Wikibuku
idwikibooks
https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.7
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikibuku
Pembicaraan Wikibuku
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Resep
Pembicaraan Resep
Wisata
Pembicaraan Wisata
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Wikibuku:Selamat datang
4
2725
117005
115338
2026-06-17T04:51:56Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */
117005
wikitext
text/x-wiki
== Apakah Wikibuku Itu? ==
'''''Wikibooks''''' atau '''Wikibuku''' adalah salah satu proyek [[w:Wikimedia|Wikimedia]] yang dimulai pada tanggal 10 Juli 2003. Sementara itu, Wikibuku bahasa Indonesia diluncurkan sejak 31 Juli 2004. Sejak itu, sukarelawan telah menulis sekitar {{NUMBEROFARTICLES}} halaman konten.
Silakan mencoba di [[Wikibooks:Bak pasir|bak pasir]], sebuah tempat di mana Anda dapat melakukan ''apa saja'' dan rasakan bagaimana cara [[id:Wiki|wiki]] bekerja. Lihat juga [[Wikibooks:Milis|milis kami]] atau [[Wikibooks:Rencana buku|rencana]] halaman untuk memperbincangkan berita-berita terbaru, atau kunjungi [[Wikibooks:Ruang pegawai|ruang pegawai]].
Jika Anda sudah siap untuk menyunting atau membuat halaman pertama Anda, artikel [[Wikibooks:Menyunting sebuah halaman|Bagaimana Menyunting Halaman]] dan [[Wikibooks:Memulai halaman baru|Bagaimana Memulai Halaman]] juga akan membantu Anda. Artikel-artikel tersebut juga menyediakan referensi praktis mengenai tambahan-tambahan dan sintaksis (kode perintah) yang digunakan di Wiki.
<!--Sebuah proyek baru, ''[[v:|Wikiversity]]'', direncanakan untuk menjadi pusat dari segala bentuk materi pendidikan. BukuWiki memiliki citra sebagai sebuah divisi "buku" dari Wikiversity. -->
[[Wikibooks:Kenapa pakai buku cetak terbuka?|Mengapa Ada Buku Cetak Terbuka?]] - [[Wikibooks:Kenapa menyumbang ke buku cetak sumber terbuka|Mengapa Harus Menyumbang?]] - [[Wikibooks:Standar buku cetak|Standar Buku Cetak]]
l0yo6ukryhguwd2lmf9mkmqftjzmthp
Serba-Serbi Budidaya Ikan Gurame
0
24898
117063
114299
2026-06-17T07:54:40Z
Nafisathallah
35868
/* Pemijahan */
117063
wikitext
text/x-wiki
[[File:Osphronemus Gourami (better).png|500px||center]]
Ikan gurame atau gurami (''Osphronemus gourami'') bisa dibilang menyandang gelar sebagai rajanya ikan air tawar di Indonesia. Tingginya permintaan pasar dan harga jual yang lebih menggiurkan dibandingkan rata-rata ikan air tawar lainnya, menjadi alasan mengapa budidaya ikan satu ini digemari.
Di dalam buku ini, kita akan membahas semua hal yang berhubungan dengan proses budidaya dan pemeliharaan ikan gurame.
== Ciri-ciri ==
Anatomi ikan gurame mirip seperti ikan sepat atau ikan tembakang karena mereka masih berada dalam satu famili yang sama yaitu Osphronemidae. Ditandai dengan sirip perut yang memanjang ke bawah dan berbentuk seperti sungut. Ikan gurami memiliki beberapa varian antara lain gurame soang, gurame padang, dan gurame blorok.
== Bibit ==
[[File:Kolam Terpal - 02.jpg|500px|center]]
Kepadatan penebaran jumlah bibit pada wadah pembesaran yang disarankan yaitu sebanyak 20 ekor/m². Lebih sedikit lebih baik, karena jika lebih dari rumus yang disebutkan ini, maka efek samping yang dialami seperti pertumbuhan ikan melambat dan resiko kematian yang meningkat karena overpopulasi. Jika anda memiliki kolam dengan dimensi 3 meter x 1 meter dan tinggi permukaan air sekitar 70 cm, maka jumlah tebar benih yang direkomendasikan berjumlah 60 ekor.
== Pakan ==
=== Pakan utama ===
Pelet PF1000
=== Pakan alternatif ===
==== Daun pepaya ====
==== Daun mengkudu/pace ====
==== Daun pisang ====
==== Daun pecah beling ====
==== Daun talas ====
==== Daun sente ====
[[File:Bira besar 1.jpg|500px]]
<br>Memiliki nama lain bira besar, sesuai dengan nama artikelnya pada Wikipedia Bahasa Indonesia.
==== Kangkung ====
==== Daun singkong ====
==== Daun ubi rambat ====
==== Daun caya caya ====
==== Daun pepaya jepang ====
==== Daun kelor ====
==== Azolla ====
==== Wolfina ====
== Hama ==
== Penyakit ==
=== Aeromonas ===
[[File:Anakan ikan gurame.jpg|500px|Aeromonas virus on juvenile giant gourami|center]]
Ciri-cirinya antara lain sirip (ekor, badan, perut) yang pecah-pecah, badan memerah.
== Obat ==
Methylene blue
<br>PK (permanganas kalikus)</br>
== Pemijahan ==
Induk gurame yang akan menjalani proses pemijahan sebaiknya diberi makan taoge.
== Panen ==
[[File:Panen ikan gurami.jpg|500px|center]]
== Penjualan ==
=== Tengkulak ===
=== Pasar induk ===
=== Eceran ===
=== Harga pasar ===
==== Kota Medan ====
Tabel berikut memberikan informasi seputar riwayat harga beli ikan gurame konsumsi per kilogram di pasar
{| class="wikitable"
|-
! Harga !! Tanggal !! Lokasi
|-
| Rp34.000 (mati), Rp45.000 (hidup) || 27 Desember 2025 || Pasar Setiabudi
|-
| Rp48.000 (hidup) || 9 Januari 2026 || Pasar Sei Sikambing
|-
| - || - || Pasar Melati
|}
==== Kota Surabaya ====
==== Jakarta ====
hwx8upvdsee1dfcsu6l6k0sqn669gpr
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri
0
27035
117006
114603
2026-06-17T04:56:05Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
117006
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]].
m5j5qsprt81zpzl0956k5avq70ejonm
117018
117006
2026-06-17T06:10:05Z
Hendri Saleh
40599
Daftar isi
117018
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
e9oop5iwon1p1fvi4xck4m9vs8nj8bm
117019
117018
2026-06-17T06:12:52Z
Hendri Saleh
40599
Daftar isi
117019
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
41eon67qg05sftxlfrcctzzpyk5bgc1
117020
117019
2026-06-17T06:23:01Z
Hendri Saleh
40599
Daftar isi
117020
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
m7u1ujdsohcfymn03lz2lwl6cyg3536
117021
117020
2026-06-17T06:25:31Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117021
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
fqkqq36j0fsff9lxzmct11dtw8ay3yd
117022
117021
2026-06-17T06:27:22Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117022
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
9hdgna7z5hxi9lm3r73rauewg7evlby
117023
117022
2026-06-17T06:29:30Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117023
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
jfapfq5gzr1mxxrxhrjhfizwn521zqo
117024
117023
2026-06-17T06:31:01Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117024
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
n4utmdusk5zlkj228shqyzo8sek3qgl
117025
117024
2026-06-17T06:32:32Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117025
wikitext
text/x-wiki
Desa penjuru yang terletak di kec. Kateman kab.Indragiri hilir(INHIL),berdiri sejak tahun 17 juli 1998 dan dikenal sebagai kampung pesisir.Desa ini merupakan wilayah penghasil kelapa dengan mayoritas suku Banjar yang masih teguh memegang adat.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
hlafju7zs68dfwwwtu4kpk9xi0dx6j7
117026
117025
2026-06-17T06:46:51Z
Hendri Saleh
40599
Pengantar Tinjauan PKN
117026
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
920sswxbax59r9cdd4m18h84ereaw5o
117027
117026
2026-06-17T06:49:35Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117027
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
lktemnvn619rijnyh4g2tlby9mctcxx
117028
117027
2026-06-17T06:51:04Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117028
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
6sqfrmehczxccyti9xawaoga7lbnncf
117029
117028
2026-06-17T06:52:22Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117029
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
m1y72mr2kzcymhgkdirdp85503lg4w3
117030
117029
2026-06-17T06:53:54Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117030
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
h0goof8wultzyo69nwiqezkbxttvsq8
117031
117030
2026-06-17T06:55:35Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117031
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
dw7aqvvv0o72ny87kiip983zvxe8e58
117032
117031
2026-06-17T06:58:35Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117032
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
nhhmqzgayno9px73s3wldeypbkcoc5y
117033
117032
2026-06-17T07:00:10Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117033
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
3fcqyssozapqe90tvkaus38tx1dzf03
117034
117033
2026-06-17T07:03:21Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117034
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
3ozy9uz273q5m8n2d681pulxkt8xibc
117035
117034
2026-06-17T07:05:07Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117035
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
r6ygpehnhulailsukampgqcw5oq7t9c
117036
117035
2026-06-17T07:06:52Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117036
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
m3pctsq94gxgyfn3m25ftzyjbr09bsb
117037
117036
2026-06-17T07:08:17Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117037
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
najp31x39o1yzu018jqyq4434geffd2
117038
117037
2026-06-17T07:10:19Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117038
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
9o9ofe83q0o41snprpecaepnpmlnul3
117039
117038
2026-06-17T07:12:05Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117039
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
mtu90oym5hf0lzlldi7qrsth6yvvpkz
117040
117039
2026-06-17T07:13:40Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117040
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
3wm4h05e25yv7ni1nsahwvcnahbhf44
117041
117040
2026-06-17T07:15:25Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117041
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
jx6km1ommuc2eq6fi2tt6xe478n594z
117042
117041
2026-06-17T07:16:51Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117042
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
sbbe9t58riksm8e4190q4gkxhej73ly
117043
117042
2026-06-17T07:18:27Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117043
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
jz38aoghaghzu3fhtsquy88zrmq2db5
117044
117043
2026-06-17T07:19:59Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117044
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
ptnynbhuku0kmgsmbam9v2ts8ustw7q
117045
117044
2026-06-17T07:21:17Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117045
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
mgvxd57w16a23r97v1oiby9kasere9l
117046
117045
2026-06-17T07:22:42Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117046
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
3bahih7ltire7e4q7ah0dg23ofn5u90
117047
117046
2026-06-17T07:24:21Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117047
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
bsp9bi2msbe2e0kul7vxgf8yp15c9ho
117048
117047
2026-06-17T07:25:50Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117048
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
15s3l6nqbhzxzordp6ewxx8kmvto6oz
117049
117048
2026-06-17T07:27:24Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117049
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
5vvz2x6fjj4plvt5g5a0m9ing4i41xf
117050
117049
2026-06-17T07:28:38Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117050
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
ii4111q75cujfpr8rvbgkrex6as3mtj
117051
117050
2026-06-17T07:30:26Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117051
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
o43vw5fkmgwvyeqiu9tqxruf64qdigx
117052
117051
2026-06-17T07:31:48Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117052
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
oxbm77vkjjyparwjiuve03vjp4bst9h
117053
117052
2026-06-17T07:33:22Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117053
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
nink8c75lx8mzuco0s3dpa6z4qeah2y
117054
117053
2026-06-17T07:38:37Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117054
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
840qy2ok36mk1kmy0amwk368dxaev3c
117055
117054
2026-06-17T07:40:33Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117055
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
trwk74k8easv8tlswejg9rixpi9dvfy
117056
117055
2026-06-17T07:42:50Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117056
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
kpv0xkgwr6ug1e31hbohr4y66naj7zn
117058
117056
2026-06-17T07:44:23Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117058
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
a1edz120pt4pc3zxsm39v40ubosspqw
117060
117058
2026-06-17T07:47:00Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117060
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
csnaaopsx3lpvik8g538ivy61cmjt1f
117061
117060
2026-06-17T07:49:06Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117061
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
sisa0d21836pmlg7oaofftubpyyhtu7
117062
117061
2026-06-17T07:51:11Z
Hendri Saleh
40599
Daftar Isi
117062
wikitext
text/x-wiki
'''Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' adalah sebuah Proyek (Proma) Mahasiswa berupa kajian empiris yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Hendri. S, MA bersama dengan mahasiswa yang mengikuti matakuliah dimaksud tahun 2026 pada Program Studi S1 Agribisnis, S1 Kebidananan dan S1 Teknik Sipil.
Mahasiswa merekam dan menuliskan secara singkat dan padat data dan fakta yang terdapat di desa Promanya masing-masing, sesuai silabus/Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diturunkan Dosen Pengampu. Perbaikan informasi (terkadang juga EYD kalimat) dilakukan oleh Dosen Pengampu.
== Pendahuluan ==
Sesuai Undang-Undang No, 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.<ref>https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-154</ref>
Dari defenisi pendidikan tersebut dapat diketahui bahwa dalam proses pendidikan terdapat dua aspek, yaitu pendidikan dan pengajaran. Pendidikan akan menghasilkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Sedangkan pengajaran akan menghasilkan kecerdasan dan keterampilan.
Kata Kewarganegaraan, adalah kata benda yang diberi imbukan ke dan akhiran an, sehingga maknanya berobah menjadi kumpulan sifat-sifat.
Kata dasarnya adalah warga dan negara.. Warga mengandung arti peserta, anggota<ref>https://brainly.co.id/tugas/3405045</ref> atau member dari suatu organisasi atau komunitas yang terikat dengan aturan (termasuk tujuan organisasi tersebut).
Istilah "negara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ''nagari'' atau ''nagara'' yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Ilmuwan politik modern mendefinisikan negara sebagai suatu organisasi terbesar dan tertinggi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.<ref>https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/2851_negara-adalah-pengertian-unsur-dan-fungsinya</ref>
Jadi, warga negara arinya individu dari masyarakat suatu negara yang patuh terhadap aturan hukum dan norma-norma yang berlaku dalam negara tersebut.
DAS Indragiri adalah kawasan yang menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Indragiri. Wilayahnya meliputi tiga kabupaten di Riau saat ini, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hulir dan Kabupaten Kuantan Singingi. Batas wilayahnya adalah bagian Selatan dengan Provinsi Jambi, Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Sawahlunto-Sijunjung (Sumatera Barat). Bagian Utara berbatasan Kabupaten Kampar (Riau) dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Berhala.<ref>Ahmad Yusuf <u>dkk</u>., ''Sejarah Kesultanan Inderagiri, Unri Press, Pekanbaru, 2003.''</ref>
Ciri khas DAS Indragiri adalah; di sebelah Timur berawa-rawa dan sebelah Barat berbukit-bukit.Wiayahnya dibelah oleh Sungai Indragiri, hulunya di Danau Singkarak bernama Batang Ombilin, memasuki Riau, sungai ini bernama Batang Kuantan, dan memasuki wilayah Sei. Lalak (Kab. Indragiri Hulu) bernama Sungai Indragiri, hingga bermuara di laut, di kawasan Kab. Indragiri Hilir. Penduduk yang mendiami DAS Indragiri mayoritas etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu Indragiri.
== Referensi ==
<references />
== Daftar Isi ==
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Air Putih Lubuk Batu Jaya|Aiir Putih Lubuk Batu Jaya]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Aur Cina Batang Cenaku|Aur Cina Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Batu Sawar Kelayang|Batu Sawar Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bayas Jaya Kempas|Bayas Jaya Kempas]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang|Bongkal Malang Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Dusun Tua Kelayang|Dusun Tua Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Kota Rengat|Kampung Besar Kota Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Besar Seberang Rengat|Kampung Besar Seberang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Dagang Rengat|Kampung Dagang Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kampung Pulau Rengat|Kampung Pulau Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Keloyang Rakit Kulim|Keloyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Gading Batang Cenaku|Kuala Gading Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuala Kilan Batang Cenaku|Kuala Kilan Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Babu Rengat|Kuantan Babu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kuantan Tenang Rakit Kulim|Kuantan Tenang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Kulam Loyang Rakit Kulim|Kulam Loyang Rakit Kulim]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Lubuk Cabau V Koto|Lubuk Cabau V Koto]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kelampaian Sei. Lala|Pasir Kelampaian Sei. Lala]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Kemilu Rengat|Pasir Kemilu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pasir Ringgit Lirik|Pasir Ringgit Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang|Pelangko Kelayang]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petaling Jaya Batang Cenaku|Petaling Jaya Batang Cenaku]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rantau Mapesai|Rantau Mapesai]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Redang Seko Lirik|Redang Seko Lirik]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Bangun Rengat|Rawa Bangun Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rawa Sekip Rengat|Rawa Sekip Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Rumbai Jaya Tempuling|Rumbai Jaya Tempuling]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hilir Rengat|Sekip Hilir Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sekip Hulu Rengat|Sekip Hulu Rengat]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Seresam Seberida|Seresam Seberida]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Siambul Batang Gansal|Siambul Batang Gansal]]
*[[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan|Simpang Kota Medan]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang|Sungai Banyak Ikan Kelayang]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Baung Rengat Barat|Sungai Baung Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Beringin Rengat|Sungai Beringin Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Dawu Rengat Barat|Sungai Dawu Rengat Barat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Parit Sei Lala|Sungai Parit Sei Lala]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat|Sungai Raya Rengat]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Sagu Lirik|Sungai Sagu Lirik]]
* [[Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Tanah Datar Rengat Barat|Tanah Datar Rengat Barat]]
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
2e5pjp788t0ee57gq3lf63ep3jgryds
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Raya Rengat
0
27069
117003
116724
2026-06-17T01:58:42Z
Dicky mahendra 1A
42755
/* */ Kearifan lokal dan implementasi nya
117003
wikitext
text/x-wiki
Sungai Raya adalah sebuah desa yang berada dalam Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu di Provinsi Riau.
Kasus Pencurian di Desa Sungai Raya ( saya sendiri )
Kapan Terjadi : Terjadi pada bulan desember tahun 2024
Kronologi Kejadian :
Pada suatu malam sekitar pukul 21.30, saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah dari acara kegiatan sekolah. Ketika melewati jalan yang cukup sepi, tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai motor mendekati saya dari belakang dan langsung menarik tas yang saya pakai di bahu dengan sangat kuat. Saya sangat kaget dan hampir terjatuh karena tarikan tersebut. Pelaku berhasil mengambil tas saya yang berisi beberapa barang pribadi. Setelah itu dia langsung melarikan diri dengan sangat cepat. Setelah kejadian itu, saya segera meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar tempat kejadian. Warga kemudian membantu menenangkan saya. Saya juga langsung menelpon keluarga untuk memberitahukan kejadian tersebut. Setelah itu, bersama beberapa warga dan keluarga, saya pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan agar kejadian tersebut bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.
Keadaan Masyarakat Saat Itu :
Pada saat kejadian, beberapa warga di sekitar langsung datang membantu setelah mengetahui adanya jambret. Mereka menenangkan korban ( saya sendiri ) dan menyarankan agar segera melapor ke kantor polisi. Masyarakat juga merasa khawatir karena kejadian tersebut terjadi di jalan yang cukup sepi pada malam hari. Kejadian itu membuat warga sekitar merasa takut dan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan kejahatan di lingkungan tersebut.
Apakah Generasi Sekarang Mengetahui Kejadian Tersebut :
Sebagian generasi muda mengetahui kejadian itu melalui cerita dari orang tua dan masyarakat. Kejadian itu juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih menjaga keamanan lingkungan dan saling bekerja sama agar desa tetap aman.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
Numpang Lalu adalah cara warga untuk meminta izin kepada pemilik kebun. Pemilik kebun akan mengatakan lalu lah.namun biasanya warga juga ikut membersihkan rumput liar yang menghalangi jalan sebagai bentuk terima kasih kepada pemilik lahan karena di bolehkan untuk lewat di kebunnya.
Tanggapan Pelaksanaan Demokrasi di Desa Sungai Raya
Salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di Desa Sungai Raya dapat dilihat pada kegiatan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Dalam proses ini, masyarakat berpartisipasi langsung dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih calon kepala desa sesuai hati nurani mereka.
Pada saat pemilihan berlangsung, terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga pemilih pemula, ikut serta dalam memberikan suara. Proses pemungutan suara dilakukan secara tertib dengan pengawasan panitia desa serta aparat keamanan untuk menjaga kelancaran dan menghindari konflik.
