Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.4 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Tiongkok Baru.pdf/70 104 70186 296937 202286 2026-05-29T04:13:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|''''''{{larger|VII. KEHIDUPAN DAN SUASANA POLITIK}}''''''}} {{dropcap|O}}rang luar mungkin akan menjangka bahwa suasana politik di Tiongkok sekarang adalah tegang dan kaku, berhubung dengan, pada sangka mereka, jang berkuasa dan menguasai sekarang, ialah komunisme. Terhadap persangkaan itu, untuk sekedar mendjadi perbandingan akan kita kemukakan beberapa hal, jang kita telah saksikan sendiri disana. Jang pertama kali akan tergambar dimata orang jang datang ke Tiongkok, ialah kegiatan dan kesibukan bekerdja. Kalau batja di koran, maka jang akan kelihatan terutama, djuga berita{{2}} kegiatan dan hasil kerdja. Berita{{2}} mengenai partai ini dan partai itu tidak ada, atau sedikit sekali. ''Statement'' dan ''interview'' djarang sekali kelihatan disurat kabar. Berita{{2}} tentang perdebatan disidang ini atau itu, tidak ada. Djuga tidak pernah kelihatan, bagaimana pendapat partai ini atau itu tentang politik diluar negeri, dimuat dalam surat kabar. Berita{{2}} luar negeri jang dimuat, hanja jang langsung ada hubungannja dengan politik luar negeri Tiongkok: soal perdamaian, soal bahaja perang, pendirian negeri ini atau pembesar itu tentang sesuatu persoalan internasional, jang mungkin akan menimbulkan konflik besar, terutama jang menarik perhatian ssk. ialah adanja dan menggambarkan adanja pertentangan dan perbedaan antara pendirian blok Amerika dengan negeri jang bersangkutan dengan persoalan itu. Sebagai tjontoh, soal minjak Iran dan terusan Suez. Pertentangan dan perbedaan antara pendirian Iran dan Mesir disatu pihak dan bagaimana pula rol jang akan didjalankan oleh Amerika didalamnja. Berhubung dengan tidak begitu banjak hubungan ekonomis sekarang antara Tiongkok Baru dengan blok Amerika, maka tidak begitu banjak pula soal² luar negeri jang menarik perhatian rakjat umum, terutama kaum pedagang, industrialis, golongan bank d.l.l. sebab toh tak ada hubungannja dengan peker djaan mereka sehari², karena terhadap uang, pasaran d.l.l. tak ada lagi pengaruh asing. Dengan begitu, suasana politik pada umumnja adalah tenang. Masjarakat tidak gelisah oleh karena pertjaturan politik dunia, dan tak pula bingung karena pertengkaran partai² jang ada dalam negeri. Rebutan kursi, rebutan pengaruh, pertentangan parlemen dan kabinet, kemungkinan bubar atau berganti², tidak ada. Kalau ini akan diambil sebagai alasan untuk mengatakan tidak adanja demokrasi, terserahlah, tapi di Amerika untuk masa jang tertentu (empat tahun) tidak ada pertukaran kabinet. Perkataan demokrasi sudah terlalu banjak diulang², dikadji² dan dianalisir. Segala orang menjatakan dirinja demokrat, bebas d.l.l. Amerika menjatakan dirinja pendekar demokrasi, Perantjis begitu pula. Kata orang, Indonesia sekarang inipun adalah negara demokrasi, Djepang dengan keizernja, Filipina, Thailandia d.l.l. itu semuanja dikatakan demo-<noinclude> {{rh|||69}}</noinclude> gektxv74vb0r4bstw1veouih8uc4vdj 296940 296937 2026-05-29T04:18:15Z Link PB 26772 296940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''{{larger|VII. KEHIDUPAN DAN SUASANA POLITIK}}'''}} {{dropcap|O}}rang luar mungkin akan menjangka bahwa suasana politik di Tiongkok sekarang adalah tegang dan kaku, berhubung dengan, pada sangka mereka, jang berkuasa dan menguasai sekarang, ialah komunisme. Terhadap persangkaan itu, untuk sekedar mendjadi perbandingan akan kita kemukakan beberapa hal, jang kita telah saksikan sendiri disana. Jang pertama kali akan tergambar dimata orang jang datang ke Tiongkok, ialah kegiatan dan kesibukan bekerdja. Kalau batja di koran, maka jang akan kelihatan terutama, djuga berita{{2}} kegiatan dan hasil kerdja. Berita{{2}} mengenai partai ini dan partai itu tidak ada, atau sedikit sekali. "Statement" dan "interview" djarang sekali kelihatan disurat kabar. Berita{{2}} tentang perdebatan disidang ini atau itu, tidak ada. Djuga tidak pernah kelihatan, bagaimana pendapat partai ini atau itu tentang politik diluar negeri, dimuat dalam surat kabar. Berita{{2}} luar negeri jang dimuat, hanja jang langsung ada hubungannja dengan politik luar negeri Tiongkok: soal perdamaian, soal bahaja perang, pendirian negeri ini atau pembesar itu tentang sesuatu persoalan internasional, jang mungkin akan menimbulkan konflik besar, terutama jang menarik perhatian ssk. ialah adanja dan menggambarkan adanja pertentangan dan perbedaan antara pendirian blok Amerika dengan negeri jang bersangkutan dengan persoalan itu. Sebagai tjontoh, soal minjak Iran dan terusan Suez. Pertentangan dan perbedaan antara pendirian Iran dan Mesir disatu pihak dan bagaimana pula rol jang akan didjalankan oleh Amerika didalamnja. Berhubung dengan tidak begitu banjak hubungan ekonomis sekarang antara Tiongkok Baru dengan blok Amerika, maka tidak begitu banjak pula soal² luar negeri jang menarik perhatian rakjat umum, terutama kaum pedagang, industrialis, golongan bank d.l.l. sebab toh tak ada hubungannja dengan peker djaan mereka sehari², karena terhadap uang, pasaran d.l.l. tak ada lagi pengaruh asing. Dengan begitu, suasana politik pada umumnja adalah tenang. Masjarakat tidak gelisah oleh karena pertjaturan politik dunia, dan tak pula bingung karena pertengkaran partai² jang ada dalam negeri. Rebutan kursi, rebutan pengaruh, pertentangan parlemen dan kabinet, kemungkinan bubar atau berganti², tidak ada. Kalau ini akan diambil sebagai alasan untuk mengatakan tidak adanja demokrasi, terserahlah, tapi di Amerika untuk masa jang tertentu (empat tahun) tidak ada pertukaran kabinet. Perkataan demokrasi sudah terlalu banjak diulang², dikadji² dan dianalisir. Segala orang menjatakan dirinja demokrat, bebas d.l.l. Amerika menjatakan dirinja pendekar demokrasi, Perantjis begitu pula. Kata orang, Indonesia sekarang inipun adalah negara demokrasi, Djepang dengan keizernja, Filipina, Thailandia d.l.l. itu semuanja dikatakan demo-<noinclude> {{rh|||69}}</noinclude> 4o3lzr4ppkh051bd13k14dba79mntzz Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/18 104 84495 296968 245119 2026-05-29T09:52:50Z Najla Khairani Siregar 23893 /* Telah diuji baca */ 296968 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 14 -}}</noinclude>djoega dapat dikalahken dan djadi binasa, sedang tachtanja dipoenjaï oleh BOE ONG jang tersamboet ka dalam kota oleh goemoeroeh soeraknja sekalian rahajat moelja dan hina. Moelai dari pada waktoenja baroe doedoek memerintah di dalam ini karadjaän besar, baginda BOE ONG mengoesahaken dirinja aken berboewat roepa-roepa kabaikan, soepaja rahajat boleh meloepaken kadoekaännja hati jang telah datang padanja di bawah tachtanja baginda keizer TIOE. Pada BI TJOE KEE dan BI SOE IAN, doewa poetra dari kaoem SIANG, baginda ada berlakoe manis sekali. Baginda idsinken marika itoe aken pandang dirinja seperti toeroenan SENGTONG dari permesoeri pangkat pertama, dan dari sebab baginda tiada berkoewasa aken serahken pada marika itoe, karadjaän besar jang baroe didapatken, baginda kasih ijaorang mendjadi radja di satoe tampat bernama ''Song''. BOE ONG poenja toeroenan jang kasembilan, ada poenja satoe poetra jang bernama KHONG HOE KEE, dan poetra ini ada djadi kapalanja satoe tjabang-kaoem jang pake nama KHONG. Ini KHONG HOE KEE poenja toeroenan jang kalima, HONG SIOK namanja, bertampat di dalam bilangan karadjaän ''Louw'' dengan lantaran adanja hoeroe-hara. Tjoetjoenja ini HONG SIOK, SIOK LIANG GIT namanja, ada poe­nja sembilan anak-prampoewan, tapi tida sekali ada poenja anak lelaki. Sasoedahnja ija poenja istri meninggal, SIOK LIANG GIT ini ingin menikah kombali, soepaja bisa men­dapat toeroenan lelaki, dan ija ada penoedjoe pada koelawarga GAN, di mana ada tiga anak prampoewan jang telah roemadja-poetri. Sasoedahnja SIOK LIANG GIT datang meminang pada ka­palanja koelawarga GAN itoe, lantaslah djoega ajah ini me­manggil anaknja jang tiga itoe, dan berkata pada marika: „Pembesar di negri ''Tjouw'' hendak datangken kahorma-<noinclude></noinclude> dcayuq415sssp9hudtr26tyl2lwbcfn 296969 296968 2026-05-29T09:57:40Z Najla Khairani Siregar 23893 296969 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 14 -}}</noinclude>djoega dapat dikalahken dan djadi binasa, sedang tachtanja dipoenjaï oleh BOE ONG jang tersamboet ka dalam kota oleh goemoeroeh soeraknja sekalian rahajat moelja dan hina. Moelai dari pada waktoenja baroe doedoek memerintah di dalam ini karadjaän besar, baginda BOE ONG mengoesahaken dirinja aken berboewat roepa-roepa kabaikan, soepaja rahajat boleh meloepaken kadoekaännja hati jang telah datang padanja di bawah tachtanja baginda keizer TIOE. Pada BI TJOE KEE dan BI SOE IAN, doewa poetra dari kaoem SIANG, baginda ada berlakoe manis sekali. Baginda idsinken marika itoe aken pandang dirinja seperti toeroenan SENGTONG dari permesoeri pangkat pertama, dan dari sebab baginda tiada berkoewasa aken serahken pada marika itoe, karadjaän besar jang baroe didapatken, baginda kasih ijaorang mendjadi radja di satoe tampat bernama ''Song''. BOE ONG poenja toeroenan jang kasembilan, ada poenja satoe poetra jang bernama KHONG HOE KEE, dan poetra ini ada djadi kapalanja satoe tjabang-kaoem jang pake nama KHONG. Ini KHONG HOE KEE poenja toeroenan jang kalima, HONG SIOK namanja, bertampat di dalam bilangan karadjaän ''Louw'' dengan lantaran adanja hoeroe-hara. Tjoetjoenja ini HONG SIOK, SIOK LIANG GIT namanja, ada poe­nja sembilan anak-prampoewan, tapi tida sekali ada poenja anak lelaki. Sasoedahnja ija poenja istri meninggal, SIOK LIANG GIT ini ingin menikah kombali, soepaja bisa men­dapat toeroenan lelaki, dan ija ada penoedjoe pada koelawarga GAN, di mana ada tiga anak prampoewan jang telah roemadja-poetri. Sasoedahnja SIOK LIANG GIT datang meminang pada ka­palanja koelawarga GAN itoe, lantaslah djoega ajah ini me­manggil anaknja jang tiga itoe, dan berkata pada marika: „Pembesar di negri ''Tjouw'' hendak datangken {{hws|kahorma|kahormatan}}<noinclude></noinclude> 941jxg03tputk3kas7ptnjcyexru5vs Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/20 104 90983 296950 261351 2026-05-29T07:12:15Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 296950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>mengerti makna bagian itu dengan menempatkannya dalam keseluruhan yang lebih besar. Struktur cerita yang dipakai untuk menelaah citra perempuan dalam novel Putri lebih ditekankan pada unsur tokoh. Pemilihan unsur tersebut dimaksudkan untuk lebih mengetahui sikap dan perilaku tokoh yang mengacu pada persoalan perempuan (diuraikan pada bab analisis). Dengan adanya penekanan pada unsur tokoh, analisis ini akan memberikan gambaran yang cukup jelas tentang persoalan perempuan dan dengan sendirinya nanti akan memperlihatkan citra perempuan, bukan saja citra perempuan Bali, melainkan juga citra perempuan secara umum. Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2000) berpendapat bahwa pengertian tokoh adalah orang yang tampil dalam sebuah karya sastra, yang nantinya oleh pembaca akan ditafsirkan, sebagai yang memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu, seperti apa yang diekspresikannya, baik dalam ucapan maupun tindakannya. Hal itu menunjukkan bahwa antara seorang tokoh dan kualitas pribadinya meimiliki kaitan yang sangat erat dalam penerimaan pembaca. Dalam hal ini, khususnya dari pandangan teori resepsi, pembacalah sebenarnya yang memberi arti untuk semuanya. Untuk kasus kepribadian seorang tokoh, pemaknaan itu berdasarkan kata-kata (verbal) dan tingkah laku lain (nonverbal). Pembedaan antara tokoh yang satu dan yang lain lebih ditentukan oleh kualitas pribadi daripada fisik. Berdasarkan uraian itu terlihat bahwa analisis struktural dengan penekanan pada unsur tokoh itu penting artinya untuk melihat gambaran kehidupan perempuan dan persoalan yang melingkupinya dalam sebuah kelompok yang dinamakan masyarakat. Struktur sosial suatu masyarakat, dalam hai ini masyarakat Bali, dapat dimanfaatkan untuk memahami persoalan perempuan Bali dalam peran, fungsi, dan kedudukannya dalam masyarakat Bali pada umumnya. '''1.5 Metode dan Teknik Penelitian''' Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang dilakukan terhadap novel Putri karya Putu Wijaya. Berdasarkan kerangka teori yang sudah dipaparkan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis-interpretatif. Citra perempuan yang terungkap dalam novel tersebut dideskripsikan, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan teori yang telah dikemukakan.<noinclude>{{rh||8}}</noinclude> cvpr2yam46lz3ij9rxreglcvwhikudr Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/21 104 90985 296952 261353 2026-05-29T07:15:00Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 296952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut. #Melakukan observasi terhadap data yang ada (studi pustaka). #Melakukan identifikasi terhadap data yang ada untuk melihat citra perempuan yang terungkap dalam novel Putri. #Melakukan interpretasi dan analisis terhadap teks sastra untuk menemukan permasalahan yang berhubungan dengan citra perempuan yang terlihat dalam novel Putri. '''1.6 Sumber Data''' Sumber data penelitian ini adalah novel Putri karya Putu Wijaya yang terdiri atas dua buku, yaitu buku pertama dan buku kedua yang sama-sama diterbitkan pada tahun 2004. '''1.7 Tinjauan Pustaka''' Penelitian yang menerapkan kritik sastra feminis sebagai pisau bedahnya memang telah banyak dilakukan. Beragamnya karya sastra yang menjadikan perempuan sebagai ujung tombak ceritanya, dengan berbagai persoalan mereka yang cukup kompleks, yang mengitari kehidupan perempuan dalam masyarakatnya, mendorong banyak peneliti untuk melakukan penelitian mengenai perempuan. Beberapa kajian yang berhubungan dengan feminisme, antara lain, dapat disebutkan di sini, yaitu penelitian tentang citra wanita dalam lima novel terbaik Sinclair Lewis dan gerakan wanita di Amerika dilakukan oleh Djajanegara (1995). Rustapa (1997) juga mengupas gagasan tentang wanita dalam novel Layar Terkembang dan Pada Sebuah Kapal. Kajian kritik sastra feminis dilakukan oleh Gusti (2004), yang mengulas sikap perempuan dalam kumpulan cerpen Sumi dan Gambarnya, karangan Ratna Indraswari Ibrahim. Penelitian tema dan persoalan tokoh wanita dalam cerpen-cerpen Tabloid Nova tahun 1998 dilakukan oleh Nasri (2003). Selain itu, Krisnawati (2003) juga melakukan penelitian secara struktural terhadap novel Namaku Hiroko karangan NH. Dini. Ia menekankan pada profil tokeh wanita dalam novel tersebut. Novel Saman yang kontroversial pun telah diangkat ke dalam kajian sastra feminis oleh Amiruddin (2005), yang kemudian dibukukan dengan judul Perempuan Menolak Tabu. Kajian itu menekankan aspek seksualitas yang ditinjau secara hermeneutik dalam ranah feminisme. Masih banyak penelitian lainnya yang tidak dapat kami sebutkan di sini satu per satu. Akan tetapi, sejauh pengetahuan kami, penelitian persoalan perempuan datam kajian kritik sastra feminis,<noinclude>{{rh||9}}</noinclude> 24nz4xs7g6xauk6pszrkbldkef0uj8p Halaman:058 Waru.djvu/12 104 104962 296906 2026-05-28T12:39:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 932. <u>to</u>rà<br> 934. <u>tō</u>nóe<br> 935. <u>wà</u>là-<u>wà</u>làn<br> 936. <u>wà</u>là-<u>wà</u>lan <u>si</u>sàr<br> 937. <u>nà</u>ma<br> 938. làoe-<u>i</u>nà<br> 939. sō<u>so</u>làt <52><br> 940. <u>bà</u>sà<br> 941. si<u>kà</u>roe<br> 942. rei<br>{{gap}}laoet<53><br> 943. <u>tà</u>nà<br> 944. <u>toe</u>bīr<br> 945. bànīfī-nīfīs<br>{{gap}}tànà-sàpàngàl<br> 946. soewàr/màtà<br> 947. oe<u>kà</u>r <54><br> 948. <u>Ki</u>līr<br> 951. <u>tà</u>nà-<u>rà</u>tà/<u>dà</u>tàr<br> 952. <u>lō</u>'īr<br> 955. <u>kè</u>lī<br> 957. <u>kà</u>'ī-<u>oe</u>doe-<u>oe</u>doe<br> 959. <u>là</u>làn<br> 962. <u>ni</u>kàn<br> 963. <u>ar</u>-<u>wà</u>tàn<br> 967. ar-loe<br> 968. ar-<u>nà</u>soel<br> 969. <u>wà</u>toer<br> 970. tànà/tànàrà<br> 971. <u>è</u>nà/<u>e</u>nàrà<br> 973. moe<u>moe</u>moer/moe<u>moe</u>moera<br> 974. <u>rī</u>toe/<u>rī</u>toerà<br> 976. sà<u>là</u>kà/sà<u>là</u>kàrà<br> 977. mas(à)/<u>ma</u>s<br> 979. tīm<u>oer</u>àk<br> 980. wà<u>lī</u>ràng/wa<u>lī</u>ràng (à)<br> 991. màna <u>goe</u>à-<u>goe</u>wàn<br> 992. s<u>à</u>bī-s<u>à</u>bī<br> 993. we'ē gà<u>fīn</u><br> 994. dàfī <u>soe</u>rīk<br> 995. mansījà nài {{multicol-break}} 996. màn<u>sī</u>'jà nà<u>wei</u>-<u>tà</u>nà<br> 997. toekan/toekàn (à)<br> 998. màn<u>sī</u>'jā nà<u>kà</u> <u>sè</u>wà<br> 999. màn<u>sī</u>'jà dà<u>toe</u>ra<br> 1000. dàfīr<u>wà'īt</u><br> 1002. <55><br> 1003. bàdàgàn <56><br> 1004. mà<u>nà</u>-mà<u>nà</u> bà<u>dà</u>gàn<br> 1007. wa<u>lī</u>rà<br> 1008. oentoeng<br> 1009. <u>ī</u>làng/<u>roe</u>gī<br> 1010. fas<br> 1011. wà<u>lī</u><br> 1012. <u>moe</u>rà<br> 1013. hoetang<br> 1014. b<u>à</u>roen/g<u>oe</u>tan-g<u>oe</u>tàn<br> 1015. war<br> 1016. tànàk<br> 1017/<br> 1018. kà<u>rī</u>an<br> 1019. <u>toe</u>kar<br> 1020. goetan wà<u>lī</u><br> 1021. gà'ī<br> 1022. <u>dà</u>wàr<br> 1024. <u>dà</u>sīng<br> 1025. tīm bang <timbang? ><br> 1026-<br> 1028. pi'eol<?