Wikibuku
idwikibooks
https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.13
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikibuku
Pembicaraan Wikibuku
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Resep
Pembicaraan Resep
Wisata
Pembicaraan Wisata
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Pembicaraan Pengguna:Revi C.
3
12384
117870
117834
2026-08-02T14:17:30Z
Pathoschild
1071
global user pages ([[m:Synchbot|requested by Revi C.]])
117870
wikitext
text/x-wiki
__NOINDEX__<div class="mw-content-ltr" lang="en" dir="ltr">[[File:Revi logo (pink).png|thumb|center|<span style="color:red">PLEASE DO NOT LEAVE MESSAGE HERE!</span>]]
'''<span style="color:red"> BEFORE YOU BLOCK MY ACCOUNT: IF MY EDIT SUMMARY INCLUDE PREFIX </span>''(Script)''<span style="color:red">, DON'T BLOCK ME, JUST TELL ME TO SLOW DOWN AT COMMONS' TALK PAGE. IT IS AN AUTOMATED SCRIPT BEING USED ON COMMONS TO MOVE FILES.</span>'''
Instead, please leave your message following site:
<br />
[[File:Wikidata-logo-en.svg|45px|link=d:User talk:Revi C.]] [[d:User talk:Revi C.]] for Wikidata (Interwiki links) stuff <!--(I am {{int:Group-sysop}} there)-->
<br />
[[File:Commons-logo.svg|45px|link=commons:User talk:Revi C.]] [[commons:User talk:Revi C.]] for renaming stuff or [[User:CommonsDelinker|CommonsDelinker]] action (I am {{int:Group-sysop}} there)
<br />
[[File:Wikimedia Community Logo optimized.svg|45px|link=m:User talk:Revi C.]] [[meta:User talk:Revi C.]] for other stuff (User right notification, revert message, etc...)
Messages left on this page may be reverted or moved without any response.</div>
5b8qtz4dnjnrhc9ts3mku14m3gujbq8
Pembicaraan Pengguna:-revi
3
24558
117872
99860
2026-08-02T15:31:48Z
Pathoschild
1071
global user pages ([[m:Synchbot|requested by Revi C.]])
117872
wikitext
text/x-wiki
#REDIRECT [[User talk:Revi C.]]
o9z79lcc9a9pfmqmrod5w3eyk4q9i0o
Pengguna:-revi
2
24559
117871
99861
2026-08-02T14:50:59Z
Pathoschild
1071
global user pages ([[m:Synchbot|requested by Revi C.]])
117871
wikitext
text/x-wiki
#REDIRECT [[User:Revi C.]]
88g0cv17whfgb1wkeh281mptujwtlut
Resep:Blanggem
100
27848
117840
2026-08-02T12:38:23Z
Diahasy
35152
←Membuat halaman berisi ''''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo. == Bahan-bahan == # Ubi kayu # Gula pasir == Cata pembuatan == # Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak # Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah # Tumbuk halus bahan-bahan tersebut # Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.'
117840
wikitext
text/x-wiki
'''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo.
== Bahan-bahan ==
# Ubi kayu
# Gula pasir
== Cata pembuatan ==
# Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak
# Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah
# Tumbuk halus bahan-bahan tersebut
# Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.
itu83ylz8y3jbti9gm9ilbj96f19yjf
117841
117840
2026-08-02T12:38:46Z
Diahasy
35152
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117841
wikitext
text/x-wiki
'''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo.
== Bahan-bahan ==
# Ubi kayu
# Gula pasir
== Cata pembuatan ==
# Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak
# Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah
# Tumbuk halus bahan-bahan tersebut
# Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
befgy1qvyf09atwow1lh3ku5u4etzt0
117842
117841
2026-08-02T12:39:01Z
Diahasy
35152
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117842
wikitext
text/x-wiki
'''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo.
== Bahan-bahan ==
# Ubi kayu
# Gula pasir
== Cata pembuatan ==
# Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak
# Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah
# Tumbuk halus bahan-bahan tersebut
# Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
b97cxplorw0mp0mapu5jg5etroc0q2o
117843
117842
2026-08-02T12:40:21Z
Diahasy
35152
117843
wikitext
text/x-wiki
'''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo.
== Bahan-bahan ==
# Ubi kayu
# Gula pasir
== Cata pembuatan ==
# Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak
# Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah
# Tumbuk halus bahan-bahan tersebut
# Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
t8v28ozbyba744smfgq783m3z0bsjzy
117845
117843
2026-08-02T12:42:15Z
Diahasy
35152
117845
wikitext
text/x-wiki
'''Blanggem''' adalah makanan tradisional yang berasal dari wilayah Kulon Progo.
== Bahan-bahan ==
# Ubi kayu
# Gula pasir
== Cara pembuatan ==
# Kupas ubi kayu, cuci bersih lalu direbus sampai masak
# Dinginkan ubi kayu, lalu campur ½kg gula pasir serta diberi warna dengan pewarna merah
# Tumbuk halus bahan-bahan tersebut
# Bentuk bulat-bulat adonan tersebut kemudian goreng.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
eaype4z4hxybqua40rt6vawl97ddkdk
Resep:Begine
100
27849
117844
2026-08-02T12:41:15Z
Zeefra
39621
Membuat resep baru
117844
wikitext
text/x-wiki
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
odjrroo2jlbp64kul77ydst3lru421d
117847
117844
2026-08-02T12:44:18Z
Zeefra
39621
117847
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
4o4v2d61ir5s44ump2rc1w3eq1qrg7n
117849
117847
2026-08-02T12:50:08Z
Zeefra
39621
117849
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
== Referensi ==
* <references />
<ref>Halaman:Mustikarasa.pdf/820 - Wikisumber bahasa Indonesia</ref>
0da1r4lk8shmn1d7xm0t5ok900bkoo7
117855
117849
2026-08-02T12:53:54Z
Zeefra
39621
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117855
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
== Referensi ==
* <references />
<ref>Halaman:Mustikarasa.pdf/820 - Wikisumber bahasa Indonesia</ref>
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
qrnoawsnmsr3gxjzgrfg5y1fckj4pyr
117856
117855
2026-08-02T12:54:33Z
Zeefra
39621
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117856
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
== Referensi ==
* <references />
<ref>Halaman:Mustikarasa.pdf/820 - Wikisumber bahasa Indonesia</ref>
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
q5mlzcsrdptheqg1ha9autp0e7yzk04
117858
117856
2026-08-02T13:00:23Z
Zeefra
39621
117858
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.
== Referensi ==
<ref>Halaman:Mustikarasa.pdf/820 - Wikisumber bahasa Indonesia</ref>
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
bmk9y43a01roko6p92x0ohgrjrld145
117876
117858
2026-08-03T09:55:10Z
Raflinoer32
36196
117876
wikitext
text/x-wiki
'''Begine''' merupakan makanan tradisional khas Bali yang dibuat dari beras ketan.
== Bahan ==
* 1 kg beras ketan
* ½ sendok teh garam
== Cara Membuat ==
# Rendam beras ketan selama 1–3 jam.
# Tiriskan beras ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
# Larutkan garam ke dalam sedikit air, lalu siramkan larutan tersebut ke beras ketan sambil mengaduk hingga setiap butir ketan terpisah.
# Kukus kembali hingga ketan matang.
# Bentuk ketan sesuai selera, misalnya segitiga, bulat, atau persegi. Ratakan ketan sambil menekannya perlahan dengan ujung jari.
# Olesi cetakan dan alas cetakan dengan air panas serta minyak kelapa sebelum digunakan. Jika menggunakan alas daun pisang, tidak perlu mengolesinya dengan minyak kelapa.
# Cetak ketan selagi masih hangat agar mudah dibentuk.
# Jemur begine hingga benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang kering. Begine dapat bertahan dalam waktu yang lama.
# Saat akan menggoreng, panaskan minyak terlebih dahulu agar begine mengembang dan matang merata.
== Keterangan ==
* Jika menginginkan rasa manis, tambahkan gula merah yang telah diiris tipis saat mencampurkan larutan garam ke dalam ketan.
* Anda juga dapat menambahkan pewarna makanan sesuai selera.
* Begine merupakan makanan yang memiliki proses pembuatan serupa dengan rengginang.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>\
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
7ann1in55uvuupgm4b5p9tqpimc73lx
Resep:Bengawan solo
100
27850
117846
2026-08-02T12:44:06Z
Pitchrigi
40822
←Membuat halaman berisi '== Bahan-Bahan == * singkong 1 kg * kacang tanah 1 ons * telur 5 butir ==Bumbu-bumbu== * gula pasir 3 ons * santan kental 1 gelas * soda kue 1 sdt. * garam 1 sdt. ==Cara membuat== * Bersihkan singkong, lalu parut dan peras. * Campurkan telur dan gula pasir sampai berbusa. * Masukkan soda, garam, singkong, dan santan. * Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah dilumuri minyak, lalu taburi kacang. * Dipan sampai masak.'
117846
wikitext
text/x-wiki
== Bahan-Bahan ==
* singkong 1 kg
* kacang tanah 1 ons
* telur 5 butir
==Bumbu-bumbu==
* gula pasir 3 ons
* santan kental 1 gelas
* soda kue 1 sdt.
* garam 1 sdt.
==Cara membuat==
* Bersihkan singkong, lalu parut dan peras.
* Campurkan telur dan gula pasir sampai berbusa.
* Masukkan soda, garam, singkong, dan santan.
* Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah dilumuri minyak, lalu taburi kacang.
* Dipan sampai masak.
fyfh6037qdkbsg24mknzd1yigwz7j49
117877
117846
2026-08-03T09:55:31Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117877
wikitext
text/x-wiki
== Bahan-Bahan ==
* singkong 1 kg
* kacang tanah 1 ons
* telur 5 butir
==Bumbu-bumbu==
* gula pasir 3 ons
* santan kental 1 gelas
* soda kue 1 sdt.
* garam 1 sdt.
==Cara membuat==
* Bersihkan singkong, lalu parut dan peras.
* Campurkan telur dan gula pasir sampai berbusa.
* Masukkan soda, garam, singkong, dan santan.
* Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah dilumuri minyak, lalu taburi kacang.
* Dipan sampai masak.
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
het18kqhs06by35d73fgjbvcwclvbr4
117878
117877
2026-08-03T09:56:22Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117878
wikitext
text/x-wiki
== Bahan-Bahan ==
* singkong 1 kg
* kacang tanah 1 ons
* telur 5 butir
==Bumbu-bumbu==
* gula pasir 3 ons
* santan kental 1 gelas
* soda kue 1 sdt.
* garam 1 sdt.
==Cara membuat==
* Bersihkan singkong, lalu parut dan peras.
* Campurkan telur dan gula pasir sampai berbusa.
* Masukkan soda, garam, singkong, dan santan.
* Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah dilumuri minyak, lalu taburi kacang.
* Dipan sampai masak.
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
rj8nbvsabmlhj1z0p9p768ndh8onae9
117879
117878
2026-08-03T09:56:56Z
Raflinoer32
36196
Menambahkan referensi
117879
wikitext
text/x-wiki
== Bahan-Bahan ==
* singkong 1 kg
* kacang tanah 1 ons
* telur 5 butir
==Bumbu-bumbu==
* gula pasir 3 ons
* santan kental 1 gelas
* soda kue 1 sdt.
* garam 1 sdt.
==Cara membuat==
* Bersihkan singkong, lalu parut dan peras.
* Campurkan telur dan gula pasir sampai berbusa.
* Masukkan soda, garam, singkong, dan santan.
* Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah dilumuri minyak, lalu taburi kacang.
* Dipan sampai masak.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
abi0i09oehxwqz26q5g5z83d1sish5s
Resep:Batun bedil
100
27851
117848
2026-08-02T12:50:01Z
Raflinoer32
36196
←Membuat halaman berisi 'Batun bedil adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah. == Bahan-bahan == * 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu * 1/2 kg gula merah * 1/2 butir kelapa * 1/2 sdt garam == Cara membuat == # Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling. # Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (sepe...'
117848
wikitext
text/x-wiki
Batun bedil adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah.
== Bahan-bahan ==
* 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu
* 1/2 kg gula merah
* 1/2 butir kelapa
* 1/2 sdt garam
== Cara membuat ==
# Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling.
# Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (seperti pensil).
# Kukus adonan sampai matang, lalu tuangkan ke dalam wadah yang berisi larutan garam. Kemudian aduk agar semuanya menyatu.
# Tiriskan air bekas adonan.
# Rebus gula dan air secukupnya sampai mendidih dan cukup mengental. Kemudian, aduk dengan pelan dengan api sedang, jangan sampai rusak. Jika larutan gula sudah mengental, angkat air gula.
# Kupas kelapa, lalu parut dan beri garam secukupnya.
# Sajikan dalam piring cekung, lalu taburi dengan parutan kelapa di atasnya.
== Catatan ==
Jika memakai bahan tepung beras, kukus tepung beras terlebih dahulu sampai matang. Kemudian, pisahkan sampai
Dipisah-pisahkan hingga merupakan seperti tepung semula, kemudian diuli sambil diberi air sedikit sehingga djadi lemas.
i02nm9c7haitl7129rlveubtsnighp1
117851
117848
2026-08-02T12:51:59Z
Raflinoer32
36196
117851
wikitext
text/x-wiki
Batun bedil adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah.
== Bahan-bahan ==
* 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu
* 1/2 kg gula merah
* 1/2 butir kelapa
* 1/2 sdt garam
== Cara membuat ==
# Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling.
# Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (seperti pensil).
# Kukus adonan sampai matang, lalu tuangkan ke dalam wadah yang berisi larutan garam. Kemudian aduk agar semuanya menyatu.
# Tiriskan air bekas adonan.
# Rebus gula dan air secukupnya sampai mendidih dan cukup mengental. Kemudian, aduk dengan pelan dengan api sedang, jangan sampai rusak. Jika larutan gula sudah mengental, angkat air gula.
# Kupas kelapa, lalu parut dan beri garam secukupnya.
# Sajikan dalam piring cekung, lalu taburi dengan parutan kelapa di atasnya.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Catatan ==
Jika memakai bahan tepung beras, kukus tepung beras terlebih dahulu sampai matang. Kemudian, pisahkan sampai
Dipisah-pisahkan hingga merupakan seperti tepung semula, kemudian diuli sambil diberi air sedikit sehingga djadi lemas.
== Rujukan ==
<references />
8s71k5vs0bh963r190efthnnd5gayya
117853
117851
2026-08-02T12:53:33Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117853
wikitext
text/x-wiki
Batun bedil adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah.
== Bahan-bahan ==
* 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu
* 1/2 kg gula merah
* 1/2 butir kelapa
* 1/2 sdt garam
== Cara membuat ==
# Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling.
# Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (seperti pensil).
# Kukus adonan sampai matang, lalu tuangkan ke dalam wadah yang berisi larutan garam. Kemudian aduk agar semuanya menyatu.
# Tiriskan air bekas adonan.
# Rebus gula dan air secukupnya sampai mendidih dan cukup mengental. Kemudian, aduk dengan pelan dengan api sedang, jangan sampai rusak. Jika larutan gula sudah mengental, angkat air gula.
# Kupas kelapa, lalu parut dan beri garam secukupnya.
# Sajikan dalam piring cekung, lalu taburi dengan parutan kelapa di atasnya.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Catatan ==
Jika memakai bahan tepung beras, kukus tepung beras terlebih dahulu sampai matang. Kemudian, pisahkan sampai
Dipisah-pisahkan hingga merupakan seperti tepung semula, kemudian diuli sambil diberi air sedikit sehingga djadi lemas.
== Rujukan ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
sgq831pnlaeu0uzd6yzvslii3lz09bx
117854
117853
2026-08-02T12:53:46Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117854
wikitext
text/x-wiki
Batun bedil adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah.
== Bahan-bahan ==
* 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu
* 1/2 kg gula merah
* 1/2 butir kelapa
* 1/2 sdt garam
== Cara membuat ==
# Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling.
# Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (seperti pensil).
# Kukus adonan sampai matang, lalu tuangkan ke dalam wadah yang berisi larutan garam. Kemudian aduk agar semuanya menyatu.
# Tiriskan air bekas adonan.
# Rebus gula dan air secukupnya sampai mendidih dan cukup mengental. Kemudian, aduk dengan pelan dengan api sedang, jangan sampai rusak. Jika larutan gula sudah mengental, angkat air gula.
# Kupas kelapa, lalu parut dan beri garam secukupnya.
# Sajikan dalam piring cekung, lalu taburi dengan parutan kelapa di atasnya.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Catatan ==
Jika memakai bahan tepung beras, kukus tepung beras terlebih dahulu sampai matang. Kemudian, pisahkan sampai
Dipisah-pisahkan hingga merupakan seperti tepung semula, kemudian diuli sambil diberi air sedikit sehingga djadi lemas.
== Rujukan ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
pma4t4nk01wwtwfsen6mvye0ksv7phx
117861
117854
2026-08-02T13:04:42Z
Raflinoer32
36196
117861
wikitext
text/x-wiki
'''Batun bedil''' adalah jajanan pasar khas Bali. Jajanan ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket saat dikunyah.
== Bahan-bahan ==
* 1 kg tepung beras ketan atau ubi kayu
* 1/2 kg gula merah
* 1/2 butir kelapa
* 1/2 sdt garam
== Cara membuat ==
# Uli tepung sembari beri sedikit air agar adonan kental, lemas, dan mudah digiling.
# Ambil adonan tepung sebesar kelereng, lalu bentuk panjang dan bulat (seperti pensil).
# Kukus adonan sampai matang, lalu tuangkan ke dalam wadah yang berisi larutan garam. Kemudian aduk agar semuanya menyatu.
# Tiriskan air bekas adonan.
# Rebus gula dan air secukupnya sampai mendidih dan cukup mengental. Kemudian, aduk dengan pelan dengan api sedang, jangan sampai rusak. Jika larutan gula sudah mengental, angkat air gula.
# Kupas kelapa, lalu parut dan beri garam secukupnya.
# Sajikan dalam piring cekung, lalu taburi dengan parutan kelapa di atasnya.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Catatan ==
Jika memakai bahan tepung beras, kukus tepung beras terlebih dahulu sampai matang. Kemudian, pisahkan sampai tepung berbentuk seperti semua. Lalu, uli dan beri air sedikit sampai lemas.
== Rujukan ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
rpha6towuy4g6wzjka3iu7czqps9gt4
Resep:Biji salak
100
27852
117850
2026-08-02T12:50:33Z
Raihankakicak
41526
←Membuat halaman berisi ''''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah. == Bahan-bahan == # 1 kg ubi jalar # 250 g tepung kanji # ½ butir kelapa # 250 g gula merah # 4 lembar daun jeruk purut # Garam secukupnya # 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah) == Cara pembuatan == #Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan. #<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementeria...'
