Wikibuku idwikibooks https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.5 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikibuku Pembicaraan Wikibuku Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Resep Pembicaraan Resep Wisata Pembicaraan Wisata TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Pengguna:Rohmat Sukuriyanto 2 24242 116270 98838 2026-06-09T04:55:13Z ~2026-33793-80 43326 Menambahkan profil pengguna, fokus minat, dan pranala situs terkait 116270 wikitext text/x-wiki == Rohmat Sukuriyanto == '''Rohmat Sukuriyanto''' adalah penulis blog dan pengelola beberapa situs web asal Indonesia. Ia dikenal dengan nama panggilan '''Domath''' dan aktif menulis seputar blogging, SEO, teknologi digital, anime, pop culture, serta panduan ringan yang mudah dipahami pembaca umum. Rohmat mengelola beberapa situs, di antaranya: * [https://www.yukinoshita.web.id Yukinoshita.web.id] — blog yang membahas anime, teknologi digital, SEO, blogging, hiburan, dan tren pop culture. * [https://www.ruangteknik.web.id Ruang Teknik] — blog edukasi ringan seputar listrik rumah, elektronik, alat teknik, dan panduan teknis untuk pemula. * [https://www.penkata.com Penkata] — situs web yang berkaitan dengan konten tulisan dan informasi digital. Dalam aktivitas menulis, Rohmat berfokus pada penyajian informasi dengan bahasa sederhana, praktis, dan mudah dipahami. Ia juga sedang mendalami penulisan berbasis jurnalistik, optimasi mesin pencari, serta pengembangan konten digital yang bermanfaat bagi pembaca Indonesia. == Minat == * Blogging dan SEO * Teknologi digital * Anime dan pop culture * Listrik rumah dan peralatan teknik * Penulisan artikel informatif == Pranala luar == * [https://www.yukinoshita.web.id Yukinoshita.web.id] * [https://www.ruangteknik.web.id Ruang Teknik] * [https://www.penkata.com Penkata] fke73tie600igb1g6827neq71exzue9 Pengguna:MuhammadAriLaw 2 26394 116236 116120 2026-06-08T13:27:56Z MuhammadAriLaw 41902 /* Muhammad Ari Pratomo */ 116236 wikitext text/x-wiki {{Infobox pengguna|nama=Muhammad Ari Pratomo|gambar=Muhammad Ari Pratomo (MuhammadAriLaw).png|ukuran gambar=200px|keterangan=Muhammad Ari Pratomo (2025)|jenis kelamin=Laki-laki|kebangsaan=Indonesia|lokasi=Indonesia|profesi=Pengacara, Penulis, Musisi, Podcaster|organisasi=Founder Law Office ARI PRATOMO & Associates Pendiri dan Penggagas Ide Lembaga Kontrol Sosial Media dan Live Streaming Indonesia pada Tahun 2017 Pendiri Komunitas Live Positif Indonesia Tahun 2018 Koordinator Bidang Kerjasama DPC PERADI Bekasi (2015–2019) Koordinator Bidang Niaga Pusat Bantuan Hukum PERADI Bekasi (2015–2019) Pendiri & Pengasuh Perguruan Bela Diri Tafsir Qolbu Al-Karomah Tahun 2001 Pendiri Pusat Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Hukum (PUSKOMINFOHUM) Tahun 2009|situs=https://muhammadaripratomo.com|minat=Bantuan hukum, hukum digital, literasi publik, musik sosial|status=Aktif|negara=Indonesia|Facebook=https://www.facebook.com/MuhammadAriLaw|Twitter=https://x.com/MuhammadAriLaw|Instagram=https://www.instagram.com/muhammadarilaw|laki/perempuan=Laki-laki|pekerjaan=Pengacara Indonesia|alias=MuhammadAriLaw|occupation=Indonesian Lawyer|nationality=Indonesia|blog=https://muhammadaripratomo-muhammadarilaw.blogspot.com/}} == Muhammad Ari Pratomo == '''Muhammad Ari Pratomo''' adalah advokat, penulis, musisi, podcaster, dan pemerhati hukum Indonesia. Ia dikenal melalui kiprahnya dalam dunia hukum nasional, pengembangan literasi hukum, serta kontribusinya dalam menjembatani pemahaman masyarakat terhadap hukum melalui berbagai media edukasi, karya tulis, dan karya seni. Sejak memperoleh lisensi Advokat dan bergabung di organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) tahun 2009, Muhammad Ari Pratomo telah berpraktik sebagai advokat selama lebih dari lima belas tahun. Pengalaman profesionalnya mencakup penanganan berbagai perkara litigasi maupun nonlitigasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain berpraktik di tingkat nasional, ia juga memiliki keterlibatan dalam jaringan profesi hukum internasional sebagai anggota International Bar Association (IBA). Muhammad Ari Pratomo merupakan pendiri dan pimpinan '''Law Office Ari Pratomo & Associates''', sebuah kantor hukum yang menyediakan layanan konsultasi, pendampingan, negosiasi, mediasi, arbitrase, serta representasi hukum bagi individu, korporasi, lembaga, dan berbagai entitas usaha. Dalam praktik profesionalnya, ia dikenal menangani berbagai bidang hukum, baik yang berkaitan dengan perkara perdata, pidana, bisnis, maupun sengketa korporasi. Di luar aktivitas profesinya sebagai advokat, Muhammad Ari Pratomo aktif mengembangkan literasi hukum melalui berbagai karya tulis. Ia telah menulis buku, artikel, esai, puisi, dan novel yang mengangkat tema hukum, keadilan, hak asasi manusia, kehidupan sosial, serta dinamika penegakan hukum di Indonesia. Karya-karyanya ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemahaman hukum yang lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain dikenal sebagai praktisi hukum dan penulis, Muhammad Ari Pratomo juga berkarya di bidang musik. Melalui lagu-lagu yang diciptakannya, ia menyampaikan pesan-pesan tentang keadilan, kemanusiaan, kritik sosial, dan nilai-nilai moral. Aktivitasnya sebagai musisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang melengkapi perannya sebagai advokat dan edukator publik. Dalam era digital, Muhammad Ari Pratomo turut memanfaatkan berbagai platform media sosial, podcast, dan media daring sebagai sarana edukasi hukum. Melalui kanal-kanal tersebut, ia membahas berbagai isu hukum aktual, memberikan pandangan mengenai perkembangan regulasi, serta menyebarluaskan informasi hukum kepada masyarakat luas. Kontribusi Muhammad Ari Pratomo dalam praktik hukum, pengembangan literasi hukum, pendidikan publik, serta karya-karya yang dihasilkannya menjadikan dirinya sebagai salah satu figur yang aktif berperan dalam memperkuat budaya sadar hukum di Indonesia. Melalui perpaduan antara profesi advokat, aktivitas intelektual, dan karya kreatif, ia terus berupaya menghadirkan hukum sebagai instrumen yang dapat dipahami, diakses, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas. == Organisasi dan Aktivisme == * Koordinator Bidang Kerjasama DPC PERADI Bekasi (2015–2019) * Koordinator Bidang Niaga Pusat Bantuan Hukum PERADI Bekasi (2015–2019) * Pendiri & Pengasuh Perguruan Bela Diri Tafsir Qolbu Al-Karomah * Pendiri Pusat Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Hukum (PUSKOMINFOHUM) * Pengasuh Perguruan Karomallah (Banten–Lampung) * Pendiri & Penggagas Lembaga Kontrol Sosial Media & Live Streaming Indonesia * Pendiri Komunitas Live Positif Indonesia == Karier Profesional == * Pendiri dan Managing Partner di Law Office ARI PRATOMO & Associates * Pendiri Media General Infokom * Pengacara Posbakum Pengadilan Negeri Bekasi * Pengacara Posbakum Pengadilan Negeri Jakarta Timur * Pengacara Posbakum AAI DPC Bandar Lampung == Karya Tulis == * ''Foreign Lawyers in Indonesia: Between Global Collaboration and Legal Sovereignty'' (2025) * ''Amplifying Justice for the Silenced – Through Law, Music, and Writing'' * ''Trending Sebelum Mati'' – novel thriller sosial-hukum * ''Antara Pasal dan Perasaan'' – novel romansa advokat * ''Sajak-sajak Rindu Seorang Ayah'' – kumpulan puisi * ''Hukum Terakhir'' – novel fiksi hukum spiritual * ''NIK: Nama Itu Korban'' – novel sosial tentang identitas dan keadilan * Kontributor aktif di Kompasiana, Kumparan, Medium, dan berbagai media hukum daring * dll == Karya Musik == * Lagu-lagu bergenre rock sosial, folk, dan blues * Mengangkat tema keadilan, suara terbungkam, dan hak rakyat * Dirilis secara independen di platform seperti Spotify, YouTube, Deezer, dan lainnya * Diciptakan sebagai bentuk gerakan kesadaran sosial melalui seni == Pranala Luar == === Situs Resmi === * [https://muhammadaripratomo.com muhammadaripratomo.com] * [https://muhammadarilaw.com muhammadarilaw.com] * [https://aripratomo.com aripratomo.com] * [https://muhammadaripratomo-muhammadarilaw.blogspot.com Blogspot] === Musik === * soundcloud.com/muhammadarilawmusic * audiomack.com/muhammadarilaw * open.spotify.com/artist/76efWLBZH2HCjhiwwXES20 * youtube.com/channel/UCSDXD741N2uND_c3TPBVYyg * deezer.com/en/artist/149158232 * joox.com/id/artist/jnQwpH9g6Mk4hOPnqOFLrA== * music.apple.com/us/artist/muhammad-ari-pratomo/1591596534 * [https://music.amazon.co.uk/artists/B09K4G4G34/muhammad-ari-pratomo Play Muhammad Ari Pratomo on Amazon Music Unlimited] === Buku dan Tulisan === * goodnovel.com/author/41869089 * books.apple.com/us/author/muhammad-ari-pratomo/id1591596534 * everand.com/author/856821370/Muhammad-Ari-Pratomo * karyakarsa.com/muhammadarilaw * wattpad.com/user/MuhammadAriLaw * overdrive.com/creators/3945024/muhammad-ari-pratomo * fenulis.com/muhammadarilaw * shop.vivlio.com/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 * [https://www.goodreads.com/author/list/57101806.Muhammad_Ari_Pratomo Books by Muhammad Ari Pratomo (Author of The Daily Pen of a Lawyer) | Goodreads] * [https://www.amazon.com/stores/author/B0FD89WH91/allbooks?ingress=0&visitId=6bff4422-467b-4305-aef3-090110bc1d01&ccs_id=1a411d14-da3e-4b2c-a61f-8610fd9dbc16 Amazon.com: Muhammad Ari Pratomo: books, biography, latest update] * [https://www.everand.com/author/856821370/Muhammad-Ari-Pratomo Muhammad Ari Pratomo Books & Audiobooks: Read Free for 30 Days] * [https://e-librairie.leclerc/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 Muhammad Ari Pratomo Tous ses livres et actualités au meilleur prix - E.Leclerc] * [https://www.kobo.com/ww/en/search?query=muhammad+ari+pratomo&ac=1&acp=muhammad+ari+pratomo&ac.author=muhammad+ari+pratomo&sort=Temperature&fclanguages=en "muhammad ari pratomo" | eBooks and Audiobooks Search Results | Rakuten Kobo Worldwide] * [https://shop.vivlio.com/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 Muhammad Ari Pratomo Tous ses eBooks, livres, nouveautés et sa biographie] * [https://fable.co/author/muhammad-ari-pratomo Muhammad Ari Pratomo - Fable | Stories for everyone] * [https://www.barnesandnoble.com/s/%22Muhammad%20Ari%20Pratomo%22?Ntk=P_key_Contributor_List&Ns=P_Sales_Rank&Ntx=mode+matchall Muhammad Ari Pratomo | Barnes & Noble®] * https://www.goodreads.com/muhammadarilaw * [https://www.smashwords.com/profile/view/Muhammad_AriPratomo Smashwords – About Muhammad Ari Pratomo, author of 'Pledoi Sang Mesin AI', 'AMAN MENGAJAR Panduan Lengkap Guru Menghindari Kriminalisasi', 'PENGANTAR HUKUM INDONESIA Fondasi dan Transformasi di Era Digital dan Globalisasi', etc.] * [https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penulis/muhammad-ari-pratomo muhammad ari-pratomo : Ebook terbaru September 2025 dan Biografi muhammad ari-pratomo] === Artikel dan Media === * kumparan.com/muhammadarilaw * kompasiana.com/muhammadarilaw32019 * medium.com/@muhammadarilaw * kaskus.co.id/@MuhammadAriLaw === Media Sosial === * [https://www.youtube.com/@MuhammadAriLaw Muhammad Ari Pratomo - YouTube] * instagram.com/muhammadarilaw * tiktok.com/@muhammadarilaw * facebook.com/MuhammadAriLaw * x.com/MuhammadAriLaw * linkedin.com/in/muhammadarilaw === Podcast === * [https://open.spotify.com/show/7pOWPVdaaRWgzI06j2YBpj Pengacara Muhammad Ari Pratomo | Podcast on Spotify] * [https://podcasts.apple.com/us/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/id1697072272 Pengacara Muhammad Ari Pratomo - Podcast - Apple Podcasts] * [https://podcastaddict.com/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/4552654 Pengacara Muhammad Ari Pratomo - Podcast Addict] * [https://open.noice.id/catalog/b036cfa8-be1f-4e2e-b7e4-9da640fe2937 Pengacara Muhammad Ari Pratomo | Noice Podcast] * [https://podcastrepublic.net/podcast/1697072272 Pengacara Muhammad Ari Pratomo Podcast Republic] * [https://metacast.app/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/mfnCBE7Q Pengacara Muhammad Ari Pratomo podcast - Listen or read transcript on Metacast] * [https://music.amazon.co.uk/podcasts/72ad10ef-7730-4bf9-9477-68e2fc8de12c/pengacara-muhammad-ari-pratomo Pengacara Muhammad Ari Pratomo Podcast on Amazon