Wikikutip
idwikiquote
https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.16
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikikutip
Pembicaraan Wikikutip
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Rasuna Said
0
7902
56268
52040
2026-08-22T11:38:07Z
Badak Jawa
15604
/* */ Kalimat pembukanya tidak perlu panjang-panjang karena fokusnya mengenai kutipan Rasuna Said
56268
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Rasuna Said.jpg|jmpl|Rasuna Said]]
'''Rasuna Said''' adalah salah satu tokoh wanita pejuang kemerdekaan [[Indonesia]]. Ia lahir di Minanjau, Sumatera Barat pada 14 September 1910.
== Kutipan ==
* "Bahwa seorang pelajar setidaknya perlu dilengkapi dengan berbagai macam kepandaian untuk mereka yang akan berkecimpung dalam pergerakan."
Sumber kutipan: Putra, Purwanto (2019). [http://galeribukujakarta.com/wp-content/uploads/2020/03/7-Tokoh-Nasional-Bidang-Pendidikan-Dan-Pers-Sumatera-Barat_Purwanto-Putra_29-Maret-2020.pdf Tujuh Tokoh Nasional Sumatera Barat Di Bidang Pendidikan dan Pers]. Depok: Yayasan Petualang Literasi. Hlm. 39.
* "Menurut keyakinan saya, satu bangsa yang belum merdeka itu lama-kelamaan akan mendapat kemerdekaannya. Keyakinan yang saya katakan itu ialah akan membangkitkan semangat bangsa saya. Satu bangsa berhak akan kemerdekaan. Maksud saya mengataken ‘Gouvernment Belanda akan hilang’ ialah karena di sini, di Indonesia ini, orang Belanda yang memerintah."
* "Pergaulan hidup di Indonesia tidak akan sempurna kalau Indonesia belum merdeka dan agama pun tidak pula akan sampurna kalau Indonesia tidak merdeka.”
* "Imprealisme ada di seluruh dunia karena imprealisme itu bukanlah manusianya, nafsu yang hendak mempengaruhi ekonomi bangsa lain. Seperti negeri Belanda, boleh jadi juga ada imprealisme Jepang, yaitu yang hendak mempengaruhi ekonomi bangsa Belanda.
* "Sifat Permi ‘menuju Indonesia Merdeka asal dengan non-cooperation’ dimaksudkan percaya kepada kekuatan sendiri. Tidak mau duduk dan bekerja dengan raad-raad yang diadakan oleh pemerintah. Politik itu dibagi dua, yaitu ada yang berhaluan dan ada pula yang tidak berhaluan non-cooperation."
* "Menurut keyakinan Permi, Volksraad tidak perlu, karena kami tidak akan bekerja bersama-sama dengen pemerentah. Di Volksraad cuma dibicarakan yang bagus-bagus saja, sedangkan soal kampung-kampung yang busuk-busuk tidak dibicarakan."
Sumber kutipan: Sadim, Purwadi. (2020, 22 April). ''Rasuna Said: Islam Tak Sempurna Bila Indonesia Tak Merdeka!.'' Diakses pada 9 November 2025, dari https://khazanah.republika.co.id/berita/q96ck9385/rasuna-said-islam-tak-sempurna-bila-indonesia-tak-merdeka.
* "Perempuan-perempuan dalam pertemuan ini, termasuk orang-orang yang belum merdeka, tetapi suatu saat nanti yang pasti akan merdeka." (De Sumatra Post, 1932).
* "Perwakilan pemerintah hanya mencatat apa yang dikatakan saja. Kembali saya tegaskan! Cukup lama, orang Indonesia telah bersabar. Sekarang sedang bergolak untuk kemajuannya dan memperoleh kemerdekaannya dan akan bekerja untuk itu dengan semua kekuatan yang ada."
* “Menurut keyakinan saya, satu bangsa yang belum merdeka itu lama-kelamaan akan mendapat kemerdekaannya. Keyakinan yang saya katakan itu ialah akan membangkitkan semangat bangsa saya. Satu bangsa berhak akan kemerdekaan. Maksud saya mengataken ‘Gouvernment Belanda akan hilang’ ialah karena di sini, di Indonesia ini, orang Belanda yang memerintah.”
Sumber kutipan: Sufyan, F. H. (2022). Melumpuhkan Rasuna Said: Menuntut Indonesia Merdeka Tahun 1932. ''Danadyaksa Historica'', ''2''(1), 71-79.
* "Manusia terlahir bebas; justru masyarakatlah yang menjadikannya budak, melawan kehendak agama dan bangsa. Lebih baik kita memohon kepada Allah agar dicabut nyawa kita, daripada hidup tanpa mengabdi kepada bangsa."
* "Kita wajib memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan kemerdekaan itu pasti akan lahir."
* "Sapaan hangat untuk putra-putri yang belum merdeka, namun kelak pasti akan merdeka dan pemerintahan Belanda akan lenyap."
* "Lebih cepat atau lambat akan mencapai kemerdekaan. Saya tahu, dan seluruh dunia tahu, bahwa setiap bangsa berhak atas kemerdekaan. Jelas pula bahwa ketika saatnya tiba Indonesia merdeka, pemerintahan Belanda yang berkuasa sekarang itu akan sirna, runtuh dengan sendirinya."
* "Untuk menyalakan harapan akan masa depan yang lebih baik, dan mengobarkan semangat bangsaku."
* "Jika saudara-saudaraku para lelaki merasa takut untuk ikut berjuang, tidakkah kalian akan merasa malu bila kelak kemerdekaan Indonesia justru diraih oleh kaum perempuan?"
Sumber kutipan: White, S. (2013). Rasuna Said: Lioness of the Indonesian independence movement. ''Women in Southeast Asian Nationalist Movements'', 98-123.
* "Kita harus mampu memanfaatkan situasi politik yang saat ini berpihak pada kita. Masalah Irian bukan semata-mata persoalan antara Indonesia dan Belanda, tetapi persoalan antara Indonesia dan masyarakat dunia.Belanda hanyalah pihak yang kebetulan menjadi sorotan dalam konteks ini. Sesuai dengan prinsip kita yang menolak perang dan menjunjung tinggi perdamaian, kita menentang penjajahan Belanda di Irian, karena penjajahan itulah sumber dari pertikaian dan ketidakstabilan."
Sumber kutipan: ''Het nieuwsblad voor Sumatra'', halaman 2, terbit 25-05-1954
Perjuangannya juga menjadi penegasan bahwa emansipasi bukan hanya urusan perempuan, tetapi bagian dari perjuangan bangsa secara utuh. Baginya, tidak mungkin bangsa ini bisa merdeka sepenuhnya jika kaum perempuannya terus terpinggirkan. Ia tidak hanya bicara soal perempuan bersekolah, melainkan juga soal perempuan yang berpikir, berbicara, dan ikut menentukan arah bangsa.<ref>{{Cite web|title=Rasuna Said: Pejuang Emansipasi Wanita|url=https://www.marhaenpress.com/2025/08/rasuna-said-pejuang-emansipasi-wanita.html|access-date=2025-12-20}}</ref>
== Pranala luar ==
Putra, Purwanto (2019). [http://galeribukujakarta.com/wp-content/uploads/2020/03/7-Tokoh-Nasional-Bidang-Pendidikan-Dan-Pers-Sumatera-Barat_Purwanto-Putra_29-Maret-2020.pdf Tujuh Tokoh Nasional Sumatera Barat Di Bidang Pendidikan dan Pers]. Depok: Yayasan Petualang Literasi. Hlm. 39.
Sadim, Purwadi. (2020, 22 April). ''Rasuna Said: Islam Tak Sempurna Bila Indonesia Tak Merdeka!.'' Diakses pada 9 November 2025, dari https://khazanah.republika.co.id/berita/q96ck9385/rasuna-said-islam-tak-sempurna-bila-indonesia-tak-merdeka
Sufyan, F. H. (2022). Melumpuhkan Rasuna Said: Menuntut Indonesia Merdeka Tahun 1932. ''Danadyaksa Historica'', ''2''(1), 71-79.
White, S. (2013). Rasuna Said: Lioness of the Indonesian independence movement. ''Women in Southeast Asian Nationalist Movements'', 98-123.
== Referensi ==
{{tokoh}}{{wikipedia}}{{commons}}
[[Kategori:Tokoh Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh Perempuan Indonesia]]
[[Kategori:Pahlawan Indonesia]]
[[Kategori:SheSaid 2025]]
[[Kategori:Menyunting artikel SheSaid 2025]]
6w3s8po034l5o2jcf8m5zoihu1rpv5k
Pengguna:Dankkum dunya
2
12818
56237
47928
2026-08-21T14:36:20Z
Dankkum dunya
19707
56237
wikitext
text/x-wiki
Halo, ini halaman pengguna saya
{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}
5t1ey2zc2369sq8z8m4r9g9f6xlcyov
Pengguna:Fabius History
2
14919
56265
55825
2026-08-22T10:51:16Z
Fabius History
21054
56265
wikitext
text/x-wiki
Bukan di sini; lihat [[:w:Pengguna:Fabius History]] atau [[:mw:User:Fabius History]].
fvbhr5rm1pknwqqbkf0ldh3c22olrpn
Pembicaraan Pengguna:Fabius History
3
14929
56266
56194
2026-08-22T10:55:07Z
Fabius History
21054
/* Wiki Cinta Kutip 2026 */ Balas
56266
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 15 Agustus 2026 08.27 (UTC)
:Iya bung, saya sudah tahu :) ⚔[[Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman', Times, serif;">'''Fabius History'''</span>]]⚔ ([[Pembicaraan_Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman';">''Salve!''</span>]]) 17 Agustus 2026 01.32 (UTC)
== Wiki Cinta Kutip 2026 ==
Halo Fabius apakah anda berminat untuk mengikuti kegiatan Wiki Cinta Kutip 2026? Jika anda berminat silakan mendaftarkan diri anda [[Acara:Wiki Cinta Kutip 2026|di sini]] ya. Salam Wikikutip [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 01.40 (UTC)
:Maaf, Bung Badak, saya tidak ingin mengikuti kegiatan tersebut karena saya tidak tertarik untuk berpartisipasi dalam sebuah acara, apalagi di Wikikutip. ⚔[[Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman', Times, serif;">'''Fabius History'''</span>]]⚔ ([[Pembicaraan_Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman';">''Salve!''</span>]]) 22 Agustus 2026 10.55 (UTC)
61xbkimqc62y9921ppg7pgbhdkxw9uh
56272
56266
2026-08-22T11:46:20Z
Badak Jawa
15604
56272
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 15 Agustus 2026 08.27 (UTC)
:Iya bung, saya sudah tahu :) ⚔[[Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman', Times, serif;">'''Fabius History'''</span>]]⚔ ([[Pembicaraan_Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman';">''Salve!''</span>]]) 17 Agustus 2026 01.32 (UTC)
== Wiki Cinta Kutip 2026 ==
Halo Fabius apakah anda berminat untuk mengikuti kegiatan Wiki Cinta Kutip 2026? Jika anda berminat silakan mendaftarkan diri anda [[Acara:Wiki Cinta Kutip 2026|di sini]] ya. Salam Wikikutip [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 01.40 (UTC)
:Maaf, Bung Badak, saya tidak ingin mengikuti kegiatan tersebut karena saya tidak tertarik untuk berpartisipasi dalam sebuah acara, apalagi di Wikikutip. ⚔[[Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman', Times, serif;">'''Fabius History'''</span>]]⚔ ([[Pembicaraan_Pengguna:Fabius History|<span style="color:#702963; font-family:'Times New Roman';">''Salve!''</span>]]) 22 Agustus 2026 10.55 (UTC)
:Sangat disayangkan jika anda tidak berminat mengikuti acara Wiki Cinta Kutip 2026 padahal sudah ada hadiah berupa suvenir yang nantinya bisa anda dapatkan jika anda memenangi acara tersebut namun saya tidak mempermasalahkan pilihan anda. Salam [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.46 (UTC)
9mbn2kzjjvddfejoo0n7dprzegjkrvq
Mochtar Lubis
0
14996
56257
56205
2026-08-22T04:52:49Z
Pinerineks
1560
56257
wikitext
text/x-wiki
'''Mochtar Lubis''' adalah seorang jurnalis dan novelis Indonesia yang turut mendirikan harian Indonesia Raya dan majalah sastra bulanan Horison.
== Kutipan ==
* "Sampai sekarang manusia Indonesia yang modern pun, yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern, masih terus juga membuat jimat, mantera, dan lambang."
* "Ciri artistik manusia Indonesia adalah yang paling menarik dan mempesonakan, merupakan sumber dan tumpuan harapan bagi hari depan manusia Indonesia."
== Bacaan ==
{{wikipedia}}
* Lubis, Mochtar. (2016). ''Manusia Indonesia''. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[[Kategori:Penulis Indonesia]]
{{tokoh}}
dreo71yl2ybr5919rz1pbeu92y37q51
Pengguna:Ibrohim tijani
2
14998
56217
56211
2026-08-21T13:00:19Z
Badak Jawa
15604
/* */ Menghapus sintaksis nowiki
56217
wikitext
text/x-wiki
{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}
5nmuyytlnlmmcohopeyv4ztl657r9qm
Muna masyari
0
14999
56212
2026-08-21T12:08:27Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Muna Masyari'''<nowiki/>' adalah nama pena dari '''Munawaroh Masyari'''<nowiki/>', seorang penulis dan cerpenis yang lahir di Pamekasan, Madura, pada 26 Desember 1985. Ia tinggal di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dan dalam kehidupan sehari-hari juga bekerja sebagai penjahit pakaian. Menulis dan menjahit menjadi dua aktivitas yang berjalan berdampingan dalam kehidupannya. Muna mengatakan bahwa ia sering memperoleh ide untuk menu...'
56212
wikitext
text/x-wiki
'''Muna Masyari'''<nowiki/>' adalah nama pena dari '''Munawaroh Masyari'''<nowiki/>', seorang penulis dan cerpenis yang lahir di Pamekasan, Madura, pada 26 Desember 1985. Ia tinggal di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dan dalam kehidupan sehari-hari juga bekerja sebagai penjahit pakaian. Menulis dan menjahit menjadi dua aktivitas yang berjalan berdampingan dalam kehidupannya. Muna mengatakan bahwa ia sering memperoleh ide untuk menulis ketika sedang mengerjakan pesanan jahitan.<ref>Masuki M. Astro, “Muna Masyari, cerpenis penyambung keterputusan antargenerasi Madura”, <nowiki>''ANTARA News''</nowiki>, 27 April 2023.</ref>
== Kutipan Muna Masyari ==
=== Tentang sastra dan budaya Madura ===
“Memang banyak penulis yang menggali budaya Madura, tapi sebagian besar dari mereka menuliskannya dalam bentuk puisi. Kalau pun ada versi prosa, itu sedikit dan dari sudut pandang maskulin. Maka dari itulah, saya menuliskannya dari sudut pandang perempuan.”<ref>{{Cite web|last=Liputan6.com|date=2021-09-27|title=Perjuangan Muna Masyari, Penulis Madura Bermental Baja Jaga Eksistensi Lewat Karya|url=https://www.liputan6.com/regional/read/4667432/perjuangan-muna-masyari-penulis-madura-bermental-baja-jaga-eksistensi-lewat-karya|website=liputan6.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
Muna Masyari menjelaskan bahwa budaya Madura telah banyak menjadi sumber inspirasi bagi penulis. Namun, menurutnya, penggambaran budaya tersebut masih lebih banyak dilakukan melalui puisi atau dari sudut pandang laki-laki. Karena itu, ia memilih menghadirkan budaya Madura melalui karya prosa dengan menggunakan sudut pandang perempuan.
“Saya belajar banyak dari karya-karya penulis senior. Misalnya, belajar mendeskripsikan alam dan lingkungan dari karya Ahmad Tohari, belajar mengangkat latar budaya dari karya Oka Rusmini.”<ref name=":0">{{Cite web|last=Liputan6.com|date=2021-09-27|title=Perjuangan Muna Masyari, Penulis Madura Bermental Baja Jaga Eksistensi Lewat Karya|url=https://www.liputan6.com/regional/read/4667432/perjuangan-muna-masyari-penulis-madura-bermental-baja-jaga-eksistensi-lewat-karya|website=liputan6.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses kepenulisan Muna Masyari berkembang melalui kegiatan membaca dan mempelajari karya penulis lain. Ia mengambil pelajaran yang berbeda dari karya-karya yang dibacanya, terutama mengenai cara menggambarkan lingkungan dan mengangkat latar budaya dalam cerita.
=== Tentang perempuan ===
“Maka dari itulah, saya menuliskannya dari sudut pandang perempuan.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Agency|first=ANTARA News|title=Muna Masyari, cerpenis penyambung keterputusan antargenerasi Madura - ANTARA News Jawa Timur|url=https://jatim.antaranews.com/berita/697404/muna-masyari-cerpenis-penyambung-keterputusan-antargenerasi-madura|website=Antara News|access-date=2026-08-21}}</ref>
Sudut pandang perempuan menjadi salah satu unsur penting dalam karya Muna Masyari. Melalui karya sastra, ia memberikan ruang bagi pengalaman perempuan dalam kehidupan masyarakat Madura. Pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tetapi juga berhubungan dengan tradisi, keluarga, hubungan sosial, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.
Penggunaan perspektif perempuan juga menjadi cara Muna Masyari dalam melihat kembali budaya Madura. Ia tidak hanya menggambarkan tradisi sebagai sesuatu yang diwariskan, tetapi juga menghadirkan bagaimana tradisi tersebut dialami oleh perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
=== Tentang kepenulisan ===
“Saya belajar banyak dari karya-karya penulis senior.”<ref name=":0" />
Muna Masyari menjadikan karya penulis lain sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan menulisnya. Ia tidak hanya membaca untuk menikmati cerita, tetapi juga memperhatikan bagaimana seorang penulis membangun latar, menggambarkan lingkungan, dan menghadirkan budaya dalam sebuah karya.
“Saya belajar menulis dengan banyak membaca karya cerpen penulis lain.”<ref name=":1" />
Membaca menjadi bagian penting dalam proses kreatif Muna Masyari. Baginya, kemampuan menulis dapat dikembangkan melalui kebiasaan membaca karya sastra dan mempelajari cara penulis lain membangun cerita.
=== Tentang karya sastra ===
Karya-karya Muna Masyari banyak berkaitan dengan kehidupan masyarakat Madura. Tradisi, hubungan sosial, keluarga, dan pengalaman perempuan menjadi bagian dari persoalan yang muncul dalam karya-karyanya.
Salah satu karya yang dikenal adalah cerpen “Gentong Tua”. Karya tersebut menjadi bagian dari tulisan Muna Masyari yang menghadirkan kehidupan dan budaya masyarakat Madura dalam bentuk cerita pendek.
Selain cerpen, Muna Masyari juga menulis ''Kasur Tanah'', ''Damar Kambang'', dan ''Kembang Selir''. Karya-karya tersebut memperlihatkan perhatiannya terhadap kehidupan masyarakat, tradisi, serta persoalan sosial yang berkaitan dengan kehidupan perempuan.
== Refrensi ==
<references />
kh7xdm4cbclwblf9witrod6pdt4eu7e
56213
56212
2026-08-21T12:09:34Z
Ibrohim tijani
21218
56213
wikitext
text/x-wiki
'''Muna Masyari''' adalah nama pena dari '''Munawaroh Masyari''', seorang penulis dan cerpenis yang lahir di Pamekasan, Madura, pada 26 Desember 1985. Ia tinggal di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dan dalam kehidupan sehari-hari juga bekerja sebagai penjahit pakaian. Menulis dan menjahit menjadi dua aktivitas yang berjalan berdampingan dalam kehidupannya. Muna mengatakan bahwa ia sering memperoleh ide untuk menulis ketika sedang mengerjakan pesanan jahitan.<ref>Masuki M. Astro, “Muna Masyari, cerpenis penyambung keterputusan antargenerasi Madura”, <nowiki>''ANTARA News''</nowiki>, 27 April 2023.</ref>
== Kutipan Muna Masyari ==
=== Tentang sastra dan budaya Madura ===
“Memang banyak penulis yang menggali budaya Madura, tapi sebagian besar dari mereka menuliskannya dalam bentuk puisi. Kalau pun ada versi prosa, itu sedikit dan dari sudut pandang maskulin. Maka dari itulah, saya menuliskannya dari sudut pandang perempuan.”<ref>{{Cite web|last=Liputan6.com|date=2021-09-27|title=Perjuangan Muna Masyari, Penulis Madura Bermental Baja Jaga Eksistensi Lewat Karya|url=https://www.liputan6.com/regional/read/4667432/perjuangan-muna-masyari-penulis-madura-bermental-baja-jaga-eksistensi-lewat-karya|website=liputan6.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
Muna Masyari menjelaskan bahwa budaya Madura telah banyak menjadi sumber inspirasi bagi penulis. Namun, menurutnya, penggambaran budaya tersebut masih lebih banyak dilakukan melalui puisi atau dari sudut pandang laki-laki. Karena itu, ia memilih menghadirkan budaya Madura melalui karya prosa dengan menggunakan sudut pandang perempuan.
“Saya belajar banyak dari karya-karya penulis senior. Misalnya, belajar mendeskripsikan alam dan lingkungan dari karya Ahmad Tohari, belajar mengangkat latar budaya dari karya Oka Rusmini.”<ref name=":0">{{Cite web|last=Liputan6.com|date=2021-09-27|title=Perjuangan Muna Masyari, Penulis Madura Bermental Baja Jaga Eksistensi Lewat Karya|url=https://www.liputan6.com/regional/read/4667432/perjuangan-muna-masyari-penulis-madura-bermental-baja-jaga-eksistensi-lewat-karya|website=liputan6.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses kepenulisan Muna Masyari berkembang melalui kegiatan membaca dan mempelajari karya penulis lain. Ia mengambil pelajaran yang berbeda dari karya-karya yang dibacanya, terutama mengenai cara menggambarkan lingkungan dan mengangkat latar budaya dalam cerita.
=== Tentang perempuan ===
“Maka dari itulah, saya menuliskannya dari sudut pandang perempuan.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Agency|first=ANTARA News|title=Muna Masyari, cerpenis penyambung keterputusan antargenerasi Madura - ANTARA News Jawa Timur|url=https://jatim.antaranews.com/berita/697404/muna-masyari-cerpenis-penyambung-keterputusan-antargenerasi-madura|website=Antara News|access-date=2026-08-21}}</ref>
Sudut pandang perempuan menjadi salah satu unsur penting dalam karya Muna Masyari. Melalui karya sastra, ia memberikan ruang bagi pengalaman perempuan dalam kehidupan masyarakat Madura. Pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tetapi juga berhubungan dengan tradisi, keluarga, hubungan sosial, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.
Penggunaan perspektif perempuan juga menjadi cara Muna Masyari dalam melihat kembali budaya Madura. Ia tidak hanya menggambarkan tradisi sebagai sesuatu yang diwariskan, tetapi juga menghadirkan bagaimana tradisi tersebut dialami oleh perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
=== Tentang kepenulisan ===
“Saya belajar banyak dari karya-karya penulis senior.”<ref name=":0" />
Muna Masyari menjadikan karya penulis lain sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan menulisnya. Ia tidak hanya membaca untuk menikmati cerita, tetapi juga memperhatikan bagaimana seorang penulis membangun latar, menggambarkan lingkungan, dan menghadirkan budaya dalam sebuah karya.
“Saya belajar menulis dengan banyak membaca karya cerpen penulis lain.”<ref name=":1" />
Membaca menjadi bagian penting dalam proses kreatif Muna Masyari. Baginya, kemampuan menulis dapat dikembangkan melalui kebiasaan membaca karya sastra dan mempelajari cara penulis lain membangun cerita.
=== Tentang karya sastra ===
Karya-karya Muna Masyari banyak berkaitan dengan kehidupan masyarakat Madura. Tradisi, hubungan sosial, keluarga, dan pengalaman perempuan menjadi bagian dari persoalan yang muncul dalam karya-karyanya.
Salah satu karya yang dikenal adalah cerpen “Gentong Tua”. Karya tersebut menjadi bagian dari tulisan Muna Masyari yang menghadirkan kehidupan dan budaya masyarakat Madura dalam bentuk cerita pendek.
Selain cerpen, Muna Masyari juga menulis ''Kasur Tanah'', ''Damar Kambang'', dan ''Kembang Selir''. Karya-karya tersebut memperlihatkan perhatiannya terhadap kehidupan masyarakat, tradisi, serta persoalan sosial yang berkaitan dengan kehidupan perempuan.
== Refrensi ==
<references />
53s5zbh6egwdoh2tvtnf0sn81ngrdxy
I Gusti Ngurah Rai
0
15000
56214
2026-08-21T12:29:32Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''I Gusti Ngurah Rai''' (30 Januari 1917 – 20 November 1946) adalah seorang pemimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia di Bali. Ia lahir di Desa Carangsari, Kabupaten Badung, Bali. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Ngurah Rai mengambil peran dalam membangun kekuatan bersenjata Republik Indonesia di Bali dan memimpin perjuangan melawan pasukan Belanda yang berusaha menguasai kembali wilayah tersebut. Ia kemudian memimpin pasukan dalam berbagai perl...'
56214
wikitext
text/x-wiki
'''I Gusti Ngurah Rai''' (30 Januari 1917 – 20 November 1946) adalah seorang pemimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia di Bali. Ia lahir di Desa Carangsari, Kabupaten Badung, Bali. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Ngurah Rai mengambil peran dalam membangun kekuatan bersenjata Republik Indonesia di Bali dan memimpin perjuangan melawan pasukan Belanda yang berusaha menguasai kembali wilayah tersebut. Ia kemudian memimpin pasukan dalam berbagai perlawanan bersenjata hingga gugur dalam Pertempuran Margarana pada 20 November 1946. Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perjuangan I Gusti Ngurah Rai, termasuk petikan surat perjuangan yang dibuat pada tahun 1946.<ref name=":0">{{Cite web|title=We bring people and nations together through education, culture and science (UNESCO)|url=https://mowid.anri.go.id/index.php/informationobject/browse?collection=74749|website=mowid.anri.go.id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “Bali boekan tempatnja peroendingan diplomatic. Dan saja boekan kompromis.” <ref name=":1">{{Cite web|title=Begini Isi Surat Heroik I Gusti Ngurah Rai Melawan Belanda|url=https://news.detik.com/berita/d-2534067/begini-isi-surat-heroik-i-gusti-ngurah-rai-melawan-belanda|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2026-08-21}}</ref>
: Ejaan Indonesia modern: “Bali bukan tempatnya perundingan diplomatik. Dan saya bukan kompromis.”
* “Saja atas nama rakjat hanja menghendaki lenjapnja Belanda dari poelau Bali atau kami sanggoep dan berdjandji bertempoer teroes sampai tjita2 kita tertjapai.” <ref name=":1" />
: Ejaan Indonesia modern: “Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai cita-cita kita tercapai.”
* “Selama Toean tinggal di Bali, poelau Bali tetap mendjadi belanga pertoempahan darah, antara kita dan pihak toean.” <ref name=":1" />
: Ejaan Indonesia modern: “Selama Tuan tinggal di Bali, pulau Bali tetap menjadi belanga pertumpahan darah, antara kita dan pihak tuan.”
* “Sekali merdeka, tetap merdeka.” <ref name=":1" />
Pernyataan-pernyataan tersebut merupakan bagian dari surat I Gusti Ngurah Rai kepada Overste Termeulen yang dibuat pada 18 Mei 1946. Surat itu merupakan jawaban atas persoalan keamanan dan kehadiran pasukan Belanda di Bali. Dalam surat tersebut, Ngurah Rai menolak menjadikan Bali sebagai tempat perundingan dengan Belanda dan menyatakan bahwa perjuangan akan terus dilakukan hingga cita-cita kemerdekaan tercapai. <ref name=":1" />
Surat tersebut memperlihatkan sikap I Gusti Ngurah Rai yang menolak kompromi terhadap usaha Belanda untuk kembali menguasai Bali. Ia menyatakan bahwa persoalan perundingan merupakan urusan para pemimpin Republik Indonesia di Jawa, sedangkan perjuangan di Bali akan terus dilakukan. Sikap tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu pernyataan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Bali. Arsip Nasional Republik Indonesia juga mencatat adanya “Prasasti Petikan Surat I Gusti Ngurah Rai” sebagai bagian dari Arsip Perjuangan I Gusti Ngurah Rai. <ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
bt7z08cgiebrqukva7l0ol4n414nlfc
Sisingamangaraja XII
0
15001
56215
2026-08-21T12:37:44Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Sisingamangaraja XII''' (1849–17 Juni 1907), atau Patuan Bosar Sinambela, adalah pemimpin masyarakat Batak yang memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di wilayah Tapanuli. Ia dikenal sebagai tokoh yang mempertahankan wilayah dan kedaulatan masyarakat Batak dalam menghadapi ekspansi Belanda. Perlawanan yang dipimpinnya berlangsung selama puluhan tahun dan berakhir ketika ia gugur dalam pertempuran di Aek Sibulbulon, Dairi, pada 17 Juni 1907....'
56215
wikitext
text/x-wiki
'''Sisingamangaraja XII''' (1849–17 Juni 1907), atau Patuan Bosar Sinambela, adalah pemimpin masyarakat Batak yang memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di wilayah Tapanuli. Ia dikenal sebagai tokoh yang mempertahankan wilayah dan kedaulatan masyarakat Batak dalam menghadapi ekspansi Belanda. Perlawanan yang dipimpinnya berlangsung selama puluhan tahun dan berakhir ketika ia gugur dalam pertempuran di Aek Sibulbulon, Dairi, pada 17 Juni 1907. Perjuangannya kemudian membuatnya dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme di Sumatra Utara. Koleksi Perpustakaan Arsip Nasional Republik Indonesia juga mencatat karya khusus mengenai perjuangan Sisingamangaraja XII yang membahas perlawanan dan sikapnya yang tidak mengenal menyerah.<ref>https://perpustakaan.anri.go.id/index.php?callnumber=9&page=54&search=search</ref>
== Kutipan ==
* ''“Ndang apala holan diparhanalom rumajai angka jolma, ai Tano dohot Aek do naporlu Rajaakku.”'' [2]
“Bagi saya, menjadi raja manusia adalah soal kedua. Yang terpenting adalah tanah dan air.”
Kutipan tersebut menggambarkan bahwa kedudukan sebagai penguasa bukanlah tujuan utama Sisingamangaraja XII. Tanah dan air, yang dipandang sebagai warisan leluhur, justru menjadi hal yang harus dipertahankan. Pernyataan itu dikaitkan dengan penolakannya terhadap tawaran Belanda yang berusaha mengakhiri perlawanannya melalui pemberian kedudukan dan kekuasaan.<ref name=":0">{{Cite web|title=Client Challenge|url=https://id.scribd.com/document/403623302/Sejarah-Perjuangan-Sm-Xii-Valid|website=id.scribd.com|access-date=2026-08-21}}</ref>
* ''“I do tona na hutean sian Ompu nami.”''<ref name=":0" />
“Itulah warisan yang kami terima dari nenek moyang kami.”
Dalam pernyataan tersebut, tanah dipandang bukan sekadar wilayah kekuasaan, tetapi sebagai warisan yang diturunkan dari leluhur. Karena itu, mempertahankannya dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap generasi sebelumnya dan masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.<ref name=":0" />
* ''“Jala ndang hadonganan nami Bolanda i, alana siahut na so ugasanna do i.”''<ref name=":0" />
“Dan tidak ada tempat bagi Belanda di negeri kami, karena mereka adalah orang yang tidak mempunyai hak atas tempat itu.”
Pernyataan ini menunjukkan penolakan terhadap kehadiran kolonial Belanda di tanah Batak. Dalam konteks perjuangannya, sikap tersebut berkaitan dengan usaha mempertahankan wilayah dari penguasaan pihak asing. [2]
* ''“Nungnga jop be Tano nami di Jomba di Habinsaran, jala Harangan pe nungnga sude dirambas.”'' <ref name=":0" />
“Tanah kami di Jomba, Habinsaran, sudah dikuasai, dan hutan kami juga telah ditebang.”
