggi besar, satoe tanda iaorang ada berte­naga koeat sekali, doedoek makan-minoem dalem itoe roewangan, sedeng bebrapa ponggawa prang diprenta melajanin pada marika itoe. Doea antara itoe soldadoe penganter sigra djoega telah poelang kombali ka pasanggrahannja Beng Hek, sedeng ini Radja djoestroe lagi menoenggoe balesan kabar. Ia lantas silaken itoe doea orang masoek berdjoempa dan menanja, hal apa soeda terdjadi dengen soedaranja jang bawa barang anteran.<noinclude></noinclude> fs3lh5fke5izz3qqcct9ut7b143n39s Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/11 104 107949 302374 301999 2026-07-10T04:25:21Z Ichi Ocha 26099 302374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|10|"P E N G H I D O E P A N"}}</noinclude> Gogwee tjeego tjoema tinggal doea hari! Doea hari berselang, dan koetika sampe pada itoe hari, antero pendoedoek dari berbagi-bagi tempat jang koendjoengin itoe kota, semoea merasaken penoe kasenengan, kagirangan dan kaplesieran makan minoem, dan djoega....... kasoekeran brikoet sekalian bahaja-bahaja jang djoega tida djarang saben taoen terdjadi! Semoea roemah-roemah makan djadi padet tamoe, antero straat kandara‘an liwat tida brenti-brentinja. Parasnja orang jang bersliweran rata-rata ada goembira. Soenggoe sanget ramee! Di depannja satoe roemah makan jang sederhana, keliatan saorang anak moeda berdoedoek madep distraat. Sabentar-sabentar ia poenja bidji mata berdansa kakiri dan kanan, meliatken roepa-roepa pemandengan jang tertampak di depannja. la poenja paras ada sanget tjakep dan gaga. Ia doedoek begitoe roepa dengen anteng, terpisa pada lain-lain tetamoe. Sedeng diblakangnja, ada doea orang jang menoenggoe sambil berdiri, roepanja marika itoe ada sebagi pengikoet atawa boedjangnja itoe orang moeda jang berdoedoek. „Orang kata Hangtjioe ada kota Sorga, tida sala, kongtjoe,“ berkata satoe antara itoe doea orang jang bediri, „kaloe akoe liat keadaan sekarang ini, biar akoe tida dapet gadji, rasanja akoe seneng berdiam di ini tempat”.<noinclude></noinclude> i1k4287lbywrolcjph6jsjxj3lxrg9m 302384 302374 2026-07-10T04:39:18Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|10|"P E N G H I D O E P A N"}}</noinclude> Gogwee tjeego tjoema tinggal doea hari! Doea hari berselang, dan koetika sampe pada itoe hari, antero pendoedoek dari berbagi-bagi tempat jang koendjoengin itoe kota, semoea merasaken penoe kasenengan, kagirangan dan kaplesieran makan minoem, dan djoega....... kasoekeran brikoet sekalian bahaja-bahaja jang djoega tida djarang saben taoen terdjadi! Semoea roemah-roemah makan djadi padet tamoe, antero straat kandara‘an liwat tida brenti-brentinja. Parasnja orang jang bersliweran rata-rata ada goembira. Soenggoe sanget ramee! Di depannja satoe roemah makan jang sederhana, keliatan saorang anak moeda berdoedoek madep distraat. Sabentar-sabentar ia poenja bidji mata berdansa kakiri dan kanan, meliatken roepa-roepa pemandengan jang tertampak di depannja. la poenja paras ada sanget tjakep dan gaga. Ia doedoek begitoe roepa dengen anteng, terpisa pada lain-lain tetamoe. Sedeng diblakangnja, ada doea orang jang menoenggoe sambil berdiri, roepanja marika itoe ada sebagi pengikoet atawa boedjangnja itoe orang moeda jang berdoedoek. „Orang kata Hangtjioe ada kota Sorga, tida sala, kongtjoe,“ berkata satoe antara itoe doea orang jang bediri, „kaloe akoe liat keadaan sekarang ini, biar akoe tida dapet gadji, rasanja akoe seneng berdiam di ini tempat”.<noinclude></noinclude> h63r2ay69f8igu59cfhv5b3pzlgey94 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/7 104 107953 302561 302047 2026-07-10T10:14:16Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" />{{rh|— 168 —||— 169 —}}</noinclude>senang. Di satoe toempoekan roempoet ia rebahin dirinja sembari dengerin itoe orang orang menjanji sedeng kedoea matanja melihatin djoega iaorang bekerdja. Itoe koeli koeli tinggal teroes di sitoe dan di waktoe malem ampir tiada tidoer sama sekali. Tempo moelain siang keada'an di sitoe baroe sepi. Tatkala Levine bangoen dari tidoernja ia pandang bintang bintang di langit dan mengarti malem soeda diganti oleh siang. „Apa akoe moesti berboeat? Bagimana akoe moesti bikin?" begitoelah ia tanja dirinja sendiri. Lagi sekali ia inget apa jang tadi siang ia pikirken dan apa jang tadi ia soeda impiken. Kawin? Kerdja? Apa betoel orang lelaki moesti kerdja? Apa baek djadi orang tani sadja? Apa baek kawin dengen satoe preompoean kampoengan sadja?" Selagi pikirannja inget hal hal di atas, ia berlaloe dari lapangan dan djalan di tikoengan jang bisa teroes ka kampoeng. Angin ada menioep dengen aloes. Oedara ada remeng remeng. Ini ada satoe tanda jang malem hendak terganti dengen siang. Semingkin lama tindakannja Levine djadi semingkin gantiang; tapi selamanja ia djalan dengen kepala ditoendoekin. Denger sekoenjoeng koenjoeng ia denger soeraranja bel. Maoe atawa tiada ia angkat kepalanja aken menengok. „Satoe kreta? Siapakah jang dateng kemari?" Di satoe tempat jang djaoenja kira kira ampat poeloe depa ada mendatangin satoe kreta jang ditarik oleh ampat koeda. Di satoe podjok ada. tidoer satoe nene dan di depan katja pintoe satoe nona jang dari roepanja baroe sadja bangoen dari tidoer sedeng asik betoelin piranja iapoenja topi. Levine kenalin itoe nona dari kahoea matanja jang gilang goemilang. Atinja berdebar debar saking kagirangan Batoel itoe nona jang bikin atinja djadi bergerak seperti kapal terserang geloembang... Itoe nona... Kitty jang ia tjintaken dengen segenep djiwanja! Levine mengerti jang Kitty dateng dari station dan sedeng mengoendjoengin iapoenja soedara. Antero kesedian jang seedlem menjerang dirinja, antero poetoesan jang ia sedeng timbang, sekoenjoeng koenjoeng djadi ilang; dengen perass'an menjesel ia inget poetoesannja jang maoe menikah dengen satoe prempoean kampoengan. Iapoenja niatan jang tadinja ia soeda tetepken, sekarang dibikin oeroeng; samentara itoe kreta jang tadinja ada di depan matanja soeda meliwatin dirinja. Tatkala itoe Kitty tiada menengok lagi ka djendela. Binatang andjing jang menggonggong menoendjoekin jang itoe kreta mendoedjoe ka kampoeng. Djalanan di sitoe kombali djadi sepi. Sebagi seorang asing Levine landjoetken iapoenja perdjalanan lari djaoe. „Tiada”, begitoelah ia bilang pada dirinja sendiri. „Toentoet pengidoepan jang saderhana boleh djadi ada sanget bagoes, tjoema sadja atikoe soeda diato tjinta pada Kitty!” Itoe malem jang Levine liwatin dengen tidoer di oedara terboeka ada pengaroein sanget iapoenja pikiran. Dan kedatengannja Kitty jang ati<noinclude></noinclude> eh93x4iyf477khrdenpxiftqsksvslw Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/9 104 107954 302334 302048 2026-07-10T02:40:55Z Link PB 26772 302334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh|— 172 —||— 173 —}}</noinclude>{{hwe|nja|sobatnja}}, Sviajski namanja, jang tiada berdjaoean dari itoe tempat. Ini kali ia merasa girang lantaran bisa djaoeken dirinja dari Kitty, djaoe dari segala hal jang bisa bikin roewet iapoenja pikiran, apa lagi dengen berdiam di roemahnja iapoenja sobat saban hari ia bisa pergi memboeroe, satoe hal jang bisalah bantoe mengiboerin atinja jang sedang berdoeka. {{rh||— — —|}} {{center|BAGIAN KA AMPAT.}} Anna Karenine tinggal tetep sama iapoenja soeami. Saban hari marika doedoek mengomoeng tapi keada'annja itoe soeami istri tiada ada sebagei „orang jang ta kenal satoe sama laen“.{{--}} Aken djaga soepaja boedjang-boedjang di sitoe tiada tjeritain tentang dirinja, maka Karenine saban hari dateng mengoendjoengin istrinja; tapi sampe sebegitoe djaoe djarang sekali ia maoe makan di roema. Vronsky djarang dateng di itoe roema, tapi Anna sering ketemoein di loear, hal mana diketahoei djoega oleh Karenine. Pendeknja hal ini boeat itoe tiga orang ada satoe perkara jang amat tiada enak. Karenine hareep Anna nanti bisa mendoesin dari iapoenja perboeatan jang kliroe; Karenine maoe sampe ini hal orang banjak loepaken dan dengen begitoe namanja djadi tiada katjipratan noda. Anna jang djadi lantaran maka terdjadinja itoe perkara, ada orang jang paling berdoeka, tapi ada sampe koeat aken penjaja jang semoea ini bisa djadi beres sendirinja. Betoel ia sendiri tiada taoe begimana ini nanti bisa djadi beres, tapi tetep ia pertjaja jang itoe hal akan djadi sebagimana mestinja dan dirinja tiada lama lagi terlepas dari sekali kadoeka'an. Vronsky, jang tergila-gila sama Anna, poen harep begitoe; zonder ia berboeat apa-apa, itoe kekoesoetan jang sekarang nanti djadi beres sendiri. Tempo sampe di roema Vronsky dapet satoe soerat dari Anna jang toelis seperti brikoet: :„Akoe seneng sakit dan merasa amat tjilaka. Akoe moesti tinggal di dalem kamar, satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken lantaran tiada ketemoe kau{{--}}akoe poenja djantoeng ati. Dateng ini malem dari poekoel toedjoe sampe poekoel sepoeloe Alexis Alexandrovitch pergi hadirin persidangannja raad minister.“ Betoel Vronsky sendiri merasa aneh jang Anna, maskipoen soeaminja larang, toh soedah „silaken“ ia dateng di roemahnja; kendati begitoe toch ia, sesoedanja timbang sasoetika lamanja, loeloesken itoe perminta'an; tempo ia sedeng berdiri di depan pintoe, ia liat lontjeng soeda menoendjoekin poekoel 9. Satoe kreta dengen di tarik oleh doea koeda besar sedeng menoenggoe di depan; ia kenalin itoe kreta ada kretanja Anna. „He, roepanja ia dateng pada 'koe,“ begitoelah Vronsky bilang, „Memang ada lebih baik djoega. Akan tetapi akoe tiada maoe njataken jang dirikoe satoe pengetjoet, kendatipoen atikoe {{hws|rasa|rasanja}}<noinclude></noinclude> 19k7izyk9ddyqi09ztaznvler7ripje Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/12 104 107955 302377 302083 2026-07-10T04:28:05Z Ichi Ocha 26099 302377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI|11}}</noinclude> ,,Ja, Hangtjioe memang ada satoe kota rame dan soeda lama terkenal keada'annja. Kaoe liat itoe sekalian orang-orang, roepanja marika tida mengenal tjape”, saoetnja itoe anak moeda jang, boekan lain dari itoe orang moeda djoega jang dibagian depan pembatja soeda ketemoe. Ia dateng di Hangtjioe bersama Wangpo dan Ongpien, perloenja, seperti banjak laen orang, djaoeh-djaoeh dateng disitoe, boeat ikoet menjaksiken itoe kerameen diharian Gow-gwee tjeego. „Ini hari soeda begini rame, besok loesa lebi lagi. Oh, bagimana rame dan seneng adanja itoe sekalian pendoedoek di ini tempat, itoelah kaoe bisa pikir sendiri, Wangpo. Oeentoeng sabelonnja kita brangkat, akoe soeda minta permisi sedikit lama boeat meliat liat di ini tempat. Kaloe kaoe rasa seneng tinggal disini, nah, senengkenlah satjoekcepnia selama kita masi berada di ini tempat”. „Kongtjoe maoe tinggal disini sampe brapa lama?" Tanja Oagpien. „Teritoeng dari sekarang sampe 10 hari lagi.” „Mendingan djoega”. Kata Wangpo. „Ja, ae akoe kira sabegitoe soeda tioekoep, Kapan lebi lama koeatir iboe nanti boeat pikiran. ltoe tiga orang begitoe Sateroesnja marika saben_saben pasang bitjara sambil memandeng didjalanan. Tida djarang orang-orang jang berdialan dideketnja marika banjak jang mengawas-<noinclude></noinclude> p5ayyhxpb7nb46qexz5pmywcyv9tegu 302387 302377 2026-07-10T04:42:35Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI|11}}</noinclude> ,,Ja, Hangtjioe memang ada satoe kota rame dan soeda lama terkenal keada'annja. Kaoe liat itoe sekalian orang-orang, roepanja marika tida mengenal tjape”, saoetnja itoe anak moeda jang, boekan lain dari itoe orang moeda djoega jang dibagian depan pembatja soeda ketemoe. Ia dateng di Hangtjioe bersama Wangpo dan Ongpien, perloenja, seperti banjak laen orang, djaoeh-djaoeh dateng disitoe, boeat ikoet menjaksiken itoe kerameen diharian Gow-gwee tjeego. „Ini hari soeda begini rame, besok loesa lebi lagi. Oh, bagimana rame dan seneng adanja itoe sekalian pendoedoek di ini tempat, itoelah kaoe bisa pikir sendiri, Wangpo. Oeentoeng sabelonnja kita brangkat, akoe soeda minta permisi sedikit lama boeat meliat liat di ini tempat. Kaloe kaoe rasa seneng tinggal disini, nah, senengkenlah satjoekcepnia selama kita masi berada di ini tempat”. „Kongtjoe maoe tinggal disini sampe brapa lama?" Tanja Oagpien. „Teritoeng dari sekarang sampe 10 hari lagi.” „Mendingan djoega”. Kata Wangpo. „Ja, ae akoe kira sabegitoe soeda tioekoep, Kapan lebi lama koeatir iboe nanti boeat pikiran. ltoe tiga orang begitoe Sateroesnja marika saben_saben pasang bitjara sambil memandeng didjalanan. Tida djarang orang-orang jang berdialan dideketnja marika banjak jang mengawas-<noinclude></noinclude> ota67bg02haatgz0wiydnqcsn55czsv Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/10 104 107956 302335 302049 2026-07-10T02:42:11Z Link PB 26772 302335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 174 —||— 175 —}}</noinclude>nja tiada enak boeat dateng di ini roemah." Dengan keberanian dan kabengalan jang loear biasa, seperti memang ia sering lakoeken koetika masi ketjil, ia toeroen dari kandarannja dengan tindakan tetep ia masoek ka dalem; boedjang jang ada di sitoe, soeda kasi tanda aken kretanja Vronsky didjalanin teroes; tapi Vronsky tiada jadi kaget tempo meliat moekanja itoe boedjang jang mengawasin dengen tiada soedahnja pada iapoenja diri. Di dalam ampir sadja ia toebroek Karenine jang abis berdandan dan maoe pergi keloear. Dari sinarnja lampoe jang remang-remang orang bisa liat parasnja Karenine jang amat poetjet, sedeng iapoenja kedoea mata mengawasin dengen tiada soedahnja pada Vronsky, akan tetapi orang jang dipandang tiada djadi kikoek, hanja dengen hormat kasi taoe dan kamoedian landjoetin iapoenja perdjalanan dari djaoe. Dengen soeara jang tiada begitoe teges kedengerannja Karenine ada bilang apa-apa, sedeng tangannja perangin iapoenja topi dan achirnja menoendjoek keloear. Vronsky, zonder menengok ka belakang lagi denger Karenine bertindak dan naik di kreta dan kasi prenta koetsiernja aken djalannin kretanja. „Ané sekali!" kata Vronsky saorang diri. „Apa ia marah, atawa apa ia maoe belaken ia poenja kshormatan? Tjoba kaloe ia berlakoe gasa, tentoelah akoe djadi taoe apa jang koea moesti berboeat, akan tetapi itoe kaleman atawa itoe akal... ia djadi paksa akoe aken pegang rolnja satoe penipoe dan ini ada satoe perkara jang akoe tiada maoe dapetjn..." Sedari ia bikin pembitjara'an sama Anna di loear, keada'annja Vronsky soeda banjak beroeba. Anna jang memang sedari doeloe serahken nasibnja pada Vronsky, toenggoe dengen sabar begimana poetoesannja itoe katjinta'an. Vronsky jang djato ati sama Anna, tiada sangka sama sekali jang iapoenja katjinta'an bakal hadepken nasib jang begitoe djelek jang dari doeloe maoepoen sekarang tiada sekali ia sangka. Kesenangan sadja jang ia dapetjn dengen Anna ia pikerken. Samentara itoe tjintanja pada Anna semingkin lama djadi semingkin besar. Di roeangan depan ia denger Anna sedeng mendatengin. Ia mengerti Anna maoe pergi kaloear boeat liat apa ia (Vronsky) soeda dateng atawa belon dan tinggal tetep di sitoe sampe Anna dateng di itoe roeangan. "Tiada!" demikianlah Anna bilang tempo ia dapet liat Vronsky. "Tiada, kaloe begitoe, tentoean bakal terdjadi dengen lekas, ja lebi tjepet dari apa jang bisa didega..." Abis oetjapken itoe kedoea matanja mengoetjoerken aer mata hingga iapoenja kedoea pipi djadi basa. "Kau kenapa, djantoeng atikoe?" "Akoe kenapa? Akoe toenggoe, akoe doedoek dengen ati jang tiada sabaran. Satoe djam, doea djam... 'koe anggep sebagi djoega satoe doea taon lamanja, ja boleh djadi djoega lebi dari itoe. Tiada, pada kau, akoe tiada maoe mara, pada kau akoe tiada sekali boleh mara..."<noinclude></noinclude> 8a39fcdkvyv0390w2dvtnqopiihprie 302565 302335 2026-07-10T10:16:23Z Badak Jawa 19009 /* Tervalidasi */ 302565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Badak Jawa" />{{rh|— 174 —||— 175 —}}</noinclude>nja tiada enak boeat dateng di ini roemah." Dengan keberanian dan kabengalan jang loear biasa, seperti memang ia sering lakoeken koetika masi ketjil, ia toeroen dari kandarannja dengan tindakan tetep ia masoek ka dalem; boedjang jang ada di sitoe, soeda kasi tanda aken kretanja Vronsky didjalanin teroes; tapi Vronsky tiada jadi kaget tempo meliat moekanja itoe boedjang jang mengawasin dengen tiada soedahnja pada iapoenja diri. Di dalam ampir sadja ia toebroek Karenine jang abis berdandan dan maoe pergi keloear. Dari sinarnja lampoe jang remang-remang orang bisa liat parasnja Karenine jang amat poetjet, sedeng iapoenja kedoea mata mengawasin dengen tiada soedahnja pada Vronsky, akan tetapi orang jang dipandang tiada djadi kikoek, hanja dengen hormat kasi taoe dan kamoedian landjoetin iapoenja perdjalanan dari djaoe. Dengen soeara jang tiada begitoe teges kedengerannja Karenine ada bilang apa-apa, sedeng tangannja perangin iapoenja topi dan achirnja menoendjoek keloear. Vronsky, zonder menengok ka belakang lagi denger Karenine bertindak dan naik di kreta dan kasi prenta koetsiernja aken djalannin kretanja. „Ane sekali!" kata Vronsky saorang diri. „Apa ia marah, atawa apa ia maoe belaken ia poenja kshormatan? Tjoba kaloe ia berlakoe gasa, tentoelah akoe djadi taoe apa jang koea moesti berboeat, akan tetapi itoe kaleman atawa itoe akal... ia djadi paksa akoe aken pegang rolnja satoe penipoe dan ini ada satoe perkara jang akoe tiada maoe dapetjn..." Sedari ia bikin pembitjara'an sama Anna di loear, keada'annja Vronsky soeda banjak beroeba. Anna jang memang sedari doeloe serahken nasibnja pada Vronsky, toenggoe dengen sabar begimana poetoesannja itoe katjinta'an. Vronsky jang djato ati sama Anna, tiada sangka sama sekali jang iapoenja katjinta'an bakal hadepken nasib jang begitoe djelek jang dari doeloe maoepoen sekarang tiada sekali ia sangka. Kesenangan sadja jang ia dapetjn dengen Anna ia pikerken. Samentara itoe tjintanja pada Anna semingkin lama djadi semingkin besar. Di roeangan depan ia denger Anna sedeng mendatengin. Ia mengerti Anna maoe pergi kaloear boeat liat apa ia (Vronsky) soeda dateng atawa belon dan tinggal tetep di sitoe sampe Anna dateng di itoe roeangan. „Tiada!" demikianlah Anna bilang tempo ia dapet liat Vronsky. " „Tiada, kaloe begitoe, tentoean bakal terdjadi dengen lekas, ja lebi tjepet dari apa jang bisa didega..." Abis oetjapken itoe kedoea matanja mengoetjoerken aer mata hingga iapoenja kedoea pipi djadi basa. „Kau kenapa, djantoeng atikoe?" „Akoe kenapa? Akoe toenggoe, akoe doedoek dengen ati jang tiada sabaran. Satoe djam, doea djam... 'koe anggep sebagi djoega satoe doea taon lamanja, ja boleh djadi djoega lebi dari itoe. Tiada, pada kau, akoe tiada maoe mara, pada kau akoe tiada sekali boleh mara..."<noinclude></noinclude> ldrvc8un215ulg1juzsd62vhdm0k8dk Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/11 104 107957 302336 302050 2026-07-10T02:43:08Z Link PB 26772 302336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 176 —||— 177 —}}</noinclude>Kesian sadja kau tiada bisa dateng lebi siang... Tiada baean akoe tiada bilang apa-apa jang tiada enak didenger..." Kamoedian ia taro kadoea tangannja di atas poendaknja Vronsky dan pandang sekoetika lamanja iapoenja katjinta'an, se-akan djoega orang jang hendak taoe apa-apa Gerakan dan matanja Anna tetep perhatiken, dengen pengharapan jang cari itoe ia nanti bisa taoe apa jang sebegitoe djaoe ia belon dapet ketahoei. Apa jang sekarang ia liat, ia bandingin dengen jang doeloean dan achir-achirnja ia bilang: „Roepanja kau ketemu dia, boekan?” Sembari bilang begitoe Anna doedoek di bawah sinarnja satoe lampoe. „Hal itoe kedjadian lantaran kau daten terlaloe laat...” „Ja, akan tetapi begimana akoe bisa taoe itoe? Akoe sangka ia pergi hadir'in persidangannja raad dari minister.” „Sabetoelnja djoega begitoe, tapi apa maoe ia boleh dateng kembali dan kamoedian ia pergi poela... Akoe tiada taoe ia soeda pergi ka mana... Tapi biar ka mana djoega ia pergi, kita djangan ambil perdoeli, hanja jang paling penting kita bitjaraken laen fatsal. Kau, sebegitoe lama tiada taoe ketemu, soeda melantjong ka mana?” Vronsky jang tadinja niat boeat tjerita teroes terang, dengen mengakoe jang semaleman ia tiada bisa tidoer, tapi tempo liat parasnja Anna, ia soeda merasa maloe sendiri akan bilang itoe dan achirnja ia soeda berdjoesta dengen bilang jang ia sedeng iboek dengen pembikinan rapport. Anna ambil iapoenja pendjaitan jang ada di medja aken tetapi dengen ambil itoe boekan sekali ia niat mendjait. Matanja tinggal tetep pandang Vronsky dengen tiada soedanja, betoel dengen moeloet bersenjoem, tapi matanja jang mentjoereng menoendjoekin jang hatinja sedeng tiada senang. „Tadi pagi,” begitoelah Anna moelain mengomong, „akoe dapet koendjoengannja Lise itoe proempoean tiada sekali takoet aken bergaoel dengen akoe biar poen soeda brapa kali dinasehatin oleh gravin Lydia. Itoe njonja soeda tjerita pada akoe tentang kau poenja pesta. Tapi heran sekali sedeng kau bersenang-senang adalah akoe, jang katanja kau tjinta dengen s協力enep djiwa, soeda ditinggalken di blakang. Kenapa begitoe?” „Akoe maoe kabarken jang...” Anna potong omongannja. „Theresa, jang kau kenal, katanja, dateng di sitoe... Betoel, apa tiada?” „Kenapatah orang lelaki soeka sekali berlakoe palsoe... Kau sama sekali tiada pikir, perkara begitoe tiada dima'afken oleh satoe proempoean jang tiada taoe soeatoe apa tentang kau poenja perdjalanan dan perboetan. Apa jang akoe taoe tentang kau?... Tiada laen dari apa jang akoe denger sendiri dari kau poenja moeloet... dan begimana akoe bisa taoe, jang kau bitjara dengen tiada berdoesta?”<noinclude></noinclude> hqje0fwdqkcfbg2mmj10al1h33xqnpm 302337 302336 2026-07-10T02:44:06Z Link PB 26772 302337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 176 —||— 177 —}}</noinclude>Kroean sadja kau tiada bisa dateng lebi siang... Tiada baean akoe tiada bilang apa-apa jang tiada enak didenger..." Kamoedian ia taro kadoea tangannja di atas poendaknja Vronsky dan pandang sekoetika lamanja iapoenja katjinta'an, se-akan djoega orang jang hendak taoe apa-apa Gerakan dan matanja Anna tetep perhatiken, dengen pengharapan jang cari itoe ia nanti bisa taoe apa jang sebegitoe djaoe ia belon dapet ketahoei. Apa jang sekarang ia liat, ia bandingin dengen jang doeloean dan achir-achirnja ia bilang: „Roepanja kau ketemu dia, boekan?” Sembari bilang begitoe Anna doedoek di bawah sinarnja satoe lampoe. „Hal itoe kedjadian lantaran kau daten terlaloe laat...” „Ja, akan tetapi begimana akoe bisa taoe itoe? Akoe sangka ia pergi hadir'in persidangannja raad dari minister.” „Sabetoelnja djoega begitoe, tapi apa maoe ia boleh dateng kembali dan kamoedian ia pergi poela... Akoe tiada taoe ia soeda pergi ka mana... Tapi biar ka mana djoega ia pergi, kita djangan ambil perdoeli, hanja jang paling penting kita bitjaraken laen fatsal. Kau, sebegitoe lama tiada taoe ketemu, soeda melantjong ka mana?” Vronsky jang tadinja niat boeat tjerita teroes terang, dengen mengakoe jang semaleman ia tiada bisa tidoer, tapi tempo liat parasnja Anna, ia soeda merasa maloe sendiri akan bilang itoe dan achirnja ia soeda berdjoesta dengen bilang jang ia sedeng iboek dengen pembikinan rapport. Anna ambil iapoenja pendjaitan jang ada di medja aken tetapi dengen ambil itoe boekan sekali ia niat mendjait. Matanja tinggal tetep pandang Vronsky dengen tiada soedanja, betoel dengen moeloet bersenjoem, tapi matanja jang mentjoereng menoendjoekin jang hatinja sedeng tiada senang. „Tadi pagi,” begitoelah Anna moelain mengomong, „akoe dapet koendjoengannja Lise itoe proempoean tiada sekali takoet aken bergaoel dengen akoe biar poen soeda brapa kali dinasehatin oleh gravin Lydia. Itoe njonja soeda tjerita pada akoe tentang kau poenja pesta. Tapi heran sekali sedeng kau bersenang-senang adalah akoe, jang katanja kau tjinta dengen s協力enep djiwa, soeda ditinggalken di blakang. Kenapa begitoe?” „Akoe maoe kabarken jang...” Anna potong omongannja. „Theresa, jang kau kenal, katanja, dateng di sitoe... Betoel, apa tiada?” „Kenapatah orang lelaki soeka sekali berlakoe palsoe... Kau sama sekali tiada pikir, perkara begitoe tiada dima'afken oleh satoe proempoean jang tiada taoe soeatoe apa tentang kau poenja perdjalanan dan perboetan. Apa jang akoe taoe tentang kau?... Tiada laen dari apa jang akoe denger sendiri dari kau poenja moeloet... dan begimana akoe bisa taoe, jang kau bitjara dengen tiada berdoesta?”<noinclude></noinclude> bzbdld26ruv7urgrfdnzx3zwk8oj4ri 302525 302337 2026-07-10T09:29:48Z Link PB 26772 302525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 176 —||— 177 —}}</noinclude><small>Teks kecil</small>Kroean sadja kau tiada bisa dateng lebi siang... Tiada baean akoe tiada bilang apa-apa jang tiada enak didenger..." Kamoedian ia taro kadoea tangannja di atas poendaknja Vronsky dan pandang sekoetika lamanja iapoenja katjinta'an, se-akan djoega orang jang hendak taoe apa-apa Gerakan dan matanja Anna tetep perhatiken, dengen pengharapan jang cari itoe ia nanti bisa taoe apa jang sebegitoe djaoe ia belon dapet ketahoei. Apa jang sekarang ia liat, ia bandingin dengen jang doeloean dan achir-achirnja ia bilang: „Roepanja kau ketemu dia, boekan?” Sembari bilang begitoe Anna doedoek di bawah sinarnja satoe lampoe. „Hal itoe kedjadian lantaran kau daten terlaloe laat...” „Ja, akan tetapi begimana akoe bisa taoe itoe? Akoe sangka ia pergi hadir'in persidangannja raad dari minister.” „Sabetoelnja djoega begitoe, tapi apa maoe ia boleh dateng kembali dan kamoedian ia pergi poela... Akoe tiada taoe ia soeda pergi ka mana... Tapi biar ka mana djoega ia pergi, kita djangan ambil perdoeli, hanja jang paling penting kita bitjaraken laen fatsal. Kau, sebegitoe lama tiada taoe ketemu, soeda melantjong ka mana?” Vronsky jang tadinja niat boeat tjerita teroes terang, dengen mengakoe jang semaleman ia tiada bisa tidoer, tapi tempo liat parasnja Anna, ia soeda merasa maloe sendiri akan bilang itoe dan achirnja ia soeda berdjoesta dengen bilang jang ia sedeng iboek dengen pembikinan rapport. Anna ambil iapoenja pendjaitan jang ada di medja aken tetapi dengen ambil itoe boekan sekali ia niat mendjait. Matanja tinggal tetep pandang Vronsky dengen tiada soedanja, betoel dengen moeloet bersenjoem, tapi matanja jang mentjoereng menoendjoekin jang hatinja sedeng tiada senang. „Tadi pagi,” begitoelah Anna moelain mengomong, „akoe dapet koendjoengannja Lise itoe proempoean tiada sekali takoet aken bergaoel dengen akoe biar poen soeda brapa kali dinasehatin oleh gravin Lydia. Itoe njonja soeda tjerita pada akoe tentang kau poenja pesta. Tapi heran sekali sedeng kau bersenang-senang adalah akoe, jang katanja kau tjinta dengen s協力enep djiwa, soeda ditinggalken di blakang. Kenapa begitoe?” „Akoe maoe kabarken jang...” Anna potong omongannja. „Theresa, jang kau kenal, katanja, dateng di sitoe... Betoel, apa tiada?” „Kenapatah orang lelaki soeka sekali berlakoe palsoe... Kau sama sekali tiada pikir, perkara begitoe tiada dima'afken oleh satoe proempoean jang tiada taoe soeatoe apa tentang kau poenja perdjalanan dan perboetan. Apa jang akoe taoe tentang kau?... Tiada laen dari apa jang akoe denger sendiri dari kau poenja moeloet... dan begimana akoe bisa taoe, jang kau bitjara dengen tiada berdoesta?”<noinclude> {{rh|Anne Karenine 11||}}</noinclude> iamilbdvmdqnx3428dcqc52t1eeyjim Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/16 104 107962 302451 302055 2026-07-10T06:18:06Z Sathira15 16353 302451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 186 —||— 187 —}}</noinclude>mengomong sama iapoenja katjinta'an." "Akoe maoe... akoe kira..." Kekasaran jang soeaminja perlakoeken atas dirinja, bikin ia djadi bernafsoe boeat melawan. "Apa kau tiada liat, bagimana gampang sekali orang telah menghinaken akoe poenja diri?" "Melainken orang orang jang sopan dan terhormat merasa dirinja dihinaken. Akan tetapi kapan pada satoe pentjoeri, orang bilang ia ada satoe pentjoeri, itoe tjoema orang oendjoekin sadja doedoeknja perkara jang betoel. Akoe tra sangka sama sekali jang kau bisa berlakooe begitoe kedjem pada akoe poenja diri..." "Kau bilang kedjem, jang satoe soeami kasih kemerdika'an pada istrinja, dengen kasih tempat tinggal dan makan jang tjoekoep, tjoema dengen perdjandjian jang si istri moesti berlakooean sopan. Apa itoe kau anggep kedjem?" "Memang itoe ada lebi dari kedjem; satoe perboeatan jang sanget renda, kapan kau maoe taoe dan mengarti dengen betoel... Anna oetjapken itoe dengen ati nafsoe, bangoen dari tempat doedoeknja dan maoe terlaloe dari itoe kamer. "Doedoek!" kata Karenine jang soeda djadi kalap dan dengen ia poenja tangan ia pegang oleh tangannja Anna begitoe koeat, sampe di itoe tempat mengasi liat tanda mera. Belakangan ia paksa Anna boeat doedoek kembali di itoe tempat jang tadi didoedoekin. "Kerenda'an?... Apa kau taoe apa jang dibilang renda? Memang renda sekali, dengen tinggalkan si soeami dan anak akan kamoedian toeroet sama katjinta'an. Memang rendah sekali, sedang bisa senang senang dengan kau poenja katjinta'an, kau toh tetep makan nasinja si soeaminja jang kau tiada lagi soeka..." Anna toendoekin kepalanja dan diam diam akoe benernja Karenine poenja perkata'an. Dengan soeara berbisik ia bilang: „K u tiada bisa loekiskan keada'ankoe begitoe sampoerna seperti akoe sendiri jang berboeat. Akan tetapi apa goenanja kau moesti bilang begitoe pada akoe?“ „Apa goenanja?“ begitoelah Karenine mengoelangin dengan lakoe aseran. „Soepaja kau taoe jang akoe maoe ambil tindakan tindakan jang perloe aken basmi itoe keada'an djelek, lantaran kau tiada maoe toeroet seperti akoe poenja permintaan.“ „Lekas, lekas, bakal kadjadian...", begitoelah Anna bilang dan kembali aer mata mengoetjoer dari kadoea matanja tempo pikirannja inget jang bahaja maoet soeda dateng menjamperin dirinja. Kaloe boleh ia maoe sekarang djoega kadjadian... „Semoea bakal djadi beres, ja lebi lekas dari kau dan kau poenja katjinta'an ada harep..." „Rendah sekali boeat poekoel satoe orang jang tiada bisa belaken dirinja..." „Ja, kau tjoema bisa inget tentang kau poenja diri sadja. Kasoesa'annja itoe orang jang doeloe perna djadi kau poenja soeami, kau tiada sekali maoe perdoeliken. Kau tiada maoe inget djoega jang pengidoepannja sekarang soeda djadi<noinclude></noinclude> 5j4kne7inita3jyeurpa93n62b3dnpt Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/22 104 107967 302571 302122 2026-07-10T10:51:26Z Hasnanf 21749 302571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|— 198 —||— 199 —}}</noinclude>ladenin akoe poenja permintaän jang maoek soepaja ia bisa hargaken kahormatan dirinja sendiri! Orang bisa toeloeng satoe orang soepaja dirinja tiada masoek dalem djoerang kani- nsaän, tapi kaloe orangnja sendiri tiada maoe trima itoe pertoeloengan, maoe masoek djoega di itoe djoerang, dengen tiada merasa itoe sebagi katjilakaän, apatah laen orang bisa berboeat?" „Banjak orang bisa toeloengin dirinja, katjoeali dengen pertjere'an." „Banjak — katjoeali apa?" „O, tiada, kasian sekali dirinja Anna! Tentoolah ia tiada bisa djadi istrinja siapa djoega? Ia bakal idoep tjilaka..." „Akan tetapi apa akoe bisa berboeat?" tanja Karenine dengen angkat kadoea poendaknja dan keroetken iapoenja alis. Atinja inget itoe pembitjaraän jang doeloe ia bikin sama Anna, bikin darahnja djadi meloewap, hingga sikapnja djadi seperti tempo ia pertama kali bikin itoe pembitjaraän. „Akoe merasa berrterima kasi atas kau poenja katjintaän," kata Karenine. „Akan tetapi ada oeroesan jang penting 'koe moesti oeroes hingga sekarang djoega akoe maoe brangkat." Abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja. „Tiada, doedoek doeloe. Kau djangan tjerein dirinja. Denger, akoe nanti tjeritaken apa jang soeda terdjadi dengen akoe poenja diri. Akoe, seperti kau taoe, soeda menika, tapi akoe poenja soeami soeda berlakoe tjoerang. Dalem waktoe akoe goesar, dalem waktoe akoe tjemboeroean, semoea akoe maoe tinggalin, semoea akoe maoe abisken... Itoe sadja ada djadi akoe poenja kehendakan, akan tetapi itoe semoea tiada sampe akoe lakoeken. Dan pada siapa akoe merasa bertrima kasih? Ja, Anna jang soeda toeloeng akoe poenja diri. Akoe poenja anak-anak djadi semingkin besar, akoe poenja soeami soeda bisa lawan iapoenja nafsoe ati, ia soeda liat perboeatannja jang kliroe, ia soeda toentoet pengidoepan jang pantes... Ini semoea akoe soeda liat dan boektiken. Akoe soeda ampoenin dirinja dan kau djoega moesti ampoenin dirinja Anna..." Karenine dengerin Dolly berkata-kata, akan tetapi omongannja tiada bisa pengaroesin dirinja lagi. Amara jang timboel tempo ia ambil itoe poetoesan, kembali sekarang mengamoek dalem dirinja. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan bilang dengen soeara keras: „Akoe tiada bisa ampoenin, akoe tiada maoe berlakoe begitoe, akoe anggep kapan akoe berlakoe begitoe amat tiada patoet. Akoe soeda berboeat banjak bagi dirinja!... Akoe boekan orang jang bisa bentji orang dengen teroes meneroes... Akoe belon perna koetoek siapa djoega, tapi „dia" akoe bentji dan koetoek dengen akoe poenja djiwa. Akoe tiada bisa ampoenin dirinja sebab kabentjian akoe pada dirinja ada besar, berhoeboeng dengen kadoekaan jang ia telah terbitken bagi akoe poenja diri." Badannja goemeter saking marahnja. „Ampoeninlah orang jang kau bentji," kata Dolly dengen soeara perlahan.<noinclude></noinclude> fh0wg216361tk8hxj06rtak8076yfs2 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/23 104 107968 302453 302061 2026-07-10T06:21:01Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—200—}}</noinclude>Karenine tertawa dengen ewah tempo denger itoe oetjapan. Itoe oetjapan ia soeda kenal dari doeloe, tapi dalam iapoenja perkara ia anggep tiada bisa digoenakan. „Ampoenin orang orang jang dibentji, inilah ada hal jang tiada bisa terdjadi. Ma'afken akoe jang bertentangan dengen kau poenja pikiran... tapi seperti kau taoe, tiap tiap orang ada poenja pikiran sendiri... Sesoedanja bisa bikin sabar dirinja sendiri, Karenine membri slamet tinggal pada Dolly dan berlaloe dari itoe gedong. {{c|–––}} Seabisnja bersantap Levine maoe boentoetin Kitty jang masoek di salon tapi atinja koeatir jang perboeatannja bisa bikin itoe nona djadi tiada senang; demikianlah maka ia tinggal doedoek sadja di rookkamer dan toeroet mengomong sama tetamoe² jang ada di sitoe; tiada lama lagi Kitty dateng di sitoe dan doednek di deket Levine. Zonder menengok lagi matanja rasanja liat paras dan senjoemannja itoe nona. Kerna tiada tahan maka ia berbalik akan menengok pada Kitty. Ia liat Kitty jang sedeng berdiri dengen iapoenja soedara lelaki sedeng pandang dirinja... „Akoe kira kau sedeng hadepin piano,” kata Levine. „Kita dateng di sini perloenja panggil kau,“ djawab Kitty, „dan akoe girang jang kau soeda dateng dengen maoe sendiri,“ begitoelah ia landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe dan sebagi {{rh||—201—}} cepanja Levine, Kitty oendjoekin satoe senjoeman jang bisa bikin orang lelaki djadi loepa daratan. „Apa enaknja orang doedoek tarik oerat? Pendeknja biarpoen soeda omong satoe hari lamanja, toh satoe belon ada jang maoe menjerah kala...“ „Sabetoelnja djoega begitoe,“ kata Levine, „Kabanjakan orang djadi tarik oerat lantaran tiada mengarti apa jang laen orang bitjaraken.“ Kitty doedoek di satoe medja ketjil, ambil satoe kapoer toelis (krijt) dan dengen itoe ia moelain bikin boender boenderan jang semingkin lama djadi semingkin lebi besar. „Ai, laken medja djadi kotor sadja dengen akoe poenja tjoretan...”. kata Kitty dan abis bilang begitoe ia taro itoe kapoer toelis dan bikin soeatoe gerakan seperti orang jang maoe bangoen dari tempat doedoeknja. „Doedoeklah,” kata Levine dan kamoedian ambil itoe kapoer. „Soeda lama akoe maoe tanjaken apa apa pada kau, nona.” Sembari bilang begitoe ia pandang moekanja Kitty jang tempo denger itoe djadi berkesiap, tapi toh dengen soeara lantjar djawab: „Akoe sedia aken denger kau poenja pertanjaän...” Levine toelis perkata’an pertama dari: „Tempo doeloe kau bilang pada akoe: „tiada bisa,” apa itoe hendak dimaksoedken tiada nanti atawa tjoema sekarang sadja?” Ini batesan bagi Kitty tiada terlaloe soesa, kerna ia sigra mengarti kemana itoe omongan ditoedjoeken, samentara itoe dari roepanja Levine menoendjoekin jang pengi-<noinclude></noinclude> qll11mhypo0jm8h6y32n4kro5hvtbjv 302490 302453 2026-07-10T07:54:48Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||—200—}}</noinclude>Karenine tertawa dengen ewah tempo denger itoe oetjapan. Itoe oetjapan ia soeda kenal dari doeloe, tapi dalam iapoenja perkara ia anggep tiada bisa digoenakan. „Ampoenin orang orang jang dibentji, inilah ada hal jang tiada bisa terdjadi. Ma'afken akoe jang bertentangan dengen kau poenja pikiran... tapi seperti kau taoe, tiap tiap orang ada poenja pikiran sendiri... Sesoedanja bisa bikin sabar dirinja sendiri, Karenine membri slamet tinggal pada Dolly dan berlaloe dari itoe gedong. {{c|–––}} Seabisnja bersantap Levine maoe boentoetin Kitty jang masoek di salon tapi atinja koeatir jang perboeatannja bisa bikin itoe nona djadi tiada senang; demikianlah maka ia tinggal doedoek sadja di rookkamer dan toeroet mengomong sama tetamoe² jang ada di sitoe; tiada lama lagi Kitty dateng di sitoe dan doednek di deket Levine. Zonder menengok lagi matanja rasanja liat paras dan senjoemannja itoe nona. Kerna tiada tahan maka ia berbalik akan menengok pada Kitty. Ia liat Kitty jang sedeng berdiri dengen iapoenja soedara lelaki sedeng pandang dirinja... „Akoe kira kau sedeng hadepin piano,” kata Levine. „Kita dateng di sini perloenja panggil kau,“ djawab Kitty, „dan akoe girang jang kau soeda dateng dengen maoe sendiri,“ begitoelah ia landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe dan sebagi {{rh||—201—}} cepanja Levine, Kitty oendjoekin satoe senjoeman jang bisa bikin orang lelaki djadi loepa daratan. „Apa enaknja orang doedoek tarik oerat? Pendeknja biarpoen soeda omong satoe hari lamanja, toh satoe belon ada jang maoe menjerah kala...“ „Sabetoelnja djoega begitoe,“ kata Levine, „Kabanjakan orang djadi tarik oerat lantaran tiada mengarti apa jang laen orang bitjaraken.“ Kitty doedoek di satoe medja ketjil, ambil satoe kapoer toelis (krijt) dan dengen itoe ia moelain bikin boender boenderan jang semingkin lama djadi semingkin lebi besar. „Ai, laken medja djadi kotor sadja dengen akoe poenja tjoretan...”. kata Kitty dan abis bilang begitoe ia taro itoe kapoer toelis dan bikin soeatoe gerakan seperti orang jang maoe bangoen dari tempat doedoeknja. „Doedoeklah,” kata Levine dan kamoedian ambil itoe kapoer. „Soeda lama akoe maoe tanjaken apa apa pada kau, nona.” Sembari bilang begitoe ia pandang moekanja Kitty jang tempo denger itoe djadi berkesiap, tapi toh dengen soeara lantjar djawab: „Akoe sedia aken denger kau poenja pertanjaän...” Levine toelis perkata’an pertama dari: „Tempo doeloe kau bilang pada akoe: „tiada bisa,” apa itoe hendak dimaksoedken tiada nanti atawa tjoema sekarang sadja?” Ini batesan bagi Kitty tiada terlaloe soesa, kerna ia sigra mengarti kemana itoe omongan ditoedjoeken, samentara itoe dari roepanja Levine menoendjoekin jang pengi-<noinclude></noinclude> ijp32kf6w2utzozvlgdrt5hzgdj73aa 302526 302490 2026-07-10T09:31:18Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 302526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|— 200 —||— 201 —}}</noinclude>Karenine tertawa dengen ewah tempo denger itoe oetjapan. Itoe oetjapan ia soeda kenal dari doeloe, tapi dalam iapoenja perkara ia anggep tiada bisa digoenakan. „Ampoenin orang orang jang dibentji, inilah ada hal jang tiada bisa terdjadi. Ma'afken akoe jang bertentangan dengen kau poenja pikiran... tapi seperti kau taoe, tiap tiap orang ada poenja pikiran sendiri... Sesoedanja bisa bikin sabar dirinja sendiri, Karenine membri slamet tinggal pada Dolly dan berlaloe dari itoe gedong. {{c|–––}} Seabisnja bersantap Levine maoe boentoetin Kitty jang masoek di salon tapi atinja koeatir jang perboeatannja bisa bikin itoe nona djadi tiada senang; demikianlah maka ia tinggal doedoek sadja di rookkamer dan toeroet mengomong sama tetamoe² jang ada di sitoe; tiada lama lagi Kitty dateng di sitoe dan doednek di deket Levine. Zonder menengok lagi matanja rasanja liat paras dan senjoemannja itoe nona. Kerna tiada tahan maka ia berbalik akan menengok pada Kitty. Ia liat Kitty jang sedeng berdiri dengen iapoenja soedara lelaki sedeng pandang dirinja... „Akoe kira kau sedeng hadepin piano,” kata Levine. „Kita dateng di sini perloenja panggil kau,“ djawab Kitty, „dan akoe girang jang kau soeda dateng dengen maoe sendiri,“ begitoelah ia landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe dan sebagi cepanja Levine, Kitty oendjoekin satoe senjoeman jang bisa bikin orang lelaki djadi loepa daratan. „Apa enaknja orang doedoek tarik oerat? Pendeknja biarpoen soeda omong satoe hari lamanja, toh satoe belon ada jang maoe menjerah kala...“ „Sabetoelnja djoega begitoe,“ kata Levine, „Kabanjakan orang djadi tarik oerat lantaran tiada mengarti apa jang laen orang bitjaraken.“ Kitty doedoek di satoe medja ketjil, ambil satoe kapoer toelis (krijt) dan dengen itoe ia moelain bikin boender boenderan jang semingkin lama djadi semingkin lebi besar. „Ai, laken medja djadi kotor sadja dengen akoe poenja tjoretan...”. kata Kitty dan abis bilang begitoe ia taro itoe kapoer toelis dan bikin soeatoe gerakan seperti orang jang maoe bangoen dari tempat doedoeknja. „Doedoeklah,” kata Levine dan kamoedian ambil itoe kapoer. „Soeda lama akoe maoe tanjaken apa apa pada kau, nona.” Sembari bilang begitoe ia pandang moekanja Kitty jang tempo denger itoe djadi berkesiap, tapi toh dengen soeara lantjar djawab: „Akoe sedia aken denger kau poenja pertanjaän...” Levine toelis perkata’an pertama dari: „Tempo doeloe kau bilang pada akoe: „tiada bisa,” apa itoe hendak dimaksoedken tiada nanti atawa tjoema sekarang sadja?” Ini batesan bagi Kitty tiada terlaloe soesa, kerna ia sigra mengarti kemana itoe omongan ditoedjoeken, samentara itoe dari roepanja Levine menoendjoekin jang pengi-<noinclude></noinclude> j9p5htfadfpwooz6fg3f599nz9j6yf7 302549 302526 2026-07-10T10:04:09Z Hasnanf 21749 302549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|— 200 —||— 201 —}}</noinclude>Karenine tertawa dengen ewah tempo denger itoe oetjapan. Itoe oetjapan ia soeda kenal dari doeloe, tapi dalam iapoenja perkara ia anggep tiada bisa digoenakan. „Ampoenin orang orang jang dibentji, inilah ada hal jang tiada bisa terdjadi. Ma'afken akoe jang bertentangan dengen kau poenja pikiran... tapi seperti kau taoe, tiap tiap orang ada poenja pikiran sendiri... Sesoedanja bisa bikin sabar dirinja sendiri, Karenine membri slamet tinggal pada Dolly dan berlaloe dari itoe gedong. {{c|–––}} Seabisnja bersantap Levine maoe boentoetin Kitty jang masoek di salon tapi atinja koeatir jang perboeatannja bisa bikin itoe nona djadi tiada senang; demikianlah maka ia tinggal doedoek sadja di rookkamer dan toeroet mengomong sama tetamoe² jang ada di sitoe; tiada lama lagi Kitty dateng di sitoe dan doednek di deket Levine. Zonder menengok lagi matanja rasanja liat paras dan senjoemannja itoe nona. Kerna tiada tahan maka ia berbalik akan menengok pada Kitty. Ia liat Kitty jang sedeng berdiri dengen iapoenja soedara lelaki sedeng pandang dirinja... „Akoe kira kau sedeng hadepin piano,” kata Levine. „Kita dateng di sini perloenja panggil kau,“ djawab Kitty, „dan akoe girang jang kau soeda dateng dengen maoe sendiri,“ begitoelah ia landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe dan sebagi cepanja Levine, Kitty oendjoekin satoe senjoeman jang bisa bikin orang lelaki djadi loepa daratan. „Apa enaknja orang doedoek tarik oerat? Pendeknja biarpoen soeda omong satoe hari lamanja, toh satoe belon ada jang maoe menjerah kala...“ „Sabetoelnja djoega begitoe,“ kata Levine, „Kabanjakan orang djadi tarik oerat lantaran tiada mengarti apa jang laen orang bitjaraken.“ Kitty doedoek di satoe medja ketjil, ambil satoe kapoer toelis (krijt) dan dengen itoe ia moelain bikin boender boenderan jang semingkin lama djadi semingkin lebi besar. „Ai, laken medja djadi kotor sadja dengen akoe poenja tjoretan...”. kata Kitty dan abis bilang begitoe ia taro itoe kapoer toelis dan bikin soeatoe gerakan seperti orang jang maoe bangoen dari tempat doedoeknja. „Doedoeklah,” kata Levine dan kamoedian ambil itoe kapoer. „Soeda lama akoe maoe tanjaken apa apa pada kau, nona.” Sembari bilang begitoe ia pandang moekanja Kitty jang tempo denger itoe djadi berkesiap, tapi toh dengen soeara lantjar djawab: „Akoe sedia aken denger kau poenja pertanjaän...” Levine toelis perkata’an pertama dari: „Tempo doeloe kau bilang pada akoe: „tiada bisa,” apa itoe hendak dimaksoedken tiada nanti atawa tjoema sekarang sadja?” Ini batesan bagi Kitty tiada terlaloe soesa, kerna ia sigra mengarti kemana itoe omongan ditoedjoeken, samentara itoe dari roepanja Levine menoendjoekin jang pengi-<noinclude></noinclude> evocmwbtrqmecmxkhp5ift6f1yzb14y Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/24 104 107969 302461 302062 2026-07-10T06:37:40Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—202—}}</noinclude>doepannja ada bergantoeng dengen Kitty poenja djawaban. Dengen mata jang tiada berkesip ia pandang Levine, kamoedian ia moelain batja itoe letter letter; saban saban ia tanja: „apa ini jang akoe pikirin?” „Akoe mengarti 'da,” kata Kitty dengen paras mera. „Perkata'an apa adanja ini?“ dan kamoedian Levine toelis letter „n“. „Itoe maoe mbilang „nooit“ (tra nanti) tapi itoe tiada betoel.“ Dengen lekas Levine seka itoe letter dan sesoedanja kasi itoe kapoer toelis pada Kitty, ia lantas bangoen dari tempat doedoeknja. Tatkala itoe Kitty toelis letter pertama dari: „Tempo itoe akoe tiada bisa kasi djawaban.“ Levine mengarti itoe dan dengen paras jang girang ia pandang Kitty, sedeng dengen ati jang penoe kakoeatiran ia menanja: „Apa itoe tjoema di itoe waktoe sadja?“ „Betoel“, demikianlah Kitty soeda djawab sembari bersenjoem. „Dan sekarang?“ tanja Levine. „Batjalah,“ kata Kitty. „Akoe bakal toelis 'koe poenja kahendakan jang paling teroetama“. Tempo itoe ia moelain toelis letter pertama dari: „Ampoenin akoe dan loepain perkara<sup>2</sup> jang doeloe.” Levine ambil itoe kapoer toelis jang djadi pata, lantaran ia pegang terlaloe keras saking kagirangan dan kamoedian toelis letter pertama dari: „Tiada ada soeatoe apa jang akoe moesti ampoenin, tiada ada soeatoe apa jang 'koe moesti loepaken, akoe senantiasa tjinta kau...“ {{rh||—203—}} Selaloe Kitty swasin moekanja dan dengen bersenjoem ia bilang: „Akoe mengarti 'da..." Komtali Levine toelis brapa letter. Kitty mengarti artinja itoe letter dan zonder ditanja lagi apa ia bisa mengarti itoe, Kitty soeda lantes toelis iapoenja djawaban di bawa itoe. Levine jang soeda djadi bingoeng bahna kagirangan, dengen banjak soesa toelis itoe letter-letter. Blakangan ia niat toelis doea letter lagi, tapi sabelomnja bisa lakoeken itoe Kitty soeda ambil itoe kapoer toelis dan toelis „Ja.” Tempo Dolly liat itoe doea kepala begitoe berdeketan, atinja jang sedeng doeka berhoeboeng dengen iapoenja pembitjara'an sama Karenine, djadi sedikit senangan. „Kau orang lagi bikin apa?” tanja prins Tcherbatsky toea jang kabetoelan liwat di sitoe. Levine anter Kitty sampe di pintoe. Masing-masing soeda bilang apa jang iaorang maoe bilang Kitty soeda njataken jang ia ada tjinta pada Levine dan djoega soeda dibikin perdjandjian jang besok Levine bakal dateng di roemanja aken „lamar” Kitty. Kasoekannja, kira-kira poekoel 12, Levine soeda pergi ka gedoengnja prins Tcherbatsky dan kedatangannja soeda disamboet oleh boedjang jang silaken ia doedoek di salon. Di gang ia denger kerisikannja rok, tindakannja orang prempoean dan tiada lama lagi ada berdiri di hadepannja, itoe orang jang ia tjintaken, jang ia<noinclude></noinclude> 8wv4pvssyh9w34olmhh544mm9z8mj0y 302491 302461 2026-07-10T07:55:00Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||—202—}}</noinclude>doepannja ada bergantoeng dengen Kitty poenja djawaban. Dengen mata jang tiada berkesip ia pandang Levine, kamoedian ia moelain batja itoe letter letter; saban saban ia tanja: „apa ini jang akoe pikirin?” „Akoe mengarti 'da,” kata Kitty dengen paras mera. „Perkata'an apa adanja ini?