Wikikutip
idwikiquote
https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.16
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikikutip
Pembicaraan Wikikutip
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Pengguna:Ichi Ocha
2
10704
56193
47932
2026-08-21T01:04:29Z
Ichi Ocha
19964
56193
wikitext
text/x-wiki
Halo, namaku Ichi Ocha. Mari berbagi pengetahuan dan banyak hal bersama. Aku menyukai matcha, laut, pantai dan tempat yang tenang. Kalau kamu punya rekomendasi, feel free to asking me. Gotcha!!
{{Pengguna Kelas SheSaid 2025}}
{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}
jz4o27guo9i35u0l6ck9zjiutncczpn
Leila S. Chudori
0
10953
56197
50702
2026-08-21T09:53:25Z
Pinerineks
1560
/* Wawancara dan Dialog Publik */
56197
wikitext
text/x-wiki
[[File:Leilachudori1.jpg|thumb|Leila S. Chudori]]{{wikipedia}}{{commonscat}}
'''Leila Salikha Chudori''' (lahir 12 Desember 1962 di Jakarta) adalah seorang jurnalis senior dan penulis fiksi Indonesia yang menulis tema sejarah dan politik dalam karya-karyanya. Sejak usia 11 tahun, ia sudah mulai menulis dan mempublikasikan cerpen, lalu melanjutkan pendidikannya di Kanada sebelum kembali ke Tanah Air untuk bekerja di majalah Tempo. Sebagai penulis, Leila dikenal lewat novel-novel yang kuat seperti ''Pulang'' dan ''Laut Bercerita'', yang mengeksplorasi trauma nasional dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Selain fiksi, ia juga menulis skenario televisi dan aktif dalam dunia jurnalistik serta literasi.<ref>{{Cite web|title=Profil Leila S. Chudori, Penulis Novel Best Seller Laut Bercerita|url=https://narasi.tv/read/narasi-daily/profil-leila-s-chudori|website=Narasi Tv|language=id-ID|access-date=2025-11-15}}</ref>
== Kutipan ==
=== Novel ===
* "Di hari kematianku<br>Nyalakan apimu <br>Karena satu jiwa yang kandas <br>Tak akan menghilangkan Rindu pada keadilan."<br>~ Laut Bercerita, hal. 60.<ref name=":0">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2017-10-23|url=https://books.google.co.id/books?id=e-ZDDwAAQBAJ&pg=PA70&dq=laut+bercerita&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj3scLQ6vOQAxXdnmMGHVAYBuUQ6AF6BAgMEAM#v=onepage&q=Ketidaktahuan%20dan%20ketidakpastian%20kadang-kadang%20jauh%20lebih%20membunuh%20daripada%20pembunuhan.&f=false|title=Laut Bercerita|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-602-424-694-5|language=id}}</ref>
* “Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa.” <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Aku lahir di sebuah tanah asing. Sebuah negeri bertubuh cantik dan harum bernama Prancis. Tetapi menurut Ayah darahku berasal dari seberang benua Eropa, sebuah tanah yang mengirim aroma cengkih dan kesedihan yang sia-sia. Sebuah tanah yang subur oleh begitu banyak tumbuh-tumbuhan, yang melahirkan aneka warna, bentuk, dan keimanan, tetapi malah menghantam warganya hanya karena berbeda pemikiran."<br>~ Ucap tokoh Lintang di dalam Pulang, hal. 139.<ref name=":3">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2013-09-30|url=https://books.google.co.id/books?printsec=frontcover&vid=ISBN9789799105158&redir_esc=y#v=onepage&q=tanah%20asing&f=false|title=Pulang: sebuah novel|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9105-15-8|language=id}}</ref>
* Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413).<ref name=":3" />
* ''“''Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang''.” –Mencari Seikat Seruni''<ref name=":1" />
* "Kita tidak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.”<ref>{{Cite web|last=Fimela.com|date=2021-08-24|title=27 Kutipan Novel Laut Bercerita Karya Leila S Chudori|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/4639371/27-kutipan-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori|website=fimela.com|language=id|access-date=2025-12-21}}</ref>
=== Cerpen ===
*"Wahai matahari yang melahirkan pagi<br> Surya yang mengungkap seorang panji <br>Jangan segera datang <br>Biarlah malam tetap berjelaga <br>Kita menjadi sosok tanpa nama."<br>~ ''Kirana,'' 9 dari Nadira, hal. 176-177.<ref name=":1">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2009|url=https://books.google.co.id/books?id=p_yxZRZySPQC&pg=PR1&dq=9+dari+Nadira&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi_m_bDtvSQAxVD3TgGHZ42LNYQ6AF6BAgGEAM#v=snippet&q=wahai%20matahari%20&f=false|title=9 dari Nadira|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9102-09-6|language=id}}</ref>
*“Tahun pertama selalu penuh dengan anak-anak yang gelisah, yang mencoba memberontak dari hidup yang sudah dipetakan orangtuanya.” ~ Ucap tokoh Bramantyo, ''Mencari Seikat Seruni'', 9 dari Nadira, hal. 15.<ref name=":1" />
=== Wawancara dan dialog publik ===
*“Selain pangan, sandang dan papan, membaca itu kebutuhan rohani keluarga saya dari dulu. Membaca jadi bagian hidup kita.”<ref name=":2">{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Jurnalis ke Penulis Novel Fenomenal|url=https://indonesiakaya.com/tokoh-indonesia/leila_chudori-2/|website=Indonesia Kaya|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Sekolah saya juga dulu bagus sekali. Kita didorong untuk menulis dan mengirim karya ke majalah-majalah yang terkenal."<ref name=":2" />
*“Saya menulis karena ‘ada cerita’, tidak ingin ada beban untuk membangun revolusi atau membuat dunia berubah. Bahwa kemudian nantinya ada persoalan ''human rights'' atau lainnya, itu akan inheren dengan sendirinya.”<ref name=":2" />
*“Jurnalisme itu luas sekali dan masih banyak yang harus digali. Dunia ini harus saya tuntaskan dulu.”<ref name=":2" />
*"Sejatinya, di dunia Barat, Indonesia dan negara persemakmuran banyak dikenal melalui sejarah kolonialisasiya. Orang Belanda lebih banyak tahu tentang Indonesia karena hal ini."<ref>{{Cite web|title=12 Writers Focus: Leila S. Chudori|url=https://www.britishcouncil.id/12-writers-focus-leila-s-chudori|website=British Council Indonesia|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Penulisnya mau bikin plot A tapi malah bertengkar dengan tokoh. Itulah sebenarnya mengapa saya mengatakan bahwa si tokoh ini yang membawa plot dan cerita, dari awal sampai akhir. Bagaimana awal, bagaimana perjuangan dia, dan bagaimana endingnya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
* “Risetnya itu sebetulnya menjadi satu dengan novel ''Pulang'', namun ada tambahan-tambahannya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Setelah saya menemukan tokoh saya, karakter saya, itu kemudian saya melakukan riset panjang. Hal itu sangat dipengaruhi oleh profesi saya sebagai wartawan. Jadi riset yang saya lakukan adalah pustaka. Banyak membaca buku-buku, Tempo banyak sekali menjadi sumber saya yang utama."<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Narasumber saya biasanya yang pernah diwawancara ''Tempo'' tapi saya wawancara lebih dalam lagi. Saya mewawancarai ada beberapa saudara saya yang juga berprofesi sebagai psikolog dan psikiater karena saya tidak ingin salah dalam menulis cerita. Selain itu saya juga tidak ingin mengarang seputar trauma dan kesehatan mental,”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Harus ada dua makna, ''double swords''. Memang gelap, tapi gelapnya karena sampai sekarang sejarah belum juga direvisi. Kedua, saya tetap ingin merasa bahwa ini ada harapan karena setelah 98, penyintas dari 65 mulai bersuara. Suara mereka sudah mulai diperhitungkan.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia.”<ref>{{Cite web|last=Emilia|first=Dinar|date=2025-11-29|title=Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori|url=https://warta.dinus.ac.id/2025/11/29/suara-bagi-mereka-yang-dibungkam-perjalanan-dan-karir-leila-s-chudori/|website=Wartadinus|language=id-ID|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Memang setelah saya pulang (dari Kanada menyelesaikan studi) dan bergabung bersama dengan Tempo, tulisan saya memang jadi terpengaruh bahwa, saya seorang wartawan. Pengaruhnya adalah pilihan topik itu ''for sure,'' pemilihan topik saya itu sangat terpengaruh karena saya di Tempo. Kedua, sikap. Sikap saya itu adalah sikap orang Tempo.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Jadi ''of course,'' kalau tertarik dengan sesuatu dan dapat ide, ''it has to be fiction'' (itu harus menjadi karya fiksi). Wartawan itu kerjaan saya, ''it’s only a job'' (ini hanya pekerjaan).”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Saya baru menjadi wartawan ketika saya berusia 27 tahun. ''So, we have to remember that''. Saya bukan jurnalis dulu, baru jadi novelis.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Yang paling penting itu selalu adalah bagaimana dia (karakter) bersikap pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sama dia.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Penciptaan-penciptaan ini (karakter) sebetulnya ''udah'' saya coba desain dari awal. Ada tokoh utama, akan ada temen-temennya, dan ada cewek, harus ada cewek, minimal satu, kalau bisa dua. Terus bahkan saya desain harus ada senimannya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Nezar (Patria) adalah orang pertama yang saya wawancara. Kemudian Nezar memberi nama-nama lain. ''Ngenalin'' sama keluarga-keluarga korban (peristiwa 1998). Tapi ''kan'', ketika saya menciptakan (karakter) Laut, itu bukan Nezar lagi, ''udah'' ada campuran di dalamnya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Selalu menyorot tokohnya, bukan peristiwanya. Peristiwa itu harus selalu harus melekat pada tokoh karena saya memang ''character driven'' bukan ''plot driven.'' Itu pilihan saya memang.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*"''What kept me going is always about how I felt that we, as Indonesians, are deprived from our own history.''"
**Terjemahan: "Hal yang membuat saya terus melangkah adalah perasaan bahwa kita, sebagai orang Indonesia, telah dijauhkan dari sejarah kita sendiri.”
*"Saya mulai menyadari bahwa kami tumbuh sebagai generasi ahistoris; generasi yang mengenal (sejarah) Indonesia berdasaran konstruksi pemerintah."
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini."
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Tokoh Perempuan]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Halaman baru SheSaid 2025]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
1s21hdcfljecz06m58psjolgd7doev5
56198
56197
2026-08-21T09:56:18Z
Pinerineks
1560
/* Kutipan */
56198
wikitext
text/x-wiki
[[File:Leilachudori1.jpg|thumb|Leila S. Chudori]]{{wikipedia}}{{commonscat}}
'''Leila Salikha Chudori''' (lahir 12 Desember 1962 di Jakarta) adalah seorang jurnalis senior dan penulis fiksi Indonesia yang menulis tema sejarah dan politik dalam karya-karyanya. Sejak usia 11 tahun, ia sudah mulai menulis dan mempublikasikan cerpen, lalu melanjutkan pendidikannya di Kanada sebelum kembali ke Tanah Air untuk bekerja di majalah Tempo. Sebagai penulis, Leila dikenal lewat novel-novel yang kuat seperti ''Pulang'' dan ''Laut Bercerita'', yang mengeksplorasi trauma nasional dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Selain fiksi, ia juga menulis skenario televisi dan aktif dalam dunia jurnalistik serta literasi.<ref>{{Cite web|title=Profil Leila S. Chudori, Penulis Novel Best Seller Laut Bercerita|url=https://narasi.tv/read/narasi-daily/profil-leila-s-chudori|website=Narasi Tv|language=id-ID|access-date=2025-11-15}}</ref>
== Kutipan ==
=== Novel ===
* "Di hari kematianku<br>Nyalakan apimu <br>Karena satu jiwa yang kandas <br>Tak akan menghilangkan Rindu pada keadilan."<br>~ Laut Bercerita, hal. 60.<ref name=":0">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2017-10-23|url=https://books.google.co.id/books?id=e-ZDDwAAQBAJ&pg=PA70&dq=laut+bercerita&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj3scLQ6vOQAxXdnmMGHVAYBuUQ6AF6BAgMEAM#v=onepage&q=Ketidaktahuan%20dan%20ketidakpastian%20kadang-kadang%20jauh%20lebih%20membunuh%20daripada%20pembunuhan.&f=false|title=Laut Bercerita|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-602-424-694-5|language=id}}</ref>
* “Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa.” <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Aku lahir di sebuah tanah asing. Sebuah negeri bertubuh cantik dan harum bernama Prancis. Tetapi menurut Ayah darahku berasal dari seberang benua Eropa, sebuah tanah yang mengirim aroma cengkih dan kesedihan yang sia-sia. Sebuah tanah yang subur oleh begitu banyak tumbuh-tumbuhan, yang melahirkan aneka warna, bentuk, dan keimanan, tetapi malah menghantam warganya hanya karena berbeda pemikiran."<br>~ Ucap tokoh Lintang di dalam Pulang, hal. 139.<ref name=":3">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2013-09-30|url=https://books.google.co.id/books?printsec=frontcover&vid=ISBN9789799105158&redir_esc=y#v=onepage&q=tanah%20asing&f=false|title=Pulang: sebuah novel|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9105-15-8|language=id}}</ref>
* Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413).<ref name=":3" />
* ''“''Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang''.” –Mencari Seikat Seruni''<ref name=":1" />
* "Kita tidak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.”<ref>{{Cite web|last=Fimela.com|date=2021-08-24|title=27 Kutipan Novel Laut Bercerita Karya Leila S Chudori|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/4639371/27-kutipan-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori|website=fimela.com|language=id|access-date=2025-12-21}}</ref>
=== Cerpen ===
*"Wahai matahari yang melahirkan pagi<br> Surya yang mengungkap seorang panji <br>Jangan segera datang <br>Biarlah malam tetap berjelaga <br>Kita menjadi sosok tanpa nama."<br>~ ''Kirana,'' 9 dari Nadira, hal. 176-177.<ref name=":1">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2009|url=https://books.google.co.id/books?id=p_yxZRZySPQC&pg=PR1&dq=9+dari+Nadira&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi_m_bDtvSQAxVD3TgGHZ42LNYQ6AF6BAgGEAM#v=snippet&q=wahai%20matahari%20&f=false|title=9 dari Nadira|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9102-09-6|language=id}}</ref>
*“Tahun pertama selalu penuh dengan anak-anak yang gelisah, yang mencoba memberontak dari hidup yang sudah dipetakan orangtuanya.” ~ Ucap tokoh Bramantyo, ''Mencari Seikat Seruni'', 9 dari Nadira, hal. 15.<ref name=":1" />
=== Wawancara dan dialog publik ===
*“Selain pangan, sandang dan papan, membaca itu kebutuhan rohani keluarga saya dari dulu. Membaca jadi bagian hidup kita.”<ref name=":2">{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Jurnalis ke Penulis Novel Fenomenal|url=https://indonesiakaya.com/tokoh-indonesia/leila_chudori-2/|website=Indonesia Kaya|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Sekolah saya juga dulu bagus sekali. Kita didorong untuk menulis dan mengirim karya ke majalah-majalah yang terkenal."<ref name=":2" />
*“Saya menulis karena ‘ada cerita’, tidak ingin ada beban untuk membangun revolusi atau membuat dunia berubah. Bahwa kemudian nantinya ada persoalan ''human rights'' atau lainnya, itu akan inheren dengan sendirinya.”<ref name=":2" />
*“Jurnalisme itu luas sekali dan masih banyak yang harus digali. Dunia ini harus saya tuntaskan dulu.”<ref name=":2" />
*"Sejatinya, di dunia Barat, Indonesia dan negara persemakmuran banyak dikenal melalui sejarah kolonialisasiya. Orang Belanda lebih banyak tahu tentang Indonesia karena hal ini."<ref>{{Cite web|title=12 Writers Focus: Leila S. Chudori|url=https://www.britishcouncil.id/12-writers-focus-leila-s-chudori|website=British Council Indonesia|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Penulisnya mau bikin plot A tapi malah bertengkar dengan tokoh. Itulah sebenarnya mengapa saya mengatakan bahwa si tokoh ini yang membawa plot dan cerita, dari awal sampai akhir. Bagaimana awal, bagaimana perjuangan dia, dan bagaimana endingnya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
* “Risetnya itu sebetulnya menjadi satu dengan novel ''Pulang'', namun ada tambahan-tambahannya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Setelah saya menemukan tokoh saya, karakter saya, itu kemudian saya melakukan riset panjang. Hal itu sangat dipengaruhi oleh profesi saya sebagai wartawan. Jadi riset yang saya lakukan adalah pustaka. Banyak membaca buku-buku, Tempo banyak sekali menjadi sumber saya yang utama."<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Narasumber saya biasanya yang pernah diwawancara ''Tempo'' tapi saya wawancara lebih dalam lagi. Saya mewawancarai ada beberapa saudara saya yang juga berprofesi sebagai psikolog dan psikiater karena saya tidak ingin salah dalam menulis cerita. Selain itu saya juga tidak ingin mengarang seputar trauma dan kesehatan mental,”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Harus ada dua makna, ''double swords''. Memang gelap, tapi gelapnya karena sampai sekarang sejarah belum juga direvisi. Kedua, saya tetap ingin merasa bahwa ini ada harapan karena setelah 98, penyintas dari 65 mulai bersuara. Suara mereka sudah mulai diperhitungkan.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia.”<ref>{{Cite web|last=Emilia|first=Dinar|date=2025-11-29|title=Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori|url=https://warta.dinus.ac.id/2025/11/29/suara-bagi-mereka-yang-dibungkam-perjalanan-dan-karir-leila-s-chudori/|website=Wartadinus|language=id-ID|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Memang setelah saya pulang (dari Kanada menyelesaikan studi) dan bergabung bersama dengan Tempo, tulisan saya memang jadi terpengaruh bahwa, saya seorang wartawan. Pengaruhnya adalah pilihan topik itu ''for sure,'' pemilihan topik saya itu sangat terpengaruh karena saya di Tempo. Kedua, sikap. Sikap saya itu adalah sikap orang Tempo.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Jadi ''of course,'' kalau tertarik dengan sesuatu dan dapat ide, ''it has to be fiction'' (itu harus menjadi karya fiksi). Wartawan itu kerjaan saya, ''it’s only a job'' (ini hanya pekerjaan).”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Saya baru menjadi wartawan ketika saya berusia 27 tahun. ''So, we have to remember that''. Saya bukan jurnalis dulu, baru jadi novelis.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Yang paling penting itu selalu adalah bagaimana dia (karakter) bersikap pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sama dia.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Penciptaan-penciptaan ini (karakter) sebetulnya ''udah'' saya coba desain dari awal. Ada tokoh utama, akan ada temen-temennya, dan ada cewek, harus ada cewek, minimal satu, kalau bisa dua. Terus bahkan saya desain harus ada senimannya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Nezar (Patria) adalah orang pertama yang saya wawancara. Kemudian Nezar memberi nama-nama lain. ''Ngenalin'' sama keluarga-keluarga korban (peristiwa 1998). Tapi ''kan'', ketika saya menciptakan (karakter) Laut, itu bukan Nezar lagi, ''udah'' ada campuran di dalamnya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Selalu menyorot tokohnya, bukan peristiwanya. Peristiwa itu harus selalu harus melekat pada tokoh karena saya memang ''character driven'' bukan ''plot driven.'' Itu pilihan saya memang.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*"''What kept me going is always about how I felt that we, as Indonesians, are deprived from our own history.''"<ref>{{Cite web|title=Interview: Leila S. Chudori|url=https://buahzine.wordpress.com/2019/03/11/interview-leila-s-chudori/|website=BuahZine|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
**Terjemahan: "Hal yang membuat saya terus melangkah adalah perasaan bahwa kita, sebagai orang Indonesia, telah dijauhkan dari sejarah kita sendiri.”
*"Saya mulai menyadari bahwa kami tumbuh sebagai generasi ahistoris; generasi yang mengenal (sejarah) Indonesia berdasaran konstruksi pemerintah."
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini."
