Wikikutip
idwikiquote
https://id.wikiquote.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.22
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikikutip
Pembicaraan Wikikutip
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Adolf Hitler
0
994
59577
59575
2026-09-30T04:01:41Z
Radramboo
18348
merapikan dan menyesuaikan format
59577
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Hitler portrait crop.jpg|jmpl]]
'''Adolf Hitler''' adalah seorang politikus Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: ''Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei'' (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria.
== Kutipan ==
# ''Hapuskan [[Ras Nordik|ras Jerman Nordik]] dan jangan ada yang tersisa kecuali tarian para kera''.
# ''Musnahkan bangsa Yahudi dari muka bumi''.
# ''Jika aku mau, aku bisa membunuh seluruh orang yahudi, namun aku akan menyisakkan sedikit dari mereka agar kalian tahu mengapa aku membunuh mereka''
# ''Jika anda tidak suka dengan suatu hukum, anda cukup diam dan berusaha untuk sampai di puncak agar kita dapat mengubahnya''
=== Sebelum 1922 ===
* Antisemitisme yang mucul semata-mata pada alasan emosional akan selalu berujung pada pogrom. Sebaliknya, antisemitisme yang rasional harus terwujud pada perjuangan hukum yang sistematis untuk melawan serta menghapuskan hak-hak istimewa kaum Yahudi. ... Namun, tujuan akhirnya harus tetap berupa pembersihan (''Entfernung'') seluruh kaum Yahudi.
** Surat Glemlich, 16 September 1919. Surat ini adalah karya anti-Yahudi pertamanya yang diketahui.
* Penghapusan penghasilan yang didapat tanpa bekerja. Menghancurkan perbudakan yang disebabkan oleh bunga hutang.
** Poin ke-11 dari Program 25-Poin Partai Nazi pada 24 Februari 1920
* Kami menuntut adanya kebebasan beragama bagi seluruh agama oleh negara, selama hal tersebut tidak membahayakan keberlangsungan negara ataupun bertentangan dengan nilai-nilai moral masyarakat Jerman. Partai ini mengadvokasi praktik Kekristenan yang positif tanpa mengikatkan diri pada denominasi tertentu. Partai ini memerangi semangat materialisme kaum Yahudi di dalam maupun di luar lingkup partai, dan meyakini bahwa pemulihan bangsa kita secara permanen hanya dapat terwujud dari dalam, dengan berlandaskan prinsip: Kepentingan Umum di Atas Kepentingan Pribadi
** Poin ke-24 dari Program 25-Poin Partai Nazi pada 24 Februari 1920
* Jika kita sosialis, maka kita pastilah antisemit, dan demikian pula kebalikannya, dalam hal ini, adalah Materialisme dan Mamonisme, yang akan kita lawan... Bagaimana mungkin, sebagai seorang sosialis, Anda tidak menjadi seorang antisemit?<ref>{{Cite web|title="Why We Are Antisemites" - Text of Adolf Hitler's 1920 speech at the Hofbräuhaus {{!}} Carolyn Yeager|url=https://carolynyeager.net/why-we-are-antisemites-text-adolf-hitlers-1920-speech-hofbrauhaus|website=carolynyeager.net|access-date=2026-09-30}}</ref>
** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager.
* Jika orang-orang Yahudi memiliki jati diri rasial, demikian pula kita, dan kita pun berkewajiban untuk bertindak sesuai jati diri kita. Hal ini karena hal tersebut seperti tak terpisahkan dari gagasan sosial, dan kami tidak meyakini akan adanya negara yang abadi kesehatan rohaninya, jika tidak dibangun di atas fondasi keadilan sosial didalamnya; oleh karena itulah kami berjuang berlandaskan pemahaman ini.<ref>{{Cite web|title="Why We Are Antisemites" - Text of Adolf Hitler's 1920 speech at the Hofbräuhaus {{!}} Carolyn Yeager|url=https://carolynyeager.net/why-we-are-antisemites-text-adolf-hitlers-1920-speech-hofbrauhaus|website=carolynyeager.net|access-date=2026-09-30}}</ref>
** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager.
=== 1922 ===
* Hanya ada dua kemungkinan di Jerman; janganlah membayangkan bahwa rakyat akan selamanya memihak partai tengah, yakni partai kompromi; suatu hari nanti mereka akan beralih kepada partai yang paling konsisten memperingatkan akan datangnya kehancuran dan telah berupaya memisahkan diri darinya. Mungkin partai tersebut adalah partai sayap kiri—dan jikalau itu yang terjadi, semoga Tuhan menolong kita!—karena mereka akan membawa kita pada kehancuran total, yakni Bolshevisme. Atau bisa jadi kelompok sayap kanan yang menang, yang akan terjadi saat rakyat berada dalam keputusasaan, saat semangat mereka telah sirna dan tak lagi menaruh kepercayaan pada apa pun, bertekad untuk merebut tampuk kekuasaan secara paksa; itulah permulaan perlawanan yang saya katakan beberapa menit yang lalu. Di sini pun, tidak ada kompromi—hanya ada dua kemungkinan: kemenangan bangsa Arya, atau pemusnahan bangsa Arya dan kemenangan kaum Yahudi.<ref>{{Cite book|last=Adolf Hitler|url=http://archive.org/details/TheSpeechesOfAdolfHitler19211941|title=The Speeches of Adolf Hitler 1921 â 1941}}</ref>
** Pidato pada Pertemuan SA di Munich, 9 November 1921.
== Referensi ==
{{Reflist}}
==Pranala luar==
{{wikipedia}}
{{commons}}
{{tokoh}}
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
[[Kategori:Tokoh Jerman]]
2b5gk36cdp04q55v0fzjqu8mprqh6j0
59578
59577
2026-09-30T04:02:13Z
Radramboo
18348
mengubah referensi
59578
wikitext
text/x-wiki
[[Berkas:Hitler portrait crop.jpg|jmpl]]
'''Adolf Hitler''' adalah seorang politikus Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: ''Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei'' (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria.
== Kutipan ==
# ''Hapuskan [[Ras Nordik|ras Jerman Nordik]] dan jangan ada yang tersisa kecuali tarian para kera''.
# ''Musnahkan bangsa Yahudi dari muka bumi''.
# ''Jika aku mau, aku bisa membunuh seluruh orang yahudi, namun aku akan menyisakkan sedikit dari mereka agar kalian tahu mengapa aku membunuh mereka''
# ''Jika anda tidak suka dengan suatu hukum, anda cukup diam dan berusaha untuk sampai di puncak agar kita dapat mengubahnya''
=== Sebelum 1922 ===
* Antisemitisme yang mucul semata-mata pada alasan emosional akan selalu berujung pada pogrom. Sebaliknya, antisemitisme yang rasional harus terwujud pada perjuangan hukum yang sistematis untuk melawan serta menghapuskan hak-hak istimewa kaum Yahudi. ... Namun, tujuan akhirnya harus tetap berupa pembersihan (''Entfernung'') seluruh kaum Yahudi.
** Surat Glemlich, 16 September 1919. Surat ini adalah karya anti-Yahudi pertamanya yang diketahui.
* Penghapusan penghasilan yang didapat tanpa bekerja. Menghancurkan perbudakan yang disebabkan oleh bunga hutang.