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap perubahan dan penguasaan wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Tanah dan hutan disebut sebagai bagian penting dari ruang hidup masyarakat yang harus dipertahankan.<ref name=":0" />
Sisingamangaraja XII juga diketahui melakukan korespondensi dengan pihak Belanda. Salah satu suratnya bertanggal 3 November 1904 ditulis menggunakan aksara Batak dan menjadi salah satu artefak yang memperlihatkan adanya komunikasi langsung mengenai perang dan kondisi masyarakat di wilayah Tapanuli. Salinan digital surat tersebut disertai terjemahan yang berasal dari koleksi Museum aan de Stroom di Antwerpen. Isi surat membahas penahanan orang-orang yang dianggap sebagai pengikut Sisingamangaraja XII serta persoalan perang yang sedang berlangsung.<ref name=":0" />
Surat-surat tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Sisingamangaraja XII tidak hanya dilakukan melalui pertempuran, tetapi juga melalui komunikasi dan korespondensi. Dokumentasi mengenai surat-suratnya penting karena memberikan gambaran mengenai cara seorang pemimpin lokal menyampaikan sikap dan kepentingannya kepada pihak kolonial. Penelitian mengenai surat-surat tersebut juga menunjukkan bahwa beberapa suratnya ditulis oleh juru tulis, sementara Sisingamangaraja XII menggunakan cap atau stempel kerajaan sebagai pengesahannya.<ref>{{Cite web|title=Si Singamangaraja XII - Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology|url=https://lifepatch.id/Si_Singamangaraja_XII|website=lifepatch.id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Referensi ==
<references />
jklsx4g09lnhsrob6nli8ugbwmvzsso
Pembicaraan Pengguna:Ibrohim tijani
3
15002
56216
2026-08-21T12:59:53Z
Badak Jawa
15604
/* */
56216
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 12.59 (UTC)
j7ubb0ljsg1160ybjwn4u9yst11g4fo
56269
56216
2026-08-22T11:41:20Z
Badak Jawa
15604
/* H.R. Rasuna Said */ bagian baru
56269
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 12.59 (UTC)
== [[H.R. Rasuna Said]] ==
Selamat malam kak
brohim saya melihat kakak membuat artikel baru mengenai Rasuna Said yang sebenarnya sudah ada di Wikikutip Indonesia berjudul [[Rasuna Said]] oleh karena itu bolehkah saya mengalihkan ke artikel yang sudah ada jika kak Ibrohim tidak keberatan? Salam I [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.41 (UTC)
94xa8cr9gd8amwff8sqd10rd00q1vap
56270
56269
2026-08-22T11:41:42Z
Badak Jawa
15604
56270
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 12.59 (UTC)
== [[H.R. Rasuna Said]] ==
Selamat malam kak
Ibrohim saya melihat kakak membuat artikel baru mengenai Rasuna Said yang sebenarnya sudah ada di Wikikutip Indonesia berjudul [[Rasuna Said]] oleh karena itu bolehkah saya mengalihkan ke artikel yang sudah ada jika kak Ibrohim tidak keberatan? Salam [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.41 (UTC)
0pi4me0rp0mnrpnr4euduvlm89qsmj4
56274
56270
2026-08-22T11:47:29Z
Ibrohim tijani
21218
/* H.R. Rasuna Said */ Balas
56274
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 12.59 (UTC)
== [[H.R. Rasuna Said]] ==
Selamat malam kak
Ibrohim saya melihat kakak membuat artikel baru mengenai Rasuna Said yang sebenarnya sudah ada di Wikikutip Indonesia berjudul [[Rasuna Said]] oleh karena itu bolehkah saya mengalihkan ke artikel yang sudah ada jika kak Ibrohim tidak keberatan? Salam [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.41 (UTC)
:selamat malam juga kak, sangat diperbolehkan kak [[Pengguna:Ibrohim tijani|Ibrohim tijani]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ibrohim tijani|bicara]]) 22 Agustus 2026 11.47 (UTC)
pwv6wtzkdjtoa3q1gie3g005tw7csn2
56277
56274
2026-08-22T11:50:27Z
Badak Jawa
15604
/* H.R. Rasuna Said */ Balas
56277
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 21 Agustus 2026 12.59 (UTC)
== [[H.R. Rasuna Said]] ==
Selamat malam kak
Ibrohim saya melihat kakak membuat artikel baru mengenai Rasuna Said yang sebenarnya sudah ada di Wikikutip Indonesia berjudul [[Rasuna Said]] oleh karena itu bolehkah saya mengalihkan ke artikel yang sudah ada jika kak Ibrohim tidak keberatan? Salam [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.41 (UTC)
:selamat malam juga kak, sangat diperbolehkan kak [[Pengguna:Ibrohim tijani|Ibrohim tijani]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ibrohim tijani|bicara]]) 22 Agustus 2026 11.47 (UTC)
::Saya telah mengalihkan ke artikel Rasuna Said. Terima kasih telah menanggapi pesan saya [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.50 (UTC)
rfuohv97mii2mr40dxv6o49ytgjj7fw
Pengguna:Andra Aliyev
2
15003
56218
2026-08-21T13:03:35Z
Badak Jawa
15604
/* */ Menambah templat peserta Wiki Cinta Kutip 2026
56218
wikitext
text/x-wiki
{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}
5nmuyytlnlmmcohopeyv4ztl657r9qm
Pangeran Antasari
0
15004
56219
2026-08-21T13:19:10Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Pangeran Antasari''' adalah pemimpin perjuangan rakyat Banjar dalam Perang Banjar melawan pemerintahan kolonial Belanda. Ia kemudian dinobatkan dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin pada 14 Maret 1862. Dalam perjuangannya, Antasari berusaha mempersatukan berbagai kelompok masyarakat di wilayah Banjar dan Barito untuk menghadapi campur tangan Belanda. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menolak tawaran perdamaian apabila kedaulatan Kerajaan Banjar...'
56219
wikitext
text/x-wiki
'''Pangeran Antasari''' adalah pemimpin perjuangan rakyat Banjar dalam Perang Banjar melawan pemerintahan kolonial Belanda. Ia kemudian dinobatkan dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin pada 14 Maret 1862. Dalam perjuangannya, Antasari berusaha mempersatukan berbagai kelompok masyarakat di wilayah Banjar dan Barito untuk menghadapi campur tangan Belanda. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menolak tawaran perdamaian apabila kedaulatan Kerajaan Banjar tidak dikembalikan. Setelah pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional, namanya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan.<ref name=":0">https://ikpni.or.id/pahlawan/pangeran-antasari/
</ref>
== Kutipan ==
* “Haram manyarah waja sampai kaputing.”<ref name=":1">{{Cite book|last=Basuki Rachmad|first=NIM 03121447|date=2008-06-06|url=https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/796/|title=PERJUANGAN PANGERAN ANTASARI MELAWAN BELANDA DI DALAM PERANG BANJAR 1859 - 1862|language=id}}</ref>
“Pantang menyerah, tetap teguh sampai akhir.”
Ungkapan tersebut menjadi semboyan perjuangan yang sangat erat dengan Pangeran Antasari dan masyarakat Banjar. Kata ''haram manyarah'' berarti pantang atau tidak dibenarkan untuk menyerah, sedangkan ''waja sampai kaputing'' menggambarkan keteguhan yang dipertahankan hingga akhir perjuangan. Sejumlah kajian akademik menyebut ungkapan tersebut sebagai prinsip perjuangan Antasari dalam menghadapi Belanda.<ref name=":1" />
* “Kita hidup untuk Allah dan mati untuk Allah!”<ref name=":2">https://idr.uin-antasari.ac.id/22948/1/Unsur-unsur%20Islam%20dlm%20Sejarah%20-%20Perang%20Banjar.pdf
</ref>
Pernyataan tersebut dikaitkan dengan ikrar perjuangan ketika Antasari dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi dalam perjuangan rakyat Banjar. Ungkapan tersebut menunjukkan hubungan antara keyakinan keagamaan dan perjuangan melawan kekuasaan kolonial dalam gerakan yang dipimpinnya.<ref name=":2" />
* “Dengan tegas kami terangkan kepada tuan. Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut kemerdekaan.”<ref name=":3">{{Cite web|title=MerahPutih {{!}} Media Berita untuk Generasi Terkini|url=https://www.merahputih.com/|website=MerahPutih|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
Pernyataan tersebut berasal dari surat Pangeran Antasari kepada Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin pada 20 Juli 1861. Surat itu merupakan tanggapan terhadap usaha Belanda untuk membujuknya agar menghentikan perlawanan.<ref name=":3" />
* “Ada kemungkinan saya akan mempertimbangkan usul tuan untuk berdamai, bila saya mendapatkan surat resmi dari Gubernur Jenderal Belanda di Batavia di mana diterangkan bahwa Kerajaan Banjar dikembalikan sepenuhnya kepada kami.”<ref name=":4">https://idr.uin-antasari.ac.id/29612/6/Bab%20III.pdf</ref>
Kutipan tersebut memperlihatkan bahwa Antasari tidak menutup kemungkinan untuk membicarakan perdamaian, tetapi menetapkan syarat yang berkaitan dengan pengembalian kedaulatan Kerajaan Banjar. Ia menolak perdamaian yang dianggap hanya menjadi sarana untuk menghentikan perjuangan tanpa menyelesaikan persoalan kedaulatan. Sumber akademik yang mengutip karya sejarah mengenai Perang Banjar mencatat bahwa Antasari menyatakan perjuangannya dilakukan untuk menuntut kembali hak pusaka mereka.<ref name=":4" />
Sikap Pangeran Antasari dalam berbagai pernyataan tersebut memperlihatkan tiga hal yang menonjol dalam perjuangannya, yaitu keteguhan untuk tidak menyerah, keyakinan keagamaan, dan tuntutan terhadap kedaulatan Kerajaan Banjar. Ketiga unsur tersebut kemudian menjadi bagian penting dari ingatan sejarah mengenai Perang Banjar dan perjuangan rakyat di Kalimantan.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
<references />
9c0min2im7uslwencct123w4qmsuvew
Pengguna:Firman Rusda
2
15005
56220
2026-08-21T13:36:25Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}'
56220
wikitext
text/x-wiki
{{Peserta Tantangan Wiki Cinta Kutip 2026}}
5nmuyytlnlmmcohopeyv4ztl657r9qm
Sima Samar
0
15006
56221
2026-08-21T13:42:07Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Sima Samar''' (lahir 3 Februari 1957) adalah dokter, aktivis hak asasi manusia, dan tokoh perempuan asal Afghanistan. Ia mendirikan organisasi Shuhada pada 1989 yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama bagi perempuan dan masyarakat di wilayah Afghanistan yang terdampak konflik. Pada 2001–2002 ia menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan Afghanistan dalam pemerintahan sementara. Setelah itu, ia memimpin Komisi Hak Asasi Manusia Independen...'
56221
wikitext
text/x-wiki
'''Sima Samar''' (lahir 3 Februari 1957) adalah dokter, aktivis hak asasi manusia, dan tokoh perempuan asal Afghanistan. Ia mendirikan organisasi Shuhada pada 1989 yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama bagi perempuan dan masyarakat di wilayah Afghanistan yang terdampak konflik. Pada 2001–2002 ia menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan Afghanistan dalam pemerintahan sementara. Setelah itu, ia memimpin Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan terus memperjuangkan hak perempuan, pendidikan, keadilan, serta penegakan hak asasi manusia.<ref>{{Cite web|title=Afghan Women’s Affairs Minister Outlines Her Priorities {{!}} United Nations Population Fund|url=https://www.unfpa.org/news/afghan-women%E2%80%99s-affairs-minister-outlines-her-priorities|website=www.unfpa.org|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|date=2002-01-22|title=Interview with Sima Samar, Minister of Women's Affairs|url=https://www.thenewhumanitarian.org/q-and/2002/01/22/interview-sima-samar-minister-womens-affairs|website=www.thenewhumanitarian.org|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
Dalam berbagai wawancara, Samar menekankan bahwa kemajuan perempuan harus diwujudkan melalui pendidikan, kesempatan bekerja, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Ia juga menolak gagasan bahwa perdamaian dapat dicapai dengan mengorbankan hak-hak perempuan. [2][3]
== Kutipan ==
* “We need increased awareness.”<ref name=":0" />
: '''Terjemahan:''' “Kita membutuhkan peningkatan kesadaran.”
Pernyataan tersebut disampaikan Samar ketika membicarakan cara meningkatkan hak perempuan di Afghanistan. Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat mengenai hak perempuan.<ref name=":0" />
* “If they are only employed as secretaries or receptionists then we will not move forward.”<ref name=":0" />
: '''Terjemahan:''' “Jika mereka hanya dipekerjakan sebagai sekretaris atau resepsionis, kita tidak akan bergerak maju.”
Samar menghubungkan kemajuan perempuan dengan keterlibatan mereka dalam posisi yang memiliki tanggung jawab dan pengaruh dalam pengambilan keputusan. Ia mendorong agar perempuan tidak hanya diberikan pekerjaan administratif, tetapi juga kesempatan untuk berperan dalam pemerintahan dan pembangunan.<ref name=":0" />
* “Particularly on women’s rights, recognition, inclusion and support, yet the women are fully equal.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Balbo|first=Gaia|date=2023-11-27|title=Interview with Sima Samar, 2012 Right Livelihood Laureate - Global Campus of Human Rights {{!}} Education & Research|url=https://www.gchumanrights.org/gc-news/interview-with-sima-samar-2012-right-livelihood-laureate/|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Khususnya mengenai hak-hak perempuan, pengakuan, inklusi, dan dukungan, karena perempuan sepenuhnya setara.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan Samar bahwa kesetaraan perempuan harus diwujudkan melalui pengakuan dan keterlibatan yang nyata. Ia menempatkan hak perempuan sebagai bagian dari prinsip hak asasi manusia yang berlaku secara universal.<ref name=":1" />
* “Peace means living with dignity and access to equal rights.”<ref name=":2">{{Cite web|title=PeaceWomen Across the Globe|url=https://1000peacewomen.org/en/programmes/strengthening-civil-society/peace-means-living-with-dignity-and-access-to-equal-rights|website=PeaceWomen Across the Globe|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Perdamaian berarti hidup dengan martabat dan memperoleh akses terhadap hak yang setara.”
Menurut Samar, perdamaian tidak dapat hanya dipahami sebagai berhentinya perang atau kekerasan. Perdamaian juga harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk hidup bermartabat dan memperoleh hak yang sama, termasuk bagi perempuan.<ref name=":2" />
* “I think human rights are universal by year. I think women's rights, under the same umbrella.”<ref name=":3">{{Cite web|url=https://www.pbs.org/newshour/show/women-in-afghanistan|website=www.pbs.org|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Saya pikir hak asasi manusia bersifat universal. Saya pikir hak-hak perempuan berada di bawah payung yang sama.”
Samar menjelaskan bahwa perjuangan hak perempuan merupakan bagian dari perjuangan hak asasi manusia secara keseluruhan. Karena itu, ia tidak memisahkan perjuangan perempuan dari prinsip universal mengenai kesetaraan dan kebebasan manusia.<ref name=":3" />
Sima Samar juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam kehidupan politik. Ketika menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan, ia mendorong agar perempuan memperoleh keterwakilan dalam Loya Jirga dan mengambil bagian dalam proses pembangunan Afghanistan. Ia berpendapat bahwa perempuan tidak cukup hanya menjadi simbol dalam pemerintahan, tetapi harus benar-benar memiliki kesempatan untuk memengaruhi kebijakan.<ref name=":0" /><ref name=":3" />
Pemikiran Samar mengenai perdamaian juga berkaitan erat dengan hak perempuan. Dalam berbagai pernyataannya, ia menolak penyelesaian konflik yang mengabaikan perempuan dan menegaskan bahwa hak-hak mereka tidak seharusnya dijadikan bahan tawar-menawar. Sikap tersebut menjadi bagian penting dari perjuangannya dalam bidang hak asasi manusia dan perdamaian di Afghanistan.<ref name=":1" /><ref name=":2" />
== Referensi ==
[1] United Nations Population Fund (UNFPA), “Afghan Women’s Affairs Minister Outlines Her Priorities”, 19 Februari 2002. Artikel mengenai Sima Samar sebagai Menteri Urusan Perempuan Afghanistan dan programnya untuk pendidikan, pekerjaan, serta keterwakilan perempuan. URL: https://www.unfpa.org/news/afghan-womens-affairs-minister-outlines-her-priorities
[2] The New Humanitarian, “Interview with Sima Samar, Minister of Women's Affairs”, 22 Januari 2002. Wawancara langsung dengan Sima Samar mengenai hak perempuan, pekerjaan, pendidikan, kekerasan terhadap perempuan, dan keterwakilan perempuan dalam Loya Jirga. URL: https://www.thenewhumanitarian.org/q-and/2002/01/22/interview-sima-samar-minister-womens-affairs
[3] Global Campus of Human Rights, “Interview with Sima Samar, 2012 Right Livelihood Laureate”. Wawancara mengenai kesetaraan, kebebasan, hak perempuan, dan kondisi hak asasi manusia di Afghanistan. URL: https://www.gchumanrights.org/gc-news/interview-with-sima-samar-2012-right-livelihood-laureate/
[4] PeaceWomen Across the Globe, “Peace means living with dignity and access to equal rights”. Pernyataan Sima Samar mengenai hubungan antara perdamaian, martabat, dan kesetaraan hak. URL: https://1000peacewomen.org/en/programmes/strengthening-civil-society/peace-means-living-with-dignity-and-access-to-equal-rights
[5] PBS NewsHour, “Women in Afghanistan”, 24 April 2002. Transkrip wawancara Sima Samar mengenai kemajuan perempuan, pekerjaan, dan peran perempuan dalam Afghanistan setelah jatuhnya Taliban. URL: https://www.pbs.org/newshour/show/women-in-afghanistan
kczddbv4w1lrfumb18ek6n4vhggugrb
56222
56221
2026-08-21T13:44:09Z
Ibrohim tijani
21218
56222
wikitext
text/x-wiki
'''Sima Samar''' (lahir 3 Februari 1957) adalah dokter, aktivis hak asasi manusia, dan tokoh perempuan asal Afghanistan. Ia mendirikan organisasi Shuhada pada 1989 yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama bagi perempuan dan masyarakat di wilayah Afghanistan yang terdampak konflik. Pada 2001–2002 ia menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan Afghanistan dalam pemerintahan sementara. Setelah itu, ia memimpin Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan terus memperjuangkan hak perempuan, pendidikan, keadilan, serta penegakan hak asasi manusia.<ref>{{Cite web|title=Afghan Women’s Affairs Minister Outlines Her Priorities {{!}} United Nations Population Fund|url=https://www.unfpa.org/news/afghan-women%E2%80%99s-affairs-minister-outlines-her-priorities|website=www.unfpa.org|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|date=2002-01-22|title=Interview with Sima Samar, Minister of Women's Affairs|url=https://www.thenewhumanitarian.org/q-and/2002/01/22/interview-sima-samar-minister-womens-affairs|website=www.thenewhumanitarian.org|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
Dalam berbagai wawancara, Samar menekankan bahwa kemajuan perempuan harus diwujudkan melalui pendidikan, kesempatan bekerja, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Ia juga menolak gagasan bahwa perdamaian dapat dicapai dengan mengorbankan hak-hak perempuan.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Kutipan ==
* “We need increased awareness.”<ref name=":0" />
: '''Terjemahan:''' “Kita membutuhkan peningkatan kesadaran.”
Pernyataan tersebut disampaikan Samar ketika membicarakan cara meningkatkan hak perempuan di Afghanistan. Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat mengenai hak perempuan.<ref name=":0" />
* “If they are only employed as secretaries or receptionists then we will not move forward.”<ref name=":0" />
: '''Terjemahan:''' “Jika mereka hanya dipekerjakan sebagai sekretaris atau resepsionis, kita tidak akan bergerak maju.”
Samar menghubungkan kemajuan perempuan dengan keterlibatan mereka dalam posisi yang memiliki tanggung jawab dan pengaruh dalam pengambilan keputusan. Ia mendorong agar perempuan tidak hanya diberikan pekerjaan administratif, tetapi juga kesempatan untuk berperan dalam pemerintahan dan pembangunan.<ref name=":0" />
* “Particularly on women’s rights, recognition, inclusion and support, yet the women are fully equal.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Balbo|first=Gaia|date=2023-11-27|title=Interview with Sima Samar, 2012 Right Livelihood Laureate - Global Campus of Human Rights {{!}} Education & Research|url=https://www.gchumanrights.org/gc-news/interview-with-sima-samar-2012-right-livelihood-laureate/|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Khususnya mengenai hak-hak perempuan, pengakuan, inklusi, dan dukungan, karena perempuan sepenuhnya setara.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan Samar bahwa kesetaraan perempuan harus diwujudkan melalui pengakuan dan keterlibatan yang nyata. Ia menempatkan hak perempuan sebagai bagian dari prinsip hak asasi manusia yang berlaku secara universal.<ref name=":1" />
* “Peace means living with dignity and access to equal rights.”<ref name=":2">{{Cite web|title=PeaceWomen Across the Globe|url=https://1000peacewomen.org/en/programmes/strengthening-civil-society/peace-means-living-with-dignity-and-access-to-equal-rights|website=PeaceWomen Across the Globe|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Perdamaian berarti hidup dengan martabat dan memperoleh akses terhadap hak yang setara.”
Menurut Samar, perdamaian tidak dapat hanya dipahami sebagai berhentinya perang atau kekerasan. Perdamaian juga harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk hidup bermartabat dan memperoleh hak yang sama, termasuk bagi perempuan.<ref name=":2" />
* “I think human rights are universal by year. I think women's rights, under the same umbrella.”<ref name=":3">{{Cite web|url=https://www.pbs.org/newshour/show/women-in-afghanistan|website=www.pbs.org|access-date=2026-08-21}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Saya pikir hak asasi manusia bersifat universal. Saya pikir hak-hak perempuan berada di bawah payung yang sama.”
Samar menjelaskan bahwa perjuangan hak perempuan merupakan bagian dari perjuangan hak asasi manusia secara keseluruhan. Karena itu, ia tidak memisahkan perjuangan perempuan dari prinsip universal mengenai kesetaraan dan kebebasan manusia.<ref name=":3" />
Sima Samar juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam kehidupan politik. Ketika menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan, ia mendorong agar perempuan memperoleh keterwakilan dalam Loya Jirga dan mengambil bagian dalam proses pembangunan Afghanistan. Ia berpendapat bahwa perempuan tidak cukup hanya menjadi simbol dalam pemerintahan, tetapi harus benar-benar memiliki kesempatan untuk memengaruhi kebijakan.<ref name=":0" /><ref name=":3" />
Pemikiran Samar mengenai perdamaian juga berkaitan erat dengan hak perempuan. Dalam berbagai pernyataannya, ia menolak penyelesaian konflik yang mengabaikan perempuan dan menegaskan bahwa hak-hak mereka tidak seharusnya dijadikan bahan tawar-menawar. Sikap tersebut menjadi bagian penting dari perjuangannya dalam bidang hak asasi manusia dan perdamaian di Afghanistan.<ref name=":1" /><ref name=":2" />
== Referensi ==
0x6knz093xjan1t2s32rghoz5fxfrpo
Elaine Brown
0
15007
56223
2026-08-21T13:55:11Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Elaine Brown''' (lahir 2 Maret 1943) adalah aktivis politik, penulis, dan mantan pemimpin Black Phanter Party di Amerika Serikat. Ia bergabung dengan organisasi tersebut pada akhir 1960-an dan kemudian menjadi ketua pada 1974–1977. Brown merupakan perempuan pertama yang memimpin organisasi tersebut. Dalam kepemimpinannya, ia berusaha memperluas peran perempuan dalam organisasi dan mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan, pelayanan mas...'
56223
wikitext
text/x-wiki
'''Elaine Brown''' (lahir 2 Maret 1943) adalah aktivis politik, penulis, dan mantan pemimpin Black Phanter Party di Amerika Serikat. Ia bergabung dengan organisasi tersebut pada akhir 1960-an dan kemudian menjadi ketua pada 1974–1977. Brown merupakan perempuan pertama yang memimpin organisasi tersebut. Dalam kepemimpinannya, ia berusaha memperluas peran perempuan dalam organisasi dan mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan, pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat kulit hitam.<ref name=":0">{{Cite book|last=News|first=The Lily|date=2018-01-12|url=https://www.washingtonpost.com/gender-identity/the-first-and-only-woman-to-lead-the-black-panther-party/|title=The first and only woman to lead the Black Panther Party|language=en-US|issn=0190-8286}}</ref><ref name=":1">{{Cite web|title=A Woman Black Panther {{!}} American Experience {{!}} PBS|url=https://www.pbs.org/wgbh/americanexperience/features/eyesontheprize-woman-black-panther/|website=www.pbs.org|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
Brown kemudian menuangkan pengalamannya dalam memoar ''A Taste of Power: A Black Woman's Story'', yang diterbitkan pada 1992. Buku tersebut menceritakan perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak, keterlibatannya dalam Black Panther Party, hingga pengalamannya sebagai perempuan yang berada dalam posisi kepemimpinan di organisasi yang didominasi laki-laki.<ref name=":0" /><ref name=":2">https://archive.org/details/tasteofpowerblac00brow
</ref>
== Kutipan ==
* “I have all the guns and the money. I can withstand challenge from without and from within.”
: '''Terjemahan:''' “Saya memiliki semua senjata dan uang. Saya mampu menghadapi tantangan dari luar maupun dari dalam.”<ref name=":0" />
Pernyataan tersebut disampaikan Brown ketika mengambil alih kepemimpinan Black Panther Party pada Agustus 1974. Pernyataan itu menunjukkan ketegasan Brown dalam menghadapi kemungkinan perlawanan terhadap kepemimpinannya, baik dari pihak luar organisasi maupun dari anggota organisasi sendiri.<ref name=":0" />
* “A woman in the Black Power movement was considered, at best, irrelevant.”
: '''Terjemahan:''' “Seorang perempuan dalam gerakan Black Power dianggap, dalam keadaan terbaik sekalipun, tidak penting.”<ref name=":2" />
Brown menggunakan pernyataan tersebut untuk menggambarkan kondisi perempuan dalam gerakan politik yang didominasi laki-laki. Menurut pengalamannya, perempuan yang berusaha mengambil posisi kepemimpinan sering kali dianggap mengganggu otoritas laki-laki dan bahkan dipandang sebagai ancaman terhadap gerakan.<ref name=":2" />
* “There’s a point at which you’re black in this country, poor, a woman, and you realize how powerless you are.”
: '''Terjemahan:''' “Ada suatu titik ketika Anda berkulit hitam di negara ini, miskin, seorang perempuan, dan Anda menyadari betapa tidak berdayanya Anda.”<ref name=":3">{{Cite web|last=Jones|first=Charisse|date=1993-02-24|title=Memories of the Revolution : Elaine Brown has examined her years as a Black Panther. Rage gave her a story to tell, she says; now she hopes to inspire a new generation.|url=https://www.latimes.com/archives/la-xpm-1993-02-24-vw-599-story.html|website=Los Angeles Times|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Pernyataan tersebut disampaikan Brown ketika menjelaskan pengalaman yang membentuk pandangannya mengenai ras, kemiskinan, dan gender. Ia menggambarkan bagaimana berbagai bentuk ketidaksetaraan dapat saling bertumpuk dan menciptakan pengalaman khusus bagi perempuan kulit hitam.<ref name=":3" />
* “I didn’t die, so I get to tell the story. That’s my duty.”
: '''Terjemahan:''' “Saya tidak mati, jadi saya mendapat kesempatan untuk menceritakan kisah itu. Itulah tugas saya.” [5]
Brown menyampaikan pernyataan tersebut ketika berbicara mengenai rekan-rekannya dalam Black Panther Party yang meninggal akibat kekerasan politik. Baginya, tetap hidup memberinya tanggung jawab untuk mengingat dan menceritakan pengalaman generasinya.<ref name=":4">{{Cite web|last=Hirsch|first=Jami|date=2017-03-19|title=Urban Education Speaker Series welcomes former female leader of the Black Panther Party|url=https://blogs.umsl.edu/news/2017/03/19/elaine-brown/|website=UMSL Daily|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
* “We are dependent on each other as human beings. There has to be some human core, some moral core and ethical core to who we are or else we will continue to fight each other.”
: '''Terjemahan:''' “Kita saling bergantung sebagai manusia. Harus ada inti kemanusiaan, inti moral, dan inti etika dalam diri kita; kalau tidak, kita akan terus saling bertikai.”<ref name=":4" />
Pernyataan tersebut menunjukkan sisi pemikiran Brown mengenai hubungan antarmanusia. Meskipun dikenal karena keterlibatannya dalam gerakan politik radikal, ia juga menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, moral, dan etika dalam kehidupan bersama.<ref name=":4" />
Elaine Brown meninggalkan Black Panther Party pada 1977. Dalam memoarnya, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan antara lain dengan meningkatnya persoalan patriarki dan perlakuan terhadap perempuan di dalam organisasi. Salah satu peristiwa yang sangat memengaruhinya adalah pemukulan terhadap Regina Davis, seorang administrator sekolah Black Panther, yang menurut Brown memperlihatkan persoalan serius mengenai posisi perempuan dalam organisasi.<ref name=":1" />
Setelah meninggalkan Black Panther Party, Brown tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Dalam kehidupan selanjutnya, ia juga terlibat dalam isu perumahan terjangkau dan pemberdayaan masyarakat di Oakland. Pengalamannya sebagai perempuan kulit hitam dalam gerakan politik kemudian menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai hubungan antara ras, kelas sosial, gender, dan kekuasaan.<ref name=":1" /><ref>{{Cite book|last=Pilkington|first=Ed|date=2023-10-30|url=https://www.theguardian.com/us-news/2023/oct/30/elaine-brown-black-panther-party-oakland-housing|title=She led the Black Panthers. Now she’s a property developer – for Oakland’s poorest|language=en-GB|issn=0261-3077}}</ref>
== Referensi ==
<references />
6dap3w7s7375j7xb8n91mhlvc4nhrq0
Wahidin Sudirohusodo
0
15008
56224
2026-08-21T13:55:23Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Wahidin_Sudirohusodo,_20_Mei_Pelopor_17_Agustus,_p26.jpg|jmpl|Wahidin Sudirohusodo]] '''dr. Wahidin Soedirohoesodo''' (atau '''Wahidin Sudirohusodo''') adalah seorang dokter, reformis pendidikan, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menginspirasi para mahasiswa STOVIA untuk membentuk organisasi [[Budi Utomo]] pada 1908.<ref>{{Cite web|last=Ciputra|first=William|title=Biografi Wahidin Sudirohusodo: Peran dalam Pergerakan Nasional dan Budi Utomo|...'
56224
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Wahidin_Sudirohusodo,_20_Mei_Pelopor_17_Agustus,_p26.jpg|jmpl|Wahidin Sudirohusodo]] '''dr. Wahidin Soedirohoesodo''' (atau '''Wahidin Sudirohusodo''') adalah seorang dokter, reformis pendidikan, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menginspirasi para mahasiswa STOVIA untuk membentuk organisasi [[Budi Utomo]] pada 1908.<ref>{{Cite web|last=Ciputra|first=William|title=Biografi Wahidin Sudirohusodo: Peran dalam Pergerakan Nasional dan Budi Utomo|url=https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/02/27/142759578/biografi-wahidin-sudirohusodo-peran-dalam-pergerakan-nasional-dan-budi|website=yogyakarta.kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Kerja keras dan kejujuran adalah fondasi bagi kemajuan bangsa. Tanpa keduanya, kita tidak akan mampu mencapai cita-cita.''<ref>{{Cite web|title=32 Quote Hari Pahlawan dari Cut Nyak Dien sampai Martha Christina Tiahahu|url=https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7626537/32-quote-hari-pahlawan-dari-cut-nyak-dien-sampai-martha-christina-tiahahu|website=detik.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
# ''Untuk mewujudkan masyarakat yang maju, pendidikan harus diperluas.''<ref>{{Cite web|title=Untuk mewujudkan masyarakat yang maju, pendidikan harus diperluas|url=https://www.facebook.com/100064482445401/photos/untuk-mewujudkan-masyarakat-yang-maju-pendidikan-harus-diperluas-ungkap-dr-wahid/1977091789155077/|website=Gerakan Sekolah Menyenangkan (Facebook Official)|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
# Salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas.
#''Kedjadian itu ta' boleh terulang.''<ref>{{Cite web|title=Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus - Museum Dewantara Kirti Griya.pdf/29|url=https://id.wikisource.org/wiki/Halaman:20_Mei_Pelopor_17_Agustus_-_Museum_Dewantara_Kirti_Griya.pdf/29|website=id.wikisource.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan terkait ==
# ''Kala itulah tumbuh kejakinan pada Dr. Wahidin, bahwa kepada lapisan jang terbesar didalam masjarakat perlu diberikan pengadjaran jang sebaik~baiknja. Perdjoangan hidup tidak terelakkan lagi dan bangsa Djawa harus memilih: berdjoang atau mati. Namun perkataan mati tiada sedjenak djuga mendjelang alam pikiran Dr. Wahidin, sehingga lekas-lekas disiapkanlah bangsanja menghadapi perdjoangan. Dua soal memikat hati-sanubarinja: memperluas pengadjaran jang sempurna dan memperhebat kesadaran nasional. Suatu hal jang ta' boleh dibiarkan demikian sadja jalah, bahwa anak-anak dari golongan jang tidak berada tetapi luar biasa kepandaiannja, — seperti dia sendiri sebagai tjontoh jang paling njata — masih terlalu banjak jang belum dapat melandjutkan peladjaran.'' - Ki Hadjar Dewantara (1948)<ref>{{Cite book|author=Ki Hadjar Dewantara|title=20 Mei Pelopor 17 Agustus|year=1948|publisher=Museum Dewantara Kirti Griya}}</ref>
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Dokter]] [[Kategori:Tokoh Indonesia]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
2pd0vmqxrs4c8kxdcqg1mwt40k80ca9
56235
56224
2026-08-21T14:33:05Z
Firman Rusda
21248
56235
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Wahidin_Sudirohusodo,_20_Mei_Pelopor_17_Agustus,_p26.jpg|jmpl|Wahidin Sudirohusodo]] '''dr. Wahidin Soedirohoesodo''' (atau '''Wahidin Sudirohusodo''') adalah seorang dokter, reformis pendidikan, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menginspirasi para mahasiswa STOVIA untuk membentuk organisasi [[Budi Utomo]] pada 1908.<ref>{{Cite web|last=Ciputra|first=William|title=Biografi Wahidin Sudirohusodo: Peran dalam Pergerakan Nasional dan Budi Utomo|url=https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/02/27/142759578/biografi-wahidin-sudirohusodo-peran-dalam-pergerakan-nasional-dan-budi|website=yogyakarta.kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Kerja keras dan kejujuran adalah fondasi bagi kemajuan bangsa. Tanpa keduanya, kita tidak akan mampu mencapai cita-cita.''<ref>{{Cite web|title=32 Quote Hari Pahlawan dari Cut Nyak Dien sampai Martha Christina Tiahahu|url=https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7626537/32-quote-hari-pahlawan-dari-cut-nyak-dien-sampai-martha-christina-tiahahu|website=detik.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
# ''Untuk mewujudkan masyarakat yang maju, pendidikan harus diperluas.''<ref>{{Cite web|title=Untuk mewujudkan masyarakat yang maju, pendidikan harus diperluas|url=https://www.facebook.com/100064482445401/photos/untuk-mewujudkan-masyarakat-yang-maju-pendidikan-harus-diperluas-ungkap-dr-wahid/1977091789155077/|website=Gerakan Sekolah Menyenangkan (Facebook Official)|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
# Salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas.
#''Kedjadian itu ta' boleh terulang.''<ref>{{Cite web|title=Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus - Museum Dewantara Kirti Griya.pdf/29|url=https://id.wikisource.org/wiki/Halaman:20_Mei_Pelopor_17_Agustus_-_Museum_Dewantara_Kirti_Griya.pdf/29|website=id.wikisource.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan terkait ==
# ''Kala itulah tumbuh kejakinan pada Dr. Wahidin, bahwa kepada lapisan jang terbesar didalam masjarakat perlu diberikan pengadjaran jang sebaik~baiknja. Perdjoangan hidup tidak terelakkan lagi dan bangsa Djawa harus memilih: berdjoang atau mati. Namun perkataan mati tiada sedjenak djuga mendjelang alam pikiran Dr. Wahidin, sehingga lekas-lekas disiapkanlah bangsanja menghadapi perdjoangan. Dua soal memikat hati-sanubarinja: memperluas pengadjaran jang sempurna dan memperhebat kesadaran nasional. Suatu hal jang ta' boleh dibiarkan demikian sadja jalah, bahwa anak-anak dari golongan jang tidak berada tetapi luar biasa kepandaiannja, — seperti dia sendiri sebagai tjontoh jang paling njata — masih terlalu banjak jang belum dapat melandjutkan peladjaran.'' - Ki Hadjar Dewantara (1948)<ref>{{Cite book|author=Ki Hadjar Dewantara|title=20 Mei Pelopor 17 Agustus|year=1948|publisher=Museum Dewantara Kirti Griya}}</ref>
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Dokter]] [[Kategori:Tokoh Indonesia]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
f1ivxiue6mh2vvyjzqh3fbyq4c4j4sa
Pangeran Diponegoro
0
15009
56225
2026-08-21T14:04:29Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Diponegoro.jpg|jmpl|Pangeran Diponegoro]] '''Diponegoro''' (lahir dengan nama kecil '''Bendoro Raden Mas Mustahar''', kemudian bergelar '''Bendoro Pangeran Haryo Diponegoro''' dan di akhir hayatnya menggunakan nama '''Ngabdulkamid''' atau '''Abdul Hamid'''; 11 November 1785 – 8 Januari 1855) adalah seorang pahlawan nasional [[Indonesia]] yang memimpin [[Perang Jawa]] (1825–1830) melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda.<ref>Carey, Peter (2014). ''T...'
