Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.3 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Senja di Pelabuhan Kecil 0 104 296363 94967 2026-05-20T14:20:49Z ~2026-30452-95 27143 296363 wikitext text/x-wiki {{header | title = Senja di Pelabuhan Kecil | author = Chairil Anwar | translator = | section = 1946 | previous = | next = | year = 1946? | portal = Puisi | notes = Dari [[Deru Campur Debu]] }} buat Sri Ayati Karya : Chairil Anwar <poem> Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap. </poem> [[Kategori:Puisi]] 0bwvxaedippiz4aov8lfl4f8p2euezr Halaman:Tiongkok Baru.pdf/5 104 35777 296415 105479 2026-05-21T06:39:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <big>DELEGASI INDONESIA SAMPAI DI PEKING :</big> Setibanja di Peking anggauta delegasi Indonesia jang ikut menghadiri perajaan ulang tahun ke-2 RRT disambut dengan karangan bunga. Depan Barioen A.S., kiri Tabrani, Armijn Pane dan Ishak Mahdi, Charge d'Affaires RI di Peking.<noinclude></noinclude> o3iw7n7xfhk68v1spupsemu2jlmc79b 296416 296415 2026-05-21T06:39:20Z Link PB 26772 296416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <big>'''DELEGASI INDONESIA SAMPAI DI PEKING :'''</big> Setibanja di Peking anggauta delegasi Indonesia jang ikut menghadiri perajaan ulang tahun ke-2 RRT disambut dengan karangan bunga. Depan Barioen A.S., kiri Tabrani, Armijn Pane dan Ishak Mahdi, Charge d'Affaires RI di Peking.<noinclude></noinclude> bskrnvl8k6m8i9ga2xkkzt07dap0190 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/6 104 35778 296417 105863 2026-05-21T06:41:55Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''I. PENDAHULUAN.'''}} {{dropinitial|t}}anggal 23 Sept. '51, tiga orang delegasi dari Indonesia telah berangkat menudju Peking untuk menghadiri Hari Ulang Tahun ke-II dari Republik Rakjat Tiongkok jang telah berdiri mulai pada tg. 1 Oktober 1949, Ketiga delegasi itu ialah : M. Tabrani, Armijn Pane dan Barioen A. S. dan kepergian mereka adalah atas undangan organisasi? rakjat, diantaranja Komite Perdamaian Tiongkok, Lembaga Kesusasteraan dan Kesenian, Federasi Wanita. Keberangkatan itu sangat terburu? dan sedianja bukan tiga orang sadja, akan tetapi delapan orang jang mendapat undangan. Dua diantaranja tak dapat ikut karena kesehatan tak mengizinkan, Ki Hadjar Dewantara dan Moh. Sjafe'i. Burhanuddin Diah ada berhalangan, Hamka dilarang pergi oleh perkumpulannja sedang Trimurti tak dapat pergi karena waktu mengurus pas dikantor imigrasi tertahan dan tak lama kemudian diambil oleh polisi militer persendjata lengkap untuk ditahan terus. Sungguh sajang sekali, Indonesia tak dapat mengirim orang lebih dari tiga. Ketjuali sajang, pekerdjaan ketiga delegasi itu selama di Tiongkok mendjadi lebih perat karenanja, sebab banjak jang harus dilihat dan disaksikan dengan mata sendiri. Beruntunglah negeri seperti India jang mengirim utusannja sedjumlah 17 orang, diantaranja ada jang telah berumur 67 tahun, sdr. Pandit Sundarlal, seorang Gandi-zi, jang djuga mendjadi pemimpin rombongan India. Kepala delegasi Birma sdr. Thakin Ko Daw Maing, sudah berumur 77 tahun dan dari Bulgaria ada jang berumur 70 tahun dan kebetulan sedang di Peking itu merajakan hari ulang tahunnja, ditengah? para utusan dari 14 negeri. Sdr. Ilja Ehrenburg jang sudah landjut usianja dan sdr. Neruda, seorang pengarang Chili, djuga berada diantara para utusan. Lebih sajang lagi, ialah tidak djadinja pergi sdr. Trimurti, sehingga delegasi Indonesia tidak mempunjai anggauta wanita, hal mana menjebabkan para utusan negeri lain merasa amat heran. Rombongan lain malah ada jang dua tiga anggauta wanitanja sedang delegasi Djerman diketuai oleh seorang wanita. Tentang djumlah anggauta delegasi adalah Indonesia, Pakistan dan Inggeris jang paling sedikit. Wakil Inggeris itupun datangnja terlambat beberapa hari. Menurut keterangan mereka sebabnja ialah karena tidak adanja bantuan dari pihak Pemerintah Inggeris, sehingga anggauta delegasi Pakistanpun terlambat djuga datangnja. Selama dalam perdjalanan, ketiga anggauta delegasi Indonesia itu boleh dikata tidak ada mendapat kesukaran dan halangan, sekalipun pada waktu hendak meninggalkan Djakarta, banjak hal? jang kurang lantjar. Dalam hubungan ini merasa bersjukurlah kami dan sangat berterima kasih atas<noinclude> {{rh|||5}}</noinclude> 7wr79he2arawyzsvtb53w5wsrkrqz49 296418 296417 2026-05-21T06:42:07Z Link PB 26772 296418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''I. PENDAHULUAN.'''}} {{dropinitial|T}}anggal 23 Sept. '51, tiga orang delegasi dari Indonesia telah berangkat menudju Peking untuk menghadiri Hari Ulang Tahun ke-II dari Republik Rakjat Tiongkok jang telah berdiri mulai pada tg. 1 Oktober 1949, Ketiga delegasi itu ialah : M. Tabrani, Armijn Pane dan Barioen A. S. dan kepergian mereka adalah atas undangan organisasi? rakjat, diantaranja Komite Perdamaian Tiongkok, Lembaga Kesusasteraan dan Kesenian, Federasi Wanita. Keberangkatan itu sangat terburu? dan sedianja bukan tiga orang sadja, akan tetapi delapan orang jang mendapat undangan. Dua diantaranja tak dapat ikut karena kesehatan tak mengizinkan, Ki Hadjar Dewantara dan Moh. Sjafe'i. Burhanuddin Diah ada berhalangan, Hamka dilarang pergi oleh perkumpulannja sedang Trimurti tak dapat pergi karena waktu mengurus pas dikantor imigrasi tertahan dan tak lama kemudian diambil oleh polisi militer persendjata lengkap untuk ditahan terus. Sungguh sajang sekali, Indonesia tak dapat mengirim orang lebih dari tiga. Ketjuali sajang, pekerdjaan ketiga delegasi itu selama di Tiongkok mendjadi lebih perat karenanja, sebab banjak jang harus dilihat dan disaksikan dengan mata sendiri. Beruntunglah negeri seperti India jang mengirim utusannja sedjumlah 17 orang, diantaranja ada jang telah berumur 67 tahun, sdr. Pandit Sundarlal, seorang Gandi-zi, jang djuga mendjadi pemimpin rombongan India. Kepala delegasi Birma sdr. Thakin Ko Daw Maing, sudah berumur 77 tahun dan dari Bulgaria ada jang berumur 70 tahun dan kebetulan sedang di Peking itu merajakan hari ulang tahunnja, ditengah? para utusan dari 14 negeri. Sdr. Ilja Ehrenburg jang sudah landjut usianja dan sdr. Neruda, seorang pengarang Chili, djuga berada diantara para utusan. Lebih sajang lagi, ialah tidak djadinja pergi sdr. Trimurti, sehingga delegasi Indonesia tidak mempunjai anggauta wanita, hal mana menjebabkan para utusan negeri lain merasa amat heran. Rombongan lain malah ada jang dua tiga anggauta wanitanja sedang delegasi Djerman diketuai oleh seorang wanita. Tentang djumlah anggauta delegasi adalah Indonesia, Pakistan dan Inggeris jang paling sedikit. Wakil Inggeris itupun datangnja terlambat beberapa hari. Menurut keterangan mereka sebabnja ialah karena tidak adanja bantuan dari pihak Pemerintah Inggeris, sehingga anggauta delegasi Pakistanpun terlambat djuga datangnja. Selama dalam perdjalanan, ketiga anggauta delegasi Indonesia itu boleh dikata tidak ada mendapat kesukaran dan halangan, sekalipun pada waktu hendak meninggalkan Djakarta, banjak hal? jang kurang lantjar. Dalam hubungan ini merasa bersjukurlah kami dan sangat berterima kasih atas<noinclude> {{rh|||5}}</noinclude> lxwvw7suv5dzzgszmttkeaif46yqmkq Halaman:Tiongkok Baru.pdf/7 104 35779 296419 105483 2026-05-21T06:44:27Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>bantuan yang telah diberikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri kita, bantuan mana dapat dipandang sebagai penjelenggaraan putusan Kabinet, sebab keberangkatan delegasi itu adalah termasuk putusan Kabinet Republik Indonesia. Andaikata putusan Kabinet itu tidak ada, maka segala instansi Pemerintah jang bersangkutan dengan kepergian keluar negeri (Tiongkok) itu, tidak bersedia memberikan surat{{2}} jang diperlukan. Putusan Kabinet itulah jang membuka djalan bagi keberangkatan kami, sehingga pada tg. jang tersebut diatas, pk. 2 siang berangkatlah ketiga utusan dari Indonesia itu dengan menumpang pesawat Qantas menudju Singapore, dan besok paginja dari Singapura menudju Hongkong dengan menumpang pesawat BOAC. sedang pada sore hari itu djuga dengan menumpang kapal Tionghoa menudju Kanton, setelah berkundjung sebentar kekantor perwakilan kita di Hongkong. Pagi pk. 10 sampailah kami di Kanton dan besok paginja pk. 8, dengan pesawat terbang menudju Peking, sehingga dengan begitu, diluar dugaan, pada tg. 26 September 1951, pk. 5 sore, sampailah kami dikota Peking, ibukota Republik Rakjat Tiongkok. Ongkos perdjalanan seluruhnja adalah ditanggung oleh pengundang, jang djadi tuan rumah delegasi, mulai tg. 23 September sampai 5 Nopember 1951, hari sampainja kami kembali di Djakarta. Dalam perkenalan pertama dengan delegasi India di Kanton, sudah kelihatan ada perlainan dan perbedaan antara Indonesia dengan India, perbedaan mana agak menguntungkan pada mereka dan agak merugikan pada kita, sebagai pihak tetamu, walaupun dari pihak tuan rumah tidak sedikitpun ada ternjata, apa lagi diperlihatkan, bahwa para tamunja jang banjak itu datang dari negeri{{2}} jang satu sama lain agak berlainan keadaannja dan politik jang didjalankan oleh Pemerintahnja masing{{2}}. Jang dimaksudkan ialah dalam soal perdjandjian damai dengan Djepang jang pada waktu kami masuk didaerah Tiongkok, sudah di paraaf di San Francisco. ,,Kami sangat tertjegang di India, bahwa Indonesia ikut menanda-tangani [[:w:Perjanjian San Francisco|perdjandjian San Francisco]]”, begitulah utjapan sdr{{2}} dari India itu kepada kami. ,,Di India soal itu mendjadi perhatian istimewa dan agak membuat orang terkedjut”, kata mereka lagi. Daiam pertemuan{{2}} seterusnja dibeberapa tempat, sering India dan Birma mengemukakan dan menegaskan : ,,Kami tidaklah menjertai San Francisco, kami tidak setudju dengan San Francisco”. Bagi delegasi dari Indonesia hal ini banjak sedikitnja seolah-olah mendjadi gangguan perasaan. Lebih{{2}} kalau diingat seperti sdr, Tabrani adalah dari partai Pemerintah. Bagi sdr. Armijn Pane sebagai seorang dari kalangan kebudajaan dan kesenian umumnja soal itu tidak berapa terasa sedang bagi saja sendiri, walaupun tidak mendjadi anggota partai, ketika ini, kiri tidak, kananpun tidak, keadaan itu tidak dapat dihilangkan dari pikiran dan perasaan. Gandjil rasanja, kita berada didalam lingkungan dimana hampir semua orang mentjela, kita terpaksa menahan mulus,<noinclude> {{rh|6}}</noinclude> cw8d9dxwqh7hv4tpg5l0sz144grb3q1 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/8 104 35780 296420 105484 2026-05-21T06:46:55Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>menahan hati dan perasaan. Dalam pergaulan sesama para utusan tidaklah pernah soal itu digugat atau disinggung{{2}}, rupanja pada maklum sadja keadaannja negerinja masing{{2}}. Dengan begitu perhubungan diantara segala utusan adalaih baik sekali, diliputi oleh suasana persaudaraan dan ramah tamah, harga menghargai dan hormat menghormati. Walaupun kadang{{2}} ada perbedaan pendapat, pertukaran pikiran, debat dll, tetapi suasana tetap baik dan menggembirakan terutama disebabkan oleh sikap dan tindakan dari tuan rumah jang sangat bidjaksana. Para pembatja maklum sendiri, bagaimana sukarnja mengurus dan meladeni tamu. Orang jang sudah ada pengalaman dalam soal ini tentu dapat merasakan. Tamu jang ratusan djumlahnja, datang dari negeri jang berlainan kehidupan dan adat kebiasaannja dengan Tiongkok, dan tamu itu sendiri satu sama lain berbeda-beda pula. “India terkenal dengan banjak matjam pantangan dalam hal makanan, tamu{{2}} Europa berlainan pula keinginannja, mana lagi harus diingat perlainan agama. Ada diantara utusan jang terus-terusan sadja pegang tasbih tapi bukan Islam dan waktu saja sendiri meminta tikar sembahjang, lantas disediakan tiga lapis wol dan sebelah atasnja kain putih jang sangat bersih. Maklum waktu kami sampai di Peking, musim dingin sudah mulai. Semua main wol, sprei, selimur dan lain{{2}}. Diatasnja dilapis dengan sutera. Untuk mandi selalu sedia air panas dan air dingin. Boleh pilih mana suka, tinggal memutar kraan sadja. Soal makanan lagi. Ada jang tidak suka ini, ada pula jang berpantang itu. Ada jang mau makan buahan dengan susu, ada pula jang tidak mau minum teh atau kopi atau bier. Dalam soal makanan ini sadja, kita sudah ta'djub melihat keramahan (hospitality) dan kesabaran orang Tionghoa menerima dan mengurus tamu. Segala sikap dan tindakan jang kita alami, menundjukkan bahwa Tiongkok adalah lautan budi dan tempat achlak jang tinggi. Peri kemanusiaan jang dilimpahkan kepada kita terasa betul oleh bathin kita. Bukan oleh pelajan dihotel atau oleh panitia sadja, tapi dimana{{2}}, didjalanan, sekolah{{2}}, ditoko dan pasar, direstaurant, dalam pertundjukan dsb. Semuanja menundjukkan sikap jang melupakan kepentingan diri sendiri dan menghormat serta ingin berbuat baik terhadap orang lain. Memang di Tiongkok sudah teradat bahwa mengurus dan menjenangkan tamu itu adalah soal jang maha penting dan satu malu besar bila tak sanggup menjelenggarakan tamu dengan baik. Lain adat Eropah, jang kadang{{2}} keperluan tamu disuruh bajar oleh tamu sendiri. Dalam soal makanan umpamanja, kita selalu ditanja, makanan apa jang biasa kita pakai, bagaimana tjaranja jang enak buat lidah kita, apa{{2}} jang kurang dll. sehingga dengan begitu kita merasa malu sendiri, sebab dirumah. dan negeri kita diri, ladenan seperti itu tidak kita djumpai. “Tiap{{2}} jang berlainan agamanja, berlainan djenis makanan jang disukainja, diberi tempat tersendiri dan ladenan sendiri{{2}}. Seperti kita dari Indonesia, dimana{{2}} adalah tukang masak orang<noinclude> {{rh|||7}}</noinclude> 26nrerf05e26recbyka7mjxtu8g1eaq Halaman:Tiongkok Baru.pdf/9 104 35781 296421 105485 2026-05-21T06:48:19Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Islam jang menjediakan makanan untuk kita. Tidak sadja dihotel, tapi djuga dikereta api jang kadang{{2}} kami tompang Siang dan malam ber-turut{{2}}, dan diwaktu resepsi pun begitu Kalau kita masuk diruangan resepsi jang akan ada makan, sudah tersedia satu medja jang bertulisan ,,Medja Makanan Islam”. Agama lain dan golongan lain pun demikian pula. Tiap{{2}} medja selalu ditemani oleh tuan rumah, dengan tidak memikirkan apa makanan jang disukai oleh tamu, enak pula baginja. Umpamanja kita dari Indonesia pernah menanjakan sambel, lalu disediakan. Lantas tuan rumah jang ikut makan dimedja kita, turut pula memakan sambel itu Begitulah dengan lain{{2}} medja. Sampai kepada keperluan jang paling ketjil selalu di pikirkan dan disediakan, sabun, gosok gigi dan obatnja, sisir dan minjak rambut, keperluan tulis menulis d.s.b. sekalipun para tamu, sebagai pelantjong jang berada dalam perdjalanan jauh dengan sendirinja sudah menjediakan keperluan{{2}} jang ketjil itu. Tukang potong rambut, tjukur dl. disediakan djuga. Pendeknja tidak satu utusan negeri jang datang itu (djumlah jang mengirim utusan ada 14 negeri) jang tidak merasa kagum tentang budi baik dan kesabaran tuan rumah, baik jang datang dari benua Eropah, maupun jang dari benua Asia. Sampai utusan dari Pakistan, untuk menggambarkan itu semua, dalam pertemuan mengatakan : ,,Kami dari Pakistan tidak akan berani mengundang sdr{{2}} dari Tiongkok untuk datang me-lihat{{2}} negeri kami, sebab seperseratus dari apa jang kami terima sekarang sebagai tamu, tidak akan dapat kami memperlihatkannja nanti”. Demikianlah. Tiap-tiap delegasi mempunjai interpreter, djurubahasa. Banjaknja tergantung dari djumlah anggota delegasi. Ada jang satu, ada jang dua dan tiga. Dan kalau atjara berlain-lain sehingga satu delegasi berpisahan umpamanja, maka djumlah djurubahasa itu bertambah lagi. Kita dari Indonesia mempunjal djurubahasa jang pandai, dalam arti, ketjuali mengerti bahasanja, pengetahuannja pun tjukup tinggi untuk menjalin pikiran kita dalam berbagai hal. Buat tamu{{2}} dari Eropah tersedia djurubahasa jang pandai bahasa Rus, Inggeris, Djerman dan Perantjis. Buat tamu{{2}} dari Asia, ada jang bahasa Inggeris, Birma, Indonesia, Vietnam, Korea dan Mongolia. Karena itu pula pertukaran pikiran adalah bebas sekali. Mungkin orang menjangka bahwa perdjalanan kita telah ditentukan, melihat ini dan itu sadja, sedang jang lain{{2}} tidak. Sangkaan itu meleset sama sekali. Tidak ada satu atjara Jang tidak diperembukkan lebih dulu, bukan dengan tuan rumah terutama, akan tetapi dengan dan diantara delegasi Jang datang, mereka pilih dan tetapkan apa{{2}} jang akan dilihat. Tuan rumah hanja sebagai pemimpin rapat dan memberi pendjelasan. Tiap{{2}} utusan merdeka mengemukakan kehendaknja. Kebulatan dari permufakatan delegasi{{2}} itulah jang didjalankan dan disiapkan oleh tuan rumah. Orang jang sudah pernah bergaul dengan orang India tentu mengetahui bahwa mereka ini suka berbitjara, suka<noinclude> {{rh|8}}</noinclude> 61jt616fyo8rgj0fne6ulro7sc2wua8 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/10 104 35782 296422 105486 2026-05-21T06:51:54Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>bertanja, ingin mengetahui sampai jang ketjil{{2}}. Dalam perkundjungan ke Tiongkok itu, hal inipun ternjata, sehingga dari banjaknja hal{{2}} jang dimadjukan mereka dan dimintak lihat, kita merasa ikut pula mendapat manfa'atnja. Dalam satu pertemuan jang diadakan oleh Pemerintah Pusat di Peking, dipimpin oleh Perdana Menteri Chou En-lai, dihadiri oleh semua delegasi, diberi kesempatan untuk bertukar pikiran dari hati kehati, setjara bebas dalam suasana persaudaraan. Apa sadja boleh tanja, sebagaimana halnja dalam mengatur program, apa sadja boleh lihat. Begitulah dalam pertemuan itu pertanjaan? jang dikemukakan menundjukkan bahwa dari pihak tamu tidak ada segan? untuk memadjukan pertanjaan, mengenai segala lapangan terutama mengenai stelsel ekonomi dan politik. Sampai ada jang bertanja : »Apakah ada maksud Tiongkok hendak menggantikan kedudukan Djepang dulu, sebagai negara kuat hendak mempengaruhi dan expansi keseluruh Asia dengan sembojannja Asia buat Asia, tapi njatanja kita sudah maklum semua?” Ketua rapat mendjawab dengan senjum, kira{{2}} begini: ,,Kita mengerti apa jang telah diderita oleh bangsa{{2}} Asia selama pendjadjahan Eropah/Amerika dan sewaktu penindasan Djepang. Tiongkokpun ikut menderita dan hidup melarat. Karena itu kita bangkit dan madju kedepan untuk membela rakjat. Bangsa jang telah menderita oleh penindasan, setelah berdjuang mati{{2}}an puluhan tahun untuk melenjapkan penindasan itu, apa mungkin akan melakukan sendiri penindasan itu terhadap bangsa lain!? Berbuat apa jang bertentangan dengan pendirian kita sendiri? Kejakinan kita ialah, selama diantara bangsa? berlaku tindas menindas dan peras memeras, selama itu keamanan tidak akan tertjapai, walaupun ada sendjata jang bagaimana lengkap dan modernnja. Jang kita kehendaki bukanlah penindasan, akan tetapi persaudaraan jang djudjur dan ichlas "untuk mentjiptakan perdamaian di Asia dan diseluruh dunia. Dimana ada penindasan, pendjadjahan dan pemerasan imperialis, haruslah dilawan dengan segala Kekuatan jang ada. Marilah berdjuang, dan untuk Tiongkok, kami sudah dapat berkata bahwa dengan kemenangan gilang gemilang dari Tentara Kemerdekaan (Pembebasan) Rakjat, jang dibantu oleh seluruh rakjat tani dan buruh, pintu untuk penindasan dan pemerasan imperialis asing, sudah tertutup buat pertama kali dalam sedjarah dan untuk seterusnja. Pintu Tiongkok sudah dikuntji rapat bagi kaum imperialis dan agressor, dan kita sanggup menutup pintu itu dengan Kekuatan jang ada pada rakjat kita. Pintu Tiongkok hanja terbuka bagi persaudaraan jang djudjur dan ichlas, bagi mentjiptakan perdamaian jang sehat dan kekal. Marilah bekerdja keras”. Demikianlah kira{{2}} isi pendjawaban dari Perdana Menteri Chou En-lai, jang dalam pertemuan itu hampir seluruh waktunja terpakai buat mendjawab pertanjaan dari delegasi? Asia. Dengan senjum beliau terpaksa memintak ma'af pada delegasi{{2}} Eropa jang kemudian disambut oleh pihak Russia dengan<noinclude> {{rh|||9}}</noinclude> hczihdcxn9hq8ienu0t5u1ak9dahvzh Halaman:Tiongkok Baru.pdf/11 104 35783 296423 105487 2026-05-21T06:54:07Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>mengutjapkan terima kasih atas persaudaraan jang djudjur dan hati ichlas dari tuan rumah. Kemurahan hati dan budi baik Tiongkok ini, rasanja tak ada tolok bandingannja di seluruh dunia. Pembatja mungkin berkata, ja, karena tamu! Betul, memang kita tamu. Tapi siapa jang sudah pernah mengurus tamu dari luar negeri, djangankan ratusan, dibawah sepuluhpun, agaknja dapat membuat perbandingan. Djangankan sampai kepada soai makanan dan soal? keperluan ketjil, soal penginapan sadja kita di Indonesia sudah repot dan sering membuat malu. Tapi dalam pergaulan antara mereka pun dapat dilihat bahwa ketegangan tidak ada. Seorang pegawai umpamanja dalam bergaul, bersikap dan berkata terhadap orang jang lebih tinggi pangkatnja, sikapnja sama sadja, Seperti berbitjara dengan teman sadja. Pakaian, makan dan duduk tidak ada berbeda{{2}} dan kaku. Terhadap Perdana Menteri Chou En-lai sendiri, djurubahasa umpamanja, kalau ada keliru atau kurang, biasa sadja menegurnja. Dan dari atas, bila ternjata jang dibawah jang benar, ja, menurut pula. Antara opas dan pegawai tinggi, antara pelajan dengan kepala dihotel atau antara pekerdja biasa dengan direktur perusahaan umpamanja, tidak ada kita melihat perbedaan jang menjolok mata atau djarak jang mendjauhkan satu dari jang lain. Kalau si direktur berbadju hitam, si pekerdja begitu pula dan karena musim dingin, ja sama{{2}} berbadju wol. Dikalangan tentara, walaupun tidak banjak kami melihatnja dikota{{2}} jang telah dikundjungi, jang bertemu dipasar, didjalanan atau lain{{2}} tempat, sukar kita membedakan mana jang opsir dan mana jang serdadu biasa. Oto mundar mandir tidak karuan, tidak ada. Malahan kalau tidak mobil dinas, hanja memakai batu arang sadja, djadi berdjalan dengan kekuatan uap, seperti kereta apj, tapi mesinnja ditempelkan disebelah belakang dan pakai saluran kebaling{{2}} dimuka. Pendeknja salah satu hal jang paling mena'djubkan dan menawan hati sehingga kagum melihatnja, ialah : '''Kesederhanaan dari atas sampai kebawah'''. Bukan karena tidak ada, sebab produksi Tiongkok tjukup banjak. Hanja sadja djangan lupa bahwa rakjat berdjumlah 500 djuta. Untuk memenuhi dan meratakan segala perbaikan untuk seluruh rakjat masih akan makan tempo dan harus kerdja keras dan banting tulang betul{{2}} lagi dan rupanja tidak (belum) waktunja sekarang untuk bermewah dan melagaklagak, selama kemewahan itu belum dapat disebarkan Kesegenap lapisan rakjat, terutama kaum tani dan buruh. Djangan kita lupa bahwa 80% dari rakjat Tiongkok adalah terdiri dari kaum tani. Djadi walaupun ada kota jang berpenduduk sampai enam djuta seperti Shanghai, dibandingkan dengan djumlah jang 500 djuta itu penduduk kota sadja berarti belum banjak. {{r|'''Djakarta, Desember 1951.'''}} {{r|B.}}<noinclude> {{rh|10}}</noinclude> 85oikcmhtmfpsrk3cq9qdirhgq9of67 296424 296423 2026-05-21T06:54:24Z Link PB 26772 296424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>mengutjapkan terima kasih atas persaudaraan jang djudjur dan hati ichlas dari tuan rumah. Kemurahan hati dan budi baik Tiongkok ini, rasanja tak ada tolok bandingannja di seluruh dunia. Pembatja mungkin berkata, ja, karena tamu! Betul, memang kita tamu. Tapi siapa jang sudah pernah mengurus tamu dari luar negeri, djangankan ratusan, dibawah sepuluhpun, agaknja dapat membuat perbandingan. Djangankan sampai kepada soai makanan dan soal? keperluan ketjil, soal penginapan sadja kita di Indonesia sudah repot dan sering membuat malu. Tapi dalam pergaulan antara mereka pun dapat dilihat bahwa ketegangan tidak ada. Seorang pegawai umpamanja dalam bergaul, bersikap dan berkata terhadap orang jang lebih tinggi pangkatnja, sikapnja sama sadja, Seperti berbitjara dengan teman sadja. Pakaian, makan dan duduk tidak ada berbeda{{2}} dan kaku. Terhadap Perdana Menteri Chou En-lai sendiri, djurubahasa umpamanja, kalau ada keliru atau kurang, biasa sadja menegurnja. Dan dari atas, bila ternjata jang dibawah jang benar, ja, menurut pula. Antara opas dan pegawai tinggi, antara pelajan dengan kepala dihotel atau antara pekerdja biasa dengan direktur perusahaan umpamanja, tidak ada kita melihat perbedaan jang menjolok mata atau djarak jang mendjauhkan satu dari jang lain. Kalau si direktur berbadju hitam, si pekerdja begitu pula dan karena musim dingin, ja sama{{2}} berbadju wol. Dikalangan tentara, walaupun tidak banjak kami melihatnja dikota{{2}} jang telah dikundjungi, jang bertemu dipasar, didjalanan atau lain{{2}} tempat, sukar kita membedakan mana jang opsir dan mana jang serdadu biasa. Oto mundar mandir tidak karuan, tidak ada. Malahan kalau tidak mobil dinas, hanja memakai batu arang sadja, djadi berdjalan dengan kekuatan uap, seperti kereta apj, tapi mesinnja ditempelkan disebelah belakang dan pakai saluran kebaling{{2}} dimuka. Pendeknja salah satu hal jang paling mena'djubkan dan menawan hati sehingga kagum melihatnja, ialah : '''Kesederhanaan dari atas sampai kebawah'''. Bukan karena tidak ada, sebab produksi Tiongkok tjukup banjak. Hanja sadja djangan lupa bahwa rakjat berdjumlah 500 djuta. Untuk memenuhi dan meratakan segala perbaikan untuk seluruh rakjat masih akan makan tempo dan harus kerdja keras dan banting tulang betul{{2}} lagi dan rupanja tidak (belum) waktunja sekarang untuk bermewah dan melagaklagak, selama kemewahan itu belum dapat disebarkan Kesegenap lapisan rakjat, terutama kaum tani dan buruh. Djangan kita lupa bahwa 80% dari rakjat Tiongkok adalah terdiri dari kaum tani. Djadi walaupun ada kota jang berpenduduk sampai enam djuta seperti Shanghai, dibandingkan dengan djumlah jang 500 djuta itu penduduk kota sadja berarti belum banjak. {{r|'''Djakarta, Desember 1951.'''}} {{r|'''B.'''}}<noinclude> {{rh|10}}</noinclude> ad7vd6mwbcn3abp969irbpyoqs689bv Halaman:Tiongkok Baru.pdf/12 104 35784 296425 105488 2026-05-21T06:56:03Z Link PB 26772 296425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>{{c|<big>'''II. TELAGA KEKUATAN DAN KEMENANGAN'''</big> <big>'''REVOLUSI RAKJAT.'''</big> '''Tjinta Tanah Air.'''}} Soal kesederhanaan jang kita lihat dimana{{2}}, begitu pula sikap ramah tamah dan perlakuan baik jang kita djumpai, adalah asli, tidak di-buat{{2}}, keluar dari hati sutji jang ichlas, budi tinggi dan peri kemanusiaan jang betul{{2}} teruntuk bagi, dan hendak dilimpahkan pada manusia umumnja dengan tidak memandang adanja perbedaan, kulit, agama, faham d.l.Il. Melulu berbuat begitu, karena kesedaran dan keinsjafan rochani jang telah memuntjak tinggi, terlatih ber-abad{{2}} lamanja dengan menempuh zaman jang sudah silih berganti, sedjak ribuan tahun jang lalu. Ada alasan kita-untuk menerka pegitu, jaitu bila kita dapat menjelami djiwa dan bathinnja bangsa Tionghoa. Sifat{{2}} asli jang murni masih banjak, hanja sadja selama ini laju karena pimpinan negara dan masjarakat jang tidak berdaja, lemah, tiada kesanggupan memantjarkan sinar jang menghidupkan dan mendorongkan tenaga{{2}} jang sanggup mentjipta, lahir dan bathin. Kita katakan laju, sebab tidak mungkin djiwa kebur dajaan jang sudah terbentuk sedjak ribuan tahun jang lalu dan. telah mendjadi pantjaran hidup jang njata dimana, sampai terkenal dan mengagumkan seluruh dunia. Djiwa asli itu tidak (belum) mungkin mati disebabkan pendjadjahan asing dan pemerasan tuan{{2}} besar berbagai roman dan bentuk kekuasaannja, dimasa berpuluh{{2}} tahun jang achir ini. Dan salah satu diantara sifat{{2}} bathin jang sutji murni itu, ialah Tjinta Tanah Air. Dimasa jang lalu pantjaran amal dari patriotisme jang me-njala{{2}} itu, hanjalah dipergunakan untuk Kesenangan beberapa orang, baik bangsa sendiri, maupun bangsa asing, sedang rakjat bagian terbesar tetap hidup melarat dan terumbang-ambing. Tjinta Tanah Air ini sudah terkenal di mana{{2}}. Tidak ada seorang Tionghoa, dimanapun ia berada akan sudi dikatakan tidak tjinta tanah air. Dan semua orang Tionghoa akan rela berkorban, berdjuang dan membanting tulang bila dikatakan, gunanja itu adalah untuk membela dan membangun Tanah Air. Karena tjinta tanah air, djuga sedia bersatu, lenjap segala pertentangan dan perbedaan golongan, partai atau faham. Sekarang, setelah Tentara Pembebasan Rakjat mendapat kemenangan jang gilang-gemilang, jang pertama kali dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan tahun itu, berdirilah Republik Rakjat dibawah pimpinan Pemerintah Rakjat untuk mengatur dan mempersembahkan segala pantjaran amal dari Tjinta Tanah Air jang meluap{{2}} setelah pembebasan itu, kepada mereka jang sangat ditjintai, jaitulah Sang Rakjat, jang akan mendjadi tiang, sendi dan benteng jang maha hebat dari Tiongkok Baru. Inilah tekad, hanja inilah nampaknja satu{{2}}nja ethik jang dikenal oleh para pemimpin Tiongkok sekarang, jaitulah Ethica<noinclude> {{rh|||11}}</noinclude> i81ettb07jpkemw0gnqe4bukx17k3bv 296426 296425 2026-05-21T06:56:24Z Link PB 26772 296426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>{{c|<big>'''II. TELAGA KEKUATAN DAN KEMENANGAN'''</big> <big>'''REVOLUSI RAKJAT.'''</big> '''Tjinta Tanah Air.'''