Namun, dalam pelaksanaannya juga terdapat fenomena yang sering terjadi di lingkungan desa, seperti adanya pengaruh kedekatan keluarga atau hubungan sosial dalam menentukan pilihan. Beberapa warga cenderung memilih calon yang masih memiliki hubungan kerabat atau yang sudah dikenal dekat, bukan sepenuhnya berdasarkan visi dan misi.
Selain itu, ada juga kasus di mana sebagian masyarakat kurang aktif dalam mengikuti sosialisasi calon kepala desa, sehingga mereka kurang memahami program yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Setelah pemilihan selesai, hasil keputusan tetap diterima oleh masyarakat, meskipun terdapat perbedaan pilihan. Tidak terjadi konflik besar, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. Hal ini menunjukkan bahwa nilai demokrasi seperti menerima hasil keputusan bersama sudah mulai diterapkan dengan baik.
Tradisi meminta tanaman biasa nya dengan "memuji tanaman" orang lain seperti Subur betul pohon mangga Kakak ni, nampaknya memang Lebat betul buahnya, manis nampaknya.lalu kemudian barulah meminta tanaman tersebut.
Adat budaya "Buah yang menjuntai" Jika sebuah pohon (seperti mangga, rambutan, atau durian) tumbuh di pekarangan, namun dahan serta buahnya condong atau menyeberang melewati batas pagar maka itu membiarkan tetangga terdekat mengambil buah yang menjuntai di wilayah mereka. Sebaliknya, tetangga tersebut secara adat wajib meminta izin secara lisan kepada pemilik pohon sebelum memetiknya.
Di desa ini, pendidikan tidak berhenti saat jam sekolah usai. Masyarakat setempat sangat berkomitmen menjaga tradisi belajar agama setelah maghrib, di mana anak-anak usia sekolah wajib ke surau atau masjid untuk belajar mengaji.
"Good Governance (GG)" prinsip yang dipilih : Supremasi Hukum (Rule of Law) . Setiap warga memiliki kedudukan yang sama di depan hukum adat maupun peraturan desa, seperti dalam penerapan kesepakatan larangan membakar lahan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Proses penegakan hukum di desa ini adalah dengan Penyampaian perkara oleh warga kepada RT/RW atau Pemuka Adat lalu Tokoh adat memanggil kedua pihak untuk memeriksa fakta secara kekeluargaan kemudian Sidang bersama Kepala Desa dan Tetua Adat untuk mencari mufakat Pemberian sanksi moral atau materiil (denda) yang diakhiri dengan perdamaian untuk membersihkan nama baik desa.
Di desa sungai raya Pengawetan Hasil Sungai, Karena berada di sepanjang Sungai Indragiri, saat musim ikan melimpah, banyak warga mengawetkannya secara tradisional menjadi ikan salai (asap) atau ikan asin. Ini menjadi sumber protein yang awet saat musim paceklik atau banjir.
Tanaman yang berpotensi menjadi bahan pangan di desa ini adalah talas liar atau keladi.Cara pengolahan umbi talas/keladi Kupas talas lalu iris tipis-tipis.Rendam dalam air garam selama 1–2 jam untuk membuang zat pemicu gatal, lalu bilas bersih.Jemur di bawah matahari sampai benar-benar kering dan rapuh.Giling&Blender/tumbuk hingga jadi bubuk halus, lalu ayak.Dan tepung talas siap digunakan untuk buat kue atau Cemilan.
Anyaman Daun Nipah/Pelepah Rumbia untuk sarana Agribisnis. Membuat pot semai dari anyaman daun nipah/rumbia yang bisa didegradasi oleh tanah. Saat bibit sawit atau karet siap tanam, peternak/petani tidak perlu melepas plastik polybag, tinggal kubur langsung ke tanah.
rv1bhynqpr6cr1t216y28vga7onabnv
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pelangko Kelayang
0
27079
117000
116929
2026-06-16T15:02:12Z
Alesha28
42700
/* */
117000
wikitext
text/x-wiki
1.1 pancasila
'''Desa Pelangko''' adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Desa ini termasuk wilayah pedesaan yang berada di kawasan aliran Sungai Indragiri dan memiliki karakter masyarakat agraris.
Secara umum, Desa Pelangko dapat diartikan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, pemerintahan desa, serta kehidupan sosial budaya yang khas.
'''Geografi dan Batas Wilayah'''
Desa Pelangko berada di wilayah Kecamatan Kelayang yang terletak di bagian barat daya Kabupaten Indragiri Hulu. Wilayah ini didominasi oleh:
a) Daerah dataran rendah
b) Dialiri sungai, terutama Sungai Pelangko (bagian dari sistem Sungai Indragiri)
c) Memiliki luas sekitar ±6.814 hektar
Secara umum, batas wilayah desa mengikuti pola desa pedalaman:
• Berbatasan dengan desa lain di Kecamatan Kelayang
• Memiliki kawasan hutan, perkebunan, dan aliran sungai
'''Sejarah Sisungai'''
Desa Pelangko termasuk desa tua di wilayah Kelayang.
a) Awalnya bernama Kampung Pelangko Baru sekitar tahun 1915
b) Nama “Pelangko” diambil dari Sungai Pelangko
c) Mulai berkembang sebagai permukiman masyarakat yang membuka hutan dan bercocok tanam di sepanjang sungai
d) Secara resmi berdiri pada 17 Desember 1927
Sejarah ini menunjukkan bahwa desa berkembang dari pola permukiman tradisional berbasis sungai.
'''Demografi'''
Jumlah penduduk Desa Pelangko sekitar:
• ±1.605 jiwa
• Laki-laki: 806 orang
• Perempuan: 799 orang
Ciri demografi:
• Mayoritas penduduk adalah masyarakat Melayu
• Beragama Islam
• Tingkat kepadatan masih rendah (wilayah luas, penduduk sedikit)
'''Pendidikan'''
Pendidikan di Desa Pelangko meliputi:
a) Tersedianya pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMP/SMA di sekitar kecamatan)
b) Kesadaran masyarakat terhadap pendidikan mulai meningkat
Tantangan:
- Akses ke sekolah menengah masih terbatas
- Sarana pendidikan belum sepenuhnya memadai
Pendidikan kewarganegaraan di desa ini berperan dalam:
• Membentuk sikap cinta tanah air
• Menanamkan nilai gotong royong
• Meningkatkan kesadaran hukum dan hak warga negara
'''Ekonomi dan Sosial Budaya'''
'''Ekonomi'''
Mayoritas masyarakat bekerja sebagai:
• Petani (karet, sawit, ladang)
• Pekebun
• Sebagian kecil pedagang
Kegiatan ekonomi masih bergantung pada sumber daya alam.
'''Sosial Budaya'''
• Kental dengan budaya Melayu
• Menjunjung tinggi adat dan norma
• Tradisi lokal masih dijaga
Contoh budaya daerah Indragiri adalah kegiatan seperti tradisi sungai dan kebersamaan masyarakat yang dipengaruhi budaya Melayu.
'''Transportasi dan Infrastruktur'''
Transportasi di Desa Pelangko meliputi:
• Jalan darat (jalan desa dan jalan kecamatan)
• Transportasi sungai (dahulu lebih dominan)
Infrastruktur yang ada:
• Jalan desa dan jalan usaha tani
• Fasilitas air bersih (masih dikembangkan)
• Listrik dan jaringan komunikasi mulai tersedia
Namun masih terdapat kendala:
• Jalan belum sepenuhnya baik
• Akses ke pusat kota terbbaik
Di Desa Pelangko, semangat gotong royong masih sangat kuat. Misalnya:
Setiap menjelang acara desa atau hari besar, warga bersama-sama membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, dan menyiapkan tempat kegiatan. Tanpa harus diperintah, masyarakat datang dengan kesadaran sendiri membawa alat kerja seperti cangkul dan parang.
Selain itu, tradisi silaturahmi juga terlihat saat:
• Acara pernikahan
• Kegiatan keagamaan
• Musyawarah desa
Warga saling membantu, baik tenaga maupun materi. Nilai ini mencerminkan:
• Persatuan
• Kepedulian sosial
• Penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
1.2 Pancasila sebagai Dasar Negara
Seorang siswi Sekolah Menengah Atas mewakili lapisan sosial l desa pelangko dengan Nama '''Sani Tul Jannah''' menegaskan Indonesia adalah negara yang berlandaskan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati keberagaman agama, menjamin kebebasan beribadah, dan mendorong kerukunan antarumat beragama demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu Sila ketuhanan yang maha Esa dipilih karena bangsa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang religius dan percaya kepada Tuhan. Dengan adanya sila ini, negara mengakui bahwa kehidupan masyarakat harus dilandasi nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan moral yang baik.
Alasan Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar negara:
1. Mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang percaya kepada Tuhan dan menjunjung tinggi nilai agama.
2. Menjadi sumber moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3. Menjamin kebebasan beragama, sehingga setiap warga negara berhak memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya.
4. Mendorong sikap toleransi, saling menghormati, dan hidup rukun antarumat beragama.
5. Menjadi landasan bagi sila-sila lainnya, karena nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan harus dilaksanakan sesuai ajaran moral yang baik.
Nilai-nilai dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dikelompokkan menjadi:
'''1. Hubungan manusia dengan Tuhan'''
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing.
c. Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.
'''2. Hubungan manusia dengan sesama manusia'''
a. Menghormati pemeluk agama lain.
b. Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain.
c. Menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
'''3. Hubungan manusia dengan negara'''
a. Mematuhi aturan negara yang menjamin kebebasan beragama.
b. Berpartisipasi dalam menjaga persatuan bangsa meskipun berbeda agama dan kepercayaan.
1.3 Etika Profesi dan Integritas dalam Rekayasa Sipil
Kolam Loyang merupakan tempat bersejarah yang diyakini menjadi asal-usul nama Kelayang. Dahulu daerah ini dikenal sebagai Keloyang yang berasal dari nama Kolam Loyang. Menurut cerita rakyat Melayu Indragiri, kolam ini merupakan tempat pemandian bidadari yang kemudian dikaitkan dengan kisah Datuk Sakti dari Kerajaan Indragiri. Di kawasan ini juga ditemukan berbagai benda peninggalan sejarah seperti guci, periuk, tombak, meriam, dan peralatan rumah tangga kuno.
Berdasarkan informasi terbaru, kondisi Kolam Loyang saat ini masih ada dan menjadi tempat budaya penting bagi masyarakat. Namun, kawasan tersebut terlihat kurang terawat dan memerlukan revitalisasi serta perbaikan fasilitas pendukung agar nilai sejarahnya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan sebagai wisata budaya.
'''a. Aspek Keselamatan'''
Area kolam loyang perlu dipelihara dengan baik agar aman bagi pengunjung dan tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
'''b. Aspek Kemanfaatan'''
Kolam Loyang memberikan manfaat sebagai sarana pendidikan sejarah, pelestarian budaya, dan potensi wisata daerah.
'''c. Aspek Pelestarian Lingkungan'''
Pelestarian kolam loyang membantu menjaga lingkungan sekitar dan melindungi warisan budaya untuk generasi mendatang.
'''Tradisi dan Adat:''' Kolam Loyang merupakan bagian dari sejarah dan cerita rakyat masyarakat Melayu Indragiri.
'':Budaya:''' Kolam Loyang menjadi simbol identitas masyarakat Kelayang dan warisan budaya daerah.
'''Agama:''' Pelestarian kolam loyang dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan budaya, bukan sebagai tempat ibadah, sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut masyarakat.
'''Kearifan Lokal:''' Masyarakat dan tetua adat masih menghormati keberadaan kolam loyang sebagai peninggalan leluhur.
1.4 UUD 1945 sebagai Konsitusi Negara
Tradisi Pembangunan & Kebiasaan Tukang Tradisional Dalam proses mendirikan bangunan fisik (seperti rumah panggung atau fasilitas umum), masyarakat dan tukang bangunan tradisional di desa Pelangko masih memegang teguh beberapa kebiasaan adat istiadat:
'''Musyawarah sebelum pembangunan'''
- Keluarga dan masyarakat bermusyawarah untuk menentukan waktu dan pelaksanaan pembangunan.
- Bertujuan agar pembangunan berjalan lancar dan mendapat dukungan warga.
'''Memilih hari baik'''
- Sebagian masyarakat masih memperhatikan hari yang dianggap baik untuk memulai pembangunan rumah atau bangunan lainnya.
- Dilakukan berdasarkan nasihat orang tua atau tokoh adat.
'''Doa bersama sebelum pembangunan'''
- Dilaksanakan untuk memohon keselamatan, kelancaran pekerjaan, dan keberkahan bangunan yang akan didirikan.
'''Gotong royong'''
- Warga saling membantu membersihkan lahan, mengangkut material, dan mengerjakan bagian-bagian tertentu dari pembangunan.
- Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Pelangko.
'''Kenduri atau syukuran sederhana'''
-Dilakukan sebelum atau sesudah tahap penting pembangunan.
- Sebagai ungkapan rasa syukur dan mempererat hubungan antarwarga.
'''Menghormati nasihat tokoh adat dan tokoh agama'''
- Dalam pelaksanaan pembangunan, masyarakat tetap memperhatikan nilai-nilai adat dan agama yang berlaku di desa.
1.5 Pembangunan berkelanjutan dan tanggungjawab kelompok & masyarakat
'''1. Infrastruktur Jalan Desa yang Belum Optimal (SDGs Desa Nomor 9: Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan)'''
Permasalahan:
- Masih terdapat ruas jalan desa yang memerlukan peningkatan kualitas dan pemeliharaan.
- Pada musim hujan, beberapa bagian jalan dapat mengalami kerusakan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
- Akses transportasi untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menjadi kurang efisien.
- Mobilitas warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi dapat terhambat apabila kondisi jalan menurun.
- Keterbatasan anggaran dan pemeliharaan berkala menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur desa.
'''2. Keterbatasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (SDGs Nomor 8: Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata)'''
Permasalahan: Sebagian besar masyarakat Desa Pelangko bekerja di sektor perkebunan dan pertanian. Kondisi ini menyebabkan pendapatan masyarakat sangat bergantung pada hasil panen dan harga komoditas yang sering berubah. Selain itu, lapangan pekerjaan di luar sektor perkebunan masih terbatas sehingga peluang kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda, belum optimal.
'''3. Sistem Drainase yang Belum Optimal (SDGs Desa Nomor 11: Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman)'''
Permasalahan: Saluran drainase di beberapa lokasi perlu ditingkatkan agar mampu mengalirkan air hujan dengan baik. Drainase yang kurang optimal dapat menyebabkan genangan air, mempercepat kerusakan jalan, dan mengganggu aktivitas masyarakat terutama saat musim hujan.
'''4. Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi (SDGs Desa Nomor 6: Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi)'''
Permasalahan: Ketersediaan sarana air bersih dan sanitasi yang memadai masih perlu terus ditingkatkan. Air bersih dan sanitasi merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu indragiri]]
pvds99czcqqvq1bfsat68w4ps7cyjm1
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Sungai Banyak Ikan Kelayang
0
27090
117004
114521
2026-06-17T03:15:55Z
Hendri Saleh
40599
Parang tobe
117004
wikitext
text/x-wiki
Sungai Banyak Ikan adalah nama sebuah desa yang berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.di desa sungai banyak ikan pada tahun 2000 pada masa kepepimpinan marzuki terjadi gejolak sosial,termasuk penjualan lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,serta pembengkakan hutan desa yang cukup besar.meski demikian pada tahun 2005 yakin terpilih sebagai kepala desa dan banyak membawa perubahan positif,seperti kemenangan dalam lomba kebersihan tingkat kecamatan dan pemulihan ekonomi desa yang sampat terpuruk.setelah terpilih kembali pada tahun 2010 yakin memfokuskan perhatian pada pemberdaya lembaga-lemabaga masyarakat.ia merangkul kader-kader muda yang memiliki semangat membangun desa dan memperkenalkan berbagai program yang dapat mempercepat kemajuan.pembangunan infrastyruktur mulai terlihat meskipun tantangan keuangan masih ada akibat utang masa lalu.sebagaian besar generasi muda sekarang tidak mengatahui pristiwa tersebut.
Petani membuka lahan di Sei Banyak Ikan Kelayang dengan menggunakan ''Parang Tobe''. Alat pertanian ini berypa parang, biasanya terbuat dari per mobil yang ditempa oleh pengrerajin Pandai Bosi (Pandai Besi).
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]]
g1vi5jlthj8g69i0ws45fjgjtqavsjq
117017
117004
2026-06-17T05:55:24Z
Hendri Saleh
40599
Parang tobe
117017
wikitext
text/x-wiki
'''Sungai Banyak Ikan''' adalah nama sebuah desa yang berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Masalah sosial kemasyarakatan yang menonjol di desa ini terjadi tahun 2000, terjadi penjualan lahan desa / adat oleh oknum serta peneangan hutan desa secara liar.
Mulai 2005 Sungai Banyak Ikan, bangkit. Tahun itu desa ini dinyatakan sebagai pemenang lomba kebersihan tingkat kecamatan. Pemulihan ekonomi desa mulai tampak. Pemberdayaan lembaga-lemabaga masyarakat mulai jalan, kader-kader muda yang memiliki semangat membangun desa dan menunjang berbagai program yang dapat mempercepat kemajuan.pembangunan infrastruktur mulai terlihat.
Petani membuka lahan di Sei Banyak Ikan dengan menggunakan ''Parang Tobe''. Alat pertanian ini berupa parang, biasanya terbuat dari per mobil yang ditempa oleh pengrerajin ''Pandai Bosi'' (Pandai Besi). Ukurannya sekitar satu meter, menggunakan gagang kayu dan berbentuk melengkung.
[[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]]
[[Kategori:Kebudayaan Melayu Indragiri]]
5drp7lxyj5hp3cxljh432pl4iilvv1y
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang jaya
0
27106
117002
115233
2026-06-17T01:45:26Z
BAYU SRI SETIAJI 1A
42668
/* */ Apresepsi kewarganegaraan 5,6,7,8,9
117002
wikitext
text/x-wiki
Pematang jaya adalah sebuah desa yang terdapat dalam Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Di desa ini terdapat istilah pertanian seperti (ngasak) ini merupakan kebiasaan petani memperbolehkan warga lain (yang kurang mampu) untuk mengambil sisa sisa hasil panen yang tertinggal seperti (berondolan dan semangka).
Tradisi meminta bibit tanaman Biasanya dilakukan saat berkunjung (sowan), saat mengobrol santai di sore hari, atau ketika melintas di depan rumah tetangga yang sedang berkebun.
Pendekatan "Muji" (Memuji) tanaman terlebih dahulu sebelum meminta.
Terdapat Hukum tidak tertulis berupa kesepakatan adat dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun yaitu PRANATA MANGSA (PENATAAN MUSIM).
Isi nya adalah sistem kalender pertanian yang mengatur waktu yang tepat untuk menanam, merawat, hingga memanen berdasarkan tanda-tanda alam dan perubahan cuaca (mangsa). Pranata Mangsa adalah strategi adaptasi petani tradisional untuk "membaca" alam agar aktivitas pertanian tetap produktif dan berkelanjutan.
Gotong Royong/Sambatan: Kegiatan bekerja sama untuk membantu tetangga atau perbaikan fasilitas desa.
Siskamling/Ronda: upaya masyarakat menjaga keamanan desa secara tradisional untuk menjaga ketertiban lingkungan.
Di desa ini pemerintahnya membuat peraturan(penegakan hukum) dengan mengadakan musyawarah dengan warga dan membuat kesepakatan tentang hewan ternak dilarang merusak tanaman warga, sehingga hal itu juga dapat menciptakan kebersihan lingkungan. Dan bagi yang hewan ternak nnya merusak tanaman atau mengotori halaman tetangga maka akan di kenakan sanksi berupa denda.
Pemerintah desa menyediakan akses informasi yang mudah dipahami. Dengan melakukan pemasangan baliho di tempat terbuka, papan informasi program kerja, serta penyampaian laporan anggaran Perencanaan Pembangunan desa.
Kumpul Bareng (Rembukan): Semua pihak dipanggil duduk bareng di balai buat cari jalan keluar.
Buka: Tetua adat membuka acara dan menenangkan suasana.
