Wikikutip
idwikiquote
https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.5
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikikutip
Pembicaraan Wikikutip
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Sukarno
0
953
53590
42091
2026-06-04T06:24:46Z
JumadilM
13443
menghapus templat yang pemasangannya ganda di dalam artikel
53590
wikitext
text/x-wiki
'''Soekarno''' adalah presiden pertama [[Indonesia|Republik Indonesia]] yang menjabat pada kurun waktu 1945–1967.[[Berkas:Presiden_Sukarno.jpg|jmpl|Soekarno]]
== Kutipan ==
* Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya
* "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."
** ''Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia''.
* "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."
** Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders.
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956.
* "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, ber''imagination''. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia".
** Kutipan Pidato Bung Karno di semarang 29 Juli 1956.
* "Dan agar yang tidak murni terbakar mati!"
** Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Dalam tahap Nasional Demokratis ini, revolusi kita telah menjebol nekolim dan feodalisme untuk dapat menyelenggarakan tata kehidupan nasional yang demokratis. Sekarang kita melangkah ke tahap selanjutnya .... Sosialisme Indonesia."
** Sumber: Floriberta Aning S. (2005) ''[http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/8326/1/100%20tokoh%20yang%20mengubah%20Indonesia_%20biografi%20singkat%20seratus%20tokoh%20paling%20berpengaruh%20dalam%20sejarah%20Indonesia%20di%20abad%2020%20%28%20PDFDrive.com%20%29.pdf 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20.]'' Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 206. <nowiki>ISBN 979-7564-75-4</nowiki>
* "Kalau Barang Liong Sai dari Tiongkok bekerjasama dengan Lembu Nandi dari India, dengan Sphinx dari Mesir, dengan Burung Merak dari Burma, dengan Gajah Putih dari Siam, dengan Ular Hidra dari Vietnam, dengan Harimau dari Filipina, dan dengan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur lebur kolonialisme internasional ..."
** Kutipan pidato Bung Karno di depan kader Partindo di Lapangan Tegalega mengenai solidaritas Asia-Afrika, satu tahun sebelum beliau diasingkan ke Ende.
* "Massa adalah penentu sejarah, ''the makers of history!''"
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956
* Sungguh Tuhan hanya memberi hidup satu kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau hidup tiga. Tetapi hidup satunya akan kuberikan, insya Allah Subhanahuwata'ala, seratus persen kepada pembangunan tanah air dan bangsa. Dan... dan jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.
** Pidato Bung Karno di KBRI USA 1956
* Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!
** Pidato Bung Karno di Surabaya, 24 September 1955
* "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".
* "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai "''imagination''!"
* "''Imagination" , "imagination" "imagination''"! Ciptaan besar! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur, kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkalakan di dalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, "sirna hilang kertaning bumi"! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu "rong depa"
* "Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, pada dasar dan hakekatnya adalah sama, tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan"
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956
* "Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali." ([[:s:Sarinah/Bab 2|Sarinah]] Bab 2: Laki-laki dan Perempuan)
* “Janganlah ada salah paham. Non-Blok bukanlah netralitas. Ini bukan sikap pura-pura alim atau munafik dari seseorang yang menjauhkan diri dari penyakit menular. Politik Non-Blok bukanlah politik mencari posisi netral jika ada peperangan, politik Non-Blok bukanlah politik netral tanpa warna sendiri. Menjadi Non-Blok tidak berarti menjadi penyangga antar dua blok raksasa. Non-Blok adalah pengabdian yang aktif bagi cita cita luhur kemerdekaan yang berpegang teguh pada perdamaian, keadilan sosial dan kebebasan untuk merdeka”
** Pidato Presiden Soekarno pada KTT GNB I, Beograd, Yugoslavia, 1 September 1961 dengan judul ''Persahabatan, Perdamaian, dan Keadilan Sosial di antara Bangsa-bangsa.''
* “Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit, jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya, beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu…keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara.”
== Percakapan ==
* Adam Malik: "Bung sudah jelas Bung Sjahrir tidak dipercaya lagi oleh rakyat, mengapa dia lagi yang bung angkat jadi PM. Kenapa bung tidak menunjuk Pak Tan [Malaka]?"
* Soekarno: "Adam ini bukan soal Sjahrir, Tan Malaka, Hatta atau Soekarno. Ini persoalan republik. Ini persoalan geopolitik dan geostrategi menyelamatkan kemerdekaan Indonesia. Kita harus mampu mendayung dengan selamat dari hempasan ombak di antara ke dua buah karang Blok Timur dan Blok Barat, dari pihak Sekutu pemenang Perang Dunia II. Ingat yang mendapatkan wewenang Sekutu untuk melucuti bala tentara Jepang di Indonesia ini adalah Blok Barat. Dan itu adalah Amerika Serikat yang diwakilkan kepada Inggris. Ingat itu." (14 November 1945 - [http://www.academia.edu/3887132/MARHAENISME_PANCASILA_peraga sumber])
== Kumpulan pidato 17 Agustus ==
* "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali ". (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno, [[:s:Tetaplah bersemangat Elang Rajawali!]])
* "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! ... Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat." (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno, [[:s:Dari Sabang Sampai Merauke!]])
* "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya". (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno: [[:s:Berilah Isi kepada Hidupmu!]])
* "Sesuatu bangsa yang tidak mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri, tidak dapat berdiri langsung." (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno, [[:s:Genta Suara Republik Indonesia]])
* "''Inallaha la yu ghoyiru ma bikaumin, hatta yu ghoyiru ma biamfusihim''. Tuhan tidak mengubah nasibnya sesuatu bangsa; sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Firman Tuhan inilah gitaku, firman Tuhan inilah harus menjadi pula gitamu (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno: [[:s:Tahun "Vivere Pericoloso"]])
* "Aku lebih suka lukisan samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, ''Kadyɔ siniram wayu sewindu lawasé''" (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno, [[:s:Tahun "Vivere Pericoloso"]])
* "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang." (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
* Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah! <br />Jangan meninggalkan sejarahmu yang sudah, hai bangsaku, karena jika engkau meninggalkan sejarahmu yang sudah, engkau akan berdiri di atas vakum, engkau akan berdiri di atas kekosongan, dan lantas engkau menjadi bingung, dan perjuanganmu paling-paling hanya akan berupa amuk, amuk belaka! Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap. ... <br />Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, ''never leave history!'' <br />Jangan sekali-kali meninggalkan sejarahmu sendiri, ''never, ever leave your own history''. (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
* "Apakah kelemahan kita? Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong" (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
== [[:w:Marhaenisme|Marhaenisme]] ==
* "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:
*:Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh)
*:Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan
*:Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
== [[:s:Lahirnya Pancasila|Lahirnya Pancasila]] ==
''Pidato Sukarno di BPUPKI, 1 Juni 1945''
;Kemerdekaan
*Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia '''merdeka''' telah mempunyai Dnepropetrovsk, dan yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai ''radio station'' yang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia '''merdeka''' telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!
*Indonesia '''merdeka''', ''political independence'', ''politieke onafhankelijkheid'', tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!
*Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk '''kemerdekaan'''. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk '''merdeka'''.
*Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus '''merdeka''' di dalam hatinya, sebelum kita mencapai ''political independence'', saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia '''merdeka'''! Di dalam Indonesia '''merdeka''' itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia '''merdeka''' itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia '''merdeka''', Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia '''merdeka''' Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.
*Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia '''merdeka''' yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.
*Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia '''merdeka'''.
*Apakah kita mau Indonesia '''merdeka''' yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?
*'''Kemerdekaan''' hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!
; Negara
*Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan '''negara''' yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu '''Negara''' 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.
*Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!
; Kesejahteraan
*Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik ''economische democratie'' yang mampu mendatangkan '''kesejahteraan''' sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah ''social rechtvaardigheid''. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.
; Kebangsaan
*'''Kebangsaan''' Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu ''nationale staat''.
*Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya '''nasionalisme'''. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.
; Monarki
*Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip '''monarki''' itu.
; Gotong Royong
*Kekeluargaan adalah suatu paham yang statis, tetapi '''gotong-royong''' menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu ''karyo'', satu gawe. ... '''Gotong royong''' adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. ''Ho-lopis-kuntul-baris'' buat kepentingan bersama!
== Imperialisme ==
:dari ''[[:s:Indonesia Menggugat|Indonesia Menggugat]]'' (1930)
:*Imperialisme juga suatu faham, imperialisme juga suatu pengertian. ... Ia adalah suatu nafsu, suatu sistem menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain atau negeri, – suatu sistem merajai atau mengendalikan ekonomi atau negeri bangsa lain. ... Ia kita dapatkan dalam nafsu burung Garuda Rum terbang ke mana-mana, menaklukkan negeri-negeri sekeliling dan di luar Lautan Tengah. Ia kita dapatkan di dalam nafsu bangsa Spanyol menuduki negeri Belanda untuk bisa mengalahkan Inggris, ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan Timur Sriwijaya menaklukkan negeri semenanjung Malaka, menaklukkan kerajaan Melayu, mempengaruhi rumah tangga negeri Kamboja atau Campa. Ia kita dapatkan di dalam nafsu negeri Majapahit menaklukkan dan mempengaruhi semua kepulauan Indonesia, dari Bali sampai Kalimantan, dari Sumatera sampai Maluku. Ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan Jepang menduduki semenanjung Korea, mempengaruhi negeri Mancuria, menguasai pulau-pulau di Lautan Teduh. ... Bukan pada bangsa kulit putih saja ada imperialisme; tapi juga pada bangsa kulit kuning, juga pada bangsa kulit hitam, juga pada bangsa kulit merah sawo sebagai kami, – sebagai terbukti di zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit; imperialisme adalah ... suatu keharusan yang ditentukan oleh rendah tingginya ekonomi sesuatu pergaulan hidup, yang tak memandang bulu.
:*Partai Nasional Indonesia menolak semua teori yang mengatakan bahwa asal-asal penjajahan dalam hakekatnya bukan pencarian rezeki, menolak semua teori yang mengajarkan, bahwa sebab-sebab rakyat Eropa dan Amerika mengembara di seluruh dunia dan mengadakan tanah-tanah jajahan di mana-mana itu, ialah oleh keinginan mencari kemashuran, atau oleh keinginan kepada segala yang asing, atau oleh keinginan menyebarkan kemajuan dan kesopanan. ... Tidak! Bagi Partai Nasional Indonesia penjajahan itu asal-asalnya yang dalam dan azasi, ialah nafsu mencari benda, nafsu mencari rezeki belaka. ... Nafsu akan rezekilah yang menjadi pendorong Colombus menempuh samudera Atlantik yang luas itu; nafsu akan rezekilah yang menyuruh Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama menentang hebatnya gelombang samudera Hindia; pencarian rezekilah yang menjadi "''noordster''" dan "kompas"nya Admiraal Drake, Magelhaens, Heemskerck, atau Cornelis de Houtman. Nafsu akan rezekilah yang menjadi nyawanya Kompeni di dalam abad ke-17 dan ke-18; nafsu akan rezekilah pula yang menjadi sendi-sendinya balapan cari jajahan dalam abad ke-19, yakni sesudah kapitalisme-modern menjelma di Eropa dan Amerika.
:*Sebelum zaman kapitalisme-modern itu, bangsa Inggris sudah menguasai sebagian dari Amerika, sebagian dari India, sebagian dari Australia dan lain-lain, yakni sudah menaruh sendi-sendi "''British Empire''" nantinya, – sudahlah bangsa Prancis menguasai sebagian pula dari Amerika dan sebagian juga dari India, – sudahlah bangsa Portugis mengibarkan benderanya di Amerika Selatan dan di beberapa tempat di seluruh Asia, – sudahlah bangsa Spanyol menguasai Amerika Tengah dan kepulauan Filipina, – sudahlah bangsa Belanda menduduki Afrika Selatan, beberapa bagian kepulauan Indonesia, terutama Maluku, Jawa, Sulawesi Selatan dan Sumatera. Sudahlah di zaman itu kita melihat hebatnya tenaga berusaha dari nafsu mencari rezeki tadi...<br><!--
-->Kini orang Inggris sudah bisa mengusir bangsa Prancis dan Portugis dan Belanda dari India. ... India takluk, Singapur dan Malaka diduduki, Tiongkok direbut haknya menetapkan beya dan hak-hak extrateritorial, dan dibikin "daerah pengaruh" dengan jalan keras dan jalan "halus", Mesir "dilindungi", Mesopotamia "dimandati", – Hongkong, kepulauan Fiji, India Barat, kepulauan Falkland, Gibraltar, Malta, Cyprus, Afrika. . . .<br><!--
-->Prancis menjejakkan kakinya di Afrika Utara, di Indo-China, di Martinique, di Guadeloupe, di Reunion, di Guyana, di Somali, di Nieuw Caledonia, – <br><!--
-->Amerika merebut Cuba, Portoriko, Filipina, Hawaii, dll., – <br><!--
-->Jerman melancar-lancarkan tangan imperialisme ke pulau Marshall, ke Afrika Barat-Timur, ke Togo, ke Kamerun, ke pulau-pulau Karolina, ke Kiautsjau, ke kepulauan Mariana, geer perkara Marokko dll., – <br><!--
-->Italia sibuk memperusahakan daerah pendudukannya Assab dekat selat Bab El Mandeb, mengatur kekuasaannya di Afrika Utara, mengambil Kossala, mencoba menaklukkan Abessinia, mengaut-ngaut di Tripoli dll. pula.<br><!--
-->Dan di Asia sendiri pun, imperialisme-modern itu membuktikan asal-turunannya: asal-turunan dari kehausan-kehausan ekonomi, anak dari kapitalisme, yang di dalam lingkungan rumah tangga sendiri kekurangan lapang usaha. Di atas sudah kami katakan, bahwa imperialisme itu bukan tabeat bangsa kulit putih saja, bukan "kejahatan hati" kulit putih saja...<br><!--
-->Kita ingat akan imperialisme bangsa Tartar yang di dalam abad ke-13 dan ke-14 sebagai "angin simun" menaklukkan sebagian besar benua Asia; kita ingat akan imperialisme bangsa-bangsa Aria, Machmud Gazni dan Barber yang memasuki negeri India; kita ingat akan imperialisme Sriwijaya yang menaklukkan pulau-pulau sekelilingnya; kita ingat akan imperialisme Majapahit, yang menguasai hampir semua kepulauan Indonesia beserta Malaka.<br><!--
-->Tetapi imperialisme-modern Asia baru kita lihat pada negeri Jepang tempo akhir-akhir ini; ... memang hanya negeri Jepang saja dari negeri-negeri Asia yang sudah masuk ke dalam kapitalisme-modern itu. Kapitalisme-modern Jepang yang butuh akan minyak tanah dan arang batu, kapitalisme-modern Jepang yang juga membangkitkan tambahnya penduduk yang deras sekali sehingga melahirkan nafsu mencari negeri-negeri emigrasi, – kapitalisme-modern Jepang itu membikin rakyat Jepang lupa akan kesatriaannya dan menanamkan kuku-kuku cengkramannya di semenanjung Sachlin dan Korea dan Mancuria.<br><!--
-->Nama "kampiunnya bangsa-bangsa Asia yang diperbudak", nama itu adalah suatu barang bohong, suatu barang dusta, suatu impian kosong bagi nasionalis-nasionalis kolot, yang mengira bahwa Jepanglah yang akan membentak imperialisme Barat dengan dengungan suara: "Berhenti!" – Bukan membentak "Berhenti!", tetapi dia sendirilah ikut menjadi belorong imperialisme yang angkara murka! Dia sendirilah yang ikut menjadi hantu yang mengancam keselamatan negeri Tiongkok, dia sendirilah yang nanti di dalam pergaulan mahahebat dengan belorong-belorong imperialisme Amerika dan Inggris ikut membahayakan keamanan dan keselamatan negeri-negeri sekeliling Lautan Teduh, dia sendirilah salah satu belorong yang nanti akan perang tanding di dalam perang Pasifik!
:* Betul Tuan-tuan Hakim, kejahatan VOC dan kejahatan cultuurstelsel adalah kejahatan kuno, tetapi hati-nasional tak gampang melupakannya.