}} {{dropinitial|S}}oal kesederhanaan jang kita lihat dimana{{2}}, begitu pula sikap ramah tamah dan perlakuan baik jang kita djumpai, adalah asli, tidak di-buat{{2}}, keluar dari hati sutji jang ichlas, budi tinggi dan peri kemanusiaan jang betul{{2}} teruntuk bagi, dan hendak dilimpahkan pada manusia umumnja dengan tidak memandang adanja perbedaan, kulit, agama, faham d.l.Il. Melulu berbuat begitu, karena kesedaran dan keinsjafan rochani jang telah memuntjak tinggi, terlatih ber-abad{{2}} lamanja dengan menempuh zaman jang sudah silih berganti, sedjak ribuan tahun jang lalu. Ada alasan kita-untuk menerka pegitu, jaitu bila kita dapat menjelami djiwa dan bathinnja bangsa Tionghoa. Sifat{{2}} asli jang murni masih banjak, hanja sadja selama ini laju karena pimpinan negara dan masjarakat jang tidak berdaja, lemah, tiada kesanggupan memantjarkan sinar jang menghidupkan dan mendorongkan tenaga{{2}} jang sanggup mentjipta, lahir dan bathin. Kita katakan laju, sebab tidak mungkin djiwa kebur dajaan jang sudah terbentuk sedjak ribuan tahun jang lalu dan. telah mendjadi pantjaran hidup jang njata dimana, sampai terkenal dan mengagumkan seluruh dunia. Djiwa asli itu tidak (belum) mungkin mati disebabkan pendjadjahan asing dan pemerasan tuan{{2}} besar berbagai roman dan bentuk kekuasaannja, dimasa berpuluh{{2}} tahun jang achir ini. Dan salah satu diantara sifat{{2}} bathin jang sutji murni itu, ialah Tjinta Tanah Air. Dimasa jang lalu pantjaran amal dari patriotisme jang me-njala{{2}} itu, hanjalah dipergunakan untuk Kesenangan beberapa orang, baik bangsa sendiri, maupun bangsa asing, sedang rakjat bagian terbesar tetap hidup melarat dan terumbang-ambing. Tjinta Tanah Air ini sudah terkenal di mana{{2}}. Tidak ada seorang Tionghoa, dimanapun ia berada akan sudi dikatakan tidak tjinta tanah air. Dan semua orang Tionghoa akan rela berkorban, berdjuang dan membanting tulang bila dikatakan, gunanja itu adalah untuk membela dan membangun Tanah Air. Karena tjinta tanah air, djuga sedia bersatu, lenjap segala pertentangan dan perbedaan golongan, partai atau faham. Sekarang, setelah Tentara Pembebasan Rakjat mendapat kemenangan jang gilang-gemilang, jang pertama kali dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan tahun itu, berdirilah Republik Rakjat dibawah pimpinan Pemerintah Rakjat untuk mengatur dan mempersembahkan segala pantjaran amal dari Tjinta Tanah Air jang meluap{{2}} setelah pembebasan itu, kepada mereka jang sangat ditjintai, jaitulah Sang Rakjat, jang akan mendjadi tiang, sendi dan benteng jang maha hebat dari Tiongkok Baru. Inilah tekad, hanja inilah nampaknja satu{{2}}nja ethik jang dikenal oleh para pemimpin Tiongkok sekarang, jaitulah Ethica<noinclude> {{rh|||11}}</noinclude> s2n5nkm03l9dx4ji272ekznd0ypc1nr 296427 296426 2026-05-21T06:56:34Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|<big>'''II. TELAGA KEKUATAN DAN KEMENANGAN'''</big> <big>'''REVOLUSI RAKJAT.'''</big> '''Tjinta Tanah Air.'''}} {{dropinitial|S}}oal kesederhanaan jang kita lihat dimana{{2}}, begitu pula sikap ramah tamah dan perlakuan baik jang kita djumpai, adalah asli, tidak di-buat{{2}}, keluar dari hati sutji jang ichlas, budi tinggi dan peri kemanusiaan jang betul{{2}} teruntuk bagi, dan hendak dilimpahkan pada manusia umumnja dengan tidak memandang adanja perbedaan, kulit, agama, faham d.l.Il. Melulu berbuat begitu, karena kesedaran dan keinsjafan rochani jang telah memuntjak tinggi, terlatih ber-abad{{2}} lamanja dengan menempuh zaman jang sudah silih berganti, sedjak ribuan tahun jang lalu. Ada alasan kita-untuk menerka pegitu, jaitu bila kita dapat menjelami djiwa dan bathinnja bangsa Tionghoa. Sifat{{2}} asli jang murni masih banjak, hanja sadja selama ini laju karena pimpinan negara dan masjarakat jang tidak berdaja, lemah, tiada kesanggupan memantjarkan sinar jang menghidupkan dan mendorongkan tenaga{{2}} jang sanggup mentjipta, lahir dan bathin. Kita katakan laju, sebab tidak mungkin djiwa kebur dajaan jang sudah terbentuk sedjak ribuan tahun jang lalu dan. telah mendjadi pantjaran hidup jang njata dimana, sampai terkenal dan mengagumkan seluruh dunia. Djiwa asli itu tidak (belum) mungkin mati disebabkan pendjadjahan asing dan pemerasan tuan{{2}} besar berbagai roman dan bentuk kekuasaannja, dimasa berpuluh{{2}} tahun jang achir ini. Dan salah satu diantara sifat{{2}} bathin jang sutji murni itu, ialah Tjinta Tanah Air. Dimasa jang lalu pantjaran amal dari patriotisme jang me-njala{{2}} itu, hanjalah dipergunakan untuk Kesenangan beberapa orang, baik bangsa sendiri, maupun bangsa asing, sedang rakjat bagian terbesar tetap hidup melarat dan terumbang-ambing. Tjinta Tanah Air ini sudah terkenal di mana{{2}}. Tidak ada seorang Tionghoa, dimanapun ia berada akan sudi dikatakan tidak tjinta tanah air. Dan semua orang Tionghoa akan rela berkorban, berdjuang dan membanting tulang bila dikatakan, gunanja itu adalah untuk membela dan membangun Tanah Air. Karena tjinta tanah air, djuga sedia bersatu, lenjap segala pertentangan dan perbedaan golongan, partai atau faham. Sekarang, setelah Tentara Pembebasan Rakjat mendapat kemenangan jang gilang-gemilang, jang pertama kali dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan tahun itu, berdirilah Republik Rakjat dibawah pimpinan Pemerintah Rakjat untuk mengatur dan mempersembahkan segala pantjaran amal dari Tjinta Tanah Air jang meluap{{2}} setelah pembebasan itu, kepada mereka jang sangat ditjintai, jaitulah Sang Rakjat, jang akan mendjadi tiang, sendi dan benteng jang maha hebat dari Tiongkok Baru. Inilah tekad, hanja inilah nampaknja satu{{2}}nja ethik jang dikenal oleh para pemimpin Tiongkok sekarang, jaitulah Ethica<noinclude> {{rh|||11}}</noinclude> 1c8vly4n692kraa90agud13ktdzzwoj Halaman:Tiongkok Baru.pdf/13 104 35785 296428 105489 2026-05-21T06:58:06Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Populia, mengabdi kepada kepentingan Sang Rakjat. Hidup dan mati bersama Rakjat, timbul atau tenggelam bersama{{2}} dengan rakjat. Dan hasil daripada perdjuangan, praktek dari Tjinta Bangsa dan Tjinta Tanah Air, bukti jang njata dari patriotisme jang me-njala{{2}} itu, jang berpusat disekitar pribadi, djiwa raga dan rochnja Abdi Rakjat jang terbesar pernah saja lihat dan bertemu, Ketua Mao Tse Tung, sudah terhampar dihadapan mata kita jaitu sewaktu menjaksikan pawai pada tg. 1 Oktober 1951 dilapangan besar Tien An Men di-ibu kota Peking. Barisan angkatan perang jang lengkap, darat, laut dan udara (jang belakangan ini bukan orangnja sadja tapi juga pesawat{{2}} bermatjam djenis turut parade dibelakang tentara, diudara, persis muntjulnja dibelakang barisan djuru{{2}} terbang dan parachutis), kaum tani dan buruh, pemuda dan peladjar, wanita dan pahlawan kerdja, militia dari berbagai propinsi, barisan kebudajaan jang mena'djubkan (manusia itu disini se-olah{{2}} dilukis mendjadi gelombang bunga jang warna warni, lengkap dengan segala, musik, berdjalan sambil menari (tari dari segala matjam suku bangsa) dan menjanjil, diikuti lagi oleh rakjat umum dan berbagai organisasi dari kota Peking. Djumlahnja semua jang menjertai pawai itu tidak kurang dari 400 sampai 500 ribu orang. Demikian ta'djubnja kita melihat barisan itu, se-olah{{2}} kena pesona, dan hampir tidak terasa bahwa kita telah berdiri sedjak pk. 10 pagi sampai pk. 3 sore dengan pergi minum-istirahat sebentar kebawah tribune, sehingga sampai pada waktu sendja masih mem-bajang{{2}} segala apa jang dilihat pada siang harinja. Lebih{{2}} lagi, karena waktu sendja itu, diteruskan dengan permainan bunga api jang luar biasa indahnja. Entah dikendalikan oleh apa, kita tidak tahu, perasaan sedih entah girang, entah keduanja, tapi pada malamnja tangan dan djari, sudah bergerak memegang pena diatas kertas, dan hasilnja adalah sebuah sadjak seperti dibawah ini: {{C|<big>'''DJADI SAKSI:'''</big>}} <poem> Terhampar tubuh, benda berbagai rupa, Mengalir laksana arus air bah jang turun; Warna warni dihadapan mata membentang segala rupa, Besar ketjil, indah, permai, lagi jang perkasa. :Tak kusangka, tak terhingga, banjaknja kekajaan, :Mendjelma, keluar dari perbendaharaan djiwa dan alam, :Selama ini hanja mendjadi sebutan disebelah Selatan, :Tapi, kini, kusaksikan njata, disuluhi surja pelita alam. Wahai Pemimpin, benarkah engkau ada, Penundjuk djalan, pelopor tjita{{2}} menudju bahagia? Disini, dihadapanmu, tersedia segala rupa. :Didjadikan perlengkapan dan alat perintis djalan, :Enjah, musnah, terhindarlah segala hambatan, :Dan bebas, bergerak, madjulah Pahlawan ! </poem><noinclude> {{rh|12}}</noinclude> jy90qvup9ka8ssgyy9qw26fl13vtwxo Halaman:Tiongkok Baru.pdf/14 104 35786 296429 105864 2026-05-21T06:59:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><poem> Ach aku, kini disini, hanja sebagai saksi : Tidak pelaku dalam tjerita, dari permulaan, menudju puntja. :::::Achirnja ...... ? ...... Rakjat menanti ribuan djuta, bila gerangan djadi saudara; Timur, Selatan, Barat, Utara, rukun damai, seia sekata ......! {{r|Peking, malam 1/2 Oktober 1951. Kembang api, warna warni, djadi pelita pembuka hati ......}} </poem> Demikianlah kesan jang ditinggalkan oleh perajaan 1 Oktober didalam kalbu kita. Kembang api jang kita saksikan di malam 1-2 Oktober itu, adalah laksana sinar jang membawa tjahaja baru, mendjadi pelita jang menerangi kalbu. Mungkin karena hausnja djiwa kita selama ini, ingin melihat sesuatu, hasil tjiptaan dan kreasi dari rakjat jang berrevolusi........... bertahun{{2}} ditunggu............... hatta hingga kini, sesudah kembali dari Peking. Malah jang telah kita saksikan sesuatu jang menggembirakan ditahun 1945/46, sekarang sudah laju, mungkin telah mati, terbang lenjap dari kalbu dan djiwa manusia Indonesia. Dan kalau begitu, kemanakah gerangan lagi akan ditjari......... ? {{missing image}} <small>Ketika sampai di Hangchow, kota nan terindah di Tiongkok, ketiga anggauta delegasi Indonesia berkeliling danau, mengheningkan. pikiran dan mengenang perdjalanan jang telah lebih sebulan lamanja. Hawa sangat dingin, daun{{2}}an mulai rontok...</small><noinclude> {{rh|||13}}</noinclude> cmeei6b5vy6qmmtr28cec53kisqhht7 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/15 104 35788 296430 105492 2026-05-21T07:01:59Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|<big>'''III. SEDIKIT SEDJARAH.'''</big>}} {{dropinitial|K}}ita masih-ingat, sesudah penjerahan tentara Djepane ditahun 1945, daerah Tungpei (Manchuria) adalah diduduki oleh tentara USSR. Diwaktu itu pusat daerah{{2}} jang telah dibebaskan oleh TPR (People's Liberation Army) ialah di Yen-an. Disanalah berkedudukan putjuk pimpinan pemerintahan Kungchangtang. Sedjak tahun 1937, tentara Merah dan tentara Kuomintang adalah dalam berperang dengan Djepang. Daerah{{2}} jang diperintah dan didjaga oleh tentara Chiang Kai Shek dari tahun ketahun bertambah habis, sehingga mundur sampai ke Chungking. Disana mereka bertahan dan disana, bukan sadja tentara Tiongkok jang ada, akan tetapi djuga tentara Amerika, lebih: sesudah Djepang menjerang Teluk Mutiara. Satu ironi jang sangat tadjam mengedjek Chiang Kai Shek. dengan regiemnja : Dalam ia beserta segala kekuatan jang ada, berdjuang melawan Djepang, katanja, artinja melawan masuknja tentara asing jang menodai kedaulatan negara dan bangsa, maka sedjalan dengan itu, diizinkannja pula tentara Amerika masuk dan tetap tinggal di Chungking dan lain{{2}} tempat, se-olah{{2}} adanja tentara asing (Amerika) itu tidak pula berarti noda bagi kedaulatan bangsa dan negara Tiongkok. Njatanja, adanja tentara Amerika itu, tidak sedikitpun membawa kemadjuan dalam melawan Djepang. Sebaliknja tentara Kungchangtang dari tahun ketahun semakin banjak djuga rakjat dan semakin luas djuga darah jang menerima mereka dengan tangan terbuka. Banjak kedjadian{{2}} dari masa itu jang menundjukkan tragedi jang hebat{{2}} jang dihadapi mereka, disebabkan adanja perintah dari komando tertinggi, bahwa selama peperangan dengan bangsa asing berlaku, tidaklah holeh berkelahi atau bertjektjok dengan tentara Kuomintang. Walaupun sebelum tahun 37, mereka tak putus{{2}}nja di-kedjar{{2}} dan dibom oleh tentara Chiang Kai Shek. Keduanja harus berdjabatan tangan, walaupun sebenarnja pahit, terutama. bagi pihak TPR sebab harus serimg menerima permintaan rakjat, melindungi mereka dari sikap dan perbuatan tentara Chiang Kai Shek, jang kadang{{2}} sangat kedjam dan tidak menaruh belas kasihan terhadap rakjat, lebih{{2}} kalau mereka mundur teratur, terdesak oleh serangan{{2}} Djepang. Maka untuk menghindarkan adanja penderitaan{{2}} rakjat jang tidak perlu, TPR mengatur pendjagaan di satu{{2}} daerah, jang anggota{{2}}nja terdiri dari pemuda{{2}} daerah itu sendiri, sedang mereka sendiri madju berhadapan dengan tentara Djepang. Pun terhadap kekedjaman{{2}} tuan{{2}} tanah, barisan pendjaga ini harus dapat melindungi rakjat. Biasanja tuan{{2}} tanah itu bekerdja sama dengan tentara Kuomintang dan tidak keberatan pula bekerdjasama dengan Djepang. Dapat dipahamkan<noinclude> {{rh|14}}</noinclude> cf79jkf3hvfohxkycvxiuepmsojgcu2 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/16 104 35790 296431 105494 2026-05-21T07:04:03Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>betapa sulitnja posisi tentara Kungchangtang pada ketika itu dan sanggupnja mereka mengatasi segala kesukaran, itulah jang menjebabkan mereka sangat populer didaerah{{2}} jang pertama dibebaskan. Dibebaskan, artinja : bebas dari ketakutan terhadap tentara Kuomintang, bebas dari pemerasan dan kekedjaman tuan{{2}} tanah, dan lega hati mereka karena musuh (tentara asing) telah dapat diusir atau dibasmi. Delapan tahun TPR mendapat kesempatan untuk melatih diri mengatasi segala kesukaran itu, sambil mendidik dan melindungi rakjat, bertempur pula dengan musuh. Dengan begitu keunggulan mereka sudah terang dan njata, bila dibandingkan dengan tentara Chiang Kai Shek. Populariteit djangan dikata lagi. Pantas dan memang sudah sepantasnja mereka dianugerahi kemenangan jang gilang gemilang, jang belum ada taranja dalam sedjarah jang ribuan tahun pandjangnja itu. Tjotjok dengan adjaran agama Islam : Bila sungguh2 kamu menjerah (meniadakan kepentingan diri) meminta dan berusaha (berdjuang untuk kepentingan bersama dan kebahagiaan umat manusia), pastilah kemenangan itu akan beserta kamu ! Tapi, bila kemenangan sudah diperoleh, awas kalau takbur, sombong, bermegah{{2}} dan melupakan kepentingan ummatmu, nistjaja (djuga pasti) keruntuhan akan menanti kamu. Arkian maka pada pertengahan tahun 1945 terdjadilah penjerahan Djepang karena kedjatuhan bom-atom di Hiroshima. Kekalahan Djepang ini tidak diduga semula dan tak disangka pahwa datangnja selekas itu. Oleh karena itu dipihak Sekutu tidak ada bersiap{{2}} untuk menerima penjerahan itu. Diseluruh front kedudukan tentara masih tetap sebagai dalam pertempuran. Begitu djuga djalannja dan tempatnja persediaan{{2}} dari masing{{2}} negeri Sekutu. Keadaan ini bagi Tiongkok jang diduduki Djepang selama perang sangat menjulitkan, terutama bagi pihak Chiang Kai Shek jang sudah mundur djauh kebagian pedalaman dari negerinja. Dalam pada itu tentara Sovjet sudah menduduki hampir seluruh Manchuria dan Korea. Menurut perdjandjian diantara negeri2 Sekutu, bila habis perang dan Djepang kalah, maka daerah Tiongkok akan diserahkan semuanja kepada Pemerintah Tiongkok, termasuk djuga Taiwan dan Manchuria. Jang tersebut belakangan ini harus diserahkan oleh Sovjet kepada Pemerintah Tiongkok, jaitu Kuomintang regime. Begitu menurut perdjandjian. Sesudah musuh Tiongkok, Djepang, tidak berdaja lagi di Tiongkok, maka pihak Kuomintang dan Kungchangtang kembali bertempur satu sama lain. Kita masih ingat berita{{2}} dari Tiongkok tentang perundingan{{2}} jang dilakukan antara kedua belah pihak untuk mendapat persetudjuan. Rupanja perundingan itu sengadja digagalkan, sebab perlunja bagi Chiang Kai Shek ialah untuk mendapat tempo guna mendatangkan sendjata{{2}} Amerika. Atas nasehat pihak Amerika maka diadakan gentjatan sendjata. Perundingan gagal, pihak Kuomintang atas advies Amerika merasa sudah waktunja untuk menjerang kembali. Dengan setjara tidak djudjur penjerangan{{2}} dilakukan<noinclude> {{rh|||15}}</noinclude> 2yjb91xauzkct4u7aq3uzxvgn6y1c2e 296467 296431 2026-05-21T07:57:57Z Link PB 26772 296467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>betapa sulitnja posisi tentara Kungchangtang pada ketika itu dan sanggupnja mereka mengatasi segala kesukaran, itulah jang menjebabkan mereka sangat populer didaerah{{2}} jang pertama dibebaskan. Dibebaskan, artinja : bebas dari ketakutan terhadap tentara Kuomintang, bebas dari pemerasan dan kekedjaman tuan{{2}} tanah, dan lega hati mereka karena musuh (tentara asing) telah dapat diusir atau dibasmi. Delapan tahun TPR mendapat kesempatan untuk melatih diri mengatasi segala kesukaran itu, sambil mendidik dan melindungi rakjat, bertempur pula dengan musuh. Dengan begitu keunggulan mereka sudah terang dan njata, bila dibandingkan dengan tentara Chiang Kai Shek. Populariteit djangan dikata lagi. Pantas dan memang sudah sepantasnja mereka dianugerahi kemenangan jang gilang gemilang, jang belum ada taranja dalam sedjarah jang ribuan tahun pandjangnja itu. Tjotjok dengan adjaran agama Islam : Bila sungguh{{2}} kamu menjerah (meniadakan kepentingan diri) meminta dan berusaha (berdjuang untuk kepentingan bersama dan kebahagiaan umat manusia), pastilah kemenangan itu akan beserta kamu ! Tapi, bila kemenangan sudah diperoleh, awas kalau takbur, sombong, bermegah{{2}} dan melupakan kepentingan ummatmu, nistjaja (djuga pasti) keruntuhan akan menanti kamu. Arkian maka pada pertengahan tahun 1945 terdjadilah penjerahan Djepang karena kedjatuhan bom-atom di Hiroshima. Kekalahan Djepang ini tidak diduga semula dan tak disangka pahwa datangnja selekas itu. Oleh karena itu dipihak Sekutu tidak ada bersiap{{2}} untuk menerima penjerahan itu. Diseluruh front kedudukan tentara masih tetap sebagai dalam pertempuran. Begitu djuga djalannja dan tempatnja persediaan{{2}} dari masing{{2}} negeri Sekutu. Keadaan ini bagi Tiongkok jang diduduki Djepang selama perang sangat menjulitkan, terutama bagi pihak Chiang Kai Shek jang sudah mundur djauh kebagian pedalaman dari negerinja. Dalam pada itu tentara Sovjet sudah menduduki hampir seluruh Manchuria dan Korea. Menurut perdjandjian diantara negeri2 Sekutu, bila habis perang dan Djepang kalah, maka daerah Tiongkok akan diserahkan semuanja kepada Pemerintah Tiongkok, termasuk djuga Taiwan dan Manchuria. Jang tersebut belakangan ini harus diserahkan oleh Sovjet kepada Pemerintah Tiongkok, jaitu Kuomintang regime. Begitu menurut perdjandjian. Sesudah musuh Tiongkok, Djepang, tidak berdaja lagi di Tiongkok, maka pihak Kuomintang dan Kungchangtang kembali bertempur satu sama lain. Kita masih ingat berita{{2}} dari Tiongkok tentang perundingan{{2}} jang dilakukan antara kedua belah pihak untuk mendapat persetudjuan. Rupanja perundingan itu sengadja digagalkan, sebab perlunja bagi Chiang Kai Shek ialah untuk mendapat tempo guna mendatangkan sendjata{{2}} Amerika. Atas nasehat pihak Amerika maka diadakan gentjatan sendjata. Perundingan gagal, pihak Kuomintang atas advies Amerika merasa sudah waktunja untuk menjerang kembali. Dengan setjara tidak djudjur penjerangan{{2}} dilakukan<noinclude> {{rh|||15}}</noinclude> q6d4qsig5r9n7qdzr3cq2vi384gchn0 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/17 104 35792 296432 105838 2026-05-21T07:05:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dengan sekonjong2. Yen-an pun dibombardir. Segala usul dari pinak Kungchantang tidak diindahkan oleh Chiang Kai Shek. atas advies Amerika lagi. Kedjadian gentjatan sendjata seperti inilah jang dichawatirkan oleh pihak Korea dan Tiongkok baru2 ini dalam peperangan di Korea. Mereka tidak pertjaja bahwa Amerika akan tjukup djudjur untuk mendjalankan gentjatan sendjata dan mentjapai persetudjuan dalam perundingan. Amerika, walaupun bagaimana manis mulutnja, tetaplah di pandang sebagai negara kapitalis-imperialis jang djika perlu akan melakukan agressi untuk kepentingan kaum modal dan kepentingan kaum modal dan penghasut2 perangnja. Maka sampai pada hari inipun, kita lihatlah bahwa perundingan di Korea tidak sedikit mendapat kemadjuan, sekalipun korban Amerika dari hari kehari bertambah banjak, disebabkan pihak Korea dan Sukarela Tiongkok sudah semakin maklum bagaimaria taktik jang harus didjalankan untuk menghantjurkan tentara Amerika. Lebih2 dimusim dingin. Waktu diadakan pertundjukan mengenai hasil peperangan di Korea, kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri, berapa banjaknja surat2 bertimbun jang diambil dari tentara Amerika jang ditawan atau mati. Begitu pula berbagai matjam alat sendjata, ringan dan berat, sampai kepada bagian2 dalam dari pesawat udara, jang bertjap dan bertulisan2 Amerika. Jang sangat menarik hati ialah kebanjakan surat2 itu adalah dari kekasih² dan hulu sendjata pistol opsir ada jang dihiasi dengan gambar perempuan telandjang. Semuanja itu menundjukkan betapa moral dan semangat serdadu Amerika didalam peperangan Korea. Begitulah pertempuran berkobar antara Kungchantang dengan Kuomintang, sedang Sovjet masih menduduki Manchuria. Tibalah waktunja bagi Sovjet untuk mengundurkan diri dari sana. Chiang Kai Shek atas advies Amerika belum bersedia menerima pengoperan dari Sovjet, oleh sebab itu dimintanja pada Sovjet supaja suka tinggal lebih lama lagi. Sovjet mengabulkan permintaan itu dan tinggal lebih lama. Pihak Kungchantang barang tentu memadjukan protes, sebab dengan begitu tenaga Chiang Kai Shek jang dipersendjatai oleh Amerika itu dipusatkan dan tertudju kepada mereka. Pembatja barangkali akan berkata bahwa Sovjet akan lebih mendengarkan protes Kungchantang itu. Tidak! Djawabnja kepada Ketua Mao Tse Tung ialah: Sekalipun kawan sefaham, akan tetapi kewadjiban jang diletakkan diatas bahu kami sebagai pihak jang ikut menanda-tangani perdjandjian adalah lebih berat daripada persahabatan. Untuk kedua kali Chiang Kai Shek meminta lagi agar Sovjet tinggal lebih lama setelah waktu jang didjandjikan tadi sudah tiba sa'atnja. Jang kedua inipun masih dikabulkan oleh Sovjet. Dalam pada itu sendjata Amerika semakin membandjir. (Ingat penasehat Marshall !). Ketika Chiang Kai Shek untuk ketiga kalinja memintak diundurkan penarikan kembali tentara Merah dari Manchuria itu, pihak Sovjet tidak dapat mengabulkan lagi, dan tentaranja pun ditarik dari seluruh Manchuria digantikan oleh tentara Kuomintang.<noinclude> {{rh|16}}</noinclude> ghwyye79j8hi9sexd37mrnsnepkdy4x 296466 296432 2026-05-21T07:57:36Z Link PB 26772 296466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dengan sekonjong{{2}}. Yen-an pun dibombardir. Segala usul dari pinak Kungchantang tidak diindahkan oleh Chiang Kai Shek. atas advies Amerika lagi. Kedjadian gentjatan sendjata seperti inilah jang dichawatirkan oleh pihak Korea dan Tiongkok baru{{2}} ini dalam peperangan di Korea. Mereka tidak pertjaja bahwa Amerika akan tjukup djudjur untuk mendjalankan gentjatan sendjata dan mentjapai persetudjuan dalam perundingan. Amerika, walaupun bagaimana manis mulutnja, tetaplah di pandang sebagai negara kapitalis-imperialis jang djika perlu akan melakukan agressi untuk kepentingan kaum modal dan kepentingan kaum modal dan penghasut{{2}} perangnja. Maka sampai pada hari inipun, kita lihatlah bahwa perundingan di Korea tidak sedikit mendapat kemadjuan, sekalipun korban Amerika dari hari kehari bertambah banjak, disebabkan pihak Korea dan Sukarela Tiongkok sudah semakin maklum bagaimaria taktik jang harus didjalankan untuk menghantjurkan tentara Amerika. Lebih{{2}} dimusim dingin. Waktu diadakan pertundjukan mengenai hasil peperangan di Korea, kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri, berapa banjaknja surat{{2}} bertimbun jang diambil dari tentara Amerika jang ditawan atau mati. Begitu pula berbagai matjam alat sendjata, ringan dan berat, sampai kepada bagian{{2}} dalam dari pesawat udara, jang bertjap dan bertulisan{{2}} Amerika. Jang sangat menarik hati ialah kebanjakan surat{{2}} itu adalah dari kekasih{{2}} dan hulu sendjata pistol opsir ada jang dihiasi dengan gambar perempuan telandjang. Semuanja itu menundjukkan betapa moral dan semangat serdadu Amerika didalam peperangan Korea. Begitulah pertempuran berkobar antara Kungchantang dengan Kuomintang, sedang Sovjet masih menduduki Manchuria. Tibalah waktunja bagi Sovjet untuk mengundurkan diri dari sana. Chiang Kai Shek atas advies Amerika belum bersedia menerima pengoperan dari Sovjet, oleh sebab itu dimintanja pada Sovjet supaja suka tinggal lebih lama lagi. Sovjet mengabulkan permintaan itu dan tinggal lebih lama. Pihak Kungchantang barang tentu memadjukan protes, sebab dengan begitu tenaga Chiang Kai Shek jang dipersendjatai oleh Amerika itu dipusatkan dan tertudju kepada mereka. Pembatja barangkali akan berkata bahwa Sovjet akan lebih mendengarkan protes Kungchantang itu. Tidak! Djawabnja kepada Ketua Mao Tse Tung ialah: Sekalipun kawan sefaham, akan tetapi kewadjiban jang diletakkan diatas bahu kami sebagai pihak jang ikut menanda-tangani perdjandjian adalah lebih berat daripada persahabatan. Untuk kedua kali Chiang Kai Shek meminta lagi agar Sovjet tinggal lebih lama setelah waktu jang didjandjikan tadi sudah tiba sa'atnja. Jang kedua inipun masih dikabulkan oleh Sovjet. Dalam pada itu sendjata Amerika semakin membandjir. (Ingat penasehat Marshall !). Ketika Chiang Kai Shek untuk ketiga kalinja memintak diundurkan penarikan kembali tentara Merah dari Manchuria itu, pihak Sovjet tidak dapat mengabulkan lagi, dan tentaranja pun ditarik dari seluruh Manchuria digantikan oleh tentara Kuomintang.<noinclude> {{rh|16}}</noinclude> q09850a2c4oqcz7t5iplju2fy20vml9 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/18 104 35793 296433 105839 2026-05-21T07:07:48Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keterangan ini bukan tjerita jang saja dengar di Peking akan tetapi dapat dibatja dalam buku ,,New China", Three Views, karangan Van der Spenkel, Michael Lindsay dan Robert Guillain, orang Inggeris dan Amerika sendiri. Pembatja sendiri sudah dapat meneruskan sedjarah ini. Sesudah Manchuria berada ditangan tentara Chiang Kai Shek maka pukulan Kungchantang bertubi² pukulan jang bersembojan Musuh djangan dikasih bernafas! Shenyang (Mukden), Chinchow, Chinhwangtao, Tangshan dan Tientsin berturut2 djatuh ketangan T.P.R. sedang Peking menjerah dengan tidak melawan lebih dulu. Dengan begitu seluruh sendjata Amerika jang berada di daerah Manchuria dan jang sedang ditengah djalan djatuh ketangan tentara Kungchantang. Tidak heran dan agak synis kalau kita mendengar perkataan dari pihak pembesar RRT bahwa jang pertama membantu mereka dalam persendjataan ialah... Amerika sendiri. Setelah melihat keadaan di Mukden dan sekitarnja, sampai kedesa2, tidak heran, kalau Amerika mengadakan spekulasi besar-besaran dalam membantu Chiang Kai Shek dengan sendjata. Betapa tidak, daerah Manchuria adalah terkenal se bagai sumber tenaga kekuatan Djepang. Djepang dengan tidak ada Manchuria, rasanja tempo hari tidak akan sanggup memulai peperangan dengan menjerang sekonjong2 Teluk Mutiara. Daerah Tungpei itu memanglah daerah jang makmur. Tanahnja subur. Ada padi, djagung, gandum d.1.1. dan kaja pula akan beberapa matjam barang tambang. Perhubungan kereta apinja adalah sangat baik dan paberik2 berbagai matjam banjak sekali. Diwaktu keliling kota di Shenyang (sight-seeing), kota besar dan modern itu, kelihatan sebuah gedung besar. Rupanja sebelum perang kepunjaan Amerika. Kabarnja kapitalis2 Amerika banjak mendapat keuntungan dari sana dengan kerdjasama dengan Djepang. Tidak heran kalau Amerika sebagai negeri kapitalis, karena itu harus imperialistis, ngiler sekali melihat daerah Tungpei itu. Untung2an, bila Chiang Kai Shek menang, tentu akan mendapat apa², entah konsessi, entah apa. Tapi tentu akan mendapat, sebab Chiang Kai Shek telah berada dalam genggaman kukunja. Beruntunglah rakjat Tungpei dan Tiongkok umumnja, tentara Chiang Kai Shek itu tak berdaja untuk menahan serangan Kungchantang, sekalipun persendjataan jang diterimanja dari Amerika sudah tjukup dan lengkap. Dengan tergopoh2 beberapa paberik dirusakkan mereka mesin2nja dan sambil lari ada djuga jang dibawanja keselatan. Tapi kaum buruh Shenyang tidak bodoh. Mereka tahu bahwa mesin itu adalah tiang penghidupan mereka. Oleh sebab itu, sebelum berhadapan dengan Kungchantang, tentara Chiang Kai Shek itu dikatjaukan oleh kaum buruh sendiri, baik jang laki2, lebih berani lagi buruh wanita, sehingga kadang2 satu pasukan Chiang Kai Shek dibikin tidak berdaja oleh mereka. Sistem perlawanan buruh itu diteruskan ke Selatan, kota2 besar lainnja seperti Tientsin, Nanking, Shanghai, Kanton d.1.1. Dengan<noinclude> {{rh|||17}}</noinclude> 5bse9lhdln276bb7e2o6nr0w1gk6clq 296465 296433 2026-05-21T07:57:02Z Link PB 26772 296465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keterangan ini bukan tjerita jang saja dengar di Peking akan tetapi dapat dibatja dalam buku ,,New China", Three Views, karangan Van der Spenkel, Michael Lindsay dan Robert Guillain, orang Inggeris dan Amerika sendiri. Pembatja sendiri sudah dapat meneruskan sedjarah ini. Sesudah Manchuria berada ditangan tentara Chiang Kai Shek maka pukulan Kungchantang bertubi{{2}} pukulan jang bersembojan Musuh djangan dikasih bernafas! Shenyang (Mukden), Chinchow, Chinhwangtao, Tangshan dan Tientsin berturut{{2}} djatuh ketangan T.P.R. sedang Peking menjerah dengan tidak melawan lebih dulu. Dengan begitu seluruh sendjata Amerika jang berada di daerah Manchuria dan jang sedang ditengah djalan djatuh ketangan tentara Kungchantang. Tidak heran dan agak synis kalau kita mendengar perkataan dari pihak pembesar RRT bahwa jang pertama membantu mereka dalam persendjataan ialah... Amerika sendiri. Setelah melihat keadaan di Mukden dan sekitarnja, sampai kedesa{{2}}, tidak heran, kalau Amerika mengadakan spekulasi besar-besaran dalam membantu Chiang Kai Shek dengan sendjata. Betapa tidak, daerah Manchuria adalah terkenal se bagai sumber tenaga kekuatan Djepang. Djepang dengan tidak ada Manchuria, rasanja tempo hari tidak akan sanggup memulai peperangan dengan menjerang sekonjong{{2}} Teluk Mutiara. Daerah Tungpei itu memanglah daerah jang makmur. Tanahnja subur. Ada padi, djagung, gandum d.1.1. dan kaja pula akan beberapa matjam barang tambang. Perhubungan kereta apinja adalah sangat baik dan paberik{{2}} berbagai matjam banjak sekali. Diwaktu keliling kota di Shenyang (sight-seeing), kota besar dan modern itu, kelihatan sebuah gedung besar. Rupanja sebelum perang kepunjaan Amerika. Kabarnja kapitalis{{2}} Amerika banjak mendapat keuntungan dari sana dengan kerdjasama dengan Djepang. Tidak heran kalau Amerika sebagai negeri kapitalis, karena itu harus imperialistis, ngiler sekali melihat daerah Tungpei itu. Untung{{2}}an, bila Chiang Kai Shek menang, tentu akan mendapat apa{{2}}, entah konsessi, entah apa. Tapi tentu akan mendapat, sebab Chiang Kai Shek telah berada dalam genggaman kukunja. Beruntunglah rakjat Tungpei dan Tiongkok umumnja, tentara Chiang Kai Shek itu tak berdaja untuk menahan serangan Kungchantang, sekalipun persendjataan jang diterimanja dari Amerika sudah tjukup dan lengkap. Dengan tergopoh{{2}} beberapa paberik dirusakkan mereka mesin{{2}}nja dan sambil lari ada djuga jang dibawanja keselatan. Tapi kaum buruh Shenyang tidak bodoh. Mereka tahu bahwa mesin itu adalah tiang penghidupan mereka. Oleh sebab itu, sebelum berhadapan dengan Kungchantang, tentara Chiang Kai Shek itu dikatjaukan oleh kaum buruh sendiri, baik jang laki{{2}}, lebih berani lagi buruh wanita, sehingga kadang{{2}} satu pasukan Chiang Kai Shek dibikin tidak berdaja oleh mereka. Sistem perlawanan buruh itu