Wikisource
banwikisource
https://ban.wikisource.org/wiki/Kaca_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.2
first-letter
Média
Kusus
Pabligbagan
Sang Anganggé
Pabligbagan Sang Anganggé
Wikisource
Pabligbagan Wikisource
Berkas
Pabligbagan Berkas
MédiaWiki
Pabligbagan MédiaWiki
Mal
Pabligbagan Mal
Wantuan
Pabligbagan Wantuan
Kategori
Pabligbagan Kategori
Pangawi
Pabligbagan Pangawi
Kaca
Pabligbagan Kaca
Indéks
Pabligbagan Indéks
TimedText
TimedText talk
Modul
Pabligbagan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Candi Api
0
123
134996
118932
2026-05-17T20:43:38Z
Angayubagia
19
134996
wikitext
text/x-wiki
{{Wikidata Infobox}}
= Naskah =
<pages index="Bali-lontar-candi-api-550ppi.pdf" header="1" current="" prev="" next="" from="1" to="97" fromsection="" tosection=""></pages>
[[Category:Lontar]]
jkzr5pwmliqwwovfr57nx869544jr9q
Gaguritan 01
0
142
135001
117552
2026-05-18T01:13:27Z
Angayubagia
19
/* Naskah */
135001
wikitext
text/x-wiki
= Deskripsi =
== Basa Indonésia ==
== Basa Inggris ==
== Halaman Depan ==
[ 1 1A]
Om Awighnamastu, hanjaling: hana geguritan wawu rawuh bwin iseng nirane duk: hamimitin hanulis nuju kawolu rah tenggeknya ne kawolu ring dina soma manise wara tolune tur lanus sukla paksane dwi dasa sakaryya ayu kojarrannya. kahisengan milu nggawe kidung mangurit hawakene mapangkus dane ning bodo tur tani mampuh dahan tong hada masikut makalan ta sahuripe sahi mangrasanin hibuk menglemah mangurusak dening sakite
= Naskah =
<pages
index = "Bali-lontar-gaguritan-01-450ppi.pdf"
header = 1
current =
prev =
next =
from = 1
to = 14
/>
[[Category:Geguritan|01]]
[[Category:Lontar]]
5mvrqnhr2es55o3eduidwkgcd36kcs0
Gaguritan Ajar Pikatan
0
144
135000
107921
2026-05-18T01:12:59Z
Angayubagia
19
/* Naskah */
135000
wikitext
text/x-wiki
{{Wikidata Infobox |qid=Q99527095 |interwiki= |defaultsort= }}
= Deskripsi =
== Basa Indonesia ==
Geguritan Ajar Pikatan atau disebut Geguritan Hajar Pikatan adalah karya sastra berbahasa kawi dalam bentuk tembang yang disusun oleh satu buah pupuh yaitu hanya menggunakan pupuh ginada. Geguritan ini menceritakan tentang seorang pangeran dari kerajaan Hajar Pikatan yang bertemu seorang bidadari yaitu Dewi Supraba.
Geguritan ini menceritakan tentang seorang raja di Hajar Pikatan yang memiliki putra sangat tampan seperti penjelmaan Sang Hyang Smara bernama Raden Mantri. Raden mantri memiliki kegemaran berburu ke hutan. Raden mantri yang sangat senang berburu, datang ke hutan untuk menangkap para hewan hampir setiap hari. Dia mendapatkan banyak hasil buruan. Suatu ketika, ketika datang dari berburu dan tiba di kerajaan, Raden Mantri terilihat terdiam dan melamun. Seluruh hambanya bertanya dan memintanya untuk bicara. Raden Mantri mengatakan bahwa ia bermimpi menyambut bulan tengah malam dan bulan itu jatuh di pangkuannya. Raden Mantri ingin tahu apa gerangan arti mimpinya itu. Patihnya menjawab bahwa mimpi Raden Mantri adalah mimpi yang sangat baik untuk berburu dan menangkap burung. Maka, keesokan harinya bersiaplah semuanya untuk pergi berburu menuju Gunung Koripan. Perjalanan yang panjang melintasi hutan dan perkebunan.
Sesampainya di Gunung Koripan, Raden Mantri mulai berburu. Namun, hutan sangat sepi, tidak ada burung dan hewan berkeliaran. Hingga Sang Surya hampir tenggelam ia tidak mendapatkan apapun. Disanalah Raden Mantri merasa sedih dan beristirahat. Raden Mantri mencari buah kelapa yang bisa diminum airnya lalu tibalah di sebuah telaga. Di telaga yang indah itu, Raden Mantri melihat seseorang mandi dan kain milik gadis tersebut tersangkut di ranting pohon. Raden Mantri lalu mengambilnya dan bersembunyi di Pohon Angsoka. Gadis tersebut bernama Dewi Supraba yang disebut Raden Dewi, seorang bidadari yang datang dari surga. Ia telah selesai mandi dan seketika kebingungan karena pakaiannya hilang. Raden Dewipun berkata siapapun yang mau mengembalikan pakaiannya, ia akan memberikan harta. Tetap tidak ada yang menyahut, lalu Sang Dewi kembali berkata siapapun yang mau mengembalikan pakaiannya, manusia atau dewa, Raden Dewi bersedia menikah dengannya.
