Wikibuku idwikibooks https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.7 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikibuku Pembicaraan Wikibuku Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Resep Pembicaraan Resep Wisata Pembicaraan Wisata TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri / Simpang Kota Medan 0 27037 117144 114537 2026-06-22T08:20:09Z Muhammad ikhsan saputra 1A 42666 Desa simpang kota medan 117144 wikitext text/x-wiki '''Simpang Kota Medan''' adalah sebuah desa yang terdapat di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Batas-batas desa ini adalah Istilah biasa masyarakat desa simpang kota medan adalah ( nak kemano) ketika orang membawa buah buahan seperti mendapatkan buah duria,istila itu biasa nya untuk basa basi memintak buah tersebutt Biasanya masyarakat desa simpang kota medan ialah sering meminta rempah rempah milik tetangga seperti sere,daun jeruk,daun kuyit untuk membikin olahan masakan Hukum yang ada di desa simpang kota medan ialah mengikuti prosedur yang berlaku melaporkan sesuatu ke pihak berwajib Desa simpang kota medan dulu memiliki suatu pukesmas yang bernama pukesmas polak pisang,pukesmas ini sangat penting bagi masyarakat desa simpang kota medan tidak hanya masyarakat lokal saja namun desa desa sekitar desa simpang kota medan juga terbantu dgn ada pukesmas tersebut,namun sekarang pukesmas itu sudah pindah tempat karena konflik tanah seketa kini pukesmas itu terletak di desa bongkal malang yang memiliki jarak 17 km dari desa simpang kota medan. - Penegak hukum desa simpang kota medan adalah melaporkan ke pihak berwajib jika terjadi pencurian perampokan atau yang lain karena itu jalan terbaik,namun biasa nya warga mencari atau mengepung pencuri dan mengasi pelajaran secara langsung Biasa warga menyimpan pangan ia lah seperti beras mereka menarok dalam tempat tertutup atau yang ga bisa di jangkau serangga atau agar tak terkenak air Nira kelapa bisa di bikin gula aren atau gula merah Kegiatan budaya di desa simpang kota medan iyalah membuat tikar yang terbuat dari daun pandan berduri yang tumbuh banyak biasa daun pandan itu di jemur sampai kering kemudian di sulam menjadi tikar yang memiliki harga yang tinggi,tak hanya tikar biasa juga di bikin bakul atau tas untuk mempermudah Membawa barang atau hasil mancing di sungai. [[Kategori:Pendidikan Kewarganegaraan]] [[Kategori:Budaya Melayu Indragiri]] 5venano9wy7nspfcn85r662we28ss4c Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/Bongkal Malang Kelayang 0 27081 117138 117087 2026-06-21T20:16:40Z Romanti.cclown 42698 117138 wikitext text/x-wiki # '''1. Nilai-nilai kewarganegaraan pada masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' '''Bongkal Malang''' adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabaupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. '''Sejarah Singkat''' Desa Bongkal Malang, yang terletak di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, memiliki akar sejarah yang kuat dengan budaya Melayu dan legenda lokal, sering kali dikaitkan dengan kisah perjuangan Datuk Pati. Nama "Bongkal Malang" terkait dengan cerita rakyat setempat, sering dikaitkan dengan peristiwa sejarah atau legenda yang melibatkan sosok adat seperti Datuk Pati dari masa lampau, yang berpusat di kawasan Talang Gelanggang. '''Batas Wilayah dan Letak Geografis''' Desa Bongkal Malang terletak di dalam wilayah Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau memiliki luas wilayah + 1.800.000 M2, yang berbatasan langsung dengan Sebelah utara desa Perk. Sei Lala dan desa Morong, Sebelah selatan desa Simpang Kelayang dan desa Sungai Banyak Ikan, Sebelah timur desa Dusun Tua Pelang, deaa Dusun Tua, dan desa Teluk Sejuah, dan Sebelah barat desaPondok Gelugur. Secara geografis keadaan tanah di Desa Bongkal Malang dataran Tinggi dan banyak anak sungai yang melintas dan untuk memudahkan pelayanan kepada Masyarakat sesuai perkembangan kemajuan pembanguna '''Demografi''' Desa Bongkal Malang yang rata-rata  suku Melayu dan juga ada suku Jawa, Minang dan Batak Seiring dengan perkembangan Zaman penduduk desa Bongkal Malang Tahun 2020 berjumlah 2.537 jiwa 698 KK perkembangan tersebut karena adanya angka kelahiran dan anggota KK yang menikah dan juga pendatang dari daerah lain yang mencari pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga di desa Bongkal Malang. '''Transportasi dan Infrastruktur''' Berdasarkan informasi terbaru per akhir tahun 2025, transportasi dan infrastruktur di Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, sedang mengalami peningkatan signifikan, terutama pada sektor jalan penghubung. Pemerintah Provinsi Riau sedang melakukan rekonstruksi ruas Jalan Cerenti–Air Molek yang melintasi Desa Bongkal Malang menggunakan sistem rigid pavement (beton kaku). Jalan Cerenti–Air Molek di Desa Bongkal Malang merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi, sangat penting untuk mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan. '''Pendidikan''' Pendidikan formal di Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu terdiri dari beberapa lembaga pendidikan yang melayani berbagai jenjang usia sekolah. Lembaga tersebut meliputi: # SD Negeri 002 Bongkal Malang - sekolah dasar negeri di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan formal tingkat SD dengan kurikulum nasional untuk membekali siswa pengetahuan dasar, keterampilan, dan karakter. # TK Mutiara - lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan TK dan PAUD untuk anak usia 3–6 tahun guna mengembangkan kemampuan dasar, karakter, dan kesiapan masuk sekolah dasar. # TK Permata Bunda - lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan PAUD dan TK bagi anak usia 3–6 tahun untuk mengembangkan kemampuan dasar, karakter, dan kesiapan masuk sekolah dasar. # Salafiyah Wustho Riyadhus Sholihin - pondok pesantren di Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat Wustho (setara SMP), dengan fokus pembelajaran Al-Qur’an, kitab kuning, dan pembinaan akhlak santri. '''Budaya''' Partisipasi aktif masyarakat Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, dalam