Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.10
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Wikisumber:Warung kopi
4
49
302651
301170
2026-07-10T16:28:02Z
Quraeni
22485
/* Usulan penghapusan */ Balas
302651
wikitext
text/x-wiki
{{process header
|title=Warung kopi
|previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]]
|next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]]
}}
{{introkopi}}
== Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? ==
Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah)
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]]
dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC)
:Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC)
:Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC)
:Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC)
:Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja.
:Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC)
::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC)
:Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC)
::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC)
::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC)
::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC)
== Pemungutan suara dalam pemilihan U4C 2026 kini telah dibuka ==
<section begin="announcement-content" />
Para pemilih yang memenuhi syarat diundang untuk berpartisipasi dalam pemilihan [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Komite Koordinasi Kode Etik Universal]] (U4C) tahun 2026. Informasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelayakan pemilih, tata cara pemungutan suara, informasi kandidat, dan pranala menuju halaman pemungutan suara, tersedia di Meta pada [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|halaman informasi Pemilihan 2026]]. Pemungutan suara akan ditutup pada 2 Juni 2026 [https://zonestamp.toolforge.org/1780358400 pukul 00.00 UTC].
Silakan memberikan suara apabila akun Anda memenuhi syarat. Hasil pemilihan akan diumumkan paling lambat pada 14 Juni 2026. — Bekerja sama dengan U4C,<section end="announcement-content" />
[[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|talk]]) 27 Mei 2026 17.15 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Milestone ==
Pencapaian terbaru:
* 10.000 halaman konten
* 100.000 jumlah halaman (akan)
* 300.000 total suntingan (1 Juli)
<small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC)
:Wow!
:Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]
:[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC)
::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC)
== Undang-Undang Tanpa Sumber ==
3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya?
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]]
[[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC)
:* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf
:[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC)
:menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC)
:Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC)
::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC)
== RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons ==
<bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda ==
<section begin="Message"/>
'''Kontak Legal dan Keamanan'''
Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]].
<section end="Message"/>
-- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 -->
== Usulan penghapusan ==
Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut:
* [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]]
* [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]]
* [[Indeks:PMK 83.pdf]]
* [[Indeks:PMK 84.pdf]]
* [[Indeks:PMK 85.pdf]]
* [[Indeks:PMK 86.pdf]]
* [[Indeks:PMK 87.pdf]]
* [[Indeks:PMK 88.pdf]]
* [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]]
Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC)
:Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC)
:Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC)
::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC)
:Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC)
::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC)
:::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks.
:::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan.
:::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC)
::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC)
::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]
::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC)
4xm5g1enx96bcrwrej53f5kfnknk3bv
302652
302651
2026-07-10T16:30:41Z
Quraeni
22485
/* Usulan penghapusan */ Balas
302652
wikitext
text/x-wiki
{{process header
|title=Warung kopi
|previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]]
|next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]]
}}
{{introkopi}}
== Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? ==
Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah)
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]]
dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC)
:Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC)
:Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC)
:Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC)
:Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja.
:Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC)
::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC)
:Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC)
::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC)
::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC)
::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC)
== Pemungutan suara dalam pemilihan U4C 2026 kini telah dibuka ==
<section begin="announcement-content" />
Para pemilih yang memenuhi syarat diundang untuk berpartisipasi dalam pemilihan [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Komite Koordinasi Kode Etik Universal]] (U4C) tahun 2026. Informasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelayakan pemilih, tata cara pemungutan suara, informasi kandidat, dan pranala menuju halaman pemungutan suara, tersedia di Meta pada [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|halaman informasi Pemilihan 2026]]. Pemungutan suara akan ditutup pada 2 Juni 2026 [https://zonestamp.toolforge.org/1780358400 pukul 00.00 UTC].
Silakan memberikan suara apabila akun Anda memenuhi syarat. Hasil pemilihan akan diumumkan paling lambat pada 14 Juni 2026. — Bekerja sama dengan U4C,<section end="announcement-content" />
[[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|talk]]) 27 Mei 2026 17.15 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Milestone ==
Pencapaian terbaru:
* 10.000 halaman konten
* 100.000 jumlah halaman (akan)
* 300.000 total suntingan (1 Juli)
<small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC)
:Wow!
:Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]
:[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC)
::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC)
== Undang-Undang Tanpa Sumber ==
3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya?
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]]
[[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC)
:* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf
:[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC)
:menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC)
:Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC)
::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC)
== RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons ==
<bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda ==
<section begin="Message"/>
'''Kontak Legal dan Keamanan'''
Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]].
<section end="Message"/>
-- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 -->
== Usulan penghapusan ==
Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut:
* [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]]
* [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]]
* [[Indeks:PMK 83.pdf]]
* [[Indeks:PMK 84.pdf]]
* [[Indeks:PMK 85.pdf]]
* [[Indeks:PMK 86.pdf]]
* [[Indeks:PMK 87.pdf]]
* [[Indeks:PMK 88.pdf]]
* [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]]
Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC)
:Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC)
:Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC)
::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC)
:Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC)
::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC)
:::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks.
:::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan.
:::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC)
::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC)
:::::Halo, Bang @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026|usul penghapusan lagi, berkas yang ini]], karena [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026.pdf|duplikat dengan halaman indeks yang ini]]. terima kasih.
:::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.30 (UTC)
::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]
::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC)
odztz1odwyxd2uhuauijr8yji2cnes0
Portal:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial
106
6364
302646
302311
2026-07-10T14:27:56Z
Ateofen
26483
302646
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial
|section =
|previous =
|next =
|shortcut =
|notes =
|author =
}}
==Belanda==
===Staatsblad===
====1828====
* [[Peraturan Untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]]
====1847====
* [[Reglemen Acara Perdata]]
* [[Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]]
===Ordonansi===
* [[Ordonansi Balik-Nama]]
* [[Ordonansi Perlindungan Alam]]
* [[Ordonansi Perusahaan Asuransi Jiwa]]
* [[Daftar Catatan Sipil Untuk Perkawinan Campuran]]
===Reglemen===
* [[Peraturan Perkawinan Campuran]]
* [[Peraturan untuk Majelis Pengurusan Harta Peninggalan di Jakarta]]
* [[Reglemen Acara Perdata]]
==Jepang==
===Undang-undang===
* [[Oendang-oendang Nomor istimewa]]
* [[Oendang-oendang Nomor 1]]
* [[Oendang-oendang Nomor 2]]
* [[Oendang-oendang Nomor 3]] Tentang larangan mengadakan perbintjangan dsb.
* [[Oendang-oendang Nomor 4]] Tentang memasang bendera Nippon.
* [[Oendang-oendang Nomor 5]] Tentang peroesahaan gilingan padi.
* [[Oendang-oendang Nomor 6]] Tentang memakai waktoe Nippon dan mengoebah batasan berdjalan diwaktoe malam.
* [[Oendang-oendang Nomor 7]] Tentang pendaftaran orang bangsa asing.
* [[Oendang-oendang Nomor 8]] Tentang mengibarkan bendera „Kokki“.
* [[Oendang-oendang Nomor 9]] Tentang pembajaran oetang-pioetang, gadji dsb.
* [[Oendang-oendang Nomor 11]] Oentoek mengoemoemkan karoenia TENNO HEIKA.
* [[Oendang-oendang Nomor 12]] Tentang pemboekaan sekolah.
* [[Oendang-oendang Nomor 13]] Tentang Kantor Keoeangan Pemerintah, Kantor Padjak Beja dan Tjoekai, Kantor Monopoli Pemerintah (Regie), Dan Roemah Gadai Pemerintah.
* [[Oendang-oendang Nomor 14]] Tentang peratoeran Pengadilan Balatentera Dai Nippon.
* [[Oendang-oendang Nomor 15]] Tentang tarich Kooki dan nama negeri Nippon.
* [[Oendang-oendang Nomor 16]] Tentang pengawasan badan-badan pengoemoeman dan penerangan dan penilikan pengoemoeman dan penerangan.
* [[Oendang-oendang Nomor 17]] Tentang peroebahan tanah partikoelir mendjadi tanah Negeri.
* [[Oendang-oendang Nomor 18]] Tentang mentjaboet batasan waktoe berdjalan malam.
* [[Oendang-oendang Nomor 19]] Tentang bangsa asing beloem mendaftarkan dirinja.
* [[Oendang-oendang Nomor 20]] Tentang merepotkan auto dan minjak oentoek motor jang ada ditangan rakjat.
* [[Oendang-oendang Nomor 21]] Tentang pembatasan gelombang pesawat radio.
* [[Oendang-oendang Nomor 22]] Tentang pengawasan peroesahaan keboen.
* [[Oendang-oendang Nomor 23]] Tentang mentjaboet sebahagian larangan bersidang dan berkoempoel.
* [[Oendang-oendang Nomor 24]] Tentang membatasi pengiriman oeang ke Nippon.
* [[Oendang-oendang Nomor 25]] Tentang pembatasan ongkos djalan dari soeatoe tempat ketempat lain di daerah jang didoedoeki Balatentara Dai Nippon.
* [[Oendang-oendang Nomor 26]] Tentang hari Liboeran.
* [[Oendang-oendang Nomor 27]] Tentang peroebahan Tata Pemerintahan Daerah.
* [[Oendang-oendang Nomor 28]] Tentang atoeran pemerintahan SYUU dan atoeran pemerintahan TOKUBETU-SI.
* [[Oendang-oendang Nomor 29]] Tentang mengganti beberapa nama Syuu.
* [[Oendang-oendang Nomor 30]] Tentang mengoebah nama negeri dan nama daerah.
* [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin.
* [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1.
* [[Oendang-oendang Nomor 33]] Tentang pembatasan tempat diam bagi sebahagian bangsa moesoeh dalam Tokubetu-Si „Batavia“.
* [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera.
* [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602.
* [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang.
* [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi.
* [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“.
* [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat).
* [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera).
* [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap).
* [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek.
* [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang.
* [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“.
* [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurei, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei.
* [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu.
===Osamu Seirei (治政令)===
====1942====
* [[Oendang-oendang Nomor 31/Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2602]] Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin.
* [[Oendang-oendang Nomor 32/Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2602]] Tentang menoendjoekkan perkara menoeroet Oendang-oendang No. 31 (Osamu Seirei No. 1) „Tentang mengadili pelanggaran Gunritu oleh Gunsei Hooin“, pasal 1.
* [[Oendang-oendang Nomor 34/Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran pengadilan Pemerintah Balatentera.
* [[Oendang-oendang Nomor 35/Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 32 (Osamu Seirei No. 2) tahoen 2602.
* [[Oendang-oendang Nomor 36/Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2602]] Tentang pengendalian harga barang.
* [[Oendang-oendang Nomor 37/Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2602]] Tentang memoetoeskan perkara berhoeboeng dengan pelanggaran atoeran pengendalian ekonomi.
* [[Oendang-oendang Nomor 38/Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan Oendang-oendang No. 22 „tentang pengawasan peroesahaan keboen“.
* [[Oendang-oendang Nomor 39/Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2602]] Tentang pemboekaan Syomin Ginko (Bank Rakjat).
* [[Oendang-oendang Nomor 40/Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2602]] Tentang Gunseirei (Oendang-oendang dan peratoeran Pemerintahan Balatentera).
* [[Oendang-oendang Nomor 41/Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2602]] Tentang Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap).
* [[Oendang-oendang Nomor 42/Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan kapal kepoenjaan pendoedoek.
* [[Oendang-oendang Nomor 43/Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2602]] Tentang mendaftarkan tjap dagang.
* [[Oendang-oendang Nomor 44/Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2602]] Tentang memboebarkan bank-bank moesoeh dan mentjaboet Oendang-oendang No. 9 „tentang penoendaan pembajaran oetang-pioetang“.
* [[Oendang-oendang Nomor 45/Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2602]] Tentang peratoeran hoekoeman pada Osamu Kanrei, Syuurəi, Koorei, Kooti-zimukyokurei dan Tokubetusirei.
* [[Oendang-oendang Nomor 46/Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2602]] Tentang mengganti nama Syuu.
* [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah nama Syuu, Tokubetusi dan Ken.
* [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2602]] Tentang peroebahan daerah-daerah pemerintahan.
* [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2602]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No.2.
====1943====
* [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak d. s . b. atas mobil.
* [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2603]] Tentang Siryooti Kanrikoosya (Kantor oeroesan tanah partikoelir).
* [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2603]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau.
* [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi hal pindah dan berpergian.
* [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2603]] Tentang membatasi pemindahan hak dsb. atas kapal jang soedah didaftarkan.
* [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi oeroesan wesel.
* [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2603]] Tentang harga pembelian padi jang paling rendah.
* [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu.
* [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok.
* [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603, tentang mengawasi oeroesan wesel didaerah Selatan jang didoedoeki Balatentera.
* [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2603]] Tentang Syoobootai di Djawa. (Barisan pentjegah kebakaran di Djawa).
* [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2603]] Oendang-oendang oentoek sementara waktoe tentang Ken dan Si.
* [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2603]] Tentang Ken- dan Si Zyoorei (Peratoeran Ken dan Si).
* [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2603]] Tentang Zyuuyoo Bussi Koodan (Badan pengawas barang-barang penting).
* [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi Daerah Istimewa dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2603]] Tentang Toogyoo Koodan (Badan pengawas peroesahaan goela).
* [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah [[Oendang-oendang Nomor 13|Oendang-oendang No. 13, tahoen 2602]].
* [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pesawat penerima siaran-radio.
* [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi peroesahaan keboen.
* [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi harang-barang penting dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2603]] Tentang kekoeasaan Gunsei Hooin (Pengadilan Pemerintah Balatontera) dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2603]] Tentang sekolah partikoelir.
* [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2603]] Tentang mengadakan atoeran istimewa dalam peratoeran bea segel.
* [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 20, tahoen 2603, „tentang mengawasi barang-barang penting dsb“.
* [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2603]] Tentang menerima rapotan pendaftaran keloearga dsb. bagi rakjat keradjaan Dai Nippon.
* [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2603]] Tentang sjarat-sjarat perboeatan jang berdasarkan hoekoem-keloearga bagi rakjat keradjaan Dai Nippon.
* [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2603]] Tentang oeroesan perkapalan Nippon dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 28 Tahoen 2603]] Tentang peratoeran Djawa Izi Hookoo Kai. (Perkoempoelan ahli pengobatan oentoek kepentingan oemoem).
* [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2603]] Tentang Tumidasi Bussi Torihikizei. (Padjak djoeal-beli barang kiriman dengan kapal).
* [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2603]] Tentang menjamboeng pendaftaran tjap dagang.
* [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2603]] Tentang rapotan auto dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter.
* [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran dokter-gigi.
* [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2603]] Tentang pegawai Ken/Si dan pegawai negeri jang bekerdja pada Ken/Si.
* [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2603]] Tentang izin dan pendaftaran ahli obat-obatan.
* [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2603]] Tentang Tyuuoo Sangi-in.
* [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2603]] Tentang Syuu- dan Tokubetu Si Sangi-kai.
* [[Osamu Seirei Nomor 38 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari Oendang-oendang No. 36 (Osamu Seirei No. 5) „tentang pengendalian harga barang“, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2603]] Tentang oendian oeang.
* [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2603]] Tentang peroesahaan pengangkoetan darat.
* [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Nippon.
* [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2603]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Tiongkok, Mantjoekoeo dan Kantoo-Syuu.
* [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah sebahagian dari „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ 28, dalam Oendang-oendang No. tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 44 Tahoen 2603]] Tentang pembentoekan Pasoekan soeka-rela oentoek membela Tanah Djawa.
* [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah „Atoeran Pemerintahan Syuu“ dan „Atoeran Pemerintahan Tokubetu Si“ dalam Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah bea export.
* [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2603]] Tentang mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai nɛgeri.
* [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2603]] Tentang Djawa Sinbun Kai. (Gaboengan persoerat kabaran di Djawa).
* [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 4, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2603]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603.
====1944====
* [[Osamu Seirei Nomor 1 Tahoen 2604]] Tentang memberi Onyokin (Oeang koernia) oentoek pegawai negeri pendoedoek di Djawa.
* [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahun 1944|Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah soesoenan pengadilan dan sebagainja.
* [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pemakaian oeang modal.
* [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi barang export dan import.
* [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahun 2603|Osamu Seirei No. 15 tahoen 2603]].
* [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi penerbitan dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2604]] Tentang pemilihan dan pemetjatan Kutyoo.
* [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 40 (Osamu Seirei No. 9) tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah peratoeran tjoekai tembakau.
* [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 44 (Osamu Seirei No. 13).
* [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2604]] Tentang mengambil auto.
* [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahun 2604|Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6 tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2604]] Tentang memperloeas daerah-pengawasan pemakaian madat jang diperniagakan Pemerintah.
* [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2604]] Tentang sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei).
* [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 29, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 6, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer pembagian tembaga toea dan besi toea.
* [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2604]] Tentang mengawasi peroesahaan minoeman keras.
* [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 41, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 42, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2604]] Tentang mengadili rakjat Nippon dsb.
* [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2604]] Gunsei Keizirei (Oendang-oendang kriminil pemerintahan Balatentera).
* [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2604]] Tentang mengadili perkara kedjahatan dalam Gunsei Keizirei.
* [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2604]] Tentang menaikkan tjoekai-tembakau.
* [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan keboen.
* [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2604]] Tentang mengatoer peroesahaan goela.
* [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2604]] Tentang tjoekai minoeman keras.
* [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2604]] Peratoeran sementara tentang mengadakan Ku didaerah tanah partikoelir.
* [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 7, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2604]] Tentang mengadakan tindakan istimewa terhadap lamanja djabatan Giin-giin pada Tyuuoo Sangi-in, Syuudan Tokubetu Si Sangi-kai.
* [[Osamu Seirei Nomor 37 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 39 Tahoen 2604]] Tentang alat penakar garam.
* [[Osamu Seirei Nomor 40 Tahoen 2604]] Oendang-oendang sementara tentang perbendaharaan Syuu.
* [[Osamu Seirei Nomor 41 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 32, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 42 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 33, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 43 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 35, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 45 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas ƒ10,— (sepoeloeh roepiah) jang baroe.
* [[Osamu Seirei Nomor 46 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 27, tahoen 2604.
* [[Osamu Seirei Nomor 47 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 34 (Osamu Seirei No. 3), tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 48 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 49 Tahoen 2604]] Tentang peratoeran Gunsei Kensatu (Kedjaksaan Pemerintah Balatentera).
* [[Osamu Seirei Nomor 50 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Oendang-oendang No. 28, tahoen 2602.
* [[Osamu Seirei Nomor 51 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 40, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 52 Tahoen 2604]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 28, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 53 Tahoen 2604]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ5,— (lima roepiah) dan ƒ1.— (satoe roepiah)
====1945====
* [[Osamu Seirei Nomor 2 Tahoen 2605]] Gunsei Hoosisyoo Rei. Peratoeran tentang Lambang Kebaktian kepada pemerintahan Balatentera.
* [[Osamu Seirei Nomor 3 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tata pemerintahan daerah.
* [[Osamu Seirei Nomor 4 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 36, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 5 Tahoen 2605]] Tentang peroebahan tjara menoeliskan nama-nama Syuu.
* [[Osamu Seirei Nomor 6 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ0,50 (lima poeloeh sen).
* [[Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605]] Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— seratoes roepiah).
* [[Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605]] Tentang mengadakan Gunseisibu.
* [[Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605]] Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam.
* [[Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei).
* [[Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605]] Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe).
* [[Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi.
* [[Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604.
* [[Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603.
* [[Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari bea import.
* [[Osamu Seirei Nomor 18 Tahoen 2605]] Peratoeran tentang Kenkoku Gakuin.
* [[Osamu Seirei Nomor 19 Tahoen 2605]] Tentang „waktoe baik“ dalam oeroesan pendjara pemerintahan Balatentera
* [[Osamu Seirei Nomor 20 Tahoen 2605]] Tentang membatasi perhoeboengan pos, kawat dan telepon.
* [[Osamu Seirei Nomor 21 Tahoen 2605]] Tentang menaikkan tjoekai-goela.
* [[Osamu Seirei Nomor 22 Tahoen 2605]] Tentang Senmon Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Kepandaian Istimewa)
* [[Osamu Seirei Nomor 23 Tahoen 2605]] Tentang peratoeran Kooti Sangi-kai.
* [[Osamu Seirei Nomor 24 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 18 (2603)
* [[Osamu Seirei Nomor 25 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pengiriman oeang ke Indo China.
* [[Osamu Seirei Nomor 26 Tahoen 2605]] Tentang hal-hal istimewa berhoeboeng dengan peratoeran tjoekai-tembakau.
* [[Osamu Seirei Nomor 27 Tahoen 2605]] Tentang mengawasi pesawat-penerima siaran radio.
* [[Osamu Seirei Nomor 29 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian dari Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 18 (2603)
* [[Osamu Seirei Nomor 30 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah sebahagian Oendang-oendang No. 28, tahoen Syoowa 17 (2602)
* [[Osamu Seirei Nomor 31 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen Syoowa 19 (2604)
* [[Osamu Seirei Nomor 32 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 12, tahoen Syoowa 20 (2605)
* [[Osamu Seirei Nomor 33 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 20 (2605)
* [[Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605)
* [[Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603)
* [[Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605]] Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti.
===Osamu Kanrei===
===Peratoeran Pemerintah===
[[Kategori:Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial| ]]
[[Kategori:Halaman indeks Wikisource|Peraturan perundangan-undangan Indonesia era kolonial]]
gdb5wgv95lc1xoko0c77gt1e91pzxmq
Pengguna:Sygrayem
2
18294
302678
299345
2026-07-11T04:25:46Z
Sygrayem
13230
302678
wikitext
text/x-wiki
Halo, perkenalkan namaku Devi.
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}
== Bantuan ==
# Mencari contoh penggunaan sebuah templat. [[Istimewa:Pranala balik/Templat:Sic]], lalu ubah kolom Ruang nama menjadi Halaman.
0s7e023ohlk3rm3tl0khggttboltnju
Pembicaraan Pengguna:Quinlan83
3
101127
302615
297369
2026-07-10T13:06:24Z
~2026-39061-74
27355
/* Tidak diperbolehkan memerahkan status halaman buku Kompetisi WSI 2026 */ Balas
302615
wikitext
text/x-wiki
== Tidak diperbolehkan memerahkan status halaman buku Kompetisi WSI 2026 ==
Halo Kak @[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]], saya melihat akun Anda di https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Halaman:Gila_Mentega.pdf/39&action=history memerahkan halamam uji baca seorang peserta Kompetisi. Mohon untuk tidak mengulanginya lagi dalam Kompetisi, ya. Apabila menemukan beberapa kesalahan, tetapi status sudah diuji baca; silakan laporkan kepada Panitia Kompetisi agar Panitia yang menurunkan status halaman. Selain itu, akun Anda ini tidak terdaftar sebagai peserta Kompetisi. Mohon dijadikan periksa. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 7 Mei 2026 00.48 (UTC)
:Hi {{ping|Thersetya2021}}, thanks for the heads up. --[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quinlan83|bicara]]) 10 Mei 2026 08.55 (UTC)
::hello @[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]] my pleasure [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 10 Mei 2026 16.03 (UTC)
:::hello @Quinlan83 salametto cojone [[Istimewa:Kontribusi pengguna/~2026-39061-74|~2026-39061-74]] ([[Pembicaraan Pengguna:~2026-39061-74|Pembicaraan]]) 10 Juli 2026 13.06 (UTC)
a7yahcndz1rub8d127hqfzibzz5s3l9
302639
302615
2026-07-10T14:01:49Z
Tanbiruzzaman
22991
Mengembalikan suntingan oleh [[Special:Contributions/~2026-39061-74|~2026-39061-74]] ([[User talk:~2026-39061-74|bicara]]) ke revisi terakhir oleh [[User:Quinlan83|Quinlan83]]
291283
wikitext
text/x-wiki
== Tidak diperbolehkan memerahkan status halaman buku Kompetisi WSI 2026 ==
Halo Kak @[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]], saya melihat akun Anda di https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Halaman:Gila_Mentega.pdf/39&action=history memerahkan halamam uji baca seorang peserta Kompetisi. Mohon untuk tidak mengulanginya lagi dalam Kompetisi, ya. Apabila menemukan beberapa kesalahan, tetapi status sudah diuji baca; silakan laporkan kepada Panitia Kompetisi agar Panitia yang menurunkan status halaman. Selain itu, akun Anda ini tidak terdaftar sebagai peserta Kompetisi. Mohon dijadikan periksa. Terima kasih. [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 7 Mei 2026 00.48 (UTC)
:Hi {{ping|Thersetya2021}}, thanks for the heads up. --[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quinlan83|bicara]]) 10 Mei 2026 08.55 (UTC)
::hello @[[Pengguna:Quinlan83|Quinlan83]] my pleasure [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 10 Mei 2026 16.03 (UTC)
ti0w4fcf408g8o9tf20sd7zmt3u81oq
Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026
102
106046
302649
302267
2026-07-10T16:26:58Z
Quraeni
22485
removed [[Category:WikiPandu]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
302649
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140305942
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Kementerian Keuangan
|Address=Jakarta
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
m0w0cpqdt3tjie8x3c7fpg6xu48p5ip
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2025.pdf
102
106991
302598
299964
2026-07-10T12:33:59Z
Cgjkldn
22445
Menghapus pengalihan ke [[Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25 KM.4 2025. pdf.pdf]]
302598
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
rdhx0yrq248ezuqex4b7vvuk90yg78t
302600
302598
2026-07-10T12:35:39Z
Cgjkldn
22445
302600
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140372055
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
fovk3tsmx6fk3okxpmrvrxfbb6uo78a
Indeks:Keputusan Menteri Keuangan Nomor 20 KM.4 2025.pdf
102
106995
302607
302257
2026-07-10T12:49:12Z
Cgjkldn
22445
added [[Category:WikiPandu]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
302607
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140372183
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 20 KM.4 2025.pdf
|Subtitle=Undang Undang Negara Republik Indonesia
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WIkip]]
[[Kategori:WikiPandu]]
3sr4x4l043kbldnw51psdoovhenddbc
302608
302607
2026-07-10T12:49:18Z
Cgjkldn
22445
removed [[Category:WIkip]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
302608
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q140372183
|Title=Keputusan Menteri Keuangan Nomor 20 KM.4 2025.pdf
|Subtitle=Undang Undang Negara Republik Indonesia
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:WikiPandu]]
1ab3dwnscbzvscfpho4jnvti4qlhz6v
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/27
104
107605
302620
302307
2026-07-10T13:31:34Z
Dankkum dunya
25589
302620
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>secara turun-temurun. Oleh karena itu, mereka sangat taat terhadap adat istiadat dan hukum adatnya, serta senantiasa menjalankannya.
Menurut informan (Pak Dullah), Dayak Tunjung atau Tonyooi terdiri dari Tunjung Tengah, Tunjung Linggang, Tunjung Asa, dan Tunjung Darat. Keempat sub-suku Dayak Tunjung ini terpencar mendiami Kabupaten Kutai Barat dan upacara-upacara yang dimilikinya sama, hanya unsur bahasa yang membedakan mereka walaupun masih bisa dimengerti karena nenek moyang mereka sama. Keempat sub-suku tersebut masih tunduk pada kepala sukunya masing-masing karena rajanya yang berbeda-beda. Namun, dalam tradisi pada umumnya sama, hampir tidak ada yang berbeda, baik dalam besaran sanksi dan gawai yang memakai istilah ''antang''<ref>''Antang'' adalah besaran sanksi adat sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh kepala adat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan (hasil wawancara dengan Pak Dullah, 11 Agustus 2019)</ref>.
Salah satu keunggulan dalam komunitas Dayak Tunjung adalah mampu hidup bersama dengan komunitas adat lain dan penganut agama lain, tanpa menimbulkan konflik. Cara yang ditempuh selama ini ada tiga hal. ''Pertama'', menyatukan persepsi bahwa persaudaraan antarsesama di atas segala-galanya. ''Kedua'', mengukuhkan kekognitifan mereka bahwa susah dan senang dipikul bersama. ''Ketiga'', memelihara dan mempertahankan tradisi (warisan) leluhur, terutama yang bersumber dari kearifan lokal. Ketiga hal tersebut merupakan faktor utama dalam memelihara hubungan sosial dan kehidupan komunitas lokal. Dalam konteks ini, beberapa peneliti menyebutnya sebagai pluralisme, yang mengandung empat disiplin. Salah satunya adalah disiplin politik yang mengakui bahwa pengakuan terhadap “yang lain” merupakan prinsip dasar dari saling pengertian dan hidup berdampingan secara damai. Hal ini dimaksudkan bahwa kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika setiap perbedaan disikapi dengan saling pengertian. Implikasinya tentu yang dapat dirasakan sehingga keharmonisan sosial harus selalu diperjuangkan, dibangun, dipupuk agar berkembang menjadi perdamaian (Johansen, P. dkk., 2014: 83–84).
————————————
<references/><noinclude>{{rh|14||Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur}}</noinclude>
5pw88fmsu22i4d1rse30l2jbjx655tj
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/21
104
107709
302625
302485
2026-07-10T13:39:28Z
Taufik Pramudja
27223
302625
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>*
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jasg baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekarang kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain. :
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
su6wgpzpyekyx87z8y2unv143el05oi
302626
302625
2026-07-10T13:40:06Z
Taufik Pramudja
27223
302626
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jasg baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekarang kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain. :
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
0ybgxdqvgdn7w0bc4lffnyz6j4bw2eg
302628
302626
2026-07-10T13:42:14Z
Taufik Pramudja
27223
302628
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>*
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake
badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoe
bebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes
sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jasg baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain. :
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
2930ajlzzkho4b3786spa0wa8qjgn3v
302630
302628
2026-07-10T13:44:24Z
Taufik Pramudja
27223
302630
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|20}} {{c|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>*
20 PENGHIDOEPAN
Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda
seperti orang mengimpi.
,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja
diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoebebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan
berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali
dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an
bertrima kasi.
»Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe
apa, nona”, kata itoe anak moeda~ sambil
memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang
bagoes kebentrok satoe pada lain. :
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan
beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima.
Kemoedian ia berbangkit, sambil membri
hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko.
Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja
djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan
kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang
poenja diri".
,,Pertoeloengan. jang tadi akoe kasi, tjoema
ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida
perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe,
kerna tadi, dengen kebetoelan akoe* poenja
prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
7eepm9dm8fluvo92oqryeh3yblwfln7
302637
302630
2026-07-10T13:57:01Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302637
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|2|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi.
,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoebebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi.
,,Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon tace bagimana djadinja kita orang poenja diri".
,,Peroeloengan jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
7yzqu3z5jcddr32fviri13vf3hz8hm0
302638
302637
2026-07-10T13:58:39Z
Abdisaverio
26326
302638
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|2|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi.
,,ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoebebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi.
,,Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon taoe bagimana djadinja kita orang poenja diri".
,,Peroeloengan jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
c502km8nkme0eqo6b22o43zw0vd7l3d
302647
302638
2026-07-10T14:28:16Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302647
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" />{{rh|2|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>Ongpien ada berkoempoel pada 4 kawannja.