“ dan kamoedian Levine toelis letter „n“. „Itoe maoe mbilang „nooit“ (tra nanti) tapi itoe tiada betoel.“ Dengen lekas Levine seka itoe letter dan sesoedanja kasi itoe kapoer toelis pada Kitty, ia lantas bangoen dari tempat doedoeknja. Tatkala itoe Kitty toelis letter pertama dari: „Tempo itoe akoe tiada bisa kasi djawaban.“ Levine mengarti itoe dan dengen paras jang girang ia pandang Kitty, sedeng dengen ati jang penoe kakoeatiran ia menanja: „Apa itoe tjoema di itoe waktoe sadja?“ „Betoel“, demikianlah Kitty soeda djawab sembari bersenjoem. „Dan sekarang?“ tanja Levine. „Batjalah,“ kata Kitty. „Akoe bakal toelis 'koe poenja kahendakan jang paling teroetama“. Tempo itoe ia moelain toelis letter pertama dari: „Ampoenin akoe dan loepain perkara<sup>2</sup> jang doeloe.” Levine ambil itoe kapoer toelis jang djadi pata, lantaran ia pegang terlaloe keras saking kagirangan dan kamoedian toelis letter pertama dari: „Tiada ada soeatoe apa jang akoe moesti ampoenin, tiada ada soeatoe apa jang 'koe moesti loepaken, akoe senantiasa tjinta kau...“ {{rh||—203—}} Selaloe Kitty swasin moekanja dan dengen bersenjoem ia bilang: „Akoe mengarti 'da..." Komtali Levine toelis brapa letter. Kitty mengarti artinja itoe letter dan zonder ditanja lagi apa ia bisa mengarti itoe, Kitty soeda lantes toelis iapoenja djawaban di bawa itoe. Levine jang soeda djadi bingoeng bahna kagirangan, dengen banjak soesa toelis itoe letter-letter. Blakangan ia niat toelis doea letter lagi, tapi sabelomnja bisa lakoeken itoe Kitty soeda ambil itoe kapoer toelis dan toelis „Ja.” Tempo Dolly liat itoe doea kepala begitoe berdeketan, atinja jang sedeng doeka berhoeboeng dengen iapoenja pembitjara'an sama Karenine, djadi sedikit senangan. „Kau orang lagi bikin apa?” tanja prins Tcherbatsky toea jang kabetoelan liwat di sitoe. Levine anter Kitty sampe di pintoe. Masing-masing soeda bilang apa jang iaorang maoe bilang Kitty soeda njataken jang ia ada tjinta pada Levine dan djoega soeda dibikin perdjandjian jang besok Levine bakal dateng di roemanja aken „lamar” Kitty. Kasoekannja, kira-kira poekoel 12, Levine soeda pergi ka gedoengnja prins Tcherbatsky dan kedatangannja soeda disamboet oleh boedjang jang silaken ia doedoek di salon. Di gang ia denger kerisikannja rok, tindakannja orang prempoean dan tiada lama lagi ada berdiri di hadepannja, itoe orang jang ia tjintaken, jang ia<noinclude></noinclude> 1bnaln2vsqer3gvo3l7nlkw78uy38d1 302528 302491 2026-07-10T09:31:52Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 302528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|— 202 —||— 203 —}}</noinclude>doepannja ada bergantoeng dengen Kitty poenja djawaban. Dengen mata jang tiada berkesip ia pandang Levine, kamoedian ia moelain batja itoe letter letter; saban saban ia tanja: „apa ini jang akoe pikirin?” „Akoe mengarti 'da,” kata Kitty dengen paras mera. „Perkata'an apa adanja ini?“ dan kamoedian Levine toelis letter „n“. „Itoe maoe mbilang „nooit“ (tra nanti) tapi itoe tiada betoel.“ Dengen lekas Levine seka itoe letter dan sesoedanja kasi itoe kapoer toelis pada Kitty, ia lantas bangoen dari tempat doedoeknja. Tatkala itoe Kitty toelis letter pertama dari: „Tempo itoe akoe tiada bisa kasi djawaban.“ Levine mengarti itoe dan dengen paras jang girang ia pandang Kitty, sedeng dengen ati jang penoe kakoeatiran ia menanja: „Apa itoe tjoema di itoe waktoe sadja?“ „Betoel“, demikianlah Kitty soeda djawab sembari bersenjoem. „Dan sekarang?“ tanja Levine. „Batjalah,“ kata Kitty. „Akoe bakal toelis 'koe poenja kahendakan jang paling teroetama“. Tempo itoe ia moelain toelis letter pertama dari: „Ampoenin akoe dan loepain perkara<sup>2</sup> jang doeloe.” Levine ambil itoe kapoer toelis jang djadi pata, lantaran ia pegang terlaloe keras saking kagirangan dan kamoedian toelis letter pertama dari: „Tiada ada soeatoe apa jang akoe moesti ampoenin, tiada ada soeatoe apa jang 'koe moesti loepaken, akoe senantiasa tjinta kau...“ Selaloe Kitty swasin moekanja dan dengen bersenjoem ia bilang: „Akoe mengarti 'da..." Komtali Levine toelis brapa letter. Kitty mengarti artinja itoe letter dan zonder ditanja lagi apa ia bisa mengarti itoe, Kitty soeda lantes toelis iapoenja djawaban di bawa itoe. Levine jang soeda djadi bingoeng bahna kagirangan, dengen banjak soesa toelis itoe letter-letter. Blakangan ia niat toelis doea letter lagi, tapi sabelomnja bisa lakoeken itoe Kitty soeda ambil itoe kapoer toelis dan toelis „Ja.” Tempo Dolly liat itoe doea kepala begitoe berdeketan, atinja jang sedeng doeka berhoeboeng dengen iapoenja pembitjara'an sama Karenine, djadi sedikit senangan. „Kau orang lagi bikin apa?” tanja prins Tcherbatsky toea jang kabetoelan liwat di sitoe. Levine anter Kitty sampe di pintoe. Masing-masing soeda bilang apa jang iaorang maoe bilang Kitty soeda njataken jang ia ada tjinta pada Levine dan djoega soeda dibikin perdjandjian jang besok Levine bakal dateng di roemanja aken „lamar” Kitty. Kasoekannja, kira-kira poekoel 12, Levine soeda pergi ka gedoengnja prins Tcherbatsky dan kedatangannja soeda disamboet oleh boedjang jang silaken ia doedoek di salon. Di gang ia denger kerisikannja rok, tindakannja orang prempoean dan tiada lama lagi ada berdiri di hadepannja, itoe orang jang ia tjintaken, jang ia<noinclude></noinclude> 5q4lksvki5e5i4v2rs0kis1pz6zheqi Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/27 104 107972 302338 302065 2026-07-10T02:48:38Z Link PB 26772 302338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 208 —||— 209 —}}</noinclude>dokter sendiri selaloe toenggoein njonja." Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep. „Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier. „Siapa dateng di sini?" tanja Karenine. „Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..." Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer. „Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..." Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang: Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bi- ilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ." Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang: ,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal {{hwe|me-|merasa}} <small>Anna Karenine.</small> {{right|13}}<noinclude></noinclude> 1de6gef0mz28ix6ssea6qjk3b34z4qx 302357 302338 2026-07-10T03:04:54Z Link PB 26772 302357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 208 —||— 209 —}}</noinclude>dokter sendiri selaloe toenggoein njonja." Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep. „Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier. „Siapa dateng di sini?" tanja Karenine. „Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..." Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer. „Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..." Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang: Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bi- ilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ." Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang: ,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal {{hwe|me-|merasa}}<noinclude> <small>Anna Karenine.</small> {{right|13}}</noinclude> mmitqghcr4jq4wpymqitj14weazeg27 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/28 104 107973 302339 302066 2026-07-10T02:49:24Z Link PB 26772 302339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 210 —||— 211 —}}</noinclude>{{hws|rasa|merasa}} doeka kapan liat itoe anak, maka itoe bawa itoe anak ka laen tempat ..." „Anna Karenine . . . dia soeda dateng, di sini adanja dia," kata itoe doekoen beranak dan tjoba sebrapa bisa soepaja Anna maoe liat iapoenja soeami, tapi Anna tetep mengosloen: „Mari kasi akoe itoe anak preimpoean . . . Mari kasi akoe . . . Apa dia masi djoega belon dateng? Kau bilang jang ia bakal ma'afken sebab kau tiada kenal dia . . . Kau tjoema perloe liat maranja sadja . . . Serioja poenja mata sama seperti bapanja, maka itoe akoe tiada bisa liat itoe . . . Apa orang soeda oeroes djoega bagi Serioja poenja makanan?" Dengen sakoenjoeng-koenjoeng ia meringkoek, tiada bilang apa-apa, toetoepin iapoenja badan dengen iapoenja tangan sebagi djoega orang ketakoetan aken dipoekoel. Blakangan matanja dapet liat iapoenja soeami. „Tiada, tiada," begitoelah ia bilang dengen soeara keras: „'koe tiada takoet padanja, tapi 'koe takoet sama kematian! . . . Lekas, dateng deket 'koe, Alexis . . . Boeroean . . . kerna kapan kau lama-lama boleh djadi 'koe pingsan lagi . . . Sekarang 'koe mengerti, sekarang 'koe liat . . ." Dari roepanja menoendjoekin jang Karenine ada dalem kadoeka'an. Ia pegangin kadoea tangannja Anna dengen tiada kaloearken satoe pata perkata'an. Saban ia tengok Anna atinja djadi sanget doeka . . . „Ah, kau roepanja belon taoe . . ." Ia brenti mengomong seperti djoega orang jang hendak koempoel iapoenja pikiran. „Ja,” begitoelah ia landjoetken lebi djaoe pembitjara’annja: „Ja, ini jang akoe hendak bilangin pada kau. Kau djangan heran, ’koe masi seperti doeloe djoega. Tapi di dalem akoe poenja diri masi ada satoe prempoean laen lagi dan padanja ’koe sanget takoetin . . . Dia itoe ada tjinta pada satoe orang lelaki laen dan maoe soepaja ’koe bentji kau . . . tapi aneh sekali jang ’koe tiada bisa loepaken itoe orang prempoean . . . Sekarang akoe djadi Anna jang doeloe, jang kau tjinta dan jang tjinta kau . . . Akoe sedeng brangkat ka tempat baka, akoe taoe jang akoe sabentar lagi aken tinggalken ini doenia jang fana, maka itoe akoe minta kau soeka tanjaken sama dia . . . Akoe poenja tangan, akoe poenja kaki, akoe poenja djeridji ada berat sekali sebagi djoega diboengkoes dengen tima . . . Lihatlah, bagimana besar adanja akoe poenja djeridji tangan. Semoea bakal berachir dengen lekas . . . Akoe tjoema perloe satoe hal sadja ialah ampoenin akoe dan ampoenin akoe . . . Akoe ini ada satoe orang jang berdosa besar . . . Tiada, roepanja kau tiada bisa ma’afken pada akoe. Akoe taoe jang itoe tiada bisa tiada begitoe . . . Laloelah kau, dengen maoe dateng di sini, itoe soeda menoendjoekin jang kau sasoenggoenja ada seorang baek! . . .” Dengen iapoenja satoe tangan jang panasnja sebagi api ia pegangin Karenine, tapi tangannja jang satoe lagi dorong Karenine aken berlaloe dari hadepannja . . . Karenine tiada inget lagi iapoenja maksoed . . .<noinclude></noinclude> lskbg38aoc81nbatmgc5gebetoxouza Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/29 104 107974 302341 302067 2026-07-10T02:50:47Z Link PB 26772 302341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 212 —||— 213 —}}</noinclude>Dengen sakoenjoeng-koenjoeng atinja djadi djato kesian sama dirinja Anna. Jang sekarang mengadoek dalem pikirannja adalah katjinta'an dan pembrian ampoen. Ia berdjongkok di depan tempat tidoer, taro kepalanja di deket ketiaknja Anna jang amat panas dan menangis seperti satoe anak ketjil. Kepalanja Karenine Anna oesap-oesap, sembari geser badannja aken dateng lebi deket pada Karenine dan matanja meliat ka plafond dengen bernafsoe... „Dia soeda dateng, 'koe taoe jang dia bakal dateng, dan sekarang, slamat tinggal pada semoeanja... Ah, kombali ia ini ada di sana... Dokter, lepasken akoe dari itoe selimoet..." Dokter kombali pegang tangannja Anna dan kamoedian tindihin itoe sama bantal... Anna tinggal tetep reba dengen mengatjo, samentara itoe matanja meliat ka kanan dan ka kiri... „Ingetlah, jang 'koe perloe sama sekali dengen kau poenja pembrian ampoen!... Itoe ada satoe-satoenja jang akoe kahendakin... Aken tetapi, heran kenapa kau tiada maoe masoek?..." Ia liat ka kamer pakean, di mana ada doedoek Vronsky. „Masoek, masoek!... Kasi tanganmoe padanja..." Vronsky samperin pinggirannja tempat tidoer. Kombali ia toetoepin moekanja dengen iapoenja tangan. „Angkat kau poenja tangan, liat dianja, di ada satoe orang jang soetji...", kata Anna; „angkat toch kau poenja tangan," begitoelah ia bilang lebi djaoe dengen roepa goesar. „Alexis Alexandrovitch, angkat iapoenja tangan, akoe maoe liat dia . . ." Bahna doeka dan maloe Karenine angkat tangannja Vronsky . . . „Kasi tangan padanja, ampoenin dirinja . . . Karenine sodorken iapoenja tangan, zonder bisa tahan djatonja iapoenja aer mata dari iapoenja kadoea mata . . . „Allah jang maha Koeasa, sekarang akoe soeda bersedia, akoe soeda klaar . . . Sekarang akoe maoe lonjdorken akoe poenja kadoea kaki, begitoe ja begitoe ada baek . . . Bagoes betoel itoe gambar kembang jang diteeken dengen tjara jang begitoe pande . . .", kata Anna dan dengen djarinja ia oendjoek itoe gambar. Allah jang maha Besar, kapantah abis . . . Kasi akoe morphine, dokter, kasi akoe morphine. Ah, Toehan jang maha Koeasa . . ." Anna teroes merinti di tempat tidoer. Iapoenja dokter, dan dokter-dokter jang di panggil boeat consult, njataken jang Anna dapet kraamvrouwenkoorts, satoe penjakit jang dalem 100 belon tentoe satoe jang idoep. Anna pingsan di antero hari. Sampe djaoe malem ia teroes tiada inget orang sementara iapoenja meh tempo dipegang tinggal tiada berdjalan. Saban waktoe Anna poenja adjal ada ditoenggoe. Vronsky poelang ka roemahnja tapi kaesokannja di waktoe pagi-pagi sekali soeda dateng {{hwe|menanja-|menanjaken}}<noinclude></noinclude> fzdivzlsmziirs1uuiz1w8n0nqmeo8i Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/30 104 107975 302340 302068 2026-07-10T02:50:45Z Link PB 26772 302340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 214 —||— 215 —}}</noinclude>{{hws|ken|menanjaken}} katrangan. Karenine ketemoe ia di kamer tetamoe dan bilang: „Tinggallah kau di sini, kerna Anna berkali-kali tanjaken tentang kau." Ia sendiri jang anterin Vronsky ka dalem kamernja Anna. Sablonnja matahari naek tinggi si sakit soeda kalap lagi, tiada brentinja merinti dan kamoedian djato pangsan dan tempo ia djadi sedar kembali roepanja sebagi orang jang mengantoek. Di hari katiga ka'ada'an tetep begitoe dan dokter-dokter bilang masi ada harepan aken toeloeng djiwanja Anna. Di itoe hari Karenine masoek di kamer pakeannja Anna, di mana ada doedoek Vronsky. Pintoe lantes ditoetoep dan Karenine doedoek berhadapan sama Vronsky. Vronsky mengerti sekarang ada waktoenja aken ia njataken atinja. „Alexis Alexandrovitch," begitoelah ia moelain bitjara. Sekarang 'koe tiada bisa bitjara, begitoepoen berpikir . . . Ampoenin akoe! . . . Kau doeka, tapi pertjajalah akoe ada lebi berdoeka dari kau poenja diri." Vronsky maoe bangoen dari tempat doedoeknja, tapi Karenine soeda kaboeroe pegang ia poenja kadoea tangan dan dengen soeara sedikit keras ia bilang: „Akoe minta dengen hormat kau soeka denger akoe poenja perkata'an. Apa jang akoe hendak bilang ada teramat penting. Akoe maoe kasi katrangan bagimana adanja akoe poenja ati dan kenapa akoe djadi begitoe goesar, soepaja kau tiada tjela 'koe sebagi orang jang soeka mara dengen tiada kaseroessan. Kau tentoe taoe jang 'koe soeda ambil poetoessan boeat bertjere. Maskipoen begitoe toch akoe tiada maoe menjangkal jang atikoe ada moendoer madjoe dalem ini hal dan djoega akoe ada poenja kahendakan jang besar aken hoekoem dirinja Anna dan kau. Tempo akoe trima Anna poenja telegram, pikiran akoe tinggal tetep, ja malahan akoe ada poenja niatan lebi besar lagi jaitoe maoe soepaja Anna lekas meninggal. Aken tetapi . . ." Boeat sakoetika lamanja ia tinggal tiada berkata-kata dan timbang apa atinja betoel sekarang soeda beroba "Aken tetapi . . . akoe soeda liat iapoenja ka'ada'an dan akoe soeka, ja ichlas aken ampoenin dirinja. Itoe perasa'an aken membri ampoen pada dirinja ada soeatoe hal jang bikin sedar akoe poenja diri hingga tiadalah sampe akoe loepa dengen 'koe poenja kwadjiban. Semoea akoe soeda membri ampoen . . . Seperti djoega katanja pribasa, jang sasoedanja pipi kanan ditabok, sigra kasiken iapoenja pipi kiri kombali . . . Akoe ichlas seraken orang jang 'koe tjinta . . . Tjoema satoe hal sadja jang 'koe bermoehoen sama Allah jalah soepaja pikirankoe tetep bisa kesian pada dirinja Anna . . ." Matanja ada mengoetjoerken aer mata dan Vronsky poen tertoeroetan djadi sedi lantaran meliat parasnja Karenine dan iapoenja omongan jang begitoe roepa. "Demikianlah adanja akoe poenja anggepan," begitoelah Karenine samboengin iapoenja pembitjara'an. "Kau boleh berboeat apa jang kau<noinclude></noinclude> 1kn90feoc8lynwqxm8yebmwidip26ce Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/34 104 107979 302342 302072 2026-07-10T02:51:26Z Link PB 26772 302342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|— 222 —||— 223 —}}</noinclude>„Tapi itoe anak ada sakit," kata Karenine tempo ia denger itoe anak mendjerit-djerit. Sakean lamanja ia berpikir dan kamoedian masoek di kamer aken meliat ka'ada'annja itoe anak. Itoe anak ada di'mpo oleh satoe baboe dan tiada maoe isep soesoe. „Apa ka'ada'annja tiada bae'an ?" tanja Karenine. „Roepanja itoe anak ada sakit brat," djawab itoe baboe mongmong dengen soeara pelahan. Dengen tiada bilang apa-apa Karenine pandang itoe anak sakoetika lamanja, tapi dengen sakoenjoeng-koenjoeng ia bersenjoem dan berlaloe dari itoe kamer dengen tiada kaloearken satoe pata perkata'an lagi. Tempo ia ada di kamer makan, kombali ia soeroe boedjangnja panggil dokter. Ia mara sekali pada Anna lantaran tiada maoe oeroes lagi itoe anak. Dalem ka'ada'an begitoe ia tiada maoe pergi di kamernja Anna, tapi djoega boekan lantaran ia doega prinses Betsy, jang kretanja ia perna liat di depan pintoe, ada di dalem kamernja Anna. Dengen sakoenjoeng-koenjoeng atinja merasa koeatir jang Anna nanti merasa tiada senang lantaran ia bertentangan seperti biasandja tiada dateng di kamernja aken membri hormat. Tapi sasoedahnja pikir boelak-balik sakoetika lamanja ia tetepken atinja aken dateng di kamernja Anna. Tempo ia sampe di pintoe ia niat aken lawan kahendaknja aken mengomong apa-apa sama Anna. „Akoe tiada mengarti kenapa bolehnja kau mencelak. Tiadakah ia maoe pergi dari ini tempat," kata Betsy. „Itoe ada akoe poenja kahendakan dan boekan ada kamaoeannja akoe poenja soesami. Lebi baek sekarang kau djangan bitjaraken lagi tentang ini," djawab Anna dengen soeara ketoes. „Tentoe sadja, tapi toh ada satoe moestail sekali jang kau tiada maoe ketemoe lagi padanja aken membri slamat tinggal pada satoe lelaki, jang lantaran kau poenja diri ampir sadja soeda abisken djiwanja dengen djalen jang amat ngeri." Karenine tinggal berdiri diam, kaget dan penoe dengen rasa maloe. Ia tadinja maoe berlaloe dari itoe tempat, tapi anggep itoe ada amat renda. Sengadja ia berdehem dengen koeat, boeka pintoenja kamer dan dateng ke dalem kamer, sedeng Betsy dan Anna tinggal diam sadja. Anna ada doedoek di satoe korsi males dengen pake badjoe jang berwarna aboe-aboe, sedeng ramboetnja jang digoenting pendek ada disisir dengen rapi. Begitoe lekas matanja dapet liat Anna, begitoe tjepet djoega sinarnja jang gilang-goemilang lantas ilang. Ia toendoekin kepalanja dan pandang Betsy dengen roepa jang penoe kakoeatiran. Prinses Tverskaia membri hormat pada Karenine dengen senjoem jang manis dan bilang dengen soeara keras: „Girang sekali atikoe lantaran bisa bertemoe dengen kau, 'koe kira kau tiada dateng kemari. Sedari Anna sakit akoe tiada perna liat kau. Tapi<noinclude></noinclude> rzdpyto1aqmfxxd4bbz5jnooiffq0bv Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/2 104 107982 302304 301660 2026-07-09T14:00:41Z Badak Jawa 19009 /* Telah diuji baca */ 302304 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>ANNA KARENINE ATAWA Hatinja satoe prempoean No. 3 Karangannja Leo Tolstoi Stoe Pengarang Rus jang tersohor ————— di kloerken oleh: Drukerij HOA SIANG IN KIOK BATAVIA<noinclude></noinclude> ophtq4r671id4scdfbs8vzts35uks6h Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/100 104 107983 302326 302014 2026-07-10T01:36:01Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 302326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||— 4032 —}}</noinclude>Waktoe bersantep, dengen swara angker njonja bangsawan itoe treakin bebrapa algodjo, jang disoeroe bawa itoe doea orang tawanan ka loear boeat dikoetoengken kapalanja. Tapi seblon itoe algodjo melakoeken itoe prenta, Beng Hek sigra menjegah dengen berkata: „Ingetlah, istrikoe, bahoea soeda lima kali Tjoe-Kat Liang telah lepasken akoe; maka kaloe sekarang kita boenoe ponggawanja, inilah bikin kita poenja nama djadi tertjemar, sebagimana orang jang tiada mengenal pri-kawadjiban menoesia. Dari sebab begitoe, boeat sedikit tempo baek kita boei iaorang disini. Toenggoe, kaloe Tjoe-Kat Liang djoega soeda dapet ditangdep, baroelah kita nanti boenoe padanja, kerna sampe sabegitoe djaoe akoe kira itoe perkara blon boleh dibilang soeda mendjadi kasep.” Tjiok-Jong Hoedjin toeroet soeaminja itoe poenja nasehat, dan lantas boei itoe doea orang tawanan dalem gowanja. Sedeng itoe njonja doedoek makan minoem dengen senang hati sama-sama soeami sendiri, soldadoenja Thio Gie dan Ma Tiong jang dapet labrakan, telah balik kombali ka pasanggrahannja Khong Beng dan bri taoe pada ini Koensoe apa jang telah kadjadian di medan prang. Satelah mendenger itoe kabar, Khong Beng lantas panggil Ma Taij, Tio In dan Goei Jan dateng mengadep.<noinclude></noinclude> ifu46uz78x9vuh8pecngwrj2sfra30y Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/3 104 107984 302414 301871 2026-07-10T05:24:39Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—161—}}</noinclude>sedeng ia sendiri telah toetoepin kepalanja dengen satoe sapoe tangan. Dari djaoe ia meliat Levine jang sedeng mendatengin. Dolly merasa girang tempo liat itoe sobat dan ini kali !ebi lagi lantaran ada hal jang penting maoe dibitjaraken. Tra seseorang jang asa bri poedjian begitoe merdoe seperti Levine biasa briken pada Dolly. Dan sesoenggoenja tempo Levine dapet liat Dolly, atinja djadi sanget girang tempo meliat istrinja ia poenja sobat sedeng djalan bersama sama iapoenja anak, satoe hal Jang ia sendiri amat inginin. „Senang sekali ati kau, Dolly, dengen djalan bersama sama dengen kau poenja anak!" begitoelah Levine bilang pada istrinja iaponja sobat. „Ei, ei! Akoe poen merasa girang telah bertemoe dengen kau toean," kata Dolly dan kamoedian sodorken iapoenja tangan Jang pertama ia hendak bitjaraken adalah perkaranja Kitty dan sesoedanja masing-masing berdiam boeat sakoetika lamanja ia bilang lebi djaoe: „Akoe poenja soedara prempoean ada toelis Soerat padakoe...“ „Dan bagimana keada'annja kau poenja soedara? Apa ia soeda naek kombali?‘ tanja Levine dengen ati berdebar-debar. „Ja, soekoer djoega begitoe. Keada'annja tiada koerang soeatoe apa. Pendeknya kawarasannja djadi seperti biasa lagi! ... Akoe dJoega tiada maoe pertjaja Jang iapoennja peparoe tiada baek.“<noinclude>{{rh|Anne Karenine 10}}</noinclude> 5waj1hamxqwxma7fg0od16ncuh557kc 302425 302414 2026-07-10T05:42:23Z F4hroro 26348 302425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—161—}}</noinclude>sedeng ia sendiri telah toetoepin kepalanja dengen satoe sapoe tangan. Dari djaoe ia meliat Levine jang sedeng mendatengin. Dolly merasa girang tempo liat itoe sobat dan ini kali !ebi lagi lantaran ada hal jang penting maoe dibitjaraken. Tra seseorang jang asa bri poedjian begitoe merdoe seperti Levine biasa briken pada Dolly. Dan sesoenggoenja tempo Levine dapet liat Dolly, atinja djadi sanget girang tempo meliat istrinja ia poenja sobat sedeng djalan bersama sama iapoenja anak, satoe hal Jang ia sendiri amat inginin. „Senang sekali ati kau, Dolly, dengen djalan bersama sama dengen kau poenja anak!" begitoelah Levine bilang pada istrinja iaponja sobat. „Ei, ei! Akoe poen merasa girang telah bertemoe dengen kau toean," kata Dolly dan kamoedian sodorken iapoenja tangan Jang pertama ia hendak bitjaraken adalah perkaranja Kitty dan sesoedanja masing-masing berdiam boeat sakoetika lamanja ia bilang lebi djaoe: „Akoe poenja soedara prempoean ada toelis Soerat padakoe...“ „Dan bagimana keada'annja kau poenja soedara? Apa ia soeda naek kombali?‘ tanja Levine dengen ati berdebar-debar. „Ja, soekoer djoega begitoe. Keada'annja tiada koerang soeatoe apa. Pendeknya kawarasannja djadi seperti biasa lagi! ... Akoe dJoega tiada maoe pertjaja Jang iapoennja peparoe tiada baek.“<noinclude>{{left|Anne Karenine 10}}</noinclude> 2czmd3qcloooojkzmanl65pk1heynac 302544 302425 2026-07-10T10:02:18Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—161—}}</noinclude>sedeng ia sendiri telah toetoepin kepalanja dengen satoe sapoe tangan. Dari djaoe ia meliat Levine jang sedeng mendatengin. Dolly merasa girang tempo liat itoe sobat dan ini kali !ebi lagi lantaran ada hal jang penting maoe dibitjaraken. Tra seseorang jang asa bri poedjian begitoe merdoe seperti Levine biasa briken pada Dolly. Dan sesoenggoenja tempo Levine dapet liat Dolly, atinja djadi sanget girang tempo meliat istrinja ia poenja sobat sedeng djalan bersama sama iapoenja anak, satoe hal Jang ia sendiri amat inginin. „Senang sekali ati kau, Dolly, dengen djalan bersama sama dengen kau poenja anak!" begitoelah Levine bilang pada istrinja iaponja sobat. „Ei, ei! Akoe poen merasa girang telah bertemoe dengen kau toean," kata Dolly dan kamoedian sodorken iapoenja tangan Jang pertama ia hendak bitjaraken adalah perkaranja Kitty dan sesoedanja masing-masing berdiam boeat sakoetika lamanja ia bilang lebi djaoe: „Akoe poenja soedara prempoean ada toelis Soerat padakoe...“ „Dan bagimana keada'annja kau poenja soedara? Apa ia soeda naek kombali?‘ tanja Levine dengen ati berdebar-debar. „Ja, soekoer djoega begitoe. Keada'annja tiada koerang soeatoe apa. Pendeknya kawarasannja djadi seperti biasa lagi! ... Akoe dJoega tiada maoe pertjaja Jang iapoennja peparoe tiada baek.“<noinclude>{{left|Anne Karenine 10}}</noinclude> p722ij9c0w72xxmzkqmvajb751rat10 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/40 104 107986 302527 301664 2026-07-10T09:31:49Z Badak Jawa 19009 /* Telah diuji baca */ 302527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Badak Jawa" /></noinclude>{{rh|— 234 —||— 235 —}} toelis adanja. sebab akoe anggep lebi baek toelis soerat daripada mengomong sendiri." Oblonsky ambll itoe soerat dan besar sekali rasa kagetnja tempo dapet liat matanja Karenine jang dengen doeka memandang dlrinja. la batja soerat itoe: „Akoe dapet kanjata'an jang dirikoe sering­- kali bikin kau djadi berdoeka. Maski begimana sedi djoega adanja itoe, toch akoe dapet kanja- ta'an itoe betoel begitoe. Belgitoe soeda terdjadi dan tiada bisa laen. Akoe tida maoe seselin apa-apa sama kau poenja diri. Allah sadja, taoe, tempo akoe liat kau reba dl tempat pembaringan, akoe soeda berniat boeat loepaken segala hal jang telah terdjadi dan moelain toentoet pengidoepan baroe. Akoe tiada maoe menjesel dan tiada nanti menjesel. apa jang akoe soeda berboeat. Akoe malaanken mengandoeng satoe niatan sadja jalah mengharep keslametannja kau poenja diri, beroba- nja kau poenja pikiran, aken tetapi akoe liat, akoe poenja harepan tiada terkaboel. Bilanglah pada akoe, apa jang bisa bikin kau djadi broentoeng dan apa jang bisa menjenangin kau poenja ati. Akoe bersedia aken toeroetin kau poenja kainginan dan bagi kau poenja kasenangan." Oblonsky poelangin kombali itoe soerat pada lapoenja ipar dan tinggal tetep memandang diri- nja Karenine dengen ati penoe kaheranan. Tat- kala itoe tra satoe orang jang mengomong. lan- taran tiada taoe apa jang masing-masing moesti bilang. Oblonsky rasaken bibirnja bergerak ... „Begitoelah adanja akoe poenja maksoed dan inl akoe hendak terangin pada Anna," kata Kare- nine dan kamoedian berbalik. „Ja, ja..." begitoelah Oblonsky 8amboeng bi- tjaranja Karenine dengen soeara terpoetoes-poetoes, kerna atinja jang doeka bikin ia tiada bisa me- ngomong. „Ja, ja, akoe mengarti dengen kau poenja maksoed" demikianlah ia bilang. " „Akoe maoe taoe apa sabetoelnja jang ia ingin," kata Karenine lagi. „Akoe koeatir jang ia senndiri tiada bisa taoe bagimana ka'ada'annja. Ia tiada bisa timbang dan ia tiada bis a plesir. Ia soeda roeboe, ja, itoe ada perkata'an jang tjotjok kerna kau poenja ka- moelia'an. Manakala ia batja kau poenja soerat, nistjaja ia tiada taoe lagi apa jang ia moesti djawab. Pastilah ia bakat toendoekin kepalanja lebi dalem..." „Aken tetapi bagimana akoe bisa taoe apa jang ia inginken?" „Kaloe akoe boleh kasi nasehat pada kau, ada- lah paling baek kau moesti berdaja soepaja bisa tamatin itoe lelakon..." „Djadi kan anggep djalan jang paling baek abisken itoe keada'an?" begitoelah Karenine me- nanja dengen roepa heran. „Aken tetapi dengen tjara jang bagimana? Akoe tiada taoe bagimana bikin itoe! demikianlah Karenine landjoetken ia- poenja pembitjara'an. Oblonsky bangoen dan bilang dengen bernafsoe: „Semoea pekara bisa dibikin beres. Doeloean kau berniat boeat bertjere. Apa kau soeeda taoe terang jang kau orang soeda tiada bisà idoep lagi<noinclude></noinclude> 0182tbhqoq6gyl0qkmv1b126nk5bcxx Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/385 104 108003 302316 301839 2026-07-09T23:26:54Z Ah.Masyhar 20068 /* Tervalidasi */ 302316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ah.Masyhar" />{{rh||— 4307 —}}</noinclude>poenja kabidjakan, kerna sampe sekarang poen kau masi pegang teroes tabiat begitoe." Maka sadjek itoe waktoe Khong Beng djadi lebi indaken lagi kabidjakannja itoe djago toea jang njata, boekan sadja ada gaga perkasa, tapi djoega priboedinja ada moelia sekali. Di saät Khong Beng oetjapken itoe perkataän boeat memoedji pada Tio In, pengawal pintoe masoek bri taoe, Ma Sok, Ong Peng, Goei Jan dan Ko Siang telah dateng dalem itoe roewangan. Lebi doeloe Khong Beng minta Ong Peng dateng di hadepannja. „Boekankah tempo maoe berangkat sama-sama Ma Sok boeat djaga djaianan Ke Teng akoe telah pesen," begitoelah itoe ferdana bri tegoran, satelah Ong Peng dateng mengadep: „bahoea kaloe perloe kau moesti bri nasehat pada dia itoe, tapi mengapatah kau tida perhatiken akoe poenja pesenan, hingga itoe perkara mendjadi roesak saänteronja?" „Boekan sekali akoe tida bri nasehat, Sinsiang," menjaoet Ong Peng : „hanja maski beroelang-oelang akoe minta Tjhamkoen berdiriken tembok renda di djalan perapatan, soepaja kita bisa atoer pa" sanggrahan kita di itoe tempat boeat djaga dja­lanan Ke Teng, tapi boekan sadja Tjhamkoen tida soeka menoeroet, malah akoe poenja nasehat itoe seda membikin ia djadi amat goesar. Lantaran<noinclude></noinclude> o9nf30x2ub0fyq9a96ikr7xjxatw9aj Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/389 104 108007 302317 301840 2026-07-09T23:32:57Z Ah.Masyhar 20068 /* Tervalidasi */ 302317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ah.Masyhar" />{{rh||― 4311 ―}}</noinclude>tida oesa harep aken bisa bikin toendoek pada jang laen-laen. Maka djanganlah kau seselin akoe, djika sekarang kau moesti trima hoekoeman mati. Tapi ini perkara akoe boleh djandji pada kau: sasoedanja kau menoetoep mata, saban boelan akoe nanti briken bras dan oewang pengidoepan aken goena koelawargamoe, hingga lantaran ini kau tida oesa kwatir di kamoedian hari iaorang nanti idoep melarat." Saäbisnja oetjapken itoe perkataän, Khong Beng lantas prenta algodjo bawa Ma Sok ka loear boeat ditabas batang lehernja. Tapi sablonnja toeroet pada itoe toekang buenoe sasama manoesia, Ma Sok berkata pada itoe ferdana mantri dengen aer-mata berlinang-linang: „Sinsiang pandang akoe seperti anak. itoelah akoe taoe, oleh kerna akoe poen ada hargaken Sinsiang sebagi ajah sendiri. Aken tetapi, sebab sekarang maski begimana djoega akoe tida bisa loepoet dari hoekoeman mati, maka akoe harep sadja Sinsiang soeka inget aken katoeloesannja Keizer Soen, jang telah boenoe pada Koen (ajahnja Ie), tapi pake poetranja atawa le boeat oeroes pakerdjaän negri, soepaja, sekali poen akoe mati, tapi akoe tida nanti bawa penjeselan apa-apa ka tempat jang baka." Kamoedian dengen sasenggoekan Ma Sok menjoesoeti aer-matanja iang mengoetjoer sebagi „ditoewang." „Itoe perkara tida perloe kau pesen beroelang-oelang," kata Khong Beng, jang djoega toeroet<noinclude></noinclude> m91eh3d6k7f5az5cjmzwn8wk7hry9c3 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/108 104 108013 302312 302156 2026-07-09T23:20:16Z Ah.Masyhar 20068 sudah diperbaiki 302312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh||— 4040 —}}</noinclude>Laen harinja Khong Beng madjoeken ta poenja semoea barisan besar dan atoer barisan itoe di depan gowanja Beng Hek. Tempo orang bri taoe hal datengnja itoe barisan pada Beng Hek, Bok Lok Taij-Ong jang mendenger ini warta, dan jang anggep diri sendiri tida ada tandingannja, lantas adtak Beng Hek itoe bersama balatentaranja kaloear boeat bertempoer pada moesoe. Itoe koetika Khong Beng berdandan sebagi satoe orang pertapaän dengen memegang kipas; dan sebagimana biasanja, itoe waktoe poen ia ada doedoek daiem satoe kreta ketjii. Tempo dapet meliat pada itoe ferdana mantri, Beng Hek lantas menoendjoek dan berkata pada Bok Lok Taij-Ong: „Kaloe kau maoe taoe, orang jang doedoek di itoe kahar, dia itoelah jang diseboet Tjoe-Kat Liang, maka djika orang itoe bisa dapet ditangkep, nistjaja kita poenja oeroesan lantas djadi beres semoea." Tida tempo lagi Bok Lok itoe lantas batja djampenja, dan sebagi djoega kemaren, itoe waktoe poen lantas toeroen angin jang amat santer, dan sablon angin itoe brenti, sakawan binatang boewas lantas menerdjang kaloear dari barisannja. Tapi satelah Khong Beng mengebas dengan kipasnja itoe angin lantas balik menioep ka {{hws|djoeroe|djoeroesan}}<noinclude></noinclude> sviwl31n55fv01mji0w9r0b2d3ji54x Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/109 104 108014 302314 302157 2026-07-09T23:21:29Z Ah.Masyhar 20068 sudah diperbaiki 302314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh||— 4041 —}}</noinclude>{{hwe|san|djoeroesan}}, dimana moesoe berada; sedeng itoe binatang binatang toeten poen, satelah meliat pada binatang binatang tiroean jang bisa menjemboer api serta bisa kasi liat koekoe dan giginia, lebi poela ini barang-barang bikinan ada dipakeken krintjingan, lantas djoega itoe machloek-macliloek lantas balik menerdjang kalang kaboetan pada balatentaranja Bok Lok dan Beng Hek, hingga lantaran ini boekan sedikit djiwa telah djadi binasa. Di dalem itoe tempo jang baek, Khong Beng lantas bri tanda pada balatentaranja, hingga marika ini sigrâ mengedjer dan membasmi pada moesoe dengen sapoewas-poewas hati. Bok Lok Taij-Ong telah binasa dalem itoe paperangan, samantara Beng Hek dan koeläwarganja, jang soeda tida berdaja lagi, lantas sipat koeping dengen merajap di boekit-boekit. Lantaran meratnja marika itoe, lantas djoega Khong Beng poenja barisan besar dapet doedoeken gowa Gin Kong Thong. Esokannja, tempo Khong Beng lagi hendak petja ba­latentaranja boeat kedjer Beng Hek jangmeratsampe itoe Radja dapet ditangkep, koenjoeng-koenjoeng orang kabàrken, Taij Laij Thong-Tji atawa TJèkoenja Beng Hek, jang lantaran memboedjoek soepaja Tjihoenja itoe soeka menaioek, tapi boedjoekan itoe tida ditoeroet, telah tangkep Tjihoenja itoe, demikian poen Tjiok-Jong Hoedjin atawa Atjinja<noinclude></noinclude> ohgu5hhdcrobqky20w6a9d5hkbjmtpj Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/110 104 108015 302291 301734 2026-07-09T12:08:58Z Ah.Masyhar 20068 302291 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh||— 4042 —}}</noinclude>dan bebrapa ratoes orang koelawarganja, erangorang tawanan mana sekarang ia bawa dateng boeat dihadepken pada Sinsiang. Satelah mendenger itoe kabar, Khong Beng lantas bisiken Thio Gie dan Ma Tiong begimana ia­ orang moesti berboeat, dan koetika ini doea ponggawa soeda semboeniken doea riboe soldadoe jang gaga perkasa di doea roewangan samping dari itoe pasanggrahan, itoe ferdana mantri lantas prenta pengawal-pintoe silaken itoe orang asing masoek berdjoempa. Bebrapa saat kamoedian, Taij Laij Thong-Tji dengen dibantoe oleh algodjo lantas giring tawanannja itoe masoek ka dalem itoe roe­wangan Tapi baroe sadja iaorang berloetoet maoe boeka bitjara, Khong Beng lantas bertreak: „Toeloenglah tangkap ini orang-orang jang hendak berchianat!" Sigra djoega itoe soldadoe jang mengoempet lantas kaloear dari tempatnja dan menerdjang pada itoe orang-orang jang lagi berloetoet; dan dari sebab soldadoe Siok lakoeken itoe tangkepan dengen tjerdik, jaitoe doea orang menangkep satoe, maka bebrapa saät sadja itoe bebrapa ratoes orang jang berpoera poera, satoe persatoe soeda dapet ditawan. „Ha ha ha ! soenggoe kau bodo sekali !" kata itoe ferdana mantri sambil tertawa : „Masalah dengen {{hws|ti|tipoe}}<noinclude></noinclude> ntv1vzzu54uyrykvuc4fyuwi49f6brg Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/13 104 108025 302388 302032 2026-07-10T04:42:49Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|12}}{{rh||PENGHIDOEPAN}}</noinclude>in parasnja itoe anak moeda, seperti djoega pada dirinja itoe anak moeda ada apa-apa jang bisa menarik orang poenja pemandengan. Ia sendiri tida mengerti, kenapa orang jang ia sedeng atawa kebetoelan pandeng, meman deng padanja kombali maski soeda djalan liwat depannja. Mala ada jang parasnia sampe kentara keloearken perasa'an soeka hati. Siapatah sabenernja itoe anak moeda? Seperti kita soeda kenal dari bermoela, selainnja ia berparas poeti, tjakep, djoega ia poenja kepandean pegang gendewa ada sampe gapah. Ia poenja tindakan jang sanget tetep, menjataken bahoea ia poenja diri ada menjelip kepandean ilmoe silat tida ketji!. Orang banjak masi belon kenal ia poenja diri, tapi menoeroet adanja pendapetan oemoem, itoe anak moeda terang sekali boekan ada orang sembarangan, teroetama dengen adanja iapoenja kesabaran, pengawakan, dan kaloe bener ia mempoenjai itoe kepandean ilmoe silat, itoe kebisa'an. djoega boekan sembarangan orang lain bisa mempoenjai. Tapi, siapatah adanja ia poenja diri, dari mana ia dateng? Sabarlah pembatja, sampe ia mengakoe sendiri siapa ia sabenernja ada, dan dari mana ia dateng. {{c|•••}} Gogwee-tjeego.<noinclude></noinclude> icslwx2lprlwdvbh396031ryq2mpdc0 Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/14 104 108026 302389 302033 2026-07-10T04:43:02Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}{{rh|||13}}</noinclude> Sedari pagi orang banjak soeda riboet keloear pasiar. Antero straat sekarang lipet ganda rameenja dari doea hari sabelonnja itoe tanggal. Dimana-mana semoea padet sama manoesia. Tapi plesieran jang paling menarik hati, jala plesieran sama prauw, jang ditana djawa orang namai ,,Lomban". Wangpo sedari dateng di itoe tempat, berdoea Ongpien soeda bikin djandji dan sewa satoe prauw boeat ikoet merasaken itoe kasenengan. Begitoelah pada itoe pagi, marika bertiga soeda sedia dan menoedjoe ka pinggir soengi dimana la poenja orang prauw soeda menoenggoe. Marika bertiga lantes naik, tapi prauwnja keliatan soesa aken bisa berdjalan dengen leloeasa. Beratoes, ja, beriboe prauw ketjil besar terdapet soeda sedia disana, masing-masing dipadjang dengen segala riasan, dan ditantjepin banjak bendera-bendera. Tetaboean, musiek Tionghoa, soearahnja orang, semoea tjampoer djadi satoe. Satoe sama lain masing-masing keliatan sanget goembira! Semoea jang ikoet pasiar dalem prauw keliatan goembira. Saben-saben soeara soerak dari penonton dipinggiran soengei, jang begitoe banjak seperti djoega barisan semoet, tida ada poetoesnja terdenger sanget rioe. Prauwnja itoe anak moeda ladjoe dengen seneng. Wangpo tida brentinja memoedji<noinclude></noinclude> p29g68hnrjcaayhygyhyhn1elmi8jnt Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/15 104 108027 302390 302034 2026-07-10T04:43:14Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|14}}{{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude> kabagoesannja keadadan. Sedeng aer soengei jang tadinja keliatan anteng, sekarang djadi berombak pergi dateng. Pendajoeng pendajoeng banjak riboet djalanken masing masing prauwnja, satoe sama lain djaga hati hati soepaja bentoran heibat tida sampe terdjadi. Bisa dioekoer brapa besar pendoedoek di Hangtjioe ketarik sama itoe plesieran, begitoe djoega pada pendoedoek dilain tempat, kentara dengen djoembla orang jang toeroet plesier sama itoe kandara'an aer. Boekan kaoem laki sadja, tapi kaoem prampoean dioemblahnja djoega tida kala, teroetama gadis-gadis dari kalangan hartawan! Satoe prauw, tida terlaloe besar, tapi antara begitoe banjak prauw lain, ia ada terliat paling bagoes dan menarik pemandengan. la poenia padjangan, roman dan djoega prauwnja, semoea, njata ada dibikin dan diatoer oleh tangan jang pandei. Sedeng jang naik ada keliatan lima, prampoean moeda berparas sanget eilok, oesianja rata-rata bisa ditaksir dibawah dari doea poeloe lima taoen! Doea orang jang djalanken itoe kandara'an keliatan sanget hati-hati, roepanja marika soeda mengarti, dalem keramean begitoe, perhatian haroes didjaga lebi banjak, soepaja jang menoempang tida menampak bahaja. Sedikit djaceh dari itoe prauw ada poela laen prauw besar. Ini prauw jang sedari tadi kliatan berdialan diblakangnja itoe prauw ketjil, roepa-<noinclude></noinclude> 2zqtolgja9ulxyua21juqwu7gsw351c Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/2 104 108028 302379 302020 2026-07-10T04:32:19Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{c|atawa}} {{c|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{c|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}}</noinclude>{{rh||I}} {{dropinitial|'''A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> 2osbpccd2lokcn7azfsolli3xofshpu 302380 302379 2026-07-10T04:37:48Z Ichi Ocha 26099 302380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{c|atawa}} {{c|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{c|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}}</noinclude>{{c|I}} {{dropinitial|'''A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> kptfydvgc6ksy6ukg85ufnqrdk0tn5d 302382 302380 2026-07-10T04:38:45Z Ichi Ocha 26099 302382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{c|atawa}} {{c|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{c|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}}</noinclude>{{rule|width=8em|height=2px}} {{c|I}} {{dropinitial|'''A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> 19olx4qp6gd6oir2a73wjak7w8jglk9 302386 302382 2026-07-10T04:39:53Z Ichi Ocha 26099 /* Tervalidasi */ 302386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{c|atawa}} {{c|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{c|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}}</noinclude>{{rule|25em}}{{rule|25em|height=2px}} {{c|I}} {{dropinitial|'''A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> t1r4lerfm685dhlaahz1jxtn9ccssej 302396 302386 2026-07-10T04:45:29Z Firman Rusda 25763 302396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{c|atawa}} {{c|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{c|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}}</noinclude>{{rule|25em}}{{rule|25em|height=2px}} {{c|I}} {{dropinitial|''',,A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> tadpbpmkqeuqyldcw7a21zq5rsbz0az 302398 302396 2026-07-10T04:45:48Z Firman Rusda 25763 302398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /><center>{{xx-larger|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{larger|atawa}} {{x-larger|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{x-larger|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}} </center></noinclude>{{rule|25em}}{{rule|25em|height=2px}} {{c|I}} {{dropinitial|''',,A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> 6lhtmsc32d7iqm36g1arvcef4hqw6kl 302399 302398 2026-07-10T04:47:18Z Firman Rusda 25763 302399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /><center>{{xx-larger|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{larger|atawa}} {{x-larger|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{x-larger|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}} </center></noinclude>{{rule|25em}}{{rule|25em|height=4px}} {{c|I}} {{dropinitial|''',,A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> 59h3fk0b46lr17r20d31yfqoz3zpl3i 302401 302399 2026-07-10T04:47:41Z Firman Rusda 25763 302401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /><center>{{xx-larger|ANAKNJA MATJAN POETI}} {{larger|atawa}} {{x-larger|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{x-larger|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}} </center></noinclude>{{rule}}{{rule|height=4px}} {{c|I}} {{dropinitial|''',,A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> 4g7kh3k3xjmml075dbr99ew8d3mwyzu 302422 302401 2026-07-10T05:38:38Z Firman Rusda 25763 302422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ichi Ocha" /></noinclude><center>{{xx-larger|'''ANAKNJA MATJAN POETI'''}} {{larger|atawa}} {{x-larger|(DOEA POELOE LIMA TAON BLAKANGAN)}} {{x-larger|Oleh: TAN CHIENG LIAN.}} </center> {{rule}}{{rule|height=4px}} {{c|I}} {{dropinitial|''',,A'''}}koe rasa disini kita tida bisa dapet apa- apa, Wangpo. Pertjoema sadja maski maoe menoenggoe sampe besok pagi. Kaoe liat, kanan kirinja ini tempat sekarang soeda djadi soenji. Lebi lama tentoe heiwan heiwan lebi takoet keloear, sedeng boeroeng-boeroeng jang akoe inginken, roepanja djoega marika soeda pada mengerti, lebi slamet berdiam dari pada keloear dan mati djadi oempannja kita poenja sendjata", begitoelah ada perkata'annja saorang moeda, pada sala satoe kawannja jang sedeng brenti ditenga-tenga dari satoe tempat jang sedikit lebet sama pepoehoenan besar. Ia poenja paras poeti, matanja besar dan bersorot tjeli, sedeng kadoea pasang alis jang item, sanget tebel dan pandjang, ibarat satoe tameng jang koeat, mendjaga diatasnja itoe mata. Ia poenja badan boender (woengkoel) lebar, pengawakannjn keliatan gaga. la poenja paras keliatan sanget sabar,<noinclude></noinclude> nttzm9xrsyk566wd5zm5x8p4dbifszx Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/16 104 108029 302391 302035 2026-07-10T04:43:27Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{c|ANAKNJA MATJAN POETI}}{{rh|||15}}</noinclude>nja penoempangnja sengadja koentitin teroes itoe prauw ketjil jang inda. Satoe anak moeda, pakeannja sanget pelente, romannja seperti anak orang berpangkat, ada keliatan doedoek di tenganja itoe prauw saorang diri. Ia poenja mata jang tadjem, sabentar-sabentar melirik ka dalemnia itoe Prauw ketjil, dimana ada doedoek itoe 5 prampoean tjantik. ,,Khimthong, siapatah adanja itoe sekalian nona jang doedoek dalem itoe prauw ketjil?" Kemoedian ia tanja pada toekang djaga kemoedinja, sambil ia toeding prauwnja itoe prampoean-Prampoean tjantik. Jang ditanja lantas meliat dan menjaoet: ,,Prauwnja Tan Wangwee, kongtjoe. Akoe kenal itoe orang jang pegang kemoedi, sedeng itoe nona jang doedoek ditenga-tenga kawannja, pake badjoe koening moeda, ada Tan siotjia jang tersohor paling tjantik di Hangtjioe". „Prauwnja Tan Lian Bing, itoe orang toea dsiebrang djalanan besar?" „Bener, kongtjoe." „Dan itoe nona ditenga-tenga, siapatah namanja?" „Kaloe akoe tida sala, namanja ada Tan Kim Nio. Orang banjak disini kasi djoeloekan dirinja dengen nama,,Hangtjioe poenja boenga Mawar", lantaran ia poenja katjantikan jang soesa dapet bandingan". Roepanja itoe kongtjoe tida poeas sasoedanja denger itoe ketrangan. Ia pandeng lagi lebi<noinclude></noinclude> 3fktsc351mrmluan8wxhuw98k40ionh Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/17 104 108030 302393 302022 2026-07-10T04:43:38Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 302393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|16}} {{rh||PENGHIDOEPAN}}</noinclude>teliti orang poenia keada'an, tapi jang dipandeng sama sekali belon mendoesin. Lantaran Kim Nio brikoet 4 kawannja, asik seneng Pasang bitjara samaoenja sendiri. Diam-diam dalem hatinja itoe kongtioe, jang diseboet namanja Sie Pay Lang, anak dari Sie Kong Ing, tikoan jang baroe diover kerdja ka Hangtjioe, memikir dan berasa ketarik sama keada'an dan ka eilokannja itoe nona. ,,Ah, kaloe sadja akoe bisa oentoerg dapetin dirinja? Ah, bagimana seneng akoe poenja diri bakal hidoep!