Music] === Referensi === * [https://www.lezen.id/profil-calon/dprd-kabkota/bogor-2/320102/muhammad-ari-pratomo-sh/93053 Profil MUHAMMAD ARI PRATOMO, S.H. - Info Pemilu] * [https://goodkind.id/profil/muhammad-ari-pratomo-sh Profil MUHAMMAD ARI PRATOMO, S.H. - Goodkind] * [https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pengguna:MuhammadAriLaw Pengguna:MuhammadAriLaw | S1 | Terakreditasi | Universitas STEKOM Semarang] * https://www.inews.id/news/megapolitan/bacaleg-partai-perindo-ari-pratomo-ingin-kembangkan-program-bumdes-hingga-tingkat-rt * https://daerah.sindonews.com/read/1159407/171/nyaleg-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-bertekad-bangun-program-bumdes-1690207665 * https://e-kompas.id/maju-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-ini-punya-tekad-bangun-program-bumdes-e-kompas-id-nasional/ * https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851532/maju-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-ini-punya-tekad-bangun-program-bumdes * https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/02/205/2640913/muhammad-ari-law-salurkan-kerinduan-pada-anak-lewat-lagu * https://jakarta.tribunnews.com/2024/02/26/pemuda-keturunan-palestina-terjerat-kasus-narkoba-kuasa-hukum-ada-cacat-prosedur-penangkapan * https://www.antaranews.com/berita/4095216/kuasa-hukum-korban-pencabulan-minta-kpai-ikut-lakukan-pengawasan * https://news.okezone.com/read/2023/09/18/338/2885178/remaja-penghafal-alquran-dirudapaksa-ayah-tiri-ibu-kandung-disebut-lindungi-pelaku#:~:text=Kuasa%20hukum%20korban%2C%20Muhammad%20Ari%20Pratomo%20menjelaskan%20korban,menghubungi%20ayah%20kandungnya%20sehingga%20terungkap%20telah%20dicabuli%20berkali-kali * https://jakarta.tribunnews.com/2024/07/15/sempat-berniat-akhiri-hidup-anak-korban-pencabulan-di-jaktim-dapat-pendampingan-kemensos-dan-lpsk * https://hot.detik.com/celeb/d-6169912/kol-influencer-muda-hingga-gen-z-diimbau-melek-hukum-agar-tak-asal-di-medsos?pk_vid=cd6799509d8befcc1758676880d8d500 * https://wartakota.tribunnews.com/2023/09/08/kisah-tragis-gadis-penghafal-al-quran-4-tahun-dirudapaksa-ayah-tiri-dilakukan-sejak-korban-masih-sd * https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220811160006-12-833499/bharada-e-berpeluang-lepas-dari-ancaman-bui-usai-ferdy-sambo-tersangka * https://www.harianaceh.co.id/2022/07/03/sebarkan-pentingnya-kesadaran-hukum-muhammadarilaw-aktif-begerak-lewat-medsos/ * https://daerah.sindonews.com/read/816133/174/beri-konsultasi-hukum-gratis-muhammadarilaw-sebut-cintai-profesinya-1656835664 * https://www.liputan6.com/regional/read/5005019/konsultasi-hukum-gratis-ala-muhamadarilaw * https://www.republika.co.id/berita/reg92d456/sebarkan-pentingnya-kesadaran-hukum-muhammadarilaw-aktif-begerak-lewat-medsos * https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/503933/komunitas-live-positif-indonesia-dorong-peningkatan-kesadaran-hukum-di-indonesia * https://www.beritasatu.com/news/949061/pengacara-ini-berikan-konsultasi-hukum-gratis-lewat-medsos * https://www.jpnn.com/news/kasus-penganiayaan-pria-di-hotel-yang-live-di-medsos-berakhir-damai * https://www.jpnn.com/news/bharada-e-berpeluang-mendapat-hukuman-ringan-kok-bisa-begini-penjelasannya * https://www.jpnn.com/news/diperintah-ferdy-sambo-untuk-menembak-brigadir-j-bharada-e-bisa-bebas-ini-penjelasan-ahli-hukum * https://jabarekspres.com/berita/2022/08/10/bharada-e-bisa-bebas-asalkan/ * https://fajar.co.id/2022/08/10/bharada-e-bisa-mendapatkan-hukuman-ringan-praktisi-hukum-jelaskan-ini/ * https://www.pertama.id/bharada-e-berpeluang-mendapat-hukuman-ringan-kok-bisa-begini-penjelasannya/ * https://wartaekonomi.co.id/read435787/jadi-justice-collaborator-hukuman-bharada-e-tak-seperti-ferdy-sambo-selamat-dari-hukuman-mati * https://hot.detik.com/celeb/d-6169912/kol-influencer-muda-hingga-gen-z-diimbau-melek-hukum-agar-tak-asal-di-medsos * https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/02/205/2640913/muhammad-ari-law-salurkan-kerinduan-pada-anak-lewat-lagu Proyek-proyek Wikipedia Beberapa artikel dan proyek yang saya bantu atau buat di Wikipedia antara lain: **Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional (Indonesia)** – Artikel ini membahas perubahan besar dalam hukum pidana Indonesia yang tercermin dalam KUHP yang baru disahkan. **Artikel Hukum Indonesia** – Mengembangkan artikel-artikel yang membahas berbagai aspek hukum Indonesia, termasuk undang-undang penting dan perkembangan hukum terkini. Penghargaan dan Pencapaian memiliki pengalaman luas dalam bidang hukum, penulisan, dan media. Beberapa pencapaian saya meliputi: Penulis buku hukum dan novel dengan tema keadilan dan hak asasi manusia. Pembicara dan narasumber dalam acara-acara yang membahas hukum dan keadilan. Podcaster yang menyajikan konten edukatif tentang hukum untuk audiens umum. Musisi yang menggunakan musik sebagai sarana untuk menyuarakan isu-isu hukum dan sosial. Bibliografi Sang Pengacara Rakyat (Juni 2025, 131 halaman) – novel bergenre thriller hukum yang diterbitkan sebagai e‑book melalui Google Play Books oleh PT MuhammadAriLaw Pustaka Nada :contentReference[oaicite:1]{index=1} Pledoi Sang Mesin AI (Juli 2025, 134 halaman) – novel fiksi hukum tentang kecerdasan buatan dan keadilan, diterbitkan sebagai e‑book di Google Play Books oleh PT MuhammadAriLaw Pustaka Nada :contentReference[oaicite:2]{index=2} Etika Pengacara: Bukan Sekadar Kode Etik (Juli 2025, 108 halaman) – refleksi profesi advokat dari perspektif moral dan etika, tersedia sebagai e‑book di Google Play Books :contentReference[oaicite:3]{index=3} Tips dan Tata Cara Menjadi Advokat Terbaru 2025 (Juli 2025, 79 halaman) – panduan praktis menjadi advokat profesional, diterbitkan sebagai e‑book di Google Play Books :contentReference[oaicite:4]{index=4} Remaja di Akhir Zaman: Panduan untuk Dunia yang Rusak (Juli 2025, 169 halaman) – esai reflektif bagi remaja menghadapi krisis moral dan sosial, tersedia di Google Play Books :contentReference[oaicite:5]{index=5} Diskografi Depthera (2025) – album berisi lagu-lagu seperti “Valurian”, “Jaga Data Kita”, “Morvian”, dan lain‑lain, dirilis Mei 2025 di berbagai platform streaming termasuk Spotify :contentReference[oaicite:6]{index=6} IGENERASI (2025) – album yang mengekspresikan identitas Generasi Z dalam bahasa Indonesia dan Inggris, tersedia di Spotify dan platform musik digital lainnya :contentReference[oaicite:7]{index=7} Unity and Peace for the World (2025) – album bertema toleransi dan perdamaian, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:8]{index=8} Jangan Sakiti Mereka (2025) – album dengan tema empati sosial, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:9]{index=9} Suara Arus Bawah (Remastered 2025) (2025) – album rilisan ulang berisi lagu-lagu sosial dan spiritual, tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:10]{index=10} Tunggu (Remastered 2025) (2025) – album remastered dengan tema kerinduan dan ekspresi pribadi, tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:11]{index=11} Ini Laguku (Remastered 2025) (2025) – album remastered yang menyiratkan idealisme dan perjalanan batin, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:12]{index=12} Unheard (2025) – album rilisan original tahun 2025 tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:13]{index=13} exgfhlldbw12uruu0ogytkmt4v1fmk1 Wikibuku:Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan 4 27441 116240 115816 2026-06-08T17:41:03Z Astari28 36197 /* Jadwal dan Lokasi Kegiatan */ 116240 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Banner Etno Digital.png|750px]] Dalam upaya memperluas akses terhadap pengetahuan budaya lokal yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan masyarakat umum, WikiLatih Wikibuku Jember diselenggarakan sebagai bagian dari program '''Etno Digital Jember: Open Cultural Heritage for Education'''. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Wikibuku sebagai platform pembelajaran terbuka sekaligus mendorong lahirnya karya-karya edukatif yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember. Dengan mengusung tema '''"Wikibuku: Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan"''', peserta akan belajar menulis, menyunting, dan menerbitkan konten edukatif melalui Wikibuku dalam bahasa Indonesia. Peserta juga akan dikenalkan dengan Wikimedia Commons sebagai repositori media berlisensi terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sebagai bagian dari program Etno Digital Jember, peserta didorong mengembangkan konten Wikibuku dengan memanfaatkan lebih dari 1.500 foto, video, dan media terkait budaya, sejarah, kuliner, tradisi, tokoh, serta objek wisata Jember yang tersedia di [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Pemanfaatan media berlisensi terbuka ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus meningkatkan penggunaan sumber daya pengetahuan terbuka tentang Jember. Seluruh buku yang tersedia di Wikibuku dilisensikan dengan lisensi '''Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 (CC BY-SA 4.0)'''. Lisensi ini memungkinkan karya digunakan, disalin, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan atribusi kepada pencipta serta membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama. Fokus kegiatan adalah pengembangan sumber belajar terbuka yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember melalui Wikibuku. Peserta akan menyusun konten tematik yang memadukan pembahasan budaya lokal, seni tradisional, kuliner, sejarah, dan pengetahuan masyarakat Jember dengan pemanfaatan media dari Wikimedia Commons, sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar, pembelajaran mandiri, penelitian, maupun pengembangan lebih lanjut oleh kontributor lain. ==='''Kategori Karya Individu'''=== Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi maupun nonfiksi dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) dan dilengkapi minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Tema karya dapat mencakup legenda atau mitos lokal, dongeng anak, fantasi lokal, fabel, puisi naratif, sejarah lokal, tokoh daerah, wastra, objek wisata, tradisi budaya, bahasa daerah, materi pembelajaran, pengasuhan anak, etika dan nilai lokal, serta topik lain yang relevan dengan budaya dan pengetahuan lokal. Untuk karya nonfiksi, peserta dianjurkan menyertakan minimal 1 sumber referensi yang mendukung isi tulisan. ==='''Kategori Karya Kolaborasi'''=== Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun karya nonfiksi kolaboratif di WikiBuku dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) setiap anggota kelompok. Karya harus memanfaatkan minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons] serta didukung oleh minimal 2 sumber referensi yang relevan. Tema karya kolaboratif berfokus pada budaya, sejarah, pariwisata, dan potensi lokal Jember, antara lain: 1. Batik Jember dan perkembangan wastra lokal 2. Tari Lahbako sebagai identitas budaya Jember 3. Kuliner khas Jember 4. Museum di Jember sebagai sarana edukasi 5. Desa wisata di Jember 6. Pantai di Jember dan potensi wisata pesisir 7. Situs sejarah dan cagar budaya Jember 8. Pasar tradisional sebagai ruang ekonomi masyarakat 9. Stasiun Jember dan perkembangan transportasi daerah 10. Puslitkoka dan komoditas unggulan Jember Peserta juga dapat mengembangkan tema lain yang relevan dengan dokumentasi budaya dan potensi lokal Jember yang tersedia di Wikimedia Commons. == Tujuan Kegiatan == *Meningkatkan pemahaman peserta tentang penulisan dan penyuntingan konten di WikiBuku. *Melatih peserta memanfaatkan Wikimedia Commons sebagai sumber media bebas untuk mendukung karya. *Mendorong terbentuknya komunitas kontributor WikiBuku yang aktif dan berkelanjutan. == Jadwal dan Lokasi Kegiatan == Jadwal Pelaksanaan dan Mitra Kolaborasi WikiLatih WikiBuku di Jember, Jawa Timur, Tahun 2026: *Sabtu, 06 Juni 2026: Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKIP Universitas Jember *Sabtu, 13 Juni 2026: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) == Alur Kegiatan== '''Pra-WikiLatih (Online):''' *Peserta mengikuti sesi daring untuk pengenalan awal mengenai WikiBuku dan Wikimedia Commons. *Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi (puisi, cerita anak, dongeng, pantun, dan sejenisnya) maupun nonfiksi (wastra, objek wisata daerah, budaya Jember dan lainnya). *Diskusi ide tulisan, pemilihan ilustrasi, serta persiapan karya yang akan dikembangkan lebih lanjut pada sesi tatap muka. '''Sesi Tatap Muka WikiLatih (Offline):''' *Pelatihan teknis penulisan dan penyuntingan di WikiBuku. *Pengenalan penggunaan templat dan fitur-fitur di WikiBuku, serta praktik pemanfaatan foto dan gambar dari Wikimedia Commons. *Peserta di dalam kelompok dan menyusun karya nonfiksi secara kolaboratif berdasarkan tema yang telah disepakati. '''Pasca-WikiLatih''' *Peserta bergabung dalam grup komunikasi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh kegiatan penyuntingan pada berbagai proyek Wikimedia yang dijalankan oleh komunitas. *Melalui proses ini, diharapkan terbentuk komunitas kontributor yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. == Diinisiasi oleh == '''Sukarelawan Wikibuku Bahasa Indonesia''' == Didukung oleh == {| class="plainlinks" style="background: transparent; margin: auto; width: 60%;" | [[Berkas:Wikimedia Foundation RGB logo with text.svg|135px|center|frameless]] | [[Berkas:Wikimedia Indonesia.svg|110px|center|frameless]] |} qhuaa2bp82jizchyooalz3zllgqfdky 116241 116240 2026-06-08T17:48:11Z Astari28 36197 /* Kategori Karya Kolaborasi */ 116241 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Banner Etno Digital.png|750px]] Dalam upaya memperluas akses terhadap pengetahuan budaya lokal yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan masyarakat umum, WikiLatih Wikibuku Jember diselenggarakan sebagai bagian dari program '''Etno Digital Jember: Open Cultural Heritage for Education'''. