Wikikutip idwikiquote https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.21 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikikutip Pembicaraan Wikikutip Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Adolf Hitler 0 994 59575 41264 2026-09-29T11:24:43Z Niwfit 20307 Menambakan kata-kata 59575 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Hitler portrait crop.jpg|jmpl]] '''Adolf Hitler''' adalah seorang politikus Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: ''Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei'' (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria. == Kutipan == === Sebelum 1922 === * Antisemitisme yang mucul semata-mata pada alasan emosional akan selalu berujung pada pogrom. Sebaliknya, antisemitisme yang rasional harus terwujud pada perjuangan hukum yang sistematis untuk melawan serta menghapuskan hak-hak istimewa kaum Yahudi. ... Namun, tujuan akhirnya harus tetap berupa pembersihan (''Entfernung'') seluruh kaum Yahudi. ** [[wikipedia:Gemlich_letter|Surat Glemlich]], 16 September 1919. Surat ini adalah karya anti-Yahudi pertamanya yang diketahui. * Penghapusan penghasilan yang didapat tanpa bekerja. Menghancurkan perbudakan yang disebabkan oleh bunga hutang. ** Poin ke-11 dari [[wikipedia:National_Socialist_Program|Program 25-Poin]] Partai Nazi pada 24 Februari 1920 * Kami menuntut adanya kebebasan beragama bagi seluruh agama oleh negara, selama hal tersebut tidak membahayakan keberlangsungan negara ataupun bertentangan dengan nilai-nilai moral masyarakat Jerman. Partai ini mengadvokasi praktik Kekristenan yang positif tanpa mengikatkan diri pada denominasi tertentu. Partai ini memerangi semangat materialisme kaum Yahudi di dalam maupun di luar lingkup partai, dan meyakini bahwa pemulihan bangsa kita secara permanen hanya dapat terwujud dari dalam, dengan berlandaskan prinsip: Kepentingan Umum di Atas Kepentingan Pribadi ** Poin ke-24 dari [[wikipedia:National_Socialist_Program|Program 25-Poin]] Partai Nazi pada 24 Februari 1920 * Jika kita sosialis, maka kita pastilah antisemit, dan demikian pula kebalikannya, dalam hal ini, adalah Materialisme dan Mamonisme, yang akan kita lawan... Bagaimana mungkin, sebagai seorang sosialis, Anda tidak menjadi seorang antisemit? ** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager. [https://carolynyeager.net/why-we-are-antisemites-text-adolf-hitlers-1920-speech-hofbrauhaus <nowiki>[1]</nowiki>] * Jika orang-orang Yahudi memiliki jati diri rasial, demikian pula kita, dan kita pun berkewajiban untuk bertindak sesuai jati diri kita. Hal ini karena hal tersebut seperti tak terpisahkan dari gagasan sosial, dan kami tidak meyakini akan adanya negara yang abadi kesehatan rohaninya, jika tidak dibangun di atas fondasi keadilan sosial didalamnya; oleh karena itulah kami berjuang berlandaskan pemahaman ini. ** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager. [https://carolynyeager.net/why-we-are-antisemites-text-adolf-hitlers-1920-speech-hofbrauhaus <nowiki>[2]</nowiki>] === 1922 === * Hanya ada dua kemungkinan di Jerman; janganlah membayangkan bahwa rakyat akan selamanya memihak partai tengah, yakni partai kompromi; suatu hari nanti mereka akan beralih kepada partai yang paling konsisten memperingatkan akan datangnya kehancuran dan telah berupaya memisahkan diri darinya. Mungkin partai tersebut adalah partai [[w:Politik_sayap_kiri|sayap kiri]]—dan jikalau itu yang terjadi, semoga Tuhan menolong kita!—karena mereka akan membawa kita pada kehancuran total, yakni [[w:Bolshevik|Bolshevisme]]. Atau bisa jadi kelompok [[w:Politik_sayap_kanan|sayap kanan]] yang menang, yang akan terjadi saat rakyat berada dalam keputusasaan, saat semangat mereka telah sirna dan tak lagi menaruh kepercayaan pada apa pun, bertekad untuk merebut tampuk kekuasaan secara paksa; itulah permulaan perlawanan yang saya katakan beberapa menit yang lalu. Di sini pun, tidak ada kompromi—hanya ada dua kemungkinan: kemenangan bangsa Arya, atau pemusnahan bangsa Arya dan kemenangan kaum Yahudi. ** Pidato pada Pertemuan SA di Munich, 9 November 1921. [https://archive.org/stream/TheSpeechesOfAdolfHitler19211941/hitler-speeches-collection_djvu.txt <nowiki>[3]</nowiki>] # ''Hapuskan [[Ras Nordik|ras Jerman Nordik]] dan jangan ada yang tersisa kecuali tarian para kera''. # ''Musnahkan bangsa Yahudi dari muka bumi''. #''Jika aku mau, aku bisa membunuh seluruh orang yahudi, namun aku akan menyisakkan sedikit dari mereka agar kalian tahu mengapa aku membunuh mereka'' #''Jika anda tidak suka dengan suatu hukum, anda cukup diam dan berusaha untuk sampai di puncak agar kita dapat mengubahnya'' ==Pranala luar== {{wikipedia}} {{commons}} {{tokoh}} [[Kategori:Pemimpin Negara]] [[Kategori:Tokoh Jerman]] e60qwid6ofo74hsoza5jvoidknkzkyy Peribahasa Rejang 0 6951 59563 59558 2026-09-29T03:04:56Z Uruma Shun 21333 /* T */ 59563 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Rejang|Bahasa Rejang]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == A == * '''''Ade lot ade ei''''' :Arti: Ada hilir ada hulu sungai :Maksud: Dikaitkan dengan permukiman Rejang di tepi sungai; sungai sebagai penghubung silaturahmi, berita, dan ekonomi; masyarakat hulu-hilir satu kesatuan. Pelajarannya adalah selalu berdampingan dan gotong royong. * '''''Ayak miling tenlen biyoa inoa''''' :Arti: Sebelum berbicara telan liur dulu. :Maksud: Pikirkan dulu sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain dan bisa dipertanggungjawabkan. * '''''Ayak bekenea, kabo tukuk''''' :Arti: Sebelum bertindak, pegang tengkuk :Maksud: Beri kesempatan otak berpikir; pertimbangkan baik-buruk sebelum bertindak. * '''''Adat Coa melkang keno panes, coa mobok nukai ujen''''' :Arti: Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan :Maksud: Adat berlaku umum bagi masyarakat Rejang, berpedoman pada Al-Qur'an, dan berlaku sepanjang zaman. * '''''Adat aleak nukai janjei''''' :Arti: Adat kalah dengan janji :Maksud: Janji harus ditepati meskipun bertentangan dengan adat; ada aturan “Janji Kalah dengan Hukum”. == B == * '''''Bebanea inde benuo''''' :Arti: Pokok batang rotan manau :Maksud: Rotan manau hanya bisa diambil jika pangkal pohonnya dicari. Maka dalam menyelesaikan masalah, awal mula masalah harus dicari dulu. * '''''Be tutun inde jalei''''' :Arti: Tali jala :Maksud: Masalah diibaratkan jala yang harus dibongkar rajutnya lalu dijadikan tali agar bisa diselesaikan. * '''''Betimbang samo benek, bekilo samo kelengan, bekulak samo penoak, bageak samei kedeu''''' :Arti: Menimbang sama beratnya, mengilo sama ringannya, mengulak sama penuhya, membagi sama rata. :Maksud: Berdagang dan hidup harus jujur, adil, objektif, dan tidak memihak; kejujuran sangat dijunjung. Maka berlaku adil dan jujur itu yang diharapkan dalam kehidupan rakyat Rejang. * '''''Bepatet bekenek, bejenjang tu'un''''' :Arti: Berjenjang naik, berjenjang turun :Maksud: Berkaitan dengan naik-turun rumah panggung; pekerjaan harus mengikuti aturan yang digariskan, dan masalah segera diselesaikan. * '''''Beneak Mbeak Temambeak, Lengan Mbeak Mapei''''' :Arti: Yang berat jangan ditambah, yang ringan jangan diabaikan :Maksud: Sanksi pelanggaran adat sesuai porsinya, tidak ditambah dan tidak dianggap enteng, agar pelanggar belajar dari kesalahan. ==C== * '''''Cuwuo-cuwuo samo laleu, denong-denong samo belek''''' :Arti: Mampir sama pergi, memandang sama balik :Maksud: Jika melewat rumah orang tua atau mertua hendaknya bersilaturahmi, bukan hanya sekadar lihat saja. * '''''Cong laboak may biyoa''''' :Arti: Mencincang air :Maksud: Perselisihan sesama kerabat dekat tidak boleh diperpanjang dan pihak luar tidak boleh ikut campur. * '''''Coa penoak mindas ma'ep besi'ng