:* Tak berhenti-hentinya kapitalisme modern itu lantas memukul-mukul di atas pintu gerbang Indonesia yang kurang lekas dibukakan, .... Dan akhirnya, kira-kira tahun 1870, dibukalah pintu gerbang itu! Sebagai angin yang makin lama makin keras bertiup, sebagai aliran sungai yang makin lama makin membanjir, sebagai gemuruh tentara menang yang masuk ke dalam kota yang kalah, ..., masuklah modal partikelir itu di Indonesia, mengadakan pabrik-pabrik gula di mana-mana, kebun-kebun teh, ''onderneming-onderneming'' tembakau dan sebagainya ditambah lagi modal partikelir yang membuka macam-macam perusahaan tambang, macam-macam perusahaan kereta-api, trem, kapal, atau pabrik-pabrik yang lain. Imperialisme tua makin lama makin layu, imperialisme-modern menggantikan tempatnya, – cara pengedukan harta yang menggali untung bagi negara Belanda itu, makin lama makin berubah, terdesak oleh cara pengedukan baru yang mengayakan modal partikelir.
:* Memang, bagi rakyat Indonesia perubahan sejak tahun 1870 itu hanya perubahan cara pengedukan rezeki; bagi rakyat Indonesia, imperialisme-tua dan imperialisme-modern kedua-duanya tinggal imperialisme belaka, kedua-duanya tinggal pengangkutan rezeki Indonesia keluar, kedua-duanya tinggal drainage!
:* O, memang, kami mengakui faedahnya alat-alat pengangkutan, yakni faedahnya alat-alat lalu-lintas modern itu, mengakui pengaruhnya yang baik atas perhubungan dan kemajuan rakyat, kami mengakui bahwa, jikalau umpamanya rakyat Indonesia itu sekarang kehilangan semua itu, niscaya ia merasa rugi, – tetapi tak dapat disangkal bahwa alat-alat lalu lintas modern itu, menggampangkan geraknya modal partikelir. Tak dapat disangkal, bahwa alat-alat lalu lintas itu menggampangkan modal itu jengkelitan di atas padang perusahaannya, membesarkan diri dan beranak di mana-mana, sehingga rezeki rakyat menjadi kocar-kacir oleh karenanya!
:* Imperialisme-tua yang dulunya terutama hanya sistem mengangkuti bekal-bekal hidup saja, kini sudah melar jadi raksasa imperialisme-modern yang empat macam "shakti"nya:
::Pertama : Indonesia tetap menjadi negeri pengambilan bekal hidup
::Kedua : Indonesia menjadi negeri pengambilan bekal-bekal untuk pabrik-pabrik di Eropa
::Ketiga : Indonesia menjadi negeri pasar penjualan barang-barang hasil dari macam-macam industri asing
::Keempat : Indonesia menjadi lapang usaha bagi modal yang ratusan, ribuan-jutaan jumlahnya. – bukan saja modal Belanda, tetapi ... juga modal Inggris, juga modal Amerika, juga modal Jepang, juga modal lain-lain, sehingga imperialisme di Indonesia kini jadi internasional karenanya.
:* Benar sekali, – imperialisme-modern "membikin rakyat Bumiputra menjadi bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan membikin Hindia menjadi si buruh di dalam pergaulan bangsa-bangsa"! Dan si buruh yang bagaimana, Tuan-tuan Hakim!, – si buruh yang ''loonen''-nya ''minimumloonen'', si buruh yang ''Wirtschaft''-nya ''Minimumwirtschaft''!, si buruh yang upahnya upah Kokro! Hati nasional tentu berontak atas kejahatan imperialisme-modern yang demikian itu!!
;Statistik
:* Dalam tahun 1870 jumlah tanah ''erfpacht'' ada 35.000 bahu, dalam tahun 1901 sudah 622.000 bahu, dalam tahun 1928 sudah 2.707.000 bahu, – kalau dijumlahkan juga dengan konsesi-konsesi pertanian, jumlah ini buat tahun 1928 menjadi 4.592.000 bahu! Jumlah tanah yang ditanami karet kini tak kurang dari ± 488.000 bahu, hasil ± 141.000 ton jumlah kebun teh ± 132.000 bahu, hasilnya ± 73.000 ton: jumlah kebun kopi ± 127.000 bahu, hasilnya ± 55.000 ton; jumlah kebun tembakau ± 79.000 bahu, hasilnya ± 65.000 ton; jumlah kebun tebu ± 275.000 bahu, hasilnya 2.937.000 ton.
:* Dr.F.G. Waller, ..., antara lain berpidato demikian: "Menurut taksiran majelis majikan, keuntungan bersih dari perusahaan-perusahaan Hindia: gula, karet, termbakau, teh, kopi, kina, minyak tanah, hasil tambang, bank-bank, dan beberapa perusahaan kecil yang lain, dalam tahun 1924, 490 juta rupiah, tahun 1925, 540 juta rupiah. Menurut taksiran bolehlah ditentukan, bahwa 70% dari jumlah ini jatuh di tangan pihak Belanda, jadi kira-kira 370 juta rupiah. Kalau kita perhitungkan jumlah ini dengan bunga yang tinggi 9 atau 10%, maka harga perusahaan-perusahaan itu sekarang mencapai angka luar biasa, yakni 3700 hingga 4100 juta rupiah. .... Kekayaan yang di negeri Belanda terkena pajak kekayaan ialah 12 milyar, sehingga milik kita yang ada di Hindia tidak kurang dari 1/3 kekayaan rakyat kita semua."
:* Lebih dari 4000 juta rupiah kapital Belanda saja, Tuan-tuan Hakim yang terhormat, tetapi jumlah semua modal asing yang berusaha di Indonesia adalah lebih besar lagi, – yakni jikalau kita hitung dengan memakai asas perhitungan Dr. Waller itu juga: – kurang lebih 6000 juta rupiah! Enam milyar rupiah dengan untung setahun rata-rata sepuluh persen! Tetapi berapa perusahaan asingkah yang untungnya tidak berlipat-lipat ganda lagi. Berapa perusahaan asingkah yang dividennya sering kali lebih dari 30, 40, ya kadang-kadang sampai lebih dari 100%! Kita mengetahui dividen tembakau Sumatra yang besarnya 35% dalam tahun 1924, kita mengetahui dividen kina yang berlipat-lipat lagi, kita kenal akan dividen-dividen yang sampai 170%!
:* Memang milyunan rupiah harganya hasil-hasil perusahaan kapital asing itu yang saban tahun diangkut dari Indonesia, milyunan rupiah besarnya harga pengeluaran hasil-hasil itu saban tahun. Di dalam tahun 1927 pengeluaran kopi adalah seharga f 74.000.000,-; pengeluaran teh f 90.000.000,-; pengeluaran tembakau f 107.000.000,-; pengeluaran minyak f 155.000.000,-; pengeluaran gula f 360.000.000,- (malahan sebelum hebatnya persaingan dari Kuba, kadang-kadang lebih dari f 400.000.000,0); pengeluaran karet f 417.000.000, jumlah semua barang keluar tak kurang dari f 1.600.000.000,-; Pendek kata, saban tahun kekayaan yang diangkut dari Indonesia, sedikit-dikitnya f 1.500.000.000,-!
:* Kelebihan ekspor di Indonesia makin lama makin besar. Di dalam tahun delapan puluhan kelebihan ekspor itu = f 25.000.000,-; di dalam tahun sembilan puluhan sudah menjadi ± f 36.000.000,-; di dalam tahun-tahun penghabisan abad ke-19 sudah bertambah menjadi ± f 45.000.000,-; di dalam tahun sekitar 1910 sudah menjadi f 145.000.000,-; di dalam tahun akhir-akhir ini sudah menjadi f 700.000.000,-. Ya, di dalam tahun 1919 mencapai rekor f 1.426.000.000,-
:* Kesengsaraan itu adalah suatu kenyataan atau realiteit yang gampang dibuktikan dengan angka-angka.
:* Berapakah, umpamanya, besarnya upah di dalam perusahaan yang terpenting, yakni perusahaan gula, – perusahaan gula yang terdiri di tengah-tengah pusat pergaulan hidup Bumiputra, di tengah-tengah ulu hati pergaulan hidup itu? Menurut Statistisch Jaaroverzicht : rata-rata hanya f 0,45 sehari bagi orang laki-laki dan f 0,35 sehari bagi perempuan.
:* Menurut perhitungan Dr. Huender, penghasilan seorang kepala rumah tangga marhaen setahun ialah rata-rata f 161,-, jumlah beban rata-rata/22.50,- jadi bersih penghasilan setahun adalah f 161,- – f 22.50 = f 138.50, (seratus tiga puluh delapan rupiah lima puluh sen!), Tuan-tuan Hakim, di dalam dua belas bulan! Yakni, belum sampai f 12. – sebulan; yakni belum sampai f 0.40 sehari yakni, kalau dimakan lima orang (besarnya sama rata), belum sampai f 0.08 sehari seorang!
;Pergerakan nasional
:* "Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka" dan " menjadi buruh antara bangsa-bangsa", Tuan-tuan Hakim, – itu bukan nyaman! Itu bukan memberi harapan besar bagi hari kemudian! Itu bukan memberi perspektif pada hari kemudian itu, jikalau terus-terusan begitu! Tidakkah oleh karenanya, wajib tiap-tiap nasionalis mencegah keadaan itu dengan sekuat-kuatnya? Tidakkah hal ini saja sudah cukup buat membenarkan kami punya pergerakan?
:* Dan toh.....apakah hak-hak bangsa kami, yang kiranya boleh jadi "imbangan" dari keadaan ekonomi yang menyedihkan itu? Apakah hak-hak bangsa kami yang boleh dipakai sebagai obat di atas luka hati nasional yang perih itu?
::Pengajaran? Oh, di dalam "abad kesopanan" ini ..., orang laki-laki yang bisa membaca dan menulis belum ada 7%, orang perempuan belum ada....1/2%! ...
::Pajak-pajak enteng? ... Kang Marhaen yang pendapatnya setahun rata-rata hanya f 160. – itu, harus membayar pajak sampai kurang lebih 10% dari pendapatannya;
::bahwa bagi bangsa Eropa pajak yang setinggi itu baru dikenakan kalau pendapatannya tak kurang dari f 8.000,- sampai dengan f 9.000,- setahun!
::bahwa pajak yang istimewa mengenai Kang Marhaen, yang pada tahun 1919 sudah mencapai jumlah f 86.900.000,- itu, di bawah pemerintahan Gubernur-Jenderal Fock dinaikkan lagi menjadi f 173.400.000,- setahun!
::bahwa teristimewa beban-beban desa sering berat sekali adanya!
::Kesehatan rakyat atau hygiene? Di seluruh Indonesia hanya ada 343 rumah sakit gubernemen, kematian bangsa Bumiputra setahun tak kurang dari ±20%, ya, di dalam kota-kota besar sampai kadang-kadang 30, 40, 50%! ...
::Kesempatan bekerja di pulau-pulau luar tanah Jawa? Soal kontrak dan ''poenale sanctie'', perbudakan zaman baru atau ''moderne slavernij'' itu, seolah-olah takkan habis-habisnya "dipertimbangkan dan sekali lagi dipertimbangkan", –
::Perlindungan kepentingan kaum buruh? Peraturan yang melindungi kaum buruh tak ada sama sekali, ... hak mogok, yang di dalam negeri-negeri yang sopan sudah bukan soal lagi itu, dengan adanya pasal 161 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, musnah sama sekali dari realiteit, terhalimunkan sama sekali menjadi impian belaka!
::Kemerdekaan cetak-mencetak dan hak berserikat dan berkumpul?...
::Amboi, – adakah di sini hak-hak itu, di mana Kitab Undang-undang Hukum Pidana masih saja berisi itu pasal-pasal mengenai penyebaran – rasa kebencian (''haatzaaiartikelen'') yang bisa diulur-ulur sebagai karet, ... di mana hak pendigulan memberi kekuasaan yang hampir tak terhingga kepada pemerintah terhadap tiap-tiap pergerakan dan tiap-tiap manusia yang ia tak sukai?
::Adakah di sini hak-hak itu, di mana kritik di muka umum gampang sekali mendapat teguran atau sopan, di mana tiap-tiap rapat penuh dengan spion-spion polisi, di mana hampir tiap-tiap pemimpin dibuntuti reserse di dalam gerak-geriknya ke mana-mana, di mana gampang sekali diadakan "larangan berapat", di mana rahasia surat seringkali dilanggar diam-diam sebagai kami lihat dengan mata sendiri?
::Adakah di sini hak-hak itu, di mana laporan spion-spion itu saja atau tiap-tiap surat kaleng sudah bisa dianggap cukup buat membikin penggerebekan di mana-mana, mengunci berpuluh-puluh pemimpin di dalam tahanan, yang menjerumuskan pemimpin-pemimpin itu ke dunia pembuangan?
::Sesungguhnya: Tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyat Indonesia untuk jadi "imbangan" kepada bencana pergaulan hidup dan bencana kerezekian yang ditebar-tebarkan oleh imperialisme-modern itu;
::tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyat kami yang cukup nikmat dan menggembirakan untuk dijadikan pelipur hati nasional yang mengeluh melihat kerusakan sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh imperialisme-modern itu;
::tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyatku yang boleh dijadikannya sebagai pegangan sebagai penguat, sebagai ''sterking'' untuk memberhentikan kerja imperialisme yang mengobrak-abrik kerezekian dan pergaulan hidup kami itu.
== Kutipan yang belum dicek ==
"Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat."
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika kamu jatuh, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang."
“Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer”
"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" . (Bung Karno)
* Menurut [https://www.nytimes.com/1970/06/21/archives/sukarno-69-dies-led-indonesians-first-president-of-republic-yielded.html NY Times] bagian kedua dari kutipan ini diucapkan ketika Sukarno keluar dari penjara pada tahun 1931.
* Bandingkan dengan kutipan serupa oleh [[Lenin]]: [https://www.goodreads.com/quotes/106700-give-me-just-one-generation-of-youth-and-i-ll-transform "Give me just one generation of youth, and I'll transform the whole world."]
"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa." (Soekarno)
"Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun". (Bung Karno)
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." – Bung Karno
"……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……" (Bung Karno)
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." (bung Karno)
== Lihat pula ==
{{Commons}}
{{wikipedia}}
* [[s:Pengarang:Soekarno|Tulisan-tulisan Soekarno di Wikisource]]
{{tokoh}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Presiden Indonesia]]
m6j0wu1gq9wk8vh5ydlz0cr5fj52eii
53591
53590
2026-06-04T06:26:31Z
JumadilM
13443
menambahkan kutipan dan sumber kutipan serta menghapus kutipan yang mirip tetapi tanpa sumber kutipan
53591
wikitext
text/x-wiki
'''Soekarno''' adalah presiden pertama [[Indonesia|Republik Indonesia]] yang menjabat pada kurun waktu 1945–1967.[[Berkas:Presiden_Sukarno.jpg|jmpl|Soekarno]]
== Kutipan ==
* Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya
* "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."
** ''Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia''.
* "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."
** Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders.
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956.
* "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, ber''imagination''. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia".
** Kutipan Pidato Bung Karno di semarang 29 Juli 1956.
* "Dan agar yang tidak murni terbakar mati!"
** Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Dalam tahap Nasional Demokratis ini, revolusi kita telah menjebol nekolim dan feodalisme untuk dapat menyelenggarakan tata kehidupan nasional yang demokratis. Sekarang kita melangkah ke tahap selanjutnya .... Sosialisme Indonesia."
** Sumber: Floriberta Aning S. (2005) ''[http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/8326/1/100%20tokoh%20yang%20mengubah%20Indonesia_%20biografi%20singkat%20seratus%20tokoh%20paling%20berpengaruh%20dalam%20sejarah%20Indonesia%20di%20abad%2020%20%28%20PDFDrive.com%20%29.pdf 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20.]'' Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 206. <nowiki>ISBN 979-7564-75-4</nowiki>
* "Kalau Barang Liong Sai dari Tiongkok bekerjasama dengan Lembu Nandi dari India, dengan Sphinx dari Mesir, dengan Burung Merak dari Burma, dengan Gajah Putih dari Siam, dengan Ular Hidra dari Vietnam, dengan Harimau dari Filipina, dan dengan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur lebur kolonialisme internasional ..."
