Wikibuku
idwikibooks
https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.4
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikibuku
Pembicaraan Wikibuku
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Resep
Pembicaraan Resep
Wisata
Pembicaraan Wisata
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Kategori:Lagu daerah
14
1660
115693
115593
2026-05-30T14:41:18Z
Zahradila
43258
menambahkan lagu Gambang Semarang ke tabel lagu daerah Jawa
115693
wikitext
text/x-wiki
Berikut adalah daftar [[w:Lagu kedaerahan|lagu kedaerahan]] yang berasal dari berbagai daerah di indonesia.
{| class="prettytable" border=1 style="border-collapse: collapse;"
|-
!Daerah
!Judul Lagu
|-
||Nanggroe Aceh Darussalam||
* [[Bungong Jeumpa]]
* [[Tawar Sedenge]]
|-
||Sumatera Utara||
* [[Mariam Tomong]]
* [[Na Sonang do hita Na dua]]
* [[Butet]]
|-
|-
||Riau||
* [[Soleram]]
|-
||Sumatera Barat||
* [[Ayam Den Lapeh]]
* [[Kambanglah Bungo]]
|-
||Sunda||
* [[Manuk Dadali]]
* [[Sabilulungan]]
|-
||Jambi||
* [[Angso Duo]]
* [[Batanghari]]
* [[Selendang Mak Inang]]
* [[Ketimun Bungkuk]]
* [[Abangku Balek]]
* [[Mintuo Benci]]
|-
||Jawa||
* [[Bengawan Solo]]
* [[Butho-butho galak]]
* [[Dhondhong Apa Salak]]
* [[Gambang Semarang]]
* [[Gambang Suling]]
* [[Gundhul Pacul]]
* [[Lir-ilir]]
* [[Pitik Tukung]]
* [[Rek Ayo Rek]]
* [[Suwe Ora Jamu]]
|-
||Madura||
* [[Ghâi' Bintang]]
* [[Pajhâr Lagghu]]
* [[Tondu' Majâng]]
* [[Kembhâng Malatè]]
* [[Kerrabhân Sapè]]
|-
||Tidung, Kalimantan Timur||
* [[Bebalon/Bebilin]]
* [[Andang SiGurandang]]
* [[Kandandiu]]
* [[Beladau]]
* [[Bebuayoi Kelayun]]
* [[Semandak Pagun]]
|-
||Papua||
* [[Yamko Rambe Yamko]]
* [[Apuse]]
* [[Diru Diru Nina]]
*
|-
||Gorontalo||
* [[Hulotalo Lipu'u]]
* [[Binte Biluhuta]]
* [[Biteya]]
|}
[[Kategori:Seni]]
[[Kategori:Lagu]]
2hzeafzn1ei6oyuuod5inz2sr712eb3
115699
115693
2026-05-30T14:51:50Z
Zahradila
43258
menambahkan lagu Injit-Injit Semut ke tabel lagu daerah Jambi
115699
wikitext
text/x-wiki
Berikut adalah daftar [[w:Lagu kedaerahan|lagu kedaerahan]] yang berasal dari berbagai daerah di indonesia.
{| class="prettytable" border=1 style="border-collapse: collapse;"
|-
!Daerah
!Judul Lagu
|-
||Nanggroe Aceh Darussalam||
* [[Bungong Jeumpa]]
* [[Tawar Sedenge]]
|-
||Sumatera Utara||
* [[Mariam Tomong]]
* [[Na Sonang do hita Na dua]]
* [[Butet]]
|-
|-
||Riau||
* [[Soleram]]
|-
||Sumatera Barat||
* [[Ayam Den Lapeh]]
* [[Kambanglah Bungo]]
|-
||Sunda||
* [[Manuk Dadali]]
* [[Sabilulungan]]
|-
||Jambi||
* [[Angso Duo]]
* [[Batanghari]]
* [[Injit-Injit Semut]]
* [[Selendang Mak Inang]]
* [[Ketimun Bungkuk]]
* [[Abangku Balek]]
* [[Mintuo Benci]]
|-
||Jawa||
* [[Bengawan Solo]]
* [[Butho-butho galak]]
* [[Dhondhong Apa Salak]]
* [[Gambang Semarang]]
* [[Gambang Suling]]
* [[Gundhul Pacul]]
* [[Lir-ilir]]
* [[Pitik Tukung]]
* [[Rek Ayo Rek]]
* [[Suwe Ora Jamu]]
|-
||Madura||
* [[Ghâi' Bintang]]
* [[Pajhâr Lagghu]]
* [[Tondu' Majâng]]
* [[Kembhâng Malatè]]
* [[Kerrabhân Sapè]]
|-
||Tidung, Kalimantan Timur||
* [[Bebalon/Bebilin]]
* [[Andang SiGurandang]]
* [[Kandandiu]]
* [[Beladau]]
* [[Bebuayoi Kelayun]]
* [[Semandak Pagun]]
|-
||Papua||
* [[Yamko Rambe Yamko]]
* [[Apuse]]
* [[Diru Diru Nina]]
*
|-
||Gorontalo||
* [[Hulotalo Lipu'u]]
* [[Binte Biluhuta]]
* [[Biteya]]
|}
[[Kategori:Seni]]
[[Kategori:Lagu]]
5dg2xq0ucze0v1fe4zcttabft08u5ev
Bungo Larangan
0
1893
115753
4838
2026-05-30T16:00:14Z
Ifah36
39365
edit pencipta lagu
115753
wikitext
text/x-wiki
{{Hak cipta lagu}}
{{daftarisi|Lagu Daerah Sumatra Barat}}
{{Judullagu|{{PAGENAME}}|cipt.Z. MORIS & TIAR RAMON}}
Lai den cinto bungo tumbuah di laman<br>
Dari putiek kini lah kambang<br>
Nak den raieh bungo ka pamenan<br>
Denai pupuak jo kasieh sayang<br>
Tapi sayang sayang apo ka dayo<br>
Bungo kini ba paga tinggi<br>
Nak den raieh jangkau tangan den luko<br>
Dek di lingka kawek ba duri<br>
Ba sabalah dulu bungo nan jombang<br>
Alun kisah kasieh ba tali<br>
Denai tacinto bungo larangan<br>
Kumbang ka inggok putieh kaki<br>
[[Kategori:Lagu daerah]]
6jfhftqrdtpw18mu0aibib0rj5jtcg0
Seloka Jambi
0
27261
115728
115626
2026-05-30T15:33:27Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* Seloka yang didokumentasikan */ duplikat
115728
wikitext
text/x-wiki
Buku ini merupakan kumpulan seloka dan peribahasa dari daerah Jambi. Hasil proyek WikiSeloka yang merupakan salah satu hibah Rapid Fund dari wikimedia Foundation.
== Seloka yang didokumentasikan ==
# [[Seloka Jambi/Seiring balam dengan berebah|Seiring balam dengan berebah]]
#[[Seloka Jambi/Kalu lah atap sudah di pasang|Kalu lah atap sudah di pasang]]
#[[Seloka Jambi/Serumpun buluh dibuat bilah|Serumpun buluh dibuat bilah]]
#[[Seloka Jambi/Sungguh sedap merokok daun nipah|Sungguh sedap merokok daun nipah]]
#[[Seloka Jambi/Gadis Jambi pandai membatik|Gadis Jambi pandai membatik]]
#[[Seloka Jambi/Adat sepanjang jalan cupak sepanjang betung|Adat sepanjang jalan cupak sepanjang betung]]
#[[Seloka Jambi/Ikan sengiring dibalik batang|Ikan sengiring dibalik batang]]
#[[Seloka Jambi/Belajar sarak di tahtul Yaman|Belajar sarak di tahtul Yaman]]
#[[Seloka Jambi/Kecik dak besebut namo|Kecik dak besebut namo]]
#[[Seloka Jambi/Membeli kain di kampung sebrang|Membeli kain di kampung sebrang]]
#[[Seloka Jambi/Bangun subuh untuk sembahyang|Bangun subuh untuk sembahyang]]
#[[Seloka Jambi/Kalu nak hidup di kota seberang|Kalu nak hidup di kota seberang]]
#[[Seloka Jambi/Kalau lah memahat diatas baris|Kalau lah memahat diatas baris]]
#[[Seloka Jambi/Bagaimano nian kelamnyo kabut|Bagaimano nian kelamnyo kabut]]
#[[Seloka Jambi/Bekato dulu sepatah|Bekato dulu sepatah]]
#[[Seloka Jambi/Negeri aman padi menjadi|Negeri aman padi menjadi]]
#[[Seloka Jambi/Idak lapuk kareno hujan|Idak lapuk kareno hujan]]
#[[Seloka Jambi/Si mano tembilang dicacak di sutu tanaman tumbuh|Si mano tembilang dicacak di sutu tanaman tumbuh]]
[[Kategori:WikiSeloka]]
j3iwk4mam45iv14qrv789fvmxx6fsst
115734
115728
2026-05-30T15:39:40Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* Seloka yang didokumentasikan */
115734
wikitext
text/x-wiki
Buku ini merupakan kumpulan seloka dan peribahasa dari daerah Jambi. Hasil proyek WikiSeloka yang merupakan salah satu hibah Rapid Fund dari wikimedia Foundation.
== Seloka yang didokumentasikan ==
# [[Seloka Jambi/Seiring balam dengan berebah|Seiring balam dengan berebah]]
#[[Seloka Jambi/Kalu lah atap sudah di pasang|Kalu lah atap sudah di pasang]]
#[[Seloka Jambi/Serumpun buluh dibuat bilah|Serumpun buluh dibuat bilah]]
#[[Seloka Jambi/Sungguh sedap merokok daun nipah|Sungguh sedap merokok daun nipah]]
#[[Seloka Jambi/Gadis Jambi pandai membatik|Gadis Jambi pandai membatik]]
#[[Seloka Jambi/Adat sepanjang jalan cupak sepanjang betung|Adat sepanjang jalan cupak sepanjang betung]]
#[[Seloka Jambi/Ikan sengiring dibalik batang|Ikan sengiring dibalik batang]]
#[[Seloka Jambi/Belajar sarak di tahtul Yaman|Belajar sarak di tahtul Yaman]]
#[[Seloka Jambi/Kecik dak besebut namo|Kecik dak besebut namo]]
#[[Seloka Jambi/Membeli kain di kampung sebrang|Membeli kain di kampung sebrang]]
#[[Seloka Jambi/Bangun subuh untuk sembahyang|Bangun subuh untuk sembahyang]]
#[[Seloka Jambi/Kalu nak hidup di kota seberang|Kalu nak hidup di kota seberang]]
#[[Seloka Jambi/Kalau lah memahat diatas baris|Kalau lah memahat diatas baris]]
#[[Seloka Jambi/Bagaimano nian kelamnyo kabut|Bagaimano nian kelamnyo kabut]]
#[[Seloka Jambi/Bekato dulu sepatah|Bekato dulu sepatah]]
#[[Seloka Jambi/Negeri aman padi menjadi|Negeri aman padi menjadi]]
#[[Seloka Jambi/Idak lapuk kareno hujan|Idak lapuk kareno hujan]]
#[[Seloka Jambi/Si mano tembilang dicacak di sutu tanaman tumbuh|Si mano tembilang dicacak di sutu tanaman tumbuh]]
#[[Seloka Jambi/Kurang sisik rumput menjadi|Kurang sisik rumput menjadi]]
[[Kategori:WikiSeloka]]
013z4fzr6v8t7wb5fyuidxt375x4b91
Seloka Jambi/Seiring balam dengan berebah
0
27263
115789
115318
2026-05-31T05:35:38Z
Elicefa
28258
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115789
wikitext
text/x-wiki
Seiring balam dengan berebah
Berebah besarang dirumpun buluh
Seiring salam dengan sembah
Sembah kami susun jari nan sepuluh
== Makna ==
== Sumber ==
[[Kategori:WikiSeloka]]
o1zxqqam0tlbyqvyrjqo42nnujqx20a
Menyadur Rindu
0
27273
115660
115409
2026-05-30T12:16:48Z
Hasanplusb
38093
115660
wikitext
text/x-wiki
Bel meraung di ruang tengah menyita perhatianku. Suara gerimis di luar seakan mengalah memberikan ruang gema. Bunyi bel ini juga yang menghentikanku menyedu teh melati di ujung dapur. Tamu tak tahu diri dari alam mana yang bertandang di senja bergerimis hari ini. Walaupun putri kayangan atas awan pun yang bertamu tidak bisa menggantikan teh beraroma candu yang gagal kubuat.
Kubukakan pintu, Ellen Maharani tersenyum ringan melempar kesalku. Rambutnya tampak menggelap karena basah. Dengan manja dia menyapa, "kau tak ingin aku berdiri di sini sejam lagi melihatmu termanggu!" Dia paling bisa menemukan titik lemahku.
"Masuk", kataku lirih. Sofa kelabu di ruang tamu menyambutnya tanpa penolakan. Akupun tertegun saat dia meminta dengan sedikit ketus, "Handuk, Dwika.. masak kuusap rambutku pakai kausmu. Acts of Service nol."
'''''Bersambung'''...''
p290xughp0h7xubg917e1bnynf5c1mt
115661
115660
2026-05-30T12:20:10Z
Hasanplusb
38093
115661
wikitext
text/x-wiki
Bel meraung di ruang tengah menyita perhatianku. Suara gerimis di luar seakan mengalah memberikan ruang gema. Bunyi bel ini juga yang menghentikanku menyedu teh melati di ujung dapur. Tamu tak tahu diri dari alam mana yang bertandang di senja bergerimis hari ini. Walaupun putri kayangan atas awan pun yang bertamu tidak bisa menggantikan teh beraroma candu yang gagal kubuat.
Kubukakan pintu, Ellen Maharani tersenyum ringan melempar kesalku. Rambutnya tampak menggelap karena basah. Dengan manja dia menyapa, "kau tak ingin aku berdiri di sini sejam lagi melihatmu termanggu!" Dia paling bisa menemukan titik lemahku.
"Masuk", kataku lirih. Sofa kelabu di ruang tamu menyambutnya tanpa penolakan. Akupun tertegun saat dia meminta dengan sedikit ketus, "Handuk, Dwika.. masak kuusap rambutku pakai kausmu. Acts of Service nol."
'''''Bersambung'''...''
[[Kategori:Cerpen]]
[[Kategori:Cerita bersambung]]
80pixz8dxe04e6kvl62bezt2fc5d4gd
Resep:Kue Mura
100
27276
115673
115653
2026-05-30T13:55:50Z
Thaiteaa
43240
Menyisipan foto
115673
wikitext
text/x-wiki
[[File:Kue Mura Khas Tidung.jpg|thumb|Kue Mura khas Tidung, Kalimantan Utara]]
'''Kue Mura''' adalah jajanan tradisional khas Suku Tidung, di Kalimantan Utara dan wilayah sekitarnya. Kue kering ini berbahan dasar beras ketan, kelapa dan gula pasir yang dipadukan sehingga menjadi kue dengan rasa manis, gurih dan memiliki tekstur yang renyah dan khas.
'''BAHAN:'''
* Satu kilogram beras ketan.
* Satu butir kelapa parut.
* Secukupnya gula merah, sisir halus.
* Secukupnya garam.
'''CARA MEMBUAT:'''
# Cuci beras hingga bersih dan tiriskan hingga kering. Lalu giling.
# Sangrai beras hingga berwarna merah atau matang selama 30 menit. Sisihkan.
# Sangrai parutan kelapa hingga matang.
# Campurkan beras, kelapa, gula merah dan garam. Aduk-aduk hingga merata. Lalu cetak kue.
# Bakar kue di atas bara api hingga matang. Kemudian Angkat.
# Kue Mura siap disajikan dengan minuman hangat.
[[Kategori:Resep]]
2h741n5l08jle2cgz2rveb1ro3gjbx2
115695
115673
2026-05-30T14:44:00Z
~2026-32033-28
43259
115695
wikitext
text/x-wiki
[[File:Kue Mura Khas Tidung.jpg|thumb|Kue Mura khas Tidung, Kalimantan Utara]]
'''Kue Mura''' adalah jajanan tradisional khas Suku Tidung, di Kalimantan Utara dan wilayah sekitarnya. Kue kering ini berbahan dasar beras ketan, kelapa dan gula pasir yang dipadukan sehingga menjadi kue dengan rasa manis, gurih dan memiliki tekstur yang renyah dan khas.
'''BAHAN:'''
* Satu kilogram beras ketan.
* Dua butir kelapa parut.
* Tujuh ons gula putih.
* Secukupnya garam.
'''CARA MEMBUAT:'''
# Cuci beras hingga bersih dan tiriskan hingga kering. Lalu giling.
# Sangrai beras hingga berwarna merah atau matang selama 30 menit. Sisihkan.
# Campurkan beras, kelapa, gula putih dan garam. Aduk-aduk hingga merata. Lalu cetak kue.
# Bakar kue di atas bara api hingga matang. Kemudian Angkat.
# Kue Mura siap disajikan dengan minuman hangat.
[[Kategori:Resep]]
g1jsnqmkb12b6wo3ubwrocgug1p2bit
Resep:Sambal tumpang
100
27291
115662
115608
2026-05-30T12:35:54Z
CommonsDelinker
656
Removing [[:c:File:Sambal_tumpang.jpg|Sambal_tumpang.jpg]], it has been deleted from Commons by [[:c:User:Captain-tucker|Captain-tucker]] because: [[:c:COM:L|Copyright violation]]: Minute file size - own work highly unlikely.
115662
wikitext
text/x-wiki
Sambal Tumpang merupakan salah satu sajian menu sambal khas asal Jawa Timur, Jawa Tengah dan sekitarnya. Resep Sambal Tumpang ini sangat unik karena menggunakan bahan utama berupa tempe yang hampir busuk yang kerap disebut dengan nama ‘tempe semangit’. Sajian Sambal Tumpang kerap menjadi pelengkap menu pecel ataupun olahan sayuran lainnya. Selain dikenal dengan Sambal Tumpang, di beberapa wilayah sajian sambal ini lebih dikenal dengan nama Sambal Lethok.
Bahan-bahan:
*150 gram tempe
*10 buah tahu
*1/4 kg krecek, rendam sebentar
*65 ml santan kental
*150 ml air
*1 ruas lengkuas, geprek
*2 lembar daun salam
*4 lembar daun jeruk
*3 sendok makan minyak goreng untuk menumis
Bumbu untuk dihaluskan:
*3 siung bawang putih
*6 siung bawang merah
*1 ruas kencur
*5 buah cabai merah keriting
*10 buah cabai rawit (jumlah boleh dikurangi atau ditambah untuk menyesuaikan tingkat rasa pedas yang diinginkan)
*1 sendok teh garam
*1 sendok teh gula pasir
*1 sendok teh kaldu jamur bubuk
Cara membuat Sambal Tumpang:
#Rebus tempe di air mendidih hingga tempe melunak, tiriskan lalu lumatkan tempe hingga benar-benar hancur.
#Panaskan minyak goreng dan tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun salam, serta daun jeruk hingga harum.
#Masukkan tempe yang telah dihaluskan, tumis bersama bumbu hingga bahan dan bumbu tercampur rata.
#Tuangkan santan kental dan air serta bumbui dengan garam, gula pasir, serta kaldu jamur bubuk. Masak sambil terus diaduk. Masukan Tahu Goreng dan Krecek. Matikan api jika air sudah menyusut dan mengental, Sambal Tumpang siap untuk disajikan.
ns1kieuspp3hvu07h5qqu3k6thpshwq
Resep:French Toast
100
27295
115659
115452
2026-05-30T12:14:18Z
CommonsDelinker
656
Removing [[:c:File:French_toast.jpg|French_toast.jpg]], it has been deleted from Commons by [[:c:User:Herbythyme|Herbythyme]] because: Copyright violation, see [[:c:Commons:Licensing|]].
115659
wikitext
text/x-wiki
Bahan-bahan :
4 lembar roti tawar
2 butir telur
80 ml susu cair
1 sdt vanila esens
Sejumput garam
1/4 sdt kayumanis bubuk
Secukupnya margarin
cara memasak
1. Masukkan telur, susu, vanila esens, garam, bubuk kayumanis dalam satu wadah.
2. Kocok sampai tercampur rata.
3. Masukkan roti tawar sampai terbalut adonan, tidak perlu ditekan.
4. Panaskan teflon, masukkan margarin, setelah panas letakkan roti. Goreng sampai matang, lalu taburi gula palem (tambahanku) di satu sisi saja. Biarkan matang bagian atas bawahnya. Angkat.
Cara penyajian: tata bertumpuk roti tawarnya, beri kismis di tengah roti lalu taburi gula salju.
Siap disajikan hangat.
rksy4mukt77phj9zg9iexafg8z5wl4l
Suwe Ora Jamu
0
27301
115759
115460
2026-05-30T16:18:08Z
Ris00l may00
43245
115759
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = Raden Cajetanus Hardjosubroto
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Oleh: [[:w:R.C. Hardjosubroto|R.C. Hardjosubroto]]
{{Wikipedia}}
==Lirik==
===Bahasa Jawa===
''Suwé ora jamu, Jamu Godhong téla''
''Suwé ora ketemu, ketemu pisan gawé gela''
==== Versi Waldjinah ====
''Suwé ora jamu ya mas, Jamu godhong téla''
''Suwé ora ketemu, temu pisan aja gela''
''Suwé ora jamu ya mas, Jamu godhong meniran''
''Wis suwé ora ketemu, Temu pisan dadi pikiran''
''Wis suwé ya mas ora jamu, Jamu godhong sligi''
''Wis suwé ora ketemu, Temu pisan dadi ati''
''Abang-abang ora kurang, Sing ijo di undhuhi''
''Sing legan ora kurang, Sing duwé bojo kok di rusuhi''
''Ireng-ireng montoré kanjeng ya mas, Ganen rene tak setirané''
''Yen padha seneng aja mung mandeng, Golèkana ngendi omahé ''
''Wis suwé ya mas ora jamu, Jamu rempah rempah''
''Wis suwé ora ketemu, Temu manèh karo mbak Wadljinah''
[[Kategori:Lagu daerah]]
rrkzoh1ncwgb8l8y0isjoiqvxyxbdqn
Seloka Jambi/Batanghari aeknyo tenang
0
27319
115739
115506
2026-05-30T15:43:40Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
Muhamad Izzul Fiqih memindahkan halaman [[Seloka Jambi/ Batanghari aeknyo tenang]] ke [[Seloka Jambi/Batanghari aeknyo tenang]]: Judul salah eja
115506
wikitext
text/x-wiki
Batanghari aeknyo tenang
Sungguhpun tenang deras ke tepi
Anak Jambi jangan dikenang
Kalo dikenang merusak hati
== Makna ==
ini adalah kutipan nama sungai terpanjang di pulau sumatera
sungai nya tenang deras hingga ke tepi
sama anak jambi jangan dikenang
sekali keingat hatinya yang sakit
[[Kategori:WikiSeloka]]
m0uxuf7gvy7okoz8pmpnhnqyd1wudi3
115741
115739
2026-05-30T15:44:32Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* Makna */ kapitalisasi
115741
wikitext
text/x-wiki
Batanghari aeknyo tenang
Sungguhpun tenang deras ke tepi
Anak Jambi jangan dikenang
Kalo dikenang merusak hati
== Makna ==
ini adalah kutipan nama sungai terpanjang di pulau sumatera
sungai nya tenang deras hingga ke tepi
sama anak Jambi jangan dikenang
sekali keingat hatinya yang sakit
[[Kategori:WikiSeloka]]
22e8rbkdmdavchcn6im3cwaln8zxda8
Seloka Jambi/Bangun subuh untuk sembahyang
0
27329
115735
115509
2026-05-30T15:40:06Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115735
wikitext
text/x-wiki
Bangun subuh untuk sembahyang
Duo rokaat awali pagi
Dari jauh kamiko datang
Ado hajat di dalam hati
== Makna ==
Memohon kepada tuhan sebelum menyampaikan maksud atau permohonan kepada pihak yang dituju
[[Kategori:WikiSeloka]]
c1dmytwja1d9j7lfxedqk8thbn8aunm
Seloka Jambi/Negeri aman padi menjadi
0
27344
115736
115534
2026-05-30T15:41:14Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115736
wikitext
text/x-wiki
Negeri aman padi menjadi
air jernih ikannyo jinak, rumput mudo kerbonyo gemuk
turun ke sungai cenetik keno, naik kedarat perangkap berisi
== Makna ==
ketika negeri aman, masyarakat rukun dan alam terpelihara, maka lingkungan dan kehidupan berlangsung sejahtera.
[[Kategori:WikiSeloka]]
3trl3jk9fpf5q90823fxi3r0v6ssaz6
115737
115736
2026-05-30T15:41:34Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* Makna */
115737
wikitext
text/x-wiki
Negeri aman padi menjadi
air jernih ikannyo jinak, rumput mudo kerbonyo gemuk
turun ke sungai cenetik keno, naik kedarat perangkap berisi
== Makna ==
Ketika negeri aman, masyarakat rukun dan alam terpelihara, maka lingkungan dan kehidupan berlangsung sejahtera.
[[Kategori:WikiSeloka]]
d8aptj3swrn7jw0akixq3vfyc2qbr11
Resep:Cabbage Kimchi
100
27379
115658
2026-05-30T12:12:33Z
Iin60m3k
43242
←Membuat halaman berisi 'Bahan-bahan : 1 bonggol sawi putih (dikenal juga sebagai baechu atau wombok) ½ cangkir garam laut (atau garam krosok/garam kasar apa saja) 1 cangkir air 2 sendok makan bawang putih cincang 1 sendok teh jahe cincang ½ cangkir gochugaru (cabai bubuk kasar khas Korea) 2 sendok teh garam 1 sendok makan gula ¼ cangkir aekjeot (kecap ikan khas Korea) ½ butir bawang bombai, iris tipis ¼ buah wortel, potong korek api tipis ¼ buah lobak Korea (muwoo), po...'
115658
wikitext
text/x-wiki
Bahan-bahan :
1 bonggol sawi putih (dikenal juga sebagai baechu atau wombok)
½ cangkir garam laut (atau garam krosok/garam kasar apa saja)
1 cangkir air
2 sendok makan bawang putih cincang
1 sendok teh jahe cincang
½ cangkir gochugaru (cabai bubuk kasar khas Korea)
2 sendok teh garam
1 sendok makan gula
¼ cangkir aekjeot (kecap ikan khas Korea)
½ butir bawang bombai, iris tipis
¼ buah wortel, potong korek api tipis
¼ buah lobak Korea (muwoo), potong korek api tipis
4 batang daun bawang, potong ukuran 3 cm
pvz5eu924avqyepqyetk7rxoquyv8qa
115663
115658
2026-05-30T12:36:00Z
Iin60m3k
43242
115663
wikitext
text/x-wiki
Bahan-bahan :
* 1 bonggol sawi putih (dikenal juga sebagai baechu atau wombok)
* ½ cangkir garam laut (atau garam krosok/garam kasar apa saja)
* 1 cangkir air
* 2 sendok makan bawang putih cincang
* 1 sendok teh jahe cincang
* ½ cangkir gochugaru (cabai bubuk kasar khas Korea)
* 2 sendok teh garam
* 1 sendok makan gula
* ¼ cangkir aekjeot (kecap ikan khas Korea)
* ½ butir bawang bombai, iris tipis
* ¼ buah wortel, potong korek api tipis
* ¼ buah lobak Korea (muwoo), potong korek api tipis
* 4 batang daun bawang, potong ukuran 3 cm
Cara Membuat
# Belah sawi putih menjadi empat bagian, cuci bersih, lalu tiriskan.
# Campurkan garam laut kasar dengan air.
# Masukkan sawi ke dalam air garam, lalu angkat satu per satu sambil memastikan garam merata hingga ke bagian dalam/sela-sela daun.
# Pindahkan sawi ke dalam wadah. Tuangkan sisa air garam ke atasnya, lalu diamkan selama minimal 6–8 jam (didiamkan semalaman sangat disarankan). Sawi harus menjadi cukup layu dan lentur hingga bisa ditekuk.
# Cuci kembali sawi (untuk mengurangi kelebihan rasa asin) lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
# Campurkan gochugaru (cabai bubuk), garam, gula, jeotgal (kecap ikan Korea), bawang putih cincang, dan jahe cincang.
# Masukkan irisan bawang bombai, wortel, lobak, dan daun bawang ke dalam campuran bubuk cabai tersebut, lalu aduk rata.
# Ambil satu bagian sawi, kemudian balurkan dan selipkan campuran bumbu tadi ke setiap lembar lapisan daunnya.
# Tekuk sawi menjadi dua bagian. Gunakan 2 lembar daun paling luar untuk membungkus seluruh bagian sawi tersebut dengan rapat.
# Masukkan sawi ke dalam wadah kedap udara, lalu biarkan di suhu ruangan semalaman.
# Masukkan ke dalam lemari es (kulkas) minimal selama 2–3 hari. Setelah beberapa hari, Anda akan melihat adanya sedikit cairan. Hal ini sangat normal dan merupakan tanda bahwa proses fermentasi kimchi sedang berjalan.
# Kimchi Anda siap dinikmati!
042egjlc40y85m5m6aaqhozn7rrsnnt
115664
115663
2026-05-30T12:57:18Z
Iin60m3k
43242
115664
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Kimchi 11.jpg]]
Bahan-bahan :
* 1 bonggol sawi putih (dikenal juga sebagai baechu atau wombok)
* ½ cangkir garam laut (atau garam krosok/garam kasar apa saja)
* 1 cangkir air
* 2 sendok makan bawang putih cincang
* 1 sendok teh jahe cincang
* ½ cangkir gochugaru (cabai bubuk kasar khas Korea)
* 2 sendok teh garam
* 1 sendok makan gula
* ¼ cangkir aekjeot (kecap ikan khas Korea)
* ½ butir bawang bombai, iris tipis
* ¼ buah wortel, potong korek api tipis
* ¼ buah lobak Korea (muwoo), potong korek api tipis
* 4 batang daun bawang, potong ukuran 3 cm
Cara Membuat
# Belah sawi putih menjadi empat bagian, cuci bersih, lalu tiriskan.
# Campurkan garam laut kasar dengan air.
# Masukkan sawi ke dalam air garam, lalu angkat satu per satu sambil memastikan garam merata hingga ke bagian dalam/sela-sela daun.
# Pindahkan sawi ke dalam wadah. Tuangkan sisa air garam ke atasnya, lalu diamkan selama minimal 6–8 jam (didiamkan semalaman sangat disarankan). Sawi harus menjadi cukup layu dan lentur hingga bisa ditekuk.
# Cuci kembali sawi (untuk mengurangi kelebihan rasa asin) lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
# Campurkan gochugaru (cabai bubuk), garam, gula, jeotgal (kecap ikan Korea), bawang putih cincang, dan jahe cincang.
# Masukkan irisan bawang bombai, wortel, lobak, dan daun bawang ke dalam campuran bubuk cabai tersebut, lalu aduk rata.
# Ambil satu bagian sawi, kemudian balurkan dan selipkan campuran bumbu tadi ke setiap lembar lapisan daunnya.
# Tekuk sawi menjadi dua bagian. Gunakan 2 lembar daun paling luar untuk membungkus seluruh bagian sawi tersebut dengan rapat.
# Masukkan sawi ke dalam wadah kedap udara, lalu biarkan di suhu ruangan semalaman.
# Masukkan ke dalam lemari es (kulkas) minimal selama 2–3 hari. Setelah beberapa hari, Anda akan melihat adanya sedikit cairan. Hal ini sangat normal dan merupakan tanda bahwa proses fermentasi kimchi sedang berjalan.
# Kimchi Anda siap dinikmati!
[[Kategori:Resep]]
bw1afzls0ur9aklrie0lwqjdw9wtmbe
Seloka Jambi/Elok di awak ketuju di urang
0
27380
115665
2026-05-30T13:36:15Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Elok di awak ketuju di urang. Iyokan nan di urang lalukan nan di awak. Pauh di ulu dan pauh di ilir samo masamnyo. == Makna == ''Elok di awak ketuju di urang'' : Bermakna segala sesuatu yang baik bagi kita, hendaknya baik pula bagi orang lain. Baris seloko ini mengajarkan kita untuk dapat berempati dan memiliki tenggang rasa dalam membuat keputusan yang melibatkan orang banyak. ''Iyokan nan di urang lalukan nan di awak'' '':'' Menghargai pendapat dan kesepak...'
115665
wikitext
text/x-wiki
Elok di awak ketuju di urang.
Iyokan nan di urang lalukan nan di awak.
Pauh di ulu dan pauh di ilir samo masamnyo.
== Makna ==
''Elok di awak ketuju di urang'' : Bermakna segala sesuatu yang baik bagi kita, hendaknya baik pula bagi orang lain. Baris seloko ini mengajarkan kita untuk dapat berempati dan memiliki tenggang rasa dalam membuat keputusan yang melibatkan orang banyak.
''Iyokan nan di urang lalukan nan di awak'' '':'' Menghargai pendapat dan kesepakatan orang lain, namun tetap menjalankan prinsip diri sendiri. Seloko ini menggambarkan bagaimana kita dalam menghadapi perbedaan pendapat dalam bermusyawarah dengan bijak.
Pauh di ulu dan pauh di ilir samo masamnyo ''':''' Nilai kesetaraan dan keadilan digambarkan dengan buah pauh yang sama-sama asam baik di hulu maupun di hilir. Kesetaraan yang ada hendaknya tidak membedakan masyarakat baik dari harta, status sosial, dan ras dalam kehidupan.
Secara keseluruhan, seloko ini memberikan gambaran mengenai etika dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari menghargai perbedaan pendapat, etika baik dalam bermusyawarah seperti empati dan saling tenggang rasa, serta bersikap adil dan bijak tanpa membeda-bedakan ras dan status sosial masyarakat.
8x6zxd3wi73jhydd1rda30ttqjebeg9
115666
115665
2026-05-30T13:39:37Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115666
wikitext
text/x-wiki
Elok di awak ketuju di urang.
Iyokan nan di urang lalukan nan di awak.
Pauh di ulu dan pauh di ilir samo masamnyo.
== Makna ==
''Elok di awak ketuju di urang'' : Bermakna segala sesuatu yang baik bagi kita, hendaknya baik pula bagi orang lain. Baris seloko ini mengajarkan kita untuk dapat berempati dan memiliki tenggang rasa dalam membuat keputusan yang melibatkan orang banyak.
''Iyokan nan di urang lalukan nan di awak'' '':'' Menghargai pendapat dan kesepakatan orang lain, namun tetap menjalankan prinsip diri sendiri. Seloko ini menggambarkan bagaimana kita dalam menghadapi perbedaan pendapat dalam bermusyawarah dengan bijak.
Pauh di ulu dan pauh di ilir samo masamnyo ''':''' Nilai kesetaraan dan keadilan digambarkan dengan buah pauh yang sama-sama asam baik di hulu maupun di hilir. Kesetaraan yang ada hendaknya tidak membedakan masyarakat baik dari harta, status sosial, dan ras dalam kehidupan.
Secara keseluruhan, seloko ini memberikan gambaran mengenai etika dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari menghargai perbedaan pendapat, etika baik dalam bermusyawarah seperti empati dan saling tenggang rasa, serta bersikap adil dan bijak tanpa membeda-bedakan ras dan status sosial masyarakat.
[[Kategori:WikiSeloka]]
7jvhghv9kq88eykv78du80gvwai2fvv
Resep:Bánh Mì
100
27381
115667
2026-05-30T13:42:14Z
Ony3345
42161
←Membuat halaman berisi '[[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|500px]] Bánh mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti ketumbar, acar wortel, acar lobak, c...'
115667
wikitext
text/x-wiki
[[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|500px]]
Bánh mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti ketumbar, acar wortel, acar lobak, cabai, dan timun. Bánh mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh mì chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh mì bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh mì trứng ốp-la yang berisi telur goreng. Ada Bánh mì gà nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh mì cá mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh mì cha ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh mì thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh mì heo quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh mì bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh mì đặc biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
afpgkbtgn5i3k2vy6cnvoqtjf55r23i
115669
115667
2026-05-30T13:42:54Z
Ony3345
42161
115669
wikitext
text/x-wiki
[[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|500px]]
Bánh mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti ketumbar, acar wortel, acar lobak, cabai, dan timun. Bánh mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh mì chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh mì bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh mì trứng ốp-la yang berisi telur goreng. Ada Bánh mì gà nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh mì cá mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh mì cha ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh mì thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh mì heo quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh mì bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh mì đặc biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
Bahan
5hjj4750hj3qlz7o9vptfa1prt68mui
115671
115669
2026-05-30T13:48:27Z
Ony3345
42161
115671
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Sandwich recipes
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|300px]]
}}
{{recipe}} | [[Resep:Masakan Vietnam|Vietnamese Cuisine]] | [[Resep:Roti Lapis|Sandwiches]]
Bánh mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti ketumbar, acar wortel, acar lobak, cabai, dan timun. Bánh mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh mì chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh mì bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh mì trứng ốp-la yang berisi telur goreng. Ada Bánh mì gà nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh mì cá mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh mì cha ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh mì thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh mì heo quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh mì bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh mì đặc biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
nj8tuby1m9ttbf5bewvkml10xjpyvok
115672
115671
2026-05-30T13:50:38Z
Ony3345
42161
115672
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Sandwich recipes
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|300px]]
}}
{{recipe}} | [[Resep:Masakan Vietnam|Masakan Vietnam]] | [[Resep:Roti Lapis|Roti Lapis]]
Bánh mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti ketumbar, acar wortel, acar lobak, cabai, dan timun. Bánh mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh mì chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh mì bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh mì trứng ốp-la yang berisi telur goreng. Ada Bánh mì gà nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh mì cá mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh mì cha ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh mì thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh mì heo quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh mì bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh mì đặc biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
bm337xwfdkv59weckzi0suz56i3g71z
115677
115672
2026-05-30T14:17:59Z
Ony3345
42161
115677
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Sandwich recipes
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|300px]]
}}
{{recipe}} | [[Resep:Masakan Vietnam|Masakan Vietnam]] | [[Resep:Roti Lapis|Roti Lapis]]
Bánh Mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
l12537fbvzu3zkurltn7537kkh904m9
115680
115677
2026-05-30T14:25:02Z
Ony3345
42161
115680
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep Roti Lapis
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|300px]]
}}
{{recipe}} | [[Resep:Masakan Vietnam|Masakan Vietnam]] | [[Resep:Roti Lapis|Roti Lapis]]
Bánh Mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
k3jrnqii3tukcczz916t9zorq2cijs6
115683
115680
2026-05-30T14:27:00Z
Ony3345
42161
115683
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|300px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
nm7q8c9aryedty6mbhalr0pk5o6nqi6
115684
115683
2026-05-30T14:28:39Z
Ony3345
42161
115684
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|400px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis (sandwich) yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
twgp7wcejrk53sqwtut9br5br9jo851
115687
115684
2026-05-30T14:30:25Z
Ony3345
42161
115687
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|400px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis (''sandwich'') yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan baguette lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. Sandwich ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti pâté (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan cremen khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan pâté. Bentuknya seperti sandwich Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
3hjiywcfhtium20rq6egmuu3jnv7rxp
115688
115687
2026-05-30T14:32:33Z
Ony3345
42161
115688
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|400px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis ''(sandwich)'' yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan ''baguette'' lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. ''Sandwich'' ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti ''pâté'' (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan ''cremen'' khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan ''pâté''. Bentuknya seperti ''sandwich'' Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
b81s5k8xjdwm18sajprbr41b8ts7p3j
115689
115688
2026-05-30T14:33:57Z
Ony3345
42161
115689
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|350px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis ''(sandwich)'' yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan ''baguette'' lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. ''Sandwich'' ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti ''pâté'' (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan ''cremen'' khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan ''pâté''. Bentuknya seperti ''sandwich'' Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau "samcan", Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah julienned, teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
oyd18l61d9yduakxadmp72f5aouddg9
115690
115689
2026-05-30T14:35:54Z
Ony3345
42161
115690
wikitext
text/x-wiki
{{Recipe summary
| Category = Resep
| Yield = 1 sandwich
| Difficulty = 1
| Image = [[File:Viet McRib Banh Mi.jpg|Viet_McRib_Banh_Mi|350px]]
}}
Bánh Mì adalah roti lapis ''(sandwich)'' yang populer di Vietnam. Roti lapis ini menggunakan ''baguette'' lokal, yaitu roti gandum dicampur tepung beras dengan kerak tipis dan renyah. ''Sandwich'' ini diisi dengan kombinasi bahan khas Prancis seperti ''pâté'' (pasta daging mirip kornet, bahan dasar olesan) dan mayones (olesan ''cremen'' khas Eropa), berpadu dengan bahan Vietnam seperti daun ketumbar, acar wortel atau acar lobak, cabai, dan timun. Bánh Mì umumnya berisi daging babi, acar wortel, daun ketumbar, dan ''pâté''. Bentuknya seperti ''sandwich'' Eropa pada umumnya tapi dengan cita rasa Asia khas Vietnam.
Meskipun Bánh Mì di Vietnam bagian Selatan dan Utara identik dengan roti lapis daging babi, ada Bánh mì tanpa daging babi yang bisa ditemui di vihara Budha Mahayana Vietnam dan Kuil Taoisme, karena penganut kedua kepercayaan ini di Vietnam mayorias vegetarian. Bánh Mì Chay adalah roti lapis khas Vietnam yang berisi tahu, umumnya dibuat di vihara. Juga ada varian Bánh Mì Bơ yang berisi margarin dan gula tanpa daging.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging babi, ada varian Bánh Mì Trứng Ốp La yang berisi telur goreng. Ada Bánh Mì Gà Nướng yang umumnya menggunakan daging ayam panggang tanpa daging babi. Tersedia juga Bánh Mì Cá Mòi, roti lapis Vietnam berisi sarden kalengan, dan juga ada Bánh Mì Cha Ca yang isinya ikan goreng.
Varian yang paling populer di Vietnam dan paling mudah ditemukan di pedagang kaki lima terutama di Ho Chi Minh City adalah Bánh Mì Thịt yang berisi daging babi, ham babi, dan sosis babi. Juga varian lain yang sering dikonsumsi masyarakat adalah Bánh Mì Heo Quay yang berisi daging perut babi atau ''"samcan",'' Bánh Mì Bì yang berisi daging babi parut dan disiram kecap asin, dan varian favorit penduduk lokal yaitu Bánh Mì Đặc Biệt atau roti lapis kombo di mana hampir semua varian daging, sosis dan pâté dijadikan satu bahkan kadang ada yang memiliki versi diberi keju.