117850
wikitext
text/x-wiki
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
#Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
#<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa]]
onnhml1gpoojfy0ovf66ofqpvgtqzzs
117852
117850
2026-08-02T12:52:51Z
Raihankakicak
41526
117852
wikitext
text/x-wiki
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
{{Wikipedia}}
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
#Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
#<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa]]
fppj26bzobw6g8ey9cowouiobwuw0vm
117867
117852
2026-08-02T13:43:22Z
Raihankakicak
41526
117867
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Kolak Biji Salak.jpg|jmpl]]
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
{{Wikipedia}}
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
# Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
# Campur ubi halus dengan tepung kanji hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
# Bentuk adonan menjadi bulatan lonjong sebesar kelereng.
# Rebus bulatan adonan hingga mengapung, lalu angkat dan dinginkan.
# Parut kelapa, kemudian buat santan sebanyak 4 gelas. Pisahkan 2 gelas santan.
# Masak sisa santan bersama gula merah, daun jeruk purut, dan garam hingga gula larut dan mendidih.
# Tambahkan larutan tepung kanji, lalu aduk hingga kuah mengental.
# Masukkan bulatan ubi ke dalam kuah dan masak sebentar.
# Sajikan dengan siraman santan yang telah dididihkan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref><br />
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa]]
0mkwyxr5o56s79lm3d5mpiopr9olzxy
117868
117867
2026-08-02T14:00:54Z
Raihankakicak
41526
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117868
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Kolak Biji Salak.jpg|jmpl]]
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
{{Wikipedia}}
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
# Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
# Campur ubi halus dengan tepung kanji hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
# Bentuk adonan menjadi bulatan lonjong sebesar kelereng.
# Rebus bulatan adonan hingga mengapung, lalu angkat dan dinginkan.
# Parut kelapa, kemudian buat santan sebanyak 4 gelas. Pisahkan 2 gelas santan.
# Masak sisa santan bersama gula merah, daun jeruk purut, dan garam hingga gula larut dan mendidih.
# Tambahkan larutan tepung kanji, lalu aduk hingga kuah mengental.
# Masukkan bulatan ubi ke dalam kuah dan masak sebentar.
# Sajikan dengan siraman santan yang telah dididihkan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref><br />
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
lk27iwnq3t1ukt7yaaa5bwngd4y437y
117869
117868
2026-08-02T14:02:04Z
Raihankakicak
41526
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117869
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Kolak Biji Salak.jpg|jmpl]]
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
{{Wikipedia}}
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
# Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
# Campur ubi halus dengan tepung kanji hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
# Bentuk adonan menjadi bulatan lonjong sebesar kelereng.
# Rebus bulatan adonan hingga mengapung, lalu angkat dan dinginkan.
# Parut kelapa, kemudian buat santan sebanyak 4 gelas. Pisahkan 2 gelas santan.
# Masak sisa santan bersama gula merah, daun jeruk purut, dan garam hingga gula larut dan mendidih.
# Tambahkan larutan tepung kanji, lalu aduk hingga kuah mengental.
# Masukkan bulatan ubi ke dalam kuah dan masak sebentar.
# Sajikan dengan siraman santan yang telah dididihkan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref><br />
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
tvr1myc92ogb8dqze27uaq5jmad3xz7
117880
117869
2026-08-03T09:57:16Z
Raflinoer32
36196
removed [[Category:WikiCitaRasa]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117880
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Kolak Biji Salak.jpg|jmpl]]
'''Biji Salak''' adalah makanan tradisional yang dibuat dari ubi jalar dengan kuah santan dan gula merah.
{{Wikipedia}}
== Bahan-bahan ==
# 1 kg ubi jalar
# 250 g tepung kanji
# ½ butir kelapa
# 250 g gula merah
# 4 lembar daun jeruk purut
# Garam secukupnya
# 1 sdm tepung kanji (untuk mengentalkan kuah)
== Cara pembuatan ==
# Rebus ubi jalar hingga matang, kupas, lalu haluskan.
# Campur ubi halus dengan tepung kanji hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
# Bentuk adonan menjadi bulatan lonjong sebesar kelereng.
# Rebus bulatan adonan hingga mengapung, lalu angkat dan dinginkan.
# Parut kelapa, kemudian buat santan sebanyak 4 gelas. Pisahkan 2 gelas santan.
# Masak sisa santan bersama gula merah, daun jeruk purut, dan garam hingga gula larut dan mendidih.
# Tambahkan larutan tepung kanji, lalu aduk hingga kuah mengental.
# Masukkan bulatan ubi ke dalam kuah dan masak sebentar.
# Sajikan dengan siraman santan yang telah dididihkan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref><br />
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
3fq0tdjjbp6cr1dsee7kb43qqdvgk5c
Resep:Bilus
100
27853
117857
2026-08-02T12:59:49Z
Royhanah
41883
←Membuat halaman berisi ''''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura. == Bahan-bahan== 1. Tepung beras 1 kg 2. Gula pasir 1/2 kg 3. Telur 20 butir 4. Santan 4 gls 5. Minyak kelapa 3 gls === Cara membuat=== 1. Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang 2. Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata 3. Bentuk tepung tadi seperti perut ayam 4 Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mus...'
117857
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
1. Tepung beras 1 kg
2. Gula pasir 1/2 kg
3. Telur 20 butir
4. Santan 4 gls
5. Minyak kelapa 3 gls
=== Cara membuat===
1. Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
2. Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
3. Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
4 Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
sh5dq9sr590woqmne8r1h3uvjighgg9
117859
117857
2026-08-02T13:00:30Z
Royhanah
41883
added [[Category:Mustikarasa]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117859
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
1. Tepung beras 1 kg
2. Gula pasir 1/2 kg
3. Telur 20 butir
4. Santan 4 gls
5. Minyak kelapa 3 gls
=== Cara membuat===
1. Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
2. Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
3. Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
4 Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:Mustikarasa]]
n1x2bsjodl5rnd8elbhdb469jxz1kzk
117860
117859
2026-08-02T13:02:21Z
Royhanah
41883
/* Cara membuat */
117860
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
1. Tepung beras 1 kg
2. Gula pasir 1/2 kg
3. Telur 20 butir
4. Santan 4 gls
5. Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
1. Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
2. Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
3. Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
4 Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:Mustikarasa]]
lb4nl8407cypuzyzkrh62uoqd6cvdqt
117862
117860
2026-08-02T13:08:15Z
Raflinoer32
36196
Raflinoer32 memindahkan halaman [[Bilus]] ke [[Resep:Bilus]]: Judul salah eja
117860
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
1. Tepung beras 1 kg
2. Gula pasir 1/2 kg
3. Telur 20 butir
4. Santan 4 gls
5. Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
1. Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
2. Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
3. Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
4 Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:Mustikarasa]]
lb4nl8407cypuzyzkrh62uoqd6cvdqt
117881
117862
2026-08-03T09:59:22Z
Raflinoer32
36196
117881
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
* Tepung beras 1 kg
* Gula pasir 1/2 kg
* Telur 20 butir
* Santan 4 gls
* Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
# Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
# Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
# Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
# Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:Mustikarasa]]
346vgwniibrs52t9pa7iso75epkwcg6
117882
117881
2026-08-03T09:59:25Z
Raflinoer32
36196
removed [[Category:Mustikarasa]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117882
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
* Tepung beras 1 kg
* Gula pasir 1/2 kg
* Telur 20 butir
* Santan 4 gls
* Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
# Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
# Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
# Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
# Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
16jnkihxn3xszuhfyjnfjumh29rs9b9
117883
117882
2026-08-03T09:59:33Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117883
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
* Tepung beras 1 kg
* Gula pasir 1/2 kg
* Telur 20 butir
* Santan 4 gls
* Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
# Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
# Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
# Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
# Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
5qae9jinprlsi189uxvsce52wn64yq5
117884
117883
2026-08-03T09:59:44Z
Raflinoer32
36196
added [[Category:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117884
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
* Tepung beras 1 kg
* Gula pasir 1/2 kg
* Telur 20 butir
* Santan 4 gls
* Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
# Telur dan gula di aduk jangan sampai kembang
# Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu diaduk sampai merata
# Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
# Digoreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
ipx86cd5orjesijb1y7pfmwbyh2kclc
117885
117884
2026-08-03T10:13:04Z
Royhanah
41883
/* Cara membuat */
117885
wikitext
text/x-wiki
'''Bilus''' adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Pulau Madura.
== Bahan-bahan==
* Tepung beras 1 kg
* Gula pasir 1/2 kg
* Telur 20 butir
* Santan 4 gls
* Minyak kelapa 3 gls
== Cara membuat==
# Aduk telur dan gula jangan sampai mengembang
#Masukkan air santan ke dalam tepung tadi lalu aduk sampai merata
#Bentuk tepung tadi seperti perut ayam
# Goreng sampai warnanya kekuningan.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia''. Jakarta: Kementerian Pertanian </ref>
==Referensi==
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
nfd7a07cif0y4f65nbtsj0w8dujjqvw
Bilus
0
27854
117863
2026-08-02T13:08:15Z
Raflinoer32
36196
Raflinoer32 memindahkan halaman [[Bilus]] ke [[Resep:Bilus]]: Judul salah eja
117863
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Resep:Bilus]]
npsxg1z8u42klp1kx3qhsynvuwy2lnh
Resep:Bika jawa pona
100
27855
117864
2026-08-02T13:09:48Z
Lany pirna
33283
membuat artikel baru
117864
wikitext
text/x-wiki
'''Bika jawa pona''' merupakan salah satu kue tradisional khas pulau Sumbawa.
== Bahan-bahan ==
* tepung beras 1/2 kg
* labu kuning 1 gelas
* telur 2 butir
* kelapa 1/2 buah
* gula pasir 1 ons
* garam 1 sdt
* panili 1 bungkus
== Cara membuat ==
# Kukus atau rebus labu kuning hingga lunak, kemudian tiriskan.
# Parut kelapa untuk membuat santan.
# Haluskan labu dan campurkan dengan tepung beras, dapat juga ditambahkan gula sesuai selera.
# Uli campuran labu dan tepung beras hingga lunak dan tambahkan santan.
# Apabila sudah menghasilkan tekstur yang lembut, cairkan dengan santan dengan kekentalan seperti adonan serabi.
# Bakar adonan di dalam cetakan cara bikang atau cetakan poffertjes.
== Referensi ==
Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
191d3l3wqvicmi3snv6tckqy1pf3ph5
117865
117864
2026-08-02T13:11:13Z
Lany pirna
33283
menambahkan referensi
117865
wikitext
text/x-wiki
'''Bika jawa pona''' merupakan salah satu kue tradisional khas pulau Sumbawa.
== Bahan-bahan ==
* tepung beras 1/2 kg
* labu kuning 1 gelas
* telur 2 butir
* kelapa 1/2 buah
* gula pasir 1 ons
* garam 1 sdt
* panili 1 bungkus
== Cara membuat ==
# Kukus atau rebus labu kuning hingga lunak, kemudian tiriskan.
# Parut kelapa untuk membuat santan.
# Haluskan labu dan campurkan dengan tepung beras, dapat juga ditambahkan gula sesuai selera.
# Uli campuran labu dan tepung beras hingga lunak dan tambahkan santan.
# Apabila sudah menghasilkan tekstur yang lembut, cairkan dengan santan dengan kekentalan seperti adonan serabi.
# Bakar adonan di dalam cetakan cara bikang atau cetakan poffertjes.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
lp8e6ul89b0eza8gqcp4kju3l1s5wpv
117866
117865
2026-08-02T13:19:09Z
Lany pirna
33283
117866
wikitext
text/x-wiki
'''Bika jawa pona''' merupakan salah satu kue tradisional khas [[w:Pulau_Sumbawa|pulau Sumbawa]], [[w:Nusa_Tenggara_Timur|Nusa Tenggara Timur]]. Kue Bika jawa pona ini walaupun berwarna kuning, tetapi tekstur lebih lembut dibandingkan dengan bika ambon.
== Bahan-bahan ==
* tepung beras 1/2 kg
* labu kuning 1 gelas
* telur 2 butir
* kelapa 1/2 buah
* gula pasir 1 ons
* garam 1 sdt
* panili 1 bungkus
== Cara membuat ==
# Kukus atau rebus labu kuning hingga lunak, kemudian tiriskan.
# Parut kelapa untuk membuat santan.
# Haluskan labu dan campurkan dengan tepung beras, dapat juga ditambahkan gula sesuai selera.
# Uli campuran labu dan tepung beras hingga lunak dan tambahkan santan.
# Apabila sudah menghasilkan tekstur yang lembut, cairkan dengan santan dengan kekentalan seperti adonan serabi.
# Bakar adonan di dalam cetakan cara bikang atau cetakan poffertjes.<ref>Kementerian Pertanian. 1967. ''Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia.'' Jakarta: Kementerian Pertanian</ref>
== Referensi ==
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0]]
[[Kategori:WikiCitaRasa 2.0 - TOT]]
rzp1oawx24g1x0zs1whheb431xr03dm
Sungai Pemikat Jodoh
0
27856
117873
2026-08-02T22:49:46Z
Raihankakicak
41526
←Membuat halaman berisi '== '''Sungai Pemikat Jodoh''' == ''Karya Kelompok 2 Kelas A-1'' ==== Pelaku: ==== 1. Muhammad Raihan (Panud) 2. Muhammad Riky Rahman (Surianata) 3. Fitria Maya Sari (Bhanuwati) 4. Siti Hafizah (Hanjani) 5. Salsabila Amalia (Ningsih) 6. Restika Wijayanti (Maryam) 7. Henny Futry Ananti (Munaroh) 8. Atika Zahradia Maulida (Basnah) == '''''BABAK 1''''' == ''Cahaya lampu bersinar sedikit redup. Ada musik suar...'
117873
wikitext
text/x-wiki
== '''Sungai Pemikat Jodoh''' ==
''Karya Kelompok 2 Kelas A-1''
==== Pelaku: ====
1. Muhammad Raihan (Panud)
2. Muhammad Riky Rahman (Surianata)
3. Fitria Maya Sari (Bhanuwati)
4. Siti Hafizah (Hanjani)
5. Salsabila Amalia (Ningsih)
6. Restika Wijayanti (Maryam)
7. Henny Futry Ananti (Munaroh)
8. Atika Zahradia Maulida (Basnah)
== '''''BABAK 1''''' ==
''Cahaya lampu bersinar sedikit redup. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Panud dan Surianata duduk di Warung Basnah.'''
Basnah : Nud, Sur, aku nitip warung bentar ya, ada urusan mendadak, bentar saja nanti aku kembali.
Panud : Baik Basnah amaaan.
'''Basnah pergi. Lalu datang dua orang wanita desa.'''
Ningsih : Selamat sore Surianata dan Panud. ''(Menyapa dengan suara ramah)''
Panud dan Surianata : Sore juga. ''(Menyapa bersamaan)''
Maryam : Tumben sekali kalian berdua bertemu, setelah sekian lama tidak terlihat bersama. ''(Maryam bertanya)''
Surianata : Oh aku hanya ingin saja. Lagi pula tidak ada salahnya’kan sesama teman bersilaturahmi, dan juga aku ingin memberitahu Panud bahwa sebentar lagi aku akan menikah. ''(suara santai, melihat ke arah Panud)''
Ningsih : Benarkah? Sebentar lagi kamu mau menikah, wah selamat yaa! Panud bagaimana? Apakah akan membujang selamanya? ''(suara bahagia, lalu berubah ke suara mengejek)''
Maryam : Benar bagaimana dengan Panud, apakah kamu akan membujang selamanya? ''(suara merendahkan.)''
Panud : Kalian berdua jangan asal bicara ya! aku juga sebentar lagi mau menikah. (''Jawab Panud suara sedikit meninggi.)''
Surianata : Benarkah? ''(wajah terkejut.)''
Panud : Kalau ada calonnya. ''(tertawa kecil)''
Surianata : Aku pun juga bisa bicara seperti itu. ''(kesal menanggapi)''
Ningsih : Ada-ada saja jawaban Panud itu. (''tertawa kecil)''
Maryam : Saranku yaa Panud. ''(sedikit mendekat ke arah Surianata dan Panud)'' Kamu itu cepat-cepat saja menikah, secara’kan laki-laki di sini yang masih melajang hanya kamu dan Surianata saja. Tapi Surianata sebentar lagi mau menikah, sedangkan kamu belum. Benar tidak Ning? ''(menepuk bahu Ningsih)''
Ningsih : Iya benar''. (Menganggukkan kepala)''
Panud : Iya-iyaaa... ini juga aku sedang mencari! kalian itu terlalu berisik! Bukankah dalam Al-Qur’an ada surah mengenai jodoh tidak akan pernah ke mana. Jadi santai saja, kalian berdua tidak perlu sibuk mengurusi hidupku. (''Mengambil teh lalu meminumnya)''
Ningsih : Kami hanya bercanda saja, kamu tidak perlu menanggapi kami dengan serius menggunakan dalil. Huh... ''(Bersedekap dada)'' Pantas saja kamu tidak dapat jodoh, orangnya terlalu serius begini. ''(melirik sinis pada Panud)''
Maryam : Iya benar Ning, lebih baik kami pergi saja. ''(Menarik lengan Ningsih)'' Ayo Ningsih! ''(Pergi menjauh dari Surianata dan Panud)''
Surianata : Ya sudah hati-hati ya kalian di jalan! ''(melambaikan tangan)''
'''Ningsih dan Maryam pun pergi Warung Basnah dengan langkah cepat, dan raut wajah kesal.'''
Surianata : Benar juga kata mereka berdua, kamu kapan menikahnya Panud? ''(mendekat dan berbisik)''
Panud : Kamu ini Suur, sama saja seperti mereka berdua, suka sekali mengurusi hidup orang. ''(bersandar pada meja warung)''
Surianata : Hei aku bertanya serius sama kamu, nanti jika tidak ada pasangan hidup kamu juga yang susah.
Panud : Bagaimana ya Sur, ''(suara sedih)'' Aku juga ingin cepat-cepat dapat jodoh, tapi kayaknya Tuhan masih belum mempertemukanku pada jodohku. (''Panud bicara melihat ke atas)''
Surianata : Jadi hanya itu saja masalahmu, kita berdua mempunyai masalah yang sama. Aku juga lama tidak dapat jodoh, tapi akhirnya aku mendapatkannya, meskipun dengan cara yang tidak benar. ''(Surianata menjelaskan dengan menunjuk dirinya sendiri dengan rasa bangga, dan sedikit menyesal)''
Panud : Maksudmu? ''(Dengan wajah bingung menghadap Surianata)''
Surianata : Sini biar kuberitahu satu hal. ''(Surianata dengan tangannya memberi isyarat agar Panud mendekatkan)'' Aku melakukan Ritual yang sudah turun temurun dilakukan oleh keluargaku. ''(Surianata berbisik pada Panud)'' Kamu’kan tahu Nud, keluargaku itu sudah berteman lama dengan ritual semacam itu.
Panud : Tapikan Sur ... cara seperti itu sangat dilarang dalam ilmu agama. ''(Suara Panud terdengar ragu dan takut)''
Surianata : Ya aku pun juga tahu itu dilarang, ''(Katanya menjauhkan badan dan menyesap teh)'' tapi setelah aku mendapatkannya, aku akan memperbaiki sikapku demi dirinya. ''(Dengan suara lembut)'' Jadi bagaimana apakah kamu mau aku ajari ilmuku? ''(Suara yang kembali bersemangat)''
Panud : ... ''(Panud diam tidak menjawab'')
Surianata : Sebentar.
'''Surianata pergi dari sebentar (mengambil gayung) lalu kembali lagi ke Panud.'''
Surianata : Ya sudah biar kuberitahu saja, terserah kamu mau melakukannya atau tidak. Tepatnya tengah malam, kamu pergi ke ujung sungai kampung ini. Bawalah selendang kuning ini lalu menarilah.. Satu hal yang penting adalah kamu bawa gayung ini, yang merupakan benda pusaka. ''(Surianata memberikan sebuah gayung pada Panud).'' Sebut nama Bhanuwati 3 kali maka akan muncul sosok penguasa sungai itu, dialah yang telah memberikanku jodoh. Segeralah, kamu sampaikan permintaanmu padanya ''(Surianata menjelaskan dengan detail)''
Panud : Gila kamu Sur, ''(Suara Panud meninggi dan menjauhkan badannya berdiri dari kursi)'' Aku tidak akan pernah melakukan perbuatan terlarang itu ''(Panud bersuara menggebu-gebu menunjuk ke arah Surianata).'' Meminta jodoh bukan pada Tuhan itu sudah termasuk perbuatan menyekutukan Tuhan, balasannya adalah neraka. ''(Suara marah)''
Surianata : Aku hanya memberitahu saja, ''(Surianata bicara sambil mengangkat bahu),'' terserah kamu mau melakukannya atau tidak.
'''Panud pergi meninggalkan Warung Basnah dengan wajah marah.'''
''Lampu dimatikan.''
''Cahaya lampu bersinar terang. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Ningsih, Maryam, dan Munaroh berkumpul di Warung Basnah.'''