56225
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Diponegoro.jpg|jmpl|Pangeran Diponegoro]]
'''Diponegoro''' (lahir dengan nama kecil '''Bendoro Raden Mas Mustahar''', kemudian bergelar '''Bendoro Pangeran Haryo Diponegoro''' dan di akhir hayatnya menggunakan nama '''Ngabdulkamid''' atau '''Abdul Hamid'''; 11 November 1785 – 8 Januari 1855) adalah seorang pahlawan nasional [[Indonesia]] yang memimpin [[Perang Jawa]] (1825–1830) melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda.<ref>Carey, Peter (2014). ''Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785–1855)''. Jakarta: Kompas Gramedia.</ref><ref>Firmantoro, Verdy (2018). ''Membaca Komunikasi Politik Pangeran Diponegoro (Studi Eksploratif Perspektif non-Western dalam Praktik Komunikasi Politik Pangeran Diponegoro Abad XVIII-XIX)''. Tesis, Universitas Brawijaya.</ref>
== Kutipan ==
=== Amanat Etika Kepemimpinan dan Keadilan Rakyat ===
* ''Aja angalaaken wong kang becik, lan aja ambecikaken wong kang ala, lan aja anganiaya wong kang akeh.''<ref>Tertulis sebagai motto dalam Tesis Magister Verdy Firmantoro, Universitas Brawijaya (2018), hlm. v & 193. Berasal dari dokumen keputusan tertulis (''nuwala'') resmi militer Pangeran Diponegoro bertahun 1826 yang tersimpan di Arsip Nasional Belanda: Algemeen Rijksarchief (ARA), Koleksi H.M. de Kock, Serie 14.</ref>
** Arti: "Jangan menjelekkan orang yang baik, jangan membaikkan orang yang jahat, dan jangan berbuat aniaya terhadap rakyat banyak (orang banyak)."
=== Refleksi Spiritual dan Keyakinan Batin (Babad Diponegoro) ===
* ''Seperti apakah gerangan jadinya aku kalau tanpa ada ampunan Allah yang robil alamin dan Kanjeng Nabi tanpa kebenaran pesan yang dibawanya.''<ref>Diponegoro, Pangeran. ''Babad Diponegoro'' (Manuskrip Manado, 1831–1832), Pupuh I, Tembang Mijil, Bait 7.</ref>
* ''Sudah hal yang wajar muridku, tidak ada orang yang tanpa kesusahan, meski para nabi sekalipun, sejak dari awalnya Kanjeng Nabi Adam. Nabi Nuh dan Kanjeng Nabi Ibrahim, Kanjeng Nabi Musa, Kanjeng Nabi Isa, begitu juga nabimu. Kanjeng Nabi Muhammad dahulu juga menderita dan akhirnya bahagia.''<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh VI, Tembang Maskumambang, Bait 91–93. Merupakan wejangan Diponegoro kepada pengikutnya tentang hakikat cobaan hidup.</ref>
* ''Aku akan mengucapkan perasaan lewat tembang untuk menghibur hati sewaktu di Kota Manado, berkarya tanpa terlihat demikian, oleh karena kasih anugerah dari Allah Yang Maha Agung. Banyak merenungkan dalam hati, tentang perselisihan, sebab demikian itu harapan, seolah-olah tujuan hidupku, apakah benar dapat terlaksana, kalau tanpa ada ampunan dari Allah Yang Maha Agung.''<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh I, Tembang Mijil, Bait 1–3. Ditulis oleh Diponegoro saat memulai penulisan otobiografinya di pengasingan Manado pada Mei 1831.</ref>
* ''Sewaktu aku belum naik haji, walaupun besok kalau aku sampai Mekah, tergantung hatiku. Tidak sudi Kapten, aku pulang lagi, hanya yang aku inginkan mati di kaki pusaran Kanjeng Rasulullah.''<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh XLIII, Tembang Maskumambang, Bait 265–266. Ungkapan keteguhan iman Diponegoro di hadapan perwira kolonial Belanda mengenai cita-cita spiritualnya.</ref>
=== Refleksi terhadap Kekuasaan Keduniawian ===
* ''Rohmanudin dan Ahmad Usman, jadilah saksi untukku, kalau sekiranya saya lupa, saya ingin mengingatkanmu untuk melihat keyakinan tekadku, biarlah saya tidak dijadikan Pangeran Adipati, bahkan jika ke depannya saya dipilih untuk menjadi sultan sekalipun seperti ayah dan kakekku, saya sendiri tidak menginginkan, terpaksa harus memohon ampun kepada Allah SWT, tidak peduli berapa lama saya diberikan waktu untuk hidup di dunia, saya selalu merasa banyak berbuat dosa.''<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh XVI, Tembang Pangkur, Bait 79–81. Ikrar Pangeran Diponegoro yang menolak jabatan Putra Mahkota (Adipati Anom) maupun takhta Sultan Yogyakarta demi menghindari bayang-bayang kendali kolonial.</ref>
=== Kutipan dalam Novel Sejarah Modern (Atribusi Fiksi) ===
* ''Hidup dan mati ada dalam genggaman Ilahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan. Proses kehidupan adalah hakikat, sementara hasil akhir hanyalah syariat. Gusti Allah akan menilai ketulusan perjuangan manusia, bukan hasil akhirnya. Kalaupun harus menjumpai kematian, itu artinya mati syahid di jalan Tuhan.''<ref>AW, Yudhi (2011). ''Diponegoro: Pangeran Bermata Tajam Berkilat Iman''. Yogyakarta: Media Pressindo, hlm. sampul/ulasan. Kutipan puitis ini merupakan karangan fiksi modern dalam novel tersebut dan sering kali disalahpahami oleh masyarakat umum sebagai ucapan sejarah asli abad ke-19.</ref>
== Kutipan terkait ==
* ''...di depan sekali tuan menanti / tak gentar lawan banyaknya seratus kali / pedang di kanan keris di kiri / berselubung semangat yang tak bisa mati.'' – [[Chairil Anwar]] (1943) dalam puisi legendarisnya yang berjudul ''Diponegoro''.<ref>Anwar, Chairil. Puisi "Diponegoro", pertama kali dipublikasikan pada masa pendudukan Jepang.</ref>
* ''Mbok Ratu ketahuilah cicitku besok sudah takdir Allah. Akan melebihi diriku, hancurnya Belanda besok akhirnya, Wallahu allam, karena itu Mbok Ratu rawatlah dengan baik cicitku ini.'' – [[Sultan Hamengkubuwono I]] (Kakek Buyut Diponegoro), menimang Diponegoro usia 5 hari.<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh XIV, Tembang Sinom, Bait 46–47.</ref>
* ''Abdul Rahim berkata sudah takdir Allah kau besok menjadi raja bayangan.'' – [[Sunan Kalijaga]], membisikkan ramalan takdir gaib dalam perjalanan spiritual Diponegoro.<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh XIV, Tembang Sinom, Bait 68.</ref>
* ''tan ana malih-malih nanging sira srananipun mapan iku tan dawa nanging kinarya leluri'' (tidak ada yang lain, Engkau sendiri hanya sarana, namun tidak lama hanya untuk disejajarkan dengan leluhur) – Suara gaib / Isyaroh rohani yang diterima Diponegoro saat bersemadi di Gua Secang.<ref>''Babad Diponegoro'', Pupuh XIV, Tembang Sinom, Bait 81.</ref>
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}} {{commons}}
[[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh Jawa]]
[[Kategori:Tokoh Islam Indonesia]]
h2hme28sj6lbgj3w6ml16ank9wnssol
Marlene Dumas
0
15010
56226
2026-08-21T14:08:15Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Marlene Dumas''' (lahir 3 Agustus 1953) adalah pelukis dan seniman visual asal Afrika Selatan yang tinggal dan berkarya di Amsterdam, Belanda. Ia lahir dan tumbuh di Kuils River, dekat Cape Town, kemudian belajar di University of Cape Town sebelum pindah ke Belanda pada 1976. Pengalaman hidupnya di Afrika Selatan pada masa apartheid, serta ketertarikannya terhadap fotografi, film, tubuh, wajah, identitas, kematian, agama, dan politik, menjadi bagian dari perke...'
56226
wikitext
text/x-wiki
'''Marlene Dumas''' (lahir 3 Agustus 1953) adalah pelukis dan seniman visual asal Afrika Selatan yang tinggal dan berkarya di Amsterdam, Belanda. Ia lahir dan tumbuh di Kuils River, dekat Cape Town, kemudian belajar di University of Cape Town sebelum pindah ke Belanda pada 1976. Pengalaman hidupnya di Afrika Selatan pada masa apartheid, serta ketertarikannya terhadap fotografi, film, tubuh, wajah, identitas, kematian, agama, dan politik, menjadi bagian dari perkembangan karya seninya. Dumas dikenal melalui lukisan figuratif yang menggunakan gambar-gambar yang telah ada sebagai sumber dan mengolahnya menjadi karya yang terbuka terhadap berbagai penafsiran.<ref>{{Cite web|date=2026-01-05|title=Marlene Dumas: Painting in the Flesh|url=https://www.centrepompidou.fr/en/pompidou-plus/magazine/article/marlene-dumas-painting-in-the-flesh|website=www.centrepompidou.fr|language=en-EN|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|last=Ruiz|first=Cristina|date=2015-06-16|title=‘All art is essentially a Rorschach test’|url=https://www.theartnewspaper.com/2015/06/17/all-art-is-essentially-a-rorschach-test|website=The Art Newspaper - International art news and events|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I paint because I am a woman.”<ref name=":1">{{Cite web|title=Marlene Dumas - Women and Painting|url=https://www.marlenedumas.nl/women-and-painting/|website=www.marlenedumas.nl|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Saya melukis karena saya seorang perempuan.”
Dumas menuliskan pernyataan tersebut dalam esai “Women and Painting”. Ia menggunakannya dengan nada ironis untuk membicarakan hubungan antara identitas perempuan dan dunia seni yang secara historis banyak didominasi laki-laki.<ref name=":1" />
* “It’s okay to be the second sex.”<ref name=":1" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Tidak apa-apa menjadi jenis kelamin kedua.”
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari refleksi Dumas mengenai posisi perempuan dalam masyarakat dan dunia seni. Ia tidak menyampaikannya sebagai penerimaan terhadap ketidaksetaraan, tetapi sebagai bentuk ironi terhadap gagasan lama mengenai posisi perempuan.<ref name=":1" />
* “Painting is a very slow art.”<ref name=":1" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Melukis adalah seni yang sangat lambat.”
Menurut Dumas, sifat melukis yang lambat membedakannya dari bentuk komunikasi visual yang bergerak cepat. Ia melihat kelambatan tersebut sebagai salah satu karakter penting medium lukis.<ref name=":1" />
* “That’s why dead painters shine so bright.” <ref name=":1" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Itulah sebabnya para pelukis yang telah meninggal bersinar begitu terang.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan pandangannya bahwa karya seni tidak berhenti hidup ketika pembuatnya meninggal. Lukisan dari masa lalu tetap dapat memperoleh perhatian dan makna baru dari generasi berikutnya.<ref name=":1" />
* “Painting is the only manual labour I do.”<ref name=":1" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Melukis adalah satu-satunya pekerjaan manual yang saya lakukan.”
Dumas menekankan sifat fisik dan manual dari kegiatan melukis. Baginya, melukis tidak semata-mata merupakan kegiatan intelektual atau konseptual, tetapi juga pekerjaan tubuh yang meninggalkan jejak pada permukaan karya.<ref name=":1" />
* “The main words I would use are ‘ambiguity’, ‘suggestion’ and ‘association’.”<ref name=":2">{{Cite web|last=Coomer|first=Martin|date=2015-01-29|title=Marlene Dumas interview – Art|url=https://www.timeout.com/london/art/marlene-dumas-interview-my-better-works-are-the-ones-that-embarrass-me|website=Time Out London|language=en-GB|access-date=2026-08-21}}</ref>
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Kata-kata utama yang akan saya gunakan adalah ‘ambiguitas’, ‘sugesti’, dan ‘asosiasi’.”
Dalam wawancara dengan ''Time Out'', Dumas menggunakan ketiga kata tersebut untuk menjelaskan karakter karya-karyanya. Ia menggunakan figur manusia dan wajah sebagai subjek utama, tetapi tidak selalu menggambarkannya secara realistis.<ref name=":2" />
* “I use the human figure and the face as my main subjects.”<ref name=":2" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Saya menggunakan figur manusia dan wajah sebagai subjek utama saya.”
Pernyataan ini menjelaskan salah satu ciri yang paling dikenal dalam karya Dumas. Tubuh dan wajah manusia menjadi sarana untuk membicarakan berbagai persoalan, termasuk identitas, emosi, seksualitas, kematian, dan hubungan antarmanusia.<ref name=":2" />
* “All art is essentially a Rorschach test.”<ref name=":3">{{Cite web|last=Ruiz|first=Cristina|date=2015-06-16|title=‘All art is essentially a Rorschach test’|url=https://www.theartnewspaper.com/2015/06/17/all-art-is-essentially-a-rorschach-test|website=The Art Newspaper - International art news and events|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Semua seni pada dasarnya adalah tes Rorschach.”
Dumas menggunakan pernyataan tersebut ketika membicarakan kecenderungan orang untuk mencari pengalaman pribadi seniman di balik sebuah karya. Menurutnya, penonton membawa pengalaman dan tafsirnya sendiri ketika melihat sebuah karya seni.<ref name=":3" />
* “I once said I use second hand images and first hand emotions.”<ref name=":4"><nowiki>https://www.moma.org/audio/playlist/297/4578</nowiki></ref>
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Saya pernah mengatakan bahwa saya menggunakan gambar tangan kedua dan emosi tangan pertama.”
Dumas menjelaskan bahwa banyak gambar yang digunakannya berasal dari foto atau gambar yang telah dibuat oleh orang lain. Namun, emosi dan pengalaman yang muncul ketika ia mengolah gambar tersebut menjadi karya merupakan pengalaman artistiknya sendiri.<ref name=":4" />
* “The drawing, the collage could carry everything I wanted to say.”<ref name=":4" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Gambar dan kolase dapat menyampaikan segala sesuatu yang ingin saya katakan.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan periode awal Dumas di Belanda ketika ia sempat merasa tidak akan kembali melukis. Ia menemukan bahwa gambar dan kolase dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang ingin ia ungkapkan.<ref name=":4" />
* “Art is not a case of innocent taste.”<ref name=":5">{{Cite web|title=Speech Marlene Dumas|url=https://www.johannesvermeerprijs.nl/eng/2012/speech-marlene-dumas|website=De Johannes Vermeer prijs|language=en-GB|access-date=2026-08-21}}</ref>
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Seni bukanlah persoalan selera yang tidak bersalah.”
Dalam pidato penerimaan Johannes Vermeer Prize, Dumas menolak anggapan bahwa seni hanya berkaitan dengan selera pribadi yang netral. Baginya, cara manusia menentukan sesuatu sebagai indah atau bernilai selalu berkaitan dengan budaya dan aturan yang dibuat manusia.
* “A neutral gaze does not exist.”<ref name=":5" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Pandangan yang netral tidak ada.”
Pernyataan ini memperlihatkan pandangan Dumas bahwa cara seseorang melihat seni dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, nilai, dan lingkungan sosialnya. Karena itu, hubungan antara karya seni dan penontonnya tidak pernah sepenuhnya bebas dari konteks.
* “Art is there to liberate us from the tyranny of our culture.”<ref name=":5" />
<nowiki>:</nowiki><nowiki>'''</nowiki>Terjemahan:<nowiki>'''</nowiki> “Seni ada untuk membebaskan kita dari tirani budaya kita.”
Dumas melihat seni sebagai ruang untuk mempertanyakan aturan dan nilai yang telah dianggap biasa. Seni, menurutnya, dapat membantu manusia melihat kembali batas-batas yang dibentuk oleh kebudayaan.<ref name=":5" />
Dalam berbagai pernyataannya, Dumas memperlihatkan pandangan bahwa seni tidak harus memberikan satu jawaban yang pasti. Ia lebih menekankan ambiguitas, asosiasi, pengalaman penonton, dan hubungan antara gambar dengan kehidupan manusia. Pemikirannya juga menunjukkan bahwa pengalaman pribadi dan sejarah dapat memengarui seorang seniman, tetapi sebuah karya tidak harus dibatasi hanya oleh biografi pembuatnya
Karya Dumas banyak menggambarkan figur manusia dalam keadaan yang rentan, intim, tragis, atau ambigu. Ia menggunakan sumber berupa fotografi, film, ilustrasi, dan gambar yang telah beredar untuk membentuk kembali cara manusia melihat tubuh dan wajah. Karena itu, karya-karyanya sering berada di antara pengalaman pribadi, sejarah, media massa, dan ingatan kolektif.<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
igaryz71bhsftwu3vgib94txa5i9oqz
56228
56226
2026-08-21T14:22:02Z
Ibrohim tijani
21218
56228
wikitext
text/x-wiki
'''Marlene Dumas''' (lahir 3 Agustus 1953) adalah pelukis dan seniman visual asal Afrika Selatan yang tinggal dan berkarya di Amsterdam, Belanda. Ia lahir dan tumbuh di Kuils River, dekat Cape Town, kemudian belajar di University of Cape Town sebelum pindah ke Belanda pada 1976. Pengalaman hidupnya di Afrika Selatan pada masa apartheid, serta ketertarikannya terhadap fotografi, film, tubuh, wajah, identitas, kematian, agama, dan politik, menjadi bagian dari perkembangan karya seninya. Dumas dikenal melalui lukisan figuratif yang menggunakan gambar-gambar yang telah ada sebagai sumber dan mengolahnya menjadi karya yang terbuka terhadap berbagai penafsiran.<ref>{{Cite web|date=2026-01-05|title=Marlene Dumas: Painting in the Flesh|url=https://www.centrepompidou.fr/en/pompidou-plus/magazine/article/marlene-dumas-painting-in-the-flesh|website=www.centrepompidou.fr|language=en-EN|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|last=Ruiz|first=Cristina|date=2015-06-16|title=‘All art is essentially a Rorschach test’|url=https://www.theartnewspaper.com/2015/06/17/all-art-is-essentially-a-rorschach-test|website=The Art Newspaper - International art news and events|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I paint because I am a woman.”<ref name=":1">{{Cite web|title=Marlene Dumas - Women and Painting|url=https://www.marlenedumas.nl/women-and-painting/|website=www.marlenedumas.nl|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Saya melukis karena saya seorang perempuan.”
Dumas menuliskan pernyataan tersebut dalam esai “Women and Painting”. Ia menggunakannya dengan nada ironis untuk membicarakan hubungan antara identitas perempuan dan dunia seni yang secara historis banyak didominasi laki-laki.<ref name=":1" />
* “It’s okay to be the second sex.”<ref name=":1" />
Terjemahan: “Tidak apa-apa menjadi jenis kelamin kedua.”
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari refleksi Dumas mengenai posisi perempuan dalam masyarakat dan dunia seni. Ia tidak menyampaikannya sebagai penerimaan terhadap ketidaksetaraan, tetapi sebagai bentuk ironi terhadap gagasan lama mengenai posisi perempuan.<ref name=":1" />
* “Painting is a very slow art.”<ref name=":1" />
Terjemahan: “Melukis adalah seni yang sangat lambat.”
Menurut Dumas, sifat melukis yang lambat membedakannya dari bentuk komunikasi visual yang bergerak cepat. Ia melihat kelambatan tersebut sebagai salah satu karakter penting medium lukis.<ref name=":1" />
* “That’s why dead painters shine so bright.” <ref name=":1" />
Terjemahan: “Itulah sebabnya para pelukis yang telah meninggal bersinar begitu terang.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan pandangannya bahwa karya seni tidak berhenti hidup ketika pembuatnya meninggal. Lukisan dari masa lalu tetap dapat memperoleh perhatian dan makna baru dari generasi berikutnya.<ref name=":1" />
* “Painting is the only manual labour I do.”<ref name=":1" />
Terjemahan: “Melukis adalah satu-satunya pekerjaan manual yang saya lakukan.”
Dumas menekankan sifat fisik dan manual dari kegiatan melukis. Baginya, melukis tidak semata-mata merupakan kegiatan intelektual atau konseptual, tetapi juga pekerjaan tubuh yang meninggalkan jejak pada permukaan karya.<ref name=":1" />
* “The main words I would use are ‘ambiguity’, ‘suggestion’ and ‘association’.”<ref name=":2">{{Cite web|last=Coomer|first=Martin|date=2015-01-29|title=Marlene Dumas interview – Art|url=https://www.timeout.com/london/art/marlene-dumas-interview-my-better-works-are-the-ones-that-embarrass-me|website=Time Out London|language=en-GB|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Kata-kata utama yang akan saya gunakan adalah ‘ambiguitas’, ‘sugesti’, dan ‘asosiasi’.”
Dalam wawancara dengan ''Time Out'', Dumas menggunakan ketiga kata tersebut untuk menjelaskan karakter karya-karyanya. Ia menggunakan figur manusia dan wajah sebagai subjek utama, tetapi tidak selalu menggambarkannya secara realistis.<ref name=":2" />
* “I use the human figure and the face as my main subjects.”<ref name=":2" />
Terjemahan: “Saya menggunakan figur manusia dan wajah sebagai subjek utama saya.”
Pernyataan ini menjelaskan salah satu ciri yang paling dikenal dalam karya Dumas. Tubuh dan wajah manusia menjadi sarana untuk membicarakan berbagai persoalan, termasuk identitas, emosi, seksualitas, kematian, dan hubungan antarmanusia.<ref name=":2" />
* “All art is essentially a Rorschach test.”<ref name=":3">{{Cite web|last=Ruiz|first=Cristina|date=2015-06-16|title=‘All art is essentially a Rorschach test’|url=https://www.theartnewspaper.com/2015/06/17/all-art-is-essentially-a-rorschach-test|website=The Art Newspaper - International art news and events|language=en|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Semua seni pada dasarnya adalah tes Rorschach.”
Dumas menggunakan pernyataan tersebut ketika membicarakan kecenderungan orang untuk mencari pengalaman pribadi seniman di balik sebuah karya. Menurutnya, penonton membawa pengalaman dan tafsirnya sendiri ketika melihat sebuah karya seni.<ref name=":3" />
* “I once said I use second hand images and first hand emotions.”<ref name=":4"><nowiki>https://www.moma.org/audio/playlist/297/4578</nowiki></ref>
Terjemahan: “Saya pernah mengatakan bahwa saya menggunakan gambar tangan kedua dan emosi tangan pertama.”
Dumas menjelaskan bahwa banyak gambar yang digunakannya berasal dari foto atau gambar yang telah dibuat oleh orang lain. Namun, emosi dan pengalaman yang muncul ketika ia mengolah gambar tersebut menjadi karya merupakan pengalaman artistiknya sendiri.<ref name=":4" />
* “The drawing, the collage could carry everything I wanted to say.”<ref name=":4" />
Terjemahan: “Gambar dan kolase dapat menyampaikan segala sesuatu yang ingin saya katakan.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan periode awal Dumas di Belanda ketika ia sempat merasa tidak akan kembali melukis. Ia menemukan bahwa gambar dan kolase dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang ingin ia ungkapkan.<ref name=":4" />
* “Art is not a case of innocent taste.”<ref name=":5">{{Cite web|title=Speech Marlene Dumas|url=https://www.johannesvermeerprijs.nl/eng/2012/speech-marlene-dumas|website=De Johannes Vermeer prijs|language=en-GB|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Seni bukanlah persoalan selera yang tidak bersalah.”
Dalam pidato penerimaan Johannes Vermeer Prize, Dumas menolak anggapan bahwa seni hanya berkaitan dengan selera pribadi yang netral. Baginya, cara manusia menentukan sesuatu sebagai indah atau bernilai selalu berkaitan dengan budaya dan aturan yang dibuat manusia.
* “A neutral gaze does not exist.”<ref name=":5" />
Terjemahan: “Pandangan yang netral tidak ada.”
Pernyataan ini memperlihatkan pandangan Dumas bahwa cara seseorang melihat seni dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, nilai, dan lingkungan sosialnya. Karena itu, hubungan antara karya seni dan penontonnya tidak pernah sepenuhnya bebas dari konteks.
* “Art is there to liberate us from the tyranny of our culture.”<ref name=":5" />
Terjemahan: “Seni ada untuk membebaskan kita dari tirani budaya kita.”
Dumas melihat seni sebagai ruang untuk mempertanyakan aturan dan nilai yang telah dianggap biasa. Seni, menurutnya, dapat membantu manusia melihat kembali batas-batas yang dibentuk oleh kebudayaan.<ref name=":5" />
Dalam berbagai pernyataannya, Dumas memperlihatkan pandangan bahwa seni tidak harus memberikan satu jawaban yang pasti. Ia lebih menekankan ambiguitas, asosiasi, pengalaman penonton, dan hubungan antara gambar dengan kehidupan manusia. Pemikirannya juga menunjukkan bahwa pengalaman pribadi dan sejarah dapat memengarui seorang seniman, tetapi sebuah karya tidak harus dibatasi hanya oleh biografi pembuatnya
Karya Dumas banyak menggambarkan figur manusia dalam keadaan yang rentan, intim, tragis, atau ambigu. Ia menggunakan sumber berupa fotografi, film, ilustrasi, dan gambar yang telah beredar untuk membentuk kembali cara manusia melihat tubuh dan wajah. Karena itu, karya-karyanya sering berada di antara pengalaman pribadi, sejarah, media massa, dan ingatan kolektif.<ref name=":0" />
== Referensi ==
<references />
f4ym8qt2da6swjeib6sjksi5069mp7j
Silas Papare
0
15011
56227
2026-08-21T14:18:17Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/s...'
56227
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda.*
== Kutipan terkait ==
# ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946.*
== Referensi == <references />
== Pranala luar == {{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
fu4diafu4qn60qif3l7cqzgpoog7apz
56229
56227
2026-08-21T14:23:45Z
Firman Rusda
21248
56229
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda.*
# ''Kami orang-orang Papua hanya menghendaki kehidupan yang lebih baik.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Kutipan ini disampaikan langsung oleh Silas Papare dalam pidatonya selaku perwakilan rakyat Papua di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada bulan Maret 1967.*
== Kutipan terkait ==
# ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946.*
# ''Si tou timou tumou tou.'' (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.) - Dr. Sam Ratulangi<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen (Filsafat Sam Ratulangi)|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: *Filsafat hidup Dr. Sam Ratulangi, tokoh pergerakan nasional sekaligus mentor politik Silas Papare selama masa pembuangan dan pendirian Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) di Serui.*
== Referensi == <references />
== Pranala luar == {{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
0pw8hp4xi3vp64z3gpannn40keqf133
56230
56229
2026-08-21T14:25:11Z
Firman Rusda
21248
56230
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme pada saat itu [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda."
# ''Kami orang-orang Papua hanya menghendaki kehidupan yang lebih baik.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kutipan ini disampaikan langsung oleh Silas Papare dalam pidatonya selaku perwakilan rakyat Papua di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada bulan Maret 1967."
== Kutipan terkait ==
# ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946."
# ''Si tou timou tumou tou.'' (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.) - Dr. Sam Ratulangi<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen (Filsafat Sam Ratulangi)|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Filsafat hidup Dr. Sam Ratulangi, tokoh pergerakan nasional sekaligus mentor politik Silas Papare selama masa pembuangan dan pendirian Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) di Serui."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
gr0iee1lptzoq68gkkbgjzd3jrgevqq
56231
56230
2026-08-21T14:25:33Z
Firman Rusda
21248
56231
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda."
# ''Kami orang-orang Papua hanya menghendaki kehidupan yang lebih baik.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kutipan ini disampaikan langsung oleh Silas Papare dalam pidatonya selaku perwakilan rakyat Papua di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada bulan Maret 1967."
== Kutipan terkait ==
# ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946."
# ''Si tou timou tumou tou.'' (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.) - Dr. Sam Ratulangi<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen (Filsafat Sam Ratulangi)|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Filsafat hidup Dr. Sam Ratulangi, tokoh pergerakan nasional sekaligus mentor politik Silas Papare selama masa pembuangan dan pendirian Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) di Serui."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
t26myqo9i9zsrh1j5f8fa4vqcw1uwpd
56233
56231
2026-08-21T14:32:24Z
Firman Rusda
21248
56233
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
# ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda."
# ''Kami orang-orang Papua hanya menghendaki kehidupan yang lebih baik.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kutipan ini disampaikan langsung oleh Silas Papare dalam pidatonya selaku perwakilan rakyat Papua di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada bulan Maret 1967."
# ''Kemerdekaan adalah hak segala bangsa di bumi nusantara dari Sabang sampai Merauke.''<ref>{{Cite web|title=90 Quote Kemerdekaan RI dari Pahlawan Nasional untuk Caption HUT RI|url=https://www.inilah.com/100-quote-kemerdekaan-ri-dari-pahlawan-nasional-untuk-caption-hut-ri|website=inilah.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kalimat penegasan dari Silas Papare mengenai hak kemerdekaan yang setara dan menyeluruh bagi seluruh rakyat dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia."
== Kutipan terkait ==
# ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946."
# ''Si tou timou tumou tou.'' (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.) - Dr. Sam Ratulangi<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen (Filsafat Sam Ratulangi)|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Filsafat hidup Dr. Sam Ratulangi, tokoh pergerakan nasional sekaligus mentor politik Silas Papare selama masa pembuangan dan pendirian Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) di Serui."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
ihr86p8yhzihg7mgb28rqdggga82txm
56236
56233
2026-08-21T14:34:25Z
Firman Rusda
21248
56236
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Silas_Papare,_Kami_Perkenalkan_(1954),_p154.jpg|jmpl|Silas Papare]] '''Silas Ayari Donrai Papare''' (atau '''Silas Papare''') adalah seorang pejuang kemerdekaan, mantan juru rawat, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Papua]] yang memimpin gerakan pro-integrasi untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Silas Papare, Pejuang asal Papua|url=https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/06/205320969/silas-papare-pejuang-asal-papua|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.''<ref>{{Cite web|title=Pesan Silas Papare dibacakan pada peringatan Hari Pahlawan di Wondama|url=https://papuatengah.antaranews.com/berita/22693/pesan-silas-papare-dibacakan-pada-peringatan-hari-pahlawan-di-wondama|website=papuatengah.antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan legendaris ini disampaikan oleh Silas Papare saat memimpin perjuangan mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan NKRI agar terbebas sepenuhnya dari cengkeraman kolonial Belanda."
* ''Kami orang-orang Papua hanya menghendaki kehidupan yang lebih baik.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kutipan ini disampaikan langsung oleh Silas Papare dalam pidatonya selaku perwakilan rakyat Papua di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada bulan Maret 1967."
* ''Kemerdekaan adalah hak segala bangsa di bumi nusantara dari Sabang sampai Merauke.''<ref>{{Cite web|title=90 Quote Kemerdekaan RI dari Pahlawan Nasional untuk Caption HUT RI|url=https://www.inilah.com/100-quote-kemerdekaan-ri-dari-pahlawan-nasional-untuk-caption-hut-ri|website=inilah.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kalimat penegasan dari Silas Papare mengenai hak kemerdekaan yang setara dan menyeluruh bagi seluruh rakyat dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia."
== Kutipan terkait ==
* ''Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat (Silas Papare) semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.''<ref>{{Cite web|title=Perjuangan Silas Papare Dalam Pembebasan Irian Barat|url=https://tni-au.mil.id/berita/detail/perjuangan-silas-papare-dalam-pembebasan-irian-barat|website=tni-au.mil.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Catatan sejarah mengenai titik balik perjuangan Silas Papare saat bertemu dan diasingkan bersama Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946."
* ''Si tou timou tumou tou.'' (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.) - Dr. Sam Ratulangi<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perjuangan Kabupaten Kepulauan Yapen (Filsafat Sam Ratulangi)|url=https://kepyapenkab.go.id/sejarah/|website=kepyapenkab.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Filsafat hidup Dr. Sam Ratulangi, tokoh pergerakan nasional sekaligus mentor politik Silas Papare selama masa pembuangan dan pendirian Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) di Serui."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Politikus Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Papua]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
iqasqn6bbj5iod5m6pakne9qx5y9s45
Jody Williams
0
15012
56232
2026-08-21T14:31:42Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Jody Williams''' (lahir 9 Oktober 1950) adalah aktivis perdamaian dan hak asasi manusia asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggerak utama International Campaign to Ban Landmines (ICBL). Ia memperoleh <nowiki>[[Penghargaan Nobel Perdamaian]]</nowiki> pada 1997 bersama ICBL atas perjuangannya melarang dan membersihkan ranjau antipersonel. Kampanye tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara dan kemudian mendorong lahirnya Konv...'