==Bahan==
Banyak bahan berbeda dapat digunakan untuk membuat bánh mì. Jika anda tidak mengonsumsi daging babi, gunakan bahan lain sesuai selera anda, dan anda sebenarnya bebas menggunakan bahan isian apa saja untuk membuat bánh mì.
===Bahan inti===
*1 loyang roti baguette-style roti
* Wortel yang diiris korek api (versi istilah Perancis adalah ''julienned,'' teknik memotong sayuran menjadi irisan tipis panjang seperti lidi/batang korek api )
* Lobak putih yang diiris korek api
* Garam
* Air
* Cuka kelapa atau cuka putih (bisa menggunakan cuka beras atau rice vinegar jika cuka ini sulit didapatkan)
* Gula
===Isian standar bánh mì===
* Daun dan batang ketumbar
* Irisan jalapeño super tipis (bisa menggunakan cabe hijau sebagai pengganti)
* Mentimun segar yang diiris
===Isian protein (pilih)===
* Babi panggang
* Ayam panggang
* Pâté babi yang diiris
* Daging babi iris
* Ham babi atau ha daging lain yang diiris
* Daging sapi panggang
* Bakso
* Sosis gaya Tiongkok (lap chiong) diiris
* Sarden
* Jeroan babi
* Jeroan sapi
* Salmon asap
* Ikan putih yang dipanggang atau digoreng
* Protein nabati bertekstur menyerupai untuk yang vegetarian
* Tahu yang dibumbui
===Isian tambahan opsional===
* Lobak kuning yang diiris (biasa ditemukan di supermarket Korea)
* Daun bawang hijau yang diiris
* Tomat yang diiris dan dikeringkan dengan ditepuk-tepuk
* Cabang daun mint
* Cabang daun kemangi
* Kubis yang diserut
* Campuran kecambah
* Selada
===Saus untuk roti lapis (pilih)===
* Mayones Jepang (atau Kewpie Mayo)
* Mayso (mayo dan kecap asin)
* Maysocha (mayo, kecap asin, dan saus Sriracha Thailand)
* Maycha (mayo dan Sriracha)
* Hot Mom (mayo, saus pedas Tiongkok Lao Gan Ma yang halal)
Setelah anda pilih salah satu saus di atas, tambahkan:
* Perasan jeruk nipis atau lemon
* Gula
* Saus BBQ (jika suka)
==Cara Membuat==
===Mengacar sayuran===
# Taburi wortel dan lobak yang diiris korek api dengan garam secukupnya. Diamkan 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.
# Campur bagian air, cuka, dan gula yang sama besar. Didihkan, dinginkan, dan tuangkan di atas sayuran.
# Simpan campuran ini dalam wadah di dalam kulkas minimal satu hari sebelum digunakan.
===Menyiapkan Roti Lapis===
# Iris roti baguette secara memanjang sepanjang loyang. Buat alur di setiap bagian dengan membuang roti berlebih menjadi lebang yang tidak sapai dasar roti. Lubang ini adalah tempat anda menaruh isian.
# Panggang roti jika diinginkan. (Banyak penjual bánh mì menemukan cara memanggang yang tepat yang kemudian mereka jadikan rahasia dagang)
# Oleskan lapisan saus yang diinginkan di setiap bagian roti.
# Isi sandwich dengan isian yang diinginkan dari daftar di atas.
# Sajikan.
[[Kategori:Resep]]
6o670rc9mxs3ptxg12m9i0qugoza9cv
Resep:Lemon Poppy Seed Muffins (Glazed)
100
27382
115668
2026-05-30T13:42:15Z
Ifah36
39365
←Membuat halaman berisi '{{center| [[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]] }} Bahan Kering: # 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak # 4 gram baking powder, 1 sdt # 2 gram soda kue, 1/2 sdt # 1 gram garam, 1/4 sdt # 200 gram gula, 1 cangkir # 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia # 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon Bahan B Bahan Basah: # 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang # 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar # 2...'
115668
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan B
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murniBahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan C
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murni
Cara:
Persiapan membuat muffin:
# Panaskan oven hingga 180°C dan letakkan rak oven di tengah oven.
# Lapisi loyang muffin 12 cup dengan kertas cup.
Persiapan bahan kering:
# Pertama, siapkan semua bahan KERING.
# Dalam sebuah mangkuk, kocok rata tepung terigu yang sudah diayak, baking powder, baking soda, garam, dan biji poppy.
# Selanjutnya, menggunakan parutan halus atau parutan kotak, parut kulit lemon dari satu buah lemon.
# Tambahkan parutan kulit lemon ke dalam gula. Gunakan garpu, gosok parutan kulit lemon secara merata ke dalam gula dan sisihkan. Dan kita siap membuat adonan muffin.
Membuat adonan muffin:
# Siapkan semua bahan BASAH.
# Dalam mangkuk mixer berdiri dan menggunakan pengaduk dayung, kocok mentega dan gula (dengan parutan kulit lemon) dengan kecepatan sedang hingga tinggi sampai ringan dan mengembang. Ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Saat mengaduk, hentikan mixer untuk mengikis sisi dan dasar mangkuk untuk memastikan semuanya tercampur rata.
# Kemudian masukkan telur satu per satu, kocok rata setelah setiap penambahan.
# Selanjutnya, tambahkan yoghurt tawar dan ekstrak vanili. Kocok hingga tercampur rata.
# Kemudian tambahkan campuran tepung kering dan mulai kocok dengan kecepatan rendah hingga hanya lembap. Jangan terlalu lama mengocok.
# Angkat mangkuk dari mixer. Dengan menggunakan sendok es krim, tuang adonan ke dalam setiap cetakan muffin yang telah disiapkan.
# Untuk cetakan muffin yang lebih kecil (seperti loyang IKEA DRÖMMAR), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/4 cangkir atau 60g adonan.
# Untuk cetakan muffin ukuran lebih besar (loyang biasa), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/3 cangkir atau 85g adonan.
# Panggang selama sekitar 18 hingga 20 menit.
# Muffin akan mengembang dan berubah menjadi cokelat keemasan, dan tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam muffin akan keluar bersih.
Membuat Glasir Lemon:
# Sambil memanggang muffin di oven, siapkan glasir lemon. Siapkan bahan-bahan glasir lemon.
# Pertama, potong lemon parut menjadi dua bagian.
# Gunakan alat pemeras jus, peras air lemon.
# Gunakan saringan untuk menyaring air lemon ke dalam gelas ukur. Ini untuk menghilangkan biji dan ampas dari lemon.
# Untuk membuat glasir lemon, pertama-tama masukkan gula ke dalam panci kecil. Kemudian tambahkan air lemon yang sudah disaring.
# Dengan api sedang, aduk hingga gula larut.
# Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sisihkan untuk digunakan sebagai glasir setelah muffin dipanggang.
Cara Mengolesi Muffin Lemon Biji Poppy:
# Setelah muffin dipanggang, keluarkan dari oven dan letakkan di rak kawat.
# Gunakan kuas kue, SEGERA oleskan bagian atas muffin yang masih panas dengan glasir lemon. Kemudian biarkan dingin sebentar.
# Kemudian keluarkan muffin dari loyang dan biarkan dingin sepenuhnya di rak kawat. Dapat dinikmati langsung, dapat disimpan beberapa hari, atau dapat dibekukan hingga dibutuhkan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYpthWebxqQ, https://huangkitchen.com/lemon-poppy-seed-muffins/- Lemon Poppy Seed Muffins, Angie Liew
8j40tseiy5jmiucjaa2zflgq6drynns
115670
115668
2026-05-30T13:42:59Z
Ifah36
39365
edit sedikit
115670
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan A Bahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan B
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murniBahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan C
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murni
Cara:
Persiapan membuat muffin:
# Panaskan oven hingga 180°C dan letakkan rak oven di tengah oven.
# Lapisi loyang muffin 12 cup dengan kertas cup.
Persiapan bahan kering:
# Pertama, siapkan semua bahan KERING.
# Dalam sebuah mangkuk, kocok rata tepung terigu yang sudah diayak, baking powder, baking soda, garam, dan biji poppy.
# Selanjutnya, menggunakan parutan halus atau parutan kotak, parut kulit lemon dari satu buah lemon.
# Tambahkan parutan kulit lemon ke dalam gula. Gunakan garpu, gosok parutan kulit lemon secara merata ke dalam gula dan sisihkan. Dan kita siap membuat adonan muffin.
Membuat adonan muffin:
# Siapkan semua bahan BASAH.
# Dalam mangkuk mixer berdiri dan menggunakan pengaduk dayung, kocok mentega dan gula (dengan parutan kulit lemon) dengan kecepatan sedang hingga tinggi sampai ringan dan mengembang. Ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Saat mengaduk, hentikan mixer untuk mengikis sisi dan dasar mangkuk untuk memastikan semuanya tercampur rata.
# Kemudian masukkan telur satu per satu, kocok rata setelah setiap penambahan.
# Selanjutnya, tambahkan yoghurt tawar dan ekstrak vanili. Kocok hingga tercampur rata.
# Kemudian tambahkan campuran tepung kering dan mulai kocok dengan kecepatan rendah hingga hanya lembap. Jangan terlalu lama mengocok.
# Angkat mangkuk dari mixer. Dengan menggunakan sendok es krim, tuang adonan ke dalam setiap cetakan muffin yang telah disiapkan.
# Untuk cetakan muffin yang lebih kecil (seperti loyang IKEA DRÖMMAR), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/4 cangkir atau 60g adonan.
# Untuk cetakan muffin ukuran lebih besar (loyang biasa), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/3 cangkir atau 85g adonan.
# Panggang selama sekitar 18 hingga 20 menit.
# Muffin akan mengembang dan berubah menjadi cokelat keemasan, dan tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam muffin akan keluar bersih.
Membuat Glasir Lemon:
# Sambil memanggang muffin di oven, siapkan glasir lemon. Siapkan bahan-bahan glasir lemon.
# Pertama, potong lemon parut menjadi dua bagian.
# Gunakan alat pemeras jus, peras air lemon.
# Gunakan saringan untuk menyaring air lemon ke dalam gelas ukur. Ini untuk menghilangkan biji dan ampas dari lemon.
# Untuk membuat glasir lemon, pertama-tama masukkan gula ke dalam panci kecil. Kemudian tambahkan air lemon yang sudah disaring.
# Dengan api sedang, aduk hingga gula larut.
# Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sisihkan untuk digunakan sebagai glasir setelah muffin dipanggang.
Cara Mengolesi Muffin Lemon Biji Poppy:
# Setelah muffin dipanggang, keluarkan dari oven dan letakkan di rak kawat.
# Gunakan kuas kue, SEGERA oleskan bagian atas muffin yang masih panas dengan glasir lemon. Kemudian biarkan dingin sebentar.
# Kemudian keluarkan muffin dari loyang dan biarkan dingin sepenuhnya di rak kawat. Dapat dinikmati langsung, dapat disimpan beberapa hari, atau dapat dibekukan hingga dibutuhkan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYpthWebxqQ, https://huangkitchen.com/lemon-poppy-seed-muffins/- Lemon Poppy Seed Muffins, Angie Liew
2q7zx1pkjr3h0w5pj6brijie2nbq691
115674
115670
2026-05-30T14:00:02Z
Ifah36
39365
115674
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan A Bahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan B
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murniBahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan C
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murni
Cara:
Persiapan membuat muffin:
# Panaskan oven hingga 180°C dan letakkan rak oven di tengah oven.
# Lapisi loyang muffin 12 cup dengan kertas cup.
Persiapan bahan kering:
# Pertama, siapkan semua bahan KERING.
# Dalam sebuah mangkuk, kocok rata tepung terigu yang sudah diayak, baking powder, baking soda, garam, dan biji poppy.
# Selanjutnya, menggunakan parutan halus atau parutan kotak, parut kulit lemon dari satu buah lemon.
# Tambahkan parutan kulit lemon ke dalam gula. Gunakan garpu, gosok parutan kulit lemon secara merata ke dalam gula dan sisihkan. Dan kita siap membuat adonan muffin.
Membuat adonan muffin:
# Siapkan semua bahan BASAH.
# Dalam mangkuk mixer berdiri dan menggunakan pengaduk dayung, kocok mentega dan gula (dengan parutan kulit lemon) dengan kecepatan sedang hingga tinggi sampai ringan dan mengembang. Ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Saat mengaduk, hentikan mixer untuk mengikis sisi dan dasar mangkuk untuk memastikan semuanya tercampur rata.
# Kemudian masukkan telur satu per satu, kocok rata setelah setiap penambahan.
# Selanjutnya, tambahkan yoghurt tawar dan ekstrak vanili. Kocok hingga tercampur rata.
# Kemudian tambahkan campuran tepung kering dan mulai kocok dengan kecepatan rendah hingga hanya lembap. Jangan terlalu lama mengocok.
# Angkat mangkuk dari mixer. Dengan menggunakan sendok es krim, tuang adonan ke dalam setiap cetakan muffin yang telah disiapkan.
# Untuk cetakan muffin yang lebih kecil (seperti loyang IKEA DRÖMMAR), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/4 cangkir atau 60g adonan.
# Untuk cetakan muffin ukuran lebih besar (loyang biasa), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/3 cangkir atau 85g adonan.
# Panggang selama sekitar 18 hingga 20 menit.
# Muffin akan mengembang dan berubah menjadi cokelat keemasan, dan tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam muffin akan keluar bersih.
Membuat Glasir Lemon:
# Sambil memanggang muffin di oven, siapkan glasir lemon. Siapkan bahan-bahan glasir lemon.
# Pertama, potong lemon parut menjadi dua bagian.
# Gunakan alat pemeras jus, peras air lemon.
# Gunakan saringan untuk menyaring air lemon ke dalam gelas ukur. Ini untuk menghilangkan biji dan ampas dari lemon.
# Untuk membuat glasir lemon, pertama-tama masukkan gula ke dalam panci kecil. Kemudian tambahkan air lemon yang sudah disaring.
# Dengan api sedang, aduk hingga gula larut.
# Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sisihkan untuk digunakan sebagai glasir setelah muffin dipanggang.
Cara Mengolesi Muffin Lemon Biji Poppy:
# Setelah muffin dipanggang, keluarkan dari oven dan letakkan di rak kawat.
# Gunakan kuas kue, SEGERA oleskan bagian atas muffin yang masih panas dengan glasir lemon. Kemudian biarkan dingin sebentar.
# Kemudian keluarkan muffin dari loyang dan biarkan dingin sepenuhnya di rak kawat. Dapat dinikmati langsung, dapat disimpan beberapa hari, atau dapat dibekukan hingga dibutuhkan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYpthWebxqQ, https://huangkitchen.com/lemon-poppy-seed-muffins/- Lemon Poppy Seed Muffins, Angie Liew
<nowiki>[[Kategori:Resep]]</nowiki>
acl7usza2w4f953r4zioyqif87fbzq4
115675
115674
2026-05-30T14:02:48Z
Ifah36
39365
115675
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan A Bahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan B
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murniBahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan C
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murni
Cara:
Persiapan membuat muffin:
# Panaskan oven hingga 180°C dan letakkan rak oven di tengah oven.
# Lapisi loyang muffin 12 cup dengan kertas cup.
Persiapan bahan kering:
# Pertama, siapkan semua bahan KERING.
# Dalam sebuah mangkuk, kocok rata tepung terigu yang sudah diayak, baking powder, baking soda, garam, dan biji poppy.
# Selanjutnya, menggunakan parutan halus atau parutan kotak, parut kulit lemon dari satu buah lemon.
# Tambahkan parutan kulit lemon ke dalam gula. Gunakan garpu, gosok parutan kulit lemon secara merata ke dalam gula dan sisihkan. Dan kita siap membuat adonan muffin.
Membuat adonan muffin:
# Siapkan semua bahan BASAH.
# Dalam mangkuk mixer berdiri dan menggunakan pengaduk dayung, kocok mentega dan gula (dengan parutan kulit lemon) dengan kecepatan sedang hingga tinggi sampai ringan dan mengembang. Ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Saat mengaduk, hentikan mixer untuk mengikis sisi dan dasar mangkuk untuk memastikan semuanya tercampur rata.
# Kemudian masukkan telur satu per satu, kocok rata setelah setiap penambahan.
# Selanjutnya, tambahkan yoghurt tawar dan ekstrak vanili. Kocok hingga tercampur rata.
# Kemudian tambahkan campuran tepung kering dan mulai kocok dengan kecepatan rendah hingga hanya lembap. Jangan terlalu lama mengocok.
# Angkat mangkuk dari mixer. Dengan menggunakan sendok es krim, tuang adonan ke dalam setiap cetakan muffin yang telah disiapkan.
# Untuk cetakan muffin yang lebih kecil (seperti loyang IKEA DRÖMMAR), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/4 cangkir atau 60g adonan.
# Untuk cetakan muffin ukuran lebih besar (loyang biasa), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/3 cangkir atau 85g adonan.
# Panggang selama sekitar 18 hingga 20 menit.
# Muffin akan mengembang dan berubah menjadi cokelat keemasan, dan tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam muffin akan keluar bersih.
Membuat Glasir Lemon:
# Sambil memanggang muffin di oven, siapkan glasir lemon. Siapkan bahan-bahan glasir lemon.
# Pertama, potong lemon parut menjadi dua bagian.
# Gunakan alat pemeras jus, peras air lemon.
# Gunakan saringan untuk menyaring air lemon ke dalam gelas ukur. Ini untuk menghilangkan biji dan ampas dari lemon.
# Untuk membuat glasir lemon, pertama-tama masukkan gula ke dalam panci kecil. Kemudian tambahkan air lemon yang sudah disaring.
# Dengan api sedang, aduk hingga gula larut.
# Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sisihkan untuk digunakan sebagai glasir setelah muffin dipanggang.
Cara Mengolesi Muffin Lemon Biji Poppy:
# Setelah muffin dipanggang, keluarkan dari oven dan letakkan di rak kawat.
# Gunakan kuas kue, SEGERA oleskan bagian atas muffin yang masih panas dengan glasir lemon. Kemudian biarkan dingin sebentar.
# Kemudian keluarkan muffin dari loyang dan biarkan dingin sepenuhnya di rak kawat. Dapat dinikmati langsung, dapat disimpan beberapa hari, atau dapat dibekukan hingga dibutuhkan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYpthWebxqQ, https://huangkitchen.com/lemon-poppy-seed-muffins/- Lemon Poppy Seed Muffins, Angie Liew
[Kategori:Resep]]
g4vv6n1i4g0va9789akuw6a3to7u127
115678
115675
2026-05-30T14:20:57Z
Ifah36
39365
115678
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan A Bahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan B
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murniBahan Kering:
# 260 gram tepung terigu serbaguna, 2 cangkir, diayak
# 4 gram baking powder, 1 sdt
# 2 gram soda kue, 1/2 sdt
# 1 gram garam, 1/4 sdt
# 200 gram gula, 1 cangkir
# 15 gram biji poppy, 1 1/2 sdm, atau biji chia
# 1 buah lemon, parutan kulit satu buah lemon
Bahan C
Bahan Basah:
# 113 gram mentega, 1/2 cangkir, suhu ruang
# 2 butir telur, suhu ruang, telur ukuran besar
# 240 gram yoghurt/krim asam, yoghurt/krim asam tawar penuh lemak
# 1 sdt ekstrak vanili murni
Cara:
Persiapan membuat muffin:
# Panaskan oven hingga 180°C dan letakkan rak oven di tengah oven.
# Lapisi loyang muffin 12 cup dengan kertas cup.
Persiapan bahan kering:
# Pertama, siapkan semua bahan KERING.
# Dalam sebuah mangkuk, kocok rata tepung terigu yang sudah diayak, baking powder, baking soda, garam, dan biji poppy.
# Selanjutnya, menggunakan parutan halus atau parutan kotak, parut kulit lemon dari satu buah lemon.
# Tambahkan parutan kulit lemon ke dalam gula. Gunakan garpu, gosok parutan kulit lemon secara merata ke dalam gula dan sisihkan. Dan kita siap membuat adonan muffin.
Membuat adonan muffin:
# Siapkan semua bahan BASAH.
# Dalam mangkuk mixer berdiri dan menggunakan pengaduk dayung, kocok mentega dan gula (dengan parutan kulit lemon) dengan kecepatan sedang hingga tinggi sampai ringan dan mengembang. Ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Saat mengaduk, hentikan mixer untuk mengikis sisi dan dasar mangkuk untuk memastikan semuanya tercampur rata.
# Kemudian masukkan telur satu per satu, kocok rata setelah setiap penambahan.
# Selanjutnya, tambahkan yoghurt tawar dan ekstrak vanili. Kocok hingga tercampur rata.
# Kemudian tambahkan campuran tepung kering dan mulai kocok dengan kecepatan rendah hingga hanya lembap. Jangan terlalu lama mengocok.
# Angkat mangkuk dari mixer. Dengan menggunakan sendok es krim, tuang adonan ke dalam setiap cetakan muffin yang telah disiapkan.
# Untuk cetakan muffin yang lebih kecil (seperti loyang IKEA DRÖMMAR), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/4 cangkir atau 60g adonan.
# Untuk cetakan muffin ukuran lebih besar (loyang biasa), adonan yang digunakan untuk setiap cetakan muffin adalah 1/3 cangkir atau 85g adonan.
# Panggang selama sekitar 18 hingga 20 menit.
# Muffin akan mengembang dan berubah menjadi cokelat keemasan, dan tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam muffin akan keluar bersih.
Membuat Glasir Lemon:
# Sambil memanggang muffin di oven, siapkan glasir lemon. Siapkan bahan-bahan glasir lemon.
# Pertama, potong lemon parut menjadi dua bagian.
# Gunakan alat pemeras jus, peras air lemon.
# Gunakan saringan untuk menyaring air lemon ke dalam gelas ukur. Ini untuk menghilangkan biji dan ampas dari lemon.
# Untuk membuat glasir lemon, pertama-tama masukkan gula ke dalam panci kecil. Kemudian tambahkan air lemon yang sudah disaring.
# Dengan api sedang, aduk hingga gula larut.
# Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sisihkan untuk digunakan sebagai glasir setelah muffin dipanggang.
Cara Mengolesi Muffin Lemon Biji Poppy:
# Setelah muffin dipanggang, keluarkan dari oven dan letakkan di rak kawat.
# Gunakan kuas kue, SEGERA oleskan bagian atas muffin yang masih panas dengan glasir lemon. Kemudian biarkan dingin sebentar.
# Kemudian keluarkan muffin dari loyang dan biarkan dingin sepenuhnya di rak kawat. Dapat dinikmati langsung, dapat disimpan beberapa hari, atau dapat dibekukan hingga dibutuhkan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYpthWebxqQ, https://huangkitchen.com/lemon-poppy-seed-muffins/- Lemon Poppy Seed Muffins, Angie Liew
[[Kategori:Resep]]
c9z1idvhjkr2tg7m56gmsfq9kb2ij90
Buku Resep: Muffin Lemon Biji Poppy (Berlapis Gula)
0
27383
115676
2026-05-30T14:14:50Z
Ifah36
39365
←Membuat halaman berisi 'Resep muffin lezat ini adalah suguhan istimewa untuk pagi yang spesial. {{center| [[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]] }} Bahan-bahan # ⅓ cangkir (80 ml) susu # ¼ cangkir (60 ml) minyak sayur # ⅔ cangkir (160 ml) yogurt lemon tanpa lemak # 1 butir telur # 1 ¾ cangkir (300 g) tepung terigu serbaguna # ¼ cangkir (60 g) gula pasir putih # 2 sdm biji poppy # 1 sdm kulit lemon parut # ¼ sdt ekstrak lemon # 2½ sdt baking powder #...'
115676
wikitext
text/x-wiki
Resep muffin lezat ini adalah suguhan istimewa untuk pagi yang spesial.
{{center|
[[Image:Lemon Poppy Seed Muffins Glazed In Box.jpg|300px|center]]
}}
Bahan-bahan
# ⅓ cangkir (80 ml) susu
# ¼ cangkir (60 ml) minyak sayur
# ⅔ cangkir (160 ml) yogurt lemon tanpa lemak
# 1 butir telur
# 1 ¾ cangkir (300 g) tepung terigu serbaguna
# ¼ cangkir (60 g) gula pasir putih
# 2 sdm biji poppy
# 1 sdm kulit lemon parut
# ¼ sdt ekstrak lemon
# 2½ sdt baking powder
# ½ sdt baking soda
# ½ sdt garam
# ½ cangkir (120 g) gula halus
# 2 ½ sdt jus lemon
Cara Pembuatan
# Melapisi muffin
# Panaskan oven hingga 400°F (200°C).
# Olesi loyang muffin 12 lubang dengan mentega dingin.
# Ayak tepung terigu, gula pasir, biji poppy, kulit lemon parut, ekstrak lemon, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk sedang.
# Dalam mangkuk terpisah, campur susu, minyak, yogurt lemon, dan telur.
# Campurkan bahan kering ke dalam campuran basah dalam tiga langkah. Hati-hati jangan sampai adonan terlalu banyak diaduk.
# Bagi adonan ke dalam cetakan muffin.
# Panggang selama 16 menit, atau hingga berwarna cokelat keemasan. Muffin harus kenyal saat disentuh dan tusuk gigi yang ditancapkan akan keluar bersih.
# Saat muffin dipanggang, siapkan glasir: Aduk gula halus dengan jus lemon hingga halus.
# Siram muffin dengan glasir.
# Biarkan dingin di rak selama 10 menit dan keluarkan dari cetakan muffin.
# Catatan, tips, dan variasi
# ⅛ cangkir (30 g) irisan almond dapat ditaburkan setelah diberi glasir untuk sentuhan artistik.
# Parfait Buah Segar dan Yogurt: Potong muffin menjadi dua dan lapisi dengan buah beri segar, yogurt, dan sedikit madu untuk sarapan yang menyegarkan.
[[Kategori:Resep]]
hg2t1uh1vu6wtmvnn2aksu78wx2dqtl
Pengguna:Zahradila
2
27384
115679
2026-05-30T14:22:36Z
Zahradila
43258
membuat daftar pengguna di WikiBuku
115679
wikitext
text/x-wiki
Halo! Aku Zahra, pengguna perpustakaan di seluruh dunia.
svenjgb9ysxcc1lmppsekp9ee4styzh
Gambang Semarang
0
27385
115681
2026-05-30T14:26:08Z
Zahradila
43258
membuat buku baru
115681
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Ampat penari kian kemari
jalan berlenggang, aduh…
Langkah gayanya menurut suara
irama gambang
Sambil bernyanyi, jongkok berdiri
kaki melintang, aduh…
Sungguh jenaka tari mereka
tari berdendang
Reff:
Bersuka ria, gelak tertawa
semua orang
kar’na hati tertarik gerak-gerik
si tukang gendang
Ampat penari membikin hati
menjadi senang, aduh…
itulah dia malam gembira
Gambang Semarang <ref>[http://lirik.kapanlagi.com/artis/ernie_djohan/gambang_semarang Kapan lagi.com], Lirik Lagu Gambang Semarang.</ref>
</poem>
== Referensi ==
{{reflist}}
[[Kategori:Lagu daerah Indonesia]]
kppzkut7gx8cdx4c7h4732k940s5av9
115686
115681
2026-05-30T14:30:08Z
Zahradila
43258
menambahkan kategori
115686
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Ampat penari kian kemari
jalan berlenggang, aduh…
Langkah gayanya menurut suara
irama gambang
Sambil bernyanyi, jongkok berdiri
kaki melintang, aduh…
Sungguh jenaka tari mereka
tari berdendang
Reff:
Bersuka ria, gelak tertawa
semua orang
kar’na hati tertarik gerak-gerik
si tukang gendang
Ampat penari membikin hati
menjadi senang, aduh…
itulah dia malam gembira
Gambang Semarang <ref>[http://lirik.kapanlagi.com/artis/ernie_djohan/gambang_semarang Kapan lagi.com], Lirik Lagu Gambang Semarang.</ref>
</poem>
== Referensi ==
{{reflist}}
[[Kategori:Lagu daerah Indonesia]]
[[Kategori:Lagu daerah Jawa Tengah]]
[[Kategori:Lagu daerah]]
g0pek2rs7bpar93c56xfxs4290f8bk6
Seloka Jambi/Gemuk jangan membuang lemak
0
27386
115682
2026-05-30T14:26:52Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Gemuk jangan membuang lemak. Cerdik idak menjual kanti. Tukang pandai dak membuang kayu. == Makna == ''Gemuk jangan membuang lemak'' : Pepatah ini mengajarkan sikap saat kita diberikan suatu kelebihan (harta, jabatan, karir, status sosial), digambarkan sebagai lemak yang berada di bagian tubuh orang yang gemuk, hendaklah untuk bersikap rendah hati kepada keluarga dan teman-teman yang menjadi orang terdekat di sekitar kita. ''Cerdik idak menjual kanti'' : Diib...'
115682
wikitext
text/x-wiki
Gemuk jangan membuang lemak.
Cerdik idak menjual kanti.
Tukang pandai dak membuang kayu.
== Makna ==
''Gemuk jangan membuang lemak'' : Pepatah ini mengajarkan sikap saat kita diberikan suatu kelebihan (harta, jabatan, karir, status sosial), digambarkan sebagai lemak yang berada di bagian tubuh orang yang gemuk, hendaklah untuk bersikap rendah hati kepada keluarga dan teman-teman yang menjadi orang terdekat di sekitar kita.
''Cerdik idak menjual kanti'' : Diibaratkan sebagai orang yang cerdik pandai dalam bersikap, hendaklah kita dalam berteman untuk menjauhi sifat egois, serta tidak berkhianat dan memutus tali silaturahmi demi kepentingan pribadi
''Tukang pandai dak membuang kayu'' '':'' Seorang ahli (tukang) tidak akan membuang kayu. Adapun kayu yang dimaksud disini adalah sisa kayu. Seseorang yang ahli pada bidangnya tidak akan membuang sekecil apapun komponen yang menjadi pekerjaannya, sebab ia tahu hal-hal kecil pun memiliki potensi untuk dapat memperindah karyanya.
Secara keseluruhan, pepatah ini merupakan nasihat dalam pergaulan, baik dengan keluarga, teman, dan pekerjaan agar mampu bersikap rendah hati, setia kawan, serta menghargai hal-hal kecil yang mampu memberikan potensi bagi kebermanfaatan orang banyak.
m71qt5gmmm3fo707owfwylh9i6o5qa2
115685
115682
2026-05-30T14:29:15Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115685
wikitext
text/x-wiki
Gemuk jangan membuang lemak.
Cerdik idak menjual kanti.
Tukang pandai dak membuang kayu.
== Makna ==
''Gemuk jangan membuang lemak'' : Pepatah ini mengajarkan sikap saat kita diberikan suatu kelebihan (harta, jabatan, karir, status sosial), digambarkan sebagai lemak yang berada di bagian tubuh orang yang gemuk, hendaklah untuk bersikap rendah hati kepada keluarga dan teman-teman yang menjadi orang terdekat di sekitar kita.
''Cerdik idak menjual kanti'' : Diibaratkan sebagai orang yang cerdik pandai dalam bersikap, hendaklah kita dalam berteman untuk menjauhi sifat egois, serta tidak berkhianat dan memutus tali silaturahmi demi kepentingan pribadi
''Tukang pandai dak membuang kayu'' '':'' Seorang ahli (tukang) tidak akan membuang kayu. Adapun kayu yang dimaksud disini adalah sisa kayu. Seseorang yang ahli pada bidangnya tidak akan membuang sekecil apapun komponen yang menjadi pekerjaannya, sebab ia tahu hal-hal kecil pun memiliki potensi untuk dapat memperindah karyanya.
Secara keseluruhan, pepatah ini merupakan nasihat dalam pergaulan, baik dengan keluarga, teman, dan pekerjaan agar mampu bersikap rendah hati, setia kawan, serta menghargai hal-hal kecil yang mampu memberikan potensi bagi kebermanfaatan orang banyak.
[[Kategori:WikiSeloka]]
2zpnudusmmbi7b4c6hf0qzb16y2r18p
Seloka Jambi/Dari muaro sabak ke tahtul yaman
0
27387
115691
2026-05-30T14:37:03Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Dari muaro sabak ke tahtul Yaman Lewat simpang desa niaso Sirih nan taletak lah samo dimakan Tandonyo sembah lah kami terimo == Makna == Dalam adat masyarakat Melayu, sirih yang telah disuguhkan lalu dimakan bersama merupakan lambang penghormatan dan tanda bahwa niat baik atau maksud kedatangan seseorang telah diterima dengan baik.'
115691
wikitext
text/x-wiki
Dari muaro sabak ke tahtul Yaman
Lewat simpang desa niaso
Sirih nan taletak lah samo dimakan
Tandonyo sembah lah kami terimo
== Makna ==
Dalam adat masyarakat Melayu, sirih yang telah disuguhkan lalu dimakan bersama merupakan lambang penghormatan dan tanda bahwa niat baik atau maksud kedatangan seseorang telah diterima dengan baik.
5abo436z4hp9udw9qcb68dm49tamwe6
115692
115691
2026-05-30T14:37:51Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115692
wikitext
text/x-wiki
Dari muaro sabak ke tahtul Yaman
Lewat simpang desa niaso
Sirih nan taletak lah samo dimakan
Tandonyo sembah lah kami terimo
== Makna ==
Dalam adat masyarakat Melayu, sirih yang telah disuguhkan lalu dimakan bersama merupakan lambang penghormatan dan tanda bahwa niat baik atau maksud kedatangan seseorang telah diterima dengan baik.
[[Kategori:WikiSeloka]]
gkjuqi07oh40mlp8d74p48zwas9iy6c
115748
115692
2026-05-30T15:54:12Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* */ kapitalisasi
115748
wikitext
text/x-wiki
Dari Muaro Sabak ke Tahtul Yaman
Lewat simpang Desa Niaso
Sirih nan taletak lah samo dimakan
Tandonyo sembah lah kami terimo
== Makna ==
Dalam adat masyarakat Melayu, sirih yang telah disuguhkan lalu dimakan bersama merupakan lambang penghormatan dan tanda bahwa niat baik atau maksud kedatangan seseorang telah diterima dengan baik.
[[Kategori:WikiSeloka]]
32j5m2spfbvom2jeysqfih2cfkniffo
Diru Diru Nina
0
27388
115694
2026-05-30T14:43:16Z
Ratnakurnia93
37481
Menambahkan lagu
115694
wikitext
text/x-wiki
''Diru diru nina ... o ... wa<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa''
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …
''Amai yenusi rumape siripe … a''
<br>
''Sawape diru nina, nina o …''
<br>
''Amai yenusi rumape siripe … a''
<br>
''Sawape diru nina, nina o …''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa''
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …''
''Amenya akenya''
<br>
''Amenya akenya''
<br>
''Danioyo … dan seno''
<br>
''Datousa sesega …''
<br>
''Amenya ba akenya ba''
<br>
''Danioyo … dan seno''
<br>
''Datousa sesega
18vr0k7tyz5s94qs7ngz5w2oms1r8k2
115696
115694
2026-05-30T14:45:47Z
Ratnakurnia93
37481
Menambah kategori
115696
wikitext
text/x-wiki
''Diru diru nina ... o ... wa<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa''
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …
''Amai yenusi rumape siripe … a''
<br>
''Sawape diru nina, nina o …''
<br>
''Amai yenusi rumape siripe … a''
<br>
''Sawape diru nina, nina o …''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa''
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Diru diru nina ... o ... wa
<br>
''Sawape diru nina''
<br>
''Nina o …''
''Amenya akenya''
<br>
''Amenya akenya''
<br>
''Danioyo … dan seno''
<br>
''Datousa sesega …''
<br>
''Amenya ba akenya ba''
<br>
''Danioyo … dan seno''
<br>
''Datousa sesega
[[Kategori: Lagu Daerah Indonesia]]
cnyt69rbenho09vb2hugvvfit2u0p3k
Injit-Injit Semut
0
27389
115697
2026-05-30T14:47:20Z
Zahradila
43258
membuat buku baru
115697
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>Jalan-jalan ke Tanah Deli
Sungguh indah tempat tamasya
Kawan jangan bersedih
Mari nyanyi bersama-sama
Kalau pergi ke Surabaya
Naik prahu dayung sendiri
Kalau hatimu sedih
Ya rugi diri sendiri
Naik prahu ke Pulau Sribu
Sungguh malang nasibku
Punya teman diambil orang
Ramai sungguh Bandar Jakarta
Tempat orang mengikat janji
Walau teman tak punya hati
Senang dapat bernyanyi
Reff: Injit-injit semut
Siapa sakit naik di atas
Injit-injit semut walau sakit
Jangan dilepas</poem>
[[Kategori:Lagu daerah Indonesia]]
[[Kategori:Lagu daerah]]
[[Kategori:Lagu daerah Sumatera]]
ow1lnurp3w67xhsjfxcb7h9p180a9z5
Menarik rambut dalam tepung
0
27390
115698
2026-05-30T14:51:29Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Menarik rambut dalam tepung Rambut jangan putus Tepung jangan terserak == Makna == Dalam menyelesaikan suatu persoalan, hendaklah berhati-hati dan bijaksana.'
115698
wikitext
text/x-wiki
Menarik rambut dalam tepung
Rambut jangan putus
Tepung jangan terserak
== Makna ==
Dalam menyelesaikan suatu persoalan, hendaklah berhati-hati dan bijaksana.
h355dgve5y0cg7nl1l5zz99pcgeyimn
Seloka Jambi/Menarik rambut dalam tepung
0
27391
115700
2026-05-30T14:54:59Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Menarik rambut dalam tepung Rambut jangan putus Tepung jangan terserak == Makna == Dalam menyelesaikan suatu persoalan, hendaklah berhati-hati dan bijaksana.'
115700
wikitext
text/x-wiki
Menarik rambut dalam tepung
Rambut jangan putus
Tepung jangan terserak
== Makna ==
Dalam menyelesaikan suatu persoalan, hendaklah berhati-hati dan bijaksana.
h355dgve5y0cg7nl1l5zz99pcgeyimn
115701
115700
2026-05-30T14:55:46Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115701
wikitext
text/x-wiki
Menarik rambut dalam tepung
Rambut jangan putus
Tepung jangan terserak
== Makna ==
Dalam menyelesaikan suatu persoalan, hendaklah berhati-hati dan bijaksana.
[[Kategori:WikiSeloka]]
oy7l1xupma2jntur2t9o0kef6vuwmsz
Jali-jali
0
27392
115702
2026-05-30T15:07:06Z
Thersetya2021
35874
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem>Ini dia si jali-jali, Lagunya enak lagunya enak merdu sekali. Capek sedikit tidak perduli sayang, Asalkan tuan asalkan tuan senang di hati Palinglah enak si mangga udang Hei sayang disayang pohonnya tinggi, pohonnya tinggi buahnya jarang Palinglah enak si orang bujang sayang Ke mana pergi ke mana perg...'
115702
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>Ini dia si jali-jali,
Lagunya enak lagunya enak merdu sekali.
Capek sedikit tidak perduli sayang,
Asalkan tuan asalkan tuan senang di hati
Palinglah enak si mangga udang
Hei sayang disayang pohonnya tinggi, pohonnya tinggi buahnya jarang
Palinglah enak si orang bujang sayang
Ke mana pergi ke mana pergi tiada yang melarang
Di sana gunung di sini gunung,
Hei sayang disayang di tengah-tengah, di tengah-tengah kembang melati.
Di sana bingung di sini bingung sayang,
Samalah sama, samalah sama menaruh hati.
Jalilah jali dari Cikini sayang
Jali-jali dari Cikini
Jalilah jali sampai di sini</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
j1oslcbekpdg8e10pnu2dys5t3t4p8m
115704
115702
2026-05-30T15:08:11Z
Thersetya2021
35874
115704
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>Ini dia si jali-jali
Lagunya enak, lagunya enak merdu sekali
Capek sedikit tidak perduli sayang
Asalkan tuan asalkan tuan senang di hati
Palinglah enak si mangga udang
Hei sayang disayang pohonnya tinggi, pohonnya tinggi buahnya jarang
Palinglah enak si orang bujang sayang
Ke mana pergi ke mana pergi tiada yang melarang
Di sana gunung di sini gunung
Hei sayang disayang di tengah-tengah, di tengah-tengah kembang melati
Di sana bingung di sini bingung sayang
Samalah sama, samalah sama menaruh hati
Jalilah jali dari Cikini sayang
Jali-jali dari Cikini
Jalilah jali sampai di sini</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
76g02usgh8i4lrl825cwnedvwu0orml
DINAMIKA BUDAYA
0
27393
115703
2026-05-30T15:07:35Z
Delvita Rosa
42763
←Membuat halaman berisi '== '''Objek Budaya Masyarakat di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau'''== <br> === '''Permainan Anak-anak''' === <br> '''GASING''' <br> Gangsing atau gasing merupakan permainan tradisional yang terdapat di sejumlah daerah di Indonesia. Gasing adalah permainan yang berputar pada porosnya serta memiliki keseimbangan pada satu titik. Saat ini, banyak masyarakat yang tidak mengenali permainan gangsing, kecuali di daerah yang men...'
115703
wikitext
text/x-wiki
== '''Objek Budaya Masyarakat di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau'''==
<br>
=== '''Permainan Anak-anak''' ===
<br>
'''GASING'''
<br>
Gangsing atau gasing merupakan permainan tradisional yang terdapat di sejumlah daerah di Indonesia. Gasing adalah permainan yang berputar pada porosnya serta memiliki keseimbangan pada satu titik. Saat ini, banyak masyarakat yang tidak mengenali permainan gangsing, kecuali di daerah yang menganut tradisi tertentu. Gasing dapat digunakan sebagai sarana perlombaan, permainan, bahkan peramalan nasib.