mimbeak''''' :Arti: Tidak penuh ke atas asal berisi ke bawah :Maksud: Bila tak mampu melakukan yang sunah, selesaikan yang wajib; jamuan boleh disederhanakan (serawo punjung, serawo, nasi, gulai ayam, cuci tangan, air minum). Yang diutamakan keikhlasan, bukan pamer. == D == * '''''Dedidik pitok telucua, e-an ijai tanjung menyu-ung''''' == J == * '''''Jibeak mbin sifet lalang bidin dalen''''' :Arti: Jangan ambil sifat ilalang di jalan :Maksud: Ilalang mudah rebah ditiup angin; manusia tidak boleh plin-plan dan tidak berpendirian, karena akan mengkhianati kepercayaan dan tak bisa memutuskan secara objektif. * '''''Jibeak mbin pegong puwea cundung mai kawuk''''' :Arti: Janganlah menganut sifat pohon puwar condong ke lembah :Maksud: hHakim tidak boleh memihak keluarganya sendiri dan harus adil. == M == * '''''Mueak kakane ade, beripit kekeane coa''''' :Arti: Gampang bagi mereka yang punya, sulit bagi yang tidak punya. :Maksud: Sikap tolong-menolong kepada yang membutuhkan tanpa melihat besar atau kecil pemberian, yang dinilai adalah keikhlasan. * '''''Mbeak mayeak kiyeu dipoa mengindai''''' :Arti: Jangan mencondongkan kayu di seberang mengarah kita :Maksud: Utamakan penyelesaian adil tanpa memihak; bila berisiko bagi diri sendiri, terima dan jalani. * '''''Mbeak temgak saman ceak''''' :Arti: Janganlah menegakkan benang basah :Maksud: Orang yang dipercaya (hakim/jenang/ketua adat) tidak boleh mencari pembenaran atas perbuatan salah; yang salah dihukum, yang benar dilindungi. == N == * '''''Neak ipe bumei nelat, diba lenget jenunjung''''' :Arti: di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :Maksud: Di mana pun berada, hargai dan dahulukan adat setempat; pendatang mendahulukan adat setempat sebelum adat asalnya. == P == * '''''Pecoak bekaping''''' :Arti: Pecah dipasang kaping :Maksud: ''Pecoak'' = retak/pecah pada benda bergagang; ''bekaping'' = diberi kaping penyatu. Bila ada hal yang memecah belah masyarakat, diupayakan merapatkan dan memperbaikinya secara musyawarah. * '''''Pendak dik sudo, panjang gik igei''''' :Arti: Pendek sudahkan, panjang habiskan :Maksud: Masalah yang sudah diselesaikan secara adat dianggap selesai; diharapkan belajar ikhlas dan berlapang dada. == R == * '''''Rajo megang peteine, anak kutei megong kuceine''''' :Arti: raja pegang petinya, masyarakat pegang kuncinya :Maksud: Rakyat dan pemimpin saling melengkapi dalam kehidupan. == S == * '''''Sumbing, betitip''''' :Arti: sumpil/sumbing ditempa :Maksud: Alat rumah tangga yang sumpil ditempa/dititip kembali; maknanya seperti ''pecoak bekaping'' tetapi dalam keluarga, dengan orang tua yang wajib mengakurkan baik secara kekeluargaan biasa atau secara adat. * '''''Saleak cong udi bepapet''''' :Arti: Salah mencincang kamu merapat :Maksud: Bila berbuat salah, kembalikan keadaan seperti semula dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf. * '''''Semitak buk neak gelpung, gelpung coa tupeak buk coa putus''''' :Arti: Menarik rambut di tepung, tepung tidak tumpah rambut tidak putus :Maksud: Rambut dimaknai sebagai masalah; semua masalah diharapkan diselesaikan lewat musyawarah agar diterima semua pihak. == T == * '''''Titik jibeak maghep anak, tuwei ati teu si bapak''''' :Arti: Kecil jangan dianggap anak, tua tidak tau jika bapak :Maksud: Usia bukan patokan kedewasaan atau ilmu; pemuka adat bisa berusia 30-40 tahun jika memahami aturan adat. * '''''Tuwei badou''''' :Arti: Tuba akar yang tidak membunuh :Maksud: Orang yang tidak memiliki kemampuan tidak berguna dalam masyarakat; orang berumur tapi tak berpengetahuan dan tak dewasa disebut ''tuwei badou''. * '''''Tangen menetok baeu mbusung''''' :Arti: Tangan memotong bahu membusung :Maksud: Akibat dan risiko suatu perbuatan harus ditanggung pelakunya. * '''''Tiung bergalo iman bergageak''''' :Arti: Beo iman bergagah :Maksud: ''Tiung'' = beo, ''iman'' = burung sejenis beo; dilarang bersifat seperti beo yang menyombongkan diri tanpa mengerti apa yang diketahui.<!-- '''Catatan:''' Bila Anda menemui peribahasa yang belum ada dalam Wikiquote ini, diharapkan kerja samanya untuk memuat peribahasa tersebut. Caranya: klik huruf mula kalimat Anda, lalu klik 'Sunting', lalu masukkanlah peribahasa tersebut). Kami akan segera mencarikan artinya. Terima kasih. --> [[Kategori:Peribahasa menurut bahasa|Rejang]] ochyoy8anhb0zdeylefz030wkc1ihsq 59564 59563 2026-09-29T03:30:52Z Uruma Shun 21333 Menambah referensi 59564 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Rejang|Bahasa Rejang]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == A == * '''''Ade lot ade ei''''' :Arti: Ada hilir ada hulu sungai :Maksud: Dikaitkan dengan permukiman Rejang di tepi sungai; sungai sebagai penghubung silaturahmi, berita, dan ekonomi; masyarakat hulu-hilir satu kesatuan. Pelajarannya adalah selalu berdampingan dan gotong royong.<ref name=":1">{{Cite book|last=Pujiastuti|first=Indah|date=2017|title=PERIBAHASA BAHASA REJANG|location=Kepulauan Riau|pages=239-243|url-status=live}}</ref> * '''''Ayak miling tenlen biyoa inoa''''' :Arti: Sebelum berbicara telan liur dulu. :Maksud: Pikirkan dulu sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain dan bisa dipertanggungjawabkan.<ref name=":1" /> * '''''Ayak bekenea, kabo tukuk''''' :Arti: Sebelum bertindak, pegang tengkuk :Maksud: Beri kesempatan otak berpikir; pertimbangkan baik-buruk sebelum bertindak.<ref name=":1" /> * '''''Adat Coa melkang keno panes, coa mobok nukai ujen''''' :Arti: Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan :Maksud: Adat berlaku umum bagi masyarakat Rejang, berpedoman pada Al-Qur'an, dan berlaku sepanjang zaman.<ref name=":1" /> * '''''Adat aleak nukai janjei''''' :Arti: Adat kalah dengan janji :Maksud: Janji harus ditepati meskipun bertentangan dengan adat; ada aturan “Janji Kalah dengan Hukum”.<ref name=":1" /> == B == * '''''Bebanea inde benuo''''' :Arti: Pokok batang rotan manau :Maksud: Rotan manau hanya bisa diambil jika pangkal pohonnya dicari. Maka dalam menyelesaikan masalah, awal mula masalah harus dicari dulu. * '''''Be tutun inde jalei''''' :Arti: Tali jala :Maksud: Masalah diibaratkan jala yang harus dibongkar rajutnya lalu dijadikan tali agar bisa diselesaikan.<ref name=":1" /> * '''''Betimbang samo benek, bekilo samo kelengan, bekulak samo penoak, bageak samei kedeu''''' :Arti: Menimbang sama beratnya, mengilo sama ringannya, mengulak sama penuhya, membagi sama rata. :Maksud: Berdagang dan hidup harus jujur, adil, objektif, dan tidak memihak; kejujuran sangat dijunjung. Maka berlaku adil dan jujur itu yang diharapkan dalam kehidupan rakyat Rejang.<ref name=":1" /> * '''''Bepatet bekenek, bejenjang tu'un''''' :Arti: Berjenjang naik, berjenjang turun :Maksud: Berkaitan dengan naik-turun rumah panggung; pekerjaan harus mengikuti aturan yang digariskan, dan masalah segera diselesaikan.<ref name=":1" /> * '''''Beneak Mbeak Temambeak, Lengan Mbeak Mapei''''' :Arti: Yang berat jangan ditambah, yang ringan jangan diabaikan :Maksud: Sanksi pelanggaran adat sesuai porsinya, tidak ditambah dan tidak dianggap enteng, agar pelanggar belajar dari kesalahan.<ref name=":1" /> ==C== * '''''Cuwuo-cuwuo samo laleu, denong-denong samo belek''''' :Arti: Mampir sama pergi, memandang sama balik :Maksud: Jika melewat rumah orang tua atau mertua hendaknya bersilaturahmi, bukan hanya sekadar lihat saja.<ref name=":1" /> * '''''Cong laboak may biyoa''''' :Arti: Mencincang air :Maksud: Perselisihan sesama kerabat dekat tidak boleh diperpanjang dan pihak luar tidak boleh ikut campur.<ref name=":1" /> * '''''Coa penoak mindas ma'ep besi'ng mimbeak''''' :Arti: Tidak penuh ke atas asal berisi ke bawah :Maksud: Bila tak mampu melakukan yang sunah, selesaikan yang wajib; jamuan boleh disederhanakan (serawo punjung, serawo, nasi, gulai ayam, cuci tangan, air minum). Yang diutamakan keikhlasan, bukan pamer.