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Tokoh Perempuan]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Halaman baru SheSaid 2025]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
qiigqhmkcfgm4cawp9kbuzcrhs9ims5
56199
56198
2026-08-21T09:58:44Z
Pinerineks
1560
/* Wawancara dan dialog publik */
56199
wikitext
text/x-wiki
[[File:Leilachudori1.jpg|thumb|Leila S. Chudori]]{{wikipedia}}{{commonscat}}
'''Leila Salikha Chudori''' (lahir 12 Desember 1962 di Jakarta) adalah seorang jurnalis senior dan penulis fiksi Indonesia yang menulis tema sejarah dan politik dalam karya-karyanya. Sejak usia 11 tahun, ia sudah mulai menulis dan mempublikasikan cerpen, lalu melanjutkan pendidikannya di Kanada sebelum kembali ke Tanah Air untuk bekerja di majalah Tempo. Sebagai penulis, Leila dikenal lewat novel-novel yang kuat seperti ''Pulang'' dan ''Laut Bercerita'', yang mengeksplorasi trauma nasional dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Selain fiksi, ia juga menulis skenario televisi dan aktif dalam dunia jurnalistik serta literasi.<ref>{{Cite web|title=Profil Leila S. Chudori, Penulis Novel Best Seller Laut Bercerita|url=https://narasi.tv/read/narasi-daily/profil-leila-s-chudori|website=Narasi Tv|language=id-ID|access-date=2025-11-15}}</ref>
== Kutipan ==
=== Novel ===
* "Di hari kematianku<br>Nyalakan apimu <br>Karena satu jiwa yang kandas <br>Tak akan menghilangkan Rindu pada keadilan."<br>~ Laut Bercerita, hal. 60.<ref name=":0">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2017-10-23|url=https://books.google.co.id/books?id=e-ZDDwAAQBAJ&pg=PA70&dq=laut+bercerita&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj3scLQ6vOQAxXdnmMGHVAYBuUQ6AF6BAgMEAM#v=onepage&q=Ketidaktahuan%20dan%20ketidakpastian%20kadang-kadang%20jauh%20lebih%20membunuh%20daripada%20pembunuhan.&f=false|title=Laut Bercerita|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-602-424-694-5|language=id}}</ref>
* “Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa.” <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Aku lahir di sebuah tanah asing. Sebuah negeri bertubuh cantik dan harum bernama Prancis. Tetapi menurut Ayah darahku berasal dari seberang benua Eropa, sebuah tanah yang mengirim aroma cengkih dan kesedihan yang sia-sia. Sebuah tanah yang subur oleh begitu banyak tumbuh-tumbuhan, yang melahirkan aneka warna, bentuk, dan keimanan, tetapi malah menghantam warganya hanya karena berbeda pemikiran."<br>~ Ucap tokoh Lintang di dalam Pulang, hal. 139.<ref name=":3">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2013-09-30|url=https://books.google.co.id/books?printsec=frontcover&vid=ISBN9789799105158&redir_esc=y#v=onepage&q=tanah%20asing&f=false|title=Pulang: sebuah novel|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9105-15-8|language=id}}</ref>
* Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413).<ref name=":3" />
* ''“''Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang''.” –Mencari Seikat Seruni''<ref name=":1" />
* "Kita tidak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.”<ref>{{Cite web|last=Fimela.com|date=2021-08-24|title=27 Kutipan Novel Laut Bercerita Karya Leila S Chudori|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/4639371/27-kutipan-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori|website=fimela.com|language=id|access-date=2025-12-21}}</ref>
=== Cerpen ===
*"Wahai matahari yang melahirkan pagi<br> Surya yang mengungkap seorang panji <br>Jangan segera datang <br>Biarlah malam tetap berjelaga <br>Kita menjadi sosok tanpa nama."<br>~ ''Kirana,'' 9 dari Nadira, hal. 176-177.<ref name=":1">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2009|url=https://books.google.co.id/books?id=p_yxZRZySPQC&pg=PR1&dq=9+dari+Nadira&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi_m_bDtvSQAxVD3TgGHZ42LNYQ6AF6BAgGEAM#v=snippet&q=wahai%20matahari%20&f=false|title=9 dari Nadira|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9102-09-6|language=id}}</ref>
*“Tahun pertama selalu penuh dengan anak-anak yang gelisah, yang mencoba memberontak dari hidup yang sudah dipetakan orangtuanya.” ~ Ucap tokoh Bramantyo, ''Mencari Seikat Seruni'', 9 dari Nadira, hal. 15.<ref name=":1" />
=== Wawancara dan dialog publik ===
*“Selain pangan, sandang dan papan, membaca itu kebutuhan rohani keluarga saya dari dulu. Membaca jadi bagian hidup kita.”<ref name=":2">{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Jurnalis ke Penulis Novel Fenomenal|url=https://indonesiakaya.com/tokoh-indonesia/leila_chudori-2/|website=Indonesia Kaya|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Sekolah saya juga dulu bagus sekali. Kita didorong untuk menulis dan mengirim karya ke majalah-majalah yang terkenal."<ref name=":2" />
*“Saya menulis karena ‘ada cerita’, tidak ingin ada beban untuk membangun revolusi atau membuat dunia berubah. Bahwa kemudian nantinya ada persoalan ''human rights'' atau lainnya, itu akan inheren dengan sendirinya.”<ref name=":2" />
*“Jurnalisme itu luas sekali dan masih banyak yang harus digali. Dunia ini harus saya tuntaskan dulu.”<ref name=":2" />
*"Sejatinya, di dunia Barat, Indonesia dan negara persemakmuran banyak dikenal melalui sejarah kolonialisasiya. Orang Belanda lebih banyak tahu tentang Indonesia karena hal ini."<ref>{{Cite web|title=12 Writers Focus: Leila S. Chudori|url=https://www.britishcouncil.id/12-writers-focus-leila-s-chudori|website=British Council Indonesia|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Penulisnya mau bikin plot A tapi malah bertengkar dengan tokoh. Itulah sebenarnya mengapa saya mengatakan bahwa si tokoh ini yang membawa plot dan cerita, dari awal sampai akhir. Bagaimana awal, bagaimana perjuangan dia, dan bagaimana endingnya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
* “Risetnya itu sebetulnya menjadi satu dengan novel ''Pulang'', namun ada tambahan-tambahannya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Setelah saya menemukan tokoh saya, karakter saya, itu kemudian saya melakukan riset panjang. Hal itu sangat dipengaruhi oleh profesi saya sebagai wartawan. Jadi riset yang saya lakukan adalah pustaka. Banyak membaca buku-buku, Tempo banyak sekali menjadi sumber saya yang utama."<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Narasumber saya biasanya yang pernah diwawancara ''Tempo'' tapi saya wawancara lebih dalam lagi. Saya mewawancarai ada beberapa saudara saya yang juga berprofesi sebagai psikolog dan psikiater karena saya tidak ingin salah dalam menulis cerita. Selain itu saya juga tidak ingin mengarang seputar trauma dan kesehatan mental,”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Harus ada dua makna, ''double swords''. Memang gelap, tapi gelapnya karena sampai sekarang sejarah belum juga direvisi. Kedua, saya tetap ingin merasa bahwa ini ada harapan karena setelah 98, penyintas dari 65 mulai bersuara. Suara mereka sudah mulai diperhitungkan.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia.”<ref>{{Cite web|last=Emilia|first=Dinar|date=2025-11-29|title=Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori|url=https://warta.dinus.ac.id/2025/11/29/suara-bagi-mereka-yang-dibungkam-perjalanan-dan-karir-leila-s-chudori/|website=Wartadinus|language=id-ID|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Memang setelah saya pulang (dari Kanada menyelesaikan studi) dan bergabung bersama dengan Tempo, tulisan saya memang jadi terpengaruh bahwa, saya seorang wartawan. Pengaruhnya adalah pilihan topik itu ''for sure,'' pemilihan topik saya itu sangat terpengaruh karena saya di Tempo. Kedua, sikap. Sikap saya itu adalah sikap orang Tempo.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Jadi ''of course,'' kalau tertarik dengan sesuatu dan dapat ide, ''it has to be fiction'' (itu harus menjadi karya fiksi). Wartawan itu kerjaan saya, ''it’s only a job'' (ini hanya pekerjaan).”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Saya baru menjadi wartawan ketika saya berusia 27 tahun. ''So, we have to remember that''. Saya bukan jurnalis dulu, baru jadi novelis.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Yang paling penting itu selalu adalah bagaimana dia (karakter) bersikap pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sama dia.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Penciptaan-penciptaan ini (karakter) sebetulnya ''udah'' saya coba desain dari awal. Ada tokoh utama, akan ada temen-temennya, dan ada cewek, harus ada cewek, minimal satu, kalau bisa dua. Terus bahkan saya desain harus ada senimannya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Nezar (Patria) adalah orang pertama yang saya wawancara. Kemudian Nezar memberi nama-nama lain. ''Ngenalin'' sama keluarga-keluarga korban (peristiwa 1998). Tapi ''kan'', ketika saya menciptakan (karakter) Laut, itu bukan Nezar lagi, ''udah'' ada campuran di dalamnya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Selalu menyorot tokohnya, bukan peristiwanya. Peristiwa itu harus selalu harus melekat pada tokoh karena saya memang ''character driven'' bukan ''plot driven.'' Itu pilihan saya memang.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*"''What kept me going is always about how I felt that we, as Indonesians, are deprived from our own history.''"<ref>{{Cite web|title=Interview: Leila S. Chudori|url=https://buahzine.wordpress.com/2019/03/11/interview-leila-s-chudori/|website=BuahZine|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
**Terjemahan: "Hal yang membuat saya terus melangkah adalah perasaan bahwa kita, sebagai orang Indonesia, telah dijauhkan dari sejarah kita sendiri.”
*"Saya mulai menyadari bahwa kami tumbuh sebagai generasi ahistoris; generasi yang mengenal (sejarah) Indonesia berdasaran konstruksi pemerintah."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Tokoh Perempuan]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Halaman baru SheSaid 2025]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
ljrud3m92z3h3xn54uc3eiqaxqk9xe9
56206
56199
2026-08-21T10:51:33Z
Pinerineks
1560
56206
wikitext
text/x-wiki
[[File:Leilachudori1.jpg|thumb|Leila S. Chudori]]{{wikipedia}}{{commonscat}}
'''Leila Salikha Chudori''' (lahir 12 Desember 1962 di Jakarta) adalah seorang jurnalis senior dan penulis fiksi Indonesia yang menulis tema sejarah dan politik dalam karya-karyanya. Sejak usia 11 tahun, ia sudah mulai menulis dan mempublikasikan cerpen, lalu melanjutkan pendidikannya di Kanada sebelum kembali ke Tanah Air untuk bekerja di majalah Tempo. Sebagai penulis, Leila dikenal lewat novel-novel yang kuat seperti ''Pulang'' dan ''Laut Bercerita'', yang mengeksplorasi trauma nasional dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Selain fiksi, ia juga menulis skenario televisi dan aktif dalam dunia jurnalistik serta literasi.<ref>{{Cite web|title=Profil Leila S. Chudori, Penulis Novel Best Seller Laut Bercerita|url=https://narasi.tv/read/narasi-daily/profil-leila-s-chudori|website=Narasi Tv|language=id-ID|access-date=2025-11-15}}</ref>
== Kutipan ==
=== Novel ===
* "Di hari kematianku<br>Nyalakan apimu <br>Karena satu jiwa yang kandas <br>Tak akan menghilangkan Rindu pada keadilan."<br>~ Laut Bercerita, hal. 60.<ref name=":0">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2017-10-23|url=https://books.google.co.id/books?id=e-ZDDwAAQBAJ&pg=PA70&dq=laut+bercerita&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj3scLQ6vOQAxXdnmMGHVAYBuUQ6AF6BAgMEAM#v=onepage&q=Ketidaktahuan%20dan%20ketidakpastian%20kadang-kadang%20jauh%20lebih%20membunuh%20daripada%20pembunuhan.&f=false|title=Laut Bercerita|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-602-424-694-5|language=id}}</ref>
* “Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa.” <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Aku lahir di sebuah tanah asing. Sebuah negeri bertubuh cantik dan harum bernama Prancis. Tetapi menurut Ayah darahku berasal dari seberang benua Eropa, sebuah tanah yang mengirim aroma cengkih dan kesedihan yang sia-sia. Sebuah tanah yang subur oleh begitu banyak tumbuh-tumbuhan, yang melahirkan aneka warna, bentuk, dan keimanan, tetapi malah menghantam warganya hanya karena berbeda pemikiran."<br>~ Ucap tokoh Lintang di dalam Pulang, hal. 139.<ref name=":3">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2013-09-30|url=https://books.google.co.id/books?printsec=frontcover&vid=ISBN9789799105158&redir_esc=y#v=onepage&q=tanah%20asing&f=false|title=Pulang: sebuah novel|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9105-15-8|language=id}}</ref>
* Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413).<ref name=":3" />
* ''“''Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang''.” –Mencari Seikat Seruni''<ref name=":1" />
* "Kita tidak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.”<ref>{{Cite web|last=Fimela.com|date=2021-08-24|title=27 Kutipan Novel Laut Bercerita Karya Leila S Chudori|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/4639371/27-kutipan-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori|website=fimela.com|language=id|access-date=2025-12-21}}</ref>
=== Cerpen ===
*"Wahai matahari yang melahirkan pagi<br> Surya yang mengungkap seorang panji <br>Jangan segera datang <br>Biarlah malam tetap berjelaga <br>Kita menjadi sosok tanpa nama."<br>~ ''Kirana,'' 9 dari Nadira, hal. 176-177.<ref name=":1">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2009|url=https://books.google.co.id/books?id=p_yxZRZySPQC&pg=PR1&dq=9+dari+Nadira&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi_m_bDtvSQAxVD3TgGHZ42LNYQ6AF6BAgGEAM#v=snippet&q=wahai%20matahari%20&f=false|title=9 dari Nadira|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9102-09-6|language=id}}</ref>
*“Tahun pertama selalu penuh dengan anak-anak yang gelisah, yang mencoba memberontak dari hidup yang sudah dipetakan orangtuanya.” ~ Ucap tokoh Bramantyo, ''Mencari Seikat Seruni'', 9 dari Nadira, hal. 15.<ref name=":1" />
=== Wawancara dan dialog publik ===
*“Selain pangan, sandang dan papan, membaca itu kebutuhan rohani keluarga saya dari dulu. Membaca jadi bagian hidup kita.”<ref name=":2">{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Jurnalis ke Penulis Novel Fenomenal|url=https://indonesiakaya.com/tokoh-indonesia/leila_chudori-2/|website=Indonesia Kaya|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Sekolah saya juga dulu bagus sekali. Kita didorong untuk menulis dan mengirim karya ke majalah-majalah yang terkenal."<ref name=":2" />
*“Saya menulis karena ‘ada cerita’, tidak ingin ada beban untuk membangun revolusi atau membuat dunia berubah. Bahwa kemudian nantinya ada persoalan ''human rights'' atau lainnya, itu akan inheren dengan sendirinya.”<ref name=":2" />
*“Jurnalisme itu luas sekali dan masih banyak yang harus digali. Dunia ini harus saya tuntaskan dulu.”<ref name=":2" />
*"Sejatinya, di dunia Barat, Indonesia dan negara persemakmuran banyak dikenal melalui sejarah kolonialisasiya. Orang Belanda lebih banyak tahu tentang Indonesia karena hal ini."<ref>{{Cite web|title=12 Writers Focus: Leila S. Chudori|url=https://www.britishcouncil.id/12-writers-focus-leila-s-chudori|website=British Council Indonesia|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Penulisnya mau bikin plot A tapi malah bertengkar dengan tokoh. Itulah sebenarnya mengapa saya mengatakan bahwa si tokoh ini yang membawa plot dan cerita, dari awal sampai akhir. Bagaimana awal, bagaimana perjuangan dia, dan bagaimana endingnya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
* “Risetnya itu sebetulnya menjadi satu dengan novel ''Pulang'', namun ada tambahan-tambahannya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Setelah saya menemukan tokoh saya, karakter saya, itu kemudian saya melakukan riset panjang. Hal itu sangat dipengaruhi oleh profesi saya sebagai wartawan. Jadi riset yang saya lakukan adalah pustaka. Banyak membaca buku-buku, Tempo banyak sekali menjadi sumber saya yang utama."<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Narasumber saya biasanya yang pernah diwawancara ''Tempo'' tapi saya wawancara lebih dalam lagi. Saya mewawancarai ada beberapa saudara saya yang juga berprofesi sebagai psikolog dan psikiater karena saya tidak ingin salah dalam menulis cerita. Selain itu saya juga tidak ingin mengarang seputar trauma dan kesehatan mental,”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Harus ada dua makna, ''double swords''. Memang gelap, tapi gelapnya karena sampai sekarang sejarah belum juga direvisi. Kedua, saya tetap ingin merasa bahwa ini ada harapan karena setelah 98, penyintas dari 65 mulai bersuara. Suara mereka sudah mulai diperhitungkan.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia.”<ref>{{Cite web|last=Emilia|first=Dinar|date=2025-11-29|title=Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori|url=https://warta.dinus.ac.id/2025/11/29/suara-bagi-mereka-yang-dibungkam-perjalanan-dan-karir-leila-s-chudori/|website=Wartadinus|language=id-ID|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Memang setelah saya pulang (dari Kanada menyelesaikan studi) dan bergabung bersama dengan Tempo, tulisan saya memang jadi terpengaruh bahwa, saya seorang wartawan. Pengaruhnya adalah pilihan topik itu ''for sure,'' pemilihan topik saya itu sangat terpengaruh karena saya di Tempo. Kedua, sikap. Sikap saya itu adalah sikap orang Tempo.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Jadi ''of course,'' kalau tertarik dengan sesuatu dan dapat ide, ''it has to be fiction'' (itu harus menjadi karya fiksi). Wartawan itu kerjaan saya, ''it’s only a job'' (ini hanya pekerjaan).”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Saya baru menjadi wartawan ketika saya berusia 27 tahun. ''So, we have to remember that''. Saya bukan jurnalis dulu, baru jadi novelis.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Yang paling penting itu selalu adalah bagaimana dia (karakter) bersikap pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sama dia.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Penciptaan-penciptaan ini (karakter) sebetulnya ''udah'' saya coba desain dari awal. Ada tokoh utama, akan ada temen-temennya, dan ada cewek, harus ada cewek, minimal satu, kalau bisa dua. Terus bahkan saya desain harus ada senimannya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Nezar (Patria) adalah orang pertama yang saya wawancara. Kemudian Nezar memberi nama-nama lain. ''Ngenalin'' sama keluarga-keluarga korban (peristiwa 1998). Tapi ''kan'', ketika saya menciptakan (karakter) Laut, itu bukan Nezar lagi, ''udah'' ada campuran di dalamnya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Selalu menyorot tokohnya, bukan peristiwanya. Peristiwa itu harus selalu harus melekat pada tokoh karena saya memang ''character driven'' bukan ''plot driven.'' Itu pilihan saya memang.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*"''What kept me going is always about how I felt that we, as Indonesians, are deprived from our own history.''"<ref>{{Cite web|title=Interview: Leila S. Chudori|url=https://buahzine.wordpress.com/2019/03/11/interview-leila-s-chudori/|website=BuahZine|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
**Terjemahan: "Hal yang membuat saya terus melangkah adalah perasaan bahwa kita, sebagai orang Indonesia, telah dijauhkan dari sejarah kita sendiri.”
*"Saya mulai menyadari bahwa kami tumbuh sebagai generasi ahistoris; generasi yang mengenal (sejarah) Indonesia berdasaran konstruksi pemerintah."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
*"Saya ''shock'' dan kecewa bahwa Indonesia yang saya cintai ini seperti tak menghargai hidup manusia, dan seperti tak mengenal hak asasi manusia."