<br>
<br>
'''SEJARAH GASING'''
<br>
Kata gangsing atau gangsing berasal dari dua suku kata, yaitu ''gang'' dan ''sing''. ''Gang'' artinya lorong atau lokasi, dan ''sing'' artinya suara. Sehingga secara keseluruhan, ''gangsing berarti permainan yang dimainkan di tempat kosong dan mengeluarkan bunyi.'' Tidak ada yang mengetahui secara pasti mengenai asal-usul gangsi. Namun, banyak cerita yang muncul tentang asal-usul permainan tradisional ini. Ada pendapat gangsing berasa dari China yang menyebar ke Austronesia, seperti Afrika, Amerika, dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Karena alasan itu, negara tersebut ditemukan beragam permainan gasing. Pendapat lain mengatakan bahwa gasing muncul pada wilayah yang memiliki ketersediaan sumber daya alam. Pendapat berbeda menyebutkan bahwa gasing lekat dengan kebudayaan Melayu, dari Semanjung Melayu hingga Kalimantan. Bahkan, gasing telah ada sejak Kesultanan Samudera Pasai di Aceh pada abad ke-12 sejalan dengan perkembangan Islam di Indonesia. Permainan gasing juga diyakini berasal dari permainan anak-anak yang menggunakan telur sebagai gasing. Telur diputar yang bertahan lama itulah pemenangnya. Kemudian, gasing ditukar dalam bentuk kayu dengan bentuk bulat dan lancip lalu diberi tali supaya bisa berputar lebih kencang.Di Indonesia, gasing merupakan permainan tradisional yang terdapat di sejumlah daerah. Gasing memiliki penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah, seperti Jawa Barat dan Jakarta menyebut dengan gasing atau panggal, dan Lampung dengan pukang. Kalimantan Timur menyebut permainan gasing dengan begasing, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat dengan maggasing, Maluku dengan apiong, Lombok dengan gangsing, Bolaang Mongondow (Sulawesi Selatan) dengan paki, Jawa Timur dengan kekehan, dan lain sebagainya. Umumnya, permainan gasing adalah terbuat dari kayu yang dimainkan dengan menggunakan tali yang terbuat dari kulit pohon. Gasing dibuat menggunakan kayu pilihan dengan ciri berupa kayu keras dan kuat. Namun sekarang untuk mencari bahan gasing yang baik sangat sulit, sehingga beberapa kayu dilem menjadi satu. Kayu yang digunakan, seperti mahoni, cemara,tanduk, serta lemo.
<br>
<br>
'''MATERIAL DAN BENTUK GASING'''
<br>
* '''Zaman Dulu:'''Terbuat dari bahan alami seperti kayu keras, bambu, atau buah tertentu. Dibuat secara manual atau tradisional menggunakan parang.
<br>
* '''Zaman Sekarang:'''Banyak menggunakan material pabrik seperti plastik, karet, atau logam ringan. Beberapa gasing modern juga dilengkapi dengan lampu LED dan mekanisme pegas pelontar.
<br>
'''CARA BERMAIN DAN ATURAN'''
<br>
* '''Zaman Dulu:'''Membutuhkan keterampilan fisik untuk melilitkan tali dan melempar agar gasing berputar seimbang. Fokus permainan adalah adu ketahanan putar (gasing uri) atau menjatuhkan gasing lawan (gasing pangkah).Dan Permainan komunal yang dimainkan bersama teman sebaya di lapangan atau tanah lapang, berfungsi sebagai ajang interaksi sosial dan mempererat solidaritas.
<br>
* '''Zaman Sekarang:'''Cara bermain lebih instan menggunakan pelontar khusus (tanpa harus melilit manual). Bahkan, banyak gasing modern dimainkan di arena khusus (Beystadium) dengan berbagai tipe serangan mekanik. Dan Permainan lebih bersifat individual atau dimainkan dalam komunitas terbatas, serta banyak anak lebih memilih bermain video game di dalam rumah dibandingkan bermain di luar.
<br>
'''FAKTOR - FAKTOR PERUBAHAN'''
<br>
1. '''Kemajuan Teknologi dan Digitalisasi'''.Perkembangan teknologi seperti video game dan gawai (ponsel pintar) telah mengubah lanskap hiburan anak. Anak-anak lebih mudah mengakses permainan virtual daripada harus membuat atau membeli mainan fisik.<br>
<br>
2. '''Perubahan Desain dan Komersialisasi'''.Masuknya gasing modern—seperti fenomena Beyblade atau mainan impor—yang dikemas dengan desain menarik, warna cerah, dan sistem bertarung yang dinamis menggeser minat anak dari gasing kayu tradisional yang dianggap kurang menantang.<br>
<br>
3. '''Penyempitan Lahan Bermain'''.Urbanisasi dan alih fungsi lahan terbuka hijau menjadi pemukiman atau pusat perbelanjaan membuat anak-anak kehilangan ruang yang memadai untuk melakukan permainan tradisional yang membutuhkan area luas.<br>
<br>
4. '''Kurangnya Regenerasi Budaya'''.Pergeseran budaya membuat nilai-nilai luhur dan keterampilan memainkan gasing tradisional tidak lagi diwariskan secara optimal kepada generasi penerus, sehingga gasing lebih sering ditemukan sebagai suvenir atau benda koleksi seni budaya daripada mainan anak sehari-hari.
5aeiokkb0ltuw6nbd77oo32osaaksqf
Mariam Tomong
0
27394
115705
2026-05-30T15:12:41Z
Thersetya2021
35874
dipindah dari Wikisumber bahasa Indonesia
115705
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
:Salendang ma di ginjang, kain panjang ma di toru
:Pangeol ni gontingmu songon dengke na mangolu
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:Metmet dope singkoru nungnga dihandang-handangi
:Metmet dope si boru nungnga ditandang-tandangi
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:Hulangka dua langka
:Hundul ahu maradian
:Tangis ahu malungun
:Hu ingot ma si poriban
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:Ganjang do dalan kuli
:Si rodion ni parodi
:Godang do naso muli
:Rongkap ni naso mangoli
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:Ndang markapal ahu
:Ianggo so kapal Parapat
:Ndang mangoli ahu
:Ianggo so boru Hutabarat
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
:O mariam tomong dainang, sinapang masin
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
hrdlu716cvcp3u7dbj5hyud7yez0rnk
Putri Cening Ayu
0
27395
115706
2026-05-30T15:14:26Z
Thersetya2021
35874
dipindah dari Wikisumber bahasa Indonesia
115706
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah
Sambilan mangempu ajak titiang dadua
Ditekane nyen gapgapin
Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah
Sambilan mangempu ajak titiang dadua
Ditekane nyen gapgapin
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Putri cening ayu ngijeng cening jumah</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
kiy0t1acwh78xmac25kagmk9cmphuol
Sing Sing So
0
27396
115707
2026-05-30T15:15:47Z
Thersetya2021
35874
dipindah dari Wikisumber bahasa Indonesia
115707
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Asing Sing So
| author = Siddik Sitompul
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year =
| notes =
}}
Ue lugahon ahu da parau<Br />Ullushon ahu da alogo tu huta ni Datulang i<Br />Sotung manimbil roham da hasian
Paima tona si rongkap ni tondim<Br />Tiur do tongtong roha ni baoadi<Br />Tarsongon parbinsar ni mata ni ari, da ue<Br />Lugahon ahu da parau
Ullus hon ahu da alogo
Manang tu dia pe taho
[[Kategori:Lagu daerah]]
2xszvslvoejzh1g0jcpkewf65qp7ijh
Seloka Jambi/Bunyi siamang dibukit pangkah
0
27397
115708
2026-05-30T15:16:49Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Bunyi siamang dibukit pangkah Turun kelukuk makan padi Kalau tergemang ulak langkah Sementaro main belum jadi == Makna == Hendaklah bersikap sabar dan berhati-hati dalam mengambil keputusan atau tindakan.'
115708
wikitext
text/x-wiki
Bunyi siamang dibukit pangkah
Turun kelukuk makan padi
Kalau tergemang ulak langkah
Sementaro main belum jadi
== Makna ==
Hendaklah bersikap sabar dan berhati-hati dalam mengambil keputusan atau tindakan.
qs5b31a5avnnipinm2dx222fzcu8rhc
115709
115708
2026-05-30T15:17:35Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115709
wikitext
text/x-wiki
Bunyi siamang dibukit pangkah
Turun kelukuk makan padi
Kalau tergemang ulak langkah
Sementaro main belum jadi
== Makna ==
Hendaklah bersikap sabar dan berhati-hati dalam mengambil keputusan atau tindakan.
[[Kategori:WikiSeloka]]
8j6lly7q94ff8dtyqhaqg4r6wfnwo7r
Tawar Sedenge
0
27398
115710
2026-05-30T15:18:02Z
Thersetya2021
35874
dipindah dari Wikisumber bahasa Indonesia
115710
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Engon ko so tanoh Gayo
Si megah mu reta dele
Rum batang uyem si ijo kupi bako e
Pengen ko tuk ni korek so
Uwet mi ko tanoh Gayo
Seselen pumu ni baju netah dirimu
Enti daten bur kelieten Mongot pude deru
Oya le rahmat ni Tuhen ken ko bewen mu
Uwetmi ko tanoh Gayo Semayak bajangku
Ken tawar roh munyang datu uwetmi masku
Ko matangku si mu mimpim<
Emah uyem ko ken soloh
Katiti kiding enti museltu i lah ni dene
O kiding kao ken cermin
Remalan enti berteduh
Enti mera kao tang duru ton jema dele
Enti osan ku pumu jema Pesaka si ara
Tenaring ni munyang datu ken ko bewene mu
Uwet mi ko tanoh Gayo Ko opoh bajungku
Ken tawar roh munyang datu uwetmi masku
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
lmbw6vpfclu8pea4ynyyu645jhnnu66
115768
115710
2026-05-30T16:33:46Z
Candramawa99
40971
115768
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = A.R. Moese
|previous =
|next =
|year = 1957
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Engon ko so tanoh Gayo
Si megah mu reta dele
Rum batang uyem si ijo kupi bako e
Pengen ko tuk ni korek so
Uwet mi ko tanoh Gayo
Seselen pumu ni baju netah dirimu
Enti daten bur kelieten Mongot pude deru
Oya le rahmat ni Tuhen ken ko bewen mu
Uwetmi ko tanoh Gayo Semayak bajangku
Ken tawar roh munyang datu uwetmi masku
Ko matangku si mu mimpim<
Emah uyem ko ken soloh
Katiti kiding enti museltu i lah ni dene
O kiding kao ken cermin
Remalan enti berteduh
Enti mera kao tang duru ton jema dele
Enti osan ku pumu jema Pesaka si ara
Tenaring ni munyang datu ken ko bewene mu
Uwet mi ko tanoh Gayo Ko opoh bajungku
Ken tawar roh munyang datu uwetmi masku
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
8mkzg44gekiq63vr5yjjbnnjmeg7zhd
Seloka Jambi/Tak ado limau masam seulas
0
27399
115711
2026-05-30T15:18:47Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Tak ado limau masam seulas. Tak masak jemuran (padi) sehari, jangan dibuangi. == Makna == ''Tak ado limau masam seulas'' '':'' Penggambaran sikap seseorang dalam mengambil keputusan dengan perumpamaan buah limau (jeruk) yang tidak hanya masam pada satu bagian saja. Adapun pesan moral dalam pepatah ini agar kita tidak menilai sesuatu hanya dari satu sisi yang dianggap jelek, sehingga mengabaikan hal-hal baik yang bisa kita nilai untuk dijadikan pertimbangan dala...'
115711
wikitext
text/x-wiki
Tak ado limau masam seulas.
Tak masak jemuran (padi) sehari, jangan dibuangi.
== Makna ==
''Tak ado limau masam seulas'' '':'' Penggambaran sikap seseorang dalam mengambil keputusan dengan perumpamaan buah limau (jeruk) yang tidak hanya masam pada satu bagian saja. Adapun pesan moral dalam pepatah ini agar kita tidak menilai sesuatu hanya dari satu sisi yang dianggap jelek, sehingga mengabaikan hal-hal baik yang bisa kita nilai untuk dijadikan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu.
''Tak masak jemuran (padi) sehari, jangan dibuangi'' : Pentingnya bersikap sabar dalam mendidik, mengajari, dan membentuk pribadi seseorang menjadi lebih baik. Diumpamakan dengan padi yang tidak akan langsung masak dalam waktu sehari, maka tidak ada proses yang instan dalam diri manusia dalam bertumbuh.
Secara keseluruhan, seloko ini mengandung makna tersirat dalam hal kebijaksanaan, kesabaran, serta tidak gegabah dalam membuat keputusan hidup supaya hasil yang didapatkan lebih maksimal.
axnjnbj4nuchjw5dszqth81dagal4vg
115713
115711
2026-05-30T15:19:34Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115713
wikitext
text/x-wiki
Tak ado limau masam seulas.
Tak masak jemuran (padi) sehari, jangan dibuangi.
== Makna ==
''Tak ado limau masam seulas'' '':'' Penggambaran sikap seseorang dalam mengambil keputusan dengan perumpamaan buah limau (jeruk) yang tidak hanya masam pada satu bagian saja. Adapun pesan moral dalam pepatah ini agar kita tidak menilai sesuatu hanya dari satu sisi yang dianggap jelek, sehingga mengabaikan hal-hal baik yang bisa kita nilai untuk dijadikan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu.
''Tak masak jemuran (padi) sehari, jangan dibuangi'' : Pentingnya bersikap sabar dalam mendidik, mengajari, dan membentuk pribadi seseorang menjadi lebih baik. Diumpamakan dengan padi yang tidak akan langsung masak dalam waktu sehari, maka tidak ada proses yang instan dalam diri manusia dalam bertumbuh.
Secara keseluruhan, seloko ini mengandung makna tersirat dalam hal kebijaksanaan, kesabaran, serta tidak gegabah dalam membuat keputusan hidup supaya hasil yang didapatkan lebih maksimal.
[[Kategori:WikiSeloka]]
p71t4whcx6curuc926z7mxmw8b7xxwk
Tondok Kadadingku
0
27400
115712
2026-05-30T15:18:50Z
Thersetya2021
35874
dipindah dari Wikisumber bahasa Indonesia
115712
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Marendeng marampa' kadadiangku
Dio padang digente Toraya lebukan Sulawesi
Mellombok membuntu mentanetena
Nakabu'uma sia pa'lak na sakkai salu sa'dan
Kami sang Torayan, umba-umba padang ki olai
Mapparik massusa kirampoi
Tangkipoma banda' pena
Yaa.. Mo passanan tengkoki
Umpa'sundun rongko'ki
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
5x6v65b75rmlohiq4vi2cnzafhy15gc
Mintuo Benci
0
27401
115714
2026-05-30T15:22:39Z
Ris00l may00
43245
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = Yurda. S / Ridwan SN |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem> :Payah nian kalu mintuo benci :Apo nan di gawe dak kunjung jadi :Awak nak kerumah inyo nyuruh ke sawah :Awak nak ke ladang inyo nyuruh motong para :Oooo...ooooo..oooi :Awak nak kerumah inyo ke bawah :Awak nak duduk inyo malangkah :Bilo mancalik matonyo sira :Bila di sapo inyo male...'
115714
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = Yurda. S / Ridwan SN
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
:Payah nian kalu mintuo benci
:Apo nan di gawe dak kunjung jadi
:Awak nak kerumah inyo nyuruh ke sawah
:Awak nak ke ladang inyo nyuruh motong para
:Oooo...ooooo..oooi
:Awak nak kerumah inyo ke bawah
:Awak nak duduk inyo malangkah
:Bilo mancalik matonyo sira
:Bila di sapo inyo malenga
:Booo...ooooo.....oooi
:Tigo tahun saumah kini
:Apo nan di gawe dak kunjung jadi
:Awak macam kucing takut di lidi
:Macam ko nian kalu mintuo benci
:Oooo...ooooo...oooi
:Kalu lah idak dek sayang ka bini
:Lah mbuh nian ku nak barangkek kini
:Pikir-pikir awak raso rugi
:Bini elok di ambik kanti
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
kyrsfbvrrow9no26l41kdyd25ct864z
115716
115714
2026-05-30T15:23:05Z
Ris00l may00
43245
115716
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = Yurda. S / Ridwan SN
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
:Payah nian kalu mintuo benci
:Apo nan di gawe dak kunjung jadi
:Awak nak kerumah inyo nyuruh ke sawah
:Awak nak ke ladang inyo nyuruh motong para
:Oooo...ooooo..oooi
:Awak nak kerumah inyo ke bawah
:Awak nak duduk inyo malangkah
:Bilo mancalik matonyo sira
:Bila di sapo inyo malenga
:Oooo...ooooo.....oooi
:Tigo tahun saumah kini
:Apo nan di gawe dak kunjung jadi
:Awak macam kucing takut di lidi
:Macam ko nian kalu mintuo benci
:Oooo...ooooo...oooi
:Kalu lah idak dek sayang ka bini
:Lah mbuh nian ku nak barangkek kini
:Pikir-pikir awak raso rugi
:Bini elok di ambik kanti
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
91ij3wjwm07cdiwcm1mge124srwxim9
Resep:Au Jus Sandwich
100
27402
115715
2026-05-30T15:23:02Z
Zahradila
43258
membuat buku baru
115715
wikitext
text/x-wiki
{{center|
[[Image:A roast beef sandwich with au jus sauce for dipping, served with a side of fries..jpg|300px|center]]
}}
'''Sandwich Au Jus''' juga dikenal sebagai '''roast beef au jus''', dan di Amerika lebih populer dengan nama '''French Dip Sandwich'''. Makanan ini berasal dari Los Angeles sekitar tahun 1908 atau 1918, ketika seorang pemilik restoran sedang membuat sandwich untuk seorang polisi dan tanpa sengaja menjatuhkannya ke dalam panci berisi kaldu sapi. Polisi tersebut sangat menyukai sandwich itu dan mengajak beberapa teman untuk mencobanya. Sejak saat itu, sandwich Au Jus menjadi terkenal secara internasional.
== Bahan-Bahan ==
* 3 sendok makan tepung terigu
* 0,9–1,4 kg daging sapi panggang (roast beef) atau potongan daging sapi lainnya
* 1 kubus kaldu sapi instan
* 1 kaleng (±2 cangkir / 470 ml) consommé sapi, atau setara kaldu sapi, atau tambahan daging sapi panggang
* 1 kaleng (±2 cangkir / 470 ml) sup bawang Prancis (''French onion soup'')
* 250 g mentega (sekitar 1 cangkir atau 2 batang mentega)
* 1 kaleng bir (470 ml) (opsional)
Bumbu-bumbu (misalnya garam dan lada) (opsional)
* 4 roti Prancis, roti sandwich, atau roti hoagie
== Cara Membuat ==
# Campurkan semua bahan kecuali roti ke dalam slow cooker atau crock pot. Biarkan campuran tersebut matang perlahan selama minimal enam jam. Langkah ini sangat penting karena membuat daging menjadi empuk.
# Sajikan daging sapi di dalam roti yang telah dibelah.
# Sandwich dapat langsung dicelupkan ke dalam kuah sebelum disajikan, atau disajikan bersama semangkuk kecil kuah daging. Jika kuah disajikan terpisah, angkat potongan daging dari cairannya dan sajikan dengan mangkuk kecil berisi kuah di sampingnya. Celupkan sandwich ke dalam kuah saat dimakan.
== Catatan, Resep, dan Variasi ==
* Roti dapat dipanggang dan diolesi mentega sebelum ditambahkan daging.
* Pada versi asli sandwich ini, roti dicelupkan ke dalam kuah terlebih dahulu sebelum daging ditambahkan, bukan dicelupkan saat di meja makan.
* Daging lain dapat digunakan sebagai pengganti, seperti daging domba, daging babi, atau daging kalkun.
* Cobalah menambahkan keju, horseradish (lobak pedas), atau mustard ke dalam sandwich.
== Peringatan ==
* Selalu ikuti petunjuk penggunaan ''slow cooker'' atau ''crock pot'' yang Anda gunakan.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Resep Amerika]]
[[Kategori:Sandwich]]
a0kyc6sznbpc04pug4bhqji0lb3e37y
Seloka Jambi/Payah menentang bulih
0
27403
115717
2026-05-30T15:27:47Z
Monitasholeha
43254
←Membuat halaman berisi 'Payah menentang bulih. Rugi menantang labo. == Makna == Seseorang hendaknya berpikir bijaksana sebelum mengambil sikap yang bertentangan dengan keadaan, nasihat, atau kesepakatan yang baik.'
115717
wikitext
text/x-wiki
Payah menentang bulih.
Rugi menantang labo.
== Makna ==
Seseorang hendaknya berpikir bijaksana sebelum mengambil sikap yang bertentangan dengan keadaan, nasihat, atau kesepakatan yang baik.
at50v5natc5ddy19mkkslsvun2f7f4c
115718
115717
2026-05-30T15:28:12Z
Monitasholeha
43254
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115718
wikitext
text/x-wiki
Payah menentang bulih.
Rugi menantang labo.
== Makna ==
Seseorang hendaknya berpikir bijaksana sebelum mengambil sikap yang bertentangan dengan keadaan, nasihat, atau kesepakatan yang baik.
[[Kategori:WikiSeloka]]
hdktya868qutr20l2ds4x9cbx1gc421
Seloka Jambi/Lama duduk letih terasa
0
27404
115719
2026-05-30T15:28:13Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Lama duduk letih terasa Lama berdiri terasa penat == Makna == Rasa lelah dalam penantian yang lama.'
115719
wikitext
text/x-wiki
Lama duduk letih terasa
Lama berdiri terasa penat
== Makna ==
Rasa lelah dalam penantian yang lama.
a640rig2yychbpnswac5ahmeshh7la4
115720
115719
2026-05-30T15:28:50Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115720
wikitext
text/x-wiki
Lama duduk letih terasa
Lama berdiri terasa penat
== Makna ==
Rasa lelah dalam penantian yang lama.
[[Kategori:WikiSeloka]]
3ltnqyozlnlkcvo2txvmdadvn2xg9d9
Seloka Jambi/Suntuk kato dipikirkan
0
27405
115721
2026-05-30T15:29:28Z
Monitasholeha
43254
←Membuat halaman berisi 'Suntuk kato dipikirkan. Suntuk biduk dikelokkan. == Makna == Setiap persoalan harus dihadapi dengan pertimbangan dan kebijaksanaan.'
115721
wikitext
text/x-wiki
Suntuk kato dipikirkan.
Suntuk biduk dikelokkan.
== Makna ==
Setiap persoalan harus dihadapi dengan pertimbangan dan kebijaksanaan.
1pjcyjxuq8lyti8r35g8q8ug0kzmlpu
115722
115721
2026-05-30T15:29:44Z
Monitasholeha
43254
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115722
wikitext
text/x-wiki
Suntuk kato dipikirkan.
Suntuk biduk dikelokkan.
== Makna ==
Setiap persoalan harus dihadapi dengan pertimbangan dan kebijaksanaan.
[[Kategori:WikiSeloka]]
dspja4p17c7qbews2xzaxzlzuacj73q
Seloka Jambi/Syara' berbuhul mati
0
27406
115723
2026-05-30T15:30:53Z
Monitasholeha
43254
←Membuat halaman berisi 'Syara' berbuhul mati. Adat berbuhul sentak. == Makna == Aturan agama (''syara''') bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah karena bersumber dari ketentuan yang telah ditetapkan.'
115723
wikitext
text/x-wiki
Syara' berbuhul mati.
Adat berbuhul sentak.
== Makna ==
Aturan agama (''syara''') bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah karena bersumber dari ketentuan yang telah ditetapkan.
63otfk50qdo953isy9si82tlwuh579p
115724
115723
2026-05-30T15:31:11Z
Monitasholeha
43254
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115724
wikitext
text/x-wiki
Syara' berbuhul mati.
Adat berbuhul sentak.
== Makna ==
Aturan agama (''syara''') bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah karena bersumber dari ketentuan yang telah ditetapkan.
[[Kategori:WikiSeloka]]
oqez6s28lju56kwe23bn12f7cnw8bq6
Abangku Balek
0
27407
115725
2026-05-30T15:31:28Z
Ris00l may00
43245
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem> :Sejak latu abang :Ninggal lahkan kami bang :Ayek ladi minum :Lasi raso duri :Bumi ladi pijak :Lasi raso api bang :Ingat ladi abang :Ladi rantau jauh :Baleklah abangku balek :Abangku tunggu :Di tengah laman :Idak abang balek minggu lah dimuko bang :Bialah ku turut ladi rantau urang :Baleklah abangku...'
115725
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
:Sejak latu abang
:Ninggal lahkan kami bang
:Ayek ladi minum
:Lasi raso duri
:Bumi ladi pijak
:Lasi raso api bang
:Ingat ladi abang
:Ladi rantau jauh
:Baleklah abangku balek
:Abangku tunggu
:Di tengah laman
:Idak abang balek minggu lah dimuko bang
:Bialah ku turut ladi rantau urang
:Baleklah abangku balek
:Abangku tunggu
:Di tengah laman
:Baleklah abangku balek
:Abangku tunggu
:Di tengah laman
:Idak abang balek minggu lah dimuko bang
:Bialah ku turut ladi rantau urang
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
py3ee3qy5trcdhz96sfrjq6dc97pss0
Seloka Jambi/Tekilat ikan di aek
0
27408
115726
2026-05-30T15:32:54Z
Monitasholeha
43254
←Membuat halaman berisi 'Tekilat ikan di aek. Tentu jantan betinonyo. Tibo di mato jangan dipicingkan. == Makna == Jika suatu hal sudah tampak jelas dan nyata, maka tidak perlu berpura-pura tidak tahu, menutup mata, atau mengabaikannya.'
115726
wikitext
text/x-wiki
Tekilat ikan di aek.
Tentu jantan betinonyo.
Tibo di mato jangan dipicingkan.
== Makna ==
Jika suatu hal sudah tampak jelas dan nyata, maka tidak perlu berpura-pura tidak tahu, menutup mata, atau mengabaikannya.
cilf9d63rzgfm7shyl3xa4oqaho7ldh
115727
115726
2026-05-30T15:33:10Z
Monitasholeha
43254
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115727
wikitext
text/x-wiki
Tekilat ikan di aek.
Tentu jantan betinonyo.
Tibo di mato jangan dipicingkan.
== Makna ==
Jika suatu hal sudah tampak jelas dan nyata, maka tidak perlu berpura-pura tidak tahu, menutup mata, atau mengabaikannya.
[[Kategori:WikiSeloka]]
29hfu7aaf7fog8f02sae9t8vvoigrac
Seloka Jambi/Kurang sisik rumput menjadi
0
27409
115729
2026-05-30T15:36:30Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* */ penambahan Seloka baru
115729
wikitext
text/x-wiki
Kurang sisik rumput menjadi
Kurang siang jelepung tumbuh
cf8bp7a8g4lcerqrg168v2701x1b4rf
115731
115729
2026-05-30T15:37:42Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
/* */
115731
wikitext
text/x-wiki
Kurang sisik rumput menjadi
Kurang siang jelepung tumbuh
== Makna ==
Apabila kurang hati-hati atau teliti dalam menghadapi masalah akan berakibat buruk
kcz2jhvqoz1ke9m1g0o6uhukwm6ia58
115733
115731
2026-05-30T15:38:36Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115733
wikitext
text/x-wiki
Kurang sisik rumput menjadi
Kurang siang jelepung tumbuh
== Makna ==
Apabila kurang hati-hati atau teliti dalam menghadapi masalah akan berakibat buruk
[[Kategori:WikiSeloka]]
oj5xpytmlwsu2mfr5cbqabt9gjxjs9h
Seloka Jambi/Melintang patah tebujur layu
0
27410
115730
2026-05-30T15:37:35Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Melintang patah tebujur layu Diajak layu dianggu mati == Makna == Tekad kuat dan pantang menyerah dalam menghadapi segala kesulitan dalam hidup.'
115730
wikitext
text/x-wiki
Melintang patah tebujur layu
Diajak layu dianggu mati
== Makna ==
Tekad kuat dan pantang menyerah dalam menghadapi segala kesulitan dalam hidup.
dpsg1all0enrfamggcu3v3k3nt0irhi
115732
115730
2026-05-30T15:38:12Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115732
wikitext
text/x-wiki
Melintang patah tebujur layu
Diajak layu dianggu mati
== Makna ==
Tekad kuat dan pantang menyerah dalam menghadapi segala kesulitan dalam hidup.
[[Kategori:WikiSeloka]]
su79kcpsoqn6h5hu7csk489km336fsu
Seloka Jambi/Apabila halaman sudah di sapu
0
27411
115738
2026-05-30T15:41:57Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Apabila halaman sudah di sapu Takkan ada sampah dan debu. Apabila iman sudah menyatu Tentulah hilang bimbang dan ragu == Makna == Larik pertama yang berbunyi "''Apabila halaman sudah di sapu, takkan ada sampah dan debu''." mencerminkan bagaiamana kita menjaga kebersihan secara lahiriah sehingga tidak ada hal-hal yang mampu mengotori sesuatu yang telah kita bersihkan Larik kedua berbunyi "''Apabila iman sudah menyatu, tentulah hilang bimbang dan ragu''." megg...'
115738
wikitext
text/x-wiki
Apabila halaman sudah di sapu
Takkan ada sampah dan debu.
Apabila iman sudah menyatu
Tentulah hilang bimbang dan ragu
== Makna ==
Larik pertama yang berbunyi "''Apabila halaman sudah di sapu, takkan ada sampah dan debu''." mencerminkan bagaiamana kita menjaga kebersihan secara lahiriah sehingga tidak ada hal-hal yang mampu mengotori sesuatu yang telah kita bersihkan
Larik kedua berbunyi "''Apabila iman sudah menyatu, tentulah hilang bimbang dan ragu''." meggambarkan saat keyakinan dan keimanan sudah melekat di dalam diri secara batiniah, maka segala hal yang membuah kita ragu dan bimbang tidak akan membuat kita goyah dengan mudah.
853xdvt2zwdfaygkrc76z036kr8zfuh
115744
115738
2026-05-30T15:49:36Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115744
wikitext
text/x-wiki
Apabila halaman sudah di sapu
Takkan ada sampah dan debu.
Apabila iman sudah menyatu
Tentulah hilang bimbang dan ragu
== Makna ==
Larik pertama yang berbunyi "''Apabila halaman sudah di sapu, takkan ada sampah dan debu''." mencerminkan bagaiamana kita menjaga kebersihan secara lahiriah sehingga tidak ada hal-hal yang mampu mengotori sesuatu yang telah kita bersihkan
Larik kedua berbunyi "''Apabila iman sudah menyatu, tentulah hilang bimbang dan ragu''." meggambarkan saat keyakinan dan keimanan sudah melekat di dalam diri secara batiniah, maka segala hal yang membuah kita ragu dan bimbang tidak akan membuat kita goyah dengan mudah.
[[Kategori:WikiSeloka]]
1lxzzrwexe2lf503di8nukp7eehn8cu
115746
115744
2026-05-30T15:51:50Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
Muhamad Izzul Fiqih memindahkan halaman [[Seloka Jambi/"Apabila halaman sudah di sapu]] ke [[Seloka Jambi/Apabila halaman sudah di sapu]]: Judul salah eja
115744
wikitext
text/x-wiki
Apabila halaman sudah di sapu
Takkan ada sampah dan debu.
Apabila iman sudah menyatu
Tentulah hilang bimbang dan ragu
== Makna ==
Larik pertama yang berbunyi "''Apabila halaman sudah di sapu, takkan ada sampah dan debu''." mencerminkan bagaiamana kita menjaga kebersihan secara lahiriah sehingga tidak ada hal-hal yang mampu mengotori sesuatu yang telah kita bersihkan
Larik kedua berbunyi "''Apabila iman sudah menyatu, tentulah hilang bimbang dan ragu''." meggambarkan saat keyakinan dan keimanan sudah melekat di dalam diri secara batiniah, maka segala hal yang membuah kita ragu dan bimbang tidak akan membuat kita goyah dengan mudah.
[[Kategori:WikiSeloka]]
1lxzzrwexe2lf503di8nukp7eehn8cu
Seloka Jambi/ Batanghari aeknyo tenang
0
27412
115740
2026-05-30T15:43:40Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
Muhamad Izzul Fiqih memindahkan halaman [[Seloka Jambi/ Batanghari aeknyo tenang]] ke [[Seloka Jambi/Batanghari aeknyo tenang]]: Judul salah eja
115740
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Seloka Jambi/Batanghari aeknyo tenang]]
icc87fq3ul2z2liws4jpwf7z1jbueun
Seloka Jambi/Kato benar diubah idak
0
27413
115742
2026-05-30T15:47:05Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Kato benar diubah idak Keris benar dipegang teguh Berkato benar menghukum adil == Makna == Keadilan harus ditegakkan dan kebenaran harus dijadikan sebagai pedoman hidup.'
115742
wikitext
text/x-wiki
Kato benar diubah idak
Keris benar dipegang teguh
Berkato benar menghukum adil
== Makna ==
Keadilan harus ditegakkan dan kebenaran harus dijadikan sebagai pedoman hidup.
aideb1l7bcj32vtl252ld6v5ic8hqtx
115743
115742
2026-05-30T15:47:41Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115743
wikitext
text/x-wiki
Kato benar diubah idak
Keris benar dipegang teguh
Berkato benar menghukum adil
== Makna ==
Keadilan harus ditegakkan dan kebenaran harus dijadikan sebagai pedoman hidup.
[[Kategori:WikiSeloka]]
2yu6k60enwah2fij279bb8r9chwsji7
Binte Biluhuta
0
27414
115745
2026-05-30T15:50:26Z
Ris00l may00
43245
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem> :Binde biluhuta :Ula ulau loduwo :Wanu olamita :Ngoinda mopulito :Binde biluhuta :Malo sambe lolowo :Malita dadata :Orasawa tohuwoto :Monga binde binde biluhuta :Timi idu bele dila tamotolawa :Monga binde binde biluhuta :Timi idu bele dila ta motolawa :Binde bilihuta :Diyaluo tou weo :Binde biluhuta...'
115745
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
:Binde biluhuta
:Ula ulau loduwo
:Wanu olamita
:Ngoinda mopulito
:Binde biluhuta
:Malo sambe lolowo
:Malita dadata
:Orasawa tohuwoto
:Monga binde binde biluhuta
:Timi idu bele dila tamotolawa
:Monga binde binde biluhuta
:Timi idu bele dila ta motolawa
:Binde bilihuta
:Diyaluo tou weo
:Binde biluhuta
:Bome to hulondalo
:Monga binde binde biluhuta
:Timi idu bele dila tamotolawa
:Monga binde binde biluhuta
:Timi idu bele dila ta motolawa
:Binde bilihuta
:Diyaluo tou weo
:Binde biluhuta
:Bome to hulondalo
:Binde biluhuta
:Bome to hulondalo
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
981838e8nqsvb9doysstt000kok2qun
Seloka Jambi/"Apabila halaman sudah di sapu
0
27415
115747
2026-05-30T15:51:50Z
Muhamad Izzul Fiqih
36628
Muhamad Izzul Fiqih memindahkan halaman [[Seloka Jambi/"Apabila halaman sudah di sapu]] ke [[Seloka Jambi/Apabila halaman sudah di sapu]]: Judul salah eja
115747
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Seloka Jambi/Apabila halaman sudah di sapu]]
7aouii3bk6ob7fwg9gaj3rassdl4nur
Abang
0
27416
115749
2026-05-30T15:54:56Z
Ifah36
39365
←Membuat halaman berisi '''(1)'' Umai abang nang ading sayang, di sala siang wan malam 2x Takun batakun di hati surang, kada kah abang maingatakan 2x ''(2)'' Kayu ramin ikat di batang, batang banyu, banyunya dalam Harap di hati abang badatang, gasan maubat hati mandandam ''(3)'' Aduhai kada pang sampai, tapikir maalih janji 2x Kuharap jua biar pang lawas, si abang nang baik budi 2x ''Kembali ke : (1), (2), (2)'' [[Kategori:Lagu Daerah Indonesia]]'
115749
wikitext
text/x-wiki
''(1)''
Umai abang nang ading sayang, di sala siang wan malam 2x
Takun batakun di hati surang, kada kah abang maingatakan 2x
''(2)''
Kayu ramin ikat di batang, batang banyu, banyunya dalam
Harap di hati abang badatang, gasan maubat hati mandandam
''(3)''
Aduhai kada pang sampai, tapikir maalih janji 2x
Kuharap jua biar pang lawas, si abang nang baik budi 2x
''Kembali ke : (1), (2), (2)''
[[Kategori:Lagu Daerah Indonesia]]
74lulrdqxtu6hvfirllqeo2fbuu1a3i
Pajhâr Lagghu
0
27417
115750
2026-05-30T15:56:26Z
Ris00l may00
43245
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem> Pajhâr lagghu arèna pon nyonara Bapa' tanè sè tèdung pon jhâghâ'â Ngala' arè' so landu' tor capèngnga Ajhâlâni sarat kawâjibhân Atatamen mabânnya' asèl bhumèna Mama'mor naghârâna klabân bhângsana </poem> [[Kategori:Lagu daerah]]'
115750
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
Pajhâr lagghu arèna pon nyonara
Bapa' tanè sè tèdung pon jhâghâ'â
Ngala' arè' so landu' tor capèngnga
Ajhâlâni sarat kawâjibhân
Atatamen mabânnya' asèl bhumèna
Mama'mor naghârâna klabân bhângsana
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
hcr3t14bz7euw76krbavduoxjyin2dh
Seloka Jambi/Utang gedang diangsur utang kecik dilunas
0
27418
115751
2026-05-30T15:58:16Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Utang gedang diangsur utang kecik dilunas. == Makna == Seloko ini memiliki makna bahwa segala macam tanggung jawab yang berupa utang hendaklah diselesaikan dengan bijak sesuai porsinya. Jika utang tersebut bernilai sedikit, maka disegerakan untuk dilunasi, sedangkan jika utang tersebut bernilai besar, maka penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara menyicil (angsuran).'
115751
wikitext
text/x-wiki
Utang gedang diangsur utang kecik dilunas.
== Makna ==
Seloko ini memiliki makna bahwa segala macam tanggung jawab yang berupa utang hendaklah diselesaikan dengan bijak sesuai porsinya. Jika utang tersebut bernilai sedikit, maka disegerakan untuk dilunasi, sedangkan jika utang tersebut bernilai besar, maka penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara menyicil (angsuran).
o7n1yv13v92qxh049f8rbla90w2b9w8
115752
115751
2026-05-30T15:59:31Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115752
wikitext
text/x-wiki
Utang gedang diangsur utang kecik dilunas.
== Makna ==
Seloko ini memiliki makna bahwa segala macam tanggung jawab yang berupa utang hendaklah diselesaikan dengan bijak sesuai porsinya. Jika utang tersebut bernilai sedikit, maka disegerakan untuk dilunasi, sedangkan jika utang tersebut bernilai besar, maka penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara menyicil (angsuran).
[[Kategori:WikiSeloka]]
jtcyx02y9ktj06vjvk4d3r7peept67z
Seloka Jambi/Hendaknyo masalah iko Jatuh ke api hangus
0
27419
115754
2026-05-30T16:00:57Z
Winawinaa
43255
←Membuat halaman berisi 'Hendaknyo masalah iko Jatuh ke api hangus Jatuh ke aek hanyut == Makna == Dalam menyelesaikan suatu masalah, hendaknya diselesaikan dengan tuntas agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.'
115754
wikitext
text/x-wiki
Hendaknyo masalah iko Jatuh ke api hangus
Jatuh ke aek hanyut
== Makna ==
Dalam menyelesaikan suatu masalah, hendaknya diselesaikan dengan tuntas agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.
o1vcndi0wtpqq43qppx00z7timg09b6
115755
115754
2026-05-30T16:01:29Z
Winawinaa
43255
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115755
wikitext
text/x-wiki
Hendaknyo masalah iko Jatuh ke api hangus
Jatuh ke aek hanyut
== Makna ==
Dalam menyelesaikan suatu masalah, hendaknya diselesaikan dengan tuntas agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.
[[Kategori:WikiSeloka]]
6fkpzqb1o9ro7ln1a6s4jid4dhblz65
Seloka Jambi/Ambik tuah pado yang menang
0
27420
115756
2026-05-30T16:12:53Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Ambik tuah pado yang menang Ambik teladan pado yang elok == Makna == Seloko ini memberikan makna kehidupan agar senantiasa mencontoh perilaku baik dari lingkungan sekitar serta mampu mengambil pelajaran dari hal-hal yang kita dengar, alami, dan temukan dari orang-orang yang telah mengalami terlebih dahulu agar dapat menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.'
115756
wikitext
text/x-wiki
Ambik tuah pado yang menang
Ambik teladan pado yang elok
== Makna ==
Seloko ini memberikan makna kehidupan agar senantiasa mencontoh perilaku baik dari lingkungan sekitar serta mampu mengambil pelajaran dari hal-hal yang kita dengar, alami, dan temukan dari orang-orang yang telah mengalami terlebih dahulu agar dapat menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
6h2r9ducr9djy5vjk64xayfxuzaz57q
115757
115756
2026-05-30T16:13:59Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115757
wikitext
text/x-wiki
Ambik tuah pado yang menang
Ambik teladan pado yang elok
== Makna ==
Seloko ini memberikan makna kehidupan agar senantiasa mencontoh perilaku baik dari lingkungan sekitar serta mampu mengambil pelajaran dari hal-hal yang kita dengar, alami, dan temukan dari orang-orang yang telah mengalami terlebih dahulu agar dapat menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
[[Kategori:WikiSeloka]]
b01nu5x08q84feufsshz4okvnylclix
Resep:Guacamole I
100
27421
115758
2026-05-30T16:16:51Z
Afifah Al Adzkiya
43127
←Membuat halaman berisi 'Bahan-bahan: - 4 buah alpukat - 2 sendok makan pico de gallo - Air perasan ½ buah jeruk nipis - 2 buah cabai Jalapeño cincang ATAU 2 sendok makan cabai merah bubuk ATAU 1 sendok makan cabai rawit - 1 sendok teh garam - 4 sendok teh minyak zaitun - 1 ½ sendok teh bawang putih cincang - ½ sendok teh lada hitam bubuk - 1 buah jalapeño cincang ATAU 2 buah cabai serrano cincang ATAU 2 sendok makan cabai cincang apa pun (sesuaikan dengan tingkat kepedasan) Cara M...'