Dengar: Korban dan pelaku bergantian cerita dengan jujur.
Saksi: Tokoh atau saksi memberi info tambahan.
Tengah: Tetua adat memberi nasihat sebagai penengah.
Solusi: Semua pihak diskusi cari jalan damai.
Sah: Keputusan disepakati bersama dan jabat tangan.
Sistem Simpan Pinjam / Utang Simpan, Warga menyimpan atau menitipkan gabah mereka di lumbung. Gabah ini dapat dipinjam kembali oleh petani saat membutuhkan modal atau saat krisis pangan.
mengolah limbah kulit singkong menjadi keripik, -Cuci bersih kulit singkong bagian dalam (berwarna putih), lalu potong-potong.
-Rebus potongan kulit selama 15 menit untuk menghilangkan getah dan senyawa sianida, lalu tiriskan.
-Lumuri dengan campuran garam, bawang putih, ketumbar bubuk, dan kaldu.
-Celupkan ke adonan tepung (campuran tepung beras dan tapioka).
-Goreng dengan minyak panas hingga matang dan renyah
Pot Sabut Kelapa Membentuk serat kelapa kasar menjadi pot tanaman organik yang bisa langsung ditanam ke dalam tanah tanpa merusak akar. Menjual satu paket berisi Coco Pot, benih sayuran (selada/cabai), dan media tanam cocopeat. Ini sangat diminati masyarakat kota yang suka berkebun di rumah.
9d4qwmgqmvzklnqbce6s193kenf9zkb
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Pematang Reba
0
27112
117064
116470
2026-06-17T08:06:38Z
Luthfiana Muthoffifin 1A
42662
/* */ proses penegakan hukum di Kelurahan Pematang Reba
117064
wikitext
text/x-wiki
Desa Pematang Reba adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sebagian besar masyarakat di desa ini bekerja di bidang pertanian atau memiliki kebun seperti kebun kelapa sawit, karet, maupun tanaman buah. Kehidupan masyarakatnya masih sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghargai antar sesama warga. Salah satu perilaku masyarakat yang sering dilakukan adalah saling tukar bibit tanaman. Biasanya jika ada warga yang memiliki bibit tanaman seperti cabai, sayur, atau tanaman buah, mereka akan memberikan atau menukar bibit tersebut dengan tetangga. Misalnya ada yang memiliki bibit cabai atau bibit pepaya yang banyak, maka sebagian akan diberikan kepada tetangga untuk ditanam juga di kebunnya atau di pekarangan rumah.
Selain itu, masyarakat yang bertempat tinggal di dekat aliran sungai mereka biasanya sering kali melakukan kegiatan pertanian dengan bercocok tanaman buah seperti buah rambutan,buah durian maupun buah matoa. Ketika hasil panen buah melimpah maka, sisa hasil panen buah akan diberikan pada orang lain atas bentuk rasa syukur mereka para petani atas hasil pertanian yang melimpah. Ada juga istilah perilaku masyarakat didesa ini seperti ketika hasil panen melimpah yaitu " ''numpang ambek"'' yang artinya ketika ada orang yang ingin meminta izin untuk mengambil tanaman buah yang ingin dimakan dan sang pemilik pun akan mengatakan "''ambek aje"'' yang berarti sang pemilik pun akan memberikan izin untuk mengambil tananaman buah secukupnya.
Batobo juga merupakan perilaku masyarakat Pematang Reba yang dilakukan dengan saling membantu dalam kegiatan pertanian, seperti membersihkan lahan, menanam, atau memanen hasil kebun. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan langsung. Perilaku ini mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling tolong-menolong antarwarga sehingga pekerjaan pertanian menjadi lebih ringan dan cepat selesai.
Nilai adat maupun tradisi yang masih melekat dan terjaga pada masyarakat di desa ini berupa tradisi " ''numpang tanam"'' yaitu kebiasaan meminta bibit tanaman berupa bibit sayuran maupun buah-buahan kepada para tetangga atau kerabat dengan sikap yang sopan dan santun, biasanya para pemberi akan memberikan tanaman bibit secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Salah satu tradisi " ''numpang tanam"'' ini masih mencerminkan nilai gotong royong,solidaritas dan menumbuhkan kepercayaan antar warga sekitar. Selain itu , kebiasaan ini juga mendukung kegiatan agribisnis secara sederhana, karena dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bibit tanpa biaya yang besar. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang berada di lingkungan masyarakat.
Di Desa Pematang Reba, masyarakat sering bertukar bibit atau hasil tanaman dengan tetangga dan keluarga. Misalnya, seseorang memberikan bibit mangga atau rambutan kepada orang lain yang ingin menanamnya. Sebagai balasan, penerima biasanya akan berbagi hasil panen atau membantu ketika dibutuhkan. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi. Dalam bidang agribisnis, kebiasaan ini membantu menjaga keberagaman tanaman, memperluas budidaya, dan mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Salah satu aturan hukum tidak tertulis yang merupakan aturan adat dan masih berlaku sampai sekarang di Desa Pematang Reba, yaitu berupa larangan mengambil hasil kebun atau hasil pertanian milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Masyarakat setempat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran serta saling menghormati, sehingga setiap orang yang ingin mengambil buah, sayur, atau tanaman harus terlebih dahulu meminta izin pemiliknya. Apabila aturan ini dilanggar, maka para pelaku biasanya akan mendapatkan teguran sosial dari masyarakat dan dianggap tidak menghargai norma serta adat yang berlaku di tempat itu. Aturan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, kepercayaan dan keharmonisan hubungan antarwarga khususnya dalam kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Di Pematang Reba juga berlaku aturan tidak tertulis bahwa air irigasi untuk sawah atau kebun harus dibagi secara adil. Petani tidak boleh mengambil air secara berlebihan sendiri, tetapi harus bergiliran agar semua lahan pertanian mendapat air dengan cukup.
Sedangkan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) terlihat dalam kehidupan masyarakat melalui keseimbangan antara memperoleh layanan publik atau berpatisipasi aktif dalam menjaga ketertiban sosial. Salah satu hal menarik yang masih dapat diamati di Desa ini adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Masyarakat di Desa ini biasanya secara sukarela melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka seperti jalan, selokan maupun area permukiman. Hal ini dapat menunjukkan pelaksanaan kewajiban warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pemenuhan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan demikian, tindakan tersebut menunjukkan adanya sebuah rasa tanggung jawab bersama di antara masyarakat sekitar di Desa Pematang Reba.
Salah satu hal yang menarik di Desa Pematang Reba adalah bidang kesehatan, karena adanya kebiasaan masyarakat menjaga kesehatan dengan memanfaatkan posyandu dan layanan puskesmas. Warga rutin membawa balita untuk ditimbang dan diberi imunisasi, sehingga kesehatan anak di desa lebih terpantau dan terjaga.
Selain hak dan kewajiban pembahasan selanjutnya mengenai demokrasi serta sistem pemerintahan yang berada didaerah sekitar Pematang Reba salah satu contohnya yaitu prinsip partisipasi masyarakat di Kelurahan Pematang Reba yang dilaksanakan melalui pelibatan warga dalam forum musyawarah, penyampaian aspirasi pembangunan, serta kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Penerapan prinsip ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Prinsip partisipasi masyarakat di Desa Pematang Reba ada dan terlihat dalam kegiatan musyawarah desa. Dalam kegiatan ini, warga diundang untuk hadir di balai desa guna membahas berbagai program pembangunan, seperti perbaikan jalan atau kegiatan sosial. Masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun masukan, kemudian keputusan diambil secara bersama-sama melalui kesepakatan atau mufakat.
Di Desa Pematang Reba, proses penegakan hukum biasanya dilakukan secara sederhana melalui musyawarah dan kesepakatan adat. Jika terjadi pelanggaran, masalah terlebih dahulu dibahas di tingkat keluarga atau RT/RW, kemudian jika belum selesai dilanjutkan ke kepala dusun atau perangkat desa. Selanjutnya dilakukan musyawarah desa yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait untuk mencari solusi secara adil dan kekeluargaan. Hasil keputusan biasanya berupa sanksi sosial, teguran, atau ganti rugi sesuai kesepakatan bersama agar tercipta ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Petani di Desa Pematang Reba mengantisipasi paceklik dengan menyisihkan sebagian hasil panen untuk disimpan sebagai cadangan pangan. Mereka juga menyimpan bahan makanan di tempat yang kering dan aman serta memanfaatkan hasil kebun atau tanaman lain sebagai pengganti saat musim sulit.
Salah satu contoh di Desa Pematang Reba adalah pengolahan kelapa. Air kelapa dapat dimanfaatkan menjadi minuman segar atau difermentasi menjadi cuka/produk olahan sederhana, sedangkan daging kelapa diolah menjadi santan, minyak kelapa, atau makanan tradisional. Pemanfaatan ini meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan mengurangi limbah.
Di Desa Pematang Reba terdapat potensi kelapa sawit yang besar, terutama dari limbah seperti pelepah dan tandan kosong yang dapat dimanfaatkan dalam bidang agribisnis dengan cara diolah menjadi pupuk kompos, media budidaya jamur, serta briket bahan bakar sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Proses Penegakan Hukum di Kelurahan Pematang Reba biasanya terjadi ketika terdapat sebuah pelanggaran dalam kegiatan agribisnis maupun kegiatan lainnya seperti sengketa lahan atau penggunaan lahan yang tidak sesuai aturan, penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah antara pihak yang bersangkutan. Jika tidak ditemukan kesepakatan maka, masalah tersebut dapat dilaporkan kepada pihak kelurahan atau pihak instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Proses ini bertujuan menjaga ketertiban dan keberlanjutan kegiatan masyarakat di Kelurahan Pematang Reba.
9uvh1zmqk81oy41gqiiphu056xkswkv
117065
117064
2026-06-17T09:03:08Z
Luthfiana Muthoffifin 1A
42662
Cara petani di Kelurahan Pematang Reba untuk mengantisipasi masa paceklik
117065
wikitext
text/x-wiki
Desa Pematang Reba adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sebagian besar masyarakat di desa ini bekerja di bidang pertanian atau memiliki kebun seperti kebun kelapa sawit, karet, maupun tanaman buah. Kehidupan masyarakatnya masih sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghargai antar sesama warga. Salah satu perilaku masyarakat yang sering dilakukan adalah saling tukar bibit tanaman. Biasanya jika ada warga yang memiliki bibit tanaman seperti cabai, sayur, atau tanaman buah, mereka akan memberikan atau menukar bibit tersebut dengan tetangga. Misalnya ada yang memiliki bibit cabai atau bibit pepaya yang banyak, maka sebagian akan diberikan kepada tetangga untuk ditanam juga di kebunnya atau di pekarangan rumah.
Selain itu, masyarakat yang bertempat tinggal di dekat aliran sungai mereka biasanya sering kali melakukan kegiatan pertanian dengan bercocok tanaman buah seperti buah rambutan,buah durian maupun buah matoa. Ketika hasil panen buah melimpah maka, sisa hasil panen buah akan diberikan pada orang lain atas bentuk rasa syukur mereka para petani atas hasil pertanian yang melimpah. Ada juga istilah perilaku masyarakat didesa ini seperti ketika hasil panen melimpah yaitu " ''numpang ambek"'' yang artinya ketika ada orang yang ingin meminta izin untuk mengambil tanaman buah yang ingin dimakan dan sang pemilik pun akan mengatakan "''ambek aje"'' yang berarti sang pemilik pun akan memberikan izin untuk mengambil tananaman buah secukupnya.
Batobo juga merupakan perilaku masyarakat Pematang Reba yang dilakukan dengan saling membantu dalam kegiatan pertanian, seperti membersihkan lahan, menanam, atau memanen hasil kebun. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan langsung. Perilaku ini mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling tolong-menolong antarwarga sehingga pekerjaan pertanian menjadi lebih ringan dan cepat selesai.
Nilai adat maupun tradisi yang masih melekat dan terjaga pada masyarakat di desa ini berupa tradisi " ''numpang tanam"'' yaitu kebiasaan meminta bibit tanaman berupa bibit sayuran maupun buah-buahan kepada para tetangga atau kerabat dengan sikap yang sopan dan santun, biasanya para pemberi akan memberikan tanaman bibit secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Salah satu tradisi " ''numpang tanam"'' ini masih mencerminkan nilai gotong royong,solidaritas dan menumbuhkan kepercayaan antar warga sekitar. Selain itu , kebiasaan ini juga mendukung kegiatan agribisnis secara sederhana, karena dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bibit tanpa biaya yang besar. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang berada di lingkungan masyarakat.
Di Desa Pematang Reba, masyarakat sering bertukar bibit atau hasil tanaman dengan tetangga dan keluarga. Misalnya, seseorang memberikan bibit mangga atau rambutan kepada orang lain yang ingin menanamnya. Sebagai balasan, penerima biasanya akan berbagi hasil panen atau membantu ketika dibutuhkan. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi. Dalam bidang agribisnis, kebiasaan ini membantu menjaga keberagaman tanaman, memperluas budidaya, dan mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Salah satu aturan hukum tidak tertulis yang merupakan aturan adat dan masih berlaku sampai sekarang di Desa Pematang Reba, yaitu berupa larangan mengambil hasil kebun atau hasil pertanian milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Masyarakat setempat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran serta saling menghormati, sehingga setiap orang yang ingin mengambil buah, sayur, atau tanaman harus terlebih dahulu meminta izin pemiliknya. Apabila aturan ini dilanggar, maka para pelaku biasanya akan mendapatkan teguran sosial dari masyarakat dan dianggap tidak menghargai norma serta adat yang berlaku di tempat itu. Aturan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, kepercayaan dan keharmonisan hubungan antarwarga khususnya dalam kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Di Pematang Reba juga berlaku aturan tidak tertulis bahwa air irigasi untuk sawah atau kebun harus dibagi secara adil. Petani tidak boleh mengambil air secara berlebihan sendiri, tetapi harus bergiliran agar semua lahan pertanian mendapat air dengan cukup.
Sedangkan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) terlihat dalam kehidupan masyarakat melalui keseimbangan antara memperoleh layanan publik atau berpatisipasi aktif dalam menjaga ketertiban sosial. Salah satu hal menarik yang masih dapat diamati di Desa ini adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Masyarakat di Desa ini biasanya secara sukarela melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka seperti jalan, selokan maupun area permukiman. Hal ini dapat menunjukkan pelaksanaan kewajiban warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pemenuhan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan demikian, tindakan tersebut menunjukkan adanya sebuah rasa tanggung jawab bersama di antara masyarakat sekitar di Desa Pematang Reba.
Salah satu hal yang menarik di Desa Pematang Reba adalah bidang kesehatan, karena adanya kebiasaan masyarakat menjaga kesehatan dengan memanfaatkan posyandu dan layanan puskesmas. Warga rutin membawa balita untuk ditimbang dan diberi imunisasi, sehingga kesehatan anak di desa lebih terpantau dan terjaga.
Selain hak dan kewajiban pembahasan selanjutnya mengenai demokrasi serta sistem pemerintahan yang berada didaerah sekitar Pematang Reba salah satu contohnya yaitu prinsip partisipasi masyarakat di Kelurahan Pematang Reba yang dilaksanakan melalui pelibatan warga dalam forum musyawarah, penyampaian aspirasi pembangunan, serta kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Penerapan prinsip ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Prinsip partisipasi masyarakat di Desa Pematang Reba ada dan terlihat dalam kegiatan musyawarah desa. Dalam kegiatan ini, warga diundang untuk hadir di balai desa guna membahas berbagai program pembangunan, seperti perbaikan jalan atau kegiatan sosial. Masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun masukan, kemudian keputusan diambil secara bersama-sama melalui kesepakatan atau mufakat.
Di Desa Pematang Reba, proses penegakan hukum biasanya dilakukan secara sederhana melalui musyawarah dan kesepakatan adat. Jika terjadi pelanggaran, masalah terlebih dahulu dibahas di tingkat keluarga atau RT/RW, kemudian jika belum selesai dilanjutkan ke kepala dusun atau perangkat desa. Selanjutnya dilakukan musyawarah desa yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait untuk mencari solusi secara adil dan kekeluargaan. Hasil keputusan biasanya berupa sanksi sosial, teguran, atau ganti rugi sesuai kesepakatan bersama agar tercipta ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Petani di Desa Pematang Reba mengantisipasi paceklik dengan menyisihkan sebagian hasil panen untuk disimpan sebagai cadangan pangan. Mereka juga menyimpan bahan makanan di tempat yang kering dan aman serta memanfaatkan hasil kebun atau tanaman lain sebagai pengganti saat musim sulit.
Salah satu contoh di Desa Pematang Reba adalah pengolahan kelapa. Air kelapa dapat dimanfaatkan menjadi minuman segar atau difermentasi menjadi cuka/produk olahan sederhana, sedangkan daging kelapa diolah menjadi santan, minyak kelapa, atau makanan tradisional. Pemanfaatan ini meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan mengurangi limbah.
Di Desa Pematang Reba terdapat potensi kelapa sawit yang besar, terutama dari limbah seperti pelepah dan tandan kosong yang dapat dimanfaatkan dalam bidang agribisnis dengan cara diolah menjadi pupuk kompos, media budidaya jamur, serta briket bahan bakar sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Proses Penegakan Hukum di Kelurahan Pematang Reba biasanya terjadi ketika terdapat sebuah pelanggaran dalam kegiatan agribisnis maupun kegiatan lainnya seperti sengketa lahan atau penggunaan lahan yang tidak sesuai aturan, penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah antara pihak yang bersangkutan. Jika tidak ditemukan kesepakatan maka, masalah tersebut dapat dilaporkan kepada pihak kelurahan atau pihak instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Proses ini bertujuan menjaga ketertiban dan keberlanjutan kegiatan masyarakat di Kelurahan Pematang Reba.
Ketika para petani di kelurahan Pematang Reba mengalami masa peceklik biasanya mereka mengatasi dengan cara mengolah kembali hasil pertanian menjadi sebuah produk yang lebih tahan lama serta menanam lebih dari satu jenis komoditas agar tidak bergantung pada satu sumber pangan maupun menyimpan benih untuk musim tanam berikutnya.
pi6cox2l3utn57veyltfxm680lsvo08
117067
117065
2026-06-17T09:51:54Z
Luthfiana Muthoffifin 1A
42662
Salah satu contoh cara pengolahan tanaman menjadi bahan pangan atau produk sampingan di Kelurahan Pematang Reba
117067
wikitext
text/x-wiki
Desa Pematang Reba adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sebagian besar masyarakat di desa ini bekerja di bidang pertanian atau memiliki kebun seperti kebun kelapa sawit, karet, maupun tanaman buah. Kehidupan masyarakatnya masih sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghargai antar sesama warga. Salah satu perilaku masyarakat yang sering dilakukan adalah saling tukar bibit tanaman. Biasanya jika ada warga yang memiliki bibit tanaman seperti cabai, sayur, atau tanaman buah, mereka akan memberikan atau menukar bibit tersebut dengan tetangga. Misalnya ada yang memiliki bibit cabai atau bibit pepaya yang banyak, maka sebagian akan diberikan kepada tetangga untuk ditanam juga di kebunnya atau di pekarangan rumah.
Selain itu, masyarakat yang bertempat tinggal di dekat aliran sungai mereka biasanya sering kali melakukan kegiatan pertanian dengan bercocok tanaman buah seperti buah rambutan,buah durian maupun buah matoa. Ketika hasil panen buah melimpah maka, sisa hasil panen buah akan diberikan pada orang lain atas bentuk rasa syukur mereka para petani atas hasil pertanian yang melimpah. Ada juga istilah perilaku masyarakat didesa ini seperti ketika hasil panen melimpah yaitu " ''numpang ambek"'' yang artinya ketika ada orang yang ingin meminta izin untuk mengambil tanaman buah yang ingin dimakan dan sang pemilik pun akan mengatakan "''ambek aje"'' yang berarti sang pemilik pun akan memberikan izin untuk mengambil tananaman buah secukupnya.
Batobo juga merupakan perilaku masyarakat Pematang Reba yang dilakukan dengan saling membantu dalam kegiatan pertanian, seperti membersihkan lahan, menanam, atau memanen hasil kebun. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan langsung. Perilaku ini mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling tolong-menolong antarwarga sehingga pekerjaan pertanian menjadi lebih ringan dan cepat selesai.