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Tokoh Perempuan]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Halaman baru SheSaid 2025]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
3sakvn92utdce0sglbp5uugduznnru4
56207
56206
2026-08-21T10:52:42Z
Pinerineks
1560
/* Wawancara dan dialog publik */
56207
wikitext
text/x-wiki
[[File:Leilachudori1.jpg|thumb|Leila S. Chudori]]{{wikipedia}}{{commonscat}}
'''Leila Salikha Chudori''' (lahir 12 Desember 1962 di Jakarta) adalah seorang jurnalis senior dan penulis fiksi Indonesia yang menulis tema sejarah dan politik dalam karya-karyanya. Sejak usia 11 tahun, ia sudah mulai menulis dan mempublikasikan cerpen, lalu melanjutkan pendidikannya di Kanada sebelum kembali ke Tanah Air untuk bekerja di majalah Tempo. Sebagai penulis, Leila dikenal lewat novel-novel yang kuat seperti ''Pulang'' dan ''Laut Bercerita'', yang mengeksplorasi trauma nasional dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Selain fiksi, ia juga menulis skenario televisi dan aktif dalam dunia jurnalistik serta literasi.<ref>{{Cite web|title=Profil Leila S. Chudori, Penulis Novel Best Seller Laut Bercerita|url=https://narasi.tv/read/narasi-daily/profil-leila-s-chudori|website=Narasi Tv|language=id-ID|access-date=2025-11-15}}</ref>
== Kutipan ==
=== Novel ===
* "Di hari kematianku<br>Nyalakan apimu <br>Karena satu jiwa yang kandas <br>Tak akan menghilangkan Rindu pada keadilan."<br>~ Laut Bercerita, hal. 60.<ref name=":0">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2017-10-23|url=https://books.google.co.id/books?id=e-ZDDwAAQBAJ&pg=PA70&dq=laut+bercerita&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj3scLQ6vOQAxXdnmMGHVAYBuUQ6AF6BAgMEAM#v=onepage&q=Ketidaktahuan%20dan%20ketidakpastian%20kadang-kadang%20jauh%20lebih%20membunuh%20daripada%20pembunuhan.&f=false|title=Laut Bercerita|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-602-424-694-5|language=id}}</ref>
* “Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa.” <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." <br>~ Ucap tokoh Bram di dalam Laut Bercerita, hal. 30.<ref name=":0" />
* “Aku lahir di sebuah tanah asing. Sebuah negeri bertubuh cantik dan harum bernama Prancis. Tetapi menurut Ayah darahku berasal dari seberang benua Eropa, sebuah tanah yang mengirim aroma cengkih dan kesedihan yang sia-sia. Sebuah tanah yang subur oleh begitu banyak tumbuh-tumbuhan, yang melahirkan aneka warna, bentuk, dan keimanan, tetapi malah menghantam warganya hanya karena berbeda pemikiran."<br>~ Ucap tokoh Lintang di dalam Pulang, hal. 139.<ref name=":3">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2013-09-30|url=https://books.google.co.id/books?printsec=frontcover&vid=ISBN9789799105158&redir_esc=y#v=onepage&q=tanah%20asing&f=false|title=Pulang: sebuah novel|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9105-15-8|language=id}}</ref>
* Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413).<ref name=":3" />
* ''“''Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang''.” –Mencari Seikat Seruni''<ref name=":1" />
* "Kita tidak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan.”<ref>{{Cite web|last=Fimela.com|date=2021-08-24|title=27 Kutipan Novel Laut Bercerita Karya Leila S Chudori|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/4639371/27-kutipan-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori|website=fimela.com|language=id|access-date=2025-12-21}}</ref>
=== Cerpen ===
*"Wahai matahari yang melahirkan pagi<br> Surya yang mengungkap seorang panji <br>Jangan segera datang <br>Biarlah malam tetap berjelaga <br>Kita menjadi sosok tanpa nama."<br>~ ''Kirana,'' 9 dari Nadira, hal. 176-177.<ref name=":1">{{Cite book|last=Chudori|first=Leila S.|date=2009|url=https://books.google.co.id/books?id=p_yxZRZySPQC&pg=PR1&dq=9+dari+Nadira&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi_m_bDtvSQAxVD3TgGHZ42LNYQ6AF6BAgGEAM#v=snippet&q=wahai%20matahari%20&f=false|title=9 dari Nadira|publisher=Kepustakaan Populer Gramedia|isbn=978-979-9102-09-6|language=id}}</ref>
*“Tahun pertama selalu penuh dengan anak-anak yang gelisah, yang mencoba memberontak dari hidup yang sudah dipetakan orangtuanya.” ~ Ucap tokoh Bramantyo, ''Mencari Seikat Seruni'', 9 dari Nadira, hal. 15.<ref name=":1" />
=== Wawancara dan dialog publik ===
*“Selain pangan, sandang dan papan, membaca itu kebutuhan rohani keluarga saya dari dulu. Membaca jadi bagian hidup kita.”<ref name=":2">{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Jurnalis ke Penulis Novel Fenomenal|url=https://indonesiakaya.com/tokoh-indonesia/leila_chudori-2/|website=Indonesia Kaya|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Sekolah saya juga dulu bagus sekali. Kita didorong untuk menulis dan mengirim karya ke majalah-majalah yang terkenal."<ref name=":2" />
*“Saya menulis karena ‘ada cerita’, tidak ingin ada beban untuk membangun revolusi atau membuat dunia berubah. Bahwa kemudian nantinya ada persoalan ''human rights'' atau lainnya, itu akan inheren dengan sendirinya.”<ref name=":2" />
*“Jurnalisme itu luas sekali dan masih banyak yang harus digali. Dunia ini harus saya tuntaskan dulu.”<ref name=":2" />
*"Sejatinya, di dunia Barat, Indonesia dan negara persemakmuran banyak dikenal melalui sejarah kolonialisasiya. Orang Belanda lebih banyak tahu tentang Indonesia karena hal ini."<ref>{{Cite web|title=12 Writers Focus: Leila S. Chudori|url=https://www.britishcouncil.id/12-writers-focus-leila-s-chudori|website=British Council Indonesia|access-date=2025-11-15}}</ref>
*“Penulisnya mau bikin plot A tapi malah bertengkar dengan tokoh. Itulah sebenarnya mengapa saya mengatakan bahwa si tokoh ini yang membawa plot dan cerita, dari awal sampai akhir. Bagaimana awal, bagaimana perjuangan dia, dan bagaimana endingnya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
* “Risetnya itu sebetulnya menjadi satu dengan novel ''Pulang'', namun ada tambahan-tambahannya.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Setelah saya menemukan tokoh saya, karakter saya, itu kemudian saya melakukan riset panjang. Hal itu sangat dipengaruhi oleh profesi saya sebagai wartawan. Jadi riset yang saya lakukan adalah pustaka. Banyak membaca buku-buku, Tempo banyak sekali menjadi sumber saya yang utama."<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Narasumber saya biasanya yang pernah diwawancara ''Tempo'' tapi saya wawancara lebih dalam lagi. Saya mewawancarai ada beberapa saudara saya yang juga berprofesi sebagai psikolog dan psikiater karena saya tidak ingin salah dalam menulis cerita. Selain itu saya juga tidak ingin mengarang seputar trauma dan kesehatan mental,”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Harus ada dua makna, ''double swords''. Memang gelap, tapi gelapnya karena sampai sekarang sejarah belum juga direvisi. Kedua, saya tetap ingin merasa bahwa ini ada harapan karena setelah 98, penyintas dari 65 mulai bersuara. Suara mereka sudah mulai diperhitungkan.”<ref>{{Cite web|date=1 Oktober 2023 {{!}} 16.17 WIB|title=Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006|url=https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619|website=Tempo|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia.”<ref>{{Cite web|last=Emilia|first=Dinar|date=2025-11-29|title=Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori|url=https://warta.dinus.ac.id/2025/11/29/suara-bagi-mereka-yang-dibungkam-perjalanan-dan-karir-leila-s-chudori/|website=Wartadinus|language=id-ID|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Memang setelah saya pulang (dari Kanada menyelesaikan studi) dan bergabung bersama dengan Tempo, tulisan saya memang jadi terpengaruh bahwa, saya seorang wartawan. Pengaruhnya adalah pilihan topik itu ''for sure,'' pemilihan topik saya itu sangat terpengaruh karena saya di Tempo. Kedua, sikap. Sikap saya itu adalah sikap orang Tempo.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Jadi ''of course,'' kalau tertarik dengan sesuatu dan dapat ide, ''it has to be fiction'' (itu harus menjadi karya fiksi). Wartawan itu kerjaan saya, ''it’s only a job'' (ini hanya pekerjaan).”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Saya baru menjadi wartawan ketika saya berusia 27 tahun. ''So, we have to remember that''. Saya bukan jurnalis dulu, baru jadi novelis.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Yang paling penting itu selalu adalah bagaimana dia (karakter) bersikap pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sama dia.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Penciptaan-penciptaan ini (karakter) sebetulnya ''udah'' saya coba desain dari awal. Ada tokoh utama, akan ada temen-temennya, dan ada cewek, harus ada cewek, minimal satu, kalau bisa dua. Terus bahkan saya desain harus ada senimannya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Nezar (Patria) adalah orang pertama yang saya wawancara. Kemudian Nezar memberi nama-nama lain. ''Ngenalin'' sama keluarga-keluarga korban (peristiwa 1998). Tapi ''kan'', ketika saya menciptakan (karakter) Laut, itu bukan Nezar lagi, ''udah'' ada campuran di dalamnya.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*“Selalu menyorot tokohnya, bukan peristiwanya. Peristiwa itu harus selalu harus melekat pada tokoh karena saya memang ''character driven'' bukan ''plot driven.'' Itu pilihan saya memang.”<ref>{{Cite web|last=Hilfani|first=Nabila Eva|title=Tentang Karakter-karakter dalam Karya Leila S. Chudori, Seoran...|url=https://bandungbergerak.id/article/detail/1597812/tentang-karakter-karakter-dalam-karya-leila-s-chudori-seorang-jurnalis-yang-bercerita|website=BandungBergerak.id|language=id|access-date=2025-12-28}}</ref>
*"''What kept me going is always about how I felt that we, as Indonesians, are deprived from our own history.''"<ref>{{Cite web|title=Interview: Leila S. Chudori|url=https://buahzine.wordpress.com/2019/03/11/interview-leila-s-chudori/|website=BuahZine|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
**Terjemahan: "Hal yang membuat saya terus melangkah adalah perasaan bahwa kita, sebagai orang Indonesia, telah dijauhkan dari sejarah kita sendiri.”
*"Saya mulai menyadari bahwa kami tumbuh sebagai generasi ahistoris; generasi yang mengenal (sejarah) Indonesia berdasaran konstruksi pemerintah."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini."<ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
*"Saya ''shock'' dan kecewa bahwa Indonesia yang saya cintai ini seperti tak menghargai hidup manusia, dan seperti tak mengenal hak asasi manusia."<ref>{{Cite web|title=Leila S. Chudori: Dari Wartawan Hingga Novel Anyar|url=https://ekspresionline.com/leila-s-chudori-dari-wartawan-hingga-novel-anyar/|website=Ekspresi Online|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Tokoh Perempuan]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Halaman baru SheSaid 2025]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
tqam5jul18udj6hple6b6jnpra52z4a
LGBT
0
14896
56200
55875
2026-08-21T09:59:47Z
Pinerineks
1560
/* Tokoh Indonesia */
56200
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sailing with Pride.jpg|jmpl|Bendera LGBT di kapal.]]
'''LGBT''' adalah sebuah singkatan yang merujuk pada lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Digunakan sejak dekade 1990-an, istilah ini merupakan adaptasi dari akronim LGB, yang mulai digunakan sejak pertengahan hingga akhir 1980-an untuk menggantikan istilah gay ketika merujuk pada komunitas LGBT. Para aktivis berpendapat bahwa istilah komunitas gay tidak secara tepat mewakili semua kelompok yang termasuk di dalamnya.
Halaman ini berisikan kutipan-kutipan yang bersinggungan dengan LGBT, baik dari segi hak asasinya maupun dari budayanya.
== Tokoh Indonesia ==
* "Rakyat Indonesia, entah agama apa, suku apa, belum saatnya untuk bisa menerima LGBT. Tetapi hak dia sebagai warga negara Indonesia, hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak sebagaimana warga negara harus dijamin oleh negara." - '''[[Natalius Pigai]]''' selaku Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.<ref name="">{{Cite web|title=Menteri Pigai Tanggapi Isu LGBT: Masyarakat Indonesia Belum Siap Menerima|url=https://www.youtube.com/watch?v=dTLvcXmWV0I|website=Youtube|language=id|access-date=2026-07-25}}</ref>
* "Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, termasuk kawan-kawan LGBTQ yang identitas gendernya berbeda. Mereka juga rakyat Indonesia, bagian dari Bangsa Indonesia yang harus kita hormati. Tidak boleh kita diskriminasi." - '''Mugiyanto Sipin''' selaku Wakil Menteri HAM Republik Indonesia.<ref name="">{{Cite web|title=Wamen HAM: Tak Ada Alasan Benarkan Kekerasan terhadap LGBT|url=https://www.idntimes.com/news/indonesia/wamen-ham-tak-ada-alasan-benarkan-kekerasan-terhadap-lgbt-00-sbfjr-2jjd63|website=IDN Times|language=id|access-date=2026-07-27}}</ref>
* "Misalnya nasib LBGT. Klaim normal dicabut dari mereka, bahkan sekarang, mending kalau mereka semata terlihat abnormal. Padahal itu konsep normalitas yang sangat keliru, yang berpihak dan dimanipulasi. Begitupun dengan semua kebenaran lain. Jadi kata-kata kebenaran itu tidak perlu ada, karena mengandung klaim-klaim yang menguntungkan pihak yang mengeluarkan klaim maupun orang-orang yang mendukungnya." - '''[[Seno Gumira Ajidarma]]''' dalam wawancara bersama Whiteboard Journal.<ref name=":0">{{Cite web|last=Anindita|first=Febrina|title=Membongkar Sastra bersama Seno Gumira Ajidarma
|url=https://whiteboardjournal.com/interview/ideas/membongkar-sastra-bersama-seno-gumira-ajidarma/|website=Whiteboard Journal|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
* “Kita tidak boleh melakukan tindakan kekerasan seperti menghujat, memukul, dan mengucilkan pelaku LGBT. Yang kita benci adalah perilakunya, bukan orangnya.” - Dr. H. '''Sopa''', M. Ag. selaku Wakil Ketua Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah <ref name="">{{Cite web|title=Majelis Tarjih PP Muhammadiyah: Jangan Benci Pelaku LGBT
|url=https://ibtimes.id/majelis-tarjih-pp-muhammadiyah-jangan-benci-pelaku-lgbt/|website=IBTimes|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
* "''Same sex marriage is now legal across the US. Wherever you are, be proud of who you are, cos it'll only get better." -'' kicauan oleh '''[[Sherina Munaf]]'''.<ref name="">{{Cite web|title=Dukung Pernikahan Sesama Jenis, Sherina Disuruh Haters Taubat!|url=https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/dukung-pernikahan-sesama-jenis-sherina-disuruh-haters-taubat-66a4ab.html|website=KapanLagi|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
** Terjemahan: Pernikahan sesama jenis kini sudah legal di seluruh [[Amerika Serikat]]. Di manapun kalian berada, berbanggalah karena hal ini hanya akan jadi lebih baik lagi.
*“Kalau koruptor ingin beribadah di masjid, orang ''nggak'' ada masalah ''tuh''. ''Nggak'' ada yang keberatan ''kok''. Kenapa kalau waria lain sikapnya? Kan ''nggak'' adil. Soal benar atau batil itu bisa dilihat, tapi sebagai makhluk berakal, untuk menyikapinya kita mesti adil.” - '''Arif Nuh Safri''', pembimbing agama Islam di Pesantren Waria Al-Fatah, Yogyakarta.<ref name="a">{{Cite web|last=Akhyat Sulkhan|first=Khumaid|title=Mengajar Ngaji dan Santrimu Waria Semua
|url=https://mojok.co/liputan/mengajar-ngaji-dan-santrimu-waria-semua/|website=Mojok|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
*“Terlepas dari apakah Allah akan menghakimi mereka salah atau benar, itu urusan nanti, urusan Allah, bukan kita. Kalaupun menjadi waria dianggap menyimpang dari ajaran agama, paling ''nggak'' terimalah mereka sebagai manusia,” - '''Arif Nuh Safri''', pembimbing agama Islam di Pesantren Waria Al-Fatah, Yogyakarta.<ref name="a" />
*"Demistifikasi itu merupakan salah satu cara mengubah nilai-nilai masyarakat dan kaum LGBTIQ (''Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersexed, Questioning'') sendiri. Untuk menyatakan bahwa homoseksualitas dan transgenderisme adalah hal yang biasa-biasa saja sesungguhnya." - '''[[Dede Oetomo]]'''.<ref name=":02">{{Cite web|last=Oetomo|first=Dede|title=DR. Dede Oetomo: Sesuatu Yang Tidak Salah Tidak Usah Dipermalukan|url=https://indoprogress.com/2013/06/dr-dede-oetomo-sesuatu-yang-tidak-salah-tidak-usah-dipermalukan/|website=IndoProgress|language=id|access-date=2026-08-05}}</ref>
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini." - '''Leila S. Chudori''' <ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Catatan kaki ==
{{Reflist}}
[[Category:Hak asasi]]
idp7xrhrr6smekoirszn65j5gxg65vj
56201
56200
2026-08-21T10:21:52Z
Pinerineks
1560
56201
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sailing with Pride.jpg|jmpl|Bendera LGBT di kapal.]]
'''LGBT''' adalah sebuah singkatan yang merujuk pada lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Digunakan sejak dekade 1990-an, istilah ini merupakan adaptasi dari akronim LGB, yang mulai digunakan sejak pertengahan hingga akhir 1980-an untuk menggantikan istilah gay ketika merujuk pada komunitas LGBT. Para aktivis berpendapat bahwa istilah komunitas gay tidak secara tepat mewakili semua kelompok yang termasuk di dalamnya.
Halaman ini berisikan kutipan-kutipan yang bersinggungan dengan LGBT, baik dari segi hak asasinya maupun dari budayanya.
== Tokoh Indonesia ==
* "Rakyat Indonesia, entah agama apa, suku apa, belum saatnya untuk bisa menerima LGBT. Tetapi hak dia sebagai warga negara Indonesia, hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak sebagaimana warga negara harus dijamin oleh negara." - '''[[Natalius Pigai]]''' selaku Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.<ref name="">{{Cite web|title=Menteri Pigai Tanggapi Isu LGBT: Masyarakat Indonesia Belum Siap Menerima|url=https://www.youtube.com/watch?v=dTLvcXmWV0I|website=Youtube|language=id|access-date=2026-07-25}}</ref>
* "Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, termasuk kawan-kawan LGBTQ yang identitas gendernya berbeda. Mereka juga rakyat Indonesia, bagian dari Bangsa Indonesia yang harus kita hormati. Tidak boleh kita diskriminasi." - '''Mugiyanto Sipin''' selaku Wakil Menteri HAM Republik Indonesia.<ref name="">{{Cite web|title=Wamen HAM: Tak Ada Alasan Benarkan Kekerasan terhadap LGBT|url=https://www.idntimes.com/news/indonesia/wamen-ham-tak-ada-alasan-benarkan-kekerasan-terhadap-lgbt-00-sbfjr-2jjd63|website=IDN Times|language=id|access-date=2026-07-27}}</ref>
* "Misalnya nasib LBGT. Klaim normal dicabut dari mereka, bahkan sekarang, mending kalau mereka semata terlihat abnormal. Padahal itu konsep normalitas yang sangat keliru, yang berpihak dan dimanipulasi. Begitupun dengan semua kebenaran lain. Jadi kata-kata kebenaran itu tidak perlu ada, karena mengandung klaim-klaim yang menguntungkan pihak yang mengeluarkan klaim maupun orang-orang yang mendukungnya." - '''[[Seno Gumira Ajidarma]]''' dalam wawancara bersama Whiteboard Journal.<ref name=":0">{{Cite web|last=Anindita|first=Febrina|title=Membongkar Sastra bersama Seno Gumira Ajidarma
|url=https://whiteboardjournal.com/interview/ideas/membongkar-sastra-bersama-seno-gumira-ajidarma/|website=Whiteboard Journal|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
* “Kita tidak boleh melakukan tindakan kekerasan seperti menghujat, memukul, dan mengucilkan pelaku LGBT. Yang kita benci adalah perilakunya, bukan orangnya.” - Dr. H. '''Sopa''', M. Ag. selaku Wakil Ketua Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah <ref name="">{{Cite web|title=Majelis Tarjih PP Muhammadiyah: Jangan Benci Pelaku LGBT
|url=https://ibtimes.id/majelis-tarjih-pp-muhammadiyah-jangan-benci-pelaku-lgbt/|website=IBTimes|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
* "''Same sex marriage is now legal across the US. Wherever you are, be proud of who you are, cos it'll only get better." -'' kicauan oleh '''[[Sherina Munaf]]'''.<ref name="">{{Cite web|title=Dukung Pernikahan Sesama Jenis, Sherina Disuruh Haters Taubat!|url=https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/dukung-pernikahan-sesama-jenis-sherina-disuruh-haters-taubat-66a4ab.html|website=KapanLagi|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
** Terjemahan: Pernikahan sesama jenis kini sudah legal di seluruh [[Amerika Serikat]]. Di manapun kalian berada, berbanggalah karena hal ini hanya akan jadi lebih baik lagi.
*“Kalau koruptor ingin beribadah di masjid, orang ''nggak'' ada masalah ''tuh''. ''Nggak'' ada yang keberatan ''kok''. Kenapa kalau waria lain sikapnya? Kan ''nggak'' adil. Soal benar atau batil itu bisa dilihat, tapi sebagai makhluk berakal, untuk menyikapinya kita mesti adil.” - '''Arif Nuh Safri''', pembimbing agama Islam di Pesantren Waria Al-Fatah, Yogyakarta.<ref name="a">{{Cite web|last=Akhyat Sulkhan|first=Khumaid|title=Mengajar Ngaji dan Santrimu Waria Semua
|url=https://mojok.co/liputan/mengajar-ngaji-dan-santrimu-waria-semua/|website=Mojok|language=id|access-date=2026-08-15}}</ref>
*“Terlepas dari apakah Allah akan menghakimi mereka salah atau benar, itu urusan nanti, urusan Allah, bukan kita. Kalaupun menjadi waria dianggap menyimpang dari ajaran agama, paling ''nggak'' terimalah mereka sebagai manusia,” - '''Arif Nuh Safri''', pembimbing agama Islam di Pesantren Waria Al-Fatah, Yogyakarta.<ref name="a" />
*"Demistifikasi itu merupakan salah satu cara mengubah nilai-nilai masyarakat dan kaum LGBTIQ (''Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersexed, Questioning'') sendiri. Untuk menyatakan bahwa homoseksualitas dan transgenderisme adalah hal yang biasa-biasa saja sesungguhnya." - '''[[Dede Oetomo]]'''.<ref name=":02">{{Cite web|last=Oetomo|first=Dede|title=DR. Dede Oetomo: Sesuatu Yang Tidak Salah Tidak Usah Dipermalukan|url=https://indoprogress.com/2013/06/dr-dede-oetomo-sesuatu-yang-tidak-salah-tidak-usah-dipermalukan/|website=IndoProgress|language=id|access-date=2026-08-05}}</ref>
*"Ditambah dengan semakin suburnya sikap militan – anti minoritas seperti Syiakh dan Ahmadiyah, anti Tionghoa, anti LGBT—yang semakin lama mengaburkan citra Indonesia yang selama ini dianggap sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang “moderat”, lengkaplah sudah kini Indonesia di ambang tandatanya besar: siapakah Indonesia kini." - '''[[Leila S. Chudori]]''' <ref>{{Cite web|title=Essay Series: ‘Mencari Identitas, Memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A’ by Leila S. Chudori|url=https://australiaindonesiacentre.org/culture-id/essays-id/essay-series-redefining-indonesia-leila-s-chudori/?lang=id|website=The Australia–Indonesia Centre|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Catatan kaki ==
{{Reflist}}
[[Category:Hak asasi]]
oaodx333u6noufml3vmdr6q6keabh0z
Gloria Diaz
0
14921
56177
56049
2026-08-20T12:57:39Z
Ichi Ocha
19964
56177
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Глория Мария Аспиллера Диас.jpg|jmpl|Gloria Diaz 1969]]
'''Gloria Maria Aspillera Diaz''' (lahir 5 April 1951) adalah seorang aktris, model, sosialita, dan ratu kecantikan asal Filipina. Ia memenangkan ajang Miss Universe 1969 dan menjadi perempuan Filipina pertama yang meraih gelar Miss Universe.<ref>{{Cite web|title=Gloria Diaz Recalls the Mindset|url=https://www.abs-cbn.com/entertainment/showbiz/celebrities/2025/8/30/gloria-diaz-recalls-the-mindset-she-had-when-she-was-competing-in-miss-universe-1969-1848|access-date=20-08-2026}}</ref><ref>{{Cite web|title=Gloria Diaz|url=https://www.pep.ph/peptionary/148366/gloria-diaz-a738-20191229-lfrm|website=PEP.ph|language=en|access-date=2026-08-18}}</ref> Diaz merupakan salah satu dari dua belas bersaudara yang terlahir dari pengacara Jaime Diaz dan model sekaligus sosialita Teresa Aspillera.
== Kutipan ==
* Saya rasa setiap orang sebaiknya melakukan hal yang sesuai dengan dirinya dan membuatnya merasa nyaman. Dalam ajang kontes kecantikan saat ini, ketika saya diundang menjadi juri, para kontestannya cenderung memiliki penampilan yang serupa. Sungguh, ketika saya melihat mereka, cara berjalan mereka sama, riasannya sama, gaya rambutnya sama, dan gaun yang dikenakan pun serupa. Jika saya menjadi mentor, saya akan membuat mereka tampil berbeda.<ref>{{Cite web|title=Gloria Diaz on Pinoy productions: "I think maybe we’re about eight years behind"|url=https://www.pep.ph/news/local/146795/gloria-diaz-on-pinoy-productions-i-think-maybe-we-re-about-eight-years-behind-a4427-20191013|website=PEP.ph|language=en|access-date=2026-08-15}}</ref>
* Oh, saya hanya akan melakukan hal-hal yang biasa saya lakukan. Saya rasa jika ia sudah berada di Bulan dalam waktu yang lama, ketika datang ke tempat saya, mungkin ia ingin melakukan sesuatu yang berbeda.