Kim Nio pandeng parasnja itoe. anak moeda seperti orang mengimpi.
,,Ini ‘nko jang soeda toeloeng kaoe poenja diri, entjih Kim‘, kata satoe kawan jang pake badjoe idjo popos, ia toeloeng dirimoebebareng dengen entji Khing Hoa‘, ia meneroes sasoeda berdiam sabentaran.
Kim Nio meliat itoe kawan jang baroesan berkata, tapi kemoedian ia pandeng kombali dirinja itoe anak moeda dengen perasa‘an bertrima kasi.
,,Sekaraag kaoe soeda tida koerang soeatoe apa, nona”, kata itoe anak moeda sambil memandeng Kim Nio. Doea sorot mata jang bagoes kebentrok satoe pada lain.
Roepanja dalem itoe sorot jang baroesan beradoe ada apa-apa jang loear biasa!
Kim Nio masi berdiam seperti orang kesima. Kemoedian ia berbangkit, sambil membri hormat ia berkata dengen soeara merdoe:
,,Akoe hatoerken trima kasi padamoe, ‘nko. Kaoe soeda begitoe baik toeloeng akoe poenja djiwa, dan djiwa kawankoe. Tjobah boekan kaoe, belon taoe bagimana djadinja kita orang poenja diri".
,,Peroeloengan jang tadi akoe kasi, tjoema ada satoe kedjadian jang kebetoelan sadja. Tida perloe kace hatoerken trima kasi sampe begitoe, kerna tadi, dengen kebetoelan akoe poenja prauw djalan berdeketan sama nona poenja<noinclude></noinclude>
91vbtugcadc3cxin0spxd1ykbb55jev
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/18
104
107784
302622
302426
2026-07-10T13:36:44Z
Dankkum dunya
25589
/* Tervalidasi */
302622
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>'''A. TINJAUAN PUSTAKA'''
Adat-istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat-istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Itulah sebabnya bahwa adat istiadat jika dipelihara terus-menerus akan mewujudkan hukum adat. Hal ini karena terdapat kaidah-kaidah yang mengikat dan mengatur kehidupan
masyarakat pada saat ini dan yang akan datang.
Hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat. Adapun hak masyarakat hukum adat merupakan hak individual dan komunal. Salah satu hak yang bersifat komunal yang terdapat dalam UndangUndang Pokok Agraria (UUPA) adalah hak ulayat (wilayah) untuk menunjukkan kepada tanah yang merupakan wilayah lingkungan masyarakat hukum bersangkutan (Alting 2011: 91).
Beberapa ahli hukum adat pernah menyajikan unsur-unsur yang menjadi dasar sistem hukum adat. Salah satunya adalah pendapat Soepomo (dalam Soekanto, 2016: 125–126) yang mengatakan bahwa hukum adat yang merupakan perwujudan dari struktur kejiwaan dan cara berpikir memiliki corak atau pola tertentu, yaitu:
# mempunyai sifat kebersamaan yang kuat;
# mempunyai corak religius magis;
# sistem hukum itu diliputi oleh suatu pikiran yang serbakonkret;
# hukum adat itu mempunyai sifat yang konkret.
Pada masyarakat tertentu, sanksi merupakan alternatif terakhir ketika seseorang tidak menaati norma yang hidup dalam masyarakat. Walaupun tidak selamanya hukum adat tersebut identik dengan pemberian sanksi, yang paling penting bagi masyarakat adalah hukum adat tersebut dapat memberikan rasa aman dan menciptakan ketertiban dalam hubungan<noinclude>{{rh|||Prolog {{Larger|'''5'''}}}}</noinclude>
r5vjotslw62e5krqixr9mbbvx5oak0d
302623
302622
2026-07-10T13:37:57Z
Dankkum dunya
25589
302623
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dankkum dunya" /></noinclude>'''A. TINJAUAN PUSTAKA'''
Adat-istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan mengikat bergantung pada masyarakat yang mendukung adat-istiadat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Itulah sebabnya bahwa adat istiadat jika dipelihara terus-menerus akan mewujudkan hukum adat. Hal ini karena terdapat kaidah-kaidah yang mengikat dan mengatur kehidupan
masyarakat pada saat ini dan yang akan datang.
Hukum adat merupakan hukum yang selalu hidup dan berkembang dalam masyarakat, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, memberikan jaminan ketertiban bagi masyarakat, serta mampu memberikan keadilan. Hukum adat bertujuan menciptakan kedamaian dan memajukan kesejahteraan bagi warga masyarakat. Adapun hak masyarakat hukum adat merupakan hak individual dan komunal. Salah satu hak yang bersifat komunal yang terdapat dalam UndangUndang Pokok Agraria (UUPA) adalah hak ulayat (wilayah) untuk menunjukkan kepada tanah yang merupakan wilayah lingkungan masyarakat hukum bersangkutan (Alting 2011: 91).
Beberapa ahli hukum adat pernah menyajikan unsur-unsur yang menjadi dasar sistem hukum adat. Salah satunya adalah pendapat Soepomo (dalam Soekanto, 2016: 125–126) yang mengatakan bahwa hukum adat yang merupakan perwujudan dari struktur kejiwaan dan cara berpikir memiliki corak atau pola tertentu, yaitu:
# mempunyai sifat kebersamaan yang kuat;
# mempunyai corak religius magis;
# sistem hukum itu diliputi oleh suatu pikiran yang serbakonkret;
# hukum adat itu mempunyai sifat yang konkret.
Pada masyarakat tertentu, sanksi merupakan alternatif terakhir ketika seseorang tidak menaati norma yang hidup dalam masyarakat. Walaupun tidak selamanya hukum adat tersebut identik dengan pemberian sanksi, yang paling penting bagi masyarakat adalah hukum adat tersebut dapat memberikan rasa aman dan menciptakan ketertiban dalam hubungan<noinclude>{{rh|||Prolog {{Larger|'''5'''}}}}</noinclude>
1wm1s6jguqo49519wijtyp6hsyc23jh
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/7
104
107805
302629
302308
2026-07-10T13:43:51Z
Dankkum dunya
25589
302629
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||― 3943 ―}}</noinclude>—·— „Kaloe kau pergi di aliran sebla bawa ini soengel kira-kira saratoes lima poeloe paal dari sini, kau nanti dapetken moèara pasir, dan oleh kerna di sitoe aer mengalir tiada begitoe deres, maka tentoe djoega kau boleh sediaken getek boeat sebrangin kau poenja tiga riboe balatentara. Kaloe soeda menjebrang, bersama marika itoe kau teroes masoek ka gowa moesoe boeat bikin poetoes lebi doeloe moesoe poenja perhoeboengan ramsoem. Dari sana kamoedian kau pergi berkoempoel pada Tang To Na dan A Hwee Lam aken minta itoe doea orang membantoe kita poenja geraken dari sebla dalem. Djoega kau moesti pesen padanja, djangan sekali ia bikin ini perkara djadi kapiran."
Dengen girang Ma Taij lantas berangkat boeat lakoeken itoe kerdjaän. Sigra djoega bersama balatentaranja ia soeda sampe di itoe moeata dan bersedia boeat menjebrang.
Oleh kerna meliat aer di itoe moeara ada tjetek, maka koetika disoeroe menjebrang, ada sabagian besar balatentara jang tiada maoe menoempang getek, hanja sasoeda boeka pakean, iaorang lantas toeroen di itoe kali boeat pergi ka laen tepi.
Tepi baroe bernang sampe di tenga soengei, marika itoe lantas mangap-mangap dan sigra djoega mendjadi lemas tida bisa bergerak lagi.
Temen-temennja jang meliat itoe katjilakaän, lantas pergi meooeloeng; tapi njatalah itoe pertoe–<noinclude></noinclude>
plmy3ercxbc94s3wynvvcc9iqr2bw5c
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/8
104
107807
302632
301859
2026-07-10T13:47:58Z
Dankkum dunya
25589
302632
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|| — 3944 —}}</noinclude>{{hwe|loengan|pertoeloengan}} dateng soeda terlaloe kasep, oleh kerna itoe soldadoe jang roeboe di tenga soengei, satelah dikasi naek ka darat, lantas djoega iaorang tarik napasnja jang pengabisan, sasoeda mengaloearken dara dari moeloet dan idoeng.
Ma Taij jang menjaksiken kadjadiannja itoe perkara gaib, dengen terkedjoet lantas pergi bri taoe itoe hal pada Khong Beng, jang sigra panggil bebrapa orang, pendoedoek itoe negri jang dipakerdjaken sebagi pengoendjoek djalan, boeat ditanja apa sebabnja.
Itoe bebrapa orang doesoen kasi katerangan begini:
„Djikaloe moesin panas, aernja soengei Louw Soei djadi mengandoeng ratjoen, jang bekerdja keras di waktoe siang, oleh kerna siang hari pada waktoe begini hawa oedara ada panas sekali. Maka apabila di waktoe siang orang menjebrang di itoe soengei, nistjaja lantas djoega ia terdjangkit ratjoen, atawa orang itoe nanti ilang njawanja, djikaloe ia kasalahan minoem aer dari itoe soengei. Tegesnja, orang melaenken boleh menjebrang di sitoe pada waktoe tenga malem kaloe aernja soeda dingin dan ratjoennja soeda poena, begitoe djoega orang itoe moesti dahar doeloe sampe kenjang, kerna dengen begini ^baroelah orang bisa menjebrang di itoe soengei dengen slamat."
Khong Beng ada pertjaja aken apa jang {{hws|ditje|ditjeritaken}}<noinclude></noinclude>
fyd0690jef5kog3pmsos2q2klzd23sq
302634
302632
2026-07-10T13:48:41Z
Dankkum dunya
25589
302634
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|| — 3944 —}}</noinclude>{{hwe|loengan|pertoeloengan}} dateng soeda terlaloe kasep, oleh kerna itoe soldadoe jang roeboe di tenga soengei, satelah dikasi naek ka darat, lantas djoega iaorang tarik napasnja jang pengabisan, sasoeda mengaloearken dara dari moeloet dan idoeng.
Ma Taij jang menjaksiken kadjadiannja itoe perkara gaib, dengen terkedjoet lantas pergi bri taoe itoe hal pada Khong Beng, jang sigra panggil bebrapa orang, pendoedoek itoe negri jang dipakerdjaken sebagi pengoendjoek djalan, boeat ditanja apa sebabnja.
Itoe bebrapa orang doesoen kasi katerangan begini:
„Djikaloe moesin panas, aernja soengei Louw Soei djadi mengandoeng ratjoen, jang bekerdja keras di waktoe siang, oleh kerna siang hari pada waktoe begini hawa oedara ada panas sekali. Maka apabila di waktoe siang orang menjebrang di itoe soengei, nistjaja lantas djoega ia terdjangkit ratjoen, atawa orang itoe nanti ilang njawanja, djikaloe ia kasalahan minoem aer dari itoe soengei. Tegesnja, orang melaenken boleh menjebrang di sitoe pada waktoe tenga malem kaloe aernja soeda dingin dan ratjoennja soeda poena, begitoe djoega orang itoe moesti dahar doeloe sampe kenjang, kerna dengen begini baroelah orang bisa menjebrang di itoe soengei dengen slamat."
Khong Beng ada pertjaja aken apa jang {{hws|ditje|ditjeritaken}}<noinclude></noinclude>
6zgftbqocn1wtghi05f7tymd7ebwovw
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/9
104
107808
302636
301858
2026-07-10T13:52:33Z
Dankkum dunya
25589
302636
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 3945 —}}</noinclude>{{hwe|ritaken|ditjeritaken}} olèh marika itoe, maka, sasoeda pili lima anem ratoes soldadoe jang berbadan tegoe, ia lantas prenta itoe bebrapa orang doesoen anter ini barisan pergi ka itoe moeara.
Sasampenja di sana iaorang lantas sediaken getek boeat menjebrang.
Bnner djoega dengen menoeroet perkataännja itoe bebiapa orang doesoen, itoe malem iaorang soeda bisa menjebrang di soengei Louw Soei dengen tiada koerang satoe apa.
Kamoedian Ma Taij minta itoe pengoendjoek djalan anter ia bersama doea riboe balatentaranja pergi ka itoe djalanan goenoeng jang boleh teroes ka sasoeatoe gowa moesoe, kerna di itoe djalanan ramsoem jang dikirim dari sembarang gowa tentoe moesti meliwat.
Itoe djalanan sempit ada terapit dengen goenoeng di kiri kanan, dimana melaenken boleh liwat satoe orang dan saekor koeda.
Sasoedanja menempati itoe djalanan. Ma Taij lantas prenta soldadoenja berdiriken bebrapa pasanggrahan di tempat-tempat jang penting, sedeng moesoe blon dapet taoe apa-apa dari hal kadatengannja.
Begimana soeda didoega, bener djoega tiada berselang lama orang Ban bawa banjak ramsoem liwat di itoe djalanan.
Ma Taij lantas pegat djalanannja marika itoe<noinclude></noinclude>
2buch435omnnsfeb71v9ar6p51m7mhb
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/46
104
107870
302621
302463
2026-07-10T13:34:00Z
Dankkum dunya
25589
302621
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude>a. ''Retaaq rempuk'' (harta bersama). Apabila terjadi
perceraian maka harta benda ini harus dibagi atas
dasar kesepakatan bersama.
b. ''Retaaq mento'' yaitu harta benda yang diperoleh sebelum menikah, misalnya harta warisan dari pihak perempuan atau orang tua laki-laki. Apabila terjadi perceraian tetap milik dari mana harta itu berasal. Jika itu dari pihak laki-laki, tetap milik laki-laki dan jika itu berasal dari keluarga perempuan, tetap menjadi milik perempuan.
3. Hukum Perkawinan
Hukum perkawinan di kalangan suku Dayak Tonyooi
mencakup, antara lain pembatalan pertunangan, perceraian, dan penyelewengan.
4. Hukum Pelanggaran/Delik
Hukum pelanggaran/delik yang masih berlaku di kalangan kelompok suku Dayak Tonyooi mencakup pelanggaran terhadap hak milik orang lain, pelanggaran terhadap keselamatan orang lain dan ketenteraman masyarakat, serta pelanggaran terhadap sopan santun dan kesusilaan.
Sementara itu, berdasarkan tingkatannya hukum adat dan perkara yang dihadapi masyarakat di Linggang Bigung dapat kita kategorikan menjadi tiga tingkatan yaitu sebagai berikut.
a. ''Kujaap-kajaap'' atau perkara kecil
''Kujaap-kajaap'' adalah suatu persoalan yang dianggap kecil atau ringan, biasanya dapat terjadi antar-keluarga dekat, misalnya masalah binatang ternak yang memasuki pekarangan atau kebun dan perkelahian antara anakanak. Walaupun dianggap kecil, persoalan ini dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila kedua belah pihak tidak ada mufakat dalam penyelesaiannya. Dalam hal inilah diperlukan kepiawaian pemimpin adat dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
b. Perkara menengah
Perkara atau suatu permasalahan yang dapat digolongkan pada tingkat menengah misalnya sengketa tanah dan kasus perkelahian. Namun, pada saat ini perkara menengah<noinclude>{{rh||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat |||{{Larger|'''33'''}}}}</noinclude>
qf90qit9zcnbnmfh76zwqghqedjd8ob
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/12
104
107899
302674
302446
2026-07-11T04:07:39Z
01dilah
27304
/* Tervalidasi */
302674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="01dilah" />{{rh||— 3948}}</noinclude>{{hwe|nja|benderaja}} ada terloekis ini perkataän „Peng-Pak-Tjiangkoen Ma Taij" diam-diam telah menjebrang di soengei Louw Soei dan telah potong itoe djalanan ketjil, dimana kità poenja rainsoem moesti liwat."
Tapi itoe kabar tjoema membikin sadja Beng Hek djadi tertawa. Ia kata: „Kaloe baroe sakawanan moesoe jang begitoe matjem, blon tjoekoep boeat dibitjaraken."
Saäbisnja oetjapken itoe perkataän, ia lantas soeroe Bong Ge Tiang bawa tiga riboe balatentara boeat maloemken prang pada Ma Taij di itoe tempat.
Tempo meliat ini barisan mendatengin, Ma Taij lantas atoer balatentaranja di kaki goenoeng boeat samboet marika itoe.
Sigra djoega itoe doea ponggawa soeda menjerang satoe pada laen, tapi bertempoer baroe satoe doea djoeroes, Boig Ge Tiang lantas dapet diboenoe oieh Ma Taij.
Soldadoenja Bong Ge Tiang jang terloepoet dari kabinasaän lantas lari poelang ka pasanggrahannja Bang Hek dan bri taoe pada ini Radja jang bandel, hal apa soeda kadjadian di medan prang.
Beng Hek lantas panggil sekalian ponggawanja dateng mengadep. Kamoedian ia menanja pada marika itoe:
„Antara kau sekalian, siapatah jang brani pergi bertempoer pada Ma Taij?"<noinclude></noinclude>
htmmxhmwl5z5ejgg4oarmvmbadk0dxg
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/13
104
107900
302675
302449
2026-07-11T04:14:15Z
01dilah
27304
/* Tervalidasi */
302675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="01dilah" />{{rh||— 3949 —}}</noinclude>„Akoe soeka trima itoe djabatan!"menjaoet Tang To Na.
Dengen girang Beng Hek lantas serakan tiga riboe balatentara pada itoe ponggawa, jang sigra berangkat boeat maloemken prang pada moesoe.
Sasoedanja Tang To Na berangkat, Beng Hek laloe titaken A Hwee Lam dengen tiga riboe balatentara pergi mendjaga moeara pasir, oleh kerna sekarang ia ada merasa kwatir, kaloe-kaloe nanti ada moesoe menjebrang lagi di itoe tempat.
Tempo barisan jang dikapalaken oleh Tang To Na sampe di itoe djalanan goenoeng, Goei Jan lantas siapken balatentaranja boeat melawan prang.
Antara itoe balatentara ada banjak jang taoe resianja Tang To Na itoe, maka sigra djoega iaorang bri taoe resia itoe pada Ma Taij. Ini ponggawa pikir, itoelah boleh digoenaken sebagi soeatoe alesan boeat ia mendamprat pada moesoe, maka sasoeda pikir begitoe, lantas djoega ia madjoeken koedanja ka depan barisan sendiri dan laloe menista pada Tang To Na itoe:
„Hei, kawanan jang tida mengenal orang poenja boedi! apa kau tiada merasa maloe, sedeng blon lama Sinsiang telah ampoenken kau poenja salembar djiwa, sekarang kombali kau soeda berchianat poela?!"
Moekanja Tang To Na lantas mendjadi mera oleh kerna merasa, maka dengen tiada {{hws|ber|berkata}}<noinclude></noinclude>
hw8bcxfcz2tvjdrxhujkxs1wcybz0bo
302676
302675
2026-07-11T04:15:07Z
01dilah
27304
302676
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="01dilah" />{{rh||— 3949 —}}</noinclude>„Akoe soeka trima itoe djabatan!"menjaoet Tang To Na.
Dengen girang Beng Hek lantas serakan tiga riboe balatentara pada itoe ponggawa, jang sigra berangkat boeat maloemken prang pada moesoe.
Sasoedanja Tang To Na berangkat, Beng Hek laloe titaken A Hwee Lam dengen tiga riboe balatentara pergi mendjaga moeara pasir, oleh kerna sekarang ia ada merasa kwatir, kaloe-kaloe nanti ada moesoe menjebrang lagi di itoe tempat.
Tempo barisan jang dikapalaken oleh Tang To Na sampe di itoe djalanan goenoeng, Goei Jan lantas siapken balatentaranja boeat melawan prang.
Antara itoe balatentara ada banjak jang taoe resianja Tang To Na itoe, maka sigra djoega iaorang bri taoe resia itoe pada Ma Taij. Ini ponggawa pikir, itoelah boleh digoenaken sebagi soeatoe alesan boeat ia mendamprat pada moesoe, maka sasoeda pikir begitoe, lantas djoega ia madjoeken koedanja ka depan barisan sendiri dan laloe menista pada Tang To Na itoe:
„Hei, kawanan jang tida mengenal orang poenja boedi! apa kau tiada merasa maloe, sedeng blon lama Sinsiang telah ampoenken kau poenja salembar djiwa, sekarang kombali kau soeda berchianat poela?!"
Moekanja Tang To Na lantas mendjadi mera oleh kerna merasa maloe, maka dengen tiada {{hws|ber|berkata}}<noinclude></noinclude>
7joey3fvxbz626bmt9aoirdnldmlbob
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/14
104
107901
302677
302450
2026-07-11T04:21:35Z
01dilah
27304
/* Tervalidasi */
302677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="01dilah" />{{rh||— 3950 —}}</noinclude>{{hwe|kata|berkata}} apa-apa lagi sigra djoega ia oendoerken poela balatentaranja.
Tiada lama pula Ma Taij poen lantas tarik poelang balatentaranja, jaitoe sasoeda membasmi pada moesoe dengen sapoeas hati.
Tempo Tang To Na soeda balik kombaii ka pasanggrahannja Beng Hek, ia berdjoesta pada ini Radja dengen membilang begini:
„Tatj Ong, kita-orang tiada sanggoep melawan pada Ma Taij, dari sebab dia itoe ada gaga sekali."
„Kau djoesta!" kata Beng Hek dengen goesar: „Akoe taoe kau telah trima boedinja Tjoe-Kat Liang, dan dari sebab begitoe, maka kau soeda sengadja djoeal ini sadjoeroes paprangan pada moesoe, jaitoe pada sablonnja berprang kau soeda moendoer kembali!"
Kamoedian ia lantas soeroe algodjo bawa Tang To Na kaloear boeat ditabas batang-lehernja.
Satelah ia kaloearken ini prenta, ada brapa banjak Radja-gowa lantas dateng mintaken ampoen, permintaän mana maski achirnja diloeloesken djoega oleh Beng Hek, tapi traoeroeng ini Radja prenta djoega algodjo rangket Tang To Na itoe saratoes rotan.
Tatkala ini ponggawa prang jang dirangket soeda poeiang kombali kapasanggrahan sendiri, ada banjak Radja-gowa jang dateng koendjoengin padanja.
Tempo soeda beromong-omong sedikit dari hal<noinclude></noinclude>
jn4o4xhfde6p2eyg1c2dgj7u5fqkk36
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/9
104
107903
302613
302381
2026-07-10T13:06:00Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302613
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|8|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>
„Akoe tida kira kaoe mempoenjai kepandean sampe begitoe tinggi, kongtjoe!” Achirnja Wangpo berkata.
„Soengoe loear biasa!" Katanja lain pengikoet dengen berbareng. Marika lantes poengoet itoe doea boeroeng dikoempoel djadi satoe sama dapetnja jang doeloean.
Sekean lama marika teroes bikin pemboeroean di itoe tempat, sampe matahari soeda mendojong toeroen baroe itoe anak moeda brikoet bebrapa pengikoetnja berdjalan poelang. Apa jang marika dapet ada loemajan djoega, bebrapa boeroeng besar, lima klintji dan tiga ajam alas jang boeloenja sanget bagoes.<noinclude></noinclude>
ct3c1ifn9sae68z3of49x4lf4d8j70r
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/10
104
107904
302616
302383
2026-07-10T13:13:50Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302616
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|||ANAKNJA MATJAN POETI||9}}
{{rh||II}}</noinclude>{{dropinitial|'''S'''}}eperti biasanja saben-saben taoen, kaloe soeda sampe pada tangal lima boelan lima, di Hangtjioe, itoe kota jang tersohor djadi sarangnja prampoean-prampoean eilok dan tjantik, pendoedoeknja laki prampoean, toea moeda, pada goembira merajaken harian Pektjoen. Bebrapa waktoe sabelonnja itoe tanggal sampe. beriboe riboe orang dari banjak tempat pada dateng, plesier di darat dan di aer. Antero straat penoe kandara'an roepa², antero soengei ketjil besar, dimana sadja prauw-prauw bisa masoek, disitoe soeda baniak keramean pada mendjadjar. Satoe pada lain roepanja maoe bagoes-bagoesan. Brapa poeloe riboe oewang soeda dikorbanken boeat itoe kaperloean, jang seperti djoega djadi kebiasa'an oemoem.
Dari jang paling boesoek sampe pada jang paling bagoes, semoea kandara'an soeda di pandjang, begitoe djoega sama prauw-prauw, dari kapoenja'annja orang jang paling miskin, sampe pada orang-orang paling hartawan, satoe pada lain saling melerat-melerot tida ada poetoesnja.
Segala persedia'an soeda disiapken, tjoema menoengoe datengnja itoe hari jang bergoembira.
Semoea pendoedoek tida bitjaraken lain, selainnja tanggal lima boelan lima!<noinclude></noinclude>
q267zmzmbzci0hg46xn5lmkfktuurj7
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/11
104
107949
302617
302384
2026-07-10T13:21:15Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302617
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|10|"P E N G H I D O E P A N"}}</noinclude>
Gogwee tjeego tjoema tinggal doea hari!
Doea hari berselang, dan koetika sampe pada itoe hari, antero pendoedoek dari berbagi-bagi tempat jang koendjoengin itoe kota, semoea merasaken penoe kasenengan, kagirangan dan kaplesieran makan minoem, dan djoega....... kasoekeran brikoet sekalian bahaja bahaja jang djoega tida djarang saben taoen terdjadi!
Semoea roemah-roemah makan djadi padet tamoe, antero straat kandara‘an liwat tida brenti-brentinja. Parasnja orang jang bersliweran rata-rata ada goembira. Soenggoe sanget ramee!
Di depannja satoe roemah makan jang sederhana, keliatan saorang anak moeda berdoedoek madep distraat. Sabentar-sabentar ia poenja bidji mata berdansa kakiri dan kanan, meliatken roepa-roepa pemandengan jang tertampak di depannja.
la poenja paras ada sanget tjakep dan gaga.
Ia doedoek begitoe roepa dengen anteng, terpisa pada lain-lain tetamoe.
Sedeng diblakangnja, ada doea orang jang menoenggoe sambil berdiri, roepanja marika itoe ada sebagi pengikoet atawa boedjangnja itoe orang moeda jang berdoedoek.
„Orang kata Hangtjioe ada kota Sorga, tida sala, kongtjoe,“ berkata satoe antara itoe doea orang jang bediri, „kaloe akoe liat keadaan sekarang ini, biar akoe tida dapet gadji, rasanja akoe seneng berdiam di ini tempat”.<noinclude></noinclude>
iue09tgoj8l84nngrx4yr5dlznvsyb7
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/12
104
107955
302618
302387
2026-07-10T13:26:15Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302618
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI|11}}</noinclude>,,Ja, Hangtjioe memang ada satoe kota rame dan soeda lama terkenal keada'annja. Kaoe liat itoe sekalian orang-orang, roepanja marika tida mengenal tjape”, saoetnja itoe anak moeda jang, boekan lain dari itoe orang moeda djoega jang dibagian depan pembatja soeda ketemoe. Ia dateng di Hangtjioe bersama Wangpo dan Ongpien, perloenja, seperti banjak laen orang, djaoeh-djaoeh dateng disitoe, boeat ikoet menjaksiken itoe kerameen diharian Gow-gwee tjeego. „Ini hari soeda begini rame, besok loesa lebi lagi. Oh, bagimana rame dan seneng adanja itoe sekalian pendoedoek di ini tempat, itoelah kaoe bisa pikir sendiri, Wangpo. Oeentoeng sabelonnja kita brangkat, akoe soeda minta permisi sedikit lama boeat meliat liat di ini tempat. Kaloe kaoe rasa seneng tinggal disini, nah, senengkenlah satjoekcepnia selama kita masi berada di ini tempat”.
„Kongtjoe maoe tinggal disini sampe brapa lama?" Tanja Oagpien.
„Teritoeng dari sekarang sampe 10 hari lagi.”
„Mendingan djoega”. Kata Wangpo.
„Ja, ae akoe kira sabegitoe soeda tioekoep, kapan lebi lama koeatir iboe nanti boeat pikiran.
ltoe tiga orang begitoe Sateroesnja marika saben_saben pasang bitjara sambil memandeng didjalanan.
Tida djarang orang-orang jang berdialan dideketnja marika banjak jang mengawas-<noinclude></noinclude>
05qlktskkvvxn1ang1pw1067xi4hzu0
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/380
104
107996
302640
302019
2026-07-10T14:06:52Z
Dankkum dunya
25589
302640
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh||— 4302}}</noinclude>{{c|'''XCVI.'''}}
{{c|Khong Beng menoeroenken aer mata, tempo <br>
Ma Sok diboenoe. — Boeat pedajaken <br>
TJo Hioe, Tjioe Pong soeda potong <br>
ramboet sendiri.}}
{{rule|width=8em|align=center}}
Orang jang hendak oendjoek daja-oepaja ja itoe pada Tjo Djwe, ada satoe mantri jang mendjabat pangkat Siang-sie bernama Soen Tjoe.
Maka Tjo Djwe lantas berkata padanja: „Tjobalah Kheng toetoerken, begimana doedoeknja itoe daja-oepaja."
„Doeloe," begitoe Soen Tjoe moelai menjataken pikirannja: „tatkala Thaijtjouw-Boehongtee pergi melabrak Thio Louw, sasoedanja menampak kasoekeran, baroelah pakerdjaännja itoe Keizer almarhoem djadi berasil. Djoega sering kali ia soeka oetjapken ini perkataän pada mantri-mantrinja: „Tana Lam Theng pantes sekali diseboet „naraka doenia", kerna antara djalanan Sia Kok, boleh di bilang lima ratoes paal djaoenja ada gowa-gowa batoe, dimana boekan tempatnja orang haroes goenaken tenaga balatentara. Maka kaloe sekarang Toeankoe geraken antero balatentara dari ini karadjaän boeat serang negri Siok, nistjaja tida oesa menoenggoe lama, Tong Gouw tentoe dateng ganggoe kita poenja negri. Sebab begitoe, hamba kira adalah lebi baek, Toeankoe prenta panglima-pang-<noinclude></noinclude>
obp7n0elwwd99griug992shb97kle77
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/381
104
107997
302661
302023
2026-07-11T02:02:24Z
Dankkum dunya
25589
302661
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Amie.firsa" />{{rh||— 4303 —}}</noinclude>lima perang petja kita poenja balatentara jang ada sekarang boeat djaga tempat-tempat jang penting dan sekalian boeat piara djoega tenaganja. Tjara demikian, nistjaja tida oesa selang sampe bebrapa taon kita bisa menjaksiken jang negri Tiong Goan tamba hari nanti djadi bertamba madjoe. Dan sedeng kita piara tenaga kita begitoe roepa, boleh djadi djoega pada satoe waktoe negri Siok dan negri Gouw nanti saling menjerang satoe pada laen. Na, itoe waktoelah kita nanti serang itoe doea negri di dalem temponja jang betoel. Maka tjobalah Toeankoe timbang, apatah ini boekan ada djalan jang bisa bawa kita ka tempat kamenangan?"