diteruskan ke Selatan, kota{{2}} besar lainnja seperti Tientsin, Nanking, Shanghai, Kanton d.1.1. Dengan<noinclude> {{rh|||17}}</noinclude> myjdmaqorsk1t1g3mwpcwuyc05x5qct Halaman:Tiongkok Baru.pdf/19 104 35794 296434 105840 2026-05-21T07:14:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>begitu dalam tempo jang sangat pendek pasukan Chiang Kai Shek itu telah terusir dari seluruh daratan Tiongkok dengan terpaksa meninggalkan sendjata jang diterimanja dari Amerika. Malahan Peking sama sekali wutuh djatuh ketangan Tentara Pembebasan Rakjat. Bukan Chiang Kai Shek dan gerombolannja sadja jang terusir akan tetapi tentara Amerika pun harus angkat kaki dari pangkalan lautnja di Tsingtao, tempat mana diberikan Chiang Kai Shek untuk mendjadi tempat kedudukan kapal2 perang Amerika. Dengan kemenangan T.P.R. itu, djangankan kapal perang asing, satu orang tentara asingpun tak ada lagi didaratan Tiongkok, sehingga dengan begitu, kedaulatan Tiongkok jang selama ini ternoda dengan bermatjam2 djalan (ingat Shanghai, kota metropol jang hampir semuanja berada dalam tangan bangsa asing, jang selain mendudukkan angkatan perang masing2 disana, djuga mempunjai kepolisian sendiri jang lengkap). Setelah menjaksikan keadaan kota Shanghai maka dapatlah pula dimengerti, bahwa terusirnja bangsa asing dari sana itu berartilah mereka kehilangan satu mutiara jang sangat berharga di Timur Djauh. Tidak heran, kalau hal ini menjebabkan mereka panas hati dan berusaha sedapat mungkin, agar dapat duduk kembali di Shanghai. Tapi keadaan baru di Tiongkok sekarang tidak mengizinkan lagi kembalinja kekuasaan orang asing kesana. Kedudukan Tiongkok jang selama ini ternoda, sudah disutjikan untuk pertama kali dan seterusnja. Keadaan rakjat Tiongkok Baru sekarang akan dapat mendjamin terpeliharanja kedaulatan Bangsa dan Tanah Airnja. Pemimpin2 RRT sekarang jakin betul akan hal itu, sebab mereka telah membuktikan tjintanja pada rakjat dan akan seterusnja mengabdikan diri bagi kepentingan dan keselamatan Rakjat. Bukan dengan omong, pidato atau amanat atau rentjana ahli berbagai matjam, jang tak berdjalan akan tetapi dengan bukti jang njata dan langsung dapat dirasakan oleh rakjat itu dalam kehidupannja sehari2. Sembarang pelantjong sadja akan dapat melihat kontrasi jang menjolok mata, bila ia, setelah menjaksikan keadaan di Tiongkok Baru, lantas pergi pula kenegeri Thailand (Bangkok). Satu sudut sadja di Bangkok sudah tjukup membuktikan perbedaan jang menjolok mata itu. Kalau di Tiongkok tidak satu pun barang Amerika, maka di Pasar Bangkok akan kelihatan bahwa semuanja barang adalah made in U.S.A. sampai kepada barang keperluan jang seketjil2nja. Kalau di Tiongkok dulu banjak kekuasaan orang asing dan di Bangkok hanja 8-9 orang bangsa Amerika, maka sekarang di Tiongkok, semua jang berbau asing (jang membahajakan) sudah tidak ada tapi di Bangkok sudah ribuan orang Amerika. Demikianlah sekedar perbandingan riwajat, dahulu dan sekarang, <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|19}}</noinclude> dkzhhovczu6bt3m381jh8cfo3v4zv4b 296463 296434 2026-05-21T07:56:12Z Link PB 26772 296463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>begitu dalam tempo jang sangat pendek pasukan Chiang Kai Shek itu telah terusir dari seluruh daratan Tiongkok dengan terpaksa meninggalkan sendjata jang diterimanja dari Amerika. Malahan Peking sama sekali wutuh djatuh ketangan Tentara Pembebasan Rakjat. Bukan Chiang Kai Shek dan gerombolannja sadja jang terusir akan tetapi tentara Amerika pun harus angkat kaki dari pangkalan lautnja di Tsingtao, tempat mana diberikan Chiang Kai Shek untuk mendjadi tempat kedudukan kapal{{2}} perang Amerika. Dengan kemenangan T.P.R. itu, djangankan kapal perang asing, satu orang tentara asingpun tak ada lagi didaratan Tiongkok, sehingga dengan begitu, kedaulatan Tiongkok jang selama ini ternoda dengan bermatjam{{2}} djalan (ingat Shanghai, kota metropol jang hampir semuanja berada dalam tangan bangsa asing, jang selain mendudukkan angkatan perang masing{{2}} disana, djuga mempunjai kepolisian sendiri jang lengkap). Setelah menjaksikan keadaan kota Shanghai maka dapatlah pula dimengerti, bahwa terusirnja bangsa asing dari sana itu berartilah mereka kehilangan satu mutiara jang sangat berharga di Timur Djauh. Tidak heran, kalau hal ini menjebabkan mereka panas hati dan berusaha sedapat mungkin, agar dapat duduk kembali di Shanghai. Tapi keadaan baru di Tiongkok sekarang tidak mengizinkan lagi kembalinja kekuasaan orang asing kesana. Kedudukan Tiongkok jang selama ini ternoda, sudah disutjikan untuk pertama kali dan seterusnja. Keadaan rakjat Tiongkok Baru sekarang akan dapat mendjamin terpeliharanja kedaulatan Bangsa dan Tanah Airnja. Pemimpin{{2}} RRT sekarang jakin betul akan hal itu, sebab mereka telah membuktikan tjintanja pada rakjat dan akan seterusnja mengabdikan diri bagi kepentingan dan keselamatan Rakjat. Bukan dengan omong, pidato atau amanat atau rentjana ahli berbagai matjam, jang tak berdjalan akan tetapi dengan bukti jang njata dan langsung dapat dirasakan oleh rakjat itu dalam kehidupannja sehari{{2}}. Sembarang pelantjong sadja akan dapat melihat kontrasi jang menjolok mata, bila ia, setelah menjaksikan keadaan di Tiongkok Baru, lantas pergi pula kenegeri Thailand (Bangkok). Satu sudut sadja di Bangkok sudah tjukup membuktikan perbedaan jang menjolok mata itu. Kalau di Tiongkok tidak satu pun barang Amerika, maka di Pasar Bangkok akan kelihatan bahwa semuanja barang adalah made in U.S.A. sampai kepada barang keperluan jang seketjil{{2}}nja. Kalau di Tiongkok dulu banjak kekuasaan orang asing dan di Bangkok hanja 8-9 orang bangsa Amerika, maka sekarang di Tiongkok, semua jang berbau asing (jang membahajakan) sudah tidak ada tapi di Bangkok sudah ribuan orang Amerika. Demikianlah sekedar perbandingan riwajat, dahulu dan sekarang, <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|19}}</noinclude> 2j1kezcs8nwxenvhd9iyszii09hr8dk Halaman:Tiongkok Baru.pdf/20 104 35795 296435 105841 2026-05-21T07:17:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''IV. SOAL PERSATUAN DAN KEAMANAN.'''}} {{dropinitial|D}}engan terusirnja kliek Kuomintang dan bangsa asing jang orang bahwa di Tiongkok itu tentu akan timbul kekatjauan, setidak²nja pertentangan. Kekatjauan, karena menurut sangka orang, Kungchantang tidak akan sanggup mengurus perekonomian dan menjehatkan keuangan. Apa lagi kalau diblokkade terus oleh Amerika. Pertentangan, karena barang tentu, menurut pendapat orang jang hanja tahu adanja logika (djuga dalam kedjadian2 dalam masjarakat) dan tidak kenal pada dialektika, barang tentulah Chiang Kai Shek meninggalkan banjak kakitangannja untuk membuat provokasi, menghasut2 dan barang tentu pula orang asing jang telah diusir kekuasaannja, lebih2 Amerika, tidak akan segan² mengeluarkan ongkos, langsung atau dengan perantaraan Chang Kai Shek, untuk menimbulkan pertentangan dan kalau mungkin, pertarungan2 dan pertempuran didalam masjarakat jang telah dikuasai Kungchangtang itu, sebagaimana halnja dulu ketika Revolusi Rusia telah mendapat kemenangan dibawah pimpinan Lenin, pihak feodal-burdjuis-kapitalis Rusia (jang disebut Rus Putih diluar negeri) dan kawan2nja diluar negeri (Perantjis, Inggeris, Amerika dan Djepang) bertahun2 lamanja. menimbulkan kekatjauan dan membelandjai perlawanan terhadap kekuasaan Sovjet jang telah terduduk itu. L'histoire s'est répéte, begitu sangka orang jang hanja berpikir menurut logika, djadi kedjadian di Sovjet dulu itu, tentu akan timbul dan ditimbulkan pula di RRT. Kemungkinan tentu ada, oleh sebab itu para pembesar RRT sudah bersedia2 menghadapinja dan sebaik ada, dengan tidak kenal ampun segala kaum reaksioner dan anti-revolusioner terus dipukul, diberi gandjaran jang setimpal dengan deradjat ke-reaksionerannja. Jang tidak begitu berbahaja, akan dibimbing kedjalan jang benar dan jang segera mungkin merugikan dan membahajakan pada djalannja revolusi menudju kemenangan, lantas dibasmi. Inilah salah satu segi daripada pengertian diktatuur rakjat demokratis (People's Democratic Dictatorship), bahwa segalanja didasarkan kepada kepentingan rakjat dan kemenangan revolusi rakjat. Untuk mentjapai itu, segala tenaga harus dipakai, tidak seorangpun akan ditolak dalam barisan pembangunan dan pertahanan masjarakat rakjat jang demokratis. Diatas segala2nja harus diingat bahwa pemerasan dan penindasan oleh seorang atas orang lain, harus lenjap. Harga menghargai dan hormat menghormati. Dari itu ditjiptakan sebagai lambang Tiongkok Baru, empat bintang dibenderanja, jang berarti pengakuan terhadap 4 golongan rakjat, menurut lapang pekerdjaan dan kewadjibannja, jaitu: tani, buruh, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional. Ke-empat-empatnja adalah duduk sama rendah dan tegak sama tinggi. Bintang besar disamping bintang jang empat itu<noinclude> {{rh|||19}}</noinclude> bsxhy8vukgsdtuji8xcxdvyqjq4mzxv 296462 296435 2026-05-21T07:55:45Z Link PB 26772 296462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''IV. SOAL PERSATUAN DAN KEAMANAN.'''}} {{dropinitial|D}}engan terusirnja kliek Kuomintang dan bangsa asing jang orang bahwa di Tiongkok itu tentu akan timbul kekatjauan, setidak{{2}}nja pertentangan. Kekatjauan, karena menurut sangka orang, Kungchantang tidak akan sanggup mengurus perekonomian dan menjehatkan keuangan. Apa lagi kalau diblokkade terus oleh Amerika. Pertentangan, karena barang tentu, menurut pendapat orang jang hanja tahu adanja logika (djuga dalam kedjadian{{2}} dalam masjarakat) dan tidak kenal pada dialektika, barang tentulah Chiang Kai Shek meninggalkan banjak kakitangannja untuk membuat provokasi, menghasut{{2}} dan barang tentu pula orang asing jang telah diusir kekuasaannja, lebih{{2}} Amerika, tidak akan segan{{2}} mengeluarkan ongkos, langsung atau dengan perantaraan Chang Kai Shek, untuk menimbulkan pertentangan dan kalau mungkin, pertarungan{{2}} dan pertempuran didalam masjarakat jang telah dikuasai Kungchangtang itu, sebagaimana halnja dulu ketika Revolusi Rusia telah mendapat kemenangan dibawah pimpinan Lenin, pihak feodal-burdjuis-kapitalis Rusia (jang disebut Rus Putih diluar negeri) dan kawan{{2}}nja diluar negeri (Perantjis, Inggeris, Amerika dan Djepang) bertahun{{2}} lamanja. menimbulkan kekatjauan dan membelandjai perlawanan terhadap kekuasaan Sovjet jang telah terduduk itu. L'histoire s'est répéte, begitu sangka orang jang hanja berpikir menurut logika, djadi kedjadian di Sovjet dulu itu, tentu akan timbul dan ditimbulkan pula di RRT. Kemungkinan tentu ada, oleh sebab itu para pembesar RRT sudah bersedia{{2}} menghadapinja dan sebaik ada, dengan tidak kenal ampun segala kaum reaksioner dan anti-revolusioner terus dipukul, diberi gandjaran jang setimpal dengan deradjat ke-reaksionerannja. Jang tidak begitu berbahaja, akan dibimbing kedjalan jang benar dan jang segera mungkin merugikan dan membahajakan pada djalannja revolusi menudju kemenangan, lantas dibasmi. Inilah salah satu segi daripada pengertian diktatuur rakjat demokratis (People's Democratic Dictatorship), bahwa segalanja didasarkan kepada kepentingan rakjat dan kemenangan revolusi rakjat. Untuk mentjapai itu, segala tenaga harus dipakai, tidak seorangpun akan ditolak dalam barisan pembangunan dan pertahanan masjarakat rakjat jang demokratis. Diatas segala{{2}}nja harus diingat bahwa pemerasan dan penindasan oleh seorang atas orang lain, harus lenjap. Harga menghargai dan hormat menghormati. Dari itu ditjiptakan sebagai lambang Tiongkok Baru, empat bintang dibenderanja, jang berarti pengakuan terhadap 4 golongan rakjat, menurut lapang pekerdjaan dan kewadjibannja, jaitu: tani, buruh, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional. Ke-empat-empatnja adalah duduk sama rendah dan tegak sama tinggi. Bintang besar disamping bintang jang empat itu<noinclude> {{rh|||19}}</noinclude> c55te756ng8ajmalhkza6303ez3tg06 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/21 104 35796 296436 105842 2026-05-21T07:19:08Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berarti bahwa golongan buruhlah jang memegang pimpinan dalam mentjapai kemenangan bagi revolusi. Djadi antara kapital dan arbeid bukanlah diadu atau dipertentangkan akan tetapi didamaikan. Kapital djangan rugi dan kaum buruh djangan sampai ditindas dan diperas. Adanja golongan dan partaipun demikian pula. Bukan untuk dipertentangkan dan diadu satu sama lain, akan tetapi untuk diadjak bekerdja sama, cooperate satu dengan jang lain. Masing2 mempunjai tugas kewadjiban terhadap negara dan masjarakat. Tidak ada golongan atau partai jang boleh menganggap dirinja lebih dari jang lain. Tidak ada jang kiri dan tidak ada kanan. Ukuran hanja satu, bekerdja untuk negara dan masjarakat. Setiap orang bisa, asal ada kemauan, maksud baik kedjudjuran dan keichlasan. Kesempatan dibuka seluas2nja, ditolong, njata. Tidak mementingkan diri atau golongan akan tetapi mengutamakan kepentingan bangsa dan Tanah Air dan pembangunan masjarakat baru. Inilah jang sudah mendjadi kenjataan di Tiongkok Baru, sekalipun baru dua tahun lamanja berdiri. Semua orang dan golongan bekerdja dengan tidak banjak bitjara. Hasil pekerdjaanlah jang diutamakan, bukan debat mengenai alasan2 kosong, dengan istilah2 muluk: wetenschappelijk, juridis, staatsrechtelijk, standing internasional dsb., sedang dalam kenjataan terbukti semua kosong melompong, tidak berisi. Memang kita di Indonesia ini susah memahamkan apa jang terdjadi dan terlaksana di Tiongkok sekarang, sebab adanja tjara berpikir jang hanja logis intellektualistis, jang menganggap dan mengira tidak akan bisa terdjadi atau terlaksana sesuatu, bila menurut pendapatnja tidak mungkin didjalankan menurut logika dalam otaknja sendiri, tidak tahu bahwa diluar otaknja jang segenggam itu masih banjak jang bisa terdjadi. Hal ini dapat dimengerti karena tak ada pengalaman dan kemampuan, hanja teori melambung kelangit. Tiongkok sudah kembali kepada aslinja, lahir dan bathin materil dan geestelijk, philosofis, cultureel dan wetenschappelijk. Sedang kita di Indonesia, namanja sadja merdeka. Pengaruh asing masih tetap ada, sedang di Tiongkok sudah bersih sama sekali. Bila dipikir dalam², maka di Indonesia, orang bukan mentjapai persatuan, kerdjasama dan cooperate satu dengan jang lain, melainkan ternjata sekarang masjarakat kita sudah mengalami per-sate-an, akibat anggapan jang hanja tahu ,,benar sendiri", orang lain salah dan tidak betul. Tjuriga mentjurigai, tjemburu mentjemburui, jang satu menganggap dirinja lebih pandai dan lebih berdjasa dari jang lain, sekalipun njatanja dalam masjarakat belum ada bukti2 bahwa sudah banjak djasa jang telah diberikan guna perbaikan nasib rakjat. Di Tiongkok demokrasi palsu tidak ada. Bila orang hendak menjogok, jang memberi dan jang menerima, kedua2nja disapu. Pengaruh dan kekuasaan asingpun tidak ada. Rakjat dari bawah sampai keatas sudah terpelihara daripada mulut manis dan gemerintjingannja dollar jang mengintip2 dari negara² jang menganut faham burgerlijke demokrasi itu untuk me-<noinclude> {{rh|20}}</noinclude> iucag53tienjaqtnx3jk8624evc0nkz 296461 296436 2026-05-21T07:55:12Z Link PB 26772 296461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berarti bahwa golongan buruhlah jang memegang pimpinan dalam mentjapai kemenangan bagi revolusi. Djadi antara kapital dan arbeid bukanlah diadu atau dipertentangkan akan tetapi didamaikan. Kapital djangan rugi dan kaum buruh djangan sampai ditindas dan diperas. Adanja golongan dan partaipun demikian pula. Bukan untuk dipertentangkan dan diadu satu sama lain, akan tetapi untuk diadjak bekerdja sama, cooperate satu dengan jang lain. Masing{{2}} mempunjai tugas kewadjiban terhadap negara dan masjarakat. Tidak ada golongan atau partai jang boleh menganggap dirinja lebih dari jang lain. Tidak ada jang kiri dan tidak ada kanan. Ukuran hanja satu, bekerdja untuk negara dan masjarakat. Setiap orang bisa, asal ada kemauan, maksud baik kedjudjuran dan keichlasan. Kesempatan dibuka seluas{{2}}nja, ditolong, njata. Tidak mementingkan diri atau golongan akan tetapi mengutamakan kepentingan bangsa dan Tanah Air dan pembangunan masjarakat baru. Inilah jang sudah mendjadi kenjataan di Tiongkok Baru, sekalipun baru dua tahun lamanja berdiri. Semua orang dan golongan bekerdja dengan tidak banjak bitjara. Hasil pekerdjaanlah jang diutamakan, bukan debat mengenai alasan{{2}} kosong, dengan istilah{{2}} muluk: wetenschappelijk, juridis, staatsrechtelijk, standing internasional dsb., sedang dalam kenjataan terbukti semua kosong melompong, tidak berisi. Memang kita di Indonesia ini susah memahamkan apa jang terdjadi dan terlaksana di Tiongkok sekarang, sebab adanja tjara berpikir jang hanja logis intellektualistis, jang menganggap dan mengira tidak akan bisa terdjadi atau terlaksana sesuatu, bila menurut pendapatnja tidak mungkin didjalankan menurut logika dalam otaknja sendiri, tidak tahu bahwa diluar otaknja jang segenggam itu masih banjak jang bisa terdjadi. Hal ini dapat dimengerti karena tak ada pengalaman dan kemampuan, hanja teori melambung kelangit. Tiongkok sudah kembali kepada aslinja, lahir dan bathin materil dan geestelijk, philosofis, cultureel dan wetenschappelijk. Sedang kita di Indonesia, namanja sadja merdeka. Pengaruh asing masih tetap ada, sedang di Tiongkok sudah bersih sama sekali. Bila dipikir dalam{{2}}, maka di Indonesia, orang bukan mentjapai persatuan, kerdjasama dan cooperate satu dengan jang lain, melainkan ternjata sekarang masjarakat kita sudah mengalami per-sate-an, akibat anggapan jang hanja tahu ,,benar sendiri", orang lain salah dan tidak betul. Tjuriga mentjurigai, tjemburu mentjemburui, jang satu menganggap dirinja lebih pandai dan lebih berdjasa dari jang lain, sekalipun njatanja dalam masjarakat belum ada bukti{{2}} bahwa sudah banjak djasa jang telah diberikan guna perbaikan nasib rakjat. Di Tiongkok demokrasi palsu tidak ada. Bila orang hendak menjogok, jang memberi dan jang menerima, kedua{{2}}nja disapu. Pengaruh dan kekuasaan asingpun tidak ada. Rakjat dari bawah sampai keatas sudah terpelihara daripada mulut manis dan gemerintjingannja dollar jang mengintip{{2}} dari negara{{2}} jang menganut faham burgerlijke demokrasi itu untuk me-<noinclude> {{rh|20}}</noinclude> g0g7i483u83rf1pzb82t1letgsq8oek Halaman:Tiongkok Baru.pdf/22 104 35797 296437 105843 2026-05-21T07:20:26Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ratjun rasa persatuan. Mengintip seperti maling boleh, tapi awas, kalau masuk. Begitulah kita lihat sekarang tekadnja Tiongkok Baru. Dengan begitu persatuan dikalangan rakjat terpelihara adanja. Persatuan jang aktif, kerdja dan hasil usaha, bukan omong. Selain faktor lahir ada pula jang penting bagi persatuan, jaitu faktor bathin. Apa sebab? Menurut pendapat kita, orang jang telah rusak achlaknja, bedjat moralnja, sudah dekat kepada tabi'at chewan. Dan kalau chewan, maklumlah. Maunja bertjakar-tjakaran sadja dan terkam-menerkam dan bila manusia sudah dekat kepada tabi'at chewan maka bukan sadja perbuatannja jang banjak tertjela, akan tetapi mulutnjapun sudah kotor, dalam arti suka membohong, putar lidah setjara pokrol bambu mentjari alasan untuk membenarkan dirinja, suka djandji tapi tak dipenuhi, memutar2 keadaan menurut kemauannja, sekalipun tidak tjotjok dengan kenjataan, dari sehari kesehari dan dari bulan kebulan, omongnja putar2 sadja. Dari ja, bisa mendjadi tidak, dan dari tidak bisa mendjadi ja, tergantung dari keadaan, menguntungkan atau tidak bagi dirinja atau pihaknja. Soal kebenaran tidak dipikirkan dan memang dikalangan chewan tidak ada pikiran apa², kalau dia terkam kawannja sampai mati, malahan dia merasa gagah dan menang. Kemenangan chewan atas kawannja masih njata, akan tetapi kemenangan jang dianggap manusia jang rusak achlak dan budi pekertinja, adalah kemenangan pokrol bambu belaka, hocus pocus atau sunglap. Jang bengkok djadi lurus, jang lurus dianggap bengkok. Dengan djual omong, bitjara, amanat, pidato atau rentjana diatas kertas, teori jang tergantung diawang2, segala pangkat dan kedudukan dari jang paling tinggi dalam negara, sampai kepala djawatan berbagai rupa, dapat diperoleh dan diduduki, ada jang dengan nama partai. ada pula jang dengan nama ,,ahli, titel academicus atau berdjasa" dan sekali duduk, tetap duduk seperti pusaka dari nenek mojang. Kalau manusia sudah mulai tak dipertjaja mulutnja maka perbuatannja pun sudah harus ditjurigai, sebab membohong sudah dekat pada menipu dan mentjuri atau korrupsi itu tidak djauh dari orang jang suka menipu dan membohong atau putar lidah. Pemimpin2 di RRT nampaknja maklum akan hal ini, oleh sebab itu sedapat mungkin mereka tak berpropaganda dengan omong akan tetapi dengan bukti dan kenjataan. Jang ditengok adalah hasil kerdja. Biar silangit dia, kalau hasil kerdjanja tidak ada tidaklah masuk hitungan. Di RRT orang berbitjara dengan bukti dan hasil usaha. Baik tani, buruh, pedagang dan pengusaha, maupun menteri, pegawai tinggi, propesor, seniman, pengarang, ahli technik, tukang sapu djalan, dokter, pelajan d.s.b. semuanja bitjara dengan kerdja, hasil kerdja. Hasil kerdja sama penting bagi masjarakat dan pembinaan negara. Antara dokter, djururawat dan pasien seperti saudara. Dari djurusan inilah kita memandang banjaknja pameran² (exhibition) jang dikundjungi oleh ratusan ribu manusia di-<noinclude> {{rh|||21}}</noinclude> fmf7amleufrvxms3ewm7c6j2wlhhngn 296460 296437 2026-05-21T07:54:43Z Link PB 26772 296460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ratjun rasa persatuan. Mengintip seperti maling boleh, tapi awas, kalau masuk. Begitulah kita lihat sekarang tekadnja Tiongkok Baru. Dengan begitu persatuan dikalangan rakjat terpelihara adanja. Persatuan jang aktif, kerdja dan hasil usaha, bukan omong. Selain faktor lahir ada pula jang penting bagi persatuan, jaitu faktor bathin. Apa sebab? Menurut pendapat kita, orang jang telah rusak achlaknja, bedjat moralnja, sudah dekat kepada tabi'at chewan. Dan kalau chewan, maklumlah. Maunja bertjakar-tjakaran sadja dan terkam-menerkam dan bila manusia sudah dekat kepada tabi'at chewan maka bukan sadja perbuatannja jang banjak tertjela, akan tetapi mulutnjapun sudah kotor, dalam arti suka membohong, putar lidah setjara pokrol bambu mentjari alasan untuk membenarkan dirinja, suka djandji tapi tak dipenuhi, memutar{{2}} keadaan menurut kemauannja, sekalipun tidak tjotjok dengan kenjataan, dari sehari kesehari dan dari bulan kebulan, omongnja putar{{2}} sadja. Dari ja, bisa mendjadi tidak, dan dari tidak bisa mendjadi ja, tergantung dari keadaan, menguntungkan atau tidak bagi dirinja atau pihaknja. Soal kebenaran tidak dipikirkan dan memang dikalangan chewan tidak ada pikiran apa{{2}}, kalau dia terkam kawannja sampai mati, malahan dia merasa gagah dan menang. Kemenangan chewan atas kawannja masih njata, akan tetapi kemenangan jang dianggap manusia jang rusak achlak dan budi pekertinja, adalah kemenangan pokrol bambu belaka, hocus pocus atau sunglap. Jang bengkok djadi lurus, jang lurus dianggap bengkok. Dengan djual omong, bitjara, amanat, pidato atau rentjana diatas kertas, teori jang tergantung diawang{{2}}, segala pangkat dan kedudukan dari jang paling tinggi dalam negara, sampai kepala djawatan berbagai rupa, dapat diperoleh dan diduduki, ada jang dengan nama partai. ada pula jang dengan nama ,,ahli, titel academicus atau berdjasa" dan sekali duduk, tetap duduk seperti pusaka dari nenek mojang. Kalau manusia sudah mulai tak dipertjaja mulutnja maka perbuatannja pun sudah harus ditjurigai, sebab membohong sudah dekat pada menipu dan mentjuri atau korrupsi itu tidak djauh dari orang jang suka menipu dan membohong atau putar lidah. Pemimpin{{2}} di RRT nampaknja maklum akan hal ini, oleh sebab itu sedapat mungkin mereka tak berpropaganda dengan omong akan tetapi dengan bukti dan kenjataan. Jang ditengok adalah hasil kerdja. Biar silangit dia, kalau hasil kerdjanja tidak ada tidaklah masuk hitungan. Di RRT orang berbitjara dengan bukti dan hasil usaha. Baik tani, buruh, pedagang dan pengusaha, maupun menteri, pegawai tinggi, propesor, seniman, pengarang, ahli technik, tukang sapu djalan, dokter, pelajan d.s.b. semuanja bitjara dengan kerdja, hasil kerdja. Hasil kerdja sama penting bagi masjarakat dan pembinaan negara. Antara dokter, djururawat dan pasien seperti saudara. Dari djurusan inilah kita memandang banjaknja pameran{{2}} (exhibition) jang dikundjungi oleh ratusan ribu manusia di-<noinclude> {{rh|||21}}</noinclude> b303wwh3n91ywfogpf27hzq1nigkozg Halaman:Tiongkok Baru.pdf/23 104 35798 296438 105844 2026-05-21T07:25:03Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tiap² tempat, malah dikota besar oleh djutaan orang. Ditiapz matjam barang jang dipertundjukkan, selalu sedia orang jang mendjelaskan, bagaimana membuat barang itu, dimana diperdapat, djumlah penghasilannja, alat2 jang diperlukan, proses membuatnja, kegunaannja, hubungannja dengan kehidupan masjarakat dsb. Dengan djalan begitu semua anggota masjarakat harga menghargai dan hormat menghormati satu sama lain. Dengan begitu rasa persatuan terpelihara. Pokrol bambu dan streber/avonturier tak ada. Selain dari djurusan funksinja seseorang atau segolongan. dalam masjarakat, rasa harga menghargai dan hormat menghormati itu dipelihara pula dari djurusan kebudajaan, rakjat Tiongkok terbagi empat menurut funksinja dan lapangan pekerdjaannja, maka dari djurusan kebudajaan pembagian itu. adalah atas (suku2) bangsa, nationaliteiten. Kalau pembagian pertama kita pandang menurut garis membudjur dari kiri kekanan (horizontaal) maka pembagian kedua adalah vertikaal, menurut garis tegak melintang dari atas kebawah. Soal nationaliteiten ini adalah terutama mengenai kebudajaan, jaitu: kesusasteraan, kesenian musik, tari dan tonil, agama, adat istiadat, tjara berpakaian, makanan dan njanjian, faham dan pikiran, d.s.b. Dari djurusan ini sangat banjak bisa diusahakan timbulnja rasa persatuan, terutama jang mengenai bathin. Salah satu daripada sikap Pemerintah Pusat Tiongkok jang sangat mena'djubkan kita ialah sikap tegas untuk membimbing, bukan sikap memaksa atau mendiktekan, atau dekreet-dekreet Segala sesuatu jang ada pada rakjat, diseluruh bagian negara jang luasnja tak terhingga itu, dipupuk, dan dituntun untuk berkembang, menempuh kemadjuan jang setinggi²nja. Segala perlainan dan perbedaan jang ada bukan untuk diadu dombakan akan tetapi untuk di-harmonikan sehingga masing² perbendaharaan bangsa jang ada mendjadilah mutiara jang kilau kemilau dalam mahkota kebesaran dan keperkasaan Tiongkok Baru. Dengan sikap tegas seperti itu, tidak ada satu golongan, satu suku bangsa atau satu pihakpun jang tidak ingin turut dalam pembangunan negara, bekerdja mati2an. membanting tulang, diberi tjontoh lebih dulu oleh para pemimpin dari atas, jaitu tjontoh meniadakan/membelakangkan kepentingan diri sendiri. Penghargaan dan dorongan serta tjontoh jang diperlihatkan oleh Pemerintah Pusat di Peking itu, mendjadilah satu tjetusan semangat bekerdja jang berapi², sehingga tidak satu daerah, tidak satu suku bangsa atau golongan jang mau ketinggalan. Semua mendjadi patriot dan pahlawan kerdja. Sembojan hanja satu: Bekerdja, Menghasilkan, Mentjipta dan Menabur-djasa! Guna kepentingan dan pembelaan Bangsa dan Tanah Air jang sangat ditjintai. Sembojan inilah jang mengikat seluruh rakjat Tiongkok sekarang mendjadi satu massa jang bulat, jang dapat digolongkan atau dikerahkan kearah djurusan jang dikehendaki, menurut keadaan, tempat dan waktu. Bila perlu untuk memukul hantjur agressor, siapa sadja. Atau untuk mendjabat tangan siapa sadja jang berhati djudjur, ingin bersahabat, berdamai dan bersaudara dengan Tiongkok Baru, persaudaraan dan perda-<noinclude> {{rh|22}}</noinclude> 6dh8tolgtst8zfemr5vrrtfmouwvewm 296459 296438 2026-05-21T07:54:09Z Link PB 26772 296459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tiap{{2}} tempat, malah dikota besar oleh djutaan orang. Ditiapz matjam barang jang dipertundjukkan, selalu sedia orang jang mendjelaskan, bagaimana membuat barang itu, dimana diperdapat, djumlah penghasilannja, alat{{2}} jang diperlukan, proses membuatnja, kegunaannja, hubungannja dengan kehidupan masjarakat dsb. Dengan djalan begitu semua anggota masjarakat harga menghargai dan hormat menghormati satu sama lain. Dengan begitu rasa persatuan terpelihara. Pokrol bambu dan streber/avonturier tak ada. Selain dari djurusan funksinja seseorang atau segolongan. dalam masjarakat, rasa harga menghargai dan hormat menghormati itu dipelihara pula dari djurusan kebudajaan, rakjat Tiongkok terbagi empat menurut funksinja dan lapangan pekerdjaannja, maka dari djurusan kebudajaan pembagian itu. adalah atas (suku{{2}}) bangsa, nationaliteiten. Kalau pembagian pertama kita pandang menurut garis membudjur dari kiri kekanan (horizontaal) maka pembagian kedua adalah vertikaal, menurut garis tegak melintang dari atas kebawah. Soal nationaliteiten ini adalah terutama mengenai kebudajaan, jaitu: kesusasteraan, kesenian musik, tari dan tonil, agama, adat istiadat, tjara berpakaian, makanan dan njanjian, faham dan pikiran, d.s.b. Dari djurusan ini sangat banjak bisa diusahakan timbulnja rasa persatuan, terutama jang mengenai bathin. Salah satu daripada sikap Pemerintah Pusat Tiongkok jang sangat mena'djubkan kita ialah sikap tegas untuk membimbing, bukan sikap memaksa atau mendiktekan, atau dekreet-dekreet Segala sesuatu jang ada pada rakjat, diseluruh bagian negara jang luasnja tak terhingga itu, dipupuk, dan dituntun untuk berkembang, menempuh kemadjuan jang setinggi{{2}}nja. Segala perlainan dan perbedaan jang ada bukan untuk diadu dombakan akan tetapi untuk di-harmonikan sehingga masing{{2}} perbendaharaan bangsa jang ada mendjadilah mutiara jang kilau kemilau dalam mahkota kebesaran dan keperkasaan Tiongkok Baru. Dengan sikap tegas seperti itu, tidak ada satu golongan, satu suku bangsa atau satu pihakpun jang tidak ingin turut dalam pembangunan negara, bekerdja mati{{2}}an. membanting tulang, diberi tjontoh lebih dulu oleh para pemimpin dari atas, jaitu tjontoh meniadakan/membelakangkan kepentingan diri sendiri. Penghargaan dan dorongan serta tjontoh jang diperlihatkan oleh Pemerintah Pusat di Peking itu, mendjadilah satu tjetusan semangat bekerdja jang berapi{{2}}, sehingga tidak satu daerah, tidak satu suku bangsa atau golongan jang mau ketinggalan. Semua mendjadi patriot dan pahlawan kerdja. Sembojan hanja satu: Bekerdja, Menghasilkan, Mentjipta dan Menabur-djasa! Guna kepentingan dan pembelaan Bangsa dan Tanah Air jang sangat ditjintai. Sembojan inilah jang mengikat seluruh rakjat Tiongkok sekarang mendjadi satu massa jang bulat, jang dapat digolongkan atau dikerahkan kearah djurusan jang dikehendaki, menurut keadaan, tempat dan waktu. Bila perlu untuk memukul hantjur agressor, siapa sadja. Atau untuk mendjabat tangan siapa sadja jang berhati djudjur, ingin bersahabat, berdamai dan bersaudara dengan Tiongkok Baru, persaudaraan dan perda-<noinclude> {{rh|22}}</noinclude> k5vnmllgdsa5cyjhuwv5h8dvh5at92e Halaman:Tiongkok Baru.pdf/24 104 35799 296439 105845 2026-05-21T07:29:23Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>maian jang keluar dari hati jang sutji dan bersih. Naga Tiongkok Baru sekarang memang seram dipandang sebagai musuh akan tetapi amat lunak lembut dan halus budi bila dipandang dan didekati dengan hati sutji dan maksud baik. Tingkat dan mutu persatuan rakjat begitu rupa menjebabkan tugas Pemerintah Pusat mendjadi sangat ringan dalam soal mendjaga keamanan dalam neger. Sikap polisi jang sangat menarik, bukan terhadap kami sebagai tamu, melainkan terhadap rakjat umum, bila kebetulan kita menoleh dari djendela, hotel kedjalan raja dan ada rakjat jang bersalah. Polisi tidak main tangkap akan tetap bersikap mendidik dan melindungi rakjat, dengan tidak pilih bulu. Miskin, kaja gagah atau lemas, laki2 dan peremuan, sama sadja, oleh sebab itu pihak rakjat umumpun tidak ragu2 memandang dan mempertjajai polisi. Soal tentara, boleh dikata sangat sedikit menarik perhatian, karena tidak banjak kelihatan, dan kalau kebetulan nampak, adalah jang sedang mendjaga pos atau jang sedang istirahat rupania, berdjalan kaki, pakaian sederhana, zonder bintang atau strip jang mengkilat, tak dapat diketahui dan dibedakan, mana jang opsir dan mana jang pradjurit biasa. Semua sama. Dan kalau mereka agak banjak jang sedang berdjalan² itu, maka kita lihatlah mereka berkumpul dengan anak², pemuda-pemudi, orang tua, d.l.1. bersama melakukan sesuatu permainan jang sangat menarik hati kedua belah pihak. Suasana antara rakjat dan tentara adalah seperti suasana dalam satu rumah tangga, ada orang tua, ada adik laki2 dan ada adik perempuan, saudara tua d.s.b. Tidak kaku dalam pergaulan, tapi lepas, sehingga antara satu dengan jang lain seolah2 tidak ada perbedaan tugas kewadjiban, tak ada perbedaan pangkat dan kedudukan. Suasana sendjata atau berkelahi atau suasana perang tidak kelihatan sedikitpun. Di Mukden sendiri, jang tidak begitu djauh dari Korea, tidak ada hal jang menundjukkan adanja peperangan di Korea, ketjuali sekali-kali, pasukan sukarela pulang untuk istirahat. Mereka jang pulang inipun sikapnja seperti mereka tidak pulang dari medan perang, biasa sadja, kerdjanja biasa kembali sekalipun mereka terus memanggul sendjata. Selain tentara itu ada lagi militia rakjat jang dipersendjatai dan dilatih. Mereka tetap rakjat dan bekerdja serta hidup sebagai rakjat biasa. Suasana antara laki2 dan perempuan tidak kaku atau intai mengintai, biasa sadja seolah2 laki2-perempuan jang sedang bermain, bekerdja dan berdjalan², atau laki2 semua atau perempuan semua. Seolah2 begitu! Perbedaan sekse itu tidak diingat, jang dipikir hanja kewadjiban dan kerdjanja itu agar berhasil. Apakah romantiek hidup hilang dengan begitu, saja sendiri belum tahu, tapi ditaman2 bunga, kelihatan djuga keluarga2 jang membawa anak berdjalan² atau pasangan² jang sedang makan angin. Tapi semuanja berdjalan biasasadja.