56232
wikitext
text/x-wiki
'''Jody Williams''' (lahir 9 Oktober 1950) adalah aktivis perdamaian dan hak asasi manusia asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggerak utama International Campaign to Ban Landmines (ICBL). Ia memperoleh <nowiki>[[Penghargaan Nobel Perdamaian]]</nowiki> pada 1997 bersama ICBL atas perjuangannya melarang dan membersihkan ranjau antipersonel. Kampanye tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara dan kemudian mendorong lahirnya Konvensi Pelarangan Ranjau yang ditandatangani di Ottawa pada 1997. Williams kemudian terlibat dalam berbagai gerakan mengenai perdamaian, hak perempuan, kekerasan seksual dalam konflik, dan pelarangan senjata otonom. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis akar rumput dan berulang kali menekankan bahwa perubahan sosial lahir dari kerja bersama, bukan dari satu tokoh saja.<ref>{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/interview/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I’m a grassroots activist.”
Terjemahan: “Saya adalah seorang aktivis akar rumput.”
Williams menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan identitas politiknya. Ia tidak melihat dirinya terutama sebagai pemimpin yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari gerakan masyarakat yang bekerja bersama untuk menghadapi ketidakadilan.<ref name=":0" />
* “Change happens because many people come together in common cause and work together in a variety of ways to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Perubahan terjadi karena banyak orang berkumpul untuk tujuan bersama dan bekerja bersama dengan berbagai cara untuk menghasilkan perubahan.”
Pernyataan ini menjadi salah satu gagasan utama Williams mengenai aktivisme. Menurutnya, keberhasilan gerakan sosial tidak dapat dijelaskan hanya melalui keberadaan seorang tokoh terkenal, melainkan melalui kerja kolektif berbagai orang dan organisasi.<ref name=":0" />
* “It’s not magic, it’s just getting up off your ass and participating with others to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Ini bukan sihir; ini hanya soal bangkit dan berpartisipasi bersama orang lain untuk menghasilkan perubahan.”
Williams menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan bahwa seseorang yang mengetahui adanya ketidakadilan mempunyai pilihan untuk bertindak. Baginya, perubahan membutuhkan keterlibatan nyata dan kerja bersama.<ref name=":0" />
* “You have the right and more than the right, the responsibility to be an active participant in life.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Anda memiliki hak, bahkan lebih dari sekadar hak, yaitu tanggung jawab untuk menjadi peserta yang aktif dalam kehidupan.”
Ia menghubungkan kesadaran terhadap ketidakadilan dengan tanggung jawab moral untuk bertindak. Sikap pasif, menurutnya, juga merupakan sebuah pilihan yang dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk ikut menciptakan perubahan.<ref name=":0" />
* “One of the things I have the hardest time with is the mythologies that a single person changes the world.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Salah satu hal yang paling sulit saya terima adalah mitos bahwa satu orang mengubah dunia.”
Williams mengkritik kecenderungan masyarakat untuk mengagungkan satu pemimpin dalam gerakan sosial. Menurutnya, cara pandang tersebut dapat membuat orang lain merasa tidak mampu melakukan perubahan karena membandingkan dirinya dengan tokoh yang dianggap luar biasa.<ref name=":0" />
* “We’re all flawed human beings.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Kita semua adalah manusia yang memiliki kekurangan.”
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Williams menjelaskan bahwa tokoh-tokoh besar dalam gerakan sosial juga merupakan manusia biasa. Karena itu, ia menolak penggambaran aktivis sebagai sosok sempurna yang bekerja sendirian.<ref name=":0" />
* “I believe very firmly that if a person recognises an injustice to such a degree, that it makes them either angry or fearful ... and then they do nothing, by doing nothing they’re also making a choice.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya sangat percaya bahwa ketika seseorang menyadari suatu ketidakadilan hingga membuatnya marah atau takut, tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa, dengan tidak melakukan apa-apa itu ia juga sedang membuat sebuah pilihan.”
Menurut Williams, kemarahan dan ketakutan terhadap ketidakadilan tidak seharusnya berhenti sebagai perasaan. Emosi tersebut dapat diubah menjadi tindakan yang terorganisasi bersama orang lain.<ref name=":0" />
* “I can be angry like anybody else at trivial things, but what fires me to try to bring about change in the world is the righteous indignation I feel at injustice, period.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya bisa marah seperti orang lain terhadap hal-hal sepele, tetapi yang mendorong saya untuk berusaha membawa perubahan di dunia adalah kemarahan moral yang saya rasakan terhadap ketidakadilan.”
Williams menjelaskan bahwa pengalaman melihat ketidakadilan menjadi sumber utama motivasi aktivismenya. Ia membedakan kemarahan sehari-hari dengan kemarahan yang muncul karena pelanggaran terhadap prinsip keadilan.<ref name=":0" />
* “You can accomplish more by working together and pushing the envelope.” <ref name=":0" />
Terjemahan: “Kalian dapat mencapai lebih banyak dengan bekerja bersama dan mendorong batas-batas yang ada.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan kritik Williams terhadap organisasi yang bekerja dalam kelompok-kelompok terpisah. Ia menilai kerja kolaboratif dapat menghasilkan tekanan politik yang lebih besar daripada tindakan masing-masing organisasi secara sendiri-sendiri.
* “As long as governments are comfortable with your little incremental movement, nothing’s going to change.”
Terjemahan: “Selama pemerintah merasa nyaman dengan perubahan kecil yang kalian lakukan, tidak akan ada yang berubah.”
Williams menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil mendorong perubahan yang lebih besar daripada sekadar perbaikan bertahap yang tidak mengganggu kepentingan politik yang sudah ada.<ref name=":0" />
* “The model we created in many ways is more important than the treaty.” [3]
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan dalam banyak hal lebih penting daripada perjanjian itu sendiri.”
Dalam tulisannya mengenai ICBL, Williams menjelaskan bahwa keberhasilan kampanye tidak hanya terletak pada lahirnya perjanjian pelarangan ranjau, tetapi juga pada model kerja sama antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah yang dapat digunakan untuk menghadapi persoalan lain.
* “Civil society and governments do not have to see each other as adversaries.” <ref name=":1">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/article/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Masyarakat sipil dan pemerintah tidak harus melihat satu sama lain sebagai lawan.”
Williams melihat kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan kampanye pelarangan ranjau. Menurutnya, kedua pihak memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda tetapi dapat saling memperkuat.<ref name=":1" />
* “I have been fortunate to be able to live my life doing what I believe in. Not everybody has that fortune.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya beruntung dapat menjalani hidup dengan melakukan apa yang saya yakini. Tidak semua orang memiliki keberuntungan itu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan cara Williams memandang perjalanan aktivismenya. Ia menganggap kesempatan untuk memperjuangkan keyakinannya sebagai suatu keberuntungan, meskipun aktivitas tersebut juga membuatnya mengalami kelelahan dan tekanan.<ref name=":0" />
* “I love being an activist, but I get burned out like everybody.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya mencintai menjadi seorang aktivis, tetapi saya juga mengalami kelelahan seperti orang lain.”
Williams mengakui bahwa aktivisme memiliki beban emosional dan fisik. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal dari kehidupannya sebagai aktivis yang sering kali tidak terlihat di balik keberhasilan kampanye.<ref name=":0" />
* “The model we created ... has given ordinary people around the world that they can make a difference.”
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan telah memberi orang-orang biasa di seluruh dunia keyakinan bahwa mereka dapat membuat perubahan.”
Menurut Williams, salah satu hasil terpenting dari kampanye pelarangan ranjau adalah munculnya keyakinan bahwa masyarakat biasa dapat memengaruhi kebijakan internasional apabila mereka bekerja secara terorganisasi.<ref name=":0" />
Pengalaman Williams dalam kampanye pelarangan ranjau kemudian menjadi dasar bagi keterlibatannya dalam isu-isu lain. Ia ikut mendirikan Nobel Women’s Initiative bersama perempuan penerima Nobel Perdamaian lainnya dan terlibat dalam kampanye melawan kekerasan seksual dalam konflik. Ia juga aktif mendorong regulasi terhadap senjata otonom yang mampu menentukan target dan melakukan serangan tanpa keputusan manusia secara langsung.
Bagi Williams, aktivisme bukan sekadar sikap menentang sesuatu, tetapi usaha mengubah ketidakadilan menjadi tindakan bersama. Perjuangannya menunjukkan pentingnya organisasi masyarakat sipil, kolaborasi lintas negara, dan keterlibatan orang biasa dalam menciptakan perubahan politik dan sosial.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
<references />
d230k4j7spsmmp627q334al33fd8fyz
56234
56232
2026-08-21T14:32:50Z
Ibrohim tijani
21218
56234
wikitext
text/x-wiki
'''Jody Williams''' (lahir 9 Oktober 1950) adalah aktivis perdamaian dan hak asasi manusia asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggerak utama International Campaign to Ban Landmines (ICBL). Ia memperoleh Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1997 bersama ICBL atas perjuangannya melarang dan membersihkan ranjau antipersonel. Kampanye tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara dan kemudian mendorong lahirnya Konvensi Pelarangan Ranjau yang ditandatangani di Ottawa pada 1997. Williams kemudian terlibat dalam berbagai gerakan mengenai perdamaian, hak perempuan, kekerasan seksual dalam konflik, dan pelarangan senjata otonom. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis akar rumput dan berulang kali menekankan bahwa perubahan sosial lahir dari kerja bersama, bukan dari satu tokoh saja.<ref>{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/interview/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I’m a grassroots activist.”
Terjemahan: “Saya adalah seorang aktivis akar rumput.”
Williams menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan identitas politiknya. Ia tidak melihat dirinya terutama sebagai pemimpin yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari gerakan masyarakat yang bekerja bersama untuk menghadapi ketidakadilan.<ref name=":0" />
* “Change happens because many people come together in common cause and work together in a variety of ways to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Perubahan terjadi karena banyak orang berkumpul untuk tujuan bersama dan bekerja bersama dengan berbagai cara untuk menghasilkan perubahan.”
Pernyataan ini menjadi salah satu gagasan utama Williams mengenai aktivisme. Menurutnya, keberhasilan gerakan sosial tidak dapat dijelaskan hanya melalui keberadaan seorang tokoh terkenal, melainkan melalui kerja kolektif berbagai orang dan organisasi.<ref name=":0" />
* “It’s not magic, it’s just getting up off your ass and participating with others to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Ini bukan sihir; ini hanya soal bangkit dan berpartisipasi bersama orang lain untuk menghasilkan perubahan.”
Williams menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan bahwa seseorang yang mengetahui adanya ketidakadilan mempunyai pilihan untuk bertindak. Baginya, perubahan membutuhkan keterlibatan nyata dan kerja bersama.<ref name=":0" />
* “You have the right and more than the right, the responsibility to be an active participant in life.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Anda memiliki hak, bahkan lebih dari sekadar hak, yaitu tanggung jawab untuk menjadi peserta yang aktif dalam kehidupan.”
Ia menghubungkan kesadaran terhadap ketidakadilan dengan tanggung jawab moral untuk bertindak. Sikap pasif, menurutnya, juga merupakan sebuah pilihan yang dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk ikut menciptakan perubahan.<ref name=":0" />
* “One of the things I have the hardest time with is the mythologies that a single person changes the world.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Salah satu hal yang paling sulit saya terima adalah mitos bahwa satu orang mengubah dunia.”
Williams mengkritik kecenderungan masyarakat untuk mengagungkan satu pemimpin dalam gerakan sosial. Menurutnya, cara pandang tersebut dapat membuat orang lain merasa tidak mampu melakukan perubahan karena membandingkan dirinya dengan tokoh yang dianggap luar biasa.<ref name=":0" />
* “We’re all flawed human beings.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Kita semua adalah manusia yang memiliki kekurangan.”
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Williams menjelaskan bahwa tokoh-tokoh besar dalam gerakan sosial juga merupakan manusia biasa. Karena itu, ia menolak penggambaran aktivis sebagai sosok sempurna yang bekerja sendirian.<ref name=":0" />
* “I believe very firmly that if a person recognises an injustice to such a degree, that it makes them either angry or fearful ... and then they do nothing, by doing nothing they’re also making a choice.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya sangat percaya bahwa ketika seseorang menyadari suatu ketidakadilan hingga membuatnya marah atau takut, tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa, dengan tidak melakukan apa-apa itu ia juga sedang membuat sebuah pilihan.”
Menurut Williams, kemarahan dan ketakutan terhadap ketidakadilan tidak seharusnya berhenti sebagai perasaan. Emosi tersebut dapat diubah menjadi tindakan yang terorganisasi bersama orang lain.<ref name=":0" />
* “I can be angry like anybody else at trivial things, but what fires me to try to bring about change in the world is the righteous indignation I feel at injustice, period.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya bisa marah seperti orang lain terhadap hal-hal sepele, tetapi yang mendorong saya untuk berusaha membawa perubahan di dunia adalah kemarahan moral yang saya rasakan terhadap ketidakadilan.”
Williams menjelaskan bahwa pengalaman melihat ketidakadilan menjadi sumber utama motivasi aktivismenya. Ia membedakan kemarahan sehari-hari dengan kemarahan yang muncul karena pelanggaran terhadap prinsip keadilan.<ref name=":0" />
* “You can accomplish more by working together and pushing the envelope.” <ref name=":0" />
Terjemahan: “Kalian dapat mencapai lebih banyak dengan bekerja bersama dan mendorong batas-batas yang ada.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan kritik Williams terhadap organisasi yang bekerja dalam kelompok-kelompok terpisah. Ia menilai kerja kolaboratif dapat menghasilkan tekanan politik yang lebih besar daripada tindakan masing-masing organisasi secara sendiri-sendiri.
* “As long as governments are comfortable with your little incremental movement, nothing’s going to change.”
Terjemahan: “Selama pemerintah merasa nyaman dengan perubahan kecil yang kalian lakukan, tidak akan ada yang berubah.”
Williams menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil mendorong perubahan yang lebih besar daripada sekadar perbaikan bertahap yang tidak mengganggu kepentingan politik yang sudah ada.<ref name=":0" />
* “The model we created in many ways is more important than the treaty.” [3]
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan dalam banyak hal lebih penting daripada perjanjian itu sendiri.”
Dalam tulisannya mengenai ICBL, Williams menjelaskan bahwa keberhasilan kampanye tidak hanya terletak pada lahirnya perjanjian pelarangan ranjau, tetapi juga pada model kerja sama antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah yang dapat digunakan untuk menghadapi persoalan lain.
* “Civil society and governments do not have to see each other as adversaries.” <ref name=":1">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/article/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Masyarakat sipil dan pemerintah tidak harus melihat satu sama lain sebagai lawan.”
Williams melihat kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan kampanye pelarangan ranjau. Menurutnya, kedua pihak memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda tetapi dapat saling memperkuat.<ref name=":1" />
* “I have been fortunate to be able to live my life doing what I believe in. Not everybody has that fortune.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya beruntung dapat menjalani hidup dengan melakukan apa yang saya yakini. Tidak semua orang memiliki keberuntungan itu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan cara Williams memandang perjalanan aktivismenya. Ia menganggap kesempatan untuk memperjuangkan keyakinannya sebagai suatu keberuntungan, meskipun aktivitas tersebut juga membuatnya mengalami kelelahan dan tekanan.<ref name=":0" />
* “I love being an activist, but I get burned out like everybody.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya mencintai menjadi seorang aktivis, tetapi saya juga mengalami kelelahan seperti orang lain.”
Williams mengakui bahwa aktivisme memiliki beban emosional dan fisik. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal dari kehidupannya sebagai aktivis yang sering kali tidak terlihat di balik keberhasilan kampanye.<ref name=":0" />
* “The model we created ... has given ordinary people around the world that they can make a difference.”
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan telah memberi orang-orang biasa di seluruh dunia keyakinan bahwa mereka dapat membuat perubahan.”
Menurut Williams, salah satu hasil terpenting dari kampanye pelarangan ranjau adalah munculnya keyakinan bahwa masyarakat biasa dapat memengaruhi kebijakan internasional apabila mereka bekerja secara terorganisasi.<ref name=":0" />
Pengalaman Williams dalam kampanye pelarangan ranjau kemudian menjadi dasar bagi keterlibatannya dalam isu-isu lain. Ia ikut mendirikan Nobel Women’s Initiative bersama perempuan penerima Nobel Perdamaian lainnya dan terlibat dalam kampanye melawan kekerasan seksual dalam konflik. Ia juga aktif mendorong regulasi terhadap senjata otonom yang mampu menentukan target dan melakukan serangan tanpa keputusan manusia secara langsung.
Bagi Williams, aktivisme bukan sekadar sikap menentang sesuatu, tetapi usaha mengubah ketidakadilan menjadi tindakan bersama. Perjuangannya menunjukkan pentingnya organisasi masyarakat sipil, kolaborasi lintas negara, dan keterlibatan orang biasa dalam menciptakan perubahan politik dan sosial.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
<references />
aq0792puqz48epuzuemxv0r3ls2wc3z
56238
56234
2026-08-21T14:38:51Z
Ibrohim tijani
21218
56238
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:JodyWilliamsMay2010 headcrop.jpg|jmpl]]
'''Jody Williams''' (lahir 9 Oktober 1950) adalah aktivis perdamaian dan hak asasi manusia asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggerak utama International Campaign to Ban Landmines (ICBL). Ia memperoleh Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1997 bersama ICBL atas perjuangannya melarang dan membersihkan ranjau antipersonel. Kampanye tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara dan kemudian mendorong lahirnya Konvensi Pelarangan Ranjau yang ditandatangani di Ottawa pada 1997. Williams kemudian terlibat dalam berbagai gerakan mengenai perdamaian, hak perempuan, kekerasan seksual dalam konflik, dan pelarangan senjata otonom. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis akar rumput dan berulang kali menekankan bahwa perubahan sosial lahir dari kerja bersama, bukan dari satu tokoh saja.<ref>{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/interview/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I’m a grassroots activist.”
Terjemahan: “Saya adalah seorang aktivis akar rumput.”
Williams menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan identitas politiknya. Ia tidak melihat dirinya terutama sebagai pemimpin yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari gerakan masyarakat yang bekerja bersama untuk menghadapi ketidakadilan.<ref name=":0" />
* “Change happens because many people come together in common cause and work together in a variety of ways to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Perubahan terjadi karena banyak orang berkumpul untuk tujuan bersama dan bekerja bersama dengan berbagai cara untuk menghasilkan perubahan.”
Pernyataan ini menjadi salah satu gagasan utama Williams mengenai aktivisme. Menurutnya, keberhasilan gerakan sosial tidak dapat dijelaskan hanya melalui keberadaan seorang tokoh terkenal, melainkan melalui kerja kolektif berbagai orang dan organisasi.<ref name=":0" />
* “It’s not magic, it’s just getting up off your ass and participating with others to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Ini bukan sihir; ini hanya soal bangkit dan berpartisipasi bersama orang lain untuk menghasilkan perubahan.”
Williams menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan bahwa seseorang yang mengetahui adanya ketidakadilan mempunyai pilihan untuk bertindak. Baginya, perubahan membutuhkan keterlibatan nyata dan kerja bersama.<ref name=":0" />
* “You have the right and more than the right, the responsibility to be an active participant in life.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Anda memiliki hak, bahkan lebih dari sekadar hak, yaitu tanggung jawab untuk menjadi peserta yang aktif dalam kehidupan.”
Ia menghubungkan kesadaran terhadap ketidakadilan dengan tanggung jawab moral untuk bertindak. Sikap pasif, menurutnya, juga merupakan sebuah pilihan yang dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk ikut menciptakan perubahan.<ref name=":0" />
* “One of the things I have the hardest time with is the mythologies that a single person changes the world.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Salah satu hal yang paling sulit saya terima adalah mitos bahwa satu orang mengubah dunia.”
Williams mengkritik kecenderungan masyarakat untuk mengagungkan satu pemimpin dalam gerakan sosial. Menurutnya, cara pandang tersebut dapat membuat orang lain merasa tidak mampu melakukan perubahan karena membandingkan dirinya dengan tokoh yang dianggap luar biasa.<ref name=":0" />
* “We’re all flawed human beings.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Kita semua adalah manusia yang memiliki kekurangan.”
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Williams menjelaskan bahwa tokoh-tokoh besar dalam gerakan sosial juga merupakan manusia biasa. Karena itu, ia menolak penggambaran aktivis sebagai sosok sempurna yang bekerja sendirian.<ref name=":0" />
* “I believe very firmly that if a person recognises an injustice to such a degree, that it makes them either angry or fearful ... and then they do nothing, by doing nothing they’re also making a choice.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya sangat percaya bahwa ketika seseorang menyadari suatu ketidakadilan hingga membuatnya marah atau takut, tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa, dengan tidak melakukan apa-apa itu ia juga sedang membuat sebuah pilihan.”
Menurut Williams, kemarahan dan ketakutan terhadap ketidakadilan tidak seharusnya berhenti sebagai perasaan. Emosi tersebut dapat diubah menjadi tindakan yang terorganisasi bersama orang lain.<ref name=":0" />
* “I can be angry like anybody else at trivial things, but what fires me to try to bring about change in the world is the righteous indignation I feel at injustice, period.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya bisa marah seperti orang lain terhadap hal-hal sepele, tetapi yang mendorong saya untuk berusaha membawa perubahan di dunia adalah kemarahan moral yang saya rasakan terhadap ketidakadilan.”
Williams menjelaskan bahwa pengalaman melihat ketidakadilan menjadi sumber utama motivasi aktivismenya. Ia membedakan kemarahan sehari-hari dengan kemarahan yang muncul karena pelanggaran terhadap prinsip keadilan.<ref name=":0" />
* “You can accomplish more by working together and pushing the envelope.” <ref name=":0" />
Terjemahan: “Kalian dapat mencapai lebih banyak dengan bekerja bersama dan mendorong batas-batas yang ada.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan kritik Williams terhadap organisasi yang bekerja dalam kelompok-kelompok terpisah. Ia menilai kerja kolaboratif dapat menghasilkan tekanan politik yang lebih besar daripada tindakan masing-masing organisasi secara sendiri-sendiri.
* “As long as governments are comfortable with your little incremental movement, nothing’s going to change.”
Terjemahan: “Selama pemerintah merasa nyaman dengan perubahan kecil yang kalian lakukan, tidak akan ada yang berubah.”
Williams menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil mendorong perubahan yang lebih besar daripada sekadar perbaikan bertahap yang tidak mengganggu kepentingan politik yang sudah ada.<ref name=":0" />
* “The model we created in many ways is more important than the treaty.” [3]
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan dalam banyak hal lebih penting daripada perjanjian itu sendiri.”
Dalam tulisannya mengenai ICBL, Williams menjelaskan bahwa keberhasilan kampanye tidak hanya terletak pada lahirnya perjanjian pelarangan ranjau, tetapi juga pada model kerja sama antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah yang dapat digunakan untuk menghadapi persoalan lain.
* “Civil society and governments do not have to see each other as adversaries.” <ref name=":1">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/article/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Masyarakat sipil dan pemerintah tidak harus melihat satu sama lain sebagai lawan.”
Williams melihat kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan kampanye pelarangan ranjau. Menurutnya, kedua pihak memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda tetapi dapat saling memperkuat.<ref name=":1" />
* “I have been fortunate to be able to live my life doing what I believe in. Not everybody has that fortune.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya beruntung dapat menjalani hidup dengan melakukan apa yang saya yakini. Tidak semua orang memiliki keberuntungan itu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan cara Williams memandang perjalanan aktivismenya. Ia menganggap kesempatan untuk memperjuangkan keyakinannya sebagai suatu keberuntungan, meskipun aktivitas tersebut juga membuatnya mengalami kelelahan dan tekanan.<ref name=":0" />
* “I love being an activist, but I get burned out like everybody.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya mencintai menjadi seorang aktivis, tetapi saya juga mengalami kelelahan seperti orang lain.”
Williams mengakui bahwa aktivisme memiliki beban emosional dan fisik. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal dari kehidupannya sebagai aktivis yang sering kali tidak terlihat di balik keberhasilan kampanye.<ref name=":0" />
* “The model we created ... has given ordinary people around the world that they can make a difference.”
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan telah memberi orang-orang biasa di seluruh dunia keyakinan bahwa mereka dapat membuat perubahan.”
Menurut Williams, salah satu hasil terpenting dari kampanye pelarangan ranjau adalah munculnya keyakinan bahwa masyarakat biasa dapat memengaruhi kebijakan internasional apabila mereka bekerja secara terorganisasi.<ref name=":0" />
Pengalaman Williams dalam kampanye pelarangan ranjau kemudian menjadi dasar bagi keterlibatannya dalam isu-isu lain. Ia ikut mendirikan Nobel Women’s Initiative bersama perempuan penerima Nobel Perdamaian lainnya dan terlibat dalam kampanye melawan kekerasan seksual dalam konflik. Ia juga aktif mendorong regulasi terhadap senjata otonom yang mampu menentukan target dan melakukan serangan tanpa keputusan manusia secara langsung.
Bagi Williams, aktivisme bukan sekadar sikap menentang sesuatu, tetapi usaha mengubah ketidakadilan menjadi tindakan bersama. Perjuangannya menunjukkan pentingnya organisasi masyarakat sipil, kolaborasi lintas negara, dan keterlibatan orang biasa dalam menciptakan perubahan politik dan sosial.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
<references />
r3tkezvf4a1eq87k1zf7a06iwk2q26n
56254
56238
2026-08-22T04:16:50Z
Ibrohim tijani
21218
56254
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:JodyWilliamsMay2010 headcrop.jpg|jmpl]]
'''Jody Williams''' (lahir 9 Oktober 1950) adalah aktivis perdamaian dan hak asasi manusia asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggerak utama International Campaign to Ban Landmines (ICBL). Ia memperoleh Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1997 bersama ICBL atas perjuangannya melarang dan membersihkan ranjau antipersonel. Kampanye tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara dan kemudian mendorong lahirnya Konvensi Pelarangan Ranjau yang ditandatangani di Ottawa pada 1997. Williams kemudian terlibat dalam berbagai gerakan mengenai perdamaian, hak perempuan, kekerasan seksual dalam konflik, dan pelarangan senjata otonom. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis akar rumput dan berulang kali menekankan bahwa perubahan sosial lahir dari kerja bersama, bukan dari satu tokoh saja.<ref>{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/facts/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref><ref name=":0">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/williams/interview/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* “I’m a grassroots activist.”
Terjemahan: “Saya adalah seorang aktivis akar rumput.”
Williams menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan identitas politiknya. Ia tidak melihat dirinya terutama sebagai pemimpin yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari gerakan masyarakat yang bekerja bersama untuk menghadapi ketidakadilan.<ref name=":0" />
* “Change happens because many people come together in common cause and work together in a variety of ways to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Perubahan terjadi karena banyak orang berkumpul untuk tujuan bersama dan bekerja bersama dengan berbagai cara untuk menghasilkan perubahan.”
Pernyataan ini menjadi salah satu gagasan utama Williams mengenai aktivisme. Menurutnya, keberhasilan gerakan sosial tidak dapat dijelaskan hanya melalui keberadaan seorang tokoh terkenal, melainkan melalui kerja sama berbagai orang dan organisasi.<ref name=":0" />
* “It’s not magic, it’s just getting up off your ass and participating with others to bring about change.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Ini bukan sihir; ini hanya soal bangkit dan berpartisipasi bersama orang lain untuk menghasilkan perubahan.”
Williams menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan bahwa seseorang yang mengetahui adanya ketidakadilan mempunyai pilihan untuk bertindak. Baginya, perubahan membutuhkan keterlibatan nyata dan kerja bersama.<ref name=":0" />
* “You have the right and more than the right, the responsibility to be an active participant in life.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Anda memiliki hak, bahkan lebih dari sekadar hak, yaitu tanggung jawab untuk menjadi peserta yang aktif dalam kehidupan.”
Ia menghubungkan kesadaran terhadap ketidakadilan dengan tanggung jawab moral untuk bertindak. Sikap pasif, menurutnya, juga merupakan sebuah pilihan yang dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk ikut menciptakan perubahan.<ref name=":0" />
* “One of the things I have the hardest time with is the mythologies that a single person changes the world.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Salah satu hal yang paling sulit saya terima adalah mitos bahwa satu orang mengubah dunia.”
Williams mengkritik kecenderungan masyarakat untuk mengagungkan satu pemimpin dalam gerakan sosial. Menurutnya, cara pandang tersebut dapat membuat orang lain merasa tidak mampu melakukan perubahan karena membandingkan dirinya dengan tokoh yang dianggap luar biasa.<ref name=":0" />
* “We’re all flawed human beings.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Kita semua adalah manusia yang memiliki kekurangan.”
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Williams menjelaskan bahwa tokoh-tokoh besar dalam gerakan sosial juga merupakan manusia biasa. Karena itu, ia menolak penggambaran aktivis sebagai sosok sempurna yang bekerja sendirian.<ref name=":0" />
* “I believe very firmly that if a person recognises an injustice to such a degree, that it makes them either angry or fearful ... and then they do nothing, by doing nothing they’re also making a choice.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya sangat percaya bahwa ketika seseorang menyadari suatu ketidakadilan hingga membuatnya marah atau takut, tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa, dengan tidak melakukan apa-apa itu ia juga sedang membuat sebuah pilihan.”
Menurut Williams, kemarahan dan ketakutan terhadap ketidakadilan tidak seharusnya berhenti sebagai perasaan. Emosi tersebut dapat diubah menjadi tindakan yang terorganisasi bersama orang lain.<ref name=":0" />
* “I can be angry like anybody else at trivial things, but what fires me to try to bring about change in the world is the righteous indignation I feel at injustice, period.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya bisa marah seperti orang lain terhadap hal-hal sepele, tetapi yang mendorong saya untuk berusaha membawa perubahan di dunia adalah kemarahan moral yang saya rasakan terhadap ketidakadilan.”
Williams menjelaskan bahwa pengalaman melihat ketidakadilan menjadi sumber utama motivasi aktivismenya. Ia membedakan kemarahan sehari-hari dengan kemarahan yang muncul karena pelanggaran terhadap prinsip keadilan.<ref name=":0" />
* “You can accomplish more by working together and pushing the envelope.” <ref name=":0" />
Terjemahan: “Kalian dapat mencapai lebih banyak dengan bekerja bersama dan mendorong batas-batas yang ada.”
Pernyataan tersebut berkaitan dengan kritik Williams terhadap organisasi yang bekerja dalam kelompok-kelompok terpisah. Ia menilai kerja kolaboratif dapat menghasilkan tekanan politik yang lebih besar daripada tindakan masing-masing organisasi secara sendiri-sendiri.
* “As long as governments are comfortable with your little incremental movement, nothing’s going to change.”
Terjemahan: “Selama pemerintah merasa nyaman dengan perubahan kecil yang kalian lakukan, tidak akan ada yang berubah.”
Williams menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil mendorong perubahan yang lebih besar daripada sekadar perbaikan bertahap yang tidak mengganggu kepentingan politik yang sudah ada.<ref name=":0" />
* “The model we created in many ways is more important than the treaty.” [3]
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan dalam banyak hal lebih penting daripada perjanjian itu sendiri.”
Dalam tulisannya mengenai ICBL, Williams menjelaskan bahwa keberhasilan kampanye tidak hanya terletak pada lahirnya perjanjian pelarangan ranjau, tetapi juga pada model kerja sama antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah yang dapat digunakan untuk menghadapi persoalan lain.
* “Civil society and governments do not have to see each other as adversaries.” <ref name=":1">{{Cite web|title=Nobel Peace Prize 1997|url=https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1997/article/|website=NobelPrize.org|language=en-US|access-date=2026-08-21}}</ref>
Terjemahan: “Masyarakat sipil dan pemerintah tidak harus melihat satu sama lain sebagai lawan.”
Williams melihat kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan kampanye pelarangan ranjau. Menurutnya, kedua pihak memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda tetapi dapat saling memperkuat.<ref name=":1" />
* “I have been fortunate to be able to live my life doing what I believe in. Not everybody has that fortune.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya beruntung dapat menjalani hidup dengan melakukan apa yang saya yakini. Tidak semua orang memiliki keberuntungan itu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan cara Williams memandang perjalanan aktivismenya. Ia menganggap kesempatan untuk memperjuangkan keyakinannya sebagai suatu keberuntungan, meskipun aktivitas tersebut juga membuatnya mengalami kelelahan dan tekanan.<ref name=":0" />
* “I love being an activist, but I get burned out like everybody.”<ref name=":0" />
Terjemahan: “Saya mencintai menjadi seorang aktivis, tetapi saya juga mengalami kelelahan seperti orang lain.”
Williams mengakui bahwa aktivisme memiliki beban emosional dan fisik. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal dari kehidupannya sebagai aktivis yang sering kali tidak terlihat di balik keberhasilan kampanye.<ref name=":0" />
* “The model we created ... has given ordinary people around the world that they can make a difference.”
Terjemahan: “Model yang kami ciptakan telah memberi orang-orang biasa di seluruh dunia keyakinan bahwa mereka dapat membuat perubahan.”
Menurut Williams, salah satu hasil terpenting dari kampanye pelarangan ranjau adalah munculnya keyakinan bahwa masyarakat biasa dapat memengaruhi kebijakan internasional apabila mereka bekerja secara terorganisasi.<ref name=":0" />
Pengalaman Williams dalam kampanye pelarangan ranjau kemudian menjadi dasar bagi keterlibatannya dalam isu-isu lain. Ia ikut mendirikan Nobel Women’s Initiative bersama perempuan penerima Nobel Perdamaian lainnya dan terlibat dalam kampanye melawan kekerasan seksual dalam konflik. Ia juga aktif mendorong regulasi terhadap senjata otonom yang mampu menentukan target dan melakukan serangan tanpa keputusan manusia secara langsung.
Bagi Williams, aktivisme bukan sekadar sikap menentang sesuatu, tetapi usaha mengubah ketidakadilan menjadi tindakan bersama. Perjuangannya menunjukkan pentingnya organisasi masyarakat sipil, kolaborasi lintas negara, dan keterlibatan orang biasa dalam menciptakan perubahan politik dan sosial.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
<references />
me6eu3uj6agq6og9po4tkgghchtc8v9
Johannes Leimena
0
15013
56239
2026-08-21T14:43:09Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Johannes_Leimena_-_ANRI_KEMPEN_P05_0227.jpg|jmpl|Johannes Leimena]] '''dr. Johannes Leimena''' (atau sering dipanggil '''Oom Yo''') adalah seorang dokter, menteri kesehatan terlama di [[Indonesia]], sekaligus pahlawan nasional Indonesia asal [[Maluku]] yang memelopori gagasan "Leimena Plan" (cikal bakal Puskesmas) dan meletakkan dasar bahwa politik adalah sebuah etika untuk melayani rakyat.<ref>{{Cite web|title=Johannes Leimena: Dokter Kristen yang Hidup...'