Dalam sesi tanya jawab pada ajang tersebut, Gloria ditanya, “Dalam satu atau dua hari ke depan, seorang pria akan mendarat di Bulan. Jika seorang pria dari Bulan mendarat di kampung halaman Anda, apa yang akan Anda lakukan untuk menghiburnya?”<ref>''[https://www.abs-cbn.com/entertainment/showbiz/celebrities/2025/8/30/gloria-diaz-recalls-the-mindset-she-had-when-she-was-competing-in-miss-universe-1969-1848 Gloria Diaz recalls the mindset she had when she was competing in Miss Universe 1969].'' abs-cbn (dalam bahasa Inggris). Diakses pada 2026-08-15.</ref>
* Saya dulu selalu mengatakan bahwa ketika mengikuti sebuah kompetisi, Anda harus mengingat bahwa kompetisi tersebut bukanlah awal maupun akhir dari segalanya. Ini hanyalah sebuah batu loncatan, sesuatu yang berbeda. Jika menang, itu bagus. Jika kalah, tidak masalah. Anda bisa mendapatkan teman dan menikmatinya. Namun, sekarang lebih sulit bagi saya untuk mengatakan hal itu karena para pesertanya sudah berusia 26 atau 27 tahun, dan kompetisi tersebut dapat menjadi karier yang mengubah hidup.<ref>{{Cite web|title=|url=https://www.abs-cbn.com/life/10/10/19/youre-measured-without-a-bra-gloria-diaz-compares-pageants-then-and-now|access-date=2026-08-17}}</ref>
* Jangan jadikan uang sebagai topik utama dalam percakapan. Namun, yang terpenting, pastikan mereka, yaitu anak-anak, selalu mau berbagi, terbiasa menjadi bagian dari suatu kelompok, dan tidak merasa perlu mengikuti atau menyaingi siapa pun.<ref>{{Cite web|title=|url=https://www.smartparenting.com.ph/life/news/gloria-diaz-money-advice-parenting-tips-a6837-20250804-dyn|access-date=2026-08-17}}</ref>
== Referensi ==
<references />
19pfoiqxzwmebhfhd34q9zenqynfgpm
Wendy Fitzwilliam
0
14922
56178
56051
2026-08-20T12:58:48Z
Ichi Ocha
19964
56178
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Wendy Fitzwilliam.jpg|jmpl|Wendy Fitzwilliam]]
'''Wendy Marcelle Fitzwilliam''' (lahir 4 Oktober 1972) adalah seorang pengacara, aktris, model, penyanyi, pembawa acara televisi, dan ratu kecantikan asal Trinidad dan Tobago.<ref>{{Cite web|last=October 15|first=Celebrity ListsUpdated|last2=items|first2=2025 24 8K views 57|date=2015-10-15|title=Who Is The Most Famous Wendys In The World?|url=https://www.ranker.com/list/famous-people-named-wendy/celebrity-lists|website=Ranker|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref><ref>{{Cite web|last=Newsday|date=2018-05-13|title=Wendy, 20th anniversary as Miss Universe|url=https://newsday.co.tt/2018/05/12/wendy-20th-anniversary-as-miss-universe/|website=Trinidad and Tobago Newsday|language=en-US|access-date=2026-08-18}}</ref> Ia memenangkan ajang Miss Trinidad and Tobago Universe 1998 dan kemudian menjadi perempuan kedua dari Trinidad dan Tobago yang meraih gelar Miss Universe. Kemenangannya dalam ajang Miss Universe 1998 juga menjadikannya sebagai perempuan ketiga berdarah Afrika yang memenangkan kontes kecantikan tersebut.
== Kutipan ==
* Seiring perubahan dalam kehidupan, seseorang memang bertambah usia, tetapi ulang tahun pada dasarnya hanya “menorehkan satu tanda dalam catatan pengalaman hidup.”
* Tidak seorang pun dapat mengelabuinya. Ia seharusnya dapat menjalani hidup dengan baik karena ia memiliki jiwa yang matang dalam tubuh yang masih muda.
* Semua kembali pada disiplin dan keseimbangan. Mungkin saya sudah menjalani puasa intermiten sebelum istilah tersebut menjadi tren karena saya memang tidak terbiasa sarapan. Segelas air hangat dengan lemon sudah cukup bagi saya. Saya tidak terlalu menyukai daging. Saya banyak mengonsumsi ikan dan sayuran, serta tidak terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, harus saya akui bahwa keluarga Fitz memiliki kegemaran terhadap makanan manis, sehingga es krim menjadi makanan kesukaan saya.
* Anda perlu menjaga kesehatan persendian seiring bertambahnya usia, mempertahankan kelenturan tubuh, menjaga kesehatan mental, melancarkan sistem limfatik, serta melatih pola pernapasan secara teratur.
* Saya bukan orang yang biasa begadang. Saya mengonsumsi satu porsi makan utama setiap hari, kemudian dilengkapi dengan sup dan mungkin beberapa jenis teh herbal organik.
* Anda harus tekun dan menjalani rutinitas harian dengan disiplin yang konsisten.
* Saya tidak terlalu mencintai hal-hal yang bersifat material. Kebahagiaan terbesar yang pernah saya rasakan adalah ketika menjadi duta niat baik Sasamani Foundation dan berupaya mendorong kesetaraan gender. Saya bekerja di berbagai tempat, termasuk Uganda, Kenya, Ethiopia, serta Haiti dan Jamaika di kawasan Karibia.<ref>{{Cite web|title=Wendy Fitzwilliam, the iconic 25 years|url=http://www.guardian.co.tt/article/wendy-fitzwilliam-the-iconic-25-years-6.2.1649031.d48bd1dd0b|website=www.guardian.co.tt|language=en|access-date=2026-08-15}}</ref>
* Seperti halnya berbagai hal lain dalam kehidupan, apa yang Anda bawa akan memengaruhi apa yang Anda peroleh dari sebuah kontes kecantikan. Saya dibesarkan untuk menjadi pribadi yang pekerja keras, adil, dan baik hati. Menurut saya, itulah nilai-nilai yang saya bawa ke dunia kontes kecantikan.
* Saya adalah seorang perempuan yang berpegang teguh pada keyakinan, tanpa merasa malu akan hal itu. Kualitas tersebut tidak dapat dibeli ataupun dibentuk melalui pelatihan.
== Referensi ==
<references />
67sm0s7jndter77u3ggowwi98osuv49
Pembicaraan Pengguna:Fabius History
3
14929
56194
55955
2026-08-21T01:40:10Z
Badak Jawa
15604
/* Wiki Cinta Kutip 2026 */ bagian baru
56194
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 15 Agustus 2026 08.27 (UTC)
:Iya bung, saya sudah tahu :) ⚔[[Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman', Times, serif;">'''Fabius History'''</span>]]⚔ ([[Pembicaraan_Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman';">''Salve!''</span>]]) 17 Agustus 2026 01.32 (UTC)
== Wiki Cinta Kutip 2026 ==
Halo Fabius apakah anda berminat untuk mengikuti kegiatan Wiki Cinta Kutip 2026? Jika anda berminat silakan mendaftarkan diri anda [[Acara:Wiki Cinta Kutip 2026|di sini]] ya. Salam Wikikutip [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 01.40 (UTC)
4k5gkaeemez71zszkyl5td5wdssj0hl
Elizabeth Blackburn
0
14947
56179
56054
2026-08-20T13:01:22Z
Ichi Ocha
19964
56179
wikitext
text/x-wiki
'''Elizabeth Helen Blackburn''' (lahir 26 November 1948 di Hobart, Tasmania) adalah seorang ahli biologi molekuler dan sel, mikrobiolog, ahli enzimologi, fisiolog, bioetikus, serta mantan presiden Salk Institute for Biological Studies berkewarganegaraan Australia-Amerika.<ref>{{Cite web|title=Nobel Prize in Physiology or Medicine 2009|url=https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2009/blackburn/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-18}}</ref><ref>{{Cite web|title=Elizabeth BLACKBURN|url=https://scientificwomen-net.translate.goog/women/blackburn-elizabeth-16?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge|website=scientificwomen-net.translate.goog|access-date=2026-08-20}}</ref>
Bersama Carol W. Greider dan Jack W. Szostak, ia menerima Albert Lasker Award for Basic Medical Research pada 2006 dan Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 2009.
== Kutipan ==
* Telomer adalah struktur pelindung pada ujung kromosom di dalam sel. Kromosom membawa informasi genetik. Telomer berfungsi sebagai penyangga. Telomer dapat dianalogikan seperti ujung tali sepatu. Jika ujungnya hilang, bagian tali tersebut mulai terurai.
Telomerase adalah sebuah enzim. Di dalam sel, enzim ini memulihkan panjang telomer ketika telomer mengalami pemendekan. Ketika ujung kromosom semakin terkikis, telomerase bekerja untuk membangun kembali bagian tersebut.
Pada manusia, seiring bertambahnya usia, telomer secara perlahan memendek. Pertanyaannya selama ini adalah, apakah hal tersebut berpengaruh? Kini, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa hal itu memang berpengaruh. …
Di laboratorium saya, kami menemukan bahwa stres psikologis dapat mempercepat penuaan sel. Hal ini dapat terlihat melalui pengukuran tingkat pemendekan pada ujung kromosom, yaitu telomer.
[https://www.nytimes.com/2007/07/03/science/03conv.html "Finding Clues to Aging in the Fraying Tips of Chromosomes] ''The New York Times''.(interview by Claudia Dreifus).<ref>{{Cite book|last=Dreifus|first=Claudia|date=2007-07-03|url=https://www.nytimes.com/2007/07/03/science/03conv.html|title=Finding Clues to Aging in the Fraying Tips of Chromosomes|language=en-US|issn=0362-4331}}</ref>
* Terdapat kecenderungan umum bahwa orang yang telah menikah atau memiliki pasangan cenderung memiliki telomer yang lebih panjang. Namun, kami juga telah mempelajari perempuan yang sebelumnya berada dalam hubungan dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Telomer mereka lebih pendek, dan tingkat pemendekan tersebut berkaitan secara kuantitatif dengan jumlah tahun yang mereka habiskan dalam hubungan tersebut. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan stres akibat berada dalam situasi yang mengancam dalam jangka waktu yang lama. Sebuah penelitian awal juga menunjukkan bahwa memiliki anak mungkin dapat membantu menjaga kesehatan telomer. Namun, hasil penelitian tersebut belum direplikasi secara independen, sehingga masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.<ref>{{Cite book|last=Corbyn|first=Zoë|last2=Corbyn|first2=Interview by Zoë|date=2017-01-29|url=https://www.theguardian.com/science/2017/jan/29/telomere-effect-elizabeth-blackburn-nobel-prize-medicine-chromosomes|title=Elizabeth Blackburn on the telomere effect: ‘It’s about keeping healthier for longer’|language=en-GB|issn=0261-3077}}</ref>
* Telomerase adalah enzim yang berfungsi memulihkan telomer. Pada manusia, kini kita mengetahui bahwa diperlukan keseimbangan telomerase yang tepat. Aktivitas telomerase yang terlalu tinggi pada beberapa sel dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Oleh karena itu, penting untuk tidak tergoda menggunakan secara berlebihan zat-zat yang belum terbukti, misalnya zat yang diklaim dapat meningkatkan pemeliharaan telomer. Sebaliknya, melalui penelitian langsung pada manusia, kita telah mengetahui beberapa cara yang aman untuk menjaga telomer. Untungnya, ada banyak hal yang dapat kita lakukan, baik secara individu maupun sebagai masyarakat, untuk meningkatkan kesehatan telomer dengan aman. Hal tersebut meliputi tidur dan berolahraga yang cukup, menemukan serta mempelajari cara untuk mengatasi stres psikologis kronis, menerapkan pola makan seperti diet Mediterania, melakukan berbagai perbaikan dalam kehidupan sosial, serta menjaga lingkungan yang bebas dari polusi. Semua faktor tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemeliharaan telomer. Langkah-langkah tersebut dapat diterapkan saat ini dan tidak meningkatkan risiko kanker.
** ''[https://milkeninstitute.org/content-hub/collections/articles/habits-can-help-you-live-longer The Habits That Can Help You Live Longer.]'' Milken Institute (16 November 2018).<ref>{{Cite web|date=2018-11-16|title=The Habits That Can Help You Live Longer {{!}} Milken Institute|url=https://milkeninstitute.org/content-hub/collections/articles/habits-can-help-you-live-longer|website=milkeninstitute.org|language=en|access-date=2026-08-16}}</ref>
== Referensi ==
<references />
bp4dkn37k2y6fauci3z401rkd77mkzz
Mary E. Brunkow
0
14957
56180
56055
2026-08-20T13:02:17Z
Ichi Ocha
19964
56180
wikitext
text/x-wiki
'''Mary Elizabeth Brunkow''' (lahir 23 April 1961) adalah seorang ahli biologi molekuler, ahli genetika, dan ahli imunologi asal Amerika Serikat. Ia turut menemukan gen yang kemudian diberi nama FOXP3, yang menyebabkan fenotipe tikus scurfy. Penelitiannya bersama Fred Ramsdell mengenai gen FOXP3 menjadi salah satu landasan bagi biologi molekuler sel T regulator modern. Penelitian tersebut juga mengantarkannya berbagi Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 2025 dengan Ramsdell dan Shimon Sakaguchi atas penelitian mereka tentang toleransi imun perifer.<ref name=":0">{{Cite web|title=Nobel Prize in Physiology or Medicine 2025|url=https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2025/brunkow/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-17}}</ref><ref>{{Cite web|last=Haryono|first=Satrio Dwi|title=Profil Mary Brunkow Peraih Nobel Fisiologi-Kedokteran 2025|url=https://tirto.id/profil-mary-brunkow-peraih-nobel-fisiologi-kedokteran-2025-hjld|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Kamu harus menemukan hal yang paling menarik minatmu. Aku menyukai gagasan untuk benar-benar mendalami sesuatu. Sains pada dasarnya merupakan proses pencarian kebenaran. Kita tentu berharap bahwa hal-hal yang dipelajari benar-benar menggambarkan keadaan sebagaimana adanya, bukan sesuatu yang didasarkan pada keyakinan tanpa bukti yang nyata. Aku menyukai gagasan tentang sesuatu yang benar-benar konkret dan menghasilkan sebuah penemuan yang dapat membuktikan sesuatu.
Hal lain yang menarik dari penelitian, sekaligus menjadi hal yang membuatnya terasa melelahkan, adalah bahwa kamu sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai. Kamu menemukan sesuatu, itu menjadi sebuah penemuan, dan penemuan tersebut selalu mengarah pada hipotesis, pertanyaan berikutnya yang membutuhkan jawaban. Penelitian merupakan proses penemuan yang berlangsung terus-menerus. Terkadang hal ini juga terasa membuat frustrasi karena kamu sebenarnya tidak pernah benar-benar menyelesaikan apa pun.”<ref name=":0" />
* “…penelitian yang kini mendapat pengakuan melalui Hadiah Nobel dilakukan sekitar 25 hingga 30 tahun yang lalu, dan sejak itu saya sebenarnya tidak lagi bekerja di bidang tersebut. Karena itu, saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa penelitian tersebut diakui dengan cara seperti ini. Maksud saya, 25 tahun yang lalu, saya sudah mengetahui bahwa apa yang kami lakukan merupakan sesuatu yang penting dan cukup mengesankan. Namun, baru dua bulan yang lalu, ketika saya mulai menelaah kembali secara lebih mendalam apa yang telah terjadi selama 25 tahun terakhir, saya benar-benar menyadari betapa besar dampak penelitian kami terhadap cara kita memandang kemungkinan pengobatan penyakit seperti penyakit autoimun dan kanker.”<ref>{{Cite web|title=Q&A: Mary E. Brunkow shares research journey, urges scientific curiosity|url=https://dailybruin.com/2026/01/09/qa-mary-e-brunkow-shares-research-journey-urges-scientific-curiosity/|website=Daily Bruin|access-date=2026-08-17}}</ref>
== Kutipan tentang Mary E. Brunkow ==
• Di laboratorium Shirley M. Tilghman di Universitas Princeton, Brunkow “merupakan salah satu mahasiswa pertama yang cukup berani untuk meneliti gen H19 yang misterius.” Gen tersebut sebelumnya dianggap sebagai bagian dari DNA nonfungsional oleh sejumlah ilmuwan. Pernyataan ini disampaikan oleh Elizabeth Gavis, Ketua Departemen Biologi Molekuler dan Damon B. Pfeiffer Professor dalam Ilmu Hayati di Universitas Princeton.
Penelitian Brunkow pada masa studi pascasarjananya, yang sebagian besar tidak berkaitan dengan penelitian yang kemudian mengantarkannya menerima pengakuan melalui Hadiah Nobel, turut memberikan kontribusi terhadap pemahaman saat ini mengenai pencetakan genomik. Konsep ini menjelaskan bahwa suatu gen dapat dinonaktifkan bergantung pada apakah gen tersebut diwariskan dari ibu atau ayah.<ref>{{Cite web|title=Mary Brunkow *91 receives Nobel Prize {{!}} Princeton Alumni|url=https://alumni.princeton.edu/stories/mary-brunkow-nobel-prize|website=alumni.princeton.edu|language=en|access-date=2026-08-17}}</ref>
== Referensi ==
<references />
prx8j1998va7fbw3ml0do1el4x3hqe0
Soepomo
0
14964
56182
56081
2026-08-20T13:19:06Z
Nafisathallah
18771
56182
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Soepomo.jpg|jmpl|Soepomo]]
Soepomo (EYD: Supomo; 22 Januari 1903 - 12 September 1958) merupakan tokoh politik Indonesia di awal pembentukan Republik Indonesia dan seorang lawyer yang menjabat sebagai Menteri Kehakiman yang pertama sampai bulan November 1945 dan menjabat kedua kali di periode Desember 1949 - 6 September 1950. Dikenal sebagai Bapak Konstitusi karena sumbangsihnya dalam penyusunan awal Konstitusi Indonesia. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia secara anumerta oleh Presiden Sukarno pada tahun 1965.<ref>Bahari, Adib (2011). Pendekar Hukum Indonesia [Indonesian Legal Giants] (in Indonesian). Yogyakarta: Pustaka Yustisis. <nowiki>ISBN 978-979-3411-04-0</nowiki>.</ref>
Soepomo lahir pada 22 Januari 1903 di Sukoharjo, Hindia Belanda, dari keluarga bangsawan. Ia menempuh pendidikan di ''Europeesche Lagere School'' (ELS) di Boyolali, ''Meer Uitgebreid Lager Onderwijs'' (MULO) di Surakarta, dan ''Rechts Hogeschool'' (RHS) di Batavia. Setelah lulus, ia bekerja di pengadilan di Surakarta sebelum melanjutkan studi hukum di Universitas Leiden, Belanda, di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven.
Pada 1927, Soepomo menyelesaikan studinya dengan tesis mengenai reformasi sistem agraria di wilayah Surakarta yang juga memuat kritik terhadap kolonialisme Belanda. Sekembalinya ke Indonesia, ia bekerja di lingkungan peradilan dan Departemen Kehakiman di Batavia serta menjadi dosen tamu di RHS. Ia juga aktif dalam Jong Java dan turut mempresentasikan makalah mengenai kedudukan perempuan Indonesia dalam hukum pada Kongres Perempuan 1928 bersama Ali Sastroamidjojo.<ref>"Salah Satu Perumus UUD 1945" [''One of the Writers of the 1945 Constitution'']. ''TokohIndonesia.com''. Archived from the original on 2 October 2022.</ref>
== Kutipan ==
Soepomo sebagai Ketua Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar dalam sidang BPUPKI tanggal 15 Juli 1945 bahwa :
* ''”…Kita menyetujui bentuk negara kesatuan (eenheidstaat). Oleh karena itu di bawah Negara Indonesia tidak ada negara bawahan, tidak ada ”onderstaat”, akan tetapi hanya ada daerah-daerah pemerintahan belaka. Pembagian daerah Indonesia dan bentuknya pemerintahan daerah ditetapkan dengan undang-undang.”''
* ''”…Hak-hak usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa harus diperingati juga. Daerah-daerah yang bersifat istimewa itu ialah pertama daerah kerajaan baik di Jawa maupun luar Jawa."''
* ''Kedua, daerah-daerah kecil yang mempunyai susunan rakyat asli seperti desa di Jawa, nagari di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang, huta dan kuria di Tapanuli, gampong di Aceh. Maksudnya, daerah-daerah istimewa tadi dihormati dengan menghormati dan memperbaiki susunan asli…”'' (Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, halaman 271-272)
Berkenaan dengan daerah-daerah istimewa, pada tanggal 18 Agustus 1945 di hadapan anggota PPKI, Soepomo mengatakan :
* ''”…dan adanya daerah-daerah istimewa diindahkan dan dihormati susunan nya yang asli, akan tetapi keadaannya sebagai daerah, bukan negara; jangan sampai salah paham dalam menghormati adanya daerah…”'' (Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, halaman 424)<ref>{{Cite web|last=GURUKU|first=Bu|date=2020-10-27|title=Sidang BPUPKI tanggal 15 Juli 1945|url=https://buguruku.com/sidang-bpupki-tanggal-15-juli-1945/|website=BUGURUKU|language=en-US|access-date=2026-08-18}}</ref>
== Referensi ==
<references />
ckx30rfk5ot1z5hic3l6wvpkcywybi1
Jessica Alba
0
14982
56181
56155
2026-08-20T13:10:03Z
Ichi Ocha
19964
56181
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Jessica Alba 2024.jpg|jmpl|Jessica Alba]]
'''Jessica Marie Alba''' (lahir 28 April 1981) adalah seorang aktris dan pengusaha asal Amerika Serikat.<ref>{{Cite web|last=Sarah|date=2018-03-26|title=Jessica Alba Sang Pendiri the Honest Company {{!}} Sarah Beekmans|url=http://www.sarahbeekmans.co.id/jessica-alba/|website=Horn Jewelry by Sarah Beekmans|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
*“Temukan hal yang menjadi passion Anda dan lakukanlah sepenuh hati. Semakin banyak pengalaman hidup yang Anda miliki, semakin baik kemampuan Anda dalam melakukan apa pun yang ingin Anda kerjakan.”<ref name=":0">{{Cite web|title=Jessica Alba|url=https://www.azquotes.com/author/186-Jessica_Alba|website=azquotes|access-date=20-08-2026}}</ref>
*“Teori saya adalah, jika Anda terlihat percaya diri, Anda bisa melakukan apa pun—bahkan ketika sebenarnya Anda tidak tahu apa yang sedang Anda lakukan.”<ref name=":0" />
*“Anda harus gigih, harus fokus, memiliki visi yang jelas, dan benar-benar sangat bersemangat terhadap apa yang Anda perjuangkan.”<ref name=":0" />
*“Menjadi sempurna berarti menyadari bahwa diri kita memiliki kekurangan, menerimanya, dan tidak pernah membiarkan kekurangan tersebut membuat kita merasa tidak layak untuk memberikan yang terbaik.”<ref name=":0" />
* “Saya memang terlahir sebagai seorang pembangun. Saya tumbuh dengan keberanian dan pemahaman bahwa jika Anda menginginkan sesuatu dalam hidup, Anda harus kreatif dalam mencari cara untuk mencapainya. Jalan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, tetapi jika sesuatu itu cukup penting bagi Anda, Anda akan menemukan cara untuk mewujudkannya.”<ref>{{Cite web|last=Griffith|first=Kathleen|date=2018-06-29|title=Jessica Alba on Being Brave, Dealing With Self-Doubt and Overcoming Major Breakdowns|url=https://www.entrepreneur.com/leadership/jessica-alba-on-being-brave-dealing-with-self-doubt-and/315948|website=Entrepreneur|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Setiap bisnis pasti menghadapi tantangannya masing-masing. Tidak realistis jika kita menganggap sebaliknya. Bagaimanapun juga, tantangan justru dapat mengeluarkan kemampuan terbaik dari sebuah tim. Pada saat seperti itu, penting untuk bersikap terbuka kepada konsumen dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai kenyataan dalam memproduksi suatu produk dalam jumlah besar.”<ref>{{Cite web|date=2017-09-11|title=Exclusive: Jessica Alba on overcoming criticism at work|url=https://www.harpersbazaar.com/uk/work/a43744/jessica-alba-honest-company-defence/|website=Harper's BAZAAR|language=en-GB|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Saya selalu dimarahi orang tua karena berani menyuarakan pendapat dan ingin menjadi bagian yang setara dalam setiap percakapan. Saya mulai bekerja sejak usia muda agar bisa mendapatkan penghargaan tersebut.”