115758
wikitext
text/x-wiki
Bahan-bahan:
- 4 buah alpukat
- 2 sendok makan pico de gallo
- Air perasan ½ buah jeruk nipis
- 2 buah cabai Jalapeño cincang ATAU 2 sendok makan cabai merah bubuk ATAU 1 sendok makan cabai rawit
- 1 sendok teh garam
- 4 sendok teh minyak zaitun
- 1 ½ sendok teh bawang putih cincang
- ½ sendok teh lada hitam bubuk
- 1 buah jalapeño cincang ATAU 2 buah cabai serrano cincang ATAU 2 sendok makan cabai cincang apa pun (sesuaikan dengan tingkat kepedasan)
Cara Membuat:
1. Belah alpukat menjadi dua dan buang bijinya.
2. Sayat daging alpukat dengan pola menyilang tanpa memotong kulitnya.
3. Keluarkan daging buah dari salah satu bagiannya dengan sendok besar dan masukkan ke dalam mangkuk pencampur.
4. Tambahkan air jeruk nipis dan aduk hingga alpukat terlapisi secara merata.
5. Masukkan pico de gallo, bawang putih, minyak, jalapeño, garam, cabai merah, dan lada hitam, lalu hancurkan dan aduk potongan alpukat hingga tercampur rata.
6. Keluarkan potongan alpukat yang tersisa dan aduk perlahan hingga tercampur rata dengan potongan yang lebih besar. Guacamole memiliki konsistensi yang tepat ketika jumlah potongan besar lebih banyak daripada bagian yang dihaluskan.
7. Hiasi dengan sebatang daun ketumbar.
Catatan, Tips, dan Variasi:
- Guacamole adalah saus celup yang awalnya dibuat untuk dikonsumsi hampir seketika, artinya tidak ada tujuan untuk menyimpannya sama sekali, jadi Anda dapat menghilangkan penggunaan minyak atau air jeruk nipis untuk resep ini. Namun, minyak dan air jeruk nipis dapat ditambahkan agar guacamole dapat bertahan lebih lama.
- Sedikit greek yogurt atau kacang hitam tumbuk dapat menambah cita rasa dan protein.
- Untuk mencegah perubahan warna menjadi cokelat, tutupi permukaannya dengan plastik wrap agar tidak ada udara yang bersentuhan dengan guacamole. Air jeruk nipis juga dapat membantu mencegah oksidasi tersebut.
- Seorang koki muda dari El Paso, Texas, telah mengembangkan pendekatan yang jauh lebih efektif untuk menjaga guacamole tetap segar hingga tiga kali lebih lama daripada metode tradisional. Melalui uji coba dan kesalahan, Alfred M. Gladstein menemukan bahwa penggunaan berbagai minyak nabati yang dicampur ke dalam ramuan tersebut akan membuatnya tetap segar lebih lama dan secara signifikan meningkatkan waktu sebelum guacamole berubah warna menjadi cokelat dan rusak. Dalam penelitiannya, Gladstein menemukan bahwa mencampur minyak zaitun dalam guacamole bekerja paling baik ketika disajikan secara terpisah atau dengan makanan hangat, sementara minyak nabati (jagung atau kanola) bekerja paling baik ketika guacamole disajikan dengan makanan dingin dan salad. Ketika teknik ini diterapkan, Gladstein, yang juga dikenal sebagai Chef Jamir, menemukan bahwa guacamole yang didinginkan akan tetap segar dan hijau selama tiga hari atau lebih. Ia juga mencatat bahwa ketika menyajikan guacamole pada suhu ruangan, hidangan yang diberi minyak tersebut akan bertahan hingga enam hingga delapan jam sebelum mulai berubah warna menjadi cokelat.
ecvm1v2qoseqmvore7s8trhhngzbnvc
115762
115758
2026-05-30T16:22:30Z
Afifah Al Adzkiya
43127
115762
wikitext
text/x-wiki
==Bahan-bahan:==
*4 buah alpukat
*2 sendok makan pico de gallo
*Air perasan ½ buah jeruk nipis
*2 buah cabai Jalapeño cincang ATAU 2 sendok makan cabai merah bubuk ATAU 1 sendok makan cabai rawit
*1 sendok teh garam
*4 sendok teh minyak zaitun
*1 ½ sendok teh bawang putih cincang
*½ sendok teh lada hitam bubuk
*1 buah jalapeño cincang ATAU 2 buah cabai serrano cincang ATAU 2 sendok makan cabai cincang apa pun (sesuaikan dengan tingkat kepedasan)
==Cara Membuat:==
# Belah alpukat menjadi dua dan buang bijinya.
# Sayat daging alpukat dengan pola menyilang tanpa memotong kulitnya.
# Keluarkan daging buah dari salah satu bagiannya dengan sendok besar dan masukkan ke dalam mangkuk pencampur.
# Tambahkan air jeruk nipis dan aduk hingga alpukat terlapisi secara merata.
# Masukkan pico de gallo, bawang putih, minyak, jalapeño, garam, cabai merah, dan lada hitam, lalu hancurkan dan aduk potongan alpukat hingga tercampur rata.
# Keluarkan potongan alpukat yang tersisa dan aduk perlahan hingga tercampur rata dengan potongan yang lebih besar. Guacamole memiliki konsistensi yang tepat ketika jumlah potongan besar lebih banyak daripada bagian yang dihaluskan.
# Hiasi dengan sebatang daun ketumbar.
==Catatan, Tips, dan Variasi:==
*Guacamole adalah saus celup yang awalnya dibuat untuk dikonsumsi hampir seketika, artinya tidak ada tujuan untuk menyimpannya sama sekali, jadi Anda dapat menghilangkan penggunaan minyak atau air jeruk nipis untuk resep ini. Namun, minyak dan air jeruk nipis dapat ditambahkan agar guacamole dapat bertahan lebih lama.
*Sedikit greek yogurt atau kacang hitam tumbuk dapat menambah cita rasa dan protein.
*Untuk mencegah perubahan warna menjadi cokelat, tutupi permukaannya dengan plastik wrap agar tidak ada udara yang bersentuhan dengan guacamole. Air jeruk nipis juga dapat membantu mencegah oksidasi tersebut.
*Seorang koki muda dari El Paso, Texas, telah mengembangkan pendekatan yang jauh lebih efektif untuk menjaga guacamole tetap segar hingga tiga kali lebih lama daripada metode tradisional. Melalui uji coba dan kesalahan, Alfred M. Gladstein menemukan bahwa penggunaan berbagai minyak nabati yang dicampur ke dalam ramuan tersebut akan membuatnya tetap segar lebih lama dan secara signifikan meningkatkan waktu sebelum guacamole berubah warna menjadi cokelat dan rusak. Dalam penelitiannya, Gladstein menemukan bahwa mencampur minyak zaitun dalam guacamole bekerja paling baik ketika disajikan secara terpisah atau dengan makanan hangat, sementara minyak nabati (jagung atau kanola) bekerja paling baik ketika guacamole disajikan dengan makanan dingin dan salad. Ketika teknik ini diterapkan, Gladstein, yang juga dikenal sebagai Chef Jamir, menemukan bahwa guacamole yang didinginkan akan tetap segar dan hijau selama tiga hari atau lebih. Ia juga mencatat bahwa ketika menyajikan guacamole pada suhu ruangan, hidangan yang diberi minyak tersebut akan bertahan hingga enam hingga delapan jam sebelum mulai berubah warna menjadi cokelat.
ktjw9mldu8t2ypoubwbiv9r1il9g1wk
Resep:Teh Serai Madu Jeruk Nipis
100
27422
115760
2026-05-30T16:18:14Z
Candramawa99
40971
←Membuat halaman berisi ' [[File:Lemongrass tea.jpg|thumb|Teh Serai Madu Jeruk Nipis]] '''Teh serai madu jeruk nipis''' merupakan minuman herbal yang memadukan aroma serai, rasa segar jeruk nipis, dan manis alami madu. Minuman ini dapat disajikan hangat maupun dingin dan cocok diminum pada pagi atau malam hari. === Bahan === ---- * 500 ml air * 2 batang serai, memarkan * 1 sendok makan madu * 1 buah jeruk nipis * 1 lembar daun pandan (opsional) * Es batu secukupnya (jika disajikan dingi...'
115760
wikitext
text/x-wiki
[[File:Lemongrass tea.jpg|thumb|Teh Serai Madu Jeruk Nipis]]
'''Teh serai madu jeruk nipis''' merupakan minuman herbal yang memadukan aroma serai, rasa segar jeruk nipis, dan manis alami madu. Minuman ini dapat disajikan hangat maupun dingin dan cocok diminum pada pagi atau malam hari.
=== Bahan ===
----
* 500 ml air
* 2 batang serai, memarkan
* 1 sendok makan madu
* 1 buah jeruk nipis
* 1 lembar daun pandan (opsional)
* Es batu secukupnya (jika disajikan dingin)
=== Cara membuat ===
----
# Rebus air hingga mendidih.
# Masukkan serai dan daun pandan, lalu rebus selama 5–7 menit hingga harum.
# Angkat dan diamkan hingga hangat.
# Saring air rebusan ke dalam gelas atau teko.
# Tambahkan madu, lalu aduk hingga larut.
# Peras jeruk nipis dan campurkan ke dalam minuman.
# Sajikan hangat atau tambahkan es batu sesuai selera.
==== Tips ====
* Gunakan madu setelah air tidak terlalu panas agar aroma dan rasa madu tetap terjaga.
* Dapat ditambahkan irisan jahe untuk menghasilkan rasa yang lebih hangat.
* Untuk penyajian dingin, simpan terlebih dahulu di lemari pendingin sebelum ditambahkan es batu.
----
Lihat pula
* [[Resep:Wedang Jahe]]
* [[Resep:Bir pletok]]
* [[Resep:Sekoteng]]
[[Kategori:Minuman dan es]]
3eau07xr66i1v2vbvh94vcmzlrwpz4w
115761
115760
2026-05-30T16:22:20Z
Candramawa99
40971
115761
wikitext
text/x-wiki
[[File:Lemongrass tea.jpg|thumb|Teh Serai Madu Jeruk Nipis]]
'''Teh serai madu jeruk nipis''' merupakan minuman herbal yang memadukan aroma serai, rasa segar jeruk nipis, dan manis alami madu. Minuman ini dapat disajikan hangat maupun dingin dan cocok diminum pada pagi atau malam hari.
=== Bahan ===
----
* 500 ml air
* 2 batang serai, memarkan
* 1 sendok makan madu
* 1 buah jeruk nipis
* 1 lembar daun pandan (opsional)
* Es batu secukupnya (jika disajikan dingin)
=== Cara membuat ===
----
# Rebus air hingga mendidih.
# Masukkan serai dan daun pandan, lalu rebus selama 5–7 menit hingga harum.
# Angkat dan diamkan hingga hangat.
# Saring air rebusan ke dalam gelas atau teko.
# Tambahkan madu, lalu aduk hingga larut.
# Peras jeruk nipis dan campurkan ke dalam minuman.
# Sajikan hangat atau tambahkan es batu sesuai selera.
==== Tips ====
* Gunakan madu setelah air tidak terlalu panas agar aroma dan rasa madu tetap terjaga.
* Dapat ditambahkan irisan jahe untuk menghasilkan rasa yang lebih hangat.
* Untuk penyajian dingin, simpan terlebih dahulu di lemari pendingin sebelum ditambahkan es batu.
----
Lihat pula
* [[Resep:Wedang Jahe]]
* [[Resep:Bir pletok]]
* [[Resep:Sekoteng]]
[[Kategori:Minuman dan es]]
[[Kategori:Resep]]
pxux01pjhbr04nh5mixys9gkadb2x8e
Seloka Jambi/Bekato merendah-rendah
0
27423
115763
2026-05-30T16:27:41Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Bekato merendah-rendah. Mandi di bawah-bawah. == Makna == Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan hendaknya seseorang mampu menempatkan diri, bersikap sopan santun, rendah hati, serta menjauhi hal-hal seperti menyombongkan diri atau merasa lebih hebat dari orang lain.'
115763
wikitext
text/x-wiki
Bekato merendah-rendah.
Mandi di bawah-bawah.
== Makna ==
Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan hendaknya seseorang mampu menempatkan diri, bersikap sopan santun, rendah hati, serta menjauhi hal-hal seperti menyombongkan diri atau merasa lebih hebat dari orang lain.
kk5ur1sm7wkpcr8f3m7barqdo0anxc0
115766
115763
2026-05-30T16:29:57Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115766
wikitext
text/x-wiki
Bekato merendah-rendah.
Mandi di bawah-bawah.
== Makna ==
Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan hendaknya seseorang mampu menempatkan diri, bersikap sopan santun, rendah hati, serta menjauhi hal-hal seperti menyombongkan diri atau merasa lebih hebat dari orang lain.
[[Kategori:WikiSeloka]]
0nxrmhty8n8xfrfn3unutfrui8qoku1
Beladau
0
27424
115764
2026-05-30T16:27:58Z
Candramawa99
40971
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem>''Beladau i lamboi-lamboi beladau'' ''I lamboi-lamboi beladau'' ''I lamboi-lamboi de padau'' ''Belayan i lunggoi-lunggoi belayan'' ''Belunggoi pilat arus'' ''I lunggoi belayan'' ''Belunggoi mumpos Sesayap'' ''Besayan initug desawad bayan'' ''Pesayan nelutug nupo impayan'' ''Hasil ulun Yaman nian''...'
115764
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>''Beladau i lamboi-lamboi beladau''
''I lamboi-lamboi beladau''
''I lamboi-lamboi de padau''
''Belayan i lunggoi-lunggoi belayan''
''Belunggoi pilat arus''
''I lunggoi belayan''
''Belunggoi mumpos Sesayap''
''Besayan initug desawad bayan''
''Pesayan nelutug nupo impayan''
''Hasil ulun Yaman nian''
''Inamai gurandang''
''Suang ulun ngupos udang''
''Mui damo ge bebaya gului''
''Suang dangan damo imbayud''
''Busai de padau sengkeduku''
''Lala damo pilat ribut''
''Inama duwi gandang''
''Suang ulun ngupos udang''
''Gandang gulu sigurandang''
''Usai padau''
''Ulun busai padau''</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
okvfzuv4r2lt236j8gt505is0eamo80
Hulotalo Lipu'u
0
27425
115765
2026-05-30T16:28:47Z
Ris00l may00
43245
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} {{Wikipedia}} == Bahasa Gorontalo == <poem> Hulonthalo Lipu'u Pilo Tutuwa Ola'u Lipu'u ilo ponu'u Dilata olipata'u Lipu'u Hulonthalo Teto wa'u bilanthalo Wa'u ma lo mololo Mo'otola Hulonthalo Tilongkabila Huidiyo Bone Dutula liyo Limutu Bulalo liyo Amani Tawu liyo Hulonthalo matola'u Lipu ilo toliangu'u Di...'
115765
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
{{Wikipedia}}
== Bahasa Gorontalo ==
<poem>
Hulonthalo Lipu'u
Pilo Tutuwa Ola'u
Lipu'u ilo ponu'u
Dilata olipata'u
Lipu'u Hulonthalo
Teto wa'u bilanthalo
Wa'u ma lo mololo
Mo'otola Hulonthalo
Tilongkabila Huidiyo
Bone Dutula liyo
Limutu Bulalo liyo
Amani Tawu liyo
Hulonthalo matola'u
Lipu ilo toliangu'u
Dilata olipata'u
Detunggulo mate wa'u
</poem>
== Bahasa Indonesia ==
<poem>
Gorontalo Kampungku
Tempat aku dilahirkan
Kampungku yang kucintai
Tak ada yang kulupakan
Kampungku Gorontalo
Disitu aku dibesarkan
Ku pasti merindukanmu
Ketika jauh darimu
Tilongkabila Gunungnya
Bone Sungainya
Limboto Danaunya
Aman masyarakatnya
Gorontalo kan kutinggalkan
Kampung yang amat kusayangi
Tak ada yang kulupakan
Hingga nanti aku mati
</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
minwakzklf9iuzhtam79axheamb04aw
Biteya
0
27426
115767
2026-05-30T16:30:08Z
Candramawa99
40971
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} <poem> ''Biteya… Biteya,'' ''De auhu otaluwa,'' ''Biteya… Biteya,'' ''De auhu otaluwa…'' ''Bulotu laya-layahu,'' ''Ami maa wenga-wengahu,'' ''Layahu upi utowo,'' ''Ami maa o de deheto…''</poem> [[Kategori:Lagu daerah]]'
115767
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
<poem>
''Biteya… Biteya,''
''De auhu otaluwa,''
''Biteya… Biteya,''
''De auhu otaluwa…''
''Bulotu laya-layahu,''
''Ami maa wenga-wengahu,''
''Layahu upi utowo,''
''Ami maa o de deheto…''</poem>
[[Kategori:Lagu daerah]]
kohvkbldtjbl1xj4wa8neoofmcfah7l
Resep:Pesto I
100
27427
115769
2026-05-30T16:36:28Z
Afifah Al Adzkiya
43127
←Membuat halaman berisi 'Pesto adalah saus yang berasal dari kota Genoa di wilayah Liguria, Italia utara ( pesto alla genovese ). Saus ini dapat digunakan sebagai saus untuk pasta atau daging, atau dapat digunakan sebagai bahan dalam berbagai hidangan. Salah satu penggunaan klasiknya adalah mengoleskan pesto pada irisan roti sebelum dipanggang. Kata "pesto" berasal dari bahasa Italia untuk alu, pestello. Resep ini mengganti keju Parmesan yang biasa digunakan dengan keju Romano. ==Bahan...'
115769
wikitext
text/x-wiki
Pesto adalah saus yang berasal dari kota Genoa di wilayah Liguria, Italia utara ( pesto alla genovese ). Saus ini dapat digunakan sebagai saus untuk pasta atau daging, atau dapat digunakan sebagai bahan dalam berbagai hidangan. Salah satu penggunaan klasiknya adalah mengoleskan pesto pada irisan roti sebelum dipanggang. Kata "pesto" berasal dari bahasa Italia untuk alu, pestello.
Resep ini mengganti keju Parmesan yang biasa digunakan dengan keju Romano.
==Bahan-bahan==
*100 g ( 4 ons ) daun basil segar
*Sekitar 200 g minyak zaitun extra virgin
*⅓ cangkir keju Pecorino Romano atau Parmigiano-Reggiano yang baru diparut , atau campuran 1:1.
*¼ cangkir kacang pinus atau kacang pilihan (opsional)
*4 siung bawang putih
*Garam dan merica yang baru digiling (secukupnya)
==Cara Membuat==
#Panaskan oven hingga 425 °F (220 °C).
#Jika menggunakan kacang pinus, sangrai dalam wajan tahan oven selama 10–15 menit, periksa setiap 5 menit untuk mencegah gosong atau terbakar berlebihan.
#Dalam wajan kecil, panaskan 2 sendok makan minyak zaitun dengan api sedang.
#Hancurkan bawang putih dan tumis dalam minyak hingga lunak, sekitar 2-3 menit.
#Campurkan kemangi, bawang putih, keju, kacang pinus, dan minyak dalam cobek dan ulekan hingga membentuk pasta halus, atau gunakan food processor atau blender dan cincang halus, tambahkan minyak secara perlahan hingga mencapai konsistensi seperti pasta.
==Catatan, Tips, dan Variasi==
*Saus dapat langsung digunakan, dengan ditutup lapisan tipis minyak zaitun dan disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es selama satu minggu, atau dibekukan selama beberapa bulan. Keju dapat dihilangkan untuk penyimpanan yang lebih lama, karena keju adalah bahan yang paling mudah rusak. Keju parut kemudian dapat ditambahkan sebelum digunakan.
*Pesto dapat disimpan dalam stoples untuk jangka waktu yang lebih lama, tetapi disarankan untuk menambahkan sedikit minyak zaitun ekstra di atas stoples yang sudah terisi, jika tidak, bagian atas pesto Anda akan berubah menjadi cokelat karena teroksidasi di udara.
*Secara tradisional, lesung dan alu digunakan untuk membuat saus. Aksi penghancuran dengan lesung dan alu menghasilkan rasa yang lebih intens daripada aksi pencincangan dengan food processor. Saat menggunakan food processor, Anda dapat mensimulasikan rasa tambahan yang diberikan oleh metode lesung dan alu dengan menempatkan daun basil dalam kantong plastik dan menghancurkannya dengan palu karet atau penggiling adonan sebelum digunakan.
*Keju Parmesan berkualitas baik dapat menggantikan Pecorino untuk rasa yang lebih lembut. Keju feta yang dihancurkan juga cocok untuk memberikan cita rasa yang berbeda.
*Perubahan umum pada resep ini adalah mengganti sebagian atau seluruh kacang pinus dengan biji bunga matahari, kenari, pistachio, atau almond. Hal ini secara signifikan mengurangi biaya pembuatan saus. Selain lebih murah, hal ini juga diperlukan bagi orang yang alergi terhadap kacang.
*Untuk saus krim, ambil 2 sendok makan pesto dalam wajan dan panaskan dengan api sedang-kecil. Tambahkan 1 cangkir krim kental dan didihkan perlahan. Gunakan untuk pasta.
*Kacang pinus dapat diganti dengan jumlah tomat kering yang sama.
*Anda dapat mengubah rasa dengan mengganti bahan dasar pesto dari kemangi dengan herba/sayuran lain yang mudah didapatkan. Beberapa variasi termasuk menggunakan ketumbar (cilantro, untuk rasa yang lebih aromatik) atau bayam (lebih hemat, karena bayam jauh lebih murah daripada kemangi, namun tetap memiliki cita rasa khasnya sendiri).
*Cobalah untuk memvariasikan kombinasi standar kemangi/bawang putih dengan menambahkan bawang merah (bawang bombay manis) ke dalam campuran, karena bawang merah menambahkan sedikit rasa manis pada pasta tersebut.
*Campurkan daun bawang segar, marjoram, dan thyme dengan basil untuk menghasilkan sesuatu yang mirip dengan pesto ala Valdostano.
*Varian lain mengganti kemangi dengan campuran daun peterseli dan daun bawang dengan takaran yang sama. Arugula juga dapat digunakan sebagai pengganti kemangi dengan hasil yang mengejutkan dan pedas.
*Untuk variasi saus krim lainnya, tambahkan krim keju ke dalam resep.
*Varian vegan dapat dibuat dengan mencampurkan kenari, kemangi segar, minyak zaitun, dan sedikit pasta miso putih (misalnya satu sendok makan per cangkir).
6hyco5dgcqxzh2eg7lw5vbzwtp52ixs
Resep:Pattaya Fried Rice
100
27428
115770
2026-05-30T16:39:14Z
Candramawa99
40971
←Membuat halaman berisi ' [[File:Nasi Pattaya - Chatter Box (230015182).jpg|thumb|Nasi Goreng Pattaya]]'''Nasi Goreng Pattaya''' adalah hidangan nasi goreng yang dibungkus dengan lapisan telur dadar tipis. Meskipun namanya merujuk pada Kota Pattaya di Thailand, hidangan ini dikenal luas sebagai makanan khas yang populer di Malaysia dan kemudian menyebar ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Singapura. === Bahan === ---- * Bahan nasi goreng * 2 piring nasi putih * 2 si...'
115770
wikitext
text/x-wiki
[[File:Nasi Pattaya - Chatter Box (230015182).jpg|thumb|Nasi Goreng Pattaya]]'''Nasi Goreng Pattaya''' adalah hidangan nasi goreng yang dibungkus dengan lapisan telur dadar tipis. Meskipun namanya merujuk pada Kota Pattaya di Thailand, hidangan ini dikenal luas sebagai makanan khas yang populer di Malaysia dan kemudian menyebar ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Singapura.
=== Bahan ===
----
* Bahan nasi goreng
* 2 piring nasi putih
* 2 siung bawang putih, cincang halus
* 2 siung bawang merah, iris tipis
* 1 butir telur
* 50 gram daging ayam, potong kecil
* 1 batang daun bawang, iris
* 1 sendok makan kecap manis
* 1 sendok teh saus tiram
* Garam secukupnya
* Merica secukupnya
* Minyak goreng secukupnya
* Bahan pembungkus telur
* 2–3 butir telur
* Sejumput garam
* 1 sendok makan air
==== Pelengkap ====
* Saus tomat atau saus cabai
* Irisan mentimun
* Kerupuk
=== Cara membuat ===
----
# Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
# Masukkan ayam, kemudian masak hingga matang.
# Tambahkan telur, lalu orak-arik hingga tercampur rata.
# Masukkan nasi putih dan aduk hingga merata.
# Tambahkan kecap manis, saus tiram, garam, dan merica.
# Masukkan daun bawang, lalu aduk kembali hingga matang.
# Angkat dan sisihkan.
=== Membuat pembungkus telur ===
----
# Kocok telur bersama garam dan air hingga rata.
# Panaskan wajan datar dengan sedikit minyak.
# Tuangkan telur dan ratakan hingga membentuk lapisan tipis seperti dadar.
=== Penyajian ===
----
# Letakkan nasi goreng di bagian tengah telur dadar.
# Lipat sisi kanan, kiri, atas, dan bawah hingga nasi tertutup rapi.
# Balik ke atas piring saji sehingga lipatan berada di bagian bawah.
# Tambahkan saus tomat atau saus cabai di atasnya.
# Sajikan bersama mentimun dan kerupuk.
==== Tips ====
* Gunakan nasi dingin atau nasi yang dimasak sehari sebelumnya agar tekstur nasi goreng lebih baik.
* Telur pembungkus sebaiknya dibuat tipis agar mudah dilipat.
* Dapat ditambahkan udang, sosis, atau sayuran sesuai selera.
==== Keterangan ====
-----
Nasi Goreng Pattaya sering dibandingkan dengan [[omurice]] dari Jepang karena sama-sama menggunakan nasi yang dibungkus telur dadar. Perbedaannya terletak pada bumbu dan cita rasa nasi yang digunakan, karena Nasi Goreng Pattaya menggunakan gaya nasi goreng Asia Tenggara.
Lihat pula
* [[Resep:Nasi goreng]]
* [[Resep:Omurice]]
* [[Resep:Mie goreng]]
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan nasi]]
[[Kategori:Masakan Malaysia]]
[[Kategori:Masakan Asia Tenggara]]
2kdvk2wkx3vtzuf5zg4620yi7apjb62
Seloka Jambi/Elok salah kain daripado salah cakap
0
27429
115771
2026-05-30T16:41:45Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Elok salah kain daripado salah cakap. Biar mati anak daripado mati adat == Makna == Seloko ini memberikan petuah nasihat hendaknya kita dapat berhati-hati dengan lisan dan salah ucap dibandingkan dengan kita salah berpakaian, sebab jika salah perkataan hal itu mampu membekas di hati seseorang. Kemudian dalam adat istiadat, kebudayaan, serta tradisi di masyarakat setempat hendaknya kita dapat menghormati serta menjaga nilai-nilai adat tersebut dalam kehidupan se...'
115771
wikitext
text/x-wiki
Elok salah kain daripado salah cakap.
Biar mati anak daripado mati adat
== Makna ==
Seloko ini memberikan petuah nasihat hendaknya kita dapat berhati-hati dengan lisan dan salah ucap dibandingkan dengan kita salah berpakaian, sebab jika salah perkataan hal itu mampu membekas di hati seseorang. Kemudian dalam adat istiadat, kebudayaan, serta tradisi di masyarakat setempat hendaknya kita dapat menghormati serta menjaga nilai-nilai adat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
baygfh8dzosdblwqf41zix8qhqivzvd
115772
115771
2026-05-30T16:43:14Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115772
wikitext
text/x-wiki
Elok salah kain daripado salah cakap.
Biar mati anak daripado mati adat
== Makna ==
Seloko ini memberikan petuah nasihat hendaknya kita dapat berhati-hati dengan lisan dan salah ucap dibandingkan dengan kita salah berpakaian, sebab jika salah perkataan hal itu mampu membekas di hati seseorang. Kemudian dalam adat istiadat, kebudayaan, serta tradisi di masyarakat setempat hendaknya kita dapat menghormati serta menjaga nilai-nilai adat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
[[Kategori:WikiSeloka]]
gc5zd817co4s0sqzrldff4qre5wo19w
Seloka Jambi/Adat Bersendi Syara’
0
27430
115773
2026-05-30T16:43:37Z
Suriniwidyawati
43253
←Membuat halaman berisi 'Adat Bersendi Syarak Syarak Bersendi Kitabullah Syarak Mengato Adat Memakai Syarak nan Qawi Adat nan Lazim Haram Kato Syarak Dihukum Kato Adat Larang Kato Syarak Pantang Kato Adat Wajib Kato Syarak Perintah Kato Adat == Makna == Seloko ini menegaskan bahwa seluruh tatanan, hukum, dan norma adat harus sepenuhnya tunduk dan bersumber pada syariat Islam serta Al-Qur'an (Kitabullah). '''Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah''': Adat berlandaskan p...'
115773
wikitext
text/x-wiki
Adat Bersendi Syarak
Syarak Bersendi Kitabullah
Syarak Mengato Adat Memakai
Syarak nan Qawi Adat nan Lazim
Haram Kato Syarak Dihukum Kato Adat
Larang Kato Syarak Pantang Kato Adat
Wajib Kato Syarak Perintah Kato Adat
== Makna ==
Seloko ini menegaskan bahwa seluruh tatanan, hukum, dan norma adat harus sepenuhnya tunduk dan bersumber pada syariat Islam serta Al-Qur'an (Kitabullah).
'''Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah''': Adat berlandaskan pada hukum Islam, dan hukum Islam berlandaskan pada Al-Qur'an.
'''Syarak mengato, adat memakai''': Segala perintah dan hukum agama (syariat) yang menetapkan atau memutuskan sesuatu, maka adat yang melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
'''Syarak nan qawi, adat nan lazim''': Hukum agama adalah sesuatu yang kuat dan mutlak (qawi), sementara adat adalah kebiasaan yang disepakati dan berlaku umum di masyarakat (lazim).
'''Haram kato syarak dihukum kato adat''': Tidak boleh (haram) keputusan yang sudah ditetapkan oleh agama diubah atau diganti dengan aturan adat. Hukum agama berada di tingkat tertinggi.
'''Larang kato syarak pantang kato adat''': Segala sesuatu yang dilarang oleh agama secara otomatis menjadi pantangan atau larangan dalam adat.
'''Wajib kato syarak perintah kato adat''': Segala sesuatu yang diwajibkan oleh agama menjadi perintah dan kewajiban yang harus dijalankan bersama dalam adat.
2achh3lgo3u5o5i7m0hsiqo53v9srox
Seloka Jambi/Kalo kito mengaji adat
0
27431
115774
2026-05-30T16:48:33Z
Suriniwidyawati
43253
←Membuat halaman berisi 'Kalo kito mengaji adat Adat lamo jangan diubah Adat kuatagamo teguh Hidup jayo mati sempurno == Makna == Sebuah nasehat bagaimana saat kita mempelajari adat baru agar tidak melupakan adat lama, karena jika adat yang diperkuat dengan ilmu agama maka hidup akan bahagia dan meninggal dengan keadaan baik.'
115774
wikitext
text/x-wiki
Kalo kito mengaji adat
Adat lamo jangan diubah
Adat kuatagamo teguh
Hidup jayo mati sempurno
== Makna ==
Sebuah nasehat bagaimana saat kita mempelajari adat baru agar tidak melupakan adat lama, karena jika adat yang diperkuat dengan ilmu agama maka hidup akan bahagia dan meninggal dengan keadaan baik.
nbfr2q8ouln2l6ct8wa475sovaatyni
Seloka Jambi/Jangan menohok kawan seiring
0
27432
115775
2026-05-30T16:53:13Z
Iziamhr
43235
←Membuat halaman berisi 'Jangan menohok kawan seiring. Bak menggunting dalam lipatan == Makna == Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan agar tidak melakukan perbuatan tercela kepada teman baik, seperti berkhianat, menipu, berbohong, dan memanfaatkan pertemanan untuk kepentingan pribadi. Hendaknya dalam pergaulan kita mampu menjaga solidaritas dan kepercayaan yang diberikan sesama teman.'
115775
wikitext
text/x-wiki
Jangan menohok kawan seiring.
Bak menggunting dalam lipatan
== Makna ==
Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan agar tidak melakukan perbuatan tercela kepada teman baik, seperti berkhianat, menipu, berbohong, dan memanfaatkan pertemanan untuk kepentingan pribadi. Hendaknya dalam pergaulan kita mampu menjaga solidaritas dan kepercayaan yang diberikan sesama teman.
6mhsdkej0d2amt9gcrxk5efop17nvim
115776
115775
2026-05-30T16:56:02Z
Iziamhr
43235
added [[Category:WikiSeloka]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
115776
wikitext
text/x-wiki
Jangan menohok kawan seiring.
Bak menggunting dalam lipatan
== Makna ==
Seloko ini merupakan nasihat dalam pergaulan agar tidak melakukan perbuatan tercela kepada teman baik, seperti berkhianat, menipu, berbohong, dan memanfaatkan pertemanan untuk kepentingan pribadi. Hendaknya dalam pergaulan kita mampu menjaga solidaritas dan kepercayaan yang diberikan sesama teman.
[[Kategori:WikiSeloka]]
9djhw7345mummbjfpw9ocoyztc5uvby
Seloka Jambi/Kalo ado gelang di tangan
0
27433
115777
2026-05-30T16:58:31Z
Suriniwidyawati
43253
←Membuat halaman berisi 'Kalo ado gelang di tangan Idak melurut cincin di jari Kalo ado tunang awak nian Idak merebut si tunang kanti == Makna == Pantun seloko khas Jambi yang sarat akan nilai moral dan budaya, '''Kesetiaan dan Integritas''': Sebagaimana gelang dan cincin yang pas di tangan serta tidak akan mudah terlepas, seseorang yang sudah memiliki pasangan (tunangan sendiri) harus menjaga komitmen, setia, dan tidak akan berpaling. '''Menghargai Hubungan Orang Lain''': Pantun...'
115777
wikitext
text/x-wiki
Kalo ado gelang di tangan
Idak melurut cincin di jari
Kalo ado tunang awak nian
Idak merebut si tunang kanti
== Makna ==
Pantun seloko khas Jambi yang sarat akan nilai moral dan budaya, '''Kesetiaan dan Integritas''': Sebagaimana gelang dan cincin yang pas di tangan serta tidak akan mudah terlepas, seseorang yang sudah memiliki pasangan (tunangan sendiri) harus menjaga komitmen, setia, dan tidak akan berpaling. '''Menghargai Hubungan Orang Lain''': Pantun ini juga menjadi pengingat tegas untuk tidak merusak hubungan asmara orang lain, apalagi sampai merebut tunangan atau kekasih sahabat (kanti) kita sendiri.
h7fmng09wx21641u26t77o6g9j134q6
Resep:Pumpkin Pie
100
27434
115778
2026-05-31T02:49:58Z
Bajinra
36458
←Membuat halaman berisi ''''Pumpkin Pie''' atau '''Pie Labu''' adalah makanan penutup tradisional Amerika dan Kanada. Pie ini terdiri dari custard berbahan dasar labu yang dipanggang dalam satu kulit pie. Pie ini secara tradisional disajikan dengan krim kocok. ==Bahan-bahan== *2 cangkir (480 ml) susu, dididihkan *2 cangkir (450 g) [labu yang dimasak dan dihaluskan (atau labu kalengan) *1 cangkir (240 ml) sirup maple *⅛ cangkir (30 g) gula *1 sendok makan tepung *⅛ sendok teh garam *...'
115778
wikitext
text/x-wiki
'''Pumpkin Pie''' atau '''Pie Labu''' adalah makanan penutup tradisional Amerika dan Kanada. Pie ini terdiri dari custard berbahan dasar labu yang dipanggang dalam satu kulit pie. Pie ini secara tradisional disajikan dengan krim kocok.
==Bahan-bahan==
*2 cangkir (480 ml) susu, dididihkan
*2 cangkir (450 g) [labu yang dimasak dan dihaluskan (atau labu kalengan)
*1 cangkir (240 ml) sirup maple
*⅛ cangkir (30 g) gula
*1 sendok makan tepung
*⅛ sendok teh garam
*1 sdt bubuk jahe
*1 sdt bubuk kayu manis
*¼ sdt bubuk pala (opsional)
*2 butir telur besar, dikocok
*1 kulit pie 9 inci (sekitar 23 cm) yang belum dipanggang
==Cara Membuat==
#Panaskan oven hingga 180°C (350°F).
#Campur semua bahan kecuali kulit pai untuk membuat isian.
#Tuang isian ke dalam kulit pai yang belum dipanggang.
#Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 45 menit.
#Biarkan dingin dan sajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Resep ini mengganti sebagian besar gula yang biasanya terdapat dalam resep pumpkin pie dengan sirup maple. Gunakan hanya sirup maple asli 100%, bukan sirup pancake rasa maple, karena kandungan gulanya berbeda. Anda juga dapat mengganti sirup maple dengan ⅔ cangkir gula merah yang dicampur dengan ⅓ cangkir susu.
*Siapkan labu mentah dengan mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi kubus berukuran 1 inci (sekitar 2,5 cm). Panggang pada suhu 180°C (350°F) selama 1 jam, lalu matikan api. Biarkan labu di dalam oven selama satu atau dua jam lagi, yang akan mengurangi kadar airnya. Labu juga bisa dikukus, tetapi hasilnya mungkin terlalu lembap, sehingga pai menjadi encer. Labu berdiameter 25 cm (10 inci) akan menghasilkan 4–6 pie. Labu juga bisa dipanggang utuh dan dikupas setelahnya.
*Pie labu tidak memiliki lapisan atas, sehingga sebagian besar bentuk dekorasi tidak mungkin dilakukan; namun, untuk pie yang lebih estetis, tambahkan sedikit krim kocok asli di setiap potongannya, atau tambahkan hiasan di pinggiran lapisan samping dengan potongan adonan berlapis yang artistik berbentuk daun musim gugur, atau labu.
*Gunakan labu 'sugar pumpkin' yang lebih kecil daripada labu 'Jack O Lantern' yang besar. Labu 'sugar pumpkin' memiliki tekstur yang padat dan halus, sedangkan labu 'Jack O Lantern' yang lebih besar memiliki tekstur yang lebih berserat dan daging yang lebih berair.
=== Variasi ===
* '''Pie labu berlapis cokelat:''' Setelah pie dingin, lelehkan 55 g cokelat manis (susu atau hitam) dan tuangkan di atas pie. Pastikan untuk menutupi seluruh labu. Dinginkan di lemari es hingga cokelat mengeras.
* '''Kue Pie Labu:''' Giling adonan kulit pie tipis-tipis dan potong menjadi lingkaran dengan diameter sekitar 4 inci. Letakkan satu sendok campuran labu dingin di salah satu sisi tengah lingkaran. Lipat kulit pie menjadi setengah lingkaran dan rapatkan tepinya. Buat tiga sayatan kecil di bagian atas untuk ventilasi. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi minyak. Panggang hanya sampai kulit pie berwarna cokelat keemasan muda, sekitar 10 menit.
===Pengganti===
* 14 ons (1 kaleng) susu kental manis dapat menggantikan susu yang sudah dipanaskan dan sirup maple.
* 2 cangkir labu kalengan polos dapat menggantikan labu yang sudah dimasak dan disaring. Jangan gunakan "isian pie labu", yang sudah ditambahkan rempah-rempah.
b5ipqcifrrsqjdf4mwibkfqh1gxgowz
115779
115778
2026-05-31T02:51:31Z
Bajinra
36458
115779
wikitext
text/x-wiki
'''Pumpkin Pie''' atau '''Pie Labu''' adalah makanan penutup tradisional Amerika dan Kanada. Pie ini terdiri dari custard berbahan dasar labu yang dipanggang dalam satu kulit pie. Pie ini secara tradisional disajikan dengan krim kocok.
==Bahan-bahan==
*2 cangkir (480 ml) susu, dididihkan
*2 cangkir (450 g) [labu yang dimasak dan dihaluskan (atau labu kalengan)
*1 cangkir (240 ml) sirup maple
*⅛ cangkir (30 g) gula
*1 sendok makan tepung
*⅛ sendok teh garam
*1 sdt bubuk jahe
*1 sdt bubuk kayu manis
*¼ sdt bubuk pala (opsional)
*2 butir telur besar, dikocok
*1 kulit pie 9 inci (sekitar 23 cm) yang belum dipanggang
==Cara Membuat==
#Panaskan oven hingga 180°C (350°F).
#Campur semua bahan kecuali kulit pai untuk membuat isian.
#Tuang isian ke dalam kulit pai yang belum dipanggang.
#Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 45 menit.
#Biarkan dingin dan sajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Resep ini mengganti sebagian besar gula yang biasanya terdapat dalam resep pumpkin pie dengan sirup maple. Gunakan hanya sirup maple asli 100%, bukan sirup pancake rasa maple, karena kandungan gulanya berbeda. Anda juga dapat mengganti sirup maple dengan ⅔ cangkir gula merah yang dicampur dengan ⅓ cangkir susu.
*Siapkan labu mentah dengan mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi kubus berukuran 1 inci (sekitar 2,5 cm). Panggang pada suhu 180°C (350°F) selama 1 jam, lalu matikan api. Biarkan labu di dalam oven selama satu atau dua jam lagi, yang akan mengurangi kadar airnya. Labu juga bisa dikukus, tetapi hasilnya mungkin terlalu lembap, sehingga pai menjadi encer. Labu berdiameter 25 cm (10 inci) akan menghasilkan 4–6 pie. Labu juga bisa dipanggang utuh dan dikupas setelahnya.
*Pie labu tidak memiliki lapisan atas, sehingga sebagian besar bentuk dekorasi tidak mungkin dilakukan; namun, untuk pie yang lebih estetis, tambahkan sedikit krim kocok asli di setiap potongannya, atau tambahkan hiasan di pinggiran lapisan samping dengan potongan adonan berlapis yang artistik berbentuk daun musim gugur, atau labu.
*Gunakan labu 'sugar pumpkin' yang lebih kecil daripada labu 'Jack O Lantern' yang besar. Labu 'sugar pumpkin' memiliki tekstur yang padat dan halus, sedangkan labu 'Jack O Lantern' yang lebih besar memiliki tekstur yang lebih berserat dan daging yang lebih berair.
=== Variasi ===
* '''Pie labu berlapis cokelat:''' Setelah pie dingin, lelehkan 55 g cokelat manis (susu atau hitam) dan tuangkan di atas pie. Pastikan untuk menutupi seluruh labu. Dinginkan di lemari es hingga cokelat mengeras.