kebudayaan dan pembangunan lokal ditunjukkan melalui berbagai tindakan sosial dan komunal. Berdasarkan konteks penelitian sosial-budaya di wilayah tersebut (khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu), tindakan partisipasi aktif yang umum dilakukan meliputi: # Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan: Melibatkan diri dalam kerja bakti membersihkan lingkungan desa secara rutin, yang memperkuat solidaritas sosial. # Partisipasi dalam Kegiatan Keagamaan: Aktif dalam perayaan hari besar agama, pengajian, dan tradisi sosial-keagamaan yang menjadi bagian integral dari budaya masyarakat setempat. # Musyawarah Desa (Musrenbang): Terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan pembangunan desa, mulai dari tingkat RT/RW hingga desa. # Pelestarian Tradisi Lokal: Mengikuti dan mendukung pelaksanaan upacara adat atau kebiasaan turun-temurun, baik dalam acara pernikahan, panen, atau acara syukuran desa. # Pengamanan Lingkungan (Siskamling): Partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa untuk menciptakan suasana kondusif.  Secara umum, masyarakat Desa Bongkal Malang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai tradisional dan kebersamaan (sosial budaya) yang diwariskan secara turun-temurun. # '''2. Pancasila sebagai dasar Negara''' Seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab mewakili lapisan sosial I desa Bongkal Malang dengan nama '''Nabila Anisa Azahra''' menegaskan bahwa Indonesia itu negara yang kaya akan keberagaman, salah satunya yaitu enam agama resmi yang diakui secara hukum. Oleh karena itu, prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa harus dijadikan sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini krusial untuk menumbuhkan rasa saling menghormati antarumat beragama, menciptakan keadilan sosial, serta mencegah terjadinya konflik atau perselisihan di dalam masyarakat. # '''3. Etika Profesi dan Integritas dalam Rekaya Sipil''' Proyek pembangunan di Desa Bongkal Malang (Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu) berpusat pada infrastruktur jalan melalui perbaikan ruas jalan lintas yang dikelola oleh Dinas PUPR Provinsi Riau dengan total panjang mencapai 3,5 km. Proyek ini juga mencakup jalan produksi dan pemukiman. Berikut adalah rincian utama terkait proyek tersebut: # Lokasi & Ruang Lingkup: Ruas jalan lintas strategis (termasuk jalur Cerenti-Air Molek) yang melewati Desa Bongkal Malang. # Anggaran & Kontraktor: Proyek perbaikan jalan provinsi ini menelan anggaran sekitar Rp 37 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Donny Putra Mandiri. # Target Pengerjaan: Proyek ini ditargetkan selesai pengerjaannya pada akhir tahun 2025. Secara umum, pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Bongkal Malang dirancang untuk memenuhi standar etika profesi Teknik Sipil serta menghormati tatanan sosial kemasyarakatan. Namun, dalam perjalanannya terdapat catatan kritis yang perlu diperhatikan terkait pengawasan material dan aspek lingkungan. Berikut adalah analisis objektif mengenai kepatuhan proyek tersebut terhadap etika profesi dan kesesuaian budaya setempat: Masyarakat Desa Bongkal Malang didominasi oleh suku Melayu dan beragama Islam, yang memegang teguh prinsip musyawarah serta kemaslahatan bersama (Rahmatan lil 'Alamin). # Aspek Kemaslahatan (Sesuai dengan Nilai Agama dan Adat): Pembangunan jalan ini sangat didukung penuh dan disambut dengan rasa syukur oleh tokoh masyarakat serta warga setempat. # Aspek Keadilan Lingkungan (Harmoni Adat): Adat Melayu Riau sangat menjunjung tinggi kelestarian alam (filosofi "tanah wilayah" atau menjaga alam agar tidak rusak). Oleh karena itu, riak kecil di masyarakat mengenai masalah galian C atau debu konstruksi sempat memicu protes. # '''4. UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara''' Tradisi Pembangunan & Kebiasaan Tukang Tradisional Dalam proses mendirikan bangunan fisik (seperti rumah panggung atau fasilitas umum), masyarakat dan tukang bangunan tradisional di wilayah Melayu Indragiri ini masih memegang teguh beberapa kebiasaan adat: # Ritual Doa Selamat (Tepung Tawar): Sebelum memulai pondasi atau penebangan kayu struktur utama, tukang dan pemilik bangunan melakukan prosesi tepung tawar untuk memohon keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan. # Menegakkan Tiang Seri: Tiang utama (tiang seri) di pojok kanan depan bangunan harus didirikan pertama kali dalam kondisi utuh tanpa sambungan. Prosesi ini dipimpin oleh pemuka adat atau tokoh agama setempat melalui lantunan doa bersama. # Gotong Royong "Batobo": Khusus untuk fasilitas umum atau rumah warga, sistem pengerjaan struktur berat sering kali melibatkan warga desa secara sukarela demi kemaslahatan bersama, mencerminkan nilai moral yang kuat di atas kepentingan komersial murni. # '''5. Pembangunan berkelanjutan dan tanggungjawab kelompok & masyarakat''' Masalah Utama # Kerusakan Akses Jalan Akibat Truk ODOL: Jalur logistik utama (ruas Cerenti–Air Molek) yang melewati desa ini terus mengalami kerusakan parah akibat dilewati kendaraan bermuatan lebih (Over Dimensi Over Loading) dari sektor perkebunan dan pertambangan. # Terganggunya Mobilitas Ekonomis Warga: Meskipun proyek perbaikan rigid beton senilai Rp37 miliar telah berjalan, lambatnya penyelesaian dan kerusakan di titik yang belum diperbaiki membuat distribusi hasil sawit masyarakat terhambat. # Polusi Debu yang Ekstrem: Selama proses konstruksi dan sebelum jalan dibeton, warga desa harus menghadapi polusi debu pebal yang mengganggu kesehatan pernapasan dan aktivitas harian permukiman di sepanjang pinggir jalan. # '''6. Demokrasi dan sitem pemerintahan di Indonesia''' ''' Transparansi''' Transparansi pemilu di Desa Bongkal Malang dilakukan dengan mengumumkan secara terbuka informasi mengenai daftar pemilih, jadwal pemilihan, calon yang mengikuti pemilihan, serta hasil penghitungan suara kepada masyarakat. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh warga serta saksi dari masing-masing calon sehingga proses pemilu berjalan jujur, adil, dan dapat diawasi bersama. # '''7. Penegakan hukum Proses penegakan hukum di Desa Bongkal Malang mengacu pada peradilan adat Melayu Indragiri yang bersendikan syariat Islam (Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah). Penyelesaian sengketa atau pelanggaran dilakukan secara bertahap, kekeluargaan, dan mengutamakan pemulihan keseimbangan sosial desa. Berikut adalah tahapan proses penegakan hukumn di desa Bongkal Malang: #Laporan Berjenjang: Pelanggaran pertama kali dilaporkan secara berjenjang, dimulai dari tingkat keluarga/RT, Kepala Dusun, hingga naik ke Lembaga Adat Desa (LAD) dan Kepala Desa jika tidak selesai. #Sidang Majelis Adat: Para tokoh adat, ninik mamak, dan alim ulama berkumpul menggelar musyawarah mufakat untuk mendengarkan kesaksian dan mencari pembuktian secara transparan. #Musyawarah (Mufakat): Keputusan hukum tidak diambil sepihak melalui pemenjaraan, melainkan lewat musyawarah untuk mencapai perdamaian (islah) antara pihak yang bersalah dan korban. #Sanksi Adat (Denda & Tepung Tawar): Pelaku yang terbukti bersalah dijatuhi hukuman adat berupa denda materi (misal: menyediakan semen untuk fasilitas desa, kambing, atau beras) serta wajib menjalani ritual. sebagai simbol permohonan maaf dan pembersihan nama baik desa. #Ekskomunikasi (Dibuang dari Adat): Jika pelaku menolak tunduk pada keputusan majelis, sanksi tertinggi adalah "dibuang dari adat", di mana warga desa akan mengisolasi pelaku dari segala aktivitas sosial dan gotong royong. # '''8. Sejarah bangunan sipil di Riau '''SD Negeri 002 Bongkal Malang''' Berdasarkan data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD Negeri 002 Bongkal Malang tercatat memiliki tanggal SK Pendirian pada 1 Januari 1951. Berikut rincian profil administrasi sekolah tersebut: # Nama Satuan Pendidikan: SD NEGERI 002 BONGKAL MALANGN # PSN: 10401601 # Tanggal SK Pendirian: 1951-01-01 # Status Sekolah: Negeri # Akreditasi: B # Alamat: Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau Sekolah dasar ini merupakan salah satu infrastruktur pendidikan formal tertua dan paling bernilai di wilayah Bongkal Malang dalam mencerdaskan generasi lokal sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. schsnx8hr4wt3c1i29j0a5ab82x0mey 117139 117138 2026-06-21T20:18:51Z Romanti.cclown 42698 117139 wikitext text/x-wiki # '''1. Nilai-nilai kewarganegaraan pada masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri''' '''Bongkal Malang''' adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kelayang, Kabaupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. '''Sejarah Singkat''' Desa Bongkal Malang, yang terletak di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, memiliki akar sejarah yang kuat dengan budaya Melayu dan legenda lokal, sering kali dikaitkan dengan kisah perjuangan Datuk Pati. Nama "Bongkal Malang" terkait dengan cerita rakyat setempat, sering dikaitkan dengan peristiwa sejarah atau legenda yang melibatkan sosok adat seperti Datuk Pati dari masa lampau, yang berpusat di kawasan Talang Gelanggang. '''Batas Wilayah dan Letak Geografis''' Desa Bongkal Malang terletak di dalam wilayah Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau memiliki luas wilayah + 1.800.000 M2, yang berbatasan langsung dengan Sebelah utara desa Perk. Sei Lala dan desa Morong, Sebelah selatan desa Simpang Kelayang dan desa Sungai Banyak Ikan, Sebelah timur desa Dusun Tua Pelang, deaa Dusun Tua, dan desa Teluk Sejuah, dan Sebelah barat desaPondok Gelugur. Secara geografis keadaan tanah di Desa Bongkal Malang dataran Tinggi dan banyak anak sungai yang melintas dan untuk memudahkan pelayanan kepada Masyarakat sesuai perkembangan kemajuan pembanguna '''Demografi''' Desa Bongkal Malang yang rata-rata  suku Melayu dan juga ada suku Jawa, Minang dan Batak Seiring dengan perkembangan Zaman penduduk desa Bongkal Malang Tahun 2020 berjumlah 2.537 jiwa 698 KK perkembangan tersebut karena adanya angka kelahiran dan anggota KK yang menikah dan juga pendatang dari daerah lain yang mencari pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga di desa Bongkal Malang. '''Transportasi dan Infrastruktur''' Berdasarkan informasi terbaru per akhir tahun 2025, transportasi dan infrastruktur di Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, sedang mengalami peningkatan signifikan, terutama pada sektor jalan penghubung. Pemerintah Provinsi Riau sedang melakukan rekonstruksi ruas Jalan Cerenti–Air Molek yang melintasi Desa Bongkal Malang menggunakan sistem rigid pavement (beton kaku). Jalan Cerenti–Air Molek di Desa Bongkal Malang merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi, sangat penting untuk mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan. '''Pendidikan''' Pendidikan formal di Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu terdiri dari beberapa lembaga pendidikan yang melayani berbagai jenjang usia sekolah. Lembaga tersebut meliputi: # SD Negeri 002 Bongkal Malang - sekolah dasar negeri di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan formal tingkat SD dengan kurikulum nasional untuk membekali siswa pengetahuan dasar, keterampilan, dan karakter. # TK Mutiara - lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan TK dan PAUD untuk anak usia 3–6 tahun guna mengembangkan kemampuan dasar, karakter, dan kesiapan masuk sekolah dasar. # TK Permata Bunda - lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan PAUD dan TK bagi anak usia 3–6 tahun untuk mengembangkan kemampuan dasar, karakter, dan kesiapan masuk sekolah dasar. # Salafiyah Wustho Riyadhus Sholihin - pondok pesantren di Bongkal Malang yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat Wustho (setara SMP), dengan fokus pembelajaran Al-Qur’an, kitab kuning, dan pembinaan akhlak santri. '''Budaya''' Partisipasi aktif masyarakat Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, dalam kebudayaan dan pembangunan lokal ditunjukkan melalui berbagai tindakan sosial dan komunal. Berdasarkan konteks penelitian sosial-budaya di wilayah tersebut (khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu), tindakan partisipasi aktif yang umum dilakukan meliputi: # Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan: Melibatkan diri dalam kerja bakti membersihkan lingkungan desa secara rutin, yang memperkuat solidaritas sosial. # Partisipasi dalam Kegiatan Keagamaan: Aktif dalam perayaan hari besar agama, pengajian, dan tradisi sosial-keagamaan yang menjadi bagian integral dari budaya masyarakat setempat. # Musyawarah Desa (Musrenbang): Terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan pembangunan desa, mulai dari tingkat RT/RW hingga desa. # Pelestarian Tradisi Lokal: Mengikuti dan mendukung pelaksanaan upacara adat atau kebiasaan turun-temurun, baik dalam acara pernikahan, panen, atau acara syukuran desa. # Pengamanan Lingkungan (Siskamling): Partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa untuk menciptakan suasana kondusif.  