Tjo Djwe lantas minta Soe-Ma Ie poenja pertimbangan, dan kerna ini Touwtok bilang, jang Soen Siangsie poenja perbilangan ada pantes ditoeroet, maka dengen tida bimbang lagi ia lantas titaken Soe-Ma Ie atoer dan bagi-bagi sekalian ponggawa perang jang ada padanja boeat pergi djaga tempat-tempat penting jang dirasa perloe moesti dilindoengken.
Kamoedian, pada sasoedanja briken gandjaran pada masing-masing soldadoe jang telah kaloearken banjak tenaga dalem paperangan jang blon lama dimaloemken, serta soeda tetepken djoega Kwee Hoaij dan Thio Kap boeat djaga kota Tiang An, Tjo Djwe dan pengiringnja lantas berangkat poelang ka kota Lok Jang.<noinclude></noinclude>
5l7xuiddc45uwsgwa1fv1o8nrewg364
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/392
104
108023
302668
301842
2026-07-11T02:50:16Z
Dankkum dunya
25589
302668
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4314 —}}</noinclude>kaänem, sedeng oesianja Ma Sok baroe tigapoeloe sembilan taon.
Kapalanja itoe Tjhamkoen almarhoem, sasoedanja dipertoendjoeken di soeatoe pasanggrahan, lantas dihoeboengken kombali dengen badannja dan didjait sama benang, kamoedian itoe mait laloe dimasoeken ka dalem peti dan dikoeboerken.
Tjeboen jang dibatjaken pada waktoe mengoeboer itoe peti-mait, dikarang oleh Khong Beng sendiri, dan sebagimana ini ferdana mantri telah berdjandji, bener djoega sadjek itoe waktoe ia opèn sekail pada koelawarganja Ma Sok almarhoem, pada siapa saban boelan ia briken beras dan oewang pengidoepan.
Kamoedian Khong Beng toelis satoe soerat permoehoenan boeat minta Keizer Houwtjoe petjat pangkat Sinsiang jang ia djabat dl itoe waktoe, dan prenta Tjhio Wan sampeken soeratnja itoe pada Baginda.
Tjhio Wan lantas berangkat poelang ka kota Seng Touw, dan tempo ia sampe di ini kota, sigra djoega ia mengadep pada Houwtjoe sambil trimaken soeratnja Khong Beng.
Soerat Itoe boenjinja kira-kira begini:
„Hamba poenja kapandean sabetoelnja ada renda sekali, maka hamba rasa adalah mendjadi siasia dan djoega koerang pantes, djikaloe pada hamba Toeankoe soeda pertjajaken<noinclude></noinclude>
5wa5zaxa2akk8jshyr7v3ap93jtlzut
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/393
104
108024
302669
301843
2026-07-11T02:50:57Z
Dankkum dunya
25589
302669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||— 4315 —}}</noinclude>djabatan begitoe besar, kerna ; sedeng hamba moesti pegang bendera dan kampak kabesaran boeat pimpin balatentara dengen sabisa-bisa, hamba tida mampoe toeroet atawa djalanken atoeran dengen terang, malah ada djadi goegoep djoega apabila perkara soeda dateng mendesek, hingga lantaran itoe, maka hamba soeda bikin ilang itoe djalanan Ke Teng dan Kie Kok dan soeda siasiaken djoega Baginda poenja
kapertjajaän.
„Ja, itoe semoea ada hamba sendiri ampoenja sala, oleh kerna hamba tida mengenal kapandean orang dan banjak gelap pikiran di dalem hal timbang-menimbang perkara. Maka menoeroet atoeran di djeman doeloe, boeat itoe kadosaän sekarang hamba minta Toeankoe toeroenken hamba poenja pangkat tiga tingkat lebi renda dari djabatan jang sekarang, sebagi soeatoe hoekoeman bocat itoe kasalahan besar jang hamba telah berboeat.
„Demikianlah, dengen merasa amat maloe hamba mendekam di bawa doeli Toeankoe boeat menoenggoe Toeankoe poenja poetoesan."
Boenjinja ini soerat telah membikin Houwtjoe djadi tertjengang. Ia berkata: „Menang dan kala, itoe toch ada perkara Jang sering kadjadian pada angkatan perang. Maka kami heran sekali, begimana aken itoe hal Sinsiang soeda kaloearken perkataän jang demikian."<noinclude></noinclude>
royblg13oar2mq20nr5a50j8a3rrzc4
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/13
104
108025
302619
302388
2026-07-10T13:30:39Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302619
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|12||PENGHIDOEPAN}}</noinclude>in parasnja itoe anak moeda, seperti djoega pada dirinja itoe anak moeda ada apa-apa jang bisa menarik orang poenja pemandengan.
Ia sendiri tida mengerti, kenapa orang jang ia sedeng atawa kebetoelan pandeng, memandeng padanja kombali maski soeda djalan liwat depannja. Mala ada jang parasnia sampe kentara keloearken perasa'an soeka hati.
Siapatah sabenernja itoe anak moeda?
Seperti kita soeda kenal dari bermoela, selainnja ia berparas poeti, tjakep, djoega ia poenja kepandean pegang gendewa ada sampe
gapah. Ia poenja tindakan jang sanget tetep, menjataken bahoea ia poenja diri ada menjelip kepandean ilmoe silat tida ketji!. Orang banjak masi belon kenal ia poenja diri, tapi menoeroet adanja pendapetan oemoem, itoe anak moeda terang sekali boekan ada orang sembarangan, teroetama dengen adanja iapoenja kesabaran, pengawakan, dan kaloe bener ia mempoenjai itoe kepandean ilmoe silat, itoe kebisa'an. djoega boekan sembarangan orang lain bisa mempoenjai.
Tapi, siapatah adanja ia poenja diri, dari mana ia dateng?
Sabarlah pembatja, sampe ia mengakoe sendiri siapa ia sabenernja ada, dan dari mana ia dateng.
{{c|•••}}
Gogwee-tjeego.<noinclude></noinclude>
t5mbw8razo11aa5nuqisk4rlyj0gp47
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/14
104
108026
302624
302389
2026-07-10T13:38:04Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302624
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|||ANAKNJA MATJAN POETI|||13}}</noinclude>
Sedari pagi orang banjak soeda riboet keloear pasiar. Antero straat sekarang lipet ganda rameenja dari doea hari sabelonnja itoe tanggal. Dimana-mana semoea padet sama manoesia.
Tapi plesieran jang paling menarik hati, jala plesieran sama prauw, jang ditana djawa orang namai ,,Lomban".
Wangpo sedari dateng di itoe tempat, berdoea Ongpien soeda bikin djandji dan sewa satoe prauw boeat ikoet merasaken itoe kasenengan. Begitoelah pada itoe pagi, marika bertiga soeda sedia dan menoedjoe ka pinggir soengi dimana la poenja orang prauw soeda menoenggoe. Marika bertiga lantes naik, tapi prauwnja keliatan soesa aken bisa berdjalan dengen leloeasa.
Beratoes, ja, beriboe prauw ketjil besar terdapet soeda sedia disana, masing-masing dipadjang dengen segala riasan, dan ditantjepin banjak bendera-bendera.
Tetaboean, musiek Tionghoa, soearahnja orang, semoea tjampoer djadi satoe.
Satoe sama lain masing-masing keliatan sanget goembira!
Semoea jang ikoet pasiar dalem prauw keliatan goembira. Saben-saben soeara soerak dari penonton dipinggiran soengei, jang begitoe banjak seperti djoega barisan semoet, tida ada poetoesnja terdenger sanget rioe.
Prauwnja itoe anak moeda ladjoe dengen seneng. Wangpo tida brentinja memoedji<noinclude></noinclude>
rxuvrkny3f6id5yfhhkwwkfhr468c09
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/15
104
108027
302627
302390
2026-07-10T13:42:01Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302627
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|14||PENGHIDOEPAN||}}</noinclude>
kabagoesannja keadadan. Sedeng aer soengei jang tadinja keliatan anteng, sekarang djadi berombak pergi dateng.
Pendajoeng pendajoeng banjak riboet djalanken masing masing prauwnja, satoe sama lain djaga hati hati soepaja bentoran heibat tida sampe terdjadi.
Bisa dioekoer brapa besar pendoedoek di Hangtjioe ketarik sama itoe plesieran, begitoe djoega pada pendoedoek dilain tempat, kentara dengen djoembla orang jang toeroet plesier sama itoe kandara'an aer. Boekan kaoem laki sadja, tapi kaoem prampoean dioemblahnja djoega tida kala, teroetama gadis-gadis dari kalangan hartawan!
Satoe prauw, tida terlaloe besar, tapi antara begitoe banjak prauw lain, ia ada terliat paling bagoes dan menarik pemandengan. la poenia padjangan, roman dan djoega prauwnja, semoea, njata ada dibikin dan diatoer oleh tangan jang pandei. Sedeng jang naik ada keliatan lima, prampoean moeda berparas sanget eilok, oesianja rata-rata bisa ditaksir dibawah dari doea poeloe lima taoen!
Doea orang jang djalanken itoe kandara'an keliatan sanget hati-hati, roepanja marika soeda mengarti, dalem keramean begitoe, perhatian haroes didjaga lebi banjak, soepaja jang menoempang tida menampak bahaja.
Sedikit djaceh dari itoe prauw ada poela laen prauw besar. Ini prauw jang sedari tadi kliatan berdialan diblakangnja itoe prauw ketjil, roepa-<noinclude></noinclude>
qxeqqk51mje2ac4hhn65c8uygqjwm0o
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/16
104
108029
302631
302391
2026-07-10T13:46:19Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302631
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh||ANAKNJA MATJAN POETI|15}}</noinclude>nja penoempangnja sengadja koentitin teroes itoe prauw ketjil jang inda.
Satoe anak moeda, pakeannja sanget pelente, romannja seperti anak orang berpangkat, ada keliatan doedoek di tenganja itoe prauw saorang diri. Ia poenja mata jang tadjem, sabentar-sabentar melirik ka dalemnia itoe Prauw ketjil, dimana ada doedoek itoe 5 prampoean tjantik.
,,Khimthong, siapatah adanja itoe sekalian nona jang doedoek dalem itoe prauw ketjil?" Kemoedian ia tanja pada toekang djaga kemoedinja, sambil ia toeding prauwnja itoe prampoean-Prampoean tjantik.
Jang ditanja lantas meliat dan menjaoet: ,,Prauwnja Tan Wangwee, kongtjoe. Akoe kenal itoe orang jang pegang kemoedi, sedeng itoe nona jang doedoek ditenga-tenga kawannja, pake badjoe koening moeda, ada Tan siotjia jang tersohor paling tjantik di Hangtjioe".
„Prauwnja Tan Lian Bing, itoe orang toea dsiebrang djalanan besar?"
„Bener, kongtjoe."„Dan itoe nona ditenga-tenga, siapatah namanja?"
„Kaloe akoe tida sala, namanja ada Tan Kim Nio. Orang banjak disini kasi djoeloekan dirinja dengen nama,,Hangtjioe poenja boenga Mawar", lantaran ia poenja katjantikan jang soesa dapet bandingan".
Roepanja itoe kongtjoe tida poeas sasoedanja denger itoe ketrangan. Ia pandeng lagi lebi<noinclude></noinclude>
1eod0pxi7unmb4dak339lc3kjn4aimt
Halaman:Anaknja Matjan Poeti.pdf/17
104
108030
302609
302393
2026-07-10T12:54:15Z
Abdisaverio
26326
/* Telah diuji baca */
302609
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh|16|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>teliti orang poenia keada'an, tapi jang dipandeng sama sekali belon mendoesin. Lantaran Kim Nio brikoet 4 kawannja, asik seneng Pasang bitjara samaoenja sendiri.
Diam-diam dalem hatinja itoe kongtioe, jang diseboet namanja Sie Pay Lang, anak dari Sie Kong Ing, tikoan jang baroe diover kerdja ka Hangtjioe, memikir dan berasa ketarik sama keada'an dan ka eilokannja itoe nona. ,,Ah, kaloe sadja akoe bisa oentoerg dapetin dirinja? Ah, bagimana seneng akoe poenja diri bakal hidoep!“ Begitoelah perkata'an jang terdenger dalem tengorokannja. ,,Soengoe ia Paling tjantik antara ia Poenja kawan!"
Teroesteroesan Sie Pay Lang pandeng orang poenja paras tida maoe soeda. Ia poenja prauw jang samoestinja bisa djalan lebi tjepet, sengadja ia prenta orangnja soepaja rendengken teroes sama prauwnja itoe nona selama dalem itoe perlombahan. Keada'an-keada'an jang menariknhati dari Pay Liang, jang saben-saben menjataken ada apa-apa jang koerang baik terliat pada dirinja, ia lakoeken teroes meneroes, sampenkemoedian, zonder disengadja, kita poenja anak moeda jang pertama, bersama Wangpo jang djalanken komendir, poenja prauw berendeng sekali dilain samping aa prauwnja Pay Lang.
Itoe. anak moeda dapet ita apa jang PaynLang, sedeng lakoeken dalem itoe perlombahan. Pada perboeatan jang begitoe matiem.<noinclude></noinclude>
o6pf9sys0lxyi7797to2k2x3q288zqt
302633
302609
2026-07-10T13:48:28Z
Abdisaverio
26326
/* Tervalidasi */
302633
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Abdisaverio" />{{rh|16|PENGHIDOEPAN}}</noinclude>teliti orang poenia keada'an, tapi jang dipandeng sama sekali belon mendoesin. Lantaran Kim Nio brikoet 4 kawannja, asik seneng Pasang bitjara samaoenja sendiri.
Diam-diam dalem hatinja itoe kongtioe, jang diseboet namanja Sie Pay Lang, anak dari Sie Kong Ing, tikoan jang baroe diover kerdja ka Hangtjioe, memikir dan berasa ketarik sama keada'an dan ka eilokannja itoe nona. ,,Ah, kaloe sadja akoe bisa oentoerg dapetin dirinja? Ah, bagimana seneng akoe poenja diri bakal hidoep!“ Begitoelah perkata'an jang terdenger dalem tengorokannja. ,,Soengoe ia Paling tjantik antara ia Poenja kawan!"
Teroesteroesan Sie Pay Lang pandeng orang poenja paras tida maoe soeda. Ia poenja prauw jang samoestinja bisa djalan lebi tjepet, sengadja ia prenta orangnja soepaja rendengken teroes sama prauwnja itoe nona selama dalem itoe perlombahan. Keada'an-keada'an jang menariknhati dari Pay Liang, jang saben-saben menjataken ada apa-apa jang koerang baik terliat pada dirinja, ia lakoeken teroes meneroes, sampenkemoedian, zonder disengadja, kita poenja anak moeda jang pertama, bersama Wangpo jang djalanken komendir, poenja prauw berendeng sekali dilain samping aa prauwnja Pay Lang.
Itoe. anak moeda dapet ita apa jang PaynLang, sedeng lakoeken dalem itoe perlombahan. Pada perboeatan jang begitoe matiem.<noinclude></noinclude>
ncr4wn2uwj1nv4kycnbzqi6n4lfba69
Halaman:Inilah Kitab Edja.pdf/14
104
108114
302658
302219
2026-07-11T00:58:57Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302658
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>6
toe - pai
ое ai
t p
toe - pai
оe ai
t p
ri - m a u
i au
r m
ri - m a u
i au
r m<noinclude></noinclude>
2ws87hg9f0t6n5pmtj6uatwveasl5si
302659
302658
2026-07-11T01:03:11Z
01dilah
27304
302659
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>6
[[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 02 crop).jpg|nirbing|pus]]
{| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;"
toe - pai
ое ai
t p
toe - pai
оe ai
t p
{| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;"
ri - m a u
i au
r m
ri - m a u
i au
r m<noinclude></noinclude>
fjh88bjocduhutn9ia47hatvwzty9pr
302660
302659
2026-07-11T01:14:50Z
01dilah
27304
302660
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>[[Berkas:Inilah Kitab Edja (page 02 crop).jpg|nirbing|pus]]
6
{| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;"
| toe - pai || ''toe - pai''
|-
| o e || ''oe''
|-
| a i || ''ai''
|-
| t p || ''t p''
|-}
{| class="wikisource-table" style="width:100%; text-align:left; line-height:1.8;"
| ri - mau || ''ri - mau''
|-
| i || ''i''
|-
| au || ''au''
|-
| r m || ''r m''
|-}<noinclude></noinclude>
3yr260jcwd8ww9pvhnnmoufgav14dpu
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/50
104
108137
302648
302359
2026-07-10T16:24:13Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
302648
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||38|}}</noinclude>nama Samioen, tinggal di kampoeng Pedjambon, dan itoe perkara poengoet bangke lekas kedengeran koelilingan, djoega si Gani dan si Moesanip soeda dapet denger; dia orang lekas pergi menonton ke roemah Toean W.; disitoe dia orang dapet denger dari moeloetnja Toean Resident sendiri, siapa-siapa jang bisa toendjoek pemboenoohnja ini, maoe dikasi persent 200 pasmat, maka ini doea soedara soeda mengadoe dan kasi tjerita pada Toean Resident, apa jang dia orang soeda liat, dan seboet namanja si Poasa djadi pemboenoehnja, serta Samioen jang bantoe sama-sama, djoega dia seboet si Koentoem jang bawa obor. Lekas-lekas Toean Resident soeroe pergi tangkap si Poasa di kampoeng Kwitang, serta si Samioen di Pedjambon, tetapi Samioen lari ketangkap, si Koentoem di preksa dia mengakoe troes trang.
Itoe Si Poasa kebetoelan dia lagi enak tidoer mabok madat. Sehabisnja pisonja dan badjoenja ditangkep jang masih penoeh darah, dirinja dikroeboetin oleh 8 Merinjo ataoe oppas, di-ikat ibarat lepat, dibawa ditoendjoekin itoe mait; lebi doeloe dia tiada mengakoe, abis si Moesanip bersama-sama bininja, si Mida, si Gani dan si Koentoem bersaksiken toendjoek dia jang berboeat, baroe dia mengakoe, lantas dia dibawa ke Kota, dimasoekin ke dalem Boei glap di blakang Gedong Bitjara.
Di itoe tempo roemah sakit militair blon ada di sebrang Pedjambon, adanja di dekat Pintoe Aer Noordwijk, dimana sekarang Benteng Prins Frederik berdiri; itoe tempat masi oetan, djadi Samioen lari semboeni disitoe, sebab pikirannja djadi bingoeng dia kena bradja, dia trada bisa lari djaoe, maka denger gampang sekali Merinjo dapet tangkep dia disitoe, serta di dalem preksahan dia mengakoe troes trang kesalahannja.<noinclude></noinclude>
7uuf3onlhh1t58xo9zzq6gqra4xps1o
Halaman:Tjerita Njai Dasima soewatoe korban dari pada pemboedjoek.pdf/51
104
108138
302650
302360
2026-07-10T16:27:18Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
302650
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||39|}}</noinclude>Djoega Toean W. bertoendjoek kepada Justitie itoe soerat Notaris jang dia soeda kasih barang-barang dan oewang tempo itoe Njai kloear dari dianja, maka Toean Resident kirim schout pergi preksa ke roemanja Samioen, dapat semoeanja itoe barang-barang Mas Intan, tetapi oewang tjoema dapat lebi sedikit dari separohnja.
Ma Boejoeng, Embok Saleha, Njonja Hajati bersama-sama Hadji Salioen ketangkep, dan menjaksiken perkara ini menindis lebih brat kepada Samioen, maka madjelis ka'adilan memoetoesken hoekoeman mati kepada itoe doea bangsat Samioen dan Poasa. Dari itoe barang-barang dan oewang, jang Njai Dasima tinggalken, di kasi kepada Ahliwarisnja, ja-itoe Nona Nanci, anaknja Toean W; maitnja Njai Dasima soeda tentoe dapat rawatan baek-baek dan dikoeboer di kampoeng Pedjambon di mana tempat dia diboenoe.
Samioen mati di Pemboeian, katanja sebab makan ratjoen, tetapi si Poasa dapat hoekoeman labrak sampe mati, artinja dirinja ditare tjelentang di kajoe doelang-doelang dan Algodjo poekoel toelang-toelang kakinja dan tangannja diketok dengen martil sampe antjoer dan dipotong kepalanja. Ma Boejoeng djoega tiada slamat, kendatinja dia terlepas dari tangan ka-adilan, tiada brapa lama dia dapat sakit gila, djadinja begitoe kras, sampe dia makan nadjisnja sendiri dan dengen sengsara dia mati di dalem Pendjara.
Ma Moesanip dan anaknja sehabisnja trima oepahan, dia pindah ke kampoeng Noordwijk, sebab dia takoet balesannja sanak-sanaknja Samioen; itoe si Koentoem dia dibeli oleh Toean W. dan dikasi merdika dan Toean W. tiada tinggal lama di Betawi, dia pergi poelang ke India Inggris bersama-sama anaknja.
{{center|TAMAT.}}<noinclude></noinclude>
ltpra9uzuoyp4bmp8l3trifxn2ml7hc
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/32
104
108179
302593
302587
2026-07-10T12:19:24Z
Abdisaverio
26326
302593
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kelompok etnik yang terkadang pelaksanaan hukum adatnya sudah mulai lemah.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung dalam berinteraksi dengan sesamanya terikat oleh aturan dan norma yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat untuk mengatur pola hubungan mereka dengan sesama. Pelaksanaan aturan dan norma-norma yang hidup dalam masyarakat umumnya masih dipatuhi dan dihormati mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar adat istiadat yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, adat istiadat yang mereka miliki senantiasa tetap dijaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.
Pimpinan persekutuan di setiap wilayah mempunyai sebutan yang berbeda. Di wilayah Kabupaten Kutai Barat disebut temenggung, damang, singah (mantir). Namun, untuk
Dayak Tonyooi disebut mantiq.<small>2</small> Mereka ini adalah orang-orang yang dipilih dengan ketentuan-ketentuan seperti mengetahui dan menguasai adat istiadat, hukum adat dan penerapannnya, pandai bicara, dan pemberani. Dalam diri seorang temenggung ada karisma yang patut ditiru dan perkataannya dituruti.
Hal ini mengingat para pemimpin adat ini dipilih dari orang yang benar-benar memahami adat istiadat demikian juga masalah hukum adat. Dengan demikian, seorang mantiiq
merupakan orang yang memahami tentang adat, mempunyai kewenangan dalam hal adat, dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat adat. Kekuasaan dan wewenangnya sebatas pada wilayah kesatuan genealogis atau kesatuan wilayah adat. Hal ini juga membuat tradisi adat di lingkungan mereka sangat
_____________<noinclude>{{rh|<small>2</small>|Hasil wawancara dengan tokoh adat (Pak A. Dullah) tanggal 13 Agustus 2019.}}
{{rh|||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat|||19}}</noinclude>
sojg6ki8b92gpokr3cidvtdogflqyj7
302605
302593
2026-07-10T12:46:22Z
Abdisaverio
26326
302605
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kelompok etnik yang terkadang pelaksanaan hukum adatnya sudah mulai lemah.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung dalam berinteraksi dengan sesamanya terikat oleh aturan dan norma yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat untuk mengatur pola hubungan mereka dengan sesama. Pelaksanaan aturan dan norma-norma yang hidup dalam masyarakat umumnya masih dipatuhi dan dihormati mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar adat istiadat yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, adat istiadat yang mereka miliki senantiasa tetap dijaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.
Pimpinan persekutuan di setiap wilayah mempunyai sebutan yang berbeda. Di wilayah Kabupaten Kutai Barat disebut temenggung, damang, singah (mantir). Namun, untuk
Dayak Tonyooi disebut mantiq.<sup>2</sup> Mereka ini adalah orang-orang yang dipilih dengan ketentuan-ketentuan seperti mengetahui dan menguasai adat istiadat, hukum adat dan penerapannnya, pandai bicara, dan pemberani. Dalam diri seorang temenggung ada karisma yang patut ditiru dan perkataannya dituruti.
Hal ini mengingat para pemimpin adat ini dipilih dari orang yang benar-benar memahami adat istiadat demikian juga masalah hukum adat. Dengan demikian, seorang mantiiq
merupakan orang yang memahami tentang adat, mempunyai kewenangan dalam hal adat, dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat adat. Kekuasaan dan wewenangnya sebatas pada wilayah kesatuan genealogis atau kesatuan wilayah adat. Hal ini juga membuat tradisi adat di lingkungan mereka sangat
_____________<noinclude>{{rh|2 Hasil wawancara dengan tokoh adat (Pak A. Dullah) tanggal 13 Agustus 2019.|}}
{{rh|||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat <big>19</big>|||}}</noinclude>
6gd9v3cr1netzuet9iizofulpkc2gti
302606
302605
2026-07-10T12:47:03Z
Abdisaverio
26326
302606
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kelompok etnik yang terkadang pelaksanaan hukum adatnya sudah mulai lemah.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung dalam berinteraksi dengan sesamanya terikat oleh aturan dan norma yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat untuk mengatur pola hubungan mereka dengan sesama. Pelaksanaan aturan dan norma-norma yang hidup dalam masyarakat umumnya masih dipatuhi dan dihormati mengingat sanksi adat masih diberlakukan bagi siapa yang melanggarnya. Dengan demikian, warga masyarakat tidak ada yang berani melanggar adat istiadat yang telah termuat dalam aturan-aturan atau norma-norma yang terdapat dalam masyarakat. Mereka percaya, pelanggaran terhadap adat, tidak saja mendatangkan mara bahaya bagi diri yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Apabila ada yang melanggar norma atau aturan yang berlaku untuk menjaga keharmonisan alam sanksi adat haruslah dijalankan. Oleh karena itu, adat istiadat yang mereka miliki senantiasa tetap dijaga dengan utuh dan diusahakan akan tetap lestari.
Pimpinan persekutuan di setiap wilayah mempunyai sebutan yang berbeda. Di wilayah Kabupaten Kutai Barat disebut temenggung, damang, singah (mantir). Namun, untuk
Dayak Tonyooi disebut mantiq.<sup>2</sup> Mereka ini adalah orang-orang yang dipilih dengan ketentuan-ketentuan seperti mengetahui dan menguasai adat istiadat, hukum adat dan penerapannnya, pandai bicara, dan pemberani. Dalam diri seorang temenggung ada karisma yang patut ditiru dan perkataannya dituruti.
Hal ini mengingat para pemimpin adat ini dipilih dari orang yang benar-benar memahami adat istiadat demikian juga masalah hukum adat. Dengan demikian, seorang mantiiq
merupakan orang yang memahami tentang adat, mempunyai kewenangan dalam hal adat, dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat adat. Kekuasaan dan wewenangnya sebatas pada wilayah kesatuan genealogis atau kesatuan wilayah adat. Hal ini juga membuat tradisi adat di lingkungan mereka sangat
_____________<noinclude>{{rh|2 Hasil wawancara dengan tokoh adat (Pak A. Dullah) tanggal 13 Agustus 2019.|}}
{{rh|||Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat <big>19</big>|||}}</noinclude>
nam6q41w0qsmy83arcxt3krwbo2j7a8
Osamu Seirei Nomor 34 Tahoen 2605
0
108180
302588
2026-07-10T12:01:12Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''34.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605). ----Osamu Seirei No. 11, tahoen 2605 tentang „Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goer...'
302588
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''34.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 11, tahoen Syoowa 20 (2605).
----Osamu Seirei No. 11, tahoen 2605 tentang „Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe)“ dioebah seperti berikoet:
Pasal 4 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 4.
Syotoo Sihan Gakkoo di Syuu dan di Kooti diadakan oleh Syuu atau Koo, sedang Syotoo Sihan Gakkoo di Tokubetu Si di adakan oleh Gunseikan. Djika Syuu atau Koo hendak mengadakan Syotoo Sihan Gakkoo, maka Syuu atau Koo jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela djika hendak menghapoeskannja.“</blockquote>Pasal 5 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 5.
Syotoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Gunseikan jang dimaksoed dalam pasal 4 dioeroes oleh Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Dalam pasal 12, maka dibelakang kata-kata „oleh Syuu“ ditambahkan kata-kata „atau Koo“.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Syotoo Sihan Gakkoo dan Tyuutoo Sihan Gakkoo jang telah diadakan di Kooti oleh Gunseikan, ditetapkan sebagai Syotoo Sihan Gakkoo atau Tyuutoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Koo.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
a0r8s7lmy2fxa1sc1zojarezpcqstwa
Osamu Seirei Nomor 35 Tahoen 2605
0
108181
302589
2026-07-10T12:04:13Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''35.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603). ----Osamu Seirei No 22, tahoen 2603 tentang „sekolah partikoelir (Siritu Gakkoo Rei)“ jang t...'
302589
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''35.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen Syoowa 18 (2603).
----Osamu Seirei No 22, tahoen 2603 tentang „sekolah partikoelir (Siritu Gakkoo Rei)“ jang telah dioebah dengan Osamu Seirei No. 16, tahoen 2604 dan Osamu Seirei No. 14, tahoen 2605, dioebah lagi seperti berikoet:
Dalam pasal 2, maka dibelakang kata-kata „Senmon Gakkoo partikoelir“ ditambahkan „Sekolah Tinggi partikoelir“.
Dalam pasal 3, maka kata-kata „Kooti Zimukyoku Tyookan“ dioebah mendjadi „Koo“, dan dibelakang kata-kata „Senmon Gakkoo partikoelir“ ditambahkanlah „Sekolah Tinggi partikoelir“.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
nvo123zd2zldqpkd2fqhlaxzjspy3mw
Osamu Seirei Nomor 36 Tahoen 2605
0
108182
302590
2026-07-10T12:11:45Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''36.''' Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti. ----Daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti dioebah seperti berikoet: '''Pasal 1.''' Daerah-daer...'
302590
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''36.'''
Tentang mengoebah daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti.
----Daerah Semarang Syuu dan Surakarta Kooti dioebah seperti berikoet:
'''Pasal 1.'''
Daerah-daerah jang terseboet dibawah ini, jaitoe jang masoek bilangan Tengaran Gun, Semarang Ken, Semarang Syuu dimasoekkan kedalam daerah Surakarta Kooti; dalam hal itoe, maka boeat beberapa Ku, daerah jang dimasoekkan itoe, ialah hanja sebahagian dari daerah Ku itoe sadja, ja'ni bahagian jang dekat pada Surakarta Kooti dan jang dibatasi oleh kali Gading.
1. Didalam Tengaran Son:
* Tegalredjo Ku.
* Sebahagian Tengaran Ku.
* Sebahagian Klero Ku.
* Sebahagian Duren Ku.
* Sebahagian Sugihan Ku.
* Sebahagian Sruwen Ku.
2. Didalam Susu'an Son:
* Susu'an Ku.
* Ketapang Ku.
* Bakalredjo Ku.
* Gentan Ku.
* Tawang Ku.
* Rogomuljo Ku.
* Kaliwungu Ku.
* Udanwuh Ku.
* Kener Ku.
* Pager Ku.
* Kradenan Ku.
* Papringan Ku.
* Siwal Ku.
* Mukiran Ku.
* Pajungan Ku.
* Djetis Ku.
* Badran Ku.
* Timpik Ku.
* Sebahagian Sidoardjo Ku.
* Sebahagian Kenteng Ku.
* Sebahagian Muntjar Ku.
'''Pasal 2.'''