Nilai adat maupun tradisi yang masih melekat dan terjaga pada masyarakat di desa ini berupa tradisi " ''numpang tanam"'' yaitu kebiasaan meminta bibit tanaman berupa bibit sayuran maupun buah-buahan kepada para tetangga atau kerabat dengan sikap yang sopan dan santun, biasanya para pemberi akan memberikan tanaman bibit secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Salah satu tradisi " ''numpang tanam"'' ini masih mencerminkan nilai gotong royong,solidaritas dan menumbuhkan kepercayaan antar warga sekitar. Selain itu , kebiasaan ini juga mendukung kegiatan agribisnis secara sederhana, karena dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bibit tanpa biaya yang besar. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang berada di lingkungan masyarakat.
Di Desa Pematang Reba, masyarakat sering bertukar bibit atau hasil tanaman dengan tetangga dan keluarga. Misalnya, seseorang memberikan bibit mangga atau rambutan kepada orang lain yang ingin menanamnya. Sebagai balasan, penerima biasanya akan berbagi hasil panen atau membantu ketika dibutuhkan. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi. Dalam bidang agribisnis, kebiasaan ini membantu menjaga keberagaman tanaman, memperluas budidaya, dan mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Salah satu aturan hukum tidak tertulis yang merupakan aturan adat dan masih berlaku sampai sekarang di Desa Pematang Reba, yaitu berupa larangan mengambil hasil kebun atau hasil pertanian milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Masyarakat setempat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran serta saling menghormati, sehingga setiap orang yang ingin mengambil buah, sayur, atau tanaman harus terlebih dahulu meminta izin pemiliknya. Apabila aturan ini dilanggar, maka para pelaku biasanya akan mendapatkan teguran sosial dari masyarakat dan dianggap tidak menghargai norma serta adat yang berlaku di tempat itu. Aturan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, kepercayaan dan keharmonisan hubungan antarwarga khususnya dalam kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Di Pematang Reba juga berlaku aturan tidak tertulis bahwa air irigasi untuk sawah atau kebun harus dibagi secara adil. Petani tidak boleh mengambil air secara berlebihan sendiri, tetapi harus bergiliran agar semua lahan pertanian mendapat air dengan cukup.
Sedangkan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) terlihat dalam kehidupan masyarakat melalui keseimbangan antara memperoleh layanan publik atau berpatisipasi aktif dalam menjaga ketertiban sosial. Salah satu hal menarik yang masih dapat diamati di Desa ini adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Masyarakat di Desa ini biasanya secara sukarela melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka seperti jalan, selokan maupun area permukiman. Hal ini dapat menunjukkan pelaksanaan kewajiban warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pemenuhan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan demikian, tindakan tersebut menunjukkan adanya sebuah rasa tanggung jawab bersama di antara masyarakat sekitar di Desa Pematang Reba.
Salah satu hal yang menarik di Desa Pematang Reba adalah bidang kesehatan, karena adanya kebiasaan masyarakat menjaga kesehatan dengan memanfaatkan posyandu dan layanan puskesmas. Warga rutin membawa balita untuk ditimbang dan diberi imunisasi, sehingga kesehatan anak di desa lebih terpantau dan terjaga.
Selain hak dan kewajiban pembahasan selanjutnya mengenai demokrasi serta sistem pemerintahan yang berada didaerah sekitar Pematang Reba salah satu contohnya yaitu prinsip partisipasi masyarakat di Kelurahan Pematang Reba yang dilaksanakan melalui pelibatan warga dalam forum musyawarah, penyampaian aspirasi pembangunan, serta kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Penerapan prinsip ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Prinsip partisipasi masyarakat di Desa Pematang Reba ada dan terlihat dalam kegiatan musyawarah desa. Dalam kegiatan ini, warga diundang untuk hadir di balai desa guna membahas berbagai program pembangunan, seperti perbaikan jalan atau kegiatan sosial. Masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun masukan, kemudian keputusan diambil secara bersama-sama melalui kesepakatan atau mufakat.
Di Desa Pematang Reba, proses penegakan hukum biasanya dilakukan secara sederhana melalui musyawarah dan kesepakatan adat. Jika terjadi pelanggaran, masalah terlebih dahulu dibahas di tingkat keluarga atau RT/RW, kemudian jika belum selesai dilanjutkan ke kepala dusun atau perangkat desa. Selanjutnya dilakukan musyawarah desa yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait untuk mencari solusi secara adil dan kekeluargaan. Hasil keputusan biasanya berupa sanksi sosial, teguran, atau ganti rugi sesuai kesepakatan bersama agar tercipta ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Petani di Desa Pematang Reba mengantisipasi paceklik dengan menyisihkan sebagian hasil panen untuk disimpan sebagai cadangan pangan. Mereka juga menyimpan bahan makanan di tempat yang kering dan aman serta memanfaatkan hasil kebun atau tanaman lain sebagai pengganti saat musim sulit.
Salah satu contoh di Desa Pematang Reba adalah pengolahan kelapa. Air kelapa dapat dimanfaatkan menjadi minuman segar atau difermentasi menjadi cuka/produk olahan sederhana, sedangkan daging kelapa diolah menjadi santan, minyak kelapa, atau makanan tradisional. Pemanfaatan ini meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan mengurangi limbah.
Di Desa Pematang Reba terdapat potensi kelapa sawit yang besar, terutama dari limbah seperti pelepah dan tandan kosong yang dapat dimanfaatkan dalam bidang agribisnis dengan cara diolah menjadi pupuk kompos, media budidaya jamur, serta briket bahan bakar sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Proses Penegakan Hukum di Kelurahan Pematang Reba biasanya terjadi ketika terdapat sebuah pelanggaran dalam kegiatan agribisnis maupun kegiatan lainnya seperti sengketa lahan atau penggunaan lahan yang tidak sesuai aturan, penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah antara pihak yang bersangkutan. Jika tidak ditemukan kesepakatan maka, masalah tersebut dapat dilaporkan kepada pihak kelurahan atau pihak instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Proses ini bertujuan menjaga ketertiban dan keberlanjutan kegiatan masyarakat di Kelurahan Pematang Reba.
Ketika para petani di kelurahan Pematang Reba mengalami masa peceklik biasanya mereka mengatasi dengan cara mengolah kembali hasil pertanian menjadi sebuah produk yang lebih tahan lama serta menanam lebih dari satu jenis komoditas agar tidak bergantung pada satu sumber pangan maupun menyimpan benih untuk musim tanam berikutnya.
Salah satu contoh pengolahan tanaman di Kelurahan Pematang Reba berupa tanaman umbi-umbian yang akan diolah kembali menjadi bahan pangan atau pun menjadi produk olahan sampingan seperti keripik singkong,tapai,kerupuk singkong,lepat ubi,gethuk dll. Untuk bagian batang dapat ditanam kembali, sedangkan untuk bagian daun biasanya akan diperjual belikan dipasar maupun diolah sendiri menjadi sayur.
0sr4kbs3rmyk5spp3kmwu5r7o8hinn9
117068
117067
2026-06-17T10:25:20Z
Luthfiana Muthoffifin 1A
42662
Salah satu SDA di Kelurahan Pematang Reba yang dimanfaatkan menjadi kearifan lokal dlm bidang agribisnis
117068
wikitext
text/x-wiki
Desa Pematang Reba adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sebagian besar masyarakat di desa ini bekerja di bidang pertanian atau memiliki kebun seperti kebun kelapa sawit, karet, maupun tanaman buah. Kehidupan masyarakatnya masih sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghargai antar sesama warga. Salah satu perilaku masyarakat yang sering dilakukan adalah saling tukar bibit tanaman. Biasanya jika ada warga yang memiliki bibit tanaman seperti cabai, sayur, atau tanaman buah, mereka akan memberikan atau menukar bibit tersebut dengan tetangga. Misalnya ada yang memiliki bibit cabai atau bibit pepaya yang banyak, maka sebagian akan diberikan kepada tetangga untuk ditanam juga di kebunnya atau di pekarangan rumah.
Selain itu, masyarakat yang bertempat tinggal di dekat aliran sungai mereka biasanya sering kali melakukan kegiatan pertanian dengan bercocok tanaman buah seperti buah rambutan,buah durian maupun buah matoa. Ketika hasil panen buah melimpah maka, sisa hasil panen buah akan diberikan pada orang lain atas bentuk rasa syukur mereka para petani atas hasil pertanian yang melimpah. Ada juga istilah perilaku masyarakat didesa ini seperti ketika hasil panen melimpah yaitu " ''numpang ambek"'' yang artinya ketika ada orang yang ingin meminta izin untuk mengambil tanaman buah yang ingin dimakan dan sang pemilik pun akan mengatakan "''ambek aje"'' yang berarti sang pemilik pun akan memberikan izin untuk mengambil tananaman buah secukupnya.
Batobo juga merupakan perilaku masyarakat Pematang Reba yang dilakukan dengan saling membantu dalam kegiatan pertanian, seperti membersihkan lahan, menanam, atau memanen hasil kebun. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan langsung. Perilaku ini mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling tolong-menolong antarwarga sehingga pekerjaan pertanian menjadi lebih ringan dan cepat selesai.
Nilai adat maupun tradisi yang masih melekat dan terjaga pada masyarakat di desa ini berupa tradisi " ''numpang tanam"'' yaitu kebiasaan meminta bibit tanaman berupa bibit sayuran maupun buah-buahan kepada para tetangga atau kerabat dengan sikap yang sopan dan santun, biasanya para pemberi akan memberikan tanaman bibit secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Salah satu tradisi " ''numpang tanam"'' ini masih mencerminkan nilai gotong royong,solidaritas dan menumbuhkan kepercayaan antar warga sekitar. Selain itu , kebiasaan ini juga mendukung kegiatan agribisnis secara sederhana, karena dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bibit tanpa biaya yang besar. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang berada di lingkungan masyarakat.
Di Desa Pematang Reba, masyarakat sering bertukar bibit atau hasil tanaman dengan tetangga dan keluarga. Misalnya, seseorang memberikan bibit mangga atau rambutan kepada orang lain yang ingin menanamnya. Sebagai balasan, penerima biasanya akan berbagi hasil panen atau membantu ketika dibutuhkan. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi. Dalam bidang agribisnis, kebiasaan ini membantu menjaga keberagaman tanaman, memperluas budidaya, dan mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Salah satu aturan hukum tidak tertulis yang merupakan aturan adat dan masih berlaku sampai sekarang di Desa Pematang Reba, yaitu berupa larangan mengambil hasil kebun atau hasil pertanian milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Masyarakat setempat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran serta saling menghormati, sehingga setiap orang yang ingin mengambil buah, sayur, atau tanaman harus terlebih dahulu meminta izin pemiliknya. Apabila aturan ini dilanggar, maka para pelaku biasanya akan mendapatkan teguran sosial dari masyarakat dan dianggap tidak menghargai norma serta adat yang berlaku di tempat itu. Aturan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, kepercayaan dan keharmonisan hubungan antarwarga khususnya dalam kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Di Pematang Reba juga berlaku aturan tidak tertulis bahwa air irigasi untuk sawah atau kebun harus dibagi secara adil. Petani tidak boleh mengambil air secara berlebihan sendiri, tetapi harus bergiliran agar semua lahan pertanian mendapat air dengan cukup.
Sedangkan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) terlihat dalam kehidupan masyarakat melalui keseimbangan antara memperoleh layanan publik atau berpatisipasi aktif dalam menjaga ketertiban sosial. Salah satu hal menarik yang masih dapat diamati di Desa ini adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Masyarakat di Desa ini biasanya secara sukarela melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka seperti jalan, selokan maupun area permukiman. Hal ini dapat menunjukkan pelaksanaan kewajiban warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pemenuhan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan demikian, tindakan tersebut menunjukkan adanya sebuah rasa tanggung jawab bersama di antara masyarakat sekitar di Desa Pematang Reba.
Salah satu hal yang menarik di Desa Pematang Reba adalah bidang kesehatan, karena adanya kebiasaan masyarakat menjaga kesehatan dengan memanfaatkan posyandu dan layanan puskesmas. Warga rutin membawa balita untuk ditimbang dan diberi imunisasi, sehingga kesehatan anak di desa lebih terpantau dan terjaga.
Selain hak dan kewajiban pembahasan selanjutnya mengenai demokrasi serta sistem pemerintahan yang berada didaerah sekitar Pematang Reba salah satu contohnya yaitu prinsip partisipasi masyarakat di Kelurahan Pematang Reba yang dilaksanakan melalui pelibatan warga dalam forum musyawarah, penyampaian aspirasi pembangunan, serta kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Penerapan prinsip ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Prinsip partisipasi masyarakat di Desa Pematang Reba ada dan terlihat dalam kegiatan musyawarah desa. Dalam kegiatan ini, warga diundang untuk hadir di balai desa guna membahas berbagai program pembangunan, seperti perbaikan jalan atau kegiatan sosial. Masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun masukan, kemudian keputusan diambil secara bersama-sama melalui kesepakatan atau mufakat.
Di Desa Pematang Reba, proses penegakan hukum biasanya dilakukan secara sederhana melalui musyawarah dan kesepakatan adat. Jika terjadi pelanggaran, masalah terlebih dahulu dibahas di tingkat keluarga atau RT/RW, kemudian jika belum selesai dilanjutkan ke kepala dusun atau perangkat desa. Selanjutnya dilakukan musyawarah desa yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait untuk mencari solusi secara adil dan kekeluargaan. Hasil keputusan biasanya berupa sanksi sosial, teguran, atau ganti rugi sesuai kesepakatan bersama agar tercipta ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Petani di Desa Pematang Reba mengantisipasi paceklik dengan menyisihkan sebagian hasil panen untuk disimpan sebagai cadangan pangan. Mereka juga menyimpan bahan makanan di tempat yang kering dan aman serta memanfaatkan hasil kebun atau tanaman lain sebagai pengganti saat musim sulit.
Salah satu contoh di Desa Pematang Reba adalah pengolahan kelapa. Air kelapa dapat dimanfaatkan menjadi minuman segar atau difermentasi menjadi cuka/produk olahan sederhana, sedangkan daging kelapa diolah menjadi santan, minyak kelapa, atau makanan tradisional. Pemanfaatan ini meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan mengurangi limbah.
Di Desa Pematang Reba terdapat potensi kelapa sawit yang besar, terutama dari limbah seperti pelepah dan tandan kosong yang dapat dimanfaatkan dalam bidang agribisnis dengan cara diolah menjadi pupuk kompos, media budidaya jamur, serta briket bahan bakar sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Proses Penegakan Hukum di Kelurahan Pematang Reba biasanya terjadi ketika terdapat sebuah pelanggaran dalam kegiatan agribisnis maupun kegiatan lainnya seperti sengketa lahan atau penggunaan lahan yang tidak sesuai aturan, penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah antara pihak yang bersangkutan. Jika tidak ditemukan kesepakatan maka, masalah tersebut dapat dilaporkan kepada pihak kelurahan atau pihak instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Proses ini bertujuan menjaga ketertiban dan keberlanjutan kegiatan masyarakat di Kelurahan Pematang Reba.
Ketika para petani di kelurahan Pematang Reba mengalami masa peceklik biasanya mereka mengatasi dengan cara mengolah kembali hasil pertanian menjadi sebuah produk yang lebih tahan lama serta menanam lebih dari satu jenis komoditas agar tidak bergantung pada satu sumber pangan maupun menyimpan benih untuk musim tanam berikutnya.
Salah satu contoh pengolahan tanaman di Kelurahan Pematang Reba berupa tanaman umbi-umbian yang akan diolah kembali menjadi bahan pangan atau pun menjadi produk olahan sampingan seperti keripik singkong,tapai,kerupuk singkong,lepat ubi,gethuk dll. Untuk bagian batang dapat ditanam kembali, sedangkan untuk bagian daun biasanya akan diperjual belikan dipasar maupun diolah sendiri menjadi sayur.
Selain kelapa sawit, salah satu potensi sumber daya di Kelurahan Pematang Reba adalah tanaman pisang yang banyak dibudidayakan masyarakat. Untuk meningkatkan nilai ekonomi, hasil panen pisang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti keripik pisang, sale pisang,bonggol pisang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik, media budidaya jamur, dan pakan ternak setelah melalui pengolahan tertentu. Melalui pengolahan tersebut, masyarakat dapat memperoleh nilai tambah dari hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha di bidang agribisnis yang berbasis pada potensi lokal.
951f5cv7ulag0q88s70lqqdziyhs1kr
Empat Wajah Jember dalam Satu Perjalanan
0
27484
116997
115952
2026-06-16T13:38:00Z
Astari28
36197
116997
wikitext
text/x-wiki
Jember sering kali dikenal sebagai kota tembakau. Namun, perjalanan ke beberapa sudut wilayah yang ada di kota Jember menunjukkan bahwa Jember juga memiliki banyak wajah yang beragam. Dalam satu perjalanan, saya menyaksikan beragam wajah jember selain tembakaunya. Mulai dari perkebunan teh di dataran tinggi, kehidupan nelayan di pesisir, inovasi hasil perkebunan di pusat penelitian dan keindahan pantai Jember Selatan yang seringkali menjadi tujuan wisata favorit.<ref>https://iccri.net/, diakses pada tanggal 6 Juni 2026</ref>
[[Berkas:Plang Pesona Gunung Gambir 2.jpg|jmpl|Kebun Teh Gunung Gambir]]
Perjalanan dimulai dari Gunung Gambir atau Wisata Agro Rengganis, sebuah kawasan perkebunan teh dengan udara yang sejuk dan hamparan pemandangan hijau dari kebun teh. Mengunjungi Gunung Gambir ketika musim penghujan, memberikan sensasi yang berbeda dengan menyaksikan kabut tebal dan terlihat sangat magis. Hamparan kebun teh tersusun rapi mengikuti kontur perbukitan. Di tengah keindahan alam Gunung Gambir, saya juga menjumpai beberapa petani kebun teh, meskipun lokasi ini sudah tidak aktif sebagai penyuplai tumbuhan teh. Kawasan ini juga kerapkali dikunjungi bersama keluarga untuk menikmati waktu santai bersama.
Dari dataran tinggi, perjalanan berlanjut ke TPI Puger. Tempat pelelangan ikan terbesar yang ada di Jember. Suasana yang ditemui juga berbeda. Jika Gunung Gambir menawarkan suasana sejuk dan menenangkan, TPI Puger memperlihatkan dinamika kehidupan masyarakat pesisir. Berbagai jenis macam ikan dan hasil laut beserta olahannya diperjual belikan. Juga terlihat aktivitas nelayan yang membetulkan perahu layarnya.
Setelah mengunjungi TPI Puger dan menyaksikan aktivitas jual beli, masyarakat dan nelayan. Perjalanan masih dilanjutkan untuk mengunjungi Puslit Koka atau dikenal dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Tempat ini memadukan penelitian, edukasi juga wisata. Di area kafe, terlihat berbagai inovasi produk yang terbuat dari kopi dan kakao. Kunjungan ke Puslit Koka memberikan pemahaman baru, bahwa kopi dan kako tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga hasil riset dan pengembangan. Puslit koka berdiri sejak tahun 1911 dan menjadi salah satu penelitian kopi dan kakao terkemuka di Indonesia.
Perjalanan mengunjungi Jember, ditutup dengan mengunjungi Pantai yang berada di wilayah Jember Selatan atau yang dikenal dengan Pantai Papuma. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota Jember, tetapi perjalanan yang cukup memakan waktu tersebut terbayar dengan pemandangan laut yang indah. Di sepanjang pantai terlihat deretan kapal nalayan yang bersandar dan beberapa warung makan melayani wisatawan yang datang menikmati suasana pesisir.