“ Begitoelah perkata'an jang terdenger dalem tengorokannja. ,,Soengoe ia Paling tjantik antara ia Poenja kawan!" Teroesteroesan Sie Pay Lang pandeng orang poenja paras tida maoe soeda. Ia poenja prauw jang samoestinja bisa djalan lebi tjepet, sengadja ia prenta orangnja soepaja rendengken teroes sama prauwnja itoe nona selama dalem itoe perlombahan. Keada'an-keada'an jang menariknhati dari Pay Liang, jang saben-saben menjataken ada apa-apa jang koerang baik terliat pada dirinja, ia lakoeken teroes meneroes, sampenkemoedian, zonder disengadja, kita poenja anak moeda jang pertama, bersama Wangpo jang djalanken komendir, poenja prauw berendeng sekali dilain samping aa prauwnja Pay Lang. Itoe. anak moeda dapet ita apa jang PaynLang, sedeng lakoeken dalem itoe perlombahan. Pada perboeatan jang begitoe matiem.<noinclude></noinclude> i1g4r49ksai02uzn2ii9eun4bdvviuk Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/399 104 108043 302370 301802 2026-07-10T04:15:22Z Ah.Masyhar 20068 /* Tervalidasi */ 302370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ah.Masyhar" />{{rh||— 4321 —}}</noinclude>— „Dia itoe ada berasal dari bilangan Taij Goan, she Hok nama Tjiauw alias Pek To. Sekarang ia ada mendjabat pangkat Tjap-pa Tjiangkoen dan mendjaga bilangan Ho Sé." Tjo Djwe trima baek Soe-Ma Ie itoe poenja poedjian. Ia lantas kaloearken firman boeat naeken pangkatnja Hok Tjiauw mendjadi Tin-sé-Tjiangkoen dan boeat prenta ini panglima perang mendjaga itoe bilangan, laloe oetoesken satoe orang bawa ini soerat tita ka tempat, dimana Hok Tjiauw sedeng melakoeken kawadjibannja. Baroe sadja itoe oetoesan berlaloe, orang lantas bri taoe pada Tjo Djwe dari hal Soema-Taijtouwtok Tjo Tjin ada kirim sapoetjoek soerat, dalem mana itoe mantri perang bilang, bahoea Tjoe Pong, satoe ponggawa dari pamerenta Tong Gouw jang men­djadi Thaijsioe di Phoo Jang hendak menaloek dengen seraken djoega kota jang ia djaga itoe. Lebi djaoe, Tjoe Pong telah kirim orang dengen resia boeat sampeken toedjoe fatsal perkara penting sebagi aiesan boeat binasaken pamerenta Gouw. Dari sebab ada ini djalan, maka ia, Tjo Tjin, minta Tjo Djwe kirim balatentara boeat serang itoe negri. Itoe Keizer tetiron lantas boeka dan batja itoe soerat sama-sama Soe-Ma Ie. „Apa jang ditoetoerken dalem ini soerat," kata Soe-Ma Ie pada saäbisnja membatja: „{{hws|se|semoea}}<noinclude></noinclude> sstu3cihmpnsg9i9o3p8k4ub36wcggx Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/28 104 108044 302529 301803 2026-07-10T09:32:34Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 302529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||3964}}</noinclude> Sakoetika lamanja Beng Hek tinggal bengong mengawasin pada marika itoe di sinar api lilin jang dipasang dalem itoe bangsal; kamoedian baroelah ia tjoba memanggil sambil gojang-gojang itoe ,,bangke-bernapas". Tapi iaorang tiada mendoesin, sedeng ada djoega satoe doea jang djadi sedar, tapi marika ini tjoema bisa menoendjoek sadja pada moeloet sendiri sambil menganga. Itoelah ada satoe pertoendjoekan jang loetjoe sekali. Sekarang baroelah Beng Hek taoe, begimana kombali dirinja soeda kena ditipoe. Sabisa-bisa ia lantas menoeloeng pada adénja dan pada itoe jang laen-laen; tapi salagi ia maoe adjak marika ini lari boeat tjari perlindoengan pada balatentaranja jang mengambil djalan di sama tenga, tiba-tiba ia dapet liat api berkobar-kobar dan di saat itoe, satoe pasoekan jang dikapala en oleh Ong Peng dateng menjerang. Dengen ketakoetan Beng Hek itoe lantas lari ka sebla kiri boeat hampirken barisannja jang ambil djalan di ini fihak, sedeng semoea pengiringnja, begitoe djoega orang-orang jang ia toeloeng soeda merat, tiada ketaoean ka mana perginja. Tapi sigra djoega Beng Hek oeroengin niatannja boeat tjari perlindoengan pada itoe pasoekan, oleh kerna salagi ia menoedjoe ka itoe djoeroesan, kombali ia dapet liat api berkobar-kobar dan laen<noinclude></noinclude> hc8tzolowk27imboarfktw7mqui4r7q Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/400 104 108046 302371 301978 2026-07-10T04:16:20Z Ah.Masyhar 20068 /* Tervalidasi */ 302371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ah.Masyhar" />{{rh||— 4322 —}}</noinclude>{{hwe|moea|semoea}} ada berales dengen atoeran jang tida bisa disangkal, dari apa djadi kentara, soeda dateng waktoenja Tong Gouw moesti binasa. Dari itoe hamba djoega soeka madjoeken satoe barisan boeat membantoe pada Tjo Hioe." Tapi satoe di antara mantri-mantri jang hadiir dalem itoe roewangan lantas madjoe ka hadepannja Tjo Djwe, seraja berkata: „Toeankoe djangan terlaloe pertjaja boenjinja itoe soerat, kerna orang Tong Gouw biasanja pande sekali poeter balik bitjara. Apa lagi perkataän itoe telah kaloear dari moeloetnja TJioe Pong, saorang pande jang berakal boedi, lebi poela tida haroes dipertjaja, kerna moestail amat itoe ponggawa maoe menaloek. Menoeroet hamba poenja pengliatan, Tjioe Pong sengadja berboeat begitoe, melaenken boeat tipoe dan pantjing kita poenja balatentara." Orang jang berkata begitoe, jalah Kian-wie-Tjiangkoen Kee Koei, pada siapa itoe waktoe semtoea mata ada mengintjer. „Ini perkataän djoega tida boleh tida diperhatiken," kata Soe-Ma Ie, pada sasoeda toendoek ber­pikir sasaät lamanja: „Tapi itoe djalan jang baek poen kita tida boleh siasiaken dengen pertjoema, tegesnja, doea-doea ada bergoena boeat kita." „Kaloe Tiong Tat ada pikir begitoe," kata Tjo Djwe: „baeklah Tiong Tat dan Kee Koei berdoea<noinclude></noinclude> er4zawl26y7lrkn095iaucuqbcumm6w Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602 0 108050 302294 302171 2026-07-09T13:01:43Z Ateofen 26483 302294 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Pemerintah Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''OENDANG-OENDANG No. 39 Osamu Seirei No. 8''' Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat). ----'''Pasal 1.''' Kantor besar dan Kantor tjabang „Algemeene Volkscredietbank“ jang terletak di Djawa diganti namanja dengan „Syomin Ginko“ (Bank Rakjat) dan moelai bekerdja lagi pada tanggal 3, boelan 10, tahoen 2602. '''Pasal 2.''' Daerah pekerdjaan Syomin Ginko jaitoe Djawa. '''Pasal 3.''' Syomin Ginko diawasi oleh Gunseikan. Gunseikan boleh memberi perintah kepada Syomin Ginko soepaja memboeat rapotan tentang keadaan pekerdjaan dan kekajaannja dan boleh poela memeriksa keadaan pekerdjaan dan kekajaan itoe, demikian djoega boleh memberi perintah lain atau mengadakan poetoesan lain jang perloe oentoek mengawasinja. '''Pasal 4.''' Zyuuyaku Syomin Ginko (Pemimpin Bank Rakjat) diangkat dan dipetjat oleh Gunseikan, tetapi oentoek sementara waktoe diadakan Kanrikan (pengawas merangkap pengoeroes) sekoerang-koerangnja doea orang oentoek mewakili djabatan Zyuuyaku; Kanrikan itoe diangkat dan dipetjat oleh Gunseikan. Djabatan „Gouvernements Commissaris“, „Centrale commissie van toezicht en bijstand“ dan „Plaatselijke commissie van toezicht en bijstand“ jang dahoeloe dihapoeskan. '''Pasal 5.''' Pekerdjaan Syomin Ginko itoe loeasnja seperti ditetapkan dalam anggaran dasar „Algemeene Volkscredietbank“ dahoeloe, tetapi oentoek sementara waktoe hal mendjalankan pekerdjaan Syomin Ginko itoe ditoendjoekkan oleh Gunseikan dengan istimewa. '''Pasal 6.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Batavia, tanggal 3, boelan 10, tahoen Syoowa 17 (2602). Panglima Besar Balatentera Dai Nippon. ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Syomin Ginko | |庶民銀行 | |shomin ginkō |Bank Rakjat |[[w:Bank_Rakyat_Indonesia|Bank Rakyat]] |- |Zyuuyaku | |重役 | |jūyaku |Pemimpin |Pemimpin |- |Kanrikan | |管理官 | |kanrikan | | |} 3wqzh24neyh323zsz4usv4dnioic1eq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/38 104 108055 302343 302075 2026-07-10T02:52:48Z Link PB 26772 302343 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 230 —||— 231 —}}</noinclude>kamoelia'an... Akoe pikir tiada ada laen djalan daripada..." Anna maoe bilang lebi baek mati, tapi Oblonsky jang soeda mengerti, apa jang soedaranja hendak bilang, soeda potong iapoenja omongan, hingga tiadalah Anna sampe oetjapken itoe perkata'an. „Kau pandang terlaloe djaoe, soedara! Lagian kau masi sakit, hingga kau djadi tiada bisa menimbang dengen betoel. Sabetoelnja kau poenja kesala'an blom ada begitoe djelek," kata Oblonsky. Ia bilang ini sembari bersenjoem; sabetoelnja tra seorang bisa berlakoe begitoe tempo mendengar omongannja Anna jang njataken poetoes harepan; lagian bisa dianggap tiada manis, akan tetapi senjoemannja Oblonsky ada begitoe roepa, hingga boekan sadja tiada bikin Anna jang berdoeka djadi lebi berdoeka, hanja djoega soeda bisa entengin kadoeka'annja Anna. „Tiada, Stive jang baek. Akoe soeda kala, kala... Lebi tjilaka lagi, jang akoe tiada maoe lekas mati; kau moesti mengerti kasoess'an jang 'koe alamken blom abis. Akoe taoe ini sampe baek. Kaloe kau maoe taoe bagimana ka'ada'ankoe sekarang ini, tiadalah beda sebagi telor di oedjoeng tandoek. Dan apa jang bakal terdjadi di penoetoepnja, tentoe ada hebat sekali..." „Pardon, kaloe kau taoe dirimoe ada begitoe roesak, masi ada djalan boeat ditoeloeng. Segala kasoesa'an bisa dilawan... apa lagi kasoess'an seperti kau jang tiada begitoe soeker diberesken." „Akoe soeda lama pikirin ini hal, tapi tjoema dapet satoe djalan sadja aken menoeloeng akoe poenja diri" Oblonsky mengarti jang Anna maksoedken adalah kematian dan begitoelah ia poetoesken pembitjara'annja Anna. „Roepanja kau tiada bisa liat kau poenja ka'ada'an seperti akoe ada saksiken. Apa akoe boleh njataken akoe poenja pikiran dengen teroes terang?" — Kembali ia bersenjoem! — „Kau toentoet pengidoepan dengen menika sama orang jang oemoernja lebi toea 20 taon dari kau. Kau soeda menika zonder perasa'an tjinta dan zonder taoe apa jang dibilang tjinta. Akoe moesti akoeh jang itoe ada satoe perboeatan kliroe!" „Kliroe sekali," kata Anna dengen soeara kras. „Aken tetapi itoe ada satoe perkara jang soeda terdjadi. Kamoedian kau, akoe maoe bilang sadja, dapet katjilaka'an, lantaran kau tiada tjinta kau poenja soeami dan soeda djato tjinta sama satoe lelaki laen. Itoe ada satoe katjilaka'an, aken tetapi itoe ada satoe perkara jang soeda kedjadian. Kau poenja soeami soeda akoe itoe dan soeka ma'afken." Satoe perkata'an jang ia oetjapken ia brenti, dengen maksoed boeat bri koetika soepaja Anna bisa njataken apa-apa jang ia tiada moefaket, tapi Anna tiada maoe oendjoekin itoe hanja tinggal teroes toetoep iapoenja moeloet.<noinclude></noinclude> lnk4s0xbaiejoos5bagqsazm6tntrf3 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/41 104 108057 302344 302081 2026-07-10T02:53:24Z Link PB 26772 302344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 236 —||— 237 —}}</noinclude>sebagi laki-istri? Karenine jang baek, dalem perkara seperti kau perloe sekali perhoeboengan kau diroba, dan ini tentoe tiada bisa kedjadian, sasoedanja kadoea fihak masing-masing tjari iapoenja kamerdika’an ..." , Djadi kau maoe soepaja akoe bertjere?" tanja Karenine dengen roepa sedi. , Ja, betoel betjere," begitoelah Oblonsky mengoelangin. „Ini ada djalan jang paling baek bagi soeami-istri jang tiada bisa idoep roekoen. Apa djoega jang marika bisa berboeat bila iaorang soeda dapet kanjataan jang pengidoepan laki-istri soeda tiada ada lagi?" Karenine berdehem dengen lakoe jang amat sedi dan kamoedian meremin iapoenja kadoea mata. Ia ada oetjapken brapa perkataan dengen soeara jang tiada begitoe teges tapi tra satoe perkataan ia ada briken sebagi djawaban. Banjak kali ia soeda timbang, apa jang Oblonsky anggep ada saderhana, tapi terang itoe ada satoe perkara jang amat tiada enak bagi dirinja. Boeat bertjere ia tiada nanti lakoeken sebab itoe ia anggep ada berlawanan sekali dengen kahormatan dirinja sebagi orang jang anoet agama djoega kapan ia sampe ambil itoe djalan, kenjataan seperti djoega ia membantoe sama itoe perboetan boesoek jalah berdjina dan teroetama tiada ia bisa ambil itoe poetoesan, sebab ia tiada maoe istrinja jang ia soeda ampoenin dan tjinta, djadi dapet maloe. Dan kapan ia moest bertjere djoega, apa djadinja dengen iapoenja Serioja? Tinggalken dia sama iboenja, itoelah ada satoe hal jang tiada bisa djadi. Itoe jang ditjereken bakal dapet satoe koelawarga jang tiada sah, dalem jang mana anaknja tiada tjotjok dan bisa djadi djoega bakal didikan jang tiada baek Piara Serioja sendiri? Itoe ada satoe perboeatan jang bisa dibilang maoe bikin soeatoe pembalesan, satoe hal jang ia tiada sekali maoe kerdjaken Achirnja Karenine sendiri poen tiada setoedjoe dengen pertjeraian kerna kapan sampe terdjadi begitoe bagi istrinja berarti satoe kekala'an. Kasi kombali kamerdika'an pada istrinja, menoeroet iapoenja pikiran poen ada satoe hal jang tiada begitoe baek, kerna ia djadi tiada kasi lagi toendjangan pada istrinja jang ia sanget tjinta. Djoega ia taoe, kapan sampe djadi ia tjereken, tentoelah Anna bakal ikoet Vronsky dan pastilah bakal bikin perhoeboengan resia, jang menoeroet platoeran agama, satoe prempoean tiada boleh kawin lagi, sabegitoe lama soeami kawinnja masi idoep. „Anna bakal ikoet Vronsky dan di dalem tempo brapa taon ia bakal tinggalken itoe lelaki, atawa ia bakal bikin perhoeboengan poela sama katjintaan baroe," begitoelah Karenine bilang dan landjoetken lebi djaoe omongannja, „kapan sampe terdjadi begitoe nistjaja akoe jang bersala lantaran akoe idjinin ia berlakoe begitoe..." Karenine tiada moefakat dengen apa jang Oblonsky madjoeken, meski begitoe toch ia tiada maoe kata apa-apa hanja tinggal tetep dengerin apa jang Oblonsky bilang. Jang paling perloe Karenine taoe adalah, dengen perdjandjian bagimana<noinclude></noinclude> fkbe55kb3viceu2cr1bam1hlbkoop4k Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/42 104 108058 302345 302084 2026-07-10T02:53:52Z Link PB 26772 302345 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 238 —||— 239 —}}</noinclude>jang Anna setoedjoe? Ia tentoe tiada maoe apa-apa, ia tentoe tiada brani minta apa-apa. hanja ia bakal tinggalkan ini roema kerna maloe sama kabaekannja Karenine. „O, Allah! O, Allah! kenapa?" demikianlah Karenine mengeloe saorang diri, lantaran pikirannja inget jang kapan sampe djadi dibikin itoe pertjere'an, segala kasalahan bakal djato di atas poendaknja si soeami. Saking maloe ia toetoepin moekanja dengen iapoenja kadoea tangan, ja sama djoega seperti Vronsky doeloean berboeat tempo menjamperin tempat pembaringannja Anna. „Ja, ja!" begitoelah achirnja ia bilang pada Oblonsky. ,,Segala kadjelekan akoe soeka trima. Malahan akoe maoe seraken djoega akoe poenja anak padanja, akan tetapi apatah tiada lebi baek kaloe Serioja tinggal tetep sama akoe? Berboeatlah apa jang kau anggep baek!" Dibraniken dengen sikepnja Karenine, Oblonsky, sasoedanja Karenine berdiam sakoetika lamanja, bilang: „Pertjajalah akoe, Anna tentoe endaken kau poenja kabaekan." Aer mata jang toeroen seperti oedjan bikin Karenine djadi tiada bisa berkata-kata. „Ini ada satoe katjilaka'an jang semoea orang wadjib toendoek," kata Oblonsky. Akoe anggep ini katjilaka'an sebagi hal jang terpaksa dan 'koe bakal kaloearken tenagakoe aken kabaekannja kau dan Anna poenja diri." Dengen paras jang lesoe ia berlaloe dari kamernja iapoenja ipar, tapi maskipoen begitoe toch atinja merasa girang lantaran soeda bisa beresken ini hal jang roewet. Ia taoe pasti jang Karenine bakal tiada tarik kombali iapoenja perkata'an. Tiada lama lagi Vronsky soeda semboe dari loekanja. Lantaran itoe "poekoelan" jang membahajaken djiwanja, Vronsky anggep kamaloean dan hina'an atas dirinja soeda ditjoetji. Sekarang ia boleh pikir kombali tentang dirinja Karenine, jang diam-diam ia alem sebagi orang jang berpikiran moelia zonder merasa dirinja terhina dan laen-laen poela. Kombali ia toentoet pengidoepannja saperti biasa zonder kikoek dan omong dan berkaoel dengen senang dengen iapoenja sobat-sobat. Tapi maski bagimana djoega ia hiboerin atinja toch katjinta'annja pada Anna tetep mengambil tempat dalem atinja. Betoel pikirannja soeda tetep tiada maoe ganggoe poela Anna, begitoe djoega Karenine, aken tetapi iapoenja katjinta'an pada Anna ada satoe hal jang ia tiada koeat lawan. Itoe waktoe jang ia rasaken dengen idoep bersama-sama Anna tinggal teroes dalem iapoenja pikiran, malahan sekarang ia rasaken dan jang doeloean. Dengen pertoeloengannja iapoenja sala satoe sobat, ia soeda dapet kadoedoekan jang tinggi di Tartarije. Dengen tiada sangsi lagi Vronsky trima baek itoe ka'angkatan. Semingkin deket waktoenja aken ia brangkat, semingkin kras atinja inget sama Anna, hingga itoe kwadjiban jang diseraken padanja, tiada ia maoe perdoeliken. Sabelonnja akoe mendem di sana baeklah akoe liat satoe kali lagi dirinja Anna, begitoe djoega.<noinclude></noinclude> ez3a3o8cc2palqlycm0xtt864n1dads Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/43 104 108059 302346 302093 2026-07-10T02:54:26Z Link PB 26772 302346 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 240 —||— 241 —}}</noinclude>ia bilang dengen saorang diri dan begitoelah ia soeda bikin moefaketan sama prinses Betsy jang achirnja minta pertoeloengannja, tapi soeda sampeken penoelakannja Anna, jang pembatja tentoe masi inget sebagimana di sebla atas soeda ditoetoerken. „Kaloe begitoe ada lebi baek lagi," kata Vronsky. „Adanja akoe poenja perminta'an aken ketemoe dirinja, menoendjoekin kalema'an atikoe dan pembitjara'an jang akoe bakal bikin sama Anna boleh djadi bakal membawa kasoeda'an jang tiada terdoego..." Kaesokan paginja prinses Betsy dateng di roemanja Oblonsky, di mana ia kabarken jang Karenine, menoeroet tjeritanja Oblonsky, pasti aken tjereken Anna, djadi sekarang kaloe Vronsky maoe, boleh koendjoengin Anna. Mendenger itoe katrangan, zonder bilang apa-apa lagi pada prinses Betsy, dan loepaken segala maksoed jang baek jang tadinja ia ada niat dan zonder menanja lagi apa Karenine ada atawa tiada di roema, ia lantes pergi ka tempatnja Anna. Dengen lari seperti terbang ia naek di tangga dengen tiada liat lagi ka kanan atawa kiri, ia masoek teroes di kamernja Anna dan tjioem tangan, badan, lehernja Anna dengen tiada brentinja. Anna memang soeda doega bakal dapet koendjoengannja Vronsky. Lebi doeloe ia soeda pikir apa jang ia hendak bilang pada katjinta'annja, tapi kerna Vronsky dateng dengen lakoe begitoe girang dan begitoe tjinta, bikin itoe semoea ia loepa kombali. Ia sendiri maoe Vronsky djadi sedikit sabar, tapi hatinja jang girang, soeda oeroengin iapoenja maksoed. Malahan klakoeannja Vronsky boekan sadja tiada ia larang, hanja djoega ia soeda timpalin. „Ja, sekarang aloe djadi kapoenja'an kau!" kata Anna dengen soeara girang. „Begitoe memang moestinja," demikianlah Vronsky soeda kasi djawaban. „Sabegitoe lama kita idoep, sabegitoe lama djoega aken tinggal demikian. Sekarang akoe soeda taoe apa jang akoe perloe taoe." „Toch hal ini tiada terdjadi begini bila kita tiada hadepken berbagi-bagi hal jang soeker," kata Anna dengen soeara plahan, sedeng parasnja sakoenjoeng-koenjoeng djadi amat poetjet. „Tapi itoe tiada apa, kerna sekarang kita bakal idoep dengen kasenangan!" „Ja, tapi akoe ada saorang jang lema," demikianlah Anna soeda djawab kombali dan bibirnja kombali bergoemeter. „Kita bakal pergi bersama-sama ka Italie, sampe kau djadi baek betoel," djawab Vronsky. Anna awasin Vronsky dengen mata tiada berkedip. „Akoe tiada maoe pertjaja, jang kita bakal bisa idoep sebagi satoe soeami dan satoe istri." „Dan akoe tiada bisa mengarti, kenapa tiada bisa terdjadi begitoe," demikianlah djawabannja Vronsky. „Stive bilang jang itoe ia maoe trima baek,<noinclude><small>Anna Karenine.</small> {{right|16}}</noinclude> 2mmzxo02u3tiomv4s13j4omb7au2hv6 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/45 104 108067 302347 302161 2026-07-10T02:55:20Z Link PB 26772 302347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 244 —||— 245 —}}</noinclude>teroes sama akoe; akoe soeda kailangan apa jang paling berharga bagi dirikoe ialah akoe poenja nama baek dan akoe poenja anak lelaki. Akoe soeda berboeat perkara djelek dan sebab begitoe sekarang akoe tiada maoe minta kasenangan. Akoe soeda toelak itoe pertjerean; dan itoe kaboesoekan tinggal tetep berhoeboeng dan itoe kasedian lantaran moesti berpisa sama akoe poenja anak lelaki ada satoe hal jang akoe moesti tanggoeng teroes meneroes.” Biarpoen Anna ada poenja kehendakan aken djadi korban, toeh atinja tiada berdoeka. Blon perna Anna merasa bersedi. Kerna pandenja marika maka djarang sekali iaorang ketemoe orang-orang Rus dan sebab begitoe iaorang bisa idoep dengen senang. Sama siapa sadja marika ketemoe, selaloe iaorang oendjoekin jang pengidoepannja ada amat broentoeng. Ilangnja iapoenja anak, biarpoen ia ada sajang sekali, plahan-plahan tiada diinget lagi lantaran saban hari biasa hadepin itoe anak orok. Pendeknja Anna sekarang idoep dalem kabroentoengan. Semingkin ia kenal dirinja Vronsky, semingkin ia tjinta dan semingkin ia alem karakternja itoe katjinta'annja; ia merasa soekoer sekali jang Vronsky tjinta dirinja dan djoega merasa tanggoeng boedi aken iapoenja perboetan jang soeda maoe korbanken dirinja meloeloe goena kapentingannja. Vronsky jang menoeroet anggepannja Anna, ada begitoe soeka dalem pakerdja'an militair dan jang ada poenja harepan besar dalem itoe pakerdja'an, soeda letakin itoe lantaran inget kapentingannja Anna, zonder oendjoekin iapoenja rasa menjesel. Vronsky tjinta dirinja dan boekan begitoe sadja hanja soeda hormatin djoega iapoenja diri dengen pantes. Tapi sebaliknja dengen Vronsky jang merasa tiada idoep dengen kasenangan. Semoea jang tadinja ia ingin poenjaken, sekarang ia soeda dapetin. Tapi begitoe lekas djoega ia dapet kanjata'an ia tjoema dapet satoe kasenangan ketjil jang tadinja ia kira satoe kasenangan besar. Ia sekarang mengarti itoe kakliroean dari orang-orang lelaki jang anggep soeatoe kasenangan paling besar kapan sampe segala kahendakannja katoeroetan. Pertama, tempo ia letakin iapoenja djabatan, ia dapetin iapoenja kamerdika'an penoe dan pertjinta'an jang merdika, dan di itoe waktoe betoel-betoel ia rasaken dirinja amat broentoeng Tapi itoe kasenangan tiada berdjalan lama; atinja djadi tiada ada poenja rasa kapengen apa-apa lagi; ini soeda bikin djenkel dirinja. Dengeng oering-oeringan ia tjoba meloekis, membatja boekoe, ia malahan tjampoer djoega dalem oeroesan politiek, tapi itoe semoea tiada bisa hiboerin dirinja Ia poenja kasenangan seperti tempo ia ada di Rusland, kanjata'an sekarang ada satoe perkara jang soeda laloe, kerna baroe ini tempo ia poelang laat, lantaran abis bersantap sama ia poenja temen-temen, Anna soeda samboet dirinja dengen paras sedi. Dengen tinggal bersama-sama orang baek-baek dan di mana banjak sekali orang-orang Rus jang<noinclude></noinclude> pzhfmsrpz3x3xsvh2es8ci5hekujl96 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/46 104 108069 302348 302162 2026-07-10T02:56:11Z Link PB 26772 302348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 246 —||— 247 —}}</noinclude>moendar-mandir di sitoe, maka perhoeboengan dirinja tiada bisa diresiaken teroes meneroes. Tiada heran kapan marika ambil poetoesan aken tinggalin itoe tempat dan kombali poela di Rusland; lebi doeloe marika pergi ka Petrograd, di mana Vronsky maoe beresken iapoenja perkara sama soearanja dan Anna bisa liat iapoenja anak lelaki. Kamoedian di moesim panas marika pada berdiam di tanahnja Vronsky. {{rh||————}} Karenine loepa gravin Lydie, tapi ini njonja tiada loepa. Begitoelah pada soeatoe hari itoe njonja gravin dateng di roemahnja Karenine jang sedeng oedoek di satoe krosi males sembari pegang kepalanja dengen iapoenja kedoea tangan. „Akoe soeda masoek di sini dengen tiada minta permissie doeloe pada kau, sobatkoe jang baek, aken tetapi apa jang soeda terdjadi dengen kau poenja diri, akoe soeda taoe semoea." Mendenger itoe perkata'an Karenine bangoen dari tempat doedoeknja dan iapoenja tangan jang dipegang, ia soeda tarik dengen kras dan dengen soeara jang tiada kedengeran teges ia kata: „Djangan mara, gravin, sekarang akoe tiada maoe trima orang, kerna badankoe sedeng tiada enak!" „Sobatkoe, kau djangan terlaloe toeroetin ati jang sedi. Betoel hal jang kau hadepken ada sanget menjediken, tapi kau moesti berdaja aken dapetken pengiboeran..." „Akoe soeda djadi saorang jang tjilaka dan ka'ada'ankoe djadi lebi djelek lagi sebab akoe tiada dapet bantoean dari siapa poen, ja malahan dalem roema sendiri 'koe tiada bisa dapetin itoe." „Sabetoelnja itoe kau bisa dapetin, boekan dari akoe, hanja dari Toehan jang Maha Koeasa." Karenine pandang sobatnja dengen mata tiada berkedip, kamoedian bilang lagi: „Akoe ada sa-orang jang lema dan saking abis akal tiada taoe bagaimana sekarang jang akoe moesti berboeat." „Akoe mengarti dan akoe dateng di sini dengen sengadja, dengen maksoed aken mengasi pertoeloengan pada kau apa jang akoe bisa." Karenine pegang tangannja gravin Lydie tatra satoe perkata'an jang ia ada oetjapken. „Kita nanti oeroes Serioja sama-sama. Biarpoen akoe tiada a'a poenja pengartian dalem tentang oeroesan roema tangga, akoe nanti kerdja apa jang akoe bisa bagi kau poenja kapentingan Djangan kau hatoerken trima kasi pada akoe, sebab akoe ini tjoema djadi perkakasnja Allah sadja dan pada Dia kau moesti bilang trima kasi." „Biarpoen begitoe toch akoe wadjib bilang trima kasi pada kau." Demikianlah sasoedanja abis berdami Karenine njataken jang dirinja ada tanggoeng boedi brat pada itoe njonja gravin, samentara ia ini lantes mengoeroes iapoenja pakerdja'an Tapi dalem brapa hari ini gravin Lydie ada dalem kakoeatiran kerna dapet kabar jang Anna dan Vronsky sekarang ada dateng djoega di Petrograd. Doega'annja djadi semingkin tetep, lantaran di<noinclude></noinclude> kvaatb9frm1ia3z29e0aqupor6e4pei Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/48 104 108072 302349 302164 2026-07-10T02:57:42Z Link PB 26772 302349 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 250 —||— 251 —}}</noinclude>Sasoedanja berdiam sakoetika lamanja gravin Lydie bilang lagi: „Kaloe akoe boleh nasehatin kau, baeklah kau djangan idjinin ia ketemoe kau poenja anak. Kau djangan maoe teroes dipermaenin . . . Lagian kaloe Anna ada satoe prempoean jang taoe maloe, tentoelah ia sendiri tiada brani madjoeken itoe perminta'an; betoel bae'an kau djangan idjinin ia ketemoe Serioja dan kaloe kau moefakat, akoe hendak kirim soerat jang boenjinja sebagi brikoet: :Njonja. :Kau poenja perminta'an boeat ketemoe Serioja, kita tiada bisa trima, sebab taoe itoe pertemoean bakal mendoeka'in atinja itoe anak dan ajahnja. :Harep kau djadi mengarti dan harep Allah nanti berkahken kau poenja diri. {{kanan|Gravin Lydie.}} Ini soerat Karenine trima dengen baek, tapi gravin Lydie dengen diam-diam bisa sampeken iapoenja maksoed, kerna dengen kirim itoe soerat bisalah ia „poekoel" Anna. Tempo Karenine balik kombali ka kantoornja, kanjata'an ia tiada bisa lakoeken iapoenja pakerdja'an seperti biasa. Poen tempo ia tjoba hiboerin atinja pengen batja boekoe-boekoe, pikirannja selaloe inget sama dirinja Anna, hingga apa jang ia batja ia djadi tiada begitoe inget. Soekoer djoega ka'ada'an begitoe tiada ganggo lama sama dirinja; tiada lama lagi ia bisa kerdja seperti biasa, seleng pikirannja tiada inget lagi sama Anna, itoe prempoean jang soeka binasaken iapoenja kasenangan. Vronsky dan Anna menginep di sala satoe hotel jang ternama di Petrograd. Di harian ia sampe di Petrograd Vronsky pergi ka roema soedaranja dan di sana ia ketemoe ia poenja familie. Betoel semoeanja pada menanjaken tentang iapoenja perdjalanan ka Italie tapi tra satoe jang maoe omongin halnja Anna. Kaesokan paginja iapoenja soedara lelaki dateng mengoendjoengin Vronsky, di mana ia ada tanjaken djoega tentang Anna, jang kamoedian Vronsky djawab, iapoenja perhoeboengan sama njonja Karenine ia pandang sebagi satoe pernika'an. Ia harep jang Anna bisa ditjereken dan kapan soeda begitoe ia maoe kawin sama Anna; Apa jang doenia maoe anggep tentang dirinja, itoelah ia tiada maoe perdoeli. Kaloe iboenja masi soeka dirinja, ia harep si iboe soeka terima djoega kedatengannja Anna. Soedaranja dengerin sadja omongannja Vronsky jang sedeng mabok sama katjinta'an. Dengen bergandengan tangan itoe kadoea soedara naek ka atas aken ketemoein Anna. Prinses Betsy ada orang jang pertama dateng mengoendjoengin Anna; tadinja ia bernafsoe sekali ketemoe marika itoe, tapi tempo ia dapet kabar jang Anna belon ditjereken, nafsoenja djadi koerangan. Kanjata'an di antara familienja Vronsky poen banjak jang ambil sikep begitoe, hingga Vronsky jang tadinja anggep berdiam di Petrograd dengen<noinclude></noinclude> ec0feof06eq0b0o86fe7n2z2b22sott Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/51 104 108076 302350 302167 2026-07-10T02:59:04Z Link PB 26772 302350 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 256 —||— 257 —}}</noinclude>Mengambek lantaran satoe hari dirinja tiada ditengokin, Anna tanjaken apoenja djoeroerawat, kemana Vronsky soeda pergi dan silaken panggil itoe toean boeat lantes dateng dalem iapoenja kamer. Brapa minoet soeda berlaloe dan tempo itoe djoeroerawat dateng kombali, ia ini kabarken jang toean sedeng dapet tetamoe dan kaloe Anna maoe, ia boleh sigra dateng bersama-sama itoe tetamoe. Mendenger itoe djawaban Anna djadi sanget mendongkol kerna dengen adanja itoe tetamoe ia djadi tiada bisa lampiasken iapoenja nafsoe amara. Plahan-plahan pikirannja Anna djadi tjoeriga sama dirinja Vronsky, jang ia anggep soeda tiada tjinta lagi dirinja. Dengen inget sama hal-hal jang terdjadi blakangan ia tjoba tace perhoeboengan dirinja sama Vronsky jang ia anggep semingkin lama djadi semingkin renggang. Paling tjilaka sekarang Anna sangka Vronsky ada poenia laen katjinta'an. „Paling baek ia bitjara dengen teroes terang pada akoe, kerna dengen adanja itoe akoe djadi tace bagimana akoe moesti berlakoe terhadep pada dirinja.” Vronsky dateng dan denger jang Anna pagi-pagi kaloear. Ia heran jang Anna pergi dengen tiada maoe tjeritaken apa-apa padanja, lagian sikepnja jang aneh bikin Vronsky djadi merasa tiada enak. Ia ambil poetoesan aken toenggoe Anna dateng di salon dan di sitoe ia maoe minta katrangan kamana Anna soeda pergi. Anna dateng di sitoe bersama-sama tantenja Vronsky. Roepanja ia tiada liat parasnja Vronsky jang ingin dapet ketrangan apa-apa dari dirinja. Medja makan soeda teratoer dan prinses Touchkevitch poen toeroet doedoek. Tiada lama lagi dateng orang soeroeannja prinses Betsy jang mengabarken ia tiada bisa dateng di itoe pesta, tapi minta poekoel satenga 7 dan 8 dateng di roemanja. „Sajang sekali jang di itoe waktoe akoe ada poenja laen keperloean," kata Anna. Prinses Touchkevitch tanja apa Anna maoe nonton Opera. Tentoe, djawab Anna, kapan akoe bisa dapet loge. Aken itoe prinses Touchkevitch nanti oeroes dan Vronsky jang denger itoe djadi moering-moering. Tempo Anna soeda ada sendirian, Vronsky tanja apa betoel Anna maoe pergi nonton Opera. „Ja," kata Anna, „kenapa kau tanja?" „Kenapa akoe tanja, wel sebab itoe ada kaperloeannja. Kau toch mengarti jang kau tiada boleh nonton Opera..." „Kenapa tiada!? Akoe tiada perloe sama laen orang. Akoe tjinta kau dan laen orang boleh persetan! Asal sadja kau poenja katjinta'an tiada beroba..." „Akoe tinggal tetep tjinta pada kau, tapi akoe"<noinclude><small>Anna Karenine.</small> {{rh|||17}}</noinclude> djgv7fabczzrlbh8rspmgoi24nnxsgr 302351 302350 2026-07-10T02:59:23Z Link PB 26772 302351 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 256 —||— 257 —}}</noinclude>Mengambek lantaran satoe hari dirinja tiada ditengokin, Anna tanjaken apoenja djoeroerawat, kemana Vronsky soeda pergi dan silaken panggil itoe toean boeat lantes dateng dalem iapoenja kamer. Brapa minoet soeda berlaloe dan tempo itoe djoeroerawat dateng kombali, ia ini kabarken jang toean sedeng dapet tetamoe dan kaloe Anna maoe, ia boleh sigra dateng bersama-sama itoe tetamoe. Mendenger itoe djawaban Anna djadi sanget mendongkol kerna dengen adanja itoe tetamoe ia djadi tiada bisa lampiasken iapoenja nafsoe amara. Plahan-plahan pikirannja Anna djadi tjoeriga sama dirinja Vronsky, jang ia anggep soeda tiada tjinta lagi dirinja. Dengen inget sama hal-hal jang terdjadi blakangan ia tjoba tace perhoeboengan dirinja sama Vronsky jang ia anggep semingkin lama djadi semingkin renggang. Paling tjilaka sekarang Anna sangka Vronsky ada poenia laen katjinta'an. „Paling baek ia bitjara dengen teroes terang pada akoe, kerna dengen adanja itoe akoe djadi tace bagimana akoe moesti berlakoe terhadep pada dirinja.” Vronsky dateng dan denger jang Anna pagi-pagi kaloear. Ia heran jang Anna pergi dengen tiada maoe tjeritaken apa-apa padanja, lagian sikepnja jang aneh bikin Vronsky djadi merasa tiada enak. Ia ambil poetoesan aken toenggoe Anna dateng di salon dan di sitoe ia maoe minta katrangan kamana Anna soeda pergi. Anna dateng di sitoe bersama-sama tantenja Vronsky. Roepanja ia tiada liat parasnja Vronsky jang ingin dapet ketrangan apa-apa dari dirinja. Medja makan soeda teratoer dan prinses Touchkevitch poen toeroet doedoek. Tiada lama lagi dateng orang soeroeannja prinses Betsy jang mengabarken ia tiada bisa dateng di itoe pesta, tapi minta poekoel satenga 7 dan 8 dateng di roemanja. „Sajang sekali jang di itoe waktoe akoe ada poenja laen keperloean," kata Anna. Prinses Touchkevitch tanja apa Anna maoe nonton Opera. Tentoe, djawab Anna, kapan akoe bisa dapet loge. Aken itoe prinses Touchkevitch nanti oeroes dan Vronsky jang denger itoe djadi moering-moering. Tempo Anna soeda ada sendirian, Vronsky tanja apa betoel Anna maoe pergi nonton Opera. „Ja," kata Anna, „kenapa kau tanja?" „Kenapa akoe tanja, wel sebab itoe ada kaperloeannja. Kau toch mengarti jang kau tiada boleh nonton Opera..." „Kenapa tiada!? Akoe tiada perloe sama laen orang. Akoe tjinta kau dan laen orang boleh persetan! Asal sadja kau poenja katjinta'an tiada beroba..." „Akoe tinggal tetep tjinta pada kau, tapi akoe"<noinclude> <small>Anna Karenine.</small> {{rh|||17}}</noinclude> 7t1t6jwzwzlgyz7crp3y5hg7ibce488 Pembicaraan Pengguna:Ateofen 3 108080 302505 302133 2026-07-10T08:45:09Z OwlyKnight 24017 /* Naskah Osamu Seirei */ bagian baru 302505 wikitext text/x-wiki == Selamat datang! == <div style="border:2px solid #f3e4f2; background-color:#ffffff; font-size:95%; margin-right:1em; margin-left :1em; margin-bottom : 1em; padding: 5px;"> {{larger|'''Selamat datang, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} Halo dan [[Wikisource:Selamat datang|selamat datang]] di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisumber bahasa Indonesia]]! '''[[Wikisource:Apakah Wikisource itu?|Wikisumber]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga. * Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipustakawan lainnya di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]] * Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisumber bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya: ketik &#126;&#126;&#126;&#126; (empat kali tanda gelombang/tilde). * '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu [[wikisource:kebijakan dan pedoman|kebijakan dan pedoman]] yang berlaku di Wikisumber bahasa Indonesia.''' * Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]]. * Walaupun begitu perhatikan juga [[Wikisource:Hindari kesalahan umum|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]]. * Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda. <div class="tabbertab" title="Contributing texts" lang="en"> {{larger|'''Welcome to Wikisource, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} *Hope you enjoy contributing to Wikisource ''Bahasa Indonesia'', the library that is free for everyone to use! *If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the [[:w:Wikipedia:Kedutaan|Indonesian Wikisource embassy]] or get some [[:w:Wikipedia:Babel/id-0|information about finding users who speak your language]]. Or just '''<span class="plainlinks">[{{fullurl:User talk:{{BASEPAGENAME}}|action=edit&section=new}} edit]</span>''' this page and ask your question here. Be sure to place <code><nowiki>{{</nowiki>[[:Kategori:Pengguna mencari bantuan|helpme]]<nowiki>}}</nowiki></code> before your question to get the attention of [[:Kategori:Pengurus Wikisource|our administrators]]. Finally, ''please "sign" your comments on [[Wikisource:Warung kopi|discussion pages]] by using four tildes (<nowiki>~~~~</nowiki>)''; this will automatically produce your username (or IP address if you're not logged in) and the current date. '''Enjoy!''' </div> </div> [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 9 Juli 2026 07.01 (UTC) == Naskah Osamu Seirei == Halo @[[Pengguna:Ateofen|Ateofen]]! Terima kasih sudah berkontribusi di proyek Wikisumber bahasa Indonesia. Saya melihat bahwa Anda membuat beberapa naskah Osamu Seirei, termasuk: [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]], [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]], [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 25]], dan [[Pendjelasan Oendang-oendang No. 27 dan No. 28]]. Apakah Anda memiliki naskah pindaian dari naskah-naskah di atas? <small>Sebagai catatan, hingga sekarang, pindaian naskah masih belum secara resmi diwajibkan untuk naskah yang ada di Wikisumber, tetapi kami sangat merekomendasikan Anda menambahkannya agar isi naskah dapat diverifikasi dan divalidasi.</small> Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Juli 2026 08.45 (UTC) ee6naxcnzvzw9jxp6bfmgn4jqfjpsqb 302507 302505 2026-07-10T08:49:41Z Ateofen 26483 /* Naskah Osamu Seirei */ Balas 302507 wikitext text/x-wiki == Selamat datang! == <div style="border:2px solid #f3e4f2; background-color:#ffffff; font-size:95%; margin-right:1em; margin-left :1em; margin-bottom : 1em; padding: 5px;"> {{larger|'''Selamat datang, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} Halo dan [[Wikisource:Selamat datang|selamat datang]] di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisumber bahasa Indonesia]]! '''[[Wikisource:Apakah Wikisource itu?|Wikisumber]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga. * Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipustakawan lainnya di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]] * Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisumber bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya: ketik &#126;&#126;&#126;&#126; (empat kali tanda gelombang/tilde). * '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu [[wikisource:kebijakan dan pedoman|kebijakan dan pedoman]] yang berlaku di Wikisumber bahasa Indonesia.''' * Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]]. * Walaupun begitu perhatikan juga [[Wikisource:Hindari kesalahan umum|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]]. * Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda. <div class="tabbertab" title="Contributing texts" lang="en"> {{larger|'''Welcome to Wikisource, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} *Hope you enjoy contributing to Wikisource ''Bahasa Indonesia'', the library that is free for everyone to use! *If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the [[:w:Wikipedia:Kedutaan|Indonesian Wikisource embassy]] or get some [[:w:Wikipedia:Babel/id-0|information about finding users who speak your language]]. Or just '''<span class="plainlinks">[{{fullurl:User talk:{{BASEPAGENAME}}|action=edit&section=new}} edit]</span>''' this page and ask your question here. Be sure to place <code><nowiki>{{</nowiki>[[:Kategori:Pengguna mencari bantuan|helpme]]<nowiki>}}</nowiki></code> before your question to get the attention of [[:Kategori:Pengurus Wikisource|our administrators]]. Finally, ''please "sign" your comments on [[Wikisource:Warung kopi|discussion pages]] by using four tildes (<nowiki>~~~~</nowiki>)''; this will automatically produce your username (or IP address if you're not logged in) and the current date. '''Enjoy!''' </div> </div> [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 9 Juli 2026 07.01 (UTC) == Naskah Osamu Seirei == Halo @[[Pengguna:Ateofen|Ateofen]]! Terima kasih sudah berkontribusi di proyek Wikisumber bahasa Indonesia. Saya melihat bahwa Anda membuat beberapa naskah Osamu Seirei, termasuk: [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]], [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]], [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]], [[Oendang-oendang Nomor 25]], dan [[Pendjelasan Oendang-oendang No. 27 dan No. 28]]. Apakah Anda memiliki naskah pindaian dari naskah-naskah di atas? <small>Sebagai catatan, hingga sekarang, pindaian naskah masih belum secara resmi diwajibkan untuk naskah yang ada di Wikisumber, tetapi kami sangat merekomendasikan Anda menambahkannya agar isi naskah dapat diverifikasi dan divalidasi.</small> Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Juli 2026 08.45 (UTC) :Terima kasih. Pindaian naskah asli dapat dilihat pada tautan berikut. :* https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kan_po.pdf :* https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kan_Po_62-74.djvu :* https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kan_Po_34-47.djvu :[[Pengguna:Ateofen|Ateofen]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ateofen|bicara]]) 10 Juli 2026 08.49 (UTC) mgfcfh4qb2ho7ggdqxptqpdwx7h1ab5 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/54 104 108081 302352 302169 2026-07-10T03:00:30Z Link PB 26772 302352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Firman Rusda" />{{rh|— 262 —||— 263 —}}</noinclude>tjela Anna penja perboeatna... Iapoenja perkata'an jang "mengakoe tjinta Anna dengen sagenep djiwanja," ada hal jan bertentangan sekali sama atinja, hingga dirinja merasa maloe lantaran bisa berdjoesta begitoe. Sedeng begitoe adalah Anna pertjaja abis dengen Vronsky poenja pengakoean. Dengen ka'ada'an seperti biasa keesokan paginja Vronsky dan Anna pergi ka tana-tananja familie Vronsky. {{rh||————}} <center><big>BAGIAN KATOEDJOE.</big></center> Dolly menginep boeat brapa hari lamanja sama Kitty jang sekarang soeda kawin sama Levine. Itoe waktoe Dolly maoe goenaken boeat ketemoein Anna. Ia merasa menjesel sekali djikaloe Kitty dan Levine merasa tiada senang dengen iapoenja maksoed, tapi adalah iapoenja kwadjiban aken tjari Anna, teroetama aken oendjoekin jang dirinja tiada beroba, mestipoen sekarang Anna soeda ikoet Vronsky. Di harian brangkat Levine ada sediaken satoe kreta dengen ampat koeda dan satoe koeda reserve aken Dolly pake mengoendjoengin Anna, jang tinggal tiada brapa djaoe lagi. Di roema, selaloe iboek dengen mengoeroes iapoenja anak-anak, ia tiada ada tempo aken pikirin nasibnja Anna; di ini perdjalanan ia ada poenja tjoekoep tempo aken timbang dirinja Anna, sebab iapoenja anak-anak ia soeda tinggalin dengen didjaga sama satoe goeroe prempoean dan iapoenja soedara jalah Kitty. Pertama ia bandingin dirinja sama Anna, jang ia tiada brani tetepken apa dirinja ada lebi baek dari Anna. Akoe betoel ada poenja satoe soeami jang akoe tjinta, kendatipoen boekan akoe poenja kamaoean sendiri, tapi toch akoe tjinta dirinja, tapi Anna blon perna poenja soeami jang ia tjinta. Boleh djadi kaloe dirikoe seperti Anna, akoe poen berlakoe begitoe dan sampe sekarang ia masi blon taoe apa ia soeda berlakoe betoel, dengen toeroet nasehatnja Anna, tempo ia ini dateng di Moskou. Pantesnja akoe moesti tinggalin akoe poenja soeami dan toentoet satoe pengidoepan baroe; apa ka'ada'ankoe sekarang ada lebi baek? Sekarang akoe soeda tiada endaken lagi akoe poenja soeami, betoelnja tempo itoe akoe boleh tinggalin dirinja, sebab paraskoe itoe waktoe masi sampe tjakep... Anna soeda berlakoe betoel dan sebab begitoe baeklah akoe tiada kata-katain dirinja. Anna sekarang sedeng idoep dalem kabroentoengan dan ia bajangin ka'ada'annja Anna jang sedeng ada dalem kabroentoengan. Sembari pikirin ini hal plahan-plahan kretanja soeda sampe di tempatnja Vronsky. Dari djaoe ia liat tiga toean dan satoe njonja jang toenggang koeda dan satoe kreta ikoetin dari blakang. Kanjata'an marika itoe boekan laen dari Vronsky bersama iapoenja boedjang, lebi djaoe Veslovski dan Anna, sedeng di dalem kreta ada doedoek prinses Varvara dan Svinjski. Pertama Dolly merasa<noinclude></noinclude> mzrrs5qw97uzjwhejfxms8w3ffn3ipv Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/55 104 108082 302501 302135 2026-07-10T08:16:27Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—264—}}</noinclude>tiada senang meliat Anna toenggang koeda, tapi tempo soeda bertemoe satoe sama laen itoe rasa tiada senang lantes ilang; begitoe lekas matanja Anna dapet meliat Dolly, ia lantes kaboerin koedanja dan tempo soeda berdeketan ia lantes peloek Dolly dengen lakoe jang tjinta sekali Jang Anna merasa girang soeda bisa ketemoe Dolly, itoelah tiada perloe ditoetoerken lagi dan tempo Vronskij soeda dateng di sitoe, poen Anna soeda njataken iapoenja kegirangan, sedeng Vronskij sembari boeka topinja membri hormat pada Dollij. Tempo Dollij tanjaken ka'ada'annja Anna, ia ini dengen goembira bilang, jang sekarang ia idoep dalem kasenangan dan kabroentoengan. Dollij menjataken girangnja, tapi menanja, kekenapa Anna tiada maoe toelis soerat padanja. „Itoelah akoe tiada maoe berboeat, sebab kau taoe sendiri bagimana ka'ada'ankoe ini...” „Oh, itoe bagi akoe sama sadja. Akoe tjinta kau dan sampe sekarang poen begitoe.” Mendenger begitoe Anna djadi sedi... Dengen bergandengan itoe doea sobat balik kombali ka tanahnja Vronskij dan achirnja menoedjoe ka kamernja Anna jang diriasin dengen bagoes sekali. Diam-diam Dollij benerken dan poedji perboeatannja Anna. Seperti prempoean jang biasa idoep saderhana, jang sekarang soeda tiada begitoe disoeka lagi, boekan sadja Dollij ma'afken Anna bikin itoe perhoeboengan resia, hanja ia sendiri poen maoe rasaken. Laen dari pada itoe atinja {{rh||—265—}} ada tjinta pada Anna. Menoeroet pantes toch Dollij moesti berpihak pada Karenine jang pengidoepannja dibikin roesak. Dollij tiada begitoe soeka sama Vronskij, kerna ia pandang ini lelaki terlaloe sombong dan tiada taoe apa jang sabetoelnja Vronskij boeat sombong salaennja iapoenja kakaja’an. Seringkali Dollij dapet anggepan jang tiada enak kapan djalan bersama-sama Vronskij. Begitoelah tempo kaesokan paginja ia djalan bersama-sama Dollij dapet liat moekanja Vronskij seperti orang jang maoe mengomong apa-apa. Kanjata’an doega’annja tiada kliroe; begitoe lekas Vronskij dapet kanjata’an jang Anna tiada liat dirinja, maka dengen lakoe terboeroe-boeroe ia bilang: „Akoe taoe kau djadi sobat kentel dari Anna, akoe taoe djoega jang kau ada poenja pengaroe besar atas dirinja, maka itoe, akoe tanja apa kau soeka toeloeng akoe?” Dollij pandang moekanja Vronskij dengen tiada soedanja, sembari menanja sama dirinja sendiri, pertoeloengan apa jang Vronskij hendak minta. „Lantaran kau ada sobat jang satoe-satoenja jang dateng di sini, maka akoe soeda braniken ati boeat minte itoe pertoeloengan...” „Apa perloe akoe mengasi itoe pertoeloengan?” Dengen poetoesin omongannja Dollij, Vronsijk bilang lebi djaoe begini: „Biarlah idjinin akoe bitjara teroes. Denge teroes terang akoe bilang, tra saorang jang taoe baek bagimana ka’ada’annja Anna seperti akoe sendiri taoe...”