* '''Kue Pie Labu:''' Giling adonan kulit pie tipis-tipis dan potong menjadi lingkaran dengan diameter sekitar 4 inci. Letakkan satu sendok campuran labu dingin di salah satu sisi tengah lingkaran. Lipat kulit pie menjadi setengah lingkaran dan rapatkan tepinya. Buat tiga sayatan kecil di bagian atas untuk ventilasi. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi minyak. Panggang hanya sampai kulit pie berwarna cokelat keemasan muda, sekitar 10 menit.
===Pengganti===
* 14 ons (1 kaleng) susu kental manis dapat menggantikan susu yang sudah dipanaskan dan sirup maple.
* 2 cangkir labu kalengan polos dapat menggantikan labu yang sudah dimasak dan disaring. Jangan gunakan "isian pie labu", yang sudah ditambahkan rempah-rempah.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan penutup]]
[[Kategori:Masakan tradisional]]
[[Kategori:Masakan Amerika]]
4lj80jojpd1hy0sztoncz0099eicjo2
115785
115779
2026-05-31T03:10:25Z
Bajinra
36458
menambahkan gambar
115785
wikitext
text/x-wiki
[[File:Pumpkin Pie.jpg|300px|thumb|Pumpkin Pie atau Pie Labu]]
'''Pumpkin Pie''' atau '''Pie Labu''' adalah makanan penutup tradisional Amerika dan Kanada. Pie ini terdiri dari custard berbahan dasar labu yang dipanggang dalam satu kulit pie. Pie ini secara tradisional disajikan dengan krim kocok.
==Bahan-bahan==
*2 cangkir (480 ml) susu, dididihkan
*2 cangkir (450 g) [labu yang dimasak dan dihaluskan (atau labu kalengan)
*1 cangkir (240 ml) sirup maple
*⅛ cangkir (30 g) gula
*1 sendok makan tepung
*⅛ sendok teh garam
*1 sdt bubuk jahe
*1 sdt bubuk kayu manis
*¼ sdt bubuk pala (opsional)
*2 butir telur besar, dikocok
*1 kulit pie 9 inci (sekitar 23 cm) yang belum dipanggang
==Cara Membuat==
#Panaskan oven hingga 180°C (350°F).
#Campur semua bahan kecuali kulit pai untuk membuat isian.
#Tuang isian ke dalam kulit pai yang belum dipanggang.
#Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 45 menit.
#Biarkan dingin dan sajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Resep ini mengganti sebagian besar gula yang biasanya terdapat dalam resep pumpkin pie dengan sirup maple. Gunakan hanya sirup maple asli 100%, bukan sirup pancake rasa maple, karena kandungan gulanya berbeda. Anda juga dapat mengganti sirup maple dengan ⅔ cangkir gula merah yang dicampur dengan ⅓ cangkir susu.
*Siapkan labu mentah dengan mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi kubus berukuran 1 inci (sekitar 2,5 cm). Panggang pada suhu 180°C (350°F) selama 1 jam, lalu matikan api. Biarkan labu di dalam oven selama satu atau dua jam lagi, yang akan mengurangi kadar airnya. Labu juga bisa dikukus, tetapi hasilnya mungkin terlalu lembap, sehingga pai menjadi encer. Labu berdiameter 25 cm (10 inci) akan menghasilkan 4–6 pie. Labu juga bisa dipanggang utuh dan dikupas setelahnya.
*Pie labu tidak memiliki lapisan atas, sehingga sebagian besar bentuk dekorasi tidak mungkin dilakukan; namun, untuk pie yang lebih estetis, tambahkan sedikit krim kocok asli di setiap potongannya, atau tambahkan hiasan di pinggiran lapisan samping dengan potongan adonan berlapis yang artistik berbentuk daun musim gugur, atau labu.
*Gunakan labu 'sugar pumpkin' yang lebih kecil daripada labu 'Jack O Lantern' yang besar. Labu 'sugar pumpkin' memiliki tekstur yang padat dan halus, sedangkan labu 'Jack O Lantern' yang lebih besar memiliki tekstur yang lebih berserat dan daging yang lebih berair.
=== Variasi ===
* '''Pie labu berlapis cokelat:''' Setelah pie dingin, lelehkan 55 g cokelat manis (susu atau hitam) dan tuangkan di atas pie. Pastikan untuk menutupi seluruh labu. Dinginkan di lemari es hingga cokelat mengeras.
* '''Kue Pie Labu:''' Giling adonan kulit pie tipis-tipis dan potong menjadi lingkaran dengan diameter sekitar 4 inci. Letakkan satu sendok campuran labu dingin di salah satu sisi tengah lingkaran. Lipat kulit pie menjadi setengah lingkaran dan rapatkan tepinya. Buat tiga sayatan kecil di bagian atas untuk ventilasi. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi minyak. Panggang hanya sampai kulit pie berwarna cokelat keemasan muda, sekitar 10 menit.
===Pengganti===
* 14 ons (1 kaleng) susu kental manis dapat menggantikan susu yang sudah dipanaskan dan sirup maple.
* 2 cangkir labu kalengan polos dapat menggantikan labu yang sudah dimasak dan disaring. Jangan gunakan "isian pie labu", yang sudah ditambahkan rempah-rempah.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan penutup]]
[[Kategori:Masakan tradisional]]
[[Kategori:Masakan Amerika]]
d1oa16w1cxdl7ugag4lsyhxzd48nqji
115786
115785
2026-05-31T03:19:23Z
Bajinra
36458
115786
wikitext
text/x-wiki
[[File:Pumpkin Pie.jpg|300px|thumb|Pumpkin Pie atau Pie Labu]]
'''Pumpkin Pie''' atau '''Pie Labu''' adalah makanan penutup tradisional Amerika dan Kanada. Pie ini terdiri dari custard berbahan dasar labu yang dipanggang dalam satu kulit pie. Pie ini secara tradisional disajikan dengan krim kocok.
==Bahan-bahan==
*2 cangkir (480 ml) susu, dididihkan
*2 cangkir (450 g) [labu yang dimasak dan dihaluskan (atau labu kalengan)
*1 cangkir (240 ml) sirup maple
*⅛ cangkir (30 g) gula
*1 sendok makan tepung
*⅛ sendok teh garam
*1 sdt bubuk jahe
*1 sdt bubuk kayu manis
*¼ sdt bubuk pala (opsional)
*2 butir telur besar, dikocok
*1 kulit pie 9 inci (sekitar 23 cm) yang belum dipanggang
==Cara pembuatan==
#Panaskan oven hingga 180°C (350°F).
#Campur semua bahan kecuali kulit pai untuk membuat isian.
#Tuang isian ke dalam kulit pai yang belum dipanggang.
#Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 45 menit.
#Biarkan dingin dan sajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Resep ini mengganti sebagian besar gula yang biasanya terdapat dalam resep pumpkin pie dengan sirup maple. Gunakan hanya sirup maple asli 100%, bukan sirup pancake rasa maple, karena kandungan gulanya berbeda. Anda juga dapat mengganti sirup maple dengan ⅔ cangkir gula merah yang dicampur dengan ⅓ cangkir susu.
*Siapkan labu mentah dengan mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi kubus berukuran 1 inci (sekitar 2,5 cm). Panggang pada suhu 180°C (350°F) selama 1 jam, lalu matikan api. Biarkan labu di dalam oven selama satu atau dua jam lagi, yang akan mengurangi kadar airnya. Labu juga bisa dikukus, tetapi hasilnya mungkin terlalu lembap, sehingga pai menjadi encer. Labu berdiameter 25 cm (10 inci) akan menghasilkan 4–6 pie. Labu juga bisa dipanggang utuh dan dikupas setelahnya.
*Pie labu tidak memiliki lapisan atas, sehingga sebagian besar bentuk dekorasi tidak mungkin dilakukan; namun, untuk pie yang lebih estetis, tambahkan sedikit krim kocok asli di setiap potongannya, atau tambahkan hiasan di pinggiran lapisan samping dengan potongan adonan berlapis yang artistik berbentuk daun musim gugur, atau labu.
*Gunakan labu 'sugar pumpkin' yang lebih kecil daripada labu 'Jack O Lantern' yang besar. Labu 'sugar pumpkin' memiliki tekstur yang padat dan halus, sedangkan labu 'Jack O Lantern' yang lebih besar memiliki tekstur yang lebih berserat dan daging yang lebih berair.
=== Variasi ===
* '''Pie labu berlapis cokelat:''' Setelah pie dingin, lelehkan 55 g cokelat manis (susu atau hitam) dan tuangkan di atas pie. Pastikan untuk menutupi seluruh labu. Dinginkan di lemari es hingga cokelat mengeras.
* '''Kue Pie Labu:''' Giling adonan kulit pie tipis-tipis dan potong menjadi lingkaran dengan diameter sekitar 4 inci. Letakkan satu sendok campuran labu dingin di salah satu sisi tengah lingkaran. Lipat kulit pie menjadi setengah lingkaran dan rapatkan tepinya. Buat tiga sayatan kecil di bagian atas untuk ventilasi. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi minyak. Panggang hanya sampai kulit pie berwarna cokelat keemasan muda, sekitar 10 menit.
===Pengganti===
* 14 ons (1 kaleng) susu kental manis dapat menggantikan susu yang sudah dipanaskan dan sirup maple.
* 2 cangkir labu kalengan polos dapat menggantikan labu yang sudah dimasak dan disaring. Jangan gunakan "isian pie labu", yang sudah ditambahkan rempah-rempah.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan penutup]]
[[Kategori:Masakan tradisional]]
[[Kategori:Masakan Amerika]]
21q3g5ihr7hgbgdpv7bmc3aopyd82km
Andang SiGurandang
0
27435
115780
2026-05-31T02:55:59Z
Bajinra
36458
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = NN |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} Oleh: [[:w:NN|NN]] ==Lirik== ===Bahasa Tidung=== Andang-andang di gandang <br> Gandak guruk-guruk sigurandang <br> Lakiu-lakiu anak tambang <br> guang nakod nakod de piasau <br> kalap ko ki nakod 2X <br> beinggaga upun gino <br> Labut-labut baloi bincang <br> po pandai pesapa 2X <br> lasu nio tudung t...'
115780
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = NN
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Oleh: [[:w:NN|NN]]
==Lirik==
===Bahasa Tidung===
Andang-andang di gandang <br>
Gandak guruk-guruk sigurandang <br>
Lakiu-lakiu anak tambang <br>
guang nakod nakod de piasau <br>
kalap ko ki nakod 2X <br>
beinggaga upun gino <br>
Labut-labut baloi bincang <br>
po pandai pesapa 2X <br>
lasu nio tudung taka <br>
po pio bintang 2x <br>
binulut <br>
[[Kategori:Lagu daerah]]
smm8x0nmfi3o3wrv5chrawtzngdn91j
115781
115780
2026-05-31T02:58:19Z
Bajinra
36458
115781
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = NN
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Andang-andang di gandang <br>
Gandak guruk-guruk sigurandang <br>
Lakiu-lakiu anak tambang <br>
guang nakod nakod de piasau <br>
kalap ko ki nakod 2X <br>
beinggaga upun gino <br>
Labut-labut baloi bincang <br>
po pandai pesapa 2X <br>
lasu nio tudung taka <br>
po pio bintang 2x <br>
binulut <br>
[[Kategori:Lagu daerah]]
na49yii3jq5lzim3gbxcqcmzlrelpas
115783
115781
2026-05-31T03:03:45Z
Bajinra
36458
115783
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Andang-andang di gandang <br>
Gandak guruk-guruk sigurandang <br>
Lakiu-lakiu anak tambang <br>
guang nakod nakod de piasau <br>
kalap ko ki nakod 2X <br>
beinggaga upun gino <br>
Labut-labut baloi bincang <br>
po pandai pesapa 2X <br>
lasu nio tudung taka <br>
po pio bintang 2x <br>
binulut <br>
[[Kategori:Lagu daerah]]
czbl7yeguzvlmpj0w28m6ute7ba9v0d
Na Sonang do hita Na dua
0
27436
115782
2026-05-31T03:02:06Z
Bajinra
36458
←Membuat halaman berisi '{{header |title = {{PAGENAME}} |section = |author = NN |previous = |next = |year = |portal = Lagu daerah Indonesia |shortcut = |notes = }} Nasonang do hita nadua Saleleng ahu rap dohot ho Nang ro di na sarimatua Sai tong ingotonghu do ho Hupeop sude denggan ni basam Huboto holan tu au do roham Nang ro di na sarimatua Sai tong ingotonghu do ho Hupeop sude denggan ni basam Huboto holan tu ahu do roham Nang ro di na sarimatua [...'
115782
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author = NN
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Nasonang do hita nadua
Saleleng ahu rap dohot ho
Nang ro di na sarimatua
Sai tong ingotonghu do ho
Hupeop sude denggan ni basam
Huboto holan tu au do roham
Nang ro di na sarimatua
Sai tong ingotonghu do ho
Hupeop sude denggan ni basam
Huboto holan tu ahu do roham
Nang ro di na sarimatua
[[Kategori:Lagu daerah]]
j9u26sauhq0yhc2s2ngb91trpt6v8is
115784
115782
2026-05-31T03:03:57Z
Bajinra
36458
115784
wikitext
text/x-wiki
{{header
|title = {{PAGENAME}}
|section =
|author =
|previous =
|next =
|year =
|portal = Lagu daerah Indonesia
|shortcut =
|notes =
}}
Nasonang do hita nadua
Saleleng ahu rap dohot ho
Nang ro di na sarimatua
Sai tong ingotonghu do ho
Hupeop sude denggan ni basam
Huboto holan tu au do roham
Nang ro di na sarimatua
Sai tong ingotonghu do ho
Hupeop sude denggan ni basam
Huboto holan tu ahu do roham
Nang ro di na sarimatua
[[Kategori:Lagu daerah]]
70b2fqj27katuoleu32j5jt3l1975b3
Resep:Radish Pie
100
27437
115787
2026-05-31T03:25:11Z
Bajinra
36458
←Membuat halaman berisi ''''Radish Pie''' atau '''Pie lobak''' adalah pie gurih yang cocok untuk diet vegetarian. Lobak, keju kambing segar, dan kenari memberikan pie ini rasa yang unik, yang paling nikmat jika disajikan dingin. ==Bahan-bahan== *1–2 ikat lobak merah *1–2 sdm minyak zaitun *¼ cangkir (60 ml) mentega, dibagi *8 ons (227 g) adonan phyllo *1 bawang merah, dicincang *2 butir telur besar *1 kuning telur *¾ cangkir (177 ml) krim kental *4 ons (113 g) keju kambing segar *...'
115787
wikitext
text/x-wiki
'''Radish Pie''' atau '''Pie lobak''' adalah pie gurih yang cocok untuk diet vegetarian. Lobak, keju kambing segar, dan kenari memberikan pie ini rasa yang unik, yang paling nikmat jika disajikan dingin.
==Bahan-bahan==
*1–2 ikat lobak merah
*1–2 sdm minyak zaitun
*¼ cangkir (60 ml) mentega, dibagi
*8 ons (227 g) adonan phyllo
*1 bawang merah, dicincang
*2 butir telur besar
*1 kuning telur
*¾ cangkir (177 ml) krim kental
*4 ons (113 g) keju kambing segar
*¾ cangkir (177 ml) potongan kenari
*⅓ cangkir (80 ml) peterseli Italia segar
==Cara Pembuatan==
[[File:RadishPieSlice250px.jpg|thumb|250x250px|Sepotong Radish Pie]]
#Panaskan oven hingga 175°C (350°F).
#Cuci lobak dengan bersih, buang bagian atasnya. Masukkan lobak ke dalam loyang kecil dan siram dengan minyak zaitun. Panggang selama sekitar satu jam. Biarkan dingin lalu potong dadu kecil.
#Gunakan setengah mentega untuk mengolesi loyang pie, lalu lapisi dengan potongan adonan phyllo, tutupi loyang secara merata. Selipkan sisa-sisa adonan ke bawah untuk membuat pinggiran yang rapi.
#Panaskan sisa mentega dalam wajan besar dan tumis bawang bombay selama sekitar 5 menit. Tambahkan lobak yang telah dipotong dadu, lalu masak selama satu menit lagi. Angkat dari api dan tuangkan ke dalam kulit pie.
#Dalam mangkuk, campurkan telur dan krim, lalu tuangkan di atas sayuran dalam kulit pie. Taburkan keju kambing di atas krim.
#Panggang pie dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya pada suhu yang disebutkan di atas selama 20 menit.
#Tambahkan kenari dan panggang selama 15–20 menit lagi.
#Keluarkan pie dari oven dan taburi dengan peterseli yang telah dipotong-potong.
#Biarkan dingin sepenuhnya sebelum disajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Gunakan lebih sedikit lobak untuk rasa yang lebih lembut, atau tambahkan lebih banyak sesuai selera Anda.
*Lobak dapat dipanggang sehari sebelumnya dan kemudian disimpan di lemari es sampai Anda membuat pie.
*Untuk tampilan profesional, hiasi setiap sajian dengan setangkai peterseli.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan penutup]]
[[Kategori:Masakan tradisional]]
ldu7swbbfxorin9yd2e0bvjuhnnsqnj
115788
115787
2026-05-31T03:26:10Z
Bajinra
36458
menambahkan gambar
115788
wikitext
text/x-wiki
[[Image:2RadishPie250px.jpg|300px|thumb|Radish Pie atau Pie Lobak]]
'''Radish Pie''' atau '''Pie lobak''' adalah pie gurih yang cocok untuk diet vegetarian. Lobak, keju kambing segar, dan kenari memberikan pie ini rasa yang unik, yang paling nikmat jika disajikan dingin.
==Bahan-bahan==
*1–2 ikat lobak merah
*1–2 sdm minyak zaitun
*¼ cangkir (60 ml) mentega, dibagi
*8 ons (227 g) adonan phyllo
*1 bawang merah, dicincang
*2 butir telur besar
*1 kuning telur
*¾ cangkir (177 ml) krim kental
*4 ons (113 g) keju kambing segar
*¾ cangkir (177 ml) potongan kenari
*⅓ cangkir (80 ml) peterseli Italia segar
==Cara Pembuatan==
[[File:RadishPieSlice250px.jpg|thumb|250x250px|Sepotong Radish Pie]]
#Panaskan oven hingga 175°C (350°F).
#Cuci lobak dengan bersih, buang bagian atasnya. Masukkan lobak ke dalam loyang kecil dan siram dengan minyak zaitun. Panggang selama sekitar satu jam. Biarkan dingin lalu potong dadu kecil.
#Gunakan setengah mentega untuk mengolesi loyang pie, lalu lapisi dengan potongan adonan phyllo, tutupi loyang secara merata. Selipkan sisa-sisa adonan ke bawah untuk membuat pinggiran yang rapi.
#Panaskan sisa mentega dalam wajan besar dan tumis bawang bombay selama sekitar 5 menit. Tambahkan lobak yang telah dipotong dadu, lalu masak selama satu menit lagi. Angkat dari api dan tuangkan ke dalam kulit pie.
#Dalam mangkuk, campurkan telur dan krim, lalu tuangkan di atas sayuran dalam kulit pie. Taburkan keju kambing di atas krim.
#Panggang pie dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya pada suhu yang disebutkan di atas selama 20 menit.
#Tambahkan kenari dan panggang selama 15–20 menit lagi.
#Keluarkan pie dari oven dan taburi dengan peterseli yang telah dipotong-potong.
#Biarkan dingin sepenuhnya sebelum disajikan.
==Catatan, tips, dan variasi==
*Gunakan lebih sedikit lobak untuk rasa yang lebih lembut, atau tambahkan lebih banyak sesuai selera Anda.
*Lobak dapat dipanggang sehari sebelumnya dan kemudian disimpan di lemari es sampai Anda membuat pie.
*Untuk tampilan profesional, hiasi setiap sajian dengan setangkai peterseli.
[[Kategori:Resep]]
[[Kategori:Hidangan penutup]]
[[Kategori:Masakan tradisional]]
am8quxsdqvxjess5zmm0jjqm0ftaw6w
Mbok Mase
0
27438
115790
2026-05-31T09:07:49Z
Ony3345
42161
←Membuat halaman berisi ' {{inuse}} [[Kategori:Cerpen]] JUNI, 1914 ==Sego Jagung Iwak Wader== ''Lir-ilir, lir-ilir'' ''Tandure wis sumilir'' ''Tak ijo royo-royo'' ''Tak sengguh temanten anyar'' Selepas subuh, terdengar suara para pendayung perahu yang mengangkut kain batik dari kampung Laweyan ke pelabuhan Nusupan. Laju perahu itu tampak seirama dengan tembang ciptaan Sunan Kalijaga yang dinyanyikan para pendayung perahu itu. Hanya riak kecil yang tertinggal di sungai Kabanaran di...'
115790
wikitext
text/x-wiki
{{inuse}}
[[Kategori:Cerpen]]
JUNI, 1914
==Sego Jagung Iwak Wader==
''Lir-ilir, lir-ilir''
''Tandure wis sumilir''
''Tak ijo royo-royo''
''Tak sengguh temanten anyar''
Selepas subuh, terdengar suara para pendayung perahu yang mengangkut kain batik dari kampung Laweyan ke pelabuhan Nusupan.
Laju perahu itu tampak seirama dengan tembang ciptaan Sunan Kalijaga yang dinyanyikan para pendayung perahu itu. Hanya riak kecil yang tertinggal di sungai Kabanaran di pagi itu.
Di tepi Sungai Kabanaran, aroma ikan wader bakar tercium dari perapian kecil. Ngatini Sulastri, seorang pembatik muda, duduk di bawah pohon kelapa sambil menikmati nasi jagung dengan sambal terasi yang pedas menyengat. Ikannya belum matang, tapi rasa lapar sudah tak bisa dibendung.
Ngatini adalah salah satu dari sekian banyak pekerja di bengkel batik kampung Laweyan yang dimiliki para “Mbok Mase”.
Ia tidak sekolah meski usianya genap 15 tahun. Seperti anak gadis Jawa lainnya yang bukan priyayi, ia sudah disiapkan untuk bekerja memasak dan bersih-bersih dan dianggap tak perlu sekolah.
“Ni, Ngatini!” seorang gadis berusia 14 tahun berlari kencang hingga bagian bawah kain jarik yang dikenakannya robek sedikit.
Ngatini menoleh ke arah suara yang memanggil namanya di saat menikmati rangkaian tembang Lir-Ilir sambil menunggu ikan wadernya matang.
Ia meletakkan daun jati berisi nasi jagung di sisi sebelah kiri lalu beranjak berdiri.
“Ni, Ngatini!” gadis itu berhenti di depan Ngatini terengah-engah kehabisan nafas.
“Sarniyah?” tanya Ngatini heran, “Ada apa?”
“Kau… kau.. Dicari Mbok Mase!” jawab Sarniyah masih mencoba mengatur nafasnya.
“Apa? Mbok Mase?” Ngatini tidak mengerti, “Ini hari Jumat, Yah. Kita kan libur!”
“Ni, Ngatini!” Sarniyah memasang wajah serius, “Buat apa aku bohong? Ayo cepat!”
“Ya sudah, apa mau dikata!” jawab Ngatini sambil membungkus nasi jagung sambal terasinya dengan daun jati.
“Ni! Ndak ada waktu untuk habiskan makanan itu, tinggalkan saja!” Sarniyah mulai menarik tangan Ngatini untuk mengikutinya berlari.
“Tidak, jika aku tinggalkan nanti dimakan ayamnya Tarno!”
“Tarno dipenjara!”
“Tarno di penjara, tapi ayamnya tidak!”
“Terserah, ayo cepat!”
Sarniyah menarik kembali tangan Ngatini sambil berlari.
“Yah, Sarniyah.. Jangan terlalu cepat!” ujar Ngatini, “Nasi jagung di perutku belum sepenuhnya tercerna!”
Tapi Sarniyah tidak menghiraukan kata-kata Ngatini. Ia tetap melesat berlari menyusuri sisi sungai Kabanaran di sela-sela cahaya matahari yang hendak terbit.
Tiba-tiba tercium bau kurang sedap. “Mambu apa ini?!” teriak Sarniyah.
“Lho, kok lewat sini?” Ngatini mengalihkan pembicaraan akibat tak sengaja membuang gas. Ia juga keheranan ketika Sarniyah menempuh jalan berbeda.
“Kita masuk dari jalur bawah tanah!”
“Jalur bawah tanah? Ada apa sebenarnya Sar? Ayo jawab aku!”
“Ndak ngerti, Sar! Mbok Mase menyuruh kita lewat situ!”
“Mambu opo to iki jan!” teriak Sarniyah.
==Tamu di Atas Sampan==
Kabut tebal masih menyelimuti tepi sungai Kabanaran. Selagi mereka berdua berlari, tiba-tiba muncul cahaya lampu minyak yang berasal dari perahu yang mendekat.
“Ngatini, Sarniyah! Ayo naik!” ada suara seorang pemuda yang tak asing di telinga mereka.
“Suradi?” Ngatini terperangah.
Suradi meletakkan telunjuk di mulut tanda untuk diam.
Ngatini naik ke perahu, diikuti Sarniyah.
Suradi mengisyaratkan Ngatini dan Sarniyah duduk di dekat pengayuh.
Di awal abad ke-20, hanya saudagar kaya yang memiliki sampan besar untuk mengangkut batik ke pelabuhan, pasar, atau stasiun kereta api.
Suradi berusia 18 tahun. Ia pendayung yang paling dipercaya oleh Wulandari Kartikaningrum, seorang pengusaha batik di Laweyan berusia 26 tahun yang disebut “Mbok Mase” oleh Sarniyah.
Suradi berbadan tegap dan berotot karena tiap hari mengantar batik melalui sungai Kabanaran dari Laweyan ke Pasar Gede, ke pelabuhan Nusupan, dan ke stasiun kereta api Jebres.
Sudah lama Sarniyah jatuh hati kepada Suradi, namun Ngatini selalu mengingatkan bahwa usia 14 bukanlah saat yang tepat untuk menikah.
Ngatini berpegang teguh pada prinsip Wulandari yang berpendirian bahwa indikator menikah adalah kesiapan mental, bukan usia yang berupa angka yang ditentukan sistem feodalisme.
Ngatini memperhatikan Suradi yang nampak serius. Pagi itu Suradi menggunakan lurik hijau dengan blangkon gaya Mangkunegaran yang ada kuncungnya.
Mbok Mase pernah cerita bahwa Suradi terkait dengan Pura Mangkunegaran.
“Oh, kuncung itu penanda bahwa ia bukan keluarga ningrat.” Ngatini bergumam sendiri.
“Apa?” bisik Sarniyah.
“Tidak ada apa-apa.” Ngatini segera duduk diam kembali sambil memegang erat bungkusan nasi jagungnya.
Sarniyah ikut diam karena dua orang Eropa yang duduk di seberang mereka tampak sebagai misteri, tetapi ia tidak berani bertanya.
''“Kunnen zij onze taal verstaan?”'' tanya seorang pemuda yang menggunakan ''kostuum tropen'', setelan jas ringan dengan celana panjang dari katun. Ia juga memakai kemeja putih dan topi Panama, “Apa mereka paham bahasa kita?”
“Pelankan suaramu, Tommy. Tetaplah menggunakan bahasa Inggris dengan logat Cockney-mu.” jawab pria di sebelahnya yang menggunakan pakaian lebih santai, yaitu kemeja putih lengan panjang dengan rompi.
''“Blimey!”'' jawab pemuda yang bernama Thomas Wellington yang dipanggil Tommy, “Apakah kalian orang Belanda memasalahkan logat kami?”
“Bukan demikian, Tuan Wellington.” jawab Jostijn Laksenaar setengah berbisik, “Kita akan membahas masalah yang penting, bahasa Belanda-mu sangat baik, tapi banyak orang di sini yang mengerti bahasa Belanda. Jadi tetaplah berbahasa Inggris.”
Thomas Wellington menoleh ke arah Jostijn Laksenaar.
Laksenaar hanya melirik ke arah Wellington, “Tetaplah berbahasa Inggris.”
''“Blimey!”'' kata Thomas Wellington, “Dua gadis rendahan dan seorang pendayung ini? Bisa bahasa Belanda? Yang benar saja, Laksenaar!”
“Perhatikan ucapanmu, Tommy! Percayalah ucapanku.”
Thomas Wellington mengangkat kedua tangannya dengan ungkapan kurang setuju.
“Aku sudah lebih dulu di sini, dan aku mengerti bagaimana industri mendapatkan keuntungan, Tommy!” kata Laksenaar lagi, “Duduk dan diamlah. Kau anak sahabatku, ayahmu akan bangga padamu jika kau menurut.”
Thomas Wellington memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seakan melakukan peregangan.
Sementara itu Ngatini dan Sarniyah tidak berani menatap.
Sampan Mbok Mase mereka walau terhitung lebih panjang dari sampan rata-rata saudagar lainnya yang hanya sampai 3 meter, tapi keduanya merasa jarak antara mereka duduk dengan kedua orang asing itu terlalu dekat.
“''Blimey'', Laksenaar!” seru Thomas melihat ada perahu lain yang sedang menurunkan barang ke pintu ruang bawah tanah, “Kau lihat itu? Opium!”
Thomas Wellington langsung tergelak, suaranya memecah kabut pagi yang dingin di sekitar Laweyan itu.
“Itu bukan mainan kita, Tommy!” sahut Jostijn tegas, “Kita sedang menyiapkan perang besar di Eropa dari sini. Sebentar lagi. Opium ilegal hanya receh.”
“Perang besar? Sebesar apa?”
==Kau Tidak Ingin Tahu==
“Mbok Mase, siapa kedua tamu yang datang nanti?” tanya Jap Siok Tjien kepada Wulandari.
“Kau tidak ingin mengetahuinya Siok,” jawab Wulandari yang tampak cemas menanti kedatangan Suradi bersama kedua pegawainya.
Siok Tjien melihat sahabatnya tidak seperti biasanya. Wulandari dikenal sebagai salah satu Mbok Mase berwibawa yang tenang.
Namun di pagi itu Siok Tjien menjadi sangat kuatir dengan kondisi sahabatnya.
“Wis to, Mbok Mase!” Siok Tjien berusaha menenangkan Wulandari dalam bahasa Jawa dialek Cina Solo-nya yang khas, “Ti Kong melindungi!"
“Ti Kong kan dewamu, Siok.” jawab Wulandari, “Apa iya dewa orang Cina seperti Ti Kong juga bantu orang Jawa?”
“Lha itu dia, Mbok Mase,” jawab Siok Tjien, “Aku sebenarnya tidak bisa jawab. Nek bisa jawab, tentune aku wis mati isa ketemu dewa, rak yo?”
“Siok, mengapa kau panggil aku Mbok Mase juga?” Wulandari menoleh ke arah sahabatnya, “Kita sahabat sejak kecil, mengapa hari ini kau menjadi sangat resmi memanggilku.”
“Supaya ndak kelepasan Wul!” jawab Siok Tjien berbisik, “Karyawanmu banyak dan pelangganmu uakeh bianget, bayangke nék aku manggil koé Wul Wul, mereka nanti jadi ndak menghormatimu, rak yo?”
Wulandari tersenyum kecil, “Apakah bisnis orang Cina seperti itu Siok?”
“Ya mungkin sih Wul. Aku kan lahir di Solo. Mukaku tok sing Cino, tapi pemahamanku tentang bisnis orang Cina ya minim.”
“Oh ya!” kata Wulan, “Kau dan A Choi selalu bicara bahasa Jawa, kenapa ndak pakai bahasa Cina?”
“Lha aku Hokkien dan dia itu Khek, rak yo!” jawab Siok Tjien, “Mana nyambung nek ngobrol tanpa bahasa Jawa? Bahkan sebelum ada Cina, keduanya beda negara.”
“Begitu ya?” sekilas Wulandari melupakan kecemasannya berkat hanyut dalam percakapan dengan sahabatnya.
Siok Tjien tidak menjawab, hanya mengusap hidungnya.
“Lihatlah itu!” kata Wulandari, “Kau selalu mengusap hidung ketika cemas. Ada apa Siok?”
“Opo?” Siok Tjien tampak agak terkejut, “Ndak ada apa-apa.”
“Oh..” Wulandari mulai tersenyum, “Soal A Choi kan ya? Apakah kalian masih yang-yangan?”
Siok Tjien segera meninju bahu sahabatnya.
“Aduh!”
Siok Tjien mencibir, “Jangan bahas itu..”
“Lho kenapa? Kau sudah umur 23 tahun, A Choi umur 27 tahun. Cocok lah kalian menikah.”
“Tidak semudah itu, Wul.” Siok Tjien menurunkan volume suaranya, “Selain beda suku antara Khek dan Hokkian, beda usia 4 tahun.”
“Lho apa masalahnya?”
“Empat artinya mati, Wul.”
“Ah, tahayul!” Wulandari tidak setuju.
“Lha iya to Wul.” Siok Tjien menghela nafas, “Kadang aku lebih ingin jadi orang Jawa daripada jadi Cina.”
“Aku sebenarnya senang jika kau menikah dengan A Choi, Siok.” kata Wulandari lagi, “A Choi buka rumah makan nasi goreng. Sayangnya aku tidak bisa mencicipinya karena kata A Choi tidak halal.”
Siok Tjien hanya menoleh pelan, tidak menjawab sepatah kata pun.
“Setidaknya A Choi akan memperlakukanmu sebagai istri, Siok. Bukan pembantu.”
“Bagaimana maksudmu, Mbok Mase?”
Wulandari menoleh ke arah Siok Tjien dengan tatapan tajam.
Siok Tjien sadar bahwa ia tak sengaja memanggil sahabatnya dengan panggilan Mbok Mase lagi.
“A Choi bisa masak, setidaknya ia tidak akan menuntutmu untuk kerja di dapur, Siok. Aku tidak tahu, apakah feodalisme atau kapitalisme yang menjebak kaum perempuan seakan bertanggung jawab harus bisa masak. Kadang kita seakan jadi pembantu, bukan istri!”
“Aku tidak sepintar kau, Wul.” kata Siok Tjien, “Aku kan tidak sekolah.”
“Aku juga tidak sekolah Siok. Mana ada perempuan pewaris bisnis batik pergi ke sekolah Siok?” Wulandari melipat tangannya dengan kesal, “Aku tidak mengerti bagaimana masa depan kerajaan ini jika perempuan seperti Ngatini dan Sarniyah tidak sekolah.”
“Tapi koé ngerti kapalan.. Eh kapalisme..”
“Kapitalisme, Siok! Sebelum Belanda datang, VOC mengenalkan kapitalisme kepada kita.”
“Andai aku paham apa yang koé katakan, Wul.”
Wulandari menatap Siok Tjien sambil menghela nafas.
“Dasar Cino edan!”
“Koé yo Jowo edan!”
Wulandari tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karena ulah sahabatnya.
“Koé lho ya!” Siok Tjien tampak anak kecil yang kesal, “Ndak ngajari aku baca bahasa Londo!”
“Ndak ngajari piyé!” protes Wulandari, “Tiap aku mau ngajari, malah kelekaran mbayangkè A Choi, mimpi sujud tiga kali di depan Ti Kong!”
Siok Tjien mencubit lengan Wulandari dengan sangat keras.
Wulandari hanya tertawa keras.
“Jadi gimana soal koé dan A Choi?”
“Koé tidak ingin tahu, Wul!”
==Bukan Urusan Perempuan==
“Apa?” Raden Wignjo Hardjonagoro terkejut ketika seorang bawahannya membisikan sesuatu.
Segera ia letakkan surat kabar Medan Prijaji yang sedang ia baca di pendopo. Kopi yang baru dihidangkan pun dibiarkan mengepul asapnya, tidak dihiraukan walau aromanya sangat harum.
“Di mana Mbok Mase?”
“Di ruang bawah tanah, tuan.”
“Kurang ajar!” Raden Wignjo geram, “Perempuan tak pantas pegang banyak uang, nanti serakah!”
Ia segera menuju Gandok Timur melalui ruang Ndalem yang mempunyai lantai yang bisa dibuka ke ruang bawah tanah.
Sementara itu di ruang bawah tanah.
''"Goedemorgen, Mevrouw. Hoe maakt u het?"'' Jostijn Laksenaar menyapa, “Apa kabar?”
“''Goedemorgen,'' Tuan Laksenaar.” jawab Wulandari, “Selamat datang di tempat sederhana ini.
“Ini sungguh di luar perkiraan, Mbok Mase.” kata Laksenaar, “Dari sekian banyak koleksi furnitur dan lukisan Eropa yang anda miliki? Mengapa memilih ruang bawah tanah dengan..”
Laksenaar tidak melanjutkan kata-katanya, hanya menunjuk lampu minyak dan kursi sederhana yang biasa digunakan oleh Tukang Cap.
“Anda sendiri yang minta pertemuan ini rahasia, Tuan Laksenaar,” jawab Wulandari.
“''Zeker,'' Mbok Mase.” Laksenaar mengisyaratkan Thomas Wellington untuk duduk, “Saya menghormati tradisi Anda. Mari kita bahas semua syaratnya secara perlahan, agar kedua pihak sama-sama puas.”
Wulandari juga duduk dengan tatapan dingin.
Thomas Wellington tampak berbisik dengan Jostijn Laksenaar.
“Tuan Laksenaar,” kata Wulandari dengan bahasa Belanda yang fasih, “Tuan tentu paham bahwa saya tidak suka dengan orang yang berbisik di depan orang lain, utarakan saja.”
“Oh maafkan temanku yang masih muda ini, Mbok Mase.” kata Laksenaar, “Usianya masih lebih muda dari Mbok Mase, jadi salah saya tidak mengajarkan sopan santun Jawa.”
“Aku tidak mau ada orang Cina di sini.” tiba-tiba Thomas Wellington memotong pembicaraan sopan Laksenaar bersama Mbok Mase.
Laksenaar melirik tajam ke arah Wellington. Thomas Wellington hanya mengangkat bahu dengan muka tidak senang.
“Apa masalahnya dengan orang Cina?” Wulan mulai naik pitam, “Siapa kau?”
“Maaf, Mbok Mase,” Laksenaar berdiri berusaha memadamkan amarah Wulandari, “Ini anak teman baikku, Robert Wellington yang tentunya anda kenal juga. Namanya Thomas Wellington.”
“Anak Robert Wellington? Orang Inggris?” tanya Wulandari, “Hm.. bahasa Belandamu bagus, tapi orang Cina ini adalah keluarga saya. Dia lahir di Solo, tuan Wellington, bukan dari dataran Cina yang sedang berperang dengan negaramu. Jadi..”
“Sudahlah, Mbok Mase.” potong Jap Siok Tjien, “Aku ke atas dulu bersama Ngatini dan Sarniyah.”
“Siok..”
Siok Tjien membisikkan sesuatu.
Thomas Wellington mencibir dan berbicara kepada Laksenaar, "Lihat mereka! Berbisik! Mereka boleh berbisik sedangkan aku tidak! Kita lihat siapa yang rasis!"
Wulandari mengangguk, lalu Siok Tjien beranjak pergi bersamma Ngatini dan Sarniyah.
“Nah ini baru namanya bisnis.” kata Thomas Wellington dengan angkuh sambil melipat kakinya.
Tiba-tiba terdengar langkah berat seakan beberapa karung beras sedang digelontorkan masuk ke gudang.
''“Welkom! Welkom!”'' tiba-tiba Raden Wignjo datang dan segera menyalami Laksenaar dan Wellington. Ia melirik istrinya, “Kau tahu apa, ini urusan laki-laki! Pergi sana!”
Wulandari tidak beranjak dari tempat duduknya.
“Ini bukan urusan perempuan! Pergi sana!”
==Jodoh Perempuan Sudah Diatur==
“Cik Siok, mereka tadi itu siapa?” tanya Sarniyah.
Jap Siok Tjien meletakkan telunjuknya di bibir tanda jangan berbicara, lalu menggerakan tangan supaya kedua gadis belia itu mengikutinya.
Sarniyah sebentar-sebentar menengok ke belakang.
“Yah, Sarniyah!” bisik Ngatini, “Suradi sudah pergi ke Nusupan! Sudah jauh.”
Sarniyah mengibaskan tangannya sambil melirik Ngatini dengan tajam.
“Oh? Sarniyah itu kekasihnya Suradi?” tanya Siok Tjien.
“Ah tidak tidak, tidak cik Siok.. Bukan cik!” Sarniyah gelagapan.
Siok Tjien tersenyum, “Ayo cepat kita ke halaman belakang.”
“Halaman belakang?” tanya Sarniyah, “Ini hari Jumat, cik.. Ndak ada yang kerja.”
“Ini pesan dari Mbok Mase! Nurut wae, rak yo?” balas Siok Tjien.
“Iya, lebih baik ke halaman belakang,” kata Ngatini, “Londo tadi sepertinya berniat kurang baik.”
“Tahu dari mana kau, Ngatini?” tanya Siok Tjien.
“Di sampan tadi dia meledek Suradi dengan bahasa Melayu,” jawab Ngatini, “Tapi Suradi hanya mengerti bahasa Jawa, jadi dia hanya senyum saja.”
“Oh ya!” kata Siok Tjien, “Sebentar lagi bahasa Melayu kan menjadi Bahasa Indonesia!”
“Cik Siok jangan menyebut kata itu keras-keras! Bisik Ngatini, “Nanti ditangkap seperti mas Tarno. Dia dipenjara!”
Siok Tjien mengangguk tanda setuju.
“Cik Siok ndak sakit hati tah sama Londo tadi yang gak mau ada orang Cina?” tanya Sarniyah.
“Mau bagaimana lagi Yah,” jawab Siok Tjien, “Kita lahir kan ndak isa milih mau jadi orang apa. Ketika seusiamu, aku suka sama orang Jawa, tapi ndak boleh. Katane harus sama-sama Cina, begitu ketemu suka sama orang Cina juga, gak boleh juga. Beda suku.”
“Apakah kita sebagai perempuan ndak boleh menentukan boleh jatuh cinta pada siapa cik?” tanya Sarniyah.
“Tidak tahu juga Yah,” jawab Siok Tjien, “Mbok Mase juga diatur pernikahannya dengan Raden yang usianya 20 tahun lebih tua dari Mbok Mase.”
Sarniyah menghela nafas, “Apakah aku nanti juga dijodohkan?”
“Apa cik Siok juga dijodohkan sama koh A Choi?” Sarniyah tiba-tiba bertanya lagi.