Munaroh : Pernikahan Surianata kemarin sederhana banget benar tidak Ning? ''(Hayati membuka pembicaraan)''
Ningsih : Iya sangat sederhana, sesuai saja dengan kepribadian Surianata. ''(Ningsih menjawab santai)''
Munaroh : Maksudnya Ning? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Iya sesuai, karena Surianata memang seperti orang yang tidak berduit. ''(Jawab Ningsih pelan dan mengejek)''
Munaroh : Ah kamu bisa saja Ning, nanti kalau terdengar oleh si Suri bisa marah dia. ''(Hayati bersuara seolah menakut-nakuti)''
Maryam : Dari pada membicarakan pengantin baru, lebih baik kita membicarakan si bujang lapuk saja. ''(Maryam bersuara dengan semangat)''
Munaroh : Siapa? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Siapa lagi kalau bukan si Panud itu. ''(Menjawab cepat)''
Maryam : Benar sekali. ''(Menjentikkan jari)''
Basnah : Benar juga Surianata sudah kawin, tertinggal Panud saja lagi yang masih sendiri. ''(Basnah ikut bergabung sambil membersihkan gelas kaca dengan kain)''
Munaroh : Iya benar sekali Basnah. Kasihan ya Panud masih sendiri. ''(Suara sedih)''
Basnah : Iya kita doain aja semoga dia cepat dapat jodoh.
Ningsih : Orang kayak dia itu mana mungkin dapat jodoh, yang ada jodohnya kabur sebelum nikah gara-gara di kasih ceramah terus. ''(Ningsih bersuara dengan nada mengejek)''
Maryam : Iya benar kata Ningsih. Perempuan nih yaa ... Mana mau sama laki-laki yang terlalu serius, dan Panud ituuu ... dia terlalu serius, pasti sangat membosankan kalau menghabiskan waktu sama dia. ''(Memelankan suara takut di dengar)''
Basnah : Bukankah laki-laki seperti Panud itu patut untuk di kejar, dia sangat taat pada agama, otomatis hidup perempuan yang bersamanya akan terjamin dunia akhirat. ''(Basnah memberi pendapat)''
Ningsih : Kalau Basnah bicara begitu, kenapa tidak Basnah saja menikah dengan Panud. ''(Suara kesal)''
Basnah : Kamu ini Ning mengada-ada saja, aku kan sudah punya suami. ''(Jawab Basnah tertawa kecil menanggapi)''
Maryam : Pokoknya yaa laki-laki kayak Panud itu ga asyik, ga bisa diajakin bercanda. ''(Tambah Maryam)''
Munaroh : Heii kalian terlalu fokus pada Panud, apakah kalian tidak merasa janggal sama Surianata yang merupakan sahabatnya Panud. ''(Menyela di tengah pembicaraan)''
Ningsih : Memang ada apa sama Surianata? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Munaroh : Looh kalian tidak sadar yaa, ''(Menatap teman bicaranya satu persatu)'' Surianata kan sama Panud sama-sama lajang sikapnya pun sama, tapi kenapa Surianata lebih dahulu menikah ketimbang Panud. ''(Tanya Hayati dengan wajah bingung)''
Maryam : Yaa wajar aja Surianata nikah lebih dulu. Surianta’kan wajahnya lebih bersahabat ketimbang Panud yang mukanya terus saja ditekuk. ''(Jawab Maryam cepat)''
Munaroh : Jadi semua penilaian ini hanya tentang wajah''? (Tanya Hayati dengan wajah sedikit kesal)''
Basnah : Aaah sudahlah! ''(Melerai dengan merentangkan tangan)'' Dari pada membicarakan mereka berdua lebih baik beli gorengan aku saja, masih banyak lagi nih. ''(Basnah berkata sambil menatap kesal para gadis desa itu)''
Ningsih : Iya-iya Basnah ini juga kami mau beli. ''(Ningsih merasa malu dan tertawa kecil)''
'''Pembicaraan itu di dengar oleh Panud yang bersembunyi di balik pohon.'''
Panud : Apakah aku harus melakukan yang seperti Surianata bilang. ''(Bertanya pada diri sendiri)'' Iya mungkin ini cara yang tepat. Aku harus melakukannya ''(Panud bicara tegas)''
== '''''BABAK 2''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada bunga rampai. Gayung. Selendang kuning yang diikat di lengan Panud. Bunga Rampai yang bertebaran.''
'''Di Sungai Kampung Gayung Basambut Panud menjalankan ritualnya. Dia berendam sesuai dengan cara yang di jelaskan oleh Surianata. Lalu muncullah Bhanuwati.'''
Bhanuwati : Apa hajatmu duhai pemuda hingga berani memanggilku? ''(Menatap tajam ke arah Panud, dengan suara menggema di telinga Panud)''
Panud : Bhanuwati aku meminta padamu, berikanlah aku jodoh agar aku tidak melajang sampai tua. ''(Panud berucap dengan suara pelan tapi tegas, tidak ada rasa takut dalam dirinya)''
Bhanuwati : Hahahahaha ... ''(Bhanuwati tertawa pelan, tapi berhasil membuat siapa pun yang mendengar akan merinding)'' Kau terlihat taat pada ilmu agama aku mengetahui itu''. (Bhanuwati bersuara lembut tapi menusuk)'' Lantas apakah kamu sudah yakin meminta padaku? ''(Dia berbicara sambil mengelilingi Panud dan menatapnya dalam juga tajam)''
Panud : Iya aku sudah yakin, dan aku siap menerima segala risikonya. ''(Panud menegakkan kepala dan menjawab mantap)''
Bhanuwati : Kamu cukup percaya diri datang ke sini, ''(Bhanuwati tepat berhenti di sebelah Panud lalu berbisik)'' Maka akan aku kabulkan permintaanmu, tapi dengan satu syarat. ''(Dia bersuara lalu menjedanya)''
Panud : Apa itu? ''(Panud bertanya dengan wajah penasaran)''
Bhanuwati : Aku bisa menjadikan semua wanita satu kampung ini menjadi pasanganmu, meskipun mereka telah bersuami. Tapi ada satu yang tidak bisa kamu miliki, dia adalah Hanjani istri Surianata. Sekali kamu mencoba mendekatinya maka malapetaka yang besar akan datang padamu. Bagaimana? ''(Bhanuwati menjelaskan sembari menatap Panud tajam)''
Panud : Iya saya setuju. ''(Panud menjawab mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun)''
Bhanuwati : Baguslah ''(Bhanuwati mulai membaca mantra).'' Ini ''(Bhanuwati memberikan selendang kuning)'' kamu bawa ke mana pun selendang kuning ini untuk memikat hati wanita, dengan selendang ini kamu harus menari, semua orang akan melihatmu seperti orang biasa berjalan saat kamu menari. Ingat jangan kamu coba-coba membawa selendang kuning ini mendekat pada Hanjani. Jika kamu melanggarnya maka kamu akan mendapatkan malapetaka. ''(Bhanuwati berkata tajam tapi masih terdengar lembut)''
'''Panud menerima selendang kuning itu. Lalu Bhanuwati menghilang di tengah sungai. Panud pergi dari sungai.'''
''Lampu meredup, keadaan semakin gelap.''
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Panud menari ke arah tempat para wanita berkumpul.'''
Panud : Seperti biasa Basnah. ''(Panud duduk)''
Basnah : Baik Panud. ''(Menyiapkan gorengan dan teh manis)''
Ningsih : Waaah auramu terlihat berbeda hari ini, Nud. ''(Ningsih mendekati Panud)''
Maryam : Iya tidak seperti biasanya. ''(Maryam juga mendekat)''
Panud : Mana ada, aku masih terlihat seperti biasanya. ''(Panud menjawab santai sedikit malu)''
Munaroh : Kami berbicara benar, sungguh auramu hari ini terlihat luar biasa, bahkan seperti menyihir pikiran kami''. (Hayati juga mendekat, dan menjelaskan isi pikirannya)''
Panud : Ehem ... Mana mungkin, kalian saja yang terlalu berlebihan. ''(Panud terbatuk kecil dan menjawab).''
Hayati : Serius kami tidak bohong, benar tidak teman-teman? ''(Tanya hayati pada Ningsih dan Maryam, dan mendapatkan anggukan persetujuan)''
Basnah : Ini gorengan sama teh manisnya. ''(Basnah memberikan sepiring gorengan dan segelas teh hangat manis)''
Panud : Oh iya terima kasih ya Basnah. ''(Panud menerima dengan hati-hati)''
Basnah : ... ''(Basnah tidak menjawab dia kembali dengan kesibukannya)''
'''Hanjani datang ke warung Basnah. Panud melihat takjub ke arah Hanjani. Panud tersenyum kecil pada Hanjani.'''
Ningsih : Halo Ani. ''(Sapa Ningsih ramah)''
Hanjani : Eh halo juga Ning, ''(Hanjani mendekat pada Ningsih)'' kalian lagi apa? sepertinya seru sekali''. (Dengan suara ramah)''
Maryam : Biasa kami lagi menggosip, kamu mau ikut tidak. ''(Suara santai)''
Hanjani : Begitu, aku tidak ikut, ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di rumah. ''(Hanjani bicara sambil berjalan mendekati Basnah)'' Oh iya Basnah gorengan pisangnya sepuluh ribu yaa.
Ningsih : Begitu ya yaudah deh. ''(Dengan suara sedikit sedih)''
'''Basnah memberikan kantong plastik pada Hanjani. Hanjani berjalan pergi meninggalkan warung. Langkahnya terhenti saat mendengar Panud bersuara.'''
Panud : Hei Hanjani, apakah kamu tidak ingin bersantai saja dulu di sini. (''Panud bersuara sambil melihat ke arah Hanjani)''
Hanjani : Maaf sepertinya aku tidak bisa. ''(Hanjani berucap sambil menjaga pandangan matanya agar terus menunduk)''
Panud : Ayolah Hanjani kapan lagi kita bisa reunian seperti ini, seperti mengingat masa kecil dulu. ''(Panud bersuara pelan membujuk Hanjani)''
Hanjani : Aku rasa itu bukanlah hal yang penting, lebih baik kamu cari kesibukan lain saja Nud, daripada mengingat masa lalu. ''(Hanjani bersuara lembut namun terdengar tegas'') Kalau begitu aku pamit pergi yaa, mari semuanya ''(Hanjani pergi sambil menundukkan kepalanya)''
Maryam : Iya Ani hati-hati yaa. ''(Maryam membalas sambil melambaikan tangannya)''
'''Hanjani pergi meninggalkan Warung Basnah. Panud diam membisu. Pagi itu adalah awal dari malapetaka sebenarnya. -'''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 3''''' ==
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Ningsih, Munaroh, dan Maryam duduk di Warung Basnah. Panud berjalan santai ke arah warung Basnah.'''
Ningsih : Eh Mun, Mun coba liat ke sana ''(menunjuk ke arah Panud.)'' Itu Panud bukan sih?
Munaroh : Eh iyaa itu Panud, Aaaaaa Panud sini ''(menyapa dengan nada centil)''
Ningsih : Pagi-pagi makan kedondong, Panud sini dongg ''(berteriak centil)''
Maryam : Ih kalian pada kenapa sii? Kok semakin hari semakin aneh? ''(tanya Maryam melihat bingung ke arah dua temannya)''
Munaroh : Apaansih Maryam. Kami masih normal kok, kamu tuh yang gak normal, masa gak suka sama Panud yang ganteng itu.
Maryam : Heh asal aja kamu Mun kalau bicara, gini-gini aku masih normal ya! Kalian tuh yang udah gak waras, matanya udah buta, Panud yang begitu masa direbutin, bukannya dulu kalian suka ejek dia ya?
Munaroh : Kapan? Aku gak pernah ejek Panud tuh.
Ningsih : Ck ... kalian bisa diam gak sih itu Panud mau jalan ke sini. Eh aku udah cantik belum. ''(Merapikan pakaian)''
Munaroh : Udah, kamu udah cantik, aku gimana?
Ningsih : Iya udah cantik juga?
Maryam : ''(Memutar bola mata malas melihat perilaku temannya yang aneh)''
'''Panud mendekat ke arah mereka dengan wajah tersipu malu, mendengar teriakan-teriakan dari para wanita.'''
Panud : Halo selamat pagi. ''(Sapa Panud ramah)''
Ningsih : Pagi Panud ''(suara lembut)''
Basnah : Ngeteh dulu sini Nud ''(bicara sambil membersihkan gelas)''
Panud : Tidak dulu Basnah.
Munaroh : Panud mau kemanaa? (suara centil)
Panud : Aku hanya berkeliling kampung saja, soalnya kalau di rumah terus bosan.
Ningsih : Panuud, kamu masih sendiri?
Panud : Hmm, iyalah memang kenapa Ning?
Ningsih : Tidak aku hanya bertanya saja, bisa kali ekhem ekhem.
Maryam : Ning? kamu kenapa sih ko berbeda dengan seorang Ningsih biasanya.
Ningsih : Hello! ini aku ya. Mana ada berbeda, udah deh Maryam kamu diam aja! ''(wajah kesal)''
Munaroh : Panuud.
Panud : Iyaa Mun?
Munaroh : Kamu tidak ada niatan gitu untuk menyusul Surianata?
Basnah : Iya Panud, cobalah untuk mencari pasangan hidup
Panud : Doakan saja agar aku dapat menemukan jodoh secepatnya
Ningsih : Ekhem ... ekhem ''... (mengode Panud)'' Panud aku masih sendiri lohh, mending kamu sama aku. Orang kaya yang hartanya tidak habis tujuh turunan? (memamerkan gelang emas di tangan)
Munaroh : Ih Ningsih! Apa-apaan sih kamu. emang yakin itu emas asli? beli sendal saja ga mampu.
Ningsih : Heh jangan mengada-ada ya Mun!
Munaroh : Nih ya panud, mending kamu pilih aku aja. Aku masih lucu dan imut, penampilan aku juga jauh lebih nyaman dilihat, dari pada Ningsih yang seperti ibu-ibu itu.
Ningsih : Heh sembarangan kamu Mun kalau bicara.
Maryam : Heh sudahhh! kalian pada kenapa sihh, kok makin aneh gini ''(Maryam berteriak melerai kedua temannya yang adu mulut)''
Basnah : Ambil saja dua duanya panud ''(tertawa kecil)''
Munaroh : Ih aku mau jadi satu satunya bukan salah satunya.
Panud : Sudah-sudahh kalian berdua cantik ko, jangan bertengkar lagi ya cantik-cantik.
'''Ningsih dan Munaroh baper. Maryam memutar bola matanya lalu berdiri di samping mereka bertiga.'''
Maryam : Astagaaaa! Kalian berdua makin aneh aja mending pulang deh. PULANG! ''(Maryam berteriak lalu menarik kedua tangan temannya)''
Panud : Aku telah berhasil memikat para wanita di kampung ini, akankah aku bisa memikat hati Hanjani? ''(tanya Panud pada diri sendiri)''
'''Dari kejauhan datanglah Hanjani ke Warung Basnah.'''
Panud : Hai Hanjani, selamat pagi. ''(Panud menyapa ramah, dengan senyum)''
Hanjani : Selamat pagi juga Panud. ''(Menyapa balik, sambil menjaga pandangan)''
Panud : Hanjani hari ini kamu terlihat sangat cantik. (''Puji Panud memperhatikan Hanjani)''
Hanjani : Terima kasih atas pujianmu. ''(Hanjani menjawab dengan menundukkan wajahnya)''
Panud : Aku tidak memuji, itu kenyataan. ''(Jawab Panud cepat, masih terus memperhatikan Hanjani)''
Surianata : Hanjani. ''(Surianata berteriak, lalu berlari mendekat)''
Surianata : Kamu telah kelewatan Panud. Celakalah kamu! (Marah)
'''Surianata datang lalu menarik lengan Hanjani agar berdiri di belakangnya. Panud menatap tidak suka pada Surianata.'''
Hanjani : Abang ada apa? ''(Tanya Hanjani kebingungan, mendekati sang suami)''
Surianata : Dia ... ''(Surianata menunjuk ke wajah Panud)'' Dia adalah manusia yang celaka Hanjani, ''(menatap Hanjani, lalu menatap Panud tegas)'' dia telah berani menggoda istri temannya sendiri. ''(Suara Surianata meninggi, jari menunjuk ke wajah Panud)'' Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati istriku! Aku tidak peduli berapa banyak wanita yang menyukaimu di kampung ini, asal jangan kau ambil Hanjani ''dariku! (Marah Surianata menatap Panud yang diam seribu bahasa)''
Panud : Kau tidak tahu apa-apa Sur, ''(Panud mulai bersuara pelan)'' kau lebih dulu yang merebut dia dariku. (''suara menekan menggeram)'' Aku telah lama jatuh cinta pada Hanjani, ''(Panud menatap Hanjani)'' tapi kau yang lebih dulu mendapatkannya. ''(Lalu menatap Surianta)''
'''Hanjani bersembunyi di balik badan sang suami, dan menatap takut ke arah Panud.'''
Surianata : Di sini bukanlah tentang siapa yang lebih dahulu jatuh cinta, ''(Surianata maju ke arah Panud)'' tapi tentang siapa yang lebih dulu mengatakannya. ''(suara tegas)'' Kau tahu dirimu jatuh cinta pada Hanjani, ''(menunjuk Panud lalu menunjuk Hanjani)'' tapi mengapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Keterlambatanmu sungguh fatal, sekarang Hanjani sudah menjadi istriku, dan kau tidak berhak menginginkan istriku lagi. ''(bicara pelan dan menusuk)'' Aku bersumpah, jika aku melihatmu sekali lagi mendekati Hanjani istriku, maka akan kupastikan dirimu celaka Panud. ''(Ancam Surianata)''
'''Hanjani dan Surianata pergi meninggalkan Panud seorang diri.'''
Panud : Aku bersumpah, aku akan mendapatkan Hanjani bagaimanapun caranya. ''(Berbicara pada diri sendiri. Suara tegas)''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 4''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada suara burung gagak. Suara malam mencengkam.''
'''Surianata berjalan dan melihat fokus ke arah sungai.'''
Surianata : Keluarlah, Bhanuwati. (Berdiri di pinggir sungai dan berucap dengan tenang)
'''Suara gelegak air terdengar. Kabut mulai menyelimuti sekitar sungai. Tak lama kemudian, Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Katakanlah, apa yang membuatmu datang lagi kepadaku setelah sekian lama?
Surianata : Aku tahu Panud telah melanggar perjanjian. Ia berniat memikat Hanjani, istriku. Bukankah sudah saatnya dia mendapatkan itu. ''(Berucap dengan tenang, namun tatapannya tajam)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum miring)'' Lantas apa yang akan kau lakukan sekarang? ''(Bhanuwati bertanya sambil menatap tajam Surianata)''
Surianata : Berikan aku sesuatu untuk menghabisi Panud. Aku tak akan membiarkan dia merebut istriku.
Bhanuwati : Baiklah ''(mengeluarkan sebuah pusaka dan memberikannya pada Surianata)'' Kau tahu harus bagaimana menggunakannya, kan, Surianata? ''(tersenyum misterius)''
Surianata : Tentu saja. ''(Menerima pusaka itu)'' Sudah waktunya Panud menerima ganjarannya, bukan? ''(Surianata ikut tersenyum misterius)''
Bhanuwati : Ya, semoga kau berhasil.
''Lampu menyala terang, ada meja kecil tempat peletakan Al-Qur’an. Sejadah yang digelar dan di atas sejadah itu ada Hanjani yang sedang beribadah.''
'''Surianata pulang ke rumah. Lalu masuk ke dalam rumah dan melihat ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Abang dari mana saja? Ini sudah tengah malam, kenapa baru pulang? (''Hanjani bertanya bingung. Lalu tiba-tiba, ia menyentuh hidungnya)'' Ah, bau apa ini? Kenapa bau Abang seperti bunga kenanga?
'''Surianata mencium tubuhnya sendiri.'''
Surianata : Ini bau minyak wangi Abang yang baru, Hanjani. ''(bersuara lembut)''
Hanjani : Oh, begitu. Masuklah, Bang. ''(Mempersilakan Surianata masuk, lalu tak sengaja menatap ke arah pusaka di tangan kiri Surianata)'' Itu apa, Bang? ''(Menunjuk pusaka itu)''
Surianata : Ini keris yang diberikan teman Abang. Tadi Abang baru saja dari rumahnya.
Hanjani : Keris? Untuk apa Abang menyimpan benda itu?
Surianata : Abang tertarik untuk mengoleksi keris seperti teman Abang.