<noinclude></noinclude> pgjgi2d42u2zsw87a499ooit7nny554 302530 302501 2026-07-10T09:34:04Z Link PB 26772 302530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh|— 264 —||— 265 —}}</noinclude>tiada senang meliat Anna toenggang koeda, tapi tempo soeda bertemoe satoe sama laen itoe rasa tiada senang lantes ilang; begitoe lekas matanja Anna dapet meliat Dolly, ia lantes kaboerin koedanja dan tempo soeda berdeketan ia lantes peloek Dolly dengen lakoe jang tjinta sekali Jang Anna merasa girang soeda bisa ketemoe Dolly, itoelah tiada perloe ditoetoerken lagi dan tempo Vronskij soeda dateng di sitoe, poen Anna soeda njataken iapoenja kegirangan, sedeng Vronskij sembari boeka topinja membri hormat pada Dollij. Tempo Dollij tanjaken ka'ada'annja Anna, ia ini dengen goembira bilang, jang sekarang ia idoep dalem kasenangan dan kabroentoengan. Dollij menjataken girangnja, tapi menanja, kekenapa Anna tiada maoe toelis soerat padanja. „Itoelah akoe tiada maoe berboeat, sebab kau taoe sendiri bagimana ka'ada'ankoe ini...” „Oh, itoe bagi akoe sama sadja. Akoe tjinta kau dan sampe sekarang poen begitoe.” Mendenger begitoe Anna djadi sedi... Dengen bergandengan itoe doea sobat balik kombali ka tanahnja Vronskij dan achirnja menoedjoe ka kamernja Anna jang diriasin dengen bagoes sekali. Diam-diam Dollij benerken dan poedji perboeatannja Anna. Seperti prempoean jang biasa idoep saderhana, jang sekarang soeda tiada begitoe disoeka lagi, boekan sadja Dollij ma'afken Anna bikin itoe perhoeboengan resia, hanja ia sendiri poen maoe rasaken. Laen dari pada itoe atinja ada tjinta pada Anna. Menoeroet pantes toch Dollij moesti berpihak pada Karenine jang pengidoepannja dibikin roesak. Dollij tiada begitoe soeka sama Vronskij, kerna ia pandang ini lelaki terlaloe sombong dan tiada taoe apa jang sabetoelnja Vronskij boeat sombong salaennja iapoenja kakaja’an. Seringkali Dollij dapet anggepan jang tiada enak kapan djalan bersama-sama Vronskij. Begitoelah tempo kaesokan paginja ia djalan bersama-sama Dollij dapet liat moekanja Vronskij seperti orang jang maoe mengomong apa-apa. Kanjata’an doega’annja tiada kliroe; begitoe lekas Vronskij dapet kanjata’an jang Anna tiada liat dirinja, maka dengen lakoe terboeroe-boeroe ia bilang: „Akoe taoe kau djadi sobat kentel dari Anna, akoe taoe djoega jang kau ada poenja pengaroe besar atas dirinja, maka itoe, akoe tanja apa kau soeka toeloeng akoe?” Dollij pandang moekanja Vronskij dengen tiada soedanja, sembari menanja sama dirinja sendiri, pertoeloengan apa jang Vronskij hendak minta. „Lantaran kau ada sobat jang satoe-satoenja jang dateng di sini, maka akoe soeda braniken ati boeat minte itoe pertoeloengan...” „Apa perloe akoe mengasi itoe pertoeloengan?” Dengen poetoesin omongannja Dollij, Vronsijk bilang lebi djaoe begini: „Biarlah idjinin akoe bitjara teroes. Denge teroes terang akoe bilang, tra saorang jang taoe baek bagimana ka’ada’annja Anna seperti akoe sendiri taoe...”<noinclude></noinclude> 0x0d1kdnxccdldx0xhiqmkm867dd7e2 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/56 104 108083 302502 302136 2026-07-10T08:25:25Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—266—}}</noinclude>Dollij melengek mendenger omongannja Vronskij jang dioetjapkan dengen soeara tetep dan soenggoe-soenggoe. „Akoe mengarti kau poenja pembitjara'an dan lantaran kau taoe apa jang djadi lantarannja, maka bagi Anna soeker sekali boeat bergaoel dengen orang banjak...” „Ja, seperti kanjata'an dengen perkara jang baroe ini terdjadi di Petrograd...” „Tapi, di sini kau tiada dapet ganggoean dari siapa djoega. Anna boleh idoep dengen senang sama kau...” „Betoel,” kata Vronskij, „tapi masa boleh teroes begini? Seperti kau taoe, kita soeda dapet anak... dan boleh djadi itoe djoemla bakal djadi lebi banjak. Akoe poenja anak prempoean, dengen menoeroet boenjinja wet boekan djadi akoe poenja anak prempoean, hanja anak prempoeannja Karenine. Tentoe sadja akoe tiada bisa idoep begini dengen teroes meneroes...” Dollij teroes mengawasin Vronskij tapi tiada bilang apa-apa, hingga Vronskij landjoetken pembitjara'annja lebi djaoe: „Akoe sendiri bisa dapet perkenannja Czaar aken sahken 'koe poenja anak-anak, aken tetapi Anna sendiri moesti bikin proba'an, soepaja jang laen bisa dioeroes dengen gampang. Tjoba kaloe ia minta bertjere dari soeaminja, tentoelah semoea perkara gampang diberesken... „Apa kau, jang djadi sobatnja, maoe toeloeng akoe, boeat minta Anna ambil poetoesan begitoe?” „Baiklah,” kata Dollij, „'koe nanti berdaja {{rh||—267—}} seberapa bisa soepaja ia bertjere sama soeaminja...” Abis mengomong lantes itoe doea orang balik kombali ka roema. {{c|————}} Dollij sedeng maoe naek ka tempat tidoer, dengen sakoenjoeng-koenjoeng Anna masoek di kamernja. „Bagimana dengen Kittij?” tanja Anna dengen soeara doeka, samentara itoe matanja mengawasin Dollij dengen tiada soedanja. „Bilanglah dengen tjara djoedjoer padakoe, apa Kittij mara sama akoe?” „Kittij mara sama kau? Tiada sama sekali!” „Tapi tentoe ia bentji dan hinaken akoe?” „Kau sendiri taoe, dalem perkara seperti kau, orang tiada bisa bri ma'af!” „Ja, akoe taoe. Tapi itoe boekan akoe poenja sala. Siapa poenja sala? Tapi apatah moesti dibikin? Apa bisa terdjadi laen? Bagimana adanja kau poenja pikiran Dollij?” Dollij tinggal diam sadja, dan tempo liat Anna soeda abis bitjara, ia bilang: „Ja, akoe djoega perloe omong apa-apa sama kau? Baroe ini akoe soeda omongin ini fatsal sama...” „Sama Alexis?” kata Anna. „Ja, akoe djoega taoe, tapi bilanglah dengen teroes terang, bagimana adanja kau poenja pikiran tentang akoe poenja pengidoepan?” „Bagimana? Apa akoe moesti bitjara zonder takoet-takoet? Betoel akoe tiada taoe, bagimana moesti mendjawab kau poenja perkata'an...”<noinclude></noinclude> aa7gkzqryzwnga9ylt160xvopu4gej8 302550 302502 2026-07-10T10:06:26Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—266—}}</noinclude>Dollij melengek mendenger omongannja Vronskij jang dioetjapkan dengen soeara tetep dan soenggoe-soenggoe. „Akoe mengarti kau poenja pembitjara'an dan lantaran kau taoe apa jang djadi lantarannja, maka bagi Anna soeker sekali boeat bergaoel dengen orang banjak...” „Ja, seperti kanjata'an dengen perkara jang baroe ini terdjadi di Petrograd...” „Tapi, di sini kau tiada dapet ganggoean dari siapa djoega. Anna boleh idoep dengen senang sama kau...” „Betoel,” kata Vronskij, „tapi masa boleh teroes begini? Seperti kau taoe, kita soeda dapet anak... dan boleh djadi itoe djoemla bakal djadi lebi banjak. Akoe poenja anak prempoean, dengen menoeroet boenjinja wet boekan djadi akoe poenja anak prempoean, hanja anak prempoeannja Karenine. Tentoe sadja akoe tiada bisa idoep begini dengen teroes meneroes...” Dollij teroes mengawasin Vronskij tapi tiada bilang apa-apa, hingga Vronskij landjoetken pembitjara'annja lebi djaoe: „Akoe sendiri bisa dapet perkenannja Czaar aken sahken 'koe poenja anak-anak, aken tetapi Anna sendiri moesti bikin proba'an, soepaja jang laen bisa dioeroes dengen gampang. Tjoba kaloe ia minta bertjere dari soeaminja, tentoelah semoea perkara gampang diberesken... „Apa kau, jang djadi sobatnja, maoe toeloeng akoe, boeat minta Anna ambil poetoesan begitoe?” „Baiklah,” kata Dollij, „'koe nanti berdaja {{rh||—267—}} seberapa bisa soepaja ia bertjere sama soeaminja...” Abis mengomong lantes itoe doea orang balik kombali ka roema. {{c|————}} Dollij sedeng maoe naek ka tempat tidoer, dengen sakoenjoeng-koenjoeng Anna masoek di kamernja. „Bagimana dengen Kittij?” tanja Anna dengen soeara doeka, samentara itoe matanja mengawasin Dollij dengen tiada soedanja. „Bilanglah dengen tjara djoedjoer padakoe, apa Kittij mara sama akoe?” „Kittij mara sama kau? Tiada sama sekali!” „Tapi tentoe ia bentji dan hinaken akoe?” „Kau sendiri taoe, dalem perkara seperti kau, orang tiada bisa bri ma'af!” „Ja, akoe taoe. Tapi itoe boekan akoe poenja sala. Siapa poenja sala? Tapi apatah moesti dibikin? Apa bisa terdjadi laen? Bagimana adanja kau poenja pikiran Dollij?” Dollij tinggal diam sadja, dan tempo liat Anna soeda abis bitjara, ia bilang: „Ja, akoe djoega perloe omong apa-apa sama kau? Baroe ini akoe soeda omongin ini fatsal sama...” „Sama Alexis?” kata Anna. „Ja, akoe djoega taoe, tapi bilanglah dengen teroes terang, bagimana adanja kau poenja pikiran tentang akoe poenja pengidoepan?” „Bagimana? Apa akoe moesti bitjara zonder takoet-takoet? Betoel akoe tiada taoe, bagimana moesti mendjawab kau poenja perkata'an...”<noinclude></noinclude> 5cbu7yuk8794qs2dwugb8jouwl035nq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/57 104 108084 302353 302137 2026-07-10T03:01:49Z Link PB 26772 302353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 232 —||— 233 —}}</noinclude>„Di mana ia soeda mengomong sama kan?" „Satoe fatsal jang akoe sendiri sedeng pikirin. Gampang sekali ia djadiken akoe dia poenja advocaat... Apa tiada ada daja... Apa betoel tiada bisa diperbaekin?" Dollij brenti sabentaran dan kamoedian landjoetkan lebi djaoe omongannja: „Apa betoel keada'anmoe tiada bisa dibikin proba'an? Kau sendiri taoe apa jang akoe hendak maksoedken? Enfin, dengen pendek akoe maoe bilang, bae'an kau kawin sadja..." „Dengen laen perkata'an kau maoe soepaja akoe bertjere?" tanja Anna. „Tapi apatah jang Alexis bilang padamoe?" „Ja, kau moesti mengarti jang ia merasa sedi lantaran inget kau dan dirinja sendiri. Djoega bagimana nanti djadinja dengen itoe anak dan itoe anak-anak jang bakal dilahirken?" „Anak-anak jang mana?" tanja Anna dengen mata jang mengawasin dengen tiada soedanja. „Annie dan iapoenja soedara-soedara jang bakal dilahirkan?" „Gila betoel, kau ini. Apa kau kira akoe ini kapengen poenja anak lagi? Akoe boekan ada itoe orang jang terlaloe iboekin dengen kasengsara'an diri sendiri. Tjoba kau pikir, kapan sampe akoe bisa lahirken itoe anak-anak, apa djadinja dengen marika itoe? Nama siapa ia orang moesti pake? Djoega kalahirannja sadja soeda bisa bikin djadi maloe, lantaran inget perboetannja iapoenja bapa, iboe dan dirinja sendiri..." „Djoestroe begitoe, perloe sekali kau bertjere..." „Omong si enak, apa kau pikir Karenine maoe bertjere. Sekarang ia ada di bawa pengaroenja gravin Lijdie... Dollij doedoek dengen hadepin Anna, dengen ati jang sedi kapan inget nasibnja si ipar jang begitoe tjilaka. „Kau toch boleh tjoba?” „Tjoba, itoe ada satoe hal jang bisa bikin atinja djadi tiada senang, tapi kapan akoe mengakoe sala, itoelah tandanja akoe menghinaken diri sendiri... Baeklah, oepamaken akoe tjoba lakoeken itoe... Tentoe bakal berachir dengen satoe penoelakan jang menghina atawa ia membri idjin? Djikaloe sampe ia maoe bertjere, bagimana djadinja dengen akoe poenja Serioja? Tentoelah ia tiada maoe seraken itoe anak sama akoe. Ia bakal teroes tinggal sama bapanja... Ia tentoe bakal hinaken akoe poenja diri... Kau haroes taoe jang dalem ini doenia ada doea orang jang akoe tjinta, ialah Serioja dan Alexis; zonder marika itoe akoe tiada maoe idoep di ini doenia. Jang laen akoe ta begitoe iboekin. Kau djangan tjoba kasi nasehat pada akoe, kerna kau blon ..madjoe” djaoe...” Abis bilang begitoe ia deketin Dollij sembari berkata: „Bagimana kau pikir tentang akoe? Djangan kau hinaken akoe poenja diri, kerna akoe boekan itoe orang jang pantes dapet hina’an. Akoe ini sabetoelnja ada satoe orang jang tjilaka. Apa di ini doenia ada prempoean jang begitoe tjilaka seperti akoe?” Abis bilang begitoe ia menengok ka laen {{hwe|djoe—|djoeroesan}}<noinclude></noinclude> 597qyafdz3n2kf4tvp42tqwzwjg8a4g 302498 302353 2026-07-10T08:05:32Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—268—}}</noinclude>„Di mana ia soeda mengomong sama kan?” „Satoe fatsal jang akoe sendiri sedeng pikirin. Gampang sekali ia djadiken akoe dia poenja advocaat... Apa tiada ada daja... Apa betoel tiada bisa diperbaekin?” Dollij brenti sabentaran dan kamoedian landjoetkan lebi djaoe omongannja: „Apa betoel keada'anmoe tiada bisa dibikin proba'an? Kau sendiri taoe apa jang akoe hendak maksoedken? Enfin, dengen pendek akoe maoe bilang, bae'an kau kawin sadja...” „Dengen laen perkata'an kau maoe soepaja akoe bertjere?” tanja Anna. „Tapi apatah jang Alexis bilang padamoe?” „Ja, kau moesti mengarti jang ia merasa sedi lantaran inget kau dan dirinja sendiri. Djoega bagimana nanti djadinja dengen itoe anak dan itoe anak-anak jang bakal dilahirken?” „Anak-anak jang mana?” tanja Anna dengen mata jang mengawasin dengen tiada soedanja. „Annie dan iapoenja soedara-soedara jang bakal dilahirkan?” „Gila betoel, kau ini. Apa kau kira akoe ini kapengen poenja anak lagi? Akoe boekan ada itoe orang jang terlaloe iboekin dengen kasengsara'an diri sendiri. Tjoba kau pikir, kapan sampe akoe bisa lahirken itoe anak-anak, apa djadinja dengen marika itoe? Nama siapa ia orang moesti pake? Djoega kalahirannja sadja soeda bisa bikin djadi maloe, lantaran inget perboetannja iapoenja bapa, iboe dan dirinja sendiri...” „Djoestroe begitoe, perloe sekali kau bertjere...” {{rh||—269—}} „Omong si enak, apa kau pikir Karenine maoe bertjere. Sekarang ia ada di bawa pengaroenja gravin Lijdie... Dollij doedoek dengen hadepin Anna, dengen ati jang sedi kapan inget nasibnja si ipar jang begitoe tjilaka. „Kau toch boleh tjoba?” „Tjoba, itoe ada satoe hal jang bisa bikin atinja djadi tiada senang, tapi kapan akoe mengakoe sala, itoelah tandanja akoe menghinaken diri sendiri... Baeklah, oepamaken akoe tjoba lakoeken itoe... Tentoe bakal berachir dengen satoe penoelakan jang menghina atawa ia membri idjin? Djikaloe sampe ia maoe bertjere, bagimana djadinja dengen akoe poenja Serioja? Tentoelah ia tiada maoe seraken itoe anak sama akoe. Ia bakal teroes tinggal sama bapanja... Ia tentoe bakal hinaken akoe poenja diri... Kau haroes taoe jang dalem ini doenia ada doea orang jang akoe tjinta, ialah Serioja dan Alexis; zonder marika itoe akoe tiada maoe idoep di ini doenia. Jang laen akoe ta begitoe iboekin. Kau djangan tjoba kasi nasehat pada akoe, kerna kau blon ..madjoe” djaoe...” Abis bilang begitoe ia deketin Dollij sembari berkata: „Bagimana kau pikir tentang akoe? Djangan kau hinaken akoe poenja diri, kerna akoe boekan itoe orang jang pantes dapet hina’an. Akoe ini sabetoelnja ada satoe orang jang tjilaka. Apa di ini doenia ada prempoean jang begitoe tjilaka seperti akoe?” Abis bilang begitoe ia menengok ka laen {{hwe|djoe—|djoeroesan}}<noinclude></noinclude> svbdijhbcodeclwqwxbw6qr1lcfhzs9 302551 302498 2026-07-10T10:06:52Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—268—}}</noinclude>„Di mana ia soeda mengomong sama kan?” „Satoe fatsal jang akoe sendiri sedeng pikirin. Gampang sekali ia djadiken akoe dia poenja advocaat... Apa tiada ada daja... Apa betoel tiada bisa diperbaekin?” Dollij brenti sabentaran dan kamoedian landjoetkan lebi djaoe omongannja: „Apa betoel keada'anmoe tiada bisa dibikin proba'an? Kau sendiri taoe apa jang akoe hendak maksoedken? Enfin, dengen pendek akoe maoe bilang, bae'an kau kawin sadja...” „Dengen laen perkata'an kau maoe soepaja akoe bertjere?” tanja Anna. „Tapi apatah jang Alexis bilang padamoe?” „Ja, kau moesti mengarti jang ia merasa sedi lantaran inget kau dan dirinja sendiri. Djoega bagimana nanti djadinja dengen itoe anak dan itoe anak-anak jang bakal dilahirken?” „Anak-anak jang mana?” tanja Anna dengen mata jang mengawasin dengen tiada soedanja. „Annie dan iapoenja soedara-soedara jang bakal dilahirkan?” „Gila betoel, kau ini. Apa kau kira akoe ini kapengen poenja anak lagi? Akoe boekan ada itoe orang jang terlaloe iboekin dengen kasengsara'an diri sendiri. Tjoba kau pikir, kapan sampe akoe bisa lahirken itoe anak-anak, apa djadinja dengen marika itoe? Nama siapa ia orang moesti pake? Djoega kalahirannja sadja soeda bisa bikin djadi maloe, lantaran inget perboetannja iapoenja bapa, iboe dan dirinja sendiri...” „Djoestroe begitoe, perloe sekali kau bertjere...” {{rh||—269—}} „Omong si enak, apa kau pikir Karenine maoe bertjere. Sekarang ia ada di bawa pengaroenja gravin Lijdie... Dollij doedoek dengen hadepin Anna, dengen ati jang sedi kapan inget nasibnja si ipar jang begitoe tjilaka. „Kau toch boleh tjoba?” „Tjoba, itoe ada satoe hal jang bisa bikin atinja djadi tiada senang, tapi kapan akoe mengakoe sala, itoelah tandanja akoe menghinaken diri sendiri... Baeklah, oepamaken akoe tjoba lakoeken itoe... Tentoe bakal berachir dengen satoe penoelakan jang menghina atawa ia membri idjin? Djikaloe sampe ia maoe bertjere, bagimana djadinja dengen akoe poenja Serioja? Tentoelah ia tiada maoe seraken itoe anak sama akoe. Ia bakal teroes tinggal sama bapanja... Ia tentoe bakal hinaken akoe poenja diri... Kau haroes taoe jang dalem ini doenia ada doea orang jang akoe tjinta, ialah Serioja dan Alexis; zonder marika itoe akoe tiada maoe idoep di ini doenia. Jang laen akoe ta begitoe iboekin. Kau djangan tjoba kasi nasehat pada akoe, kerna kau blon ..madjoe” djaoe...” Abis bilang begitoe ia deketin Dollij sembari berkata: „Bagimana kau pikir tentang akoe? Djangan kau hinaken akoe poenja diri, kerna akoe boekan itoe orang jang pantes dapet hina’an. Akoe ini sabetoelnja ada satoe orang jang tjilaka. Apa di ini doenia ada prempoean jang begitoe tjilaka seperti akoe?” Abis bilang begitoe ia menengok ka laen {{hwe|djoe—|djoeroesan}}<noinclude></noinclude> kzvj7tw0pvowmumb7lp8s1jkmces5il Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/58 104 108085 302354 302138 2026-07-10T03:02:06Z Link PB 26772 302354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 270 —||— 271 —}}</noinclude>{{hwe|roesan|djoeroesan}} dan menangis... Tempo Dollij soeda ada sendirian, atinja meras kesian sama dirinja Anna, tapi tiada bisa kasi perloeloengan. Di waktoe ia mengomong sama Anna, pikirannja inget dengen iapoenja pengidoepan jang kanjata'an ada amat manis. Ia djadi bisa bajangin bagimana broentoeng dirinja jang idoep begitoe manis sama iapoenja soeami dan anak-anak dan kerna poenja itoe anggepan, atinja djadi kapengen lekas poelang. Koetika Anna soeda masoek di kamer, ia minoem morphine soepaja matanja bisa lekas merem. Vronskij jang maoe taoe apa jang Anna soeda omong sama Dollij, sengadja tiada maoe tanja, kerna ia ingin soepaja Anna jang tjeritaken itoe padanja; tapi Anna tiada bilang laen dari pada: „Roepanja kau senang sekali mengomong sama Dollij..." „Akoe soeda kenal lama sama Dollij. Akoe girang jang sekarang akoe bisa ketemoe poela sama dirinja..." Anna poenja tangan Vronskij pegang dengen lakoe seperti orang jang minta ditjeritaken apa-apa, tapi Anna tiada kasi laen daripada satoe senjoeman jang manis. Kaesokan paginja tempo Dollij poelang sama Levine kembali, ia bilang jang Anna dan Vronskij idoep dengen manis. Atinja melarang aken ia tjerita djelek tentang dirinja itoe doea orang kerna taoe jang marika sendiri soeda tjoekoep terseksa dengen pikirannja sendiri. Vronskij dan Anna liwatin moesin panas zonder poesingin perkara pertjere'an. Marika idoep seperti orang jang tiada ada poenja oeroesan apa-apa, anak marika soeda ada poenja, dan kawarasan tiada koerang satoe apa. Di October telah dibikin pemilihan boeat bestuur oemoem di provincie di mana iaorang tinggal. Vronskij jang maoe toeroet ambil bagian, bilang pada Anna jang ia maoe pergi, dengen tjara jang ia blon perna berboeat pada Anna. „koe harep akoe poenja pergi tiada mendjengkelin kau..." „Itoe djoega ada akoe poenja pengharepan. Kemaren, akoe baroe trima satoe peti boekoe... Tiada dengen poenja itoe barangkali akoe bisa anteng di roema..." Sasoedanja Vronskij brangkat, dengen saorang diri Anna bilang: „Dia ada merdika boeat pergi ka mana ia soeka. Malahan ia ada poenja hak djoega boeat tinggalin akoe. Itoe ia taoe tapi toch tiada moesti ia oendjoekin... Doeloean klakoeannja terhadap pada akoe perbedaan sekali..." Kendatipoen ati tiada merasa senang, toch ia tiada bisa berboeat apa-apa. Anaknja sakit, tapi lantaran sakitnja tiada berbahaja, maka ia tiada begitoe iboekin. Brapa kali ia tjoba tjinta pada Annie, tapi selaloe sia-sia sadja. Pikirannja inget Vronskij dan ampir sadja ia hendak mendjoesoel ka kota tapi blakangan sasoedanja timbang pergi dateng, ia toelis soerat dengen bilang Annie sakit paja dan ia maoe pergi.<noinclude></noinclude> rc2k8r2bbsz2zusv1jr8zu5k0s24p23 302493 302354 2026-07-10T07:59:30Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—270—}}</noinclude>{{hwe|roesan|djoeroesan}} dan menangis... Tempo Dollij soeda ada sendirian, atinja meras kesian sama dirinja Anna, tapi tiada bisa kasi perloeloengan. Di waktoe ia mengomong sama Anna, pikirannja inget dengen iapoenja pengidoepan jang kanjata'an ada amat manis. Ia djadi bisa bajangin bagimana broentoeng dirinja jang idoep begitoe manis sama iapoenja soeami dan anak-anak dan kerna poenja itoe anggepan, atinja djadi kapengen lekas poelang. Koetika Anna soeda masoek di kamer, ia minoem morphine soepaja matanja bisa lekas merem. Vronskij jang maoe taoe apa jang Anna soeda omong sama Dollij, sengadja tiada maoe tanja, kerna ia ingin soepaja Anna jang tjeritaken itoe padanja; tapi Anna tiada bilang laen dari pada: „Roepanja kau senang sekali mengomong sama Dollij...” „Akoe soeda kenal lama sama Dollij. Akoe girang jang sekarang akoe bisa ketemoe poela sama dirinja...” Anna poenja tangan Vronskij pegang dengen lakoe seperti orang jang minta ditjeritaken apa-apa, tapi Anna tiada kasi laen daripada satoe senjoeman jang manis. Kaesokan paginja tempo Dollij poelang sama Levine kembali, ia bilang jang Anna dan Vronskij idoep dengen manis. Atinja melarang aken ia tjerita djelek tentang dirinja itoe doea orang kerna taoe jang marika sendiri soeda tjoekoep terseksa dengen pikirannja sendiri. {{rh||—271—}} Vronskij dan Anna liwatin moesin panas zonder poesingin perkara pertjere'an. Marika idoep seperti orang jang tiada ada poenja oeroesan apa-apa, anak marika soeda ada poenja, dan kawarasan tiada koerang satoe apa. Di October telah dibikin pemilihan boeat bestuur oemoem di provincie di mana iaorang tinggal. Vronskij jang maoe toeroet ambil bagian, bilang pada Anna jang ia maoe pergi, dengen tjara jang ia blon perna berboeat pada Anna. „koe harep akoe poenja pergi tiada mendjengkelin kau..." „Itoe djoega ada akoe poenja pengharepan. Kemaren, akoe baroe trima satoe peti boekoe... Tiada dengen poenja itoe barangkali akoe bisa anteng di roema...” Sasoedanja Vronskij brangkat, dengen saorang diri Anna bilang: „Dia ada merdika boeat pergi ka mana ia soeka. Malahan ia ada poenja hak djoega boeat tinggalin akoe. Itoe ia taoe tapi toch tiada moesti ia oendjoekin... Doeloean klakoeannja terhadap pada akoe perbedaan sekali...” Kendatipoen ati tiada merasa senang, toch ia tiada bisa berboeat apa-apa. Anaknja sakit, tapi lantaran sakitnja tiada berbahaja, maka ia tiada begitoe iboekin. Brapa kali ia tjoba tjinta pada Annie, tapi selaloe sia-sia sadja. Pikirannja inget Vronskij dan ampir sadja ia hendak mendjoesoel ka kota tapi blakangan sasoedanja timbang pergi dateng, ia toelis soerat dengen bilang Annie sakit paja dan ia maoe pergi.<noinclude></noinclude> 0tl9a070z77wbjm14x86n8m3gq91ogv 302553 302493 2026-07-10T10:10:29Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—270—}}</noinclude>{{hwe|roesan|djoeroesan}} dan menangis... Tempo Dollij soeda ada sendirian, atinja meras kesian sama dirinja Anna, tapi tiada bisa kasi perloeloengan. Di waktoe ia mengomong sama Anna, pikirannja inget dengen iapoenja pengidoepan jang kanjata'an ada amat manis. Ia djadi bisa bajangin bagimana broentoeng dirinja jang idoep begitoe manis sama iapoenja soeami dan anak-anak dan kerna poenja itoe anggepan, atinja djadi kapengen lekas poelang. Koetika Anna soeda masoek di kamer, ia minoem morphine soepaja matanja bisa lekas merem. Vronskij jang maoe taoe apa jang Anna soeda omong sama Dollij, sengadja tiada maoe tanja, kerna ia ingin soepaja Anna jang tjeritaken itoe padanja; tapi Anna tiada bilang laen dari pada: „Roepanja kau senang sekali mengomong sama Dollij...” „Akoe soeda kenal lama sama Dollij. Akoe girang jang sekarang akoe bisa ketemoe poela sama dirinja...” Anna poenja tangan Vronskij pegang dengen lakoe seperti orang jang minta ditjeritaken apa-apa, tapi Anna tiada kasi laen daripada satoe senjoeman jang manis. Kaesokan paginja tempo Dollij poelang sama Levine kembali, ia bilang jang Anna dan Vronskij idoep dengen manis. Atinja melarang aken ia tjerita djelek tentang dirinja itoe doea orang kerna taoe jang marika sendiri soeda tjoekoep terseksa dengen pikirannja sendiri. {{rh||—271—}} Vronskij dan Anna liwatin moesin panas zonder poesingin perkara pertjere'an. Marika idoep seperti orang jang tiada ada poenja oeroesan apa-apa, anak marika soeda ada poenja, dan kawarasan tiada koerang satoe apa. Di October telah dibikin pemilihan boeat bestuur oemoem di provincie di mana iaorang tinggal. Vronskij jang maoe toeroet ambil bagian, bilang pada Anna jang ia maoe pergi, dengen tjara jang ia blon perna berboeat pada Anna. „koe harep akoe poenja pergi tiada mendjengkelin kau..." „Itoe djoega ada akoe poenja pengharepan. Kemaren, akoe baroe trima satoe peti boekoe... Tiada dengen poenja itoe barangkali akoe bisa anteng di roema...” Sasoedanja Vronskij brangkat, dengen saorang diri Anna bilang: „Dia ada merdika boeat pergi ka mana ia soeka. Malahan ia ada poenja hak djoega boeat tinggalin akoe. Itoe ia taoe tapi toch tiada moesti ia oendjoekin... Doeloean klakoeannja terhadap pada akoe perbedaan sekali...” Kendatipoen ati tiada merasa senang, toch ia tiada bisa berboeat apa-apa. Anaknja sakit, tapi lantaran sakitnja tiada berbahaja, maka ia tiada begitoe iboekin. Brapa kali ia tjoba tjinta pada Annie, tapi selaloe sia-sia sadja. Pikirannja inget Vronskij dan ampir sadja ia hendak mendjoesoel ka kota tapi blakangan sasoedanja timbang pergi dateng, ia toelis soerat dengen bilang Annie sakit paja dan ia maoe pergi.<noinclude></noinclude> 3u3dfbhe95dlyukh6dbq3hbyboh73hs Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/59 104 108086 302356 302141 2026-07-10T03:03:28Z Link PB 26772 302356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 232 —||— 233 —}}</noinclude>Satoe hari sasoedanja itoe soerat dikirim, ia denger soeara kreta masoek di pekarangannja. Dengen pasti ia doega jang dateng itoe tentoe Vronskij. Dengen lakoe manis dan penoe katjinta'an ia samboet kedatengannja itoe katjinta'an, jang pertama-tama tanja, bagimana dengen Annie? „Baek," kata Anna dan peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an. Anna liat parasnja Vronskij seperti orang mara dan boeat tetepin iapoenja doega'an maka ia tanjaken katrangan, apa betoel Vronskij mara. Vronskij poen tiada sangkal, kerna ia tiada senang jang Anna masi blon maoe minta bertjere. Baek, kata Anna, akoe bakal minta itoe, tapi akoe maoe ikoet kau pergi ka Moskou. Begitoelah sasoedanja Anna toelis soerat sama Karenine, Anna bersama Vronskij di boentoetnja November brangkat ka Moskou. {{rh||————}} {{center|<big>BAGIAN KATOEDJOE.</big>}} Soeda tiga boelan lamanja Levine dan Kittij tinggal di Moskou. Levine soeda banjak roba iapoenja pengidoepan, kerna sekarang ia tiada taoe maen kartoe, tiada soeka minoem, tiada soeka pergi ka Club. Jang itoe bikin atinja Kittij djadi girang, tentoe traoesa ditjeritaken lagi. Kapan Levine sampe pergi di tempat pesta atawa di Club, boekan tiada boleh djadi di sana nanti ia tjinta'in satoe prempoean, jang achirnja nanti bisa roesakin ia poenja pengidoepan. Di soeatoe hari Levine pergi berdjamoe di club, di mana doeloe ia ada djadi lidnja. Di sana Oblonsky kenalin Levine sama iapoenja berbagi-bagi temen dan tempo orang sedeng asik mengomong perkara kamenangannja Vronsky di adoe koeda, mendadak orang jang diomongin dateng. Vronsky poen dengen moeka berseri-seri masoek di sitoe dan dengen tangan jang ditaro di atas poendaknja Oblonsky bisikin apa-apa di koepingnja Oblonsky. Levine, jang denger djoega apa jang dibitjaraken hendak berlaloe dari itoe tempat, tapi ditjega oleh Oblonsky. „Vronsky ada akoe poenja sobat jang baek dan kau djoega ada itoe orang jang baek dan 'koe tjinta. Akoe brani pastiken jang kau orang poen bisa djadi sobat kentel, kerna kau-orang ada orang-orang baek..." „Kaloe begitoe," kata Vronsky, „kita moesti berpeloekan satoe sama laen" dan abis bilang bagitoe ia sodorin tangannja pada Levine. Oblonsky lantes bilang pada Levine, lantaran kau blon kenal Anna, maka baek sekali kapan akoe kenalin kau padanja... Pikirannja Levine di itoe waktoe adalah: „Apa Kitty nanti bilang," tapi Oblonsky tiada kasi koetika boeat ia pikir lebi djaoe. „Akoe girang sekali jang kau bisa bladjar kenal padanja... jang memang soeda lama Dolly niat. Biarpoen dia ada akoe poenja soedara, toch akoe moesti bilang pada kau, jang ia ada satoe prempoean jang berpengaroe pada lelaki, ... {{hwe|Ka-|Kada'annja}}<noinclude></noinclude> fb3j7f48p42la5m1jst7lvqm71eczsc 302467 302356 2026-07-10T06:48:02Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—272—}}</noinclude>Satoe hari sasoedanja itoe soerat dikirim, ia denger soeara kreta masoek di pekarangannja. Dengen pasti ia doega jang dateng itoe tentoe Vronskij. Dengen lakoe manis dan penoe katjinta'an ia samboet kedatengannja itoe katjinta'an, jang pertama-tama tanja, bagimana dengen Annie? „Baek," kata Anna dan peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an. Anna liat parasnja Vronskij seperti orang mara dan boeat tetepin iapoenja doega'an maka ia tanjaken katrangan, apa betoel Vronskij mara. Vronskij poen tiada sangkal, kerna ia tiada senang jang Anna masi blon maoe minta bertjere. Baek, kata Anna, akoe bakal minta itoe, tapi akoe maoe ikoet kau pergi ka Moskou. Begitoelah sasoedanja Anna toelis soerat sama Karenine, Anna bersama Vronskij di boentoetnja November brangkat ka Moskou. {{c||————}} {{center|<big>BAGIAN KATOEDJOE.</big>}} Soeda tiga boelan lamanja Levine dan Kittij tinggal di Moskou. Levine soeda banjak roba iapoenja pengidoepan, kerna sekarang ia tiada taoe maen kartoe, tiada soeka minoem, tiada soeka pergi ka Club. Jang itoe bikin atinja Kittij djadi girang, tentoe traoesa ditjeritaken lagi. Kapan Levine sampe pergi di tempat pesta atawa di Club, boekan tiada boleh djadi di sana nanti ia tjinta'in satoe prempoean, jang achirnja nanti bisa roesakin ia poenja pengidoepan. {{rh||—273—}} Di soeatoe hari Levine pergi berdjamoe di club, di mana doeloe ia ada djadi lidnja. Di sana Oblonsky kenalin Levine sama iapoenja berbagi-bagi temen dan tempo orang sedeng asik mengomong perkara kamenangannja Vronsky di adoe koeda, mendadak orang jang diomongin dateng. Vronsky poen dengen moeka berseri-seri masoek di sitoe dan dengen tangan jang ditaro di atas poendaknja Oblonsky bisikin apa-apa di koepingnja Oblonsky. Levine, jang denger djoega apa jang dibitjaraken hendak berlaloe dari itoe tempat, tapi ditjega oleh Oblonsky. „Vronsky ada akoe poenja sobat jang baek dan kau djoega ada itoe orang jang baek dan 'koe tjinta. Akoe brani pastiken jang kau orang poen bisa djadi sobat kentel, kerna kau-orang ada orang-orang baek...” „Kaloe begitoe,” kata Vronsky, „kita moesti berpeloekan satoe sama laen” dan abis bilang bagitoe ia sodorin tangannja pada Levine. Oblonsky lantes bilang pada Levine, lantaran kau blon kenal Anna, maka baek sekali kapan akoe kenalin kau padanja... Pikirannja Levine di itoe waktoe adalah: „Apa Kitty nanti bilang,” tapi Oblonsky tiada kasi koetika boeat ia pikir lebi djaoe. „Akoe girang sekali jang kau bisa bladjar kenal padanja... jang memang soeda lama Dolly niat. Biarpoen dia ada akoe poenja soedara, toch akoe moesti bilang pada kau, jang ia ada satoe prempoean jang berpengaroe pada lelaki, ... {{hwe|Ka-|Kada'annja}}<noinclude></noinclude> ovgpjvxd1axq471rwhxbn0u8fp9hghj 302554 302467 2026-07-10T10:10:54Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—272—}}</noinclude>Satoe hari sasoedanja itoe soerat dikirim, ia denger soeara kreta masoek di pekarangannja. Dengen pasti ia doega jang dateng itoe tentoe Vronskij. Dengen lakoe manis dan penoe katjinta'an ia samboet kedatengannja itoe katjinta'an, jang pertama-tama tanja, bagimana dengen Annie? „Baek," kata Anna dan peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an. Anna liat parasnja Vronskij seperti orang mara dan boeat tetepin iapoenja doega'an maka ia tanjaken katrangan, apa betoel Vronskij mara. Vronskij poen tiada sangkal, kerna ia tiada senang jang Anna masi blon maoe minta bertjere. Baek, kata Anna, akoe bakal minta itoe, tapi akoe maoe ikoet kau pergi ka Moskou. Begitoelah sasoedanja Anna toelis soerat sama Karenine, Anna bersama Vronskij di boentoetnja November brangkat ka Moskou. {{c||————}} {{center|<big>BAGIAN KATOEDJOE.</big>}} Soeda tiga boelan lamanja Levine dan Kittij tinggal di Moskou. Levine soeda banjak roba iapoenja pengidoepan, kerna sekarang ia tiada taoe maen kartoe, tiada soeka minoem, tiada soeka pergi ka Club. Jang itoe bikin atinja Kittij djadi girang, tentoe traoesa ditjeritaken lagi. Kapan Levine sampe pergi di tempat pesta atawa di Club, boekan tiada boleh djadi di sana nanti ia tjinta'in satoe prempoean, jang achirnja nanti bisa roesakin ia poenja pengidoepan. {{rh||—273—}} Di soeatoe hari Levine pergi berdjamoe di club, di mana doeloe ia ada djadi lidnja. Di sana Oblonsky kenalin Levine sama iapoenja berbagi-bagi temen dan tempo orang sedeng asik mengomong perkara kamenangannja Vronsky di adoe koeda, mendadak orang jang diomongin dateng. Vronsky poen dengen moeka berseri-seri masoek di sitoe dan dengen tangan jang ditaro di atas poendaknja Oblonsky bisikin apa-apa di koepingnja Oblonsky. Levine, jang denger djoega apa jang dibitjaraken hendak berlaloe dari itoe tempat, tapi ditjega oleh Oblonsky. „Vronsky ada akoe poenja sobat jang baek dan kau djoega ada itoe orang jang baek dan 'koe tjinta. Akoe brani pastiken jang kau orang poen bisa djadi sobat kentel, kerna kau-orang ada orang-orang baek...” „Kaloe begitoe,” kata Vronsky, „kita moesti berpeloekan satoe sama laen” dan abis bilang bagitoe ia sodorin tangannja pada Levine. Oblonsky lantes bilang pada Levine, lantaran kau blon kenal Anna, maka baek sekali kapan akoe kenalin kau padanja... Pikirannja Levine di itoe waktoe adalah: „Apa Kitty nanti bilang,” tapi Oblonsky tiada kasi koetika boeat ia pikir lebi djaoe. „Akoe girang sekali jang kau bisa bladjar kenal padanja... jang memang soeda lama Dolly niat. Biarpoen dia ada akoe poenja soedara, toch akoe moesti bilang pada kau, jang ia ada satoe prempoean jang berpengaroe pada lelaki, ... {{hwe|Ka-|Kada'annja}}<noinclude></noinclude> g0cy90h712l3uva7ossk2ogzqrh644e Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/60 104 108087 302355 302144 2026-07-10T03:03:25Z Link PB 26772 302355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|— 232 —||— 233 —}}</noinclude>{{hws|da'annja|Kada'annja}} sekarang ini ada amat djelek..." Kenapa? „Sekarang akoe sedeng toelis menoelis sama soeaminja boeat oeroes iapoenja perkara bertjere, jang betoel Karenine sendiri tiada kabratan, tapi halangan jang paling besar adalah Serioja. Kapan Anna soeda bertjere sigra ia aken kawin sama Vronsky..." Dengen ikoetin di blakangnja Oblonsky, Levine soeda masoek di kamernja Anna, jang samboet kedatengannja Levine dengen girang. Anna pertama njataken girangnja atas koendjoengannja Levine dan kamoedian tanja djoega tentang Kitty, jang antara laen-laen apa betoel sekarang itoe nona bakal djadi satoe iboe? Semingkin lama Levine bitjara sama Anna, semingkin ia djato di bawa pengaroenja Anna. Tempo ia poelang poen pikirannja masi sadja terkenang sama itoe nona. Tiada begitoe dengen Kitty jang dari pagi sampe tengahari toenggoein kedatengannja Levine aken diadjak bersantap. Tempo Levine poelang, Kitty sigra tanja kenapa Levine tiada poelang makan dan djoega tanjaken katrangan kemana ia soeda pergi. Sembari bikin itoe pertanja'an Kitty awasin moekanja Levine jang sabentar mera dan sabentar poetjet dan dengen soeara terpoetoes-poetoes Levine bilang jang Oblonsky paksa ia masoek di kamernja Anna. Tempo Kitty denger namanja Anna, matanja djadi diboeka lebi besar dan seperti orang jang tiada begitoe senang ia kata: „O, begitoe!" „Kau toh tiada mara jang akoe soeda koen- djoengin Anna? Stive dan Dolly maoe akoe berboeat begitoe?" "Mara si tiada!" kata Kitty, tapi Levine liat dari matanja Kitty jang soeda tiada bitjara dengen sadjoedjoernja. Takoet dirinja diseselin, takoet Kitty djadi mara, maka dengen lakoe boeroe boeroe ia bilangin apa jang Anna pesenin. "Betoel, memang ia banjak soesa," kata Kitty dan kamoedian omongin laen-laen perkara. Kerna tiada ada laen omongan lagi maka Levine pergi ka kamernja dan boeka iapoenja pakean. Tempo ia menjamperin lagi istrinja, ia dapetin Kitty jang doedoek di satoe korsi sedeng menangis... "Kau, kenapa, Kitty?" tanja Levine, kendatipoen dirinja sendiri taoe lantarannja apa maka Kitty djadi sedi. "Kau soeda djato tjinta pada itoe prempoean djahat... Dia soeda kongtauw'in kau... Itoe akoe soeda bisa bajangin lebi doeloe... Ja, ja. Apa nanti djadinja? Kau soeda pergi ka Club... soeda minoem..., soeda maen dan kamoedian pergi ka kamernja itoe prempoean... Kita pergi... Besok akoe brangkat..." Lama Levine moesti boedjoek Kittij aken ia itoe djadi bersabar. Ia akoe jang ia memang djato di bawa pengaroenja Anna, akoe lantaran makan, tidoer, plesir sadja di Moskou, maka ia bisa berboeat hal-hal jang tiada pantes dan kamoedian berdjandji aken tiada berboeat begitoe lagi. {{rh||————}} Sa'abisnja tetamoe-tetamoe pada pergi Anna djalan moendar-mandir di kamernja. Di waktoe blakangan seringkali ia "ganggoe" anak-anak moeda<noinclude></noinclude> 8qi5t8gmxivjmsw91s7lju2vmytuzmc 302468 302355 2026-07-10T06:54:59Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||-274-}}</noinclude>{{hws|da'annja|Kada'annja}} sekarang ini ada amat djelek...” Kenapa? „Sekarang akoe sedeng toelis menoelis sama soeaminja boeat oeroes iapoenja perkara bertjere, jang betoel Karenine sendiri tiada kabratan, tapi halangan jang paling besar adalah Serioja. Kapan Anna soeda bertjere sigra ia aken kawin sama Vronsky...” Dengen ikoetin di blakangnja Oblonsky, Levine soeda masoek di kamernja Anna, jang samboet kedatengannja Levine dengen girang. Anna pertama njataken girangnja atas koendjoengannja Levine dan kamoedian tanja djoega tentang Kitty, jang antara laen-laen apa betoel sekarang itoe nona bakal djadi satoe iboe? Semingkin lama Levine bitjara sama Anna, semingkin ia djato di bawa pengaroenja Anna. Tempo ia poelang poen pikirannja masi sadja terkenang sama itoe nona. Tiada begitoe dengen Kitty jang dari pagi sampe tengahari toenggoein kedatengannja Levine aken diadjak bersantap. Tempo Levine poelang, Kitty sigra tanja kenapa Levine tiada poelang makan dan djoega tanjaken katrangan kemana ia soeda pergi. Sembari bikin itoe pertanja'an Kitty awasin moekanja Levine jang sabentar mera dan sabentar poetjet dan dengen soeara terpoetoes-poetoes Levine bilang jang Oblonsky paksa ia masoek di kamernja Anna. Tempo Kitty denger namanja Anna, matanja djadi diboeka lebi besar dan seperti orang jang tiada begitoe senang ia kata: „O, begitoe!" „Kau toh tiada mara jang akoe soeda koen- {{rh||-275-}} djoengin Anna? Stive dan Dolly maoe akoe berboeat begitoe?” „Mara si tiada!” kata Kitty, tapi Levine liat dari matanja Kitty jang soeda tiada bitjara dengen sadjoedjoernja. Takoet dirinja diseselin, takoet Kitty djadi mara, maka dengen lakoe boeroe boeroe ia bilangin apa jang Anna pesenin. "Betoel, memang ia banjak soesa," kata Kitty dan kamoedian omongin laen-laen perkara. Kerna tiada ada laen omongan lagi maka Levine pergi ka kamernja dan boeka iapoenja pakean. Tempo ia menjamperin lagi istrinja, ia dapetin Kitty jang doedoek di satoe korsi sedeng menangis... „Kau, kenapa, Kitty?” tanja Levine, kendatipoen dirinja sendiri taoe lantarannja apa maka Kitty djadi sedi. „Kau soeda djato tjinta pada itoe prempoean djahat... Dia soeda kongtauw'in kau... Itoe akoe soeda bisa bajangin lebi doeloe... Ja, ja. Apa nanti djadinja? Kau soeda pergi ka Club... soeda minoem..., soeda maen dan kamoedian pergi ka kamernja itoe prempoean... Kita pergi... Besok akoe brangkat...” Lama Levine moesti boedjoek Kittij aken ia itoe djadi bersabar. Ia akoe jang ia memang djato di bawa pengaroenja Anna, akoe lantaran makan, tidoer, plesir sadja di Moskou, maka ia bisa berboeat hal-hal jang tiada pantes dan kamoedian berdjandji aken tiada berboeat begitoe lagi. {{c||————}} Sa'abisnja tetamoe-tetamoe pada pergi Anna djalan moendar-mandir di kamernja. Di waktoe blakangan seringkali ia „ganggoe” anak-anak moeda<noinclude></noinclude> 0cgrz9b5tpbnv5ptzadcopm76nfkz4b 302557 302468 2026-07-10T10:12:44Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||-274-}}</noinclude>{{hws|da'annja|Kada'annja}} sekarang ini ada amat djelek...” Kenapa? „Sekarang akoe sedeng toelis menoelis sama soeaminja boeat oeroes iapoenja perkara bertjere, jang betoel Karenine sendiri tiada kabratan, tapi halangan jang paling besar adalah Serioja. Kapan Anna soeda bertjere sigra ia aken kawin sama Vronsky...” Dengen ikoetin di blakangnja Oblonsky, Levine soeda masoek di kamernja Anna, jang samboet kedatengannja Levine dengen girang. Anna pertama njataken girangnja atas koendjoengannja Levine dan kamoedian tanja djoega tentang Kitty, jang antara laen-laen apa betoel sekarang itoe nona bakal djadi satoe iboe? Semingkin lama Levine bitjara sama Anna, semingkin ia djato di bawa pengaroenja Anna. Tempo ia poelang poen pikirannja masi sadja terkenang sama itoe nona. Tiada begitoe dengen Kitty jang dari pagi sampe tengahari toenggoein kedatengannja Levine aken diadjak bersantap. Tempo Levine poelang, Kitty sigra tanja kenapa Levine tiada poelang makan dan djoega tanjaken katrangan kemana ia soeda pergi. Sembari bikin itoe pertanja'an Kitty awasin moekanja Levine jang sabentar mera dan sabentar poetjet dan dengen soeara terpoetoes-poetoes Levine bilang jang Oblonsky paksa ia masoek di kamernja Anna. Tempo Kitty denger namanja Anna, matanja djadi diboeka lebi besar dan seperti orang jang tiada begitoe senang ia kata: „O, begitoe!" „Kau toh tiada mara jang akoe soeda koen- {{rh||-275-}} djoengin Anna? Stive dan Dolly maoe akoe berboeat begitoe?” „Mara si tiada!” kata Kitty, tapi Levine liat dari matanja Kitty jang soeda tiada bitjara dengen sadjoedjoernja. Takoet dirinja diseselin, takoet Kitty djadi mara, maka dengen lakoe boeroe boeroe ia bilangin apa jang Anna pesenin. "Betoel, memang ia banjak soesa," kata Kitty dan kamoedian omongin laen-laen perkara. Kerna tiada ada laen omongan lagi maka Levine pergi ka kamernja dan boeka iapoenja pakean. Tempo ia menjamperin lagi istrinja, ia dapetin Kitty jang doedoek di satoe korsi sedeng menangis... „Kau, kenapa, Kitty?” tanja Levine, kendatipoen dirinja sendiri taoe lantarannja apa maka Kitty djadi sedi. „Kau soeda djato tjinta pada itoe prempoean djahat... Dia soeda kongtauw'in kau... Itoe akoe soeda bisa bajangin lebi doeloe... Ja, ja. Apa nanti djadinja? Kau soeda pergi ka Club... soeda minoem..., soeda maen dan kamoedian pergi ka kamernja itoe prempoean... Kita pergi... Besok akoe brangkat...” Lama Levine moesti boedjoek Kittij aken ia itoe djadi bersabar. Ia akoe jang ia memang djato di bawa pengaroenja Anna, akoe lantaran makan, tidoer, plesir sadja di Moskou, maka ia bisa berboeat hal-hal jang tiada pantes dan kamoedian berdjandji aken tiada berboeat begitoe lagi. {{c||————}} Sa'abisnja tetamoe-tetamoe pada pergi Anna djalan moendar-mandir di kamernja. Di waktoe blakangan seringkali ia „ganggoe” anak-anak moeda<noinclude></noinclude> qldaqr6mjagac5ii6dxldzo53bmpm1y Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/61 104 108088 302472 302146 2026-07-10T07:28:20Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||-276-}}</noinclude>jang ia ketemoe aken bikin marika djadi tergila-gila dengen dirinja. Poen Levine Anna ganggoe dan dapet kanjata'an Levine poen djato di bawah pengaroenja di itoe malem, tapi begitoe lekas Levine pergi Anna tiada inget lagi dirinja. Sebaliknja dengen Levine jang teroes terkenang sama Anna. Anna jang taoe dirinja tjantik dan perna oedji pengaroenja katjantikan, merasa heran jang ia sekarang tiada begitoe diladenin lagi oleh Vronskij. Apatah jang djadi lantarannja maka Vronskij sekarang soeka pergi kaloear? Blakangan tempo Vronskij poelang, Anna boeroe-boeroe doedoek di bawah lampoe sembari balik satoe boekoe, dengen lakoe seperti orang jang sedeng asik membatja. Dengen girang dan goembira Vronskij masoek dan toetoerin apa jang ia liat dan taoe, antara mana tjeritaken djoega perkara Yachvine jang tadinja soeda menang blakangan berbalik djadi kala, Omong poenja omong kombali Anna oendjoekin iapoenja perasa'an doeka jang soeda didjawab oleh Vronskij bahwa ia poen soeda kerdja banjak aken hiboerin atinja Anna. Tapi biar bagimana djoega, pengidoepannja Vronskij dan Anna sekarang boekan lagi sebagi orang jang tjinta satoe sama laen, hanja lebih dikata jang satoe sama laen merasa kesian... {{c|————}} Oblonskij minta Karenine bantoe toendjang iapoenja lamaran dalem satoe djabatan hoofdbestuur dari Staatsspoor. Tentoe akoe nanti madjoeken kau poenja diri, {{rh||-277-}} tapi kenapa kau maoe lamar itoe pakerdja'an? Lantaran gadji besar... 9000 roebel dan seperti kau taoe akoe poenja oeroesan oewang tiada begitoe baek, maka itoe kau ada itoe orang jang akoe minta toeloeng soepaja bisa dapet itoe pakerdja'an... Laen dari pada itoe akoe maoe bitjraken djoega boeat laen oeroesan jalah boeat perkara... enfin kau sendiri tentoe taoe. Perkara apa? Perkara Anna, masa perkara apa lagi. Tempo Karenine denger itoe moekanja lantes beroba dan sedari itoe waktoe sikepnja boekan lagi seperti orang jang hendak membri pertoeloengan, hanja lebi betoel dikata sebagi orang jang sedeng mara. „Akoe liat, Anna soeda dapet kapoeasan dari akoe...” „Kapoeasan...?! Baeklah kita djangan terlaloe melit. Kau taoe sekarang ia idoep dalem katjilaka'an dan kau pantes kasi pertoeloengan dengen tjerein dirinja... „Kau omong enak sadja. Akoe ini boekan saorang jang tiada anoet agama. Akoe ada saorang Christen dan tiada boleh berboeat hal-hal jang bertentangan dengen agama Christen. „Tapi gredja Kristen mengidjinken orang bikin pertjere'an.” „Betoel, tapi boekan dalem perkara seperti ini...” Mara lantaran disengapin begitoe, maka Karenine bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen moeka poetjet bilang: „Soeda tjoekoep! Bae'an kita djangan bitjaraken lagi fatsal ini. Bagimana akoe poenja poetoesan<noinclude></noinclude> ky69dicv4qtvi92jhyx9p8pvjhy17ri 302558 302472 2026-07-10T10:13:05Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||-276-}}</noinclude>jang ia ketemoe aken bikin marika djadi tergila-gila dengen dirinja. Poen Levine Anna ganggoe dan dapet kanjata'an Levine poen djato di bawah pengaroenja di itoe malem, tapi begitoe lekas Levine pergi Anna tiada inget lagi dirinja. Sebaliknja dengen Levine jang teroes terkenang sama Anna. Anna jang taoe dirinja tjantik dan perna oedji pengaroenja katjantikan, merasa heran jang ia sekarang tiada begitoe diladenin lagi oleh Vronskij. Apatah jang djadi lantarannja maka Vronskij sekarang soeka pergi kaloear? Blakangan tempo Vronskij poelang, Anna boeroe-boeroe doedoek di bawah lampoe sembari balik satoe boekoe, dengen lakoe seperti orang jang sedeng asik membatja. Dengen girang dan goembira Vronskij masoek dan toetoerin apa jang ia liat dan taoe, antara mana tjeritaken djoega perkara Yachvine jang tadinja soeda menang blakangan berbalik djadi kala, Omong poenja omong kombali Anna oendjoekin iapoenja perasa'an doeka jang soeda didjawab oleh Vronskij bahwa ia poen soeda kerdja banjak aken hiboerin atinja Anna. Tapi biar bagimana djoega, pengidoepannja Vronskij dan Anna sekarang boekan lagi sebagi orang jang tjinta satoe sama laen, hanja lebih dikata jang satoe sama laen merasa kesian... {{c|————}} Oblonskij minta Karenine bantoe toendjang iapoenja lamaran dalem satoe djabatan hoofdbestuur dari Staatsspoor. Tentoe akoe nanti madjoeken kau poenja diri, {{rh||-277-}} tapi kenapa kau maoe lamar itoe pakerdja'an? Lantaran gadji besar... 