** Poin ke-11 dari Program 25-Poin Partai Nazi pada 24 Februari 1920
* Kami menuntut adanya kebebasan beragama bagi seluruh agama oleh negara, selama hal tersebut tidak membahayakan keberlangsungan negara ataupun bertentangan dengan nilai-nilai moral masyarakat Jerman. Partai ini mengadvokasi praktik Kekristenan yang positif tanpa mengikatkan diri pada denominasi tertentu. Partai ini memerangi semangat materialisme kaum Yahudi di dalam maupun di luar lingkup partai, dan meyakini bahwa pemulihan bangsa kita secara permanen hanya dapat terwujud dari dalam, dengan berlandaskan prinsip: Kepentingan Umum di Atas Kepentingan Pribadi
** Poin ke-24 dari Program 25-Poin Partai Nazi pada 24 Februari 1920
* Jika kita sosialis, maka kita pastilah antisemit, dan demikian pula kebalikannya, dalam hal ini, adalah Materialisme dan Mamonisme, yang akan kita lawan... Bagaimana mungkin, sebagai seorang sosialis, Anda tidak menjadi seorang antisemit?<ref name=":1">{{Cite web|title="Why We Are Antisemites" - Text of Adolf Hitler's 1920 speech at the Hofbräuhaus {{!}} Carolyn Yeager|url=https://carolynyeager.net/why-we-are-antisemites-text-adolf-hitlers-1920-speech-hofbrauhaus|website=carolynyeager.net|access-date=2026-09-30}}</ref>
** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager.
* Jika orang-orang Yahudi memiliki jati diri rasial, demikian pula kita, dan kita pun berkewajiban untuk bertindak sesuai jati diri kita. Hal ini karena hal tersebut seperti tak terpisahkan dari gagasan sosial, dan kami tidak meyakini akan adanya negara yang abadi kesehatan rohaninya, jika tidak dibangun di atas fondasi keadilan sosial didalamnya; oleh karena itulah kami berjuang berlandaskan pemahaman ini.<ref name=":1" />
** "Mengapa Kita Anti-Semit," pidato 15 Agustus 1920 di Hofbräuhaus, Munich. Diterjemahkan dari Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16. Jahrg., 4. H. (Oktober 1968), hlm. 390-420. Diedit oleh Carolyn Yeager.
=== 1922 ===
* Hanya ada dua kemungkinan di Jerman; janganlah membayangkan bahwa rakyat akan selamanya memihak partai tengah, yakni partai kompromi; suatu hari nanti mereka akan beralih kepada partai yang paling konsisten memperingatkan akan datangnya kehancuran dan telah berupaya memisahkan diri darinya. Mungkin partai tersebut adalah partai sayap kiri—dan jikalau itu yang terjadi, semoga Tuhan menolong kita!—karena mereka akan membawa kita pada kehancuran total, yakni Bolshevisme. Atau bisa jadi kelompok sayap kanan yang menang, yang akan terjadi saat rakyat berada dalam keputusasaan, saat semangat mereka telah sirna dan tak lagi menaruh kepercayaan pada apa pun, bertekad untuk merebut tampuk kekuasaan secara paksa; itulah permulaan perlawanan yang saya katakan beberapa menit yang lalu. Di sini pun, tidak ada kompromi—hanya ada dua kemungkinan: kemenangan bangsa Arya, atau pemusnahan bangsa Arya dan kemenangan kaum Yahudi.<ref>{{Cite book|last=Adolf Hitler|url=http://archive.org/details/TheSpeechesOfAdolfHitler19211941|title=The Speeches of Adolf Hitler 1921 â 1941}}</ref>
** Pidato pada Pertemuan SA di Munich, 9 November 1921.
== Referensi ==
{{Reflist}}
==Pranala luar==
{{wikipedia}}
{{commons}}
{{tokoh}}
[[Kategori:Pemimpin Negara]]
[[Kategori:Tokoh Jerman]]
37wtyautxxyhgpxre676ft3rqa3wzts
Peribahasa Bajau
0
15941
59576
59574
2026-09-30T03:51:39Z
Uruma Shun
21333
Menyunting arti dan maksud dengan menyesuaikan gaya bahasa Indonesia.
59576
wikitext
text/x-wiki
Daftar ini merupakan daftar '''[[peribahasa]]''' dan [[pepatah]] dalam [[:w:Bahasa Bajau|Bahasa Bajau]].