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Wikibuku sebagai platform pembelajaran terbuka sekaligus mendorong lahirnya karya-karya edukatif yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember. Dengan mengusung tema '''"Wikibuku: Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan"''', peserta akan belajar menulis, menyunting, dan menerbitkan konten edukatif melalui Wikibuku dalam bahasa Indonesia. Peserta juga akan dikenalkan dengan Wikimedia Commons sebagai repositori media berlisensi terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sebagai bagian dari program Etno Digital Jember, peserta didorong mengembangkan konten Wikibuku dengan memanfaatkan lebih dari 1.500 foto, video, dan media terkait budaya, sejarah, kuliner, tradisi, tokoh, serta objek wisata Jember yang tersedia di [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Pemanfaatan media berlisensi terbuka ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus meningkatkan penggunaan sumber daya pengetahuan terbuka tentang Jember. Seluruh buku yang tersedia di Wikibuku dilisensikan dengan lisensi '''Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 (CC BY-SA 4.0)'''. Lisensi ini memungkinkan karya digunakan, disalin, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan atribusi kepada pencipta serta membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama. Fokus kegiatan adalah pengembangan sumber belajar terbuka yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember melalui Wikibuku. Peserta akan menyusun konten tematik yang memadukan pembahasan budaya lokal, seni tradisional, kuliner, sejarah, dan pengetahuan masyarakat Jember dengan pemanfaatan media dari Wikimedia Commons, sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar, pembelajaran mandiri, penelitian, maupun pengembangan lebih lanjut oleh kontributor lain. ==='''Kategori Karya Individu'''=== Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi maupun nonfiksi dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) dan dilengkapi minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Tema karya dapat mencakup legenda atau mitos lokal, dongeng anak, fantasi lokal, fabel, puisi naratif, sejarah lokal, tokoh daerah, wastra, objek wisata, tradisi budaya, bahasa daerah, materi pembelajaran, pengasuhan anak, etika dan nilai lokal, serta topik lain yang relevan dengan budaya dan pengetahuan lokal. Untuk karya nonfiksi, peserta dianjurkan menyertakan minimal 1 sumber referensi yang mendukung isi tulisan. ==='''Kategori Karya Kolaborasi'''=== Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun karya nonfiksi kolaboratif di WikiBuku dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) setiap anggota kelompok. Karya harus memanfaatkan minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons] serta didukung oleh minimal 2 sumber referensi yang relevan. Tema karya kolaboratif berfokus pada budaya, sejarah, pariwisata, dan potensi lokal Jember, antara lain: 1. Alun-Alun Jember sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Budaya Masyarakat 2. Batik Jember sebagai Representasi Identitas Budaya Lokal 3. Museum Tembakau Jember sebagai Media Edukasi Sejarah Perkebunan 4. Wisata Religi sebagai Sarana Pelestarian Nilai Spiritual dan Budaya Masyarakat Jember 5. Desa Wisata Andongrejo dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Masyarakat 6. Pengantin Jember Pendalungan sebagai Wujud Akulturasi Budaya Lokal 7. Pasar Tanjung Jember sebagai Pusat Ekonomi Tradisional dan Interaksi Sosial 8. Situs Duplang sebagai Warisan Sejarah dan Arkeologi Kabupaten Jember 9. Stasiun Jember dan Perkembangan Transportasi Daerah 10. Puslitkoka dan Komoditas Unggulan Jember Peserta juga dapat mengembangkan tema lain yang relevan dengan dokumentasi budaya dan potensi lokal Jember yang tersedia di Wikimedia Commons. == Tujuan Kegiatan == *Meningkatkan pemahaman peserta tentang penulisan dan penyuntingan konten di WikiBuku. *Melatih peserta memanfaatkan Wikimedia Commons sebagai sumber media bebas untuk mendukung karya. *Mendorong terbentuknya komunitas kontributor WikiBuku yang aktif dan berkelanjutan. == Jadwal dan Lokasi Kegiatan == Jadwal Pelaksanaan dan Mitra Kolaborasi WikiLatih WikiBuku di Jember, Jawa Timur, Tahun 2026: *Sabtu, 06 Juni 2026: Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKIP Universitas Jember *Sabtu, 13 Juni 2026: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) == Alur Kegiatan== '''Pra-WikiLatih (Online):''' *Peserta mengikuti sesi daring untuk pengenalan awal mengenai WikiBuku dan Wikimedia Commons. *Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi (puisi, cerita anak, dongeng, pantun, dan sejenisnya) maupun nonfiksi (wastra, objek wisata daerah, budaya Jember dan lainnya). *Diskusi ide tulisan, pemilihan ilustrasi, serta persiapan karya yang akan dikembangkan lebih lanjut pada sesi tatap muka. '''Sesi Tatap Muka WikiLatih (Offline):''' *Pelatihan teknis penulisan dan penyuntingan di WikiBuku. *Pengenalan penggunaan templat dan fitur-fitur di WikiBuku, serta praktik pemanfaatan foto dan gambar dari Wikimedia Commons. *Peserta di dalam kelompok dan menyusun karya nonfiksi secara kolaboratif berdasarkan tema yang telah disepakati. '''Pasca-WikiLatih''' *Peserta bergabung dalam grup komunikasi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh kegiatan penyuntingan pada berbagai proyek Wikimedia yang dijalankan oleh komunitas. *Melalui proses ini, diharapkan terbentuk komunitas kontributor yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. == Diinisiasi oleh == '''Sukarelawan Wikibuku Bahasa Indonesia''' == Didukung oleh == {| class="plainlinks" style="background: transparent; margin: auto; width: 60%;" | [[Berkas:Wikimedia Foundation RGB logo with text.svg|135px|center|frameless]] | [[Berkas:Wikimedia Indonesia.svg|110px|center|frameless]] |} ey7c0chi77r9wsl83pbfg56lvna26bx 116242 116241 2026-06-08T17:48:58Z Astari28 36197 /* Kategori Karya Kolaborasi */ 116242 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Banner Etno Digital.png|750px]] Dalam upaya memperluas akses terhadap pengetahuan budaya lokal yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan masyarakat umum, WikiLatih Wikibuku Jember diselenggarakan sebagai bagian dari program '''Etno Digital Jember: Open Cultural Heritage for Education'''. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Wikibuku sebagai platform pembelajaran terbuka sekaligus mendorong lahirnya karya-karya edukatif yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember. Dengan mengusung tema '''"Wikibuku: Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan"''', peserta akan belajar menulis, menyunting, dan menerbitkan konten edukatif melalui Wikibuku dalam bahasa Indonesia. Peserta juga akan dikenalkan dengan Wikimedia Commons sebagai repositori media berlisensi terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sebagai bagian dari program Etno Digital Jember, peserta didorong mengembangkan konten Wikibuku dengan memanfaatkan lebih dari 1.500 foto, video, dan media terkait budaya, sejarah, kuliner, tradisi, tokoh, serta objek wisata Jember yang tersedia di [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Pemanfaatan media berlisensi terbuka ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus meningkatkan penggunaan sumber daya pengetahuan terbuka tentang Jember. Seluruh buku yang tersedia di Wikibuku dilisensikan dengan lisensi '''Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 (CC BY-SA 4.0)'''. Lisensi ini memungkinkan karya digunakan, disalin, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan atribusi kepada pencipta serta membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama. Fokus kegiatan adalah pengembangan sumber belajar terbuka yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember melalui Wikibuku. Peserta akan menyusun konten tematik yang memadukan pembahasan budaya lokal, seni tradisional, kuliner, sejarah, dan pengetahuan masyarakat Jember dengan pemanfaatan media dari Wikimedia Commons, sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar, pembelajaran mandiri, penelitian, maupun pengembangan lebih lanjut oleh kontributor lain. ==='''Kategori Karya Individu'''=== Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi maupun nonfiksi dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) dan dilengkapi minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Tema karya dapat mencakup legenda atau mitos lokal, dongeng anak, fantasi lokal, fabel, puisi naratif, sejarah lokal, tokoh daerah, wastra, objek wisata, tradisi budaya, bahasa daerah, materi pembelajaran, pengasuhan anak, etika dan nilai lokal, serta topik lain yang relevan dengan budaya dan pengetahuan lokal. Untuk karya nonfiksi, peserta dianjurkan menyertakan minimal 1 sumber referensi yang mendukung isi tulisan. ==='''Kategori Karya Kolaborasi'''=== Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun karya nonfiksi kolaboratif di WikiBuku dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) setiap anggota kelompok. Karya harus memanfaatkan minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons] serta didukung oleh minimal 2 sumber referensi yang relevan. Tema karya kolaboratif berfokus pada budaya, sejarah, pariwisata, dan potensi lokal Jember, antara lain: 1. Alun-Alun Jember sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Budaya Masyarakat 2. Batik Jember sebagai Representasi Identitas Budaya Lokal 3. Museum Tembakau Jember sebagai Media Edukasi Sejarah Perkebunan 4. Wisata Religi sebagai Sarana Pelestarian Nilai Spiritual dan Budaya Masyarakat Jember 5. Desa Wisata Andongrejo dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Masyarakat 6. Pengantin Jember Pendalungan sebagai Wujud Akulturasi Budaya Lokal 7. Pasar Tanjung Jember sebagai Pusat Ekonomi Tradisional dan Interaksi Sosial 8. Situs Duplang sebagai Warisan Sejarah dan Arkeologi Kabupaten Jember 9. Stasiun Jember dan Perkembangan Transportasi Daerah 10. Puslitkoka dan Komoditas Unggulan Jember Peserta juga dapat mengembangkan tema lain yang relevan dengan dokumentasi budaya dan potensi lokal Jember yang tersedia di Wikimedia Commons. == Tujuan Kegiatan == *Meningkatkan pemahaman peserta tentang penulisan dan penyuntingan konten di WikiBuku. *Melatih peserta memanfaatkan Wikimedia Commons sebagai sumber media