Hanjani : ''(mengangguk)''
Hanjani : Bagaimana dengan hubunganmu dan Panud, Bang? Kalian benar-benar bertengkar? Bukankah dulu kalian bersahabat baik? ''(Bertanya dengan hati-hati agar tak memancing emosi Surianata)''
Surianata : Tentu saja aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Bajingan yang berambisi merebut istri temannya sendiri itu tak pantas disebut teman.
Hanjani : Apa benar Panud memakai pelet, Bang? Itu sebabnya dia sampai memiliki tiga pacar sekarang?
Surianata : Ya, itu benar. Itu sebabnya, kamu sebaiknya jangan dekat-dekat dengan Panud, Hanjani. Aku tidak ingin kamu terkena peletnya. ''(Menatap penuh peringatan)''
Hanjani : Baik, Bang. ''(Hanjani yang mendengar itu kaget lalu mengangguk patuh)''
== '''''BABAK 5 EPILOG''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung.''
'''Panud datang ke sungai kembali melakukan ritual. Gelegak air terdengar dan musik gamelan banjar berbunyi. Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Apa yang membuatmu memanggilku? ''(Menatap tajam Panud)''
Panud : Bhanuwati, aku ingin meminta pertolonganmu sekali lagi. Tolong berikanlah aku sesuatu yang lebih sakti, hingga bisa memikat hati Hanjani.
Bhanuwati : Bukankah kamu sudah tahu konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan, jika tetap menginginkan Hanjani? ''(Bhanuwati bertanya pelan)''
Panud : Aku tahu .... ''(Panud menunduk sesaat, tampak sedikit ragu. Namun ia berusaha meyakinkan diri dan kembali menatap Bhanuwati dengan tegas)'' Tapi cintaku pada Hanjani terlalu besar. Aku tak bisa melupakannya. Aku menginginkan Hanjani. Hanya dia.
Bhanuwati : Kau tahu apa konsekuensinya?
Panud : Bahkan jika kau mengambil kembali apa yang aku miliki sekarang, aku tak akan mempermasalahkannya. Yang terpenting Hanjani menjadi milikku. ''(Panud berujar dengan yakin)''
Bhanuwati : Tak akan semudah itu. Hanjani adalah pantanganmu. Dia tidak akan bisa menjadi milikmu.
Panud : Lalu apa yang harus kulakukan agar Hanjani berpaling padaku? Aku sungguh tak ikhlas jika dia bersama Surianata. ''(Ekspresi Panud menunjukkan dendam yang mendalam)'' Kumohon, berikan aku solusi untuk masalah ini. ''(Memelas pada Bhanuwati)''
Bhanuwati : Hanya ada satu cara jika kau tetap nekat ingin memperistri Hanjani.
Panud : Apa itu? ''(Wajah penasaran)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum)'' Kau harus membunuh Surianata.
Panud : ''(Tersentak)'' A-apa?
Bhanuwati : Bukankah kau bilang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Hanjani? Satu-satunya cara untuk mendapatkan wanita itu adalah membunuh suaminya.
Panud : Baiklah. Aku akan melakukannya. ''(suara tegas)''
Bhanuwati : Kau yakin? Bukankah Surianata adalah sahabat baikmu?
Panud : Dia yang lebih dulu menusukku dengan menikahi wanita yang aku cintai. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku.
'''Tawa Bhanuwati menggelegar.'''
Bhanuwati : Baiklah jika itu keputusanmu. Datanglah ke rumah Surianata dan cari benda pusaka berbentuk keris. Hanya dengan itu, kau bisa membunuhnya.
Panud : Baiklah.
''Tikar digelar di atas panggung. Di atasnya ada hidangan makanan tersaji. Lampu menyala redup.''
'''Surianata dan Hanjani makan malam, lalu ada suar ketukan pintu.'''
Hanjani : Siapa yang bertamu malam-malam begini? ''(Hanjani bertanya bingung)''
Surianata : Biar Abang saja yang membukakan pintu. ''(Surianata bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu)'' Panud? ''(Surianata tampak kaget melihat Panud berdiri di depannya dengan kepala tertunduk)'' Untuk apa kau datang ke sini? ''(Suara Surianata berubah ketus. Ia menatap Panud tidak suka)''
Panud : Surianata ... aku ingin meminta maaf. ''(Bersuara lirih)'' Aku sadar sikapku kemarin benar-benar keterlaluan. Aku tak bermaksud begitu, Suri. Aku sungguh menyesal sekarang. ''(Menatap Surianata sendu)''
Surianata : ''(Menaikan satu alis)'' Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran begini?
Panud : Aku sadar kalau sikapku sudah keterlaluan. Padahal aku berhutang budi padamu, tapi aku malah berniat menusukmu. Kau pantas murka, Suri. Aku benar-benar menyesal setelah mengingat dulu kita berteman baik. Tapi karena keserakahanku, hubungan kita menjadi renggang.
Surianata : Benarkah itu? ''(Surianata tampak skeptis)''
Panud : Ya. Pacar pertamaku, Ningsih sudah menceramahiku. Ia yang membuatku sadar.
Surianata : ''(menghela napas)'' Baiklah. Jika kau benar-benar sudah sadar dan menyesal, maka tak ada alasan bagiku untuk tak memaafkanmu. Masuklah, Panud''. (Mengajak Panud masuk ke dalam)'' Aku bersyukur kau sudah berubah. ''(Merangkul pundak Panud sambil saling melempar senyum dengan Panud)''
'''Hanjani muncul.'''
Hanjani : Bang? ''(Hanjani tampak kebingungan mengetahui yang bertamu ternyata adalah Panud. Padahal Surianata mengatakan mereka tak berteman lagi)''
Surianata : Hanjani pasti bingung, ya? Abang dan Panud sudah berbaikan. Panud datang ke sini untuk meminta maaf.
Panud : Benar. Hanjani, aku pun meminta maaf padamu karena mungkin telah membuatmu merasa tidak nyaman. Lupakan saja yang kukatakan waktu itu. Anggap saja hanya omong kosong. Aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah pada Surianata.
Hanjani : Syukurlah kalau kau sudah sadar, Panud. Ya, aku tak begitu mempermasalahkannya dan sudah memaafkanmu. ''(Tersenyum lembut)'' Sebentar, aku akan membuat kopi dulu. ''(Hanjani pergi ke dapur)''
Panud : Ah, iya, Suri ... aku lupa mengatakan pada Hanjani tadi, kalau aku tak bisa minum kopi lagi karena asam lambungku suka kambuh belakangan ini.
Surianata : Oh, begitu? Kalau teh bagaimana?
Panud : Ya, boleh.
Surianata : Tunggu sebentar. Aku ke dapur dulu. ''(Surianata pergi menyusul Hanjani ke dapur)''
'''Panud bangkit mengobrak-abrik rumah Surianata.'''
Surianata : Sudah kuduga, kau hanya menipuku, Panud. ''(Surianata menatap tajam Panud yang tubuhnya menegang dan perlahan berbalik menghadapnya)'' Jadi kau datang ke sini hanya untuk mencuri kerisku, huh? ''(Surianata melangkah mendekati Panud. Tatapannya masih mengintimidasi)'' Atau bahkan kau datang ke sini dengan niat untuk membunuhku?
Panud : Ternyata kau sudah menyadarinya sejak awal. ''(Panud menyeringai)''
Surianata : Kembalikan benda itu.
Panud : Ya, akan aku kembalikan ''(Panud melepaskan keris itu dari sarungnya. Dia maju dan hendak menyerang Surianata. Namun Surianata dengan cepat melangkah mundur dan menghindari serangan Panud)''
Surianata : Kau benar-benar keterlaluan, Panud! Ini balasanmu setelah kubantu? Kau sudah mendapatkan tiga pacar tapi masih menginginkan istriku. Dasar manusia serakah! ''(Berteriak murka)''
Panud : Sejak awal memang hanya Hanjani wanita yang aku idam-idamkan! Kau mengambilnya dariku. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku! ''(Balas berteriak)''
'''Hanjani datang dari arah dapur (belakang panggung).'''
Hanjani : Panud, apa yang kau lakukan?! ''(Memekik kencang)'' Hentikan! Apa kau sudah gila?!
'''Panud dan Surianata berkelahi.'''
Panud : Matilah! ''(Panud mengayunkan keris itu ke arah Surianata yang masih bersimpuh di lantai)''
Hanjani : Panud, hentikan! ''(Hanjani berlari. Menahan tangan Panud yang nyaris menusuk punggung Surianata.)'' Aku mohon hentikan, Panud. Jangan melakukan ini. Ingat Surianata adalah temanmu sendiri. Sadarlah! ''(Hanjani memelas dengan air mata membasahi wajahnya)''
Panud : Hanjani, aku melakukan ini untukmu. Aku terpaksa melakukan ini agar kau menjadi milikku. ''(Panud membalasnya dengan suara frustrasi. Atensinya seketika teralihkan oleh tangisan Hanjani.)'' Jangan menangis, Jani .... ''(Tangan Panud sudah terulur hendak mengusap air mata di wajah Hanjani, namun tiba-tiba Surianata bangkit dan memukul perutnya)''
Surianata : Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh istriku sedikit pun!
Panud : Kalau begitu kau harus mati! ''(Berteriak nyaring)''
'''Panud mengayunkan keris di tangannya dan menerjang tubuh Surianata. Hanjani dengan panik berusaha menahan tangan Panud.'''
Hanjani : Hentikan, Panud! Jangan menyakiti suamiku!
Panud : Lepaskan tanganku, Hanjani! Jangan menghalangiku!
Hanjani : Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu, Panud! Bahkan jika Surianata mati, aku tak akan sudi menikah dengan pria sepertimu!
'''Panud tiba-tiba terdiam. Ia berbalik, menatap Hanjani nanar.'''
Panud : Kau yakin dengan perkataanmu itu? ''(Bertanya dengan nada getir)''
Hanjani : Ya. Tolong sadarlah, Panud. Kau hanya terobsesi padaku. Aku pun tak mencintaimu!
Panud : Kenapa kau tak mencintaiku?
Hanjani : Karena aku mencintai suamiku.
Panud : Kenapa ... kenapa? ''(Berucap lirih, Panud menundukkan kepalanya. Terlihat putus asa)'' KENAPA?! ''(Tiba-tiba menjadi marah dan menatap Hanjani nyalang)''
Hanjani : ''(Terkejut dengan perubahan emosi Panud)'' Pa-panud, sadarlah. ''(Hanjani tampak semakin takut dengan Panud)''
Panud : Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka Surianata pun tak boleh memilikimu! ''(Berteriak nyaring, lalu menusuk Hanjani)''
'''Kedua mata Hanjani melebar. Tubuhnya gugur ke lantai. Matanya meredup melihat ke arah Surianata yang tersenyum, melambaikan tangan ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Pa-panud .... ''(Suara terbata-bata. Memejamkan mata)''
Panud : Surianata tak boleh memilikimu. Itu sebabnya, kau harus mati, Jani .... ''(Panud berujar pelan. Di samping tubuh Hanjani yang sudah tidak bernyawa.)''
'''Hanjani menutup matanya. Panud menunduk dalam melihat ke arah Hanjani. Suara tepuk tangan terdengar. Panud mengangkat kepalanya, menatap bingung ke arah Surianata yang berdiri di sampingnya dengan senyum puas.'''
Surianata : Sungguh pertunjukan yang bagus. Luar biasa! ''(Menepuk pundak Panud beberapa kali)'' Terima kasih atas pertunjukannya, Panud. Aku sangat menyukainya.
Panud : ''(Kening Panud mengernyit dalam. Dirinya menatap tajam Surianata. Menyadari ada yang janggal)'' Apa maksudmu? ''(Berujar penuh penekanan)''
Surianata : Panud ... Panud. Tak kusangka, kau yang dulunya sangat alim, sekalinya terjerumus dalam ilmu hitam, akan langsung menjelma menjadi iblis seperti ini.
Panud : Istrimu mati. Dia sudah kubunuh. Kau tidak sedih atau marah?
Surianata : Untuk apa aku melakukan itu? Sejak awal, memang inilah tujuanku.
Panud : Maksudmu apa, hah?!
Surianata : Kau tidak perlu tahu apa maksudku. Yang terpenting, setelah ini kau bisa bersama wanita yang kau cintai setengah mati itu. Tentunya, di neraka. ''(Surianata tertawa terbahak-bahak)''
Panud : Apa maksudmu, Sur?! Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku?!
Surianata : Bisa dibilang seperti itu.
Panud : Kau!
'''Panud berdiri hendak mengambil kerisnya, tapi di tepis Surianata. Surianata mengambil keris dan menusuk Panud di bagian dada kiri, Panud kesakitan memegang dadanya. Surianata tersenyum melihat Panud tersungkur di lantai.'''
Surianata : Kau pasti bingung kenapa tiba-tiba keadaan menjadi seperti ini, bukan? Anggap saja, inilah bayaran yang harus kau terima atas keserakahanmu itu.
Panud : A-apa yang kau lakukan? ''(Bertanya dengan terbata-bata sambil terus merintih kesakitan)''
Surianata : Kau ingat dengan syarat yang diberikan Bhanuwati sebelum dia mengabulkan permintaanmu? Pantang bagimu mendekati istriku. Jika kau melanggarnya, kau akan celaka. Kira-kira, itulah yang terjadi padamu sekarang. ''(Surianata berujar dengan santai. Tak memedulikan Panud yang kesakitan)''
'''Panud meregang nyawa. Kedua mata Panud melihat ke arah Surianata yang memandangnya penuh kebencian.'''
Surianata : Akhirnya, aku tak perlu melihat manusia sok alim sepertimu lagi.
Surianata : ''(Mengambil keris yang tergeletak di lantai)'' Dengan ini kerisku akan bertambah sakti! ''(Surianata tertawa keras)''
'''Musik gamelan banjar terdengar. Dari arah pintu, Bhanuwati muncul. Berjalan mendekat ke Surianata.'''
Bhanuwati : Semuanya telah selesai? ''(Bhanuwati mengulurkan tangannya pada Surianata dan Surianata langsung menyambutnya)''
Surianata : Ya, semuanya telah selesai. ''(Menatap jasad Hanjani dan Panud)'' Laki-laki yang terpaksa membunuh wanita yang dicintainya. Lalu mati karena telah melanggar perjanjian. Tumbal yang bagus, bukan? (''Menatap Bhanuwati dengan senyuman)''
Bhanuwati : ''(Terkekeh kecil)'' Ya. Aku benar-benar puas dengan tumbal kali ini.
'''Surianata dan Bhanuwati yang berpegangan tangan sambil bertatapan.'''
7tn5syojxmuxmfy29aq9rva7s0xhoth
117874
117873
2026-08-02T22:50:20Z
Raihankakicak
41526
added [[Category:Naskah drama]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117874
wikitext
text/x-wiki
== '''Sungai Pemikat Jodoh''' ==
''Karya Kelompok 2 Kelas A-1''
==== Pelaku: ====
1. Muhammad Raihan (Panud)
2. Muhammad Riky Rahman (Surianata)
3. Fitria Maya Sari (Bhanuwati)
4. Siti Hafizah (Hanjani)
5. Salsabila Amalia (Ningsih)
6. Restika Wijayanti (Maryam)
7. Henny Futry Ananti (Munaroh)
8. Atika Zahradia Maulida (Basnah)
== '''''BABAK 1''''' ==
''Cahaya lampu bersinar sedikit redup. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Panud dan Surianata duduk di Warung Basnah.'''
Basnah : Nud, Sur, aku nitip warung bentar ya, ada urusan mendadak, bentar saja nanti aku kembali.
Panud : Baik Basnah amaaan.
'''Basnah pergi. Lalu datang dua orang wanita desa.'''
Ningsih : Selamat sore Surianata dan Panud. ''(Menyapa dengan suara ramah)''
Panud dan Surianata : Sore juga. ''(Menyapa bersamaan)''
Maryam : Tumben sekali kalian berdua bertemu, setelah sekian lama tidak terlihat bersama. ''(Maryam bertanya)''
Surianata : Oh aku hanya ingin saja. Lagi pula tidak ada salahnya’kan sesama teman bersilaturahmi, dan juga aku ingin memberitahu Panud bahwa sebentar lagi aku akan menikah. ''(suara santai, melihat ke arah Panud)''
Ningsih : Benarkah? Sebentar lagi kamu mau menikah, wah selamat yaa! Panud bagaimana? Apakah akan membujang selamanya? ''(suara bahagia, lalu berubah ke suara mengejek)''
Maryam : Benar bagaimana dengan Panud, apakah kamu akan membujang selamanya? ''(suara merendahkan.)''
Panud : Kalian berdua jangan asal bicara ya! aku juga sebentar lagi mau menikah. (''Jawab Panud suara sedikit meninggi.)''
Surianata : Benarkah? ''(wajah terkejut.)''
Panud : Kalau ada calonnya. ''(tertawa kecil)''
Surianata : Aku pun juga bisa bicara seperti itu. ''(kesal menanggapi)''
Ningsih : Ada-ada saja jawaban Panud itu. (''tertawa kecil)''
Maryam : Saranku yaa Panud. ''(sedikit mendekat ke arah Surianata dan Panud)'' Kamu itu cepat-cepat saja menikah, secara’kan laki-laki di sini yang masih melajang hanya kamu dan Surianata saja. Tapi Surianata sebentar lagi mau menikah, sedangkan kamu belum. Benar tidak Ning? ''(menepuk bahu Ningsih)''
Ningsih : Iya benar''. (Menganggukkan kepala)''
Panud : Iya-iyaaa... ini juga aku sedang mencari! kalian itu terlalu berisik! Bukankah dalam Al-Qur’an ada surah mengenai jodoh tidak akan pernah ke mana. Jadi santai saja, kalian berdua tidak perlu sibuk mengurusi hidupku. (''Mengambil teh lalu meminumnya)''
Ningsih : Kami hanya bercanda saja, kamu tidak perlu menanggapi kami dengan serius menggunakan dalil. Huh... ''(Bersedekap dada)'' Pantas saja kamu tidak dapat jodoh, orangnya terlalu serius begini. ''(melirik sinis pada Panud)''
Maryam : Iya benar Ning, lebih baik kami pergi saja. ''(Menarik lengan Ningsih)'' Ayo Ningsih! ''(Pergi menjauh dari Surianata dan Panud)''
Surianata : Ya sudah hati-hati ya kalian di jalan! ''(melambaikan tangan)''
'''Ningsih dan Maryam pun pergi Warung Basnah dengan langkah cepat, dan raut wajah kesal.'''
Surianata : Benar juga kata mereka berdua, kamu kapan menikahnya Panud? ''(mendekat dan berbisik)''
Panud : Kamu ini Suur, sama saja seperti mereka berdua, suka sekali mengurusi hidup orang. ''(bersandar pada meja warung)''
Surianata : Hei aku bertanya serius sama kamu, nanti jika tidak ada pasangan hidup kamu juga yang susah.
Panud : Bagaimana ya Sur, ''(suara sedih)'' Aku juga ingin cepat-cepat dapat jodoh, tapi kayaknya Tuhan masih belum mempertemukanku pada jodohku. (''Panud bicara melihat ke atas)''
Surianata : Jadi hanya itu saja masalahmu, kita berdua mempunyai masalah yang sama. Aku juga lama tidak dapat jodoh, tapi akhirnya aku mendapatkannya, meskipun dengan cara yang tidak benar. ''(Surianata menjelaskan dengan menunjuk dirinya sendiri dengan rasa bangga, dan sedikit menyesal)''
Panud : Maksudmu? ''(Dengan wajah bingung menghadap Surianata)''
Surianata : Sini biar kuberitahu satu hal. ''(Surianata dengan tangannya memberi isyarat agar Panud mendekatkan)'' Aku melakukan Ritual yang sudah turun temurun dilakukan oleh keluargaku. ''(Surianata berbisik pada Panud)'' Kamu’kan tahu Nud, keluargaku itu sudah berteman lama dengan ritual semacam itu.
Panud : Tapikan Sur ... cara seperti itu sangat dilarang dalam ilmu agama. ''(Suara Panud terdengar ragu dan takut)''
Surianata : Ya aku pun juga tahu itu dilarang, ''(Katanya menjauhkan badan dan menyesap teh)'' tapi setelah aku mendapatkannya, aku akan memperbaiki sikapku demi dirinya. ''(Dengan suara lembut)'' Jadi bagaimana apakah kamu mau aku ajari ilmuku? ''(Suara yang kembali bersemangat)''
Panud : ... ''(Panud diam tidak menjawab'')
Surianata : Sebentar.