56239
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Johannes_Leimena_-_ANRI_KEMPEN_P05_0227.jpg|jmpl|Johannes Leimena]] '''dr. Johannes Leimena''' (atau sering dipanggil '''Oom Yo''') adalah seorang dokter, menteri kesehatan terlama di [[Indonesia]], sekaligus pahlawan nasional Indonesia asal [[Maluku]] yang memelopori gagasan "Leimena Plan" (cikal bakal Puskesmas) dan meletakkan dasar bahwa politik adalah sebuah etika untuk melayani rakyat.<ref>{{Cite web|title=Johannes Leimena: Dokter Kristen yang Hidup dalam Dua Dunia|url=https://www.samaritan-pmdn.org/post/johannes-leimena-dokter-kristen-yang-hidup-dalam-dua-dunia|website=samaritan-pmdn.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Umat Kristen tidak dapat membagi kehidupannya dalam dua lapangan yang terpisah sama sekali: kehidupan batin dan kehidupan politik, tapi Kerajaan Allah harus dikabarkan dalam semua lapangan kehidupan, juga dalam lapangan politik.''<ref>{{Cite web|title=Seri Mutiara Pemikiran Dr. Johannes Leimena (4)|url=https://leimena.org/seri-mutiara-pemikiran-dr-johannes-leimena-4/|website=leimena.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pemikiran mendasar dr. Johannes Leimena tentang pentingnya keterlibatan dan tanggung jawab warga gereja secara aktif dalam membangun iklim perpolitikan di tanah air."
* ''Menjadi Kristen berarti hidup dalam dua dunia, sebagai anggota yang hidup dari bangsa sendiri dan juga sebagai anggota persekutuan orang-orang kudus di dalam Kristus.''<ref>{{Cite web|title=Johannes Leimena: Dokter Kristen yang Hidup dalam Dua Dunia|url=https://www.samaritan-pmdn.org/post/johannes-leimena-dokter-kristen-yang-hidup-dalam-dua-dunia|website=samaritan-pmdn.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pernyataan filosofis Johannes Leimena mengenai konsep kewarganegaraan ganda (dwi-kewarganegaraan spiritual) yang dimuat dalam majalah Eltheto pada tahun 1935."
* ''Dalam panggilan melakukan usaha-usaha sosial yang bertanggung jawab, kita diharuskan oleh Allah melihat dalam tiap sesama manusia, Kristus sendiri. Sebagai jawaban atas pengasihan Tuhan dan keinsyafan akan Hukum-Nya, Umat Kristen bertindak sebagai orang yang bertanggung jawab.''<ref>{{Cite web|title=Seri Mutiara Pemikiran Dr. Johannes Leimena (5)|url=https://leimena.org/seri-mutiara-pemikiran-dr-johannes-leimena-5/|website=leimena.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Nasihat dr. Johannes Leimena mengenai dasar teologis dari pelayanan sosial kemanusiaan, di mana setiap manusia harus dipandang secara setara dan mulia."
* ''Tidak semua yang kita tahu harus kita tulis atau katakan. Karena kalau kita tulis atau katakan, mungkin maksud kita berbuat baik: agar rakyat tahu, agar rakyat menjadi pintar. Tapi kebenaran itu punya akibat lain juga, kemungkinan akan menyebabkan perpecahan bangsa dan rakyat.''<ref>{{Cite web|title=Johannes Leimena, Politik untuk Melayani Rakyat|url=https://koransulindo.com/johannes-leimena-politik-untuk-melayani-rakyat/|website=koransulindo.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan bijaksana yang disampaikan oleh Leimena kepada sahabat politik mudanya, Sabam Sirait, mengenai pentingnya kearifan dalam mengelola kebenaran publik demi menjaga kesatuan dan keutuhan persatuan rakyat."
== Kutipan terkait ==
* ''Bagi beliau (dr. Johannes Leimena) politik bukan teknik untuk berkuasa, melainkan etika untuk mengabdi.'' - Dr. H. Roeslan Abdulgani<ref>{{Cite web|title=Politik: Etika Untuk Mengabdi|url=https://leimena.org/politik-etika-untuk-mengabdi/|website=leimena.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kesaksian Dr. H. Roeslan Abdulgani mengenai prinsip dasar berpolitik dr. Johannes Leimena yang bersih dari sekadar hasrat perebutan kekuasaan praktis."
* ''Seorang negarawan dan sekaligus gerejawan yang patut diteladani.'' - Adam Malik<ref>{{Cite web|title=Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab|url=https://lead.sabda.org/kepemimpinan_yang_bertanggung_jawab|website=lead.sabda.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pujian dari mantan Wakil Presiden RI Adam Malik atas integritas serta dedikasi dr. Johannes Leimena dalam merajut kehidupan beragama dan bernegara."
* ''Ia adalah teladan bagi kita semua sebagai pemimpin politik yang tetap hidup sederhana dan murni.'' - Sri Sultan Hamengku Buwono IX<ref>{{Cite web|title=Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab|url=https://lead.sabda.org/kepemimpinan_yang_bertanggung_jawab|website=lead.sabda.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pandangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengenai gaya kepemimpinan 'Oom Yo' yang murni, berintegritas tinggi, dan senantiasa bersahaja."
* ''Yohanes Leimena adalah seorang yang paling jujur yang pernah saya temui.'' - Ir. Soekarno<ref>{{Cite web|title=Johannes Leimena, Politik untuk Melayani Rakyat|url=https://koransulindo.com/johannes-leimena-politik-untuk-melayani-rakyat/|website=koransulindo.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pengakuan tulus presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dalam biografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, menjelaskan alasan di balik kepercayaan besarnya hingga menunjuk Leimena sebagai Penjabat Presiden sebanyak tujuh kali."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Dokter Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Kristen Indonesia]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
dkvvqtknnwvzfmzki31jm28clw894n1
Imam Bonjol
0
15014
56240
2026-08-21T14:51:50Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Portret_van_Tuanku_Imam_Bonjol.jpg|jmpl|Tuanku Imam Bonjol]] '''Tuanku Imam Bonjol''' (lahir dengan nama '''Muhammad Shahab''') adalah seorang ulama, pemimpin, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Sumatera Barat]] yang memimpin perjuangan Kaum Padri dalam [[Perang Padri]] melawan kolonialisme [[Belanda]] pada abad ke-19.<ref>{{Cite web|title=Tuanku Imam Bonjol - Wikipedia bahasa Indonesia|url=https://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol|w...'
56240
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Portret_van_Tuanku_Imam_Bonjol.jpg|jmpl|Tuanku Imam Bonjol]] '''Tuanku Imam Bonjol''' (lahir dengan nama '''Muhammad Shahab''') adalah seorang ulama, pemimpin, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Sumatera Barat]] yang memimpin perjuangan Kaum Padri dalam [[Perang Padri]] melawan kolonialisme [[Belanda]] pada abad ke-19.<ref>{{Cite web|title=Tuanku Imam Bonjol - Wikipedia bahasa Indonesia|url=https://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol|website=id.wikipedia.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Cintailah tanah air kita seperti kita mencintai diri sendiri.''<ref>{{Cite web|title=INI PESAN PERJUANGAN PAHLAWAN NASIONAL|url=https://rri.co.id/manado/nasional/1104892/ini-pesan-perjuangan-pahlawan-nasional|website=rri.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan perjuangan heroik ini disampaikan oleh Tuanku Imam Bonjol selama berkobarnya Perang Padri di Sumatra Barat pada awal abad ke-19 untuk membakar semangat pertahanan rakyat terhadap agresi kolonial."
* ''Berdoa bagi pemimpin-pemimpin Negara berarti membuat tanggung jawab bangsa menjadi tanggung jawab umat Islam juga.''<ref>{{Cite web|title=Kutipan Terbaik Para Pahlawan Indonesia yang Berasal dari Sumatera Barat|url=https://www.harianhaluan.com/news/109464098/kutipan-terbaik-para-pahlawan-indonesia-yang-berasal-dari-sumatera-barat|website=harianhaluan.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ungkapan kepedulian religius dan nasionalisme dari Tuanku Imam Bonjol mengenai keselarasan antara tanggung jawab iman dan pengabdian bagi tegaknya suatu bangsa."
== Kutipan terkait ==
* ''Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu catatan autentik yang ditulis oleh pribumi tentang ringkasan sejarah Perang Paderi dan Sumatera Barat pada abad ke-19.'' - Aditia Gunawan (Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas)<ref>{{Cite web|title=Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol terpilih sebagai Memory of The World|url=https://www.antaranews.com/berita/4096221/naskah-tambo-tuanku-imam-bonjol-terpilih-sebagai-memory-of-the-world|website=antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ulasan pustakawan nasional mengenai naskah otobiografi sejarah perjuangan Tuanku Imam Bonjol yang ditulis oleh putranya, Naali Sutan Caniago, saat masa pengasingan di Manado."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Ulama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Minangkabau]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
ji6vmsqms0rgirm6vgpp8v6svjlt8jm
56241
56240
2026-08-21T14:56:27Z
Firman Rusda
21248
56241
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Portret_van_Tuanku_Imam_Bonjol.jpg|jmpl|Tuanku Imam Bonjol]] '''Tuanku Imam Bonjol''' (lahir dengan nama '''Muhammad Shahab''') adalah seorang ulama, pemimpin, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Sumatera Barat]] yang memimpin perjuangan Kaum Padri dalam [[Perang Padri]] melawan kolonialisme [[Belanda]] pada abad ke-19.<ref>{{Cite web|title=Tuanku Imam Bonjol - Wikipedia bahasa Indonesia|url=https://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol|website=id.wikipedia.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Cintailah tanah air kita seperti kita mencintai diri sendiri.''<ref>{{Cite web|title=INI PESAN PERJUANGAN PAHLAWAN NASIONAL|url=https://rri.co.id/manado/nasional/1104892/ini-pesan-perjuangan-pahlawan-nasional|website=rri.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan perjuangan heroik ini disampaikan oleh Tuanku Imam Bonjol selama berkobarnya Perang Padri di Sumatra Barat pada awal abad ke-19 untuk membakar semangat pertahanan rakyat terhadap agresi kolonial."
* ''Berdoa bagi pemimpin-pemimpin Negara berarti membuat tanggung jawab bangsa menjadi tanggung jawab umat Islam juga.''<ref>{{Cite web|title=Kutipan Terbaik Para Pahlawan Indonesia yang Berasal dari Sumatera Barat|url=https://www.harianhaluan.com/news/109464098/kutipan-terbaik-para-pahlawan-indonesia-yang-berasal-dari-sumatera-barat|website=harianhaluan.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ungkapan kepedulian religius dan nasionalisme dari Tuanku Imam Bonjol mengenai keselarasan antara tanggung jawab iman dan pengabdian bagi tegaknya suatu bangsa."
* ''Jika masih muda belum banyak pengalaman, cari guru atau orang yang bijaksana dan cerdas atau cendekiawan.''<ref>{{Cite web|title=Amanat Tuanku Imam Bonjol kepada Sang Putra, Manuskripnya Ditetapkan sebagai Memory of the World UNESCO|url=https://www.tempo.co/politik/amanat-tuanku-imam-bonjol-kepada-sang-putra-manuskripnya-ditetapkan-sebagai-memory-of-the-world-unesco-59524|website=tempo.co|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Nasihat emas Tuanku Imam Bonjol kepada putranya, Naali Sutan Caniago, agar senantiasa menimba ilmu dan mencari bimbingan dari orang-orang bijaksana selagi masih muda."
* ''Jika tidak ada tempat mengadu, maka memohon kepada yang Maha Tinggi.''<ref>{{Cite web|title=Amanat Tuanku Imam Bonjol kepada Sang Putra, Manuskripnya Ditetapkan sebagai Memory of the World UNESCO|url=https://www.tempo.co/politik/amanat-tuanku-imam-bonjol-kepada-sang-putra-manuskripnya-ditetapkan-sebagai-memory-of-the-world-unesco-59524|website=tempo.co|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat spiritual Imam Bonjol kepada keturunannya untuk selalu bersandar dan mengingat Tuhan dalam setiap kesulitan hidup selama masa perjuangan dan pengasingan."
== Kutipan terkait ==
* ''Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu catatan autentik yang ditulis oleh pribumi tentang ringkasan sejarah Perang Paderi dan Sumatera Barat pada abad ke-19.'' - Aditia Gunawan (Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas)<ref>{{Cite web|title=Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol terpilih sebagai Memory of The World|url=https://www.antaranews.com/berita/4096221/naskah-tambo-tuanku-imam-bonjol-terpilih-sebagai-memory-of-the-world|website=antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ulasan pustakawan nasional mengenai naskah otobiografi sejarah perjuangan Tuanku Imam Bonjol yang ditulis oleh putranya, Naali Sutan Caniago, saat masa pengasingan di Manado."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Ulama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Minangkabau]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
or29l39g6icf9995jnaahuzw33rr6cd
Iskandar Muda
0
15015
56242
2026-08-21T15:02:58Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Lukisan_Iskandar_muda_Sultan_of_Aceh_from_1607_to1636.jpg|jmpl|Sultan Iskandar Muda]] '''Sultan Iskandar Muda''' (1590 — 27 September 1636) adalah sultan terbesar dari [[Kesultanan Aceh]], yang berkuasa dari tahun 1607 hingga 1636. Di bawah kepemimpinannya, Aceh mencapai puncak kejayaan, memperluas wilayah kekuasaannya di Semenanjung Malaya, serta tumbuh sebagai pusat perdagangan internasional dan pembelajaran [[Islam]] yang disegani di Asia Tenggara.<...'
56242
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Lukisan_Iskandar_muda_Sultan_of_Aceh_from_1607_to1636.jpg|jmpl|Sultan Iskandar Muda]] '''Sultan Iskandar Muda''' (1590 — 27 September 1636) adalah sultan terbesar dari [[Kesultanan Aceh]], yang berkuasa dari tahun 1607 hingga 1636. Di bawah kepemimpinannya, Aceh mencapai puncak kejayaan, memperluas wilayah kekuasaannya di Semenanjung Malaya, serta tumbuh sebagai pusat perdagangan internasional dan pembelajaran [[Islam]] yang disegani di Asia Tenggara.<ref>{{Cite web|title=Iskandar Muda saka Aceh|url=https://jv.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda_saka_Aceh|website=jv.wikipedia.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Mate aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita.''<ref>{{Cite web|title=Situs Meurah Pupok Si Putra Kesayangan|url=https://kesbangpol.bandaacehkota.go.id/2018/01/01/situs-meurah-pupok-si-putra-kesayangan/|website=kesbangpol.bandaacehkota.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Mati anak ada makamnya (bisa dicari), hilang adat (hukum/keadilan) ke mana hendak dicari. Ungkapan legendaris ini diucapkan oleh Sultan Iskandar Muda ketika beliau harus menegakkan hukum syariat Islam dengan tegas dengan menjatuhkan hukuman mati terhadap putranya sendiri, Meurah Pupok, demi menegakkan prinsip persamaan di mata hukum tanpa pandang bulu."
* ''Jangan sekali-sekali memberikan Negeri kita kepada musuh-musuh Bangsa apapun... musuh kita yang terbesar ialah bangsa kulit putih istimewa yang telah berperang dengan kita yaitu Portugis, akan tetapi musuh kita yang paling besar lagi dekat dengan diri kita masing-masing yaitu dengki dan bercerai-berai.''<ref>{{Cite web|title=Fakta wasiat sultan Iskandar muda untuk rakyat Aceh|url=https://www.facebook.com/100089829231995/videos/wahay-saudaraku-aceh-lestari-nanggroe/1069438455460936/|website=facebook.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Wasiat historis Sultan Iskandar Muda kepada sekalian rakyat Aceh untuk selalu menjaga kedaulatan tanah air dari penjajah luar, serta memperingatkan bahwa musuh terdalam yang paling berbahaya adalah penyakit hati berupa kedengkian dan perpecahan internal."
* ''Ketika hati telah merdeka dari segala ikatan dan terikat oleh cinta, maka segala kehormatan, martabat dan kekayaan yang tinggi, kelak menjadi rendah dan tak berharga di hadapannya. Hanya cinta yang ditinggikan, hanya cinta yang dikehendaki, hanya cinta yang diidamkan.''<ref>{{Cite web|title=Biografi Sultan Iskandar Muda. Goresan Tinta Hamka, Tjinta Tak Pernah Lelah 1938|url=https://www.suarakarya.id/muda/2608355673/biografi-sultan-iskandar-muda-goresan-tinta-hamka-tjinta-tak-pernah-lelah-1938|website=suarakarya.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kutipan romantis dan puitis dari novel sejarah karya Buya Hamka (1938) yang menggambarkan dalamnya rasa cinta Sultan Iskandar Muda terhadap permaisurinya, Putroe Phang (Puteri Pahang), yang menginspirasi pembangunan Taman Sari Gunongan di Banda Aceh."
* ''Peu na raja linto, peugah le seumike. Peu na raja lon, peugah le seumangat.''<ref>{{Cite web|title=Wasiat Raja Aceh untuk Generasi: Jangan Hilangkan Marwah Negeri Ini|url=https://www.gppmaceh.com/2025/05/wasiat-raja-aceh-untuk-generasi-jangan.html|website=gppmaceh.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Adagium kepemimpinan dari tradisi luhur Kesultanan Aceh era Sultan Iskandar Muda yang bermakna: Jika ada raja yang pengecut, katakan dengan senyuman. Jika ada raja yang zalim, katakan dengan keberanian. Kalimat ini mengajarkan pentingnya keberanian rakyat dalam mengoreksi penyimpangan penguasa."
== Kutipan terkait ==
* ''Mari kita bersama mencontoh formulasi yang sudah dibuat Sultan Iskandar Muda pada era Kerajaan Aceh Darussalam, dengan bertumpu pada agama, adat, dan budaya dalam membangun Aceh di masa depan.'' - Bakri Siddiq<ref>{{Cite web|title=Haul 386 Sultan Iskandar Muda, Ini Pesan Bakri Siddiq|url=https://prokopim.bandaacehkota.go.id/berita/35130/haul-386-sultan-iskandar-muda-ini-pesan-bakri-siddiq.html|website=prokopim.bandaacehkota.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat dari Penjabat Wali Kota Banda Aceh dalam upacara peringatan Haul Sultan Iskandar Muda ke-386 mengenai pentingnya mengadopsi model peradaban luhur yang dirintis sang sultan."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Sultan Aceh]] [[Kategori:Tokoh Aceh]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
1x6svcjyp8av77aeq0fr3k076qxqhyh
Sultan Ageng Tirtayasa
0
15016
56243
2026-08-21T15:12:15Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Sultan_Ageng_Tirtayasa_(Sultan_Banten_ke-6).jpg|jmpl|Sultan Ageng Tirtayasa]] '''Sultan Ageng Tirtayasa''' (lahir dengan nama '''Abdul Fatah''' atau '''Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah''') adalah sultan [[Kesultanan Banten|Banten]] ke-6 yang berkuasa pada periode 1651–1683. Di bawah kepemimpinannya, Banten mencapai puncak kejayaan ekonomi sebagai bandar perdagangan internasional yang menerapkan sistem perdagangan bebas dan menjadi salah satu benteng per...'
56243
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Sultan_Ageng_Tirtayasa_(Sultan_Banten_ke-6).jpg|jmpl|Sultan Ageng Tirtayasa]] '''Sultan Ageng Tirtayasa''' (lahir dengan nama '''Abdul Fatah''' atau '''Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah''') adalah sultan [[Kesultanan Banten|Banten]] ke-6 yang berkuasa pada periode 1651–1683. Di bawah kepemimpinannya, Banten mencapai puncak kejayaan ekonomi sebagai bandar perdagangan internasional yang menerapkan sistem perdagangan bebas dan menjadi salah satu benteng pertahanan [[Islam]] terkuat yang paling gigih menentang monopoli dagang VOC [[Belanda]].<ref>{{Cite web|title=Sultan Ageng Tirtayasa Pahlawan Nasional Asal Banten, Ini Profilnya|url=https://news.detik.com/berita/d-5808611/sultan-ageng-tirtayasa-pahlawan-nasional-asal-banten-ini-profilnya|website=detik.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Antara Kesultanan Banten dan Kerajaan Inggris telah terjalin hubungan yang erat, seumpama jasad dengan ruh, dan musuh kita bersama adalah Holandah (Belanda).''<ref>{{Cite web|title=Sultan Banten Pernah Kirim Surat ke Raja Inggris Charles II, Apa Isinya?|url=https://khazanah.republika.co.id/berita/oqhww4320/sultan-banten-pernah-kirim-surat-ke-raja-inggris-charles-ii-apa-isinya|website=republika.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pernyataan diplomatik dari surat resmi berbahasa Arab yang ditulis langsung oleh Sultan Ageng Tirtayasa kepada Raja Inggris Charles II pada tanggal 6 Ramadhan 1093 H (8 September 1682 M) guna memohon dukungan militer dan persenjataan dalam menghadapi VOC."
* ''Kita memiliki kekuatan yang tak ternilai, yaitu semangat juang dan cinta kepada tanah air. Sejarah tidak akan melupakan mereka yang berani berjuang!''<ref>{{Cite book|title=Keberanian Sultan Ageng Tirtayasa|url=https://id.scribd.com/document/791960637/CERPENBINTANG|year=2024|publisher=Arsip Rekonstruksi Sejarah Perjuangan Banten}}</ref>
::: "Pesan pembakar moral yang diucapkan oleh Sultan Ageng Tirtayasa di hadapan para prajurit dan rakyat Banten ketika mengobarkan perang pertahanan di wilayah pesisir guna merusak pos-pos militer dan pabrik tebu milik VOC."
== Kutipan terkait ==
* ''Banten harus ditaklukkan, bahkan dihancurleburkan, atau kalau tidak, VOC akan lenyap.'' - Rijklof van Goens<ref>{{Cite web|title=Darah Perlawanan|url=https://www.kompas.id/artikel/darah-perlawanan|website=kompas.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Surat resmi Gubernur Jenderal VOC Rijklof van Goens kepada dewan tertinggi kongsi dagang (Heeren Zeventien) pada tanggal 31 Januari 1679, menggambarkan kecemasan terdalam kolonial Belanda atas ketangguhan militer dan ekonomi Banten di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa."
* ''Ia selalu konfrontatif dengan ketidakadilan, ketidakberesan dan selalu konsekuen dengan kebenaran yang dipegangnya. Ia juga kukuh mempertahankan martabatnya termasuk ketika ia harus berhadapan dengan Sultan Haji, darah dagingnya sekalipun.'' - Uka Tjandrasasmita<ref>{{Cite web|title=Nilai nilai yang dapat dipetik dari Sultan Ageng tirtayasa|url=https://brainly.co.id/tugas/26434572|website=brainly.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ulasan dari sejarawan mengenai integritas, ketegasan prinsip, dan keteguhan karakter Sultan Ageng Tirtayasa dalam menolak monopoli dagang asing meskipun harus menghadapi pengkhianatan dari putranya sendiri."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Sultan Banten]] [[Kategori:Tokoh Banten]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
sbtgrm58ts5ig6iwxqvv6r1jh62ajnz
Ahmad Dahlan
0
15017
56244
2026-08-21T15:14:56Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Ahmad_Dahlan.jpg|jmpl|K.H. Ahmad Dahlan]] '''K.H. Ahmad Dahlan''' (lahir dengan nama '''Muhammad Darwis''') adalah seorang ulama, reformis Islam, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang mendirikan organisasi [[Muhammadiyah]] pada 18 November 1912 di [[Yogyakarta]] demi memurnikan ajaran Islam serta memajukan bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial rakyat bumiputera.<ref>{{Cite web|title=Profil dan Pemikiran KH. Ahmad Dahlan|url=https://id.scrib...'
56244
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Ahmad_Dahlan.jpg|jmpl|K.H. Ahmad Dahlan]] '''K.H. Ahmad Dahlan''' (lahir dengan nama '''Muhammad Darwis''') adalah seorang ulama, reformis Islam, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang mendirikan organisasi [[Muhammadiyah]] pada 18 November 1912 di [[Yogyakarta]] demi memurnikan ajaran Islam serta memajukan bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial rakyat bumiputera.<ref>{{Cite web|title=Profil dan Pemikiran KH. Ahmad Dahlan|url=https://id.scribd.com/doc/295789387/Ahmad-Dahlan|website=id.scribd.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari-cari kehidupan di Muhammadiyah.''<ref>{{Cite web|title=Hiduplah dengan Menghidupkan Muhammadiyah|url=https://suaramuhammadiyah.id/read/hiduplah-dengan-menghidupkan-muhammadiyah|website=suaramuhammadiyah.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan moral paling monumental dari K.H. Ahmad Dahlan kepada para pengurus dan kader Muhammadiyah agar senantiasa mengabdi dengan tulus, ikhlas, dan mandiri tanpa pernah memanfaatkan organisasi demi keuntungan finansial pribadi."
* ''Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu.''<ref>{{Cite web|title=Tabligh Akbar Ramadhan UMS. Busro Muqoddas Sampaikan Tiga Pesan KH. Ahmad Dahlan|url=https://news.ums.ac.id/id/berita/tabligh-akbar-ramadhan-ums-busro-muqoddas-sampaikan-tiga-pesan-kh-ahmad-dahlan/|website=news.ums.ac.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat kepemimpinan yang disampaikan oleh K.H. Ahmad Dahlan menjelang wafatnya, menitipkan keberlangsungan perjuangan dakwah persyarikatan kepada segenap pengurus dan kader penerus."
* ''Menjadi apa saja, kembalilah ke Muhammadiyah.''<ref>{{Cite web|title=Tabligh Akbar Ramadhan UMS. Busro Muqoddas Sampaikan Tiga Pesan KH. Ahmad Dahlan|url=https://news.ums.ac.id/id/berita/tabligh-akbar-ramadhan-ums-busro-muqoddas-sampaikan-tiga-pesan-kh-ahmad-dahlan/|website=news.ums.ac.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Wasiat K.H. Ahmad Dahlan agar para kadernya bebas menuntut ilmu dan berkiprah di bidang profesi apa pun di luar, namun harus senantiasa bersedia kembali mengabdi untuk memajukan organisasi dan bangsa."
* ''Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali untuk bertaruh: sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan?''<ref>{{Cite web|title=7 Falsafah KH Ahmad Dahlan|url=https://web.suaramuhammadiyah.id/2020/02/03/7-falsafah-kh-ahmad-dahlan/|website=suaramuhammadiyah.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Falsafah pertama dari tujuh ajaran hidup K.H. Ahmad Dahlan yang dicatat oleh murid terdekatnya, KRH. Hadjid, yang menekankan kesadaran moral yang mendalam mengenai kematian dan pertanggungjawaban akhirat."
* ''Jangan sekali-kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain.''<ref>{{Cite web|title=Menyelami 6 Pesan KH Ahmad Dahlan untuk Muhammadiyah dan 'Aisyiyah|url=https://umsida.ac.id/aisyiyah-dan-muhammadiyah-6-pesan-kh-ahmad-dahlan/|website=umsida.ac.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan pertama dari enam pesan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan agar seluruh pimpinan dan warga persyarikatan tetap teguh memegang khittah perjuangan perserikatan secara loyal dan tidak mendua fokus."
== Kutipan terkait ==
* ''Kiai Dahlan adalah manusia amal. Akan tetapi, mustahil aksi-amaliah itu tanpa landasan oleh pemikiran teologis. Landasan teologis inilah yang menjadi landasan etika sosialnya.''<ref>{{Cite web|title=7 Falsafah KH Ahmad Dahlan|url=https://web.suaramuhammadiyah.id/2020/02/03/7-falsafah-kh-ahmad-dahlan/|website=suaramuhammadiyah.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Refleksi teologis dari para sejarawan mengenai karakteristik kepribadian K.H. Ahmad Dahlan yang mengutamakan pemraktekan amal nyata kemanusiaan berlandaskan pemahaman keagamaan yang moderat."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Ulama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Yogyakarta]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
6amj1vq2zwjeakd78l9r0w58pisfj4m
Abdul Wahid Hasyim
0
15018
56245
2026-08-21T15:28:35Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:KHA_Wahid_Hasyim.jpg|jmpl|K.H. Abdul Wahid Hasyim]] '''K.H. Abdul Wahid Hasyim''' (1 Juni 1914 — 19 April 1953) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan, reformis pendidikan Islam, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada tiga kabinet awal Republik Indonesia serta menjadi salah satu perumus [[Pancasila]] dan [[Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945|UUD 1945]] dalam Panitia Sembilan BPUP...'
56245
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:KHA_Wahid_Hasyim.jpg|jmpl|K.H. Abdul Wahid Hasyim]] '''K.H. Abdul Wahid Hasyim''' (1 Juni 1914 — 19 April 1953) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan, reformis pendidikan Islam, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada tiga kabinet awal Republik Indonesia serta menjadi salah satu perumus [[Pancasila]] dan [[Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945|UUD 1945]] dalam Panitia Sembilan BPUPKI.<ref>{{Cite web|title=Biografi KH Abdul Wahid Hasyim dan Perannya dalam Kemerdekaan|url=https://tirto.id/biografi-kh-abdul-wahid-hasyim-dan-perannya-dalam-kemerdekaan-gRcp|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* وَلَا شَيْءٌ يَدُوْمُ فَكُنْ حَدِيْـــــثاً ۞ جَمِيْلَ الذّكْرِ فَالدُّنْيَا حَدِيْثُ
::: ''"Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita."''<ref>{{Cite web|title=Syair-syair Hikmah KH Wahid Hasyim (3)|url=https://islam.nu.or.id/hikmah/syair-syair-hikmah-kh-wahid-hasyim-3-fZnGm|website=islam.nu.or.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Salah satu syair hikmah kesayangan K.H. Abdul Wahid Hasyim yang beliau terjemahkan dan catat rapi sebagai refleksi moral tentang kefanaan dunia dan pentingnya meninggalkan warisan jasa kebaikan bagi generasi penerus."
* أَلَا لِيَقُلْ مَا شَــاءَ مَنْ شَاءَ إِنّماَ ۞ يُلَامُ الفَتـــىَ فِيْمَا اسْتَطَاعَ مِنَ اْلأَمْرِ
::: ''"Ungkapkanlah apa yang ingin diungkapkan. (Jangan ragu) pemuda memang selalu dicemooh lantaran kecakapannya."''<ref>{{Cite web|title=Mengenal Lebih Dekat Hasyim Wahid atau Gus Iim|url=https://tebuireng.online/mengenal-lebih-dekat-hasyim-wahid-atau-gus-iim/|website=tebuireng.online|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Syair motivasi Kiai Wahid Hasyim yang mendorong keberanian anak-anak muda untuk menyuarakan gagasan progresif dan tidak gentar terhadap cibiran lingkungan sekitar."
* ذَرِيْنِيْ أَنَالُ مَا لَا يُناَلُ مِنَ اْلعُلىَ ۞ فَصَعْبُ العُلىَ فِي الصَّعْـــبِ وَالسَّهْلُ فِي السَّهْلِ
* تُرِيْدِيْنَ إِدْرَاكَ المَعَالِي رَخِيْصَةً ۞ فَلَا بُدَّ دُوْنَ الشَّهْدِ مِنْ إِبَرِ النَّحْلِ
::: ''"Biarkan aku meraih kemuliaan yang belum tergapai. Derajat kemuliaan itu mengikuti kadar kemudahan dan kesulitannya. Engkau kerap ingin mendapatkan kemuliaan itu secara murah. Padahal pengambil madu harus merasakan sengatan lebah."''<ref>{{Cite web|title=Syair-syair Hikmah KH Wahid Hasyim (1)|url=https://islam.nu.or.id/hikmah/syair-syair-hikmah-kh-wahid-hasyim-1-iZqaZ|website=islam.nu.or.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Untaian syair hikmah Arab yang sering dikutip oleh K.H. Abdul Wahid Hasyim untuk melukiskan etos kerja keras dalam perjuangan; bahwa kesuksesan mulia tidak dapat diperoleh secara instan tanpa melewati pengorbanan dan ujian yang menyakitkan."
* إِذَا فَاتَنِيْ يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا ۞ وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْمًا فَمَا ذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ
::: ''"Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?"''<ref>{{Cite web|title=Syair-syair Hikmah KH Wahid Hasyim (1)|url=https://islam.nu.or.id/hikmah/syair-syair-hikmah-kh-wahid-hasyim-1-iZqaZ|website=islam.nu.or.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pertanyaan filosofis yang ditulis oleh K.H. Abdul Wahid Hasyim sebagai pengingat pribadi akan pentingnya memanfaatkan setiap detik waktu demi berkarya dan menimba ilmu pengetahuan."
* لَقَدْ غَرَسُوْا حَتَّى أَكَلْنَا وَإِنَّنَا ۞ لَنَغْرَسُ حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا
::: ''"Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya."''<ref>{{Cite web|title=Syair-syair Hikmah KH Wahid Hasyim (1)|url=https://islam.nu.or.id/hikmah/syair-syair-hikmah-kh-wahid-hasyim-1-iZqaZ|website=islam.nu.or.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Sebuah wejangan sarat hikmah tentang pentingnya kesadaran historis dan altruistik dalam perjuangan, di mana apa yang kita rintis saat ini ditujukan demi kemakmuran anak-cucu kelak."
* ''Kementerian Agama pada hakikatnya adalah jalan tengah antara teori yang memisahkan agama dari negara dan teori persatuan agama dan negara.''<ref>{{Cite web|title=Tempat Kementerian Agama dalam NKRI: Refleksi Pidato HAB ke-77 Gus Men|url=https://kemenag.go.id/opini/tempat-kementerian-agama-dalam-nkri-refleksi-pidato-hab-ke-77-gus-men-ci2thb|website=kemenag.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pandangan kenegaraan visioner K.H. Abdul Wahid Hasyim pada masa awal kemerdekaan mengenai posisi moderat institusi Kementerian Agama RI di tengah dialektika antara negara sekuler dan negara teokratis."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Menteri Agama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Nahdlatul Ulama]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
9n2u5x28td3jo8ay9tvz06ws9krsvme
Zainal Mustafa
0
15019
56246
2026-08-21T15:35:27Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Zainal_Mustafa.jpg|jmpl|K.H. Zainal Mustafa]] '''K.H. Zainal Mustafa''' (lahir dengan nama '''Hudaemi''' atau '''Umri''') adalah seorang ulama, pemimpin Pondok Pesantren Sukamanah, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Tasikmalaya]], [[Jawa Barat]], yang dengan gigih memimpin perlawanan bersenjata melawan pendudukan militer [[Jepang]] pada tahun 1944 demi mempertahankan akidah Islam dari pemaksaan ibadah seikerei.<ref>{{Cite web|title=KH Zaina...'