<center>
[[#A|A]] [[#B|B]] [[#C|C]] [[#D|D]] [[#E|E]] [[#F|F]] [[#G|G]] [[#H|H]] [[#I|I]] [[#J|J]] [[#K|K]] [[#L|L]] [[#M|M]] [[#N|N]] [[#O|O]] [[#P|P]] [[#Q|Q]] [[#R|R]] [[#S|S]] [[#T|T]] [[#U|U]] [[#V|V]] [[#W|W]] [[#X|X]] [[#Y|Y]] [[#Z|Z]]
</center>
== Berunsur Positif ==
Unsur positif yang terkandung dalam peribahasa Bajau itu mencerminkan dua hal berikut, yaitu (i) kearifan lokal; dan (ii) nilai moral dalam budaya Bajau.
=== A ===
* '''''Anak kinalasahan'''''
:Arti: Anak emas
:Maksud: Anak yang sangat disayangi atau mendapat perhatian khusus.
* '''''Anak boyo nia’ paya diajar remangi'''''
:Arti: Anak buaya tidak perlu diajar berenang
:Maksud: Orang yang sudah memiliki kemampuan tidak perlu diajari lagi.
* '''''Amun ai no ni enselan, baya’ ni ngelut'''''
:Arti: Jika sudah diminyaki, biarkan licin.
:Maksud: Sesuatu yang telah dimulai harus diselesaikan hingga mencapai tujuan.
* '''''Api matai rai panjut boro ni'''''
:Arti: Api mati telah dicekik oleh baranya
:Maksud: Segala sesuatu telah musnah tanpa meninggalkan sisa.
=== B ===
* '''''Buat somo-somo baba’ ti, lampung somo-somo taing ti'''''
:Arti: Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing
:Maksud: Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan terasa lebih ringan.
* '''''Betis ngelawan massomo, buwa’ telanjur massomo'''''
:Arti: Kaki melawan bersama-sama, mulut terlanjur bersama-sama
:Maksud: Setiap janji yang telah diucapkan harus ditepati agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
=== D ===
* '''''Dikau’ manuk nia’ bekua’, lou nia’ lou'''''
:Arti: Seekor ayam tidak berkokok, siang tidak siang
:Maksud: Dalam suatu kelompok, kemampuan tidak hanya dimiliki oleh satu orang. Oleh karena itu, pekerjaan tidak seharusnya terhambat hanya karena bergantung pada satu orang.
* '''''Dokon mas boi ginusuk'''''
:Arti: Seperti emas yang sudah digosok
:Maksud: Ungkapan untuk memuji kecantikan seorang perempuan.
=== G ===
* '''''Gulai ta’ diyom buwa’, ding ta’ diyom belanga’'''''
:Arti: Sayur di dalam mulut, ikan di dalam belanga
:Maksud: Seseorang telah menguasai suatu kemampuan atau keterampilan dengan baik.
=== J ===
* '''''Jomo ligantu binuanan buas, jomo to’ kelong binuanan buwe’'''''
:Arti: Orang lapar diberi nasi, orang dahaga diberi air
:Maksud: Seseorang memperoleh pertolongan yang sangat dibutuhkan dan telah lama dinantikan.
=== K ===
* '''''Kabar tiyo pekale-kale, amun sikot pinikiran'''''
:Arti: Kabar jauh didengar-dengar, jika dekat dipikirkan
:Maksud: Setiap persoalan perlu diselidiki dan dipastikan kebenarannya terlebih dahulu.
* '''''Kekuri api ngeletup, kekuri buwe’ base’'''''
:Arti: Bermain api meletup, bermain air basah
:Maksud: Setiap perbuatan mempunyai risiko.
=== N ===
* '''''Nia’ kuning teh le’ kunyit'''''
:Arti: Tidak kuning teh oleh kunyit
:Maksud: Seseorang yang tidak mudah dipengaruhi atau dihasut oleh orang lain.
=== P ===
* '''''Pipit bisu mangan ta’ uran'''''
:Arti: Pipit bisu makan di tengah hujan
:Maksud: Seseorang yang sangat rajin.
=== S ===
* '''''Somo kerso'''''
:Arti: Sama-sama merasakan
:Maksud: Hasil yang dirasakan bersama.