<noinclude> {{rh|||23}}</noinclude> pzdz7yisf9warpmslznme6o797vtdlp 296458 296439 2026-05-21T07:53:39Z Link PB 26772 296458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>maian jang keluar dari hati jang sutji dan bersih. Naga Tiongkok Baru sekarang memang seram dipandang sebagai musuh akan tetapi amat lunak lembut dan halus budi bila dipandang dan didekati dengan hati sutji dan maksud baik. Tingkat dan mutu persatuan rakjat begitu rupa menjebabkan tugas Pemerintah Pusat mendjadi sangat ringan dalam soal mendjaga keamanan dalam neger. Sikap polisi jang sangat menarik, bukan terhadap kami sebagai tamu, melainkan terhadap rakjat umum, bila kebetulan kita menoleh dari djendela, hotel kedjalan raja dan ada rakjat jang bersalah. Polisi tidak main tangkap akan tetap bersikap mendidik dan melindungi rakjat, dengan tidak pilih bulu. Miskin, kaja gagah atau lemas, laki{{2}} dan peremuan, sama sadja, oleh sebab itu pihak rakjat umumpun tidak ragu{{2}} memandang dan mempertjajai polisi. Soal tentara, boleh dikata sangat sedikit menarik perhatian, karena tidak banjak kelihatan, dan kalau kebetulan nampak, adalah jang sedang mendjaga pos atau jang sedang istirahat rupania, berdjalan kaki, pakaian sederhana, zonder bintang atau strip jang mengkilat, tak dapat diketahui dan dibedakan, mana jang opsir dan mana jang pradjurit biasa. Semua sama. Dan kalau mereka agak banjak jang sedang berdjalan{{2}} itu, maka kita lihatlah mereka berkumpul dengan anak{{2}}, pemuda-pemudi, orang tua, d.l.1. bersama melakukan sesuatu permainan jang sangat menarik hati kedua belah pihak. Suasana antara rakjat dan tentara adalah seperti suasana dalam satu rumah tangga, ada orang tua, ada adik laki{{2}} dan ada adik perempuan, saudara tua d.s.b. Tidak kaku dalam pergaulan, tapi lepas, sehingga antara satu dengan jang lain seolah{{2}} tidak ada perbedaan tugas kewadjiban, tak ada perbedaan pangkat dan kedudukan. Suasana sendjata atau berkelahi atau suasana perang tidak kelihatan sedikitpun. Di Mukden sendiri, jang tidak begitu djauh dari Korea, tidak ada hal jang menundjukkan adanja peperangan di Korea, ketjuali sekali-kali, pasukan sukarela pulang untuk istirahat. Mereka jang pulang inipun sikapnja seperti mereka tidak pulang dari medan perang, biasa sadja, kerdjanja biasa kembali sekalipun mereka terus memanggul sendjata. Selain tentara itu ada lagi militia rakjat jang dipersendjatai dan dilatih. Mereka tetap rakjat dan bekerdja serta hidup sebagai rakjat biasa. Suasana antara laki{{2}} dan perempuan tidak kaku atau intai mengintai, biasa sadja seolah{{2}} laki{{2}}-perempuan jang sedang bermain, bekerdja dan berdjalan{{2}}, atau laki{{2}} semua atau perempuan semua. Seolah{{2}} begitu! Perbedaan sekse itu tidak diingat, jang dipikir hanja kewadjiban dan kerdjanja itu agar berhasil. Apakah romantiek hidup hilang dengan begitu, saja sendiri belum tahu, tapi ditaman{{2}} bunga, kelihatan djuga keluarga{{2}} jang membawa anak berdjalan{{2}} atau pasangan{{2}} jang sedang makan angin. Tapi semuanja berdjalan biasasadja.<noinclude> {{rh|||23}}</noinclude> 4rwy4chcqxmk1fse8pc7v6qd2zunxzo Halaman:Tiongkok Baru.pdf/25 104 35800 296440 105859 2026-05-21T07:32:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> Dengan djalan begitu, soal keamanan di Tiongkok bukanlah hal jang memusingkan kepala instansi Pemerintah, akan tetapi rakjat itu sendiri telah mengatur dan mendjaganja dalam perhubungan dan pergaulan sehari2. Djanganlah pembatja lupa, bahwa manusia Tionghoa itu adalah sudah hasil daripada kebudajaan (cultuurmensch) jang sudah berdjalan ribuan tahun lamanja. Kota Peking umpamanja, umurnja sudah berapa tahun. Mesdjid Besar jang ada disana sadja sudah berumur paling sedikit 6 à 700 tahun. Dalam masjarakat jang anggota2nia bersatu lahir dan bathin, diikat oleh rasa kewadjiban terhadap negara dan rakjat, selalu memikirkan hasil usahanja supaja berarti, tjukup pekerdjaan dan lapangan untuk mengolah tenaga dan pikiran, berada dalam ruang jang penuh dengan rasa harga menghargai dan hormat-menghormati, pikiran dan tangan selalu berisi...... dalam masjarakat jang begitu rupanja dalam kenjataan, maka keamanan itu tidaklah djadi soal. Inilah jang saja lihat sudah tertjapai oleh Pemerintah. Pusat dalam tempo dua tahun telah berkedudukan diibu kota Peking, dengan nama Pemerintah Rakjat dari Republik Rakjat Tiongkok. Tiongkok sekarang memanglah kepunjaan rakjat, dari rakjat oleh rakjat dan untuk rakjat dalam kenjataan dan kehidupan sehari2. Inilah jang akan diusahakan terus, dengan tiada bantuan dan pertolongan bangsa/negara asing. Dan menurut keterangan Perdana Menteri Chou En-lai dalam satu pertemuan dengan para tamu, tenaga rakjat sekarang sudah bisa mendjadi sendi dan modal kebangunan Tiongkok Baru, berkat kerdja keras dan membanting tulang selama dua tahun ini. Kami sudah bisa djalan terus, dan mesti djalan terus, dengan tenaga rakjat kami sendiri, sekalipun masih akan memerlukan tempo beberapa tahun, sebab pekerdjaan kami memang besar, dan rakjat kami sangat banjak dan bumi tanah air kami maha luas, begitu kata Chou En-lai ketika mendjawab pertanjaan anggota delegasi, jang berbunji: Apakah Tiongkok tjukup mempunjai tenaga membangunkan negara dan masjarakat baru ini, dengan tidak dibantu dari luar? Dalam hubungan dengan luar ini beliau menerangkan lagi bahwa persahabatan jang djudjur akan diterima dengan tangan terbuka, darimana dan siapapun datangnja dan bahwa. perbedaan nationaliteit faham dan gama, susunan politik dll. tidaklah mendjadi halangan untuk mengikat persahabatan dan mentjapai kerdja sama diantara bangsa2 dan negara² di Asia dan seluruh dunia. Dari kejakinan ini dapatlah kita memandang bahwa perdamaian dunia itu dapat ditjapai dan harus diusahakan dengan djudjur dan Tiogkok ingin serta berusaha keras untuk mentjapai perdamaian jang berdasarkan harga menghargai dan hormat menghormati. <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|24}}</noinclude> ctnpqtbs9jj5v9kiosiirdak4wsiqlc 296457 296440 2026-05-21T07:52:55Z Link PB 26772 296457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> Dengan djalan begitu, soal keamanan di Tiongkok bukanlah hal jang memusingkan kepala instansi Pemerintah, akan tetapi rakjat itu sendiri telah mengatur dan mendjaganja dalam perhubungan dan pergaulan sehari{{2}}. Djanganlah pembatja lupa, bahwa manusia Tionghoa itu adalah sudah hasil daripada kebudajaan (cultuurmensch) jang sudah berdjalan ribuan tahun lamanja. Kota Peking umpamanja, umurnja sudah berapa tahun. Mesdjid Besar jang ada disana sadja sudah berumur paling sedikit 6 à 700 tahun. Dalam masjarakat jang anggota{{2}}nia bersatu lahir dan bathin, diikat oleh rasa kewadjiban terhadap negara dan rakjat, selalu memikirkan hasil usahanja supaja berarti, tjukup pekerdjaan dan lapangan untuk mengolah tenaga dan pikiran, berada dalam ruang jang penuh dengan rasa harga menghargai dan hormat-menghormati, pikiran dan tangan selalu berisi...... dalam masjarakat jang begitu rupanja dalam kenjataan, maka keamanan itu tidaklah djadi soal. Inilah jang saja lihat sudah tertjapai oleh Pemerintah. Pusat dalam tempo dua tahun telah berkedudukan diibu kota Peking, dengan nama Pemerintah Rakjat dari Republik Rakjat Tiongkok. Tiongkok sekarang memanglah kepunjaan rakjat, dari rakjat oleh rakjat dan untuk rakjat dalam kenjataan dan kehidupan sehari{{2}}. Inilah jang akan diusahakan terus, dengan tiada bantuan dan pertolongan bangsa/negara asing. Dan menurut keterangan Perdana Menteri Chou En-lai dalam satu pertemuan dengan para tamu, tenaga rakjat sekarang sudah bisa mendjadi sendi dan modal kebangunan Tiongkok Baru, berkat kerdja keras dan membanting tulang selama dua tahun ini. Kami sudah bisa djalan terus, dan mesti djalan terus, dengan tenaga rakjat kami sendiri, sekalipun masih akan memerlukan tempo beberapa tahun, sebab pekerdjaan kami memang besar, dan rakjat kami sangat banjak dan bumi tanah air kami maha luas, begitu kata Chou En-lai ketika mendjawab pertanjaan anggota delegasi, jang berbunji: Apakah Tiongkok tjukup mempunjai tenaga membangunkan negara dan masjarakat baru ini, dengan tidak dibantu dari luar? Dalam hubungan dengan luar ini beliau menerangkan lagi bahwa persahabatan jang djudjur akan diterima dengan tangan terbuka, darimana dan siapapun datangnja dan bahwa. perbedaan nationaliteit faham dan gama, susunan politik dll. tidaklah mendjadi halangan untuk mengikat persahabatan dan mentjapai kerdja sama diantara bangsa{{2}} dan negara{{2}} di Asia dan seluruh dunia. Dari kejakinan ini dapatlah kita memandang bahwa perdamaian dunia itu dapat ditjapai dan harus diusahakan dengan djudjur dan Tiogkok ingin serta berusaha keras untuk mentjapai perdamaian jang berdasarkan harga menghargai dan hormat menghormati. <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|24}}</noinclude> a3rscvjswa55itz1kuu7hd0wdihh6df Halaman:Tiongkok Baru.pdf/26 104 35801 296441 105847 2026-05-21T07:34:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|V. APAKAH PEMERINTAH {{sic|RAKAT|RAKJAT}}?}} {{dropinitial|U}}ntuk memahamkan apa jg. dinamakan Pemerintah Rakjat di Tiongkok sekarang, perlulah kita menoleh sebentar kebelakang, sebelum RRT berdiri dan sebelum Djepang memulai peperangan ditahun 1827. Kebanjakan orang diluar negeri tentu menjangka dan mengatakan bahwa Pemerintah Rakjat itu hanja nama belaka, sedang jang sebenarnja pada sangka mereka, Pemerintah Rakjat itu tidak lain daripada Pemerintah Komunis, diktatuur jang mengganas kekiri dan kekanan. Mungkin begitu pula sangkaan setengah orang di Indonesia, lebih2 di Indonesia jang sekarang sudah hampir tidak dapat diketemukan lagi pikiran sehat dan tjara berpikir jang bebas, sudah kebanjakan terpengaruh oleh ,,standing internasional", hanja melihat kepada jang lahir sadja, jang tjemerlang sebentar dan memuaskan nafsu dan dahaga sekedjap. Memandang sampai djauh dan mendalam, menjelami jang hakikat, jang sebenarnja, sudah pajah. Semua dangkal, dan hanja pandai menari diatas lantai jang litjin sadja, dilitjinkan orang pula maka litjin. Oleh karena itu keadaan di Tiongkok dipandang tjukup diketahui sadja dari berita2 koran dan kantor berita Inggeris-Amerika, toh keadaannja tidak djauh beda dengan keadaan Indonesia dimasa pendjadjahan dulu. (Ingat plakat di Shanghai: Tionghoa dan andjing terlarang masuk; di Indonesia: Verboden voor Inlanders en honden). Sangka mereka, bagaimanakah Tiongkok bisa hidup, kalau terus diblokkade Inggeris-Amerika......... karena tempohari, dimasa revolusi Indonesia berkobar, rupanja keadaan di Indonesia ini tidak tertahankan lagi oleh para pemimpin dan tuan2 baru golongan atas, sekalipun semangat rakjat berdjuang berkobar2. Mereka menganggap, Indonesia diblokkade, tapi di Tiongkok tidak begitu anggapan orang, terbalik. Bukan Tiongkok jang diblokkade Amerika, tapi negara2 imperialis dan kapitalis itulah jang diblokkade oleh Tiongkok Baru, sehingga satu butir barang ketjil dari negeri imperialis-kapitalis, tidak dapat masuk. Itu sebabnja maka Inggeris, Amerika, Perantjis dll. marah pada RRT. sebab dengan diblokkir itu, mereka kehilangan mutiara mahkotanja di Timur, kehilangan sumber2 kesenangan, kehilangan ,,sjorganja" di Shanghai, satu kapal perang tidak boleh sampai lagi ke ,,The Bund", pelabuhan Shanghai jang maha besar itu. Karena itulah bangsa asing itu marah, semuanja sekarang sudah berada ditangan rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat. Pelabuhan, paberik, toko barang2 entah apa lagi jang tidak. Semua pekerdjaan dan barang keperluan hidup diatur dan diusahakan sendiri. Dengan pimpinan Pemerintah Rakjat, seluruh Tiongkok sekarang diblokkir oleh rakjat sendiri, untuk kepentingan. rakjat, barang asing tidak boleh masuk, kalau pemasukan itu berarti memundurkan produksi rakjat. Bertukaran barang,<noinclude> {{rh|||25}}</noinclude> aa0co7a3dgzz1pa2hcdpw6028m2r6mq 296442 296441 2026-05-21T07:34:56Z Link PB 26772 296442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''V. APAKAH PEMERINTAH {{sic|RAKAT|RAKJAT'''}}?}} {{dropinitial|U}}ntuk memahamkan apa jg. dinamakan Pemerintah Rakjat di Tiongkok sekarang, perlulah kita menoleh sebentar kebelakang, sebelum RRT berdiri dan sebelum Djepang memulai peperangan ditahun 1827. Kebanjakan orang diluar negeri tentu menjangka dan mengatakan bahwa Pemerintah Rakjat itu hanja nama belaka, sedang jang sebenarnja pada sangka mereka, Pemerintah Rakjat itu tidak lain daripada Pemerintah Komunis, diktatuur jang mengganas kekiri dan kekanan. Mungkin begitu pula sangkaan setengah orang di Indonesia, lebih2 di Indonesia jang sekarang sudah hampir tidak dapat diketemukan lagi pikiran sehat dan tjara berpikir jang bebas, sudah kebanjakan terpengaruh oleh ,,standing internasional", hanja melihat kepada jang lahir sadja, jang tjemerlang sebentar dan memuaskan nafsu dan dahaga sekedjap. Memandang sampai djauh dan mendalam, menjelami jang hakikat, jang sebenarnja, sudah pajah. Semua dangkal, dan hanja pandai menari diatas lantai jang litjin sadja, dilitjinkan orang pula maka litjin. Oleh karena itu keadaan di Tiongkok dipandang tjukup diketahui sadja dari berita2 koran dan kantor berita Inggeris-Amerika, toh keadaannja tidak djauh beda dengan keadaan Indonesia dimasa pendjadjahan dulu. (Ingat plakat di Shanghai: Tionghoa dan andjing terlarang masuk; di Indonesia: Verboden voor Inlanders en honden). Sangka mereka, bagaimanakah Tiongkok bisa hidup, kalau terus diblokkade Inggeris-Amerika......... karena tempohari, dimasa revolusi Indonesia berkobar, rupanja keadaan di Indonesia ini tidak tertahankan lagi oleh para pemimpin dan tuan2 baru golongan atas, sekalipun semangat rakjat berdjuang berkobar2. Mereka menganggap, Indonesia diblokkade, tapi di Tiongkok tidak begitu anggapan orang, terbalik. Bukan Tiongkok jang diblokkade Amerika, tapi negara2 imperialis dan kapitalis itulah jang diblokkade oleh Tiongkok Baru, sehingga satu butir barang ketjil dari negeri imperialis-kapitalis, tidak dapat masuk. Itu sebabnja maka Inggeris, Amerika, Perantjis dll. marah pada RRT. sebab dengan diblokkir itu, mereka kehilangan mutiara mahkotanja di Timur, kehilangan sumber2 kesenangan, kehilangan ,,sjorganja" di Shanghai, satu kapal perang tidak boleh sampai lagi ke ,,The Bund", pelabuhan Shanghai jang maha besar itu. Karena itulah bangsa asing itu marah, semuanja sekarang sudah berada ditangan rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat. Pelabuhan, paberik, toko barang2 entah apa lagi jang tidak. Semua pekerdjaan dan barang keperluan hidup diatur dan diusahakan sendiri. Dengan pimpinan Pemerintah Rakjat, seluruh Tiongkok sekarang diblokkir oleh rakjat sendiri, untuk kepentingan. rakjat, barang asing tidak boleh masuk, kalau pemasukan itu berarti memundurkan produksi rakjat. Bertukaran barang,<noinclude> {{rh|||25}}</noinclude> ndn7gudut0lvyey85q6fqvifwfsclmb 296456 296442 2026-05-21T07:52:33Z Link PB 26772 296456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''V. APAKAH PEMERINTAH {{sic|RAKAT|RAKJAT'''}}?}} {{dropinitial|U}}ntuk memahamkan apa jg. dinamakan Pemerintah Rakjat di Tiongkok sekarang, perlulah kita menoleh sebentar kebelakang, sebelum RRT berdiri dan sebelum Djepang memulai peperangan ditahun 1827. Kebanjakan orang diluar negeri tentu menjangka dan mengatakan bahwa Pemerintah Rakjat itu hanja nama belaka, sedang jang sebenarnja pada sangka mereka, Pemerintah Rakjat itu tidak lain daripada Pemerintah Komunis, diktatuur jang mengganas kekiri dan kekanan. Mungkin begitu pula sangkaan setengah orang di Indonesia, lebih{{2}} di Indonesia jang sekarang sudah hampir tidak dapat diketemukan lagi pikiran sehat dan tjara berpikir jang bebas, sudah kebanjakan terpengaruh oleh ,,standing internasional", hanja melihat kepada jang lahir sadja, jang tjemerlang sebentar dan memuaskan nafsu dan dahaga sekedjap. Memandang sampai djauh dan mendalam, menjelami jang hakikat, jang sebenarnja, sudah pajah. Semua dangkal, dan hanja pandai menari diatas lantai jang litjin sadja, dilitjinkan orang pula maka litjin. Oleh karena itu keadaan di Tiongkok dipandang tjukup diketahui sadja dari berita{{2}} koran dan kantor berita Inggeris-Amerika, toh keadaannja tidak djauh beda dengan keadaan Indonesia dimasa pendjadjahan dulu. (Ingat plakat di Shanghai: Tionghoa dan andjing terlarang masuk; di Indonesia: Verboden voor Inlanders en honden). Sangka mereka, bagaimanakah Tiongkok bisa hidup, kalau terus diblokkade Inggeris-Amerika......... karena tempohari, dimasa revolusi Indonesia berkobar, rupanja keadaan di Indonesia ini tidak tertahankan lagi oleh para pemimpin dan tuan{{2}} baru golongan atas, sekalipun semangat rakjat berdjuang berkobar{{2}}. Mereka menganggap, Indonesia diblokkade, tapi di Tiongkok tidak begitu anggapan orang, terbalik. Bukan Tiongkok jang diblokkade Amerika, tapi negara{{2}} imperialis dan kapitalis itulah jang diblokkade oleh Tiongkok Baru, sehingga satu butir barang ketjil dari negeri imperialis-kapitalis, tidak dapat masuk. Itu sebabnja maka Inggeris, Amerika, Perantjis dll. marah pada RRT. sebab dengan diblokkir itu, mereka kehilangan mutiara mahkotanja di Timur, kehilangan sumber{{2}} kesenangan, kehilangan ,,sjorganja" di Shanghai, satu kapal perang tidak boleh sampai lagi ke ,,The Bund", pelabuhan Shanghai jang maha besar itu. Karena itulah bangsa asing itu marah, semuanja sekarang sudah berada ditangan rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat. Pelabuhan, paberik, toko barang{{2}} entah apa lagi jang tidak. Semua pekerdjaan dan barang keperluan hidup diatur dan diusahakan sendiri. Dengan pimpinan Pemerintah Rakjat, seluruh Tiongkok sekarang diblokkir oleh rakjat sendiri, untuk kepentingan. rakjat, barang asing tidak boleh masuk, kalau pemasukan itu berarti memundurkan produksi rakjat. Bertukaran barang,<noinclude> {{rh|||25}}</noinclude> duox6p6pr5tyf3l30ljl43qxfvauins Halaman:Tiongkok Baru.pdf/27 104 35802 296443 105848 2026-05-21T07:37:48Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>boleh, seperti dengan India, asal diatas dasar dan perhitungan saling membawa manfa'at bagi kedua belah {{sic|iphak|pihak}}. Inilah jang diterangkan oleh Pemerintah pada rakjat, dan inilah jang disambut dengan tangan terbuka oleh rakjat, sebab sama terasa, sudah sama menderita dimasa lampu. Perhitungan Pemerintah Pusat tepat, diterima dan disambut oleh seluruh rakjat dengan tangan terbuka, dengan memulai segala matjam usaha, ketjil dan besar, dengan alat sederhana atau dengan mesin. Apa jang ada. Dan pembatja tahu sendiri, bagaimana semangat bekerdja dan kegiatan bekerdja menjala2 didada rakjat dan bangsa Tionghoa umumnja. Diluar Tiongkok hal itu dapat disaksikan dengan mata sendiri, dan di Tiongkok orang akan kagum melihat bukti daripada semangat dan keuletan bekerdja itu, bila melihat hasil2 kebudajaan jang banjak, batu dan logam jang sekeras2nja diolah dan dilukis untuk menghiasi keindahan hidup, jaitu hidup materil dan hidup bathin (agama, kesenian d.s.b.) dengan pendirian hendak mengabdikan diri pada kehidupan dan hidup-manusia jang abadi. Gedung2, telaga2, tjandi2, patung2 Budha jang seperti raksasa besarnja (dari bawah lutut sampai ketumitnja sadja, lebih besar daripada orang biasa), tiang2 dan bangunan² jang melulu dari batu marmer atau logam. Ini semua adalah mendjadi pertanda dan saksi jang njata dari keradjinan, keuletan dan kesabaran djiwa Tiongkok untuk bekerdja, menghasilkan dan mentjipta. Betul2 bulat menjerah pada pekerdjaan dan kewadjiban. Inilah jang akan dipelihara, dipupuk terus dan dibimbing oleh Pemerintah Pusat, dan ia tahu bila ini dapat tertjapai, ditundjukkan bukti kebenarannja dengan berupa kenjataan, maka seluruh rakjat akan dapat digenggam, dalam arti pelukan, tjinta-kasih jang mesra. Dalam hal itu, nistjaja, disuruh menjelami lautan api sekalipun, maka rakjat akan selalu siap dan bersedia. Bangsa asing djuga tahu akan hal ini. Bila rakjat Tiongkok diberi kesempatan untuk bekerdja, melatih dan mempraktekkan bakat dan ketjakapan jang ada padanja, nistjaja kesempatan untuk memeras dan melakukan politik pendjadjahan dan menimbulkan ekonomi kolonial jang sangat enak dan menguntungkan bagi mereka di Tiongkok itu tentu akan hilang sama sekali. Ini pula salah satu sebab maka mereka marah betul terhadap Pemerintah Rakjat dan Republik Rakjat sekarang. Segala jang diterangkan diatas, adalah kejakinan, pendirian, sikap dan pedoman bertindak bagi Pemerintah Pusat di Peking, hasil perdjuangan dan latihan djiwa dan raga jang berpuluh tahun, terutama para pemimpin Kungchantang. Dada mereka lapang, pemandangannja djauh kemuka dan pendiriannja luas meliputi seluruh rakjat jang warna warni dalam hidup dan kehidupannja lahir dan bathin, tahu membedakan lojang dari mas, pandai memandang jang sebenarnja berharga, kekal dan abadi, tidak silau melihat jang tjemerlang sebentar. Djiwa besar jang akan sanggup menghadapi soal dan pekerdjaan besar. Bahwa seluruh rakjat akan didjadikan<noinclude> {{rh|26}}</noinclude> pm9p0gj5j7ztjjs8hql6xl09adjqiya 296455 296443 2026-05-21T07:52:07Z Link PB 26772 296455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>boleh, seperti dengan India, asal diatas dasar dan perhitungan saling membawa manfa'at bagi kedua belah iphak. Inilah jang diterangkan oleh Pemerintah pada rakjat, dan inilah jang disambut dengan tangan terbuka oleh rakjat, sebab sama terasa, sudah sama menderita dimasa lampu. Perhitungan Pemerintah Pusat tepat, diterima dan disambut oleh seluruh rakjat dengan tangan terbuka, dengan memulai segala matjam usaha, ketjil dan besar, dengan alat sederhana atau dengan mesin. Apa jang ada. Dan pembatja tahu sendiri, bagaimana semangat bekerdja dan kegiatan bekerdja menjala{{2}} didada rakjat dan bangsa Tionghoa umumnja. Diluar Tiongkok hal itu dapat disaksikan dengan mata sendiri, dan di Tiongkok orang akan kagum melihat bukti daripada semangat dan keuletan bekerdja itu, bila melihat hasil{{2}} kebudajaan jang banjak, batu dan logam jang sekeras{{2}}nja diolah dan dilukis untuk menghiasi keindahan hidup, jaitu hidup materil dan hidup bathin (agama, kesenian d.s.b.) dengan pendirian hendak mengabdikan diri pada kehidupan dan hidup-manusia jang abadi. Gedung{{2}}, telaga{{2}}, tjandi{{2}}, patung{{2}} Budha jang seperti raksasa besarnja (dari bawah lutut sampai ketumitnja sadja, lebih besar daripada orang biasa), tiang{{2}} dan bangunan{{2}} jang melulu dari batu marmer atau logam. Ini semua adalah mendjadi pertanda dan saksi jang njata dari keradjinan, keuletan dan kesabaran djiwa Tiongkok untuk bekerdja, menghasilkan dan mentjipta. Betul{{2}} bulat menjerah pada pekerdjaan dan kewadjiban. Inilah jang akan dipelihara, dipupuk terus dan dibimbing oleh Pemerintah Pusat, dan ia tahu bila ini dapat tertjapai, ditundjukkan bukti kebenarannja dengan berupa kenjataan, maka seluruh rakjat akan dapat digenggam, dalam arti pelukan, tjinta-kasih jang mesra. Dalam hal itu, nistjaja, disuruh menjelami lautan api sekalipun, maka rakjat akan selalu siap dan bersedia. Bangsa asing djuga tahu akan hal ini. Bila rakjat Tiongkok diberi kesempatan untuk bekerdja, melatih dan mempraktekkan bakat dan ketjakapan jang ada padanja, nistjaja kesempatan untuk memeras dan melakukan politik pendjadjahan dan menimbulkan ekonomi kolonial jang sangat enak dan menguntungkan bagi mereka di Tiongkok itu tentu akan hilang sama sekali. Ini pula salah satu sebab maka mereka marah betul terhadap Pemerintah Rakjat dan Republik Rakjat sekarang. Segala jang diterangkan diatas, adalah kejakinan, pendirian, sikap dan pedoman bertindak bagi Pemerintah Pusat di Peking, hasil perdjuangan dan latihan djiwa dan raga jang berpuluh tahun, terutama para pemimpin Kungchantang. Dada mereka lapang, pemandangannja djauh kemuka dan pendiriannja luas meliputi seluruh rakjat jang warna warni dalam hidup dan kehidupannja lahir dan bathin, tahu membedakan lojang dari mas, pandai memandang jang sebenarnja berharga, kekal dan abadi, tidak silau melihat jang tjemerlang sebentar. Djiwa besar jang akan sanggup menghadapi soal dan pekerdjaan besar. Bahwa seluruh rakjat akan didjadikan<noinclude> {{rh|26}}</noinclude> e3q1x0nhvjfv2d3ew184iux2bctn20q Halaman:Tiongkok Baru.pdf/28 104 35803 296444 105849 2026-05-21T07:39:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>komunis, tidak mungkin, dan tak guna. Bahwa hanja Partai Komunis jang menguasai segala²nja di Tiongkok, tidak mungkin, tidak perlu dan berbahaja. Oleh sebab itu satu²nja pendirian dan sikap jang benar ialah kerdjasama, bersama segala golongan dan partai membentuk front nasional, persatuan perdjuangan, mengedjar tjita2 bersama, kebesaran dan kemuliaan bangsa dan Tanah Air, untuk rakjat dan negara Tiongkok jang ditjintai. Dimana sadja, golongan apa sadja, bisa bekerdja, tjinta pada negara dan bangsa, mau berkorban untuk kebesaran Tiongkok. Oleh sebab itu kooperasi diantara segala golongan, inilah satu²nja sikap, dan itulah jang didjalankan dan telah berdjalan sekarang. Untuk memahamkan jang diatas ini, pembatja dapat menoleh kebelakang sedikit, banjak hal2 jang masih diingat, sebab baru kedjadian. Diantaranja ialah: Setelah Djepang kalah, Kungchantang tidaklah lekas2 bermusuhan dengan Kuomintang, walaupun jang belakangan ini sebenarnja bermaksud hendak membasmi habis jang tersebut duluan. Untuk kepentingan kerdjasama itulah maka Mao Che-tung bersedia pergi ke Chungking untuk berembuk, pada bulan Agustus 1945. Principe kerdjasama dari Partai Komunis itu telah mendjadi kejakinan di Tiongkok dan sudah ada sedjak zaman Sun Yat-sen. Permusuhan mulai, sesudah bapak Republik Tiongkok itu wafat, dan pihak Kuomintang tidak mau tahu dengan kerdjasama. Perang saudara berkobar sesudah Chiang Kai-shek dibeberapa tempat melakukan pembunuhan besar2an terhadap komunis, tar dan buruh jang revolusioner. dan progressief. Dalam bulan Mei 1927, Chiang Kai-shek membubarkan dan melarang serikat2 tani dan buruh. Kaum Kungchantang lalu mengatur perlawanan dan memundurkan diri kesebelah Kiangsi. Perang saudarapun berkobar. Lamanja 10 tahun. Tahun 1937, melihat kemadjuan2 dari tentara Kungchantang, maka diadakan perdamaian, dan didirikanlah Front Persatuan, dengan pengakuan pada Tentara Merah sebagai Tentara ke-VIII. Tahun berikutnja berdiri pula Tentara ke-IV jang terdiri dari geurilla2 Kungchantang di Tiongkok-Tengah. Djadi untuk melandjutkan kerdja-sama itulah maka Ketua Mao Che-tung terbang ke Chungking. Beberapa bulan sebelum itu beliau telah mengeluarkan brosure, dimana diterangkan bagaimana mentjapai satu Pemerintah-Koalisi. Tapi apakah djawab dari pihak Kuomintang? Dalam bulan Djuli 1946 terdjadilah pembunuhan atas dirinja Wen Yi-to dan Li Kung-po dan bulan Maret 1947, tentara Kuomintang membombardir dan menduduki Yen-an, ibu-kota Kungchantang. Dalam bulan Desember tahun itu djuga, barulah Ketua Mao Tse Tung menjatakan bahwa Perang Revolusi telah berobah, dari mengambil sikap defensief (bertahan) selama ini, mulai sekarang harus mendjadi perang offensief, menjerang. Musuh tak ditjari, bila bersua pantang dihindarkan! Dalam bulan April 1048, Yen-an telah dapat direbut kembali. Sedjak itu berturut2lah kemenangan gemilang jang ditjapai oleh Tentara Pembebasan Rakjat.