Raden Manti kemudian muncul dari balik pohon dan memperkenalkan diri. Keduanya saling jatuh cinta. Dan Raden Mantri meminta Sang Dewi untuk menikah dengannya tetapi Raden Dewi tidak bisa karena harus kembali ke Surga. Raden Dewi meminta Raden Mantri menunggu dan memberikan sebuah cincin sebagai janji bahwa Raden Dewi akan datang kembali.
== Basa Inggris ==
Geguritan Ajar Pikatan or called Geguritan Hajar Pikatan is a kawi-language literary work in the form of a song composed by one ''pupuh'', using only ''ginada pupuh''. This geguritan tells the story of a prince from the kingdom of Hajar Pikatan who meets an angel, Dewi Supraba.
This geguritan tells about a king in Hajar Pikatan who has a very handsome son like the incarnation of Sang Hyang Smara named Raden Mantri. Raden Mantri has a penchant for hunting in the forest. Raden mantri, who loves to hunt, comes to the forest to catch animals almost every day. He got a lot of bounty. One time, when he came from hunting, he suddenly arrived in the kingdom, Raden Mantri seemed to be silent and daydreaming. All his servants asked him to talk. Raden Mantri said that he dreamed of welcoming the moon at midnight and the moon fell on his lap. Raden Mantri wanted to know what his dream meant. His ''patih'' replied that Raden Mantri's dream was to be very good for hunting and catching birds. So, the next day everyone got ready to go hunting to Mount Koripan. A long journey through forests and plantations.
Arriving at Mount Koripan, Raden Mantri started hunting. However, the forest is very quiet, there are no birds and pets. Until the sun almost drowned he did not get anything. It was there that Raden Mantri felt sad and rested. Raden Mantri looked for coconuts to drink the water and then he arrived at a lake. In that beautiful lake, Raden Mantri saw someone taking a bath and the girl's cloth was caught in a nagging tree. Raden Mantri then took it and sat on the Angsoka Tree. The girl named Dewi Supraba called Raden Dewi, an angel who came from heaven. He had finished his bath and was confused because his clothes were missing. Raden Dewi also said that whoever wants to return his clothes, he will give treasure. Still no one answered, then the Goddess again said to anyone who wanted to return it, human or god, Raden Dewi married him.
Raden Manti then appeared from behind the tree and introduced himself. Both fell in love with each other. And Raden Mantri asked the Goddess to marry him but Raden Dewi couldn't because he had to go back to Heaven. Raden Dewi asked Raden Mantri to wait and gave a ring as a promise that Raden Dewi would come back.
= Naskah =
<pages
index = "Bali-lontar-gaguritan-ajar-pikatan-300ppi.pdf"
header = 1
current = ""
prev = ""
next = ""
from = 1
to = 32
/>
[[Category:Geguritan|Ajar Pikatan]]
[[Category:Lontar]]
13nm8kqzqja5dw8pfcv6rtm0xxndkqq
Gaguritan Yogga Murtti
0
404
134995
1463
2026-05-17T20:41:01Z
Angayubagia
19
134995
wikitext
text/x-wiki
== Basa Indonesia ==
Lontar ini menceritakan kisah Sang Sutasoma yang ingin menyelamatkan kerajaan Astina dari Sang Purusadha sehingga beliau memperdalam ilmu dengan jalan medwijati bertapa di Gunung Sumeru bersama dengan Bhagawan Kesawa serta dalam perjalanannya beliau merasa iba dan mengorbankan raganya untuk dimangsa seekor macan menderita kelaparan sampai akhirnya beliau moksa menuju sorga. Cerita tersebut dibuat dalam bentuk geguritan yang didalamnya mengandung Pupuh Sinom, Dangdang Gula, Pupuh Durma, Pangkur, Ginada.
= Naskah =
<pages index="Bali-lontar-gaguritan-yogga-murtti-300ppi.pdf" from=1 to=33 />
[[Category:Lontar]]
7qgj169d74mvmhupnjanh4aqt40brz0
Geguritan Rusak Banjar
0
409
134997
1473
2026-05-18T01:11:39Z
Angayubagia
19
/* Naskah */
134997
wikitext
text/x-wiki
= Deskripsi =
== Bahasa Indonesia ==
Gĕguritan adalah sebuah bentuk puisi tembang dalam bahasa sehari-hari. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' berisi tentang masuknya pasukan Belanda di pulau Bali pada masa kolonial Hindia Belanda. Diceritakan bahwa serdadu Belanda menyerbu Bali utara di sebuah desa bernama Bañjar yang kemudian menangkap dan menawan para bangsawan lokal. Diceritakan bahwa serdadu Belanda berlabuh di sekitar Buleleng yang dijadikan markas bagi mereka untuk memasuki Bali.