* “Secara budaya, kita harus melihat apa yang kita rayakan dari perempuan dibandingkan dengan apa yang kita rayakan dari laki-laki. Saya mencintai keluarga saya dan senang berada di rumah serta memasak, tetapi suami saya juga melakukan semua itu sebanyak yang saya lakukan. Kami adalah pasangan yang setara dalam membesarkan anak-anak, dalam mengurus rumah, maupun dalam bekerja di luar rumah. Ambisi sangat penting karena kita hanya hidup sekali. Jadi, ke mana Anda ingin pergi? Anda ingin menjadi siapa? Kalau begitu, ambillah kendali dan wujudkanlah. Tidak akan pernah ada waktu yang benar-benar sempurna untuk mencoba sesuatu. Lebih banyak perempuan seharusnya mendirikan perusahaan.”<ref>{{Cite web|date=2016-07-01|title=When Red Met Jessica Alba|url=https://www.redonline.co.uk/red-women/interviews/a523393/jessica-alba-cover-interview/|website=Red Online|language=en-GB|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Referensi ==
<references />
q8t7mi0g13c5inp0dqcz42b8dtk3gsh
Victoria Tunggono
0
14986
56191
56168
2026-08-20T14:37:10Z
Dinda Hani
20204
56191
wikitext
text/x-wiki
'''Victoria Tunggono''' adalah penulis perempuan yang lahir di Ende, NTT, lalu melalui masa kecil di Jakarta dan Bandung. Ia telah menulis novel trilogi ''Gerbang Nuswantara'', ''Candi Nuswantara'', dan ''Jagat Nuswantara'' (Buku Kompas), serta novel ''Foto & Kopi'' (Rose Books).<ref name=":0">{{Cite book|last=Tunggono|first=Victoria|date=2021|title=Childree & Happy Keputusan Sadar untuk Hidup Bebas Anak|location=Yogyakarta|publisher=Buku Mojok Group|isbn=9786239497958|url-status=live}}</ref>
== Kutipan dari Buku "Childfree & Happy: Keputusan Sadar untuk Hidup Bebas Anak"<ref name=":0" /> ==
# ''"Childfree'' adalah sebuah pilihan yang berarti siapapun, laki-laki maupun perempuan, berhak memilikinya". (Halaman: vii)
# "Memenuhi kebutuhan sendiri adalah suatu keharusan. Seseorang tidak bisa membantu orang lain jika dirinya sendiri masih perlu bantuan". (Halaman: x)
# Tidak semua orang mampu dan mau membagi hidupnya menjadi beberapa bagian yang harus diorkestrasi dengan baik. Salah kelola, jika terjadi pada pekerjaan, masih bisa diperbaiki dari awal, atau mencari pekerjaan lain. Namun dampak "salah kelola" kehidupan anak akan disesali seumur hidup oleh diri sendiri, si anak, dan orang lain". (Halaman: x)
# "Setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang baik bagi dirinya. Punya anak bukan keharusan. Namun ya itu, kedua belah pihak yang terlibat dalam pernikahan harus sepakat untuk tidak memiliki anak". (Halaman: x)
# "Perempuan, khususnya, sering dinggap egois jika tidak mau punya anak. Padahal setelah punya anak pun ia kerap bertanggung jawab sendiri". (Halaman: xi)
# "Saya berpendapat bahwa membesarkan anak memerlukan kemampuan sendiri, atau kesepakatan dengan pasangan. Kalau tidak bisa bersepakat, misalnya, janganlah mengorbankan anak dengan "sekadar" menghadirkannya ke dunia, lalu menyerahkan nasibnya sesuai arah angin kehidupan". (Halaman: xi)
# "Saya hanya tidak mau kehidupan anak-anak terbengkalai karena orang tuanya tidak siap punya anak, karena orang tuanya tidak siap berkorban, karena orang tuanya tidak siap mengorkestrasi bagian-bagian hidupnya dengan baik". (Halaman: xii)
# "Kebanyakan orang bilang hidup belum sempurna kalau belum punya anak; perempuan belum sempurna kalau belum melahirkan. Tapi saya tahu, hidup saya sudah sempurna tanpa harus ada tambahan suami ataupun anak". (Kata Pengantar)
# "Kebanyakan orang punya anak karena takut ditinggal pasangan setelah terlalu lama menikah; ada yang punya anak karena takut masa tua tidak terurus. Tapi saya tahu, anak bukanlah jawaban dari rasa takut". (Kata Pengantar)
# "Pemikiran ''childfree'' membuat saya harus melepas orang-orang yang saya sayangi di masa lalu, tapi saya tidak pernah menyesal. Saya bahagia dengan diri saya, dengan atau tanpa mereka". (Kata Pengantar)
# "Pemikiran ''childfree'' membebaskan saya'','' bahwa saya mampu menciptakan kehidupan yang saya mau tanpa kewajiban untuk memenuhi tuntutan siapapun, karena saya hanya bertanggung jawab atas kebahagiaan diri saya". (Kata Pengantar)
# "Saya bahagia. Saya adalah makhluk bebas". (Kata Pengantar)
# "Di situ saya belajar bahwa semua hal punya plus-minus masing-masing. Semua orang hadir dengan paket yang tidak bisa kita pilih, dan yang bisa kita lakukan hanyalah menerima paket itu apa adanya. Jika saya harus bertahan dengan orang seperti ini untuk seumur hidup, saya tahu batin saya akan menderita. Saya sadar jatuh cinta pada karakter kerennya, pada keluarganya, tetapi bukan pada dirinya". (Halaman: 8)
# "Dan benar saja, setelah penyembuhan patah hati saya yang pertama itu, segalanya jadi lebih mudah. Seperti kata Sheryl Crow, dalam lagunya, ''first cut is the deepest''. Saat itu saya belajar, betapa pun saya mencintai seseorang, pada saatnya saya akan bisa melepasnya jika saya mau dan rela". (Halaman: 9)
# "''Childfree'' adalah pilihan hidup yang dibuat secara sadar oleh orang yang menjalani kehidupan tanpa ingin melahirkan atau memiliki anak". (Halaman: 13)
# "Pada kasus ''childless'', orang-orang atau pasangan yang menjalaninya biasanya menginginkan anak, tetapi tidak mampu berproduksi karena penyakit atau gangguan fisik maupun faktor lain. Sebab kehadiran anak yang didambakan itu tak kunjung tiba, istilah ''childless'' muncul untuk menilai kondisi tersebut sebagai defisit dari sebuah ideal kesempurnaan". (Halaman: 17)
# ''"childfree'' adalah kondisi tanpa anak secara sukarela, yang merupakan pilihan gaya hidup yang diambil secara sadar dan yakin". (Halaman: 18)
# "Corrine Maier dalam ''No Kids: 40 Reasons For Not Having Children'' dalam lima kategori: pribadi (dari ranah emosi dan batin), psikologis dan medis (ranah alam bawah sadar dan fisik), ekonomi (ranah materi), filosofis (ranah prinsip), dan lingkungan hidup (ranah makrokosmos)". (Halaman: 20)
# "Di Jepang, rata-rata orang menikah setelah usia 30 tahun. Kalaupun menikah mereka belum tentu ingin memiliki anak. Sebab bagi mereka, jika kondisi material dan mental dirasa belum cukup untuk membahagiakan anak di masa mendatang, lebih baik mereka tidak melahirkan. "Anak bagaikan sebuah komitmen yang harus dijaga, bukan permainan ''gambling''". (Halaman: 23)
# "Punya ibu yang ''toxic'', ada ketakutan kalau ada genetik yang akan turun kalau aku punya anak". (Halaman: 25)
# "Sebagian orang memilih ''childfree'' karena memahami keadaan finansial dirinya yang pas-pasan dan merasa tidak mampu membayar fasilitas penitipan anak". (Halaman: 25)
# "Dunia ini sudah semakin tua dan harga barang-barang serta pendidikan semakin tinggi". (Halaman: 27)
# "Punya anak adalah hal yang menghabiskan banyak uang, dan sebagian orang ''childfree'' memilih untuk menyumbangkan warisan kekayaannya untuk beramal daripada harus membaginya di antara anak-anak". (Halaman: 29)
# "Memaksa seorang anak untuk hidup di dunia yang kacau seperti ini tidaklah adil. Kita akan menjadi tua dan pada akhirnya mati, tetapi anak kita akan tetap hidup dan terpaksa berurusan dengan masalah-masalah di bumi yang kita tinggalkan. Sebagai generasi yang menanggung beban masalah dari generasi sebelumnya, kami tidak ingin melakukan itu pada anak-anak kami". (Halaman: 30)
# "Beberapa yakin bahwa seseorang dapat memberikan kontribusi dan kesejahteraan yang lebih baik bagi umat manusia lewat karya daripada dengan punya anak". (Halaman: 30)
# "Saya melihat banyak luka. Saya mengetahui banyak kerusakan. Memilih untuk tidak beranak adalah caranya menyelamatkan anak-anak. Tidak seharusnya anak-anak dilahirkan di dunia yang kita tahu sulit untuk diselamatkan. Anak-anak tidak seharusnya menderita". (Halaman: 32)
# "Kebanyakan orang memiliki anak karena norma sosial dan ''wishful thinking''. Keinginan memiliki anak lebih menggambarkan norma sosial atau apa yang sewajarnya orang lakukan". (Halaman: 33)
# "Sebagian besar pernikahan di Indonesia adalah ajang perbudakan halus bagi para perempuan. Perempuan dianggap sebagai objek atau "mesin pencetak anak" dan statusnya berada di bawh laki-laki bukan sebagai partner hidup". (Halaman: 36)
# "Beban tanggung jawab kehidupan si anak seharusnya dibebankan pada orang tua, bukan pada probadi si anak ketika lahir". (Halaman: 37)
# "Pria yang tumbuh dalam budaya patriarki biasanya melihat bahwa kesuksesan dirinya terwujud ketika ia berhasil punya anak dan diutamakan bergender laki-laki. Pada ''childfree'' mendobrak kepercayaan itu, dan tidak merasa bahwa punya anak adalah sesuatu yang bisa dihubungkan dengan kata "sukses". (Halaman: 37)
# Kalau memang penting untuk berkontribusi pada generasi penerus, menjadi guru atau pengasuh anak juga bisa membantu pendidikan anak untuk menjadi "makhluk bahagia dan berempati". (Halaman: 38)
# "Saya merasa egois jika harus melahirkan seorang anak di bumi yang saya tahu kondisinya sulit sekali untuk membaik". (Halaman: 41)
# "Fobia adalah sebuah ketakutan yang ekstrem terhadap sesuatu yang bagi kebanyakan orang dianggap tidak berbahaya". (Halaman: 44)
# "Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin kecil kemungkinannya untuk melahirkan anak atau jika ia melakukannya, semakin sedikit anak kemungkinan besar ia miliki. Secara keseluruhan, para peneliti telah mengamati bahwa pasangan tanpa anak biasanya lebih berpendidikan. (Halaman: 52)
# ""Saya sering berpikir, (untuk menjadi ibu) saya tidak harus memiliki anak sehingga semua anak dapat menjadi anak saya"-Dolly Parton". (Halaman: 78)
# Saya sadar, agama mengajarkan kebaikan dan arahan hidup bahagia. Namun bagaimana saya menjalani kehidupan sepenuhnya merupakan keputusan atas kesadaran diri sendiri. Apa gunanya hidup patuh pada aturan agama jika saya tidak menjalaninya dengan bahagia?. Pada akhirnya, kebahagiaan saya bersumber dari keputusan saya sepenuhnya, dan saya menempatkan agama di tempat yang lebih nyaman bagi diri saya: sebagai pedoman perilaku hidup. (Halaman: 85)
# Belakangan ini kebanyakan orang, terutama kaum muda, tampak tidak lagi terlalu peduli pada gelar kebudayan. Mereka lebih memilih kemerdekaan dalam menentukan gaya hidup yang mereka mau. Menjadi ''childfree'' mungkin salah satunya". (Halaman: 89)
# "Saya sendiri tidak sampai menolak pernikahan. Saya menunggu sampai menemukan pasangan yang benar-benar pas agar tidak menderita dalam pernikahan. Terutama saya berjiwa bebas dan senang memberontak dari pemikiran kolektif'. (Halaman: 95)
# "Pihak yang berkata "tidak" adalah pihak yang lebih kuat. Orang-orang mungkin akan menilai bahwa pihak yang tidak mau punya anak itu egois. Tapi tidak ada hal yang mutlak dalam percintaan. Jika cinta mereka memang kuat, seharusnya mereka akan bisa bertahan tanpa atau dengan anak. Tapi jika salah seorang ada yang merasa berkorban bagi pasangannya, ini akan jadi sumber ketidakbahagiaan yang beresiko menyebabkan perceraian". (Halaman: 97)
# "Orang-orang ''childfree'' menghabiskan waktu lebih lama untuk berpikir sebelum membuat keputusan sadar untuk tidak punya anak ketimbang mereka yang ingin punya anak. Buktinya, masih banyak orang tua yang payah dalam membesarkan dan mendidik anak, yang seharusnya tidak terjadi jika keinginan tersebut merupakan apa yang sangat ia inginkan". (Halaman: 102)
# "Seseorang yang dengan sadar mengetahui kekurangannya lalu memutuskan untuk tidak punya anak lebih baik daripada seseorang yang memutuskan punya anak tetapi malah menyesal karena perubahan bentuk tubuh yang ia alami. Itu semua risiko, dan setiap orang sepatutnya memperhitungkan risiko atau menghindarinya jika ia tidak mau menanggungnya. (Halaman: 104)
# "Pada kenyataannya, seseorang yang memilih untuk hidup Bebas-Anak tahu persis bahwa dirinya tidak akan menjadi orang tua yang baik dan merasa lebih baik untuk tidak punya anak. Ini tindakan pencegahan yang bertanggung jawab agar tidak merugikan pihak mana pun: diri sendiri, si calon anak, maupun masyarakat yang harus menderita karena pilihan buruk seseorang". (Halaman: 104)
# "Orang tua yang membiarkan anaknya menangis atau meninggalkan anaknya saat tantrum juga bisa jadi contoh sikap egois". (Halaman: 105)
# "Ketika seseorang melabeli tindakan orang lain sebagai egois, kata "egois" yang ia lontarkan sebetulnya menunjukkan preferensi dan kepentingan pribadi". (Halaman: 105)
# "Ibu saya bilang ia membuat anak agar tidak kesepian. Tapi kalau boleh jujur, itu pun tetap alasan yang egois. Ibuku pun membuat anak untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. saya tidak bilang itu salah, tetapi tetap saja itu sesuatu yang egois". (Halaman: 106)
# "Menyebut seorang ''childfree'' sebagai pribadi egois sama seperti menyebut orang tua sebagai pribadi egois. Oleh sebab itu, lebih baik kita simpan saja pendapat tentang egoisme, karena saya yakin semua orang punya prioritas hidup masing-masing. Semua orang boleh punya anak sebagaimana semua orang boleh atau tidak punya anak". (Halaman: 106)
# "Namun, tidak semua orang harus melewati pengalaman punya anak untuk memahami arti cinta sejati. Para ''empath'' dan orang yang punya kecerdasan emosional tinggi ''(emotional quotient)'' maupun orang-orang berkesadaran ''(spiritual quotient)'' juga dapat merasakannya, meski tidak seratus persen persis seperti kasih orang tua terhadap anak. (Halaman: 107)
# "Kasih sayang tidak selalu harus berbentuk bayi atau anak; kasih sayang bisa diberikan kepada semua orang, di mana saja, kapan saja, dan dalam bentuk apa saja. Jika arti cinta kasih masih dikerangkeng dalam bentuk anak kandung, makna cinta sejati perlu dikaji ulang lagi". (Halaman: 108)
# "Orang-orang ''childfree'' tidak khawatir akan masa depan mereka. Menggantungkan harapan masa depan pada anak adalah tindakan kurang beriman dan terdengar seperti membatasi kuasa Tuhan. (Halaman: 108)
# "Wanita tanpa anak cenderung hidup dengan kondisi finansial yang lebih baik, karena jumlah pengeluaran jauh lebih sedikit. Wanita tanpa anak juga bisa bekerja dalam jangka waktu lebih lama karena tidak perlu mengurus anak". (Halaman: 109)
# "Seseorang yang berpikir punya anak dengan tujuan untuk mengurusnya di hari tua justru terdengar pamrih. Bukankah keinginan mengurus orang tua seharusnya harusnya muncul dari diri anak sendiri? Jika tidak, orang tua seharusnya siap untuk menjalani kehidupan berdua atau sendiri". (Halaman: 109)
# Pada kenyataannya, tidak semua anak akan bisa menemani kita. Ada banyak kasus di mana orang tua bertengkar dengan anaknya sepanjang hidup selama puluhan tahun. Punya anak bukanlah jaminan bahwa seseorang tidak akan kesepian yang harus muncul dari dalam diri. (Halaman: 109)
# Setiap manusia bertanggung jawab atas nasib kehidupannya sendiri, baik selama hidup maupun usai mati. Punya anak tidak menjamin manusia akan mati ditemani anaknya. (Halaman: 110)
# Ada banyak sekali cara menyalurkan kasih sayang, dan punya anak adalah salah satunya, bukan segalanya. (Halaman: 111)
# "Yesus yang merupakan anak tunggal Maria dan Yosef saja tidak menikah dan tidak punya keturunan. Siddharta Gautama saja termasuk istri dan anaknya beralih menjadi biku dan satu kerajaan lenyap karena tidak ada lagi yang berketurunan. Ratu Elizabeth 1 dari Inggris saja tidak punya keturunan dan hingga kini kerajaan mereka terus berjalan. Lantas, kenapa semua orang merasa berkewajiban untuk meneruskan garis keturunan?". (Halaman: 112)
# "Saya tetap ogah memikul beban meneruskan keturunan. Ratu kerajaan saja tidak ambil pusing ketika garis keluarganya terhenti, apalagi saya yang bukan siapa-siapa dibanding mereka?". (Halaman: 112)
# "Mereka yang memilih ''childfree'' sudah punya banyak rencana untuk mengisi hidupnya, waktu luangnya, dan mmebuat dirinya berguna. Lagipula, menyiasati kebosanan dengan punya anak adalah alasan egois. Anak-anak punya jalan hidup mereka sendiri. Mereka memiliki hak untuk memutuskan apa pun setelah dewasa. Keinginan mereka juga kerap berbeda dengan keinginan orang tua. Jika tidak siap untuk kejutan-kejutan hidup dari anak, menjadi ''childfree'' adalah jalan aman yang bisa ditempuh". (Halaman: 114)
# "Tidak semua orang mendapatkan kesenangan dengan punya anak. Lagipula, jika memang benar menyenangkan mengapa ada banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya?. Pasti ada yang salah dalam konsep dan sistem komunikasi mereka". (Halaman: 115)
# "Sebagian orang memutuskan ''childfree'' karena meilhat kesalahan sistem orang tua mereka dari kacamata anak. Tidak sedikit orang tua yang meneruskan sistem ''parenting'' yang buruk karena hanya mengetahui sistem tersebut. Sebagian lainnya memutus sitem itu dengan mengadopsi sistem baru untuk anak-anak mereka, tetapi orang-orang ''childfree'' memutuskan untuk benar-benar keluar dari sistem ''parenting'' dan melakukan hal lain dalam hidupnya". (Halaman: 115)
# "Tidak ada seorang pun ''childfree'' yang mempermasalahkan keputusan orang-orang untuk punya anak, apalagi membenci anak-anak yang sudah terlahir. Yang mereka inginkan sebetulnya hanya satu: agar setiap orang mengurus hidup sendiri tanpa mencampuri hidup orang lain. Jika seseorang memang berbahagia dengan keputusan untuk punya anak, seharusnya ia tidak punya waktu untuk mengurus keputusan hidup orang lain". (Halaman: 116)
# ""Kalau mau investasi main saham aja, bukan malah punya anak"-@childfreeindonesia". (Halaman: 117)
# "''Childfree'' bukanlah tren. Keputusan untuk hidup ''childfree'' selalu berasal dari diri, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, bukan tren yang menular. Namun jika kini lebih banyak orang yang memilihnya, ini disebabkan keterbukaan informasi dan pendidikan, serta iklim kebebasan yang tersedia untuk merencanakan kehidupan pribadi". (Halaman: 121)
# "Setiap orang punya kompensasi kasih yang berbeda-beda sesuai dengan panggilan hidup atau misi jiwanya. Ada orang yang terlahir untuk menjadi orang tua, ada orang yang punya jalan lain untuk berbagi pada sesama. Biarkan ''childfree'' menikmati hidupnya sebagaimana kami membiarkan para orang tua menikmati peran mereka". (Halaman: 124)
# "Manusia akan terus berubah seiring perjalanan waktu. Perubahan itu manusiawi". (Halaman: 125)
# "Begitulah cara hidup bekerja. Pada akhirnya kita akan belajar untuk tidak menjadi antipati terhadap sesuatu, karena setiap ketakutan atau kebencian yang mendalam suatu hari akan diperhadapkan pada kita, dengan cara yang menyakitkan (menelan ego), agar kita belajar untuk berpikir dan bersikap netral terhadap semua hal". (Halaman: 127)
# "Saya merasa lebih baik menyesal tidak punya anak daripada menyesal punya anak". (Halaman: 130)
# ""Saya pikir kita harus membuat pilihan dalam hidup, dan pilihan bagi saya adalah merangkul semua jenis orang daripada berkonsentrasi pada satu individu. Yang universal adalah apa yang saya pilih"-Leo Buscaglia". (Halaman: 131)
== Referensi ==
<references />
bsvhkhzgg9brjvlb3aky52e4xxgg76m
Farzana Wahidy
0
14989
56183
2026-08-20T13:25:24Z
Ichi Ocha
19964
←Membuat halaman berisi ''''Farzana Wahidy''' (lahir 1984) adalah seorang fotografer dokumenter dan fotojurnalis asal Afghanistan. Ia telah memotret perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Ia merupakan fotografer perempuan pertama di Afghanistan yang bekerja sama dengan kantor berita internasional seperti Associated Press (AP) dan Agence France-Presse (AFP). == Kutipan == * “Hari demi hari, ketika saya mulai mempelajari fotografi, saya semakin jatuh cinta pada bidang ini. Ada ke...'