56246
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Zainal_Mustafa.jpg|jmpl|K.H. Zainal Mustafa]] '''K.H. Zainal Mustafa''' (lahir dengan nama '''Hudaemi''' atau '''Umri''') adalah seorang ulama, pemimpin Pondok Pesantren Sukamanah, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Tasikmalaya]], [[Jawa Barat]], yang dengan gigih memimpin perlawanan bersenjata melawan pendudukan militer [[Jepang]] pada tahun 1944 demi mempertahankan akidah Islam dari pemaksaan ibadah seikerei.<ref>{{Cite web|title=KH Zainal Mustofa, Ulama dari Sukamanah: Teguh Hingga Akhir|url=https://www.genmuslim.id/nasional/633225976/kh-zainal-mustofa-ulama-dari-sukamanah-teguh-hingga-akhir-sebuah-nilai-di-hari-ayah-nasional-2023|website=genmuslim.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Tetap percaya pada diri sendiri dan tidak mudah termakan oleh propaganda asing.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perlawanan KH Zaenal Mustofa dan Santri di Tasikmalaya Terhadap Penjajah|url=https://www.mandalapos.co.id/sejarah-perlawanan-kh-zaenal-mustofa-dan-santri-di-tasikmalaya-terhadap-penjajah/|website=mandalapos.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan pembakar semangat kemandirian bangsa ini disampaikan oleh K.H. Zainal Mustafa kepada para santri dan pengikutnya pada upacara penyambutan kembalinya beliau di Pesantren Sukamanah pasca-bebas dari tahanan politik kolonial Belanda."
* ''Fasisme Jepang itu lebih berbahaya dari imperialisme Belanda.''<ref>{{Cite web|title=KH Zainal Mustafa, Berdakwah Melawan Penjajah (2)|url=https://khazanah.republika.co.id/berita/q6f43k430/kh-zainal-mustafa-berdakwah-melawan-penjajah-2|website=republika.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Peringatan keras K.H. Zainal Mustafa dalam pidato singkatnya di hadapan para santrinya, membongkar watak kejam militerisme Jepang yang membungkus fasisme mereka di balik kedok propaganda kemakmuran bersama Asia Timur Raya."
* ''Jangan membocorkan rahasia apapun kepada tentara Jepang.''<ref>{{Cite web|title=Kiprah KH Zainal Mustafa, Pahlawan Nasional Asal Tasikmalaya|url=https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6236408/kiprah-kh-zainal-mustafa-pahlawan-nasional-asal-tasikmalaya|website=detik.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Instruksi tertulis berupa pesan rahasia yang dikirimkan oleh K.H. Zainal Mustafa pada 27 Februari 1944 kepada para santri dan warga yang ditahan oleh Jepang agar tetap teguh menjaga kerahasiaan gerakan saat menjalani proses interogasi pasca-pemberontakan Sukamanah."
== Kutipan terkait ==
* ''Beliau ini merupakan seorang tokoh yang saya kira sangat istimewa sekali, meskipun dikenal sebagai seorang ulama, tapi hatinya dia juga seorang petani, seorang marhaen, sehingga ia tidak nyaman jika para petani ditindas.'' - KH. Zainul Milal Bizawie<ref>{{Cite web|title=BKN PDI Perjuangan jadikan KH Zainal Mustafa sosok inspiratif|url=https://www.antaranews.com/berita/2813333/bkn-pdi-perjuangan-jadikan-kh-zainal-mustafa-sosok-inspiratif|website=antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pernyataan sejarawan Islam K.H. Zainul Milal Bizawie mengenai kedekatan empati sosial K.H. Zainal Mustafa terhadap penderitaan hidup kaum petani pribumi akibat eksploitasi padi dan romusha oleh pemerintah militer Jepang."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Ulama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Jawa Barat]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
43iyogo0atbqnrtw62p2xf4gi9g2e3j
56247
56246
2026-08-21T15:40:02Z
Firman Rusda
21248
56247
wikitext
text/x-wiki
'''K.H. Zainal Mustafa''' (lahir dengan nama '''Hudaemi''' atau '''Umri''') adalah seorang ulama, pemimpin Pondok Pesantren Sukamanah, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Tasikmalaya]], [[Jawa Barat]], yang dengan gigih memimpin perlawanan bersenjata melawan pendudukan militer [[Jepang]] pada tahun 1944 demi mempertahankan akidah Islam dari pemaksaan ibadah seikerei.<ref>{{Cite web|title=KH Zainal Mustofa, Ulama dari Sukamanah: Teguh Hingga Akhir|url=https://www.genmuslim.id/nasional/633225976/kh-zainal-mustofa-ulama-dari-sukamanah-teguh-hingga-akhir-sebuah-nilai-di-hari-ayah-nasional-2023|website=genmuslim.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Tetap percaya pada diri sendiri dan tidak mudah termakan oleh propaganda asing.''<ref>{{Cite web|title=Sejarah Perlawanan KH Zaenal Mustofa dan Santri di Tasikmalaya Terhadap Penjajah|url=https://www.mandalapos.co.id/sejarah-perlawanan-kh-zaenal-mustofa-dan-santri-di-tasikmalaya-terhadap-penjajah/|website=mandalapos.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan pembakar semangat kemandirian bangsa ini disampaikan oleh K.H. Zainal Mustafa kepada para santri dan pengikutnya pada upacara penyambutan kembalinya beliau di Pesantren Sukamanah pasca-bebas dari tahanan politik kolonial Belanda."
* ''Fasisme Jepang itu lebih berbahaya dari imperialisme Belanda.''<ref>{{Cite web|title=KH Zainal Mustafa, Berdakwah Melawan Penjajah (2)|url=https://khazanah.republika.co.id/berita/q6f43k430/kh-zainal-mustafa-berdakwah-melawan-penjajah-2|website=republika.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Peringatan keras K.H. Zainal Mustafa dalam pidato singkatnya di hadapan para santrinya, membongkar watak kejam militerisme Jepang yang membungkus fasisme mereka di balik kedok propaganda kemakmuran bersama Asia Timur Raya."
* ''Jangan membocorkan rahasia apapun kepada tentara Jepang.''<ref>{{Cite web|title=Kiprah KH Zainal Mustafa, Pahlawan Nasional Asal Tasikmalaya|url=https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6236408/kiprah-kh-zainal-mustafa-pahlawan-nasional-asal-tasikmalaya|website=detik.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Instruksi tertulis berupa pesan rahasia yang dikirimkan oleh K.H. Zainal Mustafa pada 27 Februari 1944 kepada para santri dan warga yang ditahan oleh Jepang agar tetap teguh menjaga kerahasiaan gerakan saat menjalani proses interogasi pasca-pemberontakan Sukamanah."
== Kutipan terkait ==
* ''Beliau ini merupakan seorang tokoh yang saya kira sangat istimewa sekali, meskipun dikenal sebagai seorang ulama, tapi hatinya dia juga seorang petani, seorang marhaen, sehingga ia tidak nyaman jika para petani ditindas.'' - KH. Zainul Milal Bizawie<ref>{{Cite web|title=BKN PDI Perjuangan jadikan KH Zainal Mustafa sosok inspiratif|url=https://www.antaranews.com/berita/2813333/bkn-pdi-perjuangan-jadikan-kh-zainal-mustafa-sosok-inspiratif|website=antaranews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pernyataan sejarawan Islam K.H. Zainul Milal Bizawie mengenai kedekatan empati sosial K.H. Zainal Mustafa terhadap penderitaan hidup kaum petani pribumi akibat eksploitasi padi dan romusha oleh pemerintah militer Jepang."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Ulama Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Jawa Barat]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
cepioaqa1bg503xq31k4rn1pgq2vbky
Slamet Rijadi
0
15020
56248
2026-08-21T15:43:03Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Zaterdag,_12_november_werd_in_het_stadion_te_Solo_een_grote_massabijeenkomst_geh,_Bestanddeelnr_924_(Slamet_Rijadi,_cropped).jpg|jmpl|Ignatius Slamet Rijadi]] '''Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi''' (atau '''Slamet Riyadi''') adalah seorang komandan militer legendaris, pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Surakarta]], yang memimpin berbagai operasi penumpasan pemberontakan pasca-kemerdekaan dan merupakan pencetus ide awal pembentu...'
56248
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Zaterdag,_12_november_werd_in_het_stadion_te_Solo_een_grote_massabijeenkomst_geh,_Bestanddeelnr_924_(Slamet_Rijadi,_cropped).jpg|jmpl|Ignatius Slamet Rijadi]] '''Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi''' (atau '''Slamet Riyadi''') adalah seorang komandan militer legendaris, pahlawan nasional [[Indonesia]] asal [[Surakarta]], yang memimpin berbagai operasi penumpasan pemberontakan pasca-kemerdekaan dan merupakan pencetus ide awal pembentukan pasukan khusus [[Kopassus|Komando Pasukan Khusus]] TNI AD sebelum gugur dalam operasi penumpasan RMS di Ambon pada usia 23 tahun.<ref>{{Cite web|title=Ignatius Slamet Riyadi: Teladan dari Solo|url=https://gmba-maguwo.org/ignatius-slamet-riyadi-teladan-dari-solo/|website=gmba-maguwo.org|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Kalau operasi ini selesai, saya ingin membentuk pasukan khusus yang setangguh pasukan baret hijau Belanda seperti yang kita hadapi saat ini.''<ref>{{Cite web|title=Slamet Riyadi, Pelopor Pembentukan Kopassus, Sosok Melegenda Penggempur Penjajah|url=https://jabar.tribunnews.com/2019/01/29/slamet-riyadi-pelopor-bantuan-pembentukan-kopassus-sosok-melegenda-penggempur-penjajah-dan-pemberontak|website=jabar.tribunnews.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pernyataan visioner Letkol Slamet Rijadi dalam percakapan dengan Kolonel A.E. Kawilarang selama jalannya pertempuran sengit melawan taktik gerilya komando DST dan KST (baret hijau) Belanda pada masa penumpasan pemberontakan RMS di Ambon, Maluku, tahun 1950."
== Kutipan terkait ==
* ''Untuk tindak kepahlawanan dalam perjuangan merebut, membela dan mempertahankan negara dan bangsa, sehingga bisa jadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia.'' - Susilo Bambang Yudhoyono<ref>{{Cite book|last=Pour|first=Julius|title=Ignatius Slamet Rijadi: Dari Mengusir Kempeitai sampai Menumpas RMS|year=2008|publisher=Gramedia Pustaka Utama|location=Jakarta|isbn=978-979-22-3850-1|page=16}}</ref>
::: "Amanat Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia dan Bintang Mahaputera Adipradana secara anumerta kepada Brigjen Ign. Slamet Rijadi pada awal November 2007."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Katolik Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Surakarta]]
4a7nli2ee04zdqejrkuceqoc7wkdisd
Yos Sudarso
0
15021
56249
2026-08-21T15:46:21Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Josaphat_Soedarso,_Jalesveva_Jayamahe,_p28.jpg|jmpl|Yosaphat "Yos" Sudarso]] '''Laksamana Madya TNI (Anumerta) Yosaphat "Yos" Sudarso''' (atau '''Yos Soedarso''') adalah seorang perwira tinggi militer, tokoh perjuangan Trikora, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (ALRI) dan gugur secara heroik dalam [[Pertempuran Laut Aru]] di atas kapal patroli cepat KRI Macan Tutul.<ref>{{Cite web|title=Yo...'
56249
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Josaphat_Soedarso,_Jalesveva_Jayamahe,_p28.jpg|jmpl|Yosaphat "Yos" Sudarso]] '''Laksamana Madya TNI (Anumerta) Yosaphat "Yos" Sudarso''' (atau '''Yos Soedarso''') adalah seorang perwira tinggi militer, tokoh perjuangan Trikora, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (ALRI) dan gugur secara heroik dalam [[Pertempuran Laut Aru]] di atas kapal patroli cepat KRI Macan Tutul.<ref>{{Cite web|title=Yos Sudarso: Kiprah, Peran, dan Akhir Hidupnya|url=https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/04/161859979/yos-sudarso-kiprah-peran-dan-akhir-hidupnya|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Kobarkan semangat pertempuran!''<ref>{{Cite web|title=Kisah Pengorbanan Yos Sudarso dalam Pertempuran Laut Aru|url=https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/JKRPpWyb-kisah-pengorbanan-yos-sudarso-dalam-pertempuran-laut-aru|website=medcom.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Seruan terakhir yang sangat legendaris dari Komodor Yos Sudarso yang dipancarkan melalui pemancar radio KRI Macan Tutul sesaat sebelum kapal tersebut tenggelam akibat tembakan bertubi-tubi dari armada destroyer Angkatan Laut Belanda di perairan Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962."
* ''Kobarkan Semangat Irian!''<ref>{{Cite web|title=Mengenang Komodor Yos Sudarso: Simbol Pengorbanan Maritim Bela Negara|url=https://s3pendidikandasar.fip.unesa.ac.id/post/mengenang-komodor-yos-sudarso-simbol-pengorbanan-maritim-bela-negara|website=s3pendidikandasar.fip.unesa.ac.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pekikan alternatif yang terekam dalam ingatan perjuangan nasional pembebasan Irian Barat, menggambarkan keteguhan hati Komodor Yos Sudarso dalam menyatukan keutuhan wilayah kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke."
== Kutipan terkait ==
* ''Peristiwa ini memberikan semangat kepada para pelaut dan prajurit TNI AL yang masih ada untuk meneruskan perjuangan Komodor Yos Sudarso, terutama dalam mempertahankan kedaulatan dan keselamatan di seluruh perairan nasional.'' - Laksamana TNI Muhammad Ali<ref>{{Cite web|title=Kobarkan Semangat Pertempuran|url=https://www.jurnalline.com/2023/01/kobarkan-semangat-pertempuran/|website=jurnalline.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dalam upacara peringatan Hari Dharma Samudera untuk memotivasi generasi muda bangsa agar meneladani heroisme tak kenal takut dari Komodor Yos Sudarso."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Militer Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Katolik Indonesia]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
n0dcdlx31m11dkb2r4v4urd92ema5a3
56250
56249
2026-08-21T15:47:56Z
Firman Rusda
21248
56250
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Josaphat_Soedarso,_Jalesveva_Jayamahe,_p28.jpg|jmpl|Yosaphat "Yos" Sudarso]] '''Laksamana Madya TNI (Anumerta) Yosaphat "Yos" Sudarso''' (atau '''Yos Soedarso''') adalah seorang perwira tinggi militer, tokoh perjuangan Trikora, sekaligus pahlawan nasional [[Indonesia]] yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (ALRI) dan gugur secara heroik dalam [[Pertempuran Laut Aru]] di atas kapal patroli cepat KRI Macan Tutul.<ref>{{Cite web|title=Yos Sudarso: Kiprah, Peran, dan Akhir Hidupnya|url=https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/04/161859979/yos-sudarso-kiprah-peran-dan-akhir-hidupnya|website=kompas.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Kobarkan semangat pertempuran!''<ref>{{Cite web|title=Kisah Pengorbanan Yos Sudarso dalam Pertempuran Laut Aru|url=https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/JKRPpWyb-kisah-pengorbanan-yos-sudarso-dalam-pertempuran-laut-aru|website=medcom.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Seruan terakhir yang sangat legendaris dari Komodor Yos Sudarso yang dipancarkan melalui pemancar radio KRI Macan Tutul sesaat sebelum kapal tersebut tenggelam akibat tembakan bertubi-tubi dari armada destroyer Angkatan Laut Belanda di perairan Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962."
* ''Kobarkan Semangat Irian!''<ref>{{Cite web|title=Mengenang Komodor Yos Sudarso: Simbol Pengorbanan Maritim Bela Negara|url=https://s3pendidikandasar.fip.unesa.ac.id/post/mengenang-komodor-yos-sudarso-simbol-pengorbanan-maritim-bela-negara|website=s3pendidikandasar.fip.unesa.ac.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pekikan alternatif yang terekam dalam ingatan perjuangan nasional pembebasan Irian Barat, menggambarkan keteguhan hati Komodor Yos Sudarso dalam menyatukan keutuhan wilayah kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke."
* ''Jaga baik-baik anak-anak.''<ref>{{Cite web|title=Komando Terakhir Komodor Yos Sudarso|url=https://www.historia.id/article/komando-terakhir-komodor-yos-sudarso-pyjq2|website=historia.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan singkat penuh keharuan yang disampaikan oleh Komodor Yos Sudarso kepada istrinya, Siti Kustini, sesaat sebelum beliau melangkah meninggalkan rumah untuk selama-lamanya demi menunaikan misi infiltrasi Trikora di Maluku."
* ''Kapal mana yang komandannya termuda?''<ref>{{Cite web|title=Komando Terakhir Komodor Yos Sudarso|url=https://www.historia.id/article/komando-terakhir-komodor-yos-sudarso-pyjq2|website=historia.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pertanyaan spontan Komodor Yos Sudarso kepada Kolonel Laut Soedomo di atas kapal komando KRI Multatuli sebelum memutuskan untuk ikut turun langsung dan menumpang KRI Macan Tutul yang dikomandani oleh Kapten Laut Wiratno."
== Kutipan terkait ==
* ''Peristiwa ini memberikan semangat kepada para pelaut dan prajurit TNI AL yang masih ada untuk meneruskan perjuangan Komodor Yos Sudarso, terutama dalam mempertahankan kedaulatan dan keselamatan di seluruh perairan nasional.'' - Laksamana TNI Muhammad Ali<ref>{{Cite web|title=Kobarkan Semangat Pertempuran|url=https://www.jurnalline.com/2023/01/kobarkan-semangat-pertempuran/|website=jurnalline.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dalam upacara peringatan Hari Dharma Samudera untuk memotivasi generasi muda bangsa agar meneladani heroisme tak kenal takut dari Komodor Yos Sudarso."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Militer Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Katolik Indonesia]] [[Kategori:Pahlawan Nasional Indonesia]]
03ecndpnxb5iao0x6an1dmv7gggxm4j
Suprapto
0
15022
56251
2026-08-21T15:52:19Z
Firman Rusda
21248
←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Soeprapto.jpg|jmpl|Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto]] '''Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto''' (20 Juni 1920 — 1 Oktober 1965) adalah seorang perwira tinggi militer, mantan ajudan pribadi [[Jenderal Soedirman]] yang terkenal disiplin, sekaligus pahlawan revolusi [[Indonesia]] yang gugur dalam peristiwa [[Gerakan 30 September]] (G30S/PKI).<ref>{{Cite web|title=Jejak Perjuangan Suprapto, Mantan Ajudan Sudirman yang Disiplin|url=https://rri....'
56251
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Soeprapto.jpg|jmpl|Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto]] '''Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto''' (20 Juni 1920 — 1 Oktober 1965) adalah seorang perwira tinggi militer, mantan ajudan pribadi [[Jenderal Soedirman]] yang terkenal disiplin, sekaligus pahlawan revolusi [[Indonesia]] yang gugur dalam peristiwa [[Gerakan 30 September]] (G30S/PKI).<ref>{{Cite web|title=Jejak Perjuangan Suprapto, Mantan Ajudan Sudirman yang Disiplin|url=https://rri.co.id/berita-lain/998770/jejak-perjuangan-suprapto-mantan-ajudan-sudirman-yang-disiplin|website=rri.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Ada apa pagi-pagi buta begini membangunkan saya?''<ref>{{Cite web|title=Kesaksian Ratna Purwati, Putri Dari Jendral R Suprapto Tentang G30S/PKI|url=https://www.facebook.com/Ringgoleaders/posts/kesaksian-ratna-purwati-putri-dari-jendral-r-suprapto-tentang-g30spkisumber-ahma/1340838651162967/|website=facebook.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kalimat spontan terakhir Letjen R. Suprapto kepada para prajurit penculik dari Resimen Tjakrabirawa yang mendatangi kediamannya secara paksa di Jalan Besuki No. 19, Menteng, pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 sebelum beliau diseret secara kasar menuju Lubang Buaya."
== Kutipan terkait ==
* ''Yang penting sekarang kita harus menyadari bahwa perjuangan Indonesia ini mulai dari zaman Majapahit segala macam tidak semudah yang kelihatan, itu perlu dipelajari diambil hikmah yang bagus.'' - Ratna Purwati (Putri Sulung Letjen R. Suprapto)<ref>{{Cite web|title=Kesaksian Ratna Purwati, Putri Dari Jendral R Suprapto Tentang G30S/PKI|url=https://www.facebook.com/Ringgoleaders/posts/kesaksian-ratna-purwati-putri-dari-jendral-r-suprapto-tentang-g30spkisumber-ahma/1340838651162967/|website=facebook.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan refleksi sejarah dari putri sulung Letjen R. Suprapto bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa Indonesia agar selalu menghargai pengorbanan para pendahulu yang telah merintis berdirinya Republik ini dengan taruhan nyawa."
* ''Semangat para pahlawan akan tetap hidup selama generasi penerus bersedia menjaga dan mengamalkan cita-cita luhur bangsa.'' - Sides Sudyarto D. S.<ref>{{Cite web|title=Puisi: Letjen TNI Anumerta R. Suprapto (Karya Sides Sudyarto D. S.)|url=https://www.sepenuhnya.com/2021/01/puisi-r-suprapto.html|website=sepenuhnya.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat utama dalam larik-larik bait sastra kepahlawanan karya sastrawan Sides Sudyarto D. S. yang ditulis khusus untuk mengenang jasa dan kepasrahan mutlak Letjen R. Suprapto kepada ibu pertiwi."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Militer Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Jawa Tengah]] [[Kategori:Pahlawan Revolusi Indonesia]]
e37q0rohx146pdigt00l4dmrtffclo9
56252
56251
2026-08-21T15:54:10Z
Firman Rusda
21248
56252
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Soeprapto.jpg|jmpl|Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto]] '''Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto''' (20 Juni 1920 — 1 Oktober 1965) adalah seorang perwira tinggi militer, mantan ajudan pribadi [[Jenderal Soedirman]] yang terkenal disiplin, sekaligus pahlawan revolusi [[Indonesia]] yang gugur dalam peristiwa [[Gerakan 30 September]] (G30S/PKI).<ref>{{Cite web|title=Jejak Perjuangan Suprapto, Mantan Ajudan Sudirman yang Disiplin|url=https://rri.co.id/berita-lain/998770/jejak-perjuangan-suprapto-mantan-ajudan-sudirman-yang-disiplin|website=rri.co.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
== Kutipan ==
* ''Ada apa pagi-pagi buta begini membangunkan saya?''<ref>{{Cite web|title=Kesaksian Ratna Purwati, Putri Dari Jendral R Suprapto Tentang G30S/PKI|url=https://www.facebook.com/Ringgoleaders/posts/kesaksian-ratna-purwati-putri-dari-jendral-r-suprapto-tentang-g30spkisumber-ahma/1340838651162967/|website=facebook.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Kalimat spontan terakhir Letjen R. Suprapto kepada para prajurit penculik dari Resimen Tjakrabirawa yang mendatangi kediamannya secara paksa di Jalan Besuki No. 19, Menteng, pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 sebelum beliau diseret secara kasar menuju Lubang Buaya."
* ''Kita harus percaya kepada Tuhan karena Tuhan itu adil adanya.''<ref>{{Cite web|title=Bawaslu Demak: Kepercayaan kepada Tuhan Menjadi Landasan Menjaga Integritas Demokrasi|url=https://demak.bawaslu.go.id/berita/bawaslu-demak-kepercayaan-kepada-tuhan-menjadi-landasan-menjaga-integritas-demokrasi|website=demak.bawaslu.go.id|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Ungkapan keteguhan iman dan keyakinan spiritual Letjen R. Suprapto mengenai keadilan ilahi dalam menjalani perjuangan hidup dan militer, mencerminkan watak aslinya yang disiplin tetapi berhati lembut serta religius."
== Kutipan terkait ==
* ''Yang penting sekarang kita harus menyadari bahwa perjuangan Indonesia ini mulai dari zaman Majapahit segala macam tidak semudah yang kelihatan, itu perlu dipelajari diambil hikmah yang bagus.'' - Ratna Purwati (Putri Sulung Letjen R. Suprapto)<ref>{{Cite web|title=Kesaksian Ratna Purwati, Putri Dari Jendral R Suprapto Tentang G30S/PKI|url=https://www.facebook.com/Ringgoleaders/posts/kesaksian-ratna-purwati-putri-dari-jendral-r-suprapto-tentang-g30spkisumber-ahma/1340838651162967/|website=facebook.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Pesan refleksi sejarah dari putri sulung Letjen R. Suprapto bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa Indonesia agar selalu menghargai pengorbanan para pendahulu yang telah merintis berdirinya Republik ini dengan taruhan nyawa."
* ''Semangat para pahlawan akan tetap hidup selama generasi penerus bersedia menjaga dan mengamalkan cita-cita luhur bangsa.'' - Sides Sudyarto D. S.<ref>{{Cite web|title=Puisi: Letjen TNI Anumerta R. Suprapto (Karya Sides Sudyarto D. S.)|url=https://www.sepenuhnya.com/2021/01/puisi-r-suprapto.html|website=sepenuhnya.com|language=id|access-date=2026-08-21}}</ref>
::: "Amanat utama dalam larik-larik bait sastra kepahlawanan karya sastrawan Sides Sudyarto D. S. yang ditulis khusus untuk mengenang jasa dan kepasrahan mutlak Letjen R. Suprapto kepada ibu pertiwi."
== Referensi ==
<references />
== Pranala luar ==
{{wikipedia}}{{tokoh}} {{commons}}
[[Kategori:Militer Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Jawa Tengah]] [[Kategori:Pahlawan Revolusi Indonesia]]
rj7a3plo5gf8ovswoz3a78m7zsgmuhm
Inggrid Sonya
0
15023
56253
2026-08-22T04:05:26Z
Dinda Hani
20204
←Membuat halaman berisi ''''Inggrid Sonya''' ialah penulis novel fiksi remaja yang lahir di Jakarta pada 17 Juni 1997. ''Revered Back'' adalah novel fiksi keduanya. <ref name=":0">{{Cite book|last=Sonya|first=Inggrid|date=2015|title=Revered Back|location=Jakarta|publisher=Kompas Gramedia|isbn=9786020277691|url-status=live}}</ref> == Kutipan dari Buku "''Revered Back''" <ref name=":0" /> == # "Ada berbagai macam cara manusia mencintai orang yang dicintainya. Di antara banyaknya cara, me...'
56253
wikitext
text/x-wiki
'''Inggrid Sonya''' ialah penulis novel fiksi remaja yang lahir di Jakarta pada 17 Juni 1997. ''Revered Back'' adalah novel fiksi keduanya. <ref name=":0">{{Cite book|last=Sonya|first=Inggrid|date=2015|title=Revered Back|location=Jakarta|publisher=Kompas Gramedia|isbn=9786020277691|url-status=live}}</ref>
== Kutipan dari Buku "''Revered Back''" <ref name=":0" /> ==
# "Ada berbagai macam cara manusia mencintai orang yang dicintainya. Di antara banyaknya cara, mengagumi diam-diam adalah yang paling menyakitkan. Dan perasaan yang terlalu lama diendap dalam-dalam tanpa balasan itu sama menyakitkannya". (Prolog)
# "Akhir bahagia? sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi di kehidupan nyata". (Prolog)
# "Ayah, belenggu manakah yang kau cari dariku?. Setiap darahmu telah membentukku utuh-utuh. Tapi kau seakan ingin menghisap semua tetes darah itu dalam tubuhku. Sang lalu telah hilang diempas sabukmu. Sekarang aku tak mau. Aku anakmu dan selamanya akan begitu". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 39)
# "Dia ada, tapi tak pernah benar-benar ada untukku. Dia nyata, tapi tak benar-benar nyata untukku. Dia terlihat, tapi ada daya jika dia tidak pernah melihatku. Dan akhirnya, di akhir kisah aku tetap senasib dengan pengejar bulan". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 70)
# "Aku terlalu setia mengejar seseorang yang sekalipun tidak pernah melihatku". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 71)
# "Aku terlalu bersikap kekanak-kanakan untuk tidak bisa mengerti arti cinta yang tak bisa dipaksakan". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 71)
# "Gue nggak terlalu berharap karena kenyataannya hidup gue nggak pasti berakhir ke sana. Tapi, satu yang gue tahu, hanya dengan ada di sisi lo aja, gue udah menemukan ending yang bahagia kok". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 75)
# "Kau adalah delusi yang selalu kuanggap nyata". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 95)
# "Dibohongi dalam jangka waktu yang lama oleh orang yang kita cintai tidak lebih menyakitkan dari sebuah cinta tak terbalas". (Ucap tokoh Cakra, halaman: 138)
# "Membunuh luka? katanya, memaafkan adalah caranya". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 165)
# "Cara paling ampuh untuk menghilangkan luka adalah memaafkan. Jadi maafin semua masa lalu lo, ikhlasin semuanya, lalu mulai lanjutin hidup lo lagi. Gue tahu lo pasti bisa ngelewatin semua ini". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 184)
# "Diakui atau tidak, aku berharga untuk diriku sendiri". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 187)
# "Tunjukin apa yang lo bisa, Na. Bukan apa yang lo punya. Percaya sama gue, lo terlalu berharga untuk merendahkan harga diri lo supaya gue terus ada di sisi lo". (Ucap tokho Dimi, halaman: 194)
# "Aku mencintainya seperti bayangan yang mencintai benda. Yang tak pernah terpisah walau tak bisa bersama. Yang diam-diam menjadikannya tujuan untuk terus ada dan nyata". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 196)
# "Di antara banyaknya orang yang terus memunggungiku, dialah yang tetap tinggal". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 197)
# "Terima kasih pada dusta yang telah membuat mataku selebar-lebarnya. Dan terima kasih untuk segala dusta yang telah membuatku sadar kalau aku terlalu mencintainya sampai aku lupa mencintai diriku sendiri". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 197)
# "Karena terlalu sibuk memikirkannya, aku sampai lupa bercermin dan menilai betapa berharganya diriku untuk selalu merendah demi dicintai olehnya yang sempurna". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 197)
# "Aku berarti. Untuk diriku sendiri". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 197)
# "Penyesalan itu datang ketika semua tak bisa lagi dia selamatkan, hadir kala semuanya tak bisa dia perbaiki lagi, dan ada saat semuanya tak bisa diulang kembali". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 224)
# "Bertahan? tak perlu mengerti, tak perlu memahami, kau hanya perlu ada di sisiku apapun alasannya". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 243)
# "Bagaimana bisa gue ninggalin lo sementara sekarang gue juga udah bergantung sama lo". (Ucap tokoh Cakra, halaman: 245)
# "Sekarang, apa pun yang lo lakuin, apa pun yang lo putusin, gue akan terus ada di pihak lo". (Ucap tokoh Cakra, halaman: 245)
# "Menjauh? hidupku tak akan pernah sama lagi jika tanpamu di sini". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 336)
# "Terluka? lebih dari itu kehilanganmu membuat hidupku tak berarah". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 357)
# "Jika tak ada lagi arah untuk mencapai tujuan yang diinginkan, hanya doa yang bisa menjadi harapan. Dan jika tak ada lagi kekuatan untuk terus menghalau rintangan, hanya doa yang bisa diperjuangkan". (Ucap tokoh Ranjana, halaman: 370)
== Referensi ==
<references />
sdgbcapa9t13wjb3aq89xj9rl317ygy
H.R. Rasuna Said
0
15024
56255
2026-08-22T04:27:39Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Hajjah Rangkayo Rasuna Said''' (14 September 1910 – 2 November 1965) adalah pejuang kemerdekaan, pendidik, politikus, dan tokoh pergerakan perempuan dari Minangkabau. Ia aktif dalam Persatuan Muslim Indonesia (Permi) dan dikenal sebagai orator yang berani mengkritik pemerintahan kolonial Belanda. Karena pidatonya, ia ditangkap dan dipenjara pada 1932. Setelah Indonesia merdeka, Rasuna tetap aktif dalam kehidupan politik. Ia kemudian ditetapkan sebagai Pahlaw...'
56255
wikitext
text/x-wiki
'''Hajjah Rangkayo Rasuna Said''' (14 September 1910 – 2 November 1965) adalah pejuang kemerdekaan, pendidik, politikus, dan tokoh pergerakan perempuan dari Minangkabau. Ia aktif dalam Persatuan Muslim Indonesia (Permi) dan dikenal sebagai orator yang berani mengkritik pemerintahan kolonial Belanda. Karena pidatonya, ia ditangkap dan dipenjara pada 1932. Setelah Indonesia merdeka, Rasuna tetap aktif dalam kehidupan politik. Ia kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.<ref name=":0">https://www.kompas.com/stori/read/2024/11/11/235000979/perjuangan-rasuna-said
</ref><ref name=":1">{{Cite web|last=Aurelia|first=Joan|title=Rasuna Said, Politikus & Ulama Perempuan di Jalur Nasionalisme|url=https://tirto.id/rasuna-said-politikus-ulama-perempuan-di-jalur-nasionalisme-d9gU|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-08-22}}</ref>
== Kutipan ==
* “Satu bangsa berhak akan kemerdekaan.” <ref name=":2">{{Cite book|url=https://khazanah.republika.co.id/berita/q96ck9385/rasuna-said-islam-tak-sempurna-bila-indonesia-tak-merdeka?|title=Rasuna Said: Islam Tak Sempurna Bila Indonesia Tak Merdeka! {{!}}Republika Online|language=id}}</ref>
* “Pergaulan hidup di Indonesia tidak akan sempurna kalau Indonesia belum merdeka dan agama pun tidak pula akan sempurna kalau Indonesia tidak merdeka.”<ref name=":2" />
* “Sifat Permi ‘menuju Indonesia Merdeka asal dengan non-cooperation’ dimaksudkan percaya kepada kekuatan sendiri.”<ref name=":2" />
* “Di Volksraad cuma dibicarakan yang bagus-bagus saja, sedangkan soal kampung-kampung yang busuk-busuk tidak dibicarakan.”<ref name=":2" />
* “Saya tidak yakin dan tidak percaya bahwa penguasa datang ke sini untuk menemui rakyat.”<ref name=":3">https://jurnal.um-palembang.ac.id/JDH/article/viewFile/4829/3033
</ref>
* “Perempuan-perempuan dalam pertemuan ini, termasuk orang-orang yang belum merdeka, tetapi suatu saat nanti yang pasti akan merdeka.”<ref name=":3" />
* “Bahwa seorang pelajar setidaknya perlu dilengkapi dengan berbagai macam kepandaian untuk mereka yang akan berkecimpung dalam pergerakan.”<ref name=":4">Putra, Purwanto, <nowiki>''Tujuh Tokoh Nasional Sumatera Barat di Bidang Pendidikan dan Pers''</nowiki>, Yayasan Petualang Literasi, 2019.