'''Surianata pergi dari sebentar (mengambil gayung) lalu kembali lagi ke Panud.'''
Surianata : Ya sudah biar kuberitahu saja, terserah kamu mau melakukannya atau tidak. Tepatnya tengah malam, kamu pergi ke ujung sungai kampung ini. Bawalah selendang kuning ini lalu menarilah.. Satu hal yang penting adalah kamu bawa gayung ini, yang merupakan benda pusaka. ''(Surianata memberikan sebuah gayung pada Panud).'' Sebut nama Bhanuwati 3 kali maka akan muncul sosok penguasa sungai itu, dialah yang telah memberikanku jodoh. Segeralah, kamu sampaikan permintaanmu padanya ''(Surianata menjelaskan dengan detail)''
Panud : Gila kamu Sur, ''(Suara Panud meninggi dan menjauhkan badannya berdiri dari kursi)'' Aku tidak akan pernah melakukan perbuatan terlarang itu ''(Panud bersuara menggebu-gebu menunjuk ke arah Surianata).'' Meminta jodoh bukan pada Tuhan itu sudah termasuk perbuatan menyekutukan Tuhan, balasannya adalah neraka. ''(Suara marah)''
Surianata : Aku hanya memberitahu saja, ''(Surianata bicara sambil mengangkat bahu),'' terserah kamu mau melakukannya atau tidak.
'''Panud pergi meninggalkan Warung Basnah dengan wajah marah.'''
''Lampu dimatikan.''
''Cahaya lampu bersinar terang. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Ningsih, Maryam, dan Munaroh berkumpul di Warung Basnah.'''
Munaroh : Pernikahan Surianata kemarin sederhana banget benar tidak Ning? ''(Hayati membuka pembicaraan)''
Ningsih : Iya sangat sederhana, sesuai saja dengan kepribadian Surianata. ''(Ningsih menjawab santai)''
Munaroh : Maksudnya Ning? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Iya sesuai, karena Surianata memang seperti orang yang tidak berduit. ''(Jawab Ningsih pelan dan mengejek)''
Munaroh : Ah kamu bisa saja Ning, nanti kalau terdengar oleh si Suri bisa marah dia. ''(Hayati bersuara seolah menakut-nakuti)''
Maryam : Dari pada membicarakan pengantin baru, lebih baik kita membicarakan si bujang lapuk saja. ''(Maryam bersuara dengan semangat)''
Munaroh : Siapa? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Siapa lagi kalau bukan si Panud itu. ''(Menjawab cepat)''
Maryam : Benar sekali. ''(Menjentikkan jari)''
Basnah : Benar juga Surianata sudah kawin, tertinggal Panud saja lagi yang masih sendiri. ''(Basnah ikut bergabung sambil membersihkan gelas kaca dengan kain)''
Munaroh : Iya benar sekali Basnah. Kasihan ya Panud masih sendiri. ''(Suara sedih)''
Basnah : Iya kita doain aja semoga dia cepat dapat jodoh.
Ningsih : Orang kayak dia itu mana mungkin dapat jodoh, yang ada jodohnya kabur sebelum nikah gara-gara di kasih ceramah terus. ''(Ningsih bersuara dengan nada mengejek)''
Maryam : Iya benar kata Ningsih. Perempuan nih yaa ... Mana mau sama laki-laki yang terlalu serius, dan Panud ituuu ... dia terlalu serius, pasti sangat membosankan kalau menghabiskan waktu sama dia. ''(Memelankan suara takut di dengar)''
Basnah : Bukankah laki-laki seperti Panud itu patut untuk di kejar, dia sangat taat pada agama, otomatis hidup perempuan yang bersamanya akan terjamin dunia akhirat. ''(Basnah memberi pendapat)''
Ningsih : Kalau Basnah bicara begitu, kenapa tidak Basnah saja menikah dengan Panud. ''(Suara kesal)''
Basnah : Kamu ini Ning mengada-ada saja, aku kan sudah punya suami. ''(Jawab Basnah tertawa kecil menanggapi)''
Maryam : Pokoknya yaa laki-laki kayak Panud itu ga asyik, ga bisa diajakin bercanda. ''(Tambah Maryam)''
Munaroh : Heii kalian terlalu fokus pada Panud, apakah kalian tidak merasa janggal sama Surianata yang merupakan sahabatnya Panud. ''(Menyela di tengah pembicaraan)''
Ningsih : Memang ada apa sama Surianata? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Munaroh : Looh kalian tidak sadar yaa, ''(Menatap teman bicaranya satu persatu)'' Surianata kan sama Panud sama-sama lajang sikapnya pun sama, tapi kenapa Surianata lebih dahulu menikah ketimbang Panud. ''(Tanya Hayati dengan wajah bingung)''
Maryam : Yaa wajar aja Surianata nikah lebih dulu. Surianta’kan wajahnya lebih bersahabat ketimbang Panud yang mukanya terus saja ditekuk. ''(Jawab Maryam cepat)''
Munaroh : Jadi semua penilaian ini hanya tentang wajah''? (Tanya Hayati dengan wajah sedikit kesal)''
Basnah : Aaah sudahlah! ''(Melerai dengan merentangkan tangan)'' Dari pada membicarakan mereka berdua lebih baik beli gorengan aku saja, masih banyak lagi nih. ''(Basnah berkata sambil menatap kesal para gadis desa itu)''
Ningsih : Iya-iya Basnah ini juga kami mau beli. ''(Ningsih merasa malu dan tertawa kecil)''
'''Pembicaraan itu di dengar oleh Panud yang bersembunyi di balik pohon.'''
Panud : Apakah aku harus melakukan yang seperti Surianata bilang. ''(Bertanya pada diri sendiri)'' Iya mungkin ini cara yang tepat. Aku harus melakukannya ''(Panud bicara tegas)''
== '''''BABAK 2''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada bunga rampai. Gayung. Selendang kuning yang diikat di lengan Panud. Bunga Rampai yang bertebaran.''
'''Di Sungai Kampung Gayung Basambut Panud menjalankan ritualnya. Dia berendam sesuai dengan cara yang di jelaskan oleh Surianata. Lalu muncullah Bhanuwati.'''
Bhanuwati : Apa hajatmu duhai pemuda hingga berani memanggilku? ''(Menatap tajam ke arah Panud, dengan suara menggema di telinga Panud)''
Panud : Bhanuwati aku meminta padamu, berikanlah aku jodoh agar aku tidak melajang sampai tua. ''(Panud berucap dengan suara pelan tapi tegas, tidak ada rasa takut dalam dirinya)''
Bhanuwati : Hahahahaha ... ''(Bhanuwati tertawa pelan, tapi berhasil membuat siapa pun yang mendengar akan merinding)'' Kau terlihat taat pada ilmu agama aku mengetahui itu''. (Bhanuwati bersuara lembut tapi menusuk)'' Lantas apakah kamu sudah yakin meminta padaku? ''(Dia berbicara sambil mengelilingi Panud dan menatapnya dalam juga tajam)''
Panud : Iya aku sudah yakin, dan aku siap menerima segala risikonya. ''(Panud menegakkan kepala dan menjawab mantap)''
Bhanuwati : Kamu cukup percaya diri datang ke sini, ''(Bhanuwati tepat berhenti di sebelah Panud lalu berbisik)'' Maka akan aku kabulkan permintaanmu, tapi dengan satu syarat. ''(Dia bersuara lalu menjedanya)''
Panud : Apa itu? ''(Panud bertanya dengan wajah penasaran)''
Bhanuwati : Aku bisa menjadikan semua wanita satu kampung ini menjadi pasanganmu, meskipun mereka telah bersuami. Tapi ada satu yang tidak bisa kamu miliki, dia adalah Hanjani istri Surianata. Sekali kamu mencoba mendekatinya maka malapetaka yang besar akan datang padamu. Bagaimana? ''(Bhanuwati menjelaskan sembari menatap Panud tajam)''
Panud : Iya saya setuju. ''(Panud menjawab mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun)''
Bhanuwati : Baguslah ''(Bhanuwati mulai membaca mantra).'' Ini ''(Bhanuwati memberikan selendang kuning)'' kamu bawa ke mana pun selendang kuning ini untuk memikat hati wanita, dengan selendang ini kamu harus menari, semua orang akan melihatmu seperti orang biasa berjalan saat kamu menari. Ingat jangan kamu coba-coba membawa selendang kuning ini mendekat pada Hanjani. Jika kamu melanggarnya maka kamu akan mendapatkan malapetaka. ''(Bhanuwati berkata tajam tapi masih terdengar lembut)''
'''Panud menerima selendang kuning itu. Lalu Bhanuwati menghilang di tengah sungai. Panud pergi dari sungai.'''
''Lampu meredup, keadaan semakin gelap.''
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Panud menari ke arah tempat para wanita berkumpul.'''
Panud : Seperti biasa Basnah. ''(Panud duduk)''
Basnah : Baik Panud. ''(Menyiapkan gorengan dan teh manis)''
Ningsih : Waaah auramu terlihat berbeda hari ini, Nud. ''(Ningsih mendekati Panud)''
Maryam : Iya tidak seperti biasanya. ''(Maryam juga mendekat)''
Panud : Mana ada, aku masih terlihat seperti biasanya. ''(Panud menjawab santai sedikit malu)''
Munaroh : Kami berbicara benar, sungguh auramu hari ini terlihat luar biasa, bahkan seperti menyihir pikiran kami''. (Hayati juga mendekat, dan menjelaskan isi pikirannya)''
Panud : Ehem ... Mana mungkin, kalian saja yang terlalu berlebihan. ''(Panud terbatuk kecil dan menjawab).''
Hayati : Serius kami tidak bohong, benar tidak teman-teman? ''(Tanya hayati pada Ningsih dan Maryam, dan mendapatkan anggukan persetujuan)''
Basnah : Ini gorengan sama teh manisnya. ''(Basnah memberikan sepiring gorengan dan segelas teh hangat manis)''
Panud : Oh iya terima kasih ya Basnah. ''(Panud menerima dengan hati-hati)''
Basnah : ... ''(Basnah tidak menjawab dia kembali dengan kesibukannya)''
'''Hanjani datang ke warung Basnah. Panud melihat takjub ke arah Hanjani. Panud tersenyum kecil pada Hanjani.'''
Ningsih : Halo Ani. ''(Sapa Ningsih ramah)''
Hanjani : Eh halo juga Ning, ''(Hanjani mendekat pada Ningsih)'' kalian lagi apa? sepertinya seru sekali''. (Dengan suara ramah)''
Maryam : Biasa kami lagi menggosip, kamu mau ikut tidak. ''(Suara santai)''
Hanjani : Begitu, aku tidak ikut, ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di rumah. ''(Hanjani bicara sambil berjalan mendekati Basnah)'' Oh iya Basnah gorengan pisangnya sepuluh ribu yaa.
Ningsih : Begitu ya yaudah deh. ''(Dengan suara sedikit sedih)''
'''Basnah memberikan kantong plastik pada Hanjani. Hanjani berjalan pergi meninggalkan warung. Langkahnya terhenti saat mendengar Panud bersuara.'''
Panud : Hei Hanjani, apakah kamu tidak ingin bersantai saja dulu di sini. (''Panud bersuara sambil melihat ke arah Hanjani)''
Hanjani : Maaf sepertinya aku tidak bisa. ''(Hanjani berucap sambil menjaga pandangan matanya agar terus menunduk)''
Panud : Ayolah Hanjani kapan lagi kita bisa reunian seperti ini, seperti mengingat masa kecil dulu. ''(Panud bersuara pelan membujuk Hanjani)''
Hanjani : Aku rasa itu bukanlah hal yang penting, lebih baik kamu cari kesibukan lain saja Nud, daripada mengingat masa lalu. ''(Hanjani bersuara lembut namun terdengar tegas'') Kalau begitu aku pamit pergi yaa, mari semuanya ''(Hanjani pergi sambil menundukkan kepalanya)''
Maryam : Iya Ani hati-hati yaa. ''(Maryam membalas sambil melambaikan tangannya)''
'''Hanjani pergi meninggalkan Warung Basnah. Panud diam membisu. Pagi itu adalah awal dari malapetaka sebenarnya. -'''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 3''''' ==
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Ningsih, Munaroh, dan Maryam duduk di Warung Basnah. Panud berjalan santai ke arah warung Basnah.'''
Ningsih : Eh Mun, Mun coba liat ke sana ''(menunjuk ke arah Panud.)'' Itu Panud bukan sih?
Munaroh : Eh iyaa itu Panud, Aaaaaa Panud sini ''(menyapa dengan nada centil)''
Ningsih : Pagi-pagi makan kedondong, Panud sini dongg ''(berteriak centil)''
Maryam : Ih kalian pada kenapa sii? Kok semakin hari semakin aneh? ''(tanya Maryam melihat bingung ke arah dua temannya)''
Munaroh : Apaansih Maryam. Kami masih normal kok, kamu tuh yang gak normal, masa gak suka sama Panud yang ganteng itu.
Maryam : Heh asal aja kamu Mun kalau bicara, gini-gini aku masih normal ya! Kalian tuh yang udah gak waras, matanya udah buta, Panud yang begitu masa direbutin, bukannya dulu kalian suka ejek dia ya?
Munaroh : Kapan? Aku gak pernah ejek Panud tuh.
Ningsih : Ck ... kalian bisa diam gak sih itu Panud mau jalan ke sini. Eh aku udah cantik belum. ''(Merapikan pakaian)''
Munaroh : Udah, kamu udah cantik, aku gimana?
Ningsih : Iya udah cantik juga?
Maryam : ''(Memutar bola mata malas melihat perilaku temannya yang aneh)''
'''Panud mendekat ke arah mereka dengan wajah tersipu malu, mendengar teriakan-teriakan dari para wanita.'''
Panud : Halo selamat pagi. ''(Sapa Panud ramah)''
Ningsih : Pagi Panud ''(suara lembut)''
Basnah : Ngeteh dulu sini Nud ''(bicara sambil membersihkan gelas)''
Panud : Tidak dulu Basnah.
Munaroh : Panud mau kemanaa? (suara centil)
Panud : Aku hanya berkeliling kampung saja, soalnya kalau di rumah terus bosan.
Ningsih : Panuud, kamu masih sendiri?
Panud : Hmm, iyalah memang kenapa Ning?
Ningsih : Tidak aku hanya bertanya saja, bisa kali ekhem ekhem.
Maryam : Ning? kamu kenapa sih ko berbeda dengan seorang Ningsih biasanya.
Ningsih : Hello! ini aku ya. Mana ada berbeda, udah deh Maryam kamu diam aja! ''(wajah kesal)''
Munaroh : Panuud.
Panud : Iyaa Mun?
Munaroh : Kamu tidak ada niatan gitu untuk menyusul Surianata?
Basnah : Iya Panud, cobalah untuk mencari pasangan hidup
Panud : Doakan saja agar aku dapat menemukan jodoh secepatnya
Ningsih : Ekhem ... ekhem ''... (mengode Panud)'' Panud aku masih sendiri lohh, mending kamu sama aku. Orang kaya yang hartanya tidak habis tujuh turunan? (memamerkan gelang emas di tangan)
Munaroh : Ih Ningsih! Apa-apaan sih kamu. emang yakin itu emas asli? beli sendal saja ga mampu.
Ningsih : Heh jangan mengada-ada ya Mun!
Munaroh : Nih ya panud, mending kamu pilih aku aja. Aku masih lucu dan imut, penampilan aku juga jauh lebih nyaman dilihat, dari pada Ningsih yang seperti ibu-ibu itu.
Ningsih : Heh sembarangan kamu Mun kalau bicara.
Maryam : Heh sudahhh! kalian pada kenapa sihh, kok makin aneh gini ''(Maryam berteriak melerai kedua temannya yang adu mulut)''
Basnah : Ambil saja dua duanya panud ''(tertawa kecil)''
Munaroh : Ih aku mau jadi satu satunya bukan salah satunya.
Panud : Sudah-sudahh kalian berdua cantik ko, jangan bertengkar lagi ya cantik-cantik.
'''Ningsih dan Munaroh baper. Maryam memutar bola matanya lalu berdiri di samping mereka bertiga.'''
Maryam : Astagaaaa! Kalian berdua makin aneh aja mending pulang deh. PULANG! ''(Maryam berteriak lalu menarik kedua tangan temannya)''
Panud : Aku telah berhasil memikat para wanita di kampung ini, akankah aku bisa memikat hati Hanjani? ''(tanya Panud pada diri sendiri)''
'''Dari kejauhan datanglah Hanjani ke Warung Basnah.'''
Panud : Hai Hanjani, selamat pagi. ''(Panud menyapa ramah, dengan senyum)''
Hanjani : Selamat pagi juga Panud. ''(Menyapa balik, sambil menjaga pandangan)''
Panud : Hanjani hari ini kamu terlihat sangat cantik. (''Puji Panud memperhatikan Hanjani)''
Hanjani : Terima kasih atas pujianmu. ''(Hanjani menjawab dengan menundukkan wajahnya)''
Panud : Aku tidak memuji, itu kenyataan. ''(Jawab Panud cepat, masih terus memperhatikan Hanjani)''
Surianata : Hanjani. ''(Surianata berteriak, lalu berlari mendekat)''
Surianata : Kamu telah kelewatan Panud. Celakalah kamu! (Marah)
'''Surianata datang lalu menarik lengan Hanjani agar berdiri di belakangnya. Panud menatap tidak suka pada Surianata.'''
Hanjani : Abang ada apa? ''(Tanya Hanjani kebingungan, mendekati sang suami)''
Surianata : Dia ... ''(Surianata menunjuk ke wajah Panud)'' Dia adalah manusia yang celaka Hanjani, ''(menatap Hanjani, lalu menatap Panud tegas)'' dia telah berani menggoda istri temannya sendiri. ''(Suara Surianata meninggi, jari menunjuk ke wajah Panud)'' Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati istriku! Aku tidak peduli berapa banyak wanita yang menyukaimu di kampung ini, asal jangan kau ambil Hanjani ''dariku! (Marah Surianata menatap Panud yang diam seribu bahasa)''
Panud : Kau tidak tahu apa-apa Sur, ''(Panud mulai bersuara pelan)'' kau lebih dulu yang merebut dia dariku. (''suara menekan menggeram)'' Aku telah lama jatuh cinta pada Hanjani, ''(Panud menatap Hanjani)'' tapi kau yang lebih dulu mendapatkannya. ''(Lalu menatap Surianta)''
'''Hanjani bersembunyi di balik badan sang suami, dan menatap takut ke arah Panud.'''
Surianata : Di sini bukanlah tentang siapa yang lebih dahulu jatuh cinta, ''(Surianata maju ke arah Panud)'' tapi tentang siapa yang lebih dulu mengatakannya. ''(suara tegas)'' Kau tahu dirimu jatuh cinta pada Hanjani, ''(menunjuk Panud lalu menunjuk Hanjani)'' tapi mengapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Keterlambatanmu sungguh fatal, sekarang Hanjani sudah menjadi istriku, dan kau tidak berhak menginginkan istriku lagi. ''(bicara pelan dan menusuk)'' Aku bersumpah, jika aku melihatmu sekali lagi mendekati Hanjani istriku, maka akan kupastikan dirimu celaka Panud. ''(Ancam Surianata)''
'''Hanjani dan Surianata pergi meninggalkan Panud seorang diri.'''
Panud : Aku bersumpah, aku akan mendapatkan Hanjani bagaimanapun caranya. ''(Berbicara pada diri sendiri. Suara tegas)''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 4''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada suara burung gagak. Suara malam mencengkam.''
'''Surianata berjalan dan melihat fokus ke arah sungai.'''
Surianata : Keluarlah, Bhanuwati. (Berdiri di pinggir sungai dan berucap dengan tenang)
'''Suara gelegak air terdengar. Kabut mulai menyelimuti sekitar sungai. Tak lama kemudian, Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Katakanlah, apa yang membuatmu datang lagi kepadaku setelah sekian lama?