<noinclude> {{rh|||27}}</noinclude> ph080xjvstvs9he9pb4bgkz8qy5j3h5 296454 296444 2026-05-21T07:50:49Z Link PB 26772 296454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>komunis, tidak mungkin, dan tak guna. Bahwa hanja Partai Komunis jang menguasai segala{{2}}nja di Tiongkok, tidak mungkin, tidak perlu dan berbahaja. Oleh sebab itu satu{{2}}nja pendirian dan sikap jang benar ialah kerdjasama, bersama segala golongan dan partai membentuk front nasional, persatuan perdjuangan, mengedjar tjita{{2}} bersama, kebesaran dan kemuliaan bangsa dan Tanah Air, untuk rakjat dan negara Tiongkok jang ditjintai. Dimana sadja, golongan apa sadja, bisa bekerdja, tjinta pada negara dan bangsa, mau berkorban untuk kebesaran Tiongkok. Oleh sebab itu kooperasi diantara segala golongan, inilah satu{{2}}nja sikap, dan itulah jang didjalankan dan telah berdjalan sekarang. Untuk memahamkan jang diatas ini, pembatja dapat menoleh kebelakang sedikit, banjak hal{{2}} jang masih diingat, sebab baru kedjadian. Diantaranja ialah: Setelah Djepang kalah, Kungchantang tidaklah lekas{{2}} bermusuhan dengan Kuomintang, walaupun jang belakangan ini sebenarnja bermaksud hendak membasmi habis jang tersebut duluan. Untuk kepentingan kerdjasama itulah maka Mao Che-tung bersedia pergi ke Chungking untuk berembuk, pada bulan Agustus 1945. Principe kerdjasama dari Partai Komunis itu telah mendjadi kejakinan di Tiongkok dan sudah ada sedjak zaman Sun Yat-sen. Permusuhan mulai, sesudah bapak Republik Tiongkok itu wafat, dan pihak Kuomintang tidak mau tahu dengan kerdjasama. Perang saudara berkobar sesudah Chiang Kai-shek dibeberapa tempat melakukan pembunuhan besar{{2}}an terhadap komunis, tar dan buruh jang revolusioner. dan progressief. Dalam bulan Mei 1927, Chiang Kai-shek membubarkan dan melarang serikat{{2}} tani dan buruh. Kaum Kungchantang lalu mengatur perlawanan dan memundurkan diri kesebelah Kiangsi. Perang saudarapun berkobar. Lamanja 10 tahun. Tahun 1937, melihat kemadjuan{{2}} dari tentara Kungchantang, maka diadakan perdamaian, dan didirikanlah Front Persatuan, dengan pengakuan pada Tentara Merah sebagai Tentara ke-VIII. Tahun berikutnja berdiri pula Tentara ke-IV jang terdiri dari geurilla{{2}} Kungchantang di Tiongkok-Tengah. Djadi untuk melandjutkan kerdja-sama itulah maka Ketua Mao Che-tung terbang ke Chungking. Beberapa bulan sebelum itu beliau telah mengeluarkan brosure, dimana diterangkan bagaimana mentjapai satu Pemerintah-Koalisi. Tapi apakah djawab dari pihak Kuomintang? Dalam bulan Djuli 1946 terdjadilah pembunuhan atas dirinja Wen Yi-to dan Li Kung-po dan bulan Maret 1947, tentara Kuomintang membombardir dan menduduki Yen-an, ibu-kota Kungchantang. Dalam bulan Desember tahun itu djuga, barulah Ketua Mao Tse Tung menjatakan bahwa Perang Revolusi telah berobah, dari mengambil sikap defensief (bertahan) selama ini, mulai sekarang harus mendjadi perang offensief, menjerang. Musuh tak ditjari, bila bersua pantang dihindarkan! Dalam bulan April 1048, Yen-an telah dapat direbut kembali. Sedjak itu berturut{{2}}lah kemenangan gemilang jang ditjapai oleh Tentara Pembebasan Rakjat.<noinclude> {{rh|||27}}</noinclude> 62w5sucnxj1qabajr6f8h6dbggj2zgk Halaman:Tiongkok Baru.pdf/29 104 35804 296446 105860 2026-05-21T07:41:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> Disamping kemenangan² militer itu, dimana² principe kerdja-sama itulah jang didjadikan pedoman bagi mengatur pemerintahan ditiap2 propinsi dan daerah ketjil. Kerdja sama diantara segala nationaliteit jang ada (seperti diketahui golongan Islam diakui sebagai salah satu nationality, jang mempunjai tjara hidup, adat istiadat dan kebudajaan sendiri, jang sudah turun temurun dari abad ke abad), kerdja-sama diantara segala partai jang ada, kerdja-sama diantara keempat golongan jang ada (tani, buruh, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional menurut lapangan kerdja dan funksinja masing2), kerdja sama menurut keadaan disatu² tempat dan propinsi. Diantara suku2 bangsa itu, bangsa Han-lah jang terbanjak. Tapi disatu daerah umpamanja, dimana sedikit suku bangsa Han, maka mereka tidak banjak menduduki kursi2 dewan perwakilan, sedang untuk mendjadi pembesar, bukan partai atau golongan atau suku bangsa jang mendjadi ukuran, akan tetapi pengalaman, ketjakapan dan kepertjajaan rakjat kepada orang itu. Adanja orang Islam mendjadi Kepala Daerah Gubernur Propinsi di Sinkiang, bernama Burhan dan anggota Pemerintah Pusat dari sana, Saifuddin, dapatlah dipandang dari sudut penghargaan dan kerdjasama jang mendjadi sikap dan pendirian Pemerintah Pusat. Anggauta kabinet jang otonom di Tungpei (Manchuria), jang mendjadi menteri Perdagangan ialah orang Islam, begitu djuga kepala Department Store di Shenyang (Mukden) jang mengontrole keluar masuk dan pembagian barang ketoko2 dan paberik2 adalah teman sekolah sdr. Ismail Banda di Al Azhar, Cairo, bernama Abdul Madjid. Waktu diadjaknja kami '''berbahasa Arab, ternjata tidak sanggup, maka ketika itulah kami merasa sajang dan sungguh rugi sekali jang Hamka tidak diperbolehkan oleh partainja pergi, dengan alasan, kaum Islam disana hidup tertindas.''' Padahal tidak sedikit diantara orang Islam rakjat Tiongkok, jang sedjak dahulu ikut dalam gerakan revolusioner untuk melepaskan bangsanja dari belenggu kapitalis dan imperialis asing dan birokrat-koruptor bangsa sendiri. Apa bedanja di Indonesia, hanja sadja, kalau tak salah, sdr. Hamka tidaklah termasuk kedalam orang pergerakan Islam, jang memperajuangkan kemerdekaan politik, mentjapai Indonesia merdeka, dizaman pendjadjahan Belanda dulu. Dan setiap orang jang berpendirian progressif dan berfaham revolusioner adalah mendapat penghargaan dan penghormatan jang sepantasnja, asal sadja bukan hanja dimulut, bitjara dan pidato atau amanat, akan tetapi dibuktikan dengan perbuatan dan peramalan sehari2. Soal agama dan suku bangsa, begitu djuga soal2 dan kedjadian jang lampau, tidak mendjadi rintangan untuk madju. Tiongkok Baru tidak mengenal sifat dendam, chizid dan dengki akan tjemburu²an. Tiongkok tjukup luas dan pekerdjaan tjukup banjak untuk berlomba dan berkompetisi (bukan berkonkurensi), menabur djasa, menunaikan bakti terhadap Tanah Air dan Bangsa, terhadap negara dan masjarakat jang maha luas dan berpantja warna jang indah2. Djiwa ketjil tak dikenal di Tiongkok lagi.<noinclude></noinclude> 8leeyee2apc41odgw8qn9jgqp3mr4ux 296447 296446 2026-05-21T07:41:27Z Link PB 26772 296447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> Disamping kemenangan² militer itu, dimana² principe kerdja-sama itulah jang didjadikan pedoman bagi mengatur pemerintahan ditiap2 propinsi dan daerah ketjil. Kerdja sama diantara segala nationaliteit jang ada (seperti diketahui golongan Islam diakui sebagai salah satu nationality, jang mempunjai tjara hidup, adat istiadat dan kebudajaan sendiri, jang sudah turun temurun dari abad ke abad), kerdja-sama diantara segala partai jang ada, kerdja-sama diantara keempat golongan jang ada (tani, buruh, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional menurut lapangan kerdja dan funksinja masing2), kerdja sama menurut keadaan disatu² tempat dan propinsi. Diantara suku2 bangsa itu, bangsa Han-lah jang terbanjak. Tapi disatu daerah umpamanja, dimana sedikit suku bangsa Han, maka mereka tidak banjak menduduki kursi2 dewan perwakilan, sedang untuk mendjadi pembesar, bukan partai atau golongan atau suku bangsa jang mendjadi ukuran, akan tetapi pengalaman, ketjakapan dan kepertjajaan rakjat kepada orang itu. Adanja orang Islam mendjadi Kepala Daerah Gubernur Propinsi di Sinkiang, bernama Burhan dan anggota Pemerintah Pusat dari sana, Saifuddin, dapatlah dipandang dari sudut penghargaan dan kerdjasama jang mendjadi sikap dan pendirian Pemerintah Pusat. Anggauta kabinet jang otonom di Tungpei (Manchuria), jang mendjadi menteri Perdagangan ialah orang Islam, begitu djuga kepala Department Store di Shenyang (Mukden) jang mengontrole keluar masuk dan pembagian barang ketoko2 dan paberik2 adalah teman sekolah sdr. Ismail Banda di Al Azhar, Cairo, bernama Abdul Madjid. Waktu diadjaknja kami '''berbahasa Arab, ternjata tidak sanggup, maka ketika itulah kami merasa sajang dan sungguh rugi sekali jang Hamka tidak diperbolehkan oleh partainja pergi, dengan alasan, kaum Islam disana hidup tertindas.''' Padahal tidak sedikit diantara orang Islam rakjat Tiongkok, jang sedjak dahulu ikut dalam gerakan revolusioner untuk melepaskan bangsanja dari belenggu kapitalis dan imperialis asing dan birokrat-koruptor bangsa sendiri. Apa bedanja di Indonesia, hanja sadja, kalau tak salah, sdr. Hamka tidaklah termasuk kedalam orang pergerakan Islam, jang memperajuangkan kemerdekaan politik, mentjapai Indonesia merdeka, dizaman pendjadjahan Belanda dulu. Dan setiap orang jang berpendirian progressif dan berfaham revolusioner adalah mendapat penghargaan dan penghormatan jang sepantasnja, asal sadja bukan hanja dimulut, bitjara dan pidato atau amanat, akan tetapi dibuktikan dengan perbuatan dan peramalan sehari2. Soal agama dan suku bangsa, begitu djuga soal2 dan kedjadian jang lampau, tidak mendjadi rintangan untuk madju. Tiongkok Baru tidak mengenal sifat dendam, chizid dan dengki akan tjemburu²an. Tiongkok tjukup luas dan pekerdjaan tjukup banjak untuk berlomba dan berkompetisi (bukan berkonkurensi), menabur djasa, menunaikan bakti terhadap Tanah Air dan Bangsa, terhadap negara dan masjarakat jang maha luas dan berpantja warna jang indah2. Djiwa ketjil tak dikenal di Tiongkok lagi.<noinclude> {{rh|28}}</noinclude> hdt83w3walx8vr3h3z72ttka7wmfgm1 296453 296447 2026-05-21T07:49:57Z Link PB 26772 296453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> Disamping kemenangan{{2}} militer itu, dimana{{2}} principe kerdja-sama itulah jang didjadikan pedoman bagi mengatur pemerintahan ditiap{{2}} propinsi dan daerah ketjil. Kerdja sama diantara segala nationaliteit jang ada (seperti diketahui golongan Islam diakui sebagai salah satu nationality, jang mempunjai tjara hidup, adat istiadat dan kebudajaan sendiri, jang sudah turun temurun dari abad ke abad), kerdja-sama diantara segala partai jang ada, kerdja-sama diantara keempat golongan jang ada (tani, buruh, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional menurut lapangan kerdja dan funksinja masing{{2}}), kerdja sama menurut keadaan disatu{{2}} tempat dan propinsi. Diantara suku{{2}} bangsa itu, bangsa Han-lah jang terbanjak. Tapi disatu daerah umpamanja, dimana sedikit suku bangsa Han, maka mereka tidak banjak menduduki kursi{{2}} dewan perwakilan, sedang untuk mendjadi pembesar, bukan partai atau golongan atau suku bangsa jang mendjadi ukuran, akan tetapi pengalaman, ketjakapan dan kepertjajaan rakjat kepada orang itu. Adanja orang Islam mendjadi Kepala Daerah Gubernur Propinsi di Sinkiang, bernama Burhan dan anggota Pemerintah Pusat dari sana, Saifuddin, dapatlah dipandang dari sudut penghargaan dan kerdjasama jang mendjadi sikap dan pendirian Pemerintah Pusat. Anggauta kabinet jang otonom di Tungpei (Manchuria), jang mendjadi menteri Perdagangan ialah orang Islam, begitu djuga kepala Department Store di Shenyang (Mukden) jang mengontrole keluar masuk dan pembagian barang ketoko{{2}} dan paberik{{2}} adalah teman sekolah sdr. Ismail Banda di Al Azhar, Cairo, bernama Abdul Madjid. Waktu diadjaknja kami '''berbahasa Arab, ternjata tidak sanggup, maka ketika itulah kami merasa sajang dan sungguh rugi sekali jang Hamka tidak diperbolehkan oleh partainja pergi, dengan alasan, kaum Islam disana hidup tertindas.''' Padahal tidak sedikit diantara orang Islam rakjat Tiongkok, jang sedjak dahulu ikut dalam gerakan revolusioner untuk melepaskan bangsanja dari belenggu kapitalis dan imperialis asing dan birokrat-koruptor bangsa sendiri. Apa bedanja di Indonesia, hanja sadja, kalau tak salah, sdr. Hamka tidaklah termasuk kedalam orang pergerakan Islam, jang memperajuangkan kemerdekaan politik, mentjapai Indonesia merdeka, dizaman pendjadjahan Belanda dulu. Dan setiap orang jang berpendirian progressif dan berfaham revolusioner adalah mendapat penghargaan dan penghormatan jang sepantasnja, asal sadja bukan hanja dimulut, bitjara dan pidato atau amanat, akan tetapi dibuktikan dengan perbuatan dan peramalan sehari{{2}}. Soal agama dan suku bangsa, begitu djuga soal{{2}} dan kedjadian jang lampau, tidak mendjadi rintangan untuk madju. Tiongkok Baru tidak mengenal sifat dendam, chizid dan dengki akan tjemburu{{2}}an. Tiongkok tjukup luas dan pekerdjaan tjukup banjak untuk berlomba dan berkompetisi (bukan berkonkurensi), menabur djasa, menunaikan bakti terhadap Tanah Air dan Bangsa, terhadap negara dan masjarakat jang maha luas dan berpantja warna jang indah{{2}}. Djiwa ketjil tak dikenal di Tiongkok lagi.<noinclude> {{rh|28}}</noinclude> 4iestps4ag8n7a05j2lpg4izy4bwu84 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/30 104 35805 296448 105861 2026-05-21T07:43:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Robert Payne, penulis buku ,,Mao Che Tung, Ruler of Red China", jang diwaktu perundingan antara Kuomintang dan Kungchantang di Chungking, djuga berada disana, telah mendapat kesempatan untuk bertjakap2 dengan Mao Che-tung sendiri. Jang menarik perhatian dalam hubungan dengan tulisan ini ialah pertanjaan jang dikemukakan oleh R. Payne. Katanja: Lao Tse berpendapat bahwa memerintah itu adalah sama mudahnja dengan memasak ikan² ketjil; Sependapatkah tuan dengan dia? Sambutan Mao Che-tung seperti berikut: ,,Tidak akan ada gubernemen (pemerintah), rakjat jang akan memerintah. Dan didaerah2 jang sudah dibebaskan oleh Kungchantang, tentu tuan akan melihat, bahwa rakjat itulah jang memerintah dirinja sendiri". Waktu Mao Che-tung mengatakan pada Payne, bahwa akan datang lagi banjak ,,Long Marches", jang belakangan dengan lantas bertanja: Apakah peperangan akan berdjalan terus? Jang didjawab dengan: Mesti, ketjuali Kuomintang membolehkan (setudju) rakjat akan memerintah dirinja sendiri. Djadi soal Pemerintah Rakjat itu bukan nama jang ditjari2 atau dipilih2 agar muluk didengar telinga, tidak. Soal itu ada- lah kejakinan, hasil pikiran dan perdjuangan Mao Che-tung, sebagai ketua dari Kungchantang, dan mendjadi kejakinan pula dari seluruh kader, jang sudah mempraktekkannja dimana², sebelum mereka mendapat kemenangan dan sebelum terdjadi Proklamasi Republik Rakjat. Pemerintah Rakjat bukan perhiasan bibir belaka, tapi sudah mendjadi kenjataan diseluruh Tiongkok, kenjataan jang membuktikan bahwa kekuasaan politik tidaklah dimonopoli oleh partai Kungchantang, melainkan pemerintah koalisi jang disusun dimana2, disertai dan dibentuk bersama oleh segenap partai jang ada, semua golongan dan suku bangsa jang ada ditiap2 daerah. Djuga Robert Payne menerangkan bahwa Mao sedikit sekali mengetahui tentang Sovjet Russia ketika itu, sehingga tak mungkin buah pikiran dan filsafatnja itu ditiru² dari sana, melainkan bersumber dari djiwa dan sedjarah Tiongkok, dari hasil pengalaman, latihan dan perdjuangan jang pahit2 berpuluh tahun, ditengah rimba, dipadang pasir, dalam gua, dalam pukulan panas dan dingin silih berganti, lapar dan dahaga. Robert Payne jakin betul bahwa Revolusi jang telah menang di Tiongkok sekarang ini, bukanlah dapat inspirasi dari Moskow, akan tetapi tumbuh dan meletus oleh kodrat jang ada dalam kandungan djiwa Tiongkok sendiri, sepandjang sedjarahnja jang sudah begitu lama. Dan tidaklah bersandar pada teori Marx-Lenin, ketjuali beberapa hal jang mengenai susunan lahir dan bentuknja. Pada hakekatnja adalah asli Tiongkok. <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|||29}}</noinclude> imjsanwxoyf8e17cgia55es2v9faav2 296452 296448 2026-05-21T07:48:53Z Link PB 26772 296452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Robert Payne, penulis buku ,,Mao Che Tung, Ruler of Red China", jang diwaktu perundingan antara Kuomintang dan Kungchantang di Chungking, djuga berada disana, telah mendapat kesempatan untuk bertjakap{{2}} dengan Mao Che-tung sendiri. Jang menarik perhatian dalam hubungan dengan tulisan ini ialah pertanjaan jang dikemukakan oleh R. Payne. Katanja: Lao Tse berpendapat bahwa memerintah itu adalah sama mudahnja dengan memasak ikan{{2}} ketjil; Sependapatkah tuan dengan dia? Sambutan Mao Che-tung seperti berikut: ,,Tidak akan ada gubernemen (pemerintah), rakjat jang akan memerintah. Dan didaerah{{2}} jang sudah dibebaskan oleh Kungchantang, tentu tuan akan melihat, bahwa rakjat itulah jang memerintah dirinja sendiri". Waktu Mao Che-tung mengatakan pada Payne, bahwa akan datang lagi banjak ,,Long Marches", jang belakangan dengan lantas bertanja: Apakah peperangan akan berdjalan terus? Jang didjawab dengan: Mesti, ketjuali Kuomintang membolehkan (setudju) rakjat akan memerintah dirinja sendiri. Djadi soal Pemerintah Rakjat itu bukan nama jang ditjari{{2}} atau dipilih{{2}} agar muluk didengar telinga, tidak. Soal itu ada- lah kejakinan, hasil pikiran dan perdjuangan Mao Che-tung, sebagai ketua dari Kungchantang, dan mendjadi kejakinan pula dari seluruh kader, jang sudah mempraktekkannja dimana{{2}}, sebelum mereka mendapat kemenangan dan sebelum terdjadi Proklamasi Republik Rakjat. Pemerintah Rakjat bukan perhiasan bibir belaka, tapi sudah mendjadi kenjataan diseluruh Tiongkok, kenjataan jang membuktikan bahwa kekuasaan politik tidaklah dimonopoli oleh partai Kungchantang, melainkan pemerintah koalisi jang disusun dimana{{2}}, disertai dan dibentuk bersama oleh segenap partai jang ada, semua golongan dan suku bangsa jang ada ditiap{{2}} daerah. Djuga Robert Payne menerangkan bahwa Mao sedikit sekali mengetahui tentang Sovjet Russia ketika itu, sehingga tak mungkin buah pikiran dan filsafatnja itu ditiru{{2}} dari sana, melainkan bersumber dari djiwa dan sedjarah Tiongkok, dari hasil pengalaman, latihan dan perdjuangan jang pahit{{2}} berpuluh tahun, ditengah rimba, dipadang pasir, dalam gua, dalam pukulan panas dan dingin silih berganti, lapar dan dahaga. Robert Payne jakin betul bahwa Revolusi jang telah menang di Tiongkok sekarang ini, bukanlah dapat inspirasi dari Moskow, akan tetapi tumbuh dan meletus oleh kodrat jang ada dalam kandungan djiwa Tiongkok sendiri, sepandjang sedjarahnja jang sudah begitu lama. Dan tidaklah bersandar pada teori Marx-Lenin, ketjuali beberapa hal jang mengenai susunan lahir dan bentuknja. Pada hakekatnja adalah asli Tiongkok. <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|||29}}</noinclude> 7gdtlvy73cb2oz13t1b1jxai4seyzfb Halaman:Tiongkok Baru.pdf/31 104 35806 296449 105852 2026-05-21T07:45:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''VI. PERHUBUNGAN DENGAN SOVJET UNI.'''}} {{dropinitial|O}}rang selalu salah mengerti, mungkin karena salah informasi, dan menjangka bahwa segala kekatjauan di Eropah sekarang adalah disebabkan maksud2 agressi dan expansi dari Sovjet Uni, artinja, begitu dikatakan orang dari pihak tertentu dan orang jang mendengar jang tak berpikir pandjang dan tak punja pikiran merdeka, karena selalu dituntun dengan kili2 (sepotong kaju jang ditaruh dihidung kerbau) kili2 jang berupa dollar, pertjaja selalu, nerima terus. Untuk mengobati orang seperti itu, (saja harap tidak ada dikalangan pembatja) maka haraplah suka membatja dulu buku jang ditulis oleh John Gunther, ,,Behind the Curtain", agar mendapat gambaran sedikit, bagaimana wataknja Sovjet-Uni didalam pergaulan internasional, djudjurkah atau tidak, diakah jang rendah atau orang lain jang tak dipertjaja mulutnja. Diakah jang banjak telah melanggar perdiandjian2 dari Perang Dunia ke-II atau pihak lain jang melanggar! Sovjetkah jang ingin damai, atau Amerika (negerinja John Gunther) sendiri jang mengatjau dinegeri2 orang, menghasut2 perang dan memetjah belah. Kalau mau tahu lebih djelas lagi, batjalah buku jang ditulis. oleh Konni Zilliacus, seorang anggauta Parlemen Inggeris dari Labour Party, jang telah lebih suka mengorbankan keanggautaan Parlemen-nja dari pada harus didikte sadja dari atas, terutama tidak dapat menjetudjui sama sekali politik Kabinet Buruh Inggris jang selalu membuntut pada Amerika, begitu djuga politiknja jang kolot dan tidak progressif terhadap negara2 Eropa, sehigga menurut pendapatnja, politik luar negeri kabinet Attlee, serupa sadja dengan politik partai konservatif, Churchill. Bukunja itu berisikan reportage dan uraian jang djelas dan gedokumenteerd, bernama ,,I Choose Peace", dapat dianggap suaranja golongan opposisi didalam Labour Party dan menentang politik Attlee dan Bevin almarhum. Djadi kedjatuhan kabinet Attlee itu baru2 ini, mungkin disebabkan makin banjaknja anggauta jang tidak setudju dan keluar dari partai, sehingga partai konservatif memperoleh kelebihan suara dalam pemilihan. Begitulah Zilliacus menerangkan dengan djelas, apa sebenarnja jang terdjadi di Italia sehabis perang jang baru lalu ini, di Junani dll. negeri. Terutama dikedua negeri jang tersebut itu, orang banjak menjangka, bahwa Sovjet telah turut tjampur dalam perang saudara dan pertentangan politik negeri luaran, padahal menurut Zilliacus, sedikitpun tidak dapat dibuktikan tentang tjampur tangannja Sovjet Uni. Adanja panitia2 penjelidikan hanja untuk membuka kesempatan bagi Amerika Inggeris, untuk mentjari kontak dan dalam hal ini Inggeris Amerika tidak segan membuang ongkos jang tidak sedikit djumlahnja, dan tidak segan pula bekerdja sama dengan pengchianat bangsa jang membantu Hitler, kalau perlu ,,membeli" mereka untuk dipergunakan mendjadi alat kapitalisbeka.<noinclude> {{rh|30}}</noinclude> 9keyxzcvx29ki9d20qgjsih0kgffjwj 296451 296449 2026-05-21T07:47:48Z Link PB 26772 296451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''VI. PERHUBUNGAN DENGAN SOVJET UNI.'''}} {{dropinitial|O}}rang selalu salah mengerti, mungkin karena salah informasi, dan menjangka bahwa segala kekatjauan di Eropah sekarang adalah disebabkan maksud{{2}} agressi dan expansi dari Sovjet Uni, artinja, begitu dikatakan orang dari pihak tertentu dan orang jang mendengar jang tak berpikir pandjang dan tak punja pikiran merdeka, karena selalu dituntun dengan kili{{2}} (sepotong kaju jang ditaruh dihidung kerbau) kili{{2}} jang berupa dollar, pertjaja selalu, nerima terus. Untuk mengobati orang seperti itu, (saja harap tidak ada dikalangan pembatja) maka haraplah suka membatja dulu buku jang ditulis oleh John Gunther, ,,Behind the Curtain", agar mendapat gambaran sedikit, bagaimana wataknja Sovjet-Uni didalam pergaulan internasional, djudjurkah atau tidak, diakah jang rendah atau orang lain jang tak dipertjaja mulutnja. Diakah jang banjak telah melanggar perdiandjian{{2}} dari Perang Dunia ke-II atau pihak lain jang melanggar! Sovjetkah jang ingin damai, atau Amerika (negerinja John Gunther) sendiri jang mengatjau dinegeri{{2}} orang, menghasut{{2}} perang dan memetjah belah. Kalau mau tahu lebih djelas lagi, batjalah buku jang ditulis. oleh Konni Zilliacus, seorang anggauta Parlemen Inggeris dari Labour Party, jang telah lebih suka mengorbankan keanggautaan Parlemen-nja dari pada harus didikte sadja dari atas, terutama tidak dapat menjetudjui sama sekali politik Kabinet Buruh Inggris jang selalu membuntut pada Amerika, begitu djuga politiknja jang kolot dan tidak progressif terhadap negara{{2}} Eropa, sehigga menurut pendapatnja, politik luar negeri kabinet Attlee, serupa sadja dengan politik partai konservatif, Churchill. Bukunja itu berisikan reportage dan uraian jang djelas dan gedokumenteerd, bernama ,,I Choose Peace", dapat dianggap suaranja golongan opposisi didalam Labour Party dan menentang politik Attlee dan Bevin almarhum. Djadi kedjatuhan kabinet Attlee itu baru{{2}} ini, mungkin disebabkan makin banjaknja anggauta jang tidak setudju dan keluar dari partai, sehingga partai konservatif memperoleh kelebihan suara dalam pemilihan. Begitulah Zilliacus menerangkan dengan djelas, apa sebenarnja jang terdjadi di Italia sehabis perang jang baru lalu ini, di Junani dll. negeri. Terutama dikedua negeri jang tersebut itu, orang banjak menjangka, bahwa Sovjet telah turut tjampur dalam perang saudara dan pertentangan politik negeri luaran, padahal menurut Zilliacus, sedikitpun tidak dapat dibuktikan tentang tjampur tangannja Sovjet Uni. Adanja panitia{{2}} penjelidikan hanja untuk membuka kesempatan bagi Amerika Inggeris, untuk mentjari kontak dan dalam hal ini Inggeris Amerika tidak segan membuang ongkos jang tidak sedikit djumlahnja, dan tidak segan pula bekerdja sama dengan pengchianat bangsa jang membantu Hitler, kalau perlu ,,membeli" mereka untuk dipergunakan mendjadi alat kapitalisbeka.<noinclude> {{rh|30}}</noinclude> 3tml166tqvpt9gyxcpo5eqbgpi4b3za Halaman:Tiongkok Baru.pdf/32 104 35807 296450 105853 2026-05-21T07:47:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>imperialis Amerika. Hal inilah jang menjebabkan berkobarnja pertempuran di Junani dan kaum geurilla jang melawan nazi Djerman tidak senang melihat keadaan seperti itu. Jang bertempur di Junanipun, bukanlah jang dinamakan kaum kanan melawan kaum partisan, pedjuang, buruh dan tani, akan tetapi tentara Inggeris dan Amerikalah jang membunuhi kaum patriot dan pentjinta bangsa dinegeri itu. Dibarisan muka dan belakang ditaruhlah bekas andjing{{2}} Hitler, diberi sendjata setjukupžnja dan dibiarkan pula melakukan korupsi besar{{2}}an, agar dengan begitu achlak mendjadi merosot dan moral mendjadi bedjat sama sekali, sehingga kwaliteitnja tidak lebih lagi dari pada budak belian jang main-inggih sadja pada tuannja, hanja bedanja sedikit dari budak sebenarnja, ialah, budak modern ini bisa hidup mewah disamping membunuhi dan menganiaja bangsanja sendiri. Begitulah diterangkan olch Zilliacus dalam bukunja. Inilah sekedar bandingan, agar orang djangan terlalu lekas pertjaja apa jang ditiup{{2}} dari seberang lautan, dari negeri{{2}} jang dikatakan demokratis dsb. itu. Menangnja Kungchantang di Tiongkok-pun dikatakanlah karena bantuan Sovjet dan karena itu Tiongkok adalah negara-sateliet Sovjet, padahal kita sendiri telah melihat dengan mata sendiri, bahwa di Tiongkok tidak ada sedikitpun tanda{{2}} bahwa negeri itu ,,didjadjah" oleh Sovjet, dan penulis Robert Payne sendiri telah membantahnja. Kalau begitu apakah sebenarnja perhubungan antara RRT dengan Sovjet Uni? Untuk mendjawab ini, tidak begitu mudah. Pertama harus ditengok dari sudut sedjarah. Selama ini, sedjak pemerintah Tzaar diruntuhkan dan diganti dengan pemerintah Sovjet, Russia itu tak pernah menundjukkan sikap dan maksud djahat terhadap bangsa asing, istimewa terhadap Tiongkok. Sun Yat Sen, sekalipun bukan komunis, tapi memandang Sovjet sebagai sahabatnja. Sedjak pemerintah Chiang Kai Shek mendjadi reaksioner, maka madame Sun Yat Sen selalu mendjadi opposisi, sekalipun isteri Chiang aKi Shek adik kandungnja sendiri. Rakjat Tiongkok memandang sebaliknja terhadap Amerika, Inggeris, Perantjis dan Djepang terutama. Kemelaratan dan kesengsaraan, kehinaan dan noda jang melekat pada Tiongkok adalah disebabkan sikap dan perbuatan negara{{2}} imperialis itu. Hanja Chiang Kai Shek dan gerombolannja jang memandang Amerika sebagai penolongnja, karena itu bersedia dipalut hutang sama sekali pada Amerika. Hasil korupsi telah penuhi kantog dan sudah safe ditaruh di bank{{2}} di Amerika, berupa andil, deviezen, mas dll. Inilah perbandingan bukti dari sedjarah, dan semua rakjat Tiongkok sudah tahu akan hal ini. Perbandingan dimata Tiongkok, antara negara Sovjet Uni dengan negara{{2}} ,,demokratis"-burdjuis, kapitalis-imperialis jang dikepalai oleh Amerika. Disinilah salah satu kepopuleran Kungchantang dan Mao Che-tung, kalau ditanja rakjat biasa sadja akan didjawabnja: Ketua Mao tak punja uang dan badjunja sama sadja dengan saja. Istananja tak ada, makannja sama dengan kita, d.s.b.<noinclude></noinclude> 7so3v3lfo4hjhd7ddru38hgge8oars4 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/33 104 35808 296470 105854 2026-05-21T09:27:48Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sebaliknja dengan Sovjet, sekalipun kadang2 ada mempunjai konsessi diluar negeri, malahan tidak diexploitir dan kalau mau diusahakan sesuatu tambang umpamanja, adalah bersama2 dengan pemerintah negeri jang memberi konsessi itu. Tidak lama sesudah berdirinja RRT, pemerintah Sovjet lantas bersedia menjerahkan kembali Dairen (Port Arthur) dalam suatu perdjandjian persahabatan, dan sekarang memang RRT-lah jang berkuasa didaerah pelabuhan itu. Bukan itu sadja, ahli2 Sovjet pun datang membantu dengan systeem begitu rupa, sehingga tidak perlu mereka datang banjak2, tapi dengan seorang ahli umpamanja dapat berdjalan kembali beberapa fabrik. Djuga tak perlu banjak2 pergi ke Moskow, seperti orang di Indonesia beramai2 ke Amerika, Nederland dll. Entah kapan pulangnja dan keahlian apa jang bisa didapat dengan menindjau bolak balik berbondong2, menghabiskan deviezen, memperbanjak hutang, membuang ongkos untuk jang tidak berguna. Sikapnja bukan mengatur, memerintah, kasih instruksi atau minta gadji besar2an, tidak, melainkan mereka datang dengan maksud membimbing dan menuntun, sehingga dalam tempo jang tertentu seorang mandur sudah bisa naik mendjadi baas, seorang masinis sudah bisa naik mendjadi kepala bagian paberik dsb. Dengan begitu dari tahun ketahun, kader bertambah banjak, dan paberik dapat berdjalan terus. Pokoknja produksi djalan, itu dulu jang diutamakan. Bukan karena kurang produksi itu, lantas barang Sovjet membandjiri Tiongkok, tidak. Jang boleh masuk dari Sovjet hanjalah jang perlu bagi RRT, seperti alat2 dan mesin?. Itupun tidak usah dalam djumlah besar, sebab sesampai di Tiongkok lantas ditiru, kalau perlu, orang Russia datang memberi petundjuk. Systeem ini dapat dilakukan karena Tiongkok sendiri sudah mempunjai paberik induk, artinja peleburan wadja dan logam lainnja, begitu djuga pentjetakannja. Keperluan dari pihak Tiongkok dan kesediaan dari pihak Sovjet inilah jang segera merapatkan perhubungan antara Sovjet dan RRT. Inilah djuga jang mendjadi perbintjangan antara lain, sewaktu ketua Mao berkundjung ke Moskow dalam bulan Desember 1949 dan tinggal disana kira² 3 bulan lamanja. Sebab sebagai ketua jang bertanggung djawab terhadap rakjat jang ratusan diuta itu, beliau tentu tidak merasa tjukup dengan mengirim utusan² sadja atau penindjau2 belaka, tapi harus dijakinkan sendiri, apakah betul2 maksud Sovjet itu baik terhadap Tiongkok dan dapatkah kira2 dipertanggung-djawabkan pada rakjat! Selain dari itu, ada lagi jang menjebabkan terikatnja tali persaudaraan antara kedua negara raksasa itu. Selain letak jang geografis. Russia lebih dulu telah memenangkan revolusi. Hanja pengalaman² mengenai tani dan buruh jang pahit2 jang dapat dipergunakan sebagai peladjaran di RRT, sehingga dengan begitu korban² dan kegagalan² pertjobaan Sovjet dulu, tidak usah terulang lagi di Tiongkok. Baik Tiongkok, maupun Russia, kedua2nja adalah negeri agraria sewaktu mengalami revolusi. Betul ada industri, akan tetapi belum begitu dewasa.