>, kattiè<br> 1029. kapal dagang<br> 1030. kapal prang<br> 1029/<br> 1030. kapal<br> 1031. kàpal àfī<br>{{gap}}kàpàl àfīrà<br> 1032. īs<u>koe</u>til<br> 1033. <u>à</u>ng<br> 1035. fa<u>rè</u>rà<br> 1037. lar<br> 1038. <u>oe</u>līn<br> 1040. wan<br> 1042. <u>wo</u>sà<br> 1041. <u>wo</u>sà {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> odu5e3uwtg9ap764b5xe03b743xlork Halaman:058 Waru.djvu/20 104 104963 296907 2026-05-28T12:42:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. ADDITIONAL DATA''' <ol>two hundred = <u>ra</u>toe <u>ro</u>tī<br> one third = sa-nàm<u>oe</u>lī tōlō</ol><noinclude></noinclude> ti6x7po9zjezc8dad84na7m07d7k3dw 296908 296907 2026-05-28T12:43:23Z Thersetya2021 15831 296908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. ADDITIONAL DATA''' :two hundred = <u>ra</u>toe <u>ro</u>tī<br> :one third = sa-nàm<u>oe</u>lī tōlō<noinclude></noinclude> hz8qer3vkoyy0vkdb83nsww32oj3t5s Halaman:058 Waru.djvu/19 104 104964 296909 2026-05-28T12:54:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="59"> Djà<u>màn</u>: of objects<br>Màtà<u>kè</u>nà: of people<br> # Malay<br> # to deny, contradict = fī<u>ri</u>sī<br> # by canoe: <u>wo</u>sà<br>to sail: <u>s<u>ō</u></u>bàl<br>on foot: dàgī<br> # the third, fourth, etc., all are: nà<u>rī</u>kàt<br> # = which way # in the direction of sunrise: <u>à</u>tà<br>in the direction of sunset: bo<br>in the direction of the sea: làoe<br>in the direction of the interior: rèī<br> # in the morning: nàrànràni<br>at noon: <u>o</u>là-<u>to</u>tor<br>afternoon: <u>nà</u>gà-<u>lī</u>gà<br> # Malay<br> # as in Malay<br> # light of the sun, moon, etc.: masīr; also light of lamps<br> # = Malay soedah<br> # depends on the direction from where one comes<br>if coming from bo = from the west<br>wa = from above<br>àtà from the east<br> # For example, I live in N = àkoe <u>mī</u>àn nà'ī N<br>the same as before as before (71): standing above and pointing down, saying 'I live <there> in N = <u>à</u>koe <u>mi</u>an wà N<br> # bo, wa, ata, <u>wà</u>wà<br> # = where (to which place)<br> # polite way of saying, amongst themselves, they produce a sound like hoeng, or hung for 'yes'.<br> # in the sense of: Oh, yes, he is there = ī nà'i<br> # none<noinclude></noinclude> d5r8sw8o4udxr27nrtbfz5p4ya7xneu Halaman:058 Waru.djvu/18 104 104965 296910 2026-05-28T13:12:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="38">large kind of mangga batjan = bāt<br> # oe<u>ri</u>ti, sometimes kài, and also kái oe<u>ri</u>ti # koebang: such as roses, etc. The flowers of fruit trees are called foes<br> # riet or bies?<br> # calf: karbaoe-ànàk<br>foal: làdjàràng-ànàk<br>{{gap}}mà<u>no</u>k-ànàk<br> # <u>là</u>oer: white pigeon<br><u>oe</u>moer: blue pigeon<br> # small species<br> # djaring = drag-net<br>toèkàt = small kind of floating net<br> # coloured river eel = kàlàf<u>ō</u>nō<br>black river eel = bàloekoer<br>saltwater eel: kàbàt = black species<br>{{gap}}woelàs = coloured species<br> # blowflies: <u>là</u>ngar<br> # red ants = nèfàr mera-mera<br>black ants = nèfàr <u>mè</u>tàn<br>termites, white ants = g<u>à</u>fàs<br> # g<u>à</u>rīr = saltwater shrimp<br>gor freshwater shrimp<br> # the sun sets : olà nà<u>soen</u><br> # Pleiades - <u>woe</u>noe<br>evening/morning star = tàl<u>īàr</u> # (sea)-straits<br> # land as opposed to sea = rei<br>sea as opposed to land = laoet<br> # = high mountain<br> # there are no markets here<br> # Malay<br> # s<u>ī</u>àm-s<u>ī</u>àm = dwarf-like<br> # = not heavy<noinclude></noinclude> ojptvhdv48yot8cb7frpk1zf4qbuesh Halaman:058 Waru.djvu/17 104 104966 296911 2026-05-28T13:28:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="15">sou or dati = <u>è</u>tàr<br> # Are not found with the pagan Alfurnese, nor with the Muslims. There is no name for them.<br> # <u>Sè</u>tan, swangī, djīm, djīm-gàr<u>à</u>tà<br> # 7/8 of the population which speaks this language <Waru> is Muslim<br> # live in the hereafter - à<u>he</u>ràt<br> # live in the hereafter - à<u>he</u>ràt<br> # Isl(amitic)<br> # the Pagans of this area do not have temples<br> # engaged = f<u>à</u>sà<br> # divorced = fī<u>to</u>tik (after the iman has pronounced the divorce <formula> = fàtàkà)<br> # To be paid by the man to the relatives of his wife. Màhàroe is the payment a man makes to his wife if he divorces her.<br> # = tifa: Malay<br> # Does not exist here. However, one blows a kind of shell which is called tà'oerī<br> # <Malay menari = <u>soe</u>là; <Malay tandak = fīs<u>o</u>kàs<br> # = thatch made of sago leaves<br> # made of slats of areca-palm wood = k<u>o</u>ràt<br> # Malay toenkoe<br> # = all kinds of pots and pans used to store liquids or for cooking # the usual European product<br> # = young rice, before the grains have developed: fàsà-mīnoetàn<br> # <u>kà</u>roe-<u>kà</u>roekà: of rijst<br><u>ba</u>ī f<u>è</u>lī-fèlīs: of sagoe<br> # wàwoenoek: arrow for a large bow<br> kàlènà: small arrows for small bows, used as toys by the children to shoot with bow and arrow = f<u>à</u>nàk<br> # sago flour: bà'īr<br>cakes of sago <flour> : <u>soe</u>wat<br>sago roasted in a wrapping of leaves <br>(Malay): oeha } fàlīk<noinclude></noinclude> pe4onvnpfpoqvrllvhullh619cnmf93 Halaman:058 Waru.djvu/16 104 104967 296912 2026-05-28T13:43:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1432. tà<u>rà</u>ngàn<br> 1433. <u>tī</u>mor/<u>tī</u>mora<br> 1434. w<u>à</u>ràt/wàràtà<br> 1435. koebalīt<br> 1436. koe<u>wà</u>nàn<br> 1437. àtà<br> 1439. àtà<br> 1440. <u>wà</u>wà<br> 1441. wawa<br> 1442/<br> 1443. rīkatīà-tàmà<br> 1444. wawà<br> 1445. bo<br> 1446. <71><br> 1447. namàt<u>oe</u>toe<br> 1448. <72><br> 1449. nàī<br> 1450. <73><br> 1451. bo<br> 1452. <u>rà</u>nīk<br> 1453. r<u>àoe</u> {{multicol-break}} 1454. nà<u>li</u>là<br> 1459. sī<u>wè</u>kan<br> 1460. nà<u>gī</u> <74><br> 1461. mà<u>gēī</u><br> 1462. fīsī/sasat<br> 1465. na<u>wei</u>-là<br> 1466. tàn<u>toe</u><br> 1467. brànk<u>à</u>lī<br> 1469. toe<br> 1470. toe<br> 1471. tē<br> 1472. <u>ē</u>li <75><br><br> 1473-<br> 1475. tē<br> 1476. nàī <76><br> 1477. tjoema/mo<br> 1478. rapa-rapat<br> 1479. mo<br> 1481. wōn<br> 1482. wōn<br> 1486. <u>sa</u>-<u>mo</u> tē <u>wà</u>loe <77> {{multicol-end}} '''3. NOTES''' # to smoke opium: s<u>o</u>ràs m<u>à</u>dàt; s<u>o</u>ràs tà<u>bà</u>koe: smoke tobacco<br> # pantat loeban {{...|8}} làkà-toel, <u>toe</u>làk<br> # spittle = kanīsoe<br> # legacy consisting of gardens <"doesons"> and trees = <u>wà</u>rīsī # all kinds of tumours and boils = wīsoel<br> # this is the name given to the child at its birth, before it has touched <walked on the ground<br>the name given to the child when it has touched the ground for the first time = <u>ngà</u>sàn-<u>toe</u>kàr<br> # unmarried young man oerana īlī<u>wo</u><br> # unmarried girl = wawina ī<u>lar</u><br> # the same as 'relative'<br> # the same as 'relative'<br> # other brothers: <u>mè</u>mà <goes with no. 268><br> # other sisters: <u>wō</u>wà <goes with no. 269><br> # nà'ī {{gap}}te <br>is{{gap}}not<br> # = a collection of hamlets (du: negorÿ)<noinclude></noinclude> ryf1k99fhyx0q969hqeilbtk5eg1i2y 296913 296912 2026-05-28T13:43:27Z Thersetya2021 15831 296913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1432. tà<u>rà</u>ngàn<br> 1433. <u>tī</u>mor/<u>tī</u>mora<br> 1434. w<u>à</u>ràt/wàràtà<br> 1435. koebalīt<br> 1436. koe<u>wà</u>nàn<br> 1437. àtà<br> 1439. àtà<br> 1440. <u>wà</u>wà<br> 1441. wawa<br> 1442/<br> 1443. rīkatīà-tàmà<br> 1444. wawà<br> 1445. bo<br> 1446. <71><br> 1447. namàt<u>oe</u>toe<br> 1448. <72><br> 1449. nàī<br> 1450. <73><br> 1451. bo<br> 1452. <u>rà</u>nīk<br> 1453. r<u>àoe</u> {{multicol-break}} 1454. nà<u>li</u>là<br> 1459. sī<u>wè</u>kan<br> 1460. nà<u>gī</u> <74><br> 1461. mà<u>gēī</u><br> 1462. fīsī/sasat<br> 1465. na<u>wei</u>-là<br> 1466. tàn<u>toe</u><br> 1467. brànk<u>à</u>lī<br> 1469. toe<br> 1470. toe<br> 1471. tē<br> 1472. <u>ē</u>li <75><br> 1473-<br> 1475. tē<br> 1476. nàī <76><br> 1477. tjoema/mo<br> 1478. rapa-rapat<br> 1479. mo<br> 1481. wōn<br> 1482. wōn<br> 1486. <u>sa</u>-<u>mo</u> tē <u>wà</u>loe <77> {{multicol-end}} '''3. NOTES''' # to smoke opium: s<u>o</u>ràs m<u>à</u>dàt; s<u>o</u>ràs tà<u>bà</u>koe: smoke tobacco<br> # pantat loeban {{...|8}} làkà-toel, <u>toe</u>làk<br> # spittle = kanīsoe<br> # legacy consisting of gardens <"doesons"> and trees = <u>wà</u>rīsī # all kinds of tumours and boils = wīsoel<br> # this is the name given to the child at its birth, before it has touched <walked on the ground<br>the name given to the child when it has touched the ground for the first time = <u>ngà</u>sàn-<u>toe</u>kàr<br> # unmarried young man oerana īlī<u>wo</u><br> # unmarried girl = wawina ī<u>lar</u><br> # the same as 'relative'<br> # the same as 'relative'<br> # other brothers: <u>mè</u>mà <goes with no. 268><br> # other sisters: <u>wō</u>wà <goes with no. 269><br> # nà'ī {{gap}}te <br>is{{gap}}not<br> # = a collection of hamlets (du: negorÿ)<noinclude></noinclude> 5lwpiom3omni81r8a306ssiqbhausvi Halaman:058 Waru.djvu/15 104 104968 296914 2026-05-28T14:05:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1309. oe<u>tja</u> risī kà f<u>ī</u>toe<br> 1310. oe<u>tja</u> risī kà <u>a</u>loe<br> 1311. oe<u>tja</u> risī kà <u>sī</u>à<br> 1312. oe<u>troe</u><br> 1313. oe<u>troe</u> risi kà sàī<br> 1315. oe<u>troe</u> risi kà līm<br> 1316. oe<u>tō</u>lō<br> 1317. <u>oe</u>toe fat<br> 1318. <u>oe</u>toe līm<br> 1319. <u>oe</u>toe onàn<br> 1323. rà<u>tjà</u><br> 1324. <u>rī</u>oemsa<br> 1325. <u>rī</u>oem-oetjà/sàlàk-sa<br> 1326. <u>wī</u>da<br> 1327. sa-na<u>moe</u>lī-fat<br> 1328. f<u>à</u>kà-sa<br> 1329. f<u>à</u>kà-<u>rō</u>tī<br> 1330/<br> 1331. <u>toe</u>wà-t<u>oe</u>war<br> 1322/<br> 1333. nar<u>ī</u>kàt <63><br> 1336/<br> 1337. nī<u>moe</u>rī/nà-mà<u>tèk</u><br> 1338. fīs<br> 1339. <u>wè</u>kànī<br> 1340. o<u>to</u>tàk/wèkàn-tē<br> 1341. àtà<br> 1347. <u>wè</u>kan-nà-<u>ri</u>s<br> 1349. koerang-o<u>tòtoj</u><br> 1350. <u>à</u>bī-<u>à</u>bīs<br> 1356. sa tē rōtī<br> 1357. <u>à</u>koe<br> 1359. kàoe<br> 1360. k<u>oe</u>moe<br> 1361. koemoe<br> 1362. koemoe<br> 1363. ī<br> 1365. <u>ka</u>mī<br> 1366. kamī<br> 1364/<br> 1367/1368. sī<br> 1369. <u>à</u>koe <u>noe</u>goe {{multicol-break}} 1370. kà<u>ma</u>mī<br> 1373. kaoe noemoe<br> 1374. k<u>oe</u>-<u>moe</u>moe<br> 1375/<br> 1376. sī <u>dī</u><br> 1378. ī<u>nī</u><br> 1379. sē'ī<br> 1380. là<br> 1382. <u>dà</u>gī l<u>à</u> <64)<br> 1383. <u>ī</u>rà<br> 1385. īrà<br> 1388. wà<u>rīa</u><br> 1389. <u>nà</u>gà <65><br> 1392. sà<u>li</u>tàn<br> 1393. <u>oe</u>làt<br> 1394. dodan <66><br> 1395. ahat <67><br> 1396. senīn <68><br> 1398. m<u>à</u>sīr/<u>dà</u>màro <69><br> 1399. djàm<br> 1400. <u>do</u>dan<br> 1406. <u>ngà</u>ràk<br> 1407. <u>mo</u>son<br> 1408. sa-sa<u>tī</u>ra<br> 1409. sa<u>sat</u><br> 1410. alei'<u>ī</u>rà<br> 1411. fàlà<u>bon</u><br> 1412/<br> 1413. fala<u>bon</u><br> 1414. fàlà<u>bon</u><br> 1416. f<u>ī</u>sī/sa<u>sat</u><br> 1418. mīnàng<u>ī</u>rà<br> 1419. moegoeroe<br> 1420. alei'īrà<br> 1422. <u>ki</u>lī'a<br> 1423. <u>ki</u>lī'a-<u>won</u><br> 1426. f<u>à</u>kà saī-saī<br> 1427. wàk<u>toe</u> là/waktoe magei<br> 1428. <u>lo</u>kà <70><br> 1429. tē-f<u>oe</u>à<br> 1431. modà<u>mar</u> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cj3gdhh55l8mznqvmolcjfk5x34hyps Halaman:058 Waru.djvu/14 104 104969 296915 2026-05-28T14:26:24Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1166. <u>mà</u>sīn, <u>mà</u>sīn-<u>mà</u>sīn<br> 1167. màf<u>oe</u>tī<br> 1168. <u>mè</u>tàn<br> 1169. <u>mè</u>ra<br> 1170. <u>mè</u>tan-<u>mà</u>nīs<br> 1171. <u>koe</u>nīng<br> 1172. <u>bī</u>roe<br> 1173. <u>ī</u>djoe<br> 1174. <u>fe</u>līs/<u>bail</u><br> 1175. <u>ro</u>kà<br> 1176. g<u>oe</u>wàn<br> 1179. ma/da<br> 1180. <u>mō</u>dī<br> 1193. koesèfà<br> 1194. <u>fī</u>kīr<br> 1195. roek<br> 1196. fī<u>toe</u>'īn<br> 1197. bà<u>lê</u>n<br> 1198. moenkīr <61><br> 1199. fà<u>ko</u>nà<br> 1200. <u>ma</u>tàn<br> 1201. <u>moe</u>moek<br> 1202. s<u>à</u>bī<br> 1203. wē'ī <u>nà</u>gàn<br> 1206. fōro, <u>se</u>là<br> 1208. dj<u>a</u>djī(djadjī)<br> 1210. we'ī<br> 1211. lèba<br> 1212. goeloe<br> 1213. m<u>ō</u>dī<br> 1214. s<u>è</u>bat<br> 1220. <u>dī</u>ngàt<br> 1221. <u>lo</u>fàt<br> 1211-1214/<br> 1220/1221. <u>lè</u>ba<br> 1223. gīfīt tè<br> 1224. djàgà<br> 1225. <u>ni</u>gà/<u>le</u>ioes<br> 1238. fi<u>toe</u>’īn (màtà-sà)<br> 1239. <u>bīn</u>tjī<br> 1240. f<u>è</u>ngàn (<u>fè</u>ngàn) {{multicol-break}} 1242-<br> 1244. soeka<br> 1245. <u>sà</u>lik<br> 1246. <u>bà</u>ngất<br> 1251. <u>mo</u>sàn<br> 1253-<br> 1255. <u>go</u>kà<br> 1260/<br> 1261. toewar<br> 1262/<br> 1263. ma<u>tèk</u><br> 1264. <u>bo</u>kàs/<u>gi</u>làr<br> 1265. <u>moe</u>nīk<br> 1266. moe<u>nīk</u><br> 1267. goetàn<br> 1268. mèn<u>ja</u>o’et<br> 1269. <u>goe</u>tan<br> 1270. g<u>oe</u>wàn te/s<u>oe</u>kà tē<br> 1271. <u>lo</u>līk<br> 1276/<br> 1277. <u>daòen</u>/<u>toè</u>noe<br> 1278. f<u>à'īk</u><br> 1284. <u>rà</u>tàng<br> 1286. <62><br> 1291. sī<u>boe</u>koet/fot<br> 1292. <u>bà</u>làs<br> 1293. sa<br> 1294. rōtī<br> 1295. <u>tō</u>lō<br> 1296. fat<br> 1297. līm<br> 1298. <u>o</u>nàn<br> 1299. <u>fī</u>toe<br> 1300. <u>a</u>loe<br> 1301. <u>sī</u>à<br> 1302. oe<u>tjà</u><br> 1303. oe<u>tjà</u> <u>ri</u>sī kà <u>sà</u>'ī<br> 1304. oe<u>tja</u> risī kà <u>rō</u>tī<br> 1305. oe<u>tja</u> risī kà tōlō<br> 1306. oe<u>tja</u> risī kà fat<br> 1307. oe<u>tja</u> risī kà līm<br> 1308. oe<u>tja</u> risī kà <u>o</u>nàn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nhpte0zoojchxy10wako0m9u9lb8ejq Halaman:058 Waru.djvu/13 104 104970 296916 2026-05-28T14:50:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1043. wan<br> 1049. <u>so</u>là<br> 1050. <u>doe</u>wàs<br> 1051. <u>Nà</u>mà<br> 1052. tàfela<br> 1053. mansī'jà-an<br> 1058. mansī'jà-an<br> 1059. wē'ī mà<u>sī</u>ngàt<br> 1061. b<u>o</u>bak<br> 1062. <u>mà</u>foen/<u>toeī</u>-<u>toeīn</u><br> 1063. màlas<br> 1064. <u>oe</u>làt<br> 1065. toek-toek<br> 1066. <u>oe</u>làt tē<br> 1067. <u>bo</u>bak<br> 1068. <u>bo</u>bak<br> 1067/<br> 1068. <u>bo</u>bàk<br> 1070. bà<u>nī</u>fīs<br> 1071. gī<u>roe</u>soek<br> 1072-<br> 1074. mà<u>tè</u>làs<br> 1076. mansī'jà siàm<br>{{gap}}<u>sī</u>àm-<u>sī</u>àm <57><br> 1083/<br> 1084. mà<u>là</u>màn<br> 1085/<br> 1086. mà<u>là</u>màn tè<br> 1087. <u>rī</u>rī<br> 1088. sin<u>bo</u>là<br> 1089. kàtō-<u>to</u>tò<br> 1090. likoe-likoe<br> 1092. bà<u>nī</u>fīs<br> 1096. mīsī<u>dà'īl</u> <58><br> 1097. nàgà<u>lī</u>ga/nàmà<u>soe</u>à<br> 1098. mà<u>tà</u>rin<br> 1101. kà<u>fo</u>rat<br> 1102. mà<u>loe</u>'īs<br> 1104/<br> 1105. mà<u>fà</u>nàs<br> 1106/<br> 1107. rīfī {{multicol-break}} 1109/<br> 1110. <u>boe</u>lī-<u>boe</u>līs<br> 1112. fīr<u>bà</u>oen<br> 1113. gà<u>là</u>wàr<br> 1114. <u>i</u>gi-igis<br> 1115. <u>ko</u>ro-<u>ko</u>rok<br> 1116. <u>loe</u>wàs<br> 1117. <u>koe</u>wàt<br> 1118. <u>koe</u>wàt tē/mà<u>loe</u>'īs<br> 1125. <u>de</u>kàr<br> 1127. kà<u>bo</u>tàn<br> 1130. gà<u>fīn</u><br> 1131. gàràtàk/t<u>jà</u>màr<br> 1132. bàbàn<br> 1133. bàbàn<br> 1134. bàbàn<br> 1135. bàbàn<br> 1136. gà<u>rà</u>tàk<br> 1137. gà<u>rà</u>tàk<br> 1138. gà<u>rà</u>tàk<br> 1139. gà<u>rà</u>tàk<br> 1142. <u>woen</u><br> 1143. l<u>ō</u>mēn<br> 1146/<br> 1147. kà<u>fe</u>ràt<br> 1148/<br> 1149. nia<u>loe'īs</u><br> 1150. Djà<u>màn</u><br>{{gap}}Màtà<u>kè</u>nà <59><br> 1151. Djà<u>màn</u><br> 1152. wòwò<br> 1153. wòwò<br> 1154. kàsīan<br> 1155. mànà nà'ī<br>{{gap}}barang ada<60><br> 1159. <u>bo</u>da-<u>bo</u>dà<br> 1160. roek-roek<br> 1161. mà<u>sà</u>ràt<br> 1162. màtībī<br> 1163. màngèràn<br> 1164. kīrī<u>bà</u>toen {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ryd67k4r67jt4y5nfi79fzyiyvt0rzd Halaman:Moral dan batin seri 1.pdf/13 104 104971 296917 2026-05-28T15:06:14Z OwlyKnight 24017 /* Telah diuji baca */ 296917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{c|{{larger|XVI}}}} {{r|{{larger|'''PENGADJARAN TENTANG PRILAKU BAIK'''}}}} PELADJARAN Empat Kabenaran Mulia (berikut djuga Delapan Djalan Utama) jang sudah diterangkan dengan ringkes dalam fasal jang lalu, ada djadi poko dasar dari Buddha punja pengadjaran, sebab disitu ada diberi penundjukan djelas segala sebab dan lantaran dari manusia punja kesangsaraan, dan tjara bagaimana dajanja untuk bisa terbebsa dan sampekan Nirwana. Kapan orang tudjukan perbatiannja pada ini peladjaran sadja, jang menasehati supaja manusia menindes hawa nafsu dan keinginannja, jang ada djadi sumber dari ia punja segala kekuatiran, kadjengkelan dan kasedihan, lantas orang dapat anggepan bahwa tudjuannja Budhisme tidak lain hanja menjuru atau mengandjurin supaja manusia menjingkir atau mendjauhin diri dari ini dunia. Sebetulnja ini matjam peladjaran ada terdapat djuga dalam lain-lain agama, karena kaperluannja mendjauhkan diri dari pri keduniaan, lepaskan kamelikan dan hidup miskin atau sederhana, ada djadjar dengan djelas oleh Jesus Kristus, sebagai daja untuk mendapat Sorga, sedang Nabi Mohammad punja peladjaran tentang Islam, jaitu menjerahkan diri kepada Takdir Tuhan, dan trima segala nasif buruk dengan sabar dan girang pun ada mengundjuk kaperluannja akan djangan bergulat untuk dapatkan ini atau itu ketjuali apa jang Tuhan sudah sediakan dan memberi kurnia. Tetapi ada banjak orang jang tjelah itu peladjaran Buddhist dengan alesan itu peladjaran<noinclude>{{rh|20.||21.}}</noinclude> oojwavyqbdyz426rko9rk3ovst3l8x3 Halaman:Moral dan batin seri 1.pdf/14 104 104972 296918 2026-05-28T15:11:41Z OwlyKnight 24017 /* Telah diuji baca */ 296918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>membikin penganutnja mendjadi lembek dan tidak mau berichtiar akan mentjari kemadjuan, kelihatan ia sudah lupa sama peladjaran dari agama Kristen dan Islam. Ia orang gemar tjelah peladjaran Buddha, tapi tinggal bungkem terhadap peladjaran jang serupa dari Jesus Kristus dan Nabi Mohammad, ini keadaan menjebabkan itu orang-orang tukang menjelah jang hanja kenal sedikt pada Buddhisme dari sebelah luar sudah kasih tjap pa la ini peladjaran sebagi ”tidak practisch”. Dalam soal kemadjuan atau kemunduran bangsa-bangsa urusan agama tidak harus dibawa-bawa! Lantaran selalu diartikan dengan kliru, dan sampe begitu djauh tidak ada keterangan djelas tentang peladjaran Buddha jang sebenarnja, maka banjak orang jang beranggepan, kalau mendjadi Buddhist kudu menjingkir dari dunia, hidup miskin, djangan berdaja akan tjari kekajaan tidak dahar barang berdjiwa, djangan menika, atau kalau sudah punja anak dan isteri harus ditinggalkan, pada ibu bapa dan famili djangan ambil perduli, biar mereka mampu trausah ambil pusing, asal diri sendiri slamat dan dapat Nirwana ! Keadaan jang sebenarnja ada lain sekali. Itu peladjaran menindes nafsu, mendjauhkan diri dari dunia, tjari kabebasan dari iketan famili dan sebaginja lagi, hanja disediakan bagi siapa jang dengan keras hati hendak sutjikan dirinja. Sebagi djuga tidak semua penganut dari agama Roomsch Katholiek kudu tuntut kehidupan sebagi Pastoor dan Non, semikian pun penganut Buddhist tidak dimestikan atau diminta akan lepaskan {{hws|kedunia|keduniaan}}<noinclude>{{rh|22||23.