Surianata : Aku tahu Panud telah melanggar perjanjian. Ia berniat memikat Hanjani, istriku. Bukankah sudah saatnya dia mendapatkan itu. ''(Berucap dengan tenang, namun tatapannya tajam)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum miring)'' Lantas apa yang akan kau lakukan sekarang? ''(Bhanuwati bertanya sambil menatap tajam Surianata)''
Surianata : Berikan aku sesuatu untuk menghabisi Panud. Aku tak akan membiarkan dia merebut istriku.
Bhanuwati : Baiklah ''(mengeluarkan sebuah pusaka dan memberikannya pada Surianata)'' Kau tahu harus bagaimana menggunakannya, kan, Surianata? ''(tersenyum misterius)''
Surianata : Tentu saja. ''(Menerima pusaka itu)'' Sudah waktunya Panud menerima ganjarannya, bukan? ''(Surianata ikut tersenyum misterius)''
Bhanuwati : Ya, semoga kau berhasil.
''Lampu menyala terang, ada meja kecil tempat peletakan Al-Qur’an. Sejadah yang digelar dan di atas sejadah itu ada Hanjani yang sedang beribadah.''
'''Surianata pulang ke rumah. Lalu masuk ke dalam rumah dan melihat ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Abang dari mana saja? Ini sudah tengah malam, kenapa baru pulang? (''Hanjani bertanya bingung. Lalu tiba-tiba, ia menyentuh hidungnya)'' Ah, bau apa ini? Kenapa bau Abang seperti bunga kenanga?
'''Surianata mencium tubuhnya sendiri.'''
Surianata : Ini bau minyak wangi Abang yang baru, Hanjani. ''(bersuara lembut)''
Hanjani : Oh, begitu. Masuklah, Bang. ''(Mempersilakan Surianata masuk, lalu tak sengaja menatap ke arah pusaka di tangan kiri Surianata)'' Itu apa, Bang? ''(Menunjuk pusaka itu)''
Surianata : Ini keris yang diberikan teman Abang. Tadi Abang baru saja dari rumahnya.
Hanjani : Keris? Untuk apa Abang menyimpan benda itu?
Surianata : Abang tertarik untuk mengoleksi keris seperti teman Abang.
Hanjani : ''(mengangguk)''
Hanjani : Bagaimana dengan hubunganmu dan Panud, Bang? Kalian benar-benar bertengkar? Bukankah dulu kalian bersahabat baik? ''(Bertanya dengan hati-hati agar tak memancing emosi Surianata)''
Surianata : Tentu saja aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Bajingan yang berambisi merebut istri temannya sendiri itu tak pantas disebut teman.
Hanjani : Apa benar Panud memakai pelet, Bang? Itu sebabnya dia sampai memiliki tiga pacar sekarang?
Surianata : Ya, itu benar. Itu sebabnya, kamu sebaiknya jangan dekat-dekat dengan Panud, Hanjani. Aku tidak ingin kamu terkena peletnya. ''(Menatap penuh peringatan)''
Hanjani : Baik, Bang. ''(Hanjani yang mendengar itu kaget lalu mengangguk patuh)''
== '''''BABAK 5 EPILOG''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung.''
'''Panud datang ke sungai kembali melakukan ritual. Gelegak air terdengar dan musik gamelan banjar berbunyi. Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Apa yang membuatmu memanggilku? ''(Menatap tajam Panud)''
Panud : Bhanuwati, aku ingin meminta pertolonganmu sekali lagi. Tolong berikanlah aku sesuatu yang lebih sakti, hingga bisa memikat hati Hanjani.
Bhanuwati : Bukankah kamu sudah tahu konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan, jika tetap menginginkan Hanjani? ''(Bhanuwati bertanya pelan)''
Panud : Aku tahu .... ''(Panud menunduk sesaat, tampak sedikit ragu. Namun ia berusaha meyakinkan diri dan kembali menatap Bhanuwati dengan tegas)'' Tapi cintaku pada Hanjani terlalu besar. Aku tak bisa melupakannya. Aku menginginkan Hanjani. Hanya dia.
Bhanuwati : Kau tahu apa konsekuensinya?
Panud : Bahkan jika kau mengambil kembali apa yang aku miliki sekarang, aku tak akan mempermasalahkannya. Yang terpenting Hanjani menjadi milikku. ''(Panud berujar dengan yakin)''
Bhanuwati : Tak akan semudah itu. Hanjani adalah pantanganmu. Dia tidak akan bisa menjadi milikmu.
Panud : Lalu apa yang harus kulakukan agar Hanjani berpaling padaku? Aku sungguh tak ikhlas jika dia bersama Surianata. ''(Ekspresi Panud menunjukkan dendam yang mendalam)'' Kumohon, berikan aku solusi untuk masalah ini. ''(Memelas pada Bhanuwati)''
Bhanuwati : Hanya ada satu cara jika kau tetap nekat ingin memperistri Hanjani.
Panud : Apa itu? ''(Wajah penasaran)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum)'' Kau harus membunuh Surianata.
Panud : ''(Tersentak)'' A-apa?
Bhanuwati : Bukankah kau bilang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Hanjani? Satu-satunya cara untuk mendapatkan wanita itu adalah membunuh suaminya.
Panud : Baiklah. Aku akan melakukannya. ''(suara tegas)''
Bhanuwati : Kau yakin? Bukankah Surianata adalah sahabat baikmu?
Panud : Dia yang lebih dulu menusukku dengan menikahi wanita yang aku cintai. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku.
'''Tawa Bhanuwati menggelegar.'''
Bhanuwati : Baiklah jika itu keputusanmu. Datanglah ke rumah Surianata dan cari benda pusaka berbentuk keris. Hanya dengan itu, kau bisa membunuhnya.
Panud : Baiklah.
''Tikar digelar di atas panggung. Di atasnya ada hidangan makanan tersaji. Lampu menyala redup.''
'''Surianata dan Hanjani makan malam, lalu ada suar ketukan pintu.'''
Hanjani : Siapa yang bertamu malam-malam begini? ''(Hanjani bertanya bingung)''
Surianata : Biar Abang saja yang membukakan pintu. ''(Surianata bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu)'' Panud? ''(Surianata tampak kaget melihat Panud berdiri di depannya dengan kepala tertunduk)'' Untuk apa kau datang ke sini? ''(Suara Surianata berubah ketus. Ia menatap Panud tidak suka)''
Panud : Surianata ... aku ingin meminta maaf. ''(Bersuara lirih)'' Aku sadar sikapku kemarin benar-benar keterlaluan. Aku tak bermaksud begitu, Suri. Aku sungguh menyesal sekarang. ''(Menatap Surianata sendu)''
Surianata : ''(Menaikan satu alis)'' Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran begini?
Panud : Aku sadar kalau sikapku sudah keterlaluan. Padahal aku berhutang budi padamu, tapi aku malah berniat menusukmu. Kau pantas murka, Suri. Aku benar-benar menyesal setelah mengingat dulu kita berteman baik. Tapi karena keserakahanku, hubungan kita menjadi renggang.
Surianata : Benarkah itu? ''(Surianata tampak skeptis)''
Panud : Ya. Pacar pertamaku, Ningsih sudah menceramahiku. Ia yang membuatku sadar.
Surianata : ''(menghela napas)'' Baiklah. Jika kau benar-benar sudah sadar dan menyesal, maka tak ada alasan bagiku untuk tak memaafkanmu. Masuklah, Panud''. (Mengajak Panud masuk ke dalam)'' Aku bersyukur kau sudah berubah. ''(Merangkul pundak Panud sambil saling melempar senyum dengan Panud)''
'''Hanjani muncul.'''
Hanjani : Bang? ''(Hanjani tampak kebingungan mengetahui yang bertamu ternyata adalah Panud. Padahal Surianata mengatakan mereka tak berteman lagi)''
Surianata : Hanjani pasti bingung, ya? Abang dan Panud sudah berbaikan. Panud datang ke sini untuk meminta maaf.
Panud : Benar. Hanjani, aku pun meminta maaf padamu karena mungkin telah membuatmu merasa tidak nyaman. Lupakan saja yang kukatakan waktu itu. Anggap saja hanya omong kosong. Aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah pada Surianata.
Hanjani : Syukurlah kalau kau sudah sadar, Panud. Ya, aku tak begitu mempermasalahkannya dan sudah memaafkanmu. ''(Tersenyum lembut)'' Sebentar, aku akan membuat kopi dulu. ''(Hanjani pergi ke dapur)''
Panud : Ah, iya, Suri ... aku lupa mengatakan pada Hanjani tadi, kalau aku tak bisa minum kopi lagi karena asam lambungku suka kambuh belakangan ini.
Surianata : Oh, begitu? Kalau teh bagaimana?
Panud : Ya, boleh.
Surianata : Tunggu sebentar. Aku ke dapur dulu. ''(Surianata pergi menyusul Hanjani ke dapur)''
'''Panud bangkit mengobrak-abrik rumah Surianata.'''
Surianata : Sudah kuduga, kau hanya menipuku, Panud. ''(Surianata menatap tajam Panud yang tubuhnya menegang dan perlahan berbalik menghadapnya)'' Jadi kau datang ke sini hanya untuk mencuri kerisku, huh? ''(Surianata melangkah mendekati Panud. Tatapannya masih mengintimidasi)'' Atau bahkan kau datang ke sini dengan niat untuk membunuhku?
Panud : Ternyata kau sudah menyadarinya sejak awal. ''(Panud menyeringai)''
Surianata : Kembalikan benda itu.
Panud : Ya, akan aku kembalikan ''(Panud melepaskan keris itu dari sarungnya. Dia maju dan hendak menyerang Surianata. Namun Surianata dengan cepat melangkah mundur dan menghindari serangan Panud)''
Surianata : Kau benar-benar keterlaluan, Panud! Ini balasanmu setelah kubantu? Kau sudah mendapatkan tiga pacar tapi masih menginginkan istriku. Dasar manusia serakah! ''(Berteriak murka)''
Panud : Sejak awal memang hanya Hanjani wanita yang aku idam-idamkan! Kau mengambilnya dariku. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku! ''(Balas berteriak)''
'''Hanjani datang dari arah dapur (belakang panggung).'''
Hanjani : Panud, apa yang kau lakukan?! ''(Memekik kencang)'' Hentikan! Apa kau sudah gila?!
'''Panud dan Surianata berkelahi.'''
Panud : Matilah! ''(Panud mengayunkan keris itu ke arah Surianata yang masih bersimpuh di lantai)''
Hanjani : Panud, hentikan! ''(Hanjani berlari. Menahan tangan Panud yang nyaris menusuk punggung Surianata.)'' Aku mohon hentikan, Panud. Jangan melakukan ini. Ingat Surianata adalah temanmu sendiri. Sadarlah! ''(Hanjani memelas dengan air mata membasahi wajahnya)''
Panud : Hanjani, aku melakukan ini untukmu. Aku terpaksa melakukan ini agar kau menjadi milikku. ''(Panud membalasnya dengan suara frustrasi. Atensinya seketika teralihkan oleh tangisan Hanjani.)'' Jangan menangis, Jani .... ''(Tangan Panud sudah terulur hendak mengusap air mata di wajah Hanjani, namun tiba-tiba Surianata bangkit dan memukul perutnya)''
Surianata : Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh istriku sedikit pun!
Panud : Kalau begitu kau harus mati! ''(Berteriak nyaring)''
'''Panud mengayunkan keris di tangannya dan menerjang tubuh Surianata. Hanjani dengan panik berusaha menahan tangan Panud.'''
Hanjani : Hentikan, Panud! Jangan menyakiti suamiku!
Panud : Lepaskan tanganku, Hanjani! Jangan menghalangiku!
Hanjani : Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu, Panud! Bahkan jika Surianata mati, aku tak akan sudi menikah dengan pria sepertimu!
'''Panud tiba-tiba terdiam. Ia berbalik, menatap Hanjani nanar.'''
Panud : Kau yakin dengan perkataanmu itu? ''(Bertanya dengan nada getir)''
Hanjani : Ya. Tolong sadarlah, Panud. Kau hanya terobsesi padaku. Aku pun tak mencintaimu!
Panud : Kenapa kau tak mencintaiku?
Hanjani : Karena aku mencintai suamiku.
Panud : Kenapa ... kenapa? ''(Berucap lirih, Panud menundukkan kepalanya. Terlihat putus asa)'' KENAPA?! ''(Tiba-tiba menjadi marah dan menatap Hanjani nyalang)''
Hanjani : ''(Terkejut dengan perubahan emosi Panud)'' Pa-panud, sadarlah. ''(Hanjani tampak semakin takut dengan Panud)''
Panud : Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka Surianata pun tak boleh memilikimu! ''(Berteriak nyaring, lalu menusuk Hanjani)''
'''Kedua mata Hanjani melebar. Tubuhnya gugur ke lantai. Matanya meredup melihat ke arah Surianata yang tersenyum, melambaikan tangan ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Pa-panud .... ''(Suara terbata-bata. Memejamkan mata)''
Panud : Surianata tak boleh memilikimu. Itu sebabnya, kau harus mati, Jani .... ''(Panud berujar pelan. Di samping tubuh Hanjani yang sudah tidak bernyawa.)''
'''Hanjani menutup matanya. Panud menunduk dalam melihat ke arah Hanjani. Suara tepuk tangan terdengar. Panud mengangkat kepalanya, menatap bingung ke arah Surianata yang berdiri di sampingnya dengan senyum puas.'''
Surianata : Sungguh pertunjukan yang bagus. Luar biasa! ''(Menepuk pundak Panud beberapa kali)'' Terima kasih atas pertunjukannya, Panud. Aku sangat menyukainya.
Panud : ''(Kening Panud mengernyit dalam. Dirinya menatap tajam Surianata. Menyadari ada yang janggal)'' Apa maksudmu? ''(Berujar penuh penekanan)''
Surianata : Panud ... Panud. Tak kusangka, kau yang dulunya sangat alim, sekalinya terjerumus dalam ilmu hitam, akan langsung menjelma menjadi iblis seperti ini.
Panud : Istrimu mati. Dia sudah kubunuh. Kau tidak sedih atau marah?
Surianata : Untuk apa aku melakukan itu? Sejak awal, memang inilah tujuanku.
Panud : Maksudmu apa, hah?!
Surianata : Kau tidak perlu tahu apa maksudku. Yang terpenting, setelah ini kau bisa bersama wanita yang kau cintai setengah mati itu. Tentunya, di neraka. ''(Surianata tertawa terbahak-bahak)''
Panud : Apa maksudmu, Sur?! Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku?!
Surianata : Bisa dibilang seperti itu.
Panud : Kau!
'''Panud berdiri hendak mengambil kerisnya, tapi di tepis Surianata. Surianata mengambil keris dan menusuk Panud di bagian dada kiri, Panud kesakitan memegang dadanya. Surianata tersenyum melihat Panud tersungkur di lantai.'''
Surianata : Kau pasti bingung kenapa tiba-tiba keadaan menjadi seperti ini, bukan? Anggap saja, inilah bayaran yang harus kau terima atas keserakahanmu itu.
Panud : A-apa yang kau lakukan? ''(Bertanya dengan terbata-bata sambil terus merintih kesakitan)''
Surianata : Kau ingat dengan syarat yang diberikan Bhanuwati sebelum dia mengabulkan permintaanmu? Pantang bagimu mendekati istriku. Jika kau melanggarnya, kau akan celaka. Kira-kira, itulah yang terjadi padamu sekarang. ''(Surianata berujar dengan santai. Tak memedulikan Panud yang kesakitan)''
'''Panud meregang nyawa. Kedua mata Panud melihat ke arah Surianata yang memandangnya penuh kebencian.'''
Surianata : Akhirnya, aku tak perlu melihat manusia sok alim sepertimu lagi.
Surianata : ''(Mengambil keris yang tergeletak di lantai)'' Dengan ini kerisku akan bertambah sakti! ''(Surianata tertawa keras)''
'''Musik gamelan banjar terdengar. Dari arah pintu, Bhanuwati muncul. Berjalan mendekat ke Surianata.'''
Bhanuwati : Semuanya telah selesai? ''(Bhanuwati mengulurkan tangannya pada Surianata dan Surianata langsung menyambutnya)''
Surianata : Ya, semuanya telah selesai. ''(Menatap jasad Hanjani dan Panud)'' Laki-laki yang terpaksa membunuh wanita yang dicintainya. Lalu mati karena telah melanggar perjanjian. Tumbal yang bagus, bukan? (''Menatap Bhanuwati dengan senyuman)''
Bhanuwati : ''(Terkekeh kecil)'' Ya. Aku benar-benar puas dengan tumbal kali ini.
'''Surianata dan Bhanuwati yang berpegangan tangan sambil bertatapan.'''
[[Kategori:Naskah drama]]
6xrlhvr4awlegotmotgbecncgvrxd7r
117875
117874
2026-08-02T22:50:36Z
Raihankakicak
41526
added [[Category:Fiksi]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
117875
wikitext
text/x-wiki
== '''Sungai Pemikat Jodoh''' ==
''Karya Kelompok 2 Kelas A-1''
==== Pelaku: ====
1. Muhammad Raihan (Panud)
2. Muhammad Riky Rahman (Surianata)
3. Fitria Maya Sari (Bhanuwati)
4. Siti Hafizah (Hanjani)
5. Salsabila Amalia (Ningsih)
6. Restika Wijayanti (Maryam)
7. Henny Futry Ananti (Munaroh)
8. Atika Zahradia Maulida (Basnah)
== '''''BABAK 1''''' ==
''Cahaya lampu bersinar sedikit redup. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Panud dan Surianata duduk di Warung Basnah.'''
Basnah : Nud, Sur, aku nitip warung bentar ya, ada urusan mendadak, bentar saja nanti aku kembali.
Panud : Baik Basnah amaaan.
'''Basnah pergi. Lalu datang dua orang wanita desa.'''
Ningsih : Selamat sore Surianata dan Panud. ''(Menyapa dengan suara ramah)''
Panud dan Surianata : Sore juga. ''(Menyapa bersamaan)''
Maryam : Tumben sekali kalian berdua bertemu, setelah sekian lama tidak terlihat bersama. ''(Maryam bertanya)''
Surianata : Oh aku hanya ingin saja. Lagi pula tidak ada salahnya’kan sesama teman bersilaturahmi, dan juga aku ingin memberitahu Panud bahwa sebentar lagi aku akan menikah. ''(suara santai, melihat ke arah Panud)''
Ningsih : Benarkah? Sebentar lagi kamu mau menikah, wah selamat yaa! Panud bagaimana? Apakah akan membujang selamanya? ''(suara bahagia, lalu berubah ke suara mengejek)''
Maryam : Benar bagaimana dengan Panud, apakah kamu akan membujang selamanya? ''(suara merendahkan.)''
Panud : Kalian berdua jangan asal bicara ya! aku juga sebentar lagi mau menikah. (''Jawab Panud suara sedikit meninggi.)''
Surianata : Benarkah? ''(wajah terkejut.)''
Panud : Kalau ada calonnya. ''(tertawa kecil)''
Surianata : Aku pun juga bisa bicara seperti itu. ''(kesal menanggapi)''
Ningsih : Ada-ada saja jawaban Panud itu. (''tertawa kecil)''
Maryam : Saranku yaa Panud. ''(sedikit mendekat ke arah Surianata dan Panud)'' Kamu itu cepat-cepat saja menikah, secara’kan laki-laki di sini yang masih melajang hanya kamu dan Surianata saja. Tapi Surianata sebentar lagi mau menikah, sedangkan kamu belum. Benar tidak Ning? ''(menepuk bahu Ningsih)''
Ningsih : Iya benar''. (Menganggukkan kepala)''
Panud : Iya-iyaaa... ini juga aku sedang mencari! kalian itu terlalu berisik! Bukankah dalam Al-Qur’an ada surah mengenai jodoh tidak akan pernah ke mana. Jadi santai saja, kalian berdua tidak perlu sibuk mengurusi hidupku. (''Mengambil teh lalu meminumnya)''
Ningsih : Kami hanya bercanda saja, kamu tidak perlu menanggapi kami dengan serius menggunakan dalil. Huh... ''(Bersedekap dada)'' Pantas saja kamu tidak dapat jodoh, orangnya terlalu serius begini. ''(melirik sinis pada Panud)''
Maryam : Iya benar Ning, lebih baik kami pergi saja. ''(Menarik lengan Ningsih)'' Ayo Ningsih! ''(Pergi menjauh dari Surianata dan Panud)''
Surianata : Ya sudah hati-hati ya kalian di jalan! ''(melambaikan tangan)''
'''Ningsih dan Maryam pun pergi Warung Basnah dengan langkah cepat, dan raut wajah kesal.'''