bebas untuk mendukung karya. *Mendorong terbentuknya komunitas kontributor WikiBuku yang aktif dan berkelanjutan. == Jadwal dan Lokasi Kegiatan == Jadwal Pelaksanaan dan Mitra Kolaborasi WikiLatih WikiBuku di Jember, Jawa Timur, Tahun 2026: *Sabtu, 06 Juni 2026: Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKIP Universitas Jember *Sabtu, 13 Juni 2026: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) == Alur Kegiatan== '''Pra-WikiLatih (Online):''' *Peserta mengikuti sesi daring untuk pengenalan awal mengenai WikiBuku dan Wikimedia Commons. *Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi (puisi, cerita anak, dongeng, pantun, dan sejenisnya) maupun nonfiksi (wastra, objek wisata daerah, budaya Jember dan lainnya). *Diskusi ide tulisan, pemilihan ilustrasi, serta persiapan karya yang akan dikembangkan lebih lanjut pada sesi tatap muka. '''Sesi Tatap Muka WikiLatih (Offline):''' *Pelatihan teknis penulisan dan penyuntingan di WikiBuku. *Pengenalan penggunaan templat dan fitur-fitur di WikiBuku, serta praktik pemanfaatan foto dan gambar dari Wikimedia Commons. *Peserta di dalam kelompok dan menyusun karya nonfiksi secara kolaboratif berdasarkan tema yang telah disepakati. '''Pasca-WikiLatih''' *Peserta bergabung dalam grup komunikasi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh kegiatan penyuntingan pada berbagai proyek Wikimedia yang dijalankan oleh komunitas. *Melalui proses ini, diharapkan terbentuk komunitas kontributor yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. == Diinisiasi oleh == '''Sukarelawan Wikibuku Bahasa Indonesia''' == Didukung oleh == {| class="plainlinks" style="background: transparent; margin: auto; width: 60%;" | [[Berkas:Wikimedia Foundation RGB logo with text.svg|135px|center|frameless]] | [[Berkas:Wikimedia Indonesia.svg|110px|center|frameless]] |} 9u9ph83irjxrkgd4a04xte9a5ohchru 116243 116242 2026-06-08T17:53:46Z Astari28 36197 /* Kategori Karya Individu */ 116243 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Banner Etno Digital.png|750px]] Dalam upaya memperluas akses terhadap pengetahuan budaya lokal yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan masyarakat umum, WikiLatih Wikibuku Jember diselenggarakan sebagai bagian dari program '''Etno Digital Jember: Open Cultural Heritage for Education'''. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Wikibuku sebagai platform pembelajaran terbuka sekaligus mendorong lahirnya karya-karya edukatif yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember. Dengan mengusung tema '''"Wikibuku: Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan"''', peserta akan belajar menulis, menyunting, dan menerbitkan konten edukatif melalui Wikibuku dalam bahasa Indonesia. Peserta juga akan dikenalkan dengan Wikimedia Commons sebagai repositori media berlisensi terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sebagai bagian dari program Etno Digital Jember, peserta didorong mengembangkan konten Wikibuku dengan memanfaatkan lebih dari 1.500 foto, video, dan media terkait budaya, sejarah, kuliner, tradisi, tokoh, serta objek wisata Jember yang tersedia di [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Pemanfaatan media berlisensi terbuka ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus meningkatkan penggunaan sumber daya pengetahuan terbuka tentang Jember. Seluruh buku yang tersedia di Wikibuku dilisensikan dengan lisensi '''Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 (CC BY-SA 4.0)'''. Lisensi ini memungkinkan karya digunakan, disalin, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan atribusi kepada pencipta serta membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama. Fokus kegiatan adalah pengembangan sumber belajar terbuka yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember melalui Wikibuku. Peserta akan menyusun konten tematik yang memadukan pembahasan budaya lokal, seni tradisional, kuliner, sejarah, dan pengetahuan masyarakat Jember dengan pemanfaatan media dari Wikimedia Commons, sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar, pembelajaran mandiri, penelitian, maupun pengembangan lebih lanjut oleh kontributor lain. ==='''Kategori Karya Individu'''=== Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi maupun nonfiksi dengan panjang minimal ±250 kata dan dilengkapi minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Tema karya dapat mencakup legenda atau mitos lokal, dongeng anak, fantasi lokal, fabel, puisi naratif, sejarah lokal, tokoh daerah, wastra, objek wisata, tradisi budaya, bahasa daerah, materi pembelajaran, pengasuhan anak, etika dan nilai lokal, serta topik lain yang relevan dengan budaya dan pengetahuan lokal. Untuk karya nonfiksi, peserta dianjurkan menyertakan minimal 1 sumber referensi yang mendukung isi tulisan. ==='''Kategori Karya Kolaborasi'''=== Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun karya nonfiksi kolaboratif di WikiBuku dengan panjang minimal 3.000 bita (±500 kata) setiap anggota kelompok. Karya harus memanfaatkan minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons] serta didukung oleh minimal 2 sumber referensi yang relevan. Tema karya kolaboratif berfokus pada budaya, sejarah, pariwisata, dan potensi lokal Jember, antara lain: 1. Alun-Alun Jember sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Budaya Masyarakat 2. Batik Jember sebagai Representasi Identitas Budaya Lokal 3. Museum Tembakau Jember sebagai Media Edukasi Sejarah Perkebunan 4. Wisata Religi sebagai Sarana Pelestarian Nilai Spiritual dan Budaya Masyarakat Jember 5. Desa Wisata Andongrejo dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Masyarakat 6. Pengantin Jember Pendalungan sebagai Wujud Akulturasi Budaya Lokal 7. Pasar Tanjung Jember sebagai Pusat Ekonomi Tradisional dan Interaksi Sosial 8. Situs Duplang sebagai Warisan Sejarah dan Arkeologi Kabupaten Jember 9. Stasiun Jember dan Perkembangan Transportasi Daerah 10. Puslitkoka dan Komoditas Unggulan Jember Peserta juga dapat mengembangkan tema lain yang relevan dengan dokumentasi budaya dan potensi lokal Jember yang tersedia di Wikimedia Commons. == Tujuan Kegiatan == *Meningkatkan pemahaman peserta tentang penulisan dan penyuntingan konten di WikiBuku. *Melatih peserta memanfaatkan Wikimedia Commons sebagai sumber media bebas untuk mendukung karya. *Mendorong terbentuknya komunitas kontributor WikiBuku yang aktif dan berkelanjutan. == Jadwal dan Lokasi Kegiatan == Jadwal Pelaksanaan dan Mitra Kolaborasi WikiLatih WikiBuku di Jember, Jawa Timur, Tahun 2026: *Sabtu, 06 Juni 2026: Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKIP Universitas Jember *Sabtu, 13 Juni 2026: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) == Alur Kegiatan== '''Pra-WikiLatih (Online):''' *Peserta mengikuti sesi daring untuk pengenalan awal mengenai WikiBuku dan Wikimedia Commons. *Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi (puisi, cerita anak, dongeng, pantun, dan sejenisnya) maupun nonfiksi (wastra, objek wisata daerah, budaya Jember dan lainnya). *Diskusi ide tulisan, pemilihan ilustrasi, serta persiapan karya yang akan dikembangkan lebih lanjut pada sesi tatap muka. '''Sesi Tatap Muka WikiLatih (Offline):''' *Pelatihan teknis penulisan dan penyuntingan di WikiBuku. *Pengenalan penggunaan templat dan fitur-fitur di WikiBuku, serta praktik pemanfaatan foto dan gambar dari Wikimedia Commons. *Peserta di dalam kelompok dan menyusun karya nonfiksi secara kolaboratif berdasarkan tema yang telah disepakati. '''Pasca-WikiLatih''' *Peserta bergabung dalam grup komunikasi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh kegiatan penyuntingan pada berbagai proyek Wikimedia yang dijalankan oleh komunitas. *Melalui proses ini, diharapkan terbentuk komunitas kontributor yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. == Diinisiasi oleh == '''Sukarelawan Wikibuku Bahasa Indonesia''' == Didukung oleh == {| class="plainlinks" style="background: transparent; margin: auto; width: 60%;" | [[Berkas:Wikimedia Foundation RGB logo with text.svg|135px|center|frameless]] | [[Berkas:Wikimedia Indonesia.svg|110px|center|frameless]] |} 9lj29izdc7e98a74yzr6m6tq36bjgdl 116244 116243 2026-06-08T17:54:29Z Astari28 36197 /* Kategori Karya Kolaborasi */ 116244 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Banner Etno Digital.png|750px]] Dalam upaya memperluas akses terhadap pengetahuan budaya lokal yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan masyarakat umum, WikiLatih Wikibuku Jember diselenggarakan sebagai bagian dari program '''Etno Digital Jember: Open Cultural Heritage for Education'''. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Wikibuku sebagai platform pembelajaran terbuka sekaligus mendorong lahirnya karya-karya edukatif yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember. Dengan mengusung tema '''"Wikibuku: Mendokumentasikan Budaya dan Berbagi Pengetahuan"''', peserta akan belajar menulis, menyunting, dan menerbitkan konten edukatif melalui Wikibuku dalam bahasa Indonesia. Peserta juga akan dikenalkan dengan Wikimedia Commons sebagai repositori media berlisensi terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sebagai bagian dari program Etno Digital Jember, peserta didorong mengembangkan konten Wikibuku dengan memanfaatkan lebih dari 1.500 foto, video, dan media terkait budaya, sejarah, kuliner, tradisi, tokoh, serta objek wisata Jember yang tersedia di [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Pemanfaatan media berlisensi terbuka ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus meningkatkan penggunaan sumber daya pengetahuan terbuka tentang Jember. Seluruh buku yang tersedia di Wikibuku dilisensikan dengan lisensi '''Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 (CC BY-SA 4.0)'''. Lisensi ini memungkinkan karya digunakan, disalin, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan atribusi kepada pencipta serta membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama. Fokus kegiatan adalah pengembangan sumber belajar terbuka yang mengangkat budaya, sejarah, dan pengetahuan lokal Jember melalui Wikibuku. Peserta akan menyusun konten tematik yang memadukan pembahasan budaya lokal, seni tradisional, kuliner, sejarah, dan pengetahuan masyarakat Jember dengan pemanfaatan media dari Wikimedia Commons, sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar, pembelajaran mandiri, penelitian, maupun pengembangan lebih lanjut oleh kontributor lain. ==='''Kategori Karya Individu'''=== Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi maupun nonfiksi dengan panjang minimal ±250 kata dan dilengkapi minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons]. Tema karya dapat mencakup legenda atau mitos lokal, dongeng anak, fantasi lokal, fabel, puisi naratif, sejarah lokal, tokoh daerah, wastra, objek wisata, tradisi budaya, bahasa daerah, materi pembelajaran, pengasuhan anak, etika dan nilai lokal, serta topik lain yang relevan dengan budaya dan pengetahuan lokal. Untuk karya nonfiksi, peserta dianjurkan menyertakan minimal 1 sumber referensi yang mendukung isi tulisan. ==='''Kategori Karya Kolaborasi'''=== Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun karya nonfiksi kolaboratif di WikiBuku dengan panjang minimal ±300 kata setiap anggota kelompok. Karya harus memanfaatkan minimal 1 foto, gambar, atau video dari [https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_Ethnography_Jember Wikimedia Commons] serta didukung oleh minimal 2 sumber referensi yang relevan. Tema karya kolaboratif berfokus pada budaya, sejarah, pariwisata, dan potensi lokal Jember, antara lain: 1. Alun-Alun Jember sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Budaya Masyarakat 2. Batik Jember sebagai Representasi Identitas Budaya Lokal 3. Museum Tembakau Jember sebagai Media Edukasi Sejarah Perkebunan 4. Wisata Religi sebagai Sarana Pelestarian Nilai Spiritual dan Budaya Masyarakat Jember 5. Desa Wisata Andongrejo dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Masyarakat 6. Pengantin Jember Pendalungan sebagai Wujud Akulturasi Budaya Lokal 7. Pasar Tanjung