<ref name=":1" /> == D == * '''''Dedidik pitok telucua, e-an ijai tanjung menyu-ung''''' == J == * '''''Jibeak mbin sifet lalang bidin dalen''''' :Arti: Jangan ambil sifat ilalang di jalan :Maksud: Ilalang mudah rebah ditiup angin; manusia tidak boleh plin-plan dan tidak berpendirian, karena akan mengkhianati kepercayaan dan tak bisa memutuskan secara objektif.<ref name=":1" /> * '''''Jibeak mbin pegong puwea cundung mai kawuk''''' :Arti: Janganlah menganut sifat pohon puwar condong ke lembah :Maksud: hHakim tidak boleh memihak keluarganya sendiri dan harus adil.<ref name=":1" /> == M == * '''''Mueak kakane ade, beripit kekeane coa''''' :Arti: Gampang bagi mereka yang punya, sulit bagi yang tidak punya. :Maksud: Sikap tolong-menolong kepada yang membutuhkan tanpa melihat besar atau kecil pemberian, yang dinilai adalah keikhlasan.<ref name=":1" /> * '''''Mbeak mayeak kiyeu dipoa mengindai''''' :Arti: Jangan mencondongkan kayu di seberang mengarah kita :Maksud: Utamakan penyelesaian adil tanpa memihak; bila berisiko bagi diri sendiri, terima dan jalani.<ref name=":1" /> * '''''Mbeak temgak saman ceak''''' :Arti: Janganlah menegakkan benang basah :Maksud: Orang yang dipercaya (hakim/jenang/ketua adat) tidak boleh mencari pembenaran atas perbuatan salah; yang salah dihukum, yang benar dilindungi.<ref name=":1" /> == N == * '''''Neak ipe bumei nelat, diba lenget jenunjung''''' :Arti: di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :Maksud: Di mana pun berada, hargai dan dahulukan adat setempat; pendatang mendahulukan adat setempat sebelum adat asalnya.<ref name=":1" /> == P == * '''''Pecoak bekaping''''' :Arti: Pecah dipasang kaping :Maksud: ''Pecoak'' = retak/pecah pada benda bergagang; ''bekaping'' = diberi kaping penyatu. Bila ada hal yang memecah belah masyarakat, diupayakan merapatkan dan memperbaikinya secara musyawarah.<ref name=":1" /> * '''''Pendak dik sudo, panjang gik igei''''' :Arti: Pendek sudahkan, panjang habiskan :Maksud: Masalah yang sudah diselesaikan secara adat dianggap selesai; diharapkan belajar ikhlas dan berlapang dada.<ref name=":1" /> == R == * '''''Rajo megang peteine, anak kutei megong kuceine''''' :Arti: raja pegang petinya, masyarakat pegang kuncinya :Maksud: Rakyat dan pemimpin saling melengkapi dalam kehidupan.<ref name=":1" /> == S == * '''''Sumbing, betitip''''' :Arti: sumpil/sumbing ditempa :Maksud: Alat rumah tangga yang sumpil ditempa/dititip kembali; maknanya seperti ''pecoak bekaping'' tetapi dalam keluarga, dengan orang tua yang wajib mengakurkan baik secara kekeluargaan biasa atau secara adat.<ref name=":1" /> * '''''Saleak cong udi bepapet''''' :Arti: Salah mencincang kamu merapat :Maksud: Bila berbuat salah, kembalikan keadaan seperti semula dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf.<ref name=":1" /> * '''''Semitak buk neak gelpung, gelpung coa tupeak buk coa putus''''' :Arti: Menarik rambut di tepung, tepung tidak tumpah rambut tidak putus :Maksud: Rambut dimaknai sebagai masalah; semua masalah diharapkan diselesaikan lewat musyawarah agar diterima semua pihak.<ref name=":1" /> == T == * '''''Titik jibeak maghep anak, tuwei ati teu si bapak''''' :Arti: Kecil jangan dianggap anak, tua tidak tau jika bapak :Maksud: Usia bukan patokan kedewasaan atau ilmu; pemuka adat bisa berusia 30-40 tahun jika memahami aturan adat. * '''''Tuwei badou''''' :Arti: Tuba akar yang tidak membunuh :Maksud: Orang yang tidak memiliki kemampuan tidak berguna dalam masyarakat; orang berumur tapi tak berpengetahuan dan tak dewasa disebut ''tuwei badou''.<ref name=":1" /> * '''''Tangen menetok baeu mbusung''''' :Arti: Tangan memotong bahu membusung :Maksud: Akibat dan risiko suatu perbuatan harus ditanggung pelakunya.<ref name=":1" /> * '''''Tiung bergalo iman bergageak''''' :Arti: Beo iman bergagah :Maksud: ''Tiung'' = beo, ''iman'' = burung sejenis beo; dilarang bersifat seperti beo yang menyombongkan diri tanpa mengerti apa yang diketahui.<ref name=":1" /> == Referensi == <references /><!-- '''Catatan:''' Bila Anda menemui peribahasa yang belum ada dalam Wikiquote ini, diharapkan kerja samanya untuk memuat peribahasa tersebut. Caranya: klik huruf mula kalimat Anda, lalu klik 'Sunting', lalu masukkanlah peribahasa tersebut). Kami akan segera mencarikan artinya. Terima kasih. --> [[Kategori:Peribahasa menurut bahasa|Rejang]] 6i301cybbgpx9axdupe4xzsi95nbi2p 59568 59564 2026-09-29T05:20:12Z Uruma Shun 21333 Menambah referensi 59568 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Rejang|Bahasa Rejang]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == A == * '''''Ade lot ade ei''''' :Arti: Ada hilir ada hulu sungai :Maksud: Dikaitkan dengan permukiman Rejang di tepi sungai; sungai sebagai penghubung silaturahmi, berita, dan ekonomi; masyarakat hulu-hilir satu kesatuan. Pelajarannya adalah selalu berdampingan dan gotong royong. * '''''Ayak miling tenlen biyoa inoa''''' :Arti: Sebelum berbicara telan liur dulu. :Maksud: Pikirkan dulu sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain dan bisa dipertanggungjawabkan. * '''''Ayak bekenea, kabo tukuk''''' :Arti: Sebelum bertindak, pegang tengkuk :Maksud: Beri kesempatan otak berpikir; pertimbangkan baik-buruk sebelum bertindak. * '''''Adat Coa melkang keno panes, coa mobok nukai ujen''''' :Arti: Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan :Maksud: Adat berlaku umum bagi masyarakat Rejang, berpedoman pada Al-Qur'an, dan berlaku sepanjang zaman. * '''''Adat aleak nukai janjei''''' :Arti: Adat kalah dengan janji :Maksud: Janji harus ditepati meskipun bertentangan dengan adat; ada aturan “Janji Kalah dengan Hukum”. == B == * '''''Bebanea inde benuo''''' :Arti: Pokok batang rotan manau :Maksud: Rotan manau hanya bisa diambil jika pangkal pohonnya dicari. Maka dalam menyelesaikan masalah, awal mula masalah harus dicari dulu. * '''''Be tutun inde jalei''''' :Arti: Tali jala :Maksud: Masalah diibaratkan jala yang harus dibongkar rajutnya lalu dijadikan tali agar bisa diselesaikan. * '''''Betimbang samo benek, bekilo samo kelengan, bekulak samo penoak, bageak samei kedeu''''' :Arti: Menimbang sama beratnya, mengilo sama ringannya, mengulak sama penuhya, membagi sama rata. :Maksud: Berdagang dan hidup harus jujur, adil, objektif, dan tidak memihak; kejujuran sangat dijunjung. Maka berlaku adil dan jujur itu yang diharapkan dalam kehidupan rakyat Rejang. * '''''Bepatet bekenek, bejenjang tu'un''''' :Arti: Berjenjang naik, berjenjang turun :Maksud: Berkaitan dengan naik-turun rumah panggung; pekerjaan harus mengikuti aturan yang digariskan, dan masalah segera diselesaikan. * '''''Beneak Mbeak Temambeak, Lengan Mbeak Mapei''''' :Arti: Yang berat jangan ditambah, yang ringan jangan diabaikan :Maksud: Sanksi pelanggaran adat sesuai porsinya, tidak ditambah dan tidak dianggap enteng, agar pelanggar belajar dari kesalahan. ==C== * '''''Cuwuo-cuwuo samo laleu, denong-denong samo belek''''' :Arti: Mampir sama pergi, memandang sama balik :Maksud: Jika melewat rumah orang tua atau mertua hendaknya bersilaturahmi, bukan hanya sekadar lihat saja. * '''''Cong laboak may biyoa''''' :Arti: Mencincang air :Maksud: Perselisihan sesama kerabat dekat tidak boleh diperpanjang dan pihak luar tidak boleh ikut campur. * '''''Coa penoak mindas ma'ep besi'ng mimbeak''''' :Arti: Tidak penuh ke atas asal berisi ke bawah :Maksud: Bila tak mampu melakukan yang sunah, selesaikan yang wajib; jamuan boleh disederhanakan (serawo punjung, serawo, nasi, gulai ayam, cuci tangan, air minum). Yang diutamakan keikhlasan, bukan pamer. == D == * '''''Dedidik pitok