Jap Siok Tjien langsung memerah wajahnya. Walau sebenarnya ia senang dengan pertanyaan Sarniyah.
“Cik Siok,” Ngatini bertanya, “Kalau cik Siok menikah dengan koh A Choi, apakah nanti yang memasak setiap hari adalah koh A Choi?”
Siok Tjien tidak menjawab. Wajahnya bertambah merah seperti arang yang terbakar.
“Itu apa?” Siok Tjien mengalihkan perhatian sambil menunjuk ke belakang Ngatini.
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tiba-tiba Wulandari sudah di belakang Ngatini.
“Mbok Mase?” Sarniyah dan Ngatini terkejut.
“Mbok Mase diusir?” Ngatini bertanya dengan hati-hati.
“Bukan kali pertama kan aku diusir Raden?”
Siok Tjien merasa lega karena Wulandari datang, jadi ia bisa menghindar pertanyaan Ngatini.
“Mbok Mase..” kata Ngatini pelan, “Orang Londo itu..”
“Aku tahu, Ngatini!” kata Wulandari, “Itu sebabnya aku menyuruh Sarniyah dan kau untuk bergabung dengan perahu Suradi.”
Sarniyah tidak mengerti.
Wulandari mendekat dan mengisyaratkan mereka untuk ke dekat pohon Kenanga.
Dengan lirih, Wulandari membuka suara, “Aku tahu kau bisa berbahasa Inggris, Ngatini!”
PLAK!
Tiba-tiba berhamburan nasi jagung yang sudah bercampur dengan sambal terasi itu dari bungkus daun jati yang terjatuh.
Ngatini gemetar dan langsung jatuh berlutut, “Ampun Mbok Mase! Ampun Mbok Mase, jangan hukum aku. Aku berjanji akan fokus menjadi tukang cap batik saja, tidak lagi menyentuh buku-buku pelajaran itu. Tolong jangan hukum aku, Mbok Mase! Tolong Mbok Mase, aku..”
“Cukup!”
Sarniyah terhenyak sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia tahu persis bahwa di rumah Mbok Mase, hanya Raden Wignjo yang bisa berbahasa Inggris. Dengan mendengar kata-kata Mbok Mase tadi, itu artinya Ngatini sudah lama menyelinap ke perpustakaan pribadi Raden Wignjo.
Ngatini masih terlihat menahan air mata yang hendak keluar. Tubuhnya gemetar hebat.
Siok Tjien berusaha menenangkan Ngatini, “Ni, Ngatini.. Tenang ya.. Mbok Mase tidak marah. Tapi setidaknya sekarang aku tahu, bungkusan yang kau pegang tadi isinya nasi jagung.”
Ngatini baru sadar bahwa nasi jagungnya berantakan di halaman belakang rumah Wulandari. Ia segera berusaha memungutnya.
Tapi tiba-tiba tangannya diraih Wulandari dengan cepat, “Ni, Ngatini.. Ceritakan apa yang kau dengar di perahu.”
Ngatini masih gemetar. Tangannya bergetar hebat seperti lidah api yang membakar ikan wader yang ditinggalkannya di pinggir sungai.
“Ampun Mbok Mase..” Akhirnya tangis Ngatini tidak terbendung.
Siok Tjien mengusap punggung Ngatini untuk meyakinkan bahwa Mbok Mase tidak marah.
Pada akhirnya, Ngatini mencoba menghentikan tangisnya. Berkali-kali ia mengusap sisi matanya untuk menghapus air mata yang terlanjur berderai.
Sementara itu, Sarniyah diam terpaku dengan mata yang melotot seakan sedang menyaksikan hukuman pancung di alun-alun Lor. Ia jatuh terduduk dengan satu kaki terlipat ke bawah, dan lainnya terlipat ke atas. Persis seperti Drupala atau Reco Gladag di gapura masuk keraton.
“Aku tidak marah, Ngatini.” kata Wulandari, “Maaf ya. Aku sengaja mengajakmu naik sampan supaya aku punya telinga, tentang apa yang diinginkan kedua orang asing itu.”
“Mbok Mase tidak marah?” tanya Ngatini masih sesenggukan, “Sungguh?”
“Korek, Ngatini..” Siok Tjien membuka suara.
“Korek?” Ngatini tidak paham.
“Bahasa Inggrisnya sungguh itu korek, rak yo?” tanya Siok Tjien.
“Bukan cik..” dalam hati Ngatini merasa geli dengan sikap sok tahu Siok Tjien. Dari masalah nasi jagung hingga bahasa Inggris.
“Oalah, salah yo?”
“Sudah lama aku memergokimu menyelinap ke perpustakaan Raden. Berkali-kali aku berusaha mengalihkan perhatian Raden supaya tidak pergi ke perpustakaan ketika kau menyelundupkan buku berbahasa Inggris lalu mengembalikannya di lain hari.” bisik Wulandari.
Ngatini terkejut.
“Yang satu penasaran dengan buku, yang satu lagi penasaran dengan jodoh” gumam Siok Tjien.
==Perempuan Tidak Perlu Sekolah==
Ngatini menunduk.
“Anu..” jawab Ngatini lirih, “Anu, cik Siok.. Mbok Mase..”
Sarniyah masih terbelalak mematung dengan posisi Drupala.
“Anu, apakah kita ini perempuan memang tidak boleh sekolah, Mbok Mase? Cik Siok?” tanya Ngatini perlahan, “Aku ingin sekali sekolah, Mbok Mase.. Cik Siok..”
Wulandari menghela nafas panjang.
“Cik Siok, kalau aku jadi orang Cina, bisa kan belajar di sekolah Belanda?” tanya Ngatini.
“Ni, Ngatini..” jawab Siok Tjien, “Benar bahwa orang Cina bisa belajar di sekolah Belanda, tapi itu untuk Cina kaya. Cina Klontong koyok aku ya ndak isa, rak yo?”
“Bukan begitu juga Siok, orang Cina yang dinilai ada manfaatnya oleh pemerintah Hindia Belanda, baru boleh menyekolahkan anaknya.” Wulandari meralat, “Mau Cina Mindring, Cina Klontong, atau Cina Totok, selama ada manfaat untuk pemerintah kolonial, boleh sekolah.”
“Oh gitu to?”
“Thia (ayah)-mu hanya fokus dagang bahan baku batik. Diajak politik tidak mau, diajak patungan wêgah, cuma mau nonton wayang orang.”
Siok Tjien tampak menyimak.
“Orang seperti thia-mu tidak ada gunanya untuk mereka. Semua fasilitas di Hindia Belanda didasari kepentingan.”
“Benar juga..” gumam Siok Tjien.
Wulandari membelai rambut Ngatini yang terurai panjang, “Di dalam tatanan budaya Jawa tradisional terutama di kalangan priyayi dan kaum saudagar Laweyan, berlaku prinsip yang sangat kuat yaitu kodrat wanita itu urusan rumah tangga, dan laki-laki urusan dunia luar."
“Tapi.. Mbok Mase kan selain mengurus rumah, juga mengurus perdagangan batik sampai ke Semarang, Batavia dan Amsterdam.” jawab Ngatini, “Bukankah itu dunia luar?”
“Tetap saja, Ni.” jawab Wulandari, “Perempuan dianggap kanca wingking, teman yang berada di belakang. Seperti halaman belakang rumah sekarang ini. Inilah tempat kita para perempuan, bukan di bangku sekolah.”
“Jadi apakah aku sudah harus menikah, Mbok Mase?” tanya Sarniyah tiba-tiba.
“Aiya! Belum waktunya no!” seru Siok Tjien, “Wong masih 14 tahun kok!”
“Tapi kupikir kalian berdua memang harus sekolah!” kata Wulandari, “Sepuluh tahun yang lalu Raden Ajeng Kartini meninggal. Berkat beliau, ada sekolah perempuan di Semarang.”
“Aku ''tak'' menikah saja, ndak usah sekolah, Mbok Mase..”
“Bunuh si Suradi, Wul!” Siok Tjien tampak kesal.
“Eh ya sudah, aku sekolah..” sahut Sarniyah.
==Teori Konspirasi==
“Jadi apa yang mereka katakan di sampan?” tanya Wulandari kepada Ngatini, “Kau belum jawab pertanyaan penting ini.”
“Mereka bilang, akan ada perang besar, Mbok Mase,” jawab Ngatini setengah berbisik dan melirik ke arah pendopo.
“Perang besar?” Siok Tjien terhenyak, “Wul! Apakah dugaanmu tadi benar!”
Wulandari langsung terdiam.
“Wul!” Siok Tjien menyenggol lengan Wulandari.
Wulandari menengok ke kiri dan ke kanan perlahan, “Jadi, surplus opium memang disalurkan ke pasar Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda. Pantas sebulan ini di Laweyan banyak pasokan opium ke ruang bawah tanah!”
“Apa hubungan opium dengan perang?” tanya Siok Tjien berbisik.
“Perang merupakan konflik yang menelan biaya untuk pembelian senjata, peluru, dan pasokan medis bagi jutaan tentara yang terlibat.” jawab Wulandari, “Negara dan industrialis yang terlibat dalam perang harus mencari berbagai cara untuk mendanai upaya militer mereka, dan salah satu metode yang digunakan adalah eksploitasi perdagangan opium.”
Siok, Sarniyah dan Ngatini hanya diam. Tampak mereka kurang memahami penjelasan Wulandari.
“Opium menjadi salah satu sumber pemasukan cepat bagi kelompok kepentingan yang mendukung perang.” Wulandari coba menjelaskan lagi, “Opium diperdagangkan secara legal maupun ilegal untuk menghasilkan dana segar. Hasil penjualannya lalu disalurkan untuk mendanai produksi senjata, amunisi, serta logistik bagi pasukan di medan tempur.”
Sarniyah bengong. Ngatini mengernyitkan alis. Siok Tjien tampak berkunang-kunang pening.
“Koé nék sekolah, pasti tambah pintar lagi, Wul.” Siok Tjien memberi komentar.
Wulandari melirik tajam ke arah Siok Tjien, “Perempuan bisa cari cara sendiri untuk menjadi pintar jika dilarang sekolah, Siok.”
“Eh iya, aku dengar dari ayahnya koh A Choi. Perang Candu di provinsi Guangdong Cina tahun 1839 melemahkan otak rakyat dan membuka invasi monopoli Inggris di Cina.” kata Ngatini ketika berhasil mengingat sesuatu.
“Ayahnya koh A Choi?” pertanyaan Siok Tjien jadi agak meninggi nadanya, “Ngopo koé ndék sana, Ni?”
“Aku belajar bahasa Inggris dari ayahnya koh A Choi, cik..”
“Bahasa Inggris?”
“Dan bahasa Khek juga..”
“Bahasa Khek?”
“Ngi hiau kong hak-fa mo, cik Siok?” tanya Ngatini dalam dialek Hakka.
“Lim pe kia! Be hiau kong lah!” jawab Siok Tjien, “Ya ndak ngerti aku nék kamu tanya aku isa bahasa Khek opo ora yo! Aku kan suku Jowo Hokkian!”
Wulandari mengisyaratkan Siok Tjien untuk menurunkan volume suara.
“Ni, Ngatini!” kata Sarniyah, “Apa benar calon mertua cik Siok bisa bahasa Inggris?”
“Calon mer…?” Siok Tjien tidak sanggup melanjutkan. Tak disangka kedua bocah ini berani mempermainkan dirinya. Wajahnya kembali memerah seperti lilin besar di kelenteng yang meleleh menumpuk di sekitar sumbu, sehingga nyala apinya mendadak membesar.
Siok Tjien memalingkan wajahnya ke arah Ngatini, “Kok aku ndak tau nek papahé koh A Choi bisa bahasa Inggris?”
“Serius to cik? Njênêngan ndak tau?” tanya Ngatini, “Ayahnya koh A Choi imigran dari Kanton, cik. Dulu bekerja sebagai comprador di kantor konsulat Inggris di Cina.”
“Kompresor?”
“Comprador, cik?”
“Opo néh itu?”
“Penghubung antara pejabat Inggris dan pedagang Cina, cik.” jawab Ngatini, “Beliau dulu mengatur keuangan, urusan logistik, penyewaan tenaga kerja lokal.”
“Oh mirip seperti Mbok Mase!” seru Sarniyah, “Mbok Mase memasak, mengatur keuangan, urusan logistik, penyewaan tenaga kerja lokal, dan mas nganten bermain perkutut..”
Wulandari tersenyum masam. Mas Nganten atau sebutan untuk suami Mbok Mase rata-rata memang sibuk memelihara burung ketimbang membantu istrinya masing-masing di industri batik.
“Lalu mengapa calon mertuaku mengajarimu bahasa Inggris?” tanya Siok Tjien dengan nada agak menginterogasi.
Tiba-tiba ketiga perempuan di depan Jap Siok Tjien berganti terkejut, diam mematung tidak bersuara, hanya senyum-senyum penuh arti.
Siok Tjien yang berkulit putih tampak jelas sekali ketika wajahnya bersemu merah. Seperti kue sembahyang berwarna putih yang diberi pewarna merah di ujung lalu bersemu menjadi merah muda ketika ke bawah bertemu adonan putih.
“Eh.. anu.. Maksudku..” Siok Tjien segera mendapati dirinya salah berbicara. Ia menjadi kikuk dan tidak bisa berkata-kata.
“Ayahnya koh A Choi ingin belajar bahasa dan aksara Jawa, cik.” kata Ngatini sigap supaya Siok Tjien tidak terlalu malu akibat salah bicara.
“Aku kan sejak kecil diajari aksara Jawa oleh cik Siok dan Mbok Mase,” tambah Ngatini, “Sebagai gantinya, beliau mengajari aku bahasa Inggris dan bahasa Khek.”
“Sejak kapan kau belajar dari beliau?” tanya Siok Tjien melanjutkan interogasi.
“Aku belajar sejak lima tahun lalu, cik.” jawab Ngatini, “Lima tahun lalu cik Siok belum kenal koh A Choi.”
“Iya benar!” tambah Sarniyah, “Lima tahun lalu kan cik Siok masih berharap menikah dengan mas Karso! Ingat kan cik? Cik Siok tiap tengah hari berjemur berharap kulit jadi hitam seperti aku. Kata cik Siok, supaya seperti orang Jawa.”
Siok Tjien tampak menahan murka.
“Lima tahun lalu aku masih kecil, cik. Ndak ngerti apa itu yang-yangan.” kata Sarniyah.
“Oh waktu itu cik Siok kalau bicara melotot supaya gak sipit lagi ya?” Ngatini ikut berkomentar.
“Bocah kurang aj..”
“Sebenarnya sebelum cik Siok suka sama koh A Choi, justru koh A Choi duluan yang jatuh cinta sama cik Siok lho cik.” Ngatini berusaha meredam amarah Siok Tjien, “Aku pernah curi dengar koh A Choi diam-diam menyanyi memanggil nama cik Siok!”
“Dari mana koé tahu hah?”
Jantung Siok Tjien berdegup kencang seperti dentuman bedug buka puasa tiap Bulan Poso.
“Jelas tahu lah cik!” jawab Ngatini, “Laguné bahasa Khek, tapi kok ada nama Hokkian Jap Siok Tjien tersebut di antara lirik lagu. Kan aneh seperti lagu Jawa tiba-tiba ada kata bahasa Belanda.”
Wajah Jap Siok Tjien kembali memerah. Tapi kali ini memerah karena campuran rasa malu dan senang yang berbunga-bunga. Dari bunga dahlia, Kembang Sepatu, Kembang Melati, tapi tidak sampai bunga Kantil.
“Ah apa iya koh A Choi begitu?” tanya Siok Tjien malu-malu, “Koé salah dengar, rak yo!”
“Telinga Ngatini tajam, cik.” kata Sarniyah, “Ndak mungkin salah dengar, hanya saja sayang sekali cik Siok orang Hokkian, koh A Choi orang Khek. Meskipun ayahnya koh A Choi setuju, keluarga cik Siok bagaimana? Apa nanti seperti dulu dibawakan pedang pas lihat cik Siok gandengan tangan sama mas Karso?”
Jap Siok Tjien saat itu serasa setelah dibawa terbang ke awan yang tinggi menikmati pemandangan indah, tiba-tiba dijatuhkan terhempas begitu saja.
Muncul lah sumpah serapah dalam dialek Hokkian kampung yang keluar dari mulut Siok.
Tangan Siok Tjien hampir saja melayang jika tidak terdengar suara Raden Wignjo berdehem.
Seketika itu semuanya mendadak diam membisu. Tidak berani melihat ke arah Raden Wignjo.
“Mbok Mase,” panggil Raden Wignjo kepada istrinya, “Siapkan suguhan buat tamu kita. Berikan yang paling enak untuk mereka!”
Wulandari segera membalikkan tubuhnya ke arah Raden Wignjo dan membungkuk sedikit.
“Cepat sedikit!” Raden Wignjo kemudian beranjak dari halaman belakang untuk mengantar kedua tamunya ke pendopo.
Jangan Urus Urusan Orang Lain
“Wulan!” panggil Siok Tjien, “Biar aku dan Sarniyah yang menyiapkan hidangan. Kau lakukan saja rencana kita.”
“Rencana?” Sarniyah tidak mengerti.
“Sudah diam!” kata Siok Tjien sambil menarik lengan Sarniyah, “Ingin tahu boleh, tapi tidak usah sampai kèpo!”
Wulandari menoleh dan mengangguk.
“Ni, Ngatini.” panggil Wulandari, “Ayo ikut aku ke Gandok Timur!”
“Ah, eh, baik Mbok Mase!” sahut Ngatini, “Tapi ini nasi jagungnya..”
Wulandari segera menarik tangan Ngatini ke arah Gandok Timur tanpa berucap lebih lanjut.
“Cik Siok, kèpo itu apa?” tanya Sarniyah mengikuti Siok Tjien ke arah dapur.
“Kèpo itu dialek Hokkian.”
“Iya, aku tahu cik.”
“Lha sudah tahu kok nanya?”
“Maksudku aku tahu bahwa itu dialek Hokkian, tapi artinya apa.”
“Nenek ayam!” jawab Siok Tjien.
“Nenek ayam?” tanya Sarniyah.
“Iya!” kata Siok Tjien, “Kèpo bisa diartikan sebagai nenek ayam, tetapi arti sêbênêrè lebih merujuk pada sifat suka ikut campur urusan orang lain. Koyok ayam tua ke sana ke sini ingin tahu urusan ayam lain, ngono to yo..”
Sarniyah tampak bingung, “Contohè gimana cik?”
“Kalau kayak Ngatini penasaran belajar bahasa ehm..” Siok Tjien sengaja tidak menyebut kata Inggris karena takut terdengar sampai pendopo, “Nah itu namanya ingin tahu atau penasaran.”
“Kalau kèpo?”
“Tanya kapan nikah? Pacar siapa? Gaji berapa?”
“Oh seperti mertua Mbok Mase..” bisik Sarniyah, “Tanya kapan punya anak, sebulan pendapatan Mbok Mase berapa, berapa gaji Ngatini..”
“Nah itu kèpo!”
“Akhirnya gaji Ngatini dipotong 10 sen sama mertua Mbok Mase gara-gara pertanyaan kèpo!”
“Nah itu dia!” tegas Siok Tjien, “Ndak usah koé ikut-ikut kèpo! Ndak sial nanti hidupmu.”
“Bisa sial to cik?”
“Ya jelas sial! Kèpo itu bawa sial!” sahut Siok Tjien, “Di saat koé isa berpikir membuat motif batik baru potensi cuan, koé malah mikir urusan orang lain.”
Sarniyah mengangguk tanda setuju.
“Kèpo bisa bikin sial ndak dapat jodoh, ndak cik?”
“Wooo ya jelas lah itu!” jawab Siok Tjien.
“Cik Siok umur 24 belum dapat jodoh, berarti sial ya cik?”
“Wooo tak balang bambu jemuran batik koé!”
Pengubeng
“Apa-apan mereka berdua itu?” Wulandari melihat Siok Tjien dan Sarniyah bermain kejar-kejaran di halaman belakang.
Wulandari segera menuju ke halaman belakang, “Hei! Sudahi main-mainnya! Mau menyuguhi tamu ndak?”
Siok Tjien dan Sarniyah saling berbisik. Keduanya kemudian segera pergi ke dapur sambil saling bersenggol-senggolan.
“Mbok Mase!” tiba-tiba Raden Wignjo sudah berada di halaman belakang lagi.
Wulandari menoleh ke arah suara suaminya, “Kulo, Raden..”
“Tamu agung kita minta roti lapis, buatkan tiga yang paling enak. Aku juga mau!”
“Tapi kita tidak membuat roti, Raden..”
“Dasar perempuan goblok!” bentak Raden Wignjo, “Beli sana!”
“Kulo, Raden..”
“Beraninya otak udang seperti kau menyuruh tamu agung bertandang ke ruang bawah tanah. Lain kali urusan penting seperti ini hanya boleh aku yang mengurus!”
Ngatini berlari kecil, membungkuk dan mengucap salam kepada Raden Wignjo dan bergegas ke arah Wulandari.
“Mengapa bocah rendahan ini ada di gandok?” Raden Wignjo memandang sinis.
“Ngatini akan aku latih menjadi pengubeng.”
“Pengubeng?” tanya Raden Wignjo, “Bukankah ia tukang cap kita?”
“Lihat apa yang dia lakukan!” kata Wulandari sambil menunjuk nasi jagung yang berserakan, “Jadi pengubeng adalah hukumannya.”
Raden Wignjo berdehem, “Ya sudah, baiklah. Jadi kita bisa lebih hemat bayar upah dia!”
Raden Wignjo beranjak dari tempat itu dan segera kembali ke pendopo.
Wulandari menghela nafas dan melirik Ngatini.
Namun baru beberapa langkah berjalan, Raden Wignjo berhenti dan membalikkan badannya.
“Hei, perempuan!” panggil Raden Wignjo, “Beli saja rotinya di Babah Setoe! Beli roti kadet, atau roti tawar!”
Wulandari mengangguk sampai membungkuk.
Raden Wignjo berdehem lagi, “Dasar perempuan sial! Soal roti saja tidak paham!”
Wulandari masih membungkuk sedikit. Ngatini juga ikut membungkuk.
Setelah sosok Raden Wignjo menghilang dari halaman belakang, Wulandari mengucapkan sumpah serapah yang belum pernah didengar Ngatini, “Beli, beli! Belinya juga pakai uangku! Tamu agung apa! Tamu agung bokongmu!”
Ngatini sampai kaget. Baru kali itu ia mendengar Mbok Mase-nya berkata kasar.
“Mbok Mase jangan begitu.” pinta Ngatini sambil berbisik, “Beliau kan suami Mbok Mase. Biarlah soal nasi jagung ini aku yang bertanggung jawab..”
Tangan kiri Wulandari langsung meraih lengan kanan Ngatini yang hendak mengambil sapu.
“Tadi itu aku hanya mencari alasan supaya dia tidak curiga!” bisik Wulandari, “Jangan dipikir soal nasi jagung itu! Biarkan ayam nanti yang menghabiskan.”
“Oh?”
“Sejak sekarang kau jadi pengubeng di Gandok Timur, Ngatini.” kata Wulandari.
“Tapi aku belum pandai membuat batik tulis, Mbok Mase..” bisik Ngatini cemas, “Kalau hasilnya jelek, nanti bagaimana?
“Tidak masalah!” jawab Wulandari sambil membersihkan debu dari kain jariknya, “Kita urus dulu tamu agung dari selokan!”
“Mbok Mase!” Ngatini kembali memegang lengan Wulandari dengan kedua tangannya sambil mengingatkan, “Beliau suami..”
“Aku tidak mencintainya, Ngatini! Sejak awal kami cuma dijodohkan, tidak ada ikatan cinta apa pun di antara kami. Jarak usia kami pun sangat jauh. Aku belum genap 30 tahun sedangkan dia sebentar lagi sudah setengah abad. Tidak perlu kau ingatkan bahwa dia suamiku, Ngatini.”
Ngatini diam tertunduk tidak berani berbicara.
“Meskipun kau sekarang jadi pengubeng, upahmu tidak aku turunkan, Ngatini.” kata Wulandari lagi, “Upahmu tetap f 1.35 seperti biasanya ketika kerja jadi tukang cap.”
“Ah tidak perlu, Mbok Mase! Jika Mbok Mase ingin aku menjadi pengubeng, biarlah upahku seperti pengubeng lainnya yaitu 25 sen.”
“Ni, Ngatini!” hardik Wulandari agak kesal, “Meskipun kau perempuan, kau tidak harus jadi penurut tanpa alasan. Aku bilang gajimu tetap, eh tidak.. Aku tambahkan karena pekerjaanmu bertambah.”
Ngatini menengadah sedikit. Ia kurang paham.
“Ni, Ngatini!” panggil Wulandari sambil mengawasi tamu dan suaminya yang berada di pendopo, “Cepat kembali ke Gandok Timur! Tugasmu adalah mendengarkan apa yang didiskusikan kedua tamu itu dengan Raden.”
“Aku? Eh..”
“Iya, cepat sana!”
“Ditulis semua, Mbok Mase?”
Wulandari terdiam.
“Di sana ada kain mori, gawangan, canting, malam, dan dingklik. Jadi apa lagi yang kau perlukan? Kertas dan pulpen? Supaya Raden mengerti bahwa kau mencatat perbincangan mereka?”
Ngatini adalah gadis muda yang pintar. Tidak perlu waktu lama untuk mencerna kata-kata Wulandari. Ia segera bergegas menuju Gandok Timur dan melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
Wulandari menggelengkan kepalanya. Kepalanya sakit memikirkan operasi rahasia yang akan dijalankannya beberapa hari kemudian.
Ia percaya bahwa Ngatini akan menyelesaikan tugasnya, sedangkan ia masih ada tugas mencari roti kadet yang diproduksi toko Babah Setoe.
Wulandari mencoba mengunjungi rumah mbak Malini, kerabat abdi dalem Mangkunegaran yang berlangganan roti Babah Setoe.
“Diamput! Wedhus Jangkrik!” umpat Wulandari tertahan. Kaki telanjangnya tak sengaja menginjak kotoran ayam yang lembek.
“Oalah Niiiii, Ngatini!” kata Wulandari sambil memperhatikan telapak kakinya, “Makan nasi jagung kok sambal terasinya sebanyak ini! Ayamku mencret semua!”
Aksara Rahasia
Ruang Gandok Timur adalah bangunan semi terbuka di sisi rumah Mbok Mase Wulandari Kartikaningrum. Ruangan ini berlantaikan tanah liat padat, dengan sirkulasi udara yang baik. Dindingnya sudah terbuat dari bata dan sebagian tertutup tirai untuk menahan debu dan angin.
Ngatini mendapati tangannya bergetar hebat. Detak jantungnya berdegup sangat cepat, sehingga ia harus mencoba bernafas perlahan.
“Mbok Mase! Mengapa kau menugaskan pekerjaan berat seperti ini kepadaku?” Ngatini berkata dalam hati hampir menangis.
Aroma malam panas dan soga yang samar menguar dari tungku kecil di dekatnya. Suara “titis-titis” tetesan malam terdengar halus seperti detak waktu.
Ngatini sekali lagi mencoba menyelaraskan detak jantungnya seirama dengan suara tetesan malam untuk membatik.
“Aku harus kuat! Mbok Mase orang baik! Aku harus membantu!” Ngatini bergumam dalam hati.
Ngatini memperhatikan kain mori yang telah digambar motif diserahkan kepada pengubeng untuk dilanjutkan dengan proses molani.
Ia mencelup canting ke malam panas, memastikan cairan tidak terlalu kental atau encer sesuai yang pernah dilakukan mbok Rasiyah sebelum terpaksa pensiun dari rumah Mbok Mase karena sudah mulai sering sakit.
Setelah beberapa saat, Ngatini bisa mendengar jelas apa yang didiskusikan kedua tamu dengan tuan rumah dalam bahasa Inggris.
Beruntung ia belajar dari ayah koh A Choi yang juga tumbuh dalam pendidikan bahasa Inggris logat yang mirip dengan kedua tamu itu.
Perlahan Ngatini memberanikan diri menorehkan malam ke permukaan kain dengan gerakan halus dan lambat.
“Jaga tetesan malam tidak terlalu besar, ya nduk! Kalau terlalu besar, bisa merusak ketepatan motif.” Ngatini seakan mendengar suara mbok Rasiyah ketika membagi ilmu di Gandok Timur.
Tetapi kali ini Ngatini tidak menggambar motif batik biasanya. Ia berimprovisasi menulis transkripsi bahasa Inggris yang diucapkan di pendopo dalam aksara Jawa di atas kain mori tersebut dengan gaya motif batik.
Sementara itu di dapur, Siok Tjien dan Sarniyah sudah selesai menyiapkan isian roti lapis gaya Hindia Belanda, yaitu broodje.
Ada telur ceplok, keju Edammer Kaas, dan daging asap yang biasa terhidang dalam menu ontbijt atau sarapan ala Belanda.
“Nah, tinggal tunggu rotinya saja!” kata Siok Tjien.
“Cik, apa cik Siok pernah makan ontbijt seperti ini?” tanya Sarniyah.
“Ya pernah sih tapi tidak dengan bahan mahal seperti ini! Lihat itu daging asap yang dibeli Mbok Mase!” Siok Tjien menunjuk daging asap berkualitas, “Itu beli di Toko de Gruyter! Tidak semua orang bisa masuk toko itu di Lodjiwetan.”
“Rasanya seperti apa cik?”
“Yah untuk orang Asia seperti kita, apalagi aku, lebih memilih makan nasi daripada ontbijt.”
“Rotinya datang!” Wulandari masuk ke dapur tergopoh-gopoh.
“Kau tidak menyuruh jongos, Wul?” tanya Siok Tjien, “Kau sendiri yang berangkat beli?”
“Ini bukan beli di toko!” jawab Wulandari, “Aku beli dari mbak Malini. Kau pikir, untuk membeli barang dari seorang priyayi, kita bisa mengirim jongos?”
“Untuk ke toko Babah Setoe kita harus naik perahu, turun di kreteg kali Pepe. Perlu waktu lama.” kata Siok Tjien.
“Lha iya! Dasar pria tua bangka, menyuruh yang tidak-tidak saja! Dia pikir dari Laweyan ke toko Babah Setoe itu dekat?” gerutu Wulandari.
“Nuwun sewu, Mbok Mase!” seorang jongos pemuda tanggung tiba-tiba muncul di dapur, “Raden Wignjo berta…”
“Iya iya, aku tahu!” sahut Wulandari.
“Tinggal kopinya sebentar lagi menyusul.” tambah Siok Tjien, “Tolong bilang ke Raden Wignjo demikian!”
“Eh tunggu!” Wulandari menahan jongos tersebut yang hendak kembali ke pendopo, “Bawa broodje ini ke pendopo sekalian!”
Jongos tersebut menerima nampan berisi broodje dari tangan Sarniyah sambil mengedipkan mata genit, lalu segera beranjak dari dapur menuju pendopo.
“Nggilani! Genit! Kemlinthi!” Sarniyah tidak suka dengan perlakuan jongos muda tadi.
“Ada apa to Yah?” tanya Siok Tjien sambil menggiling biji kopi, “Wong jongos muda tadi itu juga ganteng kan?”
Sarniyah tidak menjawab, ia hanya mencibir tanda tidak suka.
“Hati Sarniyah sudah tertambat di hati Suradi!” kata Wulandari, “Tapi entah apakah cinta bisa berlabuh di tambatan hati Suradi atau tidak.”
“Mbok Mase! Jangan menggoda aku seperti itu!” giliran wajah Sarniyah yang memerah saat itu.
“Pastikan dulu apakah orang tuamu sudah menjodohkan koé sama orang lain atau tidak? Percuma kalau yang-yangan sama Suradi, nanti dibawakan pedang juga.” Siok Tjien berkomentar sambil terus menggiling biji kopi.
“Orang tuaku kan sudah meninggal cik..”
“Oh iya ya!”
Wulandari tertawa kecil, “Kok ya dulu itu kamu sukanya sama Karso to Siok? Dari kecil sêpêntinè kamu sukanya sama orang Jawa, bukan sama orang Cina?”
“Lha gimana ya Wul?” jawab Siok Tjien, “Bapakku putih sipit, pamanku tanteku muka cina semua..”
“Lha iya to! Wong kamu juga orang Cina, kok merasa aneh kalau keluargamu seperti orang Cina?” Wulandari terkekeh.
“Maksudku, nek aku nikah sama orang Jawa, kan nanti anakè ndak kayak Cina gitu lho Wul. Lucu kan ada campuran Jawanè ada Cinonè..”
“Teori, Siok! Pemikiran kita belum tentu diterima masyarakat.” sahut Wulandari.
Siok Tjien tertawa kecut.
Sarniyah memperhatikan dengan seksama perbincangan dua wanita dewasa di dapur itu. Diam-diam ia merasa kuatir apakah kodratnya juga harus senasib seperti Wulandari yang berujung dijodohkan tanpa ikatan cinta.
“Kopinya sudah selesai!” kata Siok Tjien, “Ini penggilingan kopi mahal. Buatan Perancis dengan kualitas kayu dan kuningan yang baik. Tidak semua orang di Laweyan bisa memiliki benda seperti ini.”
“Ini hasil Raden buang-buang uang!” jawab Wulandari membantu Sarniyah meletakkan cangkir kopi di nampan, “Aku yang susah payah menghemat, dia yang menghamburkan!”
Wulandari siap mengangkat nampan berisi tiga cangkir kopi yang siap dihidangkan, namun Sarniyah berusaha menahannya.
“Aku saja yang menghidangkan, Mbok Mase.” kata Sarniyah.
“Ndak usah!” tegas Wulandari, “Kamu tau tamu yang lebih muda itu dari tadi ngintip kembenku terus. Mau kamu diinceng sama tamu Londo itu? Apalagi kamu masih muda kinyis-kinyis gitu! Sênêng to kamu diintip Londo?”
Secara refleks Sarniyah menyilangkan tangannya di depan dada sambil terkejut.
“Nah kan? Biar aku saja yang menghidangkan!” kata Wulandari, “Sambil aku mengucap mantra supaya mata tamu itu buta ketika pulang dari sini.”
Wulandari bergegas menuju ke pendopo sambil menggerutu, “Hobi kok ya ngintip kemben orang!”
“Cik Siok!” panggil Sarniyah.
Siok Tjien tidak menjawab, hanya memandang ke arah Sarniyah.
“Apakah dunia orang dewasa ngeri, cik?”
“Ya tentu saja!” jawab Siok Tjien pelan, “Kelak kau akan tercebur ke dalamnya.”
“Aku tidak mau, cik Siok! Aku ndak mau! Takut!” Sarniyah mulai menangis.
“Woooo ya ndak isa.. Harus mau!” jawab Siok Tjien santai.
Meledaklah tangis Sarniyah di dalam dapur. Siok Tjien segera menawarkan kain untuk menghapus air mata Sarniyah.
Sarniyah menerima kain itu. Sambil sesenggukan, ia menyeka air mata di pipi yang sudah terlanjur mengalir.
“Cik Siok..”
“Hm?”
“Ini kain apa cik? Kok mambu ikan asin atau terasi?”
“Itu celana dalam bekas punya Suradi.”
Wajah Sarniyah memerah dan berubah melotot.
“Cik Siok! koé kok jahat tenan karo aku cik!” Sarniyah melemparkan kain itu ke arah Siok Tjien.
Dengan sigap, Siok Tjien menangkap kain itu sambil tertawa-tawa, “Impas! Tadi koé goda aku sama mas Karso! Ini balasannya!”
“Apa benar itu celana..”
“Woooo ya ndak to yaaaa!”
“Tênanè cik?”
“Iya benar! Aku cuma bercanda! Ini kain dapur!”
Sarniyah jadi tertawa.
Siok Tjien pun tertawa, “Iya ini kain dapur kok, cuma tadi tak pake ngelap kaki habis nginjak mencret ayam.”
“Cik Siok!!!” teriak Sarniyah, “Tak cubit koé ya cik!”
“Awas koé dekat-dekat! Aku perempuan tapi isa kungfu lho!” kata Siok Tjien sambil tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba jongos muda tadi muncul kembali di dapur mengembalikan nampan broodje tadi sudah kembali sambil senyum-senyum laknat melirik Sarniyah.
“Weh! Liat opo koé! Sana pergi! Dasar jongos!” bentak Sarniyah.
Jongos muda itu pun langsung pergi sambil tertawa-tawa senang.
Sarniyah kembali mencibir.
“Yah, Sarniyah!” panggil Siok Tjien.
“Kulo, cik.” jawab Sarniyah.
“Tidak boleh begitu!” kata Siok Tjien, “Bisa jadi kali ini dia cuma jongos. Kalau tiba-tiba 5-6 tahun lagi dia jadi mas nganten, bagaimana?”
“Ah apa iya bisa cik? Dia kan cuma jongos!”
“Sarniyah!” volume suara Siok Tjien meninggi sampai membuat kaget Sarniyah, “Ndak gitu!”
Sarniyah terdiam. Ia tahu Siok betul-betul marah. Berkawan dengan cicik Hokkian Jawa ini selama lebih dari 13 tahun, membuat Sarniyah paham perangai kakak angkatnya ini.
“Jongos itu hanya sementara! Kalau dia rajin dan mau belajar, dia bisa berubah menjadi yang lebih baik. Bisa hari ini jongos, besok petugas pajak.” kata Siok Tjien.
“Petugas pajak kolonial kan jahat semua cik..”
“Oh iya salah, lha opo yo? Kalo gitu jangan petugas pajak.. Gini saja! Hari ini jongos, besok priyayi!”
“Itu juga ndak mungkin cik. Kasunanan dan Mangkunegaran tidak mungkin sembarangan memberi gelar bangsawan. Seperti suami Mbok Mase!” bisik Sarniyah, “Bisa-bisanya mas nganten mengangkat dirinya sebagai Raden.”
“O iya ya?” sahut Siok Tjien, “Dulu malah mengangkat dirinya Raden Tumenggung, kemudian diganti lagi jadi Raden Mas.”
“Lha iya!” Sarniyah membenarkan, “Untung ada priyayi yang menyindir, jadi akhirnya diubah lagi jadi Raden.”
Operasi Rahasia
Pagi masih berkabut. Di halaman Gandok Barat, dua pemuda kuli babar membentangkan kain mori di atas rangka kayu besar.
“Hati-hati, Din!” kata Karto, “Jangan sampai kain ini kusut. Ini pesanan bangsawan.”
“Baik, mas Karto.” sahut Sadin.
Mereka kemudian mengangkat mori perlahan, menuju ruang pengubeng.
Di Gandok Timur, Sarniyah memanaskan canting di atas tungku arang. Dari bibirnya mengalir tembang ura-ura yang biasakan dilantunkan para pembatik untuk meningkatkan semangat kerja.
"Sapa nyana, batikku dilebokke Cina… Ora tak lakoni maneh, atiku loro…" Sarniyah perlahan mengipasi arang di samping Ngatini.
“Weh!” Siok Tjien menghampiri Sarniyah, “Apa kamu nyanyi Cina Cina. Nyindir aku ya?”
Sarniyah tertawa, “Ngawur waé cik Siok ini! Jangan kèpo lah!”
“Baru tak ajari bahasa Hokkian sedikit sudah tampak ahli yo koé?” Siok Tjien ikut tertawa.
“Cik Siok kok ke sini lagi to?” tanya Ngatini, “Nanti dimarahi tamu Inggris itu lagi lho!”
“Biar saja to..” Wulandari datang sambil membawa malam dan soga, “Toh tokonya Siok itu pemasok bahan-bahan batik kita. Salah si tamunya, buat apa bertamu ke sini!”
“Tapi nanti cik Siok dimaki lagi lho cik!” kata Sarniyah, “Orang itu benar-benar anti Cina sepertinya. Menyebalkan!”
“Mungkin dia tidak suka dengan Cina daratan karena Inggris sedang perang dengan mereka,” kata Siok Tjien, “Kebetulan saja mukaku Cina, jadi kena getahnya.”
“Bukan itu alasannya sepertinya cik..”
Ngatini tidak meneruskan kata-katanya karena Wulandari memberi isyarat untuk tutup mulut. Tampak Raden Wignjo lewat sebentar di pendopo.
Ngatini kembali menghadap ke kain mori yang masih kosong. Sudah beberapa hari, Ngatini tidak lagi bekerja di halaman belakang sebagai tukang cap seperti biasanya.
Arang di tungku sudah membara. Sarniyah menghentikan kipas nya supaya api tidak terlalu besar.
“Nah, apinya sudah bagus.” seru Sarniyah.
“Ayo kita ke dapur!” ajak Siok Tjien
“Apa? Ke dapur lagi?” tanya Sarniyah, “Mengapa kita ke dapur terus cik? Bikin broodje lagi? Bosan tenan!”
“Kodrat perempuan itu kerja di dapur, Sarniyah!” kata Siok Tjien.
“Ah kodrat apa cik?” tanya Sarniyah, “Kau lihat sendiri koh A Choi seharian dia bekerja di dapur kok. Mas Dar tukang soto juga masak soto di dapur, Abu Ahmad si tukang sate juga masak sate setiap hari. Mereka semua laki-laki, cik! Kalau semua tukang masak itu laki-laki, kenapa jadi disebut kodrat kita perempuan kerja di dapur?”
“Bo-eng! Wis ndak usah banyak ngomong!” seru Siok Tjien, “Ayo cepat, nanti tamune keburu datang!”
Sarniyah merajuk tapi ia kemudian berdiri mengikuti Siok Tjien.
Ketika mereka melewati halaman cêlêp, tampak dua perempuan duduk bersimpuh di samping gentong besar berisi larutan warna. Uap hangat mengepul perlahan.
Mak Sarimah, seorang kuli kêrok tiba-tiba bangun berdiri dan menarik Sarniyah dan bertanya, “Yah! Ngatini kenapa? Kok dari tukang cap diturunkan jadi pengubeng?”
“Aaahh!” Sarniyah merajuk lagi, “Mak Sar ni kèpo!”
“Opo kaè kèpo?” tanya Mak Sarniyah.
“Sudah ah mak.. Aku harus ke dapur!” jawab Sarniyah, “Nanti ada tamu! Sudah ya mak..”
Mak Sarimah menggerutu, “Anak zaman sekarang! Ditanya orang tua tidak sopan!”