Jember sebagai Pusat Ekonomi Tradisional dan Interaksi Sosial 8. Situs Duplang sebagai Warisan Sejarah dan Arkeologi Kabupaten Jember 9. Stasiun Jember dan Perkembangan Transportasi Daerah 10. Puslitkoka dan Komoditas Unggulan Jember Peserta juga dapat mengembangkan tema lain yang relevan dengan dokumentasi budaya dan potensi lokal Jember yang tersedia di Wikimedia Commons. == Tujuan Kegiatan == *Meningkatkan pemahaman peserta tentang penulisan dan penyuntingan konten di WikiBuku. *Melatih peserta memanfaatkan Wikimedia Commons sebagai sumber media bebas untuk mendukung karya. *Mendorong terbentuknya komunitas kontributor WikiBuku yang aktif dan berkelanjutan. == Jadwal dan Lokasi Kegiatan == Jadwal Pelaksanaan dan Mitra Kolaborasi WikiLatih WikiBuku di Jember, Jawa Timur, Tahun 2026: *Sabtu, 06 Juni 2026: Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKIP Universitas Jember *Sabtu, 13 Juni 2026: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) == Alur Kegiatan== '''Pra-WikiLatih (Online):''' *Peserta mengikuti sesi daring untuk pengenalan awal mengenai WikiBuku dan Wikimedia Commons. *Peserta mengembangkan karya individu dengan memanfaatkan media dari Wikimedia Commons. Karya dapat berupa fiksi (puisi, cerita anak, dongeng, pantun, dan sejenisnya) maupun nonfiksi (wastra, objek wisata daerah, budaya Jember dan lainnya). *Diskusi ide tulisan, pemilihan ilustrasi, serta persiapan karya yang akan dikembangkan lebih lanjut pada sesi tatap muka. '''Sesi Tatap Muka WikiLatih (Offline):''' *Pelatihan teknis penulisan dan penyuntingan di WikiBuku. *Pengenalan penggunaan templat dan fitur-fitur di WikiBuku, serta praktik pemanfaatan foto dan gambar dari Wikimedia Commons. *Peserta di dalam kelompok dan menyusun karya nonfiksi secara kolaboratif berdasarkan tema yang telah disepakati. '''Pasca-WikiLatih''' *Peserta bergabung dalam grup komunikasi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh kegiatan penyuntingan pada berbagai proyek Wikimedia yang dijalankan oleh komunitas. *Melalui proses ini, diharapkan terbentuk komunitas kontributor yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. == Diinisiasi oleh == '''Sukarelawan Wikibuku Bahasa Indonesia''' == Didukung oleh == {| class="plainlinks" style="background: transparent; margin: auto; width: 60%;" | [[Berkas:Wikimedia Foundation RGB logo with text.svg|135px|center|frameless]] | [[Berkas:Wikimedia Indonesia.svg|110px|center|frameless]] |} mk8gihwl7h470s8wmul88otkqfoy4ju Karya Alam Agro Rengganis/Strategi Pemasaran Wisata 0 27510 116238 116108 2026-06-08T17:29:14Z Astari28 36197 116238 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Pemandangan kebun teh bukit gambir jember.jpg|pus|nirbing|416x416px|Menarik perahatian orang-orang]] Beberapa tahun terakhir banyak wisatawan yang berkunjung ke alam menurut Dinas Kominfo (2025)<ref>https://www.instagram.com/p/DTFNUluEuqv/?hl=id&img_index=2</ref> wisata alam di Jember menempati peringkat 10 paling banyak di kunjungi oleh wisatawan. Hal ini menjadi strategi dalam menarik wisatawan agar berkunjung ke wisata alam Argo Rengganis. Potensi besar wisata alam Argo Rengganis berupa panorama kebun teh, udara sejuk pegunungan, serta wisata edukasi perkebunan yang dapat menjadi keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang efektif agar destinasi ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. 1. Optimalisasi Pemasaran Digital Di-era teknologi Pemasaran digital menjadi strategi utama dalam promosi destinasi wisata pada era modern. Menurut Chandraningsih & Sudarmawan (dalam, Pahbol.A et al, 2024: 904)<ref>https://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/3801/3656</ref> Pemasaran digital tidak hanya berfokus pada promosi tempat, tetapi juga pada penyampaian informasi yang lebih interaktif dan personal mengenai pengalaman yang bisa didapatkan oleh pengunjung. Pemasaran melalu media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube dapat digunakan untuk menampilkan keindahan alam Agro Rengganis melalui foto dan video yang menarik. Selain itu, penggunaan website resmi dan optimasi mesin pencari (SEO) dapat meningkatkan visibilitas destinasi di internet. Penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital mampu memperluas jangkauan promosi, meningkatkan brand awareness, dan memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi wisata. 2. Pengembangan Content Marketing Konten visual yang menarik menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung. Pengelola dapat membuat konten berupa video pendek, virtual tour, cerita mengenai proses pengolahan teh, serta pengalaman wisatawan selama berkunjung ke Agro Rengganis. Strategi content marketing yang kreatif mampu meningkatkan minat berkunjung karena calon wisatawan dapat membayangkan pengalaman yang akan diperoleh ketika mengunjungi destinasi tersebut. 3. Kerja Sama dengan Influencer dan Komunitas Kolaborasi dengan influencer pariwisata, fotografer, maupun komunitas pecinta alam dapat membantu memperluas promosi destinasi. Influencer memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk persepsi dan minat masyarakat terhadap suatu objek wisata. Selain itu, kegiatan gathering komunitas dapat menjadi sarana promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang efektif. 4. Pengembangan Paket Wisata Agro Rengganis dapat menawarkan berbagai paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, seperti paket edukasi perkebunan teh, paket fotografi, paket camping, serta paket wisata keluarga. Diversifikasi produk wisata ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan memberikan pengalaman yang beragam kepada pengunjung. Pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) menempatkan produk wisata sebagai unsur utama dalam menarik wisatawan. 5. Penyelenggaraan Event dan Promosi Berkala Penyelenggaraan festival teh, lomba fotografi, pertunjukan budaya lokal, dan kegiatan wisata alam dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Event yang dilaksanakan secara berkala dapat meningkatkan eksposur destinasi sekaligus memperkuat citra Agro Rengganis sebagai destinasi wisata alam unggulan. 6. Peningkatan Pengalaman Wisatawan Kepuasan dan pengalaman wisatawan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan untuk berkunjung kembali. Oleh karena itu, pengelola perlu menjaga kualitas fasilitas, kebersihan lingkungan, pelayanan wisata, serta kenyamanan pengunjung. Pengalaman wisata yang positif akan meningkatkan loyalitas wisatawan dan mendorong promosi secara sukarela melalui media sosial maupun rekomendasi kepada orang lain. == Referensi == rtkk4b9o4mk4p0e4hh5ospntjoa61eg 116239 116238 2026-06-08T17:31:01Z Astari28 36197 /* Referensi */ 116239 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Pemandangan kebun teh bukit gambir jember.jpg|pus|nirbing|416x416px|Menarik perahatian orang-orang]] Beberapa tahun terakhir banyak wisatawan yang berkunjung ke alam menurut Dinas Kominfo (2025) wisata alam di Jember menempati peringkat 10 paling banyak di kunjungi oleh wisatawan. Hal ini menjadi strategi dalam menarik wisatawan agar berkunjung ke wisata alam Argo Rengganis. Potensi besar wisata alam Argo Rengganis berupa panorama kebun teh, udara sejuk pegunungan, serta wisata edukasi perkebunan yang dapat menjadi keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang efektif agar destinasi ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. 1. Optimalisasi Pemasaran Digital Di-era teknologi Pemasaran digital menjadi strategi utama dalam promosi destinasi wisata pada era modern. Pemasaran digital tidak hanya berfokus pada promosi tempat, tetapi juga pada penyampaian informasi yang lebih interaktif dan personal mengenai pengalaman yang bisa didapatkan oleh pengunjung. Pemasaran melalu media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube dapat digunakan untuk menampilkan keindahan alam Agro Rengganis melalui foto dan video yang menarik. Selain itu, penggunaan website resmi dan optimasi mesin pencari (SEO) dapat meningkatkan visibilitas destinasi di internet. Penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital mampu memperluas jangkauan promosi, meningkatkan brand awareness, dan memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi wisata.<ref>https://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/3801/3656</ref> 2. Pengembangan Content Marketing Konten visual yang menarik menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung. Pengelola dapat membuat konten berupa video pendek, virtual tour, cerita mengenai proses pengolahan teh, serta pengalaman wisatawan selama berkunjung ke Agro Rengganis. Strategi content marketing yang kreatif mampu meningkatkan minat berkunjung karena calon wisatawan dapat membayangkan pengalaman yang akan diperoleh ketika mengunjungi destinasi tersebut. 3. Kerja Sama dengan Influencer dan Komunitas Kolaborasi dengan influencer pariwisata, fotografer, maupun komunitas pecinta alam dapat membantu memperluas promosi destinasi. Influencer memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk persepsi dan minat masyarakat terhadap suatu objek wisata. Selain itu, kegiatan gathering komunitas dapat menjadi sarana promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang efektif. 4. Pengembangan Paket Wisata Agro Rengganis dapat menawarkan berbagai paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, seperti paket edukasi perkebunan teh, paket fotografi, paket camping, serta paket wisata keluarga. Diversifikasi produk wisata ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan memberikan pengalaman yang beragam kepada pengunjung. Pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) menempatkan produk wisata sebagai unsur utama dalam menarik wisatawan. 5. Penyelenggaraan Event dan Promosi Berkala Penyelenggaraan festival teh, lomba fotografi, pertunjukan budaya lokal, dan kegiatan wisata alam dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Event yang dilaksanakan secara berkala dapat meningkatkan eksposur destinasi sekaligus memperkuat citra Agro Rengganis sebagai destinasi wisata alam unggulan. 6. Peningkatan Pengalaman Wisatawan Kepuasan dan pengalaman wisatawan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan untuk berkunjung kembali. Oleh karena itu, pengelola perlu menjaga kualitas fasilitas, kebersihan lingkungan, pelayanan wisata, serta kenyamanan pengunjung. Pengalaman wisata yang positif akan meningkatkan loyalitas wisatawan dan mendorong promosi secara sukarela melalui media sosial maupun rekomendasi kepada orang lain. == Referensi == lh22yrvk1ki3iz63fzaah1rjxp76tht Karya Alam Agro Rengganis/Kondisi Iklim dan cuaca 0 27518 116237 116113 2026-06-08T17:27:35Z Astari28 36197 116237 wikitext text/x-wiki Kondisi Iklim Dan Cuaca Gunung gambir berada di ketinggian yang terletak pada kawasan pergunungan argopuro, kabupaten Jember. Kawasan ini berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki kondisi iklim yang dingin dan mendukung dalam pertumbuhan tanaman teh. [[Berkas:Plang Pesona Gunung Gambir 2.jpg|jmpl|Pemandangan kondisi iklim gunung gambir.]] Berdasarkan "Pesona Wisata Gunung Gambir Jember",<ref>Pesona wisata gunung gambir jember</ref> tanaman teh dapat tumbuh baik pada ketinggian 800-1.100 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan tinggi sekitar 2.500 mm dan suhu 18-30<sup>○</sup> C. Tanah vulkanik muda yang subur, mengandung bahan organik cocok menanamkan perkebunan teh. Ketinggian wilayah gunung gambir menyebabkan suhu udara yang begitu sejuk dibandingkan daerah rendah. Udara yang sejuk, curah hujan yang begitu cukup untuk meningkatkan produktivitas perkebunan teh di kawasan ini, kondisi iklim ini jugak menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung karena bisa menikmati pemandangan alam yang asri. == Referensi == 37i735rbg1sz124d47qwy9rjs0xpu9m Muhammad Ari Pratomo 0 27535 116235 116214 2026-06-08T13:26:42Z MuhammadAriLaw 41902 /* Muhammad Ari Pratomo */ 116235 wikitext text/x-wiki {{Infobox pengguna|nama=Muhammad Ari Pratomo|gambar=Muhammad Ari Pratomo (MuhammadAriLaw).png|ukuran gambar=200px|keterangan=Muhammad Ari Pratomo (2025)|jenis