}}</noinclude> ikdvjbugv8lamcu2hfmn9kwl46lmk55 Halaman:Tafsir Soerat Ichlac.pdf/17 104 104973 296919 2026-05-28T15:13:02Z ~2026-31876-91 27184 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 296919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="36.77.213.197" /></noinclude><noinclude></noinclude> q43iff6bnlewvsgr0zbbt0y9y0w1yfs Halaman:Moral dan batin seri 1.pdf/15 104 104974 296920 2026-05-28T15:16:29Z OwlyKnight 24017 /* Telah diuji baca */ 296920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{hwe|an|keduniaan}} dan masuk mendjadi Bikkhu ketjuali ia sendiri jang ingin begitu, dan djuga baru boleh ditrima sesudahnja dipreksa kesudjutannja, ditimbang kadudukannja dalam iapunja keluarga, dan ditjoba untuk beberapa lamanja, sedang seorang Bhikku kapan merasa tidak kuat akan mendjalankan segala aturan dan pantangan, tidak dilarang akan kembali pulah kedalam pengkhidupan dari seorang biasa. untuk orang-orang biasa, selainnja dari itu poko dasar jang berupa Empat Kabenaran Mulia, Buddha ada berikan djuga pengadjaran tentang Prilaku Baik, jaitu bagimana orang harus berlaku pada sesamanja didalam pergaulan hidup supaja bisa pernahkan diri setjara pantas. Ini pengadjaran sudah diterangkan oleh Buddha sendiri dalam '''satu''' chotbah jang dinamakan '''Sigalovada Sutta'''. Itu peladjaran ada dipetjah mendjadi dua bagian : jang pertama ada peladjaran ”Tidak melakukan kedjahatan” dan jang kedua untuk ”Menambahi Kebaikan” Supaja tidak melakukan Kedjahatan orang harus menjingkir dari sepuluh matjam kedosaan : jaitu '''3''' jang timbul dari iapunja tubuh, 4 dari bitjara dan 3 dari pikiran. :'''Peladjaran tidak melakukan kedjahatan''' :'''Kedosaan jang timbul dari tubuh:''' # Membinasakan djiwanja machluk-machluk jang hidup. # Mentjuri atau punjai milik orang tanpa dikasih dengan ichlas. # Menurutin tubuh punja nafsu jang tidak baik. :'''Jang timbul dari bitjara :''' # Utjapan apa jang tidak benar.<noinclude>{{rh|24.||25.}}</noinclude> 8z65ca4asfp4lmpjt7dyhadtfihwj9b Halaman:Tiongkok Baru.pdf/67 104 104975 296921 2026-05-29T00:23:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ini, semua orang jang telah berkundjung ke Tiongkok telah menjaksikan dan merasa kagum, melihat hasil pimpinan jang amat bidjaksana itu. Biar lawan maupun kawan sama² mengakuinja. Musuh tentu ketjewa melihatnja...... Ketjewa melihat sudah tjukup makan dan ada pakaian di Tiongkok Baru. Sesungguhnjalah pimpinan itu suatu hasil dari perhitungan jang tepat, hasil pikiran dan perdjuangan serta latihan jang bertahun² dari para pemimpin Kungchantang. Bagi rakjat umum tidak soal, apa pimpinan itu hasil otak dan dilaksanakan oleh Kungchantang atau tidak, jang penting ialah hasilnja. Hasil jang diperoleh dan telah dirasai sehari² itu toh tidak akan berobah atau berkurang, hanja karena ia lahir dari pikiran dan aliran tertentu, entah merah, atau hidjau atau kuning d.s.b. Apa pula gunanja memudja² aliran putih atau kanan (barangkali maksudnja sebelah kanan Amerika atau Inggeris) umpamanja, kalau hasilnja tidak ada, perubahan tak terasa, pimpinannja melempam dan ngelamun sadja membatja²......... Pimpinan tegas jang ada sekarang di Tiongkok itu adalah bersumber dari penderitaan pahit, perjtobaan dan pengalaman, perhitungan jang tepat jang telah dapat membawa rakjat Tiongkok seluruhnja memperoleh kemenangan jang gemilang dan jang belum ada taranja dalam sedjarah. Bukan sadja di-lapangan militer tapi djuga dilapangan ekonomi dan pembangunan umumnja. Garis² pimpinan jg. djadi pedoman umum rupanja telah ditetapkan pada tg. 23 Maret 1949 dalam sidang Sentral Komite Partai Komunis Tiongkok, djadi sebelum diproklamasikan berdirinja RRT. Bunjinja sebagai berikut : # Berhubung dengan gagalnja revolusi 1927, maka pusat perdjuangan revolusioner pindah kedesa untuk mengumpul tenaga, mengepung kota² dan merebutnja, bersama² dan bersatu dengan kaum buruh. Politik jang didjalankan ialah dari desa mengambil kota. Masa perdjuangan demikian telah lampau, jaitu masa pimpinan dari desa menudju kota. Sekarang pimpinan adalah dari kota kedesa. Kedua²nja sama pentingnja, kota dan desa, hanja pusat sadja jang pindah kekota. # Partai harus beladjar memimpin rakjat dikota, bersatu dengan seluruh kaum pekerdja, intelligentsia, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional. # Kuntji dari pembangunan dikota ialah produksi industri, jaitu: kepunjaan partikelir, kepunjaan negara, kaum pengusaha dan keradjinan tangan. Seluruh badan², partai² dan organisasi² jang ada harus turut ambil bagian dalam menaikkan produksi dan memadjukan usaha. # Menjerukan kepada segenap kawan didalam partai agar sekuat tenaga beladjar dengan sungguh² soal² tehnik dan urusan tatausaha dan pimpinan perusahaan dan tjara menghasilkan, begitu djuga dalam urusan bank, perdagangan d.l.l. jang berhubungan dengan produksi. Mengawaskan: Bila kita gagal dalam menaikkan produksi dalam tempo jang sesingkat²nja guna perbaikan hidup<noinclude> {{rh|66}}</noinclude> j06y8203xmfrkqb30vflltd2lpqsoh9 296922 296921 2026-05-29T00:24:45Z Link PB 26772 296922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ini, semua orang jang telah berkundjung ke Tiongkok telah menjaksikan dan merasa kagum, melihat hasil pimpinan jang amat bidjaksana itu. Biar lawan maupun kawan sama{{2}} mengakuinja. Musuh tentu ketjewa melihatnja...... Ketjewa melihat sudah tjukup makan dan ada pakaian di Tiongkok Baru. Sesungguhnjalah pimpinan itu suatu hasil dari perhitungan jang tepat, hasil pikiran dan perdjuangan serta latihan jang bertahun{{2}} dari para pemimpin Kungchantang. Bagi rakjat umum tidak soal, apa pimpinan itu hasil otak dan dilaksanakan oleh Kungchantang atau tidak, jang penting ialah hasilnja. Hasil jang diperoleh dan telah dirasai sehari{{2}} itu toh tidak akan berobah atau berkurang, hanja karena ia lahir dari pikiran dan aliran tertentu, entah merah, atau hidjau atau kuning d.s.b. Apa pula gunanja memudja{{2}} aliran putih atau kanan (barangkali maksudnja sebelah kanan Amerika atau Inggeris) umpamanja, kalau hasilnja tidak ada, perubahan tak terasa, pimpinannja melempam dan ngelamun sadja membatja{{2}}......... Pimpinan tegas jang ada sekarang di Tiongkok itu adalah bersumber dari penderitaan pahit, perjtobaan dan pengalaman, perhitungan jang tepat jang telah dapat membawa rakjat Tiongkok seluruhnja memperoleh kemenangan jang gemilang dan jang belum ada taranja dalam sedjarah. Bukan sadja di-lapangan militer tapi djuga dilapangan ekonomi dan pembangunan umumnja. Garis{{2}} pimpinan jg. djadi pedoman umum rupanja telah ditetapkan pada tg. 23 Maret 1949 dalam sidang Sentral Komite Partai Komunis Tiongkok, djadi sebelum diproklamasikan berdirinja RRT. Bunjinja sebagai berikut : # Berhubung dengan gagalnja revolusi 1927, maka pusat perdjuangan revolusioner pindah kedesa untuk mengumpul tenaga, mengepung kota{{2}} dan merebutnja, bersama{{2}} dan bersatu dengan kaum buruh. Politik jang didjalankan ialah dari desa mengambil kota. Masa perdjuangan demikian telah lampau, jaitu masa pimpinan dari desa menudju kota. Sekarang pimpinan adalah dari kota kedesa. Kedua{{2}}nja sama pentingnja, kota dan desa, hanja pusat sadja jang pindah kekota. # Partai harus beladjar memimpin rakjat dikota, bersatu dengan seluruh kaum pekerdja, intelligentsia, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional. # Kuntji dari pembangunan dikota ialah produksi industri, jaitu: kepunjaan partikelir, kepunjaan negara, kaum pengusaha dan keradjinan tangan. Seluruh badan{{2}}, partai{{2}} dan organisasi{{2}} jang ada harus turut ambil bagian dalam menaikkan produksi dan memadjukan usaha. # Menjerukan kepada segenap kawan didalam partai agar sekuat tenaga beladjar dengan sungguh{{2}}soal{{2}} tehnik dan urusan tatausaha dan pimpinan perusahaan dan tjara menghasilkan, begitu djuga dalam urusan bank, perdagangan d.l.l. jang berhubungan dengan produksi. Mengawaskan: Bila kita gagal dalam menaikkan produksi dalam tempo jang sesingkat{{2}}nja guna perbaikan hidup<noinclude> {{rh|66}}</noinclude> k1tpe6pdb4yi10pjhlfbts48v82hnqt 296926 296922 2026-05-29T00:31:05Z Link PB 26772 296926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ini, semua orang jang telah berkundjung ke Tiongkok telah menjaksikan dan merasa kagum, melihat hasil pimpinan jang amat bidjaksana itu. Biar lawan maupun kawan sama{{2}} mengakuinja. Musuh tentu ketjewa melihatnja...... Ketjewa melihat sudah tjukup makan dan ada pakaian di Tiongkok Baru. Sesungguhnjalah pimpinan itu suatu hasil dari perhitungan jang tepat, hasil pikiran dan perdjuangan serta latihan jang bertahun{{2}} dari para pemimpin Kungchantang. Bagi rakjat umum tidak soal, apa pimpinan itu hasil otak dan dilaksanakan oleh Kungchantang atau tidak, jang penting ialah hasilnja. Hasil jang diperoleh dan telah dirasai sehari{{2}} itu toh tidak akan berobah atau berkurang, hanja karena ia lahir dari pikiran dan aliran tertentu, entah merah, atau hidjau atau kuning d.s.b. Apa pula gunanja memudja{{2}} aliran putih atau kanan (barangkali maksudnja sebelah kanan Amerika atau Inggeris) umpamanja, kalau hasilnja tidak ada, perubahan tak terasa, pimpinannja melempam dan ngelamun sadja membatja{{2}}......... Pimpinan tegas jang ada sekarang di Tiongkok itu adalah bersumber dari penderitaan pahit, perjtobaan dan pengalaman, perhitungan jang tepat jang telah dapat membawa rakjat Tiongkok seluruhnja memperoleh kemenangan jang gemilang dan jang belum ada taranja dalam sedjarah. Bukan sadja di-lapangan militer tapi djuga dilapangan ekonomi dan pembangunan umumnja. Garis{{2}} pimpinan jg. djadi pedoman umum rupanja telah ditetapkan pada tg. 23 Maret 1949 dalam sidang Sentral Komite Partai Komunis Tiongkok, djadi sebelum diproklamasikan berdirinja RRT. Bunjinja sebagai berikut : <ol type="1" start="5"> <li>Berhubung dengan gagalnja revolusi 1927, maka pusat perdjuangan revolusioner pindah kedesa untuk mengumpul tenaga, mengepung kota{{2}} dan merebutnja, bersama{{2}} dan bersatu dengan kaum buruh. Politik jang didjalankan ialah dari desa mengambil kota. Masa perdjuangan demikian telah lampau, jaitu masa pimpinan dari desa menudju kota. Sekarang pimpinan adalah dari kota kedesa. Kedua{{2}}nja sama pentingnja, kota dan desa, hanja pusat sadja jang pindah kekota.</li> <li>Partai harus beladjar memimpin rakjat dikota, bersatu dengan seluruh kaum pekerdja, intelligentsia, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional.</li> <li>Kuntji dari pembangunan dikota ialah produksi industri, jaitu: kepunjaan partikelir, kepunjaan negara, kaum pengusaha dan keradjinan tangan. Seluruh badan{{2}}, partai{{2}} dan organisasi{{2}} jang ada harus turut ambil bagian dalam menaikkan produksi dan memadjukan usaha.</li> <li>Menjerukan kepada segenap kawan didalam partai agar sekuat tenaga beladjar dengan sungguh{{2}}soal{{2}} tehnik dan urusan tatausaha dan pimpinan perusahaan dan tjara menghasilkan, begitu djuga dalam urusan bank, perdagangan d.l.l. jang berhubungan dengan produksi.</li></ol> Mengawaskan: Bila kita gagal dalam menaikkan produksi dalam tempo jang sesingkat{{2}}nja guna perbaikan hidup<noinclude> {{rh|66}}</noinclude> ot2jgladictunlzvn6hd3otzn3brp3y 296927 296926 2026-05-29T00:31:32Z Link PB 26772 296927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ini, semua orang jang telah berkundjung ke Tiongkok telah menjaksikan dan merasa kagum, melihat hasil pimpinan jang amat bidjaksana itu. Biar lawan maupun kawan sama{{2}} mengakuinja. Musuh tentu ketjewa melihatnja...... Ketjewa melihat sudah tjukup makan dan ada pakaian di Tiongkok Baru. Sesungguhnjalah pimpinan itu suatu hasil dari perhitungan jang tepat, hasil pikiran dan perdjuangan serta latihan jang bertahun{{2}} dari para pemimpin Kungchantang. Bagi rakjat umum tidak soal, apa pimpinan itu hasil otak dan dilaksanakan oleh Kungchantang atau tidak, jang penting ialah hasilnja. Hasil jang diperoleh dan telah dirasai sehari{{2}} itu toh tidak akan berobah atau berkurang, hanja karena ia lahir dari pikiran dan aliran tertentu, entah merah, atau hidjau atau kuning d.s.b. Apa pula gunanja memudja{{2}} aliran putih atau kanan (barangkali maksudnja sebelah kanan Amerika atau Inggeris) umpamanja, kalau hasilnja tidak ada, perubahan tak terasa, pimpinannja melempam dan ngelamun sadja membatja{{2}}......... Pimpinan tegas jang ada sekarang di Tiongkok itu adalah bersumber dari penderitaan pahit, perjtobaan dan pengalaman, perhitungan jang tepat jang telah dapat membawa rakjat Tiongkok seluruhnja memperoleh kemenangan jang gemilang dan jang belum ada taranja dalam sedjarah. Bukan sadja di-lapangan militer tapi djuga dilapangan ekonomi dan pembangunan umumnja. Garis{{2}} pimpinan jg. djadi pedoman umum rupanja telah ditetapkan pada tg. 23 Maret 1949 dalam sidang Sentral Komite Partai Komunis Tiongkok, djadi sebelum diproklamasikan berdirinja RRT. Bunjinja sebagai berikut : <ol type="1"> <li>Berhubung dengan gagalnja revolusi 1927, maka pusat perdjuangan revolusioner pindah kedesa untuk mengumpul tenaga, mengepung kota{{2}} dan merebutnja, bersama{{2}} dan bersatu dengan kaum buruh. Politik jang didjalankan ialah dari desa mengambil kota. Masa perdjuangan demikian telah lampau, jaitu masa pimpinan dari desa menudju kota. Sekarang pimpinan adalah dari kota kedesa. Kedua{{2}}nja sama pentingnja, kota dan desa, hanja pusat sadja jang pindah kekota.</li> <li>Partai harus beladjar memimpin rakjat dikota, bersatu dengan seluruh kaum pekerdja, intelligentsia, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional.</li> <li>Kuntji dari pembangunan dikota ialah produksi industri, jaitu: kepunjaan partikelir, kepunjaan negara, kaum pengusaha dan keradjinan tangan. Seluruh badan{{2}}, partai{{2}} dan organisasi{{2}} jang ada harus turut ambil bagian dalam menaikkan produksi dan memadjukan usaha.</li> <li>Menjerukan kepada segenap kawan didalam partai agar sekuat tenaga beladjar dengan sungguh{{2}}soal{{2}} tehnik dan urusan tatausaha dan pimpinan perusahaan dan tjara menghasilkan, begitu djuga dalam urusan bank, perdagangan d.l.l. jang berhubungan dengan produksi.</li></ol> Mengawaskan: Bila kita gagal dalam menaikkan produksi dalam tempo jang sesingkat{{2}}nja guna perbaikan hidup<noinclude> {{rh|66}}</noinclude> ru9xkyl5e6zga1g69h59ptpsq00heo6 Halaman:Tiongkok Baru.pdf/68 104 104976 296923 2026-05-29T00:28:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::dan kehidupan rakjat banjak, maka partai dan pemerintah rakjat tidak akan sanggup mempertahankan kedudukannja, tidak akan sanggup mempertahankan pimpinannja dan karena itu akan menemui kegagalan atau kerubuhan. 5. Diktatur rakjat jang demokratis berarti: dituntut oleh kaum buruh, bersendi pada persatuan buruh dan tani dan menuntut pada partai agar berusaha keras mempersatukan segala pekerdja, seluruh tani, intelligentsia progressief dan revolusioner untuk mendjadi dasar dan tenaga terus daripada pimpinan diktatur rakjat ini. Djuga agar mempersatukan kaum burdjuis ketjil, kaum liberal dan intellekt, partai{{2}} dan perkumpulan{{2}} politik, untuk bekerdjasama dengan partai dalam usaha membasmi dan menghalau kekuatan{{2}} imperialis dan reaksioner didalam negeri, agar segeralah dapat memadjukan produksi, guna membawa Tiongkok dari tingkat agraris mendjadi negeri industri dan menaikkannja dari negara-demokrasi-baru mendjadi negara-sosialis. 6. Mendjalankan politik djangka pandjang dan politik kerdjasama dengan semua tenaga demokratis diluar partai. Terhadap hasil revolusi diawaskan betul dan diperingatkan dengan keras agar djangan sampai menjombong atau merasa sudah puas. Kemenangan perdjuangan (militer) dalam revolusi barulah sekedar langkah pertama dipermulaan djalan revolusi jang masih pandjang terbentang dihadapan kita, karena itu kewadjiban{{2}} kita masih berat jang meminta tenaga luar biasa sepenuhnja dan pengorbanan jang besar serta meminta pengabdian jang tak putus{{2}}nja. 7. Meminta dengan sangat agar semua kawan tetap memperlihatkan tjara bekerdja jang tertib dan teratur, kerdja keras dan membanting tulang memeras keringat, bebas dari segala kesombongan dan rasa-puas, agar terus diperoleh kemadjuan usaha jang lebih besar untuk membina Tiongkok Baru. Sebab, walaupun industri kita belum dewasa, sidang pertjaja akan keberanian bekerdja, keuletan dan kegiatan rakjat dalam menghasilkan dan mentjipta. Demikianlah garis{{2}} dan pedoman bekerdja dalam memimpin perdjuangan revolusi dan menurut djiwa dan semangat garis{{2}} itulah didjalankan pimpinan dimana{{2}}, sehingga mendatangkan hasil jang ada seperti sekarang ini, dan jang kami telah mempersaksikannja dengan mata kepala sendiri. Bukanlah satu kerugian, melainkan satu keuntungan besar, bila banjak dari bangsa Indonesia dari segenap lapisan dan golongan dapat mempersaksikan tjara bekerdja dan hasil pekerdjaan jang telah ditjapai oleh rakjat Tiongkok disegala lapangan, hampir melulu dengan tenaga, pikiran dan usaha sendiri, jang sebagian besar bukan dengan mempergunakan mesin akan tetapi hanja dengan mempergunakan tangan dan otak. Begitupun hasil tjiptaan mereka rasanja tidak ada jang dapat menandinginja diseluruh dunia, dalam tempo jang sesingkat itu, dari tiada mendjadi ada dan jang sudah ada mendjadi lebih<noinclude> {{rh|||67}}</noinclude> 4o6q51t0oywryt4v5u44emsekermiek 296924 296923 2026-05-29T00:30:05Z Link PB 26772 296924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>:dan kehidupan rakjat banjak, maka partai dan pemerintah rakjat tidak akan sanggup mempertahankan kedudukannja, tidak akan sanggup mempertahankan pimpinannja dan karena itu akan menemui kegagalan atau kerubuhan. <ol type="1" start="5"> <li>Diktatur rakjat jang demokratis berarti: dituntut oleh kaum buruh, bersendi pada persatuan buruh dan tani dan menuntut pada partai agar berusaha keras mempersatukan segala pekerdja, seluruh tani, intelligentsia progressief dan revolusioner untuk mendjadi dasar dan tenaga terus daripada pimpinan diktatur rakjat ini. Djuga agar mempersatukan kaum burdjuis ketjil, kaum liberal dan intellekt, partai{{2}} dan perkumpulan{{2}} politik, untuk bekerdjasama dengan partai dalam usaha membasmi dan menghalau kekuatan{{2}} imperialis dan reaksioner didalam negeri, agar segeralah dapat memadjukan produksi, guna membawa Tiongkok dari tingkat agraris mendjadi negeri industri dan menaikkannja dari negara-demokrasi-baru mendjadi negara-sosialis.