** Kutipan pidato Bung Karno di depan kader Partindo di Lapangan Tegalega mengenai solidaritas Asia-Afrika, satu tahun sebelum beliau diasingkan ke Ende.
* "Massa adalah penentu sejarah, ''the makers of history!''"
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956
* Sungguh Tuhan hanya memberi hidup satu kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau hidup tiga. Tetapi hidup satunya akan kuberikan, insya Allah Subhanahuwata'ala, seratus persen kepada pembangunan tanah air dan bangsa. Dan... dan jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.
** Pidato Bung Karno di KBRI USA 1956
* Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!
** Pidato Bung Karno di Surabaya, 24 September 1955
* "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".
* "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai "''imagination''!"
* "''Imagination" , "imagination" "imagination''"! Ciptaan besar! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur, kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkalakan di dalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, "sirna hilang kertaning bumi"! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu "rong depa"
* "Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, pada dasar dan hakekatnya adalah sama, tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan"
** Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956
* "Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali." ([[:s:Sarinah/Bab 2|Sarinah]] Bab 2: Laki-laki dan Perempuan)
* “Janganlah ada salah paham. Non-Blok bukanlah netralitas. Ini bukan sikap pura-pura alim atau munafik dari seseorang yang menjauhkan diri dari penyakit menular. Politik Non-Blok bukanlah politik mencari posisi netral jika ada peperangan, politik Non-Blok bukanlah politik netral tanpa warna sendiri. Menjadi Non-Blok tidak berarti menjadi penyangga antar dua blok raksasa. Non-Blok adalah pengabdian yang aktif bagi cita cita luhur kemerdekaan yang berpegang teguh pada perdamaian, keadilan sosial dan kebebasan untuk merdeka”
** Pidato Presiden Soekarno pada KTT GNB I, Beograd, Yugoslavia, 1 September 1961 dengan judul ''Persahabatan, Perdamaian, dan Keadilan Sosial di antara Bangsa-bangsa.''
* “Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit, jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya, beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu…keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara.”
== Percakapan ==
* Adam Malik: "Bung sudah jelas Bung Sjahrir tidak dipercaya lagi oleh rakyat, mengapa dia lagi yang bung angkat jadi PM. Kenapa bung tidak menunjuk Pak Tan [Malaka]?"
* Soekarno: "Adam ini bukan soal Sjahrir, Tan Malaka, Hatta atau Soekarno. Ini persoalan republik. Ini persoalan geopolitik dan geostrategi menyelamatkan kemerdekaan Indonesia. Kita harus mampu mendayung dengan selamat dari hempasan ombak di antara ke dua buah karang Blok Timur dan Blok Barat, dari pihak Sekutu pemenang Perang Dunia II. Ingat yang mendapatkan wewenang Sekutu untuk melucuti bala tentara Jepang di Indonesia ini adalah Blok Barat. Dan itu adalah Amerika Serikat yang diwakilkan kepada Inggris. Ingat itu." (14 November 1945 - [http://www.academia.edu/3887132/MARHAENISME_PANCASILA_peraga sumber])
== Kumpulan pidato 17 Agustus ==
* "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali ". (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno, [[:s:Tetaplah bersemangat Elang Rajawali!]])
* "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! ... Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat." (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno, [[:s:Dari Sabang Sampai Merauke!]])
* "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya". (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno: [[:s:Berilah Isi kepada Hidupmu!]])
* "Sesuatu bangsa yang tidak mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri, tidak dapat berdiri langsung." (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno, [[:s:Genta Suara Republik Indonesia]])
* "''Inallaha la yu ghoyiru ma bikaumin, hatta yu ghoyiru ma biamfusihim''. Tuhan tidak mengubah nasibnya sesuatu bangsa; sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Firman Tuhan inilah gitaku, firman Tuhan inilah harus menjadi pula gitamu (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno: [[:s:Tahun "Vivere Pericoloso"]])
* "Aku lebih suka lukisan samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, ''Kadyɔ siniram wayu sewindu lawasé''" (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno, [[:s:Tahun "Vivere Pericoloso"]])
* "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang." (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
* Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah! <br />Jangan meninggalkan sejarahmu yang sudah, hai bangsaku, karena jika engkau meninggalkan sejarahmu yang sudah, engkau akan berdiri di atas vakum, engkau akan berdiri di atas kekosongan, dan lantas engkau menjadi bingung, dan perjuanganmu paling-paling hanya akan berupa amuk, amuk belaka! Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap. ... <br />Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, ''never leave history!'' <br />Jangan sekali-kali meninggalkan sejarahmu sendiri, ''never, ever leave your own history''. (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
* "Apakah kelemahan kita? Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong" (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno, [[:s:Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]])
== [[:w:Marhaenisme|Marhaenisme]] ==
* "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:
*:Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh)
*:Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan
*:Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."
**Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
== [[:s:Lahirnya Pancasila|Lahirnya Pancasila]] ==
''Pidato Sukarno di BPUPKI, 1 Juni 1945''
;Kemerdekaan
*Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia '''merdeka''' telah mempunyai Dnepropetrovsk, dan yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai ''radio station'' yang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia '''merdeka''' telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!
*Indonesia '''merdeka''', ''political independence'', ''politieke onafhankelijkheid'', tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!
*Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk '''kemerdekaan'''. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk '''merdeka'''.
*Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus '''merdeka''' di dalam hatinya, sebelum kita mencapai ''political independence'', saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia '''merdeka'''! Di dalam Indonesia '''merdeka''' itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia '''merdeka''' itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia '''merdeka''', Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia '''merdeka''' Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.
*Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia '''merdeka''' yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.
*Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia '''merdeka'''.
*Apakah kita mau Indonesia '''merdeka''' yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?
*'''Kemerdekaan''' hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!
; Negara
*Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan '''negara''' yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu '''Negara''' 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.
*Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!
; Kesejahteraan
*Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik ''economische democratie'' yang mampu mendatangkan '''kesejahteraan''' sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah ''social rechtvaardigheid''. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.
; Kebangsaan
*'''Kebangsaan''' Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu ''nationale staat''.
*Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya '''nasionalisme'''. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.
; Monarki
*Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip '''monarki''' itu.
; Gotong Royong
*Kekeluargaan adalah suatu paham yang statis, tetapi '''gotong-royong''' menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu ''karyo'', satu gawe. ... '''Gotong royong''' adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. ''Ho-lopis-kuntul-baris'' buat kepentingan bersama!
== Imperialisme ==
:dari ''[[:s:Indonesia Menggugat|Indonesia Menggugat]]'' (1930)
:*Imperialisme juga suatu faham, imperialisme juga suatu pengertian. ... Ia adalah suatu nafsu, suatu sistem menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain atau negeri, – suatu sistem merajai atau mengendalikan ekonomi atau negeri bangsa lain. ... Ia kita dapatkan dalam nafsu burung Garuda Rum terbang ke mana-mana, menaklukkan negeri-negeri sekeliling dan di luar Lautan Tengah. Ia kita dapatkan di dalam nafsu bangsa Spanyol menuduki negeri Belanda untuk bisa mengalahkan Inggris, ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan Timur Sriwijaya menaklukkan negeri semenanjung Malaka, menaklukkan kerajaan Melayu, mempengaruhi rumah tangga negeri Kamboja atau Campa. Ia kita dapatkan di dalam nafsu negeri Majapahit menaklukkan dan mempengaruhi semua kepulauan Indonesia, dari Bali sampai Kalimantan, dari Sumatera sampai Maluku. Ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan Jepang menduduki semenanjung Korea, mempengaruhi negeri Mancuria, menguasai pulau-pulau di Lautan Teduh. ... Bukan pada bangsa kulit putih saja ada imperialisme; tapi juga pada bangsa kulit kuning, juga pada bangsa kulit hitam, juga pada bangsa kulit merah sawo sebagai kami, – sebagai terbukti di zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit; imperialisme adalah ... suatu keharusan yang ditentukan oleh rendah tingginya ekonomi sesuatu pergaulan hidup, yang tak memandang bulu.
:*Partai Nasional Indonesia menolak semua teori yang mengatakan bahwa asal-asal penjajahan dalam hakekatnya bukan pencarian rezeki, menolak semua teori yang mengajarkan, bahwa sebab-sebab rakyat Eropa dan Amerika mengembara di seluruh dunia dan mengadakan tanah-tanah jajahan di mana-mana itu, ialah oleh keinginan mencari kemashuran, atau oleh keinginan kepada segala yang asing, atau oleh keinginan menyebarkan kemajuan dan kesopanan. ... Tidak! Bagi Partai Nasional Indonesia penjajahan itu asal-asalnya yang dalam dan azasi, ialah nafsu mencari benda, nafsu mencari rezeki belaka. ... Nafsu akan rezekilah yang menjadi pendorong Colombus menempuh samudera Atlantik yang luas itu; nafsu akan rezekilah yang menyuruh Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama menentang hebatnya gelombang samudera Hindia; pencarian rezekilah yang menjadi "''noordster''" dan "kompas"nya Admiraal Drake, Magelhaens, Heemskerck, atau Cornelis de Houtman. Nafsu akan rezekilah yang menjadi nyawanya Kompeni di dalam abad ke-17 dan ke-18; nafsu akan rezekilah pula yang menjadi sendi-sendinya balapan cari jajahan dalam abad ke-19, yakni sesudah kapitalisme-modern menjelma di Eropa dan Amerika.
:*Sebelum zaman kapitalisme-modern itu, bangsa Inggris sudah menguasai sebagian dari Amerika, sebagian dari India, sebagian dari Australia dan lain-lain, yakni sudah menaruh sendi-sendi "''British Empire''" nantinya, – sudahlah bangsa Prancis menguasai sebagian pula dari Amerika dan sebagian juga dari India, – sudahlah bangsa Portugis mengibarkan benderanya di Amerika Selatan dan di beberapa tempat di seluruh Asia, – sudahlah bangsa Spanyol menguasai Amerika Tengah dan kepulauan Filipina, – sudahlah bangsa Belanda menduduki Afrika Selatan, beberapa bagian kepulauan Indonesia, terutama Maluku, Jawa, Sulawesi Selatan dan Sumatera. Sudahlah di zaman itu kita melihat hebatnya tenaga berusaha dari nafsu mencari rezeki tadi...<br><!--
-->Kini orang Inggris sudah bisa mengusir bangsa Prancis dan Portugis dan Belanda dari India. ... India takluk, Singapur dan Malaka diduduki, Tiongkok direbut haknya menetapkan beya dan hak-hak extrateritorial, dan dibikin "daerah pengaruh" dengan jalan keras dan jalan "halus", Mesir "dilindungi", Mesopotamia "dimandati", – Hongkong, kepulauan Fiji, India Barat, kepulauan Falkland, Gibraltar, Malta, Cyprus, Afrika. . . .<br><!--
-->Prancis menjejakkan kakinya di Afrika Utara, di Indo-China, di Martinique, di Guadeloupe, di Reunion, di Guyana, di Somali, di Nieuw Caledonia, – <br><!--
-->Amerika merebut Cuba, Portoriko, Filipina, Hawaii, dll., – <br><!--
-->Jerman melancar-lancarkan tangan imperialisme ke pulau Marshall, ke Afrika Barat-Timur, ke Togo, ke Kamerun, ke pulau-pulau Karolina, ke Kiautsjau, ke kepulauan Mariana, geer perkara Marokko dll., – <br><!--
-->Italia sibuk memperusahakan daerah pendudukannya Assab dekat selat Bab El Mandeb, mengatur kekuasaannya di Afrika Utara, mengambil Kossala, mencoba menaklukkan Abessinia, mengaut-ngaut di Tripoli dll. pula.<br><!--
-->Dan di Asia sendiri pun, imperialisme-modern itu membuktikan asal-turunannya: asal-turunan dari kehausan-kehausan ekonomi, anak dari kapitalisme, yang di dalam lingkungan rumah tangga sendiri kekurangan lapang usaha. Di atas sudah kami katakan, bahwa imperialisme itu bukan tabeat bangsa kulit putih saja, bukan "kejahatan hati" kulit putih saja...<br><!--
-->Kita ingat akan imperialisme bangsa Tartar yang di dalam abad ke-13 dan ke-14 sebagai "angin simun" menaklukkan sebagian besar benua Asia; kita ingat akan imperialisme bangsa-bangsa Aria, Machmud Gazni dan Barber yang memasuki negeri India; kita ingat akan imperialisme Sriwijaya yang menaklukkan pulau-pulau sekelilingnya; kita ingat akan imperialisme Majapahit, yang menguasai hampir semua kepulauan Indonesia beserta Malaka.<br><!--
-->Tetapi imperialisme-modern Asia baru kita lihat pada negeri Jepang tempo akhir-akhir ini; ... memang hanya negeri Jepang saja dari negeri-negeri Asia yang sudah masuk ke dalam kapitalisme-modern itu. Kapitalisme-modern Jepang yang butuh akan minyak tanah dan arang batu, kapitalisme-modern Jepang yang juga membangkitkan tambahnya penduduk yang deras sekali sehingga melahirkan nafsu mencari negeri-negeri emigrasi, – kapitalisme-modern Jepang itu membikin rakyat Jepang lupa akan kesatriaannya dan menanamkan kuku-kuku cengkramannya di semenanjung Sachlin dan Korea dan Mancuria.<br><!--
-->Nama "kampiunnya bangsa-bangsa Asia yang diperbudak", nama itu adalah suatu barang bohong, suatu barang dusta, suatu impian kosong bagi nasionalis-nasionalis kolot, yang mengira bahwa Jepanglah yang akan membentak imperialisme Barat dengan dengungan suara: "Berhenti!" – Bukan membentak "Berhenti!", tetapi dia sendirilah ikut menjadi belorong imperialisme yang angkara murka! Dia sendirilah yang ikut menjadi hantu yang mengancam keselamatan negeri Tiongkok, dia sendirilah yang nanti di dalam pergaulan mahahebat dengan belorong-belorong imperialisme Amerika dan Inggris ikut membahayakan keamanan dan keselamatan negeri-negeri sekeliling Lautan Teduh, dia sendirilah salah satu belorong yang nanti akan perang tanding di dalam perang Pasifik!
:* Betul Tuan-tuan Hakim, kejahatan VOC dan kejahatan cultuurstelsel adalah kejahatan kuno, tetapi hati-nasional tak gampang melupakannya.
:* Tak berhenti-hentinya kapitalisme modern itu lantas memukul-mukul di atas pintu gerbang Indonesia yang kurang lekas dibukakan, .... Dan akhirnya, kira-kira tahun 1870, dibukalah pintu gerbang itu! Sebagai angin yang makin lama makin keras bertiup, sebagai aliran sungai yang makin lama makin membanjir, sebagai gemuruh tentara menang yang masuk ke dalam kota yang kalah, ..., masuklah modal partikelir itu di Indonesia, mengadakan pabrik-pabrik gula di mana-mana, kebun-kebun teh, ''onderneming-onderneming'' tembakau dan sebagainya ditambah lagi modal partikelir yang membuka macam-macam perusahaan tambang, macam-macam perusahaan kereta-api, trem, kapal, atau pabrik-pabrik yang lain. Imperialisme tua makin lama makin layu, imperialisme-modern menggantikan tempatnya, – cara pengedukan harta yang menggali untung bagi negara Belanda itu, makin lama makin berubah, terdesak oleh cara pengedukan baru yang mengayakan modal partikelir.
:* Memang, bagi rakyat Indonesia perubahan sejak tahun 1870 itu hanya perubahan cara pengedukan rezeki; bagi rakyat Indonesia, imperialisme-tua dan imperialisme-modern kedua-duanya tinggal imperialisme belaka, kedua-duanya tinggal pengangkutan rezeki Indonesia keluar, kedua-duanya tinggal drainage!