Daerah-daerah jang terseboet dibawah ini, jaitoe jang masoek bilangan Wonosegoro Gun, Bojolali Ken, Surakarta Kooti dimasoekkan kedalam daerah Semarang Syuu; dalam hal itoe, maka boeat beberapa Ku, daerah jang dimasoekkan itoe, ialah hanja sebahagian dari daerah Ku itoe sadja, ja'ni bahagian jang dekat pada Semarang Syuu dan jang dibatasi oleh poentjak goenoeng.
1. Didalam Djuwangi Son:
* Djuwangi Ku.
* Tjerme Ku.
* Sambeng Ku.
* Kalimati Ku.
* Klego Ku.
* Djeru'an Ku.
* Kajon Ku.
* Ngleses Ku.
* Sebahagian Krobo'an Ku.
* Sebahagian Ngaren Ku.
2. Didalam Kemusu Son : Sebahagian Wonohardjo Ku .
'''Pasal 3.'''
Berhoeboeng dengan peroebahan-peroebahan itoe, maka segala oeroesan pemerintahan jang mengenai daerah-daerah itoe ditetapkan atas permoesjawaratan Semarang Syuutyookan dan Surakarta Kooti Zimukyoku Tyookan dengan mendapat izin Gunseikan.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang - oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 9, tahoen Syoowa 20 (2605).
----Djakarta, tanggal 14, boelan 8, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
eod0xque4yovnl9gduomw9xc7yrtaxc
Osamu Seirei Nomor 7 Tahoen 2605
0
108183
302591
2026-07-10T12:15:38Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''7.''' Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— (seratoes roepiah). ----Selain dari oeang kertas jang ditetapkan dalam Oendang-oendang No. 2, tahoen Syoowa 17 (...'
302591
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''7.'''
Tentang memakai oeang kertas baroe dari ƒ100,— (seratoes roepiah).
----Selain dari oeang kertas jang ditetapkan dalam Oendang-oendang No. 2, tahoen Syoowa 17 (2602), Osamu Seirei No. 45, Osamu Seirei No. 53, tahoen Syoowa 19 (2604) dan Osamu Seirei No. 6, tahoen Syoowa 20 (2605), maka moelai pada tanggal 1, boelan 3, tahoen Syoowa 20 (2605) berlakoe djoega oeang kertas baroe dari ƒ100,— menoeroet gambar serta oekoeran dibawah ini.
Oeang kertas baroe jang terseboet diatas itoe berlakoe dengan tidak terbatas.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 3, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
sqq28dhfqn0o8fjsumjzy51b4nidgvh
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/33
104
108184
302592
2026-07-10T12:18:31Z
Abdisaverio
26326
/* Telah diuji baca */
302592
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>kuat, mengingat ikatan kekerabatan yang begitu kuat dalam kalangan masyarakat. Adat juga dianggap sebagai kontrol dalam pola pengendalian sosial dalam masyarakat. Masyarakat yang melanggar adat akan diberi sanksi. Ketua adat selaku pemimpin dalam satu wilayah teritorial ketika memutuskan sanksi harus berdasarkan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat.
Sesungguhnya, salah satu fungsi suatu kebudayaan adalah menjamin kelangsungan hidup anggota-anggota masyarakat sebagai penganut kebudayaan itu. Selain itu, berfungsi untuk menjamin ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Bertolak dari pemahaman ini dapat dikatakan bahwa tidak ada kebudayaan di dunia ini yang mencelakakan atau yang ingin mengesampingkan hidup dari warga suatu masyarakat selaku pendukung dari kebudayaan. Oleh karenanya, kebudayaan yang hidup dan berkembang serta didukung oleh warga masyarakatnya kelak menjadi pedoman dan norma-norma dalam berperilaku hidup dalam masyarakat.
'''C. KOMUNITAS ADAT DAN HUKUM ADAT'''
Komunitas adat merupakan elemen terbesar dalam struktur negara-bangsa (nation-state) Indonesia. Namun, dalam hampir semua keputusan politik nasional, eksistensi komunitaskomunitas adat ini belum terakomodasikan, atau bahkan secara sistematis disingkirkan dari proses-proses dan agenda politik nasional. Perlakuan tidak adil ini bisa dilihat dengan sangat gamblang dari pengategorian dan pendefinisian sepihak terhadap komunitas adat sebagai “masyarakat terasing”, “peladang berpindah”, “masyarakat rentan”, “masyarakat primitif’, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan percepatan penghancuran sistem dan pola kehidupan mereka, secara ekonomi, politik, hukum maupun secara sosial dan kultural3.
Mereka hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun, sedangkan hukum
____________<noinclude>{{rh|<small>3</small>Lihat Abdon Nababan, “Konplik Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Implikasinya terhadap Masyarakat Adat”, makalah, 2003.|}}
{{rh|||20 Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|||}}</noinclude>
77r4rho2cagw3j5tufdtc2bsr5nn8nl
302603
302592
2026-07-10T12:40:09Z
Abdisaverio
26326
302603
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>kuat, mengingat ikatan kekerabatan yang begitu kuat dalam kalangan masyarakat. Adat juga dianggap sebagai kontrol dalam pola pengendalian sosial dalam masyarakat. Masyarakat yang melanggar adat akan diberi sanksi. Ketua adat selaku pemimpin dalam satu wilayah teritorial ketika memutuskan sanksi harus berdasarkan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat.
Sesungguhnya, salah satu fungsi suatu kebudayaan adalah menjamin kelangsungan hidup anggota-anggota masyarakat sebagai penganut kebudayaan itu. Selain itu, berfungsi untuk menjamin ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Bertolak dari pemahaman ini dapat dikatakan bahwa tidak ada kebudayaan di dunia ini yang mencelakakan atau yang ingin mengesampingkan hidup dari warga suatu masyarakat selaku pendukung dari kebudayaan. Oleh karenanya, kebudayaan yang hidup dan berkembang serta didukung oleh warga masyarakatnya kelak menjadi pedoman dan norma-norma dalam berperilaku hidup dalam masyarakat.
'''C. KOMUNITAS ADAT DAN HUKUM ADAT'''
Komunitas adat merupakan elemen terbesar dalam struktur negara-bangsa (nation-state) Indonesia. Namun, dalam hampir semua keputusan politik nasional, eksistensi komunitaskomunitas adat ini belum terakomodasikan, atau bahkan secara sistematis disingkirkan dari proses-proses dan agenda politik nasional. Perlakuan tidak adil ini bisa dilihat dengan sangat gamblang dari pengategorian dan pendefinisian sepihak terhadap komunitas adat sebagai “masyarakat terasing”, “peladang berpindah”, “masyarakat rentan”, “masyarakat primitif’, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan percepatan penghancuran sistem dan pola kehidupan mereka, secara ekonomi, politik, hukum maupun secara sosial dan kultural<sup>3</sup>.
Mereka hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun, sedangkan hukum
____________<noinclude>{{rh|<sup>3</sup> Lihat Abdon Nababan, “Konplik Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Implikasinya terhadap Masyarakat Adat”, makalah, 2003.|}}
{{rh|<big>22</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
ojg56hnxoup5pw5g9h9jx30svft92v5
302604
302603
2026-07-10T12:40:56Z
Abdisaverio
26326
302604
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>kuat, mengingat ikatan kekerabatan yang begitu kuat dalam kalangan masyarakat. Adat juga dianggap sebagai kontrol dalam pola pengendalian sosial dalam masyarakat. Masyarakat yang melanggar adat akan diberi sanksi. Ketua adat selaku pemimpin dalam satu wilayah teritorial ketika memutuskan sanksi harus berdasarkan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat.
Sesungguhnya, salah satu fungsi suatu kebudayaan adalah menjamin kelangsungan hidup anggota-anggota masyarakat sebagai penganut kebudayaan itu. Selain itu, berfungsi untuk menjamin ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Bertolak dari pemahaman ini dapat dikatakan bahwa tidak ada kebudayaan di dunia ini yang mencelakakan atau yang ingin mengesampingkan hidup dari warga suatu masyarakat selaku pendukung dari kebudayaan. Oleh karenanya, kebudayaan yang hidup dan berkembang serta didukung oleh warga masyarakatnya kelak menjadi pedoman dan norma-norma dalam berperilaku hidup dalam masyarakat.
'''C. KOMUNITAS ADAT DAN HUKUM ADAT'''
Komunitas adat merupakan elemen terbesar dalam struktur negara-bangsa (nation-state) Indonesia. Namun, dalam hampir semua keputusan politik nasional, eksistensi komunitaskomunitas adat ini belum terakomodasikan, atau bahkan secara sistematis disingkirkan dari proses-proses dan agenda politik nasional. Perlakuan tidak adil ini bisa dilihat dengan sangat gamblang dari pengategorian dan pendefinisian sepihak terhadap komunitas adat sebagai “masyarakat terasing”, “peladang berpindah”, “masyarakat rentan”, “masyarakat primitif’, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan percepatan penghancuran sistem dan pola kehidupan mereka, secara ekonomi, politik, hukum maupun secara sosial dan kultural<sup>3</sup>.
Mereka hidup dalam teritorial tertentu dengan sistem sosial, institusi, kebiasaan, dan hukum adat tersendiri. Bagi mereka, adat merupakan pencerminan kepribadian dan penjelmaan dari jiwa mereka secara turun-temurun, sedangkan hukum
____________<noinclude>{{rh|<sup>3</sup> Lihat Abdon Nababan, “Konplik Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Implikasinya terhadap Masyarakat Adat”, makalah, 2003.|}}
{{rh|<big>20</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
8a44sspyieymw85r4u0rbr5m5l9hooj
Osamu Seirei Nomor 8 Tahoen 2605
0
108185
302595
2026-07-10T12:31:42Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''8.''' Tentang mengadakan Gunseisibu. ----'''Pasal 1.''' Dengan maksoed oentoek melengkapkan keperloean peperangan dengan melaksanakan segala sesoeatoe oesaha jang men...'
302595
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''8.'''
Tentang mengadakan Gunseisibu.
----'''Pasal 1.'''
Dengan maksoed oentoek melengkapkan keperloean peperangan dengan melaksanakan segala sesoeatoe oesaha jang mengenai perekonomian, pemerintahan, pendjagaan (ketjoeali pendjagaan militer, selandjoetnja demikian) dan hal-hal lain jang berhoeboeng dengan itoe dengan se-loeas-loeasnja dan sebaik-baiknja, jaitoe boeat daerah, maka diadakan Gunseisibu di Bandung Si, Semarang Si dan Surabaja Si. Nama dan daerah-daerah jang dibawah kekoeasaan Gunseisibu ditetapkan dalaga lampiran jang disertakan disini.
'''Pasal 2.'''
Pada Gunseisibu diadakan Dai-Iti-bu (Bahagian I) dan Dai-Ni-bu (Bahagian II).
'''Pasal 3.'''
Dai-Iti-bu melakoekan kerdjaan jang dibawah ini:
# Mengoeroes segala oeroesan tentang pegawai dalam Sibu, oeroesan soerat dan tjap - tjap kantor;
# Mengoeroes pekerdjaan-pekerdjaan oentoek merapatkan perhoeboengan dengan Gunseikanbu dan Gunseisibu lain-lain;
# Mengoeroes pekerdjaan-pekerdjaan jang mengenai perhoeboengan dengan Syuu-Syuu jang dibawah kekoeasaannja dan Tihoo Renraku Kaigi (Dewan daerah);
# Mengoeroes hal-hal jang mengenai perhoeboengan dengan Booei-tai dan Tiku-sireibu;
# Memimpin dan menilik segala rentjana pendjagaan ditiap-tiap Syuu jang dibawah kekoeasaannja;
# Memimpin dan mengawasi pendjagawa Minbooei (Pendjagaan daerah dengan pendoedoek oemoem);
# Mengoeroes pekerdjaan tentang pengangkoetan, telegram, telepon dan lain-lain jang diboetoehi oentoek melaksanakan pekerdjaan Gunseisibu jang sedang dioeroes oleh tiap-tiap kantor-daerah jang bersangkoetan;
# Memimpin segala pekerdjaan-pekerdjaan jang mengenai propaganda dan berita serta penjiaran radio.
'''Pasal 4.'''
Dai-Ni-bu melakoekan pekerdjaan jang berikoet:
# Mengoeroes pengoempoelan dan pembahagian barang-barang penting;
# Memimpin dan beroesaha soepaja ladjoe toekar-menoekar barang oeroesan antara Syuu dan Syuu;
# Mengatoer pengerahan roomu dan memimpin pengawasan atas roomusya;
# Memimpin dan mengatoer segala matjam bahan-bakar;
# Memimpin pekerdjaan paberik jang penting penting, tempat bekerdja serta memimpin soepaja barang-barang bahan dipergoenakan dengan sebaik-baiknja;
# Mengoeroes pekerdjaan tentang melipatgandakan barang makanan, bahan pakaian dan segala oeroesan oentoek memadjoekan pertanian;
# Memimpin dan mengoeroes segala sesoeatoe jang perloe oentoek mendjalankan pekerdjaan Gunseisibu jang sedang dioeroes oleh Sisetukyoku, Eirin-kyoku, Zoosenkyoku, Seikyuu Haikyuu Zimusyo, Sokuryoo Kanri Zimusyo dll.
'''Pasal 5.'''
Di Gunseisibu diadakan pegawai-pegawai jang berikoet:
{| class="wikitable"
|Sibutyookan (Kepala Kantor Gunseisi-bu)
|1 orang
|-
|Butyoo (Kepala Bahagian)
|2 orang
|-
|Buzuki (Pegawai Bu)
|beberapa orang
|}
'''Pasal 6.'''
Sibutyookan mengoeroes dan memimpin segala pekerdjaan Gunseisibu dibawah perintah Gunseikan.
Atas perintah Sibutyoo-kan, maka Syuutyookan (dalamnja termasoek djoega Kooti Zimukyokutyookan atau Tokubetu Sityoo, selandjoetnja demikian) jang bersangkoetan mengoeroes pekerdjaan pendjagaan dan oeroesan perekonomian, ketjoeali djika ada perintah dari Gunseikan.
Djika dipandang perloe oleh Sibutyoo-kan oentoek mendjalankan pekerdjaun Sibu, maka ia boleh memberi perintah kepada kepala-kepala kantor-tjabang poesat pemerintahan jang ada didaerah dibawah kekoeasaannja.
'''Pasal 7.'''
Butyoo mengoeroes pekerdjaan jang bersangkoetan dengan Bu dibawah perintah Sibutyookan.
Pegawai Bu menerima perintah dari pegawai atasan oentoek mengoeroes pekerdjaan jang bersangkoetan.
'''Pasal 8.'''
Pada Gunseisibu diadakan Tihoo Renra-ku Kaigi.
'''Pasal 9.'''
Sibutyookan memanggil, memboeka dan memimpin sidang Tihoo Renraku Kaigi.
Soal jang haroes diperoendingkan dalam sidang itoe sewaktoe-waktoe boleh ditetapkan oleh Gunseikan atau oleh Sibutyookau.
'''Pasal 10.'''
Hal-hal jang telah dipoetoeskan dalam sidang Tihoo Renraku Kaigi haroes dirapotkan oleh Sibutyookan kepada Gunseikan dengan selekas moengkin.
'''Pasal 11.'''
Syautyookan dan kepala masing-masing kantor pemerintahan dalam daerahnja masing-masing diwadjibkan mendjalankan segala kepoetoesan jang diambil dalam sidang Tihoo Renraku Kaigi, ketjoeali djika ada perintah dari Gunseikan.
'''Atoeran tambahan'''.
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
----Djakarta, tanggal 25, boelan 3, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
ggdqmoj7bty2dbrxng78u8ktml1shaa
302601
302595
2026-07-10T12:37:22Z
Ateofen
26483
302601
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''8.'''
Tentang mengadakan Gunseisibu.
----'''Pasal 1.'''
Dengan maksoed oentoek melengkapkan keperloean peperangan dengan melaksanakan segala sesoeatoe oesaha jang mengenai perekonomian, pemerintahan, pendjagaan (ketjoeali pendjagaan militer, selandjoetnja demikian) dan hal-hal lain jang berhoeboeng dengan itoe dengan se-loeas-loeasnja dan sebaik-baiknja, jaitoe boeat daerah, maka diadakan Gunseisibu di Bandung Si, Semarang Si dan Surabaja Si. Nama dan daerah-daerah jang dibawah kekoeasaan Gunseisibu ditetapkan dalaga lampiran jang disertakan disini.
'''Pasal 2.'''
Pada Gunseisibu diadakan Dai-Iti-bu (Bahagian I) dan Dai-Ni-bu (Bahagian II).
'''Pasal 3.'''
Dai-Iti-bu melakoekan kerdjaan jang dibawah ini:
# Mengoeroes segala oeroesan tentang pegawai dalam Sibu, oeroesan soerat dan tjap - tjap kantor;
# Mengoeroes pekerdjaan-pekerdjaan oentoek merapatkan perhoeboengan dengan Gunseikanbu dan Gunseisibu lain-lain;
# Mengoeroes pekerdjaan-pekerdjaan jang mengenai perhoeboengan dengan Syuu-Syuu jang dibawah kekoeasaannja dan Tihoo Renraku Kaigi (Dewan daerah);
# Mengoeroes hal-hal jang mengenai perhoeboengan dengan Booei-tai dan Tiku-sireibu;
# Memimpin dan menilik segala rentjana pendjagaan ditiap-tiap Syuu jang dibawah kekoeasaannja;
# Memimpin dan mengawasi pendjagawa Minbooei (Pendjagaan daerah dengan pendoedoek oemoem);
# Mengoeroes pekerdjaan tentang pengangkoetan, telegram, telepon dan lain-lain jang diboetoehi oentoek melaksanakan pekerdjaan Gunseisibu jang sedang dioeroes oleh tiap-tiap kantor-daerah jang bersangkoetan;
# Memimpin segala pekerdjaan-pekerdjaan jang mengenai propaganda dan berita serta penjiaran radio.
'''Pasal 4.'''
Dai-Ni-bu melakoekan pekerdjaan jang berikoet:
# Mengoeroes pengoempoelan dan pembahagian barang-barang penting;
# Memimpin dan beroesaha soepaja ladjoe toekar-menoekar barang oeroesan antara Syuu dan Syuu;
# Mengatoer pengerahan roomu dan memimpin pengawasan atas roomusya;
# Memimpin dan mengatoer segala matjam bahan-bakar;
# Memimpin pekerdjaan paberik jang penting penting, tempat bekerdja serta memimpin soepaja barang-barang bahan dipergoenakan dengan sebaik-baiknja;
# Mengoeroes pekerdjaan tentang melipatgandakan barang makanan, bahan pakaian dan segala oeroesan oentoek memadjoekan pertanian;
# Memimpin dan mengoeroes segala sesoeatoe jang perloe oentoek mendjalankan pekerdjaan Gunseisibu jang sedang dioeroes oleh Sisetukyoku, Eirin-kyoku, Zoosenkyoku, Seikyuu Haikyuu Zimusyo, Sokuryoo Kanri Zimusyo dll.
'''Pasal 5.'''
Di Gunseisibu diadakan pegawai-pegawai jang berikoet:
{| class="wikitable"
|Sibutyookan (Kepala Kantor Gunseisi-bu)
|1 orang
|-
|Butyoo (Kepala Bahagian)
|2 orang
|-
|Buzuki (Pegawai Bu)
|beberapa orang
|}
'''Pasal 6.'''
Sibutyookan mengoeroes dan memimpin segala pekerdjaan Gunseisibu dibawah perintah Gunseikan.
Atas perintah Sibutyoo-kan, maka Syuutyookan (dalamnja termasoek djoega Kooti Zimukyokutyookan atau Tokubetu Sityoo, selandjoetnja demikian) jang bersangkoetan mengoeroes pekerdjaan pendjagaan dan oeroesan perekonomian, ketjoeali djika ada perintah dari Gunseikan.
Djika dipandang perloe oleh Sibutyoo-kan oentoek mendjalankan pekerdjaun Sibu, maka ia boleh memberi perintah kepada kepala-kepala kantor-tjabang poesat pemerintahan jang ada didaerah dibawah kekoeasaannja.
'''Pasal 7.'''
Butyoo mengoeroes pekerdjaan jang bersangkoetan dengan Bu dibawah perintah Sibutyookan.
Pegawai Bu menerima perintah dari pegawai atasan oentoek mengoeroes pekerdjaan jang bersangkoetan.
'''Pasal 8.'''
Pada Gunseisibu diadakan Tihoo Renra-ku Kaigi.
'''Pasal 9.'''
Sibutyookan memanggil, memboeka dan memimpin sidang Tihoo Renraku Kaigi.
Soal jang haroes diperoendingkan dalam sidang itoe sewaktoe-waktoe boleh ditetapkan oleh Gunseikan atau oleh Sibutyookau.
'''Pasal 10.'''
Hal-hal jang telah dipoetoeskan dalam sidang Tihoo Renraku Kaigi haroes dirapotkan oleh Sibutyookan kepada Gunseikan dengan selekas moengkin.
'''Pasal 11.'''
Syautyookan dan kepala masing-masing kantor pemerintahan dalam daerahnja masing-masing diwadjibkan mendjalankan segala kepoetoesan jang diambil dalam sidang Tihoo Renraku Kaigi, ketjoeali djika ada perintah dari Gunseikan.
'''Atoeran tambahan'''.
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
----Djakarta, tanggal 25, boelan 3, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
----Lampiran
{| class="wikitable"
|+Nama, tempat dan daerah jang dibawah kekoeasaan Gunseisibu
!Nama
!Tempat
!Daerah jang dibawah kekoeasaannja
|-
|Seibu Gunseisibu
|Bandung Si
|
* Djakarta Syuu
* Bogor Syuu
* Banten Syuu
* Priangan Syuu
* Tjirebon Syuu
* Djakarta Tokubetu Si
|-
|Tyuubu Gunseisibu
|Semarang Si
|
* Semarang Syuu
* Pekalongan Syuu
* Pati Syuu
* Kedu Syuu
* Banjumas Syuu
* Jogjakarta Kooti
* Surakarta Kooti
|-
|Toobu Gunseisibu
|Surabaja Si
|
* Surabaja Syuu
* Bodjonegoro Syuu
* Madura Syuu
* Malang Syuu
* Kediri Syuu
* Madiun Syuu
* Besuki Syuu
|}
dbslrbfsep9iiwcp2spu1ws9uwwof1d
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/35
104
108186
302596
2026-07-10T12:33:08Z
Abdisaverio
26326
/* Telah diuji baca */
302596
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>menerima keberadaan suatu komunitas adat. Dapat dipertegas kembali mengenai kriteria komunitas adat sebagai subjek hukum, objek hukum, dan wewenang masyarakat adat sebagai berikut: subjek hak masyarakat atas wilayah adatnya (hak ulayat) dalam perundang undangan nasional yang digunakan adalah masyarakat hukum adat.
Jika kita merujuk pada pernyataan tersebut, dapat dikatakan masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung merupakan suatu kesatuan komunitas adat. Hal ini karena segala sesuatu masih dikaitkan dengan adat dan masyarakat tunduk dengan hukum adat yang ditetapkan dan diputuskan oleh pemimpin adat. Walaupun di kecamatan ini tidak hanya hidup komunitas Tonyooi, adat istiadat dan hukum adat di daerah ini masih memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi yang ada di Kutai Barat, adat istiadat tidak boleh dilanggar atau ditentang, tetapi harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh warga masyarakat. Barang siapa melanggar adat istiadat, ia akan menerima hukuman secara langsung dari masyarakat berupa sanksi adat yang telah disepakati bersama dalam bentuk hukum adat atau mendapat tulah<sup>4</sup>. Hal ini masih melekat dalam kehidupan komunitas adat yang terdapat di Linggang Bigung. Adat istiadat ini mencakup seluruh tata tertib, baik itu tentang kehidupan maupun kematian (mulai dari manusia itu lahir hingga kematian telah diatur dalam adat istiadat dan hakum adatnya). Adanya sanksi adat yang diberikan membuat masyarakat Dayak selalu menginginkan keharmonisan, baik terhadap sesamanya maupun terhadap lingkungannya. Jika mereka tidak menjaga keselarasan dalam berhubungan dengan alam maka dalam kepercayaan mereka, alam akan memberikan bencana pada kehidupan mereka. Dengan menjalankan adat dan hukum adat, mereka percaya bahwa lingkungan akan memberikan berkah sehingga tercipta keselarasan dan keseimbangan antara sesama dan alam lingkungannya.
_____________<noinclude>{{rh|<sup>4</sup> Menurut kepercayaan masyarakat tulah merupakan suatu hukuman atau ganjaran yang diberikan Sang Pencipta pada manusia. Tulah yang diberikan dapat berupa wabah penyakit, gagal panen, atau bencana. Oleh sebab itu, masyarakat Dayak sangat kuat dalam melaksanakan adat istiadat.|}}
{{rh|<big>22</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
ij0zceo8tlkrxpn3v6zagtm3y1xc8lq
302597
302596
2026-07-10T12:33:59Z
Abdisaverio
26326
302597
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>menerima keberadaan suatu komunitas adat. Dapat dipertegas kembali mengenai kriteria komunitas adat sebagai subjek hukum, objek hukum, dan wewenang masyarakat adat sebagai berikut: subjek hak masyarakat atas wilayah adatnya (hak ulayat) dalam perundang undangan nasional yang digunakan adalah masyarakat hukum adat.
Jika kita merujuk pada pernyataan tersebut, dapat dikatakan masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung merupakan suatu kesatuan komunitas adat. Hal ini karena segala sesuatu masih dikaitkan dengan adat dan masyarakat tunduk dengan hukum adat yang ditetapkan dan diputuskan oleh pemimpin adat. Walaupun di kecamatan ini tidak hanya hidup komunitas Tonyooi, adat istiadat dan hukum adat di daerah ini masih memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi yang ada di Kutai Barat, adat istiadat tidak boleh dilanggar atau ditentang, tetapi harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh warga masyarakat. Barang siapa melanggar adat istiadat, ia akan menerima hukuman secara langsung dari masyarakat berupa sanksi adat yang telah disepakati bersama dalam bentuk hukum adat atau mendapat tulah<sup>4</sup>. Hal ini masih melekat dalam kehidupan komunitas adat yang terdapat di Linggang Bigung. Adat istiadat ini mencakup seluruh tata tertib, baik itu tentang kehidupan maupun kematian (mulai dari manusia itu lahir hingga kematian telah diatur dalam adat istiadat dan hakum adatnya). Adanya sanksi adat yang diberikan membuat masyarakat Dayak selalu menginginkan keharmonisan, baik terhadap sesamanya maupun terhadap lingkungannya. Jika mereka tidak menjaga keselarasan dalam berhubungan dengan alam maka dalam kepercayaan mereka, alam akan memberikan bencana pada kehidupan mereka. Dengan menjalankan adat dan hukum adat, mereka percaya bahwa lingkungan akan memberikan berkah sehingga tercipta keselarasan dan keseimbangan antara sesama dan alam lingkungannya.
_____________<noinclude>{{rh|<sup>4</sup> Menurut kepercayaan masyarakat tulah merupakan suatu hukuman atau ganjaran yang diberikan Sang Pencipta pada manusia. Tulah yang diberikan dapat berupa wabah penyakit, gagal panen, atau bencana. Oleh sebab itu, masyarakat Dayak sangat kuat dalam melaksanakan adat istiadat.|}}
{{rh|<big>22</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
8snqhmo54zrn8bvkokp5s7m4n10rwj2
302599
302597
2026-07-10T12:34:30Z
Abdisaverio
26326
302599
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>menerima keberadaan suatu komunitas adat. Dapat dipertegas kembali mengenai kriteria komunitas adat sebagai subjek hukum, objek hukum, dan wewenang masyarakat adat sebagai berikut: subjek hak masyarakat atas wilayah adatnya (hak ulayat) dalam perundang undangan nasional yang digunakan adalah masyarakat hukum adat.
Jika kita merujuk pada pernyataan tersebut, dapat dikatakan masyarakat Dayak Tonyooi yang ada di Linggang Bigung merupakan suatu kesatuan komunitas adat. Hal ini karena segala sesuatu masih dikaitkan dengan adat dan masyarakat tunduk dengan hukum adat yang ditetapkan dan diputuskan oleh pemimpin adat. Walaupun di kecamatan ini tidak hanya hidup komunitas Tonyooi, adat istiadat dan hukum adat di daerah ini masih memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Bagi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Tonyooi yang ada di Kutai Barat, adat istiadat tidak boleh dilanggar atau ditentang, tetapi harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh warga masyarakat. Barang siapa melanggar adat istiadat, ia akan menerima hukuman secara langsung dari masyarakat berupa sanksi adat yang telah disepakati bersama dalam bentuk hukum adat atau mendapat tulah<sup>4</sup>. Hal ini masih melekat dalam kehidupan komunitas adat yang terdapat di Linggang Bigung. Adat istiadat ini mencakup seluruh tata tertib, baik itu tentang kehidupan maupun kematian (mulai dari manusia itu lahir hingga kematian telah diatur dalam adat istiadat dan hakum adatnya). Adanya sanksi adat yang diberikan membuat masyarakat Dayak selalu menginginkan keharmonisan, baik terhadap sesamanya maupun terhadap lingkungannya. Jika mereka tidak menjaga keselarasan dalam berhubungan dengan alam maka dalam kepercayaan mereka, alam akan memberikan bencana pada kehidupan mereka. Dengan menjalankan adat dan hukum adat, mereka percaya bahwa lingkungan akan memberikan berkah sehingga tercipta keselarasan dan keseimbangan antara sesama dan alam lingkungannya.
_____________<noinclude>{{rh|<sup>4</sup> Menurut kepercayaan masyarakat tulah merupakan suatu hukuman atau ganjaran yang diberikan Sang Pencipta pada manusia. Tulah yang diberikan dapat berupa wabah penyakit, gagal panen, atau bencana. Oleh sebab itu, masyarakat Dayak sangat kuat dalam melaksanakan adat istiadat.|}}
{{rh|<big>22</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
9lfuq18a4xh081ig42h5q0pvx88525m
Osamu Seirei Nomor 9 Tahoen 2605
0
108187
302602
2026-07-10T12:39:12Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''9.''' Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam. ----Diantara peratoeran-peratoeran dahoeloe jang ditetapkan (oleh Goebernoer Djenderal Hindia Belanda) pada tangg...'
302602
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''9.'''
Tentang menghapoeskan pengawasan memboeat garam.
----Diantara peratoeran-peratoeran dahoeloe jang ditetapkan (oleh Goebernoer Djenderal Hindia Belanda) pada tanggal 21, boelan 2, tahoen 2594, jaitoe tentang monopoli garam dan memboeat garam di Grobogan dan di Bojolali, maka atoeran-atoeran tentang larangan atau pembatasan memboeat garam oleh rakjat oemoem dan tentang tjoekai memboeat garam di Grobogan Ken, Semarang Syuu (Stbl. 1934 No. 89) oentoek sementara waktoe tidak didjalankan.
'''Atoeran tambahan'''.