56183
wikitext
text/x-wiki
'''Farzana Wahidy''' (lahir 1984) adalah seorang fotografer dokumenter dan fotojurnalis asal Afghanistan. Ia telah memotret perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Ia merupakan fotografer perempuan pertama di Afghanistan yang bekerja sama dengan kantor berita internasional seperti Associated Press (AP) dan Agence France-Presse (AFP).
== Kutipan ==
* “Hari demi hari, ketika saya mulai mempelajari fotografi, saya semakin jatuh cinta pada bidang ini. Ada kebutuhan yang sangat besar akan fotografer perempuan di Afghanistan.”<ref name=":0">{{Cite book|last=M|last2=a|last3=r|last4=i|last5=e|last6=M|last7=c|last8=G|last9=r|date=2013-04-02|url=https://www.npr.org/sections/pictureshow/2013/04/02/174347434/how-a-female-photographer-sees-her-afghanistan|title=How A Female Photographer Sees Her Afghanistan|language=en}}</ref>
* “Saya berusaha menampilkan gambaran yang lebih luas, bukan hanya menunjukkan bahwa kami memiliki banyak masalah,” ujarnya. “Memang, kami menghadapi banyak masalah, tetapi saya juga ingin menunjukkan kehidupan sehari-hari yang normal.”<ref name=":0" />
* “Banyak fotografer Afghanistan tidak memiliki jaringan yang luas,” jelasnya. “Kami berharap hal ini dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dan memperkenalkan Afghanistan melalui karya para fotografer Afghanistan sendiri.”<ref name=":0" />
== Kutipan tentang Dirinya ==
* “Ia menghabiskan hidupnya di bawah pemerintahan Taliban; ia memahami apa arti hal tersebut bagi perempuan Afghanistan dan menyadari bahwa ia dapat menceritakan kisah mereka melalui foto-fotonya.”<ref>{{Cite web|title=Shooting Stars: Reza presents Farzana Wahidy|url=https://www.smithsonianmag.com/multimedia/shooting-stars-reza-presents-farzana-wahidy-103203635/|website=Smithsonian Magazine|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Perempuan dilarang melanjutkan pendidikan selama pemerintahan Taliban. Namun, beberapa di antaranya, seperti Farzana, menemukan cara untuk tetap belajar. Ia membawa buku-buku di bawah burkanya dan mengikuti apa yang ia sebut sebagai ‘sekolah bawah tanah’ bersama sekitar 300 siswa lainnya di sebuah kawasan permukiman di Kabul.”<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
08n6j5yy97k1qhf1z9hmh2fjuoiltsa
56184
56183
2026-08-20T13:28:15Z
Ichi Ocha
19964
56184
wikitext
text/x-wiki
'''Farzana Wahidy''' (lahir 1984) adalah seorang fotografer dokumenter dan fotojurnalis asal Afghanistan. Ia telah memotret perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Ia merupakan fotografer perempuan pertama di Afghanistan yang bekerja sama dengan kantor berita internasional seperti Associated Press (AP) dan Agence France-Presse (AFP).<ref>{{Cite web|title=Farzana Wahidy - afghan photography network|url=https://cargocollective.com/afghanphotographynetwork/Farzana-Wahidy-1|website=cargocollective.com|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Hari demi hari, ketika saya mulai mempelajari fotografi, saya semakin jatuh cinta pada bidang ini. Ada kebutuhan yang sangat besar akan fotografer perempuan di Afghanistan.”<ref name=":0">{{Cite book|last=M|last2=a|last3=r|last4=i|last5=e|last6=M|last7=c|last8=G|last9=r|date=2013-04-02|url=https://www.npr.org/sections/pictureshow/2013/04/02/174347434/how-a-female-photographer-sees-her-afghanistan|title=How A Female Photographer Sees Her Afghanistan|language=en}}</ref>
* “Saya berusaha menampilkan gambaran yang lebih luas, bukan hanya menunjukkan bahwa kami memiliki banyak masalah,” ujarnya. “Memang, kami menghadapi banyak masalah, tetapi saya juga ingin menunjukkan kehidupan sehari-hari yang normal.”<ref name=":0" />
* “Banyak fotografer Afghanistan tidak memiliki jaringan yang luas,” jelasnya. “Kami berharap hal ini dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dan memperkenalkan Afghanistan melalui karya para fotografer Afghanistan sendiri.”<ref name=":0" />
== Kutipan tentang Dirinya ==
* “Ia menghabiskan hidupnya di bawah pemerintahan Taliban; ia memahami apa arti hal tersebut bagi perempuan Afghanistan dan menyadari bahwa ia dapat menceritakan kisah mereka melalui foto-fotonya.”<ref>{{Cite web|title=Shooting Stars: Reza presents Farzana Wahidy|url=https://www.smithsonianmag.com/multimedia/shooting-stars-reza-presents-farzana-wahidy-103203635/|website=Smithsonian Magazine|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Perempuan dilarang melanjutkan pendidikan selama pemerintahan Taliban. Namun, beberapa di antaranya, seperti Farzana, menemukan cara untuk tetap belajar. Ia membawa buku-buku di bawah burkanya dan mengikuti apa yang ia sebut sebagai ‘sekolah bawah tanah’ bersama sekitar 300 siswa lainnya di sebuah kawasan permukiman di Kabul.”<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
aays1l9ef37sy92urowet4jz40ayp7x
Shamsia Hassani
0
14990
56185
2026-08-20T13:33:22Z
Ichi Ocha
19964
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Secret Series at Kabul, Afghanistan.jpg|jmpl|Shamsia Hassani]] '''Shamsia Hassani''' (شمسیه حسنی) (lahir 9 April 1988) adalah seorang seniman dan profesor madya di Universitas Kabul.<ref>{{Cite web|title=Shamsia Hassani - Official Website|url=https://www.shamsiahassani.net/|website=www.shamsiahassani.net|access-date=2026-08-20}}</ref> == Kutipan == * “Dahulu, perempuan disingkirkan dari kehidupan bermasyarakat. Mereka ingin perempuan hanya t...'
56185
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Secret Series at Kabul, Afghanistan.jpg|jmpl|Shamsia Hassani]]
'''Shamsia Hassani''' (شمسیه حسنی) (lahir 9 April 1988) adalah seorang seniman dan profesor madya di Universitas Kabul.<ref>{{Cite web|title=Shamsia Hassani - Official Website|url=https://www.shamsiahassani.net/|website=www.shamsiahassani.net|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Dahulu, perempuan disingkirkan dari kehidupan bermasyarakat. Mereka ingin perempuan hanya tinggal di rumah dan ingin membuat orang melupakan keberadaan perempuan. Sekarang, saya ingin menggunakan lukisan saya untuk mengingatkan orang-orang tentang perempuan. Saya telah mengubah gambaran dalam karya saya untuk menunjukkan kekuatan dan kegembiraan perempuan. Dalam karya seni saya, terdapat banyak gerakan. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan telah kembali ke dalam masyarakat Afghanistan dengan sosok yang baru dan lebih kuat. Bukan lagi perempuan yang hanya tinggal di rumah. Ini adalah perempuan yang baru—perempuan yang penuh energi dan ingin memulai kembali. Anda dapat melihatnya dalam karya-karya saya. Saya ingin mengubah cara perempuan digambarkan. Saya melukis mereka dalam ukuran yang lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Saya ingin menunjukkan bahwa kini orang-orang memandang mereka dengan cara yang berbeda.”<ref>{{Cite web|last=Stewart|first=Jessica|date=2021-08-18|title=Heartbreaking Art From Afghanistan's First Female Street Artist Shamsia Hassani|url=https://mymodernmet.com/shamsia-hassani-afghani-female-street-artist/|website=My Modern Met|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Saya menggunakan alat-alat musik tersebut sebagai simbol bagi perempuan untuk menyuarakan suara mereka. Perempuan dapat menggunakan alat musik untuk berbicara dengan orang lain, menyuarakan pendapat dengan lebih lantang, dan mendapatkan lebih banyak perhatian, karena mereka tidak memiliki mulut. Namun, alat musik tersebut memberi mereka kekuatan untuk bersuara di tengah masyarakat.”<ref name=":0">{{Cite web|title=Capturing Afghan women's voices in graffiti|url=https://www.dw.com/en/shamsia-hassani-the-afghan-female-graffiti-artist-capturing-womens-voices/a-58905958|website=dw.com|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Matanya terpejam karena biasanya tidak ada hal baik di sekelilingnya yang dapat ia lihat… dan terkadang ia tidak dapat melihat masa depannya. Itulah sebabnya matanya terpejam, tetapi bukan berarti ia tidak dapat melihat.”<ref name=":0" />
* “Saya benar-benar takut berada di ruang publik. Saya sangat takut ledakan terjadi setiap saat. Secara khusus, sulit bagi perempuan untuk membuat grafiti dan karya seni jalanan karena biasanya orang-orang tidak senang dengan aktivitas yang dilakukan perempuan… jadi, saya selalu berhati-hati.”<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
k2313to45ii5lculg8df1cc0pjdtyq2
56186
56185
2026-08-20T13:34:49Z
Ichi Ocha
19964
56186
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Secret Series at Kabul, Afghanistan.jpg|jmpl|Shamsia Hassani]]
'''Shamsia Hassani''' (شمسیه حسنی) (lahir 9 April 1988) adalah seorang seniman dan profesor madya di Universitas Kabul.<ref>{{Cite web|title=Shamsia Hassani - Official Website|url=https://www.shamsiahassani.net/|website=www.shamsiahassani.net|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Dahulu, perempuan disingkirkan dari kehidupan bermasyarakat. Mereka ingin perempuan hanya tinggal di rumah dan ingin membuat orang melupakan keberadaan perempuan. Sekarang, saya ingin menggunakan lukisan saya untuk mengingatkan orang-orang tentang perempuan. Saya telah mengubah gambaran dalam karya saya untuk menunjukkan kekuatan dan kegembiraan perempuan. Dalam karya seni saya, terdapat banyak gerakan. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan telah kembali ke dalam masyarakat Afghanistan dengan sosok yang baru dan lebih kuat. Bukan lagi perempuan yang hanya tinggal di rumah. Ini adalah perempuan yang baru—perempuan yang penuh energi dan ingin memulai kembali. Anda dapat melihatnya dalam karya-karya saya. Saya ingin mengubah cara perempuan digambarkan. Saya melukis mereka dalam ukuran yang lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Saya ingin menunjukkan bahwa kini orang-orang memandang mereka dengan cara yang berbeda.”<ref>{{Cite web|last=Stewart|first=Jessica|date=2021-08-18|title=Heartbreaking Art From Afghanistan's First Female Street Artist Shamsia Hassani|url=https://mymodernmet.com/shamsia-hassani-afghani-female-street-artist/|website=My Modern Met|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Saya menggunakan alat-alat musik tersebut sebagai simbol bagi perempuan untuk menyuarakan suara mereka. Perempuan dapat menggunakan alat musik untuk berbicara dengan orang lain, menyuarakan pendapat dengan lebih lantang, dan mendapatkan lebih banyak perhatian, karena mereka tidak memiliki mulut. Namun, alat musik tersebut memberi mereka kekuatan untuk bersuara di tengah masyarakat.”<ref name=":0">{{Cite web|title=Capturing Afghan women's voices in graffiti|url=https://www.dw.com/en/shamsia-hassani-the-afghan-female-graffiti-artist-capturing-womens-voices/a-58905958|website=dw.com|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Matanya terpejam karena biasanya tidak ada hal baik di sekelilingnya yang dapat ia lihat… dan terkadang ia tidak dapat melihat masa depannya. Itulah sebabnya matanya terpejam, tetapi bukan berarti ia tidak dapat melihat.”<ref name=":0" />
* “Saya benar-benar takut berada di ruang publik. Saya sangat takut ledakan terjadi setiap saat. Secara khusus, sulit bagi perempuan untuk membuat grafiti dan karya seni jalanan karena biasanya orang-orang tidak senang dengan aktivitas yang dilakukan perempuan… jadi, saya selalu berhati-hati.”<ref name=":0" />
* “Saya lahir di Iran. Iran bukanlah negara saya, tetapi pada saat yang sama, saya juga belum pernah berada di Afghanistan. Sebagai orang Afghanistan, saya menghadapi banyak keterbatasan. Misalnya, saya tidak diperbolehkan belajar di jurusan seni hanya karena kewarganegaraan saya. Jadi, ketika saya kembali ke Afghanistan bersama keluarga, saya mulai belajar di Fakultas Seni Rupa Universitas Kabul pada 2006. Setelah itu, saya juga mulai berkarya dalam seni kontemporer.”<ref>{{Cite web|date=2016-07-09|title=Shamsia Hassani Interview|url=https://www.streetartbio.com/artists/shamsia-hassani/|website=Street Art Bio|language=en-GB|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Referensi ==
<references />
4ikpouhrg9tvxqlwj5bzx1ue836xo5k
Shabana Basij-Rasikh
0
14991
56187
2026-08-20T13:43:03Z
Ichi Ocha
19964
←Membuat halaman berisi ''''Basij-Rasikh''' lahir dan dibesarkan di Kabul, Afghanistan. Ia adalah seorang pendidik, pegiat kemanusiaan, dan pembela hak-hak perempuan asal Afghanistan. Ia merupakan pendiri Hela, Inc. dan School of Leadership, Afghanistan, serta telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia atas kiprahnya.<ref>{{Cite web|title=Our Founder|url=https://www.sola-afghanistan.org/our-founder|website=SOLA|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref> == Kutipan == * “Pemilik...'
56187
wikitext
text/x-wiki
'''Basij-Rasikh''' lahir dan dibesarkan di Kabul, Afghanistan. Ia adalah seorang pendidik, pegiat kemanusiaan, dan pembela hak-hak perempuan asal Afghanistan. Ia merupakan pendiri Hela, Inc. dan School of Leadership, Afghanistan, serta telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia atas kiprahnya.<ref>{{Cite web|title=Our Founder|url=https://www.sola-afghanistan.org/our-founder|website=SOLA|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Pemilik toko yang sama di sebuah minimarket tidak seharusnya menyadari keberadaanmu setiap hari.” (Orang tua) mereka tidak pernah tahu kapan atau apakah kami akan kembali ke rumah.<ref name=":0">{{Cite web|last=Iriza|first=Jade Natacha|date=2023-03-06|title=Resilient pioneers and daring dreams: The daunting journey of Afghan women to Rwanda|url=https://www.newtimes.co.rw/article/5514/news/education/resilient-pioneers-and-daring-dreams-the-daunting-journey-of-afghan-women-to-rwanda|website=The New Times|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Orang tua kami selalu mengatakan kepada kami: kalian bisa dipaksa meninggalkan rumah, dipaksa mengasingkan diri, dan kehilangan harta benda atau properti yang kalian miliki. Namun, satu hal yang tidak akan pernah dapat dirampas dari kalian adalah pendidikan.”<ref name=":0" />
* “Hal yang paling membekas bagi saya adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup saya tinggal di sebuah masyarakat tempat anak perempuan sama sekali tidak khawatir bahwa kebebasan mereka untuk bersekolah dapat direnggut kapan saja. Padahal, itulah sesuatu yang harus selalu dihadapi oleh setiap anak perempuan Afghanistan yang beruntung dapat bersekolah.”<ref name=":0" />
* “Saya membawa serta beberapa perempuan terdidik terbaik dari Afghanistan—calon pemimpin perempuan masa depan. Hati saya sangat hancur memikirkan rakyat kami dan Afghanistan. Saya juga merasa sangat sedih untuk orang-orang yang pergi meninggalkan negara ini. Mereka adalah sebagian dari talenta terbaik yang dimiliki Afghanistan. Namun, begitu mereka keluar dari bandara ini, mereka akan dipandang sebagai pengungsi yang tidak diinginkan di mana pun mereka berakhir.”<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
knak5ymqsmig01jj8p5jjrfo5r273tk
56188
56187
2026-08-20T13:55:16Z
Ichi Ocha
19964
56188
wikitext
text/x-wiki
'''Basij-Rasikh''' lahir dan dibesarkan di Kabul, Afghanistan. Ia adalah seorang pendidik, pegiat kemanusiaan, dan pembela hak-hak perempuan asal Afghanistan. Ia merupakan pendiri Hela, Inc. dan School of Leadership, Afghanistan, serta telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia atas kiprahnya.<ref>{{Cite web|title=Our Founder|url=https://www.sola-afghanistan.org/our-founder|website=SOLA|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Pemilik toko yang sama di sebuah minimarket tidak seharusnya menyadari keberadaanmu setiap hari.” (Orang tua) mereka tidak pernah tahu kapan atau apakah kami akan kembali ke rumah.<ref name=":0">{{Cite web|last=Iriza|first=Jade Natacha|date=2023-03-06|title=Resilient pioneers and daring dreams: The daunting journey of Afghan women to Rwanda|url=https://www.newtimes.co.rw/article/5514/news/education/resilient-pioneers-and-daring-dreams-the-daunting-journey-of-afghan-women-to-rwanda|website=The New Times|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Orang tua kami selalu mengatakan kepada kami: kalian bisa dipaksa meninggalkan rumah, dipaksa mengasingkan diri, dan kehilangan harta benda atau properti yang kalian miliki. Namun, satu hal yang tidak akan pernah dapat dirampas dari kalian adalah pendidikan.”<ref name=":0" />
* “Hal yang paling membekas bagi saya adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup saya tinggal di sebuah masyarakat tempat anak perempuan sama sekali tidak khawatir bahwa kebebasan mereka untuk bersekolah dapat direnggut kapan saja. Padahal, itulah sesuatu yang harus selalu dihadapi oleh setiap anak perempuan Afghanistan yang beruntung dapat bersekolah.”<ref name=":0" />
* “Saya membawa serta beberapa perempuan terdidik terbaik dari Afghanistan—calon pemimpin perempuan masa depan. Hati saya sangat hancur memikirkan rakyat kami dan Afghanistan. Saya juga merasa sangat sedih untuk orang-orang yang pergi meninggalkan negara ini. Mereka adalah sebagian dari talenta terbaik yang dimiliki Afghanistan. Namun, begitu mereka keluar dari bandara ini, mereka akan dipandang sebagai pengungsi yang tidak diinginkan di mana pun mereka berakhir.”<ref name=":0" />
* “Dalam keadaan apa pun, kita tidak boleh tunduk pada visi Taliban mengenai Afghanistan. Itu berarti terus memberikan pendidikan kepada lebih banyak anak perempuan Afghanistan.”<ref name=":0" />
* “Saya meminjam sebuah batu dari bandara. Saya harus mengembalikannya. Saya menghabiskan setiap waktu saat terjaga untuk mempersiapkan diri menghadapi hal itu.”<ref name=":0" />
* “Di rumah kami dan dalam hubungan pribadi kami, SOLA hadir sejak kami bangun tidur hingga kami pergi tidur.”<ref name=":0" />
* “Saya mendapati diri saya berada di sebuah ruang kelas, tempat sebagian besar teman sekelas saya berusia enam tahun lebih tua daripada saya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, saya menyadari hadiah yang telah diberikan orang tua saya kepada saya dengan mempertaruhkan nyawa mereka dan nyawa kami [merujuk pada saudara perempuannya]. Karena ketika saya bersekolah, cara berpikir dan cita-cita saya berubah.”<ref>{{Cite web|title=|url=https://english.elpais.com/international/2023-09-26/afghan-activist-shabana-basij-rasikh-my-family-sent-me-to-a-secret-school-dressed-as-a-boy.html|access-date=20-08-2026}}</ref>
== Referensi ==
<references />
ambh1sdztuee1s2gzkg3sp621rjiuk3
56208
56188
2026-08-21T11:17:40Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
19254
added [[Category:Aktivis perempuan dari Afganistan]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
56208
wikitext
text/x-wiki
'''Basij-Rasikh''' lahir dan dibesarkan di Kabul, Afghanistan. Ia adalah seorang pendidik, pegiat kemanusiaan, dan pembela hak-hak perempuan asal Afghanistan. Ia merupakan pendiri Hela, Inc. dan School of Leadership, Afghanistan, serta telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia atas kiprahnya.<ref>{{Cite web|title=Our Founder|url=https://www.sola-afghanistan.org/our-founder|website=SOLA|language=en-US|access-date=2026-08-20}}</ref>
== Kutipan ==
* “Pemilik toko yang sama di sebuah minimarket tidak seharusnya menyadari keberadaanmu setiap hari.” (Orang tua) mereka tidak pernah tahu kapan atau apakah kami akan kembali ke rumah.<ref name=":0">{{Cite web|last=Iriza|first=Jade Natacha|date=2023-03-06|title=Resilient pioneers and daring dreams: The daunting journey of Afghan women to Rwanda|url=https://www.newtimes.co.rw/article/5514/news/education/resilient-pioneers-and-daring-dreams-the-daunting-journey-of-afghan-women-to-rwanda|website=The New Times|language=en|access-date=2026-08-20}}</ref>
* “Orang tua kami selalu mengatakan kepada kami: kalian bisa dipaksa meninggalkan rumah, dipaksa mengasingkan diri, dan kehilangan harta benda atau properti yang kalian miliki. Namun, satu hal yang tidak akan pernah dapat dirampas dari kalian adalah pendidikan.”<ref name=":0" />
* “Hal yang paling membekas bagi saya adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup saya tinggal di sebuah masyarakat tempat anak perempuan sama sekali tidak khawatir bahwa kebebasan mereka untuk bersekolah dapat direnggut kapan saja. Padahal, itulah sesuatu yang harus selalu dihadapi oleh setiap anak perempuan Afghanistan yang beruntung dapat bersekolah.”<ref name=":0" />
* “Saya membawa serta beberapa perempuan terdidik terbaik dari Afghanistan—calon pemimpin perempuan masa depan. Hati saya sangat hancur memikirkan rakyat kami dan Afghanistan. Saya juga merasa sangat sedih untuk orang-orang yang pergi meninggalkan negara ini. Mereka adalah sebagian dari talenta terbaik yang dimiliki Afghanistan. Namun, begitu mereka keluar dari bandara ini, mereka akan dipandang sebagai pengungsi yang tidak diinginkan di mana pun mereka berakhir.”<ref name=":0" />
* “Dalam keadaan apa pun, kita tidak boleh tunduk pada visi Taliban mengenai Afghanistan. Itu berarti terus memberikan pendidikan kepada lebih banyak anak perempuan Afghanistan.”<ref name=":0" />
* “Saya meminjam sebuah batu dari bandara. Saya harus mengembalikannya. Saya menghabiskan setiap waktu saat terjaga untuk mempersiapkan diri menghadapi hal itu.”<ref name=":0" />
* “Di rumah kami dan dalam hubungan pribadi kami, SOLA hadir sejak kami bangun tidur hingga kami pergi tidur.”<ref name=":0" />
* “Saya mendapati diri saya berada di sebuah ruang kelas, tempat sebagian besar teman sekelas saya berusia enam tahun lebih tua daripada saya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, saya menyadari hadiah yang telah diberikan orang tua saya kepada saya dengan mempertaruhkan nyawa mereka dan nyawa kami [merujuk pada saudara perempuannya]. Karena ketika saya bersekolah, cara berpikir dan cita-cita saya berubah.”<ref>{{Cite web|title=|url=https://english.elpais.com/international/2023-09-26/afghan-activist-shabana-basij-rasikh-my-family-sent-me-to-a-secret-school-dressed-as-a-boy.html|access-date=20-08-2026}}</ref>
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Aktivis perempuan dari Afganistan]]
m798c6fw05h0b0pqry7csp0sj5mfznd
Pembicaraan Pengguna:Andra Aliyev
3
14992
56189
2026-08-20T14:11:11Z
Badak Jawa
15604
/* */
56189
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 20 Agustus 2026 14.11 (UTC)
b57ilgc7vhe579zi5pies2jzx2rpewi
Pembicaraan Pengguna:Sathira15
3
14993
56190
2026-08-20T14:23:04Z
Badak Jawa
15604
/* */
56190
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 20 Agustus 2026 14.23 (UTC)
==Mengenai artikel Brian Khrisna==
Halo kak Sathira15 saya mengapresiasi keikutsertaan kakak dalam kegiatan Wiki Cinta Kutip 2026 namun saya memohon maaf telah memberikan nilai 0 karena tokoh tersebut bukanlah pahlawan pria Indonesia. Saya berharap penilaian saya dapat di jadikan pelajaran untuk ke depannya dan tidak membuat kakak berhenti mengikuti Wiki Cinta Kutip 2026. ''Have a nice day'' 😊 ya kak [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 20 Agustus 2026 14.23 (UTC)
jz9akrdz9e4v3eqe56alulg1g09uhc4
Dwitasari
0
14994
56192
2026-08-20T17:03:50Z
Dinda Hani
20204
←Membuat halaman berisi ''''Dwitasari''' merupakan penulis perempuan dengan genre buku novel fiksi remaja yang lahir di Jakarta pada 1994 namun dibesarkan di kota Bogor.<ref name=":0">{{Cite book|first=Dwitasari|date=2018|title=Tidak Pernah Ada Kita|location=Yogyakarta|publisher=Mizan Media Utama|isbn=9786024302412|url-status=live}}</ref> == Kutipan dari Buku "Tidak Pernah Ada Kita"<ref name=":0" /> == # "Semua awal memang harusnya membahagiakan, dan begitulah awal cerita kita". (Prolo...'
