Wikibuku idwikibooks https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.18 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikibuku Pembicaraan Wikibuku Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Resep Pembicaraan Resep Wisata Pembicaraan Wisata TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri/ Tembilahan Indragiri Hilir 0 27731 119255 117536 2026-09-07T13:59:13Z Ars-arsa 42375 119255 wikitext text/x-wiki '''Tembilahan''' adalah sebuah kematan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Luas wilayahnya 197,37 km2 atau 19,737 Ha. Tembilahan merupakan pusat dan jantung kota Kabupaten Indragiri Hilir yang berbatasan sebelah Utara dengan kecamatan Batang Tuaka, sebelah Selatan dengan Kecamatan Enok, sebelah Barat dengan Kecamatan Tembilahan Hulu dan sebelah Timu dengan Kecamtan Batang Tuaka. Nama Tembilahan itu sendiri berkaitan dengan sejarah akulturasi budaya setempat. Nama kota ini berasal dari penggabungan dua kata kuno Melayu, yaitu "Tambi" (sebutan untuk pendatang atau saudagar asal India/Tamil) dan "Lahan" (tanah atau wilayah). Letak Tembilahan dari permukaan laut adalah 1 s/d 4 meter. Ditepi-tepi sungai dan muara parit-parit banyak terdapat tumbuh-tumbuhan sepert pohon nipah. Keadaan tanahnya sebagian besar terdiri dari tanah gambut dan endapan sungai serta rawa-rawa. Tembilahan termasuk daerah beriklim tropis basah dengan udara agak lembab. Kedatangan Suku Banjar ke Tembilahan diperkirakan telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Perpindahan ini terjadi secara bertahap, bukan dalam satu gelombang besar. Mereka berasal dari Kalimantan Selatan dan datang menggunakan jalur laut melalui Selat Karimata menuju pesisir timur Sumatra, kemudian menyusuri Sungai Indragiri hingga tiba di Tembilahan. Beberapa faktor yang mendorong perpindahan masyarakat Banjar ke Tembilahan antara lain karena mencari lahan pertanian yang subur, terutama untuk perkebunan kelapa dan tanaman pangan.Faktor lain adalah mencari peluang berdagang di wilayah yang sedang berkembang., memanfaatkan jalur perdagangan sungai yang ramai, mengikuti keluarga atau kerabat yang lebih dahulu menetap di daerah tersebut. Setelah menetap, masyarakat Banjar membuka permukiman di sepanjang sungai dan mengembangkan perkebunan kelapa, yang kemudian menjadi salah satu komoditas utama di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain bertani, mereka juga bekerja sebagai pedagang, nelayan, dan pengrajin. Seiring waktu, masyarakat Banjar berbaur dengan suku Melayu, Bugis, Jawa, Minangkabau, dan suku lainnya. Meskipun demikian, mereka tetap mempertahankan identitas budaya, seperti penggunaan bahasa Banjar, tradisi keagamaan Islam, adat istiadat, dan kesenian khas Banjar. Pada 9–10 November 2013, Kota Tembilahan mengalami banjir besar. Banjir dipicu oleh hujan deras selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, puluhan rumah dan hampir seluruh ruas jalan di Tembilahan serta Tembilahan Hulu terendam air. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai sekitar 1 meter. Beberapa kawasan yang terdampak antara lain Jalan Lingkar, Jalan Tanjung Harapan, Gang Tanjung Rhu, Gang Tanjung Uban, dan Jalan M. Boya. Selain curah hujan yang tinggi, banjir juga diperparah oleh saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, banyaknya sampah dan eceng gondok yang menyumbat saluran air, serta kondisi Kota Tembilahan yang berada di dataran rendah dan dipengaruhi pasang surut Sungai Indragiri. Ketika hujan lebat bertepatan dengan air pasang, air menjadi sulit mengalir sehingga genangan bertahan lebih lama. 7b61n75ild5mz7yocjl8ajeqc9tzjgr Resep:Kue Katjamata 100 28219 119254 118981 2026-09-07T13:20:19Z EmausBot 25215 Memperbaiki pengalihan ganda ke [[Resep:Kue kacamata]] 119254 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Resep:Kue kacamata]] 5845iutr0rlkknadsv6p1f4v0xk0zb4