:* O, memang, kami mengakui faedahnya alat-alat pengangkutan, yakni faedahnya alat-alat lalu-lintas modern itu, mengakui pengaruhnya yang baik atas perhubungan dan kemajuan rakyat, kami mengakui bahwa, jikalau umpamanya rakyat Indonesia itu sekarang kehilangan semua itu, niscaya ia merasa rugi, – tetapi tak dapat disangkal bahwa alat-alat lalu lintas modern itu, menggampangkan geraknya modal partikelir. Tak dapat disangkal, bahwa alat-alat lalu lintas itu menggampangkan modal itu jengkelitan di atas padang perusahaannya, membesarkan diri dan beranak di mana-mana, sehingga rezeki rakyat menjadi kocar-kacir oleh karenanya!
:* Imperialisme-tua yang dulunya terutama hanya sistem mengangkuti bekal-bekal hidup saja, kini sudah melar jadi raksasa imperialisme-modern yang empat macam "shakti"nya:
::Pertama : Indonesia tetap menjadi negeri pengambilan bekal hidup
::Kedua : Indonesia menjadi negeri pengambilan bekal-bekal untuk pabrik-pabrik di Eropa
::Ketiga : Indonesia menjadi negeri pasar penjualan barang-barang hasil dari macam-macam industri asing
::Keempat : Indonesia menjadi lapang usaha bagi modal yang ratusan, ribuan-jutaan jumlahnya. – bukan saja modal Belanda, tetapi ... juga modal Inggris, juga modal Amerika, juga modal Jepang, juga modal lain-lain, sehingga imperialisme di Indonesia kini jadi internasional karenanya.
:* Benar sekali, – imperialisme-modern "membikin rakyat Bumiputra menjadi bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan membikin Hindia menjadi si buruh di dalam pergaulan bangsa-bangsa"! Dan si buruh yang bagaimana, Tuan-tuan Hakim!, – si buruh yang ''loonen''-nya ''minimumloonen'', si buruh yang ''Wirtschaft''-nya ''Minimumwirtschaft''!, si buruh yang upahnya upah Kokro! Hati nasional tentu berontak atas kejahatan imperialisme-modern yang demikian itu!!
;Statistik
:* Dalam tahun 1870 jumlah tanah ''erfpacht'' ada 35.000 bahu, dalam tahun 1901 sudah 622.000 bahu, dalam tahun 1928 sudah 2.707.000 bahu, – kalau dijumlahkan juga dengan konsesi-konsesi pertanian, jumlah ini buat tahun 1928 menjadi 4.592.000 bahu! Jumlah tanah yang ditanami karet kini tak kurang dari ± 488.000 bahu, hasil ± 141.000 ton jumlah kebun teh ± 132.000 bahu, hasilnya ± 73.000 ton: jumlah kebun kopi ± 127.000 bahu, hasilnya ± 55.000 ton; jumlah kebun tembakau ± 79.000 bahu, hasilnya ± 65.000 ton; jumlah kebun tebu ± 275.000 bahu, hasilnya 2.937.000 ton.
:* Dr.F.G. Waller, ..., antara lain berpidato demikian: "Menurut taksiran majelis majikan, keuntungan bersih dari perusahaan-perusahaan Hindia: gula, karet, termbakau, teh, kopi, kina, minyak tanah, hasil tambang, bank-bank, dan beberapa perusahaan kecil yang lain, dalam tahun 1924, 490 juta rupiah, tahun 1925, 540 juta rupiah. Menurut taksiran bolehlah ditentukan, bahwa 70% dari jumlah ini jatuh di tangan pihak Belanda, jadi kira-kira 370 juta rupiah. Kalau kita perhitungkan jumlah ini dengan bunga yang tinggi 9 atau 10%, maka harga perusahaan-perusahaan itu sekarang mencapai angka luar biasa, yakni 3700 hingga 4100 juta rupiah. .... Kekayaan yang di negeri Belanda terkena pajak kekayaan ialah 12 milyar, sehingga milik kita yang ada di Hindia tidak kurang dari 1/3 kekayaan rakyat kita semua."
:* Lebih dari 4000 juta rupiah kapital Belanda saja, Tuan-tuan Hakim yang terhormat, tetapi jumlah semua modal asing yang berusaha di Indonesia adalah lebih besar lagi, – yakni jikalau kita hitung dengan memakai asas perhitungan Dr. Waller itu juga: – kurang lebih 6000 juta rupiah! Enam milyar rupiah dengan untung setahun rata-rata sepuluh persen! Tetapi berapa perusahaan asingkah yang untungnya tidak berlipat-lipat ganda lagi. Berapa perusahaan asingkah yang dividennya sering kali lebih dari 30, 40, ya kadang-kadang sampai lebih dari 100%! Kita mengetahui dividen tembakau Sumatra yang besarnya 35% dalam tahun 1924, kita mengetahui dividen kina yang berlipat-lipat lagi, kita kenal akan dividen-dividen yang sampai 170%!
:* Memang milyunan rupiah harganya hasil-hasil perusahaan kapital asing itu yang saban tahun diangkut dari Indonesia, milyunan rupiah besarnya harga pengeluaran hasil-hasil itu saban tahun. Di dalam tahun 1927 pengeluaran kopi adalah seharga f 74.000.000,-; pengeluaran teh f 90.000.000,-; pengeluaran tembakau f 107.000.000,-; pengeluaran minyak f 155.000.000,-; pengeluaran gula f 360.000.000,- (malahan sebelum hebatnya persaingan dari Kuba, kadang-kadang lebih dari f 400.000.000,0); pengeluaran karet f 417.000.000, jumlah semua barang keluar tak kurang dari f 1.600.000.000,-; Pendek kata, saban tahun kekayaan yang diangkut dari Indonesia, sedikit-dikitnya f 1.500.000.000,-!
:* Kelebihan ekspor di Indonesia makin lama makin besar. Di dalam tahun delapan puluhan kelebihan ekspor itu = f 25.000.000,-; di dalam tahun sembilan puluhan sudah menjadi ± f 36.000.000,-; di dalam tahun-tahun penghabisan abad ke-19 sudah bertambah menjadi ± f 45.000.000,-; di dalam tahun sekitar 1910 sudah menjadi f 145.000.000,-; di dalam tahun akhir-akhir ini sudah menjadi f 700.000.000,-. Ya, di dalam tahun 1919 mencapai rekor f 1.426.000.000,-
:* Kesengsaraan itu adalah suatu kenyataan atau realiteit yang gampang dibuktikan dengan angka-angka.
:* Berapakah, umpamanya, besarnya upah di dalam perusahaan yang terpenting, yakni perusahaan gula, – perusahaan gula yang terdiri di tengah-tengah pusat pergaulan hidup Bumiputra, di tengah-tengah ulu hati pergaulan hidup itu? Menurut Statistisch Jaaroverzicht : rata-rata hanya f 0,45 sehari bagi orang laki-laki dan f 0,35 sehari bagi perempuan.
:* Menurut perhitungan Dr. Huender, penghasilan seorang kepala rumah tangga marhaen setahun ialah rata-rata f 161,-, jumlah beban rata-rata/22.50,- jadi bersih penghasilan setahun adalah f 161,- – f 22.50 = f 138.50, (seratus tiga puluh delapan rupiah lima puluh sen!), Tuan-tuan Hakim, di dalam dua belas bulan! Yakni, belum sampai f 12. – sebulan; yakni belum sampai f 0.40 sehari yakni, kalau dimakan lima orang (besarnya sama rata), belum sampai f 0.08 sehari seorang!
;Pergerakan nasional
:* "Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka" dan " menjadi buruh antara bangsa-bangsa", Tuan-tuan Hakim, – itu bukan nyaman! Itu bukan memberi harapan besar bagi hari kemudian! Itu bukan memberi perspektif pada hari kemudian itu, jikalau terus-terusan begitu! Tidakkah oleh karenanya, wajib tiap-tiap nasionalis mencegah keadaan itu dengan sekuat-kuatnya? Tidakkah hal ini saja sudah cukup buat membenarkan kami punya pergerakan?
:* Dan toh.....apakah hak-hak bangsa kami, yang kiranya boleh jadi "imbangan" dari keadaan ekonomi yang menyedihkan itu? Apakah hak-hak bangsa kami yang boleh dipakai sebagai obat di atas luka hati nasional yang perih itu?
::Pengajaran? Oh, di dalam "abad kesopanan" ini ..., orang laki-laki yang bisa membaca dan menulis belum ada 7%, orang perempuan belum ada....1/2%! ...
::Pajak-pajak enteng? ... Kang Marhaen yang pendapatnya setahun rata-rata hanya f 160. – itu, harus membayar pajak sampai kurang lebih 10% dari pendapatannya;
::bahwa bagi bangsa Eropa pajak yang setinggi itu baru dikenakan kalau pendapatannya tak kurang dari f 8.000,- sampai dengan f 9.000,- setahun!
::bahwa pajak yang istimewa mengenai Kang Marhaen, yang pada tahun 1919 sudah mencapai jumlah f 86.900.000,- itu, di bawah pemerintahan Gubernur-Jenderal Fock dinaikkan lagi menjadi f 173.400.000,- setahun!
::bahwa teristimewa beban-beban desa sering berat sekali adanya!
::Kesehatan rakyat atau hygiene? Di seluruh Indonesia hanya ada 343 rumah sakit gubernemen, kematian bangsa Bumiputra setahun tak kurang dari ±20%, ya, di dalam kota-kota besar sampai kadang-kadang 30, 40, 50%! ...
::Kesempatan bekerja di pulau-pulau luar tanah Jawa? Soal kontrak dan ''poenale sanctie'', perbudakan zaman baru atau ''moderne slavernij'' itu, seolah-olah takkan habis-habisnya "dipertimbangkan dan sekali lagi dipertimbangkan", –
::Perlindungan kepentingan kaum buruh? Peraturan yang melindungi kaum buruh tak ada sama sekali, ... hak mogok, yang di dalam negeri-negeri yang sopan sudah bukan soal lagi itu, dengan adanya pasal 161 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, musnah sama sekali dari realiteit, terhalimunkan sama sekali menjadi impian belaka!
::Kemerdekaan cetak-mencetak dan hak berserikat dan berkumpul?...
::Amboi, – adakah di sini hak-hak itu, di mana Kitab Undang-undang Hukum Pidana masih saja berisi itu pasal-pasal mengenai penyebaran – rasa kebencian (''haatzaaiartikelen'') yang bisa diulur-ulur sebagai karet, ... di mana hak pendigulan memberi kekuasaan yang hampir tak terhingga kepada pemerintah terhadap tiap-tiap pergerakan dan tiap-tiap manusia yang ia tak sukai?
::Adakah di sini hak-hak itu, di mana kritik di muka umum gampang sekali mendapat teguran atau sopan, di mana tiap-tiap rapat penuh dengan spion-spion polisi, di mana hampir tiap-tiap pemimpin dibuntuti reserse di dalam gerak-geriknya ke mana-mana, di mana gampang sekali diadakan "larangan berapat", di mana rahasia surat seringkali dilanggar diam-diam sebagai kami lihat dengan mata sendiri?
::Adakah di sini hak-hak itu, di mana laporan spion-spion itu saja atau tiap-tiap surat kaleng sudah bisa dianggap cukup buat membikin penggerebekan di mana-mana, mengunci berpuluh-puluh pemimpin di dalam tahanan, yang menjerumuskan pemimpin-pemimpin itu ke dunia pembuangan?
::Sesungguhnya: Tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyat Indonesia untuk jadi "imbangan" kepada bencana pergaulan hidup dan bencana kerezekian yang ditebar-tebarkan oleh imperialisme-modern itu;
::tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyat kami yang cukup nikmat dan menggembirakan untuk dijadikan pelipur hati nasional yang mengeluh melihat kerusakan sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh imperialisme-modern itu;
::tidak ada hak-hak yang orang berikan pada rakyatku yang boleh dijadikannya sebagai pegangan sebagai penguat, sebagai ''sterking'' untuk memberhentikan kerja imperialisme yang mengobrak-abrik kerezekian dan pergaulan hidup kami itu.
== Kutipan yang belum dicek ==
"Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat."
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika kamu jatuh, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang."
“Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer”
"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" . (Bung Karno)
* Menurut [https://www.nytimes.com/1970/06/21/archives/sukarno-69-dies-led-indonesians-first-president-of-republic-yielded.html NY Times] bagian kedua dari kutipan ini diucapkan ketika Sukarno keluar dari penjara pada tahun 1931.
* Bandingkan dengan kutipan serupa oleh [[Lenin]]: [https://www.goodreads.com/quotes/106700-give-me-just-one-generation-of-youth-and-i-ll-transform "Give me just one generation of youth, and I'll transform the whole world."]
"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa." (Soekarno)
"Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun". (Bung Karno)
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." – Bung Karno
"……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……" (Bung Karno)
== Tentang penjajah ==
* ‘‘Perjuanganku lebih mudah karena melawan [[penjajah]], namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.’’
** Dikutip dari: Agus Ali Dzawafi (Juli 2024). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Catatan_Menarik_Dunia_Tasawuf/8cAZEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=perjuanganku+lebih+mudah+karena+melawan+penjajah+namun+perjuangan+kalian+akan+lebih+sulit+karena&pg=PA52&printsec=frontcover Catatan Menarik Dunia Tasawuf]''. Muhaimin dan Salim, A. (ed.). Kota Serang: Penerbit A-Empat. Hlm. 52. ISBN 978-623-8552-13-9.
== Lihat pula ==
{{Commons}}
{{wikipedia}}
* [[s:Pengarang:Soekarno|Tulisan-tulisan Soekarno di Wikisource]]
{{tokoh}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Presiden Indonesia]]
ob3xsb9v5b2o7o4adg6nnresf3ihnyp
Aristoteles
0
3103
53564
51676
2026-06-03T12:13:15Z
JumadilM
13443
menyederhanakan pengutipan sumber rujukan yang berulang
53564
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Aristotle Altemps Inv8575.jpg|thumb|130px|Aristoteles]]
'''Aristoteles''' adalah seorang filsuf Yunani yang hidup dari tahun 384 SM–322 SM.
== Tentang pengetahuan ==
* "Anak muda berpikir bahwa mereka tahu segala sesuatu dan yakin pada pernyataan mereka."<ref>Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 191.</ref>
== Tentang emosi ==
=== Tentang kebahagiaan ===
* "Bahagia itu anugerah Tuhan bagi tiap-tiap orang yang dipilih-Nya. Boleh jadi orang lain tidak merasa meskipun ia berkumpul bersama, antara yang mersakan dan yang tidak."<ref name=":0">Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 242.</ref>
*"Kebahagiaan dirasakan oleh orang-orang yang bisa merasa puas pada dirinya."<ref>Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. DIsunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 154.</ref>
* "Bahagia itu ialah sesuatu kesenangan yang dicapai oleh setiap orang menurut kehendak masing-masing."
=== Tentang ketakutan ===
* "Barangsiapa berhasil mengalahkan ketakutannya akan menjadi orang yang benar-benar bebas."
=== Tentang keberanian ===
* "Saya memperhitungkan dia lebih berani ketika dapat mengatasi keinginannya daripada dia yang melawannya."
=== Tentang kemarahan ===
* "Setiap orang bisa marah. Itu mudah! Tetapi marah pada orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan alasan yang benar dan tingkat kemarahan yang pas, tidak mudah."<ref>Kasali, Rhenald (2007) ''Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan''. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 234. ISBN 978-979-22-2589-1</ref>
== Tentang kesuksesan ==
* "Diri kita dibentuk dari apa yang kita lakukan berulang kali; sedangkan kesuksesan bukan merupakan usaha dan tindakan melainkan akibat dari suatu kebiasaan yang sering."
== Tentang kritik ==
* "Hanya ada satu cara untuk menghindari kritik adalah tidak melakukan apa-apa, tidak menjadi apa-apa dan tidak berkata apa-apa."
== Tentang kebijaksanaan ==
* "Manusia menanggung masalah hidup dengan kebijaksanaan, membuat yang terbaik dari keadaan yang ada."