Secara umum, masyarakat Desa Bongkal Malang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai tradisional dan kebersamaan (sosial budaya) yang diwariskan secara turun-temurun. # '''2. Pancasila sebagai dasar Negara''' Seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab mewakili lapisan sosial I desa Bongkal Malang dengan nama '''Nabila Anisa Azahra''' menegaskan bahwa Indonesia itu negara yang kaya akan keberagaman, salah satunya yaitu enam agama resmi yang diakui secara hukum. Oleh karena itu, prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa harus dijadikan sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini krusial untuk menumbuhkan rasa saling menghormati antarumat beragama, menciptakan keadilan sosial, serta mencegah terjadinya konflik atau perselisihan di dalam masyarakat. # '''3. Etika Profesi dan Integritas dalam Rekaya Sipil''' Proyek pembangunan di Desa Bongkal Malang (Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu) berpusat pada infrastruktur jalan melalui perbaikan ruas jalan lintas yang dikelola oleh Dinas PUPR Provinsi Riau dengan total panjang mencapai 3,5 km. Proyek ini juga mencakup jalan produksi dan pemukiman. Berikut adalah rincian utama terkait proyek tersebut: # Lokasi & Ruang Lingkup: Ruas jalan lintas strategis (termasuk jalur Cerenti-Air Molek) yang melewati Desa Bongkal Malang. # Anggaran & Kontraktor: Proyek perbaikan jalan provinsi ini menelan anggaran sekitar Rp 37 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Donny Putra Mandiri. # Target Pengerjaan: Proyek ini ditargetkan selesai pengerjaannya pada akhir tahun 2025. Secara umum, pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Bongkal Malang dirancang untuk memenuhi standar etika profesi Teknik Sipil serta menghormati tatanan sosial kemasyarakatan. Namun, dalam perjalanannya terdapat catatan kritis yang perlu diperhatikan terkait pengawasan material dan aspek lingkungan. Berikut adalah analisis objektif mengenai kepatuhan proyek tersebut terhadap etika profesi dan kesesuaian budaya setempat: Masyarakat Desa Bongkal Malang didominasi oleh suku Melayu dan beragama Islam, yang memegang teguh prinsip musyawarah serta kemaslahatan bersama (Rahmatan lil 'Alamin). # Aspek Kemaslahatan (Sesuai dengan Nilai Agama dan Adat): Pembangunan jalan ini sangat didukung penuh dan disambut dengan rasa syukur oleh tokoh masyarakat serta warga setempat. # Aspek Keadilan Lingkungan (Harmoni Adat): Adat Melayu Riau sangat menjunjung tinggi kelestarian alam (filosofi "tanah wilayah" atau menjaga alam agar tidak rusak). Oleh karena itu, riak kecil di masyarakat mengenai masalah galian C atau debu konstruksi sempat memicu protes. # '''4. UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara''' Tradisi Pembangunan & Kebiasaan Tukang Tradisional Dalam proses mendirikan bangunan fisik (seperti rumah panggung atau fasilitas umum), masyarakat dan tukang bangunan tradisional di wilayah Melayu Indragiri ini masih memegang teguh beberapa kebiasaan adat: # Ritual Doa Selamat (Tepung Tawar): Sebelum memulai pondasi atau penebangan kayu struktur utama, tukang dan pemilik bangunan melakukan prosesi tepung tawar untuk memohon keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan. # Menegakkan Tiang Seri: Tiang utama (tiang seri) di pojok kanan depan bangunan harus didirikan pertama kali dalam kondisi utuh tanpa sambungan. Prosesi ini dipimpin oleh pemuka adat atau tokoh agama setempat melalui lantunan doa bersama. # Gotong Royong "Batobo": Khusus untuk fasilitas umum atau rumah warga, sistem pengerjaan struktur berat sering kali melibatkan warga desa secara sukarela demi kemaslahatan bersama, mencerminkan nilai moral yang kuat di atas kepentingan komersial murni. # '''5. Pembangunan berkelanjutan dan tanggungjawab kelompok & masyarakat''' Masalah Utama # Kerusakan Akses Jalan Akibat Truk ODOL: Jalur logistik utama (ruas Cerenti–Air Molek) yang melewati desa ini terus mengalami kerusakan parah akibat dilewati kendaraan bermuatan lebih (Over Dimensi Over Loading) dari sektor perkebunan dan pertambangan. # Terganggunya Mobilitas Ekonomis Warga: Meskipun proyek perbaikan rigid beton senilai Rp37 miliar telah berjalan, lambatnya penyelesaian dan kerusakan di titik yang belum diperbaiki membuat distribusi hasil sawit masyarakat terhambat. # Polusi Debu yang Ekstrem: Selama proses konstruksi dan sebelum jalan dibeton, warga desa harus menghadapi polusi debu pebal yang mengganggu kesehatan pernapasan dan aktivitas harian permukiman di sepanjang pinggir jalan. # '''6. Demokrasi dan sitem pemerintahan di Indonesia''' ''' Transparansi''' Transparansi pemilu di Desa Bongkal Malang dilakukan dengan mengumumkan secara terbuka informasi mengenai daftar pemilih, jadwal pemilihan, calon yang mengikuti pemilihan, serta hasil penghitungan suara kepada masyarakat. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh warga serta saksi dari masing-masing calon sehingga proses pemilu berjalan jujur, adil, dan dapat diawasi bersama. # '''7. Penegakan hukum Proses penegakan hukum di Desa Bongkal Malang mengacu pada peradilan adat Melayu Indragiri yang bersendikan syariat Islam (Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah). Penyelesaian sengketa atau pelanggaran dilakukan secara bertahap, kekeluargaan, dan mengutamakan pemulihan keseimbangan sosial desa. Berikut adalah tahapan proses penegakan hukumn di desa Bongkal Malang: #Laporan Berjenjang: Pelanggaran pertama kali dilaporkan secara berjenjang, dimulai dari tingkat keluarga/RT, Kepala Dusun, hingga naik ke Lembaga Adat Desa (LAD) dan Kepala Desa jika tidak selesai. #Sidang Majelis Adat: Para tokoh adat, ninik mamak, dan alim ulama berkumpul menggelar musyawarah mufakat untuk mendengarkan kesaksian dan mencari pembuktian secara transparan. #Musyawarah (Mufakat): Keputusan hukum tidak diambil sepihak melalui pemenjaraan, melainkan lewat musyawarah untuk mencapai perdamaian (islah) antara pihak yang bersalah dan korban. #Sanksi Adat (Denda & Tepung Tawar): Pelaku yang terbukti bersalah dijatuhi hukuman adat berupa denda materi (misal: menyediakan semen untuk fasilitas desa, kambing, atau beras) serta wajib menjalani ritual. sebagai simbol permohonan maaf dan pembersihan nama baik desa. #Ekskomunikasi (Dibuang dari Adat): Jika pelaku menolak tunduk pada keputusan majelis, sanksi tertinggi adalah "dibuang dari adat", di mana warga desa akan mengisolasi pelaku dari segala aktivitas sosial dan gotong royong. # '''8. Sejarah bangunan sipil di Riau '''SD Negeri 002 Bongkal Malang''' Berdasarkan data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD Negeri 002 Bongkal Malang tercatat memiliki tanggal SK Pendirian pada 1 Januari 1951. Berikut rincian profil administrasi sekolah tersebut: # Nama Satuan Pendidikan: SD NEGERI 002 BONGKAL MALANGN # PSN: 10401601 # Tanggal SK Pendirian: 1951-01-01 # Status Sekolah: Negeri # Akreditasi: B # Alamat: Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau Sekolah dasar ini merupakan salah satu infrastruktur pendidikan formal tertua dan paling bernilai di wilayah Bongkal Malang dalam mencerdaskan generasi lokal sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. mpekdlovi5br3x6f4z0cdjxcofa71i7 Keperluan ke Toko Bahan Kue 0 27439 117140 115791 2026-06-21T23:53:03Z Raihankakicak 41526 117140 wikitext text/x-wiki == '''Teks Negosiasi''' == === '''Keperluan ke Toko Bahan Kue''' === ==== Tokoh''':''' Ibu & Sekar ==== ==== Latar''':''' Rumah ==== Ibu: “Nak, akhir pekan besok temani Ibu pergi ke toko bahan kue, ya.” Sekar: “Pukul berapa, Bu? Tokonya di daerah mana?” Ibu: “Sekitar pukul 10.30. Tokonya di persimpangan Jalan Pahlawan Seribu, di seberang Pasar Melati." Sekar: “Wah, pasti macet ya karena dekat pasar. Sekar pukul 11.30 sudah ada janji, Bu. Aku mau ke rumah Rina buat kerja kelompok. Kalau Ibu naik taksi aja gimana?” Ibu: “Ibu sengaja minta tolong diantar supaya bisa naik motor karena memang pasti macet.” Sekar: “Kalau perginya lebih awal gimana, Bu? Sekitar pukul 09.00.” Ibu: “Ibu tidak bisa karena ada urusan lain dari pukul 08.00–10.00.” Sekar: “Sebetulnya Sekar ingin sekali bisa mengantar Ibu. Hmm... tapi bagaimana ya enaknya?” Ibu: “Memang kamu ke rumah Rina harus tepat pukul 11.30, ya?” Sekar: “Iya, Bu. Kalau Sekar antar Ibu pukul 10.00 saja gimana? Tapi Sekar ngga bisa tunggu sampai Ibu selesai belanja cuma bisa antar aja. Gimana, Bu?" Ibu: “Boleh. Nanti pulangnya Ibu naik taksi, sepertinya kalau sudah siang lalu lintas arah ke rumah tidak seramai seperti pagi.” Sekar: “Oke, Bu kalau gitu.” Ibu: “Terima kasih ya, Nak.” Sekar: “Sama-sama, Bu.” -Teks ini dibuat sendiri untuk keperluan dalam menyusun bahan ajar di bimbel tanggal 7 bulan 1 tahun 2026 [[Kategori:Nonfiksi]] [[Kategori:Teks Negosiasi]] [[Kategori:Bahan ajar]] 6a1du73bj79hivreq1ta12zcwvzo2p3 Puisi-Puisi Shuntarō Tanikawa 0 27552 117141 116345 2026-06-22T04:32:54Z Sibiru45 35568 /* Musim Semi */ 117141 wikitext text/x-wiki '''Shuntarō Tanikawa''' ialah seorang penyair asal Jepang yang sangat populer dan karya-karyanya diketahui memiliki banyak pembaca. Lahir di Tokyo 1931, ia wafat 13 November 2024 di umur 92 tahun. Puisinya digemari karena menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, tetapi menyimpan makna yang mendalam.<ref>[https://www.poetryfoundation.org/poets/shuntaro-tanikawa Biografi Shuntato Tanikawa]</ref> Puisi-puisi Shuntarō Tanikawa berikut ini diterjemahkan dari buku antologi puisi Shuntarō Tanikawa berjudul ''The Art of Being Alone'' terjemahan Takako U. Lento yang terbit pada tahun 2011.<ref>Tanikawa. S (2011). ''The Art of Being Alone, translated by Takako U. Lento.'' Cornell University Press. New York. Amerika Serikat. ISBN: 978-1-933947-27-3</ref> == Musim Semi == Sepanjang jalur kereta pinggiran kota <br>yang manis, aku melihat rumah-rumah putih yang tenteram. Jalan-jalan kecil mengundang langkah kaki. Di sebuah stasiun di tengah kebun-kebun sayur, tak seorang pun turun. Tak seorang pun naik. Sepanjang jalur kereta pinggiran kota yang manis itu, aku juga melihat cerobong sebuah panti jompo. Di bawah banyak awan langit bulan Maret, kereta melambat. Aku menukar fatalisme yang singkat itu dengan harum bunga prem. Sepanjang jalur kereta pinggiran kota yang manis itu, tak ada yang diizinkan hadir selain musim semi. == Sendirian di Dua Miliar Tahun Cahaya == Di bola kecil ini manusia tidur, bangun, bekerja, dan dari waktu ke waktu menginginkan sahabat di Mars. Aku tidak tahu apa yang dilakukan orang Mars di bola kecil mereka. (Mungkin mereka tidur-dur, bangun-ngun, bekerja-kerja.) Tetapi dari waktu ke waktu mereka menginginkan sahabat di Bumi. Tentang itu aku benar-benar yakin. Gravitasi semesta adalah daya dari kesendirian yang saling menarik. Alam semesta melengkung. Karena itulah kita saling mencari. Alam semesta tumbuh begitu cepat. Karena itulah kita semua gelisah. Berdiri sendirian di dua miliar tahun cahaya, aku bersin tanpa sempat mencegahnya. == Berjalan di Hari yang Berawan == ''<Saat langit tertutup awan begitu pekat,'' ''aku bahkan tak bisa bercakap-cakap dengan sebuah awan>'' Bagaimanapun, di langit yang tak memiliki warna biru, tak ada sesuatu yang dapat disebut jawaban. Di udara panas yang dipenuhi kelembapan, aku justru merindukan sebuah beliung. ''<Ya, untuk awan, aku lebih menyukai'' ''sebuah kumulonimbus kecil.'' ''Tapi ingatanku tentang perang'' ''masih terlalu nyata, kau tahu.