</ref>
Kutipan-kutipan tersebut memperlihatkan pemikiran Rasuna Said mengenai kemerdekaan, pendidikan, peran perempuan, dan kemandirian politik. Ia memandang kemerdekaan sebagai hak bangsa dan pendidikan sebagai sarana untuk mempersiapkan generasi muda dalam perjuangan. Dalam pidato dan aktivitas politiknya, ia juga menyerukan agar perempuan terlibat aktif dalam pergerakan nasional.<ref name=":2" /><ref name=":3" /><ref name=":4" />
Rasuna Said dikenal sebagai salah satu perempuan yang berani menggunakan pidato dan pendidikan sebagai sarana perjuangan. Kritiknya terhadap pemerintah kolonial membuatnya berhadapan dengan hukum kolonial, tetapi tidak menghentikan aktivitasnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
== Referensi ==
[1] KOMPAS.com, “Perjuangan Rasuna Said”, 11 November 2024. URL: https://www.kompas.com/stori/read/2024/11/11/235000979/perjuangan-rasuna-said
[2] Tirto.id, Joan Aurelia, “Rasuna Said, Politikus & Ulama Perempuan di Jalur Nasionalisme”, 30 Mei 2019. URL: https://tirto.id/rasuna-said-politikus-ulama-perempuan-di-jalur-nasionalisme-d9gU
[3] Republika, Purwadi Sadim, “Rasuna Said: Islam Tak Sempurna Bila Indonesia Tak Merdeka!”, 22 April 2020. URL: https://khazanah.republika.co.id/berita/q96ck9385/rasuna-said-islam-tak-sempurna-bila-indonesia-tak-merdeka
[4] F. H. Sufyan, “Melumpuhkan Rasuna Said: Menuntut Indonesia Merdeka Tahun 1932”, ''Danadyaksa Historica'', 2022. URL: https://jurnal.um-palembang.ac.id/JDH/article/viewFile/4829/3033
[5] Putra, Purwanto, ''Tujuh Tokoh Nasional Sumatera Barat di Bidang Pendidikan dan Pers'', Yayasan Petualang Literasi, 2019.
c75i6hyt7eaf9ilkbzwhg6e1wlbluui
56276
56255
2026-08-22T11:49:44Z
Badak Jawa
15604
Mengalihkan ke artikel yang sudah ada
56276
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Rasuna Said]]
anihyfzpbm5ygvub0wt6y1ynm46akyx
Astrid Susanto
0
15025
56256
2026-08-22T04:40:41Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Prof. Dr. Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto''' (4 Januari 1936 – 13 April 2007), dikenal sebagai <nowiki>'''</nowiki>Astrid Susanto-Sunario<nowiki>'''</nowiki>, adalah akademisi, ahli komunikasi, politikus, dan profesor Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi dekan di Universitas Padjadjaran, guru besar komunikasi dan sosiologi pembangunan di Universitas Indonesia, serta wakil ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Astrid banyak menul...'
56256
wikitext
text/x-wiki
'''Prof. Dr. Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto''' (4 Januari 1936 – 13 April 2007), dikenal sebagai <nowiki>'''</nowiki>Astrid Susanto-Sunario<nowiki>'''</nowiki>, adalah akademisi, ahli komunikasi, politikus, dan profesor Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi dekan di Universitas Padjadjaran, guru besar komunikasi dan sosiologi pembangunan di Universitas Indonesia, serta wakil ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Astrid banyak menulis mengenai komunikasi, komunikasi massa, pendapat umum, pembangunan, dan hubungan antara media dengan masyarakat. Karya-karyanya antara lain <nowiki>''</nowiki>Komunikasi dalam Teori dan Praktek<nowiki>''</nowiki>, <nowiki>''</nowiki>Komunikasi Massa<nowiki>''</nowiki>, <nowiki>''</nowiki>Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial<nowiki>''</nowiki>, dan <nowiki>''</nowiki>Sosiologi Pembangunan<nowiki>''</nowiki>.<ref>{{Cite book|date=2025-11-21|url=https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astrid_Susanto&oldid=28587051|title=Astrid Susanto|language=id}}</ref><ref>{{Cite book|last=SUSANTO|first=ASTRID|date=2023-11-10|url=https://doi.org/10.2307/jj.8085261.13|title=The Mass Communications System in Indonesia|publisher=University of California Press|isbn=978-0-520-31103-9|pages=229–258}}</ref>
== Kutipan ==
* “Bahasa mencerminkan diri dan derajat integrasi diri dalam lingkungan sosial budayanya, hal mana merupakan realita bagi setiap manusia.”<ref name=":0">https://repositori.kemendikdasmen.go.id/14190/1/Seminar%20sejarah%20lokal%20komunikasi%20antar%20daerah%20sukubangsa%20dan%20pembauran.pdf</ref>
Pernyataan tersebut memperlihatkan pandangan Astrid bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat menyampaikan pesan, tetapi juga mencerminkan hubungan seseorang dengan lingkungan sosial dan kebudayaannya. Bahasa dapat memperlihatkan tingkat keterhubungan seseorang dengan masyarakat di sekitarnya.<ref name=":0" />
* “Itu cerita lama lah, soal pers yang kepala batu dan mau menangnya sendiri.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Andrie|first=Taufik|date=2002-05-06|title=Media Kepala Batu|url=https://pantau.or.id/liputan/2002/05/media-kepala-batu/|website=PANTAU|language=en-US|access-date=2026-08-22}}</ref>
Astrid menyampaikan pernyataan tersebut ketika mengkritik kondisi pers Indonesia dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan Dewan Pers pada 2002. Kritik itu menunjukkan kekhawatirannya terhadap perilaku pers yang dianggap kurang terbuka terhadap kritik.<ref name=":1" />
* “Etika pers sekarang sudah menipis.”<ref name=":1" />
Menurut Astrid, kebebasan pers harus disertai tanggung jawab dan etika. Ia membandingkan pers pada masa reformasi dengan pers pada masa demokrasi liberal 1950-an yang menurutnya memiliki etika lebih kuat.<ref name=":1" />
* “Tak berfungsi dengan baik.”<ref name=":1" />
Ungkapan tersebut digunakan Astrid ketika menilai fungsi Dewan Pers. Menurutnya, Dewan Pers seharusnya menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan pers, bukan hanya membela kepentingan pers.<ref name=":1" />
* “Karena pers berada di ruang publik berarti pers harus bertanggung jawab pada publik.”<ref name=":1" />
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pandangan Astrid mengenai kebebasan pers. Menurutnya, kedudukan pers di ruang publik membuat media mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat.<ref name=":1" />
* “Komunikasi merupakan dasar dari eksistensi suatu masyarakat.”<ref name=":2">Astrid S. Susanto, <nowiki>''Komunikasi dalam Teori dan Praktek''</nowiki>, Bina Cipta, 1976.</ref>
Gagasan ini terdapat dalam karya Astrid mengenai komunikasi dan menunjukkan bahwa komunikasi dipandangnya sebagai unsur penting dalam kehidupan sosial. Hubungan antarmanusia dan struktur masyarakat berkembang melalui proses komunikasi.<ref name=":2" />
* “Jurnalistik termasuk dalam kegiatan pencatatan, pelaporan, serta penyebaran tentang kegiatan sehari-hari.”<ref name=":3">https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/17/110000069/12-pengertian-jurnalistik-menurut-para-ahli
</ref>
Definisi tersebut dikemukakan Astrid dalam <nowiki>''</nowiki>Komunikasi Massa<nowiki>''</nowiki>. Pandangannya menempatkan jurnalistik sebagai kegiatan yang mencakup proses pencatatan hingga penyebaran informasi mengenai peristiwa sehari-hari.<ref name=":3" />
* “Komunikasi yang paling efektif untuk masyarakat desa adalah dengan menggunakan sistem komunikasi lokal yang sesuai dengan budaya mereka.”<ref>{{Cite book|last=Damayanti|first=Novita Ratna|date=1992|url=http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141830|title=Faktor-faktor yang berpengaruh dalam seleksi pesan dan media komunikasi massa : studi kasus pemanfaatan media tradisional di Desa Cipanas dan Desa Pegangan Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat|language=id}}</ref>
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat dalam komunikasi pembangunan. Menurut Astrid, pendekatan yang efektif tidak selalu sama untuk setiap kelompok masyarakat.
== Referensi ==
<references />
10l7rcgmtaefirn9xbnv38k2jcefik2
Suwarsih Djojopoespito
0
15026
56258
2026-08-22T04:55:09Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Suwarsih Djojopuspito''' (20 April 1912 – 24 Agustus 1977), yang juga menulis dengan nama '''Soewarsih Djojopoespito''', adalah penulis, pendidik, dan tokoh perempuan dalam pergerakan nasional Indonesia. Ia lahir di Cibatok, Bogor, dan memperoleh pendidikan di Kartini School, MULO, serta Europeesche Kweekschool di Surabaya. Setelah menjadi guru, ia bersama suaminya, Soegondo Djojopoespito, terlibat dalam pendidikan nasional yang berada di luar lembaga koloni...'
56258
wikitext
text/x-wiki
'''Suwarsih Djojopuspito''' (20 April 1912 – 24 Agustus 1977), yang juga menulis dengan nama '''Soewarsih Djojopoespito''', adalah penulis, pendidik, dan tokoh perempuan dalam pergerakan nasional Indonesia. Ia lahir di Cibatok, Bogor, dan memperoleh pendidikan di Kartini School, MULO, serta Europeesche Kweekschool di Surabaya. Setelah menjadi guru, ia bersama suaminya, Soegondo Djojopoespito, terlibat dalam pendidikan nasional yang berada di luar lembaga kolonial. Suwarsih menulis dalam bahasa Sunda, Belanda, dan Indonesia. Karyanya yang paling dikenal, ''Buiten het gareel'', pertama kali terbit dalam bahasa Belanda pada 1940 dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul ''Manusia Bebas'' pada 1975. Karya-karyanya banyak mengangkat pendidikan, nasionalisme, perempuan, perkawinan, dan keinginan untuk hidup bebas dari tekanan sosial maupun kolonial. <ref>{{Cite web|last=DBNL|title=Soewarsih Djojopoespito Cibatok 20 april 1912 - Yogyakarta 24 augustus 1977, Jaarboek van de Maatschappij der Nederlandse Letterkunde, 1979|url=https://www.dbnl.org/tekst/_jaa003197901_01/_jaa003197901_01_0005.php|website=DBNL|language=nl|access-date=2026-08-22}}</ref><ref name=":0">{{Cite book|last=Ridwan|first=Ridwan|last2=Ramadhani|first2=Fitri|date=2025-04-04|url=https://journal.trunojoyo.ac.id/prosodi/article/view/25467|title=Potret Perempuan dalam Novel Manusia Bebas Karya Suwarsih Djojopuspito|volume=19|pages=74–82|language=id|doi=10.21107/prosodi.v19i1.25467|issn=2622-0474}}</ref>
== Kutipan ==
* “Marti, doakanlah aku dapat bekerja dengan penuh cita-cita.”<ref name=":1">{{Cite web|last=Irmalasari|first=Fitri Ratna|title=Suwarsih Djojopuspito: Membebaskan Perempuan dengan Menulis|url=https://tirto.id/suwarsih-djojopuspito-membebaskan-perempuan-dengan-menulis-fZQg|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-08-22}}</ref>
Kutipan tersebut berasal dari ''Manusia Bebas'' dan memperlihatkan tekad Sulastri, tokoh yang sangat dekat dengan pengalaman hidup Suwarsih, untuk menjalankan pekerjaan dengan tujuan yang diyakininya.
* “Bekerja bagi mereka yang tertindas dan untuk Indonesia, tanah air kita bersama.” <ref name=":1" />
Kalimat tersebut menjadi bagian penting dari gagasan nasionalisme dalam ''Manusia Bebas''. Sulastri dan Marti digambarkan memiliki komitmen untuk bekerja bagi masyarakat yang tertindas sekaligus bagi Indonesia.
* “Aku menulis untuk Indonesia?” <ref name=":1" />
Pertanyaan tersebut muncul ketika Sulastri merenungkan tujuan kegiatan menulisnya. Pertanyaan itu memperlihatkan ketegangan antara kewajiban sosial seorang penulis dan kebutuhan pribadi untuk mengekspresikan diri.
* “Aku menulis demi kesenanganku sendiri dan tidak untuk orang lain.”<ref name=":1" />
Jawaban Sulastri menunjukkan bahwa kebebasan pribadi juga menjadi bagian dari kegiatan menulis. Dalam pembacaan terhadap novel tersebut, kebebasan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan perempuan menentukan tujuan hidup dan pekerjaannya sendiri.
* “Het leven heeft niets met carrière uit te staan.”<ref name=":2">{{Cite web|last=DBNL|title=Soewarsih Djojopoespito Cibatok 20 april 1912 - Yogyakarta 24 augustus 1977, Jaarboek van de Maatschappij der Nederlandse Letterkunde, 1979|url=https://www.dbnl.org/tekst/_jaa003197901_01/_jaa003197901_01_0005.php|website=DBNL|language=nl|access-date=2026-08-22}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Hidup tidak ada hubungannya dengan karier.”
Kalimat tersebut sebenarnya merupakan ucapan E. du Perron yang sangat memengaruhi Suwarsih, tetapi dicatat dalam biografi sastranya sebagai salah satu gagasan yang menjadi pedoman dan penghiburan bagi kehidupannya.
* “Je gevoel van eigenwaarde is het meeste waard.” <ref name=":2" />
: '''Terjemahan:''' “Harga dirimu sendiri adalah yang paling berharga.”
Ungkapan tersebut menekankan pentingnya harga diri. Dalam kehidupan Suwarsih, gagasan tersebut berkaitan dengan perjuangannya untuk memperoleh kedudukan yang setara sebagai perempuan, istri, pendidik, dan manusia yang mempunyai kehendak sendiri.
* “''De Indonesische vrouw van morgen''.” <ref name=":3">{{Cite web|title=Damescompartiment: Soewarsih Djojopoespito|url=https://www.damescompartiment.nl/schrijfsters/djojopoespito.html|website=www.damescompartiment.nl|access-date=2026-08-22}}</ref>
: '''Terjemahan:''' “Perempuan Indonesia masa depan.”
Judul tulisan Suwarsih pada 1938 tersebut menunjukkan perhatiannya terhadap masa depan perempuan Indonesia. Selain menulis novel, ia juga menggunakan tulisan nonfiksi untuk membicarakan persoalan perempuan dan kehidupan sosial.
* “''De Indonesische vrouw en het passief kiesrecht.''” <ref name=":3" />
: '''Terjemahan:''' “Perempuan Indonesia dan hak pilih pasif.”
Tulisan tersebut memperlihatkan keterlibatan Suwarsih dalam perdebatan mengenai hak politik perempuan. Aktivitasnya menunjukkan bahwa perhatian terhadap perempuan tidak hanya muncul dalam karya fiksi, tetapi juga dalam tulisan mengenai persoalan politik dan kewargaan.<ref name=":3" />
Suwarsih menggunakan sastra sebagai sarana untuk membicarakan pengalaman perempuan dalam masyarakat yang masih kuat dipengaruhi kolonialisme dan patriarki. Tokoh Sulastri dalam ''Manusia Bebas'' berusaha mempertahankan hak untuk bekerja, memperoleh pendidikan, dan menentukan pilihannya sendiri. Penelitian mengenai novel tersebut menunjukkan bahwa perjuangan memperoleh kebebasan dan kesetaraan merupakan salah satu tema utama karya Suwarsih.<ref name=":0" />
== Refrensi ==
<references />
8c1510e7n0k4dj7emix8rs3w28rq34z
Salva
0
15027
56259
2026-08-22T05:19:10Z
Dinda Hani
20204
←Membuat halaman berisi ''''Salva''' atau Ava atau Salt sebagai nama panggilnya merupakan tokoh fiksi perempuan pada novel "Di Tanah Lada" yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Salva adalah tokoh utama dan narator pada novel ini. Ia digambarkan sebagai anak kecil perempuan berumur 6 tahun dengan sifat yang polos, lugu, dan berani. == Kutipan tokoh fiksi Salva (Ava atau Salt) dari Buku "Di Tanah Lada"<ref>{{Cite book|last=Zezsyazeoviennazabrizkie|f...'
56259
wikitext
text/x-wiki
'''Salva''' atau Ava atau Salt sebagai nama panggilnya merupakan tokoh fiksi perempuan pada novel "Di Tanah Lada" yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Salva adalah tokoh utama dan narator pada novel ini. Ia digambarkan sebagai anak kecil perempuan berumur 6 tahun dengan sifat yang polos, lugu, dan berani.
== Kutipan tokoh fiksi Salva (Ava atau Salt) dari Buku "Di Tanah Lada"<ref>{{Cite book|last=Zezsyazeoviennazabrizkie|first=Ziggy|date=2015|title=Di Tanah Lada|location=Jakarta|publisher=Kompas Gramedia|isbn=9786020318967|url-status=live}}</ref> ==
# "Kalau kita jadi orang kaya, kita senang. Karena, kalau kita kaya, kita punya banyak uang, dan uang bisa digunakan untuk mendapatkan banyak hal. Dan banyak hal membuat orang-orang senang". (Halaman: 6)
# "Kata Mama, kalau ada yang berbuat baik pada kita, kita harus selalu berterima kasih". (Halaman: 41)
# "Jadi, aku menangis. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti kalau aku juga punya kepentingan. Kalau aku juga punya sesuatu yang ingin aku selamatkan. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti apa-apa". (Halaman: 92)
# "Aku tidak yakin senyum yang indah itu seperti apa. Tapi, kalau dia tersenyum, aku merasa bahagia. Jadi, kurasa itulah senyum yang indah. Soalnya, itu membuat hariku indah". (Halaman: 105)
# "Dipukul balik lebih sakit lagi daripada mukul. Jadi, mendingan jangan mukul sama sekali, deh". (Halaman: 108)
# "Kami adalah belahan yang ditakdirkan untuk ditempatkan bersebelahan. Tidak bisa berpisah". (Halaman: 114)
# "Jadi, kalau Pepper adalah belahan jiwaku, berarti dia harus hidup selamanya bersamaku. Jadi, aku tidak boleh berpisah dengannya". (Halaman: 114)
# "Tapi, di Jakarta, tidak ada harapan yang bisa terkabul. Tidak ada bintang di langit Jakarta". (Halaman: 147)
# "Kata kakek Kia, kadang-kadang kesalahan terbesar dilakukan oleh orang terpintar. Kata kakek Kia, itu karena, orang pintar punya fokus yang luar biasa. Orang bodoh, kata kakek Kia, tidak punya fokus, jadi mereka bisa melihat lebih banyak hal". (Halaman: 153)
# "Orang pintar tetap butuh orang bodoh". (Halaman: 153)
# "Mama sayang aku. Kadang-kadang dia lupa. Tapi dia masih bisa ingat. Kalau dia bisa ingat, berarti dia sayang. Meskipun mereka bukan ibu yang baik, bukan berarti mereka bukan orang baik". (Halaman: 154)
# "Kata kakek Kia, kalau kita merasa bahagia ketika bersama seseorang, berarti orang itu membuat kita merasa 'hangat'". (Halaman: 157)
# "Bagaimana bisa, ada cinta yang tidak bisa dipahami karena terlalu muda? Aku tidak mengerti. Kalau seseorang mencintai seseorang, seharusnya seseorang itu tahu kalau seseorang mencintai mereka. Karena, seseorang yang mencintai seseorang itu, harus menunjukkan kalau seseorang mencintai seseorang". (Halaman: 190)
# "Papa kamu nggak sayang kamu. Kalau dia sayang kamu, dia pasti nggak memukul kamu. Mama sayang aku. Makanya, mama nggak pernah memukul aku. Kalau Papa kamu juga sayang kamu, kamu pasti tahu". (Halaman: 194)
# "Kata mama, orang nggak akan mengetahui perasaan kamu terhadap mereka kalau kamu nggak menyatakan dengan benar". (Halaman: 194)
# "Kamu sayang Papa. Makanya kamu selalu berharap dia jadi lebih baik. Karena, kalau dia jadi lebih baik, kamu bisa jadi lebih mudah menyayanginya". (Halaman: 195)
# "Aku juga sayang Mas Alri. Tapi aku nggak takut kehilangan mas Alri. Soalnya, mas Alri nggak akan kemana-mana. Kalau mas Alri ke mana-mana, mas Alri pasti akan balik lagi. Soalnya, kata kakek Kia, dan kata Mama, orang-orang yang aku sayang itu ada disini". (Halaman: 198)
# "Sekali sayang sama seseorang, sebenarnya, kita nggak akan bisa berhenti menyayangi mereka. Mungkin, hanya berkurang sedikit". (Halaman: 198)
# "Menurut kamu, Lada itu artinya tanah yang menumbuhkan kebahagiaan". (Halaman: 217)
# "Kalau mereka dikubur di dalam Tanah Lada, apa hidup setelah kematian mereka akan bahagia? Mungkinkah, kalau mereka dikubur di sini, reinkarnasi mereka akan bisa menjalani hidup yang bahagia? Apa hidup mereka yang berikutnya akan bahagia?". (Halaman: 217)
# "Sekali lagi, kupikir, mungkin ada sesuatu yang hidup di malam hari. Ada sesuatu yang hidup, dan tidak suka diganggu dengan suara yang keras. Mungkin, 'sesuatu' itu sedang tidur. Atau, sedang berpikir. Mungkin, 'sesuatu' itu Tuhan. Tuhan sedang berpikir. Ketika Tuhan berpikir, dia tidak suka diganggu dengan kegaduhan orang. Makanya, orang-orang harus bicara perlahan dalam kegelapan malam". (Halaman: 218)
# "Aku berpikir lama. Semua hal terjadi karena suatu alasan. Ada alasan di balik semua kejadian. Jadi, dalam setiap tindakan juga seharusnya ada alasan. Mungkin saja, alasannya tidak kita ketahui, atau tidak kita sadari. Tapi, alasan itu ada". (Halaman: 225)
# "Alasan itu ada. Kadang-kadang, tidak masuk akal. Kadang-kadang, mengada-ada. Kadang-kadang tidak pernah kita ketahui. Tapi, pasti ada". (Halaman: 225)
# "Patibrata itu dari bahasa Sanskerta yang artinya 'sehidup semati'. Itu berarti selamanya bersama, nggak peduli sulit atau senang, sehat atau sakit, susah atau lapang. Katanya,itu berarti, selamanya apapun yang terjadi. Seperti penguin". (Halaman: 231)
# "Praharsa juga dari bahasa Sankserta. Artinya 'bahagia'". (Halaman: 232)
# "Meskipun kasih sayang orang tua itu yang paling besar, bukan berarti nggak ada orang lain yang menyayangi kita. Aku memberi kamu nama yang bagus, karena aku sayang kamu. Bahkan, meskipun aku bukan orang tua kamu". (Halaman: 232)
# "Aku nggak mau lihat lumba-lumba. Aku mau lihat kamu bahagia". (Halaman: 235)
# "Aku bahagia sekarang. Nggak peduli dalam keadaan apa nanti kita akan bertemu lagi, aku bahagia kalau aku bersama kamu. Atau, kamu nggak bahagia kalau cuma sama aku?". (Halaman: 235)
# "Rasanya menakjubkan sekali bagaimana aku bisa merasakan apa yang dia rasakan hanya dengan memandangi wajahnya. Kupikir, itu karena kami adalah satu hal yang bereinkarnasi jadi dua manusia yang berbeda. Meskipun tubuh kami terpisah, tapi perasaan kami satu". (Halaman: 236)
# "Dalam nama, ada doa. Tapi mungkin, alasan aku menginginkan nama untuknya adalah agar dia bisa jadi nama dalam doaku. Nama yang selalu kusebutkan sebelum aku pergi tidur". (Halaman: 236)
# "Dan sekarang, semuanya terasa benar. Mungkin, tanah ini memang tanah yang menumbuhkan kebahagiaan. Mungkin, semuanya benar. Mungkin, kami memang bisa bahagia, kalau kami selamanya bersatu bersama tanah ini. Kami akan tumbuh dalam kebahagiaan. Kami akan tumbuh menjadi kebahagiaan". (Halaman: 236)
# "Aku tidak perlu jadi sama seperti dia untuk menyayanginya. Dia bisa berubah jadi seperti apapun, dan aku akan tetap menyayanginya". (Halaman: 239)
# "Aku bisa menyayanginya, apa pun yang terjadi. Karena aku menyayanginya, tidak peduli seberapa kecil kemungkinan kami bisa bersama". (Halaman: 239)
# "Rasanya semakin sulit. Semakin menyakitkan. Tapi tidak apa-apa. Aku bersamanya". (Halaman: 239)
== Referensi ==
<references />
2czjc8zok4bm6hssk8kecvajs20ohzx
56260
56259
2026-08-22T05:37:56Z
Dinda Hani
20204
56260
wikitext
text/x-wiki
'''Salva''' atau Ava atau Salt sebagai nama panggilnya merupakan tokoh fiksi perempuan pada novel "Di Tanah Lada" yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia [[Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie]]. Salva adalah tokoh utama dan narator pada novel ini. Ia digambarkan sebagai anak kecil perempuan berumur 6 tahun dengan sifat yang polos, lugu, dan berani.
== Kutipan tokoh fiksi Salva (Ava atau Salt) dari Buku "Di Tanah Lada"<ref>{{Cite book|last=Zezsyazeoviennazabrizkie|first=Ziggy|date=2015|title=Di Tanah Lada|location=Jakarta|publisher=Kompas Gramedia|isbn=9786020318967|url-status=live}}</ref> ==
# "Kalau kita jadi orang kaya, kita senang. Karena, kalau kita kaya, kita punya banyak uang, dan uang bisa digunakan untuk mendapatkan banyak hal. Dan banyak hal membuat orang-orang senang". (Halaman: 6)
# "Kata Mama, kalau ada yang berbuat baik pada kita, kita harus selalu berterima kasih". (Halaman: 41)
# "Jadi, aku menangis. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti kalau aku juga punya kepentingan. Kalau aku juga punya sesuatu yang ingin aku selamatkan. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti apa-apa". (Halaman: 92)
# "Aku tidak yakin senyum yang indah itu seperti apa. Tapi, kalau dia tersenyum, aku merasa bahagia. Jadi, kurasa itulah senyum yang indah. Soalnya, itu membuat hariku indah". (Halaman: 105)
# "Dipukul balik lebih sakit lagi daripada mukul. Jadi, mendingan jangan mukul sama sekali, deh". (Halaman: 108)
# "Kami adalah belahan yang ditakdirkan untuk ditempatkan bersebelahan. Tidak bisa berpisah". (Halaman: 114)
# "Jadi, kalau Pepper adalah belahan jiwaku, berarti dia harus hidup selamanya bersamaku. Jadi, aku tidak boleh berpisah dengannya". (Halaman: 114)
# "Tapi, di Jakarta, tidak ada harapan yang bisa terkabul. Tidak ada bintang di langit Jakarta". (Halaman: 147)
# "Kata kakek Kia, kadang-kadang kesalahan terbesar dilakukan oleh orang terpintar. Kata kakek Kia, itu karena, orang pintar punya fokus yang luar biasa. Orang bodoh, kata kakek Kia, tidak punya fokus, jadi mereka bisa melihat lebih banyak hal". (Halaman: 153)
# "Orang pintar tetap butuh orang bodoh". (Halaman: 153)
# "Mama sayang aku. Kadang-kadang dia lupa. Tapi dia masih bisa ingat. Kalau dia bisa ingat, berarti dia sayang. Meskipun mereka bukan ibu yang baik, bukan berarti mereka bukan orang baik". (Halaman: 154)
# "Kata kakek Kia, kalau kita merasa bahagia ketika bersama seseorang, berarti orang itu membuat kita merasa 'hangat'". (Halaman: 157)
# "Bagaimana bisa, ada cinta yang tidak bisa dipahami karena terlalu muda? Aku tidak mengerti. Kalau seseorang mencintai seseorang, seharusnya seseorang itu tahu kalau seseorang mencintai mereka. Karena, seseorang yang mencintai seseorang itu, harus menunjukkan kalau seseorang mencintai seseorang". (Halaman: 190)
# "Papa kamu nggak sayang kamu. Kalau dia sayang kamu, dia pasti nggak memukul kamu. Mama sayang aku. Makanya, mama nggak pernah memukul aku. Kalau Papa kamu juga sayang kamu, kamu pasti tahu". (Halaman: 194)
# "Kata mama, orang nggak akan mengetahui perasaan kamu terhadap mereka kalau kamu nggak menyatakan dengan benar". (Halaman: 194)
# "Kamu sayang Papa. Makanya kamu selalu berharap dia jadi lebih baik. Karena, kalau dia jadi lebih baik, kamu bisa jadi lebih mudah menyayanginya". (Halaman: 195)
# "Aku juga sayang Mas Alri. Tapi aku nggak takut kehilangan mas Alri. Soalnya, mas Alri nggak akan kemana-mana. Kalau mas Alri ke mana-mana, mas Alri pasti akan balik lagi. Soalnya, kata kakek Kia, dan kata Mama, orang-orang yang aku sayang itu ada disini". (Halaman: 198)
# "Sekali sayang sama seseorang, sebenarnya, kita nggak akan bisa berhenti menyayangi mereka. Mungkin, hanya berkurang sedikit". (Halaman: 198)
# "Menurut kamu, Lada itu artinya tanah yang menumbuhkan kebahagiaan". (Halaman: 217)
# "Kalau mereka dikubur di dalam Tanah Lada, apa hidup setelah kematian mereka akan bahagia? Mungkinkah, kalau mereka dikubur di sini, reinkarnasi mereka akan bisa menjalani hidup yang bahagia? Apa hidup mereka yang berikutnya akan bahagia?". (Halaman: 217)
# "Sekali lagi, kupikir, mungkin ada sesuatu yang hidup di malam hari. Ada sesuatu yang hidup, dan tidak suka diganggu dengan suara yang keras. Mungkin, 'sesuatu' itu sedang tidur. Atau, sedang berpikir. Mungkin, 'sesuatu' itu Tuhan. Tuhan sedang berpikir. Ketika Tuhan berpikir, dia tidak suka diganggu dengan kegaduhan orang. Makanya, orang-orang harus bicara perlahan dalam kegelapan malam". (Halaman: 218)
# "Aku berpikir lama. Semua hal terjadi karena suatu alasan. Ada alasan di balik semua kejadian. Jadi, dalam setiap tindakan juga seharusnya ada alasan. Mungkin saja, alasannya tidak kita ketahui, atau tidak kita sadari. Tapi, alasan itu ada". (Halaman: 225)
# "Alasan itu ada. Kadang-kadang, tidak masuk akal. Kadang-kadang, mengada-ada. Kadang-kadang tidak pernah kita ketahui. Tapi, pasti ada". (Halaman: 225)
# "Patibrata itu dari bahasa Sanskerta yang artinya 'sehidup semati'. Itu berarti selamanya bersama, nggak peduli sulit atau senang, sehat atau sakit, susah atau lapang. Katanya,itu berarti, selamanya apapun yang terjadi. Seperti penguin". (Halaman: 231)
# "Praharsa juga dari bahasa Sankserta. Artinya 'bahagia'". (Halaman: 232)
# "Meskipun kasih sayang orang tua itu yang paling besar, bukan berarti nggak ada orang lain yang menyayangi kita. Aku memberi kamu nama yang bagus, karena aku sayang kamu. Bahkan, meskipun aku bukan orang tua kamu". (Halaman: 232)
# "Aku nggak mau lihat lumba-lumba. Aku mau lihat kamu bahagia". (Halaman: 235)
# "Aku bahagia sekarang. Nggak peduli dalam keadaan apa nanti kita akan bertemu lagi, aku bahagia kalau aku bersama kamu. Atau, kamu nggak bahagia kalau cuma sama aku?". (Halaman: 235)
# "Rasanya menakjubkan sekali bagaimana aku bisa merasakan apa yang dia rasakan hanya dengan memandangi wajahnya. Kupikir, itu karena kami adalah satu hal yang bereinkarnasi jadi dua manusia yang berbeda. Meskipun tubuh kami terpisah, tapi perasaan kami satu". (Halaman: 236)
# "Dalam nama, ada doa. Tapi mungkin, alasan aku menginginkan nama untuknya adalah agar dia bisa jadi nama dalam doaku. Nama yang selalu kusebutkan sebelum aku pergi tidur". (Halaman: 236)
# "Dan sekarang, semuanya terasa benar. Mungkin, tanah ini memang tanah yang menumbuhkan kebahagiaan. Mungkin, semuanya benar. Mungkin, kami memang bisa bahagia, kalau kami selamanya bersatu bersama tanah ini. Kami akan tumbuh dalam kebahagiaan. Kami akan tumbuh menjadi kebahagiaan". (Halaman: 236)
# "Aku tidak perlu jadi sama seperti dia untuk menyayanginya. Dia bisa berubah jadi seperti apapun, dan aku akan tetap menyayanginya". (Halaman: 239)
# "Aku bisa menyayanginya, apa pun yang terjadi. Karena aku menyayanginya, tidak peduli seberapa kecil kemungkinan kami bisa bersama". (Halaman: 239)
# "Rasanya semakin sulit. Semakin menyakitkan. Tapi tidak apa-apa. Aku bersamanya". (Halaman: 239)
== Referensi ==
<references />
coawqylaxf7pnu0duwpg8any58shah3
56261
56260
2026-08-22T05:40:03Z
Dinda Hani
20204
56261
wikitext
text/x-wiki
'''Salva''' atau Ava atau Salt sebagai nama panggilnya merupakan tokoh fiksi perempuan pada novel "Di Tanah Lada" yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia [[Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie]]. Salva adalah tokoh utama dan narator pada novel ini. Ia digambarkan sebagai anak kecil perempuan berumur 6 tahun dengan sifat yang polos, lugu, dan berani.