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
ijd4fcw5u1xq9x4acgw519a254qlbjz
Osamu Seirei Nomor 10 Tahoen 2605
0
108188
302610
2026-07-10T13:01:43Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.''' Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei). ----'''BAHAGIAN I. Maksoed.''' '''Pasal 1.''' Kokumin Gakkoo (Sekolah Rakjat) diadakan dengan maksoed...'
302610
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.'''
Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei).
----'''BAHAGIAN I. Maksoed.'''
'''Pasal 1.'''
Kokumin Gakkoo (Sekolah Rakjat) diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean oemoem, berdasarkan tjita-tjita pembentoekan Lingkoengan Asia Timoer Raja serta oentoek memberi latihan-dasar, agar rakjat mendjadi rakjat negara baroe jang akan dibentoek dikemoedian hari.
'''BAHAGIAN II. Tingkat peladjaran dan soesoenan sekolah.'''
'''Pasal 2.'''
Pada Sekolah Rakjat diadakan Syotooka (Bahagian pertama) dan Kootooka (Bahagian kedoea), akan tetapi sesoeai dengan keadaan didaerah masing-masing , moengkin poela diadakan hanja Syotooka atau Kootooka sadja.
'''Pasal 3.'''
Lamanja peladjaran dibahagian Syotooka dan Kootooka ditetapkan masing-masing 3 tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja peladjaran itoe boleh dikoerangi atau diperpandjang.
'''Pasal 4.'''
Peladjaran Sekolah Rakjat jang diberikan dibahagian Syotooka dan dibahagian Kootooka ditetapkan sebagai berikoet: Kokuminka, Risuka, Tairenka dan Geinooka.
'''Pasal 5.'''
Boekoe-boekoe oentoek Sekolah Rakjat ditetapkan boekoe-boekoe jang diterbitkan oleh Gunseikanbu.
'''Pasal 6.'''
Peratoeran peladjaran dan peratoeran soesoenan Sekolah Rakjat ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN III. Tentang penerimaan moerid.'''
'''Pasal 7.'''
Moerid-moerid jang diterima di Sekolah Rakjat ialah anak-anak jang beroemoer genap 6 tahoen keatas.
'''BAHAGIAN IV. Tentang goeroe-goeroe.'''
'''Pasal 8.'''
Pada Sekolah Rakjat diangkat Kepala Sekolah dan goeroe-goeroe dan moengkin poela diangkat wakil Kepala Sekolah.
'''Pasal 9.'''
Kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekolah diangkat dari antara goeroe-goeroe oleh Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo.
Kepala Sekolah ada dibawah perintah Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo dan mengoeroes segala oeroesan sekolah serta memimpin dan mengawas-awasi goeroe-goeroe jang bersangkoetan.
Wakil Kepala Sekolah membantoe Kepala Sekolah dan toeroet mengoeroes oeroesan-oeroesan sekolah,
'''Pasal 10.'''
Goeroe-goeroe sekolah ada dibawah perintah Kepala Sekolah dan mengoeroes pendidikan anak-anak.
'''Pasal 11.'''
Goeroe sekolah haroes mempoenjai idjazah goeroe Sekolah Rakjat.
Peratoeran tentang idjazah goeroe sekolah itoe ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 12.'''
Djika ada alasan istimewa, Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo boleh mengangkat sebagai goeroe jang mengoeroes pendidikan anak-anak, seseorang jang tidak mempoenjai idjazah goeroe Sekolah Rakjat.
'''Pasal 13.'''
Peratoeran tentang goeroe jang diangkat menoeroet pasal 12 ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 14.'''
Djika dipandang perloe dalam mendjalankan pendidikan moerid-moerid itoe, goeroe Sekolah Rakjat boleh memberi hoekoeman, akan tetapi hoekoeman badan tidak dibolehkan.
'''Pasal 15.'''
Pengangkatan pada dan pemberhentian dari djabatan goeroe Sekolah Rakjat disahkan oleh Syuutyookan atas permohonan Sityoo atau Kentyoo, akan tetapi didalam Tokubetu Si, Tokubetu Sityoo-lah jang memberi pengesahan.
'''BAHAGIAN V. Tentang Gaku-ku. Pembahagian sekolah menoeroet tempat tinggal moerid-moerid.'''
'''Pasal 16.'''
Kentyoo haroes mengadakan Kokumin Gakkoo Gaku-ku menoeroet pembahagian daerah dengan maksoed mengadakan pengawasan dan penilikan sekolah-sekolah jang dilakoekan oleh Son atau oleh beberapa Gaku-ku didalam Son itoe, ketjoeali didaerah Kooti.
'''Pasal 17.'''
Gaku-ku ditetapkan sebagai badan hoekoem. Oentoek mengadakan Gaku-ku, selandjoetnja oentoek menghapoeskannja, menggaboengkannja atau mengoebah namanja, haroeslah diminta izin Syuutyookan.
'''Pasal 18.'''
Gaku-ku diawasi dan dioeroes oleh Sontyoo.
'''Pasal 19.'''
Pada Gaku-ku boleh diangkat beberapa orang pegawai dengan seizin Kentyoo.
'''Pasal 20.'''
Sontyoo boleh memberi perintah kepada pegawai-pegawai dibawahnja atau kepada Kutyoo didalam Gaku-ku itoe oentoek mengoeroes segala oeroesan Gaku-ku.
'''BAHAGIAN VI. Tentang mengadakan Sekolah Rakjat.'''
'''Pasal 21.'''
Didalam Si (selandjoetnja termasoek djoega Tokubetu Si) dan di Gaku-ku boleh diadakan Sekolah Rakjat oentoek mendidik anak-anak jang tinggal didaerah jang bersangkoetan.
'''Pasal 22.'''
Apabila didalam Si atau Gaku-ku akan diadakan Sekolah Rakjat, maka haroeslah diminta izin dari Syuutyookan.
Demikian poela djika akan menghapoeskan sekolah itoe haroeslah diperoleh dahoeloe izin Syuutyookan, ketjoeali di Tokubetu Si.
'''Pasal 23.'''
Apabila Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo berpendapat bahwa keadaan Si atau Gaku-ku sesoeai dengan salah satoe keadaan jang terseboet dibawah ini, maka oeroesan pendidikan semoea atau sebagian anak-anak jang hendak beladjar itoe, boleh diserahkan kepada Si atau Gaku-ku lain.
# Apabila perbendaharaan Si atau Gaku-ku tidak sanggoep mengeloearkan ongkos-ongkos Sekolah Rakjat itoe;
# Apabila sebagian daerah Si atau Gaku-ku letaknja djaoeh dari sekolah jang ada didalam Si atau Gaku-ku itoe.
Menoeroet peratoeran jang terseboet didalam ajat diatas bahagian pertama, maka, apabila Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo hendak menjerahkan atau memperhentikan penjerahan pekerdjaan mendidik anak-anak itoe, haroeslah hal itoe diroendingkan dengan Si atau Gaku-ku jang berkepentingan.
'''BAHAGIAN VII. Tentang kelengkapan sekolah.'''
'''Pasal 24.'''
Oentoek Sekolah Rakjat haroes disediakan: gedoeng sekolah, pekarangan sekolah, alat-alat sekolah dan tempat berolahraga.
'''Pasal 25.'''
Alat-alat kelengkapan jang terseboet diatas boleh dipergoenakan djoega pada waktoe jang genting, atau apabila mendjalankan latihan keperdjoeritan, pendidikan rakjat, pendjagaan daerah, pendjagaan keamanan, oesaha prodoeksi, kesehatan atau oentoek pekerdjaan amal.
'''Pasal 26.'''
Peratoeran tentang kelengkapan Sekolah Rakjat jang ditetapkan oleh Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo haroes menoeroet peratoeran dasar jang ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN VIII. Tentang mengoeroes dan mengawasi Sekolah Rakjat.'''
'''Pasal 27.'''
Sekolah Rakjat dioeroes dan diawasi oleh Sityoo atau Gaku-ku.
'''Pasal 28.'''
Pada Gaku-ku diadakan Gaku-ku I-inkai (sidang pengoeroes Gaku-ku) dan pada sidang pengoeroes Gaku-ku itoe diangkat beberapa orang Iin (pengoeroes) jang bidjaksana serta jang mempoenjai ilmoe pengetahoean jang tinggi. Mereka ditoendjoekkan oleh Kutyoo, Kokumin Gakkoo-tyoo dan Sontyoo jang bersangkoetan. Sidang itoe dikepalai oleh Gaku-ku Kan-risya sebagai Kaityoo.
'''Pasal 29.'''
Gaku-ku I-inkai dipanggil dan diboeka oleh Gaku-ku Kanrisya dan meroendingkan oeroesan-oeroesan jang penting jang mengenai Gaku-ku.
Gityoo didalam sidang Gaku-ku I-inkai itoe ialah Kaityoo.
'''Pasal 30.'''
Pada Si diadakan Kyooiku Sinkoo I-inkai (Badan oentoek memadjoekan pendidikan) dan diangkat beberapa orang Iin jang bidjaksana lagi mempoenjai ilmoe pengetahoean jang loeas.
Mereka ditoendjoekkan oleh pegawai-pegawai Si, Kepala Sekolah Rakjat atau oleh Sityoo.
Dalam badan ini Sityoo jang mendjadi Kaityoo.
'''Pasal 31.'''
Sityoo memanggil dan memboeka sidang Kyooiku Sinkoo I-inkai.
Sidang itoe boleh memberi djawaban atas pertanjaan Sityoo jang mengenai oeroesan memadjoekan pendidikan rakjat atau oeroesan sekolah-sekolah didalam Si.
Gityoo didalam sidang itoe ialah Kaitvoo.
'''Pasal 32.'''
Segala oeroesan jang mengenai pendidikan di Sekolah Rakjat jang dioeroes oleh goeroe-goeroe Sekolah Rakjat, diawasi oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo.
'''BAHAGIAN IX. Tentang perbendaharaan sekolah.'''
'''Pasal 33.'''
Segala ongkos oentoek Sekolah Rakjat haroes dipikoel oleh Si atau Gaku-ku, sedang biaja jang diperloekan bagi anak-anak jang diserahkan kepada Si atau Gaku-ku lain, haroes dipikoel djoega oleh Si atau Gaku-ku terseboet pertama tadi.
'''Pasal 34.'''
Si dan Gaku-ku boleh memoengoet ongkos peladjaran Sekolah Rakjat.
Apabila Si atau Gaku-ku hendak memoengoet ongkos peladjaran Sekolah menoeroet peratoeran jang terseboet diatas itoe, haroeslah diminta izin, jaitoe didalam Si dari Syuutyookan dan didalam Gaku-ku dari Kentyoo, tentang banjaknja ongkos serta tentang tjara memoengoet ongkos itoe, ketjoeali didalam Tokubetu Si.
'''Pasal 35.'''
Si atau Gaku-ku boleh memoengoet ongkos-ongkos jang diperloekan dalam penjerahan moerid-moerid dari Si atau Gaku-ku lain, jaitoe menoeroet peratoeran jang ditetapkan oleh Syuutyookan, ketjoeali Tokubetu Si jang haroes menoeroet peratoeran jang ditetapkan Gunseikan.
'''Pasal 36.'''
Oentoek menoetoep pengeloearan ongkos Gaku-ku, maka Gaku-ku boleh memoengoet ongkos sekolah dari pendoedoek Gaku-ku itoe. Akan tetapi djika hendak memoengoet ongkos sekolah itoe haroeslah diminta izin dari Kentyoo, jaitoe tentang banjaknja dan tjara memoengoet oeang itoe.
'''Pasal 37.'''
Apabila pendoedoek tidak membajar oeang poengoetan atau oeang ongkos peladjaran jang dipoengoet didalam Si atau Gaku-ku itoe, maka dikenakan denda menoeroet peratoeran biaja Si dan Ken.
'''Pasal 38.'''
Gaku-ku boleh menerima oeang soembangan.
'''Pasal 39.'''
Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Si atau Gaku-ku mendapat oeang toendjangan dari keoeangan Balatentera, jaitoe 4/10 dari pada ongkos sekolah itoe.
Akan tetapi apabila dipandang perloe, djoemlah itoe boleh lebih besar dari pada djoemlah oeang toendjangan jang telah ditetapkan tadi.
'''Pasal 40.'''
Ken haroes memberi oeang toendjangan kepada Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Gaku-ku, jaitoe tiap-tiap tahoen 3/10 dari pada djoemlah ongkos Sekolah Rakjat itoe.
Akan tetapi djika dipandang perloe oleh Kentyoo, bolehlah diberikan oeang toendjangan jang lebih besar djoemlahnja dari pada jang telah ditetapkan.
'''Pasal 41.'''
Di Gaku-ku boleh diadakan fonds sekolah atau oeang taboengan sekolah sebagai milik sekolah jang meroepakan persediaan oeang sendiri.
'''Pasal 42.'''
Gaku-ku haroes merentjanakan anggaran keoeangan tentang oeang jang keloear dan masoek dan, sebeloem tahoen mendjalankan anggaran itoe, haroes mendapat izin dari Kentyoo.
Demikian poela, apabila menambah atau mengoebah anggaran itoe, haroeslah diminta izin Kentyoo.
'''Pasal 43.'''
Gaku-ku diizinkan menoetoep boekoe tentang pengeloearan ongkos dan pemasoekan oeang serta haroes memberi rapotan tentang hal itoe, apabila telah melaloei waktoe berlakoenja anggaran keoeangan itoe.
'''Pasal 44.'''
Apabila perloe, maka Gaku-ku boleh memindjam oeang oentoek menoetoep ongkos-ongkos jang dikeloearkan dalam djoemlah jang sangat besar.
Akan tetapi, apabila Gaku-ku hendak memindjam oeang itoe haroeslah diminta izin dari Syuutyookan dengan perantaraan Ken-tyoo, jaitoe tentang tjara memindjam oeang itoe, tentang banjaknja boenga oeang dan tentang tjara membajar kembali oeang pindjaman itoe.
Gaku-ku boleh memindjam oeang oentoek sementara waktoe, jaitoe oentoek menoetoep pengeloearan ongkos jang telah ditetapkan dalam anggaran keoeangan.
Oeang pindjaman itoe haroes dibajar kembali dengan oeang jang didapat dalam tahoen mendjalankan anggaran keoeangan itoe.
'''Pasal 45.'''
Sityoo atau Gaku-ku Kanrisya haroes mengadakan pengoemoeman tentang oeang sekolah poengoetan dan oeang peladjaran sekolah serta tentang oeroesan lain-lain jang penting.
'''BAHAGIAN Χ. Peratoeran lain - lain.'''
'''Pasal 46.'''
Sekolah jang tidak menoeroet peratoeran ini tidak boleh dinamakan Sekolah Rakjat, ketjoeali apabila ditetapkan dengan peratoeran lain.
'''Atoeran tambahan.'''
'''Pasal 47.'''
Peratoeran ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
'''Pasal 48.'''
Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat jang didirikan oleh pemerintahan-daerah pada waktoe pengoemoeman peratoeran ini, dianggap sebagai Sekolah Rakjat jang menoeroet peratoeran ini.
Akan tetapi Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat dibawah kekoeasaan Ken, jang beloem mengadakan Gaku-ku, tidak kena peratoeran tentang Gaku-ku jang terseboet dalam peratoeran ini, sampai pada waktoe mengadakan Gaku-ku itoe.
'''Pasal 49.'''
Segala persediaan bagi Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Ken jang moelai mengadakan Gaku-ku, haroes diserahkan kepada Gaku-ku itoe, sedang goeroe-goeroe jang pada waktoe itoe mendjalankan pekerdjaannja disekolah-sekolah itoe dipandang sebagai goeroe jang diangkat menoeroet peratoeran ini, meskipoen mereka tidak menerima soerat pengangkatan jang resmi.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
bdv0edqujn0ugumt69il3h0qrgv2w3s
302614
302610
2026-07-10T13:06:01Z
Ateofen
26483
302614
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.'''
Tentang peratoeran Sekolah Rakjat (Kokumin Gakkoo Rei).
----'''BAHAGIAN I. Maksoed.'''
'''Pasal 1.'''
Kokumin Gakkoo (Sekolah Rakjat) diadakan dengan maksoed oentoek mengadjarkan ilmoe pengetahoean oemoem, berdasarkan tjita-tjita pembentoekan Lingkoengan Asia Timoer Raja serta oentoek memberi latihan-dasar, agar rakjat mendjadi rakjat negara baroe jang akan dibentoek dikemoedian hari.
'''BAHAGIAN II. Tingkat peladjaran dan soesoenan sekolah.'''
'''Pasal 2.'''
Pada Sekolah Rakjat diadakan Syotooka (Bahagian pertama) dan Kootooka (Bahagian kedoea), akan tetapi sesoeai dengan keadaan didaerah masing-masing , moengkin poela diadakan hanja Syotooka atau Kootooka sadja.
'''Pasal 3.'''
Lamanja peladjaran dibahagian Syotooka dan Kootooka ditetapkan masing-masing 3 tahoen, akan tetapi djika dipandang perloe oleh Gunseikan, maka lamanja peladjaran itoe boleh dikoerangi atau diperpandjang.
'''Pasal 4.'''
Peladjaran Sekolah Rakjat jang diberikan dibahagian Syotooka dan dibahagian Kootooka ditetapkan sebagai berikoet: Kokuminka, Risuka, Tairenka dan Geinooka.
'''Pasal 5.'''
Boekoe-boekoe oentoek Sekolah Rakjat ditetapkan boekoe-boekoe jang diterbitkan oleh Gunseikanbu.
'''Pasal 6.'''
Peratoeran peladjaran dan peratoeran soesoenan Sekolah Rakjat ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN III. Tentang penerimaan moerid.'''
'''Pasal 7.'''
Moerid-moerid jang diterima di Sekolah Rakjat ialah anak-anak jang beroemoer genap 6 tahoen keatas.
'''BAHAGIAN IV. Tentang goeroe-goeroe.'''
'''Pasal 8.'''
Pada Sekolah Rakjat diangkat Kepala Sekolah dan goeroe-goeroe dan moengkin poela diangkat wakil Kepala Sekolah.
'''Pasal 9.'''
Kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekolah diangkat dari antara goeroe-goeroe oleh Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo.
Kepala Sekolah ada dibawah perintah Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo dan mengoeroes segala oeroesan sekolah serta memimpin dan mengawas-awasi goeroe-goeroe jang bersangkoetan.
Wakil Kepala Sekolah membantoe Kepala Sekolah dan toeroet mengoeroes oeroesan-oeroesan sekolah,
'''Pasal 10.'''
Goeroe-goeroe sekolah ada dibawah perintah Kepala Sekolah dan mengoeroes pendidikan anak-anak.
'''Pasal 11.'''
Goeroe sekolah haroes mempoenjai idjazah goeroe Sekolah Rakjat.
Peratoeran tentang idjazah goeroe sekolah itoe ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 12.'''
Djika ada alasan istimewa, Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo boleh mengangkat sebagai goeroe jang mengoeroes pendidikan anak-anak, seseorang jang tidak mempoenjai idjazah goeroe Sekolah Rakjat.
'''Pasal 13.'''
Peratoeran tentang goeroe jang diangkat menoeroet pasal 12 ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 14.'''
Djika dipandang perloe dalam mendjalankan pendidikan moerid-moerid itoe, goeroe Sekolah Rakjat boleh memberi hoekoeman, akan tetapi hoekoeman badan tidak dibolehkan.
'''Pasal 15.'''
Pengangkatan pada dan pemberhentian dari djabatan goeroe Sekolah Rakjat disahkan oleh Syuutyookan atas permohonan Sityoo atau Kentyoo, akan tetapi didalam Tokubetu Si, Tokubetu Sityoo-lah jang memberi pengesahan.
'''BAHAGIAN V. Tentang Gaku-ku. Pembahagian sekolah menoeroet tempat tinggal moerid-moerid.'''
'''Pasal 16.'''
Kentyoo haroes mengadakan Kokumin Gakkoo Gaku-ku menoeroet pembahagian daerah dengan maksoed mengadakan pengawasan dan penilikan sekolah-sekolah jang dilakoekan oleh Son atau oleh beberapa Gaku-ku didalam Son itoe, ketjoeali didaerah Kooti.
'''Pasal 17.'''
Gaku-ku ditetapkan sebagai badan hoekoem. Oentoek mengadakan Gaku-ku, selandjoetnja oentoek menghapoeskannja, menggaboengkannja atau mengoebah namanja, haroeslah diminta izin Syuutyookan.
'''Pasal 18.'''
Gaku-ku diawasi dan dioeroes oleh Sontyoo.
'''Pasal 19.'''
Pada Gaku-ku boleh diangkat beberapa orang pegawai dengan seizin Kentyoo.
'''Pasal 20.'''
Sontyoo boleh memberi perintah kepada pegawai-pegawai dibawahnja atau kepada Kutyoo didalam Gaku-ku itoe oentoek mengoeroes segala oeroesan Gaku-ku.
'''BAHAGIAN VI. Tentang mengadakan Sekolah Rakjat.'''
'''Pasal 21.'''
Didalam Si (selandjoetnja termasoek djoega Tokubetu Si) dan di Gaku-ku boleh diadakan Sekolah Rakjat oentoek mendidik anak-anak jang tinggal didaerah jang bersangkoetan.
'''Pasal 22.'''
Apabila didalam Si atau Gaku-ku akan diadakan Sekolah Rakjat, maka haroeslah diminta izin dari Syuutyookan.
Demikian poela djika akan menghapoeskan sekolah itoe haroeslah diperoleh dahoeloe izin Syuutyookan, ketjoeali di Tokubetu Si.
'''Pasal 23.'''
Apabila Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo berpendapat bahwa keadaan Si atau Gaku-ku sesoeai dengan salah satoe keadaan jang terseboet dibawah ini, maka oeroesan pendidikan semoea atau sebagian anak-anak jang hendak beladjar itoe, boleh diserahkan kepada Si atau Gaku-ku lain.
# Apabila perbendaharaan Si atau Gaku-ku tidak sanggoep mengeloearkan ongkos-ongkos Sekolah Rakjat itoe;
# Apabila sebagian daerah Si atau Gaku-ku letaknja djaoeh dari sekolah jang ada didalam Si atau Gaku-ku itoe.
Menoeroet peratoeran jang terseboet didalam ajat diatas bahagian pertama, maka, apabila Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo hendak menjerahkan atau memperhentikan penjerahan pekerdjaan mendidik anak-anak itoe, haroeslah hal itoe diroendingkan dengan Si atau Gaku-ku jang berkepentingan.
'''BAHAGIAN VII. Tentang kelengkapan sekolah.'''
'''Pasal 24.'''
Oentoek Sekolah Rakjat haroes disediakan: gedoeng sekolah, pekarangan sekolah, alat-alat sekolah dan tempat berolahraga.
'''Pasal 25.'''
Alat-alat kelengkapan jang terseboet diatas boleh dipergoenakan djoega pada waktoe jang genting, atau apabila mendjalankan latihan keperdjoeritan, pendidikan rakjat, pendjagaan daerah, pendjagaan keamanan, oesaha prodoeksi, kesehatan atau oentoek pekerdjaan amal.
'''Pasal 26.'''
Peratoeran tentang kelengkapan Sekolah Rakjat jang ditetapkan oleh Syuutyookan atau Tokubetu Sityoo haroes menoeroet peratoeran dasar jang ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN VIII. Tentang mengoeroes dan mengawasi Sekolah Rakjat.'''
'''Pasal 27.'''
Sekolah Rakjat dioeroes dan diawasi oleh Sityoo atau Gaku-ku.
'''Pasal 28.'''
Pada Gaku-ku diadakan Gaku-ku I-inkai (sidang pengoeroes Gaku-ku) dan pada sidang pengoeroes Gaku-ku itoe diangkat beberapa orang Iin (pengoeroes) jang bidjaksana serta jang mempoenjai ilmoe pengetahoean jang tinggi. Mereka ditoendjoekkan oleh Kutyoo, Kokumin Gakkoo-tyoo dan Sontyoo jang bersangkoetan. Sidang itoe dikepalai oleh Gaku-ku Kan-risya sebagai Kaityoo.
'''Pasal 29.'''
Gaku-ku I-inkai dipanggil dan diboeka oleh Gaku-ku Kanrisya dan meroendingkan oeroesan-oeroesan jang penting jang mengenai Gaku-ku.
Gityoo didalam sidang Gaku-ku I-inkai itoe ialah Kaityoo.
'''Pasal 30.'''
Pada Si diadakan Kyooiku Sinkoo I-inkai (Badan oentoek memadjoekan pendidikan) dan diangkat beberapa orang Iin jang bidjaksana lagi mempoenjai ilmoe pengetahoean jang loeas.
Mereka ditoendjoekkan oleh pegawai-pegawai Si, Kepala Sekolah Rakjat atau oleh Sityoo.
Dalam badan ini Sityoo jang mendjadi Kaityoo.
'''Pasal 31.'''
Sityoo memanggil dan memboeka sidang Kyooiku Sinkoo I-inkai.
Sidang itoe boleh memberi djawaban atas pertanjaan Sityoo jang mengenai oeroesan memadjoekan pendidikan rakjat atau oeroesan sekolah-sekolah didalam Si.
Gityoo didalam sidang itoe ialah Kaityoo.
'''Pasal 32.'''
Segala oeroesan jang mengenai pendidikan di Sekolah Rakjat jang dioeroes oleh goeroe-goeroe Sekolah Rakjat, diawasi oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo.
'''BAHAGIAN IX. Tentang perbendaharaan sekolah.'''
'''Pasal 33.'''
Segala ongkos oentoek Sekolah Rakjat haroes dipikoel oleh Si atau Gaku-ku, sedang biaja jang diperloekan bagi anak-anak jang diserahkan kepada Si atau Gaku-ku lain, haroes dipikoel djoega oleh Si atau Gaku-ku terseboet pertama tadi.
'''Pasal 34.'''
Si dan Gaku-ku boleh memoengoet ongkos peladjaran Sekolah Rakjat.
Apabila Si atau Gaku-ku hendak memoengoet ongkos peladjaran Sekolah menoeroet peratoeran jang terseboet diatas itoe, haroeslah diminta izin, jaitoe didalam Si dari Syuutyookan dan didalam Gaku-ku dari Kentyoo, tentang banjaknja ongkos serta tentang tjara memoengoet ongkos itoe, ketjoeali didalam Tokubetu Si.
'''Pasal 35.'''
Si atau Gaku-ku boleh memoengoet ongkos-ongkos jang diperloekan dalam penjerahan moerid-moerid dari Si atau Gaku-ku lain, jaitoe menoeroet peratoeran jang ditetapkan oleh Syuutyookan, ketjoeali Tokubetu Si jang haroes menoeroet peratoeran jang ditetapkan Gunseikan.
'''Pasal 36.'''
Oentoek menoetoep pengeloearan ongkos Gaku-ku, maka Gaku-ku boleh memoengoet ongkos sekolah dari pendoedoek Gaku-ku itoe. Akan tetapi djika hendak memoengoet ongkos sekolah itoe haroeslah diminta izin dari Kentyoo, jaitoe tentang banjaknja dan tjara memoengoet oeang itoe.
'''Pasal 37.'''
Apabila pendoedoek tidak membajar oeang poengoetan atau oeang ongkos peladjaran jang dipoengoet didalam Si atau Gaku-ku itoe, maka dikenakan denda menoeroet peratoeran biaja Si dan Ken.
'''Pasal 38.'''
Gaku-ku boleh menerima oeang soembangan.
'''Pasal 39.'''
Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Si atau Gaku-ku mendapat oeang toendjangan dari keoeangan Balatentera, jaitoe 4/10 dari pada ongkos sekolah itoe.
Akan tetapi apabila dipandang perloe, djoemlah itoe boleh lebih besar dari pada djoemlah oeang toendjangan jang telah ditetapkan tadi.
'''Pasal 40.'''
Ken haroes memberi oeang toendjangan kepada Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Gaku-ku, jaitoe tiap-tiap tahoen 3/10 dari pada djoemlah ongkos Sekolah Rakjat itoe.
Akan tetapi djika dipandang perloe oleh Kentyoo, bolehlah diberikan oeang toendjangan jang lebih besar djoemlahnja dari pada jang telah ditetapkan.
'''Pasal 41.'''
Di Gaku-ku boleh diadakan fonds sekolah atau oeang taboengan sekolah sebagai milik sekolah jang meroepakan persediaan oeang sendiri.
'''Pasal 42.'''
Gaku-ku haroes merentjanakan anggaran keoeangan tentang oeang jang keloear dan masoek dan, sebeloem tahoen mendjalankan anggaran itoe, haroes mendapat izin dari Kentyoo.
Demikian poela, apabila menambah atau mengoebah anggaran itoe, haroeslah diminta izin Kentyoo.
'''Pasal 43.'''
Gaku-ku diizinkan menoetoep boekoe tentang pengeloearan ongkos dan pemasoekan oeang serta haroes memberi rapotan tentang hal itoe, apabila telah melaloei waktoe berlakoenja anggaran keoeangan itoe.
'''Pasal 44.'''
Apabila perloe, maka Gaku-ku boleh memindjam oeang oentoek menoetoep ongkos-ongkos jang dikeloearkan dalam djoemlah jang sangat besar.
Akan tetapi, apabila Gaku-ku hendak memindjam oeang itoe haroeslah diminta izin dari Syuutyookan dengan perantaraan Ken-tyoo, jaitoe tentang tjara memindjam oeang itoe, tentang banjaknja boenga oeang dan tentang tjara membajar kembali oeang pindjaman itoe.
Gaku-ku boleh memindjam oeang oentoek sementara waktoe, jaitoe oentoek menoetoep pengeloearan ongkos jang telah ditetapkan dalam anggaran keoeangan.
Oeang pindjaman itoe haroes dibajar kembali dengan oeang jang didapat dalam tahoen mendjalankan anggaran keoeangan itoe.
'''Pasal 45.'''
Sityoo atau Gaku-ku Kanrisya haroes mengadakan pengoemoeman tentang oeang sekolah poengoetan dan oeang peladjaran sekolah serta tentang oeroesan lain-lain jang penting.
'''BAHAGIAN Χ. Peratoeran lain-lain.'''
'''Pasal 46.'''
Sekolah jang tidak menoeroet peratoeran ini tidak boleh dinamakan Sekolah Rakjat, ketjoeali apabila ditetapkan dengan peratoeran lain.
'''Atoeran tambahan.'''
'''Pasal 47.'''
Peratoeran ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
'''Pasal 48.'''
Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat jang didirikan oleh pemerintahan-daerah pada waktoe pengoemoeman peratoeran ini, dianggap sebagai Sekolah Rakjat jang menoeroet peratoeran ini.
Akan tetapi Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat dibawah kekoeasaan Ken, jang beloem mengadakan Gaku-ku, tidak kena peratoeran tentang Gaku-ku jang terseboet dalam peratoeran ini, sampai pada waktoe mengadakan Gaku-ku itoe.
'''Pasal 49.'''