kelamin=Laki-laki|kebangsaan=Indonesia|lokasi=Indonesia|profesi=Pengacara, Penulis, Musisi, Podcaster|organisasi=Founder Law Office ARI PRATOMO & Associates Pendiri dan Penggagas Ide Lembaga Kontrol Sosial Media dan Live Streaming Indonesia pada Tahun 2017 Pendiri Komunitas Live Positif Indonesia Tahun 2018 Koordinator Bidang Kerjasama DPC PERADI Bekasi (2015–2019) Koordinator Bidang Niaga Pusat Bantuan Hukum PERADI Bekasi (2015–2019) Pendiri & Pengasuh Perguruan Bela Diri Tafsir Qolbu Al-Karomah Tahun 2001 Pendiri Pusat Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Hukum (PUSKOMINFOHUM) Tahun 2009|situs=https://muhammadaripratomo.com|minat=Bantuan hukum, hukum digital, literasi publik, musik sosial|status=Aktif|negara=Indonesia|Facebook=https://www.facebook.com/MuhammadAriLaw|Twitter=https://x.com/MuhammadAriLaw|Instagram=https://www.instagram.com/muhammadarilaw|laki/perempuan=Laki-laki|pekerjaan=Pengacara Indonesia|alias=MuhammadAriLaw|occupation=Indonesian Lawyer|nationality=Indonesia|blog=https://muhammadaripratomo-muhammadarilaw.blogspot.com/}} == Muhammad Ari Pratomo == '''Muhammad Ari Pratomo''' adalah advokat, penulis, musisi, podcaster, dan pemerhati hukum Indonesia. Ia dikenal melalui kiprahnya dalam dunia hukum nasional, pengembangan literasi hukum, serta kontribusinya dalam menjembatani pemahaman masyarakat terhadap hukum melalui berbagai media edukasi, karya tulis, dan karya seni. Sejak memperoleh lisensi Advokat dan bergabung di organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) tahun 2009, Muhammad Ari Pratomo telah berpraktik sebagai advokat selama lebih dari lima belas tahun. Pengalaman profesionalnya mencakup penanganan berbagai perkara litigasi maupun nonlitigasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain berpraktik di tingkat nasional, ia juga memiliki keterlibatan dalam jaringan profesi hukum internasional sebagai anggota International Bar Association (IBA). Muhammad Ari Pratomo merupakan pendiri dan pimpinan '''Law Office Ari Pratomo & Associates''', sebuah kantor hukum yang menyediakan layanan konsultasi, pendampingan, negosiasi, mediasi, arbitrase, serta representasi hukum bagi individu, korporasi, lembaga, dan berbagai entitas usaha. Dalam praktik profesionalnya, ia dikenal menangani berbagai bidang hukum, baik yang berkaitan dengan perkara perdata, pidana, bisnis, maupun sengketa korporasi. Di luar aktivitas profesinya sebagai advokat, Muhammad Ari Pratomo aktif mengembangkan literasi hukum melalui berbagai karya tulis. Ia telah menulis buku, artikel, esai, puisi, dan novel yang mengangkat tema hukum, keadilan, hak asasi manusia, kehidupan sosial, serta dinamika penegakan hukum di Indonesia. Karya-karyanya ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemahaman hukum yang lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain dikenal sebagai praktisi hukum dan penulis, Muhammad Ari Pratomo juga berkarya di bidang musik. Melalui lagu-lagu yang diciptakannya, ia menyampaikan pesan-pesan tentang keadilan, kemanusiaan, kritik sosial, dan nilai-nilai moral. Aktivitasnya sebagai musisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang melengkapi perannya sebagai advokat dan edukator publik. Dalam era digital, Muhammad Ari Pratomo turut memanfaatkan berbagai platform media sosial, podcast, dan media daring sebagai sarana edukasi hukum. Melalui kanal-kanal tersebut, ia membahas berbagai isu hukum aktual, memberikan pandangan mengenai perkembangan regulasi, serta menyebarluaskan informasi hukum kepada masyarakat luas. Kontribusi Muhammad Ari Pratomo dalam praktik hukum, pengembangan literasi hukum, pendidikan publik, serta karya-karya yang dihasilkannya menjadikan dirinya sebagai salah satu figur yang aktif berperan dalam memperkuat budaya sadar hukum di Indonesia. Melalui perpaduan antara profesi advokat, aktivitas intelektual, dan karya kreatif, ia terus berupaya menghadirkan hukum sebagai instrumen yang dapat dipahami, diakses, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas. == Organisasi dan Aktivisme == * Koordinator Bidang Kerjasama DPC PERADI Bekasi (2015–2019) * Koordinator Bidang Niaga Pusat Bantuan Hukum PERADI Bekasi (2015–2019) * Pendiri & Pengasuh Perguruan Bela Diri Tafsir Qolbu Al-Karomah * Pendiri Pusat Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Hukum (PUSKOMINFOHUM) * Pengasuh Perguruan Karomallah (Banten–Lampung) * Pendiri & Penggagas Lembaga Kontrol Sosial Media & Live Streaming Indonesia * Pendiri Komunitas Live Positif Indonesia == Karier Profesional == * Pendiri dan Managing Partner di Law Office ARI PRATOMO & Associates * Pendiri Media General Infokom * Pengacara Posbakum Pengadilan Negeri Bekasi * Pengacara Posbakum Pengadilan Negeri Jakarta Timur * Pengacara Posbakum AAI DPC Bandar Lampung == Karya Tulis == * ''Foreign Lawyers in Indonesia: Between Global Collaboration and Legal Sovereignty'' (2025) * ''Amplifying Justice for the Silenced – Through Law, Music, and Writing'' * ''Trending Sebelum Mati'' – novel thriller sosial-hukum * ''Antara Pasal dan Perasaan'' – novel romansa advokat * ''Sajak-sajak Rindu Seorang Ayah'' – kumpulan puisi * ''Hukum Terakhir'' – novel fiksi hukum spiritual * ''NIK: Nama Itu Korban'' – novel sosial tentang identitas dan keadilan * Kontributor aktif di Kompasiana, Kumparan, Medium, dan berbagai media hukum daring * dll == Karya Musik == * Lagu-lagu bergenre rock sosial, folk, dan blues * Mengangkat tema keadilan, suara terbungkam, dan hak rakyat * Dirilis secara independen di platform seperti Spotify, YouTube, Deezer, dan lainnya * Diciptakan sebagai bentuk gerakan kesadaran sosial melalui seni == Pranala Luar == === Situs Resmi === * [https://muhammadaripratomo.com muhammadaripratomo.com] * [https://muhammadarilaw.com muhammadarilaw.com] * [https://aripratomo.com aripratomo.com] * [https://muhammadaripratomo-muhammadarilaw.blogspot.com Blogspot] === Musik === * soundcloud.com/muhammadarilawmusic * audiomack.com/muhammadarilaw * open.spotify.com/artist/76efWLBZH2HCjhiwwXES20 * youtube.com/channel/UCSDXD741N2uND_c3TPBVYyg * deezer.com/en/artist/149158232 * joox.com/id/artist/jnQwpH9g6Mk4hOPnqOFLrA== * music.apple.com/us/artist/muhammad-ari-pratomo/1591596534 * [https://music.amazon.co.uk/artists/B09K4G4G34/muhammad-ari-pratomo Play Muhammad Ari Pratomo on Amazon Music Unlimited] === Buku dan Tulisan === * goodnovel.com/author/41869089 * books.apple.com/us/author/muhammad-ari-pratomo/id1591596534 * everand.com/author/856821370/Muhammad-Ari-Pratomo * karyakarsa.com/muhammadarilaw * wattpad.com/user/MuhammadAriLaw * overdrive.com/creators/3945024/muhammad-ari-pratomo * fenulis.com/muhammadarilaw * shop.vivlio.com/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 * [https://www.goodreads.com/author/list/57101806.Muhammad_Ari_Pratomo Books by Muhammad Ari Pratomo (Author of The Daily Pen of a Lawyer) | Goodreads] * [https://www.amazon.com/stores/author/B0FD89WH91/allbooks?ingress=0&visitId=6bff4422-467b-4305-aef3-090110bc1d01&ccs_id=1a411d14-da3e-4b2c-a61f-8610fd9dbc16 Amazon.com: Muhammad Ari Pratomo: books, biography, latest update] * [https://www.everand.com/author/856821370/Muhammad-Ari-Pratomo Muhammad Ari Pratomo Books & Audiobooks: Read Free for 30 Days] * [https://e-librairie.leclerc/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 Muhammad Ari Pratomo Tous ses livres et actualités au meilleur prix - E.Leclerc] * [https://www.kobo.com/ww/en/search?query=muhammad+ari+pratomo&ac=1&acp=muhammad+ari+pratomo&ac.author=muhammad+ari+pratomo&sort=Temperature&fclanguages=en "muhammad ari pratomo" | eBooks and Audiobooks Search Results | Rakuten Kobo Worldwide] * [https://shop.vivlio.com/author/muhammad-ari-pratomo/1387095 Muhammad Ari Pratomo Tous ses eBooks, livres, nouveautés et sa biographie] * [https://fable.co/author/muhammad-ari-pratomo Muhammad Ari Pratomo - Fable | Stories for everyone] * [https://www.barnesandnoble.com/s/%22Muhammad%20Ari%20Pratomo%22?Ntk=P_key_Contributor_List&Ns=P_Sales_Rank&Ntx=mode+matchall Muhammad Ari Pratomo | Barnes & Noble®] * https://www.goodreads.com/muhammadarilaw * [https://www.smashwords.com/profile/view/Muhammad_AriPratomo Smashwords – About Muhammad Ari Pratomo, author of 'Pledoi Sang Mesin AI', 'AMAN MENGAJAR Panduan Lengkap Guru Menghindari Kriminalisasi', 'PENGANTAR HUKUM INDONESIA Fondasi dan Transformasi di Era Digital dan Globalisasi', etc.] * [https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penulis/muhammad-ari-pratomo muhammad ari-pratomo : Ebook terbaru September 2025 dan Biografi muhammad ari-pratomo] === Artikel dan Media === * kumparan.com/muhammadarilaw * kompasiana.com/muhammadarilaw32019 * medium.com/@muhammadarilaw * kaskus.co.id/@MuhammadAriLaw === Media Sosial === * [https://www.youtube.com/@MuhammadAriLaw Muhammad Ari Pratomo - YouTube] * instagram.com/muhammadarilaw * tiktok.com/@muhammadarilaw * facebook.com/MuhammadAriLaw * x.com/MuhammadAriLaw * linkedin.com/in/muhammadarilaw === Podcast === * [https://open.spotify.com/show/7pOWPVdaaRWgzI06j2YBpj Pengacara Muhammad Ari Pratomo | Podcast on Spotify] * [https://podcasts.apple.com/us/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/id1697072272 Pengacara Muhammad Ari Pratomo - Podcast - Apple Podcasts] * [https://podcastaddict.com/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/4552654 Pengacara Muhammad Ari Pratomo - Podcast Addict] * [https://open.noice.id/catalog/b036cfa8-be1f-4e2e-b7e4-9da640fe2937 Pengacara Muhammad Ari Pratomo | Noice Podcast] * [https://podcastrepublic.net/podcast/1697072272 Pengacara Muhammad Ari Pratomo Podcast Republic] * [https://metacast.app/podcast/pengacara-muhammad-ari-pratomo/mfnCBE7Q Pengacara Muhammad Ari Pratomo podcast - Listen or read transcript on Metacast] * [https://music.amazon.co.uk/podcasts/72ad10ef-7730-4bf9-9477-68e2fc8de12c/pengacara-muhammad-ari-pratomo Pengacara Muhammad Ari Pratomo Podcast on Amazon Music] === Referensi === * [https://www.lezen.id/profil-calon/dprd-kabkota/bogor-2/320102/muhammad-ari-pratomo-sh/93053 Profil MUHAMMAD ARI PRATOMO, S.H. - Info Pemilu] * [https://goodkind.id/profil/muhammad-ari-pratomo-sh Profil MUHAMMAD ARI PRATOMO, S.H. - Goodkind] * [https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pengguna:MuhammadAriLaw Pengguna:MuhammadAriLaw | S1 | Terakreditasi | Universitas STEKOM Semarang] * https://www.inews.id/news/megapolitan/bacaleg-partai-perindo-ari-pratomo-ingin-kembangkan-program-bumdes-hingga-tingkat-rt * https://daerah.sindonews.com/read/1159407/171/nyaleg-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-bertekad-bangun-program-bumdes-1690207665 * https://e-kompas.id/maju-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-ini-punya-tekad-bangun-program-bumdes-e-kompas-id-nasional/ * https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851532/maju-di-dapil-2-kabupaten-bogor-bacaleg-perindo-ini-punya-tekad-bangun-program-bumdes * https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/02/205/2640913/muhammad-ari-law-salurkan-kerinduan-pada-anak-lewat-lagu * https://jakarta.tribunnews.com/2024/02/26/pemuda-keturunan-palestina-terjerat-kasus-narkoba-kuasa-hukum-ada-cacat-prosedur-penangkapan * https://www.antaranews.com/berita/4095216/kuasa-hukum-korban-pencabulan-minta-kpai-ikut-lakukan-pengawasan * https://news.okezone.com/read/2023/09/18/338/2885178/remaja-penghafal-alquran-dirudapaksa-ayah-tiri-ibu-kandung-disebut-lindungi-pelaku#:~:text=Kuasa%20hukum%20korban%2C%20Muhammad%20Ari%20Pratomo%20menjelaskan%20korban,menghubungi%20ayah%20kandungnya%20sehingga%20terungkap%20telah%20dicabuli%20berkali-kali * https://jakarta.tribunnews.com/2024/07/15/sempat-berniat-akhiri-hidup-anak-korban-pencabulan-di-jaktim-dapat-pendampingan-kemensos-dan-lpsk * https://hot.detik.com/celeb/d-6169912/kol-influencer-muda-hingga-gen-z-diimbau-melek-hukum-agar-tak-asal-di-medsos?pk_vid=cd6799509d8befcc1758676880d8d500 * https://wartakota.tribunnews.com/2023/09/08/kisah-tragis-gadis-penghafal-al-quran-4-tahun-dirudapaksa-ayah-tiri-dilakukan-sejak-korban-masih-sd * https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220811160006-12-833499/bharada-e-berpeluang-lepas-dari-ancaman-bui-usai-ferdy-sambo-tersangka * https://www.harianaceh.co.id/2022/07/03/sebarkan-pentingnya-kesadaran-hukum-muhammadarilaw-aktif-begerak-lewat-medsos/ * https://daerah.sindonews.com/read/816133/174/beri-konsultasi-hukum-gratis-muhammadarilaw-sebut-cintai-profesinya-1656835664 * https://www.liputan6.com/regional/read/5005019/konsultasi-hukum-gratis-ala-muhamadarilaw * https://www.republika.co.id/berita/reg92d456/sebarkan-pentingnya-kesadaran-hukum-muhammadarilaw-aktif-begerak-lewat-medsos * https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/503933/komunitas-live-positif-indonesia-dorong-peningkatan-kesadaran-hukum-di-indonesia * https://www.beritasatu.com/news/949061/pengacara-ini-berikan-konsultasi-hukum-gratis-lewat-medsos * https://www.jpnn.com/news/kasus-penganiayaan-pria-di-hotel-yang-live-di-medsos-berakhir-damai * https://www.jpnn.com/news/bharada-e-berpeluang-mendapat-hukuman-ringan-kok-bisa-begini-penjelasannya * https://www.jpnn.com/news/diperintah-ferdy-sambo-untuk-menembak-brigadir-j-bharada-e-bisa-bebas-ini-penjelasan-ahli-hukum * https://jabarekspres.com/berita/2022/08/10/bharada-e-bisa-bebas-asalkan/ * https://fajar.co.id/2022/08/10/bharada-e-bisa-mendapatkan-hukuman-ringan-praktisi-hukum-jelaskan-ini/ * https://www.pertama.id/bharada-e-berpeluang-mendapat-hukuman-ringan-kok-bisa-begini-penjelasannya/ * https://wartaekonomi.co.id/read435787/jadi-justice-collaborator-hukuman-bharada-e-tak-seperti-ferdy-sambo-selamat-dari-hukuman-mati * https://hot.detik.com/celeb/d-6169912/kol-influencer-muda-hingga-gen-z-diimbau-melek-hukum-agar-tak-asal-di-medsos * https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/02/205/2640913/muhammad-ari-law-salurkan-kerinduan-pada-anak-lewat-lagu Proyek-proyek Wikipedia Beberapa artikel dan proyek yang saya bantu atau buat di Wikipedia antara lain: **Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional (Indonesia)** – Artikel ini membahas perubahan besar dalam hukum pidana Indonesia yang tercermin dalam KUHP yang baru disahkan. **Artikel Hukum Indonesia** – Mengembangkan artikel-artikel yang membahas berbagai aspek hukum Indonesia, termasuk undang-undang penting dan perkembangan hukum terkini. Penghargaan dan Pencapaian memiliki pengalaman luas dalam bidang hukum, penulisan, dan media. Beberapa pencapaian saya meliputi: Penulis buku hukum dan novel dengan tema keadilan dan hak asasi manusia. Pembicara dan narasumber dalam acara-acara yang membahas hukum dan keadilan. Podcaster yang menyajikan konten edukatif tentang hukum untuk audiens umum. Musisi yang menggunakan musik sebagai sarana untuk menyuarakan isu-isu hukum dan sosial. Bibliografi Sang Pengacara Rakyat (Juni 2025, 131 halaman) – novel bergenre thriller hukum yang diterbitkan sebagai e‑book melalui Google Play Books oleh PT MuhammadAriLaw Pustaka Nada :contentReference[oaicite:1]{index=1} Pledoi Sang Mesin AI (Juli 2025, 134 halaman) – novel fiksi hukum tentang kecerdasan buatan dan keadilan, diterbitkan sebagai e‑book di Google Play Books oleh PT MuhammadAriLaw Pustaka Nada :contentReference[oaicite:2]{index=2} Etika Pengacara: Bukan Sekadar Kode Etik (Juli 2025, 108 halaman) – refleksi profesi advokat dari perspektif moral dan etika, tersedia sebagai e‑book di Google Play Books :contentReference[oaicite:3]{index=3} Tips dan Tata Cara Menjadi Advokat Terbaru 2025 (Juli 2025, 79 halaman) – panduan praktis menjadi advokat profesional, diterbitkan sebagai e‑book di Google Play Books :contentReference[oaicite:4]{index=4} Remaja di Akhir Zaman: Panduan untuk Dunia yang Rusak (Juli 2025, 169 halaman) – esai reflektif bagi remaja menghadapi krisis moral dan sosial, tersedia di Google Play Books :contentReference[oaicite:5]{index=5} Diskografi Depthera (2025) – album berisi lagu-lagu seperti “Valurian”, “Jaga Data Kita”, “Morvian”, dan lain‑lain, dirilis Mei 2025 di berbagai platform streaming termasuk Spotify :contentReference[oaicite:6]{index=6} IGENERASI (2025) – album yang mengekspresikan identitas Generasi Z dalam bahasa Indonesia dan Inggris, tersedia di Spotify dan platform musik digital lainnya :contentReference[oaicite:7]{index=7} Unity and Peace for the World (2025) – album bertema toleransi dan perdamaian, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:8]{index=8} Jangan Sakiti Mereka (2025) – album dengan tema empati sosial, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:9]{index=9} Suara Arus Bawah (Remastered 2025) (2025) – album rilisan ulang berisi lagu-lagu sosial dan spiritual, tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:10]{index=10} Tunggu (Remastered 2025) (2025) – album remastered dengan tema kerinduan dan ekspresi pribadi, tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:11]{index=11} Ini Laguku (Remastered 2025) (2025) – album remastered yang menyiratkan idealisme dan perjalanan batin, dirilis tahun 2025 dan tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:12]{index=12} Unheard (2025) – album rilisan original tahun 2025 tersedia di Spotify :contentReference[oaicite:13]{index=13} exgfhlldbw12uruu0ogytkmt4v1fmk1 Terjemahan Hadis Sahih Bukhari: Bab Tentang Permulaan Wahyu kepada Rasulullah 0 27536 116248 116230 2026-06-09T04:04:10Z Sibiru45 35568 116248 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ ، يَقُولُ : سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : " إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ " * ''"Ali bin Al Ja'd berkata: "Nabi Muhammad bersabda: "Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku, pasti masuk neraka."'' <ref>[https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/bab/1:77 | Sahih Bukhari Nomor #103 dalam Bab Dosa orang yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam]</ref> ==Referensi== 3tczs28wm62odqouvpnwmpf3izynczi 116249 116248 2026-06-09T04:05:43Z Sibiru45 35568 116249 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ ، يَقُولُ : سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : " إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ " * ''"Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/bab/1:77 | Sahih Bukhari Nomor #103 dalam Bab Dosa orang yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam]</ref> ==Referensi== ixc5y3ypg0k8f4qbpb3hhqva2vxx3i8 116250 116249 2026-06-09T04:09:42Z Sibiru45 35568 116250 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ ، يَقُولُ : سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : " إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ" * ''"Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/bab/1:77 | Sahih Bukhari Nomor #103 dalam Bab Dosa orang yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam]</ref> ==Referensi== jyo1mkdw5rz55n8kte40nlj5wtrumuh 116251 116250 2026-06-09T04:10:46Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116251 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== Hadis Nomor #1 * ''"Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> ==Referensi== a92jlql6kk9o042k8974gumdtsetma7 116252 116251 2026-06-09T04:11:22Z Sibiru45 35568 116252 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== Hadis Nomor #1 * ''"Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> ==Referensi== h6addh6vzw9e6npethev67upmq1gg88 116253 116252 2026-06-09T04:14:02Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116253 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== Hadis Nomor #1 * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> Hadis Nomor #2 * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> ==Referensi== 5k3er1eey0e4xl9weaaj7y3vo72sp4e 116254 116253 2026-06-09T04:21:15Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116254 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== Hadis Nomor #1 * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> Hadis Nomor #2 * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> Hadis Nomor #3 * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3] ==Referensi== c352hdhmq8qmxqnn6gpzdabgxvjkclu 116255 116254 2026-06-09T04:21:51Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116255 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3] ==Referensi== 6y1n52q9fnwgvuibgmvczrf7ucteww2 116256 116255 2026-06-09T04:22:15Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116256 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> ==Referensi== 7wcn98rubiexrqpveq9gnqhe4snhup6 116257 116256 2026-06-09T04:23:12Z Sibiru45 35568 Sibiru45 memindahkan halaman [[Kumpulan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] ke [[Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] 116256 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> ==Referensi== 7wcn98rubiexrqpveq9gnqhe4snhup6 116259 116257 2026-06-09T04:25:34Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116259 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> ==Referensi== ttwpq3yzfn6g7qi1o4slxzkkb307352 116260 116259 2026-06-09T04:27:34Z Sibiru45 35568 116260 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadits jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadits inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] o01z4bihm0ui0cb12o9b4vtimqrip23 116261 116260 2026-06-09T04:28:29Z Sibiru45 35568 116261 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] s2n43ezpprb7fbvxclunhka44eo0i1e 116262 116261 2026-06-09T04:33:14Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116262 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] 9i84sxn4bgjzwoylmxiemg95fg8fi4p 116263 116262 2026-06-09T04:34:35Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116263 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] a5o9yu21au13ixvjq5hz2v9dnfn9tww 116264 116263 2026-06-09T04:35:00Z Sibiru45 35568 116264 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadits yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] mik681ax962rbbj2bcj5kbv62uo6732 116265 116264 2026-06-09T04:35:16Z Sibiru45 35568 116265 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadis yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] 6jqq9txtec92v075yx3bh42inleunrc 116266 116265 2026-06-09T04:40:14Z Sibiru45 35568 116266 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadis yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> '''Hadis Nomor #4''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi'] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud] bahwa [Abdullah bin 'Abbas] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Sufyan bin Harb] telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) adalah: "bagaimana kedudukan nasabnya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab: "Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada. Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh [Shalih bin Kaisan] dan [Yunus] dan [Ma'mar] dari [Az Zuhri].'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/6/ | Sahih Bukhari Nomor #6]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] 4pdfimkspnq688fpz0hjls0cbpi895s 116267 116266 2026-06-09T04:47:58Z Sibiru45 35568 Sibiru45 memindahkan halaman [[Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] ke [[Terjemahan Hadis Sahih Bukhari: Bab Tentang Permulaan Wahyu kepada Rasulullah]] 116266 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadis yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> '''Hadis Nomor #4''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi'] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud] bahwa [Abdullah bin 'Abbas] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Sufyan bin Harb] telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) adalah: "bagaimana kedudukan nasabnya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab: "Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada. Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh [Shalih bin Kaisan] dan [Yunus] dan [Ma'mar] dari [Az Zuhri].'