</li> <li>Mendjalankan politik djangka pandjang dan politik kerdjasama dengan semua tenaga demokratis diluar partai. Terhadap hasil revolusi diawaskan betul dan diperingatkan dengan keras agar djangan sampai menjombong atau merasa sudah puas. Kemenangan perdjuangan (militer) dalam revolusi barulah sekedar langkah pertama dipermulaan djalan revolusi jang masih pandjang terbentang dihadapan kita, karena itu kewadjiban{{2}} kita masih berat jang meminta tenaga luar biasa sepenuhnja dan pengorbanan jang besar serta meminta pengabdian jang tak putus{{2}}nja.</li> <li>Meminta dengan sangat agar semua kawan tetap memperlihatkan tjara bekerdja jang tertib dan teratur, kerdja keras dan membanting tulang memeras keringat, bebas dari segala kesombongan dan rasa-puas, agar terus diperoleh kemadjuan usaha jang lebih besar untuk membina Tiongkok Baru. Sebab, walaupun industri kita belum dewasa, sidang pertjaja akan keberanian bekerdja, keuletan dan kegiatan rakjat dalam menghasilkan dan mentjipta.</li> </ol> Demikianlah garis{{2}} dan pedoman bekerdja dalam memimpin perdjuangan revolusi dan menurut djiwa dan semangat garis{{2}} itulah didjalankan pimpinan dimana{{2}}, sehingga mendatangkan hasil jang ada seperti sekarang ini, dan jang kami telah mempersaksikannja dengan mata kepala sendiri. Bukanlah satu kerugian, melainkan satu keuntungan besar, bila banjak dari bangsa Indonesia dari segenap lapisan dan golongan dapat mempersaksikan tjara bekerdja dan hasil pekerdjaan jang telah ditjapai oleh rakjat Tiongkok disegala lapangan, hampir melulu dengan tenaga, pikiran dan usaha sendiri, jang sebagian besar bukan dengan mempergunakan mesin akan tetapi hanja dengan mempergunakan tangan dan otak. Begitupun hasil tjiptaan mereka rasanja tidak ada jang dapat menandinginja diseluruh dunia, dalam tempo jang sesingkat itu, dari tiada mendjadi ada dan jang sudah ada mendjadi lebih<noinclude> {{rh|||67}}</noinclude> khhfaha4xirt585ojh590gsj7nwzt7u 296925 296924 2026-05-29T00:30:15Z Link PB 26772 296925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::dan kehidupan rakjat banjak, maka partai dan pemerintah rakjat tidak akan sanggup mempertahankan kedudukannja, tidak akan sanggup mempertahankan pimpinannja dan karena itu akan menemui kegagalan atau kerubuhan. <ol type="1" start="5"> <li>Diktatur rakjat jang demokratis berarti: dituntut oleh kaum buruh, bersendi pada persatuan buruh dan tani dan menuntut pada partai agar berusaha keras mempersatukan segala pekerdja, seluruh tani, intelligentsia progressief dan revolusioner untuk mendjadi dasar dan tenaga terus daripada pimpinan diktatur rakjat ini. Djuga agar mempersatukan kaum burdjuis ketjil, kaum liberal dan intellekt, partai{{2}} dan perkumpulan{{2}} politik, untuk bekerdjasama dengan partai dalam usaha membasmi dan menghalau kekuatan{{2}} imperialis dan reaksioner didalam negeri, agar segeralah dapat memadjukan produksi, guna membawa Tiongkok dari tingkat agraris mendjadi negeri industri dan menaikkannja dari negara-demokrasi-baru mendjadi negara-sosialis.</li> <li>Mendjalankan politik djangka pandjang dan politik kerdjasama dengan semua tenaga demokratis diluar partai. Terhadap hasil revolusi diawaskan betul dan diperingatkan dengan keras agar djangan sampai menjombong atau merasa sudah puas. Kemenangan perdjuangan (militer) dalam revolusi barulah sekedar langkah pertama dipermulaan djalan revolusi jang masih pandjang terbentang dihadapan kita, karena itu kewadjiban{{2}} kita masih berat jang meminta tenaga luar biasa sepenuhnja dan pengorbanan jang besar serta meminta pengabdian jang tak putus{{2}}nja.</li> <li>Meminta dengan sangat agar semua kawan tetap memperlihatkan tjara bekerdja jang tertib dan teratur, kerdja keras dan membanting tulang memeras keringat, bebas dari segala kesombongan dan rasa-puas, agar terus diperoleh kemadjuan usaha jang lebih besar untuk membina Tiongkok Baru. Sebab, walaupun industri kita belum dewasa, sidang pertjaja akan keberanian bekerdja, keuletan dan kegiatan rakjat dalam menghasilkan dan mentjipta.</li> </ol> Demikianlah garis{{2}} dan pedoman bekerdja dalam memimpin perdjuangan revolusi dan menurut djiwa dan semangat garis{{2}} itulah didjalankan pimpinan dimana{{2}}, sehingga mendatangkan hasil jang ada seperti sekarang ini, dan jang kami telah mempersaksikannja dengan mata kepala sendiri. Bukanlah satu kerugian, melainkan satu keuntungan besar, bila banjak dari bangsa Indonesia dari segenap lapisan dan golongan dapat mempersaksikan tjara bekerdja dan hasil pekerdjaan jang telah ditjapai oleh rakjat Tiongkok disegala lapangan, hampir melulu dengan tenaga, pikiran dan usaha sendiri, jang sebagian besar bukan dengan mempergunakan mesin akan tetapi hanja dengan mempergunakan tangan dan otak. Begitupun hasil tjiptaan mereka rasanja tidak ada jang dapat menandinginja diseluruh dunia, dalam tempo jang sesingkat itu, dari tiada mendjadi ada dan jang sudah ada mendjadi lebih<noinclude> {{rh|||67}}</noinclude> pes7nyvrmgwbzaf99nr0qquhnb1o7f7 Indeks:062 Seram.djvu 102 104977 296928 2026-05-29T01:30:19Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 296928 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=062 Seram |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1982 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} m3gr4y1p6oc9764yyal4jcejx3p5rd2 Indeks:064 Bolaang Mongondow.djvu 102 104978 296929 2026-05-29T01:31:22Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 296929 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=064 Bolaang Mongondow |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1983 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} r153z2rnzso9la6oo344oxzw80csw8l Halaman:062 Seram.djvu/14 104 104979 296930 2026-05-29T01:32:22Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 296930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:062 Seram.djvu/13 104 104980 296931 2026-05-29T02:07:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1409. Sasat<br> 1410. ototja waloe<br> 1411. Manaa falaboean<br> 1412/<br> 1413. falaboean<br> 1414. Manaa Toewasen<br> 1416. sifie²<br> 1418. Minagera<br> 1419. dodan toto<br> 1420. sakatira<br> 1422. kella<br> 1423. Magaroe<br> 1426. Dodan ira loka<br> 1427. Nagi Marie<br> 1428. Loka<br> 1429. Tefoea<br> 1431. Modamar<br> 1432. Tarangan<br> 1475. Naitee<br> 1433. Timolis<br> 1434. warat<br> 1435. Finkatoe<br> 1436. Kúwanang<br> 1437. Atas<br> 1439. Ata mari<br> 1440. wawa<br> 1441. wamari<br> 1442/<br> 1443. falaboean falamoeri<br> 1444. waoeritie<br> 1445. Rarie {{multicol-break}} 1446. Oeritie<br> 1447. iraloka<br> 1448. rikata<br> 1449. Nai ie<br> 1450. Boea lomin<br> 1451. Wanie<br> 1452. Rauranie<br> 1453. Raúw<br> 1454. firboelik ababis<br> 1459. weekan toekoe<br> 1460. Nagie<br> 1461. Magee<br> 1462. Oeraa<br> 1465. Naweela<br> 1466. Katoto<br> 1467. tantoe Nai alao Naitee<br> 1469. Toera<br> 1470. minoen<br> 1471. Teei<br> 1472. Gafin<br> 1473- <br> 1476. gafin loka<br> 1477. garaatak<br> 1478. Ranranie<br> 1479. Mee Manaa<br> 1481. Roepa mee<br> 1482. Ira moo<br> 1486. Naitee {{multicol-end}} '''3. NOTES''' #Ikajat tjarita (legend)<br> #Rai Rai, A,iel A,iel - a loom<br> #Laba ata mari wakir dakoeloe ata iloedi nodi toera imadi, nodi toera Eani di, nodi dalofat nai ito di<noinclude></noinclude> 7y7c0t31shixvdht5flvf38qqn2z67m 296932 296931 2026-05-29T02:08:37Z Thersetya2021 15831 296932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1409. Sasat<br> 1410. ototja waloe<br> 1411. Manaa falaboean<br> 1412/<br> 1413. falaboean<br> 1414. Manaa Toewasen<br> 1416. sifie²<br> 1418. Minagera<br> 1419. dodan toto<br> 1420. sakatira<br> 1422. kella<br> 1423. Magaroe<br> 1426. Dodan ira loka<br> 1427. Nagi Marie<br> 1428. Loka<br> 1429. Tefoea<br> 1431. Modamar<br> 1432. Tarangan<br> 1433. Timolis<br> 1434. warat<br> 1435. Finkatoe<br> 1436. Kúwanang<br> 1437. Atas<br> 1439. Ata mari<br> 1440. wawa<br> 1441. wamari<br> 1442/<br> 1443. falaboean falamoeri<br> 1444. waoeritie<br> 1445. Rarie {{multicol-break}} 1446. Oeritie<br> 1447. iraloka<br> 1448. rikata<br> 1449. Nai ie<br> 1450. Boea lomin<br> 1451. Wanie<br> 1452. Rauranie<br> 1453. Raúw<br> 1454. firboelik ababis<br> 1459. weekan toekoe<br> 1460. Nagie<br> 1461. Magee<br> 1462. Oeraa<br> 1465. Naweela<br> 1466. Katoto<br> 1467. tantoe Nai alao Naitee<br> 1469. Toera<br> 1470. minoen<br> 1471. Teei<br> 1472. Gafin<br> 1473- <br> 1475. Naitee<br> 1476. gafin loka<br> 1477. garaatak<br> 1478. Ranranie<br> 1479. Mee Manaa<br> 1481. Roepa mee<br> 1482. Ira moo<br> 1486. Naitee {{multicol-end}} '''3. NOTES''' #Ikajat tjarita (legend)<br> #Rai Rai, A,iel A,iel - a loom<br> #Laba ata mari wakir dakoeloe ata iloedi nodi toera imadi, nodi toera Eani di, nodi dalofat nai ito di<noinclude></noinclude> 7sj6b03fixa9ziwkz52dxcmgr58demo Halaman:062 Seram.djvu/12 104 104981 296933 2026-05-29T02:38:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1286. Sinobal<br> 1291. siboekot<br> 1292. Na balas garatak<br> 1293. saa<br> 1294. Rotie<br> 1295. Tolo<br> 1296. faat<br> 1297. liem<br> 1298. Onan<br> 1299. fitoe<br> 1300. Aloe<br> 1301. sia<br> 1302. Oetjaa<br> 1303. Oetjaa resi kasai<br> 1304. Oetjaa resi rotie<br> 1305. Oetjaa resi tolo<br> 1306. Oetjaa resi faat<br> 1307. Oetjaa resi Liem<br> 1308. Oetjaa resi Onan<br> 1309. Oetjaa resi fitoe<br> 1310. Oetjaa resi Aloe<br> 1311. Oetjaa resi sia<br> 1312. Oetroe<br> 1313. Oetroe resi kasai<br> 1315. Oetroe resi liem<br> 1316. Oettolo<br> 1317. Oet faat<br> 1318. Oet Liem<br> 1319. Oet Onan<br> 1323. Ratjaa<br> k324. Riwoen saa<br> 1325. Salaksa<br> 1326. saa wida<br> 1327. kwaar saa<br> 1328. Fakattja<br> 1329. Faka rotie<br> 1330/<br> 1331. Toea toear<br> 1332/<br> 1333. Narikat<br> 1336/<br> 1337. Nai moeri {{multicol-break}} 1338. vies<br> 1339. weekan<br> 1340. Ototja<br> 1341. Ababis<br> 1347/<br> 1348. Wakona weekan<br> 1349. Koerang<br> 1350. Ababis<br> 1356. Kasai<br> 1357. Akoe<br> 1359. Kaoe<br> 1360. Ankoe, Kaúw<br> 1361. Ankoe, Koúw<br> 1362. Kamoe<br> 1363. Nagamari si<br> 1365. Nagamari kamij<br> 1367/<br> 1368. Wawina sie<br> 1369/<br> 1370. Kamaunie <kamamie ? ><br> 1373/<br> 1374. Ababis mamie<br> 1375/<br> 1376. Sie die<br> 1378. Mata nie<br> 1379. Cee<br> 1380. Melaa<br> 1382. Bellaa<br> 1383. Ira<br> 1388. Waria<br> 1389. Nagara<br> 1392. fala boea boean<br> 1393. Nai Moerie<br> 1394. ola<br> 1395. Djoemat<br> 1396. olala<br> 1398. Masir<br> 1399. Djam<br> 1400. Dodan Maraar<br> 1402. Olansoen<br> 1406. NgaraK saa<br> 1407. Di waktoera<br> 1408. olira {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5ywy8b20wbu8m9xrbexunesjjezj5rp Halaman:062 Seram.djvu/2 104 104982 296934 2026-05-29T02:39:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SERAM SERAM LIST''' {{multicol}} 1. Watan nini<br> 2. Iloe<br> 3. Vano<br> 4. Talan<br> 5. Iloe roerie<br> 6. Oeka<br> 8. Iloe nini otak<br> 9. Talinga<br> 11. Mataa<br> 15. Aar talan<br> 17. Mata Kira<br> 18. Iso<br> 21. Fafar<br> 22. Ilo<br> 25. Ilo, Karat<br> 27. Koemis<br> 28. Nidjangat<br> 29. Aar<br> 30. Djangat<br> 31. Keel<br> 32. Ata ngalan<br> 34. Ni Toeban<br> 33/<br> 35. ngisik<br> 37. Toltolan<br> 38. Ni leker<br> 41/<br> 42. Ni Risie<br> 45. Ni soesoe mataa<br> 46. Ni soesoe Kiraa<br> 47. Ni soesoe Kiraa wawina<br> 48. bij nasoesoe<br> 50. Ni roesak<br> 52. Ni, At<br> 54. Ito<br> 53. Ito bobak<br> 56. Ni, At, mierlomin <?><br> 61. Ni foesat<br> 62. foesal ni oerat<br> 63. Tanie {{multicol-break}} 66. Wakir<br> 68. Laka<br> 69. Tamain<br> 70. Ni roeri Lake mataa<br> 72. Notok<br> 73. otok<br> 75. bij boea angin<br> 77. Ni oerat bobak<br> 78. Ikea sisia<br> 82. Natamoman<br> 83. Tamoman<br> 84. Ikera<br> 86. Ikera<br> 88. Ikea mataa<br> 90. Ni faar<br> 91. Kea woekoe<br> 93. Kea boesa<br> 94. Kea roerie<br> 95. Ima fozal<br> 97. Imaa<br> 99. Ni Gegal<br> 100. Ni sikoe<br> 102. Imaa lomin<br> 105. Imaa rang2<br> 107. Imaa lidir<br> 108. Imaa nina<br> 109. Imaa toeroek<br> 110. Ima bolomin<br> 111. Ima Narikat<br> 112. Ima otak<br> 115. Imaa roerie<br> 116. Ni Rara<br> 117. Ni dagen sia sia<br> 118. Tamoman<br> 121. Ni Likit<br> 122/<br> 123. wilior<br> 124. Rengas<br> 125. Kanisoe<br> 127. Ni Nafas<br> 128. Na kaa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4ljc05q62g5blwf7591zc4cafvp3rak 296935 296934 2026-05-29T02:40:44Z Thersetya2021 15831 296935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SERAM SERAM LIST''' {{multicol}} 1. Watan nini<br> 2. Iloe<br> 3. Vano<br> 4. Talan<br> 5. Iloe roerie<br> 6. Oeka<br> 8. Iloe nini otak<br> 9. Talinga<br> 11. Mataa<br> 15. Aar talan<br> 17. Mata Kira<br> 18. Iso<br> 21. Fafar<br> 22. Ilo<br> 25. Ilo, Karat<br> 27. Koemis<br> 28. Nidjangat<br> 29. Aar<br> 30. Djangat<br> 31. Keel<br> 32. Ata ngalan<br> 34. Ni Toeban<br> 33/<br> 35. ngisik<br> 37. Toltolan<br> 38. Ni leker<br> 41/<br> 42. Ni Risie<br> 45. Ni soesoe mataa<br> 46. Ni soesoe Kiraa<br> 47. Ni soesoe Kiraa wawina<br> 48. bij nasoesoe<br> 50. Ni roesak<br> 52. Ni, At<br> 54. Ito<br> 53. Ito bobak<br> 56. Ni, At, mierlomin <?><br> 61. Ni foesat<br> 62. foesal ni oerat<br> 63. Tanie {{multicol-break}} 66. Wakir<br> 68. Laka<br> 69. Tamain<br> 70. Ni roeri Lake mataa<br> 72. Notok<br> 73. otok<br> 75. bij boea angin<br> 77. Ni oerat bobak<br> 78. Ikea sisia<br> 82. Natamoman<br> 83. Tamoman<br> 84. Ikera<br> 86. Ikera<br> 88. Ikea mataa<br> 90. Ni faar<br> 91. Kea woekoe<br> 93. Kea boesa<br> 94. Kea roerie<br> 95. Ima fozal<br> 97. Imaa<br> 99. Ni Gegal<br> 100. Ni sikoe<br> 102. Imaa lomin<br> 105. Imaa rang²<br> 107. Imaa lidir<br> 108. Imaa nina<br> 109. Imaa toeroek<br> 110. Ima bolomin<br> 111. Ima Narikat<br> 112. Ima otak<br> 115. Imaa roerie<br> 116. Ni Rara<br> 117. Ni dagen sia sia<br> 118. Tamoman<br> 121. Ni Likit<br> 122/<br> 123. wilior<br> 124. Rengas<br> 125. Kanisoe<br> 127. Ni Nafas<br> 128. Na kaa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hho4g1n78ljppto1tv51ufuz1z1sw9n Halaman:Tiongkok Baru.pdf/69 104 104983 296936 2026-05-29T04:08:56Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>besar dan lengkap. Jang mengagumkan lagi, pengaruh luar negeri tidak ada kelihatan sedikitpun, jang biasanja pengaruh itu diartikan orang: kekuatan modal, kelengkapan tehnik dan keahlian. Dari tiga matjam „pengaruh” itu, satupun tida ada jang mempunjai djedjak dan tak ada tempat berpidjak di Tiongkok lagi, sekarang buat pertama kali dalam sedjarah dan untuk seterusnja dimasa jang akan datang. Kemerdekaan Tiongkok tidak ada sudutnja jang kosong lagi, telah di-isi semua oleh hasil tjiptaan dan usaha putera dan puterinja sendiri. Tinggal melengkap dan menjempurnakannja lagi. „Tiongkok merdeka ... satu{{2}}nja negara dan bangsa jang bisa merdeka di Asia, Afrika dan Europa sehabis perang dunia ke II. Malah diseluruh dunia negara merdeka jang ketiga, jaitu sesudah Sovjet dan Amerika Serikat ...” begitulah kalimat jang melintas dipikiran kita sewaktu meninggalkan daerah RRT jang penghabisan. Setelah sampai di Hongkong lagi, kita tidak merasa bahwa daerah itu masih ditangan Inggeris. Mengapa ......?