Segala persediaan bagi Sekolah Rakjat Pertama dan Sekolah Rakjat jang ada dibawah kekoeasaan Ken jang moelai mengadakan Gaku-ku, haroes diserahkan kepada Gaku-ku itoe, sedang goeroe-goeroe jang pada waktoe itoe mendjalankan pekerdjaannja disekolah-sekolah itoe dipandang sebagai goeroe jang diangkat menoeroet peratoeran ini, meskipoen mereka tidak menerima soerat pengangkatan jang resmi.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
sku27e91ce4jdroe82ucas1b65mvwaw
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/12
104
108189
302611
2026-07-10T13:01:45Z
Cgjkldn
22445
/* Telah diuji baca */
302611
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Cgjkldn" /></noinclude>Penjaga pintu belakang puri keputren itu biasanya memang si Kebiri Teng kay him. Akan tetapi acap kali juga jatuh kepada giliran kebiri yg lain.
Jumlah banyaknya ketokan itu sudah dikenal betul oleh Teng kay him, maka ia cepat2 melompat bangun dan pergi menyamperi daun pintu.
-Apakah yg datang ini Bang loya ? Tanya nya dari balik pintu.
Hmmhem . . ya cepatlah bukakan pintu untukku ! Menyahut Durna Bang hong sambil
ber dehem².
Si kebiri Teng kay him segera melepas gerendel dan membukakan pintu. Griitt . .
Ah betul2 Bang loya, tumben pagi2 datang kepuri nio nio, entah ada urusan penting apakah? Menegur pula Teng kay kim sambil tertawa cungar cungir seperti kunyuk bau terasi.
Bang hong yg sudah kenal adat si kebiri itu tak banyak meladeni. Cepat² ia merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil yg berisi uang perak.
Bungkusan kecil itu lalu di belesakkan kesaku baju si penjaga pintu.<noinclude>12</noinclude>
iweabjl8mhrt3jfqt1jl2x5h0o0gepa
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/13
104
108190
302612
2026-07-10T13:03:32Z
Cgjkldn
22445
/* Telah diuji baca */
302612
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Cgjkldn" /></noinclude>- Sekedar untuk jajan atau beli tembakau
- Wah, bikin repot saja ! Kam sia, Kam sia (banyak terima kasih ). Berkata si Kebiri tukang penjaga pintu kebun itu sambil meraba2 bungkusan kecil yg dibelesakkan kedalam saku bajunya.
- Apakah nio nio ada ? Bertanya Durna Bang hong setelah melangkah masuk.
- Ya, nio nio berada di paseban Ban hoa
louw (paseban selaksa bunga ).
- Sampaikan kepada nio nio, Loya datang mengunjunginya.
- Baik, baik, harap loya suka menunggu sebentar.
- Dan kebiri itu dgn bergegas pergi kepaseban Ban hoa louw setelah merapatkan pula pintu kebun.
- Sementara Durna Bang hong menunggu sambil melihat tetanaman didalam kebun.
- Tiada antara lama Kebiri itu sudah datang pula. Dengan tertawa cungar cungir kebiri Teng kay h m berkata.<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
ow4hqbs8ws1c6j72aeunb04fswklk18
Osamu Seirei Nomor 11 Tahoen 2605
0
108191
302635
2026-07-10T13:49:09Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.''' Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe). ----'''BAHAGIAN I. Atoeran oemoem.''' '''Pasal 1.''' Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe) diadakan de...'
302635
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.'''
Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe).
----'''BAHAGIAN I. Atoeran oemoem.'''
'''Pasal 1.'''
Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe) diadakan dengan maksoed oentoek mendidik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo (Sekolah Rakjat), goeroe Tyuutoo Gakkoo (sekolah pertengahan), goeroe Kootoo Tyuugakkoo (Sekolah Menengah Tinggi) dan goeroe Senmon Gakkoo (Sekolah Kepandaian Istimewa), berdasarkan tjita-tjita pembentoekan Lingkoengan Asia Timoer Raja, jaitoe boeat mengerdjakan oesaha pendidikan rakjat soepaja mendjadi rakjat negara baroe jang dibentoek dikemoedian hari.
'''Pasal 2.'''
Sihan Gakkoo terbagi atas: Syotoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Pertama); Tyuutoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Menengah); Kootoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Tinggi) dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Tinggi Poeteri).
'''BAHAGIAN II. Syotoo Sihan Gakkoo'''
'''Pasal 3.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo Syotooka (Sekolah Rakjat bahagian pertama).
'''Pasal 4.'''
Syotoo Sihan Gakkoo di Syuu diadakan oleh Syuu, sedang Syotoo Sihan Gakkoo di Kooti dan Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu hendak mengadakan Syotoo Sihan Gakkoo, maka Syuu jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela dalam hal menghapoeskannja.
'''Pasal 5.'''
Segala oeroesan Syotoo Sihan Gakkoo diselenggarakan oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo.
'''Pasal 6.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo diadakan 2 bahagian jaitoe: Dansi-bu (Bahagian laki-laki) dan Zyosi-bu (Bahagian Poeteri).
Akan tetapi menoeroet keadaan daerah masing-masing, pada sekolah itoe boleh diadakan hanja Dansi-bu atau Zyosi-hu sadja.
'''Pasal 7.'''
Lamanja peladjaran pada Syotoo Sihan Gakkoo ialah 2 tahoen .
Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas.
'''Pasal 8.'''
Jang boleh diterima mendjadi moerid Syotoo Sihan Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Kokumin Gakkoo Kootooka (Sekolah Rakjat bahagian kedoea) atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe.
'''Pasal 9.'''
Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan dan latihan, boekoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman serta pemeliharaannja, menempatkan mereka sesoedah tamat sekolah, sjarat-sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb., boeat Syotoo Sihan Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 10.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo tidak dipoengoet oeang sekolah.
'''Pasal 11.'''
Syotoo Sihan Gakkoo diawasi oleh Gunseikan.
'''Pasal 12.'''
Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Syotoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Syuu dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.
'''Pasal 13.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Renseika (Bahagian latihan) dan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Tanki Yooseika (Bahagian pendidikan kilat).
Atoeran tentang Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Renseika dan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Tanki Yooseika ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN III. Tyuutoo Sihan Gakkoo.'''
'''Pasal 14.'''
Pada Tyuutoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo.
....
----Djakarta, tanggal ..., boelan ..., tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
qzp3n739uqlgj6yy68610f7efg537gq
302641
302635
2026-07-10T14:11:25Z
Ateofen
26483
302641
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''10.'''
Tentang Sihan Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Goeroe).
----'''BAHAGIAN I. Atoeran oemoem.'''
'''Pasal 1.'''
Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe) diadakan dengan maksoed oentoek mendidik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo (Sekolah Rakjat), goeroe Tyuutoo Gakkoo (sekolah pertengahan), goeroe Kootoo Tyuugakkoo (Sekolah Menengah Tinggi) dan goeroe Senmon Gakkoo (Sekolah Kepandaian Istimewa), berdasarkan tjita-tjita pembentoekan Lingkoengan Asia Timoer Raja, jaitoe boeat mengerdjakan oesaha pendidikan rakjat soepaja mendjadi rakjat negara baroe jang dibentoek dikemoedian hari.
'''Pasal 2.'''
Sihan Gakkoo terbagi atas: Syotoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Pertama); Tyuutoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Menengah); Kootoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Tinggi) dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo (Sekolah Goeroe Tinggi Poeteri).
'''BAHAGIAN II. Syotoo Sihan Gakkoo'''
'''Pasal 3.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo Syotooka (Sekolah Rakjat bahagian pertama).
'''Pasal 4.'''
Syotoo Sihan Gakkoo di Syuu diadakan oleh Syuu, sedang Syotoo Sihan Gakkoo di Kooti dan Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Djika Syuu hendak mengadakan Syotoo Sihan Gakkoo, maka Syuu jang bersangkoetan haroes mendapat izin dari Gunseikan, demikian poela dalam hal menghapoeskannja.
'''Pasal 5.'''
Segala oeroesan Syotoo Sihan Gakkoo diselenggarakan oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo.
'''Pasal 6.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo diadakan 2 bahagian jaitoe: Dansi-bu (Bahagian laki-laki) dan Zyosi-bu (Bahagian Poeteri).
Akan tetapi menoeroet keadaan daerah masing-masing, pada sekolah itoe boleh diadakan hanja Dansi-bu atau Zyosi-hu sadja.
'''Pasal 7.'''
Lamanja peladjaran pada Syotoo Sihan Gakkoo ialah 2 tahoen .
Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas.
'''Pasal 8.'''
Jang boleh diterima mendjadi moerid Syotoo Sihan Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Kokumin Gakkoo Kootooka (Sekolah Rakjat bahagian kedoea) atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe.
'''Pasal 9.'''
Atoeran tentang kelengkapan, soesoenan, peladjaran, pendidikan dan latihan, boekoe-boekoe peladjaran, menerima dan memperhentikan moerid-moerid, hoekoeman serta pemeliharaannja, menempatkan mereka sesoedah tamat sekolah, sjarat-sjarat oentoek mendjadi goeroe dsb., boeat Syotoo Sihan Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 10.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo tidak dipoengoet oeang sekolah.
'''Pasal 11.'''
Syotoo Sihan Gakkoo diawasi oleh Gunseikan.
'''Pasal 12.'''
Keoeangan pemerintahan Balatentera menjokong biaja Syotoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Syuu dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.
'''Pasal 13.'''
Pada Syotoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Renseika (Bahagian latihan) dan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Tanki Yooseika (Bahagian pendidikan kilat).
Atoeran tentang Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Renseika dan Kokumin Gakkoo Syotooka Kyooin Tanki Yooseika ditetapkan oleh Gunseikan.
'''BAHAGIAN III. Tyuutoo Sihan Gakkoo.'''
'''Pasal 14.'''
Pada Tyuutoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Kokumin Gakkoo.
'''Pasal 15.'''
Pada Tyuutoo Sihan Gakkoo diadakan Honka dan Senka.
Akan tetapi menoeroet keadaan daerah masing-masing, maka pada sekolah itoe boleh hanja diadakan Honka sadja.
'''Pasal 16.'''
Lamanja peladjaran pada Tyuutoo Gakkoo ialah, 4 tahoen pada Honka dan 1 tahoen pada Senka.
Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas.
'''Pasal 17.'''
Jang boleh diterima mendjadi moerid Honka pada Tyuutoo Sihan Gakkoo, ialah orang jang soedah tamat Kokumin Gakkoo Kootooka atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe, sedang jang boleh diterima mendjadi moerid Senka, ialah orang jang tamat Tyuutoo Gakkoo atau orang jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe.
'''Pasal 18.'''
Pada Tyuutoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Kokumin Gakkoo Kyooin Renseika dan Kokumin Gakkoo Kyooin Tanki Yooseika.
Atoeran tentang Kokumin Gakkoo Kyooin Renseika dan Kokumin Gakkoo Kyooin Tanki Yooseika ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 19.'''
Pada Tyuutoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Huzoku Kokumin Gakkoo.
Akan tetapi djika ada alasan istimewa, maka Huzoku Kokumin Gakkoo itoe bolen diganti dengan Kokumin Gakkoo jang diadakan oleh Si atau oleh „Kokumin Gakkoo Gaku-ku“ (selandjoetnja dibawah ini diseboet „Gaku-ku“ sadja).
'''Pasal 20.'''
Atoeran jang terseboet dalam pasal 1 sampai pasal 15, pasal 24 sampai pasal 26 dan pasal 34 ajat 1, „Kokumin Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Rakjat)“, berlakoe bagi Huzoku Kokumin Gakkoo.
'''Pasal 21.'''
Atoeran tentang menerima dan memperhentikan moerid, oeang sekolah dsb. bagi Huzoku Kokumin Gakkoo ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 22.'''
Atoeran jang terseboet dalam pasal 4 sampai pasal 6, dan pasal 9 sampai pasal 12, berlakoe bagi Tyuutoo Sihan Gakkoo.
'''BAHAGIAN IV. Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo.'''
'''Pasal 23.'''
Pada Kootoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Tyuugak-koo, goeroe Zitugyoo Gakkoo (Sekolah peroesahaan), goeroe Kootoo Tyuugak-koo dan goeroe Senmon Gakkoo.
Pada Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo dididik orang boeat mendjadi goeroe Zyogakkoo (Sekolah Menengah Poeteri), goeroe Kootoo Tyuugakkoo dan goeroe Senmon Gakkoo.
'''Pasal 24.'''
Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo diadakan oleh Pemerintah.
'''Pasal 25.'''
Pada Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo diadakar Honka, Senka, dan Bekka.
Akan tetapi menoeroet keadaan daerah masing-masing, boleh tidak diadakan Senka dan Bekka atau salah satoe diantaranja.
'''Pasal 26.'''
Lamanja peladjaran pada Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo ialah, 4 tahoen pada Honka dan 1 tahoen masing-masing pada Senka dan Bekka.
Djika dipandang perloe, Gunseikan boleh mempersingkat lamanja peladjaran jang terseboet dalam ajat diatas.
'''Pasal 27.'''
Jang boleh diterima mendjadi moerid Honka atau Bekka pada Kootoo Sihan Gakkoo, ialah laki-laki jang tamat Tyuu-gakkoo atau Zitugyoo Gakkoo, ataupoen laki-laki jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe, sedang jang boleh diterima mendjadi moerid Senka, ialah laki-laki jang tamat Kootoo Tyuugakkoo atau Senmon Gakkoo ataupoen orang jang dianggap mempoenjai pengetahoenn jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe.
Jang boleh diterima mendjadi moerid Honka atau Bekka pada Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo, ialah poeteri jang tamat Zyogakkoo atau poeteri jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe, sedang jang boleh diterima mendjadi moerid Senka, ialah poeteri jang tamat Kootoo Tyuugakkoo atau Senmon Gakkoo ataupoen poeteri jang dianggap mempoenjai pengetahoean jang sederadjat dengan atau lebih dari pada itoe.
'''Pasal 28.'''
Pada Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Kootooka oentoek mendidik orang boeat mendjadi goeroe pada Kootoo Tyuu-gakkoo dan Senmon Gakkoo.
Atoeran tentang Kootooka ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 29.'''
Pada Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Tyuutoo Gakkoo Kyooin Renseika dan Tyuutoo Gakkoo Kyooin Tanki Yooseika.
Atoeran tentang Tyuutoo Gakkoo Kyooin Renseika dan Tyuutoo Gakkoo Kyooin Tanki Yooseika ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 30.'''
Pada Kootoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Huzoku Tyuugakkoo dan Huzoku Kokumin Gakkoo.
Pada Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo boleh diadakan Huzoku Zyogakkoo dan Huzoku Kokumin Gakkoo.
Djika ada alasan istimewa, maka Hu- zoku Tyuugakkoo itoe boleh diganti dengan Tyuugakkoo jang diadakan oleh Syuu atau Gunseikan, dan Huzoku Zyo-gakkoo itoe boleh diganti dengan Zyogak-koo jang diadakan oleh Syuu atau Gunseikan , sedang Huzoku Kokumin Gakkoo itoe boleh diganti dengan Kokumin Gak-koo jang diadakan oleh Si atau oleh Gaku-ku.
'''Pasal 31.'''
Atoeran jang terseboet dalam pasal 1, pasal 6 dan pasal 8 sampai pasal 12, „Tyuutoo Gakkoo Rei (Peratoeran tentang Sekolah Menengah)“, berlakoe boeat Huzoku Tyuugakkoo dan Huzoku Zyogak-koo.
Atoeran jang terseboet dalam pasal 20 dan pasal 21 berlakoe boeat Huzoku Kokumin Gakkoo jang terseboet dalam pasal 30.
'''Pasal 32.'''
Atoeran jang terseboet dalam pasal 9 dan pasal 10 berlakoe boeat Kootoo Sihan Gakkoo dan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo.
'''BAHAGIAN V. Atoeran lain-lain.'''
'''Pasal 33.'''
Hanja Sihan Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini boleh memakai nama „Sihan Gakkoo“.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka Syotoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah, Sihan Gakkoo dan Tyuutoo Gakkoo Kyoosi Yooseisyo jang diadakan oleh Pemerintah, masing-masing didjadikan Syotoo Sihan Gakkoo, Tyuutoo Sihan Gakkoo, dan Kootoo Sihan Gakkoo menoeroet oendang-oendang ini, sedang Tyuutoo Gakkoo Kyoosi Yooseisyo Zyosibu dan Kasei Kyoosi Yooseisyo didjadikan Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo menoeroet oendang- oendang ini.
Pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, maka moerid-moerid jang sedang beladjar pada Syotoo Sihan Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah atau Sihan Gakkoo, Tyuutoo Gakkoo Kyoosi Yooseisyo, Tyuutoo Gakkoo Kyoosi Yooseisyo Zyosi-bu atau Kasei Kyoosi Yooseisyo jang diadakan oleh Pemerintah masing-masing mendjadi moerid Sihan Gakkoo, Tyuutoo Sihan Gakkoo, Kootoo Sihan Gakkoo, Zyosi Kootoo Sihan Gakkoo jang diadakan menoeroet oendang-oendang ini.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
j6erje1ywfnwc58ua9doxluw6rpa3wh
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/37
104
108192
302642
2026-07-10T14:12:59Z
Abdisaverio
26326
/* Telah diuji baca */
302642
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>keadilan rakyat yang selalu berkembang meliputi peraturan
tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, senantiasa
ditaati dan dihormati karena mempunyai akibat hukum atau
sanksi. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum
adat merupakan sebuah aturan yang tidak tertulis dan tidak
dikodifikasikan, namun tetap ditaati dalam masyarakat karena
mempunyai suatu sanksi tertentu apabila tidak ditaati.
Keberadaan hukum sebagai sumber bahan dimaksudkan dari hukum adat yang digali bagi bahan-bahan yang diperlukan. Dari hukum adat dapat diambil konsepsi-konsepsi hukumnya yang menuntut kita untuk melekukan abstraksi dari kaidahkaidah hukum adat ke arah konsep dan asas. Dari hukum adat akan diambil lembaga-lembaga hukumnya dan dari hukum adat juga melakukan sintesis hukum dengan cara memasukkan konsep hukum adat dan asas-asas hukum adat<sup>5</sup>.
Demikian halnya hukum adat yang terdapat di Kutai Barat, khususnya di Linggang Bigung, pada umumnya tidak tertulis namun masyarakat Dayak Tonyooi maupun pendatang taat dan enggan melanggarnya. Hal ini karena takut dengan sanksi yang didapat, baik moril maupun materiel. Bahkan, se-Kutai Barat mereka mampu menyamakan sanksi yang diberikan apabila seseorang berbuat salah. Tidak hanya permasalahan orang per orang, tetapi juga ketika menghadapi perusahaan atau seseorang menghadapi persoalan dengan perusahaan. Hukum adat juga berlaku dalam pengolahan pertanian atau dalam berladang, terutama dalam batas lahan. Demikian juga apabila ada kecelakan lalu lintas diselesaikan secara adat. Jika selesai di tingkat adat maka pihak kepolisian tidak perlu turut campur, dan apabila selesai di tingkat adat, tidak ada pihak-pihak yang akan memperkarakan karena apabila disepakati akan dibuat berita acara.
'''2. Hak Masyarakat Hukum Adat'''
Adat dan hukum adat dalam masyarakat hukum adat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan yang mengikat bergantung pada masyarakat pendukung adat dan
_____________<noinclude>{{rh|<sup>5</sup> Lihat tulisan tim riset dan penulis CERD/LP2E, “Studi tentang Keberadaan Adat Istiadat dan Hukum Adat Setempat”, h. 39–40, Bappeda Kabupaten Kutai Barat, 2008.|}}
{{rh|<big>24</big> Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur|}}</noinclude>
m4i6zkwjg7ft8b5hsj0rq8o0ajjo0m0
Osamu Seirei Nomor 12 Tahoen 2605
0
108193
302643
2026-07-10T14:16:59Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''12.''' Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi. ----'''Pasal 1.''' Maksoed pendidikan Sekolah Menengah Tinggi ialah memberikan peladjaran tentang pengetahoean oemo...'
302643
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''12.'''
Peratoeran tentang Sekolah Menengah Tinggi.
----'''Pasal 1.'''
Maksoed pendidikan Sekolah Menengah Tinggi ialah memberikan peladjaran tentang pengetahoean oemoem jang loeas kepada pemoeda, berdasarkan tjita-tjita pembentoekan Lingkoengan Asia Timoer Raja, agar soepaja mereka mendjadi rakjat jang bidjaksana dan bergoena sebagai dasar dalam oesaha membentoek negara baroe dikemoedian hari.
'''Pasal 2.'''
Sekolah Menengah Tinggi di Syuu diadakan oleh Syuu dan di Kooti serta Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan.
Djika Syuu hendak mengadakan Sekolah Menengah Tinggi haroes dengan izin Gunseikan dan selandjoetnja djika hendak menghapoeskan sekolah itoe haroes djoega dengan izin itoe.
'''Pasal 3.'''
Sekolah Menengah Tinggi jang diadakan oleh Syuu dan Sekolah Menengah Tinggi jang diadakan oleh Gunseikan masing-masing diawasi dan ditilik oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyokutyookan atau Tokubetu Sityoo.
'''Pasal 4.'''
Dengan pengesahan Gunseikan moengkin diadakan Sekolah Menengah Tinggi dalam Ken dan Si, diloear peratoeran pasal 2.
Peratoeran jang penting-penting dalam hal mengadakan dan menghapoeskan Sekolah Menengah Tinggi jang terseboet diatas ini akan ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 5.'''
Pada Sekolah Menengah Tinggi diadakan bahagian laki-laki dan bahagian poeteri, akan tetapi boleh djoega diadakan hanja bahagian laki-laki atau bahagian poeteri sadja, jaitoe menoeroet keadaan masing-masing daerah.
'''Pasal 6.'''
Lamanja peladjaran Sekolah Menengah Tinggi ditetapkan 3 tahoen, ketjoeali djika Gunseikan memandang perloe, maka moengkin dipendekkan atau dipandjangkan lamanja peladjaran itoe.
'''Pasal 7.'''
Peladjar-peladjar jang diterima di Sekolah Menengah Tinggi itoe, ialah orang jang tamat Sekolah Menengah atau orang jang mempoenjai pengetahoean jang sama atau lebih dari pada orang jang tamat Sekolah Menengah.
'''Pasal 8.'''
Segala sesoeatoe tentang kelengkapan, soesoenan, daftar pengadjaran, pendidikan, latihan, boekoe-boekoe peladjaran, peratoeran penerimaan peladjar, tegoeran serta hoekoeman kepada moerid dan sjarat-sjarat goeroe, ditetapkan oleh Gunseikan.
'''Pasal 9.'''
Sekolah Menengah Tinggi memoengoet ongkos peladjaran dan lain-lain menoeroet peratoeran jang ditetapkan oleh Gunsei-kan.
'''Pasal 10.'''
Sekolah Menengah Tinggi diawasi dan ditilik oleh Gunseikan.
'''Pasal 11.'''
Sekolah Menengah Tinggi Kooritu (Ken dan Si) akan diberi oeang toendjangan dari Gunseikaikei (Perbendaharaan Balatentera) sebanjak djoemlah jang ditetapkan dalam anggaran tiap-tiap tahoen.
'''Pasal 12.'''
Sekolah jang tidak menoeroet peratoeran ini tidak boleh memakai nama Kootoo Tyuugakkoo (Sekolah Menengah Tinggi), ketjoeali menoeroet lain peratoeran.
'''Atoeran tambahan.'''
Peratoeran ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605) dan Sekolah Menengah Tinggi jang telah ada pada waktoe peratoeran ini dioemoemkan, ditetapkan sebagai Sekolah Menengah Tinggi jang menoeroet peratoeran ini.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
8h5gi6izebiyyqskirtttg651ickpar
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/38
104
108194
302644
2026-07-10T14:24:35Z
Abdisaverio
26326
/* Telah diuji baca */
302644
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdisaverio" /></noinclude>hukum adat tersebut, terutama berpangkal tolak pada perasaan kebersamaan, idealisme, dan keadilan. Sulit untuk dibayangkan bahwa adat dan hukum adat walaupun dipelihara terus-menerus, dengan sendirinya akan mewujudkan kepastian hukum jika terdapat kaidah-kaidah mengikat yang mengatur tata kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.<sup>6</sup>
Membedakan adat dan hukum adat dapat dilihat dari kaidah-kaidah yang hidup dalam masyarakat dan diberikan sanksi bagi pihak yang melanggar kaidah tersebut. Perbedaan kebiasaan dengan hukum didasarkan pada dua kriteria, yakni sumber sanksi yang berasal dari hukum adat itu sendiri dan pelaksanaannya. Pada kebiasaan sumber sanksi dan pelaksanaannya ada pada warga masyarakat secara individu dan kelompok, sedangkan pada hukum sanksi dan pelaksanaannya ada pada suatu kekuatan terpusat atau badanbadan tertentu dalam masyarakat.
Walaupun demikian, tidak selamanya hukum adat tersebut identik dengan pemberian sanksi yang berasal dari hukum adat itu sendiri. Pada masyarakat tertentu, sanksi merupakan alternatif terakhir ketika seseorang tidak menaati norma yang hidup dalam masyarakat. Paling penting bagi masyarakat adalah hukum adat tersebut dapat memberikan rasa aman dan menciptakan ketertiban dalam hubungan dan interaksi sosial. Sanksi tidak selamanya diberikan oleh suatu otoritas atau institusi berkuasa. Namun, ada juga yang diberikan oleh masyarakat secara langsung melalui pembatasan pergaulan atau interaksi sosial yang dilakukan.
Dapat disimpulkan bahwa hukum adat dimaknai dalam penulisan ini adalah hukum adat yang mengandung unsurunsur pembentuknya, seperti terdapat adat-istiadat sebagai nilai-nilai yang telah melembaga dalam masyarakat melalui perbuatan-perbuatan masyarakat, mengandung norma yang disepakati bersama secara tidak tertulis, memiliki institusi atau organisasi yang menegakkan, memiliki sanksi serta dipengaruhi oleh agama yang dianut pada masyarakat. Nilainilai dan norma-norma yang telah mendapatkan kesepakatan
_____________<noinclude>{{rh|<sup>6</sup> Lihat juga Teddy Anggoro, “Kajian Hukum Masyarakat Hukum Adat dan HAM dalam Lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 36 No. 4, Oktober-Desember 2006, Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, h. 489.|}}
{{rh|Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat <big>25</big>|}}</noinclude>
ryzvf6ss9wfmtdvwisfo23vnzkx3fd4
Osamu Seirei Nomor 13 Tahoen 2605
0
108195
302645
2026-07-10T14:26:10Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''13.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604. ----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“ dioebah seperti...'
302645
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''13.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604.
----Osamu Seirei No. 14, tahoen 2604 tentang „sekolah pertengahan (Tyuutoo Gakkoo Rei)“ dioebah seperti berikoet:
Dalam Pasal 1, maka kata-kata „melatih pemoeda-pemoeda di Djawa“ dioebah mendjadi „mendidik dan memelihara pemoeda-pemoeda jang akan mendjadi tenaga-dasar dalam oesaha mendirikan negara baroe dikemoedian hari“.
Dalam Pasal 2 ajat 4, maka kata-kata „Syokkoo Gakkoo (Sekolah Pertoekangan)“ dioebah mendjadi „Syotoo Koogyoo Gakkoo (Sekolah Teknik Menengah Pertama)“.
Pasal 3 dioebah seloeroehnja mendjadi dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3. Tyuutoo Gakkoo di Syuu diadakan oleh Syuu, sedang di Kooti dan Tokubetu Si diadakan oleh Gunseikan. Apabila Syuu hendak mengadakan Tyuutoo Gakkoo, maka haroes diminta pengesahan Gunseikan, demikian djoega apabila hendak dihapoeskan.“</blockquote>Sesoedah Pasal 3, maka ditambahkan „Pasal 3, kedoea“ dibawah ini: <blockquote>„Pasal 3, kedoea. Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Syuu atau oleh Gunseikan dioeroes dan diawasi oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo.“ </blockquote>Dalam Pasal 4 ajat 1, maka kata-kata „Kasei Zyogakkoo dan Zitugyoo Gakkoo“ dioebah mendjadi „Tyuutoo Gakkoo atau sekolah lain-lain sematjam itoe“.
Dalam Pasal 4 ajat 2, maka dibelakang kata-kata „Tyuutoo Gakkoo jang dimaksoed dalam ajat diatas“, ditambahkan „dan sekolah lain-lain“.
Pasal 5 dihapoeskan seloeroehnja.
Dalam Pasal 7 ajat 3, maka kata-kata „Syokkoo Gakkoo ( Sekolah Pertoekangan)“ dioebah mendjadi „Syotoo Koogyoo Gakkoo (Sekolah Teknik Menengah Pertama)“.
Dalam Pasal 11, maka dibelakang kata-kata „pindah sekolah, hoekoeman sekolah“, ditambahkan kata-kata „serta sjarat-sjarat sebagai goerое“.
Sesoedah Pasal 12, maka ditambahkan „Pasal 12, kedoea“ jang berikoet: <blockquote>„Pasal 12, kedoea. Keoeangan Pemerintahan Balatentera menjokong biaja Tyuutoo Gakkoo jang diadakan oleh Pemerintah-daerah dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.“ </blockquote>Pasal 13 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 13. Sekolah-sekolah jang tidak menoeroet oendang-oendang ini tidak boleh memakai Tyuugakkoo, Zyosi Tyuugakkoo, Kasei Zyogakkoo, Noogyoo Gakkoo, Koogyoo Gakkoo, Syoogyoo Gakkoo, Syotoo Koogyoo Gakkoo atau Suisan Gakkoo, ketjoeali kalau ada peratoeran lain.“</blockquote>'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Tyuugakkoo, Zyosi Tyuugakkoo, Kasei Zyogakkoo, Noogyoo Gakkoo, Koogyoo Gakkoo, Syoogyoo Gakkoo, Syokkoo Gakkoo atau Suisan Gakkoo jang ada pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan masing-masing disahkan sebagai Tyuugakkoo, Zyosi Tyuugakkoo, Kasei Zyogakkoo, Noogyoo Gakkoo, Koogyoo Gakkoo, Syoogyoo Gakkoo, Syotoo Koogyoo Gakkoo atau Suisan Gakkoo menoeroet oendang-oendang ini.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
eh1x6ld42j091j7s8hwelqsfqguwfwa
Pengguna:Quraeni/Bak Pasir
2
108196
302653
2026-07-10T17:23:01Z
Quraeni
22485
membuat bak pasirku
302653
wikitext
text/x-wiki
= Tugas [[c:File:Salindia_WikiPandu_-_Cara_Tranklusi_di_Wikisource.pdf|WikiPandu Sesi 3]] =
=== Alur ===
<blockquote>''<big>Transklusi Halaman ⇒ Setor melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/tugaswpsesi3 Fountain] ⇒ Penilaian ⇒ Revisi (Jika diperlukan) ⇒ Penilaian akhir</big>''</blockquote>
=== Daftar Naskah yang Dapat Ditransklusikan* ===
''*Dapat mentransklusikan naskah lain.''