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/6/ | Sahih Bukhari Nomor #6]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] 4pdfimkspnq688fpz0hjls0cbpi895s 116269 116267 2026-06-09T04:49:16Z Sibiru45 35568 /* Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah */ 116269 wikitext text/x-wiki '''Shahih Bukhari''' adalah kumpulan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang paling tepercaya dan menempati kedudukan tertinggi dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab ini disusun oleh Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail) yang berasal dari Bukhara, Uzbekistan, pada abad ke-3 Hijriah. Proses penyusunan kitab ini memakan waktu selama 16 tahun melalui metode penyaringan yang sangat ketat dan berhati-hati. Dari total sekitar 600.000 hadis yang dikumpulkan sepanjang hidupnya, Imam Bukhari hanya memilih hadis yang memiliki silsilah periwayatan jelas, tidak putus, serta disampaikan oleh orang-orang yang jujur dan berdaya ingat kuat. Hasilnya, kitab ini memuat sekitar 7.000 lebih hadis jika dihitung secara total, atau sekitar 2.602 hadis inti jika dihitung tanpa pengulangan, yang semuanya terbagi ke dalam 97 bab pembahasan hukum dan panduan hidup umat Islam.<ref>[https://muslim.or.id/10838-mengenal-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim.html | Mengenal Shahih Bukhari Dan Shahih Muslim]</ref> ==Isi== ====Bab Tentang Bagaimana Permulaan Wahyu kepada Rasulullah==== '''Hadis Nomor #1''' * ''Dari Umar bin Al-Khattab: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau untuk seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang ia hijrahkan."'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/1 | Sahih Bukhari Nomor #1]</ref> '''Hadis Nomor #2''' * ''Dari Abdullah bin Yusuf: Malik menceritakan kepada kami dari Hisham bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Ummul Mukminin - semoga Allah meridhoinya - bahwa Al-Harith bin Hisham - semoga Allah meridhoinya - bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Kadang-kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, dan itu adalah yang paling berat bagiku, lalu keadaan itu berlalu setelah aku memahami apa yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam bentuk seorang lelaki dan berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dia katakan." Aisyah menambahkan: Sesungguhnya aku melihat wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, dan aku melihat keringat menetes dari dahinya setelah wahyu itu selesai.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/2 | Sahih Bukhari Nomor #2]</ref> '''Hadis Nomor #3''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadis ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/3 | Sahih Bukhari Nomor #3]</ref> '''Hadis Nomor #4''' *''Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Ansari (sambil membicarakan periode jeda dalam wahyu) melaporkan ucapan Nabi: "Sementara saya sedang berjalan, tiba-tiba saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan melihat malaikat yang sama yang telah mengunjungi saya di gua Hira duduk di kursi antara langit dan bumi. Saya merasa takut padanya dan kembali ke rumah dan berkata, 'Selimuti saya (dalam selimut).' Dan kemudian Allah menurunkan ayat-ayat suci berikut (dari Al-Qur'an): 'Wahai kamu (yaitu Muhammad)! yang terbungkus dalam pakaian! Bangkitlah dan peringatkan (manusia tentang siksa Allah),... sampai 'dan tinggalkanlah berhala.' (74.1-5) Setelah ini wahyu mulai datang dengan kuat, sering, dan teratur.'' <ref>[https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4 | Sahih Bukhari Nomor #4]</ref> '''Hadis Nomor #5''' * ''Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abi 'Aisyah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Ta'ala: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (ingin menguasainya)'''. Telah Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah ﷺ dahulu mengalami kesulitan saat menerima wahyu, seringkali beliau menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku kepada kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibir beliau." Kemudian Sa'id berkata: "Aku akan menggerakkan kedua bibirku sebagaimana aku melihat Ibnu Abbas menggerakkannya." Lalu Sa'id menggerakkan kedua bibirnya. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: '''Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya'''. Ibnu Abbas berkata: Allah mengumpulkan Al-Quran untukmu di dalam dadamu dan kemudian kamu dapat membacanya. '''Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu'''. Ibnu Abbas berkata: "Dengarkanlah dan diamlah". '''Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya'''. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak saat itu bila Jibril datang kepadanya, Beliau mendengarkan. Dan bila Jibril telah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana Jibril membacanya. <ref>[https://lilmuslimin.com/hadits-bukhari-no-5/ | Sahih Bukhari Nomor #5]</ref> '''Hadis Nomor #6''' * ''Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi'] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud] bahwa [Abdullah bin 'Abbas] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Sufyan bin Harb] telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) adalah: "bagaimana kedudukan nasabnya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab: "Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada. Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh [Shalih bin Kaisan] dan [Yunus] dan [Ma'mar] dari [Az Zuhri].'' <ref>[https://hadits.nu.or.id/shahih-bukhari/6/ | Sahih Bukhari Nomor #6]</ref> ==Referensi== [[Kategori:Islam]] [[Kategori:Hadis]] kl0tsfcfhhz7ajtj8az6j4c2fmtn1qq Seribu 0 27540 116245 2026-06-08T22:09:26Z Raihankakicak 41526 ←Membuat halaman berisi ''''Seribu''' Katanya kota ini seribu [[w:Sungai|sungai]] maka aku hitung dengan wajah basah, dengan sisa air yang dulu melimpah “Bah, kenapa banyunya ba’ah, yo?” Kata [[w:Ayah|ayah]] kalau mau minta uang buat sekolah bisa beri seribu [[w:Rupiah|rupiah]] dengan koin seratusan yang penuh daki “Kaina bila payu kuran, Abah tukarakan nasi kuning” Kata ibu alasan manusia itu beragam tergantung si pembuat, mau tumpul atau tajam seribu kata t...' 116245 wikitext text/x-wiki '''Seribu''' Katanya kota ini seribu [[w:Sungai|sungai]] maka aku hitung dengan wajah basah, dengan sisa air yang dulu melimpah “Bah, kenapa banyunya ba’ah, yo?” Kata [[w:Ayah|ayah]] kalau mau minta uang buat sekolah bisa beri seribu [[w:Rupiah|rupiah]] dengan koin seratusan yang penuh daki “Kaina bila payu kuran, Abah tukarakan nasi kuning” Kata ibu alasan manusia itu beragam tergantung si pembuat, mau tumpul atau tajam seribu kata tersedia jika diminta “Mama tahu ja, Nak ai!” Kataku Terlalu susah ide meluncur Banyak pujian yang masyhur Asal hidup selalu bersyukur “Selamat Hari Jadi Kota [[w:Banjarmasin|Banjarmasin]], yang ke seribu dikurang lima ratus, kurang satu lagi!” -Kakicak Banjarmasin, 20 September 2025 [[Kategori:Cerpen]] [[Kategori:Cerita pendek]] [[Kategori:Fiksi]] j6hg7md0rif0s5h95enbvgo9quumbb3 116246 116245 2026-06-08T22:09:50Z Raihankakicak 41526 116246 wikitext text/x-wiki '''Seribu''' Katanya kota ini seribu [[w:Sungai|sungai]] maka aku hitung dengan wajah basah, dengan sisa air yang dulu melimpah “Bah, kenapa banyunya ba’ah, yo?” Kata [[w:Ayah|ayah]] Kata [[w:Ayah|ayah]] kalau mau minta uang buat sekolah bisa beri seribu [[w:Rupiah|rupiah]] dengan koin seratusan yang penuh daki “Kaina bila payu kuran, Abah tukarakan nasi kuning” Kata ibu Kata ibu alasan manusia itu beragam tergantung si pembuat, mau tumpul atau tajam seribu kata tersedia jika diminta “Mama tahu ja, Nak ai!” Kataku Kataku Terlalu susah ide meluncur Banyak pujian yang masyhur Asal hidup selalu bersyukur “Selamat Hari Jadi Kota [[w:Banjarmasin|Banjarmasin]], yang ke seribu dikurang lima ratus, kurang satu lagi!” -Kakicak -Kakicak Banjarmasin, 20 September 2025 [[Kategori:Cerpen]] [[Kategori:Cerita pendek]] [[Kategori:Fiksi]] jrfybyioi4e6y9vp83k2f02edc0a9u8 Buku ekonomi 0 27541 116247 2026-06-09T03:30:06Z ~2026-33817-96 43325 ←Membuat halaman berisi 'DAS Capital' 116247 wikitext text/x-wiki DAS Capital d2lv7sznjzmkdadcy1q2iw4hpvht3k9 Kumpulan Hadis Sahih Bukhari Muslim 0 27542 116258 2026-06-09T04:23:12Z Sibiru45 35568 Sibiru45 memindahkan halaman [[Kumpulan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] ke [[Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] 116258 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] e1yve7gkue48lfdygma3glahv08pjfs Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim 0 27543 116268 2026-06-09T04:47:58Z Sibiru45 35568 Sibiru45 memindahkan halaman [[Kumpulan Terjemahan Hadis Sahih Bukhari Muslim]] ke [[Terjemahan Hadis Sahih Bukhari: Bab Tentang Permulaan Wahyu kepada Rasulullah]] 116268 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Terjemahan Hadis Sahih Bukhari: Bab Tentang Permulaan Wahyu kepada Rasulullah]] cwt3joz9rpgrkv8bid5kdpj7h3k91br Resep Kue Putu Kukus 0 27544 116271 2026-06-09T05:36:09Z Sibiru45 35568 membuat baru 116271 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' #Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) #Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) #Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' # Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. # Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. # Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. # Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' #. Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya c8u87iecjtuax1reel7xu324ufp1bep 116272 116271 2026-06-09T05:36:46Z Sibiru45 35568 116272 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) #Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya fpg7vznxa7cezmqezllxwzp71s6xtsq 116273 116272 2026-06-09T05:36:58Z Sibiru45 35568 116273 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) #Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya 8d1h11xkrosewd5jb5btwr5vag7ntjr 116274 116273 2026-06-09T05:37:11Z Sibiru45 35568 116274 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) #Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya 3ualquzkvs1syowbyzs6hgvqflb0pzv 116275 116274 2026-06-09T05:37:25Z Sibiru45 35568 116275 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya gpe9tnt3872is5aegfstmf18intwms6 116276 116275 2026-06-09T05:40:00Z Sibiru45 35568 116276 wikitext text/x-wiki <gallery> Kue Putu 2.jpg|Kue putu yang dikukus menggunakan bambu </gallery> '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya hll6zt1dmveofe245skezxbebcuqmp7 116277 116276 2026-06-09T05:40:53Z Sibiru45 35568 116277 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya <gallery> Kue Putu 2.jpg|Kue putu yang dikukus menggunakan bambu </gallery> Kue putu siap disantap! g2dozjra2e6jgjawdd2ijs94qnjf2j9 116278 116277 2026-06-09T05:41:59Z Sibiru45 35568 116278 wikitext text/x-wiki '''Bahan-Bahan:''' Adonan Putu * 250 gr tepung beras * 150 gr gula pasir * 300 ml air pandan (air + pasta pandan / blender daun pandan) * ½ sdt garam * ½ sdt vanili (opsional) Isian / Topping * 150 gr gula merah serut * 2 sdm air (untuk melembutkan gula) Kelapa Parut * 150 gr kelapa parut muda * Sejumput garam * 1 lembar daun pandan '''Cara Membuat:''' Siapkan Kelapa Parut * Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. * Kukus 5 menit supaya lebih awet dan tidak cepat basi. Sisihkan. Buat Adonan Putu * Campur tepung beras + gula pasir + garam, aduk rata. * Tuang perlahan air pandan sambil diaduk dan diremas-remas hingga butiran tepung beras terasa lembap dan menggumpal jika ditekan. * aring adonan agar halus dan tidak bergerindil. Masak Gula Merah * Campur gula merah serut dengan sedikit air. * Panaskan sebentar sampai gula agak larut dan lembut (jangan terlalu cair). * Dinginkan. Bentuk dan Kukus * Siapkan loyang atau cetakan kecil. * Taburkan kelapa parut di dasarnya. * Masukkan adonan putu sampai setengah cetakan. * Tambahkan sedikit gula merah di tengah. * Tutup dengan adonan putu sampai penuh. * Kukus dalam kukusan panas selama 15–20 menit. ''Catatan: Tutup kukusan dilapisi kain agar air tidak menetes ke adonan.'' Sajikan * Keluarkan dari cetakan, tata di daun pisang. * Tambahkan kelapa parut dan gula merah di atasnya <gallery> Kue Putu 2.jpg Kue putu.jpg </gallery> Kue putu siap disantap! 8hwr8jxn4rxnwk6ptqkdx3hxgfwmbvm