== Tentang kemustahilan ==
* "Kemustahilan yang masuk akal itu lebih baik daripada kemungkinan yang tidak meyakinkan."<ref name=":0" />
== Tentang organisasi ==
* "Organisasi sebaiknya dijalankan oleh sedikit orang yang cakap dan berwibawa."<ref name=":0" />
== Tentang pendidikan ==
* "Akar pendidikan memang pahit, tetapi buahnya manis rasanya."<ref>Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 182.</ref>
== Tentang pemerintahan ==
* ‘‘Orang warga adalah seseorang yang ikut berbagi di dalam memerintah dan diperintah.’’<ref>{{Cite book|last=Klinken|first=Gerry Van|date=2023-07-01|url=https://books.google.co.id/books?id=4pjtEAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false|title=Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer|publisher=Yayasan Pustaka Obor Indonesia|isbn=978-623-321-226-7|language=id}}</ref>
== Referensi ==
{{Reflist}}
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}
[[Kategori:Filsuf]]
9h4u69255bvepjvxdgslzwxglxo8dk2
Dahlan Iskan
0
4985
53573
52990
2026-06-03T15:35:41Z
Niryhpr
19585
/* Majalah TEMPO */
53573
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
r8haf9162tre7zyf98kx811x1zo8l16
53574
53573
2026-06-03T16:47:32Z
Niryhpr
19585
/* Indonesia */
53574
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
ic13mp4agvtpyawu7b7j3i6jlg7wr1l
53575
53574
2026-06-03T16:48:19Z
Niryhpr
19585
/* Lainnya */
53575
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
3u0yip8kq4ddnt4e5ui1ug7re8h7pnd
53582
53575
2026-06-04T02:59:15Z
Niryhpr
19585
/* Indonesia */
53582
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
1y1apbse0pmq64gcwmtu4f27k1vz8ux
53583
53582
2026-06-04T03:01:10Z
Niryhpr
19585
/* Jurnalisme */
53583
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dahlan Iskan.jpg|jmpl|Dahlan Iskan]]
'''Dahlan Iskan''' (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
== Kutipan ==
{{Wikipedia|Dahlan Iskan}}
=== Indonesia ===
* Intinya: ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan jangan dihadapi tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya birokrasi itu punya Tuhan sendiri: tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!
* Dulu kita sering marah ke Singapura: mengapa Singapura tidak kunjung mau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Ternyata ada alasan yang masuk akal: apakah hukum di Indonesia sudah berlaku sebagaimana layaknya.<ref>{{Cite web|date=2023-06-20|title=Badai Berlalu|url=https://radarbekasi.id/2023/06/20/badai-berlalu/|website=Radarbekasi.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia. Agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha. Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur. Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan. Sayang, kebijakan yang begitu baik, hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.<ref name="fdi">{{Cite web|last=disway.id|title=FDI Purbaya|url=https://disway.id/read/928541/fdi-purbaya|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris. Soal Foreign Direct Investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia. Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya. "Kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam, tujuh, delapan persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia. Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good". Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik, mereka pun mengabaikan kebencian itu. Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan. Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran. Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.<ref name="fdi"/>
* Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Tarim Duduk|url=https://disway.id/read/929770/tarim-duduk|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* Tahun 1978 ekonomi Indonesia mulai booming. Berkat kebijakan orde baru. Yang menggariskan ekonomi sebagai panglima. Pertumbuhan sebagai lokomotifnya. Menggantikan kebijakan orde lamanya Bung Karno. Yang politik jadi panglima. Konfrontasi jadi agitasinya. Sejak 1978 itu ekonomi meledak. Deregulasi bank dilakukan. Pengusaha boleh mendirikan bank kapan saja. Hanya dengan modal Rp 10 miliar. Semua grup punya bank sendiri. Memberi kredit ke perusahaannya sendiri. Dari dana deposito masyarakat. Bank berlomba memberi pinjaman. Umumnya kurang hati-hati. Bisa menerima tanah kuburan. Sebagai jaminan. Tanpa dicek bahwa itu tanah kuburan. Saking mudahnya. Ekonomi seperti balon. Dindingnya tidak kokoh. Dipompa terus. Menggelembung besar. Meledak. Dilakukanlah Tight Money Policy (TMP). Pada tahun 1988. Suasananya seperti mobil yang lagi lari kencang. Tiba-tiba direm. Mendadak. Kelimpungan. Banyak perusahaan yang selip. Atau terguling. Masuk jurang. Dua tahun lamanya ekonomi seperti berhenti.<ref name="lubang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Tiap 10 Tahun di Lubang Yang Sama|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/1679/tiap-10-tahun-di-lubang-yang-sama|website=disway.id|language=id|access-date=3 Juni 2026|date=4 September 2018|publisher=Harian Disway}}</ref>
* "Tahun 2007 ekonomi meledak-ledak lagi. Terutama di Amerika. Inflasi sangat rendah. Bank menggelontorkan dana lagi. Banyak yang salah analisa: inflasi rendah saat itu dikira hasil efisiensi. Sehingga tidak bahaya. Kalau dana murah terus digelontorkan. Maka terjadilah krisis tahun 2008. Indonesia selamat saat itu. Berkat bail out. Untuk menyelamatkan perbankan. Yang sekarang --10 tahun kemudian-- disalah-salahkan itu. Sekarang baru disadari: inflasi rendah menjelang tahun 2008 itu bukan karena efisiensi. Karena apa? Karena membanjirnya barang murah. Ke seluruh pasar dunia. Yang asalnya dari negeri panda."<ref name="lubang"/>
* "Tentu diberhentikannya "teman baik" Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja. Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong." <ref name="deyang">{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Agus Deyang|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/950236/agus-deyang|website=disway.id|language=id|access-date=4 Juni 2026|date=4 Juni 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Jurnalisme ===
* Saya begitu ingin kembali menjadi wartawan. Untuk mengungkap yang bukan kulit-kulitnya saja. Atau saya ingin kembali menjadi pemimpin redaksi: yang bisa mengerahkan wartawan. Dengan membekalinya pertanyaan. Anak pertanyaan. Cucunya. Ponakannya. Mendiskusikan pertanyaan itu. Dan melahirkan pertanyaan baru. Saya ingin kembali menjadi editornya. Untuk menuliskan peristiwa itu: bukan kulitnya, tapi featurenya.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Lebaran di Rumah Sakit|url=https://disway.id/read/1590/lebaran-di-rumah-sakit|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* Saat Imron naik pangkat menjadi redaktur ekonomi di Jawa Pos, saya memberinya modal Rp 100 juta. Cukup besar saat itu. Dengan uang itu, saya minta Imron bermain saham. Beneran. Di bursa efek Indonesia. Syaratnya hanya satu. Diskusikan dengan semua wartawan ekonomi yang jadi anak buahnya. Yakni saham mana yang harus dibeli. Kapan harus dijual untuk dibelikan saham lagi. Saya ingin wartawan ekonomi tidak hanya menulis tentang saham, tetapi juga mengerti seluk beluk permainan di dalamnya. Mempraktikkannya. Semua keputusan saya serahkan sepenuhnya kepada Imron. Misalkan rugi tidak apa-apa. Ludes pun tidak masalah. Itu seperti uang kuliah.<ref name="i">{{Cite web|last=disway.id|title=Imron Djatmika|url=https://disway.id/read/928818/imron-djatmika|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-10}}</ref>
* "Saya bukan bos [https://id.wikipedia.org/wiki/Nanik_Sudaryati_Deyang Deyang]. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun. Atasannya, katanya, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia."<ref name="deyang"/>
* Saya masih ingat zaman itu: bagaimana membuat berita tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa mesin ketik, tanpa komputer. Zaman itu saya menulis berita dengan menyusun huruf-huruf yang terbuat dari timah. Tangan berlumuran tinta campur bensin. Kadang tinta itu sampai ke pipi –kalau tanpa sadar harus menepuk nyamuk yang hinggap di pipi. Wartawan seumuran saya, di Jawa, tidak akan mengalami teknologi menulis berita paling kuno seperti itu. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=260 Disway|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/805868/260-disway|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=27 Juli 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
* Sebenarnya saya sudah cukup gigih merayu Prija agar tetap bekerja di Jawa Pos. Artinya, tinggalkan pekerjaan dosen di UB. Ia sudah tujuh tahun bekerja di Jawa Pos. Sudah meliput banyak peristiwa besar. Sudah menjadi pemred mingguan Gugat di bawah koordinasi Imawan Mashuri. Sudah sering ditugaskan ke luar negeri. Sudah beberapa kali diinterogasi aparat hukum dan keamanan soal kerasnya isi tulisannya.<ref name="i"/>
* Di awal magangnya itu Prija hanya bertugas menjadi tukang kliping. Tiap hari ia menggunting koran yang menulis kasus-kasus hukum. Kliping itu ia edarkan ke semua pengacara LBH. Prija sudah rajin membaca sejak kuliah, di Perpustakaan Unair. Menjadi tukang kliping hanya kelanjutan dari kegemarannya membaca. Dengan hilangnya koran sekarang ini saya tidak tahu bagaimana magangis bekerja. Bagaimana cara kliping berita model online? Dulu berita kredibel atau tidak ditentukan oleh koran. Kini begitu sulit menyaring mana berita yang kredibel dan mana yang seolah kredibel.<ref name="i"/>
* Tiba-tiba saya ingat tanggal 9 Februari. Saatnya Disway.id berulang tahun. Lima hari lagi. Berarti Disway.id akan berulang tahun yang keenam. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis artikel di Disway.id. Setiap hari. Tanpa absen, pun sehari. Alhamdulillah. Berarti selama enam tahun itu pula saya tidak pernah sakit. Pernah. Kena Covid-19. Masuk RS selama satu minggu. Pernah. Sakit perut. Beberapa kali. Mencret-mencret. Sampai badan lemas sekali. Karena termakan makanan yang terlalu pedas. Mungkin karena sudah 17 tahun saya tidak punya organ empedu. Tapi sakit-sakit itu tidak membuat saya absen menulis. Bahkan dari rumah sakit itu lahir banyak tulisan --dua di antaranya viral luar biasa: soal D-dimer dan level vitamin D. Selama enam tahun itu rasanya hanya dua atau tiga kali saya sangat frustrasi: sampai ingin sekali berhenti menulis. Frustrasinya muncul malam hari --mendekati pukul 21.00. Itulah jam deadline saya: sudah harus kirim naskah ke admin. Dua atau tiga kali itu saya belum menemukan ide tulisan. Padahal sudah mendekati pukul 21.00. Judeg. Buntu. Mondar-mandir. Tetap buntu. Lalu muncul pertanyaan: kenapa sih harus menulis? Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Apa salahnya sesekali tidak menulis? Siapa sih yang mengharuskan? Kan tidak ada? Sulitnya lagi saya harus menjaga mutu tulisan. Kalau mudah bersikap menurunkan mutu tulisan itu berbahaya: akan menjadi kebiasaan. Buruk sekali. <ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Ulang Tahun|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/760330/ulang-tahun|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=5 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Perjalanan ===
* Saya berpisah lagi dengan istri di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah, saya harus pergi ke negara lain. Kali ini ke negara yang dekat, tapi belum pernah saya kunjungi. Yaman. Mobil yang membawa saya ke bandara pun tiba. Saatnya saya ke terminal haji Jeddah. Di situlah Yemeni Airways berpangkalan. Ini kali pertama saya ke Yaman. Kali pertama naik pesawat Yemeni. Doa saya satu. Jangan ada roket nyasar di penerbangan di atas Yaman yang belum selesai perang ini. Kalaupun ada, berikan saya selamat. Agar bisa menulis pengalaman itu untuk Disway.<ref>{{Cite web|last=disway.id|title=Berpisah Istri|url=https://disway.id/read/929028/berpisah-istri|website=disway.id|language=id|access-date=2026-02-14}}</ref>
* "Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla (Yaman). "Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya. Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu, Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil. Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA.<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Amang Amat|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/937713/amang-amat|website=disway.id|language=id|access-date=30 Maret 2026|date=28 Maret 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Majalah TEMPO ===
* "Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri. Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO. Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil : 6 x 12 meter. Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar. Kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual, lalu saya jadikan satu."<ref>{{Cite web|first=Dahlan|last=Iskan|title=Cari Muka|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/940899/cari-muka|website=disway.id|language=id|access-date=14 April 2026|date=14 April 2026|publisher=Harian Disway}}</ref>
=== Lainnya ===
* "Siapa pun akan tergiur. Ibaratnya: ambil kreditnya, tukarkan ke rupiah, pinjamkan ke pengusaha lain, sudah untung. Gak usah kerja! Saya tidak tergiur. Saya ini orang bodoh. Yang punya prinsip: cari uang itu harus dengan bekerja. Banyak teman saya membodoh-bodohkan saya. Biar saja."<ref name="lubang"/>
== Kutipan mengenai Dahlan Iskan ==
=== Joko Intarto dan Pendirian Disway.id ===
{{Cquote|Saat saya datangi di apartemennya di SCBD untuk memintanya menulis lagi. Ia tak goyah. "Saya sudah tidak mau menulis lagi," jawabnya pada kunjungan pertama. Saya tahu. Dari nadanya, ia kurang suka. Tapi saya tidak menyerah. Terus mencari akal agar ia setuju menulis lagi. Sedikit muter-muter tidak masalah.
Saya ganti topik. Cerita tentang teman-teman saya wartawan senior yang kebanyakan stroke. "Iya, kok banyak wartawan saat tua kena stroke ya?" kata Pak Dahlan. "Kemungkinan karena mereka stres. Biasanya menulis. Tiba-tiba tidak menulis lagi karena tidak punya media," jawab saya asal saja. "Masuk akal. Sebagai wartawan mereka mengelola banyak informasi. Sudah pensiun pun narasumbernya masih banyak yang memberi info. Pasti ingin menulis. Tapi tidak punya media. Stres," sahut Pak Dahlan. "Abah harus hati-hati. Jangan sampai kena stroke karena tidak mau menulis lagi," kata saya dengan keyakinan penuh, Abah menolak berarti skakmat! "Saya sudah tidak punya koran. Mau menulis di mana?’’ tanya Pak Dahlan setelah diam cukup lama. "Abah, hari gini mosok masih mau nulis di koran? Berapa orang yang masih mau baca koran? Hari ini zamannya membaca koran digital. Menulislah di website," jawab saya. "Saya tidak punya website," jawab Pak Dahlan. Kali ini nadanya mulai tinggi. Pertanda tidak senang. Tapi posisi catur masih open skak. "Saya yang membuatkan website-nya. Saya yang mengelola. Abah saja yang menulis. Saya yang mengedit," jawab saya. Pak Dahlan akhirnya benar-benar menyerah. "Carikan nama website yang bagus. Kalau saya setuju, saya menulis. Kalau tidak setuju berarti saya tidak akan menulis lagi," jawabnya.
Saya pulang dari apartemen itu dengan perasaan nano-nano. Senang tapi juga senep. Gagal menemukan nama yang disukai berarti mimpi saya untuk menikmati tulisan Pak Dahlan setiap hari harus dikubur dalam-dalam. Sudah hari ketiga. Nama website itu tak kunjung saya dapatkan. Habis Magrib harus sudah sampai apartemen Pak Dahlan. Mempresentasikan konsep website dengan filosofi namanya. Saat salat Asar, pikiran saya tidak konsen. Salat tapi pikiran ke mana-mana. Tiba-tiba terlintas nama: Disway. Dahlan Iskan Way. Cerita jalan hidup dan jalan pikiran Dahlan Iskan. Seperti judul buku: The Toyota Way. Itu saja yang disodorkan. Segera saya kontak Mas Zaini mengabarkan nama Disway. Saya ingatkan agar segera siap-siap ketemu Pak Dahlan lagi. Agar lebih lancar, saya belikan oleh-oleh kesukaannya. Seekor ingkung utuh: ayam kremes presto dari di Restoran Ny Lina.
"Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan. "Makan dulu Abah. Nanti setelah makan saya akan jelaskan. Pokoknya nama website ini saya temukan di tengah-tengah salat Asar," kata saya. Pak Dahlan tiba-tiba tertawa. Mungkin jawaban saya lucu. "Berarti Anda tidak salat dengan khusuk," komentarnya.