<noinclude> {{rh|68}}</noinclude> 96cdg88i20ffcp6x97lei9g783brgvu Halaman:Tiongkok Baru.pdf/71 104 104984 296938 2026-05-29T04:13:38Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 296938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7xey58ilj91lg5kr7t6ltfy74vq89xw 296939 296938 2026-05-29T04:17:26Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kratis. Jang dapat kita katakan ialah, bahwa Tiongkok memang tidak mengatakan dirinja negara demokrasi, akan tetapi negara demokrasi baru. Susunan pemerintahannja agak lain dari di Indonesia, lain dari di Djepang atau Thailandia atau Filipina dan Amerika. Perlainan itu ada, oleh sebab itu perlainan arti dan makna demokrasi itupun tentu ada. Jang sudah djelas kita lihat sendiri, perlainan keadaan dalam kenjataan dan kehidupan sehari{{2}}: Demokrasi di Indonesia dan demokrasi baru di Tiongkok, manakah jang betul? Mungkin dua-duanja betul, artinja di Indonesia orang mengatakan ada demokrasi, tapi adanja itu baru dalam angan{{2}}, dalam teori dan bitjara sadja karena itu tjukup namanja demokrasi sadja, demokrasi tok, sedang di Tiongkok dikatakan ada demokrasi, bukan dalam angan{{2}} dan teori{{2}}an diatas podium atau gembar-gembor dalam surat kabar akan tetapi dalam kenjataan dan praktek hidup sehari{{2}}, oleh sebab itu dinamakan demokrasi baru, untuk membedakannja daripada demokrasi lama, demokrasi kolot, demokrasi-teori dan demokrasi burdjuis-liberal, demokrasi ,,siapa kuat boleh terkam dan telan jang lemah", demokrasi ,,siapa kuasa boleh tangkap dan tutup orang jang tak berdaja", met of zonder alasan. Inilah perbedaannja demokrasi di Tiongkok dengan demokrasi dibeberapa negeri jang telah disebut tadi. Bagaimanakah susunan pemerintahan di Tiongkok sekarang? Dizaman Ch. K. Shek-regime, Tiongkok disebut negara nasional, pemerintah nasional, tidak totaliter, tapi demokratis. Diwaktu itu tuduhan apa{{2}} terhadap Tiongkok, satupun tidak ada. Semua berdjalan baik, "all is running well". Menurut istilah orang luar, terutama Amerika. Tapi bagaimana dalam kenjataannja? Jang berkuasa ialah Ch. K. Shek dengan kontjo{{2}}nja sadja jang senang sama dia, jang merasa beruntung berkawan dengan dia, karena itu memudji{{2}} politiknja, agar dengan begitu terpakai sebagai pembesar, sebagai menteri, sebagai djenderal, sebagai duta d.s.b. lantas bebas mendjalankan korupsi dan karena kawan sefaham dan sependirian dalam politik, mau diambil tindakan, eman{{2}}, kasihan, kawan sih! Kawan dalam membagi untung dan rezeki jang datang dari Amerika, sekalipun rakjat tetap buntung dan hidup megap{{2}}. Diwaktu itu pemerintah 100% ditangan orang Kuomintang. Bukan karena tidak ada partai lain, akan tetapi karena partai lain itu tidak tjotjok dengan politiknja, oleh sebab itu harus dipandang lawan, musuh, tidak boleh duduk sedjadjar, harus dilempar keluar atau dimasukkan dalam pendjara. Opposisi dipandang dosa dan dosa ini harus dihukum. Tangkap, tutup, tembak mati, biasa sadja dizaman regime Ch. K. Shek, terutama sedjak tahun 1927. Para mahasiswapun bila berani buka mulut dan demonstrasi, disapu sadja. Ini namanja demokratis, dipudji{{2}} oleh luar negeri; Ch. K. Shek orang besar, orang berpengaruh, orang kuat, pahlawan nasional bapak negara, djenderal ulung, tak ada orang jang sanggup menggantikannja d.s.b. "All is running well", menurut ukuran<noinclude> {{rh|70}}</noinclude> ef21wrgkiuqc3osssxp034g6gqoqv8e Halaman:Tiongkok Baru.pdf/72 104 104985 296941 2026-05-29T04:22:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dan tafsiran orang luar, terutama jang berbau imperialis. Satu per satu pelabuhan Tiongkok berada dibawah pengawasan dan kekuasaan asing. Tentara, polisi, kapal perang, persenjataan asing, dengan merdeka masuk di Tiongkok. All is running well! Makanan, pakaian, bahan mentah d.s.b. mengalir ke Tiongkok. All is running well! Suasana politik diwaktu itu, satu negeri luarpun tidak ada jang mentjela. All is running well .... Djepang ambil Manchuria, orang luar anggap biasa sadja, karena Djepang djuga imperialis, bisa bagi untung sama{{2}} nanti, kalau Manchuria sudah lepas dari Tiongkok. Ch. K. Shek tidak melawan, Manchuria djatuh ketangan Djepang, orang asing pada minta bagian di Manchuria. All is running well! Djepang dianggap demokratis karena mau membagi keuntungan di Manchuria dengan orang. Tahun 1937 Djepang mendobrak ke Selatan. Ch. K. Shek melawan hanja setelah ditjulik dan dipaksa. Pura{{2}} perang melawan Djepang. Orang lain tidak bilang apa{{2}}, sebab baik dari Djepang maupun dari Ch. K. Shek ada mendapat apa{{2}}. Djepang dobrak terus, ja tidak apa, kalau perang kurang lama, Ch. K. Shek boleh dibantu dengan sendjata. Djepang mendobrak lagi ke Teluk Mutiara. Ch. K. Shek lari ke Chungking, dibantu oleh Amerika. Tahun 1945, Djepang kalah, Ch. K. Shek tidak sanggup bangkit dari Chungking, perlu dibimbing oleh Amerika. Untuk duduk kembali diistananja di Nanking, Amerika harus membantu, kasih pindjam seribu djuta jang lantas dibagi{{2}}. All is running well! Mao Che-tung adjak damai, bentuk pemerintahan koalisi. Ch. K. Shek menolak, karena telah merasa kuat oleh bantuan Amerika. Sendjata mengalir ke Tiongkok, jang lantas ditelan semua oleh tentara Kungchantang. Mulailah keadaan tidak running well lagi, Tiongkok tidak lagi nasional, tidak lagi demokratis, tapi sudah merah. berbahaja, mau aggressi, mau expansi, mendjadi negara boneka Sovjet Russia, mau menerdjang dan membikin merah seluruh Timur Djauh dan seluruh Asia. Dengan sekonjong{{2}} sadja demokrasi sudah lenjap dari Tiongkok, tak ada harapan lagi. Sebagai ichtiar penghabisan Ch. K. Shek jang bertachta di Taiwan dibudjuk{{2}} lagi, diurut dan dipidjet seluruh tubuhnja agar segar dan kuat kembali, semoga dapat mendemokrasikan daratan Tiongkok kembali. Dalam pada itu.... kalau, toh tidak berhasil, gantinja sudah sedia ...... Djepang sekarang sudah mulai demokratis, diadjar dan dilatih mendjadi negara demokrasi, pengganti Tiongkok dan bila perlu......... menghantam Tiongkok. Sebagai djembatan sudah ada Korea, jang tadinja kepunjaan Djepang. Seluruh dunia demokrasi mempunjai tentara di Korea, kenapa pula Djepang sebagai negara demokrasi jang telah dididik, tidak ikut mengirim tentara!? Kalau tidak 'kan pajah melatih sadja Amerika! Tidak djauh meleset........... Yoshida sudah mulai mendjandjikan akan mengirim tentara ke Korea. Seterusnja ........? Perantjis perlu pula dibantu, mendemokrasikan Bao Dai. Gambaran jang diatas inilah jang sebenarnja dan pada pokoknja meliputi pikiran orang di Tiongkok sekarang ini. Dise-<noinclude> {{rh|||71}}</noinclude> kbv9yisr0l1l23a8c9d46sm4fg4n4pb Halaman:Tiongkok Baru.pdf/73 104 104986 296942 2026-05-29T04:24:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 296942 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kitar persoalan dan perkembangan keadaan jang begitu itulah orang menetapkan pendirian dan sikapnja. Politik inilah jang meliputi suasana dan keadaan di Tiongkok Baru. Meliputi segenap partai dan meliputi seluruh lapisan rakjat, terutama buruh dan tani jang sudah bebas. Inilah soal politik jang harus dipetjahkan. Antara sesama bangsa tidak ada dan belum perlu main politik-politikan atau memperuntjing{{2}} keadaan dan perhubungan antara satu partai dengan jang lain, antara golongan ini dan golongan itu. Sebab, bila keadaan dan perhubungan diperruntjing, bila sesama bangsa bertengkar dan berkelahi, tangkap menangkap dan bunuh membunuh, tidak lain jang akan ketawa, jang beruntung dan merasa bersjukur, melainkan bangsa asing djua, terutama jang telah terusir sebagai pendjadjah dan sebagai imperialis-agressor dari Tiongkok. Mereka inilah jang akan ketawa karena itu mereka itupun tidak akan segan{{2}} membuang ongkos, asal pertentangan dan perkelahian antara sesama bangsa dapat ditiup{{2}}, dihidup{{2}}kan dan diperbesar mendjadi bentrokan, perang saudara. Inilah politik biasa jang dihadapi para pemimpin dan pembesar di Tiongkok. inilah jang harus dipetjahkan dan harus didjaga dan diawasi dengan segala tenaga jang ada. Kalau perlu dengan kekerasan dan paksaan. Untuk keselamatan nusa dan bangsa, untuk negara dan rakjat Tiongkok. Dalam hal ini segenap partai, segala golongan dan lapisan masjarakat di Tiongkok adalah sefaham, sependapat, sependirian dan mengambil sikap dan tindakan jang sama. Inilah sebabnja maka ketegangan dalam suasana politik di Tiongkok tidak ada. Semua orang hendak turut berusaha agar politik sederhana jang tadi itu dapat dipetjahkan. Semua partai dapat ambil bagian dan turut membantu dalam hal ini, seluruh rakjat bisa turut bekerdja untuk mendjaga politik jang berbahaja dan masih akan mengantjam Tiongkok itu beberapa lama lagi. Dari itu jang diutamakan sekarang di Tiongkok, bukanlah bagaimana menjusun undang{{2}} dasar, bagaimana membentuk parlemen, mengatur pemilihan dan pembagian kursi menurut standing internasional dan disukai oleh „internasional" jang tertentu, akan tetapi, sebelum itu semua dapat mendjadi soal dan dipersoalkan, haruslah lebih dulu politik jang satu tadi dapat dipetjahkan, sehingga tidak mengantjam keselamatan langsung hidupnja R.R.T. lagi. Dari itu jang utama dan diutamakan sekarang ini ialah soal pelaksanaan Program Bersama. Program, kerdja, hasilnja pekerdjaan ...... inilah jang paling utama, bukan bentukan kabinet atau susunan parlemen atau rumah tangga presiden perlu memakai djenderal atau tidak, pembagian kursi d.s.b. Kalau program itu tidak terlaksana dengan berhasil, betapapun baiknja dan muluknja segala rentjana dan bentukan demokratis d.s.b. itu, kalau program tidak djalan, maksudnja tidak tertjapai dalam tempo jang tertentu, ada harapan negara dan bangsa terantjam kembali oleh pendjadjahan, oleh imperialisme dan oleh aggressi. Inilah politik di Tiongkok dan untuk soal{{2}} tersebutlah orang mendjalankan<noinclude> {{rh|72}}</noinclude> emhs90snpzurjqmzyaws37qla8jejua Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/95 104 104987 296943 2026-05-29T04:49:48Z Najla Khairani Siregar 23893 /* Telah diuji baca */ 296943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 91 -}}</noinclude>{{hwe|ngan|perhoeboengan}} soetji antara iboe-bapa dan anak, dan antara anggota-anggota dari satoe koelawarga, dan lagi ada timboel kaberesan di antara orang banjak. Di waktoe berenti bitjara, baginda radja mengataken soekoernja hati kapada KHONGTJOE, aken segala hal jang ija dengar dan aken rasa enak jang ija dapat, dengan lantaran dengari KHÖNGTJOE poenja bitjara. Soekoer hatinja itoe, jang terdjadi dengan lantaran bitjaranja KHONGTJOE jang meresap ka dalam hati, boleh didoega ada dengan sasoenggoehnja ; aken tetapi baginda itoe, jang àdatnja tida katantoeän, djoega tiada berhati tetap dan tiada berboedi besar, dan telah tiada terpalihara dengan baik, hanja sampe pada waktoenja naik ka atas tachta poen, telah hidoep sadja di antara orang-orang prampoewan dan orang-orang lelaki jang bertingkah prampoewan dan tida membri toeladan baik atas hal adat dan kalakoeän, — ija gampang sekali mendapat pikiran lain dan ada bernapsoembesar aken bersoeka-soeka dan aken hidoep dengan nimat dan dengan malas-malasan. Hal ini ada kataoeän oleh soewatoe radja, jang belon sabrapa lama telah bertachta di karadjaän ''Tjee'' dengan lantaran merampas tachta itoe. Ini radja taoe djoega, jang doeloe hari KHONGTJOE telah ada bri ingatan kapada radja ''Louw'' aken memaloemken perang kapadanja. Sekarang ija ada merasa koewatir, kaloe-kaloe radja ''Louw'' sekarang ini, nanti toeroet pikirannja KHONGTJOE; djoega ija ada merasa koewatir, kaloe-kaloe nanti lainlain radja jang bertetangga padanja, mengangkat sindjata dan mengoesir atawa mengoekoem padanja. Boewat tjegah djadinja hal itoe, ija maoe boedjoek radja ''Louw'' dan singkirken KHONGTJOE, jang tiada dapat diëmasi. Boewat hal ini ija ada mengarap pada adatnja radja ''Louw'' sendiri. Ija rasa boleh dapatken maksoednja itoe dengan lantaran {{hws|mengantar|mengantarken}}<noinclude></noinclude> i8yad1p0ep8bttgpko140mc8mgojm3g Halaman:062 Seram.djvu/3 104 104988 296944 2026-05-29T05:49:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 129. witil<br> 130. Nino<br> 132. Mangalan<br> 133. Tikal<br> 137. Natolan<br> 138. Na Kifit<br> 139/<br> 140. Manifie<br> 144. Maririe<br> 145. Natagie<br> 146. Nataroe moeri mari<br> 147. Nataroe atas ito ninie<br> 148. Na taroe<br> 149. Matorang nai Kadera<br>{{gap}}Matorang nai banko<br> 150. Matorang silat<br> 151. Matorang Tahjat<br> 152. Na laat<br> 154. Na Soo<br> 156. Na sabi tek tek<br> 157. dafanas<br> 158. Lilodi<br> 160. firesi minak<br> 161. Malif<br> 163. Da tangis<br> 165. fanora Malif lif<br> 166. Mawoe <Maivoe ? ><br> 167. Dakanisoe<br> 169. fakasie<br> 170. goerait<br> 176. mislabar<br> 177. dawee tabea toera iloe di<br> 182. hidap<br> 183. Matie; Namata<br> 184. Kamatiannja mata²<br> 185. mata² Matalean<br> 188. Ni bankie<br> 191. Koeboer<br> 192. Na Tara<br> 193. Ni waris {{multicol-break}} 194. Nagamari waris<br> 196. Abat<br> 197. Arak mata<br> 198. Koelsekar vanak<br> 199. Masingat<br> 200. Mozan Mangsingat<br> 201. Rasa mangsingat<br> 202. Watang gafin<br> 203. wizal, mata naiteij<br> 205. Mariding<br> 207. ito masingat<br> 209. Ito naroras<br> 210. Batata<br> 211. Natoki<br> 214. Naitee laka<br> 219. İloe Masingat<br> 220. Barala<br> 222. Mozan rifie<br> 153. Na ngangoe<br> 223. Masingat rara<br> 224. Mozan rifie lanakaiel ie<br>{{gap}}<lanakaúlie ? ><br> 225. Nakaoel<br> 227. Naboda<br> 228. Arak<br> 229. Boetie<br> 231. Mata silis<br> 232. Mofom<br> 233. Mofom roepa²<br> 234. Da oetoen ie<br> 235. Mata ie Naroek Mofom<br> 236. Nagamari Mimsia <Múnnsia ?><br> 237. Mimsia mata² <Múnsia?><br> 238. Esie<br> 239. Ni ngasan<br> 240. Ni vam<br> 241. Oerana<br> 242. wawina<br> 243/<br> 244. Ni kawasa nagamari ni waris ababis laka<br> 245/<br> 246. Ni azal wawina {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9ofok2rhfshvooh6fqhpno5kktpwccw Halaman:062 Seram.djvu/4 104 104989 296945 2026-05-29T06:04:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 248/<br> 249. Elrar<br> 250. Ni anak oerana<br> 252. Ni anak wawina oerana<br> 255. Ni Baba<br> 256. Ni Nina<br> 257/<br> 258. anak falaboean; anak nai moori<br> 261. Oerana<br> 262. wawina<br> 263. Ni Tata oerana<br> 264. Ni tata wawina<br> 265. ni tata noesie<br> 266. Tata oerana ni baba<br> 267. Ni tata falaboän<br> 268. Ni roa oerana<br> 269. Ni roa wawina<br> 270. Ni roa oerana falaboean<br> 271. Ni roa wawina falaboean<br> 272. Ni roa oerana nai Mierie<br> 273. Ni roa wawina nai Mierie<br> 274. Ni tata, otak<br> 275/<br> 276. Ni Mama<br> 277/<br> 279. Tata Oerana falaboean<br> 278/<br> 280. Tata Oerana nai moerie<br> 281-<br> 286. Ni Wowa, Ni mema<br> 295. Ni Winie<br> 296. ni daok wawina<br><br> 299. ni Ketan<br> 300. ni Ketan wawina<br> 302/<br> 303. Ni anak dedear<br> 304. Ni tata dedear<br> 305. Ni anak farafara<br> 306-<br> 309. Ni Daoek 310. Ni daoek oerana<br> 311-<br> 314. Ni daoek wawina {{multicol-break}} 315. Ni azal oesoel<br> 316. Ni azal oesoel Tej<br> 317. Ni berwaris nagamari<br> 318. Ni wina<br> 326. wanoe lean<br> 327. wanoe toera di kapala nai<br> 328. Ni kampon lena<br> 329. Ni kampon otak<br> 330. Di moensia<br> 331. Masan isim <Mosam ? ><br> 332. Adjmat <Adjimat ? ><br> 333. Zúwangie<br> 334. Naweij isim<br> 335. Nigoeroe súwangie<br> 337. Karamat<br> 336. Kitap², bergoeroe súwangie<br> 338. Alamat<br> 339. Setan²<br> 340. Njawa gafin<br> 341. Mata garatak, Njawa garatak<br> 343/<br> 344. Roog<br> 345. Arwak parang 346. Ni paki paki<br> 347. Soembijang<br> 351. Soerat<br> 352. Hoerof<br> 353. Kartas<br> 354. soerot 355. Ni Boek 356. fakawato teer 357. Na fakawato teer, Ikajat tjaritra <1> 358. fakawato teer Keda-Keda 359. Ni soewara baban 360. Langit 361. boea Naraka 362. boea tana lomin 363. Boea tana lomin wamarie 364. ata tana wawoea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 3a70s7f2w83tzqzhxltju5fdofzj145 296947 296945 2026-05-29T06:17:24Z Thersetya2021 15831 296947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 248/<br> 249. Elrar<br> 250. Ni anak oerana<br> 252. Ni anak wawina oerana<br> 255. Ni Baba<br> 256. Ni Nina<br> 257/<br> 258. anak falaboean; anak nai moori<br> 261. Oerana<br> 262. wawina<br> 263. Ni Tata oerana<br> 264. Ni tata wawina<br> 265. ni tata noesie<br> 266. Tata oerana ni baba<br> 267. Ni tata falaboän<br> 268. Ni roa oerana<br> 269. Ni roa wawina<br> 270. Ni roa oerana falaboean<br> 271. Ni roa wawina falaboean<br> 272. Ni roa oerana nai Mierie<br> 273. Ni roa wawina nai Mierie<br> 274. Ni tata, otak<br> 275/<br> 276. Ni Mama<br> 277/<br> 279. Tata Oerana falaboean<br> 278/<br> 280. Tata Oerana nai moerie<br> 281-<br> 286. Ni Wowa, Ni mema<br> 295. Ni Winie<br> 296. ni daok wawina<br> 299. ni Ketan<br> 300. ni Ketan wawina<br> 302/<br> 303. Ni anak dedear<br> 304. Ni tata dedear<br> 305. Ni anak farafara<br> 306-<br> 309. Ni Daoek<br> 310. Ni daoek oerana<br> 311-<br> 314. Ni daoek wawina {{multicol-break}} 315. Ni azal oesoel<br> 316. Ni azal oesoel Tej<br> 317. Ni berwaris nagamari<br> 318. Ni wina<br> 326. wanoe lean<br> 327. wanoe toera di kapala nai<br> 328. Ni kampon lena<br> 329. Ni kampon otak<br> 330. Di moensia<br> 331. Masan isim <Mosam ? ><br> 332. Adjmat <Adjimat ? ><br> 333. Zúwangie<br> 334. Naweij isim<br> 335. Nigoeroe súwangie<br> 337. Karamat<br> 336. Kitap², bergoeroe súwangie<br> 338. Alamat<br> 339. Setan²<br> 340. Njawa gafin<br> 341. Mata garatak, Njawa garatak<br> 343/<br> 344. Roog<br> 345. Arwak parang 346. Ni paki paki<br> 347. Soembijang<br> 351. Soerat<br> 352. Hoerof<br> 353. Kartas<br> 354. soerot<br> 355. Ni Boek<br> 356. fakawato teer<br> 357. Na fakawato teer, Ikajat tjaritra <1><br> 358. fakawato teer Keda-Keda<br> 359. Ni soewara baban<br> 360. Langit<br> 361. boea Naraka<br> 362. boea tana lomin<br> 363. Boea tana lomin wamarie<br> 364. ata tana wawoea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> g90enltugk5zb9i62twjqevh7pvdceq Halaman:062 Seram.djvu/5 104 104990 296946 2026-05-29T06:15:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 365. Moensia wanoe<br> 366. Na bail ni kakaa 367. Beij mana gafing<br> 368. Beij mana garatak<br> 369. Zazie<br> 370. Tompat fatakoet<br> 371. Goeroe<br> 372. Goeroe wawina<br> 374. Baitalla<br> 375. Tompat gafin<br> 376. di Miamian<br> 377. Roema wanoe, Roema hoekoem<br> 378. Ratoe<br> 379. Mata lean<br> 380. Orang Kaja<br> 381. Munsia Kabaresie<br> 382. Tompat patakoet<br> 386. Orang toea, Kapala soa<br> 388. Ni azal ratoe<br> 389. Naga mari falaboan<br> 390. Dawij Aan<br> 391. Nioentoeng<br> 392. Ni soesa<br> 393. Mata gafin<br> 394. Mooi<br> 396. adat wanoe<br> 397. Mata ira Ni sala<br> 398. Ni Hoekam Nai loka<br> 399. Naraka siksa<br> 400. Dawar Denda<br> 401. di Saksie<br> 402. Na poetoes nihal<br> 403. Mata ira dagaij ie<br> 404. Dawei torang<br> 407/<br> 408. Dafisaa<br> 