9000 roebel dan seperti kau taoe akoe poenja oeroesan oewang tiada begitoe baek, maka itoe kau ada itoe orang jang akoe minta toeloeng soepaja bisa dapet itoe pakerdja'an... Laen dari pada itoe akoe maoe bitjraken djoega boeat laen oeroesan jalah boeat perkara... enfin kau sendiri tentoe taoe. Perkara apa? Perkara Anna, masa perkara apa lagi. Tempo Karenine denger itoe moekanja lantes beroba dan sedari itoe waktoe sikepnja boekan lagi seperti orang jang hendak membri pertoeloengan, hanja lebi betoel dikata sebagi orang jang sedeng mara. „Akoe liat, Anna soeda dapet kapoeasan dari akoe...” „Kapoeasan...?! Baeklah kita djangan terlaloe melit. Kau taoe sekarang ia idoep dalem katjilaka'an dan kau pantes kasi pertoeloengan dengen tjerein dirinja... „Kau omong enak sadja. Akoe ini boekan saorang jang tiada anoet agama. Akoe ada saorang Christen dan tiada boleh berboeat hal-hal jang bertentangan dengen agama Christen. „Tapi gredja Kristen mengidjinken orang bikin pertjere'an.” „Betoel, tapi boekan dalem perkara seperti ini...” Mara lantaran disengapin begitoe, maka Karenine bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen moeka poetjet bilang: „Soeda tjoekoep! Bae'an kita djangan bitjaraken lagi fatsal ini. Bagimana akoe poenja poetoesan<noinclude></noinclude> 6hd27faca1aznu4fkge5jboetlz2dbd Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/62 104 108090 302486 302151 2026-07-10T07:47:45Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—278—}}</noinclude>nanti dalem brapa hari lagi akoe kabarin pada kau...” Oblonskij hatoerin iapoenja ma'af, kapan iapoenja perkata'an mendoekain atinja Karenine sembari sodorken iapoenja tangan. Tempo ia maoe kaloear ia berpapasan sama Serioja jang sekarang soeda djadi besar tapi koeroesan. Tempo ia mengomong sama Serioja, kendatipoen ia soeda berdjandji sama Karenine boeat tiada bitjaraken tentang iapoenja iboe, toch ia tiada bisa pegang itoe perdjandjian, kerna Oblonskij tanja Serioja: „Apa kau masi inget jang kau ada poenja iboe?” „Tiada, akoe soeda tiada inget lagi akoe poenja iboe...” Serioja oetjapken itoe perkata'an kras, tapi berbareng dengen itoe matanja ditoendoekin ka bawa. Ia poenja oom tiada bisa adjak omong lagi; satenga djam blakangnan iapoenja goeroe masi ketemoeken Serioja berdiri di itoe tempat... dan tiada bisa terangin apa Serioja mara atawa menangis. Tempo ia soeda hadepin goeroenja, Serioja bilang: „Apa oom maoe perdoeli, jang akoe inget atawa tiada akoe poenja iboe? Kenapa ia moesti peringetin akoe dengen itoe hal?”... Pengidoepaunja Vronskij dan Anna seperti soeda dibilang tiada lagi seperti „kemanten baroe.” Semingkin lama pengidoepan itoe djadi semingkin djelek. Di soeatoe hari Anna soeda beresin antero koffer seperti orang jang maoe pergi. Kroean sadja tempo Vronskij poelang dan liat itoe semoea, tanjaken kamana Anna maoe pergi. {{rh||—279—}} „Akoe maoe pergi ka loear negri dan tiada beta tinggal lebi lama di Moskou...” „Kapan kau maoe pergi?” „Begitoe lekas sebrapa bisa. Noesa akoe rasa...” „Noesa ada hari Minggoe dan akoe maoe pergi sama akoe poenja iboe...” Tempo oetjapken itoe moekanja Vronskij mera, samentara itoe parasnja Anna menoendjoekin sebagi orang jang tiada taro kapertjaja'an atas dirinja. „Besok toh kau bisa pergi sama kau poenja iboe...” „Besok? Dan oewang dan soerat-soerat jang perloe blon ada.” „Kaloe begitoe, kita tiada djadi brangkat.” „Kenapa tiada?” „Akoe pergi di hari Senen atawa tiada sama sekali.” „Onzin.” „Ja onzin boeat kau, sebab kau tiada lagi perhatiken apa jang djadi akoe poenja perkara...” Banjak lagi perkata'an-perkata'an jang tiada enak Anna soeda oetjapin, tapi sesoedanja brenti sabentaran atinja merasa menjesel lantaran ia madjoe terlaloe djaoe dari apa jang ia sendiri niat oetjapken. Vronskij poen djadi goesar dan bales dengen perkata'an-perkata'an kasar. Begitoelah pertjidra'an di antara itoe „sepasang merpati” soeda terdjadi. „Dia bentji akoe,” kata Anna. Zonder bilang apa-apa lagi, zonder menengok ka kanan dan kiri poela ia kaloear dari kamer. Tempo itoe pikirannja Anna terkenang dengen roepa-roepa hal.<noinclude></noinclude> kc6b8jsli134z82lderm19oslmajt84 302559 302486 2026-07-10T10:13:45Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—278—}}</noinclude>nanti dalem brapa hari lagi akoe kabarin pada kau...” Oblonskij hatoerin iapoenja ma'af, kapan iapoenja perkata'an mendoekain atinja Karenine sembari sodorken iapoenja tangan. Tempo ia maoe kaloear ia berpapasan sama Serioja jang sekarang soeda djadi besar tapi koeroesan. Tempo ia mengomong sama Serioja, kendatipoen ia soeda berdjandji sama Karenine boeat tiada bitjaraken tentang iapoenja iboe, toch ia tiada bisa pegang itoe perdjandjian, kerna Oblonskij tanja Serioja: „Apa kau masi inget jang kau ada poenja iboe?” „Tiada, akoe soeda tiada inget lagi akoe poenja iboe...” Serioja oetjapken itoe perkata'an kras, tapi berbareng dengen itoe matanja ditoendoekin ka bawa. Ia poenja oom tiada bisa adjak omong lagi; satenga djam blakangnan iapoenja goeroe masi ketemoeken Serioja berdiri di itoe tempat... dan tiada bisa terangin apa Serioja mara atawa menangis. Tempo ia soeda hadepin goeroenja, Serioja bilang: „Apa oom maoe perdoeli, jang akoe inget atawa tiada akoe poenja iboe? Kenapa ia moesti peringetin akoe dengen itoe hal?”... Pengidoepaunja Vronskij dan Anna seperti soeda dibilang tiada lagi seperti „kemanten baroe.” Semingkin lama pengidoepan itoe djadi semingkin djelek. Di soeatoe hari Anna soeda beresin antero koffer seperti orang jang maoe pergi. Kroean sadja tempo Vronskij poelang dan liat itoe semoea, tanjaken kamana Anna maoe pergi. {{rh||—279—}} „Akoe maoe pergi ka loear negri dan tiada beta tinggal lebi lama di Moskou...” „Kapan kau maoe pergi?” „Begitoe lekas sebrapa bisa. Noesa akoe rasa...” „Noesa ada hari Minggoe dan akoe maoe pergi sama akoe poenja iboe...” Tempo oetjapken itoe moekanja Vronskij mera, samentara itoe parasnja Anna menoendjoekin sebagi orang jang tiada taro kapertjaja'an atas dirinja. „Besok toh kau bisa pergi sama kau poenja iboe...” „Besok? Dan oewang dan soerat-soerat jang perloe blon ada.” „Kaloe begitoe, kita tiada djadi brangkat.” „Kenapa tiada?” „Akoe pergi di hari Senen atawa tiada sama sekali.” „Onzin.” „Ja onzin boeat kau, sebab kau tiada lagi perhatiken apa jang djadi akoe poenja perkara...” Banjak lagi perkata'an-perkata'an jang tiada enak Anna soeda oetjapin, tapi sesoedanja brenti sabentaran atinja merasa menjesel lantaran ia madjoe terlaloe djaoe dari apa jang ia sendiri niat oetjapken. Vronskij poen djadi goesar dan bales dengen perkata'an-perkata'an kasar. Begitoelah pertjidra'an di antara itoe „sepasang merpati” soeda terdjadi. „Dia bentji akoe,” kata Anna. Zonder bilang apa-apa lagi, zonder menengok ka kanan dan kiri poela ia kaloear dari kamer. Tempo itoe pikirannja Anna terkenang dengen roepa-roepa hal.<noinclude></noinclude> 3kfrf9m17z5dlg8z5heh3fhkf9gk3ts Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/63 104 108091 302477 302153 2026-07-10T07:35:48Z F4hroro 26348 302477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||—280—}}</noinclude>„Terang jang ia ada poenja katjinta’an laen. Akoe tadinja kira ia ada orang jang tjinta dirikoe, tapi kanjata’an tiada begitoe. Ja, ini hal tiada bisa diantepin sadja. Tapi bagimana moesti dioeroes? Kemana akoe hendak pergi. Sama akoe poenja tante jang soeda didik akoe? Sama Dollij? Pergi ka loear negri? Dan apa ia kerdja di kamernja sendirian? Apa ini perijidra’an boeat selamanja atawa boeat samentara waktoe? Apa nanti orang di Petrograd bilang dan apa nanti Karenine kata? Ia inget kembali katjinta’annja Karenine tempo ia sedeng reba di pembaringan, ia inget bagimana Karenine menangis koetika liat dirinja ada dalem bahaja maoet. Ah, tjoba tempo itoe akoe meninggal, boleh djadi akoe tiada alamin ini kariboetan. Tjoba akoe meninggal, boleh djadi Karenine nangisin. Vronskij sedi’in...” Soearanja tindakan mengalangin aken ia kenangin poela hal-hal jang soeda terdjadi. Vronskij masoek di kamer dan bilang: „Kaloe kau maoe, noesa kita boleh brangkat...” Anna tiada djawab. „Bagimana?” tanja Vronskij. „Kau toh soeda taoe bagimana adanja akoe poenja djawaban.” Anna tiada bisa tahan lebi lama kasedi’an lantas ia bilang dengen soeara terpoetoes-poetoes. „Pergilah kau. Biarin akoe tinggal sendirian di sini! Besok akoe brangkat... Akoe bakal berboeat lebi djaoe apa jang akoe rasa baek bagi dirikoe... Akoe toh tjoema... satoe prempoean jang ternoda... Akoe tiada maoe ganggoe lebi lama kau poenja diri. Akoe hendak antepin kau... {{rh||—281—}} Kau soeda tiada tjinta akoe, kau soeda tjinta satoe prampoean laen ....” Dengen bertjoetjoeran aer mata Vronskij kasih mengarti pada Anna jang atinja masi tetep menjinta dirinja dan ia harep soepaja Anna djangan soeka toeroetin nafsoe tjemboeroean... Memang Anna soeka sama Vronskij, tiadalah heran kapan denger itoe pengakoean ia lantes peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an... Baroe sadja dami mendadak lantaran satoe boedjang tanjaken soerat katrangan dari kawat pada Vronskij, kombali terdjadi pertjidra'an antara itoe soeami-istri. Ini kali poenja pertjidra'an ada lebi sengit dari jang doeloean, kerna Anna di waktoe amara soeda oengkat-oengkat djoega iboenja Vronskij, hingga ia ini djadi gergetan dan oendjoekin djoega amaranja. Antero hari Vronskij pergi, sedeng tempo di waktoe malem ia poelang, satoe boedjang lapoerin jang Anna sedeng sakit kepala. Anna pake ini akal dengen hendak oedji atinja Vronskij. Kapan Vronskij betoel masi tjinta dirinja, tentoelah ia dateng menengokin, tapi kapan Vronskij soeda tiada tjinta, tentoelah ia tiada dateng lagi. Apa maoe Vronskij soeda tiada dateng, hingga Anna anggep dirinja soeda tiada ditjinta lagi. Lantaran ada poenja itoe anggepan Anna djadi kapengen lekas mati. Satoe botol jang terisi tjandoe ia soeda pandang dan hendak telen itoe ratjoen doenia dengen pikiran jang nanti bisa bikin Vronskij djadi menjesel lantaran ditinggal oleh<noinclude></noinclude> nn4kt3tcrjejrxyvpb38j32rnujx835 302479 302477 2026-07-10T07:36:23Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—280—}}</noinclude>„Terang jang ia ada poenja katjinta’an laen. Akoe tadinja kira ia ada orang jang tjinta dirikoe, tapi kanjata’an tiada begitoe. Ja, ini hal tiada bisa diantepin sadja. Tapi bagimana moesti dioeroes? Kemana akoe hendak pergi. Sama akoe poenja tante jang soeda didik akoe? Sama Dollij? Pergi ka loear negri? Dan apa ia kerdja di kamernja sendirian? Apa ini perijidra’an boeat selamanja atawa boeat samentara waktoe? Apa nanti orang di Petrograd bilang dan apa nanti Karenine kata? Ia inget kembali katjinta’annja Karenine tempo ia sedeng reba di pembaringan, ia inget bagimana Karenine menangis koetika liat dirinja ada dalem bahaja maoet. Ah, tjoba tempo itoe akoe meninggal, boleh djadi akoe tiada alamin ini kariboetan. Tjoba akoe meninggal, boleh djadi Karenine nangisin. Vronskij sedi’in...” Soearanja tindakan mengalangin aken ia kenangin poela hal-hal jang soeda terdjadi. Vronskij masoek di kamer dan bilang: „Kaloe kau maoe, noesa kita boleh brangkat...” Anna tiada djawab. „Bagimana?” tanja Vronskij. „Kau toh soeda taoe bagimana adanja akoe poenja djawaban.” Anna tiada bisa tahan lebi lama kasedi’an lantas ia bilang dengen soeara terpoetoes-poetoes. „Pergilah kau. Biarin akoe tinggal sendirian di sini! Besok akoe brangkat... Akoe bakal berboeat lebi djaoe apa jang akoe rasa baek bagi dirikoe... Akoe toh tjoema... satoe prempoean jang ternoda... Akoe tiada maoe ganggoe lebi lama kau poenja diri. Akoe hendak antepin kau... {{rh||—281—}} Kau soeda tiada tjinta akoe, kau soeda tjinta satoe prampoean laen ....” Dengen bertjoetjoeran aer mata Vronskij kasih mengarti pada Anna jang atinja masi tetep menjinta dirinja dan ia harep soepaja Anna djangan soeka toeroetin nafsoe tjemboeroean... Memang Anna soeka sama Vronskij, tiadalah heran kapan denger itoe pengakoean ia lantes peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an... Baroe sadja dami mendadak lantaran satoe boedjang tanjaken soerat katrangan dari kawat pada Vronskij, kombali terdjadi pertjidra'an antara itoe soeami-istri. Ini kali poenja pertjidra'an ada lebi sengit dari jang doeloean, kerna Anna di waktoe amara soeda oengkat-oengkat djoega iboenja Vronskij, hingga ia ini djadi gergetan dan oendjoekin djoega amaranja. Antero hari Vronskij pergi, sedeng tempo di waktoe malem ia poelang, satoe boedjang lapoerin jang Anna sedeng sakit kepala. Anna pake ini akal dengen hendak oedji atinja Vronskij. Kapan Vronskij betoel masi tjinta dirinja, tentoelah ia dateng menengokin, tapi kapan Vronskij soeda tiada tjinta, tentoelah ia tiada dateng lagi. Apa maoe Vronskij soeda tiada dateng, hingga Anna anggep dirinja soeda tiada ditjinta lagi. Lantaran ada poenja itoe anggepan Anna djadi kapengen lekas mati. Satoe botol jang terisi tjandoe ia soeda pandang dan hendak telen itoe ratjoen doenia dengen pikiran jang nanti bisa bikin Vronskij djadi menjesel lantaran ditinggal oleh<noinclude></noinclude> tfwa9od995694i3vuyhoeq9s7th864s 302560 302479 2026-07-10T10:14:05Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—280—}}</noinclude>„Terang jang ia ada poenja katjinta’an laen. Akoe tadinja kira ia ada orang jang tjinta dirikoe, tapi kanjata’an tiada begitoe. Ja, ini hal tiada bisa diantepin sadja. Tapi bagimana moesti dioeroes? Kemana akoe hendak pergi. Sama akoe poenja tante jang soeda didik akoe? Sama Dollij? Pergi ka loear negri? Dan apa ia kerdja di kamernja sendirian? Apa ini perijidra’an boeat selamanja atawa boeat samentara waktoe? Apa nanti orang di Petrograd bilang dan apa nanti Karenine kata? Ia inget kembali katjinta’annja Karenine tempo ia sedeng reba di pembaringan, ia inget bagimana Karenine menangis koetika liat dirinja ada dalem bahaja maoet. Ah, tjoba tempo itoe akoe meninggal, boleh djadi akoe tiada alamin ini kariboetan. Tjoba akoe meninggal, boleh djadi Karenine nangisin. Vronskij sedi’in...” Soearanja tindakan mengalangin aken ia kenangin poela hal-hal jang soeda terdjadi. Vronskij masoek di kamer dan bilang: „Kaloe kau maoe, noesa kita boleh brangkat...” Anna tiada djawab. „Bagimana?” tanja Vronskij. „Kau toh soeda taoe bagimana adanja akoe poenja djawaban.” Anna tiada bisa tahan lebi lama kasedi’an lantas ia bilang dengen soeara terpoetoes-poetoes. „Pergilah kau. Biarin akoe tinggal sendirian di sini! Besok akoe brangkat... Akoe bakal berboeat lebi djaoe apa jang akoe rasa baek bagi dirikoe... Akoe toh tjoema... satoe prempoean jang ternoda... Akoe tiada maoe ganggoe lebi lama kau poenja diri. Akoe hendak antepin kau... {{rh||—281—}} Kau soeda tiada tjinta akoe, kau soeda tjinta satoe prampoean laen ....” Dengen bertjoetjoeran aer mata Vronskij kasih mengarti pada Anna jang atinja masi tetep menjinta dirinja dan ia harep soepaja Anna djangan soeka toeroetin nafsoe tjemboeroean... Memang Anna soeka sama Vronskij, tiadalah heran kapan denger itoe pengakoean ia lantes peloek Vronskij dengen penoe katjinta'an... Baroe sadja dami mendadak lantaran satoe boedjang tanjaken soerat katrangan dari kawat pada Vronskij, kombali terdjadi pertjidra'an antara itoe soeami-istri. Ini kali poenja pertjidra'an ada lebi sengit dari jang doeloean, kerna Anna di waktoe amara soeda oengkat-oengkat djoega iboenja Vronskij, hingga ia ini djadi gergetan dan oendjoekin djoega amaranja. Antero hari Vronskij pergi, sedeng tempo di waktoe malem ia poelang, satoe boedjang lapoerin jang Anna sedeng sakit kepala. Anna pake ini akal dengen hendak oedji atinja Vronskij. Kapan Vronskij betoel masi tjinta dirinja, tentoelah ia dateng menengokin, tapi kapan Vronskij soeda tiada tjinta, tentoelah ia tiada dateng lagi. Apa maoe Vronskij soeda tiada dateng, hingga Anna anggep dirinja soeda tiada ditjinta lagi. Lantaran ada poenja itoe anggepan Anna djadi kapengen lekas mati. Satoe botol jang terisi tjandoe ia soeda pandang dan hendak telen itoe ratjoen doenia dengen pikiran jang nanti bisa bikin Vronskij djadi menjesel lantaran ditinggal oleh<noinclude></noinclude> shr5l5xyvk3vfsltw1vql86p2im6yp9 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/64 104 108092 302489 302154 2026-07-10T07:54:07Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—282—}}</noinclude>orang jang ditjinta... Tapi sosoedanja ia berdiam sakoetika lamanja, ia bilang: „Akoe toch memang tjinta dirinja dan dia poen tjinta akoe... Kita poenja sala mengarti sigra djadi terang. Dengen pikiran begini ia bangoen dari tempat pembaringan dan dengen tindakan pesat menoedjoe ka kamernja Vronskij. Djoestroe ia sampe di sitoe ia liat satoe kreta brenti di depan pintoe. Tiada lama kamoedian, sedari sala satoe koetsier itoe kreta tarik belnja pintoe, Vronskij kaloear, sedeng dari itoe kandaran poen kliatan kepalanja satoe nona. Anna liat bagimana dengen bersenjoem-senjoem Vronskij samboetin satoe boengkoesan dari itoe nona dan tempo meliat itoe kreta pergi lagi Vronskij kembali poela di kamernja. Tiada bisa tahan lebi lama iapoenja amara Anna masoek di kamernja Vronskij, orang siapa tempo dapet liat Anna lantes bilang: „Njonja Sorokine dan iappenja anak prempoean atas namanja iboe soeda anterin itoe soerat-soerat dan oewang; kemaren akoe masi blon bisa trima itoe. Dan bagimana dengen itoe sakit kepala? Akoe harep sekarang banjak bae'an.” Vronskij bitjara dengen soeara lemboet dan plahan, tapi Anna jang diadjak omong tinggal diam sadja. Samentara itoe Vronskij batja teroes soerat jang is baroe trima, sedeng Anna berlaoe dari itoe roeangan. Tempo Anna hendak koentjiken itoe pintoe, Vronskij bilang: „Besok toch kita brangkat, boekan?” „Ja, tapi kau sadja, akoe tiada.” „Itoe toch tiada bisa djadi...” {{rh||—283—}} „Ja, kau sadja jang pergi, tapi akoe tiada...” Maka lantaran disengapin begitoe Vronskij pake iapoenja badjoe aken samperin iapoenja iboe boeat teeken soerat-soerat jang perloe. Anna poen dengerin dan tempo denger satoe kreta soeda brangkat ia mengela napas: „Sekarang ia soeda pergi... Semoea soeda kasep!” Anna tanjaken pada boedjang kemana Vronskij soeda pergi dan tempo tra satoe jang taoe, ia boeroe sala satoe djongos aken tjari taoe kemana Vronskij soeda menoedjoe. Anna merasa kabingoengan. Doedoek sala, berdiri poen sala. Satoe soerat ia soeda toelis aken disampeken pada Vronskij, tapi tiada lama kamoedian ia kirim djoega satoe kawat dengen wartaken jang ia ada hal jang penting maoe diadjak berdami. Anna menoedjoe ka roemahnja Dollij dan pada satoe boedjang ia tanjaken apa ada tetamoe. Ja, nona Kittij, begitoelah soeda didjawab. Kittij, jang Vronskij doeloean soekain. Kittij, itoe nona jang sampe sekarang Vronskij boeat kenang-kenangin. Vronskij merasa menjesel soeda tiada kawin sama Kittij Boleh djadi Vronskij merasa menjesel djoega soeda iket iapoenja pengidoepan sama Anna...” Dengen itoe pikiran Anna naek di tangganja Dollij, di mana tempo boedjang kabarin prihal kedatengannja, Kittij jang ada di sitoe maoe berlaloe, tapi atas boedjoekannja Dollij terpaksa tinggal di sitoe. Anna anggep Kittij tjemboeroein dirinja, sedeng Kittij anggep dirinja ditjemboeroein oleh Anna. Sedeng Dollij, Anna liat beda sekali, kerna menoeroet anggepannja, Dollij tiada begitoe senang<noinclude></noinclude> 6zivnt9mq2vtuaw73gnu1cj2rl0c1bt 302562 302489 2026-07-10T10:14:26Z Hasnanf 21749 /* Telah diuji baca */ 302562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hasnanf" />{{rh||—282—}}</noinclude>orang jang ditjinta... Tapi sosoedanja ia berdiam sakoetika lamanja, ia bilang: „Akoe toch memang tjinta dirinja dan dia poen tjinta akoe... Kita poenja sala mengarti sigra djadi terang. Dengen pikiran begini ia bangoen dari tempat pembaringan dan dengen tindakan pesat menoedjoe ka kamernja Vronskij. Djoestroe ia sampe di sitoe ia liat satoe kreta brenti di depan pintoe. Tiada lama kamoedian, sedari sala satoe koetsier itoe kreta tarik belnja pintoe, Vronskij kaloear, sedeng dari itoe kandaran poen kliatan kepalanja satoe nona. Anna liat bagimana dengen bersenjoem-senjoem Vronskij samboetin satoe boengkoesan dari itoe nona dan tempo meliat itoe kreta pergi lagi Vronskij kembali poela di kamernja. Tiada bisa tahan lebi lama iapoenja amara Anna masoek di kamernja Vronskij, orang siapa tempo dapet liat Anna lantes bilang: „Njonja Sorokine dan iappenja anak prempoean atas namanja iboe soeda anterin itoe soerat-soerat dan oewang; kemaren akoe masi blon bisa trima itoe. Dan bagimana dengen itoe sakit kepala? Akoe harep sekarang banjak bae'an.” Vronskij bitjara dengen soeara lemboet dan plahan, tapi Anna jang diadjak omong tinggal diam sadja. Samentara itoe Vronskij batja teroes soerat jang is baroe trima, sedeng Anna berlaoe dari itoe roeangan. Tempo Anna hendak koentjiken itoe pintoe, Vronskij bilang: „Besok toch kita brangkat, boekan?” „Ja, tapi kau sadja, akoe tiada.” „Itoe toch tiada bisa djadi...” {{rh||—283—}} „Ja, kau sadja jang pergi, tapi akoe tiada...” Maka lantaran disengapin begitoe Vronskij pake iapoenja badjoe aken samperin iapoenja iboe boeat teeken soerat-soerat jang perloe. Anna poen dengerin dan tempo denger satoe kreta soeda brangkat ia mengela napas: „Sekarang ia soeda pergi... Semoea soeda kasep!” Anna tanjaken pada boedjang kemana Vronskij soeda pergi dan tempo tra satoe jang taoe, ia boeroe sala satoe djongos aken tjari taoe kemana Vronskij soeda menoedjoe. Anna merasa kabingoengan. Doedoek sala, berdiri poen sala. Satoe soerat ia soeda toelis aken disampeken pada Vronskij, tapi tiada lama kamoedian ia kirim djoega satoe kawat dengen wartaken jang ia ada hal jang penting maoe diadjak berdami. Anna menoedjoe ka roemahnja Dollij dan pada satoe boedjang ia tanjaken apa ada tetamoe. Ja, nona Kittij, begitoelah soeda didjawab. Kittij, jang Vronskij doeloean soekain. Kittij, itoe nona jang sampe sekarang Vronskij boeat kenang-kenangin. Vronskij merasa menjesel soeda tiada kawin sama Kittij Boleh djadi Vronskij merasa menjesel djoega soeda iket iapoenja pengidoepan sama Anna...” Dengen itoe pikiran Anna naek di tangganja Dollij, di mana tempo boedjang kabarin prihal kedatengannja, Kittij jang ada di sitoe maoe berlaloe, tapi atas boedjoekannja Dollij terpaksa tinggal di sitoe. Anna anggep Kittij tjemboeroein dirinja, sedeng Kittij anggep dirinja ditjemboeroein oleh Anna. Sedeng Dollij, Anna liat beda sekali, kerna menoeroet anggepannja, Dollij tiada begitoe senang<noinclude></noinclude> d5b773dk67fkwu5180jdqiy3wfgchoh Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/65 104 108093 302470 302158 2026-07-10T07:14:01Z F4hroro 26348 /* Tervalidasi */ 302470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="F4hroro" />{{rh||—284—}}</noinclude>bergaoel lagi sama dirinja. Kerna begitoe djoega maka Anna lekas berlaloe dari itoe tempat, dengen perasaan soekoer jang ia blon sampe tjeritaken resia atinja sama itoe ipar. Koetika poelang lebi doeloe Anna tanjaken hal soeratnja Vronskij jang kamoedian salah satoe boedjang seraken padanja satoe kawat jang Anna batja boenjinja sebagi brikoet: „Akoe tiada bisa dateng lebi lekas dari poekoel 10, Vronskij.” „Apa boedjang jang bawa akoe poenja soerat blon kombali?” tanja Anna. Blon, njonja. Kaloe begitoe, dengen menjangka djelek sama dirinja Vronsky, Anna lantes berdandan aken pergi ka roemanja Vronsky, jang ia doega sedeng menjataken doekanja soeda lakoeken itoe perboatan dan sedeng plesir mati sama nona Sorokine. Dengen liat boekoe spoor is dapet kanjata’an masi ada satoe kreta jang brangkat poekoel 8. Kreta lantes disoeroe pasang dan di perdjalanan ka station pikirannja inget dengen berbagi-bagi hal jang tiada kroean. Tempo ia sampe di station poen ka’ada’annja masi lingloeng dan pikirannja masi tiada tetep. Tiadalah heran kapan dalem ka’ada’an begitoe koepingnja tiada denger soeranja kreta api jang achirnja soeda lindes dirinja. Anna tjoema bisa mengoetjap: „Ampoenin Allah” dan laen dari itoe ia tiada kaboeroe seboetin lagi. {{center|<big>TAMAT.</big>}}<noinclude></noinclude> a0afkn9m00revvdk4jklui51lfb0i3p Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/101 104 108128 302327 302283 2026-07-10T01:38:43Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 302327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||-4033-}}</noinclude>Itoe tiga panglima lantas djoega soeda berlaloe poela dengen membawa masing-masing poenja pasoekan balatentara, pada sasoedanja trima itoe Koensoe poenja tita resia. Pada hari esoknja, tempo Tjiok-Jong Hoedjin lagi doedoek bitjara dengen soeaminja, orang dateng kabarken, Tio In minta berperang. Itoe njonja lantas sadja berpamitan pada soeaminja, laloe kaloear dengen berkoeda. Sabentar lagi ia soeda serang-menjerang pada Tio In dengen sengit sekali. Tapi baroe melawan bebrapa djoeroes, Tio In lantas petjoet koedanja, laloe lari ka laen fihak. Tjiok-Jong Hoedjin tida mengedjer, hanja lantas sadja moendoer bersama balatentaranja, oleh kerna ia kwatir moesoe ada semboeniken laen barisan di sala satoe tempat. Tapi blon ia moendoer sabrapa djaoe, Goei Jan lantas madjoe minta berperang, tantangan mana lantas djoega disamboet oleh itoe njonja jang garang. Goei Jan djoega lantas melariken diri, sedeng ia baroe bertempoer bebrapa djoeroes. Tapi dia ini poen tiada dikedjer oleh itoe Hoedjin, jang njata ada sampe tjerdik. Laen harinja, Tio In dateng poela menantangin perang. Dengen satoe barisan itoe djendral prampoean poen lantas kaloear boeat menjamboet. Sebagimana kemaren, ini hari poen Tio In {{hws|me|melaenken}}<noinclude></noinclude> 1ndqv574tf9e1z83eb06tianqdl2zed Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/102 104 108129 302328 302289 2026-07-10T01:40:44Z Alicya- 21994 /* Tervalidasi */ 302328 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alicya-" />{{rh||-4034-}}</noinclude>{{hwe|laenken|melaenken}} melawan beberapa djoeroes, kamoedian ia lantas berpoera-poera kala dan melariken diri. Tio In berboeat demikian soeda tentoe dengen maksoed soepaja itoe njonja mengedjer, tapi harepan itoe siasia sadja, sebab seperti djoega hari jang pertama, di ini hari poen itoe djendral prampoean tinggal berdiri dan magawasin kelakoeannja dengen bersenjoem. Tiada antara lama Goei Jan jang mengapalaken satoe barisan poen dateng di itoe tempat. Dari sebab itoe waktoe Tjiok-Jong Hoedjin sedeng hendak tarik poelang barisannja, maka Goei Jan lantas prenta soldadoenja goda itoe njonja dengen berbagi-bagi perkataän djinaka, hingga orang jang dinista itoe mendjadi sengit dan lantas balik menerdjang pada Gopi Jan itoe. Djoega itoe njonja mengedjer dengen sengit betoel, tempo Goei jan itoe melariken diri; sebab sembari lari ini panglima tiada brenti kotjakin itoe njonja dengen perkataän-perkataän djinaka. Ia oeber teroes dari satoe ka laen tempat dan toeroet masoek dioega di soeatoe djalanan ketjil jang mendjoeroes ka dalem rimba, tempo meliat Goei Jan toedjoeken koedanja ka itoe tempat. Tapi di sitoe njonja Radja kita itoe tiada beroentoeng, sebab koenjoeng-koenjoeng koedanja roeboe, hingga ia sendiri toeroet djato terdjengkang. Orang jang soeda roeboeken koedanja itoe, jalah<noinclude></noinclude> i414ic2tusjhmnedn25z141h8hwp6rm Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603 0 108130 302293 2026-07-09T12:37:50Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14''' Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). ----'''BAHAGIAN I.''' '''Atoeran oemoem.''' '''Pasal 1.''' Dengan maksoed...' 302293 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Pembesar Balatentera Dai Nippon|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14''' Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting). ----'''BAHAGIAN I.''' '''Atoeran oemoem.''' '''Pasal 1.''' Dengan maksoed oentoek mengawasi barangbarang penting di Djawa, boeat menenteramkan kehidoepan pendoedoek di Djawa, menjelenggarakan peroesahaan dengan teratoer, menetapkan harga barang dengan sepatoetnja serta boeat menentoekan dan menjingkatkan peredaran barang-barang, maka Balatentera Dai Nippon mengadakan Zyuuyoo Bussi Koodan (selandjoetnja dibawah ini diseboet Bussi Koodan sadja), jaitoe badan oentoek mendjalankan pengawasan itoe dengan menggaboengkan dan menjesoeaikan segala pekerjaan jang bersangkoetan dengan itoe. Bussi Koodan itoe ialah badan-hoekoem. '''Pasal 2.''' Kantor-besar Bussi Koodan diadakan di Djakarta Tokubetu Si Dengan seizin Gunseikan, Bussi Koodan boleh mengadakan kantor-tjabangnja ditempat jang perloe. '''Pasal 3.''' Modal Bussi Koodan ditetapkan djoemlahnja ƒ 30.000.000.- (tiga poeloeh djoeta roepiah) dan dikeloearkan dari anggaran Pemerintahan Balatentera. '''Pasal 4.''' Dalam anggaran-dasarnja, Bussi Koodan haroes menetapkan hal-hal jang dibawah ini: # tempat-tempat kantornja; # maksoednja; # namanja; # tentang modalnja dan harta-bendanja; # Atoeran oemoem. # tentang pekerdjaannja dan tjara mendjalankannja; # tentang pegawai-pemimpinnja; # tentang perhitoengan oeangnja; # tjara pengoemoemannja; # tjara mengoebah anggaran-dasarnja. Peroebahan anggaran-dasar tidak berlakoe sebeloem disahkan oleh Gunseikan. '''BAHAGIAN II. Pekerdjaan.''' '''Pasal 5.''' Bussi Koodan melakoekan pekerjaan jang dibawah ini: # membeli dan mengoelah barang-barang penting; # melepaskan barang-barang penting dan mendjoealnja kepada rakjat; # menjimpan barang-barang penting; # mendjadi wakil dalam oeroesan perniagaan dengan negeri-negeri lain; # mengoesahakan pekerdjaan-goedang; # mengerdjakan pekerdjaan jang bersangkoetan dengan pekerdjaan jang terseboet pada 1 sampai 5. '''Pasal 6.''' Bussi Koodan boleh menjerahkan sebahagian pekerdjaannja kepada badan atau orang lain sesoedah disahkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Barang-barang penting jang diambil hak kepoenjaannja oleh Balatentera Dai Nippon menoeroet kepoetoesan hakim atau menoeroet kepoetoesan oentoek mendjalankan pemerintahan, jaitoe berdasarkan atoeran oendang-oendang, haroes diawasi oleh Bussi Koodan. '''Pasal 8.''' Djika jang empoenja barang-barang penting tidak ada atau tidak dapat diketahoei dimana tempatnja, Bussi Koodan boleh membeli barangbarang penting itoe dengan harga jang disahkan oleh Gunseikan. Dalam hal jang terseboet dalam ajat diatas, oeang pembelian barang-barang itoe haroes disimpan oleh Bussi Koodan, akan tetapi djika ada pengoeroes barang-barang jang dimaksoed diatas itoe, oeang itoe haroes diserahkan kepada pengoeroesnja. '''BAHAGIAN III. Pegawai-pemimpin.''' '''Pasal 9.''' Bussi Koodan dipimpin oleh seorang Rizityoo (Ketoea), seorang Huku Rizityoo (Ketoea-moeda), beberapa Rizi (Pengoeroes) dan beberapa Kanzi (Pengawas). Rizityoo mewakili Bussi Koodan dan mengoeroes sekalian pekerdjaan Bussi Koodan. Huku Rizityoo mewakili Bussi Koodan menoeroet atoeran-atoeran jang ditetapkan dalam anggaran-dasar dan membantoe Rizityoo oentoek mendjalankan pekerdjaan Bussi Koodan. Apabila Rizityoo beralangan, maka Huku Rizityoo mewakili Rizityoo dalam djabatannja dan djika djabatan Rizityoo lowong, pekerdjaannja dilakoekan oleh Huku Rizityoo. Rizi membantoe Rizityoo dan Huku Rizityoo oentoek mengoeroes pekerdjaan Bussi Koodan. Apabila Rizityoo dan Huku Rizityoo kedoeanja beralangan, maka Rizi mewakili mereka itoe dalam djabatannja masing-masing, menoeroet atoeran-atoeran jang ditetapkan dalam anggaran-dasar, dan djika djabatan kedoeanja itoe lowong, Rizi mendjalankan pekerdjaan mereka itoe. Kanzi memeriksa pekerdjaan Bussi Koodan. '''Pasal 10.''' Rizityoo, Huku Rizityoo, Rizi dan Kanzi diangkat dan dipetjat oleh Gunseikan. Manakala ada peroebahan pegawai-pemimpin jang terseboet pada ajat diatas itoe, maka hal itoe haroes dioemoemkan oleh Bussi Koodan. '''Pasal 11.''' Pada tiap-tiap kantor-tjabang diangkat seorang Sibutyoo (Kepala kantor-tjabang). Atas perintah Rizityoo, Sibutyoo mendjalankan pekerdjaan kantor-tjabang menoeroet atoeranatoeran jang ditetapkan dalam anggaran-dasar. Sibutyoo mewakili Bussi Koodan dalam oeroesan pekerdjaan kantor-tjabang. '''Pasal 12.''' Sibutyoo diangkat dan dipetjat oleh Rizityoo dengan seizin Gunseikan. '''BAHAGIAN IV. Perhitoengan oeang.''' '''Pasal 13.''' Tahoen-peroesahaan Bussi Koodan moelai pada tanggal 1, boelan 4, dan berachir pada tanggal 31, boelan 3, tahoen berikoetnja. '''Pasal 14.''' Keoentoengan Bussi Koodan dalam tiap-tiap tahoen-peroesahaan haroes dimasoekkan kedalam anggaran Pemerintahan Balatentera, sedang kalau ada keroegian selama tahoen-peroesahaan, keroegian itoe boleh diganti dari anggaran Pemerintahan Balatentera. Akan tetapi djika, pada waktoe Bussi Koodan menjerahkan djoemlah keoentoengan jang diperoleh dalam perhitoengan penoetoep boekoe, oeang kontannja tidak mentjoekoepi djoemlah itoe, maka kekoerangan dari djoemlah itoe ditetapkan djadi oeang pindjaman dari anggaran Pemerintahan Balatentera. '''Pasal 15.''' Dengan seizin Gunseikan, Bussi Koodan boleh memindjam oeang dari anggaran Pemerintahan Balatentera oentoek memenoehi kekoerangan modal jang perloe. '''Pasal 16.''' Pada waktoe Bussi Koodan didirikan dan pada permoelaan tiap-tiap tahoen-peroesahaan, Bussi Koodan haroes memboeat daftar harta-benda, balans dan daftar laba-roegi serta haroes poela menjediakan daftar-daftar itoe bersama-sama dengan anggaran-anggaran dikantornja. Anggaran-dasar dan daftar-daftar lain jang terseboet pada ajat diatas haroes diperlihatkan kepada mereka jång berkepentingan bila dimintanja. '''BAHAGIAN V. Pengawasan.''' '''Pasal 17.''' Bussi Koodan diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 18.''' Pada waktoe moelai mendjalankan pekerdjaan, Bussi Koodan haroes menetapkan atoeran-atoeran pekerdjaannja, dan atoeran- atoeran itoe haroes disahkan oleh Gunseikan. Mengoebah atoeran itoe djoega haroes disahkan oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' '''Pasal 1.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. '''Pasal 2.''' Gunseikan mengangkat Seturitu lin (anggota-anggota badan persiapan oentoek mendirikan Bussi Koodan) dan memerintahkan mereka itoe soepaja mengoeroes pekerdjaan jang bersangkoetan dengan mendirikan Bussi Koodan. '''Pasal 3.''' Seturitu lin itoe haroes memboeat anggaran-dasar dan menjerahkan pekerdjaan-pekerdjaannja kepada Rizityoo Bussi Koodan sesoedah anggaran-dasar itoe disahkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Bussi Koodan haroes mengoemoemkan hal-hal jang tertoelis dalam anggaran-dasar, nama pegawai-pemimpin dan hal lain-lain jang perloe, sesoedah Bussi Koodan didirikan. ----Djakarta, tanggal 26, boelan 5, tahoen Syoowa 18 (2603) . Panglima Besar Balatentera Dai Nippon. ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Keterangan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Zyuuyoo Bussi Koodan |重要物資公團 |重要物資公団 | |jūyō busshi kōdan |Badan pengawas barang-barang penting |Badan pengawas barang-barang penting | | |- |Rizityoo |理事長 |理事長 | |rijichō |Ketoea |Ketua | | |- |Huku Rizityoo |副理事長 |副理事長 | |fukurijichō |Ketoea-moeda |Ketua muda | | |- |Rizi |理事 |理事 | |riji |Pengoeroes |Pengurus | | |- |Kanzi |監事 |監事 | |kanzi |Pengawas |Pengawas | | |- |Sibutyoo |支部長 |支部長 | |shibuchō |Kepala kantor-tjabang |Kepala Kantor Cabang | | |- |Seturitu lin |設立委員 |設立委員 | |setsuritsu iin |anggota-anggota badan persiapan oentoek mendirikan |Anggota-anggota badan persiapan untuk mendirikan | | |} 76hw6utewf08lizvvagbnc5e8gp35h6 Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605 0 108131 302302 2026-07-09T13:27:24Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gak...' 302302 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet : Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet : Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara ); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. Pasal 8. Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. Pasal 9. Mereka jang loeloes dalam oedjian ma- sing - masing Bu pada Gakuin mendapat sja- rat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri ( pegawai negeri tinggi ) . Pasal 10 . Pada Gakuin diadakan pegawai - pegawai jang berikoet : I - intyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu ( Goe- 1 orang ; 2 orang ; 2 orang ; roe - besar dan Pembantoe Goeroe - besar ) beberapa orang ; Syakan dan Syakan - po ( Peng- awas asrama dan Pembantoe pengawas asrama ) beberapa orang ; Zimukan , Tuuyakukan dan Svoki beberapa orang ; Pada Kanri Renseisyo diadakan pe- gawai - pegawai jang berikoet : Syotyoo Sidookan ( Pemimpin ) dan Si- dookan - po ( Pembantoe pe- mimpin ) 1 orang ; beberapa orang ; beberapa orang . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Pasal 11 . I - intyoo memimpin segala oeroesan , me ngepalaï dan mengawasi pegawai - pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gun- seikan . Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bu - nja menoeroet perintah I - intyoo . Katyoo melakoekan bahagian pekerdja- an Ka - nja menoeroet perintah Butyoo . Goeroe - besar dan pembantoe Goeroe - be . sar melakoekan mendidik peladjar - peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja . Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Gakuir melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan tərdjemahan , jaitoe menoeroet bahagiannja masing - masing atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 12 . Kyoozyu - kai ( sidang goeroe - besar ) ter- djadi dari Butyoo , Katyoo dan Goeroe- goeroe besar . Kyoozyu - kai menjelidiki oeroesan jang penting - penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh I - intyoo . Pasal 13 . Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah I - intyoo . Sidookan ( Pelatih ) dan Sidookan - po ( Pembantoe Pelatih ) melakoekan peker- djaan latihan menoeroet perintah Syotyoo . Syakan dan Svakan - po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama menoe- roet perintah Syotyoo . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan , jaitoe menoeroet bahagian- nja masing - masing , atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 14 . I - intyoo boleh memadjoekan permo- honan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin . Pasal 15 . Pada Gakuin diadakan Hyoogikai , se- boeah madjelis oentoek meroendingkan hal - hal jang penting tentang oesaha Gakuin . Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo ( Ketoea ) , doea orang Huku Kaityoo ( Ketoea moeda ) dan beberapa orang anggota . Kaityoo , Huku Kaityoo dan anggota- anggota itoe diangkat oleh Gunseikan . Atoeran tambahan . Oendang - oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1 , boelan 4 , tahoen Syoowa 20 ( 2605 ) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin | |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |} k3w5tyaofiq4vc0fpbgxgkokxlu3sjc 302303 302302 2026-07-09T13:28:16Z Ateofen 26483 302303 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet : Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet : Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara ); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. Pasal 8. Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. Pasal 9. Mereka jang loeloes dalam oedjian ma- sing - masing Bu pada Gakuin mendapat sja- rat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri ( pegawai negeri tinggi ) . Pasal 10 . Pada Gakuin diadakan pegawai - pegawai jang berikoet : I - intyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu ( Goe- 1 orang ; 2 orang ; 2 orang ; roe - besar dan Pembantoe Goeroe - besar ) beberapa orang ; Syakan dan Syakan - po ( Peng- awas asrama dan Pembantoe pengawas asrama ) beberapa orang ; Zimukan , Tuuyakukan dan Svoki beberapa orang ; Pada Kanri Renseisyo diadakan pe- gawai - pegawai jang berikoet : Syotyoo Sidookan ( Pemimpin ) dan Si- dookan - po ( Pembantoe pe- mimpin ) 1 orang ; beberapa orang ; beberapa orang . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Pasal 11 . I - intyoo memimpin segala oeroesan , me ngepalaï dan mengawasi pegawai - pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gun- seikan . Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bu - nja menoeroet perintah I - intyoo . Katyoo melakoekan bahagian pekerdja- an Ka - nja menoeroet perintah Butyoo . Goeroe - besar dan pembantoe Goeroe - be . sar melakoekan mendidik peladjar - peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja . Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Gakuir melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan tərdjemahan , jaitoe menoeroet bahagiannja masing - masing atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 12 . Kyoozyu - kai ( sidang goeroe - besar ) ter- djadi dari Butyoo , Katyoo dan Goeroe- goeroe besar . Kyoozyu - kai menjelidiki oeroesan jang penting - penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh I - intyoo . Pasal 13 . Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah I - intyoo . Sidookan ( Pelatih ) dan Sidookan - po ( Pembantoe Pelatih ) melakoekan peker- djaan latihan menoeroet perintah Syotyoo . Syakan dan Svakan - po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama menoe- roet perintah Syotyoo . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan , jaitoe menoeroet bahagian- nja masing - masing , atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 14 . I - intyoo boleh memadjoekan permo- honan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin . Pasal 15 . Pada Gakuin diadakan Hyoogikai , se- boeah madjelis oentoek meroendingkan hal - hal jang penting tentang oesaha Gakuin . Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo ( Ketoea ) , doea orang Huku Kaityoo ( Ketoea moeda ) dan beberapa orang anggota . Kaityoo , Huku Kaityoo dan anggota- anggota itoe diangkat oleh Gunseikan . Atoeran tambahan . Oendang - oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1 , boelan 4 , tahoen Syoowa 20 ( 2605 ) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |} fx61z8pqq04q1ci3lf752wy8zfuqgz8 302306 302303 2026-07-09T14:06:17Z Ateofen 26483 302306 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet : Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet : Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara ); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. '''Pasal 8.''' Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. '''Pasal 9.''' Mereka jang loeloes dalam oedjian masing-masing Bu pada Gakuin mendapat sjarat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri (pegawai negeri tinggi). '''Pasal 10.''' Pada Gakuin diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: Iintyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu (Goe- 1 orang ; 2 orang ; 2 orang ; roe - besar dan Pembantoe Goeroe - besar ) beberapa orang ; Syakan dan Syakan - po ( Peng- awas asrama dan Pembantoe pengawas asrama ) beberapa orang ; Zimukan , Tuuyakukan dan Svoki beberapa orang ; Pada Kanri Renseisyo diadakan pe- gawai - pegawai jang berikoet : Syotyoo Sidookan ( Pemimpin ) dan Si- dookan - po ( Pembantoe pe- mimpin ) 1 orang ; beberapa orang ; beberapa orang . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Pasal 11 . I - intyoo memimpin segala oeroesan , me ngepalaï dan mengawasi pegawai - pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gun- seikan . Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bu - nja menoeroet perintah I - intyoo . Katyoo melakoekan bahagian pekerdja- an Ka - nja menoeroet perintah Butyoo . Goeroe - besar dan pembantoe Goeroe - be . sar melakoekan mendidik peladjar - peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja . Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki Gakuir melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan tərdjemahan , jaitoe menoeroet bahagiannja masing - masing atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 12 . Kyoozyu - kai ( sidang goeroe - besar ) ter- djadi dari Butyoo , Katyoo dan Goeroe- goeroe besar . Kyoozyu - kai menjelidiki oeroesan jang penting - penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh I - intyoo . Pasal 13 . Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah I - intyoo . Sidookan ( Pelatih ) dan Sidookan - po ( Pembantoe Pelatih ) melakoekan peker- djaan latihan menoeroet perintah Syotyoo . Syakan dan Svakan - po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerom- bolan para peladjar dalam asrama menoe- roet perintah Syotyoo . Zimukan , Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan , jaitoe menoeroet bahagian- nja masing - masing , atas perintah pegawai jang diatasnja . Pasal 14 . I - intyoo boleh memadjoekan permo- honan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin . Pasal 15 . Pada Gakuin diadakan Hyoogikai , se- boeah madjelis oentoek meroendingkan hal - hal jang penting tentang oesaha Gakuin . Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo ( Ketoea ) , doea orang Huku Kaityoo ( Ketoea moeda ) dan beberapa orang anggota . Kaityoo , Huku Kaityoo dan anggota- anggota itoe diangkat oleh Gunseikan . Atoeran tambahan . Oendang - oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1 , boelan 4 , tahoen Syoowa 20 ( 2605 ) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |} h121zjb28p1bvqxhrjef3qbyvok7we9 302310 302306 2026-07-09T15:03:33Z Ateofen 26483 302310 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet: Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet: Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. '''Pasal 8.''' Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. '''Pasal 9.''' Mereka jang loeloes dalam oedjian masing-masing Bu pada Gakuin mendapat sjarat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri (pegawai negeri tinggi). '''Pasal 10.''' Pada Gakuin diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: Iintyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu {| class="wikitable" ! ! |- |Iintyoo |1 orang |- |Butyoo |2 orang |- |Katyoo |2 orang |- |Kyoozyu dan Zyokyoozyu (Goeroe-besar dan Pembantoe Goeroe-besar) |beberapa orang |- |Syakan dan Syakan-po (Pengawas asrama dan Pembantoe pengawas asrama) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} Pada Kanri Renseisyo diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: {| class="wikitable" ! ! |- |Syotyoo |1 orang |- |Sidookan (Pemimpin) dan Si-dookan-po (Pembantoe pemimpin) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} '''Pasal 11.''' Iintyoo memimpin segala oeroesan, mengepalaï dan mengawasi pegawai-pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gunseikan. Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bunja menoeroet perintah Iintyoo. Katyoo melakoekan bahagian pekerdjaannja menoeroet perintah Butyoo. Goeroe-besar dan pembantoe Goeroe-besar melakoekan mendidik peladjar-peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja. Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki Gakuin melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan tərdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 12.''' Kyoozyu-kai (sidang goeroe-besar) terdjadi dari Butyoo, Katyoo dan Goeroe-goeroe besar. Kyoozyu-kai menjelidiki oeroesan jang penting-penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh Iintyoo. '''Pasal 13.''' Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah Iintyoo. Sidookan (Pelatih) dan Sidookan-po (Pembantoe Pelatih) melakoekan pekerdjaan latihan menoeroet perintah Syotyoo. Syakan dan Syakan-po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama menoeroet perintah Syotyoo. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing, atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 14.''' Iintyoo boleh memadjoekan permohonan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin. '''Pasal 15.''' Pada Gakuin diadakan Hyoogikai , seboeah madjelis oentoek meroendingkan hal-hal jang penting tentang oesaha Gakuin. Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo (Ketoea), doea orang Huku Kaityoo (Ketoea moeda) dan beberapa orang anggota. Kaityoo, Huku Kaityoo dan anggota-anggota itoe diangkat oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |- |Kunrenbu | |訓練部 | |kunrenbu |Bahagian pendidikan |Bagian pendidikan | | |- |Gakubu |學部 |学部 | |gakubu |Bahagian ilmoe |Bagian ilmu | | |} 9w14u4zo4t6g8ntl0qp55q8y899bqw2 302503 302310 2026-07-10T08:35:51Z Ateofen 26483 302503 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet: Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet: Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. '''Pasal 8.''' Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. '''Pasal 9.''' Mereka jang loeloes dalam oedjian masing-masing Bu pada Gakuin mendapat sjarat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri (pegawai negeri tinggi). '''Pasal 10.''' Pada Gakuin diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: Iintyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu {| class="wikitable" ! ! |- |Iintyoo |1 orang |- |Butyoo |2 orang |- |Katyoo |2 orang |- |Kyoozyu dan Zyokyoozyu (Goeroe-besar dan Pembantoe Goeroe-besar) |beberapa orang |- |Syakan dan Syakan-po (Pengawas asrama dan Pembantoe pengawas asrama) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} Pada Kanri Renseisyo diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: {| class="wikitable" ! ! |- |Syotyoo |1 orang |- |Sidookan (Pemimpin) dan Si-dookan-po (Pembantoe pemimpin) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} '''Pasal 11.''' Iintyoo memimpin segala oeroesan, mengepalaï dan mengawasi pegawai-pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gunseikan. Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bunja menoeroet perintah Iintyoo. Katyoo melakoekan bahagian pekerdjaannja menoeroet perintah Butyoo. Goeroe-besar dan pembantoe Goeroe-besar melakoekan mendidik peladjar-peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja. Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki Gakuin melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan tərdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 12.''' Kyoozyu-kai (sidang goeroe-besar) terdjadi dari Butyoo, Katyoo dan Goeroe-goeroe besar. Kyoozyu-kai menjelidiki oeroesan jang penting-penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh Iintyoo. '''Pasal 13.''' Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah Iintyoo. Sidookan (Pelatih) dan Sidookan-po (Pembantoe Pelatih) melakoekan pekerdjaan latihan menoeroet perintah Syotyoo. Syakan dan Syakan-po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama menoeroet perintah Syotyoo. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing, atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 14.''' Iintyoo boleh memadjoekan permohonan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin. '''Pasal 15.''' Pada Gakuin diadakan Hyoogikai, seboeah madjelis oentoek meroendingkan hal-hal jang penting tentang oesaha Gakuin. Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo (Ketoea), doea orang Huku Kaityoo (Ketoea moeda) dan beberapa orang anggota. Kaityoo, Huku Kaityoo dan anggota-anggota itoe diangkat oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |- |Kunrenbu | |訓練部 | |kunrenbu |Bahagian pendidikan |Bagian pendidikan | | |- |Gakubu |學部 |学部 | |gakubu |Bahagian ilmoe |Bagian ilmu | | |} fzzc9rksl2yauhsy8ojbwz1mzlvyt86 302504 302503 2026-07-10T08:36:03Z Ateofen 26483 302504 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin" sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet: Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet: Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. '''Pasal 8.''' Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. '''Pasal 9.''' Mereka jang loeloes dalam oedjian masing-masing Bu pada Gakuin mendapat sjarat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri (pegawai negeri tinggi). '''Pasal 10.''' Pada Gakuin diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: Iintyoo Butyoo Katyoo Kyoozyu dan Zyokyoozyu {| class="wikitable" ! ! |- |Iintyoo |1 orang |- |Butyoo |2 orang |- |Katyoo |2 orang |- |Kyoozyu dan Zyokyoozyu (Goeroe-besar dan Pembantoe Goeroe-besar) |beberapa orang |- |Syakan dan Syakan-po (Pengawas asrama dan Pembantoe pengawas asrama) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} Pada Kanri Renseisyo diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: {| class="wikitable" ! ! |- |Syotyoo |1 orang |- |Sidookan (Pemimpin) dan Si-dookan-po (Pembantoe pemimpin) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} '''Pasal 11.''' Iintyoo memimpin segala oeroesan, mengepalaï dan mengawasi pegawai-pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gunseikan. Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bunja menoeroet perintah Iintyoo. Katyoo melakoekan bahagian pekerdjaannja menoeroet perintah Butyoo. Goeroe-besar dan pembantoe Goeroe-besar melakoekan mendidik peladjar-peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja. Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki Gakuin melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 12.''' Kyoozyu-kai (sidang goeroe-besar) terdjadi dari Butyoo, Katyoo dan Goeroe-goeroe besar. Kyoozyu-kai menjelidiki oeroesan jang penting-penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh Iintyoo. '''Pasal 13.''' Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah Iintyoo. Sidookan (Pelatih) dan Sidookan-po (Pembantoe Pelatih) melakoekan pekerdjaan latihan menoeroet perintah Syotyoo. Syakan dan Syakan-po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama menoeroet perintah Syotyoo. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing, atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 14.''' Iintyoo boleh memadjoekan permohonan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin. '''Pasal 15.''' Pada Gakuin diadakan Hyoogikai, seboeah madjelis oentoek meroendingkan hal-hal jang penting tentang oesaha Gakuin. Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo (Ketoea), doea orang Huku Kaityoo (Ketoea moeda) dan beberapa orang anggota. Kaityoo, Huku Kaityoo dan anggota-anggota itoe diangkat oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |- |Kunrenbu | |訓練部 | |kunrenbu |Bahagian pendidikan |Bagian pendidikan | | |- |Gakubu |學部 |学部 | |gakubu |Bahagian ilmoe |Bagian ilmu | | |} p5gkcrm0n7u4bl3ozvy6ct9lw8njtyl 302509 302504 2026-07-10T08:59:51Z Ateofen 26483 302509 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''18.''' Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin. ----'''Pasal 1.''' Kenkoku Gakuin (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gakuin“ sadja) diawasi oleh Gunseikan. Maksoed Gakuin ialah oentoek mendidik soepaja orang-orang jang tjakap mendjadi insaf seinsaf-insafnja akan tjita-tjita Asia Timoer Raja, hidoep berdasarkan boedi-djasa jang moelia dan memboeangkan kepentingan diri sendiri, serta berbakti dalam mendjalankan tjita-tjita itoe dengan njata, dan agar soepaja mereka itoe mendjadi dasar bagi mendirikan negara baroe. '''Pasal 2.''' Pada Gakuin diadakan doea bahagian jang berikoet: Kunrenbu (Bahagian pendidikan); Gakubu (Bahagian ilmoe). Pada Gakubu diadakan 2 ka jang berikoet: Gyooseika (Bahagian tata-oesaha negara); Sihooka (Bahagian kehakiman). '''Pasal 3.''' Pada Kunrenbu dididik pemimpin-pemimpin oetama bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 4.''' Pada Gakubu dididik orang-orang jang tjakap oentoek mendjadi pemimpin dalam oeroesan tata-oesaha negara dan kehakiman bagi negara Indonesia Merdeka. '''Pasal 5.''' Pada Gakuin ditambahkan Kanri Renseisyo. '''Pasal 6.''' Pada Kanri Renseisyo dilatih pegawai negeri jang baroe diangkat dan pegawai negeri jang sedang mendjabat pekerdjaan. '''Pasal 7.''' Lamanja pendidikan pada Gakuin boeat Kunrenbu satoe tahoen dan boeat Gakubu doea tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja pendidikan itoe boleh dipersingkat. Pada Kanri Renseisyo lamanja latihan paling lama 6 boelan. '''Pasal 8.''' Mereka jang masoek Gakubu dan Renseisyo haroes tinggal dalam asrama dan hidoep setjara gerombolan. '''Pasal 9.''' Mereka jang loeloes dalam oedjian masing-masing Bu pada Gakuin mendapat sjarat istimewa oentoek diangkat mendjadi Kookyuu Kanri (pegawai negeri tinggi). '''Pasal 10.''' Pada Gakuin diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: {| class="wikitable" ! ! |- |Iintyoo |1 orang |- |Butyoo |2 orang |- |Katyoo |2 orang |- |Kyoozyu dan Zyokyoozyu (Goeroe-besar dan Pembantoe Goeroe-besar) |beberapa orang |- |Syakan dan Syakan-po (Pengawas asrama dan Pembantoe pengawas asrama) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} Pada Kanri Renseisyo diadakan pegawai-pegawai jang berikoet: {| class="wikitable" ! ! |- |Syotyoo |1 orang |- |Sidookan (Pemimpin) dan Si-dookan-po (Pembantoe pemimpin) |beberapa orang |- |Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki |beberapa orang |} '''Pasal 11.''' Iintyoo memimpin segala oeroesan, mengepalaï dan mengawasi pegawai-pegawai jang dibawahnja menoeroet perintah Gunseikan. Butyoo mengoeroes pekerdjaan Bunja menoeroet perintah Iintyoo. Katyoo melakoekan bahagian pekerdjaannja menoeroet perintah Butyoo. Goeroe-besar dan pembantoe Goeroe-besar melakoekan mendidik peladjar-peladjar menoeroet perintah pegawai jang diatasnja. Pengawas asrama Gakuin menimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki Gakuin melakoekan pekerdjaan pimpinan tentarg oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 12.''' Kyoozyu-kai (sidang goeroe-besar) terdjadi dari Butyoo, Katyoo dan Goeroe-goeroe besar. Kyoozyu-kai menjelidiki oeroesan jang penting-penting tentang pendidikan pada Kunrenbu dan Gakubu menoeroet jang ditetapkan oleh Iintyoo. '''Pasal 13.''' Syotyoo mengoeroes Kanri Renseisyo menoeroet perintah Iintyoo. Sidookan (Pelatih) dan Sidookan-po (Pembantoe Pelatih) melakoekan pekerdjaan latihan menoeroet perintah Syotyoo. Syakan dan Syakan-po memimpin dan mengawasi penghidoepan setjara gerombolan para peladjar dalam asrama menoeroet perintah Syotyoo. Zimukan, Tuuyakukan dan Syoki melakoekan pekerdjaan pimpinan tentang oeroesan oemoem atau tentang oeroesan terdjemahan, jaitoe menoeroet bahagiannja masing-masing, atas perintah pegawai jang diatasnja. '''Pasal 14.''' Iintyoo boleh memadjoekan permohonan oentoek mengangkat pegawai atau orang jang ahli dan berpengalaman boeat memberi peladjaran pada Gakuin. '''Pasal 15.''' Pada Gakuin diadakan Hyoogikai, seboeah madjelis oentoek meroendingkan hal-hal jang penting tentang oesaha Gakuin. Madjelis itoe terdjadi dari seorang Kaityoo (Ketoea), doea orang Huku Kaityoo (Ketoea moeda) dan beberapa orang anggota. Kaityoo, Huku Kaityoo dan anggota-anggota itoe diangkat oleh Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605) . ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kenkoku Gakuin |建國學院 |建国学院 | |kenkoku gakuin | | | | |- |Kunrenbu | |訓練部 | |kunrenbu |Bahagian pendidikan |Bagian pendidikan | | |- |Gakubu |學部 |学部 | |gakubu |Bahagian ilmoe |Bagian ilmu | | |- |Gyooseika | |行政科 | |gyōseika |Bahagian tata-oesaha negara |Bagian tatausaha negara | | |- |Sihooka | |司法科 | |shihōka |Bahagian kehakiman |Bagian kehakiman | | |- |Kanri Renseisyo | |管理錬成書 | | | | | | |- |Kookyuu Kanri | |高級管理 | |kōkyū kanri |pegawai negeri tinggi |pegawai negeri tinggi | | |- |Iintyoo | |委員長 | |iinchō | | | | |- |Butyoo | |部長 | |buchō | | | | |- |Katyoo | |科長 | |kachō | | | | |- |Kyoozyu | |教授 | |kyōju |Goeroe-besar |guru besar | | |- |Zyokyoozyu | |助教授 | |jokyōju |Pembantoe Goeroe-besar |pembantu guru besar | | |- |Syakan | |舎監 | |shakan |Pengawas asrama |pengawas asrama | | |- |Syakan-po | | | | |Pembantoe pengawas asrama |pembantu pengawas asrama | | |- |Zimukan | |事務官 | | | | | | |- |Tuuyakukan | | | | | | | | |- |Syoki | |書記 | |shoki | | | | |- |Syotyoo | | | | | | | | |- |Sidookan | | | | |Pemimpin |pemimpin | | |- |Si-dookan-po | | | | |Pembantoe pemimpin |pembantu pemimpin | | |- |Kyoozyu-kai | |教授会 | | |sidang goeroe-besar |Sidang guru besar | | |- |Kaityoo | |会長 | |kaichō |Ketoea |ketua | | |- |Huku Kaityoo | |副会長 | |fukukaichō |Ketoea moeda |ketua muda | | |} 09j7jukuwklj5to1o1vn72sbsilf8hm Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605 0 108132 302305 2026-07-09T14:04:44Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''20.''' Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. ----Perhoeboengan pos, kawat dan telepon dibatasi seperti dibawah ini: Djika perloe dipandang Tuusin Soo...' 302305 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''20.''' Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon. ----Perhoeboengan pos, kawat dan telepon dibatasi seperti dibawah ini: Djika perloe dipandang Tuusin Sookyo-kutyoo oentoek mendjalankan pekerdjaannja, maka ia boleh melakockan pembatasan, peroebahan tentang mendjalankan pos, kawat dan telepon, atau melakoekan tindakan lain jang berhoeboeng dengan itoe. Djika Tuusin Sookyokutyoo melakoekan tindakan terseboet diatas, maka ia haroes mengoemoemkan hal itoe dan merapotkannja kepada Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 3, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Tuusin Sookyo-kutyoo | | | | | | | | |} pxcqdg7s1ji777p5y5u684hfq7f7gck Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/38 104 108133 302313 2026-07-09T23:21:14Z Vidiutari 27159 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' ben-ta-ra pen-tja-har se-tam-boel pen-de-kar men-di-ang pe-ka-sem ben-tja-na roe-sia kan-doe-ri tja-na-ngan sa-be-rang be-rak-sa men-de-ngoeng poe-te-ri bi-na-tang doe-la-pan ka-tang-kai dja-ma-at me-rom-bak as-ta-na ti-roe-an sa-te-roe bam-ba-ngan oem-pa-ma pa-ta-la dje-loe-ang sa-di-kit ka-pin-ding me-ni-tis sau-da-gar ang-go-ta ba-ha-roe ge-lang-gang ter-la-loe de-hoe-loe peng-a-djar ber-te-ret ber-tja-ngap sa-la-mat ka-moen-tja... 302313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Vidiutari" />{{c|30}}</noinclude> ben-ta-ra pen-tja-har se-tam-boel pen-de-kar men-di-ang pe-ka-sem ben-tja-na roe-sia kan-doe-ri tja-na-ngan sa-be-rang be-rak-sa men-de-ngoeng poe-te-ri bi-na-tang doe-la-pan ka-tang-kai dja-ma-at me-rom-bak as-ta-na ti-roe-an sa-te-roe bam-ba-ngan oem-pa-ma pa-ta-la dje-loe-ang sa-di-kit ka-pin-ding me-ni-tis sau-da-gar ang-go-ta ba-ha-roe ge-lang-gang ter-la-loe de-hoe-loe peng-a-djar ber-te-ret ber-tja-ngap sa-la-mat ka-moen-tjak tjem-per-dik pi-a-ra pa-tik-kan be-re-nang dja-pa-ra me-ma-tjak me-nja-oek dje-ka-lau<noinclude></noinclude> 5sukj2v9r9g285htvsrk5pifqa0zdiw 302315 302313 2026-07-09T23:23:41Z Vidiutari 27159 /* Telah diuji baca */ 302315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" />{{c|30}}</noinclude> ben-ta-ra pen-tja-har se-tam-boel pen-de-kar men-di-ang pe-ka-sem ben-tja-na roe-sia kan-doe-ri tja-na-ngan sa-be-rang be-rak-sa men-de-ngoeng poe-te-ri bi-na-tang doe-la-pan ka-tang-kai dja-ma-at me-rom-bak as-ta-na ti-roe-an sa-te-roe bam-ba-ngan oem-pa-ma pa-ta-la dje-loe-ang sa-di-kit ka-pin-ding me-ni-tis sau-da-gar ang-go-ta ba-ha-roe ge-lang-gang ter-la-loe de-hoe-loe peng-a-djar ber-te-ret ber-tja-ngap sa-la-mat ka-moen-tjak tjem-per-dik pi-a-ra pa-tik-kan be-re-nang dja-pa-ra me-ma-tjak me-nja-oek dje-ka-lau<noinclude></noinclude> 60b7af1a9u83wstiyu82rjvdc5l7xuo 302322 302315 2026-07-10T00:43:16Z Vidiutari 27159 302322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" />{{rh||'''30'''}}</noinclude> ben-ta-ra pen-tja-har se-tam-boel pen-de-kar men-di-ang pe-ka-sem ben-tja-na roe-sia kan-doe-ri tja-na-ngan sa-be-rang be-rak-sa men-de-ngoeng poe-te-ri bi-na-tang doe-la-pan ka-tang-kai dja-ma-at me-rom-bak as-ta-na ti-roe-an sa-te-roe bam-ba-ngan oem-pa-ma pa-ta-la dje-loe-ang sa-di-kit ka-pin-ding me-ni-tis sau-da-gar ang-go-ta ba-ha-roe ge-lang-gang ter-la-loe de-hoe-loe peng-a-djar ber-te-ret ber-tja-ngap sa-la-mat ka-moen-tjak tjem-per-dik pi-a-ra pa-tik-kan be-re-nang dja-pa-ra me-ma-tjak me-nja-oek dje-ka-lau<noinclude></noinclude> 606mb1rqn9fwaa0oqpzyo9jpowx4n9f Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/15 104 108134 302318 2026-07-09T23:59:13Z Vidiutari 27159 /* Telah diuji baca */ 302318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" /></noinclude>tai - tai ''tai-tai'' a - tau ''a - tau'' da - da ''da - da'' ta - di ''ta - di'' ra - dai ''ra - dai'' de - rau ''de - rau'' sa - pau ''sa -pau'' sa - tai ''sa - tai'' roe - doe ''roe - doe'' te - ra ''te - ra'' da - koe ''da - koe'' koe - tai ''koe - tai''<noinclude></noinclude> 5qsqgx1z9iww155jtj87d37p9dovsey Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/61 104 108135 302319 2026-07-10T00:28:09Z Vidiutari 27159 /* Telah diuji baca */ 302319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" />{{c|'''53'''}}</noinclude>de ngan poe lau Se le be si de ngan ba njak poe- lau la in la in di na ma i per him poe nan poe lau poe lau Hin dia jang di sa be lah ti mor. Ada- pon poe lau poe lau i toe de ngan sa ga la ta a lok dja dja han nja sa ka li an di ba wah pe ren tah Se ri pa doe ka ba gin da ma ha ra dja Ho lan da. A dá pon ma ha moe li a Toe an Wakil jang me ngam poe kan ta nah Hin dia ini atas na ma Ma ha ra dja Ho lan da i toe sa ma jam de ngan sa- djah ta ra nja di ne ge ri Bo gor, da roe'l sa lam. A da pon negeri i toe a da di poe lau Dja wa da- lam ba ha gi an Ba ta wi. A da djoe ga ban dar Ba ta wi. A da pon ban dar i toe di soe soek o leh o rang Ho lan da pa da tem- pat de hoe loe kala negeri Dja ka te ra. Ma ka ne ge ri Ba ta wi i toe lah tem pat ka di a man di wan ta nah Hin di a i ni , ja i toe toe an toe an pem- ban toe da lam ka ra dja an Wa kil Ma ha ra dja Ho lan da i toe .<noinclude></noinclude> ehvne0q5x8ayahaxifealdbnclovwiv 302320 302319 2026-07-10T00:28:42Z Vidiutari 27159 302320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" />{{c|'''53'''}}</noinclude>de ngan poe lau Se le be si de ngan ba njak poe- lau la in la in di na ma i per him poe nan poe lau poe lau Hin dia jang di sa be lah ti mor. Ada- pon poe lau poe lau i toe de ngan sa ga la ta a lok dja dja han nja sa ka li an di ba wah pe ren tah Se ri pa doe ka ba gin da ma ha ra dja Ho lan da. A dá pon ma ha moe li a Toe an Wakil jang me ngam poe kan ta nah Hin dia ini atas na ma Ma ha ra dja Ho lan da i toe sa ma jam de ngan sa- djah ta ra nja di ne ge ri Bo gor, da roe'l sa lam. A da pon negeri i toe a da di poe lau Dja wa da- lam ba ha gi an Ba ta wi. A da djoe ga ban dar Ba ta wi. A da pon ban dar i toe di soe soek o leh o rang Ho lan da pa da tem- pat de hoe loe kala negeri Dja ka te ra. Ma ka ne ge ri Ba ta wi i toe lah tem pat ka di a man di wan ta nah Hin di a i ni , ja i toe toe an toe an pem- ban toe da lam ka ra dja an Wa kil Ma ha ra dja Ho lan da i toe .<noinclude></noinclude> 3lk68y443kc675iajw4hp8ozux8j1nd Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/16 104 108136 302321 2026-07-10T00:37:41Z Vidiutari 27159 /* Telah diuji baca */ 302321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Vidiutari" />{{rh||8}}</noinclude> toe - ri ''toe - ri'' sa - ma ''sa ma'' da - mai ''da - mai'' se - ti ''se - ti'' a - doe ''a - doe'' ta - pai ''ta - pai'' da - ri ''da - ri'' re - da ''re - da'' sa - rau ''sa - rau'' pi - rai ''pi - rai'' da - doe ''da - doe'' se - la ''se - la''<noinclude></noinclude> hgw6dwsvmjckxjhbshzfg1j4t1ses7e Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/50 104 108137 302358 2026-07-10T03:06:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 302358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />38</noinclude>nama Samioen, tinggal di kampoeng Pedjambon, dan itoe perkara poengoet bangke lekas kedengeran koelilingan, djoega si Gani dan si Moesanip soeda dapet denger; dia orang lekas pergi menonton ke roemah Toean W.; disitoe dia orang dapet denger dari moeloetnja Toean Resident sendiri, siapa-siapa jang bisa toendjoek pemboenoohnja ini, maoe dikasi persent 200 pasmat, maka ini doea soedara soeda mengadoe dan kasi tjerita pada Toean Resident, apa jang dia orang soeda liat, dan seboet namanja si Poasa djadi pemboenoohnja, serta Samioen jang bantoe sama-sama, djoega dia seboet si Koentoem jang bawa obor. Lekas-lekas Toean Resident soeroe pergi tangkap si Poasa di kampoeng Kwitang, serta si Samioen di Pedjambon, tetapi Samioen lari ketangkap, si Koentoem di preksa dia mengakoe troes trang. Itoe Si Poasa kebetoelan dia lagi enak tidoer mabok madat. Sehabisnja pisonja dan badjoenja ditangkep jang masih penoeh darah, dirinja dikroeboetin oleh 8 Merinjo ataoe oppas, di-ikat ibarat lepat, dibawa ditoendjoekin itoe mait; lebi doeloe dia tiada mengakoe, abis si Moesanip bersama-sama bininja, si Mida, si Gani dan si Koentoem bersaksiken toendjoek dia jang berboeat, baroe dia mengakoe, lantas dia dibawa ke Kota, dimasoekin ke dalem Boei glap di blakang Gedong Bitjara. Di itoe tempo roemah sakit militair blon ada di sebrang Pedjambon, adanja di dekat Pintoe Aer Noordwijk, dimana sekarang Benteng Prins Frederik berdiri; itoe tempat masi oetan, djadi Samioen lari semboeni disitoe, sebab pikirannja djadi bingoeng dia kena bradja, dia trada bisa lari djaoe, maka denger gampang sekali Merinjo dapet tangkep dia disitoe, serta di dalem preksahan dia mengakoe troes trang kesalahannja.<noinclude></noinclude> i20xkdey64dvlppc81r7fe8dvoroc40 302359 302358 2026-07-10T03:07:16Z Link PB 26772 302359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||38|}}</noinclude>nama Samioen, tinggal di kampoeng Pedjambon, dan itoe perkara poengoet bangke lekas kedengeran koelilingan, djoega si Gani dan si Moesanip soeda dapet denger; dia orang lekas pergi menonton ke roemah Toean W.; disitoe dia orang dapet denger dari moeloetnja Toean Resident sendiri, siapa-siapa jang bisa toendjoek pemboenoohnja ini, maoe dikasi persent 200 pasmat, maka ini doea soedara soeda mengadoe dan kasi tjerita pada Toean Resident, apa jang dia orang soeda liat, dan seboet namanja si Poasa djadi pemboenoohnja, serta Samioen jang bantoe sama-sama, djoega dia seboet si Koentoem jang bawa obor. Lekas-lekas Toean Resident soeroe pergi tangkap si Poasa di kampoeng Kwitang, serta si Samioen di Pedjambon, tetapi Samioen lari ketangkap, si Koentoem di preksa dia mengakoe troes trang. Itoe Si Poasa kebetoelan dia lagi enak tidoer mabok madat. Sehabisnja pisonja dan badjoenja ditangkep jang masih penoeh darah, dirinja dikroeboetin oleh 8 Merinjo ataoe oppas, di-ikat ibarat lepat, dibawa ditoendjoekin itoe mait; lebi doeloe dia tiada mengakoe, abis si Moesanip bersama-sama bininja, si Mida, si Gani dan si Koentoem bersaksiken toendjoek dia jang berboeat, baroe dia mengakoe, lantas dia dibawa ke Kota, dimasoekin ke dalem Boei glap di blakang Gedong Bitjara. Di itoe tempo roemah sakit militair blon ada di sebrang Pedjambon, adanja di dekat Pintoe Aer Noordwijk, dimana sekarang Benteng Prins Frederik berdiri; itoe tempat masi oetan, djadi Samioen lari semboeni disitoe, sebab pikirannja djadi bingoeng dia kena bradja, dia trada bisa lari djaoe, maka denger gampang sekali Merinjo dapet tangkep dia disitoe, serta di dalem preksahan dia mengakoe troes trang kesalahannja.<noinclude></noinclude> 8uap76qa13a25jffp1u3rln9tn96h8v Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/51 104 108138 302360 2026-07-10T03:09:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 302360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||39|}}</noinclude>Djsega Toean W. bertoendjoek kepada Justitie itoe soerat Notaris jang dia soeda kasih barang-barang dan oewang tempo itoe Njai kloear dari dianja, maka Toean Resident kirim schout pergi preksa ke roemanja Samioen, dapat semoeanja itoe barang-barang Mas Intan, tetapi oewang tjoema dapat lebi sedikit dari separohnja. Ma Boejoeng, Embok Saleha, Njonja Hajati bersama-sama Hadji Salioen ketangkep, dan menjaksiken perkara ini menindis lebih brat kepada Samioen, maka madjelis ka'adilan memoetoesken hoekoeman mati kepada itoe doea bangsat Samioen dan Poasa. Dari itoe barang-barang dan oewang, jang Njai Dasima tinggalken, di kasi kepada Ahliwarisnja, ja-itoe Nona Nanci, anaknja Toean W; maitnja Njai Dasima soeda tentoe dapat rawatan baek-baek dan dikoeboer di kampoeng Pedjambon di mana tempat dia diboenoe. Samioen mati di Pemboeian, katanja sebab makan ratjoen, tetapi si Poasa dapat hoekoeman labrak sampe mati, artinja dirinja ditare tjelentang di kajoe doelang-doelang dan Algodjo poekoel toelang-toelang kakinja dan tangannja diketok dengen martil sampe antjoer dan dipotong kepalanja. Ma Boejoeng djoega tiada slamat, kendatinja dia terlepas dari tangan ka-adilan, tiada brapa lama dia dapat sakit gila, djadinja begitoe kras, sampe dia makan nadjisnja sendiri dan dengen sengsara dia mati di dalem Pendjara. Ma Moesanip dan anaknja sehabisnja trima oepahan, dia pindah ke kampoeng Noordwijk, sebab dia takoet balesannja sanak-sanaknja Samioen; itoe si Koentoem dia dibeli oleh Toean W. dan dikasi merdika dan Toean W. tiada tinggal lama di Betawi, dia pergi poelang ke India Inggris bersama-sama anaknja. {{center|'''TAMAT.'''}}<noinclude></noinclude> 17ply7niun5oh7fydwzutjw3mtlhlom Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/401 104 108139 302411 2026-07-10T05:15:17Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4323 —}}</noinclude>pergi bersama-sama boeat membantoe pada Tjo Hioe." Soe-Ma le dan Kee Koei lantas berlaloe boeat lakoeken itoe prenta. Pada Tjo Hioe poen tentoe itoe Keizer kaparat soeda membri tita, kerna tida lama poela ini Touwtok jang terkenal dengen merk petjoendang, soeda madjoeken barisannja boeat poekoel kota Hoan Shia, sedeng Kee Koei dengen mengadjak Tjian Tjiangkoen Boan Tiong dan Tong-hoan Thaijsioe Ouw Tjit menoedjoe ka kota Tong Koan de­ngen ambil djalan di Jang Shia, dan Soe-Ma Ie bersama balatentara jang ada di bawa prenta sendiri berangkat teroes ka bilangan Kang Leng. Dengen berpisa dari ini barisan, sekarang kita dateng di Tong Koan, satoe kota dalem bilangan Boe Tjhiang, dimana Baginda Soen Koan kabetoelan lagi doedoek bermasjawarat dengen mantrl-mantrinja. Boleh djadi itoe waktoe ada banjak laen-laen hal jang dibitjaraken, tapi jang kita dapet denger, tjoema tatkala itoe Baginda berkata begini: „Akoe telah trima satoe soerat resia dari Tjioe Pong, Thaijsioe di Phoo Jang, dengen apa ia mewartaken dari hal Goei Touwtok Tjo Hioe hendak serang kita poenja negri. Tapi sekarang, lantaran tipoenja Tjioe Pong, jang soeda bisa aboeïn itoe Touw­tok dengen toedjo fatsal alesan djoesta, achir-achir ia soeda dapet pantjing pada moesoe, hingga<noinclude></noinclude> mzvk86kwhg6d4csrkwv9qeblb68n3k2 302474 302411 2026-07-10T07:34:05Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4323 —}}</noinclude>pergi bersama-sama boeat membantoe pada Tjo Hioe." Soe-Ma le dan Kee Koei lantas berlaloe boeat lakoeken itoe prenta. Pada Tjo Hioe poen tentoe itoe Keizer kaparat soeda membri tita, kerna tida lama poela ini Touwtok jang terkenal dengen merk petjoendang, soeda madjoeken barisannja boeat poekoel kota Hoan Shia, sedeng Kee Koei dengen mengadjak Tjian Tjiangkoen Boan Tiong dan Tong-hoan Thaijsioe Ouw Tjit menoedjoe ka kota Tong Koan de­ngen ambil djalan di Jang Shia, dan Soe-Ma Ie bersama balatentara jang ada di bawa prenta sendiri berangkat teroes ka bilangan Kang Leng. Dengen berpisa dari ini barisan, sekarang kita dateng di Tong Koan, satoe kota dalem bilangan Boe Tjhiang, dimana Baginda Soen Koan kabetoelan lagi doedoek bermasjawarat dengen mantri-mantrinja. Boleh djadi itoe waktoe ada banjak laen-laen hal jang dibitjaraken, tapi jang kita dapet denger, tjoema tatkala itoe Baginda berkata begini: „Akoe telah trima satoe soerat resia dari Tjioe Pong, Thaijsioe di Phoo Jang, dengen apa ia mewartaken dari hal Goei Touwtok Tjo Hioe hendak serang kita poenja negri. Tapi sekarang, lantaran tipoenja Tjioe Pong, jang soeda bisa aboeïn itoe Touw­tok dengen toedjo fatsal alesan djoesta, achir-achir ia soeda dapet pantjing pada moesoe, hingga<noinclude></noinclude> knqmqd6uf8ry64yfwson86n1hjrle4p Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/402 104 108140 302415 2026-07-10T05:24:51Z Endahimawati 27155 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'iaorang maoe masoek ka dalem negri kita sampe di bagian tempat jang penting. Dari itoe, baeklah kita lantas semboeniken balatentara boeat tangkep itoe orang-orang jang anterken diri. Menoeroet kabar jang boleh dipertjaja, sekarang marika itoe soeda mendatengin dari tiga djalanan, maka kaioe ada sedia, tjobalah Kheng masing-masing menjataken Kheng poenja pamandangan jang tinggi, tjara begimana itoe pasoekan moesoe moesti dibinasaken." „O, itoela... 302415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||— 4324 —}}</noinclude>iaorang maoe masoek ka dalem negri kita sampe di bagian tempat jang penting. Dari itoe, baeklah kita lantas semboeniken balatentara boeat tangkep itoe orang-orang jang anterken diri. Menoeroet kabar jang boleh dipertjaja, sekarang marika itoe soeda mendatengin dari tiga djalanan, maka kaioe ada sedia, tjobalah Kheng masing-masing menjataken Kheng poenja pamandangan jang tinggi, tjara begimana itoe pasoekan moesoe moesti dibinasaken." „O, itoelah ada pakerdjaän besar sekali," kata Kouw Jong: „maka djikaloe boekan Liok Pek Gan, tentoe tida sanggoep kerdjaken." Soen Kwan poen telah doega orang nanti djawab begitoe, maka dengen girang dan tida merasa bimbang lagi, ia lantas silaken Liok Soen dateng mengadep. Pada ini mantri perang jang pande, ia koerniaken pangkat Hoekok-Taijtjiangkoen-Pengpak-TouwGoanswe, boeat kapalaken barisan Gielimkoen dan boeat oeroes perkara-perkara sebagi wakilnja Radja. Sekalian ponggawa negri, baek jang bekerdia pada bagian pamerentahan, baek poen jang bekerdja pada bagian balatentara, semoea moesti denger Liok Soen poenja prenta, kerna pada ini mantri perang poen, Soen Kwan telah seraken bendera poeti dan kampak koening. Begimana besar kaägoengan jang Soen Kwan<noinclude></noinclude> nmdpqtntqpli92993s1n4v6b9sg2lgm 302416 302415 2026-07-10T05:25:37Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4324 —}}</noinclude>iaorang maoe masoek ka dalem negri kita sampe di bagian tempat jang penting. Dari itoe, baeklah kita lantas semboeniken balatentara boeat tangkep itoe orang-orang jang anterken diri. Menoeroet kabar jang boleh dipertjaja, sekarang marika itoe soeda mendatengin dari tiga djalanan, maka kaioe ada sedia, tjobalah Kheng masing-masing menjataken Kheng poenja pamandangan jang tinggi, tjara begimana itoe pasoekan moesoe moesti dibinasaken." „O, itoelah ada pakerdjaän besar sekali," kata Kouw Jong: „maka djikaloe boekan Liok Pek Gan, tentoe tida sanggoep kerdjaken." Soen Kwan poen telah doega orang nanti djawab begitoe, maka dengen girang dan tida merasa bimbang lagi, ia lantas silaken Liok Soen dateng mengadep. Pada ini mantri perang jang pande, ia koerniaken pangkat Hoekok-Taijtjiangkoen-Pengpak-TouwGoanswe, boeat kapalaken barisan Gielimkoen dan boeat oeroes perkara-perkara sebagi wakilnja Radja. Sekalian ponggawa negri, baek jang bekerdia pada bagian pamerentahan, baek poen jang bekerdja pada bagian balatentara, semoea moesti denger Liok Soen poenja prenta, kerna pada ini mantri perang poen, Soen Kwan telah seraken bendera poeti dan kampak koening. Begimana besar kaägoengan jang Soen Kwan<noinclude></noinclude> hgm5r4mbt5qnif55s9jwais3yhq2gqb 302476 302416 2026-07-10T07:34:49Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4324 —}}</noinclude>iaorang maoe masoek ka dalem negri kita sampe di bagian tempat jang penting. Dari itoe, baeklah kita lantas semboeniken balatentara boeat tangkep itoe orang-orang jang anterken diri. Menoeroet kabar jang boleh dipertjaja, sekarang marika itoe soeda mendatengin dari tiga djalanan, maka kaioe ada sedia, tjobalah Kheng masing-masing menjataken Kheng poenja pamandangan jang tinggi, tjara begimana itoe pasoekan moesoe moesti dibinasaken." „O, itoelah ada pakerdjaän besar sekali," kata Kouw Jong: „maka djikaloe boekan Liok Pek Gan, tentoe tida sanggoep kerdjaken." Soen Kwan poen telah doega orang nanti djawab begitoe, maka dengen girang dan tida merasa bimbang lagi, ia lantas silaken Liok Soen dateng mengadep. Pada ini mantri perang jang pande, ia koerniaken pangkat Hoekok-Taijtjiangkoen-Pengpak-TouwGoanswe, boeat kapalaken barisan Gielimkoen dan boeat oeroes perkara-perkara sebagi wakilnja Radja. Sekalian ponggawa negri, baek jang bekerdia pada bagian pamerentahan, baek poen jang bekerdja pada bagian balatentara, semoea moesti denger Liok Soen poenja prenta, kerna pada ini mantri perang poen, Soen Kwan telah seraken bendera poeti dan kampak koening. Begimana besar kaägoengan jang Soen Kwan<noinclude></noinclude> 70imdlsx95i6px3p9ukvcot63vjifds Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/403 104 108141 302417 2026-07-10T05:32:29Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4325 —}}</noinclude>briken pada Liok Soen di itoe waktoe, kita kira tjoekoeplah kaloe dibilang ada sebagi, sedeng ini mantri perang menoenggang koeda, adalah itoe Radja sendiri ]ang toeloeng pegangin tjamboek mengikoetin di blakangnja. Liok Soen lantas mengoetjap trima kasi pada itoe Tjoekong jang telah seraken itoe kapertjajaän besar padanja, sambil poedjiken djoega doea orang boeat pangkoe djabatan Tjo- dan Joe-Touwtok dan bantoe pimp'n itoe balatentara jang dipertjajaken padanja, soepaja pada waktoe berangkat, ini ba­risan boleh dipetja djadi tiga pasoekan. Koetika Soen Kwan menanja, orang-orang jang ia poedjiken itoe siapa namanja, Liok Soen lantas berkata poela: „Orang jang pertama jaitoe Hoen-wie-Tjiangkoen Tjoe Hoan, sedeng jang kadoea, jalah Soei-lam-Tjiangkoen Tjoan Tjong. Ma ika itoe doea-doea ada orang jang tjakep boeat djadi pembantoe." Soen Kwan toeroet ini nasehat. la lantas angkat Tjoe Hoan dan Tjoan Tjong masing-masing djadi Tjo- dan Joe-Touwtok boeat bantoe Liok Soen atoer itoe angkatan perang. Sigra djoega Liok Soen soeda angkoet balatentara dari delapan poeloe satoe kota dalem bilangan Kang Lam dan dari kota-kota Keng- dan Houw Tjioe. Kamoedian bersama-sama Tjoe Hoan dan Tjoan Tjong, jang mengapit dia di kiri kanan, Liok Soen<noinclude>{{rh|Sam Kok|||265}}</noinclude> h8jmtm8flpg2k7ibmrgjuhj3hcq5vhb 302478 302417 2026-07-10T07:36:04Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4325 —}}</noinclude>briken pada Liok Soen di itoe waktoe, kita kira tjoekoeplah kaloe dibilang ada sebagi, sedeng ini mantri perang menoenggang koeda, adalah itoe Radja sendiri ]ang toeloeng pegangin tjamboek mengikoetin di blakangnja. Liok Soen lantas mengoetjap trima kasi pada itoe Tjoekong jang telah seraken itoe kapertjajaän besar padanja, sambil poedjiken djoega doea orang boeat pangkoe djabatan Tjo- dan Joe-Touwtok dan bantoe pimp'n itoe balatentara jang dipertjajaken padanja, soepaja pada waktoe berangkat, ini ba­risan boleh dipetja djadi tiga pasoekan. Koetika Soen Kwan menanja, orang-orang jang ia poedjiken itoe siapa namanja, Liok Soen lantas berkata poela: „Orang jang pertama jaitoe Hoen-wie-Tjiangkoen Tjoe Hoan, sedeng jang kadoea, jalah Soei-lam-Tjiangkoen Tjoan Tjong. Ma ika itoe doea-doea ada orang jang tjakep boeat djadi pembantoe." Soen Kwan toeroet ini nasehat. la lantas angkat Tjoe Hoan dan Tjoan Tjong masing-masing djadi Tjo- dan Joe-Touwtok boeat bantoe Liok Soen atoer itoe angkatan perang. Sigra djoega Liok Soen soeda angkoet balatentara dari delapan poeloe satoe kota dalem bilangan Kang Lam dan dari kota-kota Keng- dan Houw Tjioe. Kamoedian bersama-sama Tjoe Hoan dan Tjoan Tjong, jang mengapit dia di kiri kanan, Liok Soen<noinclude>{{rh|Sam Kok|||265}}</noinclude> iws9s9zv2yjzgbi9u1xktvdxe70u8wb Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/25 104 108142 302418 2026-07-10T05:32:51Z Ulumarifah 16349 /* Telah diuji baca */ 302418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>Raja tak boleh diganggu gugat, suara raja seperti-juga suara malaikat. Siapakah yg berani menentang dan tidak menurutnya? Melihat Lengpay itu Durna Bang hong amat sedih kecewa dan gondok. Dengan perasan berat terpaksa ia melepaskan tali2 yg mengikat tubuh Tek ceng Mendengar firman yg baru dari baginda, jenderal berangasan Ciauw teng kwie tiada torkatakan su kacitanya. Anjing tua Bang ciat (bajingan Banghong) kau lihat bagaimana akhirnya ? Haaaa , . haaa, . orang yg lurus jiwanya dan benar selalu dilindungi oleh Tuhan. Tek twako dibebaskan, kau jangan kekhi ya? Haa Saking gembiranya Ciauw teng kwie berjingkrak - jingkrak dan menari nari dihadaban Bang hong. Tingkah lakunya yg kocak itu mirip ketek ogleng barangan, Mau tidak mau Tek ceng dan menteri Siang tayho menjadi tertawa geli. Sementara itu dengan muka cemberut dan kucel Kok tang Barg hong bersama kesatuan Kim ie wee bergegas meninggalkan tanah lapang dan kembali.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> s5r19tel04b62w0esct45kpe98utnm7 302419 302418 2026-07-10T05:33:26Z Ulumarifah 16349 302419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>Raja tak boleh diganggu gugat, suara raja seperti-juga suara malaikat. Siapakah yg berani menentang dan tidak menurutnya? Melihat Lengpay itu Durna Bang hong amat sedih kecewa dan gondok. Dengan perasan berat terpaksa ia melepaskan tali2 yg mengikat tubuh Tek ceng Mendengar firman yg baru dari baginda, jenderal berangasan Ciauw teng kwie tiada torkatakan su kacitanya. — Anjing tua Bang ciat (bajingan Banghong) kau lihat bagaimana akhirnya ? Haaaa , . haaa, . orang yg lurus jiwanya dan benar selalu dilindungi oleh Tuhan. Tek twako dibebaskan, kau jangan kekhi ya? Haa Saking gembiranya Ciauw teng kwie berjingkrak - jingkrak dan menari nari dihadaban Bang hong. Tingkah lakunya yg kocak itu mirip ketek ogleng barangan, Mau tidak mau Tek ceng dan menteri Siang tayho menjadi tertawa geli. Sementara itu dengan muka cemberut dan kucel Kok tang Barg hong bersama kesatuan Kim ie wee bergegas meninggalkan tanah lapang dan kembali.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> a5owrurwb95jlhd6m8woy5gohw40obj 302420 302419 2026-07-10T05:33:55Z Ulumarifah 16349 302420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>Raja tak boleh diganggu gugat, suara raja seperti-juga suara malaikat. Siapakah yg berani menentang dan tidak menurutnya? Melihat Lengpay itu Durna Bang hong amat sedih kecewa dan gondok. Dengan perasan berat terpaksa ia melepaskan tali2 yg mengikat tubuh Tek ceng Mendengar firman yg baru dari baginda, jenderal berangasan Ciauw teng kwie tiada torkatakan su kacitanya. — Anjing tua Bang ciat (bajingan Banghong) kau lihat bagaimana akhirnya ? Haaaa , . haaa, . orang yg lurus jiwanya dan benar selalu dilindungi oleh Tuhan. Tek twako dibebaskan, kau jangan kekhi ya? Haa Saking gembiranya Ciauw teng kwie berjingkrak - jingkrak dan menari nari dihadaban Bang hong. Tingkah lakunya yg kocak itu mirip ketek ogleng barangan, Mau tidak mau Tek ceng dan menteri Siang tayho menjadi tertawa geli. Sementara itu dengan muka cemberut dan kucel Kok tang Barg hong bersama kesatuan Kim ie wee bergegas meninggalkan tanah lapang dan kembali.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> izbhvthb2yr9pwq6dj5ed3wgyogepes Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/404 104 108143 302421 2026-07-10T05:36:47Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4326 —}}</noinclude>lantas madjoeken itoe angkatan perang jang dipetja djadi tiga pasoekan. Di tenga djalan Tjoe Hoan menjataken pikirannja pada Liok Soen begini: „Menoeroet sapandjang tjerita, Tjo Hioe soeka sekali pakerdjaken sobat atawa koelawarga sendiri dalem angkatan perangnja, kendati poen marika itoe tida mengarti satoe apa, lantaran mana bisa didoega dia itoe boekan satoe panglima jang gaga dan berakal boedi. Sekarang lebi bagoes lagi, lantaran denger boedjoekannja Tjioe Pong, ia soeka masoek ka dalem kita poenja negri, dan tentoelah djoega ia nanti dapet karoesakan besar, apabila diserang oleh Goanswe poenja balatentara. Tapi boekanlah ini jang akoe hendak bitjaraken, hanja apa jang akoe maoe ramalken, jaitoelah pada sasoedanja kala perang ka mana ia nanti lari. Akoe doega dengen pasti, ia nanti lari ka itoe doea djalanan ketjil, jaitoe djalanan Hiap Sek, jang letaknja di sebla kiri, dan djalanan Koei Kie, jang letaknja di sebla kanan. Tapi djalanan itoe doea-doea ada amat soeker dan berbahaja sekali, kerna letaknja poen di pagoenoengan; maka djikaloe Goanswe soeka perkenankan akoe dan TJoan Tjoe Heng masing-masing bawa satoe barisan boeat semboeni di itoe goenoeng jang soeker, serta boeat pepat itoe doea djalanan, nistjaja dengen moeda Tjo Hioe bisa dapet ditawan. Dan apabila ini Touwtok<noinclude></noinclude> f1g1125h0uk4oeemkq8j9rwjgpamp95 302480 302421 2026-07-10T07:36:37Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4326 —}}</noinclude>lantas madjoeken itoe angkatan perang jang dipetja djadi tiga pasoekan. Di tenga djalan Tjoe Hoan menjataken pikirannja pada Liok Soen begini: „Menoeroet sapandjang tjerita, Tjo Hioe soeka sekali pakerdjaken sobat atawa koelawarga sendiri dalem angkatan perangnja, kendati poen marika itoe tida mengarti satoe apa, lantaran mana bisa didoega dia itoe boekan satoe panglima jang gaga dan berakal boedi. Sekarang lebi bagoes lagi, lantaran denger boedjoekannja Tjioe Pong, ia soeka masoek ka dalem kita poenja negri, dan tentoelah djoega ia nanti dapet karoesakan besar, apabila diserang oleh Goanswe poenja balatentara. Tapi boekanlah ini jang akoe hendak bitjaraken, hanja apa jang akoe maoe ramalken, jaitoelah pada sasoedanja kala perang ka mana ia nanti lari. Akoe doega dengen pasti, ia nanti lari ka itoe doea djalanan ketjil, jaitoe djalanan Hiap Sek, jang letaknja di sebla kiri, dan djalanan Koei Kie, jang letaknja di sebla kanan. Tapi djalanan itoe doea-doea ada amat soeker dan berbahaja sekali, kerna letaknja poen di pagoenoengan; maka djikaloe Goanswe soeka perkenankan akoe dan TJoan Tjoe Heng masing-masing bawa satoe barisan boeat semboeni di itoe goenoeng jang soeker, serta boeat pepat itoe doea djalanan, nistjaja dengen moeda Tjo Hioe bisa dapet ditawan. Dan apabila ini Touwtok<noinclude></noinclude> 010onbou8y2u280tw1t0ihdk1citeus Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/26 104 108144 302423 2026-07-10T05:38:41Z Ulumarifah 16349 /* Telah diuji baca */ 302423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>Setelah diistana Durna Bang hong langsung masuk keistana Kim loan tian dengan maksud meminta penjelasan dari baginda, mengapa hukuman mati atas diri Tek ceng itu dicabut. Siapa sangka begitu tiba didalam ruangan Kim lo an tian ternyata Làm ceng kiong Tek tay houw be lum pulang. Melihat Tek tay houw meremanglah bulu kuduk menteri Durna itu. Bagaimanapun juga orang yang bersalah pastilah mempunyai perasaan was was dan takut. Malahan acapkali ada istilah saking takutnya sampai kepada bayangannya sendiripun juga takut. Dalam hati Bang hong berpikir.. hmm.. pantas hukuman mati atas diri Tek ceng di cabut, ki ranya perempuan tua inilah yang membelanya. Begitulah Bang hong lalu berlutut dihadapan ban sweya, kemudian memberi hormat kepada Tek tay houw. Sementara itu tatkala Tek tay houw dapat melihat cecongornya Bang hong seketika bergolaklah darahnya. Kemarahannya tak te tahankan lagi. — Hmm kiranya kau Kok tiang Bang hong! Bang hong tersirap darahnya, ia mengkeret dan<noinclude>{{rh|||26}}</noinclude> irv2yabrkh59ufm6ftzu1pqt987ujck 302424 302423 2026-07-10T05:39:14Z Ulumarifah 16349 302424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>Setelah diistana Durna Bang hong langsung masuk keistana Kim loan tian dengan maksud meminta penjelasan dari baginda, mengapa hukuman mati atas diri Tek ceng itu dicabut. Siapa sangka begitu tiba didalam ruangan Kim lo an tian ternyata Làm ceng kiong Tek tay houw be lum pulang. Melihat Tek tay houw meremanglah bulu kuduk menteri Durna itu. Bagaimanapun juga orang yang bersalah pastilah mempunyai perasaan was was dan takut. Malahan acapkali ada istilah saking takutnya sampai kepada bayangannya sendiripun juga takut. Dalam hati Bang hong berpikir.. hmm.. pantas hukuman mati atas diri Tek ceng di cabut, ki ranya perempuan tua inilah yang membelanya. Begitulah Bang hong lalu berlutut dihadapan ban sweya, kemudian memberi hormat kepada Tek tay houw. Sementara itu tatkala Tek tay houw dapat melihat cecongornya Bang hong seketika bergolaklah darahnya. Kemarahannya tak te tahankan lagi. — Hmm kiranya kau Kok tiang Bang hong! Bang hong tersirap darahnya, ia mengkeret dan<noinclude>{{rh|||26}}</noinclude> k9j674mykjdjee5m0qv8ieg1f10feh4 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/405 104 108145 302427 2026-07-10T05:53:50Z Endahimawati 27155 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'soeda dapet ditangkep. kita boleh madjoe teroes boeat ambil tana Sioe Tjhoen, dari mana dengen laloeasa kita boleh intip moesoe poenja gerakan di kota Lok Jang. Tegesnja, inilah ada satoe wak­toe baek jang soeker terdapat di dalem laksaän abad, pada waktoe mana djoega berhasilnja pakerdjaän kita ada bergantoeng." „Tapi itoelah boekan satoe daja-oepaja jang sampoerna betoel," kata Liok Soen sambil gojang kapala: „Kau liat sadja apa jang akoe nan... 302427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Endahimawati" />{{rh||— 4327 —}}</noinclude>soeda dapet ditangkep. kita boleh madjoe teroes boeat ambil tana Sioe Tjhoen, dari mana dengen laloeasa kita boleh intip moesoe poenja gerakan di kota Lok Jang. Tegesnja, inilah ada satoe wak­toe baek jang soeker terdapat di dalem laksaän abad, pada waktoe mana djoega berhasilnja pakerdjaän kita ada bergantoeng." „Tapi itoelah boekan satoe daja-oepaja jang sampoerna betoel," kata Liok Soen sambil gojang kapala: „Kau liat sadja apa jang akoe nanti berboeat djikaloe soeda dateng temponja." Tjoe Hoan jang pikirannja ditoelak dengen getas sadja oleh Liok Soen, sedeng pembesar ini tida membri taoe apa lantarannja, lantas berlaloe dengen merasa koerang senang di dalem hati. Sabentar lagi Liok Soen laloe prenta Tjoe-Kat Kin dan bebrapa ponggawa laen pergi mendjaga kota Kang Leng boeat tangkis Soe-Ma Ie jang nanti dateng menjerang itoe kota. Dan koetika Liok Soen soeda prenta lagi laen-laen ponggawa perang pergi mendjaga bebrapa tempat poela jang dirasa perloe, boleh dibilang lantas djoega persediaännja ini panglima perang soeda mendjadi beres, hingga ia melaenken tinggal menoenggoe sadja datengnja moesoe. Sekarang baeklah kita pergi meliat pada Tjo Hioe, jang tatkala bersama balatentaranja sampe di kota Hoan Shia, disamboet oleh Tjioe Pong, jang teroes masoek ka dalem pasanggrahannja.<noinclude></noinclude> 7zz60974cjzpwtvlm76ncwg41uoizx8 302428 302427 2026-07-10T05:54:02Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4327 —}}</noinclude>soeda dapet ditangkep. kita boleh madjoe teroes boeat ambil tana Sioe Tjhoen, dari mana dengen laloeasa kita boleh intip moesoe poenja gerakan di kota Lok Jang. Tegesnja, inilah ada satoe wak­toe baek jang soeker terdapat di dalem laksaän abad, pada waktoe mana djoega berhasilnja pakerdjaän kita ada bergantoeng." „Tapi itoelah boekan satoe daja-oepaja jang sampoerna betoel," kata Liok Soen sambil gojang kapala: „Kau liat sadja apa jang akoe nanti berboeat djikaloe soeda dateng temponja." Tjoe Hoan jang pikirannja ditoelak dengen getas sadja oleh Liok Soen, sedeng pembesar ini tida membri taoe apa lantarannja, lantas berlaloe dengen merasa koerang senang di dalem hati. Sabentar lagi Liok Soen laloe prenta Tjoe-Kat Kin dan bebrapa ponggawa laen pergi mendjaga kota Kang Leng boeat tangkis Soe-Ma Ie jang nanti dateng menjerang itoe kota. Dan koetika Liok Soen soeda prenta lagi laen-laen ponggawa perang pergi mendjaga bebrapa tempat poela jang dirasa perloe, boleh dibilang lantas djoega persediaännja ini panglima perang soeda mendjadi beres, hingga ia melaenken tinggal menoenggoe sadja datengnja moesoe. Sekarang baeklah kita pergi meliat pada Tjo Hioe, jang tatkala bersama balatentaranja sampe di kota Hoan Shia, disamboet oleh Tjioe Pong, jang teroes masoek ka dalem pasanggrahannja.