>'' Padang-padang yang terbakar ditumbuhi rumput musim panas. Rumput musim panas itu menegaskan kehendaknya sendiri. Aku akan bertanya kepada Tuhan apa yang dipikirkan-Nya tentang manusia. ''<Tidak, aku tidak putus asa.'' ''Aku hanya merindukan langit biru.>'' == Doa == Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Namun kita, dengan tangan yang penuh rancangan dan kepala yang penuh suara, terus berusaha membantahnya. Ah, manusia, betapa congkaknya kita, betapa congkaknya. Bukankah pengetahuan yang kita kumpulkan hanyalah lampu kecil untuk membaca penegasan itu? Bukankah langkah panjang yang kita tempuh hanyalah jalan menuju kegembiraan yang telah lama menunggu di dalam penegasan itu? Pikiranku yang belum matang, sebutir paku kecil pada mesin raksasa yang setengah remuk, kini hanya mempercayai doa. Doa— yang diangkat oleh yang amat kecil kepada yang tak terhingga, di bawah langit semesta. Sebelum tidur aku akan berdoa agar doa-doa manusia menjadi lebih kuat, agar setiap orang merasakan kesunyian bumi seolah itu kesunyiannya sendiri. Sebab setiap tempat adalah titik pada tubuh bumi, dan setiap kita adalah manusia yang sama-sama rapuh di bawah malam. Aku akan berdoa sambil memanggul kesepian itu. Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Dan satu doa yang kecil, lemah, namun bersikeras untuk terus menyala di dalam gelap waktu yang raksasa, tiba-tiba berkobar, sekarang. == Pisau Bedah == Pada saat itu semesta mengerucut menjadi ujung pisau yang dingin. Aku menolak metafisika yang terlalu lama melayang di atas kepala manusia. Kata sifat berjatuhan. Pikiran menguap. Waktu melambat seperti darah yang mencari jalannya sendiri. Abstraksi mundur. Kelupaan dibunuh oleh serangkaian kilatan tanpa cahaya, oleh dentuman besar dari genderang yang tak pernah bersuara. Materialisme menusuk, masuk lebih dalam, mengurai cinta dan segala yang mengikutinya, hingga tinggal protein, hingga tinggal molekul-molekul yang bekerja diam-diam di bawah kulit. Berangkat dari ranjang putih, dari sungai-sungai kapiler yang bercabang di dalam tubuh, aku menemukan kembali alamat sederhanaku di bumi. Aku kembali menjadi berat. Kembali menjadi daging. Kembali menjadi seseorang yang memiliki nadi. Dan segera setelah itu, yang paling menyakitkanku bukanlah kematian, bukan pula waktu, melainkan percakapan-percakapan kusut tentang keberadaan— benang-benang yang tak habis dirajut manusia untuk menjelaskan mengapa ia ada. == Tipu Daya Langit == Burung-burung terbang riang karena langit ada. Dan langit, barangkali merasa bahagia menjadi langit, karena ada burung-burung yang melintas di dalam tubuhnya. Tetapi ketika seorang lelaki mengangkat wajahnya sendirian ke arah biru yang jauh itu, siapa yang akan datang untuk membuatnya bahagia? Pesawat-pesawat membuka sisi belakang langit, seperti seseorang yang menarik tirai dari sebuah pertunjukan tua. Seolah-olah mereka ingin mempermalukannya. Dan ketika manusia melihat apa sebenarnya langit itu, ia menghancurkannya di dalam pikirannya sendiri. Pesawat melukai langit dengan sayatan-sayatan panjang. Namun burung-burung datang dengan sayap yang lembut, menjahit kembali luka itu tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan. Burung-burung tidak tahu bahwa langit pandai menipu. Mereka tidak tahu bahwa kebiruan itu hanyalah wajah. Bahwa kedalaman itu hanyalah jarak. Bahwa yang tampak tak bertepi sesungguhnya kosong. Karena ketidaktahuan mereka, langit tetap ada. Tetap terbuka. Tetap luas bagi setiap kepakan kecil yang mempercayainya. Langit berwarna biru, namun tidak ada apa-apa di sana. Dan justru karena tidak ada apa-apa di sana, burung-burung dapat terbang tanpa akhir di dalamnya. == Referensi == [[Kategori:Jepang]] [[Kategori:Puisi Jepang]] [[Kategori:Sastra Jepang]] o62a0eq119d38cxepio23i5ucemrsc5 117142 117141 2026-06-22T04:34:27Z Sibiru45 35568 /* Musim Semi */ 117142 wikitext text/x-wiki '''Shuntarō Tanikawa''' ialah seorang penyair asal Jepang yang sangat populer dan karya-karyanya diketahui memiliki banyak pembaca. Lahir di Tokyo 1931, ia wafat 13 November 2024 di umur 92 tahun. Puisinya digemari karena menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, tetapi menyimpan makna yang mendalam.<ref>[https://www.poetryfoundation.org/poets/shuntaro-tanikawa Biografi Shuntato Tanikawa]</ref> Puisi-puisi Shuntarō Tanikawa berikut ini diterjemahkan dari buku antologi puisi Shuntarō Tanikawa berjudul ''The Art of Being Alone'' terjemahan Takako U. Lento yang terbit pada tahun 2011.<ref>Tanikawa. S (2011). ''The Art of Being Alone, translated by Takako U. Lento.'' Cornell University Press. New York. Amerika Serikat. ISBN: 978-1-933947-27-3</ref> == Musim Semi == <br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota<br>yang manis,<br><br>aku melihat rumah-rumah putih<br><br>yang tenteram.<br><br>Jalan-jalan kecil<br><br>mengundang langkah kaki.<br><br>Di sebuah stasiun<br><br>di tengah kebun-kebun sayur,<br><br>tak seorang pun turun.<br><br>Tak seorang pun naik.<br><br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota<br><br>yang manis itu,<br><br>aku juga melihat<br><br>cerobong sebuah panti jompo.<br><br>Di bawah banyak awan<br><br>langit bulan Maret,<br><br>kereta melambat.<br><br>Aku menukar<br><br>fatalisme yang singkat itu<br><br>dengan harum bunga prem.<br><br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota<br><br>yang manis itu,<br><br>tak ada yang diizinkan hadir<br><br>selain musim semi. == Sendirian di Dua Miliar Tahun Cahaya == Di bola kecil ini manusia tidur, bangun, bekerja, dan dari waktu ke waktu menginginkan sahabat di Mars. Aku tidak tahu apa yang dilakukan orang Mars di bola kecil mereka. (Mungkin mereka tidur-dur, bangun-ngun, bekerja-kerja.) Tetapi dari waktu ke waktu mereka menginginkan sahabat di Bumi. Tentang itu aku benar-benar yakin. Gravitasi semesta adalah daya dari kesendirian yang saling menarik. Alam semesta melengkung. Karena itulah kita saling mencari. Alam semesta tumbuh begitu cepat. Karena itulah kita semua gelisah. Berdiri sendirian di dua miliar tahun cahaya, aku bersin tanpa sempat mencegahnya. == Berjalan di Hari yang Berawan == ''<Saat langit tertutup awan begitu pekat,'' ''aku bahkan tak bisa bercakap-cakap dengan sebuah awan>'' Bagaimanapun, di langit yang tak memiliki warna biru, tak ada sesuatu yang dapat disebut jawaban. Di udara panas yang dipenuhi kelembapan, aku justru merindukan sebuah beliung. ''<Ya, untuk awan, aku lebih menyukai'' ''sebuah kumulonimbus kecil.'' ''Tapi ingatanku tentang perang'' ''masih terlalu nyata, kau tahu.