410. fitotik<br> 411. Hadat fisaa<br> 412. Ni hari fisaa<br> 413. Matoran anak<br> 414. Maka Maka {{multicol-break}} 415. Wawina roman<br> 416. Wawina soensoendal<br> 417. soelsoela<br> 418. Ni Agama Keda keda<br> 419. Maarbab<br> 420. Bansie, fagoes fagoes<br> 421. Rabana<br> 422. Dalarabana<br> 423. gongar<br> 424. Daldala<br> 426. Oetoetoen<br> 427. Sigoet<br> 428. Da dansa²<br> 437. Roema<br> 438. Ajin<br> 439. Baremma<br> 441/ <br> 442. Keat roema<br> 443/<br> 444. Kajoe toeal<br> 449. Rebat<br> 451. wait wait<br> 453. roran<br> 454. roran<br> 456/<br> 457. Na messel<br> 458/<br> 459. Rererin<br> 461. Djoembatan iloe<br> 462. balak dafie<br> 463. Koi tompat Kinifit<br> 464. Ni Kalamboe<br> 465. Ajin Kinifit<br> 467. Kalangoeloe, lofat²<br> 468. Kiar <tiar? ><br> 469. Kalangoeloe<br> 470. bankoe<br> 471. Dafoe<br> 472/<br> 473. dafie<br> 474. Roema firakan<br> 476. Api Naka roema {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4t49bjzqkebkejf0f07mhf3pj6el7q2 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/69 104 104991 296948 2026-05-29T07:05:31Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>Di balik kediaman dan keluguannya sebagai seorang perempuan yang berjuang untuk keluarganya, Men Putri sebenarnya menyimpan cita-cita besar untuk memajukan dirinya. Hanya karena kondisi yang tidak memungkinkan, dia harus mengubur impiannya itu dalam-dalam. Akan tetapi, ia masih menyimpan segunung harapan terhadap anak-anaknya, terutama Putri. Lewat sosok anak-anaknyalah, ia akan mewujudkan cita-citanya untuk berpendidikan tinggi kesampaian. Untuk itu, ia selalu melarang Putri cepat-cepat menikah. Ia selalu bertentangan dengan suaminya, Mangku Puseh, soal pernikahan Putri. Di satu sisi, Mangku Puseh menginginkan Putri cepat berumah tangga setelah menamatkan pendidikannya. Di sisi yang lain, Men Putri memiliki keinginan yang berbeda. Untuk apa sekolah tinggi-tinggi, jika akhirnya hanya akan terdampar di kehidupan perkawinan yang terkadang tidak mengenakkan. Putri harus mencapai cita-citanya dulu, bekerja sesuai dengan keinginannya, setelah itu baru memikirkan untuk berumah tangga. Menarik sekali, jika kita mengamati sikap Men Putri tersebut. Sebagai seorang perempuan yang menjalani kehidupannya secara tradisional, ternyata ia menyimpan cita-cita luhur, seperti apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis, yaitu kemajuan perempuan. Posisinya yang terpuruk dalam himpitan tradisi dan budaya yang menomorduakan perempuan tidak menyurutkan semangatnya untuk memajukan diri anak-anaknya. Untuk mewujudkan impiannya itu, ia rela bekerja keras, jungkir balik mencari uang untuk menyekolahkan Putri dan ia berhasil mengantarkan Putri menjadi sarjana, seperti apa yang dicita-citakannya. Perempuan seperti Men Putri itulah yang sebenarnya berhak menyandang predikat sebagai seorang pahlawan sejati. Tanpa kehadiran perempuan seperti itu, tidak akan muncul bibit baru, seperti Putri, yang nantinya akan mendongkrak segala bentuk penindasan dan pelecehan terhadap perempuan. Dari perempuan seperti Men Putri itulah, lahir perempuan perkasa yang tidak menjadi terpuruk karena kondisi yang sama sekali tidak memihak kepada mereka. Perempuan seperti Men Putri tidak akan kehilangan cita-citanya akibat penindasan yang sudah mendarah daging. Perempuan seperti itu tanpa sadar dan sengaja telah melakukan perjuangan kaum feminis. Jika bukan mereka yang menikmati, mungkin nanti anak cucu mereka yang akan menuai hasil pengorbanan dan jerih payah mereka.<noinclude>{{rh||57}}</noinclude> 9jr1le7nea7f2a9f6kd0cr737reohqu 296954 296948 2026-05-29T07:20:36Z Ars-arsa 26526 296954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>Di balik kediaman dan keluguannya sebagai seorang perempuan yang berjuang untuk keluarganya, Men Putri sebenarnya menyimpan cita-cita besar untuk memajukan dirinya. Hanya karena kondisi yang tidak memungkinkan, dia harus mengubur impiannya itu dalam-dalam. Akan tetapi, ia masih menyimpan segunung harapan terhadap anak-anaknya, terutama Putri. Lewat sosok anak-anaknyalah, ia akan mewujudkan cita-citanya untuk berpendidikan tinggi kesampaian. Untuk itu, ia selalu melarang Putri cepat-cepat menikah. Ia selalu bertentangan dengan suaminya, Mangku Puseh, soal pernikahan Putri. Di satu sisi, Mangku Puseh menginginkan Putri cepat berumah tangga setelah menamatkan pendidikannya. Di sisi yang lain, Men Putri memiliki keinginan yang berbeda. Untuk apa sekolah tinggi-tinggi, jika akhirnya hanya akan terdampar di kehidupan perkawinan yang terkadang tidak mengenakkan. Putri harus mencapai cita-citanya dulu, bekerja sesuai dengan keinginannya, setelah itu baru memikirkan untuk berumah tangga. Menarik sekali, jika kita mengamati sikap Men Putri tersebut. Sebagai seorang perempuan yang menjalani kehidupannya secara tradisional, ternyata ia menyimpan cita-cita luhur, seperti apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis, yaitu kemajuan perempuan. Posisinya yang terpuruk dalam himpitan tradisi dan budaya yang menomorduakan perempuan tidak menyurutkan semangatnya untuk memajukan diri anak-anaknya. Untuk mewujudkan impiannya itu, ia rela bekerja keras, jungkir balik mencari uang untuk menyekolahkan Putri dan ia berhasil mengantarkan Putri menjadi sarjana, seperti apa yang dicita-citakannya. Perempuan seperti Men Putri itulah yang sebenarnya berhak menyandang predikat sebagai seorang pahlawan sejati. Tanpa kehadiran perempuan seperti itu, tidak akan muncul bibit baru, seperti Putri, yang nantinya akan mendongkrak segala bentuk penindasan dan pelecehan terhadap perempuan. Dari perempuan seperti Men Putri itulah, lahir perempuan perkasa yang tidak menjadi terpuruk karena kondisi yang sama sekali tidak memihak kepada mereka. Perempuan seperti Men Putri tidak akan kehilangan cita-citanya akibat penindasan yang sudah mendarah daging. Perempuan seperti itu tanpa sadar dan sengaja telah melakukan perjuangan kaum feminis. Jika bukan mereka yang menikmati, mungkin nanti anak cucu mereka yang akan menuai hasil pengorbanan dan jerih payah mereka.<noinclude>{{rh||57}}</noinclude> 81nqru7xlfawz69geq9wxreqaccuns7 Pengguna:Ahmedsheeran 2 104992 296949 2026-05-29T07:11:09Z Ahmedsheeran 26480 ←Membuat halaman berisi 'Halo!' 296949 wikitext text/x-wiki Halo! ord3itmwwxu97680prl7zpnb50evsya Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/62 104 104993 296951 2026-05-29T07:13:34Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>Keinginan Putri untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga adalah keinginan setiap perempuan. Siapa yang akan mendampinginya esok adalah laki-laki yang telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia tidak pernah memilih, apalagi menunda untuk berkeluarga. Mungkin belum waktunya ia dipertemukan dengan laki-laki yang dicintai dan mencintainya. Untuk itulah, ia membantah pandangan Abu tentang dirinya yang belum menikah dengan alasan karena ia tidak rela dirinya dimiliki oleh laki-laki. Karena menurut Abu, perempuan masa kini paling benci kalau dianggap dimiliki oleh laki- laki. Putri memiliki pandangan yang berbeda. Secara pribadi, ia tidak akan merasa hina dimiliki, asal yang memiliki dirinya adalah orang yang dicintai dan mencintainya. Putri berkeyakinan bahwa konsep memiliki itu tidak berarti menguasai dan mengambil segala kelebihan kita, tetapi lebih kepada proses penyempurnaan segala kekurangan yang ada pada diri kita. Putri juga tidak habis pikir pada pandangan orang yang menganggap bahwa perempuan yang terlambat menikah mempengaruhi sifat dan perilakunya. Hidup sendiri tidak berarti menjadi pemicu segala ketegangan jiwa yang timbul karena dengan memiliki pasangan pun manusia tidak akan terlepas dari ketegangan jiwa. Putri tidak menyetujui pandangan yang menyatakan bahwa di balik kemarahan seorang perempuan terdapat rasa kecewa karena kurang kasih sayang dari laki-laki. Menurut Putri, itu adalah tipikal cara berpikir laki-laki yang hanya melihat persoalan itu dari sudut pandang mereka, tanpa mempertimbangkan pikiran dan perasaan perempuan serta sudut pandang mereka terhadap dirinya. Kematangan Putri berpikir sebagai seorang perempuan semakin terasah ketika ia berkesempatan mengunjungi Jepang. Banyak hal yang dipelajarinya di sana, terutama dari kaum perempuannya. Putri sangat menganggumi perempuan Jepang. Ia pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang gadis remaja Jepang yang belajar tari Jawa pada seorang guru dan kemudian jatuh cinta pada guru tarinya itu. Dalam perjalanan cinta mereka, banyak liku yang harus dilalui. Sampai akhirnya, ia tidak bersatu dengan guru yang sangat dicintainya itu. Cinta memang butuh pengorbanan. Ia sanggup mengorbankan apa saja demi kekasihnya. Ketika pengorbanan itu harus berakhir, dengan diterimanya ia oleh kekasihnya, ia menjadi takut. Ia tidak mau cinta itu hilang begitu saja dengan sebuah perkawinan. Ia ingin mempertahankan cinta itu terus menikam dalam dan menusuk hatinya.<noinclude>{{rh||50}}</noinclude> qzw3e5gsjagxoffbkqxmgnx7ge3g5sx 296956 296951 2026-05-29T07:26:15Z Ars-arsa 26526 296956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude><ref></ref>Keinginan Putri untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga adalah keinginan setiap perempuan. Siapa yang akan mendampinginya esok adalah laki-laki yang telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia tidak pernah memilih, apalagi menunda untuk berkeluarga. Mungkin belum waktunya ia dipertemukan dengan laki-laki yang dicintai dan mencintainya. Untuk itulah, ia membantah pandangan Abu tentang dirinya yang belum menikah dengan alasan karena ia tidak rela dirinya dimiliki oleh laki-laki. Karena menurut Abu, perempuan masa kini paling benci kalau dianggap dimiliki oleh laki-laki. Putri memiliki pandangan yang berbeda. Secara pribadi, ia tidak akan merasa hina dimiliki, asal yang memiliki dirinya adalah orang yang dicintai dan mencintainya. Putri berkeyakinan bahwa konsep memiliki itu tidak berarti menguasai dan mengambil segala kelebihan kita, tetapi lebih kepada proses penyempurnaan segala kekurangan yang ada pada diri kita. Putri juga tidak habis pikir pada pandangan orang yang menganggap bahwa perempuan yang terlambat menikah mempengaruhi sifat dan perilakunya. Hidup sendiri tidak berarti menjadi pemicu segala ketegangan jiwa yang timbul karena dengan memiliki pasangan pun manusia tidak akan terlepas dari ketegangan jiwa. Putri tidak menyetujui pandangan yang menyatakan bahwa di balik kemarahan seorang perempuan terdapat rasa kecewa karena kurang kasih sayang dari laki-laki. Menurut Putri, itu adalah tipikal cara berpikir laki-laki yang hanya melihat persoalan itu dari sudut pandang mereka, tanpa mempertimbangkan pikiran dan perasaan perempuan serta sudut pandang mereka terhadap dirinya. Kematangan Putri berpikir sebagai seorang perempuan semakin terasah ketika ia berkesempatan mengunjungi Jepang. Banyak hal yang dipelajarinya di sana, terutama dari kaum perempuannya. Putri sangat menganggumi perempuan Jepang. Ia pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang gadis remaja Jepang yang belajar tari Jawa pada seorang guru dan kemudian jatuh cinta pada guru tarinya itu. Dalam perjalanan cinta mereka, banyak liku yang harus dilalui. Sampai akhirnya, ia tidak bersatu dengan guru yang sangat dicintainya itu. Cinta memang butuh pengorbanan. Ia sanggup mengorbankan apa saja demi kekasihnya. Ketika pengorbanan itu harus berakhir, dengan diterimanya ia oleh kekasihnya, ia menjadi takut. Ia tidak mau cinta itu hilang begitu saja dengan sebuah perkawinan. Ia ingin mempertahankan cinta itu terus menikam dalam dan menusuk hatinya.<noinclude>{{rh||50}}</noinclude> 42ddl84e6tvcyu7kwtnynhkiml4spyv 296957 296956 2026-05-29T07:26:41Z Ars-arsa 26526 296957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>Keinginan Putri untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga adalah keinginan setiap perempuan. Siapa yang akan mendampinginya esok adalah laki-laki yang telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia tidak pernah memilih, apalagi menunda untuk berkeluarga. Mungkin belum waktunya ia dipertemukan dengan laki-laki yang dicintai dan mencintainya. Untuk itulah, ia membantah pandangan Abu tentang dirinya yang belum menikah dengan alasan karena ia tidak rela dirinya dimiliki oleh laki-laki. Karena menurut Abu, perempuan masa kini paling benci kalau dianggap dimiliki oleh laki-laki. Putri memiliki pandangan yang berbeda. Secara pribadi, ia tidak akan merasa hina dimiliki, asal yang memiliki dirinya adalah orang yang dicintai dan mencintainya. Putri berkeyakinan bahwa konsep memiliki itu tidak berarti menguasai dan mengambil segala kelebihan kita, tetapi lebih kepada proses penyempurnaan segala kekurangan yang ada pada diri kita. Putri juga tidak habis pikir pada pandangan orang yang menganggap bahwa perempuan yang terlambat menikah mempengaruhi sifat dan perilakunya. Hidup sendiri tidak berarti menjadi pemicu segala ketegangan jiwa yang timbul karena dengan memiliki pasangan pun manusia tidak akan terlepas dari ketegangan jiwa. Putri tidak menyetujui pandangan yang menyatakan bahwa di balik kemarahan seorang perempuan terdapat rasa kecewa karena kurang kasih sayang dari laki-laki. Menurut Putri, itu adalah tipikal cara berpikir laki-laki yang hanya melihat persoalan itu dari sudut pandang mereka, tanpa mempertimbangkan pikiran dan perasaan perempuan serta sudut pandang mereka terhadap dirinya. Kematangan Putri berpikir sebagai seorang perempuan semakin terasah ketika ia berkesempatan mengunjungi Jepang. Banyak hal yang dipelajarinya di sana, terutama dari kaum perempuannya. Putri sangat menganggumi perempuan Jepang. Ia pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang gadis remaja Jepang yang belajar tari Jawa pada seorang guru dan kemudian jatuh cinta pada guru tarinya itu. Dalam perjalanan cinta mereka, banyak liku yang harus dilalui. Sampai akhirnya, ia tidak bersatu dengan guru yang sangat dicintainya itu. Cinta memang butuh pengorbanan. Ia sanggup mengorbankan apa saja demi kekasihnya. Ketika pengorbanan itu harus berakhir, dengan diterimanya ia oleh kekasihnya, ia menjadi takut. Ia tidak mau cinta itu hilang begitu saja dengan sebuah perkawinan. Ia ingin mempertahankan cinta itu terus menikam dalam dan menusuk hatinya.<noinclude>{{rh||50}}</noinclude> t6jpp5zsy025nk69e9riu9zczui36ha Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/65 104 104994 296953 2026-05-29T07:17:41Z Dwina Taresya 27186 /* Telah diuji baca */ 296953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dwina Taresya" /></noinclude>Memiliki semua modal yang dapat digunakan untuk memperoleh uang. Dengan kecantikan, kepintaran, dan pikiran majunya, Putri dengan mudah mendapatkan semuanya. Ia hanya butuh sedikit keinginan untuk membuka diri dan setelah itu semua pintu akan terbuka sendiri untuknya. Apa yang menjadi keyakinan Nelly mungkin tidak semuanya benar atau juga seluruhnya salah. Perempuan memang dituntut untuk dapat memajukan dirinya dan mengurangi ketergantungannya pada orang lain, terutama laki-laki, tetapi tidak semua cita-cita tersebut harus diwujudkan dengan cara seperti apa yang diyakini oleh Nelly. Nelly dan Putri memang berbeda. Mereka seperti dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi merupakan satu kesatuan. Sosok seperti Nelly memang dibutuhkan untuk sebuah kemajuan. Akan tetapi, jika semua perempuan memiliki pikiran yang bebas seperti itu, akan seperti apakah perempuan Bali masa depan. Sosok perempuan seperti Putri menjadi penyeimbang hingga apa yang menjadi keinginan kaum feminis akan tetap tercapai. Menjadi modern bukan berarti harus secara total meninggalkan nilai tradisional karena tidak semua aspek yang terkandung dalam nilai tradisional berdampak buruk bagi perempuan. Putri adalah sosok yang sangat bertolak belakang dengan Nelly, Walaupun telah menjadi seorang sarjana, pekerjaannya selama di desa tidak pernah ditinggalkannya. Kebiasaan yang telah mendarah daging dan telah menjadi bagian dari dirinya selama bertahun-tahun tidak akan pernah hilang hanya karena sebuah gelar kesarjanaan. Menggembalakan sapi dan memberinya makan setiap hari merupakan pekerjaan rutin yang tidak akan berhenti hanya karena sekarang ia telah menjadi Putri yang lain, Putri yang sarjana dan memiliki cita-cita luhur untuk mengabdi kepada keluarga dan masyarakatnya. Kenyataan itu sangat bertentangan dengan apa yang menjadi keyakinan Nelly. Sebagai seorang perempuan Bali, Nelly juga tidak menyukai dominasi laki-laki terhadap perempuan. Nelly sangat alergi terhadap laki-laki yang mau seenak perutnya saja memperlakukan perempuan. Ia sangat menentang segala bentuk pelecehan laki-laki terhadap perempuan. Mungkin caranya menyikapi hal itu saja yang berbeda dengan Putri, tetapi mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu kemajuan diri perempuan, seperti apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis, Perempuan seperti Nelly, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sangat dibutuhkan oleh Bali dalam menghadapi 53<noinclude></noinclude> sifu4ity9gxkajjxykdzz4cb09j2z7m 296955 296953 2026-05-29T07:21:46Z Dwina Taresya 27186 296955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dwina Taresya" /></noinclude>memiliki semua modal yang dapat digunakan untuk memperoleh uang. Dengan kecantikan, kepintaran, dan pikiran majunya, Putri dengan mudah mendapatkan semuanya. Ia hanya butuh sedikit keinginan untuk membuka diri dan setelah itu semua pintu akan terbuka sendiri untuknya. Apa yang menjadi keyakinan Nelly mungkin tidak semuanya benar atau juga seluruhnya salah. Perempuan memang dituntut untuk dapat memajukan dirinya