<noinclude></noinclude> 6lj82brc5gacflvnkchcn94898iiidp 302481 302428 2026-07-10T07:37:15Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4327 —}}</noinclude>soeda dapet ditangkep. kita boleh madjoe teroes boeat ambil tana Sioe Tjhoen, dari mana dengen laloeasa kita boleh intip moesoe poenja gerakan di kota Lok Jang. Tegesnja, inilah ada satoe wak­toe baek jang soeker terdapat di dalem laksaän abad, pada waktoe mana djoega berhasilnja pakerdjaän kita ada bergantoeng." „Tapi itoelah boekan satoe daja-oepaja jang sampoerna betoel," kata Liok Soen sambil gojang kapala: „Kau liat sadja apa jang akoe nanti berboeat djikaloe soeda dateng temponja." Tjoe Hoan jang pikirannja ditoelak dengen getas sadja oleh Liok Soen, sedeng pembesar ini tida membri taoe apa lantarannja, lantas berlaloe dengen merasa koerang senang di dalem hati. Sabentar lagi Liok Soen laloe prenta Tjoe-Kat Kin dan bebrapa ponggawa laen pergi mendjaga kota Kang Leng boeat tangkis Soe-Ma Ie jang nanti dateng menjerang itoe kota. Dan koetika Liok Soen soeda prenta lagi laen-laen ponggawa perang pergi mendjaga bebrapa tempat poela jang dirasa perloe, boleh dibilang lantas djoega persediaännja ini panglima perang soeda mendjadi beres, hingga ia melaenken tinggal menoenggoe sadja datengnja moesoe. Sekarang baeklah kita pergi meliat pada Tjo Hioe, jang tatkala bersama balatentaranja sampe di kota Hoan Shia, disamboet oleh Tjioe Pong, jang teroes masoek ka dalem pasanggrahannja.<noinclude></noinclude> c1k76jcs72rvkhht3n7o4cqnfufulwa Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/406 104 108146 302429 2026-07-10T05:59:52Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4328 —}}</noinclude>Di sitoe T|o Hioe berkata: „Pada baroe ini akoe telah trima kau poenja soerat berikoet itoe toedjoe alesan jang akoe rasa ada betoel sekali. Sebab begitoe djoega, maka pada sasoedanja sampeken itoe kabar lebi djaoe pada Sri Baginda, kita-orang lantas madjoekèn barisan besar dari tiga djalanan. Dan kau poen tentoe nanti dapet pahala boekannja ketjil, apabila lantaran kau poenja pertoeloengan kita bisa dapetken daerah Kang Tong. Aken tetapi, bebrapa orang telah tjerita, bahoea kau ada mempoenjai banjak akal, hingga maski akoe doega kau tentoe tida nanti siasiaken akoe dengen djalan begitoe, tapi toch akoe masi kwatir djoega, kaloe-kaloe apa jang kau telah toetoerken tida bener adanja." Tjioe Pong lantas menangis segak-segoek, seperti djoega orang jang sasoenggoenja soeda berboeat kabaekan tapi tida katrima. Dan roepa-roepanja aer-mata sadja blon tjoekoep boeat bikin itoe Touwtok djadi pertjaja, maka kamoedian ia tamba lagi dengen lelakon: tjaboet golok dari sala satoe pengiringnja, dengen sendjata mana ia „hendak" gorok leher sendiri. Tapi Tjo HIoe lantas menjegah, sebab itoe moesilihat „hendak menggorok leher" poen, boeat ini Touwtok ada satoe pamandangan jang ngeri. Tjioe Pong lantas berkata, sedeng itoe pedang ia tida lepas:<noinclude></noinclude> sir134qqqcqafv74of826eh0smmd1dz 302482 302429 2026-07-10T07:37:57Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4328 —}}</noinclude>Di sitoe T|o Hioe berkata: „Pada baroe ini akoe telah trima kau poenja soerat berikoet itoe toedjoe alesan jang akoe rasa ada betoel sekali. Sebab begitoe djoega, maka pada sasoedanja sampeken itoe kabar lebi djaoe pada Sri Baginda, kita-orang lantas madjoekèn barisan besar dari tiga djalanan. Dan kau poen tentoe nanti dapet pahala boekannja ketjil, apabila lantaran kau poenja pertoeloengan kita bisa dapetken daerah Kang Tong. Aken tetapi, bebrapa orang telah tjerita, bahoea kau ada mempoenjai banjak akal, hingga maski akoe doega kau tentoe tida nanti siasiaken akoe dengen djalan begitoe, tapi toch akoe masi kwatir djoega, kaloe-kaloe apa jang kau telah toetoerken tida bener adanja." Tjioe Pong lantas menangis segak-segoek, seperti djoega orang jang sasoenggoenja soeda berboeat kabaekan tapi tida katrima. Dan roepa-roepanja aer-mata sadja blon tjoekoep boeat bikin itoe Touwtok djadi pertjaja, maka kamoedian ia tamba lagi dengen lelakon: tjaboet golok dari sala satoe pengiringnja, dengen sendjata mana ia „hendak" gorok leher sendiri. Tapi Tjo HIoe lantas menjegah, sebab itoe moesilihat „hendak menggorok leher" poen, boeat ini Touwtok ada satoe pamandangan jang ngeri. Tjioe Pong lantas berkata, sedeng itoe pedang ia tida lepas:<noinclude></noinclude> pgca9onfursg1eczpktco0nncz6cl02 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/407 104 108147 302441 2026-07-10T06:06:02Z Endahimawati 27155 /* Telah diuji baca */ 302441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Endahimawati" />{{rh||— 4329 —}}</noinclude>„Itoe toedjoe alesan jang akoe toetoerken, tjoema sajang sekali akoe tida bisa berikoetken dengen hati dan djantoeng sendiri, maka djoega sekarang berbalik soeda menerbitken kau poenja tjoeriga hati. Tapi akoe taoe apa sebabnja. Tida bisa disangkal, tentoe djoega ada orang dari Tong Gouw soeda djalanken tipoe „Hoankankee" boeat bikin kita berdoea poenja persobatan mendjadi renggang satoe dari laen. Maka djikaloe Touwtok soeka denger ini asoetan, nistjaja tentoe akoe moesti djadi binasa, sedeng akoe poenja katoeloesan hati melaenken Allah sadja jang taoe!" Saäbisnja berkata, kombali Tjioe Pong „hendak" gorok lehernja, tapi baroe sadja ia meng-aga-aga begitoe, Tjo Hioe dengen katakoetan lantas peloek padanja sembari berkata: „Djangan begitoe, sobat, akoe toch tjoema omong maen-maen sadja!' Tapi seperti orang jang „soenggoe-soenggoe" hendak memboenoe diri dan „tida maoe" soedaken „niatnja" dengen begitoe sadja, Tjloe Pong itoe lantas potong ramboet sendiri dan berkata sembari belaraken ramboet itoe di tana: „Soenggoe katjiwa sekali, sedeng akoe soeda pandang pada kau de­ngen satoeloesnja hati, berbalik kau maenken akoe tjara begitoe. Maka boeat menjataken akoe poenja katoeloesan hati, biarlah akoe potong ini, poesaka jang ditinggalken oleh orang-toeakoe!"<noinclude></noinclude> mzl786o02hedim9mgtn8nrsh9d4z9zj 302483 302441 2026-07-10T07:38:42Z Taufik Pramudja 27223 /* Tervalidasi */ 302483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Taufik Pramudja" />{{rh||— 4329 —}}</noinclude>„Itoe toedjoe alesan jang akoe toetoerken, tjoema sajang sekali akoe tida bisa berikoetken dengen hati dan djantoeng sendiri, maka djoega sekarang berbalik soeda menerbitken kau poenja tjoeriga hati. Tapi akoe taoe apa sebabnja. Tida bisa disangkal, tentoe djoega ada orang dari Tong Gouw soeda djalanken tipoe „Hoankankee" boeat bikin kita berdoea poenja persobatan mendjadi renggang satoe dari laen. Maka djikaloe Touwtok soeka denger ini asoetan, nistjaja tentoe akoe moesti djadi binasa, sedeng akoe poenja katoeloesan hati melaenken Allah sadja jang taoe!" Saäbisnja berkata, kombali Tjioe Pong „hendak" gorok lehernja, tapi baroe sadja ia meng-aga-aga begitoe, Tjo Hioe dengen katakoetan lantas peloek padanja sembari berkata: „Djangan begitoe, sobat, akoe toch tjoema omong maen-maen sadja!' Tapi seperti orang jang „soenggoe-soenggoe" hendak memboenoe diri dan „tida maoe" soedaken „niatnja" dengen begitoe sadja, Tjloe Pong itoe lantas potong ramboet sendiri dan berkata sembari belaraken ramboet itoe di tana: „Soenggoe katjiwa sekali, sedeng akoe soeda pandang pada kau de­ngen satoeloesnja hati, berbalik kau maenken akoe tjara begitoe. Maka boeat menjataken akoe poenja katoeloesan hati, biarlah akoe potong ini, poesaka jang ditinggalken oleh orang-toeakoe!"<noinclude></noinclude> cmpyz9nh6hclp79cid3cpy8j5itzhd3 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/103 104 108148 302469 2026-07-10T06:55:15Z Pluviophille 26439 /* Telah diuji baca */ 302469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Pluviophille" />{{rh||-4035-}}</noinclude>Ma Taij, jang dengen semboeni telah pentang tali djaring di itoe tempat. Tempo Ma Taij bawa itoe njonja jang soeda diborgol tangannja aken poelang ka pasanggrahan sendiri, ada banjak ponggawa prang dan soldadoe Ban jang hendak bri toeloengan, tapi sablon ia- orang bisa dateng berdeket, Tio In telah menje- rang dengen seroe, hingga iaorang kapaksa moen- doer kombali dengen biarken istri madjikannja di­- bawa orang. Sabentar lagi Ma Taij soeda bawa itoe nionja tawanan ka hadepannja Khong Beng. Ini ferdana mantri lantas prentä orang boekaken tali jang me- ngiket tangannja serta soeroe orang bawa ia ka laen roewangan, dimana itoe njonja bangsawan lantas disoegoeken arak dan barang- barang santapan. Kamoedian itoe Koensoe kirim oetoesan pada Beng Hek boeat minta toekar Ma Tiong dan Thio Gie dengen Tjiok-Jong Hoedjin. Beng Hek tida ada kaberatan aken itoe hal, maka sigra djoega ia lepas Ma Tiong dan Thio Gie dari kamar toetoepan. Tempo soeda trima poelang itoe doea ponggawa, Khong Beng poen lantas soeroe orang anter Tjiok- Jong Hoedjin poelang ka gowanja. Beng Hek trima istrinja itoe dengen merasa gi­- rang jang tertjampoer dengen rasa mendongkol, sebab sedikitnja poen ia moesti djadi djenga djoega lantaran istri itoe soeda taoe dibawa orang.<noinclude></noinclude> t3ets00biusg5hklpcku58wmwwqff9q Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/104 104 108149 302471 2026-07-10T07:14:59Z Pluviophille 26439 /* Telah diuji baca */ 302471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Pluviophille" />{{rh||-4036-}}</noinclude>Baek djoega tiada lama poela orang bri taoe, Pat Lap Thong-Tji jang dioendang telah dateng, dan lantaran ini sigra djoega ia djadi dapet ha- repan baroe, jaitoe harepan atas pertoeloengannja ini Radja, ia nanti bisa bikin pembalesan pada moesoe jang soeda tangkep ia poenja istri. Maka sigra djoega ia berdjalan kaloear boeat samboet datengnja itoe tetamoe. Pakeannja itoe Pat Lap Thong-Tji jang toeng- gang saekor gadja poeti, ada tertaboer dengen emas dan matjem-matjem moestika, sedeng di pinggang- nja ada tergantoeng doea golok besar. Ia ada bawa sakawanan orang liar jang tiada kala boe- wasnja dengen binatang alas, dan itoe kawanan satenga menoesia ada mengikoetin di blakangnja. Koetika ia soeda silaken tetamoe itoe masoek dalem gowanja, dengen berloetoet lantas djoega ia tjeritaken perkara perang jang masi berdjalan, dari bermoela sampe pada apa jang baroe kadja- dian di itoe hari. Dan koetika Bok Lok Taij-Ong — demikianlah namanja itoe tetamoe—berdjandji, ia nanti toeloeng bikin pembalesan pada moesoe, Beng Hek itoe lan­ tas djoega djadi girang kombali. Pada hari esoknja, dengen mengadjak balatenta- ranja dan sakawan binatang boewas, itoe Radja Bok Lok lantas kaloear boeat maloemken perang pada moesoe.<noinclude></noinclude> sv9evu66r3veoect10snpk5tba1xo2t Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/105 104 108150 302495 2026-07-10T08:03:33Z Pluviophille 26439 /* Telah diuji baca */ 302495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Pluviophille" />{{rh||-4037-}}</noinclude>Satelah ini kabar orang sampeken pada Tio ln dan Goei Jan, tiada tempo lagi ini doea panglima lantas atoer barisannja, dan kamoedian iaorang madjoeken koedanja dengen berbareng ka depan barisan sendiri boeat meliat begimana kaädaän moesoe jang baroe dateng. Iaorang liat, boekan sadja orang-orangnja ada amat djelek roepanja dan sama sekali terlandjang boelet, malah alat-sendjata dan benderanja itoe bangsa biadab poen ada sanget berbeda. Marika itoe masing-masing tjoema membawa ampat golok lantjip; djoega dalem barisannja itoe tida ada tam­- boer atawa gembreng, katjoawali klenengan jang sabentar-bentar diboenjiken sebagi tanda. Tida antara lama Bok Lok Taij-Ong jang ber­- dandan sebagimana telah ditjeritaken di atas ini telah kaloear dari pedengan bendera besar, sedeng tangannja ada memegang satoe klenengan. Sakoetika lamanja Tio In tinggal bengong me- ngawasin pada moesoe, kamoedian ia berkata pada Goei Jan: „Soenggoe adjaib sekali. Saoemoer idoep, sa­- dari akoe moelai mengadep di medan perang hingga sekarang ini, baroelah aken pertama kali ini akoe dapet liat menoesia jang begitoe matjem." sedeng kata begitoe, ia liat moeloetnja BokLok Taij-Ong kemak-kemik membatja djampe, sedeng tangannja tiada brenti menggojang klenengan.<noinclude>Sam Kok {{rh|||247}}</noinclude> c58l76kszdmkb8qlecy8du6rti6u7an Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/209 104 108151 302506 2026-07-10T08:47:01Z F4hroro 26348 /* Telah diuji baca */ 302506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" />{{rh||-4139-}}</noinclude>anak atawa kaponakan, sekarang telah bereboet boeat tjari pahala; sabaliknja masalah akoe, satoe penglima jang teroetama atawa mantri toea dari karadjaan kita, moesti kala dengen itoe anak-anak? Itoelah tra-boleh djadi, boekan? Sebab begitoe, wadjiblah akoe korbanken ini djiwa toea boeat bales Keizer almarhoem ampoenja boedi!” Saäbisnja kata begitoe, sambil memoeter toembak ia lantas madjoeken semoea balatentaranja boeat pergi tangkep He-Houw Bou. Pada itoe malem lantaran diserang oleh itoe tiga pasoekan perang jang dikapalaken oleh Tio In, Thio Pauw dan Kwan Hin, He-Houw Bou poenja barisan dapet karoesakan besar sekall, dan ini karoesakan djadi lebi besar lagi koetika dari laen fihak iaorang diserang poela oleh barisannja Teng Tji, jang itoe waktoe telah dateng menjoesoel. Malt menoesia bersoesoen toempoek di segala tegalan, sedeng dara jang toempa ada sebagi aer jang mengalir di kali-kali ketjil, He-Houw Bou, saorang jang tida berakal boedi, lebi poela sebab oesianja masi moeda dan blon taoe ngalamin paperangan jang begitoe heibat, satelah meliat balatentaranja mendjadi kaloet, ia Jantas adjak kira-kira saratoes lebi pengikoetnja jang boleh dipertjaja, sama-sama siapa ia sigra melariken diri menoedjoe ka kota Lam An Koen; samentara soldadoenja, jang itoe waktoe {{hwe|soe—|soeda}}<noinclude></noinclude> gvro3mghyugr1l5oqmyb19qeg4zvqo1 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/210 104 108152 302508 2026-07-10T08:57:20Z F4hroro 26348 /* Telah diuji baca */ 302508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" />{{rh||—4140-}}</noinclude>{{hwe|da|soeda}} tida ada lang kapalaken lagi, lantas mendjadi boebar, masing-masing tjari djalan boeat toeloeng diri sendiri. Meratnja He-Houw Bou ka kota Lam An Koen, tida lama poela telah dikatahoei oleh Kwan Hin dan Thio Pauw, maka maski itoe waktoe soeda djaoe malem tida oeroeng ini doea djedjaka mengedjer djoega. Tapi koetika iaorang sampe di sana, kota Lam An Koen telah didjaga dengen keras, oleh kerna He-Houw Bou telah masoek ka dalem kota itoe. Thio Pauw dan Kwan Hin lantas atoer balatentaranja di bebrapa tempat boeat kepoeng kota terseboet. Tida berselang lama Tio In dan Teng Tji poen beroentoen-roentoen telah sampe di sana. Sebagimana itoe doea djedjaka jang sampe doeloean telah berboeat, marika ini poen lantas atoer soldadoenja di berapa tempat boeat bantoe koeroeng itoe kota. Sapoeloe harl beroentoen iaorang telah menjerang itoe kota dengen tida dapet maksoednja. Sedeng begitoe, tiba-tiba dateng kabar jang mewartaken hal sampenja Khong Beng di itoe tempat. Ini ferdana mantri dateng melaenken barsama ia poenja barisan jang mengambil djalan di sama tenga, kerna pasoekannja jang laen ia kasi tinggal di bebrapa tempat. Pasoekan jang mengam­bil djalan paling blakang ia tempatken di Bian<noinclude></noinclude> qz483xj84h8tyldrdw88jxv6zugix4v Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/211 104 108153 302510 2026-07-10T09:08:04Z F4hroro 26348 /* Telah diuji baca */ 302510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" />{{rh||-4141-}}</noinclude>Jang, samentara barisan jang mengapit di kiri kanan, satoe di Jang Peng dan jang laen di Sek Shia. Satelah menerima itoe kabar, tida tempo lagi Tio In, Teng Tji, Kwan Hin dan Thio Pauw lantas pergi ketemoeken itoe ferdana mantri jang baroe sampe, pada siapa iaorang tjeritaken kaädaännja kota Lam An Koen, jang soeda diserang sapoeloe hari lamanja dengen tida berhasil. Dengen berkandaran, Khong Beng dateng sendiri ka deket itoe kota boeat preksa begimana kaädaännja. Sasoeda poeterin satoe djoeroes ia lantas balik kombali ka pasanggrahan sendiri. Ia doedoek di kantoornja, sedeng sekalian ponggawa perang jang berdiri berdjedier di itoe tempat ada sedia boeat denger ia poenja tita. Kamoedian ia berkata: „Kota jang baroesan akoe preksa tida gampang diserang, sebab soengei jang mengalir di sakiternja ada dalem, sedeng temboknja poen ada tegoe sekali. Laen dari begitoe, akoe poenja maksoed jang sedjati djoega tida berhoeboeng dengen ini kota. Maka itoe tida perloe kau boewang banjak tempo boeat bikin itoe penjerangan jang tida ada faedahnja, Kerna djikaloe sampe moesoe kaloear dengen ambil djalan di bebrapa tempat boeat serang kita poenja daerah Han Tiong, nistjaja barisan kita boleh djadi roesak sama-sekali.”<noinclude></noinclude> godgnr28yqzbddm49dveapkyphugxfo Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605 0 108154 302511 2026-07-10T09:16:26Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''19.''' Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera. ----'''Pasal 1.''' Oendang-oendang ini maksoednja ialah, memadjoekan oesaha orang-o...' 302511 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''19.''' Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera. ----'''Pasal 1.''' Oendang-oendang ini maksoednja ialah, memadjoekan oesaha orang-orang hoekoeman oentoek memperbaiki dirinja sendiri, soepaja mereka jang baik tingkah lakoenja selama didjalankan hoekoemannja, dapat kembali setjepat-tjepatnja ke-dalam masjarakat. '''Pasal 2.''' Djika orang jang telah dikenakan hoekoeman tyoo-eki jang terbatas lamanja dan sedang mendjalani hoekoemannja, berkelakoean baik, sehingga mendjadi teladan bagi orang-orang hoekoeman lain teroes-meneroes selama satoe tahoen semendjak tanggal 29, boelan 4 tahoen jang laloe, maka lamanja masa-hoekoemannja boleh dikoerangi 3 boelan. Terhadap orang hoekoeman jang mendjabat pekerdjaan pembantoe oentoek mengawasi orang-orang hoekoeman lain, pengoerangan lamanja masa-hoekoeman jang dimaksoed pada ajat diatas didjadikan 1 boelan. '''Pasal 3.''' Djika orang hoekoeman, jang lamanja masa-hoekoemannja telah dikoerangi 4 kali atau lebih bertoeroet-toeroet, memenoehi sjarat - sjarat jang dimaksoed dalam pasal 2, maka lamanja masa-hoekoemannja, bagi orang jang dimaksoed dalam pasal 2 ajat 1, boleh dikoerangi 6 boelan, dan bagi orang jang dimaksoed dalam pasal 2 ajat 2, boleh dikoerangi 8 boelan. '''Pasal 4.''' Djika orang jang dikenakan tyoo-eki seoemoer hidoep telah mendjalani hoekoemannja sepoeloeh tahoen lamanja dan loear biasa baik tingkah lakoenja, maka tyoo-eki seoemoer hidoep itoe boleh dioebah mendjadi tyoo-eki jang terbatas lamanja, sehingga lamanja sisa hoekoeman jang masih haroes didjalaninja mendjadi sekoerang-koerangnja sepoeloeh dan selama-lamanja 15 tahoen. '''Pasal 5.''' Pengoerangan lamanja masa-hoekoeman atau peroebahan hoekoeman jang dimaksoed dałam pasal 2 sampai pasal 4 di-atas , tidak boleh dilakoekan terhadap orang jang termasoek dalam salah satoe golongan jang diseboetkan dibawah ini: # bangsa moesoeh; # orang jang melakoekan kedjahatan jang berdasarkan pikiran anti-Nippon atau melawan Nippon atau pikiran jang berbahaja, seperti pikiran koeminis, pikiran jang tidak soeka mempoenjai Pemerintah dsb.; # orang jang melakoekan kedjahatan sebagai jang diterangkan dalam Gunsei-Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera) pasal 27 sampai pasal 30 dan orang jang melanggar peratoeran jang diseboet dalam Hukoku (Oendang-oendang Pemerintah Balatentera) atau Gunseirei jang menetapkan kedjahatan jang sedjenis dengan kedjahatan-kedjahatan jang terseboet dalam Gunsei-Keizirei pada pasal 27 sampai pasal 30. '''Pasal 6.''' Pengoerangan lamanja masa-hoekoeman dan peroebahan hoekoeman jang dimaksoed dalam oendang-oendang ini dilakoekan tiap-tiap tahoen pada tanggal 29, boelan 4 oleh Gunseikanbu Sihoobutyoo atas perintah Gunseikan. '''Pasal 7.''' Djika orang jang telah dikoerangi lamanja masa-hoekoemannja, melakoekan perboeatan jang tidak baik dalam waktoe 6 boelan sebeloem hari-lepasnja, sehingga ia dikenakan hoekoeman dalam pendjara, maka orang itoe tidak dilepas dalam 6 boelan, terhitoeng moelai dari hari ia dikenakan hoekoeman dalam pendjara itoe, ketjoeali djika hoekoemannja telah habis didjalaninja. '''Atoeran tambahan.''' '''Pasal 8.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. '''Pasal 9.''' Dalam hal melakoekan pasal 2 sampai pasal 4 dan pasal 7, orang jang telah di-beri peroebahan hoekoeman menoeroet oendang-oendang ini atau peratoeran-peratoeran lain, dipandang sebagai orang jang telah dikenakan hoekoeman jang dioebah itoe. '''Pasal 10.''' Oendang-oendang ini berlakoe djoega terhadap orang jang oleh Gunsei-Hooin telah dikenakan Gunbatu atau hoekoeman jang ditetapkan dalam oendang-oendang atau peratoeran-peratoeran jang berlakoe sebeloem pemerintahan Balatentera di-djalankan. ----Djakarta, tanggal 5, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |tyoo-eki | |懲役 | |chōeki | | | | |- |Gunsei-Keizirei | |軍政刑事令 | |gunsei keizirei |Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera |Undang-undang kriminal pemerintahan Balatentara | | |- |Hukoku | |布告 | |hukoku |Oendang-oendang Pemerintah Balatentera |Undang-undang Pemerintah Balatentara | | |- |Gunseikanbu Sihoobutyoo | |軍政幹部 司法部長 | |gunseikanbu shihōbuchō | | | | |- |Gunseikan | | | |gunseikan | | | | |- |Gunsei-Hooin | |軍政法院 | |gunsei hōin | | | | |- |Gunbatu | |軍罰 | |gunbatsu | | | | |} 05z2746hyu0g3wev479m28fdsstazp1 302572 302511 2026-07-10T10:53:28Z Ateofen 26483 302572 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''19.''' Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera. ----'''Pasal 1.''' Oendang-oendang ini maksoednja ialah, memadjoekan oesaha orang-orang hoekoeman oentoek memperbaiki dirinja sendiri, soepaja mereka jang baik tingkah lakoenja selama didjalankan hoekoemannja, dapat kembali setjepat-tjepatnja ke-dalam masjarakat. '''Pasal 2.''' Djika orang jang telah dikenakan hoekoeman tyoo-eki jang terbatas lamanja dan sedang mendjalani hoekoemannja, berkelakoean baik, sehingga mendjadi teladan bagi orang-orang hoekoeman lain teroes-meneroes selama satoe tahoen semendjak tanggal 29, boelan 4 tahoen jang laloe, maka lamanja masa-hoekoemannja boleh dikoerangi 3 boelan. Terhadap orang hoekoeman jang mendjabat pekerdjaan pembantoe oentoek mengawasi orang-orang hoekoeman lain, pengoerangan lamanja masa-hoekoeman jang dimaksoed pada ajat diatas didjadikan 1 boelan. '''Pasal 3.''' Djika orang hoekoeman, jang lamanja masa-hoekoemannja telah dikoerangi 4 kali atau lebih bertoeroet-toeroet, memenoehi sjarat - sjarat jang dimaksoed dalam pasal 2, maka lamanja masa-hoekoemannja, bagi orang jang dimaksoed dalam pasal 2 ajat 1, boleh dikoerangi 6 boelan, dan bagi orang jang dimaksoed dalam pasal 2 ajat 2, boleh dikoerangi 8 boelan. '''Pasal 4.''' Djika orang jang dikenakan tyoo-eki seoemoer hidoep telah mendjalani hoekoemannja sepoeloeh tahoen lamanja dan loear biasa baik tingkah lakoenja, maka tyoo-eki seoemoer hidoep itoe boleh dioebah mendjadi tyoo-eki jang terbatas lamanja, sehingga lamanja sisa hoekoeman jang masih haroes didjalaninja mendjadi sekoerang-koerangnja sepoeloeh dan selama-lamanja 15 tahoen. '''Pasal 5.''' Pengoerangan lamanja masa-hoekoeman atau peroebahan hoekoeman jang dimaksoed dałam pasal 2 sampai pasal 4 di-atas , tidak boleh dilakoekan terhadap orang jang termasoek dalam salah satoe golongan jang diseboetkan dibawah ini: # bangsa moesoeh; # orang jang melakoekan kedjahatan jang berdasarkan pikiran anti-Nippon atau melawan Nippon atau pikiran jang berbahaja, seperti pikiran koeminis, pikiran jang tidak soeka mempoenjai Pemerintah dsb.; # orang jang melakoekan kedjahatan sebagai jang diterangkan dalam Gunsei-Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera) pasal 27 sampai pasal 30 dan orang jang melanggar peratoeran jang diseboet dalam Hukoku (Oendang-oendang Pemerintah Balatentera) atau Gunseirei jang menetapkan kedjahatan jang sedjenis dengan kedjahatan-kedjahatan jang terseboet dalam Gunsei-Keizirei pada pasal 27 sampai pasal 30. '''Pasal 6.''' Pengoerangan lamanja masa-hoekoeman dan peroebahan hoekoeman jang dimaksoed dalam oendang-oendang ini dilakoekan tiap-tiap tahoen pada tanggal 29, boelan 4 oleh Gunseikanbu Sihoobutyoo atas perintah Gunseikan. '''Pasal 7.''' Djika orang jang telah dikoerangi lamanja masa-hoekoemannja, melakoekan perboeatan jang tidak baik dalam waktoe 6 boelan sebeloem hari-lepasnja, sehingga ia dikenakan hoekoeman dalam pendjara, maka orang itoe tidak dilepas dalam 6 boelan, terhitoeng moelai dari hari ia dikenakan hoekoeman dalam pendjara itoe, ketjoeali djika hoekoemannja telah habis didjalaninja. '''Atoeran tambahan.''' '''Pasal 8.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. '''Pasal 9.''' Dalam hal melakoekan pasal 2 sampai pasal 4 dan pasal 7, orang jang telah di-beri peroebahan hoekoeman menoeroet oendang-oendang ini atau peratoeran-peratoeran lain, dipandang sebagai orang jang telah dikenakan hoekoeman jang dioebah itoe. '''Pasal 10.''' Oendang-oendang ini berlakoe djoega terhadap orang jang oleh Gunsei-Hooin telah dikenakan Gunbatu atau hoekoeman jang ditetapkan dalam oendang-oendang atau peratoeran-peratoeran jang berlakoe sebeloem pemerintahan Balatentera di-djalankan. ----Djakarta, tanggal 5, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |tyoo-eki | |懲役 | |chōeki |hoekoeman pendjara |Hukuman penjara | | |- |Gunsei-Keizirei | |軍政刑事令 | |gunsei keizirei |Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera |Undang-undang kriminal pemerintahan Balatentara | | |- |Hukoku | |布告 | |hukoku |Oendang-oendang Pemerintah Balatentera |Undang-undang Pemerintah Balatentara | | |- |Gunseikanbu Sihoobutyoo | |軍政幹部 司法部長 | |gunseikanbu shihōbuchō | | | | |- |Gunseikan | | | |gunseikan | | | | |- |Gunsei-Hooin | |軍政法院 | |gunsei hōin | | | | |- |Gunbatu | |軍罰 | |gunbatsu | | | | |} 55f10ns531aywecihr8rsydob38bl9b Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/212 104 108155 302512 2026-07-10T09:19:05Z F4hroro 26348 /* Telah diuji baca */ 302512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" />{{rh||-4142—}}</noinclude>„Tapi," kata Teng Tji jang tida mengarti maksoednja Khong Beng: „djanganlah Sinsiang loepa, He-Houw Bou itoe ada satoe Hoema dari karadjaän Goei. Maka djikaloe ini satoe orang bisa dapet ditangkep, akoe kira ada lebi menang dari pada kita dapet boenoe beratoes moesoe poenja Taijtjiang jang laen. Sekarang ini orang telah terkepoeng di ini tempat, sedeng begitoe, mengapatah djoega kita moesti tinggalken dia aken pergi ka tempat laen?” „Soeda tentoe akoe ada sedia tipoe boeat oeroes itoe perkara,” menjaoet Khong Beng; „Akoe taoe ini tempat ada berhoeboeng di sebla Barat dengen kota Thian Soei Koen, dan di fihak Oetara dengen kota An Teng Koen; melaenken akoe tida taoe, siapa orangnja jang djaga itoe doea kota.” „O, akoe taoe siapa jang djaga itoe kadoea kota," kata satoe soldadoe toekang serepin kabar; „Thian Soei didjaga oleh Thaijsioe Ma Tjoen, samentara An Teng oleh Thaijsioe Tjhoei Liang.” „Na, sekarang akoe bisa lantas atoer apa jang perloe," kata itoe ferdana mantri dengen girang. Kamoedian ia panggil Goei Jan, Kwan Hin, Thio Pauw dan doea soldadoe jang boleh dipertjaja dateng mengadep dan bri taoe apa jang marika ini moesti berboeat. Tempo itoe lima orang soeda berlaloe, Khong Beng jang masi berdiam di loear kota Lam An,<noinclude></noinclude> 7swdees4x5qexeaxh6y8fo4n7kgoxum Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605 0 108156 302513 2026-07-10T09:24:41Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''21.''' Tentang menaikkan tjoekai-goela. ----Tjoekai-goela dinaikkan mendjadi: ƒ 7,— boeat tiap-tiap 100 kg . '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai...' 302513 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''21.''' Tentang menaikkan tjoekai-goela. ----Tjoekai-goela dinaikkan mendjadi: ƒ 7,— boeat tiap-tiap 100 kg . '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai beriakoe pada hari dioemoemkan. Goela jang termasoek dalam salah satoe golongan dibawah ini, jaitoe jang ada digedoeng paberik goela atau di Satoo Hozei Sooko pada waktoe oendang-oendang ini didjalankan, tjoekainja dipoengoet menoeroet tjoekai-goela sebeloem kenaikkan tjoekai ini: # Goela jang soedah dibajar tjoekainja sampai satoe hari sebeloem oendang-oendang ini didjalankan; # Goela jang soedah dikirimkan soerat pemberitahoean tjoekainja oleh tjabang kantor Syoohizei jang bersangkoetan kepada orang jang wadjib membajar tjoekai sampai satoe hari sebeloem oendang-oendang ini didjalankan. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Satoo Hozei Sooko | |砂糖保税倉庫 | |satō hozei sōko | | | | |- |Syoohizei | |消費税 | |shōhizei | | | | |} pot07s9ceofjd5t61tqaqvjodk0eccr Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/213 104 108157 302518 2026-07-10T09:25:54Z F4hroro 26348 /* Telah diuji baca */ 302518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" />{{rh||—4143—}}</noinclude>prenta soldadoenja toempoek roempoet kering dan kajoe bakar di kaki itoe kota, jang katanja maoe dibakar. Tapi soldadoe Goei jang denger itoe kabar, semoea djadi tertawa bergelak-gelak, sebab iaorang pikir, moestail amat kota jang begitoe tegoe bisa dibakar. Dengen tinggalken ini kota, sekarang kita dateng di kota An Teng, dimana Thaijsioe Tjhoei Liang, dengen katakoetan lantaran mendengar kabar jang He-Houw Bou telah terkepoeng di dalem kota Lam An, sedeng atoer pendiagaän di itoe kota dengen koerang lebi ampat riboe soldadoe jang ia dapet koempoel. Koenjoeng-koenjoeng Tjhoei Liang dapet liat satoe orang mendatengin, dan koetika soeda dateng berdeket, orang itoe lantas berkata padanja, jang ia ada bawa satoe kabar jang amat penting. Itoe Thaijsioe lantas soeroe ia masoek, dan menanja, kabar apa jang ia ada bawa. Itoe soeroehan — jang sabenernja ada orangnja Khong Beng — lantas berkata: „Akoe ini ada ponggawa-perang jang dipertjaja betoel oleh He-Houw Teuwtok, dan bernama Pwe Sie. Dengen mendjoendjoeng titanja Touwtok terseboet, akoe sengadja dateng di kota Thian Soei dan An Teng boeat minta toeloengan. Sabenernja sadari kota Lam An dikepoeng moesoe, saban hari<noinclude></noinclude> i5m022qlisixq7d85c9yzld4xpcqysh Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605 0 108158 302531 2026-07-10T09:41:37Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe...' 302531 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoenn dan ilmoe teknik istimewa, demikian djoega oentoek mendidik orang jang tjakap jang bergoena oentoek mendjadi dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari berdasarkan tjita-tjita Pembentoekan Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raja. '''Pasal 2.''' Senmon Gakkoo diadakan oleh Gunseikan. '''Pasal 3.''' Menjimpang dari atoeran pasal diatas, Syuu, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo dengan izin Gunseikan Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo jang terseboet dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Lamanja peladjaran pada Senmon Gakkoo ialah 3 atau 4 tahoen. Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat atau menjoeroeh memper singkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas. '''Pasal 5.''' Jang boleh diterima mendjadi moerid Senmon Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Tyuutoo Gakkoo (Sekolah Pertengahan), atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe. Pasal 6. Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan, latihan, bockoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman, sjarat- sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb. boeat Senmon Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Zitugyoo Gakkoo (Sekolah Peroesahaan) boleh diadakan disamping Senmon Gakkoo. '''Pasal 8.''' Senmon Gakkoo boleh memoengoet ocang sekolah dan lain-lain biaja sekolah menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 9.''' Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 10.''' Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahun-boekoe. '''Pasal 11.''' Hanja Senmon Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Senmon Gakkoo“, ketjoeali djika ditetapkan dengan Seirei lain. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Bogor Noogyoo Nenmon Gakkoo, Malang Noogyoo Senmon Gakkoo, Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo, Semarang Igaku Senmon Gakkoo, Bogor Zynui Senmon Gakkoo dan Bogor Ringyoo Senmon Gakkoo jang ada pada waktos itoe , masing - masing ditetapkan mendjadi Sen- mon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah menoeroet oendang-oendang ini. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Malang Noogyoo Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Gakkoo jang ada pada waktoe itoe, masing-masing ditetapkan diadakan disamping Malang Noogyoo Senmon Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Senmon Gakkoo | |専門学校 | |senmon gakkō | | | | |} iivmifp2ilep5safodjgkhjkovf7yg8 302532 302531 2026-07-10T09:43:52Z Ateofen 26483 302532 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean dan ilmoe teknik istimewa, demikian djoega oentoek mendidik orang jang tjakap jang bergoena oentoek mendjadi dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari berdasarkan tjita-tjita Pembentoekan Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raja. '''Pasal 2.''' Senmon Gakkoo diadakan oleh Gunseikan. '''Pasal 3.''' Menjimpang dari atoeran pasal diatas, Syuu, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo dengan izin Gunseikan Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo jang terseboet dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Lamanja peladjaran pada Senmon Gakkoo ialah 3 atau 4 tahoen. Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat atau menjoeroeh memper singkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas. '''Pasal 5.''' Jang boleh diterima mendjadi moerid Senmon Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Tyuutoo Gakkoo (Sekolah Pertengahan), atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe. Pasal 6. Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan, latihan, bockoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman, sjarat- sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb. boeat Senmon Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Zitugyoo Gakkoo (Sekolah Peroesahaan) boleh diadakan disamping Senmon Gakkoo. '''Pasal 8.''' Senmon Gakkoo boleh memoengoet ocang sekolah dan lain-lain biaja sekolah menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 9.''' Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 10.''' Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahun-boekoe. '''Pasal 11.''' Hanja Senmon Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Senmon Gakkoo“, ketjoeali djika ditetapkan dengan Seirei lain. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Bogor Noogyoo Nenmon Gakkoo, Malang Noogyoo Senmon Gakkoo, Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo, Semarang Igaku Senmon Gakkoo, Bogor Zynui Senmon Gakkoo dan Bogor Ringyoo Senmon Gakkoo jang ada pada waktos itoe , masing - masing ditetapkan mendjadi Sen- mon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah menoeroet oendang-oendang ini. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Malang Noogyoo Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Gakkoo jang ada pada waktoe itoe, masing-masing ditetapkan diadakan disamping Malang Noogyoo Senmon Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Senmon Gakkoo | |専門学校 | |senmon gakkō | | | | |} fc5on9ixb57n0yxvmvo84h3ltw76u5c 302534 302532 2026-07-10T09:45:36Z Ateofen 26483 302534 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean dan ilmoe teknik istimewa, demikian djoega oentoek mendidik orang jang tjakap jang bergoena oentoek mendjadi dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari berdasarkan tjita-tjita Pembentoekan Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raja. '''Pasal 2.''' Senmon Gakkoo diadakan oleh Gunseikan. '''Pasal 3.''' Menjimpang dari atoeran pasal diatas, Syuu, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo dengan izin Gunseikan Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo jang terseboet dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Lamanja peladjaran pada Senmon Gakkoo ialah 3 atau 4 tahoen. Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat atau menjoeroeh memper singkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas. '''Pasal 5.''' Jang boleh diterima mendjadi moerid Senmon Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Tyuutoo Gakkoo (Sekolah Pertengahan), atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe. '''Pasal 6.''' Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan, latihan, bockoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman, sjarat-sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb. boeat Senmon Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Zitugyoo Gakkoo (Sekolah Peroesahaan) boleh diadakan disamping Senmon Gakkoo. '''Pasal 8.''' Senmon Gakkoo boleh memoengoet oeang sekolah dan lain-lain biaja sekolah menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 9.''' Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 10.''' Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahun-boekoe. '''Pasal 11.''' Hanja Senmon Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Senmon Gakkoo“, ketjoeali djika ditetapkan dengan Seirei lain. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Bogor Noogyoo Nenmon Gakkoo, Malang Noogyoo Senmon Gakkoo, Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo, Semarang Igaku Senmon Gakkoo, Bogor Zynui Senmon Gakkoo dan Bogor Ringyoo Senmon Gakkoo jang ada pada waktos itoe , masing-masing ditetapkan mendjadi Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah menoeroet oendang-oendang ini. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Malang Noogyoo Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Gakkoo jang ada pada waktoe itoe, masing-masing ditetapkan diadakan disamping Malang Noogyoo Senmon Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Senmon Gakkoo | |専門学校 | |senmon gakkō | | | | |} fg29ka8lmqylxnwcfy89qgh89p2qh56 302563 302534 2026-07-10T10:14:27Z Ateofen 26483 302563 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean dan ilmoe teknik istimewa, demikian djoega oentoek mendidik orang jang tjakap jang bergoena oentoek mendjadi dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari berdasarkan tjita-tjita Pembentoekan Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raja. '''Pasal 2.''' Senmon Gakkoo diadakan oleh Gunseikan. '''Pasal 3.''' Menjimpang dari atoeran pasal diatas, Syuu, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo dengan izin Gunseikan Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo jang terseboet dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Lamanja peladjaran pada Senmon Gakkoo ialah 3 atau 4 tahoen. Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat atau menjoeroeh memper singkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas. '''Pasal 5.''' Jang boleh diterima mendjadi moerid Senmon Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Tyuutoo Gakkoo (Sekolah Pertengahan), atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe. '''Pasal 6.''' Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan, latihan, bockoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman, sjarat-sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb. boeat Senmon Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Zitugyoo Gakkoo (Sekolah Peroesahaan) boleh diadakan disamping Senmon Gakkoo. '''Pasal 8.''' Senmon Gakkoo boleh memoengoet oeang sekolah dan lain-lain biaja sekolah menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 9.''' Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 10.''' Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahun-boekoe. '''Pasal 11.''' Hanja Senmon Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Senmon Gakkoo“, ketjoeali djika ditetapkan dengan Seirei lain. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Bogor Noogyoo Senmon Gakkoo, Malang Noogyoo Senmon Gakkoo, Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo, Semarang Igaku Senmon Gakkoo, Bogor Zyuui Senmon Gakkoo dan Bogor Ringyoo Senmon Gakkoo jang ada pada waktos itoe, masing-masing ditetapkan mendjadi Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah menoeroet oendang-oendang ini. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Malang Noogyoo Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Gakkoo jang ada pada waktoe itoe, masing-masing ditetapkan diadakan disamping Malang Noogyoo Senmon Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Senmon Gakkoo | |専門学校 | |senmon gakkō | | | | |- |Syuu |州 |州 | |shū | | |residentie | |- |Ken |縣 |県 | |ken | | |regentschap | |- |Si |市 |市 | |shi | | |stadsgemeente | |- |Tyuutoo Gakkoo | |中等学校 | |chūtō gakkō |Sekolah Pertengahan |Sekolah Pertengahan | | |- |Zitugyoo Gakkoo | |実業学校 | |jitsugyō gakkō |Sekolah Peroesahaan |Sekolah Perusahaan | | |- |Gunseikan | | | |gunseikan | | | | |- |Noogyoo | |農業 | |nōgyō | | | | |- |Koogyoo | |工業 | |kōgyō | | | | |- |Igaku | |医学 | |igaku | | | | |- |Zyuui | | | | | | | | |- |Ringyoo | |林業 | |ringyō | | | | |} em4418wgsi3liw9xxu078rxbiy0xef8 302570 302563 2026-07-10T10:45:23Z Ateofen 26483 302570 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=dicabut dengan [[Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1947]]}}'''Osamu Seirei No.''' '''22.''' Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa). ----'''Pasal 1.''' Senmon Gakkoo diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean dan ilmoe teknik istimewa, demikian djoega oentoek mendidik orang jang tjakap jang bergoena oentoek mendjadi dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari berdasarkan tjita-tjita Pembentoekan Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raja. '''Pasal 2.''' Senmon Gakkoo diadakan oleh Gunseikan. '''Pasal 3.''' Menjimpang dari atoeran pasal diatas, Syuu, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo dengan izin Gunseikan Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo jang terseboet dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 4.''' Lamanja peladjaran pada Senmon Gakkoo ialah 3 atau 4 tahoen. Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat atau menjoeroeh memper singkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas. '''Pasal 5.''' Jang boleh diterima mendjadi moerid Senmon Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Tyuutoo Gakkoo (Sekolah Pertengahan), atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe. '''Pasal 6.''' Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan, latihan, bockoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman, sjarat-sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb. boeat Senmon Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 7.''' Zitugyoo Gakkoo (Sekolah Peroesahaan) boleh diadakan disamping Senmon Gakkoo. '''Pasal 8.''' Senmon Gakkoo boleh memoengoet oeang sekolah dan lain-lain biaja sekolah menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 9.''' Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah diawasi oleh Gunseikan. '''Pasal 10.''' Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahun-boekoe. '''Pasal 11.''' Hanja Senmon Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Senmon Gakkoo“, ketjoeali djika ditetapkan dengan Seirei lain. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Bogor Noogyoo Senmon Gakkoo, Malang Noogyoo Senmon Gakkoo, Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo, Semarang Igaku Senmon Gakkoo, Bogor Zyuui Senmon Gakkoo dan Bogor Ringyoo Senmon Gakkoo jang ada pada waktos itoe, masing-masing ditetapkan mendjadi Senmon Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah menoeroet oendang-oendang ini. Pada waktoe oendang-oendang ini dilakoekan, maka Malang Noogyoo Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Gakkoo jang ada pada waktoe itoe, masing-masing ditetapkan diadakan disamping Malang Noogyoo Senmon Gakkoo dan Surabaja Koogyoo Senmon Gakkoo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Senmon Gakkoo | |専門学校 | |senmon gakkō | | | | |- |Syuu |州 |州 | |shū | | |residentie | |- |Ken |縣 |県 | |ken | | |regentschap | |- |Si |市 |市 | |shi | | |stadsgemeente | |- |Tyuutoo Gakkoo | |中等学校 | |chūtō gakkō |Sekolah Pertengahan |Sekolah Pertengahan | | |- |Zitugyoo Gakkoo | |実業学校 | |jitsugyō gakkō |Sekolah Peroesahaan |Sekolah Perusahaan | | |- |Gunseikan | | | |gunseikan | | | | |- |Noogyoo | |農業 | |nōgyō | | | | |- |Koogyoo | |工業 | |kōgyō | | | | |- |Igaku | |医学 | |igaku | | | | |- |Zyuui | | | | | | | | |- |Ringyoo | |林業 | |ringyō | | | | |} 4n0wju435656k3oqca5b4dchlihr8eb Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/29 104 108159 302533 2026-07-10T09:44:49Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 302533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3965 —}}</noinclude>dari ini, ia ketemoe djoega satoe barisan jang dikapalaken oleh Goei Jan. Dengen goegoep itoe Radja jang bandel lantas biloeken koedanja menoedjoe ka sebla kanan dan dari sebab itoe waktoe ia berlakoe terboeroe-boeroe, ampir-ampir ia djadi terdjoengkel dari itoetoenggangan. Di ini fihak poen ia tiada bisa dapet djalanan; sebab itoe waktoe ia ketemoe lagi satoe pasoekan jang dikapalaken oleh Tio In dan sebagiitoe doea pertemoean jang soeda, djoega ini kali lebi doeloe ia dapet liat api berkobar-kobar. Sekarang ia taoe bahaja apa ada mengantjem atas dirinja. Maka, sedeng itoe tiga pasoekan dateng semingkin rapet, lantas djoega dengen mati-matian ia menerdjang kaloear, laloe lari-lari menoedjoe ka soengei Louw Soei. Soekoer djoega di sitoe ia dapetken saboea praoe jang dikamoediken oleh bilang bias soldadoe Ban, dan ia sigra gape-in itoe kandaran, jang lantas didajoeng ka pinggir. Tapi baroe sad ja ia dan koedanja toeroen ka dalem itoe praoe, lantas djoega ia dapet denger satoe tanda resia, dan berbareng dengen boenjinja itoe, orang lantas iket padanja. Orang jang kamoediken itoepraoe, jalah Ma Taij dan bilang bias orang Tionghoa jang menjamar djadi orang Ban atas titanja Khong Beng, boeat pantjing dan tangkep itoe Radja jang bandel betoel.