>'' Padang-padang yang terbakar ditumbuhi rumput musim panas. Rumput musim panas itu menegaskan kehendaknya sendiri. Aku akan bertanya kepada Tuhan apa yang dipikirkan-Nya tentang manusia. ''<Tidak, aku tidak putus asa.'' ''Aku hanya merindukan langit biru.>'' == Doa == Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Namun kita, dengan tangan yang penuh rancangan dan kepala yang penuh suara, terus berusaha membantahnya. Ah, manusia, betapa congkaknya kita, betapa congkaknya. Bukankah pengetahuan yang kita kumpulkan hanyalah lampu kecil untuk membaca penegasan itu? Bukankah langkah panjang yang kita tempuh hanyalah jalan menuju kegembiraan yang telah lama menunggu di dalam penegasan itu? Pikiranku yang belum matang, sebutir paku kecil pada mesin raksasa yang setengah remuk, kini hanya mempercayai doa. Doa— yang diangkat oleh yang amat kecil kepada yang tak terhingga, di bawah langit semesta. Sebelum tidur aku akan berdoa agar doa-doa manusia menjadi lebih kuat, agar setiap orang merasakan kesunyian bumi seolah itu kesunyiannya sendiri. Sebab setiap tempat adalah titik pada tubuh bumi, dan setiap kita adalah manusia yang sama-sama rapuh di bawah malam. Aku akan berdoa sambil memanggul kesepian itu. Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Dan satu doa yang kecil, lemah, namun bersikeras untuk terus menyala di dalam gelap waktu yang raksasa, tiba-tiba berkobar, sekarang. == Pisau Bedah == Pada saat itu semesta mengerucut menjadi ujung pisau yang dingin. Aku menolak metafisika yang terlalu lama melayang di atas kepala manusia. Kata sifat berjatuhan. Pikiran menguap. Waktu melambat seperti darah yang mencari jalannya sendiri. Abstraksi mundur. Kelupaan dibunuh oleh serangkaian kilatan tanpa cahaya, oleh dentuman besar dari genderang yang tak pernah bersuara. Materialisme menusuk, masuk lebih dalam, mengurai cinta dan segala yang mengikutinya, hingga tinggal protein, hingga tinggal molekul-molekul yang bekerja diam-diam di bawah kulit. Berangkat dari ranjang putih, dari sungai-sungai kapiler yang bercabang di dalam tubuh, aku menemukan kembali alamat sederhanaku di bumi. Aku kembali menjadi berat. Kembali menjadi daging. Kembali menjadi seseorang yang memiliki nadi. Dan segera setelah itu, yang paling menyakitkanku bukanlah kematian, bukan pula waktu, melainkan percakapan-percakapan kusut tentang keberadaan— benang-benang yang tak habis dirajut manusia untuk menjelaskan mengapa ia ada. == Tipu Daya Langit == Burung-burung terbang riang karena langit ada. Dan langit, barangkali merasa bahagia menjadi langit, karena ada burung-burung yang melintas di dalam tubuhnya. Tetapi ketika seorang lelaki mengangkat wajahnya sendirian ke arah biru yang jauh itu, siapa yang akan datang untuk membuatnya bahagia? Pesawat-pesawat membuka sisi belakang langit, seperti seseorang yang menarik tirai dari sebuah pertunjukan tua. Seolah-olah mereka ingin mempermalukannya. Dan ketika manusia melihat apa sebenarnya langit itu, ia menghancurkannya di dalam pikirannya sendiri. Pesawat melukai langit dengan sayatan-sayatan panjang. Namun burung-burung datang dengan sayap yang lembut, menjahit kembali luka itu tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan. Burung-burung tidak tahu bahwa langit pandai menipu. Mereka tidak tahu bahwa kebiruan itu hanyalah wajah. Bahwa kedalaman itu hanyalah jarak. Bahwa yang tampak tak bertepi sesungguhnya kosong. Karena ketidaktahuan mereka, langit tetap ada. Tetap terbuka. Tetap luas bagi setiap kepakan kecil yang mempercayainya. Langit berwarna biru, namun tidak ada apa-apa di sana. Dan justru karena tidak ada apa-apa di sana, burung-burung dapat terbang tanpa akhir di dalamnya. == Referensi == [[Kategori:Jepang]] [[Kategori:Puisi Jepang]] [[Kategori:Sastra Jepang]] iyojxde77rkj379f75gooajl3b8t5ff 117143 117142 2026-06-22T04:35:14Z Sibiru45 35568 /* Musim Semi */ 117143 wikitext text/x-wiki '''Shuntarō Tanikawa''' ialah seorang penyair asal Jepang yang sangat populer dan karya-karyanya diketahui memiliki banyak pembaca. Lahir di Tokyo 1931, ia wafat 13 November 2024 di umur 92 tahun. Puisinya digemari karena menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, tetapi menyimpan makna yang mendalam.<ref>[https://www.poetryfoundation.org/poets/shuntaro-tanikawa Biografi Shuntato Tanikawa]</ref> Puisi-puisi Shuntarō Tanikawa berikut ini diterjemahkan dari buku antologi puisi Shuntarō Tanikawa berjudul ''The Art of Being Alone'' terjemahan Takako U. Lento yang terbit pada tahun 2011.<ref>Tanikawa. S (2011). ''The Art of Being Alone, translated by Takako U. Lento.'' Cornell University Press. New York. Amerika Serikat. ISBN: 978-1-933947-27-3</ref> == Musim Semi == <br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota <br>yang manis, <br>aku melihat rumah-rumah putih <br><br>yang tenteram. <br>Jalan-jalan kecil <br>mengundang langkah kaki.<br><br>Di sebuah stasiun<br><br>di tengah kebun-kebun sayur,<br><br>tak seorang pun turun.<br><br>Tak seorang pun naik.<br><br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota<br><br>yang manis itu,<br><br>aku juga melihat<br><br>cerobong sebuah panti jompo.<br><br>Di bawah banyak awan<br><br>langit bulan Maret,<br><br>kereta melambat.<br><br>Aku menukar<br><br>fatalisme yang singkat itu<br><br>dengan harum bunga prem.