<noinclude> {{rh|32}}</noinclude> 4fb0xug2ga4marfvlwuzs98c8054ama Halaman:Tiongkok Baru.pdf/34 104 35809 296471 105855 2026-05-21T09:31:42Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dengan susah pajah, Sovjet dapat madju terus, dengan tidak usah terikat kepada negeri2 kapitalis-imperialis, sehingga kemenangan revolusi dapat terhindar dari bahaja dan antjaman dari luar. Kekuatan Sovjet sudah terbukti dalam perang jang baru lalu, berkat hasil dan perasan keringat sendiri dan terpeliharanja Sovjet dari tjengkeraman pengaruh asing sedjak tahun 1917. Pindjaman jang diberikan Sovjet pada RRT bukan seperti pindjaman jang lazim diberikan oleh negeri kapitalis-imperialis. Kedua belah pihak merasa sama2 berkewadjiban untuk memperlihatkan pada dunia, bahwa ada djalan lain dan tjara lain untuk berhubungan ekonomi antara satu negara dengan jang lain, dengan tidak usah salah satu mendjadi korban, artinja, jang satu memeras dan jang lain diperas, seperti halnja perhubungan ekonomis dengan dan diantara negara² kapitalis-imperialis, jang tidak boleh tidak, mesti menimbulkan ekonomi kolonial dan monopoli kapital asing di negara jang banjak memindjam. Tjontohnja sudah banjak, hanja sadja rupanja banjak orang jang belum mau mengerti, sebab terasa enak djuga, persis seperti orang minum tjandu, atau.... orang jang sudah bergelimang dengan kotoran, tidak tahu dan tidak merasa bahwa ia kotor, seperti orang jang tinggal diatas kandang kerbau, tidak merasa bahwa tempatnja itu berbau tahi kerbau.... Begitulah! Perhubungan jang ada antara RRT dan Sovjet Uni, oleh kedua belah pihak sama2 terasa perlunja dan manfa'atnja, diperlukan oleh praktek dan usaha, sehari2 dalam mewudjudkan tjita², karena itu lambat laun perhubungan itu mendjadilah persaudaraan jang akrab sekali. Demikianpun persahabatan dengan Tiongkok itu bukanlah monopolinja Sovjet Uni. Dengan siapa sadja RRT mau bersahabat dan berhubungan baik, asal dengan maksud dan tudjuan jang sama2 akan menguntungkan kedua belah pihak, diatas dasar harga menghargai dan hormat menghormati. Tengoklah pertumbuhan dan perkembangan perhubungan antara RRT dengan negara raksasa jang ketiga, jaitu India. Dipandang dari sudut praktis, adakah satu negeri luar jangakan sanggup menggantikan kedudukan Sovjet dalam perhubungannja dengan RRT itu? Sebaliknja pihak Sovjet, sekalipun RRT banjak beladjar dan mentjontoh dari dia, tidaklah diperlihatkannja sikap tjongkak atau menggagah terhadap Tiongkok. Diluar negeri, kepentingan RRT dibelanja seperti kepentingannja sendiri, dengan tidak mengharapkan upah atau balasan, berupa konsessi atau ini-itu. Apa jang dapat diperbuatnja untuk kepentingan RRT, diusahakannja sebaik2nja. Sahabat dan saudara jang setia dan djudjur ichlas, begitulah pandangan kita terhadap perhubungan jang ada sekarang antara RRT dengan Sovjet Uni. Sebagaimana RRT memandang pada Sovjet, tentu begitu pulalah Korea Utara memandang pada RRT. Ketjuali geografis, banjak lagi hal2 dan keadaan jang mengharuskan Korea Utara mesti bergandengan tangan dengan RRT. Kelain djurusan ia<noinclude> {{rh|33}}</noinclude> bawy4nadearggg91xwkzbe8ea7utpe2 296472 296471 2026-05-21T09:32:32Z Link PB 26772 296472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dengan susah pajah, Sovjet dapat madju terus, dengan tidak usah terikat kepada negeri{{2}} kapitalis-imperialis, sehingga kemenangan revolusi dapat terhindar dari bahaja dan antjaman dari luar. Kekuatan Sovjet sudah terbukti dalam perang jang baru lalu, berkat hasil dan perasan keringat sendiri dan terpeliharanja Sovjet dari tjengkeraman pengaruh asing sedjak tahun 1917. Pindjaman jang diberikan Sovjet pada RRT bukan seperti pindjaman jang lazim diberikan oleh negeri kapitalis-imperialis. Kedua belah pihak merasa sama{{2}} berkewadjiban untuk memperlihatkan pada dunia, bahwa ada djalan lain dan tjara lain untuk berhubungan ekonomi antara satu negara dengan jang lain, dengan tidak usah salah satu mendjadi korban, artinja, jang satu memeras dan jang lain diperas, seperti halnja perhubungan ekonomis dengan dan diantara negara{{2}} kapitalis-imperialis, jang tidak boleh tidak, mesti menimbulkan ekonomi kolonial dan monopoli kapital asing di negara jang banjak memindjam. Tjontohnja sudah banjak, hanja sadja rupanja banjak orang jang belum mau mengerti, sebab terasa enak djuga, persis seperti orang minum tjandu, atau.... orang jang sudah bergelimang dengan kotoran, tidak tahu dan tidak merasa bahwa ia kotor, seperti orang jang tinggal diatas kandang kerbau, tidak merasa bahwa tempatnja itu berbau tahi kerbau.... Begitulah! Perhubungan jang ada antara RRT dan Sovjet Uni, oleh kedua belah pihak sama{{2}} terasa perlunja dan manfa'atnja, diperlukan oleh praktek dan usaha, sehari{{2}} dalam mewudjudkan tjita{{2}}, karena itu lambat laun perhubungan itu mendjadilah persaudaraan jang akrab sekali. Demikianpun persahabatan dengan Tiongkok itu bukanlah monopolinja Sovjet Uni. Dengan siapa sadja RRT mau bersahabat dan berhubungan baik, asal dengan maksud dan tudjuan jang sama{{2}} akan menguntungkan kedua belah pihak, diatas dasar harga menghargai dan hormat menghormati. Tengoklah pertumbuhan dan perkembangan perhubungan antara RRT dengan negara raksasa jang ketiga, jaitu India. Dipandang dari sudut praktis, adakah satu negeri luar jangakan sanggup menggantikan kedudukan Sovjet dalam perhubungannja dengan RRT itu? Sebaliknja pihak Sovjet, sekalipun RRT banjak beladjar dan mentjontoh dari dia, tidaklah diperlihatkannja sikap tjongkak atau menggagah terhadap Tiongkok. Diluar negeri, kepentingan RRT dibelanja seperti kepentingannja sendiri, dengan tidak mengharapkan upah atau balasan, berupa konsessi atau ini-itu. Apa jang dapat diperbuatnja untuk kepentingan RRT, diusahakannja sebaik{{2}}nja. Sahabat dan saudara jang setia dan djudjur ichlas, begitulah pandangan kita terhadap perhubungan jang ada sekarang antara RRT dengan Sovjet Uni. Sebagaimana RRT memandang pada Sovjet, tentu begitu pulalah Korea Utara memandang pada RRT. Ketjuali geografis, banjak lagi hal{{2}} dan keadaan jang mengharuskan Korea Utara mesti bergandengan tangan dengan RRT. Kelain djurusan ia<noinclude> {{rh|33}}</noinclude> m4m1kjyjvxehd8m7fegf95kuco3zz01 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/35 104 35810 296473 105856 2026-05-21T09:35:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tidak dapat menoleh mentjari kawan, diseberang lautnja, ada Djepang, bekas pendjadjah dan pemeras dinegerinja. Hanja sadja jang terasa sangat aneh, ialah bahwa Korea Selatan harus berlindung pada Amerika Serikat, jang djarak antara keduanja ribuan mil. Lebih aneh lagi, jang Amerika dan kawan{{2}}nja merasa pada tempatnja, sudah mengirim tentara ke Korea itu, pada hal tiada bahaja sedikitpun jang akan mengantjam batas negerinja masing-masing. Oleh Korea Utara tidak akan terantjam dan oleh RRT pun tidak. Tapi rupanja begitulah sifat dunia ini. Isi dada jang tersembunji selalu dilemparkan pada orang lain, agar maksud djahat jang disembunjikan dalam lubuk hati djangan ditjari orang padanja. Lain halnja dengan RRT. Mustahil satu negara besar, sekalipun baru dua tahun umurnja, akan tetap tinggal berpangku tangan, kalau perbatasan negerinja sudah mulai dilanggar orang. (Ingat, pesawat Amerika sudah membom desa{{2}} didaerah RRT). Bila dibiarkan, berarti hasil revolusi akan diindjak{{2}} orang kembali, dan rakjatpun akan merasa tertipu, bila pemerintah RRT membiarkan tentara asing mengindjak Tanah Airnja. Kalau begitu, sama sadja dengan Chiang Kai Shek. Begitu akan kata rakjat. Oleh sebab itu, satu tahun jang lalu 25 Oktober 1950 rakjat dengan serentak memperlihatkan giginja, waktu Amerika sudah ditepi sungai Yalu. Dibentuklah pasukan sukarela. Perajaan satu tahun terbentuknja pasukan sukarela itu, kami hadiri sendiri di Shanghai. Barang tentu Pemerintah tak dapat melarangnja. Soal Tibet sendiri harus dipandang dari sudut persatuan dan keamanan belaka, bukan sekali{{2}} soal expansi atau agresi, sebab dimasa pemerintahan Kuomintangpun, Tibet adalah bagian dari Tiongkok Raja hanja sadja tidak begitu diindahkan oleh Nanking. Sebaik RRT berdiri, Tibet harus mendjadi perhatian dan karena itu dengan segala kebidjaksanaan masuklah Tentara Pembebasan Rakjat kesana. Bagi Tibet, jang selama ini diabaikan, kedatangan TPR itu berartilah satu keuntungan dan kemadjuan dan dipandang dari katjamata Peking, Tibet itu, bila tetap seperti sediakala, berartilah persatuan seluruh Tiongkok masih sumbing, karena satu suku bangsa besar tidak dibawa kedalam pergaulan masjarakat negara Tiongkok Baru. Menurut pengalaman di Sovjet Russia, setelah revolusi Bolsjewik mendapat kemenangan, masih Ima pihak luar, kapitalis-imperialis jang sekongkol dengan kaum reaksioner dan anti-revolusioner jang lari dari Rusia, terus menerus melakukan perlawanan dengan diongkosi oleh kapitalis-imperialis asing, seperti Inggeris, Perantjis, Amerika dan Djepang. Dari sebelah Barat dan Timur, malah dari Utara, mereka mentjoba meneruskan dan menghantjurkan kemenangan jang telah tertjapai. Berkat pimpinan Lenin jang bidjaksana, semua usaha tersebut tidak ada jang berhasil, sekalipun banjak pengorbanan jang harus diberikan, jang sedianja tidak perlu, bila adjakan damai dari Lenin diterima oleh negeri{{2}} kapitalis Barat dan Djepang. Kungchantang jang telah mendapat kemenangan di Tiongkok sekarang ini pun tidak ingin, tidak suka dan merasa sedih, bila harus memberikan korban jang tidak perlu, artinja untuk mentjegah pengorbanan dan penderitaan rakjat, lebih baik di-<noinclude> {{rh|34}}</noinclude> ltyr9llti5svo2ne3kt965kbflc9094 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/36 104 35811 296474 105857 2026-05-21T09:40:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>selesaikan lekas{{2}}. Dengan alasan{{2}} jang dapat dimengerti ini, mereka memasuki Tibet dan dengan begitu tertjegah daerah Tibet untuk didjadikan orang asing sebagai pusat komplotan dan provokasi atau djadi pangkalan anasir{{2}} jang hendak bermaksud djahat terhadap RRT. Dapat dimengerti, karena itulah maka pihak India tidak ada merasa apa{{2}}, sewaktu TPR memasuki Tibet, sekalipun dari pihak kaum imperialis dihasut{{2}}, dengan mengatakan dan berteriak{{2}}, bahwa masuknja Tentara Kemerdekaan Rakjat ke Tibet adalah satu tanda expansi dan maksud agressif jang ada pada RRT. Tapi India, jang langsung berbatasan dengan Tibet, tidak ada bilang apa{{2}}, malah kaum imperialis jang teriak{{2}} setinggi langit, dengan maksud jang tidak baik, jaitu agar India djangan berdjabatan tangan dengan RRT. Tapi njatanja, dengan perkundjungan kami ke Tiongkok itu, terbukti bahwa Indialah satu{{2}}nja negara, jang mengirimkan delegasi sampai 17 orang djumlahnja, terdiri dari berbagai ahli, diantaranja iparnja PM Nehru sendiri, dan tidak hanja untuk menghadiri perajaan 1 Oktober akan tetapi djuga sebagai satu goodwill-mission jang mempeladjari berbagai soal dan keadaan. Memang sangat tidak enak dimata kaum pendjadjah, imperialis dan agressor, bila Tiongkok dan India bersahabat dan berdjabatan tangan, sebab rakjat keduanja sudah hampir seribu djuta djumlahnja, djadi seperdua dari penduduk dunia. Apa lagi bersahabat ketiganja, dengan Sovjet lagi........ Kaum imperialis tentu akan geger. Mungkin hilang akal, dan tidak lain jang diteriakkan setinggi langit kesegenap pendjuru mata angin, lebih{{2}} jang berada dalam lingkungan pengaruh dollar dan pound, bahwa Sovjet dan RRT hendak menjerang, expansi dsb. Jang sebenarnja ialah, sebagaimana Lenin dulu memaksakan supaja perdamaian diikat dengan Djerman, dan seterusnja ingin damai, mesti ada suasana damai untuk memperlihatkan pada rakjat bahwa kita telah berrevolusi dan mau merobah nasib rakjat, harus bekerdja agar djangan dituduh tukang bitjara sadja......... maka sebagaimana keadaan Sovjet dulu itu, mengharuskan dan membutuhkan adanja perdamaian, maka begitu pulalah sekarang, Tiongkok Baru ingin damai, anti pada perang, sebab pekerdjaan lain banjak sekali, jaitu pekerdjaan membangun, berusaha memperbaiki hidup manusia dan menolong perikemanusiaan umumnja. Salahsatu segi dari peri kemanusiaan itu menurut anggapan dan kejakinan Tiongkok Baru, ialah perdamaian dan dapat mempertahankan perdamaian dan berdjuang untuk mentjapainja dengan sungguh{{2}} dan sekuat tenaga. Sudahlah pada tempatnja bila salah seorang anggota delegasi India dalam satu pertemuan di Shanghai mengatakan, bahwa di Tiongkok, ia telah melihat type baru daripada hero (pahlawan) jaitu: ,,Builders of Humanity" (Pembangun Perikemanusiaan), sebagai pengganti type lama dari hero jang di adjarkan Barat terutama, ialah ,,Killers of Humanity", (Pembunuh, Perusak Perikemanusiaan). Kalau tak salah ingat, jang berkata itu, seorang ahli pikir dan sudah lama berdjuang mentjari kebenaran di India, pengikut Gandhi dan Nehru. Selama di Tiongkok, ia mendapat kabar (kawat) ditengah djalan, di Nanking, bahwa tjutjunja telah lahir.. <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude> {{rh|||35}}</noinclude> o1w9avzhjbt6plb1edjygzd0p8rwadl Halaman:Tiongkok Baru.pdf/37 104 35857 296475 105858 2026-05-21T09:45:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''VII. PEREKONOMIAN DI TIONGKOK BARU.'''}} {{dropinitial|E}}konomi Tiongkok Baru mempunjai lima type atau tjorak, jaitu: 1. ekonomi perseorangan dari tani dan pengusaha, ketjil dan menengah (burdjuis ketjil). 2. Ekonomi koperatif (koperasi, setengah sosialistis). 3. Kapitalisme partikelir atau burdjuis nasional. 4. Ekonomi tjampuran antara partikelir dan pemerintah (keduanja sebagai kapitalis bekerdja sama, kapitalisme negara). 5. Ekonomi umum, negara, jang bersifat sosialistis. Pokok{{2}} dan tudjuan pembangunannja ialah untuk memperkembang penghasilan setinggi{{2}}nia guna memenuhi kebutuhan masjarakat dengan mengingat dan memperhatikan kepentingan umum, kepentingan perseorangan, kepentingan buruh dan kepentingan kaum madjikan, bekerdja sama diantara kota an desa dan djuga melaksanakan terusnja pertukaran barang antara Tiongkok dan negeri{{2}} luaran. Dasar semuanja ialah kerdja sama dengan pimpinan daripada ekonomi-negara. Koordinasi dan saling membantu perlu, terutama mengenai tata-usaha, persediaan bahan{{2}} mentah, pasar pendjualan, perlengkapan tehnik, politik keuangan, dagang dan harga. '''Kelima matjam ekonomi itu sama{{2}} diakui haknja untuk hidup dan masing{{2}}nja mempunjai peranan sendiri{{2}} jang amat penting bagi tertjapainja kemakmuran masjarakat. Djadi ekonomi Tiongkok Baru bukanlah ekonomi komunis, malahan tidak djuga (belum) sosialistis. Ekonominja adalah tjampuran dalam arti kerdja sama, antara ekonomi jang berdasarkan hak perseorangan (tani, burdjuis ketiil atau kapitalis nasional) dengan ekonomi jang berdasarkan hak koperatif (diantara orang{{2}} dan badan partikelir) dan ekonomi jang berdasarkan hak rakjat umum (staatsekonomie) jang bersifat dan tjorak sosialistis.''' Selama di Tiongkok, kami telah melihat masing{{2}}nja tjorak itu. Diantaranja sekarang jang terbanjak ialah ekonomi jang berdasarkan hak perseorangan. Kota Shanghai sebagai daerah industri, tidak ada sepersepuluh perusahaan negara, malahan kalau ada satu perusahaan negara, disampingnja sudah ada 30 à 40 perusahaan partikelir, djadi antara 2 dan 3% sadja. Didaerah Tungpei (Manchuria) lain keadaannja, sebab disana dulu banjak perusahaan{{2}} Djepang dan orang asing lainnja. Itu semua barang tentu didjalankan oleh Pemerintah. Dilapangan pertanian boleh dikata belum ada jang berdasarkan hak koperasi (kollektif) dan bila tentara madju dilapangan pertanian, hanja sekedar memelopori dan memberi tjontoh, dan tanah itu akan dibagikan pada rakjat, atau tentara itu sendiri kembali mendjadi petani, dengan dasar hak perseorangan. Dibeberapa tempat ada tanah kepunjaan negeri, diusahakan bergelandangan, atau djahat dll.), tapi itu hanja dimaksudkan bersama, terutama oleh orang{{2}} jang dikumpul dari kota (jang<noinclude> {{rh|36}}</noinclude> 3vmsrmd3qop0w9w7nshj93wbcxrk3v5 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/38 104 35859 296476 105866 2026-05-21T09:49:45Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sebagai latihan. Perusahaan koperasi (kollektif) hanja akan didjalankan dan dibantu oleh Pemerintah, bila anggauta{{2}}nja sudah betul{{2}} jakin bahwa mereka akan sama mendapat keuntungan jang lebih besar kalau bekerdja kollektif daripada berusaha sendiri{{2}}. Kalau tidak begitu, tidak ada gunanja. (Ingat pengalaman Sovjet). Sungguh berat untuk melaksanakan pekerdjaan jang begitu besar dan sukar, apa lagi bila diingat betapa luasnja daerah kekuasaan Tiongkok dan banjaknja rakjat jang berdjumlah 1.k. 500.000.000. Daerah Indonesia, betul luas, dari Sabang sampai ke Irian akan tetapi entah mana jang banjak, air atau darat. Dari Timur ke Barat di Tiongkok memerlukan penerbangan paling sedikit sepuluh djam, djadi antara 5 dan 6.000 km sedang dari Utara ke Selatan paling sedikit 12 djam, djadi antara 6 dan 7.000 km garis lurus diudara, bukan pandjangnja djalan kereta api jang sebenarnja. Pekerdjaan raksasa, untuk rakjat ratusan djuta, didaerah jang maha luas, satu ekonomi dunia sendiri. Di Tiongkok, kalau menghitung perdjalanan bukan dengan djam, akan tetapi dengan hari, kalau berkereta api, dan kalau berkendaraan motor berbulan (karena itu djarang dilakukan orang, ketjuali jang dekat{{2}}) dan bila berkendaraan tjara dulu (kereta kuda atau unta) harus dihitung beberapa bulan. Djadi umpamanja, bila barang dari Kanton mau dibawa ke Utara atau Barat laut, perdjalanannja djauh lebih pandjang dari pada keluar negeri. Barang itu seolah{{2}} barang jang diimport dari luar negeri, padahal masih didalam negeri. Belum lagi perbedaan iklim jang menjebabkan hasil dibeberapa tempat tidak sama, persis seperti perbedaan hasil Indonesia dengan hasil Eropah. Kalau industri Tiongkok dapat memenuhi keperluan dalam negeri sadja, berartilah sama halnja dengan sebuah negara di Eropah jang mempunjai tanah djadjahan di Timur atau di Amerika-Tengah. Sumber bahan mentah ada dan disamping hasil industri ada pula. Kajanja Tiongkok dengan suku bangsa bukan main, entah berapa puluh. Semua orang Asia jang mempersaksikan pameran (exhibition) suku{{2}} bangsa, dan sebagian dari orang Eropah jang datang ke Peking itu mengatakan bahwa ada diantara suku bangsa itu jang sama dengan bangsanja sendiri. Bukan soal roman muka atau type sadja, akan tetapi soal pakaian, soal kebiasaan hidup, alat{{2}} musik, pakaian, tulisan d.s.b. Jang serupa dengan huruf Arab, ada, dengan tulisan India, ada, Birma ada, Viet Nam ada, djangan dikata lagi persamaan dengan bangsa Mongolia (Republik Rakjat Mongolia) dan Korea. Saja melihat diantara tulisan{{2}} dan huruf{{2}} itu, jang tidak djauh bedanja dengan huruf Batak jang ada di Tapanuli. Bukan tulisan sadja, tapi djuga tjara pakaian kaum tani jang serupa dengan rakjat jang berdiam dipegunungan Danau Toba. Patung{{2}} dsb. banjak sekali jang serupa dengan jang terdapat dipulau Nias, dan Tapanuli Utara. Perhiasan sendjata, tempat{{2}} penjimpanan barang, perkakas dapur d.s.b. Saja sebutkan tjontoh ini karena masih belum kena pengaruh Hindu atau Budha. Kalau jang sudah dipengaruhi agama Budha banjak sekali persamaan dengan suku{{2}} bangsa di Indonesia.<noinclude> {{rh|||37}}</noinclude> crmyte5sb2ws24hxwr75oiqkm7uf73c Halaman:Kalimantan.pdf/449 104 38287 296398 151956 2026-05-21T05:33:24Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 449 crop).jpg|center|500px|{{c|''Sebagian dari keluarga jang diam pada sebuah rumah besar (betang atau balai). Sudah tidak ada jang bertjawat lagi, atau djika masih ada djuga, itulah orang-orang tua jang sudah landjut usianja. Anak-anak muda sudah berpentalon dan pandai pula memakai dasi.''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 449 crop) 02.jpg|center|500px|{{c|''Setiap kampung atau desa didaerah pedalaman terdapat kubu atau balai penginapan bagi musafir-musafir. Kubu sematjam ini dibuat oleh penduduk setjara bergotong-rojong, suatu usaha tolong-menolong jang masih hidup dengan subur antara mereka.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|445}}</noinclude> pzhjlz2m24kpefm1nrhea7cws3lk708 Halaman:Kalimantan.pdf/423 104 38290 296390 151813 2026-05-21T05:31:41Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 423 crop) 01.jpg|center|500px|{{c|''„Lantjang”, begitulah namanja peti-mati suku Dajak di Kota Waringin. Dibuat daripada kaju bundar, bentuknja menjerupai biduk (perahu).''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 423 crop) 02.jpg|center|500px|{{c|''„Mangandjang” upatjara menari sebelum melakukan penjembelihan kurban, pada upatjara „tiwah” suku Dajak. Jang diikat pada tonggak ditengah-tengah ialah seekor sapi jang akan dikurbankan. Kabarnja konon, sebelum kekuasaan Asing masuk kedaerah ini, jang dikurbankan bukan hewan seperti sekarang, tetapi bangsa hamba sahaja atau orang-orang dari daerah lain jang dapat ditjulik.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|419}}</noinclude> hs24ina1iur77n04sqmzjf9xi5jytft Halaman:Kalimantan.pdf/424 104 38303 296391 151812 2026-05-21T05:31:49Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 424 crop).jpg|center|400px|{{c|''Tidak terasa berat baginja, malah merasa bangga akan ketjantikan tjara berdandan serupa itu. Kebiasaan ber „lambing” ini sudah agak kurang digemari oleh suku-suku Dajak ketjuali pada beberapa tempat dipedalaman diantara suku-suku Bahau dan Bulungan.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|420}}</noinclude> 01dsdsg41c2dihh4yeklrdj8l6vwfs8 Halaman:Kalimantan.pdf/264 104 38326 296380 192930 2026-05-21T05:27:37Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 264 crop) 01.jpg|center|400px]] [[File:Kalimantan (page 264 crop) 02.jpg|center|400px|{{c|{{smaller|''Disalah satu pameran, telah dipertundjukan alat-alat dan hasil pertanian dan perikanan darat dari Muara Pahu (Kalimantan Timur). Meskipun kelihatannja sangat sederhana, akan tetapi hasilnja tjukup memuaskan.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|260}}</noinclude> 9mg54yohvdebadpplyftdz4idzd91ql Halaman:Kalimantan.pdf/425 104 38444 296392 151814 2026-05-21T05:31:59Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 425 crop).jpg|center|500px|{{c|''Memberi sedekah kepada laut, dilakukan oleh nelajan-nelajan didaerah Pegatan, jaitu „mapanre tasi” menurut sebutan tjara mereka. Maksudnja ialah supaja hasil menangkap ikan mendjadi banjak, karena dewa laut jang empunja ikan-ikan telah diberi bagiannja.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|421}}</noinclude> jkothh8ol0r1pey9uss10xmv52zaqvz Halaman:Kalimantan.pdf/270 104 38485 296382 195643 2026-05-21T05:28:08Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 270 crop) 01.jpg|center|450px|{{C|{{smaller|''{{sp|Alabio}}, adalah suatu tempat di Kabupaten Hulu-Sungai Utara jang terkenal dengan hasil telor itiknja jang dapat diexport kemana-mana. Rumah diatas air ini adalah tempat pemeliharaan itik disuatu danau di {{sp|Alabio}}.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 270 crop) 02.jpg|450px|center|{{C|{{smaller|''Itik Alabio jang terkenal dengan telurnja, bukan sadja mentjukupi keperluan daerahnja tetapi djuga sanggup memenuhi keperluan daerah lain.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|266}}</noinclude> nmtjh7u646jc9awyhgbrqctghg66ufl Halaman:Kalimantan.pdf/271 104 38489 296383 195619 2026-05-21T05:28:25Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 271 crop) 01.jpg|center|450px|{{C|''Tempat pemeliharaan unggas dari Djawatan Kehewanan di Bandjarmasin dimana dipelihara beberapa matjam, itik dsb. jang kesemuanja dalam keadaan segar-bugar.''}}|jmpl]] {{right|''(Lihat gambar 3 s/d 8)''}} [[File:Kalimantan (page 271 crop) 02.jpg|center|450px|{{right|2}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|267}}</noinclude> 0x59le8dk3z0iwswzegjcdlo31e4vm6 Halaman:Kalimantan.pdf/272 104 38500 296384 195604 2026-05-21T05:28:42Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 272 crop) 01.jpg|center|450px|{{right|3}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 272 crop) 02.jpg|center|450px|{{right|4}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|268}}</noinclude> 31dcsz2128yhug22r5bfbu4kmozycss Halaman:Kalimantan.pdf/273 104 38513 296385 195589 2026-05-21T05:28:51Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 273 crop) 01.jpg|center|450px|{{right|5}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 273 crop) 02.jpg|center|450px|{{right|6}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|269}}</noinclude> 0z34nrxtn9vuvg2rbueiaq9i6626vtu Halaman:Kalimantan.pdf/274 104 38525 296386 195588 2026-05-21T05:29:02Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 274 crop) 01.jpg|450px|center|{{right|7}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 274 crop) 02.jpg|center|450px|{{right|8}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|270}}</noinclude> e38cbwq0xkyjo5ldkyxv8im8euhd2d0 Halaman:Kalimantan.pdf/275 104 38570 296387 195565 2026-05-21T05:29:12Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 275 crop) 01.jpg|450px|center|{{c|{{smaller|''Sapi perahan Djawatan Kesehatan di Bandjarmasin, senantiasa memenuhi kebutuhan susu mentah bagi jang memerlukannja.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 275 crop) 02.jpg|450px|center]]<noinclude>{{rvh|271}}</noinclude> ntxgx6j976c03iselqnoz7logep81xh Halaman:Kalimantan.pdf/426 104 38581 296393 151916 2026-05-21T05:32:10Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 426 crop) 01.jpg|center|500px|{{c|''Tjara wanita-wanita didaerah Bulungan berpakaian. Ikat kepala, perhiasan telinga, kebaja dan kain bersulam benang mas dan manik-manik.''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 426 crop) 02.jpg|center|500px|{{c|''Bagi angkatan tua, bukan wanitanja sadja jang mempunjai kebiasaan ber-„lambing” tetapi kaum laki-lakipun melobangkan telinganja.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|422}}</noinclude> jrqryiycf1gp0fxw5n0qto1sy7b7otl Halaman:Kalimantan.pdf/427 104 38584 296394 195651 2026-05-21T05:32:21Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 427 crop) 01.jpg|center|450px|{{c|{{smaller|''Rakjat Kalimantan sebagian besar beragama Islam. Mesdjid-mesdjid dan Langgar-langgar (surau) terdapat dimana, pada desa-desa jang ketjil sekalipun. Jang tampak pada gambar adalah: Mesdjid Djami Bandjarmasin.''}}}}|jmpl]] {{Gallery |title= |width=200 |height=250 |lines=2 |align=center |File:Kalimantan (page 427 crop) 02.jpg|{{smaller|''Mesdjid Djami dilihat dari djalan besar.''}} |File:Kalimantan (page 427 crop) 03.jpg|{{smaller|''Mesdjid Kampung Penatu Bandjarmasin.''}} }}<noinclude>{{rvh|423}}</noinclude> mya4sur12b5dtthsa16hg41nfy0frm6 Halaman:Kalimantan.pdf/277 104 38598 296388 151690 2026-05-21T05:31:10Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{C|'''BAB IV.<br> PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN MASJARAKAT'''}} '''Perburuhan.''' {{dropinitial|M}}ENGENAI dunia perburuhan di Kalimantan -- ibaratnja ditarik garis lurus -- semendjak Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan dapat dikatakan baik, sebab belum pernah terbentur dengan keruwetan-keruwetan, seperti jang pernah terdjadi dilain-lain tempat diluar Kalimantan. Disini keadaannja dapat berdjalan dengan lantjar menurut sewadjarnja. Andaikata ada djuga terdjadi persoalan segera dapat diselesaikan. Antara kedua pihak terdapat suatu persamaan pendapat dibawa oleh keinsjafan memelihara kepentingan masing-masing. Keadaan jang demikian itu dapat dipahamkan setelah mengetahui bahwa di Kalimantan tidak banjak terdapat perusahaan-perusahaan besar. Onderneming atau pabrik jang membutuhkan tenaga buruh ribuan atau puluhan ribu. Satu dua jang besar seperti BPM, OBM, Bruynzeel dan lain-lain keadaan pegawainja telah dapat diatur dengan baik, sama dengan peraturan-peraturan pegawai Pemerintah umumnja. Beberapa onderneming atau pertambangan ketjil, semuanja dapat pula memelihara keseimbangan pikiran, sehingga didalam sesuatu penjelesaian dapat diatasi dengan baik. Biarpun demikian, tidak pula selamanja sumber perburuhan itu selalu baik bagi buruhnja, kadang-kadang ada pula kepahitannja. Didalam sesuatu waktu pernah pula terdjadi beberapa tindakan madjikan jang dipandang dapat merugikan kedudukan buruh. Buruh-buruhnja didesak kepinggir. Beruntung, dalam waktu-waktu begini Organisasi dan Serikat Sekerdja selalu memperlihatkan guna dan manfaatnja, demikian pula bimbingan Pemerintah sendiri sangat berfaedah. Olehnja, buruh-buruh dapat pula dikembalikan pada tempatnja semula. Baik djuga disini dikemukakan sebagai tjontoh perdjuangan-perdjuangan buruh B.P.M. dalam hal memperbaiki nasibnja, bagaimana mereka berkali-kali memadjukan tuntutan-tuntutan untuk memperoleh nasib jang lajak dan sekian kali pula mendapat tentangan-tentangan dari madjikan, atau tuntutan-tuntutan jang dimadjukan tidak sepenuhnja dikabulkan. (685.B) 18<noinclude>{{rvh|273}}</noinclude> 3svq70scurkz3rkjrns8t0vkwdnenkv Halaman:Kalimantan.pdf/436 104 38599 296395 195563 2026-05-21T05:33:02Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 436 crop) 01.jpg|400px|center|{{center|{{smaller|''Kebiasaan menari waktu ada tamu sudah mendjadi umum di Kalimantan. Diatas ini tarian rakjat dihadapan tamu-tamu di Kandangan Kalimantan Selatan.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 436 crop) 02.jpg|400px|center|{{center|{{smaller|''Dipedalaman (daerah kediaman orang-orang Dajak) penghormatan kepada tamu lebih dirasakan. Mereka berdjongkok dihadapan tamu mempersembahkan sekapur sirih atau segelas tuak. Lagu persembahan itu disampaikan dengan njanjian jang dinamakan „kandan”.