<noinclude></noinclude> 7cikjns43cpkt2ku1kbnf0vmk3pb31u Halaman:Macao Po.pdf/100 104 108160 302535 2026-07-10T09:51:31Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 302535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><big>'''''TIDA PIKOEL RISICO'''''</big> {{border|bthickness=2px|::Beroelang-oelang kita minta diperhatiken segala oeroesan jang bersangkoetan sama Administratie. „Tjerita Roman” djangan diadresken ka Tosari, tapi sajang kerapkali perminta'an ini tida diperhatiken, maka boeat {{sp|pengabisan}} kali kita harep boeat djangan melambatken pekerdja'an, soekalah kiranja jang berkepentingan toelis pada adres di bawah ini: ::ADMINISTRATIE “TJERITA ROMAN” :::::{{sp|MALANG}}</center> ::Segala apa jang bersangkoetan sama administratie „Liberty” kaloe tida diadresken pada adres terseboet, kita tida tanggoeng djawab lagi. ::Djoega pesenan boekoe-boekoe jang didjoeal oleh BOEKHANDEL ‘LIBERTY’ {{sp|TOSARI}}, harep di adresken ka Tosari dan djangan pada Administratie „Liberty” {{sp|Malang}}. }}<noinclude></noinclude> bw4g8t8kfj8142k5ihn8jp2y9z94lej Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/30 104 108161 302536 2026-07-10T09:51:32Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 302536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3966 —}}</noinclude>Sasoedanja Beng Hek itoe dapet ditangkep aken katiga kali, Khong Beng lantas boeka djalan boeat soldadoe Ban dateng menaloek. Lantaran begitoe, dalem sedikit waktoe sadja soeda tiada bisa diitoeng brapa banjaknja balatentara Pan jang dateng seraken diri. Itoe ferdana mantri lantas hiboerken hatinja marika itoe dengen berbagi-bagi perkataän manis, hingga iaorang merasa senang di dalem hati. Koetika api jang masi menjala di bebrapa tempat semoea soeda dapet dibikin padem, Ma Taij lantas bawa Beng Hek ka badepannja Khong Beng. Beroentoen dengen itoe, Tio in jang membawa Beng Jee, Ma Tiong, Goei Jan, Ong Peng dan Kwan So jang menggiring bebrapa Radja-gowa poen telah dateng dalem itoe roewangan. Sambil tertawa dan menoendjoek, itoe ferdana mantri berkata pada Beng Hek: „Kau mengimpi, kaloe kau kira, dengen soeroe kau poenja adé poera-poera menaloek lebi doeloe, kau nanti bisa pedajaken akoe. Beng Hek ! kendati poen soedara kau itoe ada membawa barang-barang bingkesan ! Bolehkah sekarang kau menaloek, sedeng dengen ini kau soeda dapet ditangkep aken katiga kali ?” „Tida !” menjaoet Beng Hek : „sebab kaloe sekarang kombali akoe soeda tertangkep, hingga akoe poenja perkara besar soeda djadi kapiran,<noinclude></noinclude> e1qb8rdd2w030uygr0gil8nfezxv19k Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/33 104 108162 302539 2026-07-10T09:57:29Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 302539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3969 —}}</noinclude>jang sedeng doedoek di korsi tinggi dalem itoe bangsal ada mengantjem padanja begini: „Inget baek-baek! kaloe sakali ini kau dapet ditangkep poela, soeda tentoe kau tiada bisa dapet kalepasan lagi begini gampang!" Beng Hek tiada perdoeli itoe antjeman, hanja berdjalan teroes menoedjoe ka pasanggrahannja. Tapi ini pasanggrahan telah dirampas oleh Tio In, jang itoe waktoe lagi doedoek dengen pegang pedang terhoenoes di bawa satoe bendera besar. Maka satelah meliat pada Beng Hek, itoe panglima lantas berkata: „Djikaloe Sinsiang soeda oendjoek boedi begini, haroeslah djoega kau djangan loepaken boedinja itoe." „Beng Hek manggoet beroelang-oelang dengen kaloearken bebrapa perkata'an jang tiada terang; kamoedian ia berlaloe dari hadepannja itoe panglima. Tempo iaorang berdjalan leb' djaoe sampe di soeatoe tempat jang berwates dengen djalanan goenoeng, di sitoe Beng Hek dan kawan-kawannja ketemoe pada Goei Jan dan sariboe balatentara Siok, jang berdiri berbaris di tandjakan goenoeng. Sakoetika lamanja Goei Jan itoe mengawasin padanja dengen mata mendelik; kamoedian panglima itoe berkata dengen swara keras: „Liatlah, sekarang kita-orang soeda masoek dalem kau poenja sarang dan soeda rampas djoega kau<noinclude></noinclude> 8nqaxlzljcbujsrp3gexz5liupv490c Halaman:Macao Po.pdf/101 104 108163 302542 2026-07-10T10:01:30Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 302542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>APA ITOE? {{c|<big><big>„The Last Paradise”</big></big>}} Kenapa Poelo Bali oleh toeristen dari Amerika dan laen-laen negri di beriken nama djoeloekan <br>{{c|{{sp|'''„SORGA PENGABISAN”'''}}}}<br>Tentoe, ada APA-APA jang mengagoemken dan APA-APA jang tida terdapet di laen negri dan APA-APA jang haroes dikagoemin.<br>Sewaktoe kita denger APA-APA jang mengagoemken, kita poenja hati djadi tergerak dan mengiler, tetapi tjoema mendenger dan mengiler sadja tida seperti menjaksiken dengen mata sendiri!<br>{{c|'''Kirim postwissel F 1.20 pada:'''}} {{sp|'''THE PARAGON PRESS MALANG”'''}} dengen sedikit oewang toean dengen familie nanti bisa toeroet kagoemken dan sedikitnja bisa dapet pengetahoean tentang: {{c|{{sp|'''„THE LAST PARADISE”'''}}}}<br>sebagi djoega itoe toeristen dari loear negri jang kagoemken, di toean poenja roemah zonder toean pergi ka itoe Poelo jang memakan onkost, atawa bagi toeristen jang hendak koendjoengin itoe Poelo, ini pengoendjoekan ada sebagi penoentoen djalan, oepama spoor berdjalan di atas rail. '''KIRIM POSTWISSEL SEKARANG,'''<br> ::'''DJANGAN TJOEMA MENDENGER'''<br> :::::::'''DAN MENGILER SADJA!'''<noinclude></noinclude> 5hakaarmk9isfm2ie92l8t2adpb49vf Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/32 104 108164 302543 2026-07-10T10:02:12Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 302543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3968 —}}</noinclude>lakoe ati-ati sekali, sebab kaloe sakali lagi kau tertangkep, tiada nanti kau dapet kabebasan lagi begini gampang. Dari sebab begitoe, baeklah dengen radjin kau fahamken kitab prang dan lebi siang kau tetepken satoe daja-oepaja jang sampoerna, soepaja kaloe kamoedian kau siapken lagi angkatan prang jang terdiri dari koelawarga dan orang-orang kapertjajaänmoe, kau tiada nanti djadi menjesel." Kamoedian itoe ferdana mantri lantas prenta orang boekaken tambang jang mengiket tangannja Beng Hek, demikianpoen jang memborgol tangannja Beng Joe dan tangannja itoe semoea Radjagowa, dan marika ini semoea lantas disoeroe poelang ka gowanja. Beng Hek dan kawan-kawannja mengoetjap trima kasi boeat itoe kabebasan jang Khong Beng briken aken katiga kali. Itoe koetika balatentara Siok ada banjak jang soeda menjebrang di soengel Louw Soei. Maka tempo Beng Hek dan kawan-kawannja sampe di laen tepi, lantas djoega iaorang dapetken soldadoe moesoe jang berbaris di itoe tempat, sedeng bebrapa bendera jang berkibar-kibar dipoekoel angin, ada menambaken kaängkerannja itoe pasoekan. Tempo iaorang liwat di depan pasanggrahan moesoe, sambil menoeding dengen pedang Ma Taij<noinclude></noinclude> cw6goaes8qnmojw9n89yolnj3wiqav7 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/31 104 108165 302547 2026-07-10T10:03:30Z Ars-arsa 26526 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'inilah ada dari saianja adé sendiri oleh kerna dia ini soeda temaha sama gega.esan. Tjobalah tempo akoe dateng menjaring dan adékoe itoe bisa membantoe dari sebla dalem, soeda tentoe apa jang akoe maoe moesti berhasil. Tegesnja akoe maoe bilang, akoe poenja niatan ini soeda diroesaken oleh Allah, boekan dari sebab akoe sendiri tida poenja kapandean! O l e h kerna demikian, begimanatah akoe maoe menaloek?" — „Ingetlah, bersama ini soeda tiga kali... 302547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ars-arsa" />{{rh||— 3967 —}}</noinclude>inilah ada dari saianja adé sendiri oleh kerna dia ini soeda temaha sama gega.esan. Tjobalah tempo akoe dateng menjaring dan adékoe itoe bisa membantoe dari sebla dalem, soeda tentoe apa jang akoe maoe moesti berhasil. Tegesnja akoe maoe bilang, akoe poenja niatan ini soeda diroesaken oleh Allah, boekan dari sebab akoe sendiri tida poenja kapandean! O l e h kerna demikian, begimanatah akoe maoe menaloek?" — „Ingetlah, bersama ini soeda tiga kali kau dapet ditangkep; masalah masi djoega kau blon maoe menaloek?" Beng Hek tiada m e n j a o e t ,hania tinggal toendoeken sad ja kapalanja. Khone Beng dapet tebak kahendaknja itoe Radja jang amat bantahan, maka sigra djoega ia berkata poela sambil tertawa; .Baeklah! sekarang sakali lagi akoe kasi kau kamerdika'an!" „Kaloe betoel Sins'ang soeka lepasken akoe ber­ sama adékoe lagi sakali, dengen sigra akoe nanti koempoelken semoea koelawargakoe boeat maloemken lagi satoe paprangan besar dengen Sinsiang. Dan apabila pada paprangan itoe, kombali akoe tertangkep, itoe waktoe baroelah betoel betoel akoe menaloek dengen ichlas hati." demikianlah :kata itoe Radja asing jang koelit moekanja tebel sekali. — „Tapi itoe waktoe akoe harep kau nanti ber-<noinclude></noinclude> qoi2rsyyvk0hnr3ce6fiy6i45uejh9j Halaman:Macao Po.pdf/102 104 108166 302552 2026-07-10T10:09:53Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 302552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''SATOE KERADJA'AN, DITOEKARKEN<br>SEORANG PREMPOEAN !'''}} Inilah ada satoe kedjadian jang telah menggemperken doenia dan terdjadi belon lama. Boeat mengetaoein lebih djelas tentang itoe soeal, batjalah: {{c|'''MRS. SIMPSON<br>(Hertogin dari Windsor)'''}} {{c|Riwajat penghidoepan dari seorang djanda jang telah bikin gontjang satoe keradja'an besar dan dihiasin banjak gambar-gambar potret. Harga per djilid f 1.75}} {{c|'''BOEKAN TJOEMA MOEKA, BATIN POEN<br>PERLOE KATJA !'''}} Kenapa kaoe tjoema katjain setiap hari kaoe poenja paras moeka sadja dengen tida ada bosennja? Adakah itoe aken menambahken kaoe poenja ketjakepan? Tidal Ketjakepan jang aseli poen haroes dapet sokongan dari dalem-batin. Batjalah: {{c|'''KATJA RASA'''<br>Oleh Romo}} dengen mana pembatja nanti aken bisa katjain pembatja poenja batin, kerna dalem sitoe ada terisi banjak tjonto-tjonto jang djitoe tentang filsafatnja penghidoepan, ditoelis oleh penoelis jang jakin tentang ilmoe kebatinan. {{c|Harga per djilid f 0.65.}} {{c|'''Pesenan per postwissel berikoet oewang<br>harganja, onkost kirin vrij.'''}} {{block right|{{c|'''Boekh. „LIBERTY”'''<br>'''TOSARI'''}}}}<noinclude>208</noinclude> i9r9hiccl14le2qt6xo7d8haa6cxdyw 302555 302552 2026-07-10T10:10:57Z Thersetya2021 15831 302555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''SATOE KERADJA'AN, DITOEKARKEN<br>SEORANG PREMPOEAN !'''}} Inilah ada satoe kedjadian jang telah menggemperken doenia dan terdjadi belon lama. Boeat mengetaoein lebih djelas tentang itoe soeal, batjalah: {{c|'''MRS. SIMPSON<br>(Hertogin dari Windsor)'''}} {{c|Riwajat penghidoepan dari seorang djanda jang telah bikin gontjang satoe keradja'an besar dan dihiasin banjak gambar-gambar potret.<br> Harga per djilid f 1.75}} {{c|'''BOEKAN TJOEMA MOEKA, BATIN POEN<br>PERLOE KATJA !'''}} Kenapa kaoe tjoema katjain setiap hari kaoe poenja paras moeka sadja dengen tida ada bosennja? Adakah itoe aken menambahken kaoe poenja ketjakepan? Tidal Ketjakepan jang aseli poen haroes dapet sokongan dari dalem-batin. Batjalah: {{c|'''KATJA RASA'''<br>Oleh Romo}} dengen mana pembatja nanti aken bisa katjain pembatja poenja batin, kerna dalem sitoe ada terisi banjak tjonto-tjonto jang djitoe tentang filsafatnja penghidoepan, ditoelis oleh penoelis jang jakin tentang ilmoe kebatinan. {{c|Harga per djilid f 0.65.}} {{c|'''Pesenan per postwissel berikoet oewang<br>harganja, onkost kirin vrij.'''}} {{block right|{{c|'''Boekh. „LIBERTY”'''<br>'''TOSARI'''}}}}<noinclude>208</noinclude> psyv70y1pkh1s6swazd8v3dpe3pkk6a Halaman:Macao Po.pdf/103 104 108167 302564 2026-07-10T10:15:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 302564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''Soedara moeda dari Parker'''}} {{c|{{xx-larger|'''Parkette'''}}}} {{c|'''VULPENHOUDERS<br>(Kloearan dari fabriek Parker''')}} {{c|'''Persediaan roepa - roepa kleu'''r}} {{c|'''Harga per stuk tjoema'''}} {{c|<big>'''f 3.50'''</big>}} {{c|'''Franco per post, sesoedahnja trima postwissel.'''}} {{c|'''LEKAS PESEN SEKARANG!'''}} {{c|'''Djangan sampe keabisan.'''}} {{c|{{sp|'''THE PARAGON PRESS<br>MALANG.'''}}}}<noinclude></noinclude> 4r3yzaagypij8ikek3bng3u4u2jpdi4 302566 302564 2026-07-10T10:16:50Z Thersetya2021 15831 302566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''Soedara moeda dari Parker'''}} {{c|{{xx-larger|'''Parkette'''}}}} {{c|'''VULPENHOUDERS<br>(Kloearan dari fabriek Parker''')}} {{c|'''Persediaan roepa - roepa kleur'''}} {{c|'''Harga per stuk tjoema'''}} {{c|<big>'''f 3.50'''</big>}} {{c|'''Franco per post, sesoedahnja trima postwissel.'''}} {{c|'''LEKAS PESEN SEKARANG!'''}} {{c|'''Djangan sampe keabisan.'''}} {{c|{{sp|'''THE PARAGON PRESS<br>MALANG.'''}}}}<noinclude></noinclude> oif57j1e4nz861cgd8004s0z5ybbkpv Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605 0 108168 302568 2026-07-10T10:29:44Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''23.''' Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. ----'''Pasal 1.''' Oentoek memperoleh oesoel dan djawaban jang mengenai oeroesan pemerintahan daerah Surakarta Kooti dan Man...' 302568 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''23.''' Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai. ----'''Pasal 1.''' Oentoek memperoleh oesoel dan djawaban jang mengenai oeroesan pemerintahan daerah Surakarta Kooti dan Mangkunegaran Kooti sehingga oesaha Pemerintah Balatentera dapat didjalankan dengan pesat dan tepat, maka di Surakarta diadakan Kooti Sangi-kai. '''Pasal 2.''' Jang mendjadi Giin Kooti Sangi-kai ialah orang jang diangkat menoeroet atoeran pemilihan jang ditetapkan oleh Gunseikan, dan orang jang diangkat olch Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo dari antara pendoedoek Indonesia di Surakarta Kooti dan Mangkunegaran Kooti jang berwatak baik serta mempoenjai pengetahoean dan pendirian jang oetama. Djoemlahnja Giin ditetapkan oleh Gunseikan. '''Pasal 3'''. Lamanja djabatan Giin ialah 1 tahoen, akan tetapi apabila diangkat seseorang anggota baroe oentoek mengisi djabatan jang lowong, maka lamanja djabatan itoe sama dengan sisa lamanja djabatan Giin jang digantikannja. '''Pasal 4.''' Menoeroet atoeran jang ditetapkan oleh Gunseikan, maka Giin mendapat oeang djabatan dan penggantian ongkos jong dikeloearkan oentoek memenoehi kewajibannja. '''Pasal 5.''' Pada Kooti Sangi-kai diadakan seorang Gityoo (Ketoea) dan seorang Huku Gityoo (Wakil Ketoea), dan mereka itoe diangkat oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo dari antara tjalon-tjalon jang masing-masing banjaknja doea kali djoemlah Gityoo dan Huku Gityoo dan jang dipilih antara dan oleh anggota-anggota sendiri. '''Pasal 6.''' Sidang Kooti Sangi-kai diadakan dengan oendangan Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo, begitoe djoega pemboekaan dan penoetoepannja dilakoekan atas perintah kedoea Koo itoe sesoedah mendapat persetoedjoean mereka. Tempat dan lamanja sidang itoe ditetapkan oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo setelah mengadakan peroendingan. '''Pasal 7.''' Kooti Sangi-kai menjampaikan hasil pertimbangannja kepada Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo tentang hal-hal jang mengenai oeroesan pemerintahann daerah Kooti oentoek memenoehi pertanjaan-pertanjaan Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo. '''Pasal 8.''' Kooti Sangi-kai boleh memadjoekan oesoel tentang oeroesan pemerintahan daerah Kooti kepada Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo. '''Pasal 9.''' Djika dipandang perloe, Surakarta Koo atau Mangkunegoro Koo boleh mengadakan badan peroendingan Surakarta Kooti Bukai atau Mangkunegaran Kooti Bukai pada Kooti Sangi-kai oentoek mendjalankan oeroesan pemerintahan Kooti jang bersangkoetan. Surakarta Kooti Bukai dan Mangkunegaran Kooti Bukai terdiri dari Kooti Sangi-kai Giin jang dipilih oleh Kooti jang bersangkoetan, dan Giin jang diangkat oleh Surakarta Koo atau Mangkunegoro Koo. Soesoenan dan hal mendjalankan Surakarta Kooti Bukai atau Mangkunegaran Kooti Bukai ditetapkan oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo sesoedah mendapat izin Gunseikan. '''Pasal 10.''' Pegawai Kooti yang diperintahkan oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo boleh hadir serta toeroet bersoeara dalam sidang Kooti Sangi-kai. '''Pasal 11.''' Kooti Zimukyoku Tyookan, boleh memerintahkan kepada pegawai Kooti Zimukyoku oentoek menghadiri sidang Kooti Sangi-kai, agar soepaja mereka memberi bantoean jang perloe dalam hal mendjalankan peroendingan sidang dengan toeroet bersoeara. '''Pasal 12.''' Gityoo memimpin dan mengatoer sidang Kooti Sangi-kai. Apabila Gityoo beralangan, maka Huku Gityoo mewakili Gityoo dalam djabatannja. Djika Gityoo dan Huku Gityoo kedoeanja beralangan, maka salah seorang Giin jang ditoendjoekkan oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo sesoedah mendapat persetoedjoean kedoea Koo itoe, boleh mewakili Gityoo dalam djabatannja. '''Pasal 13.''' Peroendingan dalam sidang dipoetoeskan dengan soeara jang lebih dari separoeh dari banjaknja Giin jang berhimpoen, dan djika bilangan soeara Giin jang setoedjoe bersamaan dengan jang tidak setoedjoe, maka Gityoo memberi kepoetoesan. '''Pasal 14.''' Pada Kooti Sangi-kai diadakan Syoki (Penoelis) jang diangkat oleh Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo sesoedah diadakan peroendingan oleh kedoea Koo. Syoki memboeat tjatatan peroendingan sidang Kooti Sangi-kai dan mengoeroes oeroesan oemoem lain menoeroet perintah Gityoo. '''Pasal 15.''' Tjatatan peroendingan sidang Kooti Sangi-kai itoe disampaikan oleh Gityoo kepada Surakarta Koo dan Mangkunegoro Koo, dan oeroesan jang penting dalam tjatatan peroendingan sidang itoe haroes disampaikan kepada Gunseikan dengan perantaraan kedoea Koo dan Kooti Zimukyoku Tyookan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 10, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Kooti | |公地 | |kōchi | | |Vorstenlanden | |- |Kooti Sangi-kai | |公地参議会 | |kōchi sangi-kai | | | | |- |Koo | |公 | |kō | | | | |- |Giin | |議員 | | | | | | |- |Gunseikan | | | | | | | | |- |Gityoo | |議長 | |gichō |Ketoea |Ketua | | |- |Huku Gityoo | |副議長 | |fukugichō |Wakil Ketoea |Wakil Ketua | | |- |Kooti Zimukyoku Tyookan | |公地事務局長官 | | | | | | |- |Kooti Zimukyoku | |公地事務局 | | | | | | |- |Syoki | |書記 | |shoki |Penoelis |Penulis | | |} cfxbkkh7ul5mvwr4qppz1khz16mbusy Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605 0 108169 302569 2026-07-10T10:37:58Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''24.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) ----Sebahagian dari Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) tentang „Zyuuyoo Bussi Koodan...' 302569 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''24.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) ----Sebahagian dari Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603) tentang „Zyuuyoo Bussi Koodan“ [jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 18, tahoen Syoowa 19 (2604)], dioebah lagi seperti berikoet: Dalam pasal 1, maka kata - kata „(ketjoeali beras, palawidja dan lain-lain barang makanan jang penting dan karoeng goeni, selandjoetnja demikian)“ dihapoeskan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 25, boelan 5, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan n7ylq7vjf0stvmimvo9df73pjhvdkht Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605 0 108170 302573 2026-07-10T10:59:53Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''25.''' Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. ----'''Pasal 1.''' Dengan tidak seizin Gunseikan, siapa-poen tidak boleh mengirimkan oeang ke Indo China, ketj...' 302573 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''25.''' Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China. ----'''Pasal 1.''' Dengan tidak seizin Gunseikan, siapa-poen tidak boleh mengirimkan oeang ke Indo China, ketjoeali dalam hal-hal jang terseboet dibawah ini: # Kalau perdjoerit Nippon atau orang jang terhitoeng perdjoerit Nippon membawa oeang kepoenjaannja sendiri, jaitoe oeang kertas Nanpoo Kaihatu Kinko atau oeang jang lakoe di Indo China, oentoek bepergian ke Indo China; # Kalau bangsa Nippon jang tidak termasoek dalam nomor 1, membawa oeang kepoenjaannja sendiri, jaitoe oeang kertas Nanpoo Kaihatu Kinko atau oeang jang lakoe di Indo China, paling banjak seharga ƒ 100,— (seratoes roepiah); # Kalau perdjoerit Nippon atau orang jang terhitoeng perdjoerit Nippon, mengirimkan orang jang diperolehnja dari gadji, toendjangan atau hadiah dsb. ke Indo China dengan perantaraan kantor-pos Balatentera; # Kalau bangsa Nippon mengirimkan oeang dengan wesel boeat ongkos-djalan oentoek bepergian ke Indo China atau boeat ongkos-tinggal didaerah itoe paling banjak seharga ƒ 200,— (doea ratoes roepiah); # Kalau Balatentera mengirimkan oeang. Barang siapa hendak mendapat izin jang dimaksoed dalam ajat diatas, haroes menjampaikan soerat permintaan izin 2 lembar menoeroet tjontoh soerat permintaan izin jang disertakan pada oendang-oendang ini kepada Gunseikan dengan perantaraan Nanpoo Kaihatu Kinko jang paling dekat atau djika ditempatnja itoe tidak ada Nanpoo Kaihatu Kinko dengan perantaraan Bank Nippon. '''Pasal 2.''' Siapapoen tidak boleh mengirimkan oeang ke Indo China, ketjoeali dengan perantaraan Bank Wesel (Bank jang telah mendapat izin dari Gunseikan menoeroet pasal 19, Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera, selandjoetnja demikian) atau dengan perantaraan kantor-pos Balatentera. '''Pasal 3.''' Selain dari pada Bank Wesel atau kantor-pos Balatentera, siapapoen tidak boleh mengoeroes pengiriman oeang ke Indo China. '''Pasal 4.''' Banjaknja oeang dalam wesel itoe haroes dinjatakan dengan Yen. '''Pasal 5.''' Bank Wesel tidak boleh meloeloeskan permintaan langganan oentoek mengirimkan oeang ke Indo China, sebeloem disaksikannja bahwa pengiriman oeang itoe tidak melanggar atoeran-atoeran dalam oendang-oendang ini. '''Pasal 6.''' Bank Wesel dan kantor-pos Balatentera haroes menjampaikan soerat rapotan lembar menoeroet tjontoh soerat rapotan jang disertakan pada oendang-oendang ini tentang pengiriman oeang ke Indo China jang dideroesnja dalam tiap-tiap boelan kepada Gunseikan, akan tetapi Bank Wesel haroes menjampaikan soerat itoe dengan perantaraan Nanpoo Kaihatu Kinko jang paling dekat. '''Pasal 7.''' Kalau perloe Gunseikan boleh membebaskan sesoeatoe hal atau orang jang ditoendjoekkannja dari pembatasan pengiriman oeang atau perboeatan jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini, serta boleh poela menetapkan tjontoh soerat permintaan atau soerat rapotan jang lain dari pada jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini, apabila hal-hal itoe ditetapkannja dengan istimewa. '''Pasal 8.''' Kalau perloe Gunseikan boleh menjerahkan sebahagian pekerdjaan tentang mendjalankan oendang-oendang ini kepada Nanpoo Kaihatu Kinko atau orang jang ditoendjoekkannja. '''Pasal 9.''' Barang siapa mengirimkan oeang ke Indo China, berlawanan dengan atoeran pasal 1, dihoekoem dengan tyoo-eki (hoekoeman pendjara) paling lama 3 tahoen atau dihoekoem dengan bakkin (hoekoeman denda) paling banjak ƒ 10.000,— (sepoeloeh riboe roepiah), tetapi djika 3 kali djoemlah oeang pengiriman itoe melebihi djoemlah orang seharga ƒ 10.000,— (sepoeloeh riboe roepiah), dendanja paling banjak 3 kali djoemlah oeang pengiriman itoe. Barang siapa melanggar sjarat-sjarat jang disertakan pada izin jang diberikan menoeroet atoeran pasal 1, dihoekoem dengan tyoo-eki paling lama 1 tahoen atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 5.000,— (lima riboe roepiah). Barang siapa mengisi hal-hal jang bohong dalam soerat permintaan izin jang wadjib disampaikan menoeroet atoeran pasal 1, dihoekoem dengan tyoo-eki paling lama 6 boelan atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 5.000,— (lima riboe roepiah). Barang siapa mengirimkan oeang atau mengoeroes pengiriman oeang ke Indo China, berlawanan dengan atoeran pasal 2 atau pasal 3, dihoekoem dengan tyoo-eki paling lama 1 tahoen atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 5.000,— (lima riboe roepiah). Djika wakil, koeasa, pegawai atau orang lain jang bekerdja pada Bank Wesel meloeloeskan permintaan langganan oentoek mengirimkan oeang ke Indo China, berlawanan dengan atoeran pasal 5, atau djika mereka itoe tidak merapotkan atau menjampaikan rapotan bohong, berlawanan dengan atoeran pasal 6, maka mereka itoe dihoekoem dengan tyoo-eki paling lama 6 boelan atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 5.000,— (lima riboe roepiah). '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 15, boelan 6, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Djakarta, tanggal 12, boelan 6, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Nanpoo Kaihatu Kinko | |南方開発金庫 | |nanpō kaihatsu kinko | | | | |- |tyoo-eki | |懲役 | |chōeki |hoekoeman pendjara |hukuman penjara | | |- |bakkin | |罰金 | |bakkin |hoekoeman denda |hukuman denda | | |} qwqxcfudrczo93p0jezc3qx1uph8cqt Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605 0 108171 302575 2026-07-10T11:10:48Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''26.''' Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. ----'''Pasal 1.''' Dalam pendjoealan etjeran barang tembakau jang ditetapkan oleh Zaimu...' 302575 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''26.''' Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau. ----'''Pasal 1.''' Dalam pendjoealan etjeran barang tembakau jang ditetapkan oleh Zaimubutyoo, maka barang tembakau dalam boengkoesan „etjeran“ jang boleh didjoeal dengan tjara „ketengan“, ialah hanja barang tembakau jang ditetapkan oleh Zaimubutyoo. '''Pasal 2.''' Syuu Tabako Seizoogyo Kumiai jang ditetapkan oleh Zaimubutyoo (termasoek djoega Kooti- dan Tokubetu Si Tabako Seizoogyo Kumiai) boleh mewakili „Таbako Seizoosya“ (Pembikinan barang tembakau) jang djadi anggota Kumiai itoe dalam hal-hal jang dibawah ini, jaitoe jang haroes dilakoekan anggota itoe berhoeboeng dengan tjoekai-tembakau. # Membajar tjoekai-tembakau; # Memadjoekan permohonan oentock membeli pita tjoekai-tembakau atau menerima pita itoe. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 12, boelan 6, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Zaimubutyoo | |財務部長 | |zaimubuchō | | | | |- |Tabako Seizoogyo Kumiai | |煙草製造業組合 | |tabako seizougyo kumiai | | | | |- |Таbako Seizoosya | |煙草製造者 | |tabako seizousha | | | | |} oycv9f7xs1t00an1nhbz6r61jvpgymv Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605 0 108172 302576 2026-07-10T11:23:38Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''27.''' Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. ----Osamu Seirei No.18, tahoen Syoowa 18 (2603), tentang „mengawasi pesawat-penerima siaran radio“ dioebah s...' 302576 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''27.''' Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio. ----Osamu Seirei No.18, tahoen Syoowa 18 (2603), tentang „mengawasi pesawat-penerima siaran radio“ dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: '''Pasal 1.''' Dengan tidak seizin Hoosoo Kanrikyo-kutyoo (Kepala djabatan penjiaran radio), siapapoen tidak boleh memegang pesawat-penerima siaran radio (selandjoetnja diseboet „pesawat radio“ sadja). Apabila pemegang pesawat radio hendak memindahkan pesawat radionja ketangan lain atau ketempat lain, maka ia haroes mendapat izin dari Hoosoo Kanrikyokutyoo. '''Pasal 2.''' Djika perloe Gunseikan boleh memberi perintah kepada pemegang pesawat radio soepaja menjerahkan pesawat radio jang dipegangnja atau memindahkannja ketempat lain. '''Pasal 3.''' Dengan tidak seizin Hoosoo Kanrikyo-kutyoo, siapapoen tidak boleh memperbaiki, mengoelah, membongkar atau mengoebah bentoek pesawat radio jang dipegangnja. Apabila pesawat radio hendak diperbaiki, dioelah, dibongkar atau dioebah bentoeknja, maka hal itoe haroes dilakoekan ditempat jang ditetapkan oleh Hoosoo Kanrikyokutyoo. Kedoea ajat jang terseboet diatas tidak berlakoe boeat pesawat radio jang dipergoenakan oentoek kepentingan Balatentera atau boeat pesawat radio jang ditoendjoekkan atau jang soedah mendapat izin dari Gunseikan. '''Pasal 4.''' Apabila pesawat radio roesak pembatasan gelombangnja, maka pemegang pesawat radio itoe haroes dengan segera meminta soepaja hal itoe dibetoelkan. '''Pasal 5.''' Apabila pemegang pesawat radio hendak mempergoenakan pesawat radionja oentoek keperloean lain dari oentoek mendengar siaran radio atau berhenti mendengar siaran radio, maka ia dengan segera haroes merapotkan pesawat radio itoe kepada Hoosoo Kanrikyokutyoo. '''Pasal 6.''' Apabila pemegang pesawat radio hendak memasang antena-loear, maka ia haroes meminta izin kepada Hoosoo Kanrikyokutyoo. '''Pasal 7.''' Oentoek mendapat izin jang dimaksoed dalam ajat 1 dan ajat 2 pasal 1, haroes dimadjoekan soerat permohonan menoeroet tjontoh lampiran No. 1, sedang oentoek mendapat izin jang dimaksoed dalam pasal 6, haroes dimadjoekan soerat permohonan menoeroet tjontoh lampiran No. 2. Soerat-soerat itoe haroes disampaikan kepada Hoosoo Kanrikyokutyoo atau Hoosookyokutyoo. '''Pasal 8.''' Djika perloe Gunseikan boleh menjoeroeh pemegang pesawat radio soepaja merapotkan hal-hal lain dari jang ditetapkan dalam oendang-oendang ini, boleh poela melakoekan pemeriksaan, memberi perintah atau mengadakan tindakan lain jang perloe. '''Pasal 9.''' Barang siapa jang melanggar atoeran jang ditetapkan dalam pasal 1 sampai pasal 4, dihoekoem dengan tyoo-eki paling banjak 1 tahoen atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 1000,— (seriboe roepiah). Barang siapa jang melanggar atoeran jang ditetapkan dalam pasal 5 atau pasal 6, dihoekoem dengan tyoo-eki paling banjak 6 boelan atau dihoekoem dengan bakkin paling banjak ƒ 500,— (lima ratoes roepiah), demikian djoega barang siapa jang tidak merapotkan hal jang ditetapkan dalam atoeran pasal 8, atau menjampaikan rapotan bohong atau menolak, merintangi atau menghindarkan diri dari pemeriksaan, ataupoen barang siapa jang tidak toendoek akan perintah atau tindakan Gunseikan. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 18, boelan 6, tahoen Syoowa 20 (2605). Pada waktoe oendang-oendang ini moelai didjalankan, maka atoeran jang ditetapkan dalam pasal 6, berlakoe djoega bagi pemegang pesawat radio jang antena-loearnja sedang dipasang, akan tetapi permintaan oentoek mendapat izin boeat memasang antena itoe boleh dilakoekannja dalam seboelan sesoedah oendang-oendang ini moelai berlakoe. Pada waktoe oendang-oendang ini moelai didjalankan, maka pemegang pesawat radio jang gelombang pesawatnja telah dibatasi menoeroet atoeran pasal 1, Makloemat Gunseikan No. 24, tahoen Syoowa 18 (2603), dianggap sebagai telah mendapat izin jang dimaksoed dalam pasal 1 ajat 1, akan tetapi bagi pemegang baroe jang beroleh pesawat radio karena pindah tangan, jaitoe jang gelombangnja soedah dibatasi, baroe dianggap mendapat izin djika soedah dirapotkan hal jang dimaksoed dalam pasal 4, Makloemat Gunseikan jang terseboet diatas itoe. Oendang-oendang No. 21, tahoen Syoowa 17 (2602), tentang „pembatasan gelombang pesawat radio“ dihapoeskan. Bagi perboeatan jang haroes dikenakan hoekoeman menoeroet atoeran sebeloem oendang-oendang ini didjalankan berlakoe atoeran jang dahoeloe. ----Djakarta, tanggal 13, boelan 6, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan ---- {| class="wikitable sortable" |+Glosarium ! colspan="5" |Jepang ! colspan="2" |Indonesia ! rowspan="2" |Belanda ! rowspan="2" |Catatan |- ! !Kyūjitai !Shinjitai !''Kunrei-shiki'' !Hepburn ! !EYD |- |Hoosoo Kanrikyo-kutyoo | |放送管理局区長 | |hōsō kanrikyo-kuchō |Kepala djabatan penjiaran radio |Kepala jabatan penyiaran radio | | |- |Hoosookyokutyoo | |放送局区長 | |hōsōkyoku-kuchō | | | | |} 88oj6k4lzx6mgfdck6dcluv1f2l7hi2 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/111 104 108173 302577 2026-07-10T11:23:41Z Ah.Masyhar 20068 /* Telah diuji baca */ 302577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ah.Masyhar" />{{rh||— 4043 —}}</noinclude>{{hwe|poe|tipoe}} begini matjem kau hendak klaboein akoe? Roepa-roepanja, lantaran meliat soeda doea kali kau ditangkep dan dibawa oleh kawanmoe sendiri, tapi akoe tida keniaja kau poenja djiwa, kau lantas kira jang akoe nanti maoe pertjaja betoel akan kau poenja djoesta, dan dari sebab adi pikir begitoe, maka kau lantas poera-poera dateng hendak menaloek, dengan harepan bisa dapet boenoe akoe di ini gowa. Tiadakah begitoe adanja kau poenja niatan?" Kamoedian Khong Beng soeroe orang gleda badannja marika itoe; dan pada paprekssän itoe, bener-bener ada kadapetan satoe piso blati di masing masing ampoenja badan. Sigra djoega itoe ferdana mantri menanja poela ; „Beng Hek, boekankah pada waktoe jang blakangan kau telah berdjandji, djikaloe kau dapet ditangkep di ini tempat, ja di sini, di dalem kau poenja roema tangga, kau naati lantas menaloek? Dan begimanakah sekarang?" „Och," kata Beng Hek: „sekarang poen akoe sendiri jang dateng anterken akoe poenja kamatian, boekan tertangkep dari sebab kau poenja kapandean. Tegesnja akoe hendak biiang, hatikoe blon maoe menjera!" — „Ingetlah Beng Hek, dengen ini soeda anem kali kau dapet ditangkep Maka waktoe kapantah lagi kau hendak toenggoe, kaloe sekarang masi djoega kau bton maoe menjera?"<noinclude></noinclude> 29djgoj9rde4ut5duvdx9fyntqn8zhb Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605 0 108174 302578 2026-07-10T11:31:13Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''29.''' Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603). ----Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603), tentang „mengawasi oeroesan we...' 302578 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''29.''' Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603). ----Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603), tentang „mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera“ (jang telah dioebah dengan O.S. No. 10, th . 2603; O.S. No. 12, O.S. No. 17 dan O.S. No. 25, th . 2604 ), dioebah lagi seperti berikoet: <blockquote>Dalam nomor 5, ajat 1, pasal 11 dan dalam ajat 1, pasal 14, maka kata-kata „pasal 1, Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603 dan pasal 1, Osamu Seirei No. 12, tahoen 2603“ dioebah mendjadi kata-kata „pasal 1, Osamu Seirei No. 41, tahoen Syoowa 18 (2603), pasal 1, Osamu Seirei No. 42, tahoen Syoowa 18 (2603) dan pasal 1, Osamu Seirei No. 25, tahoen Syoowa 20 (2605)“. </blockquote>'''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 7, boelan 7, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan bc96uge8andyee5yvbg4fbned8oyv8h Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605 0 108175 302579 2026-07-10T11:41:02Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''30.''' Tentang mengoebah sebahagian Oendang-Oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602). ----Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602), tentang „atoeran pemerintah...' 302579 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''30.''' Tentang mengoebah sebahagian Oendang-Oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602). ----Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602), tentang „atoeran pemerintahan Syuu dan atoeran pemerintahan Tokubetu Si“ (jang telah dioebah dengan O.Ο. No. 29, tahoen 2602 dsb. dan penghabisan dengan O.S. No. 50 , th . 2604) dioebah lagi seperti berikoet: '''Atoeran pemerintahan Syuu'''. Dalam pasal 8, maka sesoedah nomor 2, ditambahkan nomor-nomor jang dibawah ini: 3. hal-hal jang berhoeboeng dengan pembelaan; 4. hal-hal jang berhoeboeng dengan oeroesan biaja sementara oentoek Balatentera dan oeroesan tentang pegawai bangsa Nippon 5. hal - hal jang berhoeboeng dengan oeroesan oesaha kemiliteran dan oeroesan bangsa Nippon partikoelir. Pasal 9 dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: Pasal 9. Naiseibu mengoeroes pekerdjaan jang berikoet: # oeroesan pegawai pendoedoek di Djawa; # hal-hal tentang memberi pimpinan dan mengawasi badan-badan oemoem di daerah dan badan-badan lain serta hal-hal tentang Syuu Sangi-kai; # oeroesan pengadjaran; # oeroesan tanah; # oeroesan keoeangan Balatentera dan biaja daerah dalam Syuu; # oeroesan kesehatan; # oeroesan roomu; # oeroesan memperbaiki penghidoepan rakjat; # oeroesan agama; # oeroesan mendjalankan propaganda Dalam pasal 10, maka nomor 7 didjadikan nomor 8, sedang sesoedah nomor 6 ditambahkan jang dibawah ini: 7. hal-hal tentang mengoeroes harta kepoenjaan moesoeh; '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan eb7lh9dl07nxkl7l7afbmmrt0w982p8 302580 302579 2026-07-10T11:41:30Z Ateofen 26483 302580 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''30.''' Tentang mengoebah sebahagian Oendang-Oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602). ----Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602), tentang „atoeran pemerintahan Syuu dan atoeran pemerintahan Tokubetu Si“ (jang telah dioebah dengan O.Ο. No. 29, tahoen 2602 dsb. dan penghabisan dengan O.S. No. 50 , th . 2604) dioebah lagi seperti berikoet: '''Atoeran pemerintahan Syuu'''. Dalam pasal 8, maka sesoedah nomor 2, ditambahkan nomor-nomor jang dibawah ini: 3. hal-hal jang berhoeboeng dengan pembelaan; 4. hal-hal jang berhoeboeng dengan oeroesan biaja sementara oentoek Balatentera dan oeroesan tentang pegawai bangsa Nippon 5. hal-hal jang berhoeboeng dengan oeroesan oesaha kemiliteran dan oeroesan bangsa Nippon partikoelir. Pasal 9 dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: Pasal 9. Naiseibu mengoeroes pekerdjaan jang berikoet: # oeroesan pegawai pendoedoek di Djawa; # hal-hal tentang memberi pimpinan dan mengawasi badan-badan oemoem di daerah dan badan-badan lain serta hal-hal tentang Syuu Sangi-kai; # oeroesan pengadjaran; # oeroesan tanah; # oeroesan keoeangan Balatentera dan biaja daerah dalam Syuu; # oeroesan kesehatan; # oeroesan roomu; # oeroesan memperbaiki penghidoepan rakjat; # oeroesan agama; # oeroesan mendjalankan propaganda Dalam pasal 10, maka nomor 7 didjadikan nomor 8, sedang sesoedah nomor 6 ditambahkan jang dibawah ini: 7. hal-hal tentang mengoeroes harta kepoenjaan moesoeh; '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan bj7z45netkqm627rhtgvoo5or7xuwvd Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605 0 108176 302581 2026-07-10T11:47:26Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''31.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604). ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „Sekolah Pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“, jan...' 302581 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''31.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604). ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „Sekolah Pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“, jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 13, tahoen 2605, dioebah lagi seperti berikoet: Pasal 3 dan pasal 3-kedoea dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang di Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja. Pasal 3 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 3 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“</blockquote>Dalam pasal 12, maka dibelakang kata-kata „Tyuutoo Gakkoo“ ditambahkan „atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. Sesoedah pasal 12, ditambahkan pasal 12-kedoea jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe diawasi oleh Syuutyookan, Koo atau Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Pasal 12-kedoea dioebah mendjadi pasal 12-ketiga jang dibawahini: <blockquote>„Pasal 12 - ketiga. Keoeangan Pemerintahan Balatentera menjokong biaja Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.“</blockquote>'''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Tyuutoo Gakkoo jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Koo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan nd9dxypw5t99qu4v3bmbx1ca1ugkhpx 302582 302581 2026-07-10T11:47:55Z Ateofen 26483 302582 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''31.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604). ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „Sekolah Pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“, jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 13, tahoen 2605, dioebah lagi seperti berikoet: Pasal 3 dan pasal 3-kedoea dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang di Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja. Pasal 3 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 3 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“</blockquote>Dalam pasal 12, maka dibelakang kata-kata „Tyuutoo Gakkoo“ ditambahkan „atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. Sesoedah pasal 12, ditambahkan pasal 12-kedoea jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe diawasi oleh Syuutyookan, Koo atau Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Pasal 12-kedoea dioebah mendjadi pasal 12-ketiga jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - ketiga. Keoeangan Pemerintahan Balatentera menjokong biaja Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.“</blockquote>'''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Tyuutoo Gakkoo jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Koo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan np4hq8d15elwizs1b5vcme4lf2oy81c 302583 302582 2026-07-10T11:48:16Z Ateofen 26483 302583 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''31.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604). ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „Sekolah Pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“, jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 13, tahoen 2605, dioebah lagi seperti berikoet: Pasal 3 dan pasal 3-kedoea dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang di Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja. Pasal 3 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 3 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“</blockquote>Dalam pasal 12, maka dibelakang kata-kata „Tyuutoo Gakkoo“ ditambahkan „atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. Sesoedah pasal 12, ditambahkan pasal 12-kedoea jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe diawasi oleh Syuutyookan, Koo atau Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Pasal 12-kedoea dioebah mendjadi pasal 12-ketiga jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - ketiga. Keoeangan Pemerintahan Balatentera menjokong biaja Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.“</blockquote>'''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Tyuutoo Gakkoo jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Koo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan qs2sz4uofkdcl8hk28k3tgi9z3sop0b 302584 302583 2026-07-10T11:49:08Z Ateofen 26483 302584 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''31.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604). ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „Sekolah Pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“, jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 13, tahoen 2605, dioebah lagi seperti berikoet: </br>Pasal 3 dan pasal 3-kedoea dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang di Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja. Pasal 3 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 3 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“</blockquote>Dalam pasal 12, maka dibelakang kata-kata „Tyuutoo Gakkoo“ ditambahkan „atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. Sesoedah pasal 12, ditambahkan pasal 12-kedoea jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - kedoea. Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe diawasi oleh Syuutyookan, Koo atau Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Pasal 12-kedoea dioebah mendjadi pasal 12-ketiga jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 12 - ketiga. Keoeangan Pemerintahan Balatentera menjokong biaja Tyuutoo Gakkoo atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.“</blockquote>'''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Tyuutoo Gakkoo jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Koo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan paz8bqfx7tvsengvurjqfmeshwl90sf Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605 0 108177 302585 2026-07-10T11:54:23Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''32.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Osamu Seirei No. 12, tahoen 2605 tentang „Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi“ dio...' 302585 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''32.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Osamu Seirei No. 12, tahoen 2605 tentang „Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi“ dioebah seperti berikoet: Pasal 2 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 2. Sekolah Menengah Tinggi atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang di Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Sekolah Menengah Tinggi atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja.“ </blockquote>Pasal 3 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 3. Sekolah Menengah Tinggi atau sekolah-sekolah sematjam itoe jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 2 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Dalam pasal-pasal 4, 9, 10 dan 11, maka dibelakang kata-kata „Sekolah Menengah Tinggi“ ditambahkan „dan sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Sekolah Menengah Tinggi jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Sekolah Menengah Tinggi jang diadakan oleh Koo. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan 7lp6hdjgfzp1a7v7206n9o06ly6ucox Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605 0 108178 302586 2026-07-10T11:57:16Z Ateofen 26483 ←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''33.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Osamu Seirei No. 22, tahoen 2605, tentang „Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa...' 302586 wikitext text/x-wiki {{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''33.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Osamu Seirei No. 22, tahoen 2605, tentang „Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa“ (Senmon Gakkoo Rei), dioebah seperti berikoet: Pasal 3 dioebah mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Menjimpang dari atoeran pasal diatas, maka Syuu, Koo, Ken atau Si boleh mengadakan Senmon Gakkoo atau sekolah-sekolah jang sematjam itoe dengan izin Gunseikan. Atoeran tentang pembentoekan dan penghapoesan Senmon Gakkoo dan sekolah-sekolah jang sematjam itoe jang dimaksoed dalam ajat diatas, ditetapkan oleh Gunseikan.“ </blockquote>Dalam pasal 8, 9 dan 10, maka dibelakang kata-kata „Senmon Gakkoo“ ditambahkan kata-kata „dan sekolah-sekolah jang sematjam itoe“. '''Atoeran tambahan.''' Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan. ----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605). Saikoo Sikikan esec2e92u54xxztbg9u83vzlgi82nix Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/32 104 108179 302587 2026-07-10T11:58:40Z Abdisaverio 26326 /* Telah diuji baca */ 302587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kelompok etnik yang terkadang pelaksanaan hukum adatnya sudah mulai lemah. Bagi masyarakat Dayak, khususnya masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung dalam berinteraksi dengan sesamanya terikat oleh aturan dan norma yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat untuk mengatur pola hubungan mereka dengan sesama. Pelaksanaan aturan dan norma-norma yang hidup dalam masyarakat umumnya masih dipatuhi dan dihormati mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar adat istiadat yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, adat istiadat yang mereka miliki senantiasa tetap dijaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari. Pimpinan persekutuan di setiap wilayah mempunyai sebutan yang berbeda. Di wilayah Kabupaten Kutai Barat disebut temenggung, damang, singah (mantir). Namun, untuk Dayak Tonyooi disebut mantiq.<small>2</small> Mereka ini adalah orang-orang yang dipilih dengan ketentuan-ketentuan seperti mengetahui dan menguasai adat istiadat, hukum adat dan penerapannnya, pandai bicara, dan pemberani. Dalam diri seorang temenggung ada karisma yang patut ditiru dan perkataannya dituruti. Hal ini mengingat para pemimpin adat ini dipilih dari orang yang benar-benar memahami adat istiadat demikian juga masalah hukum adat. Dengan demikian, seorang mantiiq merupakan orang yang memahami tentang adat, mempunyai kewenangan dalam hal adat, dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat adat. Kekuasaan dan wewenangnya sebatas pada wilayah kesatuan genealogis atau kesatuan wilayah adat. Hal ini juga membuat tradisi adat di lingkungan mereka sangat<noinclude>{{rh|<small>2</small>|Hasil wawancara dengan tokoh adat (Pak A. Dullah) tanggal 13 Agustus 2019.}} {{rh|||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat|||19}}</noinclude> eu6tnbis1uuvtrq3udjfl5xu5o5qvud