“Mak, ini kain dari pengubeng sudah selesai dicanting. Boleh saya celup sekarang?” tanya Ningsih seorang kuli cêlêp.
“Tunggu dulu, nduk. Aku harus kerok bagian pinggirnya. Motif ini butuh warna merah di bagian atas. Kalau tidak dikikis malamnya, warnanya tidak bisa masuk.”
“Oh, saya kira sudah bisa langsung dicelup biru.” kata Ningsih.
“Belum.” Jawab Mak Sarimah, “Ini motif bertingkat. Harus dikupas dulu agar gradasinya keluar.”
Tak jauh dari halaman cêlêp, di dapur bèrèt tampak uap panas naik dari wajan besar. Kain-kain yang telah dicelup kini direbus untuk mengangkat malam dari permukaannya.
“Sastro, cepat! Ambil kain dari kuali kedua. Sudah cukup mendidih.” seru kuli bèrèt yang bernama Madiyo.
“Baik, Pak. Tapi kain yang warna biru pucat itu kok kenapa jadi seperti kusam? Terlalu lama direbus apa ya pak?” tanya Sastro seorang kuli kémplong.
“Mungkin larutan malamnya kurang kental. Tapi tidak apa-apa. Setelah kamu kémplong nanti, pasti kembali mengilat.”
Sastro kemudian duduk di lantai kayu. Di depannya terbentang sehelai batik, ditutup daun pisang kering. Ia memukulnya dengan alat kémplong dari logam.
Sambil menjalankan pekerjaan sebagai kuli kémplong, Sastro melantunkan ura-ura untuk menjaga ritme kerja kémplong-nya.
Sementara itu di serambi depan, Mas Nganten Wignjo duduk di kursi rotan dengan setelan jas dan blangkon mengkilap. Di meja, kartu nama bertuliskan "Raden Wignjo Hardjonagoro" berjajar rapi. Ia cukup puas selesai mencetak kartu nama di toko cetak N.V. Sinar Baroe dengan gelar yang ia sematkan sendiri setelah kekayaan datang dari kain-kain batik yang tidak pernah ia cantingkan.
Raden Wigjno Hardjonagoro terlahir dengan nama Mojolarso Koesno Ndorosastro dari pasangan suami istri di Pajang yang selalu terobsesi menjadi priyayi. Setelah ia menikahi Mbok Mase Wulandari Kartikaningrum, ia mengubah namanya menjadi Wignjo Hardjongoro dengan gelar bangsawan yang berubah-ubah.
Dari luar rumah yang sangat luas itu, tampak tembok-tembok besar setinggi kurang lebih 5 meter yang terpisah gang-gang kecil.
Dua buah becak yang ditarik orang berlari melaju menembus embun pagi yang dingin di Laweyan, mengantar Jostijn Laksenaar dan Thomas Wellington kembali ke rumah Wulandari.
“Laksenaar! Mengapa mereka membentengi rumah seperti ini?” tanya Thomas Wellington berteriak ke arah becak yang ditumpangi Laksenaar sambil memperhatikan tembok tinggi di Laweyan, “Apa ada alasannya?”
“Mereka harus melindungi motif cap batiknya masing-masing.” jawab Laksenaar sambil terombang-ambing di dalam becak, “Selain itu, ada beberapa rumah saudagar batik yang menciptakan pewarna alami sendiri. Hal itu juga dirahasiakan.”
“Blimey!” seru Wellington terpesona sambil masih melihat-lihat sekeliling.
“Tommy!” seru Laksenaar memanggil Thomas Wellington dari becaknya, “Apakah kau tahu apa yang kupikirkan mengenai tembok tinggi ini?”
“Katakan dengan lantang, Tuan Laksenaar!” jawab Thomas Wellington berteriak sambil mengangkat bahunya.
“Aku pikir tembok ini juga untuk melindungi bisnis mereka dari pajak kolonial!” kata Laksenaar sambil tertawa.
“Masuk akal!” teriak Thomas Wellington, “Lalu mengapa anak-anak kecil ini dari tadi mengikuti kita di belakang becak?”
“Hanya orang kaya seperti kita yang sanggup membayar becak, Tommy!” jawab Laksenaar sambil duduk tegap membusungkan dada.
Thomas Wellington duduk terkekeh sambil menyaksikan Laksenaar di becak yang lain sedang berusaha duduk dengan elegan walau laju becak yang ditumpanginya berguncang-guncang.
Penuh Tata Krama dan Setia
“Mbok Mase..”
Wulandari diam saja di Gandok Timur.
“Mbok Mase!”
Wulandari masih membaca aksara Jawa yang ditulis Ngatini di kain mori kemarin.
Ngatini mulai kuatir, ia berbisik memanggil Wulandari, “Mbok Mase!”
Wulandari mengangkat kepalanya dan menatap Ngatini. Ngatini memberi isyarat bahwa Mojolarso alias Raden Wignjo sudah memanggil dua kali.
“MBOK MASE!” teriak Wignjo dari pendopo.
“Kulo, Raden!” balas Wulandari kesal.
“Cepat ke sini, kau perempuan sialan!” bentak Raden Wignjo, “Tidak punya telinga opo piye?”
Wulandari bangkit berdiri sambil menggerutu.
Ngatini diam saja. Ia sudah paham bahwa beberapa hari ini sejak dua tamu dari Eropa datang tiap pagi, Raden Wignjo selalu memarahi Wulandari dengan topik menu suguhan dan keluhan mengenai keberadaan Jap Siok Tjien di rumah ini.
Jap Siok Tjien adalah anak dari pemilik toko Jap Tek Soen yang menjual alat-alat membatik seperti canting, wajan tembaga, kompor arang, mal pola motif, dan malam batik. Selain itu, toko ini juga menyediakan kain mori kualitas ekspor dan pewarna alami impor dari Eropa maupun lokal seperti tingi, nila, dan soga. Toko ayah Siok Tjien ini memasok kebutuhan produksi batik Mbok Mase Wulandari sejak era mendiang kedua orang tua Wulandari.
Ayah Jap Siok Tjien adalah seorang saudagar Tionghoa kelahiran Laweyan yang fasih berbahasa Jawa dan Belanda, ia pecinta berat wayang orang dan wayang kulit.
Sedangkan ibu Jap Siok Tjien seorang keturunan Cina yang lebih kaku dan kolot dari suaminya. Ia pesilat yang dikenal dengan jurus pedangnya, tapi ia tertutup dan tidak mau berurusan dengan orang Jawa kecuali dagang.
Menurut Siok Tjien, ibunya mempunyai alasan trauma lama Geger Pecinan di Kartasura yang ia sendiri belum pernah mendengarnya.
“Sudah hampir 200 tahun berlalu, lagipula ibuku tidak ada sangkut paut langsung dengan Geger Pecinan. Tapi ibuku terlalu kaku dengan pesan leluhur yang tidak ada gunanya itu!” Ngatini teringat kata-kata Siok Tjien di pinggir sungai Kabanaran ketika makan nasi jagung bersamanya sambil membakar ikan wader.
Ngatini memandangi kain mori yang ia gambar kemarin melalui cantingnya. Ia merekam semua perbincangan kedua orang Eropa dan Raden Wignjo dalam aksara Jawa yang disamarkan.
Ngatini masih kaget dengan tulisannya sendiri tentang Thomas Wellington meyakinkan Raden Wignjo untuk mengenyahkan Siok Tjien dari rumah ini. Tuan Wellington tidak mau ada hubungan yang baik antara orang Jawa dan orang Cina. Ia berpendapat, bahwa antara orang Jawa dan Cina harus saling membenci dan jika bisa harus saling berperang. Hanya dengan cara itu mereka bertiga akan mendapatkan keuntungan finansial yang lebih bagus di masa datang.
Ngatini tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Tuan Wellington dan mengapa ia sangat membenci Siok Tjien. Sejak kecil Ngatini dan Sarniyah bermain bersama Siok Tjien. Siok Tjien adalah sosok kakak kandung yang ia sayangi sebelum ia mengenal Wulandari. Selain itu, ia dan Sarniyah juga menganggap Siok Tjien sebagai pengganti masing-masing kedua orang tua mereka yang telah tiada ketika mereka masih sangat kecil.
Ngatini menghela nafas panjang. Ia paham bahwa secara fisik, ia dan Siok Tjien sangat berbeda, namun ia tidak menemukan alasan untuk harus membenci Siok Tjien hanya karena perbedaan.
Di pendopo, terdengar Raden Wignjo masih menyatakan keberatan atas kehadiran Siok Tjien di rumah Wulandari. Tampak Mbok Mase diam saja ketika dimarahi. Ia dan Siok Tjien pun teman akrab dari kecil. Wulandari menerima Ngatini dan Sarniyah bekerja juga karena rekomendasi Siok Tjien.
Bagi Ngatini dan Sarniyah, Siok Tjien sesuai dengan arti namanya dalam dialek Hokkian yang berarti “Penuh Tata Krama dan Setia”.
Perempuan Kuat Tanpa Sambat
Aroma malam bunga kenanga tercium harum di belakang rumah Wulandari Kartikaningrum.
Wangi ini mengambang di udara, menyusup ke celah-celah kayu jati dan anyaman bambu, memberi isyarat bahwa sesuatu yang penting akan terjadi malam ini.
Dari kejauhan, kentongan berbunyi tiga kali perlahan namun berat, seperti jantung kampung Laweyan yang berdetak di antara gelap. Suara itu melintas di sela-sela genteng dan pohon mangga tua, pertanda waktu telah berganti. Tengah malam telah tiba.
Empat sosok perempuan saling tidak berbicara, duduk bersimpuh di senthong tengah rumah joglo warisan leluhur Wulandari.
Mbok Mase Wulandari adalah pewaris utama bisnis batik paling makmur seantero Laweyan dengan jejaring ekspor batik halus ke Amsterdam dan Den Haag sejak era Ratu Emma. Batik ciptaan keluarganya dipakai oleh nyonya-nyonya Eropa dalam pesta teh sore dan resepsi istana. Sayang sekali orang tua Wulandari harus menghadap Yang Kuasa dan Wulandari anak semata wayang harus tegar dan kuat meneruskan bisnis keluarga dan rumah yang besar ini di usia 21 tahun. Hanya berselang 1 tahun setelah ia dinikahkan dengan Mojolarso yang kemudian berganti nama menjadi Raden Wignjo.
Beruntung para pinisepuh yang bekerja di rumah itu mendukung Wulandari remaja yang sejak kecil sudah ikut mengurus bisnis raksasa batik keluarga ini, sehingga Wulandari tumbuh sebagai sosok Mbok Mase Laweyan yang sering disebut “Perempuan Kuat Tanpa Sambat”.
Sarniyah tampak menahan kantuk yang hebat, tapi ia berusaha menopang dagu dengan kedua tangannya. Jap Siok Tjien tidak jelas apakah ia mengantuk atau tidak karena matanya yang sipit, sulit untuk meyakinkannya tanpa bertanya.
Ngatini Sulastri tampak cemas dengan apa yang ia tulis beberapa hari terakhir ini. Dua pria asing yang sering muncul di rumahnya ternyata adalah warlord sipil, broker perang yang terhubung dengan jaringan pemasok senjata untuk Blok Sekutu.
Kata “Perang Dunia” masih asing di telinga Ngatini, walau ia tetap menuliskannya di motif batik yang dibuatnya dalam balutan sandi yang tersamar. Tetapi Wulandari mulai sadar bahwa sesuatu akan terjadi lebih dari janji dua orang asing itu membawa batik Laweyan ke bursa seni di Antwerpen.
Melalui kolega bisnis Wulandari yang mengurus ekspor batik Laweyan ke Afrika, akhirnya didapat informasi bahwa Jostijn Laksenaar sebenarnya nama samaran dari Baron Hektor van Daal.
“Jadi mereka bukan investor dan pengusaha logistik dari Bremen dan Utrecht yang katanya tertarik dengan batik Laweyan?” tanya Siok.
Wulandari hanya menggeleng, “Target mereka bukan batik, Siok. Mereka mengincar uang dari rumah ini untuk mendanai perang, dengan menjadikan Raden Wignjo sebagai pintu masuk.”
“Enak sekali!” protes Siok Tjien, “Merampok di siang bolong?”
“Apakah Belanda akan perang?” tanya Sarniyah.
“Secara resmi, Belanda tidak terlibat langsung dalam Perang Dunia pertama ini.” jawab Ngatini, “Setidaknya itu yang aku dengar tadi pagi dan aku tulis semuanya di kain mori ini.”
“Kainnya sudah penuh motif batik rahasia,” kata Wulandari, “Tidak terasa kau sudah merekam pembicaraan mereka hampir dua minggu.”
“Kita namakan motif ini Grote Oorlog saja!" kata Wulandari, “Semuanya terekam jelas di kain ini melalui guratan Ngatini. Terima kasih atas segalanya Ni.”
“Sama-sama Mbok Mase.” kata Ngatini, “Mbok Mase dan cik Siok sudah seperti kakak kandung sekaligus orang tua kami. Sudah selayaknya kami membantu.”
“Aku tidak membantu apa-apa.” Kata Sarniyah agak sedih.
“Makanya bantu!” sahut Siok Tjien.
“Sebenarnya ada hal yang bisa kau bantu, Sarniyah.” kata Wulandari perlahan, “Tapi ini sangat berbahaya.”
“Kalau berbahaya, jangan tugaskan Sarniyah!” tiba-tiba Siok Tjien memotong pembicaraan.
“Itu dia!” suara Wulandari memecah keheningan malam, “Aku tahu Sarniyah adalah anakmu.”
“Aku anaknya cik Siok?” Sarniyah terhenyak, “Aku anak orang Cina? Bukan orang Jawa?”
Sarniyah tersungkur duduk ke belakang. Posisinya kembali seperti Dupolo.
“Hm..” Siok Tjien mencoba menjelaskan.
“Yah, Sarniyah!” Wulandari tertawa kecil, “Kau tahu tidak? Ketika Siok Tjien berumur 10 tahun ia menemukanmu masih bayi terbaring di dekat ayah ibumu yang tiba-tiba meninggal di pekarangan rumah, kemudian..”
“Wulan, diam!” Siok Tjien berusaha menutup mulut Wulandari dengan telapak tangan kirinya, tapi Wulandari berhasil menghindar sambil cekikikan yang ditahan supaya tidak terdengar Raden Wignjo yang sedang terlelap mendengkur keras seperti parutan kelapa.
“Ketika Siok menemukanmu, kau menangis Yah.. lalu tebak apa yang ia lakukan terhadapmu?” tanya Wulandari.
Sarniyah tidak bisa menebak.
“Wulan!” Wajah Siok Tjien memerah seperti buah jambu merekah. Telunjuknya menuding ke arah Wulandari.
“Siok membuka baju dan berusaha menyusuimu, dan kau Sarniyah, kau...”
Kali ini Siok Tjien benar-benar membungkam mulut Wulandari dengan kedua tangannya hingga Mbok Mase menahan tawa, mengeluarkan air mata.
Ngatini ikut menahan tawa, “Oh iya, mbok Rasiyah pernah cerita. Ia melihat kejadian itu, lalu segera mengancingkan baju cik Siok dan bantu menggendong Sarniyah.”
“Kau juga ada di situ, Ngatini!” kata Wulandari tertawa geli, “Kau baru berusia 1 tahun, ke mana pun Siok pergi kau mengikutinya.”
“Cik Siok..” panggil Sarniyah pelan.
Siok Tjien masih menahan rasa malu, “Apa kok pandanganmu aneh seperti itu?”
“Nio..” panggil Sarniyah sambil menatap Siok.
“Nio?”
“Aku dengar kau memanggil ibumu nio..” kata Sarniyah, “Cik Siok panggil bapakmu thia kan?”
“Memangnya kamu Cina?” tanya Siok Tjien lagi.
“Setidaknya sekarang aku punya ibu orang Cina..” jawab Sarniyah.
“Aku orang Jawa!” balas Siok Tjien, “Wajahku tok Cina, tapi aku orang Jawa!”
“Nio..” panggil Sarniyah manja sambil memegangi lengan kanan Siok Tjien.
Siok Tjien berusaha melepaskan lengan Sarniyah, tapi Sarniyah tidak mau melepaskannya. Akhirnya Siok Tjien pun memeluk Sarniyah. Tampak air mata haru mengalir di pipi Siok Tjien. Tangis Sarniyah pun pecah namun ia tahan supaya suaranya tidak terdengar.
Ngatini terharu melihat pemandangan itu, ia pun ikut memeluk Siok Tjien dan Sarniyah.
Wulandari diam saja mematung. Rencana untuk menghadapi dua orang asing di tengah malam itu terpaksa terhenti. Tanpa sadar, air mata pun membasahi pipi.
Selain suara jangkrik dan jagabaya memukul kentong jaga malam, suara dengkur Raden Wignjo pun bertambah keras seperti hentakan roda trem kereta uap yang melintas di Poerwosariweg.
Wulandari ingat semasa usia 13 tahun, Siok Tjien berusia 11 tahun. Siok selalu menggendong Sarniyah ke mana-mana, diikuti Ngatini yang masih berusia 2 tahun. Siok pun sering bertanya ini itu mengenai mengasuh bayi ke mbok Rasiyah yang saat itu jadi pengubeng di rumah Wulandari.
Walaupun sebenarnya mbok Rasiyah sibuk, ia selalu membantu Siok Tjien yang sangat tekun mengasuh kedua anak yang kehilangan orang tuanya masing-masing. Semua pertanyaan Siok Tjien selalu dijawab sambil pandangannya tak lepas dari kain mori yang harus digambar motif batiknya.
Perjalanan Siok Tjien mengasuh kedua anak yatim piatu ini pun tidak mulus. Meskipun ayah Siok Tjien selalu mendukung membelikan beberapa keperluan bayi, namun ibu Siok Tjien selalu menentang hubungan erat antara anaknya dengan masyarakat Jawa. Ibu Siok Tjien selalu membatasi diri berinteraksi dengan orang Jawa demi keamanan diri dan keluarganya, walau suaminya tidak berpendapat demikian.
Berkat ayah Siok Tjien yang berprofesi sebagai pedagang, ia kadang berhasil membeli susu bubuk impor dari Apoteek De Vries untuk Sarniyah dan Ngatini. Berhubung susu bubuk adalah benda langka di seantero Solo, maka Siok Tjien dan Wulandari membuatkan susu untuk keduanya dengan sembunyi-sembunyi sambil mereka pun ikut menikmati produk langka tersebut. Jika sekampung tahu bahwa kedua anak yatim piatu itu mendapat susu bubuk impor, sudah bisa ditebak, dalam hitungan detik sudah habis satu kaleng besar.
Ayah Jap Siok Tjien bernama Jap Tiong Hwat. Nama Tiong Hwat memiliki arti setia dan makmur. Ia adalah sosok pedagang yang selalu tersenyum, tertawa dan bahagia. Tiong Hwat perpedoman bahwa jika tidak bisa tersenyum, maka jangan dagang. Itu sebabnya ia tidak pernah sambat atau mengeluh. Karena menurutnya, sambat tidak menghasilkan uang. Istri dan anaknya tidak bisa makan dari hasil sambat.
“Enom ora sambat, tuo tanpo tongkat.” Jap Tiong Hwat selalu mengulang kata-kata itu setiap hari hingga hampir seluruh penduduk Laweyan mengingatnya. Kata-kata tersebut artinya, “Jika muda tidak mengeluh, maka masa tua tanpa tongkat.”
Berbeda dengan Oei Giok Ing, ibu Siok Tjien, wanita ini meskipun cantik di usia yang hampir menjangkau 40, tapi ia sangat tertutup dan tidak mau berinteraksi dengan orang Jawa dan Belanda. Giok Ing hanya ke luar rumah saat perayaan hari besar Cina, itu pun hanya mengunjungi kuil untuk berdoa, basa-basi sedikit dengan keturunan Cina lainnya di Solo, lalu segera kembali.
Tidak banyak yang mengerti mengapa perangai Giok Ing seperti itu termasuk suami dan anaknya.
Meskipun demikian, Tiong Hwat tidak mengeluh dan tetap menghargai pilihan istrinya. Jadi untuk pergi ke pasar membeli sesuatu dari orang Jawa, alih-alih Giok Ing yang ke pasar, Tiong Hwat lah yang berbelanja sambil menebar senyum khas dan semboyan hidup “ojo sambat”.
Terdengar kembali kentongan Jagabaya menunjukkan waktu sudah melewati tengah malam. Burung hantu di atas pohon mangga halaman belakang Wulandari menjawab suara kentongan itu dengan suara yang kencang.
“Lan, Wulan!” tiba-tiba Siok Tjien membuka suara tapi masih ambil memeluk Sarniyah dan Ngatini.
“Kau mau mengutus Sarniyah melakukan apa?”
Wulandari mengusap pipinya, “Aku tidak tahu Siok.. tapi saat ini tidak ada yang aku percaya selain kalian bertiga. Ngatini sudah bertugas menjadi penulis kode, aku tidak ada ide lain selain menugaskan Sarniyah. Aku tidak percaya siapapun kecuali kalian bertiga. Dua tahun menikah, bahkan aku pun tak percaya suamiku.”
“Dua tahun menikah mendengar suara gergaji pabrik dingklik seperti itu ya siapa yang tahan, rak yo?” bisik Siok Tjien di sela-sela suara dengkur Raden Wignjo yang kali ini seperti gergaji sedang memotong kayu batu.
Wulandari diam saja. Kata-kata Siok Tjien memang benar. Selain tidak tahan dengan perlakuan suaminya, suara dengkur Mojolarso alias Raden Wignjo ini memang membuat Wulandari serasa tidur di sebuah pabrik es yang hampir hancur karena peralatannya yang berkarat dan tinggal tunggu meledak.
“Jika kau melibatkan Sarniyah dan Ngatini, libatkan aku juga.” tegas Siok Tjien.
“Awalnya aku ingin menugaskan Sarniyah mencari orang asing bernama Kapten Louis Grünfeld di Nusupan dan Pasar Gedhe.” jawab Wulandari perlahan, “Sarniyah bisa menyamar menjadi penagih..”
“Ke Nusupan bareng Suradi?” potong Sarniyah, “Aku bersedia, Mbok Mase! Aku bersedia!”
“Tidak ada Suradi-suradi-an!” sahut Siok Tjien, “Kau pergi bersamaku!”
“Nio..”
“Tidak ada nio-nio-an..”
“Aku sudah besar nio,” kata Sarniyah merajuk, “Apa nio tidak ingin cucu dari aku dan Suradi?”
“Amit-amit jabang bayik!” Siok Tjien berteriak tanpa sengaja hingga Wulandari memberi isyarat kembali kepada Siok Tjien untuk diam.
“Sarniyah kamu sekolah dulu!” bisik Siok Tjien, “Jadi perempuan harus pintar dan tangguh seperti Mbok Mase! Masa main langsung kawin sama Suradi terus punya anak? Kamu baru 14 tahun! Ngatini yang sudah 15 tahun saja ndak kebelet kawin, rak yo!”
“Tapi..” Sarniyah menatap Siok Tjien, “Tapi Mbok Mase kan juga tidak sekolah.”
“Sudah ku ceritakan bahwa anak juragan batik tidak ada yang sekolah, Sarniyah.” kata Wulandari, “Aku dari kecil hanya diajari dagang, bahasa Belanda, dan cara mengelola usaha batik.”
“Bukankah kita perempuan memang tidak boleh sekolah?” tanya Sarniyah.
“Sudah direncanakan sebelumnya, kalian sekolah di Sekolah Kartini di Semarang!” bisik Siok Tjien lagi, “Aku akan biayai kalian berdua sekolah di sana!”
“Biaya dari mana nio?” tanya Sarniyah, “Nio kan perlu biaya juga untuk yang-yangan dengan koh A Choi.”
“Apakah cik Siok tidak mengizinkan anak angkat cik Siok menikah karena cik Siok sendiri belum menikah?” tanya Ngatini.
"Pha si!" Siok Tjien mengumpat dalam dialek Hokkian hingga dua burung hantu yang bertengger sibuk terbang melarikan diri.
“Mbok Mase..” tiba-tiba ada suara Raden Wignjo dari ruang Ndalem.
Semua orang terkejut dan diam mematung.
“Mbok Mase..”
Wulandari berhati-hati beranjak bangun hendak menuju ruangan Ndalem.
“Gundhul gundhul pacul cul! Cublak cublak suweng!” tiba-tiba Raden Wignjo bergumam keras tidak jelas, “Slaap, kindje, slaap, twinkle twinkle little star!”
Tak lama kemudian suara dengkur yang lebih dahsyat. Kali ini serupa dengan suara mesin pabrik gula yang yang sebentar lagi bangkrut.
“Oalah cuma mimpi!” Wulandari lega.
“Cik Siok sih. Berisik!” kata Ngatini menahan tawa.
Siok Tjien melotot ke arah Ngatini.
“Sudah, sudah!” kata Wulandari, “Siok itu kan adikku sendiri!”
Semua mata menatap ke arah Wulandari.
“Ada apa?” tanya Wulandari, “Mengapa kalian menatapku seperti itu?”
“Kami menunggu lanjutannya.” jawab Siok.
“Lanjutan apa?”
“Cik Siok ndak punya biaya, Mbok Mase.. jadi…” kata Ngatini ragu-ragu.
“Jadi nio berharap Mbok Mase yang menganggap cik Siok adalah adik, yang keluar biaya.” tambah Sarniyah.
“Nah!!” puji Siok sambil mencubit pipi Sarniyah.
“Wooooo… badalah!” sahut Wulandari.
“Lha kamu to ya yang paling sugih!” kata Siok Tjien.
“Sugih gundulmu!”
“GUNDUL GUNDUL PACUL CUL!” tiba-tiba Raden Wignjo mengigau kembali.
Fonds voor Vredesbewaring
“Mbok Mase yakin dengan hal ini?” tanya Ngatini, “Kedua orang asing itu masih datang, tapi aku tidak merekam pembicaraan mereka lagi di kain mori?”
“Sudah tidak perlu, Ngatini. Tugasmu sudah cukup berat, dan kita cuma punya waktu 7 hari sebelum..” Wulandari tak meneruskan ucapannya.
“Sebelum apa, Mbok Mase?”
Wulandari tidak menjawab. Ngatini diam saja, berjalan mengikuti Wulandari ke sebuah tempat.
“Apakah sudah ada berita dari Sarniyah?”
“Ah ya, Mbok Mase,” jawab Ngatini, “Mereka sudah menemukan kantor yang didiami Kapten Louis Grünfeld. Kantornya dekat Pasar Gede, sekitar Ketandan.”
“Hm.. baiklah! Mereka tidak ketahuan?”
“Cik Siok dan Sarniyah tidak sempat melaporkan langsung kepada Mbok Mase, tadi mereka terlalu lelah lalu ketiduran.”
“Tidak apa-apa, yang penting sudah ketemu!”
“Dia itu siapa, Mbok Mase?”
“Dia adalah seorang Oorlogsobligatieverkoper.”
“Maaf, Mbok Mase?” Ngatini tidak paham.
“Dia itu pedagang obligasi perang yang kau tulis di motif batik minggu lalu.”
“Oh.. Sebenarnya, apa pekerjaan dia?”
“Dia yang menjual obligasi, semacam kupon kepada Raden Wignjo untuk mendanai Perang Dunia pertama yang akan pecah bulan depan.”
Ngatini diam tidak mengerti.
Wulandari berusaha menjelaskan lagi, “Setelah perang usai, kupon itu bisa ditukar dengan uang yang lebih banyak dari modal yang dikeluarkan Raden Wignjo.”
Ngatini terkejut, “Apakah Raden Wignjo..”
“Ya, dia terlibat dalam pendanaan perang di Eropa. Seperti yang kau tulis di motif batik kemarin, akan ada perang besar di Eropa bulan 7 orang Eropa. Mereka sebutnya bulan Juli. Kalau di kita itu bulan depan, Bulan Poso.”
“Hah? Bulan Poso mereka malah mau perang?”
“Semua perang terjadi karena pabrik senjata memerlukan keuntungan besar dari penjualan senjata dan peluru yang besar jumlahnya.”
“Oh maafkan aku, Mbok Mase.” kata Ngatini, “Aku hanya mencatat pembicaraan mereka tanpa tahu artinya apa.”
“Bukan salahmu, Ngatini.” kata Wulandari, “Semua orang yang tamak harta akan tergiur dengan penawaran seperti ini!”
Wulandari menghela nafas panjang, “Raden Wignjo menggunakan hartaku untuk membeli kupon perang itu! Sudah banyak emas batangan milik keluargaku hilang diambilnya.”
“Ya ampun!” teriak Ngatini tertahan, “Itu sebabnya kedua orang Eropa itu datang terus? Karena mereka tahu di senthong Mbok Mase tersimpan banyak emas?”
Wulandari mengangguk sambil terus berjalan diikuti Ngatini, “Mereka membuat Fonds voor Vredesbewaring yang artinya Dana Untuk Perdamaian, tapi sepenuhnya dana itu untuk bisnis perang.”
“Aku juga menulis terjemahan percakapan mereka ke dalam bahasa Jawa di motif batik kemarin tentang keuntungan awal yang sudah didapat Raden Wignjo dari penjualan senjata di Eropa menjelang perang. Apakah beliau menyerahkannya kepada Mbok Mase?”
“Tentu saja tidak!” tegas Wulandari kesal, “Bandot tua itu tidak mungkin berbagi keuntungan denganku!”
Wulandari menghentikan langkahnya di tepi kali Anyar, lalu menunjuk ke Utara, “Lihat itu!”
Ngatini melihat sosok perempuan muda dengan lekuk tubuh indah, kulit yang halus dan paras yang cantik. Sepertinya ia lebih muda dari Mbok Mase dan cik Siok, tapi lebih tua dari usia Ngatini.
Perempuan itu tampak sedang senang bersenandung di depan rumahnya.
“Dia lah yang mendapatkan hasilnya.” kata Wulandari.
“Dia?” Ngatini terbelalak, “Dia itu siapa?”
“Istri simpanan pertama Raden Wignjo.”
Ngatini terhenyak hingga jatuh terduduk lemas.
“Sampaikan surat ini kepadanya, Ngatini.” kata Wulandari seraya memberikan sepucuk surat, “Jika ia tidak bisa membaca aksara Jawa, maka bacakan untuknya.”
“Mbok Mase.. Mbok Mase.. tahu dari mana bahwa dia itu istri simpanan Raden Wignjo?”
“Mojolarso sialan ini selalu mengunjunginya setiap Rabu Wage.” jawab Wulandari.
Ngatini diam seribu bahasa. Ia hanya menerima sepucuk surat itu dan tidak berkata apa pun.
“Ayo bangun, Ngatini!” kata Wulandari lagi, “Memang tidak mudah hidup sebagai perempuan. Kami dijodohkan karena hubungan hutang budi di masa lalu antara dua keluarga. Tapi yang jelas, memang keluarga mereka ingin menguasai bisnis batikku. Kematian kedua orang tuaku tidak wajar.”
Ngatini masih terguncang.
“Ni, Ngatini!” kata Wulandari, “Jadi perempuan jangan mau direndahkan laki-laki seperti aku. Setelah ini semua berakhir, pergilah ke Semarang. Siok sudah menghubungi kakaknya di sana.”
“Aku di sini saja, Mbok Mase!” jawab Ngatini cepat-cepat, “Mbok Mase dan cik Siok adalah orang tuaku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi, Mbok Mase.. aku..”
“Sudah diam, Ngatini!” hardik Wulandari, “Camkan pesanku! Jadi perempuan harus kuat dan setara dengan laki-laki!”
Wulandari memandang perempuan itu dari kejauhan sambil melipat tangannya.
“Sejak awal aku tidak mau disentuh oleh bandot tua kotor itu. Tiap hari hanya mengurusi perkutut dan mendengkur!” kata Wulandari, “Tidak heran jika ia mencari pelampiasan kebutuhan biologisnya ke sini. Lihat perempuan itu! Betapa cantiknya dia.”
“Mbok Mase..” Ngatini beranjak berdiri, tapi kakinya masih gemetar hebat. Ia paham bahwa Mbok Mase-nya adalah perempuan tangguh. Namun ia tidak menyangka ketangguhannya mencapai titik ini.
“Segera selesaikan tugasmu, Ngatini.” kata Wulandari, “Setelah ini selesai, masih ada satu lokasi lagi yang harus kita tuju, yaitu istri simpanan kedua Raden Wignjo.”
“Apa?” Ngatini jatuh lagi, untung jatuh di lokasi yang tepat. Jika salah jatuh terpaut dua kilak, dia akan mendarat di atas kotoran lembu.
“Tidak perlu kaget, Ngatini!” sahut Wulandari, “Laksanakan pekerjaanmu. Kuatkan dirimu, inilah kehidupan nyata.”
“Mbok Mase, tentang yang aku tulis soal bunga kenanga harus ditebang.. Apa..”
“Tidak perlu kau kehui, Ngatini!”
Divide et Impera
“Apakah kau sudah mengirim mereka ke Semarang?” tanya Wulandari.
Siok Tjien hanya mengangguk lalu duduk di tangga batu bata di halaman belakang. Tatapannya kosong, hanya menunggu matahari terbit sebentar lagi.
“Pagi ini lebih dingin daripada biasanya, Wul.” jawab Siok Tjien menggosok hidungnya.
Halaman belakang rumah Wulandari tampak lengang di pagi buta. Padahal, biasanya sudah ramai pekerja di sana.
Tidak ada langkah para pembatik. Semua pekerja diliburkan. Kesunyian itu sengaja ia ciptakan, demi rencana yang taktis.
“Kau membawa pedang?” Wulandari terbelalak.
“Apakah bulan Ruwah memang lebih dingin?”
“Kau tidak menjawab pertanyaanku, Siok!”
Siok Tjien kembali menghela nafas panjang, “Pertanyaan pertama, jawabannya adalah sudah.”
Siok Tjien menoleh ke arah Wulandari, “Meskipun ada drama tangisan dari Sarniyah. Tapi setelah dibujuk Suradi, ia akhirnya tidak merajuk lagi. Ngatini lebih menurut. Meskipun menangis, tapi ia… yo nurut waè wis lah..”
Wulandari beranjak dari tengah halaman, lalu ikut duduk di samping Siok Tjien.
“Aku sebenarnya berat berpisah dengan anak itu Wul.” kata Siok Tjien menggosok lagi hidungnya, “Seandainya Sarniyah benar anak kandungku.”
“Kau sudah dua kali menggosok hidungmu!” kata Wulandari, “Ada apa Siok?”
“Sarniyah tampir tertangkap basah di Pasar Gede ketika menyelidiki Grünfeld.” jawab Siok Tjien, “Anak buahnya banyak. Benar apa katamu. Nyawanya hampir melayang. Orang-orang itu menangkap Sarniyah dan menghajarnya.”
“Lalu?”
“Aku memukul balik semua anak buahnya.”
“Siok!”
“Ya, aku salah Wul!” jawab Siok Tjien, “Seharusnya kami melakukan pengintaian senyap. Tapi Sarniyah adalah keluargaku.”
Wulandari menepuk dahinya sendiri, “Kini kau membahayakan dirimu sendiri Siok! Apakah ketika kau melumpuhkan mereka, ada yang..”
“Ya!” jawab Siok Tjien, “Wellington ada di sana!”
“Gawat!” Wulandari merebahkan punggungnya ke tembok, “Ia akan mengincarmu Siok! Bersembunyilah di Joyopuran setelah ini beres!”
“Maaf, Wul. Aku hanya tidak ingin Sarniyah cedera. Setelah dia dan Ngatini ke Semarang, aku sangat merindukan mereka.” Siok menangis.
“Kalian akan bertemu kembali, Siok. Percayalah aku.”
“Aku selalu mempercayaimu Wul,” sahut Siok Tjien, “Tapi entah mengapa kali ini kau tampak seperti tidak bisa dipercaya!”
Wulandari tertawa. Siok masih menangis.
Sesaat kemudian mereka pun terdiam.
“Jawaban pertanyaan kedua, aku bawa pedang karena kau tampak tidak bisa dipercaya, Wul!”
“Lebih baik simpan pedangmu, Siok!” kata Wulandari, “Hari ini kita perang siasat, jadi simpan pedangmu!”
“Aku mahir jurus Siang Bok Kiam-sut, lho Wul!” sahut Siok Tjien sambil memamerkan jurus dengan tangannya tanpa pedang, “Ini namanya jurus pedang kayu harum!”
“Sepertinya itu jurus dalam cerita silat!”
“Eh lho, ndak percaya? Ada tênan lho!”
“Iya, iya aku percaya!” kata Wulandari, “Semua orang di kampung ini percaya setelah melihat sendiri saat ibumu menyerang bawa pedang di saat kau dan mas Karso bergandengan tangan.”
“Kubunuh koé nèk bahas itu lagi!” Siok Tjien cemberut.
Wulandari tertawa geli.
“Bahkan saat itu mas Prambudi membuka taruhan, siapa yang menang, apakah nio-mu atau dirimu, Siok!”
“Benarkah?”
“Ya! Kalian lompat tinggi ke sana ke sini berjumpalitan sampai mas Karso tunggang- langgang kencing di celana. Mas Topo bahkan bertaruh bahwa semua kancing bajumu lepas ditebas pedang ibumu sendiri.”
“Dasar mata keranjang!”
Wulandari tertawa lagi.
“Ngomong-ngomong, kenapa kok ibumu anti sama orang Jawa?” tanya Wulandari.
Siok Tjien kembali menghela nafas panjang, “Itu yang aku tidak mengerti, Wul. Aku sudah jelaskan, apa beda orang Jawa dengan Cina, toh sama-sama manusia. Mengajak Sarniyah dan Ngatini tinggal di rumah saja ndak boleh! Aku bilang sama nio, nèk dia seperti itu terus, ya jangan kaget nanti ada anti Cina dari orang Jawa.”
“Tidak semua orang Jawa jahat sama orang Cina, Siok.” kata Wulandari, “Semoga ibumu nanti memahami.”
Siok Tjien mengangguk perlahan.
Ia kemudian menengadah. Siok Tjien memandang pohon kenanga di pojok halaman menggugurkan bunga ke tanah lembab. Tempayan air berembun diam di sisi senthong. Pohon raksasa itu sudah berusia 300 tahun dirawat leluhur Wulandari turun temurun.
“Eh, koé ndak salah apa ya? Soal bunga Kenanga yang harus ditebang?” tanya Siok Tjien, “Pohon ini sudah ratusan tahun! Salah apa dia harus ditebang hari ini?”
“Bukan pohon itu yang mau ditebang, tapi aku!” jawab Wulandari, “Kiasan itu adalah kode untuk melenyapkan aku supaya seluruh kekayaan keluarga ini bisa diambil Raden Wignjo dan kedua orang Eropa itu.”
“Tapi apa gunanya mereka membunuhmu? Raden Wignjo kan ndak ngerti bisnis batik. Dia tetap perlu koé untuk diperas tenaganya!”
“Aku tidak tahu, Siok!” jawab Wulandari sambil tertunduk lesu, “Aku hanya mengandalkan perasaan. Aku.. Sesungguhnya aku tidak tahu.”
“Apakah kita akan menang hari ini Wul?”
“Sulit untuk menjawabnya.” jawab Wulandari.
“Berapa persen kemungkinan kita menang?”
“5%? 3%?” jawab Wulandari lagi.
“Koé ngerti ndak Wul, kenapa orang Cina selalu tampak lebih kuat ekonominya?” tanya Siok Tjien, “Karena semboyan hidup kami, walau kemungkinan berhasil hanya setengah persen, kita harus berjuang!”
“Benarkah?” tanya Wulandari, “Tapi sepertinya memang kalian lebih kuat ekonominya dari kami orang Jawa!”
“Tidak juga, Wul.” jawab Siok Tjien, “Kami hanya tidak mau tampil memelas untuk dikasihani. Thia-ku selalu tersenyum di toko walau di rumah tidak ada beras. Thia hanya bilang, nanti sore juga bisa beli beras.”
“Kalian pernah tidak punya beras?” Wulandari terkejut, “Sungguh tidak masuk akal.”
“Bener kok Wul,” jawab Siok Tjien, “Jadi kami hanya tampak selalu ada uang saja. Padahal ada kalanya kami pun kesusahan.”
“Kok ndak minta beras sama aku?” tanya Wulandari, “Kan kamu tahu di gudang dapur beras banyak sekali.
“Kami lebih suka usaha sendiri dulu, Wul.” jawab Siok Tjien, “Meminta adalah jalan terakhir. Sebisanya ya ndak minta.”
Wulandari mengangguk. Kemudian mereka kembali diam membisu. Tampaknya saja kedua perempuan ini tertawa-tawa, tapi sebenarnya ketakutan menyelimuti keduanya di pagi itu.
“Lalu apa perkiraanmu tentang apa yang akan terjadi hari ini?”
Wulandari menengok ke arah Siok Tjien, “Prediksiku yang pertama adalah, Raden Wignjo teriak-teriak karena tidak ada pelayan sama sekali di hari ini.”
Beberapa detik kemudian, tampak pintu ruang ndalem dibuka dengan keras, lalu Raden Wignjo berteriak-teriak memanggil Mbok Mase di mana air hangat untuk cuci muka. Lalu ia pun berteriak-teriak di mana para pelayan.
“Hebat!” puji Siok Tjien, “Prediksi yang tepat, lalu setelah ini apa?”
“Pintu utama dibuka oleh seorang wanita. Wanita itu akan berbicara dengan Raden Wignjo, setelah itu muncul wanita kedua, lalu mereka bertengkar bertiga.”
“Badalah!” seru Siok Tjien, “Siapa kedua wanita itu?”
“Kedua istri simpanan Raden Wignjo.” jawab Wulandari, “Ngatini kemarin mengundang mereka hari ini untuk menagih janji bagi harta dan menjadi istri utama.”
Siok Tjien tampak terkejut. Ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Wulandari.
Namun kemudian pintu depan terbuka. Raden Wignjo yang sedang berteriak-teriak mendadak diam.
“Dik? Dari mana kau tahu rumah ini?” tanya Raden Wignjo.
Perempuan berparas cantik itu langsung terpana melihat tempat tinggal Raden Wignjo.
“Oh kang mas!” seru wanita itu, ”Benarkah apa yang kau tulis kemarin di surat bahwa rumah ini kelak jadi milikku dan aku sebagai nyonya rumah di sini? Apa benar emas batangan kang mas sangat banyak di senthong?”