* '''''Somo-somo pedua’ ta’ biduk, buwau semimon'''''
:Arti: Sama-sama duduk dalam perahu, semua karam
:Maksud: Suka dan duka harus dirasakan dan dihadapi bersama-sama.
=== U ===
* '''''Ulu badi’, ulu kapak, asal pantak, parak'''''
:Arti: Ulu parang, ulu kapak, asal dihentakkan akan pecah
:Maksud: Seseorang dapat bertahan dan menyesuaikan diri untuk hidup di mana pun berada.
== Berunsur Negatif ==
Masyarakat Bajau juga mempunyai peribahasa dengan sifat negatif yang merujuk pada perlakuan negatif seperti berikut.
=== A ===
* '''''Amun ngampa’ dong sampai tatak parai ni'''''
:Arti: Kalau membuang hampa jangan sampai jatuh padinya
:Maksud: Suatu masalah harus diselesaikan dengan bijaksana tanpa mengabaikan hal-hal positif atau kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang.
* '''''Anak kunsi’ raat, tumpa’ durhaka'''''
:Arti: Anak kunci jahat, mangga durhaka
:Maksud: Jika seorang suami berbuat jahat, istri pun berpotensi untuk mengkhianatinya. Suatu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menjadi contoh buruk bagi orang lain yang menyaksikannya.
* '''''Ajar-ajar tempurung niajar makin surung'''''
:Arti: Tempurung yang terus diajari semakin bodoh
:Maksud: Menggambarkan seseorang yang telah diajari berkali-kali, tetapi tetap tidak mengalami perkembangan dalam pemahamannya.
* '''''Alap-alap meluar'''''
:Arti: Baik-baik di luar
:Maksud: Perilaku yang hanya ditunjukkan di permukaan saja, yakni bentuk ungkapan sikap seseorang yang tidak jujur atau palsu.
=== B ===
* '''''Buwa’ kana, torom pedembila’an'''''
:Arti: Mulut kana, tajam di kedua sisi
:Maksud: Seseorang yang suka atau pandai mengadu domba orang lain.
* '''''Betutur nia’ ngenda’ bese’ olos'''''
:Arti: Berbicara tanpa melihat kain yang terkoyak
:Maksud: Seseorang yang suka bercakap tentang keburukan orang lain tanpa melihat keburukan diri sendiri.
=== D ===
* '''''Dokon pa’ media’ ungut'''''
:Arti: Seperti katak di bawah tempurung
:Maksud: Seseorang yang tidak mengetahui keadaan/cerita yang sebenarnya.
* '''''Dokon bengkutut dembila’ batu'''''
:Arti: Seperti udang di sebelah batu
:Maksud: Seseorang yang mempunyai niat lain.
* '''''Dokon kambing ngeret ta’ buwe’ jo'''''
:Arti: Seperti kambing ditarik ke dalam air
:Maksud: Seseorang yang tidak suka dipaksa untuk berbuat sesuatu.
* '''''Dokon sumbu keabisan enselan'''''
:Arti: Seperti sumbu kehabisan minyak
:Maksud: Seseorang yang telah kehilangan semangat, daya tarik, atau kewibawaannya.
=== I ===
* '''''Ingor dokon ko’ buwa’ bambak'''''
:Arti: Bising seperti mulut bambak (sejenis burung berwarna hitam-putih)
:Maksud: Seseorang yang suka banyak bicara.
=== K ===
* '''''Kuro-kuro enjata’ kayu'''''
:Arti: Kura-kura di atas pohon
:Maksud: Orang yang kurang cakap dalam menghadapi suatu persoalan sehingga tidak mampu melepaskan diri dari masalah tersebut.
* '''''Kale siulan memanuk, anak ta’ kandungan teleba'''''
:Arti: Mendengar siulan burung, anak dalam gendongan terjatuh
:Maksud: Seseorang yang meninggalkan pekerjaannya hanya karena mendengarkan perkataan orang lain.