telucua, e-an ijai tanjung menyu-ung''''' == J == * '''''Jibeak mbin sifet lalang bidin dalen''''' :Arti: Jangan ambil sifat ilalang di jalan :Maksud: Ilalang mudah rebah ditiup angin; manusia tidak boleh plin-plan dan tidak berpendirian, karena akan mengkhianati kepercayaan dan tak bisa memutuskan secara objektif. * '''''Jibeak mbin pegong puwea cundung mai kawuk''''' :Arti: Janganlah menganut sifat pohon puwar condong ke lembah :Maksud: hHakim tidak boleh memihak keluarganya sendiri dan harus adil. == M == * '''''Mueak kakane ade, beripit kekeane coa''''' :Arti: Gampang bagi mereka yang punya, sulit bagi yang tidak punya. :Maksud: Sikap tolong-menolong kepada yang membutuhkan tanpa melihat besar atau kecil pemberian, yang dinilai adalah keikhlasan. * '''''Mbeak mayeak kiyeu dipoa mengindai''''' :Arti: Jangan mencondongkan kayu di seberang mengarah kita :Maksud: Utamakan penyelesaian adil tanpa memihak; bila berisiko bagi diri sendiri, terima dan jalani. * '''''Mbeak temgak saman ceak''''' :Arti: Janganlah menegakkan benang basah :Maksud: Orang yang dipercaya (hakim/jenang/ketua adat) tidak boleh mencari pembenaran atas perbuatan salah; yang salah dihukum, yang benar dilindungi. == N == * '''''Neak ipe bumei nelat, diba lenget jenunjung''''' :Arti: di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :Maksud: Di mana pun berada, hargai dan dahulukan adat setempat; pendatang mendahulukan adat setempat sebelum adat asalnya. == P == * '''''Pecoak bekaping''''' :Arti: Pecah dipasang kaping :Maksud: ''Pecoak'' = retak/pecah pada benda bergagang; ''bekaping'' = diberi kaping penyatu. Bila ada hal yang memecah belah masyarakat, diupayakan merapatkan dan memperbaikinya secara musyawarah. * '''''Pendak dik sudo, panjang gik igei''''' :Arti: Pendek sudahkan, panjang habiskan :Maksud: Masalah yang sudah diselesaikan secara adat dianggap selesai; diharapkan belajar ikhlas dan berlapang dada. == R == * '''''Rajo megang peteine, anak kutei megong kuceine''''' :Arti: raja pegang petinya, masyarakat pegang kuncinya :Maksud: Rakyat dan pemimpin saling melengkapi dalam kehidupan. == S == * '''''Sumbing, betitip''''' :Arti: sumpil/sumbing ditempa :Maksud: Alat rumah tangga yang sumpil ditempa/dititip kembali; maknanya seperti ''pecoak bekaping'' tetapi dalam keluarga, dengan orang tua yang wajib mengakurkan baik secara kekeluargaan biasa atau secara adat. * '''''Saleak cong udi bepapet''''' :Arti: Salah mencincang kamu merapat :Maksud: Bila berbuat salah, kembalikan keadaan seperti semula dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf. * '''''Semitak buk neak gelpung, gelpung coa tupeak buk coa putus''''' :Arti: Menarik rambut di tepung, tepung tidak tumpah rambut tidak putus :Maksud: Rambut dimaknai sebagai masalah; semua masalah diharapkan diselesaikan lewat musyawarah agar diterima semua pihak. == T == * '''''Titik jibeak maghep anak, tuwei ati teu si bapak''''' :Arti: Kecil jangan dianggap anak, tua tidak tau jika bapak :Maksud: Usia bukan patokan kedewasaan atau ilmu; pemuka adat bisa berusia 30-40 tahun jika memahami aturan adat. * '''''Tuwei badou''''' :Arti: Tuba akar yang tidak membunuh :Maksud: Orang yang tidak memiliki kemampuan tidak berguna dalam masyarakat; orang berumur tapi tak berpengetahuan dan tak dewasa disebut ''tuwei badou''. * '''''Tangen menetok baeu mbusung''''' :Arti: Tangan memotong bahu membusung :Maksud: Akibat dan risiko suatu perbuatan harus ditanggung pelakunya. * '''''Tiung bergalo iman bergageak''''' :Arti: Beo iman bergagah :Maksud: ''Tiung'' = beo, ''iman'' = burung sejenis beo; dilarang bersifat seperti beo yang menyombongkan diri tanpa mengerti apa yang diketahui. == Referensi == <references group="Indah Pujiastuti, I. (2017). Peribahasa Bahasa Rejang. Genta Bahtera, 3(2)." /><!-- '''Catatan:''' Bila Anda menemui peribahasa yang belum ada dalam Wikiquote ini, diharapkan kerja samanya untuk memuat peribahasa tersebut. Caranya: klik huruf mula kalimat Anda, lalu klik 'Sunting', lalu masukkanlah peribahasa tersebut). Kami akan segera mencarikan artinya. Terima kasih. --> [[Kategori:Peribahasa menurut bahasa|Rejang]] bg5w0cgj59aed2x26cttndns2gx38f6 59569 59568 2026-09-29T05:21:08Z Uruma Shun 21333 /* Referensi */ 59569 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Rejang|Bahasa Rejang]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == A == * '''''Ade lot ade ei''''' :Arti: Ada hilir ada hulu sungai :Maksud: Dikaitkan dengan permukiman Rejang di tepi sungai; sungai sebagai penghubung silaturahmi, berita, dan ekonomi; masyarakat hulu-hilir satu kesatuan. Pelajarannya adalah selalu berdampingan dan gotong royong. * '''''Ayak miling tenlen biyoa inoa''''' :Arti: Sebelum berbicara telan liur dulu. :Maksud: Pikirkan dulu sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain dan bisa dipertanggungjawabkan. * '''''Ayak bekenea, kabo tukuk''''' :Arti: Sebelum bertindak, pegang tengkuk :Maksud: Beri kesempatan otak berpikir; pertimbangkan baik-buruk sebelum bertindak. * '''''Adat Coa melkang keno panes, coa mobok nukai ujen''''' :Arti: Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan :Maksud: Adat berlaku umum bagi masyarakat Rejang, berpedoman pada Al-Qur'an, dan berlaku sepanjang zaman. * '''''Adat aleak nukai janjei''''' :Arti: Adat kalah dengan janji :Maksud: Janji harus ditepati meskipun bertentangan dengan adat; ada aturan “Janji Kalah dengan Hukum”. == B == * '''''Bebanea inde benuo''''' :Arti: Pokok batang rotan manau :Maksud: Rotan manau hanya bisa diambil jika pangkal pohonnya dicari. Maka dalam menyelesaikan masalah, awal mula masalah harus dicari dulu. * '''''Be tutun inde jalei''''' :Arti: Tali jala :Maksud: Masalah diibaratkan jala yang harus dibongkar rajutnya lalu dijadikan tali agar bisa diselesaikan. * '''''Betimbang samo benek, bekilo samo kelengan, bekulak samo penoak, bageak samei kedeu''''' :Arti: Menimbang sama beratnya, mengilo sama ringannya, mengulak sama penuhya, membagi sama rata. :Maksud: Berdagang dan hidup harus jujur, adil, objektif, dan tidak memihak; kejujuran sangat dijunjung. Maka berlaku adil dan jujur itu yang diharapkan dalam kehidupan rakyat Rejang. * '''''Bepatet bekenek, bejenjang tu'un''''' :Arti: Berjenjang naik, berjenjang turun :Maksud: Berkaitan dengan naik-turun rumah panggung; pekerjaan harus mengikuti aturan yang digariskan, dan masalah segera diselesaikan. * '''''Beneak Mbeak Temambeak, Lengan Mbeak Mapei''''' :Arti: Yang berat jangan ditambah, yang ringan jangan diabaikan :Maksud: Sanksi pelanggaran adat sesuai porsinya, tidak ditambah dan tidak dianggap enteng, agar pelanggar belajar dari kesalahan. ==C== * '''''Cuwuo-cuwuo samo laleu, denong-denong samo belek''''' :Arti: Mampir sama pergi, memandang sama balik :Maksud: Jika melewat rumah orang tua atau mertua hendaknya bersilaturahmi, bukan hanya sekadar lihat saja. * '''''Cong laboak may biyoa''''' :Arti: Mencincang air :Maksud: Perselisihan sesama kerabat dekat tidak boleh diperpanjang dan pihak luar tidak boleh ikut campur. * '''''Coa penoak mindas ma'ep besi'ng mimbeak''''' :Arti: Tidak penuh ke atas asal berisi ke bawah :Maksud: Bila tak mampu melakukan yang sunah, selesaikan yang wajib; jamuan boleh disederhanakan (serawo punjung, serawo, nasi, gulai ayam, cuci tangan, air minum). Yang diutamakan keikhlasan, bukan pamer. == D == * '''''Dedidik pitok telucua, e-an ijai tanjung menyu-ung''''' == J == * '''''Jibeak mbin sifet lalang bidin dalen''''' :Arti: Jangan ambil sifat ilalang di jalan :Maksud: Ilalang mudah rebah ditiup angin; manusia tidak boleh plin-plan dan tidak berpendirian, karena akan mengkhianati kepercayaan dan tak bisa memutuskan secara objektif. * '''''Jibeak mbin pegong puwea cundung