Surianata : Benar juga kata mereka berdua, kamu kapan menikahnya Panud? ''(mendekat dan berbisik)''
Panud : Kamu ini Suur, sama saja seperti mereka berdua, suka sekali mengurusi hidup orang. ''(bersandar pada meja warung)''
Surianata : Hei aku bertanya serius sama kamu, nanti jika tidak ada pasangan hidup kamu juga yang susah.
Panud : Bagaimana ya Sur, ''(suara sedih)'' Aku juga ingin cepat-cepat dapat jodoh, tapi kayaknya Tuhan masih belum mempertemukanku pada jodohku. (''Panud bicara melihat ke atas)''
Surianata : Jadi hanya itu saja masalahmu, kita berdua mempunyai masalah yang sama. Aku juga lama tidak dapat jodoh, tapi akhirnya aku mendapatkannya, meskipun dengan cara yang tidak benar. ''(Surianata menjelaskan dengan menunjuk dirinya sendiri dengan rasa bangga, dan sedikit menyesal)''
Panud : Maksudmu? ''(Dengan wajah bingung menghadap Surianata)''
Surianata : Sini biar kuberitahu satu hal. ''(Surianata dengan tangannya memberi isyarat agar Panud mendekatkan)'' Aku melakukan Ritual yang sudah turun temurun dilakukan oleh keluargaku. ''(Surianata berbisik pada Panud)'' Kamu’kan tahu Nud, keluargaku itu sudah berteman lama dengan ritual semacam itu.
Panud : Tapikan Sur ... cara seperti itu sangat dilarang dalam ilmu agama. ''(Suara Panud terdengar ragu dan takut)''
Surianata : Ya aku pun juga tahu itu dilarang, ''(Katanya menjauhkan badan dan menyesap teh)'' tapi setelah aku mendapatkannya, aku akan memperbaiki sikapku demi dirinya. ''(Dengan suara lembut)'' Jadi bagaimana apakah kamu mau aku ajari ilmuku? ''(Suara yang kembali bersemangat)''
Panud : ... ''(Panud diam tidak menjawab'')
Surianata : Sebentar.
'''Surianata pergi dari sebentar (mengambil gayung) lalu kembali lagi ke Panud.'''
Surianata : Ya sudah biar kuberitahu saja, terserah kamu mau melakukannya atau tidak. Tepatnya tengah malam, kamu pergi ke ujung sungai kampung ini. Bawalah selendang kuning ini lalu menarilah.. Satu hal yang penting adalah kamu bawa gayung ini, yang merupakan benda pusaka. ''(Surianata memberikan sebuah gayung pada Panud).'' Sebut nama Bhanuwati 3 kali maka akan muncul sosok penguasa sungai itu, dialah yang telah memberikanku jodoh. Segeralah, kamu sampaikan permintaanmu padanya ''(Surianata menjelaskan dengan detail)''
Panud : Gila kamu Sur, ''(Suara Panud meninggi dan menjauhkan badannya berdiri dari kursi)'' Aku tidak akan pernah melakukan perbuatan terlarang itu ''(Panud bersuara menggebu-gebu menunjuk ke arah Surianata).'' Meminta jodoh bukan pada Tuhan itu sudah termasuk perbuatan menyekutukan Tuhan, balasannya adalah neraka. ''(Suara marah)''
Surianata : Aku hanya memberitahu saja, ''(Surianata bicara sambil mengangkat bahu),'' terserah kamu mau melakukannya atau tidak.
'''Panud pergi meninggalkan Warung Basnah dengan wajah marah.'''
''Lampu dimatikan.''
''Cahaya lampu bersinar terang. Ada musik suara desa. Di tengah panggung ada tikar sebagai alas dan meja panjang pendek sebagai tempat jualan Basnah. Ada gorengan es sachet yang di jual Basnah.''
'''Ningsih, Maryam, dan Munaroh berkumpul di Warung Basnah.'''
Munaroh : Pernikahan Surianata kemarin sederhana banget benar tidak Ning? ''(Hayati membuka pembicaraan)''
Ningsih : Iya sangat sederhana, sesuai saja dengan kepribadian Surianata. ''(Ningsih menjawab santai)''
Munaroh : Maksudnya Ning? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Iya sesuai, karena Surianata memang seperti orang yang tidak berduit. ''(Jawab Ningsih pelan dan mengejek)''
Munaroh : Ah kamu bisa saja Ning, nanti kalau terdengar oleh si Suri bisa marah dia. ''(Hayati bersuara seolah menakut-nakuti)''
Maryam : Dari pada membicarakan pengantin baru, lebih baik kita membicarakan si bujang lapuk saja. ''(Maryam bersuara dengan semangat)''
Munaroh : Siapa? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Ningsih : Siapa lagi kalau bukan si Panud itu. ''(Menjawab cepat)''
Maryam : Benar sekali. ''(Menjentikkan jari)''
Basnah : Benar juga Surianata sudah kawin, tertinggal Panud saja lagi yang masih sendiri. ''(Basnah ikut bergabung sambil membersihkan gelas kaca dengan kain)''
Munaroh : Iya benar sekali Basnah. Kasihan ya Panud masih sendiri. ''(Suara sedih)''
Basnah : Iya kita doain aja semoga dia cepat dapat jodoh.
Ningsih : Orang kayak dia itu mana mungkin dapat jodoh, yang ada jodohnya kabur sebelum nikah gara-gara di kasih ceramah terus. ''(Ningsih bersuara dengan nada mengejek)''
Maryam : Iya benar kata Ningsih. Perempuan nih yaa ... Mana mau sama laki-laki yang terlalu serius, dan Panud ituuu ... dia terlalu serius, pasti sangat membosankan kalau menghabiskan waktu sama dia. ''(Memelankan suara takut di dengar)''
Basnah : Bukankah laki-laki seperti Panud itu patut untuk di kejar, dia sangat taat pada agama, otomatis hidup perempuan yang bersamanya akan terjamin dunia akhirat. ''(Basnah memberi pendapat)''
Ningsih : Kalau Basnah bicara begitu, kenapa tidak Basnah saja menikah dengan Panud. ''(Suara kesal)''
Basnah : Kamu ini Ning mengada-ada saja, aku kan sudah punya suami. ''(Jawab Basnah tertawa kecil menanggapi)''
Maryam : Pokoknya yaa laki-laki kayak Panud itu ga asyik, ga bisa diajakin bercanda. ''(Tambah Maryam)''
Munaroh : Heii kalian terlalu fokus pada Panud, apakah kalian tidak merasa janggal sama Surianata yang merupakan sahabatnya Panud. ''(Menyela di tengah pembicaraan)''
Ningsih : Memang ada apa sama Surianata? ''(Bertanya dengan wajah bingung)''
Munaroh : Looh kalian tidak sadar yaa, ''(Menatap teman bicaranya satu persatu)'' Surianata kan sama Panud sama-sama lajang sikapnya pun sama, tapi kenapa Surianata lebih dahulu menikah ketimbang Panud. ''(Tanya Hayati dengan wajah bingung)''
Maryam : Yaa wajar aja Surianata nikah lebih dulu. Surianta’kan wajahnya lebih bersahabat ketimbang Panud yang mukanya terus saja ditekuk. ''(Jawab Maryam cepat)''
Munaroh : Jadi semua penilaian ini hanya tentang wajah''? (Tanya Hayati dengan wajah sedikit kesal)''
Basnah : Aaah sudahlah! ''(Melerai dengan merentangkan tangan)'' Dari pada membicarakan mereka berdua lebih baik beli gorengan aku saja, masih banyak lagi nih. ''(Basnah berkata sambil menatap kesal para gadis desa itu)''
Ningsih : Iya-iya Basnah ini juga kami mau beli. ''(Ningsih merasa malu dan tertawa kecil)''
'''Pembicaraan itu di dengar oleh Panud yang bersembunyi di balik pohon.'''
Panud : Apakah aku harus melakukan yang seperti Surianata bilang. ''(Bertanya pada diri sendiri)'' Iya mungkin ini cara yang tepat. Aku harus melakukannya ''(Panud bicara tegas)''
== '''''BABAK 2''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada bunga rampai. Gayung. Selendang kuning yang diikat di lengan Panud. Bunga Rampai yang bertebaran.''
'''Di Sungai Kampung Gayung Basambut Panud menjalankan ritualnya. Dia berendam sesuai dengan cara yang di jelaskan oleh Surianata. Lalu muncullah Bhanuwati.'''
Bhanuwati : Apa hajatmu duhai pemuda hingga berani memanggilku? ''(Menatap tajam ke arah Panud, dengan suara menggema di telinga Panud)''
Panud : Bhanuwati aku meminta padamu, berikanlah aku jodoh agar aku tidak melajang sampai tua. ''(Panud berucap dengan suara pelan tapi tegas, tidak ada rasa takut dalam dirinya)''
Bhanuwati : Hahahahaha ... ''(Bhanuwati tertawa pelan, tapi berhasil membuat siapa pun yang mendengar akan merinding)'' Kau terlihat taat pada ilmu agama aku mengetahui itu''. (Bhanuwati bersuara lembut tapi menusuk)'' Lantas apakah kamu sudah yakin meminta padaku? ''(Dia berbicara sambil mengelilingi Panud dan menatapnya dalam juga tajam)''
Panud : Iya aku sudah yakin, dan aku siap menerima segala risikonya. ''(Panud menegakkan kepala dan menjawab mantap)''
Bhanuwati : Kamu cukup percaya diri datang ke sini, ''(Bhanuwati tepat berhenti di sebelah Panud lalu berbisik)'' Maka akan aku kabulkan permintaanmu, tapi dengan satu syarat. ''(Dia bersuara lalu menjedanya)''
Panud : Apa itu? ''(Panud bertanya dengan wajah penasaran)''
Bhanuwati : Aku bisa menjadikan semua wanita satu kampung ini menjadi pasanganmu, meskipun mereka telah bersuami. Tapi ada satu yang tidak bisa kamu miliki, dia adalah Hanjani istri Surianata. Sekali kamu mencoba mendekatinya maka malapetaka yang besar akan datang padamu. Bagaimana? ''(Bhanuwati menjelaskan sembari menatap Panud tajam)''
Panud : Iya saya setuju. ''(Panud menjawab mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun)''
Bhanuwati : Baguslah ''(Bhanuwati mulai membaca mantra).'' Ini ''(Bhanuwati memberikan selendang kuning)'' kamu bawa ke mana pun selendang kuning ini untuk memikat hati wanita, dengan selendang ini kamu harus menari, semua orang akan melihatmu seperti orang biasa berjalan saat kamu menari. Ingat jangan kamu coba-coba membawa selendang kuning ini mendekat pada Hanjani. Jika kamu melanggarnya maka kamu akan mendapatkan malapetaka. ''(Bhanuwati berkata tajam tapi masih terdengar lembut)''
'''Panud menerima selendang kuning itu. Lalu Bhanuwati menghilang di tengah sungai. Panud pergi dari sungai.'''
''Lampu meredup, keadaan semakin gelap.''
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Panud menari ke arah tempat para wanita berkumpul.'''
Panud : Seperti biasa Basnah. ''(Panud duduk)''
Basnah : Baik Panud. ''(Menyiapkan gorengan dan teh manis)''
Ningsih : Waaah auramu terlihat berbeda hari ini, Nud. ''(Ningsih mendekati Panud)''
Maryam : Iya tidak seperti biasanya. ''(Maryam juga mendekat)''
Panud : Mana ada, aku masih terlihat seperti biasanya. ''(Panud menjawab santai sedikit malu)''
Munaroh : Kami berbicara benar, sungguh auramu hari ini terlihat luar biasa, bahkan seperti menyihir pikiran kami''. (Hayati juga mendekat, dan menjelaskan isi pikirannya)''
Panud : Ehem ... Mana mungkin, kalian saja yang terlalu berlebihan. ''(Panud terbatuk kecil dan menjawab).''
Hayati : Serius kami tidak bohong, benar tidak teman-teman? ''(Tanya hayati pada Ningsih dan Maryam, dan mendapatkan anggukan persetujuan)''
Basnah : Ini gorengan sama teh manisnya. ''(Basnah memberikan sepiring gorengan dan segelas teh hangat manis)''
Panud : Oh iya terima kasih ya Basnah. ''(Panud menerima dengan hati-hati)''
Basnah : ... ''(Basnah tidak menjawab dia kembali dengan kesibukannya)''
'''Hanjani datang ke warung Basnah. Panud melihat takjub ke arah Hanjani. Panud tersenyum kecil pada Hanjani.'''
Ningsih : Halo Ani. ''(Sapa Ningsih ramah)''
Hanjani : Eh halo juga Ning, ''(Hanjani mendekat pada Ningsih)'' kalian lagi apa? sepertinya seru sekali''. (Dengan suara ramah)''
Maryam : Biasa kami lagi menggosip, kamu mau ikut tidak. ''(Suara santai)''
Hanjani : Begitu, aku tidak ikut, ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di rumah. ''(Hanjani bicara sambil berjalan mendekati Basnah)'' Oh iya Basnah gorengan pisangnya sepuluh ribu yaa.
Ningsih : Begitu ya yaudah deh. ''(Dengan suara sedikit sedih)''
'''Basnah memberikan kantong plastik pada Hanjani. Hanjani berjalan pergi meninggalkan warung. Langkahnya terhenti saat mendengar Panud bersuara.'''
Panud : Hei Hanjani, apakah kamu tidak ingin bersantai saja dulu di sini. (''Panud bersuara sambil melihat ke arah Hanjani)''
Hanjani : Maaf sepertinya aku tidak bisa. ''(Hanjani berucap sambil menjaga pandangan matanya agar terus menunduk)''
Panud : Ayolah Hanjani kapan lagi kita bisa reunian seperti ini, seperti mengingat masa kecil dulu. ''(Panud bersuara pelan membujuk Hanjani)''
Hanjani : Aku rasa itu bukanlah hal yang penting, lebih baik kamu cari kesibukan lain saja Nud, daripada mengingat masa lalu. ''(Hanjani bersuara lembut namun terdengar tegas'') Kalau begitu aku pamit pergi yaa, mari semuanya ''(Hanjani pergi sambil menundukkan kepalanya)''
Maryam : Iya Ani hati-hati yaa. ''(Maryam membalas sambil melambaikan tangannya)''
'''Hanjani pergi meninggalkan Warung Basnah. Panud diam membisu. Pagi itu adalah awal dari malapetaka sebenarnya. -'''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 3''''' ==
''Di tengah panggung ada sebuah meja pendek dan panjang tempat Basnah meletakkan barang dagangannya. Di belakangnya ada pohon. Ada lima tempat duduk. Barang-barang jualan Basnah gorengan, minuman sachet. Lampu menyala terang menandakan waktu pagi hari. Latar suara suasana pagi di desa.''
'''Ningsih, Munaroh, dan Maryam duduk di Warung Basnah. Panud berjalan santai ke arah warung Basnah.'''
Ningsih : Eh Mun, Mun coba liat ke sana ''(menunjuk ke arah Panud.)'' Itu Panud bukan sih?
Munaroh : Eh iyaa itu Panud, Aaaaaa Panud sini ''(menyapa dengan nada centil)''
Ningsih : Pagi-pagi makan kedondong, Panud sini dongg ''(berteriak centil)''
Maryam : Ih kalian pada kenapa sii? Kok semakin hari semakin aneh? ''(tanya Maryam melihat bingung ke arah dua temannya)''
Munaroh : Apaansih Maryam. Kami masih normal kok, kamu tuh yang gak normal, masa gak suka sama Panud yang ganteng itu.
Maryam : Heh asal aja kamu Mun kalau bicara, gini-gini aku masih normal ya! Kalian tuh yang udah gak waras, matanya udah buta, Panud yang begitu masa direbutin, bukannya dulu kalian suka ejek dia ya?
Munaroh : Kapan? Aku gak pernah ejek Panud tuh.
Ningsih : Ck ... kalian bisa diam gak sih itu Panud mau jalan ke sini. Eh aku udah cantik belum. ''(Merapikan pakaian)''
Munaroh : Udah, kamu udah cantik, aku gimana?
Ningsih : Iya udah cantik juga?
Maryam : ''(Memutar bola mata malas melihat perilaku temannya yang aneh)''
'''Panud mendekat ke arah mereka dengan wajah tersipu malu, mendengar teriakan-teriakan dari para wanita.'''
Panud : Halo selamat pagi. ''(Sapa Panud ramah)''
Ningsih : Pagi Panud ''(suara lembut)''
Basnah : Ngeteh dulu sini Nud ''(bicara sambil membersihkan gelas)''
Panud : Tidak dulu Basnah.
Munaroh : Panud mau kemanaa? (suara centil)
Panud : Aku hanya berkeliling kampung saja, soalnya kalau di rumah terus bosan.
Ningsih : Panuud, kamu masih sendiri?
Panud : Hmm, iyalah memang kenapa Ning?
Ningsih : Tidak aku hanya bertanya saja, bisa kali ekhem ekhem.
Maryam : Ning? kamu kenapa sih ko berbeda dengan seorang Ningsih biasanya.
Ningsih : Hello! ini aku ya. Mana ada berbeda, udah deh Maryam kamu diam aja! ''(wajah kesal)''
Munaroh : Panuud.
Panud : Iyaa Mun?
Munaroh : Kamu tidak ada niatan gitu untuk menyusul Surianata?
Basnah : Iya Panud, cobalah untuk mencari pasangan hidup
Panud : Doakan saja agar aku dapat menemukan jodoh secepatnya
Ningsih : Ekhem ... ekhem ''... (mengode Panud)'' Panud aku masih sendiri lohh, mending kamu sama aku. Orang kaya yang hartanya tidak habis tujuh turunan? (memamerkan gelang emas di tangan)
Munaroh : Ih Ningsih! Apa-apaan sih kamu. emang yakin itu emas asli? beli sendal saja ga mampu.
Ningsih : Heh jangan mengada-ada ya Mun!
Munaroh : Nih ya panud, mending kamu pilih aku aja. Aku masih lucu dan imut, penampilan aku juga jauh lebih nyaman dilihat, dari pada Ningsih yang seperti ibu-ibu itu.
Ningsih : Heh sembarangan kamu Mun kalau bicara.
Maryam : Heh sudahhh! kalian pada kenapa sihh, kok makin aneh gini ''(Maryam berteriak melerai kedua temannya yang adu mulut)''
Basnah : Ambil saja dua duanya panud ''(tertawa kecil)''
Munaroh : Ih aku mau jadi satu satunya bukan salah satunya.
Panud : Sudah-sudahh kalian berdua cantik ko, jangan bertengkar lagi ya cantik-cantik.
'''Ningsih dan Munaroh baper. Maryam memutar bola matanya lalu berdiri di samping mereka bertiga.'''
Maryam : Astagaaaa! Kalian berdua makin aneh aja mending pulang deh. PULANG! ''(Maryam berteriak lalu menarik kedua tangan temannya)''
Panud : Aku telah berhasil memikat para wanita di kampung ini, akankah aku bisa memikat hati Hanjani? ''(tanya Panud pada diri sendiri)''
'''Dari kejauhan datanglah Hanjani ke Warung Basnah.'''
Panud : Hai Hanjani, selamat pagi. ''(Panud menyapa ramah, dengan senyum)''
Hanjani : Selamat pagi juga Panud. ''(Menyapa balik, sambil menjaga pandangan)''
Panud : Hanjani hari ini kamu terlihat sangat cantik. (''Puji Panud memperhatikan Hanjani)''
Hanjani : Terima kasih atas pujianmu. ''(Hanjani menjawab dengan menundukkan wajahnya)''
Panud : Aku tidak memuji, itu kenyataan. ''(Jawab Panud cepat, masih terus memperhatikan Hanjani)''
Surianata : Hanjani. ''(Surianata berteriak, lalu berlari mendekat)''
Surianata : Kamu telah kelewatan Panud. Celakalah kamu! (Marah)
'''Surianata datang lalu menarik lengan Hanjani agar berdiri di belakangnya. Panud menatap tidak suka pada Surianata.'''