=== M ===
* '''''Melid-melid mayat ta’ diyom kubur'''''
:Arti: Membolak-balik mayat di dalam kubur
:Maksud: Perilaku membicarakan atau mengumbar keburukan orang yang telah meninggal dunia.
* '''''Mena’ duyung pengerandang duyung'''''
:Arti: Lemak duyung untuk menggoreng duyung
:Maksud: Tindakan seseorang yang menggunakan sumber dayanya sendiri demi memenuhi kebutuhannya. Contohnya, seorang wanita yang menuntut uang hantaran tinggi, namun akhirnya membantu mendanainya sendiri karena sang calon suami tidak mampu membayarnya.
=== N ===
* '''''Nia’ lagi run impon, rai no ingin ngeket'''''
:Arti: Belum mempunyai gigi, sudah ingin menggigit
:Maksud: Seseorang yang belum mempunyai kuasa tetapi sudah berani bertindak.
* '''''Nia’ dun ba’, nia’ dun kelumbubut'''''
:Arti: Tidak ada daun ba’ (sejenis penyakit), tidak ada daun kelumbubut (sejenis penyakit)
:Maksud: Kesamaan atau kemiripan sifat antara orang yang membicarakan keburukan dan orang yang sedang dibicarakan.
=== P ===
* '''''Pinda ta’ embuli’ papan'''''
:Arti: Berpindah ke belakang papan
:Maksud: Ungkapan untuk menyatakan seseorang yang telah meninggal dunia.
=== R ===
* '''''Ruma’ buuk nesaat bau'''''
:Arti: Rumah buruk dicat baru
:Maksud: Seseorang yang berusia lanjut tetapi berkelakuan seperti anak muda.
=== S ===
* '''''Subai bekat buwe’ tinigad, baru no kiti bekat bedinakan'''''
:Arti: Jika putus air dicincang, barulah kita putus bersaudara
:Maksud: Hubungan saudara itu tidak akan terputus walau dilanda oleh beragam masalah.
* '''''Siyan dau siyan demburi'''''
:Arti: Siapa yang datang lebih dahulu, siapa yang datang kemudian.
:Maksud: Aturan tertib yang wajib dipatuhi oleh setiap orang, yaitu mendahulukan orang yang sudah tiba lebih awal dan melayani yang datang belakangan secara berurutan.
=== T ===
* '''''Tebiat dari diki’, teboo sampai lali'''''
:Arti: Perangai dari kecil terbawa hingga tua
:Maksud: Menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang terbentuk sejak kecil dan akan terus terbawa hingga usia tua.
* '''''Terati nu kepayas mana ngini lagi sudu’-sudu’ nu'''''
:Arti: Sudah diketahui buah pepaya masak, mengapa masih ditusuk-tusuk?
:Maksud: Perbuatan seseorang yang suka mengadu-adu atau memprovokasi. Misalnya, sudah tahu yang seseorang itu sudah punya pasangan tetapi masih diusik juga.
* '''''Tuturan lanjang, belanga iram'''''
:Arti: Kata-kata periuk, belanga hitam
:Maksud: Seseorang yang suka mengutuk/mengatakan keburukan orang lain sedangkan keburukan diri sendiri lebih besar.
=== U ===
* '''''Uwa’ nguma nia’ ngeket'''''
:Arti: Anjing menyalak tetapi tidak menggigit
:Maksud: Suatu ancaman yang tidak berbahaya
* '''''Uwa’ bino mangan buas nia’ so'''''
:Arti: Anjing diberi makan nasi tidak kenyang
:Maksud: Perbuatan yang sia-sia, yakni memberi nasihat yang baik kepada orang jahat.
== Referensi ==
Hj. Mahali, S. N. (2019). Perambaan Sama (Peribahasa Bajau) Kota Belud, Sabah: Satu Diskusi . ''International Journal of the Malay World and Civilisation'', ''7''(2), 69–80. <nowiki>https://doi.org/10.17576/jatma-2019-0702-07</nowiki>)
s122u5kmax0ndavzdvv84mnutsudeb8