Lontar ini ditulis oleh Wayan Budha Gautama dari Bañjar Mantring, Gianyar. Lontar ini selesai ditulis pada tahun śaka 1918.
== Bahasa Inggris ==
Gĕguritan is a form of metered poem in vernacular language. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' tells the comings of Dutch soldiers that began to infiltrate Bali during the colonial Dutch East Indies period. The Dutch besieged the region of North Bali, in a village called Bañjar, in which a number of local nobles were captured and imprisoned. The poem also notes that the Dutch took harbor around Buleleng, which they use as a base of operation for infiltrating Bali.
This manuscript was written by Wayan Budha Gautama from Bañjar Mantring, Gianyar Regency. The manuscript was completed on śaka year 1918.
= Naskah =
<pages
index = "Bali-lontar-geguritan-rusak-banjar-350ppi.pdf"
header = 1
current = ""
prev = ""
next = ""
from = 1
to = 25
/>
[[Category:Lontar]]
pu0al0xb02nsmywu2vdwo5wubg53sr9
134998
134997
2026-05-18T01:12:08Z
Angayubagia
19
/* Naskah */
134998
wikitext
text/x-wiki
= Deskripsi =
== Bahasa Indonesia ==
Gĕguritan adalah sebuah bentuk puisi tembang dalam bahasa sehari-hari. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' berisi tentang masuknya pasukan Belanda di pulau Bali pada masa kolonial Hindia Belanda. Diceritakan bahwa serdadu Belanda menyerbu Bali utara di sebuah desa bernama Bañjar yang kemudian menangkap dan menawan para bangsawan lokal. Diceritakan bahwa serdadu Belanda berlabuh di sekitar Buleleng yang dijadikan markas bagi mereka untuk memasuki Bali.
Lontar ini ditulis oleh Wayan Budha Gautama dari Bañjar Mantring, Gianyar. Lontar ini selesai ditulis pada tahun śaka 1918.
== Bahasa Inggris ==
Gĕguritan is a form of metered poem in vernacular language. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' tells the comings of Dutch soldiers that began to infiltrate Bali during the colonial Dutch East Indies period. The Dutch besieged the region of North Bali, in a village called Bañjar, in which a number of local nobles were captured and imprisoned. The poem also notes that the Dutch took harbor around Buleleng, which they use as a base of operation for infiltrating Bali.
This manuscript was written by Wayan Budha Gautama from Bañjar Mantring, Gianyar Regency. The manuscript was completed on śaka year 1918.
= Naskah =
<pages
index = "Bali-lontar-geguritan-rusak-banjar-350ppi.pdf"
header = 1
current = ""
prev = ""
next = ""
from = 1
to = 25
/>
[[Category:Lontar]]
[[Category:Geguritan]]
h0u4f53rr9vv6y2q24zytmhwale5fy2
134999
134998
2026-05-18T01:12:50Z
Angayubagia
19
/* Naskah */
134999
wikitext
text/x-wiki
= Deskripsi =
== Bahasa Indonesia ==
Gĕguritan adalah sebuah bentuk puisi tembang dalam bahasa sehari-hari. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' berisi tentang masuknya pasukan Belanda di pulau Bali pada masa kolonial Hindia Belanda. Diceritakan bahwa serdadu Belanda menyerbu Bali utara di sebuah desa bernama Bañjar yang kemudian menangkap dan menawan para bangsawan lokal. Diceritakan bahwa serdadu Belanda berlabuh di sekitar Buleleng yang dijadikan markas bagi mereka untuk memasuki Bali.
Lontar ini ditulis oleh Wayan Budha Gautama dari Bañjar Mantring, Gianyar. Lontar ini selesai ditulis pada tahun śaka 1918.
== Bahasa Inggris ==
Gĕguritan is a form of metered poem in vernacular language. ''Gĕguritan Rusak Bañjar'' tells the comings of Dutch soldiers that began to infiltrate Bali during the colonial Dutch East Indies period. The Dutch besieged the region of North Bali, in a village called Bañjar, in which a number of local nobles were captured and imprisoned. The poem also notes that the Dutch took harbor around Buleleng, which they use as a base of operation for infiltrating Bali.
This manuscript was written by Wayan Budha Gautama from Bañjar Mantring, Gianyar Regency. The manuscript was completed on śaka year 1918.
= Naskah =
<pages
index = "Bali-lontar-geguritan-rusak-banjar-350ppi.pdf"
header = 1
current = ""
prev = ""
next = ""
from = 1
to = 25
/>
[[Category:Lontar]]
[[Category:Geguritan|Rusak Banjar]]
hntwsvuaqaqbdos036l149g1c6qt93a