== Referensi ==
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
88t042iklf2aqtulrupqks50gyza2ej
Air Terjun di Kabupaten Jember
0
27503
116996
116775
2026-06-16T13:37:16Z
Astari28
36197
116996
wikitext
text/x-wiki
== Pengantar ==
'''Kabupaten Jember''' tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya dan hasil perkebunannya, tetapi juga memiliki pesona alam yang memikat, salah satunya adalah air terjun. Tersebar di berbagai kawasan pegunungan dan hutan yang masih asri, air terjun di Jember menawarkan keindahan panorama alam sekaligus menjadi destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Keberadaan air terjun tidak hanya memperkaya potensi pariwisata daerah, tetapi juga mencerminkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Jember. Dalam tulisan ini, pembaca diajak mengenal dua air terjun yang memiliki daya tarik tersendiri, yaitu Air Terjun Tancak dan Air Terjun Tujuh Bidadari, yang menjadi bagian dari keindahan alam Kabupaten Jember dan layak untuk terus dijaga serta dilestarikan.
== Penulis ==
* [[Air Terjun di Kabupaten Jember/Air Terjun Tancak|Air Terjun Tancak]] oleh Ika
* [[Air Terjun di Kabupaten Jember/Air Terjun Tujuh Bidadari|Air Terjun Tujuh Bidadari]] oleh Astari
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
6ylrmwsy11ixw66w2b4hc00u83hsg61
Putri Kembang Remigo
0
27555
116999
116931
2026-06-16T14:23:55Z
Ismaaatull
42809
116999
wikitext
text/x-wiki
== Dongeng Putri Kembang Remigo ==
[[File:Putri Kembang Remigo.ogg|thumb|Menceritakan seorang Puteri yang bernama Puteri Kembang Remigo yang menikah dengan Raja Naga]]
''Adolah Rajo ngan Penatia, nikah la lamo tapi anak lum jugo ado.''
'''Ada sebuah cerita, seorang raja dan istrinya, Penatia. Mereka sudah lama menikah, tetapi belum kunjung dianugerahi seorang anak.'''
''Suatu aghi pegilah Rajo ni ke tepi laut, pantai namo o. Nginaklah ke arah laut, cak diinaki banyak tegalau awan batan ujan di langit arah laut. "Kelo, kalu aku punyo anak, ku enjuak namo Puteri Kembang Remigo. Kalu la besak kelo, aku enjuak kah ngan Rajo Nago," kato Rajo.''
'''Suatu hari, Raja berjalan ke tepi pantai. Dia melihat ke arah laut. Waktu dilihat ada banyak awan hitam yang mengarah ke laut. "Nanti, kalau aku punya anak, ku beri nama Puteri Kembang Remigo. Jika sudah besar nanti, akan ku berikan dengan Raja Naga," kata Raja.'''
[[File:Desain puteri kembang remigo.png|thumb|Seorang raja dan istrinya melihat awan hitam di pantai dan menginginkan anak yang bernama Puteri kembang Remigo]]
''Lum lamo tu udim tu, Rajo ngan Penatia dienjuak ketughunan sughang anak tino yang dienjuak o namo Puteri Kembang Remigo. Semenjak Puteri Kembang Remigo lair, Rajo nido ngajung Puteri Kembang Remigo keluagh ghumah. Saking nido buliah o, rumbungan jemo dusun nido diajung o bemuni. Nido buliah sampai tedengagh ngan jemo jak di dusun seberang tentang kelahiran Puteri.
''
'''Belum lama setelah itu, Raja dan Penatia diberikan keturunan yang diberi nama Puteri Kembang Remigo. Semenjak Puteri Kembang Remigo lahir, dia tidak mengizinkan untuk Puteri keluar rumah. Bahkan penduduk desa diperintahkan untuk tutup mulut, jangan sampai didengar dengan orang di desa seberang tentang keberadaan Puteri'''
''La sebulan, duo bulan. La setaun, duo taun dan sampai kini la besak pulo Puteri Kembang Remigo ni. Rajo Nago jak di laut ngajungka ikan keciak, "Oy, Sanak, aku ni ndak mintak tulung cubo Kaba gaghi kuday ke ghumah Puteri Kembang Remigo anak jak Rajo Ulu Sungai."''
'''Sudah satu bulan, dua bulan. Satu tahun, dua tahun dan sekarang Puteri Kembang Remigo sudah besar. Raja Naga dari laut memerintahkan ikan kecil. "Teman, aku minta tolong coba kamu datang ke rumah Puteri Kembang Remigo anak Raja Ulu Sungai.'''"
''"Siap," kate o.''
'''"Siap," jawabnya'''.
''Udim tu, ikan Bilis pegi ke ulu sungai. Ingkaso ado gegebai dang ngambiak aiak gunoka bada aiak jak di gerigiak. Dimasuak ka o ikan Bilis ke dalam gerigiak ngan gegebai tu. Pas nian pulo, gegebai tu ngambiak aiak batak ke ghumah Rajo. Pas itu Puteri Kembang Remigo ndak nerimo lemang.''
'''Setelah itu, ikan kecil pergi ke ulu sungai. Ternyata ada ibu-ibu sedang mengambil air menggunakan tempat air dari bambu. Ikan Bilis melompat masuk ke dalam tempat air tersebut dan kebetulan ibu-ibu mengambil air untuk dibawa ke rumah Raja karena Puteri Kembang Remigo akan menerima hantaran lemang (nasi dalam bambu).'''
''Cak masuak ikan Bilis ke dalam ghumah Rajo. Nengagh kicikan Rajo, "Nah kapo kaba ni begangan la di ghumah ni karno Puteri Kembang Remigo ndak betunaan ngan Bujang Mengkurung di berang sano laut, janji cuman tujuah malam. Nido buliah nyo keruan ngan Rajo Nago". Tetibo gerigiak bada ikan Bilis ni tadi tekibagh, nepecit melenting-melenting ngulang begilighan ke laut. (Ikan Bilis ni tadi matak kabar batan Rajo Nago)."''
'''Di saat ikan kecil ini masuk ke rumah, ia mendengar perkataan Raja. "Nah, kalian silakan memasak jamuan di rumah ini, karena Puteri Kembang Remigo akan menikah dengan Bujang Mengkurung dari seberang laut dan waktu hanya tinggal 7 malam dan ingat jangan sampai berita ini terdengar dengan Raja Naga". Tiba-tiba tempat air yang di dalamnya ada ikan kecil tidak sengaja tumpah sehingga ikan kecil mengikuti tumpahan air dan kembali ke laut membawa kabar untuk Raja Naga.'''
''Sesampai o di bada Rajo Nago, "Rajo Nago kalu Kaba ndak ngan Puteri Kembang Remigo, ku enjuak waktu cuman tujuah malam, jemo kini la mulai begangan," Ikan Bilis ngadu ke Rajo Nago.''
'''Sesampainya di tempat Raja Naga. "Raja Naga, kalau mau Puteri Kembang Remigo waktu cuman 7 malam. Sekarang orang-orang sudah mulai menyiapkan jamuan untuk acara lamaran Puteri Kembang Remigo," lapor Ikan Bilis.'''
''Nengagh aduan ikan Bilis, ngangat Rajo Nago ni. Diajung o la ikan besak batan nyampaikah crito ke Rajo Ulu Sungai. Ikan besak langsung nepecit pegi nyampaikah crito Rajo Nago. Cak sampai o, tetemulah ngan jemo tuo mpai ndak mandi. "Ui pindo, Muanai. Aku ni nyampaikah crito jak di Rajo Nago. Puteri Kembang Remigo uji ndak nunak janji tujuah malam. Ini la tinggal empat malam." Perintah Rajo Nago ngajung mintak antatkah Puteri Kembang Remigo ke tepi mandian. Mo la udim, ajung Puteri meratika Rajo Nago, pacak Rajo Nago napatkahnyo (Ikan besak bepesan ngan jemo tuo). Pegilah Jemo tuo ni tadi, disampaikah crito rajo Nago ngan Rajo Ulu Sungai.''
'''Mendengar kabar dari ikan kecil, membuat Raja Naga marah. Lalu Raja Naga memerintahkan ikan besar untuk menyampaikan pesan untuk Raja Ulu Sungai. Sesampainya di sana, ikan besar bertemu dengan orang tua yang ingin mandi. "Wahai Saudara, aku membawa kabar dari Raja Naga untuk Raja Ulu Sungai. Apakah benar Puteri Kembang Remigo akan menikah dalam waktu tujuh malam ke depan? Sedangkan ini sudah malam keempat, Raja Naga untuk berpesan untuk membawakan Puteri Kembang Remigo ke tepi pemandian dan jika sudah siap, Puteri Kembang Remigo silakan memanggil Raja Naga, Raja Naga sendiri yang akan menjemputnya," kata ikan besar. Akhirnya, orang tua ini tadi langsung menyampaikan pesan dari Raja Naga ke Raja Ulu Sungai.'''
''Nengagh pesan jak Rajo Nago, nyo mintak antatkah Puteri Kembang Remigo. Rajo Ulu Sungai ni masang akal disiuak i lah Degenam batan nggantikah Puteri Kembang Remigo. Sampai ke tepi aiak, meratika la Degenam icak-icak nyadi Puteri, "Uy si Rajo Nago, dapat ka aku di tepi laman mandian," gaikan Degenam. Mangko ditimbalinyo jugo ngan Rajo Nago. Kato Rajo Nago, "Kalu lembagh sampai ke aiak, tintingkan tanggai menungkat langit." Udim itu diuraika nian gumbak ngan Degenam tapi nido sampai ke aiak, ditintingkan tanggai nido pulo bemuni.''
'''Mendengar pesan dari Raja Naga, dia meminta diantarkan Puteri Kembang Remigo. Raja Ulu Sungai mencari akal. Ia mendandani Degenam untuk menggantikan Puteri Kembang Remigo. Sesampainya di tepi air, Puteri Kembang Remigo mencoba memanggil Raja Naga. "Wahai Kakak si Raja Naga, jemput aku di tepi sungai ini," Teriak Degenam. Mendengar panggilan tersebut, Raja Naga menjawab, "Kalau kamu memang Puteri Kembang Remigo, coba uraikan rambutmu sebanyak 16 helai, jentikkan kuku panjangmu menghadap langit." Lalu Degenam mencoba menguraikan rambutnya, akan tetapi tidak sampai ke air, hanya sebatas pundak. Dijentikkan kuku panjangnya menghadap ke langit akan tetapi tidak ada bunyi terdengar.'''
''"Nido, nido iluak itu kaba Puteri Kembang Remigo," Rajo Nago ngangat. Pegilah Rajo Nago diajung o la anak bua o ngeruanka Puteri Kembang Remigo apo nido. Pas dikinaki nyegui Degenam. Pegi anak bua Rajo Nago disampaikah ngan Rajo Nago.''
'''Bukan, tidak seperti itu Puteri Kembang Remigo," Raja Naga memanas. Datang Raja Naga dan disuruhnyalah anak buahnya untuk mengetahui Puteri Kembang Remigo apa bukan. Saat dilihat ternyata Degenam dengan tampilan berantakan. Datanglah anak buah Raja Naga disampaikanlah dengan Raja Naga.'''
''"Ukan Puteri Kembang Remigo, tapi Degenam, nyo nunggu di tepi mandian tu Rajo Nago."''
'''Bukan Puteri Kembang Remigo, tetapi Degenam. Dia menunggu di tepi mandian, Raja Naga.'''
''"ditrajangka o di situ a, Degenam," perintah Rajo. Pegilah ditrajang o nggut nyangsai Degenam ni tadi. La nangsai mangko dicrito kah nyo batan Rajo Ulu Sungai ngan Degenam. "Kalu nido diantatka dalam duo aghi mangko dusun ni dighendam o ngan aiak," crito Rajo Nago.''
'''"Banting di situ, Degenam," perintah Raja. Datang anak buah Raja Naga, dibantingnya Degenam hingga jera. Kemudian Degenam diperintahkan menyampaikan pesan untuk disampaikan ke Raja Ulu Sungai yaitu kalau Puteri Kembang Remigo dalam dua hari ini tidak diantarkan ke Raja Naga, maka Desa Ulu Sungai akan terkena banjir yang teramat besar.'''
''Degenam tadi baliak nyampaikah crito Rajo Nago. Nengagh itu ukan o nurut malah Rajo melawan, Puteri Kembang Remigo nido diantatkah. Rajo Nago ngangat meraso dimadak ka, dilantak ka o nyo ujan deghas teghendam la galo guma sedusun. Mangko jemo sedusun ragat tu pegi galo ke ghumah Rajo, kato jemo tu.''
'''Degenam langsung menyampaikan pesan Raja Naga. Mendengar itu bukannya nurut, malah Raja Naga melawan, Puteri Kembang Remigo tidak diantarkan. Raja Naga memanas merasa diremehkan, diturunkannya hujan deras dan terendam semua rumah-rumah. Jadi, orang sedesa yang banyak itu datang ke rumah Raja, kata orang itu.'''
''"Luak mano kito ni, Emak? aiak ni nambah lamo nambah besak bae, ingunan la mati galo."''
'''Kita harus bagaimana ini, Bu? Air ini semakin lama semakin besar aja, hewan peliharaan sudah mati semua.'''
''Bemuni la Puteri Kembang Remigo, "Bak, antatkah la aku ni ke tepi mandian."''
'''Bilanglah Puteri Kembang Remigo ke bapaknya, "Bapak, antarkan aku ini ke tepi mandian."'''
''"Luak mano kaba ru akap kaba ndak betunaan ngan Bujang Mengkurung jak berang sano laut."''
'''"Bagaimana kamu ini, pagi-pagi kamu itu mau menikah dengan Bujang Mengkurung dari seberang laut."'''
''Dijawab o ngan Puteri Kembang Remigo, "Daripado kito mati galo, ajung la Rajo Nago tu susut kan la aiak, panas kan la aghi gancang akap-akap, mangko antatkah la aku ke tepi aiak."''
'''Dijawabnya dengan Puteri Kembang Remigo, "Daripada kita meninggal semua, suruhlah Raja Naga itu untuk menyusutkan air dan esok pagi panaskan cuaca dengan suhu tinggi dan jemput aku di tepi mandian.'''
''Disampaika la ke Rajo Nago pesan Puteri ni, mangko disusutkan o aiak, akap-akap o panas.''
'''Disampaikan pesan Puteri dengan Raja Naga dan kemudian dia menyusutkan air, paginya biar cuacanya panas.'''
''"Aku nyayangi nian kaba, Nak, tapi la telanjur bejanji. Amo nido, nyelah ini a jadi o, Nak," kato Rajo.''
'''Aku sayang dengan kamu, Nak. Tetapi janji harus ditepati. Kalau tidak benar seperti ini ya apa boleh buat, Nak," kata Raja.'''
''Puteri Kembang Remigo akap o diantatkah ke tepi mandian ngan batak jamuan. Mangko pegilah Puteri Kembang Remigo pas nian dipanggil o la Rajo Nago.''
'''Pada suatu pagi, Puteri Kembang Remigo diantarkan ke tepi mandian dengan membawa perjamuan. Kemudian, datanglah Puteri Kembang Remigo ketika dipanggil oleh Raja Naga.'''
''"Nago belang, Nago brandi iluak kutung tuo nian dalam gelumbang laut api pengulu perang kuday nian aku la benamo Puteri Kembang Remigo, dapat ka aku di tepi mandian."''
'''"Nago Belang, Nago brandi, iluak kutung tuo nian dalam gelombang laut api pengulu prang dulu sekali aku la bernamo Puteri Kembang Remigo, jemputlah aku di tepi mandian."[Puteri Kembang Remigo membaca mantra]'''
''Kato Rajo Nago, "Ngapo luak suaro Puteri Kembang Remigo manggilku?"''
'''Kata Raja Naga, "Kenapa kok seperti suara Puteri Kembang Remigo memanggil aku?"'''
''"Tando Putri Kembang Remigo nian uraika gumbak panjang 16 helai nggut sampai ke aiak, tintingkan tanggai munio nerungkat langit."''
'''Jika kamu benar-benar Puteri Kembang Remigo, uraikan rambut sebanyak 16 helai, jentikkan kuku panjangmu hingga bersuara sampai ke langit.'''
''Diuraika nyo gumbak dengan Puteri Kembang Remigo. Yak nyampai nian ke aiak, mangko ditintingkan nyo tanggai nerungkat langit, bemuni.''
'''Rambut Puteri Kembang Remigo diuraikan dan benar saja rambutnya sampai menyentuh ke air dan ketika dijentikkan kukunya ke langit, ada suaranya.'''
''Na nyela nian Putri Kembang Remigo, di ajak o kantin-kantin o ngan Rajo Nago batak njemput Puteri Kembang Remigo ni tadi.''
'''Nah, benar sekali kalau itu Puteri Kembang Remigo. Diajaknya semua teman Raja Naga tadi untuk membawa Puteri Kembang Remigo.'''
''La betenga pejalanan aiak tu nganyut ke ulu. Na kato Puteri Kembang Remigo, "la ndak sampai, Rajo Nago. Jemo la siap galo nunggu kedatangan Rajo Nago."''
'''Sudah di tengah perjalanan, air terlihat mengalir ke ulu. "Kita mau sampai. Orang-orang siap menunggu kedatangan Raja Naga," kata Putri Kembang Remigo.'''
''Lum lamo datang nian Rajo Nago tujuah ikuak tando Rajo Nago nian calai tanduak emas besisiak emas, sampai la Rajo Nago. Sampai tu wujud manusio, rupo budak bujang besak tinggi putiah. Disalami galo jemo banyak, dipamitkahnyo dengan rajo, "Aku ni nemuni janji Rajo Ulu Sungai, saghini aku ndak mataki Puteri Kembang Remigo ke seberang laut batan jadi bini ku,"''
'''Belum lama datang, Raja Naga pun tiba dengan menunjukkan ciri khasnya memakai tanduk emas dan bersisik emas. Namun, ketika sampai, ia berubah dalam wujud manusia, seperti lelaki muda berbadan besar, tinggi dan putih. Ia menyalami banyak orang, berpamitan kepada Raja, "Aku datang menagih janji Raja Ulu Sungai. Hari ini aku akan membawa Puteri Kembang Remigo ke seberang laut untuk menjadi istriku."'''
''Rajo nido pacak mantah, akhiro dibataklah Puteri Kembang Remigo ke seberang laut ngan Rajo Nago.''
'''Raja tidak bisa membantah. Akhirnya, dibawalah Puteri Kembang Remigo ke seberang laut dengan Raja Naga.'''
''Lum lamo itu, Rajo Nago dienjuak o anak tino agi. Dienjuak namo Puteri Kembang Melugh''
'''Belum lama itu, Raja Naga dianugerahi anak perempuan lagi. Kemudian, dikasih nama Puteri Kembang Melugh.'''
''Dongeng didapat dari penuturan Sajid, 30 tahun, pengisi suara''
ceqio2r6f2jpwvjrhnshrtlv0vm9pqg
117066
116999
2026-06-17T09:04:54Z
Ismaaatull
42809
117066
wikitext
text/x-wiki
== Dongeng Putri Kembang Remigo ==
[[File:Putri Kembang Remigo.ogg|thumb|Menceritakan seorang Puteri yang bernama Puteri Kembang Remigo yang menikah dengan Raja Naga]]
''Adolah Rajo ngan Penatia, nikah la lamo tapi anak lum jugo ado.''
'''Ada sebuah cerita, seorang raja dan istrinya, Penatia. Mereka sudah lama menikah, tetapi belum kunjung dianugerahi seorang anak.'''
''Suatu aghi pegilah Rajo ni ke tepi laut, pantai namo o. Nginaklah ke arah laut, cak diinaki banyak tegalau awan batan ujan di langit arah laut. "Kelo, kalu aku punyo anak, ku enjuak namo Puteri Kembang Remigo. Kalu la besak kelo, aku enjuak kah ngan Rajo Nago," kato Rajo.''
'''Suatu hari, Raja berjalan ke tepi pantai. Dia melihat ke arah laut. Waktu dilihat ada banyak awan hitam yang mengarah ke laut. "Nanti, kalau aku punya anak, ku beri nama Puteri Kembang Remigo. Jika sudah besar nanti, akan ku berikan dengan Raja Naga," kata Raja.'''