Hanjani : Abang ada apa? ''(Tanya Hanjani kebingungan, mendekati sang suami)''
Surianata : Dia ... ''(Surianata menunjuk ke wajah Panud)'' Dia adalah manusia yang celaka Hanjani, ''(menatap Hanjani, lalu menatap Panud tegas)'' dia telah berani menggoda istri temannya sendiri. ''(Suara Surianata meninggi, jari menunjuk ke wajah Panud)'' Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati istriku! Aku tidak peduli berapa banyak wanita yang menyukaimu di kampung ini, asal jangan kau ambil Hanjani ''dariku! (Marah Surianata menatap Panud yang diam seribu bahasa)''
Panud : Kau tidak tahu apa-apa Sur, ''(Panud mulai bersuara pelan)'' kau lebih dulu yang merebut dia dariku. (''suara menekan menggeram)'' Aku telah lama jatuh cinta pada Hanjani, ''(Panud menatap Hanjani)'' tapi kau yang lebih dulu mendapatkannya. ''(Lalu menatap Surianta)''
'''Hanjani bersembunyi di balik badan sang suami, dan menatap takut ke arah Panud.'''
Surianata : Di sini bukanlah tentang siapa yang lebih dahulu jatuh cinta, ''(Surianata maju ke arah Panud)'' tapi tentang siapa yang lebih dulu mengatakannya. ''(suara tegas)'' Kau tahu dirimu jatuh cinta pada Hanjani, ''(menunjuk Panud lalu menunjuk Hanjani)'' tapi mengapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Keterlambatanmu sungguh fatal, sekarang Hanjani sudah menjadi istriku, dan kau tidak berhak menginginkan istriku lagi. ''(bicara pelan dan menusuk)'' Aku bersumpah, jika aku melihatmu sekali lagi mendekati Hanjani istriku, maka akan kupastikan dirimu celaka Panud. ''(Ancam Surianata)''
'''Hanjani dan Surianata pergi meninggalkan Panud seorang diri.'''
Panud : Aku bersumpah, aku akan mendapatkan Hanjani bagaimanapun caranya. ''(Berbicara pada diri sendiri. Suara tegas)''
''Lampu dimatikan.''
== '''''BABAK 4''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara malam, dan suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung. Ada suara burung gagak. Suara malam mencengkam.''
'''Surianata berjalan dan melihat fokus ke arah sungai.'''
Surianata : Keluarlah, Bhanuwati. (Berdiri di pinggir sungai dan berucap dengan tenang)
'''Suara gelegak air terdengar. Kabut mulai menyelimuti sekitar sungai. Tak lama kemudian, Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Katakanlah, apa yang membuatmu datang lagi kepadaku setelah sekian lama?
Surianata : Aku tahu Panud telah melanggar perjanjian. Ia berniat memikat Hanjani, istriku. Bukankah sudah saatnya dia mendapatkan itu. ''(Berucap dengan tenang, namun tatapannya tajam)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum miring)'' Lantas apa yang akan kau lakukan sekarang? ''(Bhanuwati bertanya sambil menatap tajam Surianata)''
Surianata : Berikan aku sesuatu untuk menghabisi Panud. Aku tak akan membiarkan dia merebut istriku.
Bhanuwati : Baiklah ''(mengeluarkan sebuah pusaka dan memberikannya pada Surianata)'' Kau tahu harus bagaimana menggunakannya, kan, Surianata? ''(tersenyum misterius)''
Surianata : Tentu saja. ''(Menerima pusaka itu)'' Sudah waktunya Panud menerima ganjarannya, bukan? ''(Surianata ikut tersenyum misterius)''
Bhanuwati : Ya, semoga kau berhasil.
''Lampu menyala terang, ada meja kecil tempat peletakan Al-Qur’an. Sejadah yang digelar dan di atas sejadah itu ada Hanjani yang sedang beribadah.''
'''Surianata pulang ke rumah. Lalu masuk ke dalam rumah dan melihat ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Abang dari mana saja? Ini sudah tengah malam, kenapa baru pulang? (''Hanjani bertanya bingung. Lalu tiba-tiba, ia menyentuh hidungnya)'' Ah, bau apa ini? Kenapa bau Abang seperti bunga kenanga?
'''Surianata mencium tubuhnya sendiri.'''
Surianata : Ini bau minyak wangi Abang yang baru, Hanjani. ''(bersuara lembut)''
Hanjani : Oh, begitu. Masuklah, Bang. ''(Mempersilakan Surianata masuk, lalu tak sengaja menatap ke arah pusaka di tangan kiri Surianata)'' Itu apa, Bang? ''(Menunjuk pusaka itu)''
Surianata : Ini keris yang diberikan teman Abang. Tadi Abang baru saja dari rumahnya.
Hanjani : Keris? Untuk apa Abang menyimpan benda itu?
Surianata : Abang tertarik untuk mengoleksi keris seperti teman Abang.
Hanjani : ''(mengangguk)''
Hanjani : Bagaimana dengan hubunganmu dan Panud, Bang? Kalian benar-benar bertengkar? Bukankah dulu kalian bersahabat baik? ''(Bertanya dengan hati-hati agar tak memancing emosi Surianata)''
Surianata : Tentu saja aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Bajingan yang berambisi merebut istri temannya sendiri itu tak pantas disebut teman.
Hanjani : Apa benar Panud memakai pelet, Bang? Itu sebabnya dia sampai memiliki tiga pacar sekarang?
Surianata : Ya, itu benar. Itu sebabnya, kamu sebaiknya jangan dekat-dekat dengan Panud, Hanjani. Aku tidak ingin kamu terkena peletnya. ''(Menatap penuh peringatan)''
Hanjani : Baik, Bang. ''(Hanjani yang mendengar itu kaget lalu mengangguk patuh)''
== '''''BABAK 5 EPILOG''''' ==
''Lampu menyala redup. Suara mencekam. Ada sungai terbuat dari selendang biru yang memanjang di sepanjang panggung di kiri dan kanan ada batu dari pelampung.''
'''Panud datang ke sungai kembali melakukan ritual. Gelegak air terdengar dan musik gamelan banjar berbunyi. Bhanuwati muncul.'''
Bhanuwati : Apa yang membuatmu memanggilku? ''(Menatap tajam Panud)''
Panud : Bhanuwati, aku ingin meminta pertolonganmu sekali lagi. Tolong berikanlah aku sesuatu yang lebih sakti, hingga bisa memikat hati Hanjani.
Bhanuwati : Bukankah kamu sudah tahu konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan, jika tetap menginginkan Hanjani? ''(Bhanuwati bertanya pelan)''
Panud : Aku tahu .... ''(Panud menunduk sesaat, tampak sedikit ragu. Namun ia berusaha meyakinkan diri dan kembali menatap Bhanuwati dengan tegas)'' Tapi cintaku pada Hanjani terlalu besar. Aku tak bisa melupakannya. Aku menginginkan Hanjani. Hanya dia.
Bhanuwati : Kau tahu apa konsekuensinya?
Panud : Bahkan jika kau mengambil kembali apa yang aku miliki sekarang, aku tak akan mempermasalahkannya. Yang terpenting Hanjani menjadi milikku. ''(Panud berujar dengan yakin)''
Bhanuwati : Tak akan semudah itu. Hanjani adalah pantanganmu. Dia tidak akan bisa menjadi milikmu.
Panud : Lalu apa yang harus kulakukan agar Hanjani berpaling padaku? Aku sungguh tak ikhlas jika dia bersama Surianata. ''(Ekspresi Panud menunjukkan dendam yang mendalam)'' Kumohon, berikan aku solusi untuk masalah ini. ''(Memelas pada Bhanuwati)''
Bhanuwati : Hanya ada satu cara jika kau tetap nekat ingin memperistri Hanjani.
Panud : Apa itu? ''(Wajah penasaran)''
Bhanuwati : ''(Bhanuwati tersenyum)'' Kau harus membunuh Surianata.
Panud : ''(Tersentak)'' A-apa?
Bhanuwati : Bukankah kau bilang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Hanjani? Satu-satunya cara untuk mendapatkan wanita itu adalah membunuh suaminya.
Panud : Baiklah. Aku akan melakukannya. ''(suara tegas)''
Bhanuwati : Kau yakin? Bukankah Surianata adalah sahabat baikmu?
Panud : Dia yang lebih dulu menusukku dengan menikahi wanita yang aku cintai. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku.
'''Tawa Bhanuwati menggelegar.'''
Bhanuwati : Baiklah jika itu keputusanmu. Datanglah ke rumah Surianata dan cari benda pusaka berbentuk keris. Hanya dengan itu, kau bisa membunuhnya.
Panud : Baiklah.
''Tikar digelar di atas panggung. Di atasnya ada hidangan makanan tersaji. Lampu menyala redup.''
'''Surianata dan Hanjani makan malam, lalu ada suar ketukan pintu.'''
Hanjani : Siapa yang bertamu malam-malam begini? ''(Hanjani bertanya bingung)''
Surianata : Biar Abang saja yang membukakan pintu. ''(Surianata bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu)'' Panud? ''(Surianata tampak kaget melihat Panud berdiri di depannya dengan kepala tertunduk)'' Untuk apa kau datang ke sini? ''(Suara Surianata berubah ketus. Ia menatap Panud tidak suka)''
Panud : Surianata ... aku ingin meminta maaf. ''(Bersuara lirih)'' Aku sadar sikapku kemarin benar-benar keterlaluan. Aku tak bermaksud begitu, Suri. Aku sungguh menyesal sekarang. ''(Menatap Surianata sendu)''
Surianata : ''(Menaikan satu alis)'' Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran begini?
Panud : Aku sadar kalau sikapku sudah keterlaluan. Padahal aku berhutang budi padamu, tapi aku malah berniat menusukmu. Kau pantas murka, Suri. Aku benar-benar menyesal setelah mengingat dulu kita berteman baik. Tapi karena keserakahanku, hubungan kita menjadi renggang.
Surianata : Benarkah itu? ''(Surianata tampak skeptis)''
Panud : Ya. Pacar pertamaku, Ningsih sudah menceramahiku. Ia yang membuatku sadar.
Surianata : ''(menghela napas)'' Baiklah. Jika kau benar-benar sudah sadar dan menyesal, maka tak ada alasan bagiku untuk tak memaafkanmu. Masuklah, Panud''. (Mengajak Panud masuk ke dalam)'' Aku bersyukur kau sudah berubah. ''(Merangkul pundak Panud sambil saling melempar senyum dengan Panud)''
'''Hanjani muncul.'''
Hanjani : Bang? ''(Hanjani tampak kebingungan mengetahui yang bertamu ternyata adalah Panud. Padahal Surianata mengatakan mereka tak berteman lagi)''
Surianata : Hanjani pasti bingung, ya? Abang dan Panud sudah berbaikan. Panud datang ke sini untuk meminta maaf.
Panud : Benar. Hanjani, aku pun meminta maaf padamu karena mungkin telah membuatmu merasa tidak nyaman. Lupakan saja yang kukatakan waktu itu. Anggap saja hanya omong kosong. Aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah pada Surianata.
Hanjani : Syukurlah kalau kau sudah sadar, Panud. Ya, aku tak begitu mempermasalahkannya dan sudah memaafkanmu. ''(Tersenyum lembut)'' Sebentar, aku akan membuat kopi dulu. ''(Hanjani pergi ke dapur)''
Panud : Ah, iya, Suri ... aku lupa mengatakan pada Hanjani tadi, kalau aku tak bisa minum kopi lagi karena asam lambungku suka kambuh belakangan ini.
Surianata : Oh, begitu? Kalau teh bagaimana?
Panud : Ya, boleh.
Surianata : Tunggu sebentar. Aku ke dapur dulu. ''(Surianata pergi menyusul Hanjani ke dapur)''
'''Panud bangkit mengobrak-abrik rumah Surianata.'''
Surianata : Sudah kuduga, kau hanya menipuku, Panud. ''(Surianata menatap tajam Panud yang tubuhnya menegang dan perlahan berbalik menghadapnya)'' Jadi kau datang ke sini hanya untuk mencuri kerisku, huh? ''(Surianata melangkah mendekati Panud. Tatapannya masih mengintimidasi)'' Atau bahkan kau datang ke sini dengan niat untuk membunuhku?
Panud : Ternyata kau sudah menyadarinya sejak awal. ''(Panud menyeringai)''
Surianata : Kembalikan benda itu.
Panud : Ya, akan aku kembalikan ''(Panud melepaskan keris itu dari sarungnya. Dia maju dan hendak menyerang Surianata. Namun Surianata dengan cepat melangkah mundur dan menghindari serangan Panud)''
Surianata : Kau benar-benar keterlaluan, Panud! Ini balasanmu setelah kubantu? Kau sudah mendapatkan tiga pacar tapi masih menginginkan istriku. Dasar manusia serakah! ''(Berteriak murka)''
Panud : Sejak awal memang hanya Hanjani wanita yang aku idam-idamkan! Kau mengambilnya dariku. Sekarang saatnya aku mengambil kembali wanitaku! ''(Balas berteriak)''
'''Hanjani datang dari arah dapur (belakang panggung).'''
Hanjani : Panud, apa yang kau lakukan?! ''(Memekik kencang)'' Hentikan! Apa kau sudah gila?!
'''Panud dan Surianata berkelahi.'''
Panud : Matilah! ''(Panud mengayunkan keris itu ke arah Surianata yang masih bersimpuh di lantai)''
Hanjani : Panud, hentikan! ''(Hanjani berlari. Menahan tangan Panud yang nyaris menusuk punggung Surianata.)'' Aku mohon hentikan, Panud. Jangan melakukan ini. Ingat Surianata adalah temanmu sendiri. Sadarlah! ''(Hanjani memelas dengan air mata membasahi wajahnya)''
Panud : Hanjani, aku melakukan ini untukmu. Aku terpaksa melakukan ini agar kau menjadi milikku. ''(Panud membalasnya dengan suara frustrasi. Atensinya seketika teralihkan oleh tangisan Hanjani.)'' Jangan menangis, Jani .... ''(Tangan Panud sudah terulur hendak mengusap air mata di wajah Hanjani, namun tiba-tiba Surianata bangkit dan memukul perutnya)''
Surianata : Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh istriku sedikit pun!
Panud : Kalau begitu kau harus mati! ''(Berteriak nyaring)''
'''Panud mengayunkan keris di tangannya dan menerjang tubuh Surianata. Hanjani dengan panik berusaha menahan tangan Panud.'''
Hanjani : Hentikan, Panud! Jangan menyakiti suamiku!
Panud : Lepaskan tanganku, Hanjani! Jangan menghalangiku!
Hanjani : Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu, Panud! Bahkan jika Surianata mati, aku tak akan sudi menikah dengan pria sepertimu!
'''Panud tiba-tiba terdiam. Ia berbalik, menatap Hanjani nanar.'''
Panud : Kau yakin dengan perkataanmu itu? ''(Bertanya dengan nada getir)''
Hanjani : Ya. Tolong sadarlah, Panud. Kau hanya terobsesi padaku. Aku pun tak mencintaimu!
Panud : Kenapa kau tak mencintaiku?
Hanjani : Karena aku mencintai suamiku.
Panud : Kenapa ... kenapa? ''(Berucap lirih, Panud menundukkan kepalanya. Terlihat putus asa)'' KENAPA?! ''(Tiba-tiba menjadi marah dan menatap Hanjani nyalang)''
Hanjani : ''(Terkejut dengan perubahan emosi Panud)'' Pa-panud, sadarlah. ''(Hanjani tampak semakin takut dengan Panud)''
Panud : Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka Surianata pun tak boleh memilikimu! ''(Berteriak nyaring, lalu menusuk Hanjani)''
'''Kedua mata Hanjani melebar. Tubuhnya gugur ke lantai. Matanya meredup melihat ke arah Surianata yang tersenyum, melambaikan tangan ke arah Hanjani.'''
Hanjani : Pa-panud .... ''(Suara terbata-bata. Memejamkan mata)''
Panud : Surianata tak boleh memilikimu. Itu sebabnya, kau harus mati, Jani .... ''(Panud berujar pelan. Di samping tubuh Hanjani yang sudah tidak bernyawa.)''
'''Hanjani menutup matanya. Panud menunduk dalam melihat ke arah Hanjani. Suara tepuk tangan terdengar. Panud mengangkat kepalanya, menatap bingung ke arah Surianata yang berdiri di sampingnya dengan senyum puas.'''
Surianata : Sungguh pertunjukan yang bagus. Luar biasa! ''(Menepuk pundak Panud beberapa kali)'' Terima kasih atas pertunjukannya, Panud. Aku sangat menyukainya.
Panud : ''(Kening Panud mengernyit dalam. Dirinya menatap tajam Surianata. Menyadari ada yang janggal)'' Apa maksudmu? ''(Berujar penuh penekanan)''
Surianata : Panud ... Panud. Tak kusangka, kau yang dulunya sangat alim, sekalinya terjerumus dalam ilmu hitam, akan langsung menjelma menjadi iblis seperti ini.
Panud : Istrimu mati. Dia sudah kubunuh. Kau tidak sedih atau marah?
Surianata : Untuk apa aku melakukan itu? Sejak awal, memang inilah tujuanku.
Panud : Maksudmu apa, hah?!
Surianata : Kau tidak perlu tahu apa maksudku. Yang terpenting, setelah ini kau bisa bersama wanita yang kau cintai setengah mati itu. Tentunya, di neraka. ''(Surianata tertawa terbahak-bahak)''
Panud : Apa maksudmu, Sur?! Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku?!
Surianata : Bisa dibilang seperti itu.
Panud : Kau!
'''Panud berdiri hendak mengambil kerisnya, tapi di tepis Surianata. Surianata mengambil keris dan menusuk Panud di bagian dada kiri, Panud kesakitan memegang dadanya. Surianata tersenyum melihat Panud tersungkur di lantai.'''
Surianata : Kau pasti bingung kenapa tiba-tiba keadaan menjadi seperti ini, bukan? Anggap saja, inilah bayaran yang harus kau terima atas keserakahanmu itu.
Panud : A-apa yang kau lakukan? ''(Bertanya dengan terbata-bata sambil terus merintih kesakitan)''
Surianata : Kau ingat dengan syarat yang diberikan Bhanuwati sebelum dia mengabulkan permintaanmu? Pantang bagimu mendekati istriku. Jika kau melanggarnya, kau akan celaka. Kira-kira, itulah yang terjadi padamu sekarang. ''(Surianata berujar dengan santai. Tak memedulikan Panud yang kesakitan)''
'''Panud meregang nyawa. Kedua mata Panud melihat ke arah Surianata yang memandangnya penuh kebencian.'''
Surianata : Akhirnya, aku tak perlu melihat manusia sok alim sepertimu lagi.
Surianata : ''(Mengambil keris yang tergeletak di lantai)'' Dengan ini kerisku akan bertambah sakti! ''(Surianata tertawa keras)''
'''Musik gamelan banjar terdengar. Dari arah pintu, Bhanuwati muncul. Berjalan mendekat ke Surianata.'''
Bhanuwati : Semuanya telah selesai? ''(Bhanuwati mengulurkan tangannya pada Surianata dan Surianata langsung menyambutnya)''
Surianata : Ya, semuanya telah selesai. ''(Menatap jasad Hanjani dan Panud)'' Laki-laki yang terpaksa membunuh wanita yang dicintainya. Lalu mati karena telah melanggar perjanjian. Tumbal yang bagus, bukan? (''Menatap Bhanuwati dengan senyuman)''
Bhanuwati : ''(Terkekeh kecil)'' Ya. Aku benar-benar puas dengan tumbal kali ini.
'''Surianata dan Bhanuwati yang berpegangan tangan sambil bertatapan.'''
[[Kategori:Naskah drama]]
[[Kategori:Fiksi]]
80mmoz8ga79b7r0fep25tz89j5rt8xx