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|||432}}</noinclude> gt44jm2f3qygn14gavc5n7gavu24jq4 Halaman:Kalimantan.pdf/440 104 38610 296396 151974 2026-05-21T05:33:09Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 440 crop).jpg|center|400px|{{c|''Keturunan radja-radja Bandjarmasin menurunkan Sultan Hidayatullah, Radja Muda dan pemimpin pertama dari pemberontakan melawan Pemerintah Belanda.''<br> ''Dengan beslit gubernemen Belanda tgl. 17 Desember 1859 Keradjaan Bandjarmasin dihapuskan.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|436}}</noinclude> 46gve6hjob95xop9kesgm60cutaudqh Halaman:Kalimantan.pdf/441 104 38612 296397 151976 2026-05-21T05:33:17Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 441 crop).jpg|center|400px|{{c|''Alat-alat peninggalan Keradjaan Bandjarmasin jang sekarang ada disimpan di Meseum Djakarta.''<br>''(gambar atas) Singgasana daripada mas dibuat sewaktu pemerintahan Sultan Adam (1825-1857).''<br>''(gambar sebelah kiri) sumpitan, tombak dll., (gambar sebelah kanan) perisai, keris-keris mas dan (gambar sebelah bawah) beberapa bilah pedang mas, keris serta dua buah kotak terbuat daripada perak merupakan burung merak Ardhawalika.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|||437}}</noinclude> hy86xbqy8t4fe8issdwzth5isytq63d Halaman:Kalimantan.pdf/250 104 38994 296379 195800 2026-05-21T05:27:16Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 250 crop) 01.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Mentjari emas disungai Utjang Puruk Tjahu.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 250 crop) 02.jpg|center|450px|{{c|{{smaller|''Pertambangan Intan di Tjempaka {{--}} Martapura. Setelah tempat ditentukan oleh seorang Djuru Tenung, maka digalinja lobang.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|246}}</noinclude> kn0x1ggk764tbtc7dc7bcel34o8adbb Halaman:Kalimantan.pdf/249 104 38995 296378 195799 2026-05-21T05:27:05Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 249 crop) 01.jpg|center|450px|{{c|{{smaller|''Suatu lukisan jang teratur dan menarik. Bukan permadani dari Mesir, bukan ambal dari India atau Pakistan, tetapi adalah suatu tikar-rotan buatan suku Dajak di Kalimantan Selatan.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 249 crop) 02.jpg|center|450px|{{c|{{smaller|''Dalam kundjangan Wakil Presiden H. Mohammad Hatta dan Menteri Pertanian M. Sardjan kesuatu tempat di Kalimantan Selatan, dengan perhatian melihat ketjakapan kaum wanita dalam menganjam rotan.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|||245}}</noinclude> m68gptn2xxa6ch1qbqb9sn2oktifnhf Halaman:Kalimantan.pdf/244 104 39001 296377 195661 2026-05-21T05:26:07Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 244 crop) 01.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Untuk memadjukan pertanian di Kalimantan jang dikerdjakan setjara „mekanisasi“ bukan sadja pemerintah jang mendatangkan alat-alat besar, tetapi pun djuga Rakjat sendiri mempunjai usaha kedjurusan itu. Demikianlah atas usaha Kooperasi Tani Rakjat di Karang Intan (Martapura) telah membeli sebuah traktor untuk pertanian.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 244 crop) 02.jpg|center|450px]]<noinclude>{{rvh|240}}</noinclude> i1fh7cob0qv5o5p1lt9uqn4hibw8h12 Halaman:Kalimantan.pdf/243 104 39003 296376 195759 2026-05-21T05:25:58Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 243 crop) 01.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Tampak wadjah berseri para C.T.N. di Kotawaringin.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 243 crop) 02.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Di Badjuin (Pleihari) C.T.N. mempergunakan alat-alat besar untuk membikin djalanan dari Djorong ke Pegatan Kota Baru.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|239}}</noinclude> 5dtq2sj4kxkozhc1lff2mweq3q3m0hj Halaman:Kalimantan.pdf/242 104 39005 296375 195660 2026-05-21T05:25:48Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296375 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 242 crop) 01.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Di Badjuin (Pleihari) para warga C.T.N. sudah mampu membentuk sebuah Koperasi jang diberi nama: Widorokandang jang dapat meringankan beban kebutuhan mereka sehari-hari.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 242 crop) 02.jpg|center|450px|{{center|{{smaller|''Di Muara Lakung C.T.N. dapat djuga sudah membuka perusahaan penggergadjian kaju jang diselenggarakan setjara kooperatif.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|238}}</noinclude> gyln6ese1nyd6aaqqb0d3c28wvabna0 Halaman:Kalimantan.pdf/241 104 39007 296374 193105 2026-05-21T05:25:38Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 241 crop) 01.jpg|center|400px|{{center|''Pemandangan indah dari sebuah perkampungan C.T.N. di Puruk Tjahu.''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 241 crop) 02.jpg|center|400px|{{center|''Sebuah kompleks perkampungan C.T.N. di Puruk Tjahu.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rh|||237}}</noinclude> 4x0lf9a6sb24zqqpjow8zpi8ongy1gh Halaman:Kalimantan.pdf/317 104 39290 296389 195564 2026-05-21T05:31:30Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 317 crop).jpg|400px|center|{{center|{{smaller|''Balai Pengadjaran dan Pendidikan Rakjat di Samarinda telah berpuluh-puluh tahun usianja tetapi sampai sekarang tetap menjumbangkan dharma-baktinja. Balai ini adalah satu-satunja usaha rakjat kearah pendidikan nasional dipelopori oleh A.M. Sangadji almarhum. (Pada gambar beliau duduk ditengah-tengah).''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|313}}</noinclude> 528g8zrvfrqg0zg2zql6sqwo55l4qfl Halaman:Kalimantan.pdf/235 104 39964 296381 151977 2026-05-21T05:27:46Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 235 crop) 01.jpg|center|500px|{{center|''Alat-alat transport sederhana, tapi penting bagi Kalimantan.''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 235 crop) 02.jpg|center|500px]]<noinclude>{{rvh|231}}</noinclude> 9qv3soyk0n0nc4eyrfjea3q2xd0r273 Halaman:Kalimantan.pdf/121 104 40223 296372 193046 2026-05-21T05:25:12Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 121 crop) 01.jpg|center|400px|{{center|''Misi militer Indonesia bersama fihak pembesar militer Belanda diikuti para wartawan menudju Markas ALRI Div. IV di Munggu Raja, Kandangan.''}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 121 crop) 02.jpg|center|400px| {{center|''Dj. Maj. Soehardjo bertjakap-tjakap dengan Hasan Basri (Let. Kolonel) di Munggu Raja. Disamping berdiri Kapt. Zainal Abidin.''}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|117}}</noinclude> 39rjq2v369par53k0co81asfg3cgsv1 Halaman:Kalimantan.pdf/131 104 40237 296373 193013 2026-05-21T05:25:28Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 296373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Kalimantan (page 131 crop) 01.jpg|center|400px|{{c|{{smaller|''Pasukan Tentera terus mengedjar para pengatjau jang menjusup dalam hutan belukar.''}}}}|jmpl]] [[File:Kalimantan (page 131 crop) 02.jpg|center|400px|{{c|{{smaller|''Matjam-matjam sendjata jang dapat dirampas oleh tentera tatkala diadakan operasi didaerah Hulu Sungai.''}}}}|jmpl]]<noinclude>{{rvh|127}}</noinclude> a9z5jgphacs0i44az4r2tfb8m4r7sfc Wikisumber:Kompetisi Wikisource 2026/Hasil 4 95017 296364 284470 2026-05-20T14:51:29Z Riiiv 22458 296364 wikitext text/x-wiki <gallery mode="packed" heights="230px"> File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery> {{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}} {|class="wikitable" |+ Peringkat Akhir kompetisi WSI 2026 ! User !! Points !! Keterangan |- |[[meta:User:Link PB|Link PB]] || 3144 ||Juara 1 |- | [[meta:User:Aeia aai|Aeia aai]] || 1377 || Juara 2 |- | [[meta:User: Lutfiyatun|Lutfiyatun]] || 2799 || Peringkat 1 |- | [[meta:User:N.imaema|N.imaema]] || 1161|| Peringkat 2 |- | [[meta:User:Moel81|Moel81]] || 1156|| Peringkat 3 |- | [[meta:User:Wiwil13|Wiwil13]] || 998|| Peringkat 4 |- | [[meta:User:Alicya|Alicya]] ||979|| Peringkat 5 |- | [[meta:User: Upiak Ituih|Upiak Ituih]] || 926|| Peringkat 6 |- | [[meta:User:Humilis Kumulus|Humilis Kumulus]] || 858 || Peringkat 7 |- | [[meta:User:Suga Widi|Suga Widi]] ||802|| Peringkat 8 |} Catatan: # Peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan souvenir akan dihubungi panitia melalui WA. le6w87882cfzhc2o59g5spozwgfe9cz 296365 296364 2026-05-20T15:10:40Z Thersetya2021 15831 296365 wikitext text/x-wiki <gallery mode="packed" heights="230px"> File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery> {{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}} {|class="wikitable" |+ Peringkat Akhir Kompetisi Wikisource Indonesia 2026 ! User !! Points !!Contributions !! Validations !! Keterangan |- | [[meta:User:Link PB|Link PB]] || 3144|| 1422|| 561 ||Juara 1 |- | [[meta:User:Aeia aai|Aeia aai]] || 1377 || 745 || 429||Juara 2 |- | [[meta:User:Lutfiyatun|Lutfiyatun]] || 2799 || 1662|| 931|| Pemenang terbaik I (pernah menjadi Juara II Wikinamen Madura 2025) |- | [[meta:User:N.imaema|N.imaema]] || 1186 || 626 || 346|| Pemenang terbaik II |- | [[meta:User:Moel81|Moel81]] ||1156|| 454|| 103|| Pemenang terbaik III |- | [[meta:User:Wiwil13|Wiwil13]] || 998|| 434|| 152|| Pemenang terbaik IV |- | [[meta:User:Alicya-|Alicya-]] || 979|| 327 || 1|| Pemenang terbaik V |- | [[meta:User:Upiak Ituih|Upiak Ituih]] || 926|| 342 || 50|| Pemenang terbaik VI |- | [[meta:User:Humilis Kumulus|Humilis Kumulus]] || 858|| 314|| 420|| Pemenang terbaik VII |- | [[meta:User:Suga Widi|Suga Widi]] || 802|| 524|| 385|| Pemenang terbaik VIII |} Selamat, Kawan-kawan! Catatan: # Peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suvenir akan dihubungi Panitia melalui WA. lwwssst3ntv9g5tgy1yy2mwgxbpd1mt Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/7 104 102546 296477 288246 2026-05-21T10:48:24Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 296477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg|center|frameless|upright=0.3]] <br> [[File:Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu.jpg|50px|center|frame]] <center>{{X-larger|KATA PENGANTAR}}</center> {{dropinitial|D}}engan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Buku Putih Pertahanan Indonesia yang merupakan amanat Undang-Undang Pertahanan Negara Nomor 3 Tahun 2002 telah dapat diselesaikan berkat kerja sama segenap pemangku kepentingan. <br> Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di antara dua samudera dan dua benua memiliki posisi geografis unik dan strategis. Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Indonesia juga memiliki perairan sebagai salah satu urat nadi perdagangan internasional yang menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan<noinclude>{{Rh|||BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA{{gap}}iii}}</noinclude> pgs5jgg6cptkydlcmlk413pz8tagzyj Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/9 104 104775 296359 2026-05-20T13:18:51Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 296359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{larger|{{c|'''UCAPAN TERIMA KASIH'''}} Puji syukur kepada Allah penulis sampaikan karena berkat rahmat-Nya buku ''Citra Perempuan dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya: Kritik Sastra Feminis'' ini dapat diselesaikan. Buku ini mencoba menggambarkan secara garis besar citra perempuan yang terlihat dalam novel ''Putri''. Citra perempuan tersebut akan mengungkapkan gambaran tentang persoalan perempuan yang terlihat dalam diri tokohnya, bukan saja tokoh perempuan, melainkan juga tokoh laki-laki. Selain itu, citra perempuan juga mengacu pada persoalan gender yang dikaitkan dengan kekuasaan dunia patriarki yang secara umum masih mencengkeram budaya tradisional Bali, khususnya, dan budaya Indonesia umumnya. Buku ini merupakan hasil penelitian tim Balai Bahasa Padang yang diketuai oleh Arriyanti dan satu orang anggota, yaitu Andriana Yohan. Tim itu juga dibantu oleh Rini Amris dan Arman Jamaan, staf tata usaha Balai Bahasa Padang. Penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar berkat kerja sama tim dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Bahasa Padang, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian ini serta memberikan dorongan dan masukan dalam penulisan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu Armini Arba’in, dosen yang sekaligus juga Pembantu Dekan II Fakultas Sastra, Universitas Andalas, yang telah bersedia menjadi konsultan penelitian ini. Terima kasih atas kritik, saran, dan masukan yang konstruktif terhadap tim peneliti sehingga laporan penelitian ini bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman di Balai Bahasa Padang yang telah menyumbangkan pikiran dan masukan kepada tim peneliti. Dengan bantuan dan dorongan semua pihak, kami telah berusaha melakukan penelitian ini dengan sebaik mungkin. Betapa pun, tidak ada kerja yang sempurna dan memuaskan semua pihak. Kami menyadari bahwa penelitian ini mengandung berbagai kekurangan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan di masa yang akan datang. Mudah-mudahan hasil penelitian ini bermanfaat bagi pencinta sastra dan budaya Indonesia. {{Block right|Padang, November 2006<br>Ketua Tim}}<noinclude>{{rh||vii}}</noinclude> bkoygj1610dbh641y9q8eonbbvejhsi 296360 296359 2026-05-20T13:19:12Z Moel81 25980 296360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{larger|{{c|'''UCAPAN TERIMA KASIH'''}}}} Puji syukur kepada Allah penulis sampaikan karena berkat rahmat-Nya buku ''Citra Perempuan dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya: Kritik Sastra Feminis'' ini dapat diselesaikan. Buku ini mencoba menggambarkan secara garis besar citra perempuan yang terlihat dalam novel ''Putri''. Citra perempuan tersebut akan mengungkapkan gambaran tentang persoalan perempuan yang terlihat dalam diri tokohnya, bukan saja tokoh perempuan, melainkan juga tokoh laki-laki. Selain itu, citra perempuan juga mengacu pada persoalan gender yang dikaitkan dengan kekuasaan dunia patriarki yang secara umum masih mencengkeram budaya tradisional Bali, khususnya, dan budaya Indonesia umumnya. Buku ini merupakan hasil penelitian tim Balai Bahasa Padang yang diketuai oleh Arriyanti dan satu orang anggota, yaitu Andriana Yohan. Tim itu juga dibantu oleh Rini Amris dan Arman Jamaan, staf tata usaha Balai Bahasa Padang. Penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar berkat kerja sama tim dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Bahasa Padang, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian ini serta memberikan dorongan dan masukan dalam penulisan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu Armini Arba’in, dosen yang sekaligus juga Pembantu Dekan II Fakultas Sastra, Universitas Andalas, yang telah bersedia menjadi konsultan penelitian ini. Terima kasih atas kritik, saran, dan masukan yang konstruktif terhadap tim peneliti sehingga laporan penelitian ini bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman di Balai Bahasa Padang yang telah menyumbangkan pikiran dan masukan kepada tim peneliti. Dengan bantuan dan dorongan semua pihak, kami telah berusaha melakukan penelitian ini dengan sebaik mungkin. Betapa pun, tidak ada kerja yang sempurna dan memuaskan semua pihak. Kami menyadari bahwa penelitian ini mengandung berbagai kekurangan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan di masa yang akan datang. Mudah-mudahan hasil penelitian ini bermanfaat bagi pencinta sastra dan budaya Indonesia. {{Block right|Padang, November 2006<br>Ketua Tim}}<noinclude>{{rh||vii}}</noinclude> gepdgdua56xngu20sprzqjv0lp1sb4e Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/46 104 104776 296361 2026-05-20T13:55:55Z Mbee-wiki 5975 /* Telah diuji baca */ 296361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Mbee-wiki" /></noinclude>– Dan dapatkan ciangkun memberikan keterangan? Sambil tersenyum jenderal Tut liong gie menganggukkan kepala. Tiada terkatakana betapa suka hati si menteri Durna tatkala jenderal Tut liong gie menyatakan dapat. Ia memasangkan telinganya tajam-tajam dan sambil memicingkan matanya yang sipit miring, tajam kepada jenderal Tut liong gie. – Untuk membedakan antara yang palsu dan yang asli kita dapat meneliti bekas-bekas jalannya jarum dan benang. Yang palsu kelihatan lebih kasar, ruwet dan tidak sempurna. Sementara yang asli bekas-bekas jarum dan benang itu hampir tak kelihatan. Thaysu, inilah perbedaanya! Mendengar keterangan ini iada terkatakan betapa gembiranya hati si durna Bang hong. Ia tertawa terkekeh-kekeh dan berjingkrak-jingkrak dalam hati. – Tek ceng {{ellipsis|2}} Tek ceng akhirnya kau bakal menemui kenaasanmu. Pepatah mengatakan: Sepandai pandai tupai melompat, sekali kali gawal juga. Akhirnya kau akan tergelincir kedalam tanganku, haa {{ellipsis|2}} haa {{ellipsis|2}} – Apakah thaysu sudah jelas tentang {{hws|perbe|perbedaan}}<noinclude>{{rh|46||}}</noinclude> a0kqogz8gy5pcje8e8n0dsgfkpfrcn1 Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/47 104 104777 296362 2026-05-20T13:56:08Z Mbee-wiki 5975 /* Telah diuji baca */ 296362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Mbee-wiki" /></noinclude>{{hwe|daan|perbedaan}} pusaka Cincu liat hwee kie dari negeri kami itu ? – Ya, ya sudah jelas, sudah jelas! Kemudian Kok tiang Bang hong lalu memanggil salah seorang budaknya untuk menyediakan – meja perjamuan. Dalam hal si Durna itu telah melakukan suatu kelalaian. Masuklah seorang budak keluarga Kok tiang. – Loya hendak menyuruh apa? Bertanya budak itu dengan bersembah. – Sediakan meja perjamuan, aku hendak – menjamu utusan² dari Sun tayjin. Sengaja Bang hong membohongi budak²nya. Ia mengatakan tamu²nya itu adalah utusan dari Sun sin dikota Sam koan. Budak itu memalingkn matanya untuk mencuri-lihat para tamu sang majikan. Alangkah terperanjatnya si budak tatkala melihat wajah ketiga tamu itu. Bukan saja kulitnya hitam legan, akan tetapi wajahnya seram² dan {{sic|menakulkan|menakutkan}}. {{sic|Manlumlah|Maklumlah}} bangsa dari negeri See liauw kebanyakan memang buruk². Bermuka persegi, hidung mekrok pesek, mata besar dan berkulit hitam.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> sx4y3bhzf6k9ypold7e6bbntvoqag4e Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/39 104 104778 296366 2026-05-20T23:45:02Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 296366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>menginginkan sebuah kehormatan, yang menurut Ratu Aji, akan diperolehnya, jika ia bersedia menjadi istrinya. Ia tidak membutuhkan kehormatan tersebut, bahkan menentangnya. Ada persoalan lain yang perlu mendapatkan perhatiannya, bukan sebuah kehormatan semu yang sama sekali kabur dan belum tentu menjanjikan sebuah kehidupan yang membahagiakan. Ia harus memikirkan sesuatu yang lebih penting karena keluarga dan desa menuntutnya untuk itu. Sikap Putri itu tentu saja sangat berbeda dari sikap perempuan lain di kampungnya. Menjadi seorang istri bangsawan adalah dambaan setiap perempuan di Meliling. Walaupun bukan menjadi istri yang pertama, buat mereka itu sudah menjadi kebanggaan. Setidaknya dengan menerima lamaran bangsawan akan menaikkan strata mereka. Hal itu diyakini oleh kebanyakan perempuan di Meliling, mungkin juga di hampir semua daerah di Bali. Mereka yang berasal dari strata rendah akan naik strata dengan sendirinya, jika menikahi atau dinikahi oleh kaum bangsawan. Putri sangat tidak menyetujui sikap tersebut. Baginya, sebuah pernikahan adalah persoalan yang sangat sakral. Pernikahan bukanlah sebuah jual beli atau tawar-menawar dalam perdagangan. Perempuan bukan untuk diperdagangkan atau diperlakukan seenaknya sehingga dengan gampangnya dijadikan sarana pemuas hasrat dan nafsu laki-laki bangsawan. Apa yang dilakukan dan diputuskan oleh Putri merupakan perjuangan kaum feminis yang menginginkan kemajuan bagi perempuan. Perempuan harus berkembang. Ia tidak boleh terjebak hanya dalam posisi tradisionalnya saja, menikah, melahirkan, dan membesarkan anak-anaknya. Perempuan harus berpikiran jauh ke depan. Tantangan di masa depan yang terhampar di hadapannya lebih membutuhkan perjuangan yang menguras pikiran serta tenaga mereka. Perempuan harus memperjuangkan hak-haknya. Mereka tidak boleh tergoda dengan iming-iming kenikmatan yang terkadang malah menjerumuskan mereka. Karena itulah, Putri sangat marah ketika mengetahui tindakan Mangku Puseh meminta uang kepada Ngurah Agung Wikan, putra Ratu Aji. Ia menganggap perbuatan ayahnya itu sama saja dengan menjual dirinya ke puri. Walaupun Mangku Puseh berlindung di balik alasannya bahwa uang itu untuk kepentingan pura, tetap saja ia telah melecehkan putrinya sendiri dan Putri sangat menentangnya. “Bapa sampai hati menyerahkan saya untuk menjadi istri ketiga Ratu Aji, hanya dengan pembangunan pura?” “Demi masa depanmu sendiri, Putri!”<noinclude>{{rh||27}}</noinclude> 8a8akq64tif0fyygfkl38ac685xcidc Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/40 104 104779 296367 2026-05-20T23:48:21Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 296367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>"Masa depan saya? Saya tidak mau gila seperti Mekel Mirah. Saya mau menjadi guru, seperti yang dicita-citakan Meme!" (Wijaya, 2004: 18). Putri, sebagai tokoh utama cerita, selalu mempertanyakan tradisi serta persoalan wanita dan cita-citanya demi kemajuan diri dan orang-orang di sekitarnya. Pertanyaannya tentang tradisi yang terkadang cenderung memojokkan kaum perempuan merupakan pertanyaan kaum feminis. Budaya patriarkat yang cenderung menomorduakan perempuan membuat banyak perempuan Bali tidak berkutik. Mereka yang pasrah statis dalam kondisi yang tidak menguntungkan itu. Lain halnya dengan perempuan pemberontak, seperti Putri. Ia memiliki visi demi mencapai cita-citanya. Ia tidak mau terpuruk dalam posisi yang sama sekali tidak mengenakkan. Ia menghormati dan menghargai perempuan perkasa, seperti ibunya. Namun, hal itu belumlah cukup bagi seorang Putri. Ia tidak ingin hanya menjadi seperti mereka. Ia ingin menjadi guru, menjadi berguna dan mengabdi pada masyarakatnya. Pribadi Putri memang komplit. Di balik keteguhan dan kekerasan hatinya dalam memperjuangkan keyakinan dan cita-citanya, masih tersimpan sikap yang dibawanya dari pengalaman sebagai ''penyeroan'' (pembantu) di Puri Puncak. Pengalaman itu membuatnya luwes dalam pergaulan. Ia selalu bisa menempatkan diri dalam bentuk masyarakat apa pun. Pengalamannya menjadi ''penyeroan'' di puri mengajarkan dan membuatnya terbiasa serta mahir dalam hal itu. Dalam berbahasa dan berkomunikasi pun, pengalaman selama menjadi ''penyeroan'' membuatnya selalu menunggu. Tidak mau langsung menjawab sebuah pertanyaan karena menurutnya seseorang yang bertanya belum tentu menginginkan jawaban dari pertanyaannya tersebut. Ia terlatih kapan untuk menjawab dan kapan saatnya ia harus diam. Kebiasaan itu menjadikannya istimewa, jika dibandingkan dengan perempuan lain pada umumnya. Kepintaran sekaligus kerendahan hati sebagai orang yang pernah mengabdi menjadikannya memahami sekali sifat orang-orang di sekitarnya. Di balik kepintaran dan ketegarannya, Putri juga hanyalah seorang perempuan biasa yang memiliki kelemahan dan kekurangan. Di depan orang lain, terutama keluarganya, ia selalu berusaha kelihatan tegar. Padahal, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat rapuh. Pada dasarnya, ia tidak jauh berbeda dengan perempuan kebanyakan, sama saja dengan perempuan lain di kampungnya. Hal itu dapat kita lihat ketika Nyoman tanpa sengaja membaca buku<noinclude>{{rh||28}}</noinclude> rmuqjheomgvxmprabvrqex8v9j6qoug Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/33 104 104780 296368 2026-05-21T02:46:56Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|||PERKEMBANGAN<br>LINGKUNGAN STRATEGIS}} ----</noinclude>::Sosial Budaya ::Globalisasi yang sarat dengan semangat perubahan berdampak kepada perubahan nilai-nilai yang memengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa serta berbagai permasalahan kebangsaan yang secara signifikan berpengaruh terhadap tatanan budaya bangsa. Perkembangan iptek membawa nilainilai tertentu yang secara langsung atau tidak langsung bersinggungan dengan nilainilai sosial budaya bangsa yang sudah ada. Pemahaman generasi penerus bangsa terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan sesanti Bhinneka Tunggal Ika, semakin terkikis oleh derasnya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Degradasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia telah memengaruhi merosotnya sikap nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air bagi warga negara dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Keamanan Dalam Negeri Separatisme masih menjadi isu keamanan yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa. Separatisme dilakukan melalui gerakan politik dan bersenjata dengan mengeksploitasi kelemahan penyelenggaraan fungsi pemerintahan. Penanganan keamanan dalam negeri sebagai akibat konflik horizontal yang dipicu oleh keragaman budaya masyarakat, suku bangsa, agama, etnis, dan golongan, serta kondisi sosial masih mewarnai konflik-konflik yang terjadi di daerah tertentu. {{Missing image}} Pemahaman generasi penerus bangsa terkait nilai-nilai budaya bangsa, semakin terkikis oleh derasnya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. {{Missing image}} Konflik horizontal yang dipicu oleh berbagai ciri multikulturalitas masyarakat, keragaman suku bangsa, agama, ras, golongan, dan kondisi sosial masih mewarnai konflik-konflik di wilayah.<noinclude> {{rh|||BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 21}}</noinclude> ceh2nuoodh6ccjqvw8y9omfxw75rhd4 296369 296368 2026-05-21T02:47:27Z Link PB 26772 296369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|||PERKEMBANGAN<br>LINGKUNGAN STRATEGIS}} ----</noinclude>::Sosial Budaya ::Globalisasi yang sarat dengan semangat perubahan berdampak kepada perubahan nilai-nilai yang memengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa serta berbagai permasalahan kebangsaan yang secara signifikan berpengaruh terhadap tatanan budaya bangsa. ::Perkembangan iptek membawa nilainilai tertentu yang secara langsung atau tidak langsung bersinggungan dengan nilainilai sosial budaya bangsa yang sudah ada. Pemahaman generasi penerus bangsa terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan sesanti Bhinneka Tunggal Ika, semakin terkikis oleh derasnya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Degradasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia telah memengaruhi merosotnya sikap nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air bagi warga negara dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. ::Keamanan Dalam Negeri ::Separatisme masih menjadi isu keamanan yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa. Separatisme dilakukan melalui gerakan politik dan bersenjata dengan mengeksploitasi kelemahan penyelenggaraan fungsi pemerintahan. ::Penanganan keamanan dalam negeri sebagai akibat konflik horizontal yang dipicu oleh keragaman budaya masyarakat, suku bangsa, agama, etnis, dan golongan, serta kondisi sosial masih mewarnai konflik-konflik yang terjadi di daerah tertentu. {{Missing image}} <small>Pemahaman generasi penerus bangsa terkait nilai-nilai budaya bangsa, semakin terkikis oleh derasnya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. </small> {{Missing image}} <small>Konflik horizontal yang dipicu oleh berbagai ciri multikulturalitas masyarakat, keragaman suku bangsa, agama, ras, golongan, dan kondisi sosial masih mewarnai konflik-konflik di wilayah.</small><noinclude> {{rh|||BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 21}}</noinclude> icmvpj4zh5gu5h16eew1dchpa8ze7et Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/24 104 104781 296370 2026-05-21T03:05:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|PERKEMBANGAN<br>LINGKUNGAN STRATEGIS}} ----</noinclude><small>Tindak Pidana Terorisme yaitu Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas Internasional. (Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003)</small> {{Missing image}} ::telah meningkatkan penguasaan, penggunaan, dan penyebaran CBRNE hakekatnya dapat digunakan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Namun, bahan-bahan berbahaya tersebut berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan umat manusia, apabila dikuasai oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab. Kerawanan ini dipertegas bahwa masih terdapat beberapa negara yang memproduksi bahan-bahan berbahaya tersebut secara tidak transparan. Hal ini berimplikasi terhadap negara-negara lain untuk menghadapi ancaman penggunaan senjata CBRNE. ::Dalam era keterbukaan saat ini, perdagangan, pelintasan, dan penyebaran bahanbahan berbahaya secara ilegal menyebabkan kerawanan terhadap keamanan.. Kondisi ini bila tidak ditangani dan dikontrol secara optimal berpotensi mengancam pertahanan negara. 2.8 Terorisme ::Terorisme merupakan isu sentral keamanan global yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui jejaring sosial untuk memperkuat jaringan globalnya guna mendapatkan persenjataan, dukungan finansial maupun tempat-tempat berlindung. ::Terorisme global seperti gerakan radikal Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) merupakan bukti nyata terorisme telah menjadi satu kekuatan untuk melancarkan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan paham radikal untuk menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma yang diyakini. Selain itu, terdapat juga kelompok radikal lainnya yang berkembang karena berafiliasi atau terinspirasi oleh ideologi Al-Qaeda termasuk Home-Grown Terrorist dan Returning Fighters.