56192
wikitext
text/x-wiki
'''Dwitasari''' merupakan penulis perempuan dengan genre buku novel fiksi remaja yang lahir di Jakarta pada 1994 namun dibesarkan di kota Bogor.<ref name=":0">{{Cite book|first=Dwitasari|date=2018|title=Tidak Pernah Ada Kita|location=Yogyakarta|publisher=Mizan Media Utama|isbn=9786024302412|url-status=live}}</ref>
== Kutipan dari Buku "Tidak Pernah Ada Kita"<ref name=":0" /> ==
# "Semua awal memang harusnya membahagiakan, dan begitulah awal cerita kita". (Prolog)
# "Kamu menguasai aku dengan pesonamu. Kamu menenggelamkan aku dengan tatapanmu. Aku sungguh takut jika kehadiranmu menciptakan cinta". (Ucap tokoh Bella, Halaman:4)
# "Setiap kali harus melepasmu pergi, rasanya ada ketidakikhlasan yang menengahi. Bisakah kamu tetap disini dan memelukku sehangat tadi?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:13)
# "Mungkin ini sinyal darimu bahwa tidak denganku kamu ingin berbagi rasa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:14)
# "Aku mulai kebingungan mengendalikan rasa, aku mulai sering bertanya-tanya, apakah canda yang terucap dalam kata, juga terselip cinta di sana?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:15)
# "Kalau aku cemburu, mending diem aja. Nanti kamu juga nyadar nanti". (Ucap tokoh Bella, Halaman:18)
# "Hidup kamu, tuh, banyak ketidakpastiannya, deh, kayak hubungan kita". (Ucap tokoh Bella,Halaman:19)
# "Aku sangat takut suatu saat nanti benar-benar mencintaimu. Karena ujung dari cinta hanyalah luka. Dan, aku tudak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti harus kehilanganmu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:21)
# "Bersamamu aku melatih diri untuk memeluk seseorang tanpa tapi. Dalam genggaman tanganmu aku mencoba menguji diri untuk mengabdi tanpa caci. Aku mencoba berhenti mempertanyakan yang tidak pasti. Terutama status hubungan kita saat ini". (Ucap tokoh Bella, Halaman:23)
# "Aku tidak mampu menahan diri. Kamu terlanjur masuk ke hati. Menghapus sepi. Membangun mimpi. Memberi pelangi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:24)
# "Semua masa itu ada kesulitannya masing-masing. Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semuanya punya sisi berat yang sama. Tugas kita sebagai manusia adalah nyiapin pundak terbaik buat angkat beban berat buat kita. Tuhan pasti kasih porsi yang pas untuk setiap berat beban di masa-masa yang kita lewatin". (Ucap tokoh Bella, Halaman:27)
# "Tetaplah dalam pelukan hingga aku tidak merasa kesepian. Kamu tawarkan berbgai macam kebahagiaan yang aku nikmati dalam setiap kehadiran. Pelukmu menyisakan kenangan menyenangkan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:33)
# "Kamu mengenalkanku pada cinta, sekaligus luka". (Ucap tokoh Bella, Halaman:34)
# "Kamu terlalu indah untuk disingkirkan. Kamu terlalu sempurna untuk diabaikan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Wajahmu adalah cerahnya langit di atas lapangan Sutasoma. Bahagiaku adalah bulir keringat yang menetes dalam latihan pagi dan soremu. Akulah gadis yang akan selalu menggelombangkan doa untukmu. meskipun mungkin kamu pasti memilih gelombang teduh dari laut yang lain". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Jangan sampai yang aku takutkan terjadi. Jangan sampai aku kehilangan kamu sebelum benar-benar memilikimu. Aku sudah takut kehilangan, bahwa sebelum memiliki kamu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Kamu menjelma pilihan lampu terang di jalanan lengang. Kamu hangat, megah, dan membuatmu setengah gila. Pesonamu sungguh amat menyiksa. Terutama ketika kamu bilang aku hanya teman biasa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:40)
# "Bertemu denganmu sebenarnya adalah mimpi yang menurutku terlalu tinggi. Kamu bawa aku lari, kemari. Kamu bawa aku terbang hingga tujuh langit dilintasi. Kamu bahagiakan aku di puncak tertinggi. Dan, sekarang aku takut kamu juga yang menjatuhkan suatu hari nanti". (Ucap tokoh Bella, Halaman:41)
# "Dan, pada akhirnya aku menyadari, obat dari penyakit rindu yang aku miliki adalah bertemu denganmu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:42)
# "Rasa rinduku menemukan titik temu di kamu, sayangnya rasa rindumu belum tentu untukku". (Ucap tokoh Bella, Halaman:43)
# "Kamu itu perempuan hebat, jangan pernah ngebiarin hati kamu dipatahin sama orang yang salah. Patah hatilah sama orang terbaik yang bisa kasih kamu pelajaran supaya rasa sakit kamu nggak sia-sia". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:46)
# "Patah hati aku selalu buruk. Bahkan, karena patah hati aku sempet ada di titik terlemah. Aku kalut waktu itu. Tapi, dia yang ada di masa lalu aku tetap ngasih pelajaran terbaik. Bahwa jatuh cinta itu nggak boleh berlebihan, dan kalau segalanya mulai berlebihan, harus aku yang menghentikan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Kamu pandai dalam meninggalkan. Kamu juara dalam memberi harapan. Aku yang sempat kamu letakkan di tempat yang seakan penting, sekarang sudah berada di tempat paling genting. Bahagiakah kamu melihatku mati-matian mengikhlaskan kamu pergi?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Perpisahan adalah ujung yang kamu tempuh. Semuanya tidak lagi penting bagimu, meskipun sudah aku berikan seluruh. Segala pengorbanan yang aku beri penuh, selalu bagimu tak pernah utuh. Selalu saja kamu biarkan aku jadi sosok paling rapuh". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Kamu tahu kenapa segalanya berakhir penuh luka? Karena, salahku yang mulai pakai cinta sementara kamu tidak menggunakan rasa apa-apa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:48)
# "Aku tidak pernh ingin punya cerita akhir bersamamu, Tapi jika semua terasa menyakitkan seperti ini, haruskah aku memilih berhenti?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:49)
# "Tidak ada yang paling kelabu selain melihatmu baik-baik saja sementara aku di sini sangat tersiksa. Cinta ini terlalu menyiksaku hingga tetap mengingatmu adalah sesak yang membuatmu semakin sulit bernapas. Kamu menghilang, menyisakan banyak kenang". (Ucap tokoh Bella, Halaman:65)
# "Aku pernah terlonjak bahagia sebelum kamu merusak segalanya. Harusnya dari awal aku menyadari bahwa aku tidak berhak mengharapkan apa-apa. Selamanya aku hanya persinggahan, tempat kamu bersandar dari kelelahan, lalu aku akan kamu tinggalkan saat kamu berada di puncak rasa bosan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:67)
# "Aku terlambat menyadari bahwa ternyata hubungan ini hanyalah candaan, dan bagimu aku semata bahan tertawaan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:68)
# "Kesalahanku yang paling fatal adalah aku terlalu mencintaimu sementara kamu belum tentu begitu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:74)
# "Aku sungguh menerima kekalahanku. Karena tidak semua pertandingan harus dimenangi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:75)
# "Aku tidak tahu apakah setelah kepergianmu keadaanku baik-baik saja. Ternyata semua makin parah dan hatiku semakin berdarah". (Ucap tokoh Bella, Halaman:76)
# "Yang jelas pas kali pertama lihat kamu, ada energi yang nyuruh aku supaya nggak pernah lepasin kamu". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:79)
# "Dalam persahabatan, harusnya nggak ada cinta. Murni persahabatan. Tapi, kalau cinta udah terlibat di sana, dan kita bertingkah seperti orang pacaran, pasti akhirnya bakalan menyakitkan". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:79)
# "Makanya kalau sayang sama orang, harus bilang. Kalau orang itu udah nggak ada, dan kita nggak pernah kasih penjelasan apa pun, kita bakalan nyesel seumur hidup". (Ucap tokoh Bella, Halaman:81)
# "Aku terlambat menyadari bahwa aku dan kamu tidak akan pernah satu. Aku terlambat memahami bahwa di antara kita tidak akan ada apa-apa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:86)
# "Aku dibutuhkan hanya saat kamu kesepian maka kisah kita tidak berujung dalam kepastian. Aku dicari hanya untuk menghapus sunyi agar hidupmu warna-warni sementara di sini hatiku membiru lagi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:95)
# "Aku rindu yang tersisa ketika pada akhirnya aku bertemu denganmu lagi. Ada cinta yang semakin menguat, tapi sungguh aku harus melepasmu pergi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:96)
# "Kamu tidak mengejarku, mungkin karena hari itu kakimu terasa begitu sakit atau malah hatimu terasa memar sekali?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:103)
# "Kenangan darimu terlalu sesak hingga memaksaku untuk membuat jarak". (Ucap tokoh Bella, Halaman:107)
# "Kamulah candu yang menganggu tidur malamku hingga suatu ketika aku menyadari: mabuk kepayang terhadap sosokmu harusnya tidak pernah terjadi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:108)
# "Gimana mau jadi mantan? jadian aja belum. Kita, tuh, udah putus duluan, sebelum ngerasain indahnya jadian". (Ucap tokoh Bella, Halaman:110)
# "Gue nggak marah sama keadaan. Gue marah sama diri gue sendiri". (Ucap tokoh Cyrus Halaman:112)
# "Cinta yang aku punya terlalu membutuhkan mata hingga aku tidak punya waktu untuk menggunakan logika. Cinta yang aku punya terlalu membutakan rasa hingga aku tidak berpikir panjang bahwa kamulah penyebab segala luka". (Ucap tokoh Bella, Halaman:113)
# "Aku terlalu jatuh cinta sementara kamu menganggap perasaanku candaan semata". (Ucap tokoh Bella, Halaman:114)
== Referensi ==
<references />
hzj2ow5shi91m16opix3kfj8hg6ayqa
56195
56192
2026-08-21T04:26:59Z
Dinda Hani
20204
56195
wikitext
text/x-wiki
'''Dwitasari''' merupakan penulis perempuan dengan genre buku novel fiksi remaja yang lahir di Jakarta pada 1994 namun dibesarkan di kota Bogor.<ref name=":0">{{Cite book|first=Dwitasari|date=2018|title=Tidak Pernah Ada Kita|location=Yogyakarta|publisher=Mizan Media Utama|isbn=9786024302412|url-status=live}}</ref>
== Kutipan dari Buku "Tidak Pernah Ada Kita"<ref name=":0" /> ==
# "Semua awal memang harusnya membahagiakan, dan begitulah awal cerita kita". (Prolog)
# "Kamu menguasai aku dengan pesonamu. Kamu menenggelamkan aku dengan tatapanmu. Aku sungguh takut jika kehadiranmu menciptakan cinta". (Ucap tokoh Bella, Halaman:4)
# "Setiap kali harus melepasmu pergi, rasanya ada ketidakikhlasan yang menengahi. Bisakah kamu tetap disini dan memelukku sehangat tadi?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:13)
# "Mungkin ini sinyal darimu bahwa tidak denganku kamu ingin berbagi rasa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:14)
# "Aku mulai kebingungan mengendalikan rasa, aku mulai sering bertanya-tanya, apakah canda yang terucap dalam kata, juga terselip cinta di sana?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:15)
# "Kalau aku cemburu, mending diem aja. Nanti kamu juga nyadar nanti". (Ucap tokoh Bella, Halaman:18)
# "Hidup kamu, tuh, banyak ketidakpastiannya, deh, kayak hubungan kita". (Ucap tokoh Bella,Halaman:19)
# "Aku sangat takut suatu saat nanti benar-benar mencintaimu. Karena ujung dari cinta hanyalah luka. Dan, aku tudak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti harus kehilanganmu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:21)
# "Bersamamu aku melatih diri untuk memeluk seseorang tanpa tapi. Dalam genggaman tanganmu aku mencoba menguji diri untuk mengabdi tanpa caci. Aku mencoba berhenti mempertanyakan yang tidak pasti. Terutama status hubungan kita saat ini". (Ucap tokoh Bella, Halaman:23)
# "Aku tidak mampu menahan diri. Kamu terlanjur masuk ke hati. Menghapus sepi. Membangun mimpi. Memberi pelangi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:24)
# "Semua masa itu ada kesulitannya masing-masing. Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semuanya punya sisi berat yang sama. Tugas kita sebagai manusia adalah nyiapin pundak terbaik buat angkat beban berat buat kita. Tuhan pasti kasih porsi yang pas untuk setiap berat beban di masa-masa yang kita lewatin". (Ucap tokoh Bella, Halaman:27)
# "Tetaplah dalam pelukan hingga aku tidak merasa kesepian. Kamu tawarkan berbgai macam kebahagiaan yang aku nikmati dalam setiap kehadiran. Pelukmu menyisakan kenangan menyenangkan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:33)
# "Kamu mengenalkanku pada cinta, sekaligus luka". (Ucap tokoh Bella, Halaman:34)
# "Kamu terlalu indah untuk disingkirkan. Kamu terlalu sempurna untuk diabaikan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Wajahmu adalah cerahnya langit di atas lapangan Sutasoma. Bahagiaku adalah bulir keringat yang menetes dalam latihan pagi dan soremu. Akulah gadis yang akan selalu menggelombangkan doa untukmu. meskipun mungkin kamu pasti memilih gelombang teduh dari laut yang lain". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Jangan sampai yang aku takutkan terjadi. Jangan sampai aku kehilangan kamu sebelum benar-benar memilikimu. Aku sudah takut kehilangan, bahwa sebelum memiliki kamu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:38)
# "Kamu menjelma pilihan lampu terang di jalanan lengang. Kamu hangat, megah, dan membuatmu setengah gila. Pesonamu sungguh amat menyiksa. Terutama ketika kamu bilang aku hanya teman biasa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:40)
# "Bertemu denganmu sebenarnya adalah mimpi yang menurutku terlalu tinggi. Kamu bawa aku lari, kemari. Kamu bawa aku terbang hingga tujuh langit dilintasi. Kamu bahagiakan aku di puncak tertinggi. Dan, sekarang aku takut kamu juga yang menjatuhkan suatu hari nanti". (Ucap tokoh Bella, Halaman:41)
# "Dan, pada akhirnya aku menyadari, obat dari penyakit rindu yang aku miliki adalah bertemu denganmu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:42)
# "Rasa rinduku menemukan titik temu di kamu, sayangnya rasa rindumu belum tentu untukku". (Ucap tokoh Bella, Halaman:43)
# "Kamu itu perempuan hebat, jangan pernah ngebiarin hati kamu dipatahin sama orang yang salah. Patah hatilah sama orang terbaik yang bisa kasih kamu pelajaran supaya rasa sakit kamu nggak sia-sia". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:46)
# "Patah hati aku selalu buruk. Bahkan, karena patah hati aku sempet ada di titik terlemah. Aku kalut waktu itu. Tapi, dia yang ada di masa lalu aku tetap ngasih pelajaran terbaik. Bahwa jatuh cinta itu nggak boleh berlebihan, dan kalau segalanya mulai berlebihan, harus aku yang menghentikan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Kamu pandai dalam meninggalkan. Kamu juara dalam memberi harapan. Aku yang sempat kamu letakkan di tempat yang seakan penting, sekarang sudah berada di tempat paling genting. Bahagiakah kamu melihatku mati-matian mengikhlaskan kamu pergi?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Perpisahan adalah ujung yang kamu tempuh. Semuanya tidak lagi penting bagimu, meskipun sudah aku berikan seluruh. Segala pengorbanan yang aku beri penuh, selalu bagimu tak pernah utuh. Selalu saja kamu biarkan aku jadi sosok paling rapuh". (Ucap tokoh Bella, Halaman:47)
# "Kamu tahu kenapa segalanya berakhir penuh luka? Karena, salahku yang mulai pakai cinta sementara kamu tidak menggunakan rasa apa-apa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:48)
# "Aku tidak pernh ingin punya cerita akhir bersamamu, Tapi jika semua terasa menyakitkan seperti ini, haruskah aku memilih berhenti?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:49)
# "Tidak ada yang paling kelabu selain melihatmu baik-baik saja sementara aku di sini sangat tersiksa. Cinta ini terlalu menyiksaku hingga tetap mengingatmu adalah sesak yang membuatmu semakin sulit bernapas. Kamu menghilang, menyisakan banyak kenang". (Ucap tokoh Bella, Halaman:65)
# "Aku pernah terlonjak bahagia sebelum kamu merusak segalanya. Harusnya dari awal aku menyadari bahwa aku tidak berhak mengharapkan apa-apa. Selamanya aku hanya persinggahan, tempat kamu bersandar dari kelelahan, lalu aku akan kamu tinggalkan saat kamu berada di puncak rasa bosan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:67)
# "Aku terlambat menyadari bahwa ternyata hubungan ini hanyalah candaan, dan bagimu aku semata bahan tertawaan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:68)
# "Kesalahanku yang paling fatal adalah aku terlalu mencintaimu sementara kamu belum tentu begitu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:74)
# "Aku sungguh menerima kekalahanku. Karena tidak semua pertandingan harus dimenangi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:75)
# "Aku tidak tahu apakah setelah kepergianmu keadaanku baik-baik saja. Ternyata semua makin parah dan hatiku semakin berdarah". (Ucap tokoh Bella, Halaman:76)
# "Yang jelas pas kali pertama lihat kamu, ada energi yang nyuruh aku supaya nggak pernah lepasin kamu". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:79)
# "Dalam persahabatan, harusnya nggak ada cinta. Murni persahabatan. Tapi, kalau cinta udah terlibat di sana, dan kita bertingkah seperti orang pacaran, pasti akhirnya bakalan menyakitkan". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:79)
# "Makanya kalau sayang sama orang, harus bilang. Kalau orang itu udah nggak ada, dan kita nggak pernah kasih penjelasan apa pun, kita bakalan nyesel seumur hidup". (Ucap tokoh Bella, Halaman:81)
# "Aku terlambat menyadari bahwa aku dan kamu tidak akan pernah satu. Aku terlambat memahami bahwa di antara kita tidak akan ada apa-apa". (Ucap tokoh Bella, Halaman:86)
# "Aku dibutuhkan hanya saat kamu kesepian maka kisah kita tidak berujung dalam kepastian. Aku dicari hanya untuk menghapus sunyi agar hidupmu warna-warni sementara di sini hatiku membiru lagi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:95)
# "Aku rindu yang tersisa ketika pada akhirnya aku bertemu denganmu lagi. Ada cinta yang semakin menguat, tapi sungguh aku harus melepasmu pergi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:96)
# "Kamu tidak mengejarku, mungkin karena hari itu kakimu terasa begitu sakit atau malah hatimu terasa memar sekali?". (Ucap tokoh Bella, Halaman:103)
# "Kenangan darimu terlalu sesak hingga memaksaku untuk membuat jarak". (Ucap tokoh Bella, Halaman:107)
# "Kamulah candu yang menganggu tidur malamku hingga suatu ketika aku menyadari: mabuk kepayang terhadap sosokmu harusnya tidak pernah terjadi". (Ucap tokoh Bella, Halaman:108)
# "Gimana mau jadi mantan? jadian aja belum. Kita, tuh, udah putus duluan, sebelum ngerasain indahnya jadian". (Ucap tokoh Bella, Halaman:110)
# "Gue nggak marah sama keadaan. Gue marah sama diri gue sendiri". (Ucap tokoh Cyrus Halaman:112)
# "Cinta yang aku punya terlalu membutuhkan mata hingga aku tidak punya waktu untuk menggunakan logika. Cinta yang aku punya terlalu membutakan rasa hingga aku tidak berpikir panjang bahwa kamulah penyebab segala luka". (Ucap tokoh Bella, Halaman:114)
# "Aku terlalu jatuh cinta sementara kamu menganggap perasaanku candaan semata". (Ucap tokoh Bella, Halaman:117)
# "Sebenarnya ada cinta yang aku rasa, tapi aku takut untuk mengutarakan semua". (Ucap tokoh Bella, Halaman:118)
# "Laki-laki sebenarnya sama dengan perempuan. Ada tangis yang kami sembunyikan agar tidak dipandang penuh kerendahan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:119)
# "Melewatkanmu adalah kebodohanku. Berusaha meninggalkanmu adalah ketololan yang bahkan aku sendiri tidak bisa memaafkan. Aku takut untuk jatuh cinta sementara di sana kamu selalu menawarkan rasa yang nyata. Diam-diam aku bertanya, mungkinkah hatimu harus aku terima?". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:121)
# "Aku takut untuk membawamu masuk ke hidupku. Kamu terlalu mewah untuk aku yang biasa saja. Tidak sepantasnya sosok yang senang menyakitii sepertiku memiliki seseorang yang memberi seluruhnya. Aku pernah berpikir, haruskah aku melepasmu agar kamu mendapatkan yang lebih baik dariku?". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:121)
# "Aku memang tidak pernah menunjukkan air mata. Karena, rasa sedih yang terlalu dalam sebenarnya sering kali membuat manusia bahkan tak mampu menangis lagi. Kamu sesungguhnya muara segala tanya, jawaban setiap doa, dan pemuas dalamnya dahaga". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:122)
# "Dalam dingin yang menusuk-nusuk tulang, izinkan aku kembali pulang. Karena hanya kepadamu gelap dalam diriku menemukan terang". (Ucap tokoh Cyrus, Halaman:123)
# "Kamu memang semanis kembang gula. Kamu memang sehangat matahari senja. Kamu membahagiakan. Sayangnya, kita tidak sejalan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:124)
# "Aku ingin namaku ada di sana, di hatimu yang dihuni dia. Aku ingin namaku ada di sana, di pikiranmu yang penuh dengan sosoknya. Aku sungguh ingin namaku ada dalam doamu, tapi ternyata hatimu hanya menginginkan dirinya". (Ucap tokoh Bella, Halaman:129)
# "Kamu adalah teka-teki yang kadang tanpa jawaban, tapi senang tenggelam dalam pertanyaan. Bersamamu". (Ucap tokoh Bella, Halaman:132)
# "Karena menurut dia, jatuh cinta itu ngebunuh apa pun yang udah dia bangun sampe sekarang. Ngebunuh kariernya, ngebunuh hobinya. Apa pun. Dia nggak mau hancur karena cinta. Dia takut jatuh cinta. Terutama waktu dia tahu, kalau dia sebenarnya juga jatuh cinta sama kamu". (Ucap tokoh Mega, Halaman:139)
# "Sudah cukup sakit hati yang aku emban. Aku terlalu lelah menahan setiap tangisan". (Ucap tokoh Bella, Halaman:145)
# "Kehadiranmu menghapus abu-abu di hidupku. Kamu membawa ribuan warna yang menyadarkanku akan arti bahagia". (Ucap tokoh Bella, Halaman:156)
== Referensi ==
<references />
5izvohnk84rq8b4m9z0jgjj3omvb6l6
Ratna Widia
0
14995
56196
2026-08-21T06:23:32Z
Dinda Hani
20204
←Membuat halaman berisi ''''Ratna Widia''' merupakan penulis perempuan asal Indonesia. Ia merupakan lulusan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum. Telah menulis berbagai karya tulis ilmiah nasional, bidang hukum. Hingga merambah ke genre ''self improvement''. <ref name=":0">{{Cite book|last=Widia|first=Ratna|date=2021|title=You Are Overthinking! Pada Dasarnya Semua Baik-Baik Saja|location=Yogyakarta|publisher=Anak Hebat Indonesia|isbn=9786232442061|...'