dan mengurangi ketergantungannya pada orang lain, terutama laki-laki, tetapi tidak semua cita-cita tersebut harus diwujudkan dengan cara seperti apa yang diyakini oleh Nelly. Nelly dan Putri memang berbeda. Mereka seperti dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi merupakan satu kesatuan. Sosok seperti Nelly memang dibutuhkan untuk sebuah kemajuan. Akan tetapi, jika semua perempuan memiliki pikiran yang bebas seperti itu, akan seperti apakah perempuan Bali masa depan. Sosok perempuan seperti Putri menjadi penyeimbang hingga apa yang menjadi keinginan kaum feminis akan tetap tercapai. Menjadi modern bukan berarti harus secara total meninggalkan nilai tradisional karena tidak semua aspek yang terkandung dalam nilai tradisional berdampak buruk bagi perempuan. Putri adalah sosok yang sangat bertolak belakang dengan Nelly, Walaupun telah menjadi seorang sarjana, pekerjaannya selama di desa tidak pernah ditinggalkannya. Kebiasaan yang telah mendarah daging dan telah menjadi bagian dari dirinya selama bertahun-tahun tidak akan pernah hilang hanya karena sebuah gelar kesarjanaan. Menggembalakan sapi dan memberinya makan setiap hari merupakan pekerjaan rutin yang tidak akan berhenti hanya karena sekarang ia telah menjadi Putri yang lain, Putri yang sarjana dan memiliki cita-cita luhur untuk mengabdi kepada keluarga dan masyarakatnya. Kenyataan itu sangat bertentangan dengan apa yang menjadi keyakinan Nelly. Sebagai seorang perempuan Bali, Nelly juga tidak menyukai dominasi laki-laki terhadap perempuan. Nelly sangat alergi terhadap laki-laki yang mau seenak perutnya saja memperlakukan perempuan. Ia sangat menentang segala bentuk pelecehan laki-laki terhadap perempuan. Mungkin caranya menyikapi hal itu saja yang berbeda dengan Putri, tetapi mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu kemajuan diri perempuan, seperti apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis, Perempuan seperti Nelly, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sangat dibutuhkan oleh Bali dalam menghadapi 53<noinclude></noinclude> 3qb31oxnwliojab7cyy5ih2zpsar1o4 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/66 104 104995 296958 2026-05-29T07:29:33Z Dwina Taresya 27186 /* Telah diuji baca */ 296958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dwina Taresya" /></noinclude>gelombang perubahan yang demikian cepat melanda. Bali saat ini tidak saja membutuhkan perempuan seperti Putri, tetapi juga seperti Nelly. “Oka tergila-gila sama kamu Putri!” protes Nelly kemudian. “Tetapi kenapa dia menginjak profile-ku untuk bisa menggapai kamu. Ini pelanggaran yang keji kepada hak asasiku sebagai wanita. Lelaki memang selalu mau seenak perutnya sendiri. Ini yang harus dikikis dari laki-laki Bali!” (Wijaya, 2004: 77). Seperti juga halnya Putri, Nelly juga sering mempertanyakan perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Mungkin cara penyampaiannya saja yang berbeda karena mereka muncul dari dua lingkungan yang berbeda. Nelly lebih meledak-ledak dalam menyampaikan pikirannya, sedangkan Putri terlihat matang. Ia selalu mempertimbangkan apa yang akan dikatakannya, buah pengalamannya selama menjadi penyeroun. Ia selalu menunggu, membiarkan orang mengungkapkan pikirannya. Kenyataan itu mempengaruhi mereka dalam menguraikan pikiran, termasuk dalam mempertanyakan persoalan perempuan. Nelly dengan tegas menolak perbedaan laki-laki dan perempuan. Mengapa harus ada perbedaan. Mengapa laki-laki boleh dengan bebas menentukan pilihannya, sementara perempuan tidak. Pada prinsipnya mereka adalah sama, sama~-sama manusia yang diberi hak dan kewajiban yang tidak jauh berbeda. Dengan tegas, ia akan memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang perempuan. Nelly merupakan lambang wanita modern yang tumbuh di lingkungan modern, dengan cara berpikir yang modern juga, yang mempertanyakan ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. "Putri itu kan sudah dewasa. Dia berhak dong menentukan sikapnya dan memilih siapa atau apa yang mau dia lakukan. Kenapa hanya laki-laki, kenapa perempuan tidak boleh menentukan pilihannya? Apa beda laki-aki dan perempuan? Coba mengapa bukan laki-laki yang menulis buku Tradisi Baru? Putri tidak melakukan kesalahan apa-apa. Dia mau saina Oka, dia mau sama Goenawan, atau dia mau sama kamu juga Ngurah, bahkan kalau dia mau semuanya, apa salahnya? Salah kalian yang tidak mau dong! Tapi karena dunia ini milik laki-laki, tetap perempuan yang salah. Tapi aku tetap saja akan memperjuangkan, yang salah adalah 54<noinclude></noinclude> kfh58ez5s4tj3wrda36j6wr9batv830 296959 296958 2026-05-29T07:31:54Z Dwina Taresya 27186 296959 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dwina Taresya" /></noinclude>gelombang perubahan yang demikian cepat melanda. Bali saat ini tidak saja membutuhkan perempuan seperti Putri, tetapi juga seperti Nelly. “Oka tergila-gila sama kamu Putri!” protes Nelly kemudian. “Tetapi kenapa dia menginjak profile-ku untuk bisa menggapai kamu. Ini pelanggaran yang keji kepada hak asasiku sebagai wanita. Lelaki memang selalu mau seenak perutnya sendiri. Ini yang harus dikikis dari laki-laki Bali!” (Wijaya, 2004: 77). Seperti juga halnya Putri, Nelly juga sering mempertanyakan perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Mungkin cara penyampaiannya saja yang berbeda karena mereka muncul dari dua lingkungan yang berbeda. Nelly lebih meledak-ledak dalam menyampaikan pikirannya, sedangkan Putri terlihat matang. Ia selalu mempertimbangkan apa yang akan dikatakannya, buah pengalamannya selama menjadi penyeroun. Ia selalu menunggu, membiarkan orang mengungkapkan pikirannya. Kenyataan itu mempengaruhi mereka dalam menguraikan pikiran, termasuk dalam mempertanyakan persoalan perempuan. Nelly dengan tegas menolak perbedaan laki-laki dan perempuan. Mengapa harus ada perbedaan. Mengapa laki-laki boleh dengan bebas menentukan pilihannya, sementara perempuan tidak. Pada prinsipnya mereka adalah sama, sama~-sama manusia yang diberi hak dan kewajiban yang tidak jauh berbeda. Dengan tegas, ia akan memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang perempuan. Nelly merupakan lambang wanita modern yang tumbuh di lingkungan modern, dengan cara berpikir yang modern juga, yang mempertanyakan ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. ..."Putri itu kan sudah dewasa. Dia berhak dong menentukan sikapnya dan memilih siapa atau apa yang mau dia lakukan. Kenapa hanya laki-laki, kenapa perempuan tidak boleh menentukan pilihannya? Apa beda laki-aki dan perempuan? Coba mengapa bukan laki-laki yang menulis buku Tradisi Baru? Putri tidak melakukan kesalahan apa-apa. Dia mau saina Oka, dia mau sama Goenawan, atau dia mau sama kamu juga Ngurah, bahkan kalau dia mau semuanya, apa salahnya? Salah kalian yang tidak mau dong! Tapi karena dunia ini milik laki-laki, tetap perempuan yang salah. Tapi aku tetap saja akan memperjuangkan, yang salah adalah 54<noinclude></noinclude> eefcb3lw985avyhx9vltdthea0midrl Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/87 104 104996 296960 2026-05-29T07:36:41Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>masyarakat (konvensional) yang menganggap pekerjaan perempuan hanya berkisar antara sumur, kasur, dan dapur. Pandangan itu merupakan stereotip gender yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Feminisme menginginkan persepsi masyarakat yang adil dan seimbang antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus diberi kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan diri, sama dengan laki-laki. Perempuan juga harus diberi kepercayaan untuk menunjukkan eksistensinya dalam lingkungan karier, ekonomi, dan pendidikan. Jika dikaitkan dengan persoalan perempuan, masyarakat bisa saja memihak kepada mereka atau bahkan memojokkan mereka. Masyarakat dalam novel ini adalah penduduk Meliling, dalam ruang lingkup kecilnya serta masyarakat Bali, dalam lingkup yang lebih besar. Mereka bisa saja menjadi pendukung kaum feminis atau bahkan penentang bagi ideologi yang diyakini oleh kaum pembela hak perempuan tersebut. Dalam bagian ini akan dilihat pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap para tokoh perempuan, khususnya Putri, sebagai tokoh utamanya. Dalam pandangan sebagian besar penduduk Meliling, Putri yang bersekolah dan berpendidikan tinggi dianggap menyalahi kebiasaan yang berlaku di kampung mereka. Mereka cenderung mencemooh Putri, yang hanya seorang perempuan, melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Keinginan Putri untuk maju dan memperbaiki kondisi masyarakat kampungnya, yang sebagian besar hidup sebagai petani, disambut dengan kebencian oleh masyarakat. Mereka tidak mau dan tidak rela, jika mereka digurui oleh seorang perempuan. Akan lain halnya, jika yang bersekolah dan memiliki pikiran yang maju itu adalah laki-laki, bukan perempuan. Mereka mungkin akan dengan senang hati menerima perubahan yang ditawarkan. Bagi mereka, perempuan tetap perempuan. Berapa pun tingginya pendidikan seorang perenipuan, tempat mereka adalah di rumah, menjadi ibu dan mendidik anak-anaknya. Kenyataan sebagaimana yang telah diungkapkan itu merupakan suatu tindakan yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Mereka sangat menentang masyarakat, terutama masyarakat yang hidup dalam budaya patriarkat, yang cenderung melecehkan dan menjadi pendukung subordinasi perempuan. Perempuan yang maju di mata masyarakat itu adalah si penentang kodratnya sebagai perempuan. Hal itulah yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Perjuangan mereka untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan dan ketergantungan terhadap orang lain, terutama laki-laki tidak akan berhasil, jika masyarakat seperti itu masih<noinclude>{{rh||75}}</noinclude> ahah0v3peixkxzxcppcisujawu2nwi4 296961 296960 2026-05-29T07:38:42Z Ars-arsa 26526 296961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>masyarakat (konvensional) yang menganggap pekerjaan perempuan hanya berkisar antara sumur, kasur, dan dapur. Pandangan itu merupakan stereotip gender yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Feminisme menginginkan persepsi masyarakat yang adil dan seimbang antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus diberi kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan diri, sama dengan laki-laki. Perempuan juga harus diberi kepercayaan untuk menunjukkan eksistensinya dalam lingkungan karier, ekonomi, dan pendidikan. Jika dikaitkan dengan persoalan perempuan, masyarakat bisa saja memihak kepada mereka atau bahkan memojokkan mereka. Masyarakat dalam novel ini adalah penduduk Meliling, dalam ruang lingkup kecilnya serta masyarakat Bali, dalam lingkup yang lebih besar. Mereka bisa saja menjadi pendukung kaum feminis atau bahkan penentang bagi ideologi yang diyakini oleh kaum pembela hak perempuan tersebut. Dalam bagian ini akan dilihat pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap para tokoh perempuan, khususnya Putri, sebagai tokoh utamanya. Dalam pandangan sebagian besar penduduk Meliling, Putri yang bersekolah dan berpendidikan tinggi dianggap menyalahi kebiasaan yang berlaku di kampung mereka. Mereka cenderung mencemooh Putri, yang hanya seorang perempuan, melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Keinginan Putri untuk maju dan memperbaiki kondisi masyarakat kampungnya, yang sebagian besar hidup sebagai petani, disambut dengan kebencian oleh masyarakat. Mereka tidak mau dan tidak rela, jika mereka digurui oleh seorang perempuan. Akan lain halnya, jika yang bersekolah dan memiliki pikiran yang maju itu adalah laki-laki, bukan perempuan. Mereka mungkin akan dengan senang hati menerima perubahan yang ditawarkan. Bagi mereka, perempuan tetap perempuan. Berapa pun tingginya pendidikan seorang perenipuan, tempat mereka adalah di rumah, menjadi ibu dan mendidik anak-anaknya. Kenyataan sebagaimana yang telah diungkapkan itu merupakan suatu tindakan yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Mereka sangat menentang masyarakat, terutama masyarakat yang hidup dalam budaya patriarkat, yang cenderung melecehkan dan menjadi pendukung subordinasi perempuan. Perempuan yang maju di mata masyarakat itu adalah si penentang kodratnya sebagai perempuan. Hal itulah yang sangat ditentang oleh kaum feminis. Perjuangan mereka untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan dan ketergantungan terhadap orang lain, terutama laki-laki tidak akan berhasil, jika masyarakat seperti itu masih<noinclude>{{rh||75}}</noinclude> kwjot0fede2g5u08qmzl36hlcz6v1h0 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/118 104 104997 296962 2026-05-29T07:43:39Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>menjadi istrinya dan tinggal di Jepang. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Putri memutuskan untuk menolak lamaran itu. Ia masih memupuk harapan kepada Wikan. Setelah belajar di Ittoen, ia jadi berani untuk tidak malu mengungkapkan perasaan. Ia berjanji, sesampainya nanti di Bali, ia akan melamar Wikan dan mengajaknya ke Meliling. Berkat bantuan Abu dan Sueti, Wikan, yang sebelumnya sempat melanglang buana di Amerika dan menikah dengan seorang teman wanitanya, tetapi kemudian bercerai, akhirnya bisa disatukan dengan Putri. Putri, akhirnya, dengan berani memutuskan untuk melamar Wikan dan mengajaknya untuk ''nyentana'' ke Meliling. Wikan yang sejak semula memang telah menyukai Putri menerima dengan senang hati lamaran tersebut. Ia bersedia dibawa ke Meliling dan berjanji untuk membahagiakan Putri, selamanya.<noinclude>{{rh||106}}</noinclude> 0bc8vlerevd661gqn056a2wnxmjzitx Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/117 104 104998 296963 2026-05-29T07:48:08Z Ars-arsa 26526 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Puncak. Ketika mendapati gadis cilik itu menggelandang, Putri memutuskan untuk membawanya ke Meliling dan mengangkatnya menjadi bagian dari keluarganya. Sueti sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri dan disekolahkan. Kunjungan Putri ke rumah teman sekolahnya dulu dan melihat usaha kaus Sukseme, yang mengutamakan kekuatan kata-kata sebagai daya tariknya, akhirnya membuka pikiran Putri. Dibantu oleh Sueti, Putri berhasil membuka usaha kaus Suks... 296963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ars-arsa" /></noinclude>Puncak. Ketika mendapati gadis cilik itu menggelandang, Putri memutuskan untuk membawanya ke Meliling dan mengangkatnya menjadi bagian dari keluarganya. Sueti sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri dan disekolahkan. Kunjungan Putri ke rumah teman sekolahnya dulu dan melihat usaha kaus Sukseme, yang mengutamakan kekuatan kata-kata sebagai daya tariknya, akhirnya membuka pikiran Putri. Dibantu oleh Sueti, Putri berhasil membuka usaha kaus Sukseme. Dengan usahanya itu, Putri bisa memperkerjakan para pemuda Meliling, yang sebelumnya banyak yang tidak bekerja. Usahanya berkembang pesat dan berdampak baik bagi kehidupan Putri dan pemuda Meliling. Putri dan Sueti memutuskan untuk tinggal di Denpasar agar bisa mengawasi usaha pabrik kausnya dengan lebih baik. Secara ekonomi, kehidupan Putri terangkat. Mangku Puseh pun tidak perlu lagi susah-susah menghidupi keluarganya. Akan tetapi, ia tidak mau diajak tinggal di Denpasar karena harus menjaga pura dan penduduk desa. Saat usaha kaus Sukseme sedang maju-majunya, Putri dihadapkan pada kenyataan pahit dengan meninggalnya Mangku Puseh. Laki-laki tua itu pergi dengan tenang setelah menyampaikan keinginan terakhirnya untuk melihat Putri berumah tangga. Sesuatu yang selama ini sering diajukannya kepada Putri dan selalu diabaikan oleh anak gadisnya itu. Mangku Puseh mengetahui dengan pasti bahwa Putri mencintai Ngurah Wikan dari Puri Puncak. Begitu juga sebaliknya. Akan tetapi, karena sama-sama menahan dan menjaga perasaan masing-masing, cinta itu tidak pernah terucapkan. Sebelum meninggal, Mangku Puseh menyarankan Putri untuk melamar Wikan dan mengajaknya untuk tinggal di Meliling sebagai suamiya. Setelah kematian Mangku Puseh, usaha kaus Putri berkembang dengan pesat. Sueti pun tumbuh menjadi gadis remaja yang aktif dan energik, juga pintar. Bantuan Sueti dan jiwa dagang yang ada pada gadis remaja itulah yang membuat usaha kaus Sukseme bertambah maju. Putri sangat menyadari hal itu. Kalau tidak ada Sueti dengan ide cemerlangnya, ia tidak akan mampu menjalankan usaha itu sendirian. Ketika mendapat kesempatan mengunjungi Jepang, dalam rangka membicarakan kerja sama dengan seorang pengusaha Jepang, Putri berkesempatan mengunjungi sebuah masyarakat komunal di Ittoen. Di sana Putri mempelajari banyak hal tentang kehidupan. Hal itu semakin mengayakan pandangan dan pikiran Putri tentang kehidupannya. Selama di Jepang, ia dilayani dengan baik. Ternyata, pengusaha Jepang itu menaruh hati pada Putri dan menginginkan Putri<noinclude>{{rh||105}}</noinclude> orpm3oygfn9vyiexeemmvuv4unkm8pw 296964 296963 2026-05-29T07:50:08Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>Puncak. Ketika mendapati gadis cilik itu menggelandang, Putri memutuskan untuk membawanya ke Meliling dan mengangkatnya menjadi bagian dari keluarganya. Sueti sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri dan disekolahkan. Kunjungan Putri ke rumah teman sekolahnya dulu dan melihat usaha kaus Sukseme, yang mengutamakan kekuatan kata-kata sebagai daya tariknya, akhirnya membuka pikiran Putri. Dibantu oleh Sueti, Putri berhasil membuka usaha kaus Sukseme. Dengan usahanya itu, Putri bisa memperkerjakan para pemuda Meliling, yang sebelumnya banyak yang tidak bekerja. Usahanya berkembang pesat dan berdampak baik bagi kehidupan Putri dan pemuda Meliling. Putri