Siasat berhasil. Pak Dahlan makan malam dengan lahapnya. Walau dengan porsi yang sangat sedikit. Saya dan Mas Zaini yang harus menghabiskan semuanya. "Apa nama website-nya?" tanya Pak Dahlan lagi. "Disway. Dahlan Iskan Way. Seperti The Toyota Way,’’ jawab saya. "Nama lainnya apa?" sahutnya. "Ada yang lain, tapi saya menjagokan Disway saja. Kalau tidak setuju, apa boleh buat," jawab saya. "Oke setuju!" jawab Pak Dahlan. "Saya bisa menulis mulai kapan?" tanyanya.
"Dua minggu lagi. Tunggu website jadi dulu," jawab saya. "Tidak bisa. Tanggal 9 Februari pukul 09.00 website harus sudah online,’’ katanya. "Waktunya hanya dua hari. Sanggup nggak?" tanya saya kepada Mas Gepeng dan Mas Nawie melalui WhatsApp. "Oke. Dua hari lagi website siap tayang," mereka kompak.
Tepat pada tanggal 9 Februari pukul 09.00, Pak Dahlan mengumumkan sudah mulai menulis lagi di website baru: Disway. Pengumuman dilakukan di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Padang. Tiga puluh menit setelah pengumuman, website yang baru berisi satu artikel itu down. Jumlah pengakses begitu banyaknya. Sementara server-nya masih gratisan.<ref>{{Cite web|first=Joko|last=Intarto|title=Disway Gratis|url=https://disway.id/catatan-harian-dahlan/761064/disway-gratis|website=disway.id|language=id|access-date=23 Mei 2026|date=8 Februari 2024|publisher=Harian Disway}}</ref>}}
== Referensi ==
[[Kategori:Politikus]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Pejabat Negara]]
<references />
1s5hot4f20e6olguxyg1t8ht4d2dufy
Ulysses S. Grant
0
5471
53568
26939
2026-06-03T12:35:57Z
JumadilM
13443
menambahkan paragraf pembuka
53568
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|]]'''Ulysses S. Grant''' adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Kutipan ==
{{cquote|Kehendak rakyat adalah hukum terbaik.}}{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
i3r3dd8h8983v4d9swx9bjn1c5ax9tb
53569
53568
2026-06-03T12:36:19Z
JumadilM
13443
menambahkan subjudul pranala luar
53569
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|]]'''Ulysses S. Grant''' adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Kutipan ==
{{cquote|Kehendak rakyat adalah hukum terbaik.}}
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
q4qw0807ah57hm62u4hi8i6fm2111sh
53570
53569
2026-06-03T12:37:25Z
JumadilM
13443
menambahkan takarir untuk foto yang mewakili tokoh dari konteks pada konten paragraf pembuka
53570
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|Potret dari Ulysses S. Grant.]]'''Ulysses S. Grant''' adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Kutipan ==
{{cquote|Kehendak rakyat adalah hukum terbaik.}}
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
0i1wyndsd3wuf987963b2iyxb138gkf
53572
53570
2026-06-03T12:49:10Z
JumadilM
13443
menambahkan pranala dalam
53572
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|Potret dari Ulysses S. Grant.]]'''Ulysses S. Grant''' adalah [[Presiden Amerika Serikat]] yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Kutipan ==
{{cquote|Kehendak rakyat adalah hukum terbaik.}}
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
cdso1gic6cgyz1bzo22e2yibmmv4r5n
53578
53572
2026-06-04T00:05:07Z
JumadilM
13443
menambahkan kutipan dan sumber kutipan serta menghapus kutipan yang mirip tetapi tanpa sumber kutipan
53578
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|Potret dari Ulysses S. Grant.]]'''Ulysses S. Grant''' adalah [[Presiden Amerika Serikat]] yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Tentang rakyat ==
* ‘‘Kehendak rakyat adalah [[hukum]] terbaik.’’
** Terjemahan dari: ‘‘''The will of the people is the best law''.’’
** Dikutip dari: Tarbell, H. S., dan Tarbell, M. (1900) ''[https://www.google.co.id/books/edition/Lessons_in_Language_and_Grammar/7C8XAAAAIAAJ?hl=id&gbpv=1&dq=The+will+of+the+people+is+the+best+law+Ulysses+Grant&pg=PA179&printsec=frontcover Lessons in Language and Grammar Book II]'' (dalam bahasa Inggris). Boston: Ginn & Company. Hlm. 179.
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
p6nhcqyw0da7nrjcrvrbu4834mixznj
53579
53578
2026-06-04T00:05:24Z
JumadilM
13443
added [[Category:Presiden Amerika Serikat]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
53579
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas: Ulysses S. Grant 1870-1880.jpg|thumb|Potret dari Ulysses S. Grant.]]'''Ulysses S. Grant''' adalah [[Presiden Amerika Serikat]] yang ke-18 dan sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Besar Amerika Serikat. Ia berperan penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika Serikat.
== Tentang rakyat ==
* ‘‘Kehendak rakyat adalah [[hukum]] terbaik.’’
** Terjemahan dari: ‘‘''The will of the people is the best law''.’’
** Dikutip dari: Tarbell, H. S., dan Tarbell, M. (1900) ''[https://www.google.co.id/books/edition/Lessons_in_Language_and_Grammar/7C8XAAAAIAAJ?hl=id&gbpv=1&dq=The+will+of+the+people+is+the+best+law+Ulysses+Grant&pg=PA179&printsec=frontcover Lessons in Language and Grammar Book II]'' (dalam bahasa Inggris). Boston: Ginn & Company. Hlm. 179.
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
[[Kategori:Tokoh Amerika Serikat]]
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
[[Kategori:Presiden Amerika Serikat]]
nlbsypiv9wtub7trdzpx0a7me566kst
Hasan al-Banna
0
6760
53584
53045
2026-06-04T06:06:52Z
Nafisathallah
18771
53584
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Hassan al-Banna.jpg|jmpl]]{{wikipedia}}
'''Hasan al-Banna''' merupakan pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin dan seorang tokoh pembaharu dalam dunia Islam asal [[Mesir]].<ref>{{Cite web|last=Hasan|first=Akhmad Muawal|title=Hassan al-Banna, Ikhwanul Muslimin, dan Partai Keadilan Sejahtera|url=https://tirto.id/hassan-al-banna-ikhwanul-muslimin-dan-partai-keadilan-sejahtera-cEzG|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-05-28}}</ref>
==Kutipan==
# Kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan hasil dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang.{{fact}}
# Perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa.{{fact}}
# Marilah kita bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati, dan saling memaafkan dalam hal-hal yang kita perselisihkan.<ref>{{Cite web|last=Abdul-Wahid|first=Abu Khadeejah|date=2019-04-27|title=An Exposition Of The Ikhwāni Principle Of Excusing Differences For The Sake Of Unity: “We excuse one another in that which we differ.”|url=https://abukhadeejah.com/the-principle-of-ikhwan-we-excuse-and-overlook-one-another/|language=en-GB|access-date=2026-05-28}}</ref>
== Pranala luar ==
* [https://suaramuhammadiyah.id/read/pemikiran-hasan-al-banna-bagian-ke-1 Pemikiran Hasan Al-Banna (Bagian ke-1)]
* [[w:Hasan_al-Banna|Hasan Al-Banna]]
== Referensi ==
<references />
[[Kategori: Tokoh Mesir]]
[[Kategori: Tokoh Islam]]
grtqt5m669e816tgy6h4dinues026e0
Soemitro Djojohadikoesoemo
0
8034
53585
33186
2026-06-04T06:11:03Z
Nafisathallah
18771
53585
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sumitro_Djojohadikusumo,_Pekan_Buku_Indonesia_1954,_p240.jpg|jmpl|Soemitro Djojohadikoesoemo]]
'''Soemitro Djojohadikoesoemo''' adalah seorang ekonom dan politikus [[Indonesia]]. Beliau juga merupakan ayahnya Prabowo Subianto.
== Kutipan ==
* "''You just remain yourself, and I just remain myself''."
** Artinya: Anda tetap menjadi diri sendiri, dan saya tetap menjadi diri saya sendiri.
** Sumber: Floriberta Aning S. (2005) ''[http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/8326/1/100%20tokoh%20yang%20mengubah%20Indonesia_%20biografi%20singkat%20seratus%20tokoh%20paling%20berpengaruh%20dalam%20sejarah%20Indonesia%20di%20abad%2020%20%28%20PDFDrive.com%20%29.pdf 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20.]'' Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 222. <nowiki>ISBN 979-7564-75-4</nowiki>
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}{{tokoh}}{{Commons}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
iz4qitmabhjk7ry66n3fx7l3l0v9vsq
53586
53585
2026-06-04T06:11:42Z
Nafisathallah
18771
53586
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sumitro_Djojohadikusumo,_Pekan_Buku_Indonesia_1954,_p240.jpg|jmpl|Soemitro Djojohadikoesoemo]]
'''Soemitro Djojohadikoesoemo''' adalah seorang ekonom dan politikus [[Indonesia]]. Beliau juga merupakan ayahnya Prabowo Subianto.
== Kutipan ==
* "''You just remain yourself, and I just remain myself''."
** Artinya: Anda tetap menjadi diri sendiri, dan saya tetap menjadi diri saya sendiri.
** Sumber: Floriberta Aning S. (2005) ''[http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/8326/1/100%20tokoh%20yang%20mengubah%20Indonesia_%20biografi%20singkat%20seratus%20tokoh%20paling%20berpengaruh%20dalam%20sejarah%20Indonesia%20di%20abad%2020%20%28%20PDFDrive.com%20%29.pdf 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20.]'' Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 222. <nowiki>ISBN 979-7564-75-4</nowiki>
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
* [[w:Soemitro_Djojohadikoesoemo|Soemitro Djojohadikoesoemo]]
{{tokoh}}{{Commons}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
1qcgvnp0onrqzzexwl7ouvvb4wkhjc5
53588
53586
2026-06-04T06:20:55Z
Nafisathallah
18771
53588
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sumitro_Djojohadikusumo,_Pekan_Buku_Indonesia_1954,_p240.jpg|jmpl|Soemitro Djojohadikoesoemo]]
'''Soemitro Djojohadikoesoemo''' adalah seorang ekonom dan politikus [[Indonesia]]. Beliau juga merupakan ayahnya Prabowo Subianto.
== Kutipan ==
* "''You just remain yourself, and I just remain myself''."
** Artinya: Anda tetap menjadi diri sendiri, dan saya tetap menjadi diri saya sendiri.
** Sumber: Floriberta Aning S. (2005) ''[http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/8326/1/100%20tokoh%20yang%20mengubah%20Indonesia_%20biografi%20singkat%20seratus%20tokoh%20paling%20berpengaruh%20dalam%20sejarah%20Indonesia%20di%20abad%2020%20%28%20PDFDrive.com%20%29.pdf 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20.]'' Yogyakarta: Penerbit Narasi. Hlm. 222. <nowiki>ISBN 979-7564-75-4</nowiki>
*"Bahwa Bowo itu arogan, iya. Kesannya memang begitu, Bahwa dia tempramental, iya. Tentang penculikan, dia memang menculik sembilan orang itu. Tapi perintah penculikan itu kan dia dapat dari atasannya."
**Sumber: Berita Tempo (5 April 1999) ''"Saya Bukan Godfather"''
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
* [[w:Soemitro_Djojohadikoesoemo|Soemitro Djojohadikoesoemo]]
{{tokoh}}{{Commons}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
s8pgr7yltpgorpbx6jx0h1h73ztnpx4
John Stuart Mill
0
8104
53603
53549
2026-06-04T06:42:37Z
JumadilM
13443
/* Tentang kebenaran */ menambahkan kutipan dan sumber kutipan
53603
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Stuart Mill G F Watts.jpg|jmpl|John Stuart Mill (1873)]]
'''John Stuart Mill''' adalah seorang filsuf empiris dari [[Inggris]] yang dikenal sebagai reformator dari utilitarianisme sosial.
== Tentang kebenaran ==
* "[[Kebenaran]] yang berasal dari intuisi merupakan kebenaran yang dijadikan acuan bagi semua kebenaran yang lain."
** Dikutip dalam Agustian, Ary Ginanjar (2006). ''Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual''. Jakarta: Penerbit Arga. Hlm. 173. ISBN 979-96271-0-9
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada [[kebenaran]] yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari [[kesalahan]].’’
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang kebahagiaan ==
* “Kemanfaatan atau prinsip [[kebahagiaan]] terbesar, menyatakan bahwa tindakan tertentu benar jika cenderung memperbesar kebahagiaan, keliru jika cenderung menghasilkan berkurangnya kebahagiaan. Yang dimaksudkan dengan kebahagiaan adalah kesenangan dan tidak adanya rasa sakit.”
** Sumber: Makkawaru, Zulkifli. 2019. ''[https://repository.unibos.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/78/File%20Isi%20Perlindungan%20Hukum%20Ekspresi%20Budaya%20254hlm.pdf?sequence=1&isAllowed=y Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional: Upaya Pengelolaan Aset Kekayaan Intelektual Bangsa]''. Sukabumi: Farha Pustaka. hlm. 53. <nowiki>ISBN 978-623-7396-69-7</nowiki>.
== Tentang negara ==
* "Nilai suatu [[negara]], dalam jangka panjang adalah kumpulan nilai dari individu-individu yang terhimpun di dalamnya."
** Bahasa asli: "The worth of a state, in the long run is the worth of the individuals composing it."
** Sumber: Ibrahim, Marwah Daud (2003) ''Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan''. Jakarta: MHMMD Production. Hlm. 2. ISBN 979-97460-0-0.
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}}{{commons}}
[[Kategori:Filsuf]]
[[Kategori:Tokoh Inggris]]
[[Kategori:Filsuf Inggris]]
9j8mm8zt036kvgf85fml5cehizm0hmq
Rusdi Kirana
0
8532
53560
39734
2026-06-03T12:00:04Z
JumadilM
13443
merapikan isi artikel
53560
wikitext
text/x-wiki
'''Rusdi Kirana''' (lahir 17 Agustus 1963) adalah pengusaha Indonesia dan pendiri Lion Air.
== Kutipan ==
# Maskapai saya paling buruk di dunia, tetapi anda tak punya pilihan.<ref name="rusdikirana">[https://ekonomi.kompas.com/read/2015/02/21/152425026/Rusdi.Kirana.di.Balik.Lion.Air.3.Maskapai.Saya.Paling.Buruk.di.Dunia.tapi.Anda.Tak.Punya.Pilihan?page=all Rusdi Kirana di Balik Lion Air (3): Maskapai Saya Paling Buruk di Dunia, tetapi Anda Tak Punya Pilihan], ''Kompas.com''. Akses: 15 September 2022.</ref>
# Ada yang bilang, Lion Air dibenci, tapi dirindu.<ref name="rusdikirana" />
== Referensi ==
{{reflist}}
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}
[[Kategori:Pengusaha]]
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh Kristen Indonesia]]
3aaw9nfp72fabswn7zlcur6ci7cq6x8
Wahyu dan akal
0
8878
53561
33911
2026-06-03T12:01:38Z
JumadilM
13443
menambahkan pranala dalam
53561
wikitext
text/x-wiki
'''Wahyu dan akal''' adalah dua konsep yang diperkaitkan dengan konsep perolehan ilmu bagi manusia melalui jalur ketuhanan dan rasionalitas.
== Tentang keserasian ==
* "Wahyu dan akal serasi apabila berkaitan dengan [[kebaikan]] atau keburukan tindakan yang diwarisi. Wahyu tidak akan bertentangan dengan pertimbangan raisonal."
** Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
** Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
*"Polaritas tradisional antara akal dan wahyu gagal mencakup elemen ketiga dalam persamaan antara ketiga pihak: akal, wahyu dan realita. Baik akal maupun wahyu menghadapi obyek umum yang sama yaitu realita.
**Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
**Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
bj5ocij6kkpxmvk0a36galec40hczrv
53562
53561
2026-06-03T12:01:51Z
JumadilM
13443
/* Tentang keserasian */ membetulkan ejaan pada kutipan
53562
wikitext
text/x-wiki
'''Wahyu dan akal''' adalah dua konsep yang diperkaitkan dengan konsep perolehan ilmu bagi manusia melalui jalur ketuhanan dan rasionalitas.
== Tentang keserasian ==
* "Wahyu dan akal serasi apabila berkaitan dengan [[kebaikan]] atau keburukan tindakan yang diwarisi. Wahyu tidak akan bertentangan dengan pertimbangan rasional."
** Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
** Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
*"Polaritas tradisional antara akal dan wahyu gagal mencakup elemen ketiga dalam persamaan antara ketiga pihak: akal, wahyu dan realita. Baik akal maupun wahyu menghadapi obyek umum yang sama yaitu realita.
**Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
**Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
synkv7ogzoh4bne50j91zycmjvbos21
53563
53562
2026-06-03T12:02:19Z
JumadilM
13443
/* Tentang keserasian */ menambahkan pranala dalam
53563
wikitext
text/x-wiki
'''Wahyu dan akal''' adalah dua konsep yang diperkaitkan dengan konsep perolehan ilmu bagi manusia melalui jalur ketuhanan dan rasionalitas.
== Tentang keserasian ==
* "Wahyu dan akal serasi apabila berkaitan dengan [[kebaikan]] atau keburukan tindakan yang diwarisi. Wahyu tidak akan bertentangan dengan pertimbangan rasional."
** Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
** Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
*"Polaritas tradisional antara akal dan wahyu gagal mencakup elemen ketiga dalam persamaan antara ketiga pihak: akal, wahyu dan [[Kenyataan|realita]]. Baik akal maupun wahyu menghadapi obyek umum yang sama yaitu realita.
**Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
**Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
mzu5h1ct7jqkuipunwzld42m1oqqe36
53565
53563
2026-06-03T12:15:01Z
JumadilM
13443
menambahkan tanda kutip pada pernyataan kutipan
53565
wikitext
text/x-wiki
'''Wahyu dan akal''' adalah dua konsep yang diperkaitkan dengan konsep perolehan ilmu bagi manusia melalui jalur ketuhanan dan rasionalitas.
== Tentang keserasian ==
* "Wahyu dan akal serasi apabila berkaitan dengan [[kebaikan]] atau keburukan tindakan yang diwarisi. Wahyu tidak akan bertentangan dengan pertimbangan rasional."
** Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
** Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
*‘‘Polaritas tradisional antara akal dan wahyu gagal mencakup elemen ketiga dalam persamaan antara ketiga pihak: akal, wahyu dan [[Kenyataan|realita]]. Baik akal maupun wahyu menghadapi obyek umum yang sama yaitu realita.’’
**Dikemukakan oleh [[Hassan Hanafi]].
**Dikutip dari Esposito, J. L., dan Voll, J. O. (2002) ''Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer''. [''Makers of Contemporary Islam''] Diterjemahkan oleh Hariyanto, S., Sukono dan Rohimah, U. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Halaman 90. ISBN 979-421-877-4
ck5gx6usiu1g1oj5gao7cqmr4uhl0vo
Kebenaran
0
9024
53601
53546
2026-06-04T06:40:33Z
JumadilM
13443
/* Tentang pencarian */ menambahkan kutipan dan sumber kutipan
53601
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran''' adalah sesuatu yang tidak dapat disangkal karena adanya kesesuaian antara pernyataan pengetahuan dengan objek yang dinyatakan.
== Tentang pengertian ==
* "Apa itu kebenaran? Bagi mayoritas orang, kebenaran adalah mayoritas suara yang diperhitungkan."
** Dikemukakan oleh [[Thomas Carlyle]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 327. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Kebenaran hanya bisa dipahami dengan menanti serta melihat, dan saat kau mendapatkan satu kebenaran, dua lagi akan muncul di hadapanmu."
** Dikemukakan oleh [[John Ruskin]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 236. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang pilihan ==
* "Orang hanya harus mengikuti kebenaran tak terbantahkan."
** Dikemukakan oleh [[Kong Hu Cu (filsuf)|Kong Hu Cu]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 265. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Kebenaran yang berasal dari intuisi merupakan kebenaran yang dijadikan acuan bagi semua kebenaran yang lain."
** Dikemukakan oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dalam Agustian, Ary Ginanjar (2006). ''Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual''. Jakarta: Penerbit Arga. Hlm. 173. ISBN 979-96271-0-9
== Tentang pewarisan ==
* "Kita semua seperti anak kecil yang mengulangi kebenaran yang tak bisa dipertanyakan dan diberitahukan kepada kita oleh nenek kita, kemudian kebenaran yang diberitahukan oleh guru kita, kemudian, ketika kita menjadi tua, kebenaran yang diberitahukan oleh orang yang berwenang."
** Dikemukakan oleh [[Ralph Waldo Emerson]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 12. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Kalau ingin menunjukkan sejumlah kebenaran bagi pendengarmu, jangan tersinggung, dan jangan mengucapkan perkataan yang tidak baik atau menyakitkan."
** Dikemukakan oleh [[Epictetus]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 90. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Kebenaran seharusnya sering menaklukkan ribuan rintangan, sampai diterima."
** Dikemukakan oleh [[Georg Christoph Lichtenberg]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 109. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang pencarian ==
*"Ada ribuan cara yang menuntunmu ke arah pengelabuan, dan hanya ada satu cara yang menuntunmu ke arah kebenaran."
** Dikemukakan oleh [[Jean-Jacques Rousseau]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 136. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Carilah kebenaran, kebenaran ingin ditemukan."
** Dikemukakan oleh [[Blaise Pascal]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 264. ISBN 978-979-22-6545-3.
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada kebenaran yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari [[kesalahan]].’’
** Dikemukakn oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang penyampaian ==
* "Bahasa kebenaran selalu sederhana."
** Dikemukakan oleh [[Lucius Annaeus Seneca]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 125. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang kepemilikan ==
*"Hanya kebenaran yang kau terima dari pemikiranmu sendiri dan lewat usaha akalmu sendirilah yang menjadi bagian ragamu sendiri. Hanya kebenaran inilah yang benar-benar menjadi milikmu."
** Dikemukakan oleh [[Arthur Schopenhauer]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 134. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang halangan ==
* "Halangan terbesar dalam memahami kebenaran adalah dusta yang disamarkan sebagai kebenaran."
** Dikemukakan oleh [[Arthur Schopenhauer]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 259. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang kedudukan ==
* "Mari bersikap benar. Inilah misteri retorika dan nilai moral tinggi, inilah misteri terbesar, inilah pencapaian terbesar dalam seni serta hukum utama kehidupan."
** Dikemukakan oleh [[Henri-Frédéric Amiel]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 136. ISBN 978-979-22-6545-3.
*"Kebenaran tidak bisa dikalahkan, karena dilakukan bukan oleh keinginanmu, tapi berdasarkan hukum abadi Tuhan."
** Dikemukakan oleh [[Thomas Carlyle]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 325. ISBN 978-979-22-6545-3.
== Tentang perumpamaan ==
* "Kebenaran yang sebenarnya itu bagaikan layang-layang, sentakan yang menentangnya bukan melemparkan ke bawah, justru menaikkan ke atas."
** Dikemukakan oleh [[Jean Antoine Petit-Senn]].
** Dikutip dari: Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 250.
== Tentang manfaat ==
* "Saya mencari seluruh kebenaran agar saya hidup dengan senang."
** Dikemukakan oleh [[Michel de Montaigne]].
** Dikutip dari: Yudowidoko, Didik Wahadi. (2004) ''Primakata Mutiara Cerdik Cendikia''. Disunting oleh Din Muhyidin. Jakarta: Penerbit Abdi Pertiwi. Halaman 129.
== Tentang penerimaan ==
* "Manusia cenderung tidak mempercayai segala kebenaran baru sampai mereka benar-benar mengalami sendiri."
** Dikemukakan oleh [[Niccolò Machiavelli]].
** Dikutip dari Kasali, Rhenald (2007) ''Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan''. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 212. ISBN 978-979-22-2589-1
[[Kategori:Tema]]
obfc09xplx8gsf6vdyqt9fbz3b0tlrd
Kebenaran dan kesalahan
0
9134
53592
34676
2026-06-04T06:30:22Z
JumadilM
13443
menambahkan pranala dalam
53592
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam kenyataan berbasis fakta.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak kejahatan dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
8pezuc2ifgvh1kb08dq92k860twr2nf
53593
53592
2026-06-04T06:30:39Z
JumadilM
13443
menambahkan pranala dalam
53593
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak kejahatan dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
sozm4m7x7lbok65l0jwb9sud8xq07ps
53594
53593
2026-06-04T06:31:37Z
JumadilM
13443
menambahkan pranala dalam
53594
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
e2ezflxdqapz45b859wjvt0oljb53sp
53597
53594
2026-06-04T06:38:10Z
JumadilM
13443
menambahkan kutipan dan sumber kutipan
53597
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang keberadaan ==
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada kebenaran yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di mas kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari kesalahan.’’
** Dikemukakn oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
hlpwunpy7nt54cq1vv21im5bifopjz9
53598
53597
2026-06-04T06:38:44Z
JumadilM
13443
membetulkan ejaan pada kutipan
53598
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang keberadaan ==
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada kebenaran yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari kesalahan.’’
** Dikemukakn oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
63bxc63sru3yratw7k5kuno8xq1frta
53599
53598
2026-06-04T06:39:09Z
JumadilM
13443
/* Tentang keberadaan */ menambahkan pranala dalam
53599
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang keberadaan ==
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada [[kebenaran]] yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari kesalahan.’’
** Dikemukakn oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
bq3ywvlx7gmwmftw00ne3odrg11ig6l
53600
53599
2026-06-04T06:39:27Z
JumadilM
13443
/* Tentang keberadaan */ menambahkan pranala dalam
53600
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang keberadaan ==
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada [[kebenaran]] yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari [[kesalahan]].’’
** Dikemukakn oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
2wz2o61ukm1sg1t6qi3kdl39da6tj6t
53602
53600
2026-06-04T06:40:40Z
JumadilM
13443
membetulkan ejaan pada kutipan
53602
wikitext
text/x-wiki
'''Kebenaran dan kesalahan''' adalah dua konsep yang saling bertentangan mengenai sesuatu yang secara mutlak berbeda dalam [[kenyataan]] berbasis fakta.
== Tentang keberadaan ==
* ‘‘Jika daftar itu masih terbuka, bolehlah kita berharap bahwa bila ada [[kebenaran]] yang lebih baik, kebenaran itu akan ditemukan saat benak manusia sudah mampu menerimanya; dan sementara itu kita boleh yakin telah mencapai pendekatan terhadap kebenaran tersebut sedapat mungkin di masa kita sendiri. Inilah besarnya kepastian yang dapat dicapai oleh makhluk yang tak luput dari [[kesalahan]].’’
** Dikemukakan oleh [[John Stuart Mill]].
** Dikutip dari: Gaus, G. F., dan Kukathas, C. (April 2019). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Handbook_Teori_Politik/mSpaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dan+sementara+itu+kita+boleh+yakin+telah+mencapai+pendekatan+terhadap+kebenaran+tersebut&pg=PA8&printsec=frontcover Handbook Teori Politik]'' [''Handbook of Political Theory'']. Diterjemahkan oleh Widowatie, Derta Sri. Kota Bandung: Penerbit Nusa Media. Hlm. 8. ISBN 978-979-1305-62-4.
== Tentang perbedaan ==
* "Saat [[kecerdasan]] menjadi budak [[kejahatan]] dan hasrat, pendukung kebohongan, hal itu tak hanya menjadi penyelewengan, tapi penyakit, dan kita tidak bisa melihat perbedaan antara kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, nilai baik dan kejahatan."
** Dikemukakan oleh [[William Ellery Channing]].
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 211. ISBN 978-979-22-6545-3.
92q0tmjxc2xtd1c9gxurku8re9682ox
Decimus Junius Juvenalis
0
9150
53566
34715
2026-06-03T12:20:29Z
JumadilM
13443
added [[Category:Penyair]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
53566
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Juvenal_portrait.jpg|jmpl|Patung dada yan menampilkan sosok Decimus Junius Juvenalis.]]
'''Decimus Junius Juvenalis''' adalah seorang penyair di Kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-1 M hingga awal abad ke-2 M.
== Tentang opini ==
* "Kau harus diam dalam perdebatan. Itu adalah cara yang sangat tidak logis untuk meyakinkan orang. Opini itu seperti paku: semakin kuat kau menghantamnya, semakin dalam masuknya."
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 309. ISBN 978-979-22-6545-3.
[[Kategori:Penyair]]
nci2z3fnmue8dovi3928tizj5fifv42
53567
53566
2026-06-03T12:21:13Z
JumadilM
13443
/* Tentang opini */ menambahkan pranala dalam
53567
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Juvenal_portrait.jpg|jmpl|Patung dada yan menampilkan sosok Decimus Junius Juvenalis.]]
'''Decimus Junius Juvenalis''' adalah seorang penyair di Kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-1 M hingga awal abad ke-2 M.
== Tentang opini ==
* "Kau harus diam dalam perdebatan. Itu adalah cara yang sangat tidak logis untuk meyakinkan orang. [[Opini]] itu seperti paku: semakin kuat kau menghantamnya, semakin dalam masuknya."
** Dikutip dari Tolstoy, Leo (2010) ''[https://ia801906.us.archive.org/24/items/256056603-kalender-kearifan-ocr-opt/a-calendar-of-wisdom.pdf Kalender Kata-Kata Bijak: Sumber Inspirasi Harian yang Tak Lekang Zaman]'' [''A Calendar of Wisdom''] Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Halaman 309. ISBN 978-979-22-6545-3.
[[Kategori:Penyair]]
blz9432keko7zei3wh8r8ma8he15kos
Dua Lipa
0
11693
53581
46146
2026-06-04T02:26:03Z
Antya Anantari
16515
53581
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Dua Lipa-0829.jpg|jmpl]]
'''Dua Lipa''' (lahir 22 Agustus 1995) adalah seorang penyanyi, penulis lagu dan model berkebangsaan Inggris. Setelah bekerja sebagai seorang model ia menandatangani kontrak dengan Warner Music Group pada tahun 2015 dan tak lama kemudian merilis lagu pertamanya, "New Love".<ref>{{Cite web|title=Profil Dua Lipa|url=https://www.kapanlagi.com/dua-lipa/profil/|website=KapanLagi.com|language=id|access-date=2025-12-05}}</ref> Karier musiknya dimulai pada usia 14, saat dia mulai mengcover lagu oleh artis seperti Christina Aguilera dan Nelly Furtado di YouTube. Lagu-lagunya juga berhasil memuncaki tangga lagu di Australia dan Selandia Baru.<ref>{{Cite web|title=Profil Dua Lipa|url=https://tirto.id/tokoh/dua-lipa-7j|website=tirto.id|language=id|access-date=2025-12-05}}</ref>
== Kutipan ==
# ''“If I wasn’t a singer, I would be a fairy princess.”''
#* “Jika aku bukan seorang penyanyi, aku akan menjadi seorang putri peri.”
# ''“Tell me I’m too crazy. You can’t tame me. Tell me I have changed. But I’m the same me, old same me inside”''
#* “Katakan padaku aku terlalu gila. Kau tak bisa menaklukkanku. Katakan padaku aku telah berubah. Tapi aku tetap aku yang sama, aku yang lama di dalamnya.”
# ''“I wish I was there with you.”''
#* “Aku berharap bisa ada di sana bersamamu.”
# ''“For a female artist, it takes a lot more to be taken seriously if you’re not sat down at a piano or with a guitar, you know?”''
#* “Bagi seorang seniman perempuan, butuh usaha yang jauh lebih besar untuk dianggap serius jika kamu tidak sedang duduk di depan piano atau memegang gitar, kan?”
# ''“If you don’t like the way I talk, then why am I on your mind?”''
#* “Jika kamu tidak suka cara aku bicara, lalu kenapa aku ada di pikiranmu?”