Raden Wignjo gelagapan, ia tidak menjawab.
Tiba-tiba muncul seorang perempuan lainnya di pintu utama dengan wajah ayu tapi menampakkan kemarahan, “Hei sundal! Siapa kau? Raden Wignjo adalah calon suamiku! Rumah ini kelak jadi milikku seperti yang ditulis Raden Wignjo di suratnya! Enyah kau dari sini!”
Raden Wignjo tambah bingung. Mengapa kedua wanita simpanannya tiba-tiba datang, padahal ia mengaku tinggal di Kauman, bukan di Laweyan.
“Hebat sekali prediksimu, Wulan!” puji Siok Tjien sambil mengintip kedua perempuan itu beradu mulut dan dilerai oleh Raden Wignjo.
“Yang pria, satria pinandhita sinisihan wahyu palsu.” kata Wulandari, “Ia tampak mulia, tapi dituntun hawa nafsu.”
“Yang perempuan, ayuning raga ora nuduhaké ayuning budi.” tambah Siok Tjien, “Keindahan fisik tidak mencerminkan kemuliaan batin.”
Siok Tjien kemudian menoleh ke arah Wulandari, “Dari mana kau tahu bahwa suamimu memiliki wanita simpanan? Dua orang sekaligus pula!”
“Sejak menikah, aku curiga mengapa setiap Rabu Wage dan Jumat Legi, Raden Wignjo selalu berdalih bertemu kurir dagang dari Semarang atau perlu menghadap kolega Belanda di Kepatihan.”
“Benar juga! Dia selalu pergi di hari-hari itu!” tanya Siok Tjien, “Lalu, prediksi selanjutnya?”
“Setelah ini aku tidak tahu pasti, tapi jika kedua orang Eropa itu datang, kita jalankan rencana kemarin.”
Siok Tjien mengangguk sambil mengamati pertengkaran dua perempuan cantik dan Raden Wignjo sibuk melerai.
Tiba-tiba Laksenaar dan Wellington tampak sampai di depan pintu depan.
“Sialan, mereka datang!” seru Siok Tjien.
“Semoga ramuanmu ini benar Siok!” Wulandari buru-buru membuka besek berisi 3 botol kecil.
“Tidak ada yang menandingi Siang Hwa Sam Ciu, Wul!” jawab Siok Tjien, “Tiga arak dari sari kecubung asli!”
Wulandari menegak sebotol arak pertama yang sudah disiapkan sebelumnya sambil bertanya, “Mereka sudah siap?”
Siok Tjien bersiul menirukan burung, kemudian 5 orang gadis muda dengan kain batik Slobog yang biasa digunakan untuk melayat, masuk dari pintu belakang.
Wulandari terkejut, “Siok.. lihat bahu mereka!”
“Kenapa?”
Wulandari mengamati 5 gadis muda yang menggunakan kain jarik dan kemben, “Kulit mereka putih bersih, tidak seperti pegawaiku! Matanya sipit semua! Bagaimana mereka bisa percaya nanti?”
“Tenang, Wul!” Siok Tjien meyakinkan Wulandari, “Mereka juru tangis terbaik dari perkumpulan Sam Hwat Liong. Mereka para ahli seni ratapan duka sebagai penghormatan terakhir terhadap arwah leluhur.”
“Juru tangis?”
“Ya, dalam budaya kami ada hal seperti itu Wul!”
“Luar biasa!” kata Wulandari sambil menegak botol arak kedua.
“Sebentar lagi kepalamu mulai pusing, Wul!” bisik Siok Tjien mengingatkan.
Sementara itu salah seorang juru tangis datang menghampiri dan mendandani Wulandari.
“Dia ini ahli wayang, kepalamu akan dibuat memar dan seolah berdarah.”
Gadis yang lain sudah menyiapkan ramuan darah buatan Siok Tjien tadi malam ke sebuah balok kayu yang diletakkan di halaman belakang.
Wulandari sudah merasa pusing.
“Siap dengan arak terakhir?” tanya Siok Tjien, “Aku harap prediksimu benar dan siasat kita tidak sia-sia! Dalam tujuh hitungan napas, kulitmu akan mulai pucat, nadi menipis, dan mata tertutup seolah ajal telah menjemput. Ini bukan kematian, hanya perjanjian rahasia dengan waktu.”
Wulandari tanpa ragu menegak botol terakhir. Dalam hitungan detik, badannya lemas dan Siok Tjien segera menopangnya, perlahan ditidurkan di tanah.
Siok Tjien kemudian mengeluarkan botol keramik kecil berisi darah palsu. Cairan itu ia oleskan perlahan ke leher Wulandari dan di atas pelipis yang sudah dibuat seakan lebam. Warnanya merah segar, menyerap cepat ke kulit dan bau anyir kayunya menyamarkan ketidakaslian darah.
Kelima juru tangis dari perkumpulan Sam Hwat Liong tiba-tiba menangis keras menggema ke seluruh rumah Wulandari. Suara tangisan mereka mulai terdengar lirih, melengking, bergulung seperti ombak yang pecah di dinding dada.
Tiba-tiba Siok Tjien tak kuasa menahan empati. Nada tangis para gadis itu bukan sekadar duka, tapi sebuah luka yang dinyanyikan. Tentang penderitaan sahabatnya yang mengorbankan cinta sejati demi sebuah perjodohan feodal.
Para pegawai yang awalnya curiga mengapa mereka diliburkan dan melihat Suradi melarikan Ngatini dan Sarniyah yang menangis di sampan, akhirnya berhamburan datang melalui pintu belakang setelah mendengar suara tangis hebat.
“Mbok Mase!” seorang pekerja berteriak histeris lalu menangis meraung-raung berbaur dengan lantunan air mata dari para juru tangis.
Laksenaar, Wellington, mas nganten Mojolarso yang menobatkan diri menjadi Raden Wignjo terkejut dengan suara ribut di belakang. Kedua perempuan simpanan Mojolarso pun menghentikan pertengkarannya.
Mojolarso alias Raden Wignjo bergegas ke halaman belakang, diikuti Jostijn Laksenaar. Thomas Wellington mencium ada sesuatu yang tidak beres. Ia tetap memasang mata dan menyuruh penerjemahnya mengambil masing-masing surat yang dipegang kedua perempuan itu.
“Ada pembunuhan!” teriak seseorang dari halaman belakang.
Kedua perempuan simpanan Raden Wignjo itu kaget sampai menutup mulutnya. Mereka tidak melawan ketika penerjemah Wellington mengambil suratnya.
Mereka dengan ragu ikut ke halaman belakang.
“Apa artinya ini, Raden Wignjo?” tanya Jostijn Laksenaar dengan tajam.
“Aku.. aku..!” Raden Wignjo kebingungan. Tubuh Wulandari membujur kaku dengan wajah yang sangat pucat. Bau darah yang amis membuat salah satu wanita simpanannya hampir muntah.
“Mbok Mase! Mbok Mase!” Raden Wignjo kebingungan, “Ada apa ini?”
Tiba-tiba Thomas Wellington juga beranjak ke halaman belakang sambil terus dibisiki oleh penerjemahnya yang membacakan isi surat.
“Tuan Laksenaar!” panggil Thomas Wellington dengan lantang sambil berkacak pinggang.
Laksenaar berdehem sambil kemudian meninggalkan kerumunan yang sedang menangisi Wulandari.
“Ada apa Tommy?”
“Seseorang mengkhianati kita!” jawan Thomas Wellington merebut dua pucuk surat dari penerjemahnya dan menyuruh si penerjemah pergi dari sisinya.
Setelah penerjemah pergi, Thomas Wellington berbisik, “Bukankah Mbok Mase seharusnya dibunuh nanti malam dengan skenario perampokan?”
“Ya, itu benar.” jawab Laksenaar, “Kita sudah merencanakan Operasi Tebang Bunga Kenanga nanti malam.”
“Ada yang mendahului operasi kita!” Wellington kemudian menyerahkan dua pucuk surat yang dipegangnya, “Konfirmasi sendiri. Kau tahu apa artinya ini.”
Thomas Wellington terlihat sangat kesal, “Si Suami membunuh istri! Periksa semua emas di sini! Sekarang!
Jostijn Laksenaar membaca dua pucuk surat yang diberi catatan terjemahan bahasa Inggris oleh si penerjemah.
Ia tampak gusar menatap mata Raden Wignjo dan kedua wanita simpanannya. Ia menoleh ke arah Raden Wignjo, “Kau berurusan dengan Vastenburg, Raden Wignjo!”
Tiba-tiba pandangan Wellington menatap tajam ke arah Siok Tjien, “Orang Cina itu! Pasti ada sesuatu dengan dia dan harta rumah ini!”
Kehidupan Kedua
Wulandari berhasil dibawa ke toko peti mati milik Kong Tjien Soen di Joyosuran. Tepat 90 menit setelah sandiwara kematiannya, Wulandari siuman dan Siok Tjien segera memberikan penawar supaya efek bius arak kecubung hilang.
“Aiya Wulan!” kata Kong Tjien Soen, “Koé ini terlalu gila, masa pura-pura mati! Kau juga Siok! Kalau arakmu tidak bekerja atau penawarnya gagal, haiya.. Bagaimana o?”
“Tenang, Soen!” jawab Wulandari, “Siok sudah pengalaman dengan arak kecubung ini. Benar to Siok?”
Siok Tjien hanya tersenyum masam, “Terus terang ini kali pertama coba, Wul! Aku hanya menemukan buku rahasia ini di lemari nio-ku.”
“Jangkrik kau Siok!” Wulandari merasa dongkol tapi sekaligus lega karena rencana mereka berhasil.
“Maka itu aku bilang rencana ini terlalu berani!” Kong Tjien Soen tampak masih gelisah, “Kalian berdua gila!”
Wulandari duduk sambil menghela nafas panjang, “Batik hasil produksi keluargaku selama ratusan tahun bukan sekedar kain. Ia adalah nadi keluarga dan nafas kampung Laweyan. Aku takkan membiarkannya dicelup ketamakan harta dari perang yang meneguk banjir darah.”
Sementara itu, keributan di rumah Wulandari tidak berakhir. Laksenaar memerintahkan prajurit dari benteng Vastenburg untuk menggeledah rumah Wulandari. Tapi yang mereka temukan di senthong adalah emas batangan palsu yang terbuat dari logam tidak berharga.
“Di mana surat tanahnya?’ Wellington cemas dan marah sekali. Sebelumnya Raden Wignjo sudah bersedia melakukan chip-in modal perang dunia pertama dalam bentuk 174 kg emas yang setara hampir tiga ratus ribu gulden.
Nilai yang cukup untuk membiayai setengah resimen perang atau membeli seluruh kampung batik Laweyan dua kali lipat. Tapi tak satu pun dari Laksenaar maupun Wellington tahu ke mana emas itu dialihkan.
Tiga jam setelah Wulandari dinyatakan wafat dan rumah Mbok Mase dipenuhi serdadu dari Benteng Vastenburg, Kapten Louis Grünfeld tiba dari Semarang. Ia adalah perwira Jerman yang menjadi makelar perang untuk memodali beberapa negara dalam Perang Dunia Pertama. Dengan jas biru dan koper kulit, Grünfeld meletakkan dokumen di meja pendopo dan menoleh ke arah Wellington.
“Ini bukan sumbangan, Tuan Wellington! Ini kesepakatan! Jika tak bisa membayar, maka kami anggap kalian menipu!” ujar Grünfeld sambil menatap Laksenaar dan Wellington.
Wellington panik. Raden Wignjo tampak lemas bersama kedua kekasih gelapnya, duduk tanpa semangat di belakang Jostijn Laksenaar. Thomas Wellington menghitung ulang aset Wulandari yang rencananya akan dijual. Ada rumah besar di Laweyan, tiga gudang batik, dan satu rumah peristirahatan di Kartasura. Tapi tanah itu tak bisa disentuh karena surat tanahnya bermasalah.
Notaris perwakilan pemerintah Hindia Belanda menolak menandatangani balik nama karena muncul dua pucuk surat yang mengubah segalanya. Notaris dari Keraton juga menolak untuk ikut campur karena tanah dan bangunan yang menjadi sengketa bukan milik Keraton.
Surat Pertama dimiliki Ni Madyanah, wanita simpanan pertama Raden Wignjo di pinggir Kali Anyar. Surat itu ditulis dengan tinta cina oleh tangan Raden Wignjo sendiri, pada malam Jumat Legi sebelumnya. Surat itu menyatakan, "Jika kelak istriku Wulandari wafat dan rumah dijual, maka rumah utama dan gudang batik akan menjadi milikmu, Madyanah, sebagai ganti kesetiaanmu.”
Surat itu bermaterai asli dan ditandatangani dengan cap ibu jari Raden Wignjo, lengkap dengan pengesahan lurah kampung. Saat ditunjukkan ke notaris Hindia Belanda, surat ini menggugurkan proses balik nama ke Wellington.
“Wignjo sialan!” gerutu Wellington, “Janji awal kita tidak begini! Hanya demi wanita cantik dan muda ini kau berkhianat kepada kami!”
Raden Wignjo sudah tak kuasa menjawab lebih lanjut. Pikirannya kalut dan selama 3 jam terakhir ia menyangkal berkali-kali bahwa bukan ia yang membunuh Wulandari dan ia tidak berani mengkhianati kesepakatan dengan Laksenaar dan Wellington.
Surat kedua disimpan oleh Sukesi, wanita muda bertubuh indah, simpanan kedua yang tinggal di Gajahan. Surat ini ditulis dalam huruf Jawa dan latin, menyatakan bahwa "Sebagian harta Mbok Mase telah kupindahkan ke rumahmu, Sukesi, karena hanya engkau yang kupercaya. Jika aku selamat dari rencana Wellington dan Laksenaar, aku akan membunuh Wulandari dan kau adalah permaisuriku yang sah."
Satu regu serdadu Vastenburg tiba-tiba masuk ke pendopo dan menyatakan mereka menemukan 10 kg emas di rumah Sukesi di Gajahan.
“Itu emasku!” teriak Sukesi histeris, namun para serdadu Benteng Vastenburg menodongnya dengan senapan Dutch Mannlicher Geweer M95.
Sukesi segera menghampiri Raden Wignjo, “Kang mas! Itu emasku kan? Jawab, kang mas! Kau kan berjanji di surat akan memberikanku 40 kg lagi setelah istri sialanmu meninggal kan? Benar kan kang mas? Dia sudah mati, mana yang 40 kg lagi?”
“Hei begundal cilik!” teriak Ni Madyanah sambil berkacak pinggang, “Suratmu palsu! Aku lah pemilik sah 174 kg emas di rumah ini. Begitu pula rumah ini, aku adalah pemilik yang sah!”
Cekcok mulut antara dua wanita cantik yang tadi sudah selesai, kini bergulir kembali di babak ketiga. Raden Wignjo tampak sudah tidak memiliki wibawa apa pun. Ia hanya tertunduk lemas di kursi dekat meja yang penuh dengan kartu nama bergelar bangsawan ciptaan sendiri.
“Apakah kau percaya Wignjo tidak bersalah?” tanya Wellington.
“Surat ini ditulis dua hari sebelum kematian Wulandari dan ditandai dengan tanda rahasia dalam bentuk cap stempel keluarga batik milik Wulandari.” jawab Laksenaar.
“Lihat kedua gadis cantik yang bertarung mulut itu!” kata Laksenaar lagi, “Bukankah ini alasan kuat bagi pria hidung belang seperti Wignjo untuk mengkhianati kita?”
“Walaupun surat ini menimbulkan kecurigaan bahwa Wignjo telah menyembunyikan harta dan berencana melarikan diri bersama Sukesi, tapi apakah dia tidak berpikir risiko yang ditimbulkan?” tanya Wellington.
“Tergantung berpikirnya dari mana, dari atas atau dari bawah.” jawab Laksenaar, “Sumberku mengatakan bahwa Wignjo adalah penjahat pemetik bunga. Hidung belang terkenal dari Pajang sampai Bekonang.”
“Seharusnya dari awal kita langsung menekan Wulandari!”
“Wulandari adalah tembok yang keras!” jawab Laksenaar, “Tetap perlu Wignjo untuk masuk.”
“Mengapa tidak dari awal kita bunuh Wulandari dan ambil emasnya?” Wellington gusar.
“Kita pengusaha, Tommy. Bukan gangsters!”
Notaris menyatakan untuk membekukan semua transaksi properti, karena adanya klaim ganda. “Dengan sangat menyesal tuan-tuan. Aku percaya bahwa kehadiranku di sini sudah tidak diperlukan lagi, selamat pagi!”
Perwakilan pemerintah Hindia Belanda tersebut meninggalkan kediaman Wulandari bersama asistennya.
Grünfeld bertambah murka dan mengancam Wellington serta Laksenaar. “Gara-gara kalian, pembayaran chip-in perang ini tidak bisa dibayarkan tepat waktu! Ini mempengaruhi reputasiku sebagai makelar perang! Bagaimana aku bisa mempercayai kalian berdua sebelumnya? Apakah saat itu aku mabuk?”
Grünfeld melotot, wajahnya yang berkulit putih menjadi merah padam.
Laksenaar tampak berpikir. Tanpa dikehui yang lain, diam-diam ia mencurigai Wellington telah menyimpan emas Wulandari karena ada keanehan pada surat yang dimiliki Sukesi karena ada harta yang telah dipindahkan sebelum pembunuhan.
Sementara itu, Wellington mencurigai Wignjo berniat kabur dengan wanita simpanan dan emas curian, lalu menyewa pembunuh untuk menghabisi Wulandari.
Raden Wignjo tampak sudah hilang akal. Ia hanya bergumam tanpa arti yang jelas, dan sudah tidak bisa menjawab ketika ditanya.
“Tanpa kehadiran modal kalian, perang dunia pertama tetap akan digelar!” Grünfeld marah sambil menutup kopernya, “Tapi ingat! Kalian akan menghadapi masalah yang lebih besar, dan kalian sudah tahu itu. Tidak menepati janji di industri ini artinya..”
“Aku tahu, Herr Grünfeld!” potong Thomas Wellington, “Aku akan membayar tepat waktu!”
Grünfeld merapikan jas nya sambil bergegas pergi dari rumah yang penuh teriakan cekcok berebut harta, “Pastikan kata-katamu memiliki arti, Tuan Wellington!”
Selepas kepergian Grünfeld, Wellington juga berniat meninggalkan rumah itu. Laksenaar juga bertindak hal yang sama, tapi ia berniat memata-matai Wellington.
Di tengah cekcok dan hilangnya kewarasan Raden Wignjo, dua perempuan itu berdiri saling mencurigai, saling membentak, saling emosi, saling mencerca, dan saling menjambak rambut. Sementara itu, mata kecil milik seorang perempuan misterius dengan sanggul dan kebaya hitam tampak tenang berada di atap, mencatat tiap kata.
Perang sejati bukan di medan perang, melainkan di hati manusia yang memeluk ketamakan tanpa malu.
Cerita ini merupakan karya fiksi historis. Meskipun berlatar peristiwa, tempat, dan suasana dari masa lampau yang benar-benar pernah ada, seluruh alur, dialog, serta tokoh utama dalam cerita ini, (kecuali yang secara eksplisit merupakan tokoh historis) adalah hasil rekaan semata.
Segala kemiripan nama, sifat, maupun peristiwa yang melibatkan tokoh fiktif dengan kejadian nyata adalah kebetulan belaka dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan individu, kelompok, atau lembaga mana pun.
Karya ini disusun sebagai gambaran imajinatif mengenai perjuangan kesetaraan gender di masa lalu, sekaligus sebagai pengingat bahwa prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5 tentang kesetaraan gender harus terus diperjuangkan hingga hari ini.
Cerita ini tidak bermaksud mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya, melainkan menawarkan ruang refleksi melalui lensa fiksi tentang bagaimana masa lalu (atita) dapat menginspirasi perubahan yang lebih adil dan setara di masa kini (atiki) dan masa depan (anagata).
Epilog
Enam hari sebelum hari kematian palsunya, Wulandari dibantu Siok Tjien, Sarniyah dan Ngatini melakukan rencana berlapis yang diatur dengan cermat.
Beruntung beberapa hari sebelumnya pun turun hujan lebat, sehingga Wulandari memiliki alasan untuk merenovasi gudang yang bocor.
Puluhan pemuda dari Sudiroprajan datang ke Laweyan dengan dalih melakukan renovasi besar beberapa hari, tapi yang sebenarnya terjadi adalah dengan bantuan Siok Tjien, Wulandari memindahkan emas murni dan surat tanah berharga yang disamarkan di dalam guci-guci abu jenazah.
Masyarakat Sudiroprajan kaget ketika melihat puluhan pemuda mengubur sangat banyak guci abu jenazah, namun kepala proyek mengatakan semuanya adalah korban penyakit pes tahun 1911 yang baru ditemukan.
“Cik Siok, guci abu ini mengapa berat sekali? Apakah mendiang sangat gemuk?” tanya seorang kuli angkut kepada Siok Tjien.
“Sudah, koé ndak usah banyak tanya! Sing penting aku bayar kerjaan kalian semua, daripada tanya-tanya, arwah mereka nanti sing jawab, rak yo?” jawab Siok Tjien.
Kuli itu membungkam mulutnya sendiri dan segera memindahkan guci-guci tersebut dari gerobak dengan lebih cepat.
Siok Tjien sebenarnya agak takut juga, karena ia tahu yang dipindahkan adalah hampir 200 kg emas milik keluarga Wulandari yang menjadi saudagar batik sejak abad ke-15 di Laweyan.
Beberapa hari sebelumnya di saat Ngatini merekam pembicaraan di pendopo, ia bersama Sarniyah dan Wulandari sibuk belanja guci dan memindahkan emas batangan ke dalam guci.
Awalnya Raden Wignjo curiga mengapa banyak guci abu jenazah datang, tapi setelah dijelaskan bahwa tanah milik Wulandari di Kartasura penuh jenazah, Wignjo yang sangat takut dengan hantu segera mengambil jarak dengan gudang. Ia tidak mau melangkahkan kakinya masuk ke sana.
Dari pagi hingga hampir malam, akhirnya Siok Tjien selesai memimpin pemindahan emas batangan itu dari Laweyan ke Sudiroprajan. Ia kemudian menuliskan nama almarhum orang tua kandung Sarniyah dan Ngatini dalam aksara Cina di area itu untuk penanda bagi Wulandari jika kembali ingin mengambil hartanya sendiri, sekaligus mengaburkan informasi.
Hari kedua, dengan alasan menghindari kain kehujanan, Wulandari mengutus Sarniyah dan Suradi mengirimkan batik-batik terbaik dengan pewarna indigo asli dan motif sido mukti prabayaksa diserahkan ke Kong Tjien Soen, sahabatnya di Joyosuran. Batik-batik berharga itu dimasukkan ke dalam siu pan atau peti panjang umur yang maksudnya tempat mendiang masuk ke dunia yang abadi.
Atas perintah Wulandari, Tjien Soen membeli sebuah toko peti mati di Joyosuran yang sudah tidak digunakan untuk menyimpan sekitar 100 siu pan berisi gulungan batik bermutu. Ia memberi hu (kertas jimat) di pintu dan jendela toko peti mati itu ditambah catatan peringatan jangan membangunkan mayat hidup.
Sementara itu di Laweyan, puluhan kuli muda lagi datang membawa peti-peti kayu yang dimasukkan ke dalam senthong. Raden Wignjo tidak curiga dengan kegiatan itu karena ia menyangka memang ada renovasi gudang bocor dan ia pun menganggap urusan gudang bocor adalah urusan perempuan. Ia malah pergi ke sebuah tempat di hari Rabu Wage itu.
Peti-peti kayu itu berisi perunggu berlapis cat kuning keemasan yang dibeli Wulandari dari pasar gelap, menyerupai emas asli. Ngatini, Sarniyah dan Siok Tjien kemudian sibuk melapisi peti-peti itu dengan kain batik mahal agar meyakinkan sebagai peti emas. Wulandari bahkan menaburkan bubuk kapur barus dan kemenyan untuk memberi aroma khas pusaka.
Dalam waktu tiga malam berikutnya, ia dibantu oleh Siok Tjien untuk menyalin ulang semua data harta yang diubah dengan teliti. Sementara itu, Ngatini menyalin surat kontrak yang ditandatangani Raden Wignjo dengan broker bisnis perang ke aksara Jawa menjadi motif batik.
Ada kalanya Ngatini bingung menulis nama perusahaan senjata Köningliche Waffen Schmieden ke dalam aksara Jawa, karena tidak ada padanannya dalam aksara Jawa.
Wulandari juga mendadak menghentikan pasokan ekspornya ke Amsterdam, Antwerp, dan beberapa negara di Afrika dengan alasan perbaikan gudang.
Di hari sebelumnya, Wulandari menyerahkan buku besar usaha batiknya kepada perempuan misterius bersanggul dengan kebaya hitam dan berkain batik sogan yang tidak dikenal Ngatini.
Sementara itu buku besar palsu ditulis tangan ulang oleh Wulandari beberapa malam dengan tinta biru tua dan diberi stempel karet keluarga yang sudah mulai pudar. Buku itu kemudian disimpan di ruang senthong seperti biasanya.
Surat-surat tanah asli diamankan ke rumah rekan Wulandari di Kampung Arab. Ia membayar seorang pemalsu surat tanah untuk mengubah status tanah dan sawah menjadi sengketa.
Langit Joyopuran menggantung berat. Di balik awan mendung yang pucat, aroma dupa dari toko peti mati Kong Tjien Soen melayang di udara. Jap Siok Tjien melangkah keluar dari toko peti mati Kong Tjien Soen di saat gelegar halilintar membentak kuat. Siok Tjien membuka payungnya, dan titik air hujan berebut membasahi sebagian wajahnya.
Tak jauh dari sana, seorang pria Inggris duduk di dalam kereta kuda, mengamati dengan saksama.
Seorang pemuda berlari dalam guyuran hujan menghampiri kereta kuda itu.
“Laporanku tidak salah, Tuan Wellington. Perempuan Cina itu masuk ke toko tiga kali dalam seminggu terakhir,” bisik mata-mata itu kepada Wellington.
“Hari ini dia menyerahkan sesuatu... berat, bentuknya seperti batangan. Dan lelaki pemilik toko peti mati itu... tampak hormat padanya.”
Wellington menegakkan punggung. Rahangnya mengeras.
“Jap Siok Tjien! Kau pikir bisa menipuku?”
Thomas Wellington, pewaris keluarga industrialis Inggris yang nyaris tercoreng namanya dalam perkara harta Wulandari. Ia tak punya pilihan lain. Demi menyelamatkan reputasi keluarganya di hadapan para Warlord Eropa, ia menandatangani perjanjian hutang dengan industrialis Amerika yang berkedudukan di Batavia, Hindia Belanda. Sebuah perjanjian yang tak hanya mengikat harta, tapi juga harga dirinya.
Jostijn Laksenaar yang awalnya dengan percaya diri bisa memperdaya Wignjo untuk menyerahkan kekayaan keluarga istrinya tiba-tiba sirna seperti cahaya lilin yang tertiup angin.
Tidak disangka malah kini ia yang terlibat pinjaman dengan jumlah besar hanya demi janji chip-in modal perang dunia pertama di Eropa.
Wellington sebagai industrialis sejati, ia tidak mau menyerah begitu saja. Dalam perjalanannya mengumpulkan informasi, tanpa sengaja memergoki Jap Siok Tjien keluar dari toko peti mati milik Kong Tjien Soen. Ia sebenarnya tidak tahu bahwa tempat itu adalah tempat yang lebih banyak menyimpan rahasia daripada jenazah.
Kecurigaannya tumbuh cepat. Ia mengutus seorang mata-mata untuk mengikuti gerak-gerik Siok Tjien. Beberapa hari kemudian, laporan itu datang. Jap Siok Tjien terlihat menyerahkan emas batangan dengan cap lambang keluarga Wulandari. Harta yang selama ini dikira lenyap, mungkin tak pernah jauh.
Malam itu, di pinggir sungai Kabanaran, Siok Tjien duduk tenang.
Sebuah lentera minyak menggantung rendah, menggoyangkan bayangannya di dinding. Ia membakar ikan wader dan menikmati nasi jagung dengan sambal terasi seperti yang dilakukan Ngatini setiap hari.
Jap Siok Tjien tahu seseorang mengikutinya sejak dua hari lalu. Maka ketika Wellington menerobos datang, ia tidak terkejut.
“Kau seharusnya belajar, Wellington,”
“Hahahaha!” Thomas Wellington tertawa, “Kau berbahasa Melayu denganku?”
“Aku tahu kau bisa bahasa Melayu sejak di ruang bawah tanah rumah Wulandari. Jangan anggap hanya kau yang melakukan investigasi!”
“Hahahahaha!” Wellington merasa geli, “Kau hanya orang Cina ampas! Kau bukan pemain yang penting di dalam permainan ini!”
“Di tanah Jawa ini, bukan nama besar keluargamu yang berbicara, tapi siapa yang tahu cara bertahan.” sahut Siok Tjien sambil melahap nasi jagungnya.
“Yen den tuturi ngèlmu luhuring laku,
patut wong wanita nganggo budi luhur,nora mung kagungan ayu rupané”
(Kalau hendak mengikuti ilmu keluhuran hidup, maka perempuan pun layak memakai keluhuran budi, bukan hanya bergantung pada rupa wajah yang elok)
Alih-alih ketakutan, Siok Tjien malah melantunkan geguritan ciptaan Wulandari yang diajarkan kepadanya.
Wellington mencibir. “Kau bahkan bukan orang Jawa. Tak cocok kau mengutip kata-kata itu!”
Siok Tjien balik menatapnya tajam. “Kebenaran tak perlu ras Jawa atau Cina. Yang kukatakan adalah nilai kemanusiaan. Bukan asal bicara.”
“Rubbish!” bentak Wellington, “derajat manusia ditentukan oleh uang! Kita dihormati karena harta! Manusia disebut sukses karena kaya! Bukan nilai! Kau dihina jika miskin!”
Sayup-sayup terdengar suara seorang pria melantunkan macapat pupuh pangkur bait ke-3 dari seberang sungai.
gugu karsane priyangga
nora nganggo peparah lamun angling
lumuh ingaran balilu
uger guru aleman
nanging janma ingkang wus waspadeng semu
sinamun ing samudana
sesadon ingadu manis
(Orang yang mengikuti kehendaknya sendiri tanpa mempertimbangkan ajaran yang benar disebut bodoh; yang bijak justru orang yang mampu bersikap lembut dan menyembunyikan kecerdasannya dengan kerendahan hati.)
Wellington tiba-tiba menendang anglo perapian yang digunakan Siok Tjien untuk memanggang ikan wader dengan emosi yang meluap.
Siok Tjien segera melompat ke belakang menjauhi Thomas Wellington.
“Akan kupastikan kalian para orang Cina di tanah Jawa ini akan bermusuhan dengan orang Jawa sampai ratusan tahun kemudian!”
“Wong urip iku mung mampir ngombé,” kata Siok Tjien, “Hidup ini hanya sementara. Antara aku dan orang Jawa tidak ada kebencian. Buat apa..”
“Rubbish! Hentikan!” teriak Wellington, “Di mana emasnya? Di mana harta Wulandari?!”
“Kau bukan keluarganya. Bukan bagian dari nafas dan kehidupan Wulandari, dan yang pasti, kau bukan pemilik warisannya,” jawab Siok Tjien, matanya tajam menusuk seperti ujung keris.
“Jangan bermain-main denganku. Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu sejak di Ketandan. Mata-mataku melihatmu membayar toko peti mati di Joyosuran dengan emas berukir lambang keluarga Wulandari!”
Siok Tjien tetap tegak berdiri, menatap Wellington tepat di mata.
“Ya. Aku menyelamatkan sebagian harta itu. Tapi bukan untukku. Tapi untuk Mbok Mase Wulandari. Perempuan yang dibungkam, dijebak, lalu dikhianati oleh sistem yang kau anggap sah.”
“Omong kosong!” Wellington berteriak. “Kau hanya pencuri oportunis seperti Cina lainnya!”
“Pencuri?” Siok Tjien tertawa pendek. “Lalu kau apa? Lelaki kulit putih yang bersembunyi di balik nama keluarga kaya, mencuri tanah, merampas martabat, lalu melakukan apapun hanya agar namamu bersih di dalam lingkaran bisnis gelap?”
Wellington marah. Ia mengeluarkan pistolnya, “Katakan di mana emas lainnya! Sekarang!”
“Kalau kutunjukkan, akankah dunia berubah? Atau hanya kau yang akan bertambah kaya?”
Tak ada jawaban. Hanya desahan napas berat, lalu suara kokang pelatuk. Hujan gerimis mulai turun. Air rintik-rintik membasahi ujung rambut Siok Tjien yang dikepang dua.
“Aku tidak takut mati!” seru Siok Tjien di antara hujan yang mulai deras seolah mengerti dentuman detak jantung mereka yang mulai cepat, “Aku dan Wulandari sudah mati berkali-kali. Setiap kali harga diri perempuan seperti kami diinjak, kami bangkit lagi.”
Pistol revolver buatan Prancis, Chamelot- Delvigne Model 1873 dengan kaliber 11 mm tampak berat di tangan Wellington. Tangan kanannya bergetar mengimbangi bobot pistol, tapi ia menyukai revolver tua itu. Ketika meledak, pelurunya membuat luka yang tak terlupakan.
Siok Tjien mencabut pedangnya, “Kami tidak diciptakan berselisih dan dikendalikan oleh bedebah sepertimu. Kami bukan bidak catur!”
Letusan peluru kaliber 11mm memecah keheningan. Siok Tjien berjumpalitan salto ke samping menghindari tembakan pertama. Tendangan kakinya yang memutar, menghantam butir-butir air hujan yang jatuh dari langit menampar pipi Wellington seperti ratusan jarum.
Wellington tersungkur ke belakang. Tak disangka butir air hujan itu sangat perih di wajahnya.
Beberapa masyarakat kampung Laweyan keluar dari rumahnya, mencari tahu asal suara yang memekakkan telinga. Termasuk A Choi dan ibu Siok Tjien.
Wellington menyeringai, “Simpan saja pedang busukmu itu! Teknologi kalian selalu kalah dari kami! Senjata ini dulu dipakai untuk menembak bandit di perbatasan Aceh. Hari ini dipakai untuk menembak badut Cina di Surakarta!”
“Siok!” teriak seorang wanita berusia 40 tahunan.
“Nio?” Siok Tjien kaget melihat ibunya sudah sampai di seberang sungai.
Mata-mata sekaligus asisten Wellington lari mendekat, “Tuan, harap cepat selesaikan! Jika semua datang, kita tidak bisa keluar dari sini!”
“Siok-moy!” (dik Siok)
Siok Tjien mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Ia segera menengok ke arah suara, “Koh.. koh.. Koh A Choi? Jangan ke sini koh!”
Revolver itu kini menatap leher Siok Tjien. Jarak tak sampai sepuluh meter. Thomas Wellington tahu betul bahwa pistol berat dan lambat ini sangat efektif dalam jarak di bawah 50 meter.
Wellington kembali mengokang pistol.
“Kesempatan terakhir! Katakan di mana emasnya!” Wellington membentak.
“Siok, ada apa ini?” Giok Ing tampak kuatir.
“Kau pikir semua bisa ditakuti dengan peluru?” Siok Tjien melangkah pelan ke depan sambil menyilangkan pedangnya di depan dada.
Klik.
Jari Wellington menekan pelatuk sedikit. Ujung pistol bergetar.
“Lakukan,” bisik Siok Tjien sambil memasang kuda-kuda, “Dengan satu tembakan itu, kau membuktikan ketakutanmu pada kami. Kalian tak pernah bisa mengendalikan kami.”
“DOR!”
Siok Tjien memutar badannya hendak menyerang maju dengan pedangnya.
Tapi tiba-tiba tubuh Siok Tjien terhuyung, lalu jatuh ke tanah. Darah mengalir berpacu dengan rintik air hujan.
“Siok!” Oei Giok Ing segera melompat jauh ke atas bersalto beberapa kali dan menapakkan kakinya di seberang sungai. Sedangkan A Choi dan beberapa pemuda sibuk mendayung rakit untuk menyebrang.
Wellington berdiri terdiam, nafasnya naik turun, pistol gemetar di tangan. Tapi sebelum Siok Tjien benar-benar terkulai, jarinya bergerak pelan siap mengokang ulang.
“Tuan!” teriak si mata-mata, “Ayo segera pergi!”
Wellington lalu menyarungkan pistolnya setelah memastikan Siok Tjien berlumuran darah. Asistennya mendorong tubuhnya supaya segera meninggalkan lokasi itu.
“Siok!” teriak Giok Ing.
“Nio! Sakit sekali, nio..” jawab Siok Tjien terbata-bata, “Apakah aku mau mati? Apakah aku akan menemui Giam Lo Ong?”
Oei Giok Ing berteriak histeris dan segera mengambil pedang Siok Tjien. Ia melemparkan pedang ke arah Thomas Wellington.
Wellington melihat serangan mendadak itu langsung menarik tubuh asistennya untuk dijadikan tameng.
JLEB!
Mata si asisten terbelalak. Tidak disangka tuannya sekejam itu padanya. Pedang Siok Tjien menembus perutnya hingga ke punggung. Hanya terpaut beberapa centimeter saja sudah bisa melukai Wellington.
“Cina sialan!” umpat Wellington melihat kehebatan Oei Giok Ing melempar pedang.
Wellington segera mendorong tubuh asisten itu dan ia melarikan diri dalam gelap sebelum dikeroyok.
Giok Ing melihat Wellington masih hidup, ia segera beranjak ingin mengejar, tapi ditahan.
“Nio jangan pergi! Nio.. Aku kedinginan!”
Siok Tjien mengeluarkan darah dari mulutnya.
Giok Ing menutup luka di pundak kanan anaknya dengan telapak tangannya.
“Nio.. aku..” suara Siok Tjien melemah.
“Apa yang aku katakan padamu sebelumnya, Siok!” Giok Ing menangis meratapi anaknya yang berlumuran darah di pangkuannya, “Kita orang Cina tidak perlu ikut urusan orang Jawa! Begini jadinya! Ini dunia nyata Siok, bukan cerita silat yang penuh pendekar!”
“Nio jangan berkata demikian!”
Giok Ing tidak menjawab, hanya menangis.
“Ini bukan salah orang Jawa bukan salah orang Inggris atau siapa pun, nio..” kata Siok Tjien lirih, “Musuh kita adalah keserakahan, nio..”
“Sudah diam, Siok!” pinta Giok Ing pada anaknya.
“Siok-moy!” tiba-tiba A Choi datang ke samping tubuh Siok Tjien yang mulai tak berdaya. Siok Tjien berusaha menggenggam tangan A Choi.
“Koh A Choi..”
“Ya, Siok-moy..” A Choi balas menggenggam.
“Apa bahasa Khek-nya aku cinta padamu?”
A Choi kaget, “Apa-apaan ini moy?”
“Jawab saja koh, sebelum aku menutup mata selamanya..” Siok Tjien memohon.
A Choi berderai air matanya, “Ngai oi nyi..”
“Koh A Choi..” panggil Siok Tjien, “Ngai oi nyi..”
Tangis A Choi bertambah keras. Pemuda tegap berparas tampan itu matanya lembab, tangisnya tidak berbeda dengan tangis seorang perempuan.
“Nio..”
“Sudah jangan banyak bicara, Siok-ji..”
“Nio, kalau aku sembuh bolehkah aku menikah dengan koh A Choi?”
Giok Ing tidak menjawab. Ia sesenggukan menangisi keadaan anak bungsunya.
“Nio, kita menyebut diri kita Tionghoa, tapi koh A Choi berbeda bahasa, mereka menyebut diri mereka Thong Nyin. Kita sama-sama orang Cina, nio. Apa nio masih keberatan?”
Giok Ing menangis lebih keras, ia menggelengkan kepalanya.
“Nio, aku orang Cina tapi tanah airku Jawa..” kata Siok Tjien makin pelan, “Jangan benci orang Jawa..”
Belum selesai Siok Tjien menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba seorang perempuan berkain jarik sogan dengan sanggul ukel konde tusuk hitam, berkebaya hitam muncul dengan sampan dan berteriak pada Giok Ing dalam bahasa Hokkian.
Giok Ing kaget tapi ia juga menjawab dengan dialek Hokkian.
Sampan itu segera menepi dan kemudian dua perempuan Jawa berkebaya hitam lainnya lompat ke atas, berbicara kepada Oei Giok Ing dalam bahasa Hokkian, lalu membopong Siok Tjien ke dalam perahu.
Salah satu perempuan Jawa itu menoleh ke arah A Choi, lalu berbicara dalam dialek Khek menyuruhnya ikut naik ke sampan.
Masyarakat kampung menyaksikan peristiwa itu dengan penuh tanda tanya. Sampan itu kemudian melaju dengan cepat ke arah Nusupan dengan obrolan beberapa orang yang sayup tak terdengar. Tampak dua perempuan Jawa itu sibuk berusaha mengobati Siok Tjien.
Malam kembali sunyi. Tetes hujan masih sibuk membuat suara di atas genteng, lampu-lampu minyak ikut menari mengikuti irama hujan. Sampan itu lenyap ke dalam tirai hujan lebat, seperti mimpi yang tak pernah sempat ditafsirkan.
Asisten Wellington tertinggal di pinggir sungai Kabanaran, masih hidup sambil menunggu detik-detik ajal menjemput dengan rasa sakit.
Warga kampung satu per satu kembali ke rumah. Ikan wader yang dipanggang jatuh di tanah, nasi jagung dengan sambal terasi berserakan di tanah bercampur dengan air hujan dan darah.
Dari kejauhan, terdengar ketukan kentongan Jagabaya bertanda tengah malam telah tiba. Suaranya panjang, lambat, seperti suara jantung dunia yang menunda dentum terakhirnya.
Sejak malam itu, kampung Laweyan tak lagi sama. Terdengar suara sayup teriakan Oei Giok Ing memanggil nama anaknya dari ujung sungai.
“Apakah dia orangnya?”
“Benar, Tuan Laksenaar!” jawab orang Jawa yang ditanya, “Tadi itu tuan Wellington.”
“Baiklah, bawa kereta kudamu kembali ke Benteng Vastenburg. Hujan makin lebat!”
q0oivspevhjawvwrgqaa5rpexiol03m