<br><br>Sepanjang jalur kereta pinggiran kota<br><br>yang manis itu,<br><br>tak ada yang diizinkan hadir<br><br>selain musim semi. == Sendirian di Dua Miliar Tahun Cahaya == Di bola kecil ini manusia tidur, bangun, bekerja, dan dari waktu ke waktu menginginkan sahabat di Mars. Aku tidak tahu apa yang dilakukan orang Mars di bola kecil mereka. (Mungkin mereka tidur-dur, bangun-ngun, bekerja-kerja.) Tetapi dari waktu ke waktu mereka menginginkan sahabat di Bumi. Tentang itu aku benar-benar yakin. Gravitasi semesta adalah daya dari kesendirian yang saling menarik. Alam semesta melengkung. Karena itulah kita saling mencari. Alam semesta tumbuh begitu cepat. Karena itulah kita semua gelisah. Berdiri sendirian di dua miliar tahun cahaya, aku bersin tanpa sempat mencegahnya. == Berjalan di Hari yang Berawan == ''<Saat langit tertutup awan begitu pekat,'' ''aku bahkan tak bisa bercakap-cakap dengan sebuah awan>'' Bagaimanapun, di langit yang tak memiliki warna biru, tak ada sesuatu yang dapat disebut jawaban. Di udara panas yang dipenuhi kelembapan, aku justru merindukan sebuah beliung. ''<Ya, untuk awan, aku lebih menyukai'' ''sebuah kumulonimbus kecil.'' ''Tapi ingatanku tentang perang'' ''masih terlalu nyata, kau tahu.>'' Padang-padang yang terbakar ditumbuhi rumput musim panas. Rumput musim panas itu menegaskan kehendaknya sendiri. Aku akan bertanya kepada Tuhan apa yang dipikirkan-Nya tentang manusia. ''<Tidak, aku tidak putus asa.'' ''Aku hanya merindukan langit biru.>'' == Doa == Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Namun kita, dengan tangan yang penuh rancangan dan kepala yang penuh suara, terus berusaha membantahnya. Ah, manusia, betapa congkaknya kita, betapa congkaknya. Bukankah pengetahuan yang kita kumpulkan hanyalah lampu kecil untuk membaca penegasan itu? Bukankah langkah panjang yang kita tempuh hanyalah jalan menuju kegembiraan yang telah lama menunggu di dalam penegasan itu? Pikiranku yang belum matang, sebutir paku kecil pada mesin raksasa yang setengah remuk, kini hanya mempercayai doa. Doa— yang diangkat oleh yang amat kecil kepada yang tak terhingga, di bawah langit semesta. Sebelum tidur aku akan berdoa agar doa-doa manusia menjadi lebih kuat, agar setiap orang merasakan kesunyian bumi seolah itu kesunyiannya sendiri. Sebab setiap tempat adalah titik pada tubuh bumi, dan setiap kita adalah manusia yang sama-sama rapuh di bawah malam. Aku akan berdoa sambil memanggul kesepian itu. Satu penegasan yang agung, lahir dari ujung waktu yang tak bertepi, masih tinggal bersama kita. Dan satu doa yang kecil, lemah, namun bersikeras untuk terus menyala di dalam gelap waktu yang raksasa, tiba-tiba berkobar, sekarang. == Pisau Bedah == Pada saat itu semesta mengerucut menjadi ujung pisau yang dingin. Aku menolak metafisika yang terlalu lama melayang di atas kepala manusia. Kata sifat berjatuhan. Pikiran menguap. Waktu melambat seperti darah yang mencari jalannya sendiri. Abstraksi mundur. Kelupaan dibunuh oleh serangkaian kilatan tanpa cahaya, oleh dentuman besar dari genderang yang tak pernah bersuara. Materialisme menusuk, masuk lebih dalam, mengurai cinta dan segala yang mengikutinya, hingga tinggal protein, hingga tinggal molekul-molekul yang bekerja diam-diam di bawah kulit. Berangkat dari ranjang putih, dari sungai-sungai kapiler yang bercabang di dalam tubuh, aku menemukan kembali alamat sederhanaku di bumi. Aku kembali menjadi berat. Kembali menjadi daging. Kembali menjadi seseorang yang memiliki nadi. Dan segera setelah itu, yang paling menyakitkanku bukanlah kematian, bukan pula waktu, melainkan percakapan-percakapan kusut tentang keberadaan— benang-benang yang tak habis dirajut manusia untuk menjelaskan mengapa ia ada. == Tipu Daya Langit == Burung-burung terbang riang karena langit ada. Dan langit, barangkali merasa bahagia menjadi langit, karena ada burung-burung yang melintas di dalam tubuhnya. Tetapi ketika seorang lelaki mengangkat wajahnya sendirian ke arah biru yang jauh itu, siapa yang akan datang untuk membuatnya bahagia? Pesawat-pesawat membuka sisi belakang langit, seperti seseorang yang menarik tirai dari sebuah pertunjukan tua. Seolah-olah mereka ingin mempermalukannya. Dan ketika manusia melihat apa sebenarnya langit itu, ia menghancurkannya di dalam pikirannya sendiri. Pesawat melukai langit dengan sayatan-sayatan panjang. Namun burung-burung datang dengan sayap yang lembut, menjahit kembali luka itu tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan. Burung-burung tidak tahu bahwa langit pandai menipu. Mereka tidak tahu bahwa kebiruan itu hanyalah wajah. Bahwa kedalaman itu hanyalah jarak. Bahwa yang tampak tak bertepi sesungguhnya kosong. Karena ketidaktahuan mereka, langit tetap ada. Tetap terbuka. Tetap luas bagi setiap kepakan kecil yang mempercayainya. Langit berwarna biru, namun tidak ada apa-apa di sana. Dan justru karena tidak ada apa-apa di sana, burung-burung dapat terbang tanpa akhir di dalamnya. == Referensi == [[Kategori:Jepang]] [[Kategori:Puisi Jepang]] [[Kategori:Sastra Jepang]] 0okwu08jcebty3vw3eatm6p3vc8083a Resep:Ayam tangkap 100 27717 117137 2026-06-21T13:13:11Z Wadaihangit 36203 baru 117137 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Ayam Tangkap.jpg|jmpl|Seporsi Ayam tangkap]] '''Ayam tangkap''' adalah hidangan yang berasal dari Aceh dan terbuat dari ayam yang digoreng kering bersama daun salam koha, irisan bawang merah dan cabai hijau keriting.<ref>Gardjito, Murdiati; Santoso, Umar; Utami, Nurullia (2018). ''Ragam Kuliner Aceh: Nikmat yang Sulit Dianggap Remeh''. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 978-602-386-284-9 </ref> ==Bahan== * 1 ekor ayam kampung, dipotong menjadi 25-30 potong * 3 tangkai daun temurui/salam koja/curry leaf ==Bumbu== * 1 buah jeruk nipis * 4 butir bawang merah, diiris tipis * 7 buah cabai hijau keriting, diiris menjadi 2 potong * garam secukupnya ==Bumbu halus== * 4 siung bawang putih * 3 butir kemiri * 1 ruas jahe * merica secukupnya * garam secukupnya ==Cara membuat== # Lumuri ayam dengan jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit # Campur ayam dengan bumbu yang dihaluskan # Goreng ayam yang telah bercampur dengan bumbu # Masukkan daun temurui, bawang merah dan cabai hijau setelah ayam masak, goreng bersama hingga matang # Angkat dan siap disajikan. {{wikipedia|Ayam tangkap}} == Referensi == <references /> [[Kategori:Hidangan Aceh]] doifguxsln7ikxei43aesmej8vobjcz