{| class="wikitable"
!Pranala Indeks
!Catatan
|-
|[[Mustikarasa]]
|Transklusikan satu resep dalam satu subhalaman. Transklusi resep '''Mustikarasa''' memiliki nilai yang lebih tinggi dari transklusi naskah biasa lainnya.
|-
|[[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|Anna Karenine 2]]
|
|-
|[[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf|Anne Karenine 3]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Anaknja Matjan Poeti.pdf|Anaknja Matjan Poeti]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Kitab Makrifat.pdf|Kitab Makrifat]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Pedoman-Pemberitaan-Terkait-Tindak-dan-Upaya-Bunuh-Diri-Dewan-Pers-22-Maret-2019.pdf|Pedoman Pemberitaan Terkait Tindak dan Upaya Bunuh Diri Dewan Pers 22 Maret 2019]]
|
|-
|[[Indeks:Teman jang Djadi Kontra-Revolusioner Terpaksa Kita Tinggalkan.pdf|Teman jang Djadi Kontra-Revolusioner Terpaksa Kita Tinggalkan]]
|
|-
|[[Indeks:Tjinta dan pengorbanan.pdf|Tjinta dan pengorbanan]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan.pdf|Tjerita Ko Teng Tjan]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Tjerita Ko Teng Tjan atawa Sapoeloe Pil jang moestadjeb vol 15-21.pdf|Tjerita Ko Teng Tjan atawa Sapoeloe Pil jang moestadjeb vol 15-21]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Amandemen II UUD 1945.djvu|Amandemen II UUD 1945]]
|
|-
|[[Indeks:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf|BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015]]
|Perlu dibagi menjadi beberapa bab
|-
|[[Indeks:Indjil JOHANNES.pdf|Indjil JOHANNES]]
| rowspan="4" |Alkitab
|-
|[[Indeks:Indjil LOEKAS.pdf|Indjil LOEKAS]]
|-
|[[Indeks:Indjil MATTHEOES.pdf|Indjil MATTHEOES]]
|-
|[[Indeks:Indjil MARKOES.pdf|Indjil MARKOES]]
|-
|[[Wasiat Jang Baroe|Seri Alkitab: Wasiat Jang Baroe]]
|
|-
|[[:Kategori:Buku untuk divalidasi]]
|Beberapa buku sudah ditransklusikan. Pastikan buku yang sudah selesai diuji baca pada kategori ini belum ditransklusikan.
|-
|[[:Kategori:WikiPandu]]
|Naskah yang teman-teman sudah unggah. Jika sudah selesai diuji baca, dapat ditransklusikan.
|-
|
|
|-
|
|
|}
3njuusc380fr1a5dx01d9svjs9shgfu
Osamu Seirei Nomor 14 Tahoen 2605
0
108197
302654
2026-07-10T20:52:51Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603. ----Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603 tentang „sekolah partikoelir“ dioebah seperti terseboet dibawah ini:...'
302654
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603.
----Osamu Seirei No. 22, tahoen 2603 tentang „sekolah partikoelir“ dioebah seperti terseboet dibawah ini:
Pasal 1 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 1.
Badan hoekoem atau badan jang ditoendjoekkan oleh Gunseikan boleh mendirikan sekolah partikoelir.“</blockquote>Pasal 2 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 2.
Sekolah partikoelir jang dimaksoed dalam pasal 1, ialah Kokumin Gakkoo partikoelir, Tyuutoo Gakkoo partikoelir, Kootoo Tyuugakkoo partikoelir, Senmon Gakkoo partikoelir dan sekolah partikorlir lain-lain. Sekolah partikoelir lain-lain itoe ditetapkan oleh Gunseikan.“</blockquote>Pasal 3 dioebah seloeroehnja mendjadi berikoet: <blockquote>„Pasal 3.
Kokumin Gakkoo partikoelir, Tyuutoo Gakkoo partikoelir dan sekolah-sekolah partikoelir jang sematjam itoe diawasi oleh Syuutyookan, Kooti Zimukyoku Tyookan atau Tokubetu Sityoo; Kootoo Tyuugakkoo partikoelir, Senmon Gakkoo partikoelir dan sekolah-sekolah jang sematjam itoe diawasi oleh Gunseikan.“</blockquote>Sesoedah pasal 9, ditambahkan pasal 19 dan pasal 11 dibawah ini: <blockquote>„Pasal 10.
Balatentera Keoeangan pemerintahan boleh menjokong biaja sekolah partikoelir dengan tidak melebihi batas oeang boeat sokongan itoe dalam anggaran tiap-tiap tahoen-boekoe.
Pasal 11.
Sekolah-sekolah jang tidak menoeroet oendang-oendang ini tidak boleh memakai nama Gakkoo, ketjoeali kalau ada peratoeran lain.“ </blockquote>'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Tyuugakkoo partikoelir, Zyosi Tyuugakkoo partikoelir, Kootoo Tyuugakkoo partikoelir, Senmon Gakkoo partikoelir dan sekolah partikoelir lain-lain, jang ada pada waktoe oendang-oendang ini dioemoemkan, masing-masing disahkan sebagai Tyuugakkoo partikoelir, Zyosi Tyuugakkoo partikoelir, Kootoo Tyuugakkoo partikoelir, Senmon Gakkoo partikoelir atau sekolah partikoelir lain-lain menoeroet oendang-oendang ini.
Dalam 1 boelan sesoedah oendang-oendang ini moelai berlakoe, maka mereka jang mendirikan sekolah partikoelir jang dimaksoed dalam ajat diatas, haroes memadjoekan soerat rapotan jang berisi hal-hal jang terseboet dalam pasal 5, ajat 1 dari No. 1 sampai No. 9, kepada kantor-pengawas.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
gquvoy2mxgppj7nsr9h7fw6j4prt0g2
Osamu Seirei Nomor 15 Tahoen 2605
0
108198
302655
2026-07-10T20:57:24Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603. ----Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603 tentang „Mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada seko...'
302655
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''14.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603.
----Osamu Seirei No. 47, tahoen 2603 tentang „Mengangkat goeroe pendoedoek di Djawa jang bekerdja pada sekolah Pemerintah-daerah mendjadi pegawai negeri“ dioebah seperti berikoet:
Sesoedah pasal 1, ditambahkan pasal 1a jang dibawah ini: <blockquote>„Pasal 1a.
Goeroe sekolah Pemerintah-daerah jang termasoek dalam salah satoe golongan di bawah ini jang dianggap oleh Gunseikan, bahwa ia berwatak baik serta mempoenjai pendirian oetama boleh diangkat mendjadi Yontoo Kyooikukan:
# Orang jang memenochi sjarat-sjarat jang ditetapkan dalam pasal 7, No. 1 dan No. 2, dan pasal 8 „Peratoeran“;
# Orang jang loeloes „Oedjian oentoek mendjadi goeroe Sekolah Menengah Tinggi“ jang ditetapkan oleh Gunseikan;
# Orang jang 6 tahoen atau lebih memegang djabatan goeroe pada Sekolah Menengah Tinggi Pemerintah-daerah.“
</blockquote>Pasal 4 dioebah seloeroehnja mendjadi: <blockquote>„Pasal 4.
Gadji goeroe sekolah Pemerintah-daerah jang mendjadi pegawai negeri dibajar dari belandja Syuu, Ken, Si atau Gaku-ku.“ </blockquote>'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
jhuwacq0kh4b4won0b5pu6arw5nkbnz
Osamu Seirei Nomor 16 Tahoen 2605
0
108199
302656
2026-07-10T20:59:58Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''16.''' Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603. ----Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603, tentang „mengoebah bea export“ dioebah seperti berikoet: Dalam p...'
302656
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''16.'''
Tentang mengoebah Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603.
----Osamu Seirei No. 46, tahoen 2603, tentang „mengoebah bea export“ dioebah seperti berikoet:
Dalam pasal 1, maka bilangan „100 %“ dioebah mendjadi „200 %“
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
2s8vf0wmv34piz9mf383zb93c5nk77c
Osamu Seirei Nomor 17 Tahoen 2605
0
108200
302657
2026-07-10T21:04:31Z
Ateofen
26483
←Membuat halaman berisi '{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''17.''' Tentang mengoebah sebahagian dari bea import *). ----'''Pasal 1.''' Minoeman keras jang diimport ke Djawa dari negeri lain dikenakan bea impor menoeroet perhi...'
302657
wikitext
text/x-wiki
{{header|title={{PAGENAME}}|author=Saikoo Sikikan|translator=|section=|previous=|next=|year=1942|portal=Peraturan perundang-undangan Indonesia era kolonial|wikipedia=|commons=|commonscat=|wikiquote=|wikinews=|wiktionary=|wikibooks=|wikiversity=|wikispecies=|meta=|notes=}}'''Osamu Seirei No.''' '''17.'''
Tentang mengoebah sebahagian dari bea import *).
----'''Pasal 1.'''
Minoeman keras jang diimport ke Djawa dari negeri lain dikenakan bea impor menoeroet perhitoengan jang berikoet:
# Minoeman keras ragian ƒ130,— boeat tiap-tiap 100 liter;
# Mingeman keras soelingan ƒ350,— boeat tiap-tiap 100 liter;
# Minoeman keras lain: a. minoeman keras jang diperoleh dengan tjara memboeat minoeman keras ragian ƒ110,— boeat tiap-tiap 100 liter; b. minoeman keras jang diperoleh dengan tjara memboeat minoeman keras soelingan ƒ250,— boeat tiap-tiap 100 liter.
'''Pasal 2.'''
Jang dimaksoed dengan „minoeman keras“ dalam pasal diatas, ialah minoeman keras jang diterangkan pada pasal 2, pasal 3, pasal 4, pasal 5 dan pasal 6 dalam Osamu Seirei No. 32 , tahoen 2604, tentang „tjoekai minoeman keras“.
'''Atoeran tambahan.'''
Oendang-oendang ini moelai berlakoe pada hari dioemoemkan.
----Djakarta, tanggal 1, boelan 4, tahoen Syoowa 20 (2605).
Saikoo Sikikan
kwit5x7idool8avgqz7vpf9i8szw38i
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/450
104
108201
302662
2026-07-11T02:21:23Z
01dilah
27304
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 4368 — Satelah meliat dajanja jang kadoea kombalitida berhasil, Khong Beng lantas prenta orang ambil tana boeat oeroek soengel jang mengalir di sapoeternja kaki kota, brangkal« soepaja aer nanti me limpas ka dalem kota. Laen dari itoe, djoega Khong Beng prenta Liauw Hoa kapalaken ti^a riboe soldadoe toekang meng gali, boeat gali lobang di dalem tana pranti masoek ka dalem kota. lapi pakerdjaäa ini melaenken dilakoeken pada waktoe makm. Achi...
302662
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="01dilah" /></noinclude>— 4368 —
Satelah meliat dajanja jang kadoea kombalitida
berhasil, Khong Beng lantas prenta orang ambil
tana boeat oeroek soengel jang mengalir di sapoeternja kaki kota, brangkal« soepaja aer nanti me
limpas ka dalem kota.
Laen dari itoe, djoega Khong Beng prenta Liauw
Hoa kapalaken ti^a riboe soldadoe toekang meng
gali, boeat gali lobang di dalem tana pranti masoek
ka dalem kota. lapi pakerdjaäa ini melaenken
dilakoeken pada waktoe makm.
Achir-achir ini daja djoega tida berhas.1, sebao
Hok Tjiauw saeroe soldadoenja boeka lagi satoe
soeloeran aer di dalem kota boeat potong itoe
djalanan jang moesoe bikin di dalem tana.
t^egitoe dengen begitoe iebi doea poeloe hari
soeda berlaloe, tapi itoe kota jang diserang blon
djoega bisa mendjadi petja.
Sekarang Khong Beng merasa amat djengkel di
dalem hati, oleh kerna tida bisa dapetken laen
daja jang sampoerna boeat poekoel petja itoe kota.
Sedeng begitoe, tiba-tiba orang kdbarken, moe
soe poenja bala penoeloeng jang dateng dari djoeroesan Timoer telah sampe di itoe tempat. Secagimana benderanja ada menoendjoeken, bala bantoean itoe ada dikapalaken oleh Goei Sianhong
Ong Song.
Satelah mendenger itoe kabar, Khong Seng lan
tas menanja pada sekalian ponggawa perang jang<noinclude></noinclude>
gkazdwup64tfeb1c6c0yyra8tzt7xdo
302667
302662
2026-07-11T02:36:41Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302667
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>— 4368 —
Satelah meliat dajanja jang kadoea kombali tida
berhasil, Khong Beng lantas prenta orang ambil
tana boeat oeroek soengei jang mengalir di sapoe-ternja kaki kota, b{{hwe|a|barangkali}}rangkali« soepaja aer nanti me-
limpas ka dalem kota.
Laen dari itoe, djoega Khong Beng prenta Liauw
Hoa kapalaken tiga riboe soldadoe toekang meng
gali, boeat gali lobang di dalem tana pranti masoek
ka dalem kota. Tapi pakerdjaäan ini melaenken
dilakoeken pada waktoe malem.
Achir-achir ini daja djoega tida berhas.l, sebab
Hok Tjiauw saeroe soldadoenja boeka lagi satoe
soeloeran aer di dalem kota boeat potong itoe
djalanan jang moesoe bikin di dalem tana.
begitoe dengen begitoe lebi doea poeloe hari
soeda berlaloe, tapi itoe kota jang diserang blon
djoega bisa mendjadi petja.
Sekarang Khong Beng merasa amat djengkel di
dalem hati, oleh kerna tida bisa dapetken laen
daja jang sampoerna boeat poekoel petja itoe kota.
Sedeng begitoe, tiba-tiba orang kabarken, moe-
soe poenja bala penoeloeng jang dateng dari djoe-roesan Timoer telah sampe di itoe tempat. Sebag-imana benderanja ada menoendjoeken, bala ban-toean itoe ada dikapalaken oleh Goei Sianhong
Ong Song.
Satelah mendenger itoe kabar, Khong Beng lan-
tas menanja pada sekalian ponggawa perang jang<noinclude></noinclude>
tn31j1x1igm98veq02h6ljre86h0e5d
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/451
104
108202
302663
2026-07-11T02:21:59Z
01dilah
27304
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 4369 - ada deket padan}a: „Antara kau orang, siapatah jang soeka lantas madjoe boeat tangkis itoe moesoe jang baroe dateng?" „Akoe soeka sekali, kaloe Sinsiang tida bikin kaberatan," menjaoet Goei Jan. „Kau tida boleh," kata Khong Beng sambil gojang kapala: „sebab, sebagi Sianhong, kau tida boleh madjoe sembarangan di medan perang. Apa laen dari kau tida ada lagi ponggawa jang boleh tangkis datengnja Ong Song?" Satoe ponggawa penamba bernama...
302663
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="01dilah" /></noinclude>— 4369 -
ada deket padan}a: „Antara kau orang, siapatah
jang soeka lantas madjoe boeat tangkis itoe moesoe jang baroe dateng?"
„Akoe soeka sekali, kaloe Sinsiang tida bikin
kaberatan," menjaoet Goei Jan.
„Kau tida boleh," kata Khong Beng sambil gojang kapala: „sebab, sebagi Sianhong, kau tida
boleh madjoe sembarangan di medan perang. Apa
laen dari kau tida ada lagi ponggawa jang boleh
tangkis datengnja Ong Song?"
Satoe ponggawa penamba bernama Tjia Hiong
lantas madjoe ka hadepannja itoe feidana mantri
dan berkata, ia soeka trima itoe djabatan.
Khong Beng lantas seraken tiga riboe balatentara
pada Tjia Hiong jang lantas djoega berangkat.
Koetika ini ponggawa soeda berlaloe, Khong
Beng menanja lagi pada ponggawa-ponggawa laen:
,,Apa »Ha
<^2*0^ erang j'ans boleh toeroet pergi
tangkis datengnja moesoe?"
Kiong Khie, satoe ponggawa jang mendjabat
pangkat sama besarnja dengen Tjia Hiong, ada
sedia boeat lakoeken itoe pakerdjaän.
Maka Khong Beng lantas seraken tiga riboe
soldadoe pada ini ponggawa.
Kiong Khie sigra bawa itoe barisan boeat bertempoer pada moesoe.
Kamoedian Khong Beng moendoerken balatentaranja dan berdiriken laen pasanggrahan di soeatoe<noinclude></noinclude>
8axqrbf1qpbe3g8qwstxiw7ql6h9uk1
302670
302663
2026-07-11T03:19:28Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>— 4369 -
ada deket padanja: ,;Antara kau orang, siapatah
jang soeka lantas madjoe boeat tangkis itoe moe-soe jang baroe dateng?"
„Akoe soeka sekali, kaloe Sinsiang tida bikin
kaberatan," menjaoet Goei Jan.
„Kau tida boleh," kata Khong Beng sambil gojang kapala: „sebab, sebagi Sianhong, kau tida
boleh madjoe sembarangan di medan perang. Apa
laen dari kau tida ada lagi ponggawa jang boleh
tangkis datengnja Ong Song?"
Satoe ponggawa penamba bernama Tjia Hiong
lantas madjoe ka hadepannja itoe ferdana mantri
dan berkata, ia soeka trima itoe djabatan.
Khong Beng lantas seraken tiga riboe balatentara
pada Tjia Hiong jang lantas djoega berangkat.
Koetika ini ponggawa soeda berlaloe, Khong
Beng menanja lagi pada ponggawa-ponggawa laen:
,,Apa ada lagi satoe orang jang boleh toeroet pergi
tangkis datengnja moesoe?"
Kiong Khie, satoe ponggawa jang mendjabat
pangkat sama besarnja dengen Tjia Hiong, ada
sedia boeat lakoeken itoe pakerdjaän.
Maka Khong Beng lantas seraken tiga riboe
soldadoe pada ini ponggawa.
Kiong Khie sigra bawa itoe barisan boeat ber-tempoer pada moesoe.
Kamoedian Khong Beng moendoerken balaten-taranja dan berdiriken laen pasanggrahan di soeatoe<noinclude></noinclude>
m6w31qmz4018u6x3vvw3oeb4sd6c02b
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/452
104
108203
302664
2026-07-11T02:22:20Z
01dilah
27304
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4370 - tempat doea poeloe paal djaoenja dari terapat ferdlmana bermoela itoe barisan ada berdiam, sebab ini dana mantri kwatir, sedeng ia meladenin Ong Song di satoe fihak, di laen fihak diam-diam Hok Tjiauw nanti menerdlang kaloear aari kota Tin Tjhong. Sekarang kita mengikoetin Tjia Hiong, jang ber angkat sama-sama balatentaranja, koetika sampe di soeatoe tempat, di sitoe ia bertemoe pada Ong Song. Tapi dalem paperangan jang ia maloemken p...
302664
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="01dilah" /></noinclude>- 4370 -
tempat doea poeloe paal djaoenja dari terapat ferdlmana bermoela itoe barisan ada berdiam, sebab ini
dana mantri kwatir, sedeng ia meladenin Ong Song
di satoe fihak, di laen fihak diam-diam Hok Tjiauw
nanti menerdlang kaloear aari kota Tin Tjhong.
Sekarang kita mengikoetin Tjia Hiong, jang ber
angkat sama-sama balatentaranja, koetika sampe di
soeatoe tempat, di sitoe ia bertemoe pada Ong Song.
Tapi dalem paperangan jang ia maloemken pada
itoe Sianhong jang gaga perkasa, Tjia Hiong sänget
tida beroentoeng, kerna baroe melawan tiga djoeroes, ia soeda diboenoe deh moesoenja itoe.
Berbareng dengen kadiadian itoe perkara ngeri,
soldadoe Siok la-^tas lari toempang sioer lantaran
dikedjer dan diboenoe oleli Ong Song.
Di soeatoe terapat itoe balatentara jang dapet
karoesakan bertemoe pada barisan jang dikapalaken oleli Kiong Khie, dan ini ponggawa lantas
madjoe menoeloeng
Tapi karaoedian, Kiong Khie sendiri poen di
boenoe oleh Ong Song, pada sasoedanja ia mela
wan doea-tiga djoeroes.
Lantaran begitoe, soldadoe Siok jang dioeber
moesoe raoesti bertindak sadja lebi tjepet, soepaja
tida dapet d soesoel oleh marlka itoe.
Antaranja ada banjak djoega jang bisa korabali
dengen slamat, dan iaorang lantas tjeritaken itoe
katjilakaän pada Khong Beng.<noinclude></noinclude>
28h7thjhswdx82aqkfu0n8knrqgbmo4
302671
302664
2026-07-11T03:31:53Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>- 4370 -
tempat doea poeloe paal djaoenja dari tempat ferdimana bermoela itoe barisan ada berdiam, sebab ini
dana mantri kwatir, sedeng ia meladenin Ong Song
di satoe fihak, di laen fihak diam-diam Hok Tjiauw
nanti menerdjang kaloear Qari kota Tin Tjhong.
Sekarang kita mengikoetin Tjia Hiong, jang ber-
angkat sama-sama balatentaranja, koetika sampe di
soeatoe tempat, di sitoe ia bertemoe pada Ong Song.
Tapi dalem paperangan jang ia maloemken pada
itoe Sianhong jang gaga perkasa, Tjia Hiong sanget
tida beroentoeng, kerna baroe melawan tiga djoeroes, ia soeda diboenoe deh moesoenja itoe.
Berbareng dengen kadjadian itoe perkara ngeri,
soldadoe Siok lantas lari toempang sioer lantaran
dikedjer dan diboenoe oleh Ong Song.
Di soeatoe tempat itoe balatentara jang dapet
karoesakan bertemoe pada barisan jang dikapalaken oleli Kiong Khie, dan ini ponggawa lantas
madjoe menoeloeng
Tapi kamoedian, Kiong Khie sendiri poen di
boenoe oleh Ong Song, pada sasoedanja ia mela-
wan doea-tiga djoeroes.
Lantaran begitoe, soldadoe Siok jang dioeber
moesoe moesti bertindak sadja lebi tjepet, soepaja
tida dapet d'soesoel oleh marika itoe.
Antaranja ada banjak djoega jang bisa kombali
dengen slamat, dan iaorang lantas tjeritaken itoe
katjilakaän pada Khong Beng.<noinclude></noinclude>
jjzih40m5szmqyi51x2saz3ey887h4o
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/453
104
108204
302665
2026-07-11T02:22:49Z
01dilah
27304
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 4371 — Itoe kabar telah membikin Khong Beng djadi sanget terkedjoet, sebab ia poen tida sekali kira moesoe jang dateng itoe ada begitoe tanggoe. Ia lantas prenta Liauw Hoa, Ong Peng dan Thio Gie bertiga madjoe berbareng boeat keroeboetin itoe Sianhong jang baroe sampe Sigra dioega ini t ga ponggawa perang soeda berhadepan pada moesoenja itoe. Thio Gie madjoe di depan, sedeng Ong Peng dan Liauw Hoa djaga barisannja djangan sampe djadi terpentj...
302665
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="01dilah" /></noinclude>— 4371 —
Itoe kabar telah membikin Khong Beng djadi
sanget terkedjoet, sebab ia poen tida sekali kira
moesoe jang dateng itoe ada begitoe tanggoe.
Ia lantas prenta Liauw Hoa, Ong Peng dan Thio
Gie bertiga madjoe berbareng boeat keroeboetin
itoe Sianhong jang baroe sampe
Sigra dioega ini t ga ponggawa perang soeda
berhadepan pada moesoenja itoe.
Thio Gie madjoe di depan, sedeng Ong Peng
dan Liauw Hoa djaga barisannja djangan sampe
djadi terpentjar.
Ong Song dengen tida menoenggoe lagi sampeditangtangin,
lantas
madjoe
menerdjang
pada
Thio Gie, jang sigra angkat gaman nja boeat me
lawan.
Koetika soeda serang menjerang bebrapa djoeroes dengen tida ada jang menang atawa kala,
Ong Song lantas poera-poera tida ssnrgoep me
lawan. Ia sigra petjoet koedania, laloe toedjoeken
itoe binatang lari ka laen fihak.
Thio Gie lantas mengedjer.
* Ong Peng jang salamanja ada tjeli, ia dapet liat
sembari lari Ong Song hendak goenaken tipoe apaapa, dan dari sebab ia kwatir Thio Gie nanti
terdjebak dalem tipoenja moesoe, maka tempo kawannja ini madjoe mengedjer, Ong Peng lantas
menjegah sambil berseroe: „Sobat! djangan kau
kedjer padanja!"<noinclude></noinclude>
ir0h9rk5tbpgge4cxg7hwvr333k4868
302672
302665
2026-07-11T03:38:36Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>— 4371 —
Itoe kabar telah membikin Khong Beng djadi
sanget terkedjoet, sebab ia poen tida sekali kira
moesoe jang dateng itoe ada begitoe tanggoe.
Ia lantas prenta Liauw Hoa, Ong Peng dan Thio
Gie bertiga madjoe berbareng boeat keroeboetin
itoe Sianhong jang baroe sampe
Sigra djoega ini tiga ponggawa perang soeda
berhadepan pada moesoenja itoe.
Thio Gie madjoe di depan, sedeng Ong Peng
dan Liauw Hoa djaga barisannja djangan sampe
djadi terpentjar.
Ong Song dengen tida menoenggoe lagi sampeditangtangin,
lantas madjoe menerdjang pada Thio Gie, jang sigra angkat gaman nja boeat melawan.
Koetika soeda serang menjerang bebrapa djoeroes dengen tida ada jang menang atawa kala,
Ong Song lantas poera-poera tida sanggoep melawan. Ia sigra petjoet koedania, laloe toedjoeken
itoe binatang lari ka laen fihak.
Thio Gie lantas mengedjer.
* Ong Peng jang salamanja ada tjeli, ia dapet liat
sembari lari Ong Song hendak goenaken tipoe apa-apa, dan dari sebab ia kwatir Thio Gie nanti
terdjebak dalem tipoenja moesoe, maka tempo kawannja ini madjoe mengedjer, Ong Peng lantas
menjegah sambil berseroe: „Sobat! djangan kau
kedjer padanja!"<noinclude></noinclude>
omcattos0ih4xuclv7g0geyfwm8gsi1
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/454
104
108205
302666
2026-07-11T02:23:11Z
01dilah
27304
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 4372 - Thio Gie lantas balikin koedanja, tap! djoestroe di itoe saät Ong Song poenja gembolan sampe dan menimpa tenga blakangnja. Thio Gie ampir-ampir roeboe dari koedanja. TapI soekoer djoega tida sampe terdjadi begitoe, dan ia masi bisa larikan koedanja sambil mendekem di blakangnja itoe binatang. Ong Song lantas balik mengedjer, tapi ia ditahan oleh Liauw Hoa dan Ong Peng jang menahan saboleh-boleh boeat loepoetin kawannja dari kabinasaän....
302666
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="01dilah" /></noinclude>- 4372 -
Thio Gie lantas balikin koedanja, tap! djoestroe
di itoe saät Ong Song poenja gembolan sampe
dan menimpa tenga blakangnja.
Thio Gie ampir-ampir roeboe dari koedanja. TapI
soekoer djoega tida sampe terdjadi begitoe, dan ia
masi bisa larikan koedanja sambil mendekem di
blakangnja itoe binatang.
Ong Song lantas balik mengedjer, tapi ia ditahan
oleh Liauw Hoa dan Ong Peng jang menahan
saboleh-boleh boeat loepoetin kawannja dari kabinasaän.
Maka kaloe itoe waktoe Thio Gie soeda bisa
balik
ka dalem barisan sendiri, boleh dibilang
itoe perkara soeda terdjadi dari sebab toeloengannja itoe kawan jang setia.
Tapi Ong Song tentoe tida maoe bikin soeda itoe
paperangan dengen begitoe sadja, hanja satelah me
liat maksoednja dibatalken oleh marika itoe. ia lantas
bri tanda pada balatentaranja boeat menjerang dan
membasmi soldadoe moesoe. Djadi, maski poen
Thio Gie katoeloengan, tapi tida loepoet Ong Song
dapet binasaken djoega banjak soldadoe Siok.
Tida lama poela,ThloOie, dengen moenta-moenta
dara telah balik ketemoeken Khong Beng, pada siapa
ia tjeritaken tentang hal kagagahannja Ong Song
iang soeker terdapet tandingannja.
„Sekarang," begitoelah dengen berdjengit-djengit
lantaran kasakitan Thio Gie teroesken bitjaranja:<noinclude></noinclude>
hli61a39joaki5gex6orbfzrziw28vu
302673
302666
2026-07-11T03:46:38Z
01dilah
27304
/* Telah diuji baca */
302673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="01dilah" /></noinclude>- 4372 -
Thio Gie lantas balikin koedanja, tap! djoestroe
disitoe saät Ong Song poenja gembolan sampe
dan menimpa tenga blakangnja.
Thio Gie ampir-ampir roeboe dari koedanja. Tapi
soekoer djoega tida sampe terdjadi begitoe, dan ia
masi bisa lariken koedanja sambil mendekem di
blakangnja itoe binatang.
Ong Song lantas balik mengedjer, tapi ia ditahan
oleh Liauw Hoa dan Ong Peng jang menahan
saboleh-boleh boeat loepoetin kawannja dari kabinasaän.
Maka kaloe itoe waktoe Thio Gie soeda bisa
balik ka dalem barisan sendiri, boleh dibilang
itoe perkara soeda terdjadi dari sebab toeloengannja itoe kawan jang setia.
Tapi Ong Song tentoe tida maoe bikin soeda itoe
paperangan dengen begitoe sadja, hanja satelah me-
liat maksoednja dibatalken oleh marika itoe, ia lantas
bri tanda pada balatentaranja boeat menjerang dan
membasmi soldadoe moesoe. Djadi, maski poen
Thio Gie katoeloengan, tapi tida loepoet Ong Song
dapet binasaken djoega banjak soldadoe Siok.
Tida lama poela,Thio Gie, dengen moenta-moenta
dara telah balik ketemoeken Khong Beng, pada siapa
ia tjeritaken tentang hal kagagahannja Ong Song
jang soeker terdapet tandingannja.