dan Sueti memutuskan untuk tinggal di Denpasar agar bisa mengawasi usaha pabrik kausnya dengan lebih baik. Secara ekonomi, kehidupan Putri terangkat. Mangku Puseh pun tidak perlu lagi susah-susah menghidupi keluarganya. Akan tetapi, ia tidak mau diajak tinggal di Denpasar karena harus menjaga pura dan penduduk desa. Saat usaha kaus Sukseme sedang maju-majunya, Putri dihadapkan pada kenyataan pahit dengan meninggalnya Mangku Puseh. Laki-laki tua itu pergi dengan tenang setelah menyampaikan keinginan terakhirnya untuk melihat Putri berumah tangga. Sesuatu yang selama ini sering diajukannya kepada Putri dan selalu diabaikan oleh anak gadisnya itu. Mangku Puseh mengetahui dengan pasti bahwa Putri mencintai Ngurah Wikan dari Puri Puncak. Begitu juga sebaliknya. Akan tetapi, karena sama-sama menahan dan menjaga perasaan masing-masing, cinta itu tidak pernah terucapkan. Sebelum meninggal, Mangku Puseh menyarankan Putri untuk melamar Wikan dan mengajaknya untuk tinggal di Meliling sebagai suamiya. Setelah kematian Mangku Puseh, usaha kaus Putri berkembang dengan pesat. Sueti pun tumbuh menjadi gadis remaja yang aktif dan energik, juga pintar. Bantuan Sueti dan jiwa dagang yang ada pada gadis remaja itulah yang membuat usaha kaus Sukseme bertambah maju. Putri sangat menyadari hal itu. Kalau tidak ada Sueti dengan ide cemerlangnya, ia tidak akan mampu menjalankan usaha itu sendirian. Ketika mendapat kesempatan mengunjungi Jepang, dalam rangka membicarakan kerja sama dengan seorang pengusaha Jepang, Putri berkesempatan mengunjungi sebuah masyarakat komunal di Ittoen. Di sana Putri mempelajari banyak hal tentang kehidupan. Hal itu semakin mengayakan pandangan dan pikiran Putri tentang kehidupannya. Selama di Jepang, ia dilayani dengan baik. Ternyata, pengusaha Jepang itu menaruh hati pada Putri dan menginginkan Putri<noinclude>{{rh||105}}</noinclude> qowt8lgacavdzgl4d72pbh456sar3p1 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/116 104 104999 296965 2026-05-29T07:56:32Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 296965 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" /></noinclude>tidak lama dilakukannya. la memutuskan berhenti karena merasa tidak enak dengan guru lain yang tidak menyukai gaya Putri mengajar. Padahal, sebenarnya Putri telah memulai suatu cara yang tepat untuk memberi pelajaran, terutama pelajaran bahasa kepada siswa. Siswa menyukai cara mengajarnya. Akan tetapi, Putri tetap harus mengalah. Ia tidak ingin menjadi pengganggu bagi ketenteraman guru lain. Setelah berhenti menjadi guru, Putri benar-benar merasa menjadi pengangguran sejati. Setiap hari ia disibukkan oleh urusan rumah. Ta tidak memikirkan lagi untuk bekerja. Apalagi, akhir-akhir ini kesehatan ibunya semakin menurun. Sejak kematian Made, ibunya benar-benar berubah. Ia seperti menyesali kejadian yang menimpa anak laki-laki satu-satunya itu. Jika saja tidak ada sepeda motor, tentu Made tidak akan mati. Kehilangan Made adalah kehilangan terbesar bagi ibu Putri, Sejak ibunya sakit, otomatis Putrilah yang sehari-hari mengurus rumah. Ayahnya, Mangku Puseh, sibuk dengan urusan pura dan penduduk desa. Ia juga disibukkan dengan urusan mendidik Nyoman yang diharapkan akan menggantikannya, setelah Made pergi dan Putri pun telah menegaskan keinginannya tidak akan menggantikan Mangku Puseh. Saat itulah rumah Putri dihebohkan oleh kehamilan Nyoman. Semua orang ribut. Seluruh Meliling membicarakan kejadian itu. Nyoman yang dipaksa untuk mengatakan siapa yang menghamilinya menutup mulutnya rapat-rapat dan tidak mau mengatakan siapa yang menghamilinya. Namun, akhirnya, berkat usaha Putri dan juga bapaknya, laki-laki yang menghamili Nyoman datang dengan diam-diam dan membawa Nyoman lari dari rumah. Esoknya datanglah keluarga laki-laki, yang tidak lain adalah guru Nyoman sendiri, yaitu Made Sukada. Ia membawa Nyoman kawin lari untuk menghindari keputusan Mangku Puseh yang akan mengawinkannya dengan Sadra, saudara sepupunya. Sejak itu, Nyoman tinggal di rumah orang tua Made Sukada. Tinggalluh Putri dengan Mangku Puseh di Meliling. Ibunya, yang sudah tidak bisa lagi dikendalikan emosinya karena penderitaannya harus dirawat di rumah sakit jiwa. Putri sangat sedih. Akan tetapi, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Ibunya harus dirawat di sana karena di rumah, ibunya bisa saja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. Sampai kemudian akhirnya Men Putri mengakhiri hidupsya di rumah sakit jiwa. Pada saat ibunya dirawat, Putri dipertemukan dengan Sueti, seorang gadis kecil yang juga pernah menjadi ''penyeroan'' di Puri<noinclude>{{rh||104}}</noinclude> fpyteki1kur1ph4361dj47ogqlrneir Halaman:062 Seram.djvu/11 104 105000 296966 2026-05-29T08:34:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1117. Mana koewat<br> 1118. Mana Maloeloe, is<br> 1125. Namas<br> 1127. Nakabotan<br> 1130. Baban<br> 1131. Mokin teij<br> 1132-<br> 1135. Gafin<br> 1136-<br> 1139. Nagaratak<br> 1142. Oen<br> 1143. Lomin<br> 1146/<br> 1147. Nababaon<br> 1148/<br> 1149. Na Loe, ar<br> 1150. Matakena<br> 1152. Elwooú<br> 1153. Woú Woú<br> 1154. Múnsia Kasian<br> 1155. Mata Sanang<br> 1159. Boda boda<br> 1160. Roek roek<br> 1161. Masarat<br> 1162. Matebie<br> 1163. Mangeran<br> 1164. Nirasa roepa roepa<br> 1166. Masim masim<br> 1167. Mafoetie<br> 1168. Meta metang<br> 1169. Mera²<br> 1170. Kamoemoe<br> 1171. Koeni koening<br> 1172. biroe biroe<br> 1173. idjoe idjoe<br> 1174. Na bail, bail bail<br> 1175. Roka roka<br> 1176. Goa goan<br> 1179. Maa<br> 1180. Boa maa<br> 1193. Na roek<br> 1194. Ingatan noemoe la {{multicol-break}} 1195. roek roek<br> 1196. doka ingatan<br> 1197. akoe loepa mo<br> 1198. bisankal<br> 1199. Mengakoe<br> 1200. Namongie<br> 1201. Watan nini matelas tij<br> 1202. Sinable<br> 1203. bij Nagan<br> 1206. da foro<br> 1208. djadji<br> 1210. weij weij<br> 1200/<br> 1211. <3><br> 1222-<br> 1224. Djaga<br> 1225. boea Kilalala<br> 1238. soeka² toera lawino ninie<br> 1239. Lawino nini Masingat<br> 1240. Nafengan<br> 1242-<br> 1244. Moram ie<br> 1245. Salik<br> 1246. Bobar<br> 1251. Mosam<br> 1253-<br> 1255. Makoka<br> 1260/<br> 1261. Toea toear<br> 1262/<br> 1263. Matek<br> 1264. Wokas<br> 1265/<br> 1266. Taroe<br> 1267. Na Koetan<br> 1268. Na balas<br> 1269. Koetan ie<br> 1270. Dagoan teij<br> 1271. Keda Keda<br> 1276/<br> 1277. Nakaa Afie<br> 1278. Faik<br> 1284. Dotik sola {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9ceabtubyi2e3seefkimgn37ugxnqm5 Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/96 104 105001 296967 2026-05-29T08:36:34Z Najla Khairani Siregar 23893 /* Telah diuji baca */ 296967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 92 -}}</noinclude>{{hwe|ken|menganterken}} kapada radja Louw satoe bingkisan besar dan moelja, jang boleh djadi nanti menambahi besarnja radja ini poenja napsoe aken bersoeka-soeka dan menoeroeti kainginan hati. Ija soeroeh tjari di dalam negrinja delapan poeloeh prampoewan moeda jang paling eilok dan jang pande memboenjiken taboe-taboeän, demikianlah djoega menari dan menjanji. Ija bri adjaran pada prampoewan-prampoewan ini, tjara bagimana ija-orang misti berlakoe, dan ija bri djandjian pada marika, jang ija nanti membri gandjaran, djika marika dapat djadiken apa jang dimaksoed olehnja. Delapan poeloeh prampoewan ini disertaïn djoega dengan tiga poeloeh koeda jang paling bagoes dan terädjar baik, dan lagi dengan berkian-kian barang perhiasan dan barang-barang langka. Samoewa itoe diserahken pada saorang tjerdik, jang misti mengadep seperti oetoesan, autarken itoe kapada radja ''Louw'', dengan mendjoendjoeng djoega satoe titah aken membaroein djandjian persobatan jang doeloe hari telah dibikin antara karadjaän ''Tjee'' dan karadjaän ''Louw'' itoe. Baginda radja ''Louw'' sebab merasa enak hati oleh kerna dengar datangnja oetoesan itoe, jang dipandang olehnja seperti soewatoe hal bagoes, — lantaslah djoega ija berniat aken trima oetoesan itoe, maskipoen KHONGTJOE ada mem­bri pikiran aken djangan trima ; dan pada bebrapa hari komoedian, sebab merasa kagoem oleh kerna eiloknja dan moeljanja itoe bingkisan besar, boekanlah sadja ija samboet itoe dengan ridla, hanja dengan kagirangan besar sekali. Atas bitjaranja dan permintaännja KHONGTJOE, soepaja ija djangan trima itoe oetoesan jang datang, baginda itoe menjahoet, bahoewa ija tiada bisa tampik itoe radja ''Tjee'' poenja bing­kisan jang ada djadi satoe tanda dari kahormatan besar sekali; kerna kaloe menampik, tantoe sekali djadi menista­ken radja ''Tjee'' itoe. Lain dari bagitoe, baginda berkata<noinclude></noinclude> ekn2ojc1xi63ytwm9eukcio48aedxgn Halaman:062 Seram.djvu/10 104 105002 296970 2026-05-29T09:59:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296970 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 999. anak morit<br> 1000. siroti di minak<br> 1001. Roema Mana weij weij<br> 1002. Pasar, pasar roema djoewalang<br> 1003. Múnsia bedagan<br> 1004. Manaa dagan<br> 1007. Walira<br> 1008. ni oentoen<br> 1009. ni roegie<br> 1010. Faaf<br> 1011. Ni Wali bobak<br> 1012. Ni Wali Otak, Mura² fagoe<br> 1013. Mana oeta oetang<br> 1014. Dakoetan oeta oetang<br> 1015. Da waar<br> 1016. Da Tanak<br> 1018/<br> 1018. Da Pindjang<br> 1019. Da toekar<br> 1020. Da tawar walij<br> 1021. di manaa gaij<br> 1022. Daroe walie<br> 1024. Datjing<br> 1025. Timbang<br> 1026- 1028. Maleman, Kelban<br> 1029. Kapal laar<br> 1030. Kapal prang<br> 1031. Kapal Afie<br> 1032. Aang Kaloelis<br> 1033. Aanga<br> 1035. Farear<br> 1037. Laar<br> 1038. Oeling<br> 1040. Tali2<br> 1041/<br> 1042. Ranoe2<br> 1043. Wosa<br> 1049. Sasoe<br> 1050. Soebijar<br> 1051. Tompat Babaar naie {{multicol-break}} 1052. Namaas<br> 1053. Badjak<br> 1058. Da firampas<br> 1059. Di fara fara makin teij<br> 1060. Dafi loear<br> 1061. Bobak<br> 1062. Otak<br> 1063/<br> 1064. Malaas<br> 1065/<br> 1066. Toek<br> 1067/<br> 1068. Batolor<br> 1070. Banifies<br> 1071. Kieries <kúrús ?><br> 1072-<br> 1074. Watan bobak<br> 1075. Sedang dang<br> 1076. Koeboe Koeboet<br> 1083/<br> 1084. Malaman<br> 1085/<br> 1086. Matie²<br> 1087. Ririe<br> 1088. Waa, waa<br> 1089. Katototoo<br> 1090. Lekoe, Lekoe<br> 1092. Galawar<br> 1096. Keban<br> 1097. Galiga<br> 1098. Matarin<br> 1101. Kaforat<br> 1102. Maloeis<br> 1104/<br> 1105. Kerfanas<br> 1106/<br> 1107. Rifie<br> 1109/<br> 1110. Boeli boelis<br> 1112. Firbaún faat<br> 1113. Galawar<br> 1114. Na otak<br> 1115. Korokorok<br> 1116. Loewas {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> aes88vr0o6wsta32d2astaboy1yyanm Halaman:062 Seram.djvu/6 104 105003 296971 2026-05-29T10:10:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296971 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 477/<br> 478. Apie<br> 483. Koeboen<br> 484. Kajoe afie<br> 485. taoen damar<br> 486. Woeni damar<br> 487. Ni Lowas roema<br> 488. Kalamboe<br> 489. Banko matoran<br> 493. Kaling moemoemoe<br> 494. Kaling Tana<br> 495/<br> 496. Kaling fasar<br> 497. Bingan<br> 498. Bingan ajer fanas<br> 499. Bingan falimoemoe<br> 500. Tampat arfanas<br> 501-<br> 503. Bingan fasar<br> 505. Toerik<br> 506. Toerik wisaino<br> 507. Kiris<br> 508. Lalabie<br> 510. siroe siroe<br> 511. Takoe takoe<br> 514. Karandjan<br> 515. Damar<br> 516. soeboe<br> 517. Ni raar<br> 519. Lopa lopa<br> 520. Kontjie<br> 522. Koerang<br> 524. Goezie<br> 525-<br> 527. Warakan<br> 528. singelar<br> 529. Adoek<br> 530. Dafie<br> 534. fanga<br> 535. Korrat<br> 536. fanga sadija<br> 537. Oetan {{multicol-break}} 539/<br> 540. Dagin<br> 541. Ikan<br> 544/<br> 545. fazar<br> 546. Fasar<br> 547. Nigagan<br> 548. Ni wai <woi ?><br> 549. Roema fasar<br> 550/<br> 551. Loezon<br> 555. Watoe lololie<br> 560. Koekis<br> 561. Bej Karoekaroek<br> 562. Marezan maino<br> 563. Sira<br> 565. faloeloeng<br> 567. Kadar<br> 568. Ladan<br> 573. sisira<br> 576. Tangan²<br> 577/<br> 578. fosal² itoo<br> 579/<br> 580. Kala<br> 582. Tingan fakolik<br> 583. Arabibú <Arabibie ? ><br> 586. Ngongonga<br> 589. Fidadie<br> 590. soetra<br> 591. Laken<br> 592. faneel<br> 593. Kawas<br> 594-<br> 597. Rai rai, giel giel <2><br>{{gap}}Pekakas segala wij wij<br> 600. Nafesik oeka<br> 601. Rai rai<br> 602. Talie<br> 603. Kawas<br> 604. Foekat Mataa<br> 605/<br> 606. Tas<br> 608. Pedan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 8ugof0tnwl4kvs3cxujs84h3lsemw7c Halaman:062 Seram.djvu/7 104 105004 296972 2026-05-29T10:19:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296972 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 611. Okie<br> 612. oki nisaron<br> 613-<br> 616. oki Kajoe<br> 617. Likit<br> 618. Bandera<br> 619. Tjadú<br> 620. Mapan, sinapan<br> 621. Sidaa<br> 622. Panloe<br> 623. Toenoe<br> 624. Djam ni bai bail<br> 625. Pangloe lena<br> 626. Dafitoenoe<br> 627. Ni moesoe<br> 628. Goespira<br> 629. goetoek toltolang<br> 630. bij gafin<br> 631. Dawij koewat<br> 634. Dadi wanoe<br> 635. Mami aan Karesi sie<br> 636. Naboea pandjara<br> 637. Marinoe<br> 639. daweij hormatan<br> 640. dawar beja<br> 642. tjankol<br> 643. Rezan<br> 644. soesoear enar<br> 645. soesoear enar ni Kajoe<br> 648. soean enar<br> 649. wisaié berikoet <wisaú ?><br> 651. wisaie nagoetoek fazar<br>{{gap}}<wisaú?><br> 652. Na bail Enar<br> 653. dawei Tana<br> 654/<br> 655. Tana fasar<br> 656. Langa langan<br> 657. Taltalas<br> 659. bij Pagar<br> 660. Ni Moesin<br> 662/<br> 663. Na oeras {{multicol-break}} 664. Ni Koesar<br> 665. Taiek mana<br> 668. Nabar<br> 669. boit Nabar<br> 671/<br> 672. ni mozom<br> 674. Fasinan<br> 677. Kaforin<br> 678. Kaforin<br> 679. Katoenim<br> 681. Tambako<br> 682. T683. Katjan gorin<br>owo<br> 685. Taoel<br> 686. Oewir<br> 688. Katela, Bangala<br> 690. Tjabie<br> 691-<br> 693. Nioe<br> 699. Toeak<br> 700. Aar Nasoe<br> 701. Nasoe<br> 702. Gamoes<br> 703. Kella<br> 704. Soeat<br> 705. Kapas<br> 706. kapok<br> 707. Boenga rampie<br> 708. Αi Αi<br> 709. Toe erak<br> 711. Doeran<br> 712. Adin<br> 716-<br> 718. Foedi<br> 720. Dalima<br> 721. Makanilo<br> 722. Makanilo<br> 723. Kopie<br> 724/<br> 725. Nila<br> 726. gamber<br> 727. gogot<br> 728. Afor {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0nzuvk1k6p814z12f99e1ryttnfyyua Halaman:062 Seram.djvu/8 104 105005 296973 2026-05-29T10:30:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296973 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 731. Ara<br> 732. Oeloe<br> 734. Kajoe²<br> 739/ <br> 740. rang²<br> 742-<br> 744. Ni Akar<br> 746. Ni, roe<br> 748. Ni oeritie<br> 750. Ni Siar<br> 751. Siar<br> 752. Boeak<br> 753. Kakina<br> 754. Kesie<br> 755. Kesie<br> 757. Na toeboe<br> 758. Ni voes<br> 759. Ni Woi<br> 761. Likit<br> 763. Koesar<br> 764. Sia sia lomin<br> 765. Daran<br> 766. Goel<br> 770. Birikoet<br> 771. Birikoet<br> 772. Erie<br> 774. Binatan<br> 775. Binatan wowo, Binatan Matakena<br> 776. Bibi doepa iloo<br> 778. Kakoe<br> 779. Binatan ikea<br> 780. Binatan ikea aino<br> 781. Binatan Lidir<br> 786. Waker<br> 787. Wilioer<br> 789. tompat manoek<br> 790. Tolor<br> 794. Boir<br> 797. Boir iloo<br> 798. Bibi doepa {{multicol-break}} 800-<br> 802. Sawie<br> 803/ <br> 804. Karbaú<br> 805. Bibi doepa iloo<br> 806. Ni Soewara<br> 807. Ladjaran<br> 808. Ladjaran ilo<br> 809. Roesa<br> 811. Kafoena<br> 812. Natoel<br> 813. Sika<br> 814. Sika ilo<br> 815. Ari maú<br> 816. Arimaúilo<br> 817. Binatan Kakaa moensia<br> 818. Boi toentoenae<br> 822. Binatan nakaa balemoe<br> 823. Kaswari<br> 824. Laor<br> 825. Loesie<br> 826-<br> 831. Manoek<br> 834. Kakatoea<br> 835. İlier<br> 836. Manoek farat<br> 840. Kamak<br> 843. Kamak Bajia<br> 844. Manoek<br> 845. Karoefa walada<br> 846. fanakie<br> 847. manoek fanakie<br> 851. Karoefa<br> 852. Karoefa Boban<br> 853. Karoefa Toei toei<br> 854. Lekie<br> 861. Foekat<br> 865. Kabat<br> 866. Koetoe<br> 869. Lias<br> 870. Kafoena nikoetoe<br> 871. Laka {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 980wjloncv6hzmuqolozlujoj6fnr2c Halaman:062 Seram.djvu/9 104 105006 296974 2026-05-29T10:41:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 296974 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 872. Langar<br> 877. Oemis<br> 878. Kawakawal<br> 879. Befan<br> 881. Befan<br> 884. Balemoe<br> 886. Tekkes<br> 891. Ena moet<br> 892. goeran<br> 893. Karaka<br> 894. Kalangoeroe<br> 896. gagoe<br> 898. Waja<br> 899. Boekar<br> 900. Baloe baloer <balon ? ><br> 901/<br> 902. Venoe, Benoe Benoebenoe<br> 903. Ababis loka<br> 904. Boea awoen Lomin<br> 905. Doennja, Langit<br> 906. Olar<br> 907. Olar namaden<br> 908. Oelan<br> 911. Oelan namaden<br> 912. Witoein<br> 917. Boemi<br> 919. Oeran<br> 921. Angin Taai<br> 923. Nofo<br> 924. Doedoen<br> 925. Doedoen ni ngisik<br> 927. Isoer<br> 928. Angin<br> 929. Angin Lena<br> 930. Aar<br> 931. Boe saa lomin<br> 932. Roeroet<br> 934. Tono bobak<br> 935. Wala walan<br> 936. Wala walan bobak {{multicol-break}} 937. Namar<br> 938. Ry Ena <Rij ?><br> 939. Lalang<br> 940. Sakaroe<br> 941. Sakaroe watoe²<br> 942/<br> 943. Wanoera<br> 944. Toebir²<br> 945. sosolat<br> 946. sosolat<br> 947. Oekar<br> 948. Kelie<br> 951. Wamari oekar rata²<br> 952. Gelan²<br> 955. Re Oekar lomin<br> 957. Re Oekar ni kajoe wekan<br> 958. Oekar koeboen<br> 959. Lalan<br> 962. Sifat<br> 963. Ar Sinoel<br> 967. Ar Oeritoe<br> 968. Ar Nataoek<br> 969. Watoe<br> 910. Oelan saa<br> 970. Ena<br> 971. Ena soebijar<br> 973. Moemoemoe<br> 974. Dalon<br> 975. Kaloelie<br> 976. Salaka<br> 977. Amas<br> 978. Rarat<br> 979. Timoerak<br> 980. waliran<br> 991. Manaa magaan<br> 992. da Virboelik<br> 993. daweij Damie<br> 994. Seratie di sinabie<br> 995. Mata Koepang<br> 996. Dafakaik di Tana<br> 997. Toekan<br> 998. Naka sewa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9mwlxeobfsq5er9m19jrsdbrhkffwmx