[[File:Desain puteri kembang remigo.png|thumb|Seorang raja dan istrinya melihat awan hitam di pantai dan menginginkan anak yang bernama Puteri kembang Remigo]]
''Lum lamo tu udim tu, Rajo ngan Penatia dienjuak ketughunan sughang anak tino yang dienjuak o namo Puteri Kembang Remigo. Semenjak Puteri Kembang Remigo lair, Rajo nido ngajung Puteri Kembang Remigo keluagh ghumah. Saking nido buliah o, rumbungan jemo dusun nido diajung o bemuni. Nido buliah sampai tedengagh ngan jemo jak di dusun seberang tentang kelahiran Puteri.
''
'''Belum lama setelah itu, Raja dan Penatia diberikan keturunan yang diberi nama Puteri Kembang Remigo. Semenjak Puteri Kembang Remigo lahir, dia tidak mengizinkan untuk Puteri keluar rumah. Bahkan penduduk desa diperintahkan untuk tutup mulut, jangan sampai didengar dengan orang di desa seberang tentang keberadaan Puteri'''
''La sebulan, duo bulan. La setaun, duo taun dan sampai kini la besak pulo Puteri Kembang Remigo ni. Rajo Nago jak di laut ngajungka ikan keciak, "Oy, Sanak, aku ni ndak mintak tulung cubo Kaba gaghi kuday ke ghumah Puteri Kembang Remigo anak jak Rajo Ulu Sungai."''
'''Sudah satu bulan, dua bulan. Satu tahun, dua tahun dan sekarang Puteri Kembang Remigo sudah besar. Raja Naga dari laut memerintahkan ikan kecil. "Teman, aku minta tolong coba kamu datang ke rumah Puteri Kembang Remigo anak Raja Ulu Sungai.'''"
''"Siap," kate o.''
'''"Siap," jawabnya'''.
''Udim tu, ikan Bilis pegi ke ulu sungai. Ingkaso ado gegebai dang ngambiak aiak gunoka bada aiak jak di gerigiak. Dimasuak ka o ikan Bilis ke dalam gerigiak ngan gegebai tu. Pas nian pulo, gegebai tu ngambiak aiak batak ke ghumah Rajo. Pas itu Puteri Kembang Remigo ndak nerimo lemang.''
'''Setelah itu, ikan kecil pergi ke ulu sungai. Ternyata ada ibu-ibu sedang mengambil air menggunakan tempat air dari bambu. Ikan Bilis melompat masuk ke dalam tempat air tersebut dan kebetulan ibu-ibu mengambil air untuk dibawa ke rumah Raja karena Puteri Kembang Remigo akan menerima hantaran lemang (nasi dalam bambu).'''
''Cak masuak ikan Bilis ke dalam ghumah Rajo. Nengagh kicikan Rajo, "Nah kapo kaba ni begangan la di ghumah ni karno Puteri Kembang Remigo ndak betunaan ngan Bujang Mengkurung di berang sano laut, janji cuman tujuah malam. Nido buliah nyo keruan ngan Rajo Nago". Tetibo gerigiak bada ikan Bilis ni tadi tekibagh, nepecit melenting-melenting ngulang begilighan ke laut. (Ikan Bilis ni tadi matak kabar batan Rajo Nago)."''
'''Di saat ikan kecil ini masuk ke rumah, ia mendengar perkataan Raja. "Nah, kalian silakan memasak jamuan di rumah ini, karena Puteri Kembang Remigo akan menikah dengan Bujang Mengkurung dari seberang laut dan waktu hanya tinggal 7 malam dan ingat jangan sampai berita ini terdengar dengan Raja Naga". Tiba-tiba tempat air yang di dalamnya ada ikan kecil tidak sengaja tumpah sehingga ikan kecil mengikuti tumpahan air dan kembali ke laut membawa kabar untuk Raja Naga.'''
''Sesampai o di bada Rajo Nago, "Rajo Nago kalu Kaba ndak ngan Puteri Kembang Remigo, ku enjuak waktu cuman tujuah malam, jemo kini la mulai begangan," Ikan Bilis ngadu ke Rajo Nago.''
'''Sesampainya di tempat Raja Naga. "Raja Naga, kalau mau Puteri Kembang Remigo waktu cuman 7 malam. Sekarang orang-orang sudah mulai menyiapkan jamuan untuk acara lamaran Puteri Kembang Remigo," lapor Ikan Bilis.'''
''Nengagh aduan ikan Bilis, ngangat Rajo Nago ni. Diajung o la ikan besak batan nyampaikah crito ke Rajo Ulu Sungai. Ikan besak langsung nepecit pegi nyampaikah crito Rajo Nago. Cak sampai o, tetemulah ngan jemo tuo mpai ndak mandi. "Ui pindo, Muanai. Aku ni nyampaikah crito jak di Rajo Nago. Puteri Kembang Remigo uji ndak nunak janji tujuah malam. Ini la tinggal empat malam." Perintah Rajo Nago ngajung mintak antatkah Puteri Kembang Remigo ke tepi mandian. Mo la udim, ajung Puteri meratika Rajo Nago, pacak Rajo Nago napatkahnyo (Ikan besak bepesan ngan jemo tuo). Pegilah Jemo tuo ni tadi, disampaikah crito rajo Nago ngan Rajo Ulu Sungai.''
'''Mendengar kabar dari ikan kecil, membuat Raja Naga marah. Lalu Raja Naga memerintahkan ikan besar untuk menyampaikan pesan untuk Raja Ulu Sungai. Sesampainya di sana, ikan besar bertemu dengan orang tua yang ingin mandi. "Wahai Saudara, aku membawa kabar dari Raja Naga untuk Raja Ulu Sungai. Apakah benar Puteri Kembang Remigo akan menikah dalam waktu tujuh malam ke depan? Sedangkan ini sudah malam keempat, Raja Naga untuk berpesan untuk membawakan Puteri Kembang Remigo ke tepi pemandian dan jika sudah siap, Puteri Kembang Remigo silakan memanggil Raja Naga, Raja Naga sendiri yang akan menjemputnya," kata ikan besar. Akhirnya, orang tua ini tadi langsung menyampaikan pesan dari Raja Naga ke Raja Ulu Sungai.'''
''Nengagh pesan jak Rajo Nago, nyo mintak antatkah Puteri Kembang Remigo. Rajo Ulu Sungai ni masang akal disiuak i lah Degenam batan nggantikah Puteri Kembang Remigo. Sampai ke tepi aiak, meratika la Degenam icak-icak nyadi Puteri, "Uy si Rajo Nago, dapat ka aku di tepi laman mandian," gaikan Degenam. Mangko ditimbalinyo jugo ngan Rajo Nago. Kato Rajo Nago, "Kalu lembagh sampai ke aiak, tintingkan tanggai menungkat langit." Udim itu diuraika nian gumbak ngan Degenam tapi nido sampai ke aiak, ditintingkan tanggai nido pulo bemuni.''
'''Mendengar pesan dari Raja Naga, dia meminta diantarkan Puteri Kembang Remigo. Raja Ulu Sungai mencari akal. Ia mendandani Degenam untuk menggantikan Puteri Kembang Remigo. Sesampainya di tepi air, Puteri Kembang Remigo mencoba memanggil Raja Naga. "Wahai Kakak si Raja Naga, jemput aku di tepi sungai ini," Teriak Degenam. Mendengar panggilan tersebut, Raja Naga menjawab, "Kalau kamu memang Puteri Kembang Remigo, coba uraikan rambutmu sebanyak 16 helai, jentikkan kuku panjangmu menghadap langit." Lalu Degenam mencoba menguraikan rambutnya, akan tetapi tidak sampai ke air, hanya sebatas pundak. Dijentikkan kuku panjangnya menghadap ke langit akan tetapi tidak ada bunyi terdengar.'''
''"Nido, nido iluak itu kaba Puteri Kembang Remigo," Rajo Nago ngangat. Pegilah Rajo Nago diajung o la anak bua o ngeruanka Puteri Kembang Remigo apo nido. Pas dikinaki nyegui Degenam. Pegi anak bua Rajo Nago disampaikah ngan Rajo Nago.''
'''Bukan, tidak seperti itu Puteri Kembang Remigo," Raja Naga memanas. Datang Raja Naga dan disuruhnyalah anak buahnya untuk mengetahui Puteri Kembang Remigo apa bukan. Saat dilihat ternyata Degenam dengan tampilan berantakan. Datanglah anak buah Raja Naga disampaikanlah dengan Raja Naga.'''
''"Ukan Puteri Kembang Remigo, tapi Degenam, nyo nunggu di tepi mandian tu Rajo Nago."''
'''Bukan Puteri Kembang Remigo, tetapi Degenam. Dia menunggu di tepi mandian, Raja Naga.'''
''"ditrajangka o di situ a, Degenam," perintah Rajo. Pegilah ditrajang o nggut nyangsai Degenam ni tadi. La nangsai mangko dicrito kah nyo batan Rajo Ulu Sungai ngan Degenam. "Kalu nido diantatka dalam duo aghi mangko dusun ni dighendam o ngan aiak," crito Rajo Nago.''
'''"Banting di situ, Degenam," perintah Raja. Datang anak buah Raja Naga, dibantingnya Degenam hingga jera. Kemudian Degenam diperintahkan menyampaikan pesan untuk disampaikan ke Raja Ulu Sungai yaitu kalau Puteri Kembang Remigo dalam dua hari ini tidak diantarkan ke Raja Naga, maka Desa Ulu Sungai akan terkena banjir yang teramat besar.'''
''Degenam tadi baliak nyampaikah crito Rajo Nago. Nengagh itu ukan o nurut malah Rajo melawan, Puteri Kembang Remigo nido diantatkah. Rajo Nago ngangat meraso dimadak ka, dilantak ka o nyo ujan deghas teghendam la galo guma sedusun. Mangko jemo sedusun ragat tu pegi galo ke ghumah Rajo, kato jemo tu.''
'''Degenam langsung menyampaikan pesan Raja Naga. Mendengar itu bukannya nurut, malah Raja Naga melawan, Puteri Kembang Remigo tidak diantarkan. Raja Naga memanas merasa diremehkan, diturunkannya hujan deras dan terendam semua rumah-rumah. Jadi, orang sedesa yang banyak itu datang ke rumah Raja, kata orang itu.'''
''"Luak mano kito ni, Emak? aiak ni nambah lamo nambah besak bae, ingunan la mati galo."''
'''Kita harus bagaimana ini, Bu? Air ini semakin lama semakin besar aja, hewan peliharaan sudah mati semua.'''
''Bemuni la Puteri Kembang Remigo, "Bak, antatkah la aku ni ke tepi mandian."''
'''Bilanglah Puteri Kembang Remigo ke bapaknya, "Bapak, antarkan aku ini ke tepi mandian."'''
''"Luak mano kaba ru akap kaba ndak betunaan ngan Bujang Mengkurung jak berang sano laut."''
'''"Bagaimana kamu ini, pagi-pagi kamu itu mau menikah dengan Bujang Mengkurung dari seberang laut."'''
''Dijawab o ngan Puteri Kembang Remigo, "Daripado kito mati galo, ajung la Rajo Nago tu susut kan la aiak, panas kan la aghi gancang akap-akap, mangko antatkah la aku ke tepi aiak."''
'''Dijawabnya dengan Puteri Kembang Remigo, "Daripada kita meninggal semua, suruhlah Raja Naga itu untuk menyusutkan air dan esok pagi panaskan cuaca dengan suhu tinggi dan jemput aku di tepi mandian.'''
''Disampaika la ke Rajo Nago pesan Puteri ni, mangko disusutkan o aiak, akap-akap o panas.''
'''Disampaikan pesan Puteri dengan Raja Naga dan kemudian dia menyusutkan air, paginya biar cuacanya panas.'''
''"Aku nyayangi nian kaba, Nak, tapi la telanjur bejanji. Amo nido, nyelah ini a jadi o, Nak," kato Rajo.''
'''Aku sayang dengan kamu, Nak. Tetapi janji harus ditepati. Kalau tidak benar seperti ini ya apa boleh buat, Nak," kata Raja.'''
''Puteri Kembang Remigo akap o diantatkah ke tepi mandian ngan batak jamuan. Mangko pegilah Puteri Kembang Remigo pas nian dipanggil o la Rajo Nago.''
'''Pada suatu pagi, Puteri Kembang Remigo diantarkan ke tepi mandian dengan membawa perjamuan. Kemudian, datanglah Puteri Kembang Remigo ketika dipanggil oleh Raja Naga.'''
''"Nago belang, Nago brandi iluak kutung tuo nian dalam gelumbang laut api pengulu perang kuday nian aku la benamo Puteri Kembang Remigo, dapat ka aku di tepi mandian."''
'''"Nago Belang, Nago brandi, iluak kutung tuo nian dalam gelombang laut api pengulu prang dulu sekali aku la bernamo Puteri Kembang Remigo, jemputlah aku di tepi mandian."[Puteri Kembang Remigo membaca mantra]'''
''Kato Rajo Nago, "Ngapo luak suaro Puteri Kembang Remigo manggilku?"''
'''Kata Raja Naga, "Kenapa kok seperti suara Puteri Kembang Remigo memanggil aku?"'''
''"Tando Putri Kembang Remigo nian uraika gumbak panjang 16 helai nggut sampai ke aiak, tintingkan tanggai munio nerungkat langit."''
'''Jika kamu benar-benar Puteri Kembang Remigo, uraikan rambut sebanyak 16 helai, jentikkan kuku panjangmu hingga bersuara sampai ke langit.'''
''Diuraika nyo gumbak dengan Puteri Kembang Remigo. Yak nyampai nian ke aiak, mangko ditintingkan nyo tanggai nerungkat langit, bemuni.''
'''Rambut Puteri Kembang Remigo diuraikan dan benar saja rambutnya sampai menyentuh ke air dan ketika dijentikkan kukunya ke langit, ada suaranya.'''
''Na nyela nian Putri Kembang Remigo, di ajak o kantin-kantin o ngan Rajo Nago batak njemput Puteri Kembang Remigo ni tadi.''
'''Nah, benar sekali kalau itu Puteri Kembang Remigo. Diajaknya semua teman Raja Naga tadi untuk membawa Puteri Kembang Remigo.'''
''La betenga pejalanan aiak tu nganyut ke ulu. Na kato Puteri Kembang Remigo, "la ndak sampai, Rajo Nago. Jemo la siap galo nunggu kedatangan Rajo Nago."''
'''Sudah di tengah perjalanan, air terlihat mengalir ke ulu. "Kita mau sampai. Orang-orang siap menunggu kedatangan Raja Naga," kata Putri Kembang Remigo.'''
''Lum lamo datang nian Rajo Nago tujuah ikuak tando Rajo Nago nian calai tanduak emas besisiak emas, sampai la Rajo Nago. Sampai tu wujud manusio, rupo budak bujang besak tinggi putiah. Disalami galo jemo banyak, dipamitkahnyo dengan rajo, "Aku ni nemuni janji Rajo Ulu Sungai, saghini aku ndak mataki Puteri Kembang Remigo ke seberang laut batan jadi bini ku,"''
'''Belum lama datang, Raja Naga pun tiba dengan menunjukkan ciri khasnya memakai tanduk emas dan bersisik emas. Namun, ketika sampai, ia berubah dalam wujud manusia, seperti lelaki muda berbadan besar, tinggi dan putih. Ia menyalami banyak orang, berpamitan kepada Raja, "Aku datang menagih janji Raja Ulu Sungai. Hari ini aku akan membawa Puteri Kembang Remigo ke seberang laut untuk menjadi istriku."'''
''Rajo nido pacak mantah, akhiro dibataklah Puteri Kembang Remigo ke seberang laut ngan Rajo Nago.''
'''Raja tidak bisa membantah. Akhirnya, dibawalah Puteri Kembang Remigo ke seberang laut dengan Raja Naga.'''
''Lum lamo itu, Rajo Nago dienjuak o anak tino agi. Dienjuak namo Puteri Kembang Melugh''
'''Belum lama itu, Raja Naga dianugerahi anak perempuan lagi. Kemudian, dikasih nama Puteri Kembang Melugh.'''
''Dongeng didapat dari penuturan Sajid, 30 tahun, pengisi suara''
''Dongeng bersumber dari Buku Nandai Mak''
ncprpneoj4megmq5athpikh7i6g4idn
Asal Usul Desa Masmambang
0
27558
117001
116934
2026-06-16T15:46:59Z
Ismaaatull
42809
117001
wikitext
text/x-wiki
== Legenda Desa Masmambang ==
[[File:Asal Usul Desa Masmambang.ogg|thumb|Bercerita asal usul Desa Masmambang,Talo, Seluma yang bermula dari pengembaraan]]
''Sekitar taun 1817, waktu itu Kerajaan Majapahit hancur di Jawa karno kompeni Belanda masuak, Agama Islam masuak. Akhir o ado sutiak keluargo dan rumbungannyo keluagh jak di Kerajaan Majapahit dan merantau ke sekitar Selat Sunda. Udim tu rumbungan kompeni tu bekiciak ndak nyemerang ke Sumatera mbuat rakit jak di batang kayu. Bebulan-bulan akhir o tekapung-kapung di tengah laut. Akhir o sampailah rumbungan tu ke Semenanjung Sumatera. Rumbungan tu ndaghat waktu itu di Lampung. Waktu itu bada rumbungan tu di sekitar Nusakambangan bada o di Way Kambas.''
'''Pada sekitar tahun 1817, waktu itu Kerajaan Majapahit hancur di Jawa akibat kompeni Belanda masuk, Agama Islam masuk. Akhirnya ada satu keluarga dan pengikut-pengikutnya keluar dari Kerajaan Majapahit dan merantau ke sekitar Selat Sunda. Lalu mereka berkompromi untuk menyeberang ke Sumatera membuat rakit dari batang kayu. Berbulan-bulan akhirnya terombang-ambing ke tengah lautan sampailah mereka ke Semenanjung Sumatera. Mereka mendarat waktu itu di Lampung. Waktu itu tempat mereka di sekitar Nusakambangan di daerah Way Kambas.'''
[[File:Desain Desa Masmambang.png|thumb|Seorang Raja dan anaknya yang tengah melihat pelangi dan disertai dengan emas yang berhamburan]]
''Setelah beminggu-minggu netap di Way Kambas. Waktu itu lum ado dusun, ado sutiak jak di keluargo nyo pegi ke aiak sungai. Diinaki di aiak sungai tu ado sutiak buah pinang nyo anyut ke aiak sungai, udim itu dio melapor ngan sang Rajo, namonyo Si Baka. Rajo o Si baka, bini o namo o Si Biki. Rumbungan ni melaporkah bahwa ado buah anyut, dulu o kito la ado manusio. “Kito pegi jak di sini,” kato Baka. Karno ndak ndalak bada lain, mangko ditinggalka sutiak keluargo. Nah, Ditinggal kela di Way Kambas. Rumbungan bejalan lagi nelusugh bukit barisan di Sumatera ini. Sampailah di Kikim, Sumatera Selatan.''
'''Setelah berminggu-minggu menetap di Way Kambas. Waktu itu belum ada dusun, ada seorang dari keluarganya pergi ke sungai. Ditengoklah di sungai itu ada sebuah buah pinang hanyut ke sungai, lalu dia melapor kepada sang raja yang bernama Si Baka. Rajanya Si baka, istrinya bernama Si Biki. Mereka melaporkan bahwa ada buah hanyut, yang menyatakan bahwa dulu telah ada manusia. “Kita pergi dari sini,” kata Baka. Dikarenakan mau mencari tempat lain, makanya di situ meninggalkan seorang keluarga dan ditinggalkan di Way Kambas. Mereka berjalan lagi menelusuri bukit barisan di Sumatera ini sampailah di daerah Kikim, Sumatera Selatan.'''
''Kalu la di situ ado jemo, nah jemo yang ado di situ ganas-ganas galo. Mangko, rumbungan itu bemusuhan. Akhir o ditinggal kela bada itu. Udim itu pegi agi ke utara, bejalan lagi bebulan-bulan, sampailah ke bada Dusun Minangkabau. Mangko sampai mbak kini, silek Minangkabau Padang itu ampir samo ngan silek nyo ado di Provinsi Bengkulu atau di Seluma ini.''
'''Kalau di situ sudah ada orang, nah orang yang ada di situ kejam-kejam semua. Jadi, mereka bermusuhan dan akhirnya ditinggalkan daerahnya itu. Pergi lagi ke arah utara, berjalan lagi berbulan-bulan sampailah ke daerah Minangkabau. Makanya sampai sekarang, pencak silat Minangkabau Padang itu hampir sama dengan pencak silat yang ada di Provinsi Bengkulu atau di Seluma ini.'''