<noinclude> {{rh|12 BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA}}</noinclude> 7criqvu4ji63q2zuyuv1sug6a8lqx2c 296371 296370 2026-05-21T03:06:05Z Link PB 26772 296371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|PERKEMBANGAN<br>LINGKUNGAN STRATEGIS}} ----</noinclude><small>Tindak Pidana Terorisme yaitu Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas Internasional. (Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003)</small> {{Missing image}} ::telah meningkatkan penguasaan, penggunaan, dan penyebaran CBRNE hakekatnya dapat digunakan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Namun, bahan-bahan berbahaya tersebut berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan umat manusia, apabila dikuasai oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab. Kerawanan ini dipertegas bahwa masih terdapat beberapa negara yang memproduksi bahan-bahan berbahaya tersebut secara tidak transparan. Hal ini berimplikasi terhadap negara-negara lain untuk menghadapi ancaman penggunaan senjata CBRNE. ::Dalam era keterbukaan saat ini, perdagangan, pelintasan, dan penyebaran bahanbahan berbahaya secara ilegal menyebabkan kerawanan terhadap keamanan.. Kondisi ini bila tidak ditangani dan dikontrol secara optimal berpotensi mengancam pertahanan negara. 2.8 Terorisme ::Terorisme merupakan isu sentral keamanan global yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui jejaring sosial untuk memperkuat jaringan globalnya guna mendapatkan persenjataan, dukungan finansial maupun tempat-tempat berlindung. ::Terorisme global seperti gerakan radikal Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) merupakan bukti nyata terorisme telah menjadi satu kekuatan untuk melancarkan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan paham radikal untuk menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma yang diyakini. Selain itu, terdapat juga kelompok radikal lainnya yang berkembang karena berafiliasi atau terinspirasi oleh ideologi Al-Qaeda termasuk Home-Grown Terrorist dan Returning Fighters.<noinclude> {{rh|12 BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA}}</noinclude> jarh6zhfwa1wuiyu7o4urn9svjkh9jq Halaman:Tiongkok Baru.pdf/1 104 104782 296399 2026-05-21T05:43:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <big>MELIHAT,</big> {{c|<big><big><big><big>'''TIONGKOK BARU'''</big></big></big></big>}} <big>Negara Merdeka!</big><br> <big>Pandai Merdeka!</big><br> <big>Sanggup Merdeka!</big> Oleh: Barioen A. S. DIKELUARKAN oleh: PENERBIT "RADA" DJAKARTA 1952.<noinclude></noinclude> tv6f10qvrtjje8v1ilgy5pn5es2lzx4 296400 296399 2026-05-21T05:44:14Z Link PB 26772 296400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <big>MELIHAT,</big> {{c|<big><big><big><big>'''TIONGKOK BARU'''</big></big></big></big>}} {{r|<big>Negara Merdeka!</big>}} {{r|<big>Pandai Merdeka!</big>}} {{r|<big>Sanggup Merdeka!</big>}} {{c|Oleh: Barioen A. S.}} {{c|DIKELUARKAN oleh: PENERBIT "RADA"}} {{c|DJAKARTA 1952.}}<noinclude></noinclude> rn1q35hj6ijynnmyc2ox03yest494g8 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/2 104 104783 296401 2026-05-21T05:46:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''(Keterangan Gambar Kulit)''' ''Kembang api, warna-warni,'' ''djadi pelita, pembuka hati...'' '''BARIOEN A. S.''' </center> <center> '''HAK PENGARANG DIPERLINDUNGI !'''</center><noinclude></noinclude> d6idbdpumx01yi950v7fblskd35qo3g 296402 296401 2026-05-21T05:46:27Z Link PB 26772 296402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''(Keterangan Gambar Kulit)''' ''Kembang api, warna-warni,'' ''djadi pelita, pembuka hati...'' '''BARIOEN A. S.''' </center> <center> '''HAK PENGARANG DIPERLINDUNGI !'''</center><noinclude></noinclude> hnj2rs7fj9our2fbzvkau8mo5um688l Halaman:Tiongkok Baru.pdf/3 104 104784 296403 2026-05-21T06:04:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{ch|DAFTAR ISI :}} {{TOC begin}} {{TOC row r|4|Hal.}} {{TOC row 1-2dot-1|I.|[[Pendahuluan]]|5}} {{TOC row 1-2dot-1|II.|[[Telaga Kekuatan dan Kemenangan Revolusi Rakjat]]|11}} {{TOC row 1-2dot-1|III.|[[Sedikit Sedjarah]]|14}} {{TOC row 1-2dot-1|IV.|[[Soal Persatuan dan Keamanan]]|19}} {{TOC row 1-2dot-1|V.|[[Apakah Pemerintah Rakjat?]]|25}} {{TOC row 1-2dot-1|VI.|[[Perhubungan dengan Sovjet-Uni|Perhubungan dengan Sovjet-Uni]]|30}} {{TOC row 1-2dot-1|VII.|[[Perekonomian di Tiongkok Baru|Perekonomian di Tiongkok Baru]]|36}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Perobahan Tanah|39}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Industri dan Perburuhan|47}} {{TOC row 1-1-dot-1||3.|RPehubunganm Pengangkutan dan lain-lain|60}} {{TOC row 1-2dot-1|VIII.|[[Kehidupan - dan Suasana Politik]]|69}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Susunan Kabinet (Dewan Administrasi|88}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Keadaan Partai-partai|92}} {{TOC row 1-2dot-1|IX.|[[Kebudayaan Tiongkok Baru]]|98}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Soal Pendidikan|119}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Perguruan Tinggi|123}} {{TOC row 1-2dot-1|X.|[[Penutup]]|129}} '''Lampiran :''' <ol type="1"> <li>Undang² Perobahan Tanah R.R.T.</li> <li>Statement of the Indonesia People's Delegation.</li> </ol><noinclude></noinclude> pyxjgciz6atjc8ab77gkqk9ccps6fiw 296404 296403 2026-05-21T06:05:05Z Link PB 26772 296404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{ch|DAFTAR ISI :}} {{TOC begin}} {{TOC row r|4|Hal.}} {{TOC row 1-2dot-1|I.|[[Pendahuluan]]|5}} {{TOC row 1-2dot-1|II.|[[Telaga Kekuatan dan Kemenangan Revolusi Rakjat]]|11}} {{TOC row 1-2dot-1|III.|[[Sedikit Sedjarah]]|14}} {{TOC row 1-2dot-1|IV.|[[Soal Persatuan dan Keamanan]]|19}} {{TOC row 1-2dot-1|V.|[[Apakah Pemerintah Rakjat?]]|25}} {{TOC row 1-2dot-1|VI.|[[Perhubungan dengan Sovjet-Uni|Perhubungan dengan Sovjet-Uni]]|30}} {{TOC row 1-2dot-1|VII.|[[Perekonomian di Tiongkok Baru|Perekonomian di Tiongkok Baru]]|36}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Perobahan Tanah|39}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Industri dan Perburuhan|47}} {{TOC row 1-1-dot-1||3.|Pehubungan Pengangkutan dan lain-lain|60}} {{TOC row 1-2dot-1|VIII.|[[Kehidupan - dan Suasana Politik]]|69}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Susunan Kabinet (Dewan Administrasi|88}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Keadaan Partai-partai|92}} {{TOC row 1-2dot-1|IX.|[[Kebudayaan Tiongkok Baru]]|98}} {{TOC row 1-1-dot-1||1.|Soal Pendidikan|119}} {{TOC row 1-1-dot-1||2.|Perguruan Tinggi|123}} {{TOC row 1-2dot-1|X.|[[Penutup]]|129}} '''Lampiran :''' <ol type="1"> <li>Undang² Perobahan Tanah R.R.T.</li> <li>Statement of the Indonesia People's Delegation.</li> </ol><noinclude></noinclude> gh86rom1m6rpw9z7z99ayd5ukjf4ojo 296407 296404 2026-05-21T06:24:19Z Link PB 26772 296407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.6em;" ! colspan="2" style="text-align: center; font-size: 1.2em; padding-bottom: 10px;" | DAFTAR ISI: |- | style="text-align: right; font-weight: normal;" | | style="text-align: right; width: 50px; font-weight: normal; padding-bottom: 5px;" | Hal. |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">I. Pendahuluan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 5 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">II. Telaga kekuatan dan kemenangan Revolusi Rakjat <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 11 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">III. Sedikit Sedjarah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 14 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IV. Soal Persatuan dan Keamanan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 19 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">V. Apakah Pemerintah Rakjat? <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 25 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VI. Perhubungan dengan Sovjet-Uni <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 30 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VII. Perekonomian di Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 36 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Perobahan Tanah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 38 | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Industri dan Perburuhan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 47 | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">3. Perhubungan, Pengangkutan dan lain-lain <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 60 |}<noinclude></noinclude> qyx5t19v4erxeazhpsreehjfz35dawe 296408 296407 2026-05-21T06:24:40Z Link PB 26772 296408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.6em;" ! colspan="2" style="text-align: center; font-size: 1.2em; padding-bottom: 10px;" | DAFTAR ISI: |- | style="text-align: right; font-weight: normal;" | | style="text-align: right; width: 50px; font-weight: normal; padding-bottom: 5px;" | Hal. |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">I. Pendahuluan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 5 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">II. Telaga kekuatan dan kemenangan Revolusi Rakjat <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 11 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">III. Sedikit Sedjarah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 14 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IV. Soal Persatuan dan Keamanan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 19 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">V. Apakah Pemerintah Rakjat? <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 25 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VI. Perhubungan dengan Sovjet-Uni <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 30 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VII. Perekonomian di Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 36 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Perobahan Tanah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 38 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Industri dan Perburuhan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 47 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">3. Perhubungan, Pengangkutan dan lain-lain <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 60 |}<noinclude></noinclude> jvcimy7qewvgxg1mtojyvzmonwhrbjo 296409 296408 2026-05-21T06:25:00Z Link PB 26772 296409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.6em;" ! colspan="2" style="text-align: center; font-size: 1.2em; padding-bottom: 10px;" | DAFTAR ISI: |- | style="text-align: right; font-weight: normal;" | | style="text-align: right; width: 50px; font-weight: normal; padding-bottom: 5px;" | Hal. |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">I. Pendahuluan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 5 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">II. Telaga kekuatan dan kemenangan Revolusi Rakjat <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 11 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">III. Sedikit Sedjarah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 14 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IV. Soal Persatuan dan Keamanan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 19 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">V. Apakah Pemerintah Rakjat? <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 25 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VI. Perhubungan dengan Sovjet-Uni <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 30 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VII. Perekonomian di Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 36 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Perobahan Tanah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 38 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Industri dan Perburuhan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 47 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">3. Perhubungan, Pengangkutan dan lain-lain <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 60 |- |}<noinclude></noinclude> gvtx56bchtfmvidn4jc13dof613tkif 296410 296409 2026-05-21T06:27:39Z Link PB 26772 296410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.6em;" ! colspan="2" style="text-align: center; font-size: 1.2em; padding-bottom: 10px;" | DAFTAR ISI: |- | style="text-align: right; font-weight: normal;" | | style="text-align: right; width: 50px; font-weight: normal; padding-bottom: 5px;" | Hal. |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">I. Pendahuluan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 5 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">II. Telaga kekuatan dan kemenangan Revolusi Rakjat <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 11 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">III. Sedikit Sedjarah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 14 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IV. Soal Persatuan dan Keamanan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 19 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">V. Apakah Pemerintah Rakjat? <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 25 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VI. Perhubungan dengan Sovjet-Uni <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 30 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VII. Perekonomian di Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 36 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Perobahan Tanah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 38 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Industri dan Perburuhan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 47 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">3. Perhubungan, Pengangkutan dan lain-lain <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 60 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VIII. Kehidupan — dan Suasana Politik <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Susunan Kabinet <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 88 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Keadaan Partai-partai <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 92 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IX. Kebudajaan Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Soal Pendidikan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 88 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Perguruan Tinggi <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 92 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">X. Penutup <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- |} '''L a m p i r a n :''' {| style="width:100%; border-spacing:0;" | style="width:90%; padding-left:2em;" | 1. Undang² Perobahan Tanah R.R.T. \dotfill || &nbsp; |- | style="padding-left:2em;" | 2. Statement of the Indonesian People's Delegation \dotfill || &nbsp; |} <hr style="width:20%; margin:auto;" /> </div><noinclude></noinclude> ajgxja7ooaa9fgmo0wpa83cf9hxonz2 296413 296410 2026-05-21T06:35:00Z Link PB 26772 296413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; line-height: 1.6em;" ! colspan="2" style="text-align: center; font-size: 1.2em; padding-bottom: 10px;" | DAFTAR ISI: |- | style="text-align: right; font-weight: normal;" | | style="text-align: right; width: 50px; font-weight: normal; padding-bottom: 5px;" | Hal. |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">I. Pendahuluan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 5 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">II. Telaga kekuatan dan kemenangan Revolusi Rakjat <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 11 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">III. Sedikit Sedjarah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 14 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IV. Soal Persatuan dan Keamanan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 19 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">V. Apakah Pemerintah Rakjat? <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 25 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VI. Perhubungan dengan Sovjet-Uni <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 30 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VII. Perekonomian di Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 36 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Perobahan Tanah <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 38 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Industri dan Perburuhan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 47 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">3. Perhubungan, Pengangkutan dan lain-lain <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 60 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">VIII. Kehidupan — dan Suasana Politik <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Susunan Kabinet <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 88 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Keadaan Partai-partai <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 92 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">IX. Kebudajaan Tiongkok Baru <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">1. Soal Pendidikan <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 88 |- | style="padding-left: 20px;" | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">2. Perguruan Tinggi <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 92 |- | <div style="display: flex; align-items: flex-end;">X. Penutup <div style="flex-grow: 1; border-bottom: 1px dotted black; margin: 0 5px 5px 5px;"></div></div> | style="text-align: right; vertical-align: bottom;" | 69 |- |} '''L a m p i r a n :''' <ol type="1"> <li>Undang² Perobahan Tanah R.R.T.</li> <li>Statement of the Indonesian People's Delegation</li> </ol> <hr style="width:20%; margin:auto;" /><noinclude></noinclude> cruvibtgdo6iyeqteab1mmgpcou4ddf Indeks:Pengungkapan Dan Pengkajian Naskah Kuno Kota Pariaman Sumatera Barat.pdf 102 104785 296405 2026-05-21T06:12:41Z Sibiru45 23700 ←Membuat halaman berisi '' 296405 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Pengungkapan Dan Pengkajian Naskah Kuno Kota Pariaman Sumatera Barat.pdf |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Drs. Harry Waluyo Ora, Sri Saadah S. Utomo, Wahyuningsih BA |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} i3wco6re77cmnfl4dqpx6303bzxbtt6 296406 296405 2026-05-21T06:15:42Z Sibiru45 23700 296406 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Pengungkapan Dan Pengkajian Naskah Kuno Kota Pariaman Sumatera Barat.pdf |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Drs. Harry Waluyo Ora, Sri Saadah S. Utomo, Wahyuningsih BA |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Qirektorat Jenderal Kebudayaan Departemen PendidikDn dan Kebudayaan |Address= |Printer=cv. PUTRA SEJATI RAYA |Year=1997 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} eatfhh8pg7ooga5cyp5vzi4qpfs8mto 296412 296406 2026-05-21T06:28:37Z Sibiru45 23700 296412 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Pengungkapan Dan Pengkajian Naskah Kuno Kota Pariaman Sumatera Barat.pdf |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Drs. Harry Waluyo Ora, Sri Saadah S. Utomo, Wahyuningsih BA |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen PendidikDn dan Kebudayaan |Address= |Printer=cv. PUTRA SEJATI RAYA |Year=1997 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} i22eh1rj3gbppwp58tfpe8u6t74mrsp 296445 296412 2026-05-21T07:40:23Z Sibiru45 23700 296445 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Pengungkapan dan Pengkajian Naskah Kuno Kota Pariaman Sumatera Barat.pdf |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Drs. Harry Waluyo Ora, Sri Saadah S. Utomo, Wahyuningsih BA |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan |Address= |Printer=cv. PUTRA SEJATI RAYA |Year=1997 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 1ro4htpnpjvgrp0qglnn92sv28c2mu3 Pengguna:Supribanjar 2 104786 296411 2026-05-21T06:27:45Z Supribanjar 27109 ←Membuat halaman berisi 'Supriansyah asal Banjarmasinn' 296411 wikitext text/x-wiki Supriansyah asal Banjarmasinn emuqob67hm7cdzfungw0jcrzxo9goou Halaman:Tiongkok Baru.pdf/4 104 104787 296414 2026-05-21T06:37:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>MELIHAT :</big> <big><big><big><big>'''TIONGKOK BARU'''</big></big></big></big> {{r|<big>Negara Merdeka!</big>}} {{r|<big>Pandai Merdeka!</big>}} {{r|<big>Sanggup Merdeka!</big>}} {{c|<big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big>}} {{c|PENERBIT RASDA - DJAKARTA}}<noinclude></noinclude> f8qhvacz3x7818spspx0ubrk4ta1nyy Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/11 104 104788 296464 2026-05-21T07:56:26Z Sarieffe 26994 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'DAFTAR ISI Bab 5 INDUSTRI PERTAHANAN 5.1 Umum 5.2 Arah Kemandirian Industri Pertahan 5.3 Pembinaan Industri Pertahanan 5.4 Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan. 63 63 63 66 69 Bab 6 KERJA SAMA INTERNASIONAL DI BIDANG PERTAHANAN 6.1 Umum 6.2 Pokok-Pokok Kerja Sama Internasional Bidang Pertahanan 6.3 Kerja Sama Bilateral 6.4 Kerja Sama Multilateral 71 Bab 7 BELA NEGARA 7.1 Umum 7.2 Pembinaan Kesadaran Bela Negara 7.3 Pengelolaan PKB... 296464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>DAFTAR ISI Bab 5 INDUSTRI PERTAHANAN 5.1 Umum 5.2 Arah Kemandirian Industri Pertahan 5.3 Pembinaan Industri Pertahanan 5.4 Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan. 63 63 63 66 69 Bab 6 KERJA SAMA INTERNASIONAL DI BIDANG PERTAHANAN 6.1 Umum 6.2 Pokok-Pokok Kerja Sama Internasional Bidang Pertahanan 6.3 Kerja Sama Bilateral 6.4 Kerja Sama Multilateral 71 Bab 7 BELA NEGARA 7.1 Umum 7.2 Pembinaan Kesadaran Bela Negara 7.3 Pengelolaan PKBN 95 95 95 97 Bab 8 POSTUR PERTAHANAN NEGARA 8.1 Umum 8.2 Postur Pertahanan Militer 8.3 Postur Pertahanan Nirmiliter 101 101 101 106 Bab 9 PEMBANGUNAN PERTAHANAN NEGARA 9.1 Umum 9.2 Arah Pembangunan 9.3 Rancang Bangun 9.4 Pembangunan Pertahanan Negara 9.5 Pembinaan Pertahanan Negara 9.6 Penggunaan Kekuatan Pertahanan Negara 113 113 113 114 115 120 122 Bab 10 ANGGARAN PERTAHANAN NEGARA 10.1 Umum 10.2 Alokasi Anggaran 10.3. Proyeksi Anggaran 125 125 125 126 Bab 11 PENUTUP 129 71 71 72 89 BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA vii<noinclude></noinclude> mbnb77do7venx5fxc57bg41tycha39x 296468 296464 2026-05-21T09:12:32Z Sarieffe 26994 /* Telah diuji baca */ 296468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" />{{rh|||DAFTAR ISI{{{|}}}}}</noinclude>{{Daftarisi|Bab 5 {{gap}} '''INDUSTRI PERTAHANAN''' |63|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.1 {{gap}} [[Umum]]|63||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.2 {{gap}} [[Arah Kemandirian Industri Pertahan]]|63||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.3 {{gap}} [[Pembinaan Industri Pertahanan]]|66||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.4 {{gap}} [[Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan.]]|69||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 6 {{gap}} '''KERJA SAMA INTERNASIONAL DI BIDANG PERTAHANAN''' |71|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.1 {{gap}} [[Umum]]|71||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.2 {{gap}} [[Pokok-Pokok Kerja Sama Internasional Bidang Pertahanan]]|71||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.3 {{gap}} [[Kerja Sama Bilateral]]|72||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.4 {{gap}} [[Kerja Sama Multilateral]]|89||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 7 {{gap}} '''BELA NEGARA''' |95|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.1 {{gap}} [[Umum]]|95||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.2 {{gap}} [[Pembinaan Kesadaran Bela Negara]]|95||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.3 {{gap}} [[Pengelolaan PKBN]]|97||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 8 {{gap}} '''POSTUR PERTAHANAN NEGARA''' |101|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.1 {{gap}} [[Umum]]|101||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.2 {{gap}} [[Postur Pertahanan Militer]]|101||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.3 {{gap}} [[KPostur Pertahanan Nirmiliter]]|106||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 9 {{gap}} '''PEMBANGUNAN PERTAHANAN NEGARA''' |113|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.1 {{gap}} [[Umum]]|113||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.2 {{gap}} [[Arah Pembangunan]]|113||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.3 {{gap}} [[Rancang Bangun]]|114||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.4 {{gap}} [[Pembinaan Pertahanan Negara]]|115||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.5 {{gap}} [[Rancang Bangun]]|120||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.6 {{gap}} [[Penggunaan Kekuatan Pertahanan Negara]]|122||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 10 {{gap}} '''ANGGARAN PERTAHANAN NEGARA''' |113|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.1 {{gap}} [[Umum]]|125||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.2 {{gap}} [[Alokasi Anggaran]]|125||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.3 {{gap}} [[Proyeksi Anggaran]]|126||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 11 {{gap}} '''PENUTUP''' |129|}}<noinclude>{{rh||| PUTIH PERTAHANAN INDONESIA{{gap}}vii}}</noinclude> purtb1kmpxj1k6nz3gr9n876hk4k2el 296469 296468 2026-05-21T09:15:05Z Sarieffe 26994 296469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" />{{rh|||DAFTAR ISI{{{|}}}}}</noinclude>{{Daftarisi|Bab 5 {{gap}} '''INDUSTRI PERTAHANAN''' |63|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.1 {{gap}} [[Umum]]|63||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.2 {{gap}} [[Arah Kemandirian Industri Pertahan]]|63||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.3 {{gap}} [[Pembinaan Industri Pertahanan]]|66||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 5.4 {{gap}} [[Kerja Sama Pengembangan Industri Pertahanan.]]|69||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 6 {{gap}} '''KERJA SAMA INTERNASIONAL DI BIDANG PERTAHANAN''' |71|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.1 {{gap}} [[Umum]]|71||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.2 {{gap}} [[Pokok-Pokok Kerja Sama Internasional Bidang Pertahanan]]|71||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.3 {{gap}} [[Kerja Sama Bilateral]]|72||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 6.4 {{gap}} [[Kerja Sama Multilateral]]|89||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 7 {{gap}} '''BELA NEGARA''' |95|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.1 {{gap}} [[Umum]]|95||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.2 {{gap}} [[Pembinaan Kesadaran Bela Negara]]|95||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 7.3 {{gap}} [[Pengelolaan PKBN]]|97||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 8 {{gap}} '''POSTUR PERTAHANAN NEGARA''' |101|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.1 {{gap}} [[Umum]]|101||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.2 {{gap}} [[Postur Pertahanan Militer]]|101||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 8.3 {{gap}} [[Postur Pertahanan Nirmiliter]]|106||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 9 {{gap}} '''PEMBANGUNAN PERTAHANAN NEGARA''' |113|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.1 {{gap}} [[Umum]]|113||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.2 {{gap}} [[Arah Pembangunan]]|113||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.3 {{gap}} [[Rancang Bangun]]|114||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.4 {{gap}} [[Pembinaan Pertahanan Negara]]|115||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.5 {{gap}} [[Rancang Bangun]]|120||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 9.6 {{gap}} [[Penggunaan Kekuatan Pertahanan Negara]]|122||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 10 {{gap}} '''ANGGARAN PERTAHANAN NEGARA''' |113|}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.1 {{gap}} [[Umum]]|125||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.2 {{gap}} [[Alokasi Anggaran]]|125||hi=3.0em}} {{Daftarisi|{{gap}}{{gap}} 10.3 {{gap}} [[Proyeksi Anggaran]]|126||hi=3.0em}} {{Daftarisi|Bab 11 {{gap}} '''PENUTUP''' |129|}}<noinclude>{{rh||| {{Smaller|PUTIH PERTAHANAN INDONESIA}}{{gap}}vii}}</noinclude> i6w7457z6epdun0mrhsevzx7yfcll9q Halaman:Moral dan batin seri 1.pdf/11 104 104789 296478 2026-05-21T11:40:49Z Hzu Hzu 25160 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'I I I 1. PENGERTIAN BENAR (Samyag Dristi) untuk dapatkan itu Pengertian Bcnar orang ha r us mengerti bahwa scsuatu pcr'>uatan dari manusia mesti ada pembalasannja janr setimpal: perbuatan baik dapat pem. balasan bail: dan jang djahal dapat balesan djahat. 2. PIKIRAN BENAR (Samyag Kalpana) untuk dapatkan itu Pikiran Bcnar orang harus memikir akan lingkirkan kedjaha tan dan kudu berkesian pada sesama machluk. 3. BIT]ARA BENAR (Samyag Wacnna) ini... 296478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Hzu Hzu" /></noinclude>I I I 1. PENGERTIAN BENAR (Samyag Dristi) untuk dapatkan itu Pengertian Bcnar orang ha r us mengerti bahwa scsuatu pcr'>uatan dari manusia mesti ada pembalasannja janr setimpal: perbuatan baik dapat pem. balasan bail: dan jang djahal dapat balesan djahat. 2. PIKIRAN BENAR (Samyag Kalpana) untuk dapatkan itu Pikiran Bcnar orang harus memikir akan lingkirkan kedjaha tan dan kudu berkesian pada sesama machluk. 3. BIT]ARA BENAR (Samyag Wacnna) inibernrli harus selamanja hitjara apa jang benar, mendjauhkan fitnahan atau kedustaan, among dengan rnani s dan sopan ,antun pada semu a orang, dan tidak am bil bag ian da] am segala among ko. song ja ng sia.sia. 4, PERBUATAN BEN AR (samyag Karmanta) ini bisa 16. didjalankan d engan tidak berbuat kedosaan jang menggunakan tenaga badan, misalnja membunuh machluk jang hid up dan lain-lain sebaginja, 5, PENGHIDUPAN BENAR (SamYllg Adjiwa) mcntjari ke hidupan bukan dengan melakukan perbuatan j ang berdosa, 6 . PERT]OBAAN BERUSAHA BENAR (Sa mya g Wirya) ini berarti orang kudu tudjukan kcgiatannja pada apa,.apa png ba ik dan benar, tidak mgat barang jang dj ahat, dan selalu tambahkan iapunja sifar- sifat baik, 7. PERINGATAN (PERH~. TIAN) BENAR (Samyag SIDr!li) ini bisa didapat dcngar: P': kir dan ingat dalam hati rrn perkaraan "Tubuhku akan binasa " "Tubuhku ada penuh kekdtoran", dan lain-lain litjapan Icmatjam itu 17.<noinclude></noinclude> n1skvknif48hqdte23l89mydej7p2p6