# ''“I cut you off. I don’t need your love, so you can try all you want.”''
#* "Aku telah memutuskanmu. Aku tidak membutuhkan cintamu, jadi kau bisa mencoba sekeras apa pun yang kau mau.”<ref>{{Cite web|last=Tomar|first=Mahi|date=2022-09-28|title=Dua Lipa Quotes - Dua Lipa Quotes About Life and Success|url=https://worldsfamousquotes.com/dua-lipa-quotes/|website=Worlds Famous Quotes|language=en-US|access-date=2025-12-06}}</ref>
# ''"Is the only reason you're holding me tonight because we're scared to be lonely?"''
#* "Apakah satu-satunya alasan kamu memelukku malam ini karena kita takut sendirian?"
# ''"Here's to more women on these stages. Here's to more women winning awards, and more women taking over the world."''
#* "Semoga lebih banyak wanita di panggung-panggung ini. Semoga lebih banyak wanita yang memenangkan penghargaan, dan lebih banyak wanita yang mengambil alih dunia."
# ''"Everything that I do is very autobiographical. I'm trying to be as much of an open book as possible and give the audience every single piece of me."''
#* "Semua yang aku lakukan sangat autobiografis. Aku berusaha menjadi sesederhana mungkin dan memberikan penonton setiap bagian dari diriku."
# ''"The music industry as a whole just needs more women. There are a lot of men at the top of the ranks."''
#* "Industri musik secara keseluruhan hanya membutuhkan lebih banyak wanita. Ada banyak pria di puncak hierarki."<ref>{{Cite web|title=Dua Lipa - Quotes|url=https://www.imdb.com/name/nm7645984/quotes/|website=IMDb|language=en-US|access-date=2025-12-06}}</ref><ref>{{Cite web|title=Dua Lipa Quotes|url=https://www.brainyquote.com/authors/dua-lipa-quotes|website=BrainyQuote|language=en|access-date=2025-12-06}}</ref>
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{Wikipedia}}
2dzwr6jd9bjjxdy433y5vfu9xiw4y3v
Pembicaraan:Hasan al-Banna
1
14396
53580
53046
2026-06-04T00:11:52Z
JumadilM
13443
/* */ Balas
53580
wikitext
text/x-wiki
Saya rasa tidak perlu menambahkan ''backlink'' pada kata pertama artikel, cukup '''ditebalkan''' saja. @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] bagaimana menurut abang Rad? [[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Nafisathallah|bicara]]) 28 Mei 2026 09.27 (UTC)
:Saya setuju. Ini karena sebelumnya banyak pengguna yang mengikuti format dari en wikiquote yang seperti itu. Begitu diubah ke format yang ditentukan, disanggah dengan "belum ada konsensus mengenai format di wikikutip". Jadi serba salah hahaha [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 28 Mei 2026 11.37 (UTC)
:@[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Saya setuju bahwa cukup ditebalkan saja. Pranala untuk ke proyek lain cukup dicantumkan pada Sujudul Pranala luar. Pada artikel ini, sudah ada pranala luarnya. Salam, [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 4 Juni 2026 00.11 (UTC)
cbo1d1torp6ozw7s8hegsnigw7gnvv7
Penjajah
0
14553
53587
53495
2026-06-04T06:17:00Z
JumadilM
13443
menambahkan kutipan dan sumber kutipan
53587
wikitext
text/x-wiki
'''Penjajah''' adalah orang, bangsa ataupun negara yang melakukan penindasan secara paksa kepada orang, bangsa ataupun negara lainnya.
== Tentang sikap terhadapnya ==
* ‘‘Jangan berunding dengan maling yang memasuki rumahmu.’’
** Dikemukakan oleh [[Tan Malaka]] dan merujuk kepada larangan melakukan perundingan dengan penjajah yang pernah menjajah negara yang mau berunding.
** Dikutip dari Muhibbuddin, Muhammad (Februari 2026). Makhsun, Slamet (ed.). ''[https://books.google.co.id/books?id=MWbOEQAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA18&dq=Selama+toko+buku+ada,+selama+itu+pustaka+bisa+dibentuk+kembali&hl=id&source=newbks_fb&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Pikiran-Pikiran Magis Tan Malaka: Percik-Percik Api sang Inspirator Bangsa]''. Kota Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 205. ISBN 978-634-292-011-4.
== Tentang perlawanan terhadapnya ==
* ‘‘Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.’’
** Dikemukakan oleh [[Soekarno]].
** Dikutip dari: Agus Ali Dzawafi (Juli 2024). ''[https://www.google.co.id/books/edition/Catatan_Menarik_Dunia_Tasawuf/8cAZEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=perjuanganku+lebih+mudah+karena+melawan+penjajah+namun+perjuangan+kalian+akan+lebih+sulit+karena&pg=PA52&printsec=frontcover Catatan Menarik Dunia Tasawuf]''. Muhaimin dan Salim, A. (ed.). Kota Serang: Penerbit A-Empat. Hlm. 52. ISBN 978-623-8552-13-9.
aizqq13bkwjpyc6xig753ky7hifkhyh
Pembicaraan Wikikutip:Pengurus/Pemungutan suara/Radramboo untuk pengurus 10 Maret 2026
5
14570
53571
2026-06-03T12:48:20Z
JumadilM
13443
/* Batas waktu atau batas akhir pemungutan suara */ bagian baru
53571
wikitext
text/x-wiki
== Batas waktu atau batas akhir pemungutan suara ==
Salam, @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Sampai kapan ya berlangsungnya pemungutan suara di Wikikutip? Saya lihat halaman pemungutan suara ini dimulai sejak pertengahan Maret 2026 (sudah hampir 3 bulan). Apakah penutupan ditentukan oleh jumlah pemberi suara? Pertanyaan ini saya sampaikan karena ingin terlibat dalam pemungutan suara jika masih terbuka untuk penambahan suara. Salam, [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 3 Juni 2026 12.48 (UTC)
7dvo2z5ra72osdsj7tepuawi9t2kcva
53577
53571
2026-06-03T23:45:44Z
Radramboo
18348
/* Batas waktu atau batas akhir pemungutan suara */ Balas
53577
wikitext
text/x-wiki
== Batas waktu atau batas akhir pemungutan suara ==
Salam, @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Sampai kapan ya berlangsungnya pemungutan suara di Wikikutip? Saya lihat halaman pemungutan suara ini dimulai sejak pertengahan Maret 2026 (sudah hampir 3 bulan). Apakah penutupan ditentukan oleh jumlah pemberi suara? Pertanyaan ini saya sampaikan karena ingin terlibat dalam pemungutan suara jika masih terbuka untuk penambahan suara. Salam, [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 3 Juni 2026 12.48 (UTC)
:Untuk pemungutan suaranya sudah selesai, karena status pengurus sudah diperpanjang. Biasanya pemungutan suara dilakukan 2 minggu sejak dibuatnya halaman pemungutan suara. Cuman halamannya lupa ditutup. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 3 Juni 2026 23.45 (UTC)
mvvb6xdzd2d88jmi7kl89gnljeeegxr
Ria Puspita
0
14571
53576
2026-06-03T23:06:57Z
Raihankakicak
19991
←Membuat halaman berisi ''''Ria Puspita''' adalah ''[[w:YouTuber|YouTuber]]'' yang viral setelah mengaku pernah ikut dalam dunia supranatural, sewaktu jadi dukun sante.<ref>{{Cite web|last=Iksan|title=Siapa Ria Puspita? Profil Biodata Mantan Dukun Santet yang Diultimatum Ferry Irwandi: Agama, Asal, Umur|url=https://lamongan.pikiran-rakyat.com/sosok/pr-3868784611/siapa-ria-puspita-profil-biodata-mantan-dukun-santet-yang-diultimatum-ferry-irwandi-agama-asal-umur|website=Lamongan Terkini|la...'
53576
wikitext
text/x-wiki
'''Ria Puspita''' adalah ''[[w:YouTuber|YouTuber]]'' yang viral setelah mengaku pernah ikut dalam dunia supranatural, sewaktu jadi dukun sante.<ref>{{Cite web|last=Iksan|title=Siapa Ria Puspita? Profil Biodata Mantan Dukun Santet yang Diultimatum Ferry Irwandi: Agama, Asal, Umur|url=https://lamongan.pikiran-rakyat.com/sosok/pr-3868784611/siapa-ria-puspita-profil-biodata-mantan-dukun-santet-yang-diultimatum-ferry-irwandi-agama-asal-umur|website=Lamongan Terkini|language=id|access-date=2026-06-03}}</ref>t.
== Papadah ==
* Yang sangat sakit saya dihina oleh mama saya sendiri. Waktu pulang kerja saya dibilang menjual diri. Padahal saya dasar kerja tapi tersesat pulangnya tidak tahu jalan pulang, karena biasanya dijemput oleh ayah saya.<ref>{{Cite web|title=Ria Puspita Mantan Dukun Santet Ungkap Sakit Hati, Dihina Ibu Kandung Sendiri|url=https://www.cumicumi.com/articles/cumi-celebs/64be3f6cbae85aa6da0544b2/ria-puspita-mantan-dukun-santet-ungkap-sakit-hati-dihina-ibu-kandung-sendiri|website=www.cumicumi.com|access-date=2026-06-03}}</ref>
== Referensi ==
[[Kategori:Orang Indonesia]]
[[Kategori:Dukun]]
kg3roaq3y9ls18x3j4nur4gerd06j8l
Pembicaraan:Sukarno
1
14572
53589
2026-06-04T06:23:50Z
JumadilM
13443
/* Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama */ bagian baru
53589
wikitext
text/x-wiki
== Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Saya mengusulkan agar nama artikel ini tetap menggunakan ejaan lama (S'''oe'''karno) daripada mengikuti EYD karena lebih terkenal. Penamaan dengan ejaan lama masih digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia untuk dua nama Presiden Indonesia yaitu [[w:Soekarno|Soekarno]] dan [[w:Soeharto|Soeharto]]. Mohon pendapatnya. - [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 4 Juni 2026 06.23 (UTC)
6kflyl5el7x13mnlt30op5oahws9sit
53595
53589
2026-06-04T06:35:26Z
Nafisathallah
18771
/* Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama */ Balas
53595
wikitext
text/x-wiki
== Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Saya mengusulkan agar nama artikel ini tetap menggunakan ejaan lama (S'''oe'''karno) daripada mengikuti EYD karena lebih terkenal. Penamaan dengan ejaan lama masih digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia untuk dua nama Presiden Indonesia yaitu [[w:Soekarno|Soekarno]] dan [[w:Soeharto|Soeharto]]. Mohon pendapatnya. - [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 4 Juni 2026 06.23 (UTC)
:Berarti kalau begitu disesuaikan dengan judul artikel di Wikipedia Bahasa Indonesianya begitu ya. Bisa dipertimbangkan usulan ini, bagaimana bung Rad? @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] [[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Nafisathallah|bicara]]) 4 Juni 2026 06.35 (UTC)
54n8rbglb8kvxjtcy3bbmh67nz0ar26
53596
53595
2026-06-04T06:37:51Z
Radramboo
18348
/* Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama */ Balas
53596
wikitext
text/x-wiki
== Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Saya mengusulkan agar nama artikel ini tetap menggunakan ejaan lama (S'''oe'''karno) daripada mengikuti EYD karena lebih terkenal. Penamaan dengan ejaan lama masih digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia untuk dua nama Presiden Indonesia yaitu [[w:Soekarno|Soekarno]] dan [[w:Soeharto|Soeharto]]. Mohon pendapatnya. - [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 4 Juni 2026 06.23 (UTC)
:Berarti kalau begitu disesuaikan dengan judul artikel di Wikipedia Bahasa Indonesianya begitu ya. Bisa dipertimbangkan usulan ini, bagaimana bung Rad? @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] [[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Nafisathallah|bicara]]) 4 Juni 2026 06.35 (UTC)
::Kalo saya selalu mengacu ke artikel WPID. Lebih mudah juga untuk menentukan kelayakan seorang tokoh. Lengkapnya baca di https://id.wikiquote.org/wiki/Wikikutip:Kelayakan_artikel
::Terkait judul artikel tokoh ini, saya rasa memang sebaiknya mengikuti WPID saja biar seragam. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 4 Juni 2026 06.37 (UTC)
2x49btth101h41iia6ccs8tpys05v0f
53604
53596
2026-06-04T11:45:32Z
JumadilM
13443
/* Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama */ Balas
53604
wikitext
text/x-wiki
== Usulan penggunaan nama dalam ejaan lama ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Saya mengusulkan agar nama artikel ini tetap menggunakan ejaan lama (S'''oe'''karno) daripada mengikuti EYD karena lebih terkenal. Penamaan dengan ejaan lama masih digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia untuk dua nama Presiden Indonesia yaitu [[w:Soekarno|Soekarno]] dan [[w:Soeharto|Soeharto]]. Mohon pendapatnya. - [[Pengguna:JumadilM|JumadilM]] ([[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|bicara]]) 4 Juni 2026 06.23 (UTC)
:Berarti kalau begitu disesuaikan dengan judul artikel di Wikipedia Bahasa Indonesianya begitu ya. Bisa dipertimbangkan usulan ini, bagaimana bung Rad? @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] [[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Nafisathallah|bicara]]) 4 Juni 2026 06.35 (UTC)
::Kalo saya selalu mengacu ke artikel WPID. Lebih mudah juga untuk menentukan kelayakan seorang tokoh. Lengkapnya baca di https://id.wikiquote.org/wiki/Wikikutip:Kelayakan_artikel
::Terkait judul artikel tokoh ini, saya rasa memang sebaiknya mengikuti WPID saja biar seragam. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 4 Juni 2026 06.37 (UTC)
::Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]]. Ada baiknya menyesuaikan saja demi kemudahan pengembangan Wikikutip untuk sementara. Melihat bahwa Saudara Radramboo cenderung menyatakan setuju untuk mengikuti penamaan dari Wikipedia bahasa Indonesia, apakah Anda juga setuju atau ada pendapat lain? – [[Pengguna:JumadilM|<span style="color:#2ECC71;font-weight:bold;font-family:arial">Jumadil</span><span style="color:#FFBF00;font-weight:bold">M</span>]] <sup>[[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|<span style="color:#7B68EE;">Diskusi</span>]]</sup> 4 Juni 2026 11.45 (UTC)
c2hzogomefo5cv647cw4s1khaw3fnqr
Pembicaraan Wikikutip:Pengurus/Pemungutan suara/Nafisathallah untuk pengurus 9 Mei 2026
5
14573
53605
2026-06-04T11:51:01Z
JumadilM
13443
/* Kelanjutan pemungutan suara */ bagian baru
53605
wikitext
text/x-wiki
== Kelanjutan pemungutan suara ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Apakah pemngutuan suara ini masih dibuka atau sudah ditutup? Saya berencana menambahkan suara jika masih dibuka. Salam, – [[Pengguna:JumadilM|<span style="color:#2ECC71;font-weight:bold;font-family:arial">Jumadil</span><span style="color:#FFBF00;font-weight:bold">M</span>]] <sup>[[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|<span style="color:#7B68EE;">Diskusi</span>]]</sup> 4 Juni 2026 11.51 (UTC)
kogpefsjrhvqc0x658ug0en5hqs1n86
53606
53605
2026-06-04T11:51:21Z
JumadilM
13443
ejaan
53606
wikitext
text/x-wiki
== Kelanjutan pemungutan suara ==
Salam, @[[Pengguna:Nafisathallah|Nafisathallah]] dan @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]]. Apakah pemungutan suara ini masih dibuka atau sudah ditutup? Saya berencana menambahkan suara jika masih dibuka. Salam, – [[Pengguna:JumadilM|<span style="color:#2ECC71;font-weight:bold;font-family:arial">Jumadil</span><span style="color:#FFBF00;font-weight:bold">M</span>]] <sup>[[Pembicaraan Pengguna:JumadilM|<span style="color:#7B68EE;">Diskusi</span>]]</sup> 4 Juni 2026 11.51 (UTC)
ix9criafv9okspy0814dm8k9bztarfn