56196
wikitext
text/x-wiki
'''Ratna Widia''' merupakan penulis perempuan asal Indonesia. Ia merupakan lulusan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum. Telah menulis berbagai karya tulis ilmiah nasional, bidang hukum. Hingga merambah ke genre ''self improvement''. <ref name=":0">{{Cite book|last=Widia|first=Ratna|date=2021|title=You Are Overthinking! Pada Dasarnya Semua Baik-Baik Saja|location=Yogyakarta|publisher=Anak Hebat Indonesia|isbn=9786232442061|url-status=live}}</ref>
== Kutipan dari Buku ''"You Are Overthinking"<ref name=":0" />'' ==
# "Jangan pernah percaya pada siapa pun, karena bayanganmu sendiri juga akan meninggalkanmu pada saat senja telah tiba di bibir malam". (Halaman:vii)
# "Bisa saja dengan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak malah akan membuat konsentrasi terpecah, sehingga aktivitas yang sebenarnya bisa dilakukan dengan baik menjadi salah kaprah". (Halaman:7)
# "''Automatic thoughts'' ini perlu dikelola karena dapat memengaruhi emosi dan tingkah laku jika muaranya jelas-jelas melahirkan pemikiran positif dan negatif. ''Automatic thoughts'' memang dapat mengarah pada pikiran positif, namun pikiran negatif mayoritas selalu menang. Pikiran negatif ini yang memanipulasi akal sehat manusia sehingga mengundang ''ovethinking''". (Halaman:9)
# ''"You will never be free until you free yourself from the prison of your own false thoughts'' (Anda tidak akan pernah bebas sampai Anda membebaskan diri dari penjara pikiran-pikiran keliru Anda sendiri)". (Halaman:10)
# "Kebutuhan dasar anak untuk dikasihi (kebutuhan asih) adalah kebutuhan emosi/kasih sayang yang akan menciptakan ikatan erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial". (Halaman:12)
# "Anak belajar dari kehidupannya. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, maka ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, maka ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri". (Halaman:13-14)
# "Kedewasaan merupakan cerminan dari cara berpikir seseorang. Semakin dewasa, seseorang akan memiliki perencanaan yang matang sebelum bertindak, tidak gegabah dalam setiap mengambil keputusan dan memiliki manajemen kontrol yang baik atas apa yang ia lakukan". (Halaman:15)
# ''"Negative thinking creates clouds at critical decision times. (Pemikiran negatif menciptakan kabut pada saat-saat pengambilan keputusan yang krusial)''-John C. Maxwell". (Halaman:23)
# "''Rational thinking'' akan mengarahkan seseorang pada suatu rencana, sedangkan ''overthinking'' hanya akan mengantarkan seseorang menuju sebuah wacana. Berbekal kontrol manajemen yang baik akan membuat semua rencana dan usaha yang dilakukan berhasil sempurna". (Halaman:24)
# "Semakin tinggi pohon menjulang, angin juga bertiup semakin kencang. Semakin berpengalaman seorang hakim, semakin sering dia akan bertemu dengan orang-orang yang berilmu pengetahuan". (Halaman:26)
# "Manipulasi o''verthinking'' membuat kita terlihat sebagai seorang pemikir. Jauh dari itu, katakanlah o''verthinking'' sebagai tukang mangkir. bedakan o''verthinking'' (berpikir berlebihan) dengan ''rational thinking'' (berpikir rasional). Sikap ''overthinking'' ini justru akan mengganggu dalam pembuatan keputusan yang rasional". (Halaman:28)
# "Salah satu urgensi membuat perencanaan secara tertulis adalah agar Anda tidak lupa karena letupan pikiran untuk mendapat ide kreatif berlangsung sangat singkat sekitar 5-7 menit". (Halaman:30)
# "Cara kerja pikiran otak manusia adalah menuliskan tema utama sebagai titik pusat. Lalu, memikirkan cabang-cabang atau tema turunan yang keluar dari titik pusat tersebut dan menjadi hubungan antara tema turunan". (Halaman:31)
# "''Everything needs a house to live in but a supportive family is what builds a home. (Segala sesuatu membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, namun keluarga yang suportiflah yang membangun sebuah rumah yang sesungguhnya)'' -Anthony Liccione". ''(''Halaman:39)
# "Agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia". (Halaman:51)
# "Tuhan membuat jalan cerita terbaik di balik perpisahan. Sejalan itu, Tuhan tidak pernah memberikan lagi bonus-bonus penderitaan". (Halaman:56)
# "Oleh karena anak sudah memiliki pandangan sendiri, maka peran orang tua sebaiknya sebagai teman cerita dan berdiskusi dalam suasana keakraban". (Halaman:58)
# "Setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab, maka anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia". (Halaman:60)
# "Jika kita tidak memahami strategi dasar tentang apa yang harus dilakukan, maka kita hanya akan berkutat pada kesia-siaan saja". (Halaman:62)
# "''Trust can take years to build, but only a second to break.'' (Kepercayaan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, namun hanya butuh sedetik untuk hancur)". (Halaman:75)
# "Hasil akhir memang penting, tapi bagaimana proses menuju hasil akhir itu terpenting". (Halaman:80)
# "Seorang wanita lebih suka menggunakan perasaan, sedangkan laki-laki terlihat rasional. Sebabnya adalah berhubungan dengan Hemisfer otak yaitu sisi kiri mengendalikan bahasa, dan sisi kanan otak sebagai tempat emosi". (Halaman:84)
# "Mungkin Anda bisa tertawa untuk sebuah peristiwa yang menimpa seseorang, tapi bisa jadi peristiwa itu adalah petaka bagi orang yang Anda tertawakan -Ratna Widia". (Halaman:91)
# "Bagi orang-orang yang sudah dewasa, cobalah untuk hati-hati dalam berbicara. Walaupun yang kalian ajak bicara hanya seorang bocah, tapi mereka juga bisa merasakan susah. Jika sampai sekarang saja saya masih ingat, lalu bagaimana cara Anda untuk meminta maaf atas hati yang sudah tersayat". (Halaman:94-95)
# "''Talk with your daughters, play with your sons. You need to be a better friend to them than anyone else. This society offers lots of evil friends. Before they make those kinds of friends, they need to find their best friend in you'' (Bicaralah dengan putri-putrimu, bermainlah dengan putra-putramu. Kamu perlu menjadi sahabat yang lebih baik bagi mereka dibandingkan siapa pun. Masyarakat di luar sana menawarkan banyak teman yang membawa pengaruh buruk. Sebelum mereka mendapatkan teman-teman semacam itu, mereka perlu menemukan sosok sahabat sejati dalam dirimu) - Nouman Ali Khan". (Halaman:99)
# "''Stop worrying about what can go wrong, and get excited about what can go right'' (Berhentilah mengkhawatirkan apa yang bisa berjalan salah, dan antusiaslah terhadap apa yang bisa berjalan dengan baik)". (Halaman:103)
# "Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan". (Halaman:106)
# "Seseorang dengan sikap ''overthinking'' cenderung menunjukkan ciri-ciri yang hanya bisa menghindar dari masalah, bukan mencari solusi". (Halaman:110)
# "Yang terpenting dari pengalaman tersebut adalah bagaimana cara saya untuk terus berjuang dengan kembali berdiri setelah kegagalan bertubi-tubi". (Halaman:120)
# "''Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani'' (Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan. Di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang, seorang pengajar harus memberikan dorongan dan arahan) -Ki Hajar Dewantara" - (Halaman:123)
# "Jika kita tidak memahami strategi dasar tentang apa yang harus dilakukan, maka kita hanya akan berkutat pada kesia-siaan saja". (Halaman:125)
# "Hal terpenting dalam sebuah pembelajaran adalah proses pemahaman, tapi saya sendiri telah membuat pandangan lain". (Halaman:127)
# "''It's hard to beat a person who never gives up'' (Sulit untuk mengalahkan orang yang tidak pernah menyerah) - Babe Ruth". (Halaman:133)
# "''A good friend is like star. You can not always see it, but you realize it will always be there'' (Sahabat sejati itu seperti bintang. Kamu tidak selalu bisa melihatnya, tetapi kamu tahu ia akan selalu ada di sana)". (Halaman:143)
# "''If you tell the truth, you don't have to remember anything'' (Jika Anda mengatakan yang sebenarnya, Anda tidak perlu mengingat apa pun) - Mark Twain". (Halaman:147)
# "Pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri seseorang adalah sembilan kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar". (Halaman:148)
# "''Give a bowl of rice to a man and you will feed him for a day. Teach him to grow his own rice and you will save his life'' (Berikan semangkuk nasi kepada seseorang, maka Anda memberinya makan untuk sehari. Ajarkan dia cara menanam padinya sendiri, maka Anda menyelamatkan hidupnya) -Confucius". (Halaman:154)
# "Tips terbaik adalah tetap saja yakin Tuhan sudah siapkan di depan. Kayuh saja sepedamu pelan-pelan, jika lelah silakan rehat lalu lanjutkan". (Halaman:163)
# "''A woman is like a tea bag. You can't tell how strong she is until you put her in hot water'' (Wanita itu ibarat kantong teh. Kamu tidak akan tahu seberapa kuat dirinya sampai kamu memasukkannya ke dalam air panas)". (Halaman:167)
# "''I would rather walk with a friend in the dark, than alone in the light'' (Aku lebih memilih berjalan bersama teman dalam kegelapan daripada sendirian dalam cahaya)". (Halaman:168)
# "Jika Tuhan sudah menciptakan formula untuk menjalani ujian di dunia, lalu apalagi yang perlu manusia khawatirkan?". (Halaman:173)
# "Ada kekuatan yang tidak bisa Anda kendalikan yaitu kehendak Tuhan. Silakan berusaha sebaik-baiknya, tambah dengan doa lalu pasrahkan hasilnya pada Tuhan. Jika ternyata hasilnya berbeda dengan rencana, belajar saja untuk menerima. Biarkan berlalu, kemudian bangkit lagi untuk menyusun rencana yang baru". (Halaman:176)
# "Tujuan Tuhan memberikan akal adalah agar kita mempunyai bekal dalam menjelajahi dunia". (Halaman:178)
# "Hal yang paling utama untuk dilakukan adalah menerima diri sendiri. Apa yang melekat pada diri kita sudah sesuai porsi dan yakini bahwa inilah yang terbaik. Tuhan akan memberikan ujian kepada manusia sesuai dengan kesanggupan masing-masing". (Halaman:179)
# "Percayalah, Anda unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Yakini bahwa pasti ada suatu kelebihan dalam diri sendiri dibanding orang lain". (Halaman:180)
# "Yang ingin saya katakan adalah manusia memang bisa berencana, berusaha dan berdoa, tapi hasilnya Tuhan yang tetapkan. Jika terdapat suatu masalah di luar kendali, maka lepaskan saja. Jangan biarkan pikiran terjajah oleh ''overthinking'' hingga menyalahkan diri sendiri". (Halaman:184)
# "Jika ternyata hasilnya berbeda dengan rencana, belajar saja untuk menerima. Biarkan berlalu, kemudian bangkit lagi untuk menyusun rencana yang baru". (Halaman:185)
# "''If plan A didn't work, the alphabet has 25 more letters'' (Jika rencana A tidak berhasil, masih ada 25 huruf lagi dalam alfabet). (Halaman:185)
# "Ketika pikiran berlebihan dalam menyikapi segala sesuatu, sebaiknya Anda mengelola perasaan. Ubah cara dalam menyikapi segala sesuatu secara berlebihan dengan membuat ''list problem'' ''solving'' yang mungkin dapat dilakukan untuk mengembalikan keadaan". (Halaman:196)
# "Intinya, Tuhan telah memberikan ''hint'' atau kunci atau formula-formula sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di dunia yang pada hakikatnya adalah menjadi tempat ujian kita sebagai manusia. Tidak sadarkah kita bahwa dunia adalah tempat manusia diuji". (Halaman:200)
# "Begitu juga dunia yang sangat kecil ini jika dibandingkan dengan alam semesta. Anda sementara waktu berada di dunia untuk menyelesaikan segala bentuk ujian, baik ujian kesulitan maupun kebahagiaan. Barang siapa yang berhasil melewati segala bentuk ujian, maka akan dinilai berhasil dan pantas untuk masuk ke surga yang telah Tuhan siapkan". (Halaman:201)
== Referensi ==
<references />
94uo0vz9ayntyj5xmqfmyjdnmqqqelq
Mochtar Lubis
0
14996
56202
2026-08-21T10:42:33Z
Pinerineks
1560
←Membuat halaman berisi '== Kutipan == * "Manusia Indonesia sangat mudah cendetung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri." * Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang. * Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia. == Bacaan == * Lubis, Mocht...'
56202
wikitext
text/x-wiki
== Kutipan ==
* "Manusia Indonesia sangat mudah cendetung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri."
* Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang.
* Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia.
== Bacaan ==
* Lubis, Mochtar. (2016). ''Manusia Indonesia''. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
18r5zfnzh38y1cj9d8jym2u27jfjj1s
56203
56202
2026-08-21T10:43:02Z
Pinerineks
1560
56203
wikitext
text/x-wiki
'''Mochtar Lubis''' adalah seorang jurnalis dan novelis Indonesia yang turut mendirikan harian Indonesia Raya dan majalah sastra bulanan Horison.
== Kutipan ==
* "Manusia Indonesia sangat mudah cendetung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri."
* Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang.
* Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia.
== Bacaan ==
* Lubis, Mochtar. (2016). ''Manusia Indonesia''. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
g81yr8rup937emxpxa6tjhasbbge0l5
56204
56203
2026-08-21T10:43:33Z
Pinerineks
1560
56204
wikitext
text/x-wiki
'''Mochtar Lubis''' adalah seorang jurnalis dan novelis Indonesia yang turut mendirikan harian Indonesia Raya dan majalah sastra bulanan Horison.
== Kutipan ==
* "Manusia Indonesia sangat mudah cendetung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri."
* Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang.
* Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia.
== Bacaan ==
* Lubis, Mochtar. (2016). ''Manusia Indonesia''. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
hlpnrzaaarjwn1f0haqu9chnobvdl8u
56205
56204
2026-08-21T10:44:05Z
Pinerineks
1560
/* Bacaan */
56205
wikitext
text/x-wiki
'''Mochtar Lubis''' adalah seorang jurnalis dan novelis Indonesia yang turut mendirikan harian Indonesia Raya dan majalah sastra bulanan Horison.
== Kutipan ==
* "Manusia Indonesia sangat mudah cendetung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri."
* Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang.
* Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia.
== Bacaan ==
{{wikipedia}}
* Lubis, Mochtar. (2016). ''Manusia Indonesia''. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
89m1vl1demwtph714tn6jplmbd73y2u
Kategori:Aktivis perempuan dari Afganistan
14
14997
56209
2026-08-21T11:18:27Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
19254
←Membuat halaman berisi 'Kumpulan artikel aktivis perempuan dari Afganistan'
56209
wikitext
text/x-wiki
Kumpulan artikel aktivis perempuan dari Afganistan
81tlpljr39ddmk6enijnapznek20lke
Pengguna:Ibrohim tijani
2
14998
56210
2026-08-21T11:40:19Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi '<nowiki>{{</nowiki>[[Templat:Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026|Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026]]<nowiki>}}</nowiki>'
56210
wikitext
text/x-wiki
<nowiki>{{</nowiki>[[Templat:Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026|Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026]]<nowiki>}}</nowiki>
fjuf6d3xmw3ub5yfloono9299fd0e4i
56211
56210
2026-08-21T11:41:15Z
Ibrohim tijani
21218
56211
wikitext
text/x-wiki
<nowiki>{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}</nowiki>
bqzvf5oq4eq5qcbznwfwc6ktd9uhwp6