mai kawuk''''' :Arti: Janganlah menganut sifat pohon puwar condong ke lembah :Maksud: hHakim tidak boleh memihak keluarganya sendiri dan harus adil. == M == * '''''Mueak kakane ade, beripit kekeane coa''''' :Arti: Gampang bagi mereka yang punya, sulit bagi yang tidak punya. :Maksud: Sikap tolong-menolong kepada yang membutuhkan tanpa melihat besar atau kecil pemberian, yang dinilai adalah keikhlasan. * '''''Mbeak mayeak kiyeu dipoa mengindai''''' :Arti: Jangan mencondongkan kayu di seberang mengarah kita :Maksud: Utamakan penyelesaian adil tanpa memihak; bila berisiko bagi diri sendiri, terima dan jalani. * '''''Mbeak temgak saman ceak''''' :Arti: Janganlah menegakkan benang basah :Maksud: Orang yang dipercaya (hakim/jenang/ketua adat) tidak boleh mencari pembenaran atas perbuatan salah; yang salah dihukum, yang benar dilindungi. == N == * '''''Neak ipe bumei nelat, diba lenget jenunjung''''' :Arti: di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :Maksud: Di mana pun berada, hargai dan dahulukan adat setempat; pendatang mendahulukan adat setempat sebelum adat asalnya. == P == * '''''Pecoak bekaping''''' :Arti: Pecah dipasang kaping :Maksud: ''Pecoak'' = retak/pecah pada benda bergagang; ''bekaping'' = diberi kaping penyatu. Bila ada hal yang memecah belah masyarakat, diupayakan merapatkan dan memperbaikinya secara musyawarah. * '''''Pendak dik sudo, panjang gik igei''''' :Arti: Pendek sudahkan, panjang habiskan :Maksud: Masalah yang sudah diselesaikan secara adat dianggap selesai; diharapkan belajar ikhlas dan berlapang dada. == R == * '''''Rajo megang peteine, anak kutei megong kuceine''''' :Arti: raja pegang petinya, masyarakat pegang kuncinya :Maksud: Rakyat dan pemimpin saling melengkapi dalam kehidupan. == S == * '''''Sumbing, betitip''''' :Arti: sumpil/sumbing ditempa :Maksud: Alat rumah tangga yang sumpil ditempa/dititip kembali; maknanya seperti ''pecoak bekaping'' tetapi dalam keluarga, dengan orang tua yang wajib mengakurkan baik secara kekeluargaan biasa atau secara adat. * '''''Saleak cong udi bepapet''''' :Arti: Salah mencincang kamu merapat :Maksud: Bila berbuat salah, kembalikan keadaan seperti semula dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf. * '''''Semitak buk neak gelpung, gelpung coa tupeak buk coa putus''''' :Arti: Menarik rambut di tepung, tepung tidak tumpah rambut tidak putus :Maksud: Rambut dimaknai sebagai masalah; semua masalah diharapkan diselesaikan lewat musyawarah agar diterima semua pihak. == T == * '''''Titik jibeak maghep anak, tuwei ati teu si bapak''''' :Arti: Kecil jangan dianggap anak, tua tidak tau jika bapak :Maksud: Usia bukan patokan kedewasaan atau ilmu; pemuka adat bisa berusia 30-40 tahun jika memahami aturan adat. * '''''Tuwei badou''''' :Arti: Tuba akar yang tidak membunuh :Maksud: Orang yang tidak memiliki kemampuan tidak berguna dalam masyarakat; orang berumur tapi tak berpengetahuan dan tak dewasa disebut ''tuwei badou''. * '''''Tangen menetok baeu mbusung''''' :Arti: Tangan memotong bahu membusung :Maksud: Akibat dan risiko suatu perbuatan harus ditanggung pelakunya. * '''''Tiung bergalo iman bergageak''''' :Arti: Beo iman bergagah :Maksud: ''Tiung'' = beo, ''iman'' = burung sejenis beo; dilarang bersifat seperti beo yang menyombongkan diri tanpa mengerti apa yang diketahui. == Referensi == Indah Pujiastuti, I. (2017). Peribahasa Bahasa Rejang. ''Genta Bahtera'', ''3''(2).<!-- '''Catatan:''' Bila Anda menemui peribahasa yang belum ada dalam Wikiquote ini, diharapkan kerja samanya untuk memuat peribahasa tersebut. Caranya: klik huruf mula kalimat Anda, lalu klik 'Sunting', lalu masukkanlah peribahasa tersebut). Kami akan segera mencarikan artinya. Terima kasih. --> [[Kategori:Peribahasa menurut bahasa|Rejang]] kp8ki9kssaj8vs0pwb3togof524kkxt Peribahasa Bajau 0 15941 59565 2026-09-29T03:33:56Z Uruma Shun 21333 ←Membuat halaman berisi 'Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center>' 59565 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> ji0j0u2thrzh12b4z3jizthvpolh6w2 59566 59565 2026-09-29T04:47:25Z Uruma Shun 21333 Membuat halaman baru Peribahasa Bajau 59566 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berlemen Positif<ref name=":1">{{Cite book|date=2019-05-31|url=http://ejournal.ukm.my/jatma/article/view/73772/15538|title=Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi|volume=7|doi=10.17576/jatma-2019-0702-07}}</ref> == Elemen positif yang terpapar dalam perambaan Bajau itu mencerminkan dua perkara berikut, yaitu (i) kearifan tempatan; dan (ii) nilai dalaman dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' Arti: Anak emas Maksud: Anak yang sangat disayangi * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang Maksud: Orang yang sudah pandai tidak perlu diajar * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin Maksud: Berbuat sesuatu biarlah sampai menuju maksudnya * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya Maksud: Semuanya telah musnah tanpa apa-apa pun yang tinggal === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama sama ada kerja yang berat atau mudah akan mempermudahkan banyak hal. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama Maksud: Apabila memberi janji perlu ditunaikan agar tidak mempunyai masalah kelak === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang Maksud: Bukan seorang sahaja yang pandai dalam sesebuah kumpulan dan bukan disebabkan seorang kerja ditangguhkan * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' Arti: Seperti emas sudah digosok Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga Maksud: Sesuatu perkara/kemahiran telah dikuasai oleh diri sendiri. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat dinanti-nantikan === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan Maksud: Setiap perkara perlu diselidiki kebenarannya * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' Arti: Bermain api meletup, bermain air basah Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' Arti: Pipit bisu makan dalam hujan Maksud: Seseorang yang sangat rajin === S === * '''''Somo kerso''''' Arti: Sama-sama merasa Maksud: Hasil yang dirasai bersama * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam Maksud: Senang-susah dapat dirasai bersama === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah Maksud: Di mana-mana sekalipun boleh hidup == Berelemen Negatif<ref name=":1" /> == Orang-orang Bajau juga mempunyai perambaan khusus yang sifatkan negatif yang merujuk kepada perlakuan negatif juga sebagaimana berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya Maksud: Sesuatu masalah perlu ditangani dengan baik tanpa menafikan kebaikan/perkara positif yang telah dilakukan oleh seseorang itu. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka Maksud: Jika suami jahat, isteri akan khianat juga. Suatu perbuatan salah/jahat yang dibalas dengan kesalahan/kejahatan juga, yakni menjadi ikutan orang lain yang melihat. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh Maksud: Perbuatan mengajar seseorang secara berkali-kali tetapi semakin tidak pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' Arti: Baik-baik di luar Maksud: Perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang secara luaran sahaja, yakni penyataan sikap seseorang yang tidak benar/palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah Maksud: Seseorang yang suka/pandai melagalagakan orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' Arti: Seperti katak di bawah tempurung Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita sebenar * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' Arti: Seperti udang di sebelah batu Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) Maksud: Seseorang yang suka bercakap banyak === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' Arti: Kura-kura di atas pokok Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri daripada masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh Maksud: Seseorang melepaskan kerja apabila mendengar kata-kata orang lain === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur Maksud: Perilaku memperkatakan kesalahan orang yang telah mati * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. Maksud: Perbuatan seseorang yang mengguna semula milik sendiri untuk keperluannya. Misalnya, seseorang perempuan yang meminta hantaran yang tinggi untuk perkahwinannya namun, lelaki tidak mampu mengeluarkannya maka, perempuan itu membantu lelaki berkenaan mengeluarkan jumlah hantaran itu. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah mula bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) Maksud: Persamaan antara orang yang mengata dan orang yang sedang diperkatakannya === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' Arti: Berpindah ke belakang papan Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' Arti: Rumah buruk dicat baru Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi beraksi seperti anak dara/muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau apa pun masalah yang melanda. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' Arti: Siapa dulu siapa kemudian Maksud: Peraturan yang perlu dipatuhi oleh setiap orang, yakni mendahulukan orang yang sudah sedia di hadapan dan sebaliknya. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali Maksud: Memerihal perangai/tabiat seseorang yang bermula dari kecil akan kekal sehingga tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah berpunya tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengata keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih teruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == <references /> ls38v1nu1d33c0ozx7vnbkxn6kz5km4 59567 59566 2026-09-29T04:55:57Z Uruma Shun 21333 59567 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berlemen Positif<ref name=":1">{{Cite book|date=2019-05-31|url=http://ejournal.ukm.my/jatma/article/view/73772/15538|title=Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi|volume=7|doi=10.17576/jatma-2019-0702-07}}</ref> == Elemen positif yang terpapar dalam perambaan Bajau itu mencerminkan dua perkara berikut, yaitu (i) kearifan tempatan; dan (ii) nilai dalaman dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pandai tidak perlu diajar * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu biarlah sampai menuju maksudnya * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa apa-apa pun yang tinggal === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama sama ada kerja yang berat atau mudah akan mempermudahkan banyak hal. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditunaikan agar tidak mempunyai masalah kelak === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Bukan seorang sahaja yang pandai dalam sesebuah kumpulan dan bukan disebabkan seorang kerja ditangguhkan * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu perkara/kemahiran telah dikuasai oleh diri sendiri. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat dinanti-nantikan === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap perkara perlu diselidiki kebenarannya * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasai bersama * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dapat dirasai bersama === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana-mana sekalipun boleh hidup == Berelemen Negatif<ref name=":1" /> == Orang-orang Bajau juga mempunyai perambaan khusus yang sifatkan negatif yang merujuk kepada perlakuan negatif juga sebagaimana berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Sesuatu masalah perlu ditangani dengan baik tanpa menafikan kebaikan/perkara positif yang telah dilakukan oleh seseorang itu. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika suami jahat, isteri akan khianat juga. Suatu perbuatan salah/jahat yang dibalas dengan kesalahan/kejahatan juga, yakni menjadi ikutan orang lain yang melihat. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Perbuatan mengajar seseorang secara berkali-kali tetapi semakin tidak pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang secara luaran sahaja, yakni penyataan sikap seseorang yang tidak benar/palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka/pandai melagalagakan orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita sebenar * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka bercakap banyak === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri daripada masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang melepaskan kerja apabila mendengar kata-kata orang lain === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku memperkatakan kesalahan orang yang telah mati * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Perbuatan seseorang yang mengguna semula milik sendiri untuk keperluannya. Misalnya, seseorang perempuan yang meminta hantaran yang tinggi untuk perkahwinannya namun, lelaki tidak mampu mengeluarkannya maka, perempuan itu membantu lelaki berkenaan mengeluarkan jumlah hantaran itu. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah mula bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Persamaan antara orang yang mengata dan orang yang sedang diperkatakannya === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi beraksi seperti anak dara/muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau apa pun masalah yang melanda. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Peraturan yang perlu dipatuhi oleh setiap orang, yakni mendahulukan orang yang sudah sedia di hadapan dan sebaliknya. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Memerihal perangai/tabiat seseorang yang bermula dari kecil akan kekal sehingga tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah berpunya tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengata keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih teruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == <references /> b0fdxvyvci7auj4rmxearq0axv2n16s 59570 59567 2026-09-29T05:36:27Z Uruma Shun 21333 Merevisi data dan menambah referensi 59570 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berlemen Positif == Elemen positif yang terpapar dalam perambaan Bajau itu mencerminkan dua perkara berikut, yaitu (i) kearifan tempatan; dan (ii) nilai dalaman dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus. * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari. * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu harus sampai pada tujuannya. * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa ada yang tersisa. === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditepati agar tidak menyebabkan masalah di masa depan. === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Dalam suatu kelompok, keahlian tidak hanya dimiliki oleh satu orang, dan penyelesaian pekerjaan tidak boleh tertunda hanya karena satu individu. * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu kemampuan/kemahiran telah dikuasai diri pribadi. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat ditunggu. === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap masalah perlu diselidiki kebenarannya. * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko. === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut. === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin. === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasakan bersama. * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dirasakan bersama. === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana saja pun bisa hidup. == Berelemen Negatif == Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Mengajar seseorang berkali-kali tetapi tidak kunjung pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya. * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain. * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara. === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari suatu masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain. === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia. * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan. === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih buruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>) ll52q2sz3v8rfi9t65h49938lht9tk3 59571 59570 2026-09-29T05:37:36Z Uruma Shun 21333 59571 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berlemen Positif == Elemen positif yang terkandung dalam peribahasa Bajau itu mencerminkan dua hal berikut, yaitu (i) kearifan lokal; dan (ii) nilai moral dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus. * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari. * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu harus sampai pada tujuannya. * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa ada yang tersisa. === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditepati agar tidak menyebabkan masalah di masa depan. === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Dalam suatu kelompok, keahlian tidak hanya dimiliki oleh satu orang, dan penyelesaian pekerjaan tidak boleh tertunda hanya karena satu individu. * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu kemampuan/kemahiran telah dikuasai diri pribadi. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat ditunggu. === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap masalah perlu diselidiki kebenarannya. * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko. === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut. === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin. === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasakan bersama. * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dirasakan bersama. === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana saja pun bisa hidup. == Berelemen Negatif == Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Mengajar seseorang berkali-kali tetapi tidak kunjung pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya. * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain. * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara. === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari suatu masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain. === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia. * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan. === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih buruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>) k0ha2muam58s7lwj5kxepzbg1k375b8 59572 59571 2026-09-29T05:38:40Z Uruma Shun 21333 /* Berlemen Positif */ 59572 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berunsur Positif == Elemen positif yang terkandung dalam peribahasa Bajau itu mencerminkan dua hal berikut, yaitu (i) kearifan lokal; dan (ii) nilai moral dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus. * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari. * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu harus sampai pada tujuannya. * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa ada yang tersisa. === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditepati agar tidak menyebabkan masalah di masa depan. === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Dalam suatu kelompok, keahlian tidak hanya dimiliki oleh satu orang, dan penyelesaian pekerjaan tidak boleh tertunda hanya karena satu individu. * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu kemampuan/kemahiran telah dikuasai diri pribadi. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat ditunggu. === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap masalah perlu diselidiki kebenarannya. * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko. === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut. === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin. === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasakan bersama. * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dirasakan bersama. === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana saja pun bisa hidup. == Berelemen Negatif == Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Mengajar seseorang berkali-kali tetapi tidak kunjung pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya. * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain. * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara. === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari suatu masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain. === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia. * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan. === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih buruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>) ttv2envhru3f2sei1jx87of99ark6nc 59573 59572 2026-09-29T05:38:56Z Uruma Shun 21333 /* Berelemen Negatif */ 59573 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berunsur Positif == Elemen positif yang terkandung dalam peribahasa Bajau itu mencerminkan dua hal berikut, yaitu (i) kearifan lokal; dan (ii) nilai moral dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus. * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari. * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu harus sampai pada tujuannya. * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa ada yang tersisa. === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditepati agar tidak menyebabkan masalah di masa depan. === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Dalam suatu kelompok, keahlian tidak hanya dimiliki oleh satu orang, dan penyelesaian pekerjaan tidak boleh tertunda hanya karena satu individu. * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu kemampuan/kemahiran telah dikuasai diri pribadi. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat ditunggu. === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap masalah perlu diselidiki kebenarannya. * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko. === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut. === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin. === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasakan bersama. * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dirasakan bersama. === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana saja pun bisa hidup. == Berunsur Negatif == Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Mengajar seseorang berkali-kali tetapi tidak kunjung pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya. * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain. * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara. === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari suatu masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain. === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia. * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan. === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih buruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>) 0u5ozbowvo8ibtbbrafj3dmegnuw372 59574 59573 2026-09-29T05:39:15Z Uruma Shun 21333 /* Berunsur Positif */ 59574 wikitext