''Jak di situ ditinggal kela sutiak keluargo, rumbungan ngulang lagi merantau. Akhir o sampai jugo di bada Dusun Pagar Gading, namo o mbak kini Pino. Sampai di Pino ado anak o sughang bidapan. Selamo di situ, rumbungan tu ke kebon jagung, karno dandanan la banyak abis. Udim itu rumbungan bejalan lagi sampai ke bada ini (Dusun Masmambang) dulu o Dusun Pamah Rambutan. Karno di Pamah Rambutan ini rumbungan itu ado kepercayaan rumbungan ado penyakit, karno di situ ado pupuran keling. Aiak keluagh jak di tanah, itu penyakit. “Kito pindah jak di sini,” kato Baka. Baka pegi ke aiak besak, namo o Sungai Talo. Beghendamlah rumbungan tu di situ, mbuat dusun. Namo dusun o waktu itu Kuto Tanah, karno dikandangi ngan tanah sebagai pertahanan.''
'''Dari sana ditinggalkan satu keluarga juga, mereka kembali lagi melalangbuana. Akhirnya sampai lagi di daerah Pagar Gading, sekarang di Pino. Sampai di situ ada anak yang sedang sakit. Selama di situ, mereka pergi ke kebun jagung, dikarenakan perbekalan sudah habis. Setelah itu mereka berjalan lagi sampailah mereka ke daerah ini (Masmambang) yang dulu namanya Dusun Pamah Rambutan. Karena di Pamah Rambutan ini mereka ada kepercayaan mereka ada penyakit, karena di situ ada yang namanya pupuran keling (nama penyakit kulit). Air keluar dari tanah itu penyakit. “Kita pindah dari sini,” kata Baka. Baka pergi ke sungai besar, namanya Aiak Talo. Berendamlah mereka di situ, untuk membuat dusun. Nama dusun waktu itu adalah “Kuto Tanah” karena dipagari dengan tanah agar sebagai pertahanan'''
''Udim tu, waktu udim mandi ado jemo di aiak lagi berakit. Sutiak entakan rakit, ado jemo lengit. Kelo ado jemo ngelipat, kito sindang. Dio ngelipat kelo kito sindang. Belago lah, nido ndak bekalaan. Akhir o si Baka ngambiak kebijakan, dio pegi ke istana udim tu dibujuk, batan ditunak ka ngan anak si Baka. Dio dijadika Mangkubumi, caro Rajo.''
'''Lalu, waktu setelah mandi ada orang yang ada di sungai itu sedang berakit. Satu sentakan rakit ada orang yang hilang. Kalau ada orang pulang, kita hadang. Dia pulang kita hadang. Berantemlah mereka, tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya si Baka mengambil kebijakan, dia pergi ke istana lalu dibujuk untuk dinikahkanlah dengan anak si Baka. Dia dijadikan Mangkubumi, cara raja.'''
''Kelangan seminggu, datang agi sughang lagi ke dusun ini. Ditanyoka jak di mano, belago kate o. Waktu itu di Aiak Talo keghua karno jemo belago, saling capak ka pakai batu, ngundalka 3 batu serempak. Besak o ampir sebesak gajah, batu nyo digundalka tu lengit. Nah udim tu di Masmambang ni kedapatan lah 3 batu itu di Ulu Pering sini, betumpuak 3 buah batu itu.''
'''Selang satu minggu, datang lagi seseorang lagi ke dusun ini. Ditanyakannlah, “dari mana?” dan jawabannya, “berantem”. Waktu itu di sungai Talo itu keruh akibat orang berantem, saling lempar pakai batu, melempar 3 batu sekaligus, besarnya hampir sebesar gajah. Nah setelah Dusun Masmambang itu kedapatan 3 batu itu di Ulu Pering sini bertumpuk 3 buah itu.'''
''Nah dio ni ahli dalam pedukunan, sementaro anak si Baka ini masiah bidapan. Udim tu diubati anak si Baka ni namonyo Ranggawuni. Nah, karno diubati, baduh, lalu kato si Baka, “Kaba betunakan be ngan anakku ni.”''
'''Nah dia ini ahli dalam perdukunan, sementara anak si Baka ini masih sakit. Lalu diobati anak si Baka ini namanya Ranggawuni. Akibat diobati, sembuh, lalu kata si Baka, “Kamu menikah saja dengan anakku ini.”'''
''Jadi betunaan lah ngan anak o tu. Udim itu dibuatlah sebagai dukun kesehatannyo. Udim itu beberapo waktu, datang agi. Karno di Dusun Kuto Tanah ni memang jemo-jemo alap, udim itu datang agi. Nah nyo mpai datang ni namo o Puyang Magawan. Nyo tukang ngubati tadi namoyo Puyang Alam. Nyo pertamonyo tadi Puyang Tuan. Nah nyo puyang Magawan ini, dio ni galak cukuk an atau galak meribut, kulaghan dio ni.''
'''Jadi menikahlah dengan anaknya itu. Lalu dia dibuatlah sebagai menteri kesehatannya. Kemudian beberapa bulan lagi datang lagi. Dikarenakan di Dusun Kuto Tanah ini memang orang-orang baik, lalu datang lagi. Nah yang datang ini namanya Puyang Magawan. Tukang mengobati tadi namanya Puyang Alam. Pertama tadi Puyang tuan. Nah ini yang puyang Magawan, dia suka berantem, pekerjaannya sehari-sehari.'''
''Karno Puyang Megawan ni melawan, mangko dipanggilah oleh si Baka, “Kaba jangan ribut agi, kaba aku jadika anak aku be, betunaan be ngan anak aku, kaba ku jadika panglimo”. Keturunan Puyang Magawan tukang ribut tu, masia ado di masmambang ini, tapi dio ni nido kebal agi. Nah udim itu datang agi Puyang Singolayang. Puyang Singolayang ni keturunan jak di Rejang. Dio ni punyo ikuak emas, nyo ni pacak ngiciak. Jadi ado rapat, ado sidang, dio diutus sebagai juru bicara oleh si Baka ni, tapi dio beikuak emas. Karno dio ni beikuak emas, dio nido pacak duduak di dasagh, dio harus duduak dianggung-anggung karno ikuak o ni panjang, ikuak o emas.''
'''Dikarenakan Puyang Megawan ini melawan, lalu dipanggilah oleh si Baka, “Kamu jangan ribut lagi, kamu aku jadikan anak aku saja, menikahlah saja dengan anak aku, akan aku jadikan kamu panglima.” Keturunan Puyang Magawan itu sekarang tukang ribut, masih ada di Dusun masmambang ini. Tetapi, dia sekarang tidak kebal lagi. Nah setelah itu datang lagi Puyang Singolayang, yang dari keturunan Rejang. Dia ini mempunyai ekor emas, yang pintar berbicara. Jadi ada rapat, ada sidang, dia diutus sebagai juru bicara oleh si Baka ini, tetapi dia berekor emas. Dia tidak bisa duduk di lantai, dia harus duduk di bangku bambu karena ekornya panjang, ekor emas.
'''
''Waktu rapat di Kembang Seri, oleh Puyang Kembang Seri diambiak ikuak o akhir o putus ikuak o tu. Nah udim tu dio mati di Kembang Seri dan Puyang Singolayang nido pacak agi jadi manusio karno bersumpah nyadi ulagh palak 7. Puyang nyo tengah ulagh emas, ikuak jak di Puyang Singolayang tadi. Ketughunan Puyang Singolayang nido ado yang kayo, karno kekayoannyo la diambiak.''
'''Waktu rapat di Kembang seri oleh Puyang Kembang seri diambilnya ekornya itu dan akhirnya putus ekornya. Nah lalu dia meninggal di Kembang Seri dan Puyang Singolayang tadi tidak bisa lagi menjadi manusia, dikarenakan telah bersumpah menjadi ular berkepala 7. Yang posisinya di tengah ular emas, ekor dari Puyang Singolayang tadi. Keturunan Puyang Singolayang tidak ada yang kaya, karena kekayaannya udah diambil.'''
''Udim tu datang agi, Puyang Ratu Barus. Puyang ini jemo terpelajagh. Jadi dio ni sampai di Dusun Kuto Tanah, dio ngajagh nulis baco, ngajagh besawah, ngajagh caro nanam bungo. Tiap ghuma itu ado taman bunga. Nah beghubahlah namo Kuto Tanah ini jadi Dusun Tanjung Bunga.''
'''Kemudian datang lagi, Puyang Ratu Barus. Puyang ini orang terpelajar. Jadi dia begitu sampai di Dusun Kuto Tanah, dia mengajar tulis baca, mengajar bercocok tanam, mengajar cara menanam bunga. Setiap rumah itu ada taman bunga. Nah berubahlah nama Kuto Tanah ini menjadi Dusun Tanjung bunga.'''
''Puyang Ratu Barus ini dijadika guru di Dusun Tanjung Bunga tu. Sementaro nyo sughang lagi nanyo Kemalobumi. Kemalobumi anak bungsu jak di Puyang si Baka. Karno dio anak bungsu, ditegak kela ghumah di Dusun Palak Tanah. Dio mbuat ghumah di Dusun Palak Tanah batan jago di Dusun Palak Tanah. Nah anak o yang Kemalobumi nih ado sughang gadis namo o Rubiyah. Mpai ndak nganjak gadis, sekitar 15 taun umur o, dio mandi. Nah waktu itu badah o mandi di lesung yang tebuat jak di kayu besak. Setiap jam 9 akap dio ado pelayan jemo o 6, ado yang bawa sabun, handuk, langigh. Udim mandi, datanglah ghuniah. Udim itu dio mekiak “AAAAAAAAAAAAAAA”, kedengaghan ngan Puyang Kemalobumi di belakang. Pegilah dayang ke Kemalobumi, “bada mandi putri ado ghuniah,” kate o. Berangkatlah Kemalobumi nyabut pedang, lasung ngan dibacakan mantra-mantra. Lalu dihempaskan pedangnya ke ghuniah tadi. Serto merto ghuniah tu lengit, di aiak bada mandi tadi ado kemambang emas. Oleh puyang Kemalobumi diambiak, diancak kah ngan Rubiyah. Kato dio, “ini tuapo?”, “Emas” jawab Rubiyah. Udim tu kato dayang “Mambang” yang ternyata namo dewa. Nah saat itu Dusun Tanjung Bunga beghubah nyadi Dusun Masmambang.''
'''Puyang Ratu Barus ini dijadikan guru di Dusun Tanjung Bunga itu. Sementara yang satu lagi menanyakan Kemalobungi. Kemalobungi anak bungsu dari Puyang si baka. Dikarenakan dia anak bungsu, didirikannya rumah di dusun Palak Tanah. Dia membuat rumah di Palak Tanah untuk menjaga di Dusun Palak Tanah. Nah, anaknya dari Kemalobumi ini ada seorang yang gadis namanya Rubiyah. Pada saat menginjak gadis, sekitar 15 tahun, dia sedang mandi. Nah, waktu itu tempat mandinya di lesung yang terbuat dari kayu besar. Setiap jam 9 pagi, dia ada yang melayani 6 orang, ada yang membawa sabun, ada yang membawa handuk, dan sampo. Setelah mandi, datanglah pelangi. Setelah itu, dia berteriak “AAAAAAAAAAAAAA” dan kedengaran dengan Puyang Kemalobumi di belakang. Datanglah dayang ke Kemalobumi, “tempat mandi putri ada pelangi,” katanya. Berangkatlah Kemalobumi untuk mencabut pedang dan langsung membacakan mantra-mantra. Lalu dihempaskan pedangnya ke pelangi tadi yang diiringi hilangnya pelangi. Di air tempat mandi tadi ada kemambang emas. Oleh Puyang Kemalobumi tadi diambilnya, diperlihatkan dengan Rubiyah. Kata dia, “ini apa?”, “emas,” jawab Rubiyah. Setelah itu kata dayang, “Mambang” yang ternyata nama dari dewa. Nah saat itu Dusun Tanjung Bunga berubah menjadi Dusun Masmambang.'''
''Legenda didapat dari penuturan Zubirman, 74 tahun, budayawan dari Kabupaten Seluma''
36z5jwmbbbwx562tk8jx9wsvyrfj3t2
Situs Beteng Boto Mulyo: Mengenal wajah Jember yang lain
0
27577
116995
116449
2026-06-16T13:36:49Z
Astari28
36197
116995
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Beteng Boto Mulyo 2.jpg|jmpl|Situs Beteng Boto Mulyo]]
Jember seringkali dikenal oleh banyak orang sebagai kota yang memiliki festival karnaval busana internasional tahunan dan termasuk dalam karnaval terbesar di Indonesia. Festival yang diadakan setiap tahun ini banyak disaksikan pasang mata, baik dari daerah maupun kancah internasional.
Namun, dibalik kemeriahan festival ini. Ada sisi lain dari Jember yang jarang diperbincangkan oleh khalayak ramai. Meskipun, sisi ini memegang peranan penting dalam perjalanan Jember. Salah satu sisi Jember yang jarang diperbincangkan adalah Situs Beteng Boto Mulyo.
Situs Beteng Boto Mulyo merupakan tempat bersejarah yang terletak di wilayah Jember bagian selatan. Situs ini berada di Desa Sidomekar Kecamatan Semboro. Berdasarkan arti dalam KBBI, beteng memiliki arti sebagai bangunan tempat berlindung atau bertahan dari serangan musuh. Kata beteng sendiri berasal dari bahasa jawa yang memili arti benteng.
Berdasarkan infromasi lokal, situs ini mulai ditemukan pada tahun 1908. Dahulu, penemuan situs ini berawal dari banyak ditemukan batu bata berukuran besar dan berserakan. Setelah ditelusuri, tidak hanya batu bata berukuran besar, tetapi juga ada batu bata berbentuk benteng dengan tinggi sekitar empat meter dan benda-benda kuno lainnya. Tombak, lumping batu, uang kepeng, kapak, fragmen gerabah dan keramik serta struktur pagar dan gapuran juga ditemukan di situs ini yang disimpan di ruang khusus.<ref>https://regional.kompas.com/read/2021/08/24/171423878/melihat-jejak-peninggalan-kerajaan-majapahit-di-jember?page=all, diakses pada tanggal 13 Juni 2026.</ref>
Ngabdul Gani yang merupakan juru kunci Situs Beteng Boto Mulyo mengatakan bahwa situs ini merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit yaitu pada masa Prabu Brawijaya V. Pembangunan situs ini dikarenakan sebagai pertahanan sebelum diserang oleh Raden Patah. Penyerangan ini melibatkan pasukan Raden Patah dengan sisa pasukan Majapahit yang melarikan diri ke Jember.<ref>https://balambangan.id/jejak-arkeologis-situs-beteng-dan-candi-deres-2-6/, diakses pada 13 Juni 2026.</ref>
Perbincangan mengenai Situs Beteng Boto Mulyo mungkin tidak seramai festival yang diadakan setiap tahunnya. Namun, banyak media yang menginformasikan bahwa penelitian mengenai Situs ini juga belum masif dilakukan. Akibatnya di masa depan aka nada ingatan kolektif yang memudar mengenai situs dan sejarah yang membangun Jember. Semoga kedepannya akan ada banyak penelitian atau ruang diskusi yang memperbincangkan mengenai situs ini. Agar masyarakat Jember mengetahui bagaimana sejarahnya dan mengetahui identitasnya.
== Referensi ==
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
8htw1vb6f9t0lowuil77mgiv7i3u6j6
Tiga Simpul Kehidupan Jember
0
27600
116998
116773
2026-06-16T13:38:49Z
Astari28
36197
116998
wikitext
text/x-wiki
== Pengantar ==
'''Jember''' adalah sebuah kota yang hidup dari denyut aktivitas masyarakatnya. Di tengah perkembangan zaman, terdapat beberapa ruang yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, ekonomi, dan budaya masyarakat Jember. Ruang-ruang tersebut membentuk simpul kehidupan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Tulisan “Tiga Simpul Kehidupan Jember” mengajak pembaca mengenal tiga titik penting yang memiliki peran besar dalam kehidupan kota ini, yaitu Alun-Alun Jember, Stasiun Jember, dan Pasar Tanjung. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Alun-Alun Jember menjadi pusat ruang publik dan interaksi sosial masyarakat, Stasiun Jember menjadi gerbang mobilitas yang menghubungkan kota dengan berbagai daerah, sementara Pasar Tanjung menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menghidupi denyut perdagangan lokal. Melalui tulisan yang disusun oleh penulis, pembaca diajak melihat bagaimana ketiga tempat tersebut tidak hanya berperan sebagai lokasi fisik, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan cerita, kenangan, serta identitas masyarakat Jember. Dengan memahami ketiga simpul kehidupan ini, kita dapat melihat Jember sebagai sebuah kota yang tumbuh dari pertemuan manusia, perjalanan, dan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dari waktu ke waktu.
== Penulis ==
# [[Tiga Simpul Kehidupan Jember/Alun-Alun Jember|Alun-Alun Jember]] oleh Ika
# [[Tiga Simpul Kehidupan Jember/Stasiun Jember|Stasiun Jember]] oleh Tari
# [[Tiga Simpul Kehidupan Jember/Pasar Tanjung|Pasar Tanjung]] oleh Nela
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
c3ewn378y0a2mrmew4gmo7533ra8031
Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia
0
27608
116991
116990
2026-06-16T13:05:49Z
Astari28
36197
/* Penulis */
116991
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Plang Puslit jember.jpg|pus|jmpl|Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka)]]
== Pengantar ==
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) merupakan salah satu lembaga penelitian perkebunan terkemuka di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Lembaga ini memiliki sejarah panjang dalam mendukung perkembangan komoditas kopi dan kakao nasional sejak di dirikan ''Stasiun Proefsoekisch'' . Seiring perkembangan zaman, Puslitkoka berkembang menjadi pusat penelitian modern yang berfokus pada penelitian Kopi maupun Kakao. penelitian Kopi maupun Kakao sering dijadikan refrensi dalam skala nasional dikarenakan Jember sebagai penghasil Kopi terbaik di Indonesia.
Pada saat ini puslit koka juga berkembang menjadi taman rekreasi untuk keluarga, dikarenakan adanya fasilitas umum seperti kereta, kolam renang dll yang terdapat di kawasan tersebut. selain dapat dijadikan rekreasi, di dalam puslit koka juga menyediakan berbagai hasil produk cokelat maupun kopi yang dapat dibeli oleh pengunjung. Oleh karena itu, puslit koka saat ini terus di promosikan oleh Bupati jember.
== Penulis ==
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Sejarah dan Perkembangan Puslit Kakao Jember|Sejarah dan Perkembangan Puslit Kakao Jember]] oleh Mega
* [https://id.wikibooks.org/w/index.php?title=Profil_dan_Peran_Strategi_Puslit_Kakao_Jember_Dalam_Pengembangan_Kakao_Indonesia/Visi,_Misi,_dan_Struktur_Organisasi_Puslit_kakao_Jember&action=edit&redlink=1 Visi, Misi, dan Struktur Organisasi Puslit Kakao Jember] oleh Arjuna
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Program Penelitian dan Inovasi Teknologi Kakao|Program Penelitian dan Inovasi Teknologi Kakao]] oleh Vanda
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Sarana, Prasarana, dan Kegiatan Pendukung Penelitian|Sarana, Prasarana, dan Kegiatan Pendukung Penelitian]] oleh Dina
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Peran Strategis Puslit Kakao Jember dalam Pengembangan Industri Kakao Indonesia|Peran Strategis Puslit Kakao Jember dalam Pengembangan Industri Kakao Indonesia]] oleh Maratus
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
cvyylnr94cv3yrz4f08x0knle0mnv06
116992
116991
2026-06-16T13:06:24Z
Astari28
36197
/* Penulis */
116992
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Plang Puslit jember.jpg|pus|jmpl|Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka)]]
== Pengantar ==
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) merupakan salah satu lembaga penelitian perkebunan terkemuka di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Lembaga ini memiliki sejarah panjang dalam mendukung perkembangan komoditas kopi dan kakao nasional sejak di dirikan ''Stasiun Proefsoekisch'' . Seiring perkembangan zaman, Puslitkoka berkembang menjadi pusat penelitian modern yang berfokus pada penelitian Kopi maupun Kakao. penelitian Kopi maupun Kakao sering dijadikan refrensi dalam skala nasional dikarenakan Jember sebagai penghasil Kopi terbaik di Indonesia.