== Kutipan Tokoh Fiksi Salva (Ava atau Salt) dari Buku "Di Tanah Lada"<ref>{{Cite book|last=Zezsyazeoviennazabrizkie|first=Ziggy|date=2015|title=Di Tanah Lada|location=Jakarta|publisher=Kompas Gramedia|isbn=9786020318967|url-status=live}}</ref> ==
# "Kalau kita jadi orang kaya, kita senang. Karena, kalau kita kaya, kita punya banyak uang, dan uang bisa digunakan untuk mendapatkan banyak hal. Dan banyak hal membuat orang-orang senang". (Halaman: 6)
# "Kata Mama, kalau ada yang berbuat baik pada kita, kita harus selalu berterima kasih". (Halaman: 41)
# "Jadi, aku menangis. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti kalau aku juga punya kepentingan. Kalau aku juga punya sesuatu yang ingin aku selamatkan. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti apa-apa". (Halaman: 92)
# "Aku tidak yakin senyum yang indah itu seperti apa. Tapi, kalau dia tersenyum, aku merasa bahagia. Jadi, kurasa itulah senyum yang indah. Soalnya, itu membuat hariku indah". (Halaman: 105)
# "Dipukul balik lebih sakit lagi daripada mukul. Jadi, mendingan jangan mukul sama sekali, deh". (Halaman: 108)
# "Kami adalah belahan yang ditakdirkan untuk ditempatkan bersebelahan. Tidak bisa berpisah". (Halaman: 114)
# "Jadi, kalau Pepper adalah belahan jiwaku, berarti dia harus hidup selamanya bersamaku. Jadi, aku tidak boleh berpisah dengannya". (Halaman: 114)
# "Tapi, di Jakarta, tidak ada harapan yang bisa terkabul. Tidak ada bintang di langit Jakarta". (Halaman: 147)
# "Kata kakek Kia, kadang-kadang kesalahan terbesar dilakukan oleh orang terpintar. Kata kakek Kia, itu karena, orang pintar punya fokus yang luar biasa. Orang bodoh, kata kakek Kia, tidak punya fokus, jadi mereka bisa melihat lebih banyak hal". (Halaman: 153)
# "Orang pintar tetap butuh orang bodoh". (Halaman: 153)
# "Mama sayang aku. Kadang-kadang dia lupa. Tapi dia masih bisa ingat. Kalau dia bisa ingat, berarti dia sayang. Meskipun mereka bukan ibu yang baik, bukan berarti mereka bukan orang baik". (Halaman: 154)
# "Kata kakek Kia, kalau kita merasa bahagia ketika bersama seseorang, berarti orang itu membuat kita merasa 'hangat'". (Halaman: 157)
# "Bagaimana bisa, ada cinta yang tidak bisa dipahami karena terlalu muda? Aku tidak mengerti. Kalau seseorang mencintai seseorang, seharusnya seseorang itu tahu kalau seseorang mencintai mereka. Karena, seseorang yang mencintai seseorang itu, harus menunjukkan kalau seseorang mencintai seseorang". (Halaman: 190)
# "Papa kamu nggak sayang kamu. Kalau dia sayang kamu, dia pasti nggak memukul kamu. Mama sayang aku. Makanya, mama nggak pernah memukul aku. Kalau Papa kamu juga sayang kamu, kamu pasti tahu". (Halaman: 194)
# "Kata mama, orang nggak akan mengetahui perasaan kamu terhadap mereka kalau kamu nggak menyatakan dengan benar". (Halaman: 194)
# "Kamu sayang Papa. Makanya kamu selalu berharap dia jadi lebih baik. Karena, kalau dia jadi lebih baik, kamu bisa jadi lebih mudah menyayanginya". (Halaman: 195)
# "Aku juga sayang Mas Alri. Tapi aku nggak takut kehilangan mas Alri. Soalnya, mas Alri nggak akan kemana-mana. Kalau mas Alri ke mana-mana, mas Alri pasti akan balik lagi. Soalnya, kata kakek Kia, dan kata Mama, orang-orang yang aku sayang itu ada disini". (Halaman: 198)
# "Sekali sayang sama seseorang, sebenarnya, kita nggak akan bisa berhenti menyayangi mereka. Mungkin, hanya berkurang sedikit". (Halaman: 198)
# "Menurut kamu, Lada itu artinya tanah yang menumbuhkan kebahagiaan". (Halaman: 217)
# "Kalau mereka dikubur di dalam Tanah Lada, apa hidup setelah kematian mereka akan bahagia? Mungkinkah, kalau mereka dikubur di sini, reinkarnasi mereka akan bisa menjalani hidup yang bahagia? Apa hidup mereka yang berikutnya akan bahagia?". (Halaman: 217)
# "Sekali lagi, kupikir, mungkin ada sesuatu yang hidup di malam hari. Ada sesuatu yang hidup, dan tidak suka diganggu dengan suara yang keras. Mungkin, 'sesuatu' itu sedang tidur. Atau, sedang berpikir. Mungkin, 'sesuatu' itu Tuhan. Tuhan sedang berpikir. Ketika Tuhan berpikir, dia tidak suka diganggu dengan kegaduhan orang. Makanya, orang-orang harus bicara perlahan dalam kegelapan malam". (Halaman: 218)
# "Aku berpikir lama. Semua hal terjadi karena suatu alasan. Ada alasan di balik semua kejadian. Jadi, dalam setiap tindakan juga seharusnya ada alasan. Mungkin saja, alasannya tidak kita ketahui, atau tidak kita sadari. Tapi, alasan itu ada". (Halaman: 225)
# "Alasan itu ada. Kadang-kadang, tidak masuk akal. Kadang-kadang, mengada-ada. Kadang-kadang tidak pernah kita ketahui. Tapi, pasti ada". (Halaman: 225)
# "Patibrata itu dari bahasa Sanskerta yang artinya 'sehidup semati'. Itu berarti selamanya bersama, nggak peduli sulit atau senang, sehat atau sakit, susah atau lapang. Katanya,itu berarti, selamanya apapun yang terjadi. Seperti penguin". (Halaman: 231)
# "Praharsa juga dari bahasa Sankserta. Artinya 'bahagia'". (Halaman: 232)
# "Meskipun kasih sayang orang tua itu yang paling besar, bukan berarti nggak ada orang lain yang menyayangi kita. Aku memberi kamu nama yang bagus, karena aku sayang kamu. Bahkan, meskipun aku bukan orang tua kamu". (Halaman: 232)
# "Aku nggak mau lihat lumba-lumba. Aku mau lihat kamu bahagia". (Halaman: 235)
# "Aku bahagia sekarang. Nggak peduli dalam keadaan apa nanti kita akan bertemu lagi, aku bahagia kalau aku bersama kamu. Atau, kamu nggak bahagia kalau cuma sama aku?". (Halaman: 235)
# "Rasanya menakjubkan sekali bagaimana aku bisa merasakan apa yang dia rasakan hanya dengan memandangi wajahnya. Kupikir, itu karena kami adalah satu hal yang bereinkarnasi jadi dua manusia yang berbeda. Meskipun tubuh kami terpisah, tapi perasaan kami satu". (Halaman: 236)
# "Dalam nama, ada doa. Tapi mungkin, alasan aku menginginkan nama untuknya adalah agar dia bisa jadi nama dalam doaku. Nama yang selalu kusebutkan sebelum aku pergi tidur". (Halaman: 236)
# "Dan sekarang, semuanya terasa benar. Mungkin, tanah ini memang tanah yang menumbuhkan kebahagiaan. Mungkin, semuanya benar. Mungkin, kami memang bisa bahagia, kalau kami selamanya bersatu bersama tanah ini. Kami akan tumbuh dalam kebahagiaan. Kami akan tumbuh menjadi kebahagiaan". (Halaman: 236)
# "Aku tidak perlu jadi sama seperti dia untuk menyayanginya. Dia bisa berubah jadi seperti apapun, dan aku akan tetap menyayanginya". (Halaman: 239)
# "Aku bisa menyayanginya, apa pun yang terjadi. Karena aku menyayanginya, tidak peduli seberapa kecil kemungkinan kami bisa bersama". (Halaman: 239)
# "Rasanya semakin sulit. Semakin menyakitkan. Tapi tidak apa-apa. Aku bersamanya". (Halaman: 239)
== Referensi ==
<references />
a1tmuwczogbvs0uy1qsgf35rkvp005w
Alice Childress
0
15028
56262
2026-08-22T10:01:22Z
JumadilM
13443
membuat halaman baru
56262
wikitext
text/x-wiki
'''Alice Childress''' (1916–1994) adalah seorang penulis naskah drama dari kalangan orang Afrika-[[Amerika Serikat]].<ref name=":0">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=31|language=EN|url-status=live}}</ref>
== Tentang penulis ==
* ‘‘Penulis kulit hitam menjelaskan tentang rasa sakit kepada mereka yang menyebabkannya.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''The black writer explains pain to those who inflict it''.’’<ref name=":0" />
* ‘‘Para penulis didorong untuk terus membuat orang tertawa dan menyampaikan keluhan dengan humor yang jenaka demi meraih dukungan. Sasaran leluconnya selalu diri kita sendiri.’’<ref name=":1">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=32|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Writers are encouraged to keep em laughing and complain with good humor in order to win allies. The Joke is always on ourselves''.’’<ref name=":1" />
== Tentang kehidupan manusia ==
* ‘‘Seperti kepingan salju, pola kehidupan setiap manusia tidak pernah terulang sama persis. Pemikiran dan tindakan kita begitu rumit dan menakjubkan. Masalah-masalah kita pun sangat kompleks dan terlalu sering, kita tanggung dalam diam.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Like snowflakes, the human pattern is never cast twice. We are uncommonly and marvelously intricate in thought and action, our problems are most complex and, too often, silently borne''.’’<ref name=":1" />
== Tentang berbuat baik ==
* ‘‘Hidup hanyalah perjalanan singkat dari buaian menuju liang lahat dan sungguhlah bijak jika kita saling berbuat baik sepanjang perjalanan itu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Life is just a short walk from the cradle to the grave - and it sure behooves us to be kind to one another along the way''.’’<ref name=":1" />
== Tentang rasisme ==
* ‘‘Saya yakin rasisme telah merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan sabu-sabu, heroin, ataupun kanker, dan akan terus membunuh hingga rasisme itu sendiri lenyap.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I believe racism has killed more people than speed, heroin, or cancer, and will continue to kill untl it is no more''.’’<ref name=":1" />
== Tentang menulis ==
* ‘‘Saya terus berkarya karena menulis adalah wujud kecintaan sekaligus tindakan perlawanan, sebuah cara untuk menyalakan lilin di tengah badai yang menderu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I continue to create because writing is a labor of love and also an an act of defiance, a way to light a candle in a gale wind''.’’<ref name=":1" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
fohtg87ofnw6aolgu9hy7504yr8bgyy
56263
56262
2026-08-22T10:12:33Z
JumadilM
13443
menambahkan kalimat pada paragraf pembuka
56263
wikitext
text/x-wiki
'''Alice Childress''' (1916–1994) adalah seorang penulis naskah drama sekaligus pemeran dan sutradara drama dari kalangan orang Afrika-[[Amerika Serikat]].<ref name=":0">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=31|language=EN|url-status=live}}</ref><ref name=":2">{{Cite book|last=Gale, Cengage Learning|date=2016|url=https://www.google.co.id/books/edition/A_Study_Guide_for_Alice_Childress_s_Trou/bPb2DAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Alice+Childress&pg=PT3&printsec=frontcover|title=Study Guide for Alice Childress's "Trouble in Mind"|publisher=Gale, Cengage Learning|isbn=978-1-410-36124-0|pages=3|language=EN|url-status=live}}</ref> Ia memulai debut sebagai sutradara drama sejak tahun 1955 dan telah mementaskan sebanyak 91 drama. Pada tahun 1956, naskah drama ''Trouble of Mind'' yang dikarang oleh Childress memenangkan Penghargaan Obie dan menjadikannya sebagai wanita pertama dari kalangan orang Afrika-[[Amerika Serikat]] yang memenangkannya.<ref name=":2" />
== Tentang penulis ==
* ‘‘Penulis kulit hitam menjelaskan tentang rasa sakit kepada mereka yang menyebabkannya.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''The black writer explains pain to those who inflict it''.’’<ref name=":0" />
* ‘‘Para penulis didorong untuk terus membuat orang tertawa dan menyampaikan keluhan dengan humor yang jenaka demi meraih dukungan. Sasaran leluconnya selalu diri kita sendiri.’’<ref name=":1">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=32|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Writers are encouraged to keep em laughing and complain with good humor in order to win allies. The Joke is always on ourselves''.’’<ref name=":1" />
== Tentang kehidupan manusia ==
* ‘‘Seperti kepingan salju, pola kehidupan setiap manusia tidak pernah terulang sama persis. Pemikiran dan tindakan kita begitu rumit dan menakjubkan. Masalah-masalah kita pun sangat kompleks dan terlalu sering, kita tanggung dalam diam.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Like snowflakes, the human pattern is never cast twice. We are uncommonly and marvelously intricate in thought and action, our problems are most complex and, too often, silently borne''.’’<ref name=":1" />
== Tentang berbuat baik ==
* ‘‘Hidup hanyalah perjalanan singkat dari buaian menuju liang lahat dan sungguhlah bijak jika kita saling berbuat baik sepanjang perjalanan itu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Life is just a short walk from the cradle to the grave - and it sure behooves us to be kind to one another along the way''.’’<ref name=":1" />
== Tentang rasisme ==
* ‘‘Saya yakin rasisme telah merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan sabu-sabu, heroin, ataupun kanker, dan akan terus membunuh hingga rasisme itu sendiri lenyap.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I believe racism has killed more people than speed, heroin, or cancer, and will continue to kill untl it is no more''.’’<ref name=":1" />
== Tentang menulis ==
* ‘‘Saya terus berkarya karena menulis adalah wujud kecintaan sekaligus tindakan perlawanan, sebuah cara untuk menyalakan lilin di tengah badai yang menderu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I continue to create because writing is a labor of love and also an an act of defiance, a way to light a candle in a gale wind''.’’<ref name=":1" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
9e1b907ciw0lrtk2glxhoruo79lbmtm
56264
56263
2026-08-22T10:12:59Z
JumadilM
13443
added [[Category:Penulis Amerika Serikat]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
56264
wikitext
text/x-wiki
'''Alice Childress''' (1916–1994) adalah seorang penulis naskah drama sekaligus pemeran dan sutradara drama dari kalangan orang Afrika-[[Amerika Serikat]].<ref name=":0">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=31|language=EN|url-status=live}}</ref><ref name=":2">{{Cite book|last=Gale, Cengage Learning|date=2016|url=https://www.google.co.id/books/edition/A_Study_Guide_for_Alice_Childress_s_Trou/bPb2DAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Alice+Childress&pg=PT3&printsec=frontcover|title=Study Guide for Alice Childress's "Trouble in Mind"|publisher=Gale, Cengage Learning|isbn=978-1-410-36124-0|pages=3|language=EN|url-status=live}}</ref> Ia memulai debut sebagai sutradara drama sejak tahun 1955 dan telah mementaskan sebanyak 91 drama. Pada tahun 1956, naskah drama ''Trouble of Mind'' yang dikarang oleh Childress memenangkan Penghargaan Obie dan menjadikannya sebagai wanita pertama dari kalangan orang Afrika-[[Amerika Serikat]] yang memenangkannya.<ref name=":2" />
== Tentang penulis ==
* ‘‘Penulis kulit hitam menjelaskan tentang rasa sakit kepada mereka yang menyebabkannya.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''The black writer explains pain to those who inflict it''.’’<ref name=":0" />
* ‘‘Para penulis didorong untuk terus membuat orang tertawa dan menyampaikan keluhan dengan humor yang jenaka demi meraih dukungan. Sasaran leluconnya selalu diri kita sendiri.’’<ref name=":1">{{Cite book|date=2011|url=https://www.google.co.id/books/edition/Book_of_African_American_Quotations/L8BIAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=Book of African-American Quotations|publisher=Diterbitkan oleh Dover Publications|isbn=978-0-486-47589-9|editor-last=Pine|editor-first=Joslyn|pages=32|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Writers are encouraged to keep em laughing and complain with good humor in order to win allies. The Joke is always on ourselves''.’’<ref name=":1" />
== Tentang kehidupan manusia ==
* ‘‘Seperti kepingan salju, pola kehidupan setiap manusia tidak pernah terulang sama persis. Pemikiran dan tindakan kita begitu rumit dan menakjubkan. Masalah-masalah kita pun sangat kompleks dan terlalu sering, kita tanggung dalam diam.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Like snowflakes, the human pattern is never cast twice. We are uncommonly and marvelously intricate in thought and action, our problems are most complex and, too often, silently borne''.’’<ref name=":1" />
== Tentang berbuat baik ==
* ‘‘Hidup hanyalah perjalanan singkat dari buaian menuju liang lahat dan sungguhlah bijak jika kita saling berbuat baik sepanjang perjalanan itu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Life is just a short walk from the cradle to the grave - and it sure behooves us to be kind to one another along the way''.’’<ref name=":1" />
== Tentang rasisme ==
* ‘‘Saya yakin rasisme telah merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan sabu-sabu, heroin, ataupun kanker, dan akan terus membunuh hingga rasisme itu sendiri lenyap.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I believe racism has killed more people than speed, heroin, or cancer, and will continue to kill untl it is no more''.’’<ref name=":1" />
== Tentang menulis ==
* ‘‘Saya terus berkarya karena menulis adalah wujud kecintaan sekaligus tindakan perlawanan, sebuah cara untuk menyalakan lilin di tengah badai yang menderu.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I continue to create because writing is a labor of love and also an an act of defiance, a way to light a candle in a gale wind''.’’<ref name=":1" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
[[Kategori:Penulis Amerika Serikat]]
4rg8026uxmm5wlvhu3259g5f26efkuu
Pembicaraan Pengguna:Harry Setya Hadi
3
15029
56267
2026-08-22T11:33:38Z
Badak Jawa
15604
/* */
56267
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.33 (UTC)
sa2nj4g2u1h0zp13i5ez0zc6jlk9r50
Pembicaraan Pengguna:Firman Rusda
3
15030
56271
2026-08-22T11:42:07Z
Badak Jawa
15604
/* */
56271
wikitext
text/x-wiki
{{Selamat datang}} [[Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff; #000;font-size: 13px;border:2px solid #000;background:#000;box-shadow:-2px 2px #fe2c55;">𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃</font>]] [[Pembicaraan Pengguna:Badak_Jawa|<font style="color:#fff;background:#000;">📩</font>]] 22 Agustus 2026 11.42 (UTC)
lopj4bjv53t1c50jbylonhtka7p6z9d
Julia Child
0
15031
56273
2026-08-22T11:46:44Z
JumadilM
13443
Membuat halaman baru
56273
wikitext
text/x-wiki
'''Julia Child''' (1912–2004) adalah seorang koki, penulis dan pewara televisi asal Amerika Serikat.<ref name=":0">{{Cite book|date=2021|url=https://www.google.co.id/books/edition/The_New_Yale_Book_of_Quotations/FtU4EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=The New Yale Book of Quotations|location=New Haven dan London|publisher=Yale University Press|isbn=978-0-30026-278-0|editor-last=Shapiro|editor-first=Fred R.|pages=156|language=EN|url-status=live}}</ref>
== Tentang ''Mastering of the Art French Cooking'' ==
* ‘‘Buku ini ditujukan bagi juru masak rumahan di Amerika yang tidak memiliki asisten rumah tangga, serta bersedia untuk sesekali mengesampingkan urusan anggaran, menjaga berat badan, jadwal waktu, menu makanan anak-anak, sindrom orang tua yang merangkap sopir dan pembimbing kegiatan anak, ataupun hal-hal lain yang dapat mengganggu kenikmatan dalam meracik hidangan istimewa.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''This is a book for servantless American cook who can be unconcerned on occasion with budgets, waistlines, time schedules, children's meals, the parent-chauffer-den mother syndrome, or anything else which might interfere with the enjoyment of producing something wonderful to eat''.’’<ref name=":0" />
** Dikemukakan dalam kata pengantar untuk buku berjudul ''Mastering of the Art French Cooking'' yang diterbitkan pada tahun 1961. Buku ini ditulis bersama oleh Julia Child, Simone Beck and Louisette Bertholle.<ref name=":0" />
== Tentang pesta ==
* ‘‘Pesta tanpa kue hanyalah sebuah pertemuan.’’<ref name=":1">{{Cite book|last=Glenn|first=Jane K.|date=2022|url=http://google.co.id/books/edition/The_Joy_of_Eating/ZErEEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Julia+Child+quotations&pg=PA104&printsec=frontcover|title=The Joy of Eating: A Guide to Food in Modern Pop Culture|location=Santa Barbara|publisher=ABC-CLIO|isbn=978-1-4408-6210-6|pages=104|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''A party without cake is just a meeting''.’’<ref name=":1" />
== Tentang mentega ==
* ‘‘Dengan mentega yang cukup, semuanya jadi enak.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''With enough butter, everything is good''.’’<ref name=":1" />
== Tentang pekerjaannya ==
* ‘‘Saya berusia 32 tahun saat mulai memasak. Sebelumnya, saya hanya makan.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I was 32 when I started cooking. Until then, I just ate''.’’<ref name=":1" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
htgs7nnb9t93cz17xdutjciew63cafx
56275
56273
2026-08-22T11:47:34Z
JumadilM
13443
added [[Category:Penulis Amerika Serikat]] using [[Help:Gadget-HotCat|HotCat]]
56275
wikitext
text/x-wiki
'''Julia Child''' (1912–2004) adalah seorang koki, penulis dan pewara televisi asal Amerika Serikat.<ref name=":0">{{Cite book|date=2021|url=https://www.google.co.id/books/edition/The_New_Yale_Book_of_Quotations/FtU4EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=The New Yale Book of Quotations|location=New Haven dan London|publisher=Yale University Press|isbn=978-0-30026-278-0|editor-last=Shapiro|editor-first=Fred R.|pages=156|language=EN|url-status=live}}</ref>
== Tentang ''Mastering of the Art French Cooking'' ==
* ‘‘Buku ini ditujukan bagi juru masak rumahan di Amerika yang tidak memiliki asisten rumah tangga, serta bersedia untuk sesekali mengesampingkan urusan anggaran, menjaga berat badan, jadwal waktu, menu makanan anak-anak, sindrom orang tua yang merangkap sopir dan pembimbing kegiatan anak, ataupun hal-hal lain yang dapat mengganggu kenikmatan dalam meracik hidangan istimewa.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''This is a book for servantless American cook who can be unconcerned on occasion with budgets, waistlines, time schedules, children's meals, the parent-chauffer-den mother syndrome, or anything else which might interfere with the enjoyment of producing something wonderful to eat''.’’<ref name=":0" />
** Dikemukakan dalam kata pengantar untuk buku berjudul ''Mastering of the Art French Cooking'' yang diterbitkan pada tahun 1961. Buku ini ditulis bersama oleh Julia Child, Simone Beck and Louisette Bertholle.<ref name=":0" />
== Tentang pesta ==
* ‘‘Pesta tanpa kue hanyalah sebuah pertemuan.’’<ref name=":1">{{Cite book|last=Glenn|first=Jane K.|date=2022|url=http://google.co.id/books/edition/The_Joy_of_Eating/ZErEEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Julia+Child+quotations&pg=PA104&printsec=frontcover|title=The Joy of Eating: A Guide to Food in Modern Pop Culture|location=Santa Barbara|publisher=ABC-CLIO|isbn=978-1-4408-6210-6|pages=104|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''A party without cake is just a meeting''.’’<ref name=":1" />
== Tentang mentega ==
* ‘‘Dengan mentega yang cukup, semuanya jadi enak.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''With enough butter, everything is good''.’’<ref name=":1" />
== Tentang pekerjaannya ==
* ‘‘Saya berusia 32 tahun saat mulai memasak. Sebelumnya, saya hanya makan.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I was 32 when I started cooking. Until then, I just ate''.’’<ref name=":1" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
[[Kategori:Penulis Amerika Serikat]]
q0xmqsy1kpeggn96omtq48k63pgt2zj
56279
56275
2026-08-22T11:57:40Z
JumadilM
13443
menambahkan kutipan dan sumber kutipan
56279
wikitext
text/x-wiki
'''Julia Child''' (1912–2004) adalah seorang koki, penulis dan pewara televisi asal Amerika Serikat.<ref name=":0">{{Cite book|date=2021|url=https://www.google.co.id/books/edition/The_New_Yale_Book_of_Quotations/FtU4EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1|title=The New Yale Book of Quotations|location=New Haven dan London|publisher=Yale University Press|isbn=978-0-30026-278-0|editor-last=Shapiro|editor-first=Fred R.|pages=156|language=EN|url-status=live}}</ref>
== Tentang ''Mastering of the Art French Cooking'' ==
* ‘‘Buku ini ditujukan bagi juru masak rumahan di Amerika yang tidak memiliki asisten rumah tangga, serta bersedia untuk sesekali mengesampingkan urusan anggaran, menjaga berat badan, jadwal waktu, menu makanan anak-anak, sindrom orang tua yang merangkap sopir dan pembimbing kegiatan anak, ataupun hal-hal lain yang dapat mengganggu kenikmatan dalam meracik hidangan istimewa.’’<ref name=":0" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''This is a book for servantless American cook who can be unconcerned on occasion with budgets, waistlines, time schedules, children's meals, the parent-chauffer-den mother syndrome, or anything else which might interfere with the enjoyment of producing something wonderful to eat''.’’<ref name=":0" />
** Dikemukakan dalam kata pengantar untuk buku berjudul ''Mastering of the Art French Cooking'' yang diterbitkan pada tahun 1961. Buku ini ditulis bersama oleh Julia Child, Simone Beck and Louisette Bertholle.<ref name=":0" />
== Tentang pesta ==
* ‘‘Pesta tanpa kue hanyalah sebuah pertemuan.’’<ref name=":1">{{Cite book|last=Glenn|first=Jane K.|date=2022|url=http://google.co.id/books/edition/The_Joy_of_Eating/ZErEEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Julia+Child+quotations&pg=PA104&printsec=frontcover|title=The Joy of Eating: A Guide to Food in Modern Pop Culture|location=Santa Barbara|publisher=ABC-CLIO|isbn=978-1-4408-6210-6|pages=104|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''A party without cake is just a meeting''.’’<ref name=":1" />
== Tentang mentega ==
* ‘‘Dengan mentega yang cukup, semuanya jadi enak.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''With enough butter, everything is good''.’’<ref name=":1" />
== Tentang pekerjaannya ==
* ‘‘Saya berusia 32 tahun saat mulai memasak. Sebelumnya, saya hanya makan.’’<ref name=":1" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''I was 32 when I started cooking. Until then, I just ate''.’’<ref name=":1" />
== Tentang dapur ==
* ‘‘Ingatlah, Anda sendirian di dapur, dan tidak ada yang bisa melihat Anda.’’<ref name=":2">{{Cite book|last=Partnow|first=Elaine Bernstein|url=https://www.google.co.id/books/edition/The_Complete_Idiot_s_Guide_to_Great_Quot/8slEVn2Y0kQC?hl=id&gbpv=1&dq=Julia+Child+quotations&pg=PA111&printsec=frontcover|title=The Complete Idiot's Guide to Great Quotes for All Occasions|location=Kota New York|publisher=Alpha Books|isbn=1-4362-5593-7|pages=111|language=EN|url-status=live}}</ref>
** Diterjemahkan dri bahasa Inggris: ‘‘''Remember, you are alone in the kitchen, and no one can see you''.’’<ref name=":2" />
== Tentang masakan ==
* ‘‘Biasanya, masakan seseorang lebih enak daripada yang ia kira.’’<ref name=":2" />
** Diterjemahkan dari bahasa Inggris: ‘‘''Usually one’s cooking is better than one thinks it is''.’’<ref name=":2" />
== Referensi ==
{{Reflist}}
[[Kategori:Penulis Amerika Serikat]]
5r3m92zblkqjl1syjsyeb5f600zzdbm
H.O.S. Tjokroaminoto
0
15032
56278
2026-08-22T11:52:23Z
Ibrohim tijani
21218
←Membuat halaman berisi ''''Hadji Oemar Said Tjokroaminoto''' (16 Agustus 1882 – 17 Desember 1934), lebih dikenal sebagai '''H.O.S. Tjokroaminoto''', adalah tokoh pergerakan nasional Indonesia dan salah satu pemimpin penting Sarekat Islam. Ia dikenal sebagai pemikir politik yang menggabungkan gagasan Islam dengan persamaan sosial, kebangsaan, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Tjokroaminoto menulis sejumlah artikel dan buku, salah satunya ''Islam dan Sosialisme'' yang pertama kali d...'
56278
wikitext
text/x-wiki
'''Hadji Oemar Said Tjokroaminoto''' (16 Agustus 1882 – 17 Desember 1934), lebih dikenal sebagai '''H.O.S. Tjokroaminoto''', adalah tokoh pergerakan nasional Indonesia dan salah satu pemimpin penting Sarekat Islam. Ia dikenal sebagai pemikir politik yang menggabungkan gagasan Islam dengan persamaan sosial, kebangsaan, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Tjokroaminoto menulis sejumlah artikel dan buku, salah satunya ''Islam dan Sosialisme'' yang pertama kali diterbitkan pada 1924. Pemikirannya mengenai Islam, sosialisme, kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran politik Indonesia pada awal abad ke-20.<ref name=":0">{{Cite web|last=Azam|first=Khoirul|date=2001-04-18|title=Sosialisme Islam Lebih Utama dan Paripurna daripada Sosialisme yang Keluar dari Eropa|url=https://sii.or.id/artikel/islam-dan-sosialisme|language=id|access-date=2026-08-22}}</ref><ref name=":1">{{Cite web|last=Raditya|first=Iswara N.|title=H.O.S. Tjokroaminoto Memadukan Islam dan Sosialisme|url=https://tirto.id/hos-tjokroaminoto-memadukan-islam-dan-sosialisme-cwW1|website=tirto.id|language=id|access-date=2026-08-22}}</ref>
== Kutipan ==
* “Cara hidup yang hendak mempertunjukkan kepada kita bahwa kita adalah yang memikul tanggung jawab atas perbuatan kita satu sama lain.” <ref name=":0" />
Pernyataan tersebut digunakan Tjokroaminoto untuk menjelaskan sosialisme sebagai kehidupan bersama yang menempatkan manusia dalam hubungan saling bertanggung jawab. Baginya, kehidupan sosial tidak seharusnya dibangun atas kepentingan individu semata.
* “Sosialisme hanyalah bisa menjadi sempurna apabila tiap-tiap manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri saja sebagai binatang atau burung, tetapi hidup untuk keperluan masyarakat bersama.” <ref name=":0" />
Tjokroaminoto memandang sosialisme bukan sekadar sistem ekonomi, melainkan prinsip kehidupan bersama. Ia menghubungkan kepentingan individu dengan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
* “Adapun yang menjadi dasar pengertian sosialismenya Nabi Muhammad yaitu kemajuan perikeutamaan dan kemajuan budi pekerti rakyat.”<ref name=":0" />
Dalam pemikirannya, sosialisme Islam harus berhubungan dengan peningkatan moral dan kehidupan masyarakat. Karena itu, sosialisme tidak cukup hanya mengatur hubungan ekonomi, tetapi juga harus memperbaiki akhlak dan kehidupan sosial.
* “Kemerdekaan, persamaan serta persaudaraan.”<ref name=":0" />
Tiga prinsip tersebut disebut Tjokroaminoto sebagai unsur penting sosialisme Islam. Ketiganya dipandang sebagai dasar yang mampu menyatukan masyarakat dan membangun kehidupan yang lebih adil.
* “Bahwa rasa persaudaraan dan persatuan dalam dunia Islam, yaitu dasar yang sesungguh-sungguhnya bagi sosialisme, tiada akan pernah mati bahkan akan selalu bertambah-tambah di dalam hati umat Islam!”<ref name=":0" />
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Tjokroaminoto melihat persaudaraan sebagai salah satu dasar kehidupan sosial. Menurutnya, rasa persatuan dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi ketidakadilan dan perpecahan.
* “Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa isme lain-lainnya yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja.”<ref name=":0" />
Tjokroaminoto membedakan sosialisme yang menurutnya bersumber dari ajaran Islam dengan sosialisme yang berkembang di Eropa. Ia tidak menolak pembahasan mengenai sosialisme, tetapi berusaha membangun konsep sosialisme berdasarkan keyakinan agama Islam.
* “Sejak Nabi kita Muhammad s.a.w. memegang kekuasaan negeri, maka negeri itu segeralah diaturnya secara sosialistis dan segala tanah dijadikannya kepunyaan negeri.” <ref name=":0" />
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari penjelasan Tjokroaminoto mengenai praktik sosialisme yang menurutnya telah diterapkan sejak masa Nabi Muhammad.
* “Islam melarang (mengharamkan) riba' dan dengan begitu Islam bermusuhan keras kepada kapitalisme.”<ref name=":1" />
Tjokroaminoto menghubungkan ajaran mengenai larangan riba dengan kritik terhadap kapitalisme. Dalam pemikirannya, Islam memiliki prinsip ekonomi yang dapat menjadi dasar untuk menolak eksploitasi dan ketimpangan.
* “Barang siapa mengetahui bahwa rasa pikiran demokrasi dan sosialisme itu ada berakar kuat didalam Islam, niscayalah hairan benar akan kebutaan orang banyak tentang Islam itu.”<ref name=":1" />
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Tjokroaminoto bahwa gagasan mengenai persamaan dan kehidupan bersama bukanlah sesuatu yang asing dalam Islam. Ia berusaha memperlihatkan hubungan antara prinsip Islam dengan gagasan demokrasi dan sosialisme.
== Referensi ==
<references />
h4aug85mossmcbm9s00xy28rhjajd5m