text/x-wiki Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]]. <center> [[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]] </center> == Berunsur Positif == Unsur positif yang terkandung dalam peribahasa Bajau itu mencerminkan dua hal berikut, yaitu (i) kearifan lokal; dan (ii) nilai moral dalam budaya Bajau. === A === * '''''Anak kinalasahan''''' :Arti: Anak emas :Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus. * '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi''''' :Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang :Maksud: Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari. * '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut''''' :Arti: Jika sudah diminyakkan biarkan ia licin :Maksud: Berbuat sesuatu harus sampai pada tujuannya. * '''''Api matai rai panjut boro ni''''' :Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya :Maksud: Semuanya telah musnah tanpa ada yang tersisa. === B === * '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti''''' :Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing :Maksud: Sesuatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. * '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo''''' :Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama :Maksud: Apabila memberi janji perlu ditepati agar tidak menyebabkan masalah di masa depan. === D === * '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou''''' :Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang :Maksud: Dalam suatu kelompok, keahlian tidak hanya dimiliki oleh satu orang, dan penyelesaian pekerjaan tidak boleh tertunda hanya karena satu individu. * '''''Dokon mas boi ginusuk''''' :Arti: Seperti emas sudah digosok :Maksud: Memuji kecantikan seorang wanita === G === * '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’''''' :Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga :Maksud: Sesuatu kemampuan/kemahiran telah dikuasai diri pribadi. === J === * '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’''''' :Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air :Maksud: Seseorang yang telah mendapat pertolongan yang sangat ditunggu. === K === * '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran''''' :Arti: Khabar jauh didengar-dengar, jika dekat difikirkan :Maksud: Setiap masalah perlu diselidiki kebenarannya. * '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’''''' :Arti: Bermain api meletup, bermain air basah :Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko. === N === * '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit''''' :Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit :Maksud: Seseorang yang tidak mudah dihasut. === P === * '''''Pipit bisu mangan ta’ uran''''' :Arti: Pipit bisu makan dalam hujan :Maksud: Seseorang yang sangat rajin. === S === * '''''Somo kerso''''' :Arti: Sama-sama merasa :Maksud: Hasil yang dirasakan bersama. * '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon''''' :Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam :Maksud: Senang-susah dirasakan bersama. === U === * '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak''''' :Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentak akan pecah :Maksud: Di mana saja pun bisa hidup. == Berunsur Negatif == Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut. === A === * '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni''''' :Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya :Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. * '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka''''' :Arti: Anak kunci jahat, mangga derhaka :Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya. * '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung''''' :Arti: Ajar-ajar tempurung semakin diajar semakin bodoh :Maksud: Mengajar seseorang berkali-kali tetapi tidak kunjung pandai. * '''''Alap-alap meluar''''' :Arti: Baik-baik di luar :Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu. === B === * '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an''''' :Arti: Mulut kana, tajam di keduadua belah :Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain. * '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos''''' :Arti: Bercakap tanpa melihat kain koyak :Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri. === D === * '''''Dokon pa’ media’ ungut''''' :Arti: Seperti katak di bawah tempurung :Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya. * '''''Dokon bengkutut dembila’ batu''''' :Arti: Seperti udang di sebelah batu :Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain. * '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo''''' :Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air :Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa berbuat sesuatu. * '''''Dokon sumbu keabisan enselan''''' :Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak :Maksud: Seseorang yang telah kehilangan seri. === I === * '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak''''' :Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih) :Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara. === K === * '''''Kuro-kuro enjata’ kayu''''' :Arti: Kura-kura di atas pokok :Maksud: Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari suatu masalah. * '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba''''' :Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh :Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain. === M === * '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur''''' :Arti: Membelek-belek mayat di dalam kubur :Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia. * '''''Mena’ duyung pengerandang duyung''''' :Arti: Lemak duyung penggoreng duyung. :Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya. === N === * '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket''''' :Arti: Belum lagi mempunyai gigi, sudah ingin menggigit :Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak. * '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut''''' :Arti: Tidak daun ba’ (sejenis penyakit), tidak daun kelumbubut (sejenis penyakit) :Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan. === P === * '''''Pinda ta’ embuli’ papan''''' :Arti: Berpindah ke belakang papan :Maksud: Telah meninggal dunia === R === * '''''Ruma’ buuk nesaat bau''''' :Arti: Rumah buruk dicat baru :Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda. === S === * '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan''''' :Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara :Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah. * '''''Siyan dau siyan demburi''''' :Arti: Siapa dulu siapa kemudian :Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan. === T === * '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali''''' :Arti: Perangai dari kecil terbawa sehingga lali :Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua. * '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu''''' :Arti: Sudah diketahui buah betik masak mengapa lagi kamu cucuk-cucuk. :Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga. * '''''Tuturan lanjang, belanga iram''''' :Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam :Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih buruk. === U === * '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket''''' :Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit :Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya * '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so''''' :Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang :Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat. == Referensi == Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>) 50r1etj506krxuz8dlbayuupf7wygu9