Pada saat ini puslit koka juga berkembang menjadi taman rekreasi untuk keluarga, dikarenakan adanya fasilitas umum seperti kereta, kolam renang dll yang terdapat di kawasan tersebut. selain dapat dijadikan rekreasi, di dalam puslit koka juga menyediakan berbagai hasil produk cokelat maupun kopi yang dapat dibeli oleh pengunjung. Oleh karena itu, puslit koka saat ini terus di promosikan oleh Bupati jember.
== Penulis ==
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Sejarah dan Perkembangan Puslit Kakao Jember|Sejarah dan Perkembangan Puslit Kakao Jember]] oleh Mega
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Visi, Misi, dan Struktur Organisasi Puslit kakao Jember|Visi, Misi, dan Struktur Organisasi Puslit Kakao Jember]] oleh Arjuna
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Program Penelitian dan Inovasi Teknologi Kakao|Program Penelitian dan Inovasi Teknologi Kakao]] oleh Vanda
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Sarana, Prasarana, dan Kegiatan Pendukung Penelitian|Sarana, Prasarana, dan Kegiatan Pendukung Penelitian]] oleh Dina
* [[Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Peran Strategis Puslit Kakao Jember dalam Pengembangan Industri Kakao Indonesia|Peran Strategis Puslit Kakao Jember dalam Pengembangan Industri Kakao Indonesia]] oleh Maratus
[[Kategori:Etno Digital Jember]]
gfs0iddmsyt49b05kcgmlg66rjqunb8
Profil dan Peran Strategi Puslit Kakao Jember Dalam Pengembangan Kakao Indonesia/Sarana, Prasarana, dan Kegiatan Pendukung Penelitian
0
27624
116993
116978
2026-06-16T13:07:33Z
Astari28
36197
116993
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Suasana Puslitkoka Jember.jpg|jmpl|Suasana Puslitkoka Jember]]
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia memiliki berbagai sarana penelitian yang mendukung pelaksanaan kegiatan riset dan pengembangan kakao. Sarana tersebut meliputi laboratorium bioteknologi yang digunakan untuk penelitian genetika dan pemuliaan tanaman, laboratorium tanah dan tanaman untuk menganalisis kondisi tanah serta kebutuhan nutrisi tanaman, laboratorium hama dan penyakit untuk mengidentifikasi serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman, dan laboratorium pengolahan kakao yang digunakan untuk menguji kualitas hasil panen dan produk olahan kakao. Selain itu, tersedia berbagai peralatan analisis penelitian yang menunjang kegiatan pengujian dan pengembangan teknologi.
Dalam mendukung kegiatan penelitian, Puslit Kakao juga dilengkapi dengan berbagai prasarana yang memadai. Prasarana tersebut meliputi kebun percobaan kakao yang digunakan sebagai lokasi penelitian lapangan, greenhouse (rumah kaca) untuk pengujian tanaman dalam kondisi terkendali, gedung penelitian sebagai pusat kegiatan ilmiah, ruang pelatihan dan seminar untuk kegiatan pendidikan dan penyebaran teknologi, serta perpustakaan yang menyediakan berbagai sumber informasi dan referensi ilmiah.
==== Sarana Penelitian ====
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember memiliki berbagai sarana penelitian yang digunakan untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan kakao. Sarana penelitian tersebut meliputi:
* Laboratorium Bioteknologi : Laboratorium bioteknologi digunakan untuk melakukan penelitian terkait pemuliaan tanaman, kultur jaringan, dan pengembangan varietas kakao unggul yang memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap hama dan penyakit.
* Laboratorium Tanah dan Tanaman : Laboratorium ini berfungsi untuk menganalisis kondisi tanah, kebutuhan unsur hara, serta pertumbuhan tanaman guna mendukung peningkatan produktivitas kakao.
* Laboratorium Hama dan Penyakit : Laboratorium hama dan penyakit digunakan untuk mengidentifikasi serta meneliti berbagai organisme pengganggu tanaman yang dapat memengaruhi kualitas dan hasil produksi kakao.
* Laboratorium Pengolahan Kakao : Laboratorium ini digunakan untuk menguji mutu biji kakao dan mengembangkan teknologi pengolahan guna menghasilkan produk kakao yang berkualitas tinggi.
* Peralatan analisis penelitian : Puslitkoka juga dilengkapi dengan berbagai peralatan analisis modern yang mendukung proses penelitian, pengujian, dan pengembangan teknologi di bidang kakao.
==== Prasarana Penelitian ====
Selain sarana penelitian, Puslitkoka Jember juga memiliki berbagai prasarana yang menunjang kelancaran kegiatan penelitian. Prasarana tersebut antara lain:
* Kebun percobaan kakao : Kebun percobaan digunakan sebagai tempat pelaksanaan penelitian lapangan, pengujian varietas unggul, serta penerapan teknologi budidaya kakao.
* Greenhouse (rumah kaca) : Greenhouse berfungsi sebagai tempat penelitian tanaman dalam kondisi yang lebih terkontrol sehingga hasil penelitian dapat diperoleh secara lebih optimal.
* Gedung penelitian : Gedung penelitian menjadi pusat kegiatan ilmiah yang digunakan oleh para peneliti dalam melaksanakan berbagai program penelitian dan pengembangan.
* Ruang pelatihan dan seminar : Fasilitas ini digunakan untuk kegiatan pelatihan, seminar, workshop, serta penyebaran hasil penelitian kepada petani, mahasiswa, dan masyarakat umum.
* Perpustakaan : Perpustakaan menyediakan berbagai referensi ilmiah, buku, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
'''Kegiatan Pendukung Penelitian'''
Kegiatan pendukung penelitian di Puslit Kakao Jember dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao Indonesia. Kegiatan tersebut mencakup penelitian varietas unggul kakao yang memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap hama maupun penyakit. Selain itu, dilakukan pengujian teknologi budidaya guna menghasilkan metode budidaya yang lebih efektif dan efisien.
Puslit Kakao juga menyelenggarakan pelatihan bagi petani dan penyuluh sebagai upaya transfer teknologi hasil penelitian kepada masyarakat. Untuk memperluas pengembangan ilmu pengetahuan, lembaga ini menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri. Hasil-hasil penelitian kemudian dipublikasikan melalui seminar, jurnal ilmiah, maupun kegiatan diseminasi lainnya. Selain itu, Puslit Kakao turut memberikan pendampingan kepada industri kakao guna meningkatkan kualitas produk dan daya saing kakao Indonesia.
==== Kegiatan Pendukung Penelitian ====
Dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga penelitian, Puslitkoka Jember melaksanakan berbagai kegiatan pendukung penelitian, yaitu:
* Penelitian varietas unggul kakao : Kegiatan ini bertujuan menghasilkan varietas kakao yang memiliki produktivitas tinggi, kualitas baik, dan ketahanan terhadap hama maupun penyakit.
* Pengujian teknologi budidaya : Penelitian dilakukan untuk mengembangkan dan menguji berbagai teknologi budidaya yang dapat meningkatkan hasil produksi kakao.
* Pelatihan petani dan penyuluh : Puslitkoka secara rutin menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta penyuluh dalam budidaya kakao.
* Kerja sama dengan perguruan tinggi : Kerja sama dilakukan dalam bentuk penelitian bersama, program magang mahasiswa, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
* Publikasi hasil penelitian : Hasil penelitian disebarluaskan melalui jurnal ilmiah, seminar, buku, dan berbagai media publikasi lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
* Pendampingan industri kakao<ref>https://pdfs.semanticscholar.org/8cb6/f364bd14f38b7071c1b9e5d12c926ed2275a.pdf</ref>
== Reverensi ==
52v8wvcxmiafxxxypkb9sm4hhz180bj
Tiga Simpul Kehidupan Jember/Pasar Tanjung
0
27637
117057
116571
2026-06-17T07:44:04Z
Nela Fatimatun
43209
117057
wikitext
text/x-wiki
Pagi hari di pasar tanjung selalu menghadirkan suasana yang hanya dirasakan di tempat ini. Riuh suara pedagang menawarkan jualan, pembeli yang menawar harga, hngga aktivitas bongkar muat barang menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan masyarakat dalam memenuhi tuntutan hidup. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi mansyarakat indonesia belakangan ini, pasar tradisional tetap menjadi ruang penting yang mempertemukan banyak orang dengan tujuan yang sama ,yakni bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Tangkapan foto ini memperlihatkan secara nyata interaksi antara seorang pedangan dan pembeli yang sedang beriteraksi. Sekilas, aktivitas tersebut hanya tampak sederhana. Namun di balik semua itu terdapat makna yang lebih dalam. Setiap transaksi yang terjadi bukan sekadar proses menjual dan membeli, melainkan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Pedagang memperoleh penghasilan untuk mengidupi keluarganya, sementara pembeli mendapatkan kebutuhan yang diperlukan untuk orang-orang tercinta yang mereka miliki.
Pasar Tanjung merupakan salah satu pusat perekkonomian terpenting di Kabupaten Jember. Keberadaan pasar ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sejak puluhan tahun. Pasar Tanjung berdiri sejak tahun 1973 dan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 25.105 meter persegi pada pusat Kota Jember<ref>https://sahabat.pu.go.id/eppid/berita/detail/menteri-dody-tinjau-pasar-tanjung-jember-siap-dukung-renovasi-pasar-berbasis-kearifan-lokal?utm_source=chatgpt.com</ref>. Hingga hari ini, Pasar Tanjung masih menjadi pasar tradisional kelas utama dan menjadi tujuan masyarakat daerah perkotaan maupun pedesaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagai pasar induk Kabupaten Jember, Pasar Tanjung tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat perdagangan, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat daerah Jember. Ribuan pedangang menggantungkan mata pencahariannya di tempat ini, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Keberadaan Pasar Tanjung sekian kalinya menjadi alasan bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting meskipun perkembangan teknologi dan perkembangan digital semakin pesat. Faktor kepercayaan, interaksi langsung, dan fleksibilitas harga menjadi kekuatan yang membuat pasar rakyat tetap bertahap hingga saat ini<ref>https://www.rumah123.com/explore/kab-jember/pasar-tanjung-jember/?utm_source=chatgpt.com</ref>
== Referensi ==
nroi0mvhxgu55o8ontv8xnoezkiqbpp
117059
117057
2026-06-17T07:45:40Z
Nela Fatimatun
43209
117059
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Suasana negoisasi penjual dan pembeli di pasar.jpg|jmpl|Suasana Potret Interaksi]]
Pagi hari di pasar tanjung selalu menghadirkan suasana yang hanya dirasakan di tempat ini. Riuh suara pedagang menawarkan jualan, pembeli yang menawar harga, hngga aktivitas bongkar muat barang menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan masyarakat dalam memenuhi tuntutan hidup. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi mansyarakat indonesia belakangan ini, pasar tradisional tetap menjadi ruang penting yang mempertemukan banyak orang dengan tujuan yang sama ,yakni bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Tangkapan foto ini memperlihatkan secara nyata interaksi antara seorang pedangan dan pembeli yang sedang beriteraksi. Sekilas, aktivitas tersebut hanya tampak sederhana. Namun di balik semua itu terdapat makna yang lebih dalam. Setiap transaksi yang terjadi bukan sekadar proses menjual dan membeli, melainkan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Pedagang memperoleh penghasilan untuk mengidupi keluarganya, sementara pembeli mendapatkan kebutuhan yang diperlukan untuk orang-orang tercinta yang mereka miliki.
Pasar Tanjung merupakan salah satu pusat perekkonomian terpenting di Kabupaten Jember. Keberadaan pasar ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sejak puluhan tahun. Pasar Tanjung berdiri sejak tahun 1973 dan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 25.105 meter persegi pada pusat Kota Jember<ref>https://sahabat.pu.go.id/eppid/berita/detail/menteri-dody-tinjau-pasar-tanjung-jember-siap-dukung-renovasi-pasar-berbasis-kearifan-lokal?utm_source=chatgpt.com</ref>. Hingga hari ini, Pasar Tanjung masih menjadi pasar tradisional kelas utama dan menjadi tujuan masyarakat daerah perkotaan maupun pedesaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagai pasar induk Kabupaten Jember, Pasar Tanjung tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat perdagangan, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat daerah Jember. Ribuan pedangang menggantungkan mata pencahariannya di tempat ini, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Keberadaan Pasar Tanjung sekian kalinya menjadi alasan bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting meskipun perkembangan teknologi dan perkembangan digital semakin pesat. Faktor kepercayaan, interaksi langsung, dan fleksibilitas harga menjadi kekuatan yang membuat pasar rakyat tetap bertahap hingga saat ini<ref>https://www.rumah123.com/explore/kab-jember/pasar-tanjung-jember/?utm_source=chatgpt.com</ref>
== Referensi ==
8meppbd55ibr6fggftjw2w6c74m1uoy
Pengguna:Sakinah Lahap
2
27706
116994
2026-06-16T13:26:42Z
Astari28
36197
←Membuat halaman berisi 'Halo'
116994
wikitext
text/x-wiki
Halo
sfko7uqh19oloycm5v6assq56m8t1t4
Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Petala Bumi
0
27707
117007
2026-06-17T04:57:45Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
←Membuat halaman berisi '.'
117007
wikitext
text/x-wiki
.
6t9fg2gmch401ldtk8m7pyzz632ixbb
117008
117007
2026-06-17T05:03:43Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117008
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
4r6y8lrnvm5cco32njhkud9sy44awfx
117009
117008
2026-06-17T05:07:47Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117009
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
9pu1hggwaafcu5aclkgaw7lpp2ir5e9
117010
117009
2026-06-17T05:15:41Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117010
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan
ktg3arhikowsp4ochmgdjfd73i2jj14
117011
117010
2026-06-17T05:20:45Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117011
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
0uzsjxmkhey0ic3zxnyqxs4wwj27288
117012
117011
2026-06-17T05:34:30Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117012
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Prinsip pemerintahan yang efektif dan efisien di Desa ini terutama di bidang pertanian yaitu terpenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagai petani. Dibidang kesehatan tersedianya puskesmas untuk masyarakat.
4m09s2ft2t2apy6gchr5y6g1fd4fzql
117013
117012
2026-06-17T05:40:56Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117013
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Prinsip pemerintahan yang efektif dan efisien di Desa ini terutama di bidang pertanian yaitu terpenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagai petani. Dibidang kesehatan tersedianya puskesmas untuk masyarakat.
Proses penegakkan hukum di Desa ini biasanya pertama pengaduan, Pelapor menyampaikan masalah kepada tokoh masyarakat atau ketua adat. Mediasi, Musyawarah digelar untuk mempertemukan pihak yang berselisih. Keputusan Adat, Pemuka adat merumuskan penyelesaian yang adil dan win-win solution. Pemulihan, Pelaksanaan sanksi (seperti denda adat atau permintaan maaf) untuk mengembalikan kerukunan.
bc7i4rwl6yx7zzam0w4udp7gg21skb1
117014
117013
2026-06-17T05:46:36Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117014
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Prinsip pemerintahan yang efektif dan efisien di Desa ini terutama di bidang pertanian yaitu terpenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagai petani. Dibidang kesehatan tersedianya puskesmas untuk masyarakat.
Proses penegakkan hukum di Desa ini biasanya pertama pengaduan, Pelapor menyampaikan masalah kepada tokoh masyarakat atau ketua adat. Mediasi, Musyawarah digelar untuk mempertemukan pihak yang berselisih. Keputusan Adat, Pemuka adat merumuskan penyelesaian yang adil dan win-win solution. Pemulihan, Pelaksanaan sanksi (seperti denda adat atau permintaan maaf) untuk mengembalikan kerukunan.
Di Desa ini sebagian besar merupakan petani sawit, sehingga masyarakat tidak memikirkan cara penyimpanan hasil pangan seperti petani pangan pada umumnya, tetapi biasanya petani di Desa ini menjual hasil panen kepada tengkulak untuk petani skala kecil, namun untuk petani skala besar biasanya langsung menjual kepada pabrik.
ts1d7bliupe0nb279vg6yeqp5h3v0dq
117015
117014
2026-06-17T05:49:46Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117015
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Prinsip pemerintahan yang efektif dan efisien di Desa ini terutama di bidang pertanian yaitu terpenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagai petani. Dibidang kesehatan tersedianya puskesmas untuk masyarakat.
Proses penegakkan hukum di Desa ini biasanya pertama pengaduan, Pelapor menyampaikan masalah kepada tokoh masyarakat atau ketua adat. Mediasi, Musyawarah digelar untuk mempertemukan pihak yang berselisih. Keputusan Adat, Pemuka adat merumuskan penyelesaian yang adil dan win-win solution. Pemulihan, Pelaksanaan sanksi (seperti denda adat atau permintaan maaf) untuk mengembalikan kerukunan.
Di Desa ini sebagian besar merupakan petani sawit, sehingga masyarakat tidak memikirkan cara penyimpanan hasil pangan seperti petani pangan pada umumnya, tetapi biasanya petani di Desa ini menjual hasil panen kepada tengkulak untuk petani skala kecil, namun untuk petani skala besar biasanya langsung menjual kepada pabrik.
Air kelapa dapat diolah menjadi Nata de Coco, pangan fungsional berserat tinggi. Prosesnya meliputi: penyaringan air kelapa, penambahan gula/sumber karbon, penambahan asam cuka, pasteurisasi, inokulasi menggunakan biakan bakteri \(Acetobacter \ xylinum\), serta fermentasi (inkubasi) selama 7-14 hari hingga terbentuk lembaran kenyal yang siap dipanen.
dtfvpiay07g04yihisqteixu0aqso4f
117016
117015
2026-06-17T05:53:08Z
Muhammad Rama Hidayah
42750
/* */ penambahan konten
117016
wikitext
text/x-wiki
Di Desa Petala Bumi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai petani sawit, masyarakat desa ini biasanya menyebut pekerjaan dengan istilah "nyambut gawe".
Pada umumnya masyarakat desa Petala Bumi ketika meminta sesuatu terutama pada tanaman hanya meminta izin kepada pemilik, tetapi ada juga yang menggunakan sistem barter tanaman.
Ada salah satu aturan yang tidak tertulis di desa ini terhadap pertanian yaitu, jangan sesekali bersikap buruk terhadap sesama petani apalagi sesama petani yang satu hamparan.
Salah satu yang menarik di Desa ini tentang pendidikan yaitu terdapat lengkap tingkat pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Prinsip pemerintahan yang efektif dan efisien di Desa ini terutama di bidang pertanian yaitu terpenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagai petani. Dibidang kesehatan tersedianya puskesmas untuk masyarakat.
Proses penegakkan hukum di Desa ini biasanya pertama pengaduan, Pelapor menyampaikan masalah kepada tokoh masyarakat atau ketua adat. Mediasi, Musyawarah digelar untuk mempertemukan pihak yang berselisih. Keputusan Adat, Pemuka adat merumuskan penyelesaian yang adil dan win-win solution. Pemulihan, Pelaksanaan sanksi (seperti denda adat atau permintaan maaf) untuk mengembalikan kerukunan.
Di Desa ini sebagian besar merupakan petani sawit, sehingga masyarakat tidak memikirkan cara penyimpanan hasil pangan seperti petani pangan pada umumnya, tetapi biasanya petani di Desa ini menjual hasil panen kepada tengkulak untuk petani skala kecil, namun untuk petani skala besar biasanya langsung menjual kepada pabrik.
Air kelapa dapat diolah menjadi Nata de Coco, pangan fungsional berserat tinggi. Prosesnya meliputi: penyaringan air kelapa, penambahan gula/sumber karbon, penambahan asam cuka, pasteurisasi, inokulasi menggunakan biakan bakteri \(Acetobacter \ xylinum\), serta fermentasi (inkubasi) selama 7-14 hari hingga terbentuk lembaran kenyal yang siap dipanen.
Di Desa petala bumi terdapat pengrajin rotan yang diubah menjadi keranjang.
sao7dbrmjs2cg99r3dpg0dtn6p5g1rk