„Sekarang," begitoelah dengen berdjengit-djengit
lantaran kasakitan Thio Gie teroesken bitjaranja:<noinclude></noinclude>
6yn4zi4awm2tkj6qk91mteanebdp8in
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/112
104
108206
302679
2026-07-11T06:27:11Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
1. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
2. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
3. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
m592ujd1ir386upede4c822zvrkckze
302680
302679
2026-07-11T06:27:51Z
Taufik Pramudja
27223
302680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
1. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
2. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
3. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
b2tcgjmbnsi0xvghvg1l95v6wxxn5xf
302681
302680
2026-07-11T06:28:48Z
Taufik Pramudja
27223
302681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
'"G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS'"
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
1. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
2. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
3. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
qz8pwhcaeipawrdqxlsgbnhm4rzxxou
302682
302681
2026-07-11T06:30:57Z
Taufik Pramudja
27223
302682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
"'G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS"'
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
1. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
2. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
3. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
35nafit2o8cdvapztd0kh4l38b5t1wf
302683
302682
2026-07-11T06:42:49Z
Taufik Pramudja
27223
302683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
"'G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS"'
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
#1. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
#2. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
#3. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
ogxc2ur1qneex2wkcxs5455uo3rqvqq
302684
302683
2026-07-11T06:43:36Z
Taufik Pramudja
27223
302684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
"'G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS"'
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
#. anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
#. anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
#. bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
pe4keaej0n13quipm4q12jtb2jy4klb
302685
302684
2026-07-11T06:44:15Z
Taufik Pramudja
27223
302685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
"'G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS"'
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
# anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
# anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
# bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
5q42ejkz7g0hpiqkuwiswgiv24o9sh7
302686
302685
2026-07-11T06:48:02Z
Taufik Pramudja
27223
302686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>orang lain. Hal ini untuk memberikan kesempatan untuk dapat kembali lagi berkumpul bersama keluarga yang disebut dengan rujuk. Pihak laki-laki dapat melakukan talak kedua kali dan rujuk kembali. Setelah rujuk kedua kali dilakukan,
suami kembali lagi kepada istri untuk menyadari kekhilapan sehingga suami istri dapat hidup rukun. Namun, jika sudah diupayakan kedua kali masih tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga, suami berhak mengajukan talak ketiga kali. Untuk ketiga kali rujuk tidak dapat lagi dilakukan, akan tetapi masa idah masih berlaku kepada istri untuk melarang pernikahan dengan orang lain. Suami masih berkewajiban
memenuhi nafkah kepada istri selama masa idah. Jika istri masih hamil ia bisa menanggung idah hingga 40 hari setelah anaknya lahir. Jika jatuh talak sampai tiga kali tetapi suami
istri ingin berkumpul lagi, maka istri kawin dahulu dengan orang lain. Kawin bukan bertujuan untuk kembali kepada suami. Akan tetapi, ia merasakan merasa ketidakcocokan
dengan suami yang baru dan mendapatkan talak dari suami baru, kemudian barulah ia dapat kawin kembali dengan suami yang pertama. Jika istri mendapat talak kembali sampai tiga
kali dengan suami pertama yang dikawini kembali kedua kali, artinya ia sudah mendapatkan talak sembilan kali. Jika suami memberikan talak sekaligus tiga kali, besar kemungkinan
sudah tidak ada lagi rujuk. Selanjutnya, baik talak maupun rujuk mesti diinformasikan kepada pencatatan pernikahan setempat, dalam hal ini urusan Kementerian Agama RI.
'''G. BERKAITAN DENGAN HAK WARIS'''
Berkaitan dengan hak-hak waris bagi masyarakat Islam dari suku Kutai di daerah Kalimantan Timur, mengenai pembagiannya disesuaikan dengan hukum Islam yang berlaku dan yang berhak menerima waris dari kedua orang tuanya,
antara lain:
# anak kandung yang sah dari pasangan suami istri;
# anak yang diangkat seperti anak kandung dan sudah ada penetapan dari pihak pengadilan;
# bagi yang tidak mempunyai keturunan, pembagian harta waris dapat dibagi dua, sebagiannya untuk istri.
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 99<noinclude></noinclude>
iqjaa0yeeo3k9qnaz85gi1befeh00n7
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/113
104
108207
302687
2026-07-11T06:55:08Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>'''H.PEMBAGIAN HARTA WARIS KELUARGA'''
Anak laki-laki mendapatkan pembagian lebih besar dari anak perempuan. Pewarisan ini sudah diatur menurut hukum yang berlaku sehingga bagi ahli waris cukup mengerti serta bisa memahami pembagian dan mendapatkan harta dari peninggalan orang tuanya. Dalam pembagian harta waris 2/3 bagian untuk lakilaki dan perempuan mendapatkan 1/3 dari bagian laki-laki. Pembagian harta waris dilakukan melalui
kesepakatan bersama keluarga. Boleh saja disamakan antara lakilaki dan perempuan dalam mendapatkan harta waris, asal keduanya bisa menerima secara ikhlas. Untuk anak yang
diangkat akan mendapatkan hak waris seperti apa yang berlaku,dan mendapatkan ketetapan hukum dari pengadiian negeri.
'''I. PENUTUP'''
'''1. Kesimpulan'''
Adat perkawinan masyarakat Jerang Melayu Kutai berkaitan dengan proses awal, terdiri dari berbagai rangkaian adat yang harus dilalui. Adapun bagian awal upacara adat perkawinan
adalah adat sebelum perkawinan, sesudah perkawinan, dan hukum adat warisan,
Di Kabupaten Kutai Barat terdapat Kecamatan Muara Pahu yang terdiri dari 12 kampung. Di antara 12 kampung di Kecamatan Muara Pahu terdapat Kampung Jerang Melayu dengan mayoritas suku Kutai dan didiami oleh suku Banjar dan
keturunan Brunei. Kampung ini sudah ada sejak sekitar 100 tahun lalu. Menurut keyakinan mereka, nenek moyang mereka berasal dari Brunei Darussalam.
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1974 pasal 1, perkawinan ialah ikatan lair dan batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk
keluarga (rumah tangga) yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Para tokoh masyarakat Melayu Kutai beranggapan bahwa perkawinan seperti beralih status, sosial yang lebih tinggi. Adat perkawinan mengandung maksud
tertentu dan menolak bahaya yang mungkin akan mengancam
Adat dan Hukun Adat pada Komunitas Adat
100 di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
dgd1juqfbd5aq6hh0drvhbkxf5osv9v
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/114
104
108208
302688
2026-07-11T07:01:47Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302688
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>calon mempelai. Di dalam masyarakat tradisional suku Kutai terdapat klasifikasi masyarakat seperti berikut ini:
#golongan keturunan bangsawan penduduk asl
#golongan keturunan bangsawan pendatang;
#golongan keturunan alim ulama;
#golongan rakyat biasa.
Ada beberapa jenis perkawinan yang dikenal dalam masyarakat Kutai. Salah satunya adalah kawin gantung. Dalam bentuk perkawinan ini salah satu pihak atau kedua belah pihak
belum cukup umur. Pihak keluarga laki-laki secara langsung atau melalui perantara seorang wakil atau utusan mengajak pihak keluarga wanita untuk mengadakan perkawinan. Ada
beberapa jenis perkawinan yang lain. Jenis perkawinan yang dimaksud ialah perkawinan poligami, perkawinan lari bersama, dan perkawinan darurat.
Upacara adat perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat tidak terlepas dari aturan dan persyaratan tertentu. Menurut kepercayaan masyarakat
Kutai, jika aturan dan persyaratan tersebut tidak dipenuhi atau tidak dilaksanakan akan menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan bagi yang tidak melaksanakan upacara
perkawinan adat tersebut, terlebih-lebih pada pasangan pengantin.
Dahulu perjodohan sudah ditentukan oleh orang tua masing-masing, baik setelah anak dewasa, waktu masih kanak kanak, atau ketika masih di dalam kandungan sekalipun.
Saat ini baik pria maupun wanita bebas memilih sendiri calon pasangan hidupnya, sedangkan pihak orang tua hanya tinggal meresmikan dan merestui perkawinan anak-anaknya.
Untuk tahapan upacara perkawinan, diawali dengan upacara sebelum perkawinan, Dalam hal melamar atau meminang bagi suku bangsa Kutai biasanya dari dahulu sampai sekarang tidak
begitu bertele-tele. Jika seorang pemuda ingin kawin dengan seorang gadis pilihannya, maka keinginan itu disampaikan kepada orang tuanya.
‘Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 101<noinclude></noinclude>
m0juqo37pkz0wmprdh3xncq06whfljc
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/115
104
108209
302689
2026-07-11T07:12:40Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>Sementara itu, mengenai adat penyerahan tanda, baik rakyat biasa maupun bangsawan umumnya tidak banyak perbedaannya.Biasanya, pada saat penyerahan tanda telah dicari atau diperhitungkan waktu atau saat yang baik untuk
menyerahkan tanda pernikahan tersebut, sesuai dengan keyakinan masyarakatnya.
Acara ''berpacar'' yang masih tetap dilakukan oleh masyarakat biasanya dilaksanakan tiga har’ sebelum hari perkawinan, yaitu pada waktu malam hari. Upacara selanjutnya adalah ''mendi
mendi'', yakni calon mempelai dimandikan atau disiram dengan air bunga dan mayang yang sudah disiapkan oleh keluarga. Untuk calon mempelai wanita dimandikan oleh keluarga yang dituakan, baru kemudian diikuti dengan keluarga lainnya.
Kemudian, ''bealis''dilakukan pagi hari sekitar pukul 9.00 setelah sebelumnya dilakukan acara ''mendi-mendi''. Pembersihan 'bealis''oleh ahlinya dilakukan secara terpisah antara pria dan wanita.
Pelaksanaan perkawinan yang dikenal dengan akad
nikah dilaksanakan pada siang hari. Para undangan dijamu sekadarnya. Para wanita tetap tinggal di rumah pengantin perempuan dan undangan laki-laki sebagian besar
meninggalkan tempat tersebut. Uang sumahan ditempatkan di sebuah kotak logam perak atau kuningan, digendong dengan sehelai kain kuning. Shalawat Nabi dibacakan sebanyak tiga
kali disertai hamburan beras kuning yang dicampur dengan uang logam, dan pengantin menginjak kaki pada alas yang tersedia. Saat pengantin duduk bersanding dibacakan ''tarsul''
oleh seorang pria dan seorang wanita secara bergantian. Pembacaan ''tarsul'' menggunakan seperangkat perlengkapan ''tarsul'' yang disebut Astagona berupa rangkaian pohon yang
berupa pohon hayat.
Acara selanjutnya adalah naik mentuha yang artinya kedua mempelai tadi diarak dibawa ke tempat orang tua pengantin
pria, Pada malamnya biasanya orang tua pengantin pria menyerahkan pakaian selengkapnya serta perhiasan kepada menantunya untuk bekal memasuki hidup baru.
Dalam hal adat_menetap sesudah perkawinan, setelah perkawinan dilaksanakan, maka mempelai laki-laki menginap
Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat
102 di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur<noinclude></noinclude>
n0d416eulnmnpjchb1s6crb6nfler5w
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/116
104
108210
302690
2026-07-11T07:20:58Z
Taufik Pramudja
27223
/* Telah diuji baca */
302690
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Taufik Pramudja" /></noinclude>di rumah istrinya selama tiga malam. Berturut-turut setiap malamnya dilaksanakan acara kesenian.
Berkaitan dengan hak sebagai suami istri, jika sang suami pergi meninggalkan istri dan keluarganya ke daerah dalam waktu yang cukup lama guna mencari nafkah maka istri atau
keluarganya tidak terikat harus tinggal bersama orang tuanya. Silakan saja memilih sesuai dengan keinginannya. Jika pada Jangka tertentu tidak ada berita suami maka istri berhak
mengajukan cerai, sesuai dengan sighat taklik (perjanjian) yang dibacakan ‘suami pada saat pernikahan. Adapun mengenai perceraian, tata caranya sesuai dengan hukum Islam yang berlaku. Hukum Islam mengenal tiga macam cara penghentian perkawinan, yaitu ''talag'', ''Khulu''; dan ''fasakh''. ''Talag''
adalah penghentian perkawinan yang lazim dipergunakan oleh pihak suami, ''Khulu'' adalah permintaan penghentian perkawinan yang dilakukan oleh pihak istri, biasanya berupa
pengembalian mas kawin. ''Fasakh'' yang dapat dipergunakan baik oleh pihak suami maupun pihak istri, yaitu setiap pihak berhak memohon kepada hakim pengadilan agama Islam. Sementara itu, mengenai hukum waris mereka menyesuaikan
dengan undangundang hukum Islam yang berlaku, yang mengatur siapa yang berhak menerima waris dan pembagian harta waris untuk keluarga,
'''2 Saran'''
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap perkawinan masyarakat Jerang Melayu Kutai Barat, ada beberapa hal yang kiranya dapat dijadikan pertimbangan dalam rangka pelestarian adat budaya masyarakat Jerang Melayu Kutai.
Pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat
bahwa budaya adat perkawinan sebagian masih dilaksanakan karena adat istiadat diyakini membawa pengaruh di dalam kehidupan, dan sanksi sosial di lingkungan memiliki arti penting bagi setiap individu. Tokoh masyarakat, terutama
alim ulama dapat berperan memberikan penjelasan tentang adat yang tidak bertentangan dengan keyakinan agama yang mereka anut sehingga adat budaya tetap lestari dan sistem
gotong royong kekeluargaan masih dilakukan. Terakhir,
Adat Perkawinan Masyarakat Jerang Melayu Kabupaten Kutai Barat 03<noinclude></noinclude>
ecmludh5dcps8w38zuqfrai8k92z3y5
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/34
104
108211
302691
2026-07-11T09:28:33Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3970-}}</noinclude>— 3970 —
poenja fempat tempat jang penting! Tapi maski begitoe, kau toch masih djoega tinggal bantahan
dan tetep hendak melawan pada kita poenja barisan besar. Maka djagaiah ati-ati ! kerna kaloe ini kali kau tertangkep poela, ten<oe kita-orang tiada maoe berlakoe lagi begitoe moera hati, hanja nanti tjingtjang kail poenja badan djadi laksa'an potong!"
Beng Hek ampir tiada brani awasin moekanja Goei Jan. tempo ini panglima kaloearken itoeperkata'an dengen swara bengis; dan dengen merasa
amat maloe, lantas djcega ia berdjalan lebi djaoe
menoedjoe ka gowanja.
Tiada lama poela Khong Be"g poen menjebrang
di soengei Louw Soei, dan sasoeda berdiriken pasanggrahan di toe fihak, ia lantas bri gandjaran
besar pada sekalian balatentaranja. Kamoedian ia
silaken semoea ponggawa prang dateng berkoempoel, kerna di hadepanrja marika itoe ia hendak
petlaken satoe resi».
Tatkala orang jang dioenda'g itoe soeda dateng
berkoempoel, itoe ferdana mantri lantas berkata:
„Kau sekalian tenloe masi inget, t e m p o Beng
Hek ditangkep aken kadoea kali, akoe ada adjak
ia djalan mengider boeat meliat begimana kaädaän
kita poenja sasoeatoe pasanggrahan Dan apa sebab
akoe soeda berlakoe begitoe roepa ? Itoelah tiada
laen dari pada hendak terbitken satoe niat dalem
pikirannja Beng Hek, soepaja dia dateng rampas<noinclude></noinclude>
6q3xhn4gmve02yl9u0jzx9jvom85uxf
302692
302691
2026-07-11T09:41:13Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3970-}}</noinclude>poenja tempat tempat jang penting! Tapi maski begitoe, kau toch masih djoega tinggal bantahan dan tetep hendak melawan pada kita poenja barisan besar. Maka djagalah ati-ati ! kerna kaloe ini kali kau tertangkep poela, tentoe kita-orang tiada maoe berlakoe lagi begitoe moera hati, hanja nanti tjingtjang kau poenja badan djadi laksa'an potong!"
Beng Hek ampir tiada brani awasin moekanja Goei Jan. tempo ini panglima kaloearken itoeperkata'an dengen swara bengis; dan dengen merasa amat maloe, lantas djcega ia berdjalan lebi djaoe
menoedjoe ka gowanja.
Tiada lama poela Khong Beng poen menjebrang
di soengei Louw Soei, dan sasoeda berdiriken pasanggrahan di toe fihak, ia lantas bri gandjaran
besar pada sekalian balatentaranja. Kamoedian ia
silaken semoea ponggawa prang dateng berkoempoel, kerna di hadepanrja marika itoe ia hendak
petlaken satoe resia.
Tatkala orang jang dioendang itoe soeda dateng
berkoempoel, itoe ferdana mantri lantas berkata:
„Kau sekalian tenloe masi inget, tempo Beng
Hek ditangkep aken kadoea kali, akoe ada adjak
ia djalan mengider boeat meliat begimana kaadaan
kita poenja sasoeatoe pasanggrahan Dan apa sebab
akoe soeda berlakoe begitoe roepa ? Itoelah tiada
laen dari pada hendak terbitken satoe niat dalem
pikirannja Beng Hek, soepaja dia dateng rampas<noinclude></noinclude>
oe0zmpg5rsl1v24f8sm8lht1o0znsja
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/35
104
108212
302693
2026-07-11T09:51:49Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3971-}}</noinclude>kita-orang poenja koeboe-koeboe, oleh kerna akoe
taoe dia itoe ada mengenal baek perkara mengatoer
balatentara. Itoe koetika kaliatan akoe ada seperti
berlakoe bangga, oleh kerna akoe ada kasi ia liat
kita poenja soldadoe, alat-sendjata dan ramsoem,
padahal maksoed jang sabenernja, jaitoe soepaja
Beng Hek dapet satoe'djalan boeat dateng bakar
kita poenja pasanggrahan serta prenta soedaranja
poera-poera menaloek boeat bantoe kerdjaannja
itoe dari sebla dalem. Sabenernja tempo dapet
ditangkep aken katiga kali, Beng Hek itoe soeda
pantes diboenoe, tapi kaloe sabegitoe djaoe akoe
tiada maoe lakoeken itoe perkara, itoelah lantaran
akoe melaenken hendak bikin taloek ia poenja hati,
boekan hendak binasaken itoe bangsa. Dan sebab
begitoe, maka sekarang akoe bilang dengen teroesterang, djanganlah kau-orang pandang sedikit tjape, hanja oendjoeklah kau-orang poenja kasetiaän hati boeat membela negri."
Itoe sekalian pong?awa prang lantis berloetoet
dan berkata dengen berbareng;
„Sinsiang sasoenggoenja boleh dibilang ada saorang jang bersifat tjerdik, baek hati dan gagaperkasa, hingga sekali poen Tjoe Gé dan Tjoe
Pang, blonlah tjoekoep bisa saingken kau poenja
kapandean!"
„Ini tempo sama-sekali akoe tida ada harepan
boeat bisa tiroe perdjalanannja orang di djeman<noinclude></noinclude>
jj2w13nyewtuql0fk2eif68eb7sztqv
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/36
104
108213
302694
2026-07-11T09:59:56Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3972-}}</noinclude>doeloe, sedeng apa jang akoe ada harep, jaitoelah
kau sekalian poenja tenaga, soepaja sama-sama bisa
berboeat pahala besar," kata poela itoe orang
berilmoe.
Itoe sekalian ponggawa prang ada merasa senang
mendenger itoe Koensoe poenja perkataän.
Sekarang baeklah kita menjoesoel pada Beng
Hek, jang dengen oering-oeringan lantaran soeda
ditangkep tiga kali, berdjalan poelang ka gowa
Gin Kong Thong.
Sasampenja di itoe gowa, lantas djoega ia prenta
orang kapertjajaânnja pergi minta bantoean pada
Pat Hoan di sembilan poeloe doesoen, serta minta
pindjem bebrapa poeloe laksa soldadoe Liauw,
satoe bangsa jang djoega idoep dalem bagian negri
Lam Ban dan jang ada pande menggoenaken tameng
dan golok boeat bantoe padanja.
Pada hari jang ditetepken, seperti mega item
jang melajang di oedara boeat terbitken oedjan
besar, itoe soldadoe jang dioendang dari masing-masing tempat telah dateng berkoempoel boeat
denger Beng Hek poenja prenta.
Djoeroe-kabar jang Khong Beng lepas boeat serepin kaädaän moesoe, satelah dapet taoe itoe resia, tiada tempo lagi lantas rapport itoe hal pada
Khong Beng.
Tapi itoe kabar sedikit poen tiäda menerbitken<noinclude></noinclude>
prv733rhjmkata4ei69y5mpdbj280bf
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/37
104
108214
302695
2026-07-11T10:03:31Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.<noinclude>Sam kok 243</noinclude>
dke2i2kmrlrwl4bb7h1zoczdg8pekdt
302696
302695
2026-07-11T10:04:35Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.<noinclude>{{RH Sam kok}}</noinclude>
fyuw22vfno1s59f8usbqd3lzfbfngg5
302697
302696
2026-07-11T10:05:17Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.<noinclude></noinclude>
6cq26xc2trcd6caysvao3q8fwq6pvy4
302698
302697
2026-07-11T10:05:38Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.<noinclude></noinclude>
anq09o7ynapfs192lv13fma4xm21a79
302699
302698
2026-07-11T10:15:45Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.
{{rule|width=8em|height=2px}}
{{nop}}<noinclude>{{rh|Sam Kok}} {{rh|||243}}</noinclude>
1nya9557a3oawvaimzwqrtqdbj8i6qu
302700
302699
2026-07-11T10:16:38Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.
{{rule|width=8em|height=2px}}
{{nop}}<noinclude>{{rh|Sam Kok}} {{rh|||243}}</noinclude>
bjegcxc58k0fyvyew6pjpvlle0u4w0g
302701
302700
2026-07-11T10:17:16Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.
{{rule|width=8em|height=2px}}
{{nop}}<noinclude>{{rh|Sam Kok rh|||243}}</noinclude>
bobwd0r8znncf0mnzz4f9j9of18zq0d
302702
302701
2026-07-11T10:17:37Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-3973-}}</noinclude>rasa kwatir dalem hatinja Khong Beng. Malah tempo mendenger tjeritanja itoe djoeroe-kabar, lantas djoega ia berkata sambil tertawa :
„Djoestroe memang akoe ingin sekali semoea
soldadoe Ban bisa dateng menjaksiken begimana
kapandeankoe."
Saäbisnja kata bagitoe, itoe ferdana mantri lantas
naek di soeatoe kreta ketjil dan lalce berangkat.
{{rule|width=8em|height=2px}}
{{nop}}<noinclude>{{rh|Sam Kok |||243}}</noinclude>
to5xn1ug1g1dra7uzbuwvxnvquf1xws
Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 49-55).pdf/67
104
108215
302703
2026-07-11T10:22:11Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada loemboe saroepa
roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat
itoe namania: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang
kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa
terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di lempattempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat ber
bisa. Maka baeklah lekas lek>s Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang
berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
.Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa
kita, itoelah kita oiang nanti oekir di dalem hati ,
kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari i oe. kita tenioe merasa soekoer s e k a l i , apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang
moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja
Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang
bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea
itoe lantas misoek dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jan^ koenjoeng-koenjoeng
djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
otm1rts1ak9klyv4510v1ize82jemul
302704
302703
2026-07-11T10:46:04Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
.Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SIC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas misoek dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
n3g99q484t28uisoppwee6se45c563q
302705
302704
2026-07-11T10:49:33Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
.Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SIC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas {{SIC|m soek oe|masoek}} dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
d79pbr5xazgz0r00hwrdktk1uvx53bh
302706
302705
2026-07-11T10:50:06Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
.Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SIC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas {{SIC|m soek|masoek}} dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
8vvb0phcvoae8yfzzp5esuakqwzyy9a
302707
302706
2026-07-11T10:50:37Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
,Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SIC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas {{SIC|m soek|masoek}} dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
448bnxj0i1tkvngmc837w9gge4bz5xa
302708
302707
2026-07-11T11:02:46Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
,Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SlC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas {{SIC|m soek|masoek}} dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
0tte6zjgq2sxkqqustbvj64un11zm1d
302709
302708
2026-07-11T11:03:16Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" />{{RH||-4003-}}</noinclude>atawa terkena hawa berbisa. Laen dari ini di depan itoe goeboek-pertapaan ada toemboe saroepa roempoet jang boleh diboeat obat, dan roempat itoe namanja: Kaij Jap In Hiang. Djikaloe orang kemoe salembar ini daon, orang itoe tida bisa terdjangkit ratjoen, kendatipoen ia liwat di tempat-tempat, jang hawanja ada mengandoeng dzat berbisa. Maka baeklah lekas lekas Sinsiang pergi ka
itoe tempat boeat minta toeloengannja itoe orang berilmoe."
Khong Beng lantas membongkokkea badan dan
mengoetjap trima kasi.
,Aken Lo Tiang poenja boedi jang begitoe be
sar. dengen apa Lo Tiang soeda samboeng djiwa kita, itoelah kita orang nanti oekir di dalem hati", kata itoe ferdana mantri kamoedian; „dari {{SIC|i oe|itoe}}. kita tenioe merasa soekoer sekali, apabila kita bisa dapet taoe begimana Lo Tiang poenja she jang moelia."
„Akoe ini, sibenernja ada melaekat goenoeng
di 'ini tempat," kata itoe orang toea dengen berbangkit: „dan kadatengankoe ini ada atas titanja Hok Pho Tjiangkoen boeat oendjcek djalan jang bener."
Saäbisnja oetjapken ini perkataän. orang toea itoe lantas {{SIC|m soek|masoek}} dan mengilang di tembok biakang itoe roema-soetji, jang koenjoeng-koenjoeng djadi terboeka.<noinclude></noinclude>
448bnxj0i1tkvngmc837w9gge4bz5xa
Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/6
104
108216
302710
2026-07-11T11:17:10Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
/* Telah diuji baca */
302710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A. Tinjauan Pustaka..................................................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
ahzjilkdjg1cv4nbkisw0bp97kb384u
302711
302710
2026-07-11T11:19:01Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................1
A. Tinjauan Pustaka.................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
nm1z2j25s0hxhgooj6xvd3ngrvxj9ab
302712
302711
2026-07-11T11:19:42Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................1
A. Tinjauan Pustaka.................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
8pe66x0fjkxgskl4eo5dmjbf32kmja5
302713
302712
2026-07-11T11:23:27Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................1
A. Tinjauan Pustaka.................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
j5ls6u3pi6r11oe98tzm5pqunqg172v
302714
302713
2026-07-11T11:25:03Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................1
A. Tinjauan Pustaka.................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup........................................................... 43<noinclude></noinclude>
e4apgbyqex3bv37xmxt91zln3jliybl
302715
302714
2026-07-11T11:26:11Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen......................................1
A. Tinjauan Pustaka.................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup........................................................... 43<noinclude></noinclude>
t3nn2tkyxxn9qp0f2klavhuginoibku
302716
302715
2026-07-11T11:29:24Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................1
A. Tinjauan Pustaka.................................5
B. Kerangka Konsep..................................7
C. Metode Penelitian................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
rvvv6192qzy831999cr8xa0mwpnoqi2
302717
302716
2026-07-11T11:31:24Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................1
A. Tinjauan Pustaka....................................................................5
B. Kerangka Konsep....................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
2sni5xdoaymg64iti0pk8971vz7g7z0
302718
302717
2026-07-11T11:32:00Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................1
A. Tinjauan Pustaka
....................................................................5
B. Kerangka Konsep
....................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
gxw96eao1a2zlke1trxh564gfsff5ny
302719
302718
2026-07-11T11:33:56Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................1
A. Tinjauan Pustaka ................................5
B. Kerangka Konsep
....................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
4f7fu253bglh8xykgh8yewns5atfxbk
302720
302719
2026-07-11T11:39:21Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
{{Ordered list
| list_style_type=lower-alpha
Poltak Johansen.....................................1
|Tinjauan Pustaka ................................5
|BKerangka Konsep
....................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
ptgv8iyb6r4fpjw5yr4wowfnh0xrhg0
302721
302720
2026-07-11T11:40:37Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................1
Tinjauan Pustaka ................................5
BKerangka Konsep.....................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen...........................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............15
B. Sistem Kemasyarakatan..................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..........20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial...27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..30
F. Penutup............................... 43<noinclude></noinclude>
fekn1xl46195xrmmzz79rl3ctmk3ce4
302722
302721
2026-07-11T11:43:09Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen..............................................................................1
Tinjauan Pustaka....................................................................5
BKerangka Konsep..............................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen..............................................................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung..............................................................................15
B. Sistem Kemasyarakatan..............................................................................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..............................................................................20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial..............................................................................27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..............................................................................30
F. Penutup.............................................................................. 43<noinclude></noinclude>
0f1v418b7z80nbfjjv0u85qyfsalm7o
302723
302722
2026-07-11T11:44:01Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen..............................................................................1
Tinjauan Pustaka....................................................................5
BKerangka Konsep..............................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen..............................................................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung........................................................................15
B. Sistem Kemasyarakatan..............................................................................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..............................................................................20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial..............................................................................27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..............................................................................30
F. Penutup.............................................................................. 43<noinclude></noinclude>
4b6vdvcwocznv6ao3jhgyo4uoh9i30c
302724
302723
2026-07-11T11:46:07Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................................................1
Tinjauan Pustaka....................................................................5
BKerangka Konsep..............................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen..............................................................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung........................................................................15
B. Sistem Kemasyarakatan..............................................................................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat..............................................................................20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial..............................................................................27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat..............................................................................30
F. Penutup.............................................................................. 43<noinclude></noinclude>
51shls4yqer25s1pf5umd3cw016okxk
302725
302724
2026-07-11T11:48:43Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..............................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.....................................................................1
A. Tinjauan Pustaka....................................................................5
B. Kerangka Konsep..............................................................................7
C. Metode Penelitian....................................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen..............................................................................13
A. Kecamatan Linggang Bigung.........................................................15
B. Sistem Kemasyarakatan................................................................18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat......................................................20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial.....................................................27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat.........................................................30
F. Penutup.............................................................................. 43<noinclude></noinclude>
k1fxzgow9vcen76uci9wq06dm731y1a
302726
302725
2026-07-11T11:53:22Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen.
A, Tinjauan Pustaka
B. Kerangka Konsep..
C. Metode Penelitian.
BAB2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DIKUTAI BARAT
Poltak Johansen
A. Kecamatan Linggang Bigung.
B. Sistem Kemasyarakatan..
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat.
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial..
E, Eksistensi Hukum Adatdalam Mayarakat..
F. Penutuy<noinclude></noinclude>
tufuqs1k1u0wnpwd9zylhayu0ipvluu
302727
302726
2026-07-11T11:54:10Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A. Tinjauan Pustaka..................................................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
ahzjilkdjg1cv4nbkisw0bp97kb384u
302728
302727
2026-07-11T11:55:44Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A. Tinjauan Pustaka..................................................5
B. Kerangka Konsep..................................................7
C. Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
cxquqg0onswyvjg9peghdz98wa360a4
302729
302728
2026-07-11T11:56:35Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A.Tinjauan Pustaka..................................................5
B.Kerangka Konsep..................................................7
C.Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A. Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B. Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C. Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D. Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E. Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F. Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
jrt3mgjqdsgq4vejbjquax1c9uvg87i
302730
302729
2026-07-11T11:57:49Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A.Tinjauan Pustaka..................................................5
B.Kerangka Konsep..................................................7
C.Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A.Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B.Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C.Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D.Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E.Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F.Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
p40ww76mqutisdcmqaqy4s9dccjcq23
302731
302730
2026-07-11T11:58:35Z
Rocky Reviko T. Lembah
27187
302731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rocky Reviko T. Lembah" /></noinclude>DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR...............................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................ix
PRAKATA..............................................................................xi
BAB 1 PROLOG
Poltak Johansen............................................................1
A.Tinjauan Pustaka......................................................5
B.Kerangka Konsep......................................................7
C.Metode Penelitian.................................................8
BAB 2 HUKUM ADAT MASYARAKAT DAYAK TONYOOI
DI KUTAI BARAT
Poltak Johansen......................................................... 13
A.Kecamatan Linggang Bigung............................... 15
B.Sistem Kemasyarakatan...................................... 18
C.Komunitas Adat dan Hukum Adat........................ 20
D.Hukum Adat sebagai Pengendali Sosial................ 27
E.Eksistensi Hukum Adat dalam Mayarakat............ 30
F.Penutup............................................................... 43<noinclude></noinclude>
th2cm0e9ilah4gjtdfjjn8ldofnj6at